P. 1
Lokasi penyebaran Plasma Nutfah Kambing Lokal

Lokasi penyebaran Plasma Nutfah Kambing Lokal

|Views: 346|Likes:
Published by 030306028

More info:

Categories:Types, Research
Published by: 030306028 on Sep 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2013

pdf

text

original

KAMBING PERAH

OLEH : ANDHIKA PUTRA SUKMA ADITYA SITEPU

LOKASI PENYEBARAN PLASMA NUTFAH KAMBING LOKAL INDONESIA

BEBERAPA BANGSA PLASMA NUTFAH KAMBING LOKAL INDONESIA

1. Kambing Marica ´ 2. Kambing Samosir ´ 3. Kambing Muara ´ 4. Kambing Kosta ´ 5. Kambing Gembrong ´ 6. Kambing Peranakan Ettawah (PE) ´ 7. Kambing Kacang ´ 8. Kambing Benggala
´

JENIS-JENIS KAMBING PERAH
1. Kambing Etawa Berasal dari wilayah Jamnapari India. 2. Kambing Alpin Berasal dari Pegunungan Alpen Swiss, 3. Kambing Saanen Berasal dari lembah Saanen Swiss bagian barat. 4. Kambing Toggenburg Berasal dari Toggenburg Valley (wilayah timur laut Swiss) 5. Kambing Anglo Nubian Berasal dari Wilayah Nubia (Timur Laut Afrika) 6. Kambing Beetal Berasal dari Punjab India

SECARA UMUM IDENTIFIKASI UTAMA TERBAGI MENJADI 7 BAGIAN. BAGIAN 1 DAN 2 ADALAH CIRI BAGIAN KEPALA DAN DAERAH LEHER, KE-3 TINGGI BADAN, KE-4 BENTUK DAN KONDISI TESTIS (PELANANGAN), KE-5 BENTUK EKOR, KE-6 BULU BELAKANG DAN KE-7 PANJANG BADAN.

SECARA LEBIH DETAIL BISA TERLIHAT DALAM VISUALISASI GAMBAR BERIKUT:

Kambing Peranakan Ettawa (PE) Kambing PE mmerupakan hasil persilangan antara kambing ettawa (asal India) dengan kambing kacang. Kambing PE dimanfaatkan sebagai penghasil daging dan susu (perah). Penampilan kambing PE mirip dengan kambing ettawa, tetapi peranakan tubuhnya lebih kecil. Peranakan yang penampilannya mirip kambing kacang disebut bligon atau jawarandu, yang merupakan tipe pedaging. Karakteristik kambing PE, antara lain: - bentuk muka cembung melengkung dan dagu berjanggut, - terdapat gelambir di bawah leher yang tumbuh dari sudut janggut, - telinga panjang, lembek, menggantung, dan ujungnya agak berlipat, - ujung tanduk agak melengkung, - tubuh tinggi, pipih, - bentuk garis punggung mengombak ke belakang sedangkan bulu tumbuh panjang di bagian leher, pundak, punggung, - Bulu paha panjang dan tebal.

CIRI-CIRI UMUM KAMBING PERANAKAN ETTAWA (PE) RAS KALIGESING :
´ ´ ´ ´ ´ ´

A . Kambing Etawa Betina 1. Badan besar. 2. Tinggi gumba 70-90 cm. 3. Berat hidup 45-80 kg. 4. Panjang badan jantan 65-85 cm. 5. Kepala tegak, Jenong menyerupai ikan Louhan, garis profil melengkung.

´ ´

´ ´

´

6. Memiliki tanduk mengarah ke belakang ( kebanyakan pendek ). 7. Telinga panjang 10 cm ² 28 cm serta melipat pada ujungnya lebar menggantung. 8. Ambing berkembang baik, puting susu besar dan panjang. 9. Pola Warna bulu bervariasi antar hitam, putih, coklat kekuningan atau kombinasi keduanya. 10. Paha kaki belakang berbulu lebat dan panjang ( Rewos ).

´

A . Kambing Etawa Jantan 1. Badan besar. 2. Tinggi gumba 90-110 cm. 3. Berat hidup 65-120 kg. 4. Panjang badan 85-115 cm 5. Kepala tegak, garis profil melengkung

´ ´ ´ ´ ´

´ ´

´ ´

´

6. Memiliki tanduk mengarah ke belakang 7. Telinga lebar menggantung panjang serta melipat pa da ujungnya. Panjang jantan 25-41 cm 8. Lingkar testis bisa mencapai 23 cm 9. Warna bulu bervariasi antar hitam, putih, coklat kekuningan atau kombinasi keduanya 10. Paha kaki belakang berbulu lebat dan panjang

´

Pada tahun 1923 di daerah Kaligesing Kabupaten Purworejo di datangkan kambing dari distrik Ettawa India dengan Fries Indie. Kambing tersebut secara turun temurun dipelihara di daerah kecamatan Kaligesing hingga sekarang. Berat badannya mencapai 80-110 kg. Perkembangan kambing di Kecamatan Kaligesing baik sehingga terkenal dengan Peranakan Ettawa (PE) Ras Kaligesing

CIRI-CIRI KAMBING PERANAKAN ETTAWA (PE) RAS KALIGESING
´ ´ ´ ´ ´ ´ ´ ´ ´ ´ ´ ´

Badan besar Tinggi gumba jantan 90-110 cm betina 70-90 cm Berat hidup jantan 65-90 kg, betina 45-70 kg Panjang badan jantan 85-105 cm, betina 65-85 cm Kepala tegak, garis profil melengkung Jantan dan betina tanduk mengarah ke belakang Telinga lebar menggantung panjang serta melipat pa da ujungnya. Panjang jantan 25-41 cm betina 8-14 cm Ambing berkembang baik, puting susu besar dan panjang, produksi susu setelah melahirkan 0,5-1 liter/hari Pada jantan lingkar testis bisa mencapai 23 cm Warna bulu bervariasi antar hitam, putih, coklat kekuningan atau kombinasi keduanya Paha kaki belakang berbulu lebat dan panjang baik pada jantan atau betina Produksi susu 0,5-1/hari

´ ´

A. Bentuk fisik Memilih Kambing perah yang baik adalah memiliki karakteristik badan seperti tampak pada gambar dibawah ini:

Gambar di atas menunjukan bahwa kambing perah yang bagus memiliki bentuk bodi seperti segi tiga bila dilihat dari atas. Sedangkan yang tidak bagus adalah membentuk segi empat. Kemudian kambing yang baik, bentuk kaki depan dan belakang adalah tegak simetris, tidak berbentuk X atau O.

´ ´

B. Bentuk Ambing Selain bentuk badan, hal utama lain yang harus deperhatikan dengan teliti adalah karakteristik bentuk ambing, seperti tampak pada gambar berikut:

´

´

Gambar A dan B merupakan contoh bentuk ambing yang jelek pada kambing perah. Gambar C adalah bentuk yang bagus, bentuknya bulat utuh , seimbang dan ambing simetris. Secara teori, bentuk ambing yang baik dan ideal sangat mendukung kuantitas produksi air susu kambing.

BIBIT DAN REPRODUKSI
´

´

Kambing PE berbadan besar, berat badan betina kurang lebih 25 kg dan jantan kurang lebih 35 kg, tinggi gumba yang betina kurang lebih 60 cm dan yang jantan kurang lebih 70 cm. Jantan maupun betina memiliki tanduk pendek dan ramping. Kambing PE dapat menghasilkan anak antara 1²4 ekor per kelahiran atau rata-rata dua ekor. Waktu kawin kambing PE yang baik pada usia 15²18 bulan, karena pada waktu itu alat reproduksinya sudah berkembang sempurna. Calon induk dan pejantan dipilih berdasarkan catatan produksi. Calon induk yaitu: bobot lahir antara 1,8 ² 2 kg; berat sapih antara 6-8 kg; berat umur satu tahun (yearling) antara 20 ² 25 kg; pertambahan berat badan harian antara 80 ² 120 g/ekor/hari, jumlah anak sekelahiran (litter size) 1,5-1,8 ekor/induk; umur antara 8-12 bulan; mempunyai efisiensi reproduksi yang baik; tubuh tegap, sehat, lincah, dan tidak cacat; tidak pernah terserang penyakit; bentuk ambing simetris, sedikit menggantung, dan puting susu normal (tidak bercabang); bentuk punggung lurus; dan bulu mengkilap.

´

´

Calon pejantan yaitu: umur antara 1,5-3 tahun; penampilan bagus dan tegap; memiliki catatan atau informasi produksi maupun reproduksi yang superior, yaitu berasal dari induk yang jumlah anak (litter size) 1,5 ² 1,8 ekor/induk, pertambahan berat badan harian (80-120 g/ekor/hari), bentuk scrotum simetris dan mempunyai panjang lingkar 28-30 cm dan tidak nampak bekas abses permanen pada kulitnya, libido tinggi, motilitas sperma 90% dan progresif. Dewasa kelamin pada umur sekitar 10 bulan, kemudian dapat dikawinkan pada umur 10-12 bulan dengan berat badan sekitar 55 kg. Lama birahi sekitar 35 jam, siklus birahi berselang selama 3 minggu. Pada saat birahi merupakan saat yang tepat untuk dikawinkan, dengan tanda-tandanya yaitu: gelisah, nafsu makan dan minum menurun, ekor sering dikibaskan, sering kencing, kemaluan bengkak dan diam bila dinaiki. Masa bunting sekitar 5 bulan, serta masa melahirkan, penyapihan dan istirahat ± 2 bulan. Diusahakan agar kambing bisa beranak minimal 3 kali dalam dua tahun.

KINERJA PRODUKSI perkawinan setiap 8 bulan (3 kali beranak dalam 2 tahun) ´ Lama laktasi (bulan) : 7-10 bulan ´ Produksi susu (liter/hari) :1,0-1,5 liter ´ Berat lahir (kg) :3-4,5 ´ Jumlah anak sekelahiran (ekor) :1-3 ´ Berat sapih (kg) :13-15 ekor
´

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->