P. 1
Himpunan Kaidah Hukum Perdata Agama Tahun 2008

Himpunan Kaidah Hukum Perdata Agama Tahun 2008

|Views: 320|Likes:
Published by Tmr Gitu Looh

More info:

Published by: Tmr Gitu Looh on Sep 27, 2010
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/08/2012

pdf

text

original

IMPUNAN KAIDAH HUKUM PERDATA AGAMA TAHUN 2008 MAHKAMAH AGUNG - RI

No. 249 K/ AG/1996

1. KAIDAH HUKUM : - Bila dalam perkara yang pihak termohonnya sakit ingatan, maka untuk mewakili kepentingannya dalam perkara bisa diwakili oleh orang tuanya sebagai wali dari Termohon ; - Dalam perkara izin poligami, bila isteri tidak dapat dimintai persetujuannya, Pengadilan dapat memberikan izin untuk beristeri lebih dari seorang (poligami) tanpa persetujuan isterinya tersebut sebagaimana dimaksud Pasal 58 ayat (3) Kompilasi Hukum Islam ; 2 . NO. REGISTER : 249 K/ AG/1996 Tanggal, 8 Januari 1998

TEAM MAJELIS 1. H. Yahya SH : 2. Drs. H. Taufiq, SH 3. H. Chabib Syarbini, SH 3 . KLASIFIKAS : PERKAWINAN I

4. DUDUK PERKARA : - Bahwa PT. Agama Surabaya telah salah memeriksa dan mengadili perkara ini, karena telah mengabulkan permohonan termohon kasasi/Pemohon dengan alasan pemohon kasasi./Termohon mempunyai penyakit ingatan sejak tahun 1980 sampai perkara ini berjalan adalah tidak benar dan pemohon kasasi/Termohon bukanlah mempunyai penyakit ingatan melainkan penyakit bathin dan inipun sewaktu waktu dan bukan selamanya ; - Bahwa alasan termohon kasasi/pemohon untuk menikah lagi dengan seorang perempuan yang bernama Rusmiyati adalah tidak benar, sedangkan termohon kasasi/pemohon dengan Rusrmiyati telah melakukan pernikahan sejak tahun 1987 dan telah dikaruniai seorang anak dan dilaksanakan pada saat termohon kasasi/pemohon masih aktif sebagai anggota Polri; 5. PERTIMBANGAN HUKUM MA :

Bahwa berdasarkan apa yang dipertimbangkan diatas, lagi pula dari sebab tidak ternyata bahwa putusan judex factie dalam perkara ini bertentangan dengan hukum dan / atau UU maka permohonan kasasi Siti Halimah binti Djahari tersebut harap ditolak.

6. AMAR PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG: No. Reg 249 K /Ag/1996 tanggal 8 Januari 1998 menyatakan : Menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi St H binti D(inisial) tersebut. Menghukum pemohon kasasi akan membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini di tetapkan sebanyak Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah);
PEMBUAT KAIDAH HUKUM

ttd. Timur Abimanyu, SH., MH.

K um pulan Yurisprudensi M ahkam ah A gung R I Editor : D itjen Badilag M A -RI.

MAHKAMAH AGUNG - RI
No. 332 K/AG/2003 KAIDAH HUKUM : 1. Dalam membagi harta warisan harus disebutkan secara jelas orang-orang yang berhak menjadi ahli waris dan bagian masing-masingnya. 2. Apabila dilakukan hibah kepada pihak lain terhadap harta warisan yang belum dibagikan kepada ahli waris, maka hibah tersebut batal demi hukum karena salah satu syarat hibah adalah barang yang dihibahkan harus milik pemberi hibah sendiri, bukan merupakan harta warisan yang belum dibagi dan bukan pula harta yang masih terikat dengan suatu sengketa. 3. Hibah yang dilakukan oleh orang-orang non muslim, maka hibah tersebut tidak dilakukan berdasarkan Hukum Islam.Oleh karenanya, untuk menilai sah tidaknya hibah tersebut, bukan merupakan kewenangan Pengadilan Agama.

MA. NO. REG TANGGAL PUTUSAN TEAM MAJELIS

: NO. 332 K/AG/2003 : 3 AGUSTUS 2005 : 1. Drs. H. Syamsuhadi Irsyad, S.H., M.H. 2. Drs. H. Hamdan, S.H., M.H. 3. DR.H. Abdul Manan, S.H., SIP,M.Hum. : : WARIS MAL WARIS

KLASIFIKASI DUDUK PERKARA

Para penggugat asli adalah anak kandung dari M Dg P bin M (inisial) (wafat ± 1996) dan cucu kemenakan dan B D T bin B (inisial) (wafat ± 1934). Kakek para penggugat yang bernama B D T bin B (inisial) semasa hidupnya mempunyai dua orang isteri namun keduanya tidak mempunyai keturunan. Dengan isteri keduanya (K bg T binti B), kakek penggugat memiliki searang anak tiri (perempuan). B D T bin B mempunyai saudara kandung laki-Iaki bernama M Dg N bin B (wafat 1936) dan mempunyai anak kandung bernama M D P (wafat 1996) yakni ayah kandung para penggugat. Ketika kawin dengan isteri keduanya yang bemama K D T binti B tersebut, B D T bin B(inisial) membawa harta bawaan berupa sebidang tanah darat yang datanya secara rinci

sebagaimana tersebut dalam surat gugatan penggugat. Mengenai pembagian harta warisan tersebut telah diputus oleh PA. Takalar pada tahun 1987 dalam sebuah penetapan waris dengan pembagian : Almarhumah K Dg T (isteri kedua) mendapat 1/4 bagian luas tanah empang, sedangkan sisanya 3/4 bagian jatuh kepada saudara kandung B D T bin B yakni M Dg N inB. b H L C N alias N atau N atau N L (inisial) yang menguasai empang sengketa pada masa hidupnya (sekitar tahun 1987) telah menghibahkan empang sengketa tersebut kepada para tergugat asli, masing masing mendapat 1/3 bagian, tanpa seizin para penggugat asli atau ahli waris yang sah. Demi menjamin agar gugatan ini tidak illusoir (hampa) bila dikemudian hari dilakukan eksekusi, maka para penggugat mohon diletakkan sita (CB) terhadap objek sengketa. PERTIMBANGAN HUKUM MA Mahkamah Agung berpendapat bahwa amar putusan PTA. Ujung Pandang harus diperbaiki karena belum tepat, dengan pertimbangan : "dalam perkara waris, bagian masing-masing ahli waris harus disebutkan secara pasti dalam amar putusan. Dalam perkara a quo PTA. Ujung Pandang tidak menyebutkan bagian M D N bin B(inisial)yang diterima oleh cucu cucunya". AMAR PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG MENGADILI: Mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi : 1. K D T, 2. K D S, 3. B, 4. B D T, 5. D T, 6. P D T, 7. H D B, 8. B bin B tersebut, dengan perbaikan amar putusan PTA. Ujung Pandang tanggal 21 Desember 1999 M. bertepatan dengan tanggal 13 Ramadhan 1420 H. No. 125/Pdt.GI1999/PTA. UP., sehingga berbunyi sebagai berikut : Menerima permohonan banding dari Pembanding. Membatalkan Putusan PA. Takalar No. 35/Pdt.G/1999/Pa. Tkl tanggal 9 Agustus 1999 M. bertepatan dengan tanggal 27 Jumadil Awal 1420 H. dengan mengadili sendiri sebagai berikut : Dalam Eksepsi: Menolak eksepsi Tergugat

Dalam Pokok Perkara : Mengabulkan gugatan para penggugat untuk sebagian. Memerintahkan Panitera/Jurusita PA. Takalar untuk mengangkat sita yang telah diletakkan atas objek sengketa tersebut pada tanggal 28 April 1999. Menyatakan objek sengketa berupa empang seluas 3,56 1. K D T (isteri) dalam hal ini diwarisi oleh cucunya. 2. M D N bin B (saudara lelaki) .... dst. a. c. e. f. h. K D T bin M (penggugat I) mendapat bagian 8,33%. B bin M (penggugat III) mendapat 8,33 %. D T bin M (penggugat V) mendapat 8,33 %. P D T bin M (penggugat VI) mendapat bagian 12,495%. H. B bin B (penggugat VIII) mendapat bagian 12,495 %. b. K D S bin M (penggugat II) mendapat bagian 8,33%. d. B D T binti M (penggugat IV) mendapat bagian 6,24%. dst. Menyatakan ahli waris B D T bin B(inisial) berikut pembagiannya terdiri dari :

g. H D B bin M (penggugat VII) mendapat bagian 12,495%.

Menyatakan tidak menerima gugatan para penggugat selain dan selebihnya. Menghukum para tergugat untuk membayar biaya perkara dalam tingkat pertama sebanyak Rp. 792.500,Menghukum para terbanding untuk membayar biaya perkara pada tingkat banding sebanyak Rp. 70.000,Menghukum para pemohon kasasi untuk membayar biaya perkara pada tingkat kasasi sebanyak Rp. 100.000,PEMBUAT KAIDAH HUKUM, ttd. Timur Abimanyu, SH.,MH.

Kum pulan Yurisprudensi Mahkam ah Agung RI. Editor : Dit Jen Badilag MA-RI.

MAHKAMAH AGUNG - RI No. 32 K/AG/2002

KAIDAH HUKUM :

1. Dalam perkara sengketa waris mal waris, tidak perlu ditetapkan taksiran harga dan penunjukkan objek sengketa yang menjadi bagian masing-masing, karena harga tersebut dapat berubah pada saat eksekusi. 2. Untuk membagi harta peninggalan yang di dalamnya terdapat harta bersama, maka harta bersama harus dibagi terlebih dahulu, dan hak pewaris atas harta bersama tersebut menjadi harta warisan yang harus dibagikan kepada ahli waris yang berhak.
MA. NO. REG TANGGAL PUTUSAN TEAM MAJELIS : : : 32 K/AG/2002 20 April 2005 1. Drs. H. Syamsuhadi Irsyad, S.H., M.H. 2. Drs. H. Hamdan, S.H., M.H. 3. Drs. H. Habiburrahman, S.H., M.Hum KLASIFIKASI : W ARIS MAL W ARIS

DUDUK PERKARA

:

Almarhum H. T M. N (pewaris (inisial)) adalah suami sah dari Hj. T (tergugat asli (inisial)) yang telah meninggal pada 10 Mei 1999 di Desa W II, Kec. T, Kab. D. Pewaris semasa hidupnya berprofesi sebagai pedagang sapi antar pulau dan selama perkawinan dengan tergugat asli tidak mempunyai anak kandung maupun anak angkat, akan tetapi mempunyai saudara kandung, yang dalam perkara ini bertindak sebagai para penggugat materiil dengan nama-nama sebagaimana terperinci dalam surat gugatan penggugat. Saudara kandung pewaris yang bemama Pr H (inisial) telah meninggal dunia dan meninggalkan dua orang anak yang nama-namanya terdapat dalam surat gugatan penggugat. Pewaris meninggalkan harta warisan yang terdiri dari : 1. sebidang tanah kebun kelapa, 2. sebidang tanah beserta rumah, 3. sebidang tanah karantin beserta kebun kelapa, 4. sebidang tanah kosong, 5. sebidang tanah beserta rumah tempat tinggal tergugat asli, 6. sebidang tanah kosong, 7. sebidang tanah garasi mobil, 8. sebuah mobil jenis truk merk Toyota Dyna, 9. sebuah

mobil kijang super, 10. sebuah sepeda motor merk binter, 11. sebuah sepeda motor merk RX King, 12. sejurnlah uang sisa harga sapi sebanyak 75 ekor sebesar Rp. 165.000.000,- (rincian data seluruh harta tersebut· sebagaimana tercantum dalam gugatan penggugat). Harta warisan almarhum Hi. T M. Nohon dikuasai oleh tergugat asli. Pihak penggugat telah berusaha dan memohon kepada tergugat asli agar membagi harta tersebut, akan tetapi tergugat asIi tidak menyetujuinya bahkan berupaya untuk memiliki semua harta warisan tersebut secara melawan hukum. Selanjutnya para Penggugat mengajukan gugatan ke PA. Donggala dan agar gugatan tersebut tidak illusoir, para penggugat mohon kepada Ketua PA. Donggala untuk meletakkan sita jarninan dan atau sita marital terhadap harta warisan milik almarhum Hi T. M. N (inisial). Para penggugat menyatakan bahwa gugatan ini telah beralasan hukum untuk itu mereka memohon kepada pengadilan agama untuk membagi warisan sesuai dengan ketentuan hukum Islam. Di samping itu, para penggugat juga memohon agar tergugat asli dikenakan atau dibebani uang paksa (dwangsom) sebesar Rp. 250.000,- perhari sejak putusan berkekuatan hukum tetap, apabila tergugat lalai atau tidak melaksanakan putusan pengadilan. Selanjutnya putusan ini agar dinyatakan menurut hukum dapat dijalankan terlebih dahulu walaupun ada upaya verzet, banding maupun kasasi (uitvoerbaarbd voorraad).

PERTIMBANGAN HUKUM M.A Menurut pendapat Mahkamah Agung, amar putusan PTA. Sulawesi Tengah harus diperbaiki karena belum tepat, dengan pertimbangan sebagai berikut : "Bahwa menetapkan suatu taksiran harga dan penunjukan objek sengketa yang menjadi bagian masing-masing akan dirasakan tidak adil, karena taksiran harga dan nilai objek sengketa yang ditetapkan pada waktu putusan dijatuhkan akan berbeda dengan harga pada waktu eksekusi putusan tersebut. Oleh karena itu Mahkamah Agung berpendapat taksiran harga dan penunjukan objek sengketa yang merupakan bagian masing-masing dalam putusan tersebut harus dihilangkan."

AMAR PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG RI MENGADILI: Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi : 1. Ny. A M. N, 2. Ny. E M. N, 3. Tn I bin H M. N, 3. Tn A bin H M. N tersebut, dengan perbaikan amar Putusan PTA. Sulawesi Tengah di Palu tanggal 31 Mei 2000 M. bertepatan dengan tanggal 8 Rabi'ul Awal 1421 H. No. lO/Pdt.G/PTA.PAL, sehingga berbunyi sebagai berikut : Menerima permohonan banding dari Pembanding. Memperbaiki amar Putusan PA. Donggala tanggal 27 Juli 2000 M. bertepatan dengan tanggal 25 Rabi'ulAkhir 1421 H. No. 258/Pdt.G/1999/PA. Dgl, sehingga berbunyi sebagai berikut : 1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian. 2. Menetapkan ahli waris almarhum H. T bin M. N adalah ..... dst. 3. Menyatakan N adalah anak angkat almarhum H. T bin M.N dengan Hj. T. 4. Menyatakan tanah kasang seluas ± 2.121,40 m2 .... dst. 5. Menyatakan harta bersama almarhum H. T M. N dengan tergugat (Hj. T) adalah sebagai berikut : a. Sebidang tanah tempat tinggal seluas ± 960 m2 dst. b. Sebidang tanah pahan kelapa seluas ± 2.847 m2 dst. d. Sebuah rumah tempat tingga1 di Jalan L No. 10 dst. e. Sebidang tanah kosong seluas ± 945 m2 yang teletak dst. f. Sebuah mobi1 teruk Toyota Super Dyna rino By 43R, KT 8900 Be ... dst. g. Sebidang kebun ke1apa seluas ± 11.875 m2 di P R .... dst. h. Sebidang kebun kelapa se1uas + 11 .875 m2 .... dst. i. Sebidang tanah kebun kelapa di L/P ... dst. j. Sisa piutang kepada sdr. I di S sebanyak Rp. 16.700.000,6. Menetapkan bagian masing-masing terhadap harta bersama tersebut adalah 1 bagian untuk Hj. T dan 1/2 bagian untuk almarhum H. T M. N. 7. Menetapkan bagian almarhum H. T M. N dari harta bersama tersebut ...dst. 8. Menetapkan N sebagai anak angkat mendapat 1/3 atau 4/12 bagian dari harta warisan .... dst. c. Sebidang tanah karantina sekaligus pohon kelapa dengan ukuran panjang 124 m2 ....

dst. 9. Menetapkan bagian para ahli waris terhadap harta peninggalan (tirkah) almarhum H. T M. N setelah dikurangi bagian yang menjadi hak anak angkat tersebut .... dst. 10.Menghukum tergugat atau siapa saja yang menguasai harta peninggalan atau hasil tagihan piutang almarhum H. T M. N untuk membagi dan .... dst. 11.Menyatakan sita jaminan atas harta-harta tersebut pada poin 5, a,b,c,d,e,f, dan g amar putusan ini adalah sah dan berharga. 12.Memerintahkan kepada Panitera PA. Donggala untuk mengangkat sita terhadap harta selain dan disebut dalam diktum angka 11 di atas. 13. Menolak gugatan para penggugat untuk se1ain dan se1ebihnya. 14. Menghukum kedua be1ah pihak (para penggugat dan tergugat) untuk membayar biaya perkara secara tanggung renteng da1am tingkat pertama sebanyak Rp. 135.000,Menghukum kedua be1ah pihak (para penggugat dan tergugat) untuk membayar biaya perkara secara tanggung renteng da1am tingkat banding sebanyak Rp. 107.000,Menghukum para pemohon kasasi untuk membayar biaya perkara da1am tingkat kasasi sebanyak Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah).

PEMBUAT KAIDAH HUKUM,

ttd. Timur Abimanyu, SH.,MH.

Kum pulan Yurisprudensi Mahkam ah Agung RI. Editor : Dit Jen Badilag MA-RI

MAHKAMAH AGUNG - RI No. 608 K/ AG/2003

KAIDAH HUKUM : 1. Gugatan rekonvensi yang diajukan oleh kuasa Termohon dalam perkara cerai talak yang melampaui batas kewenangan yang diberikan kepadanya, sebatas mengenai akibat perceraian, dapat dikabulkan secara ex officio. 2. Kewajiban seorang ayah untuk memberi nafkah kepada anaknya adalah lilintifa' bukan litamlik, maka kela1aian seorang ayah yang tidak memberikan nafkah kepada anaknya (nafkah madhiyah anak) tidak dapat digugat. 3. Jumlah ni1ai mut'ah, nafkah, maskan dan kiswah selama masa iddah serta nafkah anak harus memenuhi kebutuhan hidup minimum, berdasarkan kepatutan dan rasa keadilan sesuai ketentuan KHI dan perundang undangan yang berlaku. MA. NO. REG TANGGAL PUTUSAN TEAM MAJELIS : 608 K/ AG/2003 : 23 MARET 2005 : 1. Drs. H. Andi Syamsu Alam, SH.MH. 2. Drs. H.Hamdan, SH.MH. 3. Drs.H. Habiburrahman, SH.M.Hum.

KLASIFlKASI DUDUK PERKARA

: :

CERAI THALAK.

Bahwa Pemohon adalah suami sah Termohon dan telah hidup berumah tangga layaknya sebagai suami isteri, serta dikaruniai seorang anak laki-Iaki yang bernama Ariyanto berusia 14 tahun. Bahwa selama perkawinan Pemohon dengan Termohon telah mempero1eh harta gono gini/harta bersama berupa : 1. Tanah beserta rumah, 2. TV berwama 20 inc, 3. Sebuah ranjang spring bed, 4. Sebuah kulkas merk sharp, 5. Sebuah lemari pakaian, 6. Dua buah kipas angin, 7. Enam set meja dan kursi, 8. Sebuah VCD merk toshiba, 9. Seperangkat tape deck merk Sanyo, 10. Sebuah kulkas bekas, 11. Sebuah sepeda, 12. Sebuah lemari hias dan 13. Rumah dan toko

yang disewakan. Dan mengenai perincian data-data, letak, luas, harga dapat terlihat dengan je1as di dalam akta gugatan Penggugat: Bahwa semua barang maupun surat-surat yang ada hubungannya dengan harta bersama dikuasai oleh Termohon. Bahwa Termohon telah berselingkuh dengan seorang laki-laki, sampai sekarang ini dan puncak perselisihan sekitar awa1 tahun 2000 di mana Pemohon dan Termohon telah pisah ranjang, pada tanggai 15 Mei 2000. Pemohon menikahi seorang wanita yang ber nama S binti P (inisial) yang akad nikahnya dilaksanakan di Buntok secara di bawah tangan, yang saat itu Termohon hadir dan merestui Pemohon. Bahwa Termohon telah kawin dengan L (Polyandri) padahal status Termohon masih merupakan isteri sah dari Pemohon, hingga saat ini. Bahwa untuk menghindari agar jangan sampai harta bersama tersebut dipindah tangankan oleh Termohon, Pemohon mohon kepada Bapak Ketua Pengadilan Agama B kiranya berkenan untuk meletakkan sita jaminan (conservatoir beslag) terhadap harta bersama beserta surat-surat yang hubungannya dengan harta bersama tersebut.

PERTIMBANGAN HUKUM MA : Bahwa menurut pendapat Mahkamah Agung amar putusan PTA Palangkaraya harus diperbaiki, karena seharusnya PTA Palangkaraya memperbaiki amar putusan PA Buntok yang belum tepat dengan menambah pertimbangan sebagai berikut : Bahwa walaupun rekonvensi yang diajukan oleh kuasa Termohon telah melampaui batas kewenangan yang diberikan kepadanya, akan tetapi karena gugatan rekonvensi tersebut mengenai akibat dari perceraian, maka hakim secara ex officio dapat mengabulkan. Bahwa kewajiban seorang ayah memberi nafkah kepada anaknya adalah lilintifa' bukan litamlik, maka kelalaian seorang ayah yang tidak memberikan nafkah kepada anaknya (nafkah madhiyah anak) tidak bisa digugat. Bahwa oleh karena jumlah nilai mut' ah, nafkah, maskan dan kiswah selama masa iddah serta nafkah anak yang telah ditetapkan oleh PTA Palangkaraya belum memenuhi kebutuhan hidup minimum, kepatutan dan keadilan, Mahkamah Agung memandang perlu untuk menambah jumlah nilai mut' ah, nafkah, maskan dan kiswah selama masa iddah serta nafkah anak tersebut, sebagaimana akan ditetapkan dalam amar putusan ini.

AMAR PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG: MENGADILI Mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi N K binti H.A. S tersebut dengan perbaikan amar putusan Pengadi1an Tinggi Agama Palangkaraya tanggal 5 Juni 2003 M, bertepatan dengan tanggal 4 Rabiul Akhir 1424 H, No.6/Pdt.G/2002/PTA.PIk, sehingga berbunyi sebagai berikut : MENGADILI SENDIRI Menerima permohonan banding dari Pembanding. Memperbaiki amar putusan PA. Buntok tanggal 5 Nopember 2002 M bertepatan dengan tanggal 29 Sya'ban 1423 H., No. 26/Pdt.G/2002/PA.Btk, sehingga berbunyi sebagai berikut : Dalam Konvensi : 1. Mengabulkan permohonan Pemohon untuk seluruhnya. 2. Mengizinkan Pemohon (S bin M) untuk menjatuhkan talak satu Raj’i terhadap Termohon ... dst. 3. Memerintahkan Panitera Pengadilan Agama Buntok untuk mengirim salinan penetapan ikrar talak ... dst. 4. Menetapkan harta bersama Pemohon dan Termohon berupa tanah beserta rumah ... dst. 5. Menetapkan hutang-hutang ... dst. 6. Menghukum Termohon untuk menyerahkan 1/2 bagian dari harta bersarna tersebut kepada Pemohon .. dst. Dalam Rekonvensi: 1. Mengabulkan gugatan. Penggugat rekonvensi untuk sebagian. 2. Menetapkan anak yang bernama A di bawaan hadhanah Penggugat rekonvensi. 3. Menghukum Tergugat rekonvensi (S bin M) untuk membayar kepada Penggugat rekonvensi ... dst. 4. Menolak gugatan Penggugat rekonvensi untuk selain dan selebihnya.

Dalam Konvensi dan Rekonvensi : - Menghukum Pemohon/Tergugat rekonvensi untuk membayar biaya perkara da1am tingkat pertama sebanyak Rp. 179.500.- Menghukum Pembanding untuk membayar biaya perkara da1am tingkat banding sebanyak Rp. 107.000.Menghukum Pemohon Kasasi untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi sebanyak Rp. 500.000.PEMBUAT KAIDAH HUKUM ttd. Timur Abimanyu, SH., MH.

Kum pulan Yurisprudensi Mahkam ah Agung RI. Editor : Dit Jen Badilag MA-RI.

MAHKAMAH AGUNG – RI No. 299 K/ AG/ 2003

KAIDAH HUKUM : 1. Keterangan dua orang saksi dalam sengketa cerai talak yang hanya menerangkan suatu akibat hukum (Rechts Gevolg), mempunyai kekuatan hukum sebagai dalil pembuktian untuk itu harus dipertimbangkan secara cermat. 2. Alat bukti berupa keterangan saksi harus memenuhi azas klasifikasi "Unus testis nullus testis", sebagai azas yang berlaku dalam hukum acara sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.

MA. NO. REG TANGGAL PUTUSAN TEAM MAJELIS

: : :

299 K/ AG/ 2003 8 JUNI 2005 1. Drs. H. Andi Syamsu Alam, SH. MH. 2. Drs. H. Hamdan, SH. MH. 3. Drs. H. Habiburrahman, SH.M.Hum.

KLASIFlKASI DUDUK PERKARA

: :

CERAI THALAK.

Bahwa Pemohon dan Termohon terakhir menempati rumah sendiri yang data-data alamatnya terdapat di dalam surat gugatan dan para pihak telah dikaruniai 2 orang anak. Pada mulanya kehidupan rumah tangga Pemohon dan Termohon sangat harmonis, namun sejak pertengahan tahun 1987 sering terjadi perselisihan dan pertengkaran yang disebabkan : Termohon pulang kerumah orang tuanya dengan kedua anaknya tanpa sepengetahuan Pemohon, Termohon sangat membatasi Pemohon dan menuduh Pemohon telah berselingkuh dengan wanita lain. Bahwa telah diupayakan perdamaian dengan jalan musyawarah antara keluarga Pemohon dan Termohon akan tetapi tidak berhasil dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka Pemohon dengan Termohon menyatakan pisah dan cerai, dikarenakan kehidupan rumah tangga tidak dapat dipertahankan lagi.

PERTIMBANGAN HUKUM MA : Bahwa Judex Factie kurang cermat mempertimbangkan keterangan saksi-saksi yang mengetahui antara Pemohon Kasasi dengan Termohon Kasasi telah lama berpisah, meskipun keterangan saksi hanya menerangkan suatu akibat hukum (Reehts Gevotg) tanpa terlebih dahulu adanya sebab-sebab/alasan-alasan hukum (Vreem de Oozaak) timbulnya perpisahan tersebut, dengan demikian persaksian saksi-saksi mempunyai kekuatan hukum, oleh karena itu Pemohon Kasasi dapat membuktikan dalil permohonan cerai terhadap Termohon Kasasi. Bahwa Judex Facti telah salah menerapkan hukum acara oleh sebab perselisihan rumah tangga Pemohon Kasasi dan Termohon Kasasi atas tuduhan Pemohon Kasasi/ Pemohon berselingkuh, akan tetapi Termohon Kasasi mendasarkan tuduhannya atas keterangan seorang saksi sebagai alat bukti di persidangan tanpa alat bukti yang lain, maka keterangan saksi Termohon Kasasi/Termohon tersebut termasuk dalam kiasifIkasi "Unus testis nullus testis", dan tidak memenuhi batas minimal sebagai alat bukti, sedangkan akibat dari tuduhan Termohon Kasasi/Termohon adalah keretakan rumah tangga, dengan demikian Termohon Kasasi/Termohon tidak dapat membuktikan dalil bantahannya, maka putusan Pengadilan Tinggi Agama Jawa Timur di Surabaya layak dibatalkan. AMAR PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG: MENGADILI Mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi H. Muhammad Yusuf bin H. Ach. Tahyin tersebut. Membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Agama Jawa Timur di Surabaya tanggal 15 Oktober 2002 M. bertepatan dengan tanggal 8 Sya'ban 1423 H. No.1 601Pdt. G/2002/PTASby. MENGADILI SENDIRI 1. Mengabulkan permohonan Pemohon untuk seluruhnya. 2. Mengizinkan kepada Pemohon (H. Muhammad Yusuf bin H. Ach. Tahyin) untuk menjatuhkan talak satu Raj'i terhadap Termohon (Hj. Chusin binti H. Muhammad Ridwan) di depan sidang Pengadilan Agama Surabaya. 3. Menghukum Pemohon untuk membayar kepada Termohon mut'ah, nafkah iddah, dan nafkah anak yang perinciannya secara jelasnya dapat dilihat dalam amar putusan Mahkamah Agung.

4. Memerintahkan Panitera Pengadilan Agama Surabaya untuk mengirimkan salinan penetapan ikrar talak kepada pegawai pencatat nikah … dst. 5. - Menghukum Pemohon untuk membayar biaya perkara dalam tingkat pertama sebanyak Rp. 168.000.- Menghukum Pembanding untuk membayar biaya perkara dalam tingkat banding sebanyak Rp. 107.000.- Menghukum Pemohon Kasasi untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi sebanyak Rp. 500.000.-

PEMBUAT KAIDAH HUKUM Ttd Timur Abimanyu, SH., MH.

Kumpulan Yurisprudensi Mahkamah Agung RI. Editor : Dit Jen Badilag MA-RI.

MAHKAMAH AGUNG – RI N o. 90 K/AG/2003

KAIDAH HUKUM : 1. Dalam menangani kasus harta bersarma harus dirinci terlebih dahulu antara harta yang diperoleh selama perkawinan dan harta milik pribadi (harta bawaan, hadiah, hibah, warisan). 2. Objek sengketa yang tidak dapat dibuktikan harus dinyatakan ditolak, sementara objek sengketa yang obscuur libel harus dinyatakan tidak dapat diterima. Dan untuk membedakan gugatan yang ditolak harus ditulis secara lengkap.

MA. NO.REG TEAM MAJELIS

: :

90 K/AG/2003 11 Nopember 2004 1. Drs. H. Syamsuhadi Irsyad, SH.M.Hum. 2. Drs. H. Ahmad Karnil, SH.MH. 3. Drs. H. Abdul Manan, SH,S.IP.,M.Hum.

TAGAL PUTUSAN :

KLASIFIKASI

:

HARTA BERSAMA

DUDUK PERKARA : 1. Bahwa dalam perkawinan penggugat asli dan tergugat asli yang dilangsungkan pada tgl 8 Oktober 1983 telah memperoleh harta sebagai berikut : a. Harta bawaan berupa sebidang tanah perkarangan seluas 2,5 are. b. Harta Bersama berupa sebuah rumah permanen, tanah pekarangan seluas 2,67 are dan seluas 2,6 are, tanah sawah seluas 10 are, sebuah mobil Corona, sebuah mobil mini bus, satu buah cidomo lengkap dengan kudanya, satu ekor kuda jantan, sebuah sepeda dayung merk edison dan perabotan rumah tangga, yang mengenai perincian data-data mengenai luas, letak dan harganya terdapat di dalam gugatan penggugat. 2.. Bahwa harta sengketa tersebut, baik harta bawaan Penggugat asli maupun harta bersarna, temyata telah disewakan oleh Tergugat asli dan harta sewa tersebut harus dibayar oleh tergugat asli kepada penggugat asli sebagaimana terperinci dalarn gugatan penggugat di mana jumlah keseluruhannya Rp. 29.000.000,(dua puluh sembilan juta rupiah).

3. Bahwa untuk itu Penggugat menuntut, 1. Agar harta bawaan tersebut diserahkan kepada Penggugat dalam keadaan kosong tanpa beban apapun, 2. Ganti rugi sewa atas harta bawaan tersebut, harus dibayar sekaligus oleh Tergugat asli kepada Penggugat asli. 3. Harta bersama yang tersebut dalarn gugatan harus dibagi dua antara Penggugat asli dengan Tergugat asli. 4. Bahwa berdasarkan amar putusan PA Selong mengenai nafkah lampau yang keseluruhannya berjumlah 630.000,- temyata sampai saat ini belum dilaksanakan, untuk itu penggugat asli menuntut agar tergugat asli memberikannya kepada penggugat asli.

PERTIMBANGAN HUKUM MA: Bahwa menurut pendapat Mahkamah Agung seharusnya PTA Mataram yang memperbaiki amar putusan PA Mataram yang belum tepat, seharusnya amar yang isinya menolak gugatan mengenai mesin jahit harus ditulis lengkap supaya dapat dibedakan dengan amar mengenal objek perkara yang tidak dapat diterima.

AMAR PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG: MENGADILI : Menolak permohonan Kasasi dari Pemohon Kasasi : Lalu Badraen, SE bin H. Ahmad Malih tersebut dengan perbaikan amar putusan PTA Mataram tanggal 29 Juli 2002 M. bertepatan dengan tanggal 18 Djumadil Ula 1423 H. No. 45/Pdt. G/2002/PTA.Mtr, sehingga berbunyi sebagai berikut:

Menolak permohonan banding dari pembanding. Memperbaiki amar putusan PA Mataram tgl 10 Januari 2002 M. bertepatan dengan tg1 25 Syawal 1422 H. No. 69/Pdt.GI200 1/PA.MTR. sehingga berbunyi sebagai berikut : Dalam Konpensi : Dalam Eksepsi : Menolak eksepsi dari Tergugat.

Menyatakan bahwa PA Mataram berwenang mengadili perkara ini. Dalam Pokok Perkara : 1. Mengabulkan gugatan Penggugat Konpensi untuk sebagian. 2. Menetapkan bahwa sebidang tanah pekarangan seluas 2.5 are dengan sertifikat hak rnilik no. 788 atas ... dst. 3. Menetapkan bahwa harta-harta di bawah ini adalah harta bersama Penggugat Konpensi dan tergugat konpensi yaitu : 3.1. Dua buah rumah permanent ... dst. 3.2. Sebidang tanah pekarangan seluas 2,67 are dst. 3.3. Sebidang tanah pekarangan seluas 2,6 are dst. 3.4. Satu unit mobil sedan Corona ... dst. 3.5. Barang-barang perabotan rumah tangga yaitu satu buah mesin air merk Gold Star, tiga buah tempat tidur ... dst. 4. Menetapkan bahwa seperdua dari harta bersama tersebut di atas menjadi hak Penggugat Konpensi dan seperdua lagi menjadi hak Tergugat Konpensi. 5. Menghukum kepada Tergugat Konpensi untuk menyerahkan hak-hak Penggugat Konpensi baik harta bawaan Penggugat Konpensi tersebut diatas. dst. 6. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan atas harta.-harta tersebut pada amar No.2, No. 3.1, No.3.2, dan No. 3,5 di atas. 7. Menolak gugatan Penggugat mengenai objek mesin jahit. 8. Menyatakan gugatan Penggugat selain dan selebihnya tidak dapat diterima. Dalam Rekonpensi : Menolak gugatan Rekonpensi Penggugat Rekonpensi. Dalam Konpensi dan Rekonpensi : Menghukum kepada Penggugat Konpensi/Tergugat Rekonpensi untuk membayar biaya perkara datam tingkat pertama sebesar Rp.803.500,Menghukum Pembanding untuk membayar biaya perkara dalam tingkat banding sebesar Rp. 105.500,Menghukum Pemohon Kasasi untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini sebanyak Rp. 500.000.-

PEMBUAT KAIDAH HUKUM,

ttd. Timur Abimanyu, SH. , MH.

Kumpulan Yurisprudensi Mahkamah Agung RI. Editor : Dit Jen Badilag MA-RI.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->