Kehidupan Politik kerajaan kutai

Menurut prasasti tersebut, raja Kerajaan Kutai yang terbesar adalah Mulawarman. Ia adalah putra Aswawarman, sedangkan Aswawarman adalah putra Kundunga. Ditilik dari nama sebutannya, para ahli berpendapat bahwa nama Mulawarman dan Aswawarman memperoleh pengaruh dari India. Karena, di India juga ditemukan nama-nama serupa. Sebaliknya, para ahli mengatakan bahwa nama Kundungga yang merupakan kepala suku itu adalah nama asli Indonesia. Selain itu, prasasti Yupa juga menyebut Aswawarman sebagai Dewa Ansuman atau dewa Matahari dan dianggap sebagai Wangsakerta atau pendiri keluarga raja. Raja Mulawarman sendiri telah menganut agama Hindu. Bahkan dalam prasasti itu ditulis bahwa ia telah menyedekahkan 20.000 ekor lembu kepada para brahmana. Ia merupakan pendiri dinasti dalam agama Hindu.

Kehidupan Politik kerajaan Tarumanegara
Kerajaan Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M di tepi Sungai Gomati. Pada tahun 397 M, Purnawarman membangun ibu kota kerajaan baru di Sundapura. Raja Purnawarman adalah raja ketiga yang memiliki kekuasaan besar, sangat berpengaruh, dan memiliki beragam kebijakan. Kekuasaan raja dilambangkan dengan cap telapak kaki seperti yang terdapat pada prasasti Ciaruteun, Jambu, dan Cianteun. Sebagai perbandingan, di India cap telapak kaki itu melambangkan kekuasaan. Dalam interpretasi yang lain, Purnawarman dilambangkan sebagai Dewa Wisnu yang merupakan penguasa dan pelindung rakyat. Purnawarman diketahui banyak menundukkan daerah musuh-musuhnya. Pada masa pemerintahan Suryawarman, kekuasaan raja-raja daerah dikembalikan sebagai hadiah kesetiaannya terhadap Tarumanegara. Pengembalian kekuasaan diberikan kepada Rakeyan Juru Pengembat, yang merupakan wakil raja di daerah tersebut. Apakah ini yang disebut otonomi daerah di era sekarang, belum ada yang tahu pasti. Menurut Pustaka Nusantara, kekuasaan Purnawarman meliputi 48 raja daerah yang membentang dari Salanagara atau Rajatapura (di daerah Teluk Lada Pandeglang) hingga Purwalingga (sekarang Purbalingga). Hingga akhir kekuasaannya, Tarumanegara hanya memiliki dua belas orang raja. Kedua belas raja itu adalah: Jayasingawarman (358±382), Dharmayawarman (382±395), Purnawarman (395±434), Wisnuwarman (434±455), Indrawarman (455±515), Candrawarman (515±535), Suryawarman (535-561), Kertawarman (561±628), Sudhawarman (628±639), Hariwangsawarman (639±640), Nagajayawarman (640±666), dan Linggawarman (666±669).

Salah satu yupa menyebutkan bahwa Raja Mulawarman memberikan sedekah berupa 20. Upacara tersebut dilaksanakan pada tahun 417 M setelah penggalian Sungai Gomati dan Candrabhaga selesai dilaksanakan.000 ekor lembu kepada kaum brahmana. Dari peristiwa itu. Tarumanegara juga menjalankan upacara sedekah dengan menyembelih 1. kita bisa melihat bahwa hubungan yang terjadi antara Raja Mulawarman dengan kaum brahmana terjalin secara erat dan harmonis. Saluran air tersebut memiliki panjang 6. Proyek ini dikerjakan secara gotong royong dan melibatkan seluruh rakyat dalam waktu 21 hari. yaitu tempat suci untuk memuja Dewa Syiwa. Sedekah itu sendiri dilaksanakan di tanah suci yang bernama Waprakeswara. . saluran tersebut dibuat untuk menghadapi bencana banjir dan melindungi petani. Menurut prasasti Tugu.000 ekor sapi yang diserahkan kepada kaum brahmana. Kehidupan Sosial kerajaan Tarumanegara Sebagai kerajaan Hindu yang beraliran Wisnu.Kehidupan Sosial kerajaan kutai Kehidupan sosial dalam Kerajaan Kutai bisa dilihat dari pelaksanaaan upacara penyembelihan kurban.112 tombak atau sekitar 11 km.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful