P. 1
Makalah Agama Islam

Makalah Agama Islam

|Views: 22,586|Likes:
Published by Dwi Setiyo Prasojo

More info:

Published by: Dwi Setiyo Prasojo on Sep 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/24/2013

pdf

text

original

A.HUKUM WARIS
1.Pengertian dan Dasar Hukum Waris

Mewaris atau faraid adalah aturan yang berkaitan dengan pembagian
harta pusaka. Hukumnya adalah wajib.Keberlakuan Hukum Waris dalam Al-
Quran dan Sunnah rasul antara lain:

Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu bapak dan
kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan
ibu bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah
ditetapkan. (QS. An-nisa, 4:7)

2.Berlakunya Hukum Waris

Apabila seorang muslim meninggal dunia dan meninggalkan harta benda,
maka setelah mayat dikuburkan, keluarganya wajib mengelola harta bendanya,
dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Pertama, membiayai perawatan jenazahnya. Kedua, membayar zakatnya. Ketiga,
membayar utang-utangnya. Keempat membayar wasiatnya. Kelima, menentukan
sisa harta peninggalan sipemiliksebagai harta pusaka yang dinamai tirkah atau
mauruts.

3.Sebab Pewarisan

Seseorang berhak pusaka mempusakai, karena:
a.Perkawinan, adanya ikatan suami istri
b.Kekerabatan, adanya hubungan nasab
c.Wala atau perwalian, adanya perjanjian tolong menolong.

4.Pembagian harta pusaka

a.Pusaka yang disebabkan perkawinan, yakni pusaka istri dan pusaka

suami

b.Pusaka yang disebabkan kekerabatan, yakni anak laki-laki dan
perempuan, serta cucu laki-laki dan perempuan
c.Leluhur mayit (Ushulul Mayyit), yakni pusaka ibu, pusaka ayah, pusaka

kakek

d.Kerabat menyamping (Al-hawasyi), yakni pusaka saudari sekandung,
pusaka saudari seayah,pusaka saudara saudari tunggal ibu, pusaka
saudara kandung.pusaka saudara seayah
e.Pusaka anak-anak saudara (kemenakan laki-laki), paman dan anak-anak
paman (saudara sepupu laki-laki).

B.HIBAH

Hibah adalah akad mengenai pemberian harta milik seseorang kepada
orang lain di waktu ia hidup tanpa adanya imbalan. Hibah merupakan pemberian
ynagtidak boleh ditolak. Disyaratkan ornag yang menghibahkan itu sebagai
pemilik barang, dan hendaknya orang yang telah dewasa.

C.WASIAT

Wasiat adalah pemberian seseorang kepada orang lain baik berupa
barang, piutang, atau manfaat untuk dimiliki oleh orang yang diberi wasiat,
sesudah orang yang berwasiat menungal dunia. Wasiat termasuk ke dalam

kategori sedekah, dan wasiat dinyatakan syah apabila yang berwasiat dewasa dan
terjadi ijab qabul. Wasiat dapat dinyatakan batal apabila terjadi salah satu
peristiwa sebagai berikut:
a.Orang yang mewasiatkan menderita penyakit gila,
b.Orang yang diberi wasiat meninggal sebelum orang yang memberi wasiat
c.Barang yangdiwasiatkan rusak sebelum diterima oleh orang yang dieri wasiat

D.WAKAF

Wakaf adalah menahan harta danmemberikan manfaatnya di jalan Allah.
Wakaf dinyatakan sah apabila terjadi ikrar wakaf berupa ucapan dari orang yang
mewakafkan (wakif) kepada orang yang menerima barang yang diwakafkan
(nadir). Barang ayng boleh diwakafkan adalah barang yang dapat diambil
manfaatnya, dan barang yang telah diwakafkan tidak boleh dijual, dihibahkan atau
diwariskan, sabda nadi dari Ibnu Umar:

Tidak dijual, tidak dihibahkan dan tidak diwariskan. (HR. Ibnu Umar)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->