P. 1
Kesehatan+Dan+Keselamatan+Kerja

Kesehatan+Dan+Keselamatan+Kerja

|Views: 107|Likes:
Published by Dwi Huda

More info:

Published by: Dwi Huda on Sep 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/29/2012

pdf

text

original

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

• •

View clicks

Posted November 21st, 2008 by dani_boy

Hukum Indonesia

Rabu, 24 Mei 2006 Kesehatan dan Keselamatan Kerja Diabaikan Bandung, Kompas - Penyediaan fasilitas kesehatan dan keselamatan kerja belum dipahami pengusaha atau pemilik pabrik, bahkan oleh pekerja. Padahal, sarana dan prasarana itu mampu memperpanjang usia kerja para karyawan perusahaan. Kepala Balai Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hiperkes) dan Keselamatan Kerja Bandung Ferry Benson mengatakan, kesadaran pengusaha di Jawa Barat menyediakan fasilitas kesehatan dan keselamatan untuk karyawannya relatif rendah. "Kesadaran perusahaan menjamin kesehatan dan keselamatan karyawan masih kecil. Yang sudah ada kebanyakan karena tuntutan buyer, terutama luar negeri," ujar Ferry, Selasa (23/5) di Bandung. Penyebab lain, belum diperhatikannya kesehatan dan keselamatan di lingkungan kerja, karena biaya peralatan perlindungan diri yang harus disediakan relatif mahal. Misalnya, alat penutup telinga harganya Rp 600.000 per unit. Secara ekonomis biaya yang harus ditanggung perusahaan kian besar. Salah satu bukti ketidakpedulian pekerja terhadap kesehatan dan keselamatan mereka, kata Ferry, buruh pabrik tidak pernah meneriakkan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja. Diakui Waras Warsito, Wakil Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Jabar, kurang adanya kesadaran keselamatan dan kesehatan di lingkungan kerja. Pengusaha sering melanggar standar yang telah ditetapkan petugas pengawas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, sedangkan pekerja malas menggunakan alat perlindungan diri yang sudah disiapkan. Sumber : http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0605/24/Jabar/2336.htm PEMBAHASAN Jika seorang buruh ditanyakan mengenai berbagai masalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) jawaban yang umum di lontarkan adalah mereka tidak begitu mengetahui masalah satu ini walaupun sekilas pernah mendengarnya. Artinya, persoalan K3 bagi buruh ditempatkan jauh dibawah persoalan seperti upah rendah serta hak-hak lainnya. Masalah K3 yang termasuk dalam suatu sistem perusahaan terkadang terlupakan oleh para pekerja sendiri yang sebenarnya merupakan objek dan subjek persoalan. Pada dasarnya, tujuan K3, antara lain sebagai alat untuk mencapai derajat kesehatan

c. pekerja dan masyarakat. usaha untuk segera mengatasi masalah keselamatan dan kesehatan kerja setelah suatu kejadian timbul. ada beberapa usaha yang dapat dilakukan agar para buruh tetap produktif dan mendapatkan jaminan perlindungan keselamatan kerja. K3 bukan tanggung jawab pemerintah dan pengusaha saja. kesadaran karyawan tentang keselamatan kerja dan tanggung jawab perusahaan dan karyawan sehingga perusahaan memiliki tingkat perlindungan yang dibutuhkan. d. pengusaha. Untuk menerapkan strategi di atas terdapat beberapa pendekatan sistematis yang dilakukan secara terintegrasi agar program kesehatan dan keselamatan kerja dapat berjalan efektif di dalam perusahaan terkait. Perundangan tidak akan ada faedahnya. Pihak manajemen dapat menggunakan tingkat derajat keselamatan dan kesehatan kerja yang rendah sebagai faktor promosi perusahaan ke khalayak luas. Perlu ditetapkan bentuk perlindungan bagi karyawan dalam menghadapi kejadian kecelakaan kerja. yaitu : a. yaitu : a. Untuk mencegah gangguan kesehatan dan daya kerja. KESIMPULAN Secara faktual ditemukan masih rendahnya pemahaman berbagai pihak yang terkait dalam bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Indonesia. dilaksanakan dan dikontrol sesuai dengan aturan. Sementara secara informal dinyatakan tidak tertulis atau konvensi dan dilakukan melalui pelatihan dan kesepakatankesepakatan. b. Pendekatan Teknis c. Sementara reaktif. apalagi pemimpin perusahaan atau industri tidak melaksanakan ketetapanketetapan perundangan itu. Secara formal dimaksudkan setiap aturan dinyatakan secara tertulis. Dengan syarat buruh dan pihak pengelola perusahaan melakukan tindakan antisipasi terhadap resiko kecelakaan kerja. Pendekatan Individu DAFTAR PUSTAKA . Hal lainnya adalah penyuluhan sebelum bekerja agar mereka mengetahui dan mentaati peraturan dan lebih berhati-hati. Gangguan-gangguan pada kesehatan dan daya kerja akibat berbagai faktor dalam pekerjaan bisa di hindari. Pihak manajemen menentukan apakah peraturan tentang keselamatan kerja bersifat formal ataukah informal. Tujuan lainnya adalah sebagai alat untuk mempertinggi produktivitas pekerja. pada artikel yang terdapat dalam makalah ini dapat dilakukan beberapa tindakan terkait dengan permasalahan tersebut. Artinya perusahaan sangat peduli dengan keselamatan dan kesehatan kerja. Tindakan proaktif dan reaktif dalam pengembangan prosedur dan rencana tentang keselamatan dan kesehatan kerja karyawan. yaitu pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja. pemeriksaan kesehatan berkala. Pendekatan Keorganisasian b.pekerja yang setinggi-tingginya dan sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit dan kecelakaan-kecelakaan akibat kerja. tapi kewajiban bersama antar pemerintah. Proaktif berarti perbaikan terus menerus prosedur dan rencana sesuai kebutuhan perusahaan dan karyawan. yaitu untuk evaluasi dan pendidikan tentang kesehatan dan keselamatan kepada para buruh.

N. menghemat usaha. Faktor yang paling berperan disini adalah pembangkitan sisi perasaan dari pekerja untuk berperilaku disiplin dalam bekerja. 1993. dan menarik perhatian membuat pekerja menomorduakan keselamatan. Pembangkitan sisi pikiran pekerja Faktor pikiran berisi tentang keyakinan seseoarang mengenai apa yang berlaku. Cet. Kampanye dan Sosialisasi Keselamatan Kerja b. yaitu dengan pelatihan singkat. dan workshop sesuai analisa kebutuhan pelatihan. Oleh karena itu dalam komponen ini direncanakan program untuk meningkatkan pengetahuan pekerja tentang keselamatan kerja. 13. namun karena berbagai hal seperti menghemat waktu. Publikasi Data Kecelakaan Kerja Pembangkitan Sisi Tindakan .Imam Soepomo. B. Keyakinan sendiri terbentuk dari informasi yang didapat seseorang. Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Jakarta. Cetakan ke-9. Hukum Perburuhan Bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja. 1991. B. Jakarta: Djambatan 2003. Pada dasarnya pekerja tahu cara berperilaku yang aman. Bisa saja pekerja berperilaku tidak aman karena tidak mengerti bagaimana cara berperilaku aman. Untuk mengubah pemahaman pekerja ini diperlukan program-program antara lain : a. Sekali kepercayaan telah terbentuk. Perilaku Kerja Aman Melalui Pendekatan Psikologi Melihat prioritas utama dalam menangani kecelakaan kerja adalah manusia. maka keyakinan tersebut akan menjadi dasar pertimbangan seseorang mengenai perbuatan yang akan dilakukan. merasa lebih nyaman. Untuk mengetahui perilaku manusia dalam bekerja maka perlu dilakukan analisa psikologi. Helena Poerwanto. perasaan dan tidakan yang merupakan pembentuk perilaku. PT Pustaka Binaman Presindo. CV Haji Hasagung. maka usaha yang paling tepat dilakukan adalah bagaimana membuat manusia berdisiplin dan sadar akan bahaya kecelakaan. Silalahi. Hygiene Perusahaan Dan Kesehatan Kerja. Jakarta. Suma’mur PK. Pembangkitan sisi perasaan pekerja Usaha selanjutnya dalam pendekatan persuasi dalam peningkatan keselamatan kerja adalah berusaha mengubah reaksi emosional pekerja. simulasi. Pengantar Hukum Perburuhan. Depok: Badan Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia 2005. Analisa yang dilakukan dengan melihat pekerja dalam bekerja dari segi pikiran.

Perilaku tidak aman juga sering dipicu oleh adanya pengawas atau manajemen yang tidak peduli dengan keselamatan kerja. transportasi. Bersyukurlah jika setiap harinya Anda bekerja di ruangan adem sambil menghadapi layar komputer.6 kecelakaan fatal yang dialami pekerja agrikultur dan 27. Berikut daftar pekerjaan paling berbahaya menurut Departemen Tenaga Kerja AS: 1. sehingga tanpa alat pelindung diri pekerja terpaksa melakukan pekerjaan yang berpotensi bahaya. Data di Indonesia mungkin memang tidak sama dengan di Amerika. hampir setengahnya terjadi di bidang konstruksi. 01/11/2008 . Karena tuntutan deadline pekerjaan. Karena di luar sana. Terlebih. jutaan orang harus mempertaruhkan nyawanya setiap hari saat mengais rejeki. tetapi paling tidak bidang pekerjaan yang disebutkan oleh statistik tersebut juga ada di sini.8 kecelakaan kerja di bidang pertambangan.000 pekerja): 141. Dalam catatan mereka pada tahun 2006. Pihak manajemen ini secara tidak langsung memotivasi para pekerja untuk mengambil jalan pintas. Daftar Pekerjaan Paling Berbahaya Submitted by BackFire on Sat. Perilaku tidak aman juga bisa dipicu oleh tidak tersedianya Alat Pelindung Diri di lokasi kerja. konstruksi serta agrikultur dicatat oleh Lembaga Statistik Buruh di bawah Departemen Tenaga Kerja AS. Memberikan Reward terhadap pekerja yang selalu berperilaku aman dan sebaliknya Punishment di berikan kepada pekerja yang berperilaku tidak aman. Pilot pesawat dan mekanik pesawat . sebagai bidang pekerjaan yang paling membahayakan. per 100. Jadi untuk mempengaruhi perilaku seseorang juga harus merubah lingkungan fisiknya. mengabaikan bahwa perilakunya berbahaya demi kepentingan tercapainya target produksi.000 pekerja ada 29. Namun dari seluruh kejadian kecelakaan kerja. Nelayan dan pekerja di bidang pekerjaan yang terkait dengan penangkapan ikan Kecelakaan kerja (per 100. Pekerja-pekerja di bidang pertambangan.104 dollar AS 2. Jika hal ini dibiarkan maka akan menjadi kebiasaan dalam bekerja.7 Angka kematian: 51 Gaji per tahun: 19. Ketika lingkungan sekitarnya tidak nyaman atau mendorong kearah negatif (negatif reonforcement) maka kecenderungan perilaku manusia tersebut juga ke arah negatif.Yaitu perilaku atau kebiasaan yang ada dalam diri seseorang berkaitan dengan objek lain yang ada disekitar lingkungannya.19:34. standar keselamatan kerja di sini lebih rendah. serta pemindahan barang.

000 pekerja): 27. Pekerja di bidang baja dan pertambangan Kecelakaan kerja (per 100.250 dollar AS 3.1 Angka kematian: 291 Gaji per tahun: 15.000 pekerja): 82. Penebang kayu Kecelakaan kerja (per 100.168 dollar AS 5. Bidang kelistrikan Kecelakaan kerja (per 100.770 dollar AS 6.8 Angka kematian: 101 Gaji per tahun: 129.000 pekerja): 87.8 Angka kematian: 38 Gaji per tahun: 23.1 Angka kematian: 158 Gaji per tahun: 24.000 pekerja): 37.Kecelakaan kerja (per 100.140 dollar AS .603 dollar AS 7. Sopir Kecelakaan kerja (per 100.000 pekerja): 41.000 pekerja): 61 Angka kematian: 36 Gaji per tahun: 39.331 dollar AS 8.320 dollar AS 4. Petani dan Peternak Kecelakaan kerja (per 100. Pekerja atap Kecelakaan kerja (per 100.474 dollar AS 9. Pengumpul barang bekas Kecelakaan kerja (per 100.1 Angka kematian: 64 Gaji per tahun: 22.9 Angka kematian: 82 Gaji per tahun: 28.000 pekerja): 34.000 pekerja): 33.9 Angka kematian: 38 Gaji per tahun: 45.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->