P. 1
Hukum Ke Nol Termodinamika

Hukum Ke Nol Termodinamika

|Views: 3,979|Likes:
Published by huda_ultras

More info:

Categories:Types, Research
Published by: huda_ultras on Sep 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/05/2013

pdf

text

original

Hukum ke Nol Termodinamika

:  

Apabila 2 benda mempunyai kesamaan suhu dengan benda ke-3, maka kedua benda itu satu dg yg lain juga mempunyai kesamaan suhu. Hukum ini tdk merupakan penjabaran hukum yg lain dan secara intuisi/nalar mendahului hukum I dan II

Mengukur Suhu   

Suhu adalah besaran skalar yg dipunyai oleh semua sistem termodinamika, sehingga kesamaan suhu adalah syarat yg perlu dan cukup utk keseimbangan termal. Zat-zat yg mempunyai sifat: berubah besaran fisisnya karena suhu dinamakan zat termometrik (thermometric substance) Besaran fisis yg berubah dg suhu dinamakan dinamakan sifat termometrik (thermometric property), kita lambangkan dg X. 

Perubahan nilai X ini dianggap linier dengan suhu T:

T = a.X 

Rasio dua suhu empiris T2 dan T1 didefinisikan = rasio nilai sifat termometrik X2 dan X1 yg bersangkutan:

T2 X 2 ! T1 X1

Titik Tripel Air   

Selanjutnya ditentukan titik tetap standar (nilai numerik suhu tertentu) yg dinamakan titik tripel air Titik tripel air suhu yg berkaitan dg keberadaan bersama 3 wujut zat; es, air dan uap air dalam keseimbangan. Setiap zat hanya memiliki satu titik tripel saja (berbeda antara zat yg satu dg zat yg lain.

Cara Memperoleh Titik Tripel Air:   

Air (kemurnian tinggi; air pada air laut) didistilasi ke dalam bejana berbentuk huruf U. Jika udara dalam bejana telah habis krn terdesak air, bejana kemudian ditutup Dengan memasukkan campuran pembeku ke dalam ruang di tengah, maka terbentuklah lapisan es disekitar dinding bagian dalam, sedangkan bagian atas terkumpul uap air.   

Jika campuran pendingin dihilangkan dan diganti termometer, maka sebagian lapisan es akan meleleh. Selama 3 fase itu masih bersama, sistem tetap pada tripel air Suhu titik tripel T3, dan nilai sifat termometriknya dinamakan X3, maka suhu empiris dinyatakan dalam persamaan

T X ! T3 X 3
atau

X T! T3 X3

Skala Suhu 
  

Skala suhu dalam SI adalah celsius (oC). Sebelum 1954, Titik tetap sebagai patokan skala Celsius titik es dan titik uap (ice, and steam point) Suhu titik es : diddefinisikan sbg suhu campuran es dg air dalam keadaan seimbang dengan udara jenuh pada tekanan 1 atmosfer. Titik angka 0 skala celsius. Suhu titik uap : suhu air dan uap yg berada dalam kesetimbangan pada tekanan 1 atmosfer. Titik angka 100 skala celsius.

Pergantian dua titik tetap   



Setelah 1954, skala Celcius didefinisikan dalam satu titik tetap titik tripel air. Titik tripel air keadaan dimana ketiga fase air dalam keseimbangan. Angka titik ini adalah : 0,01 C Angka titik uap (eksperimental) : 100,00 C

Kelvin   



Disamping skala suhu celcius, terdapat skala suhu mutlak yg didasarkan pada skala suhu mutlak yg didasarka pada hukum termodinamika kedua. Skala ini disebut pula sebagai skala Kelvin, (K, tanpa tanda derajat) Hubungannya dengan Celcius TK=tc+273,15 Tahun 1967, K didefinisikan sebagai 1/273,16) dari suhu titik tripel air

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->