Sidoarjo (beritajatim.

com)-Tiga Kecamatan yakni Taman, Waru dan Sidoarjo, jumlah pertumbuhan penduduknya semakin meningkat. Dari 18 kecamatan di Sidoarjo, laju pertumbuhannya masuk tiga besar. Seperti dalam catatan Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPM-PKB) Sidoarjo tahun 2009, pertumbuhan di kecamatan Taman sebanyak 6.146 jiwa, Waru 5.533 orang dan Sidoarjo kota 4.734. Dengan kondisi yang ada, Badan Keluarga Provinsi Jawa Timur memberikan capaian target akseptor baru KB kepada Sidoarjo tahun 2010 ini sebanyak 51.105 akseptor. Provinsi Jawa Timur sendiri tahun ini menargetkan capaian akseptor KB baru sebanyak 1.066.462. Dikatakan Kepala Bidang KB BPM-PKB Sidoarjo Drs M Yusuf sebenarnya angka prevalensi atau tingkat kesertaan warga Sidoarjo untuk ber KB cukup tinggi. Sebab pada November 2009 yang lalu angkanya mencapai 75,61 prosen. Yang dominan kaum wanita dengan menggunakan alat KB dengan cara suntik. Dan tahun ini untuk perkiraan peminat masyarakat (PPM) akan dikejar agar bisa mencapai angka 26.000 "Untuk MOW biasanya paling sedikit diminati, karena harus melakukan operasi, namun tetap akan kita capai dengan target sebanyak 760," ujarnya kepada wartawan Rabu (24/3/2010). Sedangkan untuk para pria Sidoarjo lanjutnya, juga harus ikut berpartisipasi agar usaha menekan laju pertumbuhan penduduk di wilayah ini sukses. Sehingga akseptor baru pemakaian alat KB ini juga ikut ditarget sebanyak 300 akseptor. Untuk alat KB yang satu ini, ucap dia, terkadang di berikan secara gratis dalam moment-moment kegiatan di tingkat kecamatan maupun di Kabupaten. "Pokoknya untuk mendukung KB di Jawa Timur, kita sudah siap," tegasnya.[isa/ted]

padahal Surat Keterangan Pindah Datang (SKPD) sangat diperlukan untuk memberikan kepastian kepemilikan dokumen berupa Kartu Tanda "Penduduk" (KTP)/Kartu Keluarga (KK) sesuai dengan domisili atau tempat tinggal "penduduk". 2. sedang di tempat baru minta dicatat karena merasa sudah lama berdomisili di tempat tersebut. misalnya: kelahiran. sehingga setiap saat dapat berubah. agaknya sulit dipastikan. bergeser dan berkembang terus. perkawinan. Petugas register kurang teliti sehingga terjadi data ganda. Adanya peristiwa penting ke"penduduk"an yang tidak dilaporkan. Peristiwa penting itu maksudnya peristiwa keperdataan yang dialami seseorang. Adanya peristiwa ke"penduduk"an yang terjadi banyak yang tidak melaporkan diri dan pencatatan registrasi yang lemah. Apabila hal itu dicatat dengan rapih dan tertib serta disimpan yang baik. pengakuan dan pengesahan anak. maka jadilah data ke"penduduk"an. Kenyataannya laporan sering terlambat. Misalnya "penduduk" yang pindah tidak mengurus Surat Keterangan Pindah." Di sisi lain jumlah (angka) yang pasti. kematian. maka disebut data base ke"penduduk"an. Peristiwa penting tersebut banyak yang tidak melaporkan diri. "penduduk" yang tidak melapor. mengapa? Karena "penduduk" selalu bergerak. sehingga tidak ada perubahan data padahal menurut Undang-Undang yang ada sekarang wajib dilaporkan dalam rangka tertib administrasi ke"penduduk"an. kecamatan sampai "kebupaten". pencatatan tidak tertib. perubahan nama maupun perubahan kewarganegaraan. Pelaporan yang terlambat. 3. . Hal ini disebabkan adanya beberapa faktor: 1. Peristiwa tersebut seharusnya dicatat dalam buku register "penduduk" dan dilaporkan secara berjenjang dari tingkat desa/kelurahan. penyimpanan yang kurang baik. perceraian. Di tempat lama tidak dicoret datanya. selanjutnya direkap di "kabupaten" (Dinas Ke"penduduk"an dan Pencatatan Sipil "Kabupaten Sidoarjo")."JUmLAh PeNDUduK KAbupAtEn SiDOARJO" "Masalah "penduduk" adalah sesuatu yang harus ditangani dengan serius karena banyak keterkaitan satu sama lain dan selalu berkembang seiring dengan dinamika perkembangan "penduduk" itu sendiri.

kecamatan dan seterusnya). sehingga kecamatanpun dapat memiliki data base ke"penduduk"an yang valid . Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 memberikan salah satu bentuk solusi dengan mengarahkan penggunaan Information Technology (IT) komputerisasi yang on line. melalui kerjasama Desa/Kelurahan dengan Dinas Ke"penduduk"an dan Pencatatan Sipil "Kabupaten Sidoarjo". karena itu ketelatenan.ogi informasi. Program (sistem) dibantu Dinas Ke"penduduk"an dan Pencatatan "Kabupaten Sidoarjo" termasuk melatih tenaga operator di desa/kelurahan. Penggunaan Sistem SIAK ini pada saat pelayanan masyarakat dalam pembuatan KK/KTP baru. Sarana/peralatan disediakan dengan biaya swadaya desa/kelurahan. Sistem ini disebut Sistem Informasi Administrasi Ke"penduduk"an (SIAK). Sipil Kerjasama tersebut berkat keinginan yang kuat dari desa setempat. letelitian. tingkat kecamatan juga memiliki keinginan seperti desa/kelurahan. Memantau/mengingatkan para operator yang ditugaskan untuk secara tertib meregiatrasi dan melaporkannya. yang saat ini sedang kita bangun. supaya setiap terjadi perubahan akan selalu . karena APBD "Kabupaten" sangat terbatas. ketertiban dalam pelaporan dan kesadaran "penduduk" yang mau melapor dalam setiap perubahan yang terjadi atas dirinya sendiri merupakan salah satu solusi untuk pemecahan masalah data base ke"penduduk"an. 2. 3. Melalui komputerisasi di tingkat desa/kelurahan yang sedang berjalan (sudah mencapai 80 % dari 353 Desa/Kelurahan di "Kabupaten Sidoarjo"). Sementara ini anggaran pelaksanaan masih bersifat swadaya desa/kelurahan.Penjaringan data "penduduk" melalui pelaporan dibutuhkan dan penting perannya. Harapan ke depan. dengan harapan desa/kelurahan dapat membangun data base ke"penduduk"an tingkat desa/kelurahan yang valid guna meminimalisasi konflik yang terjadi antar warga masyarakat bila dilaksanakan Pilkades. yaitu: a. Alternatif lain yang sedang dirintis adalah: 1. begitu data dientry (diproses) otomatis data base yang ada akan berubah. Menghimbau warga masyarakat supaya senantiasa melaporkan setiap terjadinya peristiwa ke"penduduk"an dan peristiwa penting ke"penduduk"an secara berjenjang (desa. Pembangunan Sistem Informasi yang berbasis IT (Information Technology) atau tekno. b.

965.157 2009 : 1.759 2010 : 2. pelayanan publik dalam berbagai sektor dan keperluan lain-lain.801.393 2006 : 1.427 .003.373 .578 2007 : 1.928 . karena data tersebut sangat bermanfaat untuk perumusan kebijakan perencanaan pembangunan.817. PERKEMBANGAN JUMLAH "PENDUDUK KABUPATEN SIDOARJO" PER TAHUN: 2005 : 1.Januari : -Pebruari : 1.964.Juli : .296 2008 : 1.September: .448.Juni : 2.Maret : 1.003.586.528 .480.Mei : 2.terekam dengan baik dalam data base ke"penduduk"an yan valid dan sewaktuwaktu dibutuhkan data siap pakai.244 .997.April : 1.003. dengan perkembangan setiap bulan sebagai berikut: .928 (Keadaan s/d Juni 2010). Data "penduduk" yang valid yang terekam dalam data base ke"penduduk"an sangat dibutuhkan oleh pemerintah.Agustus : .

Sedangkan jumlah Kepala Keluarga (KK) pada kondisi bulan Maret 2010 sejumlah 527.866..479.184.423 jiwa.900 2009 : 1.375.786 2008 : 1.087. Sebagai perbandingan.067 (Laki-laki sebesar 988.730 2006 : 1.595 jiwa).094.563 Jumlah "Penduduk" ber-KTP sampai dengan Tahun : 2005 : 1.180 KK. (Sumber: Dinas Ke"penduduk"an dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sidoarjo).744 2007 : 1.Nopember : .253. jumlah "penduduk" di Jawa Timur keadaan sampai dengan bulan Juni 2009 sebanyak 38.661 2006 : 1.089.Desember : Jumlah "Penduduk" WAJIB KTP sampai dengan Tahun: 2005 : 1.775 2008 : 1.384 2009 : 1. yang terdiri dari laki-laki sejumlah .047.164 jiwa dan perempuan sebesar 976.036.Oktober : .084 2007 : 1.348.

596 2006 : 39.027 jiwa.469 2009 : 418.242 .347 2008 : 53.406 jiwa dan perempuan sejumlah 19.518.089 2007 : 40. Padahal untuk pengurusan Akta Kelahiran di "Kabupaten Sidoarjo" gratis (tidak dikenakan biaya retribusi) sejak akhir Januari Tahun 2008. berarti sisanya belum memiliki Akta Kelahiran yaitu sejumlah 562.989 2008 : 376. Jumlah "penduduk" yang sudah memiliki Akta Kelahiran per tahun: 2005 : 243. (Sumber : Warta Warga Edisi XXV Tahun 2009). Anak yang sudah memiliki Akta Kelahiran sejumlah 123.711 Sedangkan jumlah anak di "Kabupaten Sidoarjo" (keadaan sampai dengan Juni 2009) sejumlah 686.113 2009 : 42.017 jiwa.642 2007 : 322. Jumlah Pelayanan Akta Ke"penduduk"an di Dinas Ke"penduduk"an dan Pencatatan Sipil "Kabupaten Sidoarjo" per tahun: AKTA KELAHIRAN: 2005 : 37.074 jiwa.953 jiwa.539 2006 : 282.348.19. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat terhadap fungsi dokumen Akta Kelahiran terhadap kehidupan sehari-hari.

AKTA KEMATIAN: 2005 : 106 2006 : 73 2007 : 98 2008 : 102 2009 : 147 AKTA PERKAWINAN: 2005 : 407 2006 : 314 2007 : 139 2008 : 388 2009 : 324 AKTA PERCERAIAN: 2005 : 59 2006 : 49 2007 : 53 2008 : 46 2009 : 77 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful