Gerakan mahasiswa di Indonesia adalah kegiatan kemahasiswaan yang ada di dalam maupun di luar perguruan tinggi yang dilakukan

untuk meningkatkan kecakapan, intelektualitas dan kemampuan kepemimpinan para aktivis yang terlibat di dalamnya. Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, gerakan mahasiswa seringkali menjadi cikal bakal perjuangan nasional, seperti yang tampak dalam lembaran sejarah bangsa. Sejarah [sunting] 1908 Boedi Oetomo, merupakan wadah perjuangan yang pertama kali memiliki struktur pengorganisasian modern. Didirikan di Jakarta, 20 Mei 1908 oleh pemuda-pelajar-mahasiswa dari lembaga pendidikan STOVIA, wadah ini merupakan refleksi sikap kritis dan keresahan intelektual terlepas dari primordialisme Jawa yang ditampilkannya. Pada konggres yang pertama di Yogyakarta, tanggal 5 Oktober 1908 menetapkan tujuan perkumpulan : Kemajuan yang selaras buat negeri dan bangsa, terutama dengan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan dan dagang, teknik dan industri, serta kebudayaan. Dalam 5 tahun permulaan BU sebagai perkumpulan, tempat keinginan-keinginan bergerak maju dapat dikeluarkan, tempat kebaktian terhadap bangsa dinyatakan, mempunyai kedudukan monopoli dan oleh karena itu BU maju pesat, tercatat akhir tahun 1909 telah mempunyai 40 cabang dengan lk.10.000 anggota. Disamping itu, para mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Belanda, salah satunya Mohammad Hatta yang saat itu sedang belajar di Nederland Handelshogeschool di Rotterdam mendirikan Indische Vereeninging yang kemudian berubah nama menjadi Indonesische Vereeninging tahun 1922, disesuaikan dengan perkembangan dari pusat kegiatan diskusi menjadi wadah yang berorientasi politik dengan jelas. Dan terakhir untuk lebih mempertegas identitas nasionalisme yang diperjuangkan, organisasi ini kembali berganti nama baru menjadi Perhimpunan Indonesia, tahun 1925. Berdirinya Indische Vereeninging dan organisasi-organisasi lain,seperti: Indische Partij yang melontarkan propaganda kemerdekaan Indonesia, Sarekat Islam, dan Muhammadiyah yang beraliran nasionalis demokratis dengan dasar agama, Indische Sociaal Democratische Vereeninging (ISDV) yang berhaluan Marxisme, menambah jumlah haluan dan cita-cita terutama ke arah politik. Hal ini di satu sisi membantu perjuangan rakyat Indonesia, tetapi di sisi lain sangat melemahkan BU karena banyak orang kemudian memandang BU terlalu lembek oleh karena hanya menuju "kemajuan yang selaras" dan terlalu sempit keanggotaannya (hanya untuk daerah yang berkebudayaan Jawa) meninggalkan BU. Oleh karena cita-cita dan pemandangan umum berubah ke arah politik, BU juga akhirnya terpaksa terjun ke lapangan politik. Kehadiran Boedi Oetomo,Indische Vereeninging, dll pada masa itu merupakan suatu episode sejarah yang menandai munculnya sebuah angkatan pembaharu dengan kaum terpelajar dan mahasiswa sebagai aktor terdepannya, yang pertama dalam sejarah Indonesia : generasi 1908, dengan misi utamanya menumbuhkan kesadaran kebangsaan dan hak-hak kemanusiaan dikalangan rakyat Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan, dan mendorong semangat rakyat melalui penerangan-penerangan pendidikan yang mereka berikan, untuk berjuang membebaskan diri dari penindasan kolonialisme. [sunting] 1928 Pada pertengahan 1923, serombongan mahasiswa yang bergabung dalam Indonesische Vereeninging (nantinya berubah menjadi Perhimpunan Indonesia) kembali ke tanah air. Kecewa dengan perkembangan kekuatan-kekuatan perjuangan di Indonesia, dan melihat situasi politik yang di hadapi, mereka membentuk kelompok studi yang dikenal amat berpengaruh, karena keaktifannya dalam diskursus kebangsaan saat itu. Pertama, adalah Kelompok Studi Indonesia (Indonesische Studie-club) yang dibentuk di Surabaya pada tanggal 29 Oktober 1924 oleh Soetomo. Kedua, Kelompok Studi Umum (Algemeene Studie-club) direalisasikan oleh para nasionalis dan mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik di Bandung yang dimotori oleh Soekarno pada tanggal 11 Juli 1925. Diinspirasi oleh pembentukan Kelompok Studi Surabaya dan Bandung, menyusul kemudian Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), prototipe organisasi yang menghimpun seluruh elemen gerakan mahasiswa yang bersifat kebangsaan tahun 1926, Kelompok Studi St. Bellarmius yang menjadi wadah

terutama dipicu karena banyaknya jabatan kepengurusan dalam PPMI yang direbut dan diduduki oleh CGMI dan juga GMNI-khususnya setelah Konggres V tahun 1961. muncul kebutuhan baru untuk menjadi partai politik. yang dibentuk melalui Kongres Mahasiswa yang pertama di Malang tahun 1947. dalam kasus gerakan kelompok bawah tanah yang antara lain dipimpin oleh Chairul Saleh dan Soekarni saat itu. berperan besar dalam melahirkan sejumlah tokoh. PMKRI Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia dengan Partai Katholik. kenyataan ini menyebabkan perseteruan sengit antara CGMI dengan HMI dan. Mahasiswa Pancasila (Mapancas). yakni PMKRI. yang menentukan kehidupan bangsa. dari dinamika pergerakan nasional yang ditandai dengan kehadiran kelompok-kelompok studi. Diantara organisasi mahasiswa pada masa itu. bersama para pemuda lainnya terutama di asrama-asrama. Sumpah Pemuda dicetuskan melalui Konggres Pemuda II yang berlangsung di Jakarta pada 26-28 Oktober 1928. yang terpaksa menculik dan mendesak Soekarno dan Hatta agar secepatnya memproklamirkan kemerdekaan. dan lain-lain. Misalnya. seiring dengan penerapan sistem kepartaian yang majemuk saat itu. serta insiden kecil di Sekolah Tinggi Kedokteran Jakarta yang mengakibatkan mahasiswa dipecat dan dipenjarakan. Mahasiswa membentuk Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) tanggal 25 Oktober 1966 yang merupakan hasil kesepakatan sejumlah organisasi yang berhasil dipertemukan oleh Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pendidikan (PTIP) Mayjen dr. Salah satu peran angkatan muda 1945 yang bersejarah. dan Studenten Islam Studie-club (SIS) bagi mahasiswa Islam pada tahun 1930-an. dan hal ini ditindak lanjuti dengan membubarkan segala organisasi pelajar dan mahasiswa. peristiwa ini dikenal kemudian dengan peristiwa Rengasdengklok. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berafiliasi dengan Partai NU. antara lain dengan melakukan pelarangan terhadap segala kegiatan yang berbau politik. CGMI lebih menonjol setelah PKI tampil sebagai salah satu partai kuat hasil Pemilu 1955. Cristelijke Studenten Vereninging (CSV) bagi mahasiswa Kristen. Gerakan Mahasiswa Sosialis Indonesia (Gemsos) dengan PSI. Asrama Cikini. munculnya generasi baru pemuda Indonesia yang memunculkan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.mahasiswa Katolik.Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Kelompok Studi Indonesia berubah menjadi Partai Bangsa Indonesia (PBI). dalam masa Demokrasi Liberal (1950-1959). Selanjutnya. dan aktivis pemuda itulah.PMII. Secara umum kondisi pendidikan maupun kehidupan politik pada zaman pemerintahan Jepang jauh lebih represif dibandingkan dengan kolonial Belanda. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan Masyumi. Tokoh-tokoh inilah yang nantinya menjadi cikal bakal generasi 1945. CGMI secara berani menjalankan politik konfrontasi dengan organisasi mahasiswa lainnya. diantaranya Perserikatan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia (PPMI). maka mahasiswa kebanyakan akhirnya memilih untuk lebih mengarahkan kegiatan dengan berkumpul dan berdiskusi. Tujuan pendiriannya. [sunting] 1945 Dalam perkembangan berikutnya. bahkan lebih jauh berusaha mempengaruhi PPMI. dan Asrama Kebon Sirih. terutama dengan tujuan memperoleh basis massa yang luas. HMI. intelektual. akibat kondisi yang vacuum tersebut. Tiga asrama yang terkenal dalam sejarah. dimotori oleh PPPI. terutama agar para aktivis mahasiswa dalam melancarkan perlawanan terhadap PKI menjadi lebih terkoordinasi dan memiliki kepemimpinan. organisasi mahasiswa ekstra kampus kebanyakan merupakan organisasi dibawah partai-partai politik. [sunting] 1966 Sejak kemerdekaan. Concentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) dekat dengan PKI. . Syarief Thayeb.Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dekat dengan PNI. muncul kebutuhan akan aliansi antara kelompok-kelompok mahasiswa. sedangkan Kelompok Studi Umum menjadi Perserikatan Nasional Indonesia (PNI). Praktis. dan Ikatan Pers Mahasiswa (IPMI). Sekretariat Bersama Organisasi-organisasi Lokal (SOMAL). dan akibat pengaruh sikap penguasa Belanda yang menjadi Liberal. termasuk partai politik. adalah Asrama Menteng Raya. mahasiswa. Dari kebangkitan kaum terpelajar.

yang sampai sekarang menjadi panutan bagi mahasiswa-mahasiswa yang idealis setelah masanya. Task Force UI sampai Komisi Empat. pemuda dan mahasiswa Indonesia banyak terlibat dalam perjuangan yang ikut mendirikan Orde Baru. partai politik. Pada tahun 1965 dan 1966. bahkan sebelum menginjak awal 1970-an. seperti: y Golput yang menentang pelaksanaan pemilu pertama di masa Orde Baru pada 1972 karena Golkar dinilai curang. Muncul berbagai pernyataan sikap ketidakpercayaan dari kalangan masyarakat maupun mahasiswa terhadap sembilan partai politik dan Golongan Karya sebagai pembawa aspirasi rakyat. Tahun 1972. Lahirlah. Setelah Orde Lama berakhir. untuk mempertahankan dan memapankan status quo dengan mengkooptasi kekuatan-kekuatan politik masyarakat antara lain melalui bentuk perundang-undangan. yang menjadi awal kebangkitan gerakan mahasiswa secara nasional. Misalnya. aktivis Angkatan '66 pun mendapat hadiah yaitu dengan banyak yang duduk di kursi DPR/MPR serta diangkat dalam kabibet pemerintahan Orde Baru. Angkatan '66 mengangkat isu Komunis sebagai bahaya laten negara. Sofyan Wanandi. sementara sebelumnya gerakan-gerakan mahasiswa masih bersifat kedaerahan. Gerakan ini dikenal dengan istilah Angkatan '66. pada 1970 pemuda dan mahasiswa kemudian mengambil inisiatif dengan membentuk Komite Anti Korupsi (KAK) yang diketuai oleh Wilopo. Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI).dia adalah seorang aktivis yang tidak peduli mau dimusuhi atau didekati yang penting pandangan idealisnya tercurahkan untuk bangsa ini. Diawali dengan reaksi terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). dan korupsi. adalah bahwa jika generasi 1966 memiliki hubungan yang erat dengan kekuatan militer. untuk generasi 1974 yang dialami adalah konfrontasi dengan militer. Sebagai bentuk protes akibat kekecewaan.dia adealah soe hok gie [sunting] 1974 Realitas berbeda yang dihadapi antara gerakan mahasiswa 1966 dan 1974. Terbentuknya KAK ini dapat dilihat merupakan reaksi kekecewaan mahasiswa terhadap tim-tim khusus yang disponsori pemerintah. dengan isu harga beras naik. di antaranya Cosmas Batubara (Eks Ketua Presidium KAMI Pusat). Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia (KASI). Dalam tahun 1972. di masa ini ada salah satu tokoh yang sangat idealis. seperti Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI). Menyusul aksi-aksi lain dalam skala yang lebih luas. Sebelum gerakan mahasiswa 1974 meledak. y Gerakan menentang pembangunan Taman Mini Indonesia Indah pada 1972 yang menggusur banyak rakyat kecil yang tinggal di lokasi tersebut. Adnan Buyung Nasution. mahasiswa juga telah melancarkan berbagai protes terhadap pemborosan anggaran negara yang digunakan untuk proyek-proyek eksklusif yang dinilai tidak mendesak dalam pembangunan. Berbagai borok pembangunan dan demoralisasi perilaku kekuasaan rezim Orde Baru terus mencuat. aksi protes lainnya yang paling mengemuka disuarakan mahasiswa adalah tuntutan pemberantasan korupsi. mulai dari Tim Pemberantasan Korupsi (TPK).Munculnya KAMI diikuti berbagai aksi lainnya. Menjelang Pemilu 1971. dan lainlain. sebenarnya para mahasiswa telah melancarkan berbagai kritik dan koreksi terhadap praktek kekuasaan rezim Orde Baru. Asmara Nababan. Protes terus berlanjut.Akbar Tanjung dari HMI dll. melalui undang-undang yang mengatur tentang pemilu. selanjutnya apa yang disebut gerakan "Mahasiswa Menggugat" yang dimotori Arif Budiman yang progaram utamanya adalah aksi pengecaman terhadap kenaikan BBM. Gerakan ini berhasil membangun kepercayaan masyarakat untuk mendukung mahasiswa menentang Komunis yang ditukangi oleh PKI (Partai Komunis Indonesia). berikutnya tahun 1973 selalu diwarnai dengan isu korupsi sampai dengan meletusnya demonstrasi memprotes PM Jepang Kakuei Tanaka yang . dan MPR/DPR/DPRD. mereka mendorang munculnya Deklarasi Golongan Putih (Golput) pada tanggal 28 Mei 1971 yang dimotori oleh Arif Budiman. Yusuf Wanandi ketiganya dari PMKRI.misalnya terhadap proyek pembangunan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di saat Indonesia haus akan bantuan luar negeri. pemerintah Orde Baru telah melakukan berbagai cara dalam bentuk rekayasa politik. Tokoh-tokoh mahasiswa saat itu adalah mereka yang kemudian berada pada lingkar kekuasaan Orde Baru.

Dies Natalis. dan wisuda sarjana. yang menurutnya sebagai wujud tanggung jawab pembentukan. dihiasi dengan aktivitas kerja sosial. pola rekruitmen anggota legislatif. pengarahan. penyebab lain adalah karena gerakan mahasiswa 1978 lebih banyak berkonsentrasi dalam melakukan aksi diwilayah kampus. maka pada tanggal 24 Juli 1977 dibentuklah Tim Dialog Pemerintah yang akan berkampanye di berbagai perguruan tinggi. Berdasarkan SK menteri P&K No. Konsep ini mencoba mengarahkan mahasiswa hanya menuju pada jalur kegiatan akademik. Pada periode ini terjadinya pendudukan militer atas kampus-kampus karena mahasiswa dianggap telah melakukan pembangkangan politik. Mahasiswa disibukkan dengan berbagai kegiatan kampus disamping kuliah sebagain kegiatan rutin. Gerakan ini juga mengkritik strategi pembangunan dan kepemimpinan nasional. misalnya soal pemilu mulai dari pelaksanaan kampanye. dan dimantapkan dengan penjelasan teknis melalui Instruksi Dirjen Pendidikan Tinggi tahun 1978 tentang pokok-pokok pelaksanaan penataan kembali lembaga kemahasiswaan di Perguruan Tinggi. maka akhirnya mereka diserbu militer dengan cara yang brutal. pemerintah berusaha untuk melakukan pendekatan terhadap mahasiswa. Menyusul pemberlakuan konsep NKK. sebagai gantinya pemerintah membentuk struktur keorganisasian baru yang disebut BKK. Soeharto terpilih untuk ketiga kalinya dan tuntutan mahasiswa pun tidak membuahkan hasil. Dengan konsep NKK/BKK ini. sampai penusukan tanda gambar. Gerakan ini berbuntut dihapuskannya jabatan Asisten Pribadi Presiden. dan hanya mengijinkan pembentukan organisasi mahasiswa tingkat fakultas (Senat Mahasiswa Fakultas-SMF) dan Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (BPMF).8/1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan maka politik praktis semakin tidak diminati oleh . berita tentang aksi protes mahasiswa nyaris sepi. Hal ini kemudian diikuti oleh dihapuskannya Dewan Mahasiswa dan diterapkannya kebijakan NKK/BKK di seluruh Indonesia. sampai dengan tema-tema kecil lainnya yang bersifat lokal. Kebijakan NKK dilaksanakan berdasarkan SK No. Berbagai masalah penyimpangan politik diangkat sebagai isu. acara penerimaan mahasiswa baru. dan menjauhkan dari aktivitas politik karena dinilai secara nyata dapat membahayakan posisi rezim.datang ke Indonesia dan peristiwa Malari pada 15 Januari 1974. Meskipun disana-sini aksi protes kecil tetap ada. pemilihan gubernur dan bupati di daerah-daerah. Kebijakan BKK itu secara implisif sebenarnya melarang dihidupkannya kembali Dewan Mahasiswa. upaya tim ini ditolak oleh mahasiswa. maka peranan yang dimainkan organisasi intra dan ekstra kampus dalam melakukan kerjasama dan transaksi komunikasi politik menjadi lumpuh. perjuangan gerakan mahasiswa 1978 telah meletakkan sebuah dasar sejarah. Namun hal yang terpenting dari SK ini terutama pemberian wewenang kekuasaan kepada rektor dan pembantu rektor untuk menentukan kegiatan mahasiswa. [sunting] Era NKK/BKK Setelah gerakan mahasiswa 1978. barulah muncul kembali pergolakan mahasiswa yang berskala masif. Awalnya. Ditambah dengan munculnya UU No. Menjelang dan terutama saat-saat antara sebelum dan setelah Pemilu 1977. pemerintah dalam hal ini Pangkopkamtib Soedomo melakukan pembekuan atas lembaga Dewan Mahasiswa. [sunting] 1978 Setelah peristiwa Malari. Namun demikian. praktis tidak ada gerakan besar yang dilakukan mahasiswa selama beberapa tahun akibat diberlakukannya konsep Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK) oleh pemerintah secara paksa. sebuah versi terakhir Tritura yang muncul setelah versi koran Mahasiswa Indonesia di Bandung sebelumnya. Gerakan mahasiswa di Jakarta meneriakan isu "ganyang korupsi" sebagai salah satu tuntutan "Tritura Baru" disamping dua tuntutan lainnya Bubarkan Asisten Pribadi dan Turunkan Harga. yakni tumbuhnya keberanian mahasiswa untuk menyatakan sikap terbuka untuk menggugat bahkan menolak kepemimpinan nasional. dan pengembangan lembaga kemahasiswaan. hingga tahun 1975 dan 1976. Kuliah Kerja Nyata (KKN). Meski demikian.0156/U/1978 sesaat setelah Dooed Yusuf dilantik tahun 1979.037/U/1979 kebijakan ini membahas tentang Bentuk Susunan Lembaga Organisasi Kemahasiswaan di Lingkungan Perguruan Tinggi. Karena gerakan mahasiswa tidak terpancing keluar kampus untuk menghindari peristiwa tahun 1974. strategi dan hakekat pembangunan.

Beberapa kasus lokal yang disuarakan LSM dan komite aksi mahasiswa antara lain: kasus tanah waduk Kedung Ombo. Dalam perkembangan kemudian. akhirnya memaksa Presiden Soeharto melepaskan jabatannya. Kondisi ini menimbulkan generasi kampus yang apatis. Sehingga. Mahasiswa menuntut organisasi kampus yang mandiri. Peristiwa Gejayan. yaitu dengan meleburkan diri dan aktif di Organisasi kemahasiswaan ekstra kampus seperti HMI (himpunan mahasiswa islam). Melalui PUOK ini ditetapkan bahwa organisasi kemahasiswaan intra kampus yang diakui adalah Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT). bebas dari pengaruh korporatisasi negara termasuk birokrasi kampus. kolusi dan nepotisme) pada 1997-1998. Mereka juga membentuk kelompok-kelompok diskusi dan pers mahasiswa. Tragedi Lampung. yang didalamnya terdiri dari Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). diakui konsep ini memiliki sejumlah kelemahan namun dipercaya dapat menjadi basis konsolidasi kekuatan gerakan mahasiswa. Tragedi Semanggi I dan II . Oleh mereka yang menerima. penghapusan perjudian melalui Porkas/TSSB/SDSB. Saat itu demonstrasi di luar kampus termasuk menyampaikan aspirasi dengan longmarch ke DPR/DPRD tetap terlarang. Dikalangan mahasiswa secara kelembagaan dan personal terjadi pro kontra. GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) atau yang lebih dikenal dengan kelompok Cipayung.mahasiswa. PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). [sunting] 1990 Memasuki awal tahun 1990-an. Tragedi Trisakti. bahwa konsep SMPT tidak lain hanya semacam hiden agenda untuk menarik mahasiswa ke kampus dan memotong kemungkinan aliansi mahasiswa dengan kekuatan di luar kampus. Sebagai alternatif terhadap suasana birokratis dan apolitis wadah intra kampus. Gerakan ini terus berlanjut hingga pemilu 1999. [sunting] 1998 Gerakan 1998 menuntut reformasi dan dihapuskannya "KKN" (korupsi. Jalur perjuangan lain ditempuh oleh para aktivis mahasiswa dengan memakai kendaraan lain untuk menghindari sikap represif pemerintah. korupsi di Bapindo. di bawah Mendikbud Fuad Hasan kebijakan NKK/BKK dicabut dan sebagai gantinya keluar Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan (PUOK). Kacapiring. menjadi awal kebangkitan kembali mahasiswa ditahun 1990-an. menamggapi SK tersebut. Argumen mahasiswa yang menolak mengatakan. karena sebagian Ormas bahkan menjadi alat pemerintah atau golongan politik tertentu. di awal-awal tahun 80-an muncul kelompok-kelompok studi yang dianggap mungkin tidak tersentuh kekuasaan refresif penguasa. lewat pendudukan gedung DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa. . Dalam perkembangannya eksistensi kelompok ini mulai digeser oleh kehadiran wadah-wadah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tumbuh subur pula sebagai alternatif gerakan mahasiswa. tidaklah mengherankan bila akhirnya berdiri Dewan Mahasiswa di UGM tahun 1994 yang kemudian diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di tanah air sebagai landasan bagi pendirian model organisasi kemahasiswaan alternatif yang independen. Dengan dihidupkannya model-model kelembagaan yang lebih independen. meski tidak persis serupa dengan Dewan Mahasiswa yang pernah berjaya sebelumnya upaya perjuangan mahasiswa untuk membangun kemandirian melalui SMPT. Berbagai tindakan represif yang menewaskan aktivis mahasiswa dilakukan pemerintah untuk meredam gerakan ini di antaranya: Peristiwa Cimanggis. PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia). sementara posisi rezim semakin kuat.1990 sehingga akhirnya demonstrasi bisa dilakukan mahasiswa di dalam kampus perguruan tinggi. Gerakan yang menuntut kebebasan berpendapat dalam bentuk kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik di dalam kampus pada 1987 . GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia). banyak timbul kekecewaan di berbagai perguruan tinggi karena kegagalan konsep ini.

bangsa dan negara. Pada pundak mahasiswa nasib rakyat dipertaruhkan. Oleh sebab itu. Kedua: orientasi dan kultur. arif dan bijak. Pada gilirannya akan menghambat tercapainya perjuangan dalam membangun gerbang pencerahan (enlightment). detik ini adalah waktu yang tepat untuk membangun kembali spirit pergerakan mahasiswa mengingat problema yang dihadapi masyarakat semakin kompleks. Pendidikan tak lain bertujuan untuk mensejahterkan dan mengembangkan masyarakat (community development). tidak akan pernah ditulis sebagai jalan yang harus ditempuh. politik pemerintahan. inovatif dan bahkan visioner yang siap menjadi pionir di bidangnya masing-masing. Sampai detik ini gerakan mahasiswa terus berada di depan untuk mengawal perubahan baik dalam masalah ekonomi. dalam gelora pergerakan mahasiswa harus mencerminkan beberapa bentuk sebagai penopang pergerakan yang akan dilakoni. Dalam sejarahnya. Tigadimensi Kini. dalam kamus apapun. menuntut. pergerakan mahasiswa telah melakukan banyak perubahan dalam berbagai sektor kehidupan. mengkritisi. Yang sangat lekat di benak kita adalah fenomena tumbangnya orde baru di mana pergerakan mahasiswa memiliki peran strategis dalam prosesnya. pendidikan. karena ketergantungan terhadap momentum dan instansi tersebut hanya akan membuat gerakan menjadi statis. memiliki prestasi yang menggunung dan motivasi serta etika yang membanggakan. Hal ini penting sebagai rujukan untuk mentransendensikan hati nurani mahasiswa. dan semacamnya. gerakan mahasiswa yang didominasi oleh para pemuda yang memiliki watak orang muda tak lain adalah menginginkan perubahan. Kebutuhan masyarakat akan ide-ide segar anak bangsa semakin mendesak. Jelas. Dalam dunia pendidikan saat ini. kecuali kamus bangsa Barbar yang hobi perang. Lantas apa yang harus menjadi ikon utama dari visi misi eksistensi pergerakan mahasiswa saat ini agar benar-benar mampu merealisasikan harapan dan mimpi-mimpi rakyat? Setidaknya. mahasiswa merupakan predikat tertinggi bagi orang yang masih mengais pengetahuan. mahasiswa dituntut untuk sadar akan tujuan awal dari pada pendidikan yang sedang digeluti. menentang.BERBEDA dengan yang lain. Pada konteks inilah mahasiswa akan terlihat jelas apakah mampu meraih kesaktian dengan predikat agent of social change and control. bahkan menolak kebijakan-kebijakan yang dilihat tidak sesuai dengan nurani masyarakat atau menyimpang dari undang-undang yang berlaku telah menjadi ritual wajib bagi mahasiswa. sosial. ribuan dan bahkan jutaan mahasiswa yang memiliki kecerdasan luar biasa. Mahasiswa mempunyai peran signifikan di tengah masyarakat. Bukanlah saatnya sebuah pergerakan mahasiswa bergantung pada momentum atau instansi yang tidak bertanggung jawab. Tidak anarkis karena bahasa kekerasan tidak pernah diajarkan dalam lingkungan kaum akademisi. Pergerakan semisal meneliti. Pertama: intelektualitas. Mahasiswa adalah kaum terpelajar yang dituntut bersikap rasional. Mereka adalah generasi muda yang kreatif. Kekerasan. bagaimana gerakan mahasiswa tidak lagi bersifat ritual temporal melainkan ikut membantu masyarakat terhadap problem-problem yang mengakar demi menciptakan kehidupan yang lebih baik di .

Organisasi Mahasiswa: Pembelajaran dan Pengabdian i Menjadi mahasiswa adalah kesempatan. Tapi apakah cukup dengan hanya mengandalkan ilmu dari perkuliahan dan indeks prestasi yang tinggi untuk mengarungi kehidupan pasca wisuda? Ternyata tidak. Angkatan 74 mengusung isu NKK/BKK dengan Ikon Otonomisasi . Sehingga segala energi dikerahkan untuk mengondol gelar sarjana/diploma sesegera mungkin. Ketiga: program gerakan mahasiswa yang bermakna strategis-taktis. Ada elemen yang lebih penting. Fenomena mahalnya biaya pendidikan. Lawan mahasiswa hanya satu: ketidakadilan. Dalam artian. transparansi. Pergerakan mahasiswa angkatan 66 berusaha untuk membumikan isu otoritarian state dengan Ikon Tritura . besar harapan masyarakat terhadap kaum muda yang bergelut dengan dunia intelektual ini. sehingga pergerakan mahasiswa dapat menampilkan citra positif dan meyakinkan kepada publik bahwa setiap zaman melahirkan generasi zamannya dan generasi kini biasa mengejutkan generasi sebelumnya. dari sekian anak negeri ini yang lulus dari Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) hanya sebagian kecil yang meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi. Harus diingat bahwa dalam rentetan sejarah pergerakan mahasiswa memiliki fokus. Oleh karena itu. Masuk organisasi adalah pilihan. Tak ayal lagi tren study oriented mewabah di kalangan mahasiswa.masa depan (future orientation). Angkatan 78 mengangkat isu perlunya merealisasi demokrasi. akuntabilitas. Dunia kerja yang akan digeluti oleh alumnus perguruan tinggi tidak bisa diarungi dengan dua modal itu saja. karakteristik dan spiritnya masing-masing. Angkatan 2001 dengan isu reformasi jilid 2 berikon Demokratisasi . Ketiga dimensi di atas harus dijadikan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. apa yang menjadi primary meaning harus benar-benar dimaksimalkan. yakni . Kawannya juga satu: kebenaran untuk membela rakyat. bahkan pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen dengan Ikon menolak Soeharto sebagai calon presiden . Angkatan 98 mengumbar isu reformasi dengan Ikon enam visi reformasi . akan tetapi dapat merubah kebijakan-kebijakan yang kurang tepat untuk rakyat. Ya. Jangan sampai gerakan mahasiswa hanya menjadi suguhan tarian semata. menuntut mahasiswa untuk menyelesaikan studi tepat waktu.

Sehingga. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). baik itu Organisasi Intra Kampus seperti Badan Eksekutif Mahasiswa. Kapabilitas soft skill ini tidak diajarkan lewat bangku kuliah. kecurangan. belajar berkomunitas. Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI). Hal yang ingin penulis tegaskan di sini adalah keberadaan organisasi mahasiswa menjadi penting karena kemanfaatannya terpulang kepada mahasiswa itu sendiri. Namun. dan berinteraksi dengan banyak pemikiran. Kemampuan ini terkait dengan kemampuan berkomunikasi dan bahasa. Front Mahasiswa Nasional. .kemampuan soft skill. sekaligus mengugah rasa kritis untuk mencari solusi atas apa yang terjadi. Unit Kegiatan Mahasiswa. Jadi ini hanyalah masalah manajemen waktu. Organisasi mahasiswa menjembatani domain menara gading kampus yang elitis dengan ruang masyarakat. serta kemampuan memimpin dan dipimpin. maupun Organisasi Ekstra Kampus semisal Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). betapa banyak penggiat organisasi yang berhasil lulus tepat waktu. banyak dihadapkan masalah-masalah sosial terutama menyangkut kesenjangan ekonomi. bisa didapatkan melalui organisasiorganisasi mahasiswa. Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). mahasiswa tidak lagi canggung bergumul dengan ruang baru. dan dengan indeks prestasi yang sangat memuaskan. Lewat media inilah seorang mahasiswa bisa menempa diri. Mungkin ada yang takut ketika masuk organisasi waktunya untuk belajar akan terganggu yang pada akhirnya berpengaruh kepada lamanya studi. bekerja dalam satu team. dan Koperasi Mahasiswa. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia. Negara berkembang layaknya Indonesia. ketika terbiasa menghadapi problem kehidupan. ketidakadilan. dan ketidakstabilan politik. Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. dan lain sebagainya. baik di masyarakat maupun di dunia kerja selepas lulus dari perguruan tinggi. Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala). Organisasi mahasiswa membawa para anggotanya bersinggungan langsung dengan persoalan-persoalan ini. organisasi mahasiswa merupakan wahana bagi mahasiswa berempati dengan situasi yang terjadi di masyarakat. Tapi kenyataan juga membuktikan. Selain berfungsi sebagai pembelajaran diri. Penulis katakan memang ada sebagian kecil mahasiswa yang lalai kuliah akibat terlalu sibuk mengurus organisasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful