P. 1
PENGELOLAAN KELAS

PENGELOLAAN KELAS

|Views: 2,118|Likes:
Published by Heri Abu Azzam

More info:

Published by: Heri Abu Azzam on Sep 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/28/2013

pdf

text

original

Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan hal yang penting bagi suatu negara untuk menjadi negara

maju, kuat, makmur dan sejahtera. Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak bisa terpisah dengan masalah pendidikan bangsa. Menurut Mulyasa (2006:3) ”Setidaknya terdapat tiga syarat utama yang harus diperhatikan dalam pembangunan pendidikan agar dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yakni: (1) sarana gedung, (2) buku yang berkualitas, (3) guru dan tenaga kependidikan yang yang professional. Guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Di dalam kelas guru malaksanakan dua kegiatan pokok yaitu kegiatan mengajar dan kegiatan mengelola kelas. Kegiatan mengajar pada hakikatnya adalah proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa. Semua komponen pengajaran yang meliputi tujuan, bahan pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, metode, alat dan sumber, serta evaluasi diperankan secara optimal guna mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan sebelum pengajaran dilaksanakan. Pengelolaan kelas tidak hanya berupa pengaturan kelas, fasilitas fisik dan rutinitas. Kegiatan pengelolaan kelas dimaksudkan untuk menciptakan dan mempertahankan suasana dan kondisi kelas. Sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Misalnya memberi penguatan, mengembangkan hubungan guru dengan siswa dan membuat aturan kelompok yang produktif. Di kelaslah segala aspek pendidikan pengajaran bertemu dan berproses. Guru dengan segala kemampuannya, siswa dengan segala latar belakang dan sifat-sifat individualnya. Kurikulum dengan segala komponennya, dan materi serta sumber pelajaran dengan segala pokok bahasanya bertemu dan berpadu dan berinteraksi di kelas. Bahkan hasil dari pendidikan dan pengajaran sangat ditentukan oleh apa yang terjadi di kelas. Oleh sebab itu sudah selayaknyalah kelas dikelola dengan bagi, professional, dan harus terusmenerus. Djamaroh (2006:173) menyebutkan ” Masalah yang dihadapi guru, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman adalah pengelolaan kelas. Aspek yang sering didiskusikan oleh penulis professional dan pengajar adalah juga pengelolaan kelas”. Mengingat tugas utama dan paling sulit bagi pengajar adalah pengelolaan kelas, sedangkan tidak ada satu pendekatan yang dikatakan paling baik. Sebagian besar guru kurang mampu membedakan masalah pengajaran dan masalah pengelolaan. Masalah pengajaran harus diatasi dengan cara pengajaran dan masalah pengelolaan harus diatasi dengan cara pengelolaan. Pengelolaan kelas diperlukan karena dari hari ke hari bahkan dari waktu ke waktu tingkah laku dan perbuatan siswa selalu berubah. Hari ini siswa dapat belajar dengan baik dan tenang, tetapi besok belum tentu. Kemarin terjadi persaingan yang sehat dalam kelompok, sebaliknya dimasa mendatang boleh jadi persaingan itu kurang sehat. Kelas selalu dinamis dalam bentuk perilaku, perbuatan, sikap, mental, dan emosional siswa.

waktu. untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis. Menurut Hamalik (dalam Djamarah 2006:175) ”kelas adalah suatu kelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama yang mendapat pengajaran dari guru” sedangkan menurut Ahmad (1995:1) “kelas ialah ruangan belajar dan atau rombongan belajar” Hadari Nawawi memandang kelas dari dua sudut. Kelas dalam arti sempit yakni. Sedangkan menurut Made Pidarta (dalam Djamarah. pengelolaan. Usaha sadar itu mengarah pada persiapan bahan belajar. yaitu management yang berarti ketatalaksanaan. Kelas dalam arti luas adalah suatu masyarakat kecil yang merupakan merupakan bagian dari masyarakat sekolah yang sebagai suatu kesatuan diorganisasi menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan-kegiatan belajar mengajar yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan (Djamarah2006:176) Ahmad (1995:1) menyatakan “Pengelolaan kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai kemampuan. ditambah awalan “pe” dan akhiran “an”. 2. kelas harus dikelola sebaikbaiknya oleh guru. ruangan yang dibatasi oleh empat dinding. Pengelolaan itu sendiri akar katanya adalah “kelola”. penyiapan sarana dan alat peraga. Pengelolaan dalam pengertian umum menurut Arikunto (dalam Djamarah 2006:175) adalah pengadministrasian pengaturan atau penataan suatu kegiatan. tata pimpinan. tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar mengajar. mewujudkan situasi/kondisi proses belajar mengajar dan pengaturan. (Djamarah 2006:175) “Pengelolaan adalah proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan kebijakan dan pencapaian tujuan”Dekdibud (dalam Rachman 1997:11). yaitu: 1. Sudirman (dalam Djamarah 2006:172)” Pengelolaan kelas merupakan upaya dalam mendayagunakan potensi kelas. dan memelihara sistem atau organisasi kelas. 2005:172) “Pengelolaan kelas adalah proses seleksi dan penggunaan alat-alat yang tepat terhadap problem dan situasi kelas. pengaturan ruang belajar. “Pengelolaan kelas merupakan ketrampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran . Kelas dalam pengertian tradisional ini mengandung sifat statis karena sekadar menunjuk pengelompokan siswa menurut tingkat perkembangan yang antara lain didasarkan pada batas umur kronologis masing-masing. bakat. agar memberikan dorongan dan rangsangan terhadap anak didik untuk belajar. memperbaiki. dan energinya pada tugas-tugas individual. Sehingga anak didik dapat memanfaatkan kemampuannya.” Pengelolaan kelas merupakan usaha sadar. yaitu pengelolaan dan kelas. Manajemen adalah kata yang aslinya dari bahasa Inggris.” Guru bertugas menciptakan. Istilah lain dari pengelolaan adalah “manajemen”. sehingga proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan tujuan kurikuler dapat tercapai.”kelas mempunyai peranan dan fungsi tertentu dalam menunjang keberhasilan proses interaksiedukatif.Pengelolaan kelas terdiri dari dua kata.

perabot.” Arikunto (dalam Djamarah 2006:177) juga berpendapat “ bahwa penelolaan kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau yang membantu dengan maksud agardicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar yang seperti diharapkan.” Pengelolaan dapat dilihat dari dua segi. emosional. Sedangkan Arikunto (dalam Djamarah 2006:178) berpendapat bahwa tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisian. 4.” (Mulyasa 2006:91). emosional. dan intelektual siswa dalam kelas. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar mengajar. emosional. Berdasar pendapat para ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas merupakan usaha sadar untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis yang mengarah pada penyiapan sarana dan alat peraga. Setiap siswa terus bekerja. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas. pengaturan ruang belajar.yang kondusif dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran. tidak macet artinya tidak ada anak yang terhenti karena tidak tahu ada tugas yang harus dilakukan atau tidak dapat melakukan tugas yang diberikan padanya. yaitu pengelolaan yang menyangkut siswa dan pengelolaan fisik (ruangan. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja. Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial.” Ditambahkan lagi oleh Nawawi (dalam Djamarah 2006:177) ”Manajemen atau pengelolaan kelas dapat diartikan sebagai kemampuan guru dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegitan-kegiatan yang kreatif dan terarah . Tujuan pengelolaan kelas menurut Sudirman (dalam Djamarah 2006:170) pada hakikatnya terkandung dalam tujuan pendidikan. alat pelajaran). perkembangan intelektual. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial. Terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan. Tujuan pengelolaan kelas adalah penyediaan fasilitas bagi macam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial. budaya serta sifat-sifat individunya. 3. mewujudkan situasi atau kondisi proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan tujuan kurikuler dapat tercapai. Menurutnya sebagai sebuah indikator dari sebuah kelas yang tertib adalah apabila: 1. dan sikap serta apresiasi pada siswa. baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin. Menurut Ahmad (1995:2) bahwa tujuan pengelolaan kelas adalah sebagai berikut: 1. ekonomi. 2. Sedangkan menurut Sudirman (dalam Djamarah 2006:177) ”Pengelolaan kelas adalah upaya mendayagunakan potensi kelas. suasana disiplin. . dan intelektual dalam kelas.

Guru yang hangat dan akrab pada anak didik selalu menunjukkan antusias pada tugasnya atau pada aktifitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan pengelolaan kelas. cara kerja. intelektual. atau bahan-bahan yang menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang. penempatan siswa. guru harus menekankan pada hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian pada hal-hal yang negative.” (Djamarah 2006:184). d. tidak ada perhatian. gaya mengajar guru. misalnya dua puluh orang ke atas akan cenderung lebih mudah terjadi konflik. pengelompokan siswa. tindakan. “Secara umum faktor yang mempengaruhi pengelolaan kelas dibagi menjadi dua golongan yaitu. Masalah jumlah siswa di kelas akan mewarnai dinamika kelas. Kevariasian ini merupakan kunci untuk tercapainya pengelolaan kelas yang efektif dan menghindari kejenuhan.2. c. Perbedaan sacara individual ini dilihat dari segi aspek yaitu perbedaan biologis. Penekanan pada Hal-Hal yang Positif Pada dasarnya dalam mengajar dan mendidik. Semakin banyak jumlah siswa di kelas. pola interaksi antara guru dan anak didik akan mengurangi munculnya gangguan. Tantangan Penggunaan kata-kata. e. Djamarah (2006:185) menyebutkan “Dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam pengelolaan kelas dapat dipergunakan. tidak mengerjakan tugas dan sebagainya. Setiap siswa terus melakukan pekerjaan tanpa membuang waktu artinya setiap siswa akan bekerja secepatnya supaya lekas menyelesaikan tugas yang diberikan padanya. Kepribadian siswa denga ciri-ciri khasnya masing-masing menyebabkan siswa berbeda dari siswa lainnya sacara individual. meningkatkan perhatian siswa. Penekanan pada hal-hal yang positif yaitu penekanan yang dilakukan guru terhadap tingkah laku . Bervariasi Penggunaan alat atau media.” Prinsip-prinsip pengelolaan kelas yang dikemukakan oleh Djamarah adalah sebagai berikut. Sebaliknya semakin sedikit jumlah siswa di kelas cenderung lebih kecil terjadi konflik. Keluwesan pengajaran dapat mencegah munculnya gangguan seperti keributan siswa. dan psikologis. b. Keluwesan Keluwesan tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajarmengajar yang efektif. Faktor ekstern siswa terkait dengan masalah suasana lingkungan belajar. faktor intern dan faktor ekstern siswa. Hangat dan Antusias Hangat dan Antusias diperlukan dalam proses belajar mengajar. pikiran. a. dan perilaku. jumlah siswa. dan sebagainya. Faktor intern siswa berhubungan dengan masalah emosi.

dan kepustakaan kelas. (e) jadwal pelajaran.siswa yang positif daripada mengomeli tingkah laku yang negatif. Menata Perabot Kelas Ahmad (2004:19) menyatakan “ perabot kelas adalah segala sesuatu perlengkapan yang harus ada dan diperlukan kelas” Menurut Djauzak Ahmad (2004:20) perabot kelas meliputi : (a) papan tulis.Warna dasar papan . misalnya metode eksperimen. Penanaman Disiplin Diri Tujuan akhir dari pengelolaan kelas adalah anak didik dapat mengembangkan dislipin diri sendiri dan guru sendiri hendaknya menjadi teladan mengendalikan diri dan pelaksanaan tanggung jawab. 2. Penekanan tersebut dapat dilakukan dengan pemberian penguatan yang positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar. bertumbuh dan berkembang baik secara fisik. f.vandel. Jika ada almari kelas tambahan dapat ditaruh dibelakang kelas. dan lain sebagainya. sebaiknya almari tersebut terbuat dari kaca untuk penyimpan piagam. guru harus disiplin dalam segala hal bila ingin anak didiknya ikut berdisiplin dalam segala hal. (3) sirkulasi udara cukup. bersih. (d) almari kelas. (4) perabot dalam keadaan baik. Menurut Ahmad (1995:14) syarat-syarat kelas yang baik adalah: (1) rapi. almari kelas dapat ditempatkan disamping papan tulis atau disamping meja guru. Oleh karena itu kelas harus dikelola sedemikian rupa sehingga benar-benar merupakan taman belajar yang menyenangkan. (l) sapu dan alat pembersih lainnya.” (Ahmad 1995:14). (h) kalender pendidikan. (b) meja kursi guru. (k) tempat sampah. Pengaturan tempat perabot kelas dapat dipindah-pindahkan sesuai dengan keadaan atau kondisi setempat. sehat. (g) daftar piket kelas. Dari pendapat Ahmad dapat diuraikansebagai berikut: a. Tata Ruang Kelas Pada prinsipnya sistem belajar yang kita anut di SD adalah sistem klasikal. Tetapi ada beberapa metode mengajar yang tidak selalu memakai sisten klasikal. diskusi kelompok. (c) meja kursi siswa. (Dirjen Dikti. Dalam penataan ruang kelas. Beberapa syarat yang perlu diupayakan agar kelas nyaman dan menyenangkan menurut Ahmad (1997:35) adalah sebagai berikut: 1. intelektual maupun emosional. (2) cukup cahaya yang meneranginya. tidak lembab. (j) tempat cuci tangan. (i) gambar-gambar. “Kelas merupakan taman belajar bagi siswa dan menjadi tempat mereka. (f) papan absensi. dan (m) gambar-gambar alat peraga. dan (4) jumlah siswa tidak lebih dari 40 orang. Papan Tulis Papan tulis harus cukup besar dan permukaan dasarnya harus rata. 1996:18).cukup jumlahnya dan ditata dengan rapi. Jadi.

Guru juga harus memiliki catatan daftar hadir siswa di buku khusus. Jadwal Pelajaran Jadwal pelajaran ditempatkan di tempat yang mudah dilihat. h. Wakil Presiden. i. Besar kecilnya tempat sampah disesuaikan dengan kebutuhan. misalnya di kanan atau di kiri papan tulis. sehingga siswa yang duduk dibelakang masih melihat atau membaca tulisan yang paling bawah b. meja kursi guru ditempatkan di tempat strategis. Penempatannya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Alamari Kelas Alamari kelas dapat ditempatkan di samping papan tulis atau sebelah kiri atau kanan dinding bisa juga diletakkan di sebelah meja guru. d.tulis yang mulai menipis atau belang harus segera di cat ulang. Papan tulis harus ditempatkan di depan dancukup cahaya. ukuran mejadan kursi disesuaikan dengan ukuran badan siswa dan dilengkapi dengan tempat tas atau buku. Papan Absensi Papan absensi ditempatkan di sebelah papan tulis atau di dinding samping kelas. karena daftar hadir di papan diganti setiap hari sesuai keadaan. Tempat sampah Tempat sampah diletakkan di sudut kelas. Gambar-Gambar Gambar Presiden. e. Daftar Piket kelas Daftar piket kelas ditempatkan di samping papan absensi. posisi penempatannya disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Kalender Pendidikan Kalender pendidikan ditempel pada tempat yang mudah dilihat. g. dan lambing burung Garuda Pancasila ditempatkan di depan kelas di atas papan tulis. c. Meja kursi Guru Meja kursi guru ukurannya disesuaikan dengan standart yang ada. k. Tempat Cuci Tangan dan Lap Tangan Tempat cuci tangan dan lap tangan diletakkan di depan kelas dekat pintu masuk. meja guru berlaci dan ada kuncinya. supaya tidak menghalangi pandangan siswa ke papan tulis. j. . f. Meja kursi Siswa Meja kursi siswa ditata sedemikian rupa sehinggga dapat menciptakan kondidsi kelas yang menyenangkan.

misalnya melarang. Peranan guru disini adalah menciptakan dan mempertahankan situasi disiplin dalam kelas. Pendekatan Perubahan Tingkah Laku Sesuai dengan namanya. pengelolaan kelas diartikan sebagai suatu proses untuk mengubah tingkah laku anak didik. b. sindiran. Pendekatan Resep Pendekatan resep (cook book) ini dilakukan dengan memberi satu daftar yang dapat menggambarkan apa yang harus dan apa yang tidak boleh dikerjakan oleh guru dalam mereaksi semua masalah atau situasi yang terjadi di kelas. Melalui kekuasaan dalam bentuk norma itu guru mendekatinya. dan memecahkan masalah itu bila tidak bisa dicegah. Pendekatan Ancaman Dari pendekatan ancaman atau intimidasi ini. dan memaksa. Peranan guru hanyalah mengikuti petunjuk seperti yang tertulis dalam resep. Pendekatan Kebebasan Pengelolaan diartikan secara suatu proses untuk membantu anak didik agar merasa bebas untuk mengerjakan sesuatu kapan saja dan dimana saja. Tetapi dalam mengontrol tingkah laku anak didik dilakukan dengan cara memberi ancaman. Peranan guru adalah mengembangkan tingkah laku . Pendekatan Pengajaran Pendekatan ini didasarkan atas suatu anggapan bahwa dalam suatu perencanaan dan pelaksanaan akan mencegah munculnya masalah tingkah laku anak didik. Kedisiplinan adalah kekuatan yang menuntut kepada anak didik untuk mentaatinya. Peranan guru adalah mengusahakan semaksimal mungkin kebebasan anak didik. f. Pendekatan Kekuasaan Pengelolaan kelas diartikan sebagai suatu proses untuk mengontrol tingkah laku anak didik. Dalam daftar itu digambarkan tahap demi tahap apa yang harus dikerjakan oleh guru. ejekan.Pengelolaan kelas bukanlah masalah yang berdiri sendiri. tetapi terkait dengan berbagai faktor. Pendekatan ini menganjurkan tingkah laku guru dalam mengajar untuk mencegah dan menghentikan tingkah laku anak didik yang kurang baik. Di dalamnya ada kekuasaan dan norma yang mengikat untuk ditaati anggota kelas. c. tingginya kerjasama diantara siswa tersimpul dalam bentuk interaksi.(Djamarah 2006:179) Berbagai pendekatan tersebut adalah seperti dalam uraian berikut: a. Lahirnya interaksi yang optimal bergantung dari pendekatan yang guru lakukan dalam rangka pengelolaan kelas. d. pengelolaan kelas adalah juga sebagai suatu proses untuk mengontrol tingkah laku anak didik. Keharmonisan hubungan guru dan anak didik. Permasalahan anak didik adalah faktor utama yang dilakukan guru tidak lain adalah untuk meningkatkan kegairahan siswa baik secara berkelompok maupun secara individual. Peranan guru adalah merencanakan dan mengimplementasikan pelajaran yang baik. e.

dabn inisiatif wali atau guru kelas dalam memilih berbagai pendekatan tersebut berdasarkan situasi yang dihadapinya. Didalam hal ini guru merupakan kunci pengembangan hubungan tersebut. Pendekatan elektis disebut juga pendekatan pluralistik. Guru memilih dan menggabungkan secara bebas pendekatan tersebut sesuai dengan kemampuan dan selama maksud dan penggunaannnya untuk pengelolaan kelas disini adalah suatu set (rumpun) kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas yang memberi kemungkinan proses belajar mengajar berjalan secara efektif dan efisien. Oleh karena itu seharusnya guru mengembangkan iklim kelas yang baik melalui pemeliharaan hubungan antar pribadi di kelas. yaitu pengelolaan kelas yang berusaha menggunakan berbagai macam pendekatan yang memiliki potensi untuk dapat menciptakan dan mempertahankan suatu kondisi memungkinkan proses belajar mengajar berjalan efektif dan efisien. Untuk menjaga kondisi kelas tersebut guru harus dapat mempertahankan semangat yang tinggi. sikap mengerti dan sikap ngayomi atau sikap melindungi. Hubungan tersebut meliputi hubungan antara guru dan siswa serta hubungan antar siswa. Pendekatan berdasarkan perubahan tingkah laku (behavior modification approach) ini bertolak dari sudut pandangan psikologi behavioral. h. i. menurut pendekatan tingkah laku yang baik atau positif harus dirangsang dengan memberikan pujian atau hadiah yang menimbulkan perasaan senang atau puas. dan selain itu guru harus pula dapat menjaga kondisi itu agar tetap baik. kreatifitas. harus diusahakan menghindarinya sebagai penguatan negatif yang pada suatu saat akan hilang dari tingkah laku siswa atau guru yang menjadi anggota kelasnya. . g. Pendekatan Kerja Kelompok Dalam pendekatan in. Untuk itu. tingkah laku yang kurang baik dalam melaksanakan program kelas diberi sanksi atau hukuman yang akan menimbulkan perasaan tidak puas dan pada gilirannya tingkah laku tersebut akan dihindari. dan mengurangi masalah-masalah pengelolaan. Sebaliknya. Pendekatan Sosio-Emosional Pendekatan sosio-emosional akan tercapai secarta maksimal apabila hubungan antar pribadi yang baik berkembang di dalam kelas.anak didik yang baik. peran guru adalah mendorong perkembangan dan kerja sama kelompok. Program atau kegiatan yang yang mengakibatkan timbulnya tingkah laku yang kurang baik. mengatasi konflik. dan mencegah tingkah laku yang kurang baik. Untuk terrciptanya hubungan guru dengan siswa yang positif. Pengelolaan kelas dengan proses kelompok memerlukan kemampuan guru untuk menciptakan kondisi-kondisi yang memungkinkan kelompok menjadi kelompok yang produktif. Pendekatan Elektis atau Pluralistik Pendekatan elektis (electic approach) ini menekankan pada potensialitas. Penggunaan pendekatan itu dalam suatu situasi mungkin dipergunakan salah satu dan dalam situasi lain mungkin harus mengkombinasikan dan atau ketiga pendekatan tersebut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->