ARTIKEL MOBILITAS SOSIAL

[Type the document subtitle]

Elis Amellia XI Sos 5 SMA Negeri 5 Jakarta

1

yang artinya mudah bermobilitas atau mudah dipindahkan. Jadi. keluarga-keluarga. sehingga memberikan dampak berupa kelas baru yang diperoleh individu atau kelompok tadi. Mobilitas Sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain. Kata sosial yang ada pada istilah mobilitas sosial untuk menekankan bahwa istilah tersebut mengandung makna gerak yang melibatkan seseorang atau sekelompok warga dalam kelompok sosial jadi. y Michael S. Mobilitas sosial terjadi pada semua masyarakat meskipun dengan kecepatan yang berbeda-beda. dan kelompok sosialnya dari satu lapisan ke lapisan sosial lainnya. Basis (1988: 276) Mobilitas sosial adalah perpindahan ke atas atau ke bawah lingkungan sosioekonomi yang mengubah status sosial seseorang dalam masyarakat. baik ke atas maupun ke bawah. 2 . Definisi Mobilitas Sosial: y William Kornblum (1988: 172) Mobilitas sosial adalah perpindahan individu-individu. yang dialami oleh individu atau kelompok sosial. y Soerjono Soekanto Mobilitas sosial sebagai gerak dalam struktur sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi kelompok sosial atau suatu keadaan dimana individu-individu bergerak naikatau turun dari kedudukannya.Mobilitas Sosial Mobilitas berasal dari kata mobilis. sesuai dengan sistem yang diterapkan masyarakat dalam menyusun kehidupan sosialnya atau bermasyarakat. mobilitas sosial adalah suatu perubahan atau perpindahan kelas sosial.

1. Mobilitas sosial horizontal terjadi dalam perubahan kedudukan/posisi pada strata yang sama. y Mobilitas Antargenerasi Mobilitas Antargenerasi adalah perpindahan antara dua generasi atau lebih.yaitu sebagai berikut. dan Turunnya derajat suatu kelompok individu yang dapat berupa disintegrasi kelompok dalam suatu kesatuan. a. angkatan bersenjata dan sebagainya. keadaan ekonomi. 3 . Menurut Pitirim A Sorokin mobilitas sosial vertikal memiliki saluran-saluran dalam masyarakat yang disebut social recculation misalnya lembaga keagamaan. Mobilitas Antargenerasi dapat dibedakan menjadi dua . Mobilitas ini dibedakan menjadi dua :1) Mobilitas sosial naik (social climbing mobility) Dua bentuk utama dalam mobilitas ini adalah masuknya individu yang mulanya memiliki kedudukan lebih rendah ke dalam kedudukan yang lebih tinggi dan pembentukan suatu kelompok baru yang kemudian ditempatkan pada derajat yang lebih tinggi dari kedudukan individu pembentuk kelompok tersebut. situasi politis dan motif keagamaan. Selain itu mobilitas sosial vertikal dipengaruhi oleh faktor status sosial. yaitu: y y Turunnya kedudukan individu ke kedudukan yang lebih rendah dari sebelumnya. Mobilitas sosial vertikal Mobilitas sosial vertikal adalah perpindahan individu-individu dari satu kedudukan sosial ke kedudukan sosial lainnya yang tidak sederajat. y Mobilitas Intragenerasi Adalah perpindahan status sosial yang terjadi dalam satu generasi yang sama. y Mobilitas Intergenerasi Adalah perpindahan status sosial yang terjadi di antara beberapa generasi. 2) Mobilitas sosial turun (social sinking mobility) Mobilitas vertikal turun artinya perpindahan seseorang ke kelas sosial yang lebih rendah dari sebelumnya. Mobilitas sosial horizontal Mobilitas horizontal merupakan peralihan individu atau objek sosial lainnya dari satu kelompok ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. bisa naik atau turun. Dalam mobilitas ini juga terdapat dua bentuk utama.JENIS-JENIS MOBILITAS SOSIAL 1.

ia gagal dan akhirnya jatuh miskin. Ia melakukan investasi di suatu bidang yang berbeda dengan ayahnya. melainkan akan mereflesikan suatu standar hidup yang lebih tinggi. Dia tidak mungkin dapat pindah ke kasta yang lebih tinggi. Mereka hidup dalam kelas sosial tertutup. Ini akan mempengaruhi peningkatan status. Mereka tetap dapat merasa mempunyai hak yang sama dalam mencapai kedudukan sosial yang lebih tinggi. Bila tingkat mobilitas sosial rendah. 4 . Mobilitas sosial lebih mudah terjadi pada masyarakat terbuka karena lebih memungkinkan untuk berpindah strata. Misalnya. Proses perpindahan posisi atau status sosial yang dialami oleh seseorang atau sekelompok orang dalam struktur sosial masyarakat inilah yang disebut gerak sosial atau mobilitas sosial (social mobility) Pengertian Definisi Menurut Paul B. Sebaliknya. Contoh lain. Dalam dunia modern.Gerak sosial (Mobilitas sosial) adalah perubahan. meskipun latar belakang sosial berbeda. pada masyarakat yang sifatnya tertutup kemungkinan untuk pindah strata lebih sulit. seorang anak pengusaha ingin mengikuti jejak ayahnya yang berhasil. Mereka yakin bahwa hal tersebut akan membuat orang menjadi lebih bahagia dan memungkinkan mereka melakukan jenis pekerjaan yang peling cocok bagi diri mereka. masyarakat feodal atau pada masyarakat yang menganut sistem kasta. Struktur sosial mencakup sifat hubungan antara individu dalam kelompok dan hubungan antara individu dengan kelompoknya. Contohnya. Dengan demikian. banyak orang berupaya melakukan mobilitas sosial. cara orang untuk dapat melakukan mobilitas sosial ke atas adalah sebagai berikut : y Perubahan standar hidup Kenaikan penghasilan tidak menaikan status secara otomatis. pergeseran. Mack. Pada masyarakat yang menganut sistem kasta. meskipun ia memiliki kemampuan atau keahlian. bila seseorang lahir dari kasta yang paling rendah untuk selamanya ia tetap berada pada kasta yang rendah. Cara untuk melakukan mobilitas sosial Secara umum. tidak terjadi gerak sosial dari strata satu ke strata lain yang lebih tinggi. peningkatan. seorang pensiunan pegawai rendahan salah satu departemen beralih pekerjaan menjadi seorang pengusaha dan berhasil dengan gemilang. mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Bila tingkat mobilitas sosial tinggi. tentu saja kebanyakan orang akan terkukung dalam status nenek moyang mereka. Horton. Sementara menurut Kimball Young dan Raymond W. Namun. Karena yang menjadi kriteria stratifikasi adalah keturunan. ataupun penurunan status dan peran anggotanya. mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya atau gerak pindah dari strata yang satu ke strata yang lainnya.

Status sosialnya di masyarakat tidak dapat dikatakan naik apabila ia tidak merubah standar hidupnya. y Perkawinan Untuk meningkatkan status sosial yang lebih tinggi dapat dilakukan melalui perkawinan. seseorang dapat berpindah tempat tinggal dari tempat tinggal yang lama ke tempat tinggal yang baru.Contoh: Seorang pegawai rendahan. sehingga tingkat pendapatannya naik. misalnya jika dia memutuskan untuk tetap hidup sederhana seperti ketika ia menjadi pegawai rendahan. ucapan. dan sebagainya. Gerak ke atas dapat dilaksanakan dengan mengubah nama yang menunjukkan posisi sosial yang lebih tinggi. dan mewah. indah. Contoh: Seseorang wanita yang berasal dari keluarga sangat sederhana menikah dengan laki-laki dari keluarga kaya dan terpandang di masyarakatnya. Secara otomatis. Contoh: agar penampilannya meyakinkan dan dianggap sebagai orang dari golongan lapisan kelas atas. Bukan hanya tingkah laku. y Perubahan tempat tinggal Untuk meningkatkan status sosial. y Perubahan tingkah laku Untuk mendapatkan status sosial yang tinggi. orang berusaha menaikkan status sosialnya dan mempraktekkan bentuk-bentuk tingkah laku kelas yang lebih tinggi yang diaspirasikan sebagai kelasnya. hal ini menunjukkan terjadinya gerak sosial ke atas. Perkawinan ini dapat menaikan status si wanita tersebut. Atau dengan cara merekonstruksi tempat tinggalnya yang lama menjadi lebih megah. seseorang yang memiliki status sebagai orang kebanyakan mendapat sebutan "kang" di depan nama aslinya. Jika bertemu dengan kelompoknya. Dia merasa dituntut untuk mengkaitkan diri dengan kelas yang diinginkannya. ia selalu mengenakan pakaian yang bagus-bagus. Setelah diangkat sebagai pengawas pamong praja sebutan dan namanya berubah sesau dengan kedudukannya yang baru seperti "Raden" 5 . y Perubahan nama Dalam suatu masyarakat. seseorang yang memiliki tempat tinggal mewah akan disebut sebagai orang kaya oleh masyarakat. sebuah nama diidentifikasikan pada posisi sosial tertentu. karena keberhasilan dan prestasinya diberikan kenaikan pangkat menjadi Menejer. tetapi juga pakaian. Contoh: Di kalangan masyarakat feodal Jawa. dia berbicara dengan menyelipkan istilah-istilah asing. minat.

Sistem ini disebut Apharteid dan dianggap berakhir ketika Nelson Mandela. Contoh: Pak Amir seorang warga negara Amerika Serikat. Tidak terjadi perubahan dalam derajat kedudukan seseorang dalam mobilitas sosialnya. seperti yang terjadi di India yang menggunakan sistem kasta. Beberapa bentuk mobilitas sosial Mobilitas sosial horizontal Mobilitas horizontal merupakan peralihan individu atau obyek-obyek sosial lainnya dari suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. terpilih menjadi presiden Afrika Selatan y Agama. seperti yang terjadi di Afrika Selatan di masa lalu. y Kemiskinan dapat membatasi kesempatan bagi seseorang untuk berkembang dan mencapai suatu sosial tertentu. Faktor-faktor penghambat itu antara lain sebagai berikut : Nelson Mandela. kekuasaan. dimana ras berkulit putih berkuasa dan tidak memberi kesempatan kepada mereka yang berkulit hitam untuk dapat duduk bersama-sama di pemerintahan sebagai penguasa. pejuang persamaan hak kulit hitam di Afrika selatan y Perbedaan kelas rasial. y Perbedaan jenis kelamin dalam masyarakat juga berpengaruh terhadap prestasi. y Contoh: jumlah anggota DPR yag dibatasi hanya 500 orang.Faktor penghambat mobilitas sosial Ada beberapa faktor penting yang justru menghambat mobilitas sosial. sehingga hanya 500 orang yang mendapat kesempatan untuk menaikan status sosialnya menjadi anggota DPR. dalam hal ini mobilitas sosial Pak Amir disebut dengan Mobilitas sosial horizontal karena gerak sosial yang dilakukan Pak Amir tidak merubah status sosialnya. Hal ini terbukti dengan adanya pembatasan suatu organisasi tertentu dengan berbagai syarat dan ketentuan. sehingga ia tidak memiliki kesempatan untuk meningkatkan status sosialnya. mengganti kewarganegaraannya dengan kewarganegaraan Indonesia. 6 . dan kesempatan-kesenmpatan untuk meningkatkan status sosialya. Contoh: "A" memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolahnya karena kedua orangtuanya tidak bisa membiayai. sehingga hanya sedikit orang yang mampu mendapatkannya. status sosial. Diskriminasi Kelas dalam sistem kelas terbuka dapat menghalangi mobilitas ke atas. seorang kulit hitam.

Contoh: Juventus terdegradasi ke seri B. ia diangkat menjadi kepala sekolah. mobilitas sosial vertikal dapat dibagi menjadi dua. y Turunnya kedudukan. di mana kedudukan tersebut telah ada sebelumnya. status sosial tim pun turun. 7 . Masuknya individu-individu yang mempunyai kedudukan rendah ke dalam kedudukan yang lebih tinggi. Contoh: A adalah seorang guru sejarah di salah satu SMA. Contoh: Pembentukan organisasi baru memungkinkan seseorang untuk menjadi ketua dari organisasi baru tersebut. Sesuai dengan arahnya.Mobilitas sosial vertikal Mobilitas sosial vertikal adalah perpindahan individu atau objek-objek sosial dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan sosial lainnya yang tidak sederajat. Pembentukan suatu kelompok baru memungkinkan individu untuk meningkatkan status sosialnya. Contoh: seorang prajurit dipecat karena melakukan tidakan pelanggaran berat ketika melaksanakan tugasnya. sehingga status sosialnya naik. Karena memenuhi persyaratan. mobilitas vertikal ke atas (social climbing) dan mobilitas sosial vertikal ke bawah (social sinking). y Membentuk kelompok baru. y Turunnya derajat kelompok. Kedudukan individu turun ke kedudukan yang derajatnya lebih rendah. Mobilitas vertikal ke atas (Social climbing) Mobilitas vertikal ke atas atau social climbing mempunyai dua bentuk yang utama y Masuk ke dalam kedudukan yang lebih tinggi. Derajat sekelompok individu menjadi turun yang berupa disintegrasi kelompok sebagai kesatuan. misalnya dengan mengangkat diri menjadi ketua organisasi. akibatnya. Mobilitas vertikal ke bawah (Social sinking) Mobilitas vertikal ke bawah mempunyai dua bentuk utama.

generasi anak. 8 . Ricky lebih beruntung daripada kakaknya. Penekanannya bukan pada perkembangan keturunan itu sendiri. yang pada awalnya juga sebagai tukang becak. Contoh: Pak Darjo awalnya adalah seorang buruh. Mobilitas ini ditandai dengan perkembangan taraf hidup. dan Anak ke-2. generasi cucu. ia kemudian memiliki unit usaha sendiri yang akhirnya semakin besar. Pak Bagyo memiliki dua orang anak. Ia hanya menamatkan pendidikannya hingga sekolah dasar. karena ia dapat mengubah statusnya dari tukang becak menjadi seorang pengusaha. Mobilitas intragenerasi Mobilitas sosial intragenerasi adalah mobilitas yang dialami oleh seseorang atau sekelompok orang dalam satu generasi. karena ketekunannya dalam bekerja dan mungkin juga keberuntungan. misalnya generasi ayah-ibu. Contoh lain. urbanisasi. yang pertama bernama Endra bekerja sebagai tukang becak. Namun. Perbedaan status sosial antara Endra dengan adiknya ini juga dapat disebut sebagai mobilitas intragenerasi. tetapi ia berhasil mendidik anaknya menjadi seorang pengacara. Contoh ini menunjukkan telah terjadi mobilitas vertikal antargenerasi. Namun. melainkan pada perpindahan status sosial suatu generasi ke generasi lainnya. dan seterusnya. dan migrasi. Sementara Endra tetap menjadi tukang becak. Contoh: Pak Parjo adalah seorang tukang becak.Mobilitas antargenerasi Mobilitas antargenerasi secara umum berarti mobilitas dua generasi atau lebih. baik naik atau turun dalam suatu generasi. Gerak sosial geografis Gerak sosial ini adalah perpindahan individu atau kelompok dari satu daerah ke daerah lain seperti transmigrasi. bernama Ricky.

Pada pihak lain. 9 . mobilitas sosial dapat terjadi. perkembangan kota. kemajuan teknologi membuka kemungkinan timbulnya mobilitas ke atas. Dalam situasi itu. y Ekspansi teritorial dan gerak populasi Ekspansi teritorial dan perpindahan penduduk yang cepat membuktikan cirti fleksibilitas struktur stratifikasi dan mobilitas sosial.Faktor-faktor yang mempengaruhi mobilitas sosial y Perubahan kondisi sosial Struktur kasta dan kelas dapat berubah dengan sendirinya karena adanya perubahan dari dalam dan dari luar masyarakat. bertambah dan berkurangnya penduduk. y Tingkat Fertilitas (Kelahiran) yang Berbeda Kelompok masyarakat yang memiliki tingkat ekonomi dan pendidikan rendah cenderung memiliki tingkat fertilitas yang tinggi. tentu mempermudah orang untuk melakukan pergerakan/mobilitas dengan berbekal ilmu yang diperoleh saat menjadi peserta didik. Pada saat itu. akibat dari kurangnya pengetahuan. pendidikan dan komunikasi yang bebas sertea efektif akan memudarkan semua batas garis dari strata sosial uang ada dan merangsang mobilitas sekaligus menerobos rintangan yang menghadang. kesulitan dalam mengakses pendidikan yang bermutu. Sebaliknya. Perubahan ideologi dapat menimbilkan stratifikasi baru. y Pembagian kerja Besarnya kemungkinan bagi terjadinya mobilitas dipengaruhi oleh tingkat pembagian kerja yang ada. menjadikan orang yang tak menjalani pendidikan yang bagus. y Komunikasi yang bebas Situasi-situasi yang membatasi komunikasi antarstrata yang beraneka ragam memperkokoh garis pembatas di antara strata yang ada dalam pertukaran pengetahuan dan pengalaman di antara mereka dan akan mengahalangi mobilitas sosial. Misalnya. Kondisi ini memacu anggota masyarakatnya untuk lebih kuat berusaha agar dapat menempati status tersebut. kesulitan untuk mengubah status. maka mobilitas akan menjadi lemah dan menyulitkan orang bergerak dari satu strata ke strata yang lain karena spesialisasi pekerjaan nmenuntut keterampilan khusus. transmigrasi. orang-orang dari tingkat ekonomi dan pendidikan yang lebih rendah mempunyai kesempatan untuk banyak bereproduksi dan memperbaiki kualitas keturunan. Sebaliknya. y Kemudahan dalam akses pendidikan Jika pendidikan berkualitas mudah didapat. masyarakat kelas sosial yang lebih tinggi cenderung membatasi tingkat reproduksi dan angka kelahiran. Jika tingkat pembagian kerja tinggi dan sangat dispeliasisasikan. Misalnya.

Karena jabatannya tinggi akibatnya pendapatannya bertambah. sehingga ia berhasil menjadi pedagang yang kaya. Misalnya. ia akan mendapatkan penghargaan dari masyarakat. biksu dan lain lain. Pendidikan memberikan kesempatan pada setiap orang untuk mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi. Dan karena kekayaannya bertambah akibatnya status sosialnya di masyarakat meningkat. sehingga status sosialnya meningkat. 10 . pendeta. Setelah lulus ia memiliki pengetahuan dagang dan menggunakan pengetahuannya itu untuk berusaha. y Lembaga pendidikan Lembaga-lembaga pendidikan pada umumnya merupakan saluran yang konkret dari mobilitas vertikal ke atas. Contoh: Seorang anak dari keluarga miskin mengenyam sekolah sampai jenjang yang tinggi. y Lembaga-lembaga keagamaan Lembaga-lembaga keagamaan dapat mengangkat status sosial seseorang. walaupun berasal dari golongan masyarakat rendah. maka semakin besar jabatannya. seorang prajurit yang berjasa pada negara karena menyelamatkan negara dari pemberontakan. Semakin besar prestasinya. y Organisasi politik Seperti angkatan bersenjata. Karena pendapatannya bertambah akibatnya kekayaannya bertambah. misalnya yang berjasa dalam perkembangan Agama seperti ustad. koperasi. bahkan dianggap sebagai social elevator (perangkat) yang bergerak dari kedudukan yang rendah ke kedudukan yang lebih tinggi.Saluran-saluran mobilitas sosial y Angkatan bersenjata Angkatan bersenjata merupakan salah satu saluran mobilitas sosial Angkatan bersenjata merupakan organisasi yang dapat digunakan untuk saluran mobilitas vertikal ke atas melalui tahapan yang disebut kenaikan pangkat. yang secara otomatis telah meningkatkan status sosialnya. BUMN dan lain-lain) dapat meningkatkan tingkat pendapatan seseorang. Dia mungkin dapat diberikan pangkat/kedudukan yang lebih tinggi. organisasi politik memungkinkan anggotanya yang loyal dan berdedikasi tinggi untuk menempati jabatan yang lebih tinggi. y Organisasi ekonomi Organisasi ekonomi (seperti perusahaan.

Ada berbagai macam konflik yang bisa muncul dalam masyarakat sebagai akibat terjadinya mobilitas.y Organisasi keahlian Seperti di wikipedia ini. maka timbul konflik. Contoh: demonstrasi buruh yang menuntuk kenaikan upah. orang yang rajin menulis dan menyumbangkan pengetahuan/keahliannya kepada kelompok pasti statusnya akan dianggap lebih tinggi daripada pengguna biasa. Konsekuensi-konsekuensi itu kemudian mendatangkan berbagai reaksi. profesi. terdapat lapisan-lapisan sosial karena ukuran-ukuran seperti kekayaan. Kelompok dalam lapisan-lapisan tadi disebut kelas sosial. y Konflik antarkelompok sosial Di dalam masyatakat terdapat pula kelompok sosial yang beraneka ragam. menggambarkan konflik antara kelas buruh dengan pengusaha. Reaksi ini dapat berbentuk konflik. 11 . kekuasaan. Dampak negatif y Konflik antarkelas Dalam masyarakat. agama. Bila salah satu kelompok berusaha untuk menguasai kelompok lain atau terjadi pemaksaan. Dampak mobilitas sosial Gejala naik turunnya status sosial tentu memberikan konsekuensi-konsekuensi tertentu terhadap struktur sosial masyarakat. suku. Apabila terjadi perbedaan kepentingan antara kelas-kelas sosial yang ada di masyarakat dalam mobilitas sosial maka akan muncul konflik antarkelas. y Perkawinan Sebuah perkawinan dapat menaikkan status seseorang. perang antarkampung. dan pendidikan. Seorang yang menikah dengan orang yang memiliki status terpandang akan dihormati karena pengaruh pasangannya. dan ras. Contoh: Pergaulan bebas yang saat ini banyak dilakukan kaum muda di Indonesia sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut generasi tua. Di antaranya kelompok sosial berdasarkan ideologi. y Konflik antargenerasi Konflik antar generasi terjadi antara generasi tua yang mempertahankan nilai-nilai lama dan generasi mudah yang ingin mengadakan perubahan. Contoh: tawuran pelajar.

Perubahan ini akan lebih cepat terjadi jika didukung oleh sumber daya yang memiliki kualitas.y Penyesuaian kembali Setiap konflik pada dasarnya ingin menguasai atau mengalahkan lawan. Contoh: Seorang anak miskin berusaha belajar dengan giat agar mendapatkan kekayaan dimasa depan. maka akan timbul penyesuaian kembali yang didasari oleh adanya rasa toleransi atau rasa penyesuaian kembali yang didasari oleh adanya rasa toleransi atau rasa saling menghargai. Dampak positif y Orang-orang akan berusaha untuk berprestasi atau berusaha untuk maju karena adanya kesempatan untuk pindah strata. Kesempatan ini mendorong orang untuk mau bersaing. dan bekerja keras agar dapat naik ke strata atas. 12 . Penyesuaian semacam ini disebut Akomodasi. Bagi pihak-pihak yang berkonflik bila menyadari bahwa konflik itu lebih banyak merugikan kelompoknya. Kondisi ini perlu didukung dengan peningkatan dalam bidang pendidikan. Contoh: Indonesia yang sedang mengalami perubahan dari masyarakat agraris ke masyarakat industri. y Mobilitas sosial akan lebih mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik.

George C. Kelas dalam pandangan Weber merupakan sekelompok orang yang menempati kedudukan yang sama dalam proses produksi. Status seperti ini tidak diberikan pada individu sejak ia lahir. Kornblum (1988) menyatakan struktur merupakan pola perilaku berulang yang menciptakan hubungan antar individu dan antar kelompok dalam masyarakat.PERUBAHAN SOSIAL DAN STRUKTUR SOSIAL Menurut Douglas (1973). yaitu kelas. usia dan agama (Beteille. 13 . Coleman melihat struktur sebagai pola hubungan antar manusia dan antar kelompok manusia atau masyarakat. Sedangkan status oleh Weber lebih ditekankan pada gaya hidup atau pola konsumsi. Keduanya menyatakan kelas sebagai kedudukan seseorang dalam hierarkhi ekonomi. Mengacu pada pengertian struktur sosial menurut Kornblum yang menekankan pada pola perilaku yang berulang. Status merupakan suatu kumpulan hak dan kewajiban. sedangkan peran adalah aspek dinamis dari sebuah status. status dan kekuasaan merupakan pandangan yang disampaikan oleh Max Weber (Beteille. Social inequality merupakan konsep dasar yang menyusun pembagian suatu struktur sosial menjadi beberapa bagian atau lapisan yang saling berkait. Konsep kelas. Terdapat tiga dimensi dimana suatu masyarakat terbagi dalam suatu susunan atau stratifikasi. status dan kekuasaan. 1970). Status yang diperoleh adalah status yang diberikan kepada individu tanpa memandang kemampuan atau perbedaan antar individu yang dibawa sejak lahir. distribusi maupun perdagangan. Sedangkan status yang diraih didefinisikan sebagai status yang memerlukan kualitas tertentu. seseorang menjalankan peran ketika ia menjalankan hak dan kewajiban yang merupakan statusnya. sedangkan Gerhard Lenski lebih menekankan pada struktur masyarakat yang diarahkan oleh kecenderungan jangka panjang yang menandai sejarah. Pembahasan mengenai struktur sosial oleh Ralph Linton dikenal adanya dua konsep yaitu status dan peran. melainkan harus diraih melalui persaingan atau usaha pribadi. Homans yang mempelajari mikrososiologi mengaitkan struktur dengan perilaku sosial elementer dalam hubungan sosial sehari-hari. Menurut Linton (1967). mikrososiologi mempelajari situasi sedangkan makrososiologi mempelajari struktur. seperti ras. Pandangan Weber melengkapi pandangan Marx yang menyatakan kelas hanya didasarkan pada penguasaan modal. namun juga meliputi kesempatan dalam meraih keuntungan dalam pasar komoditas dan tenaga kerja. Talcott Parsons yang bekerja pada ranah makrososiologi menilai struktur sebagai kesalingterkaitan antar manusia dalam suatu sistem sosial. Konsep ini memberikan gambaran bahwa dalam suatu struktur sosial ada ketidaksamaan posisi sosial antar individu di dalamnya. 1970). Tipologi lain yang dikenalkan oleh Linton adalah pembagian status menjadi status yang diperoleh (ascribed status) dan status yang diraih (achieved status). Namun demikian status juga dipengaruhi oleh banyak faktor. maka konsep dasar dalam pembahasan struktur adalah adanya perilaku individu atau kelompok. Perilaku sendiri merupakan hasil interaksi individu dengan lingkungannya yang didalamnya terdapat proses komunikasi ide dan negosiasi.

segi ekonomi. pendapatan hingga pendidikan. Di samping itu. Setiap orang pasti selalu ingin mendapatkan keberhasilan dalam segala hal di hidupnya. Ia pasti akan belajar dari kesalahan yang lalu untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Kelas merupakan perwujudan sekelompok individu dengan persamaan status. Dalam hidup ini. Seseorang yang pernah mengalami kegagalan akan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusannya. kemunculan kelas baru ini akan menyebabkan semakin ketatnya kompetisi antar individu dalam masyarakat baik dalam perebutan kekuasaan atau upaya melanggengkan status yang telah diraih. walaupun ada manusia yang sudah berusaha. pembagian kerja dan organisasi modern turut menyumbangkan adanya achieved status. Fenomena kompetisi dan konflik yang muncul dapat dipahami sebagai sebuah mekanisme interaksional yang memunculkan perubahan sosial dalam masyarakat. Ada peribahasa yang mengatakan ³Kegagalan merupakan awal dari keberhasilan´. Dari peribahasa tersebut kita bisa mengambil maknanya. Teori inkonsistensi status telah mencoba menelaah tentang adanya inkonsistensi dalam individu sebagai akibat berbagai status yang diperolehnya. Perubahan tatanan masyarakat dari yang semula tradisional agraris bercirikan feodal menuju masyarakat industri modern memungkinkan timbulnya kelas-kelas baru. Tetapi semua itu pasti membutuhkan proses. Konsep ini memberikan gambaran bagaimana tentang proses kemunculan kelas-kelas baru dalam masyarakat sehingga menimbulkan perubahan stratifikasi sosial yang tentu saja mempengaruhi struktur sosial yang telah ada. sedangkan kegagalan merupakan ketidakberhasilan dalam mencapai keinginan atau segala sesuatu yang diinginkan untuk dicapai atau dimilikinya. Karena di dunia ini. seperti pekerjaan. bahwa jika kita mengalami kegagalan berarti itu bukanlah akhir dari perjuangan kita. kita pasti mengenal kata keberhasilan dan kegagalan. karena ia tidak akan pernah jatuh untuk kedua kalinya dalam kesalahan yang sama. pasti setiap orang pernah mengalami kegagalan. Dimana. tetapi tidak mungkin jika seseorang tidak pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya. Seiring dengan lahirnya industri modern. Dalam proses kehidupan ini. Apabila dilihat lebih jauh. dimana adanya perubahan dari sesuatu yang kurang baik menjadi yang lebih baik. semua orang di dunia ini selalu ingin merubah segala sesuatunya menjadi lebih baik.Berbagai kasus yang disajikan oleh beberapa penulis di depan dapat kita pahami sebagai bentuk adanya peluang mobilitas sosial dalam masyarakat. karena kegagalan adalah awal dari keberhasilan kita. tetapi ia tetap mengalami kegagalan. keberhasilan itu merupakan tercapainya keinginan atau segala sesuatu yang diinginkannya berhasil dicapai atau dimilikiya. segi agama. Status sosial pada masyarakat tradisional seringkali hanya berupa ascribed status seperti gelar kebangsawanan atau penguasaan tanah secara turun temurun. segi budaya. maupun tingkah laku perbuatan dan sebagainya. Kemunculan kelas-kelas sosial baru dapat terjadi dengan adanya dukungan perubahan moda produksi sehingga menimbulkan pembagian dan spesialisasi kerja serta hadirnya organisasi modern yang bersifat kompleks. MOBILITAS SOSIAL Pada umumnya. apapun itu baik dari segi kehidupan. 14 . segala sesuatu yang kita inginkan belum tentu bisa menjadi milik kita walaupun kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkannya.

Pada masyarakat yang menganut sistem kasta. seorang karyawan biasa yang bekerja di sebuah perusahaan karena ia mempunyai prestasi dan keahlian sehingga mencapai keberhasilan maka ia dinaikan pangkatnya menjadi wakil manajer sehingga secara otomatis pendapatannya naik. Horton. Di jaman saat ini. perubahan tingkah laku. perubahan tempat tinggal maupun perkawinan. Status sosialnya dapat dikatakan naik jika ia memutuskan untuk merubah standar hidupnya dari sederhana menjadi mewah. Contohnya. kita mengenal kata ³mobilitas sosial´ dalam masyarakat. walaupun ia mempunyai kemampuan atau keahlian untuk mengubah strata atau kedudukannya menjadi lebih baik. 15 . seseorang harus mengubah standar hidup menjadi lebih tinggi agar meningkatkan statusnya. Berbeda dengan masyarakat tertutup. terlihat pada masyarakat kota yang kebanyakan sudah tidak memegang teguh adat istiadat sehingga mereka memiliki keinginan untuk mengubah status sosialnya. Secara umum. Mack. karena mereka memberikan kesempatan atau peluang atau memiliki keinginan untuk meningkatkan status sosial mereka agar menjadi lebih baik lagi daripada sebelumnya. tidak akan ada gerak sosial dari strata satu ke strata lain yang lebih tinggi. Begitu pula. Selain itu. Dimana. Dimana. Contohnya. selera dalam memilih barang-barang dan lain-lain. Mobilitas sosial atau gerak perpindahan status sosial lebih mudah terjadi pada masyarakat terbuka. mobilitas sosial merupakan perubahan status sosial seseorang baik status itu naik maupun turun. Berbagai cara yang dilakukan seperti mengubah cara berpakaiannya. cara berbicara. menurut Kimball Young dan Raymond W. banyak orang yang berusaha untuk melakukan mobilitas sosial. dalam perubahan tempat tinggal. adapun cara-cara orang untuk dapat melakukan mobilitas sosial ke atas seperti perubahan standar hidup. Adapun definisi-definisi mobilitas sosial menurut para ahli : menurut Paul B. Sebagai contoh. seseorang harus mempraktekkan tingkah laku kelas sosial atas agar ia juga dianggap sebagai masyarakat lapisan atas. terlihat pada masyarakat pedesaan yang rata-rata masih kuat adat istiadatnya. Struktur sosial mencakup sifat hunbungan antara individu dalam kelompok dan hubungan antara individu dengan kelompoknya. Sebaliknya. Proses keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam melakukan gerak sosial dalam masyarakat juga disebut sebagai mobilitas sosial.Dalam ilmu sosiologi. mereka tidak memberikan kesempatan atau peluang atau tidak adanya keinginan untuk mengubah status sosial mereka sedikitpun. mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya atau gerak pindah dari strata yang satu ke strata yang lainnya. jika seseorang terlahir dari kasta paling rendah maka selamanya ia akan tetap berada pada kasta yang rendah. sehingga mereka sulit untuk menerima adanya segala sesuatu yang mereka rasa masih asing untuk mereka terima dan terlihat juga pada masyarakat feodal atau pada masyarakat yang menganut sistem kasta. yang menjadi kriteria stratifikasi adalah keturunan. apabila seseorang terlahir dari kasta paling tinggi maka selamanya ia akan berada pada kasta yang tinggi. Karena dalam masyarakat yang menganut sistem kasta. Dengan kata lain. hanya hubungan darahlah yang menentukan tinggi rendahnya kasta yang dimilki seseorang tersebut. pada masyarakat tertutup. Dengan cara ini mereka yakin akan membuat mereka merasa lebih bahagia dengan meningkatnya status sosial agar menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dalam perubahan standar hidup. Dalam perubahan tingkah laku.

Dengan adanya faktor-faktor penghambat tersebut. 16 . Contoh social climbing adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan. Mobilitas antargenerasi merupakan perpindahan status sosial dari generasi yang satu ke generasi lainnya. maka secara otomatis perkawinan tersebut akan meningkatkan status sosial laki-laki tersebut. misalnya Santi bekerja sebagai guru di sekolah dasar. Sebagai contoh. akan semakin menyulitkan masyarakat untuk melakukan mobilitas sosial atau gerak sosial dari strata sosial satu ke strata sosial lainnya. Mobilitas sosial juga mempunyai beberapa bentuk. Dampak positifnya adalah semakin banyak orang yang akan berusaha dan berlomba-lomba untuk berprestasi atau maju agar mendapatkan kesempatan untuk pindah strata. adapun cara yang paling cepat dan efektif dalam merubah status sosial seseorang yang terjadi juga dalam kehidupan sekitar kita yaitu perkawinan. konflik antarkelompok sosial maupun konflik antargenerasi. karena memenuhi persyaratan maka ia diangkat menjadi seorang manajer. Selain itu. yaitu mobilitas sosial ke atas (social climbing) dan mobilitas sosial ke bawah (social sinking). seorang laki-laki yang berasal dari keluarga yang cukup sederhana menikah dengan seorang perempuan yang berasal dari keluarga kaya raya dan sangat terpandang. misalnya Bu Nina adalah seorang perawat biasa di salah satu puskesmas. Dengan perkawinan. ada faktor-faktor yang menghambat mobilitas sosial. Mobilitas intragenerasi merupakan perpindahan status sosial yang terjadi dalam satu generasi yang sama. agama. mobilitas antargenerasi dan mobilitas intragenerasi. Contohnya. Dalam hal ini. tidak terjadi perubahan status sosialnya. Di samping itu. yaitu mobilitas sosial horizontal. Selain itu. diskriminasi kelas. karena ia telah menjadi anggota keluarga dari keluarga kaya raya itu. sedangkan kakaknya Sinta bekerja sebagai dokter gigi. Sesuai dengan arahnya. sedangkan contoh dari social sinking adalah seorang pegawai dipecat karena melakukan pelanggaran berat saat menjalankan tugasnya. dengan membeli rumah baru maupun dengan merenovasi rumah lamanya sehingga ia akan dinilai orang kaya oleh masyarakatnya sekitarnya. seorang guru sosiologi dari SMA Ananda pindah ke SMA Harapan Bangsa dan juga menjadi seorang guru sosiologi. baik dampak positif maupun dampak negative. kemiskinan dan juga perbedaan jenis kelamin. seseorang akan cepat meningkatkan status sosialnya. ada juga dampak dari mobilitas sosial. Mobilitas sosial horizontal merupakan peralihan seseorang dari suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. Sedangkan dampak negatifnya berupa konflik antarkelas. mobilitas sosial dibagi menjadi dua bagian. tetapi anaknya adalah seorang dokter yang sukses. Mobilitas sosial vertikal merupakan perpindahan seseorang dari kedudukan sosial yang satu ke kedudukan sosial yang lainnya yang tidak sederajat. mobilitas sosial vertikal. antara lain perbedaan kelas rasial.seseorang berkeinginan mempunyai tempat tinggal yang mewah dan indah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful