M.

AGUS SUDRAJAT S4309040

PERTEMUAN 2 TANGGUNG JAWAB PROFESI AUDITOR Menurut PSA No.02 Seksi 110, auditor bertanggung jawab untuk

merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material, baik yang disebabkan oleh kekeliruan atau kecurangan. Auditor tidak menjamin kebenaran atas suatu laporan keuangan, namun Auditor bertanggung jawab dalam melaksanakan audit sesuai aturan yang berlaku umum / GAAS yaitu : 1. Melakukan verifikasi atas laporan keuangan yaitu untuk mendeteksi salah saji material 2. Menemukan kekeliruan, ketidakberesan dan unsur pelanggaran hukum yang material . Kekeliruan/ salah saji terdapat dua macam yaitu : • • Errors adalah kekeliruan salah saji yang tidak disengaja. Irregularities adalah kesalahan yang disengaja seperti kecurangan manajemen dan kecurangan pegawai atau penggelapan. Siklus Laporan Keuangan Laporan keuangan dibagi menjadi komponen yang lebih kecil untuk memudahkan pelaksanaan audit. Pembagian biasanya berdasarkan transaksi yang erat hubungannya satu dengan lainnya ( pendekatan siklus ). Contohnya siklus penjualan dan penerimaan kas, siklus perolehan dan pembayaran, siklus penggajian dan pembayaran, siklus persediaan dan pergudangan, dll. Asersi Manajemen Merupakan sebuah pernyataan dari manajemen tentang transaksi dan akun dalam laporan keuangan. Asersi manajemen terdiri dari : • Keberadaan atau keterjadian • Kelengkapan • Hak dan Kewajiban • Penilaian dan Alokasi
Page | 1

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

• Penyajian dan Pengungkapan Tujuan audit 1. Menurut Arens Tujuan audit laporan keuangan adalah agar auditor dapat memberikan opininya bahwa laporan keuangan tidak terdapat kesalahan material dan telah sesuai dengan standar yang berlaku secara umum. 2. PSA No. 02 Tujuan audit atas laporan keuangan oleh auditor independen pada umumnya adalah untuk menyatakan pendapat tentang kewajaran, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Tujuan audit dimaksudkan sebagai kerangka kerja bagi auditor dalam

mengumpulkan bahan bukti kompeten yang cukup yang disyaratkan dalam standar pekerjaan lapangan dan memutuskan bahan bukti yang pantas dikumpulkan sesuai dengan penugasan . Tujuan audit tersebut dapat dibedakan menjadi : • Tujuan audit umum transaksi. Terdiri dari eksistensi, kelengkapan, akurasi, klasifikasi serta posting dan perkiraan . • Tujuan audit khusus transaksi. Menerapkan tujuan umum pada kelompok transaksi /siklus. a. Tujuan umum : • Eksistensi, angka-angka yang dicantumkan memang ada ( eksis ). • Kelengkapan, angka -angka yang ada telah dimasukkan seluruhnya . • Akurasi, jumlah yang ada disajikan pada jumlah yang benar. • Klasifikasi - angka yang dimasukkan di daftar klien telah diklasifikasikan dengan tepat .
• Pisah batas (Cut Off ) - transaksi yang dekat tanggal neraca dicatat pada

periode yang tepat .
• Kecocokan rincian (detail tie in) - rincian dalam saldo akun sesuai dengan

Page | 2

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

angka-angka buku besar tambahan , dijumlah kebawah benar dalam saldo akun, dan sesuai dengan jumlah dalam buku besar . • Nilai realisasi - aset dinyatakan dalam jumlah yang diestimasi dapat direalisasi. • Hak dan Kewajiban - Kewajiban harus menjadi milik suatu entitas berkaitan dengan hutang , sedangkan hak selalu dikaitkan dengan aktiva . • Penyajian keuangan. b. Tujuan khusus : Tujuan khusus bagi setiap saldo perkiraan dapat dikembangkan setelah tujuan umum dipahami paling sedikit harus ada satu tujuan, khusus untuk setiap tujuan umum kecuali jika auditor menganggap tujuan itu tidak relevan. Pencapaian Tujuan Audit Audit merupakan suatu proses dimana dalam pelaksanaanya harus mengikuti tahaptahap sesuai dengan standar yang berlaku. Proses Audit adalah metodologi pelaksanaan audit yang jelas untuk membantu auditor dalam mengumpulkan bahan bukti pendukung yang kompeten. Tahap-tahap dalam proses Audit: 1. Merencanakan dan merancang pendekatan audit • Mendapatkan pengetahuan atas bidang usaha klien . • Memahami struktur pengendalian intern klien dan menetapkan risiko pengendalian intern. 2. Pengujian pengendalian dan transaksi . 3. Melaksanakan prosedur analitis dan pengujian terinci atas saldo. dan Pengungkapan-saldo perkiraan dan persyaratan pengungkapan yang berkaitan telah disajikan dengan pantas dalam laporan

Page | 3

3 Auditor Pajak. BEPEKA. Di Amerika ada Internal Page | 4 .M. yaitu auditor yang mempunyai tanggung jawab atas kinerja audit laporan keuangan bagi semua perusahaan publik. dan keekonomisan dari program/proyek pemerintah. kreditor atau pihak lainnya.Hasilnya berupa rekomendasi perbaikan operasi. Jenis Audit 1 Audit Atas Laporan Keuangan/Financial Audit adalah audit yang bertujuan untuk menentukan kesesuaian informasi terukur yang akan diverifikasi dengan kriteria tertentu sepeti GAAP atau Standar Akuntansi yang berlaku umum ( PSAK). serta Itjen pada departemen-departemen pemerintah. Dengan demikian. yaitu auditor yang mempunyai tanggung jawab mengevaluasi efisiensi. aturan-aturan akuntansi menjadi kriteria untuk membandingkan kesesuaian informasi. efektifitas. Di Indonesia ada beberapa lembaga yaitu BPKP. 3 Audit Ketaatan adalah audit atas ketaatan auditee terhadap prosedur atau aturan tertentu yang telah ditetapkan baik aturan yang ditetapkan perusahaan maupun aturan yang ditetapkan oleh atau dengan pihak luar seperti pemerintah. bank. perusahaan-perusahaan besar dan beberapa perusahaan kecil dan organisasi nirlaba. Sementara dalam auditing. Audit atas laporan keuangan pada hakekatnya adalah audit ketaatan terhadap prinsip-prinsip akuntansI yang berlaku umum. 2 Auditor Pemerintah. akuntansi dan auditing berbeda dalam esensinya. 2 Audit Operasional adalah penelaahan bagian dari prosedur atau metode operasi suatu organisasi untuk menilai efisiensi dan efektifitasnya . Jenis Auditor 1 Kantor Akuntan Publik Terdaftar. yaitu auditor yang bertanggung jawab melaksanakan pemeriksaan atas tercapainya penerimaan negara dari sektor perpajakan dan penegakan hukum dalam pelaksanaan perpajakan. AGUS SUDRAJAT S4309040 JENIS-JENIS AUDITOR DAN AKUNTAN PUBLIK Akuntansi berfungsi menyajikan informasi kuantitatif untuk pengambilan keputusan.

dan lainlain pada hakikatnya adalah untuk mengurangi risiko informasi antara dua pihak yang berkepentingan. Hal ini karena semakin kompleksnya kondisi masyarakat yang memungkinkan para pengambil keputusan akan memperoleh informasi yang tidak dapat dipercaya dan tidak dapat diandalkan. Pada umumnya hal ini disebabkan: • Hubungan yang tidak dekat antara penerima dan pemberi informasi . • Sikap memihak dan motif lain yang melatarbelakangi pemberian informasi.M. AGUS SUDRAJAT S4309040 Revenue Service ( IRS ). Akuntan Publik Terdaftar/ Bersertifikat Untuk dapat bekerja sebagai akuntan publik terdaftar di Indonesia paling tidak harus dipenuhi persyaratan berikut : 1 Persyaratan pendidikan yaitu sarjana ekonomi jurusan akuntansi dari universitas negeri yang telah mendapat persetujuan dari panitia ahli persamaan ijasah akuntan Page | 5 . • Dilakukan audit atas Laporan Keuangan . • Data yang berlebihan • Transaksi pertukaran yang kompleks Untuk menanggulangi risiko informasi tersebut ada tiga cara yang dapat dilaksanakan : • Verifikasi Informasi oleh pihak pemakai • Pemakai menanggung risiko informasi bersama-sama dengan manajemen . 4 Internal Auditor. yaitu auditor yang bekerja di suatu perusahaan untuk melaksanakan audit bagi kepentingan manajemen perusahaan. Sebagai contoh di BUMN-BUMN di Indonesia ada unit SPI yang menangani hal tersebut. sementara di Indonesia dilaksanakan oleh KPP dan Karikpa sebagai tenaga teknis pemeriksaan pajak dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Kebutuhan akan Auditing Jasa auditing yang digunakan di kalangan pengusaha. Dalam hal ini adalah manajemen sebagai pembuat laporan dan user sebagai pemakai laporan. pemerintah.

3 Pelaksanaan Ujian Sertifikasi Akuntan Publik/USAP 4 Pendidikan lanjutan . senior dan asisten dan bertugas pada setiap jenjang kerja selama dua-tiga tahun sebelum mencapai kedudukan sebagai rekan . Kode Etik Profesi . PPN . Kegiatan ini menghasilkan jurnal -jurnal seperti jurnal berkala . PBB.Terdapat tiga jenis atestasi yaitu : audit laporan keuangan historis.manajer .yaitu seorang akuntan terdaftar harus memiliki pengalaman kerja pada kantor akuntan publik atau BPKP paling sedikit 3 tahun . Struktur Kantor Akuntan Publik Terdiri dari rekan ( partner ) . • Jasa Akuntansi dan Pembukuan . AGUS SUDRAJAT S4309040 2 Ujian Negara Akuntansi ( UNA ) untuk sarjana akuntansi swasta dan negeri yang belum diakui 3 Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP) 4 Persyaratan Pengalaman . 2 Penelitian dan Publikasi. yaitu : • Atestasi. AICPA AICPA atau di Indonesia IAI mempunyai tiga fungsi utama yaitu : 1 Penetapan Standar dan Aturan. Standar Kompilasi dan Penelaahan Laporan Keuangan . Page | 6 . di mana KAP mengeluarkan laporan tertulis yang menyatakan kesimpulan atas keandalan pernyataan tertulis yang telah dibuat dan ditanggungjawabi pihak lain. • Jasa Perpajakan berupa SPT PPh. Aktivitas Kantor Akuntan Publik Kantor Akuntan Publik terutama melaksanakan empat jenis jasa. Standar Audit . • Konsultasi Manajemen yaitu dalam peningkatan aktivitas operasi . penelaahan laporan keuangan historis dan jasa atestasi lainnya. Standar Atestasi Lainnya.para penyelia . perencanaan perpajakan dan jasa perpajakan lainnya. jurnal akuntansi dan lain-lain .M. ada empat bidang utama dalam auditing yang perlu dibuat standar aturannya yaitu .

harus dari KAP lain yang memenuhi persyaratan 3. Penelaahan sejawat ( peer review ) . Ketaatan pada standar pengendalian mutu . Page | 7 . auditor harus meminta petunjuk dari ahli bila menemui kesulitan dalam pelaksanaan auditing 4 Supervisi 5 Pengangkatan Auditor 6 Pengembangan profesional 7 Promosi 8 Penerimaan dan Pemeliharaan hubungan dengan klien 9 Inspeksi. Pelaporan jasa konsultasi manajemen.M. dalam hal ini harus memiliki kemampuan dan pelatihan teknis yang memadai 3 Konsultansi . Terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi Kantor Akuntan Publik ( tiga persyaratan pertama juga berlaku bagi KAP yang tidak menjadi anggota forum) yang ditetapkan AICPA dengan divisinya yaitu SEC dan Kantor Akuntan Publik atau di Indonesia Forum IAI . diperlukan untuk penunjang delapan unsur diatas . AGUS SUDRAJAT S4309040 Pengendalian Mutu/Quality Control Pengendalian mutu adalah prosedur yang digunakan KAP untuk membantu mentaati standar secara konsisten dalam setiap kontrak kerja yang mengikatnya. Rotasi partner 5. Komite standar pengendalian mutu menetapkan sembilan elemen pengendalian mutu yaitu : 1 Independensi 2 Penugasan para auditor. Penelaahan oleh partner lain 6. Pendidikan lanjutan 4. Pelaporan ketidaksepakatan 8.SAP yaitu : 1. Larangan pemberian atas jasa tertentu 7. 2.

dalam hal ini tidak dinyatakan dalam klausul.M. 2 Tidak ada kelalaian dalam pelaksanaan kerja. gagal menemukan defalkasi. Penyebab utama tuntutan hukum terhadap KAP adalah kurangnya pemahaman pemakai laporan keuangan tentang perbedaan antara kegagalan bisnis . AGUS SUDRAJAT S4309040 Securities and Exchange Comission (SEC) atau Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) sebagai suatu badan pemerintah yang menangani pasar modal. dalam hal ini menjamin jika klien melakukan kewajiban Page | 8 . Perusahaan yang bermaksud menerbitkan efek ( Go Publik ) wajib menyampaikan laporan tahunan rinci pada BAPEPAM. dibentuk guna membantu para investor untuk mendapatkan informasi andal untuk membuat keputusan investasi .syarat GAAS. 3 Kelalaian kontribusi. itikad buruk dan ketidak jujuran dan auditor terbebas dari kerugian akibat kekeliruan dalam pertimbangan. Apabila terdapat tuntutan auditor dapat mengajukan pembelaan yaitu : 1 Tidak adanya kewajiban melaksanakan pelayanan. KEWAJIBAN HUKUM Kewajiban hukum auditor kepada klien adalah mencegah penipuan dan/atau pelanggaran kontrak yang bisa mempengaruhi hasil-hasil pekerjaan . terjadi jika auditor menyimpulkan laporan keuangan secara wajar sedangkan kenyataannya laporan tersebut salah saji material. dan pelanggaran kerahasiaan oleh akuntan publik. kegagalan audit. Standar ketelitian yang sering disebut konsep kehati-hatian (prudent person) menjelaskan bahwa auditor hanya menjamin itikad baik dan integritas dan bertanggung jawab atas kecerobohan . dan risiko audit. mengklaim telah mengikuti GAAS. • kegagalan audit. terjadi jika auditor mengeluarkan pendapat yang salah karena gagal memenuhi syarat . • risiko audit. Bidang kewajiban menurut audit dapat digolongkan sebagai berikut : Kewajiban kepada klien Kewajiban terhadap klien timbul karena kegagalan untuk melaksanakan tugas audit sesuai waktu yang disepakati . Definisi berikut akan menjelaskan perbedaannya: • kegagalan bisnis. pelaksanaan audit yang tidak memadai. terjadi jika perusahaan tidak mampu membayar kewajibannya .

peraturan ini ditujukan untuk kriminalitas tetapi auditor sering dituntut berdasarkan peraturan ini . pemakai yang dapat diketahui lebih dahulu mempunyai hak yang sama dengan pemakai laporan keuagan yang mepunyai hubungan kontrak . Peraturan membolehkan pihak ketiga menggugat auditor jika laporannya menyesatakan dan tidak mempunyai beban pembuktian hal tersebut. tidak akan terjadi kerugian 4 Ketiadaan hubungan timbal balik. pemasok. Kewajiban dapat timbul jika pihak ketiga primary beneficiary atau orang yang harus diberikan informasi audit • Pemakai yang dapat diketahui sebelumnya. larangan pemberian uang suap kepada pejabat di luar negeri untuk mendapatkan pengaruh dan mempertahankan hubungan usaha Page | 9 . persyaratan pelaporan untuk perusahaan yang mengeluarkan efek-efek baru. calon pemegang saham. 2 Securities Exchange Act tahun 1934. Konsep kewajiban tersebut antara lain sebagai berikut : • Doktrin ultramares. 3 Racketeer Influenced and Corrupt Organization Act 1970. 4 Foreign Corrupt Practice Act tahun 1977. Akibat tuntutan ini SEC dapat mencabut ijin praktek dari KAP yang yang melakukan kesalahan. persyaratan penyampaian laporan tahunan setiap perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa. • Foreseeable user’s. karyawan. sementara auditor dapat membela jika audit telah memadai dan pemakai laporan tidak menderita kerugian . Kewajiban perdata menurut hukum sekuritas federal 1 Securities Act tahun 1933. dan pelanggan. AGUS SUDRAJAT S4309040 tertentu.M. bankir dan kreditor lain. orang yang mengandalkan keputusannya pada laporan keuangan . antara pelanggaran auditor terhadap standar kesungguhan dengan kerugian yang dialami klien Kewajiban terhadap pihak ketiga menurut Common Law Pihak ketiga yang terdiri dari pemegang saham.

AGUS SUDRAJAT S4309040 Kewajiban kriminal Beberapa undang-undang seperti Uniform Securities Acts.M. 5 Melawan tuntutan hukum 6 Pendidikan bagi pemakai laporan 7 Memberi sanksi kepada anggota karena hasil kerja yang tak pantas 8 Perundingan untuk perubahan hukum . Federal Mail Fraud Statute dan Federal False Statement Statute menyebutkan bahwa menipu orang lain dengan sadar terlibat dalam laporan keuangan yang palsu adalah perbuatan kriminil . Melaksanakan audit yang bermutu Page | 10 . Tanggung Jawab Kerahasiaan Beberapa tuntutan yang terjadi menuntut perlunya profesi auditing untuk meneliti peraturan perilaku yang menyangkut kerahasiaan dan mencoba memperjelas persyaratan .persyaratan yang konsisten dengan common law . 3 Menetapkan persyaratan untuk melindungi auditor 4 Menetapka persyaratan penelaahan sejawat . Mengikuti standar profesi 4. Tanggapan Profesi Terhadap Kewajiban Hukum AICPA dan profesi mengurangi resiko terkena sanksi hukum dengan langkah-langkah berikut : 1 Riset dalam auditing 2 Penetapan standar dan aturan. Tanggapan Akuntan Publik Terhadap Kewajiban Hukum Dalam meringankan kewajibannya auditor dapat melakukan langkah-langkah berikut : 1. Securuties Acts 1933 dan 1934. Mempertahankan independensi 5. Hanya berurusan dengan klien yang memiliki integritas 2. Mempekerjakan staf yang kompeten dan melatih serta mengawasi dengan pantas 3. Memahami usaha klien 6.

Semakin majunya perkembangan jaman. Mempertahankan hubungan yang bersifat rahasia 10. Perlunya asuransi yang memadai.mencapai yang terbaik. Menentukan siapa dan bagaimana orang atau kelompok yang dipengaruhi oleh dilema Page | 11 . Kebutuhan akan etika dalam masyarakat cukup penting karena pada dasarnya berhubungan dengan hukum.Terdapat dua alasan mengapa orang bertindak tidak etis : • Standar etika seseorang berbeda dari masyarakat umum. • Akankah itu menambah goodwill dan hubungan yang lebih baik. Mencari bantuan hukum Regulasi dan Standar Mutu Pekerjaan Auditor Etika secara umum didefinisikan sebagai perangkat prinsip moral atau nilai. Masing-masing orang memiliki perangkat nilai tersebut antara lain: integritas. kepedulian kejujuran. keadilan.menjadi warga yang bertanggung jawab. Dilema etika adalah situasi yang dihadapi seseorang dimana keputusan mengenai perilaku yang layak harus dibuat.dan lain-lain. loyalitas. Mendapatkan fakta-fakta yang relevan 2. Menentukan isu-isu etika dari fakta-fakta 3.menghargai orang lain. dan 11. AGUS SUDRAJAT S4309040 7.M. orang kepada lain. • Seseorang memilih bertindak semaunya . • Akankah itu menguntungkan semua yang berkepentingan . Etika dalam bisnis harus menjamin suatu perilaku sebagai berikut : • Apakah itu kebenaran • Apakah itu adil untuk semua yang berkepentingan . Mendapatkan surat penugasan dan surat pernyataan 9. Sebagian besar orang mendefinisikan perilaku tidak etis sebagai perilaku yang berbeda dari sesuatu yang seharusnya dilakukan . mematuhi janji. maka dikembangkan kerangka formal untuk memecahkan dilema etika yang dinamakan pendekatan enam langkah : 1. Mendokumentasika pekerjaan secara memadai 8.

Akuntan publik mempunyai hubungan profesional yang berbeda dengan profesional lain.M. Menentukan konsekuensi yang mungkin dari setiap alternatif 6. Menetapkan tindakan yang tepat Kebutuhan akan kepercayaan publik akan kualitas jasa yang diberikan profesi. kepentingan masyarakat. lingkup dan sifat jasa dan satu prinsip untuk anggota AICPA yang memberikan jasa atestasi yaitu obyektivitas dan independensi . terlepas dari yang dilakukan secara perorangan. AGUS SUDRAJAT S4309040 4. meliputi standar minimum perilaku praktisi yang ditetapkan profesi dan merupakan keharusan . • interpretasi.tidak merupakan keharusan tapi praktisi harus memahaminya. kemahiran. tidak merupakan keharusan tetapi praktisi harus memahaminya • ketetapan etika. Terdapat beberapa cara bagi profesi akuntan publik dan masyarakat untuk mendorong para akuntan publik agar berprilaku secara benar dan untuk melaksanakan audit beserta jasa-jasa yang berkaitan dengan profesinya dengan standar mutu yang tinggi yaitu : 1 Kode Perilaku Profesional . integritas. penjelasan dan jawaban yang diterbitkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan peraturan perilaku yang diajukan oleh praktisi dan lainnya. penting untuk meyakinkan klien dan pemakai laporan keuangan atas kualitas audit dan jasa lainnya karena pemakai tidak memiliki kompetensi dan waktu untuk mengevaluasi pekerjaan akuntan publik. Page | 12 . Profesional lain hanya bertanggung jawab kepada klien yang ditanganinya sedangkan akuntan publik ditugaskan dan dibayar oleh yang mengeluarkan laporan keuangan ( klien ) sedangkan yang mendapat manfaat dari audit adalah pemakai laporan keuangan yang umumnya tidak pernah berhubungan dengan auditor . Merupakan ketentuan umum mengenai perilaku yang ideal atau peraturan khusus yang menguraikan berbagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan . Menentukan alternatif yang tersedia bagi orang yang harus memecahkan dilema 5. meliputi lima prinsip yang harus dipatuhi oleh semua anggota AICPA yaitu tanggung jawab. • peraturan perilaku. Bagi akuntan publik. Menurut AICPA kode perilaku profesional terdiri dari : • prinsip-prinsip.

AGUS SUDRAJAT S4309040 Penerapan Peraturan Perilaku Peraturan 101.standar umum Ketaatan pada standar Peraturan 202 Prinsip Akuntansi Peraturan 203 Kerahasiaan Peraturan 301 Honor bersyarat Peraturan 302 Tindakan yang mendatangkan aib Peraturan 501. dan berkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai melalui penggunaan prosedur tersebut. Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor. STANDAR AUDITING 02 Standar auditing yang telah ditetapkan dan disahkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia adalah sebagai berikut: a. Komisi yang dilarang Peraturan 503 -B. yaitu "prosedur" berkaitan Dengan tindakan yang harus dilaksanakan. sedangkan "standar" berkaitan dengan kriteria atau ukuran mutu kinerja tindakan tersebut. Standar auditing. berkaitan dengan tidak hanya kualitas profesional auditor namun juga berkaitan dengan pertimbangan yang digunakan dalam pelaksanaan auditnya dan dalam laporannya.M.Independensi. 01 SA Seksi 150 01Standar auditing berbeda dengan prosedur auditing.tindakan tercela Periklanan dan Penawaran Peraturan 502 Komisi dan Honor Perujukan Peraturan 503 -A. Integritas dan Obyektifitas Peraturan 102 Standar-standar teknis Peraturan 201 . yang berbeda dengan prosedur auditing. Page | 13 . Standar Umum 1. Pengungkapan komisi yang diijinkan Bentuk dan Nama praktek Peraturan 505 STANDAR AUDIT Sumber: PSA No.

dan lingkup pengujian yang akan dilakukan. saat. Standar Pekerjaan Lapangan 1. dan tingkat tanggung jawab yang dipikul oleh auditor. Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi. permintaan keterangan. maka alasannya harus dinyatakan. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai. Dalam seksama. Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan. ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya. dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit. pengamatan. AGUS SUDRAJAT S4309040 2. b. c. Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. auditor wajibmenggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan . 3. Laporan auditor harus menunjukkan atau menyatakan.M. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan. Standar Pelaporan 1. 3. 4. jika ada. Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat. Page | 14 pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya. maka laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan audit yang dilaksanakan. 3. Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersil bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor. jika ada. kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor. 2. Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya. 2. Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan.

Dasar yang lebih kuat harus dicari sebagai landasan pendapat auditor independen atas unsur-unsur yang secara relatif lebih penting dan unsur-unsur yang mempunyai kemungkinan besar salah saji material. terutama standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan. sehingga audit atas kas harus dilaksanakan secara lebih konklusif. yang tingkat kepentingan pribadi dalam transaksi yang disebut terakhir ini sulit ditentukan.M. Transaksi dengan pihak tidak terkait biasanya tidak diperiksa serinci pemeriksaan terhadap transaksi antarbagian dalam perusahaan atau transaksi dengan pimpinan perusahaan dan karyawan. 04 Konsep "materialitas" bersifat bawaan dalam pekerjaan auditor independen."Materialitas" dan "risiko audit" melandasi penerapan semua standar auditing. Keadaan yang berhubungan erat dengan penentuan dipenuhi atau tidaknya suatu standar. Semakin efektif pengendalian intern. dalam perusahaan dengan jumlah debitur yang sedikit. Page | 15 . Pengendalian intern terhadap lingkup audit mempengaruhi besar atau kecilnya risiko salah saji terhadap prosedur audit yang dilaksanakan oleh auditor. 05 Pertimbangan atas risiko audit berkaitan erat dengan sifat audit. baik bagi posisi keuangan maupun hasil usaha perusahaan. Begitu pula. dapat berlaku juga untuk standar yang lain. dengan nilai piutang yang besar. piutang umumnya memerlukan perhatian yang lebih besar dibandingkan dengan premi asuransi dibayar di muka. sediaan umumnya mempunyai arti penting. secara individual piutang itu adalah lebih penting dan kemungkinan terjadinya salah saji material juga lebih besar jika dibandingkan dengan perusahaan lain yang mempunyai jumlah nilai piutang yang sama tetapi terdiri dari debitur yang banyak dengan nilai piutang yang relatif kecil. sehingga secara relatif sediaan memerlukan perhatian auditor yang lebih besar dibandingkan dengan sediaan dalam perusahaan jasa. semakin rendah tingkat risiko pengendalian. Misalnya. AGUS SUDRAJAT S4309040 03 Standar-standar tersebut di atas dalam banyak hal saling berhubungan dan saling bergantung satu dengan lainnya.2 Transaksi kas umumnya lebih rentan terhadap kecurangan jika dibandingkan dengan transaksi sediaan. Dalam perusahaan manufaktur dan perusahaan dagang. tanpa harus menyebabkan penggunaan waktu yang lebih lama.

kesepuluh standar auditing tersebut berlaku untuk jasa selain audit atas laporan keuangan. Masa transisi ditetapkan mulai dari 1 Agustus 2001 sampai dengan 31 Desember 2001. sepanjang relevan dengan keadaan yang dihadapi oleh auditor independen. Dalam masa transisi tersebut berlaku standar yang terdapat dalam Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Agustus 1994 dan Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Januari 2001. AGUS SUDRAJAT S4309040 JASA SELAIN AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN 06 Sebagai tambahan terhadap audit atas laporan keuangan. TANGGAL BERLAKU EFEKTIF 07 Seksi ini berlaku efektif tanggal 1 Agustus 2001. hanya ketentuan dalam Seksi ini yang berlaku. Setelah tanggal 31 Desember 2001.M. kecuali jika dinyatakan lain dalam suatu Pernyataan Standar Auditing. Page | 16 . Penerapan lebih awal dari tanggal efektif berlakunya aturan dalam Seksi ini diizinkan.

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

PERTEMUAN 3 STANDAR AUDIT DAN JENIS-JENIS PENUGASAN AUDIT Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) Standar profesional akunatan publik (SPAP) adalah kodifikasi berbagai pernyataan standar teknis yang merupakan panduan bagi akuntan publik dalam berpraktik di indonesia. Tipe Standar Profesional 1. standar auditing 2. standar atestasi 3. standar jasa akuntansi dan review 4. standar jasa konsultasi 5. standar pengendalian mutu kelima standr profesional diatas merupakan standar teknis yang diterbitkan oleh dewan standar profesional akuntan publik dan bertujuan untuk mengatur mutu jasa yang dihasilkan oleh profesi akuntan publik di indonesia. Standar Auditing Standar auditing adalah sepuluh standar yang ditetapkan dan disahkan oleh IAI, yang terdiri atas standar umum, standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan beserta interpretasinya. Standar auditing merupkan pedoman audit atas laporan keuangan historis. Standar auditing terdiri atas sepuluh standar dirinci dalam bentuk pedoman standar auditing (PSA). Dengan demikian PSA merupakan penjabaran lebih lanjut masing-masing standar yang tercantum didalam standar auditing. PSA merupakan penjabaran lebih lanjut dari masing-masing standar yang tercantum didalam standar auditing. PSA berisi ketentuan-ketentuan dan pedoman utama yang harus diikuti oleh akuntan publik dalam melaksanakan penugasan audit. Kepatuhan terhadap PSA yang diterbitkan oleh IAI ini bersifat wajib bagi anggota IAI yang berpraktik sebagai akuntan publik. Termasuk didalam PSA adalah interpretasi pernyataan standar audit (IPSA), yang merupakan interpretasi resmi
Page | 17

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

yang dikeluarkan oleh IAI terhadap ketentuan-ketentuan yang diterbitkan oleh IAI dalam PSA. Dengan demikian, IPSA memberikan jaawaban atas pernyataan atau keraguan dalam penafsiran ketentuan-ketentuan yang dimuat dalam PSA sehingga merupakan perluasan lebih lanjut berbagai ketentuan dalam PSA. Tafsiran resmi ini bersifat mengikat bagi anggota IAI yang berpraktik sebagai akuntan publik, sehingga pelaksanaannya besifat wajib. Standar Umum a. audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor. b. Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor. c. Dalam pelaksanaan dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama. Standar Pelaksanaan Lapangan 1. Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan sistem harus disupervisi dengan semestinya. 2. pemahaman memadai dan pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat dan lingkup pengujian yang akan dilakukan. 3. bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui, inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit. Standar Pelaporan a. laporan audit harus menyatakan, apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di indonesia. b. Laporan auditor harus menunjukkan atau menyatakan, jika ada, ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya.

Page | 18

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

c. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor. d. Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan, maka alasanya harus dinyatakan. Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan, maka laporan auditor harus, memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat audit yang dilaksanakan, jika ada dan tingkat tanggung jawab yang dipikul oleh auditor. Pernyataan Standar Audit (PSA) PSA merupakan penjabaran lebih lanjut dari masing-masing standar yang tercantum dalam standra auditing. PSA berisis ketentuan-ketentuan dan pedoman utama yang harus diikuti oleh akuntan publik dalam melaksanakan penugasan audit. Kepatuhan terhadap PSA yang diterbiutkan oleh IAI ini bersifat wajib bagi anggota IAI yang berpraktik sebagai akuntan publik. Termasuk didalam PSA adalah interpretasi yang dikeluarkan IAI terhadap ketentuan-ketentuan yang diterbitkan oileh IAI dalamdalamPSA dengan demikian, IPSA memberikan jawaban atas pernyataan atau keraguan dalam penafsiran ketentuan-ketentuan yang dimuat dalam PSA sehingga merupakan perluasan lebih lanjut berbagai ketentuan dalam PSA. Tafsiran resmi ini bersifat mengikat bagi anggota IAI yang berpraktik sebagai akuntan publik, sehingga pelaksanaannya bersifat wajib. Standar Atestasi Standar atestasi memberikan rerangka untuk fungsi atestasi bagi jasa akuntan publik yang mencakup audit atas laporan keuangan historis, pemeiksaan atas laporan keuangan prospektif, serta tipe perikatan atestasi lain yang memberikan keyakinan yang lebih rendah (review, pemeriksaan, dan prosedur yang disepakati) Standar atestasi terdiri dari 11 standar dan rincian dalam bentuk pernyataan standar atestasi (PSAT). Termasuk didalam PSAT adalah interpretasi PSAT (IPSAT), yang merupakan interpretasi resmi yang dikeluarkan dewn terhadap ketentuan-ketentuan dalam PSAT. Tafsiran resmi bersifat mengikat bagi anggota

Page | 19

Kodifikasi standar pengendalian mutu terdiri dari: a. Perumusan kebijakan dan prosedur pengendalian mutu Page | 20 . para praktisi menyajikan suatu kesimpulan mengenai keadaan suatu asersi tertulis yang menjadi yang menjadi tanggung jawab pihak lain. sehingga pelaksanaannya bersifat wajib (mandatory). Dalam jasa konsultasi. sehingga pelaksanaannya bersifat wajib (madatory) Standar Jasa Konsultasi Memberikan panduan bagi praktisi yang menyediakan jasa konsultasi bagi kliennya melalui kantor akuntan publik.M. Termasuk didalam pernyataan standar jasa akuntansi dan review adalah interpretasi pernyataan standar jasa akuntansi dan review (IPSAR). yang merupakan interpretasi resmi yang dikelusrksan oleh dewan. Tafsiran resmi ini bersifat mengikat bagi anggota IAI yang berpraktik sebagai akuntan publik. Standar pengendalian mutu KAP b. kesimpulan. Jasa konsultasi pada hakekatnya berbeda dari jasa atestasi akuntan publik terhadap asersi pihak ketiga. yaitu pembuat asersi. para praktisi menyajikan temuan. pekerjaan jasa konsultasi dilaksanakan untuk kepentingan klien. Dalam jasa atestasi. Standar jasa akuntansi dirinci dalam bentuk pernyataan standar jasa akuntansi dan review (PSAR). Standar Jasa Akuntansi Dan Review Memberikan rerangka untuk fungsi non atestasi bagi jasa akuntan publik yang mencakup jasa akuntansi dan review. Sifat dan lingkup pekerjaan jasa konsultasi ditentukan oleh perjanjian antara praktisi dengan kliennya. Umumnya. Standar Pengendalian Mutu Memberikan panduan bagi KAP didalam melaksanakan pengendalian kualitas jasa yang dihasilkan oleh kantornya dengan mematuhi berbagai standar yang diterbitkan oleh dewan SPAP dan aturan etika kompartemen akuntan publik IAI. dan rekomendasi. AGUS SUDRAJAT S4309040 IAI yang berpraktek sebagai akuntan publik.

auditor harus memiliki pemahaman menyeluruh atas entitas dan lingkungannya. Promosi 8. dalam pendekatan audit sistem strategis. Konsultasi 4. Pendekatan terpadu ini makin meningkat menggabungkan pandangan strategis dari entitas bisnis. laba-rugi. Inspeksi Audit Atas Laporan Keuangan Audit atas laporan keuangan dilaksanakan untuk menetapkan apakah seluruh laporan keuangan telah dinyatakan sesuai dengan kriteria tertentu. Supervisi 5. tidaklah cukup untuk para auditor berfokus secara sempit pada transaksi akuntansi.M. Penugasan personel 3. laporan arus kas. Pemekerjaan 6. Pendekatan terpadu kepada audit membahas baik risiko kesalahan dan kontrol operasional yang dimaksudkan untuk mencegah keslahan. Laporan keuangan seringkali mencakup: neraca. auditor yang melakukan ujian yang tepat untuk menentukan apakah laporan itu mengendung kesalahan bahan atau pernyataan salah lainnya. Sebagai tambahan. peraturannya. Standar pelaksanaan dan pelaporan review mutu Unsur-Unsur Pengendalian Mutu 1. perubahan modal. dan kreditor. walaupun merupakan hal yang umum untuk melaksanakan audit atas laporan keuangan yang dibuat dengan metode kas atau metode akuntansi lainnya yang cocok bagi organisasi tersebut. termasuk pula catatan atas laporan keuangan. kriteria tersebut adalah pernyataan standar akuntansi keuangan. dan lingkuan operasionalnya. AGUS SUDRAJAT S4309040 c. Independensi 2. Pengembangan profesional 7. Umumnya. Memahaman holistik tingkat tinggi ini meliputi pengetahuan tentang industri klien. termasuk hubungan eksternal seperti pemasok. Dalam menentukan apakah laporan keuangan dinyatakan dengan adil sesuai dengan GAAP. auditor mempertimbangkan strategi bisnis klien dan memproses dan indikator ukuran untuk Page | 21 . Saat bisnis semakin rumit. pelanggan. Penerimaan dan berkelanjutan klien 9.

Ketika suatu organisasi ingin memutuskan. Dalam mengaudit unit organisasi pemerintah. maka auditor akan dipekerjakan oleh organisasi tersebut untuk menerbitkan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi.M. Audit kepatuhan pada urusan pribadi dapat mencakup pula penentuan apakah staf akuntansi telah mematuhi peraturan-peraturan yang disusun oleh pengawas perusahaan. Pada kenyataannya. perjanjian. prosedur. Sebagai akibatnya. Manajemen. Audit Kepatuhan Tujuan dari audit kepatuhan adalah untuk menentukan apakah klien telah mengikuti. Tetapi bagaimanapun terdapat beberapa pengecualian. suatu proporsi yang signifikan dari audit jenis ini dilaksanakan oleh auditor yang dipekerjakan pada unit organisasi itu sendiri. serta persyaratan hukum yang menentukan yang berpotensi sebagai penyebab dilaksanakannya suatu audit kepatuhan. Banyak dari ketrampilan yang diperlukan untuk pendekatan audit sisitem strategis yang seupa dengan yang dibutuhkan untuk menyediakan jenis jasa keandalan lainnya yang biasa memberikan nilai tambah kepada fungsi audit. Page | 22 . apakah para individu atau organisasi yang ada telah mematuhi aturan yang ditetapkan. peninjau tingkat upah apakah telah mematuhi aturan upah minimum. tata cara. kebalikan dari pihak luar. seperti sekolahan negeri di daerah terdapat suatu lingkup audit kepatuhan yang cukup luas akibat dari adanay aturan-aturan yang ekstensif dari otoritas pemerintah yang lebih tinggi. untuk setiap organisasi baik swasta maupun organisasi nirlaba. Analisis ini membantu auditor mengenali risiko yang terkait dengan strategi klien yang bisa mempengaruhi apakah laporan keuangan dinyatakan dengan adil. merupakan pihak utama yang paling menaruh perhatian pada prosedur-prosedur seta peraturan-peraturan yang berlaku. terdapat sejumlah kebijakan. atau menguji kontrak perjanjian dengan pihak bank serta pihak kreditur lainnya untuk memastikan bahwa perusahaan itu telah mematuhi persyaratan-persyaratan hukum yang ada. AGUS SUDRAJAT S4309040 faktor keberhasilan kritis yang berhubungan dengan strategi tersebut. Temuan audit kepatuhan umumnya disampaikan pada seseorang didalam unti organisasi yang diaudit dari pada disampaikan pada suatu lingkup pengguna yang lebih luas. serta peraturan yang dibuat oleh otoritas yang lebih tinggi.

Pengukuran Kinerja Sasaran Akuntansi Pemerintahan (pernyataan No. Page | 23 . d. Standar audit merupakan patokan untuk melakukan audit atas semua kegiatan pemerintah yang meliputi pelaksanaan APBN. f. standar pekerjaan lapangan audit kinerja. standar umum. pelaksanaan anggaran tahunan BUMD dan BUMN serta kegiatan yayasan yang didirikan oleh pemerintah. Perencanaan penganggaran dan peramalan dampak akses dan alokasi sumber daya untuk mencapai sasaran operasional. Mengkomunikasikan informasi relevan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. perjanjian. APBD. AGUS SUDRAJAT S4309040 Audit Kinerja Atau Audit Operasional Audit kinerja adalah tinjauan atas bagian tertentu dari prosedur serta metode operasional organisasi tertentu yang bertujuan mengevaluasi efisiensi serta efektifitas prosedur serta metode tersebut.1 NCGA) Adalah: a. manajemen biasanya akan mengharapkan sejumlah rekomendasi untuk meningkatkan kegiatan operasionalnya. c.M. Standar Audit Pemerintahan (SAP) Meliputi: 1. Evaluasi kinerja operasional dan pengelolaan. 3. BUMD. standar pelaporan audit kinerja. e. BUMN. b. 2. penetapan dan peramalan arus kas masuk dan mengkalkulasi sumber daya pemerintah dalam jangka pendek. atau badan hukum lain dimana terdapat kepentingan keuangan negara atau penerima bantuan pemrintah. dan kontrak dengan pihak lain. Pada saat audit operasional selesai dilaksanakan. Standar audit yang dapat digunakan secara nasional sudah merupakan kebutuhan yang mendesak dalam dalam era globalisasi ini. Penetapan dan peramalan kondisi keuangan pemerintah. Mengawasi kinerja disesuaikan dengan peraturan.

Integrasi masalah khusus. beberapa instruksi khusus yang diperlukan untuk melengkapi audit. f. f. 7. format umum laporan audit. Komponen Audit Kinerja Adalah a. luas dan metodologi. c. d. 3. Kepatuhan dengan hukum dan peraturan. AGUS SUDRAJAT S4309040 Prosedur Audit Kinerja a. Pengendalian dan metode pengendalian. i. sasaran audit. Pelaksanaan penetapan karyawan. Sumberdaya manusia dan lingkungan fisik. Program Audit Mencakup Hal-Hal Berikut Ini 1. Struktur organisasi. Standar Audit Pemerintahan (Standar Pemeriksaan Keuangan Negara) Page | 24 . penjelasan pola khusus yang digunakan organisasi yang diaudit. b. h. perencanaan dan penetapan tujuan. Pengetahuan dan kemampuan staf audit. serta aturan lain. 5. tujuan audit. identifikasi lingkungan manajemen b. j. metode audit yang digunakan seharusnya digambarkan secara jelas. g.M. Kriteria pengukuran kinerja. sejarah dan sarana. lokasi penting informasi lain yang dibutuhkan untuk menyususn progran audit. 2. e. c. Kebijakan dan pelaksanaan. d. Koordinasi dengan auditor pemerintah lain jika dibutuhkan. Analisis fiskal. e. 4. Pengukuran pengendalian intern. Sistem dan prosedur. Pendahuluan dan latar belakang informasi mencakup pihak berwenang dalam entitas yang diaudit. 6. laporan pekerjaan audit.

Bagaimana dengan sektor publik yang lain seperti rumah sakit. Seiring dengan perkembangan teori pemeriksaan. SPKN = SPAP + Standar Tambahan – Pengecualian. dll.M. yakni: (1) Merupakan harmonisasi dari berbagai peraturan perundangan yang berkaitan dengan keuangan negara. Dengan demikian. serta kebutuhan akan hasil pemeriksaan yang bernilai tambah menuntut BPK menyempurnakan standar audit pemerintahan (SAP) 1995. SPKN berlaku untuk lingkup keuangan negara (lihat pasal 1 UU No. sehingga mengalami pembaharuan sepanjang waktu. bukan sistem. Padahal yang dimaksud dengan keuangan negara “hanya” mencakup APBN dan APBD. • SPKN lebih kompleks daripada SPAP (Standar Akuntansi Pemerintahan). • • • • SPKN adalah standar. (3) Menggunakan paradigma multidimensi. Ada beberapa karakteristik SPKN. Terlebih lagi sejak adanya reformasi konstitusi di bidang pemeriksaan maka untuk memenuhi amanat Pasal 5 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksa Pemeriksaan Keuangan. AGUS SUDRAJAT S4309040 Standar Pemeriksaan merupakan patokan bagi para pemeriksa dalam melakukan tugas pemeriksaannya. atau hanya bersifat benar sementara. Artinya. LSM. (2) Bukan sesuatu yang langsung benar. dinamika masyarakat yang menuntut adanya transparansi dan akuntabilitas. 1/2004). • Opini tidak memberikan sanksi apa-apa kepada Kepala Daerah yang memperoleh opini Tidak Wajar atau Disclaimer karena opini sebenarnya Page | 25 . • pemeriksaan yang dapat menampung hal SPKN ditetapkan dan diundangkan pada tanggal yang berbeda. yayasan. akuntansi pemerintahan adalah bagian dari akuntansi sektor publik. SAP 1995 dirasa tidak dapat memenuhi tuntutan dinamika masa kini. Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dan Pasal 9 ayat (1) huruf e Undang-undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan BPK harus menyusun standar tersebut. SPKN ditetapkan pada tanggal 17 Januari 2007 dan diundangkan Sektor publik lebih luas daripada pemerintahan. karena juga mencakup Standar Tambahan dikurangi dengan pengecualian.

• • • • Untuk pelaksanaan SPKN yang efektif.M. AGUS SUDRAJAT S4309040 bukan untuk penentuan sanksi. tetapi juga melakukan pekerjaan lain (dengan catatan hartus independen). Page | 26 . BPK dapat dibantu oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk melakukan audit terhadap laporan keuangan daerah (LKPD). Hal ini disiasati dengan cara menggunakan KAP untuk melakukan pemeriksaan. pekerjaan lapangan. Sistem Pengendalian Internal Pemerintahan (SPIP). dll. tetapi sebagai tambahan informasi tentang “kewajaran” laporan keuangan. Tidak semua pemeriksa BPK bergelar akuntan. seperti audit. seperti memberikan pertimbangan terhadap terhadap Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). (2) Infrastrutkur yang memadai. • Ada beberapa istilah dalam audit sektor privat yang tidak dikenal di audit sektor publik (SPKN). dan (3) Organisasi yang mapan. dan peraturan perundangan lainnya terkait dengan keuangan negara. auditor. unit pemerintahan yang diaudit haruslah: (1) memiliki SDM yang handal. BPK tidak hanya sebagai pemeriksa.

Etik dapat pula diartikan sebagai suatu sopan santun atau tatanan moral dalam suatu profesi atau jabatan. Di Indonesia sendiri kode etik ini dinamakan dengan Kode Etik Akuntan Indonesia. bidang profesi ini juga memilki kode etik yang digunakan sebagai pedoman atau landasan dalam menjalankan tanggung jawab profesinya kepada masyarakat.M. AGUS SUDRAJAT S4309040 PERTEMUAN 4 ETIKA PROFESIONAL 1. Aktivitas profesional dari akuntan publik daitur oleh Kode Etika Profesional AICPA (American Institute Of Certified Public Accountants). Etik yang telah disepakati bersama oleh anggota suatu profesi dsebut dengan kode etik profesi. Kode Etik AICPA menjadi standar umum perilaku yang ideal dan menjadi peraturan khusus tentang perilaku yang harus dilakukan oleh akuntan publik.Etik profesi berhubungan dengan kebebasan disiplin pribadi dan integritas moral dari orang yanag ahli. yaitu serangkaian prinsip atau nilai-nilai moral yang digunakan dalam mengarahkan tingkah laku manusia dalam kehidupan sosialnya. Etik merupakan suatu prinsip moral dan perbuatan yang menjadi landasan bertindaknya seseorang sehingga apa yang dilakukannya dipandang oleh masyarakat sebagai perbuatan yang terpuji dan meningkatkan martabat dan kehormatan seseorang. Aturanaturan yang digunakan untuk mengatur perilaku manusia tersebut disebut dengan norma. Kode etik ini terdiri dari empat bagian : prinsip-prinsip. rekan praktisi. dan kaidah etika. Perilaku beretika itu harus djalankan oleh setiap individu dalam semua aspek kehidupan supaya tercipta kehidupan sosisal yang nyaman dan harmonis. norma kesopanan. Peraturan kode etik lainnya juga dirancang untuk mempertahankan kepercayaan publik atas profesi tersebut.Pendahuluan Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan adanya aturan-aturan yang mengatur perilaku mereka dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat. peraturan etika. Dalam kaitannya dengan profesi akuntan publik. semuanya memilki peraturanperaturan atau etika untuk mengatur hubungan mereka dengan masyarakat pengguna jasanya. Begitu pula dengan bidang profesi atau pekerjaan yang ada. klien. Selain itu kita juga mengenal istilah etika. interpretasi atas peratura etika. Norma-norma yang berkembang di masyarakat diantaranya yaitu norma agama. dan norma kesusilaan. dsb. Page | 27 . norma hukum.

Dalam hal etika. maka contoh kasus hipotesis yang diajukan sebagai berikut: 2. tangung jawab.Etika Profesi Setiap profesi yang memberikan pelayanan jasa pada masyarakat harus memiliki kode etik. sebuah profesi harus memiliki komitmen moral yang tinggi yang dituangkan dalam bentuk aturan khusus. Tanpa etika. AGUS SUDRAJAT S4309040 2.M. Agoes (2004) menunjukkan kode etik IAPI dan aturan etika Kompartemen Akuntan Publik. profesi akuntan tidak akan ada karena fungsi akuntan adalah sebagai penyedia informasi untuk proses pembuatan keputusan bisnis oleh para pelaku bisnis. Semakin tinggi akuntan publik menaati kode etik maka semakin baik pula pertimbangan tingkat materialitas. Etika profesi yang dimaksud pada penulisan ini adalah Kode Etik Akuntan Indonesia. antara akuntan publik dengan rekan sejawatnya dan antara profesi dengan masyarakat. yang merupakan seperangkat prinsip–prinsip moral yang mengatur tentang perilaku profesional (Agoes 2004). kecakapan profesional. pelaksanaan kode etik.1 Pengertian Etika 1. penafsiran dan penyempurnaan kode etik. yaitu norma perilaku yang mengatur hubungan antara akuntan publik dengan kliennya. standar profesi akuntan publik (SPAP) dan standar pengendalian mutu auditing merupakan acuan yang baik untuk mutu auditing. Etika profesi terdiri dari lima dimensi yaitu kepribadian. Etika profesi merupakan karakteristik suatu profesi yang membedakan suatu profesi dengan profesi lain. yang biasa disebut sebagai kode etik. yang berfungsi untuk mengatur tingkah laku para anggotanya (Murtanto dan Marini 2003). Kode etik harus dipenuhi dan ditaati oleh setiap profesi yang memberikan jasa pelayanan kepada masyarakat dan merupakan alat kepercayaan bagi masyarakat luas. Aturan ini merupakan aturan main dalam menjalankan atau mengemban profesi tersebut. Indonesia (1995) Etika adalah Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat Page | 28 . Menurut Kamus Besar Bhs. Berdasarkan uraian tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setiap profesional wajib mentaati etika profesinya terkait dengan pelayanan yang diberikan apabila menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Orientasi etis ini diperlukan dalam mengabil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme 2. Perilaku Dari Komunitas 2. dipahami sebagai kesalahan yangdapat ‘dimaafkan’ 2. Lingkungan Yang Tidak Etis 5. merugikan hak pihak lain. Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk. Sanksi Sosial Skala relatif kecil.2 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pelanggaran Etika : 1.1. tentang hak dan kewajiban moral 3. Etika berasal dari bahasa Yunani ‘ethos’ yang berarti adat istiadat/ kebiasaan yang baik Perkembangan etika yaitu Studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan.1. Kebutuhan Individu 2. Menurut Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia. Tidak Ada Pedoman 3. baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi” Dari asal usul kata. Perilaku dan Kebiasaan Individu Yang Terakumulasi dan Tak Dikoreksi 4.M. Etika ingin menampilkanketrampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis.3 Sanksi Pelanggaran Etika : 1. yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya 2. 2. Page | 29 . Sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan pelbagai moralitas yang membingungkan. AGUS SUDRAJAT S4309040 2. 3. Sanksi Hukum Skala besar. menurut ruang dan waktu yang berbeda.1.1 Fungsi Etika 1.

perdagangan dunia yang lebih bebas dimasa mendatang justru mempromosikan kompetisi yang juga lebih bebas. Kompetisi inilah yang harus memanas belakangan ini.  Etika sosial dibagi menjadi: o Sikap terhadap sesama. Banyak yang mengatakan kompetisi lambang ketamakan. Etika selalu dikaitkan dengan moral serta harus dipahami perbedaan antara etika dengan moralitas. o Etika keluarga o Etika profesi misalnya etika untuk pustakawan. sikap.2 Perilaku Etika dalam Bisnis Etika dan integritas merupakan suatu keinginan yang murni dalam membantu orang lain. Etika umum yang berisi prinsip serta moral dasar 2. AGUS SUDRAJAT S4309040 2. Kejujuran yang ekstrim. membayangkan eksportir kita yang ditantang untuk terjun ke arena baru yaitu pasar bebas dimasa mendatang. kemampuan untuk mengakui kesalahan dan belajar dari kegagalan. Kata itu mengisyaratkan sebuah konsep bahwa mereka yang berhasil adalah yang mahir menghancurkan musuh-musuhnya. Kemampuan berkompetisi seharusnya sama sekali tidak ditentukan oleh ukuran besar kecilnya sebuah perusahaan. Padahal.1. Page | 30 .  Etika khusus ini masih dibagi lagi menjadi etika individual dan etika sosial. kewajiban dsb. kemampuan untuk mengenalisis batas-batas kompetisi seseorang. 2.M. Etika khusus atau etika terapan yang berlaku khusus. dokumentalis. arsiparis. Inilah yang sering dikonsepkan berbeda oleh penguasa kita. Lewat ilmu kompetisi kita dapat merenungkan. pialang informasi o Etika politik o Etika lingkungan hidupserta o Kritik ideologi Etika adalah filsafat atau pemikiran kritis rasional tentang ajaran moral sedangka moral adalah ajaran baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan.4 Jenis-jenis Etika 1.

menerapkan konsep pembangunan tanggung jawab sosial. mempertahankan jati diri. dan Komisi) mampu mengatakan yang benar itu benar. menciptakan persaingan yang sehat. memaksa orang untuk menghalalkan segala cara mengindahkan ada pihak yang dirugikan atau tidak. sudah saatnya dunia bisnis kita mampu menciptakan kegiatan bisnis yang bermoral dan beretika.M. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis. menghindari sikap 5K (Katabelece. Dengan kondisi seperti ini. serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya. Dalam menciptakan etika bisnis. kita yakin jurang itu dapat dikurangi. menciptakan persaingan yang sehat. yang terlihat perjalanan yang seiring dan saling membutuhkan antara golongan menengah kebawah dan pengusaha golongan atas. pelaku bisnis kita jelas akan semakin berpacu dengan waktu serta negara-negara lainnya agar terwujud suatu tatanan perekonomian yang saling menguntungkan. Namun perlu kita pertanyakan apakah yang diharapkan oleh pemimpin APEC tersebut dapat terwujud manakala masih ada bisnis kita khususnya dan internasional umumnya dihinggapi kehendak saling "menindas" agar memperoleh tingkat keuntungan yang berlipat ganda. mempertahankan jati diri. Koneksi. serta kita optimis salah satu kendala dalam menghadapi era globalisasi pada tahun 2000 an dapat diatasi. Kongkalikong. Hal ini jelas membuat semua kegiatan saling berpacu satu sama lain untuk mendapatkan kesempatan (opportunity) dan keuntungan (profit). ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain yaitu pengendalian diri. Kolusi. dll. AGUS SUDRAJAT S4309040 Jika kita ingin mencapai target ditahun 2000. Inilah yang merupakan tantangan bagi etika bisnis kita. pengembangan tanggung jawab sosial. Kadang kala untuk mendapatkan kesempatan dan keuntungan tadi. Page | 31 . Moral Dalam Dunia Bisnis Sejalan dengan berakhirnya pertemuan para pemimpin APEC di Osaka Jepang dan dengan diperjelasnya istilah untuk menjadikan Asia Pasifik ditahun 2000 menjadi daerah perdagangan yang bebas sehingga baik kita batas dunia akan semakin "kabur" (borderless) world. a. menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan.

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

Jika kita ingin mencapai target pada tahun 2000 an, ada saatnya dunia bisnis kita mampu menciptakan kegiatan bisnis yang bermoral dan beretika, yang terlihat perjalanan yang seiring dan saling membutuhkan antara golongan menengah kebawah dan pengusaha golongan keatas. Apakah hal ini dapat diwujudkan ? Berbicara tentang moral sangat erat kaitannya dengan pembicaraan agama dan budaya, artinya kaidah-kaidah dari moral pelaku bisnis sangat dipengaruhi oleh ajaran serta budaya yang dimiliki oleh pelaku-pelaku bisnis sendiri. Setiap agama mengajarkan pada umatnya untuk memiliki moral yang terpuji, apakah itu dalam kegiatan mendapatkan keuntungan dalam ber-"bisnis". Jadi, moral sudah jelas merupakan suatu yang terpuji dan pasti memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak. Umpamanya, dalam melakukan transaksi, jika dilakukan dengan jujur dan konsekwen, jelas kedua belah pihak akan merasa puas dan memperoleh kepercayaan satu sama lain, yang pada akhirnya akan terjalin kerja sama yang erat saling menguntungkan. Moral dan bisnis perlu terus ada agar terdapat dunia bisnis yang benar-benar menjamin tingkat kepuasan, baik pada konsumen maupun produsen. Kenapa hal perlu ini dibicarakan? Isu yang mencuat adalah semakin pesatnya perkembangan informasi tanpa diimbangi dengan dunia bisnis yang ber "moral", dunia ini akan menjadi suatu rimba modern yang di kuat menindas yang lemah sehingga apa yang diamanatkan UUD 1945, Pasal 33 dan GBHN untuk menciptakan keadilan dan pemerataan tidak akan pernah terwujud. Moral lahir dari orang yang memiliki dan mengetahui ajaran agama dan budaya. Agama telah mengatur seseorang dalam melakukan hubungan dengan orang sehingga dapat dinyatakan bahwa orang yang mendasarkan bisnisnya pada agama akan memiliki moral yang terpuji dalam melakukan bisnis. Berdasarkan ini sebenarnya moral dalam berbisnis tidak akan bisa ditentukan dalam bentuk suatu peraturan (rule) yang ditetapkan oleh pihak-pihak tertentu. Moral harus tumbuh dari diri seseorang dengan pengetahuan ajaran agama yang dianut budaya dan dimiliki harus mampu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. b. Etika Dalam Dunia Bisnis

Page | 32

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

Apabila moral merupakan sesuatu yang mendorong orang untuk melakukan kebaikan etika bertindak sebagai rambu-rambu (sign) yang merupakan kesepakatan secara rela dari semua anggota suatu kelompok. Dunia bisnis yang bermoral akan mampu mengembangkan etika (patokan/rambu-rambu) yang menjamin kegiatan bisnis yang seimbang, selaras, dan serasi. Etika sebagai rambu-rambu dalam suatu kelompok masyarakat akan dapat membimbing dan mengingatkan anggotanya kepada suatu tindakan yang terpuji (good conduct) yang harus selalu dipatuhi dan dilaksanakan. Etika di dalam bisnis sudah tentu harus disepakati oleh orang-orang yang berada dalam kelompok bisnis serta kelompok yang terkait lainnya. Mengapa ? Dunia bisnis, yang tidak ada menyangkut hubungan antara pengusaha dengan pengusaha, tetapi mempunyai kaitan secara nasional bahkan internasional. Tentu dalam hal ini, untuk mewujudkan etika dalam berbisnis perlu pembicaraan yang transparan antara semua pihak, baik pengusaha, pemerintah, masyarakat maupun bangsa lain agar jangan hanya satu pihak saja yang menjalankan etika sementara pihak lain berpijak kepada apa yang mereka inginkan. Artinya kalau ada pihak terkait yang tidak mengetahui dan menyetujui adanya etika moral dan etika, jelas apa yang disepakati oleh kalangan bisnis tadi tidak akan pernah bisa diwujudkan. Jadi, jelas untuk menghasilkan suatu etika didalam berbisnis yang menjamin adanya kepedulian antara satu pihak dan pihak lain tidak perlu pembicaraan yang bersifat global yang mengarah kepada suatu aturan yang tidak merugikan siapapun dalam perekonomian. Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain ialah 1. Pengendalian diri Artinya, pelaku-pelaku bisnis dan pihak yang terkait mampu mengendalikan diri mereka masing-masing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. Disamping itu, pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang dan menekan pihak lain dan menggunakan keuntungan dengan jalan main curang dan menakan pihak lain dan menggunakan keuntungan tersebut walaupun keuntungan itu merupakan hak bagi pelaku bisnis,

Page | 33

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

tetapi penggunaannya juga harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya. Inilah etika bisnis yang "etis". 2. Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility) Pelaku bisnis disini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk "uang" dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan lebih kompleks lagi. Artinya sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Jadi, dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya. 3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi Bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan teknologi, tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi. 4. Menciptakan persaingan yang sehat Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas, tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah, dan sebaliknya, harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah kebawah, sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya. Untuk itu dalam menciptakan persaingan perlu ada kekuatan-kekuatan yang seimbang dalam dunia bisnis tersebut. 5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan" Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang, tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan dimasa mendatang. Berdasarkan ini jelas pelaku bisnis dituntut tidak meng-"ekspoitasi" lingkungan dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan lingkungan
Page | 34

Mengapa? Seandainya semua ketika bisnis telah disepakati. 6. AGUS SUDRAJAT S4309040 dan keadaan dimasa datang walaupun saat sekarang merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar. Mampu menyatakan yang benar itu benar Artinya. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah Untuk menciptakan kondisi bisnis yang "kondusif" harus ada saling percaya (trust) antara golongan pengusaha kuat dengan golongan pengusaha lemah agar pengusaha lemah mampu berkembang bersama dengan pengusaha lainnya yang sudah besar dan mapan. saat sekarang sudah waktunya memberikan kesempatan kepada pihak menengah untuk berkembang dan berkiprah dalam dunia bisnis. Kongkalikong. manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara. Koneksi. kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit (sebagai contoh) karena persyaratan tidak bisa dipenuhi. baik pengusaha sendiri maupun pihak yang lain mencoba untuk melakukan "kecurangan" demi kepentingan pribadi. kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi.M. Yang selama ini kepercayaan itu hanya ada antara pihak golongan kuat. Page | 35 . jelas semua konsep etika bisnis itu akan "gugur" satu semi satu. jangan menggunakan "katabelece" dari "koneksi" serta melakukan "kongkalikong" dengan data yang salah. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut. Kolusi dan Komisi) Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini. 7. Menghindari sifat 5K (Katabelece. 8. sementara ada "oknum". Juga jangan memaksa diri untuk mengadakan “kolusi" serta memberikan "komisi" kepada pihak yang terkait. 9.

seperti "proteksi" terhadap pengusaha lemah. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati Jika etika ini telah memiliki oleh semua pihak. yaitu jasa assurance.3 Perilaku Etika dalam Profesi Akuntansi Timbul dan berkembangnya profesi akuntan publik di suatu negara adalah sejalan dengan berkembangnya perusahaan dan berbagai bentuk badan hukum perusahaan di negara tersebut. Jasa atestasi terdiri dari audit. Profesi akuntan publik menghasilkan berbagai jasa bagi masyarakat. pertimbangan orang yang independen dan kompeten tentang Page | 36 . kita yakin jurang itu akan dapat diatasi. Jasa assurance adalah jasa profesional independen yang meningkatkan mutu informasi bagi pengambil keputusan. Kebutuhan tenaga dunia bisnis yang bermoral dan beretika saat sekarang ini sudah dirasakan dan sangat diharapkan semua pihak apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan globalisasi dimuka bumi ini. namun mulai memerlukan modal dari kreditur. AGUS SUDRAJAT S4309040 10.M. jelas semua memberikan suatu ketentraman dan kenyamanan dalam berbisnis. jasa akuntan publik mulai diperlukan dan berkembang. Jasa atestasi adalah suatu pernyataan pendapat. jasa atestasi. pemeriksaan (examination). Dari profesi akuntan publik inilah masyarakat kreditur dan investor mengharapkan penilaian yang bebas tidak memihak terhadap informasi yang disajikan dalam laporan keuangan oleh manajemen perusahaan. Jika perusahaan-perusahaan di suatu negara berkembang sedemikian rupa sehingga tidak hanya memerlukan modal dari pemiliknya. 2. review. dan jasa nonassurance. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan Hal ini untuk menjamin kepastian hukum dari etika bisnis tersebut. serta optimis salah satu kendala dalam menghadapi tahun 2000 dapat diatasi. 11. dan prosedur yang disepakati (agreed upon procedure). dan jika timbul berbagai perusahaan berbentuk badan hukum perseroan terbatas yang modalnya berasal dari masyarakat.

atau bentuk lain keyakinan. Dari beberapa contoh kasus tersebut di atas. Saunders dan Tehranian. jasa perpajakan. Corporate governance juga memberikan suatu struktur yang memfasilitasi penentuan sasaran -sasaran dari suatu perusahaan. serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan. seperti PT. Kimia Farma Tbk juga melibatkan pelaporan keuangan (financial reporting) yang berawal dari terdeteksi adanya manipulasi (Gideon. dewan komisaris. keyakinan negatif. Selain itu. Corporate governanace merupakan salah satu elemen kunci dalam meningkatkan efesiensi ekonomis. Lippo Tbk dan PT. Ditinjau dari sudut auditor independen. yang meliputi serangkaian hubungan anta ra manajemen perusahaan. maka sangat relevan bila ditarik suatu pertanyaan tentang bagaimana efektivitas penerapan corporate governance. Jasa nonassurance adalah jasa yang dihasilkan oleh akuntan publik yang di dalamnya ia tidak memberikan suatu pendapat. antara lain Enron. Secara umum auditing adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan tentang kejadian ekonomi. dan sebagai sarana untuk menentukan teknik monit oring kinerja (Deni. auditing adalah pemeriksaan secara objektif atas laporan keuangan suatu perusahaan atau organisasi yang lain dengan. sehingga masyarakat keuangan memperoleh informasi keuangan yang andal sebagai dasar untuk memutuskan alokasi sumber-sumber ekonomi. 2006). Marcuss. Contoh jasa nonassurance yang dihasilkan oleh profesi akuntan publik adalah jasa kompilasi. Merck. tujuan untuk menentukan apakah laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar keadaan keuangan dan hasil usaha perusahaan atau organisasi tersebut. AGUS SUDRAJAT S4309040 apakah asersi suatu entitas sesuai dalam semua hal yang material. para pemegang saham dan stakeholders lainnya. Profesi akuntan publik bertanggung jawab untuk menaikkan tingkat keandalan laporan keuangan perusahaan-perusahaan. 2005). Tindakan earnings management telah menimbulkan beberapa kasus skandal pelaporan akuntansi dalam dunia bisnis. ringkasan temuan. Khomsiyah dan Rika. di Indonesia juga terjadi hal serupa. Page | 37 . World Com dan mayoritas perusahaan lain di Amerika Serikat (Cornett. jasa konsultasi. dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan. dengan kriteria yang telah ditetapkan. 2004).M.

Paragraf pendapat digunakan oleh auditor untuk menyatakan pendapatnya atas kewajaran laporan keuangan auditan. sehingga motivasi manajer untuk mengatur laba menjadi berku rang. Ketiga. Moh’d et al. (1998) dalam Pratana dan Mas’ud (2003) menyatakan bahwa investor institusional merupakan pihak yang dapat memonitor agen dengan kepemilikannya yang besar. makna setiap kalimat yang tercantum dalam laporan audit baku dapat digunakan untuk mengenal secara umum profesi akuntan publik. dan paragraf pendapat berisi pernyataan ringkas mengenai pendapat auditor tentang kewajaran laporan keuangan auditan. dengan memperbesar kepemilikan saham perusahaan oleh manajemen (managerial ownership) (Jensen dan Meckling. berdasarkan kriteria prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia dan konsistensi penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam tahun yang diaudit dibanding dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut Page | 38 . paragraf lingkup. Paragraf pengantar berisi objek yang diaudit oleh auditor dan penjelasan tanggung jawab manajemen dan tanggung jawab auditor. Laporan Audit Laporan audit merupakan alat yang digunakan oleh auditor untuk mengkomunikasikan hasil auditnya kepada masyarakat. kepemilikan saham oleh investor institusional. AGUS SUDRAJAT S4309040 Perilaku manipulasi oleh manajer yang berawal dari konflik kepentingan tersebut dapat diminimumkan melalui suatu mekanisme monitoring yang bertujuan untuk menyelaraskan (alignment) berbagai kepenti ngan tersebut. dan paragraf pendapat. Laporan audit baku terdiri dari tiga paragraf. yaitu paragraf pengantar. 1976). Oleh karena itu. Dechow et al. (1996) dan Beasly (1996) menemukan hubungan yang signifikan antara peran dewan komisaris denga n pelaporan keuangan. sehingga kepentingan pemilik atau pemegang saham akan dapat disejajarkan dengan kepentingan manajer. Selain itu juga ditemukan bahwa ukuran dan independensi dewan komisaris mempengaruhi kemampuan mereka dalam memonitor proses pelaporan keuangan.M. Paragraf lingkup berisi pernyataan ringkas mengenai lingkup audit yang dilaksanakan oleh auditor. Pertama. melalui peran monitoring oleh dewan komisaris (board of directors) serta memaksimalkan fungsi komite audit yang ada dalam perusahaan. Kedua.

Ada empat kemungkinan pernyataan pendapat auditor. auditor pemerintah. Tipe Audit dan Auditor Ada tiga tipe auditing. serta menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh berbagai bagian organisasi.M. Ada tiga tipe auditor menurut lingkungan pekerjaan auditing. Standar umum mengatur persyaratan pribadi auditor. Auditor pemerintah adalah auditor profesional yang bekerja di instansi pemerintah yang tugas pokoknya melakukan audit atas pertanggungjawaban keuangan yang disajikan oleh unit-unit organisasi dalam pemerintahan atau pertanggungjawaban keuangan yang ditujukan kepada pemerintah. Auditor independen adalah auditor profesional yang menjual jasanya kepada masyarakat umum. yaitu audit laporan keuangan. AGUS SUDRAJAT S4309040 dalam tahun sebelumnya. terutama dalam bidang audit atas laporan keuangan yang disajikan oleh kliennya. yaitu auditor independen. menentukan efisiensi dan efektivitas prosedur kegiatan organisasi. yaitu: 1. Auditor intern adalah auditor yang bekerja dalam perusahaan (perusahaan negara maupun perusahaan swasta) yang tugas pokoknya adalah menentukan apakah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen puncak telah dipatuhi. Ada tiga tipe auditing. Kelompok standar ini mengatur keahlian dan pelatihan teknis yang harus dipenuhi agar seseorang memenuhi syarat untuk melakukan auditing. 4. dan keharusan auditor menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama. auditor menyatakan tidak memberikan pendapat (disclaimer of opinion atau no opinion). yaitu audit laporan keuangan. 2. 3. dan audit operasional. Audit laporan keuangan adalah audit yang dilakukan oleh auditor Page | 39 . dan auditor intern. audit kepatuhan. auditor menyatakan pendapat wajar dengan pengecualian (qualified opinion. auditor menyatakan pendapat tidak wajar (adverse opinion). auditor menyatakan pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion). menentukan baik atau tidaknya penjagaan terhadap kekayaan organisasi. audit kepatuhan. dan audit operasional. sikap mental independen yang harus dipertahankan oleh auditor dalam segala hal yang bersangkutan dengan pelaksanaan perikatannya.

Dalam konggresnya tahun 1973. (3) membuat rekomendasi untuk perbaikan atau tindakan lebih lanjut Ada tiga tipe auditor menurut lingkungan pekerjaan auditing. 2. (1) mengevaluasi kinerja. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk pertama kalinya menetapkan kode etik bagi profesi akuntan Indonesia. Audit operasional merupakan review secara sistematik atas kegiatan organisasi. menentukan baik atau tidaknya penjagaan terhadap kekayaan organisasi. Auditor intern adalah auditor yang bekerja dalam perusahaan (perusahaan negara maupun perusahaan swasta). Auditor independen adalah auditor profesional yang menyediakan jasanya kepada masyarakat umum. AGUS SUDRAJAT S4309040 independen terhadap laporan keuangan yang disajikan oleh kliennya untuk menyatakan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut. atau bagian daripadanya. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik bersumber dari Prinsip Etika yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.M. Audit kepatuhan adalah audit yang tujuannya untuk menentukan kepatuhan entitas yang diaudit terhadap kondisi atau peraturan tertentu.4 Etika Profesional Profesi Akuntan Publik Setiap profesi yang menyediakan jasanya kepada masyarakat memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya. menentukan efisiensi dan efektivitas prosedur kegiatan organisasi. dan menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh berbagai bagian organisasi. dan auditor intern. yang tugas pokoknya melakukan audit atas pertanggungjawaban keuangan yang disajikan oleh unit-unit organisasi dalam pemerintahan atau pertanggungjawaban keuangan yang ditujukan kepada pemerintah. dengan tujuan untuk. jika profesi tersebut menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan profesional yang dilakukan oleh anggota profesinya. yang tugas pokoknya adalah menentukan apakah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen puncak telah dipatuhi. auditor pemerintah. yaitu auditor independen. Auditor pemerintah adalah auditor profesional yang bekerja di instansi pemerintah. kemudian disempurnakan dalam konggres IAI tahun Page | 40 . Kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa akuntan publik akan menjadi lebih tinggi. (2) mengidentifikasi kesempatan untuk peningkatan. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik merupakan etika profesional bagi akuntan yang berpraktik sebagai akuntan publik Indonesia. terutama dalam bidang audit atas laporan keuangan yang disajikan oleh kliennya.

AGUS SUDRAJAT S4309040 1981.5 Aturan Etika Profesi Akuntansi IAI Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dimaksudkan sebagai panduan dan aturan bagi seluruh anggota. Auditor independen adalah akuntan publik yang melaksanakan penugasan audit atas laporan keuangan historis yang menyediakan jasa audit atas dasar standar auditing yang tercantum dalam Standar Profesional Akuntan Publik. Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi Aturan Etika. • Profesionalisme. 2. dan terakhir tahun 1998. dan (3) Interpretasi Aturan Etika. atestasi. Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi.M. Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari akuntan diberikan dengan standar kinerja tertinggi. yang menyediakan berbagai jenis jasa yang diatur dalam Standar Profesional Akuntan Publik. mencapai tingkat kinerja tertinggi. dan jasa konsultansi. • Kepercayaan. . akuntansi dan review. Untuk mencapai tujuan terse but terdapat empat kebutuhan dasar yang harus dipenuhi: Kredibilitas. Etika profesional yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dalam kongresnya tahun 1998 diberi nama Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia. • Kualitas Jasa.1994. Diperlukan individu yang dengan jelas dapat diidentifikasikan oleh pemakai jasa Akuntan sebagai profesional di bidang akuntansi. yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional Page | 41 . Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa terdapat kerangka etika profesional yang melandasi pemberian jasa oleh akuntan. 1986. yaitu auditing. Masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan sistem informasi. baik yang berpraktik sebagai akuntan publik. pada instansi pemerintah. dengan orientasi kepada kepentingan publik. Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian: (1) Prinsip Etika. Akuntan publik adalah akuntan yang berpraktik dalam kantor akuntan publik. maupun di lingkungan dunia pendidikan dalam pemenuhan tanggung-jawab profesionalnya. (2) Aturan Etika. bekerja di lingkungan dunia usaha. Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dijabarkan ke dalam Etika Kompartemen Akuntan Publik untuk mengatur perilaku akuntan yang menjadi anggota IAI yang berpraktik dalam profesi akuntan publik.

Di samping itu. kepatuhan anggota juga ditentukan oleh adanya pemaksaan oleh sesama anggota dan oleh opini publik. Pernyataan Etika Profesi yang berlaku saat ini dapat dipakai sebagai Interpretasi dan atau Aturan Etika sampai dikeluarkannya aturan dan interpretasi baru untuk menggantikannya. HA: Etika profesi berpengaruh secara positif terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam proses audit laporan keuangan. Kepatuhan Kepatuhan terhadap Kode Etik.002 Tolerance : 0. sedangkan Aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota Himpunan yang bersangkutan. dan pihak-pihak berkepentingan lainnya.205 p-value : 0. tergantung terutama sekali pada pemahaman dan tindakan sukarela anggota. AGUS SUDRAJAT S4309040 oleh anggota.M. sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika. tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya. Prinsip Etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota.896 Page | 42 . Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota. dan pada akhirnya oleh adanya mekanisme pemrosesan pelanggaran Kode Etik oleh organisasi. apabila diperlukan.528 VIF : 1. seperti juga dengan semua standar dalam masyarakat terbuka.233 t : 3. Jika perlu. terhadap anggota yang tidak menaatinya. anggota juga harus memperhatikan standar etik yang ditetapkan oleh badan pemerintahan yang mengatur bisnis klien atau menggunakan laporannya untuk mengevaluasi kepatuhan klien terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Diketahui : Variabel : Etika profesi B : 0.

Semakin tinggi ketaatan akuntan publik akan kode etik semakin baik pula pertimbangan tingkat materialitasnya dalam melaksanakan audit laporan keuangan. menjalankan PSPM04-2008 tentang Pernyataan Beragam (Omnibus Statement) Standar Pengendalian Mutu (SPM) 2008 yang telah ditetapkan oleh Dewan Standar Profesional Akuntan Publik (DSPAP) Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Pembocoran rahasia data / informasi klien kepada pihak ketiga secara sepihak merupakan tindakan tercela. ketidakjujuran dan kelalaian serta menggunakan kemahiran jabatannya (due professional care) dalam menjalankan tugas profesinya.01 (p=0. Ketiga. AGUS SUDRAJAT S4309040 Hasil pengujian hipotesis HA terlihat pada koefisien etika profesi yang bernilai positif (0. mempunyai staf / tenaga auditor yang profesional dan memiliki pengalaman yang cukup. bebas dari kecurangan (fraud).233) dan signifikan pada p-value dibawah 0. Hasil pengujian hipotesis HA menunjukkan bahwa etika profesi berpengaruh secara positif terhadap pertimbangan tingkat materialitas. Para auditor tersebut harus mengikuti Pendidikan Profesi berkelanjutan (Continuing Profesion education) sebagai upaya untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang audit dan proses bisnis (business process).002) seperti yang terlihat pada keterangan di atas sehingga hipotesis HA terbukti. Kedua.M. KKA tersebut merupakan perwujudan dari langkah-langkah audit yang telah Page | 43 . Keempat. memiliki Kertas Kerja Audit (KKA) dan mendokumentasikannya dengan baik. Hal ini menjadi penting. Dalam rangka peningkatan kapabilitas auditor. organisasi profesi mensyaratkan pencapaian poin (SKP) tertentu dalam kurun / periode waktu tertentu. karena auditor harus senantiasa mengikuti perkembangan bisnis dan profesi audit secara terus menerus. Pertama. menjaga kerahasiaan informasi / data yang diperoleh dan tidak dibenarkan memberikan informasi rahasia tersebut kepada yang tidak berhak. Terbuktinya hipotesis HA konsisten dengan hasil penelitian Agoes (2004) yang memberikan bukti empiris bahwa semakin tinggi akuntan publik metaati kode etik semakin baik pula pertimbangan tingkat materialitasnya. terutama SPM Seksi 100 tentang Sistem Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik (SPM-KAP). Kewajiban dan Larangan Akuntan Publik ♥ Kewajiban Terdapat 5 (lima) kewajiban Akuntan Publik dan KAP yaitu. 3. Kelima.

Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kolusi antara Akuntan Publik dengan klien yang merugikan pihak lain. AGUS SUDRAJAT S4309040 dilakukan oleh auditor dan sekaligus berfungsi sebagai pendukung (supporting) dari temuan-temuan audit (audit evidence) dan opini laporan audit (audit report). Tindakan Melawan Hukum Setiap pihak yang menderita kerugian sebagai akibat dari pelanggaran Akuntan Publik dan KAP dalam memberikan jasanya. keuangan dan manajemen. KAP harus menjauhi 4 (empat) larangan. Dan keempat. atau badan hukum lainnya. dan atau dokumen palsu atau yang dipalsukan untuk Page | 44 . Akuntan Publik dan KAP juga dapat dituntut dalam pelanggaran pidana yaitu. pimpinan atau pegawai pada instansi pemerintah.M. Ketiga. mempekerjakan atau menggunakan jasa Pihak Terasosiasi yang menolak atau tidak bersedia memberikan keterangan yang diperlukan dalam rangka pemeriksaan terhadap Akuntan Publik dan KAP. Kedua. apabila Akuntan Publik tidak dapat bertindak independen terhadap pemberi penugasan (klien). Pertama. memberikan jasa audit umum (general audit) atas laporan keuangan untuk klien yang sama berturut-turut untuk kurun waktu lebih dari 5 (lima) tahun. Akuntan Publik juga dilarang merangkap jabatan yang tidak diperbolehkan oleh ketentuan perundang-undangan / organisasi profesi seperti sebagai pejabat negara. kecuali yang diperbolehkan seperti jabatan sebagai dosen perguruan tinggi yang tidak menduduki jabatan struktural dan atau komisaris atau komite yang bertanggung jawab kepada komisaris atau pimpinan usaha konsultansi manajemen. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau swasta. Selain perdata. KKA sewaktu-waktu juga diperlukan dalam pembuktian suatu kasus di sidang pengadilan. Ketiga. Pertama. memberikan jasa yang tidak berkaitan dengan akuntansi. ♥ Larangan Akuntan Publik dilarang melakukan 3 (tiga) hal. dapat menuntut ganti rugi secara perdata kepada Akuntan Publik maupun KAP. apabila KAP tidak dapat bertindak independen. Sedangkan. pertama memberikan pernyataan yang tidak benar. Kedua. dilarang memberikan jasa audit umum atas laporan keuangan (general audit) untuk klien yang sama berturutturut untuk kurun waktu lebih dari 3 tahun. maka dilarang untuk memberikan jasa. memberikan jasa kepada suatu pihak.

klien. dan konsultasi sesuai dengan kompetensi Akuntan Publik dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. AGUS SUDRAJAT S4309040 mendapatkan dan atau memperbarui izin akuntan publik. keuangan. Selain itu. ketidakjujuran. Kedua. yang bersangkutan juga dilarang memberikan jasa audit lainnya serta jasa yang berkaitan dengan akuntansi. ataupun pihak lain atau mengakibatkan kerugian pihak lain. atau kelalaian dalam memberikan jasanya baik untuk kepentingan/ keuntungan Akuntan Publik. 2003). 1995). Selama masa pembekuan izin. melakukan kecurangan (fraud). klien. Apabila Akuntan Publik atau KAP melanggar Standar Auditing (SA) dan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) dalam audit terhadap Laporan Keuangan suatu perusahaan (klien). Ketiga. ataupun pihak lain. Informasi tidak sempurna mengenai kualitas manajemen dan nilai ekonomi perusahaan menghasilkan risiko keagenan lebih besar yang dibebankan pada pemegang saham. maka Pemerintah dapat mencabut izin praktik KAP tersebut melalui Keputusan Menteri Keuangan. kompilasi. atau mengakibatkan kerugian pihak lain. Berdasarkan dimensi teoritis-akademis CG muncul dari konsep awal adanya pemisahan antara financial provider (pemegang saham) dan manajemen. KAP tersebut dilarang memberikan jasa akuntan. perpajakan. yang meliputi jasa atestasi yang termasuk audit umum atas laporan keuangan. manajemen.M. Asimetri informasi juga menciptakan masalah adverse selection ketika investor tidak dapat melihat nilai ekonomi perusahaan yang benar. Konsep ini melahirkan teori keagenan seperti yang dikemukakan oleh Jensen and Meckling (1976). Page | 45 . CORPORATE GOVERNANCE Hakikat corporate governance dapat ditelusuri melalui dua sisi. yaitu dimensi teoritis-akademis dan praktik-historis (Tim BPKP. jasa pemeriksaan atas laporan keuangan prospektif dan jasa pemeriksaan atas pelaporan informasi keuangan proforma. Masalah keagenan timbul karena perbedaan kepentingan dan asimetri informasi antara pemegang saham dan manajemen serta pihak-pihak lain yang berkepentingan. serta ketidakmampuan menulis kontrak yang lengkap untuk seluruh agen/kelompok (Hart. menghancurkan dan atau menghilangkan kertas kerja dan atau dokumen lain yang berkaitan dengan pemberian jasanya untuk kepentingan/keuntungan KAP. Asimetri informasi menciptakan masalah bahaya moral (moral hazard) ketika manager mempunyai insentif untuk mengejar kepentingannya sendiri atas biaya pemegang saham.

Peristiwa tersebut adalah stock market crash pada tahun 1929 di Amerika Serikat. Intraksi kepentingan yang tertata dalam suatu perusahaan juga memerlukan niat. 1998). skandal Bank of Credit and Commerce International. mekanisme dan struktur yang dipakai untuk mengecek perilaku managerial yang selfserving/menguntungkan diri sendiri (John dan Senbet. 2004). 2004) dan menata hubungan antara semua pihak agar kepentingannya dapat terakomodasi secara seimbang. 2002). Pembuat peraturan menghadapi dua pilihan yaitu membuat prinsip atau peraturan corporate governance. integritas upaya yang sungguh-sungguh dan kemauan dari seluruh penyelenggara perusahaan Tujuan mengecek perilaku self-serving adalah untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. demokratisasi di berbagai negara dan krisis di Asia pada awal tahun 1997. krisis keuangan Saving & Loan. Analisis yang lebih mendalam perlu dilakukan untuk memilih berbagai alternatif tersebut agar penerapan corporate governance dapat mencapai tujuannya. berbagai peristiwa yang dialami dunia bisnis baik di luar negeri maupun di dalam negeri telah mendorong praktik corporate governance yang baik. Semua pilihan ada kelebihan dan kekurangannya. 2005). Sampel yang diambil sebanyak 24 perusahaan non lembaga yang masuk dalam daftar Corporate Page | 46 . memperbaiki kualitas informasi perusahaan (Asbahbaugh. pemerintah atau self-regulation seperti NYSE. Ada tiga tantangan fundamental yang saat ini dihadapi oleh pembuat peraturan publik (Coglianese dkk. AGUS SUDRAJAT S4309040 Investor rasional meminta premium karena menanggung risiko keagenan. Pertama adalah siapa yang seharusnya membuat peraturan. NASD atau BEJ.. Tantangan ketiga adalah bagaimana caranya agar prinsip atau peraturan tersebut dilaksanakan. membatasi perilaku opportunistic manager. Terminologi corporate governance muncul sebagai alat. (Tim BPKP. Apalagi di Indonesia terbukti penerapannya secara signifikan tidak mengurangi manipulasi laba yang dilakukan oleh menajemen (Sulistyanto dan Nugraheni. kepercayaan. yang secara efektif meningkatkan biaya modal perusahaan (Asbahbaugh. Keberhasilan dari praktik corporate governance perusahaan publik tidak terlepas dari adanya sebuah peraturan.M. jika alat tersebut menghambat perbaikan kinerja perusahaan. Tantangan kedua adalah bagaimana mengaturnya. 2004). Alat yang digunakan untuk mengurangi perilaku self-serving dan memperbaiki akuntabilitas tidak dapat efisisen. Berdasarkan dimensi praktis-historis.

komitekomite fungsional. Organisasi-organisasi tersebut antara lain Bank Dunia. integritas dan independensi (Swasembada. Kedua perspektif tersebut perlu dipertimbangkan ketika ada usaha untuk menciptakan struktur dan prosedur governance yang mengarah ke perbaikan kinerja. dewan direksi. Berdasarkan argumen yang dikembangkan oleh Keasey dan Wright (1993) corporate governance dipandang mempunyai dua dimensi besar. transparansi. tata kelola dewan komisaris. Sembilan dimensi corporate governance yang menjadi acuan penilaian yang dilakukan oleh IICG meliputi komitmen terhadap tata kelola perusahaan. dewan direksi insider dan outsider. Page | 47 . auditing. 2005).M. pasar untuk kontrol perusahaan dan lainnya. peran pihak berkepentingan lainnya. IICG mendefinisikan corporate governance sebagai proses dan struktur yang diterapkan dalam menjalankan perusahaan dengan tujuan utama meningkatkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders yang lain. Corporate governance yang efektif dapat meningkatkan probabilitas bahwa manager berinvestasi dalam proyek-proyek yang mempunyai net present value positif. eksekutif dengan gaji berbasis insentif . struktur. perlakuan terhadap pemegang saham. mekanisme dan proses governance yang memotivasi perilaku manajerial untuk meningkatkan kemakmuran bisnis dan perusahaan. Pertama monitoring terhadap kinerja manajemen dan meyakinkan akuntabilitas manajemen terhadap pemegang saham yang menekankan pertanggungjawaban dan dimensi akuntabilitas dari corporate governance. Malaysian High Level Committee on Corporate Governance. Kerangka corporate governance yang efektif harus melibatkan seperangkat aktivitas multi-faceted yang melibatkan investor institusional. AGUS SUDRAJAT S4309040 Governance Perception Index (CGPI) dan mempunyai laporan keuangan lengkap untuk periode 1999-2000 Corporate Governance dan Good Corporate Governance Selain OECD dan The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) beberapa organisasi baik nasional maupun internasional telah berusaha mengembangkan konsep corporate governance. board committees. Kedua. The Forum for corporate governance in Indonesia (FCGI) dan Tim Corporate Governance BPKP.

). (b) prinsip-prinsip pelaporan akuntansi dan keuangan. mekanisme dan struktur yang menyediakan kontrol dan akuntabilitas yang dapat meningkatkan economic enterprises dan kinerja perusahaan (Tim BPKP. GCG merupakan syarat bagi perusahaan untuk mendapatkan kepercayaan bagi investor di pasar modal. aturan main. Hal ini karena visi. struktur proses dan prinsip yang dimiliki. dan integritas laporan keuangan. Kantor akuntan publik independen. Manajemen bertanggung jawab atas (a) persiapan. misi dan strategi perusahaan dinyatakan secara jelas. dan fungsi-fungsi audit. audit laporan keuangan dan pengendalian internal. (c) pengendalian internal dan prosedur organisasi yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan serta hukum dan peraturan yang berlaku.M. Anggota Komite Audit tidak harus akuntan profesional atau auditor. risiko perusahaan dikelola dengan baik dan terdapat sistem pengendalian dan monitoring yang baik (PriceWaterhouse Coopers. Good corporate governance (GCG) merupakan praktek terbaik yang biasa dilakukan oleh suatu perusahaan yang berhasil yang mengacu pada bauran antara alat. nilai-nilai perusahaan serta kode etik disusun untuk memastikan adanya kepatuhan seluruh jajaran perusahaan. 2004). terdapat kebijakan untuk menghindari benturan kepentingan dan transaksi dengan pihak ketiga yang tidak tepat. yang ditunjuk untuk memeriksa organisasi. AGUS SUDRAJAT S4309040 Perusahaan yang better-governed mempunyai kinerja operasional yang lebih baik (Brown dan Caylor. dan fungsi para anggota tidaklah ditujukan untuk menduplikasi atau untuk mengesahkan Page | 48 . penyajian. bertanggung jawab untuk melakukan audit secara independen atas laporan keuangan konsolidasi berdasarkan standar auditing yang berlaku umum dan menyatakan pendapat atas laporan keuangan konsolidasi berdasarkan audit mereka. Praktek terbaik ini mencakup praktik bisnis. KOMITE AUDIT TUGAS KOMITE ADIT Komite Audit bertugas mewakili dan membantu Dewan Direksi untuk mengawasi proses pelaporan akuntansi dan keuangan. 2003) serta mendorong perusahaan melakukan penciptaan nilai yang diproksi dengan kinerja masa depan (Kelley dkk. 2000). Perusahaan dengan corporate governance yang baik akan dapat meningkatkan nilai perusahaan bagi pemegang saham.

termasuk penunjukan Ketua Komite dan para anggota Komite sebagai "ahli keuangan Komite Audit". Mayoritas anggota Komite Audit haruslah merupakan anggota Dewan. hasil diskusi dengan auditor. penggantian. AGUS SUDRAJAT S4309040 aktivitas manajemen dan auditor independen. sebagaimana diatur dalam piagam ini. Bertanggung jawab langsung atas penunjukan. bahkan Komite tidak ditujukan untuk menyatakan "independensi" auditor independen menurut peraturan yang berlaku. TANGGUNG JAWAB Komite Audit: 1. Penunjukan anggota Komite. berdasarkan tinjauan tersebut. melakukan penilaian atas independensi auditor tersebut. KEANGGOTAAN Komite Audit terdiri dari minimal dua Direktur yang ditetapkan oleh Dewan sesuai dengan ketentuan Organisasi mengenai independensi dan latar belakang finansial. dan memberikan nasihat dan arahan umum. Meninjau dan mendiskusikan pernyataan auditor independen mengenai segala hubungan antara auditor dan perwakilan atau hubungan lainnya yang mungkin dapat mempengaruhi independensi auditor. keuangan. kepada manajemen dan para auditor atas dasar informasi yang diterimanya. keduanya tanpa pemungutan suara.M. ditambah Ketua Dewan dan Direktur Eksekutif. dan. dan pengawasan atas pekerjaan auditor independen. bilamana perlu. akan dilakukan satu tahun sekali oleh Ketua Dewan. Page | 49 . dan akuntansi. 2. serta pengalaman anggota Komite masing-masing dalam hal bisnis. Menetapkan kebijakan dan prosedur untuk pemeriksaan dan memberikan persetujuan Komite atas semua jasa audit dan jasa non-audit yang diperbolehkan (termasuk biaa dan persyaratan yang terkait) yang dapat dilakukan oleh auditor independen. kompensasi. Komite Audit adalah perpanjangan tangan Dewan yang bertugas untuk mengawasi hubungan dengan auditor independen. 3. Auditor independen akan melpor langsung kepada Komite Audit.

Meninjau hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas komplians korporat Organisasi Page | 50 . dan perlakuan akuntansi yang disarankan oleh auditor independen. dan (b) hasil pelaksanaan audit tahunan dan surat manajemen yang berkaitan. Meninjau dan mendiskusikan dengan manajemen dan auditor independen (a) kecukupan dan efektivitas pengendalian internal Organisasi (termasuk semua kekurangan signifikan dan perubahan signifikan dalam pengendalian internal yang dilaporkan kepada Komite oleh auditor independen atau manajemen). dan (c) kecukupan dan efektivitas atas pengendalian dan prosedur pengungkapan Organisasi. 5. 11. dan (c) semua komunikasi tertulis material lainnya antara auditor independen dan manajemen. termasuk cabang-cabang jika menggunakan perlakuan alternatif tersebut. termasuk ruang lingkup audit. Meninjau informasi yang akan dilaporkan ke Internal Revenue Service (kantor pajak) melalui formulir isian pajak tahunan Form 990. 9. (b) prosedur-prosedur audit internal Organisasi. Meninjau dan mendiskusikan laporan auditor independen mengenai (a) semua kebijakan dan praktek akuntansi yang penting yang harus diaplikasikan. serta laporan manajemen yang berkaitan. Meninjau dan mendiskusikan dengan manajemen resiko-resiko finansial yang besar dan langkah-langkah yang telah diambil manajemen untuk memonitor dan mengendalikan resiko tersebut. AGUS SUDRAJAT S4309040 4. Meninjau bersama auditor independen atas pendapatnya mengenai kualitas. 10.M. bukan hanya hal-hal yang dapat diterima. Meninjau dan mendiskusikan bersama manajemen dan auditor independen berbagai topik dan peristiwa yang mungkin memiliki pengaruh finansial yang signifikan terhadap Organisasi atau yang menjadi subyek diskusi antara Manajemen dan auditor independen. dari prinsip-prinsip akuntansi organisasi dan hal-hal yang perlu didiskusikan dengan Komite di bawah prinsip akuntansi yang berlaku umum. biaya dan lamanya audit. (b) alternatif perlakuan akuntansi dalam PABU yang berkaitan dengan hal-hal material yang telah didiskusikan dengan manajemen. 7. 6. Meninjau dan mendiskusikan dengan auditor independen: (a) rencana dan prosedur audit. 8.

13. Komite Audit melaksanakan pemeriksaan internal tahunan yang ditujukan untuk perbaikan terus menerus. dan pelanggaran. Ketua Komite Audit wajib melaporkan aktivitas Komite Audit kepada Dewan. mungkin memerlukan tindak lanjut oleh Komite Audit. 15. Memastikan tersedianya prosedur-prosedur untuk penerimaan. sebagaimana diperlukan untuk mendukung tugas-tugasnya. Komite Audit memiliki otoritas untuk meminta jasa pengacara. menurut penilaian mereka. penyalahgunaan. AGUS SUDRAJAT S4309040 12. 14. atau masalah-masalah auditing. dan kepatuhan kerahasiaan oleh karyawan yang berkenaan dengan pemborosan. Komite Audit memiliki otoritas tunggal untuk menyetujui biaya terkait dan hak yang berkaitan. Jika dibutuhkan.M. kecurangan. dan konsultasi independen lainnya. pengendalian internal akuntansi. Ketua Komite Audit dapat dihubungi secara langsung oleh auditor independen (1) untuk meninjau hal-hal sensitif yang mungkin mempengaruhi akurasi pelaporan keuangan atau (2) mendiskusikan isu-isu signifikan yang berkaitan dengan tanggung jawab Dewan secara keseluruhan yang mungkin telah dikomunikasikan dengan manajemen namun. yang harus dilaporkan kepada atau diratifikasi oleh Komite sebagaimana arahan Komite. Menetapkan kebijakan-kebijakan untuk merekrut karyawan dan mantan karyawan dari auditor independen. menunjuk satu atau lebih dari para anggotanya untuk melakukan tugas-tugas tertentu atas nama Komite. Page | 51 . dan setahun sekali meninjau dan menilai kembali piagam pendiriannya. akuntansi. dan merekomendasikan perubahan yang diperlukan kepada Dewan Pengawas. Komite dapat mengadakan sesi pertemuan eksekutif dengan auditor independen dan manajemen Organisasi secara periodik. dan perlakuan atas kelihan-keluhan yang diterima oleh Organisasi mengenai keraguan akuntansi. RAPAT DAN PROSES Komite Audit dapat mengadakan pertemuan secara periodik sebagaimana ditetapkan oleh Komite Audit sendiri. Menyajikan laporan aktivitas Komite untuk dimasukkan di dalam notulen Dewan. penyimpanan.

“Charles melakukan hal ini dalam semua penugasannya.”Merupakan suatu kewajiban bagi kita untuk bekerja lembur selama beberapa jam dengan mengambil waktu pribadi kita sendiri untuk memastikan bahwa kita bekerja sesuai dengan budget.istirahat makan siang yang singkat. Ia berminat untuk menjadi manajer audit perusahaan kita di masa yang akan datang. Para rekanan beranggapan bahwa ia sangat luar biasa karena pekerjaannya selalu selesai dibawah budget yang ditetapkan. Selanjutnya.Kita dapat menyelesaikan hal ini dengan mudah yaitu dengan cara datang lebih pagi setengah jam. sementara staf dibayar dengan jumlah waktu lemburnya tetapi tidak menerima bonus. ketika membahas masalah ini dengan Martha.” Page | 52 . Pada saat makan siang hari pertama. serta bekerja lebih lama sebanyak satu jam atau lebih setelah waktu waktu pulang normal. dan kita tidak ingin membuat perusahaan kita susah dengan bekerja di atas budget yang telah ditetapkan. Charles berkata. tidak dengan waktu lemburnya. seorang senior auditor yang berpengalaman.” Bryan mengingat kembali manual kebijakan perusahaan yang membahasa tentang jam kerja dan mengingat bahwa bila tidak mencatat jam kerja kita di dalam laporan waktu kerja merupakan suatu pelanggaran pada kebijakan ketenagakerjaaan Barton & Barton. Martha Mills. Charles. Kita hanya tidak ingin mencatat waktu tersebut di dalam laporan waktu kerja kita.termasuk Bryan. khusunya di dalam kategori sikap kerja sama. Beberapa auditor senior lainnya melakukan praktek-praktek yang sama. Ia mengharagai kita dengan memberi kita evaluasi penugasan yang baik. AGUS SUDRAJAT S4309040 ARTIKEL KASUS ETIKA PROFESI AUDITOR Bryan Longview telah bekerja selama 6 bulan sebagai seorang auditor yunior pada KAP Barton & Barton.Saat ini ia ditugaskan untuk melakukan audit pada Reyon Manufacturing Company di bawah supervisi Charles Dickerson. dan seorang auditor yunior lainnnya yang lebih berpengalaman dari Bryan. Martha berkata. Ia pun mengetahui bahwa para senior dibayar dengan bonus.M. Terdapat tiga aauditor yang ditugaskan untuk melakakan audit ini. Bgaimanapun audit ini sangat tidak menguntungkan.

Karyawan tingkat yunior lain mengatakan bahwa hal ini adalah praktek yang umum berlangsung dalam perusahaan.M. Staf yunior telah diinformasikan bahwa ia akan bekerja tanpa mencatatkannya sebagai jam kerja. 5. Martha Sama seperti Bryan. Jam kerja terpengaruh. Evaluasi kinerja akan terpengaruh pula. Dapat mengakibatkan berkurangnya nilai kontrak yang harus ditagih kepada klien atas penugasan yang sedang berlangsung maupun yang akan datang. Pembayaran upah terpengaruh. Sikapnya terhadap perusahaan barangkali terpengaruh pula. AGUS SUDRAJAT S4309040 Terdapat tiga fakta-fakta kunci dalam situasi ini yang berkaitan dengan isu etika dan bagaimana kemungkinan penyelesaian isu tersebut : 4. Page | 53 . Charles • • Kesuksesan penugasan dan perusahaan mungkin akan terpengaruh. PERTANYAAN : • Isu etika dalam situasi ini yaitu apakah merupakan suatu hal yang etis bagi Bryan untuk bekerja selama berjam-jam dan tidak mencatatkannya sebagi jam kerja dalam situasi ini? • Siapa yang dipengaruhi dan bagaimana cara setiap orang terpengaruh ? PENYELESAIAN : Bryan • • • • • Diminta melanggar kebijakan perusahaan. 6. Kebijakan perusahaan melarang praktek tersebut. Barton & Barton • • Kebijakan tertulis perusahaan telah dilanggar. Jam kerja akan terpengaruh.

Mayoritas dari kita akan Page | 54 . Dapat mengakibatkan evaluasi atas waktu kinerja yang tidak memuaskan. AGUS SUDRAJAT S4309040 • Dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan membuat budget dan penagihan yang realisitis kepada klien. Dapat menimbulkan tekanan untuk tetap melakukan praktek-praktek tidak didasarkan pada jam pembebanan kerja atas klien. Alternatif-alternatif yang tersedia bagi Bryan. ini memilki suatu konsekuensi yang potensial. tentunya setelah ia mempertimbangkan nilai-nilai etika yang dianutnya serta kemungkinan konsekuensi yang akan dihadapi dalam setiap alternatif itu. • Staf yang ditugaskan pada Reyon Manufacturing di masa mendatang • • • Dapat mengakibatkan dibuatnya budget waktu yang tidak realisitis. Staf lainnya di perusahaan yang bersangkutan Mengikuti praktek yang berlaku dalam penugasan ini dapat memotivasi staf lain untuk mengikuti praktek yang sama dalam berbagi penugasan yang lainnya. TINDAKAN YANG TEPAT Hanya Bryan seorang yang dapat memutuskan alternatif yang tepat untuk dilakukan pada situasi yang ada.M. • • • Menolak untuk bekerja lembur. Menolak untuk bekerja dalam penugasan tersebut. Dapat mempengaruhi kemampuan perusahaaan untuk memotivasi dan mempertahankan karyawan. Secara ekstrim. • • • Berbicara dengan manajer atau rekanan tentang pemintaan Charles tersebut. Bryan dapat memutuskan bahwa konsekuensi yang relevan hanyalah pengaruh potensial bagi karirnya. Melakukannya sesuai dengan permintaan. Memberitahukan Charles bahwa ia tidak bersedia untuk bekerja lembur atau akan membebankan tambahan jam kerja tersebut dalam nilai penagihan untuk penugasan ini. Masing-masing alternatif kemungkinan yang paling buruk adalah dipecat oleh perusahaan. Mengundurkan diri dari perusahaan.

Pada sisi ekstrim lainnya. Dalam setiap penugasan yang diberikan. maka Akuntan Publik harus selalu menjaga integritas (integrity) dan profesionalisme melalui pelaksanaan standar dan kode etik profesi secara konsekuen dan konsisten.Simpulan Mengingat profesi akuntan publik sangat penting perannya dalam dunia bisnis di Indonesia. Bryan dapat memutuskan untuk menolak bekerja bagi sebuah perusahaan yang memperbolehkan dilanggarnya kebijakan perusahaan bahkan jika pelanggaran tersebut dilakukan oleh seorang supervisor. Akuntan Publik harus selalu bersikap independen dan menggunakan kemahiran jabatannya secara profesional (due professional care).M. Page | 55 . Akuntan Publik dan KAP agar menghindarkan diri dari tindakan tercela. seperti kolusi (collusion) dengan klien atau menutupi terjadinya tindak kecurangan (fraud) yang sangat merugikan berbagai pihak. AGUS SUDRAJAT S4309040 menyimpulkan bahwa Bryan adalah seseorang yang tidak beretika jika ia mengikuti praktek tersebut. 4. Sebagian besar masyarakat akan menganggap bahwa suatu reaksi ekstrim atas hal ini sebagai suatu kenaifan.

Standar umum ini berkaitan dengan ketentuan mendasar untuk menjamin kredibilitas hasil pemeriksaan. Dengan demikian. Dengan Pernyataan Standar Pemeriksaan ini semua organisasi pemeriksa dan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap pemeriksaan dilaksanakan oleh para pemeriksa yang secara kolektif memiliki pengetahuan.M. independensi organisasi pemeriksa dan pemeriksa secara individual. pelaksanaan secara cermat dan seksama dalam pelaksanaan dan pelaporan hasil pemeriksaan. organisasi pemeriksa harus memiliki prosedur rekrutmen. serta pengendalian mutu hasil pemeriksaan. pemeriksaan kinerja. keahlian. Standar umum ini memberikan kerangka dasar untuk dapat menerapkan standar pelaksanaan dan standar pelaporan secara efektif yang dijelaskan pada pernyataan standar berikutnya. PERSYARATAN KEMAMPUAN/KEAHLIAN Pernyataan standar umum pertama adalah: “Pemeriksa secara kolektif harus memiliki kecakapan profesional yang memadai untuk melaksanakan tugas pemeriksaan”. Oleh karena itu. pengalaman yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas tersebut. Kredibilitas sangat diperlukan oleh semua organisasi pemeriksa yang melaksanakan pemeriksaan yang diandalkan oleh para pejabat entitas dan pengguna hasil pemeriksaan lainnya dalam mengambil keputusan. dan evaluasi atas pemeriksa untuk membantu yang memiliki Page | 56 organisasi pemeriksa dalam mempertahankan pemeriksa . standar umum ini harus diikuti oleh semua pemeriksa dan organisasi pemeriksa yang melakukan pemeriksaan berdasarkan Standar Pemeriksaan. pemeriksaan dengan tujuan tertentu. AGUS SUDRAJAT S4309040 PERTEMUAN 5 STANDAR UMUM PENGANTAR Pernyataan melaksanakan Standar Pemeriksaan ini mengatur standar umum untuk dan pemeriksaan keuangan. pengangkatan. pengembangan berkelanjutan. dan merupakan hal yang diharapkan oleh publik dari informasi yang disajikan oleh pemeriksa. Standar umum ini berkaitan dengan kemahiran profesional persyaratan kemampuan/ keahlian pemeriksa.

seperti akuntansi. Persyaratan kemampuan tersebut berlaku bagi organisasi pemeriksa secara keseluruhan.M. setiap 2 tahun harus menyelesaikan paling tidak 80 jam pendidikan yang secara langsung meningkatkan kecakapan professional pemeriksa untuk melaksanakan pemeriksaan. seperti: perkembangan mutakhir dalam metodologi dan standar pemeriksaan. setiap pemeriksa yang melaksanakan pemeriksaan menurut Standar Pemeriksaan. ilmu sosial. sampling pemeriksaan. Sifat. statistik. Sedikitnya 24 jam dari 80 jam pendidikan tersebut harus dalam hal yang berhubungan langsung dengan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara di lingkungan pemerintah atau lingkungan yang khusus dan unik di mana entitas yang diperiksa beroperasi. seperti administrasi negara. Pendidikan profesional berkelanjutan dimaksud dapat mencakup topik. atau ilmu aktuaria. dan teknologi informasi. manajemen keuangan. penilaian atas pengendalian intern. statistik. teknologi informasi. keuangan. AGUS SUDRAJAT S4309040 kompetensi yang memadai. prinsip manajemen atau supervisi. struktur dan besarnya organisasi pemeriksa. disain evaluasi. hukum. dan tidak dengan sendirinya harus berlaku bagi pemeriksa secara individu. teknik industri. keahlian. disain dan metodologi pemeriksaan. dan analisis data. Sedikitnya 20 jam dari 80 jam tersebut harus diselesaikan dalam 1 tahun dari periode 2 tahun. administrasi negara. Suatu organisasi pemeriksa dapat menggunakan pemeriksanya sendiri atau pihak luar yang memiliki pengetahuan. . luas dan formalitas dari proses tersebut akan tergantung pada berbagai faktor seperti jenis pemeriksaan. Page | 57 teknik. atau pengalaman di bidang tertentu. prinsip akuntansi. pemeriksaan atas sistem informasi. Persyaratan Pendidikan Berkelanjutan Pemeriksa yang melaksanakan pemeriksaan menurut Standar Pemeriksaan harus memelihara kompetensinya melalui pendidikan profesional berkelanjutan. ilmu sosial. analisis laporan keuangan. ilmu ekonomi. ilmu ekonomi. Oleh karena itu. struktur dan kebijakan pemerintah. Pendidikan dimaksud dapat juga mencakup topik tentang pekerjaan pemeriksaan di lapangan. Organisasi pemeriksa bertanggung jawab untuk memastikan bahwa pemeriksa memenuhi persyaratan pendidikan berkelanjutan tersebut dan harus menyelenggarakan dokumentasi tentang pendidikan yang sudah diselesaikan.

3) Apabila pemeriksaan meliputi reviu atas data teknik yang rumit. Keterampilan maupun tulisan. 4) Apabila pemeriksaan menggunakan metode pemeriksaan yang sangat khusus seperti penggunaan instrumen pengukuran yang sangat rumit.M. program. 2) Apabila pemeriksaan memerlukan reviu yang luas terhadap suatu sistem informasi. c. maka tim pemeriksa perlu melibatkan tenaga ahli di bidang tersebut. Keterampilan yang memadai untuk pemeriksaan yang dilaksanakan. maka dalam tim pemeriksa harus ada pemeriksa yang mempunyai keterampilan di bidang sampling statistik. maka dalam tim pemeriksa harus ada pemeriksa yang mempunyai keahlian di bidang pemeriksaan atas teknologi informasi. Persyaratan Kemampuan/Keahlian Pemeriksa Pemeriksa yang ditugasi untuk melaksanakan pemeriksaan menurut Standar Pemeriksaan harus secara kolektif memiliki: a. misalnya: 1) Apabila pemeriksaan dimaksud memerlukan penggunaan sampling statistik. baik secara lisan . Pengetahuan tentang Standar Pemeriksaan yang dapat diterapkan terhadap jenis pemeriksaan yang ditugaskan serta memiliki latar belakang pendidikan. tetapi tidak diharuskan untuk memenuhi persyaratan pendidikan berkelanjutan di atas. d. AGUS SUDRAJAT S4309040 Tenaga ahli intern dan ekstern yang membantu pelaksanaan tugas pemeriksaan menurut Standar Pemeriksaan harus memiliki kualifikasi atau sertifikasi yang diperlukan dan berkewajiban untuk memelihara kompetensi profesional dalam bidang keahlian mereka. b. dan kegiatan yang diperiksa (obyek pemeriksaan). Akan tetapi. Page | 58 berkomunikasi secara jelas dan efektif. pemeriksa yang menggunakan hasil pekerjaan tenaga ahli intern dan ekstern harus yakin bahwa tenaga ahli tersebut memenuhi kualifikasi dalam bidang keahlian mereka dan harus mendokumentasikan keyakinan tersebut. Pengetahuan umum tentang lingkungan entitas. keahlian dan pengalaman untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam pemeriksaan yang dilaksanakan.

ekstern. organisasi pemeriksa dan para pemeriksanya bertanggung jawab untuk dapat mempertahankan independensinya sedemikian rupa. Pemeriksa harus menghindar dari situasi yang menyebabkan pihak ketiga yang mengetahui fakta dan keadaan yang relevan menyimpulkan bahwa pemeriksa tidak dapat mempertahankan independensinya sehingga tidak mampu memberikan penilaian yang obyektif dan tidak memihak terhadap semua hal yang terkait dalam pelaksanaan dan pelaporan hasil pemeriksaan. maka tim pemeriksa perlu melibatkan tenaga ahli di bidang tersebut. AGUS SUDRAJAT S4309040 estimasi aktuaria atau pengujian analisis statistik. organisasi pemeriksa dan pemeriksa.M. serta memahami prinsip akuntansi yang berlaku umum yang berkaitan dengan entitas yang diperiksa. Pemeriksa yang ditugaskan untuk melaksanakan pemeriksaan keuangan secara kolektif harus memiliki keahlian yang dibutuhkan serta memiliki sertifikasi keahlian yang berterima umum. maka pemeriksa tersebut harus menolak penugasan pemeriksaan. pertimbangan atau rekomendasi dari hasil pemeriksaan yang dilaksanakan tidak memihak dan dipandang tidak memihak oleh pihak manapun. yaitu gangguan pribadi. Dalam keadaan pemeriksa yang karena suatu hal tidak dapat menolak penugasan pemeriksaan. Pemeriksa yang berperan sebagai penanggung jawab pemeriksaan keuangan harus memiliki sertifikasi keahlian yang diakui secara profesional. Pemeriksa yang melaksanakan pemeriksaan keuangan harus memiliki keahlian di bidang akuntansi dan auditing. simpulan. Pemeriksa perlu mempertimbangkan tiga macam gangguan terhadap independensi. ekstern. dan organisasi yang dapat mempengaruhi independensinya”. Page | 59 . harus bebas dalam sikap mental dan penampilan dari gangguan pribadi. dan atau organisasi. INDEPENDENSI Pernyataan standar umum kedua adalah: “Dalam semua hal yang berkaitan dengan pekerjaan pemeriksaan. sehingga pendapat. Apabila satu atau lebih dari gangguan independensi tersebut mempengaruhi kemampuan pemeriksa secara individu dalam melaksanakan tugas pemeriksaannya. Dengan pernyataan standar umum kedua ini.

profesi medis. Dalam melakukan penilaian ini. pemeriksa tidak boleh menggunakan hasil pekerjaan tenaga ahli tersebut. dan geologi. konsultan lingkungan. dalam posisi yang dapat memberikan pengaruh langsung dan signifikan terhadap entitas atau program yang diperiksa. Organisasi pemeriksa perlu memperhatikan gangguan pribadi terhadap independensi petugas pemeriksanya. Dalam menggunakan tenaga ahli. pemeriksa harus memperlakukan tenaga ahli tersebut seperti anggota tim pemeriksaan sehingga perlu menilai kemampuan tenaga ahli tersebut untuk melaksanakan sebagian pekerjaan pemeriksaan dan melaporkan hasilnya secara tidak memihak. Pemeriksa bertanggung jawab untuk memberitahukan kepada pejabat yang berwenang dalam organisasi pemeriksanya apabila memiliki gangguan pribadi terhadap independensi. menurut Standar pemeriksa harus memberlakukan ketentuan independensi Pemeriksaan kepada tenaga ahli dan memperoleh representasi dari tenaga ahli tersebut mengenai independensi tenaga ahli. AGUS SUDRAJAT S4309040 gangguan dimaksud harus dimuat dalam bagian lingkup pada laporan hasil pemeriksaan. Gangguan pribadi yang disebabkan oleh suatu hubungan dan pandangan pribadi mungkin mengakibatkan pemeriksa membatasi lingkup pertanyaan dan pengungkapan atau melemahkan temuan dalam segala bentuknya. insinyur. atau semenda sampai dengan derajat kedua dengan jajaran manajemen entitas atau program yang diperiksa atau sebagai pegawai dari entitas yang diperiksa. Gangguan pribadi dari pemeriksa secara individu meliputi antara lain: a. Page | 60 . Tenaga ahli yang dimaksud dalam pernyataan ini meliputi tapi tidak terbatas pada aktuaris.M. ahli statistik. Pernyataan ini berlaku bagi konsultan ekstern yang mendapat penugasan pemeriksaan dari organisasi pemeriksa. Gangguan Pribadi Organisasi pemeriksa harus memiliki sistem pengendalian mutu intern untuk membantu menentukan apakah pemeriksa memiliki gangguan pribadi terhadap independensi. pengacara. Apabila tenaga ahli memiliki gangguan terhadap independensi. penilai. ke bawah. Memiliki hubungan pertalian darah ke atas.

Memiliki kepentingan keuangan baik secara langsung maupun tidak langsung pada entitas atau program yang diperiksa. yang sebelumnya pernah menyelenggarakan catatan akuntansi resmi atas entitas/unit kerja atau program yang diperiksa.M. yang sebelumnya pernah sebagai pejabat yang menyetujui diperiksa. organisasi atau tingkat pemerintahan tertentu. yang dapat membuat pelaksanaan pemeriksaan menjadi berat sebelah. klaim. kelompok. dan pembayaran yang diusulkan oleh suatu entitas atau program yang . kesetiaan kelompok. j. Pelaksanaan pemeriksaan oleh seorang pemeriksa. karena keyakinan politik atau sosial. Pada masa sebelumnya mempunyai tanggung jawab dalam pengambilan keputusan atau pengelolaan suatu entitas. Pelaksanaan pemeriksaan oleh seorang pemeriksa. yang berdampak pada pelaksanaan kegiatan diperiksa. Adanya kecenderungan untuk memihak. aktivitas atau program yang diperiksa. f. pengembangan sistem. seperti memberikan asistensi. organisasi atau tujuan suatu program. AGUS SUDRAJAT S4309040 b. Pernah bekerja atau memberikan jasa kepada entitas atau program yang diperiksa dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Page | 61 atau program entitas yang sedang berjalan atau sedang faktur. jasa konsultasi. pengawasan atau fungsi monitoring terhadap entitas. aktivitas atau program yang diperiksa atau sebagai anggota manajemen dalam setiap pengambilan keputusan. e. g. Adanya prasangka terhadap perorangan. k. menyusun dan/atau mereviu laporan keuangan entitas atau program yang diperiksa. c. i. d. Mempunyai hubungan kerjasama dengan entitas atau program yang diperiksa. Terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan obyek pemeriksaan. h. pejabat atau posisi senior lainnya dari entitas. misalnya sebagai seorang direktur. sebagai akibat hubungan antar pegawai. daftar gaji. Memiliki tanggung jawab untuk mengatur suatu entitas atau kapasitas yang dapat mempengaruhi keputusan entitas atau program yang diperiksa.

d. atau Misalnya. Mencari pekerjaan pada entitas yang diperiksa selama pelaksanaan pemeriksaan. AGUS SUDRAJAT S4309040 l. Menekankan pentingnya independensi. Dalam hal pemeriksa tidak dapat mundur dari pemeriksaan. mereka harus mengikuti ketentuan dalam paragraph. untuk dapat mengurangirisiko tersebut terhadap hasil Page | 62 . e. mengakibatkan gangguan pribadi. b.M. Menetapkan suatu mekanisme disiplin untuk meningkatkan kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur organisasi pemeriksa. Oleh karena itu organisasi pemeriksa harus mempunyai sistem pengendalian mutu intern yang dapat mengidentifikasi gangguan pribadi dan memastikan kepatuhannya terhadap ketentuan independensi yang diatur dalam Standar Pemeriksaan. Apabila organisasi pemeriksa mengidentifikasi adanya gangguan pribadi terhadap independensi. Organisasi pemeriksa dan pemeriksanya mungkin menghadapi berbagai keadaan yang dapat menimbulkan gangguan pribadi. organisasi pemeriksa antara lain harus: a. Dalam hal gangguan pribadi tersebut hanya melibatkan seorang pemeriksa dalam suatu pemeriksaan. gangguan tersebut harus diselesaikan secepatnya. Mengkomunikasikan kebijakan dan prosedur organisasi pemeriksa kepada semua pemeriksanya menjamin agar ketentuan tersebut dipahami melalui pelatihan atau cara lainnya. termasuk mempertimbangkan pengaruh kegiatan non pemeriksaan terhadap hal pokok pemeriksaan dan menetapkan pengamanan pemeriksaan. Untuk itu. Menetapkan kebijakan dan prosedur intern untuk memonitor kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur organisasi pemeriksa. pemeriksa dapat diminta melepas keterkaitan dengan entitas yang diperiksa yang dapat organisasi pemeriksa dapat tidak mengikutsertakan pemeriksa tersebut dari penugasan pemeriksaan yang terkait dengan entitas tersebut. Menetapkan kebijakan dan prosedur untuk dapat mengidentifikasi gangguan pribadi terhadap independensi. c. organisasi pemeriksa dapat menghilangkan gangguan tersebut dengan meminta pemeriksa menghilangkan gangguan tersebut.

penunjukan. gangguan baik negatif dalam sikap mental maka maupun mempertimbangkan pengaruh kegiatan terhadap independensi dalam yang dapat berdampak melaksanakan pemeriksaan.M. Ancaman penggantian petugas pemeriksa atas ketidaksetujuan dengan isi laporan hasil pemeriksaan. selain sebab-sebab yang berkaitan dengan kecakapan pemeriksa atau kebutuhan pemeriksaan. Independensi dan obyektifitas pelaksanaan suatu pemeriksaan dapat dipengaruhi apabila terdapat: a. Pengaruh yang membahayakan kelangsungan pemeriksa sebagai pegawai. Campur tangan pihak ekstern mengenai penugasan. f. Wewenang untuk menolak atau mempengaruhi pertimbangan pemeriksa terhadap isi suatu laporan hasil pemeriksaan. Campur tangan pihak ekstern terhadap pemilihan dan penerapan prosedur pemeriksaan atau pemilihan sampel pemeriksaan. dan promosi pemeriksa. b. simpulan pemeriksa. pemeriksa terhadap tersebut harus pribadi. yang dapat berdampak negative terhadap kemampuan organisasi pemeriksa tersebut dalam melaksanakan pemeriksaan. Pembatasan terhadap sumber daya yang disediakan bagi organisasi pemeriksa. h. Gangguan Ekstern Gangguan ekstern bagi organisasi pemeriksa dapat membatasi pelaksanaan pemeriksaan atau mempengaruhi kemampuan pemeriksa dalam menyatakan pendapat atau simpulan hasil pemeriksaannya secara independen dan obyektif. atau penerapan suatu prinsip akuntansi atau kriteria lainnya. Page | 63 . g. d. organisasi tersebut penampilan. Campur tangan atau pengaruh pihak ekstern yang membatasi atau mengubah lingkup pemeriksaan secara tidak semestinya. Pembatasan waktu yang tidak wajar untuk penyelesaian suatu pemeriksaan. c. AGUS SUDRAJAT S4309040 Dalam hal suatu organisasi pemeriksa melakukan kegiatan non pemeriksaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. e.

cermat dan seksama. Kemahiran profesional harus diterapkan juga dalam melakukan pengujian dan prosedur. menentukan jenis dan jumlah bukti yang akan dikumpulkan. dan struktur organisasinya. Dalam hal melakukan pemeriksaan.M. yaitu sikap yang mencakup pikiran yang selalu mempertanyakan Page | 64 . organisasi pemeriksa harus bebas dari hambatan independensi. Pernyataan standar ini mewajibkan pemeriksa untuk menggunakan kemahirannya secara profesional. AGUS SUDRAJAT S4309040 Pemeriksa harus bebas dari tekanan politik agar dapat melaksanakan pemeriksaan dan melaporkan temuan pemeriksaan. serta dalam melakukan penilaian dan pelaporan hasil pemeriksaan. Gangguan Organisasi Independensi organisasi pemeriksa dapat dipengaruhi oleh kedudukan. dan independensi dalam menerapkan kemahiran profesional terhadap setiap aspek pemeriksaannya. Kemahiran profesional menuntut pemeriksa untuk melaksanakan skeptisme profesional. apabila melakukan pemeriksaan di luar entitas tempat ia bekerja. fungsi. Pemeriksa yang ditugasi oleh organisasi pemeriksa dapat dipandang bebas dari gangguan terhadap independensi secara organisasi. pemeriksa wajib menggunakan kemahiran profesionalnya secara cermat dan seksama”. memilih metodologi. atau dalam memilih pengujian dan prosedur untuk melaksanakan pemeriksaan. Pemeriksa harus menggunakan kemahiran professional secara cermat dan seksama dalam menentukan jenis pemeriksaan yang akan dilaksanakan dan standar yang akan diterapkan terhadap pemeriksaan. memperhatikan prinsip-prinsip pelayanan atas kepentingan public serta memelihara integritas. tanpa rasa takut akibat tekanan politik tersebut. menentukan lingkup pemeriksaan. obyektivitas. PENGGUNAAN KEMAHIRAN PROFESIONAL SECARA CERMAT DAN SEKSAMA Pernyataan standar umum ketiga adalah: “Dalam pelaksanaan pemeriksaan serta penyusunan laporan hasil pemeriksaan. pendapat dan simpulan secara obyektif. Pernyataan standar ini juga mengharuskan tanggung jawab bagi setiap pemeriksa yang melaksanakan pemeriksaan berdasarkan Standar Pemeriksaan untuk mematuhi Standar Pemeriksaan.

kecurangan. dan dampaknya hasil pemeriksaan akibat tidak dipatuhinya Standar Pemeriksaan tersebut. baik karena kesalahan. tetapi juga tidak boleh menganggap bahwa kejujuran manajemen tersebut tidak diragukan lagi. pemeriksa tidak boleh puas dengan bukti yang kurang meyakinkan walaupun anggapannya manajemen entitas yang diperiksa adalah jujur. pemeriksa harus mengungkapkan masalah tersebut dalam dalam laporan hasil pemeriksaannya. Pemeriksa menggunakan pengetahuan. Walaupun Standar Pemeriksaan ini meletakkan tanggung jawab kepada setiap pemeriksa untuk menerapkan kemahiran profesionalnya secara cermat dan seksama. alasan yang mendasarinya. Keputusan pemeriksaan pemeriksa tidak menerapkan standar tertentu dalam pelaksanaan menurut harus dicatat dalam kertas kerja pemeriksaan. Page | 65 . Standart pemeriksanaan keu neg atau pelanggaran aturan. Dalam keadaan tertentu dapat terjadi bahwa pemeriksa tidak dapat mematuhi Standar Pemeriksaan yang berlaku dan juga tidak dapat mengundurkan diri dari penugasan lingkup pemeriksaan terhadap di pemeriksaan. Pemeriksa harus menggunakan kemahiran profesionalnya secara cermat dan seksama dalam menerapkan Standar Pemeriksaan yang digunakan. dan tidak berarti juga bahwa pemeriksa tidak melakukan kekeliruan. Dalam enggunakan skeptisme profesional. tidak berarti bahwa tanggung jawabnya tidak terbatas. kompetensi dan relevansi bukti. Karena bukti dikumpulkan dan dievaluasi selama pemeriksaan. AGUS SUDRAJAT S4309040 dan melakukan evaluasi secara kritis terhadap bukti pemeriksaan. keahlian dan pengalaman yang dituntut oleh profesinya untuk melaksanakan pengumpulan bukti dan evaluasi obyektif mengenai kecukupan. tindakan melanggar hukum. skeptisme profesional harus digunakan selama pemeriksaan. Menerapkan kemahiran profesional secara cermat dan seksama memungkinkan pemeriksa untuk mendapatkan keyakinan yang memadai bahwa salah saji material atau ketidakakuratan yang signifikan dalam data akan terdeteksi. Dalam keadaan demikian. Pemeriksa tidak boleh menganggap bahwa manajemen entitas yang diperiksa tidak jujur. Pemeriksaan yang dilaksanakan menurut Standar Pemeriksaan mungkin tidak akan mendeteksi salah saji material atau ketidakakuratan yang signifikan. yaitu tidak dipatuhinya Standar Pemeriksaan yang berlaku.M. Keyakinan mutlak tidak dapat dicapai karena sifat bukti dan karakteristik penyimpangan.

dan prosedur yang berkaitan seringkali tumpang-tindih (overlap). dan saat perencanaan bervariasi dengan ukuran dan kompleksitas entitas. e. Seksi ini berisi panduan bagi auditor yang melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia di dalam mempertimbangkan dan menerapkan prosedur perencanaan dan supervisi. lingkup. c. (a) personel lain dalam kantor akuntan selain auditor sebagai penanggungjawab akhir audit disebut dengan asisten dan (b) istilah auditor digunakan untuk menyebut baik auditor itu sendiri maupun asistennya. b. pengalaman mengenai entitas. Pertimbangan awal tentang tingkat materialitas untuk tujuan audit. Kondisi yang mungkin memerlukan perluasan atau pengubahan pengujian audit. termasuk penggunaan organisasi jasa dari luar untuk mengolah informasi akuntansi pokok perusahaan. Dalam perencanaan audit. AGUS SUDRAJAT S4309040 PERTEMUAN 6 STANDAR PEKERJAAN LAPANGAN SA Seksi 311 PERENCANAAN DAN SUPERVISI Sumber: PSA No. h. Pos laporan keuangan yang mungkin memerlukan penyesuaian (adjustment). termasuk penyiapan program audit. d.M. Sifat. auditor harus mempertimbangkan. 05 PENDAHULUAN 01 Standar pekerjaan lapangan pertama mengharuskan bahwa “Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya”. pengumpulan informasi tentang bisnis entitas. Untuk keperluan uraian dalam seksi ini. 02 Auditor sebagai penanggungjawab akhir atas audit dapat mendelegasikan sebagian fungsi perencanaan dan supervisi auditnya kepada personel lain dalam kantor akuntannya. Tingkat risiko pengendalian yang direncanakan. laporan keuangan yang Page | 66 . g. seperti risiko kekeliruan atau kecurangan yang material atau adanya transaksi antar pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. laporan auditor tentang laporan keuangan konsolidasian. dan pengetahuan tentang bisnis entitas. antara lain: a. PERENCANAAN 03 Perencanaan audit meliputi pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang diharapkan. Masalah yang berkaitan dengan bisnis entitas dan industri yang menjadi tempat usaha entitas tersebut (lihat paragraf 07). f. Sifat laporan auditor yang diharapkan akan diserahkan (sebagai contoh. Perencanaan dan supervisi berlangsung terus-menerus selama audit. Kebijakan dan prosedur akuntansi entitas tersebut. penyelesaian perbedaan pendapat di antara personel kantor akuntan. Metode yang digunakan oleh entitas tersebut dalam mengolah informasi akuntansi yang signifikan (lihat paragraf 09).

Membahas masalah-masalah yang berdampak terhadap audit dengan personel kantor akuntan yang bertanggung jawab atas jasa nonaudit bagi entitas. penyisihan kerugian piutang. 04 Prosedur yang dapat dipertimbangkan oleh auditor dalam perencanaan dan supervisi biasanya mencakup review terhadap catatan auditor yang berkaitan dengan entitas dan pembahasan dengan personel lain dalam kantor akuntan dan personel entitas tersebut. Menentukan luasnya keterlibatan. g. b. Menentukan dan mengkoordinasi kebutuhan staf audit. lingkup. konsultan. Membahas tipe. persentase penyelesaian kontrak jangka panjang. 06 Auditor harus memperoleh pengetahuan tentang bisnis entitas yang memungkinkannya untuk merencanakan dan melaksanakan auditnya berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. c) Menilai kewajaran estimasi. Me-review arsip korespondensi. kemungkinan mempunyai dampak terhadap laporan keuangan. j. k. transaksi. di-review. dewan komisaris atau komite audit. d. Pengetahuan tentang bisnis entitas membantu auditor dalam: a) Mengidentifikasi bidang yang memerlukan pertimbangan khusus. dan waktu audit dengan manajemen. Tingkat pengetahuannya harus memungkinkan auditor untuk memahami peristiwa. dan laporan auditor tahun lalu. Program audit harus menggariskan dengan rinci prosedur audit yang menurut keyakinan auditor diperlukan untuk mencapai tujuan audit. d) Menilai kewajaran representasi manajemen. Membuat jadwal pekerjaan audit. Mempertimbangkan dampak diterapkannya pernyataan standar akuntansi dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Contoh prosedur tersebut meliputi: a. auditor harus mempertimbangkan sifat. dan dikumpulkan dalam organisasi. i. laporan khusus untuk menggambarkan kepatuhan klien terhadap kontrak perjanjian). dan praktik yang. c. lingkup. Page | 67 . arsip permanen. h.M. e. dan saat pekerjaan yang harus dilaksanakan dan harus membuat suatu program audit secara tertulis (atau satu set program audit tertulis) untuk setiap audit. terutama yang baru. seperti penilaian atas sediaan. f. spesialis. diolah. dan auditor intern. Membaca laporan keuangan interim tahun berjalan. Mengkoordinasi bantuan dari personel entitas dalam penyiapan data. jika ada. b) Menilai kondisi yang di dalamnya data akuntansi dihasilkan. Meminta keterangan tentang perkembangan bisnis saat ini yang berdampak terhadap entitas. 05 Dalam perencanaan auditnya. AGUS SUDRAJAT S4309040 diserahkan ke Bapepam. Melaksanakan diskusi dengan pihak pemberi tugas untuk memperoleh tambahan informasi tentang tujuan audit yang akan dilaksanakan sehingga auditor dapat mengantisipasi dan memberikan perhatian terhadap hal-hal yang berkaitan yang dipandang perlu. kertas kerja. laporan keuangan. depresiasi. terutama untuk entitas yang besar dan kompleks. Auditor dapat membuat memorandum yang menetapkan rencana audit awal. menurut pertimbangannya.

Luasnya penggunaan komputer dalam setiap aplikasi akuntansi. c. d. Kompleksitas operasi komputer entitas. seperti kondisi ekonomi. AGUS SUDRAJAT S4309040 e) Mempertimbangkan kesesuaian prinsip akuntansi yang diterapkan dan kecukupan pengungkapannya. auditor harus mempertimbangkan halhal berikut ini: a. 07 Auditor harus memperoleh pengetahuan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan sifat bisnis entitas. atau untuk merancang dan melaksanakan prosedur audit. dan karakteristik operasi. trend keuangan dan ratio keuangan. Unsur supervisi adalah memberikan instruksi kepada asisten. dan bukti audit lain yang diperlukan oleh auditor kemungkinan hanya ada dalam periode yang pendek atau hanya dalam bentuk yang dapat dibaca dengan komputer. termasuk penggunaan jasa perusahaan pengolahan data dengan komputer dari luar. e. 09 Auditor harus mempertimbangkan metode yang digunakan oleh entitas untuk mengolah informasi dalam perencanaan audit karena metode tersebut mempunyai pengaruh terhadap desain pengendalian intern. 08 Pengetahuan mengenai bisnis entitas biasanya diperoleh auditor melalui pengalamannya dengan entitas atau industrinya serta dari permintaan keterangan kepada personel perusahaan. struktur organisasi. b. Kertas kerja audit dari tahun sebelumnya dapat berisi informasi yang bermanfaat mengenai sifat bisnis. untuk memahami pengendalian intern. yang mungkin berasal dari staf kantor akuntannya atau dari ahli luar. Struktur organisasi kegiatan pengolahan data dengan komputer. dan karakteristik operasinya. peraturan pemerintah. dan luasnya prosedur audit yang digunakan oleh auditor. Dokumen yang digunakan untuk memasukkan informasi ke dalam komputer untuk diolah. me-review pekerjaan yang Page | 68 . Tersedianya data. serta transaksi yang memerlukan pertimbangan khusus.M. dan. Penggunaan teknik audit berbantuan komputer (TABK) dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan prosedur audit. organisasinya. kondisi persaingan. 10 Auditor harus mempertimbangkan apakah keahlian khusus diperlukan untuk mempertimbangkan dampak pengolahan komputer terhadap auditnya. Auditor juga harus mempertimbangkan hal-hal yang mempengaruhi industri tempat operasi entitas. dalam menilai dampak luasnya penggunaan komputer terhadap audit laporan keuangan. tetap menjaga penyampaian informasi masalah-masalah penting yang dijumpai dalam audit. kebijakan dan prosedur. Luasnya penggunaan komputer dalam pengolahan sebagian besar data akuntansi dan kompleksnya pengolahannya mempengaruhi pula sifat. auditor harus mencari asisten atau tenaga ahli yang memiliki keahlian tersebut. Oleh karena itu. Hal lain yang harus dipertimbangkan oleh auditor adalah praktik akuntansi yang umum berlaku dalam industri. jika tersedia. Jika keahlian khusus diperlukan. Penggunaan teknik ini juga menyediakan kesempatan bagi auditor untuk menerapkan prosedur audit tertentu terhadap keseluruhan populasi akun atau transaksi. yang berpengaruh terhadap auditnya. SUPERVISI 11 Supervisi mencakup pengarahan usaha asisten dalam mencapai tujuan audit dan penentuan apakah tujuan tersebut tercapai. saat. arsip komputer tertentu. serta perubahan teknologi.

lingkup. Page | 69 . Setelah tanggal 31 Desember 2001. Dalam masa transisi tersebut berlaku Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Agustus 1994 dan Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Januari 2001. seperti sifat bisnis entitas yang bersangkutan dengan penugasan dan masalah-masalah akuntansi dan audit. 13 Pekerjaan yang dilaksanakan oleh asisten harus di-review untuk menentukan apakah pekerjaan tersebut telah dilaksanakan secara memadai dan auditor harus menilainya apakah hasilnya sejalan dengan kesimpulan yang disajikan dalam laporan auditor. sehingga auditor dapat menetapkan seberapa signifikan masalah tersebut. hal-hal yang kemungkinan berpengaruh terhadap sifat. 14 Auditor yang bertanggung jawab akhir mengenai auditnya dan asistennya harus menyadari prosedur yang harus diikuti jika terdapat perbedaan pendapat mengenai masalah akuntansi dan auditing di antara personel kantor akuntan publik yang terlibat dalam audit. AGUS SUDRAJAT S4309040 dilaksanakan.M. dan saat prosedur yang harus dilaksanakan. hanya ketentuan dalam Seksi ini yang berlaku. Penerapan lebih awal dari tanggal efektif berlakunya aturan dalam Seksi ini diizinkan. Masa transisi ditetapkan mulai dari 1 Agustus 2001 sampai dengan 31 Desember 2001. dan menyelesaikan perbedaan pendapat di antara staf audit kantor akuntan 12 Para asisten harus diberitahu tanggung jawab mereka dan tujuan prosedur yang mereka laksanakan. Auditor yang bertanggung jawab akhir untuk setiap audit harus mengarahkan asisten untuk mengemukakan pertanyaan akuntansi dan auditing signifikan yang muncul dalam audit. TANGGAL BERLAKU EFEKTIF 15 Seksi ini berlaku efektif tanggal 1 Agustus 2001. Prosedur tersebut harus memungkinkan asisten mendokumentasikan ketidaksetujuan di antara mereka dan kesimpulan yang diambil.

seperti risiko kekeliruan atau kecurangan yang material atau adanya transaksi antar pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. 02 Auditor sebagai penanggungjawab akhir atas audit dapat mendelegasikan sebagian fungsi perencanaan dan supervisi auditnya kepada personel lain dalam kantor akuntannya. pengalaman mengenai entitas. Masalah yang berkaitan dengan bisnis entitas dan industri yang menjadi tempat usaha entitas tersebut (lihat paragraf 07). Seksi ini berisi panduan bagi auditor yang melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia di dalam mempertimbangkan dan menerapkan prosedur perencanaan dan supervisi. Tingkat risiko pengendalian yang direncanakan. m. penyelesaian perbedaan pendapat di antara personel kantor akuntan. k. Page | 70 . antara lain: a. (a) personel lain dalam kantor akuntan selain auditor sebagai penanggungjawab akhir audit disebut dengan asisten dan (b) istilah auditor digunakan untuk menyebut baik auditor itu sendiri maupun asistennya. 05 PENDAHULUAN 01 Standar pekerjaan lapangan pertama mengharuskan bahwa “Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya”. j. Perencanaan dan supervisi berlangsung terus-menerus selama audit. n. lingkup. PERENCANAAN 03 Perencanaan audit meliputi pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang diharapkan. Sifat. pengumpulan informasi tentang bisnis entitas. Untuk keperluan uraian dalam seksi ini. laporan auditor tentang laporan keuangan konsolidasian. o. dan saat perencanaan bervariasi dengan ukuran dan kompleksitas entitas. dan prosedur yang berkaitan seringkali tumpang-tindih (overlap). l. dan pengetahuan tentang bisnis entitas. termasuk penggunaan organisasi jasa dari luar untuk mengolah informasi akuntansi pokok perusahaan. Metode yang digunakan oleh entitas tersebut dalam mengolah informasi akuntansi yang signifikan (lihat paragraf 09). Dalam perencanaan audit. i. Kebijakan dan prosedur akuntansi entitas tersebut. Kondisi yang mungkin memerlukan perluasan atau pengubahan pengujian audit.M. AGUS SUDRAJAT S4309040 SA Seksi 311 PERENCANAAN DAN SUPERVISI Sumber: PSA No. Sifat laporan auditor yang diharapkan akan diserahkan (sebagai contoh. Pertimbangan awal tentang tingkat materialitas untuk tujuan audit. laporan keuangan yang diserahkan ke Bapepam. laporan khusus untuk menggambarkan kepatuhan klien terhadap kontrak perjanjian). termasuk penyiapan program audit. Pos laporan keuangan yang mungkin memerlukan penyesuaian (adjustment). auditor harus mempertimbangkan.

seperti penilaian atas sediaan. Mempertimbangkan kesesuaian prinsip akuntansi yang diterapkan dan kecukupan pengungkapannya. 06 Auditor harus memperoleh pengetahuan tentang bisnis entitas yang memungkinkannya untuk merencanakan dan melaksanakan auditnya berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. e. Mempertimbangkan dampak diterapkannya pernyataan standar akuntansi dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. dan praktik yang. spesialis. Contoh prosedur tersebut meliputi: a. Membuat jadwal pekerjaan audit. n. Membahas masalah-masalah yang berdampak terhadap audit dengan personel kantor akuntan yang bertanggung jawab atas jasa nonaudit bagi entitas. Mengidentifikasi bidang yang memerlukan pertimbangan khusus. terutama untuk entitas yang besar dan kompleks. AGUS SUDRAJAT S4309040 04 Prosedur yang dapat dipertimbangkan oleh auditor dalam perencanaan dan supervisi biasanya mencakup review terhadap catatan auditor yang berkaitan dengan entitas dan pembahasan dengan personel lain dalam kantor akuntan dan personel entitas tersebut. m. konsultan. Auditor dapat membuat memorandum yang menetapkan rencana audit awal. Menentukan luasnya keterlibatan. terutama yang baru. q. Menentukan dan mengkoordinasi kebutuhan staf audit. Meminta keterangan tentang perkembangan bisnis saat ini yang berdampak terhadap entitas. Membahas tipe. dan dikumpulkan dalam organisasi. 05 Dalam perencanaan auditnya. dewan komisaris atau komite audit. Membaca laporan keuangan interim tahun berjalan. b. lingkup. Mengkoordinasi bantuan dari personel entitas dalam penyiapan data. Menilai kewajaran estimasi. di-review. Menilai kondisi yang di dalamnya data akuntansi dihasilkan. lingkup. t. l. s. Pengetahuan tentang bisnis entitas membantu auditor dalam: a. c. r. Me-review arsip korespondensi. jika ada.M. transaksi. penyisihan kerugian piutang. u. diolah. d. p. Program audit harus menggariskan dengan rinci prosedur audit yang menurut keyakinan auditor diperlukan untuk mencapai tujuan audit. depresiasi. dan saat pekerjaan yang harus dilaksanakan dan harus membuat suatu program audit secara tertulis (atau satu set program audit tertulis) untuk setiap audit. kemungkinan mempunyai dampak terhadap laporan keuangan. menurut pertimbangannya. dan waktu audit dengan manajemen. arsip permanen. auditor harus mempertimbangkan sifat. dan auditor intern. Melaksanakan diskusi dengan pihak pemberi tugas untuk memperoleh tambahan informasi tentang tujuan audit yang akan dilaksanakan sehingga auditor dapat mengantisipasi dan memberikan perhatian terhadap hal-hal yang berkaitan yang dipandang perlu. kertas kerja. Tingkat pengetahuannya harus memungkinkan auditor untuk memahami peristiwa. Page | 71 . laporan keuangan. Menilai kewajaran representasi manajemen. o. persentase penyelesaian kontrak jangka panjang. dan laporan auditor tahun lalu.

tetap menjaga penyampaian informasi masalah-masalah penting yang dijumpai dalam audit. Oleh karena itu. atau untuk merancang dan melaksanakan prosedur audit. dan karakteristik operasi. dan bukti audit lain yang diperlukan oleh auditor kemungkinan hanya ada dalam periode yang pendek atau hanya dalam bentuk yang dapat dibaca dengan komputer. Unsur supervisi adalah memberikan instruksi kepada asisten. me-review pekerjaan yang dilaksanakan. untuk memahami pengendalian intern. dan luasnya prosedur audit yang digunakan oleh auditor. Dokumen yang digunakan untuk memasukkan informasi ke dalam komputer untuk diolah. yang berpengaruh terhadap auditnya. auditor harus mencari asisten atau tenaga ahli yang memiliki keahlian tersebut. Hal lain yang harus dipertimbangkan oleh auditor adalah praktik akuntansi yang umum berlaku dalam industri. saat. Jika keahlian khusus diperlukan. 10 Auditor harus mempertimbangkan apakah keahlian khusus diperlukan untuk mempertimbangkan dampak pengolahan komputer terhadap auditnya. 08 Pengetahuan mengenai bisnis entitas biasanya diperoleh auditor melalui pengalamannya dengan entitas atau industrinya serta dari permintaan keterangan kepada personel perusahaan. d) Tersedianya data. SUPERVISI 11 Supervisi mencakup pengarahan usaha asisten dalam mencapai tujuan audit dan penentuan apakah tujuan tersebut tercapai. yang mungkin berasal dari staf kantor akuntannya atau dari ahli luar. dan. kondisi persaingan. dalam menilai dampak luasnya penggunaan komputer terhadap audit laporan keuangan. dan karakteristik operasinya. Penggunaan teknik ini juga menyediakan kesempatan bagi auditor untuk menerapkan prosedur audit tertentu terhadap keseluruhan populasi akun atau transaksi. seperti kondisi ekonomi. struktur organisasi. e) Penggunaan teknik audit berbantuan komputer (TABK) dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan prosedur audit. jika tersedia. termasuk penggunaan jasa perusahaan pengolahan data dengan komputer dari luar. serta perubahan teknologi. AGUS SUDRAJAT S4309040 07 Auditor harus memperoleh pengetahuan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan sifat bisnis entitas.M. arsip komputer tertentu. trend keuangan dan ratio keuangan. peraturan pemerintah. 09 Auditor harus mempertimbangkan metode yang digunakan oleh entitas untuk mengolah informasi dalam perencanaan audit karena metode tersebut mempunyai pengaruh terhadap desain pengendalian intern. Kertas kerja audit dari tahun sebelumnya dapat berisi informasi yang bermanfaat mengenai sifat bisnis. serta transaksi yang memerlukan pertimbangan khusus. kebijakan dan prosedur. Luasnya penggunaan komputer dalam pengolahan sebagian besar data akuntansi dan kompleksnya pengolahannya mempengaruhi pula sifat. Auditor juga harus mempertimbangkan hal-hal yang mempengaruhi industri tempat operasi entitas. auditor harus mempertimbangkan halhal berikut ini: a) Luasnya penggunaan komputer dalam setiap aplikasi akuntansi. b) Kompleksitas operasi komputer entitas. c) Struktur organisasi kegiatan pengolahan data dengan komputer. dan menyelesaikan perbedaan pendapat di antara staf audit kantor akuntan Page | 72 . organisasinya.

lingkup.M. seperti sifat bisnis entitas yang bersangkutan dengan penugasan dan masalah-masalah akuntansi dan audit. 13 Pekerjaan yang dilaksanakan oleh asisten harus di-review untuk menentukan apakah pekerjaan tersebut telah dilaksanakan secara memadai dan auditor harus menilainya apakah hasilnya sejalan dengan kesimpulan yang disajikan dalam laporan auditor. AGUS SUDRAJAT S4309040 12 Para asisten harus diberitahu tanggung jawab mereka dan tujuan prosedur yang mereka laksanakan. Auditor yang bertanggung jawab akhir untuk setiap audit harus mengarahkan asisten untuk mengemukakan pertanyaan akuntansi dan auditing signifikan yang muncul dalam audit. dan saat prosedur yang harus dilaksanakan. 14 Auditor yang bertanggung jawab akhir mengenai auditnya dan asistennya harus menyadari prosedur yang harus diikuti jika terdapat perbedaan pendapat mengenai masalah akuntansi dan auditing di antara personel kantor akuntan publik yang terlibat dalam audit. Page | 73 . hal-hal yang kemungkinan berpengaruh terhadap sifat. Prosedur tersebut harus memungkinkan asisten mendokumentasikan ketidaksetujuan di antara mereka dan kesimpulan yang diambil. sehingga auditor dapat menetapkan seberapa signifikan masalah tersebut.

M. Masa transisi ditetapkan mulai dari 1 Agustus 2001 sampai dengan 31 Desember 2001. Setelah tanggal 31 Desember 2001. Page | 74 . hanya ketentuan dalam Seksi ini yang berlaku. Penerapan lebih awal dari tanggal efektif berlakunya aturan dalam Seksi ini diizinkan. AGUS SUDRAJAT S4309040 TANGGAL BERLAKU EFEKTIF 15 Seksi ini berlaku efektif tanggal 1 Agustus 2001. Dalam masa transisi tersebut berlaku Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Agustus 1994 dan Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Januari 2001.

Hak dan kewajiban (right and obligation). b. AGUS SUDRAJAT S4309040 SA Seksi 326 BUKTI AUDIT Sumber: PSA No. Relevansi. Pernyataan tersebut dapat bersifat implisit atau eksplisit serta dapat diklasifikasikan berdasarkan penggolongan besar sebagai berikut ini: a.Ukuran keabsahan (validity) bukti tersebut untuk tujuan audit tergantung pada pertimbangan auditor independen. manajemen membuat asersi bahwa sediaan produk jadi yang tercantum dalam neraca adalah tersedia untuk dijual. Sebagai contoh. seluruhnya berpengaruh terhadap kompetensi bukti. dalam hal ini bukti audit (audit evidence) berbeda dengan bukti hukum (legal evidence) yang diatur secara tegas oleh peraturan yang ketat.” 02 Sebagian besar pekerjaan auditor independen dalam rangka memberikan pendapat atas laporan keuangan terdiri dari usaha untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti audit. Page | 75 . Penilaian (valuation) atau alokasi. 07 PENDAHULUAN 01 Standar pekerjaan lapangan ketiga berbunyi: “Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi. ketepatan waktu. c.M. pengamatan. dan keberadaan bukti audit lain yang menguatkan kesimpulan. Penyajian dan pengungkapan (presentation and disclosure) 04 Asersi tentang keberadaan atau keterjadian berhubungan dengan apakah aktiva atau utang entitas ada pada tanggal tertentu dan apakah transaksi yang dicatat telah terjadi selama periode tertentu. Kelengkapan (completencess). manajemen membuat asersi bahwa penjualan dalam laporan laba-rugi menunjukkan pertukaran barang atau jasa dengan kas atau aktiva bentuk lain (misalnya piutang) dengan pelanggan. Bukti audit sangat bervariasi pengaruhnya terhadap kesimpulan yang ditarik oleh auditor independen dalam rangka memberikan pendapat atas laporan keuangan auditan. f. d. permintaan keterangan dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan. SIFAT ASERSI 03 Asersi (assertion) adalah pernyataan manajemen yang terkandung di dalam komponen laporan keuangan. objektivitas. Keberadaan atau keterjadian (existence or occurrence). Begitu pula.

Misalnya. Sebagai contoh. manajemen membuat asersi bahwa jumlah yang disajikan sebagai pos luar biasa dalam laporan laba rugi diklasifikasikan dan diungkapkan semestinya. dan diungkapkan semestinya. dan bahan pembantu yang ada di tangan klien. auditor independen merumuskan tujuan audit spesifik ditinjau dari sudut asersi tersebut. Dalam merumuskan tujuan audit. Lampiran A paragraf 25 berisi gambaran tujuan audit untuk sediaan perusahaan manufaktur untuk setiap golongan asersi yang tercantum Page | 76 . 08 Asersi tentang penyajian dan pengungkapan berhubungan dengan apakah komponen-komponen tertentu laporan keuangan diklasifikasikan.M. manajemen membuat asersi bahwa jumlah sewa guna usaha (lease) yang dikapitalisasi di neraca mencerminkan nilai pemerolehan hak entitas atas kekayaan yang disewa-guna-usahakan (leased) dan utang sewa guna usaha yang bersangkutan mencerminkan suatu kewajiban entitas. Sebagai contoh. Beberapa prosedur audit dapat dikaitkan dengan lebih dari satu tujuan audit. 06 Asersi tentang hak dan kewajiban berhubungan dengan apakah aktiva merupakan hak entitas dan utang merupakan kewajiban perusahaan pada tanggal tertentu. manajemen membuat asersi bahwa aktiva tetap dicatat berdasarkan harga pemerolehannya dan pemerolehan semacam itu secara sistematik dialokasikan ke dalam periode-periode akuntansi yang semestinya. bahan baku. Demikian pula. 07 Asersi tentang penilaian atau alokasi berhubungan dengan apakah komponenkomponen aktiva. manajemen membuat asersi bahwa seluruh pembelian barang dan jasa dicatat dan dicantumkan dalam laporan keuangan. 10 Auditor independen tidak perlu secara satu per satu menghubungkan tujuan audit dengan prosedur audit. dijelaskan. kewajiban. AGUS SUDRAJAT S4309040 05 Asersi tentang kelengkapan berhubungan dengan apakah semua transaksi dan akun yang seharusnya disajikan dalam laporan keuangan telah dicantumkan di dalamnya. manajemen membuat asersi bahwa piutang usaha yang tercantum di neraca dinyatakan berdasarkan nilai bersih yang dapat direalisasikan. salah satu tujuan audit yang berhubungan dengan asersi tentang kelengkapan saldo sediaan yang dapat dirumuskan oleh auditor bahwa kuantitas sediaan mencakup seluruh produk jadi. Di lain pihak. Demikian pula. Demikian pula. kombinasi berbagai prosedur audit dibutuhkan untuk mencapai satu tujuan audit. pendapatan dan biaya sudah dicantumkan dalam laporan keuangan pada jumlah yang semestinya. manajemen membuat asersi bahwa utang usaha di neraca telah mencakup semua kewajiban entitas. Misalnya. Sebagai contoh. manajemen membuat asersi bahwa kewajibankewajiban yang diklasifikasikan sebagai utang jangka panjang di neraca tidak akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun. termasuk sifat aktivitas ekonomi dan praktik akuntansi yang khas dalam industrinya. PENGGUNAAN ASERSI DALAM MERUMUSKAN TUJUAN AUDIT DAN DALAM MERANCANG PENGUJIAN SUBSTANTIF 09 Di dalam memperoleh bukti audit yang mendukung asersi dalam laporan keuangan. auditor independen hendaknya mempertimbangkan kondisi khusus entitas.

dan sifat tujuan audit yang hendak dicapai. Sebagai contoh. risiko salah saji material dalam laporan keuangan. adalah sulit atau tidak mungkin bagi auditor memperoleh data tertentu dengan cara inspeksi. antara lain. diolah. 11 Dalam memilih pengujian substantif tertentu untuk mencapai tujuan audit yang telah ditetapkan. dan dipelihara. atau diakses secara elektronik. banyak perusahaan mengolah informasi signifikan secara elektronik. auditor memilih unsur yang ada dalam jumlah yang tercantum dalam laporan keuangan dan mencari bukti audit yang relevan. atau konfirmasi tanpa bantuan teknologi informasi. atau kombinasi kedua metode tersebut untuk memperoleh bukti audit kompeten yang cukup. AGUS SUDRAJAT S4309040 dalam paragraf 03 serta contoh pengujian substantif untuk mencapai tujuan audit tersebut. Pertimbangan auditor independen meliputi sifat dan materialitas unsur-unsur yang diuji. ketepatan waktu. auditor independen mempertimbangkan. diselenggarakan. auditor dapat menentukan bahwa tidak praktis atau mungkin untuk mengurangi risiko deteksi ke tingkat yang dapat diterima dengan cara melaksanakan hanya pengujian substantif untuk satu atau lebih asersi laporan keuangan. Oleh karena itu. termasuk tingkat risiko pengendalian taksiran. metode penerapan prosedur audit untuk mengumpulkan bukti dapat dipengaruhi oleh metode pengolahan data yang digunakan oleh klien. Bukti audit yang disediakan melalui kombinasi penaksiran risiko bawaan dan risiko pengendalian oleh auditor dan pengujian substantif dapat memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapatnya. auditor harus melaksanakan pengujian pengendalian Page | 77 . Oleh karena pertumbuhan penggunaan komputer dan teknologi informasi yang lain. dalam asersi tentang keberadaan atau keterjadian. dalam merancang prosedur audit untuk mencapai suatu tujuan yang berhubungan dengan asersi tentang kelengkapan. teknik audit berbantuan komputer (computer-assisted audit techniques). jenis dan kompetensi bukti audit yang tersedia. Di lain pihak. prosedur yang digunakan harus memadai untuk mencapai tujuan tertentu auditor dan mengurangi risiko deteksi ke tingkat yang dapat diterima oleh auditor. Auditor dapat menggunakan prosedur audit manual. Bukti audit yang diperoleh harus cukup bagi auditor untuk merumuskan kesimpulan tentang validitas asersi individual yang terkandung dalam komponen laporan keuangan. 12 Tujuan audit spesifik yang dirumuskan oleh auditor tidak mengalami perubahan apakah diterapkan dalam pengolahan data dengan manual maupun dengan komputer. permintaan keterangan. potensi untuk memicu atau mengubah informasi secara tidak semestinya terjadi dan tidak terdeteksi mungkin lebih besar jika informasi dihasilkan. Sebagai contoh. serta efisiensi dan efektivitas pengujian yang diharapkan dari pengujian tersebut. 14 Dalam entitas yang di dalamnya informasi signifikan ditransmisikan. 13 Sifat. atau diakses hanya dalam bentuk elektronik. Namun.M. auditor memilih bukti audit yang menunjukkan bahwa suatu unsur harus dimasukkan dalam jumlah yang relevan dalam laporan keuangan dan menyelidiki apakah unsur tersebut telah dimasukkan secara lengkap. Namun. dan luasnya prosedur audit yang digunakan dalam suatu perikatan berhubungan dengan pertimbangan profesional yang diterapkan oleh auditor berdasarkan kondisi yang spesifik. Dalam keadaan ini.

Oleh karena itu. beberapa data akuntansi dan bukti penguat tersedia dalam bentuk elektronik. bukti tersebut mungkin tidak dapat diambil setelah periode waktu tertentu jika file diubah dan jika backup file tidak ada. faktor. dan cek digantikan dengan pesan elektronik. Sebagai contoh. penerimaan kas. seperti cek. serta informasi lain yang dikembangkan oleh atau tersedia bagi auditor yang memungkinkannya menarik kesimpulan berdasarkan alasan yang kuat. surat muat. pendapat auditor atas laporan keuangan tidak akan terjamin. Dalam sistem pengolahan citra. notulen rapat. 16 Jurnal. pengamatan. Namun. dan dokumen sumber dapat tidak disimpan setelah diubah ke dalam citra tersebut.M. 18 Dalam entitas tertentu. auditor harus mempertimbangkan waktu yang pada saat itu informasi ada atau tersedia dalam menentukan sifat. pengiriman. auditor dapat menentukan bahwa catatan akuntansi konsisten secara Page | 78 . Data akuntansi saja tidak dapat dianggap sebagai pendukung yang cukup bagi suatu laporan keuangan. dokumen di-scan dan diubah menjadi citra elektronik untuk memfasilitasi penyimpanan dan pengacuan. mempertimbangkan dampaknya ke laporannya (lihat paragraf 25 Seksi ini). perhitungan. konfirmasi dan representasi tertulis dari pihak yang mengetahui. SIFAT BUKTI AUDIT atau 15 Bukti audit yang mendukung laporan keuangan terdiri dari data akuntansi dan semua informasi penguat yang tersedia bagi auditor. (c) penghitungan kembali dan (d) rekonsiliasi tipe-tipe dan aplikasi yang berkaitan dengan informasi yang sama. entitas dapat menggunakan Electronic Data Interchange (EDI) atau sistem pengolahan citra (image processing systems) Dalam EDI. dan rekonsiliasi keseluruhannya merupakan bukti yang mendukung laporan keuangan. inspeksi dan pemerikasaan fisik. informasi yang diperoleh auditor melalui permintaaan keterangan. pengujian pengendalian yang akan dilaksanakan. Dokumen sumber seperti order pembelian. dan jika berlaku. serta catatan seperti lembaran kerja (work sheet) dan spread sheet yang mendukung alokasi biaya. catatan electonic fund transfers. 19 Auditor menguji data akuntansi yang mendasari laporan dengan keuangan dengan (a) menganalisa dan me-review. (b) menelusuri kembali langkah-langkah prosedur yang diikuti dalam proses akuntansi dan dalam proses pembuatan alokasi yang bersangkutan. entitas dan pelanggannya atau pemasok menggunakan hubungan komunikasi untuk melakukan transaksi bisnis secara elektronik. dan pengeluaran kas seringkali dilaksanakan seluruhnya dengan pertukaran pesan elektronik di antara pihak-pihak yang terkait. Transaksi pembelian. Data akuntansi ini seringkali dalam bentuk elektronik. di pihak lain. AGUS SUDRAJAT S4309040 untuk mengumpulkan bukti untuk menaksir risiko pengendalian. 17 Bukti audit penguat meliputi baik informasi tertulis maupun elektonik. Bukti audit tertentu dapat ada pada titik waktu tertentu. Melalui pelaksanaan prosedur seperti itu. tanpa cukup perhatian atas kewajaran dan kecermatan data akuntansi yang melandasinya. buku besar dan buku pembantu. dan buku pedoman akuntansi yang berkaitan. dan luasnya pengujian subtantif. surat kontrak. saat. penagihan.

Semakin efektif pengendalian intern. dalam hubungannya dengan semua aspek laporan keuangan yang diauditnya. harus sah dan relevan. auditor independen lebih mengandalkan bukti yang bersifat mengarahkan (persuasive evidence) daripada bukti yang bersifat meyakinkan (convincing evidence). Keabsahan sangat tergantung atas keadaan yang berkaitan dengan pemerolehan bukti tersebut. anggapan berikut ini mengenai keabsahan bukti audit dalam audit. KECUKUPAN BUKTI AUDIT 22 Audit yang dilakukan auditor independen bertujuan untuk memperoleh bukti audit kompeten yang cukup untuk dipakai sebagai dasar memadai dalam merumuskan pendapatnya. Aktivitas personel entitas dapat diamati. Namun. Dalam banyak hal. Aktiva yang memiliki keberadaan fisik tersedia bagi auditor untuk diinspeksi. terlepas bentuknya. Page | 79 . c. Konsistensi intern semacam itu biasanya memberikan bukti tentang kewajaran penyajian laporan keuangan. 20 Data yang berkaitan dengan akuntansi dan bukti penguat yang mendukung pembukuan ke dalam akun dan asersi dalam laporan keuangan biasanya tersedia dari file entitas dan dapat diakses oleh auditor untuk pemeriksaan pada titik atau periode waktu tertentu. dan inspeksi lebih bersifat menyimpulkan dibandingkan dengan yang diperoleh secara tidak langsung. Baik di dalam entitas maupun di luarnya terdapat orang yang berpengetahuan yang dapat dihubungi oleh auditor untuk dimintai keterangan. dapat bermanfaat: a. tergantung pada pengecualian penting yang ada. Berdasarkan pengamatan terhadap aktivitas tersebut atau kondisi atau situasi lain. Jumlah dan jenis bukti audit yang dibutuhkan oleh auditor untuk mendukung pendapatnya memerlukan pertimbangan profesional auditor setelah mempelajari dengan teliti keadaan yang dihadapinya. bukti audit. sehingga seorang auditor yang sangat berpengalaman pun jarang dengan mudah diyakinkan. semakin besar jaminan yang diberikan mengenai keandalan data akuntansi dan laporan keuangan. bukti tersebut memberikan jaminan keandalan yang lebih daripada bukti yang diperoleh dari dalam perusahaan itu sendiri. meskipun satu sama lain tidak bersifat saling meniadakan. perhitungan. untuk tujuan audit auditor independen. KOMPETENSI BUKTI AUDIT 21 Untuk dapat dikatakan kompeten. Pengetahuan auditor secara pribadi dan langsung yang diperoleh melalui inspeksi fisik. b. Apabila bukti dapat diperoleh dari pihak independen di luar perusahaan. Dengan demikian penarikan kesimpulan secara umum mengenai dapat diandalkannya berbagai macam bukti audit. AGUS SUDRAJAT S4309040 intern. Baik asersi secara individual dalam laporan keuangan maupun gambaran umum bahwa laporan keuangan secara keseluruhan menyajikan posisi keuangan. pengamatan.M. jika pengecualian yang penting dapat diketahui. auditor dapat mencapai kesimpulan tentang validitas berbagai asersi dalam laporan keuangan. hasil usaha dan arus kas perusahaan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia adalah sedemikian sifatnya.

apakah bukti audit yang tersedia baginya dengan batasan waktu dan biaya. dan Contoh Pengujian Substantif Contoh untuk Sediaan dalam Perusahaan Manufaktur Lampiran ini menggambarkan penggunaan asersi dalam pembuatan tujuan audit dan dalam pendesainan pengujian substantif. sekali lagi dengan menggunakan pertimbangan profesionalnya. auditor harus mempertimbangkan apakah tujuan audit tertentu telah tercapai. Masa transisi ditetapkan mulai dari 1 Agustus 2001 sampai dengan 31 Desember 2001. Dalam merumuskan pendapatnya. Setelah tanggal 31 Desember 2001. pendapatnya harus dirumuskan dalam jangka waktu yang pantas dan dengan biaya yang masuk akal. Penerapan lebih awal dari tanggal efektif berlakunya aturan dalam Seksi ini diizinkan. auditor harus mempertimbangkan relevansi bukti audit. auditor harus memperhatikan kemungkinan laporan keuangan tidak disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. terlepas apakah bukti audit tersebut mendukung atau berlawanan dengan asersi dalam laporan keuangan. Contoh Tujuan Audit. atau ia harus menyatakan pendapat wajar dengan pengecualian atau menolak memberikan pendapat. Contoh berikut ini tidak dimaksudkan untuk menggambarkan seluruh pengujian lengkap atau tidak diharapkan akan berlaku untuk semua audit. agar secara ekonomis bermanfaat. Dalam merancang prosedur audit untuk memperoleh bukti kompeten yang cukup. Auditor harus memutuskan. hanya ketentuan dalam Seksi ini yang berlaku. AGUS SUDRAJAT S4309040 23 Auditor bekerja dalam batas-batas pertimbangan ekonomi. PENILAIAN BUKTI AUDIT 25 Dalam menilai bukti audit. Page | 80 . Dalam masa transisi tersebut berlaku standar yang terdapat dalam Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Agustus 1994 dan Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Januari 2001. TANGGAL BERLAKU EFEKTIF 26 Seksi ini berlaku efektif tanggal 1 Agustus 2001. Masalah kesulitan dan biaya pengujian suatu pos bukan merupakan dasar yang sah untuk menghilangkan pengujian tersebut dalam proses audit. maka ia harus menangguhkan pemberian pendapatnya sampai ia mendapatkan bukti kompeten yang cukup untuk menghilangkan keraguannya. Auditor harus secara mendalam mencari bukti audit dan tidak memihak (bias) dalam mengevaluasinya. cukup memadai untuk membenarkan pernyataan pendapatnya.M. LAMPIRAN A 27 Asersi Laporan Keuangan. 24 Sebagai pegangan. harus terdapat hubungan yang rasional antara biaya untuk mendapatkan bukti dengan manfaat informasi yang diperoleh. Bila auditor masih tetap ragu-ragu untuk mempercayai suatu asersi yang material.

* Membandingkan hubungan antara saldo akun sediaan dengan kegiatan pembelian. * Meminta pertanggungjawaban semua kartu penghitungan fisik (inventory tags) dan daftar hasil penghitungan fisik (count sheet/inventory summary sheet) Page | 81 . produksi. * Menguji prosedur pisah batas pengiriman dan penerimaan. AGUS SUDRAJAT S4309040 Tujuan Audit Contoh Pengujian Substantif Keberadaan atau Keterjadian Sediaan yang dicantumkan dalam neraca * Mengamati penghitungan fisik sediaan. * Mendapatkan konfirmasi atas sediaan bahan. bahan. dan penjualan sekarang. dalam daftar hasil penghitungan fisik sediaan.M. * Membandingkan hubungan antara saldo akun sediaan dengan kegiatan pembelian. * Membandingkan sediaan dengan katalog penjualan * sekarang dengan laporan penjualan dan laporan pengiriman barang. * dengan tanggal neraca. * Mengamati penghitungan fisik sediaan. secara fisik ada * Mendapatkan konfirmasi atas sediaan yang ditempatkan di lokasi luar perusahaan. supplies yang masih ada dalam yang ditempatkan di lokasi luar perjalanan maupun yang disimpan di lokasi luar perusahaan. perusahaan. * Menguji transaksi sediaan di antara tanggal awal penghitungan fisik sediaan Sediaan merupakan unsur yang disimpan untuk dijual atau digunakan dalam kegiatan normal bisnis. produksi. Kelengkapan Sediaan meliputi semua produk. Kuantitas sediaan meliputi semua produk. Me-review kartu sediaan. catatan pembelian catatan sebagai petunjuk kegiatan yang bersangkutan dengan sediaan. Menggunakan jasa spesialis untuk menguatkan sifat produk yang khusus. produksi. supplies yang ada di lokasi perusahaan. Daftar hasil penghitungan fisik sediaan * Menelusuri hitung uji yang dicatat dalam dikompilasi dengan teliti dan totalnya telah kartu penghitungan fisik sediaan ke dimasukkan ke dalam akun sediaan. dan penjualan sekarang. * Menguji prosedur pisah batas pengiriman dan penerimaan.

Sediaan tidak mencakup unsur yang telah * Memeriksa faktur dari pemasok yang ditagihkan kepada pelanggan atau dimiliki oleh telah dibayar. dan kontrak. AGUS SUDRAJAT S4309040 yang digunakan untuk mencatat hasil penghitungan fisik sediaan. perjanjian konsinyasi. * Merekonsiliasi hasil penghitungan fisik dengan kartu sediaan dan saldo akun sediaan dalam buku besar serta menyelidiki fluktuasi yang signifikan. langsung. hak milik serupa terhadap sediaan * Mendapatkan konfirmasi atas sediaan yang ditempatkan di lokasi di luar perusahaan. perjanjian konsinyasi. Hak dan Kewajiban Entitas memiliki hak milik secara hukum atau * Mengamati penghitungan fisik sediaan.M. harga pokoknya (at cost). kecuali jika harga * Me-review tarif upah karyawan pasarnya lebih rendah. * Menguji prosedur pisah batas pengiriman dan penerimaan. Penilaian atau Alokasi Sediaan dinyatakan secara semestinya pada * Memeriksa faktur dari pemasok. dan pihak lain kontrak. * Memeriksa faktur dari pemasok yang telah dibayar. * Memeriksa analisis selisih harga pembelian dan selisih biaya produksi. Page | 82 .

daftar. Tingkat risiko pengendalian taksiran. bentuk. dan isi kerta kerja untuk perikatan tertentu mencakup: a. c. 15 PENDAHULUAN 01 Auditor harus membuat dan memelihara kertas kerja. Kertas kerja adalah catatan-catatan yang diselenggarakan oleh auditor tentang prosedur audit yang ditempuhnya. dan simpulan yang dibuatnya sehubungan dengan auditnya. d. surat konfirmasi. analisis. Membantu auditor dalam pelaksanaan dan supervisi audit. pengujian yang dilakukannya. AGUS SUDRAJAT S4309040 SA Seksi 339 KERTAS KERJA Sumber : PSA No. Contoh kertas kerja adalah program audit. b. Page | 83 . Sifat laporan keuangan. representasi. ikhtisar dari dokumen-dokumen perusahaan. f. 3 Faktor yang mempengaruhi pertimbangan auditor mengenai kuantitas. Sifat perikatan auditor. Sifat dan kondisi catatan clien.M. Kertas kerja dapat pula berupa data yang disimpan dalam pita magnetik. dan daftar atau komentar yang dibuat atau diperoleh auditor. termasuk representasi tentang pengamatan atas standar pekerjaan lapangan. Menyediakan penunjang utama bagi laporan auditor. yang isi maupun bentuknya harus didesain untuk memenuhi keadaan-keadaan yang dihadapinya dalam perikatan tertentu. Sifat laporan auditor. memorandum. yang tersirat ditunjukkan dalam laporan auditor dengan disebutkannya frasa “berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia”. atau media yang lain. Kebutuhan dalam keadaan tertentu untuk mengadakan supervisi dan review atas pekerjaan yang dilakukan para asisten. informasi yang diperolehnya. Informasi yang tercantum dalam kertas kerja merupakan catatan utama pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh auditor dan simpulan-simpulan yang dibuatnya mengenai masalahmasalah yang signifikan. FUNGSI DAN SIFAT KERTAS KERJA 02 Kertas kerja terutama berfungsi untuk: a. film. e. b. dan keterangan yang perlu bagi auditor dalam pembuatan laporan.

Setelah tanggal 31 Desember 2001. 6 Seringkali kertas kerja tertentu auditor dapat berfungsi sebagai sumber acuan bagi kliennya. namun harus cukup memperlihatkan bahwa catatan akuntansi cocok dengan laporan keuangan atau informasi lain yang dilaporkan serta standar pekerjaan lapangan yang dapat diterapkan telah diamati. Masa transisi ditetapkan mulai dari 1 Agustus 2001 sampai dengan 31 Desember 2001. Bukti audit yang telah diperoleh.M. c. tipe. 7 Auditor harus menerapkan prosedur memadai untuk menjaga keamanan kertas kerja dan harus menyimpannya dalam periode yang dapat memenuhi kebutuhan praktiknya dan ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku mengenai penyimpan dokumen. Dalam masa transisi tersebut berlaku standar yang terdapat dalam Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Agustus 1994 dan Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Januari 2001. AGUS SUDRAJAT S4309040 ISI KERTAS KERJA 4 Kuantitas. hanya ketentuan dalam Seksi ini yang berlaku. KEPEMILIKAN DAN PENYIMPANAN KERTAS KERJA 5 Kertas kerja adalah milik auditor. Kertas kerja biasanya harus berisi dokumentasi yang memperlihatkan: a. TANGGAL BERLAKU EFEKTIF 8 Seksi ini berlaku efektif tanggal 1 Agustus 2001. dan pengujian yang telah dilaksanakan. Penerapan lebih awal dari tanggal efektif berlakunya aturan dalam Seksi ini diizinkan. prosedur audit yang telah diterapkan. Pemahaman memadai atas pengendalian intern telah diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat. saat. namun kertas kerja harus tidak dipandang sebagai bagian dari. yang menujukan diamatinya standar pekerjaan lapangan ketiga. Page | 84 . Namun hak dan kepemilikan atas kertas kerja masih tunduk pada pembatasan yang diatur dalam Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik yang berkaitan dengan hubungan yang bersifat rahasia dengan klien. dan isi kertas kerja bervariasi dengan keadaan yang dihadapi oleh auditor. yang menujukan diamatinya standar pekerjaan lapangan yang pertama. dan lingkup pengujian yang telah dilakukan. b. atau sebagai pengganti terhadap. Pekerjaan telah direncanakan dan disupervisi dengan baik. catatan akuntansi klien. memberikan bukti kompeten yang cukup sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan.

sejumlah besar organisasi masih dapat mempertimbangkan penggunaan khusus penyedia audit internal. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa organisasi-organisasi. ketiga organisasi Satu dari tiga fungsi audit internal dalam organisasi.M. SUMMARY Penelitian ini mencakup analisis data dari survei yang dilakukan di Inggris antara bulan Mei dan Juli 1999. sejumlah Direksi Keuangan dan / atau Direksi Audit baik dari sektor publik dan swasta ikut ambil bagian. Para penulis percaya bahwa beberapa keraguan hadir antara organisasi ketika datang ke outsourcing fungsi audit internal. jika tidak semua. teknologi informasi dan keamanan untuk penyedia layanan di luar. tidak begitu tertarik untuk melakukan outsourcing fungsi audit internal. fungsi audit internal dapat disediakan oleh penyedia layanan di luar. Hal ini didukung oleh temuan survei yang menunjukkan bahwa organisasi yang telah menerima outsourcing dan telah mempercayakan penyediaan berbagai layanan seperti pembersih. Penelitian ini melaporkan hasil survei kuesioner yang dilakukan pada sektor publik dan swasta di Inggris dalam masalah outsourcing audit internal. penelitian juga meneliti bagaimana audit internal dianggap dan kemungkinan dampak keputusan outsourcing ini atas independensi auditor dan kualitas layanan audit internal. puas dengan kualitas jasa audit outsourcing. menunjukkan bahwa dalam waktu dekat setidaknya beberapa. AGUS SUDRAJAT S4309040 OUTSOURCING THE INTERNAL AUDIT FUNCTION: A SURVEY OF THE UK PUBLIK AND PRIVATE SECTORS Georges Selim and Arestodemos Yiannakas Meskipun bukan fenomena baru di dunia usaha. Terlepas dari kenyataan bahwa mereka menunjukkan preferensi mereka terhadap memperoleh layanan dari salah satu dari 'lima besar perusahaan akuntan publik. outsourcing saat ini terjadi pada skala lebih luas dan seringkali mencakup berbagai kegiatan tradisional di dalam organisasi. Page | 85 . Selain melihat faktor bertindak sebagai kekuatan pendorong utama di balik keputusan untuk melakukan outsourcing fungsi internal audit. secara umum. Dalam survei ini.

Menurut pandangan ini. telah menjadi ciri mapan cara bisnis dilakukan. memfokuskan investasi dan manajemen menjadi perhatian mereka. misalnya. Kedua. dan akhirnya. Ini adalah wajar bagi mereka yang mendukung akan sangat antusias dan ingin menerapkannya dalam berbagai peran manajemen. organisasi yang merangkul outsourcing karena mereka menyadari bahwa mereka memiliki keterbatasan tertentu dan karena ada organisasi khusus di pasar sebagai kekuatan mereka. yang mereka tidak akan lakukan di masa lalu. Di antara peningkatan jumlah mereka yang menyatakan bahwa outsourcing dapat Page | 86 . banyak artikel telah ditulis dan diterbitkan tentang outsourcing telah sengit diperdebatkan. kesepakatan baru-baru ini termasuk outsourcing fungsi sumber daya manusia. Fungsi organisasi outsourcing seperti keamanan dan pemeliharaan gedung selama beberapa dekade. yang secara luas mendukung outsourcing sebagai respon strategis untuk persaingan yang meningkat. Sekarang secara luas diakui bahwa agar suatu organisasi bersaing secara efektif. outsourcing tidak benar-benar sebuah fenomena baru. Organisasi outsourcing sekarang dengan berbagai aktivitas baru.M. REVIEW LITERATUR Apakah Outsourcing itu perlu? Selama beberapa tahun terakhir. Meskipun semua publisitas baru-baru ini telah diterima. penting untuk berkonsentrasi pada apa yang dilakukannya menjadi terbaik. Namun. Orang-orang digunakan untuk kegiatan seperti organisasi-organisasi outsourcing. Jennings (1996) dan. teknologi informasi dan bahkan audit internal. Quinn dan Hilmer (1995). Hinton (1996) juga berbagi pandangan yang sama. banyak kegiatan strategis outsourcing lain yang perusahaan memiliki kebutuhan strategis tidak kritis atau kemampuan khusus. mengembangkan serangkaian kompetensi inti yang dipilih dengan cermat untuk pelanggan dan organisasi dapat menjadi yang terbaik di dunia. Mereka mengklaim bahwa organisasi yang paling substansial dapat memanfaatkan sumber daya mereka melalui strategis outsourcing: pertama. AGUS SUDRAJAT S4309040 PENDAHULUAN Outsourcing yaitu praktek dimana perusahaan dikontrak untuk melakukan satu atau lebih kegiatan bisnis yang secara tradisional telah dilakukan dalam organisasi. akuntansi. beberapa skeptis memperingatkan bahwa organisasi bergantung pada outsourcing mengundang bencana kehilangan daya saing. Di sisi lain.

meskipun organisasi outsourcing dapat memberikan fleksibilitas untuk bereaksi dengan cepat terhadap perubahan kondisi pasar atau untuk memanfaatkan peluang-peluang baru. McCune (1993) berpendapat bahwa. akhirnya membayar lebih ke penyedia layanan di luar dari mereka akan menghabiskan jika mereka melakukan fungsi in-house. Organisasi bisa. Bermasalah dengan masalah keuangan perusahaan sering menganggap outsourcing menjadi solusi yang paling tepat untuk masalah mereka. Bradley. dan Hamel (1992) menyimpulkan bahwa penyalahgunaan outsourcing memainkan peran penting dalam penurunan terus kompetitif di banyak perusahaan Barat. bahkan beralih ke keahlian luar tidak mungkin untuk menghasilkan hasil yang positif. jika kasus tersebut lebih atau kurang harapan. diambil oleh para manajer Barat. mengklaim bahwa pelaksanaan keputusan outsourcing seharusnya merupakan proses tidak tergesagesa. cenderung meningkat. Untuk organisasi yang outsource dan mendapatkan yang benar. Ide untuk mengubah biaya tetap menjadi biaya variabel dapat membuktikan menjadi pilihan yang menggoda. Kompetensi adalah perekat yang mengikat bersama-sama bisnis yang ada dan mesin untuk pengembangan bisnis baru. Argumen mereka adalah bahwa kompetensi inti harus dipupuk dan dilindungi dari waktu ke waktu untuk sukses kompetitif. Tugas outsourcing dalam upaya untuk menyelamatkan sebuah perusahaan finansial tidak stabil jarang bekerja. Hoewing (1992) menyatakan bahwa kehati-hatian harus diambil untuk tidak tugas outsourcing sebagai jalan terakhir. manfaat tampak semakin bermanfaat. Sejumlah besar organisasi dimengerti menemukan keinginan untuk melakukan outsourcing cukup menarik. Dalam banyak kasus. karena organisasi yang melakukan outsourcing dan mendapatkan kesalahan. mungkin tidak selalu menjadi strategi terbaik untuk setiap fungsi. Bettis. biaya bisa lebih dari jumlah berapapun yang disimpan. Willis (1996). Dalam jangka panjang. Mereka lebih lanjut menyatakan bahwa keputusan outsourcing. AGUS SUDRAJAT S4309040 menggerogoti daya saing. Outsourcing memungkinkan organisasi Page | 87 .M. Demikian pula. keputusan untuk melakukan outsourcing fungsi tertentu terlalu cepat diambil oleh CEO atau oleh chief financial officer dan cepat disetujui oleh dewan direksi dengan over-antusias. pada kenyataannya. Prahalad dan Hamel (1990) menunjukkan bahwa keterampilan yang menimbulkan generasi berikutnya kompetensi inti tidak bisa 'menyewa dalam' oleh outsourcing. Dengan kata lain. Di sisi lain.

dan kerahasiaan yang muncul ketika perusahaan akuntan publik yang sama memberikan layanan baik internal dan eksternal audit. masih percaya bahwa. fungsi audit internal sebaiknya dilakukan oleh sepenuhnya sumber daya dan staf profesional yang kompeten yang bersifat internal dan bagian integral dari struktur manajemen sebuah organisasi. mungkin istilah yang relatif baru. melihat fungsi penting. maka dianjurkan untuk memperoleh dari luar . meskipun tren besar terhadap outsourcing. dan diperlakukan sebagai ‘non-inti' dan. Bahkan Acciani (1995) dan Courtemanche (1991) berpendapat bahwa. 1991). dan disiplin penyedia layanan. Courtemanche. 1995. atau personil . Institute of Internal Auditor (IIA). mereka menjadi kandidat utama untuk outsourcing. keterampilan. konflik kepentingan. Fungsi audit internal merupakan salah satu yang terbaru. seperti teknologi informasi dan akuntansi. dengan menyarankan bahwa jika departemen audit internal tidak memiliki pengetahuan yang diperlukan. tetapi bukan merupakan konsep baru. akhirnya akan biaya organisasi lebih tinggi daripada mempertahankan tim audit internal dalam organisasi. masih terbuka kemungkinan untuk layanan eksternal yang disediakan. Page | 88 untuk melaksanakan tanggung jawab audit. Selanjutnya. fungsi audit internal dalam organisasi tradisionla yang saat ini menjadi target untuk Mereka yang melawan outsourcing audit internal akan menyarankan bahwa keputusan untuk melakukan outsourcing audit internal seluruh departemen adalah langkah yang paling keliru yang dibuat tim manajemen senior dan selanjutnya akan dianggap sebagai kesalahan serius (Acciani. Standar dan Pedoman Praktik Profesional Audit Internal. sebagai akibatnya. AGUS SUDRAJAT S4309040 untuk tumbuh tanpa investasi aktiva tetap apakah peralatan.tetapi strategi harus terus dievaluasi ulang.M. 1980-an dan awal 1990-an. sementara outsourcing dapat terlihat seperti pengaturan yang menarik di awal. di negeri lain. kritik outsourcing adalah cepat dalam menunjukkan keprihatinan tentang kebebasan. IIA secara terbuka menyatakan bahwa departemen audit internal yang kompeten yang terorganisasi dengan baik dengan staf yang terlatih dapat melakukan fungsi audit internal yang lebih efisien dan efektif daripada jasa audit kontrak. Outsourcing Fungsi Internal Audit Outsourcing seperti yang disebutkan sebelumnya.

yang sering diangkat untuk mendukung outsourcing. PERTANYAAN PENELITIAN Berdasarkan publikasi saat ini. Meskipun semua yang telah dikatakan di atas. Menurut Marshall (1994). Verschoor dan Farell (1996) menyatakan bahwa audit internal adalah salah satu pokok sumber informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi tanggung jawab pengawasannya. sementara pada saat yang sama memperluas cakupan program audit.M. sedikit penelitian tentang masalah outsourcing fungsi audit internal telah dilakukan di Britania Raya hasilnya banyak pertanyaan yang masih tetap tidak terjawab. Salah satu studi paling baru dipublikasikan adalah penelitian yang dilakukan oleh Rittenberg dan Covaleski Page | 89 . seperti audit internal. Hasil keseluruhan akan meningkat risiko direksi. Pelfrey dan Peacock (1995) berbagi pandangan yang sama. harus diingat. sehingga proyek-proyek khusus atau tugas yang akan dioutsource ke penyedia layanan di luar. masalah yang tidak biasanya muncul pada fungsi outsourcing lainnya. Sebuah penyedia jasa layanan audit luar internal biasanya dapat disewa setiap saat atau untuk periode waktu tertentu. adalah ‘fleksibilitas’. Jasa outsourcing yang dipilih dapat membuktikan menjadi solusi yang paling tepat untuk auditor internal yang telah diminta untuk secara signifikan mengurangi jumlah staf yang bekerja. Itulah sebabnya organisasi harus berpikir dua kali sebelum outsourcing fungsi audit internal. bahwa outsourcing fungsi audit internal tidak sama dengan outsourcing fungsi lainnya. Di sisi lain. bahwa mereka mempertahankan staf auditor internal pokok untuk menangani fungsi-fungsi tertentu. kegiatan kritis menempatkan. di tangan penyedia luar dapat membuktikan menjadi kesalahan serius dan mungkin dapat menyebabkan sejumlah besar masalah kepada organisasi. Outsourcing pada kenyataannya dapat menghilangkan kebutuhan untuk mempekerjakan staf permanen ketika fungsi audit internal dalam organisasi tidak dapat mengatasi jumlah tambahan pekerjaan yang harus dilakukan. satu klaim. Ini akan sangat berguna di mana fungsi audit internal dalam organisasi memiliki kesulitan dalam memenuhi rencana audit dan di mana tugas-tugas tertentu memerlukan keahlian spesialis yang tidak tersedia dalam organisasi. AGUS SUDRAJAT S4309040 Para pendukung outsourcing berpendapat bahwa lebih baik hasil ini didapat dari semua outsourcing atau bagian dari fungsi internal audit.

jika bukan alasan utama. Hasil penelitian ini memberikan beberapa pengamatan yang menarik tentang efek positif yang dihasilkan dari kompetisi di putaran kedua kualitas layanan yang disediakan dan efisiensi layanan tersebut. Hal ini diklaim secara luas dalam literatur bahwa 'penurunan biaya' adalah salah satu alasan utama. Namun. telah mengangkat pertanyaan mengenai kesesuaian dan potensi bahaya mendapatkan kedua layanan dari sumber yang sama (Accianit 1995. Demikian pula. Sejumlah besar perusahaan akuntan publik yang telah secara aktif terlibat dalam pemasaran jasa internal audit. kualitas jasa audit internal diberikan oleh penyedia layanan di Page | 90 . dan strategi yang digunakan oleh kedua departemen yang ada dan outsourcing penyedia dalam berkompetisi untuk penugasan audit. sebagian besar organisasi yang menggoda untuk melompat ke bandwagon outsourcing. Selain menyediakan beberapa informasi baru tentang outsourcing fungsi audit internal di Britania Raya. Pertanyaan terakhir adalah berkaitan dengan dampak dari keputusan untuk melakukan outsourcing fungsi internal audit pada independensi auditor (internal dan eksternal) dan kualitas layanan audit internal. Kedua penulis melakukan serangkaian wawancara dengan pihak-pihak utama yang terlibat dalam tes pasar jasa audit internal (yaitu outsourcing penyedia dan kepala atau departemen audit internal). Partisipan diminta untuk menyebutkan apakah mereka menganggap audit internal menjadi inti 'atau' non-inti 'kegiatan dan apakah atau mereka tidak menganggap untuk menjadi menjadi 'penting'? Pertanyaan kedua berusaha untuk mengidentifikasi motif pokok dan faktor di balik keputusan untuk melakukan outsourcing fungsi audit internal. tampaknya bahwa sejumlah faktor lain seperti akses ke auditor internal dengan keterampilan khusus dan untuk menjamin kualitas layanan dapat diajukan sebagai penjelasan yang benar-benar mempengaruhi keputusan untuk melakukan outsourcing fungsi audit internal. Pertanyaan pertama terfokus pada bagaimana internal audit disadari oleh Direksi Keuangan dan Direksi Audit baik dari publik dan sektor swasta.M. kajian ini berupaya untuk menjawab tiga pertanyaan dasar penelitian. Ia juga mengidentifikasi masalah utama yang dihadapi. Aldhizer III dan Cashell. 1996). AGUS SUDRAJAT S4309040 (1999) yang meneliti 'pengujian pasar' dari kegiatan audit internal di dalam Pemerintah Inggris di mana tekanan Pemerintah untuk mempertahankan fungsi outsourcing menantang departemen audit internal untuk bersaing dengan sektor swasta.

Non Departemental Public Bodies(NDPB's). dan Housing Federation Members. Lima skenario adalah: • Fungsi audit internal diselenggarakan dalam organisasi (Skenario I) • Fungsi audit internal outsourcing sebagian (Skenario II) • Fungsi audit internal outsourcing sepenuhnya (Skenario III) • Partnering / Co-sourcing (Skenario IV) • Tidak ada fungsi audit internal saat ini (Skenario V) Karena banyak tes menunjukkan bahwa persentase pengembalian secara signifikan dapat ditingkatkan melalui sebuah pemberitahuan terlebih dahulu. 125 Top perusahaan yang terdaftar di London Stock Exchange dipilih. diputuskan bahwa penggunaan kuesioner akan menjadi cara yang paling tepat. dan karena para peneliti tidak punya cara lain untuk membantu responden untuk memberikan respon yang jelas Page | 91 . untuk mengumpulkan data. Instrumen survei (kuesioner pos) dipilih untuk mengumpulkan data primer dibagi menjadi lima skenario yang berbeda dan masing-masing responden diminta untuk menanggapi hanya salah satu skenario sesuai dengan ketentuan saat ini jasa audit internal dalam organisasi masing-masing. 1991). Selama jangka waktu delapan hari (dari 20 Mei hingga 28 Mei 1999). Northern Ireland(NI) Departemen. AGUS SUDRAJAT S4309040 luar. METODOLOGI Sampel yang terdiri dari 250 organisasi baik dari publik dan sektor swasta di Britania Raya telah diambil. terutama karena merupakan kendaraan yang paling efektif untuk mencapai sejumlah besar responden di wilayah yang luas.M. juga perhatian utama (Courtemanche. Dari sektor swasta. Sejak kuesioner didistribusikan itu diluar kekuasaan peneliti. terutama perusahaan akuntan publik. 250 Direksi dihubungi dan mereka akan menerima informasi tentang kuesioner pos. sebuah pesan yang melalui sekretaris atau rekan kerja lainnya. sedangkan 125 dari sektor publik campuran dipilih dari Pemerintah Departemen. diambil keputusan untuk memperkenalkan awalnya kuesioner dengan menelepon semua Drektur Keuangan dan / atau Direktur Audit dalam organisasi yang ada dalam sampel. Dalam beberapa kasus di mana kontak langsung dengan Direksi tertentu tidak bisa dilakukan. Instansi Pemerintah. Untuk tujuan survei ini.

Untuk memastikan kualitas layanan Penyedia layanan audit internal tidak akan tahu bisnis organisasi yang mereka lakukan Page | 92 . Tingkat respons untuk mailing awal 53.8% ) berpartisipasi dalam survei kami. dan NI Departemen dan 22 Haousing Federation Members). Pengamatan penting adalah bahwa semua organisasi dari sektor publik menyatakan bahwa mereka baik memiliki fungsi audit internal dalam organisasi (61 dari total 89 sebenarnya tidak berpengaruh pada fungsi audit internal dalam organisasi) atau mereka menggunakan layanan dari penyedia layanan di luar. HASIL PENELITIAN Penyediaan Internal Audit Sebagian besar responden (120 dari 165) menunjukkan bahwa mereka saat ini memiliki fungsi audit internal di dalam organisasi mereka. Lembaga. 89 (71. tindak lanjut surat pada 21 Juni 1999. NDPB.M.2%) menjawab (67 Pemerintah Departemen. Selain itu. Sebagai pengaruh utama dalam keputusan mereka untuk menjaga fungsi audit internal di dalam organisasi: I. Dari total 250 kuesioner yang dikirimkan. sebanyak 160 (97%) organisasi memiliki baik fungsi audit internal di dalam organisasi atau mereka menggunakan layanan dari penyedia layanan di luar.2% sedangkan mailing kedua menghasilkan lebih lanjut 12. II. Dalam rangka mengurangi persentase non-responden dan meningkatkan tingkat respons secara keseluruhan. Dan dari sektor swasta 76 (60. Hanya 5 Direksi dari sektor swasta menunjukkan bahwa organisasi mereka tidak memiliki fungsi audit internal. AGUS SUDRAJAT S4309040 dan akurat. Dua Direksi menjawab Ya mereka akan mempertimbangkan dan tiga menjawab Tidak. Dari 125 organisasi dari sektor publik yang awalnya dilakukan. Organisasi dengan Fungsi Internal Audit Beberapa alasan utama diidentifikasi oleh Direksi. Kelima Direksi ditanya apakah organisasi masing-masing pernah akan mempertimbangkan kemungkinan memiliki fungsi internal audit.8%. menyelesaikan segala potensi ambiguitas atau kebingungan untuk arti pertanyaan-pertanyaan tertentu. 165 (66%) akhirnya selesai dan dikembalikan 5 Juli 1999.

V. sampai batas tertentu. Di antara alasan-alasan yang diajukan untuk menjelaskan keputusan mereka untuk membawa fungsi audit internal kembali ke dalam organisasi: I. Sementara sisa dua pertiga dari Direksi menyatakan bahwa mereka tidak berharap untuk melakukannya. kegiatan. VI.dalam upaya untuk mencapai nilai terbaik. 48 berasal dari sektor publik dan 27 dari sektor swasta. antara lain. Apakah fungsi outsource organisasi akan kehilangan bantuan / konstruktif positif yang diberikan oleh fungsi audit internal. maka diputuskan untuk membawa kembali fungsi Internal Audit di organisasi Sejauh menyangkut masa depan. Dari total 75. Akses ke auditor internal setiap saat'. 11 organisasi dari sektor publik memiliki pengalaman dengan outsourcing fungsi audit internal tetapi pada tahap tertentu mereka memutuskan untuk membawa kembali fungsi audit internal organisasi. II. uang untuk pembayar pajak – test market secara teratur. IV. setidaknya untuk beberapa fungsi audit internal mereka. dan Kebutuhan tetap untuk auditor internal dengan keterampilan khusus. fungsi internal audit. Mereka Page | 93 . Dalam satu kasus.M. penyedia telah mengalami kesulitan dalam mempertahankan staf yang ada dan merekrut yang baru. Kualitas buruk penyedia layanan Ketidakpuasan dengan kinerja keseluruhan penyedia Kurangnya pemahaman penyedia bisnis'. 75 responden yang sama kemudian diminta untuk menunjukkan jika di masa lalu mereka telah keluar-sumber baik seluruhnya atau sebagian fungsi audit internal mereka dan kemudian. mereka memutuskan untuk membawa kembali audit internal organisasi. AGUS SUDRAJAT S4309040 III. V. Perbedaan antara kedua sektor dapat dijelaskan. III. untuk satu alasan atau lainnya. Kualitas penyedia staf audit memburuk sebagai kontrak mendekat sampai akhir Penyedia tidak lagi mampu menyediakan pelayanan karena kekurangan staf. oleh fakta bahwa departemen pemerintah . Dalam upaya untuk mendapatkan kembali sekali lagi kontrol keseluruhan fungsi tersebut. sepertiga dari Direksi organisasi yang saat ini memiliki fungsi audit internal dalam organisasi mengindikasikan bahwa mereka akan mempertimbangkan outsourcing Jika bukan untuk keseluruhan. IV.

perusahaan akuntan publik telah menyadari potensi penghasilan sangat besar dari pasar outsourcing audit internal. 97 responden menganggap audit internal menjadi kegiatan inti sementara sisa 68 menganggapnya sebagai kegiatan non-inti. para peneliti merasa perlu mengeksplorasi masalah ini lebih lanjut dengan meminta partisipan untuk menyatakan apakah dalam pandangan mereka audit internal adalah kegiatan penting dalam organisasi mereka. 43 Direksi berasal dari sektor swasta dan sisanya dari sektor publik. Untuk mengidentifikasi sumber utama jasa audit internal. Hanya satu organisasi dari sektor publik adalah pada penggunaan kini membuat layanan dari penyedia audit khusus internal. Angka-angka ini pastikan bahwa meskipun 'outsourcing' adalah bukan fenomena baru. praktek dimana organisasi outsource dalam fungsi audit internal sebenarnya relatif baru. Seperti yang diharapkan. semua lima organisasi dari sektor swasta tanpa fungsi audit Page | 94 . Persepsi Internal Audit Dari total 165.3 kali pendapatan saat ini yang dihasilkan oleh audit hukum dan . Hal ini terbukti bahwa mayoritas (31 dari 40) dari organisasi mulai outsourcing fungsi audit internal dari sekitar lima tahun yang lalu. sebagai hasilnya. Fungsi Outsourcing Internal Audit 4o organisasi responden baik sebagian atau seluruhnya outsourcing fungsi audit internal atau telah mengadopsi kemitraan / co-sourcing diminta untuk mengatakan kapan mereka mulai melakukannya. diminta untuk mengidentifikasi penyedia layanan mereka. AGUS SUDRAJAT S4309040 tidak akan mempertimbangkan outsourcing fungsi audit internal mereka. Hasil survei mengungkapkan mayoritas. organisasi-organisasi yang sedang outsourcing fungsi audit internal. Hasil survei menunjukkan bahwa 29 dari 40 organisasi memanfaatkan layanan dari 5 besar perusahaan akuntan publik. Penyedia Jasa Internal Audit Selama beberapa tahun terakhir. mereka telah mulai menyediakan layanan audit internal di samping audit eksternal biasa dan konsultasi. yang menurut Rittenberg dan Covaleski (1997) adalah 2 . 151 dari 165 memang mempertimbangkan audit internal menjadi kegiatan 'penting'.M. Namun.

Dalam organisasi di mana fungsi audit intern yang telah dioutsource. lebih dari sebelumnya. responden diminta apakah TUPE telah membuat keputusan fungsi outsource mereka lebih mudah. Transfer of Undertakings Protection (TUPE) dan Outsourcing Ada kepercayaan bahwa organisasi yang sekarang. teknologi Informasi. manajemen sumber daya manusia dan akuntansi. dan untuk fungsi tingkat yang lebih rendah seperti keuangan. manajemen. hubungan masyarakat. AGUS SUDRAJAT S4309040 internal menyatakan bahwa mereka tidak menganggap audit internal menjadi tidak inti 'atau' esensial '. dan pemrosesan cek. telekomunikasi.M. yang saat ini organisasi outsourcing fungsi audit internal. Pengalaman Outsourcing Ketika diminta untuk menyebutkan apakah organisasi mereka telah outsource fungsi lain yang bersumber selain dari audit internal. keamanan. pemberian pensiun dan pembayaran. Fungsi lainnya. penggajian dan manajemen armada kendaraan. manajemen fasilitas. Hal ini juga layak disebutkan bahwa 110 dari total 120 organisasi yang belum outsource fungsi audit internal. termasuk manajemen properti. selalu di bawah lindungan dari TUPE. sebuah hasil yang jelas menunjukkan adopsi meluas dari outsourcing di Britania Raya di kedua sektor. 152 (92. faktanya outsourcing untuk fungsi tingkat yang lebih besar seperti katering / kebersihan. mau menggunakan outsourcing dalam upaya untuk mengurangi jumlah orang-orang yang dipekerjakan.1%) menyatakan bahwa mereka telah menggunakan beberapa bentuk outsourcing. Hal ini juga layak disebutkan bahwa dari 40 responden. jasa aktuaria. TUPE tidak mempengaruhi keputusan untuk melakukan Page | 95 . yang beberapa organisasi menunjukkan bahwa mereka memiliki outsourcing. Hal ini berpendapat bahwa undang-undang ini memang telah membuat keputusan untuk menggunakan outsourcing lebih mudah karena semua hak dan kewajiban majikan lama dan kontrak kerja secara otomatis dipindahkan ke majikan baru. 35 mengatakan bahwa TUPE tidak membuat keputusan mereka lebih mudah sementara 4 mengatakan mdah. pemeliharaan situs. Hasil ini jelas menunjukkan bahwa dalam kebanyakan kasus. 21 menyatakan bahwa mereka menganggap audit internal menjadi sebuah aktivitas inti. dan akibatnya mengurangi biaya.

sisanya dari empat puluh organisasi menggunakan dua penyedia audit terpisah. 40 organisasi yang baik seluruhnya atau sebagian fungsi outsourcing atau telah mengadopsi kemitraan / co-sourcing diminta untuk menyatakan apakah mereka menggunakan operator yang sama untuk kedua layanan internal dan eksternal audit. adalah “akses untuk auditor internal dengan keterampilan khusus’. Menurut tanggapan lain yang diberikan. Dampak Keputusan Outsourcing Masalah 'Kemerdekaan’ Karena kemerdekaan' adalah sebuah isu yang sangat penting saat outsourcing fungsi audit internal. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan untuk Outsource Fungsi Internal Audit Sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi keputusan untuk melakukan outsourcing fungsi audit internal telah diidentifikasi dalam survei dan responden diminta untuk menunjukkan.M. Sebuah studi lebih dekat dari angka-angka ini menunjukkan dengan jelas bahwa faktor tunggal. 3 = Penting. Bahkan responden yang organisasinya memiliki fungsi audit internal dan yang mengatakan bahwa mereka menyadari TUPE. ketika diminta menyatakan apakah undang-undang ini akan membuat keputusan di masa depan untuk melakukan outsourcing internal audit hanya 24 dari sekitar 111 responden menyatakan bahwa TUPE akan membuat keputusan mereka lebih mudah. mereka dianggap potensi untuk mengorbankan independensi auditor yang mungkin terjadi sebagai akibat dari salah satu operator mengasumsikan peran ganda dari auditor Page | 96 . AGUS SUDRAJAT S4309040 outsourcing fungsi audit internal. Selain dari enam organisasi dari sektor swasta. Akhirnya. yang dianggap oleh mayoritas responden menjadi sangat penting dalam memutuskan untuk melakukan outsourcing fungsi audit internal. 2 = Tidak Penting. 4 = Sangat Penting. Para peserta juga diminta apakah. faktor penting lainnya menunjukkan adalah generasi penghematan biaya dan ketidakmampuan organisasi untuk mempertahankan (atau merekrut) orang dengan yang diperlukan keterampilan yang diperlukan'. yang setiap faktor penting adalah untuk ‘memastikan kualitas layanan'. pada waktu itu mereka memilih penyedia layanan. dan 5 = Sangat Penting). dengan menggunakan skala lima poin (di mana 1 = Tidak relevan.

27 responden kemudian ditanya apakah mereka setuju bahwa kemerdekaan dikompromikan bila menggunakan penyedia layanan yang sama untuk kedua layanan. mereka masih terus berjalan dan menggunakan operator yang sama untuk kedua layanan internal dan eksternal audit. . Ketiga organisasi itu ditanya apakah mereka mempertimbangkan membawa fungsi audit internal kembali ke organisasi mereka karena mereka tidak puas. kata lain Tidak. Penggunaan 'outsourcing adalah tindakan sementara untuk mengatasi kekurangan staff jangka pendek staf II. Sepuluh mengatakan kemerdekaan yang tidak dikompromikan dan 17 mengatakan dikompromikan. dan yang ketiga berkata Mungkin. 13 responden yang mengatakan bahwa mereka masih akan mempertimbangkan membawa kembali fungsi audit internal ke dalam organisasi. Hanya 3 organisasi dari sektor publik yang baik sangat tidak puas atau tidak puas dengan layanan yang disediakan. Menarik untuk dicatat bahwa meskipun mereka telah dianggap sebagai kompromi potensi auditor kemerdekaan dan meskipun mereka setuju bahwa kemerdekaan sebenarnya terancam.M. Dua puluh tujuh dari empat puluh responden benar-benar melakukannya saat itu. AGUS SUDRAJAT S4309040 eksternal internal kering. Kepuasan dengan Layanan disediakan Para responden diminta untuk menyatakan tingkat kepuasan dengan kualitas layanan yang disediakan. juga diundang untuk menyatakan alasan yang mungkin mempengaruhi keputusan mereka. Memiliki fungsi internal audit di dalam organisasi akan meningkatkan kemampuan kita untuk menanggapi kebutuhan yang muncul Kami akan mempertimbangkan membawa fungsi audit internal ke dalam organisasi sehingga Group Chief Internal Auditor akan dapat dengan benar mengendalikan program audit seluruh kelompok itu Page | 97 III. 13 berkata Ya dan 17 berkata Tidak. 30 Direksi yang menunjukkan bahwa organisasi mereka baik puas atau sangat puas. juga bertanya apakah mereka masih akan mempertimbangkan membawa fungsi audit internal kembali ke dalam organisasi. Beberapa alasan yang disebutkan adalah: I. Sebagian besar organisasi dari kedua sektor puas dengan kualitas pelayanan yang mereka terima saat ini. Satu organisasi kata Ya mereka akan mempertimbangkannya.

Dalam era yang sebagian besar didominasi oleh pribadi: komputer. AGUS SUDRAJAT S4309040 IV. maka kami akan membawa kembali fungsi auditor internal ke dalam organisasi.M. Outsourcing. Jika organisasi berhasil dalam merekrut auditor dengan keterampilan yang diperlukan. auditor internal kadang-kadang menemukan diri mereka melakukan audit di wilayah asing. KESIMPULAN Hasil survei jelas menunjukkan bahwa mayoritas organisasi di Inggris masih menunjukkan preferensi terhadap fungsi audit internal dalam organisasi. Penggunaan instrumen keuangan baru (derivatif misalnya). internet. hasil survei menunjukkan fungsi audit internal dirasakan oleh mayoritas responden (59%) sebagai 'inti' dan dengan suara yang lebih besar (92%) sebagai 'esensial'. Faktor paling penting yang dikemukakan untuk mendukung keputusan untuk melakukan outsourcing fungsi audit internal adalah ‘akses ke internal auditor dengan keterampilan khusus’. pengembangan dan. V. Untuk menjamin penyediaan audit internal yang berkualitas tinggi Para penyedia layanan sedang dikaji secara teratur dan jika organisasi menjadi tidak puas pada satu titik dengan itu. Hasil ini 13 lebih diperkuat oleh fakta bahwa organisasi 160 dari total 165 yang ikut ambil bagian dalam survei saat ini memiliki fungsi audit inhouse internal atau menggunakan layanan dari penyedia layanan di luar. Organisasi mengakui fakta bahwa mempertahankan staf ahli tidak selalu merupakan pilihan yang realistis mengingat yang biaya tinggi. dan jika daerah ini harus diaudit secara efektif dan efisien memerlukan pengetahuan dan keterampilan khusus. oleh karena itu. Selanjutnya. menyediakan solusi biaya-efektif untuk kebutuhan sesekali untuk auditor dengan keterampilan khusus. layanan itu akan dibawa kembali ke dalam organisasi VI. Page | 98 .

3. Page | 99 . Memperoleh bukti yang cukup kompeten Menjaga agar biaya audit yang dikeluarkan tetap wajar Menghindari kesalahpahaman dengan klien Pra-perencanaan audit à perolehan informasi untuk menilai resiko akseptibilitas audit dan inheren. Alasan auditor mempersiapkan rencana kontrak kerja: 1. 2. AGUS SUDRAJAT S4309040 PERTEMUAN 7 PROSES AUDIT AWAL & REVIEW SPI Perencanaan SPAP Standar Kedua à Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika menggunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya. Resiko 100 persen à benar-benar tidak yakin). Resiko Akseptibilitas Audit Adalah Ukuran untuk menilai seberapa besar kesediaan auditor untuk menerima bahwa laporan keuangan mungkin saja disajikan dengan kesalahan penyajian yang material setelah proses audit diselesaikan dan pendapat wajar tanpa syarat telah dinyatakan (Resiko nol persen à yakin sekali.M.

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

Resiko Inheren Adalah Ukuran penilaian auditor atas kemungkinan adanya kesalahan penyajian yang material atas akun sebelum mempertimbangkan efektifitas pengendalian intern.  Perencanaan audit awal Empat hal yang harus dilakukan lebih dulu dalam audit : • • • • Auditor harus memutuskan apakah akan menerima seorang klien baru atau melanjutkan pelayanan klien yang ada Auditor harus mengidentifikasikan mengapa klien menginginkan atau membutuhkan audit Auditor memperoleh pemahaman klien tentang cara penugasan untuk menghindari kesalahpahaman Staf untuk penugasan dipilih, termasuk bila dibutuhkan spesialis audit

 Penerimaan dan Kelangsungan Kerja Sama dengan Klien Harus mempertimbangkan tanggungjawab hukum dan profesi KAP dalam menentukan klien yang layak
Page | 100

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

Investigasi Klien Baru Sebelum menerima klien baru, KAP menginvestigasi perusahaan untuk menentukan akseptibilitas, prospek klien dalam komunitas bisnisnya, stabilitas keuangan dan hubungannya dengan KAP sebelumnya  Mempertahankan Klien yang Ada KAP setiap tahun mengevaluasi kliennya untuk menentukan apakah ada alasan untuk menghentikan proses audit mereka

Menerima Klien dan Melakukan Perencanaan Audit Awal: 1. Mengidentifikasikan berbagai alasan klien meminta penugasan audit Sesuai dengan dua faktor yang mempengaruhi resiko akseptibilitas audit : siapakah yang akan menjadi pengguna laporan keuangan dan apa maksud menggunakan laporan keuangan 2. Memperoleh kesepahaman dengan klien •

SAS 83 (AU 310) Surat penugasan (engagement letter) à kesepakatan antara KAP dan

pihak klien untuk melaksanakan jasa audit serta jasa lainnya yang terkait dengan audit 3. Memilih staf bagi penugasan audit : SPAP Standar Umum pertama 4. Mengevaluasi kebutuhan akan spesialis dari luar • • SAS 73 (AU 336) Audit klien membutuhkan pengetahuan khusus harus berkonsultasi dengan spesialis Memahami Bisnis dan Industri Klien Sebuah pemehaman menyeluruh atas bisnis dan industry klien dan pengetahuan tentang operasional perusahaan adalah penting untuk merlukan suatu audityang memadai. Sifat dari bisnis dan industry klien mempengaruhi resiko bisnis klien tersebut dan resiko salah saji material dalam laporan keuanga. Auditor menggunakan pengetahuan dari resiko ini untuk menentukan luasan tepat dari bukti audit. Faktor yang meningkatkan pentingnya pemahaman akan bisnis dan industri klien :

Page | 101

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

Teknologi informasi menghubungkan perusahaan klien dengan Klien telah meluaskan operasional ke seluruh dunia Teknologi informasi mempengaruhi proses internal, memperbaiki Pentingnya modal manusia (human capital) dan aktiva tidak Auditor membutuhkan pemahaman yang lebih baik dari bisnis dan

pelanggan dan pemasok besar  

mutu san ketapatan waktu dari informaso akuntansi  berwujud telah meningkatkan kerumitan akuntansi  industri klien untuk memberikan pelayanan bernilai tambah untuk klien Industri dan Lingkungan Eksternal. Terdapat tiga alasan utama mengapa diperlukan pemahaman yang baik atas industry klien dan lingkungan eksternal, antara lain: 1. Terdapat resiko yang terkait dengan industry tertentu 2. Terdapat resiko inheren yang umumnya dimiliki oleh semua klien dalam sejumlah industri tertentu 3. Banyak industri yang memiliki persyaratan akuntansi yang unik yang harus dipahami auditor untuk mengevaluasi apakah laporan keuangan klien sudah sesuai dengan PABU Operasi dan proses bisnis Auditor harus memahami sumber utama pendapatan, pelanggan dan pemasok kunci, sumber keuangan dan informasi tentang pihak terkait yang bisa menunjukkan area resiko bisnis klien yang meningkat. 1. Mengunjungi pabrik dan kantor.   Mengamati kegiatan perusahaan secara langsung Membantu auditor untuk mengidentifikasi resiko inheren

2. Mengidentifikasi pihak terkait. Menurut SAS 45 (AU 334) definisi pihak terkait adalah perusahaan afiliasi, pemegang saham utama dari perusahaan klien atau pihak lainnya yang berhubungan dengan klien dimana salah satu dari kedua belah pihak itu dapat mempengaruhi manajemen atau kebiajakan operasional pihak lainnya
Page | 102

 Notulen rapat Merupakan catatan-catatan resmi atas sejumlah pertemuan yang dilakukan antara dewan direksi dan para pemegang saham. Ukuran dan prestasi  Meliputi indikator prestasi kunci yang digunakan manajemen untuk mengukur kemajuan terhadap tujuan Pelaporan keuangan yang bisa diandalkan Efektivitas dan efesiensi operasi Pemenuhan hukum dan peraturan tujuan Page | 103 . Komite audit. sangat berdampak pada resiko salah saji material dalam laporan keuangan. bisa mengurangi kemungkinan akuntansi yang terlalu agresif. Auditor harus memahami tujuan Klien yang terkait dengan: 1. 3. AGUS SUDRAJAT S4309040 Manajemen dan kepemerintahan Manajemen membuat strategi dan proses bisnis yang diikuti oleh bisnis klien. 2. efektivitas dewan direksi dan komite audit. Kepemerintahan meliputi struktur organisasi klien. Tujuan dan strategi klien Strategi adalah Pendekatan yang diikuti oleh entitas untuk mencapai organisasi. melalui tinjauan atas laporan keuangan. Filosofi dan gaya operasional manajemen dan kemampuan untuk mengidentifikasi dan merespon resiko.  Anggaran Dasar (corporate charter) Diberikan oleh Negara bagian tempat awal didirikan perusahaan tersebut dan merupakan dokumen hokum yang wajib digunakan untuk mengenali perusahaan sebagai entitas yang berdiri sendiri. Dewan direksi yang efektif membantu menjamin bahwa perusahaan mengambil resiko yang sepantasnya. Anggaran Rumah Tangga (by laws)  Mencakup sejumlah peraturan dan prosedur yang diadopsi oleh para pemegang saham perusahaan.M.

Prosedur Analitis Definisi menurut SAS 56 (AU 329) à Evaluasi informasi keuangan yang dilakukan dengan sebuah studi hubungan masuk akal diantara data keuangan dan non keuangan yang melibatkan perbandingan dari jumlah tercatat dengan pengharapan yang dikembangkan oleh auditor (penekanan pada pengharapan yang dikembangkan oleh auditor). Dilakukan dengan membandingkan antara rasio klien dengan benchmark industri atau pesaing sebagai indikasi kinerja perusahaan. Perubahan yang tidal biasa atas rasio bisa dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya atau dengan rata-rata industry sehingga akan membantu mengidentifikasikan area yang mengalami kenaikan resiko salah saji yang membutuhkan perhatian lebih lanjut selam audit.  Menggunakan perbandingan dan hubungan untuk menilai apakah Diwajibkan dalam fase perencanaan untuk membantu dalam Seringkali dilakukan selama fase pengujian dari audit yang Juga diwajibkan selama fase penyelesaian dari audit saldo akun data lain terlihat wajar  menentukan sifat. AGUS SUDRAJAT S4309040  Pengukuran kinerja meliputi analisis rasio dan benchmarking terhadap pesaing kunci Melaksanakan Prosedur Analitis Pendahuluan Bagian penting untuk memahami bisnis klien dan penilaian resiko bisnis klien adalah melaksanakan prosedur analisis pendahuluan. Bagian penting dari pengujian disepanjang audit Ikhtisar atas Tujuan Perencanaan Audit Tujuan utama à mendapatkan sebuah pemahaman tentang bisnis dan industri klien yang akan digunakan untuk menilai resiko bisnis klien dan resiko salah saji material dalam laporan keuangan. luasan dan penetapan waktu pekerjaan yang akan dilakukan  berhubungan dengan prosedur audit lainnya  Page | 104 .M.

M. AGUS SUDRAJAT S4309040 Tujuan prosedur analitis untuk ketiga fase antara lain: Fase Fase perencanaan Tujuan Memahami industri & bisnis Menilai kelangsungan Menunjukkan salah saji Mengurangi ujian rinci Lima Jenis Prosedur Analitis 1. Membandingkan data klien dengan data periode sama yang sebelumnya  Membandingkan saldo tahun ini dengan tahun sebelumnya Menyertakan hasil neraca saldo tahun lalu yang telah disesuaikan dalam kolom terpisah dari lembar kerja neraca saldo tahun ini  Membandingkan rincian total saldo dengan rincian yang sama untuk Digunakan bila tidak ada perubahan yang signifikan dalam operasional klien di tahun ini  Menghitung hubungan rasio dan persentase untuk dibandingkan dengan tahun sebelumnya 3. Membandingkan data klien dan industri  Sebuah bantuan untuk memahami bisnis klien dan indikasi dari Kelemahan rasio industri à adanya perbedaan diantara sifat kemungkinan kegagalan keuangan  Fase pengujian Fase penyelesaian (wajib) (wajib) Tujuan utama Tujuan skunder Tujuan skunder Tujuan utama Tujuan skunder Tujuan utama kemungkinan Tujuan utama Tujuan skunder informasi keuangan klien dan perusahaan membentuk total industri 2. Membandingkan data klien dengan hasil dugaan yang telah ditentukan klien   Data klien dibandingkan dengan anggaran Auditor harus mengevaluasi apakah anggaran itu adalah rencana yang tahun sebelumnya realistis Page | 105 .

AGUS SUDRAJAT S4309040  Kemungkinan bahwa informasi keuangan saat ini telah diubah oleh karyawan klien untuk menyesuaikan dengan anggaran 4. Rasio Aktivitas Likuiditas  Digunakan jika perusahaan tidak memiliki uang tunai. maka untuk membayar utangnya adalah waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk merubah aktiva lancar yang kurang cair menajdi uang tunai Rasio Aktivitas untuk Piutang Dagang dan Persediaan  Rasio perputaran piutang dagang à untuk menilai kewajaran dari cadangan untuk akun yang tidak tertagih Page | 106 .M. Membandingkan data klien dengan hasil dugaan yang telah ditentukan auditor  Auditor menghitung saldo dugaan untuk dibandingkan dengan saldo Auditor membuat sebuah perhitungan tentang apakah saldo akun itu sebenarnya  seharusnya dengan menghubungkannya dengan neraca lajur lainnya atau akun laporan pemasukan atau rekening dengan membuat sebuah proyeksi berdasarkan pada suatu tren historis 5. Membandingkan data klien dengan hasil dugaan yang menggunakan data non keuangan  Penekanan à akurasi data Rasio Keuangan Umum 1. Kemampuan membayar utang jangka pendek Menggunakan tingkat likuiditas yang wajar supaya dapat membayar utang saat jatuh tempo. ukurannya :  Rasio Kas à untuk mengevaluasi kemampuan membayar Rasio Lancar (current ratio) à membutuhkan pengubahan utang dengan segera  aktiva seperti persediaan dan piutang dagang menjadi kas sebelum utang dibayar  Rasio Paling Lancar (quick ratio) à perbedaan dengan rasio lancar adalah masuknya persediaan ke dalam aktiva lancar untuk rasio lancar 2.

Komunikasi tersebut umumnya ditujukan kepada komite audit atau orang dengan tingkat wewenang dan tanggung jawab setara dalam organisasi yang tidak memiliki komite audit. perluasan dan deviden   Rasio Pendapatan per Saham Persentase Keuntungan Kotor (Gross Profit Percent) à bagian dari penjualan yang tersedia untuk menutupi semua pengeluaran dan keuntungan setelah dikurangi biaya produk  Margin Keuntungan (Profit Margin)à mirip dengan margin keuntungan kotor tetapi telah dikurangi baik biaya barang terjual maupun pengeluaran operasi  Tingkat Pengembalian atas Aktiva memperlihatkan kemampuan perusahaan untuk  TIngkat Pengembalian atas Modal menghasilkan keuntungan atas setiap aktiva&modal Komunikasi Masalah SPI (SA Seksi 325) Seksi ini memberikan panduan untuk mengidentifikasi dan melaporkan kondisi yang menyangkut pengendalian intern entitas. seperti dewan komisaris. dewan wali amanat. Rasio Profitabilitas Kemampuan perusahaan menghasilkan uang tunai untuk pembayaran kewajiban. Kemampuan memenuhi kewajiban utang jangka panjang  Kemampuan untuk menghimpun modal untuk perluasan à Rasio Kemampuan untuk melakukan pembayaran pokok dan bunga à Utang terhadap Modal Sendiri  kemampuan perusahaan membuat aliran kas yang positif dari operasi 4. atau pemilik dalam perusahaan yang dijalankan oleh pemiliknya sendiri. atau pihak lain yang mengadakan perikatan audit. yang diamati dalam audit atas laporan keuangan.M. AGUS SUDRAJAT S4309040  Rasio perputaran persediaan à untuk mengidentifikasikan keusangan persediaan potensial 3.  Kondisi yang dapat dilaporkan Page | 107 .

Namun. saat. yang berakibat buruk terhadap kemampuan organisasi tersebut dalam mencatat. karena merupakan kekurangan material dalam desain atau operasi pengendalian intern.  Kriteria yang disepakati Page | 108 . mengolah. Secara khusus. Ditemukan atau tidaknya kondisi yang dapat dilaporkan akan berbeda antara satu perikatan dengan perikatan yang lain. dan (e) pemantauan. 69] Pertimbangan atas Pengendalian Intern dalam Audit Laporan Keuangan untuk definisi penting tambahan. atau mungkin dengan cara lain selama pelaksanaan audit. seperti ukuran entitas. Auditor tidak berkewajiban mencari kondisi yang dapat dilaporkan. dan melaporkan data keuangan yang konsisten dengan asersi manajemen dalam laporan keuangan. (Lihat SA Seksi 319 [PSA No. lampiran untuk contoh kondisi yang dapat dilaporkan). Dalam Seksi ini. (Lihat paragraf 21. harus dikomunikasikan kepada komite audit. persoalan yang diharuskan untuk dilaporkan kepada komite audit untuk selanjutnya disebut dengan kondisi yang dapat dilaporkan. karena dipengaruhi oleh sifat. penerapan prosedur audit terhadap saldo akun dan transaksi. (b) penaksiran risiko. (d) informasi dan komunikasi. yang menurut pertimbangannya. auditor mungkin mengetahui persoalan yang menyangkut pengendalian intern yang mungkin perlu diketahui oleh komite audit. Pengendalian intern adalah pengendalian yang dibuat untuk memberikan keyakinan memadai bahwa tujuan entitas tertentu akan dicapai. auditor mungkin menemukan kondisi yang dapat dilaporkan melalui pertimbangannya atas komponen pengendalian intern. dan lingkup prosedur audit serta faktor-faktor lainnya. mengikhtisarkan. Kekurangan demikian dapat mencakup aspek lima komponen pengendalian intern1 (a) lingkungan pengendalian.  Identifikasi kondisi yang dilaporkan Tujuan auditor dalam mengaudit laporan keuangan adalah untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan entitas secara keseluruhan. AGUS SUDRAJAT S4309040 Selama melaksanakan audit.M. (c) aktivitas pengendalian. kerumitan dan sifat serta keanekaragaman kegiatan usahanya. ini adalah persoalan yang menarik perhatian auditor.

Auditor sebaiknya juga melaporkan masalah lain. menilai prosedur pengendalian tertentu. Page | 109 . Memuat definisi kondisi yang dapat dilaporkan. Menunjukkan bahwa tujuan audit adalah untuk memberikan pendapat atas laporan keuangan dan tidak untuk memberi keyakinan atas pengendalian intern. pelaporan persoalan yang tidak sepenting dibandingkan dengan yang disebutkan dalam Seksi ini. b. yang menurut penilaiannya. Apabila informasi tersebut dikomunikasikan secara lisan. AGUS SUDRAJAT S4309040 Pada waktu menentukan lingkup auditnya. yang menurut Seksi ini dapat dilaporkan atau yang merupakan hasil kesepakatan dengan klien harus dilaporkan. dan memberikan panduan tambahan. Setiap laporan yang diterbitkan mengenai kondisi yang dapat dilaporkan harus: a. auditor harus mendokumentasikan komunikasi tersebut dalam kertas kerjanya. auditor dan kliennya mungkin membicarakan pengendalian intern dan berfungsi atau tidaknya pengendalian tersebut. meringkas hal-hal tertentu yang telah diatur dalam Seksi sebelumnya. adanya kondisi yang dikemukakan oleh klien. Klien mungkin meminta auditor untuk waspada terhadap permasalahan tertentu dan untuk melaporkan kondisi di luar yang dibahas dalam Seksi ini. misalnya. Lingkup yang disepakati bersama antara auditor dan klien untuk melaporkan kondisi yang ditemukan dapat meliputi.  Pelaporan – bentuk dan isi Kondisi yang ditemukan oleh auditor. walaupun tanpa permintaan khusus untuk itu. Dalam lingkup demikian. berguna untuk manajemen. mungkin auditor diminta untuk mengunjungi lokasi tertentu. atau melaksanakan prosedur tertentu yang tidak direncanakan sebelumnya. Komunikasi dengan Manajemen (SA Seksi 360) Beberapa pernyataan standar auditing telah memberikan panduan tentang hubungan antara auditor dengan manajemen. Seksi ini menguraikan. c. sebaiknya dilakukan secara tertulis. atau hasil penyelidikan lebih lanjut dari permasalahan yang ditemukan untuk mengidentifikasikan penyebabnya. Memuat pembatasan distribusi laporan sebagaimana yang dijelaskan dalam paragraf 10.M.

Manajemen mencakup direktur dan komite audit hanya jika mereka melaksanakan fungsi sebagai manajemen senior tersebut. b) Tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan. Surat perikatan membantu auditor dalam menghindari kesalahpahaman tentang syarat-syarat perikatan. 55 (SA Seksi 320) Surat Perikatan Audit memberikan panduan bagi auditor mengenai surat perikatan tersebut. perlu bagi auditor untuk membangun hubungan kerja yang bersifat konstruktif dengan manajemen untuk mewujudkan audit yang efektif dan efesien. namun pada umumnya mencakup: a) Tujuan audit atas laporan keuangan. c) objektivitas. Tujuan ini dapat dicapai dengan mengamati prinsip-prinsip etika profesi tertentu yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. manajemen terdiri dari pejabat atau yang lain yang menjalankan fungsi sebagai manajemen senior. dan g) standar teknis  Syarat-syarat dalam perikatan audit Surat perikatan merupakan kepentingan baik auditor maupun kliennya yang berisi dokumentasi dan penegasan penerimaan oleh auditor mengenai penunjukan auditor oleh klien. f) perilaku profesional. dan menjadi dasar suatu hubungan antara auditor dengan kliennya. PSA No. b) integrasi. Prinsipprinsip yang memberikan panduan tentang tanggung jawab profesional auditor adalah: a) independensi.M. Prinsip-prinsip ini terdapat dalam Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Bentuk dan isis surat perikatan audit dapat bervariasi untuk setiap klien. Page | 110 .  Persyaratan hukun dan professional Selama melakukan audit atas laporan keuangan. d) kemahiran dan kecermatan profesional. e) kerahasiaan. AGUS SUDRAJAT S4309040 Untuk tujuan Seksi ini.

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

c) Lingkup audit, termasuk pengacuan ke perundangan, peraturan, atau standar yang diterbitkan oleh badan profesional yang didalamnya auditor menjadi anggotanya. d) Akses ke catatan, dokumentasi, dan informasi lain apa saja yang diisyaratkan dalam hubungannya dengan audit. Representasi Manajemen SA Seksi 333 [PSA No. 17] Representasi Manajemen berisi standar dan panduan profesional yang berkaitan dengan representasi manajemen. Representasi manajemen dapat memberikan: a) bukti bahwa manajemen mengakui tanggung jawabnya atas penyajian yang wajar laporan keuangan sesuai dengan rerangka pelaporan keuangan yang relevan, dan telah mengesahkan laporan keuangan tersebut; b) penegasan tertulis oleh manajemen mengenai representasi signifikan yang dibuat selama pelaksanaan audit, sehingga mengurangi kemungkinan salah paham tentang representasi lisan yang dibuat oleh auditor, c) bukti audit tertulis bilamana representasi manajemen merupakan satusatunya bukti yang diharapkan dapat diperoleh auditor (seperti, suatu penguatan maksud manajemen untuk menahan investasi tertentu untuk tujuan jangka panjang).

 Komunikasi dengan manajemen selama masa audit Selama berlangsungnya audit, auditor melakukan pembicaraan dengan manajemen mengenai berbagai hal yang mencakup berikut ini: a) pemahamanatas bisnis klien; b) rencana audit; c) dampapak perundangan atau standar profesional atas audit; d) informasi yang diperlukan untuk menentukan risiko audit; e) penjelasan, bukti, dan representasi dari manajemen atau dari tingkat yang lebih rendah dalam organisasi;

Page | 111

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

f) pengamatan dan saran yang dihasilkan dari audit tentang hal-hal efisiensi operasional atau administratif, strategi bisnis, dan unsur lain yang menarik perhatian, g) informasi yang tidak diaudit yang diinginkan oleh manajemen untuk publikasikan dengan laporan keuangan auditan yang menurut pertimbangan auditor tidak konsisten atau tampak menyesatkan pembaca. Pada akhir audit, auditor akan memerlukan waktu untuk membicarakan hal-hal seperti: a) kesulitan praktis yang dijumpai dalam pelaksanaan audit; b) ketidaksetujuan dengan manajemen berkaitan dengan laporan keuangan;
c) apakah adjustment audit signifikan perlu disajikan atau tidak dalam laporan

keuangan; d) perhatian atau masalah signifikan yang berkaitan dengan kebijakan akuntansi dan pengungkapan unsur-unsur dalam laporan keuangan yang kemungkinan meyebabkan modifikasi terhadap laporan auditor; e) ketidakberesan atau dugaan adanya ketidakpatuhan terhadap undangundang dan peraturan yang ditemukan oleh auditor; f) risiko signifikan yang dihadapi oleh entitas seperti hal-hal yang memiliki potensi yang membahayakan bagi kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya; g) rekomendasi (seperti hal yang berkaitan dengan pengendalian intern) yang akan diberikan oleh auditor kepada manajemen sebagai hasil dari auditnya. Auditor perlu mengkomunikasikan hal-hal tersebut kepada manajemen yang memiliki jenjang semestinya. Komunikasi tersebut dapat berbentuk lisan atau tertulis. Jika komunikasi dilakukan secara lisan, auditor mendokumentasikan komunikasi tersebut dalam kertas kerja. Rapat khusus biasanya diadakan pada akhir audit dengan direksi, komite audit atau manajemen senior yang lain. Komunikasi Dengan Komite Audit (SA Seksi 380) Seksi ini menetapkan persyaratan bagi auditor untuk menentukan bahwa masalahmasalah tertentu yang bersangkutan dengan pelaksanaan audit dikomunikasikan kepada orang yang memiliki tanggung jawab pengawasan dalam proses pelaporan
Page | 112

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

keuangan. Untuk tujuan Seksi ini, penerima komunikasi disebut dengan komite audit (audit committee). Komite audit atau pihak yang secara formal ditunjuk untuk mengawasi proses pelaporan keuangan yang bertanggung jawab kepada badan yang setara dengan komite audit (seperti komite keuangan atau komite anggaran) dan semua perikatan dengan Bapepam. Masalah yang dikomunikasikan Tanggung Jawab Auditor Berdasarkan Standar Auditing yang Ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia Audit yang dilaksanakan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia dapat ditujukan ke berbagai masalah yang menjadi kepentingan komite audit. Sebagai contoh, komite audit biasanya berkepentingan dengan pengendalian intern dan apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Agar komite audit memahami sifat keyakinan yang diberikan oleh suatu audit, auditor harus mengkomunikasikan tingkat tanggung jawab yang dipikulnya mengenai masalah-masalah tersebut berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Juga penting bagi komite audit untuk memahami bahwa standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia didesain untuk memperoleh keyakinan memadai, bukan mutlak, atas laporan keuangan. Kebijakan Akuntansi Siginifikan Auditor harus menentukan bahwa komite audit mendapatkan informasi tentang pemilihan dan perubahan kebijakan akuntansi atau pelaksanaannya. Auditor juga harus menentukan bahwa komite audit mendapatkan informasi tentang metode yang digunakan untuk mempertanggungjawabkan transaksi signifikan yang tidak biasa dan dampak kebijakan akuntansi signifikan untuk isu akuntansi yang baru atau kontroversial yang belum ada panduan atau kesepakatan mengenai perlakuan akuntansinya dari badan berwnang. Sebagai contoh, mungkin terdapat isu akuntansi signifikan dalam bidang seperti pengakuan pendapatan, pendanaan tidak disajikan di neraca (off-balance sheet financing), dan akuntansi untuk investasi ekuitas (equity investment).

Page | 113

namun tidak dicatat oleh entitas dapat secara potensial menyebabkan salah saji material dalam laporan keuangan masa yang akan datang. Estimasi akuntansai tertentu sangat sensitif karena estimasi tersebut signifikan bagi laporan keuangan dan karena kemungkinan bahwa peristiwa masa yang akan datang yang mempengaruhinya dapat sangat berbeda dari pertimbangan sekarang manajemen. baik secara individu atau secara bersama-sama. penyesuaian audit. Perusahaan tertentu yang menyerahkan laporan kepada Bapepam diharuskan untuk menyajikan informasi Page | 114 . meskipun auditor berkesimpulan bahwa penyesuaian tersebut tidak material bagi laporan keuangan sekarang.M. Masalah yang menjadi dasar penyesuaian yang disusulkan oleh auditor. Untuk tujuan Seksi ini. mungkin tidak akan terdeteksi kecuali melalui prosedur audit yang dilaksanakan. merupakan koreksi yang disusulkan terhadap laporan keuangan yang menurut pertimbangan auditor. Auditor harus menentukan komite audit mendapatkan informasi tentang pross yang digunakan oleh manajemen dalam merumuskan estimasi akuntansi yang sangat sensitif tersebut dan tentang dasar yang dipakai oleh auditor dalam menyimpulkan kewajaran estimasi tersebut. AGUS SUDRAJAT S4309040 Pertimbangan Manajemen dan Estimasi Akuntansi Estimasi akuntansi merupakan bagian terpadu dari laporan keuangan yang disusun oleh manajemen dan didasarkan atas pertimbangan kini manajemen. Penyesuaian Audit Signifikan Auditor harus memberikan informasi kepada audit tentang penyesuaian yang timbul dari audit yang menurut pertimbangannya dapat berdampak signifikan atas proses pelaporan entitaas. Informasi Lain dalam Dokumen yang Berisi Laporan Keuangan Auditan Komite audit seringkali mempertimbangkan informasi yang disusun oleh manajemen yang menyertai laporan keuangan entitas. Pertimbangan tersebut biasanya didasarkan atas pengetahuan dan pengalaman tentang peristiwa sekarang dan masa lalau serta asumsi tentang peristiwa masa yang akan datang. baik yang dicatat maupun yang tidak dicatat oleh entitas.

ketidaksepakatan tidak mencakup perbedaan pendapat berdasarkan fakta yang tidak lengkap atau informasi awal yang dapat diselesaikan kemudian.M. Ketidaksepakatan dapat juga timbul berkaitan dengan lingkup audit. pengungkapan yang dicantumkan dalam laporan keuangan entitas. dan prosedur yang telah dilaksanakan. serta katakata yang digunakan oleh auditor dalam laporan auditnya. AGUS SUDRAJAT S4309040 “Analisis dan Pembahasan Umum oleh Manajemen” terhadap kondisi keuangan dan hasil usaha dalam laporan tahunan kepada pemegang saham. tentang masalah-masalah yang secara individual maupun bersama-sama signifikan terhadap laporan keuangan entitas atau laporan auditor. Ketidaksepakatan dengan Manajemen Ketidaksepakatan dengan manajemen dapat terjadi sehubungan dengan penerapan prinsip akuntansi terhadap transaksi dan peristiwa khusus entitas serta basis yang digunakan oleh manajemen untuk membuat estimasi akuntansi. Konsultasi dengan Akuntansi Lain Dalam beberapa hal. Untuk tujuan Seksi ini. Auditor harus membahas dengan komite audit setiap ketidaksepakatannya dengan manajemen. serta hasilnya. SA Seksi 550 [PSA No. baik yang dapat diselesaikan dengan memuaskan maupun yang tidak. Bila auditor mengetahui bahwa konsultasi semacam ini terjadi.3 Auditor harus membicarakan dengan komite audit mengenai tanggung jawabnya atas informasi lain dalam dokumen yang berisi laporan keuangan auditan. manajemen dapat memutuskan untuk berkonsultasi dengan akuntan lain tentang masalah auditing dan akuntansi.4 3 4 Page | 115 . 44] Informasi Lain dalam Dokumen yang Berisi Laporan Keuangan Auditan menetapkan tanggung jawab auditor untuk informasi semacam itu. ia harus membahas dengan komite audit mengenai pandangannya terhadap masalah signifikan yang dikonsultasikan oleh manajemen.

AGUS SUDRAJAT S4309040 Isu Utama yang Dibicarakan dengan Manajemen sebelum Keputusan Mempertahankan Auditor Auditor harus membahas dengan komite audit mengenai isu utama yang telah dibahas dengan manajemen yang berkaitan dengan usaha mula-mula atau usaha selanjutnya untuk tetap mempertahankan penggunaan jasa auditor tersebut termasuk. pengumpulan Page | 116 . termasuk penyiapan program audit. diantarannya. diantaranya. pembahasan mengenai penerapan prinsip akuntansi dan standar auditing. penundaan yang tidak beralasan oleh manajemen mengenai saat dimulainya audit atau penyediaan informasi yang diperlukan. AUDIT SPI DAN KAITANNYA DENGAN AUDIT LAPORAN KEUANGAN A. PERENCANAAN AUDIT Strandar pekerjaan lapangan pertama mengharuskan bahwa “Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan sebaik-baiknya”. Standar ini memberikan pedoman bagi auditor yang merlaksanakan audit untuk mempertimbangkan dan menerapkan prosedur perencanaan dan supervise.M. Kesulitan yang Dijumpai dalam Pelaksanaan Audit Auditor harus memberikan informasi kepada komite audit bila terdapat kesulitan serius yang dijumpainya dalam berhubungan dengan manjemen mengenai pelaksanaan audit. Hal ini termasuk. ia harus memberitahu komite audit. dan apakah jadwal waktu yang dibuat oleh manajemen masuk akal dalam keadaan tersebut. Masalah lain yang mungkin dijumpai oleh auditor adalah tidak tersedianya personel klien dan kegagalan personel klien untuk menyelesaikan daftar yang dibuat klien pada waktunya. PERTEMUAN 8 PERENCANAAN AUDIT. jika auditor menganggap masalah ini signifikan.

Mengembangkan startegi audit pendahuluan untuk asersi-asersi yang signifikan. Kondisi yang mungkin memerlukan perluasan atau pengubahan pengujian audit. Melakukan penilaian awal terhadap materialitas. pengalaman mengenai . 4. 5. Metode yang digunakan oleh entitas tersebut dalam mengolah informasi akuntansi yang signifikan. antara lain: a. Page | 117 perencanaan bervariasi dengan ukuran dan kompleksitas entitas. Menghimpun pemahaman bisnis klien dan industry klien. Kebijakan dan prosedur akuntansi entitas tersebut. Perencanaan audit meliputi pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang diharapkan. laporan keuangan yang diserahkan ke Bapepam. dan pengetahuan tentang bisnis entitas. Dalam perencanaan audit. Pos laporan keuangan yang mungkin memerlukan penyesuaian (adjustment). Sifat. e. laporan auditor tentang laporan keuangan konsolidasian. meliputi: 1. d. 2. auditor harus mempertimbangkan. Langkah-langkah yang harus dilakukan auditor dalam perencanaan audit. seperti risiko kekeliruan atau kecurangan yang material atau adanya transaksi antar pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. 3. h. dan saat entitas. termasuk penggunaan organisasi jasa dari luar untuk mengolah informasi akuntansi pokok perusahaan.M. Tingkat risiko pengendalian yang direncanakan. Menilai risiko audit. f. Melakukan prosedur analitis. g. c. Sifat laporan auditor yang diharapkan akan diserahkan sebagai contoh. laporan khusus untuk menggambarkan kepatuhan klien terhadap kontrak perjanjian). Masalah yang berkaitan dengan bisnis entitas dan industri yang menjadi tempat entitas tersebut b. Pertimbangan awal tentang tingkat materialitas untuk tujuan audit . lingkup. penyelesaian perbedaan pendapat terusmenerus selama audit. AGUS SUDRAJAT S4309040 informasi mengenai bisnis satuan usaha.

Penelaahan data industry dan data bisnis. Menilai kewajaran estimasi. Menilai kondisi yang didalamnya data akuntansi dihasilkan. c. penyisian kerugian piutang. d. Mempertimbangkan kesesuaian prinsip akuntansi yang diterapkan dan kecukupan pengungkapannya. yaitu: a. seperti penilaian atas persediaan. AGUS SUDRAJAT S4309040 6. b. Dengan demikian pengetahuan tentang bisnis klien tersebut membantu auditor dalam beberapa hal berikut ini: a. Page | 118 . Penelaahan kertas kerja audit tahun sebelumnya. e. Pengajuan pertanyaan pada dewan komisaris maupun komite audit. Bila dibandingkan dengan auditor. Pemahaman auditor tentang bisnis klien dan insdustri klien dapat diperoleh melalui beberapa sumber. f. depresiasi. dan praktik yang menurut pertimbangan auditor dimungkinkan memiliki dampak terhadap laporan keuangan. Peninjauan terhadap operasi klien. d. direview. persentase penyelesaian kontrak jangka panjang. umumnya tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh manajemen tentang bisnis satuan usaha jauh lebih banyak. dan dikumpulkan dalam organisasi. e. c. diolah. Menilai kewajaran representasi manajemen. Tingkat pengetahuan tersebut harus dimiliki auditor untuk memahami peristiwa. b. Menghimpun pemahaman struktur pengendalian intern klien. Mengidentifikasi bidang yang memerlukan pertimbangan khusus. Pengajuan pertanyaan kepada manajemen.M. Menghimpun Pemahaman Bisnis Klien dan Industri Klien Auditor harus memperoleh pengetahuan tentang bisnis dan industry klien yang memungkinkannya untuk merencanakan dan melaksanakan auditnya berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. transaksi. Penentuan keberadaan hubungan ekonomis dengan perusahaan lain dalam satu kelompok usaha.

Data bisnis klien dapat dihimpun melalui penelaahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga klien. dan lain sebagainya. Segala informasi yang diperoleh tersebut didokumentasikan dalam arsip permanen. Auditor meninjau pabrik maupun kantor klien. kebijakan dan prosedur. Melalui pengajuan pertanyaan kepada manajemen terkait dengan bisnis dan industry klien. penelaahan kontrak atau perjanjianperjanjian penting. standar dan pedoman akuntansi perusahaan klien. struktur organisasi. serta transaksi yang memerlukan pertimbangan khusus. Pengajuan pertanyaan pada dewan komisaris maupun komite audit memungkinkan auditor mendapatkan informasi tentang kekuatan dan kelemahan struktur pengendalian intern klien. auditor dapat pula meminta tambahan dan modifikasi audit yang direncanakan. penelaahan dilakukan terhadap kertas kerja audit tahun sebelumnya yang diperoleh dari kantor akuntan public lain tersebut dengan seijin klien. regulasi baru dari pemerintah. dan karakter oparasi. penelaahan notulen rapat klien. analisis laporan keuangan interim. auditor dapat mengetahui letak dan kondisi pabrik. dan sebagainya. AGUS SUDRAJAT S4309040 Kertas kerja audit tahun sebelumnya dapat berisi informasi yang bermanfaat untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang berkaitan dengan sifat bisnis. auditor akan mendapatkan berbagi informasi tentang perkembangan bisnis yang sedang dilakukan yang nerpengarus terhadap audit. dan berkesempatan menjumpai personel kunci dalam perusahaan klien.M. Melalui peninjauan pabrik. Page | 119 . Melalui peninjauan kantor. dan ketertarikan manajemen atas audit terhadap suatu divisi atau anak perusahaan yang baru. lokasi dan kondisi gudang. Disamping itu. juga pengubahan signifikan struktur organisasi dan manajemen perusahaan. Bila proses akuntansi diolah dengan computer maka auditor harus mempertimbangkan dampak pengolahan tersebut terhadap pelaksanaan auditnya. Untuk klien baru yang pernah diaudit oleh kantor akuntan public lain sebelumnya. Informasi industri dapat diperoleh dari berbagai sumber antara lain bulletin atau publikasi industri. proses operasi dan pengolahan. auditor dapat mengetahui lokasi dan jenis catatan akuntansi dan system pemrosesan data klien. dan tempat yang rawan penyimpangan. seperti dalam pemahaman struktur pengendalian intern. Peninjauan terhadap operasi klien dalam hal ini adalah bahwa auditor meninjau tempat operasi klien dengan maksud untuk mengetahui karakteristik operasi klien.

auditor menentukan tingkat materialitas pada dua tingkat. prosedur analitis merupakan prosedur audit yang optimal. Materialitas tingkat laporan keuangan. maupun transaksi antara klien dengan satuan usaha lain di bawah satu holding company yang sama. yaitu: a. dan luas prosedur audit. Melakukan Prosedur Analitis Prosedur analitis merupakan pengevalusasian terhadap informasi keuangan yang dibuat dengan mempelajarai hubungan-hubungan yang masuk akal antara data keuangan dengan data non keuangan. Prosedur analitis dilakukan dalam tiga tahap audit yaitu tahap perencanaan. dan tahap penyimpulan hasil audit. penentuan waktu. Page | 120 . Dalam tahap pengambilan kesimpulan hasil audit. Perekayasaan transaksi tersebut dapat menimbulkan informasi keuangan yang menyesatkan. Keberadaan hubungan ekonomi tersebut menimbulkan kesempatan bagi klien untuk melakukan perekayasaan transaksi. dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya transaksi yang dilakukan klien dengan anak maupun Indus perusahaan. Melakukan Penilaian Awal Terhadap Materialitas Yang dimaksud dengan materialitas adalah besarnya kelalaian atau pernyataan yang salah pada informasi akuntansi yang dapat menimbulkan kesalahan dalam pengambilan keputusan. Prosedur analitis dilakukan sebagai salah satu pengujian substantive untuk menghimpun bahan bukti tentang asersi tertentu yang terkait dengan saldo rekening ataupun kelompok transaksi. Auditor melakukan planning materiality. AGUS SUDRAJAT S4309040 Penentuan keberadaan hubungan ekonomis perusahaan klien dengan perusahaan dalam satu kelompok usaha. Prosedur analitis dapat dilakukan dengan metode perbandingan sederhana sampai model statistic dan matematis yang rumit dan kompleks. Dalam perencanaan audit ini. Dalam tahap perencanaan. yaitu penilaian awal mengenai tingkat materialitas dalam perencanaan audit. prosedur analitis berguna untuk membantu auditor merencanakan sifat.M. Dalam pekerjaan lapangan. prosedur analitis berguna sebagai alat untuk penelaahan akhir tentang rasionalitas laporan keuangan auditan. tahap pengujian atau tahap pekerjaan lapangan.

Risiko audit adalah risiko tidak diketahuinya kesalahan yang dapat mengubah pendapat auditor atas suatu laporan keuangan yang diaudit. Materialitas tingkat saldo akun. namun bila diakumulasikan dapat menjadi material secara kumulatif pada tingkat laporan keuangan. Menilai Risiko Audit Auditor harus mempertimbangkan risiko audit dalam melakukan perencanaan audit. Ada hubungan erat antara tolerable misstatement dengan meterialitas pada tingkat laporan keuangan. Ada dua alternative strategi audit. Auditor relative lebih sedikit melakukan prosedur untuk memperoleh pemahaman mengenai struktur Page | 121 . b. Primarily substantive approach. Pada strategi Primarily substantive approach. Materialitas pada tingkat saldo akun sering disebut juga dengan tolerable misstatement. Risiko pengendalian (control risk) c. Auditor menentukan materialitas pada tingkat laporan keuangan karena pendapat auditor tentang kewajaran adalah mengenai laporan keuangan secara keseluruhan dan tidak sepotong-sepotong. yaitu: a. Risiko audit terdiri dari tiga komponen. Akun-akun yang secara individual tidak material.M. Risiko deteksi (detection risk) Mengembangkan Strategi Audit Pendahuluan Untuk Asersi Yang Signifikan Tujuan auditor dalam perencanaan dan pelaksanaan audit adalah untuk menurunkan risiko audit pada tingkat serendah mungkin untuk mendukung pendapat auditor mengenai kewajaran laporan keuangan. Lower assessed level of control risk approach. auditor lebih mengutamakan pengujian substantive daripada pengujian pengendalian. yaitu: a. Tolerable misstatement adalah salah saji maksimum yang boleh ada dalam saldo akun sehingga tidak dianggap sebagai salah saji material. Risiko bawaan (inherent risk) b. AGUS SUDRAJAT S4309040 b. Laporan keuangan dapat mengandung salah saji yang material bila berisi kekeliruan dan ketidakberesan yang secara individu maupun kolektif sangat besar pengaruhnya terhadap kewajaran laporan keuangan.

auditor lebih mengutamakan pengujian pengendalian daripada pengujian substantive. Pada strategi Lower assessed level of control risk approach ini. Strategi ini lebih banyak digunakan dalam audit yang pertama kali daripada audit atas klien lama. Auditor lebih banyak melakukan prosedur untuk memperoleh pemahaman mengenai struktur pengendalian intern perusahaan klien. Strategi ini banyak dipakai dalam audit atas klien lama daripada audit yang pertama kali atas klien baru.M. AGUS SUDRAJAT S4309040 pengendalian intern perusahaan klien. Page | 122 . Auditor tetap melakukan pengujian substantive meskipun tidak seefektif pada Primarily substantive approach.

Perusahaan publik atau privat . masyarakat bisnis . Evaluasi Integritas Manajemen a. Jasa yang diinginkan b. Prosedur pengendalian B. Identifikasi Tim Audit Page | 123 .Adanya Salahsaji material. Mempertimbangkan factor yang mempengaruhi risiko salah saji material. digunakan auditor untuk: a. Nilai kemampuan untuk mengaudit a. Identifikasi Batasan Lingkup d. yaitu: a. Struktur pengendalian intern terdiri atas tiga unsure. Sistem akuntansi. Identifikasi Lingkungan Khusus & Risiko Luar Biasa a.Minta ijin klien b. Review Pengalaman yg lalu (audit ulang) . b. banker. Komunikasi dg auditor sebelumnya . b. Lingkungan pengendalian.M.. AGUS SUDRAJAT S4309040 Menghimpun Pemahaman Struktur Pengendalian Intern Klien Auditor harus melaksanakan prosedur audit yang antara lain meliputi prosedur untuk memperoleh pemahaman struktur pengendalian intern. Evaluasi Sistem Pelaporan Keuangan Auditabilitas Entitas 3. Pemahaman struktur pengendalian intern perusahaan klien. Nilai Prospektif Hukum dan Stabilitas Keuangan Klien c. Merancang pengujian substantive. c.Penasehat hukum. Bertanya kepada pihak ketiga yg lain . Identifikasi Maksud Pemakai Laporan Keuangan Auditan . ketidakberesan dan pelanggaran hukum 2. PERIKATAN AUDIT Penerimaan Perikatan Audit 1. Mengidentifikasi tipe salah saji potensial.Lisan atau surat . c.Review surat kabar c.Pihak ketiga yg akan memakai laporan b.

Mengingatkan kepada manajemen bahwa dia yang bertanggungjawab terhadap penyusunan laporan keuangan dan penyelenggaraan pengendalian inetern yang cukup g. Bila ada. peraturan-peraturan lain) yg harus diikuti auditor d. insinyur. Idenfikasi yg jelas ttg entitas & Laporan Keuangan yang harus diaudit b. Suatu indikasi bhw manajemen akan diminta utk membuat pernyataan tertulis utk kepentingan audit Page | 124 . uandang-undang. Putuskan untuk menerima atau menolak perikatan Pertimbangan utk menolak perikatan audit: – – – Integritas manajemen atau tdk memberikan bukti selama audit Klien menolak utk merevisi salahsaji dlm laporan keuangan Klien tdk mengambil tindakan yg sesuai terhadap temuan atas kecurangan atau pelanggaran hukum 6. dan sbg) 4. Pertimbangkan Kebutuhan untuk Konsultasi dan Penggunaan para Ahli (Spesialis) . Referensi thdp Standar Profesional (Standar Auditing. Tujuan Audit c.Seorang Partner . Pernyataan bahwa audit mungkin tidak menemukan seluruh ketidakberesan yang material f. bisnis. Edarkan sirkuler nama calon klien kpd staff profesional utk mengidentifikasi hubungan keuangan.Satu atau Lebih Senior Auditor . tolak penugasan atau beri informasi kpd calon klien dampak dari ketidakindependensian ini 5.(mis appraiser. Buat Surat Perikatan Isi Surat Perikatan: a.Para Asisten c. Penjelasan dan Lingkup Audit dan tanggungjawab auditor e. aktuaris. dan keluarga yang tidak diperbolehkan oleh Etika Profesi b.M. AGUS SUDRAJAT S4309040 .Satu atau lebih manajer . Evaluasi Independensi a.

semakin kecil risiko pengendalian. Risko audit terdiri dari tiga komponen. asersi keberadaan dan keterjadian akun piutang dagang mempunyai risiko bawaan yang lebih tinggi daripada aktiva tetap. Sebagai contoh. Risiko bawaan bervariasi untuk setiap asersi. Auditor tidak dapat mempengaruhi atau mengubah risiko bawaan. Dasar penentuan fee audit j. Penjelasan bhw auditor dapat memberi jasa tambahan seperti menyusunkan atau mereview SPT i. Risiko pengendalian merupakan fungsi dari efektivitas struktur pengendalian intern.M. yaitu: a. Permintaan kepada klien agar menandatangani surat penugasan bila telah menyetujui C. AGUS SUDRAJAT S4309040 h. Risiko pengendalian adalah risiko bahwa suatu salah saji material yang dapat terjadi dalam suatu asersi tidak dapat dideteksi ataupun dicegah secara tepat pada waktunya oleh berbagai kebijakan dan prosedur struktur pengendalian intern perusahaan. Semakin efektif struktur pengendalian intern. Risiko bawaan (inherent risk) b. Risiko pengendalian (control risk) c. Risiko deteksi (detection risk) Risiko bawaan adalah kerentanan atau mudah tidaknya suatu akun mengalami salah saji material dengan asumsi tidak ada kebijakan dan prosedur struktur pengendalian intern yang terkait. Risiko audit adalah risiko tidak diketahuinya kesalahan yang dapat mengubah pendapat auditor atas suatu laporan keuangan yang diaudit. risiko pengendalian tidak pernah mencapai angka nol karena struktur pengendalian intern tidak akan dapat menghasilkan keyakinan penuh bahwa semua salah saji material akan dapat dideteksi ataupun dicegah. Keberadaan aktiva tetap lebih mudah dibuktikan daripada keberadaan piutang dagang. Page | 125 . PENENTUAN RESIKO dan MATERIALITAS RESIKO Auditor harus mempertimbangkan risiko audit dalam melakukan perencanaan audit. Meskipun demikian.

Risiko deteksi dapat ditekan atau diturunkan auditor dengan cara melakukan perencanaan yang memadai dan supervisi atau pengawasan yang tepat. AGUS SUDRAJAT S4309040 Risiko deteksi merupakan risiko bahwa auditor tidak dapat mendeteksi salah saji material yang terdapat dalam suatu asersi. Sebagai akibat interaksi antara pertimbangan kuantitatif dan kualitatif dalam mempertimbangkan materialitas. j ika kemungkinan besar hal tersebut yang material. serta penerapan standar pengendalian mutu. UNSUR TINDAKAN PELANGGARAN HUKUM OLEH KLIEN Page | 126 dapat menimbulkan kewajiban bersyarat yang material atau hilangnya pendapatan .M. Sebagai contoh. MATERIALITAS Materialitas adalah besarnya informasi akuntansi yang apabila terjadi penghilangan atau salah saji. Definisi tersebut mengakui pertimbangan materialitas dilakukan dengan memperhitungkan keadaan yang melingkupi dan perlu melibatkan baik pertimbangan kuantitatif maupun kualitatif. sedangkan tahap 3. 4 dan 5 berada dalam evaluasi hasil. mungkin dapat mengubah atau mempengaruhi pertimbangan orang yang meletakkan kepercayaan atas informasi tersebut. Tahap 1 dan 2 berada dalam perencanaan tentang uji audit. dilihat dari keadaan yang melingkupinya. : mengestimasi total kesalahan penyajian yang terdapat dalam segmen : mengestimasi kesalahan penyajian gabungan : memebandingkan antara estimasi gabungan dari pertimbangan awal atau pertimbangan yang telah direvisi tentang tingkat materialitas. Tahap – Tahap Dalam Penerapan Materialitas Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Tahap 4 Tahap 5 : menetapkan pertimbangan awal tentang tingkat materialitas : mengalokasikan pertimbangan awal tentang tingkat materialitas ke dalam segmen – segmen. D. salah saji yang jumlahnya relatif kecil yang ditemukan oleh auditor dapat berdampak material terhadap laporan keuangan. Risiko deteksi merupakan fungsi efektivitas prosedur audit dan penerapannya oleh auditor. suatu pembayaran yang melanggar hukum yang j umlahnya tidak material dapat menjadi material.

Pertimbangan Auditor Atas Kemungkinan Adanya Unsur Tindakan Pelanggaran Hukum unsur tindakan pelanggaran hukum tertentu memiliki dampak material dan langsung terhadap penentuan jumlah. Pada umumnya semakin jauh unsur pelanggaran hukum terpisah dari kejadian dan transaksi yang dicerminkan dalam laporan keuangan. Tanggung jawab auditor dalam pendeteksian. semakin kecil kemungkinan audi-tor menyadari atau mengenali adanya unsur tindakan pelanggaran hukum tersebut. memiliki dampak material tetapi tidak langsung terhadap laporan keuangan. pengalaman. Hubungan dengan Laporan Keuangan Tindakan melanggar hukum yang dikaitkan dengan laporan keuangan sangat bervariasi. AGUS SUDRAJAT S4309040 Unsur tindakan melanggar hukum oleh klien adalah unsur tindakan pelanggaran yang dapat dihubungkan dengan entitas yang laporan keuangannya diaudit.jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan.M. Selanjutnya istilah unsur pelanggaran hukum lain itu akan disebut dengan unsur pelanggaran hukum saja. Auditor harus Page | 127 . penentuan apakah suatu perbuatan merupakan pelanggaran hukum atau bukan biasanya didasarkan atas hasil penilaian atau nasihat ahli hukum yang telah mempelajari pokok persoalannya dan memiliki keahlian untuk itu atau penentuannya menunggu sampai adanya keputusan pengadilan. Auditor biasanya mempertimbangkan hukum dan peraturan yang dipahaminya sebagai hal yang memiliki pengaruh langsung dan material dalam penentuan jumlah-jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan. Pengertian unsur tindakan pelanggaran hukum oleh klien tidak termasuk pelanggaran peroranganyang dilakukan oleh manajemen dan karyawan entitas yang tidak berkaitan dengan kegiatan bisnis entitas. dan pelaporan unsur tindakan pelanggaran hukum lain diuraikan lebih lanjut. Unsur tindakan pelanggaran hukum lain. Namun. auditing. pertimbangan dampaknya terhadap laporan keuangan. Latihan. dan pemahaman auditor atas usaha klien dan lingkungan industrinya dapat memberikan dasar guna mengenali adanya perbuatan klien yang merupakan unsur tindakan pelanggaran hukum. atau tindakan manajemen atau karyawan yang bertindak atas nama entitas.

Auditor harus meminta keterangan manajemen tentang kepatuhan klien terhadap hukum dan peraturan. Namun mengingat karakteristik unsur tindakan pelanggaran hukum sebagaimana telah dijelaskan atas. yang menimbulkan tanda tanya ada atau tidaknya kemungkinan unsur pelanggaran hukum: a. atau Pembayaran dalam jumlah besar untuk jasa yang tidak jelas pembayaran denda dalam jumlah besar. Transaksi tanpa otorisasi. pihak afiliasi. tujuannya kepada konsultan. Jika dimungkinkan. perlu disadari bahwa suatu audit yang dilakukan berdasarkan standar auditing tidak menjamin bahwa unsur tindakan pelanggaran hukum akan terdeteksi atau berbagai kewajiban bersyarat akan berhasil diungkapkan. peringatan tertulis. b. Penggunaan petunjuk yang dikeluarkan oleh klien dan representasi periodik yang diperoleh klien dari manajemen berbagai jenjang yang memiliki otoritas untuk menilai kepatuhan terhadap hukum dan peraturan. karyawan. Jika ada informasi spesifik yang menarik perhatian auditor yang memberikan indikasi tentang adanya kemungkinan unsur tindakan pelanggaran hukum yang mungkin menimbulkan dampak material tidak langsung terhadap laporan keuangan. Page | 128 . atau pihak lain. atau transaksi dicatat tidak lengkap atau tidak tepat waktu sehingga tidak mencerminkan pertanggungjawaban aktiva secara memadai. transaksi dicatat secara salah. Informasi Spesifik Tentang Adanya Kemungkinan Unsur Tindakan Pelanggaran Hukum Dalam penerapan prosedur audit dan evaluasi hasil pelaksanaan prosedur tersebut. auditor mungkin akan memperoleh informasi spesifik berikut ini. c. Penyelidikan oleh instansi pemerintah. auditor berkewajiban juga memperoleh keterangan dari manajemen tentang: Kebijakan klien dalam upaya pencegahan unsur tindakan pelanggaran hukum. AGUS SUDRAJAT S4309040 waspada terhadap adanya kemungkinan bahwa unsur pelanggaran hukum telah terjadi. maka auditor berkewajiban melaksanakan prosedur audit yang dirancang secara khusus untuk meyakinkan apakah unsur tindakan pelanggaran hukum telah dilakukan atau tidak.M.

b. Pembayaran tunai sangat besar. Jika manajemen tidak berhasil memberikan informasi dan keterangan yang memuaskan tentang terjadi atau tidaknya unsur tindakan pelanggaran hukum. jika diperlukan. Prosedur Audit dalam Menanggapi Kemungkinan Adanya Unsur Tindakan Pelanggaran Hukum Jika auditor mengetahui akan adanya kemungkinan unsur tindakan pelanggaran hukum. maka auditor harus: a. e. auditor harus memperoleh keterangan dari tingkat manajemen yang lebih tinggi daripada tingkat manajemen pelaku unsur tindakan pelanggaran hukum. yang tidak biasa.M. kondisi terjadinya pelanggaran. yang tidak dijelaskan. Keterlambatan pengisian dan pengembalian surat pemberitahuan pajak. Menerapkan prosedur tambahan. cek tunai dalam jumlah besar. AGUS SUDRAJAT S4309040 d. Melakukan konsultasi dengan penasihat hukum klien atau ahli lain tentang penerapan hukum dan peraturan relevan dengan kondisi yang dihadapi sekaligus mengantisipasi dampaknya terhadap laporan keuangan. f. Jika dimungkinkan. Pertemuan konsultasi dengan penasihat hukum klien harus dengan sepengetahuan dan persetujuan klien. transfer besar ke nomor rekening bank tertentu. untuk memperoleh pemahaman lebih baik tentang sifat pelanggaran. atau transaksi lain serupa. g. dan informasi lain yang cukup untuk mengevaluasi dampak unsur pelanggaran terhadap laporan keuangan. Prosedur audit tambahan yang dipandang perlu antara lain: Page | 129 . atau ketidakmampuan membayar kewajiban kepada pemerintah yang lazim bagi industri entitas atau karena sifat bisnis entitas tersebut. maka ia harus berusaha memperoleh informasi tentang sifat pelanggaran. Pembayaran untuk pejabat atau karyawan pemerintah yang berhubungan dengan pekerjaan mereka. Komisi penjualan atau komisi agen yang dipandang berlebihan jika dibandingkan dengan yang biasanya dibayarkan oleh klien atau dengan jasa yang benar-benar diterima oleh klien.

M. tetapi tidak merupakan pengganti bagi penerapan prosedur audit yang diperlukan untuk memperoleh dasar memadai bagi pendapat auditor atas laporan keuangan. baik lisan maupun tertulis. Representasi tertulis dari manajemen biasanya menegaskan representasi lisan yang disampaikan oleh manajemen kepada auditor. REPRESENTASI MANAJEMEN Kepercayaan Atas Representasi Manajemen Selama audit berlangsung. auditor harus menyelidiki keadaan tersebut dan mempertimbangkan keandalan representasi tersebut. representasi tertulis yang diperoleh pada penyelesaian audit yang Page | 130 . dalam menanggapi pertanyaan khusus atau melalui laporan keuangan. Jika suatu representasi yang dibuat oleh manajemen bertentangan dengan bukti audit lain. Berdasarkan keadaan tersebut. dan membandingkannya dengan catatan akuntansi. dan mengurangi kemungkinan salah paham mengenai masalah yang direpresentasikan. Representasi manajemen tersebut merupakan bagian dari bukti audit yang diperoleh auditor. dan menunjukkan serta mendokumentasikan lebih lanjut ketepatan representasi tersebut. E. Sebagai contoh. b) Mengkonfirmasi informasi signifikan yang berkaitan dengan unsur pelanggaran kepada pihak luar atau pihak perantara seperti bank dan penasihat hukum. AGUS SUDRAJAT S4309040 a) Memeriksa dokumen-dokumen pendukung. auditor harus mempertimbangkan apakah keandalan representasi manajemen yang berkaitan dengan aspek lain laporan keuangan memadai dan beralasan. c) Menentukan apakah otorisasi semestinya telah diperoleh atas transaksi yang berkaitan dengan unsur tindakan pelanggaran hukum. jika laporan keuangan komparatif dilaporkan. seperti faktur. Pemerolehan Representasi Tertulis Representasi tertulis dari manajemen harus diperoleh untuk semua laporan keuangan dan periode yang dicakup oleh laporan audit. cek/giro dan surat perjanjian yang dibatalkan. manajemen membuat banyak representasi bagi auditor. d) Mempertimbangkan apakah transaksi atau kejadian lain serupa mungkin juga telah terjadi dan menerapkan prosedur untuk mengidentifikasinya.

Pengukuran. dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. direksi. atau (3) pihak lain yang kecurangannya berdampak material atas laporan keuangan. Pengakuan manajemen mengenai tanggung jawabnya untuk menyajikan Page | 131 . Informasi tentang kecurangan yang melibatkan (1) manajemen. a. Komunikasi dari badan pengatur tentang ketidakpatuhan dengan atau kekurangan dalam praktik pelaporan keuangan. 5. auditor menerapkan prosedur audit terutama melengkapi prosedur audit lain yang dilakukannya. basil usaha. (2) karyawan yang memiliki peran signifikan dalam pengendalian intern. Ketersediaan catatan keuangan dan data yang berkaitan. posisi keuangan. Laporan Keuangan laporan keuangan secara wajar. didesain untuk memperoleh informasi yang mendukung masalah yang juga direpresentasikan secara tertulis 3. h. Representasi tertulis tertentu yang diperoleh auditor akan tergantung pada keadaan perikatan dan sifat dan basis penyajian laporan keuangan. Rencana atau maksud yang mungkin akan mempengaruhi nilai atau klasifikasi aktiva atau kewajiban. i. f. Keyakinan manajemen bahwa laporan keuangan disajikan sesuai dengan prinsip yang berlaku umum di Indonesia 4. d. Auditor memperoleh representasi tertulis dari manajemen untuk Dalam banyak hal. Tidak adanya transaksi yang tidak dicatat. 2. AGUS SUDRAJAT S4309040 terkini harus mencakup semua periode yang dilaporkan. Pengakuan. Kelengkapan dan ketersediaan semua notulen rapat pemegang saham. Informasi mengenai transaksi antarpihak yang memiliki hubungan istimewa dan piutang atau utang antarpihak yang memiliki hubungan istimewa. representasi tertentu harus berhubungan dengan hal-hal berikut ini : 1. b. dan dewan komisaris.M. dan Pengungkapan g. e. Kelengkapan Informasi c. Dalam hubungannya dengan audit laporan keuangan yang disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

Jika suatu entitas bisnis tidak memiliki kemampuan mempertahankankelangsungan hidupnya. Hak atas aktiva. Asumsi ini mengharuskan entitas bisnis secara operasional memiliki kemampuan mempertahankan kelangsungan hidupnya atau going concern. b. kondisi ekonomimakro. maka laporan keuangan entitas tersebut wajib disusun berdasarkan asumsi likuidasi dengan dasar nilai realisasi. tertulis atau lisan. teknologi dan lain-lain. GOING CONCERN Asumsi going concern adalah salah satu asumsi yang dipakai dalam menyusun laporan keuangan. dan aktiva yang dijaminkan. Hal ini adalah syarat suatu laporan keuangan disusun dengan menggunakan dasar akrual. AGUS SUDRAJAT S4309040 j.M. a. Tuntutan yang tidak diungkapkan meskipun telah diberitahukan kemungkinannya oleh penasihat hukum klien. n. sedangkan faktor internal adalah faktor di dalam perusahaan itu sendiri. Estimasi signifikan dan pemusatan material yang diketahui oleh manajemen yang harus diungkapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku. l. seperti pasar. hak gadai atas aktiva. p. Tuntutan yang belum dinyatakan atau prakiraan yang telah dikemukakan oleh penasihat hukum merupakan tuntutan yang kemungkinan besar akan terjadi harus diungkapkan sesuai dengan PSAK Akuntansi untuk Kontijensi. Faktor eksternal adalah faktor di luar perusahaan itu sendiri. Jaminan. Going concern dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal entitas bisnis yangbersangkutan. Peristiwa Kemudian q. m. sumber daya manusia. Informasi tentang peristiwa kemudian F. k. seperti keuangan. Pelanggaran atau kemungkinan pelanggaran hukum atau peraturan yang dampaknya harus dipertimbangkan untuk diungkapkan dalam laporan keuangan atau sebagai dasar untuk mencatat rugi bersyarat. Page | 132 . Kepatuhan dengan pasal-pasal perjanjian kontrak yang mungkin berdampak terhadap laporan keuangan. yang menyebabkan entitas memiliki utang bersyarat. o. sosial politik dan lain-lain.

G. Berdasarkan teori akuntansi keuangan. namun. AGUS SUDRAJAT S4309040 Isu going concern akan berdampak terhadap opini yang diberikan oleh akuntan public terhadap suatu laporan keuangan. dan untuk memperoleh keyakinan mengenai persyaratan akuntansi dan pengungkapan dalam laporan keuangan. tidak mungkin akuntan publik memberikan opini wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion) atas laporan keuangan yang disusun dengan asumsidanbasispencatatan tidak jelas. PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA prosedur yang harus dipertimbangkan oleh auditor jika ia melaksanakan audit atas laporan keuangan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. prinsip akuntansi yang telah ditetapkan biasanya tidak mensyaratkan transaksi dengan pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa diperlakukan dengan dasar yang berbeda dari yang seharusnya. maka laporan keuangan tersebut tidak sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum. dengan penekanan pada cukup atau tidaknya pengungkapannya. untuk mengidentifikasikan pihak yang memiliki hubungan istimewa dan transaksi antarpihak yang memiliki hubungan istimewa. jika tidak terdapat hubungan istimewa. Di samping itu. Transaksi-transaksi yang karena sifatnya mungkin memberikan indikasi adanya pihak yang memiliki hubungan istimewa. Pernyataan standar akuntansi keuangan tertentu mengatur perlakuan akuntansi jika terdapat pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa. antara lain: Page | 133 . P e r t i m b a n g a n A k u n t an s i Prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan pengungkapan pihak yang memiliki hubungan istimewa.M. Sebab jika suatu laporan keuangan yang berbasis akrual tidakdisusundenganasumsi going concern. Auditor harus memandang transaksi antarpihak yang memiliki hubungan istimewa dalam rerangka pernyataan prinsip akuntansi. auditor harus menyadari bahwa substansi suatu transaksi dapat secara signifikan menjadi berbeda dari bentuknya dan bahwa laporan keuangan harus mengidentifikasi substansi transaksi tersebut dan bukan hanya bentuk hukumnya semata.

Untuk memenuhi tanggung jawabnya tersebut. H. atau pihak lain yang setara wewenang dan tanggung jawabnya. d. saat. 1 Fungsi audit intern dapat terdiri dari satu atau lebih individu yang melaksanakanaktivitas audit intern dalam suatu entitas. Auditor intern bertanggung jawab untuk menyediakan jasa analisis dan evaluasi. Page | 134 . Peran Auditor Dan Auditor Intern Salah satu tanggung jawab auditor dalam audit atas laporan keuangan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia adalah untuk memperoleh bukti audit kompeten yang cukup sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan entitas. c. organisasi profesi auditor intern mendefinisikan auditing intern sebagai fingsi penilaian yang independen dan mewajibkan auditor intern untuk independen dari aktivitas yang diaudit. auditor mempertahankan independensinya dari entitas tersebut. Transaksi penjualan real estate pada tingkat harga yang berbeda secara signifikan dari nilai taksiran. Salah satu faktor adalah eksistensi fungsi audit intern .M. Transaksi peminjaman atau pemberian pinjaman tanpa beban bunga atau dengan suku bunga yang secara signifikan di atas atau di bawah suku bunga pasar yang berlaku umum pada saat transaksi b. AGUS SUDRAJAT S4309040 a. PERTIMBANGAN AUDITOR ATAS FUNGSI AUDIT INTERN DALAM AUDIT LAPORAN KEUANGAN Auditor mempertimbangkan banyak faktor dalam menentukan sifat. auditor intern mempertahankan objektivitasnya yang berkaitan dengan aktivitas yang diauditnya. dan lingkup prosedur audit yang harus dilaksanakan dalam suatu audit atas laporan keuangan entitas. 2 Meskipun auditor intern tidak independen dari entitas. Transaksi pemberian pinjaman tanpa ketentuan mengenai jadwal dan cara pengembaliannya. Dalam memenuhi tanggung jawab ini. memberikan keyakinan dan rekomendasi. dan informasi lain kepada manajemen entitas dan dewan komisaris. Transaksi pertukaran property dengan property yang serupa dalam transaksi nonmoneter.

pernyataan misi. prosedur auditor intern untuk menilai efisiensi proses pengambilan keputusan manajemen tertentu biasanya tidak relevan dengan audit atas laporan keuangan. auditor mungkin meminta keterangan mengenai anggaran dasar pembentukan fungsi audit intern. Akses ke catatan dan apakah terdapat pembatasan atas lingkup aktivitas mereka. tergantung atas sifat aktivitas audit intern tersebut. atau pengarahan lain yang serupa dari manajemen atau dewan komisaris. Di samping itu. Mempertimbangkan pengetahuan dari audit tahun sebelumnya. dan lingkup pekerjaan audit. 2. Lingkup prosedur yang diperlukan untuk memahaminya bervariasi. Auditor biasanya harus meminta keterangan kepada manajemen yang bersangkutan dan staf audit intern mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan auditor intern berikut ini: 1. Status auditor intern dalam organisasi entitas. Aktivitas relevan adalah aktivitas yang memberikan bukti tentang rancangan dan efektivitas pengendalian yang berkaitan dengan kemampuan entitas untuk mencatat. 4.M. dan melaporkan data keuangan konsisten dengan asersi yang terkandung dalam laporan keuangan atau yang memberikan bukti langsung mengenai salah saji potensial data tersebut. 5. Penerapan standar professional 3. ia harus berusaha memahami fungsi audit intern yang cukup untuk mengidentifikasi aktivitas audit intern yang relevan dengan perencanaan audit. Auditor dapat menemukan hasil prosedur berikut ini yang bermanfaat dalam menetapkan relevansi aktivitas audit intern: a. AGUS SUDRAJAT S4309040 Konsep independensi berbeda dengan independensi auditor yang harus dipertahankan oleh auditor berdasarkan Aturan Etika Pemerolehan Pemahaman Tentang Fungsi Audit Intern Tanggung jawab penting fungsi audit intern adalah memantau kinerja pengendalian entitas. meringkas. Aktivitas audit intern tertentu dapat tidak relevan dengan audit atas laporan keuangan entitas. Permintaan keterangan ini biasanya akan menghasilkan informasi mengenai tujuan dan sasaran yang ditetapkan untuk fungsi audit intern. Pada waktu auditor berusaha memahami pengendalian intern. saat. termasuk sifat. Perencanaan audit. mengolah. Page | 135 . Sebagai contoh.

AGUS SUDRAJAT S4309040 b. Praktik yang bersangkutan dengan penugasan auditor intern. program. e. dan rekomendasi. auditor tidak harus memberikan pertimbangan lebih lanjut terhadap fungsi auditintern. 691 Pertimbangan atas Pengendalian Intern dalam Audit Laporan Keuangan menjelaskan prosedur yang diikuti oleh auditor dalam memahami pengendalian intern dan menunjukkan bahwa fungsi audit intern merupakan bagian dari lingkungan pengendalian entitas. setelah memahami fungsi audit intern. yang meliputi: Page | 136 . b. d. Jika. Membaca laporan auditor intern untuk memperoleh informasi rinci mengenai SA Seksi 319 [PSA No. Kebijakan. c. auditor harus memperoleh atau memutakhirkan informasi dari tahun sebelumnya mengenai faktor-faktor berikut ini: a. g. c. kecuali auditor meminta bantuan langsung dari auditor intern. laporan. auditor harus memperoleh atau memutakhirkan informasi dari audit tahun sebelumnya mengenai faktor-faktor berikut ini: a. Mutu dokumentasi dalam kertas kerja. Status organisasi auditor intern yang bertanggung jawab atas fungsi audit intern. Penentuan Kompetensi Dan Objektivitas A u d i t o r I n t e r n Kompetensi Auditor Intern Pada waktu menentukan kompetensi auditor intern. Supervisi danrev ie w terhadap aktivitas auditor intern. dan prosedur audit. Tingkat pendidikan dan pengalaman profesional auditor intern. Objektivitas Auditor Intern Pada waktu menetapkan objektivitas auditor intern. Me-review bagaimana auditor intern mengalokasikan sumber daya auditnya kebidang keuangan atau bidang operasi sebagai respon dalam proses penentuan risiko. f. Ijazah profesional dan pendidikan profesional berkelanjutan. auditor berkesimpulan bahwa aktivitas auditor intern tidak relevan dengan audit atas laporan keuangan.M. Penilaian atas kinerja auditor intern.

Prosedur substantif yang dilaksanakan oleh auditor Koordinasi Pekerjaan Audit Dengan Auditor Intern Jika pekerjaan auditor intern diharapkan mempunyai dampak terhadap prosedur yang dilaksanakan oleh auditor. saat. Prosedur yang dilaksanakan oleh auditor pada saat berusaha memahami pengendalian intern entitas b. b. dan lingkup audit termasuk: a. Menyelenggarakan rapat berkala.M. Dampak Pekerjaan Auditor Intern Atas Audit Pekerjaan auditor intern dapat berdampak terhadap sifat. Memberikan kesempatan akses ke kertas kerja auditor intern. Me-review laporan auditor Page | 137 . komite audit. atau manajer pemilik melakukan pengawasan terhadap keputusan pengangkatan dan pemberhentian yang bersankutan dengan auditor intern. termasuk: (1) Kebijakan pelarangan auditor intern melakukan aktivitas dalam bidang yang diaudit yang keluarganya bekerja pada posisi penting atau posisi yang sensitif (2) Kebijakan pelarangan auditor intern melakukan audit di bidang yang sama dengan bidang yang baru saja diselesaikannya. komite audit. Kebijakan untuk mempertahankan objektivitas auditor intern mengenai bidang yang diaudit. c. b. (2) Apakah auditor intern memiliki akses langsung dan melaporkan secara teratur kepada dewan komisaris. hal ini akan efisien jika auditor dan auditor intern mengkoordinasikan pekerjaan mereka dengan: a. Prosedur yang dilaksanakan oleh auditor pada saat menetapkan risiko c. (3) Apakah dewan komisaris. d. AGUS SUDRAJAT S4309040 (1) Apakah auditor intern melapor kepada pejabat yang memiliki status memadai untuk menjamin lingkup audit yang luas dan memiliki pertimbangan dan tindakan memadai atas temuan-temuan dan rekomendasi auditor intern. atau manajer pemilik. Menjadwalkan pekerjaan audit.

Statistik 2.sehingga judgmentrumus/formula tidak statistik. boleh pula tidak acak Kedua pendekatan tersebut mengharuskan auditor menggunakan pertimbangan Profesionalnya dalam perencanaan. pelaksanaan. perlu di yang akan di gunakan harus disehingga judgment yang akan di kuantifikasi lebih dahulu sesuaigunakan Pemilihan sampel kebutuhan formula Harus acak (random) kuantifikasi Boleh acak.26(SA 350) audit sampling adalah penerapan prosedur audit terhadap kurang dari seratus persen unsur dalam suatu saldo akun atau kelompok transaksi dengan tujuan untuk menilai beberapa karakteristik saldo akun atau kelompok transaksi tersebut. dan penilaian sampel.M. Non statistic Perbedaan kedua pendekatan tersebut adalah sebagai berikut : Metode Analisis Sampling statistik Sampling non statistik Menggunakan rumus/ formulaTidak menggunakan statistik. Tahapan Sampling Audit Tahapan dalam melakukan sampling audit adalah sebagai berikut : Page | 138 . Ada dua pendekatan umum dalam sampling audit: 1. AGUS SUDRAJAT S4309040 PERTEMUAN 9 AUDIT SAMPLING Menurut PSA no. serta dalam menghubungkan bukti audit yang dihasilkan dari sampel dengan bukti audit lain dalam penarikan kesimpulan atas saldo akun atau kelompok transaksi yang berkaitan.

pengiriman surat konfirmasi atas piutang yang tercatat tidak dapat diandalkan untuk menemukan piutang yang tidak tercatat. Membuat simpulan hasil audit Risiko Risiko audit meliputi ketidakpastian yang disebabkan oleh sampling dan ketidakpastian yang disebabkan oleh faktor-faktor selain sampling.Yang di maksud kuantitatif adalah inforamasi yang disajikan dalam angka-angka. Risiko sampling. risiko sampling akan bervariasi secara berlawanan dengan ukuran sampelnya: semakin kecil ukuran sampel. Menyusun rencana audit 2. Aspek-aspek risiko audit adalah : 1. Page | 139 . 2. semakin tinggi risiko samplingnya. Menetapkan jumlah/unit sampel 3. Metode Sampling Statistik (sampling variable) Tujuan pengujian substantif adalah menilai dapat di percaya/tidaknya informasi kuantitatif yang di sajikan manajemen. Memilih sampel 4. yang secara proporsional lebih besar atau kurang daripada yang sesungguhnya terkandung dalam saldo akun atau kelompok transaksi secara keseluruhan. Sampling untuk Uji Subtantif 1. Risiko non-sampling. Risiko ini juga meliputi kemungkinan pemilihan prosedur audit yang tidak semestinya untuk mencapai tujuan audit tertentu. Untuk suatu desain sampel tertentu. Risiko nonsamplingjuga muncul karena auditor mungkin gagal mengenali salah saji yang ada pada dokumen yang diperiksanya. AGUS SUDRAJAT S4309040 1. yaitu jika suatu sampel tertentu mungkin mengandung salah saji moneter atau penyimpangan dari pengendalian yang telah ditetapkan. Menguji sampel 5. Sebagai contoh. hal yang akan membuat prosedur audit menjadi tidak efektif walaupun ia telah memeriksa semua data.M. Mengestimasi keadaan populasi 6. meliputi semua aspek risiko audit yang tidak berkaitan dengan sampling.

Menetapkan jumlah (unit) sample. populasi yang di audit adalah bukti pengeluaran kas tahun anggaran 2001. resiko menolak dan resiko menerima.Nilai yang dianggap meterial adalah sesuatu yang di anggap berarti/penting. • Tingkat sampling derajat/persentase populasi yang terwakili oleh sampel. tingkat keandalan pada resiko keliru menolak =(1.Angka 1 berasal dari 100%. b.Resiko sampling pada pengujian substantif ada dua yaitu. yang sekaligus juga menunjukan tingkat heterogenitas data. Menguji sampel Page | 140 . Perencanaan audit. • Faktor keandalan pada resiko keliru menolak (Z). sedangkan menunjukkan tingkat resiko keliru menolak.M. AGUS SUDRAJAT S4309040 a. Terdapat berapa unsur yang mempengaruhi unit sample : • Unit populasi adalah banyaknya anggota populasi yang di teliti. unit populasi adalah banyaknya kuitansi selama tahun anggaran 2001. yang jika tidak/salah di sajikan dalam suatu informasi. keandalan misalnya dan resiko meneliti kelayakan adalah informasi perkiraan pengeluaran kas tahun anggaran 2002. Memilih sampel d. • Standar deviasi adalah jarak umum antara nilai rata-rata populasi dengan masing-masing anggotanya.Misalnya dalam hal ini. pada tahap perencanaan di tetapkan antara lain: • Tujuan audit dan populasi yang akan di uji adalah menguji kelayakan informasi kuantitatif. • Menentukan batas tolerasi nilai salah uji (TS) adalah batas nilai kesalahan dalam populasi yang dapat di tolerir oleh auditor.). • Kesalahan sampling (sampling error) adalah selisi antara hasil sampling dengan keadaan yang sebenarnya dari populasi. c. akan berpengaruh pada/dapat merubah keputusan orang yang meletakkan kepercayaan pada informasi.

Sehingga sangat tidak konsisten untuk menghindari inkonsistensi tersebut.Semua tahap di lakukan berdasarkan judgement. c.M. Page | 141 . Metode Sampling Non Statistik Sampling non statistik tidak terikat dengan formula khusus dan baku. di tetapkan dengan memperhatikan resiko salah saji (resiko melekat dan resiko pengendalian) dan keyakinan terhadap keandalan prosedur audit lainnya. Membuat simpulan hasil audit 2. Hubungan antara sampel dengan tujuan pengujian pengendalian. Tingkat risiko yang dapat diterima auditor atas penentuan risiko pengendalian yang terlalu rendah. Sampling Untuk Uji Pengendalian Dalam perencanaan sampel audit tertentu untuk pengujian pengendalian. b. Mengestimasi keadaan populasi f. Salah satu model sampling non statistik formal adalah: • • • Unit sample ditetapkan dengan rumus : n=(NB * FK)/TS Hasil sampling berupa proyeksi salah saji : PS=(NB/NS)*SS Simpulan auditnya di dasarkan pada perbandingan TS dan PS Di mana : NB = nilai buku populasi SS =salah saji yang di temukan dalam sample FK=faktor keandalan. AGUS SUDRAJAT S4309040 e. para praktisi mengembangkan sampling non statistik dengan menambahkan unsur matematis dalam analisinya. Tingkat penyimpangan maksimum dari pengendalian yang ditetapkan yang akan mendukung tingkat risiko pengendalian yang direncanakan. auditor harus mempertimbangkan: a.

dan dapat digunakan jika auditor yakin bahwa kesalahan yang diperkirakan dalam populasi sangat kecil. unsur yang membentuk saldo akun atau kelompok transaksi yang menjadi fokus perhatian. yaitu. Pengambilan sample dengan model ini ditujukan untuk memperkirakan presentase terjadinya mutu tertentu dalam suatu populasi. Attribute sampling terdiri atas: • Fixed sample size attribute sampling.M. 2. PENGGUNAAN PEKERJAAN SPESIALIS Page | 142 . Attribute sampling. Variable sampling. Metode Sampling Non Statistik Pada sampling non statistik. tanpa menggunakan formula/rumus yang baku. yaitu metode sampling yang meneliti sifat nol angka dari data. pelanggaran yang serius dari unsure pengendalian intern dan ketidakberesan yang lain. 1. Metode Sampling Statistik Metode sampling statistik yang lazim di gunakan pada pengujian pengendalian adalah sampling atribut. • Discovery sampling. karena pada pungujian pengendalian fokus perhatian auditor adalah pada jejak-jejak pengendalian yang terdapat pada data/dokumen yang di uji seperti paraf. dipakai auditor untuk menemukan kecurangan. Digunakan terutama untuk menguji nilai rupiah yang tercantum dalam akun yang terdapat dalam pengujian substantive. • Stop-or go sampling disebut juga dengan decision attribute. b. digunakan untuk menguji efektivitas pengendalian intern. Disebut juga proportional sampling. Metode ini dibagi menjadi 2: a. tanda tangan. Karakteristik populasi. nomor urut pracetak dll. Model ini dapat mencegah auditor dari pengambilan sampel yang terlalu banyak. unit sampel dan avaluasi hasil samplingnya di lakukan berdasarkan judgement. AGUS SUDRAJAT S4309040 d.

karya seni) 2. konsultan lingkungan. Spesialis mencakup. namun tidak terbatas pada aktuaris. instrument keuangan yang kompleks. Hubungan. atau pengakuan kompetensi dari spesialis lain dalam bidangnya 2. bahan atau ekuipmen teknologi tinggi. Penentuan nilai yang diperoleh dengan menggunakan teknik atau metode khusus . cadangan mineral. Penentuan karakteristik fisik yang berhubungan dengan kuantitas yang tersedia atau kondisi (missal kuatitas atau kondisi mineral. seksi ini memberikan panduan bagi auditor yang menggunakan pekerjaan spesialis dalam melaksanakan audit atas laporan keuangan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan IAI. peraturan atau persetujuan Kualifikasi dan Pekerjaan Spesialis Auditor harus mempertimbangkan hal-hal berikut ini untuk mengevaluasi kualifikasi professional spesialis dalam menentukan bahwa spesialis tersebut memiliki keterampilan atau pengetahuan dalam bidang tertentu yang diperlukan: 1. namun tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut: 1. Berbagai contoh tipe masalah yang mungkin menurut pertimbangan auditor memerlukan pekerjaan spesialis meliputi. antara spesialis dengan klien Page | 143 . Penilaian (missal sediaan untuk tujuan khusus. real estate. produk farmasi . Pengertian spesialis dalam seksi ini adalah orang (perusahaan) yang memiliki keterampilan atau pengetahuan khusus dalam bidang tertentu selain akuntansi dan auditing. Reputasi dan kedudukan spesialis di mata para rekan sejawat dan pihak lain yang mengenal kemampuan atau kinerjanya 3. Penafsiran persyaratan teknis.insinyur. sekuritas terbatas. dan ahli geologi. jika ada. missal penentuan kewajiban manfaat polis masa depan 4. Sertifikat professional.39 (SA Seksi 336). lisensi. AGUS SUDRAJAT S4309040 Berdasar PSA No. atau bahan yang disimpan dalam timbunan) 3. appraiser.M.

maka ia dapat menyimpulkan bahwa ia telah memperoleh bukti audit cukup dan komponen. maka auditor harus melakukan prosedur tambahan. AGUS SUDRAJAT S4309040 Auditor harus memperoleh pemahaman tentang sifat pekerjaan yang dilaksanakan atau akan dilaksanakan oleh spesialis. Tujuan dan lingkup pekerjaan spesialis 2. Metode dan asumsi yang digunakan 4. atau jika auditor yakin bahwa penentuan yang dibuat oleh spesialis tidak wajar. kecuali jika menurut pandangan auditor masalah tersebut tidak akan dapat dipecahkan. Jika setelah menerapkan prosedur tambahan ternyata ia belum dapat memecahkan masalah.M. maka auditor harus memperoleh pendapat dari spesialis lain. Pemahama tersebut harus mencakup : 1. Kelayakan penggunaan pekerjaan spesialis untuk tujuan yang dimaksud 6. Bentuk dan isi temuan spesialis yang akan memungkinkan auditor untuk membuat evaluasi yang diuraikan dalam paragraph 12 (SA Seksi 336) Dampak Pekerjaan spesialis Terhadap Laporan Audit Jika auditor menentukan bahwa temuan spesialis dapat mendukung penyajian laporan keuangan yang berkaitan . Page | 144 . Suatu perbandingan metode atau asumsi yang digunakan dengan yang digunakan di tahun sebelumnya 5. Hubungan spesialis dengan klien 3. Jika terdapat perbedaan material antara temuan spesialis dengan penyajian laporan keuangan.

Jenis-jenis dokumen dan catatan Dokumen dan catatan yang terdapat dalam proses penggajian dan kepegawaian : : Catatan karyawan termasuk tingkat upah atau otorisasi gaji Merupakan catatan karyawan berisi informasi mengenai sejarah kerja setiap karyawan. Akun yang paling berpengaruh secara signifikan oleh tiap jenis transaksi adalah sebagai berikut : Jenis transaksi Akun yang dipengaruhi : Transaksi penggajian Kas. A. dan Transaksi utang gaji Kas serta Berbagai akrual (seperti pajak penghasilan karyawan dan biaya pension). Gambaran umum Proses Penggajian dan Kepegawaian Topik-topik berikut yang terkait dengan proses penggajian dan kepegawaian : • Jenis-jenis transaksi dan akun laporan keuangan yang terpengaruh • Jenis-jenis dokumen dan catatan • Fungsi-fungsi utama • Pemisahan tugas fungsi Jenis-jenis Transaksi dan akun laporan keuangan yang terpengaruh dua jenis transaksi yang khususnya terdapat dalam proses penggajian dan kepegawaian adalah : • Pembayaran kepada karyawan atas jasa yang diberikan • Akrual dan pembayaran dari kewajiban yang terkait dengan penggajian yang timbul dari jasa karyawan. Proses penggajian dan kepegawaian mempengaruhi banyak akun dalam laporan keuangan. termasuk tanggal pengangkatan. formulir otorisasi Page | 145 .M. tingkat upah atau gaji. termasuk untuk jaminan social dan pajak bagi pengangguran. Berbagai kewajiban yang terkait dengan penggajian dan akun beban. AGUS SUDRAJAT S4309040 PERTEMUAN 10 AUDIT SIKLUS PENGGAJIAN DAN KEPEGAWAIAN Pada bagian ini akan dibahas audit proses penggajian dan kepegawaian untuk audit atas laporan keuangan. Persediaan. Bagian ini akan dimulai dengan gambaran umum mengenai proses manajemen sumber daya manusia dan kemudian membahas tiga komponen dari model risiko audit.

M. Laporan penggajian berkala Pada tiap akhir minggu atau bulan. W-4 dan formulir otorisasi pemotongan lainnya Karyawan harus mengotorisasi pemotongan dari gajinya. Berbagai laporan dan formulir pajak Kebanyakan perusahaan diminta untuk menyiapkan berbagai laporan pajak atas gaji. (3) kewajiban yang masih harus di bayar untuk gaji dan upah. Arsip induk penggajian Arsip computer ini berisikan semua catatan entitas yang terkait dengan penggajian. tingkat gaji. sejumlah laporan ikhtisar gaji dapat disiapkan. Daftar gaji biasanya menunjukkan pembayaran kotor karyawan. Daftar gaji Dokumen ini juga disebut sebagai jurnal penggajian. Hal ini termasuk mengangkat dan Page | 146 . Fungsi – fungsi utama Tujuan pokok proses penggajian dan kepegawaian adalah (1) mencatat produksi dan jenis lain biaya gaji di dalam akun. (2) memastikan bahwa biaya gaji adalah untuk kegiatan perusahaan yang sah. dan berbagai program imbalan kerja bagi karyawan. mengikhtisarkan semua pembayaran gaji kepada karyawan. nomor jaminan social. tingkat upah dan otorisasi penyesuaian gaji. Laporan perubahan arsip induk penggajian Laporan ini berisi catatan perubahan yang dilakukan terhadap arsip induk penggajian. dan pemberitahuan perbehentian. AGUS SUDRAJAT S4309040 pemotongan gaji. Catatan cek gaji/setoran langsung Catatan ini menunjukkan jumlah yang dibayarkan ke karyawan atau jasa yang diberikannya. Personalia Fungsi personalia adalah bertanggung jawab atas pengelolaan kebutuhan sumber daya manusia di dalam organisasi. dan otorisasi potongan. evaluasi kinerja. Organisasi oleh karena itu harus menggunakan formulir otorisasi untuk mendokumentasikan pemotongan tersebut. pajak atas gaji. Kartu Jam kerja Dokumen ini mencatat jumlah jam kerja karyawan. termasuk waktu karyawan mulai dan berhenti bekerja. jika ada. termasuk informasi Dari tiap karyawan seperti nama.

M. dan buku besar. dan gaji bersih. klasifikasi dan pembuatan ikhtisar yang tepat dari penggajian di buku besar. Pencatatan waktu Fungsi pencatatan waktu menyiapkan informasi waktu karyawan bagi pemrosesan penggajian dan pemberian kode bagi distribusi akun. Page | 147 . menetapkan tingkat upah dan gaji. dan varians biaya gaji. Pemisahan Tugas Kunci Salah-satu pengendalian yang terpenting dalam system akuntansi adalah pemisahan tugas yang memadai. pemotongan. pemrosesan gaji. serta menetapkan dan mengawasi program imbalan kerja. produktivitas. mencatat dan membuat ikhtisar pembayaran dan verifikasi distribusi akun. AGUS SUDRAJAT S4309040 memberhentikan karyawan. Supervisi Supervisi atau penyelia di dalam departemen operasi dan pendukung bertanggung jawab untuk mereview dan menyetujui kehadiran karyawan dan infromasi waktu. Oleh karena itu setiap individu yang terlibat dalam fungsi – fungsi supervisi dan pencatatan waktu harus terpisah dari fungsi-fungsi personalia. pengawasan penjadwalan karyawan. Pemrosesan gaji Berfungsi untuk penghitungan gaji kotor.kompensasi dan tunjangan karyawan Buku besar Berfungsi untuk akumulasi. Pengeluaran uang Berfungsi untuk pembayaran .

Transaksi-transaksi lebih signifikan dari pada akun-akun neraca terkait. Akun yang terkait dengan siklus ini adalah sebagai berikut : 1. Akun-akun yang berkaitan dengan penggajian relatif lebih kecil dibandingkan jumlah transaksi keseluruhan selama satu tahun 3. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan karakteristik antara siklus penggajian dan kepegawaian dan siklus lain pada audit yang umum. penetapan resiko pengendalian. 5. AGUS SUDRAJAT S4309040 AUDIT SIKLUS PENGGAJIAN Siklus penggajian dan kepegawaian berhubungan dengan penggunaan tenaga kerja dan pembayaran semua pegawai. dan prosedur analitis. Hanya ada satu golongan transaksi untuk penggajian. Audit pada siklus ini meliputi perolehan pemahaman atas pengendalian intern. dinyatakan wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Bonus dan Komisi yang masih harus dibayar Pemotongan pajak penghasilan dan potongan lainnya Beban gaji nyang masih harus dibayar Biaya tenaga kerja langsung Biaya pajak daftar gaji Page | 148 . pengujian atas pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi. 6. 3. 4. Hal ini karena adanya hukuman terkait dengan pemotongan pajak penghasilan. pengujian substantif atas transaksi. Pengendalian intern atas penggajian pada kebanyakan perusahaan umumnya efektif. Auditor pada umumnya lebih menekankan diri pada pengujian pengendalian. prosedur analitis serta pengujian rinci atas saldo. Kas di Bank Gaji.M. perbedaannya adalah sebagai berikut: 1. Upah. 2. AKUN DAN TRANSAKSI DI DALAM SIKLUS PENGGAJIAN DAN KEPEGAWAIAN Tujuan audit penggajian dan kepegawaian yaitu untuk mengevaluasi saldo akun yang mempengruhi siklus itu. Penggajian hanya meiliki satu golongan karena penerimaan jasa dari pegawai dan pembayaran atas jasa tersebut terjadi dalam waktu yang pendek 2.

AGUS SUDRAJAT S4309040 FUNGSI BISNIS. Page | 149 . DOKUMEN dan CATATAN TERKAIT DALAM SIKLUS PENGGAJIAN DAN KEPEGAWAIAN Siklus penggajian dan kepegawaian dimuali dengan merekrut karyawan dan berkahir dengan pembayaran ke pegawai atas jasa yang diberikan dan ke pemerintah dan lembaga lainnya terkait dengan pajak penghasilan dan kenikmatan pegawai yang terutang.M.

Pencatatan waktu dan penyiapan pembayaran gaji Kartu absen. penilaian kinerja dan pemututsan hubungan kerja. Adalah dokumen yang menunjukan jam kerja pegawai setiap harinya. Adalah berkas yang digunakan untuk mencatat tiap transaksi penggajian untuk masing-masing pegawai dan untuk mengelola total gaji pegawai yang dibayarkan selama setahun sampai tanggal terakhir. tarif pembayaran. penyelidikan kepegawaian. Adalah formulir yang memberikan otorisasi tarif gaji. biasanya formulir ini digunakan ketika seorang pegawai melakukan pekerjaan pada bagian lain. tanggal. Berkas induk gaji. Formulir otorisasi pemotongan. otorisasi manajemen. Sumber informasinya adalah kontrak kerja. dan klasifikasi akun atau kalsifikasi untuk setiap transaksi. Adalah formulir otorisasi pengurangan gaji meliputi jumlah pemotongan pajak. AGUS SUDRAJAT S4309040 1. 2. atau dalam kasus pejabat perusahaan. ASTEK.M. Adalah dukumen yang menunjukan pekerjaan yang dilakukan seorang pekerja yang dilakukan dalam periode tertentu. pensiun dan asuransi Formulir otorisasi tarif. otorisasi dari dewan direksi dan komisaris. Berkas transaksi gaji. Adalah catatan yang berisi data seperti tanggal bekerja. jumlah pajak penghasilan. Tiket waktu kerja. Adalah dokumen yang dihasilkan komputer yang meliputi semua transaksi gaji yang diproses oleh sistem akuntansi. Kepegawaian dan penempatan kepegawaian Catatan Kepegawaian. Page | 150 . Jurnal atau daftar gaji. pengurangan yang diotorisasi. Adalah laporan yang dihasilkan dari berkas transaksi gaji yang biasanya meliputi nama pegawai. dan jumlah gaji kotor dan jumlah gaji bersih.

Akun bank gaji imprest adalah akun gaji yang terpisah dimana minimal saldo ditetapkan. dan Posting dan pengikhstisaran. Akurasi. pemotongan pajak penghasilan dan pemotongan FICA. Pembayaran gaji Cek gaji. Kemudian auditor mengevaluasi biaya manfaat atas pengujian pengendalian dan dilanjutkan dengan merancang pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi untuk penggajian dan kepegawaian agar memenuhi transaksi terkait sasaran audit. Pengendalian yang penting adalah rekonsiliasi independen atas akun bank gaji imprest. kemudian auditor dapat mengestimasi resiko pengendalian yang direncanakan. 2. Persiapan surat pemberitahuan pajak gaji dan pembayaran pajak Formulir W2. METODOLOGI PERANCANGAN PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF TERHADAP TRANSAKSI Metodologi yang digunakan dalam siklus penggajian dan kepegawaian sama dengan metodologi pada siklus penjualan dan penagihan. adalah formulir yang diterbitkan bagi stiap pegawai yang mengikhtisarkan catatan penghasilan selama tahun kalender. Klasifikasi.M. Rekonsiliasi akun bank gaji. 5. 4. Kelengkapan. Adalah cek yang diberikan kepegawai atas jasa yang telah diberikan. Waktu. Sasaran audit dalam tahap ini ada enam sesuai dengan asersi manajemen yaitu: Keberadaan. Berikut ini adalah pengendalian kunci atas siklus penggajian dan kepegawaian: Memahami pengendalian intern 1. Pembayaran pemotongan pajak penghasilan dan pemotongan lain tepat waktu Page | 151 . 4. 3. Setelah memahami pengendalian intern. Auditor harus memahami pengendalian intern penggajian dan kepegawaian. Informasinya mencakup gaji kotor. Penyusunan surat pemberitahuan pajak penghasilan 2. AGUS SUDRAJAT S4309040 3. Pemisahan tugas yang memadai Otorisasi yang tepat Dokumen dan catatan yang memadai Pengedalian fisik terhadap aktiva dan catatan Pemeriksaan independen terhadap kinerja Memformat pajak penghasilan dan pembayaran lainnya 1.

Dengan membandingkan saldo akun beban penggajian dengan saldo tahun lalu dapat memprediksi salah saji atas akun beban gaji. Setelah hasil dari tahapan prosedur analitis didapat maka auditor merancang dan melaksanakan pengujian saldo terinci atas akun-akun dalam siklus penggajian dan kepegawaian. Mengidentifikasi resiko bisnis klien yang mempengaruhi kewajiban penggajian 2. yaitu: Tahap Pertama 1. AGUS SUDRAJAT S4309040 Mempertimbangkan kecurangan persediaan dan penggajian 1. Menentukan salah saji yang dapat ditolerir dan menilai resiko bawaan untuk siklus penggajian dan kepegawaian 3.M. Hubungan antara gaji dan penilaian persediaan 2. Merancang dan melaksanakan prosedur analitis untuk siklus penggajian dan kepegawaian 2. Pengujian jam kerja fiktif METODOLOGI PERANCANGAN PENGJUIAN TERINCI ATAS SALDO Terbagi atas tiga tahap. Tujuan yang utama dalam pengujian saldo rinci adalah yang masih terutang dalam neraca saldo dinyatakan dengan jumlah yang benar (keakuratan) dan transaksi dalam siklus penggajian dan kepegawaian dibukukan dalam periode yang tepat(pisah batas). Menilai resiko pengendalian untuk siklus penggajian dan kepegawaiaan Tahap ke Dua Merancang dan melaksanakan pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi untuk siklus penggajian dan kepegawaian Tahap ke Tiga 1. Prosedur Analitis Prosedur analitis sangat penting dilakukan untuk mengetahui bidang-bidang mana tambahan verivikasi dilakukan. Pembandingan ini dilakukan juga untuk bagian-bagian lainnya terkait dengan siklus penggajian dan kepegawaian. Pengujian penggajian fiktif 3. Merancang pengujian terinci atas saldo akun untuk memenuhi tujuan audit atas saldo terkait Dalam pengujian terinci atas saldo tahapan-tahapan diatas dapat dilaksanakan berbarengan dengan pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi penggajian dan kepegawaian. Page | 152 .

Hutang hipotik. tetapi jumlah suatu penerbitan obligasi biasanya besar. Laba ditahan. Saham tresuri. mungkin jumlahnya akan material. yaitu: Wesel bayar. Akun-akun yang seringkali ditemukan dalam siklus perolehan dan pelunasan kembali modal. salah saji yang dapat ditelerir. Dalam audit hutang berbunga diharapkan sekaligus menverifikasi beban bungan terkait dan hutang bewrbunga. Bunga ymh dibayar. Misalnya. Misalnya penghilangan atau salah dibukukan satu transaksi kewajiban tertentu mempunyai dampak material pada laporan keuangan. b) Jika tidak dimasukkan satu transaksi tertentu. Modal saham-biasa. Modal daham-preferen. Kontrak yang masih harus dibayar. Hutang obligasi. dan hasil dari prosedur analitik 2. tetapi setiap transaksi seringkali jumlahnya sangat material. Modal yang disumbangkan. Akun-akun Dalam Siklus Siklus perolehan modal dan pelunasan kembali modal juga meliputi pembayaran bunga dan dividen. Dividen diumumkan. Audit Ekuitas Pemilik Page | 153 .M. atau dokumen-dokumen pemilikan serupa. Pencadangan laba ditahan. c) Terdapat hubungan hokum antara entitas usaha klien dan pemegang saham. auditor harus mempertimbangkan risiko bisnis. d) Terdapat hubungan langsung antara akun bungan dan dividen dengan kewajiban dan ekuitas. Kas bank. Beban bunga. risiko pengendalian. risiko bawaan. AGUS SUDRAJAT S4309040 Bab 21 AUDIT ATAS SIKLUS PEROLEHAN DAN PEMBAYARAN KEMBALI MODAL 1. hasil pengujian pengendalian dan pengujian substantive atas transaksi. obligasi jarang diterbitkan oleh kebanyakan perusahaan. obligasi. Dalam menentukan pengujian terinci atas saldo wesel bayar. Empat karakteristik siklus perolehan dan pelunasan kembali modal mempengaruhi secara signifikan audit akun-akun berikut: a) Relative sedikit transaksi yang mempengaruhi saldo akun. Dividen terhutang. Kelebihan modal disetor atas nilai pari.

Prosedur yang terpenting untuk pencegahan salah saji dalam ekuitas pemilik.M. b) Verifikasi internal yang independen mengenai informasi dalam catatan . Terdapat empat perhatian utama dalam audit modal saham dan kelebihan modal disetor atas harga pari. Pengecualian yaitu bilamana terdapat dividen terutang Keberadaan atas dividen yang dibukukan dapat dicek dengan meneliti notulen rapat dewan direksi mengenai jumlah dividen per saham dan tanggal pembayaran dividen. bukan pada saldo akhirnya. AGUS SUDRAJAT S4309040 Tujuan audit ekuitas pemilik adalah menentukan apakah yang berikut ini terjadi atau tidak: • • • yaitu: a) Kebijakan yang jelas untuk penyiapan sertifikat saham dan pembukuan transaksi modal saham. yaitu: a) Transaksi modal saham yang ada dibikukan (kelengkapan) b) Transaksi modal saham yang ada dibukukan dan secara akurat dibukukan (keberadaan dan keakuratan) c) Modal saham secara akurat dibukukan (keakuratan) d) Modal saham disajikan dan diungkapkan secara memadai (penyajian dan pengungkapan) Dua yang pertama mengharuskan pengujian pengendalian dan pengendalian substantive atas transaksi dan dua terakhir mengharuskan pengujian terinci atas saldo/. Pengendalian intern atas modal saham dan dividen terkait mencukupi. Transaksi ekuitas pemilik dibukukan dengan semestinya. Saldo ekuitas pemilik disajikan dan diungkapkan dengan semestinya. Keakuratan penilaian pengumuman dividen dapat diaudit dengan menghitung kembali jumlahnya berdasarkan dividen setiap saham dan jumlah saham yang beredar. Audit Dividen Penekanan dalam audit dividen adalah pada transaksinya. Setiap dividen yang belum dibayar harus dicatat sebagai hutang. Page | 154 . 3. Pengujian terhadap hutang dividen harus dilakukan bersamaan dengan pengumuman dividen.

yang meningkatkan risiko salah saji material dalam laporan keuangan.M. kompleksitas transaksi modal menciptakan isu pelaporan dan pengungkapan keuangan yang unik yang perlu diselesaikan oleh auditor. Skedul audit yang menunjukkan analisis itu biasanya merupakan bagian dari arsip permanen. mulai untuk memperoleh modal dan yang juga terkait dengan penggunaan hasil yang didapat melalui perolehan modal itu. Dalam beberapa kasus. Page | 155 .Misalnya. terutama melalui pasar public. akan menciptakan tekanan signifikan terhadap manajemen untuk menghasilkan laba. yang meliputi keterangan menganai setiap transaksi yang mempengaruhi akun laba ditahan. Sebagai bagian dari proses penilaian risiko itu. 5. AGUS SUDRAJAT S4309040 4. Audit Laba Ditahan Titik awal audit atas laba ditahan adalah analisis terhadap laba ditahan untuk seluruh tahun yang bersangkutan. mereka dapat mengidentifikasi risiko bisnis yang terkait dengan metode yang digunakan perusahaan baru. Salah satu pertimbangan penting dalam audit laba ditahan adalah menilai apakah ada transaksi yang seharusnya dimasukkannya atau tidak. jika dividen saham diumumkan. para auditor harus mempertimbangkan bagaimana proses perolehan modal. Hal penting dalam menentukan apakah laba ditahan diungkapkan dengan benar dalam neraca adalah keberadaan pembatasan atas pembayaran dividen. nilai pasar saham diterbitkan harus dikapitalisasi dengan mndebet ke laba ditahan dan mengkredit ke modal saham. E-Commerce dan Perolehan Modal Sewaktu para auditor atas klien berbasis internet memperoleh pemahaman mengenai bisnis dan industry itu.

Kas merupakan bagian dari setiap siklus kecuali persediaan dan pergudangan. kas mudah diselewengkan daripada jenis aktiva lainnya karena sebagian besar aktiva harus dikonversi menjadi kas sebelum dapat dimanfaatkan. AGUS SUDRAJAT S4309040 PERTEMUAN 11 AUDIT ATAS SALDO KAS 1. Kas sangat penting karena potensi terjadinya kecurangan tetapi juga karena terdapat kemungkinan kesalahan. jika auditor menyimpulkann bahwa risiko pengendalian yang ditetapkan harus lebih tinggi. yaitu: a) Menunjukkan pentingnya pengujian terhadap berbagai siklus transaksi yang berbeda-beda. Page | 156 . Hubungan kas di bank dengan siklus transaksi lainnya menghasilkan dua fungsi. b) Membantu memahami lebih lanjut integrasi siklus transaksi yang berbedabeda. maka pengujian yang ekstensif pada akhir tahun diperlukan. perbedaan yang penting harus dilakukan antara verifikasi rekonsiliasi klien atas saldo pada rekening Koran terhadap saldo di dalam buku besar dan verifikasi apakan kas dibukukan secara benar di dalam buku besar sehingga mencerminkan semua transaksi kas yang terjadi selama tahunn yang bersangkutan. maka auditor dapat mengurangi pengujian terinci atas saldo kahir kas. Misalnya. Di dalam audit kas. Lebih jauh lagi. Dalam textbook audit saldo kas merupakan bidang audit yang terakhir dipelajari karena bukti yang diakumulasikan untuk saldo kas sangat tergantung pada hasil pengujian di dalam siklus lain.M. Kas di Bank dan Siklus Transaksi Kas adalah satu-satunya akun yang termasuk dalam beberapa siklus. apabila pemahaman terhadap pengendalian intern dan pengujian pengendalian serta pengujian substantive atas transaksi dalam siklus perolehan dan pelunasan kembali modal menyebabkan auditor percaya bahwa layak untuk mengurangi risiko pengendalian yang ditetapkan. Jumlah kas yang mengalir masuk dan keluar dari akun kas seringkali lebih besar daripada jumlah pada akun lainnya yang terdapat dalam laporan keuangan. Akan tetapi.

dan akun itu dihapuskan sebagai piutang tak tertagih. Audit Kas Umum Page | 157 . Pembayaran untuk bahan baku yang tidak pernah diterima Pembayaran ke karyawan tetapi junlah jam kerjanya melampaui jumlah jam Pembayaran bunga ke pihak yang memiliki hubungan istimewa di atas suku ditetapkan oleh kebijakan perusahaan. Menagih pelanggan dengan harga yang lebih rendah daripada yang Penggelapan kas dengan jalan menahan hasil penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran ganda atas satu faktur pemasok Pembayaran yang tidak benar atas pengeluaran pribadi pejabat perusahaan. Misalnya. sewaktu mempelajari operasi di berbagai lokasi perusahaan. AGUS SUDRAJAT S4309040 Berikut ini contoh salah saji yang akhirnya mengakibatkan pembayaran yang tidak layak atau kegagalan menerima uang tunai. auditor mungkin mendapatkan informasi tentang akun kas yang deselenggarakan di tingkat kantor pusat dan kantor cabang. Diskusi: Bagaimana apabila salah saji di atas tidak ditemukan dalam audit ? Penting untuk memahami jenis akun kas yang berbeda-beda karena pendekatan audit terhadap masing-masing jenis akun itu juga berbeda-beda. yaitu: • • • • • • • • Gagal untuk menagih pelanggan. Jenis akun kas yang utama. kerja yang benar-benar dijalaninya.M. bunga yang berlaku saat ini. yaitu: • Akun Kas Umum • Akun Gaji Imprest • Akun Bank Cabang • Dana Kas Kecil Imprest • Setara Kas 2. auditor cenderung mempelajari macam-macam jenis saldo kas yang mungkin ada. Sewaktu memperoleh pemahaman bisnis klien. sebelum dibukukan. tetapi tidak satupun akan ditemukan sebagai bagian dari audit rekonsiliasi bank.

dan jumlah. pemberian stempel. Rekonsiliasi bank yang seksama oleh pegawai klien yang kompeten mencakup: • • • • • • • Bandingkan cek-cek yang dibatalkan dengan jurnal pengeluaran kasa Periksa cek-cek yang dibatalkan mengenai tanda tangan. yaitu: • • Pengendalian atas siklus transaksi yang mempengaruhi pembukuan Rekonsiliasi bank independen. penerima. Rekonsiliasi bank independen memberikan kesempatan untuk verifikasi internal terhadap transaksi penerimaan dan pengeluaran kas. dan selidiki cek yang hilang. dan jumlah. AGUS SUDRAJAT S4309040 Auditor harus mengumpulkan bahan bukti yang cukup untuk mengevaluasi apakah kas. Risiko bisnis klien lebih cenderung berasal dari setara kas dan jenis investasi lainnya. saldo bank serta verifikasi penyebabnya. pelanggan. Kebanyakan perusahaan cenderung tidak mempunyai risiko bisnis klien yang signifikan mempengaruhi saldo ka. ketepatan pembukuannya.M. dalam neraca. telah dinyatakan secara wajar dan diungkapkan secara layak sesuai dengan enam dari Sembilan tujuan audit terkait saldo yang digunakan untuk semua pengujian terinci atas saldo. penerimaan dan pengeluaran kas. Pengendalian intern atas saldo kas akhir tahun di dalam akun kas umum dapat dibagi menjadi dua kategori. Bandingkan setoran di bank dengan penerimaan kas yang dibukukan Telitilah urutan nomor cek. Page | 158 . Saldo kas tidak material dalam kebanyakan audit. dan pembatalan mengenai tanggal. kas. tetapi transaksi kas yang mempengaruhi saldo merupakan hamper selalu sangat material. Rekonsiliasi semua pos yang menimbulkan perbedaan antara saldo buku dan Rekonsiliasi total kredit rekening Koran dengan total pada jurnal penerimaan Telaah transfer antar bank pada akhir tahun mengenai kelayakan dan mengenai tanggal. Oleh karena itu seringkali terdapat potensi salah saji kas yang material.

auditor dapat memperoleh informasi untuk pelaksanaan dari laporan rekening Koran pisah batas. dan dokumen terkait lain yang termasuk ke dalam laporan bank yang dikirim oleh bank secara langsung ke kantor akuntan public.M. Beberapa prosedur utama dilibatkan: • • • Verifikasi bahwa rekonsiliasi bank klien secara matematis adalah akurat. AGUS SUDRAJAT S4309040 • Tindak lanjuti secara periodic cek-cek yang masih beredar dan pemberitahuan pembatalan pembayaran. Penerimaan Rekening Koran pada Titik Pisah Batas. cek yang beredar. Pengujian atas Rekonsiliasi Bank. Tujuannya adalah memverifikasi pos-pos rekonsiliasi pada rekonsiliasi bank klien pada akhir tahun dengan bukti yang tidak dapat diakses klien 3. Karena itu. • • Investigasi semua ce dengan jumlah yang signifikan yang termasuk ke dalam Telusuri setoran dalam perjalanan ke laporan berikutnya. Adalah laporan bank untuk sebagian periode beserta cek yang dibatalkan. penggunaan prosedur analitik untuk menguji kelayakan saldo kas kurang penting dibandingkan dengan kebanyakan audit bidang lainnya. daftar cek yang beredar yang belum dikliring pada laporan pisah batas. dan pos-pos rekonsiliasi lain. Rekonsiliasi bank independen yang disiapkan dengan baik merupakan pengendalian intern yang esensial atas kas. Alasan pengujian rekonsiliasi bank adalah untuk menentukan apakah pegawai klien telah mempersiapkan rekonsiliasi bank dengan seksama dan untuk menverifikasi apakah saldo yang dibukukan bank berjumlah sama dengan jumlah yang seharusnya yang ada di bank kecuali setoran dalam perjalanan. rekonsiliasi bank akhir tahun dilakukan dengan audit yang akstensif. Telusuri saldo pada konfirmasi bank Telusuri cek-cek yang sudah ditulis sebelum akhir tahun dan termasuk dengan rekeningkoran pisah batas ke daftar cek yang beredar pada rekonsiliasi bank dan ke jurnal pengeluaran kas dalam periode tertentu atau periode sebelum tanggal neraca. Page | 159 . Dalam pengujian rekonsiliasi. Dalam banyak audit. diplikat slip setoran.

Dalam merancang prosedur audit guna menemukan kecurangan. Auditor sering menyiapkan pembuktian kas jika pengendalian intern kas klien lemah. penelusuran atas pesanan pembelian pelanggan ke penjualan dan penerimaan kas yang mengikutinya. pengujian atas “lapping”. Auditor harus memperluas prosedur audit kas akhir tahun guna menentukan kemungkinan kecurangan yang metariial bilamana terdapat pengendalian intern yang tidak memadai. penelaahan ayat jurnal pada buku besar dalam akun kas untuk pos-pos yang luar biasa.Contoh prosedur yang dapat menemukan kecurangan di bagian saldo kas mencakup konfirmasi piutang usaha. Auditor menggunakan pembuktian kas untuk menentukan apakah halhal yang berikut dilakukan: • • • Semua penerimaan kas yang dibukukan telah disetor. Semua setoran di bank dibiukukan ke dalam catatan akuntansi Semua pengeluaran kas dibayarkan oleh bank Page | 160 . 4.M. khususnya pemisahan tugas yang semestinya antara penanganan kas dan pembukuan transaksi kas dalam catatan akuntansi. dan prosedur audit yang paling efektif dalam menemukan kecurangan. potensi materialitas kecurangan. pertimbangan yang seksama harus diberikan terhadap sifat kelemahan pengendalian intern. Prosedur Berorientasi Kecurangan Pertimbangan utama dalam audit saldo kas umum adalah kemungkinan kecurangan. Tujuannya adalah untuk memverifikasi apakah semua transaksi yang termasuk dalam jurnal untuk akhir bulan pada tahun yang bersangkutan benar-benar termasuk di dalam atau tidak termasuk di dalam rekonsiliasi bank dan untuk menverifikasi apakah semua pos pada rekonsiliasi bank telah dimasukkan dengan benar. AGUS SUDRAJAT S4309040 • Hitung semua pos rekonsiliasi lainnya dalam rekening Koran bank dan rekonsiliasi bank. Jika auditor percaya bahwa rekonsiliasi bank akhir tahun mungkin disalahsajikan dengan sengaja. serta pemeriksaan persetujuan dan dokumentasi pendukung untuk piutang tak tertagih serta cadangan dan retur penjualan. maka layak melakukan pengujian yang diperluas atas rekonsiliasi bank akhir tahun. jenis kecurangan yang mungkin menyebabkan kelemahan.

5. Pengujian atas Transfer Bank.M. dimasukkan dengan benar dari rekonsiliasi bank akhir tahun sebagai cek yang beredar. • Penerimaan pada skedul transfer antarabank harus dimasukkan atau tidak dimasukkan dengan benar dari rekonsiliasi bank akhir tahun sebagai setoran dalam perjalanan. berada dalam tahun fiscal yang sama. yaitu: • • • • Akurasi informasi mengenai skedul transfer antarabank harus diverifikasi. Page | 161 . yaitu mentransfer uang dari bank tertentu ke bank lain dan membukukan transaksi itu secara tidak tepat. AGUS SUDRAJAT S4309040 • • • • • Semua jumlah yang dibayarkan oleh bank telah dibukukan. Para penyeleweng kadang menutupi kecurangan kas dengan cara yang disebut “kitting”. Ada beberapa hal yang harus diaudit pada skedul transfer antarbank. pada periode tertentu. Pendekatan yang bermanfaat untuk menguji “kitting” dan juga kesalahan-kesalahan yang tak disengaja dalam pencatatan transfer bank. Pembuktian kas mencakup hal-hal berikut: Rekonsiliasi saldo pada rekening Koran terhadap saldo buku besar pada awal Rekonsiliasi penerimaan kas yang disetorkan terhadap jurnal penerimaan kas Rekonsiliasi cek yang dibatalkan yang dikliring bank terhadap jurnal Rekonsiliasi saldo pada rekening Koran terhadap saldo buku besar pada periode pembuktian kas. akhir periode pembuktian kas. adalah dengan mencatat semua transfer bank yang dilakukan beberapa hari sebelum dan sesudah tanggal neraca dan menelusuri masing-masing ke catatan akuntansi untuk dicatat dengan semestinya. pengeluaran kas periode tertentu. Transfer antarabank harus dilakukan baik ke bank masuk maupun ke bank Tanggal pembukuan pengeluaran dan penerimaan untuk setiap transfer harus Pengeluaran pada skedul transfer antarabank harus dimasukkan atau tidak keluar.

Audit Kas Kecil Imprest Penekanan dalam verifikasi kas kecil harus diarahkan ke pengujian transaksi kas kecil. 7. tetapi untuk memudahkan biasanya dilaksanakan pada tanggal interim. bukan pada saldo akhir tahun tersebut. tetap ada kemungkinan terjadi transaksi yang tidak wajar dalam jumlah besar jika dana itu sering diganti. Sekalipun jumlah kas kecil itu sedikit. AGUS SUDRAJAT S4309040 6. Page | 162 . Pengujian kas kecil biasanya dapat dilaksanakan setiap saat pada tahun bersangkutan. Pengujian atas pengendalian dan pengujian substantive atas transaksi tergantung pada jumlah dan besar penggantian kas kecil serta pengendalian dan tingkat risikopengendalian yang dinilai auditor.M. Audit atas Akun Gaji Imprest Pengujian rekonsiliasi bank atas gaji dan upah dapat dilaksanakan dengan cepat jika ada akun gaji dan upah imprest dan rekonsiliasi yang independen atas akun-akun seperti yang diuaraikan untuk akun umum.

M. Remote (kemungkinan kecil) pengungkapan Tidak perlu. atau tindakan lain sengketa pajak penghasilan. Page | 163 . Akurasi dan penilaian: informasi Keuangan dan lainnya diungkapkan secara wajar dan pada jumlah yang sesuai. Mungkin cukup catatan kaki diperlukan pengungkapan. Garansi kewajiban Saldo tidak digunakan Prosedur audit untuk Mencari Kontinjensi Daftarkan manajemen tentang kemungkinan kontinjensi yang tidak tercatat Review saat ini dan sebelumnya laporan pendapatan internal tahun untuk permukiman pajak penghasilan. Wesel tagih didiskontokan. Kemungkinan Kejadian dan Pengobatan Laporan Keuangan. Kemungkinan (mungkin terjadi) Menyesuaikan laporan keuangan atau catatan pengungkapan Kekhawatiran auditor Menunggu litigasi untuk pelanggaran paten. Penyajian dan Pengungkapan Tujuan Audit Kejadian dan hak-hak serta kewajiban: peristiwa diungkapkan dan transaksi yang terjadi dan berkaitan dengan entitas. kewajiban produk. orang lain. Kelengkapan: Semua pengungkapan yang seharusnya sudah termasuk dalam laporan keuangan yang telah disertakan. Kewajiban Kontinjensi. Klasifikasi dan saling pengertian: informasi keuangan adalah tepat disajikan dan dijelaskan dan pengungkapan secara jelas dinyatakan. Tinjau menit direksi dan rapat pemegang saham 'untuk indikasi tuntutan hukum atau kontinjensi lainnya. AGUS SUDRAJAT S4309040 PERTEMUAN 12 Penyelesaian Audit Desain dan melaksanakan audit tes yang berhubungan dengan penyajian dan pengungkapan objectives audit. Sebuah kewajiban kontinjensi adalah kewajiban masa depan yang potensial terhadap pihak luar dengan jumlah yang tidak diketahui hasil dari kegiatan yang telah terjadi. Melakukan review untuk kewajiban kontinjensi dan komitmen. Produk garansi.

Audit dokumentasi untuk setiap informasi yang dapat menunjukkan potensi kontingensi Memeriksa surat-surat kredit yang berlaku. Mendapatkan surat dari masing-masing pengacara utama dari klien untuk status tuntutan hukum. Mendapatkan dan mengevaluasi surat dari pengacara klien Pertanyaan dari Pengacara Klien Daftar termasuk: (1) terancam tertunda litigasi dan (2) menegaskan atau unasserted klaim atau penilaian dengan pengacara yang telah terlibat. Melakukan review pasca neraca untuk acara-acara berikutnya Page | 164 . Permintaan bahwa pengacara memberikan informasi atau komentar mengenai kemajuan setiap item yang terdaftar. AGUS SUDRAJAT S4309040 Prosedur audit untuk Mencari Kontinjensi Menganalisis hukum biaya dan faktur review dan laporan dari penasihat hukum. Pertanyaan dari Pengacara Klien Sebuah permintaan firma hukum untuk mengidentifikasi setiap terdaftar terancam tertunda atau tindakan hukum atau pernyataan bahwa daftar klien selesai Sebuah pernyataan menginformasikan tanggung jawab jaksa pengacara untuk menginformasikan pengelolaan masalah hukum yang membutuhkan pengungkapan dalam laporan keuangan dan untuk merespon langsung kepada auditor. The American Bar Association diubah pengacara-klien aturan kerahasiaan untuk mengizinkan pengacara untuk pelanggaran kerahasiaan jika klien melakukan kejahatan atau penipuan. Sarbanes-Oxley Act Kongres termasuk ketentuan dalam mengarahkan tindakan untuk mengeluarkan aturan-aturan SEC membutuhkan pengacara melayani perusahaan publik untuk melaporkan pelanggaran materi oleh perusahaan efek undang-undang federal.M.

2. 3. 5. Prosedur yang dilakukan secara khusus untuk tujuan menemukan kejadian atau transaksi yang harus diakui sebagai acara berikutnya. Penurunan nilai pasar efek yang dimiliki untuk investasi sementara atau dijual kembali 2. 6. Page | 165 . Prosedur biasanya terpadu sebagai bagian dari verifikasi saldo akun akhir tahun. Mereka yang tidak memiliki dampak langsung terhadap laporan keuangan tetapi pengungkapan yang diperlukan Mereka yang tidak memiliki dampak langsung terhadap laporan keuangan tetapi pengungkapan yang diperlukan Membutuhkan Penyesuaian 3. 4. Orang yang mempunyai efek langsung terhadap laporan keuangan dan memerlukan penyesuaian.M. Penyelesaian litigasi pada jumlah yang berbeda dari jumlah yang tercatat di buku. AGUS SUDRAJAT S4309040 Jenis Kejadian Setelah Tanggal Neraca 1. Pembuangan peralatan tidak digunakan dalam usaha pada harga di bawah nilai buku saat ini. 5. hilangnya persediaan tidak diasuransikan akibat kebakaran. Sebuah merger atau akuisisi Pengujian Audit Dua kategori prosedur audit untuk acara peninjauan kembali: 1. 2. Penjualan investasi pada harga di bawah biaya dicatat¬ Kelayakan dari Pengungkapan 1. Penurunan nilai pasar persediaan sebagai akibat dari tindakan pemerintah lebih lanjut pembatasan penjualan produk 4. Deklarasi pailit oleh pelanggan dengan saldo piutang. Penerbitan obligasi atau surat berharga ekuitas.

6. 3. Mempertimbangkan informasi atas laporan keuangan pokok. Mengevaluasi asumsi going concern. 8. Tanggal kedua. Mendapatkan surat representasi Dual Kencan. Periksa menit diterbitkan setelah tanggal neraca. 2. Bukti Final Akumulasi 1. Review disiapkan laporan internal yang terjadi setelah tanggal neraca yang disusun Review catatan setelah tanggal neraca. Untuk mengingatkan pengelolaan potensi salah saji atau kelalaian dalam laporan keuangan. 4. Untuk kesan kepada manajemen tanggung jawabnya untuk pernyataan dalam laporan keuangan. Surat Representasi Manajemen Tujuan surat itu: 1.M. 5. 6. Tanggal pertama tanggal untuk menyelesaikan kerja lapangan kecuali pengecualian khusus 7. Tanggal pertama tanggal untuk menyelesaikan kerja lapangan kecuali pengecualian tertentu. 4. Melakukan analisis prosedur akhir. Mendapatkan surat representasi manajemen. berkaitan dengan pengecualian¬ Desain dan melakukan langkah-langkah terakhir dalam segmen buktiakumulasi audit. AGUS SUDRAJAT S4309040 Pengujian Audit 1. Baca informasi lain dalam laporan tahunan. 5. Daftarkan manajemen. 2. Berkorespondensi dengan pengacara. Page | 166 . 3. yang selalu kemudian. 2.

Berkomunikasi tindakan penipuan dan illegal. 6. 1. Pengakuan. Berkomunikasi dengan Komite Audit dan Manajemen 3. Acara berikutnya Mengintegrasikan bukti audit yang dikumpulkan dan mengevaluasi hasil audit secara keseluruhan Hasil Evaluasi 1. Laporan Keuangan 2. Independen tinjauan. 4. Berkomunikasi secara efektif dengan komite audit dan manajemen.M. komunikasi dengan komite audit. 3. dan pengungkapan 4. pengungkapan laporan Keuangan. 5. Untuk dokumen tanggapan dari manajemen untuk pertanyaan tentang berbagai aspek dari audit. Page | 167 . SAS 85 Empat Kategori dari Hal-hal Tertentu 1. 4. Bukti mendukung pendapat auditor. 6. dan konsekuensi mengeluarkan laporan tidak sesuai dapat berdampak tidak baik. bukti evaluasi¬Ringkasan Isu Laporan Audit Laporan audit adalah satu-satunya bahwa sebagian besar pengguna lihat dalam proses audit. 2. 2. Kelengkapan informasi 3. pengukuran. Audit dokumentasi tinjauan. surat kepada Manajemen. cukup bukti yang memadai. AGUS SUDRAJAT S4309040 3. Berkomunikasi kekurangan pengendalian internal lain 5.

Hubungan Antara Akumulasi Bukti dan Jaminan Attained Tinggi Tingkat Jaminan Attained (Audit) Moderat (Review) Tidak ada (Kompilasi) Penting (Review) Luas (Audit) Minimal (Kompilasi) Jumlah Akumulasi Bukti Memeriksa pelaporan Page | 168 . Jaminan Lainnya Jasa Pemeriksaan Jasa Kompilasi Standar untuk kompilasi dan pemeriksaan laporan keuangan disebut Pernyataan Standar Akuntansi dan pemeriksaan Jasa (SSARS). AGUS SUDRAJAT S4309040 7.M. Mengidentifikasi tanggung jawab auditor ketika fakta-fakta yang mempengaruhi laporan audit ditemukan setelah diterbitkan.

2. Persyaratan perhimpunan 1. Tanyakan apakah setiap akun dalam keuangan Laporan disiapkan sesuai dengan GAAP. mengklasifikasi. Memiliki pengetahuan tentang akuntansi yang prinsip dan praktek industri klien Page | 169 akan . Membangun pemahaman dengan klien tentang sifat dan keterbatasan jasa yang dilakukan dan deskripsi laporan 2. Prosedur yang disarankan untuk Pemeriksaan • Mendapatkan pengetahuan akuntansi prinsip-prinsip klien Mendapatkan pengetahuan klien Membuat pertanyaan manajemen Lakukan prosedur analitik Mendapatkan surat representasi • • • • Membuat pertanyaan untuk Manajemen 1. AGUS SUDRAJAT S4309040 Dalam memeriksa pelaporan (Pemeriksaan SSARS) keterlibatan dirancang untuk memungkinkan akuntan untuk mengekspresikan jaminan terbatas bahwa laporan keuangan sesuai dengan SAK. 3. dan meringkas transaksi dan mengungkapkan informasi dalam laporan. perusahaan Temukan prosedur untuk merekam. Layanan Kompilasi Sebuah perjanjian dalam standar jasa didefinisikan dalam SSARS sebagai salah satu yang hadir terdapat akuntan untuk klien atau pihak ketiga. BPA perusahaan tidak mengungkapkan jaminan apapun terhadap laporan.M. Menyelidiki tindakan yang diambil dalam pertemuan-pertemuan pemegang saham dan dewan direksi. laporan keuangan yang akuntan telah dipersiapkan.

catatan akuntansi. Himpunan yang mengabaikan seluruh pengungkapan secara substansial 3. termasuk sifat nya bisnis transaksi. Baca laporan keuangan disusun dan waspada untuk setiap kelalaian jelas atau kesalahan dalam aritmatika dan GAAP Bentuk Laporan himpunan 1. Himpunan dengan pengungkapan penuh 2. Tingkat pelayanan Layanan WebTrust Dalam keterlibatan pengesahan WebTrust. Membuat pertanyaan untuk menentukan apakah informasi klien memuaskan 5. sebuah klien melakukan suatu BPA untuk memberikan yang wajar jaminan bahwa sebuah situs Web perusahaan memenuhi dengan prinsip-prinsip tertentu Layanan Trust dan kriteria untuk satu atau lebih aspek kegiatan e-commerce. sebuah perusahaan publik memeriksa laporan sementara yang meliputi lima persyaratan untuk meninjau layanan perjanjian. AGUS SUDRAJAT S4309040 3. pemeriksaan ini dilakukan sesuai dengan standar PCAOB dan tidak ada mengacu pada SSARS dalam laporan. Himpunan tanpa independensi Pemeriksaan informasi keuangan sementara untuk Perusahaan Publik SEC memerlukan laporan keuangan triwulanan untuk ditinjau oleh auditor eksternal perusahaan sebelum perusahaan mengajukan Formulir 10-Q. dan isi laporan keuangan 4. Mengetahui klien. Perjanjian Atestasi 1. Atestasi standar 2. Jenis perjanjian atestasi 3. Page | 170 .M. Seperti ulasan di bawah SSARS. pemeriksaan untuk umum perusahaan tidak memberikan dasar untuk mengungkapkan pendapat yang positif bentuk. Seperti ulasan di bawah SSARS.

Kerahasiaan : Informasi yang ditujukan sebagai rahasia dilindungi sebagai komitmen atau disepakat. akurat. Layanan SysTrust Dalam keterlibatan SysTrust. Online pribadi : Informasi pribadi yang diperoleh sebagai hasil dari e- commerce yang dikumpulkan. dan dipertahankan sebagai komitmen atau disepakati 5. AGUS SUDRAJAT S4309040 Layanan WebTrust Layanan WebTrust adalah layanan khusus dikembangkan berdasarkan Layanan Trust yang lebih luas prinsip-prinsip dan kriteria yang diterbitkan pada tahun 2003 bersama-sama oleh AICPA dan CICA. Tersedianya : Sistem ini tersedia untuk operasi dan digunakan sebagai komitmen atau disepakati 3. Pengolahan : integritas Sistem pengolahan selesai. Lima Prinsip Layanan Trust 1. Keamanan : Sistem ini dilindungi terhadap akses yang tidak sah 2. Laporan dapat mengatasi Trust tunggal Layanan prinsip atau kombinasi prinsip.M. diungkapkan. yang SysTrust BPA berlisensi mengevaluasi sebuah perusahaan sistem komputer menggunakan Layanan Trust prinsip-prinsip dan kriteria. tepat waktu. digunakan. dan berwenang 4. Rencana Laporan Keuangan • • • • Perkiraan dan proyeksi Penggunaan laporan keuangan calon Jenis perjanjian Pemeriksaan laporan keuangan calon Perjanjian setelah prosedur di setujui Page | 171 .

AGUS SUDRAJAT S4309040 Audit terbatas yang spesifik dalam prosedur audit.Ini disebut sebagai prosedur dan perjanjian.M. SAS menangani laporan keuangan sedangkan kesepakatan dengan SSAE nonfinansial pernyataan penting. atau item surat kepatuhan Hutang dan laporan serupa Page | 172 . Audit dan perjanjian yang terbatas • • • Komprehensif lain dasar akuntansi Ditentukan unsur. akun.

Untuk auditor yang telah melakukan audit atas laporan keuangan secara keseluruhan. Kepatuhan Surat Hutang dan serupa Laporan Pendapat auditor dalam bentuk jaminan negatif. Kepatuhan Surat Hutang dan Pelaporan yang sama Keterlibatan dan laporan harus terbatas pada hal-hal kepatuhan auditor yang memenuhi syarat untuk mengevaluasi. • Standar pelaporan pertama di bawah GAAS tidak berlaku. atau Produk Auditor sering diminta untuk mengaudit dan mengeluarkan laporan dalam aspek tertentu dari laporan keuangan. Auditor harus memberikan surat hutang kepatuhan hanya untuk klien. Akun. atau item yang diaudit bukan untuk laporan keseluruhan. Dua perbedaan dalam jenis audit: • Materialitas didefinisikan dalam istilah unsur. yang menyatakan bahwa tidak ada yang datang ke perhatian auditor yang akan menyebabkan auditor untuk percaya ada ketidakpatuhan. Page | 173 . rekening.M. AGUS SUDRAJAT S4309040 Komprehensif Lain Dasar Akuntansi • • Kas atau diubah kas dasar Dasar yang digunakan untuk mematuhi persyaratan dari badan pengawas Pajak penghasilan dasar Satu set kriteria tertentu memiliki dukungan substansial • • Unsur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful