P. 1
Makalah Agama Islam

Makalah Agama Islam

|Views: 22,586|Likes:
Published by Dwi Setiyo Prasojo

More info:

Published by: Dwi Setiyo Prasojo on Sep 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/24/2013

pdf

text

original

1.Pengertian

Sunnah menurut bahasa adalah perjalanan, pekerjaan atau cara. Menurut
istilah, sunnah berarti perkataan Nabi Saw.,perbuatan dan keterangannya (taqdir),
yaitu sesuatu yang dikatakan atau diperbuat sahabat dan ditetapkan oleh Nabi.
Sunnah dibagi tiga, yakni:
a)Sunnah Qauliyah adalah sunnah dalam bentuk perkataan atau ucapan
Rosulullah Saw, yang menerangkan hukum-hukum dan maksud Al-
Quran.
b)Sunnah fi’liyah, yaitu sunnah dalm bentuk perbuatan, yang menerangkan
cara melaksanakan ibadat.
c)Sunnah Taqririyah adalah ketetapan Nabi, yaitu diamnya nadi atas
perkataan atau perbuatan sahabat, tidak ditegur atau dilarangnya.

2.Hubungan Antara Al-Quran dan Al-Sunnah

a)As-Sunnah menguatkan hukum yang ditetapkan Al-Quran
b)As-Sunnah memberikan rincian terhadap pernyataan Al-Quran yan g
bersifat global.
c)As-Sunnah membatasi kemutlakan yang dinyatakan oleh Al-Quran.
d)As-Sunnah memberikan pengecualian terhadap pernyataan Al-Quran
yang bersifat umum.
e)As-Sunnah menetapkan hukum baru yang tidak ditetapkan oleh Al-
Quran. Al-Quran bersifat global, banyak hal yang hukumnya tidak
ditetapkan secara pasti.

3.Perbedaan Al-Quran dan Al-Sunnah

a.

Kebenaran Al-Quran bersifat mutlak (qath’I) dan hadits yang bersifat

dzanni.

Al-Quran adalah wahyu ayng datang dari Allah, kebenarannya bersifat mutlak
(qath’I), sedangkan As-Sunnah adalah sabna nabi yang diriwayatkan oleh para
perawi melalui perjalanan tertentu, kebenarannya bersifat dzanniyah.

b.

Semua ayat Al-Quran dijadikan pedoman hidup, sedangkan hadits tidak

demikian.

Seluruh ayat Al-Quran adalah pedoman hidup yang harus dilakukan oleh
setiap muslim, sedangkan hadits tidak semuanya dijadikan pedoman hidup.

c.

Al-Quran autentik sedangkan hadits tidak

Seluruh ayat Al-Quran autentik, baik lafadz maupun maknanya. Al-Quran
diturunkan Allah melalui Jibril dan selamanya diawasi oleh Allah sehingga
tidak mungkin Al-Quran yang diterima oleh rasul berbeda dengan Al-Quran di
Lauhil Mahfudz.

4.Macam-Macam Hadits

a.Hadits Mutawatir

Yaitu hadits yang diriwayatkan sejumalh orang yang secara terus menerus
tanpa putus dan secara adat para perawinya tidak mungkin berbohong.

b.Hadits Masyhur

Hadits Masyur adalah hadits yang diriwayatkan sejumlah orang tetapi tidak
mencapai derajat mutawatir.

c.Hadits Ahad

Adalah hadits yang diriwayatkan oleh seorang, dua atau lebih, tetapi tidak
mencapai syarat masyhur, dan mutawatir.

d.Hadits sahih

Hadits sahih adalah hadits yang sanadnya tidak terputus, diriwayatkan oleh
orang-orang yang adil, sempurna ingatannya, kuat hafalannya, tidak cacat,
dan tidak bertentangan dengan dalil atau periwayatan yang lebih kuat.

e.Hadits hasan

Hadits hasan adalah hadits yang memenuhi syarat hadits sahih, tetapi orang
yang meriwayatkannya kurang kuat ingatannya atau kurang baik hafalannya.

f.Hadits daif

Yaitu hadits yang tidak lengkap syaratnya atau tidak memiliki syarat yang
terdapat dalam hadits sahih dan hadits hasan.

C.IJTIHAD

1.Pengertian Ijtihad

Ijtihad berarti menggunakan seluruh kesanggupan berfikir untuk
menetapkan hukum syara dengan jalan mengeluarkan hukum dari kitab dan
sunnah. Orang yang melakukan ijtihad disebut mujtahid, yaitu ahli fikih yang
menghabiskan seluruh kesanggupannya untuk memperoleh persangkaan kuat
(dzan) terhadap sesuatu hukum agama dengan jalan istinbat dari Al-Quran dan
As-Sunnah.

2.Masalah yang diijtihadkan

Masalah yang diijtihadkan adalah hukum-hukum syara yang tidak
mempunyai dalil qath’I (pasti), bukan hukum-hukum akal dan masalah-masalah
yang behubungan dengan ilmu kalam (aqidah). Ini juga dapat ditemukan dalam
bidang kedokteran, dalm ilmu ini ditemukan teknologi bayi tabung, alt-alat
kontrasepsi, dsb.

3.Macam-macam dan cara-cara ijtihad

a.

Macam-macam Ijtihad

1).Qiyas.

Qiyas menurut bahasa adalah mengukur sesuatu dengan yang lainnya dan
mempersamakannya. Menurut istilah adalah menetapkan sesuatu perbuatan yang

belum ada ketentuan hukumnya, berdsarkan sesuatu hukum yang sudah
ditentukan oleh nash, disebabkan oleh adanya persamaan diantara keduannya.

2).Ijma

Ijma menurut bahasa adalah sepakat, tetuju atau sependapat. Sedangkan
menurut istilah adalah kebulatan pendapat atau kesepakatan semua ahli ijtihad
ummat setelah wafatnya nabi pada suatu masa tentang suatu hukum.

3).Istihsan

Adalah menetapkan suatu hukum terhadap suatu persoalan ijtihadiyah
atas dasar prinsip-prinsip atau dalil-dalil yang berkaitan dengan kebaikan,
keadilan, kasih sayang,dan sebagainya dari Al-Quran dan Al-hadits.

4).Mashalihul Mursalah

Mastalihul Mursalah adalah menetapkan hukum terhadap suatu persoalan
ijtihadiyah atas dasar pertimbangan kegunaan dan pemanfaatan yang sesuai
dengan tujuan syariat Islam.

b.Cara-cara Ijtihad

Mujtahid berijtihad dengan memperhatikan dalil-dalil yang tinggi
tingkatannya kemudian berurut pada tingkatan berikutnya. Urutan tersebut
sebagai berikut: 1). Nash Al-Quran, 2). Khabar (hadits), 3).Khabar Ahad, 4).
Zahir Quran dan 5). Zahir hadits.

4.Syarat-syarat Mujtahid

Untuk seorang mujtahid seyogyanya memiliki kemampuan sebagai

berikut:

1).Mengetahui isi Al-Quran dan hadits yang bersangkutan dengan hukum,
meskipun tidak hafal diluar kepala,
2).Mengetahui bahasa Arab dengan berbagai ilmu kebahasaannya, seperti
nahwu, sharaf, maani, bayan, badi, agar dapt menafsirakn ayat-ayat Al-
Quran atau sunnah dengan cara yang benar.
3).Mengetahui kaidah-kaidah ilmu ushul yang seluas-luasny , karena ilmu
ini menjadi dasar ijtihad.

4).Mengetahui soal-soal ijma, supaya tidak timbul pendapat yang
bertentangn dengan hasil ijma.
5).Mengetahui Nasikh-Mansukh dalam Al-Quran.
6).Mengetahui ilmu riwayah dan dapat membedakan mana hadits yang
sahih dan hasan, mana yang daif, maqbul dan mardud.

D.KERANGKA DASAR AGAMA ISLAM

A.Aqidah, Syariah, dan Akhlak

Tiga unsur utama yang terdapat dalm ajaran agama Islam, yakni ajaran
yang berkaitan dengan keyakinan, norma atau aturan dan prilaku atau dengan
istilah yang lain aqidah, syari’ah dan akhlak.
a.Aqidah atau keimanan, yailtu hal-hal yang berkaitan dengan keyakinan
ataun aspek credial atau credo.
b.Syari’ah atau aspek norma atau hukum, yaotu ajaran yang mengatur
perilaku seorang pemeluk agama Islam.
c.Akhlak atau aspek behavioral, tingkah laku, yaitu gambarab tentang
perilaku yang seyogyanya dimiliki seorang muslim.

Dari bagan-bagan diatas dapat disimpulkan bahwa seluruh aspek
kehidupan tidak dapat dipisahkan dari aqidah. Integralistis aqidah sebagi landasan
hidup seorang muslim harus meletakkan hidupnya dalam Islam. Seperti dalam
firman Allah:

Idiolagi

Politik

Ekonomi

Sosial

Budaya

Ibadah

Muamalah

Akhlak

Aqidah

Islam

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kedalam islam keseluruhannya,
dan janganlah kamu turut langkah-langkah syetan. Sesungguhnya syetan itu
adalh musuh yang nyata bagimu.(QS.Al-Baqarah, 2:208)

B.Agama Islam dan Ilmu-ilmu Ke-Islaman

Agama dilihat dari fungsinya sebagai way of the life yang berarti tidak
kacau
. Sumber Din al-Islam adalah Al-Quran, Dilihat dari segi dialalahnya, ayat
Al-Quran ada qat’h al-dilalah (jelas dan absolut petunjuknya), dan zanni al-
dilalah
artinya tidak jelas dan boleh mengandung arti lebih dari satu.
Dalam hubungan manusia dengan Allah ada empat mazhab yang populer
yaitu: Maliki, Hanafi, Syafii, dan Hambali. Dalm tauhid atau teoligi terdapatlima
aliran, yaitu Khawarij, Murji’ah, Mu’tazilah, Asy’ariyah, dan Maturidiah. Dalam
mendekatkan diri kepada Allah, yaitu ilmu tasawuf atau mistisisme Islam,
terdapat dua aliran, sunni dan syi’ah.

C.Tasawuf, Filsafat, Politik Pembaharuan
1.Tasawuf

a.Asal Usul Tasawuf

Taswuf berasal dari kata suf atau kaum sufi yang berhati suci dan mulia.
Tujuan tasawuf adalah memperoleh hubungan langsung dan disadari dengan
Tuhan. Landasan filsafat tasawuf adalah bahwa Tuhan bersifat immateri dan
mahasuci. Intisari dari sufisme adalah kesadaran adanya komunikasi dan dialog
antara roh manusia dengan Tuhan dengan cara mengasingkan diri dan
kontemplasi.

b.Tasawuf dalam Al-Quran dan Hadits

Al-Quran menyatakan bahwa manusia sangat dekat sekali sama Tuhan:

Jika hmba-Ku bertanya kepadamu tentang diri-Ku, maka aku dekat dan
mengabulkan seruan yang memanggil jika aku dipanggil. (Qs. Al-Baqarah,
2:187)

Dialah Allah beserta kamu dimana saja kamu berada (Al-hadid:4)

Dan engkau beribadah kepada Allah seperti halnyaengkau melihat Allah. HR.
Muslim

Istilah-Istilah dalam Tasawuf

1).Tobat

5). Sabar

9). Makrifah

2).Zuhud

6). Tawakal

10). Al-Fana Wal baqa

3).Wara

7). Kerelaan

Wal baqa

4).Kefakir

8). Mahabah

11). Al-Ittihad

c.Tarekat

Multazamat adzikr, yaitu terus menerus dalam dzikir atau ingat terus
menertus kepada Allah dengan anggita dengan lisan dan dengan hati. Sedangkan
Al-Mukhalafah atau dawamul nisyan (tetap lupa kepada yang lain), yaitu terus
menerus menghindarkan diri dari segala sesuatu dapat melupakan Tuhan.

d.Tasawuf dalam Kehidupan Modern

Dalm kehidupan modern dimana teknologi manusia mencapai
puncaknya, maka cara-cara pemeliharaan kesehatan tubuh telah dibuat dengan
teknologi yang canggih, tetapi pemeliharaan kesehatan jiwa tidak ditemukan
teknologinya. Maka dengan adanya itu kita patut bersyukur. Syukur adalah
menerima apa yang kita peroleh sebagai anugerah Alah kepada kita yang patut
kita terima dengan hatiynag lapang yang diarahkan kepada jalan yang dikehendaki
oleh Allah.

2.Filsafat

a.

Pengertian Filsafat

Kata filsafat berasal dari kata philo dan sophia. Philo artinya cinta atau
ingin, sedang kan sophia artinya bijaksana yang artinya pandai. Jadi secara
etimologis filsafat ialah keinginan yang mendalam untuk menjadi bijak.

b.Filsafat Islam

Hakikat filsafat Islam adalah akal dan al-Quran. Filsafat Islam tidak
mungkin tanpa akal dan Al-Quran.Akal yang memungkinkan aktifitas kefilsafatan
dan Al-Quran yang menjadi ciri ke-Islamannya.

c.

Objek Kajian Filsafat Islam

Objek kajian Filsafat islam adalah objek kajian filsafat secara umum.
Yakni segala sesuatu yang ada dan mungkuin ada. Perbedaan terletak pada subjek
yang mempunyai komitmen Qur’anik. Dalam tema besar objek kajian-kajian
filsafat Islam adalah Tuhan, alam, manusia, dan kebudayaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->