P. 1
Resume Auditing

Resume Auditing

|Views: 3,006|Likes:
Published by M Agus Sudrajat

More info:

Published by: M Agus Sudrajat on Sep 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/15/2013

pdf

text

original

M.

AGUS SUDRAJAT S4309040

PERTEMUAN 2 TANGGUNG JAWAB PROFESI AUDITOR Menurut PSA No.02 Seksi 110, auditor bertanggung jawab untuk

merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material, baik yang disebabkan oleh kekeliruan atau kecurangan. Auditor tidak menjamin kebenaran atas suatu laporan keuangan, namun Auditor bertanggung jawab dalam melaksanakan audit sesuai aturan yang berlaku umum / GAAS yaitu : 1. Melakukan verifikasi atas laporan keuangan yaitu untuk mendeteksi salah saji material 2. Menemukan kekeliruan, ketidakberesan dan unsur pelanggaran hukum yang material . Kekeliruan/ salah saji terdapat dua macam yaitu : • • Errors adalah kekeliruan salah saji yang tidak disengaja. Irregularities adalah kesalahan yang disengaja seperti kecurangan manajemen dan kecurangan pegawai atau penggelapan. Siklus Laporan Keuangan Laporan keuangan dibagi menjadi komponen yang lebih kecil untuk memudahkan pelaksanaan audit. Pembagian biasanya berdasarkan transaksi yang erat hubungannya satu dengan lainnya ( pendekatan siklus ). Contohnya siklus penjualan dan penerimaan kas, siklus perolehan dan pembayaran, siklus penggajian dan pembayaran, siklus persediaan dan pergudangan, dll. Asersi Manajemen Merupakan sebuah pernyataan dari manajemen tentang transaksi dan akun dalam laporan keuangan. Asersi manajemen terdiri dari : • Keberadaan atau keterjadian • Kelengkapan • Hak dan Kewajiban • Penilaian dan Alokasi
Page | 1

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

• Penyajian dan Pengungkapan Tujuan audit 1. Menurut Arens Tujuan audit laporan keuangan adalah agar auditor dapat memberikan opininya bahwa laporan keuangan tidak terdapat kesalahan material dan telah sesuai dengan standar yang berlaku secara umum. 2. PSA No. 02 Tujuan audit atas laporan keuangan oleh auditor independen pada umumnya adalah untuk menyatakan pendapat tentang kewajaran, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Tujuan audit dimaksudkan sebagai kerangka kerja bagi auditor dalam

mengumpulkan bahan bukti kompeten yang cukup yang disyaratkan dalam standar pekerjaan lapangan dan memutuskan bahan bukti yang pantas dikumpulkan sesuai dengan penugasan . Tujuan audit tersebut dapat dibedakan menjadi : • Tujuan audit umum transaksi. Terdiri dari eksistensi, kelengkapan, akurasi, klasifikasi serta posting dan perkiraan . • Tujuan audit khusus transaksi. Menerapkan tujuan umum pada kelompok transaksi /siklus. a. Tujuan umum : • Eksistensi, angka-angka yang dicantumkan memang ada ( eksis ). • Kelengkapan, angka -angka yang ada telah dimasukkan seluruhnya . • Akurasi, jumlah yang ada disajikan pada jumlah yang benar. • Klasifikasi - angka yang dimasukkan di daftar klien telah diklasifikasikan dengan tepat .
• Pisah batas (Cut Off ) - transaksi yang dekat tanggal neraca dicatat pada

periode yang tepat .
• Kecocokan rincian (detail tie in) - rincian dalam saldo akun sesuai dengan

Page | 2

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

angka-angka buku besar tambahan , dijumlah kebawah benar dalam saldo akun, dan sesuai dengan jumlah dalam buku besar . • Nilai realisasi - aset dinyatakan dalam jumlah yang diestimasi dapat direalisasi. • Hak dan Kewajiban - Kewajiban harus menjadi milik suatu entitas berkaitan dengan hutang , sedangkan hak selalu dikaitkan dengan aktiva . • Penyajian keuangan. b. Tujuan khusus : Tujuan khusus bagi setiap saldo perkiraan dapat dikembangkan setelah tujuan umum dipahami paling sedikit harus ada satu tujuan, khusus untuk setiap tujuan umum kecuali jika auditor menganggap tujuan itu tidak relevan. Pencapaian Tujuan Audit Audit merupakan suatu proses dimana dalam pelaksanaanya harus mengikuti tahaptahap sesuai dengan standar yang berlaku. Proses Audit adalah metodologi pelaksanaan audit yang jelas untuk membantu auditor dalam mengumpulkan bahan bukti pendukung yang kompeten. Tahap-tahap dalam proses Audit: 1. Merencanakan dan merancang pendekatan audit • Mendapatkan pengetahuan atas bidang usaha klien . • Memahami struktur pengendalian intern klien dan menetapkan risiko pengendalian intern. 2. Pengujian pengendalian dan transaksi . 3. Melaksanakan prosedur analitis dan pengujian terinci atas saldo. dan Pengungkapan-saldo perkiraan dan persyaratan pengungkapan yang berkaitan telah disajikan dengan pantas dalam laporan

Page | 3

2 Audit Operasional adalah penelaahan bagian dari prosedur atau metode operasi suatu organisasi untuk menilai efisiensi dan efektifitasnya . 3 Auditor Pajak. aturan-aturan akuntansi menjadi kriteria untuk membandingkan kesesuaian informasi. Jenis Auditor 1 Kantor Akuntan Publik Terdaftar. efektifitas. yaitu auditor yang mempunyai tanggung jawab atas kinerja audit laporan keuangan bagi semua perusahaan publik. bank. serta Itjen pada departemen-departemen pemerintah. yaitu auditor yang bertanggung jawab melaksanakan pemeriksaan atas tercapainya penerimaan negara dari sektor perpajakan dan penegakan hukum dalam pelaksanaan perpajakan.Hasilnya berupa rekomendasi perbaikan operasi.M. dan keekonomisan dari program/proyek pemerintah. 3 Audit Ketaatan adalah audit atas ketaatan auditee terhadap prosedur atau aturan tertentu yang telah ditetapkan baik aturan yang ditetapkan perusahaan maupun aturan yang ditetapkan oleh atau dengan pihak luar seperti pemerintah. Dengan demikian. yaitu auditor yang mempunyai tanggung jawab mengevaluasi efisiensi. 2 Auditor Pemerintah. perusahaan-perusahaan besar dan beberapa perusahaan kecil dan organisasi nirlaba. Di Indonesia ada beberapa lembaga yaitu BPKP. AGUS SUDRAJAT S4309040 JENIS-JENIS AUDITOR DAN AKUNTAN PUBLIK Akuntansi berfungsi menyajikan informasi kuantitatif untuk pengambilan keputusan. akuntansi dan auditing berbeda dalam esensinya. Di Amerika ada Internal Page | 4 . BEPEKA. kreditor atau pihak lainnya. Audit atas laporan keuangan pada hakekatnya adalah audit ketaatan terhadap prinsip-prinsip akuntansI yang berlaku umum. Sementara dalam auditing. Jenis Audit 1 Audit Atas Laporan Keuangan/Financial Audit adalah audit yang bertujuan untuk menentukan kesesuaian informasi terukur yang akan diverifikasi dengan kriteria tertentu sepeti GAAP atau Standar Akuntansi yang berlaku umum ( PSAK).

• Dilakukan audit atas Laporan Keuangan . pemerintah. dan lainlain pada hakikatnya adalah untuk mengurangi risiko informasi antara dua pihak yang berkepentingan. Kebutuhan akan Auditing Jasa auditing yang digunakan di kalangan pengusaha. • Sikap memihak dan motif lain yang melatarbelakangi pemberian informasi. Pada umumnya hal ini disebabkan: • Hubungan yang tidak dekat antara penerima dan pemberi informasi . yaitu auditor yang bekerja di suatu perusahaan untuk melaksanakan audit bagi kepentingan manajemen perusahaan. Dalam hal ini adalah manajemen sebagai pembuat laporan dan user sebagai pemakai laporan.M. 4 Internal Auditor. Akuntan Publik Terdaftar/ Bersertifikat Untuk dapat bekerja sebagai akuntan publik terdaftar di Indonesia paling tidak harus dipenuhi persyaratan berikut : 1 Persyaratan pendidikan yaitu sarjana ekonomi jurusan akuntansi dari universitas negeri yang telah mendapat persetujuan dari panitia ahli persamaan ijasah akuntan Page | 5 . • Data yang berlebihan • Transaksi pertukaran yang kompleks Untuk menanggulangi risiko informasi tersebut ada tiga cara yang dapat dilaksanakan : • Verifikasi Informasi oleh pihak pemakai • Pemakai menanggung risiko informasi bersama-sama dengan manajemen . AGUS SUDRAJAT S4309040 Revenue Service ( IRS ). Hal ini karena semakin kompleksnya kondisi masyarakat yang memungkinkan para pengambil keputusan akan memperoleh informasi yang tidak dapat dipercaya dan tidak dapat diandalkan. Sebagai contoh di BUMN-BUMN di Indonesia ada unit SPI yang menangani hal tersebut. sementara di Indonesia dilaksanakan oleh KPP dan Karikpa sebagai tenaga teknis pemeriksaan pajak dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

M.manajer .para penyelia . Page | 6 . jurnal akuntansi dan lain-lain . senior dan asisten dan bertugas pada setiap jenjang kerja selama dua-tiga tahun sebelum mencapai kedudukan sebagai rekan . Kode Etik Profesi . 2 Penelitian dan Publikasi. yaitu : • Atestasi. AGUS SUDRAJAT S4309040 2 Ujian Negara Akuntansi ( UNA ) untuk sarjana akuntansi swasta dan negeri yang belum diakui 3 Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP) 4 Persyaratan Pengalaman . • Jasa Perpajakan berupa SPT PPh.Terdapat tiga jenis atestasi yaitu : audit laporan keuangan historis. Standar Kompilasi dan Penelaahan Laporan Keuangan . Struktur Kantor Akuntan Publik Terdiri dari rekan ( partner ) . di mana KAP mengeluarkan laporan tertulis yang menyatakan kesimpulan atas keandalan pernyataan tertulis yang telah dibuat dan ditanggungjawabi pihak lain. perencanaan perpajakan dan jasa perpajakan lainnya. Kegiatan ini menghasilkan jurnal -jurnal seperti jurnal berkala . Standar Atestasi Lainnya. 3 Pelaksanaan Ujian Sertifikasi Akuntan Publik/USAP 4 Pendidikan lanjutan . • Konsultasi Manajemen yaitu dalam peningkatan aktivitas operasi . AICPA AICPA atau di Indonesia IAI mempunyai tiga fungsi utama yaitu : 1 Penetapan Standar dan Aturan.yaitu seorang akuntan terdaftar harus memiliki pengalaman kerja pada kantor akuntan publik atau BPKP paling sedikit 3 tahun . ada empat bidang utama dalam auditing yang perlu dibuat standar aturannya yaitu . Standar Audit . PPN . penelaahan laporan keuangan historis dan jasa atestasi lainnya. • Jasa Akuntansi dan Pembukuan . PBB. Aktivitas Kantor Akuntan Publik Kantor Akuntan Publik terutama melaksanakan empat jenis jasa.

harus dari KAP lain yang memenuhi persyaratan 3. Rotasi partner 5. Penelaahan sejawat ( peer review ) . Penelaahan oleh partner lain 6. Komite standar pengendalian mutu menetapkan sembilan elemen pengendalian mutu yaitu : 1 Independensi 2 Penugasan para auditor. diperlukan untuk penunjang delapan unsur diatas .M. Pendidikan lanjutan 4. Pelaporan ketidaksepakatan 8. Larangan pemberian atas jasa tertentu 7.SAP yaitu : 1. auditor harus meminta petunjuk dari ahli bila menemui kesulitan dalam pelaksanaan auditing 4 Supervisi 5 Pengangkatan Auditor 6 Pengembangan profesional 7 Promosi 8 Penerimaan dan Pemeliharaan hubungan dengan klien 9 Inspeksi. 2. Pelaporan jasa konsultasi manajemen. Terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi Kantor Akuntan Publik ( tiga persyaratan pertama juga berlaku bagi KAP yang tidak menjadi anggota forum) yang ditetapkan AICPA dengan divisinya yaitu SEC dan Kantor Akuntan Publik atau di Indonesia Forum IAI . dalam hal ini harus memiliki kemampuan dan pelatihan teknis yang memadai 3 Konsultansi . Ketaatan pada standar pengendalian mutu . AGUS SUDRAJAT S4309040 Pengendalian Mutu/Quality Control Pengendalian mutu adalah prosedur yang digunakan KAP untuk membantu mentaati standar secara konsisten dalam setiap kontrak kerja yang mengikatnya. Page | 7 .

terjadi jika auditor mengeluarkan pendapat yang salah karena gagal memenuhi syarat . 3 Kelalaian kontribusi. itikad buruk dan ketidak jujuran dan auditor terbebas dari kerugian akibat kekeliruan dalam pertimbangan. KEWAJIBAN HUKUM Kewajiban hukum auditor kepada klien adalah mencegah penipuan dan/atau pelanggaran kontrak yang bisa mempengaruhi hasil-hasil pekerjaan . Standar ketelitian yang sering disebut konsep kehati-hatian (prudent person) menjelaskan bahwa auditor hanya menjamin itikad baik dan integritas dan bertanggung jawab atas kecerobohan . Bidang kewajiban menurut audit dapat digolongkan sebagai berikut : Kewajiban kepada klien Kewajiban terhadap klien timbul karena kegagalan untuk melaksanakan tugas audit sesuai waktu yang disepakati . • risiko audit. dan risiko audit. dalam hal ini menjamin jika klien melakukan kewajiban Page | 8 . dibentuk guna membantu para investor untuk mendapatkan informasi andal untuk membuat keputusan investasi . Definisi berikut akan menjelaskan perbedaannya: • kegagalan bisnis. Apabila terdapat tuntutan auditor dapat mengajukan pembelaan yaitu : 1 Tidak adanya kewajiban melaksanakan pelayanan.M. terjadi jika perusahaan tidak mampu membayar kewajibannya . • kegagalan audit. terjadi jika auditor menyimpulkan laporan keuangan secara wajar sedangkan kenyataannya laporan tersebut salah saji material. gagal menemukan defalkasi. dalam hal ini tidak dinyatakan dalam klausul. mengklaim telah mengikuti GAAS. pelaksanaan audit yang tidak memadai. kegagalan audit. Perusahaan yang bermaksud menerbitkan efek ( Go Publik ) wajib menyampaikan laporan tahunan rinci pada BAPEPAM. 2 Tidak ada kelalaian dalam pelaksanaan kerja. dan pelanggaran kerahasiaan oleh akuntan publik. Penyebab utama tuntutan hukum terhadap KAP adalah kurangnya pemahaman pemakai laporan keuangan tentang perbedaan antara kegagalan bisnis .syarat GAAS. AGUS SUDRAJAT S4309040 Securities and Exchange Comission (SEC) atau Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) sebagai suatu badan pemerintah yang menangani pasar modal.

Akibat tuntutan ini SEC dapat mencabut ijin praktek dari KAP yang yang melakukan kesalahan. • Foreseeable user’s. larangan pemberian uang suap kepada pejabat di luar negeri untuk mendapatkan pengaruh dan mempertahankan hubungan usaha Page | 9 . dan pelanggan. bankir dan kreditor lain. 2 Securities Exchange Act tahun 1934. persyaratan pelaporan untuk perusahaan yang mengeluarkan efek-efek baru. calon pemegang saham. Konsep kewajiban tersebut antara lain sebagai berikut : • Doktrin ultramares. karyawan. antara pelanggaran auditor terhadap standar kesungguhan dengan kerugian yang dialami klien Kewajiban terhadap pihak ketiga menurut Common Law Pihak ketiga yang terdiri dari pemegang saham. sementara auditor dapat membela jika audit telah memadai dan pemakai laporan tidak menderita kerugian . Peraturan membolehkan pihak ketiga menggugat auditor jika laporannya menyesatakan dan tidak mempunyai beban pembuktian hal tersebut. pemasok. 3 Racketeer Influenced and Corrupt Organization Act 1970. AGUS SUDRAJAT S4309040 tertentu. orang yang mengandalkan keputusannya pada laporan keuangan . Kewajiban dapat timbul jika pihak ketiga primary beneficiary atau orang yang harus diberikan informasi audit • Pemakai yang dapat diketahui sebelumnya. pemakai yang dapat diketahui lebih dahulu mempunyai hak yang sama dengan pemakai laporan keuagan yang mepunyai hubungan kontrak . persyaratan penyampaian laporan tahunan setiap perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa. peraturan ini ditujukan untuk kriminalitas tetapi auditor sering dituntut berdasarkan peraturan ini . Kewajiban perdata menurut hukum sekuritas federal 1 Securities Act tahun 1933.M. 4 Foreign Corrupt Practice Act tahun 1977. tidak akan terjadi kerugian 4 Ketiadaan hubungan timbal balik.

Tanggapan Akuntan Publik Terhadap Kewajiban Hukum Dalam meringankan kewajibannya auditor dapat melakukan langkah-langkah berikut : 1. Mengikuti standar profesi 4. Tanggung Jawab Kerahasiaan Beberapa tuntutan yang terjadi menuntut perlunya profesi auditing untuk meneliti peraturan perilaku yang menyangkut kerahasiaan dan mencoba memperjelas persyaratan . Federal Mail Fraud Statute dan Federal False Statement Statute menyebutkan bahwa menipu orang lain dengan sadar terlibat dalam laporan keuangan yang palsu adalah perbuatan kriminil . 3 Menetapkan persyaratan untuk melindungi auditor 4 Menetapka persyaratan penelaahan sejawat . 5 Melawan tuntutan hukum 6 Pendidikan bagi pemakai laporan 7 Memberi sanksi kepada anggota karena hasil kerja yang tak pantas 8 Perundingan untuk perubahan hukum .persyaratan yang konsisten dengan common law . Tanggapan Profesi Terhadap Kewajiban Hukum AICPA dan profesi mengurangi resiko terkena sanksi hukum dengan langkah-langkah berikut : 1 Riset dalam auditing 2 Penetapan standar dan aturan. Mempekerjakan staf yang kompeten dan melatih serta mengawasi dengan pantas 3.M. AGUS SUDRAJAT S4309040 Kewajiban kriminal Beberapa undang-undang seperti Uniform Securities Acts. Melaksanakan audit yang bermutu Page | 10 . Hanya berurusan dengan klien yang memiliki integritas 2. Mempertahankan independensi 5. Memahami usaha klien 6. Securuties Acts 1933 dan 1934.

Etika dalam bisnis harus menjamin suatu perilaku sebagai berikut : • Apakah itu kebenaran • Apakah itu adil untuk semua yang berkepentingan .mencapai yang terbaik. Mempertahankan hubungan yang bersifat rahasia 10. maka dikembangkan kerangka formal untuk memecahkan dilema etika yang dinamakan pendekatan enam langkah : 1. loyalitas. kepedulian kejujuran. Menentukan isu-isu etika dari fakta-fakta 3. Menentukan siapa dan bagaimana orang atau kelompok yang dipengaruhi oleh dilema Page | 11 . AGUS SUDRAJAT S4309040 7. • Seseorang memilih bertindak semaunya .M. Perlunya asuransi yang memadai.dan lain-lain.menjadi warga yang bertanggung jawab. Mencari bantuan hukum Regulasi dan Standar Mutu Pekerjaan Auditor Etika secara umum didefinisikan sebagai perangkat prinsip moral atau nilai. Semakin majunya perkembangan jaman.Terdapat dua alasan mengapa orang bertindak tidak etis : • Standar etika seseorang berbeda dari masyarakat umum.menghargai orang lain. orang kepada lain. Mendokumentasika pekerjaan secara memadai 8. • Akankah itu menambah goodwill dan hubungan yang lebih baik. mematuhi janji. Masing-masing orang memiliki perangkat nilai tersebut antara lain: integritas. keadilan. Mendapatkan fakta-fakta yang relevan 2. Dilema etika adalah situasi yang dihadapi seseorang dimana keputusan mengenai perilaku yang layak harus dibuat. Sebagian besar orang mendefinisikan perilaku tidak etis sebagai perilaku yang berbeda dari sesuatu yang seharusnya dilakukan . Mendapatkan surat penugasan dan surat pernyataan 9. • Akankah itu menguntungkan semua yang berkepentingan . dan 11. Kebutuhan akan etika dalam masyarakat cukup penting karena pada dasarnya berhubungan dengan hukum.

penting untuk meyakinkan klien dan pemakai laporan keuangan atas kualitas audit dan jasa lainnya karena pemakai tidak memiliki kompetensi dan waktu untuk mengevaluasi pekerjaan akuntan publik. lingkup dan sifat jasa dan satu prinsip untuk anggota AICPA yang memberikan jasa atestasi yaitu obyektivitas dan independensi . Menetapkan tindakan yang tepat Kebutuhan akan kepercayaan publik akan kualitas jasa yang diberikan profesi. AGUS SUDRAJAT S4309040 4. integritas.M. kepentingan masyarakat. Menentukan konsekuensi yang mungkin dari setiap alternatif 6. Bagi akuntan publik. meliputi lima prinsip yang harus dipatuhi oleh semua anggota AICPA yaitu tanggung jawab. Menurut AICPA kode perilaku profesional terdiri dari : • prinsip-prinsip. Page | 12 . penjelasan dan jawaban yang diterbitkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan peraturan perilaku yang diajukan oleh praktisi dan lainnya. Akuntan publik mempunyai hubungan profesional yang berbeda dengan profesional lain. Merupakan ketentuan umum mengenai perilaku yang ideal atau peraturan khusus yang menguraikan berbagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan . • peraturan perilaku.tidak merupakan keharusan tapi praktisi harus memahaminya. Profesional lain hanya bertanggung jawab kepada klien yang ditanganinya sedangkan akuntan publik ditugaskan dan dibayar oleh yang mengeluarkan laporan keuangan ( klien ) sedangkan yang mendapat manfaat dari audit adalah pemakai laporan keuangan yang umumnya tidak pernah berhubungan dengan auditor . Menentukan alternatif yang tersedia bagi orang yang harus memecahkan dilema 5. terlepas dari yang dilakukan secara perorangan. meliputi standar minimum perilaku praktisi yang ditetapkan profesi dan merupakan keharusan . tidak merupakan keharusan tetapi praktisi harus memahaminya • ketetapan etika. kemahiran. Terdapat beberapa cara bagi profesi akuntan publik dan masyarakat untuk mendorong para akuntan publik agar berprilaku secara benar dan untuk melaksanakan audit beserta jasa-jasa yang berkaitan dengan profesinya dengan standar mutu yang tinggi yaitu : 1 Kode Perilaku Profesional . • interpretasi.

Standar auditing. 01 SA Seksi 150 01Standar auditing berbeda dengan prosedur auditing. Pengungkapan komisi yang diijinkan Bentuk dan Nama praktek Peraturan 505 STANDAR AUDIT Sumber: PSA No. yang berbeda dengan prosedur auditing.M. berkaitan dengan tidak hanya kualitas profesional auditor namun juga berkaitan dengan pertimbangan yang digunakan dalam pelaksanaan auditnya dan dalam laporannya. Standar Umum 1. Integritas dan Obyektifitas Peraturan 102 Standar-standar teknis Peraturan 201 . STANDAR AUDITING 02 Standar auditing yang telah ditetapkan dan disahkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia adalah sebagai berikut: a. sedangkan "standar" berkaitan dengan kriteria atau ukuran mutu kinerja tindakan tersebut. Komisi yang dilarang Peraturan 503 -B. yaitu "prosedur" berkaitan Dengan tindakan yang harus dilaksanakan.tindakan tercela Periklanan dan Penawaran Peraturan 502 Komisi dan Honor Perujukan Peraturan 503 -A.Independensi.standar umum Ketaatan pada standar Peraturan 202 Prinsip Akuntansi Peraturan 203 Kerahasiaan Peraturan 301 Honor bersyarat Peraturan 302 Tindakan yang mendatangkan aib Peraturan 501. AGUS SUDRAJAT S4309040 Penerapan Peraturan Perilaku Peraturan 101. dan berkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai melalui penggunaan prosedur tersebut. Page | 13 . Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor.

Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat. Laporan auditor harus menunjukkan atau menyatakan. kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor. saat. AGUS SUDRAJAT S4309040 2. dan lingkup pengujian yang akan dilakukan. jika ada.M. 3. permintaan keterangan. jika ada. Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi. auditor wajibmenggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan . Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersil bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. 3. maka laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan audit yang dilaksanakan. independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor. maka alasannya harus dinyatakan. Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan. dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit. dan tingkat tanggung jawab yang dipikul oleh auditor. Page | 14 pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya. Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya. Standar Pelaporan 1. b. ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya. Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan. 2. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai. pengamatan. c. 3. 4. Standar Pekerjaan Lapangan 1. 2. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan. Dalam seksama.

dengan nilai piutang yang besar. semakin rendah tingkat risiko pengendalian. Dalam perusahaan manufaktur dan perusahaan dagang. Transaksi dengan pihak tidak terkait biasanya tidak diperiksa serinci pemeriksaan terhadap transaksi antarbagian dalam perusahaan atau transaksi dengan pimpinan perusahaan dan karyawan. 05 Pertimbangan atas risiko audit berkaitan erat dengan sifat audit. dapat berlaku juga untuk standar yang lain. secara individual piutang itu adalah lebih penting dan kemungkinan terjadinya salah saji material juga lebih besar jika dibandingkan dengan perusahaan lain yang mempunyai jumlah nilai piutang yang sama tetapi terdiri dari debitur yang banyak dengan nilai piutang yang relatif kecil. Begitu pula. Pengendalian intern terhadap lingkup audit mempengaruhi besar atau kecilnya risiko salah saji terhadap prosedur audit yang dilaksanakan oleh auditor. yang tingkat kepentingan pribadi dalam transaksi yang disebut terakhir ini sulit ditentukan. sehingga secara relatif sediaan memerlukan perhatian auditor yang lebih besar dibandingkan dengan sediaan dalam perusahaan jasa. 04 Konsep "materialitas" bersifat bawaan dalam pekerjaan auditor independen. Dasar yang lebih kuat harus dicari sebagai landasan pendapat auditor independen atas unsur-unsur yang secara relatif lebih penting dan unsur-unsur yang mempunyai kemungkinan besar salah saji material. Page | 15 . dalam perusahaan dengan jumlah debitur yang sedikit.2 Transaksi kas umumnya lebih rentan terhadap kecurangan jika dibandingkan dengan transaksi sediaan."Materialitas" dan "risiko audit" melandasi penerapan semua standar auditing.M. Misalnya. piutang umumnya memerlukan perhatian yang lebih besar dibandingkan dengan premi asuransi dibayar di muka. sediaan umumnya mempunyai arti penting. Semakin efektif pengendalian intern. tanpa harus menyebabkan penggunaan waktu yang lebih lama. Keadaan yang berhubungan erat dengan penentuan dipenuhi atau tidaknya suatu standar. terutama standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan. sehingga audit atas kas harus dilaksanakan secara lebih konklusif. baik bagi posisi keuangan maupun hasil usaha perusahaan. AGUS SUDRAJAT S4309040 03 Standar-standar tersebut di atas dalam banyak hal saling berhubungan dan saling bergantung satu dengan lainnya.

Setelah tanggal 31 Desember 2001. Dalam masa transisi tersebut berlaku standar yang terdapat dalam Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Agustus 1994 dan Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Januari 2001. Masa transisi ditetapkan mulai dari 1 Agustus 2001 sampai dengan 31 Desember 2001. TANGGAL BERLAKU EFEKTIF 07 Seksi ini berlaku efektif tanggal 1 Agustus 2001. AGUS SUDRAJAT S4309040 JASA SELAIN AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN 06 Sebagai tambahan terhadap audit atas laporan keuangan. kecuali jika dinyatakan lain dalam suatu Pernyataan Standar Auditing. Penerapan lebih awal dari tanggal efektif berlakunya aturan dalam Seksi ini diizinkan. Page | 16 . sepanjang relevan dengan keadaan yang dihadapi oleh auditor independen.M. hanya ketentuan dalam Seksi ini yang berlaku. kesepuluh standar auditing tersebut berlaku untuk jasa selain audit atas laporan keuangan.

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

PERTEMUAN 3 STANDAR AUDIT DAN JENIS-JENIS PENUGASAN AUDIT Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) Standar profesional akunatan publik (SPAP) adalah kodifikasi berbagai pernyataan standar teknis yang merupakan panduan bagi akuntan publik dalam berpraktik di indonesia. Tipe Standar Profesional 1. standar auditing 2. standar atestasi 3. standar jasa akuntansi dan review 4. standar jasa konsultasi 5. standar pengendalian mutu kelima standr profesional diatas merupakan standar teknis yang diterbitkan oleh dewan standar profesional akuntan publik dan bertujuan untuk mengatur mutu jasa yang dihasilkan oleh profesi akuntan publik di indonesia. Standar Auditing Standar auditing adalah sepuluh standar yang ditetapkan dan disahkan oleh IAI, yang terdiri atas standar umum, standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan beserta interpretasinya. Standar auditing merupkan pedoman audit atas laporan keuangan historis. Standar auditing terdiri atas sepuluh standar dirinci dalam bentuk pedoman standar auditing (PSA). Dengan demikian PSA merupakan penjabaran lebih lanjut masing-masing standar yang tercantum didalam standar auditing. PSA merupakan penjabaran lebih lanjut dari masing-masing standar yang tercantum didalam standar auditing. PSA berisi ketentuan-ketentuan dan pedoman utama yang harus diikuti oleh akuntan publik dalam melaksanakan penugasan audit. Kepatuhan terhadap PSA yang diterbitkan oleh IAI ini bersifat wajib bagi anggota IAI yang berpraktik sebagai akuntan publik. Termasuk didalam PSA adalah interpretasi pernyataan standar audit (IPSA), yang merupakan interpretasi resmi
Page | 17

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

yang dikeluarkan oleh IAI terhadap ketentuan-ketentuan yang diterbitkan oleh IAI dalam PSA. Dengan demikian, IPSA memberikan jaawaban atas pernyataan atau keraguan dalam penafsiran ketentuan-ketentuan yang dimuat dalam PSA sehingga merupakan perluasan lebih lanjut berbagai ketentuan dalam PSA. Tafsiran resmi ini bersifat mengikat bagi anggota IAI yang berpraktik sebagai akuntan publik, sehingga pelaksanaannya besifat wajib. Standar Umum a. audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor. b. Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor. c. Dalam pelaksanaan dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama. Standar Pelaksanaan Lapangan 1. Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan sistem harus disupervisi dengan semestinya. 2. pemahaman memadai dan pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat dan lingkup pengujian yang akan dilakukan. 3. bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui, inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit. Standar Pelaporan a. laporan audit harus menyatakan, apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di indonesia. b. Laporan auditor harus menunjukkan atau menyatakan, jika ada, ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya.

Page | 18

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

c. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor. d. Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan, maka alasanya harus dinyatakan. Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan, maka laporan auditor harus, memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat audit yang dilaksanakan, jika ada dan tingkat tanggung jawab yang dipikul oleh auditor. Pernyataan Standar Audit (PSA) PSA merupakan penjabaran lebih lanjut dari masing-masing standar yang tercantum dalam standra auditing. PSA berisis ketentuan-ketentuan dan pedoman utama yang harus diikuti oleh akuntan publik dalam melaksanakan penugasan audit. Kepatuhan terhadap PSA yang diterbiutkan oleh IAI ini bersifat wajib bagi anggota IAI yang berpraktik sebagai akuntan publik. Termasuk didalam PSA adalah interpretasi yang dikeluarkan IAI terhadap ketentuan-ketentuan yang diterbitkan oileh IAI dalamdalamPSA dengan demikian, IPSA memberikan jawaban atas pernyataan atau keraguan dalam penafsiran ketentuan-ketentuan yang dimuat dalam PSA sehingga merupakan perluasan lebih lanjut berbagai ketentuan dalam PSA. Tafsiran resmi ini bersifat mengikat bagi anggota IAI yang berpraktik sebagai akuntan publik, sehingga pelaksanaannya bersifat wajib. Standar Atestasi Standar atestasi memberikan rerangka untuk fungsi atestasi bagi jasa akuntan publik yang mencakup audit atas laporan keuangan historis, pemeiksaan atas laporan keuangan prospektif, serta tipe perikatan atestasi lain yang memberikan keyakinan yang lebih rendah (review, pemeriksaan, dan prosedur yang disepakati) Standar atestasi terdiri dari 11 standar dan rincian dalam bentuk pernyataan standar atestasi (PSAT). Termasuk didalam PSAT adalah interpretasi PSAT (IPSAT), yang merupakan interpretasi resmi yang dikeluarkan dewn terhadap ketentuan-ketentuan dalam PSAT. Tafsiran resmi bersifat mengikat bagi anggota

Page | 19

Standar Pengendalian Mutu Memberikan panduan bagi KAP didalam melaksanakan pengendalian kualitas jasa yang dihasilkan oleh kantornya dengan mematuhi berbagai standar yang diterbitkan oleh dewan SPAP dan aturan etika kompartemen akuntan publik IAI.M. Standar Jasa Akuntansi Dan Review Memberikan rerangka untuk fungsi non atestasi bagi jasa akuntan publik yang mencakup jasa akuntansi dan review. Termasuk didalam pernyataan standar jasa akuntansi dan review adalah interpretasi pernyataan standar jasa akuntansi dan review (IPSAR). kesimpulan. sehingga pelaksanaannya bersifat wajib (mandatory). Standar pengendalian mutu KAP b. para praktisi menyajikan suatu kesimpulan mengenai keadaan suatu asersi tertulis yang menjadi yang menjadi tanggung jawab pihak lain. pekerjaan jasa konsultasi dilaksanakan untuk kepentingan klien. Kodifikasi standar pengendalian mutu terdiri dari: a. dan rekomendasi. Dalam jasa atestasi. Umumnya. AGUS SUDRAJAT S4309040 IAI yang berpraktek sebagai akuntan publik. Jasa konsultasi pada hakekatnya berbeda dari jasa atestasi akuntan publik terhadap asersi pihak ketiga. yang merupakan interpretasi resmi yang dikelusrksan oleh dewan. Perumusan kebijakan dan prosedur pengendalian mutu Page | 20 . Sifat dan lingkup pekerjaan jasa konsultasi ditentukan oleh perjanjian antara praktisi dengan kliennya. yaitu pembuat asersi. para praktisi menyajikan temuan. sehingga pelaksanaannya bersifat wajib (madatory) Standar Jasa Konsultasi Memberikan panduan bagi praktisi yang menyediakan jasa konsultasi bagi kliennya melalui kantor akuntan publik. Tafsiran resmi ini bersifat mengikat bagi anggota IAI yang berpraktik sebagai akuntan publik. Dalam jasa konsultasi. Standar jasa akuntansi dirinci dalam bentuk pernyataan standar jasa akuntansi dan review (PSAR).

laba-rugi. auditor harus memiliki pemahaman menyeluruh atas entitas dan lingkungannya. dan kreditor. Penugasan personel 3. perubahan modal. dalam pendekatan audit sistem strategis. Pendekatan terpadu kepada audit membahas baik risiko kesalahan dan kontrol operasional yang dimaksudkan untuk mencegah keslahan. Standar pelaksanaan dan pelaporan review mutu Unsur-Unsur Pengendalian Mutu 1. Laporan keuangan seringkali mencakup: neraca.M. Dalam menentukan apakah laporan keuangan dinyatakan dengan adil sesuai dengan GAAP. walaupun merupakan hal yang umum untuk melaksanakan audit atas laporan keuangan yang dibuat dengan metode kas atau metode akuntansi lainnya yang cocok bagi organisasi tersebut. termasuk pula catatan atas laporan keuangan. auditor yang melakukan ujian yang tepat untuk menentukan apakah laporan itu mengendung kesalahan bahan atau pernyataan salah lainnya. Pemekerjaan 6. pelanggan. laporan arus kas. Promosi 8. Independensi 2. Konsultasi 4. Pendekatan terpadu ini makin meningkat menggabungkan pandangan strategis dari entitas bisnis. auditor mempertimbangkan strategi bisnis klien dan memproses dan indikator ukuran untuk Page | 21 . Pengembangan profesional 7. termasuk hubungan eksternal seperti pemasok. AGUS SUDRAJAT S4309040 c. dan lingkuan operasionalnya. Saat bisnis semakin rumit. kriteria tersebut adalah pernyataan standar akuntansi keuangan. Penerimaan dan berkelanjutan klien 9. Inspeksi Audit Atas Laporan Keuangan Audit atas laporan keuangan dilaksanakan untuk menetapkan apakah seluruh laporan keuangan telah dinyatakan sesuai dengan kriteria tertentu. Sebagai tambahan. Memahaman holistik tingkat tinggi ini meliputi pengetahuan tentang industri klien. Umumnya. tidaklah cukup untuk para auditor berfokus secara sempit pada transaksi akuntansi. peraturannya. Supervisi 5.

Audit Kepatuhan Tujuan dari audit kepatuhan adalah untuk menentukan apakah klien telah mengikuti. Tetapi bagaimanapun terdapat beberapa pengecualian. Dalam mengaudit unit organisasi pemerintah. AGUS SUDRAJAT S4309040 faktor keberhasilan kritis yang berhubungan dengan strategi tersebut. peninjau tingkat upah apakah telah mematuhi aturan upah minimum. Temuan audit kepatuhan umumnya disampaikan pada seseorang didalam unti organisasi yang diaudit dari pada disampaikan pada suatu lingkup pengguna yang lebih luas. serta persyaratan hukum yang menentukan yang berpotensi sebagai penyebab dilaksanakannya suatu audit kepatuhan. perjanjian. tata cara. atau menguji kontrak perjanjian dengan pihak bank serta pihak kreditur lainnya untuk memastikan bahwa perusahaan itu telah mematuhi persyaratan-persyaratan hukum yang ada. Audit kepatuhan pada urusan pribadi dapat mencakup pula penentuan apakah staf akuntansi telah mematuhi peraturan-peraturan yang disusun oleh pengawas perusahaan. Sebagai akibatnya. Page | 22 . Manajemen. seperti sekolahan negeri di daerah terdapat suatu lingkup audit kepatuhan yang cukup luas akibat dari adanay aturan-aturan yang ekstensif dari otoritas pemerintah yang lebih tinggi.M. apakah para individu atau organisasi yang ada telah mematuhi aturan yang ditetapkan. untuk setiap organisasi baik swasta maupun organisasi nirlaba. kebalikan dari pihak luar. Ketika suatu organisasi ingin memutuskan. Analisis ini membantu auditor mengenali risiko yang terkait dengan strategi klien yang bisa mempengaruhi apakah laporan keuangan dinyatakan dengan adil. prosedur. Pada kenyataannya. serta peraturan yang dibuat oleh otoritas yang lebih tinggi. Banyak dari ketrampilan yang diperlukan untuk pendekatan audit sisitem strategis yang seupa dengan yang dibutuhkan untuk menyediakan jenis jasa keandalan lainnya yang biasa memberikan nilai tambah kepada fungsi audit. terdapat sejumlah kebijakan. suatu proporsi yang signifikan dari audit jenis ini dilaksanakan oleh auditor yang dipekerjakan pada unit organisasi itu sendiri. merupakan pihak utama yang paling menaruh perhatian pada prosedur-prosedur seta peraturan-peraturan yang berlaku. maka auditor akan dipekerjakan oleh organisasi tersebut untuk menerbitkan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi.

Standar audit yang dapat digunakan secara nasional sudah merupakan kebutuhan yang mendesak dalam dalam era globalisasi ini. atau badan hukum lain dimana terdapat kepentingan keuangan negara atau penerima bantuan pemrintah. Mengkomunikasikan informasi relevan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. b. 2. AGUS SUDRAJAT S4309040 Audit Kinerja Atau Audit Operasional Audit kinerja adalah tinjauan atas bagian tertentu dari prosedur serta metode operasional organisasi tertentu yang bertujuan mengevaluasi efisiensi serta efektifitas prosedur serta metode tersebut. f. pelaksanaan anggaran tahunan BUMD dan BUMN serta kegiatan yayasan yang didirikan oleh pemerintah. standar pekerjaan lapangan audit kinerja. manajemen biasanya akan mengharapkan sejumlah rekomendasi untuk meningkatkan kegiatan operasionalnya. BUMD. Standar Audit Pemerintahan (SAP) Meliputi: 1. Pengukuran Kinerja Sasaran Akuntansi Pemerintahan (pernyataan No. Mengawasi kinerja disesuaikan dengan peraturan. Pada saat audit operasional selesai dilaksanakan. Page | 23 . Evaluasi kinerja operasional dan pengelolaan. e. standar umum. penetapan dan peramalan arus kas masuk dan mengkalkulasi sumber daya pemerintah dalam jangka pendek.1 NCGA) Adalah: a. dan kontrak dengan pihak lain. APBD. 3. Perencanaan penganggaran dan peramalan dampak akses dan alokasi sumber daya untuk mencapai sasaran operasional.M. Penetapan dan peramalan kondisi keuangan pemerintah. BUMN. d. perjanjian. Standar audit merupakan patokan untuk melakukan audit atas semua kegiatan pemerintah yang meliputi pelaksanaan APBN. c. standar pelaporan audit kinerja.

penjelasan pola khusus yang digunakan organisasi yang diaudit. Standar Audit Pemerintahan (Standar Pemeriksaan Keuangan Negara) Page | 24 . tujuan audit. format umum laporan audit. beberapa instruksi khusus yang diperlukan untuk melengkapi audit. Koordinasi dengan auditor pemerintah lain jika dibutuhkan. Sumberdaya manusia dan lingkungan fisik. lokasi penting informasi lain yang dibutuhkan untuk menyususn progran audit. Sistem dan prosedur. identifikasi lingkungan manajemen b. Pelaksanaan penetapan karyawan. perencanaan dan penetapan tujuan. Pengukuran pengendalian intern. i. e. 4.M. 2. Struktur organisasi. sasaran audit. 5. j. Pengetahuan dan kemampuan staf audit. d. 3. Kebijakan dan pelaksanaan. Pendahuluan dan latar belakang informasi mencakup pihak berwenang dalam entitas yang diaudit. serta aturan lain. sejarah dan sarana. d. Analisis fiskal. Integrasi masalah khusus. c. metode audit yang digunakan seharusnya digambarkan secara jelas. Kepatuhan dengan hukum dan peraturan. g. e. AGUS SUDRAJAT S4309040 Prosedur Audit Kinerja a. Kriteria pengukuran kinerja. Pengendalian dan metode pengendalian. f. Komponen Audit Kinerja Adalah a. Program Audit Mencakup Hal-Hal Berikut Ini 1. 7. c. 6. f. luas dan metodologi. h. laporan pekerjaan audit. b.

Dengan demikian. SPKN ditetapkan pada tanggal 17 Januari 2007 dan diundangkan Sektor publik lebih luas daripada pemerintahan. (3) Menggunakan paradigma multidimensi. dinamika masyarakat yang menuntut adanya transparansi dan akuntabilitas. akuntansi pemerintahan adalah bagian dari akuntansi sektor publik. serta kebutuhan akan hasil pemeriksaan yang bernilai tambah menuntut BPK menyempurnakan standar audit pemerintahan (SAP) 1995. atau hanya bersifat benar sementara. SPKN berlaku untuk lingkup keuangan negara (lihat pasal 1 UU No. • Opini tidak memberikan sanksi apa-apa kepada Kepala Daerah yang memperoleh opini Tidak Wajar atau Disclaimer karena opini sebenarnya Page | 25 . yayasan. LSM. Ada beberapa karakteristik SPKN. • pemeriksaan yang dapat menampung hal SPKN ditetapkan dan diundangkan pada tanggal yang berbeda. SAP 1995 dirasa tidak dapat memenuhi tuntutan dinamika masa kini. sehingga mengalami pembaharuan sepanjang waktu. • • • • SPKN adalah standar. Terlebih lagi sejak adanya reformasi konstitusi di bidang pemeriksaan maka untuk memenuhi amanat Pasal 5 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksa Pemeriksaan Keuangan. AGUS SUDRAJAT S4309040 Standar Pemeriksaan merupakan patokan bagi para pemeriksa dalam melakukan tugas pemeriksaannya. Bagaimana dengan sektor publik yang lain seperti rumah sakit. Seiring dengan perkembangan teori pemeriksaan.M. Artinya. Padahal yang dimaksud dengan keuangan negara “hanya” mencakup APBN dan APBD. bukan sistem. dll. Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dan Pasal 9 ayat (1) huruf e Undang-undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan BPK harus menyusun standar tersebut. karena juga mencakup Standar Tambahan dikurangi dengan pengecualian. yakni: (1) Merupakan harmonisasi dari berbagai peraturan perundangan yang berkaitan dengan keuangan negara. • SPKN lebih kompleks daripada SPAP (Standar Akuntansi Pemerintahan). 1/2004). SPKN = SPAP + Standar Tambahan – Pengecualian. (2) Bukan sesuatu yang langsung benar.

BPK tidak hanya sebagai pemeriksa. BPK dapat dibantu oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk melakukan audit terhadap laporan keuangan daerah (LKPD). tetapi sebagai tambahan informasi tentang “kewajaran” laporan keuangan. seperti memberikan pertimbangan terhadap terhadap Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). dll. Sistem Pengendalian Internal Pemerintahan (SPIP). • • • • Untuk pelaksanaan SPKN yang efektif. Page | 26 . • Ada beberapa istilah dalam audit sektor privat yang tidak dikenal di audit sektor publik (SPKN). tetapi juga melakukan pekerjaan lain (dengan catatan hartus independen). unit pemerintahan yang diaudit haruslah: (1) memiliki SDM yang handal. auditor.M. Hal ini disiasati dengan cara menggunakan KAP untuk melakukan pemeriksaan. AGUS SUDRAJAT S4309040 bukan untuk penentuan sanksi. Tidak semua pemeriksa BPK bergelar akuntan. (2) Infrastrutkur yang memadai. dan peraturan perundangan lainnya terkait dengan keuangan negara. dan (3) Organisasi yang mapan. pekerjaan lapangan. seperti audit.

Kode etik ini terdiri dari empat bagian : prinsip-prinsip. Kode Etik AICPA menjadi standar umum perilaku yang ideal dan menjadi peraturan khusus tentang perilaku yang harus dilakukan oleh akuntan publik. Selain itu kita juga mengenal istilah etika.Pendahuluan Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan adanya aturan-aturan yang mengatur perilaku mereka dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat. bidang profesi ini juga memilki kode etik yang digunakan sebagai pedoman atau landasan dalam menjalankan tanggung jawab profesinya kepada masyarakat. interpretasi atas peratura etika. Aktivitas profesional dari akuntan publik daitur oleh Kode Etika Profesional AICPA (American Institute Of Certified Public Accountants). dsb. klien. yaitu serangkaian prinsip atau nilai-nilai moral yang digunakan dalam mengarahkan tingkah laku manusia dalam kehidupan sosialnya. norma kesopanan. Etik yang telah disepakati bersama oleh anggota suatu profesi dsebut dengan kode etik profesi. Page | 27 . dan kaidah etika. Etik merupakan suatu prinsip moral dan perbuatan yang menjadi landasan bertindaknya seseorang sehingga apa yang dilakukannya dipandang oleh masyarakat sebagai perbuatan yang terpuji dan meningkatkan martabat dan kehormatan seseorang. peraturan etika. norma hukum. Begitu pula dengan bidang profesi atau pekerjaan yang ada.M. semuanya memilki peraturanperaturan atau etika untuk mengatur hubungan mereka dengan masyarakat pengguna jasanya.Etik profesi berhubungan dengan kebebasan disiplin pribadi dan integritas moral dari orang yanag ahli. Dalam kaitannya dengan profesi akuntan publik. Peraturan kode etik lainnya juga dirancang untuk mempertahankan kepercayaan publik atas profesi tersebut. Etik dapat pula diartikan sebagai suatu sopan santun atau tatanan moral dalam suatu profesi atau jabatan. Perilaku beretika itu harus djalankan oleh setiap individu dalam semua aspek kehidupan supaya tercipta kehidupan sosisal yang nyaman dan harmonis. AGUS SUDRAJAT S4309040 PERTEMUAN 4 ETIKA PROFESIONAL 1. Norma-norma yang berkembang di masyarakat diantaranya yaitu norma agama. Di Indonesia sendiri kode etik ini dinamakan dengan Kode Etik Akuntan Indonesia. Aturanaturan yang digunakan untuk mengatur perilaku manusia tersebut disebut dengan norma. dan norma kesusilaan. rekan praktisi.

yang berfungsi untuk mengatur tingkah laku para anggotanya (Murtanto dan Marini 2003). Dalam hal etika. Berdasarkan uraian tersebut. Etika profesi terdiri dari lima dimensi yaitu kepribadian. penafsiran dan penyempurnaan kode etik. yang merupakan seperangkat prinsip–prinsip moral yang mengatur tentang perilaku profesional (Agoes 2004).Etika Profesi Setiap profesi yang memberikan pelayanan jasa pada masyarakat harus memiliki kode etik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setiap profesional wajib mentaati etika profesinya terkait dengan pelayanan yang diberikan apabila menyangkut kepentingan masyarakat luas. yaitu norma perilaku yang mengatur hubungan antara akuntan publik dengan kliennya. pelaksanaan kode etik. Etika profesi merupakan karakteristik suatu profesi yang membedakan suatu profesi dengan profesi lain. Kode etik harus dipenuhi dan ditaati oleh setiap profesi yang memberikan jasa pelayanan kepada masyarakat dan merupakan alat kepercayaan bagi masyarakat luas. Menurut Kamus Besar Bhs. Semakin tinggi akuntan publik menaati kode etik maka semakin baik pula pertimbangan tingkat materialitas. standar profesi akuntan publik (SPAP) dan standar pengendalian mutu auditing merupakan acuan yang baik untuk mutu auditing. kecakapan profesional. Indonesia (1995) Etika adalah Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat Page | 28 .M. profesi akuntan tidak akan ada karena fungsi akuntan adalah sebagai penyedia informasi untuk proses pembuatan keputusan bisnis oleh para pelaku bisnis. antara akuntan publik dengan rekan sejawatnya dan antara profesi dengan masyarakat. tangung jawab. Etika profesi yang dimaksud pada penulisan ini adalah Kode Etik Akuntan Indonesia. sebuah profesi harus memiliki komitmen moral yang tinggi yang dituangkan dalam bentuk aturan khusus. yang biasa disebut sebagai kode etik. Aturan ini merupakan aturan main dalam menjalankan atau mengemban profesi tersebut. Tanpa etika. Agoes (2004) menunjukkan kode etik IAPI dan aturan etika Kompartemen Akuntan Publik. AGUS SUDRAJAT S4309040 2.1 Pengertian Etika 1. maka contoh kasus hipotesis yang diajukan sebagai berikut: 2.

Page | 29 . menurut ruang dan waktu yang berbeda. Sanksi Sosial Skala relatif kecil. AGUS SUDRAJAT S4309040 2. Perilaku dan Kebiasaan Individu Yang Terakumulasi dan Tak Dikoreksi 4. Kebutuhan Individu 2.M. Tidak Ada Pedoman 3. Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk. Sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan pelbagai moralitas yang membingungkan. tentang hak dan kewajiban moral 3. baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi” Dari asal usul kata. Orientasi etis ini diperlukan dalam mengabil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme 2. Lingkungan Yang Tidak Etis 5. dipahami sebagai kesalahan yangdapat ‘dimaafkan’ 2. yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya 2. Etika ingin menampilkanketrampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis. 2.1 Fungsi Etika 1.1. Sanksi Hukum Skala besar. Perilaku Dari Komunitas 2.2 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pelanggaran Etika : 1.1. 3. Etika berasal dari bahasa Yunani ‘ethos’ yang berarti adat istiadat/ kebiasaan yang baik Perkembangan etika yaitu Studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan. Menurut Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia.3 Sanksi Pelanggaran Etika : 1. merugikan hak pihak lain.1.

 Etika sosial dibagi menjadi: o Sikap terhadap sesama.1. kewajiban dsb.M. kemampuan untuk mengakui kesalahan dan belajar dari kegagalan. Banyak yang mengatakan kompetisi lambang ketamakan. AGUS SUDRAJAT S4309040 2. dokumentalis. Padahal. kemampuan untuk mengenalisis batas-batas kompetisi seseorang. Etika selalu dikaitkan dengan moral serta harus dipahami perbedaan antara etika dengan moralitas. Kemampuan berkompetisi seharusnya sama sekali tidak ditentukan oleh ukuran besar kecilnya sebuah perusahaan. Inilah yang sering dikonsepkan berbeda oleh penguasa kita. Kejujuran yang ekstrim.4 Jenis-jenis Etika 1. Kompetisi inilah yang harus memanas belakangan ini. Page | 30 . sikap. pialang informasi o Etika politik o Etika lingkungan hidupserta o Kritik ideologi Etika adalah filsafat atau pemikiran kritis rasional tentang ajaran moral sedangka moral adalah ajaran baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan.2 Perilaku Etika dalam Bisnis Etika dan integritas merupakan suatu keinginan yang murni dalam membantu orang lain. membayangkan eksportir kita yang ditantang untuk terjun ke arena baru yaitu pasar bebas dimasa mendatang. perdagangan dunia yang lebih bebas dimasa mendatang justru mempromosikan kompetisi yang juga lebih bebas. Kata itu mengisyaratkan sebuah konsep bahwa mereka yang berhasil adalah yang mahir menghancurkan musuh-musuhnya. Lewat ilmu kompetisi kita dapat merenungkan.  Etika khusus ini masih dibagi lagi menjadi etika individual dan etika sosial. Etika khusus atau etika terapan yang berlaku khusus. Etika umum yang berisi prinsip serta moral dasar 2. arsiparis. 2. o Etika keluarga o Etika profesi misalnya etika untuk pustakawan.

yang terlihat perjalanan yang seiring dan saling membutuhkan antara golongan menengah kebawah dan pengusaha golongan atas. Koneksi. Dengan kondisi seperti ini. a. AGUS SUDRAJAT S4309040 Jika kita ingin mencapai target ditahun 2000. Page | 31 .M. sudah saatnya dunia bisnis kita mampu menciptakan kegiatan bisnis yang bermoral dan beretika. dan Komisi) mampu mengatakan yang benar itu benar. Dalam menciptakan etika bisnis. dll. memaksa orang untuk menghalalkan segala cara mengindahkan ada pihak yang dirugikan atau tidak. Kolusi. mempertahankan jati diri. Kongkalikong. menciptakan persaingan yang sehat. menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan. Hal ini jelas membuat semua kegiatan saling berpacu satu sama lain untuk mendapatkan kesempatan (opportunity) dan keuntungan (profit). Namun perlu kita pertanyakan apakah yang diharapkan oleh pemimpin APEC tersebut dapat terwujud manakala masih ada bisnis kita khususnya dan internasional umumnya dihinggapi kehendak saling "menindas" agar memperoleh tingkat keuntungan yang berlipat ganda. pengembangan tanggung jawab sosial. serta kita optimis salah satu kendala dalam menghadapi era globalisasi pada tahun 2000 an dapat diatasi. mempertahankan jati diri. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain yaitu pengendalian diri. Kadang kala untuk mendapatkan kesempatan dan keuntungan tadi. Moral Dalam Dunia Bisnis Sejalan dengan berakhirnya pertemuan para pemimpin APEC di Osaka Jepang dan dengan diperjelasnya istilah untuk menjadikan Asia Pasifik ditahun 2000 menjadi daerah perdagangan yang bebas sehingga baik kita batas dunia akan semakin "kabur" (borderless) world. serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis. kita yakin jurang itu dapat dikurangi. Inilah yang merupakan tantangan bagi etika bisnis kita. menciptakan persaingan yang sehat. menerapkan konsep pembangunan tanggung jawab sosial. pelaku bisnis kita jelas akan semakin berpacu dengan waktu serta negara-negara lainnya agar terwujud suatu tatanan perekonomian yang saling menguntungkan. menghindari sikap 5K (Katabelece.

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

Jika kita ingin mencapai target pada tahun 2000 an, ada saatnya dunia bisnis kita mampu menciptakan kegiatan bisnis yang bermoral dan beretika, yang terlihat perjalanan yang seiring dan saling membutuhkan antara golongan menengah kebawah dan pengusaha golongan keatas. Apakah hal ini dapat diwujudkan ? Berbicara tentang moral sangat erat kaitannya dengan pembicaraan agama dan budaya, artinya kaidah-kaidah dari moral pelaku bisnis sangat dipengaruhi oleh ajaran serta budaya yang dimiliki oleh pelaku-pelaku bisnis sendiri. Setiap agama mengajarkan pada umatnya untuk memiliki moral yang terpuji, apakah itu dalam kegiatan mendapatkan keuntungan dalam ber-"bisnis". Jadi, moral sudah jelas merupakan suatu yang terpuji dan pasti memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak. Umpamanya, dalam melakukan transaksi, jika dilakukan dengan jujur dan konsekwen, jelas kedua belah pihak akan merasa puas dan memperoleh kepercayaan satu sama lain, yang pada akhirnya akan terjalin kerja sama yang erat saling menguntungkan. Moral dan bisnis perlu terus ada agar terdapat dunia bisnis yang benar-benar menjamin tingkat kepuasan, baik pada konsumen maupun produsen. Kenapa hal perlu ini dibicarakan? Isu yang mencuat adalah semakin pesatnya perkembangan informasi tanpa diimbangi dengan dunia bisnis yang ber "moral", dunia ini akan menjadi suatu rimba modern yang di kuat menindas yang lemah sehingga apa yang diamanatkan UUD 1945, Pasal 33 dan GBHN untuk menciptakan keadilan dan pemerataan tidak akan pernah terwujud. Moral lahir dari orang yang memiliki dan mengetahui ajaran agama dan budaya. Agama telah mengatur seseorang dalam melakukan hubungan dengan orang sehingga dapat dinyatakan bahwa orang yang mendasarkan bisnisnya pada agama akan memiliki moral yang terpuji dalam melakukan bisnis. Berdasarkan ini sebenarnya moral dalam berbisnis tidak akan bisa ditentukan dalam bentuk suatu peraturan (rule) yang ditetapkan oleh pihak-pihak tertentu. Moral harus tumbuh dari diri seseorang dengan pengetahuan ajaran agama yang dianut budaya dan dimiliki harus mampu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. b. Etika Dalam Dunia Bisnis

Page | 32

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

Apabila moral merupakan sesuatu yang mendorong orang untuk melakukan kebaikan etika bertindak sebagai rambu-rambu (sign) yang merupakan kesepakatan secara rela dari semua anggota suatu kelompok. Dunia bisnis yang bermoral akan mampu mengembangkan etika (patokan/rambu-rambu) yang menjamin kegiatan bisnis yang seimbang, selaras, dan serasi. Etika sebagai rambu-rambu dalam suatu kelompok masyarakat akan dapat membimbing dan mengingatkan anggotanya kepada suatu tindakan yang terpuji (good conduct) yang harus selalu dipatuhi dan dilaksanakan. Etika di dalam bisnis sudah tentu harus disepakati oleh orang-orang yang berada dalam kelompok bisnis serta kelompok yang terkait lainnya. Mengapa ? Dunia bisnis, yang tidak ada menyangkut hubungan antara pengusaha dengan pengusaha, tetapi mempunyai kaitan secara nasional bahkan internasional. Tentu dalam hal ini, untuk mewujudkan etika dalam berbisnis perlu pembicaraan yang transparan antara semua pihak, baik pengusaha, pemerintah, masyarakat maupun bangsa lain agar jangan hanya satu pihak saja yang menjalankan etika sementara pihak lain berpijak kepada apa yang mereka inginkan. Artinya kalau ada pihak terkait yang tidak mengetahui dan menyetujui adanya etika moral dan etika, jelas apa yang disepakati oleh kalangan bisnis tadi tidak akan pernah bisa diwujudkan. Jadi, jelas untuk menghasilkan suatu etika didalam berbisnis yang menjamin adanya kepedulian antara satu pihak dan pihak lain tidak perlu pembicaraan yang bersifat global yang mengarah kepada suatu aturan yang tidak merugikan siapapun dalam perekonomian. Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain ialah 1. Pengendalian diri Artinya, pelaku-pelaku bisnis dan pihak yang terkait mampu mengendalikan diri mereka masing-masing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. Disamping itu, pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang dan menekan pihak lain dan menggunakan keuntungan dengan jalan main curang dan menakan pihak lain dan menggunakan keuntungan tersebut walaupun keuntungan itu merupakan hak bagi pelaku bisnis,

Page | 33

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

tetapi penggunaannya juga harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya. Inilah etika bisnis yang "etis". 2. Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility) Pelaku bisnis disini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk "uang" dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan lebih kompleks lagi. Artinya sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Jadi, dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya. 3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi Bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan teknologi, tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi. 4. Menciptakan persaingan yang sehat Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas, tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah, dan sebaliknya, harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah kebawah, sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya. Untuk itu dalam menciptakan persaingan perlu ada kekuatan-kekuatan yang seimbang dalam dunia bisnis tersebut. 5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan" Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang, tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan dimasa mendatang. Berdasarkan ini jelas pelaku bisnis dituntut tidak meng-"ekspoitasi" lingkungan dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan lingkungan
Page | 34

saat sekarang sudah waktunya memberikan kesempatan kepada pihak menengah untuk berkembang dan berkiprah dalam dunia bisnis. manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara. sementara ada "oknum". Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut. Yang selama ini kepercayaan itu hanya ada antara pihak golongan kuat. 7. 6. jangan menggunakan "katabelece" dari "koneksi" serta melakukan "kongkalikong" dengan data yang salah. jelas semua konsep etika bisnis itu akan "gugur" satu semi satu. 8. Kolusi dan Komisi) Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini. kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi. AGUS SUDRAJAT S4309040 dan keadaan dimasa datang walaupun saat sekarang merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar. baik pengusaha sendiri maupun pihak yang lain mencoba untuk melakukan "kecurangan" demi kepentingan pribadi. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah Untuk menciptakan kondisi bisnis yang "kondusif" harus ada saling percaya (trust) antara golongan pengusaha kuat dengan golongan pengusaha lemah agar pengusaha lemah mampu berkembang bersama dengan pengusaha lainnya yang sudah besar dan mapan. Kongkalikong. Juga jangan memaksa diri untuk mengadakan “kolusi" serta memberikan "komisi" kepada pihak yang terkait. Mampu menyatakan yang benar itu benar Artinya. Koneksi. Page | 35 . Mengapa? Seandainya semua ketika bisnis telah disepakati.M. kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit (sebagai contoh) karena persyaratan tidak bisa dipenuhi. Menghindari sifat 5K (Katabelece. 9.

serta optimis salah satu kendala dalam menghadapi tahun 2000 dapat diatasi. namun mulai memerlukan modal dari kreditur. kita yakin jurang itu akan dapat diatasi. Jika perusahaan-perusahaan di suatu negara berkembang sedemikian rupa sehingga tidak hanya memerlukan modal dari pemiliknya.M. Profesi akuntan publik menghasilkan berbagai jasa bagi masyarakat. Jasa atestasi adalah suatu pernyataan pendapat. yaitu jasa assurance. AGUS SUDRAJAT S4309040 10. 11. Kebutuhan tenaga dunia bisnis yang bermoral dan beretika saat sekarang ini sudah dirasakan dan sangat diharapkan semua pihak apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan globalisasi dimuka bumi ini. seperti "proteksi" terhadap pengusaha lemah. jasa akuntan publik mulai diperlukan dan berkembang.3 Perilaku Etika dalam Profesi Akuntansi Timbul dan berkembangnya profesi akuntan publik di suatu negara adalah sejalan dengan berkembangnya perusahaan dan berbagai bentuk badan hukum perusahaan di negara tersebut. dan jasa nonassurance. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya. Jasa assurance adalah jasa profesional independen yang meningkatkan mutu informasi bagi pengambil keputusan. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan Hal ini untuk menjamin kepastian hukum dari etika bisnis tersebut. pertimbangan orang yang independen dan kompeten tentang Page | 36 . Jasa atestasi terdiri dari audit. Dari profesi akuntan publik inilah masyarakat kreditur dan investor mengharapkan penilaian yang bebas tidak memihak terhadap informasi yang disajikan dalam laporan keuangan oleh manajemen perusahaan. review. dan prosedur yang disepakati (agreed upon procedure). dan jika timbul berbagai perusahaan berbentuk badan hukum perseroan terbatas yang modalnya berasal dari masyarakat. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati Jika etika ini telah memiliki oleh semua pihak. jasa atestasi. jelas semua memberikan suatu ketentraman dan kenyamanan dalam berbisnis. 2. pemeriksaan (examination).

World Com dan mayoritas perusahaan lain di Amerika Serikat (Cornett. 2004). AGUS SUDRAJAT S4309040 apakah asersi suatu entitas sesuai dalam semua hal yang material. sehingga masyarakat keuangan memperoleh informasi keuangan yang andal sebagai dasar untuk memutuskan alokasi sumber-sumber ekonomi. auditing adalah pemeriksaan secara objektif atas laporan keuangan suatu perusahaan atau organisasi yang lain dengan. Secara umum auditing adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan tentang kejadian ekonomi. Page | 37 . maka sangat relevan bila ditarik suatu pertanyaan tentang bagaimana efektivitas penerapan corporate governance. atau bentuk lain keyakinan. Khomsiyah dan Rika. dan sebagai sarana untuk menentukan teknik monit oring kinerja (Deni. tujuan untuk menentukan apakah laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar keadaan keuangan dan hasil usaha perusahaan atau organisasi tersebut. Saunders dan Tehranian. Selain itu. Corporate governance juga memberikan suatu struktur yang memfasilitasi penentuan sasaran -sasaran dari suatu perusahaan. Merck. para pemegang saham dan stakeholders lainnya. dengan kriteria yang telah ditetapkan. Ditinjau dari sudut auditor independen. Dari beberapa contoh kasus tersebut di atas. Corporate governanace merupakan salah satu elemen kunci dalam meningkatkan efesiensi ekonomis. dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan. Contoh jasa nonassurance yang dihasilkan oleh profesi akuntan publik adalah jasa kompilasi. 2006). antara lain Enron. jasa konsultasi. seperti PT. keyakinan negatif. Marcuss. jasa perpajakan. 2005). dewan komisaris. Jasa nonassurance adalah jasa yang dihasilkan oleh akuntan publik yang di dalamnya ia tidak memberikan suatu pendapat. Tindakan earnings management telah menimbulkan beberapa kasus skandal pelaporan akuntansi dalam dunia bisnis. Lippo Tbk dan PT. Profesi akuntan publik bertanggung jawab untuk menaikkan tingkat keandalan laporan keuangan perusahaan-perusahaan. ringkasan temuan. di Indonesia juga terjadi hal serupa. yang meliputi serangkaian hubungan anta ra manajemen perusahaan. serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan. Kimia Farma Tbk juga melibatkan pelaporan keuangan (financial reporting) yang berawal dari terdeteksi adanya manipulasi (Gideon.M.

(1996) dan Beasly (1996) menemukan hubungan yang signifikan antara peran dewan komisaris denga n pelaporan keuangan. berdasarkan kriteria prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia dan konsistensi penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam tahun yang diaudit dibanding dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut Page | 38 . Pertama. melalui peran monitoring oleh dewan komisaris (board of directors) serta memaksimalkan fungsi komite audit yang ada dalam perusahaan. yaitu paragraf pengantar. Paragraf lingkup berisi pernyataan ringkas mengenai lingkup audit yang dilaksanakan oleh auditor. dengan memperbesar kepemilikan saham perusahaan oleh manajemen (managerial ownership) (Jensen dan Meckling. dan paragraf pendapat berisi pernyataan ringkas mengenai pendapat auditor tentang kewajaran laporan keuangan auditan. makna setiap kalimat yang tercantum dalam laporan audit baku dapat digunakan untuk mengenal secara umum profesi akuntan publik. kepemilikan saham oleh investor institusional. Paragraf pengantar berisi objek yang diaudit oleh auditor dan penjelasan tanggung jawab manajemen dan tanggung jawab auditor. Kedua.M. 1976). Laporan audit baku terdiri dari tiga paragraf. Laporan Audit Laporan audit merupakan alat yang digunakan oleh auditor untuk mengkomunikasikan hasil auditnya kepada masyarakat. Moh’d et al. Ketiga. sehingga kepentingan pemilik atau pemegang saham akan dapat disejajarkan dengan kepentingan manajer. Selain itu juga ditemukan bahwa ukuran dan independensi dewan komisaris mempengaruhi kemampuan mereka dalam memonitor proses pelaporan keuangan. sehingga motivasi manajer untuk mengatur laba menjadi berku rang. Paragraf pendapat digunakan oleh auditor untuk menyatakan pendapatnya atas kewajaran laporan keuangan auditan. Dechow et al. Oleh karena itu. (1998) dalam Pratana dan Mas’ud (2003) menyatakan bahwa investor institusional merupakan pihak yang dapat memonitor agen dengan kepemilikannya yang besar. paragraf lingkup. dan paragraf pendapat. AGUS SUDRAJAT S4309040 Perilaku manipulasi oleh manajer yang berawal dari konflik kepentingan tersebut dapat diminimumkan melalui suatu mekanisme monitoring yang bertujuan untuk menyelaraskan (alignment) berbagai kepenti ngan tersebut.

yaitu auditor independen. serta menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh berbagai bagian organisasi. auditor pemerintah. yaitu audit laporan keuangan. auditor menyatakan tidak memberikan pendapat (disclaimer of opinion atau no opinion). auditor menyatakan pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion). menentukan baik atau tidaknya penjagaan terhadap kekayaan organisasi. Ada tiga tipe auditor menurut lingkungan pekerjaan auditing. Auditor independen adalah auditor profesional yang menjual jasanya kepada masyarakat umum. yaitu audit laporan keuangan. AGUS SUDRAJAT S4309040 dalam tahun sebelumnya. dan auditor intern. 4. yaitu: 1. auditor menyatakan pendapat tidak wajar (adverse opinion). dan audit operasional. menentukan efisiensi dan efektivitas prosedur kegiatan organisasi. 3. audit kepatuhan. Tipe Audit dan Auditor Ada tiga tipe auditing. Ada empat kemungkinan pernyataan pendapat auditor. terutama dalam bidang audit atas laporan keuangan yang disajikan oleh kliennya.M. auditor menyatakan pendapat wajar dengan pengecualian (qualified opinion. 2. Audit laporan keuangan adalah audit yang dilakukan oleh auditor Page | 39 . Kelompok standar ini mengatur keahlian dan pelatihan teknis yang harus dipenuhi agar seseorang memenuhi syarat untuk melakukan auditing. audit kepatuhan. sikap mental independen yang harus dipertahankan oleh auditor dalam segala hal yang bersangkutan dengan pelaksanaan perikatannya. Auditor pemerintah adalah auditor profesional yang bekerja di instansi pemerintah yang tugas pokoknya melakukan audit atas pertanggungjawaban keuangan yang disajikan oleh unit-unit organisasi dalam pemerintahan atau pertanggungjawaban keuangan yang ditujukan kepada pemerintah. Standar umum mengatur persyaratan pribadi auditor. dan keharusan auditor menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama. Auditor intern adalah auditor yang bekerja dalam perusahaan (perusahaan negara maupun perusahaan swasta) yang tugas pokoknya adalah menentukan apakah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen puncak telah dipatuhi. Ada tiga tipe auditing. dan audit operasional.

Auditor intern adalah auditor yang bekerja dalam perusahaan (perusahaan negara maupun perusahaan swasta). Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik bersumber dari Prinsip Etika yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. (2) mengidentifikasi kesempatan untuk peningkatan. yang tugas pokoknya adalah menentukan apakah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen puncak telah dipatuhi. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk pertama kalinya menetapkan kode etik bagi profesi akuntan Indonesia. menentukan efisiensi dan efektivitas prosedur kegiatan organisasi. auditor pemerintah. (3) membuat rekomendasi untuk perbaikan atau tindakan lebih lanjut Ada tiga tipe auditor menurut lingkungan pekerjaan auditing. menentukan baik atau tidaknya penjagaan terhadap kekayaan organisasi. yaitu auditor independen. Auditor pemerintah adalah auditor profesional yang bekerja di instansi pemerintah. (1) mengevaluasi kinerja. atau bagian daripadanya. kemudian disempurnakan dalam konggres IAI tahun Page | 40 .4 Etika Profesional Profesi Akuntan Publik Setiap profesi yang menyediakan jasanya kepada masyarakat memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya.M. 2. yang tugas pokoknya melakukan audit atas pertanggungjawaban keuangan yang disajikan oleh unit-unit organisasi dalam pemerintahan atau pertanggungjawaban keuangan yang ditujukan kepada pemerintah. dan auditor intern. terutama dalam bidang audit atas laporan keuangan yang disajikan oleh kliennya. AGUS SUDRAJAT S4309040 independen terhadap laporan keuangan yang disajikan oleh kliennya untuk menyatakan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut. Dalam konggresnya tahun 1973. Audit operasional merupakan review secara sistematik atas kegiatan organisasi. Audit kepatuhan adalah audit yang tujuannya untuk menentukan kepatuhan entitas yang diaudit terhadap kondisi atau peraturan tertentu. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa akuntan publik akan menjadi lebih tinggi. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik merupakan etika profesional bagi akuntan yang berpraktik sebagai akuntan publik Indonesia. dan menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh berbagai bagian organisasi. jika profesi tersebut menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan profesional yang dilakukan oleh anggota profesinya. Auditor independen adalah auditor profesional yang menyediakan jasanya kepada masyarakat umum. dengan tujuan untuk.

(2) Aturan Etika. atestasi. dan jasa konsultansi. Etika profesional yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dalam kongresnya tahun 1998 diberi nama Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia. Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi. mencapai tingkat kinerja tertinggi. pada instansi pemerintah. akuntansi dan review. Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian: (1) Prinsip Etika.5 Aturan Etika Profesi Akuntansi IAI Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dimaksudkan sebagai panduan dan aturan bagi seluruh anggota. bekerja di lingkungan dunia usaha. dan terakhir tahun 1998. Masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan sistem informasi. Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi Aturan Etika. 1986. dengan orientasi kepada kepentingan publik. Auditor independen adalah akuntan publik yang melaksanakan penugasan audit atas laporan keuangan historis yang menyediakan jasa audit atas dasar standar auditing yang tercantum dalam Standar Profesional Akuntan Publik.1994.M. yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional Page | 41 . Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari akuntan diberikan dengan standar kinerja tertinggi. yang menyediakan berbagai jenis jasa yang diatur dalam Standar Profesional Akuntan Publik. maupun di lingkungan dunia pendidikan dalam pemenuhan tanggung-jawab profesionalnya. • Kualitas Jasa. yaitu auditing. dan (3) Interpretasi Aturan Etika. Untuk mencapai tujuan terse but terdapat empat kebutuhan dasar yang harus dipenuhi: Kredibilitas. 2. Diperlukan individu yang dengan jelas dapat diidentifikasikan oleh pemakai jasa Akuntan sebagai profesional di bidang akuntansi. . • Kepercayaan. AGUS SUDRAJAT S4309040 1981. Akuntan publik adalah akuntan yang berpraktik dalam kantor akuntan publik. baik yang berpraktik sebagai akuntan publik. Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dijabarkan ke dalam Etika Kompartemen Akuntan Publik untuk mengatur perilaku akuntan yang menjadi anggota IAI yang berpraktik dalam profesi akuntan publik. Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa terdapat kerangka etika profesional yang melandasi pemberian jasa oleh akuntan. • Profesionalisme.

tergantung terutama sekali pada pemahaman dan tindakan sukarela anggota.M.233 t : 3.896 Page | 42 . Jika perlu. kepatuhan anggota juga ditentukan oleh adanya pemaksaan oleh sesama anggota dan oleh opini publik. Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota.002 Tolerance : 0. Prinsip Etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota. tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya. Di samping itu. apabila diperlukan. Kepatuhan Kepatuhan terhadap Kode Etik. HA: Etika profesi berpengaruh secara positif terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam proses audit laporan keuangan. dan pihak-pihak berkepentingan lainnya. dan pada akhirnya oleh adanya mekanisme pemrosesan pelanggaran Kode Etik oleh organisasi. sedangkan Aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota Himpunan yang bersangkutan.528 VIF : 1. anggota juga harus memperhatikan standar etik yang ditetapkan oleh badan pemerintahan yang mengatur bisnis klien atau menggunakan laporannya untuk mengevaluasi kepatuhan klien terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. seperti juga dengan semua standar dalam masyarakat terbuka. AGUS SUDRAJAT S4309040 oleh anggota. sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika.205 p-value : 0. Diketahui : Variabel : Etika profesi B : 0. terhadap anggota yang tidak menaatinya. Pernyataan Etika Profesi yang berlaku saat ini dapat dipakai sebagai Interpretasi dan atau Aturan Etika sampai dikeluarkannya aturan dan interpretasi baru untuk menggantikannya.

3. Keempat. mempunyai staf / tenaga auditor yang profesional dan memiliki pengalaman yang cukup.M. Pembocoran rahasia data / informasi klien kepada pihak ketiga secara sepihak merupakan tindakan tercela. Kedua. Dalam rangka peningkatan kapabilitas auditor. Kewajiban dan Larangan Akuntan Publik ♥ Kewajiban Terdapat 5 (lima) kewajiban Akuntan Publik dan KAP yaitu. KKA tersebut merupakan perwujudan dari langkah-langkah audit yang telah Page | 43 . Kelima. Ketiga. Pertama.002) seperti yang terlihat pada keterangan di atas sehingga hipotesis HA terbukti. bebas dari kecurangan (fraud). organisasi profesi mensyaratkan pencapaian poin (SKP) tertentu dalam kurun / periode waktu tertentu.01 (p=0.233) dan signifikan pada p-value dibawah 0. menjalankan PSPM04-2008 tentang Pernyataan Beragam (Omnibus Statement) Standar Pengendalian Mutu (SPM) 2008 yang telah ditetapkan oleh Dewan Standar Profesional Akuntan Publik (DSPAP) Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). ketidakjujuran dan kelalaian serta menggunakan kemahiran jabatannya (due professional care) dalam menjalankan tugas profesinya. Semakin tinggi ketaatan akuntan publik akan kode etik semakin baik pula pertimbangan tingkat materialitasnya dalam melaksanakan audit laporan keuangan. menjaga kerahasiaan informasi / data yang diperoleh dan tidak dibenarkan memberikan informasi rahasia tersebut kepada yang tidak berhak. memiliki Kertas Kerja Audit (KKA) dan mendokumentasikannya dengan baik. Hal ini menjadi penting. Para auditor tersebut harus mengikuti Pendidikan Profesi berkelanjutan (Continuing Profesion education) sebagai upaya untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang audit dan proses bisnis (business process). Terbuktinya hipotesis HA konsisten dengan hasil penelitian Agoes (2004) yang memberikan bukti empiris bahwa semakin tinggi akuntan publik metaati kode etik semakin baik pula pertimbangan tingkat materialitasnya. AGUS SUDRAJAT S4309040 Hasil pengujian hipotesis HA terlihat pada koefisien etika profesi yang bernilai positif (0. karena auditor harus senantiasa mengikuti perkembangan bisnis dan profesi audit secara terus menerus. Hasil pengujian hipotesis HA menunjukkan bahwa etika profesi berpengaruh secara positif terhadap pertimbangan tingkat materialitas. terutama SPM Seksi 100 tentang Sistem Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik (SPM-KAP).

Pertama. Kedua. Selain perdata. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau swasta. Pertama. pertama memberikan pernyataan yang tidak benar. atau badan hukum lainnya.M. Akuntan Publik dan KAP juga dapat dituntut dalam pelanggaran pidana yaitu. mempekerjakan atau menggunakan jasa Pihak Terasosiasi yang menolak atau tidak bersedia memberikan keterangan yang diperlukan dalam rangka pemeriksaan terhadap Akuntan Publik dan KAP. maka dilarang untuk memberikan jasa. memberikan jasa audit umum (general audit) atas laporan keuangan untuk klien yang sama berturut-turut untuk kurun waktu lebih dari 5 (lima) tahun. apabila Akuntan Publik tidak dapat bertindak independen terhadap pemberi penugasan (klien). apabila KAP tidak dapat bertindak independen. Ketiga. Dan keempat. KAP harus menjauhi 4 (empat) larangan. keuangan dan manajemen. pimpinan atau pegawai pada instansi pemerintah. AGUS SUDRAJAT S4309040 dilakukan oleh auditor dan sekaligus berfungsi sebagai pendukung (supporting) dari temuan-temuan audit (audit evidence) dan opini laporan audit (audit report). memberikan jasa yang tidak berkaitan dengan akuntansi. Sedangkan. memberikan jasa kepada suatu pihak. ♥ Larangan Akuntan Publik dilarang melakukan 3 (tiga) hal. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kolusi antara Akuntan Publik dengan klien yang merugikan pihak lain. Tindakan Melawan Hukum Setiap pihak yang menderita kerugian sebagai akibat dari pelanggaran Akuntan Publik dan KAP dalam memberikan jasanya. dilarang memberikan jasa audit umum atas laporan keuangan (general audit) untuk klien yang sama berturutturut untuk kurun waktu lebih dari 3 tahun. dan atau dokumen palsu atau yang dipalsukan untuk Page | 44 . Akuntan Publik juga dilarang merangkap jabatan yang tidak diperbolehkan oleh ketentuan perundang-undangan / organisasi profesi seperti sebagai pejabat negara. Ketiga. kecuali yang diperbolehkan seperti jabatan sebagai dosen perguruan tinggi yang tidak menduduki jabatan struktural dan atau komisaris atau komite yang bertanggung jawab kepada komisaris atau pimpinan usaha konsultansi manajemen. dapat menuntut ganti rugi secara perdata kepada Akuntan Publik maupun KAP. Kedua. KKA sewaktu-waktu juga diperlukan dalam pembuktian suatu kasus di sidang pengadilan.

Selama masa pembekuan izin. yang meliputi jasa atestasi yang termasuk audit umum atas laporan keuangan. atau mengakibatkan kerugian pihak lain. Page | 45 . melakukan kecurangan (fraud). KAP tersebut dilarang memberikan jasa akuntan. 1995). Asimetri informasi menciptakan masalah bahaya moral (moral hazard) ketika manager mempunyai insentif untuk mengejar kepentingannya sendiri atas biaya pemegang saham. Informasi tidak sempurna mengenai kualitas manajemen dan nilai ekonomi perusahaan menghasilkan risiko keagenan lebih besar yang dibebankan pada pemegang saham. 2003). serta ketidakmampuan menulis kontrak yang lengkap untuk seluruh agen/kelompok (Hart. Apabila Akuntan Publik atau KAP melanggar Standar Auditing (SA) dan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) dalam audit terhadap Laporan Keuangan suatu perusahaan (klien). yaitu dimensi teoritis-akademis dan praktik-historis (Tim BPKP. kompilasi. klien.M. Asimetri informasi juga menciptakan masalah adverse selection ketika investor tidak dapat melihat nilai ekonomi perusahaan yang benar. Berdasarkan dimensi teoritis-akademis CG muncul dari konsep awal adanya pemisahan antara financial provider (pemegang saham) dan manajemen. yang bersangkutan juga dilarang memberikan jasa audit lainnya serta jasa yang berkaitan dengan akuntansi. Konsep ini melahirkan teori keagenan seperti yang dikemukakan oleh Jensen and Meckling (1976). Masalah keagenan timbul karena perbedaan kepentingan dan asimetri informasi antara pemegang saham dan manajemen serta pihak-pihak lain yang berkepentingan. AGUS SUDRAJAT S4309040 mendapatkan dan atau memperbarui izin akuntan publik. jasa pemeriksaan atas laporan keuangan prospektif dan jasa pemeriksaan atas pelaporan informasi keuangan proforma. atau kelalaian dalam memberikan jasanya baik untuk kepentingan/ keuntungan Akuntan Publik. ketidakjujuran. Selain itu. CORPORATE GOVERNANCE Hakikat corporate governance dapat ditelusuri melalui dua sisi. menghancurkan dan atau menghilangkan kertas kerja dan atau dokumen lain yang berkaitan dengan pemberian jasanya untuk kepentingan/keuntungan KAP. dan konsultasi sesuai dengan kompetensi Akuntan Publik dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ketiga. klien. ataupun pihak lain. perpajakan. keuangan. ataupun pihak lain atau mengakibatkan kerugian pihak lain. manajemen. Kedua. maka Pemerintah dapat mencabut izin praktik KAP tersebut melalui Keputusan Menteri Keuangan.

Sampel yang diambil sebanyak 24 perusahaan non lembaga yang masuk dalam daftar Corporate Page | 46 . kepercayaan. NASD atau BEJ. 2002). Keberhasilan dari praktik corporate governance perusahaan publik tidak terlepas dari adanya sebuah peraturan. 2004) dan menata hubungan antara semua pihak agar kepentingannya dapat terakomodasi secara seimbang. mekanisme dan struktur yang dipakai untuk mengecek perilaku managerial yang selfserving/menguntungkan diri sendiri (John dan Senbet. berbagai peristiwa yang dialami dunia bisnis baik di luar negeri maupun di dalam negeri telah mendorong praktik corporate governance yang baik. Pertama adalah siapa yang seharusnya membuat peraturan. Alat yang digunakan untuk mengurangi perilaku self-serving dan memperbaiki akuntabilitas tidak dapat efisisen. pemerintah atau self-regulation seperti NYSE. 2004). Intraksi kepentingan yang tertata dalam suatu perusahaan juga memerlukan niat. AGUS SUDRAJAT S4309040 Investor rasional meminta premium karena menanggung risiko keagenan. memperbaiki kualitas informasi perusahaan (Asbahbaugh. 2005). Terminologi corporate governance muncul sebagai alat. jika alat tersebut menghambat perbaikan kinerja perusahaan.. Tantangan ketiga adalah bagaimana caranya agar prinsip atau peraturan tersebut dilaksanakan. 2004). Berdasarkan dimensi praktis-historis. (Tim BPKP. 1998). Analisis yang lebih mendalam perlu dilakukan untuk memilih berbagai alternatif tersebut agar penerapan corporate governance dapat mencapai tujuannya. Apalagi di Indonesia terbukti penerapannya secara signifikan tidak mengurangi manipulasi laba yang dilakukan oleh menajemen (Sulistyanto dan Nugraheni. membatasi perilaku opportunistic manager. Pembuat peraturan menghadapi dua pilihan yaitu membuat prinsip atau peraturan corporate governance. yang secara efektif meningkatkan biaya modal perusahaan (Asbahbaugh. integritas upaya yang sungguh-sungguh dan kemauan dari seluruh penyelenggara perusahaan Tujuan mengecek perilaku self-serving adalah untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Semua pilihan ada kelebihan dan kekurangannya.M. Ada tiga tantangan fundamental yang saat ini dihadapi oleh pembuat peraturan publik (Coglianese dkk. demokratisasi di berbagai negara dan krisis di Asia pada awal tahun 1997. Peristiwa tersebut adalah stock market crash pada tahun 1929 di Amerika Serikat. skandal Bank of Credit and Commerce International. krisis keuangan Saving & Loan. Tantangan kedua adalah bagaimana mengaturnya.

struktur. mekanisme dan proses governance yang memotivasi perilaku manajerial untuk meningkatkan kemakmuran bisnis dan perusahaan. eksekutif dengan gaji berbasis insentif . Kedua. dewan direksi insider dan outsider. pasar untuk kontrol perusahaan dan lainnya. AGUS SUDRAJAT S4309040 Governance Perception Index (CGPI) dan mempunyai laporan keuangan lengkap untuk periode 1999-2000 Corporate Governance dan Good Corporate Governance Selain OECD dan The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) beberapa organisasi baik nasional maupun internasional telah berusaha mengembangkan konsep corporate governance. tata kelola dewan komisaris. auditing. Corporate governance yang efektif dapat meningkatkan probabilitas bahwa manager berinvestasi dalam proyek-proyek yang mempunyai net present value positif.M. dewan direksi. board committees. transparansi. 2005). IICG mendefinisikan corporate governance sebagai proses dan struktur yang diterapkan dalam menjalankan perusahaan dengan tujuan utama meningkatkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders yang lain. Kerangka corporate governance yang efektif harus melibatkan seperangkat aktivitas multi-faceted yang melibatkan investor institusional. Sembilan dimensi corporate governance yang menjadi acuan penilaian yang dilakukan oleh IICG meliputi komitmen terhadap tata kelola perusahaan. Kedua perspektif tersebut perlu dipertimbangkan ketika ada usaha untuk menciptakan struktur dan prosedur governance yang mengarah ke perbaikan kinerja. Pertama monitoring terhadap kinerja manajemen dan meyakinkan akuntabilitas manajemen terhadap pemegang saham yang menekankan pertanggungjawaban dan dimensi akuntabilitas dari corporate governance. peran pihak berkepentingan lainnya. integritas dan independensi (Swasembada. Berdasarkan argumen yang dikembangkan oleh Keasey dan Wright (1993) corporate governance dipandang mempunyai dua dimensi besar. Malaysian High Level Committee on Corporate Governance. Page | 47 . Organisasi-organisasi tersebut antara lain Bank Dunia. The Forum for corporate governance in Indonesia (FCGI) dan Tim Corporate Governance BPKP. perlakuan terhadap pemegang saham. komitekomite fungsional.

Perusahaan dengan corporate governance yang baik akan dapat meningkatkan nilai perusahaan bagi pemegang saham. mekanisme dan struktur yang menyediakan kontrol dan akuntabilitas yang dapat meningkatkan economic enterprises dan kinerja perusahaan (Tim BPKP. Anggota Komite Audit tidak harus akuntan profesional atau auditor. risiko perusahaan dikelola dengan baik dan terdapat sistem pengendalian dan monitoring yang baik (PriceWaterhouse Coopers. struktur proses dan prinsip yang dimiliki. misi dan strategi perusahaan dinyatakan secara jelas. Manajemen bertanggung jawab atas (a) persiapan. aturan main. (c) pengendalian internal dan prosedur organisasi yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan serta hukum dan peraturan yang berlaku. ). dan integritas laporan keuangan. dan fungsi para anggota tidaklah ditujukan untuk menduplikasi atau untuk mengesahkan Page | 48 .M. terdapat kebijakan untuk menghindari benturan kepentingan dan transaksi dengan pihak ketiga yang tidak tepat. Good corporate governance (GCG) merupakan praktek terbaik yang biasa dilakukan oleh suatu perusahaan yang berhasil yang mengacu pada bauran antara alat. Kantor akuntan publik independen. 2003) serta mendorong perusahaan melakukan penciptaan nilai yang diproksi dengan kinerja masa depan (Kelley dkk. KOMITE AUDIT TUGAS KOMITE ADIT Komite Audit bertugas mewakili dan membantu Dewan Direksi untuk mengawasi proses pelaporan akuntansi dan keuangan. Hal ini karena visi. dan fungsi-fungsi audit. (b) prinsip-prinsip pelaporan akuntansi dan keuangan. nilai-nilai perusahaan serta kode etik disusun untuk memastikan adanya kepatuhan seluruh jajaran perusahaan. GCG merupakan syarat bagi perusahaan untuk mendapatkan kepercayaan bagi investor di pasar modal. yang ditunjuk untuk memeriksa organisasi. audit laporan keuangan dan pengendalian internal. bertanggung jawab untuk melakukan audit secara independen atas laporan keuangan konsolidasi berdasarkan standar auditing yang berlaku umum dan menyatakan pendapat atas laporan keuangan konsolidasi berdasarkan audit mereka. AGUS SUDRAJAT S4309040 Perusahaan yang better-governed mempunyai kinerja operasional yang lebih baik (Brown dan Caylor. penyajian. 2004). 2000). Praktek terbaik ini mencakup praktik bisnis.

kompensasi. serta pengalaman anggota Komite masing-masing dalam hal bisnis. keduanya tanpa pemungutan suara. Auditor independen akan melpor langsung kepada Komite Audit. dan memberikan nasihat dan arahan umum. Penunjukan anggota Komite. Komite Audit adalah perpanjangan tangan Dewan yang bertugas untuk mengawasi hubungan dengan auditor independen. KEANGGOTAAN Komite Audit terdiri dari minimal dua Direktur yang ditetapkan oleh Dewan sesuai dengan ketentuan Organisasi mengenai independensi dan latar belakang finansial. ditambah Ketua Dewan dan Direktur Eksekutif. Mayoritas anggota Komite Audit haruslah merupakan anggota Dewan. bilamana perlu. Menetapkan kebijakan dan prosedur untuk pemeriksaan dan memberikan persetujuan Komite atas semua jasa audit dan jasa non-audit yang diperbolehkan (termasuk biaa dan persyaratan yang terkait) yang dapat dilakukan oleh auditor independen. Bertanggung jawab langsung atas penunjukan. dan. kepada manajemen dan para auditor atas dasar informasi yang diterimanya. AGUS SUDRAJAT S4309040 aktivitas manajemen dan auditor independen.M. 3. dan akuntansi. akan dilakukan satu tahun sekali oleh Ketua Dewan. berdasarkan tinjauan tersebut. penggantian. dan pengawasan atas pekerjaan auditor independen. 2. keuangan. Meninjau dan mendiskusikan pernyataan auditor independen mengenai segala hubungan antara auditor dan perwakilan atau hubungan lainnya yang mungkin dapat mempengaruhi independensi auditor. termasuk penunjukan Ketua Komite dan para anggota Komite sebagai "ahli keuangan Komite Audit". Page | 49 . TANGGUNG JAWAB Komite Audit: 1. bahkan Komite tidak ditujukan untuk menyatakan "independensi" auditor independen menurut peraturan yang berlaku. melakukan penilaian atas independensi auditor tersebut. hasil diskusi dengan auditor. sebagaimana diatur dalam piagam ini.

termasuk cabang-cabang jika menggunakan perlakuan alternatif tersebut. 10. 11. AGUS SUDRAJAT S4309040 4. Meninjau hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas komplians korporat Organisasi Page | 50 . Meninjau dan mendiskusikan laporan auditor independen mengenai (a) semua kebijakan dan praktek akuntansi yang penting yang harus diaplikasikan. (b) prosedur-prosedur audit internal Organisasi. biaya dan lamanya audit. Meninjau dan mendiskusikan dengan auditor independen: (a) rencana dan prosedur audit. Meninjau bersama auditor independen atas pendapatnya mengenai kualitas. dan perlakuan akuntansi yang disarankan oleh auditor independen. dan (c) kecukupan dan efektivitas atas pengendalian dan prosedur pengungkapan Organisasi. 9. dari prinsip-prinsip akuntansi organisasi dan hal-hal yang perlu didiskusikan dengan Komite di bawah prinsip akuntansi yang berlaku umum. bukan hanya hal-hal yang dapat diterima. 5. termasuk ruang lingkup audit. dan (b) hasil pelaksanaan audit tahunan dan surat manajemen yang berkaitan. 6. Meninjau dan mendiskusikan dengan manajemen dan auditor independen (a) kecukupan dan efektivitas pengendalian internal Organisasi (termasuk semua kekurangan signifikan dan perubahan signifikan dalam pengendalian internal yang dilaporkan kepada Komite oleh auditor independen atau manajemen). Meninjau dan mendiskusikan dengan manajemen resiko-resiko finansial yang besar dan langkah-langkah yang telah diambil manajemen untuk memonitor dan mengendalikan resiko tersebut. Meninjau informasi yang akan dilaporkan ke Internal Revenue Service (kantor pajak) melalui formulir isian pajak tahunan Form 990. (b) alternatif perlakuan akuntansi dalam PABU yang berkaitan dengan hal-hal material yang telah didiskusikan dengan manajemen. 7.M. serta laporan manajemen yang berkaitan. Meninjau dan mendiskusikan bersama manajemen dan auditor independen berbagai topik dan peristiwa yang mungkin memiliki pengaruh finansial yang signifikan terhadap Organisasi atau yang menjadi subyek diskusi antara Manajemen dan auditor independen. dan (c) semua komunikasi tertulis material lainnya antara auditor independen dan manajemen. 8.

Page | 51 . dan konsultasi independen lainnya. dan pelanggaran. Jika dibutuhkan. sebagaimana diperlukan untuk mendukung tugas-tugasnya. pengendalian internal akuntansi. atau masalah-masalah auditing. menunjuk satu atau lebih dari para anggotanya untuk melakukan tugas-tugas tertentu atas nama Komite. Komite dapat mengadakan sesi pertemuan eksekutif dengan auditor independen dan manajemen Organisasi secara periodik. Komite Audit memiliki otoritas tunggal untuk menyetujui biaya terkait dan hak yang berkaitan. Menyajikan laporan aktivitas Komite untuk dimasukkan di dalam notulen Dewan. penyalahgunaan. akuntansi. 15. dan perlakuan atas kelihan-keluhan yang diterima oleh Organisasi mengenai keraguan akuntansi. 13. Ketua Komite Audit dapat dihubungi secara langsung oleh auditor independen (1) untuk meninjau hal-hal sensitif yang mungkin mempengaruhi akurasi pelaporan keuangan atau (2) mendiskusikan isu-isu signifikan yang berkaitan dengan tanggung jawab Dewan secara keseluruhan yang mungkin telah dikomunikasikan dengan manajemen namun. kecurangan. Menetapkan kebijakan-kebijakan untuk merekrut karyawan dan mantan karyawan dari auditor independen. Komite Audit melaksanakan pemeriksaan internal tahunan yang ditujukan untuk perbaikan terus menerus. RAPAT DAN PROSES Komite Audit dapat mengadakan pertemuan secara periodik sebagaimana ditetapkan oleh Komite Audit sendiri. penyimpanan. yang harus dilaporkan kepada atau diratifikasi oleh Komite sebagaimana arahan Komite. dan setahun sekali meninjau dan menilai kembali piagam pendiriannya. 14. Ketua Komite Audit wajib melaporkan aktivitas Komite Audit kepada Dewan. menurut penilaian mereka.M. AGUS SUDRAJAT S4309040 12. Komite Audit memiliki otoritas untuk meminta jasa pengacara. dan kepatuhan kerahasiaan oleh karyawan yang berkenaan dengan pemborosan. dan merekomendasikan perubahan yang diperlukan kepada Dewan Pengawas. mungkin memerlukan tindak lanjut oleh Komite Audit. Memastikan tersedianya prosedur-prosedur untuk penerimaan.

” Bryan mengingat kembali manual kebijakan perusahaan yang membahasa tentang jam kerja dan mengingat bahwa bila tidak mencatat jam kerja kita di dalam laporan waktu kerja merupakan suatu pelanggaran pada kebijakan ketenagakerjaaan Barton & Barton.” Page | 52 . ketika membahas masalah ini dengan Martha. Terdapat tiga aauditor yang ditugaskan untuk melakakan audit ini. sementara staf dibayar dengan jumlah waktu lemburnya tetapi tidak menerima bonus. khusunya di dalam kategori sikap kerja sama. seorang senior auditor yang berpengalaman.Saat ini ia ditugaskan untuk melakukan audit pada Reyon Manufacturing Company di bawah supervisi Charles Dickerson. AGUS SUDRAJAT S4309040 ARTIKEL KASUS ETIKA PROFESI AUDITOR Bryan Longview telah bekerja selama 6 bulan sebagai seorang auditor yunior pada KAP Barton & Barton. Beberapa auditor senior lainnya melakukan praktek-praktek yang sama. Kita hanya tidak ingin mencatat waktu tersebut di dalam laporan waktu kerja kita. “Charles melakukan hal ini dalam semua penugasannya. dan seorang auditor yunior lainnnya yang lebih berpengalaman dari Bryan.”Merupakan suatu kewajiban bagi kita untuk bekerja lembur selama beberapa jam dengan mengambil waktu pribadi kita sendiri untuk memastikan bahwa kita bekerja sesuai dengan budget. dan kita tidak ingin membuat perusahaan kita susah dengan bekerja di atas budget yang telah ditetapkan.Kita dapat menyelesaikan hal ini dengan mudah yaitu dengan cara datang lebih pagi setengah jam.termasuk Bryan. Pada saat makan siang hari pertama. Ia mengharagai kita dengan memberi kita evaluasi penugasan yang baik.M. Martha Mills. Bgaimanapun audit ini sangat tidak menguntungkan. Charles berkata. tidak dengan waktu lemburnya. Martha berkata. Ia pun mengetahui bahwa para senior dibayar dengan bonus. Charles. Ia berminat untuk menjadi manajer audit perusahaan kita di masa yang akan datang.istirahat makan siang yang singkat. serta bekerja lebih lama sebanyak satu jam atau lebih setelah waktu waktu pulang normal. Selanjutnya. Para rekanan beranggapan bahwa ia sangat luar biasa karena pekerjaannya selalu selesai dibawah budget yang ditetapkan.

Page | 53 . Charles • • Kesuksesan penugasan dan perusahaan mungkin akan terpengaruh. 6. Evaluasi kinerja akan terpengaruh pula. Jam kerja terpengaruh. 5. PERTANYAAN : • Isu etika dalam situasi ini yaitu apakah merupakan suatu hal yang etis bagi Bryan untuk bekerja selama berjam-jam dan tidak mencatatkannya sebagi jam kerja dalam situasi ini? • Siapa yang dipengaruhi dan bagaimana cara setiap orang terpengaruh ? PENYELESAIAN : Bryan • • • • • Diminta melanggar kebijakan perusahaan. Jam kerja akan terpengaruh. Dapat mengakibatkan berkurangnya nilai kontrak yang harus ditagih kepada klien atas penugasan yang sedang berlangsung maupun yang akan datang. Barton & Barton • • Kebijakan tertulis perusahaan telah dilanggar. Karyawan tingkat yunior lain mengatakan bahwa hal ini adalah praktek yang umum berlangsung dalam perusahaan. AGUS SUDRAJAT S4309040 Terdapat tiga fakta-fakta kunci dalam situasi ini yang berkaitan dengan isu etika dan bagaimana kemungkinan penyelesaian isu tersebut : 4. Kebijakan perusahaan melarang praktek tersebut.M. Staf yunior telah diinformasikan bahwa ia akan bekerja tanpa mencatatkannya sebagai jam kerja. Sikapnya terhadap perusahaan barangkali terpengaruh pula. Martha Sama seperti Bryan. Pembayaran upah terpengaruh.

Staf lainnya di perusahaan yang bersangkutan Mengikuti praktek yang berlaku dalam penugasan ini dapat memotivasi staf lain untuk mengikuti praktek yang sama dalam berbagi penugasan yang lainnya.M. Memberitahukan Charles bahwa ia tidak bersedia untuk bekerja lembur atau akan membebankan tambahan jam kerja tersebut dalam nilai penagihan untuk penugasan ini. Masing-masing alternatif kemungkinan yang paling buruk adalah dipecat oleh perusahaan. Mayoritas dari kita akan Page | 54 . ini memilki suatu konsekuensi yang potensial. Dapat menimbulkan tekanan untuk tetap melakukan praktek-praktek tidak didasarkan pada jam pembebanan kerja atas klien. Bryan dapat memutuskan bahwa konsekuensi yang relevan hanyalah pengaruh potensial bagi karirnya. • • • Menolak untuk bekerja lembur. Mengundurkan diri dari perusahaan. TINDAKAN YANG TEPAT Hanya Bryan seorang yang dapat memutuskan alternatif yang tepat untuk dilakukan pada situasi yang ada. tentunya setelah ia mempertimbangkan nilai-nilai etika yang dianutnya serta kemungkinan konsekuensi yang akan dihadapi dalam setiap alternatif itu. Dapat mengakibatkan evaluasi atas waktu kinerja yang tidak memuaskan. • Staf yang ditugaskan pada Reyon Manufacturing di masa mendatang • • • Dapat mengakibatkan dibuatnya budget waktu yang tidak realisitis. Dapat mempengaruhi kemampuan perusahaaan untuk memotivasi dan mempertahankan karyawan. • • • Berbicara dengan manajer atau rekanan tentang pemintaan Charles tersebut. Menolak untuk bekerja dalam penugasan tersebut. AGUS SUDRAJAT S4309040 • Dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan membuat budget dan penagihan yang realisitis kepada klien. Alternatif-alternatif yang tersedia bagi Bryan. Secara ekstrim. Melakukannya sesuai dengan permintaan.

maka Akuntan Publik harus selalu menjaga integritas (integrity) dan profesionalisme melalui pelaksanaan standar dan kode etik profesi secara konsekuen dan konsisten. Dalam setiap penugasan yang diberikan. Akuntan Publik harus selalu bersikap independen dan menggunakan kemahiran jabatannya secara profesional (due professional care).M. Bryan dapat memutuskan untuk menolak bekerja bagi sebuah perusahaan yang memperbolehkan dilanggarnya kebijakan perusahaan bahkan jika pelanggaran tersebut dilakukan oleh seorang supervisor. Pada sisi ekstrim lainnya. 4. AGUS SUDRAJAT S4309040 menyimpulkan bahwa Bryan adalah seseorang yang tidak beretika jika ia mengikuti praktek tersebut. Page | 55 . seperti kolusi (collusion) dengan klien atau menutupi terjadinya tindak kecurangan (fraud) yang sangat merugikan berbagai pihak. Akuntan Publik dan KAP agar menghindarkan diri dari tindakan tercela.Simpulan Mengingat profesi akuntan publik sangat penting perannya dalam dunia bisnis di Indonesia. Sebagian besar masyarakat akan menganggap bahwa suatu reaksi ekstrim atas hal ini sebagai suatu kenaifan.

Dengan demikian. pengembangan berkelanjutan. Standar umum ini berkaitan dengan ketentuan mendasar untuk menjamin kredibilitas hasil pemeriksaan. serta pengendalian mutu hasil pemeriksaan. standar umum ini harus diikuti oleh semua pemeriksa dan organisasi pemeriksa yang melakukan pemeriksaan berdasarkan Standar Pemeriksaan. Kredibilitas sangat diperlukan oleh semua organisasi pemeriksa yang melaksanakan pemeriksaan yang diandalkan oleh para pejabat entitas dan pengguna hasil pemeriksaan lainnya dalam mengambil keputusan. pemeriksaan dengan tujuan tertentu. independensi organisasi pemeriksa dan pemeriksa secara individual. dan merupakan hal yang diharapkan oleh publik dari informasi yang disajikan oleh pemeriksa. pengalaman yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas tersebut. PERSYARATAN KEMAMPUAN/KEAHLIAN Pernyataan standar umum pertama adalah: “Pemeriksa secara kolektif harus memiliki kecakapan profesional yang memadai untuk melaksanakan tugas pemeriksaan”. AGUS SUDRAJAT S4309040 PERTEMUAN 5 STANDAR UMUM PENGANTAR Pernyataan melaksanakan Standar Pemeriksaan ini mengatur standar umum untuk dan pemeriksaan keuangan. Standar umum ini berkaitan dengan kemahiran profesional persyaratan kemampuan/ keahlian pemeriksa. Dengan Pernyataan Standar Pemeriksaan ini semua organisasi pemeriksa dan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap pemeriksaan dilaksanakan oleh para pemeriksa yang secara kolektif memiliki pengetahuan. Standar umum ini memberikan kerangka dasar untuk dapat menerapkan standar pelaksanaan dan standar pelaporan secara efektif yang dijelaskan pada pernyataan standar berikutnya.M. Oleh karena itu. pelaksanaan secara cermat dan seksama dalam pelaksanaan dan pelaporan hasil pemeriksaan. keahlian. pemeriksaan kinerja. dan evaluasi atas pemeriksa untuk membantu yang memiliki Page | 56 organisasi pemeriksa dalam mempertahankan pemeriksa . pengangkatan. organisasi pemeriksa harus memiliki prosedur rekrutmen.

Sifat. dan analisis data. atau ilmu aktuaria. dan teknologi informasi. ilmu ekonomi. ilmu sosial. manajemen keuangan. struktur dan besarnya organisasi pemeriksa. AGUS SUDRAJAT S4309040 kompetensi yang memadai. keahlian. Sedikitnya 24 jam dari 80 jam pendidikan tersebut harus dalam hal yang berhubungan langsung dengan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara di lingkungan pemerintah atau lingkungan yang khusus dan unik di mana entitas yang diperiksa beroperasi. Suatu organisasi pemeriksa dapat menggunakan pemeriksanya sendiri atau pihak luar yang memiliki pengetahuan. statistik. teknologi informasi. Sedikitnya 20 jam dari 80 jam tersebut harus diselesaikan dalam 1 tahun dari periode 2 tahun. disain evaluasi. dan tidak dengan sendirinya harus berlaku bagi pemeriksa secara individu. Pendidikan profesional berkelanjutan dimaksud dapat mencakup topik.M. struktur dan kebijakan pemerintah. ilmu ekonomi. ilmu sosial. administrasi negara. atau pengalaman di bidang tertentu. statistik. Oleh karena itu. disain dan metodologi pemeriksaan. Persyaratan kemampuan tersebut berlaku bagi organisasi pemeriksa secara keseluruhan. . sampling pemeriksaan. keuangan. seperti administrasi negara. analisis laporan keuangan. penilaian atas pengendalian intern. Persyaratan Pendidikan Berkelanjutan Pemeriksa yang melaksanakan pemeriksaan menurut Standar Pemeriksaan harus memelihara kompetensinya melalui pendidikan profesional berkelanjutan. Organisasi pemeriksa bertanggung jawab untuk memastikan bahwa pemeriksa memenuhi persyaratan pendidikan berkelanjutan tersebut dan harus menyelenggarakan dokumentasi tentang pendidikan yang sudah diselesaikan. seperti: perkembangan mutakhir dalam metodologi dan standar pemeriksaan. prinsip akuntansi. setiap pemeriksa yang melaksanakan pemeriksaan menurut Standar Pemeriksaan. Page | 57 teknik. seperti akuntansi. setiap 2 tahun harus menyelesaikan paling tidak 80 jam pendidikan yang secara langsung meningkatkan kecakapan professional pemeriksa untuk melaksanakan pemeriksaan. luas dan formalitas dari proses tersebut akan tergantung pada berbagai faktor seperti jenis pemeriksaan. hukum. Pendidikan dimaksud dapat juga mencakup topik tentang pekerjaan pemeriksaan di lapangan. pemeriksaan atas sistem informasi. prinsip manajemen atau supervisi. teknik industri.

Keterampilan maupun tulisan. AGUS SUDRAJAT S4309040 Tenaga ahli intern dan ekstern yang membantu pelaksanaan tugas pemeriksaan menurut Standar Pemeriksaan harus memiliki kualifikasi atau sertifikasi yang diperlukan dan berkewajiban untuk memelihara kompetensi profesional dalam bidang keahlian mereka. b. misalnya: 1) Apabila pemeriksaan dimaksud memerlukan penggunaan sampling statistik. Keterampilan yang memadai untuk pemeriksaan yang dilaksanakan. c. Persyaratan Kemampuan/Keahlian Pemeriksa Pemeriksa yang ditugasi untuk melaksanakan pemeriksaan menurut Standar Pemeriksaan harus secara kolektif memiliki: a. Page | 58 berkomunikasi secara jelas dan efektif. d. Pengetahuan tentang Standar Pemeriksaan yang dapat diterapkan terhadap jenis pemeriksaan yang ditugaskan serta memiliki latar belakang pendidikan. maka dalam tim pemeriksa harus ada pemeriksa yang mempunyai keterampilan di bidang sampling statistik. 3) Apabila pemeriksaan meliputi reviu atas data teknik yang rumit. program. Akan tetapi. maka tim pemeriksa perlu melibatkan tenaga ahli di bidang tersebut. 4) Apabila pemeriksaan menggunakan metode pemeriksaan yang sangat khusus seperti penggunaan instrumen pengukuran yang sangat rumit. maka dalam tim pemeriksa harus ada pemeriksa yang mempunyai keahlian di bidang pemeriksaan atas teknologi informasi. tetapi tidak diharuskan untuk memenuhi persyaratan pendidikan berkelanjutan di atas. keahlian dan pengalaman untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam pemeriksaan yang dilaksanakan. baik secara lisan . Pengetahuan umum tentang lingkungan entitas.M. 2) Apabila pemeriksaan memerlukan reviu yang luas terhadap suatu sistem informasi. dan kegiatan yang diperiksa (obyek pemeriksaan). pemeriksa yang menggunakan hasil pekerjaan tenaga ahli intern dan ekstern harus yakin bahwa tenaga ahli tersebut memenuhi kualifikasi dalam bidang keahlian mereka dan harus mendokumentasikan keyakinan tersebut.

AGUS SUDRAJAT S4309040 estimasi aktuaria atau pengujian analisis statistik. maka tim pemeriksa perlu melibatkan tenaga ahli di bidang tersebut. Pemeriksa yang ditugaskan untuk melaksanakan pemeriksaan keuangan secara kolektif harus memiliki keahlian yang dibutuhkan serta memiliki sertifikasi keahlian yang berterima umum. Pemeriksa perlu mempertimbangkan tiga macam gangguan terhadap independensi. serta memahami prinsip akuntansi yang berlaku umum yang berkaitan dengan entitas yang diperiksa. yaitu gangguan pribadi. dan atau organisasi. Dengan pernyataan standar umum kedua ini. Pemeriksa harus menghindar dari situasi yang menyebabkan pihak ketiga yang mengetahui fakta dan keadaan yang relevan menyimpulkan bahwa pemeriksa tidak dapat mempertahankan independensinya sehingga tidak mampu memberikan penilaian yang obyektif dan tidak memihak terhadap semua hal yang terkait dalam pelaksanaan dan pelaporan hasil pemeriksaan. maka pemeriksa tersebut harus menolak penugasan pemeriksaan. simpulan. Pemeriksa yang melaksanakan pemeriksaan keuangan harus memiliki keahlian di bidang akuntansi dan auditing. Pemeriksa yang berperan sebagai penanggung jawab pemeriksaan keuangan harus memiliki sertifikasi keahlian yang diakui secara profesional. Dalam keadaan pemeriksa yang karena suatu hal tidak dapat menolak penugasan pemeriksaan. Apabila satu atau lebih dari gangguan independensi tersebut mempengaruhi kemampuan pemeriksa secara individu dalam melaksanakan tugas pemeriksaannya. INDEPENDENSI Pernyataan standar umum kedua adalah: “Dalam semua hal yang berkaitan dengan pekerjaan pemeriksaan. sehingga pendapat. organisasi pemeriksa dan pemeriksa. ekstern. pertimbangan atau rekomendasi dari hasil pemeriksaan yang dilaksanakan tidak memihak dan dipandang tidak memihak oleh pihak manapun. dan organisasi yang dapat mempengaruhi independensinya”. Page | 59 . organisasi pemeriksa dan para pemeriksanya bertanggung jawab untuk dapat mempertahankan independensinya sedemikian rupa. harus bebas dalam sikap mental dan penampilan dari gangguan pribadi.M. ekstern.

M. Apabila tenaga ahli memiliki gangguan terhadap independensi. pemeriksa harus memperlakukan tenaga ahli tersebut seperti anggota tim pemeriksaan sehingga perlu menilai kemampuan tenaga ahli tersebut untuk melaksanakan sebagian pekerjaan pemeriksaan dan melaporkan hasilnya secara tidak memihak. Gangguan Pribadi Organisasi pemeriksa harus memiliki sistem pengendalian mutu intern untuk membantu menentukan apakah pemeriksa memiliki gangguan pribadi terhadap independensi. AGUS SUDRAJAT S4309040 gangguan dimaksud harus dimuat dalam bagian lingkup pada laporan hasil pemeriksaan. ke bawah. konsultan lingkungan. ahli statistik. Gangguan pribadi dari pemeriksa secara individu meliputi antara lain: a. atau semenda sampai dengan derajat kedua dengan jajaran manajemen entitas atau program yang diperiksa atau sebagai pegawai dari entitas yang diperiksa. profesi medis. Dalam melakukan penilaian ini. insinyur. pengacara. Tenaga ahli yang dimaksud dalam pernyataan ini meliputi tapi tidak terbatas pada aktuaris. menurut Standar pemeriksa harus memberlakukan ketentuan independensi Pemeriksaan kepada tenaga ahli dan memperoleh representasi dari tenaga ahli tersebut mengenai independensi tenaga ahli. pemeriksa tidak boleh menggunakan hasil pekerjaan tenaga ahli tersebut. Pernyataan ini berlaku bagi konsultan ekstern yang mendapat penugasan pemeriksaan dari organisasi pemeriksa. Page | 60 . Memiliki hubungan pertalian darah ke atas. Dalam menggunakan tenaga ahli. dan geologi. penilai. Gangguan pribadi yang disebabkan oleh suatu hubungan dan pandangan pribadi mungkin mengakibatkan pemeriksa membatasi lingkup pertanyaan dan pengungkapan atau melemahkan temuan dalam segala bentuknya. Organisasi pemeriksa perlu memperhatikan gangguan pribadi terhadap independensi petugas pemeriksanya. Pemeriksa bertanggung jawab untuk memberitahukan kepada pejabat yang berwenang dalam organisasi pemeriksanya apabila memiliki gangguan pribadi terhadap independensi. dalam posisi yang dapat memberikan pengaruh langsung dan signifikan terhadap entitas atau program yang diperiksa.

klaim. yang sebelumnya pernah menyelenggarakan catatan akuntansi resmi atas entitas/unit kerja atau program yang diperiksa. pengawasan atau fungsi monitoring terhadap entitas. AGUS SUDRAJAT S4309040 b. jasa konsultasi. aktivitas atau program yang diperiksa atau sebagai anggota manajemen dalam setiap pengambilan keputusan. kelompok. g. h. sebagai akibat hubungan antar pegawai. Memiliki kepentingan keuangan baik secara langsung maupun tidak langsung pada entitas atau program yang diperiksa. yang sebelumnya pernah sebagai pejabat yang menyetujui diperiksa. organisasi atau tujuan suatu program. Pada masa sebelumnya mempunyai tanggung jawab dalam pengambilan keputusan atau pengelolaan suatu entitas.M. yang berdampak pada pelaksanaan kegiatan diperiksa. menyusun dan/atau mereviu laporan keuangan entitas atau program yang diperiksa. c. Pernah bekerja atau memberikan jasa kepada entitas atau program yang diperiksa dalam kurun waktu dua tahun terakhir. misalnya sebagai seorang direktur. e. pengembangan sistem. pejabat atau posisi senior lainnya dari entitas. daftar gaji. yang dapat membuat pelaksanaan pemeriksaan menjadi berat sebelah. Page | 61 atau program entitas yang sedang berjalan atau sedang faktur. Adanya prasangka terhadap perorangan. f. d. Pelaksanaan pemeriksaan oleh seorang pemeriksa. Adanya kecenderungan untuk memihak. i. Mempunyai hubungan kerjasama dengan entitas atau program yang diperiksa. aktivitas atau program yang diperiksa. j. karena keyakinan politik atau sosial. kesetiaan kelompok. dan pembayaran yang diusulkan oleh suatu entitas atau program yang . Terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan obyek pemeriksaan. Pelaksanaan pemeriksaan oleh seorang pemeriksa. organisasi atau tingkat pemerintahan tertentu. seperti memberikan asistensi. k. Memiliki tanggung jawab untuk mengatur suatu entitas atau kapasitas yang dapat mempengaruhi keputusan entitas atau program yang diperiksa.

untuk dapat mengurangirisiko tersebut terhadap hasil Page | 62 . pemeriksa dapat diminta melepas keterkaitan dengan entitas yang diperiksa yang dapat organisasi pemeriksa dapat tidak mengikutsertakan pemeriksa tersebut dari penugasan pemeriksaan yang terkait dengan entitas tersebut. Menetapkan kebijakan dan prosedur intern untuk memonitor kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur organisasi pemeriksa. Mencari pekerjaan pada entitas yang diperiksa selama pelaksanaan pemeriksaan. e. c. mereka harus mengikuti ketentuan dalam paragraph. Mengkomunikasikan kebijakan dan prosedur organisasi pemeriksa kepada semua pemeriksanya menjamin agar ketentuan tersebut dipahami melalui pelatihan atau cara lainnya. b. Menetapkan suatu mekanisme disiplin untuk meningkatkan kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur organisasi pemeriksa. d. Menekankan pentingnya independensi. organisasi pemeriksa antara lain harus: a. Dalam hal gangguan pribadi tersebut hanya melibatkan seorang pemeriksa dalam suatu pemeriksaan. Oleh karena itu organisasi pemeriksa harus mempunyai sistem pengendalian mutu intern yang dapat mengidentifikasi gangguan pribadi dan memastikan kepatuhannya terhadap ketentuan independensi yang diatur dalam Standar Pemeriksaan. Dalam hal pemeriksa tidak dapat mundur dari pemeriksaan. termasuk mempertimbangkan pengaruh kegiatan non pemeriksaan terhadap hal pokok pemeriksaan dan menetapkan pengamanan pemeriksaan. organisasi pemeriksa dapat menghilangkan gangguan tersebut dengan meminta pemeriksa menghilangkan gangguan tersebut. Menetapkan kebijakan dan prosedur untuk dapat mengidentifikasi gangguan pribadi terhadap independensi. Untuk itu. gangguan tersebut harus diselesaikan secepatnya. mengakibatkan gangguan pribadi. atau Misalnya. Organisasi pemeriksa dan pemeriksanya mungkin menghadapi berbagai keadaan yang dapat menimbulkan gangguan pribadi. Apabila organisasi pemeriksa mengidentifikasi adanya gangguan pribadi terhadap independensi.M. AGUS SUDRAJAT S4309040 l.

e. atau penerapan suatu prinsip akuntansi atau kriteria lainnya. Campur tangan atau pengaruh pihak ekstern yang membatasi atau mengubah lingkup pemeriksaan secara tidak semestinya. b. penunjukan. Gangguan Ekstern Gangguan ekstern bagi organisasi pemeriksa dapat membatasi pelaksanaan pemeriksaan atau mempengaruhi kemampuan pemeriksa dalam menyatakan pendapat atau simpulan hasil pemeriksaannya secara independen dan obyektif. Pembatasan waktu yang tidak wajar untuk penyelesaian suatu pemeriksaan. Ancaman penggantian petugas pemeriksa atas ketidaksetujuan dengan isi laporan hasil pemeriksaan. Campur tangan pihak ekstern terhadap pemilihan dan penerapan prosedur pemeriksaan atau pemilihan sampel pemeriksaan. Pengaruh yang membahayakan kelangsungan pemeriksa sebagai pegawai. pemeriksa terhadap tersebut harus pribadi. Campur tangan pihak ekstern mengenai penugasan. AGUS SUDRAJAT S4309040 Dalam hal suatu organisasi pemeriksa melakukan kegiatan non pemeriksaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.M. g. h. d. Page | 63 . gangguan baik negatif dalam sikap mental maka maupun mempertimbangkan pengaruh kegiatan terhadap independensi dalam yang dapat berdampak melaksanakan pemeriksaan. Wewenang untuk menolak atau mempengaruhi pertimbangan pemeriksa terhadap isi suatu laporan hasil pemeriksaan. Pembatasan terhadap sumber daya yang disediakan bagi organisasi pemeriksa. f. yang dapat berdampak negative terhadap kemampuan organisasi pemeriksa tersebut dalam melaksanakan pemeriksaan. simpulan pemeriksa. selain sebab-sebab yang berkaitan dengan kecakapan pemeriksa atau kebutuhan pemeriksaan. dan promosi pemeriksa. c. Independensi dan obyektifitas pelaksanaan suatu pemeriksaan dapat dipengaruhi apabila terdapat: a. organisasi tersebut penampilan.

Pernyataan standar ini mewajibkan pemeriksa untuk menggunakan kemahirannya secara profesional. pendapat dan simpulan secara obyektif. obyektivitas. PENGGUNAAN KEMAHIRAN PROFESIONAL SECARA CERMAT DAN SEKSAMA Pernyataan standar umum ketiga adalah: “Dalam pelaksanaan pemeriksaan serta penyusunan laporan hasil pemeriksaan. Kemahiran profesional harus diterapkan juga dalam melakukan pengujian dan prosedur. memperhatikan prinsip-prinsip pelayanan atas kepentingan public serta memelihara integritas.M. Pernyataan standar ini juga mengharuskan tanggung jawab bagi setiap pemeriksa yang melaksanakan pemeriksaan berdasarkan Standar Pemeriksaan untuk mematuhi Standar Pemeriksaan. Gangguan Organisasi Independensi organisasi pemeriksa dapat dipengaruhi oleh kedudukan. AGUS SUDRAJAT S4309040 Pemeriksa harus bebas dari tekanan politik agar dapat melaksanakan pemeriksaan dan melaporkan temuan pemeriksaan. dan struktur organisasinya. dan independensi dalam menerapkan kemahiran profesional terhadap setiap aspek pemeriksaannya. menentukan lingkup pemeriksaan. atau dalam memilih pengujian dan prosedur untuk melaksanakan pemeriksaan. Kemahiran profesional menuntut pemeriksa untuk melaksanakan skeptisme profesional. menentukan jenis dan jumlah bukti yang akan dikumpulkan. tanpa rasa takut akibat tekanan politik tersebut. serta dalam melakukan penilaian dan pelaporan hasil pemeriksaan. pemeriksa wajib menggunakan kemahiran profesionalnya secara cermat dan seksama”. apabila melakukan pemeriksaan di luar entitas tempat ia bekerja. yaitu sikap yang mencakup pikiran yang selalu mempertanyakan Page | 64 . organisasi pemeriksa harus bebas dari hambatan independensi. memilih metodologi. Pemeriksa harus menggunakan kemahiran professional secara cermat dan seksama dalam menentukan jenis pemeriksaan yang akan dilaksanakan dan standar yang akan diterapkan terhadap pemeriksaan. Dalam hal melakukan pemeriksaan. Pemeriksa yang ditugasi oleh organisasi pemeriksa dapat dipandang bebas dari gangguan terhadap independensi secara organisasi. fungsi. cermat dan seksama.

dan tidak berarti juga bahwa pemeriksa tidak melakukan kekeliruan. alasan yang mendasarinya. Pemeriksa harus menggunakan kemahiran profesionalnya secara cermat dan seksama dalam menerapkan Standar Pemeriksaan yang digunakan. Dalam keadaan demikian. Menerapkan kemahiran profesional secara cermat dan seksama memungkinkan pemeriksa untuk mendapatkan keyakinan yang memadai bahwa salah saji material atau ketidakakuratan yang signifikan dalam data akan terdeteksi. tindakan melanggar hukum. pemeriksa harus mengungkapkan masalah tersebut dalam dalam laporan hasil pemeriksaannya. pemeriksa tidak boleh puas dengan bukti yang kurang meyakinkan walaupun anggapannya manajemen entitas yang diperiksa adalah jujur. tidak berarti bahwa tanggung jawabnya tidak terbatas. baik karena kesalahan. Walaupun Standar Pemeriksaan ini meletakkan tanggung jawab kepada setiap pemeriksa untuk menerapkan kemahiran profesionalnya secara cermat dan seksama. dan dampaknya hasil pemeriksaan akibat tidak dipatuhinya Standar Pemeriksaan tersebut. yaitu tidak dipatuhinya Standar Pemeriksaan yang berlaku. AGUS SUDRAJAT S4309040 dan melakukan evaluasi secara kritis terhadap bukti pemeriksaan. Pemeriksaan yang dilaksanakan menurut Standar Pemeriksaan mungkin tidak akan mendeteksi salah saji material atau ketidakakuratan yang signifikan. skeptisme profesional harus digunakan selama pemeriksaan. Keyakinan mutlak tidak dapat dicapai karena sifat bukti dan karakteristik penyimpangan. Standart pemeriksanaan keu neg atau pelanggaran aturan. Dalam enggunakan skeptisme profesional. tetapi juga tidak boleh menganggap bahwa kejujuran manajemen tersebut tidak diragukan lagi. Dalam keadaan tertentu dapat terjadi bahwa pemeriksa tidak dapat mematuhi Standar Pemeriksaan yang berlaku dan juga tidak dapat mengundurkan diri dari penugasan lingkup pemeriksaan terhadap di pemeriksaan.M. kecurangan. keahlian dan pengalaman yang dituntut oleh profesinya untuk melaksanakan pengumpulan bukti dan evaluasi obyektif mengenai kecukupan. Page | 65 . Keputusan pemeriksaan pemeriksa tidak menerapkan standar tertentu dalam pelaksanaan menurut harus dicatat dalam kertas kerja pemeriksaan. Pemeriksa menggunakan pengetahuan. Karena bukti dikumpulkan dan dievaluasi selama pemeriksaan. Pemeriksa tidak boleh menganggap bahwa manajemen entitas yang diperiksa tidak jujur. kompetensi dan relevansi bukti.

auditor harus mempertimbangkan. e. Tingkat risiko pengendalian yang direncanakan. laporan keuangan yang Page | 66 . termasuk penggunaan organisasi jasa dari luar untuk mengolah informasi akuntansi pokok perusahaan. dan pengetahuan tentang bisnis entitas. Kondisi yang mungkin memerlukan perluasan atau pengubahan pengujian audit. d. termasuk penyiapan program audit. seperti risiko kekeliruan atau kecurangan yang material atau adanya transaksi antar pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Masalah yang berkaitan dengan bisnis entitas dan industri yang menjadi tempat usaha entitas tersebut (lihat paragraf 07). pengalaman mengenai entitas. b. Sifat. 02 Auditor sebagai penanggungjawab akhir atas audit dapat mendelegasikan sebagian fungsi perencanaan dan supervisi auditnya kepada personel lain dalam kantor akuntannya. lingkup. Dalam perencanaan audit. dan prosedur yang berkaitan seringkali tumpang-tindih (overlap). g. Pos laporan keuangan yang mungkin memerlukan penyesuaian (adjustment). Pertimbangan awal tentang tingkat materialitas untuk tujuan audit. Metode yang digunakan oleh entitas tersebut dalam mengolah informasi akuntansi yang signifikan (lihat paragraf 09). laporan auditor tentang laporan keuangan konsolidasian. AGUS SUDRAJAT S4309040 PERTEMUAN 6 STANDAR PEKERJAAN LAPANGAN SA Seksi 311 PERENCANAAN DAN SUPERVISI Sumber: PSA No. PERENCANAAN 03 Perencanaan audit meliputi pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang diharapkan. Untuk keperluan uraian dalam seksi ini. penyelesaian perbedaan pendapat di antara personel kantor akuntan. antara lain: a.M. (a) personel lain dalam kantor akuntan selain auditor sebagai penanggungjawab akhir audit disebut dengan asisten dan (b) istilah auditor digunakan untuk menyebut baik auditor itu sendiri maupun asistennya. c. pengumpulan informasi tentang bisnis entitas. 05 PENDAHULUAN 01 Standar pekerjaan lapangan pertama mengharuskan bahwa “Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya”. Perencanaan dan supervisi berlangsung terus-menerus selama audit. Kebijakan dan prosedur akuntansi entitas tersebut. h. dan saat perencanaan bervariasi dengan ukuran dan kompleksitas entitas. f. Sifat laporan auditor yang diharapkan akan diserahkan (sebagai contoh. Seksi ini berisi panduan bagi auditor yang melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia di dalam mempertimbangkan dan menerapkan prosedur perencanaan dan supervisi.

Page | 67 . d) Menilai kewajaran representasi manajemen. 05 Dalam perencanaan auditnya. dan saat pekerjaan yang harus dilaksanakan dan harus membuat suatu program audit secara tertulis (atau satu set program audit tertulis) untuk setiap audit. seperti penilaian atas sediaan. b) Menilai kondisi yang di dalamnya data akuntansi dihasilkan. Tingkat pengetahuannya harus memungkinkan auditor untuk memahami peristiwa. laporan khusus untuk menggambarkan kepatuhan klien terhadap kontrak perjanjian). dan laporan auditor tahun lalu. e. b. jika ada. 04 Prosedur yang dapat dipertimbangkan oleh auditor dalam perencanaan dan supervisi biasanya mencakup review terhadap catatan auditor yang berkaitan dengan entitas dan pembahasan dengan personel lain dalam kantor akuntan dan personel entitas tersebut. Mengkoordinasi bantuan dari personel entitas dalam penyiapan data. h. Me-review arsip korespondensi. dan dikumpulkan dalam organisasi. AGUS SUDRAJAT S4309040 diserahkan ke Bapepam. menurut pertimbangannya. transaksi. Melaksanakan diskusi dengan pihak pemberi tugas untuk memperoleh tambahan informasi tentang tujuan audit yang akan dilaksanakan sehingga auditor dapat mengantisipasi dan memberikan perhatian terhadap hal-hal yang berkaitan yang dipandang perlu. Pengetahuan tentang bisnis entitas membantu auditor dalam: a) Mengidentifikasi bidang yang memerlukan pertimbangan khusus. auditor harus mempertimbangkan sifat. f. d. dewan komisaris atau komite audit. laporan keuangan. Menentukan luasnya keterlibatan. i. Program audit harus menggariskan dengan rinci prosedur audit yang menurut keyakinan auditor diperlukan untuk mencapai tujuan audit. Membahas masalah-masalah yang berdampak terhadap audit dengan personel kantor akuntan yang bertanggung jawab atas jasa nonaudit bagi entitas. arsip permanen. k. di-review. terutama yang baru. Auditor dapat membuat memorandum yang menetapkan rencana audit awal. Meminta keterangan tentang perkembangan bisnis saat ini yang berdampak terhadap entitas. dan waktu audit dengan manajemen. j. lingkup. Contoh prosedur tersebut meliputi: a. Membuat jadwal pekerjaan audit. Membahas tipe. kertas kerja. kemungkinan mempunyai dampak terhadap laporan keuangan.M. Mempertimbangkan dampak diterapkannya pernyataan standar akuntansi dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. dan auditor intern. penyisihan kerugian piutang. Membaca laporan keuangan interim tahun berjalan. persentase penyelesaian kontrak jangka panjang. diolah. depresiasi. c) Menilai kewajaran estimasi. terutama untuk entitas yang besar dan kompleks. konsultan. 06 Auditor harus memperoleh pengetahuan tentang bisnis entitas yang memungkinkannya untuk merencanakan dan melaksanakan auditnya berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. spesialis. lingkup. Menentukan dan mengkoordinasi kebutuhan staf audit. dan praktik yang. c. g.

Luasnya penggunaan komputer dalam setiap aplikasi akuntansi. peraturan pemerintah. dalam menilai dampak luasnya penggunaan komputer terhadap audit laporan keuangan. dan luasnya prosedur audit yang digunakan oleh auditor. Tersedianya data. b. Penggunaan teknik ini juga menyediakan kesempatan bagi auditor untuk menerapkan prosedur audit tertentu terhadap keseluruhan populasi akun atau transaksi. kebijakan dan prosedur. saat. Kertas kerja audit dari tahun sebelumnya dapat berisi informasi yang bermanfaat mengenai sifat bisnis. dan karakteristik operasi. Struktur organisasi kegiatan pengolahan data dengan komputer. seperti kondisi ekonomi. me-review pekerjaan yang Page | 68 . Hal lain yang harus dipertimbangkan oleh auditor adalah praktik akuntansi yang umum berlaku dalam industri. Dokumen yang digunakan untuk memasukkan informasi ke dalam komputer untuk diolah. Auditor juga harus mempertimbangkan hal-hal yang mempengaruhi industri tempat operasi entitas. auditor harus mempertimbangkan halhal berikut ini: a. c. kondisi persaingan. organisasinya. Luasnya penggunaan komputer dalam pengolahan sebagian besar data akuntansi dan kompleksnya pengolahannya mempengaruhi pula sifat. serta transaksi yang memerlukan pertimbangan khusus. 07 Auditor harus memperoleh pengetahuan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan sifat bisnis entitas. Oleh karena itu. d. struktur organisasi. 09 Auditor harus mempertimbangkan metode yang digunakan oleh entitas untuk mengolah informasi dalam perencanaan audit karena metode tersebut mempunyai pengaruh terhadap desain pengendalian intern. Unsur supervisi adalah memberikan instruksi kepada asisten. AGUS SUDRAJAT S4309040 e) Mempertimbangkan kesesuaian prinsip akuntansi yang diterapkan dan kecukupan pengungkapannya. untuk memahami pengendalian intern. trend keuangan dan ratio keuangan. atau untuk merancang dan melaksanakan prosedur audit. arsip komputer tertentu. 10 Auditor harus mempertimbangkan apakah keahlian khusus diperlukan untuk mempertimbangkan dampak pengolahan komputer terhadap auditnya. Jika keahlian khusus diperlukan. dan karakteristik operasinya. termasuk penggunaan jasa perusahaan pengolahan data dengan komputer dari luar. yang berpengaruh terhadap auditnya. auditor harus mencari asisten atau tenaga ahli yang memiliki keahlian tersebut. SUPERVISI 11 Supervisi mencakup pengarahan usaha asisten dalam mencapai tujuan audit dan penentuan apakah tujuan tersebut tercapai. Penggunaan teknik audit berbantuan komputer (TABK) dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan prosedur audit. serta perubahan teknologi. Kompleksitas operasi komputer entitas. tetap menjaga penyampaian informasi masalah-masalah penting yang dijumpai dalam audit. jika tersedia. 08 Pengetahuan mengenai bisnis entitas biasanya diperoleh auditor melalui pengalamannya dengan entitas atau industrinya serta dari permintaan keterangan kepada personel perusahaan. yang mungkin berasal dari staf kantor akuntannya atau dari ahli luar. dan bukti audit lain yang diperlukan oleh auditor kemungkinan hanya ada dalam periode yang pendek atau hanya dalam bentuk yang dapat dibaca dengan komputer. dan. e.M.

M. 14 Auditor yang bertanggung jawab akhir mengenai auditnya dan asistennya harus menyadari prosedur yang harus diikuti jika terdapat perbedaan pendapat mengenai masalah akuntansi dan auditing di antara personel kantor akuntan publik yang terlibat dalam audit. TANGGAL BERLAKU EFEKTIF 15 Seksi ini berlaku efektif tanggal 1 Agustus 2001. Penerapan lebih awal dari tanggal efektif berlakunya aturan dalam Seksi ini diizinkan. Dalam masa transisi tersebut berlaku Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Agustus 1994 dan Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Januari 2001. sehingga auditor dapat menetapkan seberapa signifikan masalah tersebut. Masa transisi ditetapkan mulai dari 1 Agustus 2001 sampai dengan 31 Desember 2001. hal-hal yang kemungkinan berpengaruh terhadap sifat. Auditor yang bertanggung jawab akhir untuk setiap audit harus mengarahkan asisten untuk mengemukakan pertanyaan akuntansi dan auditing signifikan yang muncul dalam audit. hanya ketentuan dalam Seksi ini yang berlaku. Setelah tanggal 31 Desember 2001. 13 Pekerjaan yang dilaksanakan oleh asisten harus di-review untuk menentukan apakah pekerjaan tersebut telah dilaksanakan secara memadai dan auditor harus menilainya apakah hasilnya sejalan dengan kesimpulan yang disajikan dalam laporan auditor. lingkup. dan saat prosedur yang harus dilaksanakan. AGUS SUDRAJAT S4309040 dilaksanakan. dan menyelesaikan perbedaan pendapat di antara staf audit kantor akuntan 12 Para asisten harus diberitahu tanggung jawab mereka dan tujuan prosedur yang mereka laksanakan. Page | 69 . seperti sifat bisnis entitas yang bersangkutan dengan penugasan dan masalah-masalah akuntansi dan audit. Prosedur tersebut harus memungkinkan asisten mendokumentasikan ketidaksetujuan di antara mereka dan kesimpulan yang diambil.

seperti risiko kekeliruan atau kecurangan yang material atau adanya transaksi antar pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. laporan keuangan yang diserahkan ke Bapepam. pengalaman mengenai entitas. m. Pertimbangan awal tentang tingkat materialitas untuk tujuan audit. laporan auditor tentang laporan keuangan konsolidasian. dan prosedur yang berkaitan seringkali tumpang-tindih (overlap). l. Masalah yang berkaitan dengan bisnis entitas dan industri yang menjadi tempat usaha entitas tersebut (lihat paragraf 07). j. antara lain: a. i. lingkup. auditor harus mempertimbangkan. Kebijakan dan prosedur akuntansi entitas tersebut. o. AGUS SUDRAJAT S4309040 SA Seksi 311 PERENCANAAN DAN SUPERVISI Sumber: PSA No. pengumpulan informasi tentang bisnis entitas. Metode yang digunakan oleh entitas tersebut dalam mengolah informasi akuntansi yang signifikan (lihat paragraf 09). Tingkat risiko pengendalian yang direncanakan. termasuk penggunaan organisasi jasa dari luar untuk mengolah informasi akuntansi pokok perusahaan. dan saat perencanaan bervariasi dengan ukuran dan kompleksitas entitas. dan pengetahuan tentang bisnis entitas.M. Kondisi yang mungkin memerlukan perluasan atau pengubahan pengujian audit. 02 Auditor sebagai penanggungjawab akhir atas audit dapat mendelegasikan sebagian fungsi perencanaan dan supervisi auditnya kepada personel lain dalam kantor akuntannya. Perencanaan dan supervisi berlangsung terus-menerus selama audit. PERENCANAAN 03 Perencanaan audit meliputi pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang diharapkan. Untuk keperluan uraian dalam seksi ini. Sifat laporan auditor yang diharapkan akan diserahkan (sebagai contoh. laporan khusus untuk menggambarkan kepatuhan klien terhadap kontrak perjanjian). n. Pos laporan keuangan yang mungkin memerlukan penyesuaian (adjustment). termasuk penyiapan program audit. penyelesaian perbedaan pendapat di antara personel kantor akuntan. Seksi ini berisi panduan bagi auditor yang melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia di dalam mempertimbangkan dan menerapkan prosedur perencanaan dan supervisi. (a) personel lain dalam kantor akuntan selain auditor sebagai penanggungjawab akhir audit disebut dengan asisten dan (b) istilah auditor digunakan untuk menyebut baik auditor itu sendiri maupun asistennya. Dalam perencanaan audit. 05 PENDAHULUAN 01 Standar pekerjaan lapangan pertama mengharuskan bahwa “Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya”. k. Sifat. Page | 70 .

Membahas tipe. depresiasi. Menilai kewajaran estimasi. m. dewan komisaris atau komite audit. u. menurut pertimbangannya. n. auditor harus mempertimbangkan sifat.M. dan saat pekerjaan yang harus dilaksanakan dan harus membuat suatu program audit secara tertulis (atau satu set program audit tertulis) untuk setiap audit. Page | 71 . lingkup. Pengetahuan tentang bisnis entitas membantu auditor dalam: a. l. transaksi. Tingkat pengetahuannya harus memungkinkan auditor untuk memahami peristiwa. laporan keuangan. o. dan laporan auditor tahun lalu. persentase penyelesaian kontrak jangka panjang. s. spesialis. seperti penilaian atas sediaan. Menilai kondisi yang di dalamnya data akuntansi dihasilkan. jika ada. AGUS SUDRAJAT S4309040 04 Prosedur yang dapat dipertimbangkan oleh auditor dalam perencanaan dan supervisi biasanya mencakup review terhadap catatan auditor yang berkaitan dengan entitas dan pembahasan dengan personel lain dalam kantor akuntan dan personel entitas tersebut. Menentukan luasnya keterlibatan. r. lingkup. Mengidentifikasi bidang yang memerlukan pertimbangan khusus. p. diolah. dan waktu audit dengan manajemen. 05 Dalam perencanaan auditnya. dan auditor intern. Mengkoordinasi bantuan dari personel entitas dalam penyiapan data. 06 Auditor harus memperoleh pengetahuan tentang bisnis entitas yang memungkinkannya untuk merencanakan dan melaksanakan auditnya berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. penyisihan kerugian piutang. Melaksanakan diskusi dengan pihak pemberi tugas untuk memperoleh tambahan informasi tentang tujuan audit yang akan dilaksanakan sehingga auditor dapat mengantisipasi dan memberikan perhatian terhadap hal-hal yang berkaitan yang dipandang perlu. Contoh prosedur tersebut meliputi: a. terutama untuk entitas yang besar dan kompleks. Auditor dapat membuat memorandum yang menetapkan rencana audit awal. d. e. Program audit harus menggariskan dengan rinci prosedur audit yang menurut keyakinan auditor diperlukan untuk mencapai tujuan audit. arsip permanen. Meminta keterangan tentang perkembangan bisnis saat ini yang berdampak terhadap entitas. terutama yang baru. Mempertimbangkan dampak diterapkannya pernyataan standar akuntansi dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Mempertimbangkan kesesuaian prinsip akuntansi yang diterapkan dan kecukupan pengungkapannya. Menentukan dan mengkoordinasi kebutuhan staf audit. konsultan. Membaca laporan keuangan interim tahun berjalan. di-review. b. dan dikumpulkan dalam organisasi. q. c. Me-review arsip korespondensi. kemungkinan mempunyai dampak terhadap laporan keuangan. Menilai kewajaran representasi manajemen. Membahas masalah-masalah yang berdampak terhadap audit dengan personel kantor akuntan yang bertanggung jawab atas jasa nonaudit bagi entitas. dan praktik yang. Membuat jadwal pekerjaan audit. kertas kerja. t.

SUPERVISI 11 Supervisi mencakup pengarahan usaha asisten dalam mencapai tujuan audit dan penentuan apakah tujuan tersebut tercapai. dan bukti audit lain yang diperlukan oleh auditor kemungkinan hanya ada dalam periode yang pendek atau hanya dalam bentuk yang dapat dibaca dengan komputer. Kertas kerja audit dari tahun sebelumnya dapat berisi informasi yang bermanfaat mengenai sifat bisnis. struktur organisasi. b) Kompleksitas operasi komputer entitas. auditor harus mencari asisten atau tenaga ahli yang memiliki keahlian tersebut. Penggunaan teknik ini juga menyediakan kesempatan bagi auditor untuk menerapkan prosedur audit tertentu terhadap keseluruhan populasi akun atau transaksi. d) Tersedianya data. kondisi persaingan. 10 Auditor harus mempertimbangkan apakah keahlian khusus diperlukan untuk mempertimbangkan dampak pengolahan komputer terhadap auditnya. dan luasnya prosedur audit yang digunakan oleh auditor. yang mungkin berasal dari staf kantor akuntannya atau dari ahli luar. Luasnya penggunaan komputer dalam pengolahan sebagian besar data akuntansi dan kompleksnya pengolahannya mempengaruhi pula sifat. Dokumen yang digunakan untuk memasukkan informasi ke dalam komputer untuk diolah. untuk memahami pengendalian intern. yang berpengaruh terhadap auditnya. tetap menjaga penyampaian informasi masalah-masalah penting yang dijumpai dalam audit. atau untuk merancang dan melaksanakan prosedur audit. serta transaksi yang memerlukan pertimbangan khusus. AGUS SUDRAJAT S4309040 07 Auditor harus memperoleh pengetahuan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan sifat bisnis entitas. kebijakan dan prosedur. e) Penggunaan teknik audit berbantuan komputer (TABK) dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan prosedur audit. termasuk penggunaan jasa perusahaan pengolahan data dengan komputer dari luar. dan karakteristik operasinya. dan. 09 Auditor harus mempertimbangkan metode yang digunakan oleh entitas untuk mengolah informasi dalam perencanaan audit karena metode tersebut mempunyai pengaruh terhadap desain pengendalian intern. Oleh karena itu. organisasinya. auditor harus mempertimbangkan halhal berikut ini: a) Luasnya penggunaan komputer dalam setiap aplikasi akuntansi. dan karakteristik operasi. Jika keahlian khusus diperlukan. Unsur supervisi adalah memberikan instruksi kepada asisten. saat. c) Struktur organisasi kegiatan pengolahan data dengan komputer. dalam menilai dampak luasnya penggunaan komputer terhadap audit laporan keuangan. Auditor juga harus mempertimbangkan hal-hal yang mempengaruhi industri tempat operasi entitas. 08 Pengetahuan mengenai bisnis entitas biasanya diperoleh auditor melalui pengalamannya dengan entitas atau industrinya serta dari permintaan keterangan kepada personel perusahaan. trend keuangan dan ratio keuangan. Hal lain yang harus dipertimbangkan oleh auditor adalah praktik akuntansi yang umum berlaku dalam industri. dan menyelesaikan perbedaan pendapat di antara staf audit kantor akuntan Page | 72 . peraturan pemerintah. seperti kondisi ekonomi. jika tersedia. arsip komputer tertentu. serta perubahan teknologi.M. me-review pekerjaan yang dilaksanakan.

Page | 73 . lingkup. seperti sifat bisnis entitas yang bersangkutan dengan penugasan dan masalah-masalah akuntansi dan audit. 14 Auditor yang bertanggung jawab akhir mengenai auditnya dan asistennya harus menyadari prosedur yang harus diikuti jika terdapat perbedaan pendapat mengenai masalah akuntansi dan auditing di antara personel kantor akuntan publik yang terlibat dalam audit. Auditor yang bertanggung jawab akhir untuk setiap audit harus mengarahkan asisten untuk mengemukakan pertanyaan akuntansi dan auditing signifikan yang muncul dalam audit. hal-hal yang kemungkinan berpengaruh terhadap sifat. Prosedur tersebut harus memungkinkan asisten mendokumentasikan ketidaksetujuan di antara mereka dan kesimpulan yang diambil. AGUS SUDRAJAT S4309040 12 Para asisten harus diberitahu tanggung jawab mereka dan tujuan prosedur yang mereka laksanakan. sehingga auditor dapat menetapkan seberapa signifikan masalah tersebut.M. dan saat prosedur yang harus dilaksanakan. 13 Pekerjaan yang dilaksanakan oleh asisten harus di-review untuk menentukan apakah pekerjaan tersebut telah dilaksanakan secara memadai dan auditor harus menilainya apakah hasilnya sejalan dengan kesimpulan yang disajikan dalam laporan auditor.

Setelah tanggal 31 Desember 2001. Masa transisi ditetapkan mulai dari 1 Agustus 2001 sampai dengan 31 Desember 2001. AGUS SUDRAJAT S4309040 TANGGAL BERLAKU EFEKTIF 15 Seksi ini berlaku efektif tanggal 1 Agustus 2001. Dalam masa transisi tersebut berlaku Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Agustus 1994 dan Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Januari 2001. hanya ketentuan dalam Seksi ini yang berlaku. Penerapan lebih awal dari tanggal efektif berlakunya aturan dalam Seksi ini diizinkan. Page | 74 .M.

dalam hal ini bukti audit (audit evidence) berbeda dengan bukti hukum (legal evidence) yang diatur secara tegas oleh peraturan yang ketat. c. ketepatan waktu. objektivitas. Pernyataan tersebut dapat bersifat implisit atau eksplisit serta dapat diklasifikasikan berdasarkan penggolongan besar sebagai berikut ini: a. manajemen membuat asersi bahwa penjualan dalam laporan laba-rugi menunjukkan pertukaran barang atau jasa dengan kas atau aktiva bentuk lain (misalnya piutang) dengan pelanggan. AGUS SUDRAJAT S4309040 SA Seksi 326 BUKTI AUDIT Sumber: PSA No. d. Bukti audit sangat bervariasi pengaruhnya terhadap kesimpulan yang ditarik oleh auditor independen dalam rangka memberikan pendapat atas laporan keuangan auditan. manajemen membuat asersi bahwa sediaan produk jadi yang tercantum dalam neraca adalah tersedia untuk dijual. Begitu pula. Keberadaan atau keterjadian (existence or occurrence). f. 07 PENDAHULUAN 01 Standar pekerjaan lapangan ketiga berbunyi: “Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi. Penyajian dan pengungkapan (presentation and disclosure) 04 Asersi tentang keberadaan atau keterjadian berhubungan dengan apakah aktiva atau utang entitas ada pada tanggal tertentu dan apakah transaksi yang dicatat telah terjadi selama periode tertentu.” 02 Sebagian besar pekerjaan auditor independen dalam rangka memberikan pendapat atas laporan keuangan terdiri dari usaha untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti audit.M.Ukuran keabsahan (validity) bukti tersebut untuk tujuan audit tergantung pada pertimbangan auditor independen. seluruhnya berpengaruh terhadap kompetensi bukti. Kelengkapan (completencess). Hak dan kewajiban (right and obligation). permintaan keterangan dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan. pengamatan. Sebagai contoh. Relevansi. Penilaian (valuation) atau alokasi. Page | 75 . SIFAT ASERSI 03 Asersi (assertion) adalah pernyataan manajemen yang terkandung di dalam komponen laporan keuangan. dan keberadaan bukti audit lain yang menguatkan kesimpulan. b.

07 Asersi tentang penilaian atau alokasi berhubungan dengan apakah komponenkomponen aktiva. Misalnya. manajemen membuat asersi bahwa jumlah yang disajikan sebagai pos luar biasa dalam laporan laba rugi diklasifikasikan dan diungkapkan semestinya. manajemen membuat asersi bahwa jumlah sewa guna usaha (lease) yang dikapitalisasi di neraca mencerminkan nilai pemerolehan hak entitas atas kekayaan yang disewa-guna-usahakan (leased) dan utang sewa guna usaha yang bersangkutan mencerminkan suatu kewajiban entitas. Di lain pihak. manajemen membuat asersi bahwa utang usaha di neraca telah mencakup semua kewajiban entitas. kombinasi berbagai prosedur audit dibutuhkan untuk mencapai satu tujuan audit. kewajiban. Sebagai contoh. manajemen membuat asersi bahwa aktiva tetap dicatat berdasarkan harga pemerolehannya dan pemerolehan semacam itu secara sistematik dialokasikan ke dalam periode-periode akuntansi yang semestinya. Beberapa prosedur audit dapat dikaitkan dengan lebih dari satu tujuan audit. Demikian pula. manajemen membuat asersi bahwa kewajibankewajiban yang diklasifikasikan sebagai utang jangka panjang di neraca tidak akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun. termasuk sifat aktivitas ekonomi dan praktik akuntansi yang khas dalam industrinya. salah satu tujuan audit yang berhubungan dengan asersi tentang kelengkapan saldo sediaan yang dapat dirumuskan oleh auditor bahwa kuantitas sediaan mencakup seluruh produk jadi.M. auditor independen merumuskan tujuan audit spesifik ditinjau dari sudut asersi tersebut. manajemen membuat asersi bahwa seluruh pembelian barang dan jasa dicatat dan dicantumkan dalam laporan keuangan. PENGGUNAAN ASERSI DALAM MERUMUSKAN TUJUAN AUDIT DAN DALAM MERANCANG PENGUJIAN SUBSTANTIF 09 Di dalam memperoleh bukti audit yang mendukung asersi dalam laporan keuangan. Demikian pula. Sebagai contoh. 08 Asersi tentang penyajian dan pengungkapan berhubungan dengan apakah komponen-komponen tertentu laporan keuangan diklasifikasikan. bahan baku. manajemen membuat asersi bahwa piutang usaha yang tercantum di neraca dinyatakan berdasarkan nilai bersih yang dapat direalisasikan. dijelaskan. pendapatan dan biaya sudah dicantumkan dalam laporan keuangan pada jumlah yang semestinya. 06 Asersi tentang hak dan kewajiban berhubungan dengan apakah aktiva merupakan hak entitas dan utang merupakan kewajiban perusahaan pada tanggal tertentu. Demikian pula. dan diungkapkan semestinya. Dalam merumuskan tujuan audit. 10 Auditor independen tidak perlu secara satu per satu menghubungkan tujuan audit dengan prosedur audit. Sebagai contoh. Lampiran A paragraf 25 berisi gambaran tujuan audit untuk sediaan perusahaan manufaktur untuk setiap golongan asersi yang tercantum Page | 76 . auditor independen hendaknya mempertimbangkan kondisi khusus entitas. AGUS SUDRAJAT S4309040 05 Asersi tentang kelengkapan berhubungan dengan apakah semua transaksi dan akun yang seharusnya disajikan dalam laporan keuangan telah dicantumkan di dalamnya. dan bahan pembantu yang ada di tangan klien. Misalnya.

Di lain pihak. 12 Tujuan audit spesifik yang dirumuskan oleh auditor tidak mengalami perubahan apakah diterapkan dalam pengolahan data dengan manual maupun dengan komputer. potensi untuk memicu atau mengubah informasi secara tidak semestinya terjadi dan tidak terdeteksi mungkin lebih besar jika informasi dihasilkan. auditor harus melaksanakan pengujian pengendalian Page | 77 . teknik audit berbantuan komputer (computer-assisted audit techniques). Oleh karena itu. Dalam keadaan ini. Oleh karena pertumbuhan penggunaan komputer dan teknologi informasi yang lain. Bukti audit yang diperoleh harus cukup bagi auditor untuk merumuskan kesimpulan tentang validitas asersi individual yang terkandung dalam komponen laporan keuangan. dan luasnya prosedur audit yang digunakan dalam suatu perikatan berhubungan dengan pertimbangan profesional yang diterapkan oleh auditor berdasarkan kondisi yang spesifik. diolah. ketepatan waktu. risiko salah saji material dalam laporan keuangan. Auditor dapat menggunakan prosedur audit manual. Namun. atau konfirmasi tanpa bantuan teknologi informasi. 11 Dalam memilih pengujian substantif tertentu untuk mencapai tujuan audit yang telah ditetapkan. atau diakses secara elektronik. AGUS SUDRAJAT S4309040 dalam paragraf 03 serta contoh pengujian substantif untuk mencapai tujuan audit tersebut. dan sifat tujuan audit yang hendak dicapai. Sebagai contoh. metode penerapan prosedur audit untuk mengumpulkan bukti dapat dipengaruhi oleh metode pengolahan data yang digunakan oleh klien.M. Namun. 13 Sifat. dalam merancang prosedur audit untuk mencapai suatu tujuan yang berhubungan dengan asersi tentang kelengkapan. auditor memilih unsur yang ada dalam jumlah yang tercantum dalam laporan keuangan dan mencari bukti audit yang relevan. 14 Dalam entitas yang di dalamnya informasi signifikan ditransmisikan. diselenggarakan. antara lain. serta efisiensi dan efektivitas pengujian yang diharapkan dari pengujian tersebut. adalah sulit atau tidak mungkin bagi auditor memperoleh data tertentu dengan cara inspeksi. termasuk tingkat risiko pengendalian taksiran. auditor memilih bukti audit yang menunjukkan bahwa suatu unsur harus dimasukkan dalam jumlah yang relevan dalam laporan keuangan dan menyelidiki apakah unsur tersebut telah dimasukkan secara lengkap. atau diakses hanya dalam bentuk elektronik. banyak perusahaan mengolah informasi signifikan secara elektronik. auditor dapat menentukan bahwa tidak praktis atau mungkin untuk mengurangi risiko deteksi ke tingkat yang dapat diterima dengan cara melaksanakan hanya pengujian substantif untuk satu atau lebih asersi laporan keuangan. dalam asersi tentang keberadaan atau keterjadian. atau kombinasi kedua metode tersebut untuk memperoleh bukti audit kompeten yang cukup. jenis dan kompetensi bukti audit yang tersedia. permintaan keterangan. Bukti audit yang disediakan melalui kombinasi penaksiran risiko bawaan dan risiko pengendalian oleh auditor dan pengujian substantif dapat memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapatnya. prosedur yang digunakan harus memadai untuk mencapai tujuan tertentu auditor dan mengurangi risiko deteksi ke tingkat yang dapat diterima oleh auditor. Pertimbangan auditor independen meliputi sifat dan materialitas unsur-unsur yang diuji. Sebagai contoh. auditor independen mempertimbangkan. dan dipelihara.

konfirmasi dan representasi tertulis dari pihak yang mengetahui. catatan electonic fund transfers. perhitungan. pengujian pengendalian yang akan dilaksanakan. serta informasi lain yang dikembangkan oleh atau tersedia bagi auditor yang memungkinkannya menarik kesimpulan berdasarkan alasan yang kuat. seperti cek. entitas dan pelanggannya atau pemasok menggunakan hubungan komunikasi untuk melakukan transaksi bisnis secara elektronik. Data akuntansi ini seringkali dalam bentuk elektronik. Sebagai contoh. beberapa data akuntansi dan bukti penguat tersedia dalam bentuk elektronik. SIFAT BUKTI AUDIT atau 15 Bukti audit yang mendukung laporan keuangan terdiri dari data akuntansi dan semua informasi penguat yang tersedia bagi auditor. Dalam sistem pengolahan citra. dan jika berlaku. Transaksi pembelian. Namun. penagihan. buku besar dan buku pembantu. serta catatan seperti lembaran kerja (work sheet) dan spread sheet yang mendukung alokasi biaya. Melalui pelaksanaan prosedur seperti itu. saat. surat muat. dan buku pedoman akuntansi yang berkaitan. tanpa cukup perhatian atas kewajaran dan kecermatan data akuntansi yang melandasinya. 18 Dalam entitas tertentu. penerimaan kas. bukti tersebut mungkin tidak dapat diambil setelah periode waktu tertentu jika file diubah dan jika backup file tidak ada. 19 Auditor menguji data akuntansi yang mendasari laporan dengan keuangan dengan (a) menganalisa dan me-review. pendapat auditor atas laporan keuangan tidak akan terjamin. dan cek digantikan dengan pesan elektronik. surat kontrak. dan luasnya pengujian subtantif. auditor dapat menentukan bahwa catatan akuntansi konsisten secara Page | 78 . mempertimbangkan dampaknya ke laporannya (lihat paragraf 25 Seksi ini). (b) menelusuri kembali langkah-langkah prosedur yang diikuti dalam proses akuntansi dan dalam proses pembuatan alokasi yang bersangkutan. entitas dapat menggunakan Electronic Data Interchange (EDI) atau sistem pengolahan citra (image processing systems) Dalam EDI. informasi yang diperoleh auditor melalui permintaaan keterangan. notulen rapat. 17 Bukti audit penguat meliputi baik informasi tertulis maupun elektonik. Bukti audit tertentu dapat ada pada titik waktu tertentu. pengamatan. Data akuntansi saja tidak dapat dianggap sebagai pendukung yang cukup bagi suatu laporan keuangan.M. Dokumen sumber seperti order pembelian. faktor. AGUS SUDRAJAT S4309040 untuk mengumpulkan bukti untuk menaksir risiko pengendalian. dan rekonsiliasi keseluruhannya merupakan bukti yang mendukung laporan keuangan. dan pengeluaran kas seringkali dilaksanakan seluruhnya dengan pertukaran pesan elektronik di antara pihak-pihak yang terkait. Oleh karena itu. inspeksi dan pemerikasaan fisik. pengiriman. dokumen di-scan dan diubah menjadi citra elektronik untuk memfasilitasi penyimpanan dan pengacuan. (c) penghitungan kembali dan (d) rekonsiliasi tipe-tipe dan aplikasi yang berkaitan dengan informasi yang sama. auditor harus mempertimbangkan waktu yang pada saat itu informasi ada atau tersedia dalam menentukan sifat. dan dokumen sumber dapat tidak disimpan setelah diubah ke dalam citra tersebut. di pihak lain. 16 Jurnal.

Berdasarkan pengamatan terhadap aktivitas tersebut atau kondisi atau situasi lain. terlepas bentuknya. bukti audit. auditor dapat mencapai kesimpulan tentang validitas berbagai asersi dalam laporan keuangan. Baik di dalam entitas maupun di luarnya terdapat orang yang berpengetahuan yang dapat dihubungi oleh auditor untuk dimintai keterangan. pengamatan. dan inspeksi lebih bersifat menyimpulkan dibandingkan dengan yang diperoleh secara tidak langsung. KECUKUPAN BUKTI AUDIT 22 Audit yang dilakukan auditor independen bertujuan untuk memperoleh bukti audit kompeten yang cukup untuk dipakai sebagai dasar memadai dalam merumuskan pendapatnya. 20 Data yang berkaitan dengan akuntansi dan bukti penguat yang mendukung pembukuan ke dalam akun dan asersi dalam laporan keuangan biasanya tersedia dari file entitas dan dapat diakses oleh auditor untuk pemeriksaan pada titik atau periode waktu tertentu. Page | 79 . Apabila bukti dapat diperoleh dari pihak independen di luar perusahaan. Semakin efektif pengendalian intern. meskipun satu sama lain tidak bersifat saling meniadakan. auditor independen lebih mengandalkan bukti yang bersifat mengarahkan (persuasive evidence) daripada bukti yang bersifat meyakinkan (convincing evidence).M. Konsistensi intern semacam itu biasanya memberikan bukti tentang kewajaran penyajian laporan keuangan. AGUS SUDRAJAT S4309040 intern. c. jika pengecualian yang penting dapat diketahui. Dalam banyak hal. Dengan demikian penarikan kesimpulan secara umum mengenai dapat diandalkannya berbagai macam bukti audit. Aktiva yang memiliki keberadaan fisik tersedia bagi auditor untuk diinspeksi. Baik asersi secara individual dalam laporan keuangan maupun gambaran umum bahwa laporan keuangan secara keseluruhan menyajikan posisi keuangan. Aktivitas personel entitas dapat diamati. Pengetahuan auditor secara pribadi dan langsung yang diperoleh melalui inspeksi fisik. Keabsahan sangat tergantung atas keadaan yang berkaitan dengan pemerolehan bukti tersebut. tergantung pada pengecualian penting yang ada. anggapan berikut ini mengenai keabsahan bukti audit dalam audit. hasil usaha dan arus kas perusahaan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia adalah sedemikian sifatnya. untuk tujuan audit auditor independen. b. Jumlah dan jenis bukti audit yang dibutuhkan oleh auditor untuk mendukung pendapatnya memerlukan pertimbangan profesional auditor setelah mempelajari dengan teliti keadaan yang dihadapinya. dapat bermanfaat: a. harus sah dan relevan. KOMPETENSI BUKTI AUDIT 21 Untuk dapat dikatakan kompeten. bukti tersebut memberikan jaminan keandalan yang lebih daripada bukti yang diperoleh dari dalam perusahaan itu sendiri. perhitungan. sehingga seorang auditor yang sangat berpengalaman pun jarang dengan mudah diyakinkan. Namun. semakin besar jaminan yang diberikan mengenai keandalan data akuntansi dan laporan keuangan. dalam hubungannya dengan semua aspek laporan keuangan yang diauditnya.

Dalam masa transisi tersebut berlaku standar yang terdapat dalam Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Agustus 1994 dan Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Januari 2001. Dalam merumuskan pendapatnya. Masa transisi ditetapkan mulai dari 1 Agustus 2001 sampai dengan 31 Desember 2001. Setelah tanggal 31 Desember 2001. hanya ketentuan dalam Seksi ini yang berlaku. TANGGAL BERLAKU EFEKTIF 26 Seksi ini berlaku efektif tanggal 1 Agustus 2001. Auditor harus memutuskan. auditor harus memperhatikan kemungkinan laporan keuangan tidak disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. terlepas apakah bukti audit tersebut mendukung atau berlawanan dengan asersi dalam laporan keuangan. sekali lagi dengan menggunakan pertimbangan profesionalnya. auditor harus mempertimbangkan relevansi bukti audit. Contoh berikut ini tidak dimaksudkan untuk menggambarkan seluruh pengujian lengkap atau tidak diharapkan akan berlaku untuk semua audit. Contoh Tujuan Audit. Page | 80 . Penerapan lebih awal dari tanggal efektif berlakunya aturan dalam Seksi ini diizinkan. agar secara ekonomis bermanfaat. maka ia harus menangguhkan pemberian pendapatnya sampai ia mendapatkan bukti kompeten yang cukup untuk menghilangkan keraguannya. PENILAIAN BUKTI AUDIT 25 Dalam menilai bukti audit. Masalah kesulitan dan biaya pengujian suatu pos bukan merupakan dasar yang sah untuk menghilangkan pengujian tersebut dalam proses audit. AGUS SUDRAJAT S4309040 23 Auditor bekerja dalam batas-batas pertimbangan ekonomi. auditor harus mempertimbangkan apakah tujuan audit tertentu telah tercapai. atau ia harus menyatakan pendapat wajar dengan pengecualian atau menolak memberikan pendapat. apakah bukti audit yang tersedia baginya dengan batasan waktu dan biaya. pendapatnya harus dirumuskan dalam jangka waktu yang pantas dan dengan biaya yang masuk akal. cukup memadai untuk membenarkan pernyataan pendapatnya. Auditor harus secara mendalam mencari bukti audit dan tidak memihak (bias) dalam mengevaluasinya. Dalam merancang prosedur audit untuk memperoleh bukti kompeten yang cukup. LAMPIRAN A 27 Asersi Laporan Keuangan. 24 Sebagai pegangan. harus terdapat hubungan yang rasional antara biaya untuk mendapatkan bukti dengan manfaat informasi yang diperoleh. dan Contoh Pengujian Substantif Contoh untuk Sediaan dalam Perusahaan Manufaktur Lampiran ini menggambarkan penggunaan asersi dalam pembuatan tujuan audit dan dalam pendesainan pengujian substantif.M. Bila auditor masih tetap ragu-ragu untuk mempercayai suatu asersi yang material.

* Mengamati penghitungan fisik sediaan. Me-review kartu sediaan. * Membandingkan hubungan antara saldo akun sediaan dengan kegiatan pembelian. perusahaan. produksi. * Membandingkan sediaan dengan katalog penjualan * sekarang dengan laporan penjualan dan laporan pengiriman barang. secara fisik ada * Mendapatkan konfirmasi atas sediaan yang ditempatkan di lokasi luar perusahaan. * Meminta pertanggungjawaban semua kartu penghitungan fisik (inventory tags) dan daftar hasil penghitungan fisik (count sheet/inventory summary sheet) Page | 81 . Daftar hasil penghitungan fisik sediaan * Menelusuri hitung uji yang dicatat dalam dikompilasi dengan teliti dan totalnya telah kartu penghitungan fisik sediaan ke dimasukkan ke dalam akun sediaan. supplies yang masih ada dalam yang ditempatkan di lokasi luar perjalanan maupun yang disimpan di lokasi luar perusahaan. * Mendapatkan konfirmasi atas sediaan bahan. dan penjualan sekarang. supplies yang ada di lokasi perusahaan. bahan. Kuantitas sediaan meliputi semua produk. * dengan tanggal neraca. * Membandingkan hubungan antara saldo akun sediaan dengan kegiatan pembelian. produksi. dalam daftar hasil penghitungan fisik sediaan. produksi. * Menguji prosedur pisah batas pengiriman dan penerimaan. catatan pembelian catatan sebagai petunjuk kegiatan yang bersangkutan dengan sediaan.M. * Menguji transaksi sediaan di antara tanggal awal penghitungan fisik sediaan Sediaan merupakan unsur yang disimpan untuk dijual atau digunakan dalam kegiatan normal bisnis. dan penjualan sekarang. Menggunakan jasa spesialis untuk menguatkan sifat produk yang khusus. * Menguji prosedur pisah batas pengiriman dan penerimaan. Kelengkapan Sediaan meliputi semua produk. AGUS SUDRAJAT S4309040 Tujuan Audit Contoh Pengujian Substantif Keberadaan atau Keterjadian Sediaan yang dicantumkan dalam neraca * Mengamati penghitungan fisik sediaan.

perjanjian konsinyasi. kecuali jika harga * Me-review tarif upah karyawan pasarnya lebih rendah. Penilaian atau Alokasi Sediaan dinyatakan secara semestinya pada * Memeriksa faktur dari pemasok. * Memeriksa faktur dari pemasok yang telah dibayar.M. Page | 82 . AGUS SUDRAJAT S4309040 yang digunakan untuk mencatat hasil penghitungan fisik sediaan. langsung. * Menguji prosedur pisah batas pengiriman dan penerimaan. Hak dan Kewajiban Entitas memiliki hak milik secara hukum atau * Mengamati penghitungan fisik sediaan. dan pihak lain kontrak. perjanjian konsinyasi. * Merekonsiliasi hasil penghitungan fisik dengan kartu sediaan dan saldo akun sediaan dalam buku besar serta menyelidiki fluktuasi yang signifikan. * Memeriksa analisis selisih harga pembelian dan selisih biaya produksi. harga pokoknya (at cost). Sediaan tidak mencakup unsur yang telah * Memeriksa faktur dari pemasok yang ditagihkan kepada pelanggan atau dimiliki oleh telah dibayar. hak milik serupa terhadap sediaan * Mendapatkan konfirmasi atas sediaan yang ditempatkan di lokasi di luar perusahaan. dan kontrak.

atau media yang lain. Informasi yang tercantum dalam kertas kerja merupakan catatan utama pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh auditor dan simpulan-simpulan yang dibuatnya mengenai masalahmasalah yang signifikan. Tingkat risiko pengendalian taksiran. Kebutuhan dalam keadaan tertentu untuk mengadakan supervisi dan review atas pekerjaan yang dilakukan para asisten. Contoh kertas kerja adalah program audit. Sifat dan kondisi catatan clien. b. yang tersirat ditunjukkan dalam laporan auditor dengan disebutkannya frasa “berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia”. memorandum.M. dan simpulan yang dibuatnya sehubungan dengan auditnya. Sifat perikatan auditor. yang isi maupun bentuknya harus didesain untuk memenuhi keadaan-keadaan yang dihadapinya dalam perikatan tertentu. ikhtisar dari dokumen-dokumen perusahaan. dan isi kerta kerja untuk perikatan tertentu mencakup: a. Page | 83 . Kertas kerja dapat pula berupa data yang disimpan dalam pita magnetik. Membantu auditor dalam pelaksanaan dan supervisi audit. dan keterangan yang perlu bagi auditor dalam pembuatan laporan. b. f. Kertas kerja adalah catatan-catatan yang diselenggarakan oleh auditor tentang prosedur audit yang ditempuhnya. surat konfirmasi. d. daftar. Sifat laporan auditor. 3 Faktor yang mempengaruhi pertimbangan auditor mengenai kuantitas. informasi yang diperolehnya. termasuk representasi tentang pengamatan atas standar pekerjaan lapangan. e. dan daftar atau komentar yang dibuat atau diperoleh auditor. AGUS SUDRAJAT S4309040 SA Seksi 339 KERTAS KERJA Sumber : PSA No. c. Menyediakan penunjang utama bagi laporan auditor. pengujian yang dilakukannya. 15 PENDAHULUAN 01 Auditor harus membuat dan memelihara kertas kerja. film. representasi. bentuk. FUNGSI DAN SIFAT KERTAS KERJA 02 Kertas kerja terutama berfungsi untuk: a. Sifat laporan keuangan. analisis.

M. Penerapan lebih awal dari tanggal efektif berlakunya aturan dalam Seksi ini diizinkan. dan lingkup pengujian yang telah dilakukan. Page | 84 . namun harus cukup memperlihatkan bahwa catatan akuntansi cocok dengan laporan keuangan atau informasi lain yang dilaporkan serta standar pekerjaan lapangan yang dapat diterapkan telah diamati. Dalam masa transisi tersebut berlaku standar yang terdapat dalam Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Agustus 1994 dan Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Januari 2001. tipe. Setelah tanggal 31 Desember 2001. yang menujukan diamatinya standar pekerjaan lapangan yang pertama. Pemahaman memadai atas pengendalian intern telah diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat. catatan akuntansi klien. Pekerjaan telah direncanakan dan disupervisi dengan baik. Kertas kerja biasanya harus berisi dokumentasi yang memperlihatkan: a. Masa transisi ditetapkan mulai dari 1 Agustus 2001 sampai dengan 31 Desember 2001. saat. 7 Auditor harus menerapkan prosedur memadai untuk menjaga keamanan kertas kerja dan harus menyimpannya dalam periode yang dapat memenuhi kebutuhan praktiknya dan ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku mengenai penyimpan dokumen. Namun hak dan kepemilikan atas kertas kerja masih tunduk pada pembatasan yang diatur dalam Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik yang berkaitan dengan hubungan yang bersifat rahasia dengan klien. KEPEMILIKAN DAN PENYIMPANAN KERTAS KERJA 5 Kertas kerja adalah milik auditor. hanya ketentuan dalam Seksi ini yang berlaku. TANGGAL BERLAKU EFEKTIF 8 Seksi ini berlaku efektif tanggal 1 Agustus 2001. 6 Seringkali kertas kerja tertentu auditor dapat berfungsi sebagai sumber acuan bagi kliennya. c. Bukti audit yang telah diperoleh. namun kertas kerja harus tidak dipandang sebagai bagian dari. AGUS SUDRAJAT S4309040 ISI KERTAS KERJA 4 Kuantitas. atau sebagai pengganti terhadap. prosedur audit yang telah diterapkan. b. dan pengujian yang telah dilaksanakan. yang menujukan diamatinya standar pekerjaan lapangan ketiga. memberikan bukti kompeten yang cukup sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan. dan isi kertas kerja bervariasi dengan keadaan yang dihadapi oleh auditor.

SUMMARY Penelitian ini mencakup analisis data dari survei yang dilakukan di Inggris antara bulan Mei dan Juli 1999. teknologi informasi dan keamanan untuk penyedia layanan di luar. Page | 85 . menunjukkan bahwa dalam waktu dekat setidaknya beberapa. sejumlah Direksi Keuangan dan / atau Direksi Audit baik dari sektor publik dan swasta ikut ambil bagian. jika tidak semua. Penelitian ini melaporkan hasil survei kuesioner yang dilakukan pada sektor publik dan swasta di Inggris dalam masalah outsourcing audit internal. Selain melihat faktor bertindak sebagai kekuatan pendorong utama di balik keputusan untuk melakukan outsourcing fungsi internal audit. Para penulis percaya bahwa beberapa keraguan hadir antara organisasi ketika datang ke outsourcing fungsi audit internal. penelitian juga meneliti bagaimana audit internal dianggap dan kemungkinan dampak keputusan outsourcing ini atas independensi auditor dan kualitas layanan audit internal. Hal ini didukung oleh temuan survei yang menunjukkan bahwa organisasi yang telah menerima outsourcing dan telah mempercayakan penyediaan berbagai layanan seperti pembersih. Dalam survei ini.M. secara umum. ketiga organisasi Satu dari tiga fungsi audit internal dalam organisasi. outsourcing saat ini terjadi pada skala lebih luas dan seringkali mencakup berbagai kegiatan tradisional di dalam organisasi. Terlepas dari kenyataan bahwa mereka menunjukkan preferensi mereka terhadap memperoleh layanan dari salah satu dari 'lima besar perusahaan akuntan publik. fungsi audit internal dapat disediakan oleh penyedia layanan di luar. AGUS SUDRAJAT S4309040 OUTSOURCING THE INTERNAL AUDIT FUNCTION: A SURVEY OF THE UK PUBLIK AND PRIVATE SECTORS Georges Selim and Arestodemos Yiannakas Meskipun bukan fenomena baru di dunia usaha. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa organisasi-organisasi. sejumlah besar organisasi masih dapat mempertimbangkan penggunaan khusus penyedia audit internal. tidak begitu tertarik untuk melakukan outsourcing fungsi audit internal. puas dengan kualitas jasa audit outsourcing.

yang secara luas mendukung outsourcing sebagai respon strategis untuk persaingan yang meningkat. telah menjadi ciri mapan cara bisnis dilakukan. Meskipun semua publisitas baru-baru ini telah diterima. dan akhirnya. AGUS SUDRAJAT S4309040 PENDAHULUAN Outsourcing yaitu praktek dimana perusahaan dikontrak untuk melakukan satu atau lebih kegiatan bisnis yang secara tradisional telah dilakukan dalam organisasi. Namun. Jennings (1996) dan. kesepakatan baru-baru ini termasuk outsourcing fungsi sumber daya manusia. Mereka mengklaim bahwa organisasi yang paling substansial dapat memanfaatkan sumber daya mereka melalui strategis outsourcing: pertama. Di antara peningkatan jumlah mereka yang menyatakan bahwa outsourcing dapat Page | 86 . Ini adalah wajar bagi mereka yang mendukung akan sangat antusias dan ingin menerapkannya dalam berbagai peran manajemen. memfokuskan investasi dan manajemen menjadi perhatian mereka. Sekarang secara luas diakui bahwa agar suatu organisasi bersaing secara efektif. banyak kegiatan strategis outsourcing lain yang perusahaan memiliki kebutuhan strategis tidak kritis atau kemampuan khusus. REVIEW LITERATUR Apakah Outsourcing itu perlu? Selama beberapa tahun terakhir. yang mereka tidak akan lakukan di masa lalu. Fungsi organisasi outsourcing seperti keamanan dan pemeliharaan gedung selama beberapa dekade. organisasi yang merangkul outsourcing karena mereka menyadari bahwa mereka memiliki keterbatasan tertentu dan karena ada organisasi khusus di pasar sebagai kekuatan mereka. Di sisi lain. beberapa skeptis memperingatkan bahwa organisasi bergantung pada outsourcing mengundang bencana kehilangan daya saing. banyak artikel telah ditulis dan diterbitkan tentang outsourcing telah sengit diperdebatkan. outsourcing tidak benar-benar sebuah fenomena baru. Hinton (1996) juga berbagi pandangan yang sama. akuntansi. Quinn dan Hilmer (1995). teknologi informasi dan bahkan audit internal. Orang-orang digunakan untuk kegiatan seperti organisasi-organisasi outsourcing. misalnya. mengembangkan serangkaian kompetensi inti yang dipilih dengan cermat untuk pelanggan dan organisasi dapat menjadi yang terbaik di dunia.M. Menurut pandangan ini. Kedua. Organisasi outsourcing sekarang dengan berbagai aktivitas baru. penting untuk berkonsentrasi pada apa yang dilakukannya menjadi terbaik.

Sejumlah besar organisasi dimengerti menemukan keinginan untuk melakukan outsourcing cukup menarik. karena organisasi yang melakukan outsourcing dan mendapatkan kesalahan. Di sisi lain. pada kenyataannya. McCune (1993) berpendapat bahwa. jika kasus tersebut lebih atau kurang harapan. cenderung meningkat. manfaat tampak semakin bermanfaat. Demikian pula. Bermasalah dengan masalah keuangan perusahaan sering menganggap outsourcing menjadi solusi yang paling tepat untuk masalah mereka. diambil oleh para manajer Barat. Tugas outsourcing dalam upaya untuk menyelamatkan sebuah perusahaan finansial tidak stabil jarang bekerja. Bettis. Dalam jangka panjang. biaya bisa lebih dari jumlah berapapun yang disimpan. Untuk organisasi yang outsource dan mendapatkan yang benar. Dalam banyak kasus. Organisasi bisa. mungkin tidak selalu menjadi strategi terbaik untuk setiap fungsi. Bradley.M. Outsourcing memungkinkan organisasi Page | 87 . Prahalad dan Hamel (1990) menunjukkan bahwa keterampilan yang menimbulkan generasi berikutnya kompetensi inti tidak bisa 'menyewa dalam' oleh outsourcing. Hoewing (1992) menyatakan bahwa kehati-hatian harus diambil untuk tidak tugas outsourcing sebagai jalan terakhir. mengklaim bahwa pelaksanaan keputusan outsourcing seharusnya merupakan proses tidak tergesagesa. Mereka lebih lanjut menyatakan bahwa keputusan outsourcing. keputusan untuk melakukan outsourcing fungsi tertentu terlalu cepat diambil oleh CEO atau oleh chief financial officer dan cepat disetujui oleh dewan direksi dengan over-antusias. bahkan beralih ke keahlian luar tidak mungkin untuk menghasilkan hasil yang positif. Argumen mereka adalah bahwa kompetensi inti harus dipupuk dan dilindungi dari waktu ke waktu untuk sukses kompetitif. AGUS SUDRAJAT S4309040 menggerogoti daya saing. Dengan kata lain. Ide untuk mengubah biaya tetap menjadi biaya variabel dapat membuktikan menjadi pilihan yang menggoda. Willis (1996). Kompetensi adalah perekat yang mengikat bersama-sama bisnis yang ada dan mesin untuk pengembangan bisnis baru. dan Hamel (1992) menyimpulkan bahwa penyalahgunaan outsourcing memainkan peran penting dalam penurunan terus kompetitif di banyak perusahaan Barat. akhirnya membayar lebih ke penyedia layanan di luar dari mereka akan menghabiskan jika mereka melakukan fungsi in-house. meskipun organisasi outsourcing dapat memberikan fleksibilitas untuk bereaksi dengan cepat terhadap perubahan kondisi pasar atau untuk memanfaatkan peluang-peluang baru.

mungkin istilah yang relatif baru. Fungsi audit internal merupakan salah satu yang terbaru.M. meskipun tren besar terhadap outsourcing. Selanjutnya. Bahkan Acciani (1995) dan Courtemanche (1991) berpendapat bahwa. sementara outsourcing dapat terlihat seperti pengaturan yang menarik di awal. akhirnya akan biaya organisasi lebih tinggi daripada mempertahankan tim audit internal dalam organisasi. sebagai akibatnya. dan disiplin penyedia layanan. kritik outsourcing adalah cepat dalam menunjukkan keprihatinan tentang kebebasan. konflik kepentingan. Outsourcing Fungsi Internal Audit Outsourcing seperti yang disebutkan sebelumnya. Standar dan Pedoman Praktik Profesional Audit Internal. maka dianjurkan untuk memperoleh dari luar . seperti teknologi informasi dan akuntansi. 1991). atau personil . mereka menjadi kandidat utama untuk outsourcing. 1980-an dan awal 1990-an. fungsi audit internal sebaiknya dilakukan oleh sepenuhnya sumber daya dan staf profesional yang kompeten yang bersifat internal dan bagian integral dari struktur manajemen sebuah organisasi. Institute of Internal Auditor (IIA). tetapi bukan merupakan konsep baru. fungsi audit internal dalam organisasi tradisionla yang saat ini menjadi target untuk Mereka yang melawan outsourcing audit internal akan menyarankan bahwa keputusan untuk melakukan outsourcing audit internal seluruh departemen adalah langkah yang paling keliru yang dibuat tim manajemen senior dan selanjutnya akan dianggap sebagai kesalahan serius (Acciani. dan kerahasiaan yang muncul ketika perusahaan akuntan publik yang sama memberikan layanan baik internal dan eksternal audit. dengan menyarankan bahwa jika departemen audit internal tidak memiliki pengetahuan yang diperlukan. di negeri lain. AGUS SUDRAJAT S4309040 untuk tumbuh tanpa investasi aktiva tetap apakah peralatan. keterampilan. 1995.tetapi strategi harus terus dievaluasi ulang. Page | 88 untuk melaksanakan tanggung jawab audit. Courtemanche. melihat fungsi penting. IIA secara terbuka menyatakan bahwa departemen audit internal yang kompeten yang terorganisasi dengan baik dengan staf yang terlatih dapat melakukan fungsi audit internal yang lebih efisien dan efektif daripada jasa audit kontrak. masih percaya bahwa. masih terbuka kemungkinan untuk layanan eksternal yang disediakan. dan diperlakukan sebagai ‘non-inti' dan.

bahwa mereka mempertahankan staf auditor internal pokok untuk menangani fungsi-fungsi tertentu. Jasa outsourcing yang dipilih dapat membuktikan menjadi solusi yang paling tepat untuk auditor internal yang telah diminta untuk secara signifikan mengurangi jumlah staf yang bekerja. Hasil keseluruhan akan meningkat risiko direksi. AGUS SUDRAJAT S4309040 Para pendukung outsourcing berpendapat bahwa lebih baik hasil ini didapat dari semua outsourcing atau bagian dari fungsi internal audit. Sebuah penyedia jasa layanan audit luar internal biasanya dapat disewa setiap saat atau untuk periode waktu tertentu. sedikit penelitian tentang masalah outsourcing fungsi audit internal telah dilakukan di Britania Raya hasilnya banyak pertanyaan yang masih tetap tidak terjawab. satu klaim. Meskipun semua yang telah dikatakan di atas. Ini akan sangat berguna di mana fungsi audit internal dalam organisasi memiliki kesulitan dalam memenuhi rencana audit dan di mana tugas-tugas tertentu memerlukan keahlian spesialis yang tidak tersedia dalam organisasi. Outsourcing pada kenyataannya dapat menghilangkan kebutuhan untuk mempekerjakan staf permanen ketika fungsi audit internal dalam organisasi tidak dapat mengatasi jumlah tambahan pekerjaan yang harus dilakukan.M. Itulah sebabnya organisasi harus berpikir dua kali sebelum outsourcing fungsi audit internal. Pelfrey dan Peacock (1995) berbagi pandangan yang sama. Verschoor dan Farell (1996) menyatakan bahwa audit internal adalah salah satu pokok sumber informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi tanggung jawab pengawasannya. sehingga proyek-proyek khusus atau tugas yang akan dioutsource ke penyedia layanan di luar. adalah ‘fleksibilitas’. sementara pada saat yang sama memperluas cakupan program audit. kegiatan kritis menempatkan. Salah satu studi paling baru dipublikasikan adalah penelitian yang dilakukan oleh Rittenberg dan Covaleski Page | 89 . yang sering diangkat untuk mendukung outsourcing. PERTANYAAN PENELITIAN Berdasarkan publikasi saat ini. Menurut Marshall (1994). bahwa outsourcing fungsi audit internal tidak sama dengan outsourcing fungsi lainnya. di tangan penyedia luar dapat membuktikan menjadi kesalahan serius dan mungkin dapat menyebabkan sejumlah besar masalah kepada organisasi. harus diingat. Di sisi lain. seperti audit internal. masalah yang tidak biasanya muncul pada fungsi outsourcing lainnya.

Hasil penelitian ini memberikan beberapa pengamatan yang menarik tentang efek positif yang dihasilkan dari kompetisi di putaran kedua kualitas layanan yang disediakan dan efisiensi layanan tersebut. Kedua penulis melakukan serangkaian wawancara dengan pihak-pihak utama yang terlibat dalam tes pasar jasa audit internal (yaitu outsourcing penyedia dan kepala atau departemen audit internal). 1996).M. Hal ini diklaim secara luas dalam literatur bahwa 'penurunan biaya' adalah salah satu alasan utama. Partisipan diminta untuk menyebutkan apakah mereka menganggap audit internal menjadi inti 'atau' non-inti 'kegiatan dan apakah atau mereka tidak menganggap untuk menjadi menjadi 'penting'? Pertanyaan kedua berusaha untuk mengidentifikasi motif pokok dan faktor di balik keputusan untuk melakukan outsourcing fungsi audit internal. Sejumlah besar perusahaan akuntan publik yang telah secara aktif terlibat dalam pemasaran jasa internal audit. Selain menyediakan beberapa informasi baru tentang outsourcing fungsi audit internal di Britania Raya. sebagian besar organisasi yang menggoda untuk melompat ke bandwagon outsourcing. kajian ini berupaya untuk menjawab tiga pertanyaan dasar penelitian. Pertanyaan pertama terfokus pada bagaimana internal audit disadari oleh Direksi Keuangan dan Direksi Audit baik dari publik dan sektor swasta. tampaknya bahwa sejumlah faktor lain seperti akses ke auditor internal dengan keterampilan khusus dan untuk menjamin kualitas layanan dapat diajukan sebagai penjelasan yang benar-benar mempengaruhi keputusan untuk melakukan outsourcing fungsi audit internal. Aldhizer III dan Cashell. kualitas jasa audit internal diberikan oleh penyedia layanan di Page | 90 . dan strategi yang digunakan oleh kedua departemen yang ada dan outsourcing penyedia dalam berkompetisi untuk penugasan audit. AGUS SUDRAJAT S4309040 (1999) yang meneliti 'pengujian pasar' dari kegiatan audit internal di dalam Pemerintah Inggris di mana tekanan Pemerintah untuk mempertahankan fungsi outsourcing menantang departemen audit internal untuk bersaing dengan sektor swasta. Namun. Demikian pula. jika bukan alasan utama. Pertanyaan terakhir adalah berkaitan dengan dampak dari keputusan untuk melakukan outsourcing fungsi internal audit pada independensi auditor (internal dan eksternal) dan kualitas layanan audit internal. Ia juga mengidentifikasi masalah utama yang dihadapi. telah mengangkat pertanyaan mengenai kesesuaian dan potensi bahaya mendapatkan kedua layanan dari sumber yang sama (Accianit 1995.

METODOLOGI Sampel yang terdiri dari 250 organisasi baik dari publik dan sektor swasta di Britania Raya telah diambil. terutama perusahaan akuntan publik. diputuskan bahwa penggunaan kuesioner akan menjadi cara yang paling tepat. Instrumen survei (kuesioner pos) dipilih untuk mengumpulkan data primer dibagi menjadi lima skenario yang berbeda dan masing-masing responden diminta untuk menanggapi hanya salah satu skenario sesuai dengan ketentuan saat ini jasa audit internal dalam organisasi masing-masing. 1991). Non Departemental Public Bodies(NDPB's). Sejak kuesioner didistribusikan itu diluar kekuasaan peneliti. Dari sektor swasta. Instansi Pemerintah. sebuah pesan yang melalui sekretaris atau rekan kerja lainnya. sedangkan 125 dari sektor publik campuran dipilih dari Pemerintah Departemen. 125 Top perusahaan yang terdaftar di London Stock Exchange dipilih. Northern Ireland(NI) Departemen. juga perhatian utama (Courtemanche. untuk mengumpulkan data. Lima skenario adalah: • Fungsi audit internal diselenggarakan dalam organisasi (Skenario I) • Fungsi audit internal outsourcing sebagian (Skenario II) • Fungsi audit internal outsourcing sepenuhnya (Skenario III) • Partnering / Co-sourcing (Skenario IV) • Tidak ada fungsi audit internal saat ini (Skenario V) Karena banyak tes menunjukkan bahwa persentase pengembalian secara signifikan dapat ditingkatkan melalui sebuah pemberitahuan terlebih dahulu. Dalam beberapa kasus di mana kontak langsung dengan Direksi tertentu tidak bisa dilakukan. dan karena para peneliti tidak punya cara lain untuk membantu responden untuk memberikan respon yang jelas Page | 91 . Selama jangka waktu delapan hari (dari 20 Mei hingga 28 Mei 1999). Untuk tujuan survei ini.M. diambil keputusan untuk memperkenalkan awalnya kuesioner dengan menelepon semua Drektur Keuangan dan / atau Direktur Audit dalam organisasi yang ada dalam sampel. 250 Direksi dihubungi dan mereka akan menerima informasi tentang kuesioner pos. dan Housing Federation Members. terutama karena merupakan kendaraan yang paling efektif untuk mencapai sejumlah besar responden di wilayah yang luas. AGUS SUDRAJAT S4309040 luar.

Organisasi dengan Fungsi Internal Audit Beberapa alasan utama diidentifikasi oleh Direksi. sebanyak 160 (97%) organisasi memiliki baik fungsi audit internal di dalam organisasi atau mereka menggunakan layanan dari penyedia layanan di luar. AGUS SUDRAJAT S4309040 dan akurat.M. Dari 125 organisasi dari sektor publik yang awalnya dilakukan. Lembaga. dan NI Departemen dan 22 Haousing Federation Members). Sebagai pengaruh utama dalam keputusan mereka untuk menjaga fungsi audit internal di dalam organisasi: I. menyelesaikan segala potensi ambiguitas atau kebingungan untuk arti pertanyaan-pertanyaan tertentu. tindak lanjut surat pada 21 Juni 1999. 89 (71.2% sedangkan mailing kedua menghasilkan lebih lanjut 12. Dua Direksi menjawab Ya mereka akan mempertimbangkan dan tiga menjawab Tidak.8%. HASIL PENELITIAN Penyediaan Internal Audit Sebagian besar responden (120 dari 165) menunjukkan bahwa mereka saat ini memiliki fungsi audit internal di dalam organisasi mereka.8% ) berpartisipasi dalam survei kami. Dan dari sektor swasta 76 (60. Dalam rangka mengurangi persentase non-responden dan meningkatkan tingkat respons secara keseluruhan. Tingkat respons untuk mailing awal 53. Pengamatan penting adalah bahwa semua organisasi dari sektor publik menyatakan bahwa mereka baik memiliki fungsi audit internal dalam organisasi (61 dari total 89 sebenarnya tidak berpengaruh pada fungsi audit internal dalam organisasi) atau mereka menggunakan layanan dari penyedia layanan di luar. 165 (66%) akhirnya selesai dan dikembalikan 5 Juli 1999.2%) menjawab (67 Pemerintah Departemen. Kelima Direksi ditanya apakah organisasi masing-masing pernah akan mempertimbangkan kemungkinan memiliki fungsi internal audit. Hanya 5 Direksi dari sektor swasta menunjukkan bahwa organisasi mereka tidak memiliki fungsi audit internal. Selain itu. NDPB. Dari total 250 kuesioner yang dikirimkan. II. Untuk memastikan kualitas layanan Penyedia layanan audit internal tidak akan tahu bisnis organisasi yang mereka lakukan Page | 92 .

Kualitas buruk penyedia layanan Ketidakpuasan dengan kinerja keseluruhan penyedia Kurangnya pemahaman penyedia bisnis'. 75 responden yang sama kemudian diminta untuk menunjukkan jika di masa lalu mereka telah keluar-sumber baik seluruhnya atau sebagian fungsi audit internal mereka dan kemudian. uang untuk pembayar pajak – test market secara teratur. IV. AGUS SUDRAJAT S4309040 III. sepertiga dari Direksi organisasi yang saat ini memiliki fungsi audit internal dalam organisasi mengindikasikan bahwa mereka akan mempertimbangkan outsourcing Jika bukan untuk keseluruhan. III. Dari total 75. Perbedaan antara kedua sektor dapat dijelaskan. untuk satu alasan atau lainnya. Kualitas penyedia staf audit memburuk sebagai kontrak mendekat sampai akhir Penyedia tidak lagi mampu menyediakan pelayanan karena kekurangan staf. setidaknya untuk beberapa fungsi audit internal mereka. dan Kebutuhan tetap untuk auditor internal dengan keterampilan khusus. antara lain. VI. kegiatan. Mereka Page | 93 . Akses ke auditor internal setiap saat'. fungsi internal audit. V. sampai batas tertentu. Dalam satu kasus.M. V. oleh fakta bahwa departemen pemerintah . Dalam upaya untuk mendapatkan kembali sekali lagi kontrol keseluruhan fungsi tersebut. maka diputuskan untuk membawa kembali fungsi Internal Audit di organisasi Sejauh menyangkut masa depan. II. penyedia telah mengalami kesulitan dalam mempertahankan staf yang ada dan merekrut yang baru. mereka memutuskan untuk membawa kembali audit internal organisasi. Sementara sisa dua pertiga dari Direksi menyatakan bahwa mereka tidak berharap untuk melakukannya. 48 berasal dari sektor publik dan 27 dari sektor swasta. Di antara alasan-alasan yang diajukan untuk menjelaskan keputusan mereka untuk membawa fungsi audit internal kembali ke dalam organisasi: I. 11 organisasi dari sektor publik memiliki pengalaman dengan outsourcing fungsi audit internal tetapi pada tahap tertentu mereka memutuskan untuk membawa kembali fungsi audit internal organisasi. Apakah fungsi outsource organisasi akan kehilangan bantuan / konstruktif positif yang diberikan oleh fungsi audit internal. IV.dalam upaya untuk mencapai nilai terbaik.

Hasil survei menunjukkan bahwa 29 dari 40 organisasi memanfaatkan layanan dari 5 besar perusahaan akuntan publik. perusahaan akuntan publik telah menyadari potensi penghasilan sangat besar dari pasar outsourcing audit internal. Fungsi Outsourcing Internal Audit 4o organisasi responden baik sebagian atau seluruhnya outsourcing fungsi audit internal atau telah mengadopsi kemitraan / co-sourcing diminta untuk mengatakan kapan mereka mulai melakukannya. Namun. yang menurut Rittenberg dan Covaleski (1997) adalah 2 . Persepsi Internal Audit Dari total 165. organisasi-organisasi yang sedang outsourcing fungsi audit internal. AGUS SUDRAJAT S4309040 tidak akan mempertimbangkan outsourcing fungsi audit internal mereka. para peneliti merasa perlu mengeksplorasi masalah ini lebih lanjut dengan meminta partisipan untuk menyatakan apakah dalam pandangan mereka audit internal adalah kegiatan penting dalam organisasi mereka.3 kali pendapatan saat ini yang dihasilkan oleh audit hukum dan . 43 Direksi berasal dari sektor swasta dan sisanya dari sektor publik.M. 151 dari 165 memang mempertimbangkan audit internal menjadi kegiatan 'penting'. 97 responden menganggap audit internal menjadi kegiatan inti sementara sisa 68 menganggapnya sebagai kegiatan non-inti. Hanya satu organisasi dari sektor publik adalah pada penggunaan kini membuat layanan dari penyedia audit khusus internal. diminta untuk mengidentifikasi penyedia layanan mereka. Penyedia Jasa Internal Audit Selama beberapa tahun terakhir. semua lima organisasi dari sektor swasta tanpa fungsi audit Page | 94 . Untuk mengidentifikasi sumber utama jasa audit internal. Angka-angka ini pastikan bahwa meskipun 'outsourcing' adalah bukan fenomena baru. mereka telah mulai menyediakan layanan audit internal di samping audit eksternal biasa dan konsultasi. Seperti yang diharapkan. Hasil survei mengungkapkan mayoritas. sebagai hasilnya. Hal ini terbukti bahwa mayoritas (31 dari 40) dari organisasi mulai outsourcing fungsi audit internal dari sekitar lima tahun yang lalu. praktek dimana organisasi outsource dalam fungsi audit internal sebenarnya relatif baru.

21 menyatakan bahwa mereka menganggap audit internal menjadi sebuah aktivitas inti.1%) menyatakan bahwa mereka telah menggunakan beberapa bentuk outsourcing. keamanan. Hal ini juga layak disebutkan bahwa 110 dari total 120 organisasi yang belum outsource fungsi audit internal. Fungsi lainnya. pemeliharaan situs. dan pemrosesan cek. mau menggunakan outsourcing dalam upaya untuk mengurangi jumlah orang-orang yang dipekerjakan. AGUS SUDRAJAT S4309040 internal menyatakan bahwa mereka tidak menganggap audit internal menjadi tidak inti 'atau' esensial '. dan akibatnya mengurangi biaya. selalu di bawah lindungan dari TUPE. Hal ini juga layak disebutkan bahwa dari 40 responden. jasa aktuaria. dan untuk fungsi tingkat yang lebih rendah seperti keuangan. termasuk manajemen properti. 152 (92.M. manajemen fasilitas. teknologi Informasi. yang beberapa organisasi menunjukkan bahwa mereka memiliki outsourcing. manajemen sumber daya manusia dan akuntansi. 35 mengatakan bahwa TUPE tidak membuat keputusan mereka lebih mudah sementara 4 mengatakan mdah. pemberian pensiun dan pembayaran. manajemen. faktanya outsourcing untuk fungsi tingkat yang lebih besar seperti katering / kebersihan. responden diminta apakah TUPE telah membuat keputusan fungsi outsource mereka lebih mudah. yang saat ini organisasi outsourcing fungsi audit internal. TUPE tidak mempengaruhi keputusan untuk melakukan Page | 95 . penggajian dan manajemen armada kendaraan. Transfer of Undertakings Protection (TUPE) dan Outsourcing Ada kepercayaan bahwa organisasi yang sekarang. Dalam organisasi di mana fungsi audit intern yang telah dioutsource. Hasil ini jelas menunjukkan bahwa dalam kebanyakan kasus. Pengalaman Outsourcing Ketika diminta untuk menyebutkan apakah organisasi mereka telah outsource fungsi lain yang bersumber selain dari audit internal. lebih dari sebelumnya. Hal ini berpendapat bahwa undang-undang ini memang telah membuat keputusan untuk menggunakan outsourcing lebih mudah karena semua hak dan kewajiban majikan lama dan kontrak kerja secara otomatis dipindahkan ke majikan baru. telekomunikasi. sebuah hasil yang jelas menunjukkan adopsi meluas dari outsourcing di Britania Raya di kedua sektor. hubungan masyarakat.

yang setiap faktor penting adalah untuk ‘memastikan kualitas layanan'. 2 = Tidak Penting. 3 = Penting. ketika diminta menyatakan apakah undang-undang ini akan membuat keputusan di masa depan untuk melakukan outsourcing internal audit hanya 24 dari sekitar 111 responden menyatakan bahwa TUPE akan membuat keputusan mereka lebih mudah. Bahkan responden yang organisasinya memiliki fungsi audit internal dan yang mengatakan bahwa mereka menyadari TUPE. Dampak Keputusan Outsourcing Masalah 'Kemerdekaan’ Karena kemerdekaan' adalah sebuah isu yang sangat penting saat outsourcing fungsi audit internal. faktor penting lainnya menunjukkan adalah generasi penghematan biaya dan ketidakmampuan organisasi untuk mempertahankan (atau merekrut) orang dengan yang diperlukan keterampilan yang diperlukan'. Selain dari enam organisasi dari sektor swasta. dan 5 = Sangat Penting). mereka dianggap potensi untuk mengorbankan independensi auditor yang mungkin terjadi sebagai akibat dari salah satu operator mengasumsikan peran ganda dari auditor Page | 96 . Menurut tanggapan lain yang diberikan. AGUS SUDRAJAT S4309040 outsourcing fungsi audit internal. Akhirnya. Para peserta juga diminta apakah. adalah “akses untuk auditor internal dengan keterampilan khusus’. dengan menggunakan skala lima poin (di mana 1 = Tidak relevan. 40 organisasi yang baik seluruhnya atau sebagian fungsi outsourcing atau telah mengadopsi kemitraan / co-sourcing diminta untuk menyatakan apakah mereka menggunakan operator yang sama untuk kedua layanan internal dan eksternal audit. pada waktu itu mereka memilih penyedia layanan. sisanya dari empat puluh organisasi menggunakan dua penyedia audit terpisah. Sebuah studi lebih dekat dari angka-angka ini menunjukkan dengan jelas bahwa faktor tunggal.M. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan untuk Outsource Fungsi Internal Audit Sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi keputusan untuk melakukan outsourcing fungsi audit internal telah diidentifikasi dalam survei dan responden diminta untuk menunjukkan. yang dianggap oleh mayoritas responden menjadi sangat penting dalam memutuskan untuk melakukan outsourcing fungsi audit internal. 4 = Sangat Penting.

Beberapa alasan yang disebutkan adalah: I. juga diundang untuk menyatakan alasan yang mungkin mempengaruhi keputusan mereka. Sepuluh mengatakan kemerdekaan yang tidak dikompromikan dan 17 mengatakan dikompromikan. Memiliki fungsi internal audit di dalam organisasi akan meningkatkan kemampuan kita untuk menanggapi kebutuhan yang muncul Kami akan mempertimbangkan membawa fungsi audit internal ke dalam organisasi sehingga Group Chief Internal Auditor akan dapat dengan benar mengendalikan program audit seluruh kelompok itu Page | 97 III. Ketiga organisasi itu ditanya apakah mereka mempertimbangkan membawa fungsi audit internal kembali ke organisasi mereka karena mereka tidak puas. 27 responden kemudian ditanya apakah mereka setuju bahwa kemerdekaan dikompromikan bila menggunakan penyedia layanan yang sama untuk kedua layanan. Sebagian besar organisasi dari kedua sektor puas dengan kualitas pelayanan yang mereka terima saat ini. dan yang ketiga berkata Mungkin. AGUS SUDRAJAT S4309040 eksternal internal kering. Satu organisasi kata Ya mereka akan mempertimbangkannya. kata lain Tidak. Dua puluh tujuh dari empat puluh responden benar-benar melakukannya saat itu. juga bertanya apakah mereka masih akan mempertimbangkan membawa fungsi audit internal kembali ke dalam organisasi. Menarik untuk dicatat bahwa meskipun mereka telah dianggap sebagai kompromi potensi auditor kemerdekaan dan meskipun mereka setuju bahwa kemerdekaan sebenarnya terancam. 30 Direksi yang menunjukkan bahwa organisasi mereka baik puas atau sangat puas. mereka masih terus berjalan dan menggunakan operator yang sama untuk kedua layanan internal dan eksternal audit. Hanya 3 organisasi dari sektor publik yang baik sangat tidak puas atau tidak puas dengan layanan yang disediakan. . Penggunaan 'outsourcing adalah tindakan sementara untuk mengatasi kekurangan staff jangka pendek staf II. Kepuasan dengan Layanan disediakan Para responden diminta untuk menyatakan tingkat kepuasan dengan kualitas layanan yang disediakan. 13 berkata Ya dan 17 berkata Tidak. 13 responden yang mengatakan bahwa mereka masih akan mempertimbangkan membawa kembali fungsi audit internal ke dalam organisasi.M.

Hasil ini 13 lebih diperkuat oleh fakta bahwa organisasi 160 dari total 165 yang ikut ambil bagian dalam survei saat ini memiliki fungsi audit inhouse internal atau menggunakan layanan dari penyedia layanan di luar. menyediakan solusi biaya-efektif untuk kebutuhan sesekali untuk auditor dengan keterampilan khusus. dan jika daerah ini harus diaudit secara efektif dan efisien memerlukan pengetahuan dan keterampilan khusus. Dalam era yang sebagian besar didominasi oleh pribadi: komputer. Outsourcing. KESIMPULAN Hasil survei jelas menunjukkan bahwa mayoritas organisasi di Inggris masih menunjukkan preferensi terhadap fungsi audit internal dalam organisasi. oleh karena itu. Untuk menjamin penyediaan audit internal yang berkualitas tinggi Para penyedia layanan sedang dikaji secara teratur dan jika organisasi menjadi tidak puas pada satu titik dengan itu. maka kami akan membawa kembali fungsi auditor internal ke dalam organisasi. AGUS SUDRAJAT S4309040 IV. layanan itu akan dibawa kembali ke dalam organisasi VI. Faktor paling penting yang dikemukakan untuk mendukung keputusan untuk melakukan outsourcing fungsi audit internal adalah ‘akses ke internal auditor dengan keterampilan khusus’. pengembangan dan. Penggunaan instrumen keuangan baru (derivatif misalnya). internet. V.M. auditor internal kadang-kadang menemukan diri mereka melakukan audit di wilayah asing. hasil survei menunjukkan fungsi audit internal dirasakan oleh mayoritas responden (59%) sebagai 'inti' dan dengan suara yang lebih besar (92%) sebagai 'esensial'. Page | 98 . Jika organisasi berhasil dalam merekrut auditor dengan keterampilan yang diperlukan. Organisasi mengakui fakta bahwa mempertahankan staf ahli tidak selalu merupakan pilihan yang realistis mengingat yang biaya tinggi. Selanjutnya.

M. 2. Memperoleh bukti yang cukup kompeten Menjaga agar biaya audit yang dikeluarkan tetap wajar Menghindari kesalahpahaman dengan klien Pra-perencanaan audit à perolehan informasi untuk menilai resiko akseptibilitas audit dan inheren. Alasan auditor mempersiapkan rencana kontrak kerja: 1. AGUS SUDRAJAT S4309040 PERTEMUAN 7 PROSES AUDIT AWAL & REVIEW SPI Perencanaan SPAP Standar Kedua à Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika menggunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya. Resiko 100 persen à benar-benar tidak yakin). 3. Page | 99 . Resiko Akseptibilitas Audit Adalah Ukuran untuk menilai seberapa besar kesediaan auditor untuk menerima bahwa laporan keuangan mungkin saja disajikan dengan kesalahan penyajian yang material setelah proses audit diselesaikan dan pendapat wajar tanpa syarat telah dinyatakan (Resiko nol persen à yakin sekali.

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

Resiko Inheren Adalah Ukuran penilaian auditor atas kemungkinan adanya kesalahan penyajian yang material atas akun sebelum mempertimbangkan efektifitas pengendalian intern.  Perencanaan audit awal Empat hal yang harus dilakukan lebih dulu dalam audit : • • • • Auditor harus memutuskan apakah akan menerima seorang klien baru atau melanjutkan pelayanan klien yang ada Auditor harus mengidentifikasikan mengapa klien menginginkan atau membutuhkan audit Auditor memperoleh pemahaman klien tentang cara penugasan untuk menghindari kesalahpahaman Staf untuk penugasan dipilih, termasuk bila dibutuhkan spesialis audit

 Penerimaan dan Kelangsungan Kerja Sama dengan Klien Harus mempertimbangkan tanggungjawab hukum dan profesi KAP dalam menentukan klien yang layak
Page | 100

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

Investigasi Klien Baru Sebelum menerima klien baru, KAP menginvestigasi perusahaan untuk menentukan akseptibilitas, prospek klien dalam komunitas bisnisnya, stabilitas keuangan dan hubungannya dengan KAP sebelumnya  Mempertahankan Klien yang Ada KAP setiap tahun mengevaluasi kliennya untuk menentukan apakah ada alasan untuk menghentikan proses audit mereka

Menerima Klien dan Melakukan Perencanaan Audit Awal: 1. Mengidentifikasikan berbagai alasan klien meminta penugasan audit Sesuai dengan dua faktor yang mempengaruhi resiko akseptibilitas audit : siapakah yang akan menjadi pengguna laporan keuangan dan apa maksud menggunakan laporan keuangan 2. Memperoleh kesepahaman dengan klien •

SAS 83 (AU 310) Surat penugasan (engagement letter) à kesepakatan antara KAP dan

pihak klien untuk melaksanakan jasa audit serta jasa lainnya yang terkait dengan audit 3. Memilih staf bagi penugasan audit : SPAP Standar Umum pertama 4. Mengevaluasi kebutuhan akan spesialis dari luar • • SAS 73 (AU 336) Audit klien membutuhkan pengetahuan khusus harus berkonsultasi dengan spesialis Memahami Bisnis dan Industri Klien Sebuah pemehaman menyeluruh atas bisnis dan industry klien dan pengetahuan tentang operasional perusahaan adalah penting untuk merlukan suatu audityang memadai. Sifat dari bisnis dan industry klien mempengaruhi resiko bisnis klien tersebut dan resiko salah saji material dalam laporan keuanga. Auditor menggunakan pengetahuan dari resiko ini untuk menentukan luasan tepat dari bukti audit. Faktor yang meningkatkan pentingnya pemahaman akan bisnis dan industri klien :

Page | 101

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

Teknologi informasi menghubungkan perusahaan klien dengan Klien telah meluaskan operasional ke seluruh dunia Teknologi informasi mempengaruhi proses internal, memperbaiki Pentingnya modal manusia (human capital) dan aktiva tidak Auditor membutuhkan pemahaman yang lebih baik dari bisnis dan

pelanggan dan pemasok besar  

mutu san ketapatan waktu dari informaso akuntansi  berwujud telah meningkatkan kerumitan akuntansi  industri klien untuk memberikan pelayanan bernilai tambah untuk klien Industri dan Lingkungan Eksternal. Terdapat tiga alasan utama mengapa diperlukan pemahaman yang baik atas industry klien dan lingkungan eksternal, antara lain: 1. Terdapat resiko yang terkait dengan industry tertentu 2. Terdapat resiko inheren yang umumnya dimiliki oleh semua klien dalam sejumlah industri tertentu 3. Banyak industri yang memiliki persyaratan akuntansi yang unik yang harus dipahami auditor untuk mengevaluasi apakah laporan keuangan klien sudah sesuai dengan PABU Operasi dan proses bisnis Auditor harus memahami sumber utama pendapatan, pelanggan dan pemasok kunci, sumber keuangan dan informasi tentang pihak terkait yang bisa menunjukkan area resiko bisnis klien yang meningkat. 1. Mengunjungi pabrik dan kantor.   Mengamati kegiatan perusahaan secara langsung Membantu auditor untuk mengidentifikasi resiko inheren

2. Mengidentifikasi pihak terkait. Menurut SAS 45 (AU 334) definisi pihak terkait adalah perusahaan afiliasi, pemegang saham utama dari perusahaan klien atau pihak lainnya yang berhubungan dengan klien dimana salah satu dari kedua belah pihak itu dapat mempengaruhi manajemen atau kebiajakan operasional pihak lainnya
Page | 102

Kepemerintahan meliputi struktur organisasi klien. Auditor harus memahami tujuan Klien yang terkait dengan: 1. Anggaran Rumah Tangga (by laws)  Mencakup sejumlah peraturan dan prosedur yang diadopsi oleh para pemegang saham perusahaan. Filosofi dan gaya operasional manajemen dan kemampuan untuk mengidentifikasi dan merespon resiko. Tujuan dan strategi klien Strategi adalah Pendekatan yang diikuti oleh entitas untuk mencapai organisasi. efektivitas dewan direksi dan komite audit. sangat berdampak pada resiko salah saji material dalam laporan keuangan. melalui tinjauan atas laporan keuangan.  Anggaran Dasar (corporate charter) Diberikan oleh Negara bagian tempat awal didirikan perusahaan tersebut dan merupakan dokumen hokum yang wajib digunakan untuk mengenali perusahaan sebagai entitas yang berdiri sendiri. Ukuran dan prestasi  Meliputi indikator prestasi kunci yang digunakan manajemen untuk mengukur kemajuan terhadap tujuan Pelaporan keuangan yang bisa diandalkan Efektivitas dan efesiensi operasi Pemenuhan hukum dan peraturan tujuan Page | 103 . bisa mengurangi kemungkinan akuntansi yang terlalu agresif. Dewan direksi yang efektif membantu menjamin bahwa perusahaan mengambil resiko yang sepantasnya. AGUS SUDRAJAT S4309040 Manajemen dan kepemerintahan Manajemen membuat strategi dan proses bisnis yang diikuti oleh bisnis klien.  Notulen rapat Merupakan catatan-catatan resmi atas sejumlah pertemuan yang dilakukan antara dewan direksi dan para pemegang saham. 3. Komite audit.M. 2.

Dilakukan dengan membandingkan antara rasio klien dengan benchmark industri atau pesaing sebagai indikasi kinerja perusahaan. Bagian penting dari pengujian disepanjang audit Ikhtisar atas Tujuan Perencanaan Audit Tujuan utama à mendapatkan sebuah pemahaman tentang bisnis dan industri klien yang akan digunakan untuk menilai resiko bisnis klien dan resiko salah saji material dalam laporan keuangan.  Menggunakan perbandingan dan hubungan untuk menilai apakah Diwajibkan dalam fase perencanaan untuk membantu dalam Seringkali dilakukan selama fase pengujian dari audit yang Juga diwajibkan selama fase penyelesaian dari audit saldo akun data lain terlihat wajar  menentukan sifat. luasan dan penetapan waktu pekerjaan yang akan dilakukan  berhubungan dengan prosedur audit lainnya  Page | 104 .M. Prosedur Analitis Definisi menurut SAS 56 (AU 329) à Evaluasi informasi keuangan yang dilakukan dengan sebuah studi hubungan masuk akal diantara data keuangan dan non keuangan yang melibatkan perbandingan dari jumlah tercatat dengan pengharapan yang dikembangkan oleh auditor (penekanan pada pengharapan yang dikembangkan oleh auditor). Perubahan yang tidal biasa atas rasio bisa dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya atau dengan rata-rata industry sehingga akan membantu mengidentifikasikan area yang mengalami kenaikan resiko salah saji yang membutuhkan perhatian lebih lanjut selam audit. AGUS SUDRAJAT S4309040  Pengukuran kinerja meliputi analisis rasio dan benchmarking terhadap pesaing kunci Melaksanakan Prosedur Analitis Pendahuluan Bagian penting untuk memahami bisnis klien dan penilaian resiko bisnis klien adalah melaksanakan prosedur analisis pendahuluan.

Membandingkan data klien dengan data periode sama yang sebelumnya  Membandingkan saldo tahun ini dengan tahun sebelumnya Menyertakan hasil neraca saldo tahun lalu yang telah disesuaikan dalam kolom terpisah dari lembar kerja neraca saldo tahun ini  Membandingkan rincian total saldo dengan rincian yang sama untuk Digunakan bila tidak ada perubahan yang signifikan dalam operasional klien di tahun ini  Menghitung hubungan rasio dan persentase untuk dibandingkan dengan tahun sebelumnya 3. AGUS SUDRAJAT S4309040 Tujuan prosedur analitis untuk ketiga fase antara lain: Fase Fase perencanaan Tujuan Memahami industri & bisnis Menilai kelangsungan Menunjukkan salah saji Mengurangi ujian rinci Lima Jenis Prosedur Analitis 1.M. Membandingkan data klien dan industri  Sebuah bantuan untuk memahami bisnis klien dan indikasi dari Kelemahan rasio industri à adanya perbedaan diantara sifat kemungkinan kegagalan keuangan  Fase pengujian Fase penyelesaian (wajib) (wajib) Tujuan utama Tujuan skunder Tujuan skunder Tujuan utama Tujuan skunder Tujuan utama kemungkinan Tujuan utama Tujuan skunder informasi keuangan klien dan perusahaan membentuk total industri 2. Membandingkan data klien dengan hasil dugaan yang telah ditentukan klien   Data klien dibandingkan dengan anggaran Auditor harus mengevaluasi apakah anggaran itu adalah rencana yang tahun sebelumnya realistis Page | 105 .

ukurannya :  Rasio Kas à untuk mengevaluasi kemampuan membayar Rasio Lancar (current ratio) à membutuhkan pengubahan utang dengan segera  aktiva seperti persediaan dan piutang dagang menjadi kas sebelum utang dibayar  Rasio Paling Lancar (quick ratio) à perbedaan dengan rasio lancar adalah masuknya persediaan ke dalam aktiva lancar untuk rasio lancar 2.M. Rasio Aktivitas Likuiditas  Digunakan jika perusahaan tidak memiliki uang tunai. AGUS SUDRAJAT S4309040  Kemungkinan bahwa informasi keuangan saat ini telah diubah oleh karyawan klien untuk menyesuaikan dengan anggaran 4. maka untuk membayar utangnya adalah waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk merubah aktiva lancar yang kurang cair menajdi uang tunai Rasio Aktivitas untuk Piutang Dagang dan Persediaan  Rasio perputaran piutang dagang à untuk menilai kewajaran dari cadangan untuk akun yang tidak tertagih Page | 106 . Kemampuan membayar utang jangka pendek Menggunakan tingkat likuiditas yang wajar supaya dapat membayar utang saat jatuh tempo. Membandingkan data klien dengan hasil dugaan yang menggunakan data non keuangan  Penekanan à akurasi data Rasio Keuangan Umum 1. Membandingkan data klien dengan hasil dugaan yang telah ditentukan auditor  Auditor menghitung saldo dugaan untuk dibandingkan dengan saldo Auditor membuat sebuah perhitungan tentang apakah saldo akun itu sebenarnya  seharusnya dengan menghubungkannya dengan neraca lajur lainnya atau akun laporan pemasukan atau rekening dengan membuat sebuah proyeksi berdasarkan pada suatu tren historis 5.

AGUS SUDRAJAT S4309040  Rasio perputaran persediaan à untuk mengidentifikasikan keusangan persediaan potensial 3.M. Rasio Profitabilitas Kemampuan perusahaan menghasilkan uang tunai untuk pembayaran kewajiban. Komunikasi tersebut umumnya ditujukan kepada komite audit atau orang dengan tingkat wewenang dan tanggung jawab setara dalam organisasi yang tidak memiliki komite audit. atau pemilik dalam perusahaan yang dijalankan oleh pemiliknya sendiri. Kemampuan memenuhi kewajiban utang jangka panjang  Kemampuan untuk menghimpun modal untuk perluasan à Rasio Kemampuan untuk melakukan pembayaran pokok dan bunga à Utang terhadap Modal Sendiri  kemampuan perusahaan membuat aliran kas yang positif dari operasi 4. yang diamati dalam audit atas laporan keuangan. atau pihak lain yang mengadakan perikatan audit. seperti dewan komisaris. perluasan dan deviden   Rasio Pendapatan per Saham Persentase Keuntungan Kotor (Gross Profit Percent) à bagian dari penjualan yang tersedia untuk menutupi semua pengeluaran dan keuntungan setelah dikurangi biaya produk  Margin Keuntungan (Profit Margin)à mirip dengan margin keuntungan kotor tetapi telah dikurangi baik biaya barang terjual maupun pengeluaran operasi  Tingkat Pengembalian atas Aktiva memperlihatkan kemampuan perusahaan untuk  TIngkat Pengembalian atas Modal menghasilkan keuntungan atas setiap aktiva&modal Komunikasi Masalah SPI (SA Seksi 325) Seksi ini memberikan panduan untuk mengidentifikasi dan melaporkan kondisi yang menyangkut pengendalian intern entitas.  Kondisi yang dapat dilaporkan Page | 107 . dewan wali amanat.

ini adalah persoalan yang menarik perhatian auditor. mengolah. Namun. yang berakibat buruk terhadap kemampuan organisasi tersebut dalam mencatat. (c) aktivitas pengendalian. Dalam Seksi ini. dan melaporkan data keuangan yang konsisten dengan asersi manajemen dalam laporan keuangan. auditor mungkin menemukan kondisi yang dapat dilaporkan melalui pertimbangannya atas komponen pengendalian intern. persoalan yang diharuskan untuk dilaporkan kepada komite audit untuk selanjutnya disebut dengan kondisi yang dapat dilaporkan. Kekurangan demikian dapat mencakup aspek lima komponen pengendalian intern1 (a) lingkungan pengendalian. mengikhtisarkan. dan (e) pemantauan.  Identifikasi kondisi yang dilaporkan Tujuan auditor dalam mengaudit laporan keuangan adalah untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan entitas secara keseluruhan. (Lihat SA Seksi 319 [PSA No. AGUS SUDRAJAT S4309040 Selama melaksanakan audit. (Lihat paragraf 21. Secara khusus. penerapan prosedur audit terhadap saldo akun dan transaksi. (b) penaksiran risiko. lampiran untuk contoh kondisi yang dapat dilaporkan). 69] Pertimbangan atas Pengendalian Intern dalam Audit Laporan Keuangan untuk definisi penting tambahan. yang menurut pertimbangannya. Auditor tidak berkewajiban mencari kondisi yang dapat dilaporkan. karena merupakan kekurangan material dalam desain atau operasi pengendalian intern. harus dikomunikasikan kepada komite audit. dan lingkup prosedur audit serta faktor-faktor lainnya. karena dipengaruhi oleh sifat. kerumitan dan sifat serta keanekaragaman kegiatan usahanya. seperti ukuran entitas. atau mungkin dengan cara lain selama pelaksanaan audit. saat. Pengendalian intern adalah pengendalian yang dibuat untuk memberikan keyakinan memadai bahwa tujuan entitas tertentu akan dicapai.M.  Kriteria yang disepakati Page | 108 . auditor mungkin mengetahui persoalan yang menyangkut pengendalian intern yang mungkin perlu diketahui oleh komite audit. Ditemukan atau tidaknya kondisi yang dapat dilaporkan akan berbeda antara satu perikatan dengan perikatan yang lain. (d) informasi dan komunikasi.

Setiap laporan yang diterbitkan mengenai kondisi yang dapat dilaporkan harus: a. Seksi ini menguraikan. c.M. yang menurut penilaiannya. atau hasil penyelidikan lebih lanjut dari permasalahan yang ditemukan untuk mengidentifikasikan penyebabnya. Memuat definisi kondisi yang dapat dilaporkan. Auditor sebaiknya juga melaporkan masalah lain. Klien mungkin meminta auditor untuk waspada terhadap permasalahan tertentu dan untuk melaporkan kondisi di luar yang dibahas dalam Seksi ini. auditor dan kliennya mungkin membicarakan pengendalian intern dan berfungsi atau tidaknya pengendalian tersebut. Apabila informasi tersebut dikomunikasikan secara lisan. walaupun tanpa permintaan khusus untuk itu. auditor harus mendokumentasikan komunikasi tersebut dalam kertas kerjanya. meringkas hal-hal tertentu yang telah diatur dalam Seksi sebelumnya. menilai prosedur pengendalian tertentu. sebaiknya dilakukan secara tertulis. mungkin auditor diminta untuk mengunjungi lokasi tertentu. Page | 109 . Lingkup yang disepakati bersama antara auditor dan klien untuk melaporkan kondisi yang ditemukan dapat meliputi. berguna untuk manajemen. AGUS SUDRAJAT S4309040 Pada waktu menentukan lingkup auditnya. Menunjukkan bahwa tujuan audit adalah untuk memberikan pendapat atas laporan keuangan dan tidak untuk memberi keyakinan atas pengendalian intern. dan memberikan panduan tambahan. Dalam lingkup demikian. Komunikasi dengan Manajemen (SA Seksi 360) Beberapa pernyataan standar auditing telah memberikan panduan tentang hubungan antara auditor dengan manajemen. adanya kondisi yang dikemukakan oleh klien. yang menurut Seksi ini dapat dilaporkan atau yang merupakan hasil kesepakatan dengan klien harus dilaporkan. atau melaksanakan prosedur tertentu yang tidak direncanakan sebelumnya. b. pelaporan persoalan yang tidak sepenting dibandingkan dengan yang disebutkan dalam Seksi ini.  Pelaporan – bentuk dan isi Kondisi yang ditemukan oleh auditor. Memuat pembatasan distribusi laporan sebagaimana yang dijelaskan dalam paragraf 10. misalnya.

Tujuan ini dapat dicapai dengan mengamati prinsip-prinsip etika profesi tertentu yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. b) integrasi. Prinsipprinsip yang memberikan panduan tentang tanggung jawab profesional auditor adalah: a) independensi. Page | 110 .  Persyaratan hukun dan professional Selama melakukan audit atas laporan keuangan. dan g) standar teknis  Syarat-syarat dalam perikatan audit Surat perikatan merupakan kepentingan baik auditor maupun kliennya yang berisi dokumentasi dan penegasan penerimaan oleh auditor mengenai penunjukan auditor oleh klien. manajemen terdiri dari pejabat atau yang lain yang menjalankan fungsi sebagai manajemen senior. b) Tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan. Manajemen mencakup direktur dan komite audit hanya jika mereka melaksanakan fungsi sebagai manajemen senior tersebut. Bentuk dan isis surat perikatan audit dapat bervariasi untuk setiap klien. d) kemahiran dan kecermatan profesional. Prinsip-prinsip ini terdapat dalam Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. PSA No. Surat perikatan membantu auditor dalam menghindari kesalahpahaman tentang syarat-syarat perikatan.M. f) perilaku profesional. c) objektivitas. AGUS SUDRAJAT S4309040 Untuk tujuan Seksi ini. 55 (SA Seksi 320) Surat Perikatan Audit memberikan panduan bagi auditor mengenai surat perikatan tersebut. e) kerahasiaan. dan menjadi dasar suatu hubungan antara auditor dengan kliennya. perlu bagi auditor untuk membangun hubungan kerja yang bersifat konstruktif dengan manajemen untuk mewujudkan audit yang efektif dan efesien. namun pada umumnya mencakup: a) Tujuan audit atas laporan keuangan.

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

c) Lingkup audit, termasuk pengacuan ke perundangan, peraturan, atau standar yang diterbitkan oleh badan profesional yang didalamnya auditor menjadi anggotanya. d) Akses ke catatan, dokumentasi, dan informasi lain apa saja yang diisyaratkan dalam hubungannya dengan audit. Representasi Manajemen SA Seksi 333 [PSA No. 17] Representasi Manajemen berisi standar dan panduan profesional yang berkaitan dengan representasi manajemen. Representasi manajemen dapat memberikan: a) bukti bahwa manajemen mengakui tanggung jawabnya atas penyajian yang wajar laporan keuangan sesuai dengan rerangka pelaporan keuangan yang relevan, dan telah mengesahkan laporan keuangan tersebut; b) penegasan tertulis oleh manajemen mengenai representasi signifikan yang dibuat selama pelaksanaan audit, sehingga mengurangi kemungkinan salah paham tentang representasi lisan yang dibuat oleh auditor, c) bukti audit tertulis bilamana representasi manajemen merupakan satusatunya bukti yang diharapkan dapat diperoleh auditor (seperti, suatu penguatan maksud manajemen untuk menahan investasi tertentu untuk tujuan jangka panjang).

 Komunikasi dengan manajemen selama masa audit Selama berlangsungnya audit, auditor melakukan pembicaraan dengan manajemen mengenai berbagai hal yang mencakup berikut ini: a) pemahamanatas bisnis klien; b) rencana audit; c) dampapak perundangan atau standar profesional atas audit; d) informasi yang diperlukan untuk menentukan risiko audit; e) penjelasan, bukti, dan representasi dari manajemen atau dari tingkat yang lebih rendah dalam organisasi;

Page | 111

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

f) pengamatan dan saran yang dihasilkan dari audit tentang hal-hal efisiensi operasional atau administratif, strategi bisnis, dan unsur lain yang menarik perhatian, g) informasi yang tidak diaudit yang diinginkan oleh manajemen untuk publikasikan dengan laporan keuangan auditan yang menurut pertimbangan auditor tidak konsisten atau tampak menyesatkan pembaca. Pada akhir audit, auditor akan memerlukan waktu untuk membicarakan hal-hal seperti: a) kesulitan praktis yang dijumpai dalam pelaksanaan audit; b) ketidaksetujuan dengan manajemen berkaitan dengan laporan keuangan;
c) apakah adjustment audit signifikan perlu disajikan atau tidak dalam laporan

keuangan; d) perhatian atau masalah signifikan yang berkaitan dengan kebijakan akuntansi dan pengungkapan unsur-unsur dalam laporan keuangan yang kemungkinan meyebabkan modifikasi terhadap laporan auditor; e) ketidakberesan atau dugaan adanya ketidakpatuhan terhadap undangundang dan peraturan yang ditemukan oleh auditor; f) risiko signifikan yang dihadapi oleh entitas seperti hal-hal yang memiliki potensi yang membahayakan bagi kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya; g) rekomendasi (seperti hal yang berkaitan dengan pengendalian intern) yang akan diberikan oleh auditor kepada manajemen sebagai hasil dari auditnya. Auditor perlu mengkomunikasikan hal-hal tersebut kepada manajemen yang memiliki jenjang semestinya. Komunikasi tersebut dapat berbentuk lisan atau tertulis. Jika komunikasi dilakukan secara lisan, auditor mendokumentasikan komunikasi tersebut dalam kertas kerja. Rapat khusus biasanya diadakan pada akhir audit dengan direksi, komite audit atau manajemen senior yang lain. Komunikasi Dengan Komite Audit (SA Seksi 380) Seksi ini menetapkan persyaratan bagi auditor untuk menentukan bahwa masalahmasalah tertentu yang bersangkutan dengan pelaksanaan audit dikomunikasikan kepada orang yang memiliki tanggung jawab pengawasan dalam proses pelaporan
Page | 112

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

keuangan. Untuk tujuan Seksi ini, penerima komunikasi disebut dengan komite audit (audit committee). Komite audit atau pihak yang secara formal ditunjuk untuk mengawasi proses pelaporan keuangan yang bertanggung jawab kepada badan yang setara dengan komite audit (seperti komite keuangan atau komite anggaran) dan semua perikatan dengan Bapepam. Masalah yang dikomunikasikan Tanggung Jawab Auditor Berdasarkan Standar Auditing yang Ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia Audit yang dilaksanakan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia dapat ditujukan ke berbagai masalah yang menjadi kepentingan komite audit. Sebagai contoh, komite audit biasanya berkepentingan dengan pengendalian intern dan apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Agar komite audit memahami sifat keyakinan yang diberikan oleh suatu audit, auditor harus mengkomunikasikan tingkat tanggung jawab yang dipikulnya mengenai masalah-masalah tersebut berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Juga penting bagi komite audit untuk memahami bahwa standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia didesain untuk memperoleh keyakinan memadai, bukan mutlak, atas laporan keuangan. Kebijakan Akuntansi Siginifikan Auditor harus menentukan bahwa komite audit mendapatkan informasi tentang pemilihan dan perubahan kebijakan akuntansi atau pelaksanaannya. Auditor juga harus menentukan bahwa komite audit mendapatkan informasi tentang metode yang digunakan untuk mempertanggungjawabkan transaksi signifikan yang tidak biasa dan dampak kebijakan akuntansi signifikan untuk isu akuntansi yang baru atau kontroversial yang belum ada panduan atau kesepakatan mengenai perlakuan akuntansinya dari badan berwnang. Sebagai contoh, mungkin terdapat isu akuntansi signifikan dalam bidang seperti pengakuan pendapatan, pendanaan tidak disajikan di neraca (off-balance sheet financing), dan akuntansi untuk investasi ekuitas (equity investment).

Page | 113

M. Estimasi akuntansai tertentu sangat sensitif karena estimasi tersebut signifikan bagi laporan keuangan dan karena kemungkinan bahwa peristiwa masa yang akan datang yang mempengaruhinya dapat sangat berbeda dari pertimbangan sekarang manajemen. merupakan koreksi yang disusulkan terhadap laporan keuangan yang menurut pertimbangan auditor. meskipun auditor berkesimpulan bahwa penyesuaian tersebut tidak material bagi laporan keuangan sekarang. namun tidak dicatat oleh entitas dapat secara potensial menyebabkan salah saji material dalam laporan keuangan masa yang akan datang. Auditor harus menentukan komite audit mendapatkan informasi tentang pross yang digunakan oleh manajemen dalam merumuskan estimasi akuntansi yang sangat sensitif tersebut dan tentang dasar yang dipakai oleh auditor dalam menyimpulkan kewajaran estimasi tersebut. Perusahaan tertentu yang menyerahkan laporan kepada Bapepam diharuskan untuk menyajikan informasi Page | 114 . penyesuaian audit. Pertimbangan tersebut biasanya didasarkan atas pengetahuan dan pengalaman tentang peristiwa sekarang dan masa lalau serta asumsi tentang peristiwa masa yang akan datang. AGUS SUDRAJAT S4309040 Pertimbangan Manajemen dan Estimasi Akuntansi Estimasi akuntansi merupakan bagian terpadu dari laporan keuangan yang disusun oleh manajemen dan didasarkan atas pertimbangan kini manajemen. baik secara individu atau secara bersama-sama. mungkin tidak akan terdeteksi kecuali melalui prosedur audit yang dilaksanakan. Masalah yang menjadi dasar penyesuaian yang disusulkan oleh auditor. baik yang dicatat maupun yang tidak dicatat oleh entitas. Informasi Lain dalam Dokumen yang Berisi Laporan Keuangan Auditan Komite audit seringkali mempertimbangkan informasi yang disusun oleh manajemen yang menyertai laporan keuangan entitas. Untuk tujuan Seksi ini. Penyesuaian Audit Signifikan Auditor harus memberikan informasi kepada audit tentang penyesuaian yang timbul dari audit yang menurut pertimbangannya dapat berdampak signifikan atas proses pelaporan entitaas.

M. ketidaksepakatan tidak mencakup perbedaan pendapat berdasarkan fakta yang tidak lengkap atau informasi awal yang dapat diselesaikan kemudian. SA Seksi 550 [PSA No. serta hasilnya. Konsultasi dengan Akuntansi Lain Dalam beberapa hal. Bila auditor mengetahui bahwa konsultasi semacam ini terjadi.3 Auditor harus membicarakan dengan komite audit mengenai tanggung jawabnya atas informasi lain dalam dokumen yang berisi laporan keuangan auditan. tentang masalah-masalah yang secara individual maupun bersama-sama signifikan terhadap laporan keuangan entitas atau laporan auditor. serta katakata yang digunakan oleh auditor dalam laporan auditnya.4 3 4 Page | 115 . pengungkapan yang dicantumkan dalam laporan keuangan entitas. dan prosedur yang telah dilaksanakan. Ketidaksepakatan dengan Manajemen Ketidaksepakatan dengan manajemen dapat terjadi sehubungan dengan penerapan prinsip akuntansi terhadap transaksi dan peristiwa khusus entitas serta basis yang digunakan oleh manajemen untuk membuat estimasi akuntansi. 44] Informasi Lain dalam Dokumen yang Berisi Laporan Keuangan Auditan menetapkan tanggung jawab auditor untuk informasi semacam itu. Ketidaksepakatan dapat juga timbul berkaitan dengan lingkup audit. Auditor harus membahas dengan komite audit setiap ketidaksepakatannya dengan manajemen. AGUS SUDRAJAT S4309040 “Analisis dan Pembahasan Umum oleh Manajemen” terhadap kondisi keuangan dan hasil usaha dalam laporan tahunan kepada pemegang saham. Untuk tujuan Seksi ini. baik yang dapat diselesaikan dengan memuaskan maupun yang tidak. ia harus membahas dengan komite audit mengenai pandangannya terhadap masalah signifikan yang dikonsultasikan oleh manajemen. manajemen dapat memutuskan untuk berkonsultasi dengan akuntan lain tentang masalah auditing dan akuntansi.

jika auditor menganggap masalah ini signifikan. ia harus memberitahu komite audit. penundaan yang tidak beralasan oleh manajemen mengenai saat dimulainya audit atau penyediaan informasi yang diperlukan. Standar ini memberikan pedoman bagi auditor yang merlaksanakan audit untuk mempertimbangkan dan menerapkan prosedur perencanaan dan supervise. Masalah lain yang mungkin dijumpai oleh auditor adalah tidak tersedianya personel klien dan kegagalan personel klien untuk menyelesaikan daftar yang dibuat klien pada waktunya. AUDIT SPI DAN KAITANNYA DENGAN AUDIT LAPORAN KEUANGAN A. pengumpulan Page | 116 . PERENCANAAN AUDIT Strandar pekerjaan lapangan pertama mengharuskan bahwa “Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan sebaik-baiknya”. termasuk penyiapan program audit.M. pembahasan mengenai penerapan prinsip akuntansi dan standar auditing. diantarannya. Hal ini termasuk. dan apakah jadwal waktu yang dibuat oleh manajemen masuk akal dalam keadaan tersebut. PERTEMUAN 8 PERENCANAAN AUDIT. AGUS SUDRAJAT S4309040 Isu Utama yang Dibicarakan dengan Manajemen sebelum Keputusan Mempertahankan Auditor Auditor harus membahas dengan komite audit mengenai isu utama yang telah dibahas dengan manajemen yang berkaitan dengan usaha mula-mula atau usaha selanjutnya untuk tetap mempertahankan penggunaan jasa auditor tersebut termasuk. diantaranya. Kesulitan yang Dijumpai dalam Pelaksanaan Audit Auditor harus memberikan informasi kepada komite audit bila terdapat kesulitan serius yang dijumpainya dalam berhubungan dengan manjemen mengenai pelaksanaan audit.

pengalaman mengenai . dan saat entitas. c. Perencanaan audit meliputi pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang diharapkan. Page | 117 perencanaan bervariasi dengan ukuran dan kompleksitas entitas. Sifat. antara lain: a. laporan auditor tentang laporan keuangan konsolidasian. AGUS SUDRAJAT S4309040 informasi mengenai bisnis satuan usaha. Tingkat risiko pengendalian yang direncanakan. g. Kondisi yang mungkin memerlukan perluasan atau pengubahan pengujian audit. Melakukan penilaian awal terhadap materialitas. laporan khusus untuk menggambarkan kepatuhan klien terhadap kontrak perjanjian). d. Pos laporan keuangan yang mungkin memerlukan penyesuaian (adjustment). Menilai risiko audit. termasuk penggunaan organisasi jasa dari luar untuk mengolah informasi akuntansi pokok perusahaan. Menghimpun pemahaman bisnis klien dan industry klien. Dalam perencanaan audit. dan pengetahuan tentang bisnis entitas. Melakukan prosedur analitis. 5. e.M. 3. laporan keuangan yang diserahkan ke Bapepam. f. Masalah yang berkaitan dengan bisnis entitas dan industri yang menjadi tempat entitas tersebut b. Mengembangkan startegi audit pendahuluan untuk asersi-asersi yang signifikan. 4. lingkup. auditor harus mempertimbangkan. meliputi: 1. seperti risiko kekeliruan atau kecurangan yang material atau adanya transaksi antar pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Langkah-langkah yang harus dilakukan auditor dalam perencanaan audit. Sifat laporan auditor yang diharapkan akan diserahkan sebagai contoh. Metode yang digunakan oleh entitas tersebut dalam mengolah informasi akuntansi yang signifikan. Kebijakan dan prosedur akuntansi entitas tersebut. penyelesaian perbedaan pendapat terusmenerus selama audit. Pertimbangan awal tentang tingkat materialitas untuk tujuan audit . 2. h.

Page | 118 . b. penyisian kerugian piutang. f. direview. transaksi. Mengidentifikasi bidang yang memerlukan pertimbangan khusus. AGUS SUDRAJAT S4309040 6. Penentuan keberadaan hubungan ekonomis dengan perusahaan lain dalam satu kelompok usaha. Penelaahan kertas kerja audit tahun sebelumnya. e. Pengajuan pertanyaan kepada manajemen. Tingkat pengetahuan tersebut harus dimiliki auditor untuk memahami peristiwa. seperti penilaian atas persediaan. umumnya tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh manajemen tentang bisnis satuan usaha jauh lebih banyak. Menilai kewajaran estimasi. depresiasi. diolah. Pengajuan pertanyaan pada dewan komisaris maupun komite audit. dan praktik yang menurut pertimbangan auditor dimungkinkan memiliki dampak terhadap laporan keuangan. b. Pemahaman auditor tentang bisnis klien dan insdustri klien dapat diperoleh melalui beberapa sumber.M. d. Menghimpun Pemahaman Bisnis Klien dan Industri Klien Auditor harus memperoleh pengetahuan tentang bisnis dan industry klien yang memungkinkannya untuk merencanakan dan melaksanakan auditnya berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. dan dikumpulkan dalam organisasi. d. Penelaahan data industry dan data bisnis. Dengan demikian pengetahuan tentang bisnis klien tersebut membantu auditor dalam beberapa hal berikut ini: a. c. persentase penyelesaian kontrak jangka panjang. Bila dibandingkan dengan auditor. e. Mempertimbangkan kesesuaian prinsip akuntansi yang diterapkan dan kecukupan pengungkapannya. c. Menilai kewajaran representasi manajemen. Menghimpun pemahaman struktur pengendalian intern klien. yaitu: a. Peninjauan terhadap operasi klien. Menilai kondisi yang didalamnya data akuntansi dihasilkan.

seperti dalam pemahaman struktur pengendalian intern. penelaahan kontrak atau perjanjianperjanjian penting. Pengajuan pertanyaan pada dewan komisaris maupun komite audit memungkinkan auditor mendapatkan informasi tentang kekuatan dan kelemahan struktur pengendalian intern klien. AGUS SUDRAJAT S4309040 Kertas kerja audit tahun sebelumnya dapat berisi informasi yang bermanfaat untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang berkaitan dengan sifat bisnis. regulasi baru dari pemerintah. lokasi dan kondisi gudang. kebijakan dan prosedur.M. Data bisnis klien dapat dihimpun melalui penelaahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga klien. auditor dapat mengetahui lokasi dan jenis catatan akuntansi dan system pemrosesan data klien. Disamping itu. penelaahan notulen rapat klien. dan tempat yang rawan penyimpangan. Segala informasi yang diperoleh tersebut didokumentasikan dalam arsip permanen. dan lain sebagainya. juga pengubahan signifikan struktur organisasi dan manajemen perusahaan. dan sebagainya. penelaahan dilakukan terhadap kertas kerja audit tahun sebelumnya yang diperoleh dari kantor akuntan public lain tersebut dengan seijin klien. standar dan pedoman akuntansi perusahaan klien. Page | 119 . dan berkesempatan menjumpai personel kunci dalam perusahaan klien. Informasi industri dapat diperoleh dari berbagai sumber antara lain bulletin atau publikasi industri. Untuk klien baru yang pernah diaudit oleh kantor akuntan public lain sebelumnya. Melalui pengajuan pertanyaan kepada manajemen terkait dengan bisnis dan industry klien. dan karakter oparasi. Melalui peninjauan pabrik. auditor akan mendapatkan berbagi informasi tentang perkembangan bisnis yang sedang dilakukan yang nerpengarus terhadap audit. auditor dapat mengetahui letak dan kondisi pabrik. proses operasi dan pengolahan. Bila proses akuntansi diolah dengan computer maka auditor harus mempertimbangkan dampak pengolahan tersebut terhadap pelaksanaan auditnya. Melalui peninjauan kantor. analisis laporan keuangan interim. struktur organisasi. Auditor meninjau pabrik maupun kantor klien. auditor dapat pula meminta tambahan dan modifikasi audit yang direncanakan. Peninjauan terhadap operasi klien dalam hal ini adalah bahwa auditor meninjau tempat operasi klien dengan maksud untuk mengetahui karakteristik operasi klien. serta transaksi yang memerlukan pertimbangan khusus. dan ketertarikan manajemen atas audit terhadap suatu divisi atau anak perusahaan yang baru.

Materialitas tingkat laporan keuangan. Dalam tahap pengambilan kesimpulan hasil audit. Keberadaan hubungan ekonomi tersebut menimbulkan kesempatan bagi klien untuk melakukan perekayasaan transaksi. prosedur analitis berguna untuk membantu auditor merencanakan sifat. Dalam tahap perencanaan. Prosedur analitis dilakukan dalam tiga tahap audit yaitu tahap perencanaan. Dalam pekerjaan lapangan. yaitu: a. Prosedur analitis dapat dilakukan dengan metode perbandingan sederhana sampai model statistic dan matematis yang rumit dan kompleks. dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya transaksi yang dilakukan klien dengan anak maupun Indus perusahaan. yaitu penilaian awal mengenai tingkat materialitas dalam perencanaan audit. AGUS SUDRAJAT S4309040 Penentuan keberadaan hubungan ekonomis perusahaan klien dengan perusahaan dalam satu kelompok usaha.M. tahap pengujian atau tahap pekerjaan lapangan. maupun transaksi antara klien dengan satuan usaha lain di bawah satu holding company yang sama. auditor menentukan tingkat materialitas pada dua tingkat. dan luas prosedur audit. Perekayasaan transaksi tersebut dapat menimbulkan informasi keuangan yang menyesatkan. prosedur analitis merupakan prosedur audit yang optimal. prosedur analitis berguna sebagai alat untuk penelaahan akhir tentang rasionalitas laporan keuangan auditan. Auditor melakukan planning materiality. Dalam perencanaan audit ini. penentuan waktu. Melakukan Penilaian Awal Terhadap Materialitas Yang dimaksud dengan materialitas adalah besarnya kelalaian atau pernyataan yang salah pada informasi akuntansi yang dapat menimbulkan kesalahan dalam pengambilan keputusan. dan tahap penyimpulan hasil audit. Prosedur analitis dilakukan sebagai salah satu pengujian substantive untuk menghimpun bahan bukti tentang asersi tertentu yang terkait dengan saldo rekening ataupun kelompok transaksi. Melakukan Prosedur Analitis Prosedur analitis merupakan pengevalusasian terhadap informasi keuangan yang dibuat dengan mempelajarai hubungan-hubungan yang masuk akal antara data keuangan dengan data non keuangan. Page | 120 .

Laporan keuangan dapat mengandung salah saji yang material bila berisi kekeliruan dan ketidakberesan yang secara individu maupun kolektif sangat besar pengaruhnya terhadap kewajaran laporan keuangan. Ada dua alternative strategi audit. Menilai Risiko Audit Auditor harus mempertimbangkan risiko audit dalam melakukan perencanaan audit. yaitu: a. b. Lower assessed level of control risk approach. Risiko deteksi (detection risk) Mengembangkan Strategi Audit Pendahuluan Untuk Asersi Yang Signifikan Tujuan auditor dalam perencanaan dan pelaksanaan audit adalah untuk menurunkan risiko audit pada tingkat serendah mungkin untuk mendukung pendapat auditor mengenai kewajaran laporan keuangan. Materialitas tingkat saldo akun. auditor lebih mengutamakan pengujian substantive daripada pengujian pengendalian. Pada strategi Primarily substantive approach. namun bila diakumulasikan dapat menjadi material secara kumulatif pada tingkat laporan keuangan. Materialitas pada tingkat saldo akun sering disebut juga dengan tolerable misstatement. Akun-akun yang secara individual tidak material. Risiko audit adalah risiko tidak diketahuinya kesalahan yang dapat mengubah pendapat auditor atas suatu laporan keuangan yang diaudit. Tolerable misstatement adalah salah saji maksimum yang boleh ada dalam saldo akun sehingga tidak dianggap sebagai salah saji material. AGUS SUDRAJAT S4309040 b. yaitu: a. Auditor relative lebih sedikit melakukan prosedur untuk memperoleh pemahaman mengenai struktur Page | 121 . Ada hubungan erat antara tolerable misstatement dengan meterialitas pada tingkat laporan keuangan. Risiko audit terdiri dari tiga komponen. Risiko bawaan (inherent risk) b. Primarily substantive approach.M. Auditor menentukan materialitas pada tingkat laporan keuangan karena pendapat auditor tentang kewajaran adalah mengenai laporan keuangan secara keseluruhan dan tidak sepotong-sepotong. Risiko pengendalian (control risk) c.

Pada strategi Lower assessed level of control risk approach ini. Page | 122 . Auditor tetap melakukan pengujian substantive meskipun tidak seefektif pada Primarily substantive approach. Auditor lebih banyak melakukan prosedur untuk memperoleh pemahaman mengenai struktur pengendalian intern perusahaan klien.M. Strategi ini banyak dipakai dalam audit atas klien lama daripada audit yang pertama kali atas klien baru. AGUS SUDRAJAT S4309040 pengendalian intern perusahaan klien. auditor lebih mengutamakan pengujian pengendalian daripada pengujian substantive. Strategi ini lebih banyak digunakan dalam audit yang pertama kali daripada audit atas klien lama.

Struktur pengendalian intern terdiri atas tiga unsure. Prosedur pengendalian B. ketidakberesan dan pelanggaran hukum 2. Identifikasi Lingkungan Khusus & Risiko Luar Biasa a.Adanya Salahsaji material. c.. AGUS SUDRAJAT S4309040 Menghimpun Pemahaman Struktur Pengendalian Intern Klien Auditor harus melaksanakan prosedur audit yang antara lain meliputi prosedur untuk memperoleh pemahaman struktur pengendalian intern. Identifikasi Batasan Lingkup d. c.Minta ijin klien b. Evaluasi Integritas Manajemen a. Mempertimbangkan factor yang mempengaruhi risiko salah saji material. banker. Identifikasi Tim Audit Page | 123 . Merancang pengujian substantive. digunakan auditor untuk: a. b.Review surat kabar c. Review Pengalaman yg lalu (audit ulang) . Bertanya kepada pihak ketiga yg lain . Evaluasi Sistem Pelaporan Keuangan Auditabilitas Entitas 3.Pihak ketiga yg akan memakai laporan b. Nilai kemampuan untuk mengaudit a.Penasehat hukum. b. Komunikasi dg auditor sebelumnya . Mengidentifikasi tipe salah saji potensial. Lingkungan pengendalian. Nilai Prospektif Hukum dan Stabilitas Keuangan Klien c. masyarakat bisnis . Sistem akuntansi. Identifikasi Maksud Pemakai Laporan Keuangan Auditan .Perusahaan publik atau privat . yaitu: a. Jasa yang diinginkan b. PERIKATAN AUDIT Penerimaan Perikatan Audit 1.M.Lisan atau surat . Pemahaman struktur pengendalian intern perusahaan klien.

Edarkan sirkuler nama calon klien kpd staff profesional utk mengidentifikasi hubungan keuangan. Idenfikasi yg jelas ttg entitas & Laporan Keuangan yang harus diaudit b. Evaluasi Independensi a. Buat Surat Perikatan Isi Surat Perikatan: a.(mis appraiser. Referensi thdp Standar Profesional (Standar Auditing. Pernyataan bahwa audit mungkin tidak menemukan seluruh ketidakberesan yang material f.Satu atau Lebih Senior Auditor . Bila ada. aktuaris. Tujuan Audit c. Putuskan untuk menerima atau menolak perikatan Pertimbangan utk menolak perikatan audit: – – – Integritas manajemen atau tdk memberikan bukti selama audit Klien menolak utk merevisi salahsaji dlm laporan keuangan Klien tdk mengambil tindakan yg sesuai terhadap temuan atas kecurangan atau pelanggaran hukum 6. dan keluarga yang tidak diperbolehkan oleh Etika Profesi b. Penjelasan dan Lingkup Audit dan tanggungjawab auditor e. AGUS SUDRAJAT S4309040 . bisnis. Pertimbangkan Kebutuhan untuk Konsultasi dan Penggunaan para Ahli (Spesialis) . Suatu indikasi bhw manajemen akan diminta utk membuat pernyataan tertulis utk kepentingan audit Page | 124 . Mengingatkan kepada manajemen bahwa dia yang bertanggungjawab terhadap penyusunan laporan keuangan dan penyelenggaraan pengendalian inetern yang cukup g.Seorang Partner . insinyur. uandang-undang. peraturan-peraturan lain) yg harus diikuti auditor d.M. dan sbg) 4. tolak penugasan atau beri informasi kpd calon klien dampak dari ketidakindependensian ini 5.Satu atau lebih manajer .Para Asisten c.

Meskipun demikian. PENENTUAN RESIKO dan MATERIALITAS RESIKO Auditor harus mempertimbangkan risiko audit dalam melakukan perencanaan audit. asersi keberadaan dan keterjadian akun piutang dagang mempunyai risiko bawaan yang lebih tinggi daripada aktiva tetap. Risiko pengendalian (control risk) c.M. Risiko bawaan bervariasi untuk setiap asersi. Risiko deteksi (detection risk) Risiko bawaan adalah kerentanan atau mudah tidaknya suatu akun mengalami salah saji material dengan asumsi tidak ada kebijakan dan prosedur struktur pengendalian intern yang terkait. AGUS SUDRAJAT S4309040 h. Sebagai contoh. Risiko audit adalah risiko tidak diketahuinya kesalahan yang dapat mengubah pendapat auditor atas suatu laporan keuangan yang diaudit. Risiko pengendalian merupakan fungsi dari efektivitas struktur pengendalian intern. yaitu: a. semakin kecil risiko pengendalian. Risiko bawaan (inherent risk) b. Auditor tidak dapat mempengaruhi atau mengubah risiko bawaan. Semakin efektif struktur pengendalian intern. Penjelasan bhw auditor dapat memberi jasa tambahan seperti menyusunkan atau mereview SPT i. risiko pengendalian tidak pernah mencapai angka nol karena struktur pengendalian intern tidak akan dapat menghasilkan keyakinan penuh bahwa semua salah saji material akan dapat dideteksi ataupun dicegah. Risko audit terdiri dari tiga komponen. Keberadaan aktiva tetap lebih mudah dibuktikan daripada keberadaan piutang dagang. Dasar penentuan fee audit j. Page | 125 . Permintaan kepada klien agar menandatangani surat penugasan bila telah menyetujui C. Risiko pengendalian adalah risiko bahwa suatu salah saji material yang dapat terjadi dalam suatu asersi tidak dapat dideteksi ataupun dicegah secara tepat pada waktunya oleh berbagai kebijakan dan prosedur struktur pengendalian intern perusahaan.

D. Risiko deteksi dapat ditekan atau diturunkan auditor dengan cara melakukan perencanaan yang memadai dan supervisi atau pengawasan yang tepat. MATERIALITAS Materialitas adalah besarnya informasi akuntansi yang apabila terjadi penghilangan atau salah saji. j ika kemungkinan besar hal tersebut yang material. Sebagai akibat interaksi antara pertimbangan kuantitatif dan kualitatif dalam mempertimbangkan materialitas. sedangkan tahap 3. AGUS SUDRAJAT S4309040 Risiko deteksi merupakan risiko bahwa auditor tidak dapat mendeteksi salah saji material yang terdapat dalam suatu asersi. UNSUR TINDAKAN PELANGGARAN HUKUM OLEH KLIEN Page | 126 dapat menimbulkan kewajiban bersyarat yang material atau hilangnya pendapatan . Sebagai contoh. Tahap – Tahap Dalam Penerapan Materialitas Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Tahap 4 Tahap 5 : menetapkan pertimbangan awal tentang tingkat materialitas : mengalokasikan pertimbangan awal tentang tingkat materialitas ke dalam segmen – segmen. salah saji yang jumlahnya relatif kecil yang ditemukan oleh auditor dapat berdampak material terhadap laporan keuangan. Definisi tersebut mengakui pertimbangan materialitas dilakukan dengan memperhitungkan keadaan yang melingkupi dan perlu melibatkan baik pertimbangan kuantitatif maupun kualitatif. dilihat dari keadaan yang melingkupinya. : mengestimasi total kesalahan penyajian yang terdapat dalam segmen : mengestimasi kesalahan penyajian gabungan : memebandingkan antara estimasi gabungan dari pertimbangan awal atau pertimbangan yang telah direvisi tentang tingkat materialitas. serta penerapan standar pengendalian mutu. suatu pembayaran yang melanggar hukum yang j umlahnya tidak material dapat menjadi material. Tahap 1 dan 2 berada dalam perencanaan tentang uji audit. Risiko deteksi merupakan fungsi efektivitas prosedur audit dan penerapannya oleh auditor.M. mungkin dapat mengubah atau mempengaruhi pertimbangan orang yang meletakkan kepercayaan atas informasi tersebut. 4 dan 5 berada dalam evaluasi hasil.

memiliki dampak material tetapi tidak langsung terhadap laporan keuangan. Selanjutnya istilah unsur pelanggaran hukum lain itu akan disebut dengan unsur pelanggaran hukum saja. Hubungan dengan Laporan Keuangan Tindakan melanggar hukum yang dikaitkan dengan laporan keuangan sangat bervariasi. dan pelaporan unsur tindakan pelanggaran hukum lain diuraikan lebih lanjut. Namun. Auditor biasanya mempertimbangkan hukum dan peraturan yang dipahaminya sebagai hal yang memiliki pengaruh langsung dan material dalam penentuan jumlah-jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan. Latihan. Auditor harus Page | 127 . Pertimbangan Auditor Atas Kemungkinan Adanya Unsur Tindakan Pelanggaran Hukum unsur tindakan pelanggaran hukum tertentu memiliki dampak material dan langsung terhadap penentuan jumlah. AGUS SUDRAJAT S4309040 Unsur tindakan melanggar hukum oleh klien adalah unsur tindakan pelanggaran yang dapat dihubungkan dengan entitas yang laporan keuangannya diaudit. semakin kecil kemungkinan audi-tor menyadari atau mengenali adanya unsur tindakan pelanggaran hukum tersebut. Tanggung jawab auditor dalam pendeteksian. Pengertian unsur tindakan pelanggaran hukum oleh klien tidak termasuk pelanggaran peroranganyang dilakukan oleh manajemen dan karyawan entitas yang tidak berkaitan dengan kegiatan bisnis entitas.jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan. auditing. atau tindakan manajemen atau karyawan yang bertindak atas nama entitas. penentuan apakah suatu perbuatan merupakan pelanggaran hukum atau bukan biasanya didasarkan atas hasil penilaian atau nasihat ahli hukum yang telah mempelajari pokok persoalannya dan memiliki keahlian untuk itu atau penentuannya menunggu sampai adanya keputusan pengadilan. Unsur tindakan pelanggaran hukum lain.M. pertimbangan dampaknya terhadap laporan keuangan. Pada umumnya semakin jauh unsur pelanggaran hukum terpisah dari kejadian dan transaksi yang dicerminkan dalam laporan keuangan. pengalaman. dan pemahaman auditor atas usaha klien dan lingkungan industrinya dapat memberikan dasar guna mengenali adanya perbuatan klien yang merupakan unsur tindakan pelanggaran hukum.

AGUS SUDRAJAT S4309040 waspada terhadap adanya kemungkinan bahwa unsur pelanggaran hukum telah terjadi. karyawan.M. b. Auditor harus meminta keterangan manajemen tentang kepatuhan klien terhadap hukum dan peraturan. Jika dimungkinkan. transaksi dicatat secara salah. peringatan tertulis. Informasi Spesifik Tentang Adanya Kemungkinan Unsur Tindakan Pelanggaran Hukum Dalam penerapan prosedur audit dan evaluasi hasil pelaksanaan prosedur tersebut. c. Transaksi tanpa otorisasi. Page | 128 . tujuannya kepada konsultan. Penyelidikan oleh instansi pemerintah. Jika ada informasi spesifik yang menarik perhatian auditor yang memberikan indikasi tentang adanya kemungkinan unsur tindakan pelanggaran hukum yang mungkin menimbulkan dampak material tidak langsung terhadap laporan keuangan. perlu disadari bahwa suatu audit yang dilakukan berdasarkan standar auditing tidak menjamin bahwa unsur tindakan pelanggaran hukum akan terdeteksi atau berbagai kewajiban bersyarat akan berhasil diungkapkan. Namun mengingat karakteristik unsur tindakan pelanggaran hukum sebagaimana telah dijelaskan atas. pihak afiliasi. Penggunaan petunjuk yang dikeluarkan oleh klien dan representasi periodik yang diperoleh klien dari manajemen berbagai jenjang yang memiliki otoritas untuk menilai kepatuhan terhadap hukum dan peraturan. atau pihak lain. atau transaksi dicatat tidak lengkap atau tidak tepat waktu sehingga tidak mencerminkan pertanggungjawaban aktiva secara memadai. yang menimbulkan tanda tanya ada atau tidaknya kemungkinan unsur pelanggaran hukum: a. atau Pembayaran dalam jumlah besar untuk jasa yang tidak jelas pembayaran denda dalam jumlah besar. maka auditor berkewajiban melaksanakan prosedur audit yang dirancang secara khusus untuk meyakinkan apakah unsur tindakan pelanggaran hukum telah dilakukan atau tidak. auditor mungkin akan memperoleh informasi spesifik berikut ini. auditor berkewajiban juga memperoleh keterangan dari manajemen tentang: Kebijakan klien dalam upaya pencegahan unsur tindakan pelanggaran hukum.

Komisi penjualan atau komisi agen yang dipandang berlebihan jika dibandingkan dengan yang biasanya dibayarkan oleh klien atau dengan jasa yang benar-benar diterima oleh klien. maka ia harus berusaha memperoleh informasi tentang sifat pelanggaran. Pembayaran tunai sangat besar. Prosedur Audit dalam Menanggapi Kemungkinan Adanya Unsur Tindakan Pelanggaran Hukum Jika auditor mengetahui akan adanya kemungkinan unsur tindakan pelanggaran hukum. yang tidak dijelaskan.M. atau transaksi lain serupa. b. Melakukan konsultasi dengan penasihat hukum klien atau ahli lain tentang penerapan hukum dan peraturan relevan dengan kondisi yang dihadapi sekaligus mengantisipasi dampaknya terhadap laporan keuangan. untuk memperoleh pemahaman lebih baik tentang sifat pelanggaran. maka auditor harus: a. Pertemuan konsultasi dengan penasihat hukum klien harus dengan sepengetahuan dan persetujuan klien. dan informasi lain yang cukup untuk mengevaluasi dampak unsur pelanggaran terhadap laporan keuangan. e. auditor harus memperoleh keterangan dari tingkat manajemen yang lebih tinggi daripada tingkat manajemen pelaku unsur tindakan pelanggaran hukum. Keterlambatan pengisian dan pengembalian surat pemberitahuan pajak. g. f. atau ketidakmampuan membayar kewajiban kepada pemerintah yang lazim bagi industri entitas atau karena sifat bisnis entitas tersebut. Jika manajemen tidak berhasil memberikan informasi dan keterangan yang memuaskan tentang terjadi atau tidaknya unsur tindakan pelanggaran hukum. AGUS SUDRAJAT S4309040 d. Pembayaran untuk pejabat atau karyawan pemerintah yang berhubungan dengan pekerjaan mereka. yang tidak biasa. jika diperlukan. transfer besar ke nomor rekening bank tertentu. Prosedur audit tambahan yang dipandang perlu antara lain: Page | 129 . Jika dimungkinkan. Menerapkan prosedur tambahan. cek tunai dalam jumlah besar. kondisi terjadinya pelanggaran.

Representasi manajemen tersebut merupakan bagian dari bukti audit yang diperoleh auditor. tetapi tidak merupakan pengganti bagi penerapan prosedur audit yang diperlukan untuk memperoleh dasar memadai bagi pendapat auditor atas laporan keuangan. Sebagai contoh.M. baik lisan maupun tertulis. c) Menentukan apakah otorisasi semestinya telah diperoleh atas transaksi yang berkaitan dengan unsur tindakan pelanggaran hukum. auditor harus menyelidiki keadaan tersebut dan mempertimbangkan keandalan representasi tersebut. AGUS SUDRAJAT S4309040 a) Memeriksa dokumen-dokumen pendukung. REPRESENTASI MANAJEMEN Kepercayaan Atas Representasi Manajemen Selama audit berlangsung. Jika suatu representasi yang dibuat oleh manajemen bertentangan dengan bukti audit lain. dan mengurangi kemungkinan salah paham mengenai masalah yang direpresentasikan. dan membandingkannya dengan catatan akuntansi. d) Mempertimbangkan apakah transaksi atau kejadian lain serupa mungkin juga telah terjadi dan menerapkan prosedur untuk mengidentifikasinya. manajemen membuat banyak representasi bagi auditor. Pemerolehan Representasi Tertulis Representasi tertulis dari manajemen harus diperoleh untuk semua laporan keuangan dan periode yang dicakup oleh laporan audit. jika laporan keuangan komparatif dilaporkan. cek/giro dan surat perjanjian yang dibatalkan. representasi tertulis yang diperoleh pada penyelesaian audit yang Page | 130 . dan menunjukkan serta mendokumentasikan lebih lanjut ketepatan representasi tersebut. E. b) Mengkonfirmasi informasi signifikan yang berkaitan dengan unsur pelanggaran kepada pihak luar atau pihak perantara seperti bank dan penasihat hukum. dalam menanggapi pertanyaan khusus atau melalui laporan keuangan. auditor harus mempertimbangkan apakah keandalan representasi manajemen yang berkaitan dengan aspek lain laporan keuangan memadai dan beralasan. Representasi tertulis dari manajemen biasanya menegaskan representasi lisan yang disampaikan oleh manajemen kepada auditor. seperti faktur. Berdasarkan keadaan tersebut.

Tidak adanya transaksi yang tidak dicatat. Pengukuran. AGUS SUDRAJAT S4309040 terkini harus mencakup semua periode yang dilaporkan. Komunikasi dari badan pengatur tentang ketidakpatuhan dengan atau kekurangan dalam praktik pelaporan keuangan. posisi keuangan. basil usaha. Rencana atau maksud yang mungkin akan mempengaruhi nilai atau klasifikasi aktiva atau kewajiban. Informasi mengenai transaksi antarpihak yang memiliki hubungan istimewa dan piutang atau utang antarpihak yang memiliki hubungan istimewa. b. Kelengkapan dan ketersediaan semua notulen rapat pemegang saham. dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. (2) karyawan yang memiliki peran signifikan dalam pengendalian intern. i. Informasi tentang kecurangan yang melibatkan (1) manajemen. Representasi tertulis tertentu yang diperoleh auditor akan tergantung pada keadaan perikatan dan sifat dan basis penyajian laporan keuangan. 5. d. Ketersediaan catatan keuangan dan data yang berkaitan. Dalam hubungannya dengan audit laporan keuangan yang disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Pengakuan manajemen mengenai tanggung jawabnya untuk menyajikan Page | 131 . Auditor memperoleh representasi tertulis dari manajemen untuk Dalam banyak hal. 2. h. atau (3) pihak lain yang kecurangannya berdampak material atas laporan keuangan. e. Kelengkapan Informasi c. auditor menerapkan prosedur audit terutama melengkapi prosedur audit lain yang dilakukannya. didesain untuk memperoleh informasi yang mendukung masalah yang juga direpresentasikan secara tertulis 3. dan Pengungkapan g. Keyakinan manajemen bahwa laporan keuangan disajikan sesuai dengan prinsip yang berlaku umum di Indonesia 4. direksi. Pengakuan. f. representasi tertentu harus berhubungan dengan hal-hal berikut ini : 1. a. dan dewan komisaris. Laporan Keuangan laporan keuangan secara wajar.M.

p. Asumsi ini mengharuskan entitas bisnis secara operasional memiliki kemampuan mempertahankan kelangsungan hidupnya atau going concern. teknologi dan lain-lain. maka laporan keuangan entitas tersebut wajib disusun berdasarkan asumsi likuidasi dengan dasar nilai realisasi. Page | 132 . n. dan aktiva yang dijaminkan. k. sedangkan faktor internal adalah faktor di dalam perusahaan itu sendiri. Hal ini adalah syarat suatu laporan keuangan disusun dengan menggunakan dasar akrual.M. a. m. b. sosial politik dan lain-lain. seperti pasar. Tuntutan yang belum dinyatakan atau prakiraan yang telah dikemukakan oleh penasihat hukum merupakan tuntutan yang kemungkinan besar akan terjadi harus diungkapkan sesuai dengan PSAK Akuntansi untuk Kontijensi. l. hak gadai atas aktiva. seperti keuangan. Pelanggaran atau kemungkinan pelanggaran hukum atau peraturan yang dampaknya harus dipertimbangkan untuk diungkapkan dalam laporan keuangan atau sebagai dasar untuk mencatat rugi bersyarat. Tuntutan yang tidak diungkapkan meskipun telah diberitahukan kemungkinannya oleh penasihat hukum klien. Faktor eksternal adalah faktor di luar perusahaan itu sendiri. Hak atas aktiva. tertulis atau lisan. Jika suatu entitas bisnis tidak memiliki kemampuan mempertahankankelangsungan hidupnya. yang menyebabkan entitas memiliki utang bersyarat. AGUS SUDRAJAT S4309040 j. kondisi ekonomimakro. GOING CONCERN Asumsi going concern adalah salah satu asumsi yang dipakai dalam menyusun laporan keuangan. o. Jaminan. Estimasi signifikan dan pemusatan material yang diketahui oleh manajemen yang harus diungkapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku. sumber daya manusia. Going concern dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal entitas bisnis yangbersangkutan. Kepatuhan dengan pasal-pasal perjanjian kontrak yang mungkin berdampak terhadap laporan keuangan. Informasi tentang peristiwa kemudian F. Peristiwa Kemudian q.

P e r t i m b a n g a n A k u n t an s i Prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan pengungkapan pihak yang memiliki hubungan istimewa. prinsip akuntansi yang telah ditetapkan biasanya tidak mensyaratkan transaksi dengan pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa diperlakukan dengan dasar yang berbeda dari yang seharusnya. Di samping itu. tidak mungkin akuntan publik memberikan opini wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion) atas laporan keuangan yang disusun dengan asumsidanbasispencatatan tidak jelas. Berdasarkan teori akuntansi keuangan. dengan penekanan pada cukup atau tidaknya pengungkapannya. AGUS SUDRAJAT S4309040 Isu going concern akan berdampak terhadap opini yang diberikan oleh akuntan public terhadap suatu laporan keuangan. Auditor harus memandang transaksi antarpihak yang memiliki hubungan istimewa dalam rerangka pernyataan prinsip akuntansi. dan untuk memperoleh keyakinan mengenai persyaratan akuntansi dan pengungkapan dalam laporan keuangan. untuk mengidentifikasikan pihak yang memiliki hubungan istimewa dan transaksi antarpihak yang memiliki hubungan istimewa. antara lain: Page | 133 .M. maka laporan keuangan tersebut tidak sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum. jika tidak terdapat hubungan istimewa. PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA prosedur yang harus dipertimbangkan oleh auditor jika ia melaksanakan audit atas laporan keuangan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Sebab jika suatu laporan keuangan yang berbasis akrual tidakdisusundenganasumsi going concern. Transaksi-transaksi yang karena sifatnya mungkin memberikan indikasi adanya pihak yang memiliki hubungan istimewa. namun. Pernyataan standar akuntansi keuangan tertentu mengatur perlakuan akuntansi jika terdapat pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa. auditor harus menyadari bahwa substansi suatu transaksi dapat secara signifikan menjadi berbeda dari bentuknya dan bahwa laporan keuangan harus mengidentifikasi substansi transaksi tersebut dan bukan hanya bentuk hukumnya semata. G.

auditor mempertahankan independensinya dari entitas tersebut. Peran Auditor Dan Auditor Intern Salah satu tanggung jawab auditor dalam audit atas laporan keuangan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia adalah untuk memperoleh bukti audit kompeten yang cukup sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan entitas. Auditor intern bertanggung jawab untuk menyediakan jasa analisis dan evaluasi. d. 1 Fungsi audit intern dapat terdiri dari satu atau lebih individu yang melaksanakanaktivitas audit intern dalam suatu entitas. saat. memberikan keyakinan dan rekomendasi. dan lingkup prosedur audit yang harus dilaksanakan dalam suatu audit atas laporan keuangan entitas. Transaksi peminjaman atau pemberian pinjaman tanpa beban bunga atau dengan suku bunga yang secara signifikan di atas atau di bawah suku bunga pasar yang berlaku umum pada saat transaksi b. auditor intern mempertahankan objektivitasnya yang berkaitan dengan aktivitas yang diauditnya. H.M. Transaksi pertukaran property dengan property yang serupa dalam transaksi nonmoneter. c. AGUS SUDRAJAT S4309040 a. Transaksi pemberian pinjaman tanpa ketentuan mengenai jadwal dan cara pengembaliannya. Untuk memenuhi tanggung jawabnya tersebut. 2 Meskipun auditor intern tidak independen dari entitas. atau pihak lain yang setara wewenang dan tanggung jawabnya. Page | 134 . Transaksi penjualan real estate pada tingkat harga yang berbeda secara signifikan dari nilai taksiran. PERTIMBANGAN AUDITOR ATAS FUNGSI AUDIT INTERN DALAM AUDIT LAPORAN KEUANGAN Auditor mempertimbangkan banyak faktor dalam menentukan sifat. organisasi profesi auditor intern mendefinisikan auditing intern sebagai fingsi penilaian yang independen dan mewajibkan auditor intern untuk independen dari aktivitas yang diaudit. dan informasi lain kepada manajemen entitas dan dewan komisaris. Dalam memenuhi tanggung jawab ini. Salah satu faktor adalah eksistensi fungsi audit intern .

ia harus berusaha memahami fungsi audit intern yang cukup untuk mengidentifikasi aktivitas audit intern yang relevan dengan perencanaan audit. tergantung atas sifat aktivitas audit intern tersebut. Aktivitas relevan adalah aktivitas yang memberikan bukti tentang rancangan dan efektivitas pengendalian yang berkaitan dengan kemampuan entitas untuk mencatat.M. termasuk sifat. auditor mungkin meminta keterangan mengenai anggaran dasar pembentukan fungsi audit intern. Lingkup prosedur yang diperlukan untuk memahaminya bervariasi. Sebagai contoh. meringkas. dan lingkup pekerjaan audit. Permintaan keterangan ini biasanya akan menghasilkan informasi mengenai tujuan dan sasaran yang ditetapkan untuk fungsi audit intern. Pada waktu auditor berusaha memahami pengendalian intern. prosedur auditor intern untuk menilai efisiensi proses pengambilan keputusan manajemen tertentu biasanya tidak relevan dengan audit atas laporan keuangan. Di samping itu. pernyataan misi. 4. Auditor dapat menemukan hasil prosedur berikut ini yang bermanfaat dalam menetapkan relevansi aktivitas audit intern: a. Penerapan standar professional 3. 5. mengolah. Status auditor intern dalam organisasi entitas. atau pengarahan lain yang serupa dari manajemen atau dewan komisaris. Perencanaan audit. Akses ke catatan dan apakah terdapat pembatasan atas lingkup aktivitas mereka. saat. Page | 135 . dan melaporkan data keuangan konsisten dengan asersi yang terkandung dalam laporan keuangan atau yang memberikan bukti langsung mengenai salah saji potensial data tersebut. AGUS SUDRAJAT S4309040 Konsep independensi berbeda dengan independensi auditor yang harus dipertahankan oleh auditor berdasarkan Aturan Etika Pemerolehan Pemahaman Tentang Fungsi Audit Intern Tanggung jawab penting fungsi audit intern adalah memantau kinerja pengendalian entitas. 2. Auditor biasanya harus meminta keterangan kepada manajemen yang bersangkutan dan staf audit intern mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan auditor intern berikut ini: 1. Mempertimbangkan pengetahuan dari audit tahun sebelumnya. Aktivitas audit intern tertentu dapat tidak relevan dengan audit atas laporan keuangan entitas.

program. Penilaian atas kinerja auditor intern. dan prosedur audit. dan rekomendasi. Mutu dokumentasi dalam kertas kerja. d. c. Status organisasi auditor intern yang bertanggung jawab atas fungsi audit intern. f. Penentuan Kompetensi Dan Objektivitas A u d i t o r I n t e r n Kompetensi Auditor Intern Pada waktu menentukan kompetensi auditor intern. auditor tidak harus memberikan pertimbangan lebih lanjut terhadap fungsi auditintern. Jika. 691 Pertimbangan atas Pengendalian Intern dalam Audit Laporan Keuangan menjelaskan prosedur yang diikuti oleh auditor dalam memahami pengendalian intern dan menunjukkan bahwa fungsi audit intern merupakan bagian dari lingkungan pengendalian entitas. auditor harus memperoleh atau memutakhirkan informasi dari audit tahun sebelumnya mengenai faktor-faktor berikut ini: a. Objektivitas Auditor Intern Pada waktu menetapkan objektivitas auditor intern. g. Kebijakan. kecuali auditor meminta bantuan langsung dari auditor intern. setelah memahami fungsi audit intern. yang meliputi: Page | 136 . e. Tingkat pendidikan dan pengalaman profesional auditor intern. auditor berkesimpulan bahwa aktivitas auditor intern tidak relevan dengan audit atas laporan keuangan. Supervisi danrev ie w terhadap aktivitas auditor intern. Membaca laporan auditor intern untuk memperoleh informasi rinci mengenai SA Seksi 319 [PSA No. laporan.M. AGUS SUDRAJAT S4309040 b. Ijazah profesional dan pendidikan profesional berkelanjutan. b. Praktik yang bersangkutan dengan penugasan auditor intern. c. auditor harus memperoleh atau memutakhirkan informasi dari tahun sebelumnya mengenai faktor-faktor berikut ini: a. Me-review bagaimana auditor intern mengalokasikan sumber daya auditnya kebidang keuangan atau bidang operasi sebagai respon dalam proses penentuan risiko.

Prosedur substantif yang dilaksanakan oleh auditor Koordinasi Pekerjaan Audit Dengan Auditor Intern Jika pekerjaan auditor intern diharapkan mempunyai dampak terhadap prosedur yang dilaksanakan oleh auditor. Memberikan kesempatan akses ke kertas kerja auditor intern. hal ini akan efisien jika auditor dan auditor intern mengkoordinasikan pekerjaan mereka dengan: a. dan lingkup audit termasuk: a. c. (3) Apakah dewan komisaris. Menjadwalkan pekerjaan audit. Kebijakan untuk mempertahankan objektivitas auditor intern mengenai bidang yang diaudit.M. komite audit. Dampak Pekerjaan Auditor Intern Atas Audit Pekerjaan auditor intern dapat berdampak terhadap sifat. d. Prosedur yang dilaksanakan oleh auditor pada saat berusaha memahami pengendalian intern entitas b. Menyelenggarakan rapat berkala. b. Prosedur yang dilaksanakan oleh auditor pada saat menetapkan risiko c. saat. komite audit. Me-review laporan auditor Page | 137 . (2) Apakah auditor intern memiliki akses langsung dan melaporkan secara teratur kepada dewan komisaris. atau manajer pemilik. termasuk: (1) Kebijakan pelarangan auditor intern melakukan aktivitas dalam bidang yang diaudit yang keluarganya bekerja pada posisi penting atau posisi yang sensitif (2) Kebijakan pelarangan auditor intern melakukan audit di bidang yang sama dengan bidang yang baru saja diselesaikannya. atau manajer pemilik melakukan pengawasan terhadap keputusan pengangkatan dan pemberhentian yang bersankutan dengan auditor intern. AGUS SUDRAJAT S4309040 (1) Apakah auditor intern melapor kepada pejabat yang memiliki status memadai untuk menjamin lingkup audit yang luas dan memiliki pertimbangan dan tindakan memadai atas temuan-temuan dan rekomendasi auditor intern. b.

AGUS SUDRAJAT S4309040 PERTEMUAN 9 AUDIT SAMPLING Menurut PSA no. serta dalam menghubungkan bukti audit yang dihasilkan dari sampel dengan bukti audit lain dalam penarikan kesimpulan atas saldo akun atau kelompok transaksi yang berkaitan. pelaksanaan.sehingga judgmentrumus/formula tidak statistik. Ada dua pendekatan umum dalam sampling audit: 1. Statistik 2.26(SA 350) audit sampling adalah penerapan prosedur audit terhadap kurang dari seratus persen unsur dalam suatu saldo akun atau kelompok transaksi dengan tujuan untuk menilai beberapa karakteristik saldo akun atau kelompok transaksi tersebut. perlu di yang akan di gunakan harus disehingga judgment yang akan di kuantifikasi lebih dahulu sesuaigunakan Pemilihan sampel kebutuhan formula Harus acak (random) kuantifikasi Boleh acak. dan penilaian sampel. Non statistic Perbedaan kedua pendekatan tersebut adalah sebagai berikut : Metode Analisis Sampling statistik Sampling non statistik Menggunakan rumus/ formulaTidak menggunakan statistik.M. boleh pula tidak acak Kedua pendekatan tersebut mengharuskan auditor menggunakan pertimbangan Profesionalnya dalam perencanaan. Tahapan Sampling Audit Tahapan dalam melakukan sampling audit adalah sebagai berikut : Page | 138 .

Menetapkan jumlah/unit sampel 3. Risiko sampling. pengiriman surat konfirmasi atas piutang yang tercatat tidak dapat diandalkan untuk menemukan piutang yang tidak tercatat. risiko sampling akan bervariasi secara berlawanan dengan ukuran sampelnya: semakin kecil ukuran sampel. Menyusun rencana audit 2. semakin tinggi risiko samplingnya. hal yang akan membuat prosedur audit menjadi tidak efektif walaupun ia telah memeriksa semua data. meliputi semua aspek risiko audit yang tidak berkaitan dengan sampling. 2.Yang di maksud kuantitatif adalah inforamasi yang disajikan dalam angka-angka. Sebagai contoh. AGUS SUDRAJAT S4309040 1. Untuk suatu desain sampel tertentu. yang secara proporsional lebih besar atau kurang daripada yang sesungguhnya terkandung dalam saldo akun atau kelompok transaksi secara keseluruhan. Aspek-aspek risiko audit adalah : 1. Risiko ini juga meliputi kemungkinan pemilihan prosedur audit yang tidak semestinya untuk mencapai tujuan audit tertentu. Menguji sampel 5. Risiko non-sampling. Page | 139 .M. Memilih sampel 4. Risiko nonsamplingjuga muncul karena auditor mungkin gagal mengenali salah saji yang ada pada dokumen yang diperiksanya. yaitu jika suatu sampel tertentu mungkin mengandung salah saji moneter atau penyimpangan dari pengendalian yang telah ditetapkan. Mengestimasi keadaan populasi 6. Metode Sampling Statistik (sampling variable) Tujuan pengujian substantif adalah menilai dapat di percaya/tidaknya informasi kuantitatif yang di sajikan manajemen. Membuat simpulan hasil audit Risiko Risiko audit meliputi ketidakpastian yang disebabkan oleh sampling dan ketidakpastian yang disebabkan oleh faktor-faktor selain sampling. Sampling untuk Uji Subtantif 1.

Nilai yang dianggap meterial adalah sesuatu yang di anggap berarti/penting. • Standar deviasi adalah jarak umum antara nilai rata-rata populasi dengan masing-masing anggotanya. c. Menguji sampel Page | 140 . populasi yang di audit adalah bukti pengeluaran kas tahun anggaran 2001. unit populasi adalah banyaknya kuitansi selama tahun anggaran 2001. b.M. • Tingkat sampling derajat/persentase populasi yang terwakili oleh sampel.Misalnya dalam hal ini. Menetapkan jumlah (unit) sample. sedangkan menunjukkan tingkat resiko keliru menolak. tingkat keandalan pada resiko keliru menolak =(1. Terdapat berapa unsur yang mempengaruhi unit sample : • Unit populasi adalah banyaknya anggota populasi yang di teliti. pada tahap perencanaan di tetapkan antara lain: • Tujuan audit dan populasi yang akan di uji adalah menguji kelayakan informasi kuantitatif. Memilih sampel d. • Faktor keandalan pada resiko keliru menolak (Z).Resiko sampling pada pengujian substantif ada dua yaitu. AGUS SUDRAJAT S4309040 a. yang sekaligus juga menunjukan tingkat heterogenitas data. resiko menolak dan resiko menerima. keandalan misalnya dan resiko meneliti kelayakan adalah informasi perkiraan pengeluaran kas tahun anggaran 2002. Perencanaan audit.Angka 1 berasal dari 100%. • Menentukan batas tolerasi nilai salah uji (TS) adalah batas nilai kesalahan dalam populasi yang dapat di tolerir oleh auditor. • Kesalahan sampling (sampling error) adalah selisi antara hasil sampling dengan keadaan yang sebenarnya dari populasi.). akan berpengaruh pada/dapat merubah keputusan orang yang meletakkan kepercayaan pada informasi. yang jika tidak/salah di sajikan dalam suatu informasi.

Tingkat penyimpangan maksimum dari pengendalian yang ditetapkan yang akan mendukung tingkat risiko pengendalian yang direncanakan. Salah satu model sampling non statistik formal adalah: • • • Unit sample ditetapkan dengan rumus : n=(NB * FK)/TS Hasil sampling berupa proyeksi salah saji : PS=(NB/NS)*SS Simpulan auditnya di dasarkan pada perbandingan TS dan PS Di mana : NB = nilai buku populasi SS =salah saji yang di temukan dalam sample FK=faktor keandalan. Mengestimasi keadaan populasi f. Sampling Untuk Uji Pengendalian Dalam perencanaan sampel audit tertentu untuk pengujian pengendalian. Metode Sampling Non Statistik Sampling non statistik tidak terikat dengan formula khusus dan baku. auditor harus mempertimbangkan: a. para praktisi mengembangkan sampling non statistik dengan menambahkan unsur matematis dalam analisinya. di tetapkan dengan memperhatikan resiko salah saji (resiko melekat dan resiko pengendalian) dan keyakinan terhadap keandalan prosedur audit lainnya. Membuat simpulan hasil audit 2. AGUS SUDRAJAT S4309040 e. Tingkat risiko yang dapat diterima auditor atas penentuan risiko pengendalian yang terlalu rendah. Page | 141 . c. Hubungan antara sampel dengan tujuan pengujian pengendalian. b.Semua tahap di lakukan berdasarkan judgement.Sehingga sangat tidak konsisten untuk menghindari inkonsistensi tersebut.M.

dan dapat digunakan jika auditor yakin bahwa kesalahan yang diperkirakan dalam populasi sangat kecil. Karakteristik populasi. nomor urut pracetak dll. PENGGUNAAN PEKERJAAN SPESIALIS Page | 142 . yaitu. yaitu metode sampling yang meneliti sifat nol angka dari data. pelanggaran yang serius dari unsure pengendalian intern dan ketidakberesan yang lain. Metode Sampling Statistik Metode sampling statistik yang lazim di gunakan pada pengujian pengendalian adalah sampling atribut. Metode Sampling Non Statistik Pada sampling non statistik. Metode ini dibagi menjadi 2: a. tanpa menggunakan formula/rumus yang baku. Pengambilan sample dengan model ini ditujukan untuk memperkirakan presentase terjadinya mutu tertentu dalam suatu populasi. • Discovery sampling. 2. 1. AGUS SUDRAJAT S4309040 d. digunakan untuk menguji efektivitas pengendalian intern. b.M. • Stop-or go sampling disebut juga dengan decision attribute. Model ini dapat mencegah auditor dari pengambilan sampel yang terlalu banyak. Attribute sampling. Digunakan terutama untuk menguji nilai rupiah yang tercantum dalam akun yang terdapat dalam pengujian substantive. karena pada pungujian pengendalian fokus perhatian auditor adalah pada jejak-jejak pengendalian yang terdapat pada data/dokumen yang di uji seperti paraf. Attribute sampling terdiri atas: • Fixed sample size attribute sampling. dipakai auditor untuk menemukan kecurangan. unit sampel dan avaluasi hasil samplingnya di lakukan berdasarkan judgement. Disebut juga proportional sampling. unsur yang membentuk saldo akun atau kelompok transaksi yang menjadi fokus perhatian. tanda tangan. Variable sampling.

dan ahli geologi. atau bahan yang disimpan dalam timbunan) 3. seksi ini memberikan panduan bagi auditor yang menggunakan pekerjaan spesialis dalam melaksanakan audit atas laporan keuangan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan IAI. real estate. Hubungan. cadangan mineral. Berbagai contoh tipe masalah yang mungkin menurut pertimbangan auditor memerlukan pekerjaan spesialis meliputi.39 (SA Seksi 336). produk farmasi . namun tidak terbatas pada aktuaris. Sertifikat professional. instrument keuangan yang kompleks. atau pengakuan kompetensi dari spesialis lain dalam bidangnya 2. peraturan atau persetujuan Kualifikasi dan Pekerjaan Spesialis Auditor harus mempertimbangkan hal-hal berikut ini untuk mengevaluasi kualifikasi professional spesialis dalam menentukan bahwa spesialis tersebut memiliki keterampilan atau pengetahuan dalam bidang tertentu yang diperlukan: 1. appraiser. Penentuan nilai yang diperoleh dengan menggunakan teknik atau metode khusus . Spesialis mencakup. bahan atau ekuipmen teknologi tinggi. Penilaian (missal sediaan untuk tujuan khusus.insinyur. Penafsiran persyaratan teknis. Pengertian spesialis dalam seksi ini adalah orang (perusahaan) yang memiliki keterampilan atau pengetahuan khusus dalam bidang tertentu selain akuntansi dan auditing. sekuritas terbatas. antara spesialis dengan klien Page | 143 . lisensi. namun tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut: 1. karya seni) 2. jika ada. Reputasi dan kedudukan spesialis di mata para rekan sejawat dan pihak lain yang mengenal kemampuan atau kinerjanya 3. missal penentuan kewajiban manfaat polis masa depan 4. konsultan lingkungan.M. AGUS SUDRAJAT S4309040 Berdasar PSA No. Penentuan karakteristik fisik yang berhubungan dengan kuantitas yang tersedia atau kondisi (missal kuatitas atau kondisi mineral.

kecuali jika menurut pandangan auditor masalah tersebut tidak akan dapat dipecahkan. Hubungan spesialis dengan klien 3. maka ia dapat menyimpulkan bahwa ia telah memperoleh bukti audit cukup dan komponen. Page | 144 . Metode dan asumsi yang digunakan 4. Tujuan dan lingkup pekerjaan spesialis 2. maka auditor harus melakukan prosedur tambahan. AGUS SUDRAJAT S4309040 Auditor harus memperoleh pemahaman tentang sifat pekerjaan yang dilaksanakan atau akan dilaksanakan oleh spesialis.M. Jika terdapat perbedaan material antara temuan spesialis dengan penyajian laporan keuangan. maka auditor harus memperoleh pendapat dari spesialis lain. Kelayakan penggunaan pekerjaan spesialis untuk tujuan yang dimaksud 6. Pemahama tersebut harus mencakup : 1. Suatu perbandingan metode atau asumsi yang digunakan dengan yang digunakan di tahun sebelumnya 5. Bentuk dan isi temuan spesialis yang akan memungkinkan auditor untuk membuat evaluasi yang diuraikan dalam paragraph 12 (SA Seksi 336) Dampak Pekerjaan spesialis Terhadap Laporan Audit Jika auditor menentukan bahwa temuan spesialis dapat mendukung penyajian laporan keuangan yang berkaitan . Jika setelah menerapkan prosedur tambahan ternyata ia belum dapat memecahkan masalah. atau jika auditor yakin bahwa penentuan yang dibuat oleh spesialis tidak wajar.

termasuk tanggal pengangkatan.M. AGUS SUDRAJAT S4309040 PERTEMUAN 10 AUDIT SIKLUS PENGGAJIAN DAN KEPEGAWAIAN Pada bagian ini akan dibahas audit proses penggajian dan kepegawaian untuk audit atas laporan keuangan. Bagian ini akan dimulai dengan gambaran umum mengenai proses manajemen sumber daya manusia dan kemudian membahas tiga komponen dari model risiko audit. dan Transaksi utang gaji Kas serta Berbagai akrual (seperti pajak penghasilan karyawan dan biaya pension). termasuk untuk jaminan social dan pajak bagi pengangguran. tingkat upah atau gaji. Akun yang paling berpengaruh secara signifikan oleh tiap jenis transaksi adalah sebagai berikut : Jenis transaksi Akun yang dipengaruhi : Transaksi penggajian Kas. Persediaan. Proses penggajian dan kepegawaian mempengaruhi banyak akun dalam laporan keuangan. A. Berbagai kewajiban yang terkait dengan penggajian dan akun beban. Gambaran umum Proses Penggajian dan Kepegawaian Topik-topik berikut yang terkait dengan proses penggajian dan kepegawaian : • Jenis-jenis transaksi dan akun laporan keuangan yang terpengaruh • Jenis-jenis dokumen dan catatan • Fungsi-fungsi utama • Pemisahan tugas fungsi Jenis-jenis Transaksi dan akun laporan keuangan yang terpengaruh dua jenis transaksi yang khususnya terdapat dalam proses penggajian dan kepegawaian adalah : • Pembayaran kepada karyawan atas jasa yang diberikan • Akrual dan pembayaran dari kewajiban yang terkait dengan penggajian yang timbul dari jasa karyawan. Jenis-jenis dokumen dan catatan Dokumen dan catatan yang terdapat dalam proses penggajian dan kepegawaian : : Catatan karyawan termasuk tingkat upah atau otorisasi gaji Merupakan catatan karyawan berisi informasi mengenai sejarah kerja setiap karyawan. formulir otorisasi Page | 145 .

tingkat upah dan otorisasi penyesuaian gaji. Organisasi oleh karena itu harus menggunakan formulir otorisasi untuk mendokumentasikan pemotongan tersebut. dan otorisasi potongan. Laporan penggajian berkala Pada tiap akhir minggu atau bulan. jika ada. Hal ini termasuk mengangkat dan Page | 146 . Daftar gaji biasanya menunjukkan pembayaran kotor karyawan. dan berbagai program imbalan kerja bagi karyawan. mengikhtisarkan semua pembayaran gaji kepada karyawan. termasuk informasi Dari tiap karyawan seperti nama. W-4 dan formulir otorisasi pemotongan lainnya Karyawan harus mengotorisasi pemotongan dari gajinya.M. (3) kewajiban yang masih harus di bayar untuk gaji dan upah. Daftar gaji Dokumen ini juga disebut sebagai jurnal penggajian. Catatan cek gaji/setoran langsung Catatan ini menunjukkan jumlah yang dibayarkan ke karyawan atau jasa yang diberikannya. termasuk waktu karyawan mulai dan berhenti bekerja. pajak atas gaji. nomor jaminan social. Kartu Jam kerja Dokumen ini mencatat jumlah jam kerja karyawan. (2) memastikan bahwa biaya gaji adalah untuk kegiatan perusahaan yang sah. sejumlah laporan ikhtisar gaji dapat disiapkan. Fungsi – fungsi utama Tujuan pokok proses penggajian dan kepegawaian adalah (1) mencatat produksi dan jenis lain biaya gaji di dalam akun. AGUS SUDRAJAT S4309040 pemotongan gaji. Arsip induk penggajian Arsip computer ini berisikan semua catatan entitas yang terkait dengan penggajian. Personalia Fungsi personalia adalah bertanggung jawab atas pengelolaan kebutuhan sumber daya manusia di dalam organisasi. Laporan perubahan arsip induk penggajian Laporan ini berisi catatan perubahan yang dilakukan terhadap arsip induk penggajian. tingkat gaji. dan pemberitahuan perbehentian. evaluasi kinerja. Berbagai laporan dan formulir pajak Kebanyakan perusahaan diminta untuk menyiapkan berbagai laporan pajak atas gaji.

M. dan buku besar. Pengeluaran uang Berfungsi untuk pembayaran . produktivitas. pemotongan. dan varians biaya gaji. Pemisahan Tugas Kunci Salah-satu pengendalian yang terpenting dalam system akuntansi adalah pemisahan tugas yang memadai. dan gaji bersih. Oleh karena itu setiap individu yang terlibat dalam fungsi – fungsi supervisi dan pencatatan waktu harus terpisah dari fungsi-fungsi personalia. Supervisi Supervisi atau penyelia di dalam departemen operasi dan pendukung bertanggung jawab untuk mereview dan menyetujui kehadiran karyawan dan infromasi waktu. mencatat dan membuat ikhtisar pembayaran dan verifikasi distribusi akun.kompensasi dan tunjangan karyawan Buku besar Berfungsi untuk akumulasi. klasifikasi dan pembuatan ikhtisar yang tepat dari penggajian di buku besar. Pencatatan waktu Fungsi pencatatan waktu menyiapkan informasi waktu karyawan bagi pemrosesan penggajian dan pemberian kode bagi distribusi akun. pengawasan penjadwalan karyawan. menetapkan tingkat upah dan gaji. AGUS SUDRAJAT S4309040 memberhentikan karyawan. serta menetapkan dan mengawasi program imbalan kerja. pemrosesan gaji. Pemrosesan gaji Berfungsi untuk penghitungan gaji kotor. Page | 147 .

M. prosedur analitis serta pengujian rinci atas saldo. Akun-akun yang berkaitan dengan penggajian relatif lebih kecil dibandingkan jumlah transaksi keseluruhan selama satu tahun 3. perbedaannya adalah sebagai berikut: 1. pengujian atas pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi. Transaksi-transaksi lebih signifikan dari pada akun-akun neraca terkait. 2. Akun yang terkait dengan siklus ini adalah sebagai berikut : 1. Auditor pada umumnya lebih menekankan diri pada pengujian pengendalian. Pengendalian intern atas penggajian pada kebanyakan perusahaan umumnya efektif. Kas di Bank Gaji. penetapan resiko pengendalian. dan prosedur analitis. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan karakteristik antara siklus penggajian dan kepegawaian dan siklus lain pada audit yang umum. 6. Bonus dan Komisi yang masih harus dibayar Pemotongan pajak penghasilan dan potongan lainnya Beban gaji nyang masih harus dibayar Biaya tenaga kerja langsung Biaya pajak daftar gaji Page | 148 . AGUS SUDRAJAT S4309040 AUDIT SIKLUS PENGGAJIAN Siklus penggajian dan kepegawaian berhubungan dengan penggunaan tenaga kerja dan pembayaran semua pegawai. Hal ini karena adanya hukuman terkait dengan pemotongan pajak penghasilan. dinyatakan wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Penggajian hanya meiliki satu golongan karena penerimaan jasa dari pegawai dan pembayaran atas jasa tersebut terjadi dalam waktu yang pendek 2. Upah. 5. AKUN DAN TRANSAKSI DI DALAM SIKLUS PENGGAJIAN DAN KEPEGAWAIAN Tujuan audit penggajian dan kepegawaian yaitu untuk mengevaluasi saldo akun yang mempengruhi siklus itu. Hanya ada satu golongan transaksi untuk penggajian. 3. 4. pengujian substantif atas transaksi. Audit pada siklus ini meliputi perolehan pemahaman atas pengendalian intern.

M. AGUS SUDRAJAT S4309040 FUNGSI BISNIS. DOKUMEN dan CATATAN TERKAIT DALAM SIKLUS PENGGAJIAN DAN KEPEGAWAIAN Siklus penggajian dan kepegawaian dimuali dengan merekrut karyawan dan berkahir dengan pembayaran ke pegawai atas jasa yang diberikan dan ke pemerintah dan lembaga lainnya terkait dengan pajak penghasilan dan kenikmatan pegawai yang terutang. Page | 149 .

Adalah laporan yang dihasilkan dari berkas transaksi gaji yang biasanya meliputi nama pegawai. Adalah dokumen yang menunjukan jam kerja pegawai setiap harinya. Adalah formulir yang memberikan otorisasi tarif gaji. dan jumlah gaji kotor dan jumlah gaji bersih. otorisasi dari dewan direksi dan komisaris. Adalah dokumen yang dihasilkan komputer yang meliputi semua transaksi gaji yang diproses oleh sistem akuntansi. Kepegawaian dan penempatan kepegawaian Catatan Kepegawaian. atau dalam kasus pejabat perusahaan. dan klasifikasi akun atau kalsifikasi untuk setiap transaksi. Formulir otorisasi pemotongan. Tiket waktu kerja. jumlah pajak penghasilan. Berkas induk gaji. tanggal. Adalah catatan yang berisi data seperti tanggal bekerja.M. penyelidikan kepegawaian. pensiun dan asuransi Formulir otorisasi tarif. ASTEK. penilaian kinerja dan pemututsan hubungan kerja. Adalah formulir otorisasi pengurangan gaji meliputi jumlah pemotongan pajak. Berkas transaksi gaji. AGUS SUDRAJAT S4309040 1. pengurangan yang diotorisasi. otorisasi manajemen. 2. Sumber informasinya adalah kontrak kerja. biasanya formulir ini digunakan ketika seorang pegawai melakukan pekerjaan pada bagian lain. Page | 150 . Adalah berkas yang digunakan untuk mencatat tiap transaksi penggajian untuk masing-masing pegawai dan untuk mengelola total gaji pegawai yang dibayarkan selama setahun sampai tanggal terakhir. Adalah dukumen yang menunjukan pekerjaan yang dilakukan seorang pekerja yang dilakukan dalam periode tertentu. tarif pembayaran. Pencatatan waktu dan penyiapan pembayaran gaji Kartu absen. Jurnal atau daftar gaji.

adalah formulir yang diterbitkan bagi stiap pegawai yang mengikhtisarkan catatan penghasilan selama tahun kalender. METODOLOGI PERANCANGAN PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF TERHADAP TRANSAKSI Metodologi yang digunakan dalam siklus penggajian dan kepegawaian sama dengan metodologi pada siklus penjualan dan penagihan. Adalah cek yang diberikan kepegawai atas jasa yang telah diberikan. Persiapan surat pemberitahuan pajak gaji dan pembayaran pajak Formulir W2. Rekonsiliasi akun bank gaji. dan Posting dan pengikhstisaran. Berikut ini adalah pengendalian kunci atas siklus penggajian dan kepegawaian: Memahami pengendalian intern 1. Setelah memahami pengendalian intern. Penyusunan surat pemberitahuan pajak penghasilan 2. Akurasi. 2. Pengendalian yang penting adalah rekonsiliasi independen atas akun bank gaji imprest. kemudian auditor dapat mengestimasi resiko pengendalian yang direncanakan. 3. Akun bank gaji imprest adalah akun gaji yang terpisah dimana minimal saldo ditetapkan.M. Pemisahan tugas yang memadai Otorisasi yang tepat Dokumen dan catatan yang memadai Pengedalian fisik terhadap aktiva dan catatan Pemeriksaan independen terhadap kinerja Memformat pajak penghasilan dan pembayaran lainnya 1. Kemudian auditor mengevaluasi biaya manfaat atas pengujian pengendalian dan dilanjutkan dengan merancang pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi untuk penggajian dan kepegawaian agar memenuhi transaksi terkait sasaran audit. 4. Auditor harus memahami pengendalian intern penggajian dan kepegawaian. Kelengkapan. Informasinya mencakup gaji kotor. 5. 4. Pembayaran gaji Cek gaji. Waktu. Pembayaran pemotongan pajak penghasilan dan pemotongan lain tepat waktu Page | 151 . Klasifikasi. AGUS SUDRAJAT S4309040 3. Sasaran audit dalam tahap ini ada enam sesuai dengan asersi manajemen yaitu: Keberadaan. pemotongan pajak penghasilan dan pemotongan FICA.

Pengujian jam kerja fiktif METODOLOGI PERANCANGAN PENGJUIAN TERINCI ATAS SALDO Terbagi atas tiga tahap. AGUS SUDRAJAT S4309040 Mempertimbangkan kecurangan persediaan dan penggajian 1. Dengan membandingkan saldo akun beban penggajian dengan saldo tahun lalu dapat memprediksi salah saji atas akun beban gaji. Pengujian penggajian fiktif 3.M. Mengidentifikasi resiko bisnis klien yang mempengaruhi kewajiban penggajian 2. Merancang pengujian terinci atas saldo akun untuk memenuhi tujuan audit atas saldo terkait Dalam pengujian terinci atas saldo tahapan-tahapan diatas dapat dilaksanakan berbarengan dengan pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi penggajian dan kepegawaian. Pembandingan ini dilakukan juga untuk bagian-bagian lainnya terkait dengan siklus penggajian dan kepegawaian. Page | 152 . Menilai resiko pengendalian untuk siklus penggajian dan kepegawaiaan Tahap ke Dua Merancang dan melaksanakan pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi untuk siklus penggajian dan kepegawaian Tahap ke Tiga 1. Merancang dan melaksanakan prosedur analitis untuk siklus penggajian dan kepegawaian 2. yaitu: Tahap Pertama 1. Hubungan antara gaji dan penilaian persediaan 2. Tujuan yang utama dalam pengujian saldo rinci adalah yang masih terutang dalam neraca saldo dinyatakan dengan jumlah yang benar (keakuratan) dan transaksi dalam siklus penggajian dan kepegawaian dibukukan dalam periode yang tepat(pisah batas). Menentukan salah saji yang dapat ditolerir dan menilai resiko bawaan untuk siklus penggajian dan kepegawaian 3. Prosedur Analitis Prosedur analitis sangat penting dilakukan untuk mengetahui bidang-bidang mana tambahan verivikasi dilakukan. Setelah hasil dari tahapan prosedur analitis didapat maka auditor merancang dan melaksanakan pengujian saldo terinci atas akun-akun dalam siklus penggajian dan kepegawaian.

Dalam menentukan pengujian terinci atas saldo wesel bayar. Laba ditahan. salah saji yang dapat ditelerir. dan hasil dari prosedur analitik 2. hasil pengujian pengendalian dan pengujian substantive atas transaksi. Saham tresuri. Empat karakteristik siklus perolehan dan pelunasan kembali modal mempengaruhi secara signifikan audit akun-akun berikut: a) Relative sedikit transaksi yang mempengaruhi saldo akun. tetapi setiap transaksi seringkali jumlahnya sangat material. b) Jika tidak dimasukkan satu transaksi tertentu. c) Terdapat hubungan hokum antara entitas usaha klien dan pemegang saham. Modal saham-biasa. mungkin jumlahnya akan material. Kontrak yang masih harus dibayar. risiko bawaan. obligasi. Modal yang disumbangkan. Misalnya penghilangan atau salah dibukukan satu transaksi kewajiban tertentu mempunyai dampak material pada laporan keuangan. Dividen diumumkan. atau dokumen-dokumen pemilikan serupa. Dalam audit hutang berbunga diharapkan sekaligus menverifikasi beban bungan terkait dan hutang bewrbunga. obligasi jarang diterbitkan oleh kebanyakan perusahaan. Hutang obligasi. Bunga ymh dibayar. Audit Ekuitas Pemilik Page | 153 . AGUS SUDRAJAT S4309040 Bab 21 AUDIT ATAS SIKLUS PEROLEHAN DAN PEMBAYARAN KEMBALI MODAL 1. risiko pengendalian. Hutang hipotik. d) Terdapat hubungan langsung antara akun bungan dan dividen dengan kewajiban dan ekuitas. Akun-akun yang seringkali ditemukan dalam siklus perolehan dan pelunasan kembali modal. Pencadangan laba ditahan. Akun-akun Dalam Siklus Siklus perolehan modal dan pelunasan kembali modal juga meliputi pembayaran bunga dan dividen. yaitu: Wesel bayar. Misalnya.M. Kelebihan modal disetor atas nilai pari. auditor harus mempertimbangkan risiko bisnis. tetapi jumlah suatu penerbitan obligasi biasanya besar. Kas bank. Beban bunga. Dividen terhutang. Modal daham-preferen.

M. Pengujian terhadap hutang dividen harus dilakukan bersamaan dengan pengumuman dividen. Audit Dividen Penekanan dalam audit dividen adalah pada transaksinya. Page | 154 . yaitu: a) Transaksi modal saham yang ada dibikukan (kelengkapan) b) Transaksi modal saham yang ada dibukukan dan secara akurat dibukukan (keberadaan dan keakuratan) c) Modal saham secara akurat dibukukan (keakuratan) d) Modal saham disajikan dan diungkapkan secara memadai (penyajian dan pengungkapan) Dua yang pertama mengharuskan pengujian pengendalian dan pengendalian substantive atas transaksi dan dua terakhir mengharuskan pengujian terinci atas saldo/. b) Verifikasi internal yang independen mengenai informasi dalam catatan . bukan pada saldo akhirnya. Pengendalian intern atas modal saham dan dividen terkait mencukupi. Pengecualian yaitu bilamana terdapat dividen terutang Keberadaan atas dividen yang dibukukan dapat dicek dengan meneliti notulen rapat dewan direksi mengenai jumlah dividen per saham dan tanggal pembayaran dividen. Keakuratan penilaian pengumuman dividen dapat diaudit dengan menghitung kembali jumlahnya berdasarkan dividen setiap saham dan jumlah saham yang beredar. AGUS SUDRAJAT S4309040 Tujuan audit ekuitas pemilik adalah menentukan apakah yang berikut ini terjadi atau tidak: • • • yaitu: a) Kebijakan yang jelas untuk penyiapan sertifikat saham dan pembukuan transaksi modal saham. Setiap dividen yang belum dibayar harus dicatat sebagai hutang. Prosedur yang terpenting untuk pencegahan salah saji dalam ekuitas pemilik. 3. Terdapat empat perhatian utama dalam audit modal saham dan kelebihan modal disetor atas harga pari. Saldo ekuitas pemilik disajikan dan diungkapkan dengan semestinya. Transaksi ekuitas pemilik dibukukan dengan semestinya.

yang meningkatkan risiko salah saji material dalam laporan keuangan. Hal penting dalam menentukan apakah laba ditahan diungkapkan dengan benar dalam neraca adalah keberadaan pembatasan atas pembayaran dividen. mereka dapat mengidentifikasi risiko bisnis yang terkait dengan metode yang digunakan perusahaan baru. E-Commerce dan Perolehan Modal Sewaktu para auditor atas klien berbasis internet memperoleh pemahaman mengenai bisnis dan industry itu. terutama melalui pasar public. para auditor harus mempertimbangkan bagaimana proses perolehan modal.M. Audit Laba Ditahan Titik awal audit atas laba ditahan adalah analisis terhadap laba ditahan untuk seluruh tahun yang bersangkutan. kompleksitas transaksi modal menciptakan isu pelaporan dan pengungkapan keuangan yang unik yang perlu diselesaikan oleh auditor. Dalam beberapa kasus. nilai pasar saham diterbitkan harus dikapitalisasi dengan mndebet ke laba ditahan dan mengkredit ke modal saham.Misalnya. mulai untuk memperoleh modal dan yang juga terkait dengan penggunaan hasil yang didapat melalui perolehan modal itu. Salah satu pertimbangan penting dalam audit laba ditahan adalah menilai apakah ada transaksi yang seharusnya dimasukkannya atau tidak. AGUS SUDRAJAT S4309040 4. yang meliputi keterangan menganai setiap transaksi yang mempengaruhi akun laba ditahan. 5. jika dividen saham diumumkan. Page | 155 . akan menciptakan tekanan signifikan terhadap manajemen untuk menghasilkan laba. Skedul audit yang menunjukkan analisis itu biasanya merupakan bagian dari arsip permanen. Sebagai bagian dari proses penilaian risiko itu.

AGUS SUDRAJAT S4309040 PERTEMUAN 11 AUDIT ATAS SALDO KAS 1. Akan tetapi. Kas sangat penting karena potensi terjadinya kecurangan tetapi juga karena terdapat kemungkinan kesalahan. perbedaan yang penting harus dilakukan antara verifikasi rekonsiliasi klien atas saldo pada rekening Koran terhadap saldo di dalam buku besar dan verifikasi apakan kas dibukukan secara benar di dalam buku besar sehingga mencerminkan semua transaksi kas yang terjadi selama tahunn yang bersangkutan. b) Membantu memahami lebih lanjut integrasi siklus transaksi yang berbedabeda. yaitu: a) Menunjukkan pentingnya pengujian terhadap berbagai siklus transaksi yang berbeda-beda. maka auditor dapat mengurangi pengujian terinci atas saldo kahir kas. apabila pemahaman terhadap pengendalian intern dan pengujian pengendalian serta pengujian substantive atas transaksi dalam siklus perolehan dan pelunasan kembali modal menyebabkan auditor percaya bahwa layak untuk mengurangi risiko pengendalian yang ditetapkan. Misalnya. Lebih jauh lagi. Dalam textbook audit saldo kas merupakan bidang audit yang terakhir dipelajari karena bukti yang diakumulasikan untuk saldo kas sangat tergantung pada hasil pengujian di dalam siklus lain. maka pengujian yang ekstensif pada akhir tahun diperlukan. Page | 156 . Jumlah kas yang mengalir masuk dan keluar dari akun kas seringkali lebih besar daripada jumlah pada akun lainnya yang terdapat dalam laporan keuangan. jika auditor menyimpulkann bahwa risiko pengendalian yang ditetapkan harus lebih tinggi. Kas merupakan bagian dari setiap siklus kecuali persediaan dan pergudangan. kas mudah diselewengkan daripada jenis aktiva lainnya karena sebagian besar aktiva harus dikonversi menjadi kas sebelum dapat dimanfaatkan.M. Hubungan kas di bank dengan siklus transaksi lainnya menghasilkan dua fungsi. Di dalam audit kas. Kas di Bank dan Siklus Transaksi Kas adalah satu-satunya akun yang termasuk dalam beberapa siklus.

Sewaktu memperoleh pemahaman bisnis klien. tetapi tidak satupun akan ditemukan sebagai bagian dari audit rekonsiliasi bank. auditor mungkin mendapatkan informasi tentang akun kas yang deselenggarakan di tingkat kantor pusat dan kantor cabang. sebelum dibukukan. Diskusi: Bagaimana apabila salah saji di atas tidak ditemukan dalam audit ? Penting untuk memahami jenis akun kas yang berbeda-beda karena pendekatan audit terhadap masing-masing jenis akun itu juga berbeda-beda. kerja yang benar-benar dijalaninya. Pembayaran untuk bahan baku yang tidak pernah diterima Pembayaran ke karyawan tetapi junlah jam kerjanya melampaui jumlah jam Pembayaran bunga ke pihak yang memiliki hubungan istimewa di atas suku ditetapkan oleh kebijakan perusahaan. auditor cenderung mempelajari macam-macam jenis saldo kas yang mungkin ada. bunga yang berlaku saat ini. AGUS SUDRAJAT S4309040 Berikut ini contoh salah saji yang akhirnya mengakibatkan pembayaran yang tidak layak atau kegagalan menerima uang tunai. Misalnya.M. yaitu: • • • • • • • • Gagal untuk menagih pelanggan. Audit Kas Umum Page | 157 . Menagih pelanggan dengan harga yang lebih rendah daripada yang Penggelapan kas dengan jalan menahan hasil penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran ganda atas satu faktur pemasok Pembayaran yang tidak benar atas pengeluaran pribadi pejabat perusahaan. sewaktu mempelajari operasi di berbagai lokasi perusahaan. dan akun itu dihapuskan sebagai piutang tak tertagih. yaitu: • Akun Kas Umum • Akun Gaji Imprest • Akun Bank Cabang • Dana Kas Kecil Imprest • Setara Kas 2. Jenis akun kas yang utama.

dan pembatalan mengenai tanggal. tetapi transaksi kas yang mempengaruhi saldo merupakan hamper selalu sangat material. penerimaan dan pengeluaran kas. Rekonsiliasi semua pos yang menimbulkan perbedaan antara saldo buku dan Rekonsiliasi total kredit rekening Koran dengan total pada jurnal penerimaan Telaah transfer antar bank pada akhir tahun mengenai kelayakan dan mengenai tanggal. kas. Risiko bisnis klien lebih cenderung berasal dari setara kas dan jenis investasi lainnya. Oleh karena itu seringkali terdapat potensi salah saji kas yang material.M. penerima. Saldo kas tidak material dalam kebanyakan audit. Rekonsiliasi bank yang seksama oleh pegawai klien yang kompeten mencakup: • • • • • • • Bandingkan cek-cek yang dibatalkan dengan jurnal pengeluaran kasa Periksa cek-cek yang dibatalkan mengenai tanda tangan. Page | 158 . dan jumlah. dalam neraca. dan jumlah. Pengendalian intern atas saldo kas akhir tahun di dalam akun kas umum dapat dibagi menjadi dua kategori. pelanggan. dan selidiki cek yang hilang. Kebanyakan perusahaan cenderung tidak mempunyai risiko bisnis klien yang signifikan mempengaruhi saldo ka. saldo bank serta verifikasi penyebabnya. AGUS SUDRAJAT S4309040 Auditor harus mengumpulkan bahan bukti yang cukup untuk mengevaluasi apakah kas. Bandingkan setoran di bank dengan penerimaan kas yang dibukukan Telitilah urutan nomor cek. Rekonsiliasi bank independen memberikan kesempatan untuk verifikasi internal terhadap transaksi penerimaan dan pengeluaran kas. pemberian stempel. telah dinyatakan secara wajar dan diungkapkan secara layak sesuai dengan enam dari Sembilan tujuan audit terkait saldo yang digunakan untuk semua pengujian terinci atas saldo. yaitu: • • Pengendalian atas siklus transaksi yang mempengaruhi pembukuan Rekonsiliasi bank independen. ketepatan pembukuannya.

auditor dapat memperoleh informasi untuk pelaksanaan dari laporan rekening Koran pisah batas. Beberapa prosedur utama dilibatkan: • • • Verifikasi bahwa rekonsiliasi bank klien secara matematis adalah akurat. rekonsiliasi bank akhir tahun dilakukan dengan audit yang akstensif. penggunaan prosedur analitik untuk menguji kelayakan saldo kas kurang penting dibandingkan dengan kebanyakan audit bidang lainnya. AGUS SUDRAJAT S4309040 • Tindak lanjuti secara periodic cek-cek yang masih beredar dan pemberitahuan pembatalan pembayaran. Dalam banyak audit. Alasan pengujian rekonsiliasi bank adalah untuk menentukan apakah pegawai klien telah mempersiapkan rekonsiliasi bank dengan seksama dan untuk menverifikasi apakah saldo yang dibukukan bank berjumlah sama dengan jumlah yang seharusnya yang ada di bank kecuali setoran dalam perjalanan. Penerimaan Rekening Koran pada Titik Pisah Batas.M. daftar cek yang beredar yang belum dikliring pada laporan pisah batas. cek yang beredar. diplikat slip setoran. Rekonsiliasi bank independen yang disiapkan dengan baik merupakan pengendalian intern yang esensial atas kas. dan dokumen terkait lain yang termasuk ke dalam laporan bank yang dikirim oleh bank secara langsung ke kantor akuntan public. Tujuannya adalah memverifikasi pos-pos rekonsiliasi pada rekonsiliasi bank klien pada akhir tahun dengan bukti yang tidak dapat diakses klien 3. • • Investigasi semua ce dengan jumlah yang signifikan yang termasuk ke dalam Telusuri setoran dalam perjalanan ke laporan berikutnya. Karena itu. Telusuri saldo pada konfirmasi bank Telusuri cek-cek yang sudah ditulis sebelum akhir tahun dan termasuk dengan rekeningkoran pisah batas ke daftar cek yang beredar pada rekonsiliasi bank dan ke jurnal pengeluaran kas dalam periode tertentu atau periode sebelum tanggal neraca. dan pos-pos rekonsiliasi lain. Page | 159 . Adalah laporan bank untuk sebagian periode beserta cek yang dibatalkan. Dalam pengujian rekonsiliasi. Pengujian atas Rekonsiliasi Bank.

Prosedur Berorientasi Kecurangan Pertimbangan utama dalam audit saldo kas umum adalah kemungkinan kecurangan. penelaahan ayat jurnal pada buku besar dalam akun kas untuk pos-pos yang luar biasa. Jika auditor percaya bahwa rekonsiliasi bank akhir tahun mungkin disalahsajikan dengan sengaja. potensi materialitas kecurangan. maka layak melakukan pengujian yang diperluas atas rekonsiliasi bank akhir tahun. Auditor harus memperluas prosedur audit kas akhir tahun guna menentukan kemungkinan kecurangan yang metariial bilamana terdapat pengendalian intern yang tidak memadai. Dalam merancang prosedur audit guna menemukan kecurangan. khususnya pemisahan tugas yang semestinya antara penanganan kas dan pembukuan transaksi kas dalam catatan akuntansi. dan prosedur audit yang paling efektif dalam menemukan kecurangan. 4. Tujuannya adalah untuk memverifikasi apakah semua transaksi yang termasuk dalam jurnal untuk akhir bulan pada tahun yang bersangkutan benar-benar termasuk di dalam atau tidak termasuk di dalam rekonsiliasi bank dan untuk menverifikasi apakah semua pos pada rekonsiliasi bank telah dimasukkan dengan benar.Contoh prosedur yang dapat menemukan kecurangan di bagian saldo kas mencakup konfirmasi piutang usaha. pengujian atas “lapping”. serta pemeriksaan persetujuan dan dokumentasi pendukung untuk piutang tak tertagih serta cadangan dan retur penjualan. Auditor sering menyiapkan pembuktian kas jika pengendalian intern kas klien lemah. AGUS SUDRAJAT S4309040 • Hitung semua pos rekonsiliasi lainnya dalam rekening Koran bank dan rekonsiliasi bank. jenis kecurangan yang mungkin menyebabkan kelemahan. Auditor menggunakan pembuktian kas untuk menentukan apakah halhal yang berikut dilakukan: • • • Semua penerimaan kas yang dibukukan telah disetor.M. pertimbangan yang seksama harus diberikan terhadap sifat kelemahan pengendalian intern. Semua setoran di bank dibiukukan ke dalam catatan akuntansi Semua pengeluaran kas dibayarkan oleh bank Page | 160 . penelusuran atas pesanan pembelian pelanggan ke penjualan dan penerimaan kas yang mengikutinya.

Transfer antarabank harus dilakukan baik ke bank masuk maupun ke bank Tanggal pembukuan pengeluaran dan penerimaan untuk setiap transfer harus Pengeluaran pada skedul transfer antarabank harus dimasukkan atau tidak keluar. • Penerimaan pada skedul transfer antarabank harus dimasukkan atau tidak dimasukkan dengan benar dari rekonsiliasi bank akhir tahun sebagai setoran dalam perjalanan. akhir periode pembuktian kas. Pengujian atas Transfer Bank. Para penyeleweng kadang menutupi kecurangan kas dengan cara yang disebut “kitting”. yaitu: • • • • Akurasi informasi mengenai skedul transfer antarabank harus diverifikasi. AGUS SUDRAJAT S4309040 • • • • • Semua jumlah yang dibayarkan oleh bank telah dibukukan. adalah dengan mencatat semua transfer bank yang dilakukan beberapa hari sebelum dan sesudah tanggal neraca dan menelusuri masing-masing ke catatan akuntansi untuk dicatat dengan semestinya. dimasukkan dengan benar dari rekonsiliasi bank akhir tahun sebagai cek yang beredar. yaitu mentransfer uang dari bank tertentu ke bank lain dan membukukan transaksi itu secara tidak tepat. pada periode tertentu. pengeluaran kas periode tertentu. Page | 161 . Pembuktian kas mencakup hal-hal berikut: Rekonsiliasi saldo pada rekening Koran terhadap saldo buku besar pada awal Rekonsiliasi penerimaan kas yang disetorkan terhadap jurnal penerimaan kas Rekonsiliasi cek yang dibatalkan yang dikliring bank terhadap jurnal Rekonsiliasi saldo pada rekening Koran terhadap saldo buku besar pada periode pembuktian kas. Pendekatan yang bermanfaat untuk menguji “kitting” dan juga kesalahan-kesalahan yang tak disengaja dalam pencatatan transfer bank. Ada beberapa hal yang harus diaudit pada skedul transfer antarbank. berada dalam tahun fiscal yang sama. 5.M.

7. Page | 162 . tetapi untuk memudahkan biasanya dilaksanakan pada tanggal interim. Sekalipun jumlah kas kecil itu sedikit. Audit Kas Kecil Imprest Penekanan dalam verifikasi kas kecil harus diarahkan ke pengujian transaksi kas kecil. bukan pada saldo akhir tahun tersebut. Pengujian kas kecil biasanya dapat dilaksanakan setiap saat pada tahun bersangkutan. Audit atas Akun Gaji Imprest Pengujian rekonsiliasi bank atas gaji dan upah dapat dilaksanakan dengan cepat jika ada akun gaji dan upah imprest dan rekonsiliasi yang independen atas akun-akun seperti yang diuaraikan untuk akun umum. AGUS SUDRAJAT S4309040 6.M. Pengujian atas pengendalian dan pengujian substantive atas transaksi tergantung pada jumlah dan besar penggantian kas kecil serta pengendalian dan tingkat risikopengendalian yang dinilai auditor. tetap ada kemungkinan terjadi transaksi yang tidak wajar dalam jumlah besar jika dana itu sering diganti.

Mungkin cukup catatan kaki diperlukan pengungkapan. Wesel tagih didiskontokan. orang lain. Kewajiban Kontinjensi. Akurasi dan penilaian: informasi Keuangan dan lainnya diungkapkan secara wajar dan pada jumlah yang sesuai.M. Garansi kewajiban Saldo tidak digunakan Prosedur audit untuk Mencari Kontinjensi Daftarkan manajemen tentang kemungkinan kontinjensi yang tidak tercatat Review saat ini dan sebelumnya laporan pendapatan internal tahun untuk permukiman pajak penghasilan. AGUS SUDRAJAT S4309040 PERTEMUAN 12 Penyelesaian Audit Desain dan melaksanakan audit tes yang berhubungan dengan penyajian dan pengungkapan objectives audit. Kemungkinan Kejadian dan Pengobatan Laporan Keuangan. kewajiban produk. Melakukan review untuk kewajiban kontinjensi dan komitmen. Tinjau menit direksi dan rapat pemegang saham 'untuk indikasi tuntutan hukum atau kontinjensi lainnya. Kelengkapan: Semua pengungkapan yang seharusnya sudah termasuk dalam laporan keuangan yang telah disertakan. Produk garansi. Kemungkinan (mungkin terjadi) Menyesuaikan laporan keuangan atau catatan pengungkapan Kekhawatiran auditor Menunggu litigasi untuk pelanggaran paten. Klasifikasi dan saling pengertian: informasi keuangan adalah tepat disajikan dan dijelaskan dan pengungkapan secara jelas dinyatakan. atau tindakan lain sengketa pajak penghasilan. Page | 163 . Remote (kemungkinan kecil) pengungkapan Tidak perlu. Penyajian dan Pengungkapan Tujuan Audit Kejadian dan hak-hak serta kewajiban: peristiwa diungkapkan dan transaksi yang terjadi dan berkaitan dengan entitas. Sebuah kewajiban kontinjensi adalah kewajiban masa depan yang potensial terhadap pihak luar dengan jumlah yang tidak diketahui hasil dari kegiatan yang telah terjadi.

Mendapatkan surat dari masing-masing pengacara utama dari klien untuk status tuntutan hukum. Pertanyaan dari Pengacara Klien Sebuah permintaan firma hukum untuk mengidentifikasi setiap terdaftar terancam tertunda atau tindakan hukum atau pernyataan bahwa daftar klien selesai Sebuah pernyataan menginformasikan tanggung jawab jaksa pengacara untuk menginformasikan pengelolaan masalah hukum yang membutuhkan pengungkapan dalam laporan keuangan dan untuk merespon langsung kepada auditor.M. AGUS SUDRAJAT S4309040 Prosedur audit untuk Mencari Kontinjensi Menganalisis hukum biaya dan faktur review dan laporan dari penasihat hukum. The American Bar Association diubah pengacara-klien aturan kerahasiaan untuk mengizinkan pengacara untuk pelanggaran kerahasiaan jika klien melakukan kejahatan atau penipuan. Mendapatkan dan mengevaluasi surat dari pengacara klien Pertanyaan dari Pengacara Klien Daftar termasuk: (1) terancam tertunda litigasi dan (2) menegaskan atau unasserted klaim atau penilaian dengan pengacara yang telah terlibat. Audit dokumentasi untuk setiap informasi yang dapat menunjukkan potensi kontingensi Memeriksa surat-surat kredit yang berlaku. Permintaan bahwa pengacara memberikan informasi atau komentar mengenai kemajuan setiap item yang terdaftar. Sarbanes-Oxley Act Kongres termasuk ketentuan dalam mengarahkan tindakan untuk mengeluarkan aturan-aturan SEC membutuhkan pengacara melayani perusahaan publik untuk melaporkan pelanggaran materi oleh perusahaan efek undang-undang federal. Melakukan review pasca neraca untuk acara-acara berikutnya Page | 164 .

4. Penyelesaian litigasi pada jumlah yang berbeda dari jumlah yang tercatat di buku. Pembuangan peralatan tidak digunakan dalam usaha pada harga di bawah nilai buku saat ini. Sebuah merger atau akuisisi Pengujian Audit Dua kategori prosedur audit untuk acara peninjauan kembali: 1. 5. 6. Penerbitan obligasi atau surat berharga ekuitas. 3.M. 2. Penjualan investasi pada harga di bawah biaya dicatat¬ Kelayakan dari Pengungkapan 1. Prosedur yang dilakukan secara khusus untuk tujuan menemukan kejadian atau transaksi yang harus diakui sebagai acara berikutnya. hilangnya persediaan tidak diasuransikan akibat kebakaran. Deklarasi pailit oleh pelanggan dengan saldo piutang. 2. Mereka yang tidak memiliki dampak langsung terhadap laporan keuangan tetapi pengungkapan yang diperlukan Mereka yang tidak memiliki dampak langsung terhadap laporan keuangan tetapi pengungkapan yang diperlukan Membutuhkan Penyesuaian 3. Penurunan nilai pasar persediaan sebagai akibat dari tindakan pemerintah lebih lanjut pembatasan penjualan produk 4. Page | 165 . AGUS SUDRAJAT S4309040 Jenis Kejadian Setelah Tanggal Neraca 1. 5. Penurunan nilai pasar efek yang dimiliki untuk investasi sementara atau dijual kembali 2. Prosedur biasanya terpadu sebagai bagian dari verifikasi saldo akun akhir tahun. Orang yang mempunyai efek langsung terhadap laporan keuangan dan memerlukan penyesuaian.

Tanggal pertama tanggal untuk menyelesaikan kerja lapangan kecuali pengecualian khusus 7. Berkorespondensi dengan pengacara. Surat Representasi Manajemen Tujuan surat itu: 1. 5. Mendapatkan surat representasi manajemen. Mengevaluasi asumsi going concern. berkaitan dengan pengecualian¬ Desain dan melakukan langkah-langkah terakhir dalam segmen buktiakumulasi audit. Tanggal kedua. Mendapatkan surat representasi Dual Kencan.M. Daftarkan manajemen. 4. 8. Baca informasi lain dalam laporan tahunan. 3. Melakukan analisis prosedur akhir. 2. Untuk kesan kepada manajemen tanggung jawabnya untuk pernyataan dalam laporan keuangan. 2. 6. Tanggal pertama tanggal untuk menyelesaikan kerja lapangan kecuali pengecualian tertentu. 5. Bukti Final Akumulasi 1. 2. AGUS SUDRAJAT S4309040 Pengujian Audit 1. Page | 166 . Periksa menit diterbitkan setelah tanggal neraca. 3. 4. Untuk mengingatkan pengelolaan potensi salah saji atau kelalaian dalam laporan keuangan. 6. Review disiapkan laporan internal yang terjadi setelah tanggal neraca yang disusun Review catatan setelah tanggal neraca. Mempertimbangkan informasi atas laporan keuangan pokok. yang selalu kemudian.

M. Independen tinjauan. AGUS SUDRAJAT S4309040 3. 2. 6. Berkomunikasi kekurangan pengendalian internal lain 5. Pengakuan. Audit dokumentasi tinjauan. Acara berikutnya Mengintegrasikan bukti audit yang dikumpulkan dan mengevaluasi hasil audit secara keseluruhan Hasil Evaluasi 1. Untuk dokumen tanggapan dari manajemen untuk pertanyaan tentang berbagai aspek dari audit. surat kepada Manajemen. Berkomunikasi tindakan penipuan dan illegal. 1. 5. 4. dan pengungkapan 4. 4. bukti evaluasi¬Ringkasan Isu Laporan Audit Laporan audit adalah satu-satunya bahwa sebagian besar pengguna lihat dalam proses audit. Berkomunikasi dengan Komite Audit dan Manajemen 3. 2. SAS 85 Empat Kategori dari Hal-hal Tertentu 1. 3. Berkomunikasi secara efektif dengan komite audit dan manajemen. pengungkapan laporan Keuangan. 6. dan konsekuensi mengeluarkan laporan tidak sesuai dapat berdampak tidak baik. komunikasi dengan komite audit. Page | 167 . pengukuran. Bukti mendukung pendapat auditor. Laporan Keuangan 2. Kelengkapan informasi 3. cukup bukti yang memadai.

M. AGUS SUDRAJAT S4309040 7. Mengidentifikasi tanggung jawab auditor ketika fakta-fakta yang mempengaruhi laporan audit ditemukan setelah diterbitkan. Hubungan Antara Akumulasi Bukti dan Jaminan Attained Tinggi Tingkat Jaminan Attained (Audit) Moderat (Review) Tidak ada (Kompilasi) Penting (Review) Luas (Audit) Minimal (Kompilasi) Jumlah Akumulasi Bukti Memeriksa pelaporan Page | 168 . Jaminan Lainnya Jasa Pemeriksaan Jasa Kompilasi Standar untuk kompilasi dan pemeriksaan laporan keuangan disebut Pernyataan Standar Akuntansi dan pemeriksaan Jasa (SSARS).

2. Menyelidiki tindakan yang diambil dalam pertemuan-pertemuan pemegang saham dan dewan direksi. BPA perusahaan tidak mengungkapkan jaminan apapun terhadap laporan. dan meringkas transaksi dan mengungkapkan informasi dalam laporan. laporan keuangan yang akuntan telah dipersiapkan. AGUS SUDRAJAT S4309040 Dalam memeriksa pelaporan (Pemeriksaan SSARS) keterlibatan dirancang untuk memungkinkan akuntan untuk mengekspresikan jaminan terbatas bahwa laporan keuangan sesuai dengan SAK. Persyaratan perhimpunan 1. Prosedur yang disarankan untuk Pemeriksaan • Mendapatkan pengetahuan akuntansi prinsip-prinsip klien Mendapatkan pengetahuan klien Membuat pertanyaan manajemen Lakukan prosedur analitik Mendapatkan surat representasi • • • • Membuat pertanyaan untuk Manajemen 1. Membangun pemahaman dengan klien tentang sifat dan keterbatasan jasa yang dilakukan dan deskripsi laporan 2.M. Memiliki pengetahuan tentang akuntansi yang prinsip dan praktek industri klien Page | 169 akan . perusahaan Temukan prosedur untuk merekam. Layanan Kompilasi Sebuah perjanjian dalam standar jasa didefinisikan dalam SSARS sebagai salah satu yang hadir terdapat akuntan untuk klien atau pihak ketiga. Tanyakan apakah setiap akun dalam keuangan Laporan disiapkan sesuai dengan GAAP. mengklasifikasi. 3.

Seperti ulasan di bawah SSARS. Jenis perjanjian atestasi 3. Himpunan dengan pengungkapan penuh 2. AGUS SUDRAJAT S4309040 3. Perjanjian Atestasi 1. Mengetahui klien. sebuah perusahaan publik memeriksa laporan sementara yang meliputi lima persyaratan untuk meninjau layanan perjanjian. Himpunan tanpa independensi Pemeriksaan informasi keuangan sementara untuk Perusahaan Publik SEC memerlukan laporan keuangan triwulanan untuk ditinjau oleh auditor eksternal perusahaan sebelum perusahaan mengajukan Formulir 10-Q. pemeriksaan ini dilakukan sesuai dengan standar PCAOB dan tidak ada mengacu pada SSARS dalam laporan. Tingkat pelayanan Layanan WebTrust Dalam keterlibatan pengesahan WebTrust. Page | 170 . dan isi laporan keuangan 4. Membuat pertanyaan untuk menentukan apakah informasi klien memuaskan 5.M. Himpunan yang mengabaikan seluruh pengungkapan secara substansial 3. Baca laporan keuangan disusun dan waspada untuk setiap kelalaian jelas atau kesalahan dalam aritmatika dan GAAP Bentuk Laporan himpunan 1. Seperti ulasan di bawah SSARS. catatan akuntansi. pemeriksaan untuk umum perusahaan tidak memberikan dasar untuk mengungkapkan pendapat yang positif bentuk. termasuk sifat nya bisnis transaksi. Atestasi standar 2. sebuah klien melakukan suatu BPA untuk memberikan yang wajar jaminan bahwa sebuah situs Web perusahaan memenuhi dengan prinsip-prinsip tertentu Layanan Trust dan kriteria untuk satu atau lebih aspek kegiatan e-commerce.

digunakan. Online pribadi : Informasi pribadi yang diperoleh sebagai hasil dari e- commerce yang dikumpulkan.M. dan berwenang 4. akurat. dan dipertahankan sebagai komitmen atau disepakati 5. Lima Prinsip Layanan Trust 1. Layanan SysTrust Dalam keterlibatan SysTrust. Pengolahan : integritas Sistem pengolahan selesai. Tersedianya : Sistem ini tersedia untuk operasi dan digunakan sebagai komitmen atau disepakati 3. yang SysTrust BPA berlisensi mengevaluasi sebuah perusahaan sistem komputer menggunakan Layanan Trust prinsip-prinsip dan kriteria. diungkapkan. AGUS SUDRAJAT S4309040 Layanan WebTrust Layanan WebTrust adalah layanan khusus dikembangkan berdasarkan Layanan Trust yang lebih luas prinsip-prinsip dan kriteria yang diterbitkan pada tahun 2003 bersama-sama oleh AICPA dan CICA. Kerahasiaan : Informasi yang ditujukan sebagai rahasia dilindungi sebagai komitmen atau disepakat. tepat waktu. Rencana Laporan Keuangan • • • • Perkiraan dan proyeksi Penggunaan laporan keuangan calon Jenis perjanjian Pemeriksaan laporan keuangan calon Perjanjian setelah prosedur di setujui Page | 171 . Laporan dapat mengatasi Trust tunggal Layanan prinsip atau kombinasi prinsip. Keamanan : Sistem ini dilindungi terhadap akses yang tidak sah 2.

akun. AGUS SUDRAJAT S4309040 Audit terbatas yang spesifik dalam prosedur audit. SAS menangani laporan keuangan sedangkan kesepakatan dengan SSAE nonfinansial pernyataan penting. atau item surat kepatuhan Hutang dan laporan serupa Page | 172 .M.Ini disebut sebagai prosedur dan perjanjian. Audit dan perjanjian yang terbatas • • • Komprehensif lain dasar akuntansi Ditentukan unsur.

Kepatuhan Surat Hutang dan Pelaporan yang sama Keterlibatan dan laporan harus terbatas pada hal-hal kepatuhan auditor yang memenuhi syarat untuk mengevaluasi. yang menyatakan bahwa tidak ada yang datang ke perhatian auditor yang akan menyebabkan auditor untuk percaya ada ketidakpatuhan. Auditor harus memberikan surat hutang kepatuhan hanya untuk klien. Kepatuhan Surat Hutang dan serupa Laporan Pendapat auditor dalam bentuk jaminan negatif. AGUS SUDRAJAT S4309040 Komprehensif Lain Dasar Akuntansi • • Kas atau diubah kas dasar Dasar yang digunakan untuk mematuhi persyaratan dari badan pengawas Pajak penghasilan dasar Satu set kriteria tertentu memiliki dukungan substansial • • Unsur. rekening.M. Untuk auditor yang telah melakukan audit atas laporan keuangan secara keseluruhan. • Standar pelaporan pertama di bawah GAAS tidak berlaku. atau Produk Auditor sering diminta untuk mengaudit dan mengeluarkan laporan dalam aspek tertentu dari laporan keuangan. Dua perbedaan dalam jenis audit: • Materialitas didefinisikan dalam istilah unsur. Akun. atau item yang diaudit bukan untuk laporan keseluruhan. Page | 173 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->