P. 1
Nigerian Sweetheart Scam

Nigerian Sweetheart Scam

|Views: 2,423|Likes:
Published by J Gede Ace Sulandra

More info:

Published by: J Gede Ace Sulandra on Sep 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2013

pdf

text

original

Kumpulan artikel

Nigerian Sweetheart Scam, jaringan penipu pengobral cinta

Pernah Terperdaya, Baby Balas Kerjai Penipu Pengobral Cinta

Meski sudah pernah terperdaya oleh pengobral cinta, Baby tidak kapok 'bersahabat' dengan pria-pria yang konon tergabung di Nigerian Sweatheart Scam itu. Baby malah berusaha mengerjai pria-pria yang gemar menipu para wanita itu. Tiga pria yang mengaku bule dan kaya raya, sempat 'dekat' dengan Baby. Pria pertama bernama Nicolas Evans, yang dikenal Baby dari Tagged.com. Seperti penipu lainnya, Nicolas juga menjanjikan paket berisi barang-barang mewah untuk Baby. "Dengan gaya meyakinkan, dia mengirim track number seolah-olah barang tersebut sedang dalam perjalanan pengiriman kurir," kata Baby saat mencurahkan pengalamannya kepada detikcom, Rabu (1/9/2010). Tak lama setelah itu, Baby ditelepon dari seseorang dengan logat Melayu. Orang yang mengaku dari perusahaan kurir itu meminta Baby membayar US$ 5.000 untuk membayar pajak barang-barang Nicolas yang mewah-mewah itu. "Si Nicolas Evans dengan rajinnya minta aku mentransfer uang. Lalu dengan polosnya aku bilang hanya ada US$ 100," cerita Baby. Uang yang melayang memang tidak terlalu besar, saat itu hanya sekitar Rp 1,2 juta. Namun saat itu, Baby tidak bekerja, jadi uang itu sangat berharga. Baby, yang saat itu tidak sadar sedang ditipu, tidak menaruh kecurigaan sedikit pun. Bahkan saat komplotan itu tetap mengirimkan nomor Western Union (WU) perusahaan kurir dan tidak nomor rekening bank. Baby juga tidak sadar ketika sebuah perusahaan kurir yang mengaku terbesar di Malaysia tidak memiliki account di bank. Lalu Baby mengirimkan uang 100 dollarnya. "Setelah uang dikirim, mereka bilang tidak bisa mengirim barangnya karena uang yang dikirim tidak cukup. Mereka bilang, paketnya dikirim kembali ke Inggris dengan uang yang aku kirimkan," kata Baby, yang kehilangan uang dan parsel pun tak kan pernah datang. Saat itulah, Baby sadar dirinya telah diperdaya oleh pria bule yang mengaku kaya raya

itu. Sejak saat itu, Baby lebih berhati-hati dengan modus-modus penipuan semacam itu. Namun Baby tidak menutup diri. Baby tetap meladeni pria-pria yang mengajaknya berkenalan di internet. "'Bule' kedua bernama Sony March dia mengirim 'uang' (sekitar Rp 1,3 miliar) untuk beli apartemen/rumah yang harganya terserah aku saja, dan katanya, apartemen itu akan ditempati kami berdua kalau dia akan datang ke Indonesia," kata Baby. Modusnya sama persis, orang yang mengaku dari perusahaan kurir kemudian menghubungi Baby dan mengatakan paketnya tertahan. Baby diminta mengirim uang US$ 1.500. Karena sudah pernah 'kena', Baby tidak terperdaya. "Saya iseng mengatakan pada mereka kalau barang akan saya ambil sendiri ke Malaysia keesokan harinya. Tapi apa kata mereka setelah mereka mengetahui saya akan 'datang' sendiri? Mereka langsung memaki-maki saya dengan ucapan tak senonoh dan barang nggak bisa diambil langsung, harus melalui kurir. Saya hanya tertawa mendengarnya," cerita Baby. Lantas, dengan gaya seolah-olah sedang di lepas pantai Inggris, Sony March menelepon Baby dan marah-marah karena sudah merugi puluhan juta karena sudah mengirim barang-barang mahal tapi Baby nggak mau membayar US$ 1500. "Dan akhirnya (katanya lagi) sopirnyalah yang harus membayar US$ 1.500 karena hanya sopirnya satusatunya orang yang ada di rumahnya dia," kata Baby. Bule ketiga 'didapat' Baby dari Badoo.com. Eric Randy mengaku putra mahkota dari kerajaan kecil di Irlandia. Namun saat nama kerajaan itu disearch di google, tidak ditemukan. "Selama dalam sebulan, dia rajin ber-YM, sampai dia berlaku seolah-olah dia calon raja di kerajaan kecilnya, jadi kalau Baby jadi istrinya harus siap-siap dengan segala keribetan dan tata cara protokol Istana (whooaaa...asyik ga bo jadi Princess)," tulis Baby. Si calon raja di Irlandia yang ingin dipanggil Prince Eric ini juga mengatakan akan mengunjungi Indonesia. Print out tiket elektronik pesawat dikirim ke Baby untuk meyakinkan. Tapi Baby sudah tidak terlena lagi. "Tiba-tiba di suatu pagi, teleponku bunyi, dan itu dari Malaysia, katanya dari petugas Imigrasi Malaysia, yang mengatakan, kalau Mr Eric Randy tidak bisa melanjutkan ke perjalanan ke Jakarta, karena dia ditahan di keimmigrasian Malaysia karena kedapatan membawa uang di kopernya dengan jumlah lebih dari yang ditetapkan," cerita Baby. Baby yang iseng, kemudian berpura-pura akan mentransfer uang sebesar US$ 5.000 lewat WU. Namun karena uang itu tidak segera datang, Eric terus menerus menelepon Baby. "si Prince hampir tiap jam telepon aku, dan dia selalu berkata, aku sendirian nih di

Kuala Lumpur, nggak ada saudara, nggak ada yang aku kenal, sampai kapan aku harus di sini terus? Bagaimana aku mau ketemu kamu dan ke Jakarta kalau kamu tidak transfer uang untuk menebus aku di sini? Aku nggak ada uang sama sekali? Bagaimana mau bayar hotel ini? Kamu nggak sayang aku ya? Kamu pura-pura cinta aku ya? Padahal kamu nggak pernah cinta aku?" kata Baby menirukan ucapan Eric saat itu. Penipu cinta memang pintar menggombal!

Dua Kali 'Pacaran' dengan Pengobral Cinta, Uang Neva Selamat
Komplotan penipu Nigerian Sweatheart Scam hampir selalu memiliki trik yang sama untuk membuat para wanita terbuai. Rayuan-rayuan yang dilontarkan para penjahat cinta itu sebenarnya bisa dikenali. Neva, seorang pembaca detikcom, mengaku sudah dua kali menjalin kasih dengan pria yang mengaku bule. Benih-benih cinta antara keduanya itu mulai tumbuh dari perkenalan di internet. Kedua pria itu berusaha menipunya. Namun, Neva lebih beruntung dari wanita-wanita yang lain. "Saya lebih beruntung karena tidak terperdaya dengan tipu muslihatnya dan uang saya selamat," kata Neva dalam surat elektronik kepada detikcom, Rabu (1/9/2010). Pria pertama yang menjadi pacar Neva mengaku bernama Williams Macdonald, seorang chemical engineer yang bekerja di Aberdeen, Skotlandia. Williams mengaku duda kaya raya dengan satu anak. Pria itu mengaku bercerai karena istrinya selingkuh. Neva diminta mencarikan sebuah rumah untuk tempat tinggalnya di Indonesia. Williams juga ingin menikahi Neva saat tiba di Indonesia nanti. "Dengan rayuan mautnya saya mencari rumah yang dia maksud. Awalnya saya percaya sama Williams dan mencari rumah karena saya mulai tertarik dengan dia," cerita Neva. Namun sebelum semua itu terealisasi, Williams meminta Neva untuk mengirimkan laptop dan uang untuk membelikan anaknya hadiah ulang tahun. "Saya mulai mencium hal yang aneh akhirnya dia berusaha untuk jujur bahwa dia lagi membutuhkan uang untuk bisnisnya. Akhirnya saya putus setelah kami bertengkar," katanya. Pacar kedua Neva mengaku bernama Patrick Smith dari London, single, anak tunggal pengusaha kaya raya. Patrick mengaku telah menjadi yatim piatu dan ingin memiliki teman. Namun Neva memutuskannya karena Patrick terus menerus berkelit saat ditanya alamatnya. Selain itu, situs yang disebutkan sebagai perusahaannya ternyata fiktif.

"Dia berjanji akan bertunangan pada bulan September ini, tapi sebelum itu terjadi, saya sudah memutuskan dia," kata Neva. Dari semua pengalaman itu, Neva mencoba mendeskripsikan ciri-ciri para penjahat cinta itu. Menurutnya, pria itu biasanya memasang foto pria berwajah menarik, tinggal di Inggris, Aberdeen, atau Skotlandia, mengaku kaya raya dangan jabatan tinggi di perusahaan, duda satu anak atau anak tunggal, merayu dengan kata-kata ingin menikahi, dan sering mengirimkan foto-foto mobil, rumah, dan segala hal yang menunjukkan dia pria mapan.

Penipu Juga Incar Lelaki, Merayu dengan Foto Wanita Cantik
Feth, seorang ibu rumah tangga, juga sempat hampir tertipu oleh ulah penipu pengobral cinta Nigerian Sweetheart Scam. Namun beruntung, Feth tidak merugi seperak pun. Feth justru memaki-maki pria yang mencoba menipunya itu. "Dia mengaku turunan Pakistan Briton. Orangnya terus menghubungi saya. Saya membiarkannya supaya pulsanya habis. sampai akhirnya dia minta saya call ke nomernya di Malaysia, langsung saya maki," cerita Feth. Feth mengatakan, tidak hanya dirinya yang sempat mengatakan hampir tertipu oleh bujuk rayu orang yang mengaku pria bule itu. Rekan dekatnya, sebut saja Nita, pernah dimintai Rp 20 juta untuk membayar hotel 'pacar' onlinenya. "Dia menelepon dari Malaysia mengaku ketinggalan kartu kredit dan sekarang dia ditahan pihak hotel karena belum bisa bayar dan tidak bisa melanjutkan penerbangan ke Indonesia. dia pun tanpa malu meminta Nita mengirimkan dia uang dengan nilai hampir Rp 20 juta," cerita Feth pada detikcom, Rabu (1/9/2010). Karena selama ini Feth mengetahui soal 'hubungan' keduanya, Feth mewanti-wanti agar Nita tidak mengirim uang sepeser pun. Untung saja, Nita yang sudah dimabuk cinta oleh penipu itu mau menurut. "Saya suruh teman saya meminta nama hotelnya. Tidak lama teman saya call saya dan memberitahukan nama hotel tempat si penipu ini menginap," kata Feth. Feth pun segera mencari tahu dengan menelepon hotel tersebut. Namun ternyata, tidak ada tamu dengan nama Muhammad, pacar Nita. Feth pun lantas menulis email ke Muhammad agar berhenti menghubungi Nita. Setelah itu, suami Feth, juga mengalami percobaan penipuan. Suami Feth dikirimi foto wanita cantik yang mengaku muallaf. Wanita itu ingin menjadi istri kedua dan membutuhkan bimbingan.

"Ini orangnya langsung didamprat dan dipermalukan. Suami saya mengecek IP address si pengirim email yang mengaku wanita Eropa itu yang ternyata IPnya domain di Lagos, Nigeria," tulis Feth. Karena sudah sering mendengar modus penipuan ini, Feth pun memberi tips agar terhindar dari penipuan. Rata-rata, penipuan itu berasal dari Nigeria dan negara Afrika lainnya. "Apabila menerima email rayu merayu seperti ini lebih baik buka options dari email anda. Dari sana akan kelihatan domainnya. Paling tidak ini membantu karena rata-rata scammer itu datang dari Nigeria dan negara Afrika lainnya," kata Feth.

Hingga Kini, Lisa Masih Dirayu untuk Kirim Uang 3.000 Ringgit
Para penipu pengobral cinta (Nigerian Sweetheart Scam) hingga hari ini masih mencari target. Lisa, sebut saja namanya begitu, mengaku sedang berhubungan dengan seseorang yang mengaku bule asal Liverpool, Inggris, bernama Jhon Denver. 1 September kemarin, Jhon seharusnya sudah berada di Indonesia untuk bertemu Lisa. Namun seperti perempuan-perempuan lainnya yang terkena tipuan, Jhon tersangkut di Imigrasi Malaysia karena kedapatan membawa uang US$ 1 juta. "Uang beserta barang lainnya, Jhon ditahan oleh pihak bandara Malaysia sampai Jhon membayar 3.000 RM untuk membuat sertifikat antiteroris lalu Jhon dibebaskan beserta uang sebesar US$ 1 juta," tulis Lisa dalam email kepada detikcom, Kamis (2/9/2010). Untuk menebus Jhon dan uangnya, Lisa diminta mengirim uang sebesar RM 3.000 melalui Western Union (WU) atas nama Nick. Namun hingga saat ini, Lisa belum mengirim seperak pun ke orang tersebut. Karena Lisa belum juga mengirim uang, Jhon terus menerus telepon ke Lisa. Kepada Lisa, Jhon mengaku masih ditahan di Bandara Malaysia. "Menurutnya sampai detik ini dia masih ditahan di KLIA," tulis Lisa. Pengalaman hampir tertipu juga baru saja dialami oleh Carrie, perempuan berusia 27 tahun. Kisah Carrie juga mirip dengan wanita-wanita lain yang kena rayuan gombal para penipu yang konon berasal dari jaringan Nigerian Sweetheart Scam itu. "Selama 2 minggu itu, dia menjanjikan banyak hal pada saya termasuk mau mengirimkan uang. Tapi bukannya pakai jasa pengiriman uang, dia malah pakai Global Link Security pengiriman paket," cerita Carry. Beruntung saat 'bule' itu sedang melancarkan aksinya untuk meyakinkan, Carrie

membuka berita-berita tentang Nigerian Sweetheart Scam. Carrie yang tersadar langsung mengirim email dan SMS ke orang yang mengaku bernama Dave Roland itu. "Kemudian saya email dan SMS Dave Roland itu (dave.roland40@yahoo.uk) saya makimaki. Lalu dia menelepon saya dan logatnya benar-benar bukan American, apalagi British," tulis Carrie. Dengan pengalaman itu, Carrie berharap semua orang berhati-hati dengan pergaulan di internet. "Jadi, hati-hati deh semuanya. Nggak usah percaya sebelum ada bukti, sebelum orang itu ketemu Anda. Jangan percaya siapa pun di internet," pesannya.

Penipu Tak Tahu Malu, Coba Kibuli Korban yang Sama Berkali-kali
Pria yang mengaku bule dan berniat menipu wanita yang menjadi targetnya boleh dibilang urat malunya sudah putus. Meski sudah jelas-jelas ketahuan menipu, pria yang diduga anggota jaringan Nigerian Sweetheart Scam itu tidak sungkan-sungkan untuk menyapa korbannya lagi. Bahkan, mencoba menipu lagi. Kejadian ini dialami oleh seorang gadis, sebut saja bernama Ririn. Wanita berumur 30-an itu mengenal Richard Johnson dari myyearbook.com. Kala itu Richard dulu yang mengajak kenalan Ririn. Keduanya kemudian intens berchatting ria melalui Yahoo Messenger (YM). "Pas awal-awal chatting, dia kirimin beberapa foto dia dan anaknya. Anak yang dia akui berumur 5 tahun, tapi difoto lebih dari 5 tahun. Cuma saat itu saya tidak begitu peduli," cerita Ririn kepada detikcom, Jumat (3/9/2010). Obrolan antara Ririn dan Richard semakin menjurus ke arah serius. Hingga suatu hari, Richard mengungkapkan akan mengirimkan paket berisi cincin dan uang beberapa ribu poundsterling. Richard akan mengirim paket itu melalui agen kurir, Mackson Shipment. "Dia bilang, saya nggak perlu bayar apa-apa," kata Ririn. Tepat tiga hari setelah percakapan itu, Ririn mendapat telepon dari seseorang dari Mackson Shipment yang meminta uang beberapa juta. Uang itu untuk menebus paket yang tertahan di Malaysia. "Saya bilang, kirimin saja paket saya ke sini. Saya bayar kalau paketnya sudah di tangan saya. Entah apa yang ada di otak saya waktu itu, saya sempat mengirim setengah dari yang mereka minta, kira-kira sekitar Rp 700.000 melalui WU untuk seseorang yang bernama Abdul Goufur di Malaysia," kata Ririn. Sebelum mengirim uang itu, Ririn telah sepakat dengan pihak kurir untuk membayar sisanya saat paket sudah di tangan. Namun seperti dapat ditebak, perjanjian itu hanya

omong kosong. Mereka kembali menelepon Ririn dan mengatakan uang sisanya harus dikirimkan, jika tidak paket tidak akan dikirim. "Emang saya bodoh apa bisa ketipu dua kali, saat itu juga, saya putus dengan Richard yang menelepon saya sambil mengomel," kata Ririn. Cerita antara Ririn-Richard belum tamat sampai di situ. Baru-baru ini, Ririn mengaku kembali disapa oleh Richard di YM. Meski sebal, Ririn meladeni rayuan-rayuan Richard yang diluncurkan kepadanya. Niatnya, ingin balas dendam. "Dia menyuruh saya mencari rumah di Jakarta. Jawaban saya cuma, dateng aja sini ke Jakarta, kau cari sendiri aja. Dia diam, nggak bahas rumah lagi," kata Ririn. Setelah itu, Richard mengaku akan mentransfer uang ke rekening Ririn. Tapi anehnya, Richard juga meminta nomor PIN kartu ATM milik Ririn. Tentu saja, Ririn tidak memberikannya. "Dan terakhir puncaknya dia bilang dia musti ke Malaysia. Ada kerjaan sekalian mau seminar di Malaysia. Selang seminggu sejak dia sampai di Malaysia, dia mengirimi saya message yang intinya minta saya kirimin dia sejumlah uang untuk dia beli tiket ke Jakarta," cerita Ririn. Detik itu juga, Ririn membalas pesannya. Dengan tegas, Ririn mengatakan, jangan mengganggunya lagi. "Nggak usah datang ke Jakarta, gw nggak pernah mau keluarin duit untuk orang yang nggak jelas! Jangan pernah ganggu or panggil-panggil gw di YM lagi," tulis Ririn saat itu. Sejak saat itu, Richard tidak pernah lagi terlihat di YM. "Kapok berurusan sama orang nggak jelas kaya gitu," kata Ririn kesal.

Surat Cinta Penipu yang Merontokkan Hati Wanita
"I wish to meet you and same time spend my life with you," begitu salah satu rayuan para "bule" penipu cinta jaringan Nigerian Sweetheart Scam. Kata-kata manis nan romantis itulah yang merontokkan hati para wanita. Penipu yang mengaku bernama Adam Vincent itu mengirimkan rayuannya untuk Erna. Gadis Indonesia itu diminta untuk menjadi istrinya. Sebagai bukti keseriusannya, Adam berjanji akan mengirimkan paket berisi hadiah-hadiah mewah. "How are you doing? I hope you are doing fine and great? Well i just finally got time here and i decided to send the parcel to you as i already promise you which has

been in my mind and same time for me to prove how realness i am to you," begitu surat yang ditulis Adam kepada Erna, yang diberikan pada detikcom, Kamis (2/9/2010). Menurut Adam dalam suratnya, paket berwarna coklat itu berisi sejumlah barang mewah seperti laptop, beberapa kalung emas, parfum, bunga, dan handphone. Tak lupa, Adam mengaku menyelipkan uang 15.500 poundsterling di laptop. "I am sure you will like them when you get the parcel soonest. i really want to make this as a suprise to you but i guess i have to let you know that i put 15,500 pounds inside the laptop bactery compartment," tulis Adam. Untuk meyakinkan Erna, Adam juga mengirimkan foto kopor berwarna coklat yang diakui sebagai paket berisi barang-barang mewah itu. Adam juga melampirkan tanda bukti pengiriman barang-barang tersebut. "Honestly i want you to understand that i am doing this with you coz i believe and trust in you and i wish to meet you and same time spend my life with you if you don't mind bcoz i am ready to do all it takes just to be with you Erna," kata Adam. Di akhir surat, Adam mengatakan akan berada di laut selama beberapa waktu. Karena itu, Adam tidak punya banyak waktu untuk berkomunikasi dengan Erna melalui internet. Adam juga meminta agar Erna mengabarinya jika paketnya sudah di tangan. Adam juga memberi tahu kunci untuk membuka paket dalam kopor coklat tersebut. "Let me know when you get the package coz i will be on sea soon from UK to Spain, I attached the brown box and the receipt in the email. The box key number 233 left and 333 right to open the box. So you take good care of yourself and let me know when you recieve the parcel, i care for you so much Erna...I LOVE YOU....," tulis Adam.

Dessy Bertemu Penipu di Jakarta
Jaringan para penipu cinta dari Nigerian Sweetheart Scam benar-benar menjalankan aksinya di Indonesia. Dessy, panggil saja begitu, pernah mengalaminya. Bahkan Dessy pernah bertemu salah satu dari kawanan penipu itu. Penipu yang satu ini sungguh tidak tahu malu. Pria yang mengaku bule itu telah tiga kali mencoba memperdaya Dessy. Beruntung, Dessy tidak tergiur. Pengalaman itu diceritakan Dessy pada detikcom, Kamis (2/9/2010). Salah satu modus yang digunakan, penipu itu mengaku mengirim pengacaranya ke Indonesia. Kepada Dessy, 'bule' itu mengatakan ada sekoper uang yang tertahan di Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta.

"Dia minta saya siapkan uang sebesar US$ 500 untuk menebusnya," katanya Dessy yang sudah 'hafal' dengan para penipu itu lantas mengajak sang pengacara untuk bertemu. Dan sudah bisa diprediksi, dirinya langsung menolak untuk bertemu langsung. Namun saat Dessy mencoba memancing dengan mengatakan akan sekaligus membawa uangnya, pria tersebut setuju. Jadilah mereka bertemu di suatu restoran di Jakarta. Di tempat itu, Dessy mencecar pria yang ternyata orang Afrika itu mengenai kopor berisi orang yang disebut si bule. "Saya tanya di mana kopornya, dia bilang di Bandara Soekarno-Hatta, saya ajak dia ke sana untuk menyelesaikan masalah ini tapi dia tidak mau, dia hanya akan beri tanda terima dari Imigrasi Soekarno-Hatta jika uang sudah diserahkan," tulis Dessy. Dessy tetap berkeras tidak akan menyerahkan uang. Dessy juga menegaskan tidak akan membantu. "Dia maki-maki saya di restoran tempat kami ketemu," kata Dessy. Meski sudah berkali-kali hampir tertipu dan dicoba ditipu, Dessy tidak ingin menutup diri untuk para pria 'bule'. Bahkan hingga kini, Dessy mengaku tetap 'cinta-cintaan' dengan para pria komplotan penipu itu. "Just for fun," alasannya.

Praktisi IT: 99 Persen IP Address Penipu dari Malaysia
Judith, salah satu praktisi IT, menerima banyak sekali laporan mengenai penipuan yang dilakukan jaringan penipu pengobral cinta, Nigerian Sweetheart Scam. Judith pun berusaha mencari tahu siapa sesungguhnya penipu itu. Judith memulai dengan melacak internet protocol (IP) Address yang digunakan para pria yang mengaku bule kaya raya itu untuk merayu para korbannya. Hasilnya mencengangkan. 99 Persen IP Address itu berada di Malaysia. "99 Persen dari Malaysia, hanya satu persen dari Nigeria," kata Judith saat berbincang dengan detikcom, Jumat (3/9/2010). Judith memiliki semua data-data tersebut. Judith mengatakan penipuan dengan modus seperti itu mulai marak sejak tahun 2007. Hingga kini, korban-korban masih terus berjatuhan. Judith mengatakan, para penipu ini sangat lihai menggunakan teknologi internet untuk melakukan penipuan. Salah satunya, gerombolan penipu yang diduga adalah orang-orang Nigeria, India, yang tinggal di Malaysia ini menggunakan telepon voice over internet protocol (Voip) agar sulit terlacak.

"Dengan teknologi ini, sangat sulit untuk dilacak, tapi bukan berarti tidak bisa ya," kata Judith. Judith pun berharap, polisi tidak tinggal diam dengan masalah ini. Jika dibiarkan, penipuan dengan modus operandi seperti ini akan terus merajalela dan tidak akan pernah tersentuh hukum. "Ini PR untuk para penegak hukum, bagaimana mereka bisa melacak kasus ini," kata Judith.

Nigerian Sweetheart Pakai Foto Bule Baik-baik untuk Jerat Korban

Korban dan penipu (Foto bule innocent yang dicatut dan wajah penipu sebenarnya (romancescam.com)) Tak hanya kaum wanita yang sedang mencari pasangan cinta yang menjadi korban jaringan Nigerian Sweetheart Scam. Pria bule baik-baik yang fotonya mereka jadikan modal untuk memikat kaum Hawa juga menjadi korban. Para wanita Indonesia yang menjadi korban jaringan ini semuanya berkenan berteman dengan para penipu karena penipu memperkenalkan diri sebagai orang yang penuh perhatian. Foto nan simpatik juga mereka lampirkan. Belum lagi kata-kata manis, semisal 'belum pernah aku sebahagia ini', 'belum pernah aku jatuh cinta seperti sekarang ini', 'kamu sungguh spesial', dan rayuan manis lainnya, menjadi amunisi yang mudah merontokkan hati wanita yang sudah mulai dimabuk asmara. Foto-foto ganteng pria berkulit putih itu jelas bukan foto si penipu yang mayoritas berkulit hitam khas Afrika. "Foto-foto yang mereka gunakan diambil dari situs modeling seperti focushawaii, modelmayhem, newfaces dll," demikian peringatan situs pertemanan/kencan asing, Dating More. Sedangkan bila penipu memasang foto wanita cantik, maka foto-foto itu sebagian besar merupakan model porno di internet.

"Namun untuk foto-foto pria, belakangan mereka mulai beralih dari foto modeling menjadi pria-pria biasa. Foto itu merupakan mantan korban mereka atau dicuri dari situs jaringan sosial seperti myspace, tagged atau facebook," ujarnya. Dating More juga melampirkan alamat para korban yang fotonya dipakai penipu dan wajah penipu yang sebenarnya di alamat romancescam.com. "Anda harus ingat: foto yang Anda lihat di profil penipu itu bukan wajah asli dari orangorang yang menipu Anda! Ini sungguh penting bahwa Anda tidak sedang melihat foto si penipu, tapi orang-orang tak bersalah yang digunakan oleh si penipu. Jadi dalam hal itu, orang-orang biasa itu juga menjadi korban," tegasnya. Diingatkan juga, penipu itu memiliki banyak wajah. Tak hanya mengganti nama, e-mail dan foto secara periodik, mereka juga membuat daftar diri mereka sendiri di situs mana saja mereka mejeng, dengan gender apa, ras apa, umur berapa, lokasi di mana dan orientasi seksual yang mana. Kadang-kadang, sejumlah penipu secara simultan menggunakan foto orang yang sama, seperti foto James Bill yang digunakan sebagian besar penipu jaringan Nigeria.

Jaringan Pengobral Cinta Sering Gunakan Isu Teroris untuk Jerat Korbannya
Jaringan penipu pengobral cinta Nigerian Sweetheart Scam boleh dibilang sangat update. Para penipu itu menggunakan perkembangan terkini untuk memperdaya korbankorbannya. Salah satunya dengan menggunakan isu terorisme yang sedang 'naik daun' di Indonesia. Menurut sejumlah korban, modus penipu antara lain berpura-pura mengirimi korban parsel berisi barang-barang mewah dan juga uang yang jumlahnya sangat banyak. Karena uang yang sangat banyak ini, korban diwajibkan memiliki sertifikat bukan teroris. "Saya harus transfer uang karena saya nggak punya sertifikat itu. Kalau tidak, nanti saya bisa dituduh sebagai teroris," kata Jenice, nama samaran, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (1/9/2010). Korban lainnya Jenifer juga 'diwajibkan' mentransfer sejumlah uang ke seorang pria yang mengaku staf PBB. Jika tidak, Jenifer ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Jenifer disebut menerima paket berisi uang banyak dari pria bule asal Amerika Serikat yang mengaku tentara di Irak. "Karena takut, Jenifer mentransfer uang itu. Uangnya nggak sedikit, lebih dari Rp 300

juta," kata Judha, rekan dekat Jenifer saat berbincang dengan detikcom. Jaringan ini diprediksi telah beroperasi langsung di Indonesia. Hal itu bisa dilihat dari rekening bank yang diberikan merupakan bank Indonesia. Indikasi lainnya, para penipu itu menggunakan nomor seluler Indonesia. Awalnya, para penipu itu mendekati para perempuan dengan kata-kata luar biasa manis. Dengan modal itu, para pria yang ternyata kebanyakan orang Nigeria itu memeras uang korbannya. Namun belakangan, modus para penipu itu berubah. Mereka tidak hanya memperdaya para wanita dengan kata-kata romantis dan janji-janji akan menikahi. Para penipu itu sudah mulai memaksa, mengancam, dan mengintimidasi, seperti yang terjadi pada Jenifer. Jenifer saat ini lemas tak berdaya setelah tekor Rp 700 juta. Hati-hatilah wanita Indonesia!

Nigerian Sweetheart Scam Sudah Masuk Indonesia, Tipu Korban Rp 700 Juta
Jaringan pengobral cinta 'Nigerian sweetheart scam' tidak hanya beroperasi di luar negeri. Jaringan yang telah memperdaya para wanita di hampir seluruh belahan dunia itu kini juga beroperasi di kota-kota besar di Indonesia. Salah satu korban, sebut saja Jenifer, harus kehilangan uang lebih dari Rp 700 juta. Untuk mengumpulkan uang sebanyak itu, Jenifer harus menjual perhiasan, mobil, dan menggadaikan rumah. "Dia kehilangan uang banyak sekali, sekarang orangnya lemas karena tertipu banyak sekali," kata Judha Sasmita, rekan dekat korban saat berbincang dengan detikcom, Rabu (1/9/2010). Penipuan ini berawal dari perkenalan Jenifer dengan seorang lelaki yang mengaku berasal dari Amerika Serikat (AS). Pria tersebut mengaku sebagai tentara yang sedang bertugas di Amerika Serikat. "Setelah kenalan di internet, pria ini sempat juga saling berkirim SMS. Dia katanya mau ngirim parsel untuk teman saya ini," kata Judha. Kepada Jenifer, pria tersebut mengatakan, parsel itu akan dibawa oleh temannya, seorang staf PBB, ke Indonesia. Orang tersebut dikatakan akan menghubungi Jenifer begitu sampai di Indonesia. "Lalu teman saya itu ditelepon oleh orang yang mengaku staf PBB. Dia meminta izin

untuk membuka parsel itu. Waktu menelepon, orang itu pakai bahasa Inggris," kata Judha. Jenifer, yang tidak merasa memiliki parsel, membolehkan orang tersebut membuka. Namun Jenifer meminta orang tersebut izin dengan tentara Amerika yang berada di Irak. "Teman saya bilang, boleh saja, tapi izin dulu ke yang punya parsel, soalnya itu bukan punya saya," kata Judha. Tak berapa lama, Jenifer kembali ditelepon oleh pria yang mengaku staf PBB itu. Namun kali ini, si pria mengata-ngatai Jenifer sebagai penipu. "Dia bilang ke teman saya, kamu nipu saya, ternyata parselnya isinya uang," kata Judha. Lalu si pria staf PBB itu meminta Jenifer mentransfer uang sekitar Rp 300 juta agar uang tersebut tidak disebut ilegal. Jika Jenifer tidak mau membayar, pria tersebut akan menangkap Jenifer untuk dipenjara selama 30 tahun. "Teman saya ini ketakutan, lantas dia mentransfer uang ke rekening BCA yang diminta oleh pria itu," katanya. Tak cukup sampai di situ, Jenifer masih harus mengirim uang lagi untuk pria tersebut sebesar Rp 700 juta. "Ternyata masih diminta transfer lagi, masih ke rekening BCA tapi atas nama orang lain," kata Judha. Karena ketakutan, Jenifer pun mencari uang lagi hingga meminjam ke teman-temannya. Namun semua itu ternyata belum cukup. Pria itu kembali menelepon dan meminta uang yang lebih besar di atas Rp 1 miliar. Kali ini Jenifer menyerah. Dia lalu menghubungi Judha, yang kebetulan seorang pengacara, untuk membantunya. Setelah bercerita pada Judha, Jenifer baru tahu kalau dirinya tertipu. "Dia lemas," kata Judha. Saat ini kasus ini sedang ditangani polisi.

Jaringan Nigeria Penipu Cinta Bidik Malaysia Sebagai Basis Operasi
Malaysia sering disebut-sebut oleh wanita Indonesia yang menjadi korban penipuan pria asing perayu yang dikenal lewat internet. Itu terjadi karena Malaysia kini menjadi basis operasi Nigerian Sweetheart Scam. "Bila kami menyebut 'Nigerian scam', itu bukan berarti mereka (penipu) berasal dari Nigeria saja. Itu juga mungkin berasal dari negara-negara Afrika barat lainnya seperti Ghana, Ivory Coast, Senegal dan lain-lain," demikian peringatan yang tertulis di situs perkenalan asing, Dating More. "Belakangan ini Malaysia menjadi hotspot penipuan jaringan Nigeria. Ada sel besar Nigeria yang beroperasi di Malaysia, dengan target mayoritas wanita Asia," ujarnya.

Situs itu juga menegaskan, "Harap diingat: semua insinyur kulit putih yang mengaku dari Inggris, namun muncul di Malaysia, dengan cara ngomong yang jelek, merekalah penipu jaringan Nigeria." Korban penjahat cinta ini antara lain, kita sebut saja Risa. Pelaku mengaku bernama Richard Kennethson dan memasang foto pria kulit putih nan ganteng. Richard gencar merayu Risa melalui email hingga chatting di Yahoo Messenger (YM). Pria yang mengaku dari Inggris itu berjanji akan mengunjungi Risa di Indonesia. "Tetapi kemudian dia mengatakan kalau mendapatkan tugas ke Nigeria selama 7 minggu. Selama dia berada di sana, kami tetap kontak melalui YM. Dia juga memberikan no. teleponnya : +2348055219774. Kemudian dia mengirimkan copy e-tiket ke Jakarta pada tanggal 27/5/2009," katanya. Namun dua minggu sebelum tanggal keberangkatan ke Indonesia, Richard mengaku ditawari pekerjaan oleh pemerintah Nigeria dengan kontrak kerja US$ 180.000. Tetapi kemudian dia mengatakan ada kendala waktu mengesahkan kontrak tersebut ke Kedutaan Inggris, karena dia harus membayar fee sebesar US$ 1.700. Dari hubungan 'pertemanan' ini, Risa tekor Rp 23 juta. Sedang korban lainnya, Nunik (nama palsu), kehilangan Rp 25 juta. Menurut Nunik, orang yang menipunya itu boleh dibilang semacam sindikat atau komplotan. Pria yang merayunya, menelepon dari negara lain, sementara orang yang meminta uang pajak biasanya dari Malaysia. "Ada juga yang mengaku dari kepolisian Malaysia," kata Nunik.

Aksi 'Bule' Pencari Cinta Bertajuk Nigerian Sweetheart Scam
Aksi bule pencari dollar berkedok cinta di dunia maya yang menjerat kaum Hawa negeri kita bukan barang baru di negeri belahan Amerika bagian utara dan Eropa barat. Mayoritas pelakunya terdeteksi dari Nigeria, sehingga kejahatan ini terkenal dengan nama Nigerian Sweetheart Scam. Pelaku yang berkulit hitam ini, memalsukan identitas dengan menyebut dirinya sebagai orang kulit putih dari negeri Eropa atau AS. Mereka memasang foto yang menarik hati, yang rata-rata dicomot dari website modeling dari seantero dunia. Dengan bekal foto yang ganteng dan kata-kata manis lewat chatting atau email, perempuan mana yang tidak akan terlena? Banyaknya korban kejahatan berkedok cinta ini, bahkan membuat Oprah Winfrey mengudarakan tema ini dalam Oprah Show pada 2007 silam. Website perkenalan muda-mudi/situs jodoh di luar negeri, rata-rata telah memasang peringatan atas kejahatan cinta ini. Banyak juga yang menyertakan kisah cinta para

korbannya, sebagai upaya untuk mengerem laju calon korban. Pelaku kejahatan ini akan meminta korbannya yang telah naksir/jatuh cinta pada mereka untuk mengirim uang untuk kepentingan studi, keluarga yang sakit, bisnis, dan banyak lagi alasan gombal. "Mereka biasanya beroperasi dengan skema: penipu mengupload foto palsu yang atraktif, mayoritas kasus foto berkulit putih. Mereka berpura-pura sebagai orang asing yang bekerja di Nigeria atau Ghana (biasanya mereka mengaku asli AS dan Inggris, tapi bisa juga Kanada, Australia, dan negara Eropa lainnya)," demikian peringatan di situs kencan asing, Dating More. "Harap diingat: orang kulit putih di Nigeria atau Ghana yang berhubungan dengan Anda lewat situs kencan atau situs jejaring sosial selama 100 persen penipuan. Tidak ada perkecualian. Tidak ada insinyur kulit putih atau model wanita yang terdampar di sana. Itu selalu penipuan. Jika Anda seketika menghentikan berhubungan dengan mereka, maka Anda akan selamat."

Korban Malu Lapor Polisi, Takut Keluar Uang Lebih Banyak

Facebook Cassanova Demons Korban pria bule penjahat cinta, yang jago merayu lewat dunia maya, tidaklah sedikit. Namun hingga kini, boleh dibilang tidak ada satu pun korban yang melapor polisi. Kebanyakan karena malu. "Saya malu kalau sampai keluarga dan teman-teman saya tahu kalau saya tertipu oleh pria bule. Gara-gara menjalin kasih dengan pria bule lewat internet," begitu kata Rika, bukan nama sebenarnya, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (1/9/2010). Padahal, uang yang dikuras oleh bule penjahat cinta dari Rika tidaklah sedikit. Rika telah kehilangan lebih dari Rp 20 juta karena terperdaya oleh pria yang hingga kini keberadaanya tak jelas itu. Jenice (nama samaran), korban lainnya, juga tidak ingin melaporkan kasus penipuan yang baru saja dialaminya. Gadis itu takut urusan di polisi malah akan lebih banyak

menghabiskan uang. Padahal, uang di kantongnya saat ini sudah tipis akibat dikuras oleh bule yang mengaku bernama Williams itu. "Nggak usah laporlah, nanti malah urusannya panjang, uang keluar banyak lagi," kata Jenice. Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar mengimbau agar para korban berani melaporkan penipuan itu kepada polisi. Boy berjanji, polisi pasti akan mengusut kasus tersebut. Menurutnya, meski sulit, kasus penipuan lewat dunia maya tetap bisa dilacak.

Modus Penipuan Ala Richard Kennethson
Pria bule penjahat cinta tidak hanya sekali menipu korban incarannya. Jika sekali saja korbannya mau mengirimkan uang, pria tersebut tidak akan sungkan untuk meminta lebih banyak lagi, lagi dan lagi. Pengalaman itulah yang menimpa Risa, salah satu pembaca detikcom yang mencurahkan perasaanya ke detikcom, Selasa (31/8/2010). Risa telah kehilangan lebih dari US$ 2.500 atau sekitar Rp 23 juta. "Saya pernah punya pengalaman dengan bule yang bernama Richard Kennethson (xwyte2002@yahoo.co.uk / +447035971670). Dia mengaku duda dengan 2 anak dan tinggal di Bedfordshire. Saya menerima message dari dia di situs myyearbook.com," kata Risa. Richard gencar merayu Risa melalui email hingga chatting di Yahoo Messenger (YM). Pria yang mengaku dari Inggris itu berjanji akan mengunjungi Risa di Indonesia. "Tetapi kemudian dia mengatakan kalau mendapatkan tugas ke Nigeria selama 7 minggu. Selama dia berada di sana, kami tetap kontak melalui YM. Dia juga memberikan no. teleponnya : +2348055219774. Kemudian dia mengirimkan copy e-tiket ke Jakarta pada tanggal 27/5/2009," katanya. Namun dua minggu sebelum tanggal keberangkatan ke Indonesia, Richard mengaku ditawari pekerjaan oleh pemerintah Nigeria dengan kontrak kerja US$ 180.000. Tetapi kemudian dia mengatakan ada kendala waktu mengesahkan kontrak tersebut ke Kedutaan Inggris, karena dia harus membayar fee sebesar US$ 1.700. "Jika kontrak tersebut sudah disahkan maka pemerintah akan memberikan DP sebesar US$ 180.000. Kemudian saya diminta untuk mengirim uang itu (US$ 1.700)," katanya. Karena sudah percaya, Risa lantas mengirim uang itu melalui Western Union (WU) ke Nigeria. Namun penipuan belum selesai, Risa kembali diminta mengirim uang US$ 800

untuk keperluan kontrak tersebut. "Lagi-lagi saya mengirimkan uang itu melalui WU," kata Risa. Saat itu, Risa masih belum menyadari dirinya sedang diperas oleh pria yang mengaku bule itu. Risa baru ngeh dirinya tertipu ketika satu hari sebelum hari keberangkatannya ke Indonesia, Richard tidak muncul di YM. Baru di hari H, Richard muncul di YM untuk mengatakan, penerbangannya harus ditunda karena masih ada urusan terkait kontrak. Richard mengaku membutuhkan uang US$ 600 lagi untuk mencairkan cek US$ 180.000 dari pemerintah Nigeria. "Kali ini saya tidak mau mengirimkan uang karena saya mulai menyadari kalau saya telah ditipu. 2 minggu setelah dia minta uang terakhir kalinya, dia masih sempat menyapa di YM tapi kebetulan saya tidak sempat membalas dan sejak saat itu dia tidak pernah muncul lagi," cerita Risa. Risa mencoba mengirim email ke Richard. Namun hingga kini tidak ada balasan. "Telepon juga tidak diangkat," kata Risa. Seperti perempuan lainnya yang menjadi korban, Risa juga tidak ingin ada korban lagi. Risa kini sudah mengikhlaskan uang tersebut, namun dia mengaku penasaran dengan sosok Richard yang telah menguras hartanya itu. "Apakah dia termasuk salah satu anggota penipu itu ataukah dia 'bekerja' sendiri dengan modus yang berbeda? Saya benar-benar penasaran," kata Risa.

Penipu itu Komplotan, Ada yang Mengaku Polisi Malaysia
Satu lagi korban penjahat cinta pria bule. Sebut saja wanita ini bernama Nunik. Karena tipu daya pria bule nan menarik itu, uang Rp 25 juta milik Nunik terbang. Pengalaman Nunik ini diceritakan kepada detikcom, Selasa (31/8/2010). "Saya juga pernah kena tipu seperti itu (oleh pria yang mengaku bule). Dan saya kena Rp 25 juta," kata Nunik. Menurut Nunik, orang yang menipunya itu boleh dibilang semacam sindikat atau komplotan. Pria yang merayunya, menelepon dari negara lain, sementara orang yang meminta uang pajak biasanya dari Malaysia. "Ada juga yang mengaku dari kepolisian Malaysia," kata Nunik. Seperti wanita lainnya, Nunik ingin tidak ada lagi perempuan-perempuan lain yang senasib dengan dirinya. "Semoga nggak ada lagi yang tertipu seperti saya," katanya.

Sebelumnya sejumlah perempuan telah tertipu oleh bujuk rayu pria bule. Nama pria bule yang sering muncul adalah Williams. Kepada para targetnya, Williams sering mengaku duda kaya raya dengan satu anak. Pria bule itu biasanya mengirimkan foto-foto kepada targetnya. Entah orangnya benar atau tidak, namun orang di foto itu biasanya memang lumayan menarik sehingga membuat hati wanita kesengsem. Modus yang dipakai biasanya dengan mengajak menikah dan berjanji akan mengirimkan hadiah-hadiah mewah seperti perhiasan, laptop, handphone, dan uang. Namun paket itu dikatakan tertahan di Malaysia karena terganjal pajak. Para wanita yang sedang ditipu itu diminta mengirim sejumlah uang untuk menebus paket itu. Biasanya sebesar di atas Rp 10 juta. Jika si korban mau mengirimkan uang, komplotan itu biasanya akan terus meminta uang kepada perempuan itu dengan berbagai alasan. Karena sudah telanjur cinta, perempuan biasanya akan menuruti kemauan komplotan tersebut untuk barang yang sejatinya tidak pernah ada. Biasanya perempuan-perempuan itu akan tersadar saat uangnya terkuras dan si pria bule menghilang entah ke mana.

William Rela Nangis-nangis untuk Rayu Korbannya
Aksi bule penjahat cinta yang menimpa pada Jenice, juga nyaris menimpa Amie Chris, seorang pembaca detikcom. Amie juga diajak berkenalan oleh orang yang mengaku pria bule dari Inggris bernama William. Modusnya pun hampir mirip. "Dia ngakunya kerja di tengah laut, saya juga ditelepon sama perempuan dengan logat Malaysia," kata Amie dalam surat elektronik kepada detikcom, Selasa (31/8/2010). William menjanjikan barang-barang mewah untuk Amie. Namun untuk mendapatkannya, Amie harus menebusnya dengan membayar Rp 20 juta. Amie langsung menolak saat itu juga. Namun rupanya, William tidak menyerah begitu saja. Bahkan William 'rela' nangisnangis saat berbicara dengan Amie. "Si William sempat nangis, saya dimohon ambil barang itu, kalau tidak barang itu tidak bisa kembali lagi," cerita Amie. Untuk meyakinkan Amie, William itu mengiriminya gambar-gambar koper beserta isinya dan juga bukti pengiriman paket. Namun Amie sudah curiga ada yang tidak beres dengan William.

"Alhamdulillah aku nggak kena," ucap Amie bersyukur. Untuk memperingatkan para wanita, Amie kemudian membuat buletin di Tagged.com yang isinya agar para perempuan hati-hati dengan modus penipuan seperti itu. Buletin itu diposting pada 2009 dengan nama amiefeb. "Sebelum saya juga ada perempuan yang kena tipu muslihat si William, akhirnya saya komunikasi sama si cewek itu, dia kena Rp 50 juta melayang," kata Amie. Amie berharap, setelah ini tidak ada cewek-cewek yang terperdaya dengan modus yang sama lagi..

'Cassanova Demons', Facebook untuk Sharing Korban Penipuan Pria Bule

Facebook Cassanova Demons Seorang korban penipuan berkedok cinta oleh pria bule tidak ingin wanita lain mengalami hal yang sama. Wanita yang merugi Rp 14 juta itu pun membuat facebook untuk mempublish foto-foto lelaki yang selama ini mengobral rayuan untuk menguras harta para perempuan. Di milis www.conectique.com, wanita itu menggunakan nama Just Woman. Dia memposting beberapa komentar terkait penipuan yang menimpanya pada Februari 2010 lalu, seperti dikutip dari www.conectique.com, Senin (30/8/2010). "Aku kehilangan uang Rp 14 juta. Uang sebesar itu sangat berharga buat aku tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Ceritanya sama dengan wanita-wanita ini, kejahatan atas nama cinta. Sekarang aku bikin facebook untuk menampung siapa pun yang pernah mengalaminya. Berikan juga foto-foto pria-pria itu," kata Just Woman. Facebook buatan Just Woman itu bernama 'Cassanova Demons' atau dalam bahasa Indonesia bisa diartikan Iblis Pria Perayu Wanita. Halaman itu berisi foto-foto pria yang digunakan oleh si penipu untuk mengelabui korbannya. Setidaknya ada empat foto pria dewasa yang sedang berpose.

Keempatnya memang boleh dibilang memiliki wajah yang lumayan menarik. Keempatnya, semuanya pria bule. Selain foto keempat pria itu, ada juga foto bocah lakilaki dan seorang ibu-ibu. "Siapa pun boleh menambahkan foto atau informasi mengenai pria-pria penipu," begitu tulis si pembuat 'Cassanova Demons' pada 25 Agustus lalu. Wanita itu berharap, dengan berbagi melalui situs jejaring sosial, makin banyak wanita yang mengatahui modus penipuan yang mengatasnamakan cinta ini. Dengan begitu, jumlah korban penipuan oleh pria bule yang mengobral janji-janji manis akan terus berkurang.

Penipu Berkedok Cinta yang Sering Dikeluhkan Wanita Bernama Williams
Sejumlah nama yang mengaku pria bule akhir-akhir ini menjadi perbincangan di sejumlah milis internet. Nama-nama itu menjadi buah bibir bukan karena kegantengannya. Mereka justru penipu yang wajib dihindari. Dari sekian banyak nama pria bule itu, ada nama yang paling banyak dikeluhkan oleh para wanita di milis www.conectique.com. Pria itu mengaku bernama Leo Williams atau Williams L. Saat melancarkan aksinya, Williams hampir selalu mengaku berusia 42 tahun dan berasal dari Inggris. Williams hampir selalu bisa memikat hati para perempuan yang menjadi targetnya. "Aku baru saja mengalaminya. Sayang, saya browse komentar ini sudah terlambat...seperti terhipnotis...Williams mengajak bisnis di Indonesia...Semua hanya tipuan saja!!" kata seorang wanita bernama Bebe. Bebe mengaku menjadi korban Williams pada akhir 2009. Hingga kini, sepak terjang Williams untuk mencari korban baru masih berlanjut. Sejumlah perempuan mengaku sudah pernah diprospek olehnya. Mitha dan Aryani lebih beruntung dari Bebe. Dua perempuan yang sempat berkenalan dengan Williams dari Tagged.com itu tidak sampai tertipu jutaan rupiah karena rayuan gombal Williams. "Gue kenal cowok ini di tagged, dari fotonya keliatannya baik, namanya LEO W (Williams) 42 thn from UK, sekarang dia ganti profile dengan nama Williams L," begitu tulis Mitha.

Sementara itu Aryani juga mengaku kenal cowok bule ini dari Tagged.com. Kepada Aryani, Williasm mengaku ingin datang ke Jakarta dan minta dicarikan apartemen. Sebagai bentuk terima kasih, pria tersebut menjanjikan paket berisi barang-barang mewah seperti laptop, cincin berlian, uang tunai, dan Blackberry. "Tapi paketnya cuma tipuan saja, untung saya dapat info dari teman di tagged kalau dia itu penipu!" ketus Aryani. Esra, wanita lainnya, bahkan sempat dirayu oleh tiga pria bule sekaligus. Ketiganya yang mengaku bernama Alex Gerrerd, Micheal Smith, dan Leo Williams, mengajak Esra menikah. Barang-barang yang membuat mata berbinar seperti perhiasan, uang, handphone, laptop pun dijanjikan akan dikirimkan. Namun syaratnya, Esra harus membayar fees di Malaysia. "Mereka bersikeras supaya saya mengirim outstanding fees lewat western union ke Malaysia sejumlah US$ 450 dan US$ 1800. Setelah saya menolak untuk mengirim uang yang diminta, ternyata mereka nggak ada feedback dan setelah saya cek website pengiriman parsel tersebut palsu. Hati-hati terhadap penipuan dengan modus seperti tersebut di atas," kata Esra. Selain nama Williams, sejumlah nama juga dilaporkan sering melakukan penipuan dengan modus cinta. Mereka antara lain Louis Mark, Jonny Bathran, Bruce Ibrahim. Entah benar atau tidak, semua pria-pria itu mengaku berasal dari Inggris.

Hati-hati Penipuan Atas Nama Cinta oleh Pria Bule

Cinta sering kali membuat wanita mabuk kepayang. Atas nama cinta juga, seorang perempuan sering rela berbuat apa saja. Kondisi ini rupanya 'menginspirasi' penipu untuk

menguras harta benda si perempuan. Baru-baru ini, penipuan dengan kedok percintaan marak di internet. Korbannya, kebanyakan wanita single yang sudah berumur. Saat detikcom menyambangi milis perempuan www.conectique.com, Senin (30/8/2010), para perempuan ini mencurahkan hatinya. Vivi, misalnya. Dalam milis tersebut, Vivi kaget karena ternyata tidak hanya dirinya yang tertipu. vivi mengaku telah kehilangan uang US$ 7.000 atau Rp 63 Juta untuk seorang lelaki bule asal Inggris bermana Jason L yang dikenalnya di dunia maya. "Saya berkenalan sama cowok UK dia bernama JASON L dia duda anak 2. Dia kirimkan paket buat saya, tapi tertahan di Malaysia. Isinya perhiasan, uang dan lain-lain. Dan saya benar-benar tertipu, saya kehilangan uang US$ 7.000," begitu tulis Vivi pada 24 April lalu. Setelah mengirimkan uang sebanyak itu, Vivi berusaha mengonfirmasi kebenaran paketpaket tersebut melalui situs kargo yang disebut Jason. Hasilnya, semua barang yang disebutkan Jason tercatat dan telah terkirim ke alamatnya. "Tapi heran kenapa saya cek di www.unidelivery.com semuanya tercatat bahwa barang itu memang terkirim dan saya juga cek di operation@unidelivery.com untuk komplain barang yang nggak nyampai, tapi memang benar-benar penipu ulung," kata Vivi. Cerita Vivi ini mirip dengan apa yang dialami Rika, seorang perempuan single. Rika memang tidak kehilangan uang sebanyak vivi, namun uang Rp 14 juta yang dikirimkan kepada penipu itu adalah uang pinjaman. Rika mengaku mengenal pria bule bernama William lewat Yahoo Messenger (YM). Saat ber-chatting ria, si pria ini terus-menerus melancarkan rayuan-rayuannya kepada Rika hingga membuatnya terlena. Tak lama, Si William mengajak Rika berhubungan serius. Untuk membuktikan keseriusannya, William menjanjikan Rika perhiasan yang akan dikirimkan ke Indonesia. Setelah perbincangan dengan William soal paket tersebut, tak lama, Rika ditelepon oleh seseorang yang mengaku dari perusahaan kargo di Malaysia. Orang berlogat melayu itu meminta Rika membayar pajak Rp 14 juta agar paket bernilai Rp 100 juta itu bisa dikirimkan kepadanya, karena paketnya tertahan di Malaysia karena persoalan pajak. Entah terhipnotis atau terlena, Rika pun lalu mentransfer uang sesuai permintaan. Namun ternyata uang sebanyak itu belum cukup. Rika masih harus membayar sekitar Rp 20 juta lagi karena orang dari kargo itu mengatakan, paket dari Willy itu juga berisi uang puluhan ribu ribu Poundsterling. Seorang perempuan dengan nama di milis Bunda Hasian juga menceritakan pengalaman keponakannya yang tertipu seperti Vivi dan Rika. Bahkan keponakan Bunda Hasian itu

mengalami kerugian lebih parah dari Vivi dan Rika. Dari pengakuannya, wanita malang itu sudah kehilangan uang lebih dari Rp 300 juta. "Benar-benar ngeri, keponakan saya mengalami penipuan berkedok cinta di internet. Dia kenal dengan bule ngaku asal UK. 2 bulan kenal, bule itu kirim laptop, uang, dan tertahan di Kuala Lumpur (KL). Nggak lama ditelepon orang untuk minta pajak. Akhirnya kalau di hitung-hitung sudah keluar uang Rp 300 jutaan," tulis Bunda Hasian dalam milis. Bunda Hasian dan keluarga mengaku sudah mengingatkan keponakannya itu. Namun entah kenapa, sang keponakan masih saja mengirimkan uang untuk pria bule yang tidak tahu juntrungannya itu. "Kami sekeluarga sudah peringatkan dia tapi sampai ini hari pun masih ngeyel," katanya. Modus penipuan seperti ini masih terus terjadi hingga bulan Agustus 2010 ini. Di milis www.conectique.com, sebagian pemberi testimoni mengaku menjadi target operasi. Sebagian tertipu dan sebagian lagi selamat. Waspada!

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->