P. 1
Makalah PHT - Hama Pada Cacao

Makalah PHT - Hama Pada Cacao

|Views: 2,925|Likes:
Published by Auliyani Andam Suri

More info:

Published by: Auliyani Andam Suri on Sep 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/15/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Semakin besarnya permintaan pasar dunia akan coklat, menjadikan tanaman penghasil coklat atau kakao semakin banyak. Imbasnya bagi daerah penghasil coklat adalah meningkatnya permintaan buah coklat. Coklat banyak dihasilkan di daerah beriklim tropis, salah satunya adalah daerah Asia Tenggara. Bagi Indonesia yang merupakan bagian dari kawasan Asia Tenggara tentu hal ini menjadikan peluang yang sangat baik untuk menghasilkan banyak buah kakao. Kakao (Theobromacacao) dihasilkan produk olahan yang merupakan tumbuhan berwujud Namun, pohon yang berasal dari Amerika Selatan. Dari biji tumbuhan ini dikenal sebagai cokelat. keberadaan hama Penggerek buah pada tanaman kakao ternyata sangat merugikan petani. Di beberapa daerah sentra tanaman kakao, biji yang dihasilkan rusak karena serangan PBK dapat mencapai 80%. Artinya dari 1 kg hasil panen hanya 2 ons kakao yang bisa diambil hasilnya. Bisa kita bayangkan bila produksi kita sekitar 100 ton, tentu saja yang bisa kita dapatkan hanya 20 ton saja. Oleh karena itu, kami memilih jurnal tentang Penggerek Buah Kakao (Conopomorpha cramerella Snellen) dan Penanggulangannya. Selain karena bahasa yang mudah dimengerti, pengajian jurnal tersebut juga dapat membantu mengatasi masalah hama penggerek buah kakao. Karena di kawasan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat juga ditemukan perkebunan kakao sehingga, sekurang-kurangnya dapat membantu pelaku pertanian kakao untuk mengatasi masalah hama tersebut.

1

1. tercakup dalam rumusan masalah sebagai berikut: 1.1. Bagaimana modifikasi dari teknik pengelolaan hama penggerek buah coklat tersebut dapat diterapkan di daerah Jawa Barat? 2 . Berapa lama teknik pengelolaan hama penggerek buah coklat tersebut dapat diterapkan? 5.2 Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan dari makalah ini terbagi menjadi tujuan umum dan tujuan khusus. Dimana teknik pengelolaan hama penggerek buah coklat tersebut diterapkan? 2. Kapan teknik pengelolaan hama penggerek buah coklat tersebut dapat diterapkan? 3.3 Rumusan Masalah Masalah yang akan dibahas pada makalah ini. Berapa biaya teknik pengelolaan hama penggerek buah coklat tersebut diterapkan? 6. Tujuan umum penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tujgas mata kuliah Pengendalian Hama Terpadu. Sejak kapan teknik pengelolaan hama penggerek buah coklat tersebut diterapkan? 4. Sedangkan yang menjadi tujuan khususnya adalah untuk memberikan informasi sejelas-jelasnya tentang tanaman kakao dan hama penggerek buahnya.

Meskipun demikian. Hal ini dilakukan untuk memperbanyak cabang produktif. Morfologi Kakao merupakan tumbuhan tahunan (perennial) berbentuk pohon. Klasifikasi ilmiah Kingdom Divisio Kelas Ordo Famili Genus Spesies Nama binomial : Plantae :Magnoliophyta : Magnoliopsida : Malvales : Malvaceae (Sterculiaceae) : Theobroma : Theobroma cacao : Theobroma cacao L.1 Kakao (Theobroma cacao) Kakao (Theobromacacao) pohon yang berasal dari merupakan tumbuhan berwujud Amerika Selatan Dari biji tumbuhan ini dihasilkan produk olahan yang dikenal sebagai cokelat.BAB II LANDASAN TEORI 2. sebagaimana anggota Sterculiaceae lainnya. Bunga kakao. di alam dapat mencapai ketinggian 10 meter. Bunga sempurna berukuran kecil 3 . dalam pembudidayaan tingginya dibuat tidak lebih dari 5 meter tetapi dengan tajuk menyamping yang meluas. tumbuh langsung dari batang (cauliflorous).

Ukuran buah jauh lebih besar dari bunganya.25 – 0. Telur berbentuk oval dan berwarna kuning oranye pada saat baru diletakkan. Dalam pengolahan pascapanen. beberapa varietas kakao mampu melakukan penyerbukan sendiri dan menghasilkan jenis komoditi dengan nilai jual yang lebih tinggi. Apabila masak kulit luar buah biasanya berwarna kuning.2 PBK (Penggerek Buah Kakao) Aspek biologi PBK Siklus hidup PBK terdiri atas stadium telur 3-7 hari. Sewaktu muda berwarna hijau hingga ungu. 2. Endospermia biji mengandung lemak dengan kadar yang cukup tinggi. semut bersayap. Larva yang baru keluar dari telur 4 . dan beberapa lebah Trigona) yang biasanya terjadi pada malam hari1. Buah tumbuh dari bunga yang diserbuki. di bagian dalam. Biji dilindungi oleh salut biji (aril) lunak berwarna putih. namun nampak terangkai karena sering sejumlah bunga muncul dari satu titik tunas. larva 15-18 hari. Penyerbukan bunga dilakukan oleh serangga (terutama lalat kecil (midge) Forcipomyia. Panjang telur 0.30 mm. Bunga siap diserbuki dalam jangka waktu beberapa hari. pulp difermentasi selama tiga hari lalu biji dikeringkan di bawah sinar matahari. Dalam istilah pertanian disebut pulp. Kakao secara umum adalah tumbuhan menyerbuk silang dan memiliki sistem inkompatibilitas-sendiri (lihat penyerbukan).(diameter maksimum 3cm). dan berbentuk bulat hingga memanjang. Walaupun demikian. tunggal.45 – 0. Buah terdiri dari 5 daun buah dan memiliki ruang dan di dalamnya terdapat biji. afid. pupa 6-8 hari dan ngengat 3-7 hari. Biji terangkai pada plasenta yang tumbuh dari pangkal buah. Warna buah berubah-ubah.50 mm dan lebar 0.

Pupa berwarna kecoklatan. dan serasah di atas tanah. Ngengat PBK berukuran kurang lebih 7 mm. selanjutnya larva melekat pada buah yang sama atau menjatuhkan diri dan melekat pada buah lainnya atau pada daun. cabang. Larva yang baru keluar dari telur langsung masuk ke dalam buah dan tinggal didalam buah selama 12-14 hari bahkan sampai 18 hari sebelum keluar untuk berkepompong. Semakin besar ukuran buah makin besar juga peluang diteluri. larva berhenti makan dan keluar dari buah melalui lubang-lubang gerekan pada kulit buah. Setelah 7 hari kepompong pecah dan ngengat keluar. Dalam kondisi pertumbuhan penuh. Telur diletakkan pada permukaan buah yang berlekuk. kawin dan bertelur. batang. 5 . Larva juga dapat melekat dan berkepompong pada bahan apa saja yang ada di kebun. kecil. Ngengat memiliki panjang 7 mm dan lebar 2 m. Siklus Hidup Imago Conopomorpha Cramerella Snellen Setelah mengakhiri perkembangannya di dalam buah. panjang 7-8 mm dan lebar 1 mm. lembut sehingga jarak terbangnya tidak jauh. Ngengat dapat bertahan hidup 3-7 hari untuk berpindah tempat. Rentang sayap depan 12 mm Warna dasar ngengat adalah coklat dengan warna putih berpola zig zag sepanjang sayap depan dan spot oranye pada ujung sayap.berwarna putih transparan dengan panjang 1 mm. panjang larva mencapai 12 mm dan berwarna hijau.

2.00 dengan puncaknya pada pukul 04. Selain itu. ambang ekonomi. PHT adalah sistem pengendalian OPT yang merupakan bagian dari sistem pertanian berkelanjutan.00-05. plasenta dan saluran makanan yang menuju biji. Kerusakan plasenta dapat menyebabkan semua biji rusak dan tidak berkembang. ekologi dan biologi. PHT juga memiliki 6 komponen dasar. ngengat akan meletakkan telur pada buah kakao. pengendalian hayati. dan pengurangan risiko pencemaran lingkungan akibat penggunaan pestisida.00.3 PHT (Pengendalian Hama Terpadu) PHT adalah suatu cara pendekatan atau cara berfikir tentang pengendalian OPT yang didasarkan pada pertimbangan ekologi dan efisiensi ekonomi dalam rangka pengelolaan agroekosistem yang berwawasan lingkungan yang terlanjutkan. 6 . PHT memiliki 4 unsur diantaranya adalah pengendalian musuh alami. Sasaran PHT adalah produktivitas pertanian yang mantap dan tinggi. Kerusakan pada pulp mengakibatkan biji saling melekat dan juga melekat pada dinding buah. Pada siang hari ngengat bersembunyi pada tempat yang terlindung dari sinar matahari yaitu pada bagian bawah cabang bawah horizontal. pengendalian mekanik dan fisik. Setelah kawin. Jaringan buah yang telah rusak menimbulkan perubahan fisiologis pada kulit buah sehingga buah tampak hijau berbelang merah atau jingga.Aktifitas ngengat untuk bertelur terjadi pada pukul 18. Larva memakan jaringan yang lunak seperti pulp. Kondisi cuaca yang sesuai bagi ngengat untuk bertelur adalah pada curah hujan 100-200 mm/bulan. penghasilan dan kesejahteraan petani meningkat. pengambilan sampel. populasi OPT dan kerusakan tanaman karena serangannya tetap berada pada aras yang secara ekonomis tidak merugikan. yaitu pengendalian dengan kultur teknis. Strategi PHT adalah memadukan secara kompatibel semua teknik atau metoda pengendalian OPT didasarkan pada asas ekologi dan ekonomi.00 sampai 07.

kelapa. Semut hitam banyak dijumpai di pohon rambutan. keadaan ekosistem yang dikelola oleh masyarakat setempat.pengendalian varietas tahan hama. peraturan menurut UU no 12 tentang Sistem Budidaya Tanaman. pengendalian kimiawi. 2. 3. Mempelajari faktor dan saling ketergantungan di ekosistem. Pengembangan sistem pengamatan dan monitoring hama 5. 2. hanya kadang-kadang mengeluarkan asam semut yang terasa pedas apabila mengenai mata. Langkah-langkah pengembangan PHT : 1. 3 tahun 1986 tentang Penarikan Insektisida Tertentu Pada Tanaman Padi. Mengidentifikasi dan menganalisis status hama yang akan kita kendalikan. Pengembangan model deskriptif dan peramalan hama. Ciri khas spesies ini apabila istirahat seolah-olah seperti duduk dengan bagian perut berada menempel pada bagian batang. Semut ini tidak menggigit. memanfaatkan mendorong pengendalian alami.4 Musuh Alami Salah satu musuh alami pada PBK adalah semut hitam (Dolichoderus bituberculatu ). sirsak. Penetapan dan pengembangan Ambang Ekonomi 4. Semut hitam dewasa pekerja berukuran 4-5 mm dan biasanya berasosiasi dengan 7 . Mudah dimengerti dan mampu dilaksanakan oleh petani yang Fleksibel dalam menentang inovasi dan variasi yang sesuai dengan memiliki teknologi terbatas. dan INPRES No. Pengembangan Teknologi PHT : • Teknik yang digunakan merupakan teknologi lunak yang sedikit dampak negatif dan terhadap lingkungan kesejahteraan berfungsinya proses mendatangkan • • • • Lebih masyarakat dan timbulnya reaksi seleksi dari hama. dan sebagainya. Merupakan perpaduan optimal berbagai teknologi pengendalian.

inokulasi kutu putih secara terus menerus pada pohon kakao. perlu dilakukan introduksi kutu putih pada pertanaman kakao tempat pengembangbiakan agar terjamin makanannya dari embun madu yang dikeluarkan kutu putih.kutu putih (Cataenococcus hispidus). Disamping itu juga perlu dibuatkan sarang dari daun kelapa kering yang telah diikat atau daun kakao kering yang ditempatkan di dalam kantong plastik. Serangga ini termasuk serangga yang hidup berkelompok sehingga mendominasi lingkungan perkembangbiakannya. pasti akan diusir atau akan saling menyerang sehingga yang bertahan hanya satu jenis semut saja. Oleh karena itu jenis semut ini kurang berbahaya bagi pekerja kebun. Untuk mempercepat pemapanan semut hitam dan menjaga populasinya tetap tinggi. 8 . pembaharuan sarang setidaknya 6 bulan sekali. aman bagi lingkungan dan berkesinambungan. Setelah pemapanan semut hitam perlu dilakukan pemeliharaannya dengan tidak menyemprotkan insektisida pada lokasi pengembangan semut hitam. buah kakao yang diselimuti oleh semut hitam ternyata tidak disukai oleh hama tikus dan tupai. menghilangkan koloni jenis semut lain selain semut hitam. Semut Hitam merupakan cara pengendalian biologi yang memiliki prospek untuk dikembangkan dengan biaya murah. Biasanya bila ada kelompok serangga lain atau jenis semut lain yang mendiami tempat yang sama. Hal ini berdampak menaikkan nilai jual biji kakao karena pengendalian hama tidak menggunakan pestisida. Hal yang perlu dicermati adalah bagaimana cara pemapanan semut hitam di kebun kakao. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa semut hitam disamping dapat mengendalikan hama PBK.

Panen lebih awal dengan interval 5-7 hari Panen secara serentak Penanaman dilakukan secara serentak agar persediaan makanan PBK menjadi lebih sedikit. waktu penggunaan serta biaya yang digunakan dan contoh pengaplikasiannya di Indonesia. Menanam varietas yang resisten 9 . teknologi yang digunakan dalam membasmi hama beserta cara penggunaannya. 3. Sanitasi Sanitasi berarti member-sihkan areal kebun dari daun-daun kering. Keadaan ini akan menciptakan suatu kondisi yang tidak sesuai dengan lingkungan untuk perkembangbiakan hama PBK 4. 2. tanamn tidak sehat. ranting kering. 3.1 Metode/teknik yg digunakan Metode yang digunakan dalam mengendalikan hama penggerek buah kakao pada jurnal tersebut adalah : 1. kulit buah maupun gulma yang berada di sekitar tanaman.BAB III PEMBAHASAN Pada makalah ini kami membahas jurnal mengenai penanggulangan hama pada tanaman kakao serta menganalisis mengenai teknik/metode yang dilakukan untuk membasmi hama.

10 . 6. Dengan cara demikian. sedangkan ujung buah tetap terbuka. Penyarungan buah kakao (penyarungan) terhadap buah berarti kakao. hama tidak bisa meletakkan telurnya pada kulit buah sehingga buah akan terhindar dari geretan larva. Rampasan Sistem rampasan berarti buah yang menggantung di pohon semua dirampas. 7. 8. Akhirnya PBK itu akan mati tanpa bisa meninggalkan keturunan. memberikan selubung dapat Kondomisasi perlindungan Selubungnya menggunakan kantong plastik yang ujung bagian atasnya diikatkan pada tangkai buah. PBK itu hanya terbang di sekitar tanaman tanpa bisa menemukan tempat untuk meletakkan telur. Setiap tahun sekali dapat dilakukan rampasan terhadap semua buah. Dengan penyelubungan buah tersebut. hal ini dapat mengurangi penggunaan pestisida.Untuk memperoleh hasil yang optimal dipilih varites tahan hama sebagai pilihan pertama bibit tanaman 5. Adapun saat yang tepat untuk melakukan perampasan adalah setelah panen. Konservasi musuh alami Konservasi musuh alami ini dapat dilakukan dengan cara mempertahankan persediaan makanan sehingga kelangsungan hidup musuh alami tersebut berkelanjutan. Mengisolasi kebun kakao Pengisolasian ini dilakukan untuk meminimalisir akan datangnya serangan PBK dari lahan pertanian yang berdekatan di sekitar lahan perkebunan tanaman kakao.

a.1% (Sulistyowati et al. Konsentrasi formulasi yang digunakan sesuai anjuran. alfa sipermetrin (Bestox 50 EC). Dan jika menggunakan insektisida penyemprotan dilakukan pada malam hari secara sistemik lokal.5 EC). Penyemprotan insektisida yang efektif dilakukan pada malam hari. hal ini dikarenakan jenis hama ini aktif pada malam hari (nokturrnal). Pengendalian kultur teknis Pengendalian hayati 11 . 1995b) dengan menggunakan alat semprot knapsack sprayer. yaitu antara 0. sihalotrin (Matador 25 EC).3 Teknologi yg digunakan Teknologi yang digunakan dalam pengendalian hama penggerek buah kakao meliputi : 1. Jenis insektisida yang dianjurkan adalah dari golongan sintetik piretroid. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada saat buah kakao sebagian besar berukuran panjang antara 8-10 cm.2 Waktu penggunaan Musim sangat kering atau sangat basah (musim hujan) dapat mengurangi populasi PBK.9. volume semprot 250 ml/pohon atau 250 l per hektar. 3.06 % 0. deltametrin (Decis 2. betasiflutrin (Buldok 25 EC). Aplikasi insektisida Aplikasi insektisida kimia hanya dilakukan jika persentase serangan PBK dengan kategori serangan berat sudah mencapai 40%. esfenfalerat (Sumialpha 25 EC). 3. 2. Penyemprotan insektisida ini dilakukan dengan cara sistemik lokal yang diarahkan hanya pada buah-buah kakao dan cabang-cabang horizontal.l.

4. maka buah-buah yang ukurannya lebih panjang dari 8 cm dan sulit dijangkau untuk disarungi. penyarungan buah dimulai dengan menggunakan kantung plastik berukur-an panjang 35 cm. Keadaan demikian juga dialami di Sulawesi Tengah. Hasil survei Pusat Pengembangan Bersama Kakao yang dilakukan di Sulsel menunjukkan bahwa sekitar 100.4 Biaya Pengendalian fisik dan mekanis Pengendalian varietas tahan hama Pengendalian kimiawi Di beberapa daerah sentra tanaman kakao.03 mm) yang kedua ujungnya terbuka. Untuk pengendalian musuh alami 12 . mudah dan aman bagi lingkungan adalah Ketika buah-buah di pertanam-an mulai mencapai ukuran panjang 8-10 cm (telah melampau periode layu pentil atau cherelle wilt). sebaiknya segera dimusnahkan. tentu saja yang bisa kita dapatkan hanya 20 ton saja. Dengan penyarungan buah kakao muda dengan menggunakan plastik dan pengendalian musuh alami merupakan pengendalian hama PBK yang efektif. Hal ini menunjukkan bahwa serangan hama PBK benar-benar sangat merugikan dan perlu segera diambil tindakan. 3.000 ha daerah sentra produksi kakao mengalami serangan PBK yang serius. Salah satu ujungnya diikat dengan tali atau kawat pada tangkai buah. dan lebar atau diameter 17 cm (tebal plastik 0. Bisa kita bayangkan bila produksi kita sekitar 100 ton. Untuk mencegah terjadinya pembiakan hama PBK. 5. Penyelubungan dilakukan setiap kali terdapat buah buah-buah yang berukuran 8-10 cm.3. murah. Sebuah kerugian yang sangat besar. Artinya dari 1 kg hasil panen hanya 2 ons kakao yang bisa diambil hasilnya. biji yang dihasilkan rusak karena serangan PBK dapat mencapai 80%.

3. sekitar 1500-2000 sedangkan daerah Sulawesi tengah merupakan daerah yang bercurah hujan rendah sekitar 5001000. Selain itu menurut kami metode yang digunakan oleh para petani kakao di Sulawesi Tengah dapat di lakukan di perkebunan kakao di cipatat.6 Pengaplikasian di daerah lain : Indonesia : Cipatat-Bandung Di daerah Cipatat panen coklat atau kakao musim panen diadakan dari bulan Januari sampai bulan Juli. Akan tetapi teknik tersebut tidak memberikan hasil yang memuaskan. 13 . dengan cara pengambilan dirotasi seminggu tiga kali. Sedangkan usaha penanggulangan hama dilakukan dengan pemerliharaan tanaman secara intensif dan perlakuan preventif juga pengawasan dini. Dalam pengendalian hama kakao (PBK) para petani kakao di Cipatat masih menggunakan pestisida insektisida jenis pbk dan klenset. Akan tetapi karena daerah Jawa Barat merupakan daerah yang bercurah hujan tinggi. Para petani tersebut pernah menggunakan salah satu teknik pengendalian yang di lakukan di daerah Sulawesi Tengah yaitu dengan cara kondomisasi. Hal ini kemungkinan terjadi karena curah hujan yang berbeda. karena populasi akan berkurang pada musim yang sangat kering atau sangat basah.5 Negara yg menggunakan 3. melainkan kualitas hasil panen buah kakao menurun. Selain itu para petani kakao di Cipatat belum sepenuhnya memahami penerapan Pengelolaan Hama Terpadu. Jadi diperlukan adanya modifikasi teknologi pengelolaan hama dari daerah yang memiliki curah hujan yang rendah ke daerah yang curah hujannya tinggi.hanya cukup dengan menjaga sumber makanannya yaitu dengan mempertahankan bunga-bunga tumbuhan pengahasil nektar.

Timbulnya ras biologi yang hidup pada tanaman kakao ini di asumsikan hanya sekali dalam 3 abad yang terjadi di Philipina. Kerusakan yang ditimbulkan oleh larva PBK yang memakan jaringan lunak seperti pulp. Kerusakan pada pulp mengakibatkan biji saling melekat 14 .BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. plasenta dan saluran makanan yang menuju biji. Kesimpulan Populasi PBK yang hidup pada buah kakao merupakan ras biologi setelah memisah dari populasi asalnya yang hidup pada buah rambutan.

Penyarungan buah kakao 8. Menanam tanaman kakao dan tanaman inang lainnya dengan perhitungan. Cara lainnya adalah penanaman tanaman kakao dan inang lainnya tidak boleh berdekatan. Panen secara serentak 3. karena ngengat PBK tidak dapat terbang jauh. Rampasan 7. Aplikasi insektisida Metode tersebut cukup baik dilakukan karena mudah dilakukan dan biaya yang digunakan terjangkau untuk kalangan petani. Mengisolasi kebun kakao 10. Menanam varietas yang resisten 6.dan juga melekat pada dinding buah. Menghindari pestisida 5. Panen lebih awal dengan interval 5-7 hari 2. Kerusakan plasenta dapat menyebabkan semua biji rusak dan tidak berkembang. Sanitasi 4. 15 . PBK (penggerek buah kakao) dapat ditanggulangi dengan menggunakan metode sebagai berikut: 1. Tidak semua teknik Pengelolaan Hama Terpadu di Sulawesi Tengah dapat langsung diterapkan di daerah Cipatat. B. siklus hidup larva dapat terputus karena tidak ada buah yang dapat diteluri. agar dapat diprediksi panen dapat dilakukan secara bersamaan dengan demikian. 2. Konservasi musuh alami 9. Saran Modifikasi teknik pengelolaan hama penggerek buah coklat: 1. melainkan harus mengalami modifikasi teknik Pengelolaan Hama tersebut.

9. Dengan bioteknologi. 7. Karena pada siang hari.00-05. dengan membersihkan cabang-cabang horizontal pohon di siang hari dari ngengat. 6. Diharapkan yang diambil adalah tanaman dengan buah kecil namun banyak. karena pada sore hari ngengat PBK melakukan kawin dan bertelur. 8. Karena pada siang hari. ngengat yang merespon asap ini dapat dihalau dan periode atau waktu kawin dapat dipersingkat. karena bagian yang terserang adalah buah kakao. ngengat sering bersembunyi di bawah cabang-cabang horizontal sehingga kontak dengan cabang dapat meracuni hama. mengingat larva PBK dapat menjadi pupa pada media apa saja termasuk serasah. ngengat sering bersembunyi di bawah cabang-cabang horizontal. 4. Pemberian insektisida sistemik lokal yaitu pada bagian buah. Buah yang berukuran kecil memiliki keunggulan tidak diserang hama sedangkan jumlahnya yang banyak tetap meningkatkan produksi tanamannya.00. Dengan membakar serasah pada sore hari. Pemberian insektisida non sistemik berupa racun kontak pada bagian bawah batang horizontal. maka aktivitas kawin ngengat PBK dapat ditekan dan berimbas pada jumlah telur ngengat yang dihasilkan. Pengaturan cahaya (karena ngengat tidak suka pada cahaya) pada puncak aktivitas kawin dan bertelur ngengat yaitu pukul 04.3. Buah kakao yang busuk dikumpulkan untuk kemudian dibenamkan di air atau bahkan dibakar. Membakar serasah di sore hari. agar siklus hidup PBK terhenti. Sanitasi tanaman. 5. Selain itu membakar serasah dapat memusnahkan pupa PBK. Dengan cara 16 . yaitu dengan menyilangkan buah kecil sedikit dengan buah besar dan banyak. dengan mengatur cahaya pada puncak masa kawin ngengat.

Mengadakan penyuluhan mengenai Pengelolaan Hama Terpadu DAFTAR PUSTAKA http://iklim. Sehingga larva di dalam buah dapat mati.id/ikthprak0809. 10.sith.go.bmg.com/2010/02/23/cara-pembuatansarang-semut-untuk-pengendalian-hama-kakao-helopeltis/ 17 .itb.id/abstract/s3/2009_S3_Potensi%20Semut %20Dolichoderus%20bituberculatus%20%20Smith%20Sebagai %20Penyebar%20% http://erlanardianarismansyah.wordpress.masuk yaitu racun lambung.pdf http://www.ac.

misterialize.co.sinartani.http://www.htm http://www.cc/2010/05/jenis-jenis-semut.html 18 .com/proteksi/semut-hitam-pengendalian-hayatihama-utama-tanaman-kakao-1271753864.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->