P. 1
Himpunan Kaidah Hukum Putusan Perdata Agama Tahun 2009

Himpunan Kaidah Hukum Putusan Perdata Agama Tahun 2009

|Views: 360|Likes:
Published by Tmr Gitu Looh

More info:

Published by: Tmr Gitu Looh on Sep 27, 2010
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/01/2012

pdf

text

original

By Timur Abimanyu, SH.

MH

HIMPUNAN KAIDAH HUKUM PUTUSAN PERDATA AGAMA TAHUN 2009 MAHKAMAH AGUNG- RI No. 50 PK/AG/2000

KAIDAH HUKUM : 1. Secara normatif dalam menangani kasus ikrar thalak yang didalamnya terdapat masalah pemeliharaan anak dan terhadap anak yang belum mumayyiz atau belum berumur 12 tahun maka hak pemeliharaannya berada pada ibunya/ penggugat rekonpensi/Termohon Kasasi. Akan tetapi, karena terdapat alasan-alasan dengan melihat kepentingan pendidilan, akidah dan masa depan anak, Pengadilan (Hakim) dapat mengabulkan hak hadhonah anak yang belum mumayyiz tersebut dari ibunya kepada ayahnya. MA. NO.REG TEAM MAJELIS : 50 PK/AG/2000 29 Agustus 2002 : 1. Drs. H. Syamsuhadi Irsyad, SH.M.H. 2. DR. Rifyal Ka’bah, MA. 3. Drs. H. Andi Syamsu Alam, SH.MH. KLASIFIKASI : IKRAR THALAK

TGL PUTUSAN :

DUDUK PERKARA : 1. Bahwa antara Pemohon dengan Termohon adalah suami isteri yang sah dan telah melangsungkan pernikahannya yang sah pada tangga 18 Juni 1993 di Kantor Urusan Agama Kecamatan Kebun Jeruk Jakarta Selatan sesuai dengan Kutipan Akta Nikah No. 252/119/VI/1993.

2. Bahwa antara Pemohon dan Termohon tinggal bersama sampai dengan bulan Nopember 1994 dan rukun sebagaimana sebagaimana suami isteri meskipun sering timbul perselisihan/pertengkaran, tetapi masih dapat diatasi untuk diselesaikan. 3. Bahwa selama dalam perkawinan antara Pemohon dengan Termohon telah dikaruniai 3 orang anak laki-laki yaitu : 1. 2. 3. Anak pertama dari P dan T, lahir tgl 5 November 1993 Anak kedua dari P dan T, lahir tgl 18 Juli 1995. Anak ketiga dari P dan T, lahir tgl 27 Desember 1996.

Kesemuanya telah tercatat dalam kartu keluarga yang dikeluakan Lurah Lebak Bulus. 4. Bahwa sejak bulan Nopember 1994 sampai dengan diajukan permohonan ini di Pengadilan, rumah tangga Pemohon dengan Termohon sudah tidak harmonis, selalu terjadi percekcokan, perselisihan yang terus-menerus yang sudah tidak mungkin dapat dirukunkan lagi, sehingga tujuan perkawinan untuk membentuk keluarga bahagia dan sejahtera sudah tidak dapat diperoleh lagi. 5. Adapun pertengkaran dan perselisihan tersebut disebabkan, Termohon bersikap egois, tidak ada perhatian terhadap Pemohon dan anak-anak khususnya orang tua Pemohon. 6. Termohon sering bertindak kasar, tidak sopan dan menyakitkan hati baik terhadap Pemohon, anak-anak maupun orang tua Pemohon, Termohon sering menghina mencaci maki dan mengancam akan membunuh ibu Pemohon. 7. Terdapat perbedaan yang tajam antara Pemohon dengan Termohon dalam mendidik anak. 8. Bahwa Termohon dalam mendidik anak bersikap kasar dan keras sering memukul, memberikan hukuman yang membahayakan keselamatan jiwa anak-anak, sedangkan Pemohon mnginginkan agar Termohon bersikap halus dan santun terhadap anak-anak. 9. Bahwa Termohon sudah keluar dari agama Islam (murtad) dan kembali pada agama semula yaitu agama Kristen, bahkan pada tanggal 21 Juni 1997 Termohon pergi ke Gereja serta mengajari anak-anak dengan nyanyian Gereja, padahal Pemohon tidak dapat menyetujui sama seekali tindakan Termohon tersebut. 10. Bahwa Termohon pernah pergi meninggalkan rumah tempat tinggal tanpa persetujuan dan izin dari Pemohon, Temohon mengirim surat yang isinya

menyatakan penyesalannya berumah tangga dengan Pemohon dan menyesal masuk agama Islam. Degan demikian Termohon telah melakukan perbuatan Nusyuz. 11. Bahwa Pemohon telah berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan keutuhan rumah tangganya dengan Termohon dengan bersabar dan memberikan nasehatnasehat secara baik sesuai dengan tuntutan syar’iah Islam, akan tetapi Termohon tidak mencapai hasil sebagaimana yang diharapkan. 12. Bahwa masalah rumah tangga Pemohon dan Termohon ini sudah pernah dikonsultasikan kepada BP.4 dan direkomendasikan oleh BP.4 untuk diselesaikan di Pengadilan dengan perceraian. 13. Bahwa Pemohon merasa lagi, rumah tidak tangganya ada manfaatnya sudah dan tidak lebih bisa banyak diperbaiki/dipertahankan

mudharatnya. Oleh karena itu tidak ada jalan lain untuk menyelesaikannya kecuali dengan perceraian dan sudah memenuhi ketentuan pasal 39 ayat 2 Undang-Undang No. 1/1974 jo pasal 19 f Peraturan Pemerintah No. 9/1975 jo Pasal 116 KHI, sehingga cukup alasan bagi Pemohon untuk mengajukan permohonan ikrar talak dan mohon agar Pengadilan Agama Jakarta menetapkan menyatakan pernikahan antara Pemohon dengan Termohon putus karena talak. TENTANG PERWALIAN ANAK : Bahwa sesuai dengan tuntutan syariat Islam, setiap orang mulim (Pemohon) wajib menjaga aqidah anak-anaknya agar tetap menjadi muslim.Oleh karena itu cukup beralasan menurut hukum apabila Pengadilan menunjuk/menetapkan Pemohon yang mendapatkan hak perwalian atas kedua orang anak tersebut. Bahwa sehubungan dengan sikap keras, kasar dan membahayakan keselamatan Pengadilan menunjuk/menetapkan Pemohon sebagai yang anak-anak yang diterapkan oleh Termohon dalam merawat/mendidik, maka layak apabila merawat/mengasuh/wali dari anak-anak tersebut. PERMOHONAN PROVISI : Bahwa untuk menjamin kesehatan mental kedua anak tersebut dan keselamatan jiwanya dari tindakan kasar Termohon tersebut, maka dengan ini Pemohon mohon kiranya Pengadilan berkenan untuk menetapkan/menjatuhkan putusan provisi yang memberikan izin untuk mengasuh, merawat dan memelihara/mendidik kedua anak

tersebut selama dalam proses pemeriksaan sampai adanya putusan Pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap dan pasti. I. Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka Pemohon mohon kepada DALAM PROVISI : - Menetapkan/memutuskan menyatakan memberikan izin kepada Pemohon untuk mengasuh, merawat dan memelihara/mendidik kedua orang anak tersebut yaitu masing-masing : - Anak I P dan T. - Anak II P dan T. Selamat proses pemeriksaan perkara ini berjalan sampai dengan adanya putusan Pengadilan yang mempunyai kekutana hukum tetap dan pasti . II. DALAM POKOK PERKARA : 1. Mengabulkan permohonan Pemohon untuk seluruhnya. 2. Menetapkan, memberi izin kepada Pemohon untuk mengikrarkan talak terhadap Termohon. 3. Menetapkan Pemohon sebagai wali yang berhak merawat/mengasuh dari anak-anak yaitu : - Anak I P dan T. - Anak II P dan T. 4. Menetapkan biaya perkara menurut hukum. Atau apabila Pengadilan berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya. PETITUM : I. DALAM PROVISI : Menetapkan/memutuskan menyatakan memberikan izin kepada Pemohon untuk mengasuh, merawat dan memelihara/mendidik kedua orang anak tersebut yaitu masing-masing : - Anak I dari P dan T. - Anak II dari P dan T. Selama proses pemeriksaan perkara ini berjalan sampai dengan adanya putusan Pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap dan pasti. Pengadilan Agama Jakarta Selatan untuk memberikan putusan sebagai berikut :

II. DALAM POKOK PERKARA : 1. 2. 3. Mengabulkan permohonan Pemohon untuk seluruhnya Menetapkan, memberi ijin kepada Pemohon untuk mengikrarkan talak Menetapkan Pemohon sebagai Wali yang berhak merawat / mengasuh dari - Anak I dari P dan T. - Anak II dari P dan T. 4. Menetapkan biaya Perkara menurut Hukum ; Atau apabila Pengadilan berpendapat lain mohon Putusan yang seadil-adilnya; Bahwa selanjutnya Termohon telah pula mengajukan rekonpensi yang pada pokoknya sebagai berikut : DALAM REKONPENSI : Bahwa dalam Hadits dari Abdullah bin Umar “Datang seorang perempuan kepada Rasulullah SAW, katanya perutku ini adalah kantong bagi anakku ini,

terhadap Termohon ; anak-anak yaitu :

payudaraku ini adalah tempat minumnya dan kamarku ini adalah tempat bermainnya. Bahwa bapaknya mentalak saya dan ingin supaya anakku ini terlepas dari pemeliharaan saya, maka berkatalah Rasulullah SAW : “Engkau lebih berhak dengan anak itu selama engkau belum nikah (Diriwayatkan oleh Achmad Abu Daud) ; Bahwa berdasakan pasal 105 (a) Kompilasi Hukum Islam disebutkan pemeliharaan anak yang belum mumayyiz atau belum berumur 12 tahun adalah hak ibunya ; Bahwa berdasarkan hal tersebut diatas, maka jelas bahwa Termohonlah yang Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka Pemohon Rekonpensi mohon lebih berhak untuk mengasuh dan memelihara anak-anak tersebut ; agar menghukum Termohon Rekonpensi/Pemohon Konpensi untuk menyerahkan kepada Pemohon Rekonpensi/Termohon Konpensi anak-anak yang masing-masing bernama ; 1. Anak I 2. Anak dari P dan T. II dari P dan T dipelihara dan dirawat oleh Pemohon

rekonpensi/Termohon konpensi; Bahwa oleh karena pihak Suami yang mengajukan permohonan ini maka

Pemohon rekonpensi/Termohon konpensi menuntut hak antara lain : 1. 2. 3. Nafkah masa lalu Nafkah iddah Nafkah mut’ah 4 x Rp.1.000.000, 4 x Rp.500.000,4 x Rp.250.000,Jumlah = Rp.4.000.000, = Rp.2.000.000, = Rp.1.000.000, ________________ = Rp.7.000.000, (Tujuh Juta Rupiah) AMAR PUTUSAN PENGADILAN AGAMA JAKARTA SELATAN : DALAM KONPENSI : 1. Mengabulkan Permohonan Pemohon Konpensi/Termohon Rekonpensi sebagian. 2. Menetapkan memberi izin kepada Pemohon untuk mengikrarkan talak terhadap Termohon dipersidangan setelah penetapan ini mempunyai kekuatan hukum yang tetap. 3. Menolak selebihnya. DALAM REKONPENSI : 1. Mengabulkan permohonan Pemohon Rekopensi/Termohon konpensi sebagian. 2. Menetapkan Pemohon rekonpensi sebagai pemelihara dan pengasuh dari kedua orang anak bernama : 2.1. Anak Pertama dari P dan T. 2.2. Anak Kedua dari P dan T. 3. Memerintahkan kepada Termohon Rekonpensi untuk menyerahkan kedua anak tersebut diatas kepada Pemohon Rekonpensi. 4. Menghukum Termohon Rekonpensi untuk membayar nafkah iddah kepada Pemohon Rekonpesi seluruhnya sebesar Rp. 1.500.000,- ( satu juta lima ratus ribu rupiah). 5. Menolak permohonan Pemohon Rekonpensi selebihnya. DALAM KONPENSI DAN REKONPENSI : 6. Membebankan kepada Pemohon Konpensi/Termohon Rekonpensi untuk membayar biaya perkara ini seluruhnya sebesar Rp. 174.000,- ( seratus tujuh puluh empat ribu rupiah).

AMAR PUTUSAN PENGADILAN TINGGI AGAMA JAKARTA : Menyatakan, bahwa permohonan banding dari Pemohon/Pembanding dapat Menguatkan putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan No. diterima. 673/Pdt.G/1997/PA.JS, Tanggal 1 Juli 1998 M bertepatan dengan tanggal 6 Syafar 1419 H. Menghukum Pemohon/Pembanding untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini sebesar Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah). AMAR PUTUSAN MAKAMAH AGUNG : Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi tersebut dengan perbaikan amar putusan Pegadilan Tinggi Agama Jakarta tgl 23 Maret 1999 M, bertepatan dengan tgl 5 Dzulhijjah 1419 H No. 90/Pdt.G/1998/PTA.Jk. sehingga berbunyi sebagai berikut : Menerima permohonan banding Pembanding. Memperbaiki amar putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan tanggal 1 Juli 1998 M, bertepatan dengan tanggal 6 Syafar 1419 H.No. 673/Pdt.G/1997/PA.JS sehingga amarnya berbunyi sebagai berikut : DALAM KONPENSI : 1. Mengabulkan permohonan Pemohon. 2. Menetapkan memberi izin kepada Pemohon untuk mengikrarkan talak terhadap Termohon dimuka persidangan Pengadilan Agama Jakarta Selatan. DALAM REKONPENSI : 1. 2. Mengabulkan permohonan Pemohon Rekonpensi/Termohon Konpensi sebagian. Menghukum Termohon Rekonpensi/Pemohon Konpensi untuk membayar Rp. nafkah iddah kepada Pemohon Rekonpensi/Termohon Konpensi sebesar (satu juta rupiah). 3. Menolak permohonan Pemohon Rekonpensi selain dan selebihnya.

1.500.000,- ( satu juta lima ratus ribu rupiah ) dan uang mutáh sebesar Rp. 1.000.000,

DALAM KONPENSI DAN REKONPENSI :

-

Menghukum Pemohon Konpensi/Termohon Rekonpesi untuk membayar biaya perkara dalam tingkat pertama sebesar Rp. 174.000,- (sertus tujuh puluh empat ribu rupiah).

-

Menghukum Pembanding membayar biaya perkara dalam tingkat banding sebesar Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah). Menghukum Pemohon Kasasi akan membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini ditetapkan sebanyak Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah).

PERTIMBANGAN HUKUM PENINJAUAN KEMBALI : Bahwa keberatan-keberatan ini tidak dapat dibenarkan, karena keberatankeberatan itu bukan alasan permohonan peninjauan kembali sebagaimana yag dimaksud pasal 67 Undang-Undang No. 1 tahun 1985. Bahwa berdasarkan hal-hal yang dipertimbangkan diatas, maka permohonan peninjauan kembali yang diajukan oleh : Pemohon tersebut adalah tidak beralasan, sehingga harus ditolak. AMAR PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI : Menolak permohonan peninjauan kembali dari Pemohon Peninjuan Kembali tersebut. Menghukum Pemohon Peninjauan Kembali untuk membayar biaya perkara dalam tingkat Peninjauan Kembali ini ditetapkan sebanyak Rp. 150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah). Pembuat Kidah Hukum ttd Drs.H. Kamaluddin, MH ttd Timur Abimanyu, SH.MH.

Himpunan Putusan Perkara Perdata Agama MA- RI. Editor : Dit Jen Badilag MA-RI.

MAHKAMAH AGUNG – RI No. 292 K/AG/2008

KAIDAH HUKUM : Sekalipun perkara akad Al Murabahah diajukan setelah berlakunya UU No. 3 Tahun 2006, akan tetapi oleh karena objek sengketa dalam perkara a quo telah dilelang oleh Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara berdasarkan perintah Ketua Pengadilan Negeri dan/atau perkara telah diselesaikan oleh Pengadilan Negeri (bukan asas retroaktif) maka gugatan Penggugat harus dinyatakan tidak dapat diterima. MA. NO.REG TGL PUTUSAN TEAM MAJELIS : : 292 K/AG/2008 1. Drs. H. Andi Syamsu Alam, SH.M.H. 2. Drs. H. Hamdan, SH.MH. 3. Drs. Mukhtar Zamzami, SH.MH. KLASIFIKASI : Ekonomi Syar’iah/ Hutang Piutang.

: 9 Januari 2009

DUDUK PERKARA : Bahwa sejak tahun 2003 nasabah Tergugat I, Penggugat I adalah Debitur PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Bukit Tinggi dengan posisi hutang Penggugat I pada bulan Juni 2003 adalah Rp. 483.233.530,-(empat ratus delapan puluh tiga juta dua ratus tiga puluh tiga ribu lima ratus tiga puluh rupiah) yang pada waktu itu usaha Penggugat I dalam keadaan macet/kurang lancar dan oleh karena itu Penggugat I mengajukan permohonan kepada Tergugat I untuk dapat diberikan penambahan kredit modal kerja dan juga untuk mengambil alih (take over) kredit Penggugat I di BRI Cabang Bukit Tinggi. Bahwa atas permohonan Penggugat I tersebut, Tergugat I setelah meneliti baik surat-surat kepemilikan objek jaminan kredit/hutang, Tergugat I menyetujuinya dengan cara Penggugat I dan Tergugat I mengikatkan diri dalam perjanjian akad Jual Beli Al-Murabahah, Kemudian diikuti pula dengan Surat Hutang No. 3 tanggal 2 Juli 2003 (bukti P-1/4), Akta No. 2 tanggal 2 Juli 2003 (bukti P-1/1) dan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan No. 4 tanggal 2 Juli 2003 (bukti P-3)

dan Akta Pemberian Hak Tanggungan No. 119/ABTB/ 2003 (bukti P-1/4), yang kesemuannya dibuat oleh dan dihadapan Yulfaisal, SH Notaris di Bukit Tinggi (turut Tergugat I); Bahwa setelah ditandatangani akta-akta tersebut Tergugat I menyerahkan uang sebanyak Rp. 500.000,- kepada Penggugat I yang kemudian Penggugat I bersamasama Tergugat I ke BRI Cabang Bukit Tinggi membayar hutang Penggugat I, dan setelah itu Tergugat I langsung mengambil dan menerima dari BRI Cabang Bukit Tinggi Sertifikat Tanah Hak Milik No. 311/Kelurahan Belakang Balok seluas 376 m2, Gambar Situasi No. 374/1996 tertanggal 17 Juni 1996 atas nama Penggugat II, karena Penggugat II telah mengikatkan diri kepada Tergugat I sebagai penjamin, sebagimana dituangkan dalam Akta Pemberian Hak Tanggungan No. 119/ABTB/2003 (bukti P-1/3) ; Bahwa akan tetapi dalam perjanjian Akad Al-Murabahah Akta No. 2 (bukti P-1/1) tersebut dinyatakan bahwa seolah-olah Tergugat I menyediakan barang-barang pesanan Penggugat I seharga Rp. 500.000.000 dan selanjutnya seolah-olah Tergugat I menjual barang tersebut kepada Penggugat I seharga Rp. 794.816.460 (tujuh ratus sembilan puluh empat juta delapan ratus enam belas ribu empat ratus enam puluh rupiah), padahal yang sebenarnya barang yang dibelikan Tergugat I tersebut tidak ada dan begitu juga Penggugat I tidak ada membeli barang kepada Tergugat I; Bahwa dalam akad jual beli Al-Murabahah adalah merupakan syarat mutlak bahwa barang yang dijual itu harus ada. Dengan tidak adanya barang yang dijual oleh Tergugat I kepada Penggugat I dan tidak adanya barang yang dibeli oleh Penggugat I dari Tergugat I, jelas Akad Jual Beli Al-Murabahah No. 2 (bukti P1/1) tersebut mengandung cacat hukum, mengandung causa yang palsu, karena perjanjian itu dibuat dengan pura-pura untuk menyembunyikan causa yang sebenarnya, yaitu hutang piutang dengan jaminan benda tidak bergerak, hal tersebut menurut Pasal 1335 BW adalah perjanjian yang terlarang dan tidak mempunyai kekuatan hukum ; Bahwa dalam Al-Qur’an Allah berfirman, yang artinya : ”Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba: (Q.S: Al-Baqarah (2) : 275). Sepertinya untuk menyesuaikan Firman Allah tersebut, Tergugat I dalam perjanjian Akad Al-Murabahah No. 2 tersebut telah membuat seolah-olah antara Penggugat I dengan Tergugat I telah terjadi jual beli barang, padahal yang

sebenarnya terjadi adalah Penggugat I meminjam uang dari Tergugat I dengan jaminan benda tidak bergerak untuk jangka waktu 5 tahun (60 bulan) dengan tambahan pembayaran untuk Tergugat I yang menurut Syari’at Islam adalah tidak dibenarkan karena merupakan riba ; Bahwa oleh karena itu Akad Al-Murabahah No. 2 tanggal 2 Juli 2003 ini jelas mengandung cacat hukum, karenanya adalah tidak sah atau tidak mempunyai kekuatan hukum, maka hubungan Penggugat I dengan Tergugat I haruslah dinyatakan sebagai hubungan pinjam meminjam uang dengan jaminan benda tidak bergerak yaitu Penggugat I meminjam uang dari Tergugat I sebanyak Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) dengan jaminan sertifikat tanah hak milik, sedangkan cicilan keuntungan yang telah Penggugat I serahkan kepada Tergugat I haruslah dinyatakan sebagai pembayaran cicilan hutang Penggugat I kepada Tergugat I, karena memberikan keuntungan /tambahan pembayaran diluar uang pokok pinjaman kepada pemberi pinjaman tidak dibenarkan dalam syar’iah. Selain itu menurut hukum Surat Hutang No. 3 tertanggal 2 Juli 2003 (bukti P-1/2), Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan No. 4 tertanggal 2 Juli 2003 (bukti P-1/3) dan Akta Hak Pemberian Tanggungan No. 119/ABTB/2003 (bukti P-1/4) adalah mengandung cacat hukum pula, karenannya tidak mempunyai kekuatan hukum dan tidak sah, batal menurut hukum ; Bahwa kemudian sebagai tambahan modal usaha, pada tahun 2003 dengan Akta Akad Jual Beli Al-Murabahah No. 43 tertanggal 27 Agustus 2003 (bukti P-1/6) yang juga dibuat oleh dan dihadapan Yulfaesal, SH Notaris di Bukit Tinggi (turut Tergugat I), kembali Penggugat I dan Terggugat I mengikatkan diri dalam akad jual beli Al-Murabahah, yaitu jual beli barang-barang P&D seharga Rp. 581.230.044 (lima ratus delapan puluh satu juta dua ratus tiga puluh ribu empat puluh empat rupiah) dengan perincian : Harga beli sebesar Rp. 350.000.000,_(tiga ratus lima puluh juta rupiah) ; Keuntungan Murabahah untuk Tergugat I sebesar Rp. 231.230.044 (dua ratus tiga puluh satu juta dua ratus tiga puluh ribu empat puluh empat rupiah), yang akan dibayar secara mencicil dalam jangka waktu 60 bulan yang dikaitkan pula dengan Surat Hutang No. 43 tanggal 27 Agustus 2003 (bukti P-1/7) dan Akta Pemberian Hak Tanggungan No. 139/ABTB/2003 tanggal 27 Agustus 2003 (bukti P-1/8) yang kedua-keduanya dibuat oleh dan dihadapan Yulfaesal, SH Notaris di Bukit Tinggi (turut Tergugat I) dengan jaminan tetap tanah

Sertifikat Hak Milik no. 311/Kelurahan Belakang Balok, milik Penggugat II ; - Bahwa akan tetapi pelaksanaan Jual Beli Akad Al-Murabahah No. 43 (bukti P-1/6) ini sama saja dengan Akad Jual Beli Al-Murabahah No. 2 (bukti P-1/1), yaitu merupakan pinjaman yang diserahkan oleh Tergugat I kepada Penggugat I dengan jaminan tanah Sertifikat Hak Milik No. 311/Kelurahan Belakang Balok, berikut pemberian keuntungan buat Tergugat I, tidak ada barang yang dijual oleh Tergugat I kepada Penggugat I dan juga tidak ada pemasok yang menyerahkan barang yang dijual Tergugat I kepada Penggugat I, padahal sebagaimana yang telah dikemukakan diatas adanya barang yang menjadi objek jual beli dalam Akad AlMurabahah merupakan syarat mutlak untuk sahnya jual beli tersebut : Bahwa dengan tidak adanya barang yang menjadi objek jual beli dalam Akad Jual Beli Al-Murabahah No. 43 (bukti P-1/5), jelas pula akad murabahah tersebut mengandung cacat hukum juga, karenanya adalah tidak sah atau tidak mempunyai kekuatan hukum dan hubungan Penggugat I dengan Tergugat I haruslah juga dinyatakan sebagai hubungan pinjam meminjam uang dengan jaminan benda tidak bergerak, yaitu Penggugat I meminjam uang dari Tergugat I sebesar Rp. 350.000.000,-(tiga ratus lima puluh juta rupiah) dengan jaminan Sertifikat Hak Milik No. 311/Kelurahan Belakang Balok, sedangkan cicilan keuntungan yang telah Penggugat I serahkan kepada Tergugat I dinyatakan sebagai pembayaran cicilan hutang Penggugat I kepada Tergugat I karena dalam syar’iat Islam hal yang seperti itu dalam pinjam-meminjam uang tidak dibenarkan, sebab termasuk dalam perbuatan riba, dan selain itu menurut hukum Surat Hutang No. 43 tanggal 27 Agustus 2003 (bukti P-1/6) serta Akat Pemberian Hak Tanggungan No. 139/ABTB/2003 (bukti P-1/7) menjadi tidak mempunyai kekuatan hukum pula dan batal menurut hukum ; Bahwa dengan demikian hutang Penggugat I kepada Tergugat I yang sebenarnya menurut hukum adalah : Berdasarkan Akad Jual Beli Al-Murabahah No. 2 Tanggal 2 Juli 2003 (bukti P.I/I) sebesar Rp. 500.000.000,-(lima ratus juta rupiah) Berdasarkan Akad Jual Beli Al- Murabahah No. 43 tanggal 27 Agustus 2003 (bukti P-1/5) sebesar Rp. 350.000.000,- (tiga ratus lima puluh juta rupiah) atau keseluruhannya sebesar Rp. 850.000.000 (delapan ratus lima puluh juta rupiah) dan dari jumlah hutang sebesar itu telah Penggugat I cicil sebanyak Rp. 363.611.240,- (tiga ratus enam puluh tiga juta enam ratus sebelas ribu dua

ratus empat puluh rupiah), sehingga dengan demikian sisa hutang Penggugat I kepada Tergugat I tinggal lagi sebesar Rp. 850.000.000,- dikurangi Rp. 363.611.240 atau keseluruihannya tinggal sebesar Rp. 486.388.760 (empat ratus delapan puluh enam juta tiga ratus delapan puluh delapan ribu tujuh ratus enam puluh rupiah) ; Bahwa pembayaran pencicilan hutang Penggugat I kepada Tergugat I memang agak tersendat-sendat karena sudah membengkaknya hutang Penggugat I yang waktu itu ke Bank BRI Cabang Bukti Tinggi pada bulan Juli 2003 tidak lebih dari Rp. 500.000.000 dan sekarang hutang Penggugat I kepada Tergugat I menurut perhitungan Tergugat I sudah menjadi Rp. 1.376.046.504 (hutang pokok ditambah keuntungan Tergugat I), namun Penggugat I tetap berusaha melakukan pencicilan dan terakhir sampai bulan Maret 2006 Penggugat I sudah mencicil kepada Tergugat I sebanyak Rp. 363.611.240 (tiga ratus enam puluh tiga juta enam ratus sebelas ribu dua ratus empat puluh rupiah) ; Bahwa akan tetapi Pengadilan Negeri Bukti Tinggi dengan Surat Pemberitahuan tertanggal 2 Agustus 2006 No. W.3.DF.HT.02.10.1185 (bukti P=1/8) memberitahukan bahwa pada tanggal 16 Agustus 2006 tanah hak milik Penggugat I yang dijadikan sebagai jaminan hutang akan dijual lelang ; Bahwa setelah Penggugat I sadari bahwa akta-akta Akad Jual Beli Al-Murabahah (bukti P-1/1) dan (bukti P-1/5) mengandung cacat hukum, maka dengan surat tertanggal 14 Agustus 2006 Penggugat I mengingatkan kepada Tergugat I supaya tidak melaksanakan lelang dimaksud, satu dan lain hal untuk menghindari tuntutan hukum dari Penggugat I (bukti P-1/9) ; Bahwa surat peringatan Penggugat I (bukti P-1/9) diatas juga telah diketahui dan dibaca oleh Tergugat II, akan tetapi Tergugat II tetap melaksanakan lelang tersebut sebagaimana termuat dalam Surat Salinan Risalah Lelang No. 161/2006 tanggal 16 Agustus 2006 (bukti P-1/10), sehingga dengan demikian perbuatan Tergugat I dan Tergugat II itu adalah merupakan perbuatan melawan hukum yang sangat merugikan para penggugat yang harus ditanggung oleh Tergugat I dan Tergugat II; Bahwa karena yang dijadikan sebagai landasan untuk dilaksanakan lelang tersebut adalah Akta Akad Jual Beli Al-Murabahah No. 2 (bukti P-1/1) Akta Surat Hutang No. 3 tanggal 2 Juli 2003 (bukti P-1/2) dan Akta Pemberian Hak Tanggungan No. 119/ABTB/2003 (bukti P-1/3), Akta Akad Jual Beli Al-Murabahah No.43 tanggal 27 Agustus 2003 (bukti P-1/5), akta Surat Hutang No. 43 (bukti P-1/6), Akta

Pemberian Hak Tanggungan No. 139/ABTB/2003 tanggal 27 Agustus 2003 ( bukti P-1/7) sebagaimana telah dikemukkan diatas semuanya mengandung cacat hukum, karenanya lelang tersebut adalah tidak sah atau batal menurut hukum ; Bahwa ternyata juga lelang yang termuat dalam Surat Risalah Lelang No. 161/2006 tanggal 16 Agustus 2006 (bukti P-1/10) dilaksanakan oleh Tergugat II berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Bukit Tinggi yang berkepala ” DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ” No. 03/Pdt.EKS/2006/PN.BT tanggal 4 Juli 2006 adalah cacat hukum karena berdasarkan Pasal 49 Undang-Undang No. 3 Tahun 2006, sejak tanggal 20 Maret 2006, yaitu sejak berlakunya undang-undang tersebut mengenai pemeriksaan, memutus dan menyelesaikan perkara di bidang ekonomi syar’iah sudah menjadi wewenang Pengadilan Agama, bukan lagi wewenang Pengadilan Negeri, sehingga dengan demikian Pengadilan Negeri Bukti Tinggi tidak berwenang lagi untuk menerbitkan surat penetapan dimaksud ; Bahwa selain itu keikutsertaan Defnt Skmn/Tergugat III sebagai perserta pemenang lelang adalah perbuatan yang tidak dapat dibenarkan dan merupakan perbuatan melawan hukum, karena yang bersangkutan adalah Staff Legal di Kantor Tergugat I/ Bank Bukopin Cabang Syar’iah Bukit Tinggi yang sudah tentu mengetahui harga limit lelang. Dengan diketahuinya harga limit lelang dan bila peserta lelang hanya dia sendiri saja tentunya akan menawar sedikit saja diatas harga limit lelang tersebut dan hal ini sudah tentu sudah tidak fair dan akan merugikan para Penggugat sebagai pemilik barang-barang lelang, oleh karena itu, keikut sertaan Tergugat III sebagai pemenang lelang harus dibatalkan ; Bahwa akibat perbuatan Tergugat I, II dan III baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama tersebut, jelas merupakan perbuatan melawan hukum yang merugikan Penggugat I dan Penggugat II, baik secara materiil maupun secara moril : a. Kerugian Materiil : Telah dijual secara lelang oleh Tergugat I tanah berikut rumah milik Penggugat I dan Penggugat II yang terletak di Jalan Perwira No. 1 Rt.03 RW. III, kelurahan Belakang Balok, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, Bukti Tinggi, dibawah harga yang layak yaitu seharga Rp. 993.600.000,- sedangkan sekarang ini tanah berikut rumah tersebut bernilai kurang lebih seharga Rp. 2.500.000.000,b. Kerugian Moril :

Dengan dijualnya tanah berikut rumah milik Penggugat I dan Penggugat II sangat menggoncangkan jiwa para Penggugat, para Penggugat menjadi tidak tenang, kerugian tersebut tidak dapat dinilai dengan uang, oleh karena itu sudah sepantasnyalah para Penggugat menuntut ganti kerugian moril ini sebesar Rp. 500.000.000,Kerugian-kerugian Penggugat I dan Penggugat II tersebut keseluruhannya harus ditanggung Tergugat I, II dan Tergugat III baik sendiri maupun bersama-sama secara tanggung renteng; PETITUM PENGGUGAT : DALAM PROVISI : Memerintahkan kepada turut Tergugat II untuk menolak setiap permohonan yang diajukan untuk mendaftarkan atau memindah tangankan/mengalihkan hak tas tanah Sertifikat Hak Milik No. 311/ Kelurahan Belakang Balok, Gambar Situasi No. 347/1996 tanggal 17 Juni 1996, yang terletak di Jalan Perwira No. 1 RT.03 Rw.III, Kelurahan Belakang Balok, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, Bukit Tinggi, yang diajukan oleh siapapun juga sampai putusan perkara ini mempunyai kekuatan hukum yang tetap dan pasti ; DALAM PUTUSAN AKHIR : 1. Menerima dan mengabulkan gugatan Penggugat I dan Penggugat II seluruhnya ; 2. Menyatakan Akta Akad Jual Beli Al-Murabahah No. 2 tanggal 2 Juli 2003, Surat Hutang No. 3 tanggal 2 Juli 2003 dan Akta Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan No. 4 tanggal 2 Juli 2003, serta Akta Pembebanan Hak Tanggungan No. 119/ABTB/2003, yang kesemuannya dibuat oleh dan dihadapan Yulfaesal, SH, notaris di Bukit Tinggi, adalah tidak sah dan batal menurut hukum ; 3. Menyatakan Akta Akad Jual Beli Al-Murabahah No. 43 tanggal 27 Agustus 2003, Surat Hutang No. 43 tanggal 27 Agustus 2003, serta Akta Pembebanan Hak Tanggungan No. 139/ABTB/2003 tanggal 27 Agustus 2003, yang kesemuanya dibuat oleh dan dihadapan Yulfaisal, SH, notaris di Bukit Tinggi, adalah tidak sah dan batal menurut hukum ; 4. Menyatakan hubungan Penggugat I dengan Tergugat I adalah hubungan pinjam meminjam uang menurut syar’iah ; 5. Menyatakan jumlah sisa hutang Penggugat I kepada Tergugat I adalah sebesar Rp. 486.388.760 (empat ratus delapan puluh enam juta tiga ratus delapan puluh

delapan ribu tujuh ratus enam puluh rupiah) ; 6. Menyatakan lelang yang termuat dalam Salinan Risalah Lelang No. 161/2006 tanggal 16 Agustus 2006 atas Sertifikat Hak Milik No. 311/Kelurahan Belakang Balok, seluas 376 M2, sebagaimana Gambar Situasi No. 347/1996 tertanggal 17 Juni 1996 atas nama Drs.Psi.Ftr Effd, berserta bangunan yang ada diatasnya, yang terletak di jalan Perwira No. 1 RT.03, RW.III Kelurahan Belakang Balok, Kecamatan Aur Birugo Tigo baleh, Bukit Tinggi yang dilakukan oleh Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara adalah tidak sah dan batal menurut hukum ; 7. Menyatakan Tergugat I, II dan Tergugat III telah bersalah melakukan perbuatan melawan hukum ; 8. Memerintahkan kepada siapapun juga, kecuali Penggugat I dan Penggugat II yang menempati atau menguasai tanah berikut rumah yang ada diatasnya, yang terletak di Jalan Perwira No. 1 RT.03, RW.III, Kelurahan Belakang Balok, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, Bukit Tinggi, untuk mengosongkan dan kemudian menyerahkannya kepada Penggugat I dan Penggugat II ; 9. Menghukum turut Tergugat I dan turut Tergugat II untuk mematuhi putusan ini ; 10. Menyatakan putusan perkara ini dapat dijalankan lebih dahulu walaupun ada bantahan, banding maupun kasasi ; 11. Menyatakan sah dan berharga sita revindicatoir ; 12. Menghukum para Tergugat membayar biaya yang timbul dalam perkara ini ; Atau : Mohon putusan yang seadil-adilnya ; AMAR PUTUSAN PENGADILAN AGAMA BUKIT TINGGI : DALAM EKSEPSI : 1. 2. Menolak eksepsi para Tergugat seluruhnya ; Menolak gugatan provisi para Penggugat ; Mengabulkan gugatan para Penggugat sebagian ; Menyatakan Akad Jual Beli Al-Murabahah yang dilaksanakan oleh Penggugat I dengan Tergugat I sebagaimana tersebut dalam Akta No. 2 tanggal 2 Juli 2003 dan No. 43 tanggal 27 Agustus 2003 adalah batal menurut hukum : 3. Menyatakan bahwa hubungan Penggugat I dengan Tergugat I adalah hubungan pinjam meminjam uang menurut Syar’iah (dengan aqad Al-Qardh) ; DALAM PROVISI : DALAM POKOK PERKARA :

4.

Menyatakan bahwa hutang Penggugat I kepada Tergugat I sebesar Rp. 850.000.000 (delapan ratus lima puluh juta rupiah) dikurangi dengan Rp. 363.611.240 = Rp. 486.388.760 (empat ratus delapan puluh enam juta tiga ratus delapan puluh delapan ribu tujuh ratus enam puluh rupiah) ;

5.

Menghukum Tergugat I untuk mengembalikan kelebihan hasil penjualan lelang jaminan hutang kepada para Penggugat sebesar Rp. 933.984.000,- dikurangi dengan Rp. 486.388.760 = Rp. 447.595.240 (empat ratus empat puluh tujuh juta lima ratus sembilan puluh lima ribu dua ratus empat puluh rupiah) ;

6. 7.

Menolak gugatan para Penggugat untuk selebihnya ; Menghukum para Penggugat dan Tergugat I secara tanggung renteng untuk membayar biaya perkara yang hingga kini sebesar Rp. 1.136.000,- (satu juta seratus tiga puluh enam ribu rupiah), dengan perincian masing-masing :

-

Para Penggugat sebesar Rp. 568.000,- (lima ratus enam puluh delapan ribu Tergugat I sebesar Rp. 568.000,- (lima ratus enam puluh delapan ribu rupiah);

rupiah);

AMAR PUTUSAN PTA PADANG : Menyatakan permohonan banding para Pembanding dapat diterima ; Membatalkan putusan Pengadilan Agama Bukit Tinggi No. 284/Pdt.G/2006/PA.Bkt tanggal 5 September 2007 M bertepatan dengan tanggal 23 Sya’ban 1428 H : DAN DENGAN MENGADILI SENDIRI : DALAM EKSEPSI : 1. ini; 2. Membebankan biaya perkara pada tingkat pertama kepada para Penggugat Membebankan biaya perkara pada tingkat banding sebesar Rp. 6.000,- (enam ribu sebesar Rp. 1.172.000,- (satu juta seratus tujuh puluh dua ribu rupiah) ; rupiah) kepada Pembanding pertama (H.Efnd bin Rjb dan Dra.Ftr Efnd binti Mnr); Menerima eksepsi para Tergugat ; DALAM PROVISI : Menolak gugatan provisi para Penggugat ; Menyatakan Pengadilan Agama tidak berwenang untuk memeriksa perkara DALAM POKOK PERKARA :

PERTIMBANGAN MAHKAMAH AGUNG : Menimbang, bahwa namun demikian menurut pendapat Mahkamah Agung, amar putusan Pengadilan Tinggi Agama Padang harus diperbaiki karena belum tepat, dengan pertimbangan sebagai berikut : Bahwa karena objek sengketa dalam perkara aquo telah dilelang oleh Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara Bukit Tinggi sesuai Risalah Lelang No. 161/2006 tanggal 16 Agustus 2006 berdasarkan perintah Ketua Pengadilan Negeri Bukit Tinggi dengan Penetapan No. 03/Pdt.EKS/2006/PN.BT tanggal 4 Juli 2006, maka gugatan para Penggugat harus dinyatakan tidak dapat diterima ; Bahwa gugatan para Penggugat dinyatakan tidak dapat diterima, karena perkaranya telah diselesaikan oleh Pengadilan Negeri Bukit Tinggi, bukan karena asas retroaktif ; AMAR PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG RI : MENGADILI: Menolak permohonan kasasi dari para Pemohon Kasasi : 1. H. Efnd bin Rjb, 2. Drs. Ftr Efnd binti Mnr tersebut ; Memperbaiki amar putusan Pengadilan Tinggi Agama Padang No. 32 dan 33/Pdt.G/2007/PTA.Pdg tanggal 30 Januari 2008 M, bertepatan dengan tanggal 21 Muharram 14 29 H, sehingga amar selengkapnya sebagai berikut : Menerima permohonan banding dari para Pembanding ; Membatalkan putusan Pengadilan Agama Bukit Tinggi No.

284/Pdt.G/2006/PA.Bkt tanggal 5 September 2007 M bertepatan dengan tanggal 23 Sya’ban 1428 H ; DENGAN MENGADILI SENDIRI : DALAM EKSEPSI : Menolak eksepsi para Tergugat seluruhnya ;

DALAM PROVISI : Menolak gugatan provisi para Penggugat ;

DALAM POKOK PERKARA : 1. 2. Menyatakan gugatan para Penggugat tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijk Menghukum para Penggugat untuk membayar biaya perkara dalam tingkat Menghukum para Pembanding I untuk membayar biaya perkara dalam tingkat banding sebesar Rp. 6.000,- (enam ribu rupiah) ; Menghukum para Pemohon Kasasi/para Penggugat untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini sebesar Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) ; Verklaard) ; pertama sebesar Rp. 1.172.000,-( satu juta seratus tujuh puluh dua ribu rupiah);

Pembuat Kaidah Hukum, Ttd 1. H.. Kamaluddin, SH.MH 2. Timur Abimanyu, SH.MH

Him punan Putusan Perkara Perdata Agama M A- RI. Editor : Dit Jen Badilag MA-RI.

MAHKAMAH AGUNG – RI No. 349 PK/AG/2000 KAIDAH HUKUM : 2. Bahwa penerapan Ketentuan Pasal 19 huruf (f) PP No. 9 Tahun 1975 adalah sebagai salah satu alasan terjadinya perceraian, dan tidak perlu lagi mempersoalkan atau mencari siapa yang menjadi penyebab perselisihan tersebut, tetapi lebih menekankan pada perkawinan itu, apakah dalam perkawinan tersebut telah terjadi keretakan/ perceraian atau tidak. 3. Bahwa secara kasuistis hakim apabila didalam gugatan provisi terdapat tuntutan pemeliharaan anak/Hadonah telah ditemukan fakta tentang adanya perebutan Hak Hadonah tersebut, yang secara Ex Offisio dapat menentukan siapa yang berhak atas pemeliharaan anak/Hadonah tersebut. 4. Bahwa terhadap pengalihan anak/pemeliharaan anak yang belum mumayyiz (masih berumur dibawah 12 Tahun), dari ibunya kepada Ayahnya adalah disebabkan adanya fakta bahwa apabila diserahkan kepada ibu, dimana ibunya sangat sibuk akan mempengaruhi jiwa anak tersebut akan terganggu, sekalipun hak hadonah/pemeliharaan anak ditetapkan kepada ayahnya, akan tetapi tetap diberikan kepada ibunya untuk tetap berkomunikasi dan mencurahkan kasih sayang dan memperhatikan pendidikan terhadap anaknya. MA. NO.REG TGL PUTUSAN TEAM MAJELIS : : 349 PK/AG/2000 1. Drs. H. Andi Syamsu Alam, SH.M.H. 2. Drs. H. Hamdan, SH.MH. 3. DR Rifyal Ka’bah, MA. KLASIFIKASI : Cerai Gugat.

: 3 Januari 2007

DUDUK PERKARA : 14. Bahwa Penggugat dan Tergugat adalah suami isteri yang menikah di Masjidil

Haram Mekkah pada tanggal 1 Desember 1997 dan telah dicatatkan dalam Buku Pendaftaran Nikah Khusus Perkawinan Warga Negara Indonesia (WNI) yang dilangsungkan di luar negeri No. 01/ 01/V/1998 ; 15. Bahwa perkawinan tersebut telah dikaruniai seorang anak laki-laki dari Penggugat dan Tergugat yang lahir di Jakarta pada tanggal 4 Februari 1999, sesuai dengan Kutipan Akta Kelahiran Nomor : 845/DISP/JS/2002. 16. Bahwa sejak awal pernikahan ada sesuatu hal yang tidak cocok antara Penggugat dengan Tergugat seperti masalah adat kebiasaan yang berlaku di keluarga Tergugat. Tergugat sangat dominan terhadap Penggugat, sehingga hubungan Penggugat dan Tergugat kedudukannya bukan lagi sebagai layak suami isteri yang saling membantu dan menunjang satu dengan yang lain, melainkan merupakan hubungan Penggugat dan Tergugat seperti atasan dan bawahan karena Tergugat selalu minta dihormati tanpa melihat keadaan dan situasi yang ada ; 17. Bahwa oleh karena rasa cintanya Penggugat terhadap Tergugat, Penggugat sebagai muallaf mencoba mengerti bahwa hal tersebut suatu aturan dalam agama Islam, yang mengatur bahwa suami adalah sebagai Imam dalam keluarga dan wajib dihormati, akan tetapi kondisi yang segalanya diatur oleh Tergugat dan keluargannya lama kelamaan membuat Penggugat sangat tertekan apalagi ditambah kondisi Penggugat sebagai tulang punggung keluarga yang harus bekerja keras untuk menghidupi rumah tangga, maka Penggugat sebagai manusia biasa mengalami kelelahan fisik maupun psikis; 18. Bahwa kondisi rumah tangga yang demikian tersebut tidak pernah ada perubahan malahan belakangan ini Tergugat tidak pernah lagi memperhatikan Penggugat, sehingga Penggugat mengalami kesendirian. Apalagi Penggugat menyatakan keberatan-keberatan kepada Tergugat tentang hal tersebut, maka Tergugat marah dan menimbulkan pertengkaran yang berkepanjangan, sehingga dengan terpaksa Penggugat memendam perasaan-perasaan yang tidak enak itu seorang diri untuk menghindari terjadinya pertengkaran ; 19. Bahwa sejak tiga (3) tahun belakangan ini kondisi Penggugat dan Tergugat sebagai suami isteri semakin renggang disebabkan adanya pertengkaran yang terus menerus akibatnya kemesraan antara Penggugat dan Tergugat sudah tidak lagi, sehingga Penggugat dan Tergugat sudah jarang melakukan hubungan intim lagi ; 20. Bahwa Penggugat telah mengupayakan untuk damai dan rukun kembali dengan

dibantu oleh orang tua Penggugat dan Tergugat ternyata tidak berhasil dan pertengkaran terus terjadi dan mencapai puncaknya sehingga Penggugat terpaksa meninggalkan rumah kediaman bersama bulan Maret 2005 dan pulang ke rumah ibu Penggugat, akan tetapi demi mempertahankan keutuhan rumah tangga Penggugat kembali kerumah kediaman bersama dengan diantar orang tua Penggugat bulan April 2005 ; 21. Bahwa kembalinya Penggugat kepada Tergugat adalah untuk memperbaiki keretakan rumah tangga akan tetapi hal tersebut tetap tidak bisa terwujud malahan timbul pertengkaran-pertengkaran hebat, yang disebabkan oleh masalah-masalah sepele, yaitu Tergugat tidak mau mengeri kondisi Penggugat, Tergugat selalu memaksakan kehendaknya kepada Penggugat yaitu memaksa Penggugat untuk menghormati Tergugat dengan berlebihan tanpa ada timbal baliknya dari Tergugat kepada Penggugat, keadaan demikian membuat Penggugat kembali lagi pulang ke rumah ibu Penggugat hingga saat ini ; 22. Bahwa dari perkawinan Penggugat dan Tergugat telah lahir seorang anak laki-laki yang pada saat ini berumur enam tahun maka berdasarkan Kompilasi Hukum Islam Pasal 105 huruf (a) maka anak yang masih berumur enam tahun harus dalam pengasuhan ibu kandungnya yaitu Penggugat untuk menjaga perkembangan jiwa anak tersebut, apalagi anak tersebut sangat dekat dengan Penggugat, oleh karenanya sudah sepatutnya Pengadilan Agama Jakarta Selatan memutuskan agar anak yang lahir dari perkawinan Penggugat dan Tergugat, yang lahir di Jakarta pada tanggal 4 Februari 1999, sesuai dengan Kutipan Akta Lahir No. 845/DISP/JS/2002 berada dalam pengasuhan dan pemeliharaan Penggugat ; 23. Bahwa sewaktu Penggugat kembali kerumah ibu Penggugat, anak Penggugat dan Terguagt tersebut dalam pengasuhan langsung oleh Penggugat, dan Tergugat tetap mendapatkan haknya untuk dapat membawa jalan-jalan secara berkala tanpa mendapatkan kesulitan dari Penggugat, Tergugat dengan mudah dapat mengajak menginap anak selama 3-4 hari di rumah Kemang, dan secara bergiliran dapat mengasuh anak tersebut secara baik, akan tetapi sejak awal Mei 2005, ibu Tergugat dan keponakan-keponakan Tergugat, sering menginap dirumah Kemang, keadaan dan sikap anak berubah terhadap Penggugat. Penggugat sulit menghubungi anak tersebut dan adanya sikap ketakutan dari anak tersebut jika bertemu dengan Penggugat sebagai ibu kandung, maka berdasrkan hal tersebut Penggugat memohon kepada Pengadilan Agama Jakarta Selatan untuk

mengabulkan permohonan provisi Penggugat ; 24. Bahwa mengingat anak masih membutuhkan biaya untuk pendidikan, maka Tergugat sebagai ayah dari anak tersebut wajib untuk memberikan nafkah hidup dan biaya pendidikan untuk masa depan dan kepentingan anak Pengugat dan Tergugat sesuai dengan kemampuan Tergugat sebesar Rp. 5.000.000,_(lima juta rupiah) setiap bulannya, yang harus diberikan selambat-lambatnya tanggal 10 (sepuluh) tiap bulannya secara tunai dan sekaligus hingga anak-anak tersebut dewasa dan mandiri, sebagaimana diatur dalam Pasal 41 huruf b dan Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 serta Pasal 105 huruf (C) Kompilasi Hukum Islam ; PETITUM PENGGUGAT : - DALAM PROVISI : Menyatakan anak yang masih dibawah umur harus dalam pengasuhan Penggugat ; Memerintahkan kepada Tergugat atau kepada siapapun anak tersebut dipelihara ataupun disembunyikan oleh Tergugat agar segera menyerahkan anak dari Penggugat dan Tergugat kepada Penggugat; Menyatakan penetapan ini dapat dilaksanakan segera dalam kesempatan pertama setelah penetapan provisi diterbitkan ; - DALAM POKOK PERKARA : 1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya ; 2. Menyatakan perkawinan antara Penggugat dengan Tergugat yang dilangsungkan di Masjidil Haram Mekkah, pada 1 Desaember 1997 dan dicatatkan dalam Buku Pendaftaran Khusus Perkawinan Warga Negara Indonesia (WNI) yang dilangsungkan di luar negeri No. 01/ 01/V/1998 putus karena perceraian dengan segala akibat-akibat hukumnya. 3. Memerintahkan kepada Panitera Pengadilan Agama Jakarta Selatan untuk mencatatkan perceraian ini dan mengeluarkan Akta Peceraian ; 4. Mewajibkan Tergugat untuk memberikan nafkah hidup dan biaya pendidikan untuk masa depan dan kepentingan anak Penggugat dan Tergugat sesuai dengan kemampuan Tergugat sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) setiap bulannya, yang harus diberikan selambat-lambatnya tanggal 10 (sepuluh) tiap bulannya secara tunai dan sekaligus hingga anak tersebut dewasa dan mandiri ;

5. Menghukum Tergugat untuk membayar seluruh biaya yang timbul dalam perkara ini ; Atau : Apabila Pengadilan berpendapat lain, dalam peradilan yang baik mohon putusan seadil-adilnya (Ex aquo et bono) ; AMAR PUTUSAN PA JAKSEL NO. 937/Pdt.G/2005/PA.JS; DALAM PROVISI : 1. 2. 3. Menyatakan menolak gugatan provisi Penggugat ; DALAM POKOK PERKARA : Mengabulkan gugatan Penggugat sebagian ; Menjatuhkan talak satu ba’in sughra Tergugat kepada Penggugat dan

menyatakan perkawinan antara Penggugat dan Tergugat putus karena perceraian ; Memerintahkan kepada Panitera Pengadilan Agama Jakarta Selatan untuk menyampaikan salinan putusan ini kepada Kantor Urusan Agama Kecamatan Pasar Minggu untuk mencatat perceraian tersebut ; 4. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini yang hingga kini dihitung sejumlah Rp. 325.000,- (tiga ratus dua puluh lima ribu rupiah) ; 5. Menyatakan gugatan Penggugat selain dan selebihnya tidak diterima ;

AMAR PUTUSAN PENGADILAN TINGGI JAKARTA No. 21/Pdt.G/2006/PTA.JK: Menyatakan, bahwa permohonan banding yang diajukan Tergugat/ Pembanding Menguatkan putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan No. 937/ Pdt.G/ dapat diterima ; 2005/PA.JS tanggal 01 Februari 2006 M bertepatan dengan tanggal 02 Muharram 1427 H dengan perbaikan amar sehingga secara keseluruhan berbunyi sebagai berikut : DALAM PROVISI : 1. 2. 3. Mengabulkan gugatan Penggugat sebagian ; Menjatuhkan thalak 1 (satu) ba’in sughra Tergugat terhadap Penggugat ; Memerintahkan kepada Panitera Pengadilan Agama Jakarta Selatan untuk

mengirimkan salinan putusan perkara ini yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap kepada Kantor Urusan Agama Kecamatan Pasar Minggu untuk pencatatan perceraian

tersebut ; 4. 5. 6. Menyatakan tidak menerima gugatan Penggugat selebihnya ; Membebankan Penggugat untuk membayar biaya perkara ini seluruhnya Membebankan kepada Tergugat/Pembanding untuk membayar biaya perkara

berjumlah Rp.325,- (tiga ratus dua puluh lima ribu rupiah) ; dalam tingkat banding sebesar Rp. 206.000,-(dua ratus enam ribu rupiah) ; PERTIMBANGAN HUKUM MAHKAMAH AGUNG RI : Menimbang, bahwa namun demikian menurut pendapat Mahkamah Agung, amar putusan Pengadilan Tinggi Agama Jakarta harus diperbaiki karena belum tepat, dengan menambahkan pertimbangan sebagai berikut : Bahwa tuntutan Termohon Kasasi/Penggugat agar pemeliharaan anak ditetapkan pada Termohon Kasasi/Penggugat, dapat dipertimbangkan untuk memastikan posisi anak dari Penggugat dan Tergugat yang lahir di Jakarta pada tanggal 4 Februari 1999 ; Bahwa seharusnya Judex Facti memandang sebagai fakta bahwa dengan adanya tuntutan provisi supaya anak ditetapkan pemeliharaannya pada Termohon Kasasi/Penggugat, merupakan fakta telah terjadinya perebutan tentang penguasaan anak yang sama sekali tidak menguntungkan bagi kepentingan anak, baik dipandang dari segi pemeliharaan maupun dari segi pendidikan yang diperlukan seorang anak ; Bahwa Majelis Hakim berpendapat apabila terjadi keadaan seperti ini, maka secara kasuistik Hakim secara Ex Officio berhak menentukan siapa yang harus memelihara anak tersebut demi kepentingan anak ; Bahwa Majelis Hakim sependapat dengan buku ” Keyakinan Hakim Dalam Pembuktian Perkara Perdata Menurut Hukum Acara Perdata dan Hukum Acara Islam” yang ditulis oleh Ahmad Sahabuddin, yang menyatakan bahwa menurut Hukum Acara Perdata Islam, keyakinan Hakim dapat digunakan sebagai pembuktian menentukan sebuah perkara (manakala sudah sulit sekali mencari kebenaran formal, maka pemecahannya adalah mencari kebenaran materiil) ; Bahwa Majelis Hakim berkeyakinan, jika tidak ditetapkan dimana anak harus dipelihara, akan terus terjadi perebutan tentang penguasaan anak yang dapat saja mempengaruhi perkembangan jiwa seorang anak ;

-

Bahwa telah terungkap suatu fakta dalam persidangan, bahwa Termohon Kasasi/Penggugat adalah seorang selebritis/publik figur yang sangat sibuk dengan pekerjaannya, sering berangkat pagi pulang sore, bahkan sampai malam, sehingga jika anak ditetapkan dibawah hadhanah Termohon Kasasi/Penggugat maka anak akan kurang mendapat perhatian dan kasih sayang dari Termohon Kasasi/Penggugat karena kesibukan Termohon Kasasi/Penggugat dengan pekerjaannya, dan hal ini tentu saja akan mempengaruhi perkembangan jiwa seorang anak ;

-

Bahwa sesuai dengan Pasal 41 huruf (a) Undang-Undang No. 1 Tahun 1974, ” Baik ibu atau bapak berkewajiban memeliharan dan mendidik anak-anaknya, semata-mata berdasarkan kepentingan anak, bilamana ada perselisihan mengenai penguasaan anak. Pengadilan memberi keputusannya” dan sesuai pula dengan Pasal 9 ayat (1) Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 ”Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya,” maka demi kepentingan anak, Majelis Hakim menetapkan bahwa anak Pemohon Kasasi/Tergugat dan Termohon Kasasi/Penggugat yang bernama RSY.ISLMY.PAY berada dibawah hadhanah Pemohon Kasasi/Tergugat ;

-

Bahwa sekalipun anak dari Penggugat dan Tergugat ditetapkan dibawah hadhanah Pemohon Kasasi/Tergugat selaku ayahnya, akan tetapi tidak boleh memutuskan hubungan komunikasi dengan Termohon Kasasi/Penggugat selaku ibunya, dan Termohon Kasasi/Penggugat mempunyai hak untuk berkunjung/menjenguk dan membantu mendidik serta mencurahkan kasih sayangnya sebagai seorang ibu terhadap anaknya ;

-

Menimbang,

bahwa

berdasarkan

perimbangan

tersebut

diatas,

maka

permohonan kasasi yang diajukan oleh Pemohon Kasasi tersebut harus ditolak dengan perbaikan amar putusan Pengadilan Tinggi Jakarta, sehingga berbunyi sebagaimana akan disebutkan dibawah ini ; AMAR PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG RI : Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi tersebut ; Memperbaiki amar putusan Pengadilan Tinggi Agama Jakarta No. 21/Pdt.G/

2006/PTA.JK tanggal 27 Juni 2006 M bertepatan dengan tanggal 1 Jumadil Akhir

1427 H, sehingga berbunyi sebagai berikut : DALAM PROVISI : - Menolak gugatan provisi Penggugat : DALAM POKOK PERKARA : 1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian ; 2. Menjatuhkan talak satu ba’in shughra Tergugat terhadap Penggugat ; 3. Menetapkan anak dari Penggugat dan Tergugat, lahir di Jakarta pada tanggal 4 Februari 1999, berada dibawah hadhanah Tergugat ; 4. Memerintahkan Panitera Pengadilan Agama Jakarta Selatan untuk mengirimkan salinan putusan ini kepada Pegawai Pencatat Nikah yang wilayahnya meliputi tempat tinggal Penggugat dan Tergugat dan kepada Pegawai Pencatat Nikah di tempat perkawinan Penggugat dan Tergugat dilangsungkan untuk dicatat dalam daftar yang disediakan untuk itu ; 5. Menolak gugatan Penggugat untuk selain dan selebihnya ; 6. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara dalam tingkat pertama sebesar Rp. 325.000,- (tiga ratus dua puluh lima ribu rupiah) ; Menghukum Pembanding untuk membayar biaya perkara dalam tingkat banding sebesar Rp. 206.000,- (dua ratus enam ribu rupiah) ; Menghukum Pemohon Kasasi/Tergugat untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi sebesar Rp.500.000,- (lima ratus ribu rupiah);

Pembuat Kaidah Hukum, Ttd 1. H. Kamaluddin, SH.MH 2.Timur Abimanyu, SH.MH

Him punan Putusan Perkara Perdata Agama M A- RI. Editor : Dit Jen Badilag MA-RI.

MAHKAMAH AGUNG – RI
No. 465 K/AG/2007 KAIDAH HUKUM : - Bahwa objek perkara i.c objek sengketa adalah tanah, maka yang menjadi rujukan sebagai dasar hukum seharusnya peraturan perundang-undangan tentang tanah yakni Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria dan Peraturan Pelaksanaannya serta Undang-Undang Nomor : 41 Tahun 2004 tentang Wakaf. Adalah tidak tepat bila yang menjadi dasar pemilikan dan perwakafan hanya berupa sejarah dan bukti surat yang tidak otentik. Bahwa dalam perkara i.c Para Penggugat /Termohon Kasasi sama sekali tidak mampu menunjukkan buktibukti kepemilikan atas obyek yang berasal dari orang tua atau keluarganya, kemudian diserahkan sebagai tanah wakaf sebagaimana diatur dalam Pasal 15 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 yang menegaskan bahwa harta benda wakaf hanya dapat diwakafkan apabila dimiliki dan dikuasai oleh wakif secara sah. - Bahwa bukti-bukti yang diajukan para Penggugat/Termohon Kasasi bukan bukti otentik dan saksi-saksi adalah saksi Testimonium De uditu, sebaliknya bukti surat maupun saksi-saksi Tergugat/Pemohon Kasasi ( bukti T1, 2,3 dan 6) adalah fakta hukum, dan telah dibuktikan pada persidangan tingkat pertama, sedangkan Penggugat sama sekali tidak memiliki bukti untuk mengukuhkan dalil gugatannya. Bahwa untuk menentukan suatu pemakaman yang karena faktor sejarah dan faktor kebudayaan, haruslah menempuh prosedur hukum sebagaimana diatur didalam Perauran Pemerintah Nomor 9 Tahun 1987 tentang penyediaan Penggunaan Tanah untuk Pemakaman. MA. NO.REG TGL PUTUSAN TEAM MAJELIS : : 465 K/AG/2007 1. Drs. H. Andi Syamsu Alam, SH.M.H. 2. Drs. H. Habiburrahman, M.Hum. 3. Prof.Dr.H. Abdul Manan, SH.S.IP.M.Hum. KLASIFIKASI : WAKAF.

: 5 MEI 2008

DUDUK PERKARA : - Bahwa para Penggugat adalah ahli waris, dari pemberi wakaf serta ahli waris dari keluarga yang dimakamkan dimakam wakaf Kebalen VII, yang lebih dikenal oleh masyarakat setempat dan sekitarnya sebagai Makam Wakaf Kebalen VII ; - Bahwa Tergugat saudara Mulloh bin Royani bin H. Solihun bin Zaidun adalah pengurus makam wakaf Kebalen VII, yang bertugas secara umum mengelola, mengurus, merawat serta menjaga makam wakaf tersebut, baik secara fisik maupun administrasinya ; - Bahwa adalah perlu para Penggugat jelaskan terlebih dahulu secara singkat (sebagai bahan pengetahuan) kronologis adanya makam wakaf Kebalen VII, yang terletak dan berada di Jalan Kebalen VII Kampung Pecandran, Kelurahan Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yaitu sebagai berikut : , a. Bahwa makam wakaf Kebalen VII, sampai saat ini luasnya kurang lebih 4.776 M2, adalah berasal dari para pewakif dari almarhum H. Solihun alias H. Siun bin Zaidun seluas kurang lebih 2516 M2, almarhum H. Toha bin H. Rosidi seluas kurang lebih 2000 M2, almarhum Mayasin bin H. Bai seluas 600M2, almarhum H. Ishak kurang lebih 10M2 dengan batas-batasnya sebagaimana tersebut dalam surat gugatan ; , b. Bahwa tanah tersebut benar telah diwakafkan untuk pemakaman dan juga telah dipergunakan sesuai ikrar wakaf sebagai makam umum umat Islam dan telah dikelola secara turun temurun oleh keluarga H. Solihun bin Zaidun dan juga pernah menjadi pengurus makam tersebut antara lain adalah : (1) Almarhum H. Sihun alias H. Solihun bin Zaidun (pewakif), (2) almarhum H. Bai bin H. Sihun bin Zaidun (3) almarhum H. A. Kadir bin H. Sihun bin Zaidun (4) almarhum Royani bin H. Sihun bin Zaidun (kong Kontet) tahun 1945-1955, (5) almarhum H. Madani bin H. Siun bin Zaidun, (6) almarhum Waini bin Royani bin H. Siun bin Zaidun tahun 1955-1963, (7) Sdr. Rahmani bin Rayani bin H. Siun bin Zaidun tahun 1975-1990 dan terakhir (8) Sdr Mullah bin Rayani bin H. Siun bin Zaidun tahun 1990 hingga sekarang. Bahwa untuk diketahui juga oleh Majelis Hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan bahwa sekitar tahun 1616 tempat ini telah dipergunakan sebagai pemakaman umum yang ditandai dengan makam almarhum Ki Paleng jauh

sebelum H. Solihun mewakafkan tanah tersebut kepada masyarakat sekitar (pada zaman penjajahan Belanda) dan masyarakat sekitarnya saat itu menyebut lokasi makam tersebut adalah sebagai makam wakaf Ki Poleng dan pada saat pengurusannya adalah almarhum Royani bin H. Siun bin Zaidun yang juga dikenal dengan nama, Kong Kontet, maka masyarakat setempat menyebutnya juga dengan sebutan makam Kong Kontet, dan pada saat pembukaan kota baru Kebayoran Baru, maka tanah makam aquo disebut juga sebagai makam wakaf Kebalen VII hingga saat ini jadi adalah suatu ketidak benaran bahwa tanah yang seluas 4.776 M2 itu adalah makam yang disediakan khusus untuk keluarga dan bukan wakaf untuk umum bagi umat Islam, sedangkan apabila kita teliti secara seksama maka ditemui pula, bahwa luas tanah sebanyak 4776 M2 adalah penggabungan dari, pewakif bapak H Solihun (H. Siun) bin Zaidun seluas kurang lebih 2516 M2 dan oleh karena makam tersebut telah penuh, maka kemudian, bapak H. Toha bin Rosidi mewakafkan tanahnya yang kebetulan letak tanahnya berdampingan sebanyak kurang lebih 2000 M2 dan kemudian ditambah oleh bapak Mayasin bin H. Bai seluas 600 M2 dan juga oleh bapak H. Marzuki bin Bai seluas 60 M2 dan pewakif terakhir adalah bapak H. Arif Rahman seluas 10M2 dan dengan adanya lima atau dengan kata lain empat orang lagi yang mewakafkan tanah tersebut, maka berarti tanah wakaf tersebut tidak hanya dilakukan oleh satu orang saja yakni H. Siun bin Zaidun, maka berdasarkan uraian tersebut diatas, jelas bahwa lokasi pemakaman tersebut adalah benar tanah wakaf untuk pemakaman umat Islam sebagaimana dilakukan selama ini; c. Dengan demikian hingga sekarang lokasi tersebut dikenal umum sebagai makam wakaf Kebalen VII yang sudah berusia ratusan tahun dan pada lokasi tersebut sudah ribuan bahkan puluh ribu jenazah dimakamkan dan jika dilihat dengan luasnya lokasi yang hanya 4776 M2, maka tidak mustahil banyak makam yang telah dimakamkan dalam satu lubang secara bertumpuk dan dalam kenyataannya dari proses penggalian kerangka tersebut juga ditemui dalam satu lubang ada terdapat beberapa kerangka, padahal yang diangkat hanya satu kerangka yaitu mayat yang dimakamkan terakhir pada tanah atau lubang tersebut. Berdasarkan uraian tersebut, maka bagaimana kita bisa mempertanggungjawabkan kerangka

yang menumpuk tersebut, apakah telah bisa dikatakan bahwa pembongkaran kuburan telah selesai ; d. Bahwa selain makam yang telah bertumpuk, terdapat pula para alim ulama dan guru-guru agama dan para pejuang perintis kemerdekaan, dan juga terdapat makam yang telah berusia kurang lebih 180 tahun ; e. Bahwa adapun orang yang pernah mengurus tanah makam antara lain adalah (1) Almarhum H. Sihun alias H. Sobhun bin Zaidun (pewakif), (2) almarhum H. Bai bin H. Sihun bin Zaidun (3) almarhum H. A. Nadir bin H. Sihun bin Zaidun, (4) almarhum Royani bin H. Sihun bin Zaidun (kong Kontet) tahun 1945-1955, (5) almarhum H. Madam bin H. Siun bin Zaidun, (6) almarhum Waini bin Royani bin H. Siun bin Zaidun tahun 1955-1963, (7) Sdr. Rohmani bin Royani bin H. Siun bin Zaidun tahun 1975-1990 dan terakhir (8) Sdr. Mulloh bin Royani bin H. Siun bin Zaidun tahum 1990 hingga sekarang (hal inipun terjadi karena Tergugat mengambil alih kepengurusan dari saudara Rohmani bin Royani bin H. Sihun bin Zaidun secara paksa), dimana saat ini Tergugat telah memobilisasi pembongkaran kuburan, membiayai proses pengangkatan kerangka dengan pemberian kompensasi sebesar Rp. 2.000.000.- (dua juta rupiah) untuk 1 (satu) kerangka mayat ; f. Bahwa apabila melihat secara objektif tentang kehidupan saudara Mulloh bin Royani bin Siun bin Zaidun secara pribadi sebelum peristiwa ini terjadi dapat digolongkan sebagai orang dan/atau warga yang berkehidupan paspasan saja, kalau tidak mau dikatakan miskin, tetapi nyatanya hari ini saudara Mullah bin Royani bin H. Siun bin Zaidun mampu membiayai pembongkaran kuburan dengan konpensasi Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah) bagi setiap kerangka dan sampai saat ini kerangka telah terangkat kurang lebih 1000 (seribu) kerangka, dengan demikian dana yang telah dikeluarkan Mullah bin Royani bin H. Siun bin Zaidun sebesar Rp. 2.000.000.000,- (dua milyar rupiah), bayangkan dari mana. Tergugat memperoleh dana tersebut karena secara kenyataan akal sehat, Tergugat tidak memiliki dana sebesar itu, kecuali dukungan pihak ketiga ; - Bahwa sejak Tergugat saudara Mulloh bin Royani bin H. Siun' bin Zaidun menjadi pengurus tanah makam wakaf Kebalen VII, telah menetapkan tarif pembayaran kepada setiap warga masyarakat yang akan memakamkan

keluarganya dengan tarif sebagai berikut: a. Bagi masyarakat Betawi asli Rp. 800. 000,- setiap mayat ; b. Bagi masyarakat pendatang alias bukan masyarakat Betawi Rp. 1.000.000; c. Biaya administrasi dan kebersihan Rp. 5.000,- per-makam per-bulan; Dan untuk diketahui cara ini pada saat sebelumnya tidak pernah dilakukan karena mengingat makam tersebut adalah makam wakaf, sehingga pemberian hanya sekadar upah gali kubur dan sedekah seikhlasnya dari keluarga atau masyarakat yang telah memakamkan keluarganya kepada pengurus atau pengelola kuburan untuk keperluan kebersihan dan lain-Iainnya, dengan kata lain bahwa kebutuhan dan keperluan kuburan dan atau tanah wakaf tersebut ditanggung bersama-sama oleh masyarakat setempat yang memakamkan keluarganya; - Bahwa oleh karena tanah makam Kebalen VII berstatus tanah wakaf, maka secara hukum putus hubungan hukum dari pemberi wakaf dengan tanah yang diwakafkan dan tentunya telah menjadi milik umat Islam (Pasal 3 Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf) , maka setiap perbuatan hukum yang bertentangan dengan Undang-undang tersebut, adalah batal demi hukum, artinya terhadap tanah makam wakaf aquo sangat tidak dibenarkan melakukan tindakantindakan yang bertentangan dengan hukum wakaf ataupun Undang-undang lain yang mendukung dan berlaku ; : - Bahwa Tergugat (Mulloh bin Royani bin Zaidun) yang memposisikan dirinya selaku pengurus (yang mengelola, mengurus, merawat serta menjaga baik secara fisik maupun administrasi), pada sekitar akhir tahun 2004 hingga sekarang telah melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan hukum yang berlaku (Pasal 40 jo Pasal 42 Undangundang Nomor 41 Tahun 2004; - Bahwa akibat tindakan-tindakan tersebut di atas pada saat ini kondisi areal tanah makam wakaf Kebalen VII tersebut sangat mengenaskan karena gersang, tidak karuan serta timbul keresahan-keresahan di antara, para ahli waris wakif, maupun para ahli waris kubur yang kuburan keluarganya tidak bersedia dibongkar dan bahkan warga setempat sangat khawatir penggusuran secara paksa dan mendadak benar-benar menjadi kenyataan dikemudian hari, bahkan makam wakaf Kebalen VII merupakan sarana satu-satunya bagi masyarakat Kebalen VII dan sekitarnya yang pada saat ini ada yang telah berpindah ke daerah-daerah lain di luar kota Jakarta, seperti Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang, dimana posisi makam Kebalen VII sangat strategis dan berfungsi sebagai tempat untuk bersilaturahmi bagi

keluarga, warga Kebalen VII dan sekitarnya yang biasa dilakukan dalam bentuk ziarah bersama menjelang bulan suci Ramadhan, pada hari kedua Idul Fitri (yang dikenal dengan hari kubur) setiap tahunnya; - Bahwa untuk menghindari dan atau mencegah kerugian yang lebih besar lagi di kemudian hari dan di mana penggalian kuburan pernah terjadi salah bongkar (salah sasaran/objek) yang juga dapat dianggap sebagai modus operandi (dalam rangka membongkar kuburan-kuburan dari masyarakat yang mempertahankan tanah wakaf tersebut dan tidak bersedia makam keluarganya dibongkar), maka para Penggugat mohon kiranya Majelis Hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan berkenan melarang semua pihak (pihak Tergugat, Penggugat maupun pihak ketiga) untuk melakukan tindakan-tindakan dalam bentuk apapun sepanjang menyangkut tanah makam Kebalen VII, hingga putusan perkara ini mempunyai kekuatan hukum tetap; - Bahwa para Penggugat sangat mengkhawatirkan akan tindakan Tergugat yang berusaha mengalihkan tanah makam, wakaf kebalen VII tersebut kepada pihak ketiga, oleh karena itu para Penggugat juga memohon pada Majelis Hakim berkenan meletakan sita jaminan (conservatoir beslag), atas objek perkara yakni sebidang tanah makam wakaf Kebalen VII seluas kurang lebih 4.776 M2 yang terletak dan berada di jalan Kebalen VII Kampung Pecandran Kelurahan Senayan Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan; - Bahwa berdasarkan petunjuk-petunjuk saksi-saksi hidup maupun bukti- bukti surat serta secara defakto yaitu sejak sekitar tahun 1616 (pada jaman penjajah Belanda) hingga saat ini, tanah objek sengketa telah dipergunakan sebagai fasilitas pemakaman umum umat Islam secara terus menerus hingga saat sekarang ini, maka sudah sepatutnya Majelis Hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan berkenan menyatakan menurut hukum bahwa tanah sengketa adalah makam yang berstatus wakaf dengan segala akibat hukumnya (Pasal 3 Undang-Undang Nomor 41 tahun 2004 Tentang Wakaf) ; PETITUM PENGGUGAT : Dalam pokok perkara. : 1. Menyatakan menerima dan mengabulkan gugatan para Penggugat untuk seluruhnya ; 2. Menyatakan menurut hukum bahwa tanah pemakaman Kebalen VII, seluas

4776 M2 yang terletak di Jalan Kebalen VII Kampung Pecandran Kelurahan Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang diwakafkan oleh alm. H. Solihun alias Siun bin Zaidun, alm. H. Toha bin Rosyidi, alm. Mayasin bin H. Ba'i dan alm. H. Marzuki bin Aidi serta H. Arif Rachman bin H. Ishak adalah sah sebagai tanah wakaf dan para pewakif adalah pewakif yang sah ; 3. Menyatakan menurut hukum memerintahkan kepada Kantor Urusan Agama Kebayoran baru, Jakarta Selatan sebagai lembaga yang berwenang untuk tindakan pendaftaran dan menerbitkan Akta Pengganti Akta Ikrar Wakaf (APAIW) atas tanah wakaf Kebalen VII tersebut dengan segala akibat hukumnya; 4. Menyatakan menurut hukum, bahwa Tergugat sebagai pengurus telah lalai dalam melakukan, kewajibannya dan mencabut hak kepengurusannya atas tanah makam wakaf Kebalen VII tersebut. 5. Menghukum Tergugat ataupun gugatan ataupun pihak ketiga lainnya untuk segera mengosongkan tanah makam tersebut dan menyerahkan kepada para Penggugat. 6. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan (conservatoir beslag) terhadap tanah makam wakaf Kebalen VII, seluas 4.766 M2 yang terletak di jalan Kebalen VII Kampung Pecandran Kelurahan Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan; 7. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara yang timbul ; Atau apabila Pengadilan Agama Jakarta Selatan berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono); . AMAR PUTUSAN PENGADILAN AGAMA JAKARTA SELATAN : Dalam Provisi : - Menolak tuntutan provisi para Penggugat ; Dalam Eksepsi : - Menolak tuntutan eksepsi Tergugat ; - Menyatakan bahwa Pengadilan Agama Jakarta Selatan berwenang mengadili perkara ini ; Dalam Pokok Perkara : - Menolak gugatan para Penggugat untuk seluruhnya ;

- Memerintahkan para Penggugat untuk membayar biaya perkara ini sebesar Rp. 405.000,- (empat ratus lima ribu rupiah) ;

AMAR PUTUSAN PTA JAKARTA : I. II. Mengabulkan permohonan banding Pembanding (dahulu Penggugat) ; Membatalkan putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan Nomor : 311/Pdt.G/2006/PA.JS. tanggal 16 Oktober 2006 M. bertepatan dengan tanggal 23 Sya'ban 1427 H. dan dengan mengadili sendiri : 1. Mengabulkan gugatan Para Penggugat ; . 2. Menyatakan tanah pemakaman Kebalen VII Rt. 001/01 Kp. Pecandran, Kelurahan Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, seluas 4776 M2 dan berasal dari wakaf H. Solihun bin Zaidun (alm), H. Toha bin Rasyidi (alm), Mayasin bin H. Ba'i (alm), H. Marzuki bin Aidi (alm) dan H. Arif Roehman bin H. Ishak degan batas-batas : - Sebelah Utara - Sebelah Timur - Sebelah Barat : Tanah milik PT. PIP (dahulu tanah warga) ; : tanah milik PT. PIP (dahulu tanah warga)'; : tanah milik PT. PIP (dahulu tanah warga). - Sebelah Selatan : JI. Kebalen VII ;

Sebagai tanah wakaf yang berfungsi sebagai makam/kuburan ; 3. Memerintahkan kepada para Penggugat untuk mencatatkan atau mendaftarkan tanah wakaf tersebut ke KUA Kecamatan setempat selaku Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf; 4. Menyatakan gugatan para Penggugat selebihnya tidak dapat diterima ; 5. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara pada tingkat pertama Rp. 405.000,- (empat ratus lima ribu rupiah) ; III. Menghukum Terbanding (dahulu Tergugat) untuk membayar biaya perkara pada tingkat banding sebesar Rp. 206.000,- (dua ratus enam ribu rupiah) ; PERTIMBANGAN MAHKAMAH AGUNG : - Bahwa dalam perkara i.c. obyek sengketanya adalah tanah, maka yang menjadi rujukan sebagai dasar hukum seharusnya peraturan perundang-undangan tentang tanah yakni Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria dan

peraturan pelaksanaannya serta Undang-Undang Nomor : 41 Tahun 2004 tentang wakaf. Oleh karenanya tidak tepat bila yang menjadi dasar pemilikan dan perwakafan hanya berupa sejarah dan bukti surat yang tidak otentik. Bahwa dalam perkara i.c. Para Pengguga V Termohon Kasasi sama sekali tidak mampu menunjukkan bukti-bukti kepemilikan atas obyek yang berasal dari orang tua atau keluarganya, kemudian diserahkan sebagai tanah wakaf sebagaimana diatur dalam Pasal 15 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 menegaskan bahwa harta bend a wakaf hanya dapat diwakafkan apabila dimiliki dan dikuasai oleh wakif secara sah. Bahwa bukti-bukti yang diajukan para PenggugaVTermohon Kasasi bukan bukti yang otentik dan saksi-saksi adalah saksi Testimonium De Auditu, sebaliknya bukti surat maupun saksi-saksi Tergugat Pemohon Kasasi (bukti T1, 3, 4, 5 dan 6) adalah fakta hukum, dan telah dibuktikan pada persidangan tingkat pertama, sedangkan Penggugat sama sekali tidak memiliki bukti untuk mengukuhkan dalil gugatannya. Bahwa untuk menentukan suatu pemakaman yang karena faktor sejarah dan faktor kebudayaan, haruslah menempuh prosedur hukum sebagaimana diatur didalam Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 1987 Tentang Penyediaan Penggunaan Tanah untuk Tempat Pemakaman Pasal 1 huruf e yang berbunyi: "Tempat Pemakaman Khusus adalah areal tanah yang digunakan untuk tempat pemakaman yang karena faktor sejarah dan faktor kebudayaan mempunyai arti khusus". Demikian juga untuk dapat diakui sebagai suatu tempat Pemakaman Umum diatur di dalam Pasal 1 huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1987 yang berbunyi : "Tempat Pemakaman Umum· adalah areal tanah yang disediakan untuk keperluan pemakaman jenazah bagi setiap orang tanpa membedakan agama dan golongan, yang pengelolaannya dilakukan oleh Pemerintah Daerah Tk. II atau Pemerintah Desa". Kedua bentuk pemakaman tersebut diatas harus berpedoman kepada bunyi pasal-pasal dalam Peraturan Pemerintah tersebut, oleh karenanya pendirian Judex Facti tidak dapat dipertahankan dan harus dibatalkan ; Bahwa berdasarkan pertimbangan di atas, dengan tidak perlu mempertimbangkan alasan kasasi lainnya, menurut pendapat Mahkamah Agung terdapat cukup alasan untuk mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi : MULLOH bin ROYANI dan membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Agama Jakarta Nomor : 38/Pdt.G/2007/PTAJK. tanggal 24 Mei 2007 M. bertepatan dengan tanggal 7 Jumadil Ula 1427 H. yang membatalkan putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan Nomor : 311/Pdt.G/2006/PAJS. tanggal 16 Oktober 2006 M. bertepatan dengan tanggal 23

Sya'ban 1427 H. serta Mahkamah Agung mengadili sendiri perkara ini dengan mengambil alih pertimbangan putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan yang dianggap sudah tepat dan benar sebagai pertimbangan sendiri yang amar putusannya sebagaimana yang akan disebutkan dibawah ini ;

AMAR PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG RI : MENGADILI: Mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi : MULLOH bin ROYANI tersebut ; Membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Agama Jakarta Nomor: 38/Pdt.G/2007/PTA.JK. tanggal 24 Mei 2007 M. bertepatan dengan tanggal 26 Sya'ban 1427. H. yang membatalkan putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan Nomor : 311/Pdt.G/2006/PAJS. tanggal 16 Oktober 2006 M. bertepatan dengan tanggal 23 Sya'ban 1427 H. ; MENGADILI SENDIRI : Dalam Provisi : - Menolak tuntutan provisi para Penggugat ; Dalam Eksepsi : - Menolak eksepsi para Tergugat ; - Menyatakan bahwa Pengadilan Agama Jakarta Selatan berwenang mengadili perkara ini ; Dalam Pokok Perkara : Menolak gugatan para Penggugat untuk seluruhnya ; Menghukum para Termohon Kasasi/para Penggugat untuk membayar biaya perkara dalam semua tingkat peradilan yang dalam tingkat kasasi ini ditetapkan sebesar Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) ;

Pembuat Kaidah Hukum, ttd 1. Drs. H. Kamaluddin, MH

2. Timur Abimanyu, SH.MH

Him punan Putusan Perkara Perdata Agama M A- RI. Editor : Dit Jen Badilag MA-RI.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->