M.

AGUS SUDRAJAT S4309040

PERTEMUAN 2 TANGGUNG JAWAB PROFESI AUDITOR Menurut PSA No.02 Seksi 110, auditor bertanggung jawab untuk

merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material, baik yang disebabkan oleh kekeliruan atau kecurangan. Auditor tidak menjamin kebenaran atas suatu laporan keuangan, namun Auditor bertanggung jawab dalam melaksanakan audit sesuai aturan yang berlaku umum / GAAS yaitu : 1. Melakukan verifikasi atas laporan keuangan yaitu untuk mendeteksi salah saji material 2. Menemukan kekeliruan, ketidakberesan dan unsur pelanggaran hukum yang material . Kekeliruan/ salah saji terdapat dua macam yaitu : • • Errors adalah kekeliruan salah saji yang tidak disengaja. Irregularities adalah kesalahan yang disengaja seperti kecurangan manajemen dan kecurangan pegawai atau penggelapan. Siklus Laporan Keuangan Laporan keuangan dibagi menjadi komponen yang lebih kecil untuk memudahkan pelaksanaan audit. Pembagian biasanya berdasarkan transaksi yang erat hubungannya satu dengan lainnya ( pendekatan siklus ). Contohnya siklus penjualan dan penerimaan kas, siklus perolehan dan pembayaran, siklus penggajian dan pembayaran, siklus persediaan dan pergudangan, dll. Asersi Manajemen Merupakan sebuah pernyataan dari manajemen tentang transaksi dan akun dalam laporan keuangan. Asersi manajemen terdiri dari : • Keberadaan atau keterjadian • Kelengkapan • Hak dan Kewajiban • Penilaian dan Alokasi
Page | 1

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

• Penyajian dan Pengungkapan Tujuan audit 1. Menurut Arens Tujuan audit laporan keuangan adalah agar auditor dapat memberikan opininya bahwa laporan keuangan tidak terdapat kesalahan material dan telah sesuai dengan standar yang berlaku secara umum. 2. PSA No. 02 Tujuan audit atas laporan keuangan oleh auditor independen pada umumnya adalah untuk menyatakan pendapat tentang kewajaran, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Tujuan audit dimaksudkan sebagai kerangka kerja bagi auditor dalam

mengumpulkan bahan bukti kompeten yang cukup yang disyaratkan dalam standar pekerjaan lapangan dan memutuskan bahan bukti yang pantas dikumpulkan sesuai dengan penugasan . Tujuan audit tersebut dapat dibedakan menjadi : • Tujuan audit umum transaksi. Terdiri dari eksistensi, kelengkapan, akurasi, klasifikasi serta posting dan perkiraan . • Tujuan audit khusus transaksi. Menerapkan tujuan umum pada kelompok transaksi /siklus. a. Tujuan umum : • Eksistensi, angka-angka yang dicantumkan memang ada ( eksis ). • Kelengkapan, angka -angka yang ada telah dimasukkan seluruhnya . • Akurasi, jumlah yang ada disajikan pada jumlah yang benar. • Klasifikasi - angka yang dimasukkan di daftar klien telah diklasifikasikan dengan tepat .
• Pisah batas (Cut Off ) - transaksi yang dekat tanggal neraca dicatat pada

periode yang tepat .
• Kecocokan rincian (detail tie in) - rincian dalam saldo akun sesuai dengan

Page | 2

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

angka-angka buku besar tambahan , dijumlah kebawah benar dalam saldo akun, dan sesuai dengan jumlah dalam buku besar . • Nilai realisasi - aset dinyatakan dalam jumlah yang diestimasi dapat direalisasi. • Hak dan Kewajiban - Kewajiban harus menjadi milik suatu entitas berkaitan dengan hutang , sedangkan hak selalu dikaitkan dengan aktiva . • Penyajian keuangan. b. Tujuan khusus : Tujuan khusus bagi setiap saldo perkiraan dapat dikembangkan setelah tujuan umum dipahami paling sedikit harus ada satu tujuan, khusus untuk setiap tujuan umum kecuali jika auditor menganggap tujuan itu tidak relevan. Pencapaian Tujuan Audit Audit merupakan suatu proses dimana dalam pelaksanaanya harus mengikuti tahaptahap sesuai dengan standar yang berlaku. Proses Audit adalah metodologi pelaksanaan audit yang jelas untuk membantu auditor dalam mengumpulkan bahan bukti pendukung yang kompeten. Tahap-tahap dalam proses Audit: 1. Merencanakan dan merancang pendekatan audit • Mendapatkan pengetahuan atas bidang usaha klien . • Memahami struktur pengendalian intern klien dan menetapkan risiko pengendalian intern. 2. Pengujian pengendalian dan transaksi . 3. Melaksanakan prosedur analitis dan pengujian terinci atas saldo. dan Pengungkapan-saldo perkiraan dan persyaratan pengungkapan yang berkaitan telah disajikan dengan pantas dalam laporan

Page | 3

3 Auditor Pajak. Sementara dalam auditing. Jenis Auditor 1 Kantor Akuntan Publik Terdaftar.Hasilnya berupa rekomendasi perbaikan operasi. Dengan demikian. AGUS SUDRAJAT S4309040 JENIS-JENIS AUDITOR DAN AKUNTAN PUBLIK Akuntansi berfungsi menyajikan informasi kuantitatif untuk pengambilan keputusan. 3 Audit Ketaatan adalah audit atas ketaatan auditee terhadap prosedur atau aturan tertentu yang telah ditetapkan baik aturan yang ditetapkan perusahaan maupun aturan yang ditetapkan oleh atau dengan pihak luar seperti pemerintah. akuntansi dan auditing berbeda dalam esensinya. bank. efektifitas. dan keekonomisan dari program/proyek pemerintah. BEPEKA. serta Itjen pada departemen-departemen pemerintah. Di Amerika ada Internal Page | 4 . yaitu auditor yang bertanggung jawab melaksanakan pemeriksaan atas tercapainya penerimaan negara dari sektor perpajakan dan penegakan hukum dalam pelaksanaan perpajakan. aturan-aturan akuntansi menjadi kriteria untuk membandingkan kesesuaian informasi. perusahaan-perusahaan besar dan beberapa perusahaan kecil dan organisasi nirlaba. 2 Auditor Pemerintah. 2 Audit Operasional adalah penelaahan bagian dari prosedur atau metode operasi suatu organisasi untuk menilai efisiensi dan efektifitasnya .M. Di Indonesia ada beberapa lembaga yaitu BPKP. yaitu auditor yang mempunyai tanggung jawab atas kinerja audit laporan keuangan bagi semua perusahaan publik. Audit atas laporan keuangan pada hakekatnya adalah audit ketaatan terhadap prinsip-prinsip akuntansI yang berlaku umum. Jenis Audit 1 Audit Atas Laporan Keuangan/Financial Audit adalah audit yang bertujuan untuk menentukan kesesuaian informasi terukur yang akan diverifikasi dengan kriteria tertentu sepeti GAAP atau Standar Akuntansi yang berlaku umum ( PSAK). yaitu auditor yang mempunyai tanggung jawab mengevaluasi efisiensi. kreditor atau pihak lainnya.

Pada umumnya hal ini disebabkan: • Hubungan yang tidak dekat antara penerima dan pemberi informasi . • Dilakukan audit atas Laporan Keuangan . 4 Internal Auditor. dan lainlain pada hakikatnya adalah untuk mengurangi risiko informasi antara dua pihak yang berkepentingan. Hal ini karena semakin kompleksnya kondisi masyarakat yang memungkinkan para pengambil keputusan akan memperoleh informasi yang tidak dapat dipercaya dan tidak dapat diandalkan.M. Dalam hal ini adalah manajemen sebagai pembuat laporan dan user sebagai pemakai laporan. • Sikap memihak dan motif lain yang melatarbelakangi pemberian informasi. Akuntan Publik Terdaftar/ Bersertifikat Untuk dapat bekerja sebagai akuntan publik terdaftar di Indonesia paling tidak harus dipenuhi persyaratan berikut : 1 Persyaratan pendidikan yaitu sarjana ekonomi jurusan akuntansi dari universitas negeri yang telah mendapat persetujuan dari panitia ahli persamaan ijasah akuntan Page | 5 . • Data yang berlebihan • Transaksi pertukaran yang kompleks Untuk menanggulangi risiko informasi tersebut ada tiga cara yang dapat dilaksanakan : • Verifikasi Informasi oleh pihak pemakai • Pemakai menanggung risiko informasi bersama-sama dengan manajemen . sementara di Indonesia dilaksanakan oleh KPP dan Karikpa sebagai tenaga teknis pemeriksaan pajak dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP). pemerintah. AGUS SUDRAJAT S4309040 Revenue Service ( IRS ). Kebutuhan akan Auditing Jasa auditing yang digunakan di kalangan pengusaha. Sebagai contoh di BUMN-BUMN di Indonesia ada unit SPI yang menangani hal tersebut. yaitu auditor yang bekerja di suatu perusahaan untuk melaksanakan audit bagi kepentingan manajemen perusahaan.

ada empat bidang utama dalam auditing yang perlu dibuat standar aturannya yaitu . penelaahan laporan keuangan historis dan jasa atestasi lainnya. perencanaan perpajakan dan jasa perpajakan lainnya. AGUS SUDRAJAT S4309040 2 Ujian Negara Akuntansi ( UNA ) untuk sarjana akuntansi swasta dan negeri yang belum diakui 3 Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP) 4 Persyaratan Pengalaman . yaitu : • Atestasi.manajer .Terdapat tiga jenis atestasi yaitu : audit laporan keuangan historis. • Konsultasi Manajemen yaitu dalam peningkatan aktivitas operasi . PBB. Kode Etik Profesi . • Jasa Perpajakan berupa SPT PPh. Kegiatan ini menghasilkan jurnal -jurnal seperti jurnal berkala .M. Aktivitas Kantor Akuntan Publik Kantor Akuntan Publik terutama melaksanakan empat jenis jasa. jurnal akuntansi dan lain-lain . • Jasa Akuntansi dan Pembukuan . senior dan asisten dan bertugas pada setiap jenjang kerja selama dua-tiga tahun sebelum mencapai kedudukan sebagai rekan . PPN . Page | 6 .yaitu seorang akuntan terdaftar harus memiliki pengalaman kerja pada kantor akuntan publik atau BPKP paling sedikit 3 tahun . 3 Pelaksanaan Ujian Sertifikasi Akuntan Publik/USAP 4 Pendidikan lanjutan . Struktur Kantor Akuntan Publik Terdiri dari rekan ( partner ) .para penyelia . AICPA AICPA atau di Indonesia IAI mempunyai tiga fungsi utama yaitu : 1 Penetapan Standar dan Aturan. 2 Penelitian dan Publikasi. di mana KAP mengeluarkan laporan tertulis yang menyatakan kesimpulan atas keandalan pernyataan tertulis yang telah dibuat dan ditanggungjawabi pihak lain. Standar Kompilasi dan Penelaahan Laporan Keuangan . Standar Audit . Standar Atestasi Lainnya.

dalam hal ini harus memiliki kemampuan dan pelatihan teknis yang memadai 3 Konsultansi . harus dari KAP lain yang memenuhi persyaratan 3. Page | 7 . Pendidikan lanjutan 4. 2. Ketaatan pada standar pengendalian mutu .SAP yaitu : 1. Rotasi partner 5. Pelaporan ketidaksepakatan 8. Terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi Kantor Akuntan Publik ( tiga persyaratan pertama juga berlaku bagi KAP yang tidak menjadi anggota forum) yang ditetapkan AICPA dengan divisinya yaitu SEC dan Kantor Akuntan Publik atau di Indonesia Forum IAI . Penelaahan sejawat ( peer review ) . Larangan pemberian atas jasa tertentu 7. AGUS SUDRAJAT S4309040 Pengendalian Mutu/Quality Control Pengendalian mutu adalah prosedur yang digunakan KAP untuk membantu mentaati standar secara konsisten dalam setiap kontrak kerja yang mengikatnya. Komite standar pengendalian mutu menetapkan sembilan elemen pengendalian mutu yaitu : 1 Independensi 2 Penugasan para auditor. Pelaporan jasa konsultasi manajemen. auditor harus meminta petunjuk dari ahli bila menemui kesulitan dalam pelaksanaan auditing 4 Supervisi 5 Pengangkatan Auditor 6 Pengembangan profesional 7 Promosi 8 Penerimaan dan Pemeliharaan hubungan dengan klien 9 Inspeksi. Penelaahan oleh partner lain 6. diperlukan untuk penunjang delapan unsur diatas .M.

M. itikad buruk dan ketidak jujuran dan auditor terbebas dari kerugian akibat kekeliruan dalam pertimbangan. gagal menemukan defalkasi. Perusahaan yang bermaksud menerbitkan efek ( Go Publik ) wajib menyampaikan laporan tahunan rinci pada BAPEPAM. Standar ketelitian yang sering disebut konsep kehati-hatian (prudent person) menjelaskan bahwa auditor hanya menjamin itikad baik dan integritas dan bertanggung jawab atas kecerobohan . terjadi jika auditor menyimpulkan laporan keuangan secara wajar sedangkan kenyataannya laporan tersebut salah saji material. terjadi jika auditor mengeluarkan pendapat yang salah karena gagal memenuhi syarat . dalam hal ini tidak dinyatakan dalam klausul. dibentuk guna membantu para investor untuk mendapatkan informasi andal untuk membuat keputusan investasi . 2 Tidak ada kelalaian dalam pelaksanaan kerja. • kegagalan audit. KEWAJIBAN HUKUM Kewajiban hukum auditor kepada klien adalah mencegah penipuan dan/atau pelanggaran kontrak yang bisa mempengaruhi hasil-hasil pekerjaan . AGUS SUDRAJAT S4309040 Securities and Exchange Comission (SEC) atau Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) sebagai suatu badan pemerintah yang menangani pasar modal. pelaksanaan audit yang tidak memadai. dan pelanggaran kerahasiaan oleh akuntan publik. dalam hal ini menjamin jika klien melakukan kewajiban Page | 8 .syarat GAAS. Apabila terdapat tuntutan auditor dapat mengajukan pembelaan yaitu : 1 Tidak adanya kewajiban melaksanakan pelayanan. Definisi berikut akan menjelaskan perbedaannya: • kegagalan bisnis. • risiko audit. mengklaim telah mengikuti GAAS. dan risiko audit. Penyebab utama tuntutan hukum terhadap KAP adalah kurangnya pemahaman pemakai laporan keuangan tentang perbedaan antara kegagalan bisnis . terjadi jika perusahaan tidak mampu membayar kewajibannya . Bidang kewajiban menurut audit dapat digolongkan sebagai berikut : Kewajiban kepada klien Kewajiban terhadap klien timbul karena kegagalan untuk melaksanakan tugas audit sesuai waktu yang disepakati . kegagalan audit. 3 Kelalaian kontribusi.

3 Racketeer Influenced and Corrupt Organization Act 1970. persyaratan penyampaian laporan tahunan setiap perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa. 4 Foreign Corrupt Practice Act tahun 1977. Akibat tuntutan ini SEC dapat mencabut ijin praktek dari KAP yang yang melakukan kesalahan. orang yang mengandalkan keputusannya pada laporan keuangan . calon pemegang saham.M. sementara auditor dapat membela jika audit telah memadai dan pemakai laporan tidak menderita kerugian . antara pelanggaran auditor terhadap standar kesungguhan dengan kerugian yang dialami klien Kewajiban terhadap pihak ketiga menurut Common Law Pihak ketiga yang terdiri dari pemegang saham. Konsep kewajiban tersebut antara lain sebagai berikut : • Doktrin ultramares. bankir dan kreditor lain. 2 Securities Exchange Act tahun 1934. larangan pemberian uang suap kepada pejabat di luar negeri untuk mendapatkan pengaruh dan mempertahankan hubungan usaha Page | 9 . Peraturan membolehkan pihak ketiga menggugat auditor jika laporannya menyesatakan dan tidak mempunyai beban pembuktian hal tersebut. pemakai yang dapat diketahui lebih dahulu mempunyai hak yang sama dengan pemakai laporan keuagan yang mepunyai hubungan kontrak . AGUS SUDRAJAT S4309040 tertentu. dan pelanggan. peraturan ini ditujukan untuk kriminalitas tetapi auditor sering dituntut berdasarkan peraturan ini . Kewajiban dapat timbul jika pihak ketiga primary beneficiary atau orang yang harus diberikan informasi audit • Pemakai yang dapat diketahui sebelumnya. karyawan. persyaratan pelaporan untuk perusahaan yang mengeluarkan efek-efek baru. • Foreseeable user’s. Kewajiban perdata menurut hukum sekuritas federal 1 Securities Act tahun 1933. tidak akan terjadi kerugian 4 Ketiadaan hubungan timbal balik. pemasok.

M. Federal Mail Fraud Statute dan Federal False Statement Statute menyebutkan bahwa menipu orang lain dengan sadar terlibat dalam laporan keuangan yang palsu adalah perbuatan kriminil .persyaratan yang konsisten dengan common law . 5 Melawan tuntutan hukum 6 Pendidikan bagi pemakai laporan 7 Memberi sanksi kepada anggota karena hasil kerja yang tak pantas 8 Perundingan untuk perubahan hukum . Mempekerjakan staf yang kompeten dan melatih serta mengawasi dengan pantas 3. Mempertahankan independensi 5. Melaksanakan audit yang bermutu Page | 10 . 3 Menetapkan persyaratan untuk melindungi auditor 4 Menetapka persyaratan penelaahan sejawat . Tanggapan Akuntan Publik Terhadap Kewajiban Hukum Dalam meringankan kewajibannya auditor dapat melakukan langkah-langkah berikut : 1. Mengikuti standar profesi 4. Tanggung Jawab Kerahasiaan Beberapa tuntutan yang terjadi menuntut perlunya profesi auditing untuk meneliti peraturan perilaku yang menyangkut kerahasiaan dan mencoba memperjelas persyaratan . Hanya berurusan dengan klien yang memiliki integritas 2. Memahami usaha klien 6. Securuties Acts 1933 dan 1934. AGUS SUDRAJAT S4309040 Kewajiban kriminal Beberapa undang-undang seperti Uniform Securities Acts. Tanggapan Profesi Terhadap Kewajiban Hukum AICPA dan profesi mengurangi resiko terkena sanksi hukum dengan langkah-langkah berikut : 1 Riset dalam auditing 2 Penetapan standar dan aturan.

maka dikembangkan kerangka formal untuk memecahkan dilema etika yang dinamakan pendekatan enam langkah : 1. Menentukan siapa dan bagaimana orang atau kelompok yang dipengaruhi oleh dilema Page | 11 . Etika dalam bisnis harus menjamin suatu perilaku sebagai berikut : • Apakah itu kebenaran • Apakah itu adil untuk semua yang berkepentingan .mencapai yang terbaik. Mencari bantuan hukum Regulasi dan Standar Mutu Pekerjaan Auditor Etika secara umum didefinisikan sebagai perangkat prinsip moral atau nilai. Menentukan isu-isu etika dari fakta-fakta 3.menjadi warga yang bertanggung jawab. • Akankah itu menguntungkan semua yang berkepentingan . mematuhi janji.dan lain-lain. Kebutuhan akan etika dalam masyarakat cukup penting karena pada dasarnya berhubungan dengan hukum. dan 11. Masing-masing orang memiliki perangkat nilai tersebut antara lain: integritas. kepedulian kejujuran.menghargai orang lain. • Seseorang memilih bertindak semaunya . Mendapatkan surat penugasan dan surat pernyataan 9. AGUS SUDRAJAT S4309040 7. Mendokumentasika pekerjaan secara memadai 8. Perlunya asuransi yang memadai.M. Dilema etika adalah situasi yang dihadapi seseorang dimana keputusan mengenai perilaku yang layak harus dibuat. Semakin majunya perkembangan jaman. loyalitas.Terdapat dua alasan mengapa orang bertindak tidak etis : • Standar etika seseorang berbeda dari masyarakat umum. Sebagian besar orang mendefinisikan perilaku tidak etis sebagai perilaku yang berbeda dari sesuatu yang seharusnya dilakukan . orang kepada lain. • Akankah itu menambah goodwill dan hubungan yang lebih baik. Mempertahankan hubungan yang bersifat rahasia 10. Mendapatkan fakta-fakta yang relevan 2. keadilan.

kemahiran. Menentukan konsekuensi yang mungkin dari setiap alternatif 6. • peraturan perilaku. Bagi akuntan publik. Menurut AICPA kode perilaku profesional terdiri dari : • prinsip-prinsip. lingkup dan sifat jasa dan satu prinsip untuk anggota AICPA yang memberikan jasa atestasi yaitu obyektivitas dan independensi . terlepas dari yang dilakukan secara perorangan. meliputi lima prinsip yang harus dipatuhi oleh semua anggota AICPA yaitu tanggung jawab. AGUS SUDRAJAT S4309040 4. penjelasan dan jawaban yang diterbitkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan peraturan perilaku yang diajukan oleh praktisi dan lainnya. kepentingan masyarakat. tidak merupakan keharusan tetapi praktisi harus memahaminya • ketetapan etika.M. Menetapkan tindakan yang tepat Kebutuhan akan kepercayaan publik akan kualitas jasa yang diberikan profesi.tidak merupakan keharusan tapi praktisi harus memahaminya. integritas. Terdapat beberapa cara bagi profesi akuntan publik dan masyarakat untuk mendorong para akuntan publik agar berprilaku secara benar dan untuk melaksanakan audit beserta jasa-jasa yang berkaitan dengan profesinya dengan standar mutu yang tinggi yaitu : 1 Kode Perilaku Profesional . penting untuk meyakinkan klien dan pemakai laporan keuangan atas kualitas audit dan jasa lainnya karena pemakai tidak memiliki kompetensi dan waktu untuk mengevaluasi pekerjaan akuntan publik. Merupakan ketentuan umum mengenai perilaku yang ideal atau peraturan khusus yang menguraikan berbagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan . meliputi standar minimum perilaku praktisi yang ditetapkan profesi dan merupakan keharusan . Menentukan alternatif yang tersedia bagi orang yang harus memecahkan dilema 5. Akuntan publik mempunyai hubungan profesional yang berbeda dengan profesional lain. • interpretasi. Page | 12 . Profesional lain hanya bertanggung jawab kepada klien yang ditanganinya sedangkan akuntan publik ditugaskan dan dibayar oleh yang mengeluarkan laporan keuangan ( klien ) sedangkan yang mendapat manfaat dari audit adalah pemakai laporan keuangan yang umumnya tidak pernah berhubungan dengan auditor .

M.standar umum Ketaatan pada standar Peraturan 202 Prinsip Akuntansi Peraturan 203 Kerahasiaan Peraturan 301 Honor bersyarat Peraturan 302 Tindakan yang mendatangkan aib Peraturan 501. 01 SA Seksi 150 01Standar auditing berbeda dengan prosedur auditing. Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor. yaitu "prosedur" berkaitan Dengan tindakan yang harus dilaksanakan. Pengungkapan komisi yang diijinkan Bentuk dan Nama praktek Peraturan 505 STANDAR AUDIT Sumber: PSA No. Komisi yang dilarang Peraturan 503 -B. STANDAR AUDITING 02 Standar auditing yang telah ditetapkan dan disahkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia adalah sebagai berikut: a. Standar Umum 1. Page | 13 .tindakan tercela Periklanan dan Penawaran Peraturan 502 Komisi dan Honor Perujukan Peraturan 503 -A. sedangkan "standar" berkaitan dengan kriteria atau ukuran mutu kinerja tindakan tersebut. Integritas dan Obyektifitas Peraturan 102 Standar-standar teknis Peraturan 201 .Independensi. yang berbeda dengan prosedur auditing. dan berkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai melalui penggunaan prosedur tersebut. berkaitan dengan tidak hanya kualitas profesional auditor namun juga berkaitan dengan pertimbangan yang digunakan dalam pelaksanaan auditnya dan dalam laporannya. Standar auditing. AGUS SUDRAJAT S4309040 Penerapan Peraturan Perilaku Peraturan 101.

2. 3. Laporan auditor harus menunjukkan atau menyatakan. b. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai. Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat. Standar Pelaporan 1. Dalam seksama. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan. Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi. Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan. dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit. Standar Pekerjaan Lapangan 1. Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersil bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. 4. Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya. 3. maka laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan audit yang dilaksanakan. AGUS SUDRAJAT S4309040 2. jika ada. permintaan keterangan. 2. 3. maka alasannya harus dinyatakan. dan lingkup pengujian yang akan dilakukan. dan tingkat tanggung jawab yang dipikul oleh auditor. c. independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor. Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. saat. auditor wajibmenggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan . Page | 14 pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya. kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor. Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan. jika ada.M. ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya. pengamatan.

terutama standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan. dalam perusahaan dengan jumlah debitur yang sedikit. tanpa harus menyebabkan penggunaan waktu yang lebih lama. dengan nilai piutang yang besar. Pengendalian intern terhadap lingkup audit mempengaruhi besar atau kecilnya risiko salah saji terhadap prosedur audit yang dilaksanakan oleh auditor. yang tingkat kepentingan pribadi dalam transaksi yang disebut terakhir ini sulit ditentukan. dapat berlaku juga untuk standar yang lain. Begitu pula. Keadaan yang berhubungan erat dengan penentuan dipenuhi atau tidaknya suatu standar. baik bagi posisi keuangan maupun hasil usaha perusahaan. 04 Konsep "materialitas" bersifat bawaan dalam pekerjaan auditor independen. Dasar yang lebih kuat harus dicari sebagai landasan pendapat auditor independen atas unsur-unsur yang secara relatif lebih penting dan unsur-unsur yang mempunyai kemungkinan besar salah saji material."Materialitas" dan "risiko audit" melandasi penerapan semua standar auditing. Semakin efektif pengendalian intern. sehingga audit atas kas harus dilaksanakan secara lebih konklusif. Misalnya. sediaan umumnya mempunyai arti penting. secara individual piutang itu adalah lebih penting dan kemungkinan terjadinya salah saji material juga lebih besar jika dibandingkan dengan perusahaan lain yang mempunyai jumlah nilai piutang yang sama tetapi terdiri dari debitur yang banyak dengan nilai piutang yang relatif kecil. Transaksi dengan pihak tidak terkait biasanya tidak diperiksa serinci pemeriksaan terhadap transaksi antarbagian dalam perusahaan atau transaksi dengan pimpinan perusahaan dan karyawan. piutang umumnya memerlukan perhatian yang lebih besar dibandingkan dengan premi asuransi dibayar di muka. 05 Pertimbangan atas risiko audit berkaitan erat dengan sifat audit.2 Transaksi kas umumnya lebih rentan terhadap kecurangan jika dibandingkan dengan transaksi sediaan. Page | 15 .M. Dalam perusahaan manufaktur dan perusahaan dagang. sehingga secara relatif sediaan memerlukan perhatian auditor yang lebih besar dibandingkan dengan sediaan dalam perusahaan jasa. AGUS SUDRAJAT S4309040 03 Standar-standar tersebut di atas dalam banyak hal saling berhubungan dan saling bergantung satu dengan lainnya. semakin rendah tingkat risiko pengendalian.

Page | 16 . kecuali jika dinyatakan lain dalam suatu Pernyataan Standar Auditing. Masa transisi ditetapkan mulai dari 1 Agustus 2001 sampai dengan 31 Desember 2001. Dalam masa transisi tersebut berlaku standar yang terdapat dalam Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Agustus 1994 dan Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Januari 2001. TANGGAL BERLAKU EFEKTIF 07 Seksi ini berlaku efektif tanggal 1 Agustus 2001. Penerapan lebih awal dari tanggal efektif berlakunya aturan dalam Seksi ini diizinkan.M. AGUS SUDRAJAT S4309040 JASA SELAIN AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN 06 Sebagai tambahan terhadap audit atas laporan keuangan. Setelah tanggal 31 Desember 2001. sepanjang relevan dengan keadaan yang dihadapi oleh auditor independen. kesepuluh standar auditing tersebut berlaku untuk jasa selain audit atas laporan keuangan. hanya ketentuan dalam Seksi ini yang berlaku.

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

PERTEMUAN 3 STANDAR AUDIT DAN JENIS-JENIS PENUGASAN AUDIT Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) Standar profesional akunatan publik (SPAP) adalah kodifikasi berbagai pernyataan standar teknis yang merupakan panduan bagi akuntan publik dalam berpraktik di indonesia. Tipe Standar Profesional 1. standar auditing 2. standar atestasi 3. standar jasa akuntansi dan review 4. standar jasa konsultasi 5. standar pengendalian mutu kelima standr profesional diatas merupakan standar teknis yang diterbitkan oleh dewan standar profesional akuntan publik dan bertujuan untuk mengatur mutu jasa yang dihasilkan oleh profesi akuntan publik di indonesia. Standar Auditing Standar auditing adalah sepuluh standar yang ditetapkan dan disahkan oleh IAI, yang terdiri atas standar umum, standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan beserta interpretasinya. Standar auditing merupkan pedoman audit atas laporan keuangan historis. Standar auditing terdiri atas sepuluh standar dirinci dalam bentuk pedoman standar auditing (PSA). Dengan demikian PSA merupakan penjabaran lebih lanjut masing-masing standar yang tercantum didalam standar auditing. PSA merupakan penjabaran lebih lanjut dari masing-masing standar yang tercantum didalam standar auditing. PSA berisi ketentuan-ketentuan dan pedoman utama yang harus diikuti oleh akuntan publik dalam melaksanakan penugasan audit. Kepatuhan terhadap PSA yang diterbitkan oleh IAI ini bersifat wajib bagi anggota IAI yang berpraktik sebagai akuntan publik. Termasuk didalam PSA adalah interpretasi pernyataan standar audit (IPSA), yang merupakan interpretasi resmi
Page | 17

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

yang dikeluarkan oleh IAI terhadap ketentuan-ketentuan yang diterbitkan oleh IAI dalam PSA. Dengan demikian, IPSA memberikan jaawaban atas pernyataan atau keraguan dalam penafsiran ketentuan-ketentuan yang dimuat dalam PSA sehingga merupakan perluasan lebih lanjut berbagai ketentuan dalam PSA. Tafsiran resmi ini bersifat mengikat bagi anggota IAI yang berpraktik sebagai akuntan publik, sehingga pelaksanaannya besifat wajib. Standar Umum a. audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor. b. Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor. c. Dalam pelaksanaan dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama. Standar Pelaksanaan Lapangan 1. Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan sistem harus disupervisi dengan semestinya. 2. pemahaman memadai dan pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat dan lingkup pengujian yang akan dilakukan. 3. bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui, inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit. Standar Pelaporan a. laporan audit harus menyatakan, apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di indonesia. b. Laporan auditor harus menunjukkan atau menyatakan, jika ada, ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya.

Page | 18

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

c. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor. d. Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan, maka alasanya harus dinyatakan. Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan, maka laporan auditor harus, memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat audit yang dilaksanakan, jika ada dan tingkat tanggung jawab yang dipikul oleh auditor. Pernyataan Standar Audit (PSA) PSA merupakan penjabaran lebih lanjut dari masing-masing standar yang tercantum dalam standra auditing. PSA berisis ketentuan-ketentuan dan pedoman utama yang harus diikuti oleh akuntan publik dalam melaksanakan penugasan audit. Kepatuhan terhadap PSA yang diterbiutkan oleh IAI ini bersifat wajib bagi anggota IAI yang berpraktik sebagai akuntan publik. Termasuk didalam PSA adalah interpretasi yang dikeluarkan IAI terhadap ketentuan-ketentuan yang diterbitkan oileh IAI dalamdalamPSA dengan demikian, IPSA memberikan jawaban atas pernyataan atau keraguan dalam penafsiran ketentuan-ketentuan yang dimuat dalam PSA sehingga merupakan perluasan lebih lanjut berbagai ketentuan dalam PSA. Tafsiran resmi ini bersifat mengikat bagi anggota IAI yang berpraktik sebagai akuntan publik, sehingga pelaksanaannya bersifat wajib. Standar Atestasi Standar atestasi memberikan rerangka untuk fungsi atestasi bagi jasa akuntan publik yang mencakup audit atas laporan keuangan historis, pemeiksaan atas laporan keuangan prospektif, serta tipe perikatan atestasi lain yang memberikan keyakinan yang lebih rendah (review, pemeriksaan, dan prosedur yang disepakati) Standar atestasi terdiri dari 11 standar dan rincian dalam bentuk pernyataan standar atestasi (PSAT). Termasuk didalam PSAT adalah interpretasi PSAT (IPSAT), yang merupakan interpretasi resmi yang dikeluarkan dewn terhadap ketentuan-ketentuan dalam PSAT. Tafsiran resmi bersifat mengikat bagi anggota

Page | 19

Dalam jasa konsultasi. Sifat dan lingkup pekerjaan jasa konsultasi ditentukan oleh perjanjian antara praktisi dengan kliennya. para praktisi menyajikan temuan. dan rekomendasi. Standar pengendalian mutu KAP b. Standar Pengendalian Mutu Memberikan panduan bagi KAP didalam melaksanakan pengendalian kualitas jasa yang dihasilkan oleh kantornya dengan mematuhi berbagai standar yang diterbitkan oleh dewan SPAP dan aturan etika kompartemen akuntan publik IAI. Tafsiran resmi ini bersifat mengikat bagi anggota IAI yang berpraktik sebagai akuntan publik. yang merupakan interpretasi resmi yang dikelusrksan oleh dewan. Jasa konsultasi pada hakekatnya berbeda dari jasa atestasi akuntan publik terhadap asersi pihak ketiga. yaitu pembuat asersi. Standar jasa akuntansi dirinci dalam bentuk pernyataan standar jasa akuntansi dan review (PSAR). Standar Jasa Akuntansi Dan Review Memberikan rerangka untuk fungsi non atestasi bagi jasa akuntan publik yang mencakup jasa akuntansi dan review. kesimpulan. pekerjaan jasa konsultasi dilaksanakan untuk kepentingan klien.M. AGUS SUDRAJAT S4309040 IAI yang berpraktek sebagai akuntan publik. Perumusan kebijakan dan prosedur pengendalian mutu Page | 20 . Termasuk didalam pernyataan standar jasa akuntansi dan review adalah interpretasi pernyataan standar jasa akuntansi dan review (IPSAR). sehingga pelaksanaannya bersifat wajib (mandatory). para praktisi menyajikan suatu kesimpulan mengenai keadaan suatu asersi tertulis yang menjadi yang menjadi tanggung jawab pihak lain. sehingga pelaksanaannya bersifat wajib (madatory) Standar Jasa Konsultasi Memberikan panduan bagi praktisi yang menyediakan jasa konsultasi bagi kliennya melalui kantor akuntan publik. Kodifikasi standar pengendalian mutu terdiri dari: a. Dalam jasa atestasi. Umumnya.

Pengembangan profesional 7. Sebagai tambahan. Promosi 8. Saat bisnis semakin rumit. Pendekatan terpadu ini makin meningkat menggabungkan pandangan strategis dari entitas bisnis. laba-rugi. termasuk hubungan eksternal seperti pemasok. Memahaman holistik tingkat tinggi ini meliputi pengetahuan tentang industri klien. Umumnya. Inspeksi Audit Atas Laporan Keuangan Audit atas laporan keuangan dilaksanakan untuk menetapkan apakah seluruh laporan keuangan telah dinyatakan sesuai dengan kriteria tertentu. dalam pendekatan audit sistem strategis. Laporan keuangan seringkali mencakup: neraca. walaupun merupakan hal yang umum untuk melaksanakan audit atas laporan keuangan yang dibuat dengan metode kas atau metode akuntansi lainnya yang cocok bagi organisasi tersebut. kriteria tersebut adalah pernyataan standar akuntansi keuangan. auditor yang melakukan ujian yang tepat untuk menentukan apakah laporan itu mengendung kesalahan bahan atau pernyataan salah lainnya. Pemekerjaan 6. dan kreditor. tidaklah cukup untuk para auditor berfokus secara sempit pada transaksi akuntansi. AGUS SUDRAJAT S4309040 c. Dalam menentukan apakah laporan keuangan dinyatakan dengan adil sesuai dengan GAAP. laporan arus kas. Konsultasi 4. Standar pelaksanaan dan pelaporan review mutu Unsur-Unsur Pengendalian Mutu 1. perubahan modal. auditor mempertimbangkan strategi bisnis klien dan memproses dan indikator ukuran untuk Page | 21 . dan lingkuan operasionalnya. Independensi 2. auditor harus memiliki pemahaman menyeluruh atas entitas dan lingkungannya. Pendekatan terpadu kepada audit membahas baik risiko kesalahan dan kontrol operasional yang dimaksudkan untuk mencegah keslahan. termasuk pula catatan atas laporan keuangan. Supervisi 5. Penerimaan dan berkelanjutan klien 9. peraturannya. Penugasan personel 3.M. pelanggan.

merupakan pihak utama yang paling menaruh perhatian pada prosedur-prosedur seta peraturan-peraturan yang berlaku. seperti sekolahan negeri di daerah terdapat suatu lingkup audit kepatuhan yang cukup luas akibat dari adanay aturan-aturan yang ekstensif dari otoritas pemerintah yang lebih tinggi. apakah para individu atau organisasi yang ada telah mematuhi aturan yang ditetapkan. AGUS SUDRAJAT S4309040 faktor keberhasilan kritis yang berhubungan dengan strategi tersebut. Tetapi bagaimanapun terdapat beberapa pengecualian. Pada kenyataannya. perjanjian. atau menguji kontrak perjanjian dengan pihak bank serta pihak kreditur lainnya untuk memastikan bahwa perusahaan itu telah mematuhi persyaratan-persyaratan hukum yang ada.M. Analisis ini membantu auditor mengenali risiko yang terkait dengan strategi klien yang bisa mempengaruhi apakah laporan keuangan dinyatakan dengan adil. Sebagai akibatnya. terdapat sejumlah kebijakan. Manajemen. Temuan audit kepatuhan umumnya disampaikan pada seseorang didalam unti organisasi yang diaudit dari pada disampaikan pada suatu lingkup pengguna yang lebih luas. peninjau tingkat upah apakah telah mematuhi aturan upah minimum. maka auditor akan dipekerjakan oleh organisasi tersebut untuk menerbitkan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi. tata cara. serta peraturan yang dibuat oleh otoritas yang lebih tinggi. Dalam mengaudit unit organisasi pemerintah. Audit kepatuhan pada urusan pribadi dapat mencakup pula penentuan apakah staf akuntansi telah mematuhi peraturan-peraturan yang disusun oleh pengawas perusahaan. untuk setiap organisasi baik swasta maupun organisasi nirlaba. suatu proporsi yang signifikan dari audit jenis ini dilaksanakan oleh auditor yang dipekerjakan pada unit organisasi itu sendiri. Audit Kepatuhan Tujuan dari audit kepatuhan adalah untuk menentukan apakah klien telah mengikuti. kebalikan dari pihak luar. prosedur. Ketika suatu organisasi ingin memutuskan. Page | 22 . serta persyaratan hukum yang menentukan yang berpotensi sebagai penyebab dilaksanakannya suatu audit kepatuhan. Banyak dari ketrampilan yang diperlukan untuk pendekatan audit sisitem strategis yang seupa dengan yang dibutuhkan untuk menyediakan jenis jasa keandalan lainnya yang biasa memberikan nilai tambah kepada fungsi audit.

Pengukuran Kinerja Sasaran Akuntansi Pemerintahan (pernyataan No. Page | 23 . penetapan dan peramalan arus kas masuk dan mengkalkulasi sumber daya pemerintah dalam jangka pendek. Perencanaan penganggaran dan peramalan dampak akses dan alokasi sumber daya untuk mencapai sasaran operasional. c. perjanjian. f. Standar audit yang dapat digunakan secara nasional sudah merupakan kebutuhan yang mendesak dalam dalam era globalisasi ini. manajemen biasanya akan mengharapkan sejumlah rekomendasi untuk meningkatkan kegiatan operasionalnya. d. Penetapan dan peramalan kondisi keuangan pemerintah. standar pekerjaan lapangan audit kinerja. BUMN.1 NCGA) Adalah: a. Mengkomunikasikan informasi relevan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. atau badan hukum lain dimana terdapat kepentingan keuangan negara atau penerima bantuan pemrintah. b. Pada saat audit operasional selesai dilaksanakan. APBD. Evaluasi kinerja operasional dan pengelolaan.M. 2. 3. Mengawasi kinerja disesuaikan dengan peraturan. Standar audit merupakan patokan untuk melakukan audit atas semua kegiatan pemerintah yang meliputi pelaksanaan APBN. BUMD. Standar Audit Pemerintahan (SAP) Meliputi: 1. AGUS SUDRAJAT S4309040 Audit Kinerja Atau Audit Operasional Audit kinerja adalah tinjauan atas bagian tertentu dari prosedur serta metode operasional organisasi tertentu yang bertujuan mengevaluasi efisiensi serta efektifitas prosedur serta metode tersebut. dan kontrak dengan pihak lain. standar umum. e. pelaksanaan anggaran tahunan BUMD dan BUMN serta kegiatan yayasan yang didirikan oleh pemerintah. standar pelaporan audit kinerja.

perencanaan dan penetapan tujuan. Pengendalian dan metode pengendalian. 4. penjelasan pola khusus yang digunakan organisasi yang diaudit. luas dan metodologi. d. g. h. b. Koordinasi dengan auditor pemerintah lain jika dibutuhkan. Analisis fiskal. c. identifikasi lingkungan manajemen b. i. Pendahuluan dan latar belakang informasi mencakup pihak berwenang dalam entitas yang diaudit. Komponen Audit Kinerja Adalah a. Struktur organisasi. 7. Sistem dan prosedur. sejarah dan sarana. e. Program Audit Mencakup Hal-Hal Berikut Ini 1. f. sasaran audit. tujuan audit. 6. e. metode audit yang digunakan seharusnya digambarkan secara jelas. 3. Kriteria pengukuran kinerja. Kepatuhan dengan hukum dan peraturan. f. Kebijakan dan pelaksanaan. beberapa instruksi khusus yang diperlukan untuk melengkapi audit.M. 5. d. Integrasi masalah khusus. Pelaksanaan penetapan karyawan. Standar Audit Pemerintahan (Standar Pemeriksaan Keuangan Negara) Page | 24 . serta aturan lain. Sumberdaya manusia dan lingkungan fisik. AGUS SUDRAJAT S4309040 Prosedur Audit Kinerja a. 2. j. c. laporan pekerjaan audit. lokasi penting informasi lain yang dibutuhkan untuk menyususn progran audit. format umum laporan audit. Pengetahuan dan kemampuan staf audit. Pengukuran pengendalian intern.

Padahal yang dimaksud dengan keuangan negara “hanya” mencakup APBN dan APBD. SPKN = SPAP + Standar Tambahan – Pengecualian. yakni: (1) Merupakan harmonisasi dari berbagai peraturan perundangan yang berkaitan dengan keuangan negara. Ada beberapa karakteristik SPKN. SAP 1995 dirasa tidak dapat memenuhi tuntutan dinamika masa kini. Seiring dengan perkembangan teori pemeriksaan. Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dan Pasal 9 ayat (1) huruf e Undang-undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan BPK harus menyusun standar tersebut. akuntansi pemerintahan adalah bagian dari akuntansi sektor publik. LSM. • pemeriksaan yang dapat menampung hal SPKN ditetapkan dan diundangkan pada tanggal yang berbeda. Bagaimana dengan sektor publik yang lain seperti rumah sakit. 1/2004). sehingga mengalami pembaharuan sepanjang waktu. • • • • SPKN adalah standar. serta kebutuhan akan hasil pemeriksaan yang bernilai tambah menuntut BPK menyempurnakan standar audit pemerintahan (SAP) 1995. bukan sistem. Artinya. dinamika masyarakat yang menuntut adanya transparansi dan akuntabilitas. atau hanya bersifat benar sementara. AGUS SUDRAJAT S4309040 Standar Pemeriksaan merupakan patokan bagi para pemeriksa dalam melakukan tugas pemeriksaannya. SPKN berlaku untuk lingkup keuangan negara (lihat pasal 1 UU No. dll.M. karena juga mencakup Standar Tambahan dikurangi dengan pengecualian. yayasan. Dengan demikian. (3) Menggunakan paradigma multidimensi. (2) Bukan sesuatu yang langsung benar. SPKN ditetapkan pada tanggal 17 Januari 2007 dan diundangkan Sektor publik lebih luas daripada pemerintahan. • Opini tidak memberikan sanksi apa-apa kepada Kepala Daerah yang memperoleh opini Tidak Wajar atau Disclaimer karena opini sebenarnya Page | 25 . • SPKN lebih kompleks daripada SPAP (Standar Akuntansi Pemerintahan). Terlebih lagi sejak adanya reformasi konstitusi di bidang pemeriksaan maka untuk memenuhi amanat Pasal 5 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksa Pemeriksaan Keuangan.

dan peraturan perundangan lainnya terkait dengan keuangan negara. dll. seperti audit. pekerjaan lapangan. seperti memberikan pertimbangan terhadap terhadap Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). BPK tidak hanya sebagai pemeriksa. Sistem Pengendalian Internal Pemerintahan (SPIP). • Ada beberapa istilah dalam audit sektor privat yang tidak dikenal di audit sektor publik (SPKN). Page | 26 . AGUS SUDRAJAT S4309040 bukan untuk penentuan sanksi.M. auditor. Hal ini disiasati dengan cara menggunakan KAP untuk melakukan pemeriksaan. tetapi juga melakukan pekerjaan lain (dengan catatan hartus independen). dan (3) Organisasi yang mapan. Tidak semua pemeriksa BPK bergelar akuntan. • • • • Untuk pelaksanaan SPKN yang efektif. BPK dapat dibantu oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk melakukan audit terhadap laporan keuangan daerah (LKPD). (2) Infrastrutkur yang memadai. tetapi sebagai tambahan informasi tentang “kewajaran” laporan keuangan. unit pemerintahan yang diaudit haruslah: (1) memiliki SDM yang handal.

M. Etik merupakan suatu prinsip moral dan perbuatan yang menjadi landasan bertindaknya seseorang sehingga apa yang dilakukannya dipandang oleh masyarakat sebagai perbuatan yang terpuji dan meningkatkan martabat dan kehormatan seseorang. Etik dapat pula diartikan sebagai suatu sopan santun atau tatanan moral dalam suatu profesi atau jabatan. rekan praktisi. semuanya memilki peraturanperaturan atau etika untuk mengatur hubungan mereka dengan masyarakat pengguna jasanya. Aktivitas profesional dari akuntan publik daitur oleh Kode Etika Profesional AICPA (American Institute Of Certified Public Accountants). Peraturan kode etik lainnya juga dirancang untuk mempertahankan kepercayaan publik atas profesi tersebut. dan norma kesusilaan. Aturanaturan yang digunakan untuk mengatur perilaku manusia tersebut disebut dengan norma. Selain itu kita juga mengenal istilah etika. Kode Etik AICPA menjadi standar umum perilaku yang ideal dan menjadi peraturan khusus tentang perilaku yang harus dilakukan oleh akuntan publik. Perilaku beretika itu harus djalankan oleh setiap individu dalam semua aspek kehidupan supaya tercipta kehidupan sosisal yang nyaman dan harmonis. yaitu serangkaian prinsip atau nilai-nilai moral yang digunakan dalam mengarahkan tingkah laku manusia dalam kehidupan sosialnya.Etik profesi berhubungan dengan kebebasan disiplin pribadi dan integritas moral dari orang yanag ahli. norma kesopanan. Di Indonesia sendiri kode etik ini dinamakan dengan Kode Etik Akuntan Indonesia. Etik yang telah disepakati bersama oleh anggota suatu profesi dsebut dengan kode etik profesi. bidang profesi ini juga memilki kode etik yang digunakan sebagai pedoman atau landasan dalam menjalankan tanggung jawab profesinya kepada masyarakat. Norma-norma yang berkembang di masyarakat diantaranya yaitu norma agama. Begitu pula dengan bidang profesi atau pekerjaan yang ada. dsb. peraturan etika.Pendahuluan Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan adanya aturan-aturan yang mengatur perilaku mereka dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat. AGUS SUDRAJAT S4309040 PERTEMUAN 4 ETIKA PROFESIONAL 1. Dalam kaitannya dengan profesi akuntan publik. klien. Kode etik ini terdiri dari empat bagian : prinsip-prinsip. norma hukum. interpretasi atas peratura etika. Page | 27 . dan kaidah etika.

Dalam hal etika. yang berfungsi untuk mengatur tingkah laku para anggotanya (Murtanto dan Marini 2003). Berdasarkan uraian tersebut. standar profesi akuntan publik (SPAP) dan standar pengendalian mutu auditing merupakan acuan yang baik untuk mutu auditing. profesi akuntan tidak akan ada karena fungsi akuntan adalah sebagai penyedia informasi untuk proses pembuatan keputusan bisnis oleh para pelaku bisnis. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setiap profesional wajib mentaati etika profesinya terkait dengan pelayanan yang diberikan apabila menyangkut kepentingan masyarakat luas.1 Pengertian Etika 1. yang merupakan seperangkat prinsip–prinsip moral yang mengatur tentang perilaku profesional (Agoes 2004). kecakapan profesional. Agoes (2004) menunjukkan kode etik IAPI dan aturan etika Kompartemen Akuntan Publik. Etika profesi yang dimaksud pada penulisan ini adalah Kode Etik Akuntan Indonesia. yang biasa disebut sebagai kode etik. sebuah profesi harus memiliki komitmen moral yang tinggi yang dituangkan dalam bentuk aturan khusus. penafsiran dan penyempurnaan kode etik. Semakin tinggi akuntan publik menaati kode etik maka semakin baik pula pertimbangan tingkat materialitas. pelaksanaan kode etik.Etika Profesi Setiap profesi yang memberikan pelayanan jasa pada masyarakat harus memiliki kode etik. yaitu norma perilaku yang mengatur hubungan antara akuntan publik dengan kliennya. Etika profesi terdiri dari lima dimensi yaitu kepribadian. AGUS SUDRAJAT S4309040 2.M. Menurut Kamus Besar Bhs. Aturan ini merupakan aturan main dalam menjalankan atau mengemban profesi tersebut. antara akuntan publik dengan rekan sejawatnya dan antara profesi dengan masyarakat. Tanpa etika. Kode etik harus dipenuhi dan ditaati oleh setiap profesi yang memberikan jasa pelayanan kepada masyarakat dan merupakan alat kepercayaan bagi masyarakat luas. maka contoh kasus hipotesis yang diajukan sebagai berikut: 2. Indonesia (1995) Etika adalah Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat Page | 28 . Etika profesi merupakan karakteristik suatu profesi yang membedakan suatu profesi dengan profesi lain. tangung jawab.

1. Sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan pelbagai moralitas yang membingungkan. Sanksi Hukum Skala besar. 2. tentang hak dan kewajiban moral 3. Orientasi etis ini diperlukan dalam mengabil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme 2.2 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pelanggaran Etika : 1.3 Sanksi Pelanggaran Etika : 1. AGUS SUDRAJAT S4309040 2.1 Fungsi Etika 1. menurut ruang dan waktu yang berbeda. Menurut Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia. Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk. Kebutuhan Individu 2. Etika berasal dari bahasa Yunani ‘ethos’ yang berarti adat istiadat/ kebiasaan yang baik Perkembangan etika yaitu Studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan. Tidak Ada Pedoman 3. baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi” Dari asal usul kata. Perilaku dan Kebiasaan Individu Yang Terakumulasi dan Tak Dikoreksi 4. yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya 2.1. Sanksi Sosial Skala relatif kecil.M.1. Lingkungan Yang Tidak Etis 5. 3. Page | 29 . Etika ingin menampilkanketrampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis. merugikan hak pihak lain. dipahami sebagai kesalahan yangdapat ‘dimaafkan’ 2. Perilaku Dari Komunitas 2.

Padahal. kewajiban dsb. pialang informasi o Etika politik o Etika lingkungan hidupserta o Kritik ideologi Etika adalah filsafat atau pemikiran kritis rasional tentang ajaran moral sedangka moral adalah ajaran baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan.  Etika sosial dibagi menjadi: o Sikap terhadap sesama. Etika umum yang berisi prinsip serta moral dasar 2. Kemampuan berkompetisi seharusnya sama sekali tidak ditentukan oleh ukuran besar kecilnya sebuah perusahaan. kemampuan untuk mengakui kesalahan dan belajar dari kegagalan. Kejujuran yang ekstrim. Banyak yang mengatakan kompetisi lambang ketamakan. Lewat ilmu kompetisi kita dapat merenungkan.4 Jenis-jenis Etika 1. membayangkan eksportir kita yang ditantang untuk terjun ke arena baru yaitu pasar bebas dimasa mendatang. AGUS SUDRAJAT S4309040 2. Etika selalu dikaitkan dengan moral serta harus dipahami perbedaan antara etika dengan moralitas.1. Page | 30 .  Etika khusus ini masih dibagi lagi menjadi etika individual dan etika sosial. kemampuan untuk mengenalisis batas-batas kompetisi seseorang.M. Kata itu mengisyaratkan sebuah konsep bahwa mereka yang berhasil adalah yang mahir menghancurkan musuh-musuhnya. Etika khusus atau etika terapan yang berlaku khusus. Inilah yang sering dikonsepkan berbeda oleh penguasa kita. perdagangan dunia yang lebih bebas dimasa mendatang justru mempromosikan kompetisi yang juga lebih bebas. o Etika keluarga o Etika profesi misalnya etika untuk pustakawan. sikap. Kompetisi inilah yang harus memanas belakangan ini. 2. arsiparis. dokumentalis.2 Perilaku Etika dalam Bisnis Etika dan integritas merupakan suatu keinginan yang murni dalam membantu orang lain.

kita yakin jurang itu dapat dikurangi. Page | 31 . mempertahankan jati diri. AGUS SUDRAJAT S4309040 Jika kita ingin mencapai target ditahun 2000.M. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis. pengembangan tanggung jawab sosial. menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan. memaksa orang untuk menghalalkan segala cara mengindahkan ada pihak yang dirugikan atau tidak. menerapkan konsep pembangunan tanggung jawab sosial. Kongkalikong. serta kita optimis salah satu kendala dalam menghadapi era globalisasi pada tahun 2000 an dapat diatasi. dan Komisi) mampu mengatakan yang benar itu benar. mempertahankan jati diri. Dengan kondisi seperti ini. Kolusi. menciptakan persaingan yang sehat. serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya. menghindari sikap 5K (Katabelece. Hal ini jelas membuat semua kegiatan saling berpacu satu sama lain untuk mendapatkan kesempatan (opportunity) dan keuntungan (profit). Namun perlu kita pertanyakan apakah yang diharapkan oleh pemimpin APEC tersebut dapat terwujud manakala masih ada bisnis kita khususnya dan internasional umumnya dihinggapi kehendak saling "menindas" agar memperoleh tingkat keuntungan yang berlipat ganda. Inilah yang merupakan tantangan bagi etika bisnis kita. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain yaitu pengendalian diri. Koneksi. a. menciptakan persaingan yang sehat. dll. yang terlihat perjalanan yang seiring dan saling membutuhkan antara golongan menengah kebawah dan pengusaha golongan atas. Kadang kala untuk mendapatkan kesempatan dan keuntungan tadi. pelaku bisnis kita jelas akan semakin berpacu dengan waktu serta negara-negara lainnya agar terwujud suatu tatanan perekonomian yang saling menguntungkan. Dalam menciptakan etika bisnis. sudah saatnya dunia bisnis kita mampu menciptakan kegiatan bisnis yang bermoral dan beretika. Moral Dalam Dunia Bisnis Sejalan dengan berakhirnya pertemuan para pemimpin APEC di Osaka Jepang dan dengan diperjelasnya istilah untuk menjadikan Asia Pasifik ditahun 2000 menjadi daerah perdagangan yang bebas sehingga baik kita batas dunia akan semakin "kabur" (borderless) world.

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

Jika kita ingin mencapai target pada tahun 2000 an, ada saatnya dunia bisnis kita mampu menciptakan kegiatan bisnis yang bermoral dan beretika, yang terlihat perjalanan yang seiring dan saling membutuhkan antara golongan menengah kebawah dan pengusaha golongan keatas. Apakah hal ini dapat diwujudkan ? Berbicara tentang moral sangat erat kaitannya dengan pembicaraan agama dan budaya, artinya kaidah-kaidah dari moral pelaku bisnis sangat dipengaruhi oleh ajaran serta budaya yang dimiliki oleh pelaku-pelaku bisnis sendiri. Setiap agama mengajarkan pada umatnya untuk memiliki moral yang terpuji, apakah itu dalam kegiatan mendapatkan keuntungan dalam ber-"bisnis". Jadi, moral sudah jelas merupakan suatu yang terpuji dan pasti memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak. Umpamanya, dalam melakukan transaksi, jika dilakukan dengan jujur dan konsekwen, jelas kedua belah pihak akan merasa puas dan memperoleh kepercayaan satu sama lain, yang pada akhirnya akan terjalin kerja sama yang erat saling menguntungkan. Moral dan bisnis perlu terus ada agar terdapat dunia bisnis yang benar-benar menjamin tingkat kepuasan, baik pada konsumen maupun produsen. Kenapa hal perlu ini dibicarakan? Isu yang mencuat adalah semakin pesatnya perkembangan informasi tanpa diimbangi dengan dunia bisnis yang ber "moral", dunia ini akan menjadi suatu rimba modern yang di kuat menindas yang lemah sehingga apa yang diamanatkan UUD 1945, Pasal 33 dan GBHN untuk menciptakan keadilan dan pemerataan tidak akan pernah terwujud. Moral lahir dari orang yang memiliki dan mengetahui ajaran agama dan budaya. Agama telah mengatur seseorang dalam melakukan hubungan dengan orang sehingga dapat dinyatakan bahwa orang yang mendasarkan bisnisnya pada agama akan memiliki moral yang terpuji dalam melakukan bisnis. Berdasarkan ini sebenarnya moral dalam berbisnis tidak akan bisa ditentukan dalam bentuk suatu peraturan (rule) yang ditetapkan oleh pihak-pihak tertentu. Moral harus tumbuh dari diri seseorang dengan pengetahuan ajaran agama yang dianut budaya dan dimiliki harus mampu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. b. Etika Dalam Dunia Bisnis

Page | 32

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

Apabila moral merupakan sesuatu yang mendorong orang untuk melakukan kebaikan etika bertindak sebagai rambu-rambu (sign) yang merupakan kesepakatan secara rela dari semua anggota suatu kelompok. Dunia bisnis yang bermoral akan mampu mengembangkan etika (patokan/rambu-rambu) yang menjamin kegiatan bisnis yang seimbang, selaras, dan serasi. Etika sebagai rambu-rambu dalam suatu kelompok masyarakat akan dapat membimbing dan mengingatkan anggotanya kepada suatu tindakan yang terpuji (good conduct) yang harus selalu dipatuhi dan dilaksanakan. Etika di dalam bisnis sudah tentu harus disepakati oleh orang-orang yang berada dalam kelompok bisnis serta kelompok yang terkait lainnya. Mengapa ? Dunia bisnis, yang tidak ada menyangkut hubungan antara pengusaha dengan pengusaha, tetapi mempunyai kaitan secara nasional bahkan internasional. Tentu dalam hal ini, untuk mewujudkan etika dalam berbisnis perlu pembicaraan yang transparan antara semua pihak, baik pengusaha, pemerintah, masyarakat maupun bangsa lain agar jangan hanya satu pihak saja yang menjalankan etika sementara pihak lain berpijak kepada apa yang mereka inginkan. Artinya kalau ada pihak terkait yang tidak mengetahui dan menyetujui adanya etika moral dan etika, jelas apa yang disepakati oleh kalangan bisnis tadi tidak akan pernah bisa diwujudkan. Jadi, jelas untuk menghasilkan suatu etika didalam berbisnis yang menjamin adanya kepedulian antara satu pihak dan pihak lain tidak perlu pembicaraan yang bersifat global yang mengarah kepada suatu aturan yang tidak merugikan siapapun dalam perekonomian. Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain ialah 1. Pengendalian diri Artinya, pelaku-pelaku bisnis dan pihak yang terkait mampu mengendalikan diri mereka masing-masing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. Disamping itu, pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang dan menekan pihak lain dan menggunakan keuntungan dengan jalan main curang dan menakan pihak lain dan menggunakan keuntungan tersebut walaupun keuntungan itu merupakan hak bagi pelaku bisnis,

Page | 33

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

tetapi penggunaannya juga harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya. Inilah etika bisnis yang "etis". 2. Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility) Pelaku bisnis disini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk "uang" dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan lebih kompleks lagi. Artinya sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Jadi, dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya. 3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi Bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan teknologi, tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi. 4. Menciptakan persaingan yang sehat Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas, tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah, dan sebaliknya, harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah kebawah, sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya. Untuk itu dalam menciptakan persaingan perlu ada kekuatan-kekuatan yang seimbang dalam dunia bisnis tersebut. 5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan" Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang, tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan dimasa mendatang. Berdasarkan ini jelas pelaku bisnis dituntut tidak meng-"ekspoitasi" lingkungan dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan lingkungan
Page | 34

kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit (sebagai contoh) karena persyaratan tidak bisa dipenuhi. Menghindari sifat 5K (Katabelece. saat sekarang sudah waktunya memberikan kesempatan kepada pihak menengah untuk berkembang dan berkiprah dalam dunia bisnis. 6. 8. Mampu menyatakan yang benar itu benar Artinya. Koneksi. jelas semua konsep etika bisnis itu akan "gugur" satu semi satu. sementara ada "oknum". Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah Untuk menciptakan kondisi bisnis yang "kondusif" harus ada saling percaya (trust) antara golongan pengusaha kuat dengan golongan pengusaha lemah agar pengusaha lemah mampu berkembang bersama dengan pengusaha lainnya yang sudah besar dan mapan. Juga jangan memaksa diri untuk mengadakan “kolusi" serta memberikan "komisi" kepada pihak yang terkait. 7. Mengapa? Seandainya semua ketika bisnis telah disepakati. kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi. Kongkalikong. baik pengusaha sendiri maupun pihak yang lain mencoba untuk melakukan "kecurangan" demi kepentingan pribadi. Kolusi dan Komisi) Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini. Page | 35 . Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut.M. AGUS SUDRAJAT S4309040 dan keadaan dimasa datang walaupun saat sekarang merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar. jangan menggunakan "katabelece" dari "koneksi" serta melakukan "kongkalikong" dengan data yang salah. manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara. Yang selama ini kepercayaan itu hanya ada antara pihak golongan kuat. 9.

namun mulai memerlukan modal dari kreditur. Profesi akuntan publik menghasilkan berbagai jasa bagi masyarakat. jasa akuntan publik mulai diperlukan dan berkembang. review. seperti "proteksi" terhadap pengusaha lemah. Kebutuhan tenaga dunia bisnis yang bermoral dan beretika saat sekarang ini sudah dirasakan dan sangat diharapkan semua pihak apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan globalisasi dimuka bumi ini. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya. yaitu jasa assurance. dan jasa nonassurance. jasa atestasi. serta optimis salah satu kendala dalam menghadapi tahun 2000 dapat diatasi. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan Hal ini untuk menjamin kepastian hukum dari etika bisnis tersebut. 11. pertimbangan orang yang independen dan kompeten tentang Page | 36 . kita yakin jurang itu akan dapat diatasi. AGUS SUDRAJAT S4309040 10. dan prosedur yang disepakati (agreed upon procedure).3 Perilaku Etika dalam Profesi Akuntansi Timbul dan berkembangnya profesi akuntan publik di suatu negara adalah sejalan dengan berkembangnya perusahaan dan berbagai bentuk badan hukum perusahaan di negara tersebut. pemeriksaan (examination). dan jika timbul berbagai perusahaan berbentuk badan hukum perseroan terbatas yang modalnya berasal dari masyarakat. 2. Jasa atestasi terdiri dari audit. Jika perusahaan-perusahaan di suatu negara berkembang sedemikian rupa sehingga tidak hanya memerlukan modal dari pemiliknya.M. jelas semua memberikan suatu ketentraman dan kenyamanan dalam berbisnis. Dari profesi akuntan publik inilah masyarakat kreditur dan investor mengharapkan penilaian yang bebas tidak memihak terhadap informasi yang disajikan dalam laporan keuangan oleh manajemen perusahaan. Jasa assurance adalah jasa profesional independen yang meningkatkan mutu informasi bagi pengambil keputusan. Jasa atestasi adalah suatu pernyataan pendapat. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati Jika etika ini telah memiliki oleh semua pihak.

seperti PT. tujuan untuk menentukan apakah laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar keadaan keuangan dan hasil usaha perusahaan atau organisasi tersebut. Contoh jasa nonassurance yang dihasilkan oleh profesi akuntan publik adalah jasa kompilasi. keyakinan negatif. Dari beberapa contoh kasus tersebut di atas. dan sebagai sarana untuk menentukan teknik monit oring kinerja (Deni. Tindakan earnings management telah menimbulkan beberapa kasus skandal pelaporan akuntansi dalam dunia bisnis. para pemegang saham dan stakeholders lainnya. Secara umum auditing adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan tentang kejadian ekonomi. dewan komisaris. Profesi akuntan publik bertanggung jawab untuk menaikkan tingkat keandalan laporan keuangan perusahaan-perusahaan. maka sangat relevan bila ditarik suatu pertanyaan tentang bagaimana efektivitas penerapan corporate governance. yang meliputi serangkaian hubungan anta ra manajemen perusahaan. dengan kriteria yang telah ditetapkan. ringkasan temuan. auditing adalah pemeriksaan secara objektif atas laporan keuangan suatu perusahaan atau organisasi yang lain dengan. Saunders dan Tehranian. Jasa nonassurance adalah jasa yang dihasilkan oleh akuntan publik yang di dalamnya ia tidak memberikan suatu pendapat. jasa perpajakan. jasa konsultasi. Page | 37 . Kimia Farma Tbk juga melibatkan pelaporan keuangan (financial reporting) yang berawal dari terdeteksi adanya manipulasi (Gideon. antara lain Enron. di Indonesia juga terjadi hal serupa. serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan. Selain itu. sehingga masyarakat keuangan memperoleh informasi keuangan yang andal sebagai dasar untuk memutuskan alokasi sumber-sumber ekonomi. 2005). Corporate governanace merupakan salah satu elemen kunci dalam meningkatkan efesiensi ekonomis. Merck. 2006). Ditinjau dari sudut auditor independen. dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan. AGUS SUDRAJAT S4309040 apakah asersi suatu entitas sesuai dalam semua hal yang material. 2004). Corporate governance juga memberikan suatu struktur yang memfasilitasi penentuan sasaran -sasaran dari suatu perusahaan. atau bentuk lain keyakinan. World Com dan mayoritas perusahaan lain di Amerika Serikat (Cornett. Khomsiyah dan Rika.M. Lippo Tbk dan PT. Marcuss.

(1998) dalam Pratana dan Mas’ud (2003) menyatakan bahwa investor institusional merupakan pihak yang dapat memonitor agen dengan kepemilikannya yang besar. sehingga kepentingan pemilik atau pemegang saham akan dapat disejajarkan dengan kepentingan manajer. Laporan audit baku terdiri dari tiga paragraf. makna setiap kalimat yang tercantum dalam laporan audit baku dapat digunakan untuk mengenal secara umum profesi akuntan publik. Paragraf lingkup berisi pernyataan ringkas mengenai lingkup audit yang dilaksanakan oleh auditor. kepemilikan saham oleh investor institusional.M. yaitu paragraf pengantar. melalui peran monitoring oleh dewan komisaris (board of directors) serta memaksimalkan fungsi komite audit yang ada dalam perusahaan. sehingga motivasi manajer untuk mengatur laba menjadi berku rang. 1976). AGUS SUDRAJAT S4309040 Perilaku manipulasi oleh manajer yang berawal dari konflik kepentingan tersebut dapat diminimumkan melalui suatu mekanisme monitoring yang bertujuan untuk menyelaraskan (alignment) berbagai kepenti ngan tersebut. Laporan Audit Laporan audit merupakan alat yang digunakan oleh auditor untuk mengkomunikasikan hasil auditnya kepada masyarakat. Moh’d et al. dan paragraf pendapat. dan paragraf pendapat berisi pernyataan ringkas mengenai pendapat auditor tentang kewajaran laporan keuangan auditan. Ketiga. berdasarkan kriteria prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia dan konsistensi penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam tahun yang diaudit dibanding dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut Page | 38 . Kedua. (1996) dan Beasly (1996) menemukan hubungan yang signifikan antara peran dewan komisaris denga n pelaporan keuangan. Oleh karena itu. Pertama. paragraf lingkup. Selain itu juga ditemukan bahwa ukuran dan independensi dewan komisaris mempengaruhi kemampuan mereka dalam memonitor proses pelaporan keuangan. Paragraf pengantar berisi objek yang diaudit oleh auditor dan penjelasan tanggung jawab manajemen dan tanggung jawab auditor. Dechow et al. dengan memperbesar kepemilikan saham perusahaan oleh manajemen (managerial ownership) (Jensen dan Meckling. Paragraf pendapat digunakan oleh auditor untuk menyatakan pendapatnya atas kewajaran laporan keuangan auditan.

M. yaitu auditor independen. 4. yaitu: 1. auditor menyatakan pendapat tidak wajar (adverse opinion). yaitu audit laporan keuangan. audit kepatuhan. dan audit operasional. Standar umum mengatur persyaratan pribadi auditor. Auditor independen adalah auditor profesional yang menjual jasanya kepada masyarakat umum. yaitu audit laporan keuangan. Kelompok standar ini mengatur keahlian dan pelatihan teknis yang harus dipenuhi agar seseorang memenuhi syarat untuk melakukan auditing. menentukan baik atau tidaknya penjagaan terhadap kekayaan organisasi. AGUS SUDRAJAT S4309040 dalam tahun sebelumnya. Tipe Audit dan Auditor Ada tiga tipe auditing. Ada empat kemungkinan pernyataan pendapat auditor. auditor menyatakan pendapat wajar dengan pengecualian (qualified opinion. Ada tiga tipe auditing. 3. auditor menyatakan tidak memberikan pendapat (disclaimer of opinion atau no opinion). terutama dalam bidang audit atas laporan keuangan yang disajikan oleh kliennya. dan auditor intern. auditor menyatakan pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion). 2. auditor pemerintah. Auditor pemerintah adalah auditor profesional yang bekerja di instansi pemerintah yang tugas pokoknya melakukan audit atas pertanggungjawaban keuangan yang disajikan oleh unit-unit organisasi dalam pemerintahan atau pertanggungjawaban keuangan yang ditujukan kepada pemerintah. Audit laporan keuangan adalah audit yang dilakukan oleh auditor Page | 39 . menentukan efisiensi dan efektivitas prosedur kegiatan organisasi. sikap mental independen yang harus dipertahankan oleh auditor dalam segala hal yang bersangkutan dengan pelaksanaan perikatannya. audit kepatuhan. dan audit operasional. Ada tiga tipe auditor menurut lingkungan pekerjaan auditing. serta menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh berbagai bagian organisasi. dan keharusan auditor menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama. Auditor intern adalah auditor yang bekerja dalam perusahaan (perusahaan negara maupun perusahaan swasta) yang tugas pokoknya adalah menentukan apakah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen puncak telah dipatuhi.

2.4 Etika Profesional Profesi Akuntan Publik Setiap profesi yang menyediakan jasanya kepada masyarakat memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya. Auditor intern adalah auditor yang bekerja dalam perusahaan (perusahaan negara maupun perusahaan swasta). yang tugas pokoknya adalah menentukan apakah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen puncak telah dipatuhi. kemudian disempurnakan dalam konggres IAI tahun Page | 40 . jika profesi tersebut menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan profesional yang dilakukan oleh anggota profesinya. AGUS SUDRAJAT S4309040 independen terhadap laporan keuangan yang disajikan oleh kliennya untuk menyatakan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut. Auditor pemerintah adalah auditor profesional yang bekerja di instansi pemerintah. auditor pemerintah. terutama dalam bidang audit atas laporan keuangan yang disajikan oleh kliennya. dan menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh berbagai bagian organisasi. (1) mengevaluasi kinerja. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik merupakan etika profesional bagi akuntan yang berpraktik sebagai akuntan publik Indonesia. menentukan efisiensi dan efektivitas prosedur kegiatan organisasi. menentukan baik atau tidaknya penjagaan terhadap kekayaan organisasi. dengan tujuan untuk. atau bagian daripadanya. Dalam konggresnya tahun 1973. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk pertama kalinya menetapkan kode etik bagi profesi akuntan Indonesia.M. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa akuntan publik akan menjadi lebih tinggi. dan auditor intern. Audit operasional merupakan review secara sistematik atas kegiatan organisasi. yang tugas pokoknya melakukan audit atas pertanggungjawaban keuangan yang disajikan oleh unit-unit organisasi dalam pemerintahan atau pertanggungjawaban keuangan yang ditujukan kepada pemerintah. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik bersumber dari Prinsip Etika yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. yaitu auditor independen. (2) mengidentifikasi kesempatan untuk peningkatan. (3) membuat rekomendasi untuk perbaikan atau tindakan lebih lanjut Ada tiga tipe auditor menurut lingkungan pekerjaan auditing. Audit kepatuhan adalah audit yang tujuannya untuk menentukan kepatuhan entitas yang diaudit terhadap kondisi atau peraturan tertentu. Auditor independen adalah auditor profesional yang menyediakan jasanya kepada masyarakat umum.

Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari akuntan diberikan dengan standar kinerja tertinggi. baik yang berpraktik sebagai akuntan publik. 2. dengan orientasi kepada kepentingan publik. Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian: (1) Prinsip Etika. dan terakhir tahun 1998. mencapai tingkat kinerja tertinggi. yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional Page | 41 . • Profesionalisme. Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi Aturan Etika. akuntansi dan review. Auditor independen adalah akuntan publik yang melaksanakan penugasan audit atas laporan keuangan historis yang menyediakan jasa audit atas dasar standar auditing yang tercantum dalam Standar Profesional Akuntan Publik. Masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan sistem informasi. (2) Aturan Etika.M. bekerja di lingkungan dunia usaha. pada instansi pemerintah.5 Aturan Etika Profesi Akuntansi IAI Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dimaksudkan sebagai panduan dan aturan bagi seluruh anggota. Diperlukan individu yang dengan jelas dapat diidentifikasikan oleh pemakai jasa Akuntan sebagai profesional di bidang akuntansi. Etika profesional yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dalam kongresnya tahun 1998 diberi nama Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia.1994. atestasi. Untuk mencapai tujuan terse but terdapat empat kebutuhan dasar yang harus dipenuhi: Kredibilitas. dan (3) Interpretasi Aturan Etika. • Kualitas Jasa. yang menyediakan berbagai jenis jasa yang diatur dalam Standar Profesional Akuntan Publik. Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa terdapat kerangka etika profesional yang melandasi pemberian jasa oleh akuntan. Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dijabarkan ke dalam Etika Kompartemen Akuntan Publik untuk mengatur perilaku akuntan yang menjadi anggota IAI yang berpraktik dalam profesi akuntan publik. Akuntan publik adalah akuntan yang berpraktik dalam kantor akuntan publik. AGUS SUDRAJAT S4309040 1981. maupun di lingkungan dunia pendidikan dalam pemenuhan tanggung-jawab profesionalnya. • Kepercayaan. . yaitu auditing. dan jasa konsultansi. 1986. Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi.

896 Page | 42 . Prinsip Etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota.205 p-value : 0. sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika. Diketahui : Variabel : Etika profesi B : 0. dan pihak-pihak berkepentingan lainnya. seperti juga dengan semua standar dalam masyarakat terbuka.528 VIF : 1. Kepatuhan Kepatuhan terhadap Kode Etik. AGUS SUDRAJAT S4309040 oleh anggota. apabila diperlukan.002 Tolerance : 0. HA: Etika profesi berpengaruh secara positif terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam proses audit laporan keuangan. tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya.233 t : 3. terhadap anggota yang tidak menaatinya. dan pada akhirnya oleh adanya mekanisme pemrosesan pelanggaran Kode Etik oleh organisasi. kepatuhan anggota juga ditentukan oleh adanya pemaksaan oleh sesama anggota dan oleh opini publik. sedangkan Aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota Himpunan yang bersangkutan. Di samping itu. Pernyataan Etika Profesi yang berlaku saat ini dapat dipakai sebagai Interpretasi dan atau Aturan Etika sampai dikeluarkannya aturan dan interpretasi baru untuk menggantikannya. Jika perlu. tergantung terutama sekali pada pemahaman dan tindakan sukarela anggota. anggota juga harus memperhatikan standar etik yang ditetapkan oleh badan pemerintahan yang mengatur bisnis klien atau menggunakan laporannya untuk mengevaluasi kepatuhan klien terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota.M.

01 (p=0. mempunyai staf / tenaga auditor yang profesional dan memiliki pengalaman yang cukup. menjaga kerahasiaan informasi / data yang diperoleh dan tidak dibenarkan memberikan informasi rahasia tersebut kepada yang tidak berhak. Pembocoran rahasia data / informasi klien kepada pihak ketiga secara sepihak merupakan tindakan tercela.002) seperti yang terlihat pada keterangan di atas sehingga hipotesis HA terbukti. menjalankan PSPM04-2008 tentang Pernyataan Beragam (Omnibus Statement) Standar Pengendalian Mutu (SPM) 2008 yang telah ditetapkan oleh Dewan Standar Profesional Akuntan Publik (DSPAP) Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Kedua. bebas dari kecurangan (fraud). Semakin tinggi ketaatan akuntan publik akan kode etik semakin baik pula pertimbangan tingkat materialitasnya dalam melaksanakan audit laporan keuangan. Para auditor tersebut harus mengikuti Pendidikan Profesi berkelanjutan (Continuing Profesion education) sebagai upaya untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang audit dan proses bisnis (business process). Kewajiban dan Larangan Akuntan Publik ♥ Kewajiban Terdapat 5 (lima) kewajiban Akuntan Publik dan KAP yaitu. Kelima. Pertama. 3. KKA tersebut merupakan perwujudan dari langkah-langkah audit yang telah Page | 43 . memiliki Kertas Kerja Audit (KKA) dan mendokumentasikannya dengan baik. karena auditor harus senantiasa mengikuti perkembangan bisnis dan profesi audit secara terus menerus.M. Terbuktinya hipotesis HA konsisten dengan hasil penelitian Agoes (2004) yang memberikan bukti empiris bahwa semakin tinggi akuntan publik metaati kode etik semakin baik pula pertimbangan tingkat materialitasnya. ketidakjujuran dan kelalaian serta menggunakan kemahiran jabatannya (due professional care) dalam menjalankan tugas profesinya. Hasil pengujian hipotesis HA menunjukkan bahwa etika profesi berpengaruh secara positif terhadap pertimbangan tingkat materialitas. Hal ini menjadi penting. organisasi profesi mensyaratkan pencapaian poin (SKP) tertentu dalam kurun / periode waktu tertentu. Keempat. terutama SPM Seksi 100 tentang Sistem Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik (SPM-KAP). Dalam rangka peningkatan kapabilitas auditor. AGUS SUDRAJAT S4309040 Hasil pengujian hipotesis HA terlihat pada koefisien etika profesi yang bernilai positif (0. Ketiga.233) dan signifikan pada p-value dibawah 0.

Kedua. keuangan dan manajemen. dan atau dokumen palsu atau yang dipalsukan untuk Page | 44 . apabila Akuntan Publik tidak dapat bertindak independen terhadap pemberi penugasan (klien). kecuali yang diperbolehkan seperti jabatan sebagai dosen perguruan tinggi yang tidak menduduki jabatan struktural dan atau komisaris atau komite yang bertanggung jawab kepada komisaris atau pimpinan usaha konsultansi manajemen. atau badan hukum lainnya. dilarang memberikan jasa audit umum atas laporan keuangan (general audit) untuk klien yang sama berturutturut untuk kurun waktu lebih dari 3 tahun. maka dilarang untuk memberikan jasa. Akuntan Publik juga dilarang merangkap jabatan yang tidak diperbolehkan oleh ketentuan perundang-undangan / organisasi profesi seperti sebagai pejabat negara. Ketiga. Pertama. mempekerjakan atau menggunakan jasa Pihak Terasosiasi yang menolak atau tidak bersedia memberikan keterangan yang diperlukan dalam rangka pemeriksaan terhadap Akuntan Publik dan KAP. apabila KAP tidak dapat bertindak independen. AGUS SUDRAJAT S4309040 dilakukan oleh auditor dan sekaligus berfungsi sebagai pendukung (supporting) dari temuan-temuan audit (audit evidence) dan opini laporan audit (audit report). memberikan jasa yang tidak berkaitan dengan akuntansi. Selain perdata. dapat menuntut ganti rugi secara perdata kepada Akuntan Publik maupun KAP. memberikan jasa audit umum (general audit) atas laporan keuangan untuk klien yang sama berturut-turut untuk kurun waktu lebih dari 5 (lima) tahun. Dan keempat. KKA sewaktu-waktu juga diperlukan dalam pembuktian suatu kasus di sidang pengadilan.M. KAP harus menjauhi 4 (empat) larangan. ♥ Larangan Akuntan Publik dilarang melakukan 3 (tiga) hal. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kolusi antara Akuntan Publik dengan klien yang merugikan pihak lain. Ketiga. pimpinan atau pegawai pada instansi pemerintah. Akuntan Publik dan KAP juga dapat dituntut dalam pelanggaran pidana yaitu. pertama memberikan pernyataan yang tidak benar. Tindakan Melawan Hukum Setiap pihak yang menderita kerugian sebagai akibat dari pelanggaran Akuntan Publik dan KAP dalam memberikan jasanya. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau swasta. Pertama. Sedangkan. memberikan jasa kepada suatu pihak. Kedua.

atau mengakibatkan kerugian pihak lain. Apabila Akuntan Publik atau KAP melanggar Standar Auditing (SA) dan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) dalam audit terhadap Laporan Keuangan suatu perusahaan (klien). Ketiga. Masalah keagenan timbul karena perbedaan kepentingan dan asimetri informasi antara pemegang saham dan manajemen serta pihak-pihak lain yang berkepentingan. 2003). Asimetri informasi juga menciptakan masalah adverse selection ketika investor tidak dapat melihat nilai ekonomi perusahaan yang benar. 1995). Selama masa pembekuan izin. KAP tersebut dilarang memberikan jasa akuntan. Kedua. Konsep ini melahirkan teori keagenan seperti yang dikemukakan oleh Jensen and Meckling (1976). yaitu dimensi teoritis-akademis dan praktik-historis (Tim BPKP. Selain itu. Berdasarkan dimensi teoritis-akademis CG muncul dari konsep awal adanya pemisahan antara financial provider (pemegang saham) dan manajemen. klien. keuangan. atau kelalaian dalam memberikan jasanya baik untuk kepentingan/ keuntungan Akuntan Publik. ataupun pihak lain atau mengakibatkan kerugian pihak lain. yang meliputi jasa atestasi yang termasuk audit umum atas laporan keuangan. klien. melakukan kecurangan (fraud). CORPORATE GOVERNANCE Hakikat corporate governance dapat ditelusuri melalui dua sisi. yang bersangkutan juga dilarang memberikan jasa audit lainnya serta jasa yang berkaitan dengan akuntansi. jasa pemeriksaan atas laporan keuangan prospektif dan jasa pemeriksaan atas pelaporan informasi keuangan proforma.M. manajemen. ketidakjujuran. ataupun pihak lain. kompilasi. AGUS SUDRAJAT S4309040 mendapatkan dan atau memperbarui izin akuntan publik. dan konsultasi sesuai dengan kompetensi Akuntan Publik dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. perpajakan. Informasi tidak sempurna mengenai kualitas manajemen dan nilai ekonomi perusahaan menghasilkan risiko keagenan lebih besar yang dibebankan pada pemegang saham. Asimetri informasi menciptakan masalah bahaya moral (moral hazard) ketika manager mempunyai insentif untuk mengejar kepentingannya sendiri atas biaya pemegang saham. Page | 45 . serta ketidakmampuan menulis kontrak yang lengkap untuk seluruh agen/kelompok (Hart. maka Pemerintah dapat mencabut izin praktik KAP tersebut melalui Keputusan Menteri Keuangan. menghancurkan dan atau menghilangkan kertas kerja dan atau dokumen lain yang berkaitan dengan pemberian jasanya untuk kepentingan/keuntungan KAP.

1998). Berdasarkan dimensi praktis-historis. berbagai peristiwa yang dialami dunia bisnis baik di luar negeri maupun di dalam negeri telah mendorong praktik corporate governance yang baik. Pembuat peraturan menghadapi dua pilihan yaitu membuat prinsip atau peraturan corporate governance. 2002). 2004) dan menata hubungan antara semua pihak agar kepentingannya dapat terakomodasi secara seimbang. Alat yang digunakan untuk mengurangi perilaku self-serving dan memperbaiki akuntabilitas tidak dapat efisisen. pemerintah atau self-regulation seperti NYSE. Terminologi corporate governance muncul sebagai alat.M. 2005). Intraksi kepentingan yang tertata dalam suatu perusahaan juga memerlukan niat. Peristiwa tersebut adalah stock market crash pada tahun 1929 di Amerika Serikat. NASD atau BEJ. krisis keuangan Saving & Loan. integritas upaya yang sungguh-sungguh dan kemauan dari seluruh penyelenggara perusahaan Tujuan mengecek perilaku self-serving adalah untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. membatasi perilaku opportunistic manager. kepercayaan. Apalagi di Indonesia terbukti penerapannya secara signifikan tidak mengurangi manipulasi laba yang dilakukan oleh menajemen (Sulistyanto dan Nugraheni. AGUS SUDRAJAT S4309040 Investor rasional meminta premium karena menanggung risiko keagenan. 2004). 2004). Ada tiga tantangan fundamental yang saat ini dihadapi oleh pembuat peraturan publik (Coglianese dkk. jika alat tersebut menghambat perbaikan kinerja perusahaan. memperbaiki kualitas informasi perusahaan (Asbahbaugh. Tantangan kedua adalah bagaimana mengaturnya. Semua pilihan ada kelebihan dan kekurangannya. mekanisme dan struktur yang dipakai untuk mengecek perilaku managerial yang selfserving/menguntungkan diri sendiri (John dan Senbet. Tantangan ketiga adalah bagaimana caranya agar prinsip atau peraturan tersebut dilaksanakan. demokratisasi di berbagai negara dan krisis di Asia pada awal tahun 1997. yang secara efektif meningkatkan biaya modal perusahaan (Asbahbaugh. Sampel yang diambil sebanyak 24 perusahaan non lembaga yang masuk dalam daftar Corporate Page | 46 . Analisis yang lebih mendalam perlu dilakukan untuk memilih berbagai alternatif tersebut agar penerapan corporate governance dapat mencapai tujuannya. Pertama adalah siapa yang seharusnya membuat peraturan. skandal Bank of Credit and Commerce International.. (Tim BPKP. Keberhasilan dari praktik corporate governance perusahaan publik tidak terlepas dari adanya sebuah peraturan.

Page | 47 . 2005). The Forum for corporate governance in Indonesia (FCGI) dan Tim Corporate Governance BPKP. struktur. integritas dan independensi (Swasembada. peran pihak berkepentingan lainnya. Malaysian High Level Committee on Corporate Governance. pasar untuk kontrol perusahaan dan lainnya. Kedua perspektif tersebut perlu dipertimbangkan ketika ada usaha untuk menciptakan struktur dan prosedur governance yang mengarah ke perbaikan kinerja. Kedua. Sembilan dimensi corporate governance yang menjadi acuan penilaian yang dilakukan oleh IICG meliputi komitmen terhadap tata kelola perusahaan. AGUS SUDRAJAT S4309040 Governance Perception Index (CGPI) dan mempunyai laporan keuangan lengkap untuk periode 1999-2000 Corporate Governance dan Good Corporate Governance Selain OECD dan The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) beberapa organisasi baik nasional maupun internasional telah berusaha mengembangkan konsep corporate governance. komitekomite fungsional. Pertama monitoring terhadap kinerja manajemen dan meyakinkan akuntabilitas manajemen terhadap pemegang saham yang menekankan pertanggungjawaban dan dimensi akuntabilitas dari corporate governance. IICG mendefinisikan corporate governance sebagai proses dan struktur yang diterapkan dalam menjalankan perusahaan dengan tujuan utama meningkatkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders yang lain. transparansi. dewan direksi. tata kelola dewan komisaris.M. perlakuan terhadap pemegang saham. auditing. eksekutif dengan gaji berbasis insentif . Kerangka corporate governance yang efektif harus melibatkan seperangkat aktivitas multi-faceted yang melibatkan investor institusional. board committees. mekanisme dan proses governance yang memotivasi perilaku manajerial untuk meningkatkan kemakmuran bisnis dan perusahaan. dewan direksi insider dan outsider. Organisasi-organisasi tersebut antara lain Bank Dunia. Berdasarkan argumen yang dikembangkan oleh Keasey dan Wright (1993) corporate governance dipandang mempunyai dua dimensi besar. Corporate governance yang efektif dapat meningkatkan probabilitas bahwa manager berinvestasi dalam proyek-proyek yang mempunyai net present value positif.

struktur proses dan prinsip yang dimiliki. 2000). Manajemen bertanggung jawab atas (a) persiapan. dan fungsi-fungsi audit. bertanggung jawab untuk melakukan audit secara independen atas laporan keuangan konsolidasi berdasarkan standar auditing yang berlaku umum dan menyatakan pendapat atas laporan keuangan konsolidasi berdasarkan audit mereka. Anggota Komite Audit tidak harus akuntan profesional atau auditor. nilai-nilai perusahaan serta kode etik disusun untuk memastikan adanya kepatuhan seluruh jajaran perusahaan. terdapat kebijakan untuk menghindari benturan kepentingan dan transaksi dengan pihak ketiga yang tidak tepat. risiko perusahaan dikelola dengan baik dan terdapat sistem pengendalian dan monitoring yang baik (PriceWaterhouse Coopers. ). Perusahaan dengan corporate governance yang baik akan dapat meningkatkan nilai perusahaan bagi pemegang saham. Good corporate governance (GCG) merupakan praktek terbaik yang biasa dilakukan oleh suatu perusahaan yang berhasil yang mengacu pada bauran antara alat. dan fungsi para anggota tidaklah ditujukan untuk menduplikasi atau untuk mengesahkan Page | 48 . (b) prinsip-prinsip pelaporan akuntansi dan keuangan. GCG merupakan syarat bagi perusahaan untuk mendapatkan kepercayaan bagi investor di pasar modal. misi dan strategi perusahaan dinyatakan secara jelas. KOMITE AUDIT TUGAS KOMITE ADIT Komite Audit bertugas mewakili dan membantu Dewan Direksi untuk mengawasi proses pelaporan akuntansi dan keuangan. 2004). Praktek terbaik ini mencakup praktik bisnis. 2003) serta mendorong perusahaan melakukan penciptaan nilai yang diproksi dengan kinerja masa depan (Kelley dkk. audit laporan keuangan dan pengendalian internal. Kantor akuntan publik independen. dan integritas laporan keuangan.M. aturan main. Hal ini karena visi. penyajian. mekanisme dan struktur yang menyediakan kontrol dan akuntabilitas yang dapat meningkatkan economic enterprises dan kinerja perusahaan (Tim BPKP. (c) pengendalian internal dan prosedur organisasi yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan serta hukum dan peraturan yang berlaku. AGUS SUDRAJAT S4309040 Perusahaan yang better-governed mempunyai kinerja operasional yang lebih baik (Brown dan Caylor. yang ditunjuk untuk memeriksa organisasi.

TANGGUNG JAWAB Komite Audit: 1. Penunjukan anggota Komite. Bertanggung jawab langsung atas penunjukan. bilamana perlu. penggantian. Page | 49 . termasuk penunjukan Ketua Komite dan para anggota Komite sebagai "ahli keuangan Komite Audit". KEANGGOTAAN Komite Audit terdiri dari minimal dua Direktur yang ditetapkan oleh Dewan sesuai dengan ketentuan Organisasi mengenai independensi dan latar belakang finansial. ditambah Ketua Dewan dan Direktur Eksekutif. dan pengawasan atas pekerjaan auditor independen. Auditor independen akan melpor langsung kepada Komite Audit. AGUS SUDRAJAT S4309040 aktivitas manajemen dan auditor independen. dan memberikan nasihat dan arahan umum. 2. melakukan penilaian atas independensi auditor tersebut. akan dilakukan satu tahun sekali oleh Ketua Dewan. dan. keduanya tanpa pemungutan suara. keuangan. kepada manajemen dan para auditor atas dasar informasi yang diterimanya.M. Mayoritas anggota Komite Audit haruslah merupakan anggota Dewan. dan akuntansi. Komite Audit adalah perpanjangan tangan Dewan yang bertugas untuk mengawasi hubungan dengan auditor independen. Meninjau dan mendiskusikan pernyataan auditor independen mengenai segala hubungan antara auditor dan perwakilan atau hubungan lainnya yang mungkin dapat mempengaruhi independensi auditor. Menetapkan kebijakan dan prosedur untuk pemeriksaan dan memberikan persetujuan Komite atas semua jasa audit dan jasa non-audit yang diperbolehkan (termasuk biaa dan persyaratan yang terkait) yang dapat dilakukan oleh auditor independen. bahkan Komite tidak ditujukan untuk menyatakan "independensi" auditor independen menurut peraturan yang berlaku. serta pengalaman anggota Komite masing-masing dalam hal bisnis. 3. berdasarkan tinjauan tersebut. kompensasi. sebagaimana diatur dalam piagam ini. hasil diskusi dengan auditor.

termasuk cabang-cabang jika menggunakan perlakuan alternatif tersebut. 10. Meninjau dan mendiskusikan dengan auditor independen: (a) rencana dan prosedur audit. bukan hanya hal-hal yang dapat diterima. dari prinsip-prinsip akuntansi organisasi dan hal-hal yang perlu didiskusikan dengan Komite di bawah prinsip akuntansi yang berlaku umum. termasuk ruang lingkup audit. Meninjau hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas komplians korporat Organisasi Page | 50 . Meninjau dan mendiskusikan dengan manajemen resiko-resiko finansial yang besar dan langkah-langkah yang telah diambil manajemen untuk memonitor dan mengendalikan resiko tersebut. Meninjau dan mendiskusikan dengan manajemen dan auditor independen (a) kecukupan dan efektivitas pengendalian internal Organisasi (termasuk semua kekurangan signifikan dan perubahan signifikan dalam pengendalian internal yang dilaporkan kepada Komite oleh auditor independen atau manajemen).M. 7. Meninjau informasi yang akan dilaporkan ke Internal Revenue Service (kantor pajak) melalui formulir isian pajak tahunan Form 990. dan (c) kecukupan dan efektivitas atas pengendalian dan prosedur pengungkapan Organisasi. 8. AGUS SUDRAJAT S4309040 4. 6. Meninjau dan mendiskusikan bersama manajemen dan auditor independen berbagai topik dan peristiwa yang mungkin memiliki pengaruh finansial yang signifikan terhadap Organisasi atau yang menjadi subyek diskusi antara Manajemen dan auditor independen. Meninjau bersama auditor independen atas pendapatnya mengenai kualitas. biaya dan lamanya audit. 11. (b) alternatif perlakuan akuntansi dalam PABU yang berkaitan dengan hal-hal material yang telah didiskusikan dengan manajemen. dan (b) hasil pelaksanaan audit tahunan dan surat manajemen yang berkaitan. serta laporan manajemen yang berkaitan. (b) prosedur-prosedur audit internal Organisasi. dan (c) semua komunikasi tertulis material lainnya antara auditor independen dan manajemen. dan perlakuan akuntansi yang disarankan oleh auditor independen. 9. 5. Meninjau dan mendiskusikan laporan auditor independen mengenai (a) semua kebijakan dan praktek akuntansi yang penting yang harus diaplikasikan.

dan kepatuhan kerahasiaan oleh karyawan yang berkenaan dengan pemborosan. Menetapkan kebijakan-kebijakan untuk merekrut karyawan dan mantan karyawan dari auditor independen. Memastikan tersedianya prosedur-prosedur untuk penerimaan. dan pelanggaran. penyalahgunaan.M. akuntansi. 14. dan merekomendasikan perubahan yang diperlukan kepada Dewan Pengawas. Ketua Komite Audit dapat dihubungi secara langsung oleh auditor independen (1) untuk meninjau hal-hal sensitif yang mungkin mempengaruhi akurasi pelaporan keuangan atau (2) mendiskusikan isu-isu signifikan yang berkaitan dengan tanggung jawab Dewan secara keseluruhan yang mungkin telah dikomunikasikan dengan manajemen namun. RAPAT DAN PROSES Komite Audit dapat mengadakan pertemuan secara periodik sebagaimana ditetapkan oleh Komite Audit sendiri. dan konsultasi independen lainnya. 15. Komite Audit memiliki otoritas untuk meminta jasa pengacara. pengendalian internal akuntansi. Menyajikan laporan aktivitas Komite untuk dimasukkan di dalam notulen Dewan. yang harus dilaporkan kepada atau diratifikasi oleh Komite sebagaimana arahan Komite. menunjuk satu atau lebih dari para anggotanya untuk melakukan tugas-tugas tertentu atas nama Komite. Ketua Komite Audit wajib melaporkan aktivitas Komite Audit kepada Dewan. mungkin memerlukan tindak lanjut oleh Komite Audit. Page | 51 . Jika dibutuhkan. kecurangan. Komite Audit melaksanakan pemeriksaan internal tahunan yang ditujukan untuk perbaikan terus menerus. dan perlakuan atas kelihan-keluhan yang diterima oleh Organisasi mengenai keraguan akuntansi. sebagaimana diperlukan untuk mendukung tugas-tugasnya. menurut penilaian mereka. atau masalah-masalah auditing. Komite dapat mengadakan sesi pertemuan eksekutif dengan auditor independen dan manajemen Organisasi secara periodik. Komite Audit memiliki otoritas tunggal untuk menyetujui biaya terkait dan hak yang berkaitan. AGUS SUDRAJAT S4309040 12. dan setahun sekali meninjau dan menilai kembali piagam pendiriannya. penyimpanan. 13.

”Merupakan suatu kewajiban bagi kita untuk bekerja lembur selama beberapa jam dengan mengambil waktu pribadi kita sendiri untuk memastikan bahwa kita bekerja sesuai dengan budget.termasuk Bryan.istirahat makan siang yang singkat. khusunya di dalam kategori sikap kerja sama.” Bryan mengingat kembali manual kebijakan perusahaan yang membahasa tentang jam kerja dan mengingat bahwa bila tidak mencatat jam kerja kita di dalam laporan waktu kerja merupakan suatu pelanggaran pada kebijakan ketenagakerjaaan Barton & Barton. ketika membahas masalah ini dengan Martha. sementara staf dibayar dengan jumlah waktu lemburnya tetapi tidak menerima bonus. Martha berkata. Ia berminat untuk menjadi manajer audit perusahaan kita di masa yang akan datang. dan seorang auditor yunior lainnnya yang lebih berpengalaman dari Bryan.Kita dapat menyelesaikan hal ini dengan mudah yaitu dengan cara datang lebih pagi setengah jam.M. Pada saat makan siang hari pertama. Para rekanan beranggapan bahwa ia sangat luar biasa karena pekerjaannya selalu selesai dibawah budget yang ditetapkan. tidak dengan waktu lemburnya. Martha Mills. Beberapa auditor senior lainnya melakukan praktek-praktek yang sama. Ia mengharagai kita dengan memberi kita evaluasi penugasan yang baik. Charles. Bgaimanapun audit ini sangat tidak menguntungkan. Selanjutnya. Terdapat tiga aauditor yang ditugaskan untuk melakakan audit ini.” Page | 52 .Saat ini ia ditugaskan untuk melakukan audit pada Reyon Manufacturing Company di bawah supervisi Charles Dickerson. dan kita tidak ingin membuat perusahaan kita susah dengan bekerja di atas budget yang telah ditetapkan. Kita hanya tidak ingin mencatat waktu tersebut di dalam laporan waktu kerja kita. AGUS SUDRAJAT S4309040 ARTIKEL KASUS ETIKA PROFESI AUDITOR Bryan Longview telah bekerja selama 6 bulan sebagai seorang auditor yunior pada KAP Barton & Barton. Ia pun mengetahui bahwa para senior dibayar dengan bonus. seorang senior auditor yang berpengalaman. “Charles melakukan hal ini dalam semua penugasannya. serta bekerja lebih lama sebanyak satu jam atau lebih setelah waktu waktu pulang normal. Charles berkata.

Evaluasi kinerja akan terpengaruh pula. Barton & Barton • • Kebijakan tertulis perusahaan telah dilanggar. AGUS SUDRAJAT S4309040 Terdapat tiga fakta-fakta kunci dalam situasi ini yang berkaitan dengan isu etika dan bagaimana kemungkinan penyelesaian isu tersebut : 4. Jam kerja akan terpengaruh. 5. 6. PERTANYAAN : • Isu etika dalam situasi ini yaitu apakah merupakan suatu hal yang etis bagi Bryan untuk bekerja selama berjam-jam dan tidak mencatatkannya sebagi jam kerja dalam situasi ini? • Siapa yang dipengaruhi dan bagaimana cara setiap orang terpengaruh ? PENYELESAIAN : Bryan • • • • • Diminta melanggar kebijakan perusahaan. Staf yunior telah diinformasikan bahwa ia akan bekerja tanpa mencatatkannya sebagai jam kerja.M. Sikapnya terhadap perusahaan barangkali terpengaruh pula. Pembayaran upah terpengaruh. Jam kerja terpengaruh. Dapat mengakibatkan berkurangnya nilai kontrak yang harus ditagih kepada klien atas penugasan yang sedang berlangsung maupun yang akan datang. Page | 53 . Kebijakan perusahaan melarang praktek tersebut. Karyawan tingkat yunior lain mengatakan bahwa hal ini adalah praktek yang umum berlangsung dalam perusahaan. Charles • • Kesuksesan penugasan dan perusahaan mungkin akan terpengaruh. Martha Sama seperti Bryan.

ini memilki suatu konsekuensi yang potensial. Mayoritas dari kita akan Page | 54 . Alternatif-alternatif yang tersedia bagi Bryan. Bryan dapat memutuskan bahwa konsekuensi yang relevan hanyalah pengaruh potensial bagi karirnya. Dapat mempengaruhi kemampuan perusahaaan untuk memotivasi dan mempertahankan karyawan. TINDAKAN YANG TEPAT Hanya Bryan seorang yang dapat memutuskan alternatif yang tepat untuk dilakukan pada situasi yang ada. Menolak untuk bekerja dalam penugasan tersebut. • • • Berbicara dengan manajer atau rekanan tentang pemintaan Charles tersebut. Melakukannya sesuai dengan permintaan. Staf lainnya di perusahaan yang bersangkutan Mengikuti praktek yang berlaku dalam penugasan ini dapat memotivasi staf lain untuk mengikuti praktek yang sama dalam berbagi penugasan yang lainnya.M. Mengundurkan diri dari perusahaan. • Staf yang ditugaskan pada Reyon Manufacturing di masa mendatang • • • Dapat mengakibatkan dibuatnya budget waktu yang tidak realisitis. tentunya setelah ia mempertimbangkan nilai-nilai etika yang dianutnya serta kemungkinan konsekuensi yang akan dihadapi dalam setiap alternatif itu. Dapat menimbulkan tekanan untuk tetap melakukan praktek-praktek tidak didasarkan pada jam pembebanan kerja atas klien. Dapat mengakibatkan evaluasi atas waktu kinerja yang tidak memuaskan. Memberitahukan Charles bahwa ia tidak bersedia untuk bekerja lembur atau akan membebankan tambahan jam kerja tersebut dalam nilai penagihan untuk penugasan ini. Masing-masing alternatif kemungkinan yang paling buruk adalah dipecat oleh perusahaan. Secara ekstrim. AGUS SUDRAJAT S4309040 • Dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan membuat budget dan penagihan yang realisitis kepada klien. • • • Menolak untuk bekerja lembur.

Sebagian besar masyarakat akan menganggap bahwa suatu reaksi ekstrim atas hal ini sebagai suatu kenaifan. Dalam setiap penugasan yang diberikan. Page | 55 . seperti kolusi (collusion) dengan klien atau menutupi terjadinya tindak kecurangan (fraud) yang sangat merugikan berbagai pihak. Akuntan Publik dan KAP agar menghindarkan diri dari tindakan tercela. AGUS SUDRAJAT S4309040 menyimpulkan bahwa Bryan adalah seseorang yang tidak beretika jika ia mengikuti praktek tersebut. Bryan dapat memutuskan untuk menolak bekerja bagi sebuah perusahaan yang memperbolehkan dilanggarnya kebijakan perusahaan bahkan jika pelanggaran tersebut dilakukan oleh seorang supervisor.Simpulan Mengingat profesi akuntan publik sangat penting perannya dalam dunia bisnis di Indonesia. Akuntan Publik harus selalu bersikap independen dan menggunakan kemahiran jabatannya secara profesional (due professional care).M. maka Akuntan Publik harus selalu menjaga integritas (integrity) dan profesionalisme melalui pelaksanaan standar dan kode etik profesi secara konsekuen dan konsisten. 4. Pada sisi ekstrim lainnya.

organisasi pemeriksa harus memiliki prosedur rekrutmen. PERSYARATAN KEMAMPUAN/KEAHLIAN Pernyataan standar umum pertama adalah: “Pemeriksa secara kolektif harus memiliki kecakapan profesional yang memadai untuk melaksanakan tugas pemeriksaan”. serta pengendalian mutu hasil pemeriksaan. standar umum ini harus diikuti oleh semua pemeriksa dan organisasi pemeriksa yang melakukan pemeriksaan berdasarkan Standar Pemeriksaan. pengangkatan. pengembangan berkelanjutan. Kredibilitas sangat diperlukan oleh semua organisasi pemeriksa yang melaksanakan pemeriksaan yang diandalkan oleh para pejabat entitas dan pengguna hasil pemeriksaan lainnya dalam mengambil keputusan. Dengan demikian. Standar umum ini berkaitan dengan kemahiran profesional persyaratan kemampuan/ keahlian pemeriksa. AGUS SUDRAJAT S4309040 PERTEMUAN 5 STANDAR UMUM PENGANTAR Pernyataan melaksanakan Standar Pemeriksaan ini mengatur standar umum untuk dan pemeriksaan keuangan. Standar umum ini memberikan kerangka dasar untuk dapat menerapkan standar pelaksanaan dan standar pelaporan secara efektif yang dijelaskan pada pernyataan standar berikutnya. Oleh karena itu. pemeriksaan dengan tujuan tertentu.M. Standar umum ini berkaitan dengan ketentuan mendasar untuk menjamin kredibilitas hasil pemeriksaan. keahlian. pemeriksaan kinerja. Dengan Pernyataan Standar Pemeriksaan ini semua organisasi pemeriksa dan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap pemeriksaan dilaksanakan oleh para pemeriksa yang secara kolektif memiliki pengetahuan. pelaksanaan secara cermat dan seksama dalam pelaksanaan dan pelaporan hasil pemeriksaan. dan merupakan hal yang diharapkan oleh publik dari informasi yang disajikan oleh pemeriksa. pengalaman yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas tersebut. independensi organisasi pemeriksa dan pemeriksa secara individual. dan evaluasi atas pemeriksa untuk membantu yang memiliki Page | 56 organisasi pemeriksa dalam mempertahankan pemeriksa .

Sedikitnya 24 jam dari 80 jam pendidikan tersebut harus dalam hal yang berhubungan langsung dengan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara di lingkungan pemerintah atau lingkungan yang khusus dan unik di mana entitas yang diperiksa beroperasi. prinsip akuntansi. seperti administrasi negara. analisis laporan keuangan. Organisasi pemeriksa bertanggung jawab untuk memastikan bahwa pemeriksa memenuhi persyaratan pendidikan berkelanjutan tersebut dan harus menyelenggarakan dokumentasi tentang pendidikan yang sudah diselesaikan.M. ilmu ekonomi. prinsip manajemen atau supervisi. disain dan metodologi pemeriksaan. pemeriksaan atas sistem informasi. Sedikitnya 20 jam dari 80 jam tersebut harus diselesaikan dalam 1 tahun dari periode 2 tahun. dan analisis data. keuangan. Page | 57 teknik. seperti: perkembangan mutakhir dalam metodologi dan standar pemeriksaan. Suatu organisasi pemeriksa dapat menggunakan pemeriksanya sendiri atau pihak luar yang memiliki pengetahuan. ilmu sosial. dan teknologi informasi. keahlian. manajemen keuangan. statistik. teknik industri. setiap 2 tahun harus menyelesaikan paling tidak 80 jam pendidikan yang secara langsung meningkatkan kecakapan professional pemeriksa untuk melaksanakan pemeriksaan. Persyaratan kemampuan tersebut berlaku bagi organisasi pemeriksa secara keseluruhan. ilmu ekonomi. Persyaratan Pendidikan Berkelanjutan Pemeriksa yang melaksanakan pemeriksaan menurut Standar Pemeriksaan harus memelihara kompetensinya melalui pendidikan profesional berkelanjutan. Oleh karena itu. hukum. Pendidikan profesional berkelanjutan dimaksud dapat mencakup topik. Pendidikan dimaksud dapat juga mencakup topik tentang pekerjaan pemeriksaan di lapangan. Sifat. teknologi informasi. struktur dan kebijakan pemerintah. . ilmu sosial. disain evaluasi. administrasi negara. atau ilmu aktuaria. penilaian atas pengendalian intern. sampling pemeriksaan. setiap pemeriksa yang melaksanakan pemeriksaan menurut Standar Pemeriksaan. AGUS SUDRAJAT S4309040 kompetensi yang memadai. seperti akuntansi. luas dan formalitas dari proses tersebut akan tergantung pada berbagai faktor seperti jenis pemeriksaan. statistik. dan tidak dengan sendirinya harus berlaku bagi pemeriksa secara individu. struktur dan besarnya organisasi pemeriksa. atau pengalaman di bidang tertentu.

Page | 58 berkomunikasi secara jelas dan efektif. tetapi tidak diharuskan untuk memenuhi persyaratan pendidikan berkelanjutan di atas. Keterampilan maupun tulisan. dan kegiatan yang diperiksa (obyek pemeriksaan). c. keahlian dan pengalaman untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam pemeriksaan yang dilaksanakan. d. 4) Apabila pemeriksaan menggunakan metode pemeriksaan yang sangat khusus seperti penggunaan instrumen pengukuran yang sangat rumit. 2) Apabila pemeriksaan memerlukan reviu yang luas terhadap suatu sistem informasi. pemeriksa yang menggunakan hasil pekerjaan tenaga ahli intern dan ekstern harus yakin bahwa tenaga ahli tersebut memenuhi kualifikasi dalam bidang keahlian mereka dan harus mendokumentasikan keyakinan tersebut. Akan tetapi. maka dalam tim pemeriksa harus ada pemeriksa yang mempunyai keterampilan di bidang sampling statistik. 3) Apabila pemeriksaan meliputi reviu atas data teknik yang rumit. AGUS SUDRAJAT S4309040 Tenaga ahli intern dan ekstern yang membantu pelaksanaan tugas pemeriksaan menurut Standar Pemeriksaan harus memiliki kualifikasi atau sertifikasi yang diperlukan dan berkewajiban untuk memelihara kompetensi profesional dalam bidang keahlian mereka. program. Pengetahuan tentang Standar Pemeriksaan yang dapat diterapkan terhadap jenis pemeriksaan yang ditugaskan serta memiliki latar belakang pendidikan.M. misalnya: 1) Apabila pemeriksaan dimaksud memerlukan penggunaan sampling statistik. b. maka tim pemeriksa perlu melibatkan tenaga ahli di bidang tersebut. Keterampilan yang memadai untuk pemeriksaan yang dilaksanakan. Pengetahuan umum tentang lingkungan entitas. Persyaratan Kemampuan/Keahlian Pemeriksa Pemeriksa yang ditugasi untuk melaksanakan pemeriksaan menurut Standar Pemeriksaan harus secara kolektif memiliki: a. maka dalam tim pemeriksa harus ada pemeriksa yang mempunyai keahlian di bidang pemeriksaan atas teknologi informasi. baik secara lisan .

organisasi pemeriksa dan para pemeriksanya bertanggung jawab untuk dapat mempertahankan independensinya sedemikian rupa. maka tim pemeriksa perlu melibatkan tenaga ahli di bidang tersebut. ekstern. ekstern.M. pertimbangan atau rekomendasi dari hasil pemeriksaan yang dilaksanakan tidak memihak dan dipandang tidak memihak oleh pihak manapun. INDEPENDENSI Pernyataan standar umum kedua adalah: “Dalam semua hal yang berkaitan dengan pekerjaan pemeriksaan. yaitu gangguan pribadi. dan organisasi yang dapat mempengaruhi independensinya”. Dengan pernyataan standar umum kedua ini. Apabila satu atau lebih dari gangguan independensi tersebut mempengaruhi kemampuan pemeriksa secara individu dalam melaksanakan tugas pemeriksaannya. Pemeriksa yang berperan sebagai penanggung jawab pemeriksaan keuangan harus memiliki sertifikasi keahlian yang diakui secara profesional. dan atau organisasi. sehingga pendapat. maka pemeriksa tersebut harus menolak penugasan pemeriksaan. simpulan. Pemeriksa harus menghindar dari situasi yang menyebabkan pihak ketiga yang mengetahui fakta dan keadaan yang relevan menyimpulkan bahwa pemeriksa tidak dapat mempertahankan independensinya sehingga tidak mampu memberikan penilaian yang obyektif dan tidak memihak terhadap semua hal yang terkait dalam pelaksanaan dan pelaporan hasil pemeriksaan. Dalam keadaan pemeriksa yang karena suatu hal tidak dapat menolak penugasan pemeriksaan. AGUS SUDRAJAT S4309040 estimasi aktuaria atau pengujian analisis statistik. Pemeriksa yang melaksanakan pemeriksaan keuangan harus memiliki keahlian di bidang akuntansi dan auditing. organisasi pemeriksa dan pemeriksa. harus bebas dalam sikap mental dan penampilan dari gangguan pribadi. Pemeriksa perlu mempertimbangkan tiga macam gangguan terhadap independensi. Page | 59 . serta memahami prinsip akuntansi yang berlaku umum yang berkaitan dengan entitas yang diperiksa. Pemeriksa yang ditugaskan untuk melaksanakan pemeriksaan keuangan secara kolektif harus memiliki keahlian yang dibutuhkan serta memiliki sertifikasi keahlian yang berterima umum.

AGUS SUDRAJAT S4309040 gangguan dimaksud harus dimuat dalam bagian lingkup pada laporan hasil pemeriksaan. penilai. menurut Standar pemeriksa harus memberlakukan ketentuan independensi Pemeriksaan kepada tenaga ahli dan memperoleh representasi dari tenaga ahli tersebut mengenai independensi tenaga ahli. insinyur.M. pemeriksa harus memperlakukan tenaga ahli tersebut seperti anggota tim pemeriksaan sehingga perlu menilai kemampuan tenaga ahli tersebut untuk melaksanakan sebagian pekerjaan pemeriksaan dan melaporkan hasilnya secara tidak memihak. profesi medis. dan geologi. Pemeriksa bertanggung jawab untuk memberitahukan kepada pejabat yang berwenang dalam organisasi pemeriksanya apabila memiliki gangguan pribadi terhadap independensi. Dalam melakukan penilaian ini. Tenaga ahli yang dimaksud dalam pernyataan ini meliputi tapi tidak terbatas pada aktuaris. ahli statistik. Apabila tenaga ahli memiliki gangguan terhadap independensi. Gangguan pribadi yang disebabkan oleh suatu hubungan dan pandangan pribadi mungkin mengakibatkan pemeriksa membatasi lingkup pertanyaan dan pengungkapan atau melemahkan temuan dalam segala bentuknya. Gangguan pribadi dari pemeriksa secara individu meliputi antara lain: a. konsultan lingkungan. atau semenda sampai dengan derajat kedua dengan jajaran manajemen entitas atau program yang diperiksa atau sebagai pegawai dari entitas yang diperiksa. pengacara. Memiliki hubungan pertalian darah ke atas. Organisasi pemeriksa perlu memperhatikan gangguan pribadi terhadap independensi petugas pemeriksanya. pemeriksa tidak boleh menggunakan hasil pekerjaan tenaga ahli tersebut. Dalam menggunakan tenaga ahli. Gangguan Pribadi Organisasi pemeriksa harus memiliki sistem pengendalian mutu intern untuk membantu menentukan apakah pemeriksa memiliki gangguan pribadi terhadap independensi. ke bawah. dalam posisi yang dapat memberikan pengaruh langsung dan signifikan terhadap entitas atau program yang diperiksa. Page | 60 . Pernyataan ini berlaku bagi konsultan ekstern yang mendapat penugasan pemeriksaan dari organisasi pemeriksa.

Mempunyai hubungan kerjasama dengan entitas atau program yang diperiksa. yang berdampak pada pelaksanaan kegiatan diperiksa. Pelaksanaan pemeriksaan oleh seorang pemeriksa. c. Adanya prasangka terhadap perorangan. yang dapat membuat pelaksanaan pemeriksaan menjadi berat sebelah. sebagai akibat hubungan antar pegawai. k. j. organisasi atau tujuan suatu program. i. yang sebelumnya pernah sebagai pejabat yang menyetujui diperiksa. aktivitas atau program yang diperiksa atau sebagai anggota manajemen dalam setiap pengambilan keputusan. h. f. klaim. g. pengembangan sistem. kelompok. Pernah bekerja atau memberikan jasa kepada entitas atau program yang diperiksa dalam kurun waktu dua tahun terakhir. d. Memiliki tanggung jawab untuk mengatur suatu entitas atau kapasitas yang dapat mempengaruhi keputusan entitas atau program yang diperiksa. e. Pelaksanaan pemeriksaan oleh seorang pemeriksa. misalnya sebagai seorang direktur. aktivitas atau program yang diperiksa. menyusun dan/atau mereviu laporan keuangan entitas atau program yang diperiksa. pengawasan atau fungsi monitoring terhadap entitas. daftar gaji. pejabat atau posisi senior lainnya dari entitas. Adanya kecenderungan untuk memihak. seperti memberikan asistensi. Page | 61 atau program entitas yang sedang berjalan atau sedang faktur. Pada masa sebelumnya mempunyai tanggung jawab dalam pengambilan keputusan atau pengelolaan suatu entitas. Terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan obyek pemeriksaan.M. yang sebelumnya pernah menyelenggarakan catatan akuntansi resmi atas entitas/unit kerja atau program yang diperiksa. Memiliki kepentingan keuangan baik secara langsung maupun tidak langsung pada entitas atau program yang diperiksa. kesetiaan kelompok. AGUS SUDRAJAT S4309040 b. dan pembayaran yang diusulkan oleh suatu entitas atau program yang . karena keyakinan politik atau sosial. organisasi atau tingkat pemerintahan tertentu. jasa konsultasi.

pemeriksa dapat diminta melepas keterkaitan dengan entitas yang diperiksa yang dapat organisasi pemeriksa dapat tidak mengikutsertakan pemeriksa tersebut dari penugasan pemeriksaan yang terkait dengan entitas tersebut. Untuk itu. Menetapkan kebijakan dan prosedur untuk dapat mengidentifikasi gangguan pribadi terhadap independensi. Menetapkan kebijakan dan prosedur intern untuk memonitor kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur organisasi pemeriksa. atau Misalnya. organisasi pemeriksa antara lain harus: a. d. Mencari pekerjaan pada entitas yang diperiksa selama pelaksanaan pemeriksaan.M. Organisasi pemeriksa dan pemeriksanya mungkin menghadapi berbagai keadaan yang dapat menimbulkan gangguan pribadi. Mengkomunikasikan kebijakan dan prosedur organisasi pemeriksa kepada semua pemeriksanya menjamin agar ketentuan tersebut dipahami melalui pelatihan atau cara lainnya. organisasi pemeriksa dapat menghilangkan gangguan tersebut dengan meminta pemeriksa menghilangkan gangguan tersebut. gangguan tersebut harus diselesaikan secepatnya. Apabila organisasi pemeriksa mengidentifikasi adanya gangguan pribadi terhadap independensi. mengakibatkan gangguan pribadi. c. Dalam hal gangguan pribadi tersebut hanya melibatkan seorang pemeriksa dalam suatu pemeriksaan. untuk dapat mengurangirisiko tersebut terhadap hasil Page | 62 . AGUS SUDRAJAT S4309040 l. mereka harus mengikuti ketentuan dalam paragraph. b. Oleh karena itu organisasi pemeriksa harus mempunyai sistem pengendalian mutu intern yang dapat mengidentifikasi gangguan pribadi dan memastikan kepatuhannya terhadap ketentuan independensi yang diatur dalam Standar Pemeriksaan. Menekankan pentingnya independensi. Dalam hal pemeriksa tidak dapat mundur dari pemeriksaan. e. termasuk mempertimbangkan pengaruh kegiatan non pemeriksaan terhadap hal pokok pemeriksaan dan menetapkan pengamanan pemeriksaan. Menetapkan suatu mekanisme disiplin untuk meningkatkan kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur organisasi pemeriksa.

Independensi dan obyektifitas pelaksanaan suatu pemeriksaan dapat dipengaruhi apabila terdapat: a. penunjukan. Campur tangan pihak ekstern terhadap pemilihan dan penerapan prosedur pemeriksaan atau pemilihan sampel pemeriksaan. g. e. c. Page | 63 . Pembatasan waktu yang tidak wajar untuk penyelesaian suatu pemeriksaan. pemeriksa terhadap tersebut harus pribadi. Wewenang untuk menolak atau mempengaruhi pertimbangan pemeriksa terhadap isi suatu laporan hasil pemeriksaan. f. yang dapat berdampak negative terhadap kemampuan organisasi pemeriksa tersebut dalam melaksanakan pemeriksaan. Gangguan Ekstern Gangguan ekstern bagi organisasi pemeriksa dapat membatasi pelaksanaan pemeriksaan atau mempengaruhi kemampuan pemeriksa dalam menyatakan pendapat atau simpulan hasil pemeriksaannya secara independen dan obyektif. dan promosi pemeriksa. Campur tangan atau pengaruh pihak ekstern yang membatasi atau mengubah lingkup pemeriksaan secara tidak semestinya. b. Pengaruh yang membahayakan kelangsungan pemeriksa sebagai pegawai. Campur tangan pihak ekstern mengenai penugasan. Pembatasan terhadap sumber daya yang disediakan bagi organisasi pemeriksa. atau penerapan suatu prinsip akuntansi atau kriteria lainnya. Ancaman penggantian petugas pemeriksa atas ketidaksetujuan dengan isi laporan hasil pemeriksaan. d. h. AGUS SUDRAJAT S4309040 Dalam hal suatu organisasi pemeriksa melakukan kegiatan non pemeriksaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.M. selain sebab-sebab yang berkaitan dengan kecakapan pemeriksa atau kebutuhan pemeriksaan. gangguan baik negatif dalam sikap mental maka maupun mempertimbangkan pengaruh kegiatan terhadap independensi dalam yang dapat berdampak melaksanakan pemeriksaan. simpulan pemeriksa. organisasi tersebut penampilan.

Pemeriksa yang ditugasi oleh organisasi pemeriksa dapat dipandang bebas dari gangguan terhadap independensi secara organisasi. tanpa rasa takut akibat tekanan politik tersebut. AGUS SUDRAJAT S4309040 Pemeriksa harus bebas dari tekanan politik agar dapat melaksanakan pemeriksaan dan melaporkan temuan pemeriksaan. apabila melakukan pemeriksaan di luar entitas tempat ia bekerja. yaitu sikap yang mencakup pikiran yang selalu mempertanyakan Page | 64 . memilih metodologi. menentukan lingkup pemeriksaan. fungsi. Dalam hal melakukan pemeriksaan. obyektivitas. serta dalam melakukan penilaian dan pelaporan hasil pemeriksaan. Gangguan Organisasi Independensi organisasi pemeriksa dapat dipengaruhi oleh kedudukan. menentukan jenis dan jumlah bukti yang akan dikumpulkan. Kemahiran profesional harus diterapkan juga dalam melakukan pengujian dan prosedur. dan independensi dalam menerapkan kemahiran profesional terhadap setiap aspek pemeriksaannya. memperhatikan prinsip-prinsip pelayanan atas kepentingan public serta memelihara integritas. cermat dan seksama. Pernyataan standar ini juga mengharuskan tanggung jawab bagi setiap pemeriksa yang melaksanakan pemeriksaan berdasarkan Standar Pemeriksaan untuk mematuhi Standar Pemeriksaan. organisasi pemeriksa harus bebas dari hambatan independensi. Pemeriksa harus menggunakan kemahiran professional secara cermat dan seksama dalam menentukan jenis pemeriksaan yang akan dilaksanakan dan standar yang akan diterapkan terhadap pemeriksaan. Pernyataan standar ini mewajibkan pemeriksa untuk menggunakan kemahirannya secara profesional. atau dalam memilih pengujian dan prosedur untuk melaksanakan pemeriksaan. PENGGUNAAN KEMAHIRAN PROFESIONAL SECARA CERMAT DAN SEKSAMA Pernyataan standar umum ketiga adalah: “Dalam pelaksanaan pemeriksaan serta penyusunan laporan hasil pemeriksaan. Kemahiran profesional menuntut pemeriksa untuk melaksanakan skeptisme profesional. pemeriksa wajib menggunakan kemahiran profesionalnya secara cermat dan seksama”. pendapat dan simpulan secara obyektif.M. dan struktur organisasinya.

tidak berarti bahwa tanggung jawabnya tidak terbatas. skeptisme profesional harus digunakan selama pemeriksaan. Pemeriksa tidak boleh menganggap bahwa manajemen entitas yang diperiksa tidak jujur. pemeriksa harus mengungkapkan masalah tersebut dalam dalam laporan hasil pemeriksaannya. alasan yang mendasarinya. tindakan melanggar hukum. dan tidak berarti juga bahwa pemeriksa tidak melakukan kekeliruan. Pemeriksaan yang dilaksanakan menurut Standar Pemeriksaan mungkin tidak akan mendeteksi salah saji material atau ketidakakuratan yang signifikan.M. AGUS SUDRAJAT S4309040 dan melakukan evaluasi secara kritis terhadap bukti pemeriksaan. Pemeriksa menggunakan pengetahuan. Walaupun Standar Pemeriksaan ini meletakkan tanggung jawab kepada setiap pemeriksa untuk menerapkan kemahiran profesionalnya secara cermat dan seksama. Pemeriksa harus menggunakan kemahiran profesionalnya secara cermat dan seksama dalam menerapkan Standar Pemeriksaan yang digunakan. Karena bukti dikumpulkan dan dievaluasi selama pemeriksaan. Dalam enggunakan skeptisme profesional. Menerapkan kemahiran profesional secara cermat dan seksama memungkinkan pemeriksa untuk mendapatkan keyakinan yang memadai bahwa salah saji material atau ketidakakuratan yang signifikan dalam data akan terdeteksi. kompetensi dan relevansi bukti. yaitu tidak dipatuhinya Standar Pemeriksaan yang berlaku. Standart pemeriksanaan keu neg atau pelanggaran aturan. tetapi juga tidak boleh menganggap bahwa kejujuran manajemen tersebut tidak diragukan lagi. keahlian dan pengalaman yang dituntut oleh profesinya untuk melaksanakan pengumpulan bukti dan evaluasi obyektif mengenai kecukupan. Dalam keadaan demikian. Page | 65 . baik karena kesalahan. pemeriksa tidak boleh puas dengan bukti yang kurang meyakinkan walaupun anggapannya manajemen entitas yang diperiksa adalah jujur. kecurangan. dan dampaknya hasil pemeriksaan akibat tidak dipatuhinya Standar Pemeriksaan tersebut. Keputusan pemeriksaan pemeriksa tidak menerapkan standar tertentu dalam pelaksanaan menurut harus dicatat dalam kertas kerja pemeriksaan. Dalam keadaan tertentu dapat terjadi bahwa pemeriksa tidak dapat mematuhi Standar Pemeriksaan yang berlaku dan juga tidak dapat mengundurkan diri dari penugasan lingkup pemeriksaan terhadap di pemeriksaan. Keyakinan mutlak tidak dapat dicapai karena sifat bukti dan karakteristik penyimpangan.

05 PENDAHULUAN 01 Standar pekerjaan lapangan pertama mengharuskan bahwa “Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya”. Dalam perencanaan audit. Sifat laporan auditor yang diharapkan akan diserahkan (sebagai contoh. b. termasuk penyiapan program audit. d. h. laporan auditor tentang laporan keuangan konsolidasian.M. Perencanaan dan supervisi berlangsung terus-menerus selama audit. dan pengetahuan tentang bisnis entitas. (a) personel lain dalam kantor akuntan selain auditor sebagai penanggungjawab akhir audit disebut dengan asisten dan (b) istilah auditor digunakan untuk menyebut baik auditor itu sendiri maupun asistennya. penyelesaian perbedaan pendapat di antara personel kantor akuntan. c. laporan keuangan yang Page | 66 . Kondisi yang mungkin memerlukan perluasan atau pengubahan pengujian audit. Masalah yang berkaitan dengan bisnis entitas dan industri yang menjadi tempat usaha entitas tersebut (lihat paragraf 07). PERENCANAAN 03 Perencanaan audit meliputi pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang diharapkan. e. seperti risiko kekeliruan atau kecurangan yang material atau adanya transaksi antar pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. AGUS SUDRAJAT S4309040 PERTEMUAN 6 STANDAR PEKERJAAN LAPANGAN SA Seksi 311 PERENCANAAN DAN SUPERVISI Sumber: PSA No. Sifat. dan prosedur yang berkaitan seringkali tumpang-tindih (overlap). f. Tingkat risiko pengendalian yang direncanakan. g. Metode yang digunakan oleh entitas tersebut dalam mengolah informasi akuntansi yang signifikan (lihat paragraf 09). Seksi ini berisi panduan bagi auditor yang melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia di dalam mempertimbangkan dan menerapkan prosedur perencanaan dan supervisi. auditor harus mempertimbangkan. lingkup. Untuk keperluan uraian dalam seksi ini. antara lain: a. dan saat perencanaan bervariasi dengan ukuran dan kompleksitas entitas. Pertimbangan awal tentang tingkat materialitas untuk tujuan audit. 02 Auditor sebagai penanggungjawab akhir atas audit dapat mendelegasikan sebagian fungsi perencanaan dan supervisi auditnya kepada personel lain dalam kantor akuntannya. termasuk penggunaan organisasi jasa dari luar untuk mengolah informasi akuntansi pokok perusahaan. pengumpulan informasi tentang bisnis entitas. Pos laporan keuangan yang mungkin memerlukan penyesuaian (adjustment). Kebijakan dan prosedur akuntansi entitas tersebut. pengalaman mengenai entitas.

Membuat jadwal pekerjaan audit. Tingkat pengetahuannya harus memungkinkan auditor untuk memahami peristiwa. Membaca laporan keuangan interim tahun berjalan. persentase penyelesaian kontrak jangka panjang. kemungkinan mempunyai dampak terhadap laporan keuangan. Meminta keterangan tentang perkembangan bisnis saat ini yang berdampak terhadap entitas. Mengkoordinasi bantuan dari personel entitas dalam penyiapan data. Pengetahuan tentang bisnis entitas membantu auditor dalam: a) Mengidentifikasi bidang yang memerlukan pertimbangan khusus. Program audit harus menggariskan dengan rinci prosedur audit yang menurut keyakinan auditor diperlukan untuk mencapai tujuan audit. dan praktik yang. b) Menilai kondisi yang di dalamnya data akuntansi dihasilkan. c) Menilai kewajaran estimasi. d. transaksi. di-review. Menentukan luasnya keterlibatan. dan auditor intern. k. dan saat pekerjaan yang harus dilaksanakan dan harus membuat suatu program audit secara tertulis (atau satu set program audit tertulis) untuk setiap audit. auditor harus mempertimbangkan sifat. spesialis. menurut pertimbangannya. h. 06 Auditor harus memperoleh pengetahuan tentang bisnis entitas yang memungkinkannya untuk merencanakan dan melaksanakan auditnya berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. terutama yang baru. depresiasi. laporan khusus untuk menggambarkan kepatuhan klien terhadap kontrak perjanjian). terutama untuk entitas yang besar dan kompleks. kertas kerja. Melaksanakan diskusi dengan pihak pemberi tugas untuk memperoleh tambahan informasi tentang tujuan audit yang akan dilaksanakan sehingga auditor dapat mengantisipasi dan memberikan perhatian terhadap hal-hal yang berkaitan yang dipandang perlu. d) Menilai kewajaran representasi manajemen. lingkup. dan dikumpulkan dalam organisasi. Membahas masalah-masalah yang berdampak terhadap audit dengan personel kantor akuntan yang bertanggung jawab atas jasa nonaudit bagi entitas. konsultan. f. Me-review arsip korespondensi. 05 Dalam perencanaan auditnya. Contoh prosedur tersebut meliputi: a. e. dewan komisaris atau komite audit. 04 Prosedur yang dapat dipertimbangkan oleh auditor dalam perencanaan dan supervisi biasanya mencakup review terhadap catatan auditor yang berkaitan dengan entitas dan pembahasan dengan personel lain dalam kantor akuntan dan personel entitas tersebut. c. j. AGUS SUDRAJAT S4309040 diserahkan ke Bapepam.M. seperti penilaian atas sediaan. Membahas tipe. i. laporan keuangan. Menentukan dan mengkoordinasi kebutuhan staf audit. g. dan waktu audit dengan manajemen. lingkup. Page | 67 . Auditor dapat membuat memorandum yang menetapkan rencana audit awal. jika ada. diolah. arsip permanen. dan laporan auditor tahun lalu. penyisihan kerugian piutang. Mempertimbangkan dampak diterapkannya pernyataan standar akuntansi dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. b.

Penggunaan teknik ini juga menyediakan kesempatan bagi auditor untuk menerapkan prosedur audit tertentu terhadap keseluruhan populasi akun atau transaksi. Penggunaan teknik audit berbantuan komputer (TABK) dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan prosedur audit. c. untuk memahami pengendalian intern. 07 Auditor harus memperoleh pengetahuan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan sifat bisnis entitas. tetap menjaga penyampaian informasi masalah-masalah penting yang dijumpai dalam audit. Kompleksitas operasi komputer entitas. auditor harus mempertimbangkan halhal berikut ini: a. Hal lain yang harus dipertimbangkan oleh auditor adalah praktik akuntansi yang umum berlaku dalam industri. Auditor juga harus mempertimbangkan hal-hal yang mempengaruhi industri tempat operasi entitas.M. serta transaksi yang memerlukan pertimbangan khusus. dalam menilai dampak luasnya penggunaan komputer terhadap audit laporan keuangan. 10 Auditor harus mempertimbangkan apakah keahlian khusus diperlukan untuk mempertimbangkan dampak pengolahan komputer terhadap auditnya. arsip komputer tertentu. serta perubahan teknologi. Jika keahlian khusus diperlukan. saat. 09 Auditor harus mempertimbangkan metode yang digunakan oleh entitas untuk mengolah informasi dalam perencanaan audit karena metode tersebut mempunyai pengaruh terhadap desain pengendalian intern. dan luasnya prosedur audit yang digunakan oleh auditor. termasuk penggunaan jasa perusahaan pengolahan data dengan komputer dari luar. kebijakan dan prosedur. e. Tersedianya data. AGUS SUDRAJAT S4309040 e) Mempertimbangkan kesesuaian prinsip akuntansi yang diterapkan dan kecukupan pengungkapannya. SUPERVISI 11 Supervisi mencakup pengarahan usaha asisten dalam mencapai tujuan audit dan penentuan apakah tujuan tersebut tercapai. atau untuk merancang dan melaksanakan prosedur audit. 08 Pengetahuan mengenai bisnis entitas biasanya diperoleh auditor melalui pengalamannya dengan entitas atau industrinya serta dari permintaan keterangan kepada personel perusahaan. trend keuangan dan ratio keuangan. me-review pekerjaan yang Page | 68 . Unsur supervisi adalah memberikan instruksi kepada asisten. jika tersedia. Oleh karena itu. dan karakteristik operasi. d. yang mungkin berasal dari staf kantor akuntannya atau dari ahli luar. dan. b. dan bukti audit lain yang diperlukan oleh auditor kemungkinan hanya ada dalam periode yang pendek atau hanya dalam bentuk yang dapat dibaca dengan komputer. dan karakteristik operasinya. Luasnya penggunaan komputer dalam setiap aplikasi akuntansi. Kertas kerja audit dari tahun sebelumnya dapat berisi informasi yang bermanfaat mengenai sifat bisnis. Struktur organisasi kegiatan pengolahan data dengan komputer. seperti kondisi ekonomi. kondisi persaingan. organisasinya. peraturan pemerintah. Luasnya penggunaan komputer dalam pengolahan sebagian besar data akuntansi dan kompleksnya pengolahannya mempengaruhi pula sifat. struktur organisasi. yang berpengaruh terhadap auditnya. Dokumen yang digunakan untuk memasukkan informasi ke dalam komputer untuk diolah. auditor harus mencari asisten atau tenaga ahli yang memiliki keahlian tersebut.

lingkup. AGUS SUDRAJAT S4309040 dilaksanakan. hal-hal yang kemungkinan berpengaruh terhadap sifat. hanya ketentuan dalam Seksi ini yang berlaku. Penerapan lebih awal dari tanggal efektif berlakunya aturan dalam Seksi ini diizinkan. TANGGAL BERLAKU EFEKTIF 15 Seksi ini berlaku efektif tanggal 1 Agustus 2001. Dalam masa transisi tersebut berlaku Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Agustus 1994 dan Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Januari 2001.M. dan menyelesaikan perbedaan pendapat di antara staf audit kantor akuntan 12 Para asisten harus diberitahu tanggung jawab mereka dan tujuan prosedur yang mereka laksanakan. Page | 69 . seperti sifat bisnis entitas yang bersangkutan dengan penugasan dan masalah-masalah akuntansi dan audit. Setelah tanggal 31 Desember 2001. Auditor yang bertanggung jawab akhir untuk setiap audit harus mengarahkan asisten untuk mengemukakan pertanyaan akuntansi dan auditing signifikan yang muncul dalam audit. 14 Auditor yang bertanggung jawab akhir mengenai auditnya dan asistennya harus menyadari prosedur yang harus diikuti jika terdapat perbedaan pendapat mengenai masalah akuntansi dan auditing di antara personel kantor akuntan publik yang terlibat dalam audit. 13 Pekerjaan yang dilaksanakan oleh asisten harus di-review untuk menentukan apakah pekerjaan tersebut telah dilaksanakan secara memadai dan auditor harus menilainya apakah hasilnya sejalan dengan kesimpulan yang disajikan dalam laporan auditor. dan saat prosedur yang harus dilaksanakan. sehingga auditor dapat menetapkan seberapa signifikan masalah tersebut. Prosedur tersebut harus memungkinkan asisten mendokumentasikan ketidaksetujuan di antara mereka dan kesimpulan yang diambil. Masa transisi ditetapkan mulai dari 1 Agustus 2001 sampai dengan 31 Desember 2001.

Tingkat risiko pengendalian yang direncanakan. Page | 70 . Kebijakan dan prosedur akuntansi entitas tersebut. 02 Auditor sebagai penanggungjawab akhir atas audit dapat mendelegasikan sebagian fungsi perencanaan dan supervisi auditnya kepada personel lain dalam kantor akuntannya. laporan keuangan yang diserahkan ke Bapepam. termasuk penggunaan organisasi jasa dari luar untuk mengolah informasi akuntansi pokok perusahaan. termasuk penyiapan program audit. Metode yang digunakan oleh entitas tersebut dalam mengolah informasi akuntansi yang signifikan (lihat paragraf 09). m. laporan khusus untuk menggambarkan kepatuhan klien terhadap kontrak perjanjian). antara lain: a. dan pengetahuan tentang bisnis entitas. Sifat. Pertimbangan awal tentang tingkat materialitas untuk tujuan audit. dan saat perencanaan bervariasi dengan ukuran dan kompleksitas entitas. Kondisi yang mungkin memerlukan perluasan atau pengubahan pengujian audit. pengumpulan informasi tentang bisnis entitas. j. l. Seksi ini berisi panduan bagi auditor yang melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia di dalam mempertimbangkan dan menerapkan prosedur perencanaan dan supervisi. Pos laporan keuangan yang mungkin memerlukan penyesuaian (adjustment). o. Masalah yang berkaitan dengan bisnis entitas dan industri yang menjadi tempat usaha entitas tersebut (lihat paragraf 07). n. Perencanaan dan supervisi berlangsung terus-menerus selama audit. penyelesaian perbedaan pendapat di antara personel kantor akuntan. 05 PENDAHULUAN 01 Standar pekerjaan lapangan pertama mengharuskan bahwa “Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya”. seperti risiko kekeliruan atau kecurangan yang material atau adanya transaksi antar pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. PERENCANAAN 03 Perencanaan audit meliputi pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang diharapkan. Sifat laporan auditor yang diharapkan akan diserahkan (sebagai contoh. i. dan prosedur yang berkaitan seringkali tumpang-tindih (overlap). AGUS SUDRAJAT S4309040 SA Seksi 311 PERENCANAAN DAN SUPERVISI Sumber: PSA No. Untuk keperluan uraian dalam seksi ini. k. lingkup.M. Dalam perencanaan audit. laporan auditor tentang laporan keuangan konsolidasian. pengalaman mengenai entitas. auditor harus mempertimbangkan. (a) personel lain dalam kantor akuntan selain auditor sebagai penanggungjawab akhir audit disebut dengan asisten dan (b) istilah auditor digunakan untuk menyebut baik auditor itu sendiri maupun asistennya.

e. jika ada. Membahas masalah-masalah yang berdampak terhadap audit dengan personel kantor akuntan yang bertanggung jawab atas jasa nonaudit bagi entitas. d. konsultan. dan praktik yang. s. n. Membaca laporan keuangan interim tahun berjalan. dan auditor intern. o. terutama yang baru. Mempertimbangkan dampak diterapkannya pernyataan standar akuntansi dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. lingkup. Pengetahuan tentang bisnis entitas membantu auditor dalam: a. l. terutama untuk entitas yang besar dan kompleks. depresiasi. kertas kerja. p. Tingkat pengetahuannya harus memungkinkan auditor untuk memahami peristiwa.M. dan saat pekerjaan yang harus dilaksanakan dan harus membuat suatu program audit secara tertulis (atau satu set program audit tertulis) untuk setiap audit. t. Membahas tipe. 06 Auditor harus memperoleh pengetahuan tentang bisnis entitas yang memungkinkannya untuk merencanakan dan melaksanakan auditnya berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Menentukan luasnya keterlibatan. auditor harus mempertimbangkan sifat. spesialis. laporan keuangan. dan dikumpulkan dalam organisasi. Membuat jadwal pekerjaan audit. Menilai kondisi yang di dalamnya data akuntansi dihasilkan. Contoh prosedur tersebut meliputi: a. Program audit harus menggariskan dengan rinci prosedur audit yang menurut keyakinan auditor diperlukan untuk mencapai tujuan audit. Mengidentifikasi bidang yang memerlukan pertimbangan khusus. Menentukan dan mengkoordinasi kebutuhan staf audit. Menilai kewajaran representasi manajemen. Meminta keterangan tentang perkembangan bisnis saat ini yang berdampak terhadap entitas. AGUS SUDRAJAT S4309040 04 Prosedur yang dapat dipertimbangkan oleh auditor dalam perencanaan dan supervisi biasanya mencakup review terhadap catatan auditor yang berkaitan dengan entitas dan pembahasan dengan personel lain dalam kantor akuntan dan personel entitas tersebut. dewan komisaris atau komite audit. kemungkinan mempunyai dampak terhadap laporan keuangan. penyisihan kerugian piutang. seperti penilaian atas sediaan. transaksi. Page | 71 . di-review. menurut pertimbangannya. c. dan waktu audit dengan manajemen. b. Menilai kewajaran estimasi. dan laporan auditor tahun lalu. persentase penyelesaian kontrak jangka panjang. Auditor dapat membuat memorandum yang menetapkan rencana audit awal. r. diolah. m. lingkup. Me-review arsip korespondensi. Mempertimbangkan kesesuaian prinsip akuntansi yang diterapkan dan kecukupan pengungkapannya. Melaksanakan diskusi dengan pihak pemberi tugas untuk memperoleh tambahan informasi tentang tujuan audit yang akan dilaksanakan sehingga auditor dapat mengantisipasi dan memberikan perhatian terhadap hal-hal yang berkaitan yang dipandang perlu. Mengkoordinasi bantuan dari personel entitas dalam penyiapan data. q. arsip permanen. u. 05 Dalam perencanaan auditnya.

termasuk penggunaan jasa perusahaan pengolahan data dengan komputer dari luar. dan luasnya prosedur audit yang digunakan oleh auditor. 10 Auditor harus mempertimbangkan apakah keahlian khusus diperlukan untuk mempertimbangkan dampak pengolahan komputer terhadap auditnya. 08 Pengetahuan mengenai bisnis entitas biasanya diperoleh auditor melalui pengalamannya dengan entitas atau industrinya serta dari permintaan keterangan kepada personel perusahaan. Dokumen yang digunakan untuk memasukkan informasi ke dalam komputer untuk diolah. c) Struktur organisasi kegiatan pengolahan data dengan komputer. auditor harus mempertimbangkan halhal berikut ini: a) Luasnya penggunaan komputer dalam setiap aplikasi akuntansi. organisasinya. e) Penggunaan teknik audit berbantuan komputer (TABK) dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan prosedur audit. atau untuk merancang dan melaksanakan prosedur audit. dalam menilai dampak luasnya penggunaan komputer terhadap audit laporan keuangan. Luasnya penggunaan komputer dalam pengolahan sebagian besar data akuntansi dan kompleksnya pengolahannya mempengaruhi pula sifat. dan. d) Tersedianya data. AGUS SUDRAJAT S4309040 07 Auditor harus memperoleh pengetahuan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan sifat bisnis entitas. dan karakteristik operasinya. dan menyelesaikan perbedaan pendapat di antara staf audit kantor akuntan Page | 72 . auditor harus mencari asisten atau tenaga ahli yang memiliki keahlian tersebut. kondisi persaingan. dan karakteristik operasi. peraturan pemerintah. untuk memahami pengendalian intern. b) Kompleksitas operasi komputer entitas. kebijakan dan prosedur. trend keuangan dan ratio keuangan. yang mungkin berasal dari staf kantor akuntannya atau dari ahli luar. Auditor juga harus mempertimbangkan hal-hal yang mempengaruhi industri tempat operasi entitas. tetap menjaga penyampaian informasi masalah-masalah penting yang dijumpai dalam audit. Kertas kerja audit dari tahun sebelumnya dapat berisi informasi yang bermanfaat mengenai sifat bisnis. saat. Penggunaan teknik ini juga menyediakan kesempatan bagi auditor untuk menerapkan prosedur audit tertentu terhadap keseluruhan populasi akun atau transaksi. SUPERVISI 11 Supervisi mencakup pengarahan usaha asisten dalam mencapai tujuan audit dan penentuan apakah tujuan tersebut tercapai. me-review pekerjaan yang dilaksanakan. serta perubahan teknologi. Oleh karena itu. Hal lain yang harus dipertimbangkan oleh auditor adalah praktik akuntansi yang umum berlaku dalam industri. yang berpengaruh terhadap auditnya. seperti kondisi ekonomi.M. struktur organisasi. Unsur supervisi adalah memberikan instruksi kepada asisten. Jika keahlian khusus diperlukan. dan bukti audit lain yang diperlukan oleh auditor kemungkinan hanya ada dalam periode yang pendek atau hanya dalam bentuk yang dapat dibaca dengan komputer. jika tersedia. arsip komputer tertentu. serta transaksi yang memerlukan pertimbangan khusus. 09 Auditor harus mempertimbangkan metode yang digunakan oleh entitas untuk mengolah informasi dalam perencanaan audit karena metode tersebut mempunyai pengaruh terhadap desain pengendalian intern.

sehingga auditor dapat menetapkan seberapa signifikan masalah tersebut. hal-hal yang kemungkinan berpengaruh terhadap sifat.M. Page | 73 . dan saat prosedur yang harus dilaksanakan. seperti sifat bisnis entitas yang bersangkutan dengan penugasan dan masalah-masalah akuntansi dan audit. Auditor yang bertanggung jawab akhir untuk setiap audit harus mengarahkan asisten untuk mengemukakan pertanyaan akuntansi dan auditing signifikan yang muncul dalam audit. lingkup. Prosedur tersebut harus memungkinkan asisten mendokumentasikan ketidaksetujuan di antara mereka dan kesimpulan yang diambil. AGUS SUDRAJAT S4309040 12 Para asisten harus diberitahu tanggung jawab mereka dan tujuan prosedur yang mereka laksanakan. 13 Pekerjaan yang dilaksanakan oleh asisten harus di-review untuk menentukan apakah pekerjaan tersebut telah dilaksanakan secara memadai dan auditor harus menilainya apakah hasilnya sejalan dengan kesimpulan yang disajikan dalam laporan auditor. 14 Auditor yang bertanggung jawab akhir mengenai auditnya dan asistennya harus menyadari prosedur yang harus diikuti jika terdapat perbedaan pendapat mengenai masalah akuntansi dan auditing di antara personel kantor akuntan publik yang terlibat dalam audit.

Setelah tanggal 31 Desember 2001. Page | 74 . AGUS SUDRAJAT S4309040 TANGGAL BERLAKU EFEKTIF 15 Seksi ini berlaku efektif tanggal 1 Agustus 2001. Dalam masa transisi tersebut berlaku Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Agustus 1994 dan Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Januari 2001. Penerapan lebih awal dari tanggal efektif berlakunya aturan dalam Seksi ini diizinkan.M. Masa transisi ditetapkan mulai dari 1 Agustus 2001 sampai dengan 31 Desember 2001. hanya ketentuan dalam Seksi ini yang berlaku.

c.” 02 Sebagian besar pekerjaan auditor independen dalam rangka memberikan pendapat atas laporan keuangan terdiri dari usaha untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti audit. pengamatan. Penyajian dan pengungkapan (presentation and disclosure) 04 Asersi tentang keberadaan atau keterjadian berhubungan dengan apakah aktiva atau utang entitas ada pada tanggal tertentu dan apakah transaksi yang dicatat telah terjadi selama periode tertentu. manajemen membuat asersi bahwa sediaan produk jadi yang tercantum dalam neraca adalah tersedia untuk dijual. dan keberadaan bukti audit lain yang menguatkan kesimpulan. 07 PENDAHULUAN 01 Standar pekerjaan lapangan ketiga berbunyi: “Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi. manajemen membuat asersi bahwa penjualan dalam laporan laba-rugi menunjukkan pertukaran barang atau jasa dengan kas atau aktiva bentuk lain (misalnya piutang) dengan pelanggan. d.Ukuran keabsahan (validity) bukti tersebut untuk tujuan audit tergantung pada pertimbangan auditor independen. Penilaian (valuation) atau alokasi. Keberadaan atau keterjadian (existence or occurrence). b. dalam hal ini bukti audit (audit evidence) berbeda dengan bukti hukum (legal evidence) yang diatur secara tegas oleh peraturan yang ketat. SIFAT ASERSI 03 Asersi (assertion) adalah pernyataan manajemen yang terkandung di dalam komponen laporan keuangan. Hak dan kewajiban (right and obligation). objektivitas. Begitu pula. Sebagai contoh. f. Bukti audit sangat bervariasi pengaruhnya terhadap kesimpulan yang ditarik oleh auditor independen dalam rangka memberikan pendapat atas laporan keuangan auditan. AGUS SUDRAJAT S4309040 SA Seksi 326 BUKTI AUDIT Sumber: PSA No.M. seluruhnya berpengaruh terhadap kompetensi bukti. Pernyataan tersebut dapat bersifat implisit atau eksplisit serta dapat diklasifikasikan berdasarkan penggolongan besar sebagai berikut ini: a. Kelengkapan (completencess). ketepatan waktu. permintaan keterangan dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan. Relevansi. Page | 75 .

Misalnya. termasuk sifat aktivitas ekonomi dan praktik akuntansi yang khas dalam industrinya. Sebagai contoh. manajemen membuat asersi bahwa piutang usaha yang tercantum di neraca dinyatakan berdasarkan nilai bersih yang dapat direalisasikan. 06 Asersi tentang hak dan kewajiban berhubungan dengan apakah aktiva merupakan hak entitas dan utang merupakan kewajiban perusahaan pada tanggal tertentu.M. manajemen membuat asersi bahwa aktiva tetap dicatat berdasarkan harga pemerolehannya dan pemerolehan semacam itu secara sistematik dialokasikan ke dalam periode-periode akuntansi yang semestinya. dan diungkapkan semestinya. manajemen membuat asersi bahwa jumlah sewa guna usaha (lease) yang dikapitalisasi di neraca mencerminkan nilai pemerolehan hak entitas atas kekayaan yang disewa-guna-usahakan (leased) dan utang sewa guna usaha yang bersangkutan mencerminkan suatu kewajiban entitas. AGUS SUDRAJAT S4309040 05 Asersi tentang kelengkapan berhubungan dengan apakah semua transaksi dan akun yang seharusnya disajikan dalam laporan keuangan telah dicantumkan di dalamnya. Dalam merumuskan tujuan audit. manajemen membuat asersi bahwa jumlah yang disajikan sebagai pos luar biasa dalam laporan laba rugi diklasifikasikan dan diungkapkan semestinya. pendapatan dan biaya sudah dicantumkan dalam laporan keuangan pada jumlah yang semestinya. dan bahan pembantu yang ada di tangan klien. 07 Asersi tentang penilaian atau alokasi berhubungan dengan apakah komponenkomponen aktiva. 10 Auditor independen tidak perlu secara satu per satu menghubungkan tujuan audit dengan prosedur audit. Demikian pula. Misalnya. salah satu tujuan audit yang berhubungan dengan asersi tentang kelengkapan saldo sediaan yang dapat dirumuskan oleh auditor bahwa kuantitas sediaan mencakup seluruh produk jadi. Lampiran A paragraf 25 berisi gambaran tujuan audit untuk sediaan perusahaan manufaktur untuk setiap golongan asersi yang tercantum Page | 76 . 08 Asersi tentang penyajian dan pengungkapan berhubungan dengan apakah komponen-komponen tertentu laporan keuangan diklasifikasikan. Sebagai contoh. manajemen membuat asersi bahwa utang usaha di neraca telah mencakup semua kewajiban entitas. auditor independen hendaknya mempertimbangkan kondisi khusus entitas. Di lain pihak. manajemen membuat asersi bahwa seluruh pembelian barang dan jasa dicatat dan dicantumkan dalam laporan keuangan. kewajiban. PENGGUNAAN ASERSI DALAM MERUMUSKAN TUJUAN AUDIT DAN DALAM MERANCANG PENGUJIAN SUBSTANTIF 09 Di dalam memperoleh bukti audit yang mendukung asersi dalam laporan keuangan. dijelaskan. Demikian pula. bahan baku. auditor independen merumuskan tujuan audit spesifik ditinjau dari sudut asersi tersebut. Sebagai contoh. manajemen membuat asersi bahwa kewajibankewajiban yang diklasifikasikan sebagai utang jangka panjang di neraca tidak akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun. Demikian pula. Beberapa prosedur audit dapat dikaitkan dengan lebih dari satu tujuan audit. kombinasi berbagai prosedur audit dibutuhkan untuk mencapai satu tujuan audit.

auditor memilih unsur yang ada dalam jumlah yang tercantum dalam laporan keuangan dan mencari bukti audit yang relevan.M. prosedur yang digunakan harus memadai untuk mencapai tujuan tertentu auditor dan mengurangi risiko deteksi ke tingkat yang dapat diterima oleh auditor. adalah sulit atau tidak mungkin bagi auditor memperoleh data tertentu dengan cara inspeksi. Namun. ketepatan waktu. metode penerapan prosedur audit untuk mengumpulkan bukti dapat dipengaruhi oleh metode pengolahan data yang digunakan oleh klien. termasuk tingkat risiko pengendalian taksiran. permintaan keterangan. auditor harus melaksanakan pengujian pengendalian Page | 77 . teknik audit berbantuan komputer (computer-assisted audit techniques). Namun. 12 Tujuan audit spesifik yang dirumuskan oleh auditor tidak mengalami perubahan apakah diterapkan dalam pengolahan data dengan manual maupun dengan komputer. atau diakses secara elektronik. auditor independen mempertimbangkan. dan sifat tujuan audit yang hendak dicapai. Oleh karena itu. atau diakses hanya dalam bentuk elektronik. Pertimbangan auditor independen meliputi sifat dan materialitas unsur-unsur yang diuji. 13 Sifat. Sebagai contoh. atau konfirmasi tanpa bantuan teknologi informasi. atau kombinasi kedua metode tersebut untuk memperoleh bukti audit kompeten yang cukup. potensi untuk memicu atau mengubah informasi secara tidak semestinya terjadi dan tidak terdeteksi mungkin lebih besar jika informasi dihasilkan. serta efisiensi dan efektivitas pengujian yang diharapkan dari pengujian tersebut. dalam asersi tentang keberadaan atau keterjadian. Bukti audit yang diperoleh harus cukup bagi auditor untuk merumuskan kesimpulan tentang validitas asersi individual yang terkandung dalam komponen laporan keuangan. 11 Dalam memilih pengujian substantif tertentu untuk mencapai tujuan audit yang telah ditetapkan. dalam merancang prosedur audit untuk mencapai suatu tujuan yang berhubungan dengan asersi tentang kelengkapan. dan dipelihara. auditor dapat menentukan bahwa tidak praktis atau mungkin untuk mengurangi risiko deteksi ke tingkat yang dapat diterima dengan cara melaksanakan hanya pengujian substantif untuk satu atau lebih asersi laporan keuangan. diolah. risiko salah saji material dalam laporan keuangan. diselenggarakan. Sebagai contoh. Oleh karena pertumbuhan penggunaan komputer dan teknologi informasi yang lain. banyak perusahaan mengolah informasi signifikan secara elektronik. AGUS SUDRAJAT S4309040 dalam paragraf 03 serta contoh pengujian substantif untuk mencapai tujuan audit tersebut. auditor memilih bukti audit yang menunjukkan bahwa suatu unsur harus dimasukkan dalam jumlah yang relevan dalam laporan keuangan dan menyelidiki apakah unsur tersebut telah dimasukkan secara lengkap. 14 Dalam entitas yang di dalamnya informasi signifikan ditransmisikan. dan luasnya prosedur audit yang digunakan dalam suatu perikatan berhubungan dengan pertimbangan profesional yang diterapkan oleh auditor berdasarkan kondisi yang spesifik. jenis dan kompetensi bukti audit yang tersedia. Bukti audit yang disediakan melalui kombinasi penaksiran risiko bawaan dan risiko pengendalian oleh auditor dan pengujian substantif dapat memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapatnya. antara lain. Auditor dapat menggunakan prosedur audit manual. Di lain pihak. Dalam keadaan ini.

(b) menelusuri kembali langkah-langkah prosedur yang diikuti dalam proses akuntansi dan dalam proses pembuatan alokasi yang bersangkutan. Data akuntansi ini seringkali dalam bentuk elektronik. buku besar dan buku pembantu. Dokumen sumber seperti order pembelian. inspeksi dan pemerikasaan fisik. pengamatan. konfirmasi dan representasi tertulis dari pihak yang mengetahui. penagihan. (c) penghitungan kembali dan (d) rekonsiliasi tipe-tipe dan aplikasi yang berkaitan dengan informasi yang sama. dan buku pedoman akuntansi yang berkaitan. dan dokumen sumber dapat tidak disimpan setelah diubah ke dalam citra tersebut. Dalam sistem pengolahan citra. Bukti audit tertentu dapat ada pada titik waktu tertentu. beberapa data akuntansi dan bukti penguat tersedia dalam bentuk elektronik. bukti tersebut mungkin tidak dapat diambil setelah periode waktu tertentu jika file diubah dan jika backup file tidak ada. catatan electonic fund transfers. saat. dan cek digantikan dengan pesan elektronik. Data akuntansi saja tidak dapat dianggap sebagai pendukung yang cukup bagi suatu laporan keuangan. 18 Dalam entitas tertentu. dan rekonsiliasi keseluruhannya merupakan bukti yang mendukung laporan keuangan. di pihak lain. SIFAT BUKTI AUDIT atau 15 Bukti audit yang mendukung laporan keuangan terdiri dari data akuntansi dan semua informasi penguat yang tersedia bagi auditor. pengujian pengendalian yang akan dilaksanakan. surat kontrak. notulen rapat. auditor harus mempertimbangkan waktu yang pada saat itu informasi ada atau tersedia dalam menentukan sifat. serta informasi lain yang dikembangkan oleh atau tersedia bagi auditor yang memungkinkannya menarik kesimpulan berdasarkan alasan yang kuat. tanpa cukup perhatian atas kewajaran dan kecermatan data akuntansi yang melandasinya. AGUS SUDRAJAT S4309040 untuk mengumpulkan bukti untuk menaksir risiko pengendalian. surat muat. mempertimbangkan dampaknya ke laporannya (lihat paragraf 25 Seksi ini). pendapat auditor atas laporan keuangan tidak akan terjamin. informasi yang diperoleh auditor melalui permintaaan keterangan. Melalui pelaksanaan prosedur seperti itu. dan luasnya pengujian subtantif. dan pengeluaran kas seringkali dilaksanakan seluruhnya dengan pertukaran pesan elektronik di antara pihak-pihak yang terkait. 16 Jurnal. auditor dapat menentukan bahwa catatan akuntansi konsisten secara Page | 78 . Sebagai contoh. Transaksi pembelian. 17 Bukti audit penguat meliputi baik informasi tertulis maupun elektonik. Namun. penerimaan kas. pengiriman. seperti cek. serta catatan seperti lembaran kerja (work sheet) dan spread sheet yang mendukung alokasi biaya. entitas dapat menggunakan Electronic Data Interchange (EDI) atau sistem pengolahan citra (image processing systems) Dalam EDI. perhitungan.M. dokumen di-scan dan diubah menjadi citra elektronik untuk memfasilitasi penyimpanan dan pengacuan. faktor. entitas dan pelanggannya atau pemasok menggunakan hubungan komunikasi untuk melakukan transaksi bisnis secara elektronik. dan jika berlaku. Oleh karena itu. 19 Auditor menguji data akuntansi yang mendasari laporan dengan keuangan dengan (a) menganalisa dan me-review.

Konsistensi intern semacam itu biasanya memberikan bukti tentang kewajaran penyajian laporan keuangan. meskipun satu sama lain tidak bersifat saling meniadakan. dapat bermanfaat: a. Dalam banyak hal. KOMPETENSI BUKTI AUDIT 21 Untuk dapat dikatakan kompeten. jika pengecualian yang penting dapat diketahui. terlepas bentuknya. Aktivitas personel entitas dapat diamati. Page | 79 . Dengan demikian penarikan kesimpulan secara umum mengenai dapat diandalkannya berbagai macam bukti audit. 20 Data yang berkaitan dengan akuntansi dan bukti penguat yang mendukung pembukuan ke dalam akun dan asersi dalam laporan keuangan biasanya tersedia dari file entitas dan dapat diakses oleh auditor untuk pemeriksaan pada titik atau periode waktu tertentu. Aktiva yang memiliki keberadaan fisik tersedia bagi auditor untuk diinspeksi. hasil usaha dan arus kas perusahaan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia adalah sedemikian sifatnya. bukti audit. dalam hubungannya dengan semua aspek laporan keuangan yang diauditnya. semakin besar jaminan yang diberikan mengenai keandalan data akuntansi dan laporan keuangan. auditor independen lebih mengandalkan bukti yang bersifat mengarahkan (persuasive evidence) daripada bukti yang bersifat meyakinkan (convincing evidence). anggapan berikut ini mengenai keabsahan bukti audit dalam audit. Berdasarkan pengamatan terhadap aktivitas tersebut atau kondisi atau situasi lain. Apabila bukti dapat diperoleh dari pihak independen di luar perusahaan. Pengetahuan auditor secara pribadi dan langsung yang diperoleh melalui inspeksi fisik. KECUKUPAN BUKTI AUDIT 22 Audit yang dilakukan auditor independen bertujuan untuk memperoleh bukti audit kompeten yang cukup untuk dipakai sebagai dasar memadai dalam merumuskan pendapatnya.M. harus sah dan relevan. bukti tersebut memberikan jaminan keandalan yang lebih daripada bukti yang diperoleh dari dalam perusahaan itu sendiri. AGUS SUDRAJAT S4309040 intern. pengamatan. Jumlah dan jenis bukti audit yang dibutuhkan oleh auditor untuk mendukung pendapatnya memerlukan pertimbangan profesional auditor setelah mempelajari dengan teliti keadaan yang dihadapinya. Baik asersi secara individual dalam laporan keuangan maupun gambaran umum bahwa laporan keuangan secara keseluruhan menyajikan posisi keuangan. sehingga seorang auditor yang sangat berpengalaman pun jarang dengan mudah diyakinkan. Namun. Keabsahan sangat tergantung atas keadaan yang berkaitan dengan pemerolehan bukti tersebut. untuk tujuan audit auditor independen. auditor dapat mencapai kesimpulan tentang validitas berbagai asersi dalam laporan keuangan. dan inspeksi lebih bersifat menyimpulkan dibandingkan dengan yang diperoleh secara tidak langsung. Semakin efektif pengendalian intern. Baik di dalam entitas maupun di luarnya terdapat orang yang berpengetahuan yang dapat dihubungi oleh auditor untuk dimintai keterangan. tergantung pada pengecualian penting yang ada. b. c. perhitungan.

harus terdapat hubungan yang rasional antara biaya untuk mendapatkan bukti dengan manfaat informasi yang diperoleh. AGUS SUDRAJAT S4309040 23 Auditor bekerja dalam batas-batas pertimbangan ekonomi. cukup memadai untuk membenarkan pernyataan pendapatnya. auditor harus mempertimbangkan apakah tujuan audit tertentu telah tercapai. auditor harus memperhatikan kemungkinan laporan keuangan tidak disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. agar secara ekonomis bermanfaat. TANGGAL BERLAKU EFEKTIF 26 Seksi ini berlaku efektif tanggal 1 Agustus 2001. atau ia harus menyatakan pendapat wajar dengan pengecualian atau menolak memberikan pendapat. Setelah tanggal 31 Desember 2001. 24 Sebagai pegangan. PENILAIAN BUKTI AUDIT 25 Dalam menilai bukti audit. maka ia harus menangguhkan pemberian pendapatnya sampai ia mendapatkan bukti kompeten yang cukup untuk menghilangkan keraguannya. Page | 80 . apakah bukti audit yang tersedia baginya dengan batasan waktu dan biaya. Dalam merumuskan pendapatnya. hanya ketentuan dalam Seksi ini yang berlaku. Dalam merancang prosedur audit untuk memperoleh bukti kompeten yang cukup. Penerapan lebih awal dari tanggal efektif berlakunya aturan dalam Seksi ini diizinkan. Contoh Tujuan Audit. Masa transisi ditetapkan mulai dari 1 Agustus 2001 sampai dengan 31 Desember 2001. dan Contoh Pengujian Substantif Contoh untuk Sediaan dalam Perusahaan Manufaktur Lampiran ini menggambarkan penggunaan asersi dalam pembuatan tujuan audit dan dalam pendesainan pengujian substantif. Masalah kesulitan dan biaya pengujian suatu pos bukan merupakan dasar yang sah untuk menghilangkan pengujian tersebut dalam proses audit. terlepas apakah bukti audit tersebut mendukung atau berlawanan dengan asersi dalam laporan keuangan. sekali lagi dengan menggunakan pertimbangan profesionalnya. Dalam masa transisi tersebut berlaku standar yang terdapat dalam Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Agustus 1994 dan Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Januari 2001. pendapatnya harus dirumuskan dalam jangka waktu yang pantas dan dengan biaya yang masuk akal. LAMPIRAN A 27 Asersi Laporan Keuangan. Bila auditor masih tetap ragu-ragu untuk mempercayai suatu asersi yang material. auditor harus mempertimbangkan relevansi bukti audit.M. Auditor harus memutuskan. Contoh berikut ini tidak dimaksudkan untuk menggambarkan seluruh pengujian lengkap atau tidak diharapkan akan berlaku untuk semua audit. Auditor harus secara mendalam mencari bukti audit dan tidak memihak (bias) dalam mengevaluasinya.

catatan pembelian catatan sebagai petunjuk kegiatan yang bersangkutan dengan sediaan. produksi. supplies yang masih ada dalam yang ditempatkan di lokasi luar perjalanan maupun yang disimpan di lokasi luar perusahaan. * dengan tanggal neraca. * Meminta pertanggungjawaban semua kartu penghitungan fisik (inventory tags) dan daftar hasil penghitungan fisik (count sheet/inventory summary sheet) Page | 81 . dalam daftar hasil penghitungan fisik sediaan. * Menguji prosedur pisah batas pengiriman dan penerimaan. Daftar hasil penghitungan fisik sediaan * Menelusuri hitung uji yang dicatat dalam dikompilasi dengan teliti dan totalnya telah kartu penghitungan fisik sediaan ke dimasukkan ke dalam akun sediaan.M. produksi. dan penjualan sekarang. * Membandingkan hubungan antara saldo akun sediaan dengan kegiatan pembelian. secara fisik ada * Mendapatkan konfirmasi atas sediaan yang ditempatkan di lokasi luar perusahaan. * Menguji prosedur pisah batas pengiriman dan penerimaan. Kelengkapan Sediaan meliputi semua produk. produksi. perusahaan. AGUS SUDRAJAT S4309040 Tujuan Audit Contoh Pengujian Substantif Keberadaan atau Keterjadian Sediaan yang dicantumkan dalam neraca * Mengamati penghitungan fisik sediaan. Kuantitas sediaan meliputi semua produk. * Mengamati penghitungan fisik sediaan. * Membandingkan sediaan dengan katalog penjualan * sekarang dengan laporan penjualan dan laporan pengiriman barang. * Membandingkan hubungan antara saldo akun sediaan dengan kegiatan pembelian. dan penjualan sekarang. bahan. * Mendapatkan konfirmasi atas sediaan bahan. * Menguji transaksi sediaan di antara tanggal awal penghitungan fisik sediaan Sediaan merupakan unsur yang disimpan untuk dijual atau digunakan dalam kegiatan normal bisnis. Me-review kartu sediaan. supplies yang ada di lokasi perusahaan. Menggunakan jasa spesialis untuk menguatkan sifat produk yang khusus.

kecuali jika harga * Me-review tarif upah karyawan pasarnya lebih rendah. dan pihak lain kontrak. perjanjian konsinyasi. perjanjian konsinyasi. harga pokoknya (at cost). dan kontrak. Hak dan Kewajiban Entitas memiliki hak milik secara hukum atau * Mengamati penghitungan fisik sediaan. AGUS SUDRAJAT S4309040 yang digunakan untuk mencatat hasil penghitungan fisik sediaan. * Memeriksa faktur dari pemasok yang telah dibayar. * Menguji prosedur pisah batas pengiriman dan penerimaan. Sediaan tidak mencakup unsur yang telah * Memeriksa faktur dari pemasok yang ditagihkan kepada pelanggan atau dimiliki oleh telah dibayar. * Merekonsiliasi hasil penghitungan fisik dengan kartu sediaan dan saldo akun sediaan dalam buku besar serta menyelidiki fluktuasi yang signifikan. Page | 82 . langsung. Penilaian atau Alokasi Sediaan dinyatakan secara semestinya pada * Memeriksa faktur dari pemasok. hak milik serupa terhadap sediaan * Mendapatkan konfirmasi atas sediaan yang ditempatkan di lokasi di luar perusahaan. * Memeriksa analisis selisih harga pembelian dan selisih biaya produksi.M.

b. daftar. Kertas kerja dapat pula berupa data yang disimpan dalam pita magnetik. representasi. Membantu auditor dalam pelaksanaan dan supervisi audit. Contoh kertas kerja adalah program audit. c. 3 Faktor yang mempengaruhi pertimbangan auditor mengenai kuantitas. film. Sifat laporan auditor. f. Tingkat risiko pengendalian taksiran. bentuk. atau media yang lain. ikhtisar dari dokumen-dokumen perusahaan. Kertas kerja adalah catatan-catatan yang diselenggarakan oleh auditor tentang prosedur audit yang ditempuhnya. Page | 83 .M. Kebutuhan dalam keadaan tertentu untuk mengadakan supervisi dan review atas pekerjaan yang dilakukan para asisten. Menyediakan penunjang utama bagi laporan auditor. Sifat laporan keuangan. informasi yang diperolehnya. pengujian yang dilakukannya. e. yang isi maupun bentuknya harus didesain untuk memenuhi keadaan-keadaan yang dihadapinya dalam perikatan tertentu. analisis. surat konfirmasi. Sifat dan kondisi catatan clien. yang tersirat ditunjukkan dalam laporan auditor dengan disebutkannya frasa “berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia”. Sifat perikatan auditor. memorandum. Informasi yang tercantum dalam kertas kerja merupakan catatan utama pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh auditor dan simpulan-simpulan yang dibuatnya mengenai masalahmasalah yang signifikan. d. dan daftar atau komentar yang dibuat atau diperoleh auditor. termasuk representasi tentang pengamatan atas standar pekerjaan lapangan. FUNGSI DAN SIFAT KERTAS KERJA 02 Kertas kerja terutama berfungsi untuk: a. dan isi kerta kerja untuk perikatan tertentu mencakup: a. b. dan keterangan yang perlu bagi auditor dalam pembuatan laporan. dan simpulan yang dibuatnya sehubungan dengan auditnya. 15 PENDAHULUAN 01 Auditor harus membuat dan memelihara kertas kerja. AGUS SUDRAJAT S4309040 SA Seksi 339 KERTAS KERJA Sumber : PSA No.

prosedur audit yang telah diterapkan. TANGGAL BERLAKU EFEKTIF 8 Seksi ini berlaku efektif tanggal 1 Agustus 2001. Penerapan lebih awal dari tanggal efektif berlakunya aturan dalam Seksi ini diizinkan. catatan akuntansi klien. namun kertas kerja harus tidak dipandang sebagai bagian dari. saat. tipe. Pemahaman memadai atas pengendalian intern telah diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat.M. namun harus cukup memperlihatkan bahwa catatan akuntansi cocok dengan laporan keuangan atau informasi lain yang dilaporkan serta standar pekerjaan lapangan yang dapat diterapkan telah diamati. AGUS SUDRAJAT S4309040 ISI KERTAS KERJA 4 Kuantitas. Kertas kerja biasanya harus berisi dokumentasi yang memperlihatkan: a. Page | 84 . c. dan isi kertas kerja bervariasi dengan keadaan yang dihadapi oleh auditor. Namun hak dan kepemilikan atas kertas kerja masih tunduk pada pembatasan yang diatur dalam Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik yang berkaitan dengan hubungan yang bersifat rahasia dengan klien. yang menujukan diamatinya standar pekerjaan lapangan yang pertama. yang menujukan diamatinya standar pekerjaan lapangan ketiga. Bukti audit yang telah diperoleh. Setelah tanggal 31 Desember 2001. memberikan bukti kompeten yang cukup sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan. hanya ketentuan dalam Seksi ini yang berlaku. dan lingkup pengujian yang telah dilakukan. b. Pekerjaan telah direncanakan dan disupervisi dengan baik. atau sebagai pengganti terhadap. KEPEMILIKAN DAN PENYIMPANAN KERTAS KERJA 5 Kertas kerja adalah milik auditor. Dalam masa transisi tersebut berlaku standar yang terdapat dalam Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Agustus 1994 dan Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Januari 2001. 7 Auditor harus menerapkan prosedur memadai untuk menjaga keamanan kertas kerja dan harus menyimpannya dalam periode yang dapat memenuhi kebutuhan praktiknya dan ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku mengenai penyimpan dokumen. 6 Seringkali kertas kerja tertentu auditor dapat berfungsi sebagai sumber acuan bagi kliennya. dan pengujian yang telah dilaksanakan. Masa transisi ditetapkan mulai dari 1 Agustus 2001 sampai dengan 31 Desember 2001.

AGUS SUDRAJAT S4309040 OUTSOURCING THE INTERNAL AUDIT FUNCTION: A SURVEY OF THE UK PUBLIK AND PRIVATE SECTORS Georges Selim and Arestodemos Yiannakas Meskipun bukan fenomena baru di dunia usaha. Penelitian ini melaporkan hasil survei kuesioner yang dilakukan pada sektor publik dan swasta di Inggris dalam masalah outsourcing audit internal. Selain melihat faktor bertindak sebagai kekuatan pendorong utama di balik keputusan untuk melakukan outsourcing fungsi internal audit. menunjukkan bahwa dalam waktu dekat setidaknya beberapa. SUMMARY Penelitian ini mencakup analisis data dari survei yang dilakukan di Inggris antara bulan Mei dan Juli 1999. jika tidak semua. Page | 85 . ketiga organisasi Satu dari tiga fungsi audit internal dalam organisasi. puas dengan kualitas jasa audit outsourcing. fungsi audit internal dapat disediakan oleh penyedia layanan di luar. Terlepas dari kenyataan bahwa mereka menunjukkan preferensi mereka terhadap memperoleh layanan dari salah satu dari 'lima besar perusahaan akuntan publik. sejumlah besar organisasi masih dapat mempertimbangkan penggunaan khusus penyedia audit internal. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa organisasi-organisasi. sejumlah Direksi Keuangan dan / atau Direksi Audit baik dari sektor publik dan swasta ikut ambil bagian. Hal ini didukung oleh temuan survei yang menunjukkan bahwa organisasi yang telah menerima outsourcing dan telah mempercayakan penyediaan berbagai layanan seperti pembersih. outsourcing saat ini terjadi pada skala lebih luas dan seringkali mencakup berbagai kegiatan tradisional di dalam organisasi. Para penulis percaya bahwa beberapa keraguan hadir antara organisasi ketika datang ke outsourcing fungsi audit internal. penelitian juga meneliti bagaimana audit internal dianggap dan kemungkinan dampak keputusan outsourcing ini atas independensi auditor dan kualitas layanan audit internal.M. teknologi informasi dan keamanan untuk penyedia layanan di luar. secara umum. tidak begitu tertarik untuk melakukan outsourcing fungsi audit internal. Dalam survei ini.

memfokuskan investasi dan manajemen menjadi perhatian mereka. outsourcing tidak benar-benar sebuah fenomena baru. Sekarang secara luas diakui bahwa agar suatu organisasi bersaing secara efektif. organisasi yang merangkul outsourcing karena mereka menyadari bahwa mereka memiliki keterbatasan tertentu dan karena ada organisasi khusus di pasar sebagai kekuatan mereka. Fungsi organisasi outsourcing seperti keamanan dan pemeliharaan gedung selama beberapa dekade. Organisasi outsourcing sekarang dengan berbagai aktivitas baru. Mereka mengklaim bahwa organisasi yang paling substansial dapat memanfaatkan sumber daya mereka melalui strategis outsourcing: pertama. beberapa skeptis memperingatkan bahwa organisasi bergantung pada outsourcing mengundang bencana kehilangan daya saing. yang secara luas mendukung outsourcing sebagai respon strategis untuk persaingan yang meningkat. Di antara peningkatan jumlah mereka yang menyatakan bahwa outsourcing dapat Page | 86 . Jennings (1996) dan. mengembangkan serangkaian kompetensi inti yang dipilih dengan cermat untuk pelanggan dan organisasi dapat menjadi yang terbaik di dunia. REVIEW LITERATUR Apakah Outsourcing itu perlu? Selama beberapa tahun terakhir. banyak artikel telah ditulis dan diterbitkan tentang outsourcing telah sengit diperdebatkan. Orang-orang digunakan untuk kegiatan seperti organisasi-organisasi outsourcing. yang mereka tidak akan lakukan di masa lalu. Di sisi lain. akuntansi. Kedua. telah menjadi ciri mapan cara bisnis dilakukan. AGUS SUDRAJAT S4309040 PENDAHULUAN Outsourcing yaitu praktek dimana perusahaan dikontrak untuk melakukan satu atau lebih kegiatan bisnis yang secara tradisional telah dilakukan dalam organisasi. teknologi informasi dan bahkan audit internal. misalnya. penting untuk berkonsentrasi pada apa yang dilakukannya menjadi terbaik. kesepakatan baru-baru ini termasuk outsourcing fungsi sumber daya manusia. Menurut pandangan ini. Hinton (1996) juga berbagi pandangan yang sama. banyak kegiatan strategis outsourcing lain yang perusahaan memiliki kebutuhan strategis tidak kritis atau kemampuan khusus.M. Quinn dan Hilmer (1995). Namun. Meskipun semua publisitas baru-baru ini telah diterima. dan akhirnya. Ini adalah wajar bagi mereka yang mendukung akan sangat antusias dan ingin menerapkannya dalam berbagai peran manajemen.

jika kasus tersebut lebih atau kurang harapan. Mereka lebih lanjut menyatakan bahwa keputusan outsourcing. Di sisi lain. McCune (1993) berpendapat bahwa. Dengan kata lain. Dalam banyak kasus. karena organisasi yang melakukan outsourcing dan mendapatkan kesalahan. Bettis. mengklaim bahwa pelaksanaan keputusan outsourcing seharusnya merupakan proses tidak tergesagesa. meskipun organisasi outsourcing dapat memberikan fleksibilitas untuk bereaksi dengan cepat terhadap perubahan kondisi pasar atau untuk memanfaatkan peluang-peluang baru. Untuk organisasi yang outsource dan mendapatkan yang benar. akhirnya membayar lebih ke penyedia layanan di luar dari mereka akan menghabiskan jika mereka melakukan fungsi in-house. Hoewing (1992) menyatakan bahwa kehati-hatian harus diambil untuk tidak tugas outsourcing sebagai jalan terakhir. Willis (1996). Dalam jangka panjang. Tugas outsourcing dalam upaya untuk menyelamatkan sebuah perusahaan finansial tidak stabil jarang bekerja.M. Ide untuk mengubah biaya tetap menjadi biaya variabel dapat membuktikan menjadi pilihan yang menggoda. diambil oleh para manajer Barat. dan Hamel (1992) menyimpulkan bahwa penyalahgunaan outsourcing memainkan peran penting dalam penurunan terus kompetitif di banyak perusahaan Barat. Sejumlah besar organisasi dimengerti menemukan keinginan untuk melakukan outsourcing cukup menarik. Prahalad dan Hamel (1990) menunjukkan bahwa keterampilan yang menimbulkan generasi berikutnya kompetensi inti tidak bisa 'menyewa dalam' oleh outsourcing. AGUS SUDRAJAT S4309040 menggerogoti daya saing. keputusan untuk melakukan outsourcing fungsi tertentu terlalu cepat diambil oleh CEO atau oleh chief financial officer dan cepat disetujui oleh dewan direksi dengan over-antusias. cenderung meningkat. Argumen mereka adalah bahwa kompetensi inti harus dipupuk dan dilindungi dari waktu ke waktu untuk sukses kompetitif. Organisasi bisa. mungkin tidak selalu menjadi strategi terbaik untuk setiap fungsi. manfaat tampak semakin bermanfaat. Demikian pula. Outsourcing memungkinkan organisasi Page | 87 . Bermasalah dengan masalah keuangan perusahaan sering menganggap outsourcing menjadi solusi yang paling tepat untuk masalah mereka. pada kenyataannya. bahkan beralih ke keahlian luar tidak mungkin untuk menghasilkan hasil yang positif. Kompetensi adalah perekat yang mengikat bersama-sama bisnis yang ada dan mesin untuk pengembangan bisnis baru. biaya bisa lebih dari jumlah berapapun yang disimpan. Bradley.

1991). dan disiplin penyedia layanan. 1995.tetapi strategi harus terus dievaluasi ulang. sementara outsourcing dapat terlihat seperti pengaturan yang menarik di awal. Fungsi audit internal merupakan salah satu yang terbaru. Outsourcing Fungsi Internal Audit Outsourcing seperti yang disebutkan sebelumnya. Selanjutnya. melihat fungsi penting. mungkin istilah yang relatif baru. 1980-an dan awal 1990-an. dan kerahasiaan yang muncul ketika perusahaan akuntan publik yang sama memberikan layanan baik internal dan eksternal audit. seperti teknologi informasi dan akuntansi. mereka menjadi kandidat utama untuk outsourcing. fungsi audit internal sebaiknya dilakukan oleh sepenuhnya sumber daya dan staf profesional yang kompeten yang bersifat internal dan bagian integral dari struktur manajemen sebuah organisasi. masih terbuka kemungkinan untuk layanan eksternal yang disediakan. konflik kepentingan. fungsi audit internal dalam organisasi tradisionla yang saat ini menjadi target untuk Mereka yang melawan outsourcing audit internal akan menyarankan bahwa keputusan untuk melakukan outsourcing audit internal seluruh departemen adalah langkah yang paling keliru yang dibuat tim manajemen senior dan selanjutnya akan dianggap sebagai kesalahan serius (Acciani. Standar dan Pedoman Praktik Profesional Audit Internal. meskipun tren besar terhadap outsourcing. maka dianjurkan untuk memperoleh dari luar . kritik outsourcing adalah cepat dalam menunjukkan keprihatinan tentang kebebasan. IIA secara terbuka menyatakan bahwa departemen audit internal yang kompeten yang terorganisasi dengan baik dengan staf yang terlatih dapat melakukan fungsi audit internal yang lebih efisien dan efektif daripada jasa audit kontrak. tetapi bukan merupakan konsep baru. AGUS SUDRAJAT S4309040 untuk tumbuh tanpa investasi aktiva tetap apakah peralatan. dengan menyarankan bahwa jika departemen audit internal tidak memiliki pengetahuan yang diperlukan. Page | 88 untuk melaksanakan tanggung jawab audit. akhirnya akan biaya organisasi lebih tinggi daripada mempertahankan tim audit internal dalam organisasi. Bahkan Acciani (1995) dan Courtemanche (1991) berpendapat bahwa. atau personil . sebagai akibatnya. di negeri lain. dan diperlakukan sebagai ‘non-inti' dan. Courtemanche. Institute of Internal Auditor (IIA).M. keterampilan. masih percaya bahwa.

adalah ‘fleksibilitas’. Verschoor dan Farell (1996) menyatakan bahwa audit internal adalah salah satu pokok sumber informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi tanggung jawab pengawasannya. sehingga proyek-proyek khusus atau tugas yang akan dioutsource ke penyedia layanan di luar. bahwa outsourcing fungsi audit internal tidak sama dengan outsourcing fungsi lainnya. AGUS SUDRAJAT S4309040 Para pendukung outsourcing berpendapat bahwa lebih baik hasil ini didapat dari semua outsourcing atau bagian dari fungsi internal audit. yang sering diangkat untuk mendukung outsourcing. Ini akan sangat berguna di mana fungsi audit internal dalam organisasi memiliki kesulitan dalam memenuhi rencana audit dan di mana tugas-tugas tertentu memerlukan keahlian spesialis yang tidak tersedia dalam organisasi. Meskipun semua yang telah dikatakan di atas. kegiatan kritis menempatkan. PERTANYAAN PENELITIAN Berdasarkan publikasi saat ini. Pelfrey dan Peacock (1995) berbagi pandangan yang sama. Hasil keseluruhan akan meningkat risiko direksi. di tangan penyedia luar dapat membuktikan menjadi kesalahan serius dan mungkin dapat menyebabkan sejumlah besar masalah kepada organisasi. Outsourcing pada kenyataannya dapat menghilangkan kebutuhan untuk mempekerjakan staf permanen ketika fungsi audit internal dalam organisasi tidak dapat mengatasi jumlah tambahan pekerjaan yang harus dilakukan. harus diingat. Jasa outsourcing yang dipilih dapat membuktikan menjadi solusi yang paling tepat untuk auditor internal yang telah diminta untuk secara signifikan mengurangi jumlah staf yang bekerja. Di sisi lain. Itulah sebabnya organisasi harus berpikir dua kali sebelum outsourcing fungsi audit internal. bahwa mereka mempertahankan staf auditor internal pokok untuk menangani fungsi-fungsi tertentu. sedikit penelitian tentang masalah outsourcing fungsi audit internal telah dilakukan di Britania Raya hasilnya banyak pertanyaan yang masih tetap tidak terjawab. sementara pada saat yang sama memperluas cakupan program audit. Menurut Marshall (1994). satu klaim. Salah satu studi paling baru dipublikasikan adalah penelitian yang dilakukan oleh Rittenberg dan Covaleski Page | 89 .M. seperti audit internal. Sebuah penyedia jasa layanan audit luar internal biasanya dapat disewa setiap saat atau untuk periode waktu tertentu. masalah yang tidak biasanya muncul pada fungsi outsourcing lainnya.

Hasil penelitian ini memberikan beberapa pengamatan yang menarik tentang efek positif yang dihasilkan dari kompetisi di putaran kedua kualitas layanan yang disediakan dan efisiensi layanan tersebut. kualitas jasa audit internal diberikan oleh penyedia layanan di Page | 90 . AGUS SUDRAJAT S4309040 (1999) yang meneliti 'pengujian pasar' dari kegiatan audit internal di dalam Pemerintah Inggris di mana tekanan Pemerintah untuk mempertahankan fungsi outsourcing menantang departemen audit internal untuk bersaing dengan sektor swasta. Selain menyediakan beberapa informasi baru tentang outsourcing fungsi audit internal di Britania Raya. Partisipan diminta untuk menyebutkan apakah mereka menganggap audit internal menjadi inti 'atau' non-inti 'kegiatan dan apakah atau mereka tidak menganggap untuk menjadi menjadi 'penting'? Pertanyaan kedua berusaha untuk mengidentifikasi motif pokok dan faktor di balik keputusan untuk melakukan outsourcing fungsi audit internal. Sejumlah besar perusahaan akuntan publik yang telah secara aktif terlibat dalam pemasaran jasa internal audit. 1996). jika bukan alasan utama. Namun. kajian ini berupaya untuk menjawab tiga pertanyaan dasar penelitian. telah mengangkat pertanyaan mengenai kesesuaian dan potensi bahaya mendapatkan kedua layanan dari sumber yang sama (Accianit 1995. Hal ini diklaim secara luas dalam literatur bahwa 'penurunan biaya' adalah salah satu alasan utama. tampaknya bahwa sejumlah faktor lain seperti akses ke auditor internal dengan keterampilan khusus dan untuk menjamin kualitas layanan dapat diajukan sebagai penjelasan yang benar-benar mempengaruhi keputusan untuk melakukan outsourcing fungsi audit internal. Kedua penulis melakukan serangkaian wawancara dengan pihak-pihak utama yang terlibat dalam tes pasar jasa audit internal (yaitu outsourcing penyedia dan kepala atau departemen audit internal). dan strategi yang digunakan oleh kedua departemen yang ada dan outsourcing penyedia dalam berkompetisi untuk penugasan audit. Ia juga mengidentifikasi masalah utama yang dihadapi. Pertanyaan terakhir adalah berkaitan dengan dampak dari keputusan untuk melakukan outsourcing fungsi internal audit pada independensi auditor (internal dan eksternal) dan kualitas layanan audit internal. sebagian besar organisasi yang menggoda untuk melompat ke bandwagon outsourcing.M. Demikian pula. Aldhizer III dan Cashell. Pertanyaan pertama terfokus pada bagaimana internal audit disadari oleh Direksi Keuangan dan Direksi Audit baik dari publik dan sektor swasta.

Selama jangka waktu delapan hari (dari 20 Mei hingga 28 Mei 1999). Instrumen survei (kuesioner pos) dipilih untuk mengumpulkan data primer dibagi menjadi lima skenario yang berbeda dan masing-masing responden diminta untuk menanggapi hanya salah satu skenario sesuai dengan ketentuan saat ini jasa audit internal dalam organisasi masing-masing. 250 Direksi dihubungi dan mereka akan menerima informasi tentang kuesioner pos. dan karena para peneliti tidak punya cara lain untuk membantu responden untuk memberikan respon yang jelas Page | 91 . Untuk tujuan survei ini. Lima skenario adalah: • Fungsi audit internal diselenggarakan dalam organisasi (Skenario I) • Fungsi audit internal outsourcing sebagian (Skenario II) • Fungsi audit internal outsourcing sepenuhnya (Skenario III) • Partnering / Co-sourcing (Skenario IV) • Tidak ada fungsi audit internal saat ini (Skenario V) Karena banyak tes menunjukkan bahwa persentase pengembalian secara signifikan dapat ditingkatkan melalui sebuah pemberitahuan terlebih dahulu. Northern Ireland(NI) Departemen. dan Housing Federation Members. sedangkan 125 dari sektor publik campuran dipilih dari Pemerintah Departemen. Dalam beberapa kasus di mana kontak langsung dengan Direksi tertentu tidak bisa dilakukan. Instansi Pemerintah. diputuskan bahwa penggunaan kuesioner akan menjadi cara yang paling tepat. AGUS SUDRAJAT S4309040 luar. untuk mengumpulkan data. terutama perusahaan akuntan publik. Dari sektor swasta.M. 125 Top perusahaan yang terdaftar di London Stock Exchange dipilih. 1991). METODOLOGI Sampel yang terdiri dari 250 organisasi baik dari publik dan sektor swasta di Britania Raya telah diambil. Non Departemental Public Bodies(NDPB's). diambil keputusan untuk memperkenalkan awalnya kuesioner dengan menelepon semua Drektur Keuangan dan / atau Direktur Audit dalam organisasi yang ada dalam sampel. juga perhatian utama (Courtemanche. Sejak kuesioner didistribusikan itu diluar kekuasaan peneliti. sebuah pesan yang melalui sekretaris atau rekan kerja lainnya. terutama karena merupakan kendaraan yang paling efektif untuk mencapai sejumlah besar responden di wilayah yang luas.

Tingkat respons untuk mailing awal 53. Selain itu. Dan dari sektor swasta 76 (60. 89 (71. NDPB. Dalam rangka mengurangi persentase non-responden dan meningkatkan tingkat respons secara keseluruhan. AGUS SUDRAJAT S4309040 dan akurat. HASIL PENELITIAN Penyediaan Internal Audit Sebagian besar responden (120 dari 165) menunjukkan bahwa mereka saat ini memiliki fungsi audit internal di dalam organisasi mereka. Dari total 250 kuesioner yang dikirimkan. dan NI Departemen dan 22 Haousing Federation Members).8%. Dua Direksi menjawab Ya mereka akan mempertimbangkan dan tiga menjawab Tidak.8% ) berpartisipasi dalam survei kami. Dari 125 organisasi dari sektor publik yang awalnya dilakukan. Untuk memastikan kualitas layanan Penyedia layanan audit internal tidak akan tahu bisnis organisasi yang mereka lakukan Page | 92 . Pengamatan penting adalah bahwa semua organisasi dari sektor publik menyatakan bahwa mereka baik memiliki fungsi audit internal dalam organisasi (61 dari total 89 sebenarnya tidak berpengaruh pada fungsi audit internal dalam organisasi) atau mereka menggunakan layanan dari penyedia layanan di luar. sebanyak 160 (97%) organisasi memiliki baik fungsi audit internal di dalam organisasi atau mereka menggunakan layanan dari penyedia layanan di luar. 165 (66%) akhirnya selesai dan dikembalikan 5 Juli 1999. Lembaga. Kelima Direksi ditanya apakah organisasi masing-masing pernah akan mempertimbangkan kemungkinan memiliki fungsi internal audit. tindak lanjut surat pada 21 Juni 1999. menyelesaikan segala potensi ambiguitas atau kebingungan untuk arti pertanyaan-pertanyaan tertentu. II. Hanya 5 Direksi dari sektor swasta menunjukkan bahwa organisasi mereka tidak memiliki fungsi audit internal.2% sedangkan mailing kedua menghasilkan lebih lanjut 12. Sebagai pengaruh utama dalam keputusan mereka untuk menjaga fungsi audit internal di dalam organisasi: I.M.2%) menjawab (67 Pemerintah Departemen. Organisasi dengan Fungsi Internal Audit Beberapa alasan utama diidentifikasi oleh Direksi.

sampai batas tertentu. Kualitas penyedia staf audit memburuk sebagai kontrak mendekat sampai akhir Penyedia tidak lagi mampu menyediakan pelayanan karena kekurangan staf. oleh fakta bahwa departemen pemerintah . penyedia telah mengalami kesulitan dalam mempertahankan staf yang ada dan merekrut yang baru. Sementara sisa dua pertiga dari Direksi menyatakan bahwa mereka tidak berharap untuk melakukannya. Mereka Page | 93 . mereka memutuskan untuk membawa kembali audit internal organisasi.M. VI. II. Dalam satu kasus. Dalam upaya untuk mendapatkan kembali sekali lagi kontrol keseluruhan fungsi tersebut. Kualitas buruk penyedia layanan Ketidakpuasan dengan kinerja keseluruhan penyedia Kurangnya pemahaman penyedia bisnis'. IV. untuk satu alasan atau lainnya. maka diputuskan untuk membawa kembali fungsi Internal Audit di organisasi Sejauh menyangkut masa depan. 48 berasal dari sektor publik dan 27 dari sektor swasta. V. 75 responden yang sama kemudian diminta untuk menunjukkan jika di masa lalu mereka telah keluar-sumber baik seluruhnya atau sebagian fungsi audit internal mereka dan kemudian.dalam upaya untuk mencapai nilai terbaik. kegiatan. setidaknya untuk beberapa fungsi audit internal mereka. uang untuk pembayar pajak – test market secara teratur. Di antara alasan-alasan yang diajukan untuk menjelaskan keputusan mereka untuk membawa fungsi audit internal kembali ke dalam organisasi: I. Akses ke auditor internal setiap saat'. fungsi internal audit. sepertiga dari Direksi organisasi yang saat ini memiliki fungsi audit internal dalam organisasi mengindikasikan bahwa mereka akan mempertimbangkan outsourcing Jika bukan untuk keseluruhan. III. Dari total 75. Apakah fungsi outsource organisasi akan kehilangan bantuan / konstruktif positif yang diberikan oleh fungsi audit internal. Perbedaan antara kedua sektor dapat dijelaskan. AGUS SUDRAJAT S4309040 III. dan Kebutuhan tetap untuk auditor internal dengan keterampilan khusus. 11 organisasi dari sektor publik memiliki pengalaman dengan outsourcing fungsi audit internal tetapi pada tahap tertentu mereka memutuskan untuk membawa kembali fungsi audit internal organisasi. V. IV. antara lain.

AGUS SUDRAJAT S4309040 tidak akan mempertimbangkan outsourcing fungsi audit internal mereka. Persepsi Internal Audit Dari total 165. sebagai hasilnya. semua lima organisasi dari sektor swasta tanpa fungsi audit Page | 94 . perusahaan akuntan publik telah menyadari potensi penghasilan sangat besar dari pasar outsourcing audit internal. 97 responden menganggap audit internal menjadi kegiatan inti sementara sisa 68 menganggapnya sebagai kegiatan non-inti. Hal ini terbukti bahwa mayoritas (31 dari 40) dari organisasi mulai outsourcing fungsi audit internal dari sekitar lima tahun yang lalu. 43 Direksi berasal dari sektor swasta dan sisanya dari sektor publik. 151 dari 165 memang mempertimbangkan audit internal menjadi kegiatan 'penting'. praktek dimana organisasi outsource dalam fungsi audit internal sebenarnya relatif baru. para peneliti merasa perlu mengeksplorasi masalah ini lebih lanjut dengan meminta partisipan untuk menyatakan apakah dalam pandangan mereka audit internal adalah kegiatan penting dalam organisasi mereka. Namun. diminta untuk mengidentifikasi penyedia layanan mereka. Fungsi Outsourcing Internal Audit 4o organisasi responden baik sebagian atau seluruhnya outsourcing fungsi audit internal atau telah mengadopsi kemitraan / co-sourcing diminta untuk mengatakan kapan mereka mulai melakukannya. Hasil survei menunjukkan bahwa 29 dari 40 organisasi memanfaatkan layanan dari 5 besar perusahaan akuntan publik. Seperti yang diharapkan. Hasil survei mengungkapkan mayoritas. Penyedia Jasa Internal Audit Selama beberapa tahun terakhir.M. Untuk mengidentifikasi sumber utama jasa audit internal. mereka telah mulai menyediakan layanan audit internal di samping audit eksternal biasa dan konsultasi. Angka-angka ini pastikan bahwa meskipun 'outsourcing' adalah bukan fenomena baru.3 kali pendapatan saat ini yang dihasilkan oleh audit hukum dan . Hanya satu organisasi dari sektor publik adalah pada penggunaan kini membuat layanan dari penyedia audit khusus internal. organisasi-organisasi yang sedang outsourcing fungsi audit internal. yang menurut Rittenberg dan Covaleski (1997) adalah 2 .

pemberian pensiun dan pembayaran. teknologi Informasi. yang beberapa organisasi menunjukkan bahwa mereka memiliki outsourcing. faktanya outsourcing untuk fungsi tingkat yang lebih besar seperti katering / kebersihan. keamanan. manajemen. yang saat ini organisasi outsourcing fungsi audit internal. AGUS SUDRAJAT S4309040 internal menyatakan bahwa mereka tidak menganggap audit internal menjadi tidak inti 'atau' esensial '. Fungsi lainnya. Transfer of Undertakings Protection (TUPE) dan Outsourcing Ada kepercayaan bahwa organisasi yang sekarang. Hal ini juga layak disebutkan bahwa 110 dari total 120 organisasi yang belum outsource fungsi audit internal. Hasil ini jelas menunjukkan bahwa dalam kebanyakan kasus. mau menggunakan outsourcing dalam upaya untuk mengurangi jumlah orang-orang yang dipekerjakan. selalu di bawah lindungan dari TUPE. penggajian dan manajemen armada kendaraan. manajemen fasilitas.1%) menyatakan bahwa mereka telah menggunakan beberapa bentuk outsourcing. termasuk manajemen properti. TUPE tidak mempengaruhi keputusan untuk melakukan Page | 95 . responden diminta apakah TUPE telah membuat keputusan fungsi outsource mereka lebih mudah. Hal ini juga layak disebutkan bahwa dari 40 responden. pemeliharaan situs. dan untuk fungsi tingkat yang lebih rendah seperti keuangan. 35 mengatakan bahwa TUPE tidak membuat keputusan mereka lebih mudah sementara 4 mengatakan mdah. 152 (92. Dalam organisasi di mana fungsi audit intern yang telah dioutsource. lebih dari sebelumnya. jasa aktuaria. dan akibatnya mengurangi biaya. Hal ini berpendapat bahwa undang-undang ini memang telah membuat keputusan untuk menggunakan outsourcing lebih mudah karena semua hak dan kewajiban majikan lama dan kontrak kerja secara otomatis dipindahkan ke majikan baru. sebuah hasil yang jelas menunjukkan adopsi meluas dari outsourcing di Britania Raya di kedua sektor. 21 menyatakan bahwa mereka menganggap audit internal menjadi sebuah aktivitas inti. Pengalaman Outsourcing Ketika diminta untuk menyebutkan apakah organisasi mereka telah outsource fungsi lain yang bersumber selain dari audit internal.M. manajemen sumber daya manusia dan akuntansi. telekomunikasi. hubungan masyarakat. dan pemrosesan cek.

AGUS SUDRAJAT S4309040 outsourcing fungsi audit internal. Bahkan responden yang organisasinya memiliki fungsi audit internal dan yang mengatakan bahwa mereka menyadari TUPE. sisanya dari empat puluh organisasi menggunakan dua penyedia audit terpisah. Menurut tanggapan lain yang diberikan. Akhirnya. dan 5 = Sangat Penting). pada waktu itu mereka memilih penyedia layanan. 40 organisasi yang baik seluruhnya atau sebagian fungsi outsourcing atau telah mengadopsi kemitraan / co-sourcing diminta untuk menyatakan apakah mereka menggunakan operator yang sama untuk kedua layanan internal dan eksternal audit. ketika diminta menyatakan apakah undang-undang ini akan membuat keputusan di masa depan untuk melakukan outsourcing internal audit hanya 24 dari sekitar 111 responden menyatakan bahwa TUPE akan membuat keputusan mereka lebih mudah. 2 = Tidak Penting. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan untuk Outsource Fungsi Internal Audit Sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi keputusan untuk melakukan outsourcing fungsi audit internal telah diidentifikasi dalam survei dan responden diminta untuk menunjukkan. Selain dari enam organisasi dari sektor swasta. faktor penting lainnya menunjukkan adalah generasi penghematan biaya dan ketidakmampuan organisasi untuk mempertahankan (atau merekrut) orang dengan yang diperlukan keterampilan yang diperlukan'. Dampak Keputusan Outsourcing Masalah 'Kemerdekaan’ Karena kemerdekaan' adalah sebuah isu yang sangat penting saat outsourcing fungsi audit internal. yang dianggap oleh mayoritas responden menjadi sangat penting dalam memutuskan untuk melakukan outsourcing fungsi audit internal. adalah “akses untuk auditor internal dengan keterampilan khusus’.M. dengan menggunakan skala lima poin (di mana 1 = Tidak relevan. Para peserta juga diminta apakah. yang setiap faktor penting adalah untuk ‘memastikan kualitas layanan'. 4 = Sangat Penting. mereka dianggap potensi untuk mengorbankan independensi auditor yang mungkin terjadi sebagai akibat dari salah satu operator mengasumsikan peran ganda dari auditor Page | 96 . 3 = Penting. Sebuah studi lebih dekat dari angka-angka ini menunjukkan dengan jelas bahwa faktor tunggal.

Sebagian besar organisasi dari kedua sektor puas dengan kualitas pelayanan yang mereka terima saat ini. 27 responden kemudian ditanya apakah mereka setuju bahwa kemerdekaan dikompromikan bila menggunakan penyedia layanan yang sama untuk kedua layanan. AGUS SUDRAJAT S4309040 eksternal internal kering. dan yang ketiga berkata Mungkin. Ketiga organisasi itu ditanya apakah mereka mempertimbangkan membawa fungsi audit internal kembali ke organisasi mereka karena mereka tidak puas. mereka masih terus berjalan dan menggunakan operator yang sama untuk kedua layanan internal dan eksternal audit. kata lain Tidak. Sepuluh mengatakan kemerdekaan yang tidak dikompromikan dan 17 mengatakan dikompromikan. Satu organisasi kata Ya mereka akan mempertimbangkannya.M. . Memiliki fungsi internal audit di dalam organisasi akan meningkatkan kemampuan kita untuk menanggapi kebutuhan yang muncul Kami akan mempertimbangkan membawa fungsi audit internal ke dalam organisasi sehingga Group Chief Internal Auditor akan dapat dengan benar mengendalikan program audit seluruh kelompok itu Page | 97 III. juga diundang untuk menyatakan alasan yang mungkin mempengaruhi keputusan mereka. juga bertanya apakah mereka masih akan mempertimbangkan membawa fungsi audit internal kembali ke dalam organisasi. Hanya 3 organisasi dari sektor publik yang baik sangat tidak puas atau tidak puas dengan layanan yang disediakan. Dua puluh tujuh dari empat puluh responden benar-benar melakukannya saat itu. Menarik untuk dicatat bahwa meskipun mereka telah dianggap sebagai kompromi potensi auditor kemerdekaan dan meskipun mereka setuju bahwa kemerdekaan sebenarnya terancam. 30 Direksi yang menunjukkan bahwa organisasi mereka baik puas atau sangat puas. 13 berkata Ya dan 17 berkata Tidak. 13 responden yang mengatakan bahwa mereka masih akan mempertimbangkan membawa kembali fungsi audit internal ke dalam organisasi. Penggunaan 'outsourcing adalah tindakan sementara untuk mengatasi kekurangan staff jangka pendek staf II. Kepuasan dengan Layanan disediakan Para responden diminta untuk menyatakan tingkat kepuasan dengan kualitas layanan yang disediakan. Beberapa alasan yang disebutkan adalah: I.

Dalam era yang sebagian besar didominasi oleh pribadi: komputer. auditor internal kadang-kadang menemukan diri mereka melakukan audit di wilayah asing. Faktor paling penting yang dikemukakan untuk mendukung keputusan untuk melakukan outsourcing fungsi audit internal adalah ‘akses ke internal auditor dengan keterampilan khusus’. Page | 98 . maka kami akan membawa kembali fungsi auditor internal ke dalam organisasi. Organisasi mengakui fakta bahwa mempertahankan staf ahli tidak selalu merupakan pilihan yang realistis mengingat yang biaya tinggi. KESIMPULAN Hasil survei jelas menunjukkan bahwa mayoritas organisasi di Inggris masih menunjukkan preferensi terhadap fungsi audit internal dalam organisasi. hasil survei menunjukkan fungsi audit internal dirasakan oleh mayoritas responden (59%) sebagai 'inti' dan dengan suara yang lebih besar (92%) sebagai 'esensial'.M. pengembangan dan. V. oleh karena itu. layanan itu akan dibawa kembali ke dalam organisasi VI. internet. menyediakan solusi biaya-efektif untuk kebutuhan sesekali untuk auditor dengan keterampilan khusus. Jika organisasi berhasil dalam merekrut auditor dengan keterampilan yang diperlukan. AGUS SUDRAJAT S4309040 IV. Untuk menjamin penyediaan audit internal yang berkualitas tinggi Para penyedia layanan sedang dikaji secara teratur dan jika organisasi menjadi tidak puas pada satu titik dengan itu. dan jika daerah ini harus diaudit secara efektif dan efisien memerlukan pengetahuan dan keterampilan khusus. Outsourcing. Selanjutnya. Hasil ini 13 lebih diperkuat oleh fakta bahwa organisasi 160 dari total 165 yang ikut ambil bagian dalam survei saat ini memiliki fungsi audit inhouse internal atau menggunakan layanan dari penyedia layanan di luar. Penggunaan instrumen keuangan baru (derivatif misalnya).

M. AGUS SUDRAJAT S4309040 PERTEMUAN 7 PROSES AUDIT AWAL & REVIEW SPI Perencanaan SPAP Standar Kedua à Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika menggunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya. Resiko Akseptibilitas Audit Adalah Ukuran untuk menilai seberapa besar kesediaan auditor untuk menerima bahwa laporan keuangan mungkin saja disajikan dengan kesalahan penyajian yang material setelah proses audit diselesaikan dan pendapat wajar tanpa syarat telah dinyatakan (Resiko nol persen à yakin sekali. Resiko 100 persen à benar-benar tidak yakin). Alasan auditor mempersiapkan rencana kontrak kerja: 1. 3. Memperoleh bukti yang cukup kompeten Menjaga agar biaya audit yang dikeluarkan tetap wajar Menghindari kesalahpahaman dengan klien Pra-perencanaan audit à perolehan informasi untuk menilai resiko akseptibilitas audit dan inheren. Page | 99 . 2.

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

Resiko Inheren Adalah Ukuran penilaian auditor atas kemungkinan adanya kesalahan penyajian yang material atas akun sebelum mempertimbangkan efektifitas pengendalian intern.  Perencanaan audit awal Empat hal yang harus dilakukan lebih dulu dalam audit : • • • • Auditor harus memutuskan apakah akan menerima seorang klien baru atau melanjutkan pelayanan klien yang ada Auditor harus mengidentifikasikan mengapa klien menginginkan atau membutuhkan audit Auditor memperoleh pemahaman klien tentang cara penugasan untuk menghindari kesalahpahaman Staf untuk penugasan dipilih, termasuk bila dibutuhkan spesialis audit

 Penerimaan dan Kelangsungan Kerja Sama dengan Klien Harus mempertimbangkan tanggungjawab hukum dan profesi KAP dalam menentukan klien yang layak
Page | 100

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

Investigasi Klien Baru Sebelum menerima klien baru, KAP menginvestigasi perusahaan untuk menentukan akseptibilitas, prospek klien dalam komunitas bisnisnya, stabilitas keuangan dan hubungannya dengan KAP sebelumnya  Mempertahankan Klien yang Ada KAP setiap tahun mengevaluasi kliennya untuk menentukan apakah ada alasan untuk menghentikan proses audit mereka

Menerima Klien dan Melakukan Perencanaan Audit Awal: 1. Mengidentifikasikan berbagai alasan klien meminta penugasan audit Sesuai dengan dua faktor yang mempengaruhi resiko akseptibilitas audit : siapakah yang akan menjadi pengguna laporan keuangan dan apa maksud menggunakan laporan keuangan 2. Memperoleh kesepahaman dengan klien •

SAS 83 (AU 310) Surat penugasan (engagement letter) à kesepakatan antara KAP dan

pihak klien untuk melaksanakan jasa audit serta jasa lainnya yang terkait dengan audit 3. Memilih staf bagi penugasan audit : SPAP Standar Umum pertama 4. Mengevaluasi kebutuhan akan spesialis dari luar • • SAS 73 (AU 336) Audit klien membutuhkan pengetahuan khusus harus berkonsultasi dengan spesialis Memahami Bisnis dan Industri Klien Sebuah pemehaman menyeluruh atas bisnis dan industry klien dan pengetahuan tentang operasional perusahaan adalah penting untuk merlukan suatu audityang memadai. Sifat dari bisnis dan industry klien mempengaruhi resiko bisnis klien tersebut dan resiko salah saji material dalam laporan keuanga. Auditor menggunakan pengetahuan dari resiko ini untuk menentukan luasan tepat dari bukti audit. Faktor yang meningkatkan pentingnya pemahaman akan bisnis dan industri klien :

Page | 101

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

Teknologi informasi menghubungkan perusahaan klien dengan Klien telah meluaskan operasional ke seluruh dunia Teknologi informasi mempengaruhi proses internal, memperbaiki Pentingnya modal manusia (human capital) dan aktiva tidak Auditor membutuhkan pemahaman yang lebih baik dari bisnis dan

pelanggan dan pemasok besar  

mutu san ketapatan waktu dari informaso akuntansi  berwujud telah meningkatkan kerumitan akuntansi  industri klien untuk memberikan pelayanan bernilai tambah untuk klien Industri dan Lingkungan Eksternal. Terdapat tiga alasan utama mengapa diperlukan pemahaman yang baik atas industry klien dan lingkungan eksternal, antara lain: 1. Terdapat resiko yang terkait dengan industry tertentu 2. Terdapat resiko inheren yang umumnya dimiliki oleh semua klien dalam sejumlah industri tertentu 3. Banyak industri yang memiliki persyaratan akuntansi yang unik yang harus dipahami auditor untuk mengevaluasi apakah laporan keuangan klien sudah sesuai dengan PABU Operasi dan proses bisnis Auditor harus memahami sumber utama pendapatan, pelanggan dan pemasok kunci, sumber keuangan dan informasi tentang pihak terkait yang bisa menunjukkan area resiko bisnis klien yang meningkat. 1. Mengunjungi pabrik dan kantor.   Mengamati kegiatan perusahaan secara langsung Membantu auditor untuk mengidentifikasi resiko inheren

2. Mengidentifikasi pihak terkait. Menurut SAS 45 (AU 334) definisi pihak terkait adalah perusahaan afiliasi, pemegang saham utama dari perusahaan klien atau pihak lainnya yang berhubungan dengan klien dimana salah satu dari kedua belah pihak itu dapat mempengaruhi manajemen atau kebiajakan operasional pihak lainnya
Page | 102

Auditor harus memahami tujuan Klien yang terkait dengan: 1. Kepemerintahan meliputi struktur organisasi klien. bisa mengurangi kemungkinan akuntansi yang terlalu agresif.  Notulen rapat Merupakan catatan-catatan resmi atas sejumlah pertemuan yang dilakukan antara dewan direksi dan para pemegang saham. efektivitas dewan direksi dan komite audit. Filosofi dan gaya operasional manajemen dan kemampuan untuk mengidentifikasi dan merespon resiko. 2.  Anggaran Dasar (corporate charter) Diberikan oleh Negara bagian tempat awal didirikan perusahaan tersebut dan merupakan dokumen hokum yang wajib digunakan untuk mengenali perusahaan sebagai entitas yang berdiri sendiri. Dewan direksi yang efektif membantu menjamin bahwa perusahaan mengambil resiko yang sepantasnya. Anggaran Rumah Tangga (by laws)  Mencakup sejumlah peraturan dan prosedur yang diadopsi oleh para pemegang saham perusahaan. 3. melalui tinjauan atas laporan keuangan. AGUS SUDRAJAT S4309040 Manajemen dan kepemerintahan Manajemen membuat strategi dan proses bisnis yang diikuti oleh bisnis klien. sangat berdampak pada resiko salah saji material dalam laporan keuangan.M. Ukuran dan prestasi  Meliputi indikator prestasi kunci yang digunakan manajemen untuk mengukur kemajuan terhadap tujuan Pelaporan keuangan yang bisa diandalkan Efektivitas dan efesiensi operasi Pemenuhan hukum dan peraturan tujuan Page | 103 . Komite audit. Tujuan dan strategi klien Strategi adalah Pendekatan yang diikuti oleh entitas untuk mencapai organisasi.

M.  Menggunakan perbandingan dan hubungan untuk menilai apakah Diwajibkan dalam fase perencanaan untuk membantu dalam Seringkali dilakukan selama fase pengujian dari audit yang Juga diwajibkan selama fase penyelesaian dari audit saldo akun data lain terlihat wajar  menentukan sifat. Perubahan yang tidal biasa atas rasio bisa dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya atau dengan rata-rata industry sehingga akan membantu mengidentifikasikan area yang mengalami kenaikan resiko salah saji yang membutuhkan perhatian lebih lanjut selam audit. Bagian penting dari pengujian disepanjang audit Ikhtisar atas Tujuan Perencanaan Audit Tujuan utama à mendapatkan sebuah pemahaman tentang bisnis dan industri klien yang akan digunakan untuk menilai resiko bisnis klien dan resiko salah saji material dalam laporan keuangan. luasan dan penetapan waktu pekerjaan yang akan dilakukan  berhubungan dengan prosedur audit lainnya  Page | 104 . Prosedur Analitis Definisi menurut SAS 56 (AU 329) à Evaluasi informasi keuangan yang dilakukan dengan sebuah studi hubungan masuk akal diantara data keuangan dan non keuangan yang melibatkan perbandingan dari jumlah tercatat dengan pengharapan yang dikembangkan oleh auditor (penekanan pada pengharapan yang dikembangkan oleh auditor). Dilakukan dengan membandingkan antara rasio klien dengan benchmark industri atau pesaing sebagai indikasi kinerja perusahaan. AGUS SUDRAJAT S4309040  Pengukuran kinerja meliputi analisis rasio dan benchmarking terhadap pesaing kunci Melaksanakan Prosedur Analitis Pendahuluan Bagian penting untuk memahami bisnis klien dan penilaian resiko bisnis klien adalah melaksanakan prosedur analisis pendahuluan.

Membandingkan data klien dengan data periode sama yang sebelumnya  Membandingkan saldo tahun ini dengan tahun sebelumnya Menyertakan hasil neraca saldo tahun lalu yang telah disesuaikan dalam kolom terpisah dari lembar kerja neraca saldo tahun ini  Membandingkan rincian total saldo dengan rincian yang sama untuk Digunakan bila tidak ada perubahan yang signifikan dalam operasional klien di tahun ini  Menghitung hubungan rasio dan persentase untuk dibandingkan dengan tahun sebelumnya 3.M. Membandingkan data klien dan industri  Sebuah bantuan untuk memahami bisnis klien dan indikasi dari Kelemahan rasio industri à adanya perbedaan diantara sifat kemungkinan kegagalan keuangan  Fase pengujian Fase penyelesaian (wajib) (wajib) Tujuan utama Tujuan skunder Tujuan skunder Tujuan utama Tujuan skunder Tujuan utama kemungkinan Tujuan utama Tujuan skunder informasi keuangan klien dan perusahaan membentuk total industri 2. Membandingkan data klien dengan hasil dugaan yang telah ditentukan klien   Data klien dibandingkan dengan anggaran Auditor harus mengevaluasi apakah anggaran itu adalah rencana yang tahun sebelumnya realistis Page | 105 . AGUS SUDRAJAT S4309040 Tujuan prosedur analitis untuk ketiga fase antara lain: Fase Fase perencanaan Tujuan Memahami industri & bisnis Menilai kelangsungan Menunjukkan salah saji Mengurangi ujian rinci Lima Jenis Prosedur Analitis 1.

maka untuk membayar utangnya adalah waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk merubah aktiva lancar yang kurang cair menajdi uang tunai Rasio Aktivitas untuk Piutang Dagang dan Persediaan  Rasio perputaran piutang dagang à untuk menilai kewajaran dari cadangan untuk akun yang tidak tertagih Page | 106 . ukurannya :  Rasio Kas à untuk mengevaluasi kemampuan membayar Rasio Lancar (current ratio) à membutuhkan pengubahan utang dengan segera  aktiva seperti persediaan dan piutang dagang menjadi kas sebelum utang dibayar  Rasio Paling Lancar (quick ratio) à perbedaan dengan rasio lancar adalah masuknya persediaan ke dalam aktiva lancar untuk rasio lancar 2. Membandingkan data klien dengan hasil dugaan yang menggunakan data non keuangan  Penekanan à akurasi data Rasio Keuangan Umum 1. AGUS SUDRAJAT S4309040  Kemungkinan bahwa informasi keuangan saat ini telah diubah oleh karyawan klien untuk menyesuaikan dengan anggaran 4. Membandingkan data klien dengan hasil dugaan yang telah ditentukan auditor  Auditor menghitung saldo dugaan untuk dibandingkan dengan saldo Auditor membuat sebuah perhitungan tentang apakah saldo akun itu sebenarnya  seharusnya dengan menghubungkannya dengan neraca lajur lainnya atau akun laporan pemasukan atau rekening dengan membuat sebuah proyeksi berdasarkan pada suatu tren historis 5.M. Kemampuan membayar utang jangka pendek Menggunakan tingkat likuiditas yang wajar supaya dapat membayar utang saat jatuh tempo. Rasio Aktivitas Likuiditas  Digunakan jika perusahaan tidak memiliki uang tunai.

Rasio Profitabilitas Kemampuan perusahaan menghasilkan uang tunai untuk pembayaran kewajiban. perluasan dan deviden   Rasio Pendapatan per Saham Persentase Keuntungan Kotor (Gross Profit Percent) à bagian dari penjualan yang tersedia untuk menutupi semua pengeluaran dan keuntungan setelah dikurangi biaya produk  Margin Keuntungan (Profit Margin)à mirip dengan margin keuntungan kotor tetapi telah dikurangi baik biaya barang terjual maupun pengeluaran operasi  Tingkat Pengembalian atas Aktiva memperlihatkan kemampuan perusahaan untuk  TIngkat Pengembalian atas Modal menghasilkan keuntungan atas setiap aktiva&modal Komunikasi Masalah SPI (SA Seksi 325) Seksi ini memberikan panduan untuk mengidentifikasi dan melaporkan kondisi yang menyangkut pengendalian intern entitas. Komunikasi tersebut umumnya ditujukan kepada komite audit atau orang dengan tingkat wewenang dan tanggung jawab setara dalam organisasi yang tidak memiliki komite audit. Kemampuan memenuhi kewajiban utang jangka panjang  Kemampuan untuk menghimpun modal untuk perluasan à Rasio Kemampuan untuk melakukan pembayaran pokok dan bunga à Utang terhadap Modal Sendiri  kemampuan perusahaan membuat aliran kas yang positif dari operasi 4. yang diamati dalam audit atas laporan keuangan. AGUS SUDRAJAT S4309040  Rasio perputaran persediaan à untuk mengidentifikasikan keusangan persediaan potensial 3.M. atau pemilik dalam perusahaan yang dijalankan oleh pemiliknya sendiri.  Kondisi yang dapat dilaporkan Page | 107 . seperti dewan komisaris. atau pihak lain yang mengadakan perikatan audit. dewan wali amanat.

Kekurangan demikian dapat mencakup aspek lima komponen pengendalian intern1 (a) lingkungan pengendalian. Namun. Auditor tidak berkewajiban mencari kondisi yang dapat dilaporkan. 69] Pertimbangan atas Pengendalian Intern dalam Audit Laporan Keuangan untuk definisi penting tambahan. Ditemukan atau tidaknya kondisi yang dapat dilaporkan akan berbeda antara satu perikatan dengan perikatan yang lain. persoalan yang diharuskan untuk dilaporkan kepada komite audit untuk selanjutnya disebut dengan kondisi yang dapat dilaporkan. Dalam Seksi ini. yang menurut pertimbangannya. mengikhtisarkan. yang berakibat buruk terhadap kemampuan organisasi tersebut dalam mencatat. auditor mungkin mengetahui persoalan yang menyangkut pengendalian intern yang mungkin perlu diketahui oleh komite audit.M. dan (e) pemantauan. (Lihat paragraf 21. karena dipengaruhi oleh sifat. (c) aktivitas pengendalian. saat.  Kriteria yang disepakati Page | 108 . seperti ukuran entitas. Pengendalian intern adalah pengendalian yang dibuat untuk memberikan keyakinan memadai bahwa tujuan entitas tertentu akan dicapai. (d) informasi dan komunikasi. ini adalah persoalan yang menarik perhatian auditor. dan lingkup prosedur audit serta faktor-faktor lainnya. (Lihat SA Seksi 319 [PSA No. Secara khusus. atau mungkin dengan cara lain selama pelaksanaan audit. auditor mungkin menemukan kondisi yang dapat dilaporkan melalui pertimbangannya atas komponen pengendalian intern. AGUS SUDRAJAT S4309040 Selama melaksanakan audit. karena merupakan kekurangan material dalam desain atau operasi pengendalian intern. lampiran untuk contoh kondisi yang dapat dilaporkan). kerumitan dan sifat serta keanekaragaman kegiatan usahanya. dan melaporkan data keuangan yang konsisten dengan asersi manajemen dalam laporan keuangan.  Identifikasi kondisi yang dilaporkan Tujuan auditor dalam mengaudit laporan keuangan adalah untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan entitas secara keseluruhan. (b) penaksiran risiko. penerapan prosedur audit terhadap saldo akun dan transaksi. mengolah. harus dikomunikasikan kepada komite audit.

walaupun tanpa permintaan khusus untuk itu. dan memberikan panduan tambahan. yang menurut Seksi ini dapat dilaporkan atau yang merupakan hasil kesepakatan dengan klien harus dilaporkan. auditor harus mendokumentasikan komunikasi tersebut dalam kertas kerjanya. atau hasil penyelidikan lebih lanjut dari permasalahan yang ditemukan untuk mengidentifikasikan penyebabnya. atau melaksanakan prosedur tertentu yang tidak direncanakan sebelumnya. c. Auditor sebaiknya juga melaporkan masalah lain. Memuat pembatasan distribusi laporan sebagaimana yang dijelaskan dalam paragraf 10. auditor dan kliennya mungkin membicarakan pengendalian intern dan berfungsi atau tidaknya pengendalian tersebut. Menunjukkan bahwa tujuan audit adalah untuk memberikan pendapat atas laporan keuangan dan tidak untuk memberi keyakinan atas pengendalian intern. Page | 109 .M. meringkas hal-hal tertentu yang telah diatur dalam Seksi sebelumnya. Setiap laporan yang diterbitkan mengenai kondisi yang dapat dilaporkan harus: a. Apabila informasi tersebut dikomunikasikan secara lisan. berguna untuk manajemen. menilai prosedur pengendalian tertentu. mungkin auditor diminta untuk mengunjungi lokasi tertentu. pelaporan persoalan yang tidak sepenting dibandingkan dengan yang disebutkan dalam Seksi ini. Seksi ini menguraikan. AGUS SUDRAJAT S4309040 Pada waktu menentukan lingkup auditnya. adanya kondisi yang dikemukakan oleh klien. Klien mungkin meminta auditor untuk waspada terhadap permasalahan tertentu dan untuk melaporkan kondisi di luar yang dibahas dalam Seksi ini.  Pelaporan – bentuk dan isi Kondisi yang ditemukan oleh auditor. Dalam lingkup demikian. yang menurut penilaiannya. misalnya. Memuat definisi kondisi yang dapat dilaporkan. b. Komunikasi dengan Manajemen (SA Seksi 360) Beberapa pernyataan standar auditing telah memberikan panduan tentang hubungan antara auditor dengan manajemen. sebaiknya dilakukan secara tertulis. Lingkup yang disepakati bersama antara auditor dan klien untuk melaporkan kondisi yang ditemukan dapat meliputi.

b) integrasi. namun pada umumnya mencakup: a) Tujuan audit atas laporan keuangan. AGUS SUDRAJAT S4309040 Untuk tujuan Seksi ini. c) objektivitas. Surat perikatan membantu auditor dalam menghindari kesalahpahaman tentang syarat-syarat perikatan. Manajemen mencakup direktur dan komite audit hanya jika mereka melaksanakan fungsi sebagai manajemen senior tersebut. PSA No. Prinsipprinsip yang memberikan panduan tentang tanggung jawab profesional auditor adalah: a) independensi. dan g) standar teknis  Syarat-syarat dalam perikatan audit Surat perikatan merupakan kepentingan baik auditor maupun kliennya yang berisi dokumentasi dan penegasan penerimaan oleh auditor mengenai penunjukan auditor oleh klien. Prinsip-prinsip ini terdapat dalam Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.M. dan menjadi dasar suatu hubungan antara auditor dengan kliennya. 55 (SA Seksi 320) Surat Perikatan Audit memberikan panduan bagi auditor mengenai surat perikatan tersebut. Bentuk dan isis surat perikatan audit dapat bervariasi untuk setiap klien. Page | 110 . e) kerahasiaan. manajemen terdiri dari pejabat atau yang lain yang menjalankan fungsi sebagai manajemen senior. d) kemahiran dan kecermatan profesional. b) Tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan. perlu bagi auditor untuk membangun hubungan kerja yang bersifat konstruktif dengan manajemen untuk mewujudkan audit yang efektif dan efesien. Tujuan ini dapat dicapai dengan mengamati prinsip-prinsip etika profesi tertentu yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. f) perilaku profesional.  Persyaratan hukun dan professional Selama melakukan audit atas laporan keuangan.

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

c) Lingkup audit, termasuk pengacuan ke perundangan, peraturan, atau standar yang diterbitkan oleh badan profesional yang didalamnya auditor menjadi anggotanya. d) Akses ke catatan, dokumentasi, dan informasi lain apa saja yang diisyaratkan dalam hubungannya dengan audit. Representasi Manajemen SA Seksi 333 [PSA No. 17] Representasi Manajemen berisi standar dan panduan profesional yang berkaitan dengan representasi manajemen. Representasi manajemen dapat memberikan: a) bukti bahwa manajemen mengakui tanggung jawabnya atas penyajian yang wajar laporan keuangan sesuai dengan rerangka pelaporan keuangan yang relevan, dan telah mengesahkan laporan keuangan tersebut; b) penegasan tertulis oleh manajemen mengenai representasi signifikan yang dibuat selama pelaksanaan audit, sehingga mengurangi kemungkinan salah paham tentang representasi lisan yang dibuat oleh auditor, c) bukti audit tertulis bilamana representasi manajemen merupakan satusatunya bukti yang diharapkan dapat diperoleh auditor (seperti, suatu penguatan maksud manajemen untuk menahan investasi tertentu untuk tujuan jangka panjang).

 Komunikasi dengan manajemen selama masa audit Selama berlangsungnya audit, auditor melakukan pembicaraan dengan manajemen mengenai berbagai hal yang mencakup berikut ini: a) pemahamanatas bisnis klien; b) rencana audit; c) dampapak perundangan atau standar profesional atas audit; d) informasi yang diperlukan untuk menentukan risiko audit; e) penjelasan, bukti, dan representasi dari manajemen atau dari tingkat yang lebih rendah dalam organisasi;

Page | 111

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

f) pengamatan dan saran yang dihasilkan dari audit tentang hal-hal efisiensi operasional atau administratif, strategi bisnis, dan unsur lain yang menarik perhatian, g) informasi yang tidak diaudit yang diinginkan oleh manajemen untuk publikasikan dengan laporan keuangan auditan yang menurut pertimbangan auditor tidak konsisten atau tampak menyesatkan pembaca. Pada akhir audit, auditor akan memerlukan waktu untuk membicarakan hal-hal seperti: a) kesulitan praktis yang dijumpai dalam pelaksanaan audit; b) ketidaksetujuan dengan manajemen berkaitan dengan laporan keuangan;
c) apakah adjustment audit signifikan perlu disajikan atau tidak dalam laporan

keuangan; d) perhatian atau masalah signifikan yang berkaitan dengan kebijakan akuntansi dan pengungkapan unsur-unsur dalam laporan keuangan yang kemungkinan meyebabkan modifikasi terhadap laporan auditor; e) ketidakberesan atau dugaan adanya ketidakpatuhan terhadap undangundang dan peraturan yang ditemukan oleh auditor; f) risiko signifikan yang dihadapi oleh entitas seperti hal-hal yang memiliki potensi yang membahayakan bagi kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya; g) rekomendasi (seperti hal yang berkaitan dengan pengendalian intern) yang akan diberikan oleh auditor kepada manajemen sebagai hasil dari auditnya. Auditor perlu mengkomunikasikan hal-hal tersebut kepada manajemen yang memiliki jenjang semestinya. Komunikasi tersebut dapat berbentuk lisan atau tertulis. Jika komunikasi dilakukan secara lisan, auditor mendokumentasikan komunikasi tersebut dalam kertas kerja. Rapat khusus biasanya diadakan pada akhir audit dengan direksi, komite audit atau manajemen senior yang lain. Komunikasi Dengan Komite Audit (SA Seksi 380) Seksi ini menetapkan persyaratan bagi auditor untuk menentukan bahwa masalahmasalah tertentu yang bersangkutan dengan pelaksanaan audit dikomunikasikan kepada orang yang memiliki tanggung jawab pengawasan dalam proses pelaporan
Page | 112

M. AGUS SUDRAJAT S4309040

keuangan. Untuk tujuan Seksi ini, penerima komunikasi disebut dengan komite audit (audit committee). Komite audit atau pihak yang secara formal ditunjuk untuk mengawasi proses pelaporan keuangan yang bertanggung jawab kepada badan yang setara dengan komite audit (seperti komite keuangan atau komite anggaran) dan semua perikatan dengan Bapepam. Masalah yang dikomunikasikan Tanggung Jawab Auditor Berdasarkan Standar Auditing yang Ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia Audit yang dilaksanakan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia dapat ditujukan ke berbagai masalah yang menjadi kepentingan komite audit. Sebagai contoh, komite audit biasanya berkepentingan dengan pengendalian intern dan apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Agar komite audit memahami sifat keyakinan yang diberikan oleh suatu audit, auditor harus mengkomunikasikan tingkat tanggung jawab yang dipikulnya mengenai masalah-masalah tersebut berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Juga penting bagi komite audit untuk memahami bahwa standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia didesain untuk memperoleh keyakinan memadai, bukan mutlak, atas laporan keuangan. Kebijakan Akuntansi Siginifikan Auditor harus menentukan bahwa komite audit mendapatkan informasi tentang pemilihan dan perubahan kebijakan akuntansi atau pelaksanaannya. Auditor juga harus menentukan bahwa komite audit mendapatkan informasi tentang metode yang digunakan untuk mempertanggungjawabkan transaksi signifikan yang tidak biasa dan dampak kebijakan akuntansi signifikan untuk isu akuntansi yang baru atau kontroversial yang belum ada panduan atau kesepakatan mengenai perlakuan akuntansinya dari badan berwnang. Sebagai contoh, mungkin terdapat isu akuntansi signifikan dalam bidang seperti pengakuan pendapatan, pendanaan tidak disajikan di neraca (off-balance sheet financing), dan akuntansi untuk investasi ekuitas (equity investment).

Page | 113

meskipun auditor berkesimpulan bahwa penyesuaian tersebut tidak material bagi laporan keuangan sekarang. AGUS SUDRAJAT S4309040 Pertimbangan Manajemen dan Estimasi Akuntansi Estimasi akuntansi merupakan bagian terpadu dari laporan keuangan yang disusun oleh manajemen dan didasarkan atas pertimbangan kini manajemen.M. merupakan koreksi yang disusulkan terhadap laporan keuangan yang menurut pertimbangan auditor. Auditor harus menentukan komite audit mendapatkan informasi tentang pross yang digunakan oleh manajemen dalam merumuskan estimasi akuntansi yang sangat sensitif tersebut dan tentang dasar yang dipakai oleh auditor dalam menyimpulkan kewajaran estimasi tersebut. Perusahaan tertentu yang menyerahkan laporan kepada Bapepam diharuskan untuk menyajikan informasi Page | 114 . Estimasi akuntansai tertentu sangat sensitif karena estimasi tersebut signifikan bagi laporan keuangan dan karena kemungkinan bahwa peristiwa masa yang akan datang yang mempengaruhinya dapat sangat berbeda dari pertimbangan sekarang manajemen. baik secara individu atau secara bersama-sama. Pertimbangan tersebut biasanya didasarkan atas pengetahuan dan pengalaman tentang peristiwa sekarang dan masa lalau serta asumsi tentang peristiwa masa yang akan datang. namun tidak dicatat oleh entitas dapat secara potensial menyebabkan salah saji material dalam laporan keuangan masa yang akan datang. Masalah yang menjadi dasar penyesuaian yang disusulkan oleh auditor. penyesuaian audit. baik yang dicatat maupun yang tidak dicatat oleh entitas. Informasi Lain dalam Dokumen yang Berisi Laporan Keuangan Auditan Komite audit seringkali mempertimbangkan informasi yang disusun oleh manajemen yang menyertai laporan keuangan entitas. Untuk tujuan Seksi ini. mungkin tidak akan terdeteksi kecuali melalui prosedur audit yang dilaksanakan. Penyesuaian Audit Signifikan Auditor harus memberikan informasi kepada audit tentang penyesuaian yang timbul dari audit yang menurut pertimbangannya dapat berdampak signifikan atas proses pelaporan entitaas.

AGUS SUDRAJAT S4309040 “Analisis dan Pembahasan Umum oleh Manajemen” terhadap kondisi keuangan dan hasil usaha dalam laporan tahunan kepada pemegang saham.3 Auditor harus membicarakan dengan komite audit mengenai tanggung jawabnya atas informasi lain dalam dokumen yang berisi laporan keuangan auditan. manajemen dapat memutuskan untuk berkonsultasi dengan akuntan lain tentang masalah auditing dan akuntansi. Konsultasi dengan Akuntansi Lain Dalam beberapa hal. serta hasilnya. 44] Informasi Lain dalam Dokumen yang Berisi Laporan Keuangan Auditan menetapkan tanggung jawab auditor untuk informasi semacam itu. pengungkapan yang dicantumkan dalam laporan keuangan entitas. Ketidaksepakatan dapat juga timbul berkaitan dengan lingkup audit. Ketidaksepakatan dengan Manajemen Ketidaksepakatan dengan manajemen dapat terjadi sehubungan dengan penerapan prinsip akuntansi terhadap transaksi dan peristiwa khusus entitas serta basis yang digunakan oleh manajemen untuk membuat estimasi akuntansi. SA Seksi 550 [PSA No. Auditor harus membahas dengan komite audit setiap ketidaksepakatannya dengan manajemen. ia harus membahas dengan komite audit mengenai pandangannya terhadap masalah signifikan yang dikonsultasikan oleh manajemen. tentang masalah-masalah yang secara individual maupun bersama-sama signifikan terhadap laporan keuangan entitas atau laporan auditor. baik yang dapat diselesaikan dengan memuaskan maupun yang tidak.M. ketidaksepakatan tidak mencakup perbedaan pendapat berdasarkan fakta yang tidak lengkap atau informasi awal yang dapat diselesaikan kemudian.4 3 4 Page | 115 . dan prosedur yang telah dilaksanakan. Bila auditor mengetahui bahwa konsultasi semacam ini terjadi. Untuk tujuan Seksi ini. serta katakata yang digunakan oleh auditor dalam laporan auditnya.

ia harus memberitahu komite audit. Standar ini memberikan pedoman bagi auditor yang merlaksanakan audit untuk mempertimbangkan dan menerapkan prosedur perencanaan dan supervise. termasuk penyiapan program audit. AGUS SUDRAJAT S4309040 Isu Utama yang Dibicarakan dengan Manajemen sebelum Keputusan Mempertahankan Auditor Auditor harus membahas dengan komite audit mengenai isu utama yang telah dibahas dengan manajemen yang berkaitan dengan usaha mula-mula atau usaha selanjutnya untuk tetap mempertahankan penggunaan jasa auditor tersebut termasuk. Kesulitan yang Dijumpai dalam Pelaksanaan Audit Auditor harus memberikan informasi kepada komite audit bila terdapat kesulitan serius yang dijumpainya dalam berhubungan dengan manjemen mengenai pelaksanaan audit. dan apakah jadwal waktu yang dibuat oleh manajemen masuk akal dalam keadaan tersebut. AUDIT SPI DAN KAITANNYA DENGAN AUDIT LAPORAN KEUANGAN A. pengumpulan Page | 116 . jika auditor menganggap masalah ini signifikan. penundaan yang tidak beralasan oleh manajemen mengenai saat dimulainya audit atau penyediaan informasi yang diperlukan. pembahasan mengenai penerapan prinsip akuntansi dan standar auditing. Hal ini termasuk. diantarannya. PERTEMUAN 8 PERENCANAAN AUDIT. PERENCANAAN AUDIT Strandar pekerjaan lapangan pertama mengharuskan bahwa “Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan sebaik-baiknya”.M. diantaranya. Masalah lain yang mungkin dijumpai oleh auditor adalah tidak tersedianya personel klien dan kegagalan personel klien untuk menyelesaikan daftar yang dibuat klien pada waktunya.

Dalam perencanaan audit. Mengembangkan startegi audit pendahuluan untuk asersi-asersi yang signifikan. Masalah yang berkaitan dengan bisnis entitas dan industri yang menjadi tempat entitas tersebut b. 2. Pertimbangan awal tentang tingkat materialitas untuk tujuan audit . 3. antara lain: a. c. 5. Langkah-langkah yang harus dilakukan auditor dalam perencanaan audit. Tingkat risiko pengendalian yang direncanakan. dan saat entitas. Sifat laporan auditor yang diharapkan akan diserahkan sebagai contoh. Perencanaan audit meliputi pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang diharapkan. meliputi: 1. dan pengetahuan tentang bisnis entitas. Melakukan prosedur analitis. Page | 117 perencanaan bervariasi dengan ukuran dan kompleksitas entitas. d. Melakukan penilaian awal terhadap materialitas. laporan keuangan yang diserahkan ke Bapepam. laporan auditor tentang laporan keuangan konsolidasian. Pos laporan keuangan yang mungkin memerlukan penyesuaian (adjustment). 4. e. auditor harus mempertimbangkan. termasuk penggunaan organisasi jasa dari luar untuk mengolah informasi akuntansi pokok perusahaan. f. AGUS SUDRAJAT S4309040 informasi mengenai bisnis satuan usaha. laporan khusus untuk menggambarkan kepatuhan klien terhadap kontrak perjanjian). lingkup. Kondisi yang mungkin memerlukan perluasan atau pengubahan pengujian audit. seperti risiko kekeliruan atau kecurangan yang material atau adanya transaksi antar pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa.M. g. Sifat. Metode yang digunakan oleh entitas tersebut dalam mengolah informasi akuntansi yang signifikan. h. Menilai risiko audit. pengalaman mengenai . penyelesaian perbedaan pendapat terusmenerus selama audit. Menghimpun pemahaman bisnis klien dan industry klien. Kebijakan dan prosedur akuntansi entitas tersebut.

b. Menilai kewajaran representasi manajemen. d.M. e. Menilai kondisi yang didalamnya data akuntansi dihasilkan. Page | 118 . Mengidentifikasi bidang yang memerlukan pertimbangan khusus. Pengajuan pertanyaan pada dewan komisaris maupun komite audit. Menilai kewajaran estimasi. e. Mempertimbangkan kesesuaian prinsip akuntansi yang diterapkan dan kecukupan pengungkapannya. dan dikumpulkan dalam organisasi. dan praktik yang menurut pertimbangan auditor dimungkinkan memiliki dampak terhadap laporan keuangan. f. AGUS SUDRAJAT S4309040 6. Tingkat pengetahuan tersebut harus dimiliki auditor untuk memahami peristiwa. Penentuan keberadaan hubungan ekonomis dengan perusahaan lain dalam satu kelompok usaha. Pemahaman auditor tentang bisnis klien dan insdustri klien dapat diperoleh melalui beberapa sumber. Penelaahan kertas kerja audit tahun sebelumnya. direview. umumnya tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh manajemen tentang bisnis satuan usaha jauh lebih banyak. transaksi. penyisian kerugian piutang. persentase penyelesaian kontrak jangka panjang. depresiasi. Peninjauan terhadap operasi klien. c. Penelaahan data industry dan data bisnis. Dengan demikian pengetahuan tentang bisnis klien tersebut membantu auditor dalam beberapa hal berikut ini: a. b. yaitu: a. Bila dibandingkan dengan auditor. Menghimpun pemahaman struktur pengendalian intern klien. Menghimpun Pemahaman Bisnis Klien dan Industri Klien Auditor harus memperoleh pengetahuan tentang bisnis dan industry klien yang memungkinkannya untuk merencanakan dan melaksanakan auditnya berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Pengajuan pertanyaan kepada manajemen. diolah. d. c. seperti penilaian atas persediaan.

serta transaksi yang memerlukan pertimbangan khusus. Melalui peninjauan pabrik. AGUS SUDRAJAT S4309040 Kertas kerja audit tahun sebelumnya dapat berisi informasi yang bermanfaat untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang berkaitan dengan sifat bisnis. regulasi baru dari pemerintah. Segala informasi yang diperoleh tersebut didokumentasikan dalam arsip permanen. Page | 119 . struktur organisasi. standar dan pedoman akuntansi perusahaan klien. seperti dalam pemahaman struktur pengendalian intern. Peninjauan terhadap operasi klien dalam hal ini adalah bahwa auditor meninjau tempat operasi klien dengan maksud untuk mengetahui karakteristik operasi klien. Melalui pengajuan pertanyaan kepada manajemen terkait dengan bisnis dan industry klien. penelaahan kontrak atau perjanjianperjanjian penting. juga pengubahan signifikan struktur organisasi dan manajemen perusahaan. penelaahan dilakukan terhadap kertas kerja audit tahun sebelumnya yang diperoleh dari kantor akuntan public lain tersebut dengan seijin klien. proses operasi dan pengolahan.M. auditor dapat pula meminta tambahan dan modifikasi audit yang direncanakan. dan tempat yang rawan penyimpangan. Informasi industri dapat diperoleh dari berbagai sumber antara lain bulletin atau publikasi industri. dan sebagainya. auditor dapat mengetahui lokasi dan jenis catatan akuntansi dan system pemrosesan data klien. auditor akan mendapatkan berbagi informasi tentang perkembangan bisnis yang sedang dilakukan yang nerpengarus terhadap audit. dan ketertarikan manajemen atas audit terhadap suatu divisi atau anak perusahaan yang baru. dan karakter oparasi. auditor dapat mengetahui letak dan kondisi pabrik. Untuk klien baru yang pernah diaudit oleh kantor akuntan public lain sebelumnya. Pengajuan pertanyaan pada dewan komisaris maupun komite audit memungkinkan auditor mendapatkan informasi tentang kekuatan dan kelemahan struktur pengendalian intern klien. penelaahan notulen rapat klien. dan berkesempatan menjumpai personel kunci dalam perusahaan klien. kebijakan dan prosedur. analisis laporan keuangan interim. Auditor meninjau pabrik maupun kantor klien. lokasi dan kondisi gudang. Disamping itu. Bila proses akuntansi diolah dengan computer maka auditor harus mempertimbangkan dampak pengolahan tersebut terhadap pelaksanaan auditnya. Data bisnis klien dapat dihimpun melalui penelaahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga klien. Melalui peninjauan kantor. dan lain sebagainya.

Dalam tahap pengambilan kesimpulan hasil audit. Perekayasaan transaksi tersebut dapat menimbulkan informasi keuangan yang menyesatkan. dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya transaksi yang dilakukan klien dengan anak maupun Indus perusahaan. Melakukan Penilaian Awal Terhadap Materialitas Yang dimaksud dengan materialitas adalah besarnya kelalaian atau pernyataan yang salah pada informasi akuntansi yang dapat menimbulkan kesalahan dalam pengambilan keputusan. Keberadaan hubungan ekonomi tersebut menimbulkan kesempatan bagi klien untuk melakukan perekayasaan transaksi. auditor menentukan tingkat materialitas pada dua tingkat. tahap pengujian atau tahap pekerjaan lapangan. Prosedur analitis dapat dilakukan dengan metode perbandingan sederhana sampai model statistic dan matematis yang rumit dan kompleks. prosedur analitis berguna sebagai alat untuk penelaahan akhir tentang rasionalitas laporan keuangan auditan. yaitu: a. Dalam pekerjaan lapangan. penentuan waktu. Melakukan Prosedur Analitis Prosedur analitis merupakan pengevalusasian terhadap informasi keuangan yang dibuat dengan mempelajarai hubungan-hubungan yang masuk akal antara data keuangan dengan data non keuangan.M. Dalam perencanaan audit ini. yaitu penilaian awal mengenai tingkat materialitas dalam perencanaan audit. Page | 120 . prosedur analitis berguna untuk membantu auditor merencanakan sifat. maupun transaksi antara klien dengan satuan usaha lain di bawah satu holding company yang sama. prosedur analitis merupakan prosedur audit yang optimal. dan tahap penyimpulan hasil audit. dan luas prosedur audit. Materialitas tingkat laporan keuangan. AGUS SUDRAJAT S4309040 Penentuan keberadaan hubungan ekonomis perusahaan klien dengan perusahaan dalam satu kelompok usaha. Prosedur analitis dilakukan dalam tiga tahap audit yaitu tahap perencanaan. Auditor melakukan planning materiality. Prosedur analitis dilakukan sebagai salah satu pengujian substantive untuk menghimpun bahan bukti tentang asersi tertentu yang terkait dengan saldo rekening ataupun kelompok transaksi. Dalam tahap perencanaan.

auditor lebih mengutamakan pengujian substantive daripada pengujian pengendalian. Auditor relative lebih sedikit melakukan prosedur untuk memperoleh pemahaman mengenai struktur Page | 121 . Laporan keuangan dapat mengandung salah saji yang material bila berisi kekeliruan dan ketidakberesan yang secara individu maupun kolektif sangat besar pengaruhnya terhadap kewajaran laporan keuangan. b. Auditor menentukan materialitas pada tingkat laporan keuangan karena pendapat auditor tentang kewajaran adalah mengenai laporan keuangan secara keseluruhan dan tidak sepotong-sepotong. Ada dua alternative strategi audit. Risiko pengendalian (control risk) c. Lower assessed level of control risk approach. namun bila diakumulasikan dapat menjadi material secara kumulatif pada tingkat laporan keuangan. Risiko audit terdiri dari tiga komponen. Risiko audit adalah risiko tidak diketahuinya kesalahan yang dapat mengubah pendapat auditor atas suatu laporan keuangan yang diaudit.M. Ada hubungan erat antara tolerable misstatement dengan meterialitas pada tingkat laporan keuangan. AGUS SUDRAJAT S4309040 b. Pada strategi Primarily substantive approach. Risiko deteksi (detection risk) Mengembangkan Strategi Audit Pendahuluan Untuk Asersi Yang Signifikan Tujuan auditor dalam perencanaan dan pelaksanaan audit adalah untuk menurunkan risiko audit pada tingkat serendah mungkin untuk mendukung pendapat auditor mengenai kewajaran laporan keuangan. Tolerable misstatement adalah salah saji maksimum yang boleh ada dalam saldo akun sehingga tidak dianggap sebagai salah saji material. Materialitas pada tingkat saldo akun sering disebut juga dengan tolerable misstatement. yaitu: a. Akun-akun yang secara individual tidak material. Primarily substantive approach. Menilai Risiko Audit Auditor harus mempertimbangkan risiko audit dalam melakukan perencanaan audit. Risiko bawaan (inherent risk) b. yaitu: a. Materialitas tingkat saldo akun.

Auditor lebih banyak melakukan prosedur untuk memperoleh pemahaman mengenai struktur pengendalian intern perusahaan klien. AGUS SUDRAJAT S4309040 pengendalian intern perusahaan klien. Auditor tetap melakukan pengujian substantive meskipun tidak seefektif pada Primarily substantive approach. auditor lebih mengutamakan pengujian pengendalian daripada pengujian substantive. Pada strategi Lower assessed level of control risk approach ini.M. Page | 122 . Strategi ini lebih banyak digunakan dalam audit yang pertama kali daripada audit atas klien lama. Strategi ini banyak dipakai dalam audit atas klien lama daripada audit yang pertama kali atas klien baru.

ketidakberesan dan pelanggaran hukum 2. Review Pengalaman yg lalu (audit ulang) . b. c.. Prosedur pengendalian B. Struktur pengendalian intern terdiri atas tiga unsure.Adanya Salahsaji material. Pemahaman struktur pengendalian intern perusahaan klien. Nilai Prospektif Hukum dan Stabilitas Keuangan Klien c. Nilai kemampuan untuk mengaudit a.M.Review surat kabar c. c.Penasehat hukum. Merancang pengujian substantive. Lingkungan pengendalian. masyarakat bisnis . Mempertimbangkan factor yang mempengaruhi risiko salah saji material. Jasa yang diinginkan b. Komunikasi dg auditor sebelumnya . Mengidentifikasi tipe salah saji potensial. Evaluasi Integritas Manajemen a.Pihak ketiga yg akan memakai laporan b.Minta ijin klien b. Identifikasi Lingkungan Khusus & Risiko Luar Biasa a. Identifikasi Tim Audit Page | 123 . b. yaitu: a. PERIKATAN AUDIT Penerimaan Perikatan Audit 1. digunakan auditor untuk: a. Evaluasi Sistem Pelaporan Keuangan Auditabilitas Entitas 3. AGUS SUDRAJAT S4309040 Menghimpun Pemahaman Struktur Pengendalian Intern Klien Auditor harus melaksanakan prosedur audit yang antara lain meliputi prosedur untuk memperoleh pemahaman struktur pengendalian intern. Bertanya kepada pihak ketiga yg lain . banker. Identifikasi Batasan Lingkup d.Perusahaan publik atau privat . Identifikasi Maksud Pemakai Laporan Keuangan Auditan . Sistem akuntansi.Lisan atau surat .

Idenfikasi yg jelas ttg entitas & Laporan Keuangan yang harus diaudit b. Tujuan Audit c. Mengingatkan kepada manajemen bahwa dia yang bertanggungjawab terhadap penyusunan laporan keuangan dan penyelenggaraan pengendalian inetern yang cukup g. dan keluarga yang tidak diperbolehkan oleh Etika Profesi b. Evaluasi Independensi a. Penjelasan dan Lingkup Audit dan tanggungjawab auditor e. Pertimbangkan Kebutuhan untuk Konsultasi dan Penggunaan para Ahli (Spesialis) . Putuskan untuk menerima atau menolak perikatan Pertimbangan utk menolak perikatan audit: – – – Integritas manajemen atau tdk memberikan bukti selama audit Klien menolak utk merevisi salahsaji dlm laporan keuangan Klien tdk mengambil tindakan yg sesuai terhadap temuan atas kecurangan atau pelanggaran hukum 6. Pernyataan bahwa audit mungkin tidak menemukan seluruh ketidakberesan yang material f. uandang-undang.(mis appraiser. insinyur. peraturan-peraturan lain) yg harus diikuti auditor d.Satu atau Lebih Senior Auditor . bisnis. Edarkan sirkuler nama calon klien kpd staff profesional utk mengidentifikasi hubungan keuangan. Bila ada.Satu atau lebih manajer .M. tolak penugasan atau beri informasi kpd calon klien dampak dari ketidakindependensian ini 5.Para Asisten c. AGUS SUDRAJAT S4309040 . Suatu indikasi bhw manajemen akan diminta utk membuat pernyataan tertulis utk kepentingan audit Page | 124 . aktuaris. Buat Surat Perikatan Isi Surat Perikatan: a. Referensi thdp Standar Profesional (Standar Auditing. dan sbg) 4.Seorang Partner .

Dasar penentuan fee audit j. Page | 125 . Sebagai contoh. Penjelasan bhw auditor dapat memberi jasa tambahan seperti menyusunkan atau mereview SPT i. PENENTUAN RESIKO dan MATERIALITAS RESIKO Auditor harus mempertimbangkan risiko audit dalam melakukan perencanaan audit.M. Risiko pengendalian adalah risiko bahwa suatu salah saji material yang dapat terjadi dalam suatu asersi tidak dapat dideteksi ataupun dicegah secara tepat pada waktunya oleh berbagai kebijakan dan prosedur struktur pengendalian intern perusahaan. Risko audit terdiri dari tiga komponen. risiko pengendalian tidak pernah mencapai angka nol karena struktur pengendalian intern tidak akan dapat menghasilkan keyakinan penuh bahwa semua salah saji material akan dapat dideteksi ataupun dicegah. Meskipun demikian. Risiko bawaan bervariasi untuk setiap asersi. semakin kecil risiko pengendalian. yaitu: a. Semakin efektif struktur pengendalian intern. Risiko pengendalian (control risk) c. Risiko pengendalian merupakan fungsi dari efektivitas struktur pengendalian intern. Permintaan kepada klien agar menandatangani surat penugasan bila telah menyetujui C. asersi keberadaan dan keterjadian akun piutang dagang mempunyai risiko bawaan yang lebih tinggi daripada aktiva tetap. Risiko deteksi (detection risk) Risiko bawaan adalah kerentanan atau mudah tidaknya suatu akun mengalami salah saji material dengan asumsi tidak ada kebijakan dan prosedur struktur pengendalian intern yang terkait. Keberadaan aktiva tetap lebih mudah dibuktikan daripada keberadaan piutang dagang. AGUS SUDRAJAT S4309040 h. Risiko bawaan (inherent risk) b. Risiko audit adalah risiko tidak diketahuinya kesalahan yang dapat mengubah pendapat auditor atas suatu laporan keuangan yang diaudit. Auditor tidak dapat mempengaruhi atau mengubah risiko bawaan.

Tahap 1 dan 2 berada dalam perencanaan tentang uji audit. dilihat dari keadaan yang melingkupinya. Sebagai contoh. UNSUR TINDAKAN PELANGGARAN HUKUM OLEH KLIEN Page | 126 dapat menimbulkan kewajiban bersyarat yang material atau hilangnya pendapatan . Sebagai akibat interaksi antara pertimbangan kuantitatif dan kualitatif dalam mempertimbangkan materialitas. : mengestimasi total kesalahan penyajian yang terdapat dalam segmen : mengestimasi kesalahan penyajian gabungan : memebandingkan antara estimasi gabungan dari pertimbangan awal atau pertimbangan yang telah direvisi tentang tingkat materialitas. 4 dan 5 berada dalam evaluasi hasil.M. serta penerapan standar pengendalian mutu. Risiko deteksi merupakan fungsi efektivitas prosedur audit dan penerapannya oleh auditor. salah saji yang jumlahnya relatif kecil yang ditemukan oleh auditor dapat berdampak material terhadap laporan keuangan. Definisi tersebut mengakui pertimbangan materialitas dilakukan dengan memperhitungkan keadaan yang melingkupi dan perlu melibatkan baik pertimbangan kuantitatif maupun kualitatif. Risiko deteksi dapat ditekan atau diturunkan auditor dengan cara melakukan perencanaan yang memadai dan supervisi atau pengawasan yang tepat. D. suatu pembayaran yang melanggar hukum yang j umlahnya tidak material dapat menjadi material. sedangkan tahap 3. AGUS SUDRAJAT S4309040 Risiko deteksi merupakan risiko bahwa auditor tidak dapat mendeteksi salah saji material yang terdapat dalam suatu asersi. Tahap – Tahap Dalam Penerapan Materialitas Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Tahap 4 Tahap 5 : menetapkan pertimbangan awal tentang tingkat materialitas : mengalokasikan pertimbangan awal tentang tingkat materialitas ke dalam segmen – segmen. j ika kemungkinan besar hal tersebut yang material. mungkin dapat mengubah atau mempengaruhi pertimbangan orang yang meletakkan kepercayaan atas informasi tersebut. MATERIALITAS Materialitas adalah besarnya informasi akuntansi yang apabila terjadi penghilangan atau salah saji.

semakin kecil kemungkinan audi-tor menyadari atau mengenali adanya unsur tindakan pelanggaran hukum tersebut. Hubungan dengan Laporan Keuangan Tindakan melanggar hukum yang dikaitkan dengan laporan keuangan sangat bervariasi. Unsur tindakan pelanggaran hukum lain. Selanjutnya istilah unsur pelanggaran hukum lain itu akan disebut dengan unsur pelanggaran hukum saja. auditing. penentuan apakah suatu perbuatan merupakan pelanggaran hukum atau bukan biasanya didasarkan atas hasil penilaian atau nasihat ahli hukum yang telah mempelajari pokok persoalannya dan memiliki keahlian untuk itu atau penentuannya menunggu sampai adanya keputusan pengadilan. Auditor harus Page | 127 . Auditor biasanya mempertimbangkan hukum dan peraturan yang dipahaminya sebagai hal yang memiliki pengaruh langsung dan material dalam penentuan jumlah-jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan. pertimbangan dampaknya terhadap laporan keuangan. Pada umumnya semakin jauh unsur pelanggaran hukum terpisah dari kejadian dan transaksi yang dicerminkan dalam laporan keuangan. Latihan. AGUS SUDRAJAT S4309040 Unsur tindakan melanggar hukum oleh klien adalah unsur tindakan pelanggaran yang dapat dihubungkan dengan entitas yang laporan keuangannya diaudit. Tanggung jawab auditor dalam pendeteksian. dan pemahaman auditor atas usaha klien dan lingkungan industrinya dapat memberikan dasar guna mengenali adanya perbuatan klien yang merupakan unsur tindakan pelanggaran hukum. Pertimbangan Auditor Atas Kemungkinan Adanya Unsur Tindakan Pelanggaran Hukum unsur tindakan pelanggaran hukum tertentu memiliki dampak material dan langsung terhadap penentuan jumlah.M. memiliki dampak material tetapi tidak langsung terhadap laporan keuangan.jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan. Namun. atau tindakan manajemen atau karyawan yang bertindak atas nama entitas. Pengertian unsur tindakan pelanggaran hukum oleh klien tidak termasuk pelanggaran peroranganyang dilakukan oleh manajemen dan karyawan entitas yang tidak berkaitan dengan kegiatan bisnis entitas. pengalaman. dan pelaporan unsur tindakan pelanggaran hukum lain diuraikan lebih lanjut.

Page | 128 . transaksi dicatat secara salah. karyawan. Penyelidikan oleh instansi pemerintah. Informasi Spesifik Tentang Adanya Kemungkinan Unsur Tindakan Pelanggaran Hukum Dalam penerapan prosedur audit dan evaluasi hasil pelaksanaan prosedur tersebut.M. Auditor harus meminta keterangan manajemen tentang kepatuhan klien terhadap hukum dan peraturan. c. Namun mengingat karakteristik unsur tindakan pelanggaran hukum sebagaimana telah dijelaskan atas. Penggunaan petunjuk yang dikeluarkan oleh klien dan representasi periodik yang diperoleh klien dari manajemen berbagai jenjang yang memiliki otoritas untuk menilai kepatuhan terhadap hukum dan peraturan. maka auditor berkewajiban melaksanakan prosedur audit yang dirancang secara khusus untuk meyakinkan apakah unsur tindakan pelanggaran hukum telah dilakukan atau tidak. atau transaksi dicatat tidak lengkap atau tidak tepat waktu sehingga tidak mencerminkan pertanggungjawaban aktiva secara memadai. tujuannya kepada konsultan. perlu disadari bahwa suatu audit yang dilakukan berdasarkan standar auditing tidak menjamin bahwa unsur tindakan pelanggaran hukum akan terdeteksi atau berbagai kewajiban bersyarat akan berhasil diungkapkan. auditor berkewajiban juga memperoleh keterangan dari manajemen tentang: Kebijakan klien dalam upaya pencegahan unsur tindakan pelanggaran hukum. b. peringatan tertulis. yang menimbulkan tanda tanya ada atau tidaknya kemungkinan unsur pelanggaran hukum: a. atau Pembayaran dalam jumlah besar untuk jasa yang tidak jelas pembayaran denda dalam jumlah besar. auditor mungkin akan memperoleh informasi spesifik berikut ini. Jika dimungkinkan. atau pihak lain. AGUS SUDRAJAT S4309040 waspada terhadap adanya kemungkinan bahwa unsur pelanggaran hukum telah terjadi. Jika ada informasi spesifik yang menarik perhatian auditor yang memberikan indikasi tentang adanya kemungkinan unsur tindakan pelanggaran hukum yang mungkin menimbulkan dampak material tidak langsung terhadap laporan keuangan. Transaksi tanpa otorisasi. pihak afiliasi.

Melakukan konsultasi dengan penasihat hukum klien atau ahli lain tentang penerapan hukum dan peraturan relevan dengan kondisi yang dihadapi sekaligus mengantisipasi dampaknya terhadap laporan keuangan. yang tidak dijelaskan. Jika dimungkinkan. auditor harus memperoleh keterangan dari tingkat manajemen yang lebih tinggi daripada tingkat manajemen pelaku unsur tindakan pelanggaran hukum. Keterlambatan pengisian dan pengembalian surat pemberitahuan pajak. b. AGUS SUDRAJAT S4309040 d. f. Prosedur audit tambahan yang dipandang perlu antara lain: Page | 129 .M. Pertemuan konsultasi dengan penasihat hukum klien harus dengan sepengetahuan dan persetujuan klien. jika diperlukan. Pembayaran untuk pejabat atau karyawan pemerintah yang berhubungan dengan pekerjaan mereka. maka ia harus berusaha memperoleh informasi tentang sifat pelanggaran. atau transaksi lain serupa. atau ketidakmampuan membayar kewajiban kepada pemerintah yang lazim bagi industri entitas atau karena sifat bisnis entitas tersebut. Jika manajemen tidak berhasil memberikan informasi dan keterangan yang memuaskan tentang terjadi atau tidaknya unsur tindakan pelanggaran hukum. Menerapkan prosedur tambahan. transfer besar ke nomor rekening bank tertentu. yang tidak biasa. Prosedur Audit dalam Menanggapi Kemungkinan Adanya Unsur Tindakan Pelanggaran Hukum Jika auditor mengetahui akan adanya kemungkinan unsur tindakan pelanggaran hukum. g. cek tunai dalam jumlah besar. e. Komisi penjualan atau komisi agen yang dipandang berlebihan jika dibandingkan dengan yang biasanya dibayarkan oleh klien atau dengan jasa yang benar-benar diterima oleh klien. dan informasi lain yang cukup untuk mengevaluasi dampak unsur pelanggaran terhadap laporan keuangan. kondisi terjadinya pelanggaran. untuk memperoleh pemahaman lebih baik tentang sifat pelanggaran. maka auditor harus: a. Pembayaran tunai sangat besar.

jika laporan keuangan komparatif dilaporkan. Pemerolehan Representasi Tertulis Representasi tertulis dari manajemen harus diperoleh untuk semua laporan keuangan dan periode yang dicakup oleh laporan audit. REPRESENTASI MANAJEMEN Kepercayaan Atas Representasi Manajemen Selama audit berlangsung. dalam menanggapi pertanyaan khusus atau melalui laporan keuangan. dan menunjukkan serta mendokumentasikan lebih lanjut ketepatan representasi tersebut. baik lisan maupun tertulis. b) Mengkonfirmasi informasi signifikan yang berkaitan dengan unsur pelanggaran kepada pihak luar atau pihak perantara seperti bank dan penasihat hukum. Representasi manajemen tersebut merupakan bagian dari bukti audit yang diperoleh auditor. seperti faktur. representasi tertulis yang diperoleh pada penyelesaian audit yang Page | 130 . manajemen membuat banyak representasi bagi auditor. AGUS SUDRAJAT S4309040 a) Memeriksa dokumen-dokumen pendukung. cek/giro dan surat perjanjian yang dibatalkan. d) Mempertimbangkan apakah transaksi atau kejadian lain serupa mungkin juga telah terjadi dan menerapkan prosedur untuk mengidentifikasinya. dan membandingkannya dengan catatan akuntansi. auditor harus menyelidiki keadaan tersebut dan mempertimbangkan keandalan representasi tersebut. Sebagai contoh. tetapi tidak merupakan pengganti bagi penerapan prosedur audit yang diperlukan untuk memperoleh dasar memadai bagi pendapat auditor atas laporan keuangan. Representasi tertulis dari manajemen biasanya menegaskan representasi lisan yang disampaikan oleh manajemen kepada auditor. dan mengurangi kemungkinan salah paham mengenai masalah yang direpresentasikan.M. E. auditor harus mempertimbangkan apakah keandalan representasi manajemen yang berkaitan dengan aspek lain laporan keuangan memadai dan beralasan. Jika suatu representasi yang dibuat oleh manajemen bertentangan dengan bukti audit lain. c) Menentukan apakah otorisasi semestinya telah diperoleh atas transaksi yang berkaitan dengan unsur tindakan pelanggaran hukum. Berdasarkan keadaan tersebut.

Laporan Keuangan laporan keuangan secara wajar. d. f. Rencana atau maksud yang mungkin akan mempengaruhi nilai atau klasifikasi aktiva atau kewajiban. (2) karyawan yang memiliki peran signifikan dalam pengendalian intern. Representasi tertulis tertentu yang diperoleh auditor akan tergantung pada keadaan perikatan dan sifat dan basis penyajian laporan keuangan.M. Pengukuran. Keyakinan manajemen bahwa laporan keuangan disajikan sesuai dengan prinsip yang berlaku umum di Indonesia 4. Kelengkapan Informasi c. a. Pengakuan manajemen mengenai tanggung jawabnya untuk menyajikan Page | 131 . Pengakuan. Informasi mengenai transaksi antarpihak yang memiliki hubungan istimewa dan piutang atau utang antarpihak yang memiliki hubungan istimewa. i. b. representasi tertentu harus berhubungan dengan hal-hal berikut ini : 1. Komunikasi dari badan pengatur tentang ketidakpatuhan dengan atau kekurangan dalam praktik pelaporan keuangan. Auditor memperoleh representasi tertulis dari manajemen untuk Dalam banyak hal. 5. AGUS SUDRAJAT S4309040 terkini harus mencakup semua periode yang dilaporkan. dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. didesain untuk memperoleh informasi yang mendukung masalah yang juga direpresentasikan secara tertulis 3. Informasi tentang kecurangan yang melibatkan (1) manajemen. dan dewan komisaris. Dalam hubungannya dengan audit laporan keuangan yang disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. auditor menerapkan prosedur audit terutama melengkapi prosedur audit lain yang dilakukannya. atau (3) pihak lain yang kecurangannya berdampak material atas laporan keuangan. e. basil usaha. Tidak adanya transaksi yang tidak dicatat. posisi keuangan. Kelengkapan dan ketersediaan semua notulen rapat pemegang saham. 2. h. direksi. dan Pengungkapan g. Ketersediaan catatan keuangan dan data yang berkaitan.

Peristiwa Kemudian q. sedangkan faktor internal adalah faktor di dalam perusahaan itu sendiri. tertulis atau lisan. seperti keuangan. Faktor eksternal adalah faktor di luar perusahaan itu sendiri. Jaminan. Jika suatu entitas bisnis tidak memiliki kemampuan mempertahankankelangsungan hidupnya. n. sumber daya manusia. maka laporan keuangan entitas tersebut wajib disusun berdasarkan asumsi likuidasi dengan dasar nilai realisasi. Hak atas aktiva. b. teknologi dan lain-lain. dan aktiva yang dijaminkan. GOING CONCERN Asumsi going concern adalah salah satu asumsi yang dipakai dalam menyusun laporan keuangan. yang menyebabkan entitas memiliki utang bersyarat. Hal ini adalah syarat suatu laporan keuangan disusun dengan menggunakan dasar akrual. Page | 132 . Tuntutan yang belum dinyatakan atau prakiraan yang telah dikemukakan oleh penasihat hukum merupakan tuntutan yang kemungkinan besar akan terjadi harus diungkapkan sesuai dengan PSAK Akuntansi untuk Kontijensi. Going concern dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal entitas bisnis yangbersangkutan. Tuntutan yang tidak diungkapkan meskipun telah diberitahukan kemungkinannya oleh penasihat hukum klien. sosial politik dan lain-lain. hak gadai atas aktiva. Estimasi signifikan dan pemusatan material yang diketahui oleh manajemen yang harus diungkapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku. m. l. k. seperti pasar. kondisi ekonomimakro. p.M. Asumsi ini mengharuskan entitas bisnis secara operasional memiliki kemampuan mempertahankan kelangsungan hidupnya atau going concern. o. a. Kepatuhan dengan pasal-pasal perjanjian kontrak yang mungkin berdampak terhadap laporan keuangan. AGUS SUDRAJAT S4309040 j. Informasi tentang peristiwa kemudian F. Pelanggaran atau kemungkinan pelanggaran hukum atau peraturan yang dampaknya harus dipertimbangkan untuk diungkapkan dalam laporan keuangan atau sebagai dasar untuk mencatat rugi bersyarat.

namun.M. maka laporan keuangan tersebut tidak sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum. dan untuk memperoleh keyakinan mengenai persyaratan akuntansi dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Berdasarkan teori akuntansi keuangan. AGUS SUDRAJAT S4309040 Isu going concern akan berdampak terhadap opini yang diberikan oleh akuntan public terhadap suatu laporan keuangan. P e r t i m b a n g a n A k u n t an s i Prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan pengungkapan pihak yang memiliki hubungan istimewa. Transaksi-transaksi yang karena sifatnya mungkin memberikan indikasi adanya pihak yang memiliki hubungan istimewa. Sebab jika suatu laporan keuangan yang berbasis akrual tidakdisusundenganasumsi going concern. G. untuk mengidentifikasikan pihak yang memiliki hubungan istimewa dan transaksi antarpihak yang memiliki hubungan istimewa. prinsip akuntansi yang telah ditetapkan biasanya tidak mensyaratkan transaksi dengan pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa diperlakukan dengan dasar yang berbeda dari yang seharusnya. dengan penekanan pada cukup atau tidaknya pengungkapannya. tidak mungkin akuntan publik memberikan opini wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion) atas laporan keuangan yang disusun dengan asumsidanbasispencatatan tidak jelas. Auditor harus memandang transaksi antarpihak yang memiliki hubungan istimewa dalam rerangka pernyataan prinsip akuntansi. jika tidak terdapat hubungan istimewa. auditor harus menyadari bahwa substansi suatu transaksi dapat secara signifikan menjadi berbeda dari bentuknya dan bahwa laporan keuangan harus mengidentifikasi substansi transaksi tersebut dan bukan hanya bentuk hukumnya semata. antara lain: Page | 133 . PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA prosedur yang harus dipertimbangkan oleh auditor jika ia melaksanakan audit atas laporan keuangan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Pernyataan standar akuntansi keuangan tertentu mengatur perlakuan akuntansi jika terdapat pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa. Di samping itu.

dan informasi lain kepada manajemen entitas dan dewan komisaris. auditor intern mempertahankan objektivitasnya yang berkaitan dengan aktivitas yang diauditnya. Page | 134 . Salah satu faktor adalah eksistensi fungsi audit intern . Auditor intern bertanggung jawab untuk menyediakan jasa analisis dan evaluasi. dan lingkup prosedur audit yang harus dilaksanakan dalam suatu audit atas laporan keuangan entitas. Dalam memenuhi tanggung jawab ini. 2 Meskipun auditor intern tidak independen dari entitas. Peran Auditor Dan Auditor Intern Salah satu tanggung jawab auditor dalam audit atas laporan keuangan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia adalah untuk memperoleh bukti audit kompeten yang cukup sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan entitas. organisasi profesi auditor intern mendefinisikan auditing intern sebagai fingsi penilaian yang independen dan mewajibkan auditor intern untuk independen dari aktivitas yang diaudit. atau pihak lain yang setara wewenang dan tanggung jawabnya. 1 Fungsi audit intern dapat terdiri dari satu atau lebih individu yang melaksanakanaktivitas audit intern dalam suatu entitas. d. Untuk memenuhi tanggung jawabnya tersebut. Transaksi pemberian pinjaman tanpa ketentuan mengenai jadwal dan cara pengembaliannya. c. auditor mempertahankan independensinya dari entitas tersebut. Transaksi penjualan real estate pada tingkat harga yang berbeda secara signifikan dari nilai taksiran. Transaksi peminjaman atau pemberian pinjaman tanpa beban bunga atau dengan suku bunga yang secara signifikan di atas atau di bawah suku bunga pasar yang berlaku umum pada saat transaksi b. AGUS SUDRAJAT S4309040 a. H.M. saat. memberikan keyakinan dan rekomendasi. PERTIMBANGAN AUDITOR ATAS FUNGSI AUDIT INTERN DALAM AUDIT LAPORAN KEUANGAN Auditor mempertimbangkan banyak faktor dalam menentukan sifat. Transaksi pertukaran property dengan property yang serupa dalam transaksi nonmoneter.

Sebagai contoh. atau pengarahan lain yang serupa dari manajemen atau dewan komisaris. 2. tergantung atas sifat aktivitas audit intern tersebut. AGUS SUDRAJAT S4309040 Konsep independensi berbeda dengan independensi auditor yang harus dipertahankan oleh auditor berdasarkan Aturan Etika Pemerolehan Pemahaman Tentang Fungsi Audit Intern Tanggung jawab penting fungsi audit intern adalah memantau kinerja pengendalian entitas. saat. prosedur auditor intern untuk menilai efisiensi proses pengambilan keputusan manajemen tertentu biasanya tidak relevan dengan audit atas laporan keuangan. meringkas. Page | 135 . auditor mungkin meminta keterangan mengenai anggaran dasar pembentukan fungsi audit intern. Auditor biasanya harus meminta keterangan kepada manajemen yang bersangkutan dan staf audit intern mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan auditor intern berikut ini: 1. Permintaan keterangan ini biasanya akan menghasilkan informasi mengenai tujuan dan sasaran yang ditetapkan untuk fungsi audit intern. Aktivitas audit intern tertentu dapat tidak relevan dengan audit atas laporan keuangan entitas. Mempertimbangkan pengetahuan dari audit tahun sebelumnya. Aktivitas relevan adalah aktivitas yang memberikan bukti tentang rancangan dan efektivitas pengendalian yang berkaitan dengan kemampuan entitas untuk mencatat. Auditor dapat menemukan hasil prosedur berikut ini yang bermanfaat dalam menetapkan relevansi aktivitas audit intern: a. Akses ke catatan dan apakah terdapat pembatasan atas lingkup aktivitas mereka. Penerapan standar professional 3.M. 4. dan lingkup pekerjaan audit. Di samping itu. ia harus berusaha memahami fungsi audit intern yang cukup untuk mengidentifikasi aktivitas audit intern yang relevan dengan perencanaan audit. pernyataan misi. Lingkup prosedur yang diperlukan untuk memahaminya bervariasi. Pada waktu auditor berusaha memahami pengendalian intern. Perencanaan audit. mengolah. termasuk sifat. Status auditor intern dalam organisasi entitas. 5. dan melaporkan data keuangan konsisten dengan asersi yang terkandung dalam laporan keuangan atau yang memberikan bukti langsung mengenai salah saji potensial data tersebut.

program. Tingkat pendidikan dan pengalaman profesional auditor intern. Objektivitas Auditor Intern Pada waktu menetapkan objektivitas auditor intern. auditor berkesimpulan bahwa aktivitas auditor intern tidak relevan dengan audit atas laporan keuangan. Penilaian atas kinerja auditor intern. yang meliputi: Page | 136 . c. setelah memahami fungsi audit intern.M. laporan. Mutu dokumentasi dalam kertas kerja. kecuali auditor meminta bantuan langsung dari auditor intern. Penentuan Kompetensi Dan Objektivitas A u d i t o r I n t e r n Kompetensi Auditor Intern Pada waktu menentukan kompetensi auditor intern. Membaca laporan auditor intern untuk memperoleh informasi rinci mengenai SA Seksi 319 [PSA No. auditor harus memperoleh atau memutakhirkan informasi dari audit tahun sebelumnya mengenai faktor-faktor berikut ini: a. f. auditor harus memperoleh atau memutakhirkan informasi dari tahun sebelumnya mengenai faktor-faktor berikut ini: a. Supervisi danrev ie w terhadap aktivitas auditor intern. c. auditor tidak harus memberikan pertimbangan lebih lanjut terhadap fungsi auditintern. dan rekomendasi. dan prosedur audit. AGUS SUDRAJAT S4309040 b. g. d. b. Jika. Praktik yang bersangkutan dengan penugasan auditor intern. Ijazah profesional dan pendidikan profesional berkelanjutan. Kebijakan. e. 691 Pertimbangan atas Pengendalian Intern dalam Audit Laporan Keuangan menjelaskan prosedur yang diikuti oleh auditor dalam memahami pengendalian intern dan menunjukkan bahwa fungsi audit intern merupakan bagian dari lingkungan pengendalian entitas. Me-review bagaimana auditor intern mengalokasikan sumber daya auditnya kebidang keuangan atau bidang operasi sebagai respon dalam proses penentuan risiko. Status organisasi auditor intern yang bertanggung jawab atas fungsi audit intern.

(2) Apakah auditor intern memiliki akses langsung dan melaporkan secara teratur kepada dewan komisaris. Prosedur yang dilaksanakan oleh auditor pada saat berusaha memahami pengendalian intern entitas b. AGUS SUDRAJAT S4309040 (1) Apakah auditor intern melapor kepada pejabat yang memiliki status memadai untuk menjamin lingkup audit yang luas dan memiliki pertimbangan dan tindakan memadai atas temuan-temuan dan rekomendasi auditor intern. b. komite audit. termasuk: (1) Kebijakan pelarangan auditor intern melakukan aktivitas dalam bidang yang diaudit yang keluarganya bekerja pada posisi penting atau posisi yang sensitif (2) Kebijakan pelarangan auditor intern melakukan audit di bidang yang sama dengan bidang yang baru saja diselesaikannya. Menjadwalkan pekerjaan audit. (3) Apakah dewan komisaris. Prosedur yang dilaksanakan oleh auditor pada saat menetapkan risiko c. atau manajer pemilik. Menyelenggarakan rapat berkala. Me-review laporan auditor Page | 137 . saat. d. c. Prosedur substantif yang dilaksanakan oleh auditor Koordinasi Pekerjaan Audit Dengan Auditor Intern Jika pekerjaan auditor intern diharapkan mempunyai dampak terhadap prosedur yang dilaksanakan oleh auditor.M. atau manajer pemilik melakukan pengawasan terhadap keputusan pengangkatan dan pemberhentian yang bersankutan dengan auditor intern. hal ini akan efisien jika auditor dan auditor intern mengkoordinasikan pekerjaan mereka dengan: a. komite audit. Memberikan kesempatan akses ke kertas kerja auditor intern. dan lingkup audit termasuk: a. b. Kebijakan untuk mempertahankan objektivitas auditor intern mengenai bidang yang diaudit. Dampak Pekerjaan Auditor Intern Atas Audit Pekerjaan auditor intern dapat berdampak terhadap sifat.

Ada dua pendekatan umum dalam sampling audit: 1. boleh pula tidak acak Kedua pendekatan tersebut mengharuskan auditor menggunakan pertimbangan Profesionalnya dalam perencanaan. AGUS SUDRAJAT S4309040 PERTEMUAN 9 AUDIT SAMPLING Menurut PSA no. Tahapan Sampling Audit Tahapan dalam melakukan sampling audit adalah sebagai berikut : Page | 138 . dan penilaian sampel.M. pelaksanaan.sehingga judgmentrumus/formula tidak statistik. perlu di yang akan di gunakan harus disehingga judgment yang akan di kuantifikasi lebih dahulu sesuaigunakan Pemilihan sampel kebutuhan formula Harus acak (random) kuantifikasi Boleh acak. Non statistic Perbedaan kedua pendekatan tersebut adalah sebagai berikut : Metode Analisis Sampling statistik Sampling non statistik Menggunakan rumus/ formulaTidak menggunakan statistik. Statistik 2. serta dalam menghubungkan bukti audit yang dihasilkan dari sampel dengan bukti audit lain dalam penarikan kesimpulan atas saldo akun atau kelompok transaksi yang berkaitan.26(SA 350) audit sampling adalah penerapan prosedur audit terhadap kurang dari seratus persen unsur dalam suatu saldo akun atau kelompok transaksi dengan tujuan untuk menilai beberapa karakteristik saldo akun atau kelompok transaksi tersebut.

Risiko ini juga meliputi kemungkinan pemilihan prosedur audit yang tidak semestinya untuk mencapai tujuan audit tertentu. Mengestimasi keadaan populasi 6. semakin tinggi risiko samplingnya. Page | 139 . yang secara proporsional lebih besar atau kurang daripada yang sesungguhnya terkandung dalam saldo akun atau kelompok transaksi secara keseluruhan. Untuk suatu desain sampel tertentu.M. Menyusun rencana audit 2. Risiko sampling. AGUS SUDRAJAT S4309040 1. Risiko non-sampling. Menguji sampel 5. yaitu jika suatu sampel tertentu mungkin mengandung salah saji moneter atau penyimpangan dari pengendalian yang telah ditetapkan. Menetapkan jumlah/unit sampel 3. Memilih sampel 4. pengiriman surat konfirmasi atas piutang yang tercatat tidak dapat diandalkan untuk menemukan piutang yang tidak tercatat. Metode Sampling Statistik (sampling variable) Tujuan pengujian substantif adalah menilai dapat di percaya/tidaknya informasi kuantitatif yang di sajikan manajemen. 2. Risiko nonsamplingjuga muncul karena auditor mungkin gagal mengenali salah saji yang ada pada dokumen yang diperiksanya. Sampling untuk Uji Subtantif 1. Sebagai contoh.Yang di maksud kuantitatif adalah inforamasi yang disajikan dalam angka-angka. hal yang akan membuat prosedur audit menjadi tidak efektif walaupun ia telah memeriksa semua data. meliputi semua aspek risiko audit yang tidak berkaitan dengan sampling. Aspek-aspek risiko audit adalah : 1. risiko sampling akan bervariasi secara berlawanan dengan ukuran sampelnya: semakin kecil ukuran sampel. Membuat simpulan hasil audit Risiko Risiko audit meliputi ketidakpastian yang disebabkan oleh sampling dan ketidakpastian yang disebabkan oleh faktor-faktor selain sampling.

resiko menolak dan resiko menerima. • Tingkat sampling derajat/persentase populasi yang terwakili oleh sampel. • Menentukan batas tolerasi nilai salah uji (TS) adalah batas nilai kesalahan dalam populasi yang dapat di tolerir oleh auditor.M. Terdapat berapa unsur yang mempengaruhi unit sample : • Unit populasi adalah banyaknya anggota populasi yang di teliti. Perencanaan audit.Resiko sampling pada pengujian substantif ada dua yaitu.).Angka 1 berasal dari 100%. unit populasi adalah banyaknya kuitansi selama tahun anggaran 2001. tingkat keandalan pada resiko keliru menolak =(1. sedangkan menunjukkan tingkat resiko keliru menolak. populasi yang di audit adalah bukti pengeluaran kas tahun anggaran 2001.Nilai yang dianggap meterial adalah sesuatu yang di anggap berarti/penting. Menetapkan jumlah (unit) sample.Misalnya dalam hal ini. • Kesalahan sampling (sampling error) adalah selisi antara hasil sampling dengan keadaan yang sebenarnya dari populasi. • Standar deviasi adalah jarak umum antara nilai rata-rata populasi dengan masing-masing anggotanya. c. akan berpengaruh pada/dapat merubah keputusan orang yang meletakkan kepercayaan pada informasi. Memilih sampel d. • Faktor keandalan pada resiko keliru menolak (Z). pada tahap perencanaan di tetapkan antara lain: • Tujuan audit dan populasi yang akan di uji adalah menguji kelayakan informasi kuantitatif. yang jika tidak/salah di sajikan dalam suatu informasi. keandalan misalnya dan resiko meneliti kelayakan adalah informasi perkiraan pengeluaran kas tahun anggaran 2002. b. AGUS SUDRAJAT S4309040 a. Menguji sampel Page | 140 . yang sekaligus juga menunjukan tingkat heterogenitas data.

di tetapkan dengan memperhatikan resiko salah saji (resiko melekat dan resiko pengendalian) dan keyakinan terhadap keandalan prosedur audit lainnya. Salah satu model sampling non statistik formal adalah: • • • Unit sample ditetapkan dengan rumus : n=(NB * FK)/TS Hasil sampling berupa proyeksi salah saji : PS=(NB/NS)*SS Simpulan auditnya di dasarkan pada perbandingan TS dan PS Di mana : NB = nilai buku populasi SS =salah saji yang di temukan dalam sample FK=faktor keandalan. AGUS SUDRAJAT S4309040 e. Mengestimasi keadaan populasi f. Tingkat risiko yang dapat diterima auditor atas penentuan risiko pengendalian yang terlalu rendah.Semua tahap di lakukan berdasarkan judgement. b. Tingkat penyimpangan maksimum dari pengendalian yang ditetapkan yang akan mendukung tingkat risiko pengendalian yang direncanakan. Membuat simpulan hasil audit 2. Sampling Untuk Uji Pengendalian Dalam perencanaan sampel audit tertentu untuk pengujian pengendalian. c. para praktisi mengembangkan sampling non statistik dengan menambahkan unsur matematis dalam analisinya. Hubungan antara sampel dengan tujuan pengujian pengendalian. auditor harus mempertimbangkan: a. Metode Sampling Non Statistik Sampling non statistik tidak terikat dengan formula khusus dan baku.M.Sehingga sangat tidak konsisten untuk menghindari inkonsistensi tersebut. Page | 141 .

unsur yang membentuk saldo akun atau kelompok transaksi yang menjadi fokus perhatian. unit sampel dan avaluasi hasil samplingnya di lakukan berdasarkan judgement. • Discovery sampling. • Stop-or go sampling disebut juga dengan decision attribute. b. dipakai auditor untuk menemukan kecurangan. Metode ini dibagi menjadi 2: a. dan dapat digunakan jika auditor yakin bahwa kesalahan yang diperkirakan dalam populasi sangat kecil. digunakan untuk menguji efektivitas pengendalian intern.M. 1. Attribute sampling. Disebut juga proportional sampling. tanda tangan. Variable sampling. 2. Model ini dapat mencegah auditor dari pengambilan sampel yang terlalu banyak. Karakteristik populasi. AGUS SUDRAJAT S4309040 d. tanpa menggunakan formula/rumus yang baku. Attribute sampling terdiri atas: • Fixed sample size attribute sampling. Pengambilan sample dengan model ini ditujukan untuk memperkirakan presentase terjadinya mutu tertentu dalam suatu populasi. yaitu. yaitu metode sampling yang meneliti sifat nol angka dari data. Digunakan terutama untuk menguji nilai rupiah yang tercantum dalam akun yang terdapat dalam pengujian substantive. Metode Sampling Non Statistik Pada sampling non statistik. karena pada pungujian pengendalian fokus perhatian auditor adalah pada jejak-jejak pengendalian yang terdapat pada data/dokumen yang di uji seperti paraf. PENGGUNAAN PEKERJAAN SPESIALIS Page | 142 . pelanggaran yang serius dari unsure pengendalian intern dan ketidakberesan yang lain. Metode Sampling Statistik Metode sampling statistik yang lazim di gunakan pada pengujian pengendalian adalah sampling atribut. nomor urut pracetak dll.

insinyur. lisensi. seksi ini memberikan panduan bagi auditor yang menggunakan pekerjaan spesialis dalam melaksanakan audit atas laporan keuangan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan IAI.M. konsultan lingkungan. Pengertian spesialis dalam seksi ini adalah orang (perusahaan) yang memiliki keterampilan atau pengetahuan khusus dalam bidang tertentu selain akuntansi dan auditing. Reputasi dan kedudukan spesialis di mata para rekan sejawat dan pihak lain yang mengenal kemampuan atau kinerjanya 3. sekuritas terbatas. jika ada. produk farmasi . missal penentuan kewajiban manfaat polis masa depan 4. antara spesialis dengan klien Page | 143 . Sertifikat professional. Hubungan. real estate. Penilaian (missal sediaan untuk tujuan khusus. karya seni) 2. Berbagai contoh tipe masalah yang mungkin menurut pertimbangan auditor memerlukan pekerjaan spesialis meliputi. cadangan mineral. Penafsiran persyaratan teknis. namun tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut: 1. Penentuan nilai yang diperoleh dengan menggunakan teknik atau metode khusus . peraturan atau persetujuan Kualifikasi dan Pekerjaan Spesialis Auditor harus mempertimbangkan hal-hal berikut ini untuk mengevaluasi kualifikasi professional spesialis dalam menentukan bahwa spesialis tersebut memiliki keterampilan atau pengetahuan dalam bidang tertentu yang diperlukan: 1. AGUS SUDRAJAT S4309040 Berdasar PSA No. dan ahli geologi. Penentuan karakteristik fisik yang berhubungan dengan kuantitas yang tersedia atau kondisi (missal kuatitas atau kondisi mineral. instrument keuangan yang kompleks. atau pengakuan kompetensi dari spesialis lain dalam bidangnya 2.39 (SA Seksi 336). bahan atau ekuipmen teknologi tinggi. atau bahan yang disimpan dalam timbunan) 3. Spesialis mencakup. appraiser. namun tidak terbatas pada aktuaris.

maka auditor harus memperoleh pendapat dari spesialis lain. Bentuk dan isi temuan spesialis yang akan memungkinkan auditor untuk membuat evaluasi yang diuraikan dalam paragraph 12 (SA Seksi 336) Dampak Pekerjaan spesialis Terhadap Laporan Audit Jika auditor menentukan bahwa temuan spesialis dapat mendukung penyajian laporan keuangan yang berkaitan . AGUS SUDRAJAT S4309040 Auditor harus memperoleh pemahaman tentang sifat pekerjaan yang dilaksanakan atau akan dilaksanakan oleh spesialis. Hubungan spesialis dengan klien 3.M. kecuali jika menurut pandangan auditor masalah tersebut tidak akan dapat dipecahkan. atau jika auditor yakin bahwa penentuan yang dibuat oleh spesialis tidak wajar. maka ia dapat menyimpulkan bahwa ia telah memperoleh bukti audit cukup dan komponen. Page | 144 . Metode dan asumsi yang digunakan 4. Kelayakan penggunaan pekerjaan spesialis untuk tujuan yang dimaksud 6. Jika setelah menerapkan prosedur tambahan ternyata ia belum dapat memecahkan masalah. Pemahama tersebut harus mencakup : 1. maka auditor harus melakukan prosedur tambahan. Suatu perbandingan metode atau asumsi yang digunakan dengan yang digunakan di tahun sebelumnya 5. Tujuan dan lingkup pekerjaan spesialis 2. Jika terdapat perbedaan material antara temuan spesialis dengan penyajian laporan keuangan.

Berbagai kewajiban yang terkait dengan penggajian dan akun beban. formulir otorisasi Page | 145 . dan Transaksi utang gaji Kas serta Berbagai akrual (seperti pajak penghasilan karyawan dan biaya pension). Akun yang paling berpengaruh secara signifikan oleh tiap jenis transaksi adalah sebagai berikut : Jenis transaksi Akun yang dipengaruhi : Transaksi penggajian Kas. AGUS SUDRAJAT S4309040 PERTEMUAN 10 AUDIT SIKLUS PENGGAJIAN DAN KEPEGAWAIAN Pada bagian ini akan dibahas audit proses penggajian dan kepegawaian untuk audit atas laporan keuangan. Gambaran umum Proses Penggajian dan Kepegawaian Topik-topik berikut yang terkait dengan proses penggajian dan kepegawaian : • Jenis-jenis transaksi dan akun laporan keuangan yang terpengaruh • Jenis-jenis dokumen dan catatan • Fungsi-fungsi utama • Pemisahan tugas fungsi Jenis-jenis Transaksi dan akun laporan keuangan yang terpengaruh dua jenis transaksi yang khususnya terdapat dalam proses penggajian dan kepegawaian adalah : • Pembayaran kepada karyawan atas jasa yang diberikan • Akrual dan pembayaran dari kewajiban yang terkait dengan penggajian yang timbul dari jasa karyawan. termasuk tanggal pengangkatan. A. termasuk untuk jaminan social dan pajak bagi pengangguran. Persediaan. tingkat upah atau gaji. Proses penggajian dan kepegawaian mempengaruhi banyak akun dalam laporan keuangan. Bagian ini akan dimulai dengan gambaran umum mengenai proses manajemen sumber daya manusia dan kemudian membahas tiga komponen dari model risiko audit.M. Jenis-jenis dokumen dan catatan Dokumen dan catatan yang terdapat dalam proses penggajian dan kepegawaian : : Catatan karyawan termasuk tingkat upah atau otorisasi gaji Merupakan catatan karyawan berisi informasi mengenai sejarah kerja setiap karyawan.

dan pemberitahuan perbehentian. AGUS SUDRAJAT S4309040 pemotongan gaji. dan otorisasi potongan. Organisasi oleh karena itu harus menggunakan formulir otorisasi untuk mendokumentasikan pemotongan tersebut. tingkat gaji. Fungsi – fungsi utama Tujuan pokok proses penggajian dan kepegawaian adalah (1) mencatat produksi dan jenis lain biaya gaji di dalam akun. Daftar gaji Dokumen ini juga disebut sebagai jurnal penggajian. Daftar gaji biasanya menunjukkan pembayaran kotor karyawan. pajak atas gaji. Hal ini termasuk mengangkat dan Page | 146 . (3) kewajiban yang masih harus di bayar untuk gaji dan upah. W-4 dan formulir otorisasi pemotongan lainnya Karyawan harus mengotorisasi pemotongan dari gajinya. termasuk informasi Dari tiap karyawan seperti nama. Arsip induk penggajian Arsip computer ini berisikan semua catatan entitas yang terkait dengan penggajian. Personalia Fungsi personalia adalah bertanggung jawab atas pengelolaan kebutuhan sumber daya manusia di dalam organisasi. evaluasi kinerja.M. Laporan penggajian berkala Pada tiap akhir minggu atau bulan. dan berbagai program imbalan kerja bagi karyawan. (2) memastikan bahwa biaya gaji adalah untuk kegiatan perusahaan yang sah. jika ada. Berbagai laporan dan formulir pajak Kebanyakan perusahaan diminta untuk menyiapkan berbagai laporan pajak atas gaji. Laporan perubahan arsip induk penggajian Laporan ini berisi catatan perubahan yang dilakukan terhadap arsip induk penggajian. Catatan cek gaji/setoran langsung Catatan ini menunjukkan jumlah yang dibayarkan ke karyawan atau jasa yang diberikannya. mengikhtisarkan semua pembayaran gaji kepada karyawan. Kartu Jam kerja Dokumen ini mencatat jumlah jam kerja karyawan. nomor jaminan social. termasuk waktu karyawan mulai dan berhenti bekerja. sejumlah laporan ikhtisar gaji dapat disiapkan. tingkat upah dan otorisasi penyesuaian gaji.

Pemrosesan gaji Berfungsi untuk penghitungan gaji kotor. pengawasan penjadwalan karyawan. dan gaji bersih.M. dan varians biaya gaji. Pencatatan waktu Fungsi pencatatan waktu menyiapkan informasi waktu karyawan bagi pemrosesan penggajian dan pemberian kode bagi distribusi akun. pemotongan. Oleh karena itu setiap individu yang terlibat dalam fungsi – fungsi supervisi dan pencatatan waktu harus terpisah dari fungsi-fungsi personalia. produktivitas. Pengeluaran uang Berfungsi untuk pembayaran . klasifikasi dan pembuatan ikhtisar yang tepat dari penggajian di buku besar. mencatat dan membuat ikhtisar pembayaran dan verifikasi distribusi akun. Page | 147 . Supervisi Supervisi atau penyelia di dalam departemen operasi dan pendukung bertanggung jawab untuk mereview dan menyetujui kehadiran karyawan dan infromasi waktu.kompensasi dan tunjangan karyawan Buku besar Berfungsi untuk akumulasi. AGUS SUDRAJAT S4309040 memberhentikan karyawan. serta menetapkan dan mengawasi program imbalan kerja. dan buku besar. pemrosesan gaji. menetapkan tingkat upah dan gaji. Pemisahan Tugas Kunci Salah-satu pengendalian yang terpenting dalam system akuntansi adalah pemisahan tugas yang memadai.

Akun-akun yang berkaitan dengan penggajian relatif lebih kecil dibandingkan jumlah transaksi keseluruhan selama satu tahun 3. 3. Transaksi-transaksi lebih signifikan dari pada akun-akun neraca terkait. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan karakteristik antara siklus penggajian dan kepegawaian dan siklus lain pada audit yang umum. AKUN DAN TRANSAKSI DI DALAM SIKLUS PENGGAJIAN DAN KEPEGAWAIAN Tujuan audit penggajian dan kepegawaian yaitu untuk mengevaluasi saldo akun yang mempengruhi siklus itu. Kas di Bank Gaji. Pengendalian intern atas penggajian pada kebanyakan perusahaan umumnya efektif. Hanya ada satu golongan transaksi untuk penggajian. dan prosedur analitis. AGUS SUDRAJAT S4309040 AUDIT SIKLUS PENGGAJIAN Siklus penggajian dan kepegawaian berhubungan dengan penggunaan tenaga kerja dan pembayaran semua pegawai. penetapan resiko pengendalian. pengujian atas pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi. Audit pada siklus ini meliputi perolehan pemahaman atas pengendalian intern. 6.M. Hal ini karena adanya hukuman terkait dengan pemotongan pajak penghasilan. 2. Akun yang terkait dengan siklus ini adalah sebagai berikut : 1. perbedaannya adalah sebagai berikut: 1. pengujian substantif atas transaksi. 5. 4. Upah. Bonus dan Komisi yang masih harus dibayar Pemotongan pajak penghasilan dan potongan lainnya Beban gaji nyang masih harus dibayar Biaya tenaga kerja langsung Biaya pajak daftar gaji Page | 148 . prosedur analitis serta pengujian rinci atas saldo. dinyatakan wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Auditor pada umumnya lebih menekankan diri pada pengujian pengendalian. Penggajian hanya meiliki satu golongan karena penerimaan jasa dari pegawai dan pembayaran atas jasa tersebut terjadi dalam waktu yang pendek 2.

DOKUMEN dan CATATAN TERKAIT DALAM SIKLUS PENGGAJIAN DAN KEPEGAWAIAN Siklus penggajian dan kepegawaian dimuali dengan merekrut karyawan dan berkahir dengan pembayaran ke pegawai atas jasa yang diberikan dan ke pemerintah dan lembaga lainnya terkait dengan pajak penghasilan dan kenikmatan pegawai yang terutang. AGUS SUDRAJAT S4309040 FUNGSI BISNIS.M. Page | 149 .

Tiket waktu kerja. Berkas transaksi gaji. Jurnal atau daftar gaji. jumlah pajak penghasilan. Pencatatan waktu dan penyiapan pembayaran gaji Kartu absen. AGUS SUDRAJAT S4309040 1. Adalah berkas yang digunakan untuk mencatat tiap transaksi penggajian untuk masing-masing pegawai dan untuk mengelola total gaji pegawai yang dibayarkan selama setahun sampai tanggal terakhir. Adalah dokumen yang menunjukan jam kerja pegawai setiap harinya. penilaian kinerja dan pemututsan hubungan kerja. Berkas induk gaji. penyelidikan kepegawaian. Adalah catatan yang berisi data seperti tanggal bekerja. tanggal. Adalah dukumen yang menunjukan pekerjaan yang dilakukan seorang pekerja yang dilakukan dalam periode tertentu. Adalah formulir otorisasi pengurangan gaji meliputi jumlah pemotongan pajak. biasanya formulir ini digunakan ketika seorang pegawai melakukan pekerjaan pada bagian lain. atau dalam kasus pejabat perusahaan. dan klasifikasi akun atau kalsifikasi untuk setiap transaksi. Adalah dokumen yang dihasilkan komputer yang meliputi semua transaksi gaji yang diproses oleh sistem akuntansi. 2. Adalah laporan yang dihasilkan dari berkas transaksi gaji yang biasanya meliputi nama pegawai. Adalah formulir yang memberikan otorisasi tarif gaji.M. ASTEK. pensiun dan asuransi Formulir otorisasi tarif. Formulir otorisasi pemotongan. otorisasi dari dewan direksi dan komisaris. Page | 150 . otorisasi manajemen. Kepegawaian dan penempatan kepegawaian Catatan Kepegawaian. tarif pembayaran. pengurangan yang diotorisasi. Sumber informasinya adalah kontrak kerja. dan jumlah gaji kotor dan jumlah gaji bersih.

Penyusunan surat pemberitahuan pajak penghasilan 2. Setelah memahami pengendalian intern. Kemudian auditor mengevaluasi biaya manfaat atas pengujian pengendalian dan dilanjutkan dengan merancang pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi untuk penggajian dan kepegawaian agar memenuhi transaksi terkait sasaran audit. Adalah cek yang diberikan kepegawai atas jasa yang telah diberikan. Klasifikasi. Persiapan surat pemberitahuan pajak gaji dan pembayaran pajak Formulir W2. 3. kemudian auditor dapat mengestimasi resiko pengendalian yang direncanakan. Rekonsiliasi akun bank gaji. Sasaran audit dalam tahap ini ada enam sesuai dengan asersi manajemen yaitu: Keberadaan. Berikut ini adalah pengendalian kunci atas siklus penggajian dan kepegawaian: Memahami pengendalian intern 1. dan Posting dan pengikhstisaran. 4. Akun bank gaji imprest adalah akun gaji yang terpisah dimana minimal saldo ditetapkan.M. pemotongan pajak penghasilan dan pemotongan FICA. adalah formulir yang diterbitkan bagi stiap pegawai yang mengikhtisarkan catatan penghasilan selama tahun kalender. AGUS SUDRAJAT S4309040 3. Kelengkapan. Pemisahan tugas yang memadai Otorisasi yang tepat Dokumen dan catatan yang memadai Pengedalian fisik terhadap aktiva dan catatan Pemeriksaan independen terhadap kinerja Memformat pajak penghasilan dan pembayaran lainnya 1. Pembayaran pemotongan pajak penghasilan dan pemotongan lain tepat waktu Page | 151 . Pengendalian yang penting adalah rekonsiliasi independen atas akun bank gaji imprest. Auditor harus memahami pengendalian intern penggajian dan kepegawaian. Informasinya mencakup gaji kotor. Akurasi. 5. METODOLOGI PERANCANGAN PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF TERHADAP TRANSAKSI Metodologi yang digunakan dalam siklus penggajian dan kepegawaian sama dengan metodologi pada siklus penjualan dan penagihan. 2. Waktu. 4. Pembayaran gaji Cek gaji.

Dengan membandingkan saldo akun beban penggajian dengan saldo tahun lalu dapat memprediksi salah saji atas akun beban gaji. Pengujian jam kerja fiktif METODOLOGI PERANCANGAN PENGJUIAN TERINCI ATAS SALDO Terbagi atas tiga tahap. AGUS SUDRAJAT S4309040 Mempertimbangkan kecurangan persediaan dan penggajian 1. Hubungan antara gaji dan penilaian persediaan 2. Setelah hasil dari tahapan prosedur analitis didapat maka auditor merancang dan melaksanakan pengujian saldo terinci atas akun-akun dalam siklus penggajian dan kepegawaian. Pengujian penggajian fiktif 3. Merancang pengujian terinci atas saldo akun untuk memenuhi tujuan audit atas saldo terkait Dalam pengujian terinci atas saldo tahapan-tahapan diatas dapat dilaksanakan berbarengan dengan pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi penggajian dan kepegawaian. Merancang dan melaksanakan prosedur analitis untuk siklus penggajian dan kepegawaian 2.M. Menentukan salah saji yang dapat ditolerir dan menilai resiko bawaan untuk siklus penggajian dan kepegawaian 3. yaitu: Tahap Pertama 1. Prosedur Analitis Prosedur analitis sangat penting dilakukan untuk mengetahui bidang-bidang mana tambahan verivikasi dilakukan. Menilai resiko pengendalian untuk siklus penggajian dan kepegawaiaan Tahap ke Dua Merancang dan melaksanakan pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi untuk siklus penggajian dan kepegawaian Tahap ke Tiga 1. Pembandingan ini dilakukan juga untuk bagian-bagian lainnya terkait dengan siklus penggajian dan kepegawaian. Tujuan yang utama dalam pengujian saldo rinci adalah yang masih terutang dalam neraca saldo dinyatakan dengan jumlah yang benar (keakuratan) dan transaksi dalam siklus penggajian dan kepegawaian dibukukan dalam periode yang tepat(pisah batas). Page | 152 . Mengidentifikasi resiko bisnis klien yang mempengaruhi kewajiban penggajian 2.

Akun-akun yang seringkali ditemukan dalam siklus perolehan dan pelunasan kembali modal. Bunga ymh dibayar. Empat karakteristik siklus perolehan dan pelunasan kembali modal mempengaruhi secara signifikan audit akun-akun berikut: a) Relative sedikit transaksi yang mempengaruhi saldo akun. hasil pengujian pengendalian dan pengujian substantive atas transaksi. Audit Ekuitas Pemilik Page | 153 . auditor harus mempertimbangkan risiko bisnis. obligasi jarang diterbitkan oleh kebanyakan perusahaan. Kas bank. risiko pengendalian. yaitu: Wesel bayar. b) Jika tidak dimasukkan satu transaksi tertentu. Modal yang disumbangkan. Akun-akun Dalam Siklus Siklus perolehan modal dan pelunasan kembali modal juga meliputi pembayaran bunga dan dividen. Pencadangan laba ditahan. Misalnya. Saham tresuri. Laba ditahan.M. Kontrak yang masih harus dibayar. tetapi setiap transaksi seringkali jumlahnya sangat material. AGUS SUDRAJAT S4309040 Bab 21 AUDIT ATAS SIKLUS PEROLEHAN DAN PEMBAYARAN KEMBALI MODAL 1. dan hasil dari prosedur analitik 2. tetapi jumlah suatu penerbitan obligasi biasanya besar. Hutang obligasi. mungkin jumlahnya akan material. Dividen terhutang. Misalnya penghilangan atau salah dibukukan satu transaksi kewajiban tertentu mempunyai dampak material pada laporan keuangan. Dalam menentukan pengujian terinci atas saldo wesel bayar. Dividen diumumkan. Kelebihan modal disetor atas nilai pari. atau dokumen-dokumen pemilikan serupa. Hutang hipotik. Modal saham-biasa. c) Terdapat hubungan hokum antara entitas usaha klien dan pemegang saham. d) Terdapat hubungan langsung antara akun bungan dan dividen dengan kewajiban dan ekuitas. salah saji yang dapat ditelerir. Beban bunga. Dalam audit hutang berbunga diharapkan sekaligus menverifikasi beban bungan terkait dan hutang bewrbunga. Modal daham-preferen. risiko bawaan. obligasi.

Pengendalian intern atas modal saham dan dividen terkait mencukupi. Setiap dividen yang belum dibayar harus dicatat sebagai hutang. Pengujian terhadap hutang dividen harus dilakukan bersamaan dengan pengumuman dividen. Prosedur yang terpenting untuk pencegahan salah saji dalam ekuitas pemilik. Pengecualian yaitu bilamana terdapat dividen terutang Keberadaan atas dividen yang dibukukan dapat dicek dengan meneliti notulen rapat dewan direksi mengenai jumlah dividen per saham dan tanggal pembayaran dividen. 3. Saldo ekuitas pemilik disajikan dan diungkapkan dengan semestinya. bukan pada saldo akhirnya. b) Verifikasi internal yang independen mengenai informasi dalam catatan . yaitu: a) Transaksi modal saham yang ada dibikukan (kelengkapan) b) Transaksi modal saham yang ada dibukukan dan secara akurat dibukukan (keberadaan dan keakuratan) c) Modal saham secara akurat dibukukan (keakuratan) d) Modal saham disajikan dan diungkapkan secara memadai (penyajian dan pengungkapan) Dua yang pertama mengharuskan pengujian pengendalian dan pengendalian substantive atas transaksi dan dua terakhir mengharuskan pengujian terinci atas saldo/. Keakuratan penilaian pengumuman dividen dapat diaudit dengan menghitung kembali jumlahnya berdasarkan dividen setiap saham dan jumlah saham yang beredar.M. Page | 154 . Audit Dividen Penekanan dalam audit dividen adalah pada transaksinya. AGUS SUDRAJAT S4309040 Tujuan audit ekuitas pemilik adalah menentukan apakah yang berikut ini terjadi atau tidak: • • • yaitu: a) Kebijakan yang jelas untuk penyiapan sertifikat saham dan pembukuan transaksi modal saham. Terdapat empat perhatian utama dalam audit modal saham dan kelebihan modal disetor atas harga pari. Transaksi ekuitas pemilik dibukukan dengan semestinya.

yang meliputi keterangan menganai setiap transaksi yang mempengaruhi akun laba ditahan.M. yang meningkatkan risiko salah saji material dalam laporan keuangan. mulai untuk memperoleh modal dan yang juga terkait dengan penggunaan hasil yang didapat melalui perolehan modal itu. Audit Laba Ditahan Titik awal audit atas laba ditahan adalah analisis terhadap laba ditahan untuk seluruh tahun yang bersangkutan. Skedul audit yang menunjukkan analisis itu biasanya merupakan bagian dari arsip permanen. E-Commerce dan Perolehan Modal Sewaktu para auditor atas klien berbasis internet memperoleh pemahaman mengenai bisnis dan industry itu. kompleksitas transaksi modal menciptakan isu pelaporan dan pengungkapan keuangan yang unik yang perlu diselesaikan oleh auditor. jika dividen saham diumumkan. AGUS SUDRAJAT S4309040 4. Sebagai bagian dari proses penilaian risiko itu. Dalam beberapa kasus.Misalnya. mereka dapat mengidentifikasi risiko bisnis yang terkait dengan metode yang digunakan perusahaan baru. Hal penting dalam menentukan apakah laba ditahan diungkapkan dengan benar dalam neraca adalah keberadaan pembatasan atas pembayaran dividen. 5. Salah satu pertimbangan penting dalam audit laba ditahan adalah menilai apakah ada transaksi yang seharusnya dimasukkannya atau tidak. akan menciptakan tekanan signifikan terhadap manajemen untuk menghasilkan laba. Page | 155 . terutama melalui pasar public. nilai pasar saham diterbitkan harus dikapitalisasi dengan mndebet ke laba ditahan dan mengkredit ke modal saham. para auditor harus mempertimbangkan bagaimana proses perolehan modal.

Di dalam audit kas. Jumlah kas yang mengalir masuk dan keluar dari akun kas seringkali lebih besar daripada jumlah pada akun lainnya yang terdapat dalam laporan keuangan. jika auditor menyimpulkann bahwa risiko pengendalian yang ditetapkan harus lebih tinggi. Kas di Bank dan Siklus Transaksi Kas adalah satu-satunya akun yang termasuk dalam beberapa siklus. Kas merupakan bagian dari setiap siklus kecuali persediaan dan pergudangan. yaitu: a) Menunjukkan pentingnya pengujian terhadap berbagai siklus transaksi yang berbeda-beda. Hubungan kas di bank dengan siklus transaksi lainnya menghasilkan dua fungsi.M. Akan tetapi. Lebih jauh lagi. Kas sangat penting karena potensi terjadinya kecurangan tetapi juga karena terdapat kemungkinan kesalahan. apabila pemahaman terhadap pengendalian intern dan pengujian pengendalian serta pengujian substantive atas transaksi dalam siklus perolehan dan pelunasan kembali modal menyebabkan auditor percaya bahwa layak untuk mengurangi risiko pengendalian yang ditetapkan. b) Membantu memahami lebih lanjut integrasi siklus transaksi yang berbedabeda. Page | 156 . kas mudah diselewengkan daripada jenis aktiva lainnya karena sebagian besar aktiva harus dikonversi menjadi kas sebelum dapat dimanfaatkan. maka auditor dapat mengurangi pengujian terinci atas saldo kahir kas. AGUS SUDRAJAT S4309040 PERTEMUAN 11 AUDIT ATAS SALDO KAS 1. perbedaan yang penting harus dilakukan antara verifikasi rekonsiliasi klien atas saldo pada rekening Koran terhadap saldo di dalam buku besar dan verifikasi apakan kas dibukukan secara benar di dalam buku besar sehingga mencerminkan semua transaksi kas yang terjadi selama tahunn yang bersangkutan. Misalnya. Dalam textbook audit saldo kas merupakan bidang audit yang terakhir dipelajari karena bukti yang diakumulasikan untuk saldo kas sangat tergantung pada hasil pengujian di dalam siklus lain. maka pengujian yang ekstensif pada akhir tahun diperlukan.

Diskusi: Bagaimana apabila salah saji di atas tidak ditemukan dalam audit ? Penting untuk memahami jenis akun kas yang berbeda-beda karena pendekatan audit terhadap masing-masing jenis akun itu juga berbeda-beda. auditor cenderung mempelajari macam-macam jenis saldo kas yang mungkin ada. Audit Kas Umum Page | 157 . Misalnya.M. dan akun itu dihapuskan sebagai piutang tak tertagih. tetapi tidak satupun akan ditemukan sebagai bagian dari audit rekonsiliasi bank. sebelum dibukukan. Menagih pelanggan dengan harga yang lebih rendah daripada yang Penggelapan kas dengan jalan menahan hasil penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran ganda atas satu faktur pemasok Pembayaran yang tidak benar atas pengeluaran pribadi pejabat perusahaan. yaitu: • • • • • • • • Gagal untuk menagih pelanggan. kerja yang benar-benar dijalaninya. AGUS SUDRAJAT S4309040 Berikut ini contoh salah saji yang akhirnya mengakibatkan pembayaran yang tidak layak atau kegagalan menerima uang tunai. Pembayaran untuk bahan baku yang tidak pernah diterima Pembayaran ke karyawan tetapi junlah jam kerjanya melampaui jumlah jam Pembayaran bunga ke pihak yang memiliki hubungan istimewa di atas suku ditetapkan oleh kebijakan perusahaan. bunga yang berlaku saat ini. auditor mungkin mendapatkan informasi tentang akun kas yang deselenggarakan di tingkat kantor pusat dan kantor cabang. sewaktu mempelajari operasi di berbagai lokasi perusahaan. Jenis akun kas yang utama. Sewaktu memperoleh pemahaman bisnis klien. yaitu: • Akun Kas Umum • Akun Gaji Imprest • Akun Bank Cabang • Dana Kas Kecil Imprest • Setara Kas 2.

Rekonsiliasi bank independen memberikan kesempatan untuk verifikasi internal terhadap transaksi penerimaan dan pengeluaran kas. Rekonsiliasi semua pos yang menimbulkan perbedaan antara saldo buku dan Rekonsiliasi total kredit rekening Koran dengan total pada jurnal penerimaan Telaah transfer antar bank pada akhir tahun mengenai kelayakan dan mengenai tanggal. yaitu: • • Pengendalian atas siklus transaksi yang mempengaruhi pembukuan Rekonsiliasi bank independen. Pengendalian intern atas saldo kas akhir tahun di dalam akun kas umum dapat dibagi menjadi dua kategori.M. dalam neraca. dan jumlah. penerima. dan selidiki cek yang hilang. kas. Risiko bisnis klien lebih cenderung berasal dari setara kas dan jenis investasi lainnya. Bandingkan setoran di bank dengan penerimaan kas yang dibukukan Telitilah urutan nomor cek. Saldo kas tidak material dalam kebanyakan audit. Oleh karena itu seringkali terdapat potensi salah saji kas yang material. AGUS SUDRAJAT S4309040 Auditor harus mengumpulkan bahan bukti yang cukup untuk mengevaluasi apakah kas. ketepatan pembukuannya. pelanggan. telah dinyatakan secara wajar dan diungkapkan secara layak sesuai dengan enam dari Sembilan tujuan audit terkait saldo yang digunakan untuk semua pengujian terinci atas saldo. Page | 158 . penerimaan dan pengeluaran kas. pemberian stempel. Kebanyakan perusahaan cenderung tidak mempunyai risiko bisnis klien yang signifikan mempengaruhi saldo ka. tetapi transaksi kas yang mempengaruhi saldo merupakan hamper selalu sangat material. Rekonsiliasi bank yang seksama oleh pegawai klien yang kompeten mencakup: • • • • • • • Bandingkan cek-cek yang dibatalkan dengan jurnal pengeluaran kasa Periksa cek-cek yang dibatalkan mengenai tanda tangan. dan pembatalan mengenai tanggal. saldo bank serta verifikasi penyebabnya. dan jumlah.

daftar cek yang beredar yang belum dikliring pada laporan pisah batas. dan dokumen terkait lain yang termasuk ke dalam laporan bank yang dikirim oleh bank secara langsung ke kantor akuntan public. Page | 159 . Adalah laporan bank untuk sebagian periode beserta cek yang dibatalkan. Penerimaan Rekening Koran pada Titik Pisah Batas. Alasan pengujian rekonsiliasi bank adalah untuk menentukan apakah pegawai klien telah mempersiapkan rekonsiliasi bank dengan seksama dan untuk menverifikasi apakah saldo yang dibukukan bank berjumlah sama dengan jumlah yang seharusnya yang ada di bank kecuali setoran dalam perjalanan. Dalam banyak audit. rekonsiliasi bank akhir tahun dilakukan dengan audit yang akstensif. cek yang beredar. dan pos-pos rekonsiliasi lain. auditor dapat memperoleh informasi untuk pelaksanaan dari laporan rekening Koran pisah batas. Tujuannya adalah memverifikasi pos-pos rekonsiliasi pada rekonsiliasi bank klien pada akhir tahun dengan bukti yang tidak dapat diakses klien 3. • • Investigasi semua ce dengan jumlah yang signifikan yang termasuk ke dalam Telusuri setoran dalam perjalanan ke laporan berikutnya. Telusuri saldo pada konfirmasi bank Telusuri cek-cek yang sudah ditulis sebelum akhir tahun dan termasuk dengan rekeningkoran pisah batas ke daftar cek yang beredar pada rekonsiliasi bank dan ke jurnal pengeluaran kas dalam periode tertentu atau periode sebelum tanggal neraca. Dalam pengujian rekonsiliasi. Beberapa prosedur utama dilibatkan: • • • Verifikasi bahwa rekonsiliasi bank klien secara matematis adalah akurat. penggunaan prosedur analitik untuk menguji kelayakan saldo kas kurang penting dibandingkan dengan kebanyakan audit bidang lainnya. Pengujian atas Rekonsiliasi Bank. Karena itu. AGUS SUDRAJAT S4309040 • Tindak lanjuti secara periodic cek-cek yang masih beredar dan pemberitahuan pembatalan pembayaran. Rekonsiliasi bank independen yang disiapkan dengan baik merupakan pengendalian intern yang esensial atas kas.M. diplikat slip setoran.

penelaahan ayat jurnal pada buku besar dalam akun kas untuk pos-pos yang luar biasa. Auditor harus memperluas prosedur audit kas akhir tahun guna menentukan kemungkinan kecurangan yang metariial bilamana terdapat pengendalian intern yang tidak memadai. jenis kecurangan yang mungkin menyebabkan kelemahan. pertimbangan yang seksama harus diberikan terhadap sifat kelemahan pengendalian intern. Tujuannya adalah untuk memverifikasi apakah semua transaksi yang termasuk dalam jurnal untuk akhir bulan pada tahun yang bersangkutan benar-benar termasuk di dalam atau tidak termasuk di dalam rekonsiliasi bank dan untuk menverifikasi apakah semua pos pada rekonsiliasi bank telah dimasukkan dengan benar. potensi materialitas kecurangan. Dalam merancang prosedur audit guna menemukan kecurangan.Contoh prosedur yang dapat menemukan kecurangan di bagian saldo kas mencakup konfirmasi piutang usaha. Semua setoran di bank dibiukukan ke dalam catatan akuntansi Semua pengeluaran kas dibayarkan oleh bank Page | 160 . 4. maka layak melakukan pengujian yang diperluas atas rekonsiliasi bank akhir tahun.M. pengujian atas “lapping”. dan prosedur audit yang paling efektif dalam menemukan kecurangan. Auditor menggunakan pembuktian kas untuk menentukan apakah halhal yang berikut dilakukan: • • • Semua penerimaan kas yang dibukukan telah disetor. Auditor sering menyiapkan pembuktian kas jika pengendalian intern kas klien lemah. Jika auditor percaya bahwa rekonsiliasi bank akhir tahun mungkin disalahsajikan dengan sengaja. AGUS SUDRAJAT S4309040 • Hitung semua pos rekonsiliasi lainnya dalam rekening Koran bank dan rekonsiliasi bank. Prosedur Berorientasi Kecurangan Pertimbangan utama dalam audit saldo kas umum adalah kemungkinan kecurangan. serta pemeriksaan persetujuan dan dokumentasi pendukung untuk piutang tak tertagih serta cadangan dan retur penjualan. penelusuran atas pesanan pembelian pelanggan ke penjualan dan penerimaan kas yang mengikutinya. khususnya pemisahan tugas yang semestinya antara penanganan kas dan pembukuan transaksi kas dalam catatan akuntansi.

Pembuktian kas mencakup hal-hal berikut: Rekonsiliasi saldo pada rekening Koran terhadap saldo buku besar pada awal Rekonsiliasi penerimaan kas yang disetorkan terhadap jurnal penerimaan kas Rekonsiliasi cek yang dibatalkan yang dikliring bank terhadap jurnal Rekonsiliasi saldo pada rekening Koran terhadap saldo buku besar pada periode pembuktian kas. AGUS SUDRAJAT S4309040 • • • • • Semua jumlah yang dibayarkan oleh bank telah dibukukan. Pengujian atas Transfer Bank. Pendekatan yang bermanfaat untuk menguji “kitting” dan juga kesalahan-kesalahan yang tak disengaja dalam pencatatan transfer bank.M. yaitu: • • • • Akurasi informasi mengenai skedul transfer antarabank harus diverifikasi. Transfer antarabank harus dilakukan baik ke bank masuk maupun ke bank Tanggal pembukuan pengeluaran dan penerimaan untuk setiap transfer harus Pengeluaran pada skedul transfer antarabank harus dimasukkan atau tidak keluar. yaitu mentransfer uang dari bank tertentu ke bank lain dan membukukan transaksi itu secara tidak tepat. dimasukkan dengan benar dari rekonsiliasi bank akhir tahun sebagai cek yang beredar. berada dalam tahun fiscal yang sama. adalah dengan mencatat semua transfer bank yang dilakukan beberapa hari sebelum dan sesudah tanggal neraca dan menelusuri masing-masing ke catatan akuntansi untuk dicatat dengan semestinya. Page | 161 . akhir periode pembuktian kas. pengeluaran kas periode tertentu. Para penyeleweng kadang menutupi kecurangan kas dengan cara yang disebut “kitting”. pada periode tertentu. Ada beberapa hal yang harus diaudit pada skedul transfer antarbank. 5. • Penerimaan pada skedul transfer antarabank harus dimasukkan atau tidak dimasukkan dengan benar dari rekonsiliasi bank akhir tahun sebagai setoran dalam perjalanan.

Audit Kas Kecil Imprest Penekanan dalam verifikasi kas kecil harus diarahkan ke pengujian transaksi kas kecil. Audit atas Akun Gaji Imprest Pengujian rekonsiliasi bank atas gaji dan upah dapat dilaksanakan dengan cepat jika ada akun gaji dan upah imprest dan rekonsiliasi yang independen atas akun-akun seperti yang diuaraikan untuk akun umum. Sekalipun jumlah kas kecil itu sedikit. Pengujian kas kecil biasanya dapat dilaksanakan setiap saat pada tahun bersangkutan. bukan pada saldo akhir tahun tersebut. AGUS SUDRAJAT S4309040 6.M. tetap ada kemungkinan terjadi transaksi yang tidak wajar dalam jumlah besar jika dana itu sering diganti. Pengujian atas pengendalian dan pengujian substantive atas transaksi tergantung pada jumlah dan besar penggantian kas kecil serta pengendalian dan tingkat risikopengendalian yang dinilai auditor. Page | 162 . tetapi untuk memudahkan biasanya dilaksanakan pada tanggal interim. 7.

Melakukan review untuk kewajiban kontinjensi dan komitmen. Produk garansi. Remote (kemungkinan kecil) pengungkapan Tidak perlu. Kewajiban Kontinjensi. Garansi kewajiban Saldo tidak digunakan Prosedur audit untuk Mencari Kontinjensi Daftarkan manajemen tentang kemungkinan kontinjensi yang tidak tercatat Review saat ini dan sebelumnya laporan pendapatan internal tahun untuk permukiman pajak penghasilan. Page | 163 . Klasifikasi dan saling pengertian: informasi keuangan adalah tepat disajikan dan dijelaskan dan pengungkapan secara jelas dinyatakan. orang lain. Sebuah kewajiban kontinjensi adalah kewajiban masa depan yang potensial terhadap pihak luar dengan jumlah yang tidak diketahui hasil dari kegiatan yang telah terjadi. AGUS SUDRAJAT S4309040 PERTEMUAN 12 Penyelesaian Audit Desain dan melaksanakan audit tes yang berhubungan dengan penyajian dan pengungkapan objectives audit. kewajiban produk. Tinjau menit direksi dan rapat pemegang saham 'untuk indikasi tuntutan hukum atau kontinjensi lainnya. Kemungkinan Kejadian dan Pengobatan Laporan Keuangan.M. atau tindakan lain sengketa pajak penghasilan. Kelengkapan: Semua pengungkapan yang seharusnya sudah termasuk dalam laporan keuangan yang telah disertakan. Wesel tagih didiskontokan. Mungkin cukup catatan kaki diperlukan pengungkapan. Akurasi dan penilaian: informasi Keuangan dan lainnya diungkapkan secara wajar dan pada jumlah yang sesuai. Penyajian dan Pengungkapan Tujuan Audit Kejadian dan hak-hak serta kewajiban: peristiwa diungkapkan dan transaksi yang terjadi dan berkaitan dengan entitas. Kemungkinan (mungkin terjadi) Menyesuaikan laporan keuangan atau catatan pengungkapan Kekhawatiran auditor Menunggu litigasi untuk pelanggaran paten.

Sarbanes-Oxley Act Kongres termasuk ketentuan dalam mengarahkan tindakan untuk mengeluarkan aturan-aturan SEC membutuhkan pengacara melayani perusahaan publik untuk melaporkan pelanggaran materi oleh perusahaan efek undang-undang federal. Mendapatkan dan mengevaluasi surat dari pengacara klien Pertanyaan dari Pengacara Klien Daftar termasuk: (1) terancam tertunda litigasi dan (2) menegaskan atau unasserted klaim atau penilaian dengan pengacara yang telah terlibat. Mendapatkan surat dari masing-masing pengacara utama dari klien untuk status tuntutan hukum. Pertanyaan dari Pengacara Klien Sebuah permintaan firma hukum untuk mengidentifikasi setiap terdaftar terancam tertunda atau tindakan hukum atau pernyataan bahwa daftar klien selesai Sebuah pernyataan menginformasikan tanggung jawab jaksa pengacara untuk menginformasikan pengelolaan masalah hukum yang membutuhkan pengungkapan dalam laporan keuangan dan untuk merespon langsung kepada auditor. Melakukan review pasca neraca untuk acara-acara berikutnya Page | 164 . Audit dokumentasi untuk setiap informasi yang dapat menunjukkan potensi kontingensi Memeriksa surat-surat kredit yang berlaku. The American Bar Association diubah pengacara-klien aturan kerahasiaan untuk mengizinkan pengacara untuk pelanggaran kerahasiaan jika klien melakukan kejahatan atau penipuan. AGUS SUDRAJAT S4309040 Prosedur audit untuk Mencari Kontinjensi Menganalisis hukum biaya dan faktur review dan laporan dari penasihat hukum. Permintaan bahwa pengacara memberikan informasi atau komentar mengenai kemajuan setiap item yang terdaftar.M.

Penurunan nilai pasar efek yang dimiliki untuk investasi sementara atau dijual kembali 2. Orang yang mempunyai efek langsung terhadap laporan keuangan dan memerlukan penyesuaian. Sebuah merger atau akuisisi Pengujian Audit Dua kategori prosedur audit untuk acara peninjauan kembali: 1. 6. Deklarasi pailit oleh pelanggan dengan saldo piutang. Prosedur yang dilakukan secara khusus untuk tujuan menemukan kejadian atau transaksi yang harus diakui sebagai acara berikutnya. 4. 5. Penjualan investasi pada harga di bawah biaya dicatat¬ Kelayakan dari Pengungkapan 1. 3. Page | 165 . Prosedur biasanya terpadu sebagai bagian dari verifikasi saldo akun akhir tahun. Pembuangan peralatan tidak digunakan dalam usaha pada harga di bawah nilai buku saat ini. Mereka yang tidak memiliki dampak langsung terhadap laporan keuangan tetapi pengungkapan yang diperlukan Mereka yang tidak memiliki dampak langsung terhadap laporan keuangan tetapi pengungkapan yang diperlukan Membutuhkan Penyesuaian 3.M. Penyelesaian litigasi pada jumlah yang berbeda dari jumlah yang tercatat di buku. AGUS SUDRAJAT S4309040 Jenis Kejadian Setelah Tanggal Neraca 1. 2. Penerbitan obligasi atau surat berharga ekuitas. Penurunan nilai pasar persediaan sebagai akibat dari tindakan pemerintah lebih lanjut pembatasan penjualan produk 4. hilangnya persediaan tidak diasuransikan akibat kebakaran. 5. 2.

6.M. Tanggal kedua. Periksa menit diterbitkan setelah tanggal neraca. Bukti Final Akumulasi 1. Surat Representasi Manajemen Tujuan surat itu: 1. Baca informasi lain dalam laporan tahunan. Tanggal pertama tanggal untuk menyelesaikan kerja lapangan kecuali pengecualian khusus 7. Daftarkan manajemen. 4. 2. Page | 166 . Melakukan analisis prosedur akhir. Review disiapkan laporan internal yang terjadi setelah tanggal neraca yang disusun Review catatan setelah tanggal neraca. AGUS SUDRAJAT S4309040 Pengujian Audit 1. berkaitan dengan pengecualian¬ Desain dan melakukan langkah-langkah terakhir dalam segmen buktiakumulasi audit. Berkorespondensi dengan pengacara. Untuk mengingatkan pengelolaan potensi salah saji atau kelalaian dalam laporan keuangan. Mempertimbangkan informasi atas laporan keuangan pokok. Mendapatkan surat representasi manajemen. 2. Mendapatkan surat representasi Dual Kencan. 3. Mengevaluasi asumsi going concern. 4. 3. 2. 6. 5. yang selalu kemudian. 8. Tanggal pertama tanggal untuk menyelesaikan kerja lapangan kecuali pengecualian tertentu. 5. Untuk kesan kepada manajemen tanggung jawabnya untuk pernyataan dalam laporan keuangan.

Kelengkapan informasi 3. cukup bukti yang memadai. SAS 85 Empat Kategori dari Hal-hal Tertentu 1. Berkomunikasi kekurangan pengendalian internal lain 5. Berkomunikasi tindakan penipuan dan illegal. Pengakuan. dan konsekuensi mengeluarkan laporan tidak sesuai dapat berdampak tidak baik. Berkomunikasi secara efektif dengan komite audit dan manajemen. surat kepada Manajemen. 4. bukti evaluasi¬Ringkasan Isu Laporan Audit Laporan audit adalah satu-satunya bahwa sebagian besar pengguna lihat dalam proses audit. 4. 1. Laporan Keuangan 2. 6. Audit dokumentasi tinjauan. pengukuran. Berkomunikasi dengan Komite Audit dan Manajemen 3. 3.M. Independen tinjauan. 5. 2. Untuk dokumen tanggapan dari manajemen untuk pertanyaan tentang berbagai aspek dari audit. Page | 167 . dan pengungkapan 4. AGUS SUDRAJAT S4309040 3. pengungkapan laporan Keuangan. 2. komunikasi dengan komite audit. Acara berikutnya Mengintegrasikan bukti audit yang dikumpulkan dan mengevaluasi hasil audit secara keseluruhan Hasil Evaluasi 1. 6. Bukti mendukung pendapat auditor.

Jaminan Lainnya Jasa Pemeriksaan Jasa Kompilasi Standar untuk kompilasi dan pemeriksaan laporan keuangan disebut Pernyataan Standar Akuntansi dan pemeriksaan Jasa (SSARS). AGUS SUDRAJAT S4309040 7.M. Mengidentifikasi tanggung jawab auditor ketika fakta-fakta yang mempengaruhi laporan audit ditemukan setelah diterbitkan. Hubungan Antara Akumulasi Bukti dan Jaminan Attained Tinggi Tingkat Jaminan Attained (Audit) Moderat (Review) Tidak ada (Kompilasi) Penting (Review) Luas (Audit) Minimal (Kompilasi) Jumlah Akumulasi Bukti Memeriksa pelaporan Page | 168 .

AGUS SUDRAJAT S4309040 Dalam memeriksa pelaporan (Pemeriksaan SSARS) keterlibatan dirancang untuk memungkinkan akuntan untuk mengekspresikan jaminan terbatas bahwa laporan keuangan sesuai dengan SAK. Memiliki pengetahuan tentang akuntansi yang prinsip dan praktek industri klien Page | 169 akan . perusahaan Temukan prosedur untuk merekam. Persyaratan perhimpunan 1. Tanyakan apakah setiap akun dalam keuangan Laporan disiapkan sesuai dengan GAAP. Prosedur yang disarankan untuk Pemeriksaan • Mendapatkan pengetahuan akuntansi prinsip-prinsip klien Mendapatkan pengetahuan klien Membuat pertanyaan manajemen Lakukan prosedur analitik Mendapatkan surat representasi • • • • Membuat pertanyaan untuk Manajemen 1. Menyelidiki tindakan yang diambil dalam pertemuan-pertemuan pemegang saham dan dewan direksi. dan meringkas transaksi dan mengungkapkan informasi dalam laporan. laporan keuangan yang akuntan telah dipersiapkan. Membangun pemahaman dengan klien tentang sifat dan keterbatasan jasa yang dilakukan dan deskripsi laporan 2. mengklasifikasi.M. 2. 3. BPA perusahaan tidak mengungkapkan jaminan apapun terhadap laporan. Layanan Kompilasi Sebuah perjanjian dalam standar jasa didefinisikan dalam SSARS sebagai salah satu yang hadir terdapat akuntan untuk klien atau pihak ketiga.

Perjanjian Atestasi 1. Tingkat pelayanan Layanan WebTrust Dalam keterlibatan pengesahan WebTrust. Jenis perjanjian atestasi 3. termasuk sifat nya bisnis transaksi. Page | 170 . Baca laporan keuangan disusun dan waspada untuk setiap kelalaian jelas atau kesalahan dalam aritmatika dan GAAP Bentuk Laporan himpunan 1. AGUS SUDRAJAT S4309040 3. Seperti ulasan di bawah SSARS.M. Mengetahui klien. Himpunan yang mengabaikan seluruh pengungkapan secara substansial 3. dan isi laporan keuangan 4. Membuat pertanyaan untuk menentukan apakah informasi klien memuaskan 5. catatan akuntansi. Seperti ulasan di bawah SSARS. pemeriksaan untuk umum perusahaan tidak memberikan dasar untuk mengungkapkan pendapat yang positif bentuk. sebuah perusahaan publik memeriksa laporan sementara yang meliputi lima persyaratan untuk meninjau layanan perjanjian. Himpunan tanpa independensi Pemeriksaan informasi keuangan sementara untuk Perusahaan Publik SEC memerlukan laporan keuangan triwulanan untuk ditinjau oleh auditor eksternal perusahaan sebelum perusahaan mengajukan Formulir 10-Q. pemeriksaan ini dilakukan sesuai dengan standar PCAOB dan tidak ada mengacu pada SSARS dalam laporan. Himpunan dengan pengungkapan penuh 2. Atestasi standar 2. sebuah klien melakukan suatu BPA untuk memberikan yang wajar jaminan bahwa sebuah situs Web perusahaan memenuhi dengan prinsip-prinsip tertentu Layanan Trust dan kriteria untuk satu atau lebih aspek kegiatan e-commerce.

yang SysTrust BPA berlisensi mengevaluasi sebuah perusahaan sistem komputer menggunakan Layanan Trust prinsip-prinsip dan kriteria. Pengolahan : integritas Sistem pengolahan selesai. diungkapkan. Kerahasiaan : Informasi yang ditujukan sebagai rahasia dilindungi sebagai komitmen atau disepakat. dan dipertahankan sebagai komitmen atau disepakati 5. akurat. digunakan. tepat waktu. Lima Prinsip Layanan Trust 1. Rencana Laporan Keuangan • • • • Perkiraan dan proyeksi Penggunaan laporan keuangan calon Jenis perjanjian Pemeriksaan laporan keuangan calon Perjanjian setelah prosedur di setujui Page | 171 .M. AGUS SUDRAJAT S4309040 Layanan WebTrust Layanan WebTrust adalah layanan khusus dikembangkan berdasarkan Layanan Trust yang lebih luas prinsip-prinsip dan kriteria yang diterbitkan pada tahun 2003 bersama-sama oleh AICPA dan CICA. Online pribadi : Informasi pribadi yang diperoleh sebagai hasil dari e- commerce yang dikumpulkan. Laporan dapat mengatasi Trust tunggal Layanan prinsip atau kombinasi prinsip. Keamanan : Sistem ini dilindungi terhadap akses yang tidak sah 2. Layanan SysTrust Dalam keterlibatan SysTrust. Tersedianya : Sistem ini tersedia untuk operasi dan digunakan sebagai komitmen atau disepakati 3. dan berwenang 4.

Audit dan perjanjian yang terbatas • • • Komprehensif lain dasar akuntansi Ditentukan unsur. AGUS SUDRAJAT S4309040 Audit terbatas yang spesifik dalam prosedur audit.Ini disebut sebagai prosedur dan perjanjian.M. SAS menangani laporan keuangan sedangkan kesepakatan dengan SSAE nonfinansial pernyataan penting. akun. atau item surat kepatuhan Hutang dan laporan serupa Page | 172 .

yang menyatakan bahwa tidak ada yang datang ke perhatian auditor yang akan menyebabkan auditor untuk percaya ada ketidakpatuhan. Kepatuhan Surat Hutang dan Pelaporan yang sama Keterlibatan dan laporan harus terbatas pada hal-hal kepatuhan auditor yang memenuhi syarat untuk mengevaluasi. atau Produk Auditor sering diminta untuk mengaudit dan mengeluarkan laporan dalam aspek tertentu dari laporan keuangan. Akun. Untuk auditor yang telah melakukan audit atas laporan keuangan secara keseluruhan. • Standar pelaporan pertama di bawah GAAS tidak berlaku. Kepatuhan Surat Hutang dan serupa Laporan Pendapat auditor dalam bentuk jaminan negatif. Dua perbedaan dalam jenis audit: • Materialitas didefinisikan dalam istilah unsur. Page | 173 . atau item yang diaudit bukan untuk laporan keseluruhan. AGUS SUDRAJAT S4309040 Komprehensif Lain Dasar Akuntansi • • Kas atau diubah kas dasar Dasar yang digunakan untuk mematuhi persyaratan dari badan pengawas Pajak penghasilan dasar Satu set kriteria tertentu memiliki dukungan substansial • • Unsur. Auditor harus memberikan surat hutang kepatuhan hanya untuk klien.M. rekening.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful