P. 1
Pengantar Filsafat Islam

Pengantar Filsafat Islam

|Views: 769|Likes:
Published by Dwi Setiyo Prasojo

More info:

Published by: Dwi Setiyo Prasojo on Sep 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/29/2013

pdf

text

original

PENGANTAR FILSAFAT ISLAM SEBUAH PENDEKATAN TEMATIS

MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi tugas akhir MKDU Pendidikan Agama Islam

Oleh : Muhammad Ersan Pamungkas NIM : 010620

JURUSAN BAHASA INGGRIS ( NON – DIK B ) FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG 2001
ii

iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas terselesaikannya tugas makalah ini pada waktunya. Selain untuk memenuhi tugas akhir MKDU Pendidikan Agama Islam , penyusunan makalah ini juga sebagai media penyusun dalam memperluas wawasan mengenai Islam umumnya dan Filsafat Islam khususnya. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Drs. H. Endis Firdaus, M.Ag. yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk melaksanakan tugas ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi siapapun yang berkepentingan

Bandung, Desember 2001

Penyusun

iii

iv

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................... DAFTAR ISI ................................................................................................... BAB I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH ........................................... B. TUJUAN PENULISAN MAKALAH ........................................ BAB II. ISI ..................................................................................................... BAB III. KESIMPULAN ................................................................................

i ii 1 1 2 5

iv

v

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Sebagai salah satu agama samawi yang terakhir, agama Islam merupakan agama yang sempurna dalam artian mempunyai landasan Al- Qura’an , Hadist,dll yang merupakan bimbingan umat manusia dalam semua aspek kehidupan. Beranjak dari pemikiran tersebut, sebagian kalangan menganggap tidak perlu adanya filsafat Islam. Akan tetapi sebagian lagi melihat urgensi dalam adanya filsafat Islam tersebut dengan alasan bahwa Islam adalah agama yang rasional oleh karena itu dibutuhkan rasio – dalam hal ini filsafat – dalam memahaminya. Kontroversi mengenai kedua argumen tersebutlah yang menjadi latar belakang penulisan makalah ini. B. TUJUAN PENULISAN MAKALAH Tujuan penulisan makalah ini ialah untuk membuka cakrawala kita dalam memahami esensi filsafat dan penerapannya dalam agama Islam guna membentuk pribadi muslim yang beriman , sophisticated, dan rasional.

v

vi

BAB II ISI

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa filsafat merupakan induk dari semua pengetahuan , percaya atau tidak , filsafat sebenarnya dapat berguna membantu penyelesaian masalah – masalah yang dihadapi sekarang seperti masalah sosial, politik, penegakkan hukum serta pengentasan penduduk dari kemiskinan dan kebodohan. Secara lebih detail dapat diuraikan beberapa peran filsafat dalam kehidupan antara lain : 1. Seperti yang telah disebutkan di atas yaitu untuk menyelesaikan problema problema sosial, politik, kemasyarakatan , dll. 2. Filsafat pun dapat mengajarkan kita untuk memahami semua pemikiran dan gagasan agar bisa dipertanggungjawabkan secara intelektual dan ilmiah. 3. Filsafat – khususnya filsafat Islam – dapat memberikan sumbangan yang berharga dalam kehidupan dengan cara memberikan gambaran dunia yang secara menyeluruh , utuh dan yang berarti bagi kita dewasa ini dalam memahami kenyataan hidup. 4. Filsafat dapat membuka wawasan umat Islam dalam memahami ajaran agama dalam membentuk pribadi muslim yang terbuka, plural, dan fleksibel. Sayangnya umat Islam sekarang kurang memberikan perhatian kepada filsafat itu sendiri yang mengakibatkan umat Islam sekarang tertinggal jauh dibandingkan dengan umat-umat lainnya di dunia. Padahal khazanah filsafat Islam sebenarnya sangatlah kaya, namun belum digali secara optimal. Adalah jelas apabila beberapa kalangan Islam dengan tegas menolak sistem pemikiran teoritis yang berasal dari luar Islam dengan alasan bahwa Islam sendiri sudah dilengkapi dengan berbagai perangkat teoritis. Sebut saja Al-Qur’an. Seperti yang kita ketahui Al-Qur’an, sarat dengan analisis terperinci seputar hakikat realitas dan anjuran-anjuran moral bagi para pembacanya. Selain itu ada pula Sunnah. Oleh karena itu mereka merasa bahwa semua perangkat teoritis agama itu sudah cukup untuk menghadapi masalah-masalah yang timbul.
vi

vii

Lalu perlukah filsafat dalam Islam ? Sejak dahulu selalu saja ada tokoh-tokoh politik maupun budaya yang berupaya menolak semua pengetahuan dari sumbersumber non Islam. Namun ada pula yang mau menerima itu semua, guna menambah wawasan mereka. Filsafat pada dasarnya bersifat lebih umum dan berkaitan dengan agama sebagai sesuatu yang universal sehingga filsafat Islam bukan merupakan filsafat yang berasal dari aqgama Islam melainkan filsafat yang mengenai agama Islam itu sendiri. Sebagai agama yang rasional, Islam dalam pemahamannya dituntut untuk menggunakan rasio pula. Di dalam Al-Qur’an dan sumber-sumber Islam lainnya, terdapat pula banyak rujukan yang menerangkan ihwal tingginya kedudukan akal dalam Al-Qur’an. Oleh karena itu menurut pemikiran penyusun ada beberapa hal mengapa perlu adanya filsafat dalam Islam antara lain : 1. Dengan filsafat Islam,ajaran Islam dapat lebih kita fahami karena selain dengan keimanan rasio kita pun bekerja. 2. Agama Islam, dalam artian umatnya, akan lebih maju perkembangannya karena filsafat,seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, membuka cakrawala kita terhadap realita hidup. Walaupun terkadang filsafat dan agama tampak saling bertentangan satu sama lain, namun sebenarnya sikap pertentangan itu hanya ada dalam bayangan karena tidak mempunyai perwujudan nyata, sehingga sebenarnya filsafat dan agama tidak bertentangan satu sama lain karena memang keduanya merupakan cara yang berbweda dalam menjelaskan hal yang sama. Dengan kata lain, keduanya menelaah kebenaran yang satu dengan jalan yang berbeda. Oleh karena itu tidak aflah apabila ada yang bertanya –tanya mana diantara keduanya yang benar atau yang salah kecuali dalam keadaan tertentu. Dengan kehidupan zaman yang makin modern seperti sekarang ini, kita sebagai umat Islam hendaknya berfikir secara logis dan rsional terhadap segala sesuatu termasuk dalam menerima hal-hal yang bersifat non Islam tanpa meninggalkan identitas kita sebagai umat Islam. Disinilah pentingnya filsafat untuk melakukan semua itu. Karena dalam filsafat kemampuan menggunakan argumen-argumen rasional guna mempertahankan atau menyerang suatu
vii

viii

pandangan keagamaan mutlak diperlukan . Di dalam agama Islam sendiri pun filsafat diperlukan untuk berargumen dalam menafsirkan pemahaman keagamaan yang tepat mengenai sederet bahasan , misalnya dalam Al-Qur’an. Meskipun AlQur’an merupakan teks kitab yang sangat indah dan jelas namun kita tetap perlu menafsirkannya supaya kandungan makna sebagian ayatnya terkuak. Berkaitan dengan filsafat, pengetahuan pun erat hubungannya baik filsafat itu sendiri maupun dengan agama, yang dalam hal ini agama Islam. Dalam sejarah Islam, umat Islam pertama memperoleh pengetahuan dan filsafat berasal dari Yunani. Agama Islam sendiri sebenarnya berkaitan erat dengan sains atau pengetahuan. Namun sayangnya banyak yang menganggap sains itu sampai disini saja ( tuntas ). Padahal sains atau pengetahuan itu terus berkembang. Pada prinsipnya terdapat sedikit perbedaan antara agama dan sains yaitu bahwa agama merupakan sumber kebenaran yang abadi sedangkan sains khususnya yang berkaitan dengan alam bersifat dugaan dan berubah-ubah. Walaupun demikian keduanya tidak dapat dipisahkan karena Islam menegaskan pelunya menafsirkan segenap aspek kehidupan yang selaras dengan keimanan. Dan untuk menafsirkannya diperlukan sains.Dan yang perlu diketahui ialah bahwa segala sesuatu yang ada hubungannya dengan agama adalah pengetahuan karena tujuan akhir dari pengetahuan adalah keselamatan, seperti halnya tujuan agama. Jadi jelaslah bahwa filsafat , sains, dan agama saling berkaitan erat karena ketiganya saling mengisi.

viii

ix

BAB III KESIMPULAN

Setelah penyusun membaca buku Pengantar Filsafat Islam, Sebuah Pendekatan Tematis, penyusun dapat menarik sebuah kesimpulan berkenaan dengan isi buku tersebut yaitu bahwa filsafat Islam yang mungkin terdengar baru bagi banyak kalangan dapat dikatakan tidak dapat dipisahkan dari agama Islam itu sendiri , sehubungan dengan keberadaan Islam yang sangat rasional . Karena kerasionalannya itulah dibutuhkan filsafat dan juga pengetahuan sebagai penunjangnya untuk menafsirkan beberapa hal dalam sumber sumber hukum Islam guna dapat mencapai titik dimana pandangan kita terhadap Islam yang sebenarnya menjadi terbuka lebar. Demikianlah kesimpulan yang penyusun dapat sampaikan, semoga dapat bemanfaat.

ix

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->