Gerakan mahasiswa di Indonesia adalah kegiatan kemahasiswaan yang ada di dalam maupun di luar perguruan tinggi yang dilakukan

untuk meningkatkan kecakapan, intelektualitas dan kemampuan kepemimpinan para aktivis yang terlibat di dalamnya. Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, gerakan mahasiswa seringkali menjadi cikal bakal perjuangan nasional, seperti yang tampak dalam lembaran sejarah bangsa. Sejarah [sunting] 1908 Boedi Oetomo, merupakan wadah perjuangan yang pertama kali memiliki struktur pengorganisasian modern. Didirikan di Jakarta, 20 Mei 1908 oleh pemuda-pelajar-mahasiswa dari lembaga pendidikan STOVIA, wadah ini merupakan refleksi sikap kritis dan keresahan intelektual terlepas dari primordialisme Jawa yang ditampilkannya. Pada konggres yang pertama di Yogyakarta, tanggal 5 Oktober 1908 menetapkan tujuan perkumpulan : Kemajuan yang selaras buat negeri dan bangsa, terutama dengan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan dan dagang, teknik dan industri, serta kebudayaan. Dalam 5 tahun permulaan BU sebagai perkumpulan, tempat keinginan-keinginan bergerak maju dapat dikeluarkan, tempat kebaktian terhadap bangsa dinyatakan, mempunyai kedudukan monopoli dan oleh karena itu BU maju pesat, tercatat akhir tahun 1909 telah mempunyai 40 cabang dengan lk.10.000 anggota. Disamping itu, para mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Belanda, salah satunya Mohammad Hatta yang saat itu sedang belajar di Nederland Handelshogeschool di Rotterdam mendirikan Indische Vereeninging yang kemudian berubah nama menjadi Indonesische Vereeninging tahun 1922, disesuaikan dengan perkembangan dari pusat kegiatan diskusi menjadi wadah yang berorientasi politik dengan jelas. Dan terakhir untuk lebih mempertegas identitas nasionalisme yang diperjuangkan, organisasi ini kembali berganti nama baru menjadi Perhimpunan Indonesia, tahun 1925. Berdirinya Indische Vereeninging dan organisasi-organisasi lain,seperti: Indische Partij yang melontarkan propaganda kemerdekaan Indonesia, Sarekat Islam, dan Muhammadiyah yang beraliran nasionalis demokratis dengan dasar agama, Indische Sociaal Democratische Vereeninging (ISDV) yang berhaluan Marxisme, menambah jumlah haluan dan cita-cita terutama ke arah politik. Hal ini di satu sisi membantu perjuangan rakyat Indonesia, tetapi di sisi lain sangat melemahkan BU karena banyak orang kemudian memandang BU terlalu lembek oleh karena hanya menuju "kemajuan yang selaras" dan terlalu sempit keanggotaannya (hanya untuk daerah yang berkebudayaan Jawa) meninggalkan BU. Oleh karena cita-cita dan pemandangan umum berubah ke arah politik, BU juga akhirnya terpaksa terjun ke lapangan politik. Kehadiran Boedi Oetomo,Indische Vereeninging, dll pada masa itu merupakan suatu episode sejarah yang menandai munculnya sebuah angkatan pembaharu dengan kaum terpelajar dan mahasiswa sebagai aktor terdepannya, yang pertama dalam sejarah Indonesia : generasi 1908, dengan misi utamanya menumbuhkan kesadaran kebangsaan dan hak-hak kemanusiaan dikalangan rakyat Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan, dan mendorong semangat rakyat melalui penerangan-penerangan pendidikan yang mereka berikan, untuk berjuang membebaskan diri dari penindasan kolonialisme. [sunting] 1928 Pada pertengahan 1923, serombongan mahasiswa yang bergabung dalam Indonesische Vereeninging (nantinya berubah menjadi Perhimpunan Indonesia) kembali ke tanah air. Kecewa dengan perkembangan kekuatan-kekuatan perjuangan di Indonesia, dan melihat situasi politik yang di hadapi, mereka membentuk kelompok studi yang dikenal amat berpengaruh, karena keaktifannya dalam diskursus kebangsaan saat itu. Pertama, adalah Kelompok Studi Indonesia (Indonesische Studie-club) yang dibentuk di Surabaya pada tanggal 29 Oktober 1924 oleh Soetomo. Kedua, Kelompok Studi Umum (Algemeene Studie-club) direalisasikan oleh para nasionalis dan mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik di Bandung yang dimotori oleh Soekarno pada tanggal 11 Juli 1925. Diinspirasi oleh pembentukan Kelompok Studi Surabaya dan Bandung, menyusul kemudian Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), prototipe organisasi yang menghimpun seluruh elemen gerakan mahasiswa yang bersifat kebangsaan tahun 1926, Kelompok Studi St. Bellarmius yang menjadi wadah

dan akibat pengaruh sikap penguasa Belanda yang menjadi Liberal. Mahasiswa Pancasila (Mapancas). maka mahasiswa kebanyakan akhirnya memilih untuk lebih mengarahkan kegiatan dengan berkumpul dan berdiskusi. CGMI lebih menonjol setelah PKI tampil sebagai salah satu partai kuat hasil Pemilu 1955. HMI. Concentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) dekat dengan PKI. kenyataan ini menyebabkan perseteruan sengit antara CGMI dengan HMI dan. Selanjutnya. terutama dengan tujuan memperoleh basis massa yang luas. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berafiliasi dengan Partai NU. intelektual. serta insiden kecil di Sekolah Tinggi Kedokteran Jakarta yang mengakibatkan mahasiswa dipecat dan dipenjarakan. dan Ikatan Pers Mahasiswa (IPMI). Kelompok Studi Indonesia berubah menjadi Partai Bangsa Indonesia (PBI). dari dinamika pergerakan nasional yang ditandai dengan kehadiran kelompok-kelompok studi. organisasi mahasiswa ekstra kampus kebanyakan merupakan organisasi dibawah partai-partai politik. Misalnya. dalam kasus gerakan kelompok bawah tanah yang antara lain dipimpin oleh Chairul Saleh dan Soekarni saat itu. dan Studenten Islam Studie-club (SIS) bagi mahasiswa Islam pada tahun 1930-an. Praktis. peristiwa ini dikenal kemudian dengan peristiwa Rengasdengklok. mahasiswa.Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dekat dengan PNI. dan lain-lain. Cristelijke Studenten Vereninging (CSV) bagi mahasiswa Kristen. Secara umum kondisi pendidikan maupun kehidupan politik pada zaman pemerintahan Jepang jauh lebih represif dibandingkan dengan kolonial Belanda. . Tokoh-tokoh inilah yang nantinya menjadi cikal bakal generasi 1945. Gerakan Mahasiswa Sosialis Indonesia (Gemsos) dengan PSI. dalam masa Demokrasi Liberal (1950-1959). Dari kebangkitan kaum terpelajar. CGMI secara berani menjalankan politik konfrontasi dengan organisasi mahasiswa lainnya. dimotori oleh PPPI. seiring dengan penerapan sistem kepartaian yang majemuk saat itu. Mahasiswa membentuk Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) tanggal 25 Oktober 1966 yang merupakan hasil kesepakatan sejumlah organisasi yang berhasil dipertemukan oleh Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pendidikan (PTIP) Mayjen dr. yang menentukan kehidupan bangsa. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan Masyumi. antara lain dengan melakukan pelarangan terhadap segala kegiatan yang berbau politik. Tujuan pendiriannya. sedangkan Kelompok Studi Umum menjadi Perserikatan Nasional Indonesia (PNI).Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). akibat kondisi yang vacuum tersebut.mahasiswa Katolik. yang terpaksa menculik dan mendesak Soekarno dan Hatta agar secepatnya memproklamirkan kemerdekaan. munculnya generasi baru pemuda Indonesia yang memunculkan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. terutama dipicu karena banyaknya jabatan kepengurusan dalam PPMI yang direbut dan diduduki oleh CGMI dan juga GMNI-khususnya setelah Konggres V tahun 1961. termasuk partai politik. Syarief Thayeb. Sekretariat Bersama Organisasi-organisasi Lokal (SOMAL). Salah satu peran angkatan muda 1945 yang bersejarah. Tiga asrama yang terkenal dalam sejarah. adalah Asrama Menteng Raya. dan Asrama Kebon Sirih. Asrama Cikini. dan aktivis pemuda itulah. Sumpah Pemuda dicetuskan melalui Konggres Pemuda II yang berlangsung di Jakarta pada 26-28 Oktober 1928. berperan besar dalam melahirkan sejumlah tokoh. bahkan lebih jauh berusaha mempengaruhi PPMI. terutama agar para aktivis mahasiswa dalam melancarkan perlawanan terhadap PKI menjadi lebih terkoordinasi dan memiliki kepemimpinan. Diantara organisasi mahasiswa pada masa itu. muncul kebutuhan baru untuk menjadi partai politik. PMKRI Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia dengan Partai Katholik. [sunting] 1945 Dalam perkembangan berikutnya. bersama para pemuda lainnya terutama di asrama-asrama. yang dibentuk melalui Kongres Mahasiswa yang pertama di Malang tahun 1947. muncul kebutuhan akan aliansi antara kelompok-kelompok mahasiswa. dan hal ini ditindak lanjuti dengan membubarkan segala organisasi pelajar dan mahasiswa. diantaranya Perserikatan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia (PPMI). [sunting] 1966 Sejak kemerdekaan. yakni PMKRI.PMII.

seperti: y Golput yang menentang pelaksanaan pemilu pertama di masa Orde Baru pada 1972 karena Golkar dinilai curang. Angkatan '66 mengangkat isu Komunis sebagai bahaya laten negara. Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia (KASI). Protes terus berlanjut. pemuda dan mahasiswa Indonesia banyak terlibat dalam perjuangan yang ikut mendirikan Orde Baru. dan lainlain. Menyusul aksi-aksi lain dalam skala yang lebih luas. dengan isu harga beras naik.misalnya terhadap proyek pembangunan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di saat Indonesia haus akan bantuan luar negeri. Diawali dengan reaksi terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Task Force UI sampai Komisi Empat. Berbagai borok pembangunan dan demoralisasi perilaku kekuasaan rezim Orde Baru terus mencuat. Sebelum gerakan mahasiswa 1974 meledak. Asmara Nababan. di antaranya Cosmas Batubara (Eks Ketua Presidium KAMI Pusat). dan korupsi. Misalnya. y Gerakan menentang pembangunan Taman Mini Indonesia Indah pada 1972 yang menggusur banyak rakyat kecil yang tinggal di lokasi tersebut. Yusuf Wanandi ketiganya dari PMKRI. mereka mendorang munculnya Deklarasi Golongan Putih (Golput) pada tanggal 28 Mei 1971 yang dimotori oleh Arif Budiman. pemerintah Orde Baru telah melakukan berbagai cara dalam bentuk rekayasa politik. dan MPR/DPR/DPRD. aksi protes lainnya yang paling mengemuka disuarakan mahasiswa adalah tuntutan pemberantasan korupsi. Sofyan Wanandi. di masa ini ada salah satu tokoh yang sangat idealis.yang sampai sekarang menjadi panutan bagi mahasiswa-mahasiswa yang idealis setelah masanya. pada 1970 pemuda dan mahasiswa kemudian mengambil inisiatif dengan membentuk Komite Anti Korupsi (KAK) yang diketuai oleh Wilopo. melalui undang-undang yang mengatur tentang pemilu. berikutnya tahun 1973 selalu diwarnai dengan isu korupsi sampai dengan meletusnya demonstrasi memprotes PM Jepang Kakuei Tanaka yang .dia adalah seorang aktivis yang tidak peduli mau dimusuhi atau didekati yang penting pandangan idealisnya tercurahkan untuk bangsa ini. Tokoh-tokoh mahasiswa saat itu adalah mereka yang kemudian berada pada lingkar kekuasaan Orde Baru. adalah bahwa jika generasi 1966 memiliki hubungan yang erat dengan kekuatan militer. Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI). Dalam tahun 1972.Munculnya KAMI diikuti berbagai aksi lainnya. Terbentuknya KAK ini dapat dilihat merupakan reaksi kekecewaan mahasiswa terhadap tim-tim khusus yang disponsori pemerintah. mulai dari Tim Pemberantasan Korupsi (TPK). Tahun 1972. aktivis Angkatan '66 pun mendapat hadiah yaitu dengan banyak yang duduk di kursi DPR/MPR serta diangkat dalam kabibet pemerintahan Orde Baru. bahkan sebelum menginjak awal 1970-an. Lahirlah. Adnan Buyung Nasution. mahasiswa juga telah melancarkan berbagai protes terhadap pemborosan anggaran negara yang digunakan untuk proyek-proyek eksklusif yang dinilai tidak mendesak dalam pembangunan. sebenarnya para mahasiswa telah melancarkan berbagai kritik dan koreksi terhadap praktek kekuasaan rezim Orde Baru. Gerakan ini dikenal dengan istilah Angkatan '66. selanjutnya apa yang disebut gerakan "Mahasiswa Menggugat" yang dimotori Arif Budiman yang progaram utamanya adalah aksi pengecaman terhadap kenaikan BBM. Menjelang Pemilu 1971. sementara sebelumnya gerakan-gerakan mahasiswa masih bersifat kedaerahan. yang menjadi awal kebangkitan gerakan mahasiswa secara nasional. seperti Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI). Gerakan ini berhasil membangun kepercayaan masyarakat untuk mendukung mahasiswa menentang Komunis yang ditukangi oleh PKI (Partai Komunis Indonesia). Pada tahun 1965 dan 1966. partai politik.Akbar Tanjung dari HMI dll. Sebagai bentuk protes akibat kekecewaan.dia adealah soe hok gie [sunting] 1974 Realitas berbeda yang dihadapi antara gerakan mahasiswa 1966 dan 1974. untuk mempertahankan dan memapankan status quo dengan mengkooptasi kekuatan-kekuatan politik masyarakat antara lain melalui bentuk perundang-undangan. untuk generasi 1974 yang dialami adalah konfrontasi dengan militer. Muncul berbagai pernyataan sikap ketidakpercayaan dari kalangan masyarakat maupun mahasiswa terhadap sembilan partai politik dan Golongan Karya sebagai pembawa aspirasi rakyat. Setelah Orde Lama berakhir.

dan hanya mengijinkan pembentukan organisasi mahasiswa tingkat fakultas (Senat Mahasiswa Fakultas-SMF) dan Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (BPMF). Gerakan mahasiswa di Jakarta meneriakan isu "ganyang korupsi" sebagai salah satu tuntutan "Tritura Baru" disamping dua tuntutan lainnya Bubarkan Asisten Pribadi dan Turunkan Harga.0156/U/1978 sesaat setelah Dooed Yusuf dilantik tahun 1979. strategi dan hakekat pembangunan. perjuangan gerakan mahasiswa 1978 telah meletakkan sebuah dasar sejarah. Dengan konsep NKK/BKK ini. pola rekruitmen anggota legislatif. Gerakan ini berbuntut dihapuskannya jabatan Asisten Pribadi Presiden. pengarahan. Kuliah Kerja Nyata (KKN). Soeharto terpilih untuk ketiga kalinya dan tuntutan mahasiswa pun tidak membuahkan hasil. Berbagai masalah penyimpangan politik diangkat sebagai isu.datang ke Indonesia dan peristiwa Malari pada 15 Januari 1974. acara penerimaan mahasiswa baru. dan menjauhkan dari aktivitas politik karena dinilai secara nyata dapat membahayakan posisi rezim. praktis tidak ada gerakan besar yang dilakukan mahasiswa selama beberapa tahun akibat diberlakukannya konsep Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK) oleh pemerintah secara paksa. penyebab lain adalah karena gerakan mahasiswa 1978 lebih banyak berkonsentrasi dalam melakukan aksi diwilayah kampus. sampai dengan tema-tema kecil lainnya yang bersifat lokal. upaya tim ini ditolak oleh mahasiswa. sebagai gantinya pemerintah membentuk struktur keorganisasian baru yang disebut BKK. yang menurutnya sebagai wujud tanggung jawab pembentukan. Karena gerakan mahasiswa tidak terpancing keluar kampus untuk menghindari peristiwa tahun 1974. sampai penusukan tanda gambar.8/1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan maka politik praktis semakin tidak diminati oleh . yakni tumbuhnya keberanian mahasiswa untuk menyatakan sikap terbuka untuk menggugat bahkan menolak kepemimpinan nasional. Konsep ini mencoba mengarahkan mahasiswa hanya menuju pada jalur kegiatan akademik. [sunting] 1978 Setelah peristiwa Malari. Pada periode ini terjadinya pendudukan militer atas kampus-kampus karena mahasiswa dianggap telah melakukan pembangkangan politik. dan pengembangan lembaga kemahasiswaan. Mahasiswa disibukkan dengan berbagai kegiatan kampus disamping kuliah sebagain kegiatan rutin. hingga tahun 1975 dan 1976. Berdasarkan SK menteri P&K No. barulah muncul kembali pergolakan mahasiswa yang berskala masif. dan wisuda sarjana. maka pada tanggal 24 Juli 1977 dibentuklah Tim Dialog Pemerintah yang akan berkampanye di berbagai perguruan tinggi. berita tentang aksi protes mahasiswa nyaris sepi. maka akhirnya mereka diserbu militer dengan cara yang brutal. Kebijakan BKK itu secara implisif sebenarnya melarang dihidupkannya kembali Dewan Mahasiswa. Meski demikian. Gerakan ini juga mengkritik strategi pembangunan dan kepemimpinan nasional. pemerintah berusaha untuk melakukan pendekatan terhadap mahasiswa. misalnya soal pemilu mulai dari pelaksanaan kampanye. Menjelang dan terutama saat-saat antara sebelum dan setelah Pemilu 1977. pemerintah dalam hal ini Pangkopkamtib Soedomo melakukan pembekuan atas lembaga Dewan Mahasiswa. Menyusul pemberlakuan konsep NKK. dihiasi dengan aktivitas kerja sosial. Kebijakan NKK dilaksanakan berdasarkan SK No. Hal ini kemudian diikuti oleh dihapuskannya Dewan Mahasiswa dan diterapkannya kebijakan NKK/BKK di seluruh Indonesia. Awalnya. Ditambah dengan munculnya UU No. Meskipun disana-sini aksi protes kecil tetap ada. maka peranan yang dimainkan organisasi intra dan ekstra kampus dalam melakukan kerjasama dan transaksi komunikasi politik menjadi lumpuh. Dies Natalis. [sunting] Era NKK/BKK Setelah gerakan mahasiswa 1978. sebuah versi terakhir Tritura yang muncul setelah versi koran Mahasiswa Indonesia di Bandung sebelumnya.037/U/1979 kebijakan ini membahas tentang Bentuk Susunan Lembaga Organisasi Kemahasiswaan di Lingkungan Perguruan Tinggi. pemilihan gubernur dan bupati di daerah-daerah. Namun demikian. dan dimantapkan dengan penjelasan teknis melalui Instruksi Dirjen Pendidikan Tinggi tahun 1978 tentang pokok-pokok pelaksanaan penataan kembali lembaga kemahasiswaan di Perguruan Tinggi. Namun hal yang terpenting dari SK ini terutama pemberian wewenang kekuasaan kepada rektor dan pembantu rektor untuk menentukan kegiatan mahasiswa.

mahasiswa. Mereka juga membentuk kelompok-kelompok diskusi dan pers mahasiswa. akhirnya memaksa Presiden Soeharto melepaskan jabatannya. . Saat itu demonstrasi di luar kampus termasuk menyampaikan aspirasi dengan longmarch ke DPR/DPRD tetap terlarang. [sunting] 1998 Gerakan 1998 menuntut reformasi dan dihapuskannya "KKN" (korupsi. Berbagai tindakan represif yang menewaskan aktivis mahasiswa dilakukan pemerintah untuk meredam gerakan ini di antaranya: Peristiwa Cimanggis. yang didalamnya terdiri dari Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Dikalangan mahasiswa secara kelembagaan dan personal terjadi pro kontra. menamggapi SK tersebut. di awal-awal tahun 80-an muncul kelompok-kelompok studi yang dianggap mungkin tidak tersentuh kekuasaan refresif penguasa. Tragedi Trisakti. Kondisi ini menimbulkan generasi kampus yang apatis. Dengan dihidupkannya model-model kelembagaan yang lebih independen. PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia). Mahasiswa menuntut organisasi kampus yang mandiri. Melalui PUOK ini ditetapkan bahwa organisasi kemahasiswaan intra kampus yang diakui adalah Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT). GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) atau yang lebih dikenal dengan kelompok Cipayung. Sebagai alternatif terhadap suasana birokratis dan apolitis wadah intra kampus. Beberapa kasus lokal yang disuarakan LSM dan komite aksi mahasiswa antara lain: kasus tanah waduk Kedung Ombo. Tragedi Semanggi I dan II . meski tidak persis serupa dengan Dewan Mahasiswa yang pernah berjaya sebelumnya upaya perjuangan mahasiswa untuk membangun kemandirian melalui SMPT. korupsi di Bapindo. di bawah Mendikbud Fuad Hasan kebijakan NKK/BKK dicabut dan sebagai gantinya keluar Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan (PUOK). Kacapiring. bebas dari pengaruh korporatisasi negara termasuk birokrasi kampus. PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). diakui konsep ini memiliki sejumlah kelemahan namun dipercaya dapat menjadi basis konsolidasi kekuatan gerakan mahasiswa. Gerakan yang menuntut kebebasan berpendapat dalam bentuk kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik di dalam kampus pada 1987 . menjadi awal kebangkitan kembali mahasiswa ditahun 1990-an. Dalam perkembangan kemudian. Sehingga. Argumen mahasiswa yang menolak mengatakan. karena sebagian Ormas bahkan menjadi alat pemerintah atau golongan politik tertentu. Jalur perjuangan lain ditempuh oleh para aktivis mahasiswa dengan memakai kendaraan lain untuk menghindari sikap represif pemerintah. Gerakan ini terus berlanjut hingga pemilu 1999. penghapusan perjudian melalui Porkas/TSSB/SDSB. Peristiwa Gejayan. tidaklah mengherankan bila akhirnya berdiri Dewan Mahasiswa di UGM tahun 1994 yang kemudian diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di tanah air sebagai landasan bagi pendirian model organisasi kemahasiswaan alternatif yang independen. GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia). kolusi dan nepotisme) pada 1997-1998. banyak timbul kekecewaan di berbagai perguruan tinggi karena kegagalan konsep ini. Oleh mereka yang menerima. bahwa konsep SMPT tidak lain hanya semacam hiden agenda untuk menarik mahasiswa ke kampus dan memotong kemungkinan aliansi mahasiswa dengan kekuatan di luar kampus. [sunting] 1990 Memasuki awal tahun 1990-an. lewat pendudukan gedung DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa. yaitu dengan meleburkan diri dan aktif di Organisasi kemahasiswaan ekstra kampus seperti HMI (himpunan mahasiswa islam).1990 sehingga akhirnya demonstrasi bisa dilakukan mahasiswa di dalam kampus perguruan tinggi. Tragedi Lampung. Dalam perkembangannya eksistensi kelompok ini mulai digeser oleh kehadiran wadah-wadah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tumbuh subur pula sebagai alternatif gerakan mahasiswa. sementara posisi rezim semakin kuat.

Oleh sebab itu. Pergerakan semisal meneliti. bagaimana gerakan mahasiswa tidak lagi bersifat ritual temporal melainkan ikut membantu masyarakat terhadap problem-problem yang mengakar demi menciptakan kehidupan yang lebih baik di . Kedua: orientasi dan kultur. Pertama: intelektualitas. politik pemerintahan. Jelas. dan semacamnya. dalam gelora pergerakan mahasiswa harus mencerminkan beberapa bentuk sebagai penopang pergerakan yang akan dilakoni. menentang. Dalam dunia pendidikan saat ini. kecuali kamus bangsa Barbar yang hobi perang. pergerakan mahasiswa telah melakukan banyak perubahan dalam berbagai sektor kehidupan. Dalam sejarahnya. Pada gilirannya akan menghambat tercapainya perjuangan dalam membangun gerbang pencerahan (enlightment). Mahasiswa adalah kaum terpelajar yang dituntut bersikap rasional.BERBEDA dengan yang lain. Mereka adalah generasi muda yang kreatif. Kebutuhan masyarakat akan ide-ide segar anak bangsa semakin mendesak. Yang sangat lekat di benak kita adalah fenomena tumbangnya orde baru di mana pergerakan mahasiswa memiliki peran strategis dalam prosesnya. Pendidikan tak lain bertujuan untuk mensejahterkan dan mengembangkan masyarakat (community development). Pada konteks inilah mahasiswa akan terlihat jelas apakah mampu meraih kesaktian dengan predikat agent of social change and control. inovatif dan bahkan visioner yang siap menjadi pionir di bidangnya masing-masing. memiliki prestasi yang menggunung dan motivasi serta etika yang membanggakan. tidak akan pernah ditulis sebagai jalan yang harus ditempuh. pendidikan. karena ketergantungan terhadap momentum dan instansi tersebut hanya akan membuat gerakan menjadi statis. Tidak anarkis karena bahasa kekerasan tidak pernah diajarkan dalam lingkungan kaum akademisi. bangsa dan negara. Lantas apa yang harus menjadi ikon utama dari visi misi eksistensi pergerakan mahasiswa saat ini agar benar-benar mampu merealisasikan harapan dan mimpi-mimpi rakyat? Setidaknya. mengkritisi. Bukanlah saatnya sebuah pergerakan mahasiswa bergantung pada momentum atau instansi yang tidak bertanggung jawab. dalam kamus apapun. Sampai detik ini gerakan mahasiswa terus berada di depan untuk mengawal perubahan baik dalam masalah ekonomi. Mahasiswa mempunyai peran signifikan di tengah masyarakat. Pada pundak mahasiswa nasib rakyat dipertaruhkan. sosial. gerakan mahasiswa yang didominasi oleh para pemuda yang memiliki watak orang muda tak lain adalah menginginkan perubahan. Hal ini penting sebagai rujukan untuk mentransendensikan hati nurani mahasiswa. arif dan bijak. bahkan menolak kebijakan-kebijakan yang dilihat tidak sesuai dengan nurani masyarakat atau menyimpang dari undang-undang yang berlaku telah menjadi ritual wajib bagi mahasiswa. detik ini adalah waktu yang tepat untuk membangun kembali spirit pergerakan mahasiswa mengingat problema yang dihadapi masyarakat semakin kompleks. Tigadimensi Kini. mahasiswa dituntut untuk sadar akan tujuan awal dari pada pendidikan yang sedang digeluti. ribuan dan bahkan jutaan mahasiswa yang memiliki kecerdasan luar biasa. menuntut. Kekerasan. mahasiswa merupakan predikat tertinggi bagi orang yang masih mengais pengetahuan.

Angkatan 98 mengumbar isu reformasi dengan Ikon enam visi reformasi . Tapi apakah cukup dengan hanya mengandalkan ilmu dari perkuliahan dan indeks prestasi yang tinggi untuk mengarungi kehidupan pasca wisuda? Ternyata tidak. bahkan pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen dengan Ikon menolak Soeharto sebagai calon presiden . yakni . Dunia kerja yang akan digeluti oleh alumnus perguruan tinggi tidak bisa diarungi dengan dua modal itu saja. Masuk organisasi adalah pilihan. akan tetapi dapat merubah kebijakan-kebijakan yang kurang tepat untuk rakyat. Oleh karena itu. akuntabilitas. besar harapan masyarakat terhadap kaum muda yang bergelut dengan dunia intelektual ini. Harus diingat bahwa dalam rentetan sejarah pergerakan mahasiswa memiliki fokus. Ketiga: program gerakan mahasiswa yang bermakna strategis-taktis. karakteristik dan spiritnya masing-masing. Pergerakan mahasiswa angkatan 66 berusaha untuk membumikan isu otoritarian state dengan Ikon Tritura .masa depan (future orientation). Ada elemen yang lebih penting. Ketiga dimensi di atas harus dijadikan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. dari sekian anak negeri ini yang lulus dari Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) hanya sebagian kecil yang meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi. Lawan mahasiswa hanya satu: ketidakadilan. transparansi. Kawannya juga satu: kebenaran untuk membela rakyat. menuntut mahasiswa untuk menyelesaikan studi tepat waktu. Dalam artian. Sehingga segala energi dikerahkan untuk mengondol gelar sarjana/diploma sesegera mungkin. Ya. Angkatan 78 mengangkat isu perlunya merealisasi demokrasi. Organisasi Mahasiswa: Pembelajaran dan Pengabdian i Menjadi mahasiswa adalah kesempatan. apa yang menjadi primary meaning harus benar-benar dimaksimalkan. Angkatan 2001 dengan isu reformasi jilid 2 berikon Demokratisasi . Fenomena mahalnya biaya pendidikan. sehingga pergerakan mahasiswa dapat menampilkan citra positif dan meyakinkan kepada publik bahwa setiap zaman melahirkan generasi zamannya dan generasi kini biasa mengejutkan generasi sebelumnya. Jangan sampai gerakan mahasiswa hanya menjadi suguhan tarian semata. Tak ayal lagi tren study oriented mewabah di kalangan mahasiswa. Angkatan 74 mengusung isu NKK/BKK dengan Ikon Otonomisasi .

kecurangan. Hal yang ingin penulis tegaskan di sini adalah keberadaan organisasi mahasiswa menjadi penting karena kemanfaatannya terpulang kepada mahasiswa itu sendiri. Negara berkembang layaknya Indonesia. Organisasi mahasiswa menjembatani domain menara gading kampus yang elitis dengan ruang masyarakat. Selain berfungsi sebagai pembelajaran diri. Sehingga. mahasiswa tidak lagi canggung bergumul dengan ruang baru. ketika terbiasa menghadapi problem kehidupan. dan berinteraksi dengan banyak pemikiran.kemampuan soft skill. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). ketidakadilan. Tapi kenyataan juga membuktikan. Kemampuan ini terkait dengan kemampuan berkomunikasi dan bahasa. Penulis katakan memang ada sebagian kecil mahasiswa yang lalai kuliah akibat terlalu sibuk mengurus organisasi. baik itu Organisasi Intra Kampus seperti Badan Eksekutif Mahasiswa. Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Organisasi mahasiswa membawa para anggotanya bersinggungan langsung dengan persoalan-persoalan ini. bekerja dalam satu team. belajar berkomunitas. dan dengan indeks prestasi yang sangat memuaskan. . dan Koperasi Mahasiswa. Lewat media inilah seorang mahasiswa bisa menempa diri. Jadi ini hanyalah masalah manajemen waktu. maupun Organisasi Ekstra Kampus semisal Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Kapabilitas soft skill ini tidak diajarkan lewat bangku kuliah. Namun. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Mungkin ada yang takut ketika masuk organisasi waktunya untuk belajar akan terganggu yang pada akhirnya berpengaruh kepada lamanya studi. bisa didapatkan melalui organisasiorganisasi mahasiswa. Front Mahasiswa Nasional. dan ketidakstabilan politik. betapa banyak penggiat organisasi yang berhasil lulus tepat waktu. Unit Kegiatan Mahasiswa. sekaligus mengugah rasa kritis untuk mencari solusi atas apa yang terjadi. Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI). baik di masyarakat maupun di dunia kerja selepas lulus dari perguruan tinggi. banyak dihadapkan masalah-masalah sosial terutama menyangkut kesenjangan ekonomi. serta kemampuan memimpin dan dipimpin. Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala). organisasi mahasiswa merupakan wahana bagi mahasiswa berempati dengan situasi yang terjadi di masyarakat. Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). dan lain sebagainya. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia.