INDAHNYA TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA

Latar belakang

Pada era globalisasi sekarang ini, umat beragama dihadapkan pada serangkaian tantangan baru yang tidak terlalu berbeda dengan yang pernah dialami sebelumnya. Perbedaan agama adalah fenomena nyata yang ada dalam kehidupan, karena itu toleransi sangat dibutuhkan. Indonesia negara dengan berbagai macam suku, bahasa dan Agama serta keyakinan menjadi catatan tersendiri jika di hadapkan pada persoalan isu sara, persoalan sara memang menjadi tantangan tersendiri ketika bicara dalam kontek keIndonesiaan, perbedaan ini ternyata belum sepenuhnya disadari sebagian besar masyarakat Indonesia dalam kepentingan yang lebih luas, sangat rentannya gesekan dan konflik terjadi dalam berbagai dimensi suku, agama atau kelompok seperti yang belum lama ini terjadi beberapa waktu yang lalu peristiwa yang cukup serius menarik perhatian publik, seorang Pendeta sebuah Gereja HKBP di daerah bekasi di tusuk oleh orang tidak dikenal, kejadian ini cukup menyentak sekaligus mengkhawatirkan karena diduga berbau ISU SARA. Melihat persoalan diatas yang mungkin bukan baru di Indonesia ini semakin memperkuat dugaan bahwa kita masih lemah dalam memahami konteks Pancasila secara utuh, dalam lingkungan yang multietnis dan ras seperti di Indonesia sangat di butuhkan upaya yang intensif dan komunikatif melalui media yang dinamakan Toleransi . Kehidupan beragama tercermin dalam sikap, perilaku dan tindakan sesuai dengan nilai-nilai agama dan Pancasila yang menekankan hidup beragama, toleransi dan penghargaan atas pluralitas yang belakangan ini mengalami tantangan yang hebat sekali. Kerukunan hidup beragama dan toleransi kelihatannya sudah tidak mampu untuk mengatasi adanya kerusuhan dan tindak kekerasan yang terjadi di Jakarta, Ambon, Papua, dan lain-lainnya Dalam tahun-tahun belakangan ini semakin banyak didiskusikan mengenai kerukunan hidup beragama. Diskusi-diskusi ini sangat penting, bersamaan dengan berkembangnya sentimen-sentimen keagamaan, yang setidak-tidaknya telah menantang pemikiran teologi kerukunan hidup beragama itu sendiri, khususnya untuk membangun masa depan hubungan antaragama yang lebih baik--lebih terbuka, adil dan demokratis. Kita semua tahu, bahwa masalah hubungan antaragama di Indonesia belakangan ini memang sangat kompleks. Banyak kepentingan ekonomi, sosial dan politik yang mewarnai ketegangan tersebut. Belum

sebuah spanduk menarik perhatian masyarakat ketika melintas di depan tempat ibadah di kota Solo. dari jemaat gereja. Kami selalu tolong menolong dengan teman-teman dari Gereja Jawa." kata Litbang BKMB. Sebuah ungkapan yang langka sekali kita temukan sekarang ini. Jawa Tengah. masyarakat Bekasi senantiasa memelihara hubungan baik dengan Gereja Jawa dan Gereja Pasundan. Ungkapan menunjukkan kerukunan dan toleransi antar umat beragama. Dari banyaknya kasus konflik antar umat beragama di Indonesia ternyata tidak sedikit pula masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai Pancasila dan menerapkannya demi terwujudnya realisasi kehidupan beragama yang positif.lagi agama sering dijadikan alat pemecah belah atau disintegrasi. Hal-hal semacam ini di Indonesia terasa sangat special dalam kehidupan beragama di Indonesia sebab dalam beberapa kurun waktu belakangan ini kita sering menemui adanya konflik dalam kehidupan beragama di Indonesia. . selama berpuluh-puluh tahun. di bulan Ramadhan ini. "Selama ini masyarakat hidup secara harmonis. Ali Anwar kepada sejumlah wartawan. Spanduk tersebut berada di kompleks sebuah gereja berisi ucapan selamat menunaikan ibadah puasa. karena adanya konflik-konflik di tingkat elite dan militer. ada juga Gereja Pasundan. Selama ini tidak ada masalah karena mereka membawa kultur bersahabat dan harmonis dengan masyarakat Bekasi. Selain itu. Sebagai contoh. Sebenarnya terasa sangat indah dan nyaman apabila kerukunan hidup umat beragama dapat terrealisasi seutuhnya di Indonesia.

Agama. mitos ini mengandaikan sikap toleransi antar ummat. sebagai perwujudan ajaran agama masing-masing. meskipun sangat fungsional dalam menciptakan keharmonisan dan ketertiban sosial. yang tidak mungkin terkait dengan sesuatu di luar kesucian. Dengan kata lain. tidak boleh dinilai bahwa ia mempunyai andil bagi munculnya konflik. ekonomi dan lainnya. agama diyakini memberikan model dan solusi terbaik dalam kondisi masyarakat apapun. Padahal banyak kasus. politik. maka akan dilakukan upaya-upaya pemurnian (purifikasi) dan pembaharuan (reformasi). yang bisa kita jumpai dalam masyarakat. menjadikan seseorang terhindar dari perilaku-perilaku destruktif. yang sering membawa pada sikap fanatisme berlebihan terhadap (kebenaran) agama. Ketiga. agar agama bisa memberikan respon terbaik terhadap budaya tersebut. agama cenderung diabaikan perannya dalam memulai konflik. Oleh karena itu. agama dipandang sebagai sesuatu yang sakral (sacred). mulai dari Banyuwangi hingga Ternate. Upaya yang disebut pertama ditempuh agar keaslian agama bisa dipertahankan. jika agama bersinggungan dengan budaya lokal. bisa diterapkan di mana saja dan kapan saja secara seragam. Aceh sampai Papua. agama dipandang mempunyai ajaran kebaikan dan kebenaran serta melarang keburukan dan kepalsuan. Pertama. agama tidak di pandang sebagai faktor dominan konflik. Oleh karena itu. Agama tidak mungkin menjadi penyebab berbagai konflik dan disharmoni masyarakat. Ada beberapa mitos kepemelukan agama. harus dicarikan alasan lain dalam menganalisa konflik tersebut. yang jika diikuti. Kedua. ketika terjadi konflik horizontal antara sesama kelompok masyarakat berbeda agama. Oleh beberapa kalangan. Karena alasan ini pula. Agama hanya ditempatkan sebagai dampak dari berbagai persoalan politik. agama sering dipandang oleh penganutnya sebagai sesuatu yang universal .Rumusan masalah 1. sekalipun dalam perspektif sosiologis (agama dilihat dan dipahami dalam fenomena sosial tertentu). Mengapa kerukunan hidup umat beragama sulit terealisasi di Indonesia dan cenderung ada beberapa kelompok agama yang bersikap fanatis? Pembahasan 1. Dalam konteks kerukunan. atau budaya. berbagai fenomena local genius atau local religius wisdom tidak dipandang sebagai bagian kebenaran agama. . dalam keseluruhan konflik itu. misalnya: alasan ekonomi. sementara yang kedua.

gunadarma.Pancasila telah memberikan dasardasar nilai yang fundamental bagi bangsa Indonesia untuk hidup secara damai dalam kehidupan beragama di negara Indonesia.id/course/computer-science-and-information/information-system-s11/pendidikan-pancasila/pancasila-sebagai-paradigma-kehidupan-dalam http://www.dan kemudian menjadi faktor dominan di dalamnya. dan tempat lain sepanjang 1998-2000.espira. ini juga menjadi catatan bahwa biasanya konflik-konflik SARA muncul tidak melulu pada persoalan ideologi saja bisa jadi karena faktor kesenjangan sosial. Demikian ini bisa menjadi bahan renungan bahwa jika masyarakat memahami bahwa Indonesia negara yang sangat pluralistik dimana harus ada kedewasaan sikap dalam meyikapi setiap perbedaan dan menjunjung tinggi nilai Pancasila maka bisa dipastikan akan terealisasi kehidupan umat beragama yang nyaman dan damai. Maumere. ekonomi atau politik sehingga meluas masuk menjadi domain agama atau suku. Ada yang mendukung dan ada pula yang menentang. Pemahaman yang sudah memitos seperti tersebut diatas segera harus dinetralisir untuk mewujudkan tatanan kerukunan antar umat beragama di Indonesia Kesimpulan Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan Kehidupan Beragama. dalam banyak peristiwa konflik seperti di Situbondo.ac. Inilah potret dari realisasi kehidupan beragama di Indonesia. Mataram. suku atau apapun. Ambon. ini berarti bahwa kehidupan dalam negara mendasarkan pada nilai-nilai Ketuhanan.Padahal. fakta menunjukkan posisi agama sebagai faktor yang tidak bisa diabaikan dalam memulai konflik.tv/news/indahnya-toleransi-antar-umat-beragama . Dalam pengertian ini maka negara menegaskan dalam pokok pikiran ke IV bahwa Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa . Daftar pustaka http://ocw. Demikian pula makna toleransi kadang tenggelam jika disana terdapat kesenjangan Ekonomi bahkan perbedaan kepentingan politik sehingga bisa terbawa pada sentimen agama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful