P. 1
Candi Mendut

Candi Mendut

|Views: 705|Likes:
Published by Nyom Suyasa

More info:

Published by: Nyom Suyasa on Sep 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2012

pdf

text

original

Candi Mendut

Candi Mendut merupakan candi kedua terbesar di daerah Kudu setelah Barabudur. Candi ini terletak di desa Mendut, Mungkid, Magelang, berjarak sekitar 38 km ke arah barat laut kota Yogyakarta dan 3 km dari Candi Barabudur. Candi mendut bersifat Budhistis dan terkait erat dengan Candi Borobudur serta Candi Pawon. Bahkan ketiga candi tersebut merupakan suatu kesatuan dan berada dalam satu garis lurus. Candi Mendut juga tidak diketahui secara pasti tahun pembangunannya dan raja yang berkuasa saat itu. Namun J.G. de Casparis dalam disertasinya menghubungkan Candi Mendut dengan raja Indra, salah seorang raja keturunan Sailendra. Sebuah prasasti yang ditemukan di desa karangtengah berangka tahun 824 M yang dikeluarkan raja Sailendra lainnya yaitu Samarattungga, menyebutkan bahwa raja Indra ayah Samarattungga telah membangun sebuah bangunan suci bernama Venuvana (hutan bambu). Jika pendapat Casparis ini benar, maka Candi Mendut didirikan sekitar tahun 8000 M juga. Data lain yang dapat digunakan sebagai pertanggalan Candi mendut adalah ditemukannya tulisan pendek (bagian dari mantra Budhis) yang diduga berasal dari bagian atas pintu masuk. Dari segi paleografis tulisan tersebut ada persamaan dengan tulisan-tulisan pendek pada relief Karmawibhangga di Candi Barabudur sehingga diduga Candi Mendut sezaman dengan Barabudur dan mungkin lebih tua. Pada tahun 1834 Candi Mendut mulai mendapat perhatian meskipun mengalami nasib yang sama dengan candi-candi lainnya, yaitu dalam kondisi runtuh dan hancur. Hartman, seorang residen Kedu saat itu mulai memperhatikan Candi Mendut. Dalam tahun 1897 dilakukan persiapanpersiapan untuk pemugaran. Dari tahun 1901-1907 J.L.A. Brandes melangkah lebih maju dan berusaha merestorasi Candi Mendut dan kemudian tahun 1908 dilanjutkan oleh Van Erp meskipun tidak berhasil merekonstruksi secara lengkap. J.G. de Casparis berpendapat bahwa Candi Mendutdibangun untuk memuliakan leluhur-leluhur Sailendra. Di bilik utama candi ini terdapat 3 buah arca yang menurut para ahli arca-arca tersebut diidentifikasi sebagai Cakyamuni yang diapit oleh Bodhisatwa, Lokeswara dan Bajrapani. Dalam

relief-relief di Candi mendut juga berisi cerita-cerita ajaran moral yang biasanya berupa cerita-cerita binatang yang bersumber dari Pancatantra dari India. maka terlepaslah gigitannya dari tangkai kayu yang dipegang sehingga terjatuh dan mati. . Cerita tersebut antara lain adalah seekor kura-kura yang diterbangkan oleh dua ekor angsa dan di bawahnya dilukiskan beberpa anal gembala yang seolah-olah mengejek kura-kura tersebut. Posted by BuLaN at 9:43 PM 0 comments Berbagai Candi di indonesia DATA CANDI Peninggalan bangunan kuna yang terbuat dari susunan batu berbentuk Candi umumnya terbagi menjadi dua ragam. dan Bajrapani.7 meter dan tinggi sampai sebagian atapnya sekitar 26.5 meter. Sebagai candi yang bersifat Budhistist. Lokesvara. Luas bengunan keseluruhan adalah 13. Oleh karena kura-kura tersebut emosional dalam menanggapi ejekan.kitab Sang Hyang Kamahayanikan disebutkan bahwa realitas yang tertinggi (advaya) memanifestasikan dirinya dalam 3 dewa (Jina) yaitu : Cakyamuni. yaitu: ragam Jawa Tengah dan ragam jaawa Timur.7 x 13. Arah candi Mendut tidak tepat ke arah barat. reliefnya timbul agak tinggi berlukiskan naturalis. tetapi sedikit bergeser ke arah barat laut. atasnya berundak-undak. dan terbuat dari batu andesit. puncak berbentuk ratna atau stupa. gawang pintu dan relug berhias Kalamakara. Ciri-ciri ragam Jawa Tengah ialah: bentuk bangunannya tambun. letak candi di tengah halaman. menghadap ke timur. Inti ceritanya adalah ajaran tentang sifat kesombongan yang akan mencelakakan diri sendiri.

Tinggi kaki candi 2. wahana dewa Siwa yang diperkirakan penduduk sebagai arca asu µanjing¶. atapnya merupakan perpaduan tingkatan. Disebut Candi Lumbung karena diduga oleh penduduk setempat dahulu tempat menyimpan padi. kelurahan Sengi. terletak di sebelah selatan Candi Siwa. puncak berbentuk kubus. Didalamnya terdapat patung Brahma yang berkepala empat sebagai dewa pencipta alam.94 meter. yaitu prasasti Sri Manggala I ( 874 M ) dan Sri Manggala II ( 874 M ). di daerah bertemunya (tempuran) Sungai Pabelan dan Sungai Tlingsing. Candi Asu berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 7. Candi Asu Nama candi yang terletak di Desa Candi Pos. Ketiga candi tersebut terletak di pinggir Sungai Pabelan. Nama candi tersebut merupakan nama baru yang diberikan oleh masyarakat sekitarnya. kebanyakan terbuat dari bata.Ciri-ciri ragam Jawa Timur. kabupaten magelang. Melihat ketiga candi tersebut dapat diperkirakan bahwa candi-candi itu termasuk bangunan kecil. menghadap ke barat.5 meter. makara tidak ada. dilereng barat Gunung Merapi.35 meter. Dibawah patung Brahma terdapat sebuah sumur. Tinggi bagian atap candi tidak diketahui karena telah runtuh dan sebagian besar batu hilang. letak candi di belakang halaman. kecamatan Dukun. yaitu candi Pendem dan candi Lumbung. Pada setiap dinding kamar candi terdapat batu yang menonjol yang berfungsi sebagai tempat meletakkan lampu. propinsi Jawa tengah. Di dekatnya juga terdapat 2 buah candi Hindu lainnya. Posted by BuLaN at 9:39 PM 0 comments Candi Prambanan . Di dekat Candi Asu telah diketemukan dua buah prasati batu berbentuk tugu (lingga). Ketiganya menghadap ke barat. ialah: bentuk bangunan ramping. tinggi tubuh candi 3. Candi Brahma Nama candi di kompleks Candi Prambanan. relief timbul sedikit dengan lukisan simbolis menyerupai wayang kulit. Disebut Candi Asu karena didekat candi itu terdapat arca Lembu Nandi.

Pada tahun 1933 berhasil disusun percobaan Candi Brahma dan Wisnu. dengan bentuk secara keseluruhan menyerupai gunungan pada wayang kulit setinggi 47 meter. Agama Hindu mengenal Tri Murti yang terdiri dari Dewa Brahma sebagai Sang Pencipta. Kegiatan pemugaran berikutnya dilakukan terhadap 3 buah candi perwara yang berada di depan candi Siwa. Candi Wisnu (utara). relief cerita selanjutnya bersambung di candi Brahma. dibangun pada abad 9. pada tanggal 23 Desember 1953 candi Siwa selesai dipugar. Candi Brahma mulai dipugar tahun 1978 dan diresmikan 1987. Candi Brahma (selatan). sedangkan pada pagar langkah candi Wisnu dipahatkan relief Krisnayana. Bilik utama dari candi . Pada tahun 1902 baru dimulai pekerjaan pembinaan yang dipimpin oleh Van Erp untuk candi Siwa. Dewa Wisnu sebagai Sang Pemelihara. masuk candi Siwa dari arah timur belok ke kiri akan anda temukan relief cerita Ramayana tersebut searah jarum jam. Didepannya terletak Candi Wahana (kendaraan) sebagai kendaraan Trimurti. Usaha pertama kali untuk menyelamatkan Candi Prambanan dilakukan oleh Ijzerman pada tahun 1885 dengan membersihkan bilik-bilik candi dari reruntuhan batu. candi Wisnu dan candi Brahma. berketinggian 47 meter.Lons mengunjungi Jawa pada tahun 1733 dan melaporkan tentang adanya reruntuhan candi yang ditumbuhi semak belukar. Candi Prambanan merupakan kompleks percandian dengan candi induk menghadap ke timur. Candi yang utama yaitu Candi Siwa (tengah). Pada dinding pagar langkan candi Siwa dan candi Brahma dipahatkan relief cerita Ramayana . Candi Angkasa adalah kendaraan Brahma (Dewa Penjaga). Perhatian terhadap candi Prambanan terus berkembang. Candi Nandi (Kerbau) adalah kendaraan Siwa (Dewa Perusak) dan Candi Garuda adalah kendaraan Wisnu (Dewa Pencipta). Kompleks candi Prambanan dibangun oleh Raja-raja Wamca (Dinasty) Sanjaya pada abad ke-9.A. Letaknya berada 17 km arah timur Yogyakarta di tepi jalan raya menuju Solo. Candi Prambanan dikenal kembai saat seorang Belanda bernama C. Wisnu dan Brahma besarta 4 candi kelir dan 4 candi disudut / patok. Setelah mengalami berbagai hambatan. Candi Wisnu mulai dipugar tahun 1982 dan selesai tahun 1991.CANDI PRAMBANAN merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia. Dewa Shiwa sebagai Sang Perusak.

Posted by BuLaN at 9:15 PM 0 comments Tuesday. terletak di tengah halaman tengah yang mempunyai sisi 222 meter. 4 buah candi kelir dan 4 buah candi sedut. kendaraan Dewa Shiwa. yang menurut legenda. November 3. Candi Prambanan atau candi Shiwa ini juga sering disebut sebagai candi Loro Jonggrang berkaitan dengan legenda yang menceritakan tentang seorang dara yang jonggrang atau gadis yang jangkung. Patung angsa sebagai kendaraan Brahma dan patung garuda sebagai kendaraan Wishnu yang diperkirakan dahulu mengisi bilik-bilik candi yang terletak di hadapan candi kedua dewa itu kini telah dipugar. tetapi umumnya masyarakat menyebutnya sebagai patung Roro Jonggrang. terletak pada sebuah halaman berbentuk bujur sangkar. Candi Brahma dan candi Wishnu masing-masing memiliki satu buah bilik yang ditempati oleh patung dewa-dewa yang bersangkutan. Bilik candi induk yang menghadap ke arah utara berisi parung Durga. Halaman dalam yang dianggap masyarakat Hindu sebagai halaman paling sacral ini. dan pada mulanya berisi candi-candi perwara sebanyak 224 buah berderet-deret mengelilingi halaman dalam 3 baris. yang dikutuk oleh ksatria Bandung Bondowoso. 2009 . yang membangun kerajaannya diatas bukit di sebelah selatan kompleks candi Prambanan. Sedang pada pagar langkan candi Wishnu yang terletak di sebelah kanan (sebelah utara) candi induk. Cerita itu berlanjut pada pagar langkan candi Brahma yang terletak di sebelah kiri (sebelah selatan) candi induk. Keenam candi itu merupakan 2 kelompok yang saling berhadapan. Bagian tepi candi dibatasi dengan pagar langkan.induk ditempati Dewa Shiwa sebagai Maha Dewa sehingga dapat disimpulkan candi Prambanan merupakan candi Shiwa. Ketiga candi itu kini sudah dipugar dan hanya candi yang ditengah ( di depan candi Shiwa) yang masih berisi patung seekor lembu yang bernama Nandi. untuk melengkapi kesanggupannya menciptakan seribu buah patung dalam waktu satu malam. terpahat relief cerita Kresnadipayana yang menggambarkan kisah masa kecil Prabu Kresna sebagai penjelmaan Dewa Wishnu dalam membasmi keangkaramurkaan yang hendak melanda dunia. patung batu itu sebelumnya adalah tubuh hidup dari putri cantik itu. permaisuri Dewa Shiwa. yang sebuah berdiri di sebelah utara dan yang lain berdiri di sebelah selatan. yaitu 2 buah candi pengapit dengan ketinggian 16 meter yang saling berhadapan. dengan sisi sepanjang 110 meter. Didalam halaman masih berdiri candi-candi lain. yang dihiasi dengan relief Ramayana yang dapat dinikmati bilamana kita berperadaksina (berjalan mengelilingi candi dengan pusat cansi selalu di sebelah kanan kita) melalui lorong itu. putri Prabu Boko. Dihadapan ketiga candi dari Dewa Trimurti itu terdapat tiga buah candi yang berisi wahana (kendaraan) ketiga dewa tersebut.

5. 2. 3. perdagangan lancar dan maju.KERAJAAN MAJAPAHIT Kerajaan Majapahit Didirikan tahun 1294 oleh Raden Wijaya yang bergelar Kertarajasa Jayawardana yang merupakan keturunan Ken Arok raja Singosari.1309 Jayanegara 1309-1328 Tribhuwanatunggaldewi 1328-1350 Hayam Wuruk 1350-1389 Wikramawardana 1389-1429 Kertabhumi 1429-1478 Kerajaan Majapahit ini mencapai puncak kejayaannya di masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk (1350-1389). 6. Di bawah patih Gajah Mada Majapahit banyak menaklukkan daerah lain. Raja-Raja yang pernah memerintah Kerajaan Majapahit: 1. Kebesaran kerajaan ditunjang oleh pertanian sudah teratur. . Raden Wijaya 1273 . Dengan semangat persatuan yang dimilikinya. 4. memiliki armada angkutan laut yang kuat serta dipimpin oleh Hayam Wuruk dengan patih Gajah Mada. dan membuatkan Sumpah Palapa yang berbunyi ³Ia tidak akan makan buah palapa sebelum berhasil menyatukan seluruh wilayah Nusantara´.

terdapat bangunan mungil yang dikelilingi kuburan umum. Peninggalan kerajaan Majapahit: Bangunan: Candi Panataran. disinilah dulu Raden Wijaya bertapa sampai akhirnya mendapat wangsit mendirikan kerajaan Majapahit. Di belakang bangunan Pendopo Agung yang memampang foto para Pangdam Brawijaya. Dua pohon beringin di pintu masuk Pendopo Agung di Trowulan. Pada waktu tertentu khususnya bertepatan dengan malam jumat legi. katanya. tampak beberapa bebatuan yang dibentuk layaknya kuburan. Dua pohon beringin itu ditanam pada 22 Desemebr 1973 oleh Pangdam Widjojo Soejono dan Gubernur Moehammad Noer. Penyebab kemunduran: Majapahit kehilangan tokoh besar seperti Hayam Wuruk dan Gajah Mada meletusnya Perang Paragreg tahun 1401-1406 merupakan perang saudara memperebutkan kekuasaan daerah bawahan mulai melepaskan diri. dulunya tempat itu hanya berupa tumpukkan bebatuan. batu tersebut masih ada di dalam. Sampai sekarang. Sitosoma oleh Mpu Tantular yang memuat slogan Bhinneka Tunggal Ika. banyak orang datang untuk berdoa dan mengharapkan berkah. Sawentar. Paraton Kidung Sundayana dan Sorandaka R Wijaya Mendapat Wangsit Mendirikan Kerajaan Majapahit. Mojokerto. Sembari menghisap rokok kreteknya. ´ Tempat ini dikeramatkan karena dianggap sebagai Asnya Kerajaan Majapahit ´ katanya. Begitu memasuki bangunan Petilasan Panggung. pria yang mewarisi sebagai penjaga petilasan dari ayahnya sejak 1985 juga menceritakan. ditempat ini pula Patih Gajah Mada mengumandangkan Sumpah Palapa. agar tujuannya tercapai ´ kata Sajadu yang menyatakan pekerjaan menjaga Petilasan Panggung sudah dilakukan turuntemurun sejak leluhurnya. Bangunan bernama Petilasan Panggung itu diyakini Petilasan Raden Wijaya dan tempat Patih Gajah Mada mengumandangkan Sumpah Palapa. Menurut Sajadu ( 53 ) penjaga Petilasan Panggung. Muara Takus Kitab: Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca. yang memiliki pendopo mini sebagai latarnya. Selain itu.Mpu Prapanca dalam bukunya Negara Kertagama menceritakan tentang zaman gemilang kerajaan di masa Hayam Wuruk dan juga silsilah raja sebelumnya tahun 1364 Gajah Mada meninggal disusun oleh Hayam Wuruk di tahun 1389 dan kerajaan Majapahit mulai mengalami kemunduran. Tiga Wangi. . ´ orang berdatangan untuk berdoa. dinding di sekitar ´ kuburan ´ itu diselimuti kelambu putih transparan yang mampu menambah kesakralan tempat itu.

Tapi Sultan Demak itu tidak mau karena ayahnya dianggap masih kafir. Sehingga ketika Raden Patah dan rombongannya (termasuk para Sunan) tiba. untuk menawarkan segala pengaruh raja kafir. Selengkapnya ´ Ponco Waliko ´ itu bertuliskan ´ Kudutrisno Marang Sepadane Urip. dilakukan pemugaran pertama kali oleh Ibu Sudarijah atau yang dikenal dengan Ibu Dar Moeriar dari Surabaya. Madura dan Surabaya serta para Sunan untuk bersama-sama menyerbu Majapahit yang kafir itu. Prabu Brawijaya meloloskan diri dari istana bersama pengikut yang masih setia. Beberapa prasasti dan arca peninggalan Majapahit dikawasan puncak Gunung Semeru dan juga di Gunung Arjuna menunjukkan bahwa kawasan Gunung tersebut adalah tempat bersemayam para Dewa dan hanya keturunan Raja yang boleh menginjakkan kaki di wilayah tersebut. MASA KEJAYAAN MAJAPAHIT Kerajaan Majapahit mencapai masa keemasan ketika dipimpin oleh Hayam Wuruk dengan patihnya Gajah Mada yang terkenal dengan Sumpah Palapa. Keruntuhan Majapahit Tersebutlah kisah. terpampang gambar Gajah Mada tepat disamping pintu masuk. Baru pada tahun 1995 dilakukan pemugaran kembali oleh Pangdam Brawijaya yang saat itu dijabat oleh Utomo. Menurut para ahli di Malang ditempatkan seorang penguasa yang disebut Raja pula.Kemudian pada 1964. Bisa disimpulkan bahwa berbagai peninggalan tersebut merupakan rangkaian yang saling berhubungan walaupun terpisah oleh masa yang berbeda sepanjang 7 abad. Atas nasihat Sunan Ampel. istana itu kosong. sejak dinyatakan dibuka lagi. Majapahit menaklukkan hampir seluruh Nusantara dan melebarkan sayapnya hingga ke seluruh Asia Tenggara. Dalam Negara Kertagama dikisahkan Hayam Wuruk sebagai Raja Majapahit melakukan ziarah ke makam leluhurnya (yang berada disekitar daerah Malang). Petilasan Panggung ini sempat dinyatakan tertutup bagi umum pada tahun 1985 hingga 1995. Pada masa ini daerah Malang tidak lagi menjadi pusat kekuasaan karena diduga telah pindah ke daerah Nganjuk. Memasuki kawasan Petilasan Panggung. Prajurit Islam dikerahkan mengepung ibu kota kerajaan. Ora Pareng Ngilik Sing Dudu Semestine. Sedangkan dibagian depan pintu bergantung sebuah papan kecil dengan tulisan ´ Lima Pedoman ´ yang merupakan pedoman suri teladan bagi warga. pintu depan tidak lagi tertutup dan siangpun boleh masuk. untuk menghadap Prabu Brawijaya. Ora Pareng Sepatah Nyepatani dan Ora Pareng Eidra Hing Ubaya ´ Dikisahkan Sajadu pula. Adipati Terung meminta Sultan Bintara alias Raden Patah yang masih ³kapernah´ kakaknya. Ini menunjukkan bahwa walaupun bukan pusat pemerintahan namun Malang adalah kawasan yang disucikan karena merupakan tanah makam para leluhur yang dipuja sebagai Dewa. salah satunya di dekat makam Ken Arok. karena segan berperang dengan puteranya sendiri.Brawijaya adalah raja Majapahit. Bahkan kemudian Raden Patah lalu mengumpulkan para bupati pesisir seperti Tuban. kerajaan Hindu yang pernah jaya ditanah Jawa. diangkatlah . Baru setelah itu dibuka lagi untuk umum.

Cerita versi BABAD TANAH JAWI dan SERAT KANDA itulah yang selama ini populer dikalangan masyarakat Jawa. Bala tentara Majapahit dipimpin oleh Mahapatih Gajah Mada. tapi beliau tetap menolak. Cerita mengenai serbuan tentara Majapahit itu dapat ditemui dalam ³BABAD TANAH JAWI´. bahkan pernah juga diajarkan disebagian sekolah dasar dimasa lalu. Slamet Muljana dalam bukunya ³Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit´ secara panjang lebar membantah isi cerita itu berdasarkan bukti-bukti sejarah. cerita itu boleh dibilang menunjukkan kemenangan Islam. Tentara Demak dibawah pimpinan Raden Imam diperlengkapi dengan senjata sakti ³Keris Makripat´ pemberian Sunan Giri yang bisa mengeluarkan hama kumbang dan ³Badhong´ anugerah Sunan Cirebon yang bisa mendatangkan angin ribut. Padahal kenyataannya tidak begitu. Dikatakan Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda yang ditulis abad XVII dijaman Mataram itu tanpa konsultasi sumber sejarah yang dapat dipercaya. Karena takut kepada Syekh Lemah Abang. Karena itu tidak mengherankan jika uraiannya tentang Majapahit banyak yang cacat. Adipati Terung ditugasi mengusung paseban raja Majapahit ke Demak untuk kemudian dijadikan serambi masjid. seperti ³Negara Kertagama dan Pararaton´. sebab seakan-akan Islam berkembang di Jawa dengan kekerasan dan darah. Prof. Dr. Kebo Kenanga (Putra Bupati Pengging) membelot ikut musuh. Disebutkan. Itu terjadi tahun 1399 Saka atau 1477 Masehi. Sesudah itu baru diserahkan kepada Sultan Bintara untuk diboyong ke Demak. Sementara itu Kebo Kanigara saudaranya tetap setia kepada Sang Prabu Brawijaya. Selain fakta lain banyak menungkap bahwa masuknya Islam dan berkembang ditanah Jawa dengan jalan damai.Sunan Gresik jadi raja Majapahit selama 40 hari. Adipati Terung dan Andayaningrat (Bupati Pengging). raja Majapahit terakhir adalah Dyah Suraprahawa. adipati Bintara mengutus Lembu Peteng dan jaran panoleh ke sengguruh meminta sang Prabu masuk agama Islam. Sumber sejarah itu antara lain beberapa prasasti dan karya sejarah tentang Majapahit. Setelah dinobatkan menjadi Sultan Demak bergelar ³Panembahan Jinbun´. Adipati Bintara itu kemudian bergelar ³Senapati Jinbun Ngabdurrahman Panembahan Palembang Sayidina Panatagama´. Tapi cerita senada juga terdapat dalam ³Serat Kanda´. Cerita ini masih dibumbui lagi. Adipati Bintara bersama pengikutnya memberontak pada Prabu Brawijaya. Tentara Majapahit berhasil dipukul mundur sampai keibukota. cuma rumah adipati Terung yang selamat karena ia memeluk Islam. runtuh akibat serangan tentara keling pimpinan Girindrawardhana pada tahun 1478 . Akhirnya Sengguruh diserbu dan Prabu Brawijaya lari kepulau Bali. Secara garis besar. Karena terdesak. gurunya. Juga fakta keruntuhan Majapahit juga menunjukkan bukan disebabkan serbuan tentara Islam demak. Prabu Brawijaya mengungsi ke (Tanjung) sengguruh beserta keluarganya diiringi Patih gajah Mada. yaitu setelah Majapahit jatuh. bisa memberi kesan yang merugikan. ³Prasasti Petak´ dan ³Trailokyapuri´ menerangkan. Padahal sebenarnya sebaliknya.

Batu nisan yang berpahat kaligrafi Arab itu menurut Tjokrosujono (Mantan kepala Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala. Salah satu bukti bahwa sejak jaman Majapahit sudah ada pemukiman Muslim diibu kota. Mojokerto). Ma Huan. Sejak itu Majapahit telah berhenti sebagai ibu kota kerajaan. penulis Tionghoa Muslim. Situbondo setelah dari Sengguruh. Gresik dengan angka tahun 12 Rabi¶ul Awwal 882 H atau 8 April 1419 Masehi. sehingga tidak mungkin seperti diceritakan dalam Babad Jawa.masehi. Soalnya Gajah Mada sudah meninggal tahun 1364 Masehi atau 1286 Saka. Sejarawan Mr. jadi bukan serangan dari Demak. akibat serangan Ranawijaya dari kerajaan Keling. ketika mendatangi Majapahit tahun 1413 Masehi sudah menyebutkan masyarakat Islam yang bermukim di Majapahit berasal dari Gujarat dan Malaka. dalam bukunya ³Ying Yai Sheng Lan´ menyebutkan. Kecamatan Trowulan. Saat itu Tuban. melainkan ke Panarukan. Makam-makam Islam disitus Troloyo Desa Sentonorejo itu beragam angka tahunnya. . tetapi itu bukan pelarian raja terakhir Majapahit seperti disebutkan Babad itu. Mojokerto. Yamin dalam bukunya ³Gajah Mada´ juga menyebutkan bahwa runtuhnya Brawijaya V raja Majapahit terakhir. Moh. Gresik. Raden Patah mengumpulkan para bupati itu untuk menggempur Majapahit. sesuai Pararaton. Penuturan buku ³Dari Panggung Sejarah´ terjemahan IP Simanjuntak yang bersumber dari tulisan H. mulai dari tahun 1369 (abad XIV Masehi) hingga tahun 1611 (abad XVII Masehi). Slamet Muljana. Demak yang memang memusuhi Portugis hingga menggempurnya ke Malaka tidak rela Kediri menjalin hubungan dengan bangsa penjajah itu. bukan lari kepulau Bali seperti disebutkan dalam uraian Serat Kanda. Penggubah Babad Tanah Jawi tampaknya mencampur adukkan antara pembentukan kerajaan Demak pada tahun 1478 dengan runtuhnya Kediri oleh serbuan Demak dijaman pemerintahan Sultan Trenggano 1527. Penyerbuan Sultan Trenggano ini dilakukan karena Kediri mengadakan hubungan dengan Portugis di Malaka seperti yang dilaporkan Tome Pires. JATIM. Malang. nisan itu asli bukan buatan baru. demikian Dr. Uraian tentang keterlibatan Mahapatih Gajah Mada memimpin pasukan Majapahit ketika diserang Demak 1478 itu sudah bertentangan dengan sejarah. berarti pada jaman pemerintahan Wikramawardhana (1389-1429) yaitu Raja Majapahit IV setelah Hayam Wuruk. Dengan demikian tak mungkin Majapahit runtuh karena serbuan Demak. Sumber sejarah Portugis tulisan Tome Pires juga menyebutkan bahwa Kerajaan Demak sudah berdiri dijaman pemerintahan Girindrawardhana di Keling. Bisa saja sebagian lari ke Bali sehingga sampai sekarang penduduk Bali berkebudayaaan Hindu. adalah situs Kuna Makam Troloyo. tahun 1400 Masehi saudagar Islam dari Gujarat dan Parsi sudah bermukim di pantai utara Jawa. Van Den Berg ternyata juga runtuhnya Majapahit bukan akibat serangan Demak atau tentara Islam. Surabaya dan Madura serta beberapa kota lain dipesisir utara Jawa berada dalam wilayah kerajaan Kediri. Disebutkannya. Setelah Kediri jatuh (Bukan Majapahit !) diserang Demak. Lebih jelasnya lagi raden Patah bukanlah putra Raja Majapahit terakhir seperti disebutkan dalam Buku Babad dan Serat Kanda itu. Salah satunya adalah Maulana Malik Ibrahim yang dimakamkan di Pasarean Gapura Wetan Kab.J.

ia melarang umat Islam menyembelih sapi untuk dimakan. Dusun Unggah-unggahan jarak 300 meter dari makam Putri Cempa bangsawan Islam itu. L. kerajaan ini senantiasa diliputi fenomena pemberontakan. Sejak didirikan Raden Wijaya yang bergelar Kertanegara Dharmawangsa. Pondok pesantren dan candi yang berdekatan letaknya ini dilestarikan dalam sebuah maket kecil dari kayu tua yang kini tersimpan di Museum Kambang Putih. saat itu sudah berdiri pondok pesantren asuhan Sunan Bonang. Jawa Tengah. Staf Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala di Trowulan mengatakan. Di Kudus. ketika Sunan Kudus Ja¶far Sodiq menyebarkan ajaran Islam disana. Tampak jelas disini agama Islam masuk kebumi Majapahit penuh kedamaian dan toleransi. Dikompleks Sunan Bonang di Tuban. ketika kerajaan Majapahit berdiri sebagai bagian dari perjalanan bangsa Indonesia. bahasa Aceh) adalah istri Prabu Brawijaya yang beragama Islam. Padahal. Dua nisan yang ditemukan dikompleks kekunaan ini berangka tahun 1370 Saka (1448 Masehi) dan 1313 Saka (1391 Masehi). Justru beberapa situs kesejarahan lain membuktikan Islam sangat toleran terhadap agama lain (termasuk Hindu) saat Islam sudah berkembang pesat ditanah Jawa. orang-orang Islam sudah bermukim secara damai disekitar ibu kota. nisan-nisan itu membuktikan ketika kerajaan Majapahit masih berdiri. Isinya pun bukan bersifat data kelahiran dan kematian tokoh yang dimakamkan.C. Dari fakta dan situs sejarah itu. Putri Cempa (Jeumpa.J. kalimah Thayibah dan petikan ayat-ayat AlQuran dengan bentuk huruf sedikit kaku. P. Tampaknya pembuatnya seorang mualaf dalam Islam. sang Prabu sebenarnya sudah memeluk agama Islam. Tuban. . tampak bukti otentik tentang betapa tidak benarnya bahwa Islam dikembangkan dengan peperangan. melainkan lebih banyak bersifat dakwah antara lain kutipan Surat Ar-Rahman ayat 26-27.Nisan-nisan makam petilasan di Troloyo ini penuh tulisan Arab hingga mirip prasati. Veth adalah sarjana Belanda yang pertama kali meneliti dan menulis makam Troloyo dalam buku JAVA II tahun 1873. Soeyono Wisnoewhardono. Dalam legenda rakyat disebutkan dengan memperistri Putri Cempa itu. Bahkan menara Masjid Kudus dibangun dengan gaya arsitektur candi Hindu. Sunan Kudus menambatkan sapi dihalaman masjid yang tempatnya masih dilestarikan sampai sekarang. Walau daging sapi halal menurut Islam tetapi dilarang menyembelihnya untuk menghormati kepercayaan umat Hindu yang memuliakan sapi. berdiri tegak Candi Siwa Budha dengan angka tahun 1400 Saka (1478 masehi) yang kini letaknya berada dibelakang kantor Pemda tuban. Ketika wafat ia dimakamkan secara Islam dimakam panjang (Kubur Dawa). Menurut Babad Tanah jawi. Damais peneliti dari Prancis yang mengikutinya menyebutkan angka tahun pada nisan mulai abad XIV hingga XVI. Satu situs kepurbakalaan lagi dikecamatan trowulan yakni diDesa dan kecamatan Trowulan adalah Makam Putri Cempa. Untuk menunjukkan rasa toleransinya kepada umat Hindu. Jawa Timur misalnya. Lafalnya diambil dari bacaan Doa.

Keberhasilan Gajah Mada memadamkan pemberontakan Sadeng membawanya meraih karier diangkat sebagai mahapatih kerajaan. sang raja melarikan diri dibawah lindungan penjaga-penjaga istana yang disebut Bhayangkari sebanyak 15 orang dibawah pimpinan Gajah Mada. yakni masa pemerintahan Kalagemet/Jayanegara (1309-1328).Pewaris tahta Raden Wijaya. oleh patihnya sendiri yaitu Nambi. Lalu yang ketiga dalam tahun 1316. Kediri. sehingga pemberontakan dapat ditumpas. tahun 1331 muncul pemberontakan di Sadeng dan Keta (daerah Besuki). yang dalam sebuah prasasti dianggap sebagai titisan Wisnu dengan Lencana negara Minadwaya (dua ekor ikan) dalam memerintah banyak menghadapi pemberontakan-pemberontakan terhadap Majapahit dari mereka yang masih setia kepada Kertarajasa. tapi gagal. Berhenti pemberontakan Kuti. Pemberontakan selanjutnya oleh Kuti di tahun 1319. Gajah Mada dengan Bhayangkarinya menggempur Kuti. Pemberontakan Ronggolawe sampai serangan kerajaan Dhaha. dan akhirnya Jayanegara dapat melanjutkan pemerintahannya. Pemberontakan kedua di tahun 1311 oleh Sora. anak Wiraraja. daerah bawahan mulai melepaskan diri dan berkembangnya Islam di daerah pesisir Kerajaan Majapahit yang pernah mengalami masa keemasan dan kejayaan harus runtuh terpecah-pecah setelah kehilangan tokoh besar seperti Hayam Wuruk dan Gajah Mada. yaitu oleh Rangga Lawe yang berkedudukan di Tuban. Bahkan salah satu penyebab kemunduran dan hancurnya kerajaan Majapahit adalah ketika meletusnya Perang Paragreg tahun 1401-1406 merupakan perang saudara memperebutkan kekuasaan. Ia pun sekeluarga ditumpas. dari daerah Lumajang dan benteng di Pajarakan. akibat tidak puas karena bukan dia yang menjadi patih Majapahit tetapi Nambi. seorang rakryan di Majapahit. Maka patih Majapahit Pu Naga digantikan patih Daha yaitu Gajah Mada. dimana Ibukota Majapahit sempat diduduki. Namun pada masa pemerintahan Hayam Wuruk pada tahun 1350-1389. Pemberontakan pertama sebetulnya sudah dimulai sejak Kertarajasa masih hidup. Namun dengan bantuan pasukan-pasukan Majapahit yang masih setia. . Tetapi usahanya (1309) dapat digagalkan. berkali-kali sang patih Gajah Mada ±yang juga panglima ahli perang di masa itu± harus menguras energi untuk memadamkan pemberontakan di beberapa daerah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->