BIAYA MODAL DAN STRUKTUR MODAL PERUSAHAAN MULTINASIONAL Biaya modal (cost of capital) mempunyai dampak yang besar

terhadap nilai suatu perusahaan multinasional (MNC). Untuk mendanai kegiatannya, MNC menggunakan struktur modal (yaitu proporsi antara hutang dan modal) yang dapat meminimalkan biaya modalnya, dan dengan demikian memaksimalkan nilai MNC. BIAYA MODAL: LATAR BELAKANG Modal dari suatu perusahaan terdiri atas ekuitas dan hutang. Biaya dari laba ditahan merupakan biaya oprtunitas.Biaya dari saham biasa baru juga menggambarkan suatu biaya oportunitas. Biaya ini melebihi biaya dari laba ditahan karena mengandung beban-beban yang berhubungan dengan penerbitan saham baru. Biaya dari hutang perusahaan adalah bunga yang harus ditanggung perusahaan. Perusahaan berupaya menggunakan suatu struktur modal yang akan meminimalkan biaya modal mereka. Biaya modal rata-rata tertimbang (yang disimbolkan dengan kc) dapat diukur dengan persamaan:
¨ E ¸ ¨ D ¸ kc ! © ¹k e ¹k d (1 s t )  © ªDEº ªDEº

Dimana D adalah jumlah hutang perusahaan, kd adalah biaya hutang sebelum pajak, t adalah tarif pajak korporasi, E adalah jumlah ekuitas perusahaan, dan ke adalah biaya dari ekuitas. Keuntungan menggunakan hutang karena pembayaran bunga bersifat tax deductible. Akan tetapi semakin besar penggunaan hutang meningkatkan kemungkinan kebangkrutan. Trade off antara keunggulan hutang dan kelemahannya diilustrasikan dalam gambar 18.1 GAMBAR 18.1 Mencari Struktur Modal yang Tepat

Biaya modal

x Rasio hutang

BIAYA MODAL PERUSAHAAN MULTINASIONAL Karakteristik khusus dari perusahaan multinasional yang membedakannya dengan perusahaan domestik murni. Penalaran ini didasarkan pada anggapan bahwa penjualan total tidak akan dipengaruhi secara . 3. Yaitu. karena pendapatan yang dihasilkan oleh anak perusahaan kemungkinan besar akan didenominasi dalam valuta yang sama valuta dari pinjaman. Ukuran perusahaan. jika suku bunga yang berlaku di negara tamu relatif rendah. Jika arus kas masuk sebuah perusahaan berasal dari berbagai sumber di seluruh dunia. Di samping itu. MNC yang sering kali meminjam dalam jumlah yang substansial mungkin memperoleh perlakuan istimewa dari para kreditor. Karena biaya pendanaan bervariasi antar pasar.1). dan tidak selalu menaikkan exposure MNC terhadap risiko nilai tukar. akses MNC ke dalam pasar-pasar modal internasional memungkinkannya untuk mendapatkan dana dengan biaya yang lebih murah dibandingkan perusahaan domestik murni. Namun pertumbuhan perusahaan bisa tertahan jika tidak mau berekspansi ke dalam pasar internasional.yaitu: 1. Di samping itu. Harus diingat bahwa hal ini semata-mata diakibatkan oleh ukuran MNC. bukan oleh tingkat keterlibatan MNC dalam bisnis internasional. mereka mungkin lebih mampu meraih ukuran yang diperlukan untuk meraih perlakuan yang istimewa dari para kreditor. sehingga mengurangi biaya modal mereka. anak perusah aan tidak perlu mengandalkan kebutuhan pembiayaan dari induk. Karena perusahaan multinasional bisa meraih pertumbuhan dengan mudah dibanding perusahaan domestik murni. Biaya modal sebuah perusahaan berhubungan erat dengan probabilitas kebangkrutannya (seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 18. kapitalisasi dari penerbitan saham atau obligasi mereka yang relatif besar memungkinkan mereka untuk menurunkan biaya emisi sebagai persentase dari nilai emisi. Akses ke dalam pasar modal internasional. 2. Diversifikasi internasional. perusahaan anak bisa mendapatkan dana lokal dengan biaya lebih murah daripada perusahaan induknya sendiri. perusahaan domestik murni pun mendapat perlakuan yang sama jika ukurannya besar. Dalam hal ini. Perusahaan multinasional bisa mendapatkan dana dari pasar-pasar modal internasional. arus kas masuk tersebut mungkin lebih stabil. Bentuk pembiayaan semacam itu dapat menurunkan biaya modal. walaupun tetap membutuhkan sejumlah bantuan manajerial dari induk.

3 faktor pertama memiliki hubungan positif dengan biaya modal perusahaan multinasional. Karena kemungkinan kebangkrutan lebih tinggi jika arus kas masa depan lebih tidak pasti. Sebagai contoh Exxon Corporation telah memiliki banyak pengalaman dalam menilai kelayakan dan potensi di luar negeri. exposure terhadap nilai tukar bisa mengarah pada biaya modal yang lebih tinggi. Perusahaan yang lebih terekspos terhadap fluktuasi nilai tukar biasanya akan memiliki distribusi arus kas yang lebih bergejolak di periode-periode yang akan datang. Ada bentuk-bentuk country risk lain yang tidak sama bahayanya dengan penyitaan aset walaupun tetap mempengaruhi arus kas perusahaan multinasional. Sebuah perusahaan multinasional yang mendirikan anak-anak perusahaan di luar negeri menghadapi kemungkinan disitanya aset-aset aak perusahaan oleh pemerintah tamu. Exxon akan menambah premium ke dalam required rate of return dari proyek yang berhubungan. jika arus kas tersebut sangat terekpos terhadap risiko nilai tukar. Sejauh negara-negara individual independen satu sama lain. probabilitas kebangkrutan MNC meningkat. ceteris paribus. arus kas neto dari suatu portofolio yang terdiri dari perusahaan anak akan mengandung variabilitas yang lebih rendah. Semakin tinggi aset MNC yang diinvestasikan di luar negeri semakin tinggi kemungkinan kebangkrutan (dan semakin tinggi pula biaya modal). yang bisa mengurangi probabilitas kebangkrutan dan dengan demikian menurunkan biaya modal. Arus kas sebuah perusahaan multi nasional mungkin lebih bergejolak daripada arus kas perusahaan domestik yang ada dalam industri yang sama. Exposure terhadap risiko nilai tukar.signifikan oleh satu perekonomian tunggal. Secara umum. 6. seperti perubahan undang-undang pajak oleh pemerintah tamu. Perbandingan Biaya Modal Menggunakan CAPM . sementara risiko nilai tukar dan risiko negara memiliki hubungn negatif. Jika Exxon melihat ada tanda-tanda akan bergantinya pemerintah atau kebijakan pajak di suatu negara. 5. 4. dan sebagainya. Exposure terhadap µcountry risk¶. Jika aset disita dan kompensasi yang wajar tidak disediakan.

semakin rendah risiko sistematis dari proyek. tiap proyek mengandung dua tipe risiko: (1) gejolak arus kas non-sistematis yang unik bagi perusahaan. yang menerima arus kas yang dihasilkan oleh beberapa proyek. Beta mewakili sensitivitas pengembalian dari saham terhadap pengembalian pasar (indeks harga saham biasanya digunakan sebagai pengganti tingkat pengembalian pasar). dan (2) risiko sistematis. Jadi biaya modal perusahaan multinasional akan menurun jika volume penjualannya meningkat. Bagi sebuah perusahaan multinasional yang sangat terdiversifikasi. karena dapat didiversifikasikan.Untuk menilai bagaimana tingkat pengembalian yang diinginkan perusahaan multinasional berbeda dari tingkat pengembalian yang diinginkan oleh perusahaan domestik murni. Teori CAPM menyatakan bahwa risiko non-sistematis dari proyek dapat diabaikan. Tetapi. Pendukung-pendukung CAPM mengemukakan bahwa beta dari proyek dapat digunakan untuk menentukan required rate of return dari proyek. karena mempengaruhi semua proyek dengan cara yang sama. dan (3) beta dari saham. Semakin rendah beta dari proyek.Rf) Di mana: Rf = Tingkat pengembalian bebas-risiko km = Tingkat pengembalian pasar B = Beta dari saham CAPM menyiratkan bahwa tingkat pengembalian yang diinginkan dari saham sebuah perusahaan merupakan fungsi positif dari (1) suku bunga bebas-risiko. CAPM mendefinisikan tingkat pengembalian yang diinginkan ( ke ) dari saham sebagai: ke = Rf+ B(km . (2) tingkat pengembalian pasar. dengan demikian. Sebuah perusahaan multinasional tidak memiliki kontrol apapun terhadap suku bunga bebas-risiko atau tingkat pengembalian pasar. Beta dari proyek mewakili sensitivitas dari aliran kas (yang dihasilkan proyek) terhadap kondisi pasar. dan semakin rendah tingkat pengembalian yang . tetapi mampu mempengaruhi betanya. risiko sistematis tidak dapat didiversifikasikan. capital asset pricing model (CAPM) dapat diterapkan. Sebuah proyek yang aliran kasnya terisolasi dari kondisi pasar akan memiliki beta yang rendah. Perusahaan multinasional yang mampu menaikkan volume penjualan di luar negeri akan mampu menurunkan beta dari sahamnya. mengurangi tingkat pengembalian yang diinginkan oleh para investor.

Jika investorinvestor AS menginvestasikan sebagian dari mereka di AS. nilai investasi mereka akan sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar global. Dan jika risiko ini juga diperhitungkan dalam menilai risiko dari proyek. sekalipun arus kas yang akan dihasilkan oleh proyek ini tidak merniliki korelasi dengan pasar AS. karena alasan-alasan yang telah disajikan. bisa dibenarkan untuk menggunakan pasar AS saat mengukur beta dari proyek milik MNC AS. mereka lebih suka berinvestasi dalam perusahaan yang memiliki sensitivitas yang rendah terhadap kondisi pasar global untuk mendapatkan lebih banyak manfaat diversifikasi. Karena pasar-pasar semakin terintegrasi dari waktu ke waktu. Jika tingkat pengembalian yang diinginkan rendah. Meskipun begitu. maka tingkat pengembalian yang diinginkan dari proyek MNC seharusnya lebih rendah. Jika diasumsikan bahwa pasar-pasar tersegmentasi satu sama lain. sensitivitas dari harga saham mereka terhadap indeks pasar). investasi mereka secara sistematis dipengaruhi oleh pasar AS. Konsekuensinya. Perusahaan yang memiliki beta yang rendah akan lebih menarik di mata investor AS karena menawarkan banyak manfaat diversifikasi. sebuah proyek berskala besar dalam negara berkembang yang kondisi politiknya sangat labil dan memiliki country risk yang tinggi akan dianggap sangat berisiko oleh banyak perusahaan multinasional. Yaitu. Perusahaan multinasinasional yang mampu mengimplementasikan proyek yang . harus ditekankan di sini bahwa risiko non sistematis dari proyek tetap dipandang relevan oleh sejumlah perusahaan multinasional. Teori capital asset pricing (CAP) dengan demikian mendukung anggapan bahwa biaya modal dari perusahaan multinasional secara umum lebih rendah daripada biaya modal perusahaan domestik. Perusahaan multinasional yang mengimplementasikan proyek ber-beta rendah mungkin mampu menurunkan beta mereka sendiri (yaitu. seseorangmungkin berpendapat bahwa pasar global merupakan pasar yang lebih tetap daripada pasar AS bagi perusahaan multinasional AS. tingkat pengembalian yang diinginkan dari proyek MNC belum tentu lebih rendah daripada tingkat pengembalian yang diinginkan proyek perusahaan domestik murni. Jika proyek perusahaan multinasional memperlihatkan beta yang lebih rendah daripada proyek perusahaan domestik murni. tidak hanya kondisi pasar AS. berarti biaya modal juga rendah.diinginkan dari proyek semacam itu. jika investor membeli saham dari banyak negara. Bahkan. Hal ini menyiratkan bahwa perusahaan multinasional mungkin memandang risiko non-sistematis sebagai faktor yang penting pada saat menentukan tingkat pengembalian yang diinginkan dari proyek luar negeri.

mungkin karena rendahnya biaya transaksi dan biaya pengumpulan informasi. Perbedaan-perbedaan dalam biaya hutang antar negara akan dijelaskan terlebih dahulu. investasi mereka dipengaruhi secara sistematis oleh kondisi pasar AS. meminimisasi exposure terhadap aspek-aspek yang akan menaikkan biaya modalnya. pemahaman mengenai perbedaan-perbedaan dalam biaya dari masing-masing komponen modal (hutang dan ekuitas) dapat membantu menjelaskan mengapa perusahaan multinasional yang berbasis di sejumlah negara cenderung memiliki struktur modal yang lebih padat-hutang daripada perusahaan multinasional yang berbasis di negara-negara yang lain. perbedaan biaya modal antar negara memungkinkan perusahaan multinasional untuk menyesuaikan operasi internasional dan sumber dana mereka dalam rangka mengambil keuntungan dari perbedaan tersebut.agak terisolasi dari kondisi pasar global akan dianggap sebagai wahana investasi yang lebih menarik oleh para investor. Ketiga. yang diikuti dengan penjelasan tentang perbedaan-perbedaan dalam biaya ekuitas. Hal ini memungkinkan sejumlah perusahaan multinasional untuk menaikkan pangsa pasar global mereka dengan mudah. hal ini menyebabkan mereka sangat memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi pasar AS. hal ini dapat menjelaskan mengapa perusahaan multinasional yang berbasis di sejumlah negara memiliki keunggulan kompetitif atas MNC yang lain. Kesimpulannya. Tetapi. Pertama. Jadi. BIAYA MODAL DI BERBAGAI NEGARA Pemahaman tentang mengapa biaya modal bervariasi antar negara penting untuk tiga alasan. kita dapat menggunakan pembahasan ini untuk memahami mengapa sebuah perusahaan multinasional berusaha mengambil keuntungan penuh dari aspek-aspektertentu yang akan menurunkan biaya modalnya dan sebaliknya. kita tidak dapat menyatakan secara pasti bah perusahaan multinasional wa akan merniliki biaya modal yang lebih rendah daripada perusahaan domestik murni yang beroperasi dalam industri yang sama. Perbedaan dalam Biaya Hutang . investor AS masih cenderung berfokus pada saham-saham AS. Kedua. Seperti halnya perbedaan dalam teknologi atau sumber daya. biaya modal antar negara juga berbeda. Meskipun pasar-pasar semakin terintegrasi.

sejumlah pakar menyatakan bahwa kebijakan moneter longgar akan menimbulkan peningkatan suku bunga dengan menaikkan ekspektasi inflasi dan permintaan dana. tiap bank sentral mengimplementasikan kebijakan moneter yang berbeda. Biaya hutang mungkin lebih tinggi di sejumlah negara dibanding negara-negara lain karena tingginya suku bunga bebas risiko. Ketentuan-ketentuan perpajakan di sejumlah negara dirancang untuk mendorong orang agar lebih banyak menabung. kebijakan-kebijakan moneter. Sejumlah faktor yang memiliki pengaruh semacam itu (meskipun bervariasi antar negara) adalah ketentuan ketentuan perpajakan. dan tentu saja. Berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan dalam suku bunga bebas-risiko dan premium risiko. yang bisa mempengaruhi penawaran tabungan. begitu juga kondisi permintaan dan penawaran. suku bunga. dan kondisi ekonomi. dan hasilnya adalah suku bunga yang berbeda di tiap negara. aspek-aspek demografis. Peraturan-peraturan pajak sebuah negara yang berhubungan dengan penyusutan dan kredit pajak investasi (investment tax credit) dapat juga mempengaruhi suku bunga melalui pengaruhnya atas permintaan dana oleh korporasi. dan dengan demikian.Biaya dari hutang (cost of debt) bagi sebuah perusahaan sangat ditentukan oleh suku bunga bebas-risiko dari valuta yang dipinjam dan premium risiko yang diminta oleh kreditor. Kondisi demografis (jumlah populasi dan sebagainya) dari sebuah negara mempengaruhi penawaran tabungan dan permintaan terhadap dana pinjaman. Suku bunga bebas-risiko ditentukan oleh interaksi antara permintaan dan penawaran dana. . Perbedaan dalam Suku Bunga Bebas-Risiko. dan dengan demikian. atau karena premium risiko yang diminta lebih tinggi. suku bunga nominal. Namun. Karena kondisi-kondisi demografis berbeda antar negara. Negara-negara yang sebagian besar populasinya berusia muda cenderung memiliki suku bunga yang tinggi karena rumah tangga berusia muda biasanya menabung sedikit dan banyak meminjam. Kebijakan moneter yang diimplementasikan tiap bank sentral mempengaruhi penawaran dana. Negara-negara yang menerapkan kebijakan moneter yang longgar (sehingga pertumbuhan uang beredar menjadi tinggi) bisa meraih suku bunga nominal yang rendah jika mereka dapat mengendalikan laju inflasi. suku bunga. Setiap faktor yang mem pengaruhi permintaan atau penawaran akan mempengaruhi suku bunga bebas-risiko. Poin yang relevan di sini adalah bahwa terlepas dari bagaimana suatu kebijakan moneter mempengaruhi suku bunga.

Jadi. Pemerintah tentu akan menyelamatkan perusahaan miliknya. probabilitas sebuah perusahaan tidak mampu memenuhi kewajiban-kewajibannya menjadi lebih rendah pula. intervensi pemerintah. Sebagai contoh. risiko munculnya resesi relatif rendah. Di Jepang. Biaya dari hutang di banyak negara berkembang jauh lebih tinggi daripada biaya hutang di negara industri. Bahkan. Ekspektasi inflasi yang tinggi di negara-negara berkembang menyebabkan para kreditor meminta suku bunga bebas risiko yang tinggi pula. terutama disebabkan oleh kondisi ekonomi. Di AS. Hubungan antara korporasi dengan kreditor di sejumlah negara lebih erat daripada di negaranegara yang lain. pemerintah mungkin menyediakan subsidi langsung atau kredit kepada perusahaan yang pailit. sehingga kreditor di sana juga meminta premium risiko yang lebih rendah. tetapi kemungkinan pemerintah AS akan turun tangan menyelamatkan perusahaan yang pailit lebih rendah dibandingkan pemerintah-pemerintah . Premium risiko dari hutang harus cukup besar demi menyediakan kompensasi kepada kreditor terhadap risiko ketidakmampuan peminjam melunasi kewajiban-kewajibannya. dan premium risiko yang diminta kreditor juga akan rendah. Biaya dari masalah-masalah keuangan pada sebuah perusahaan Jepang ditanggung dengan beragam cara oleh manajemen perusahaan. Jadi kecil kemungkinan (untuk suatu jumlah hutang tertentu) perusahaan Jepang akan pailit. Pemerintah di sejumlah negara sering melakukan intervensi untuk menyelamatkan perusahaan yang mau bangkrut. semua pihak yang terlibat memiliki lebih banyak motivasi untuk menyelesaikan masalah. di Inggris banyak perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki pemerintah. dan tingkat ungkitan keuangan. Walaupun pemerintah telah beberapa kali melakukan intervensi untuk melindungi industri-industri tertentu. hubungan antara korporasi dengan kreditor. bantuan dari pemerintah tidak se ring terjadi. para kreditor selalu siap mengucurkan kredit jika sebuah korporasi mengalami masalah keuangan sehingga menurunkan risiko illiquidity. Karena masalah-masalah keuangan tidak ditanggung sepenuhnya oleh kreditor. kreditor dan pelanggan. Perbedaan dalam Premium Risiko. suku bunga juga akan berbeda antar negara. Risiko ini bisa bervariasi antar negara karena perbedaan kondisi ekonomi. sekalipun tidak emiliki saham selembarpun. karena pembayar pajak tidak mau menanggung biaya dari corporate mismanagement. Jika kondisi ekonomi dalam suatu negara lebih stabil.Karena kondisi ekonomi mempengaruhi suku bunga.

Perusahaan di sejumlah negara memiliki kapasitas peminjaman yang lebih besar karena kreditor-kreditor mereka mau mentolerir tingkat ungkitan keuangan yang lebih tinggi. Seandainya biaya modal nominal bagi perusahaan Inggris lebih rendah. Biaya dari hutang sebelum pajak (yang diukur menggunakan yield dari obligasi korporasi) untuk berbagai negara ditampilkan dalam Gambar 18. Perbedaan dalam Biaya Ekuitas . Bahkan. perusahaan multinasional yang beroperasi di negara-negara yang memiliki biaya modal tinggi mungkin bakal menjual proyek berjalan mereka jika biaya pendanaan dianggap mulai meninggi. perusahaan di Jepang dan Jerrnan memiliki tingkat ungkitan keuangan yang lebih tinggi daripada perusahaan AS. Dengan demikian. Sebagai contoh. Lloyd Bank mungkin tidak akan menjual opera si mereka yang ada di AS. faktor-faktor lain yang dimaksud tentu saja tidak sama. menurun tajam selama awal tahun 1980-an. premium risiko (untuk jumlah hutang tertentu) yang diminta para kreditor di AS lebih tinggi dibandingkan kreditor-kreditor negara lain. dan kembali menurun se lama awal tahun 1990-an. Biaya hutang di berbagai negara secara umum memiliki korelasi positif dari waktu ke waktu.2. Tetapi. mendatar selama akhir tahun 1980-an. Perbandingan Biaya Hutang di Berbagai Negara. dan perusahaan dapat mendapatkan pengembalian yang se tara jika mengalihkan investasi ke dalam pasar uang Inggris. Jika semua faktor lain diasumsikan sama.lain. perusahaan yang memiliki ungkitan keuangan tinggi harus membayar premium risiko yang lebih tinggi. Di samping itu. Perusahaan multinasional yang beroperasi dalam negara-negara yang memiliki biaya modal tinggi barangkali akan dipaksa untuk menolak proyek yang mungkin layak diterapkan oleh MNC yang beroperasi di negara-negara yang memiliki biaya modal rendah. Alasan Lloyd adalah rendahnya tingkat pengembalian. Perbedaan biaya hutang antar negara terutama disebabkan oleh perbedaan dalam suku bunga bebas risiko. perusahaan ini dibolehkan untuk menggunakan tingkat ungkitan keuangan yang lebih tinggi karena memiliki hubungan unik dengan kreditor dan pemerintah. Biaya hutang nominal bagi perusahaan dalam masing-masing negara mencapai puncaknya pada tahun 1980. Lloyd Bank dari Inggris memutuskan untuk menjual operasioperasi perbankan mereka yang ada di AS pada tahun 1989. Sebagai contoh.

Pengembalian dari ekuitas ini dapat disetarakan dengan suku bunga bebas-risiko yang seharusnya bisa dihasilkan oleh pemegang saham. pengembalian potensialnya relatif tinggi. yang tidak hanya mempengaruhi biaya dari hutang. Tetapi. biaya ekuitas dalam sebuah negara dapat diestimasikan memakai rasio harga/laba. Di samping itu. Karena biaya hutang dan biaya ekuitas berbeda antar negara. Biaya dari ekuitas juga didasarkan pada peluang investasi di negara yang bersangkutan. Jepang biasanya memiliki suku bunga bebas-risiko rendah. tetapi secara tidak langsung juga mempengaruhi biaya dari ekuitas. Rasio harga/laba berhubungan dengan biaya modal karena rasio ini mencerminkan proporsi harga saham perusahaan terhadap kin erja perusahaan (yaitu. Artinya. rasio harga/laba dari perusahaan Jepang umumnya tinggi. sehingga biaya oportunitas juga tinggi. biaya dari pembiayaan memakai ekuitas adalah rendah. biaya dari ekuitas dengan demikian juga bervariasi dari satu negara ke negara lain. dan faktor-faktor lain. Dalam sebuah negara yang menyediakan banyak peluang investasi. biaya modal juga akan tinggi. Menggabungkan Biaya Hutang dan Biaya Ekuitas Biaya dari hutang dan biaya dari ekuitas dapat digabungkan untuk menghitung biaya modal. Karena suku bunga bebas-risiko bervariasi antar negara. Jepang sering disebutkan sebagai negara yang memiliki biaya modal rendah. dapat dimengerti mengapa biaya modal bagi perusahaan yang berbasis di negara -negara tertentu lebih rendah. laba). Perusahaan multinasional dapat berupaya mengakses modal dari negara-negara yang biaya modalnya rendah. ditambah premium yang mencerminkan risiko dari perusahaan. Rasio harga/laba yang tinggi menyiratkan bahwa perusahaan menerima harga yang tinggi dari penjualan saham baru untuk tingkat laba tertentu.Biaya dari ekuitas dalam sebuah negara merefleksikan biaya oportunitas: apa yang bisa dihasilkan pemegang-pemegang saham dari investasi yang memiliki risiko yang setara seandainya ekuitas didistribusikan kepada mereka. Menurut McCauley dan Zimmer. laju pertumbuhan laba. Tetapi jika modal tersebut kemudian digunakan untuk mendukung operasi-operasi yang berlokasi di negara yang lain. rasio harga/laba harus disesuaikan untuk memperhitungkan dampak dari inflasi. Proporsi hutang dan ekuitas yang digunakan oleh perusahaan dalam tiap negara menentukan besamya biaya modal ini. yang memungkinkan mereka untuk mendapatkan pembiayaan ekuitas dengan biaya yang relatif murah. dan selanjutnya. perusahaan multinasional harus menanggung risiko nilai .

biaya dari modal mungkin pada akhirnya ternyata lebih tinggi dari yang diperkirakan.tukar. Jadi. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful