P. 1
peran motivasi guru terhadap hasil belajar mahasiswa

peran motivasi guru terhadap hasil belajar mahasiswa

|Views: 231|Likes:
Published by gioakram

More info:

Published by: gioakram on Sep 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/22/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Lat ar Belakang Masalah Dewasa ini pendid ikan sangat memer lukan penanganan t erarah dan t erpadu dari semua pihak guna membangun manusia seutuhnya Serta mencapai tujuan pendidikan nasional. p e nd id ik a harus se la lu d i u p a ya k a n unt uk me n ing k a t k a n

k e ma mp u a n p a d a s e t ia p i n d i v i d u , u s a ha u nt u k me nc a p a i t u ju a n p endid ikan t er sebut adalah me la lu i le m baga pendid ikan seko lahh d an le mbaga pe nd id ik a n lu ar seko la h. D i ma na d a la m UU P e nd id ika n 20 t ahun 2003 menyat akan bahwa "Pendidikan nasio nal salah ast u isu pent ing dalam pelibatan, masayarakat dalam se kt or pendid ikan fo r mal, sekt o r p endid ikan fo r ma l seko lah d ise le nggar akan secara t er jenjang dan

berkes inambungan dan pendidikan luar seko lah t idak har us ber jenjang dan ber kesinambungan". Adapun t ujuan pendid ikan Nas io na l adala h Unt uk, manusiay a n g s e u t u h n y a . D a l a m p e n c a p a i a n t u j u a n pembangunan N a s io na l

p e r lu k a n ma nu s ia - m a nu s i a ya ng p e k a terhadap perubahan dan pembaharuan. U nt uk me m b ina ma nu s ia- ma nus ia ya n g de m ik ia n pe nd id ik a n sangat mer negang per anan pent ing, kar ena pendid ikan mer upakan d a s a r d a n k u nc i d a r i s e t ia p u s a ha u nt u k ma j u d a la m t ujua n pe mba nguna n

su at u bangsa, dan manus ia lah subyek dan

dan obyek pembangunan.

Pendidikan juga harus menumbuhkan jiwa pat r iot is dan me mpert ebal rasa cint a t anah air, meningkat kan semangat kesadaran serta

ber o r io nt as i pad a mas a dep a n. Ka r ena it u la h ik lim be la jar me nga jar ya ng menu mbuhkan r asa per caya dir i dan dan budaya diklangan masyrakat harus dikembangkan agar tumbuh sikap dan prilaku yang kreatif dan keinginan untuk maju. Dengan demikian dapatlah dikataka bahwa pendidikan merupakan faktor yang penting dan utama bagi manusia dalam mengisi pembangunan. Seperti diketahui bahwa pendidikan dilaksanakan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa terutama memiliki kernampuan dan keterampilan dalam rangka mencapai manusia yang mampu mandiri. Ma t a p e la ja r a n I P S E ko no mi me r u p a k a n sa la h sa t u ma t a pelajar an yang diajarkan di Seko lah Lanjut an T ingkat Pert ama yang memerlukan pengertian dan pemahaman agar kelak untuk melanjutkan pendidikan ke Sekolah Lanjutan Tingkat Atas merupakan dasar sebagai pegangan seh ingga ma mpu unt uk menyesua ikannya. Lembaga pendidikan for ma l pendidikan fomal yang menghasilkan lulusan-lulusan sebagai pelaksana pembangunan Nasional. Karena itulah diharapkan output SLTP benar- benar berkualitas, dengan demikian diharapkan peran guru untuk melaksanakan pendidikan yang sebaikbaiknya terutama dalam proses belajar mengajar.

Menurut Rooijakkers Ad (2002 : 15) mengemukakan bahwa seseorang yang melakukan kegiatan belajar dapat disebut telah mengert i suatu hal, bila ia juga

dapat menerapkan apa yang telah ia pe . lajari, dengan demikian dia telah mengalami proses belajar baik sesuai tujuan pengajaran yang diharapkan.

Dalam mencapai tujuan pengajaran yang diharapka adanya motivasi untuk belajar, dimana pengajar dalam hal ini guru hendaknya memberikan penjelasan sedemikian rupa sehingga timbul motivasi yang d ibut uhka n. ba ik da la m be nt uk me ng ar ahk a n. mengembangkan minat belajar serta menggairahkan dalam belajar.

Sekolah Lanjutan tingkat Pertama (SLTP) sebagai lembaga pendidikan forma l melaksanakan berbagai kiat yang dit empuh antara lain dengan kurikulum, pengadaan buku paket, penataran guru-gur u bidang st udi, dengan t uju an u nt uk meningkat kan pr est asi belajar siswa.

Dalam kegiatan belajar mengajar guru menempati kedudukan sebagai figure sentral. Pada gurulah terletak kemungkinan berhasii tidaknya belajar mengajar disekolah, dengan demikian profesi kerja guru perlu memiliki kemampuan kemampuan dasar dalam profesinya D isa mp ing it u gur u harus me mber ik an

do ro ngan at au mot ivas i pada siswanya, seperti yang dikatakan

Morgan diikuti oleh toetik, dkk (2002:42) bahwa ³motivsi adalah sebagai tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku kearah suatu tujuan tertentu".

selanjutnya Muhammad Jasin (1986:7) mengemukakan bahwa guru menst imulir at au mer angsang anak unt uk bela jar karena merupakan motor untuk belajar. Sebagai seorang guru tentu harus memberikan motivasi untuk siswa dalam belajar sebab belajar atas dasar motivasi akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Miotivasi daoat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam d ir i siwa yang menimbulkan kegiat an belajar yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga t u j u a n y a n g d i k e h e n d a k i o l e h s u b y e k b e l a j a r i t u tercapai. Seseorang siswa dapat ber hasil dalam belajar kalau ada dirinya ada keinginan atau minat untuk belajar merupakan alai pokok karena belajar itu akan lancar kalau disertai dengan minat. Dalam huhungannya dengan kegiatan belajar mengajar komunikasi guru dan siswa sangat diperlukan untuk menghidupkan dan memberikan motivasi agar terjadi kondusif, guru harus siap sebagai mediator dalam segala sesuatu kegiatan belajar mengajar. Sehingga guru merupakan tokoh yang akan dit iru t ingkah lakunya

o leh siswa Jadi komunikasi antara guru dan siswa yang sangat baik dan lancar maka proses belajar mengajar akan berhasil. Untuk mencapai maksimal siswa harus mempunyai waktu yang cukup didalam belajar karna waktu belajar yang sangat baik akan berpengaruh pada peningkatan prestasi belajar. Dengan demikian proses belajar mengajar antara guru dan s i s w a ha r u s s e i m b a ng , a t a u d a la m a r t i s i s w a ya ng be l a ja r g u r u yang mengajar ini saling memperkuat motivasi yang ada. Kegiatan guru berupa stimulasi atau merangsang siswa untuk belajar lebih giat, sehingga prestasi belajar siswa akan meningkat, Menurut Winkel W.S (1997:55) mengemukakan motivasi belajar a d a l a h daya penggerak psikis dalam diri s iswa yang menimbulkan

kegiatan, menjamin kelangsungan belajar itu dengan satu tujuan tertentu. Proses me ng a ja r ya n g r e le va n u nt u k me nc a p a i t u ju a n

pendidikan, maka seorang guru harus memiliki kemampuan dalam mengajar terutama di dalam pemberian motivasi. Berdasarkan pendapat t er sebut diat as dapat dis impu lakn, bahwa mo t iva s i g u r u be r k a it a n d e ng a n s i s w a , s e ba b t ing k a t ke be r ha s i la n bela jar siswa akan me mpengaruh has il bela jar s iswa dengan demik ian pengembangan mot ivasi belajar menjadi lebih berkompoten maksudnya dengan motivasi kompetisi adalah dorongan untuk menguasai keahlian terbukt i d e ng a n je l a s , ba h w a m e r e k a ya ng me m p u n ya i mot ivasi kompetisi yang tinggi cenderung lebih menguasai bidangnya. Dari latar belakang masalah tersebut maka judul makalah tentang "Peran mot ivasi Guru Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa´ B. Permasalahn

Berdasarkan latar belakang masalah maka dapat dirumuskan permasalahan s e bag a i b er ikut : "Apakah dengan efektifnya motivasi guru dapat meningkatkan hasil belajar siswa?.

BAB II PEMBAHASAN

2.1. Belajar dan Mengajar Belajar dan mengajar adalah dua ist ilah yang ser ing digunakan orang secara bersamaan didalam pengungkapannya sehari-hari hal ini disebabkan karena bela jar dilaksanakan Secara dan saling berkaitan antara satu sama lain serta terarah pada satu tujuan. Namun jika dilihat dari subjek yang melaksanakan kedua aktivitas at au keg iat an in i dapat d ibedaka n s at u denga n ya ng la inn ya ya it u belajar suatu kegiatan dari siswa (anak didik) sedang mengajar adalah kegiatan mengajar atau kegiatan guru (pendidikan). Hal ini tidak berarti bahwa setiap kegiat an belajar disaat itu ada kegiat an mengajar sebab siswa dapat belajar secara individual sepert i membaca buku s e nd ir i, me la k uk a n ek sp er i me n se nd ir i, s is w a ju g a d ap at be la ja r kelo mpok sepert i diskusi, melakukan eksperimen secara berkelo mpok t anpa adanya guru. Sebaliknya t ent u set iap ada kegiat an belajar baik it u ber ad a dala m t e mpat ya ng sa ma pun me la lu i me dia aud io visual. Unt uk lebih memahami t ent ang belajar dan mengajar maka mengajar mer upakan dua kegiat an yang biasanya

dibawah ini akan diuraikan konsep belajar dan mengajar menurut para

ahli.

2.1.1. Belajar Belajar adalah suatu proses yang melibatkan seluruh aspek kehidupan manusia atau anak didik baik fisik lingkungan, dikatakan demikian karena belajar merupakan pemusat an perhat ian dan kesiapan untuk belajar, juga memerlukan kondisi fisik yang sehat dan menuntut lingkungan yang serasi agar apa yang diharapkan dapat nampak pada anak-anak didik setelah melakukan kegiatan belajar mengajar. Belajar adalah merupakan suatu bentuk pertumbuhan atau

perubahan dalam dir i yang dinyat akan dalam rar a - cara dan latihan tingkah laku berubah berkat pengalaman (Oemar Hamalik, 2000:25). Dari pengert ian tersebut dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses yang menyebabkan perubahan tingkah laku se seo r a ng ya n g d i ir i ng i d e nga n r e ak s i be r f ik ir s er t a d ap at meningkatkan kecakapan dan ketrampilan. Perubahan yang terjadi berupa perubahan dalam kebiasaan dan kecakapan, bertambahnya pengetahuan, berkembangnya sikap-sikap. Belajar tidak hanya ditujukan oleh banyaknya usaha yang dilakukan individu melainkan dengan banyak wakt u yang digunakan unt uk mengat ahui sesuat u yang dipelajar i, unt uk it u guru harus memperjelas tujuan belajar kepada siswa.

Menurut Ad Rooijakkers (2002:13) mengemukakan hahvta seorang guru mempunyai tugas merangsang sertameningkatkan jalannya proses belajar.

Untuk dapat melaksankan tugas itu dengan baik, guru harus mengetahui bagaimana proses tersebut mulai dan berlangsung. 2.1.2. Mangajar Mengajar adalah suatu kegiatan dalam proses pendidikan selalu berubahubah kearah peningkatan. Mengajar merupakan hal yang kompleks dimana tidak hanya menyampaikan informasi kepada siswa tetapi dalam hal ini banyak

tindakan yang dilakukan guru bila diinginkan hasil yang baik bagi siswa. Hal ini dapat dari pandangan para ahli t ent ang mengajar. Burton seperti dikutip Rusyan Tabrani (2003 :26) menyatakan mengaiar adalah upaya dalam memberikan perangsang (stimulasi) bimbingan pengarahan dan dorongan kepada siswa agar terjadi proses. Dalam hal ini guru memberikan pelajaran hanya merupakan peransang saja, sedangkan arah yang dit uju proses belajar adalah tujuan pengajaran yang diketahui siswa. Menurut S. Nasution (2004: 8) mengemukakan bahwa mengajar adalah menanamkan penget ahuan

kepada anak. Jadi bersifat int elekt ualist is. Lebih luas lagi yakni mengajar adalah suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungangkan engan anak sehingga terjadi porses belajar.

2 . 1. 3. Unsu r- Unsu r Dala m P ro ses Bela jar Meng a jar Tabrani Rusyan dkk, (2003:6) meng e mu k ak an bahwa set iap

i n t e r a k s i b e l a j a r mengajar selalu ditandai dengan adanya sejumlah unsur yakni . 1. Tujuan yang ingin dicapai. 2. Adanya gur u dengan s iswa. 3. Adanya bahan pelajaran. 4. Adanya metode sebagai alat. Pada bagian (a) tujuan yang ingin dicapai dalam proses belajar mengajar merupakan langkah awal yang harus diterapkan, tujuan ini merupakan rumusan yang harus d icapai dan dimilik i siswa set elah menyelesaikan kegiat an belajar. Isi t ujuan pada hakekeat nya adala h hasil yang diharapkan. Bagia (b) yaitu proses belajar mengajar ini merupakan keqgiatan yang terjadi antara guru dan siswa. Yang merupakan perpautan dua pokok pr ibadi, dalam hal in i bagi seorang guru harus memiliki seju mlah kemampuan dan hal ini t elah d irumuskan dalam sepuluh ko mpet isi guru adalah sebagai ber ikut : 1. Menguasai bahan. 2. Menguasai program belajar mengajar. 3. Mengelolah kelas. 4. Menggunakan media at au su mber. 5. Menguasai landasan pendidikan . 6. Mengelolah interaksi belajar mengajar. 7. Menilai prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran. 8. Mengenal dan program bimbingan dan penyuluhan. 9. Mengenal administrasi sekolah serta memahami prinsip-prinsip.

10.Hasil penelitian pendidikan guna untuk keperluan pengajaran (Roestiyah, 2002:14-16). Bagi siswa. diharapkan agar mempunyai sejumlah kepandaian dan kecakapan tertentu. Selanjutnya dari tujuan yang jelas dapat diterapkan bahan pelajaran yang harus menjadi isi dari kegiatan l. Selanjutnya dari belajar mengajar. Bahan pengajaran ini diharapkan dapat mewarnai tujuan, mendukung tercapainya tujuan. Dengan dermikian unsur - unsur tersebut saling berpengaruh satu sama lainnya sehinaga menumbuhkan kegiatan belajar pada siswa seoptimal mungkin menuju terjadinya perubahan tingkah laku sesuai dengan tujuan yang diharapkan. 2. 2. Motivasi Motivasi merupakan masalah yang penting dalam belajar dimana seorang belajar berarti bertingkah laku dengan upaya untuk mencapai. P ad a hak ek at nya mo t iva s i a d a la h me mb a ng k it ka n at a u se ba ga i p e nd o ro ng ha g i se s e o r a ng u nt u k se su a t u ha l- ha l t e rt e nt u. Adaka la seo rang t et api k e t id a k bu k a n t id a k biasaan be g it u it u dapat me ng e r ja k a n se su a t u o le h karena it u ,

d ise ba bka n pada

k e ma u a nn ya

t id a k

besar

p e k e r ja a n

d i s a m p i n g i t u m i n a t ya n g t i d a k b e g i t u b a n y a k a t a u k u r a n g k u a t m e n g a k i b a t k a n d i r i n g a n a t a u k e m a u a n n ya t i d a k k u a t sehingga ha sil p e k e r ja a n ya t idak sesuai denga n

k e c a k a p a n n ya , ma k a d e ng a n d e mik i a n p e mbe r ia n mo t ivas i ba g i s isw a d id a la m p e nd id ik a d a n p e ng a ja r a n a k a n d a p a t d iha r a p k a n ha s i l- ha s il ya ng me mu a sk a n.

Bentuk motivasi dalam proses belajar mengajar Didalam kegiatan belajar mengjar peranan motivasi baik dalam diri individu maupu dari luar sangat diperlukan. Motivasi bagi siswa dapat mengembangkan aktivitasnya dan inisiatif, dapat mengarahkan dan memelihara kekuatan dalam melakaukan kegiatan belajar. Cara-cara menumbuhkan motivasi dari luar kadang tepat, untuk itu guru harus hati-hati dalam memberikan motivasi siswa. Hal ini dikemukakan oleh Sardiman A.M. (2002 ;92-94) adalah berikut 1. Memberikan Angka Ang ka d a la m ha l in i s e ba ga i simbo l d ar i n i la i k eg iat a n

belajarnya, banyak siswa belajar, yang utama justru untuk mencapai angka yang baik. Sehingga yang dikejar adalah nilai ulangan atau nilai pada rapor. 2. Hadiah Hadiah dapatjuga dikatakan sebagai motivasi, tetapi tidaklah selalu demikian, karena hadiah untuk sesuatu pekerjaan mungkin tidak akan menarik lagi seorang yang tidak senang dan tidak berbakat untuk sesuatu pekerjaan tersebut, misalnya bagi siswa yang berprestasi tentunya hadiah menarik itu dapat

membangkitkan motivasi dalm belajar, tetapi bagi siswa yang tidak berprestasi belum tentu menarik. 3. Saingan Saingan dapat digunakan sebagai alat untuk motivasi atau mendorong belajar siswa. Persaingan baik individual maupun kelompok dapat meningkatkan

prestasi belajar siswa. 4. Memberi ulangan. 5. Mengetahui hasil. 6. Pujian. 7. Hasrat untuk belajar. 8. Ego - Involment. Menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pent ingnya tugas dan menerima sebagai suatu tantangan dengan mempertaruhkan harga dirinya, adalah salah satu bentuk motivasi yang cukup pent ing, seorang akan berusaha untukm mencapai prestasi yang baik dengan menjaga dirinya. 9. Minat. 10. Tujuan yang diakui Rumusan tujuan yang diakui dan diterima dengan baik oleh siswa, akan merupakan motivasi yang sangat penting sebab dengan memahami tujuan yang harus dicapai, karena dirasa sangat berguna dan

menguntugkan maka timbul terus gairah belajar. Dari pendapat tersebut diatas dapat dilihat peranan rnotivasi dalam proses belajar mengajar sangat penting. Dikatakan bahwa belajar merupakan proses pertumbuhan yang dihasilkan antara stimulus dan

respon, tentu respon dari siswa itu ada apabila guru betul-betul memberikan stimulus yang dapat diterima oleh siswa. S a l a h s a t u a s p e k ya ng me ne nt ukan atau me mu ngk ink a n t er jad in ya

p e r u b a h a n t i n g k a h l a k u d a l a m d i r i s i s w a adalah motivasi yang diberikan oleh guru sebagai pendidik.

2. . Peranan Dalarn Motivasi Belajar Siswa Motivasi belajar merupakan upaya untruk meningkatkan motif belajar sisw. Hal ini agar siswa memusatkan perhatiannya, minatnya pada pelajaran yang sedang ditekuninya, juga agar siswa lebih bergairah. D a l a m u p a ya me n ing k at ka n mo t if be la ja r s isw a, guru

mempunyai peranan yang sangat penting seperti yang dikemukan Rochman (2002:70-71) antara lain 1. Mengenal, siswa yang diajarnya secara pribadi. Dengan mengenal siswa secara pribadi maka guru mampu memperlakukan siswa secara tepat meskipun guru berhadapan dengan kelompok siswa dalam kelas. 2. Memperlihatkan interaksi yang menyenangkan. 3. Menguasai berbagai metode dan teknik mengajar d a n secara tepat. 4. Menjaga suasana kelas agar siswa terhindar dari konflik dan frustasi. 5. Memperlakukan siswa sesuai dengan keadaan dan dengan keadaan dan menggunkan

kemampuannya. Dengan peranan seperti diatas, maka dapatlah dilihat bahwa guru akan mampu menempatkan diri dalam lingkungan siswa secara t e p a t , baik individual. Sardiman A.M. mengemukakan bahwa motivasi belajar dapat dibedakan atas : a) Motivasi intrinsik dan, b) Motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah motif - motif yang ada dalam diri individu, contohnya seseorang yang senang membaca, tidak perlu yang kelompok maupun

mendorongnya, se ba b ia s ud a h r a j i n u nt u l me nc ar i buku yang akan dibacanya. I t u la h s e ba bn ya mo t iva s i i nt r ins ik d a p at ju g a d ik a t ak a n

sebagai bentuk mot ivasi yang didalamnya akt ivit as belajar dimulai dan dit eruskan berdasarkan suatu dorongan dari dalam dir i set iap individu.

Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah berasal dari luar diri antara lain orang tua, teman dan lingkungan.

guru,

Motivasi ekstrinsik sifatnya sementara karena

motivasi dari luar diri pribadi siswa hanya sementara sebab mot ivasi dar i dalam diri siswa dimulai dari dorongan siswa itu sendiri.

Mot ivasi ekstrinsik pent ing dalam menggerakkan seseorang untuk berbuat sesuatu, jadi peranan motivasi intrinsik dan ekstrinsik s a n g a t s e i m i l b a n g a t a u s e l a l u s e i m b a n g d a l a m p r o s e s b e l a j a r mengalar.

2.4. Hasil Belajar Pengajaran yang efektif menghendaki dipergunakannya alat yang menentukan apakah hasil belajar yang diinginkan benar-benar t e la h t er c a p a i a t a u s a mp a i d i ma na k a h ha s i l be la ja r ya ng d i i ng i nk a n t ad i t e la h t er ca p a i. G u r u t id a k a k a n d a p a t me mb e r ik a n b i m b in g a n ya ng ba ik ba g i s i s w a k a l a u g u r u t i d a k m e m i l i k i a l a t u n t u k menget ahui kema juan siswa dala m mencapai t ujuan pendidikan yang telah ditentukan. Turang. J (1990:14) mengartikan hasil belajar adalah ³Penampak tingkat kemampuan belajar dalam hal ini siswa yang berprestasi menguasai, kritis, cepat, dan terampil dalam menyelesaikan tugas serta mempunyai nilai yang lebih tinggi dari yang lain´. Selanjutnya murssel (2007:14) mengartikan hasil belajar adalah ³Hasil setelah para siswa mengikuti ujian semester«.syarat tertinggi bagi pengukuran sukses pengajaran ialah hasilnya´. Arikunto Suharsimi (2003:93-94) mengemukakan hasil belajar mencakup : 1. Nilai Harian. 2. Nilai ulangan umum. 3. Nilai tugas-tugas. 4. Cara menjawab pertanyaan di dalam kelas. 5. Cara menyusun laporan. 6. Nilai ketelitian catatan.

7. Ketekunan, keuletan. 8. Usaha. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa adalah kemampuan belajar siswa dalam menyerap pelajaran untuk mendapatkan kepandaian yang dinyatakan dalam hasil setelah siswa setelah mengikuti ujian semester.

BAB III PENUTUP

3.1. KESIMPULAN 1. Motivasi guru merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa dalam pembelajaran, gurulah sebagai penentu kemajuan belajar siswa. 2. Bagi guru diharapkan bermanfaat dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa melalui pemberian motivasi belajar siswa. 3. Bagi siswa dapat memper baiki hasil/prest asi bela jar mela lu i pemberian motivasi berupa memberikan angka atau nial setiap kegiatan tugas-tugas baik yang dikerjakan dirumah maupun di sekolah, persaingan didalam belajar, memberikan pujian bag i pekerjaan yang baik, dan lain sebagainya.

3.2. REKOMENDASI Pengajaran yang efektif menghendaki dipergunakannya alat yang menentukan apakah hasil belajar yang diinginkan benar-benar telah t ercapai at au sampai dimanakah hasil belajar yang diinginkan t adi telah tercapai. Guru tidak akan dapat memberikan bimbingan yang baik bagi siswa kalau guru tidak memiliki alat berupa tes, tugas-tugas ba ik d ilaksanakan di seko lah maupun d i ru mah unt uk menget ahui k e ma ju a n s is w a d a la m me nc a p a i t u ju a n

p e nd id ik a n ya ng t e la h ditentukan. Arikunto Suharsimi (2003 : 93-94) mengemukakan hasil belajar mencakup : 1) nilai harian, 2) nilai ulangan umum, 3) nilai tugas-tugas, 4) cara menjawa pertanyaan, 5) Cara menyusun laporan, 6) Nilai ketelitian catatan dan 7). Tekun dan ulet , serta 8). Usaha J a d i d a p at ke ma mp ua n d ik at a k a n ba hw a ha s i l b e la ja r s is w a a d a la h siswa da la m m e n ye r a p p e la ja ra n u nt u k

be la jar

mendapatkan kepandaian yang dinyatakan dalam hasil setelah siswa mengikuti ujian semester.

DAFTAR PUSTAKA

Gunarsah S, 2003. Psikologi Perkembangan ; gramedia Bandung. Ha ma lik Oe mar, 2000. Metode Mengajar dan Kesulitank e s u l i t a n b e l a j a r ; Ta r s i t o B andung. Mursell, 2007. Pengajaran remedial ; Universitas Indonesia (UI), Jakarta. N a s u t io n M . A, 2 0 0 4 D i d a k t i k a s a s - a s a s M e n g a j a r ; J e ma r s , Bandung. Pasaribu L L. dan Simanjuntak, B..2002 Proses Belajar Mengajar ; Tarsito, flandung. Rachman .N, 2002. Psikologi Pendidikan ; Departemen Pendidikan & Kebudayaan, Jakarta. Roestiyah N.K, 2002, Masalah - Masalah llmu Keguruan ; Bina Aksara Bandung. .................., 2003, Masalsh Pengajaran Sebagai Suatu Sistem, Edisi ke I, PT Aksara, Jakarta.

««««.., 2004 Strategi Belajar Mengajar, Rineke Cipta, Jakarta.
Surakhmad Winarno, 2005, Pengantar lnteraksi Belajar Mengajar, Tarsito Bandung. Sard ima n A.M, 2002 lnteraksi dan Motivas i dalam belajar ± mengajor ; Rajawali, jakarta. T abr a ni Ru s ya n, Dkk, 2003. Pe n d e ka t a n Da la m Pr o se s B e l a j a r M e n g a j a r ; Remadja Karya, Bandung. Yasin Muhammad, 1997, Masalah - Masalah Psikologi Pendidikan modern FIF IKIP Manado.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->