MODULATOR OPTIK

Di susun oleh :

Nama NPM

: Firman Taufiq H : 140310080019

Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjajaran 2010

1

DAFTAR ISI

COVER……………………………………………………………………… DAFTAR ISI...................................................................................................
I.

1 2 3 3 3

PENDAHULUAN.................................................................................. 1.1 Latar Belakang................................................................................. 1.2 Tujuan..............................................................................................

II.

PEMBAHASAN.................................................................................... 2.1 Optik Nonlinier................................................................................. 2.2 Material Optik Nonlinier.................................................................. 2.3 Efek Elektro Optik............................................................................ 2.4 Modulasi........................................................................................... 2.5 Modulasi Optik................................................................................. 2.6 Modulator Optik...............................................................................

4 4 9 10 11 13 16

III.

PENUTUP..............................................................................................

28

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………

29

2

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan YME dan sebagai wakil Tuhan di bumi yang menerima amanat-Nya untuk mengelola kekayaan alam. Sebagai hamba Tuhan yang mempunyai kewajiban untuk beribadah dan menyembah Tuhan Sang Pencipta dengan tulus. Selain itu, dalam kehidupan sehari- hari manusia tidak dapat lepas dari alat- alat teknologi yang pada setiap waktu teknologi- teknologi tersebut terus bekembang. Serta umat manusia dituntut untuk mengembangkan dan mengikuti perkembangan teknologi tersebut. Dewasa ini teknologi-teknologi yang ada telah banyak yang menggunakan optik. Sehingga alat-alat tersebut dapat lebih efisien dan lebih canggih.

1.2 Tujuan Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dan informasi bagi yang membacanya dan diharapkan dapat bermanfaat bagi kita semua Serta untuk memenuhi nilai mata kuliah optik.

3

mengirim dan memproses informasi. yaitu: second harmonic generation(SHG). high density data storage. dan optical limiter function. optical logic. menyiapkan. optical switching. proses sinyal optik dan image analisis sedang dikembangkan dengan menggunakan proses optik nonlinier sebagai konversi frekuensi. Teknologi ini dinamakan teknologi fotonik sebagai pengganti teknologi elektronik untuk memperoleh. penyimpan memori optik. Untuk beberapa aplikasi optik nonlinier. Sedangkan untuk third harmonic generation(THG). menyimpan. image analisis.BAB II PEMBAHASAN 2. Sifat optic nonlinier suatu bahan akan nampak jika intensitas cahaya yang melalui bahan cukup tinggi. elektro-optik spatial light modulation dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Sifat nonlinieritas bahan tersebut diungkapkan dengan suseptibilitas non linier (X( n )) dengan n = 2 dan 3 masing-masing untuk suseptibilitas nonlinier orde kedua dan ketiga berturut-turut[3]. sangat berguna bagi optical informasi 4 . Konsep komputer optik. modulasi cahaya. Sifat optik nonlinier suatu bahan diungkapkan melalui hubungan antara polarisasi listrik terinduksi dalam bahan dengan medan listrik cahaya yang melalui bahan tersebut.1 Optik Nonlinier Optik Nonlinier adalah ilmu pengetahuan modern terbaru yang berhubungan dengan fenomena fisika yang terjadi akibat medan yang ditimbulkan oleh laser. all-optical switching.

maka polarisasi yang terjadi pada material : P=χ (1) Eω cos ω t + ¼ χ (2) Eω 2 [cos 2ω t + 1] (1) Terlihat bahwa sebagai efek dari suseptibilitas order-2. 5 . bila material tersebut disinari dengan cahaya dengan medan listrik E = Eω cos ω t. Ini yang disebut second harmonic generatin (SHG). Secara garis besar device optik non linier dapat dilihat dalam tabel di bawah.1 Beberapa Aplikasi Optik Nonlinier • Nonlinier order-2 Material yang hanya memiliki sifat optik nonlinier order-2. 2.prosessing dan aplikasi dalam telekomunikasi di masa depan. Bagian yang berosilasi dengan frekuensi 2 akan menginduksikan cahaya berfrekuensi sama.2. polarisasi mengandung bagian dc dan bagian berosilasi dengan frekuensi 2  di samping bagian yang berfrekuensi  . Keuntungan terbesar dalam menggunakan all-optical proses adalah penguatan kecepatan yang mencapai subpicosecond.

Jika material dikenai sekaligus oleh medan listrik dc dan berosilasi dengan : E = Edc + Eω cos ω t (2) Maka suseptibilitas order-2 memberikan sumbangan terhadap suseptibilitas linier yakni : χ (1) +χ (2) Edc (3) sehingga indek biasnya bergantung pada medan Edc .ω s) t (4) maka yang selanjutnya menginduksikan medan listrik di dalam material : EI ∝ χ (2) Ep Es cos ω I I t (5) s Dimana ω =ω p -ω 6 . Hal ini yang disebut dengan efek elektrooptik atau Pockel yang memberi peluang terhadap proses modulasi cahaya. menyinari material. kedua medan itu akan menimbulkan polarisasi yang berkaitan dengan order-2 yakni : ½χ (2) Ep Es cos (ω p . Prinsip modulasi dilukiskan dalam gambar 2 di bawah ini : Selanjutnya andaikan dua berkas cahaya masing-masing Es cos ω st dan Ep cos ω pt dengan ω p >ω s . Secara serentak.

dan itu memberi sumbangan terhadap suseptibilitas linier : χ (1) + 1/8 χ (3) Eω 2 (8) Jika no adalah indeks bias sebelumnya. Suku pertama bersifat linier. Hal ini dapat diperlihatkan dalam gambar 3 • Nonlinier order-3 Material yang memiliki suseptibilitas order-3 bila disinari cahaya dengan medan Eω cos ω t. maka dalam keadaan dilalui cahaya berintensitas I (∝ Eω 2) indeks itu bergeser menjadi : 7 . Polarisasi ini selanjutnya menginduksikan medan : Eo ∝ χ (2) Ip Es cos ω st (6) Jadi.Sehingga mengakibatkan medan ini bersama medan Ep cos ω polarisasi ∝ χ (2) p t akan menginduksikan Ip Es cos ω st dengan Ip adalah intensitas cahaya Ep. Peristiwa ini disebut third harmonic generatin(THG). cahaya Es cos ω st akan dilewatkan melalui material dengan suatu faktor penguatan yang bergantung pada suseptibilitas order-2 material dan intensitas Ip dari medan Ep cos ω pt. maka polarisasi sehubungan dengan suseptibilitas order-3 adalah : 1/6 χ (3) Eω 3 [3/4 cos ω t + ¼ cos 3ω t] (7) Maka suku kedua dari polarisasi itu akan menginduksikan medan berfrekuensi 3 kali.

efek ini merupakan dasar bagi optical shutter atau switching dan directional coupler. Indeks bias yang bergantung intensitas cahaya tersebut merupakan dasar bagi rekayasa devais untuk switching. Selanjutnya dengan menggunakn gabungan medan dc Edc dan medan Eω cos ω t. Seperti diperlihatkan dalam gambar 5 dibawah ini : 8 .n = no + n2I (9) dengan n2 merupakan parameter yang bergantung pada χ (3) dari material. Peristiwa ini dikenal sebagai efek elektrooptik kuadratik atau efek Kerr. Sedangkan gambar 4b. suseptibilitas linier berubah menjadi : χ (1) +½χ (3) Eω 2 (11) sehingga indeks bias bergantung pada Edc2. Disamping sebagai modulator. Dalam gambar di bawah ini diperlihatkan skema devaisnya. memperlihatkan hubungan antara intensitas transmisi dan intensitas masukan. polarisasi yang berkaitan dengan nonlinier order-3 mengandung ½χ (3) Eω Edc2 cos ω t (10) Dengan demikian.

2. Mudah difabrikasi. 3. Hal lain yang lebih sulit diatasi adalah bahwa kristal-kristal itu dalam optical switching masih terlalu lambat. Meskipun teknologi penumbuhan kristal untuk material-material ini berkembang jauh dan optik nonlinieritasnya cukup untuk kebanyakan aplikasi fotonik.2. 5. Suseptibilitas off-resonance sama atau lebih besar dari pada kristal organik. namun material-material ini mempunyai kelakuan yang tak menguntungkan. Mudah diintegrasikan di dalam devais. Keterbatasan-keterbatasan ini memaksa orang untuk mencari material baru yang tepat dalam aplikasinya. Waktu respon sangat cepat.2 Material Optik Nonlinier Material-material optik nonlinier yang dipakai saat ini dalam fabrikasi devaisdevais fotonik pasif dan aktif adalah kristal-kristal anorganik yang bersifat feroelektrik misalnya kristal Kalium Dideterium Pospat(KDP) untuk pengganda frekuensi laser. Material-material organik merupakan kandidat bagi optik nonlinier karena beberapa alasan : 1. 4. misalnya harus dalam bentuk kristal tunggal. Ambang kerusakannya terhadap laser cukup tinggi 6. kristal Lithium Niobat(LiNbO3) untuk modulator elektrooptik dan kristal Barium Titanat(BaTiO3) untuk aplikasi konjugasi fasa. 9 . Harganya relatif lebih murah.

Efek elektro-chromatik: pembentukan band serapan pada beberapa panjang gelombang. Beberapa aspek yang menjadi obyek riset dalam optik nonlinier antara lain adalah : 1. yang menimbulkan perubahan warna. Quantum-confined efek Stark: perubahan dalam penyerapan di beberapa sumur kuantum semikonduktor .3 Efek Elektro Optik Efek elektro-optik adalah perubahan dalam sifat optik bahan sebagai tanggapan medan listrik yang bervariasi lambat dibandingkan dengan frekuensi cahaya.Namun demikian. Perubahan Penyerapan 1. Pemahaman tentang proses optik nonlinier. Istilah ini mencakup sejumlah fenomena yang berbeda. Perubahan Indeks Bias 10 . 2. Rekayasa dan sintesis material untuk memperoleh sifat-sifat termal dan mekanik serta stabilitas terhadap cahaya yang baik. 3. yang dapat dibagi lagi menjadi A. hingga saat ini masih harus dilakukan riset untuk pengembangannya. 2. 2. Electroabsorption: perubahan umum penyerapan konstanta. 4. Kaitan antara proses optik nonlinier dan struktur material. Keldysh Franz-efek: perubahan dalam penyerapan ditampilkan di beberapa semikonduktor massal. B. 3.

Menggunakan definisi kurang ketat efek elektro-optik memungkinkan juga medan listrik osilasi pada frekuensi optik. sehingga dapat ditransmisikan ke tujuan. 2. suatu informasi (biasanya berfrekeunsi rendah) bisa dimasukkan ke dalam suatu gelombang pembawa.1. karena memerlukan kurangnya simetri inversi. Semua bahan menampilkan efek Kerr. Dikombinasikan dengan photoeffect dan fotokonduktivitas. efek elektro-optik menimbulkan efek photorefractive. orang juga bisa termasuk penyerapan nonlinier (penyerapan tergantung pada intensitas cahaya) untuk kategori a) dan efek Kerr optik (indeks bias tergantung pada cahaya intensitas) untuk kategori b). Pockels efek (atau efek elektro-optik linear): perubahan indeks bias berbanding lurus dengan medan listrik. Hanya padatan kristal tertentu menunjukkan efek Pockels. karena hubungan Kramer-Kronig. fase dan frekuensi. tetapi umumnya jauh lebih lemah daripada efek Pockels. Efek Kerr (atau efek elektro-optik kuadrat. Dengan proses modulasi. Terdapat tiga parameter kunci pada suatu gelombang sinusiuodal yaitu : amplitudo. biasanya berupa gelombang sinus berfrekuensi tinggi. Ketiga parameter tersebut 11 .4 Modulasi Modulasi adalah proses perubahan (varying) suatu gelombang periodik sehingga menjadikan suatu sinyal mampu membawa suatu informasi atau suatu proses penumpangan sinyal-sinyal informasi ke dalam sinyal pembawa (carrier). 3. dengan besaran bervariasi. 2. QEO efek): perubahan indeks bias sebanding dengan kuadrat dari medan listrik. Perubahan dalam penyerapan dapat memiliki efek yang kuat pada indeks bias untuk panjang gelombang dekat tepi penyerapan. Elektro-gyration: perubahan aktivitas optik.

or SSB-AM).4. Informasi yang dikirim bisa berupa data analog maupun digital sehingga terdapat dua jenis modulasi yaitu • • modulasi analaog modulasi digital 2. very similar to singleVestigial-sideband modulation (VSB. or VSB-AM) Quadrature amplitude modulation (QAM) • Modulasi Amplitudo (Amplitudo Modulation .PM) Modulasi Frekuensi (Frequency Modulatio . proses modulasi merupakan respon atas informasi sinyal analog. sedangkan peralatan untuk memperoleh informasi informasi awal (kebalikan dari dari proses modulasi) disebut demodulator dan peralatan yang melaksanakan kedua proses tersebut disebut modem. Teknik umum yang dipakai dalam modulasi analog : • Modulasi berdasarkan sudut : o o Modulasi Fase (Phase Modulation . Peralatan untuk melaksanakan proses modulasi disebut modulator.AM) : o radio AM band) o o o sideband suppressed carrier modulation (SSB-SC) o o 2.1 Modulasi Analog Dalam modulasi analog.4.dapat dimodifikasi sesuai dengan sinyal informasi (berfrekuensi rendah) untuk membentuk sinyal yang termodulasi.2 Modulasi Digital 12 .FM) Double-sideband modulation with unsuppressed carrier (used on the Double-sideband suppressed-carrier transmission (DSB-SC) Double-sideband reduced carrier transmission (DSB-RC) Single-sideband modulation (SSB.

10-34 Joule-s) f adalah frekuensi (Hertz) 13 . panjang gelombang.5 Modulasi Optik Pada teori modern. digunakan suatu jumlah terbatas berdasarkan fase. digunakan suatu jumlah terbatas berdasarkan Amplitudo Shift Keying (ASK). Energi yang dikandung dalam tiap foton dihubungkan dengan frekuensi dari cahaya adalah: Ep=h. Teori ini memandang cahaya sebagai perambatan paket energi yang disebut foton. dan fasa. Teori lain yang berkembang berhubungan dengan cahaya adalah teori kuantum cahaya atau disebut juga teori Foton. suatu sinyal analog di-modulasi berdasarkan aliran data digital. diketahui bahwa cahaya merupakan gelombang yang dapat memiliki sifat-sifat seperti pembiasan. Perubahan sinyal pembawa dipilih dari jumlah terbatas simbol alternatif. Teori ini untuk menjelaskan cahaya dalam frekuensi. difraksi. Perambatan cahaya dapat dianalisis secara mendetail menggunakan teori gelombang elektromagnetik. • 2. Teknik yang umum dipakai adalah : • • Phase Shift Keying (PSK). digunakan suatu jumlah terbatas amplitudo. interferensi. frekuensi.626. Frekeunsi Shift Keying (FSK).Dalam modulasi digital. pemantulan.f dimana : Ep adalah energi foton (Joule) h adalah konstanta Planck (6. dan polarisasi.

2.5. Dibandingkan dengan modulasi konvensional. Selain itu. Berkas cahaya yang digunakan disini adalah berkas cahaya yang dihasilkan oleh suatu sumber cahaya (laser atau LED). Adapun rumus dasar besaran tersebut dapat didefinisikan : dimana : Keterangan 14 . karena sinyal tidak dipengaruhi medan elektromagnet. sinyal cahaya yang dimodulasikan dapat direpresentasikan dalam bentuk rumus besaran elektrik.Teori foton ini digunakan dalam analisis dan menjelaskan tentang pembangkitan dan deteksi cahaya. Di samping itu.1 Teknik Modulasi Optik Dalam modulasi optik koheren. sistem ini memungkinkan adanya bitrate hingga mencapai ratusan gigabit per detik. Dan yang ketiga adalah dimodulasi fasanya (Phasa Modulation). berkas cahaya dapat juga dimodulasi frekuensinya atau lebih tepat modulasi panjang gelombang (Wavelength Modulation). Hal ini sangat membantu dalam menggambarkan transformasi cahaya ke dalam arus elektron (elektrik) dan sebaliknya. Modulasi optik atau modulasi cahaya adalah teknik modulasi yang menggunakan berkas cahaya berupa pulsa pulsa cahaya sebagai sinyal pembawa informasi. modulasi cahaya memiliki keunggulan dalam hal ketahanan terhadap derau yang sangat tinggi. Dalam modulasi optik. sinyal dapat dimodulasi amplitudonya yang dikenal dengan modulasi intensitas (Intensity Modulation) berupa Amplitudo Shift Keying (ASK) / On-Off Keying (OOK).

15 . Pada beberapa tahun terakhir. 3.2 Format Awal Modulasi Sistem Optik Untuk waktu yang lama. Alasan–alasan yang mungkin mendasari penggunaan OOK pada awal aplikasi serat optik sebagai sistem komunikasi: pertama.5. Amplitude Shift Keying (ASK) atau disebut juga On-Off Keying (OOK) yang memodulasi sinyal optik dengan perubahan amplitudo antara “0” dan “1” sementara frekuensi konstan dan tak ada lompatan fasa.OOK). dapat diturunkan tiga macam teknik modulasi optik : 1. 2. OOK tidak sensitif terhadap noise fasa laser (dibandingkan Phase Shif Keying). yang kedua. non-return-to-zero on-off-keying (NRZ-OOK) mendominasi format modulasi yang digunakan dalam sistem komunikasi serat optik. OOK ini hanya membutuhkan bandwidth elektrik yang relatif kecil untuk transmitter dan receiver (dibandingkan dengan RZ. sebagaimana komunikasi serat optik yang mengalami kemajuan dalam hal datarates yang semakin tinggi.Dari persamaan dasar diatas. Format modulasi NRZ-OOK ini hanya akan disebut OOK. dan yang terakhir OOK memiliki konfigurasi yang sederhana pada transmitter maupun receiver. Phase Shift Keying (PSK) yang memodulasi sinyal optik berdasarkan perubahan fasa menurut gelombang sinus: dimana beta adalah indeks modulasi dan adalah frekuensi modulasi omega M 2. Frequency Shift Keying (FSK) yan memodulasi sinyal optik dengan perubahan Frekuensi w1 ( omega 1) dan w2 ( omega 2) dan mewakili sinyal biner. modulasi OOK akan menjadi referensi yang baik sebagai pembanding. sementara amplitudo konstan dan tak terjadi lompatan fasa. DWDM dan komunikasi jarak jauh dengan amplifier optik.

Modulator intensitas ini bisa berupa jenis Mach-Zehnder atau jenis electro-absorbtion. yang akan mengubah daya optik sinyal menjadi arus listrik.6 Modulator Optik Modulator optik berfungsi memodulasi cahaya dengan cara mengubah-ubah amplitude. dimana sinyal elektrik dimodulasi dengan sebuah modulator intensitas eksternal. sehingga dengan sendirinya ada 2 macam modulator. yang mengubah sinyal elektrik OOK dengan data rate Rb menjadi suatu sinyal optik OOK pada data rate yang sama. fasa. Disebut juga direct detection (DD). 2. Lebar pulsa optik pada sebuah pulsa ”1” yang terisolasi (antara bit-bit ”0”) sama dengan kebalikan dari data rate (1/ Rb). ada 2 macam modulasi optik. Berdasarkan 16 . Modulator internal memodulasi cahaya di dalam perangkat sumber cahayanya.Blok diagram transmitter NRZ diperlihatkan dalam gambar dibawah ini . yaitu modulator internal (internal modulator) dan modulator eksternal (external modulator). sedangkan modulator eksternal memodulasi cahaya di luar perangkat sumber cahayanya. atau intensitas cahaya sehingga mampu membawa sinyal info. Untuk mendeteksi suatu sinyal optik NRZ. frikuensi. digunakan sebuah fotodiode yang sederhana pada receiver. Berdasarkan tempat terjadinya modulasi.

excitonic penyerapan. 2. Daya optik keluaran rendah. 17 . Stabil terhadap suhu. Modulator bias paling sering menggunakan efek elektro-optik. dan acousto-optic. Penguatan cahaya tidak ada. 5. modulator acousto-optik. modulator lain dibuat dengan efek acousto-optik atau efek magneto-optik atau mengambil keuntungan dari perubahan polarisasi dalam kristal cair. modulator disebut modulator elektro-absorptive. Perbandingan karakteristik LED dan LASER: A. Arus pacu kecil. contohnya : modulator electr-optic. Modulator bias diberi nama berdasarkan efek yang terjadi pada modulator. jika beberapa efek tersebut muncul bersama-sama. Biasanya. Koefisien penyerapan bahan modulator dapat dimanipulasi oleh efek Franz-Keldysh. 2. modulator dibagi menjadi dua kelompok: modulator serap dan modulator bias.6. Pengaruh operasi modulator bias adalah perubahan fase dari sinar.1 Modulator Internal (Sumber Cahaya) Ada dua sumber cahaya yang dikenal dalam komunikasi optik: Light Emitting Diode (LED) dan Illuminating Laser Diode (ILD) yang lebih sering disebut laser. atau perubahan konsentrasi carrier bebas. Light Emitting Diode (LED): 1. • Klasifikasi Modulator Optik Menurut sifat bahan yang digunakan untuk memodulasi sinar. dll. magneto-optik. Ini dapat dikonversi menjadi modulasi amplitudo oleh interferometer atau couplers terarah. 4. maka terdapat tiga jenis modulator ekstern yaitu elektro-optik.interaksi antara sinyal masukan dengan media interaksi optik. Quantum-confined Stark. Disipasi panas kecil. 3.

Dengan berubahnya karakteristik tersebut maka mode 18 . Dari perbandingan karakteristik di atas. Kurang stabil terhadap suhu. 5. Modulator Elektro-Optik Modulator eksternal elektro-optik adalah modulator yang memanfaatkan interaksi sinyal elektrik dengan media interaksi. Daya optik keluaran besar. Kompatible dengan fiber optik jenis single mode sehingga sangat cocok digunakan untuk komunikasi jarak jauh. 2. Jika medan elektrik diberikan kepada media interaksi optik maka distribusi elektron pada media interaksi akan terdistorsi dan terpolarisasi sehingga menyebabkan indeks bias media interaksi berubah secara isotropik sehingga akan mengubah karakteristik pandu gelombang optik atau karakteristik media interaksi. 2. Arus pacu besar. 4. Terdapat penguatan cahaya. Tidak compatible dengan fiber optik single mode sehingga tidak cocok untuk komunikasi jarak jauh (long haul). Lifetime lebih sedikit.6. Interaksi yang terjadi pada elektrooptik ini adalah terjadinya perubahan indek bias media interaksi akibat pengaruh medan elektrik yang diberikan kepada media interaksi tersebut. maka diperoleh bahwa LASER mempunyai kriteria yang lebih baik dan lebih cocok untuk sistem yang digunakan daripada LED sebagai sumber cahaya. Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation (LASER): 1. B. 6. 7.2 Modulator Eksternal A. 3. 7. Lifetime lebih lama.6. Disipasi panas besar.

a. Pengaruh medan elektrik pada perubahan indeks bias media interaksi menghasilkan dua macam interaksi elektro-optik yaitu : Efek Pockels yang merupakan efek linier elektro-optik pada media interaksi zat padat. Modulator Mach Zehnder Mach Zehnder merupakan jenis modulator eksternal elektro-optik. modulator ini bekerja mempengaruhi berkas cahaya yang melintas dengan menggunakan medan elektromagnetik tertentu yang dihasilkan oleh pulsa-pulsa listrik. Pada gambar tersebut nampak jelas cara kerja alat jika dilihat dari arah rambatan cahayanya Keterangan : S sumber berkas 19 . Gambar dibawah adalah skema dasar Interferometer Mach Zehnder. Efek Kerr yang merupakan efek kuadrat elektro-optik pada media interaksi yang umumnya berupa zat cair. Atau dengan kata lain modulator ini bekerja berdasarkan prinsip perpaduan (interfering) dua berkas cahaya koheren yang menghasilkan pola garis-garis cahaya (fringe) sesuai dengan besarnya beda fasa antara dua berkas cahaya tadi.perambatan berkas akan berubah baik berupa perubahan fasa ataupun panjang gelombang.

W2. Beda fasa antara dua berkas cahaya pada titik P dapat dinyatakan dalam persamaan dimana : h adalah selisih jarak antara dua berkas cahaya dalam interferometer. karena terjadinya pantulan pada masing-masing berkas sinar sama. Pada kasus ini perbedaan fasa yang ditimbulkan disebabkan karena perbedaan lintasan yang ditempuh kedua berkas sinar. yaitu perbedaan fasa karena pemantulan atau perbedaan karena lintasan. n adalah indeks bias medium perambatan optik. Perbedaan fasa akibat pantulan tidak terjadi di sini.P titik fokus lensa L2 W1.W3 muka gelombang optik L1 dan L2 lensa kolimator D1 dan D2 media semi pantul M1 dan M2 cermin pemantul Perbedaan fasa yang terjadi bisa disebabkan dua hal. Pada titik P. tempat bertemunya dua berkas cahaya tadi. yaitu tiap berkas sama-sama mengalami dua kali pemantulan. akan terjadi pola dengan titik pusat (fringe) terang jika : dan fringe gelap jika : 20 .

pola interferensi muncul akibat perbedaan lintasan antara dua berkas cahaya yang masuk dalam interferometer sehingga menimbulkan perbedaan fasa antara kedua berkas tersebut. maka persamaan di atas dapat diturunkan berdasarkan kedua parameter tersebut. Perbedaan lintasan ini muncul karena kedua berkas tiba pada titik yang berbeda pada L2 sehingga keduanya mencapai titik fokus lensa L2 yaitu P dengan menempuh jarak lintasan yang berbeda pula.Dari persamaan diatas . Selain itu. maka akan diperoleh : Rumus Beda Fasa 2 Dari penurunan persamaan di atas. Sedangkan pada persamaan beda fasa b menunjukkan pengaruh jarak dalam perubahan fasa dan persamaan beda fasa c menunjukkan hal serupa untuk indeks bias medium perambatan. Jika tidak ada perbedaan lintasan antara kedua berkas. seperti yang ditunjukkan oleh persamaan beda fasa (a)terlihat bahwa perubahan fasa tergantung pada perubahan indeks bias n dan perubahan jarak h akibat pergeseran posisi keempat komponen optik yaitu L1. M2. maka tidak akan timbul interferensi karena tidak ada beda fasa antara kedua berkas sehingga keduanya akan menyatu kembali dengan sempurna.Karena pola interferensi yang muncul tergantung pada parameter n dan parameter h. Perubahan fasa tersebut berbanding lurus dengan perubahan kedua parameter tadi. Bila diturunkan rumus beda fasa di atas. L2. M1. Berdasarkan gambar 21 . muncul konstanta yang membuat beda fasa tidak menjadi nol bila tidak ada perubahan indeks bias atau perubahan jarak lintasan.

juga disebut sel Bragg. Defleksi Sebuah berkas difraksi yang muncul pada sudut θ yang tergantung pada panjang gelombang cahaya λ relatif terhadap panjang gelombang dari suara Λ. interaksi ini dapat dianggap sebagai empat gelombang pencampuran antara fonon dan foton. dalam telekomunikasi untuk modulasi sinyal. Timbulnya redaman tersebut tak dapat diperkirakan besarnya tergantung karakteristik lensa-lensa dan juga medium udara di sekitar interferometer. dalam rezim Bragg dan 22 . Sifatsifat cahaya keluar AOM dapat dikontrol dalam lima cara: 1. B. redaman yang dialami berkas cahaya pada interferometer Mach Zehnder terjadi saat melewati medium udara. Sebuah transduser piezoelektrik terpasang pada material seperti kaca. Modulator ini digunakan dalam laser untuk Q-switching. media semi pantul (D1 dan D2).model prisma di atas. Modulator Akusto-Optik Suatu modulator eksernal acousto-optik (AOM). dan dalam spektroskopi untuk kontrol frekuensi. lensa kolimator (L1 dan L2). yang menciptakan gelombang suara di kaca. Berkas diserap udara dan lensa-lensa tersebut kemudian berubah menjadi bentuk lain baik berupa panas maupun hamburan berkas. modulator ini menggunakan efek acousto-optik untuk pelenturkan dan pergeseran frekuensi cahaya menggunakan gelombang suara (biasanya di radio-frekuensi). Ini dapat dianggap sebagai perpindahan pesawat periodik ekspansi dan kompresi yang mengubah indeks bias. Cahaya yang masuk menyebar dari indeks modulasi yang dihasilkan periodik dan terjadi gangguan serupa dalam difraksi Bragg. Sebuah drive sinyal listrik yang berosilasi agar transduser bergetar.

intensitas order m = 1 dapat bervariasi antara 0% dan 80%. intensitas suara dapat digunakan untuk mengatur intensitas cahaya dalam berkas difraksi. adalah urutan difraksi.. untuk AOM lebih murah.. dua gelombang akustik perjalanan di arah 23 .. hanya perintah phasematched adalah difraksi. 1. Difraksi dalam kristal mengalir ketebalan medium menyebabkan difraksi perintah yang lebih tinggi. 1 difraksi perintah. Difraksi dari modulasi sinusoidal dalam kristal tipis hanya menghasilkan m = -1. Biasanya. Frekuensi Satu perbedaan dari difraksi Bragg adalah bahwa cahaya adalah hamburan dari pesawat bergerak. lendutan yang ada biasanya terbatas pada puluhan milliradians. Defleksi sudut dapat berkisar 1-5000 lebar balok (jumlah bintik-bintik diatasi). Pergeseran frekuensi yang khas bervariasi dari 27 MHz. Pergeseran frekuensi juga dibutuhkan oleh fakta bahwa energi dan momentum (dari foton dan fonon) yang kekal dalam proses. 0. sampai 400 MHz. -2. 0. 2. untuk perangkat komersial negara-of-the-art. 2.dengan cahaya: normal terhadap gelombang suara. Konsekuensi dari hal ini adalah frekuensi f berkas difraksi dalam m ketertiban akan Doppler-bergeser dengan jumlah yang sama dengan frekuensi gelombang suara F.. di mana m = . ini disebut difraksi Bragg. Dalam kristal tebal dengan modulasi lemah. -1. 3. . Oleh karena itu. Intensitas Jumlah cahaya difraksi oleh gelombang suara tergantung pada intensitas suara.. Demikian pula. Akibatnya. intensitas yang difraksi menjadi m = 0 agar dapat bervariasi antara 15% sampai 99% dari intensitas cahaya masukan. Dalam beberapa AOMs.

5. Namun. Filter merdu acousto-optik. Difraksi dari gelombang berdiri tidak pergeseran frekuensi cahaya difraksi. seperti dalam sel Pockels. menciptakan sebuah gelombang berdiri. Waktu yang diperlukan AOM untuk menggeser balok keluar dari dalam secara kasar terbatas pada waktu transit dari gelombang suara di balok (biasanya 5-100 nanodetik). Hal ini cukup cepat untuk menciptakan modelocking aktif dalam laser ultrafast. fase berkas difraksi juga akan bergeser oleh fase dari gelombang suara. terutama dazzler. 4. Gelombang akustik menginduksi fase pergeseranbirefringent. Ketika kontrol lebih cepat adalah modulator elektro-optik perlu digunakan. 24 . sedangkan AOMs menawarkan jangkauan lebih lendutan. desain sederhana.yang berlawanan dalam materi. dan konsumsi daya rendah (kurang dari 3 watt). Polarisasi Kesegarisan akustik gelombang transversal atau gelombang longitudinal tegak lurus dapat mengubah polarisasi. Acousto-optic modulator jauh lebih cepat daripada perangkat mekanik khas seperti cermin yang dapat dimiringkan. tahap ini dapat diubah dengan jumlah yang sewenang-wenang. didasarkan pada prinsip ini [1]. ini membutuhkan tegangan yang sangat tinggi (misalnya 10 kilovolts). yang dapat menghasilkan bentuk pulsa variabel. Tahap Selain itu.

Sebuah berkas difraksi cahaya dalam beberapa perintah. The MOSLM didorong oleh tegangan dari film substrate. film substrate disimpan pada layer refleksi dilakukan dengan perlakuan panas. C. kami mengembangkan tegangan dorong bagi refleksi MOSLM dengan kristal jenis satu dimensi magneto-fotonik (MPC) struktur. Dengan bergetar material dengan sinusoida murni dan miring AOM gelombang sehingga cahaya ini tercermin dari suara datar ke difraksi orde pertama. Sebuah modulator cahaya magneto-optik spasial (MOSLM) adalah dua dimensi elektrik SLM (spatial light modulator) berdasarkan pada efek magneto-optik yang 25 . Modulator Magneto-Optik Sebuah modulator cahaya magneto-optik spasial (MOSLM) adalah sebuah perangkat programmable real-time untuk modulasi amplitudo dan / atau fase dari sinyal optik dua dimensi pada kecepatan tinggi. Untuk efek piezoelektrik tinggi. Oleh karena itu. lapisan refleksi dalam tipe refleksi MPC harus memiliki ketahanan panas yang tinggi. untuk efisiensi optik tinggi.Sebuah modulator acousto-optic terdiri dari transduser piezoelektrik yang menciptakan gelombang suara dalam bahan seperti gelas atau kuarsa. hingga 90% defleksi efisiensi dapat dicapai. Baru-baru ini.

perangkat dapat berfungsi sebagai SLM yang dapat diprogram. Sebuah analyzer dapat mengubah rotasi polarisasi ke format output berguna. seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah. Keadaan setiap pixel dapat diaktifkan secara elektrik sehingga pola objek dapat ditulis ke dalam SLM menggunakan komputer. Perangkat yang dihasilkan adalah matriks n x n pixel. seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Bidang polarisasi diputar 45 derajat berlawanan arah jarum magnet bagi negara sebaliknya. Dengan demikian. Ketika cahaya terpolarisasi linier terjadi pada perangkat. magnetik besigarnic film epitaxially yang diletakkan di atas substrat. hanya berlawanan 26 . Efek Faraday adalah properti dari beberapa bahan transparan yang menyebabkan rotasi polarisasi cahaya melintasi melalui zat seperti ketika material terkena medan magnet. Sebuah MOSLM terdiri dari kotak persegi magnetis mesas bistable (piksel) yang dapat digunakan untuk memodulasi insiden cahaya terpolarisasi oleh efek Faraday. Keadaan magnetisasi sebuah piksel dapat diubah dengan mengirimkan arus listrik untuk dua garis berdampingan. dan garis drive sekarang didepositkan di antara mereka. Jika analisa ini ditetapkan pada arah membuat sudut 45 derajat dengan sumbu polarisasi asli.dikenal sebagai efek Faraday. seperti digambarkan pada gambar dibawah. sumbu polarisasi cahaya ditransmisikan akan diputar 45 derajat searah jarum jam untuk keadaan magnetik. Film ini kemudian terukir di kotak persegi mesas magnetis bistable. Struktur dasar dari MOSLM adalah sebuah bismut-doping film. kristal garnet transparan non magnetik.

sumbu analyzer dapat diatur tegak lurus dengan yang polarizer itu. output dari magnet piksel dengan negara-negara yang berbeda memiliki perbedaan fasa 180 derajat. Dalam hal ini. yang membatasi kinerja MOSLM. pada MOSLM memiliki kapasitas penyimpanan. Jarak 70µ m. yang hanya sekitar 5% untuk kebanyakan panjang gelombang laser. karena kerugian ohmik.arah jarum jam diputar cahaya dapat melewati analyzer tersebut. cahaya balok melewati magnet piksel di negara-negara yang berbeda akan memiliki amplitudo output sama tapi akan polarisasi arah yang berlawanan. Atau. Arus ini dapat menghasilkan panas. Keadaan diaktifkan melalui arus listrik.4 Simulasi Modulator Optik dengan Kopling antar Dua Pandu Gelombang 27 . Dengan kata lain. yang diinginkan untuk aplikasi tertentu pemrosesan sinyal optik. dan rasio kontras 300:1 pada panjang gelombang 633 nm. Jadi modulasi intensitas atau kecerahan sinar insiden akan diperoleh. Saat ini. Kekurangan utama dari MOSLM adalah transmitansi yang rendah. kecepatan frame ke pusat-pusat antara piksel biasanya sekitar 100-300 Hz. 256 x 256 piksel MOSLM tersedia secara komersial. Sebagai keadaan magnetisasi zat yang stabil.6. umumnya urutan puluhan nanodetik. 2. Kecepatan switching dari domain magnetik itu sendiri dalam perangkat tersebut dapat sangat cepat.

Pemasangan elektroda dengan struktur symmetry coplanar yang memiliki nisbah G/W (jarak antar elektroda dibagi lebar elektroda) yang besar dapat memperbesar bandwidth 4. Medan listrik tersebut berasal dari sinyal yang akan ditransmisikan Setelah melewati tahap penguatan. salah satu pandu gelombangnya bersifat pasif dan tidak absorptif. Untuk memperbesar extinction ratio dan memperkecil insertin loss. insertion loss. drive voltage dan frequency bandwidth dikaji pada berbagai parameter material dan geometri untuk mendapatkan parameter yang optimal. 3. Perpindahan energi antar dua pandu gelombang pada ke dua pandu gelombang NLO. Pandu gelombang kedua yang diletakkan sejajar pandu gelombang pertama bersifat optik non linear(NLO) dengan koefisien NLO orde dua yang besar dan absorptif. Untuk memperkecil drive volatage maka jarak antar dua pandu gelomang harus kecil dan indeks bias pandu gelombang NLO harus besar. Sehingga diperoleh hasil berupa : 1. Pengaruh kehadiran elektroda terhadap perambatan gelombang dapat diperkecil dengan menggunakan elektroda yang cukup tebal dari emas atau perak. pandu gelomang NLO harus memiliki konstanda absorpsi yang dan panjang modulator tidak terlalu besar. Medan listrik yang diterapkan mengubah indeks bias pandu gelombang NLO yang melahirkan perubahan fase gelombang yang sedang merambat. BAB III PENUTUP 28 . 2.Modulator optik yang didasarkan dengan kopling antar dua pandu gelombang (wave guide). Unjuk kerja modulator seperti extinction ratio.

S. fasa. 1997. ada 2 macam modulasi optik. magneto-optic.”Waveguide Nonlinear-Optic Devices”. Berdasarkan tempat terjadinya modulasi. sehingga dengan sendirinya ada 2 macam modulator. frekuensi. Setiap jenis modulator mempunyai kelebihan dan kelemahan masingmasing. Yu. dan acousto-optic. M.Jadi Modulator optik adalah suatu divais yang berfungsi memodulasi cahaya dengan cara mengubah-ubah amplitude. yaitu modulator internal (internal modulator) dan modulator eksternal (external modulator). Springer. Introduction to optical engineering.Xiangyang Yang. maka terdapat tiga jenis modulator eksternal yaitu elekctro-optic. Fujimura. Modulator internal memodulasi cahaya di dalam perangkat sumber cahayanya. 2003. Francis T. Suhara. DAFTAR PUSTAKA T. sedangkan modulator eksternal memodulasi cahaya di luar perangkat sumber cahayanya. 29 . Berdasarkan interaksi antara sinyal masukan dengan media interaksi optik. atau intensitas cahaya sehingga mampu membawa sinyal info.

d.. http://www.php?view=article&catid=23:sistemkomunikasi-optik&id=282:modulasi-cahaya&option=com_content&Itemid=15 http://elektroindonesia. Modern Optics.Guenther. 1990.html 30 .com/elektro/inst24.id/library/index.ittelkom.ac. R. JohnWilley and Sons.