Gerakan mahasiswa di Indonesia adalah kegiatan kemahasiswaan yang ada di dalam maupun di luar perguruan tinggi yang dilakukan

untuk meningkatkan kecakapan, intelektualitas dan kemampuan kepemimpinan para aktivis yang terlibat di dalamnya. Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, gerakan mahasiswa seringkali menjadi cikal bakal perjuangan nasional, seperti yang tampak dalam lembaran sejarah bangsa. Sejarah [sunting] 1908 Boedi Oetomo, merupakan wadah perjuangan yang pertama kali memiliki struktur pengorganisasian modern. Didirikan di Jakarta, 20 Mei 1908 oleh pemuda-pelajar-mahasiswa dari lembaga pendidikan STOVIA, wadah ini merupakan refleksi sikap kritis dan keresahan intelektual terlepas dari primordialisme Jawa yang ditampilkannya. Pada konggres yang pertama di Yogyakarta, tanggal 5 Oktober 1908 menetapkan tujuan perkumpulan : Kemajuan yang selaras buat negeri dan bangsa, terutama dengan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan dan dagang, teknik dan industri, serta kebudayaan. Dalam 5 tahun permulaan BU sebagai perkumpulan, tempat keinginan-keinginan bergerak maju dapat dikeluarkan, tempat kebaktian terhadap bangsa dinyatakan, mempunyai kedudukan monopoli dan oleh karena itu BU maju pesat, tercatat akhir tahun 1909 telah mempunyai 40 cabang dengan lk.10.000 anggota. Disamping itu, para mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Belanda, salah satunya Mohammad Hatta yang saat itu sedang belajar di Nederland Handelshogeschool di Rotterdam mendirikan Indische Vereeninging yang kemudian berubah nama menjadi Indonesische Vereeninging tahun 1922, disesuaikan dengan perkembangan dari pusat kegiatan diskusi menjadi wadah yang berorientasi politik dengan jelas. Dan terakhir untuk lebih mempertegas identitas nasionalisme yang diperjuangkan, organisasi ini kembali berganti nama baru menjadi Perhimpunan Indonesia, tahun 1925. Berdirinya Indische Vereeninging dan organisasi-organisasi lain,seperti: Indische Partij yang melontarkan propaganda kemerdekaan Indonesia, Sarekat Islam, dan Muhammadiyah yang beraliran nasionalis demokratis dengan dasar agama, Indische Sociaal Democratische Vereeninging (ISDV) yang berhaluan Marxisme, menambah jumlah haluan dan cita-cita terutama ke arah politik. Hal ini di satu sisi membantu perjuangan rakyat Indonesia, tetapi di sisi lain sangat melemahkan BU karena banyak orang kemudian memandang BU terlalu lembek oleh karena hanya menuju "kemajuan yang selaras" dan terlalu sempit keanggotaannya (hanya untuk daerah yang berkebudayaan Jawa) meninggalkan BU. Oleh karena cita-cita dan pemandangan umum berubah ke arah politik, BU juga akhirnya terpaksa terjun ke lapangan politik. Kehadiran Boedi Oetomo,Indische Vereeninging, dll pada masa itu merupakan suatu episode sejarah yang menandai munculnya sebuah angkatan pembaharu dengan kaum terpelajar dan mahasiswa sebagai aktor terdepannya, yang pertama dalam sejarah Indonesia : generasi 1908, dengan misi utamanya menumbuhkan kesadaran kebangsaan dan hak-hak kemanusiaan dikalangan rakyat Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan, dan mendorong semangat rakyat melalui penerangan-penerangan pendidikan yang mereka berikan, untuk berjuang membebaskan diri dari penindasan kolonialisme. [sunting] 1928 Pada pertengahan 1923, serombongan mahasiswa yang bergabung dalam Indonesische Vereeninging (nantinya berubah menjadi Perhimpunan Indonesia) kembali ke tanah air. Kecewa dengan perkembangan kekuatan-kekuatan perjuangan di Indonesia, dan melihat situasi politik yang di hadapi, mereka membentuk kelompok studi yang dikenal amat berpengaruh, karena keaktifannya dalam diskursus kebangsaan saat itu. Pertama, adalah Kelompok Studi Indonesia (Indonesische Studie-club) yang dibentuk di Surabaya pada tanggal 29 Oktober 1924 oleh Soetomo. Kedua, Kelompok Studi Umum (Algemeene Studie-club) direalisasikan oleh para nasionalis dan mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik di Bandung yang dimotori oleh Soekarno pada tanggal 11 Juli 1925. Diinspirasi oleh pembentukan Kelompok Studi Surabaya dan Bandung, menyusul kemudian Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), prototipe organisasi yang menghimpun seluruh elemen gerakan mahasiswa yang bersifat kebangsaan tahun 1926, Kelompok Studi St. Bellarmius yang menjadi wadah

Concentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) dekat dengan PKI. sedangkan Kelompok Studi Umum menjadi Perserikatan Nasional Indonesia (PNI). Kelompok Studi Indonesia berubah menjadi Partai Bangsa Indonesia (PBI). [sunting] 1945 Dalam perkembangan berikutnya. organisasi mahasiswa ekstra kampus kebanyakan merupakan organisasi dibawah partai-partai politik. kenyataan ini menyebabkan perseteruan sengit antara CGMI dengan HMI dan. dan lain-lain. adalah Asrama Menteng Raya. PMKRI Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia dengan Partai Katholik. . dalam masa Demokrasi Liberal (1950-1959). Asrama Cikini. termasuk partai politik. Mahasiswa Pancasila (Mapancas). dari dinamika pergerakan nasional yang ditandai dengan kehadiran kelompok-kelompok studi. dan aktivis pemuda itulah. Salah satu peran angkatan muda 1945 yang bersejarah. muncul kebutuhan akan aliansi antara kelompok-kelompok mahasiswa. Misalnya. dan akibat pengaruh sikap penguasa Belanda yang menjadi Liberal. yang dibentuk melalui Kongres Mahasiswa yang pertama di Malang tahun 1947. bahkan lebih jauh berusaha mempengaruhi PPMI. Syarief Thayeb. dalam kasus gerakan kelompok bawah tanah yang antara lain dipimpin oleh Chairul Saleh dan Soekarni saat itu. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berafiliasi dengan Partai NU. dan Ikatan Pers Mahasiswa (IPMI). Mahasiswa membentuk Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) tanggal 25 Oktober 1966 yang merupakan hasil kesepakatan sejumlah organisasi yang berhasil dipertemukan oleh Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pendidikan (PTIP) Mayjen dr. mahasiswa. CGMI secara berani menjalankan politik konfrontasi dengan organisasi mahasiswa lainnya. Selanjutnya. Sekretariat Bersama Organisasi-organisasi Lokal (SOMAL). yang terpaksa menculik dan mendesak Soekarno dan Hatta agar secepatnya memproklamirkan kemerdekaan. muncul kebutuhan baru untuk menjadi partai politik. dan Studenten Islam Studie-club (SIS) bagi mahasiswa Islam pada tahun 1930-an. Dari kebangkitan kaum terpelajar. [sunting] 1966 Sejak kemerdekaan. HMI. Gerakan Mahasiswa Sosialis Indonesia (Gemsos) dengan PSI. peristiwa ini dikenal kemudian dengan peristiwa Rengasdengklok. terutama dipicu karena banyaknya jabatan kepengurusan dalam PPMI yang direbut dan diduduki oleh CGMI dan juga GMNI-khususnya setelah Konggres V tahun 1961. Tujuan pendiriannya. Sumpah Pemuda dicetuskan melalui Konggres Pemuda II yang berlangsung di Jakarta pada 26-28 Oktober 1928. akibat kondisi yang vacuum tersebut. seiring dengan penerapan sistem kepartaian yang majemuk saat itu. diantaranya Perserikatan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia (PPMI). maka mahasiswa kebanyakan akhirnya memilih untuk lebih mengarahkan kegiatan dengan berkumpul dan berdiskusi. Tiga asrama yang terkenal dalam sejarah. dimotori oleh PPPI. Tokoh-tokoh inilah yang nantinya menjadi cikal bakal generasi 1945. berperan besar dalam melahirkan sejumlah tokoh. terutama dengan tujuan memperoleh basis massa yang luas. Cristelijke Studenten Vereninging (CSV) bagi mahasiswa Kristen. antara lain dengan melakukan pelarangan terhadap segala kegiatan yang berbau politik. yakni PMKRI. intelektual. dan Asrama Kebon Sirih. Praktis.Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Secara umum kondisi pendidikan maupun kehidupan politik pada zaman pemerintahan Jepang jauh lebih represif dibandingkan dengan kolonial Belanda. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan Masyumi. bersama para pemuda lainnya terutama di asrama-asrama. yang menentukan kehidupan bangsa. Diantara organisasi mahasiswa pada masa itu. munculnya generasi baru pemuda Indonesia yang memunculkan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.mahasiswa Katolik.PMII. CGMI lebih menonjol setelah PKI tampil sebagai salah satu partai kuat hasil Pemilu 1955. dan hal ini ditindak lanjuti dengan membubarkan segala organisasi pelajar dan mahasiswa.Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dekat dengan PNI. serta insiden kecil di Sekolah Tinggi Kedokteran Jakarta yang mengakibatkan mahasiswa dipecat dan dipenjarakan. terutama agar para aktivis mahasiswa dalam melancarkan perlawanan terhadap PKI menjadi lebih terkoordinasi dan memiliki kepemimpinan.

sementara sebelumnya gerakan-gerakan mahasiswa masih bersifat kedaerahan. dan lainlain. bahkan sebelum menginjak awal 1970-an. pemuda dan mahasiswa Indonesia banyak terlibat dalam perjuangan yang ikut mendirikan Orde Baru. pemerintah Orde Baru telah melakukan berbagai cara dalam bentuk rekayasa politik. Misalnya. aktivis Angkatan '66 pun mendapat hadiah yaitu dengan banyak yang duduk di kursi DPR/MPR serta diangkat dalam kabibet pemerintahan Orde Baru. Dalam tahun 1972. Task Force UI sampai Komisi Empat. Setelah Orde Lama berakhir. partai politik.yang sampai sekarang menjadi panutan bagi mahasiswa-mahasiswa yang idealis setelah masanya. mahasiswa juga telah melancarkan berbagai protes terhadap pemborosan anggaran negara yang digunakan untuk proyek-proyek eksklusif yang dinilai tidak mendesak dalam pembangunan. untuk generasi 1974 yang dialami adalah konfrontasi dengan militer.Akbar Tanjung dari HMI dll. pada 1970 pemuda dan mahasiswa kemudian mengambil inisiatif dengan membentuk Komite Anti Korupsi (KAK) yang diketuai oleh Wilopo. Pada tahun 1965 dan 1966. dan korupsi. Sofyan Wanandi. Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI). selanjutnya apa yang disebut gerakan "Mahasiswa Menggugat" yang dimotori Arif Budiman yang progaram utamanya adalah aksi pengecaman terhadap kenaikan BBM. Menyusul aksi-aksi lain dalam skala yang lebih luas. Angkatan '66 mengangkat isu Komunis sebagai bahaya laten negara. Gerakan ini berhasil membangun kepercayaan masyarakat untuk mendukung mahasiswa menentang Komunis yang ditukangi oleh PKI (Partai Komunis Indonesia). Tahun 1972. Lahirlah. Adnan Buyung Nasution. Gerakan ini dikenal dengan istilah Angkatan '66. seperti Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI). aksi protes lainnya yang paling mengemuka disuarakan mahasiswa adalah tuntutan pemberantasan korupsi. Yusuf Wanandi ketiganya dari PMKRI.dia adealah soe hok gie [sunting] 1974 Realitas berbeda yang dihadapi antara gerakan mahasiswa 1966 dan 1974.misalnya terhadap proyek pembangunan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di saat Indonesia haus akan bantuan luar negeri. berikutnya tahun 1973 selalu diwarnai dengan isu korupsi sampai dengan meletusnya demonstrasi memprotes PM Jepang Kakuei Tanaka yang . untuk mempertahankan dan memapankan status quo dengan mengkooptasi kekuatan-kekuatan politik masyarakat antara lain melalui bentuk perundang-undangan. Sebelum gerakan mahasiswa 1974 meledak. yang menjadi awal kebangkitan gerakan mahasiswa secara nasional. Protes terus berlanjut. adalah bahwa jika generasi 1966 memiliki hubungan yang erat dengan kekuatan militer. Sebagai bentuk protes akibat kekecewaan. dan MPR/DPR/DPRD. Asmara Nababan. di masa ini ada salah satu tokoh yang sangat idealis. melalui undang-undang yang mengatur tentang pemilu. Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia (KASI). sebenarnya para mahasiswa telah melancarkan berbagai kritik dan koreksi terhadap praktek kekuasaan rezim Orde Baru. Berbagai borok pembangunan dan demoralisasi perilaku kekuasaan rezim Orde Baru terus mencuat. seperti: y Golput yang menentang pelaksanaan pemilu pertama di masa Orde Baru pada 1972 karena Golkar dinilai curang. mereka mendorang munculnya Deklarasi Golongan Putih (Golput) pada tanggal 28 Mei 1971 yang dimotori oleh Arif Budiman. Terbentuknya KAK ini dapat dilihat merupakan reaksi kekecewaan mahasiswa terhadap tim-tim khusus yang disponsori pemerintah. Menjelang Pemilu 1971. di antaranya Cosmas Batubara (Eks Ketua Presidium KAMI Pusat). Muncul berbagai pernyataan sikap ketidakpercayaan dari kalangan masyarakat maupun mahasiswa terhadap sembilan partai politik dan Golongan Karya sebagai pembawa aspirasi rakyat.dia adalah seorang aktivis yang tidak peduli mau dimusuhi atau didekati yang penting pandangan idealisnya tercurahkan untuk bangsa ini. Diawali dengan reaksi terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).Munculnya KAMI diikuti berbagai aksi lainnya. dengan isu harga beras naik. mulai dari Tim Pemberantasan Korupsi (TPK). y Gerakan menentang pembangunan Taman Mini Indonesia Indah pada 1972 yang menggusur banyak rakyat kecil yang tinggal di lokasi tersebut. Tokoh-tokoh mahasiswa saat itu adalah mereka yang kemudian berada pada lingkar kekuasaan Orde Baru.

[sunting] Era NKK/BKK Setelah gerakan mahasiswa 1978. dan wisuda sarjana.datang ke Indonesia dan peristiwa Malari pada 15 Januari 1974. pemerintah dalam hal ini Pangkopkamtib Soedomo melakukan pembekuan atas lembaga Dewan Mahasiswa. pemilihan gubernur dan bupati di daerah-daerah. sampai penusukan tanda gambar. penyebab lain adalah karena gerakan mahasiswa 1978 lebih banyak berkonsentrasi dalam melakukan aksi diwilayah kampus. [sunting] 1978 Setelah peristiwa Malari. pengarahan. Berdasarkan SK menteri P&K No. berita tentang aksi protes mahasiswa nyaris sepi. Mahasiswa disibukkan dengan berbagai kegiatan kampus disamping kuliah sebagain kegiatan rutin. misalnya soal pemilu mulai dari pelaksanaan kampanye. Menyusul pemberlakuan konsep NKK. maka pada tanggal 24 Juli 1977 dibentuklah Tim Dialog Pemerintah yang akan berkampanye di berbagai perguruan tinggi. perjuangan gerakan mahasiswa 1978 telah meletakkan sebuah dasar sejarah. maka peranan yang dimainkan organisasi intra dan ekstra kampus dalam melakukan kerjasama dan transaksi komunikasi politik menjadi lumpuh. barulah muncul kembali pergolakan mahasiswa yang berskala masif. Gerakan ini berbuntut dihapuskannya jabatan Asisten Pribadi Presiden. sebuah versi terakhir Tritura yang muncul setelah versi koran Mahasiswa Indonesia di Bandung sebelumnya. maka akhirnya mereka diserbu militer dengan cara yang brutal. yakni tumbuhnya keberanian mahasiswa untuk menyatakan sikap terbuka untuk menggugat bahkan menolak kepemimpinan nasional. Soeharto terpilih untuk ketiga kalinya dan tuntutan mahasiswa pun tidak membuahkan hasil. Gerakan mahasiswa di Jakarta meneriakan isu "ganyang korupsi" sebagai salah satu tuntutan "Tritura Baru" disamping dua tuntutan lainnya Bubarkan Asisten Pribadi dan Turunkan Harga. dan dimantapkan dengan penjelasan teknis melalui Instruksi Dirjen Pendidikan Tinggi tahun 1978 tentang pokok-pokok pelaksanaan penataan kembali lembaga kemahasiswaan di Perguruan Tinggi. Namun demikian. pemerintah berusaha untuk melakukan pendekatan terhadap mahasiswa. Kebijakan NKK dilaksanakan berdasarkan SK No. sebagai gantinya pemerintah membentuk struktur keorganisasian baru yang disebut BKK. Dengan konsep NKK/BKK ini. dan hanya mengijinkan pembentukan organisasi mahasiswa tingkat fakultas (Senat Mahasiswa Fakultas-SMF) dan Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (BPMF). Gerakan ini juga mengkritik strategi pembangunan dan kepemimpinan nasional. Karena gerakan mahasiswa tidak terpancing keluar kampus untuk menghindari peristiwa tahun 1974. dihiasi dengan aktivitas kerja sosial. Hal ini kemudian diikuti oleh dihapuskannya Dewan Mahasiswa dan diterapkannya kebijakan NKK/BKK di seluruh Indonesia. hingga tahun 1975 dan 1976. Awalnya. Berbagai masalah penyimpangan politik diangkat sebagai isu. Ditambah dengan munculnya UU No. praktis tidak ada gerakan besar yang dilakukan mahasiswa selama beberapa tahun akibat diberlakukannya konsep Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK) oleh pemerintah secara paksa. strategi dan hakekat pembangunan. Meskipun disana-sini aksi protes kecil tetap ada. Menjelang dan terutama saat-saat antara sebelum dan setelah Pemilu 1977. pola rekruitmen anggota legislatif. Pada periode ini terjadinya pendudukan militer atas kampus-kampus karena mahasiswa dianggap telah melakukan pembangkangan politik. Dies Natalis. Kebijakan BKK itu secara implisif sebenarnya melarang dihidupkannya kembali Dewan Mahasiswa. yang menurutnya sebagai wujud tanggung jawab pembentukan. upaya tim ini ditolak oleh mahasiswa.037/U/1979 kebijakan ini membahas tentang Bentuk Susunan Lembaga Organisasi Kemahasiswaan di Lingkungan Perguruan Tinggi. Namun hal yang terpenting dari SK ini terutama pemberian wewenang kekuasaan kepada rektor dan pembantu rektor untuk menentukan kegiatan mahasiswa.8/1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan maka politik praktis semakin tidak diminati oleh .0156/U/1978 sesaat setelah Dooed Yusuf dilantik tahun 1979. dan pengembangan lembaga kemahasiswaan. acara penerimaan mahasiswa baru. dan menjauhkan dari aktivitas politik karena dinilai secara nyata dapat membahayakan posisi rezim. sampai dengan tema-tema kecil lainnya yang bersifat lokal. Konsep ini mencoba mengarahkan mahasiswa hanya menuju pada jalur kegiatan akademik. Meski demikian. Kuliah Kerja Nyata (KKN).

di bawah Mendikbud Fuad Hasan kebijakan NKK/BKK dicabut dan sebagai gantinya keluar Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan (PUOK). Mahasiswa menuntut organisasi kampus yang mandiri. Gerakan yang menuntut kebebasan berpendapat dalam bentuk kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik di dalam kampus pada 1987 . Tragedi Trisakti. banyak timbul kekecewaan di berbagai perguruan tinggi karena kegagalan konsep ini. Dikalangan mahasiswa secara kelembagaan dan personal terjadi pro kontra. Kondisi ini menimbulkan generasi kampus yang apatis. GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) atau yang lebih dikenal dengan kelompok Cipayung. Dalam perkembangannya eksistensi kelompok ini mulai digeser oleh kehadiran wadah-wadah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tumbuh subur pula sebagai alternatif gerakan mahasiswa. menjadi awal kebangkitan kembali mahasiswa ditahun 1990-an. . Saat itu demonstrasi di luar kampus termasuk menyampaikan aspirasi dengan longmarch ke DPR/DPRD tetap terlarang. Mereka juga membentuk kelompok-kelompok diskusi dan pers mahasiswa. Berbagai tindakan represif yang menewaskan aktivis mahasiswa dilakukan pemerintah untuk meredam gerakan ini di antaranya: Peristiwa Cimanggis. meski tidak persis serupa dengan Dewan Mahasiswa yang pernah berjaya sebelumnya upaya perjuangan mahasiswa untuk membangun kemandirian melalui SMPT. PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). diakui konsep ini memiliki sejumlah kelemahan namun dipercaya dapat menjadi basis konsolidasi kekuatan gerakan mahasiswa. [sunting] 1998 Gerakan 1998 menuntut reformasi dan dihapuskannya "KKN" (korupsi. Dengan dihidupkannya model-model kelembagaan yang lebih independen. penghapusan perjudian melalui Porkas/TSSB/SDSB. Sebagai alternatif terhadap suasana birokratis dan apolitis wadah intra kampus. Gerakan ini terus berlanjut hingga pemilu 1999. tidaklah mengherankan bila akhirnya berdiri Dewan Mahasiswa di UGM tahun 1994 yang kemudian diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di tanah air sebagai landasan bagi pendirian model organisasi kemahasiswaan alternatif yang independen. bebas dari pengaruh korporatisasi negara termasuk birokrasi kampus. [sunting] 1990 Memasuki awal tahun 1990-an. Kacapiring. menamggapi SK tersebut. korupsi di Bapindo. GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia). sementara posisi rezim semakin kuat. Peristiwa Gejayan.mahasiswa. akhirnya memaksa Presiden Soeharto melepaskan jabatannya. yang didalamnya terdiri dari Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). karena sebagian Ormas bahkan menjadi alat pemerintah atau golongan politik tertentu. Beberapa kasus lokal yang disuarakan LSM dan komite aksi mahasiswa antara lain: kasus tanah waduk Kedung Ombo. lewat pendudukan gedung DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa. Dalam perkembangan kemudian. Melalui PUOK ini ditetapkan bahwa organisasi kemahasiswaan intra kampus yang diakui adalah Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT). kolusi dan nepotisme) pada 1997-1998. Tragedi Lampung. PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia).1990 sehingga akhirnya demonstrasi bisa dilakukan mahasiswa di dalam kampus perguruan tinggi. Jalur perjuangan lain ditempuh oleh para aktivis mahasiswa dengan memakai kendaraan lain untuk menghindari sikap represif pemerintah. bahwa konsep SMPT tidak lain hanya semacam hiden agenda untuk menarik mahasiswa ke kampus dan memotong kemungkinan aliansi mahasiswa dengan kekuatan di luar kampus. yaitu dengan meleburkan diri dan aktif di Organisasi kemahasiswaan ekstra kampus seperti HMI (himpunan mahasiswa islam). Sehingga. Oleh mereka yang menerima. Argumen mahasiswa yang menolak mengatakan. di awal-awal tahun 80-an muncul kelompok-kelompok studi yang dianggap mungkin tidak tersentuh kekuasaan refresif penguasa. Tragedi Semanggi I dan II .

Sampai detik ini gerakan mahasiswa terus berada di depan untuk mengawal perubahan baik dalam masalah ekonomi. Dalam sejarahnya. Pada pundak mahasiswa nasib rakyat dipertaruhkan. Kedua: orientasi dan kultur. Dalam dunia pendidikan saat ini. inovatif dan bahkan visioner yang siap menjadi pionir di bidangnya masing-masing. gerakan mahasiswa yang didominasi oleh para pemuda yang memiliki watak orang muda tak lain adalah menginginkan perubahan. sosial. tidak akan pernah ditulis sebagai jalan yang harus ditempuh. ribuan dan bahkan jutaan mahasiswa yang memiliki kecerdasan luar biasa. Tigadimensi Kini. Pergerakan semisal meneliti. Pada konteks inilah mahasiswa akan terlihat jelas apakah mampu meraih kesaktian dengan predikat agent of social change and control. dalam kamus apapun. menentang. Mahasiswa mempunyai peran signifikan di tengah masyarakat. Mahasiswa adalah kaum terpelajar yang dituntut bersikap rasional. pergerakan mahasiswa telah melakukan banyak perubahan dalam berbagai sektor kehidupan. mahasiswa merupakan predikat tertinggi bagi orang yang masih mengais pengetahuan. dalam gelora pergerakan mahasiswa harus mencerminkan beberapa bentuk sebagai penopang pergerakan yang akan dilakoni. arif dan bijak. Yang sangat lekat di benak kita adalah fenomena tumbangnya orde baru di mana pergerakan mahasiswa memiliki peran strategis dalam prosesnya. Pada gilirannya akan menghambat tercapainya perjuangan dalam membangun gerbang pencerahan (enlightment). mengkritisi. memiliki prestasi yang menggunung dan motivasi serta etika yang membanggakan. Lantas apa yang harus menjadi ikon utama dari visi misi eksistensi pergerakan mahasiswa saat ini agar benar-benar mampu merealisasikan harapan dan mimpi-mimpi rakyat? Setidaknya. kecuali kamus bangsa Barbar yang hobi perang. Oleh sebab itu. Mereka adalah generasi muda yang kreatif.BERBEDA dengan yang lain. Bukanlah saatnya sebuah pergerakan mahasiswa bergantung pada momentum atau instansi yang tidak bertanggung jawab. bagaimana gerakan mahasiswa tidak lagi bersifat ritual temporal melainkan ikut membantu masyarakat terhadap problem-problem yang mengakar demi menciptakan kehidupan yang lebih baik di . menuntut. Pertama: intelektualitas. pendidikan. Pendidikan tak lain bertujuan untuk mensejahterkan dan mengembangkan masyarakat (community development). detik ini adalah waktu yang tepat untuk membangun kembali spirit pergerakan mahasiswa mengingat problema yang dihadapi masyarakat semakin kompleks. politik pemerintahan. mahasiswa dituntut untuk sadar akan tujuan awal dari pada pendidikan yang sedang digeluti. Tidak anarkis karena bahasa kekerasan tidak pernah diajarkan dalam lingkungan kaum akademisi. Jelas. bahkan menolak kebijakan-kebijakan yang dilihat tidak sesuai dengan nurani masyarakat atau menyimpang dari undang-undang yang berlaku telah menjadi ritual wajib bagi mahasiswa. bangsa dan negara. Hal ini penting sebagai rujukan untuk mentransendensikan hati nurani mahasiswa. dan semacamnya. Kebutuhan masyarakat akan ide-ide segar anak bangsa semakin mendesak. karena ketergantungan terhadap momentum dan instansi tersebut hanya akan membuat gerakan menjadi statis. Kekerasan.

Angkatan 2001 dengan isu reformasi jilid 2 berikon Demokratisasi . dari sekian anak negeri ini yang lulus dari Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) hanya sebagian kecil yang meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi. menuntut mahasiswa untuk menyelesaikan studi tepat waktu. sehingga pergerakan mahasiswa dapat menampilkan citra positif dan meyakinkan kepada publik bahwa setiap zaman melahirkan generasi zamannya dan generasi kini biasa mengejutkan generasi sebelumnya. transparansi. Dunia kerja yang akan digeluti oleh alumnus perguruan tinggi tidak bisa diarungi dengan dua modal itu saja. Harus diingat bahwa dalam rentetan sejarah pergerakan mahasiswa memiliki fokus. karakteristik dan spiritnya masing-masing.masa depan (future orientation). Oleh karena itu. Angkatan 98 mengumbar isu reformasi dengan Ikon enam visi reformasi . Tapi apakah cukup dengan hanya mengandalkan ilmu dari perkuliahan dan indeks prestasi yang tinggi untuk mengarungi kehidupan pasca wisuda? Ternyata tidak. akuntabilitas. yakni . bahkan pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen dengan Ikon menolak Soeharto sebagai calon presiden . Pergerakan mahasiswa angkatan 66 berusaha untuk membumikan isu otoritarian state dengan Ikon Tritura . Organisasi Mahasiswa: Pembelajaran dan Pengabdian i Menjadi mahasiswa adalah kesempatan. Ada elemen yang lebih penting. Tak ayal lagi tren study oriented mewabah di kalangan mahasiswa. Ketiga: program gerakan mahasiswa yang bermakna strategis-taktis. Masuk organisasi adalah pilihan. apa yang menjadi primary meaning harus benar-benar dimaksimalkan. Jangan sampai gerakan mahasiswa hanya menjadi suguhan tarian semata. Fenomena mahalnya biaya pendidikan. Ketiga dimensi di atas harus dijadikan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Angkatan 78 mengangkat isu perlunya merealisasi demokrasi. akan tetapi dapat merubah kebijakan-kebijakan yang kurang tepat untuk rakyat. besar harapan masyarakat terhadap kaum muda yang bergelut dengan dunia intelektual ini. Lawan mahasiswa hanya satu: ketidakadilan. Angkatan 74 mengusung isu NKK/BKK dengan Ikon Otonomisasi . Sehingga segala energi dikerahkan untuk mengondol gelar sarjana/diploma sesegera mungkin. Kawannya juga satu: kebenaran untuk membela rakyat. Ya. Dalam artian.

Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI). mahasiswa tidak lagi canggung bergumul dengan ruang baru. Penulis katakan memang ada sebagian kecil mahasiswa yang lalai kuliah akibat terlalu sibuk mengurus organisasi. Front Mahasiswa Nasional.kemampuan soft skill. dan ketidakstabilan politik. Organisasi mahasiswa menjembatani domain menara gading kampus yang elitis dengan ruang masyarakat. dan Koperasi Mahasiswa. bisa didapatkan melalui organisasiorganisasi mahasiswa. dan dengan indeks prestasi yang sangat memuaskan. Hal yang ingin penulis tegaskan di sini adalah keberadaan organisasi mahasiswa menjadi penting karena kemanfaatannya terpulang kepada mahasiswa itu sendiri. kecurangan. Namun. Jadi ini hanyalah masalah manajemen waktu. Selain berfungsi sebagai pembelajaran diri. Negara berkembang layaknya Indonesia. organisasi mahasiswa merupakan wahana bagi mahasiswa berempati dengan situasi yang terjadi di masyarakat. dan lain sebagainya. sekaligus mengugah rasa kritis untuk mencari solusi atas apa yang terjadi. Organisasi mahasiswa membawa para anggotanya bersinggungan langsung dengan persoalan-persoalan ini. Tapi kenyataan juga membuktikan. Mungkin ada yang takut ketika masuk organisasi waktunya untuk belajar akan terganggu yang pada akhirnya berpengaruh kepada lamanya studi. banyak dihadapkan masalah-masalah sosial terutama menyangkut kesenjangan ekonomi. . Lewat media inilah seorang mahasiswa bisa menempa diri. betapa banyak penggiat organisasi yang berhasil lulus tepat waktu. dan berinteraksi dengan banyak pemikiran. ketidakadilan. serta kemampuan memimpin dan dipimpin. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala). Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Sehingga. ketika terbiasa menghadapi problem kehidupan. Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). belajar berkomunitas. baik di masyarakat maupun di dunia kerja selepas lulus dari perguruan tinggi. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia. Kemampuan ini terkait dengan kemampuan berkomunikasi dan bahasa. baik itu Organisasi Intra Kampus seperti Badan Eksekutif Mahasiswa. Unit Kegiatan Mahasiswa. bekerja dalam satu team. maupun Organisasi Ekstra Kampus semisal Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Kapabilitas soft skill ini tidak diajarkan lewat bangku kuliah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful