KATA PENGANTAR

Bismillahirahmanirrahim, Assallamu’alaikum warahmatullahi Wabarakatuh, Alhamdulillahirabil ‘alamin, puji dan syukur pada Allah Subhanahu Waa Ta’ala, serta pada junjunan kita Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam, dimana atas berkat rahmat dan karunianya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini, yang merupakan tugas akhir menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) dan sebagai kelengkapan tugas Mata perkuliahan Pendidikan Agama Islam. Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Serta penulis dan mengharapkan pembaca dapat memaklumi kesalahan dalam penyusunan keterbatasan dalam makalah ini. Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pendidikan Agama Islam atas bimbingan dan pengarahan ilmu pengetahuan Agama yang sangat bermanfaat dalam penyususnan makalah ini. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bandung, November 2001,

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN
A. GAMBARAN UMUM ISI BUKU Isi makalah ini disususun berdasarkan buku Pendidikan Agama Islam untuk pergururan Tinggi yang dijadikan paduan dalam proses belajar mengajar di semester awal ini. Pada buku Pendidikan Agama Islam ini sebagian besar menerangkan dan menjelaskantentang kehidupan manusia yang berisi tentang pedoman, panduan, tata cara dan tata tertib kita sebagai umat Allah SWT dan kewajiban serta hak kita sebagai seorang muslim. Selain itu juga buku ini memberikan penerangan akan seluk beluk kehidupan manusia, alam semesta dan ajaran Agama Islam. Semua ini dibahas dalam sub-bab yang lebih terperinci dan berkelompok sehingga mempermudah untuk dimengerti. B. PERMASALAHAN INTI Pada umumnya, permasalahan ini terdapat pada pembahasan akan kehidupan manusia, alam semesta dan ajaran Agama Islam. Latar belakan manusia, latar belakang Islam, norma-norma dalam Islam, hukuman tindak kesalahan dalam Islam, tentang keberadaan Al-Quran, dan lain-lain. Selain itu juga membahas tentang pedoman, panduan, aturan, tata cara dan tata tertib dalam beragama Islam. Susunan pembahasan diantaranya: A. Manusia, alam Semesta dan Agama B. Agama Islam C. Sumber Ajaran Islam D. Kerangka Dasar Agama Islam yang diterangkan didalam makalah ini,

E. Akidah Islam F. Syari’ah G. Munakahat H. Sistem Kewarisan Islam I. J. Tindak Pidana atau Jinayat Kerjasama Umat Beragama

K. Akhlak L. Takwa M. Akal dan Wahyu Semua sub-bahasan ini terdiri dari pengertian, fungsi, klasifikasi isi, serta bagian-bagian yang terdapat didalamnya.

BAB II

RINGKASAN ISI BUKU
A. MANUSIA, ALAM SEMESTA DAN AGAMA

1. Manusia dan Alam Semesta Para ahli filsafat mencoba mencari jawaban asal mula alam semesta berdasarkan dugaan-dugaan (filsafat berfikir tentang kebenaran secara spekulatif). Pada saat itu lahirlah beberapa pemikir yang satu dengan yang lain berbeda pendapatnya. Misalnya Thales (625-546 SM), seorang filosof Yunani kuno yang menduga bahwa alam ini berasal dari air. Anaximandros, filosof murid Thales (610-547 SM), Ia menyatakan pendapat yang bertentangan dengan gurunya, Ia menyatakan bahwa alam semesta ini berasal dari sesuatu yang bernam “apeiron”, yaitu sesuatu yang tidak dapat dirupakan dengan apapun. Anaximenes (585-528 SM) mengembangkan pendapat Anaximandros banhwa asal mulany alam semestaini adalah “udara”. Semen tara Heraklitos (540-480 SM) menyayakan bahwa unsur asal alam ini adalah api yang memiliki sifat dinamis. Empedokles (490-430 SM) menyatakan bahwa alam semesta ini berasal dari empat unsur yang tidak dapat terpisahkan , yakni, udara, api, air dan tanah. Mahluk hidup yang mrnghuni bumi menurut ilmu pengetahuan terdiri dari tiga hal, yaitu: 1. Mahluk hidup meruoakan produk langsung dari proses yang terjadi di muka bumi, karena itu ia memiliki sifat dasar kimiawi yang sama. 2. Kehidupan merupakan urutan atau tahapan reaksi kimia, ketika atom-atom bergabung dan membentuk senyawa sederhana. Kemidian antar senyawa yang sederhana terjadi penggabungan membentuk senyawa yang lebih kompleks 3. Kehidupan mahgluk yang sederhana, seperti virus, bakteri, dan mikro organisme primitif lainnya diduga merupakan permulaan bentuk kehidupan.

Evolusi manusia

menurut ahli paleontologi berdasarkan tingkat

evolusinya dapat dibagi menjadi empat kelompok Pertama, tingkat pramanusia. Fosilnya ditemukan di Johanesburg Afrika Selatan pada tahun 1924 dan dinamai fosil Australopithecus. Kedua, tingkat manusia kera. Fosilnya ditemukan di Solo pada tahun 1891 yang disebut Pithekanropus Erektus. Ketiga, manusia purba, yaitu tahap yang lebih dekat kepada manusia modern yang sudah digolongkan kepada genus yang sama. Keempat, manusia modern yaitu homo sapiens yang telah pandai berfikir menggunakan otak nalarnya. B. Pandangan Islam Tentang Alam

Dan dialah yang telah mencitakan langit dan bumi dalm enam hari, adapun arasy-nya yang tegak pada air untuk menguji siapa diantara kalian yang lebih tinggi amalnya. (QS.Hud,11:7) Pada abad ke-20 para pakar muslim muklai memahami ayat-ayat yang berkaitan dengan alam semesta ini dengan menggunakan latar belakang ilmu yang mereka miliki. Menurut mereka, Algoritma-Quran ternyata memberi konsepkonsep mendasar bagi pengetahuan manusia tentang alam raya ini. Firman Allah:

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta silih bergantinya malam dan siang, terdapat ayat-ayat Allah bagi orang-orang yang berakal. (QS. AliImron: 190)

Dan langit (sama) itu Kami bangun dengan kekuatan dan sesungguhnya Kamilah yang meluaskannya. (QS. Adz-Dzariyat:47) Pada masa lalu “sama” diartikan langit, digambarkan sebagai halny a bola besar yang berputar pada sumbunya dan apda dindingnya menempel bintangbintang. “Ardh” atau bumi adalah tempat datar yang dikurung oleh bola langit itu. Alam dalam pandangan Islam adalah mahluk Allah yang diperutukkan bagi manusia dan menjadikannya sebagai pendorong untuk menyelidiki fenoena yang terjadi di dalamnya. Penyalidikan terhadap alam raya ini merupakan bagian dari tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi (khalifah fil ardh). Proses-proses alamiah ini dalam Islam disebut “Sunnatullah”(ilmuwan barat menyebutnya naturallaw) yang ditakdirkan oleh Allah secra pasti. Sunnatullah itu sendiri adalah hukum-hukum dan perturan-perturan yang telah ditetapkan Allah untuk alam semesta agar diikutinya dengan penuh ketaatan, seperti diungkapkan dalam firman Allah:

Kemudian dia menuju kepada penciptaan langit dan bumi itu masih merupakan asap lalu dia berkata kepadanya dan kepada bumi: Datanglah kamu kedunanya menurut perintahKu dengan suka hati atau terpaksa, keduannya menjawab: kami datang denagn suka hati. (QS. Fushilat,41:11) C. Manusia Menurut Agama Islam 1) Asal Kejadian dan Potensi Manusia Adam adalah manusia pertama yang diciptakan Allah di muka bumi dengan segala karakter kemanusiannya. Pencipta manusia secara fisik pada kejadian selanjutnya melalui proses pencampuran bahan dari laki-laki dan perempuan. Jika masuk ke dalam rahim menjadi proses kreatif, tahap demi tahap membentuk wujud manusia, seperti firmannya:

Dan sesungguhnya Kami telah mencipakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. (QS. Al-Mukminun, 23:12) Tahap pertama manusia terbuat dari saripati tanah melalui makanan yang dimakan oleh laki0laki dan perempuan. Sebagian dari inti zat yang dimakan menjadi bahan sperma (air murni), bahan awal tercipta manusia. Allah berfirman yang artinya “Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)”. (QS. Al-Mukminun , 23:13) Nutfah adalah tetesan cairan yang mengandung gamet pria dan gamet wanita, kemudian tersimpan didalam rahim (qararin makin) atau uterus, yaitu suatu wadah yang ideal untuk perkembangan rembrio. ‘Alqalah adalah embrio yang berumur 24-25 hari, kemudian berubah menjadi stadium mudgah (26-27 hari). Selanjutnya masuk ke stadium tulang (Idzam), yaitu cikal rangka yang berbentuk dalam stadium mudzghah (25-40 hari) berubah menjdi tulang rawan. Setelah itu embrio berada dalam stadium tulang (idzam). Dalam stadium ini berbagai organ benda dalam posisi baru yang berhubungan dengan pertumbuhan tulang/ rangka. Seteah itu embrio masuk ke dalam stadium dibungkus daging (fakasaunal idzama lahma), artinya setelah tulang dibentuk lalu diikuti oleh pembentukan daging yang meliputi pembentukan tulang-tulang tersebut. Pada minggu ke 8 embrio menjadi fetus membentuk otot-otot. Dalam minggu ke 12 terjadi assifikasi pada pusat-pusat pertulangan. Anggota badan berdiferensiasi dan terbentuk kuku dan tangan. Disamping pertumbuhan macam-macam struktur organ, masingmasing organ juga mengalami pertumbuhan bersama sama dengan pertumbuhan badan. 2) Manusia sebagai Khalifah dan ‘Abdullah Khalifah berarti wakila atau pengganti yang memegang kekuasaan. Allah berfirman:

Dialah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah dimuka bumi. Barang siapaynag kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah menambah kemurkaan pada sisi tuhannya dan kekafiran ornag-orang yang kjafir itu tidak lain hanyalah akan manambah kerugian mereka belaka. (QS. Fathir, 35:39) Manusia sebagai mahluk yang memiliki fitrah kemudian berproses denagn menggunakan kapasitas dan kemampuan akalnya, dapat menunjukkan derajat kemanusiaannya yang sejati sebagainkhalifah Allah di muka bumi. Kekhalifahan manusia pada dasarnya diterapkan pad akontek individu dan sosial yang berporos pada Allah. D. Agama: Arti dan Ruang Lingkupnya Agama merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia, dalam perkembangan pemikiran manusia telah muncul berbagai pandangan antara lain dinamisme, animisme, politheisme, dan monotheisme. Dinamisme adalah kepercayaan terhadap kekuatan-kekuatan gaib yang dimiliki oleh benda-benda tertentu. Animisme adalah kepercayaan masyarakan primitif lain sebagai perkembangan dari ajaran animisme, kepercayaan ini berpendapat bahwa semua benda, baik yang bernyawa atau tidak mempunyai roh yang tersusun dari zat atau materi yang halus. Politheisme yaitu roh-roh atau yang dipercayainya dalm animisme lebih mempunyai bentuk dan sifat yang jelas. Agama memiliki peranan dan fungsi tertentu dalam memenuhi hajat hidup manusia. Dua macam fungsi agama, yaitu: fungsi maknawi dan fungsi identitas. Fungsi Maknawi adalah dasar bagi semua agama yang menyajikan wawasan dunia atau cosmos; karenanya segala ketidak adilan, penderitaan dan kematian dapat dipandang sebagai sesuatu yang penuh makna. Ruang lingkup agama sebagai suatu sistem nilai meliputi tiga persoalan pokok:

Pertama, tata keyakinan atau credial, yaitu bagian dari agama yang paling. Kedua, tata peribadatan atau dasar berupa keyakinan akan adanya suatu kekuatan yang supranatural, dzat yang maha mutlak diluar kehidupan manusia ritual, yaitu tingkah laku dan perbuatan manusia dalam hubungan dengan dzat yang diyakini sebagai konsekuensi dari keyakinan akan adanya Tuhan. Ketiga, tata aturan, kaidah-kaidah atau norma yang mengatur hubungan manusia dengan manusia, atau manusia dengan alam lainnya sesuai dengan keyakinan dan peribadatan tersebut. E. Hubungan Manusia dengan Agama Agama memasuki pikiran manusia dimulai dalam bidang mistik, yaitu kebutuhan manusia dalam hubungannya dengan hal-hal yang bersifat gaib yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Pada tahap ini manusia meyakini adanya dewa-dewa yang mempengaruhi kehidupannya. Tahapan terakhir pergulatan manusia dengan agama ketika manusia berusah mencari ukuran dan kriteria segala sesuatu termasuk di dalamnya tentang Tuhan. Kefitrian agama bagi manusia menunjukkan bahwa manusia tidak dapat melepaskan diri dari agama karena agama merupakan kebutuhan hidupnya.

A. AGAMA ISLAM
1. Pengertian dan Ruang Lingkup Agaam Islam Kata Islam menurut bahasa berasal dari kata “aslama” yang berarti tunduk, patuh dan berserah diri. Islam adalah nama dari agama wahyu yang diturunkan oleh Allah Swt. Kepada rosul-rosulnya untuk disampaikan pada manusia. Agama Islam berisi ajaran-ajaran Allah yanfg mengatur hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam. Islam dalam pengertian ini adalah agama yang dibawa oleh para rasul Allah, sejak Nabi adam sampai Nabi Muhammad Saw.

Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah wahyu Allah terakhir untuk manusia. Al-Quran menjelaskan tentang para Nabi Allah yang membawa yang membawa Agama Islam bagi umatnya:

Katakanlah (hai orang-orang mukmin): kami beriman kepada allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, ismail, Ishak, yakub, serta anak cucunya dan kepada apa yang telah ditureunkan kepada Musa, Isa serta serta para Nabi Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk dan patuh kepada- Nya. (QS. Al-Baqarah:136) Ajaran agama Islam ynag turun kepada Nabi Muhammad merupakan wahyu terakhir yang diturunkan secara sempurna. Ketetapan ini dinyatakan dalam firman Allah:

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai islam menjadi agamamu. (QS. AlMaidah, 5:3) Agama Islam merupakan satu-satunya agama yang paling sesuai untuk manusia. Islam datang dari Allah pencipta manusia. Pencipta lebih tahu tentang kemampuan dan karakter yang diciptakan. Oleh karena itu, Agama Islam akan sesuai dengan karakter manusia dengan segala dimensi kemanusiaannya. B. Klasifikasi Agama dan Agama Islam Dilihat dari sumber, sifat dan tempatnya, agama dapat diklasifikasikan atas tiga kartegori, yaitu:

1. Agama wahyu dan bukan wahyu 2. Agama misionari dan bukan misionari 3. Agama ras geografis dan agama universal Agama wahyu adalah agama yang menghendaki iman pada Tuhan Pemberi wahyu, kepada rasul penerima wahyu dan kitab kumpulan wahyu serta pesannya disebarkan kepada seluruh umat manusia. Sedangakan agama bukan wahyu tidak memandang penyerahan kepada Tuhan dan mentaati aturan-Nya sebagai suatu hal yang esensial. Agama misionari adalah agaam yang menurut ajarannya harus disebarkan kepada manusia, sedangkan agama bukan misioanari tidak ada kewajiban dalam ajarannya untuk menyebarkan kepada seluruh umat. C. Agama Islam dan IPTEK Agama Islam bersumber dari wahyu Allah, sedangkan IPTEK bersumber dari pikiran manusia yang disususn berdasarkan hasil penyelidikan alam. Ilmu pengetahuan bertujuan mencari kebenaran ilmiah, yaitu kebenaran yang sesuai dengan kaidah ilmiah. Agama Islam adalah agama universal yang berlaku sepanjang zaman, karena itu dalam tingkatan kemajuan manpun Islam akan dapat menjadi dasar pijakan manusia.

C. SUMBER NILAI ISLAM
A. AL-QURAN SEBAGAI SUMBER NILAI 1. Pengertian dan nama Al-quran a. Pengertian Al-Quran berasal dari kata qaraa yang berarti bacaan atau sesuatu yang dibaca. Secara terminologis al-quran adalah Kamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw, melalui Malaikat Jibril. Al-Quran ditulis dalam mushaf

dan sampai kepada manusia secara mutawatir. Membacanya bernilai ibadah diawali dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa: Pertama, Al-Quran adalah Kalamullah, bukan ucapan nabi atau manusia. Kedua, Al-Quran diturunkan kepada nabi Muhammad, yaitu Muhammad bin Abdullah yang dilahirkan di Makkah pada tahun 571M. Ketiga, Al-Quran diturunkan Allah melalui perantaraan Malaikat Jibril secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Keempat, Al-Quran dikimpulkan dalam mushaf yang sejak masa turunnya dihafal dan ditulis oleh para sahabat kemudian dikumpulkan dalam satu mushaf yang seluruhnya berisi 6.666 ayat dan 114 surat. Kelima, Al-Quran sampai kepada umat Islam secara mutawatir, dan dalm keadaan tetap terjaga baik huruf maupaun kalimat yang ada di dalamnya, sehingga keasliannya tetap terjamin sepanjang masa. Keenam, membaca Al-Quan bernilai ibadah bagi pembaca maupun pendengarnya. Ketujuh, Al-Quran dinilai dengan surat Al-fatihah dan diakhiri dengan surat AnNas. b. Nama-Nama Al-Quran: a) Al-Quran, kata al-Quran sebagai nama kitab ini. b) Al-Furqan artinya pembeda atau pemisah, yaitu pembeda antara yang hak dan batil. c) Azzikra artinya peringatan, yaitu kitab yang berisi peringatan Allah kepada manusia. d) Al-Kitab artinya tulisan atau yang ditulis, yaitu kitab yang ditulis dalam mushaf. 2. Fungsi dan Peran Al-Quran a. Al-Quran diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia

Al-Quran memberikan petunjuk ke arah pencapaian kebahagiaan yang hakiki, yaitu kebahagiaan di dunia dan akhirat. Kebahagiaan yang hendak dicapai bukanlah kebahagiaan berdasarkan perkiraan pikiran manusia, melainkan kebahagiaan yang abadi. Bagaimana kebahagiaan abadi itu dicapai, Al-Quran memberikan petunnjuk yang jelas, yaitu meletakkan seluruh aspek kehidupan dalam kerangka ibadah kepada Allah. b. Al-Quran Memberiakan Penjelasan Terhadap Segala Sesuatu Al-Quran diturunkan Allah kebumi untuk memberikan penjelasan tentang segala sesuatu, sehingga manusia memiliki pedoman dan arah yang jelas dalam melaksanakan tugas hidupnya sebagai makhluk Allah. c. Al-Quran Sebagai Penawar Jiwa yang Haus (Syifa) Syifa artinya obat, penawar atau penyembuh. Sasaran dari penyembuhan ini adalah hati yaitu memberikan penyembuhan terhadap segala penyakit hati yang membuat manusia menderita penyakit rohaniah. 3. Kondifikasi Al-Quran a. Kodifikasi Pada Masa Rosulullah Pada setiap kali Al-Quran turun, nabi memberikan petunjuk kepada para sahabat dan para sekretarisnya dalam menyimpan ayat dan surat dalam susunan ayat-ayat Al-Quran. Dalam riwayat Ali bin Ibrahim yang diterima dari Abu Bakar Al-hadhrami dari Abu Abdullah Ja-Far bin Muhammad, katanya: bahwa Rosulullah Saw, bersabda kepada Ali: “wahai Al, sesungguhnya Al-Quran terdapat di belakang tempat tidurku yang etrtulis dalam suhuf (lembaran) sutra kertas. Ambilah dan kumpulkanlah, dan jangan sampai hilang, sebagaimana kaum Yahudi menghilangkan taurat”. b. Kodifikasi pada Masa Para Khalifah Pada masa Kekhalifahan abu Bakar RA, Umar Bin Khatab menyarankan agar Al-Quran ditulis dan dikumpulkan dalam satu mushaf. Abu Bakar menolak dengan alasan Rasul pun tidak melakukannya. Setelah keperluan itu dirasakan

mendesak apalagi setelah perang melawan orang muhtad banyak menewaskan penghafal Al-Quran, Abu Bakar memerintahkan Ali Bin Abi Tholib, Zaid Bin Tsabit dan Umayah Bin Kaab, Utsman Bin Afan untuk menulis dan membukukannya. Setelh disusun mushaf disimpan oleh Abu Bakar hingga wafat kemudian dipegang Umar Bin Khatab, dan setelah Umar wafat disimpan oleh Hapsah binti Umar. 4. Kandungan Al-Quran Al-Quran terdiri atas 114 surat, 6.666 ayat, 74.437 kalimat dan 325.345 huruf mengandung pokok-pokok berbagi hal di dalamnya. Secara umum isi AlQuran terdiri atas: a) Pokok-pokok keyakinan atau keimanan yang melahirkan teologi b) Pokok-pokok aturan atau hukum yang melahirkan ilmu hukum syariat atau ilmu fiqih c) Pokok-pokok pengabdian kepada Allah. d) Pokok-pokok aturan tingkah laku e) Petunnjuk tentang tanda-tanda alam yang menunnjukkan adanya Tuhan f) Petunnjuk mengenai hubungan golongan kaya dan miskin g) Sejarah para nabi dan umat terdahulu 5. Keistimewaan Al-Quran Al-Quran adalah mukjizat terbesar yang diberikan Allah pada nabi Muhammad. Ini merupakan sumber yang tidak pernah kering bagi para pencari kebenaran menjadi rujukan para ahli bahasa, sumber kajian para ahli kuqoha dan sumber argumen para ahli hukum. Keistimewaan Al-Quran secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Keistmewaan Bahasa Al-quran Al-Quran diturunkan denganbahasa Arab yang fasih. Al-Quran berisi 77.439 kata 323.015 huruf yang seimbang jumlah kata-katanya baik antara kata dengan padanannya maupun kata dengan lawan kata dan dampaknya

b.

Al-Quran menembus seluruh waktu, tempat dan sasaran Mukizat al-Quran dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Al-Quran berbicara tentang manusia secara keseluruhan tanpa membedakan suku bangsa dan bahasa. Firmannya: Hai manusia sesungguhnya aku adalahutusan Allah kepadamu semua….(QS. AlA’raf:158)

c.

Al-Quran Sumber Informasi Tentang Tuhan, Rasul dan Alam Gaib Al-Quran merupakan sumber informasi utama bagi manusia tentang Tuhan dan hal-hal gaib yang tidak bisa diungklapkan oleh manusia. Di dalam alQuran Tuhan memperkenalkan dirinya sehingga kebenaran Tuhan bersifat mutlak dari Tuhan. Al-Quran memberikan informasi pula tentangadanya hal-hal bersifat gaib, adanya mahluk yang tidak tampak, seperti jin dan malaikat, hari kiamat, hari akhirat, surga dan neraka.

d.

Naskah Asli yang Terjaga Al-Quran adalah satu-satunya kitab suci yang terjaga keasliannya sejak masa yang diturunkannya sampai kini bahkan hingga akhir zaman. Keaslian ini disebabkan Al-Quran diturunkan, ditulis dan disampaikan kepada umatnya setiap zaman secara mutawatir atau terus menerus, baik melalui tulisan (mushaf) yang sampai sekarang aslinya masih ada. 6. Penafsiran Al-Quran

a.

Pengertian Tafsir Tafsir menurut bahasa artinya penjelasan atau keterangan, yakni menerangkan atau mengungakapkan sesuatu yang tidak jelas. Tafsir Al-Quran adalah kejelasan atau keterangan tentang firman Allah yang memberukan penjelasan tentang susunan kalimat yang terdapat dalam Al-quran.

b.

Sejarah Tafsir 1) Masa Sahabat Sahabat yang pertama kali menyusun tafsir Al-Quran adalah Ibnu Abbas (wafat tahun 68 H), tafsir ini dicetak dengan judul Tanwirul Mikyas Min Tafsir Ibni Abbas yang disususn oleh Majduddin Al Fariruzabadi.. dan ada beberapa sahabat yang tergolong ahli tafsir yakni, Ali Bin Abi Thalib, Abdullah Bin Masud, Zaid Bin Tsabit, dsb. 2) Masa Tabiin Generasi Tabiin melahirkan ulama-ulama Tafsir yakni, Adh-dhahak bin Muzahim Al-Hilali (wafat 120 H), Athiyah bin saad Al-aufi (wafat 111 H), Muhammad bin As-Saih Al-kalbi (wafat 146 H). c. Metode-Metode Dalam Penafsiran Al-Quran 1) Tafsir bil ma’tsur Metode Tafsir bil ma’tsur adalah menafsirkan ayat berdasarkan ayat-ayat alQuran dan riwayat, baik hadits Nabi maupaun atsar sahabat.

2)

Tafsir bil ma’qul Metode tafsir bil ma’qul atau disebut juga tafsir bir ra’yi adalah menafsirkan ayat berdasarkan akal pikiran (akal) atau dengan cara ijtihad.

3)

Tafsir ijtiwaj Ijtiwaj artinya campuran. Metode Tafsir ijtiwaj adalah menafsirkan Al-Quran dengan memadukan atau mencampurkan tafsir bil ma’tsur dengan tafsir bil ma’qul.

4)

Tafsir Muqranin Metode tasir muqranin adalah menafsirkan dengan cara menganalisis persamaan dan perbedaan hasil penafsiran, yaitu tafsir-tafsir yang terkumpul dengan cara ma’tsur maupun ma’qul.

5)

Tafsir Tahlili Metoda ini adalah menafsirkan Al-Quran dengan cara berurutan dari surat pertama, ayat pertama sampai surat terakhir, ayat yang terakhir. 6) Tafsir Maudhui

Metida Maudhui adalah menafsirkan Al-Quran denagn tema yang telah ditetapkan. Tafsir ini disebut pula tafsir tematik atau tafsir tauhidi. 7) Tafsir bil Ilmi Ilmu dijadikan sudut pandang dalam menafsirkan Al-Quran. Biasanya menafsirkan ayat dengan ilmu pengetahuan ini bersifat tematik (maudhui). B. AL-SUNNAH 1. Pengertian Sunnah menurut bahasa adalah perjalanan, pekerjaan atau cara. Menurut istilah, sunnah berarti perkataan Nabi Saw.,perbuatan dan keterangannya (taqdir), yaitu sesuatu yang dikatakan atau diperbuat sahabat dan ditetapkan oleh Nabi. Sunnah dibagi tiga, yakni: a) Sunnah Qauliyah adalah sunnah dalam bentuk perkataan atau ucapan Rosulullah Saw, yang menerangkan hukum-hukum dan maksud AlQuran. b) Sunnah fi’liyah, yaitu sunnah dalm bentuk perbuatan, yang menerangkan cara melaksanakan ibadat. c) Sunnah Taqririyah adalah ketetapan Nabi, yaitu diamnya nadi atas perkataan atau perbuatan sahabat, tidak ditegur atau dilarangnya. 2. Hubungan Antara Al-Quran dan Al-Sunnah a) As-Sunnah menguatkan hukum yang ditetapkan Al-Quran b) As-Sunnah memberikan rincian terhadap pernyataan Al-Quran yan g bersifat global. c) As-Sunnah membatasi kemutlakan yang dinyatakan oleh Al-Quran. d) As-Sunnah memberikan pengecualian terhadap pernyataan Al-Quran yang bersifat umum. e) As-Sunnah menetapkan hukum baru yang tidak ditetapkan oleh AlQuran. Al-Quran bersifat global, banyak hal yang hukumnya tidak ditetapkan secara pasti.

3. Perbedaan Al-Quran dan Al-Sunnah a. Kebenaran Al-Quran bersifat mutlak (qath’I) dan hadits yang bersifat dzanni. Al-Quran adalah wahyu ayng datang dari Allah, kebenarannya bersifat mutlak (qath’I), sedangkan As-Sunnah adalah sabna nabi yang diriwayatkan oleh para perawi melalui perjalanan tertentu, kebenarannya bersifat dzanniyah. b. Semua ayat Al-Quran dijadikan pedoman hidup, sedangkan hadits tidak demikian. Seluruh ayat Al-Quran adalah pedoman hidup yang harus dilakukan oleh setiap muslim, sedangkan hadits tidak semuanya dijadikan pedoman hidup. c. Al-Quran autentik sedangkan hadits tidak Seluruh ayat Al-Quran autentik, baik lafadz maupun maknanya. Al-Quran diturunkan Allah melalui Jibril dan selamanya diawasi oleh Allah sehingga tidak mungkin Al-Quran yang diterima oleh rasul berbeda dengan Al-Quran di Lauhil Mahfudz. 4. Macam-Macam Hadits a. Hadits Mutawatir Yaitu hadits yang diriwayatkan sejumalh orang yang secara terus menerus tanpa putus dan secara adat para perawinya tidak mungkin berbohong. b. Hadits Masyhur Hadits Masyur adalah hadits yang diriwayatkan sejumlah orang tetapi tidak mencapai derajat mutawatir. c. Hadits Ahad Adalah hadits yang diriwayatkan oleh seorang, dua atau lebih, tetapi tidak mencapai syarat masyhur, dan mutawatir. d. Hadits sahih Hadits sahih adalah hadits yang sanadnya tidak terputus, diriwayatkan oleh orang-orang yang adil, sempurna ingatannya, kuat hafalannya, tidak cacat, dan tidak bertentangan dengan dalil atau periwayatan yang lebih kuat. e. Hadits hasan

Hadits hasan adalah hadits yang memenuhi syarat hadits sahih, tetapi orang yang meriwayatkannya kurang kuat ingatannya atau kurang baik hafalannya. f. Hadits daif Yaitu hadits yang tidak lengkap syaratnya atau tidak memiliki syarat yang terdapat dalam hadits sahih dan hadits hasan.

C. IJTIHAD
1. Pengertian Ijtihad Ijtihad berarti menggunakan seluruh kesanggupan berfikir untuk menetapkan hukum syara dengan jalan mengeluarkan hukum dari kitab dan sunnah. Orang yang melakukan ijtihad disebut mujtahid, yaitu ahli fikih yang menghabiskan seluruh kesanggupannya untuk memperoleh persangkaan kuat (dzan) terhadap sesuatu hukum agama dengan jalan istinbat dari Al-Quran dan As-Sunnah. 2. Masalah yang diijtihadkan Masalah yang diijtihadkan adalah hukum-hukum syara yang tidak mempunyai dalil qath’I (pasti), bukan hukum-hukum akal dan masalah-masalah yang behubungan dengan ilmu kalam (aqidah). Ini juga dapat ditemukan dalam bidang kedokteran, dalm ilmu ini ditemukan teknologi bayi tabung, alt-alat kontrasepsi, dsb. 3. Macam-macam dan cara-cara ijtihad a. Macam-macam Ijtihad 1). Qiyas. Qiyas menurut bahasa adalah mengukur sesuatu dengan yang lainnya dan mempersamakannya. Menurut istilah adalah menetapkan sesuatu perbuatan yang

belum ada ketentuan hukumnya, berdsarkan sesuatu hukum yang sudah ditentukan oleh nash, disebabkan oleh adanya persamaan diantara keduannya. 2). Ijma Ijma menurut bahasa adalah sepakat, tetuju atau sependapat. Sedangkan menurut istilah adalah kebulatan pendapat atau kesepakatan semua ahli ijtihad ummat setelah wafatnya nabi pada suatu masa tentang suatu hukum. 3). Istihsan Adalah menetapkan suatu hukum terhadap suatu persoalan ijtihadiyah atas dasar prinsip-prinsip atau dalil-dalil yang berkaitan dengan kebaikan, keadilan, kasih sayang,dan sebagainya dari Al-Quran dan Al-hadits. 4). Mashalihul Mursalah Mastalihul Mursalah adalah menetapkan hukum terhadap suatu persoalan ijtihadiyah atas dasar pertimbangan kegunaan dan pemanfaatan yang sesuai dengan tujuan syariat Islam. b. Cara-cara Ijtihad Mujtahid berijtihad dengan memperhatikan dalil-dalil yang tinggi tingkatannya kemudian berurut pada tingkatan berikutnya. Urutan tersebut sebagai berikut: 1). Nash Al-Quran, 2). Khabar (hadits), 3).Khabar Ahad, 4). Zahir Quran dan 5). Zahir hadits. 4. Syarat-syarat Mujtahid Untuk seorang mujtahid seyogyanya memiliki kemampuan sebagai berikut: 1). Mengetahui isi Al-Quran dan hadits yang bersangkutan dengan hukum, meskipun tidak hafal diluar kepala, 2). Mengetahui bahasa Arab dengan berbagai ilmu kebahasaannya, seperti nahwu, sharaf, maani, bayan, badi, agar dapt menafsirakn ayat-ayat AlQuran atau sunnah dengan cara yang benar. 3). Mengetahui kaidah-kaidah ilmu ushul yang seluas-luasny , karena ilmu ini menjadi dasar ijtihad.

4). Mengetahui soal-soal ijma, supaya tidak timbul pendapat yang bertentangn dengan hasil ijma. 5). Mengetahui Nasikh-Mansukh dalam Al-Quran. 6). Mengetahui ilmu riwayah dan dapat membedakan mana hadits yang sahih dan hasan, mana yang daif, maqbul dan mardud.

D. KERANGKA DASAR AGAMA ISLAM
A. Aqidah, Syariah, dan Akhlak Tiga unsur utama yang terdapat dalm ajaran agama Islam, yakni ajaran yang berkaitan dengan keyakinan, norma atau aturan dan prilaku atau dengan istilah yang lain aqidah, syari’ah dan akhlak. a. b. c. Aqidah atau keimanan, yailtu hal-hal yang berkaitan dengan keyakinan ataun aspek credial atau credo. Syari’ah atau aspek norma atau hukum, yaotu ajaran yang mengatur perilaku seorang pemeluk agama Islam. Akhlak atau aspek behavioral, tingkah laku, yaitu gambarab tentang perilaku yang seyogyanya dimiliki seorang muslim. Idiolagi Ibadah Islam Aqidah Muamalah Akhlak Politik Ekonomi Sosial Budaya Dari bagan-bagan diatas dapat disimpulkan bahwa seluruh aspek

kehidupan tidak dapat dipisahkan dari aqidah. Integralistis aqidah sebagi landasan hidup seorang muslim harus meletakkan hidupnya dalam Islam. Seperti dalam firman Allah:

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kedalam islam keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syetan. Sesungguhnya syetan itu adalh musuh yang nyata bagimu.(QS.Al-Baqarah, 2:208) B. Agama Islam dan Ilmu-ilmu Ke-Islaman Agama dilihat dari fungsinya sebagai way of the life yang berarti tidak kacau. Sumber Din al-Islam adalah Al-Quran, Dilihat dari segi dialalahnya, ayat Al-Quran ada qat’h al-dilalah (jelas dan absolut petunjuknya), dan zanni aldilalah artinya tidak jelas dan boleh mengandung arti lebih dari satu. Dalam hubungan manusia dengan Allah ada empat mazhab yang populer yaitu: Maliki, Hanafi, Syafii, dan Hambali. Dalm tauhid atau teoligi terdapatlima aliran, yaitu Khawarij, Murji’ah, Mu’tazilah, Asy’ariyah, dan Maturidiah. Dalam mendekatkan diri kepada Allah, yaitu ilmu tasawuf atau mistisisme Islam, terdapat dua aliran, sunni dan syi’ah. C. Tasawuf, Filsafat, Politik Pembaharuan 1. Tasawuf a. Asal Usul Tasawuf Taswuf berasal dari kata suf atau kaum sufi yang berhati suci dan mulia. Tujuan tasawuf adalah memperoleh hubungan langsung dan disadari dengan Tuhan. Landasan filsafat tasawuf adalah bahwa Tuhan bersifat immateri dan mahasuci. Intisari dari sufisme adalah kesadaran adanya komunikasi dan dialog antara roh manusia dengan Tuhan dengan cara mengasingkan diri dan kontemplasi. b. Tasawuf dalam Al-Quran dan Hadits Al-Quran menyatakan bahwa manusia sangat dekat sekali sama Tuhan:

Jika hmba-Ku bertanya kepadamu tentang diri-Ku, maka aku dekat dan mengabulkan seruan yang memanggil jika aku dipanggil. (Qs. Al-Baqarah, 2:187) Dialah Allah beserta kamu dimana saja kamu berada (Al-hadid:4) Dan engkau beribadah kepada Allah seperti halnyaengkau melihat Allah. HR. Muslim Istilah-Istilah dalam Tasawuf 1). Tobat 2). Zuhud 3). Wara 4).Kefakir c. Tarekat Multazamat adzikr, yaitu terus menerus dalam dzikir atau ingat terus menertus kepada Allah dengan anggita dengan lisan dan dengan hati. Sedangkan Al-Mukhalafah atau dawamul nisyan (tetap lupa kepada yang lain), yaitu terus menerus menghindarkan diri dari segala sesuatu dapat melupakan Tuhan. d. Tasawuf dalam Kehidupan Modern Dalm kehidupan modern dimana teknologi manusia mencapai puncaknya, maka cara-cara pemeliharaan kesehatan tubuh telah dibuat dengan teknologi yang canggih, tetapi pemeliharaan kesehatan jiwa tidak ditemukan teknologinya. Maka dengan adanya itu kita patut bersyukur. Syukur adalah menerima apa yang kita peroleh sebagai anugerah Alah kepada kita yang patut kita terima dengan hatiynag lapang yang diarahkan kepada jalan yang dikehendaki oleh Allah. 5). Sabar 6). Tawakal 7). Kerelaan 8). Mahabah 9). Makrifah 10). Al-Fana Wal baqa Wal baqa 11). Al-Ittihad

2. Filsafat a. Pengertian Filsafat Kata filsafat berasal dari kata philo dan sophia. Philo artinya cinta atau ingin, sedang kan sophia artinya bijaksana yang artinya pandai. Jadi secara etimologis filsafat ialah keinginan yang mendalam untuk menjadi bijak. b. Filsafat Islam Hakikat filsafat Islam adalah akal dan al-Quran. Filsafat Islam tidak mungkin tanpa akal dan Al-Quran.Akal yang memungkinkan aktifitas kefilsafatan dan Al-Quran yang menjadi ciri ke-Islamannya. c. Objek Kajian Filsafat Islam Objek kajian Filsafat islam adalah objek kajian filsafat secara umum. Yakni segala sesuatu yang ada dan mungkuin ada. Perbedaan terletak pada subjek yang mempunyai komitmen Qur’anik. Dalam tema besar objek kajian-kajian filsafat Islam adalah Tuhan, alam, manusia, dan kebudayaan.

E. AQIDAH ISLAM
A. Pengertian Aqidah Aqidah berasal dari kata “Aqada” artinya ikatan dua utas tali dalam satu buhul sehingga tersambung. Aqad berarti pula janji, ikatan antara dua orang yang mengadakan perjanjian. Aqidah menurut terminologi adalah sesuatu yang mengharuskan hati membenarkannya, membuat jiwa tenang, dan menjadi kepercayaan yang bersih dari kebimbangan dan keraguan. B. Fungsi dan Peranan Aqidah 1). Menuntun dan mengembangkan dasar Ketuhanan yang dimiliki manusia sejak lahir. 2). Memberikan ketenangan dan ketentraman jiwa. 3). Memberikan pedoman hidup yang pasti.

C. Tingkatan Aqidah a). Taqlid, yaitu tingkat keyakinan yang didasarkan atas pendapat orang yang diikutinya tanpa dipikirkan b). Yakin, yaitu tingkat keyakinan yang didasarkan atas bukti, dalil yang jelas tetapi belum sampai menemukan hubungan yang kuat antara objek keyakinan dengan dalil yang diperolehnya c). ‘Ainul Yakin, yaitu tingkat keyakinan yang didasarkan atas dalildalilnasional, ilmiah, dan mendalam, sehingga mampu membuktikan hubungan antara objek keyakinan dengan dalil serta mampu memberikan argumentasi yang rasional terhadap sanggahan yang datang. d). Haqqul yakin, yaitu tingkat keyakinan yang mampu membuktikan hubungan antara objek keyakinan dengan dalil serta mampu memberikan argumantasi yang rasional. D. Keesaan Allah Jika seseorang telah beriman bahwa Allah itu ada, maha melihat, maha mendengar, maka dalam prilaku akan lahir sikap di hati dan waspada, ia tidak akan merasa sendirian sebab ia yakin bahwa Allah bersamanya. E. Malaikat dan Makhluk Gaib lainnya Seorang muslim wajib mengimani adanya malaikat sebagi makhluk Allah disamping manusia, jin dan iblis. F. Al-Quran dan Kitab Suci lainnya Al-Quran diturunkan untuk menyempurnakan kitab-kitab terdahulu seperti Zabur, Taurat dan Injil. Aturan-aturan dalam kitab Allah itu dikemukakan dalam ungkapan yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat kecerdasan mereka.

G. Tugas Rasul dan Muhammad Rasul adalah manusia yang dipilih Allah dan diberi kuasa untuk menerangkan segala sesuatu yang datangnya dari Allah. Nabi Muhammad Saw adalah nabi terakhir sebagai penyempurna dari nabi-nabi sebelumnya.

H. Hukum Alam dan Hari Kiamat Alam ciptaan Allah terikat oleh ruang, waktu serta hukum yang ditetapkan-Nya. Pada suatu saat dunia akan berakhir yang disebut hari kiamat. Pada hari itu alam akan mengalami kehancuran total, karena bagaimanapun sesuatu yang dibuat akan mengalami kemusnahan. I. Qadha dan Qadar Takdir berasal dari kata qadara yang berarti mengukur, memberi kadar atau ukuran. Allah menetapkan suatu mala petaka berdasarkan hukum-hukumnya dan manusia dapat memilih untuk menghindarinya kemampuan ini pun merupakan takdir yang dianugerahkan Allah kepada manusia. J. Keterkaitan Iman kepada Allah dan Rasul dalam Syahadat Kalimat Syahadat merupakan persaksia kepada Allah dan rasulnya, merupakan rangkaian keyakinan yang tidak bisa dipisahkan. Firman Allah:

Katakanlah: ”Bahwasannya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu diwahyukan kepadaku bahwasannya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. (QS. Fushshilat, 41:6).

F. SYARIAH
A. Pengertian dan Ruang Linkup syariah Syariah menurut istilah berarti jalan, sedangkan menurut istilah adalah sistem norma yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam. Syariah Islam mengatur perbuatan seorang muslim, dudalanya terdapat hukum-hukum yang terdiri atas: 1. 2. 3. 4. 5. Wajib, yaitu perbuatan yang apabila dilakukan mendapatkan pahala apabila ditingalkan berdosa Sunnat, yaitu perbuatan yang apbila dilakukan mendapat pahala, apabila ditinggalkan tidak berdosa Mubah, taitu perbuatan yang boleh dikerjakan atau ditinggalkan, karena tidak diberi pahala dan tidak berdosa Makruh, yaitu perbuatan yang apabila ditinggalkan mendapat pahala dan apabila dilakukan tidak berdosa Haram, yaitu perduatan yang aoabila dikerjakan berdosa dan apabila ditinggalkan diberi pahala. B. Fungsi Syariah 1. 2. 3. Menunjukkan dan mengarahkan pada pencapaian tujuan manusia sebagai hamba Allah. Menunjukkan dan mengarahkan manusia pada pencapaian tujuan sebagai khalifah Allah. Membawa manusia pada kebahagiaan hakiki dunia dan akhirat.

F. Syariah dan Fikih Hukum syariah dari Al-Quran dikodifikasikan dalam bentuk aturanaturan yang lebih jelas, rinci dan perasional melalui ijtihad para ulama. Fikih berisi peraturan-peraturan pelaksanaan yang memberi pegangan dan pedoman

dalam berperilaku, jadi fikih merupakan opersionalisi hukum syariat berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah. C. Ibadah Ibadah adalah perhambaan seorang manusia kepada Allah sebagai pelaksanaan tugas hidup selaku mahluk. Ibadah Khusus adalah ibadah langsung kepada Allah yang telah ditentukan macam, tata cara dan syariat rukunnya oleh Allah.Ibadah umum atau ibadah ghair mahdhah adalah ibadah yang jenis dan macamnya tidak ditentukan, baik dalam Al-Quran maupun sunnah Rasul. D. Ibadah Khusus 1. Thaharah dan Hikmahnya Bersuci dari hadas adalah menghilangkan hadas kecil dan hadas besar. Bersuci adri najis adalah menghilangkan najis dari badan pakaian, dan tempat dengan bahan atau alat penghilang najis.hadas kecil dihilangkan engan wudlu dan hadas besar dihilangkan dengan mandi janabat. Hikamah Thaharah 1. Membiasakan hidup bersih yang menjadi syarat hidup sehat 2. Wudlu yang didalamnya terkandung kewajiban membasuh anggota wudlu mengisyaratkan kewajiban untuk mensucikan diri setiap saat dari dosa 3. Tayamum menggunakan tanah mengisyaratkan manusia untuk rendah hati, tidak sombong dan takabur. 2. Shalat dan Hukmahnya Shalat adalah ucapan-ucapan dan gerakan-gerakan yang dimulai dari takbiratul ikhram dan diakhiri salam dengan syarat-syarat tertentu. Shalatlah kalian seperti kalian melihat aku shalat. (HR. Bukhari) Amal pertama ynag ditanya pada Hari Kiamat adalah shalat. (HR. Al-Iraq)

Shalat wajib terdiri dari shalat yang lima waktu, yaitu Shalat Zuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Shubuh, Selain itu shalat Jum’atan yang dilaksanakan pada waktu Zuhur setiap ahri Jum’at adalah wajib bagi laku-laki yang etlah mencukupi syarat untuk Shalat. Macam-macam Shalat Sunnat: 1). Shalat sunnat yang mengiringi waktu shalat fardlu, yaitu shalat rawatib (Shalat sunnat yang dikerjakan sebelum atau sesudah shalat fardlu) baik yang sunnat muakad maupun yang nukan muakkad. 2). Shalat sunnat malam hari, yaitu shalat tahajud, shalat istikharah, shalat witir dan sebagainya. 3). Shalat sunnat yang dilakukan pada hari-hari tertentu, yaitu shalat Idul Fitri dan Idul Adha. 4). Sahalat sunnat yang hanya dilakukan pada Bulan Ramadhan saja, yaitu Shalat Tarawih. 5). Shalat sunnat yang dilakukan (meminta hujan). Firman Allah: Sesunguhnya Shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar dan sesungguhnya mengingat Allah itu paling besar. (QS. Al-Ankabut, 29:45) 3. Puasa dan Hikmahnya Puasa adalah menahan makan dan minum serta segala sesuatu yang membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai terbenam matahari. Puasa Wajib adalah puasa selama sebulan penuh selama Bulan Ramadhan dan Puasa nadzar. Firman Allah: pada peristiwa-peristiwa teretntu saja, seperti Shalat Gerhana (Bulan maupun Matahari) dan Shalat Istisqa

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, semoga kamu bertaqwa. (QS. Al-baqarah, 21:183) Tujuan puasa adalah mencapai derajat taqwa, yaitu keadaan dimana seorang muslim tunduk dan patuh kepada perintah Allah dan menjauhi larangannya. Fungsi Puasa adalah mengendalikan hawa nafsu pada diri setiap orang sehingga dapat terkendali dan terarah pada hal-hal yang positif. Hikmah Puasa adalah mendidik orang menjadi disiplin terhadap waktu, melatih mengaendalikan diri. 4. Zakat dan Hikmahnya Zakat adalah memberikan harta apabila telah mencapai nisab dan haul kepada orang yang berhak menerimanya dengan syarat tertentu. Nisab adalah ukuran tetentu dari harta ynag dimiliki yang wajib dikeluarkan zakatnya. Sedangkan haul adalah berjalan genap satu tahun.

Ambilah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan harta mereka, dan mendoalah untuk mereka, sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagiMmaha Mengetahui. (QS. At-Taubah, 9:103) Harta yang dikumpulkan dari para muzakki diberikan kepada orangorang yang berhak menerima zakat (mustahik). Mereka ini adalah: 1). Fakir 2). Miskin 3). Amilin 4). Mualaf 5). Hamba sahaya 6). Gharim adalah mendidik manusia dari sifat kikir, 7). Fi Sabilillah 8). Ibnu sabil

Hikmah Ibadah zakat

sombong dan angkuh, menghilangkan sifat iri hati, dengki dan suudzan, dapat mengindari jurang pemisah antara si kaya dan si miskin.

5. Haji dan Hikmahnya Haji adalah ibadah ritual, mengunjungi baitullah pada Bulan Zulhijjah dengan syarat-syarat tertentu. Ibadah Haji adalah bentuk ibadah yang memiliki aspek-aspek keimanan, ritual dan fisik yang ditungjang oleh aspek ekonomi dan politik. Haji mabrur merupakan amaliyah utama yang kadarnya disejajarkan dengan iman dan jihad. Hikmah Ibadah haji adalah meningkatkan kualitas hidup dan penghidupannya secara lebih bermakna untuk mrncari kemuliaan yang hakiki, meningkatkan segala niat dan perilaku yang buruk dan menggantikannyadengan niat dan perilaku yang bersih dan suci. E. Muammalah Muammalah adalah hubungan antar manusia, hubungan sosial atau Hablu minannas. Ruang lingkup muammalah tidak terbatas. Isyarat Al-Quran banyak menyangkut muammalah dibandungkan dengan ibadah ritual. Hal ini mengisyaratkan bahwa Al-quran merupakan pedoman hidup bagi manusia.

F. MUNAKAHAT
A. Pengertian, Hukum, dan Tujuan Pernikahan 1. Pengertian Nikah menurut bahasa berarti menghimpun, sedangkan menurut terminologis adalah akad yang menghalalkan pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim sehingga menimbulkan hak dan kewajiban diantara keduanya. Pernikahan dalam arti luas adalah suatu ikatan lahir batin antara laki-laki dan perempuan untuk hidup bersama dalam suatu rumah tangga. Pernikahan dilakukan untuk mendapatkan keturunan yang dilangsungkan menurut ketentuan-ketentuan syariat Islam.

2. Hukum Pernikahan Nikah hukumnya wajib, apabila telah cukup sandang pangan dan dihawatirkan terjerumus pada perzinahan. Nikah hukumnya sunnat adalah bagi orang yang berkeinginan menikah serta cukup sandang pangan. Nikah ynag makruh adalah bagi orang yang tidak mampu. Nikah yang hukumnya haram adalahbagi orng yang berkehendak menyakiti orang yang dinikahinya. 3. Kedudukan dan tujua Pernikahan Pernikahan di dalam ajaran Islam berada pada tempat yang tinggi dan mulia. Kedudukan pernikahan yang tinggi tersebut dijelaskan oleh Rosulullah: “Nikah itu sunnahku, barang siapa membeci pernikahan, maka ia bukanlah tergolong umatku” “Nikah itu adalah setengah iman” Pernikahan menurut ajaran Islam bertujuan untuk menciptakan keluarga ynag tentram, damai dan sejahtera lahir dan batin, sakinah yaitu keluarga ynag tenang dan tentram, damai dan sejahtera dan mawadah warahmah yaitu terdapat rasa kasih sayang. B. Persiapan Nikah atau Khitbah Perkawinan akan langgeng dan tentram apabila terdapat kesesuaian pandangan hiduup antara suami dan istri. Dalam masa Pra-nikah sebaiknya dihindarkan hubungan dengan orang yang berbeda agama. Dalam persiapan pernikahan pihak laki-laki melamar kepada pihak perempuan yang disebut khitbah, yaitu pihak laki-laki menyatakan keinginannya untuk menikahi seorang perempuan. C. Perempuan Yang Haram Dinikahi Perempuan ynag haram dinikahi adalah muhrim atau mahram, yang terdiri atas:

1. 2. 3. 4.

Diharamkan karena Keturunan, ibu, anak, saudar perempuan, bibi Diharamkan karena susuan, ibu yang menyusui, saudara perempuan ynag mempunyai hubungan susuan Diharamkan karena suatu perkawinan, ibu istri, anak tiri, istri ayah Diharamkan untuk sementara, a). Pertalian nikah, b). Talak ba’in kubra, yaitu perempuan ynag ditalak dengan talak tiga. c). Mengimpun dua perempuan bersaudara d). Menghimpun perempuan lebih dari empat e). Berlainan agama

D. Pelaksanaan Pernikahan Pernikahan dinyatakan syah apabila terkumpul rukun-rukunnya, rukunrukun nikah diantaranya: 1. 2. 3. 4. 5. Calon pasangan suami istri yang seagama Wali, orang yang bertanggung jawab menikahkan pengantin perempuan baik wali nasab maupun wali hakim Saksi Mahar, yaitu pemberian pihak laki-laki pada perempuan pada saat pernikahan. Ijab qabul. Ijab adalah ucapan penyerahan dari wali perempuan kepada pihak laki-laki dan qabul adalah ucapan penerimaan dari pihak laki-laki atas penyerahan perempuan dari walinya. E. Pembinaan Keluarga 1. Membina kasih sayang, kasih sayang harus dipelihara, dapat berupaperhatian, kepedulian dan kearifan yang diwujudkan dalam kata-kata dan perilaku, maupun isyarat badaniah. 2. Merawat dan mendidik anak. Anak adalah titipan Allah ynag mesti dijaga. Dalam merawat anak sejak didalam kandungan hingga ia dewasa, orang tua

selalu membina anaknya ke dalam jalan kebenaran. Andaikan orang tua menjerumuskan anaknya, anak wajib mengingatkannya. F. Thalak dan ‘Iddah 1. Pengertian dan Hukum talak Talak adalah melepaskan ikatan nikah dari suami kepada istrinya dengan lafaz tertentu. Talak hukumnya halal, kendatipun Allah mmbencinya, karena ini merupakan jalan terakhir untuk mencapai kebaikan bersama. 2. Macam-Macam talak a. Talak Sunni dan Talak Bidh’i Talak sunni adalah talak yang dijatuhkan suami ketika istrinya b. Talak Sarih dan Talak Kinayah Talak Sarih adalah talak ynag diucapkan suami denagn menggunakan kata talak (cerai), firak (pisah) atau sarah (lepas). Sedangkan talak Kinayah adalah ucapan yang tidak jelas namun mengarah pada talak. c. Talak Raj’i dan talak Ba’in Talak Raj’i adalah talak yang bisa dirujuk kembali oleh suaminya tanpa memerlukan nikah kembali. Talak Bain adalah talak dimana suami tidak boleh merujuk kembali bekas istrinya, kecuali denagn persyaratan tertentu. Talak Bain Sugra adalah talak yang dijatuhi pada istri yang belum dicampuri dan talak tembus, sedangkan talak bain kubra talak tiga, dimana suami tidak boleh rujuk. 3. ‘Iddah ‘Iddah adalah masa menunggu bagi wanita yang di talak oleh suaminya sampai ia dapat menikah kembali dengan laki-laki lain. Lamanya masa ‘Iddah bagi seorang perempua adalah sebagai berikut: a. b. c. Perempuan yang masih mengalami haid secara normal, ‘iddahnya tiga kali suci Perempuan yang tidak lagi mengalami haid, ‘iddahnya tiga bulan Perempuan yang ditinggal suaminya, ‘iddahnya empat bulan sepuluh hari sedang suci. Talak Bidh’I talak yang dijatuhkan suami ketika istrinya sedang haid

d.

Perempuan yang sedang hamil, ‘iddahnya sampai melahirkan

G. Hikmah Pernikahan 1. Memelihara Derajat Manusia 2. Menjaga garis keturunan 3. Mengembangkan kasih sayang

G. SISTEM KEWARISAN ISLAM
A. HUKUM WARIS 1. Pengertian dan Dasar Hukum Waris Mewaris atau faraid adalah aturan yang berkaitan dengan pembagian harta pusaka. Hukumnya adalah wajib.Keberlakuan Hukum Waris dalam AlQuran dan Sunnah rasul antara lain:

Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu bapak dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan. (QS. An-nisa, 4:7) 2. Berlakunya Hukum Waris Apabila seorang muslim meninggal dunia dan meninggalkan harta benda, maka setelah mayat dikuburkan, keluarganya wajib mengelola harta bendanya, dengan langkah-langkah sebagai berikut: Pertama, membiayai perawatan jenazahnya. Kedua, membayar zakatnya. Ketiga, membayar utang-utangnya. Keempat membayar wasiatnya. Kelima, menentukan sisa harta peninggalan sipemiliksebagai harta pusaka yang dinamai tirkah atau mauruts.

3. Sebab Pewarisan Seseorang berhak pusaka mempusakai, karena: a. c. Perkawinan, adanya ikatan suami istri Wala atau perwalian, adanya perjanjian tolong menolong. b. Kekerabatan, adanya hubungan nasab

4. Pembagian harta pusaka a. b. c. d. Pusaka yang disebabkan perkawinan, yakni pusaka istri dan pusaka suami Pusaka yang disebabkan kekerabatan, yakni anak laki-laki dan perempuan, serta cucu laki-laki dan perempuan Leluhur mayit (Ushulul Mayyit), yakni pusaka ibu, pusaka ayah, pusaka kakek Kerabat menyamping (Al-hawasyi), yakni pusaka saudari sekandung, pusaka saudari seayah,pusaka saudara saudari tunggal ibu, pusaka saudara kandung.pusaka saudara seayah e. Pusaka anak-anak saudara (kemenakan laki-laki), paman dan anak-anak paman (saudara sepupu laki-laki). B. HIBAH Hibah adalah akad mengenai pemberian harta milik seseorang kepada orang lain di waktu ia hidup tanpa adanya imbalan. Hibah merupakan pemberian ynagtidak boleh ditolak. Disyaratkan ornag yang menghibahkan itu sebagai pemilik barang, dan hendaknya orang yang telah dewasa. C. WASIAT Wasiat adalah pemberian seseorang kepada orang lain baik berupa barang, piutang, atau manfaat untuk dimiliki oleh orang yang diberi wasiat, sesudah orang yang berwasiat menungal dunia. Wasiat termasuk ke dalam

kategori sedekah, dan wasiat dinyatakan syah apabila yang berwasiat dewasa dan terjadi ijab qabul. Wasiat dapat dinyatakan batal apabila terjadi salah satu peristiwa sebagai berikut: a. b. c. Orang yang mewasiatkan menderita penyakit gila, Orang yang diberi wasiat meninggal sebelum orang yang memberi wasiat Barang yangdiwasiatkan rusak sebelum diterima oleh orang yang dieri wasiat D. WAKAF Wakaf adalah menahan harta danmemberikan manfaatnya di jalan Allah. Wakaf dinyatakan sah apabila terjadi ikrar wakaf berupa ucapan dari orang yang mewakafkan (wakif) kepada orang yang menerima barang yang diwakafkan (nadir). Barang ayng boleh diwakafkan diwariskan, sabda nadi dari Ibnu Umar: Tidak dijual, tidak dihibahkan dan tidak diwariskan. (HR. Ibnu Umar) H. TINDA K PIDANA ATAU JINAYAT A. Pengertian dan Dasar Hukum Tindak pidana dlam ajaran Islam termasuk kategori jinayat, yaitu bentukbentuk perbuatan jahat yang berkaitan dengan jiwa manusia atau anggota tubuh (pembunuhan dan pelukaan). Tindak Pidana dibagi kedalam tiga aspek yakni: 1. Kejahatan yang dikenai hukuman Qishash (jaraimul qishsh) 2. Kejahatan yang dikenai hgad atau hudud (jaraimul hudud), misalnya zina, menuduh zina, mabuk mencuri, memberontak, murtad, durhaka. 3. Tindakan kejahatan yang dapat dikenai takzir (jaraimul takzir) Qishash adalah balasan yang sepadan, yaitu hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku seperti perbuatan yang telah diperlakukannya kepada korban. Diyat adalah ganti rugi akibat dari suatuperbuatan pidana. adalah barang yang dapat diambil manfaatnya, dan barang yang telah diwakafkan tidak boleh dijual, dihibahkan atau

B. Macam-Macam Tindak Pidana 1. 2. Tindak Pidana ynag dikenai Qishash, misalnya, pembunuhan yang disengaja, pembunuhan yang tidak disengaja, pembunuhan seperti disengaja Keadilan dalam melaksanakan Had, zina; tuduha zina; homoseksual, lesbianisme dan bestialisme; pemabukan; pencurian. C. Peradilan Pesan islam dalam menegakkan keadilan seorang hakim antara lain sabda Nabi: Aku telah mendengar Rosulullah Saw. Bersabda: Janganlah sekali-sekali seorang hakim mengadili urusan antara dua orang, sedang dia dalam keadaan marah. HR. Jamaah Ikrar adalah pengakuan terhadap apa yang didakwakan dan ini merupakan dalil yang paling kuat untuk menetapkan dakwaan. Kesaksian adalah pemberitahuan seseorang tentang sesuatu yang dia ketahui. D. Pelaksanaan Hukuman atau Eksekusi Apabila pengadilan telah menetapkan hukuman bagi para pelaku, pelaksanaan hukuman dilakukan segera. Ketentuan hukuman itu dilaksanakan secara terbuka, disaksikan ornag banyak setelah selesai Shalat Jum’at. E. Hikmah Peradilan Dalam Islam Hukuman mati (Qishash) bukanlah hukuman yang tanpa perikemanusiaan, tetapi merupakan hukuman yang melindungi hak-hak asasi manusia. Perlindungan terhadap anggota masyarakat yang berbuat baik harus dijaga dengan jaklan menegakkan hukum yang berat bagi para pelaku kejahatan. J. KERJASAMA UMAT BERAGAMA

A. Hubungan Intern Umat Islam Rasul mengajarkan umatnya untuk saling memberikan perhatian dan kepedulian terhadap sesama, sehingga terwujud ukhuwwah Islamiah.Ukhuwwah atau persaudaraan lahir lahir karena adanya persamaan-persamaan. Ukhuwwah

Islamiah didasarkan kepada hal-hal yang paling mendasar di dalam hidup yaitu Aqidah. Ukhuwwah Islamiah dapat membentuk kasih sayang antara manusia hingga terbentuknya persaudaraan yang akhirnya akan terbentuk suatu masyarakat “marhamah”. Seperti terdapat dalam Firman Allah: Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. (QS. Al-Hujarat, 49:10) Dalam menetapkan Ukhuwwah Islamiah berkaitan dengan perbedaan pemahaman dan pengamalan ajaran Agama Islam, para ulama menetapkan tiga konsep, yaitu: 1. Konsep Tanawwu Al Ibadah (keragaman cara beribadah) dalam bidang pengamalan agama. 2. Konsep Al Mukhtiu Fi Al Ijtihadi Lahu Arjun (Kesalahan dalam berijtihad mendapat ganjaran) Konsep ini berarti, bahwa selama seseorang mengikuti pendapat seorang ulama, ia tidak akan berdosa, bahkan tetap diberi ganjaran, walaupun hasil ijtihad yang diamalkan itu keliru. 3 Konsep La Hukma Lillahi Qabla Ijtihad Al Mujtahid (Allah belum menetapkan suatu hukum sebelum upaya ijtihad dilakukan seorang mujtahid) Konsep ini menetapkan bahwa persoalan-persoalan hukum yang belum ditetapkan secara pasti, baik dalam Al-Quran maupun As-Sunnah Rasul, Allah belum menetapkan hukumnya. B. Hubungan Antar Umat Beragama Dalam hubungan Umat Islam dengan Umat beragama lain, Al-Quran mengajarkan prinsip-prinsip toleransi sebagai rujukan. Prinsip-prinsip tersebut adalah: 1. Dilarang melakukan pemaksaan beragama baik secara halus apalagi kasar. Konsep ini mengakui adanya keragaman yang dipraktejam Nabi Muhammad Saw.

2. Manusia berhak memilih, memeluk agama, dan beribadat menurut keyakinannya. 3. Tidak berguna memaksa seseorang gar menjadi seorang muslim. 4. Allah tidak melarang hidup bermasyarakat dengan orang yang tidak sepaham atau tidak seagama, selama tidak memusuhi Islam. Firman Allah:

Tuhan tidak melarang kamu berbuat kebaikan dan bersikap jujur terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu karena agama dan tidak mengusir kamu dari kampungmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang jujur. (QS. Al-Mumtahanah, 60:8)

K. AKHLAK A. Akhlak, Etika dan Moral Akhlak menurut bahasa berarti tingkah laku, perangai atau tabiat. Sedangakan menurut istilah adalah pengetahuan yang menjelaskan tentang baik buruk, mengatur pergaulan manusia, dan menentukan tujuan akhir dari usaha dan pekerjaannya. Selain itu Akhlak digunakan pula istilah etika dan moral. Etika berasal dari kata yunani “ethes”, artinya adat kebiasaan, sedangkan moral berasal dari kata “mores” yang berarti kebiasaan. Etika adalah ilmu yang menyelidiki bak dan buruk denagn memperhatikan perbuatan manusia sejauh yang diketahui oleh akal dan pikiran. Sedangkan moral adalah tindakan manusia yang sesuai dengan ide-ide umum (masyarakat) yang baik dan wajar. B. Akhlak Islam 1. Akhlak Terhadap Allah Berakhlak yang baik antara lain melalui: a. Beriman, yaitu meyakini wujud dan keesaan Allah serta meyakini apa-apa yang difirmankan-Nya.

b. Taat, yaitu patuh pada segala perintah-Nya dan menjauhkan segala laranganNya. c. Ikhlas, melaksanakan perintah Allah denagn mencari keridhaan Allah. d. Khusyuk, Melaksanakan perintah-Nya denagn sungguh-sungguh. e. Husnudzan, yaitu berbaik sangka pada Allah. f. Tawakal, Mempercayakan diri kepada Allah dalam berencana. g. Syukur, Mengunkapkan rasa Syukur pada Allah atas nikmat-Nya. h. Bertasbih, Mensucikan Allah dengan ucapan “Subhanallah” i. j. Istighfar, Meminta ampun kepada Allah atas dosa yang telah diperbuat denga mengucapkan “Astaghfirullah Al Adzim”. Takbir, mengagungkan Allah degan mengucapkan “Allhu Akbar” k. Do’a, Meminta dan memohon pada Allah dengan cara yang baik. 2. Akhlak Terhadap Manusia a. Akhlak terhadap diri sendiri 1). Setia (Al-Amanah) 2). Benar (As-Shidqatu) 3). Adil (Al-‘Adlu) 4). Jaga diri (Al-Ifafah) 5). Malu (Al-Haya) b. Akhlak Terhadap Keluarga 1). Akhlak terhadap Orang Tua, prinsip akhlak mahmudah misalnya adalah patuh, Ihsan (berbuat baik pada mereka), Lemah lembut dalam perkataan dan tindakan, merendahkan diri dihadapannya, berterima kasih, berdo’a dan meminta do’a kepada mereka. 2). Akhlak terhadap Suami-Istri, berkomunikasi dengan baik dan saling menghargai serta menghormati. 3). Akhlak terhadap anak, memberi kasih sayang dan mendidik serta merawat. c. Akhlah TerhadapTetangga 6). Keberanian (As-Syajaah) 7). Kakuatan (Al-Quwwah) 8). Kesabaran (As-Shabru) 9). Kasih Sayang (Ar-rahman) 10). Hemat (Al-Iqtishad)

Tetangga merupakan orang paling dekat secara sosial, dan kita harus saling menjaga keharmonisan, dengan cara tolong menolong, saling menghormati, menghargai dan saling membantu. 3. Akhlak terhadap Lingkungan Berakhlak terhadap lingkungan adalah menyikapi dengan cara memelihara kelangsungan hidup dan kelestariannya. Seorang muslim dituntut untuk menyebarkan rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan Lil Alamin), yaitu memandang alam dan lingkungannya dengan rasa kasih sayang.

L. TAKWA
A. Pengertian dan Ruang Lingkup Takwa Takwa adalah melaksanakan perintah Allah dan menjauhkan larangannya. Ciri manusia yang telah mencapai takwa tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat, 2:3-4:

(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizki yang kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada kitab (Al-Quran)yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin adanya (kehidupan) akhirat. (QS. Al-Baqarah, 2:3-4) secara umum takwa merupakan akulturasi dari pelaksanaan aturan Allah dalam hubungan manusia dengan Allah, sesama manusia, dan alam lingkungannya. B. Hubungan dengan Allah

Hubungan dengan Allh dilakukan seorang muslim dalam bentuk ketaatan melaksanakan ibadah. Konsistensi dalam mendirikan shalat lima waktu menjadi ciri utama seorang muslim. Taat kepada Allah dan taat kepada rasul merupakan rangkaian yang tidak bisa dipisahkan, “Aku tinggalkan bagi kalian dua hal, apabila kalian bertegang teguh kepada keduanya, maka kalian tidak akan sesat”, dua hal tersebuat adalah Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. C. Hubungan dengan Sesama Manusia 1. Hubungan dengan Keluarga a. Berbakti kepada Orang Tua Hubungan anak dengan orang tua merupakan hubungan yang istimewa yang terkait erat dengan sebab perkawinan dan pewarisan. Anak diwajibkan berbuat baok kepada orang tua, Allah SWT berfirman:

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambahtambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan dan kepada kedua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu. (QS. Lukman, 31:14) b. Menyayangi Keluarga Kasih sayang itu akan terbentuk apabila anggota dalam keluarga saling menghargai dan menghormati. Islam mengajarkan umtnya untuk menjadikan keluarga sebagai tempat yang penuh dengan kedamaian (sakinah) melalui pemupukan perhatian dan kasih sayang, sehingga seluruh anggota keluarga, baik suami isteri, maupun anak-anak tidak mencari perhatian dan kasih sayang di luar rumah. 2. Hubungan dengan Masyarakat a. Menegakkan Keadilan

b. dirinya. c.

Amar Makruf Nahyi Munkar, adalah keberpihakan seorang muslim terhadap kebenaran, kendatipun kebenaran itu dapat merugikan Menyebarrkan Rahmat dan Kasih sayang

D. Hubungan dengan Diri Sendiri 1. Memelihara Kehormatan Diri 2. Sabar, adalah sikap yang lahir dari penyerahan total terhadap Allah dan berkaitan dengan keyakinan tentang kekuasaan Allah. 3. Syukur, adalah menggunakan nikmat dari Allah melalui perbuatan 4. Istiqamah, adalah tegak berdiri diatas prinsip kebenaran yang diyakininya. E. Hubungan dengan Lingkungan Hidup 1. Mengelola dan Memelihara Alam, Dia menciptakan kalian dari bumi dan menjadikan kalian pemakmurnya. (QS. Hud 61) 2. Menjaga dan Melestarikan Alam,

.....dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan. (QS. Al-Qashshash, 28:77). M. AKAL DAN WAHYU A. Kedudukan Akal dan Wahyu Akal dalam pengertian Islam adalah daya berpikir yang terdapat dalam jiwa manusia; daya, yang memperolah pengetahuan dengan memperhatikan alam sekitarnya. Wahyu berasal dari bahasa Arab Al-Wahy, artinya suara, api dan kecepatan, bisikan , isyarat dan tulisan. Wahyu adalah penyampaian sabda Tuhan

kepada pilihan-Nya agar pegangan hidup.

diteruskan

kepada

umat

manusia

sebagai

Wahyu diturunkan kepada Nabi Muhammad dengan tiga cara yaitu: a). Dimasukkan kedalam hati dalam bentuk ilham, b). Diamsukkan dari belakang tabir, c). Melalui utusan melaui malaikat. B. Klasifikasi Ilmu dalam Islam Al-Ghazali mengklasifikasikan ilmu adlam empat sistem sebagai berikut: 1. Pemabgian Ilmu atas dasar teoritis dan praktris Ilmu teoritis adalah ilmu yang diketahui sebagaimana adanya.Sedangkan ilmu praktis adalah tindakan-tindakan manusia yang bertujuan mencari aktifitas kondusif manusia untuk kesejahteraanya didunia dan di akhirat. 2. Pembagian atas dasar yang dihadirkan dan dicapai Pengetahuan yang dihadirkan bersifat langsung, serta merata, supra rasional, intuitif, dan kontemplatif. Inlu ini disebut pula ilmu ladunni (pengetahuan dari yang tinggi) dan ilmu mukasyafah (pengetahuan menangkap misteri ilahi). 3. Pembagian atas dasar religius dan intelektual Ilmu religius adalah ilmu yang diperoleh nabi-nabi dan tidak hadir pada mereka melalui akal. Sedangakan ilmu intelektual adalah ilmu yang diperoleh melalui intelek manusia. 4. Pembagian atas dasar kewajiban individu (fardlu ‘ain), dan kewajiban umat (fardlu kifayah). Fardlu ‘ain adalah kewajiban yang mengikat setiap muslim. Sedangkan fardlu kifayah adalah kewajiban yang mengikat komunitas muslim. Ilmu religius terdiri atas: 1. Ilmu tentang prinsip-prinsip dasar (al-ushul), yaitu: a. Ilmu tentang keesaan Ilahi ( ilm al-tauhid)

b. Ilmu tentang kenabian, termasuk didalamnya ihwal para sahabat serta para penerus spiritualnya c. Ilmu tentang akhirat atau eskatologi d. Ilmu tentang sumber pengetahuan religius, sumber primer, yaiyu Al-Quran dan As-Sunnah (tradisi Nabi) serta sumber sekunder, yaitu ijma’ (konsensus) dan atsar al-sahabah (tradisi para sahabat). Ilmu tentang sumber pengetahuan religius terbagi menjadi dua kategori: 1). 2). Ilmu-ilmu pengantar atau ilmu-ilmu alat (muqaddimah) antara Ilmu pelengkap (mutammimat) yang terdiri atas: a. Ilmu-ilmu Qur’an termasuk didalamnya ilmu tafsir b. Ilmu-ilmu tentang tradisi nabi seperti ilmu penukilan (periwayatan) hadits c. Ilmu-ilmu tentang pokok yurisprudensi (ushul al fiqh) d. Biografi yang berhubungan dengan kehidupan para nabi, sahabat dan orang-orang terkenal 2. Ilmu tentang cabang-cabang (furu’) atau prinsip-prinsip turunan a. ibadah b. 1). 2). c. Ilmu tentang kewajiban manusia pada masyarakat, terdiri atas: Ilmu tentang transaksi, terutama transaksi bisnis, keuangan, Ilmu tentang kewajiban kontraktual, yaitu ilmu yang termasuk juga qishash atau pidana berhubungan dengan hukum keluarga Ilmu tentang kewajiban manusia kepada jiwanya sendiri, yaitu ilmu yang membahas kualitas moral (akhlak) Ilmu tentang kewajiban manusia kepada Tuhan, ilmu tentang lain ilmu tulis menulis dan ilmu kebahasaan

Ilmu-ilmu intelektual 1. Matematika: aritmatika, geometri, astronomi dan astrologi, musik

2. Logika 3. Fisika: kedokteran, meteorologi, mineralogi, kimia 4. Ilmu-ilmu tenatng wujud diluar alam atau metafiska: a. b. c. d. e. f. Ontologi Pengetahuan tentang esensi, sifat dan aktivitas Ilahi Pengetahuan tentang substansi sederhana, yaitu intelegensiPengetahuan tentang dunia halus Ilmu tentang kenabian dan fenomena kewalian Ilmu tentang kekuatan-kekuatan bumi untuk menghailkan efek

intelegensi dan substansi-substansi malakut

tampak seperti supranatural (teurgi atau nairanjiyat). Ilmu religius trebagi kedalam dua kategori, yaitu ilmu yang pencarianya dinyatakan fardlu ‘ain dan fardlu kifayah. Yang termasuk fardlu ‘ain adalah ilmuilmu tentang ibadah atau praktek kebaktian dan kewajiban manusia kepada masyarakat. Ilmu-ilmu fardlu kifayah adalah ilmu-ilmu tentang sumber-sumber pengetahuan relilgius, ilmu tentang yurisprudensi serta ilmu-ilmu intelektual.

BAB III PENUTUP

A. KOMENTAR Klasifikasi pembahasan materi dalam buku Pendidikan Agama Islam untuk perguruan Tinggi ini sudah cukup lengkap, dan dapat dipahami oleh pembaca. Dalam buku itu juga terdapat Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP) yang dapat mempermudah proses pembelajaran. Buku ini tergolong mudah diikuti untuk dipelajari, sehingga bagi mereka yang kurang memiliki pengetahuan agama Islam ini sangatlah cocok untuk dijadikan panduan dalam mempelajari Agama Islam. Selain itu dapat juga untuk mempertebal keimanan kita kepada Allah SWT,sehingga kita dapat menginteropeksi diri kita dalam menjalani kehidupan. Penulis sebagai mahasiswa mengharapkan adanya keterangan yang lebih detail dari dosen pengajar atas pembahasan didalam buku Pendidikan Agama Islam apabila didalam buku ini ada yang tidak lengkap. Atas segala sesuatunya mohon maaf apabila kritik dan saran ini kurang berkenan. Dan penulis juga mengharapkan adanya kritik dan saran yang sifatnya membangun makalah. demi tercapainya sesuatu yang lebih baik dalam pembuatan

B. KESIMPULAN 1. 2. Ajaran Agama Islam pada dasarnya adalah menuntun umat manusia untuk dapat melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Manusia menyadari kedudukannya sebagai mahluk yang merupakan bagian dari alam semesta dan merasakan mutlaknya agama khususnya Islam bagi kehidupan manusia sebagai penuntun menuju jalan yang diridhai Allh SWT.

3.

Manusia menyadari kedudukannya sebagai makhluk yang merupakan bagian dari alam semesta sebagai khalifah dimuka bumi yang mutlak membutuhkan agama sebagai penuntun hidupnya.

4.

Meyakini dan mengamini dengan sesungguh-sungguhnya bahwa Agama Islam sebagai Agama Wahyu yang didalamnya terdapat petunjuk manusia dalam menjalani hidupnya untuk mencapai kesejahteraan di dunia dan diakhirat nanti.

5.

Nilai-nilai ajaran agama Islam yang terkandung di Al-Quran sebagai pedoman dan kerangka umat Islam dan As-Sunnah sebagai otentiknya AlQuran (memberikan rincian dan penjelasan terhadap pernyataan Al-Quran yang bersifat global) yang dijadikan petunjuk kehidupan yang harus ditaati.

6. 7.

Memahami kedudukan makna taqwa, akal dan wahu serrta mendalami Islam dalam konteks disiplin ilmu. Akidah, syari’ah, dan akhlak sebagai kerangka dasar ajaran Islam banyak melahirkan Mahdzab dalam Islam yang merupakan pola pikir dan tingkah laku umat Islam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful