P. 1
Proses Produksi Cat Tembok

Proses Produksi Cat Tembok

|Views: 3,673|Likes:
Published by 10111989

More info:

Published by: 10111989 on Sep 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/11/2013

pdf

text

original

PROSES PRODUKSI PEMBUATAN CAT TEMBOK

I. TUJUAN 1. Mempelajari dan mempraktekan proses produksi pembuatan cat tembok. 2. Mampu menghitung kelayakan ekonomi pembuatan cat HPP, biaya produksi operasional, keuntungan, BEP, PBP. 3. Mampu merancang proses produksi pembuatan cat semi komersial.

II. PRINSIP 1. Resin Resin bertidak sebagai bahan pengikat yang berfungsi agar cat dapat membentuk lapisan film tipis dan merekat pada benda yang dilapisi. 2. Zat Pewarna Atau Pigmen Zat Pewarna atau pigmen biasanya berupa partikel padat yang mudah terdispersi dalam cat dan memberikan karakteristik tertentu tersebut. 3. Pelarut Pelarut berfungsi untuk melarutkan zat pengikat dan mengencerkan cat sehingga kekentalan cat dapat diatur sesuai dengan standar.Pelarut cat tembok biasanya digunakan air. 4. Zat Aditif Zat Aditif berfungsi untuk meningkatkan performansi, dan biasanya digunakan dalam jumlah yang sangat kecil. 5. III. TEORI Cat adalah istilah umum yang digunakan untuk keluarga produk yang digunakan untuk melindungi dan memberikan wama pada suatu objek atau permukaan dengan melapisinya dengan lapisan berpigmen. Cat dapat digunakan berupa memberikan warna, daya tahan, daya tutup dan sebagai pelindung pada cat

tidak terjadi salah barang. seng. solvent dan additive yang dibeli dan kemudian disimpan di dalam gudang sesuai spesifikasi. pelarut. pengujian dan pelayanan yang memadat. cat juga memiliki fungsi lain yaitu sebagai yang memberikan keindahan pada permukaan yang dilapisi. Beberapa pengujian harus dilakukan untuk meyakinkan bahwa: a. bantuan pengemudi (marka jalan). slip agents. dan fain-lain. Komponen pembuat cat adalah terdiri dari zat pengikat. Setiap proses dimulai dari pembelian bahan baku. . atau pengawet (untuk mencegah korosi atau kerusakan oleh air). salutan industri (industrial coating). kayu. dan tembok dengan membentuk lapisan tipis. pigment. penyimpangan dan perubahan kualitasnya b. Resin. extender. tidak gampang mengulit. dispersing agent. Zat aditif adalah zat yang ditambahkan ke dalam cat dengan kadar relattf rendah tetapi dapat mempengaruhi sifat-sifat dari cat. sebagai contoh yaitu drying agent. mengeras dan dengan dengan derajad kehalusan sesuai kebutuhan c. Cat adalah bahan pelapis permukaan yang berfungsi untuk melindungi benda seperti besi.pada hampir semua jenis objek. dan zat aditif. biockfes. penyimpanan bahan jadi dan pengiriman bahan jadi ke pelanggan harus dikontrol dengan jadwal. penyimpanan bahan baku. berbagai usaha harus diarahkan untuk mendapatkan kualitas hasil akhir dari setiap proses seoptimal mungkin. pemrosesan bahan baku menjadi bahan setengah jadi maupun bahan jadi. Proses pembuatan cat menghasilkan cat dan film dengan kualitas seperti yang diharapkan. pigmen. anti foam. Selain itu. Zat pengikat dan zat pewama merupakan bahan yang memberikan pengaruh paling besar dalam proses produksi cat. Untuk mendapatkan kualitas cat seperti yang diharapkan oleh pelanggan. zat pengisi. zat pewama. antara lain untuk menghasi/kan karya sent (oteh pelukis untuk membuat lukisan). Proses pembuatan pasta menghasilkan pasta yang stabil.

20 micron) maka diperlukan proses penggilingan partikel padat dalam mesin giling. mixing dan stiring saja. Proses produksi cat dibagi menurut jenis cat yang akan dibuat: a. namun jika dikehendaki padatan terdispersi secara halus (5 . Cat Dengan Pigment dan/atau Extender. hingga diperoleh suatu campuran yang benar-benar merata di semua titik. Cat Tanpa Pigment. dan harganya murah. tidak mudah pudar. Namun jika pigment atau extender-nya sudah diproses menjadi bahan setengah jadi (pasta) terlebih dulu. daya perekat terhadap benda yang dilapisinya dan mudah dalam penggunaannya. Perlakuan seperti ini juga dipakai untuk membuat thinner. Sebagai contoh zat pengikat. mudah penggunaanya. hardener. yaitu menuang bahan-bahan dengan urutan dan cara sesuai dengan jenis cat yang akan dibuat ke dalam sebuah tangki dengan ukuran pas. Extender atau Filler Pembuatannya hanya melibatkan proses penuangan. maka bahan atau campuran ini bisa diproses seperti tersebut di atas. Jika diinginkan padatan terdispersi secara kasar (dengan kehalusan antara 20-50 mikron).Tahapan pembuetan ca* sangat dipengaruhi oleh seberapa canggih teknologi yang dipakai untuk menunjang pembuatan cat tersebut. makin canggih tinggi teknologi yang dipakai maka makin singkat dan mudah proses pembuatan catnya Dalam pembuatan cat. Proses pembuatan cat jenis ini juga dibagi berdasarkan pada seberapa halus padatan (pigment atau extender) terdispersi di dalam campuran. Kemudian mencampur bahan-bahan dengan putaran mixer relatif pelan. pemilihan bahan-bahan di atas harus memiliki sifatsifat yang sesuai dengan aplikasinya. b. maka proses yang dibutuhkan adalah cukup dengan proses dispersi saja. Contoh jenis cat yang . Untuk zat pewama diutamakan memiliki sifat daya tutup dan sifat kilapnya cocok dengan benda yang dilapisi. wood stain (solvent + dyestuff) atau campuran bahan lain yang tidak mengandung pigment atau extender asli (padatan). Untuk pelarut harus memiliki sifat mudah melarutkan. Waktu stiring dan kecepatan mixer disesuikan dengan jumlah dan kekentalan campuran. serta mudah dan cepat mengering. harus memiliki sifat pengeringan.

Bahan-bahnini biasanya adalah alkyd resin. MEK. dan pigmen hitam (Carbon black). silicon resin. amino resin. Bahan Pengikat berfungsi agar cat dapat membentuk lapisan film tipis dan merekat pada benda yang dilapisi. Pelarut cat tembok biasanya digunakan air. etil alcohol atau etil asetat. Viskositas modifier .dibuat cukup dengan proses dispersi saja adalah: dempul atau filler. dan biasanya digunakan dalam jumlah yang sangat kesil. pigmen merah (Red iron oxide). sedangkan cat besi/ kayu biasanya digunakan pelarut organik seperti white spirit. b. kaolin. pigmen hijau (Chromium oxide). Karakteristk tersebut antara lain dapat memberikan wama. Bioaktifaditif Bahan ini untuk mencegah timbulnya mikroorganisme seperti jamur. Bahan-bahan yang biasa digunakan adalah barium meteborat. mika. daya tutup. pigmen kuning (Zinc chromate). cat primer. daya tahan. dikloro fluamide dan lain-lain. PVAc atau nitro cellulose. antara lain pigmen putih (Titanium oksida). dan pans white. Pelarut ditambahkan ke dalam cat berfungsi untuk melarutkan zat pengikat dan mengencerkan cat sehingga kekentalan cat dapat diatur sesuai dengan standar. butyl asetat. epoxy resin. undercoat. talk. Zat aditif yang digunakan dalam proses pembuatan cat biasanya dimaksudkan untuk meningkatkan performansi cat. Sedangkan untuk cat tembok biasanya digunakan lateks. Pigmen terdiri dan berbagai wama. intermediate atau tembok dimana kehalusan partikel bukan merupakan sifat yang harus dicapai. Zat pengisi biasanya digunakan untuk menambahkan volume dari cat sehingga dapat menurunkan harga prduksi cat Zat pengisi yang biasanya digunakan adalah barium sutfat. dan melindungi seperti melindungi besi dan korosi. pigmen biru (Prussian blue). Zat pewarna atau pigmen biasanya berupa partikel padat yang mudah terdispersi di dalam cat dan memberikan karakteristik tetentu pada cat tersebut. MBIK dan lain-lain. Zat yang biasanya digunakan antara lain: a. dan latex Untuk cat kayu dan besi biasanya digunakan alkyd resin.

yang paling berpengaruh adalah kualitas atau mutu dinding itu sendiri (terlepas dari kualitas cat yang dipakai). Pastikan permukaan dinding bersih dan kering untuk mencegah terjadinya pengelupasan. Bahan ini biasanya untuk mempertahankan bahan pengisi da pewama tetap terdispersi. kerjakanlah muiai dari langit-langit yang diteruskan ke dinding dekat kusen jendela. e. Bahan-bahan yang biasanya digunakan adalah CMCNa.Formulasi cat biasanya dalam bentuk larutan yang encer. Kerjakan pengecatan pada siang hari. Dispersing agent d. Dalam pembuatan cat terdapat beberapa karakteristik yang harus dipenuhi misalnya: • • • • • Tahan terhadapa cuaca Daya tutup yang tinggi Daya kering yang tinggi Mampu menahan korosi Tahan lama. AllginatNa. lapisan cat yang menggelembung. Yang harus di lakukan untuk memulai proses pengecetan adalah menyiapkan penmukaan yang akan dicat. Masalah yang sering timbul akibat dari kualitas dinding yang jelek biasanya adalah belang-belang seperti basah (bila kadar air dalam dinding terlalu tinggi). Mulai dari dekat jendela. Biasanya digunakan Sodium silikat. menuju ke ruang dalam. wamanya luntur. dll. Sedangkan bila yang dipakai cat dinding dengan kualitas rendah maka masalah yang sering terjadi adalah pengapuran. dan kemudian ke bagian bawah. PVA dan lain-lain. c. Ada beberapa hal yang mempengaruhi keberhasilan pengecafan dinding tembok (bata). dll. Antifoam Untuk menghilangkan busa selama produksi cat. Lakukanlah pembuangan . Bila mengecat seluruh ruangan. Slip agent Untuk melicinkan permukaan film sehingga lapisan cat mengkilap. sedangkan dalam bentuk konsentrat biasanya harus ditambahkan bahan pengental agar dapat mempertahankan kekentalan cat sesuai dengan yang diinginkan. pintu-pintu.

Permukaan dinding yang hendak dicat harus sudah dalam keadaan kering sempuma. sehingga air dapat dengan mudah menguap keluar. yaitu proses yang melibatkan dispersi dan/atau penggilingan dan proses yang hanya melibatkan proses mixing saja. Dinding yang plesterannya sudah kering dan mengeras juga bisa mempunyai kadar air yang berlebihan jika misalnya pondasi yang tidak baik sehingga air dari tanah terhisap karena adanya daya kapiler.sisa saat melakukan pengecatan karena kita harus bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan menghindarkan membuang limbah/sisa cat ke dalam saluran pembuangan. Perbaikannya adalah dengan cara menggosok permukaan lapisan cat dengan amplas agar lebih porous. Tahap akhir dari kedua proses ini juga berbeda. yang artinya Kapur (CaO) dalam semen telah bereaksi sempurna dengan CO2 dan air membentuk CaCOS -garam yang netral. seperti panas matahari atau ventilasi yang baik maka bisa terjadi lebih cepat. maka cucilah dengan larutan kaporit. Masalah yang sering terjadi adalah Permukaan Belang Seperti Basah. cara pembuatan adukan-pengerjaan. sehingga kadar alkali maupun dalam dinding masih tinggi. Kualitas dinding juga dipengaruhi oleh faktor material (kualitas pasir). maka mengukur derajad kehalusan dari partikelpartikelnya adalah tahap yang penting guna mengakhiri proses tersebut. kondisi lapangan. pada proses yang melibatkan dispersi dan/atau penggilingan pigment. cukup mengukur kekentalan atau viskositas campuran tersebut. yang hanya melibatkan proses mixing. Setelah kering sempuma lakukanlah pengecatan ufang. hal ini disebabkan karena pekerjaan p/esteran atau acian semen belum kertng dengan sempuma. tetapi dengan adanya faktor lain. Terakhir adalah membiarkan sisa cat mengering di wadahnya sebeium dibuang ke tempat sampah. Seperti sudah dijelaskan pada bagian di atas bahwa proses pembuatan cat dibagi menjadi dua bagian besar. Secara teoritis proses pengeringan ini terjadi dalam 28 hari. Sedang proses lain. serta cuaca. komposisi adukan. . ataupun kebocoran pipa talang dsb. Bila jamur telah tumbuh. kondisi dinding yang selalu terkena air/ basah. maka untuk melihat seberapa jauh campuran sudah tercampur sempuma dan sesuai komposisi yang ditentukan.

agar campuran tidak terlalu jauh berbeda dengan warna standardnya. Setelah itu. Kalsium karbonat. . yaitu tahap pengujian kualitas cat. CaC03 : 2600 g 4. Wadah atau tangki 2. Polymer Acrylic 500g 5. Pemanas listrik 4. maka menyamakan warna (colour matching) campuran cat secara kasar perlu dilakukan. karena kelarutannya lambat dalam air dingin. HE Cellulose (naetrosol) : 25 g 3. Air bersih : 1520ml 2.1 Alat 1. Kemudian setelah farut sempuma kalsium karbonat ditambahkan sedikit demi sedikit dan diaduk sampai merata.2 Bahan Formulas! Umum (Basis 5 kg) 1. Titanium Dioxide 250 g V.Namun bila campuran tersebut mengandung beberapa jenis pasta. IV. PROSEDUR HE Cellulose dilarutkan dalam air panas jika perlu. pine oil ditambahkan dan diaduk hingga rata pula. Titanium oxide ditambahkan dan diaduk kembali. yaitu tahapan antara sebelum cat diuji secara seksama pada tahap paling akhir dari proses pembuatan cat. Pengaduk atau mixer 3. Acrylic ditambahkan dan diaduk sampai rata. ALAT DAN BAHAN 4. Kedua tahapan ini biasanya disebut uji kualitas pendahuluan. Pine oil 50g 6.

000.00 b.00/kg) : Rp.00 : Rp 200. Motor pengaduk d.468. Perhrtungan Biaya Investasi Modal Tetap: a.200.768. Biaya pegawai e.00 : Rp. 25. Air bersih (1520 g (%) x Rp3000.300.000.000.000.000.300.000.000.00 : Rp 525.00 : Rp 5.000. 375.00 : Rp 5.00 : Rp 3. 4. KELAYAKAN EKONOMI Basis 1000 kg/hari 1.00 : Rp 5.318. Biaya (bahan baku dan kemasan) : Rp.000.00 : Rp 2.000. Total Investasi Total modal = modal tetap + modal kerja Total modal 3. 250. Penyusutan peralatan(disperse alat) 5 tahun c.000.00 : Rp 3.00 : Rp 300.000.000. Biaya Operasional a.00 : Rp. Persediaan bahan baku & kemasan b. Timbangan b.000. Perlengkapan lainnya TOTAL Modal Kerja: a.00 : Rp.000.00 : Rp 575. 1. Biaya energy Total Biaya Operasional 4.00 = Rp 3.980. Perhitungan HPP a. Biaya Operasional penjualan d.600.000. Reaktor (drum bekas 100 L) c.000.VI.00= Rp 8. Persediaan bahan jadi TOTAL 2. Wadah-wadah e.000.00 + Rp 5.560.00 : Rp 800.000.00 .468.

000. keuntungan.260.000. Kalsium karbonat (2600 g (%) x Rp 2000.00 : Rp 7.00 : Rp 200.00-Rp 4252.25 . Titanium oxide (250 g (%) x Rp 5000. Perhrtungan Pay Back Period (PBP) PBP = [(total investasi) : ((target penjualan/hari BEP/hari) x (keuntungan/kg x hari kerja/bln)] = [5.84 kg/ hari 7.00 /kg) c. HE Cellulose (25 g (%) x Rp52. operasional. .00 = Rp 748.00 : Rp 4. Keuntungan Keuntungan/ liter = HPP /kg -harga penjualan /kg = Rp 5000. Polymer Acrylic (500 g (%) x Rp 20.250. BEP.00 :Rp 21.b.00 : Rp. menghitung kelayakan ekonomi pembuatan cat HPP.00 Keuntungan/ bin = keuntungn/ kg x kapasitas produksi/ bin =Rp 748. biaya produksi. Pewama (5 ml (%) x Rp40.250.000:5000 = 1196 kg BEP per hari = BEP : 25 hari = 1196 kg: 25 hari = 47.000.000 : (( 92. 1. Pine oil (50 g (%) x Rp 25. BEP (Break Event Point) : Rp. PBP.252. 3125.00 /kg) g. 1.337.300.00 /kg) d.980.00 x Rp. serta merancang proses produksi pembuatan cat semi komersial.00 =Rp.00 6.2.00 : Rp.00 BEP jumlah minimal produk (kg) per hari yang harus dijual agar tidak rugi.47. 5.00/kg) HPP/ 5 kg produk HPP /kg produk 5.000.500. PEMBAHASAN Percobaan kali ini bertujuan untuk mempelajari dan mempraktekan proses produksi pembuatan cat tembok.00/kg) f.00 : Rp 1. BEP = Biaya operasional/ bulan : Harga jual = 5.84) x (748 x 30)] = 6 bulan VII.500.980.00 /kg) e.200.

Karena itulah. HE Cellulose atau naetrosol berfungsi sebagai zat perekat yang akan membuat cat dapat menempel pada tembok. maka cat besi atau kayu biasanya menggunakan pelarut organik seperti white s/writ. atau kekentalan pada bahan tersebut). Air berfungsi sebagai pelarut Pelarut ini drtambahkan ke dalam cat untuk melarutkan zat pengikat dan mengencerkan cat sehingga kekentalan cat dapat diatur sesuai dengan standar.Setelah larut . Tahan lama Pada tahap persiapan ini.Dalam pembuatan cat terdapat beberapa karakteristik yang harus dipenuhi misalnya: a. etil alcohol. dimulai dengan mempersiapkan bahan-bahan baku sesuai dengan formula atau resep cat yang akan dibuat. Daya tahan yang tinggi c. Setelah itu. Pelarut yang digunakan pada cat tembok berbeda dengan cat besi atau kayu. Air yang digunakan adalah air dingin. sehinggga proses pelarutan menjadi lebih cepat. wama. bentuk. tergantung dengan basis apa yang digunakan dalam formula atau resepnya. Tahan terhadap cuaca b. etil asetat. Mengukur bahan yang akan diproses. Bahan-bahan diambil dari gudang yang sudah teruji kualitasnya. Mampu menahan korosi e. Jika cat tembok menggunakan air sebagai pelarut. tidak kedaluwarsa dan tidak pula cacat atau rusak baik fisik maupun kimia (yang ditandai dengan adanya perubahan bau. Pertama-tama HE Cellulose atau yang lebih dikenal dengan naetrosol ditimbang dengan menggunakan neraca analrtis sebanyak 25 g. MEK. Ketelitian dan keakuratan penimbangan merupakan faktor penting terhadap hasil akhir pembuatan cat. butyl asetat. untuk memperbesar kelarutan HE Cellulosa dilakukan pengadukan menggunakan mixer. Daya kering yang tinggi d. MBIK dan lain-lain. terutama pada penimbangan additive atau pigment. bisa dilakukan dengan cara ditimbang beratnya atau diukur volumenya. HE Cellulose dilarutkan dalam air panas sebanyak 1520 kg. Hal ini bertujuan untuk memperbesar tumbukan antar molekul-molekul HE Cellulose dengan molekul air.

pine oil ditambahkan sebanyak 50 g dan diaduk hingga rata menggunakan mixer. Pada proses pengadukan ini menggunakan alat bantu mixer yang memiliki kecepatan yang dapat diatur. silicon resin. CaCO3 ditambahkan sedikit demi sedikit sebanyak 2600 g sambil diaduk hingga merata. talk. Kalsium karbonat yang ditambahkan digunakan sebagai bahan pengisi. Pengadukan berfungsi untuk mempercepat pelarutan. Campuran atau pasta yang dihasilkan memiliki kekentalan atau viskositas yang cukup tinggi. Titanium oxida ditambahkan sebanyak 250 g ke dalam campuran dan diaduk kembali menggunakan mixer. epoxy resin. Setelah itu. amino resin.sempurna. PVAc . akan tetapi kurang efektif karena membutuhkan waktu yang lama dan membutuhkan tenaga atau energi yang cukup besar untuk mencampurkan larutan HE Cellulose dan kalsium karbonat. Setelah terbentuk larutan berwama putih. sehingga dapat menurunkan harga produksi cat. Selain itu. Pada proses pencampurannya dilakukan pada suhu kamar. Bahan-bahan yang biasa digunakan adalah alkyd resin. Zat pengisi lainnya yang biasanya digunakan adalah barium sulfat. Polymer acrylic ini dapat membentuk lapisan film tipis dan merekat pada benda yang dilapisi serta akan membuat lapisan cat yang telas dioleskan pada dinding atau tembok telihat rata dan halus. Kekentalan sendiri menunjukkan kualitas dari cat itu sendiri. karena pemanasan tidak memberi pengaruh yang cukup berarti pada proses ini. Titanium oksida ini membuat campuran berwama putih. kalsium karbonat. Pine oil digunakan sebagai pewangi yang dapat memberikan bau khas cemara pada cat. kaolin. dan latex Sedangkan untuk cat kayu dan besi biasanya digunakan alkyd resin. polymer acrylic ditambahkan sebanyak 500 g dan diaduk hingga merata dengan menggunakan mixer agar proses pencampuran berlangsung cepat. lateks. Proses pengadukan ini dapat pula menggunakan pengaduk biasa. mika. dan pans white. Kalsium karbonat ini dapat digunakan untuk menambahkan volume cat. pine oil juga berfungsi untuk menambah kelarutan CaCO3. Sedangkan untuk cat tembok biasanya digunakan atau nitro cellulose.

Dalam percobaan ini. antara lain pigmen putih (Titanium oksida). pigmen kuning (Zinc chromate). dan melindungi seperti melindungi besi dan korosi. Proses produksi pembuatan cat tembok dapat dipelajari dan dipraktekan. cat yang dihasilkan kurang homogen. Zat pewama atau pigmen yang biasanya digunakan dapat berupa partikel padat yang mudah terdispersi di dalam cat dan dapat memberikan karakteristik tertentu pada cat tersebut. VIII. 2. dan pigmen hrtam (Carbon black). Kemudian terkadang pula digunakan dispersing agent untu k mendispersikan campuran cat. b. tidak bersatu kembali. Tahapan dispersi meliputi: a. Hal ini disebabkan karena tidak digunakan antifoam sehingga selama proses pembuatan cat timbul busa dalam jumlah banyak akibatnya bahan-bahan cat kutang tercampur. pigmen biru (Prussian blue). Pigmen terdiri dari berbagai wama. Karakteristk tersebut antara lain dapat memberikan wama. Kelayakan ekonomi pembuatan cat tembok antara lain: . Kadang-kadang pada proses pembuatan cat ini digunakan antifoam yang berguna untuk menghilangkan busa selama produksi cat. KESIMPULAN 1. kadangkadang digunakan anti jamur untuk mencegah tumbuhnya jamur pada cat.Cat tembok yang dihasilkan dapat saja ditambahkan dengan pewama untuk menghasilkan wama yang diinginkan sesuai dengan selera pembuat. pigmen hijau (Chromium oxide). daya tutup. Proses pembasahan permukaan partikel-partikel pigment dan/ atau extender oleh bahan-bahan cair (millbase). Mempertahan agar supaya kelompok-kelompok partikel yang lebih kecil atau partikel-partikel primer ini tetap terpisah satu sama lain. Proses pemecahan secara mekanis temadap kelompok-kolompok partikel pigment dan extender menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil atau partikef-partikel pnmernya sesuai dengan derajad kehalusan yang dikehendaki. daya tahan. pigmen merah (Red iron oxide). Selain itu.

org/ecolandtech /rural- skills/homemade/cat.html.000. http://www.com.geocities. Pengecatan dan Permasalahannya.250. Anonim. www. 2005. Proses produksi pembuatan cat semi komersial dapat dirancang.ibiblio.00 : 47. 2007. Cat.gardco. http://www. 2007. 2007 Kontrol Kualitas Produksi Cat. Anonim.980. http://www. Pembuatan Cat. Anonim. proyeksi. Praktikum Kimta Industri .com/navigation .HPP Biaya produksi Operasional Keuntungan BEP PBP : Rp 4.htm.com/heri_sus yanto/ApakahCat.00 /kg : Rp 21.84 kg/ hari : 6 bulan 3.00 : Rp 748. DAFTAR PUSTAKA Anonim.252.00 /5kg : Rp 5.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->