P. 1
22775500 Bahasa Indonesia Rahasia Al Quran

22775500 Bahasa Indonesia Rahasia Al Quran

|Views: 508|Likes:
Published by yantjessgmail

More info:

Published by: yantjessgmail on Sep 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/05/2013

pdf

text

original

Ketika Muhammad mengesahkan tindakan kekerasan, dia dengan berani
menyebutkan nama Allah sebagai pembelanya.

Ketika kamu berada di pinggir lembah yang dekat.............. sedang kafilah itu
berada di bawah kamu.............pastilah kamu tidak sependapat dalam
menentukan hari pertempuran itu, akan tetapi (Allah mempertemukan dua
pasukan itu) agar Dia melakukan suatu urusan yang sedang dilaksanakan
(Surat 8: 42).

Para pembela Muslim menyatakan bahwa Muhammad menyuruh para pengikutnya
untuk melakukan kekerasan hanya sebagai tindakan mempertahankan diri (termasuk di
dalamnya tindakan pembalasan dendam atau menurut istilah Alquran disebut qishaash).
Mereka mengacu pada Surat 2: 178, 190, 191. Klaim semacam itu tidak seluruhnya benar.
Banyak ayat dalam Alquran yang justru memberi mandat kepada umat Muslim untuk
melakukan agresi terhadap orang-orang non-Muslim (yang disebut orang-orang kafir).
Misalnya Surat 2:193; 8: 12, 38,39; 9: 123 dan sebagainya.
Dalam kasus pembunuhan dan pengusiran ketiga Bani Israel tersebut terdahulu
Muhammad nampaknya lupa akan keputusannya sendiri yang ditulis dalam Alquran bahwa
orang-orang Muslim hanya diperintahkan untuk melakukan kekerasan sebagai tindakan
pembelaan diri dan tindakan pembalasan dendam. Padahal orang-orang Yahudi di Medinah
tidak pernah melakukan kekerasan terhadap Muhammad dan para pengikutnya, jadi tidak
seharusnya mereka dikenai sanksi hukuman dengan landasan hukum sebagaimana yang
tertulis dalam Surat 2 tersebut di atas.
Sesuatu yang dimulai sebagai pembalasan dendam dan diakhiri dengan penobatan
Islam sebagai satu-satunya agama dan Allah adalah satu-satunya Tuhan yang harus
disembah. M.M. Ali mengarahkan kita untuk berpikir bahwa Muhammad, dengan turunnya
ayat-ayat tersebut di atas, sesungguhnya mendukung kebebasan beragama secara total. Ali
menulis:

Ketika penganiayaan berhenti dan manusia tidak dipaksa untuk menerima atau
memeluk agama tertentu, bebas memilih agama sesuai dengan keyakinan masing-
masing, pada saat itulah perang tidak akan terjadi lagi.28
M. Ali seharusnya tahu bahwa Muhammad justru menghendaki sebaliknya. Perang
harus dilanjutkan sampai Islam menjadi satu-satunya agama yang ada di jazirah Arab.
Kebebasan beragama menjadi salah satu di antara para korban yang terkapar mati di
padang pasir. Seperti halnya dengan para pembela Muslim lainnya, Ali tidak lebih dari
seorang pengikut Muhammad yang tugasnya membuat pernyataan Muhammad yang paling
fanatik sekalipun menjadi nampak sebagai pernyataan yang sangat toleransi.
Baik Alquran maupun Hadis secara efektif menempatkan umat manusia ke dalam
dua rumah besar. Para komentator Muslim menyebut mereka sebagai "Rumah yang

28

Maulana Muhammad Ali, Quran (Columbus, OH: Lahore, Inc., USA, 1998), comment 244.

Secrets of the Koran - Don Richardson

30

ditempati oleh orang-orang Islam atau Rumah Muslim" dan satunya lagi "Rumah yang
ditempati oleh musuh-musuh Islam atau Rumah Perang".29

Maksudnya siapapun yang
bukan Islam dianggap menolak Islam. Menolak Islam sama artinya dengan menyerang
Islam, menyerang Allah, dan menyerang Muhammad. Menyerang Islam berarti menjadi
musuh Islam. Jadi perang melawan non-Muslim dalam situasi apapun akan disebut oleh
umat Islam sebagai perang untuk membela diri dan perintah perang tersebut tertulis baik
dalam Alquran maupun dalam Hadis. Itulah sebabnya Islam tetap disebut "agama yang
cinta damai" sekalipun di dalam Alquran terdapat 109 ayat yang memerintahkan orang-
orang Islam untuk melakukan kekerasan terhadap non-Muslim. Itulah yang dipahami oleh
orang-orang Islam tentang perintah Alquran tersebut. Sungguh merupakan suatu
pemahaman yang menakutkan.

Kekerasan yang dilakukan Osama bin Laden sesungguhnya merupakan tindakan
yang diilhami oleh perintah-perintah Muhammad tersebut di atas. Pembunuhan yang
dilakukan oleh umat Muslim Turki terhadap umat Kristen Armenia yang berdomisili di
bagian timur Turki pada awal abad ke-20 juga diilhami oleh perintah Muhammad
sebagaimana yang tertulis dalam Surat 8:12,13.
Para pembela Muslim menyatakan bahwa perintah Muhammad untuk menerapkan
kekerasan sebagaimana tertulis dalam Surat 8: 12, 13 tersebut sesungguhnya berkaitan
dengan Perang Badar. Pernyataan ini menimbulkan tanda tanya karena Surat 8: 12, 13 itu
ditulis setelah Perang Badar usai. Bagaimana mungkin seorang komandan yang
memberikan instruksi kepada pasukannya mengenai apa yang harus dilakukan dalam
sebuah pertempuran padahal pertempuran itu sudah selesai sebelum instruksinya diberikan.
Hadis Sahih al- Bukhari jilid 5, bab 59, nomor 287, 702 mencatat bahwa Rasul
pergi bersama 300 orang anggota pasukannya untuk merampok para kafilah yang tidak
bersenjata, tetapi dengan tidak terduga mereka dipertemukan oleh Allah dengan musuh-
musuh mereka.30

Selanjutnya lihat Surat 8: 39. Ayat tersebut memberi mandat kepada umat Muslim
untuk memerangi orang-orang kafir.
Berikut ini adalah ayat-ayat yang mengungkapkan mengenai antisipasi Muhammad
atas akan terjadinya sejumlah perang di masa-masa mendatang, lihat Surat 8: 65, 67.
Ayat-ayat lain yang memerintahkan umat Muslim untuk memerangi orang-orang
kafir atau orang-orang munafik adalah Surat 4: 89; 9: 123; 47: 4; 2: 216.
Media seringkali melaporkan berita mengenai orang-orang Muslim memaksa
orang-orang non-Muslim dengan todongan senjata AK-47 agar mereka segera masuk
Islam.31

Para pembela Muslim serta-merta menyatakan berita tersebut salah karena
Muhammad sendiri memerintahkan:"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama
(Islam)" (Surat 2:256).
Benarkah ayat tersebut merupakan ayat Alquran yang memberi
rasa damai.

Tidak seluruhnya benar. Orang-orang Muslim yang mengutip Surat 2: 256 juga
mengetahui bahwa ayat tersebut secara hakiki sudah kehilangan maknanya dengan

29

Ibn Warraq, Why I Am Not a Muslim (Amherst, NY: Prometheus Books, 1995), p. 218

30

Sahih al-Bukhari, Translation of Sahih Bukhari (The Book of Knowledge), trans. Mohammed Muhsin Khan, book 5,
vol. 59, no. 287 and book 5, vol. 59, no. 702, University of Southern California
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/059.sbt.html (diakses 25 Oktober 2002).

31

"Forced Conversions to Islam Continue in Indonesia," Worthy News, http://www.worthynews.com/news-
features/indonesia-ethnoc-cleansing-8.html (diakses 13 Januari 2001).

Secrets of the Koran - Don Richardson

31

munculnya 109 ayat lain yang menyiratkan kekerasan. Perlu anda ketahui bahwa doktrin
Islam membenarkan bahwa Allah bisa saja pada suatu saat menetapkan perintah positif
tetapi dengan semaunya Allah juga bisa langsung membatalkan perintah-perintah tersebut
atau menggantinya dengan perintah negatif. Itulah sebabnya sangat tidak mungkin kita
mempercayai adanya ayat-ayat yang bagus (menyejukkan) yang tertulis di Alquran
sebagaimana yang sering dikutip oleh para pembela Islam.

Islam membenarkan bahwa Allah bisa saja pada suatu saat
menetapkan perintah positif tetapi dengan semaunya Allah
juga bisa langsung membatalkan perintah tersebut atau
menggantinya dengan perintah negatif.

Ayat berikut ini merupakan ayat yang memerintahkan umat Muslim untuk
memaksa para penyembah berhala agar masuk Islam, lihat Surat 9: 5.
Muhammad memerintahkan penggunaan kekerasan terhadap para penyembah
berhala untuk memaksa mereka masuk Islam. Apakah dengan cara yang sama pula dia
akan lakukan terhadap orang-orang Yahudi dan Kristen? Ada sebuah ayat yang nampaknya
mengindikasikan bahwa dia tidak akan bermaksud demikian. Pada awal-awal karier
kenabiannya, Muhammad menerima wahyu dari Allah yang berbunyi: "Jika kamu
berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu maka
tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu (umat Yahudi
dan Kristen)......... " (Surat 10: 94).

Sebenarnya dengan menulis ayat semacam itu Muhammad berharap agar orang-
orang Yahudi dan Kristen mau menerima dia sebagai nabi sebagaimana yang diklaimnya.
Ketika mereka ternyata menolaknya dengan tegas, Muhammad menjadi sangat marah.
Penolakan umat Yahudi dan Kristen tersebut menyebabkan turunnya "Wahyu Ilahi" yang
tertulis dalam Surat 4: 47 yang berbunyi: "Hai orang-orang yang telah diberi Al Kitab,
berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Quran) yang
membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami mengubah mukamu, lalu
Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuk kamu....".
Lihat juga Surat 9: 29.
Bukankah hal tersebut di atas merupakan paksaan?
Selain itu, lihat juga Surat 3: 141; 4: 104, 74.
Ada beberapa ayat lain dalam Alquran yang menyatakan bahwa Allah meridhoi
Muhammad dan para perampok (pencuri) yang menjadi pengikut-pengikutnya dalam usaha
mereka menimbun barang hasil rampasan (hasil rampokan) mereka, baca Surat
48:19,20,21; 8: 1, 41; 59: 7. Padahal Muhammad sendiri memerintahkan dalam Alquran
bahwa laki-laki dan perempuan yang mencuri harus dipotong kedua tangannya sebagai
hukuman (Surat 5: 38) dan perintah tersebut masih dilestarikan dalam Syariat Islam sampai
sekarang. Nampaknya perintah itu tidak berlaku bagi Muhammad sendiri.
Bahkan ada ayat lain yang menyatakan bahwa Muhammad memberi wewenang
kepada para pengikutnya untuk memasuki rumah orang lain yang tidak didiami (walaupun
mereka tidak sedang melakukan penyerangan) dan bahkan untuk mengambil sesuatu yang
ada di dalamnya yang menjadi keperluannya, lihat Surat 24: 29.

Secrets of the Koran - Don Richardson

32

Muhammad memberi wewenang kepada para pengikutnya
untuk memasuki rumah orang lain yang tidak didiami dan
bahkan untuk mengambil sesuatu yang ada di dalamnya yang
menjadi keperluannya.

Isu lain adalah bagaimana umat Muslim harus memperlakukan orang-orang murtad
yang setelah masuk Islam kemudian kembali pada agamanya yang sebelumnya yaitu
agama Yahudi, agama Kristen atau penganut paganisme. M.M. Ali menulis: "Mereka
hanya dicerca kemudian diusir dari mesjid".32

Namun banyak wacana dalam hadis yang
tidak sependapat dengan M.M. Ali. Sahih al-Bukhari menyatakan bahwa orang-orang
Muslim yang menjadi ateis "dibakar hidup-hidup".33

Ibn Abbas mengisahkan bahwa
Muhammad menjatuhkan hukuman mati kepada orang Islam yang berganti agama lain.
Selanjutnya lihat Surat 9: 73, 74. Dalam hadis Bukhari jilid 9, bab 84, nomor 58
menceritakan tentang seorang Muslim yang bernama Muadah yang membunuh seorang
Yahudi yang sudah memeluk Islam tetapi kemudian meninggalkan Islam. Dalam hadis
Bukhari jilid 9, bab 84, nomor 64 dijanjikan bahwa siapapun yang membunuh orang-orang
murtad akan mendapatkan pahala.
Bahkan Muhammad menjatuhi hukuman mati dengan dirajam batu kepada orang-
orang Muslim yang mengakui dosa-dosanya yang tersembunyi. Baca hadis Bukhari jilid 8,
bab 82, nomor 805, 806, 809, 813, 814, 815, 821, dan 842 dan kemudian gemetarlah.

32

Ali, Quran, comments 1067 and 1080.

33

al-Bukhari, Sahih Bukhari, book 9, vol. 84, no. 57.

Secrets of the Koran - Don Richardson

33

B A B E M P A T

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->