P. 1
bphtb

bphtb

|Views: 174|Likes:
Published by pardi_boyolali7104

More info:

Published by: pardi_boyolali7104 on Sep 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/26/2010

pdf

text

original

UNDANG-UNDANG NO.

21 TAHUN 1997
tentang

BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN
Sebagaimana telah Diubah dengan
disampaikan pada :

UNDANG-UNDANG NO.20 TAHUN 2000
Property Law Training, Jakarta 9 Agustus 2006
Maizar Anwar Direktur PBB & BPHTB-Ditjen Pajak

1

ORDONANSI BEA BALIK NAMA Stbl. 1924 No. 291
Dipungut antara lain atas pemindahan hak atas harta tetap harta tetap (hak-hak kebendaan atas tanah, yang pemindahan haknya dilakukan dengan akta)

Objek Pajak :

termasuk pewarisan dan hibah wasiat

Fkecuali : Hak Agraris Eigendom (Pasal 51 ayat 7 Ind. Staatsregeling) F Objeknya terbatas pada hak-hak atas tanah dengan titel hukum barat
2

Ordonansi 1924 / 291

UUPA UU No. 5/1960

(tidak mengenal hak-hak (Objek pajaknya terbatas sebagaimana dimaksud pada hak-hak atas tanah dengan titel hukum barat) dalam Ordonansi 1924 / 291)

Tidak dapat dipungut sejak th. 1961 s/d sekarang

UU BPHTB
3

5/1960 UUPA PP 10/1961 yang telah diganti dgn PP 24/1997 (Peraturan pelaksanaan UUPA) Hak-hak atas tanah dengan titel hukum barat dihapus Ordonansi BBN 1924 No.UU No. 291 atas tanah tidak dapat dipungut 4 UU BPHTB .

Dasar Pemungutan BPHTB Tanah Memenuhi kebutuhan dasar untuk papan Komoditas strategis Alat investasi yg menguntungkan keuntungan ekonomis bagi yang memperoleh hak atas tanah kontribusi kepada Negara dengan membayar BPHTB Direktorat PBB 5 .

uTarif sebesar 5% dari Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak (NPOPKP). uPengenaan sanksi terhadap Wajib Pajak dan pejabat-pejabat umum yang melanggar ketentuan atau tidak melaksanakan kewajibannya. uSemua pungutan atas perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan di luar ketentuan UU ini tidak diperkenankan.Prinsip-prinsip yang diatur dalam UU BPHTB uPemenuhan kewajiban berdasarkan sistem “Self Assessment”. Direktorat PBB 6 . uPenerimaan BPHTB merupakan penerimaan Negara yang seluruhnya diserahkan kepada Pemerintah Daerah.

OBJEK PAJAK Pasal 2 PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN/ATAU BANGUNAN G Pemindahan Hak A Pemberian Hak Baru Direktorat PBB 7 .

Œkelanjutan pelepasan hak.Jenis Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan GPemindahan Hak. waris Pasal 2 ayat (2) zpemasukan dalam perseroan atau badan hukum lainnya. 5. karena : di luar pelepasan hak. |penunjukan pembeli dalam lelang. }putusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap penggabungan usaha 12. hadiah. whibah. peleburan usaha 13. pemekaran usaha 11. v tukar-menukar. {pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan. Direktorat PBB 8 . x hibah wasiat. karena : ujual beli. APemberian Hak Baru. 10.

48 Tahun 1983 Direktorat PBB 9 . 5 / 1960) Diatur dalam UU Rumah Susun (UU No.Jenis hak-hak atas tanah Pasal 2 ayat (3) u hak milik u hak guna usaha u hak guna bangunan u hak pakai u hak milik atas satuan rumah susun u hak pengelolaan Diatur dlm UUPA (UU No. 16 / 1985) Diatur dlm PP No.

Objek Pajak yang tidak dikenakan BPHTB Pasal 3 ayat (1) Objek Pajak yang diperoleh : uPerwakilan diplomatik (asas timbal balik) uNegara untuk kepentingan umum uBadan / perwakilan organisasi internasional uorang pribadi/badan karena konversi hak / perbuatan hukum lain tanpa perubahan nama ukarena wakaf uuntuk kepentingan ibadah Direktorat PBB10 .

hibah wasiat dan pemberian hak pengelolaan diatur dengan PP Pasal 3 ayat (2) Pengenaan BPHTB karena waris dan hibah wasiat. maka adalah wajar apabila perolehan hak karena waris termasuk objek pajak uhibah wasiat merupakan penetapan wasiat yg khusus yg berlaku pada saat pemberi wasiat meninggal dunia upada umumnya penerima hibah wasiat adalah orang pribadi yg masih dalam hubungan keluarga yg tidak mampu atau badan sebagai penghargaan lhak pengelolaan merupakan hak menguasai dari negara atas tanah yang sebagian kewenangannya dilimpahkan kepada pemegang haknya Direktorat PBB11 .OP yang diperoleh karena waris. (PP 111 Thn 2000) usaat Pengenaan BPHTB karena Pemberian hak pengelolaan (PP 112 Thn 2000) pewaris meninggal dunia pada hakikatnya telah terjadi pemindahan hak dari pewaris kepada ahli waris umengingat ahli waris memperoleh hak secara cuma-cuma.

SUBJEK PAJAK (Pasal 4) “Orang pribadi atau badan yang memperoleh hak atas tanah dan atau bangunan” dikenakan kewajiban membayar pajak Wajib Pajak 12 .

TARIF PAJAK Pasal 5 Untuk kesederhanaan dan kemudahan penghitungan pajak Tarif Tunggal 5% Direktorat PBB13 .

hibah dlm lelang .penunjukan pembeli .jual beli .tukar-menukar .DASAR PENGENAAN Pasal 6 Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) Apabila NPOP tidak diketahui atau lebih rendah dari NJOP PBB Harga Transaksi Nilai Pasar .pemberian hak baru. dll NJOP PBB Direktorat PBB14 .

000. termasuk suami/istri paling banyak Rp 60.Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP) Pasal 7 Ditetapkan secara regional oleh Kakanwil DJP dengan mempertimbangkan pendapat Pemda dan perkembangan perekonomian daerah paling banyak Rp 300.00 untuk waris atau hibah wasiat yang diterima orang pribadi dalam hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat ke atas atau ke bawah.00 untuk lainnya Dapat diubah dengan PP Dapat diubah dengan PP Direktorat PBB15 .000.000.000.

NPOPTKP ) x Tarif Direktorat PBB16 .Cara Penghitungan Pajak Pasal 8 BPHTB = ( NPOP .NPOPTKP ) x Tarif atau bila NJOP digunakan sebagai dasar pengenaan : BPHTB = ( NJOP .

Saat Pajak Terutang ( Pasal 9 ) beli ar-menukar ah masukan dlm perseroan/ badan hukum lainnya sejak tgl dibuat misahan hak yang mengakibatkan peralihan dan ditandatanganinya iah akta ggabungan usaha eburan usaha mekaran usaha nlelang nputusan hakim nwaris nhibah wasiat sejak tgl penunjukan pemenang lelang sejak tgl putusan pengadilan yg tetap sejak tgl pendaftaran hak surat keputusan pemberian hak sejak tgl diterbitkannya aru sbg kelanjutan pelepasan hak & di luar pelepasan hak Direktorat PBB17 .

Kota 3.TEMPAT TERUTANG PAJAK Pasal 9 ayat 2 Di Wilayah: 1. Propinsi Yang meliputi letak tanah dan atau bangunan Direktorat PBB18 . Kabupaten 2.

PEMBAYARAN PAJAK TERUTANG ( Pasal 10 ) gmelalui Kantor Pos dan mendasarkan pada adanya surat ketetap terutang dengan tidak atau Bank BUMN atau Bank BUMD atau Direktorat PBB19 .

waktu 5 tahun berdasarkan hasil pemeriksaan/ keterangan lain Pasal 11 S KB KB Dasar penagihan (Pasal 14) WAJIB PAJAK pajak kurang dibayar FISKUS maks. Direktorat PBB20 . 24 bln sejak saat pajak terutang s.d. diterbitkan SKBKB + bunga 2% / bln.Surat Ketetapan BPHTB Kurang Bayar ( SKBKB ) Dalam jk.

waktu 5 tahun berdasarkan hasil pemeriksaan SKB KB kecuali WP melapor sebelum pemeriksaan SKB KBT + kenaikan 100% Dasar penagihan (Pasal 14) FISKUS WAJIB PAJAK NOVUM Direktorat PBB21 .Surat Ketetapan BPHTB Kurang Bayar Tambahan ( SKBKBT ) Pasal 12 Dalam jk.

Surat Tagihan BPHTB ( STB ) Pasal 13 STB menagih pajak yang tidak/kurang dibayar menagih pajak yang kurang dibayar karena salah tulis/hitung pada SSB menagih sanksi adm. berupa bunga dan/atau denda + bunga 2% / bln. maks 24 bln sejak saat pajak terutang DJP DJP Direktorat PBB22 .

KEBERATAN
Pasal 16
SKBKBT

SKBKB

SKBLB
SKBN

maks 3 bln sejak diterimanya skp WAJIB PAJAK

maks 12 bln

KEPUTUSAN - Ditolak - Diterima - Menambah (Pasal 17)

DIRJEN PAJAK
Direktorat PBB23

Banding
Keputusan
Surat

Pasal 18

Keberatan

maks. 3 bln sejak SK Keberatan diterima

Banding
BADAN PENGADILAN PAJAK

WAJIB PAJAK (Menolak)

Apabila SK Keberatan menambah jumlah pajak terutang

WAJIB PAJAK (Menerima)

(merupakan dasar penagihan) Pasal 14

PEMBAYARAN

Direktorat PBB24

KEBERATAN/BANDING YANG DITERIMA

Pasal 19

Keberata n Banding

diterima

kelebihan pembayaran pajak dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% sebulan untuk jangka waktu paling lama 24 bulan dihitung sejak tanggal pembayaran yang menyebabkan kelebihan pembayaran pajak sampai dengan diterbitkannya Keputusan Keberatan atau Putusan Banding

Direktorat PBB25

pengurangan pajak dapat diberikan karena : Kondisi tertentu WP yang ada hubungannya dengan OP Kondisi WP yang ada hubungannya dengan sebab-sebab tertentu Tanah dan atau bangunan yang digunakan untuk kepentingan sosial atau pendidikan yang semata-mata tidak untuk mencari keuntungan Direktorat PBB26 .PENGURANGAN Pasal 20 Atas permohonan WP.

(Pasal 19) SKBLB + bunga 2%/bln apabila pengembalian lewat 2 bln (Ps. 24 bln. 22) SKBLB SKBN Direktorat PBB27 .Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pasal 21 karena pengajuan pengurangan yang diterima karena Keberatan/ Banding yang dikabulkan sebagian atau seluruhnya karena permohonan WP. antara lain dalam hal: kelebihan bayar terlanjur bayar tetapi perolehan haknya batal dilakukan pemeriksaan (Pasal 22) SKBLB + bunga 2%/bln maks.

Pembagian Hasil Penerimaan Pasal 23 uBPHTB merupakan pajak pusat yang hasilnya dibagi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dengan imbangan 20% untuk Pemerintah Pusat 80% untuk Pemerintah Daerah. uBagian penerimaan Pemerintah Pusat dibagikan kepada seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota secara merata. u80% bagian penerimaan Pemerintah Daerah dibagi dengan imbangan 20% untuk Pemerintah Propinsi dan 80% untuk Pemerintah Kabupaten/Kota. Prop Kab/Kt Direktorat PBB28 .

Penandatanganan Akta/ Risalah Lelang .Ketentuan Bagi Pejabat Pasal 24 Syarat : Bukti Pembayaran BPHTB PPAT/Notaris/Pejabat Lelang Kakan Pertanahan Kab/Kota .Pendaftaran hak/peralihan hak Sanksi (Pasal 26): PPAT/Notaris/Pejabat lelang = Denda Rp 7.5 juta Kakan Pertanahan Kab/Kota = PP 30/1980 Direktorat PBB29 .

10 Bulan berikutnya Sanksi (Pasal 26): Lewat waktu denda Rp250 ribu untuk setiap laporan Direktorat PBB30 Bulan ini .Kewajiban Melapor Bagi Pejabat Pasal 25 PPAT/Notaris/ Kepala KLN Batas waktu pelaporan kepada Ditjen Pajak Pembuatan Akta/ Risalah Lelang Tgl.

Ketentuan Penutup Pasal 27 Dengan berlakunya UU BPHTB (1 Januari 1998) Ditunda menjadi Tgl 1 Juli 1998 Ordonansi BBN Stbl. 291 beserta perubahannya. 291 masih tetap berlaku Direktorat PBB31 . 1924 No. sepanjang mengenai pungutan BBN atas pemindahan harta tetap yang berupa tanah dan/atau bangunan dinyatakan tidak berlaku Ketentuan pengenaan pajak atas akta pendaftaran dan pemindahan kapal berdasar Ordonansi BBN Stbl. 1924 No.

hal yang tidak diatur dalam UU BPHTB .Pasal 27A uTerhadap hal . Direktorat PBB32 . peraturan pelaksanaan yang telah ada di bidang BPHTB berdasarkan UU No 21 Tahun 1997 tentang BPHTB tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan belum diatur dengan peraturan pelaksanaan yang baru . uDengan berlakunya UU No 20 Th 2000 . berlaku ketentuan dalam UU KUP .

04/2000 Pengenaan BPHTB Karena Waris dan Hibah Wasiat Pasal 3 ayat (2) Pengenaan BPHTB Karena Pemberian Hak Pengelolaan Penentuan Besarnya NPOPTKP BPHTB Tata Cara Penentuan Besarnya NPOPTKP BPHTB Pasal 3 ayat (2) Pasal 7 ayat (2) Pasal 7 ayat (2) Direktorat PBB33 .Menkeu Nomor 516/KMK.PERATURAN PELAKSANAAN UU BPHTB No PERATURAN PELAKSANAAN TENTANG PELAKSANAAN ATAS UU NO.20 TH 2000 1 2 3 4 5 6 7 PP Nomor 34 Tahun 1997 Kep.04/2000 Pelaporan atau pemberitahuan perolehan hak atas tanah dan atau bangunan Tata cara pelaporan atau pemberitahuan perolehan hak atas tanah dan bangunan Pasal 25 Pasal 25 SKB Meneg Agraria/Ka Laporan bulanan pembuatan akta oleh PPAT dan Pasal 25 BPN dan Dirjen Pajak pemberitahuan bulanan Kakan Pertanahan Kab/Kota PP Nomor 111 Tahun 2000 PP Nomor 112 Tahun 2000 PP Nomor 113 Tahun 2000 Kep.Menkeu Nomor 636/KMK.

No PERATURAN PELAKSANAAN TENTANG PELAKSANAAN ATAS UU NO.04/2000 Pencabutan KMK No.Menkeu Nomor 514/KMK.637/KMK.04/1997 tentang Pasal 3 ayat (2) Tata Cara Pengenaan BPHTB karena Pemberian Hak Pengelolaan Direktorat PBB34 .638/KMK.04/1997 tentang Pasal 3 ayat (2) Tata Cara Pengenaan BPHTB karena Hibah Wasiat Pencabutan KMK No.03/2004 (pengganti Kep.Menkeu Nomor 515/KMK.Menkeu Nomor 32/PMK.04/2000 Per.Menkeu Nomor 87/KMK.03/2002) 517/KMK.Menkeu Nomor 561/KMK.20 TH 2000 9 10 11 12 13 14 Kep.04/2000 Kep. Menkeu Nomor Kep.03/2005 PERATURAN PELAKSANAAN UU Pasal 20 ayat (2) BPHTB Pemberian Pengurangan BPHTB Penunjukan Tempat dan Tata Cara Pembayaran Pasal 10 ayat (2) dan BPHTB ayat (3) Tata Cara Pembagian Hasil Penerimaan BPHTB Pasal 23 ayat (3) antara Pemerintah Pusat dan Daerah SKB Dirjen Anggaran Tata Cara Pembagian dan Penyaluran Penerimaan Pasal 23 ayat (3) dan Dirjen Pajak BPHTB Bagian Pemerintah Pusat Kep.

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 34 TAHUN 1997 TENTANG PELAPORAN ATAU PEMBERITAHUAN PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN ATAU BANGUNAN Direktorat PBB35 .

PELAPORAN ATAU PEMBERITAHUAN PPAT/ Notaris Kepala Kantor Lelang/ Pejabat Lelang Kepala Kantor Pertanahan Kab/Kota PELAPORAN PELAPORAN Pemindahan Pemindahan Hak Hak PEMBERITAHUAN PEMBERITAHUAN Pemberian Hak Pemberian Hak Baru Baru kepada Kepala Kantor Pelayanan PBB yang wilayah kerjanya meliputi letak kepada Kepala Kantor Pelayanan PBB yang wilayah kerjanya meliputi letak tanah dan atau bangunan tanah dan atau bangunan (paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya) (paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya) Direktorat PBB36 .

utanggal dan jumlah setoran dan tanggal akta/Risalah Lelang/surat keputusan pemberian dan Direktorat PBB37 . ustatus hak. uletak tanah dan atau bangunan. uNJOP PBB uharga transaksi atau nilai pasar. unama dan alamat pihak yang mengalihkan yang memperoleh hak. unomor dan tahun SPPT PBB.Isi Laporan atau Pemberitahuan Laporan atau pemberitahuan sekurang-kurangnya memuat : unomor hak. uluas tanah dan bangunan.

TATA CARA PELAPORAN BAGI PEJABAT KMK Nomor 636/KMK.04/1997  Wajib menyampaikan laporan bulanan disertai fotokopi Surat Setoran BPHTB (SSB)  KP PBB yang wilayah kerjanya meliputi letak tanah dan bangunan Direktorat PBB38 .

PEROLEHAN HAK ATAS TANAH KARENA PEMBERIAN HAK BARU  Diberikan oleh : Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota Badan Pertanahan Nasional/Kanwil BPN Tidak melalui : PPAT atau Kantor Lelang Memberitahukan ke Kepala Kantor Pajak Bumi dan Bangunan Dengan disertai bukti SSB Direktorat PBB39 .

atau Pemberitahuan  Disampaikan paling lambat tanggal 10  bulan berikutnya Direktorat PBB40 .

Kakanwil BPN.Laporan bulanan pembuatan akta oleh PPAT dan pemberitahuan bulanan Kakan Pertanahan Kab/Kota SKB 2 TAHUN 1998 / KEP-179/PJ. Ka KPP v Instruksi kepada Kepala KPPBB dan KPP v Instruksi kepada Kepala Kantor Pertanahan Kab/Kota v Instruksi kepada Kepala Kanwil BPN    Direktorat PBB41 ./1998 POKOK-POKOK YANG DIATUR : v Penyeragaman jenis dan bentuk laporan pembuatan akta oleh PPAT dan pemberitahuan bulanan Kakan Pertanahan v Laporan bulanan pembuatan akta oleh PPAT menggunakan formulir khusus (telah ditentukan) v Laporan bulanan PPAT disampaikan paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya kepada Ka Kantor Pertanahan. Ka KPPBB.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 111 TAHUN 2000 TENTANG PENGENAAN BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN KARENA WARIS DAN HIBAH WASIAT ah hib wasiat waris Direktorat PBB42 .

yang berlaku setelah pemberi hibah wasiat meninggal dunia Direktorat PBB43 .Perolehan hak karena WARIS dan HIBAH WASIAT Perolehan hak karena waris adalah perolehan hak atas tanah dan atau bangunan oleh ahli waris dari pewaris. yang berlaku setelah pewaris meninggal dunia Perolehan hak karena hibah wasiat adalah perolehan hak atas tanah dan atau bangunan oleh orang pribadi atau badan dari pemberi hibah wasiat.

50 % Direktorat PBB44 .Pengenaan Perolehan hak karena waris dan hibah wasiat dikenakan sebesar 50% dari BPHTB yang seharusnya terutang.

n.Saat Terutang Saat terutang BPHTB karena waris dan hibah wasiat adalah sejak yang bersangkutan mendaftarkan perolehan haknya ke Kantor Pertanahan Kabupaten/ Kota berdasarkan : üPutusan Hakim/Penetapan Hakim/Ketua Pengadilan ttg pembagian waris üAkta PPAT ttg hibah oleh pelaksana wasiat a. pemberi hibah wasiat üAkta pembagian waris PENDAFTARAN Direktorat PBB45 .

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 112 TAHUN 2000 TENTANG PENGENAAN BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN KARENA PEMBERIAN HAK PENGELOLAAN SK Ha Peng k elolaa n Direktorat PBB46 .

HAK PENGELOLAAN A dalah hak menguasai dari Negara atas tanah yang kewenangan pelaksanaannya sebagian dilimpahkan kepada pemegang haknya untuk : umerencakan peruntukan dan penggunaan tanah. Direktorat PBB47 . umenyerahkan bagian-bagian tanah tersebut kepada pihak ketiga dan atau bekerja sama dengan pihak ketiga. umenggunakan tanah untuk keperluan pelaksanaan tugasnya.

Lembaga Pemerintah lainnya. dan . .PERUM Perumnas Pihak-pihak lainnya 0% 50% dari BPHTB yang seharusnya terutang Direktorat PBB48 .Departemen.Lembaga Pemerintah Non Departemen.Besarnya BPHTB atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan karena pemberian hak pengelolaan yg diterima oleh : . .Pemda Prop dan Kab/Kota .

undangan yang berlaku Direktorat PBB49 .Saat terutangnya BPHTB atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan karena pemberian hak pengelolaan Sejak tanggal ditandatangani dan diterbitkannya surat keputusan SK Hak Pengelolaan pemberian hak pengelolaan sesuai dengan peraturan perundang .

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 113 TAHUN 2000 TENTANG PENENTUAN BESARNYA NILAI PEROLEHAN OBJEK PAJAK TIDAK KENA PAJAK BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN Direktorat PBB50 .

termasuk suami/istri Besarnya ditetapkan paling banyak : Rp60.00 dalam hal perolehan hak karena waris.00 dalam hal lainnya. Direktorat PBB51 .000.000. atau hibah wasiat yang diterima orang pribadi yang masih dalam hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat ke atas atau satu derajat ke bawah dengan pemberi hibah wasiat.NPOPTKP ditetapkan secara regional Rp300.000.000.

Besarnya NPOPTKP ditetapkan oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak atas nama Menteri Keuangan untuk setiap Kabupaten/Kota dengan memperhatikan usulan Pemerintah Daerah NPOPTKP dapat diubah dengan mempertimbangkan perkembangan perekonomian regional Direktorat PBB52 .

Peraturan Dirjen Pajak-16/PJ/2005 Direktorat PBB53 .03/2004 TENTANG PEMBERIAN PENGURANGAN BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN JO.KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 561/KMK.

Dapat diberikan pengurangan BPHTB dalam hal : §Kondisi tertentu WP yang ada hubungannya dengan OP §Kondisi WP yang ada hubungannya dengan sebab-sebab tertentu §Penggunaan untuk kepentingan sosial atau pendidikan PANTI ASUHAN Direktorat PBB54 .

dibuktikan dg surat pernyataan WP dan keterangan dari Pejabat Pemda setempat 3. Dalam hal Yaitu Besarnya pengurangan a. RSS. Kondisi tertentu 1. tidak mampu secara ekonomis ada hubungannya 2. dan Rumah Susun Sederhana diperoleh langsung dari pengembang dan dibayar secara angsuran 4. WP orang pribadi memperoleh hak atas tanah 25% dan atau bangunan RS. WP orang pribadi menerima hibah dari orang 50% pribadi yang mempunyai hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat ke atas atau satu derajat ke bawah Direktorat PBB55 . WP orang pribadi.Besarnya pengurangan BPHTB : No. memperoleh hak baru selain hak 50% dengan Objek pengelolaan. telah menguasai tanah dan atau Pajak bangunan secara fisik > 20 th. memperoleh hak baru 75% Wajib Pajak yang melalui program pemerintah di bidang pertanahan. WP badan.

Kondisi Wajib Pajak yang ada hubungannya dengan sebabsebab tertentu WP yang memperoleh hak atas tanah melalui 50% pembelian dari hasil ganti rugi pemerintah yang nilai ganti ruginya di bawah Nilai Jual Objek Pajak WP yang memperoleh hak atas tanah sebagai 50% pengganti atas tanah yang dibebaskan oleh pemerintah untuk kepentingan umum WP yang terkena dampak krisis ekonomi dan 75% moneter yang berdampak luas pada kehidupan perekonomian nasional sehingga WP harus melakukan restrukturisasi usaha dan atau utang usaha sesuai dengan kebijaksanaan pemerintah 4. Bank Pembangunan Indonesia. Bank Dagang Negara. WP Bank Mandiri yang memperoleh hak atas 100% tanah yang berasal dari Bank Bumi Daya.No Dalam hal Yaitu  Besarnya pengurangan b. dan Bank Ekspor Impor dalam rangkaian proses penggabungan usaha (merger) Direktorat PBB56 .

bangunan yangatau peleburan usaha dari Direktur penggabungan tidak berfungsi lagi seperti semula sebab-sebab lainnya sebab tertentu disebabkan bencana alam atauPNS. Jenderal Pajak 7. WP Badan yang melakukan Penggabungan Usaha 50% Pajak yang (merger) atau Peleburan Usaha (konsolidasi) dengan ada atau tanpa terlebih dahulu mengadakan likuidasi dan 50% hubungannya 6. longsor. purnawirawan TNI. Kondisi Wajib 5.No Dalam hal Yaitu Besarnya pengurangan b. WP yang memperoleh hak atas tanah dan atau telah memperoleh keputusan persetujuan dengan sebab. gunung meletus. tanah pensiunan PNS. POLRI. dan huru-hara yang terjadi POLRI atau janda/duda-nya yang (tiga) bulan sejak dalam jangka waktu paling lama 3 memperoleh hak atas tanah dan atau bangunan rumah dinas penandatanganan akta pemerintah Direktorat PBB57 . TNI. WP orang pribadi Veteran. purnawirawan bumi. gempa 75% seperti kebakaran. banjir.

WP Badan anak perusahaan dari perusahaan 50% dengan sebab. WP KORPRI yang memperoleh hak atas tanah 100% Pajak yang dan atau bangunan dalam rangka pengadaan ada perumahan bagi anggota KORPRI/PNS hubungannya 9.03/2004 No Dalam hal Yaitu Besarnya pengurangan b.asuransi dan reasuransi yang memperoleh hak sebab tertentu atas tanah dan atau bangunan yang berasal dari perusahaan induknya selaku pemegang saham tunggal tunggal sebagai kelanjutan dari pelaksanaan KMK tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi Direktorat PBB58 .Tambahan dalam KMK-561/KMK. Kondisi Wajib 8.

Dalam hal Besarnya pengurangan Tanah dan atau bangunan digunakan untuk 50% kepentingan sosial atau pendidikan yang semata-mata tidak untuk mencari keuntungan. rumah yatim piatu. sekolah yang tidak ditujukan mencari keuntungan. panti jompo.No c. rumah sakit swasta institusi pelayanan sosial masyarakat Direktorat PBB59 . antara lain untuk panti asuhan.

Wajib Pajak Dapat menghitung sendiri besar pengurangan BPHTB sebelum melakukan pembayaran dan membayar BPHTB terutang sebesar perhitungan setelah pengurangan Wajib mengajukan permohonan pengurangan BPHTB Direktorat PBB60 .

n. Menteri Keuangan Direktorat PBB61 . -WP Bank Mandiri. Menteri Keuangan Kepala KP PBB a.n. Menteri Keuangan Kakanwil DJP a.Siapa Yang berwenang memberikan Keputusan Pemberian Pengurangan BPHTB ??? bagi bagi -WP Badan terkena dampak krisis ekonomi dan moneter.5 milyar < BPHTB terutang < Rp5 milyar Dirjen Pajak a.n. dan -WP Badan melakukan merger/konsolidasi BPHTB terutang > Rp5 milyar lainnya BPHTB terutang < Rp2.5 milyar Rp2.

Fotokopi Akta/Risalah Lelang/Keputusan Pemberian Hak Baru/Putusan Hakim/Sertifikat Hak atas tanah atau Hak Milik atas Satuan Rumah Susun/Dokumen lain.Bank Mandiri .Fotokopi KTP/SIM/Paspor/KK/identitas lain. Lain yg terkait f.WP PERMOHONAN PENGURANGAN BPHTB Selain :. 1 Kepala Kantor Pelayanan PBB paling lama 3 bulan sejak saat terutang BPHTB Direktorat PBB62 . b.Fotokopi lembar 1 SSB.Surat Keterangan Lurah/Kepala Desa/Ket.dampak krisis ekonomi dan moneter .Fotokopi SPPT PBB tahun terutang BPHTB c.merger/konsolidasi -Tertulis -Dalam bahasa Indonesia -Disertai alasan-alasan yang jelas -Melampirkan: a. d. e.

c. 2 Direktur Jenderal Pajak paling lama 3 bulan sejak saat pembayaran Direktorat PBB63 .WP Badan menguasai secara fisik > 20 tahun -Tertulis -Dalam bahasa Indonesia -Disertai alasan-alasan yang jelas -Melampirkan: a. b.Dokumen lain yg harus dipenuhi berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku.dampak krisis ekonomi dan moneter .SSB.Bank Mandiri .WP PERMOHONAN PENGURANGAN BPHTB Dalam hal : .Fotokopi Akta Penggabungan Usaha/Akta PPAT untuk penggabungan usaha yang didahului dengan mengadakan likuidasi/keputusan BPPN atau bukti bahwa telah disetujui oleh pemerintah untuk restrukturisasi usaha dan atau utang usaha.penggabungan usaha (merger) .

Permohonan pengurangan BPHTB Yang tidak memenuhi syarat-syarat Tidak dianggap sebagai surat permohonan pengurangan sehingga tidak dapat dipertimbangkan Direktorat PBB64 .

6 bulan (untuk Dirjen Pajak) sejak tanggal diterima permohonan pengurangan BPHTB dapat berupa: Mengabulkan seluruhnya Mengabulkan sebagian Jika tidak Permohonan WP dianggap dikabulkan menolak Direktorat PBB65 .Keputusan Pemberian Pengurangan BPHTB Harus diberikan dalam waktu paling lama 3 bulan (untuk Kepala KP PBB).

04/2000 TENTANG PENUNJUKAN TEMPAT DAN TATA CARA PEMBAYARAN BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN Direktorat PBB66 .KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 517/KMK.

TATA CARA PEMBAYARAN TEMPAT PEMBAYARAN (BANK/KANTOR POS PERSEPSI) SSB (bentuk ditetapkan Dirjen Pajak) WP pusat propinsi Kab/kota membagi saldo penerimaan setiap hari Rabu atau hari kerja berikutnya apabila Rabu libur Melimpahkan saldo penerimaan setiap hari Jumat atau hari kerja berikutnya apabila Jumat libur ke BO III BANKOPERASIONAL III Direktorat PBB67 .

TEMPAT PEMBAYARAN : KANTOR POS/BANK (BUMN/BUMD)/TEMPAT PEMBAYARAN LAIN YANG DITUNJUK OLEH MENKEU UNTUK MENERIMA PEMBAYARAN/PENYETORAN BPHTB DAN MELIMPAHKAN SALDO PENERIMAAN TSB KE BANK OPERASIONAL III BANK (BUMN/BUMD) YANG DITUNJUK OLEH MENKEU UNTUK MENERIMA PEMINDAHBUKUAN SALDO PENERIMAAN BPHTB DAN MEMBAGI SALDO PENERIMAAN TSB KE INSTANSI YANG BERHAK BANK OPERASIONAL III : Tempat pembayaran dan BO III ditunjuk oleh Dirjen Anggaran (pelimpahan wewenang dari Menkeu) atas usulan Dirjen Pajak Direktorat PBB68 .

Dirjen Perbendaharaan dan Gubernur BI Direktorat PBB69 . penunjukan DICABUT PENGAWASAN dilakukan oleh Dirjen Pajak.SANKSI Tempat pembayaran/BO III yang terlambat/tidak membagi/tidak memindahbukukan saldo penerimaan sebagaimana ditentukan dikenakan denda administrasi berupa denda 3% per bulan dari saldo yang terlambat/tidak dibagi/tidak dipindahbukukan Dirjen PBn a/n Menkeu MEMBERI PERINGATAN ke Tempat Pembayaran/BO III yang melanggar ketentuan 3 x peringatan.

03/2005 TENTANG TATA CARA PEMBAGIAN HASIL PENERIMAAN BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN ANTARA PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH Direktorat PBB70 .PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 32/PMK.

HASIL PENERIMAAN BPHTB MERUPAKAN PENERIMAAN NEGARA harus disetor seluruhnya ke Kas Negara  PENERIMAAN PEMERINTAH PUSAT 20 % 80 % PENERIMAAN DAERAH Direktorat PBB71 .

PENERIMAAN PEMERINTAH DAERAH PENERIMAAN PEMERINTAH DAERAH (( 80% )) 80% PEMERINTAH PROPINSI ybs 20 % 80 % PEMERINTAH KAB/KOTA ybs merupakan pendapatan Daerah dan setiap tahun anggaran dicantumkan dalam APBD Direktorat PBB72 .

PENERIMAAN PEMERINTAH PUSAT PENERIMAAN PEMERINTAH PUSAT (( 20% )) 20% Dibagikan kepada seluruh Kabupaten/Kota Dibagikan kepada seluruh Kabupaten/Kota Direktorat PBB73 .

214 T (APBN) Direktorat PBB74 . 1.182 T Rp.1 T Rp. 3.309 T Rp.Perkembangan Penerimaan BPHTB 1998/1999 2002 2003 2004 2005 Rp. 3. 0.648 T Rp. 2.

******TERIMA KASIH****** 75 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->