P. 1
HIR-RBG

HIR-RBG

5.0

|Views: 4,515|Likes:
Published by Tmr Gitu Looh

More info:

Published by: Tmr Gitu Looh on Sep 27, 2010
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/21/2013

pdf

text

original

REGLEMEN DAERAH SEBERANG RECHT (REGLEMENT BUITEN GOVESTEN = RBg

)

Bab Pertama

Tentang susunan dan Ketentuan-ketentuan pokok kekuasaan kehakirnan Pasal I s/d pasal 1m

Bah Kedua

Tentang Peradilan dalarn pcrkara-perkara Perdata.

Titell sid III pasal 104 sid pasal 141 mengenai Pengaelilan District. Pengadilan Magistraad dan majlis Kecarnatan, tielak berlaku lagi.

Titel IV

Tentang Peradilan dalarn perkara-perkara perclata dalarn paraf pertama termasuk kekuasaannya Pengadilan Negeri.

Bagian I

Tentang perneriksaan perkara-perkara eli persidangan.

Pasa1142.

Pasa1142.

(I) Gugatan-gugatan perdata dalam tingkat pertama yang menjadi we wenang pengadilan negeri dilakukan oleh penggugat atau oleh seorang kuasanya yang diangkat menurut ketentuan-ketentuan tersebut dalam pasal 147, dengan suatu surat permohonan yang ditandatangani olehnya atau oleh kuasa tersebut dan disampaikan kepada ketua pengadilan negeri yang menguasai wilayah hukum tcrnpat tinggal tergugat atau, jika tempat tinggalnya tidak eliketahui eli rernpat tinggalnya yang sebenarnya.

(2) Dalarn hal ada beberapa tergugat yang ternpat tinggalnya tidak terletak di dalarn wilayah satu pengadilan negeri, maka gugatan diajukan kepada ketua pengadilan negeri yang berada eli wilayah salah satu di antara para tergugat, rnenurut pili han penggugat. Dalarn hal para tergugat berkedudukan sebagai debitur dan penanggungnya, maka sepanjang tidak tunduk kepada ketentuan-ketenuan termuat dalarn ayat (2) pasal 6 Reglemen Susunan Kehakirnan dan Kcbijaksanaan Mengadili eli Indonesia (selanjutnya disingkat RQ.) gugatan diajukan kepada ketua pengadilan negeri ternpat tinggal orang yang berutang pokok (debitur pokok) atau seorang eli antara para elebitur pokok.

(3) Bila tempat tinggal tergugat tidak dikcnal dan juga tempat kediarnannya yang sebenarnya tidak dikenal atau tergugat tidak dikcnal, maka gugatan diajukan kepada ketua pengadilan ncgeri di tempat tinggal penggugat atau salah satu dari para penggugat.

(4) Jika tclah clilakukan pilihan tempat tinggaJ dengan suatu akta, maka penggugat dapat mcngajukan gugatannya kepada ketua pengadilan negcri di tcmpat pilihan itu.

(5) Dalam gugatannya mcugenai barang tetap rnaka gugatan di,ljukan ketua pengadi Ian ncgeri eli wilayah letak barang tetap tersebut: jika barangbarang tetap itu tcrletak cli dalam wilayah bebcrapa, pcngaclilan ncgcri. gugatan diajukan kcpac!a salah satu ketua pengadilan negeri tersebut at as pilihan penggugat. (HIR. 119).

Pasa1143.

Ketua Pengadilan negeri berwenang untuk mernberikan nasihat atau bantuan kepada penggugat atau kuasanya dalam rnengajukan gugatan (HIR. 119).

Pasal143a. (s.t. dg. S. J935-102J.

(l) Bila perkara yang diajukan (ke PengadiJan) berkenaan dengan perkara yang telah diputus oleh hakirn desa, penggugat rnemberitahukan isi dari keputusan tersebut pada surat gugatannya; bila mungkin, salinan kcputusannya itu clilampirkan.

(2) Ketua pengadilan dan begitu pula jaksa seperti yang dirnaksudkan pada ayat (2) dari pasal 144 memperingatkan penggugat pada waktu atau sesudah menerima gugatan dan pada permulaan sidang akan kewajibannya seperti yang dirnaksudkan pada ayat (I), (RO. 3a; HIR. 120a:

BRg. 16101.)

Pasa1144.

( I) Bila penggugat tidak dapat menulis, maka ia dapat mengajukan gugatannya secara lisan kepada ketua pengadilan negeri yang mernbuat catatan atau mernerintahkan untuk mernbuat catatan gugatan itu. Seorang kuasa tidak dapat mcngajukan gugatan secara lisan. (HIR. 120).

(2) BiIa penggugat bertempat tinggal atau berdiarn di luar wilayah hukum magistrat (kejaksaan) eli tempat keduelukan suatu pengadilan negeri atau ketua pengaclilan negeri tidak ada di ternpat itu, maka gugatan lisan tersebut dapat diajukan kepada magistral eli temp at tinggal atau tempat kediaman penggugat, yang kemudian rnembuat cataran ten tang gugatan

2

lisan tersebut dan secepat mungkin menyarnpaikan catatan itu kepada ketua pengadilan negeri yang bersangkutan. (HIR. 120).

(3) Ketua pcngadilan negeri itu selanjutnya bertindak seperti bila gugatan itu di ajukan kepadanya scndiri.

Pasa1145.

(I) Setelah gugatan at au caratan gugatan itu olch panitcra dicatat dalam daftar yang telah discdiaknn untuk itu, maka ketua pengadilan negeri menctapkan hari elan jam perkara itu akan disidangkan elan memcrintahkan agar para pihak dipanggil untuk mcnghaciap, disertai saksi-saksi yang mereka inginkun agar untuk dielengar serta rnernbawa surat-surat bukti yang akan mercka pergunakan.

(2) Pada waktu dilakukan panggilan kepada tergugar, maka kepadanya juga disampaikan turunan sural gugatnya dengan diberitahukan pula kepadanya bahwa ia, bila menghendakinya, dapat mengajukanjawaban tertulis.

(3) Tentang penetapan seperti tersebut dalarn ayat (l) dibaut catatan di dalarn daftar yang bersangkutan serta eli dalarn surat gugatan asli.

(4) (s.d.t. dg. S. 1927-576). Pencatatan eli dalam daftar seperti tersebut dalam ayat (I) tidak dilakukan sebelum kepada panitera dibayarkan sejumlah uang sebagai uang muka yang akan diperhitungkan kemudian dan oIeh ketua pengadilan negeri dibuat anggaran sernentara mengenai biaya kepaniteraan, panggilan-panggilan dan pemberitahuan kepada para pihak serta materai-materai yang diperlukan. (HIR. 121).

Pasa1146.

Dalam menetapkan hari siclang, maka ketua pengaclilan negeri rnernperhatikan jarak antara ternpat tinggal atau tempat kediaman para pihak clan tempat persidangan, elan di dalarn surat penetapan itu juga ditentukan, bahwa antara hari panggilan dan hari sidang tidak diperbolehkan melampaui tiga hari kerja, kecuali dalarn keaclaan yang sangat menelesak. (HIR. 122).

Pasa1147.

(1) (s.d.t.dg. S. 1932-13). Para pihak boleh dibantu at au cliwakili oleh oranz-oranz yang secara khusus clan tertulis eliberi kuasa untuk itu kecu~li bil: pemberi kuasa hadir sendiri. Penggugat dapat mernberi kuasa yang dinyatakan pada surat gugatan yang diajukan clan ditandatangani olehnya seperti dirnaksud dalarn ayat 1 pasal 142 at au sesuai clengan ayat 1 pasal 144 jika diajukan dengan lisan, clalam hal yang

3

terakhir harus disebut pada catatan gugatan tersebut.

(2) Jaksa yang bertindak sebagai wakil negeri tidak perIu diIengkapi dengan surat kuasa khusus semacam itu. (RBg. 199; s. 1922 - 522).

(3) Surat kuasa seperti dirnaksud dalarn ayat (1) hams diberikan dengan suatu akta notaris, atau dengan suatu akta yang dibuat oleh panirera pengadilan negeri c1alam wilayah tempat tinggal atau tcrnpat kediaman pcmberi kuasa atau oleh jakxa yang mempunyai wilayuh yang meliputi tcrnpat tinggal at au tcmpa: kcdiaman pemberi kuasa ataupun dengan suatu surat eli bawah tangan yang disahkan dan clidaftar menurut orclonansi S. 1916 - 46.

(4) Pcngadilan negcri berwenang untuk memerintahkan kchac!iran para pihak pribadi yang eli siclang diwakili oleh kuasanya. Kctcntuan ini tidak berlaku bagi gubernur jcnderal. (HIR. 123).

Pasa1148.

Bila penggugat yang telah C!ipanggil dengan sepatutnya tidak datang menghadap dan juga tic!ak menyuruh orang mewakilinya, maka gugatannya dinyatakan gugur dan penggugat dihukum untuk membayar biayanya dengan tidak mengurangi haknya untuk mengajukan gugatan lagi setelah rnelunasi biaya tersebut. CRy. 77; HIR. 124).

Pasa1149.

(1) Bila pada hari yang telah ditentukan tergugat tidak c!atang meskipun sudah dipanggil dengan scpatutnya, dan juga tidak mengirimkan wakilnya, rnaka gugatan dikabulkan tanpa kehadirannya (verstek) kecuaJi bila ternyata menurut pengaclilan ncgeri itu, bahwa gugatannya tidak mempunyai dasar hukurn "tau tidak beralasan,

(2) Bila tergugat dalarn surat jawabannya seperti dimaksud dalarn pasal 145 mengajukan sanggahan tcntang kewenangan pengac!ilan negeri itu, maka pengadilan negeri, meskipun tergugat tidak hadir dan setelah mendengar penggugat, harus mcngambil keputusan ten tang sanggahan itu dan hanya jika sanggahan itu tidak dibenarkan, mengambil keputusan ten tang pokok perkaranya.

(3) Dalam hal gugatan dikabulkan, maka keputusan pengadilan negeri itu at as perintah ketua pengac!ilan negeri diberitahukan kepada pihak tergugat yang ticlak hadir dengan sekaligus c!iingatkan tentang haknya untuk mengajukan perlawanan da!am waktu serta dengan cara seperti ditentukan dalam pasal 153 kepada pengadilan negeri yang sama.

'(4) Oleh panitera, di bagian bawah surat keputusan pengadilan 'negeri tersebut dibubuhkan catatan ten tang siapa yang ditugaskan untuk mernberitahukan keputusan tersebur dan apa yang telah dilaporkannya baik secara tertulis maupun secara lisan. (HIR. 125.)

Pasal ISO.'

Dalarn kejadian-kejadian seperti tersebut dalarn dua pasal terdahulu, sebelum mengarnbil sesuatu keputusan, maka ketua pengadilan negeri dapat mcmerintahkan untuk mcmanggil sekalilagi pihak yang tidak hadir agar datang menghadap pada hari yang ditentukan dalam sidang itu, sedangkan bagi pihak yang hadir penentuan hari itu berlaku sebagai panggilan untuk menghadap lagi. (HIR. 126).

Pasal 151.

Bila di an tara beberapa tergugat ada seorang atau lebih yang tidak datang menghadap dan tidak ada yang menjadi wakilnya, maka perneriksaan perkara ditunda sarnpai suatu hari yang ditetapkan sedekat mungkin. Penundaan itu di dalarn sidang itu diberitahukan kepada pihak-pihak yang hadir dan pernberitahuan itu berlaku sebagai panggilan, sedangkan tergugat-tergugat yang tidak hadir diperintahkan agar dipanggil lagi. Kernudian perkara diperiksa dan terhadap semua pihak diberikan keputusan dalarn satu surat putusan yanag terhadapnya tidak dapat diadakan perlawanan. (RBg. 1925; Rv. 81, HIR. 127.)

Pasa1152.

(1) Putusan-putusan tanpa kehadiran tergugat (verstek) tidak dapat dilaksanakan sebelum lewat ernpat bel as hari setelah diperingatkan seperti dimaksud dalam pasal 149.

(2) Dalam keadaan yang rnendesak, pelaksanaan putusan dapat diperintahkan sebelum tenggang waktu itu lewat, baik hal itu dengan menyebutnya dalarn surat keputusan maupun atas perintah ketua sesudah putusan diucapkan berdasarkan permohonan tertulis maupun lisan dari penggugat. (R v. 82; HlR. 128.)

Pasa1153.

(1) Tergugat yang perkaranya diputus tanpa kehadirannya dan tidak dapat menerirna putusan itu dapat mengajukan perlawanan.

(2) Jika pemberitahuan putusan itu telah diterima oleh orang yang dikalahkan itu sendiri, maka perlawanan dapat dilakukan dalam tenggang waktu

5

ernpat bclas hari setelah pemberitahuan itu. Bila surat keputusan itu disarnpaikan tidak kepada orang yang dikalah itu sendiri, maka per- . lawanan dapat diajukan sampai dengan hari kedelapan setelah diperingatkan menurut pasal 207, atau, bila ia tidak dapat mengbadap untuk diberitahu meskipun telah dipanggil dengan sepatutnya, terhitung sampai dengan hari kedelapan setelah perintah tertulis seperti tcrsebur dalam pasal 208 eli laksanakan (R v. 83.)

(3) ts.d.t. dg. S. 1939·715). Pengadilan negcri berwcnang dal.un kepurusannya untuk mernperpanjang menurut keadaan tenggang-tenggang waktu seperti tersebut dalarn ayat eli muka,

(4) Tuntutan perlawanan disampaikan elan diperiksa dengan eara yang biasa berlaku untuk gugatan-gugatan perdata biasa.

(5) Pengajuan tuntutan perlawanan kepada ketua mencegah pelaksanaan keputusan, kecuali bila ditentukan dalarn surat keputusannya agar dilaksanakan meskipun ada perlawanan.

(6) Perlawanan yang mernbiarkan diri diputus lagi tanpa kehadirannya dan mengajukan tuntutan perlawanan lagi, tuntutan itu akan dinyatakan tidak dapat diterima. (HIR. 129.)

Pasa1154.

(1) Bila para hari yang telah ditentukan para pihak datang menghadap, rnaka pengadilan negeri dengan perantaraan ketua berusaha mendarnaikannya,

(2) Bila dapat dicapai perdamaian, rnaka di dalarn sidang itujuga dibuatkan suatu akta dan para pihak dihukum untuk rnenaati perjanjian yang telah dibuat, dan akta itu mernpunyai kekuatan serta dilaksanakan seperti suatu sural keputusan biasa.

(3) Terhadap suatu keputusan tetap semacarn itu tidak dapat diajukan banding.

(4) Bila dalarn usaha untuk mendarnaikan para pihak diperJukan cam pur tangan seorang juru bahasa, maka digunakan ketentuan-ketentuan yang diatur dalarn pasal berikut. (R v. 31: HIR. 130).

Pasa1155.

(I) BHa para pihak datang menghadap, tetapi tidak dapat dicapai penyelesaian secara damai (hal ini dieatat dalarn berita acara persidangan), maka surat-surat yang dikemukakan oleh para pihak dibacakan, dan bila salah satu pihak tidak dapat mengerti bahasa yang digunakan dalam

surat itu, disaJin oJeh seorang juru bahasa yang telah ditunjuk oJeh ketua sidang.

(2) Kemudian, sejauh yang diperlukan, dengan bantuan juru bahasa tersebut dilanjutkandengan mendengar keterangan-keterangan penggugat dan tergugat.

(3) . Kecuali jika juru bahasa itu sudah merupakan juru bahasa pengadilan yang resmi, maka ia disumpah oleh ketua bahwa ia akan secara cermar menyalin bahasa yang satu kc bahasa yang lain.

(4) Ayat 4 pasaJ J9 (baca : 181) berlaku pula bagi para juru bahasa. (HIR.

J 31.)

Pasa1156.

Ketua berwenang demi kelancaran perneriksaan untuk memberikan penjelasan kepada para pihak serta mengingatkan mereka tentang upayaupaya hukurn serta alat-alat bukti yang dapat mereka pergunakan. (HIR. 132.)

Pasa1157.

(I) Tergugat berwenang untuk mengajukan gugatan baJik dalam segala hal, kecuali (RY. 244.)

1°. bila penggugar dalarn konvensi bertindak dalam suatu kedudukan, sedangkan gugatan balik mengenai diri pribadinya dan scbaJiknya (KUHPerd. 383,452, J655 dst.)

2°. bila pengadilan negeri yang menangani gugatan asalnya tidak berwcnang mengadiJi persoalan yang menjadi inti gugatan balik yang bersangkutan. (lSR. 136, RO. 95; RBg. 45.)

3°. tentang perselisihan mengcnai pelaksanaan suatu keputusanhakim.

(2) Jika dalam tingkat pertarna tidak diajukan gugatan balik, rnaka hal itu tidak dimungkinkan dalam tingkat banding. (HIR. 132.)

Pasa1158.

(l) Tergugat dalam gugaran asal wajib mengajukan gugatan baliknya bersarna-sarna dengan jawabannya yang tertulis atau lisan. (Rv, 245.)

(2) Peraturan-peraturan dalam bab ini berlaku untuk gugatan balik.

(3) Kedua perkara diperiksa bersama-sarna dan diputus dengan satu keputusan, kecuali bila hakim memandang perlu untuk me mutus perkara yang satu lebih dahulu daripada yang lain dengan ketentuan bahwa

7

'-'

gugatan asal atau gugatan balik belum diputus harus diselesaikan oleh hakim yang sarna,

(4) Diperbolehkan pemeriksaan tingkat banding bila tuntutan dalam gugatan asal ditambah dengan nilai gugatan balik melebihi wewenang hakim untuk memutus dalarn tingkat akhir,

(5) Akan tetapi jika kedua perkara dipisah dan diputus sendiri-sencliri, maka harus diikut ketentuan-ketentuan biasa mengenai perneriksaan banding. (HIR.13211)

Pas a! 159.

Tergugat yang c1ipanggil dan menghaclap ke suatu pengaclilan negeri yang menurut ketentuan pasal 143 ticlak perl u menghadirinya, c1apat rnenuntut agar hakim menyatakan c1irinya ticlak berwenang, asal hal itu c1ilakukannya seger a pacla siclang pertama; tuntutan itu ticlak akan diperhatikan setelah tergugat mengajukan suatu pernbelaan lain. (Rv. 131; HIR.133.)

Pasa! 160.

Tetapi c1alam hal sengketa yang bersangkutan mengenai persoalan yang ticlak menjawab wewenang mutlak pengaclilan negeri, rnaka dalam taraf pemeriksaan mana pun kepacla hakim c1apat diadakan tuntutan untuk menyatakan c1irinya ticlak berwenang, bahkan hakim berkewajiban menyatakan hal itu karena jabatan. (R v. 132; HIR. 134.)

Pasa! 161.

Bila tidak dikemukakan so a! ketidakwenangan hakim atau hal itu dikemukakan tetapi dinyatakan ticlak mempunyai dasar, maka pengaclilan negeri setelah menclengar keterangan keclua belah pihak, mel anjutkan penyiclikan mengenai kebenaran gugatan serta pernbelaannya secara cermat clan ticlak memihak. (HIR. 135.)

Pasa! 161a. (S.d.I. dg. S. 1935 - 102,3.)

(I) Bila perkara yang diajukan berkenan c1engan perkara yang telah diputuskan oleh pengaclilan c1esa, ketua pengadilan harus memperhatikan putusan itu, teristimewa mengenai alasan-alasan yang c1igunakan.

(2) Bila perkara itu berkenaan dengan hal yang ticlak diberikan putusan oleh pengadilan c1esa, akan tetapi pengaclilan menganggap perlu aclanya putusan terlebih dahulu c1ari pengadilan c1esa, maka hal ini diberitahukan kepacla penggugat c1engan menyerahkan suatu bukti tertulis, clan sidang perkara ditunda sarnpai pada siclang berikutnya yang ditetapkan karena jabatan oleh ketua pengadilan.

8

(3) Bila setelah pengadilan desa kemuclian mernberi putusan mengenai perkara itu dan penggugat menghcndaki siclang perkara tetap dilanjutkan, rnaka putusan pengadilan desa itu harus diberitahukan kepada ketua pengadilan negeri .. lebih baik dengan menyerahkan salinan dari putusan pengadilan desa tersebut. c1imana setelah itu pengaclilan melanjutkan

sidangnya mengenai perkara terscbut. '

(4) Bila pengadilan dcsa dalam waktu dua bulan setelah penggugat menyerahkan perkara kcpaclanya. belurn juga mengaclakan putusan. mak a pcngadilan ncgeri alas pcrrnohonan yang c1iajukan oleh penggugat, mulai kembali mengadakan siclang perkara tersebut.

(5) Bila penggugat tidak dapat meyakinkan hakim tentang penolukan olch pengadilan c1esa untuk mengaclakan putusan secara mernuaskan, ketua pcngadilan negeri dalam jabatannya akan mcmastikan hal itu.

(6) Bila ternyata penggugat yang berkepentingan tidak mengajukan perk aranya kepada pengaclilan desa, rnaka gugatannya dianggap telah gugur. (RO. 3a; HIR. 135a; RBg. 143a.)

Pasa1162.

Sanggahan-sanggahan yang dikernukakan oleh pihak tergugat, terkecuali yang mengenai wewenang hakim, tidak boleh dikernukakan clan dipertimbangkan sencliri-sencliri secara terpisah melainkan harus dibicarakan dan diputuskan bersama-sama dengan pokok perkaranya. (HIR, 136.)

Pasa1163.

Para pihak diperbolehkan sating mcminta untuk melihat surat-surat bukti yang akan rnereka pergunakan yang unruk keperluan itu e1isampaikan kepada hakirn. (I-IIR. 137.)

Pasa1164.

(I) Jika satu pihak menyangkal kebenaran suatu surat bukti yang e1iajukan oleh lawannya, maka pengadilan negeri dapat mengadakan penyelidikan tentang hal itu clan kernudian menentukan apakah surat itu boleh atau tidak untuk clipergunakan dalam perkara itu.

(2) Jikalau ternyata dalarn penyelidikan itu perlu untuk e1ipergunakan suratsural yang berada eli bawah penguasaan pejabat-pejabat pcnyimpan umum, maka pengadilan ncgeri mernerintahkan agar surat-surat itu ditunjukkan eli sielang pengac1ilan yang ditcntukan untuk itu.

9

(3) Jika ada kebenaran untuk memperlihatkan surat-surat itu baik karena sifatnya atau karena jauhnya ternpat tinggal pejabat penyirnpan, maka pengaclilan negeri memerintahkan agar penyelidikan dilakukan di pcngaclilan negeri atau oleh jaksa eli tempat tinggal pejabat penyimpan itu ataupun agar surat-surat itu dalam jangka waktu yang ditetapkan dikirimkan dengan cara yang ditentukan pula kepada ketua pengadilan ncgeri. Pcngadilan negeri tersebut terakhir itu atau jaksa membuat berita acara tentang apa yang telah dilakukannya serta mengirimkannya kepada pengaclilan negeri tersebut pcrtama.

(4) Pcjabat penyimpan yang tanpa alasan yang sail cnggan untuk melak sanakan perintah agar mernperlihatkan atau mengirirnkan surat yang diperlukan itu, atas perrnohonan pihak yang berkepentingan dapat dipaksa dengan penyanderaan oleh pengadilan negeri yang rnelakukan perneriksaan arau oleh jaksa yang clitugaskan untuk melakukan hal itu.

(5) Jika surat itu tidak merupakan bagian suatu daftar, maka pejabat penyirnpan sebelum menyarnpaikan atau mengirimkannya mernbuat turunan dari surat itu untuk menggantikan surat itu sampai surat yang asli diterimanya kernbali. Di bagian bawah turunan sura titu diberikan catatan mengenai alasan yang menyebabkan dibuatnya turunan itu clan juga mencatatnya pacla grosse clan turunannya.

(6) Biaya clitanggung oleh pihak yang merninta surat tersebut ditunjukkan clan dibayarkan kepada pejabat penyimpan sebesar jumlah yang dianggarkan oleh ketua pengaclilan negeri yang memutus perkaranya.

(7) Jikalau penyelidikan rnengenai kebenaran surat yang bersangkutan menimbulkan clugaan adanya pernalsuan surat terhaclap seseorang yang masih hidup, maka pengadilan negeri menyampaikan surat-surat itu kepacla pejabat penuntut umum.

(8) Perkara yang ada pada pengadilan negeri yang bersangkutan dengan begitu, ditunda sampai perkara pidananya cliputus. (HIR. 138.)

Pasa1165.

(I) Bila penggugat ingin menguatkan keabsahan gugatannya atau tergugat pernbelaannya clengan saksi-saksi, tetapi buena keengganan saksi-saksi itu atau karen a sebab-sebab lain mereka ticlak clapat ikut menuruti apa yang clitentukan dalarn pasal 145, maka pengaclilan negeri menetapkan hari siclang lain untuk merneriksa perkara mereka, dan memerintahkan agar saksi-saksi yang tidak dengan suka rela mau datang cli hadapan sidang pengadilan dipanggil oleh pejabat yang berwenang.

(2) Pemanggilan dengan cara seperti itu juga dilakukan terhadap saksisaksi yang harus diperiksa oleh pengaclilan negeri karenajabatan. (HIR. 139.)

Pasa1166.

<11) Jikalau saksi yang telah dipanggil dengan cara itu rnasih Juga tidak datang menghadap, maka oleh pengadilan negeri ia dihukurn mernbayar biaya panggilan yang sia-sia itu.

(2) la dipanggillagi atas biayanya. (HIR. 140.)

Pasa1167.

(1) likalau saksi yang telah clipanggil lagi tetap ticlak mau datang menghadap, maka ia dihukum lagi untuk mernbayar biaya pemanggilannya dan juga untuk mengganti kerugian yang telah diderita oleh pihak-pihak yang disebabkan oleh ketidakhadirannya.

(2) Selanjutnya ketua clapat memerintahkan agar saksi yang tidak datang menghadap itu dibawa oleh polisi ke siclang pengadilan untuk memenuhi kewajibannya. (HIR. 141.)

Pasa1168.

Bila dapat dibuktikan, bahwa saksi yang telah clipanggil tidak datang memenuhi panggilan itu yang disebabkan oleh halangan-halangan yang sah, maka pcngadilan negeri mernbebaskannya dari segal a hukuman yang telah clijatuhkan atas dirinya. (HIR. 142.)

Pasa1169.

Bila ternyata, bahwa scorang saksi karena sakit atau k arena carat tubuh sama sekali tidak at au untuk waktu yang lama tidak clap at hadir eli sidang pengaclilan ncgeri, maka ketua atas permohonan pihak yang bcrsangkutan clan rnenurut pengaclilan negeri diperlukan kesaksiannya, clapat mengangkat seorang kornisaris elari an tara para anggota sielang tersebut clan mernerintahkannya agar dibantu oleh panitera untuk datang ke rurnah saksi tersebut elan menelengarnya tanpa elisumpah atas pertanyaanpertanyaan tertulis yang disusun oleh ketua dan rnembuat berita acara tentang perneriksaan tersebut.

Pasa1170.

(1) Tidak seorang pun dapat dipaksa untuk memberikan kesaksian dalam perkara perdata di hadapan pengadilan negeri yang berkeduelukan eli

------~-~-=====~~~ ----_----

luar afdeling, atau bila itu tidak terbagi dalam afdeling-afdeling, di luar wilayah tempat tinggal atau tempat kediarnannya.

(2) Terhadap seorang saksi yang ada dalam keadaan semacam itu yang tidak datang mernenuhi panggiJan, tidak boleh dijatuhkan hukuman, melainkan ketua pengadilan negeri, jikalau saksi terse but bertempat tinggaI atau berdiam di luar Jawa dan Madura, meminta kepada jaksa di wilayah tempat tinggal atau temp at kediarnan saksi tersebut secara tertulis untuk menclengar saksi iersebut di bawah surnpah. Dalam keadaan seperti tersebut dalam pasul yang lalu, mak asaksi dipcriksa di rumahnya.

(3) Jikalau afdcling dibagi dalam onderafdeling-onderafdeling dan saksi bcrtcmpat tinggal atau bertempat kediarnan di suatu onderafdeling yang laind ari tempat kedudukan pengadilan negeri, maka pengadilan ncgeri, jika saksi tersebut tidak perlu untuk menghadap sendiri, dapat meminta jaksa untuk mclakukan hal seperti di atas.

(4) Jikalau saksi bertempat tinggal at au berdiam di Jawa at au Madura, maka pemeriksaan diserahkan kepada pengadilan negeri yang wilayahnya meliputi tempat tinggal at au ternpat kediaman saksi.

(5) Berita acara pemeriksaan segera disampaikan kepada ketua pengadilan negeri dan dibacakan di depan sidang pengadiJan.

(6) Perrnintaan atau perintah tennaksud dalam pasal ini juga segera dapat dilakukan tanpa didahului panggilan saksi, (RO. 33; HIR. 143.)

Pasal171.

(J) Saksi-saksi yang telah datang menghadap, dipanggil satu per satu untuk masuk ruangan sidang.

(2) Ketua menanyakan mereka mengenai nama, pekerjaan, umur dan tempat tinggaJ at au temp at kediamannya, begitu juga apakah mereka mernpunyai hubungan kekeluargaan k arena sedarah atau karcna perkawinan dengan para pihak at au salah satu pihak, dan jika ya, dalam derajat ke berapa serta pula apakah mereka merupakan buruh atau pernbantu rumah tangga mereka. CRy. 177; lllR. 144.)

Pasall72,

(I) Tidak belch didengar sebagai saksi adalah mereka:

1°. yang mempunyai hubungan kckeluargaan dalam garis lurus karcna sedarah atau karena perkawinan dengan salah satu pihak;

2°. saudara-saudara lelaki atau perernpuan dari ibu dan anak-anak dari saudara perempuan di daerah Bengkulu, Sumatera Barat dan Tapanuli sepanjang hukurn waris di sana mengikuti ketentuan-ketcnuan Melayu;

3°. suarni at au istri salah satu pihak, juga setelah mereka berccrai:

4°. anak-anak yang belum dapat clipastikan sudah berumur lima belas tahun:

5°. orang gila, mcskipun ia kadang-kadang dapat menggunakan pikirannya dcngan baik;

(2) Namun kciuarga sedarah at au karena perkawinan c!alam scngketa mengenai keduclukan para pihak atau mengenai suatu perjanjian kerja berwenang untuk rnenjadi saksi,

(3) Tidak ada hak untuk mengundurkan diri sebagai saksi bagi mereka yang tersebut dalam nomor 10 dan 20 pasal 174 bila mengenai sengketa yang dimaksud dalam ayat (2). (KUHPerd. 1910,1912; HIR. 145.)

Pasa1173.

Pengadilan negeri berwenang mendengar tanpa disumpah anak-anak yang tersebut dalam ayat (1) pasal yang lalu dan juga orang-orang gila yang kadang kala dapar menggunakan ingatannya dengan baik, tetapi keterangan mereka hanya berlaku sebagai penjelasan belaka. (HIR. 1454.)

Pasa1174.

( I) Mereka yang dapat mernbebaskan diri dari pernberian kesaksian adalah: (KUBPerd. 1909.)

1°. saudaru-saudara laki-Iaki atau perempuan clan ipar-ipar laki-Iaki atau perempuan dari salah pihak;

2°. saudara-saudara sedarah dalarn garis lurus clan saudara-saudara laki-lai atau perempuan dari suarni atau istri salah satu pihak;

3°. rnereka yang karena kedudukan, pekerjaan atau jabatan resrni, diharuskan menyirnpan rahasia tetapi hanya clan semata-rnata mengenai hal-hal yang pengetahuannya dipercayakan kepadanya dalam kedudukannya tersebut.

(2) Masalah ada tidaknya kewajiban menyirnpan rahasia yang dikemukakan oleh yang bersangkutan dapat dinilai oleh pengadilan ncgeri. (BIR. 146.)

Pasa1175.

Bila tidak dimohon pembebasan diri untuk memberikan kesaksian atau jika ada perrnohonan tetapi dinyatakan ticlak beralasan, mak saksi clisumpah menurut agarna yang dianutnya. (KUHPerd. 1911; Rv. 177 dst. : BIR. 147.)

Pasa1176.

Jika eli luar hal yang eliatur dalarn pasal 174 seorang sakti eli depan slc1ang pcngadilan mcnolak mel1gangkat surnpah at au mcnolak mcmbcrikan keterangan. maka atas perrnohonannya pihak yang berkepcntingan ketua dapat merncrintahkan agar saksi tcrsebut atas biaya pihak yang memohon c1isanelera untuk waktu selama tidak lebih dari tiga bulan, kecuali bila sernentara ia sanggup rnemenuhi kewajibannya atau perkaranya telah cliputus oleh pengadilan ncgeri, (Rv. 186; BIR. 148; 1920-69.)

PasaI177.

Hukuman-hukurnan yang clijatuhkan atas dasar pasal 166 clan 167 ayat (1), perintah seperti tersebut pada pasal 167 ayat (2) clan ketetapan tersebut pada pasal 174 ayat terakhir harus dijatuhkan at au diberikan oleh ketua pengadilan ncgeri jika mengenai saksi yang termasuk golongan orang-orang Eropa. (HIR. 149.)

(I) Para pihak menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang ingin rnereka sarnpaikan kepada saksi-saksi,

(2) Jika pengadilan negeri menganggap ada pertanyaan-pertanyaan yang tidak perIu diajukan kepada saksi, maka pertanyaan itu tidak diajukan. (3) Hakim at as kemauan sencliri clapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dipandangnya perlu untuk menernukan kebenaran.

(4) (Ayat ini dianggap tidak tertulis karena tidak sesuai clengan keadaan sekarang).

PasaI178.

PasaI179.

Panitera mernbuat berita acara tentang segal a keterangan yang diperoleh clari saksi-saksi cli hadapan siclang pengaclilan. (Rv, 209; HIR. 152.)

PasaI180.

(I) Ketua, jika dipandangnya perlu atau bermanfaat, clap at mengangkat satu atau clua orang komisaris untuk, dengan eli bantu oleh panitera, mengaclakan perneriksaan cli ternpat agar rnendapat tarnbahan keterangan.

(2) Tentang apa yang dilakukan oIeh kornisarisserta pendapatnya dibuat berita acara at au pernberiraan oIeh panitera dan ditandatangani oIeh kornisaris dan panitera itu, (HTR. 153.)

(3) Jika tempat yang akan diperiksa terletak di luar wiIayah jaksa tempat kedudukan pengacfilan negeri, maka ketua dapat mcminrajaksa cli tempat tersebut untuk mengaclakan perneriksaan atau menyuruh megnaclakan pcmeriksann dan secepatnya mengirimk an bcrita acara tentang pemeriksaan terscbur kepada ketua.

Pasal 18I.

( I) Jib pengadilan negeri berpendapat, bahwa persoalannya clapat diungkapkan clengan pemeriksaan oleh seorang ahli, maka ia atas permohonan para pihak dapat mengangkat ahli at au mengangkatnya karenajabatan. (Rv. 215 dSL)

(2) Dalarn hal itu maka ditentukan hari sidang untuk mernberikan kesernpatan kepada ahli tersebut untuk memberikan laporannya baik secara tertulis maupun lisan da? untuk menyurnpahnya.

(3) Jika ahIi-ahIi bertempat tinggaI atauberdiam cli luar wilayah jaksa temp at kedudukan pengadilan negeri. maka harus perrnintaan ketua pehgadilan negeri laporan diberikan oleh jaksa dan sumpah diarnbil oleh jaksa yang wilayahnya meliputi tempat tinggal atau tempat kediaman ahli tersebut. Berita acaranya segera clikirimkan kepada ketua. Semuanya dibacakan di hadapan sidang pengadilan,

(4) Mereka yang ticlak diperbolehkan menjacli saksi juga tidak boleh diangkat sebagai ahli. (Rv. 218.)

(5) Pengadilan negeri sekali-kali tidak terikat untuk mengikuti pendapat yang dikernukakan para ahli bila keyakinannya bertentangan dengan pendapat itu. (HIR. 154.)

Pasa! 182.

(I) Bila dasar gugatan dan pembelaan yang diajukan tidak sepenuhnya dibuktikan atau juga tidak sepenuhnya tanpa bukti dan tidak ada kemungkinan sarna sekaIi untuk menguatkannya dengan alat-alat bukti lain, rnaka karena jabatannya pengadi Ian negeri dapat rnernerintahkan salah satu pihak untuk melakukan surnpah, baik untuk menggantungkan putusan perkaranya kepada sumpah tersebut maupun untuk menentukan sejurnlah uang yang akan dikabulkan.

(2) Dalarn hal terakhir, rnaka pengadilan negeri harus mencnrukan berapa jumlah LIang yang menjadi tanggunggan dalarn sumpah itu. (KUHPerd. 1940 cIst. HIR. 155.)

15

Pasa1183.

(I) Juga hila sarna sekali tidak ada bukti untuk menguatkan gugata» atau pembelaan, maka pihak yang satu dapar mcnuntut agar lawannya rnelakukan sumpah penentuan, asa! surnpah itu mengenai suatu peruatan yang secara pribadi telah dilakukan oleh pihak yang dibebani surnpah tersebut.

(2) Jib sumpab itu mengcnai pcrbuaran yang tclah dilakukan ukh kedua pihak, maka jib pihak yang dimintu bersurnpah tetapi mcnyatakun keheratan dapat mengcmbalik an sumpah itu kepada pihak lawannya untuk melakukannya sendiri.

(3) Barangsiapa diminta rnelakukan sumpah tetapi menolak dan juga tidak rnengembalikannya kepada pihak lawan, elan juga barangsiapa yang minta agar lawannya disurnpah tetapi lawn itu mengembalikan surnpah itu kepadanya narnun ditolaknya, harus dinyatakan kalah.

(4) Sumpah tidak dapat dibebankan, dikernbalikan atau cliterima. kecuali olen pihak itu sendiri atau oleh orang yang khusus dikuasakan untuk itu, (K UHPerd. 1929, 1931 dst: HIR. 156; R v. 52.)

Pasa1184.

Sumpah, yang diperintahkan oleh hakim atau dibebankan oleh satu pihak kepada Iawannya atau yang dikernbalikan, harus dilakukan oleh diri pribadi yang bersangkutan, keeuali jika pengadilan negeri berdasarkan alasan yang sangat penting memberi izin kepada salah satu pihak untuk diwakili atas dasar suatu surat kuasa khusus yang hanya dapat diberikan dengan suatu akta seperti tersebut dalarn pasal 147 yang juga secara cerrnat rnenyebut isi surnpah yang harus diucapkan. (K UHPerd. 1793,1945; HIR. 157.)

Pasal lR5.

(1) Sumpah diIakukan selalu eli dalam sidang pengadilan, kecuali jika karena alasan-alasan yang sah hal itu tidak dapat dilakukan atau karen a hakirn mernerintahkan agar hal itu dilakukan eli sebuah kuil atau eli suatu tempat yang dianggap kerarnat. Dalam hal terakhir ini ketua pengaelilan negeri dapat mernberi kuasa kepada salah satu anggota pengaelilan negeri elengan dibantu oleh panitera yang bertugas mernbuat berita acara, untuk mengarnbil surnpah pihak yang berhalangan eli tempat tinggalnya atau eli tempat lain yang ditentukan oleh ketua.

(2) Jika sumpah harus diambil di tempat di luar wilayah jaksa eli tempat keduelukan pengaelilan negeri, maka ketua meminta kepada jaksa yang

16

mernpunyai wilayah surnpah itu dilakukan, untuk mengambil surnpah tersebut dan segera mengirimkan berita acara sumpah tersebut kepadanya.

(3) Sekali-kali tidak boleh diambil surnpah tanpa dihacliri pihak lawan, kecuali hila pihak ini sudah clipanggil dcngan sail. (KUHPerci. 1944 dst.: Ry. 52: HIR. iss. 381; RBg. 709.)

Pasa1186.

(I) Jika suatu perkara tidak c1apat diselcsaikan pacla hari siclang pertarna, maka pcmeriksaan dilanjutkan sedapat-dapatnya pada hari lain yang ditentukan ticlak terlalu lama, kernudian begitu .seterusnya.

(2) Penundaan itu harus diucapk an di dal arn siclang di hadapan para pihak clan itu berlaku sebagai panggilan resmi bagi pihak-pihak yang hadir.

(3) Jika di antara pihak-pihak yang hadir pada hari pertama acla yang kernudian tidak hadir pada hari sidang berikurnya, yang kemudian ditunda lagi, maka ketua memerintahkan agar pihak itu clipanggillagi untuk hadir pacla siang berikutnya. (R v. 109.)

(4) Ticlak boleh dilakukan penunclaan atas permohonan para pihak at au karena jabatan bila ticlak benar-benar diperlukan. (Rv. 127: l-IIR. 159.)

Pasal187.

(I) Jika selama persidangan perkara berjalan, ada suatu tindakan yang harus dilakukan berdasark an pasal 193 menjadi tanggungan pihak yang dinyatakan kalah, maka ketua dapat memerintahkan agar biaya dibayar lebih dulu oleh salah satu pihak clan disampaikan kepada panitera, dengan ticlak mengurangi hak pihak lawan untuk mernbayarkan secara sukarela.

(2) Jika para pihak enggan untuk mernbayar uang rnuka tcrsebut meskipun sudah dipcringatkan oleh ke[LI3, maka tindakan yang diperintahkan itu, kccuali jika diwajibknn, tidak dilakukan dan scpanjang perlu perneriksaan akan dilanjutkan pada hari lain yang ditetapkan oleh ketua dengan m emberitahukan para pihak. (l-IIR. 160.)

Pasa1188.

(1) Setelah perkara pada hari pert am a at au hari kernudian dibuat jelas. maka sesudah para pihak clan para penclengar climinta meninggalkan ruang siclang, climinta pendapat para penasihat pengadilan yang haclir menurut pasal 7 RO.

(2) Kernudian dilakukan musyawarah serta penyusunan keputusan seperti cliatur clalam pasal 39 dan 40 RO. (JR. 161.)

17

Hagian 2. Musyawarah dan Keputusan Pengadilan.

Pasal 189.

(I) Dalam rapat permusyawaran, karenajabatannya hakirn harus menambah dasar-dasar hukurn yang tidak dikemukakan oleh para pihak.(RO. 39, 41)

(2) Ia wajib mernberi keputusan, rcntang sernua bagian gugatannya.

(3) Ia dilarang rnemberi keputusan tentang hal-hal yang tidak elimohon atau mernberikan lebih dari yang dimohon. (Rv. 50 HIR. 178.)

Pasal 190.

(I) Setelah keputusan diambil dengan mengingat kerentuan dalarn pasal yang lalu, maka para pihak dipanggillagi rnasuk dalarn ruang sielang dan kcputusan diucapkan oleh ketua secara terbuka. (RO. 40: HIR. 179.)

(2) Jik a para pihak atau salah satu di antara rnereka ticlak haclir pada waktu pengucapan itu, maka isi keputusan itu diperintahkan oleh ketua untuk disarnpaikan kepada pihak yang tidak hadir oleh seorang pegawai yang berwenang.

(3) Pasal 149 ayat (4) berlaku dalarn hal ini.

Pasal 191.

(1) Pengadilan negeri dapat memerintahkan pelaksanaan semen tara keputusannya meskipun aela perlawanan atau banding jika ada bukti yang otentik atau aela surat yang ditulis dengan tangan yang menurut ketentuan-ketentuan yang berlaku mcmpunyai kekuatan pembuktian, atau k arena sebelumnya sudah ada keputusan yanag mempunyai kekuatan hukurn yang pasti, begitujugajika ada suatu tuntutan sebagian yang dikabulk an atau juga mengenai scngketa tentang hak besit. (K UHPerd. 548 dst.: R v. 53 dSL)

(2) Pelaksanaan sementara sekali-kali tidak boleh meluas sampai k e soal penyanderaan. (HfR. 180. RBg. 242.)

Pasa! 192.

(1) Barangsiapa dikalahkan dalam perkaranya, elihukum untuk mcrnbayar biaya perkara,

(2) Biaya dapat diperhitungkan seluruhnya atau sebagian dalam sengketa antara suarni-istri, keluarga scdarah dalarn garis lurus, an tara saudarasaudara laki-Iaki elan perernpuan atau yang karena perkawinan dalarn

18

· (.;0.

garis yang sama, dan di daerah Bengkulu, Sumatera Barat, dan Tapanuli

sepanjang hukum warisnya mengikuti hukum waris Melayu,juga an tara saudara laki-laki dan perempuan dari ibu serta kernenakan-kemenakan dari pihak ibu dan begitu juga jika para pihak masing-masing dalarn beberapa hal dinyatakan ada kesalahannya.

(3) Dalarn hal ada keputusan semen tara clan lain-lain yang mendahului putusan akhir, maka biaya dapat c1itentukan dalarn putusan akhir, (R v.

58.) .

(4) Biaya perkara yang diputus tanpa kehadiran tergugat menjacli tanggungan tergugat meskipun ia mungkir, dapat climcnangkan dalarn putusan perlawanan atau banding, kecuali jika pada pemeriksaan perlawanan atau perneriksaan tingkat banding ia ternyata tidak dipanggil dengan sepatutnya.

(5) Dalam hal seperti dimaksud dalam pasal 151, maka biaya-biaya yang disebabkan oleh panggilan ulang atas para tergugat yang ticlak hadir, menjadi beban mereka, kecuali mereka tidak clipanggil dengan sempurna untuk datang di sidang pengadilan. (HIR. 181.)

Pasal193.

Penghukuman dalarn membayar biaya tidak boleh melebihi: (HIR. 182.) 1°. biaya materai yang diperlukan selama berlangsungnya perkara: 2°. biaya alar-alar bukti yang disebabkan oleh acara;

3°. biaya saksi-saksi, ahli dan juru bahasa, termasuk biaya penyumpahannya, dengan pengertian bahwa, jika satu pihak mengajukan lebih dari lima saksi alas satu peristiwa yang sarna, mak atidak dapat dibebankan kepacla pihak lawan;

4°. biaya perneriksaan setempat dan perbuatan-perhuatan lain menu rut hukum;

5°. upah para pegawai yang ditugaskan untuk melakukan panggilan dan pemberitahuan lainnya;

6°. biaya yang disebut dalam pasal 164 ayat (6);

7°. biaya kepaniteraan serta upah panitera dan pegawai-pegawai lain yang berhubungan dengan pelaksanaan putusan, semuanya rnenurut tarip yang ada atau akan ditentukan oleh pemerintah atau jika hal itu tidak ada berdasarkan perkiraan ketua pengadilan negeri.

Pasa1194.

Di dalam surat keputusan harus disebutkan:

19

I". biaya perkarayang harus dibayar 'oleh suatu pihak, tidak termasuk biaya yang timbul sesudah ada putusan, dan hal ini, jika perlu, akan diperhitungkan kemudian oleh ketua;

2°. jumlah biaya, kerugian dan bunga, jika putusan itu rnenganclung penghukuman untuk rnernbayarnya. (Rv, 607,610; HIR. 183.)

Pasa1195.

(j) Keputusan hakirn harus mernuat sccara singkat tetapi jelas tcntung apa yang dituntut sertu jawabanuya. bcgitu pula len tang dasar-dusar keputusan itu clan apa yang dirnaksud dalarn pasal 7 RO. clan akhirnya putusan pengaclilan ncgeri mengenai gugatan pokoknya serta biayanya elan mcngenai para pihak mana yang hadir pada waktu putusan diucapkan,

(2) Keputusan yang didasarkan at as peraturan perundang-undangan yang pasti harus menyebutkan peraturan-peraturan itu. (RO. 7, 30 dst.; Rv. 61.)

(3) Surat-surat keputusan elitanelatangani oleh ketua elan panitera, (RO. 43; HIR.184.)

Pasa1196.

(l) Putusan yang tielak merupakan putusan akhir, meskipun diucapkan eli dalarn sielang pengadilan, tielak dibuatkan tersendiri melainkan hanya elicatat dalam berita acara,

(2) Para pihak, at as biaya sendiri, dapat memperoleh turunan otentik dari catatan-catatan demikian. (R v. 48; HIR. 185.)

Pasa1197.

( 1) Panitera membeuat satu berita acara dari tiap-tiap perkara yang mencatat tiap-tiap kejadian di dalarn sidang clan juga nasi hat pertimbangan yang diberikan oleh pejabat yang disebut dalam pasal 7 RO.

(2) Tidak disebutkan apakah putusan diambil dengan suara terbanyak atau dengan suara bulat.

(3) Berita acara ini ditandatangani oleh ketua dan panitera. (RO. 41, 63; Rv. 29, 62; HIR. 186.)

Pasa1198.

(1) Jika ketua berhalangan untuk menanclatangani surat keputusan atau berita acara eli sidang pengaelilan, maka surat itu ditandatangani oleh anggota sidang yang langsung ada di bawahnya yang ikut dueluk dalam majelis.

20

------_----

_----

(2) Jika panitera yang berhalangan, maka hal itu dengan tegas dicatat dalarn surat keputusannya atau di dalarn berita acara sidang. (RO. 52; Rv. 63; HIR.187.)

Pasa1199.

( I) t s.du. dg. S. 1939 - 715). Dalam hal dimungkinkan pcmeriksaan dalam tingkat banding, maka pernohon banding yang ingin mcnggunakan kescmpatan itu, mengajukan perrnohonan untuk itu, mcngajukan permohenan untuk itu yang, hila dipandangnya perlu, disertai dcngan suara risalah banding elan sural-sural lain yang berguna untuk itu atau permohenan itu dapat eliajukan oleh seorang kuasa seperti elimaksuel dalam ayat (3) pasal 147 dengan suatu surat kuasa khusus kepada panitera dalarn waktu 14 hari terhitung mulai dari diucapkannya keputusan pengadilan negeri, sedangkan tenggang waktu itu adalah empat bel as hari setelah putusan diberitahukan menurut pasal 190 kepaela yang bersangkutan,jika ia tidak haelir pada waktu putusan diucapkan. (RBg. 1472; S. 1922 - 522.)

(2) (s.d.t. Dg. S. 1939 - 715). Pengadilan negeri berwenang untuk mernperpanjang tenggang waktu menruut keadaan tersebut dalarn ayat eli muka sampai sebanyak-banyaknya en am minggu.

(3) Jika pemohon banding bertempat tinggal atau berkediaman eli luar wilayah jaksa di temp at kedudukan pengadilan negeri, maka tenggang waktu mengajukan banding adalah empat minggu.

(4) Dalarn hal diajukan permohonan untuk naik banding tanpa biaya, maka tenggang waktu mulai dihitung sejak hari pemberitahuan seperti tersebut elalam pasal 281.

(5) ts.d.u. dg. S. 1927 - 576).). Pernyataan banding tidak akan diterirna setelah larnpau tenggang waktu seperti tersebut dalarn ayat-ayat yang lalu, juga jika pernyataan itu tidak disertai pembayaran uang rnuka kepada panitera yang besarnya ditaksir sementara oleh ketua pengadilan negeri, melihat keperluan akan biaya-biaya kepaniteraan, pemanggilanpemanggilan dan pemberitahuan kepada pihak-pihak yang diperlukan serta materai-rnaterai yang diperlukan. (Rv. 334,438; HIR. 188.)

(6) Bila panitera pengadilan negeri tidak berada di ternpat dalarn wilayah jaksa di tempat keduduk an pengadilan negeri tidak berada eli tempat dalam wilayah jaksa di ternpat kedudukan pengadilan negeri, maka pemohon baneling dapat mernohon perantaraan jaksa eli tempat tinggalnya atau tempat kediarnannya untuk segera mengirimkan catatan bandingnya serta surat-surat yang bersangkutan kepada panitera.

21

PasaI200.

Putusan-putusan di luar kehadiran tergugat (verstek) tidak dapat dirnohonk an banding, tetapi bila pcnggugat asal yang mengajukan banding, maka tergugat terbanding dapat mCllggunakan sernua pembclaannya dalam tingkat banding tanpa menggunakan hak perlawanannya dalam tingkat periama. (Rv. 330; HIR. 189.)

PasaI201.

(I) Keputusan-kcpurusan dan pcnerapan-penctapan yang dimaksudk an untuk mengatur penyelcsaian perkara atau yang dirnaksudkan untuk mernperoleh bukti-bukti atau untuk perneriksaan setempat sebelurn diputus pokok perkaranya, begitu juga putusan yang dapat dijalankan terlebih dahulu hanya dapat dimohonkan banding dalarn tenggang waktu dan bersarnaan dengan putusan akhir. (R v. 33 I.)

(2) Putusan pengadilan negeri yang menyatakan dirinya tidak berwenang untuk mengadili suatu perkara termasuk putusan akhir. (Rev. 357; HIR. 190.)

PasaI202.

(1) Pernyataan banding clieatat oleh panitera dalarn daftar yang telah disediakan untuk itu.

(2) Panitera seceparnya, dengan perantaraan pejabat yang berwenang, mernberitahukan kepada pihak lawan ten tang adanya perrnohonan banding, disertai dcngan turunan risalah banding pernohon banding atau surat-surat lain.

(3) Bila terrnohon bancling bertempat tinggal atau berdiam di luar wiIayah jaksa ternpat kedudukan pengadilan negeri, ataujika panitera pengadilan negeri tidak ada di tcrnpat tersebut, maka pernberitahuan dilakukan dengan perantaraan jaksa di wilayah temp at tinggal atau tempat kcdiarnan terrnohon banding.

(4) Bukti tertulis tentang pemberitahuan yang telah dilakukan disarnpaikan kepada panitera.

(5) Terrnohon banding yang bertempat tinggal atau berdiarn di wilayah jaksa di ternpar kedudukan pengadilan negeri, dalarn ernpat beIas hari, atau dalarn keadaan lain dengan perantaraan jaksa di ternpat tinggal atau tempat kediamannya, dalarn waktu enam minggu setelah mernenuhi pemberitahuan dapat rnenyampaikan surat-surat yang dipandangnya perlu kepada panitera pengaclilan negeri yang kernudian menyampaikan

turunan-turunannya kepada pembanding. Dalarn hal c1iizinkan mengajukan banding tanpa biaya, maka tenggang waktu penyampaikan suratsurat itu c1ihitungn sejak saat pemberitahuan seperti ditentukan dalam pasal 28!.

(6) )ika panitera pengaclilan negeri ticlak ada eli dalarn wilayah jaksa eli ternpat kedudukan pengadilan negeri, maka terbanding dapat. rnenyampaikan surat-surat scpcrti tersebut dalam ayat terdahulu c!engan perantaraan jaksa eli tempat tinggal atau tcmpat kecliamannya.

rasal203.

Selarnbat-Iarnbatnya delapan hari setelah menerima jawaban risalah banding clan sural-sural lainnya dari terbanding atau sesuclah larnpau tenggang waktu yang eliperbolehkan seperti terscbut dalam pasal yang lalu, maka panitera mengirirnkan surat-surat yang bersangkutan dengan perkara berikut berita acara perneriksaan pcrsidangan beserta turunan rcsmi surat keputusannya. juga catatan mengenai pembcritahuannya (bila ada) clan bukti mengenai pemgeritahuan itu ke pengadilan negeri. (HIR. 1921; RBg. 715.)

Pasa1204,

Terhadap perneriksaan pacla tingkat banding berlaku ketentuanketentuan yang tercantum dalam Titel ke VII Buku Pertarna Reglemen Acara Perdata.

Pasa1205.

Segera setelah ketua pengadilan negeri menerima putusan pengadilan tinggi maka ia mernerintahkan agar para pihak diberitahu tentang sampainya keputusan pengadilan tinggi tersebut padanya, dan bahwa mereka cliperbolehkan melihatnya dan atas biayanya dapat memperoleh turunannya di kepaniteraan pengadi Ian negeri. (R v. 358; HIR. 174.)

Pasa1206.

(1) Pelaksanaan hukum (eksekusi) perkara yang diputus oleh pengadilan negeri dalam tingkat pertarna dilakukan atas perintah dan eli bawah pimpinan ketua menurut cara yang ditentukan dalam pasal-pasal berikut.

(2) Jika putusan seluruhnya atau sebagian harus dilaksanakan di luar wilayah hukurn jaksa eli tempat kedudukan pengadilan negeri atau ketua tidak ada di ternpat itu, maka ketua dapat minta secara tertulis perantaman jaksa yang bersangkutan.

(3) Dalam hal putusan itu seluruhnya atau sebagian harus dilakukan di luar wilayah hukum pengadilan negeri, maka ia secara tertulis minta perantaraan ketua pengadilan negeri yang bersangkutan, juga jika pengadilan ncgcri ini ada di Pulau Jawa dan Madura - ketua ini bertindak serupajika tenryata pelaksanaan harus dilakukan di luar wilayah hukum pengadilan negerinya.

(4) Bagi ketua pengadilan negeri yang climinta perantaraannya oleh rekannya di Jawa dan Madura, berlaku ketentuan-ketenuan bah ini terhadap segal a akibat tindakan-tindakan yang dirnintakan kepadanyha,

(5) Kctua yang climinta perantaraannya secepatnya mernberitahukan tcntang tindakan-tindakan yang dimintakan kepadanya clan kemuclian mernberitahukan hasilnya kepada pengadilan negeri yang memutus perkaranya dalam tingkat pertama.

(6) Perlawanan, juga yang datang dari pihak ketiga, berdasarkan hak milik yang diakui olehnya yang disita untuk pelaksanan putusan, juga semua sengketa mengenai upaya-upaya paksa yang diperintahkan, diadili oleh pengadilan negeri yang mempunyai wilayah hukum di mana dilakukan perbuatan-perbuatan untuk melaksanakan keputusan hakim.

(7) Tentang perselisihan-perselisihan yang timbul dan tentang keputusankeputusan yang telah diambil, tiap-tiap kali harus segera, oleh ketua pengadilan negeri, diberitahukan kepada ketua pengadilan negeri yang memutus dalam tingkat pertama. (HIR. 195.)

Pasal207.

(I) Dalam hal keengganan at au kealpaan pihak yang kalah untuk melaksanakan putusan secara sukarela, maka pihak yang menang secara lisan atau tertulis clapat mengajukan perrnohonan agar putusan yang bersangkutan dilaksanakan.

(2) Ketua atau jaksa yang diberi kuasa menyuruh memanggil pihak yang kalah dan memperingatkannya agar ia dalam waktu yang ditentukannya, tidak melebihi delapan h ari, melaksanakan keputusan yang bersangkutan. (Rv. 439, 443; HIR. 196.)

Pasal208.

Bila setelah larnpau tenggang waktu yang telah ditentukan, putusan hakim tidak dilaksanakan at au pihak yang kalah tidak datang menghadap setelah dipanggil, maka ketua atau jaksa yang diberi kuasa karena jabatannya mengeluarkan perintah untuk menyita sejumlah barang-barang bergerak dan.jika jumlahnya diperkirakan tidak akan mcncukupi, juga

24

sejumlah barang-barang tetap milik pihak yang kalah sebanyak diperkirakan akan mencukupi untuk mernbayar jurnlah uang sebagai pelaksanaan putusan, dengan batasan bahwa di daerah Bengkulu, Sumatera Barat dan Tapanuli, hanya dapat dilakukan penyi taan atas harta warisan (harta pusaka) jika tidak terclapat cukup kekayaan dari harta pencaharian baik yang berupa barang hergerak maupun barang tetap. (R v. 144; HIR.

1971.) c. ••

Pasa1209.

(1) Penyitaan dilakukan oleh panitera pcngadilan negeri,

(2) Jika panitera berhalangan buena kesibukan tugasnya atau buena alasan lain, maka ia c1iganti oleh seorang yang cakap clan terpercaya yang clitunjuk oleh ketua atau oleh jaksa yang cliberi kuasa yang juga berwenang untuk menunjuk sepanjang dikehendaki oleh ketua dengan melihat keadaan clan untuk menghemat biayat karena jaraknya tempat barangbarang yang akan disita,

(3) Penunjukan itu dilakukan cukup dengan menyebutnya saja atau clengan suatu catatan dalam perintah tertulis seperti dirnaksud dalam pasal yang lalu.

(4) Panitera atau orang yang ditunjuk untuk menggantikannya mernbuat berita acara tentang apa yang telah dilakukannya dan memberikan penjelasan tentang maksudnya kepada pihak yang barangnya disita, hila ini ada. (Rv. 446 dst.; HIR. 1972-5)

Pasal2IO,

( I) Panitera at au orang yang menggantikannya dalam menjalankan penyitaan dibantu oleh dua orang saksi yang nama, pekcrjaan serta tempat tinggainya disebut dalarn berita acara elan yang ikut mcnandatangani surat aslinya serta surat-surat turunannya.

(2) is.d.u. dg. S. 1932 - 42.). Para saksi harus penduduk Indonesia yang telah berumur 21 tahun dan oleh orang yang menjalankan penyitaan dikenal sebagai terpercaya at au oleh pejabat Parnongraja berbangsa Eropa atau Bumiputra diusulkan kepadanya, (HlR. 197 6-7)

Pasal211.

Penyitaan barang-barang bergerak milik yang kalah, termasuk uang clan surat-surat berharga, dapat terdiri dari barang-barang bergerak yang berujud yang ada eli bawah penguasaan orang lain, dan tidak boleh rneluas ke ternak clan perkakas-perkakas yang betul-betul diperlukan untuk menjalankan perusahaan pribacli dari terhukum. (HIR. 197 8.)

25

Pasa1212.

Panitera atau orang yang ditunjuk untuk mewakilinya dengan mel ihat keadaan, menitipkan barang-barang bcrgerak atau scbagiannya kepada orang yang megnalami penyitaan, atau dapat mernindahkannya seluruh atau sebagiannya kc tcmpat Jain untuk clisimpan. Dalarn haJ pertarna ia memberitahukannya kepada polisi setcmpat yang mcnjaga jangan sarnpai ada barang-barang dipindahkan. Hak opstal Indonesia tidak boleh dipindahk an. (HIR. 1979.)

PasaI213.

(I) Dalam hal penyitaan terhadap barang-barang tetap. maka berita penyitaan diurnurnkan kepada khalayak ramai, sepanjang barang itu terdaftar at all tidak berdasark an Ordonansi Balik-Nama (5. 1834-27), dengan cara pencatatan berita acara c1i dalarn daftar menurut pasal 50 (5. 1848- 10) tentang mulai berlakunya clan perpindahan ke perundang-undangan baru atau dalarn daftar di kepaniteraan pengadilan negeri yang diadak an untuk itu. R v, 507.)

Dalarn kedua hal itu harus dicanturnkan jam, hari, bulan dan tahun pengurnurnan yang bersangkutan, sedangkanjam, h ari, bulan dan tahun oleh panitera dicatat dalarn surat yang asli.

(2) Selain itu, orang yang melaukkan penyitaan merninta kepada kepala des a atau kepala pamong lainnya untuk mernaklumkan penyitaan itu kepada khalayak rarnai rnenurut cara yang lazirn dijalankan setempat, (HIR.198.)

Pasa1214.

(I) Terhitung mulai hari diurnumkannya berita acara penyitaan itu, maka pihak yang mengalarni penyitaan tidak diperbolehkan untuk mcmindahrangankan, mernbebani dengan suatu hak aiau mcnyewakan barang terap itu.

(2) Perjanjian-perjanjian yang bertentangan dengan larangan tersebut tidak dapat c1ipertanggungjawabkan kepada orang yang melakukan penyitaan. (Rv. 507; HIR. 199.)

Pasa1215.

(1) Penjualan barang sitaan dilakukan dengan perantaraan kantor lelang, atau tergantung dari keadaan at as pertirnbangan ketua at au jaksa yang dikuasakan oleh orang yang rnelakukan penyitaan ataupun oleh orang lain yang dipandang cakap clan dapat dipercaya oleh ketua atau jaksa yang dikuasakan itu, yang berternpat tinggal eli ternpat penjualan akan

26

dilakukan atau di dekat tempat itu. Penjualan dilakukan menurut syararsyarar biasa secara umum dan diberikan kepada yang menawar dengan harga tertinggi.

(2) Jika penjualnn tersebut dalarn ayat (L) harus dilaksanakan untuk mernenuhi pernbayaran yang tidak meiebihi tiga ratus gulden, tidak termasuk biaya perkara, ataujika atas perk iraan ketua atau jaksa yang dikuasakan mernperkirakan barang-barang yang disita ticlak akan mencapai jumlah liga ratus gulden, maka penjualan sekuli-kali ticlak bolch discruhkun kepada juru lelang.

(3) Dalam hal itu pelelangan clilakukan oleh orang yang melakukan penyitaan atau oleh orang yang dipandang cakap clan terpercaya sepcrti tersebut dalam ayat ( l ). Orang yang ditugaskan melakukan lelang membuat laporan terrulis yang disarnpaikan kepada ketua arau jaksa yang dikuasukan tersebut. (Rv. 453, 466; Venduregl. 1,4,20 dst.; BIR. 2001-3.)

Pasa1216.

(1) Pihak yang barangnya disita dapat mernberikan urutan barang-barang yang harus clidahulukan untuk ditawarkan. (HIR. 2004.)

(2) Bcgitu jurnlah yang diperlukan untuk memenuhi keputusan beserta biayanya tercapai, maka penjualan dihentikan dan sisa barang-barangnya dikernbalikan kepada pemiliknya. (BIR. 2005.)

(3) Di daerah Bengkulu, Surnatera Barat dan Tapanuli, harta pusaka baru boleh di lelang setelah barang-barang bergerak dan barang-barang tetap hasil pekerjaan debitur sendiri habis dilelang.

Pasa1217.

(I) Pelelangan (penjualan) barang bergerak dilakukan sesudah pengumurnan menurut cara seternpat dan tidak boleh dilakukan sebelum lewat delapan hari setelah dilakukan penyiraan.

(2) Bila bersama-sarna dengan barang-barang bergerakjuga disita barangbarang tetap, dan di antara barang-barang bergerak itu tidak ada barang yang mudah busuk, maka pelelangan dilakukan bersama-sarna dengan urutan yang telah diberikan oleh yang terkena sita, tetapi setelah diurnumkan dua kali clengan waktu antara lima bel as hari.

(3) Dalarn penyitaan yang dilakukan terhadap seluruh barang-barang tetap, maka digunakan tata cara pelelangan seperti diatur dalam ayat yang lalu.

(4) Pelelangan barang-barang tetap yang sekiranya melebihi nilai seribu gulden, di daerah karesidenan di mana beredar satu at au lebih sural kabar harlan, harus diurnumkan satu kali, selambat-Iambatnya cmpat belas hari sebelum dilakukan pelelangan, dalam surat kabar tempat akan dilakukan pelelangan. dan jika tldak ada sural kabar di tempat itu, di suatu surat kabar ternpat terdek at. (R Y. 516; HIR. 2006-9.)

Pasa1218.

(I) Hak orang yang barangnya clilelang atas barang-barang tctap berpindah kepada pihak pcrnbeli bcrdasarkan penentuan bahwa ia yang menawar tertinggi,jika sernua syarat-syaratjual-belinya telah dipenuhi dan harga dilunasi, dan alas pelunasan itu ia akan menerima land a bukti tertulis dari kantor Ielang atau dari orang yang ditugaskan rnelaksanakan pelelangan, (Ry. 526, 532; HIR. 20010.)

(2) Jika pemilik barang yang telah dilelang enggan untuk rnenyerahkan barang yang telah dijual itu, maka ketua pengadilan negeri atau jaksa yang dikuasakan secara tertulis mengeluarkan sruat perintah kepada pejabat yang bertugas memberirahukan untuk, bila perlu dengan bantuan polisi, mernaksa agar yang membangkang itu beserta keluarganya meninggalkan dan mengosongkan barang itu. Pejabat yang bertugas rnenjalankan perintah itu dibantu oleh panitera pengadilan negeri atau oleh seorang pegawai berkebangsaan Eropa yang ditunjuk oleh ketua atau oleh jaksa yang dikuasakan atau bila orang sernacam itu tidak ada, oleh seorang kepala desa Indonesia atau pegawai Indonesia yang ditunjuk oleh ketua atau oIeh jaksa yang dikuasakan. (Rv, 526, 1033; HlR. 200 10.)

Pasa1219.

Jikalau ada dua atau lebih perrnohonan pelaksanaan keputusan terhadap satu orang debitur, maka dalarn satu berita acara dilaukan penyitaan atas sejumlah barang-barang yang sekiranya diperlukan untuk menutup seluruh jurnlah dari semua keputusan berikut biaya pelaksanaan. (HIR. 201.)

Pasa1220.

Bila setelah selesai suatu penyitaan tetapi sebelum diadakan penjualan, masuk Jagi permohonan-permohonan untuk pelaksanaan putusan terhadap debitur, maka barang-barang yang telah disita digunakanjuga untuk rnenutup segala keputusan dan ketua atau jaksa yang dikuasakan, jika perlu clapat memrintahkan agar penyitaan dilanjutkan terhadap barangbarang yang belurn disita sarnpai jurnlah yang kiranya cukup untuk mernbayar seluruh putusan ditambah dengan biaya-biayanya, (HIR. 202.)

28

Pasal221.

Dalam jangka waktu seperti tersebut dalam pasal yang lalu, maka keputusan-keputusan terhadap debitur yang dijatuhkan oleh hakimhakim lain dari yang disebut dalam pasal 206 ayat (I), dapat juga diajukan untuk dilaksanakan kepada ketua pengadilan negeri yang dalam wilayahnya dilakukan penyitaan. Ketentuan pasal 220. berl'}'~u pula dalam hal ini. (HIR. 203.)

Pasa1222.

(I) Dalam kejadian-kejadian seperti terscbut dalarn tiga pasal yang lalu, rnaka ketua yang dirnaksud dalarn pasal yang lalu, setelah mendengar atau memanggil dengan sepatutnya debiturdan para kreditur yang mengajukan permohonan pelaksanaan, rnenenrukan cara pernbagian hasil eksekusi eli antara para kreditur.

(2) Para kreditur yang rnernenuhi panggilan seperti tersebut dalarn aya tyang lalu dapat mengajukan banding kepada pengadilan tinggi terhadap penetapan tersebut; terhadap permohonan banding itu berlalu padal 199. (HIR. 204.)

Pasa1223.

Segera setelah penetapan mengenai pcmbagian mempunyai kekuatan yang pasti, maka ketua mernberikan daftar pembagian kepadajurulelang atau orang yang ditugaskanuntuk mengadakan pelelangan sebagai dasar pernbagian hasil penjualannya, (HIR. 205.)

Pasa1224.

(I) Kecuali apa yang diatur dalam ayat berikut. maka pelaksanaan keputusan yang termaksud mernbayar sejumlah uang yang tidak rnelebihi seratus lima puluh gulden, tidak terrnasuk biaya perkara, dilakukan tanpa peringatan lebih dahulu, (HIR> 206 1.)

(2) t s.d.u. dg. S. 1934-621, 622, S. 1936-629.). Jurnlah uang yang termaksud dalam ayat yang lalu yang berhubungan dengan pelaksanaan keputusan pengadilan adalah sebagai berikut:

a. di dalam wilayah Sumatera Timur dua ratus lima puluh gulden.

b. di dalam afdeling-afdeling dalarn Karesidenan Aceh dan sekitarnya yang tidak ada pengadilan negerinya, lima ratus gulden.

c. (Huruf c ini dianggap tidak tertii lis karena tidak sesuai lag! dengan keadaan sekarang ).

29

(3) (Ayat ini dianggap tidak tertulis karena tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang).

(4) Jika tidak cukup adanya barang-barang bergerak, maka atas perintah tertulis karena jabatan ketua atau jaksa yang dikuasakan, juga barangbarang tetap boleh disita dengan cara penyitaan seperti ditentukan dalarn pasal 208 sid 210 dan pasa1 213, dan dijual dengan cara-cara yang ditentukan dalarn pasal 215 sic! 21. (HIK 2062.) c, •• _

Pasa1225.

(1) Perlawanan pihak debitur ierhadap pelaksanaan.baik mengenai penyitaan barang-barangn bergerak maupun barang-barang tetap, dilakukan secara tertulis at au lisan kepada pejabat yang mernerintahkan penyitaan, danjika perlawanan dilakukan secara Iisan, maka pejabat itu membuat eatatan atau menyuruh membuat catatan. (HIR. 207 I.)

(2) Jika perlawanan dilakukan oleh jaksa yang dikuasakan, maka segera ia mengirimkan permohonan itu atau catatannya kepada ketua pengadilan negeri.

Pasa1226.

Perkara kemudian oleh ketua cliajukan kepada sidang pengadilan negeri pertama agar diputus setelah menclengar atau rnemanggil para pihak dengan sepatutnya. (HIR. 207 2.)

Pasa1227.

(I) Perlawanan itu tidak mencegah at au menunda pelaksanaan, kecuali jika diperintahkan oleh pejabat yang telah memerintahkan penyitaannya. (2) Perintah itu dicanturnkan di atas surat permohonannya atau dicanturnkan di alas catatan perrnohonan lisannya.

Pasa1228.

(I) Ketentuan-ketentuan dalam tiap pasal sebelurnnya ber!aku juga dalarn hal pihak ketiga melawan pelaksanaan berdasarkan pernyataan sebagai pernilik barang-barang yang disita.

(2) Terhadap keputusan-keputusan berdasarkan pasal ini dan pasal-pasal 226, 231 dan 240, berlaku ketcntuan-ketentuan mengenai banding. (HIR.208.)

Pasa1229.

( I) Atas petunjuk orang yang memohon pelaksanaan putusan, maka dengan memperhatikan apa yang ditentukan dalam pasal 208, dapat dilakukan

30

------~------

penyitaan atas tagihan-tagihan yang dapat dituntut oleh pihak yang dieksekusi dari pihak lain.

(2) Turunan surat perintah penyitaan diberitahukan kepada pihak ketiga yang barangnya disita dan juga kepada pihak yang dieksekusi kepada yang pertama sekaligus dengan perintah untuk menahan barang yang disita itu dengan ancarnan pernbayaran yang dilakukan tidak sah. (Rv. 477.)

Pasa1230.

(I) Dalarn waktu delapan hari setelah diberitahukan, maka orang yang mengalami tindakan pelaksanaan dapat mengajukan perlawanan, jika ia beranggapan mempunyai cukup alasan untuk itu. (Rv. 479.)

(2) Terhadap perlawanan itu berlaku pcrnturan-peraruran tersebut c1alam pasal 225 clan berikutnya.

Pasa! 231.

Jika perlawanan pihak yang mengalami pelaksanaan itu c1ianggap rnernpunyai dasar dan karena itu men clap at pembebasan dari pelaksanaan, maka pemohon pelaksanaan c1ihukurn untuk rnengganti biaya, kerugian clan bunga, kepada pihak yang mengalami pelaksanaan. (Rv. 480.)

Pasa1232.

Jika yang mengalarni pelaksanaan tidak rnelakukan perlawanan seperti tersebut dalarn pasal 230, atau perlawanannya ditolak, maka pernohon dalarn waktu satu bulan setelah larnpau tenggang waktu yang ditentukan untuk mengajukan perlawanan atau sesudah keputusan dijatuhkan harus mengajukan gugatan terhadap pihak ketiga yang barangnya disita agar memberikan keterangan ten tang berapa banyak utangnya kepada pihak yang rnengalami pelaksanaan dengan ancaman batalnya penyitaan, dan selanjutnya agar dihukurn menyerahkan sejurnlah uang yang akan ternyata kepada pihak yang sedang mengalami pelaksanaan untuk kepentingan pemohon agar dapat penggantian gugatannya dan agar bila ia menol ak rnernberi keterangan, dihukurn untuk rnernbayar sejurnlah uang, untuk mana penyitaan dilakukan, atau bila perlawanan dibenarkan untuk membayar biaya dan bunga seakan-akan ia sendiri adalah debitur. (Rv, 481.)

Pasal 223.

Jika pihak ketiga yang terkena sita termasuk orang yang tunduk kepada peradilan Barat, maka terhaclapnya cliperlakukan ketentuan-ketentuan yang berlaku terhadap sita barang pihak ketiga seperti diatur dal arn

31

----------

Reglernen Acara Perdata. (Rv.)

Pasa1234.

Jika pihak ketiga itu tcrmasuk yang tunduk kepada pengadilan negeri, maka diikuti pcraturan-peraturan rnengenal cara mengajukan perkara dan pcnyclesaiannya seperti diatur dalam pasal 142 dan berikutnya dalam undang-undangn ini dan juga apa yang ditentukan daJam pasalpasal berikut ini.

Pasa1235.

( I) Keterangan pihak ketiga yang barangnya disita diberikan secara tertuJis atau lisan di hadapan sidang pengadilan. (Rv. 736.)

(2) Harus disebutkan alasan-alasan dan hal lain sebagai berikut:

sebab dan jurnlah utang pihak ketiga itu kepada pihak yang sedang mengalami pelaksanaan.

pembayaran-pembayaran atas rekening, jika ada.

eara pelunasan utang, jika pihak ketiga mengarakan sudah tidak mernpunyai utang lagi. (Rv, 735.)

Pasa1236.

Jika pihak ketiga telah mernberikan keterangannya dantidak mernbantah penghukuman yang dimintakan, maka sernula biaya yang telah dia keluarkan harus diganti dan ia tidak dapat diwajibkan untuk melaukan suatu pernbayaran keeuali tidak rnelunasi atau dengan dikurangi biaya itu. (R v. 737.)

Pasa1237.

Jika pihak ketiga yang barangnya disita mernbantah untuk mernberi keterangan dan alasan untuk itu tidak dibenarkan, maka ia masih diperintahkan untuk mernberikan keterangan pada hari yang ditentukan dan bersamaan dengan itu dihukum mernbayar biayanya. (Rv. 738.)

Pasa1238.

( I) Jika ia tetap lalai untuk mernberikan keterangan. maka terhadapnya dijatuhkan putusan di luar kehadirannya dan ia dihukum mernbayar jurnlah tuntutan yang menyebabkan penyitaan tersebut atau bila perlawanan dibenarkan, berikut bunga serta biaya-biaya seolah-olah ia sendiri adalah debitur. (R v. 739.)

32

(2) Jika tidak memberikan keterangan itu karen a ia tidak datang, maka berlakulah pasal ISO reglemen ini.

Pasal 239.

Pihak yang minta pelaksanaan keputusan dapat mernaksa pihak ketiga untuk menguatkan keterangannya dengan surnpah. (Rv. 742.)

Pasa1240.

(I) lika yang mernohon pelaksanaan memhantah kebcnaran keterangan dari pihak ketiga itu dinyatakan sebagai yang tidak bcnar, maka keterangan itu diperbaiki oleh hakim dan pihak ketiga dihukurn untuk memenuhi apa yang ternyata merupakan utangnya.

(2) Kecuali itu ia dapat dihukum untuk mcngganti biaya, kerugian dan bunga. (Ry. 743.)

Pasa!241.

Uang yang ternyata menjadiutang pihak ketiga itu harus dibayarkan kepada pihak yang mengalami tindakan pelaksanaan putusan sarnpai sejumlah yang sudah diperbaiki dalam keputusan dan.jika perlu dapat dilaksanakan terhadap pihak ketiga atas kekuatan keputusan hakim dengan paksa (eksekusi). (Rv. 744.)

Pasa!242.

(I) lika tidak ada atau tidak cukup barang-barang untuk menjamin pelaksanaan putusan hakirn, maka ketua pengadilan negeri atau jaksa yang dikuasakan atas permohonan tertulis atau lisan pihak yang dimenangkan, dapat mengeluarkan perintah tertulis kepada pejabat yang berwcnang melakukan pekerjaanjurusita (exploit) untuk rnenyandera debitur. (R v. 583, dst.: RBg. 244.)

(2) Lama waktu penyanderaan debitur menurut pasal berikut dinyatakan dalam surat perintah itu. (Ry. 580, 586; HIR> 208.)

Pasal243.

(I) Penyanderaan diperintahkan:

untuk selarna enam bulan karena penghukuman rnernbayar sarnpai jurnlah seratus gulden.

untuk selarna satu tahun karena penghukuman membayar diatas seratus gulden.

33

untuk selama dua tahun karena penghukuman membayar di alas tiga ratus gulden.

unluk selarna tiga tahun karena penghukuman mcmbayar lebih dari lima ratus gulden. (Rv. 586.)

(2) Biaya perkara tidak termasuk jurnlah-jumlah uang yang dipcrhitungkan seperti tersebut di atas. (I·HR. 2l 0.)

Pasa1244.

Tcrhadap orang-orang yang sudah berumur enarn puluh lima tahun, rnaka penerapan paksaan badan hanya diperbolehkan sesuai dengan peraturan-peraturan yang ada atau yang akan dikeluarkan. (S. l874- 94.)

Pasal 245.

Sekali-kali ticlak diizinkan kepada anak-anak dan keturunan-keturunan scterusnya untuk melakukan penyanderaan terhaclap keluarga sedarah atau karena perkawinan dalam garis lurus clan eli claerah Bengkulu, Sumatera Barat clan Tapanuli, sepanjang hukum warisnya rnengikuti ketentuan-ketentuan Melayu, dilarang penyanderaan oleh kemenakan terhadap saudara-sauclara laki-laki atau perempuan pihak ibu. (KUHPerd. 298; Rv. 582; HIR. 211.)

Scorang debitur tidak boleh disandera:

1°. di dalam sebuah gedung ibadah selama ada peribadatan;

2°. di ternpat-tempat di dalarn sidang-sidang oleh penguasa, selama siclang berlangsung. (R v. 22, 595: HIR. 212.)

Pasa1246.

Pasa1247.

(I) Jika scorang dcbitur melawan pcnyancleraan berdasarkan pendaputnya bahwa perintah penyandcraan melanggar peraturan hukurn clan menginginkan segera ada keputusan, maka ia secara tertulis mengajukan keberatannya kepada pejabat yang mernberi perintah penyanderaanatau jika ia menghendaki dihadapkan kepada pejabat itu yang dalam dua hal itu segera menetapkan apakah clebitur itu akan disandera sementara at au tidak, sambi I menunggu keputusan pengadilan negeri.

(2) Ayat (5), (7) dan (8) pasal 252 dalarn hal ini berlaku pula.

(3) Jika debitur secara tertulis melawan penyanderaan itu, maka sambil menunggu keputusan dan pejabat itu untuk menghindarkan ia lari, ia dijaga. (Rv. 599; HIR. 213.)

34

(4). Jika jaksa yang dikuasakan telah mernerintahkan penyanderaan, mak aia rnengirirnkan sura: permohonan penyanderaan itiu atau.jika penyanderaan dirnohonkan secar alisan, cataran mcngenai hal itu beserta penetapannya, kepada ketua pengadilan negeri.

Pasal248.

Scorang debitur yang tidak melawan atau perlawanannya ditolak, segera dibawa ke lernbago pcmasyarakaran untuk disandera. (R v. 600; HIR. 124.)

Pasal 249.

(I) Pejabat yang bertugas melakukan penyanderaan tidak boleh memasuk kan elcbitur ke dalarn Icmbaga pemasyarakatan sebelum mcnunjukkan perintah tertulis untuk penyanderaan itu kepaela pcnuntut umum (jaksa) yang membuat catatan tentang hal itu eli atas surat pcrintahnya. (Rv, 602.)

(2) Pegawai pelaksana sanelera dalam wakru dua puluh en am jam rnernberitahukan hal itu kepaela panitera pcngadilan ncgeri tentang terjadinya penyaneleraan. (KUHP 333, 555: HIR. 215.)

Pasal2S0.

(1) Biaya perneliharaan orang yang disanelera ditanggung oleh orang yang mcmohon penyanderaan yang harus dibayar lebih dahulu untuk tiaptiap tiga puluh hari. kepada lernbaga pernasyarakaran menurut reg1emen dan pcraturan yang dibuat oleh Gubernur Jenderal.

(2) Jika pemohon sandera sebe1um hari ketiga puluh satu ridak memenuhi kewajiban mernbayar, maka atas perrnohonan si sandera atau kepala lernbaga pernasyarakaran oleh ketua pengadilan negeri atau jaksa yang dikuasakan scgcra diperintahkan agar penyanderaan itu dihentik an. (R v, 587.)

(3) Perintah penghcntian penyanderaan dilaksanakan olch jaksa kepala at au jaksa yang membuat catatan tentang hal itu eli surat perintah atau jika tidak aela pejabat sedernikian di tempat itu oleh scorang pegawai yang ditunjuk oleh ketua pengadilan atau oleh jaksa yang dikuasakan,

(4) Tenrang pelaksanaan perintah penghentian penyancleraan itu dalarn waktu cilia puluh empat jam oleh kepala lembaga pemasyarakatan diberitahukan kepada panitera pengadilan negeri. (HlR. 216.)

Pasal251.

Debitur yang disandera secara sah segera dibebaskan:

1°. atas'izin orang yangrnohon penyandcraan, selain dengan suaru akta otentik, juga dapat disampaikan dcngan keterangan secara lisan kepada ketua pcngadilan negeri yang ten tang hal itu mernerintahkan agar hal itu dicatat dalarn register seperti ditentukan dalarn pasal 256. Jika si pemohon sandera bcrtempat tinggal atau bertempat kcdiarnan di luar wilayahjaksa eli ternpat keduclukan pengadilan negeri atau jika ketua pengadilan negeri tidak ada eli tcrnpat itu. maka kererangan itu juga dapat dinyatakan kepada jaksa duri wilayah tcmpat tinggal atau tempat kcdiama» pemohon sander« dan dibuatlal: suatu akra yang kemudian disampaikan kepacla kerua pcngadilan negeri.

2'~. karena pernbayaran lltang atau penitipan secara hukurn kepada seorang notaris atau panitera pcngadilan negeri jurnlah uang sebagai pembayaran utang kepada si pemohon sandera, termasuk juga bunganya, biaya perkara, biaya penyanderaan serta uang rnuka yang telah dibayar untuk perneliharaan. (KUHPercl. 1382 dst.: 1404; Rv. 591, 809, dst.; HIR. 2!7.)

Pasal252.

(1) Seorang debitur yang tidak rnelakukan perlawanan rncnurut cara yang ditentukan dalam pasal 247 tidak kchilangan haknya, bila menyatakan ia disandera secara bertentangan dengan pasal-pasal 244, 245 dan 246 atau telah disandera dengan melawan hukum, dan dapat mengajukan permohonan agar pengadilan negeri rnenyarakan penyanderaannya batal,

~

~

I I

t

r

!

I

I

I

(2) Untuk itu ia dengan peranraraan kepada lernbaga pernasyarakatan rnengajukan permohonan kepada ketua pengadilan negeri.

(3) Jika ia tidak dapat rnenulis, rnaka ia diberi kcsernparan untuk mengajukan permohonannya secara lisan kepada ketua pengac!ilan negeri atau jaksa yang dikuasakan yang wilayan hukumnya melipuri letak lembaga pernasyarakatan dan ten tang hal itu dibuat catatan atau cliperintahkan agar dibuar catatan.

(4) Jaksa.yang dikuasakan menyampaikan catatan yang dibuatnya atau rnenyuruh mernbuatnya, segera kepada ketua pcngadilan negeri.

(5) Ketua mengajukan perrnohonan itu di depan sidang yang berikutnya clan pengadilan negeri mernutuskan bila perlu sesudah rnendengar si sandera dan yang rnohon sandera.

(6) Akan dijalankan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dari pasal ini,jika si sandera berpendapat ada alasan-alasan yang sah yang dapat ia kernukakan untuk penghentian penyanderaan, kecuali yang tersebut dalarn

36

pasal 250 yang ditetapkan sendiri oleh ketua atau jaksa yang dikuasakan, (7) Dalam hal ini semua, rnaka putusan pengadilan negeri dapat dirnohonkan banding tetapi dapat dilaksanakan c!engan serta mcrta.

(8) Kctentuan-ketentuan termuat dalam rasa1199-20S bcrlaku juga dalarn hal banding ini. (HIR. 218.)

Pasa1253.

( I) Dcbitur yang pcnyundcraannya dinyatakan batal atau k arcna tidak dibayar uang rnuka untuk pemeliharaannya tidak dupa: disandera kembali untuk utang yang sama sebelum larnpau dclapan hari sejak ia dibebaskan, (Ry. 582.)

(2) Jika ia dibebaskan karena tidak dibayar uang rnuka untuk perneliharaannya, maka kreditur tidak bolehl menyandera lagi debitur, kecuali ia membayar uang rnuka untuk pemeliharaannya untuk jangka waktu tiga bulan. CRy. 605.)

(3) Bagairnanapun waktu selama dijalani penyanderaan harus dikurangkan dari waktu yang diperbolchk an untuk penyanderaan dalam berbagai hal. (HIR. 219.)

Pasa1254.

Barangsiapa melarikan diri dari penyanderaan dapat segcra disandera kernbali berdasarkan perintah penyanderaan yang pernah dikeluarkan dulu, dengan tidak mengurangi kewajiban mengganti kerugian dan biaya yang disebabkannya. (HIR. 220.)

Pasal 255.

Meskipun penyanderaan telah dilakukan terhadapnya, debitur tetap bertanggungjawab at as utangn yang menyebabkan ia disandera. (HIR. 221; Rv. 592.)

Pasa! 256.

Panitera pengadilan negeri memegang suatu register rnengenai penyanderaan yang berisi catatan mengenai: (Rv, 602.)

1°. perintah untuk penyanderaan dengan menyebut jabatan yang mengeluarkan perintah itu, hari ditandatangani, nama-nama dan pekerjaan serta temp at tinggal mereka yang diperintahkan untuk disandera, serta larnanya waktu pcnyanderaan dapat dilakukan:

37

2°. hari debitur rnulai ditahan;

3°. hari dibebaskan dari penyanderaan. (HIR. 222.)

Pasa1257.

Ketua pcngadilan negeri tiap snut.jikc.menghcndakinya dapat rnerninta agar daftar itu diperlihatkan kepadanya sedikitnya sebulan sekali dan sccara tcliti mengawasi supaya orang yang disandera segera dikeluarkan elari pcnyanderaan begitu wuktu pcnvandcruan lcwat. (HJR. 223.)

Pasa1258.

(I) Grosse akta hipotek clan surat-surat utang yang elibuat oleh notaris eli dalarn wilayah Indonesia mernuat kepalu yang berbunyi "Atas nama Raja" (sekarang: Derni keaelilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esaj-rnempunyai kekuatan yang sarna elengan keputusan pengadilan.

(2) Untuk pelaksanaannya yang tidak elijalankan secara suka rela, berlaku ketentuan-ketentuan bagian ini, tetapi dengan pengertian bahwa penerapan paksaan badan hanya dapat dijalankan jika eliizinkan oleh putusan pengadilan. (Rv. 440, 584; HNo. 41; HIR. 224.)

Bagian 5. Beberapa Acara Khusus

Pasa1259.

(I) Jika seseorang yang dihukurn untuk melakukan suatu perbuatan ticlak meJakukannya dalarn waktu yang telah ditentukan oleh orang yang rnenelapat keuntungan dari putusan pengadilan yang bersangkutan dapat dirnintakan kepacla pengadilan agar kepentingan dari pcrnenuhan perbuatan ini elinilai dalarn jumlah uang yang harus ia kernuk akan.

(2) Terhadap permohonan ini berlaku kctcntuan-ketentuan tersebut clalam pasal 142. 143, 144, 145, elan 146 clengan perbedaan, bahwa ketua hanya memanggil debitur untuk menghadap eli sidang pengaelilan yang datang untuk clidengar penclapatnya mengenai perrnohonan tersebut:

(3) Sesudah debitur didengar, atau bila ia tidak hadir setelah elipanggil dengan sepatutnya, maka pengadilan negeri menolak tuntutan itu atau member: penilaian dalarn jumlah uang yang sarna dengan apa yang elituntut pemohon at au dengan jurnlah yang lebih kecil, dengan rnenghukum elebitur untuk mernbayar jumlah itui. (KUHPercl. 1239; HIR. 225.)

38

Pasa1260.

(I) Seorang pemilik suatu barang bergerak dapat mcmohon kepada ketua pengadilan negeri y~ng wilayah hukumnya meliputi ternpat tinggal atau tempat kedudukan orang yang memegang/mcnguasai barang itu, dengan cara tertulis atau lisan, agar dilakukan pcnyiraan atas barang yang dikuasai itu,

(2) Barang yang harus disita harus cliterangkan elengan leliti dalarn permohonannya itu,

(3) Jika pcnyitaan dikabulkan, maka penyitaan dilakukan dengan perintah tertulis dari ketua, ditetapkan pula siapa yang melakukan penyitaan serta tat a cara yang harus diturut elengan mengikuti apa yang diatur dalarn pasal 208 - 212.

(4) Penyitaan yang telah dilakukan segera diberitahukan oleh panitera kepacia pernohon sita dengan diberitahukan pula, bahwa ia harus hadir pada hari persielangan yang akan elatang agar rnengajukan elan menguatkan tuntutannya.

(5) Orang yang barangnya dis ita, diperintahkan juga untuk hadir pada

persidangan itu. -

(6) Pacla hari yang sudah clitentukan, rnaka persidangan elilakukan dengan cara yang biasa dan diputus tentang hal itu.

(7) Jika gugatan dikabulkan, maka sitaan dinyataan sah elan berharga clan cliperintahkan agar barang yang clisita diserahkan kepada penggugat, sedangkan jika gugatan ditolak, maka diperintahkan agar sita diangkat. (Rv. 714 dst.; HIR. 226.)

Pasal261.

(I) Bila ada dugaan yang berdasnr, bahwa seorang clebitur yang belum diputus pcrkaranya at au yang telah diputus kalah pcrkaranya tetapi belum c1apat dilaksanakan, berusah untuk menggelapkan atau rnemindahkan barang-barang bergeraknya at au yang tetap, agar dapat dihindarkan jatuh ke tang an kreelitur, maka atas perrnintaan pihak yang berkepentingan, ketua pengadilan negeri atau jika debitur berternpat tinggal atau bereliam eli luar wilayah jaksa eli tempat kecluelukan pengadilan negeri atau jika ketua pengadilan negeri tidak ada cli tempat tersebut, jaksa eli ternpat tinggal atau tempat kediaman debitur dapat memerintahk an penyitaan barang-barang tersebut agar elapat menjamin hak si pemohon clan sekaligus mernberitahukan padanya supaya menghadap eli pengadilan negeri pad a suatu hari yang ditentukan untuk mengajukan gugatannya serta menguatkannya. (Rv. 720, dst.)

39

(2) Debitur, atas perintah pejabat yang memberi perintah, dipanggil untuj; darang menghadap paela hari sielang yang sarna.

(3) Tentang siapa yang ditugaskan melukukan penyitaan serta tentang tata eara yang harus e1iikuti elan akibatnya diatur juga dalarn pasal 208 - 214.

(4) Jaksa segera memberikan laporan tentang apa yang telah e1ilakukannya kcpada ketua pengadilan negeri.

(5) Pada hari yang sudah ditcntukan pcrncriksaan pengaclilan dilakukan dengan caru biasa.

(6) Jika gug aran dikabulkan, maka penyitaan dinyatakan sah dan berharga jika gugatan c1itolak, maka diperintahkan agar penyitaan diangkat,

(7) Jib pcnyiraan dilakukan at as perintahjaksa, mak aketua pengadilan negeri, jika ada eukup alasan, dapat memerintahkan untuk mengangkat penyitaan itu sebelum hari persidangan yang harus dihadiri oleh para pihak.

(8) Pengangkatan sita selalu dapat dituntut dengan jaminan seorang penanggung atau atas jaminan-jaminal lain yang eukup. (KUHPerd. 1820 c1st.: HIR. 227.)

Pasa! 262,

(l) Terhaelap putusan-putusan hakirn berdasarkan tiga pasal-pasal terdahulu, berlaku ketentuan-ketenuan umum rnengenai banding.

(2) Keputusan-keputusan hakim tersebut dalam pasal-pasal itu dilaksanakan menurut cara biasa, (HIR. 228.)

Pasa1263,

Jika seorang dewasa karcna akalnya terganggu, tidak mampu untuk mengurus diri sendiri serta harta bendanya, maka tiap-tiap kcluarga terdekat dan jika tidak ada, jaksa kepala atau jaksa berhak mernohon agar diangkat seorang pengampuan untuk mengurus orangn demikian serta harga bendanya. (KUHPerci. 434 clst.: S. 193 I - 54; HIR. 229.)

Pasal264,

(I) Permohonan ini diajukan kepada ketua pengadilan negeri yang mernpunyai wilayah hukurnnya meliputi temp at tinggal atau tempat kediaman orang yang akan diternpatkan eli bawah pengarnpuan clan memanggil pemohon clan saksi-saksi yang disebutkan beserta orang yang akan ditempatkan eli bawah pengampuan agar rnereka datang eli sidang pengadilan negeri pad a hari yang ditetapkan. (KUHPerci. 438 dst: HIR. 230.)

40

(2) Pada hari persidangan itu orang-orang yang dipanggil serta saksi-saksi didengar sesudah disumpah. (I-IIR. 231.)

Pasa!265.

(1) Bila orang yang ditempatkan eli buwah pengampuan bertempat tinggal atau berdiarn eli luar wilayah kejaksaan di tempat kedudukan pengadiian negeri atau bila ketua pcngadilan ncgcri tielak ad di tcmpat itu, rnaka permoilonan dapat diajukan kepada jaksa ditcmpat linggal atau rernpat kecliam,lIl si terarnpu yang kcmudian rncndengar orang-orang yang discbut dalarn pasal tcrdahulu, saksi-sak si setelah disurnpah elan dari pendengaran itu mcmbuar berita acara elcngan permintaan untuk mengirimkan catatan-catatan yang dibuatnya kepada ketua pengadilan negeri.

(2) Ketua mengajukan perkara itu untuk diputus ke sidang pengaclilan berikut yang diketahuinya.

(3) Sambil menunggu keputusan itu, mak ajaksa dapat mengambil tindakantindakan semen tara yang dianggapnya perlu untuk kepentingan orang yang ada di bawah pengarnpuan.

Pasa! 266.

Bila pcrmohonan dik abulkan, maka pengadilan negeri mengangkat seorang menjadi pengarnpu yang diperkirakan dapat mengurus orang yang ditempatkan eli bawah pengampuan beserta barang-barangnya dengan sebaik-baiknya. (HIR. 2312; KUHPerd. 449.)

Pasa! 267.

(1) Pengarnpuan dapat elihentikan oleh pengadilan negeri jika alasan-alasan yang mcnyebabkan diberikan pengarnpuan itu sudah tidak ada lagi. (2) Permohonan untuk penghentian pengampuan, pemeriksaan ten tang hal itu clan pcmberian keputusan ten tang itu dilakukan ciengan cara seperti ditentukan eli atas. (KUHPercl. 460; HlR. 232.)

Pasa1268.

Paela waktu berakhirnya pengarnpuan karen a dihentikan atau karena hal-hal lain, rnaka pengarnpu berkewajiban mernberikan perhitungan elan pertanggungjawaban aras pengurusannya. (KUHPerd. 409, 452; HIR. 233.)

Pasa! 269.

(1) Pengadilan negeri berwenang, atas perrnohonan keluarga orang yang eli bawah pengarnpuan ataujaksa, elerni ketertiban atau untuk menghin-

dark an kecelakaan, untuk memasukkan orang-orang yang karen a kelakuannya buruk dan boros untuk dibiarkan hidup secara itu at au berbahayu bagi orang-orang lain eli sckitamya, setelah diadakan penyclidikan sccara puntas, ke dalam suatu lembaga, rumah sakit atau ternpattempat lain yang sesuai untuk ditahan, sclarna orang itu tidak mcnunjukkan tanda perbaikan yang nyata. (RO. 134 clst.: 138.)

(2) Permohonan-perrnohonan semacam itu terlepas dari pengampuan, yang jika bclum c1iherikan sebelumnya dan cukup adanya alasan-alasan umuk itu, dapat dimohonkan bersamaan at au kernudian menurut ketcntuanketcntuan eli atas, (KUHPerci. 456: HIR. 234.)

(3) Sambi I menunggu dikeluarkannya keputusan, maka jaksa di tempat tinggal at au ternpat kediaman orang-orang tersebut dalam ayat (I) dapat mengambil tindakan-tindakan yang dipanclang perlu untuk menjaga ketertiban clan kearnanan.

Pasa1270.

is.d.u.dg. S. 1936-131, 132.) Ketentuan-ketenuan yang tercanturn dalam ayat (I) pasal yang lalu berlaku juga di karcsidcnan-karesideuan at au bagian-bagian karesidenan yang diretapkan oleh Gubernur Jcnderal terhadap orang-orang yang menclerit apenyakit yang menjijikkan, yang mengemis di muka umurn atau terhadap gelandangan atau yang memanfaatkan keadaan nasibnya untuk mengganggu orang lain dengan pengertian:

a. bahwa orang-orang sernacarn itu hanya dapat dimasukkan dalarn lernbaga-lembaga atau rumah-rurnah sakit yang oleh kepala daerah setelah berrnusyawarah denganjawatan kesehatan rakyat yang juga sesudah dirundingkan dengan kepala dinas terse but, tempat-tcrnpat tersebut clinyatakan patut, jika perlu dengan syarat-syarat tcrtentu.

b. bahwa orang-orang yang telah mendapat penetapan hakirn menu rut ayat ( I ) dari pasal yang lalu tidak bolch eli masukkan dalam lembaga atau rumah saki! yang khusus disediakan untuk penderita pcnyakit rnenular tertentu sebelum oleh kepala daerah setelah berrnusyawarah dengan jabatan kesehatan yang ditugaskan dengan pengawasan kesehatan dalam daerah itu.jika mungkin seorang yang ahli dalam penyakit itu, secara tertulis dinyatakan mereka benar-bcnar menderita penyakit rnenular itu atau elengan kuat clicluga menderita penyakit itu.

c. bahwa pengadi Ian negeri, atas permohonan yang bersangkutan atau keluarga terdekat atau jaksa kepala atau jaksa, dapat mengeluarkan rnereka dari penahanan dengan cara tersebut eli alas, hi la alasan-

42

c:

alasan yang rnenyebabkan mereka dimasukkandalam lernbaza atau

rurnah sakit itu sudah tidak ada lagi dan dipandang tidak perlu lagi untuk ditahan. (HfR. 234.)

Pasal271.

(I) Jik a sescorang hilang atau mcninggalkan rurnahnya tanpa mengatur lchih elulu mengenai pengurusan haria miliknya. maku tiap pcgawa: kcpolisian wajib elan tiap orang yang berkcperuingan bcrhak untuk melaporkan hal itu kepada ketua pengadilan negcri, atau jika orang itu bcrtempat tinggal at au berdiam eli luar wilayah jak sa eli tempat keeluelukan pengadilan negeri, atau jika ketua pengadilan negeri tidak ada cli situ, kepada jaksa di ternpar tinggal atau ternpat kecliaman orang yang hilang at au minggat itu. Jaksa itu wajib segera pergi ke rumah orang yang hilang atau minggat itu disertai pelapor, dan mcngambil langkah-langkah untuk menghindarkan adanya barang-barang yang tidak cliurus itu dilarikan. (KUHPerd. 463 dst., 467 dst., bclk. S. 1922- 455 jo. S. 1926-344.)

(2) Tentang tindakan-tindakan itu dibuat berita acara.

(3) Jaksa segera mengirim berita acara itu kepada ketua pengadilan negeri.

(4) Ketua menyarnpaikan berita acara itu kepada sidang pengadilan yang berikutnya yang kemudian, Jika clipanclang perlu, menyerahkan penguasaan barang-barang itu sernentara kepada majelis pengurusan harta peninggalan at au balai harta buclel yang bersangkutan ataupun kepada suatu majelis yang dinyatakan berwcnang untuk itu.

(5) Terhadap barang-barang yang menurut peraturan yang berlaku ticlak boleh diurus oleh suatu badan tersebur eli aras, rnaka akan dilakukan tindakan-tindakan sebegitu rupa yang elipandang paling rnenguntungkan bagi yang berkepentingan.

(6) Pengaclilan negeri dapat menyerahkan pengurusan barang-barang yang ticlak seberapa harganya kepada keluarga sedarah atau sernenda atau suami istri orang yang hilang atau minggat itu dengan satu-satunya kewajiban untuk mengernbalikan barang itu atau harganya kepada orang yang hi lang atau minggat itu jiak eli kemuclian hari ia kembali dengan clikurangi utang-utangnya, tanpa suatu penghasilan at au pendapatan.

(7) Jika ketua at au jaksa berhalangan untuk melaksanakan apa yang ditentukan dalarn ayat (I) pasal ini, rnaka ia clap at mcnyerahkan kepada salah seorang anggota pengadilan negeri atau kepada seorang pejabat bawahannya. (HIR. 235)

43

(1) Penetapan-penetapan pengaclilan yang dijatuhkan berclasarkan pasal 266,267,269,270 dan 271 dapat dimohonkan banding, tetapi sementara dapat dilaksanakan clengan serta merta. Permohonan banding itu harus diajukan dalarn tenggang waktu riga puluh hari setelah ditandatanganinya penetapan clan dicatat dengan cara seperti ditentukan untuk keputusan pengaclilan negeri. Raad van Justitle memutus tanpa suatu bentuk acara,

Pasal272. ( s.d.u. dg. S. 1939-715.)

(2) Penetapan-penetapan yang diambil menurut pasal 269 clan 270, dilaksanakan olch atau atas perintah jaksa. (HIR. 236.)

Bagian 6, Izin Berperkara Tanpa Biaya

Pasal273.

Penggugat at au tergugat yang tidak marnpu membayar biaya perkara clapat diizinkan untuk berperkara tanpa biaya. (RO. 72: Rv. 872 dst.:

HIR.237.)

Pasal274.

(1) Jika yang memohon adalah penggugat, maka ia mengajukan permohonan itu pad a waktu mengajukan gugatan tertulis atau lisan seperti cliatur clalam pasal 142 clan 144.

(2) Jika yang memohon adalah tergugat, maka permohonan itu diajukan bersama dengan jawabannya seperti cliatur dalam pasal 145 at au di hadapan sidang jika belum diajukan sebelumnya, asa1 sebelum ada jawaban at as haknya.

(3) Permohonan dalarn dua hal itu harus disertai bukti tertulis tentang tidak mampunya yang dikeluarkan oleh kepala polisi di tempat tingga! pernohon, yang memuat keterangan pejabat itu bahwa yang bersangkutan setelah cliaclakan perneriksaan ternyata memang tidak rnarnpu untuk mernbayar. (Rv. 875; HIR. 238.)

(4) Jika bukti tertulis tidak dapat cliajukan, maka pengadilan negeri bebas untuk meyakinkan diri ten tang kcrniskinan pemohon yang bersangkutan dengan jalan keterangan-keterangan lisan atau dengan cara lain.

,

i

I

I

Pasa1275.

(I) Pada hari persidangan, maka pertarna-tama ditetapkan apakah permohenan untuk berperkara tanpa biaya dikabulkan atau ticlak.

44

(2) Pihak lawan dapat menentang diterimanya izin berperkara itu. baik mula-mula dengan membuktikan bahwa gugatan at au pembelaan lawan nya iru sarna sekali tidak beralasan maupun dengan menunjukkan bahwa ia sebenarnya mampu membayar biaya perkara.

(3) Pengadilan negeri clapat alas dasar salab satu alasan itu juga. k arcna jabatan, mcnolak pcrmohonan itu. (Rv. 879 dst .. HIR. 239.)

rasal276.

(I) Balai harta peninggalan clan balai budel, tanpa mengajukan tanda surat keterangan tidak mampu sebagai penggugat atau tergugat, clipcrbolehkan berperkara tanpa biaya jikalau budel yang diurusnya atau kekayaan orang yang cliwakilinya pada waktu perkara dijalankandipcrkirakan tidak akan mencukupi untuk membayar biaya perkaranya,

(2) Mereka pad a waktu mengajukan permohonan untuk berperkara tanpa biayasecara singkat memperIihatkan keadaan kekayaan itu kepada hakim. (KUHPerd. 415 dst.; Rv. 891 dst.: HIR. 240.)

Pasal277.

Penetapan pengadilan negerl yang mengizinkan untuk berperkara tanpa biaya tidak dapat dimohonkan banding atau upaya-upaya hukurn lain. (Rv. 892; HIR. 241.)

Pasal278.

(1) Permohonan untuk berperkara dalarn tingkat banding tanpa biaya harus elisertai pernyataan tidak mampu seperti tersebut dalam pasal 274 ayat (3), secara lisan atau tertn lis disampaikan kepada panitera pengadilan negeri yang memutus dalam tingkat pcrtarna, oleh pihak yang naik banding dalam waktu empat belas hari stelah keputusan dijatuhkan atau sesuclah diberitahukan seperti dimaksud dalam pasal 190, oleh pihak lawan disampaikan dalarn waktu empat bel as hari setelah diberitahukan adanya permohonan banding atau sesudah diberitahukan menurut ayat terakhir pasal ini.

(2) Jib pernohon bertempat tinggal atau berdiam di luar wilayah jaksa eli tempat kedudukan pengadilan negeri atau panitera pengadilan negeri tidak ada eli tempat itu, maka ia dapat minta agar permohonannya elieatat oleh jaksa eli tempat tinggalnya atau tempat ia berdiam.

(3) Perrnohonan itu oleh perkara dicatat dalam daftar yang dirnaksud dalam pasal 202.

45

(4) Ketua memerintahkan agar permohonan itu dalam waktu empat belas hari sesudah catatan itu, diberitahukan kepada pihak lawan dan mernerintahkan agar para pihak dipanggil untuk menghadap di hadapannya. (HiR.242.)

Pasal 279.

(I) Jika pemohon tidak datang mcnghadap. maka permohonan dinyatakan gugur.

(2) Pada hari yang tclah ditentukan, maka kctua mendengar pemohon dan lawannya. jika ciatang rnenghadap, (HIR 243.)

Pasa! 280. is.d.u. dg. 5 /937-63/.)

Berita acara penciengaran dan surat-surat yang berhubungan dengan perkara tersebut. berita acara persidangan, satu turunan resmi surat keputusan pengadilan dan ringkasan catatan yang ada di dalarn daftar ten tang perrnohonan untuk berperkara, tanpa biaya dikirimkan oleh panitera pengadilan negeri kepada raad van justitie yang akan memeriksa permohonan banding itu. (HIR. 244.)

TITEL V. Bukti Da!arn Perkara Perdata

!

I

i

r

I

I I

I

!

I

I

I

t

I

Pasa! 281.

(I) Raad van justitie memutus tanpa memeriksa para pihak, hanya berdasarkan surat-surat. Dengan sesuatu alas an seperti tersebut dalam pasal 275, juga karena jabatannya raad van justitie dapat menolak perrnohonan itu.

(2) Panitera mad van justitie secepat mungkin mengirimkan turunan resmi putusan mal' van justitie tersebut dengan disertai surat-surat seperti tersebut dalam pasal yang lalu kepacla ketua pengadilan negeri yang kemudian memberitahukannya kepada para pihak c1engan cara tersebut dalarn pasal 205. (HIR. 245.)

Pasa! 282.

Terhadap seal bukti clan penerimaan atau penolakan alat-alat bukti dalarn perkara perdata yang menjacli wewenang hakirn c1istrik, pengaclilan distrik , peradilan oleh jaksa dan pengaclilan negeri, harus diperhatikan peraturan-peraturan pokok sebagai berikut: (BIR. 162.)

46

Pasal28f:

Barangsiapa beranggapan mempunyai suatu hak at au suatu keadaan untuk menguatkan haknya atau menyangkal hak seseorang lain, harus mernbuktikan hak atau keadaan itu. (KUHPerd. 1865; HIR. 163.)

Pasa1284.

Alar-alar bukti terdiri clari:

bukti tertulis (KUHPerd. 1867 dst: RBg. 285 dst.) bukti clengan saksi-saksi.

persangkaan.

pengakuan-pengakuan

sumpah;

semuanya dengan rnemperhatikan ketentuan-ketentuan yang diatur clalam pasal-pasal seperti berikut. (KUHPerd. 1866; HIR. 164.)

Pasa1285.

Sebuah akta otentik, yaitu yang dibuat dengan bentuk yang sesuai dengan undang-undang oleh atau di hadapan pejabat umum yang berwenang di temp at akta itu dibuat, rnerupakan bukti lengkap antara para pihak serta keturunannya clan mereka yang mendapatkan hak ten tang apa yang dirnuat di dalarnnya dan bahkan tentang suatu pernyataan belaka; hal terakhir ini sepanjang pernyataan itu ada hubungan langsung dengan apa yang menjadi pokok akta itu. (KUHPerd. 1868, 1870 dst.:

KUHP 380; HIR. 165.)

Pasa1286.

(I) Akta-akta di bawah tangan adalah akta-nkta yang clitandatangani di bawah tangun, surat-surat, daftar-daftar, surat-surat mengenai rurnah tangga dan surat-surat lain yang dibuat tanpa campur tangan pejabat pemerintah.

(2) Cap jari yang dibubuhkan eli bawah surat di bawah tang an disarnakan dengan tancla tangan asal elisahkan elengan suatu surat keterangan yang bertanggal oleh notaris atau pejabat lain yang ditunjuk oleh undangundang dan menerangkan bahwa ia mengenal pemberi cap jari atau yang diperkenalkan kepadanya, dan bahwa isi akta itu telah dijelaskan kepacla si pembubuh cap jari dan bahwa cap jari tersebut dibubuhkan di hadapannya.

(3) Pejabat tersebut membukukan surat itu.

47

(4) Pernyataan serta pembukuannya dilakukan menurut apa yang ditentukan dalam orclonansi at au menruut peraturan-peraturan yang akan ditetapkan. (KUHPercl. 1874-29 pasal I; S. 1916-46.)

Pasa1287.

(I) Bib dikehendaki oleh rnerek a yang berkcpcntingan cli luar hal seperti tersebut dalam ayat (2) pasal 286, maka surar-surat di bawah tangan yang ditandatungani dapat dilcngkapi dcngan kctcrangan yang bertanggal yang dibuat oleh notaris at au pejabat lain yang ditcntukan dalarn perundang-undangan yang menyatakan mengenal si penandatangan atau yang telah dipcrkenalkan kepaclanya clan bahwa isi akta itu telah clijelaskan kepada si penandatangan elan bahwa kemudian tanda tang an telah c1ibubuhkan di hadapannya,

(2) Untuk itu berlaku ayat (3) clan (4) pasal yang lalu, (KUHPerel. 1874a.)

Pasa1288.

Akta-akta eli bawah tasngan yang berasa! dari orang Indonesia atau orang Timur Asing yang e1iakui oleh mereka yang berhubungan dengan pernbuatan akta itu at au yang secara hukurn diakui sah, menirnbulkan bukti yang lengkap jerhadap mereka yang menandatangani serta para ahli waris elan mereka yang mendapat hak yang sarna seperti suatu akta otentik. (KUHPercl. 1875.)

Pasa1289.

Barangsiapa yang dilawan c1engan surat eli bawah tangan, wajib secara tegas-tcgas mengakui atau menyangkal tulisan atau tanela tangannya, tetapi ahli warisnya atau orang yang rnendapat hak cukup clengan menerangkan bahwa ia tidak rnengakui tulisan mali tanda tangan itu sebagai orang yang eliwakilinya. (KUHPercl. 1876.)

Pasal290.

Dalam hal seseorang menyangkal tulisan astau tanela tangannya atau jib ahli waris atau orang-orang yang mendapat hak menerangkan tidak mengakuinya, maka hakirn memerintahkan agar diadakan perncriksaan eli depan sielang terhaelap kebenarannya. (KUHPerel. 1877.J

Pasal 191.

(I) Surat-surat perjanjian eli bawah tangan yang sitatnya sepihak mengenai pelunasan utang dengan uang tunai atau c1engan suatu barang yang dapat

48

dinilai harganya dengan uang, harus seluruhnya ditulis dengan tangan oleh orang yang menandatangani at au setidak-tidaknya di bawahnya, kecuali tanda tangan juga ditulis clengan tangan oleh para penanclatangan yang menyatakan persetujuannya yang menyebutkan dengan tulisan tang an dalarn huruf-huruf lengkap jumlah uang yang harus dibayar atau besarnya araupun banyaknya barang yang harus diserahkan,

(2) Dengan tidak adanya'hal-hal terscbut eli alas, maka akta yang ditundatangani itu, bila perjanjianya disangkal. hanya clapat diterirna sebasgai permulaan bukti tertulis. (KUHPerd. 19022.)

(3) t s.d.u. dg. S. 1938-276.) Ketentuan-ketentuan dalam pasal ini tidak berlaku at as saham-saham dalam suatu pinjarnan obligasi, juga atas perjanjian laku at as saham-saharn dalarn suatu pinjarnan obligasi; juga at as pcrjanjian-perjanjian utang oleh dcbitur yang clilakukan dalarn mcnjalankan usahanya maupun atas akta-akta cli bawah tangan yang clilengkapi dengan keterangan seperti tersebut dalam pasal 286 ayat (2) clan pasal 287. (KUHPerd. 1878; S. 1867-29 ayat 4.)

Pasa1292.

Jikajumlah uang yang disebut dalarn akta berbeda dengan yang disebut dalam persetujuan, rnaka dianggap perikatan itu dilakukan atau jumlah yang terkecil, meskipun akta dan persetujuan itu seluruhnya clitulis tang an oleh orang yang mengikat diri, kecuali jika dapat clibuktikan yang mana clari dua bagian surat itu mengandung kesalahan. (KUHPerd. 1879.)

Pasa1293.

i

I

\

I

!

Akta-akta di bawah tangan, sepanjang tidak dilengkapi dengan keterangan seperti tersebut dalarn pasal 286 ayat (2) clan pasal 287 mengenai hari tanggalnya mernpunyai kekuatan mengikat terhadap pihak ketiga sejak hari disahkan clan dibukukan rnenurut ordonansi s. 1916-46; atau sejak hari orang-orang atau salah satu dari mereka yang menandatangani akta itu meninggal at au sejak hari terbukti adanya dengan aktaakta yang clibuat oleh pejabat-pcjabat urnum; ataupun sejak hari pihak ketiga yang dilawan clengan akta itu rnengakui secara tertulis ten tang keberadaannya. (KUHPerd. 1880: S. 1916-46.)

Pasa1294.

(I) Daftar-daftar dan sural-sural rumah tangga tidak merupakan bukti yang menguntungkan bagi yang menulisnya; daftar-daftar dan surat-surat itu merupakan bukti terhadapnya:

49

1°. dalarn semua hal surat-surat itu dengan tegas-tegas menyebut suatu pernbayaran yang telah diterimanya.

2°. bila secara tegas-tegas dinyatakan bahwa keterangan itu dibuat untuk melengkapi kekurangan dalarn titel (alas hak) untuk kepentingan orang yang melakukan perikatan.

(2) Dalarn hal-hal lain, mak.a hakim ak an mcrnpcrhatikannya sejauh dianggapnya patut. (KUHPerd. 1881.)

Pasal 295. Diliapus dg. S. 1927-576.

Pasal 296. is.d.u. Dg. S 1927-576; 1938-276.}

Hakim bebas memberikan kekuatan pernbuktian untuk keuntungan seseorang kepada pernbukuannya yang dalam hal khusus dipandanga patut. (KUI-lD 7; HIR. 167.)

Pasa1297.

(I) Catatan-catatan yang elibuat oleh seorang kreelitur paela suatu alas hak yang selalu ada eli tangannya patut dipercaya, meskipun tidak clitandatangani atau diberi tanggal olehnya jika yang ditulisnya berrnaksud mernbebaskan debitur.

(2) Hal yang sarna berlaku atass catatan yang dibubuhkan pada lembar kedua alas hak itu atau di atas tanda pembayaran. asal lembar kedua atau tanda pernbayaran itu ada di tangan clebitur. (KUHPercl. 1883.)

Dalam sernua tingkat perneriksaan, maka suatu pihak dapat memohon hakirn untuk mernerintahkan pihak lawannya untuk menunjukkan suratsurat milik kedua pihak yang mereka masing-rnasing pegang yang bersangkutan dengan pokok sengketa. (KUHPerd. 1886.)

Pasa1298.

Pemilik suatu alas hak atas biayanya dapat menuntut pembaharuan clari padanya, jika karena usia atau sebab lain tulisannya menjacli tidak terbaca. (KUHPercl. 1994.)

Pasa1299.

Jika alas hak itu menjadi milik beberapa orang. maka masing-masing dapat meminta agar alas hak itu elititipkan kepada orang ketiga, clan juga atas biayanya menyuruh membuat tuntunan at au kutipannya. (KUHPerd. 1885.)

PasaI300.

'i0

(0

Pasal301.

(I) Kekuatan pembuktian suatu bukti tulisan terletak di akta yang asli. (2) Jika yang asli ada, maka turunan dan kutipannya hanya dapat dipercaya sepanjang itu sesuai dengan aslinya yang selalu dapat dituntut untuk diperlihatkannya, (KUHPerd. 1888.)

Pasa1302.

Jika alas hak asli sudah tidak ada lagi, maka turunannya mcmpunyai kekuatan pembuktian dengan mcngingat ketentuan berikut:

1°. grosse dan turunan yang c1iberikan pertama mernpunyai kekuatan bukti sebagai aslinya: kekuatan yang sam a ada juga pada turunan turunan yang atas kuasa hakim dibuat di hadapan para pihak atau mereka yang telah dipanggil dengan sepatutnya, begitu juga yang dibuat di hadapan para pihak dengan persetujuan mereka. (R v. 856.)

2°. turunan-turunan yang dibuat tanpa carnpur tangan hakim at au tanpa persctujuan para pihak dan sesudah dikeluarkan grosse atau turunan pertama menurut minut akta yang pertama oleh notaris yang aktanya dibuat di hadapannya atau oleh salah satu penggantinya at au oleh pejabat-pejabat yang berwenang menyimpan minutnya dan berhak mengeluarkan tuntunan-tuntunan dapat diterima oleh hakim sebagai bukti lengkap jika aslinya hilang.

3°. jika turunan-turunan yang dibuat menurut minutnya tidak dikeluarkan oleh notaris yang membuat akta atau penggantinya atau pejabatpejabat urnum yang menguasai minut-minut, hanya dapat berlaku sebagai permulaan pembuktian dengan tulisan.

40. turunan-turunan otentik dari turunan-turunan otentik arau dari aktaakta di bawah tangan dapat, melihat keadaan, menimbulkan bukti perrnulaan tertulis. (KUHPenJ. 1889, 19022.)

Pasa1303.

Pernbukuan sebuah akta di dalam daftar-daftar umum hanya dapat berlaku sebagai permulaan pembuktian dengan surat, (KUHPerd. 1890.)

Pasa1304.

Akta mengenai pengakuan membebaskan seseorang dari kewajibannya untuk mengajukan alas hak yang asli, asal dari situ ternyata cukup mengenai isi dari alas-alas hak. (KUHPerd. 1891.)

Pasal305.

(1) Suatu akta mengenai suatu perjanjian yang menurut undang-undangn dapat dimintakan pernyataan batal atau dibatalkan, dibenarkan at au dikuatkan, hanya berharga jika rnenyebut perjanjian pokoknya, begitu pula menyebut alasan-alasan yang memungkinkan dituntutnya pernbatalan dan dcngan maksud untuk mcrnperbaiki kekurangan yang menjadi dasar gugatannya ..

(2) Jika tidak ada akta pcmbenuran atau penguaian. maka cukuplah perikatan itu dilaksanakan secara sukarela sesudah saat perikatan itu dcng.m cara yang ada dapat dibcnarkan atau clikuatkan.

(3) Pembcnaran, penguatan atau pelaksanaan secara sukarela suatu peri katan dalarn bentuk dan para saat yang diharusk an undang-undang dipandang sebagai melepaskan upaya serta ekscpsi yang sebenarnya dapat dipergunakanm menyangkal akta, dengan tidak mengurangi hak pihak ketiga. (KUHPerd. 1892.)

Pasal306.

Keterangan satu orang sakti tanpa disertai alat bukti lain, menurut hukum tidak boleh dipercaya. (KUHPercl. 1905; HIR. 169.)

Pasal307.

Jika kesaksian-kesaksian beberapa orang terpisah dan berdiri sendirisencliri rnengenai berbagai peristiwa karena keterkaitannya clan hubungannya digunakan untuk menguatkan suatu perbuatan, rnaka hakim rnempunyai kebebasan untuk mernberi kekuatan pernbu ktian tcrhadap kesaksian masing-masing. segala sesuatu dengan rnernperhatikan keadaan. (K UHPercl. 1906; HIR. 170.)

Pasal308.

(I) Tiap-tiap kesaksian hams disertai alasan mengcnai pengetahuan saksi. (2) Pendapat-pendapat khusus serta perkiraan-perkiraan yang c1isusun c1engan pernikiran bukan merupakan kesakian. (KUHPercl. 1907; HIR. 171.)

Dalam menilai kekuatan kesaksian, hakirn harus memperhatikan secara khusus kesesuaian saksi yang satu dengan yang lain, persamaan kesaksian-kesaksian itu dengan hal-hal yang dapat diternuk an mcngenai per-

Pasa1309.

52

kara yang bersangkutan dalarn pemeriksaan; alasan-alasan yang dikemukakan saksi sehingga ia mengemukakan hal-hal seperti itu; cara hidup, kesusilaan dan kedudukan saksi dan pada umurnnya sernua yang sedikit banyak dapat berpengaruh atas dapat ridaknya dipereaya. (KUHPerd. ·1908; HIR.I72.)

Pasa1310.

Pcrsangkaan/duguan belaka yang tidak bcrdasurkan pcraturun perundang-unclangan hanya bolch digunakan hakirn dalarn mcrnutus suatu perkara jika itu sangat penting, cermat. rertenru dan bersesuaian satu c1cngan yang lain. (KUHP. 1916, 1921 dst.: HIR. 173.)

Pasa! 311.

Pengakuan yang dilakukan di depan hakirn rnerupakan bukti lengkap, baik terhadap yang rnengernukakannya secara pribadi, maupun lewat seorang kuasa khusus. (KUHPerci. 1925; HIR. 174.)

Pasa!312.

Aclalah terserah kepada pertirnbangan dan kewaspadaan hakim, untuk menentuk an kekuatan mana yang akan diberikannya kepada suatu kesaksian lisan yang diberikan di luar sidang pengadilan. (1928; HIR. 175.)

Pasa! 313.

Tiap pengakan harus diterirna seutuhnya dan hakim tidak bebas, dengan merugikan orang yang memberi pengakuan, untuk menerirna sebagian dan menolak bagian lain, dan hal itu boleh dilakukan hanya sepahjarig orang yang berutang, berrnaksud untuk rnernbebaskan diri dengan mengemukakan hal-hal yang terbukti palsu adanya. (KUHPerd. 1 Y24; HIR. 176.)

Pasa! 314.

Dari seorang yang dalarn suatu perk ara mengucapkan surnpah yang dibebankan kepadanya oleh pihak lawannya atau yang mengembalikan wajib surnpah itu kepada lawannya atau yang oleh hakim diperintahkan mengangkat surnpah, tidak boleh dimintakan bukti lain untuk menguatkan apa yang telah diucapkan dengan sumpah sebagai hal yang benar, (KUHPerd. 1936; H!R. 177.)

Bab Ketiga

Titel VI dan VII masing-masing tentang Residentigerechte dan Raadvan Yustitie Pasal 315 sid 323 (tidak berlaku lagi)1

Tentangpengawasan ketertiban dan keamanan umum dan pengusulan tindakan-tindakan pidana pasal 324 sid 521 (tidak berlaku lagi).

Bab Keempat

Tentang peradilan dalam perkara-perkara pidana pasal 522 sid pasal 691 (tidak berlaku lagi).

Bab Kelima

Beberapa ketentuan tentang peradilan di kalangan orang-orang Bumiputera dan orang-orang Timur asing sepanjang rnereka takluk kepada kekuasaan peradilan di hadapan pengadilan-pengadiian negeri dan pengadilan pengadilan Bumiputera lain.

II

Tentang penangguhan tahanan semen tara dan ten tang kurungan semen tara.

Pasal 692 sid pasal 699 (tidak berlaku lag i). I

I

Tite! I

Tite! II

Berbagai ketentuan.

Pasa1700.

(I) Ketua-ketua Majelis Pengadilan memimpin pemeriksaan di persidangan serta permusyawaratan.

(2)

Pada mereka juga dipertanggungjawabkan penjagaan tertib di persi- ·1' dangan segala apa yang sehubungan dengan itu diperintahkan oleh •• mereka harus dilakukan dengan segera dan dengan teliti, (RO. 46; Rv

29; SV 126; Ldg 73: HIR. 372.) I

Pasa!701.

Mereka yang sewaktu persidangan masih berlangsung mengganggu ketertiban atau memberikan tanda-tanda setuju atau tidak setuju atau denganjalan bagaimanapun menerbitkan keributan atau kerusuhan dan tidak tinggal diam atas peringatan pertama, at as perintah ketua dikeluarkan dari ruang sidang: semua itu dengan tidak mengurangi kemungkinan tuntutannya di hadapan pengadilan apabila dalam hal itu mereka rnelakukan suatu tindakan pidana. (RY 22; SV 254v; HIR 373.)

S4

Pasa1702.

(I) Tidak seorang Hakim pun dibolehkan memeriksa suatu perkara dalam mana ia sendiri baik seeara langsung maupun tidak secara langsung mempunyai kepentingan atau suatu perkara yang menyangkut diri istrinya atau salah satu keluarganya sedarah atau sernenda dalam turutan lurus tanpa kecuali orangnya dalam garis keturunan menyimpang hingga pupu keempat.

(2) Seorang Hakim yang dikecualikan mcnurul kctentuan tertib wajig untuk secant rela mcnjauhkan cliri dari perneriksaan perkara tanpa untuk itu perlu dirninta oleh pihak yang berkepcntingan.

(3) Apabila dalam hal itu ada sesuatu yang diragukan rnaka Majelis akan memutuskannya.

(4) Terhadap keputusan Majelis itu tidak dapat cliusulkan sesuatu perubahan. (RO 35V; 40, 44, SV: 278v; lclg. 74: HIR 374.)

Pasa1703.

Tiap perintah untuk melepaskan seorang tersangka atau tertucluh yang berada dalam tahanan clengan segera diberitahukan oleh pembesar yang memberikannya jika perIu clengan kawan kepada pembesar yang clitugaskan menjalankan perintah itui yang clari pihaknya segera setelah pemberitahuan tersebut cliterimanya, harus melepaskan atau menyuruh melepaskan orang yang bersangkutan kecuali orang itu karena hal lain harus tetap tinggal clalam tahanan, (SV 409a: HIR 375.)

Pasa1704.

Kuasa yang dirnaksud clalam pasal 82 Kitab Undang-undang Hukurn Pidana, diberikan oleh Kctua Pengaclilan Negeri apabila tinclak piclana yang bersangkutan harus diadili olch suatu pengadilan negeri dan oleh magistraat apabila tinclak pidana itu harus diadili oleh seorang hakim lebih rendah kepada siapa surat tanda pelunasan pernbayaran dari pejabat yang berhak menerirnanya harus diserahkan oleh tertuduh dalam tempo yang disebut dalarn surat kuasa itu. (HIR.376.)

Pasal705.

Apabila orang-orang Bumiputera clan orang-orang Timur Asing menghendaki agar sengketa mereka diputuskan oleh orang-orang pendarnai (scheidsmannen) mak a dalarn hal clemikian mereka harus mengikuti peraturan-peraturan peradilan untuk orang-orang bangsa Eropa (RV 61Sv; HIR. 377)

Segal a upah clan ganti rugi yang harus dibayar kepada kuasa dalam perkara, advokaat atau pembc!a serta para wakil , tidak termasuk dalam jurnlah ongkos-ongkos yang menurut keputusan oleh terhukum harus c1ibayar kepada negera tetapi ongkos-ongkos itu tetap harus ditanggung oleh pihak yang dibantu atau dibela oleh orang tersebut. (HIR. 379.)

Pasa1706.

(I) Setiap orang yang dihukum diharuskan menanggung ongkos-ongkos perkara. (KUH Pidaria 42: TLN 2446,4123.)

(2) Hanya apabila tertuduh clibebaskan dari segala tuduhan ataupun dilepaskan dari segala tuntutan rnaka ongkos-ongkos perkara clitanggung olch negara. (lHR. 376)

Pasa1707.

(I) Tanpa izin Residen dari ternpat tinggalnya maka Raja-raja Burniputera, pemimpin-pernimpin negara dalam keresidenan Sulawesi dan turutannya, regen-regen tidak dapat dipanggil untuk haclir sebagai sakti di hadapan Hakim selarna mereka masih menjalankan jabatan mereka,

PasaI708.

(2) Izin yang serupa diperlukan juga apabila yang clipanggil untuk hadir sebagai saksi di muka Hakim adalah istri-istri syah atau keluarga sedarah serta keluarga sernenda perempuan sarnpai pupu kedua clari mereka yang clisebut dalam ayat pertarna.

(3) Dalam keresidenan Surnatera Timur di luar bagian pemerintahan ! (afdeling) (Deli kuasa termasuk diberikan oleh kepada Pamongpraja 'I setempat).

(1) Apabila Hakim memerintahkan agar orang-orang Burniputera atau orang-orang Timur Asing akan mengueapkan surnpah mereka dalarn mesjid atau tempat lain yang dipandang suci rnaka pemeriksaan perkara

(4) Apabila kuasa tersebut tidak diberikan maka orang-orang tersebut di at as setelah untuk itu diminta secara tcrtulis, maka rnenerirna baik kedatangannyajaksa kepada atau jaksa beserta panitera serta penghulu untuk menerima dan menulis ke saksian mereka.

(5) Dalam hal itu ketentuan-ketentuan seperti diuraikan dalarn pasal 562 peraturan ini ten tang pernbacaan serta kekuatan bukti dari surat-surat kesaksian itu berlaku. (lSR 140; ov 5; RO. 4: RV 9: HIR. 380.)

PasaI709.

56

----

akan diundurkan sarnpai suatu hari sidang yang sekcrika itu ditentukan olchnya.

(2) Apabila sumpah tersebut harus dilakukan dalam suatu perkara yang sedang berlangsung di hadapan Pengadilan Negeri, maka ketua akan mcngangkat salah satu anggota majelis pengadilan untuk sebagai komisaris yang didampingi Panitera mcnghadiri penyumpahan tersebut mcmbuat berita acaranya.

Pada pcngadilan dcwan kecnmatan sumpah tcrxchut dilakukan di hadapan dua orang anggola dan Dewan yang ditunjuk olch kepala kccamatan clan pada pengadilan-pcngadilan perorangan eli hadapan Hakim sencliri. (HIR. 381.)

rasa! 710.

Semau arres (keputusan Mahkamah Agung), keputusan-keputusan hukurn serta surat-surat ketetapan Hakim dalam perkara pidana berkepal a kata-kata "Atas nama Sri Baginda" Innaam des Konings). (lSR. 130; RO. 27; sv 416; LDG. 81; BIR. 382; LN. 91-188.)

Pasal711.

Keputusan-keputusan hukurn hams selalu disimpan dalarn arsip majelismajelis pengaclilan yang bersangkutan clan ticlak boleh dipindahpindahkan melainkan dalam hal clan dengan cara yang diatur dalarn undang-undang. (Ra. 67, 69; Sv. 417; HIR. 383.)

Pasa! 712.

(l) Panitera wajib memegang sebuah daftar urnum clari semua perkara pidana yang akan diperiksa oleh pengaclilan eli tempat ia berlugas. (HIR. 384. )

(2) Dalarn daftar itu hams disebut nama-nama semua tertuduh, jenis kejahatan atau pelanggaran yang dituduhkan kepada rnereka langgal hari pada waktu perkara-perkara diterirna di kepaniteraan clan tanggal hari keputusan hukum diucapkan clengan isinya yang ringkas clari keputusan itu.

(3) Ia juga wajib memegang sebuah daftar yang serupa untuk perkaraperkara perclata.

(4) Dalarn daftar untuk perkara-pcrkara pidana harus ikut clicatat hal pengarnpunan atau hal pengurangan hukuman yang diberikan. (RO 65; SV 418; Ldg 82v; HIR. 384.)

rasa! 713.

Salinan-salinan atau petikan-petikan dan keputusan-keputusan hukum dalam perkara-perkara pi dana tidak dapat diberikan kepada mereka yang bukan rnenjadi partij (pihak) dalam perkara itu tanpa izin dari katua majelis pengadilan yang memutuskannya dan permitnaan untuk mernperolehnya hanya dapat diluluskan atas bukti bahwa pihak yang bermohall benar mempunyai kepentingan dalarn hal itu. (RO 67, SV 419; !-IIR. 385.)

rasa! 714.

Tcrtuduh-tcrtuduh yang dihadapkan ke pengadilan berdasarkan kejahatan atau pelanggaran berhak untuk at as biaya mereka sendiri mernintakan aiau suruh meminta salinan-salinan c1ari semua surat dalam perkaranya yang mereka anggap perlu untuk menyusun perlawanannya, (HIR. 386.)

Pasal715.

Panitera-panitera yang lalai untuk secara teliti rnernenuhi ketentuanketentuan sebagaimana diuraikan dalam pasal 203, cia lam ayat ketiga dad pasal 624 dan dalarn pasal 640 dari peraturan ini dandalarn pasal 290 clari peraturan Strarvordering akan didenda untuk tiap kelalaian dengan c1enda setinggi-tingginya sepuJuh gulden (rupiah) (HIR. 387.)

Pasa! 716.

(1) Untuk menjalankan gugatan (dagvaarclingen) penyerahan surat-surat, pernberitahuan dan berbagai eksploit lain termasuk pelaksanaan perintah-perintah Hakim dan keputusan-keputusan hukum, rnaka sarna-sama berkuasa dan berkewajiban parajurusita sen a pengantar surat-surat yang c1iangkat pada rnajelis-rnajelis pengudilan, clan pegawai kekuasaan umum.

(2) ApabiJa mereka ticlak ada maka oleh Ketua Pengadilan atau oleh Hakim dalam daerah hukum yang sesuatu eksploit harus dijalankan, c1itunjuk seorang laini yang cakap clan dapat dipercaya yang akan menjalankan eksploit itu. (RO. 193v, 205; Rv I: SY. 422: HIR. 388.)

Pasa1717.

(I) Jurusita pacta Pengaclilan Negeri di ibukota karesidenan, jika orang dernikian ada diangkat, harus membuktikan tiap eksploit yang telah dijalankannya dengan sepucuk beritanya (relaas).

(2) Parajurusita pada Pengadilan Negeri di tempat-ternpat lain dan sernua orang lain yang pada majelis pengadilan serta pengaclilan pcrorangan ditugaskan untuk menjalankan berbagai eksploit,jika perlu, dapat menyuclahi usaha mereka dengan cara lisan mernberitahukan kepada Hakim atau pejabat lain, ternpat mereka harus rnelapor, segal a pernheritahuan. panggilan dun eksploit-eksploit lain yang telah mereka jalankan.

(3) Dari pemberitahuan tersebut oleh at au atas perintahnya Hakim atau pcjabat diperbuat caratan-cataran seperlunya. (RO. 198. 204: SY. 423:

HIR. 389; TLN; 3921,5493)

Pasa1718.

(I) Tiap eksploit kecuali yang eli bawah ini, harus dijalankan terhadap orang-orang yang bersangkutan seneliri eli tempat tinggalnya at all c1i tempat kediarnannya clan apabila ia ticlak dijurnpai di temp at itu kepala-kcpala kampung atau kepada wijkrneester yang wajib untuk dengan segera rnernberitahukan adanya eksploit tersebut kepada orang itu ak an tetapi dalam hal yang disebut kepada orang itu akan tetapi dalarn hal yang disebut belakangan itu tidak perlu dinyatakan dalarn perkara.

(2) Tentang orang-orang yang telah meninggal dunia eksploit dijalankan terhadap para ahli warisnya; sepanjang tidak diketahui siapa mereka itu maka eksploit dijalankan kepada kepala karnpung at au kepada eijkmeester dari temp at tinggalnya terakhir yang meninggal c1unia di Indonesia, pejabat yang berbuat seperti ditentukan dalarn ayat pertama. Apabila orang yang meninggal dunia termasuk golongan orang-orang Timur Asing maka eksploit dengan surat tercatat diberitahukan kepada Balai Harta Peninggalan.

(3) tDiubah LN 39 - 715)

Tentang orang-orang yang tidak diketahui ternpat tinggalnya dan ten tang orang-orang yang tidak dikenal maka cksploit dijalankan tcrhaclap kepala pamongpraja, seternpat dari ternpat tinggalnya penggugat dan dalam perkara-perkara pidana dari tempat kediarnannya Hakim yang berkuasa mengaclilinya: kepala pamongpraja setempat menyuruh umumkan eksploit yang diterimanya dengan jalan menempelkannya pada pintu masuk tempat siclangnya Hakim yang bersangkutan. (HIR. 390).

Pasa! 719.

Hari pada waktu jangka-jangka waktu yang ditentukan dalarn peraturan ini mulai berjalan, tidak ikut dihitung dalarn mengira larna jangka waktu itu. (RY 15; Sv. 424; HIR. 391).

59

Pasal720.

(1) Saksi-sakti yang dipanggil dan hadidr dipersidangkan ataupun di luar itu, baik dalarn perkara-perkara perdata maupun dalarn perkara dalam perkara-perkara pi dana berhak untuk rnenerirna ganti rugi untuk ongkos perjalanan dan penginapan mereka seseuai dengan tarip yang sudah ada atau yang akan ditctapkan.

(2) Hakim-hakim dan pejabat-pcjabat polisi pengaclilan harus memberitahuk an kcpada saksi-saksi yang hadir eli hadapan mercka jurnl ah ganti kerugian yang saksi-saksi herhak menerimanya. (HIR. 392).

Dalam peradilan eli hadapan pengadilan-pengadilan Burniputera tiada diperhatikan lebih banyak atau lain norma-norma dari apa yang telah ditetapkan dalarn peraturan. (HIR. 393).

Pasal721.

PasaI722.

Apabila Mahkarnah Agung (Hooggerechtshof) Indonesia sebagai j aminan agar dalam keresidenan-keresidenan di luar Jawa dan Madura peraturan ini ditaati dan dilaksanakan dengan sernpuma, menganggap perlu dalam keresidenan-kcrcsidenan itu diadakan pemeriksaan seternpat rnaka hal itu dianjurkan oleh Mahkamah Agung secara tertulis kepada Gubernur Jenderal, (RO. 157; HIR. 394).

Pasal723.

( I) Dalam keresidenan-keresidenan Sumatera Barat, Tapanuli dan Bengkulu berlaku ketentuan-ketentuan berikut.

(2) Tidak seorang pun c1apat diwajibkan untuk dihadapkan ke pengadilan dengan tegas mengikatkan diri untuk hal terse but atau tidak terlebih dahulu mengalihkan segala hak dan kewajiban pihak yang berhutang at as dirinya.

(3) Dengan mengecualikan segala hal dalarn hal menurut ketentuan dalam pasal 597 pihak ketiga diwajibkan untuk mengganti segal a kerugian yang disebabkan seseorang maka hanya berlaku sendiri bertanggung jawab ten tang perbuatan-perbuatan yang dilakukannya sendiri.

Tentang peradilan dalam perkara-perkara perdata dalam taraf pertama termasuk kekuasaannya Pengadilan Negeri.

Reglemen Indonesia yang dibaharui (HIRIRIB)

Bab Pertama

Hal melakukan tugas kepolisian

Pasall sid pasal 37

Bab Kedua

Tentang mencari kejahatan dan pelanggaran pasal 38 sid pasal 83

Bab Ketujuh

Tentang Pengadilan Distrik pasal 84 s/d pasal 99 (ditiadakan oleh UU. DaruratNo.lIl951)

Bab Kedelapan

Tentang Pengadilan Kabupaten pasal 100 sid pasal 114 (ditiadakan oleh UU. Darurat No. 1/l951)

Bab Kesembilan

Perihal mengadili Perkara Perdata yang harus diperiksa oleh Pengadilan Negeri

Bagian Pertama

Tentang Pemeriksaan Perkara di dalarn Persidangan (Pasal115 s/d pasal117 (ditiadakan oleh UU. Darurat No. 111951)

Pasal118. (1) Gugatan perdata, yang pada tingkat pertarna masuk kekuasaan pengadilan negeri, harus dimasukkan dengan surat perrnitnaan yang ditandatangani oleh penggugat atau oleh wakilnya menurut pasal 123, kepada ketua pengadilan negeri di daerah hukum siapa tergugat bertempat diarn atau jika tidak diketahui temp at diarnnya, tempat tinggal sebelurnnya.

(2) Jika tergugat lebih dari seorang, sedang rnereka tidak tinggal di dalarn itu dimajukan kepada ketua pengadilan negeri di tempat tigngal salah seorang

61

-- dar: -tempal itu, yang clipilih olen pcnggugaL Jika tergugat-tergugat satu sama lain dalam perhubungan sebagai perutang utarna dan penanggung, maka penggugatan itu dimasukkan kepada ketua pengadilan negeri di temp at orang yang beruiang utama dari salah seorang dari pada orang bcrutang utama itu, kecuali dalam hal yang ditentukan pada ayat 2 dari pasa] 6 dari reglemen tentang aturan hak im dan mahkamah serta kebijakansanaan kehakiman (RO.)

(3) Bilamana tempat diam dari tergugat tidak dikenal, lagipula ternpat tinggat sebetulnya tidak dikciahui, atau jib tergugal tidak dikenal, rnaka sural gugatan itu dimasukk au kepada kctua pengadilan negeri di ternpat tinggal penggugat at au salah scorang daripacla penggugat, atau jika surat gugat itu tentang barang gelap, maka surat gugat itu dimasukkan kepada ketu a pcngaclilan negeri di daerah hukum siapa terletak barang itu.

(4) Bila dengan surat syah c1ipilih clan ditentukan suatu tempat berkedudukan, rnaka penggugat, jika ia suka, clapat rnernasukkan surat gugat itu kepac1a ketua pcngadilan ncgeri dalam daerah hukum si apa terletak temp at kecludukan yang clipilih itu.

Pasal 119. Ketua pengaclilan negeri berkuasa memberi nasi hat dan pertolongan kepada penggugat atau kepada wakilnya tentang hal rnernasukkan surat gugatnya.

Pasa1120. Bilarnana penggugat buta huruf, maka surat gugatnya yang dapat dimasukkannya dengan lisan kepada ketua pengadilan negeri, yang mencatat gugat itu atau menyuruh mencatatnya.

Pasal121. (1) Sesudah surat gugat yang dirnasukkan itu atau catatun yang diperbuat itu dituliskan oleh panitera clalam dattar yang disediakan untuk itu, maka ketua mcncntukan hari dan jamnya perkara itu akan diperiksa di muka pengadilan negeri, dan ia mernerintahkan memanggil kedua belah fihak supaya hadir pada waktu itu, disertai oleh saksi-saksi yang dikehendakinya untuk diperiksa, clan dengan membawa segala surat-surat keterangan yang hendak dipergunakannya,

Pasal120a. (Ditiadakan oleh undang-undang darurat No. 111951).

(2) Ketika memanggil tergugat, maka beserta itu diserahkan juga sehelai salinan surat gugat c1engan memberitahukan bahwa ia, kalau rnau, dapat menjawab surat gugat itu dengan surat.

(3) Keterangan yang dimaksud dalarn ayat pertarna dari pasal itu dicatat dalarn daftar yang tersebut dalarn ayat itu, c1emikian juga pada surat gugat ash.

fi7

(4) Mernasukkan ke dalarn daftar seperti di dalam ayat pertama, tidak dilakukan kalau belum dibayar lebih dahulu kepada panitera sejumlah uang yang akan diperhitungkan kelak yang banyaknya buat sernentara ditaksir ~!eh ketua pengaclilan negeri menurut keadaan. untuk bea kantor kepaniteraan clan ongkos melakukan segala panggilan serta pernberitahuan yang cliwajibkan kcpada kedua belah fihak clan harga materai yang akan clipakai.

pasal 122. Ketika mencntukan hari persidangan. ketua menimhang jarak antara tcrnpat di am atau tcmpat linggal kcdua be lah fihak dari tcmp.u pengaciilanncgeri bersiciangn dan kecuali dalam hal pcrlu 'benar perk ara itu dengan segcra diperiksa, dan hal itu disebutkan dalarn sural perintah, maka tempo antara hasil pemanggilan kedua belah fihak dari hari persidangan tidak bolch kurang dari tiga hari kerja.

Pasal 123. (I) Bilama dikehcndaki, kedua bclah fihak clapat dibantu atau cliwakili oleh kuasa, yang dikuasakannya untuk melakukan itu dcngan surat kuasa istimewa, kecuali kalau yang mernberi kuasa itu sendiri hadir, Penggugat dapat juga memberi kuasa itu dalarn surat perrnintaan yang ditandatanganinya dan dimasukkan menurut ayat pertama pasal I 18 at au jika gugatan dilakukan dengan lisan menruut pasal 120, rnaka dalarn hal terakhir ini, yang demikian itu harus disebutkan dalarn catatan yang elibuat surat gugat ini.

(2) Pegawai yang karen a peraturan urnum, menjalankan perkara untuk Indonesia sebagai wakil negeri, ticlak perlu memak ai surat kuasa yang teristimewa yang seclemikian rupa.

(3) Pengadilan Negeri berkuasa memberi perintah, supaya kedua belah fihak, yang diwakili oleh kuasanya pada persielangan, datang menghadap sencliri. Kuasa itu tidak berlaku buat Presiclen.

Pasal124.1ika penggugat tidak datang mcnghadap pengadilan negeri pada hari yang ditentukan itu, meskipun ia cIipanggil dengan patut, atau ticlak pula menyuruh orang lain rnenghadap mewakilinya. rnaka surat gugatnya dianggap gugur clan penggugat dihukum biaya perkara: akan tetapi pcnggugat berhak mernasukkan gugatannya sekali lagi, sesuclah mernbayar lebih dahulu biaya perkara yang tersebut tadi,

Pasai 125, (I) Jika tergugat tidak c1atang pacla hari perkar aitu akan diperiksa, atau ticlak pula menyuruh orang lain menghaclap mewakilinya, meskipun ia dipanggil c1engan patut, maka gugatan itu diterirna dengan tak hadlir (verstek), kecuali kalau nyata kepada pengadilan ncgeri, bahwa pendakwaan itu melawan hak atau tidak beralasan.

63

(2) Akan tetapi jib tergugat, di dalam sural jawabannya yang tersebut pada pasal 121, mengemukakan perlawanan (exceptie) bahwa pengadilan negeri tidak berkuasa memeriksa perkaranya, maka meskipun ia sendiri atau wakilnya tidak hadlir, ketua pengadilan negeri wajib memberi keputusan ten tang perlawanan itu, sesudah didengarnya penggugat dan hanya jika perlawanan itu tidak diterima, maka ketua pengadilan ncgeri memutuskan ten tang perkara itu,

(3) Jika sural gugal ditcrima, maka atas perintah ketua diberitahukunlah keputusan pcngadilan ncgeri kepada orang yang dik aluhkan itu serta mencrangkan pula kepadanya, bahwa ia berhak rnernajukan perlawanan (verzet) eli dalam tempo dan elengan cara yang ditentukan pada pasal 129 tentang keputusan itu di muka pengaclilan itu juga.

(4) Panitera mencatat di bawah surat putusan itu kepada siapakah dulunya diperintahkan rnenjalankan pekerjaan itu dan apakah yang cliterangkan orang itu tentang hal itu, baik dengan surat maupun clengan lisan.

Pasal 126. Di dalarn hal yang tersebut pada kedua pasal di atas tacli. Pengaelilan negeri dapat, sebelurn menjatuhkan keputusan, memerintahkan supaya fihak yang ticlak datang dipanggil buat kedua kalinya, datang menghadap pada hari persidangan lain, yang diberitahukan oleh ketua di clalam persiclangan kepada fihak yang clatang, bagi siapa pemberitahuan itu berlaku sebagai panggilan.

Pasal 128. (1) Putusan yang dijatuhkan sedang fihak yang dilakukan tak hacllir (verstel), tidak dapat dijalankan sebelum lewat em pat pbelas hari sesudah pemberitahuan yang dimaksud pada pasal 125.

(2) Jika sangat perlu, maka putusan itu dapat cliperintahkan supaya dijalankan sebelum lewat tempo itu, baik dalarn putusan atau oleh ketua sesudah clijatuhkan keputusan, atas perrnintaan penggugat baik dengan lisan rnaupun dengan surat,

Pasa1127. Jika seorang atau lebih dari tergugat tidak datant atau tidak menyuruh orang lain rnenghadap mewakilinya, maka perneriksaan perkara itu diundurkan sarnpai pada hari persidangan lain, yang paling dekat, Hal mengundurkan itu diberitahukan pada waktu persidangan kepada fihak yang hadlir, bagi mereka pernberitahuan itu sama dengan panggilan, sedanga tergugat yang tidak datang ,disuruh panggil oleh ketua sekalilagi menghadap hari persidangan yang lain. Ketika itu perkara diperiksa, dan kernudian diputuskan bagi sekalian fihak dalarn satu keputusan, atau mana tidak ciiperkenankan perlawanan (verzet).

Pasa! 129. (1) Tergugat, yang dihukum sedang ia tak hadlir (verstek ) dan tidak menerima putusan itu, clapat mernajukan atas keputusan itu.

64

(2) Jika putusan itu diberitahukan kepada yang dikalahkan inrscndiri. rnaka

erlawanan itu dapat diterima dalam tempo ernpat bel as han sesudah pern~eritahUan itu. Jika putusan itu tidak diberirahukan kepada yang dikalahkan itu sencliri, maka perlawanan itu clapat cliterima sampai hari ke clelapan sesudah peringatan yang tersebut pacla pasal 196, atau dalarn 'hal tidak rnenghadap sesudah dipanggil clengan patut, sampai hari ke clelapan sesuclah dijalankan keputusan surat perintah kedua, yang tersebut pada pasal 197.

(3) Surat perlawanan itu dimasukkan dan diperiksa dengan cam yang biasa. yang diatur untuk perkara perdata.

(4) Memajukan surat perlawanan kepada ketua pengadilan negcri rncnahan pckerjaan, rncnjalankan keputusan, kecuali jib diperintahkan untuk menjalankan keputusan walaupun ada perlawanan (verzet).

(5) Jika yang rnelawan (opposant), yang buat kedua kalinya clijatuhi putusan sedang ia tak hadlir, merninta perlawanan lagi, maka perlawanan itu tidak dapat diterirna.

Pasal130. (I) Jika pad a hari yang ditentukan itu, kedua belah fihak datang, maka pengadilan negeri dengan pertolongan ketua mencoba akan mernperdamaikan mereka.

(2) Jika perdarnaian yang demikian itu dapat dicapai, maka pada waktu bersidang, cliperbuat sebuah surat (akte) tentang itu, dalam mana kedua belah fihak dihukurn akan rnenepati perjanjian yang diperbuat itu, surat mana akan berkekuatan dan akan dijalankan sebagai putusan yang biasa.

(3) Keputusan yang sedemikian tidak diizinkan dibanding.

(4) Jika pad a waktu rnencoba akan memperdarnaikan keclua belah fihak, perlu dipakai seorang jurubahasa, maka peraturan pasal yang berikut clituruti untuk itu.

Pasal 131. (I) Jika kedua belah fihak menghadap, akan tetapi ticlak dapat diperdarnaikan hal ini mesti disebutkan dalarn pemberitaan-pemberitaan, maka surat yang climasukkan oleh fihak-fihak clibacakan, clanjika salah satu fihak ticlak faharn bahasa yang clipakai dalam surat itu ditcrjemahkan oleh juru bah as a yang ditunjuk oleh ketua dalam bahasa dari kedua belah fihak.

(2) Sesuclah itu maka penggugat clan tergugat didengar kalau perlu clengan rnernakai seorang juru bahasa.

(3) Juru bahasa itu,jika ia bukanjuru bahasa pengadilan negeri yang sudah disumpah, harus disurnpahkan cli hadapan ketua, bahwa ia akan menter-

65

(0 .

jemahkan dengan tulus dan ikhlas apa yang harus diterjemahkan dari satu

bahasa ke dalam bahasa lain.

(4) Ayat ketiga clari pasal 154 berlaku bagi juru bahasa.

Pasa1132. Ketua fi hak, pada waktu merneriksa, mernberi penerangan kepada kedua fihak dan akan menunjukkan supaya hukum dan keterangan yang rnereka dapat dipergunakan jika ia menganggap pcrlu. supaya perkara berjal an baik clan teratur.

Pasal 132a. (I) Tergugat berhak dalarn tiap-tiap perkara memasukkan gugatan melawan kecual:

1 c. kalau penggugat mernajukan gugatan karen a suatu sifat, sedang gugatan melawan itu ak an mengenai dirinya sendiri dan sebaliknya;

2e. kalau pengaclilan negeri yang memeriksa surat gugat penggugat tidak berhak mcmeriksa gugatan mel awan itu berhubung clengan pokok persclisihan;

3e. dalam perkara perselisihan tentangn menjalankan keputusan,

(2) Jikalau clalam perneriksaan tingkat pertama tidak dimajukan gugat rnelawan, maka clalam banclingan ticlak clapat memajukan gugatan itu.

Pasal132b. (I) Tergugat wajib memajukan gugatan melawan bersama-sama dengan jawabannya, baik clengan surat maupun clengan lisan.

(2) Buat gugatan melawan itu berlaku peraturan clari bagian ini.

(3) Keclua perkara itu disclesaikan sekaligus clan diputuskan dalam satu keputusan, kecuali kalau sekiranya pengaclilan negeri berpenclapat, bahwa perkara yang pertama clapat lebih clahulu cliselesaikan daripada yang kedua, clalam hal mana clemikian dapat dilakukan, tetapi gugatan mula-mula clan gugatan melawan yang bclurn cliputuskan itu masih tetap cliperiksa oleh hakirn itu juga, sarnpai dijatuhkan putusan terakhir.

(4) Banclingan cliperboiehkan, jika banyaknya wang clalam gugatan tingkat pertama clitambah dengan wang dalam gugatan melawan lebih daripada jumlah wang yang sebanyak-banyak nya yang clapat diputuskan oleh pengaclilan negeri sebagai hakim yang tertinggi.

(5) Bila keclua perkara itu dibagi-bagi clan keputusan dijatuhkan berasingasing, maka haruslah clituruti aturan biasa tentang hak bandingan.

Pasal 133. Jika tergugat dipanggil menghadap pengaclilan negeri sclang ia menurut aturan pasal 118 ticlak usah menghadap hakim maka ia clapat

66

meminta pada hakirn.jika hal itu dimajukan sebelurn sidang pertarna, supaya hakim menyatakan bahwa ia tidak berkuasa; surat gugat itu tidak akan diperhatikan lagi, jika tergugat telah melahirkan sesuatu perlawanan lain.

Pasal134. Jika perselisihan itu suatu perkara yang tidak masuk kekuasaan, pengadilan negeri, maka pacta setiap waktu dalam pemeriksaan perkara itu, dapat diminta supaya hakim menyarakan dirinya tidak berkuasa dan hakirn pun wajib pula mengakuinya karena jabatannya.

t

i

I

I

Pasal135. Jib tidak acla pemyataan tidak berkuasa, atau jika ada pcrnyataan yang ditimbang tidak bcralasan, maka pengadilan negeri, sesurlah mendengar keciua belah fihak. akan dengan segera merneriksa dengan saksarna dan adil kebenaran surat gugatan yang dilawan itu dan syahnya pcmbelaan tentang [tu.

Pasal 135a. (l) Jib gugatan itu mengenai perkara pengadilan yang sudah ciiputus oleh hakim desa, maka pengadilan negeri merninta cliberitahukan padanya tentang keputusan itu dan sebanyak-banyaknya tentang alasanalasannya.

(2) Jika gugatan itu perkara pengadilan yang belurn cliputus oleh hakirn desa, seclang pengaclilan negeri berpendapat perlu keputusan yang sedemikian itu, maka ketua rnernberitahukan hal itu pacla penggugat sarnbil menyerahkan selernbar surat keterangan, clan pemeriksaan perkara itu diundurkan sampai persidangan yang akan datang, yang akan ditentukan oleh ketua, jika perlu oleh karena jabatannya.

(3) Jika hakim clesa telah menjatuhkan keputusan, maka penggugat mernberitahukan isi keputusan itu pada pengadilan negeri, kalau clap at dengan menunjukkan salinannya jika ia menghendaki perkara itu dilanjutkan sesudah itu maka perneriksaan perkara itu dilanjutkan,

(4) Jika Hakim desa belumjuga menjatuhkan keputusan. sesuclah dua bulan penggugat mernajukan perkaranya kepadanya, maka atas perrnintaan penggugat untuk itu, perneriksaan perkara itu diulangi pengadilan negeri.

(5) Kalau penggugat tidak dapat dengan cukup menjelaskan alasan-alasan yang dapat diterirna menurut pendapat hakirn yang menyebabkan hakirn desa tidak mau menjatuhkan keputusan, rnaka oleh karenajabatannya hakirn harus meyakinkan keadaan itu.

(6) Jika ternyata bahwa penggugat tidak memajukan perkara itu pada hakirn des a, maka gugatannya dipandang gugur,

Pasal136. Perlawanan yang sekiranya hendak dikernukakan oleh tergugat (exceptio), kecuali tentang hal hakim tidak berkuasa, tidak akan dikemukakan

67

Pasal 137. Pihak-pihak dapat menuntut rnelihat surat-surat keterangan lawannya dan sebaliknya, surat mana diserahkan kepacla hakirn buat keperluan itu,

dan ditirnbang masing-masing. tetapi harus dibicarakan dan diputuskan bersama-sarna dengan pokok perkara.

(3) Jika ada keberatan akan mernperlihatkannya, baik karena perihal surat itu, maupun karena jauhnya temp at tinggal penyirnpan, rnaka pengadilan negeri memerintahkan supaya pemeriksaan itu dijalankan di muka pengadilan negeri pada tempat tinggal penyimpan itu, atau supaya surat itu dikirimkan kepada ketua itu dalarn tempo yang ditentukan clan menurut cara yang akan ditentukannya. Pengaclilan negeri yang tersebut terakhir rnernbuat surat pernberitaan dari pcmeriksaannya itu clan mengirimkan surat itu kepada pengadilan negeri yang tersebut lebih dahulu.

(4) Penyimpan, e1engan tidak ada sebab yang syah, tielak memenuhi perintah memperlihatkan atau mengirimkan surat itu, dapat dipaksa dengan paksaan badan untuk rnemperlihatkan atau mengirirnkan surat itu atas perintah ketua pengadilan negeri yang berwajib rnerneriksa surat itu, atas permintaan fihak yang berkepcntingan itu.

(5) Jika surat itu tidak sebahagian dari sebuah daftar, maka penyirnpan mernperbuat salinan surat itu sebelum diperlihatkan atau c1ikirimkan akan jacli ganti surat asli selarna surat itu belum diterima kernbali. Di sebelah bawah pada salinan surat itu c1icatatnya apa sebabnya salinan itu diperbuat, catatan mana diperbuatnya pada surat asli yang akan c1iberikan itu dan pada salinan tersebut.

Pasa1138. (I) Jib s.uu Iihak mcmbantah kcbcnaran sural kClerangan yang discrahkan oleh lawannya, maka pengadilan negeri dapat memeriksa hal itu, sesuciahnya ia akan mcmberi keputusan, apa sural yang dibantah itu dipakai atau tidak dalam perkara itu.

(2) Jika temyata buat keperiuan pemeriksaan pernakaian surat yang clipegang oleh penyirnpan umurn, maka pengadilan negeri memerintahkan supaya surat itu diperlihatkan pada persidangan yang akan c1itentukan untuk itu.

(6) Segala biaya dibayar oleh fihak yang mernasukkan surat perlawanan itu kepada penyirnpan menruut taksiran ketua pengadilan negeri yang akan mernutuskan perkara itu.

(7) Jika pemeriksaan tentang kebenaran surat yang dirnasukkan itu yang masih hidup, maka pengadilan negeri mengirimkan segal a surat itu kepada pegawai yang berkuasa untuk menurntut kejahatan itu.

68

(8) Perkara yang dimajukan pada pengadilannegeri dan belurn'tliputus itu, dipertanggungjawabkan dahuIu, sampai perkara pidana itu diputuskan.

pasaI139. (I) Jika penggugat atau iergugat hendak meneguhkan kebenaran tuntutannya dengan saksi-saksi, akan tetapi oleh sebab rnerek a tidak mau menghaclap atau oleh sebab hal lain ticlak clapat dibawa rnenurut yang ditentukan pada pasal J 21, maka pengaclilan negeri ak an menentukan hari persidang an kemudian, paela waktu mana ak.an diadak an pcrncriksaan serta memerintahkan supaya saksi-saksi yang tidak mall menghaclap persidangan dengan rcla hati dipanggil oleh seorang pejabat yang berkuasa menghaelap pada sielang hari itu.

(2) Panggilan serupa itu dijalankan juga kepada saksi-saksi yang rnesti diclengar oleh pengadilan ncgeri, menurut perintnh oleh karenajabatannya.

Pasal140. (1) Jika saksi yang clipanggil demikian itu ticlak datang pada hari yang ditentukan itu, maka dihukum oleh pengadilan negeri membayar segala biaya yang dikeluarkan dengan sia-sia itu.

(2) La akan dipanggil sekali lagi at as ongkos sendiri.

Pasal141. (1) Jika saksi yang clipanggil kedua kalinya itu tidakjuga datang maka ia clap at dihukurn buat kedua kalinya mernbayar biaya yang dikelaurkan dengan sia-sia itu, dan akan mengganti kerugian yang terjadi pada kedua belah fihak oleh karena ketidakdatangannya itu.

(2) Kemudian ketua clapat memerintahkan, supaya saksi yang tidak datang itu oleh pegawai umum menghadap pengadilan negeri untuk mernenuhi kewajibannya.

Pasal 142. Jika saksi yang tidak datang itu membuktikan, bahwa in tidak dapat datang rnemenuhi pengadilan karena sebab yang syah, rnaka diberikan keterangannya itu, ketua wajib menghapuskan hukurnan yang dijatuhkan padanya.

Pasal 143. (l) Tidak seorang pun yang dapat dipaksa datang menghadap pengadilan negcri untuk mernberi kesaksian di dalam perkara perdata, jika tempat diarnnya at au tempat tinggalnya di Iuar keresidenan, tempat kedudukan pengadilan negeri itu.

(2) Jika saksi yang dernikian itu dipanggil, tetapi tidak datang maka ia tidak dapat dihukum karena itu, tetapi pemeriksaan diserahkan kepada pengadilan negeri dalam daerah hukumnya saksi itu diam atau tinggal; dan rnejelis itu wajib dengan segera mengirimkan surat pemberitaan pemeriksaan itu.

69

(3) Perintah yang demikian dapatjuga terusdiberikan dengantidak mernang:

gil saksi itu lebihdahulu. -

(4) Surat pemberitaan-pernberitaan itu dibacakan dalarn persidangan.

Pasa1144. (I) Saksi yang menghadap pada hari yang ditentukan itu dipanggil ke dalarn seorang elemi scorang.

(2) Ketua menanya namanya. pckcrjaannya, umurnya, clan tcmpat diarn atau tinggalnya, lagi pula apak ah mcrcka itu berkeluarga sedarah clengan kedua belah fihak atau sal ah salu clari padanya, atau karen a berkeluarga semenda, elan jib ada, berapa pupu, elan apakah rnereka rnakan gaji at au jacli bujang pada salah satu fihak.

Pasa1145. (I) Sebagai saksi tidak dapat eli den gar;

(4) Pengadilan negeri berkuasa merneriksa di luar sumpah anak-anak yang tersebut eli atas tadi atau orang gila yang terkadang-kadang mempunyai ingatan terang, terapi keterangan mereka hanya dapat dipandang semata-rnata sebagai penjelasan,

Ie. keluarga sedarah dan keluarga semenda dari salah satu fihak menu rut keturunan yang lurus.

2e. lstri atau laki dari salah satu fihak, meskipun suclah aela perceraian;

3e. anakanak yang tidak diketahui benar apa sudah cukup umurnya lima

belas tahun; -

4e. orang gila, meskipun ia terkadang-kadang mempunyai ingatan terang.

(2) Akan tetapi kaum keluarga sedarah dan keluarga semenda tidak dapat ditolak sebagai saksi dalam perkara perselisihan keclua belah fihak tentang keadaan menruut hukum perdata at au tentang sesuatu perjanjian pekerjaan.

(3) Hak mengundurkan eliri memberi kesaksian dalam perkara yang tersebut dalam ayat di alas ini tidak berlaku buat orang-orang yang disebutkan pada pasal 146 kesatu dan kedua.

Pasa1146. (1) Untuk mernberikan kesaksian dapat mengundurkan eliri:

l e. saudara laki elan saudara perempuan, dan ipar laki-laki dan pcrernpuan dari salah satu fihak.

2e. keluarga sedarah menu rut keturunan yang lurus clan saudara lak i-Iaki dan perempuan dari laki atau istri salah satu fihak,

7n

3e. sernua orang yang karena 'kedudukan pekerjaan atau jabatannya yang syah, diwajibkan menyimpan rahasia; tetapi sernata-rnata hanya mengenai hal dernikian yanga dipercayakan padanya.

(2) Tentang benar tidaknya keterangan orang yang diwajibkan menyimpan rahasi aitu terserah apda pertimbangan pengadilan negeri.

Pasa1147. Jika tidak dirninta mengundurkan diri. atau jika penolakan itu dianggap tidak beralasan buat mcmberikan kcs ak siannya, rnak a sebclurn saksi itu member: keterangannya, ia lebih dahulu disumpah menurut agamanya.

Pasa1148. Jika eli luar hal tersebut pada pasal 146, seorang saksi menghadap eli persidangan elan enggan disumpah, atau enggan mernberi keterangannya maka atas permintaan fihak yang berkepentingan, ketua dapat mernberi perintah, supaya saksi itu disanderakan sampai saksi itu mcmenuhi kewajibannya.

Pasa1149. (Ditiadakan oleh undang-undang elarurat No. 111954).

Pasal ISO. (I) Kedua belah fihak akan mernajukan pertanyaan yang akan ditanyakan kepada saksi,

(2) Jika di antara pertanyaan itu ada yang ditirnbang pengadilan negeri tidak mengenai perkara itu, rnaka pertanyaan itu tidak ditanyakan kepada saksi.

(3) Hakim dapat mernajukan segal a pertanyaan kepada saksi dengan maunya sendiri yang ditirnbangnya berguna untuk mendapat kebenaran.

Pasal151. Kctentuan-ketenuan pad a pasal 2114 clan 285. tentang saksi-saksi dalarn perkara pidana. berlaku juga dalarn hal ini.

Pasal 152. Keterangan saksi yang diperiksa dalam persidangan dituliskan dalarn proses-perbal persielangan itu oleh panitera pengadilan negeri.

Pasa1153. (Ditiadakan oleh karena sekarang pengadilan negeri hanya tercliri c1ari seorang haki rn).

Pasal 154. (1) Jika menurut pendapat ketua pengadilan negeri perk ara itu dapat dijelaskan oleh perneriksaan atau penetapan ahli-ahli, maka karena jabatannya atau, at as permintaan fihak-fihak, ia dapat rnengangkat ahli-ahli tersebut.

71

(3) Sebagai ahli tidak dapar diangkat orang yang tidak dapat didengar sebagai saksi.

(2) Dalarn hal yang demikian, maka ditentukan hari persidangan pada waktu mana hal itu mernberi laporannya baik c1engan surat, maupun c1engan lisan dan menguatkan keterangan itu c1engan sumpah,

(4) Kctua Pcngadilan Negeri sckali-sekali udak .. diwajibkan menuruti perasa. an orang ahli itu. jik a herlawanan clengan ke yakinannya.

Pasal 155. (I) Jik a kebenaran gugatan atau kebenaran pernbelaan alas itu tidak cukup terang, akan tetapi ada juga kebcnarannya, clan sekali-kali tidak ada jalan lagi akan menguatkannya clengan upaya keterangan-keterangan yang lain, maka ketua pengaclilan negeri dapat karena jabatannya menyuruh salah satu fihak bersumpah, baik oleh karena itu untuk mernutuskan perkara itu atau untuk rnenentukan jumlah uang yang akan diperkenankan.

(2) Dalarn hal yang terakhir itu ketua pengaclilan negeri rnenentukan jumlah uang hinggajurnlah mana penggugat c1apat dipercaya at au sumpahnya.

Pasa1156. (I) Bahkanjika sekalipun ticlak ada keterangan untuk memperkuat gugatan atau lawanan atas gugatan, satu fihak meminta supaya fihak lain disumpah c1i hadapan hakim, agar membuat keputusan bergantung daripada itu, asal saja sumpah itu tentang satu perbuatan yang dilakukan oleh orang itu, daripada sumpahnyalah keputusan itu akan bergantung.

(2) Jika perbuatan itu, satu perbuatan yang dilakukan oleh keelua belah fihak, maka ia yang tidak mau bersumpah itu, c1apat menolak sumpah itu kepada lawannya.

(3) Barangsiapa clisuruh bersurnpah, tetapi ia enggan bersumpah atau menolak sumpah itu kepada lawannya, ataupun barangsiapa menyuruh bersumpah, tctapi sumpah itu dirolak kepadanya clan ia enggan bersumpah, rnaka ia akan dikalahkan.

Pasa1157. Surnpah itu, baik yang c1iperingatkan oleh hakim, maupun yang dirninta at au c1itolak oleh satu fihak lain, elengan sendiri harus c1iangkatnya kecuali kalau ketua pengaelilan negeri memberi izin kepaela satu fihak, karena sebab yang penting, akan mcnyuruh bersumpah seorang wakil istimewa yang dikuasakan clan mengangkat surnpah itu, kuasa yang mana hanya dapat c1iberi c1engan surat yang syah, eli mana dcngan saksarna dan cukup c1isebutkan sumpah yang akan c1iangkat itu.

Pasal 158. (I) Pengangkatan surnpah itu senantiasa dalarn persiclangan pengadi Ian ncgeri.

7

r

I

i

i

t I

f

I

I

I

I

I

I

~

!

I I

I

I

(.:0

(2) Sumpahtidak dapat diambil jika tidak dihadiri fihak yang lain at au

sesudab itu dapat dipanggii dengan patut,

Pasa1159. (1) Jikalau suatu perkara tidak dapat diselesaikan pada hari persidangan pcrtama, yang ditetapkan untuk memeriksanya, maka perneriksaan perkar aitu diundurkan untuk melanjutkan sampai hari persidangan lain. yang sedapat-dapatnya tidak berapa lama kemudian, elan dernikian juga

seterusnYJ· .

(2) Hal pengundur.m itu harus elitcrangkan dalarn pcrsidangan eli hadapan kedua belah fihak. bagi siapa keputusan itu bcrlaku sebagai pengadilan.

(3) lika salah satu fihak dari yang menghadap pada hari persielangan pertarna. tidak menghadap eli persidangan kemudian, waktu diperintahkan pertangguhan yang baru, mak a ketua pengadilan negeri wajib menyuruh mernberitahukan kepada fihak itu bila persidangan itu akan elilanjutkan.

(4) Tidak elapat diberi pertangguhan atas permintaan kedua belah fihak, lagi pula tidak dapat diperintahkan oleh pengadilan negeri karena jabatannya, jika perlu benar.

Pasal 160. (1) Jika paela waktu aeara ada suatu perbuatan yang harus dilakukan, seelang biaya perkara menurut pasal 182 akan dapat dipikulkan kepada orang yang dikalahkan maka ketua dapat memerintahkan supaya salah satu fihak lebih dahulu mernbayar belanja itu eli kantor kepaniteran dengan tielak mengurangkan hak elari yang lain, akan mernbayar lebih dahulu uang itu atas maunya seneliri.

(2) Jika kedua belah fihak enggan membayar lebih dahulu biaya perkara dan pengaelilan yang oleh ketua untuk mernbayar biaya itu percurna saja, perbuatan yang diperintahkan itu tidak dilakukan, kecuali jika diwajibk an oleh peraturan undang-undang clan pemeriksaan perkara diteruskan, kalau perlu pada persidangan lain yang akan ditetapkan oleh ketua. yang diberitahukan kepada kedua belah fihak.

Pasal161. (1) Kalau perkara itu sebanyak mungkin sudah diselesaikan baik pada waktu persidangan pertarnajuga, maupun dalam persiclangan kemudian, maka sesudah disuruh keluar keelua belah fihak, saksi dan segal a orang yang datang mendengar, ketua pengaelilan negeri akan meminta pendapat penasihat, yang menghaeliri, pemeriksaan perkara itu pada waktu persiclangan menurut pasal 7 Reglemen tcntang aturan hakim dan mahkarnah serta kebijaksanaan kehakirnan eli Indonesia. (Staatsbl-1914; 317).

(2) Kemuelian diadakan perrnusyawaratan elan putusan diperbuat menurut ketentuan pada pasal 39 dan40 Reglemen tentang aturan hakirn dan mahkamah serta kebijaksanaan kehakiman eli Indonesia (R.O.)

(0 Bagian Kcdua

TENTANG BUKTI

Pasa1162. Tentang bukti dan ten tang menerima atau menolak alat-alat bukti dalam perkara perdata, ketua pengadilan negeri wajib mengingat aturan utama yang disebut di bawah ini.

Pasa1163. Barungsiapa yang mcngatakan in mempunyai hak, atau ia menycbutkan suatu perbuatan untuk menguatkan haknya itu, at au untuk membantah hak orang lain, maka orang itu harus mcrnbuktikan adanya hak itu at au adanya kejadian itu.

Pasa1164. Maka yang disebut alat-alat bukti , yaitu: bukti dengan surat

bukti dengan saksi

persangkaan - persangkaan

pengakuan

sumpah

di dalarn segala hal dengan memperhatikan aturan-aturan yang ditetapkan dalam pasal-pasal yang berikut,

Pasa1165. Surat (Akte) yang syah, ialah suatu surat yang diperbuat demikian oleh atau di hadapan pegawai umum yang berkuasa untuk membuatnya, menjadi bukti yang cukup bagi kedua belah fihak dan ahli warisnya dan sekalian orang yang mendapat hak daripadanya, tentang segal a hal yang disebut di dalam surat itu dan juga tentang yang ada dalam surat itu sebagai pemberitahuan sahaja, dalam hal terakhir ini hanyajika yang diberitahukan itu berhubungan dengan perihal pacla surat (akte) itu.

Pasall66. Dicabut menurut Staatblad 1927 No. 146.

Pasal 167. Hakim dapat membcrikan kekuatan bukti yang demikian syah pacla pembukuan seseorang, buat keuntungan orang itu, sebagaimana patut menurut pikirannya, sehingga dapat dihargakan dalarn tiap-tiap hal yang istimewa.

Pasa1168. (Ditiadakan oleh undang-undang darurat No. 1/1951).

Pasal 169. Keterangan dari seorang saksi saja, clengan ticlak ada suatu alat bukti yang lain, cli dalarn hukum ticlak dapat dipercaya,

Pasal 170. Jika kesaksian yang berasing-asing clan yang tersencliri dari

74

beberapa orang, tentang beberapa kejadian dapat menguatkan satu perkara yang tertentu oleh karena ~esaksian itu bersetuju dan berhubung-hubungan, maka diserahkan pada pertimbangan hakim buat menghargai kesaksian yang berasing-asing itu sedemikian kuat, sehingga menurut keadaan.

Pasal 171. (1) Tiap-tiap kesaksian harus berisi segala scbaQ.pengerahuan. (2) Pendapat-pendapat atau persangkaan yang istimewa. yang disusun c1engan kata akal bukan kesaksian.

Pasal 172. Dalam hal menimbang harga kesaksian hakim harus menurnpahkan perhatian sepenuhnya tentang permufakatan dari saksi-saksi: cocoknya kesaksian-kesaksian dengan yang diketahui dari tempat lain ten tang perkara yang diperselisihkan; tentang sebab-sebab, yang mungkin, ada pad a saksi itu untuk rnenerangkan duduk perkara dengan cara begini atau begitu; tentang peri kelakuan adat dan kedudukan saksi, dan pada umumnya segal a hal yang dapat rnenyebabkansaksi itu dapat dipercaya benar atau tidak.

Pasa1173. Persangkaan saja yang tidak berdasarkan suatu peraturan undangundang yang tertentu, hanya saja diperhatikan oleh Hakim waktu menjatuhkan keputusan, jika persangkaan itu penting, saksama, tertentu dan satu sarna lain bersetujuan.

Pasa1174. Pengakuan yang diucapkandi hadapan Hakim, cukup rnenjadi bukti untuk memberatkan orang yang mengaku itu, baik yang diucapkannya sendiri, maupun dengan pertolongan orang lain, yang istimewa dikuasakan untuk itu.

Pasal 175. Diserahkan kepada timbangan dan hati-hatinya hakim untuk menentukan harga suatu pengakuan dengan lisan, yang diperbuat di luar hukurn.

Pasa1176. Tiap-tiap pengakuan harus diterima segenapnya, dan hakim tidak bebas akan menerima sebagian dan menolak sebagianlagi, sehingga merugikan orang yang mengaku itu, kecuali orang yang berutang itu dengan maksud akan melepaskan dirinya, menyebutkan perkara yang terbukti yang kenyataan dusta.

Pasal 177. Kepada seorang, yang dalam satu perkara telah mengangkar sumpah yang ditangguhkan atau ditolak kepadanya oleh lawannya ;t<1U yang

disuruh sumpah oleh hakirn tidak dapat di minta bukti yang lain untuk menguatkan kebenaran yang disurnpahkannya itu.

Bagian Ketiga

TENTANG MUSYAWARAH DAN KEPUTUSAN

Pasal178. (I) Hakim karcna jabatannya waktu bcnnusvawarah wajib mencukupk an scgala alaxan hukum, yang ticlak dikcmukakan oelh kcdua belah fihak

(2) Hakim wajib mengadili alas segala bahagian gugatan.

(3) la ticlak diizinkan menjatuhkan keputusan at as perkara yang tidak digugat, atau mernberikan daripada yang cligugat.

Pasal179. (I) Sesuclah kcputusan cliperbuat dengan mengingat aturan-aturan di atas ini, maka kedua belah fihak clipanggil masuk kernbali dan keputusan diumumkan oleh ketua.

(2) Jika Iihak atau salah satu dari mereka tidak haclir pada waktu keputusan itu diurnumkan, maka isi keputusan itu atas perintah ketua diberitahukan kepadanya orang seorang pegawai yang diwajibkan untuk itu.

(3) Ayat penghabisan clari pasal 125 berlaku dalam hal ini.

Pasal180. (I) Ketua pengaclilan negeri clap at mernerintahkan supaya keputusan itu dijalankan dahulu biarpun ada perlawanan at au bandingnya, jika ada surat yang syah, suatu surat tulisan yang rnenurut aturan yang berlaku dapat diterima sebagai bukti atau jika ada hukurnan lebih dahulu dengan keputusan yang suclah mend-pat kekuasaan pasri. demikian juga jika dikabulkan tuntutan duhulu, lagi pula eli dalarn perselisihan tentang hak kepunyaan,

(2) Akan tetapi hal menjalankan dahulu, keputusan ini sekali-kali tidak dapat menyebabkan orang disanderakan.

Pasal 181. (I) Barangsiapa, yang dikalahkan dengan keputusan akan dihukum membayar biaya perkara. Akan tetapi semua atau sebagian biaya perkara itu dapat diperhitungkan antara laki istri, keluarga sedarah dalarn turunan yang lurus. saudara laki-laki dan saudara perempuan at au keluarga semenda, lagi pula dua belah fihak masing-masing clikalahkan dalarn bebcrapa hal.

-, ,

(2) Pada keputusan semen tara dan keputusan yang lain yang lebih dahulu dari keputusan penghabisan maka dapatlah keputusan tentang biaya perkara ditangguhkan sampai pada waktu dijatuhkan keputusan tcrakhir.

(3) Biaya perkara yang diputusk an dengan keputusan sedang yang dika!ahkan rak nadir, harus dibayar oleh orang yang dikalahkan, mcskipun ia akan menang. perkara sesudah climajukan perlawanan atau banclingan, kecuali pacla waktu perneriksaan perlaw3nannya atau banelingannya, bahwa ia tidak dipanggil clcngan patut.

pasal182. (1) Hukurnan mcmbayar biaya itu dapat meliputi lebih dari:

10. biaya kantor paniteru dan biaya materai, yang perlu clipakai dalam perkara itu.

2". biaya saksi, orang ahli dan juru bahasa terhitung juga biaya sumpah mereka itu, dengan pengertian bahwa fihak yang meminta supaya cliperiksa lebih c1ari lima orang saksi tentang suatu kejadian itu, tidak dapat memperhitungkan bayaran kesaksian yang lebih itu kepada lawannya;

3°. biaya perneriksaan selempat dan perbuatan hakirn clan lain-lain;

4°. gaji pegawai yang disuruh melakukan panggilan, pemberitahuan dan scgala surat jurusita yang lain;

5°. biaya yang tersebut pada pasal 138, ayat keenam;

6°. gaji yang harus dibayar kepada panitera atau pegawai lain karena menjalankan keputusan;

semuanya itu menurut undang-undang dan daftar harga yang telah 'lela at au yang akan diretapkan kemudian oleh Menteri Kehakirnan dan jika itu tidak ada menurut taksiran ketua.

Pasa1183. (1) Banyaknya biaya perkara, yang dijatuhkun pada salah satu fihak harus disebutkan dalam keputusan.

(2) Aturan itu berlaku juga tentangjumlah biaya, kerugian dan bunga uang, yang clijatuhkan pada satu fihak untuk dibayar kepada fihak yang lain.

Pasal 184. ( I) Keputusan harus berisi keterangan ringkas, tetapi yang jelas elan gugatan dan jawaban, serta dasar alasan-alasan kepruusan itu; begitu juga keterangan, yang dimaksucl pacta ayat keernpat pasal 7. Reglemen tentang Aturan Hakim dan Mahkamah serta kebijaksanaan Kehakiman di Indonesia dan akhirnya keputusan pengadilan negeri tentang pokok perkara dan tentang banyaknya biaya, lagi pula pemberitahuan ten tang hadir tidaknya

77

'"

kedua belah fihak pada waktu mengumumkan keputusan itu.

(2) Di dalam keputusan-keputusan yang berdasarkan pada aturan undangundang yang pasti, rnaka aturan itu harus disebutkan.

(3) Keputusan-keputusan itu ditandatangani oleh ketua dan panitera.

Pasa1185. (1) Keputusan yang bukan keputusan terakhir, sungguhpun harus diucapkan di dalam persidangan juga, tidak diperbuat masing-rnasing sendiri, tetapi hanya dilakukan dalarn surat pernberitaan persidangan.

(2) Kedua belah fihak dapat merninta supaya diberikan kepada masingmasing salinan yang sah dari peringatan yang dcrnikian dcngan membayarnya sendiri.

. PasaI186.( I) Panitera membuat berita acara dari tiap-tiap satu perkara eli dalam berita acara itu disebutjuga selain dari yang terjadi dalam persidangan, nasihat yang tersebut pada ayat ketiga pasal 7 Reglemen ten tang Aturan Hakim elan Mahkarnah serta kebijaksanaan Kehakirnan di Indonesia.

(2) Berita acara ini ditandatangani oleh hakim dan panitera.

Pasa1187. (I) Jika ketua tidak dapat rnenandatangani keputusan atau berita acara persidangan, maka hal itu dilakukan oleh anggota yang turut dalam perneriksaan perkara itu, yang tingkat jabatannya langsung di bawah ketua *).

Bagian Keernpat

TENTANG MEMBANDING KEPUTUSAN (A PEL)

(2) Jika panitera tidak dapat menandatangani keputusan hukurnan atau berita acara persidangan rnaka hal itu harus dijelaskan dalarn keputusan atau berita acara.

Pasal188 sid 194. (Ditiadakan oleh undang-undang darurat no. 1/195 I).

Sekarang berlaku UU No. 20 Tahun 1947.

*) Tentang membanding keputusan Pengadilan Negeri dirnajukan sekarang pada Pengadi Ian Tinggi. Soal ini diatur dalam Undang-undang Darurat No. III 951 (Lernbaga Negara No. 911 95 1).

"7R

Bagian Kelima

TENTANG MENJALANKAN KEPUTUSAN

Pasal195. (1) Hal menjalankan keputusan pengadilan negeri, dalarn perkara yang pada tingkat pertama diperiksa oleh pengadilan negeri, adalah atas perintah elan elengan pimpinan ketua pengadilan negeri yang pada tingkat pertama mcmeriksa perkara itu, menurut cara yang ciatur dalam pasal-pasal berikut ini.

(2) Jika hal itu harus dilakukan sekaligus atau sebagian, di luar daerah hukurn pcngaelilan negeri yang tersebut eli atas, maka ketuanya meminta bantu an ketua pengaelilan yang berhak, elengan sural elemikian juga halnya eli luar Jawa-Maelura.

(3) Ketua pengaelilan negeri yang bantuannya eli minta, berlaku sebagai ditentukan pada ayat di atas itu juga, jika nyata padanya, bahwa hal menjalankan keputusan itu harus terjadi sekaligus atau sebagian eli luar daerah hukumnya pula.

(4) Bagi ketua pengadilan negeri yang diminta bantuannya oleh rekannya dari luar Jawa dan Madura, berlaku peraturan dalarn bahagian ini, tentang segal a perbuatan yang akan elilakukan disebabkan perintah ini.

(5) Ketua yang diminta bantuannya itu, memberitahukan dalarn dua kali dua puluh ernpat jam, segala daya upaya yang telah diperintahkan dan kemudian tentang kesudahannya kepada ketua pengadilan negeri yang pada tingkat pertama memeriksa perkara itu.

(6) Perlawanan terhadap keputusan, juga dari orang lain yang menyatakan bahwa barang yang disita rniliknya, dihadapkan serta diadili seperti segal a perselisihan tentang upaya paksa yang diperintahkan oleh pengadilan negeri, yang dalarn daerah hukumnya terjadi perjalanan keputusan itu.

(7) Dari perselisihan yang timbul dan keputusan ten tang perselisihan itu ketua pengadilan negeri membcritahukan clengan surat tiap-tiap kali dalam tempo dua kali clua puluh ernpat jam kepada ketua pengaclilan negeri, yang pada tingkat pertarna merneriksa perkara itu.

Pasal 196. Jib pihak yang clikalahkan tidak mau atau lalai untuk mernenuhi isi keputusan itu dengan damai, maka tihak yang menang memasukkan permintaan, baik dengan lisan, maupun dengan surat, kepada ketua pengadilan negeri yang tersebut pacla ayat pertama pasal 195, buat menjalankan keputusan itu. Ketua, menyuruh mernanggil fihak yang dikalahkan itu serta mernperingatkan, supaya ia mernenuhi keputusan itu di dalam tempo yang ditentukan oleh ketua, yang selama-Iamanya delapan hari.

79

Pasal 197. (I) Jika sudah lewat tempo yang ditentukan itu, clan yang dikalahkan belurn juga memenuhi keputusan itu, atau ia jika dipanggil clengan patut, tidak datang menghadap, maka ketua oleh karcnajabatannya mernberi perintah clengan surat, supaya disiia sekalian banyak barang-barang yang ticlak tctap dan jika tidak acla, at au ternyata ticlak cukup sekian banyak barang tetap kepunyaan orang yang clikalahkan itu sampai dirasa cukup akan pengganti jurnlah uang yang tersebut cli dalarn keputusan itu clan ditarnbah pula clcngan biaya scrnua biaya untukmenjalankan keputusan ilu.

(2) Penyitaan dijalankan olch panitcra pcngudilan ncgeri.

(3) Apabila panitera berhalangan karena pekerjaan jabatannya atau olen sebab yang lain, maka ia diganrik an oleh seorang yang cakap atau yang dapat dieprcaya, yang untuk itu ditunjukkan oleh ketua atau alas perrnohonan panitera oleh Kepala Daerah, dalarn hal penunjukkan yang menu rut terscbut tacli, ketua berkuasa pula, menurut keadaan bilamana perlu ditimbangnya untuk menghel11at biaya berhubung clengan jauhnya ternpat penyitaan itu harus dilakukan.

(4) Penunjukan orang itu dilakukan dengan menyebutk annya saja at au dengan mencatatnya pada surat perintah yang tersebut pada ayat pertama pasal ini.

(5) Panitera itu atau orang yang ditunjukkan sebagai penggantinya rnembuat berita acara tentang pekerjaannya, clan kepada orang yang disita barangnya it\1 diberitahukan maksudnya, kalau ia ada hadlir.

(6)Di waktu melakukan penyitaan itu ia clibantu oleh dua orang saksi, yang narnanya, pekerjaannya dan tempat diamnya disebutkan dalarn pemberitaan aeara dan rnereka turut menandatangani sural asli pernberitaan acara itu clan salinannya.

(7) Saksi itu haruslah penduduk Indonesia, telah cukup umurnya 21 tahun clan terkenal sebagai orang yang dapat dipercava pada yang rnelakukan penyitaanitu.

(8) Penyitaan barang yang tidak tetap kepunyaan orang yang berutang, terrnasuk juga dalarn bilangan itu uang tunai clan surat-surat yang berharga uang dapat juga dilakukan at as barang berwujud, yang ada di tangan orang lain, akan tetapi tidak clapat dijalankan at as hewan clan perkakas yang sungguh-sungguh clipergunakan menjalankan pencaharian orang yang terhukurn itu.

(9) Paniter a atau orang yang clitunjuk menggantinya, menurut keadaan, clap at meninggalkan barang-barang yang ticlak tetap atau sebagian dari itu dalarn persimpanan orang yang barangnya disita itu, atau menyuruh mcrnbawa sebagian dari barang itu ke satu tempat persimpanan yang patut. Dalam hal

80

------~~~--

00

pertama, maka ia memberitahukan kepada polisi desa atau polisi kampung,

dan polisi itu harus menjaga, supaya jangan ada dari barang itu dilarikan. Opstal Indonesia tidak dapat dibawa ke tempat lain.

rasaI 198. (I)" Jika disita barang yang terap, maka surat pemberitaan acara penyitaan itu diurnurnkan, walaupun barang tetap itu sudah atau bclurn dibukukan menurut ordonansi ten lang membukukan hypotheek atas barang 'itu di Inelonesia (Staatsblad 1834 No. 27), e1engan menyalin pemberitaan acara itu eli dulam daftar yang terscbut pada pasal SO dari aturan teruanz menjalankan unelang-lindang baharu (Slaatsblaell848 No. 10); dan jik a tielak c1ibukukan menurut ordonansi yang tersebut c1i atas itu, e1engan menyalin pemberitaan acara itu dalarn daftar yang discdiakan untuk maksud itu clengan mcnyebut jam, hari, bulan, clan tahun itu harus c1isebut oleh panitera pada surat asli yang diberikan kepadanya.

(2) Lain dari itu orang yang c1isuruh menyita barang itu, mernberi perintah kepacla kepala desa supaya hal penyitaan barang itu diurnurnkan eli tempat itu menurut cara yang dibiasakan, sehingga diketahui seluas-Iuasnya.

Pasal 199. (I) Terhitung mulai c1ari hari pernberitaan acara penyitaan barang itu diumumkan, fihak yang disita barangnya itu tidak dapat lagi mernindahkan kepada orang lain, memberatkan atau mempersewakan barang-barang tetap yang c1isita itu.

(2) Perjanjian yang bertentangan dengan larangan itu, tic1ak dapat dipakai akan melawan yang menjalankan penyitaan itu.

rasa I 200. (I) Penjualan barang yang disita dilakukan dengan perantaraan kantor Ielang atau menurut keadaan, menurut pertimbangan ketua, oleh orang yang melakukan penyitaan itu at au orang lain yang cakap clan dapat dipercaya, yang ditunjuk oleh ketua, yang tinggal eli rernpat penjualan itu dilakukan atau eli dckat ternpat itu.

(2) Akan tetapi jik a penjualan, yang dimaksud dalarn ayat pertarna, harus dilakukan untuk menjalankan suatu keputusan berguna untuk mernbayar suatujumlah, yang lebih dari tiga ratus rupiah, biaya, perkara tidak dihitung, atau jika menurut timbangan ketua ada persangkaan, bahwa barang yang disita itu dikuatirkan tidak akan menghasilkan lebih c1ari tiga ratus rupiah, maka penjualan itu sekali-kali tidak dapat dilakukan dengan perantaraan kantor lelang.

(3) Penjualan dalam hal ini akan dilakukan oleh orang yang menjalankan penyitaan itu atau oleh orang lain yang cakap clan dapat dipercaya, seperti dimaksud pada ayat pertarna. Orang yang diperintahkan menjual itu memberi pertelaan e1engan surat kepada ketua tentang kesudahan penjualan itu.

81

(4) Yang terhukurn berkuasa akan menunjukkan tertib barang-barang yang akan dijual itu,

(5) Setelah hasil penjualan barang itu sarna dengan jurnlah yang tersebut dalam keputusan yang dilakukan ditambah dengan biaya untuk menjalankan keputusan itu, mak a penjualan itu dihentikan dan barang-barang yang selebihnya, pada saat itu juga dikembalikan kepada yang terhukum.

(6) Penjualan barang-barang yang tidak tetap, dilakukan diurnumkan pada waktunya menurut kebiasaan setcmpnr; penjualan tidak dapa: dilakukan scbelurn lewat hari kedelapan setelah barang-barang itu disita.

(7) Jika bersarna-sama dengan barang yang tidak tetap barang yang tetap disita dan dari barang-barang yang tidak tetap itu tidak ada yang akan lekas jadi bus uk, maka penjualan itu clengan memperhatikan tertib yang diberikan, dilakukan serentak pada waktu; akan tetapi hanya sesudah diumumkan dua kali yang berselang 15 hari.

(8) Jika penyitaan itu dilakukan sernata-mata atas barang-barang yang tetap rnaka syarat-syarat yang tersebut pada ayat di atas ini, dipakai lagi penjuaJan itu.

(9) Penjualan barang tetap, yang kenyataan berharga lebih dari seribu rupiah, harus diurnumkan suatu kali, selambat-lambatnya empat bel as hari sebelurn hari penjualan di dalam suatu surat kabar karian yang tertib di tempat barang itu akan dijual, dan jika tidak ada surat kabar harian seperti itu maka diurnurnkan dalarn surat kabar di satu tempat yang terdekat.

(10) Hak orang yang barangnya dijual, atas barang tetap yang dijual itu berpindah kepada pernbeli, karena pemberian hak padanya setel ah ia memenuhi syarat-syarat pernbelian. Setelah syarat-syarat itu dipenuhi rnaka kepadanya diberikan surat keterangan oleh kantor Ielang, atau orang yang diserahi penjualan yang bersangkutan.

(II) Jika orang, yang barangnya dijual itu, enggan meninggalkan barang yang tetap itu, maka ketua pengaelilan negeri membuat satu surat perintah kepada orang yang berkuasa menjalan surat jurusita, supaya dengan bantuan panitera pengadilan negeri, jika perlu elengan pertolongan polisi, barang yang tetap itu ditinggalkan dan dikosongkan oleh orang, yang dijual barangnya itu, serta oleh kaum keluarganya.

Pasal 201. Jika pada suatu waktu dimajukan dua permintaan atau lebih untuk menjalankan keputusan yang dijatuhkan kepada seorang yang berhutang itu juga, maka dengan sam pemberitaan disitalah sekian banyak barang-barang, sehingga kiranya cukup untukjumlah wang dari keputusan itu,

~~'>C"ma dan ditambah pula dengan biaya menjalankan keputusan itu:

Pasa1202. Jika dimasukkan lagi permintaan untuk menjalankan keputusankeputusan yang dijatuhk an terhadap yang berhutang itu juga, lain daripada yang dimaksud pada pasal ] 95 ayat pertama, oleh hakirn dapat pula dikirimkan kepada ketua yang menyuruh penyitaan itu, supaya dijalankannya. Ketentuan-ketentuan dari pasal 202 berlaku bagi permintaanitu.

Pasal 203. Dalam tempo yang tersebut dalam pasal di rnuka itu, maka kepurusan hukurnan yang dijatuhkan kepada seorang yang berhutangitu juga, lain daripada yang tersebut dal am pasal 195 ayat pertama, oleh hakim boleh juga dikirirnkan kepada ketua yang telah mernberi perintah peristaan barang itu, supaya dijalankannya. Aturan yang ditentuk an dalarn pasal 202 juga beriaku lagi perrnintaan itu.

Pasal 204, (l) Dalarn hal yang tersebut pada ketiga pasal ini, ketik a menenrukan eara membagi hasil penjualan itu di antara penagih hutang, sesudah didengarnya atau dipanggilnya dengan patut orang yang berhutang dan penagih hutang yang meminta supaya dijalankan keputusan itu.

(2) Penagih hutang, yang datang menurut pengadilan yang tersebut pada ayat di atas ini, dapat meminta bandingan pada pengadilan negeri tentang pembagian itu; bagi permintaan bandingan ini berlaku berlaku pasal 188 sampai pasal 194.

Pasal20S.Demi keputusan ketua pengadilan negeri ten tang pembagian itu telah dipastikan, maka ketua mengirimkan suatu daftar pembagian kepada juru lelang atau kepada orang yang diperintahkan melelangkan itu, untuk dipakainya menjadi dasar pada pembahagiaan uang penghasilan lelang itu.

Pasal 206 sid pasal 208 (ditiadakan dengan UU Darurat No. 111951).

Pasal 209 sid pasal 244 (mengatur ten tang penyandaraan, dihapuskan dengan SEMA No.2 Th. 1964).

Bagian Keenam.

TENTANG BEBERAPA HAL MENGADILI PERKARA YANG ISTIMEWA

Pasal22S. (1) Jika seorang yang dihukum untuk melakukan suatu perbuatan, tidak melakukannya di dalam waktu yang ditentukan hakim, maka fihak yang menang dalam keputusan dapat memohonnya kepada pengadilan negeri dengan perantaraan ketua, baik dengan surat, maupun dengan lisan, supaya kepentingan yang akan didapatnya,jika putusan itu dipenuhi, dinilai dengan uang tunai, jumlah mana harus diberitahukan dengan tentu; jika permintaan itu dilakukan dengan !isan, harus dieatat.

83

(2) Karena rnengernukakan perkara dalam persidangan pengadilan negeri yang rnenolak perkara itu menurut pendapatnya dan menurut keadaannya, atau menilai permohonan yang telah diperintahkan tetapi belurn dijalankan, atau yang rnenilai di bawah permohonan yang dikehendaki pemohon dan dalam hal ini yang berhutang dihukum membayarnya,

Pasa1226. (I) Orang'yang empunya barang yang tidak tetap, dapat meminta dengan surat atau dengan lisan kepacla ketua pengaclilan negcri, yang di dularn daerah hukumnya tempat tinggal orang yang memegang barang itu, supaya barang itu disita.

(2) Barang ya!lg IlPndak disita itu harus dinyatakan dengan saksama dalar» permintaan itu,

(3) Jika permintaan itu dikabulkan, maka penyitaan dijalankannya menurut surat perintah ketua. Tentang orang yang harus menjalankan penyitaan itu clan tentang syarat-syarat yang harus dituruti, maka pasal 197 berlaku juga.

(4) Tentang penyitaan yang dijalankan itu diberitahukan dengan segera oleh panitera pada yang mernasukk an permintaan, sambil rnemberitahukan kepadanya, bahwa ia harus menghadap persiclangan pengaclilan negeri yang pertama sesudah itu untuk mcmajukan clan menguatkan gugatannya.

(5) Atas pcrintah ketua orang yang mernegang barang yang c1isita itu harus dipanggil untuk menghadap persiclangan itu juga.

(6) Pada hari yang ditentukan itu, maka perkara c1iperiksa dan c1iputuskan seperti biasa.

(7) Jika gugatan itu diterima, rnaka penyitaan itu disyahkan dan c1iperintahkan, supaya barang yang c1isita itu diserahkan kepada penggugat, sedang jika gugatan itu ditolak, harus diperintahkan supaya c1icabut penyitaan itu,

OA

Pasal 277. (I) Jika ada persangkaan yang beralasan, bahwa seorang yang berhutang, selagi belum c1ijatuhkan keputusan atasnya atau selagi putusan yang mengalahkannya belurn dapat dijalankan, mencari akal akan menggelapkan at au mernbawa barangnya yang tidak tetap maupun yang tetap c1engan maksud akan menjauhkan barang itu dari penagih hutang, maka at as surat perrnintaan orang yang berkepentingan ketua pengadilan negeri dapat rnemberi perintah, supaya dis ita barang itu untuk rnenjaga hak orang yang mernasukkan permintaan itu, clan kepada peminta harus diberitahukan akan menghaclap persidangan pengaclilan negeri yang pertama sesuclah itu untuk mernajukan dan menguatkan gugatannya.

(2) Orang yang berhutang harus dipanggil at as perintah ketua akan menghadap persiclangan itu.

c-

(3) Tentang orang yang harus menjalankan penyitaan itu dan ten tang aturan yang harus dituruti, serta akibat-akibat yang berhubung dengan itu maka pasal 197, 198, dan 199 berlaku juga.

(4) Pada hari yang ditentukan itu, maka perkara diperiksa seperti biasa. lika gugatan itu ditolak, rnaka diperintahkan supaya dicabut penyitaan itu.

(5) Pencabutan penyitaan itu di dalam segala hal dapatdiminta,jika ditunjuk jaminan atau tanggungan lain yang cukup.

Pasal 228. (I) Tentang putusan yang dij atuhkan oleh pengadilan negeri menurut ketiga pasal-pasal di muka ini, beriaku aturan umum untuk meminta bandingan.

(2) Keputusan, yang disebut pacla segala pasal itu, dijalankan sccara biasa.

Pasal 229. Jika seorang yang sudah akil balik, tidak bisa mernclihara dirinya dan mengurus barangnya, karena kurang akal, maka tiap-tiap sanak saudaranya, dan jika ini tidak ada, jaksa pada pengadilan negeri berkuasa akan meminta, supaya diangkat seorang wali (kurator) untuk memelihara orang itu dan men gurus barangnya.

Pasa!230. Permintaan yang demikian itu dimajukan pada ketua pengadilan negeri, yang akan menyuruh memanggil orang yang memajukan permintaan itu dan saksi yang ditunjukkannya, lagi pula orang yang akan diberi wali, supaya mereka datang menghadap pengadilan negeri pada hari persidangan yang ditentukan.

Pasal231. (1) Pada hari yang ditentukan untuk itu segala orang yang dipanggil itu diperiksa, sedang pemeriksaan saksi dilakukan sesudah mereka disurnpah.

(2) Jika permintaan itu dikabulkan, maka pengadilan negeri terus mengangkat juga seorang wali yang dapat diharap akan mernelihara orang yang diberi berwali dan barangnya dengan sebaik-baiknya.

Pasa1232. (I) Perwalian (kuratele) itu dapat dicabut oleh ketua pengadilan negeri, jika tidak ada lagi alasan-alasan yang menyebabkan perwalian itu diberikan.

(2) Permintaan untuku itu, pemeriksaan dalam hal itu:dan keputusan ten tang itujuga diperbuat menurut acara yang tersebut di muka ini.

Pasal 233. Jika perwalian itu berakhir, karena dicabut atau karen a sebabsebab lain, maka wali itu wajib memberi perhitungan dan tanggung jawab

pada yang berhak tentangn urusannya itu.

PasaI234.( I) Pengadilan Negeri berkuasa menahan seseorang atas perrnin. taan sanak saudaranya atau juga atas permintaan jaksa pengadilan negeri, untuk mem.elIhara ketertlban urnurn dan menghindarkan kecelakaan, jika orang uu biasa berkelakuan jahat clan tidak cakap mengurus cliri sendin atau berbahaya bagi keamanan orang Jain, serelah orang itu eliperiksa clengan patut, ell dalam lembaga (gesticht) yang disecliakan untuk itu, rumah atau ternpat lain yang layak, selama orang itu tidak menunjukkan tanda-tzillda sudah baik,

(2) Aturan yang ditentukan pada ayat pertama clari pasal ini berlaku juga bagi orang, yang berpenyakit yang mengerikan, orang minta-rninta di hadapan umum atau mengembara dengan tidak mempunyai pencaharian, atau dengan sesuatu jalan mempergunakan nasibnya akan menyusahkan orangorang lain dengan pengertian:

a. bahwa orang-orang yang dimaksud hanya dapat dirnasukkan ke clalam lembaga atau rumah-rumah sakit, yang dinyatakan baik untuk itu, sesu. dah mufakat dengan kepalajawatan kesehatan, oleh kepaJa daerah, yang jika perlujuga sesudah mufakat dengan kepalajawatan kesehatan dapat menghubungkan beberapa janji pada keterangan baik itu.

b. bahwa orang-orang yang terhadapnya clikenakan keputusan hakim, seperti tersebut pada ayat pertama dari pasaI ini, tidak dapat dimasukkan ke dalam lembaga atau rumah sakit, yang hanya diuntukkan buat orang yang menderita suatu penyakti rnenular yang tertentu, kalau belum cliterangkan dengan surat bahwa mereka menderita penyakit itu atau disangka benar menderitanya, oleh tabib yang sedapat-dapatnya ahli dalam pemeriksaan penyakit itu dan yang ditunjuk oleh kepala daerah sesudah mufak at dengan inspektur yang berhubungan atau wakil Inspektur Jawatan Kesehatan,

c. bahwa pengadilan negeri melepaskan dari ternpat itu, mereka yang ditutup menurut aturan yang tersebut tadi, setelah penahanannya itu dipandang tidak perlu lagi berhubung dengan syarat-syarat untuk itu, atas permintaan orang-orang yang berkepentingan atau sanak-saudaranya, atau atas permintaan jaksa pada pengadilan negeri.

Pasal 234a. (I) Pengaclilan negeri berhak juga, atas tuntutan jaksa pada pengadilan negeri, dengan keputusan bersahaja memerintahkan memasukkan orang-orang dewasa ke dalam suatu ternpat bekerja,yang diuntukkan buat itujika menurut keterangan menteri kehakiman, mereka itu masuk pen ganggur yang takut bekerja yang tidak cukup mempunyai nafkah hidup, serta kalau mereka mengganggu ketertiban karen a minta-minta, karena merisau

86

atau karena kelakuan yang berlawanan dengan keadaan masyarakat.

(2) Tuntutan yang dirnaksud dalarn ayat pertarna itu diputuskan, sebelurn, didengar kcterangan dari orang yang clituntut itu atau setidak-tidaknya dipanggil dengan patut. Pengadilan negeri rnernutuskan berdasarkan rencana clan laporan-laporan yang dikemukakan, tetapi berhak mendengar saksi-saksi yang dapat mernberi keterap,gan yang lebih lanjut tentang perbuatanperbuatan yang dimajukan.

(3) Keputusan yang disebutkan dalarn kcdua ayat eli alas ini berkclukuan selama satu tahun, clan waktu itu tiap-tiap kali dapat diperpanjang dengan satu tahun, atas tuntutan yang demikian itu; dalarn sernuanya itu menteri kehakiman berhak untuk rnelepaskan orang yang bersangkuran itu ticlak aqa lagi atau keadaan badannya at au pikirannya sudah sedemikian sehingga ia tidak dikehendaki lebih lama tinggal eli sana.

(4) Barangsiapa yang dituntut supaya diperpanjang waktunya tinggal eli sana, maka ia tetap tinggal di Iernbaga itu selama pemeriksaan pengadilan negeri .

. Iika pengadilan menolak memperpanjang waktu itu, dan jika jaksa pada pengadilan negerimenyatakan akan membanding keputusan itu, orang yang bersangkutan tetap tinggal di tempat itu selarna perneriksaan pengadilan tinggi.

(5) Keputusan yang dijatuhkan pcngadiian negeri menurut pasal ini dapat c1ijalankan pad a ketika itu.

(6) Surat-surat yang diperlukan untuk masukkan ke tempat bekerja dan keputusan-keputusan hakim dibebaskan dari materai.

(7) Penunjukan ternpat bekerja yang dirnaksud dalarn ayat pertama itu clan segal a sesuatu yang perlu ak an menjalankan pasal ini, diatur dengan peraturan pemerintah.

I

t

\

Pasa1235. (1) Jika ada orang hi lang, arau meninggalkan ternpat diarnnya dengan tidak men gurus hal perneliharaan harta bendanya, maka tiap-tiap pegawai polisi wajib elan tiap-tiap orang yang berkepentingan berkuasa dengan segera rnemberitahukan hal itu kepada ketua pengadilan negeri, yang wajib pergi dengan segera bersarna-sama dengan orang yang mernberitahukan itu ke rumah orang yang hi lang atau tak ada itu, dan mcnjaga, dengan memeteraikan atau dengan daya upaya lain yang patut, supaya harta benda yang c1itinggalkan dan tidak terpelihara itu jangan suatu pun dapat cliambiI orang lain.

(2) Pemberitaan tentang perbuatan itu akan dikernukakan oleh ketua pada persidangan pengadilan negeri yang pertarna sesudah itu, dan jika nyata perlu pengadilan negeri mcnyerahkan pemeliharaan barang itu untuk

87

sementara waktu kepada penjaga harta benda (boedelmeester) atau badan lain yang sebagai itu, yang telah dinyatakan atau akan dinyatakan berkuasa melakukan pekerjaan itu.

(3) Jika harta benda itu, yang menurut peraturan yang berlaku tentang itu, tidak dapatdiurus oleh badan-badan yang dirnaksud tadi, maka haruslah diikhtiarkan pengurusnya dengan cara lain, yang dapat dipandang akan menguntungkan sebanyak-banyaknya kepada yang berkepentingan.

(4) Dengan alasan, bahwa harta bcnda itu seclikit, pcngadilan negcri berhak juga akan menyerahkan pemcliharaan harta benda itu kepada keluarga sedarah atau keluarga semenda at au laki (istri) orang yang hilang at au yang tak ada itu, yang ditunjukkannya, dengan satu kewajiban saja akan mengernbalikan barang itu at au harganya kepada orang yang hilang atau yang tak ada, kalau ia kembali, dcngan ticlak rnemberi suatu hasil atau penclapatan sesudah dipotong segala hutang yang sudah dibayar sernentara itu.

(5) Jika ketua berhalangan, maka segal a pekerjaan yang tersebut pada ayat pertama pasal ini, dapat dilakukan oleh panitera pengadilan negeri atau oleh pegawal lain, yang sesudah dua puluh empat jam menyampaikan surat pernberitaan kepada ketua yang memberi kuasa itu.

Pasal 236. (I) Keputusan yang diambil oleh pengadilan negeri menurut pasal-pasal 231,232,234, 234a. dan 235 clapat dibandingkan kepada pengadilan negeri. Perbandingan ini dapat dilakukan dalam waktu tiga puluh hari sesudah tanggal keputusan itu, dan pembandingan itu dimajukan seeara yang ditentukan untuk keputusan pengadilan negeri. Pengadilan tinggi memutuskan dengan tidak beracara.

(2) Keputusan yang diambil menurut pasal-pasal 234 dan 234a, dijalankan oleh atau alas perintah pegawai yang dimaksud dalarn pasal 325 ayat I.

Pasal 236a. Atas perrnintaan dari ahli waris at au bekas istri orang yang meninggal, maka pengadilan negeri mernberi bantuan juga mengadakan pemisahan haria benda antara orang-orang Indonesia yang beragama manapun juga, serta mernbuat surat (akte) dari itu di luar perselisihan.

/ Bagian Ketujuh

V TENTANG IZIN UNTUK BERPERKARA DENGAN TAK BERBIAYA

Pasal 237. Orang-orang yang demikian, yang sebagai penggugat, atau sebagai tergugat hendak berperkara akan tetapi tidak mampu rnernbayar biaya perkara, dapat diberikan izin untuk berperkara dengan tak berdaya.

Pasa1238. (l) Apabila pcnggugat mcnghcndaki izin itu, rnaka ia memajukan permintaan untuk itu pada waktu memasukkan sural gugatan tau pad a waktu ia mernajukan gugatannya dengan lisan, sebagaimana diatur pad a pasal 118 dan 120.

(2) Apabila izin dikehendaki oleh tergugat, maka izin itu diminta pada waktu itu mernasukkan jawabnya yang dimasukkan pada pasa! 12 J.

(3) Permintaan dalam kedua hal itu harus c1isertai surat kcterangan tidak mampu, yang diberikan oleh kepala polisi pada tcmpat dium peminta, yang berisi keterangan dari pegawai tadi, bahwa paclasnya nyata bcnar sesudah diadakan pcmeriksaan, bahwa orang itu tiduk marnpu rnembayar.

Pasal 239. (1) Pada har: menghadap ke rnuka pengadilan negeri, maka pertama sekali diputuskan oleh pengadilan negeri apakah permintaan akan berperkara c1engan tak berbiaya dapat dikabulkan atau ticlak.

(2) Lawan orang yang mernajukan pcnnintaan itu dapat mernajukan perlawanan atas permintaan itu, baik dengan mula-mula rnenyatakan bahwa gugatan at au perlawanan peminta itu tidak beralasan sarna sekali, rnaupun dcngan menyatakan bahwa ia mampu juga membayar biaya perkara itu.

(3) Pengadilan Negeri juga dapat mcnolak permintaan yang beralasan salah satu alasan i tu karena j abatannya.

Pasal 240. (1) Balai harta peninggalan dapat diizinkan juga dengan cam serupa di atas berperkara dengan tak berbiaya, baik sebagai penggugat, maupun sebagai tergugat, dengan tidak usah menunjukkan surat tidak marnpu.jika harta benda yang dipertahankannya itu atau harta bencla orang yang diwakilinya itu pad a waktu berperkara tidak rnencukupi akan mernbayar biaya perkara, yang ditaksir dan akan dibayar itu.

Pasal241. Kcputusan pengac!ilan negeri tcntang izin akan berperkara =: tak berbiaya, tidak clapat dibanding, dan tIdak dapat ditundukkan clengan aturan yang lain.

Pasa1242. (1) Permintaan, supaya berperkara dengan tak berdaya cli dalarn bandingan, harus dirnajukan clengan memberikan keterangan tidak mampu dengan lisan, atau tulisan, sebagai dimaksud di dalam ayat tiga dari pasal 238. kepada panitcra pengadllan negeri yang mernutuskan perkara itu pada tingkat pertama; oleh orang yang henclak membanding, dalam tempo 14 hari sesudah tanggal, keputusan atau sesuc!ah diberitahukan, menurut pasal 179; oleh fihak yang lain dalam tempo 14 hari sesudah diberitahukan ten tang bandingan, ataupun sesudah pemberitahuan pad a ayat tcrakhir yang dimaksucl clalam pasal ini.

on

(2) Permintaan itu dieatat oleh panitera dalam daftar yang 'rersebut pada pasal 191.

(3) Ketua menyuruh memberitahukan permintaan itu, dalam tempo ernpat belas hari sesudah dituliskan, pada fihak lawan dan menyuruh memanggil kedua belah fihak supaya datang menghadapnya,

Pasal 243. (I) Jika orang yang meminta itu tidak menghaelap, maka perrnintaan itu dipandang gugur.

(2) Pada hari yang elitentukan itu, maka orang yang memajukan permintaan itu dan lawannya, diperiksa oleh ketua jika ia elatang.

PasaI 245. (1) Pengadilan tinggi memberikan keputusan elengan tidak beracara at au dengan jalan hukurn, elan hanya atas surat itu saja. Dengan salah satu alasan-alasan yang tersebut paela ayat kedua pasal 239, maka pengadilan tinggi karena jabatannya menolak permintaan itu.

PasaI 244. Pemberitaan pemeriksaan serta segala surat-surat tentang perkara itu, pemberitaan persielangan, salinan yang syah elari keputusan elan petikan dari eatatan yang diperbuat dalam elaftar ten tang permintaan akan berperkara dengan tak berbiaya dikirim oleh panitera pengaelilan negeri pad a pengadilan tinggi.

(2) Panitera pengaelilan tinggi dengan segera mengirim salinan yang syah dari keputusan pengadilan itu bersama-sama dengan segal a surat yang tersebut pad a pasal di atas pada ketua pengadilan negeri, yang menyuruh mernberitahukan keputusan itu paela kedua belah fihak menurut eara yang tersebut paela pasal 194.

Bab KesebeIas

Bab Kesepuluh

Tentang mengadili Perkara Perdata di muka Pengadilan Negeri PasaI 246 sid pasaI 333 a

Tentang Pemeriksaan Perkara secara singkat (Sunir) Pasal 334 sid pasal 337 (pidana)

Bah kedua beIas

Tentang mengadili perkara dalam perkara pelanggaran yang harus diperiksa oleh Pengadilan Negeri Pasal 338 sid padal 357 (ditiadakan dengan UU No. 1I1951)

90

Bab Ketiga beJas

Tentang mempertangguhkan Tahanan Semen tara dan kurungan semen tara Pasal 358 sid pasal 365 (pidana)

Bab Keempat belas

Tentang .hal tidak berlaku lagi hal Pembatal an dan hal Pembebasan Pemutusan dan hukuman Pasal 366 slel pasaJ 371 (pielana)

f

! I

I

BAB KELIMA BELAS BERBAGAI-BAGAI ATURAN

Pasal371. (1) Ketua-keiua majelis-rnajelis pengaelilan cliwajibkan memimpin pemeriksaan dalam persidangan elan permusyawaratan *).

(2) Dipikulkan juga pada mereka kewajiban untuk memelihara ketertiban yang baik dalarn persidangan; segala sesuatu yang cliperintahkan untuk keperluan itu, harus dilakukan dengan segera clan saksarna.

Pasal 373. Barangsiapa, yang mengganggu keamanan selama persidangan atau memberi tanda menyatakan setuju atau tidak, atau dengan jalan apapun juga membuat garnbar atau rusuh, dan pacla teguran pertama ia tidak terus diam, rnaka ia akan dikeluarkan dengan perintah ketua: sernuanya ini tidak mengurangi tuntutan hakim, jika pada waktu itu ia melakukan sesuatu perbuatan pidana.

Pasal 374. (1) Tidak seorang hakim pun dapat memeriksa perkara, yang mengenai kepentingan diri sendiri, baik dengan langsungn maupun dengan tidak langsung, at au rnerneriksa perkara yang bersangkutan pada istri atau salah seorang keluarga sedarah atau keluarga semenda, dalarn turunan menyirnpang sehingga sepupu yang keempat.

(2) Hakim yang dikecualikan clalam hal yang sedemikian itu, wajib awtas kemauan sendiri rnenarik diri dari pemeriksaan perkara itu, biarpun permintaan untuk itu tidak dimajukan oleh orang yang bersangkutan.

(3) lila rnendua-hati ada perselisihan, maka hal itu diputuskan oleh majelis*). Keputusan majelis itu tidak dapat dibanding lagi.

Pasal37S. Segala perintah untuk rnelepaskan yang tersangka atau pesakitan, yang ada dalarn tahanan, diberitahukan dengan segera jika perlu dengan kawat oleh pegawai yang memerintahkan itu kepada pegawai yang diwajibkan menjalankan perintah itu, dan pegawai yang terakhir itu dengan segera

91

rnengeluarkan atau menyuruh rnengeluarkan orang itu, sesudah menerirna pernberitahuan itu, kecuali kalau ia harus ditahan karena alasan lain.

Pasa! 376. Kuasa, yang dimaksud dalarn pasal 82 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, cliberikan oleh pegawai yang dirnaksud dalarn 325; ayat (I), kepada pegawai mana disampaikan oleh pesakitan suatu surat tanda bayar yang diberi oleh pegawai yang berhak akan menerima iru, dalarn tempo yang akan ditentukan dalarn surat kuasa itu,

Pasal 377. Ditiadakan oJeh Undang-Undang Darurat No. 111951.

I

I

t I

Pasal 378. Tiap-tiap orang, yang clijatuhi hukuman, hams pula dihukum akan mernbayar scga!a biaya perk ara, Hanya dalarn keputusan pernbebasan atau dibebaskan clari segala tuntutan, maka biaya perkara itu clitanggung oleh Negeri.

Pasal 379. Upah clan pengganti kerugian bagi pengacara, penasihat atau pembela clan wakil, tidak dapat dirnasukkan dalam biaya yang diputuskan, tetapi selalu harus ditanggung oleh fihak, yang rnenyuruh orang yang sedernikian itu mernbantunya atau rnewakilinya.

Pasal 380. Ditiadakan oleh Undang-Undang Darurat No. 1/1951.

Pasal 381. (l) Jika hakim mernberi perintah, bahwa orang Indonesia atau orang bangsa Asing mengangkat surnpah dalam mesjid atau kelenting atau pad a suatu tempat lain, yang dipandang kerarnat, maka hakirn itu harus menunda pemeriksaan perkara itu sampai hari persielangan lain, yang akan elitentukannya.

(2) Dalarn hal yang elemikian itu, ketua men gang kat seorang pegawai pengaelilan itu akan rnenjadi panitia bersarna-sama dengan panitera untuk menghadiri pengangkatan sumpah itu clan rnernebuat pertelaan tentang itu.

Pasa! 382. Segala surat mahkarnah, segala keputusan dan surat perintah hakim dalarn perkara pidana harus berkapala : "Atas nama keadilan".

Pasa1383. Segala keputusan-keputusan selalu harus tinggal tersimpan dalarn persirnpanan surat (arsip) di pengadilan elan tidak dapat dipindahkan keeuali dalam hal-hal dan menurut eara yang teratur dalarn aturan undang-undang.

Pasa1384. (1) Panitera wajib memegang satu elaftar urnum untuk segala perkara pielana, yang cliperiksa oleh pengadilan di temp at ia elikerjakan.

92

t

,

I

I

f

f

,

(2) Dalam daftar itu harus dituliskan nama pesakitan, kejahatan atau pelanggaran yang dituntut kepadanya, haris perkara itu dimasukkan dan hari diucapkan, serta isi keputusan itu seringkas mungkin.

(3) Panitera pengadilan negeri wajib memegang daftar yang serupa itu juga untuk perkara perdata.

(4) Dalam daftar untuk perkara pidana harus disebutkan ten tang arnpun yang diberikan clan tentang hukuman yang dikurangkan.

Pasa1385. Turunan atau petikan keputusan-kcputusan dalam perkara pidana, tidak dapat diberikan kepada orang, yang bukan pihak dalarn perkara itu, dan permintaan untuk itu hanya dapat dikabulkan,jika ternyata bahwa yang meminta berkepentingan dalarn hal itu.

Pasa1386. Pesakitan daJam perkara kejahatan at au pelanggaran berhak untuk membuat atau menyuruh rnernbuat salinan segala sural-sural dalam perkara yang dituntut pada mereka, yang dipandangnya perlu untuk membela dirinya, dengan ongkos sendiri.

Pasa1387. Panitera yang lalai memenuhi dengan cerrnat segal a aturan dalam ayat pertama pasal 192 dalam ayat ketiga pasal 324 dan dalam pasal 352 reglemen ini, didenda untuk tiap-tiap kelalaian dengan denda sebanyakbanyaknya sepuluh rupiah.

Pasa1388. (1) Semua jurusita dansuruhan yang dipekerjakan pada majelis pengadilan dan pegawai umum Pemerintah mempunyai hak yang sama dan diwajibkan untuk menjalankan panggilan, pemberitahuan dan sernua surat jurusita yang lain, juga menjalankan perintah hakim clan keputusan-keputusan.

(2) Jika tidak ada orang yang dernikian, maka ketua majelis pengadilan, yang dalam daerah hukumnya surat jurusita itu harus dijalankan, hams menunjuk seorang yang cakap dan dapat dipercayai untuk mengerjakannya.

Pasa1389. Jurusita pada pengadilan negeri di Jakarta, Semarang dan Surabaya harus menyatakan perjalananjurusita, yang telah dilakukan oleh mereka dengan surat uraian. Bagi jurusita pada pengadilan negeri Jainnya, dan bagi semua orang-orang yang lain.jika perlu mencukupilahjika diberikan laporan dengan lisan ten tang pemberitahuan, pengadilan dan surat jurusita yang dilakukannya pad a hakim atau pegawai lain kepada siapa mereka harus memberitahukan uraian; hakim at au pegawai itu mencatat atau menyuruh mencatat pemberitahuan itu,

93

Pasal 390. (1) Tiap-tiap surat jurusita, kecuali yang akan disebut di bawah ini, harus disarnpaikan pada orang yang bersangkutan sendiri di tempat diamnya atau tempat tinggalnya dan, jika tidak dijumpai di situ, kepada kepala clesanya atau lurah bangsa Tionghoa yang cliwajibkan dengan segera memberitahukan surat jurusita itu pacla orang itu sendiri, clalam hal terakhir ini ticlak perlu pernyataan menurut hukum.

(2) Jika orang itu suclah meninggal clunia, maka suratjurusita itu disampaikan pada ahli warisnya;jika ahli warisnya yang dikenal maka disampaikun pada kepala desa eli ternpat tinggal yang terakhir dari orang yang meninggal dunia itu di lndonesias, mercka berlaku menurut aturan yang disebut pada ayat eli atas ini. Jik a orang yang meninggal dunia itu masuk golongan orang Asing, maka sural jurusita itu diberitahukan dengan surat tercatat pada Balai Harta Peninggalan.

(3) Tentang orang-orang yang tidak diketahui temp at diarn atau tinggalnya clan tentang orang-orang yang tidak dikenal, maka surat jurusita itu disarn. paikan pada Bupati, yang dalarn daerahnya terletak ternpat tinggal penggugat dan dalam perkara pidana, yang dalarn daerahnya hakim yang berhak berkedudukan; Bupati itu mernaklumkan surat jurusita itu dengan menempel. kannya pada pintu urnum kamar persidangan dari hakirn yang berhak itu.

Pasa! 391. Hari mulai berjalannya tempo itu tidak turut dihitung pada waktu menghitung tempo, yang disebutkan dalam reglemen ini.

Pasal 392. (I) Saksi, yang dipanggil dan datang menghadap pada persidangan, baik dalam perkara perclata maupun perkara piclana, baik di luar itu, berhak mendapat pengganti kerugian untuk ongkos perjalanan dan ong-, kos-ongkos bermalam menurut tarip yang telah ada atau yang akan ditentukan.

(2) Hakim dan pegawai polisi pengaelilan harus memberitahukan pacla saksisaksi yang elatang menghaclap padanya, berapa besar penggantu kerugian yang harus mereka terima.

Pasal 393. (1) Waktu mengadili perkara di haclapan pengadilan negeri maka tidak dapat diperhatikan acara yang lebih atau lain daripada yang clitentukan dalarn reglemen ini.

(2) Ditiadakan oleh Undang-Undang Darurat No. 1/1951.

Pasal 394. Ditiadakan oleh Unclang-Undang Darurat No. 1/1951.

Undang-undang 1947 No_ 20 PENGADILAN PERADILAN ULANGAN

Peraturan peradilan ulangan di Jawa dan Madura

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Mcnimbang

bahwa peraturan peradilan ulangan, yang sekarang eli .lawa dan Madura masih berlaku (Osarnu/Sei/Hi/ No, 1753), ternyata mengecewak an, rnak a dari itu perlu selekas mungkin diadak an peraturan baru untuk menggantinya.

Mengingat

akan Osamu/Sei/HilNo. 1573 berhubung dengan pasal II Aturan Peralihan Undang-Undang Dasar;

Mengingat pula

akan Undang-Undang Dasar pasal 24, pasal 5 ayat I dan pasal 20 ayat I berhubung dengan pasal Iv Aturan Peralihan tanggal 16 Oktober 1945 No. X;

Dengan persetujuan Badan Pekerja Komite Nasional Pusat:

MEMUTUSKAN:

Menetapkan peraturan sebagai berikut:

UNDANG-UNDANG TENTANG PERADILAN ULANGAN DI JAWA DAN MADURA

Bab I

Hal pengadilan district dan Pengadilan Kabupaten. Tidak berlaku lagi berhubung dengan pasal I UU Darurat No. 111951.

Bab II

Hal Pengadilan Kepolisian

Tidak berlaku lagi berhubung dengan pasal 1 UU Darurar No. 1/1951

Bab III

Hal Pengadilan Negeri BAGIAN I Perkara Perdata Pasa! 6

Dari putusan-putusan Pengadilan Negeri di Jawa dan Madura ten tang perkara perdata, yang tidak ternyata bahwa besarnya harga gugat ialah seratus rupiah at au kurang, oleh salah satu dari fihak-fihak (partien) yang berkepentingan dapat diminta, supaya pemeriksaan perkara diu!angi oleh Pengadilan Tinggi yang berkuasa dalam claerah hukurn masing-masing.

II I

I

I

I

Pasal7

(1) Pcrmintaan untuk perneriksaan ulangan harus disarnpaikan clcngan surat at au dcngan lisan oleh peminta atau wakilnya, yang sengaja dikuasakan untuk mernajukan permintaan itu, kepada Panitera Pengaclilan Negeri, yang menjatuhkan putusan, dalarn empat belas hari, terhitung mulai hari berikutnya hari pengumuman putusan kepada yang berkepentingan.

(2) Bagi pcminta yang ticlak bercliam dalam karesidenan temp at Pengadilan Negeri tersebut bersidang, maka larnanya tempo untuk merninta pemeriksaan ulangan clijadikan tiga puluh hari.

(3) Jika ada permintaan akan perneriksaan ulangan ticlak clengan biaya maka tempo itu dihitung mulai hari berikutnya hari pemberitahuan putusan Pengaclilan Tinggi atas permintaan tersebut kepada Ketua Pengaclilan Negeri.

(4) Permintaan akan pemeriksaan ulangan ticlak boleh diterirna.jika tempo tersebut di at as sudah lalu, clemikian juga jika pada waktu mernajukan perrnintaan itu ticlak dibayar lebih clahulu biaya, yang cliharuskan menurut peraturan yang syah, biaya mana harus clitaksir oleh Panitera Pengaclilan Negeri tersebut.

Pasal8

(I) Dari putusan Pengaclilan Ncgeri, yang clijatuhkan di luar haclir tergugat, tcrgugat tidak boleh minta perneriksaan ulangan melainkan hanya dapat mernpergunakan perlawanan dalam perneriksaan tingkat pertarna, akan tetapi jikalau penggugat minta perneriksaan ulangan, tergugat ticlak dapat mempergunakan hak perIawanan dalarn pemeriksaan tingkat pertama.

(2) Jika, dari sebab apapun juga tergugat ticlak dapat mernpergunakan hak perlawanan dalam perneriksaan tingkat pertama, tergugat boleh meminta pemeriksaan ulangan.

Pasal9

(I) Dari putusan Pengaclilan Negcri yang bukan putusan penghabisan dapat

diminta pemeriksaan ulangan hanya bersama-sama dengan putusan penghabisan.

(2) Putusan, dalam mana Pcngadilan Negeri menganggap dirinya tidak berhak untuk 'memeriksa perkaranya, dianggap sebagai putusan penghabisan.

PasallO

(I) Permintaan pemeriksaan ulangan yang dapat diterima. dic.u.u oleh Panitera Pengadilan Negeri eli dalam dattar.

(2) Panitera memberitahuk an hal itu kepada fihak la wan yang minta perneriksaan ulangan.

Pasalll

(l) Kernudian selambat-larnbatnya ernpat belas hari setelah permintaan perneriksaan ulangan diterima. Panitera mernberitahu kepada kedua belah fihak bahwa mereka dapat rnelihat surat-surat yang bersangkutan dengan perkaranya di Kantor Pengadilan Negeri selarna empat belas hari.

(2) Kernudian turunan purusan, sural pemeriksaan dan sural-sural lain yang bersangkutan harus dikirim kepada Panitera Pengadilan Tinggi yang bersangkutan selambat-lambatnya satu bulan setelah menerima perrnintaan pemeriksaan ulangan.

(3) Kedua bclah pihak boleh rnernasukkan surat-surat keterangan dan bukti kepada Panitera Pengadilan Negeri atau kepada Panitera Penadilan Tinggi yang akan rnemutuskan, asal saja turunan dari sural-sural itu diberikan kepada fihak lawan dengan perantaraan pegawai Pengasdilan Negeri yang ditunjuk oleh Ketua Pengaclilan Negeri itu.

Pasal12

(I) Permintaan izin supaya tidak bayar biaya dalam pemeriksaan ulangan harus clisampaikan dengan lis an atau dengan surat kepada Panitera Pengadilan Negeri, yang menjatuhkan putusan, beserta dengan surat keterangan dari salah seorang pegawai pamongpraja yang berhak memberikannya dalarn daerah tempat tinggalnya, bahwa ia tidak mampu membayar biaya, oleh yang minta pemeriksaan ulangan di dalarn empat belas hari terhitung mulai hari berikutnya hari pengurnuman putusan kepada yang berkepentingan, oleh fihak lain di dalarn empat belas hari terhitung mulai hari berikutnya pernberitahuan permintaan pemeriksaan ulangan.

07

(2) Pcrrnintaan ini ditulis oleh Panitera Pcngadilan Negeri dalam daftar, (3) Di dalam empat belas hari sesudah dituliskan itu, maka Hakim Pengadilan Negeri rnenyuruh mernberitahukan permintaan itu kepada fihak yang lain dan menyuruh memanggil kedua belah fihak supaya datang di muka Hakim terscbut.

(4) Jika peminta tidak datang permintaan dianggap tidak ada.

(5) Iika perrnintaan tidak datang, ia diperiksa oleh Hakim, begitu juga fihak yang lain, jika ia datang.

Pasal 13

Surat perneriksaan haws dikirim kepada Pengadilan Tinggi yang berhak memutuskan perkaranya dalarn perneriksaan tingkat kedua, selarnbatlambatnya tujuh hari sesudah pemeriksaan selesai.

Pasal14

Pasal15 *)

Pengadilan Tinggi memberi putusan atas permintaan tersebut dan menyuruh memberi tahu selekas mungkin putusan itu kepada Ketua Pengadilan Negeri yang bersangkutan.

(1) Pengadilan Tinggi dalarn perneriksaan ulangan memeriksa dan memutuskan dengan tiga Hakim, jika dipandang perlu, dengan mendengar sendiri kedua belah fihak at au saksi.

(2) Jika Hakim Pengadilan Negeri memutuskan, bahwa in tidak berhak memeriksa pcrkaranya, dan Pengadilan Tinggi berpendapat lain, Pengadilan Tinggi dapat menyuruh Pengadilan Negcri memutuskan perkaranya at au memutuskan sendiri perkaranya.

(3) Panitera Pengadilan Tinggi mengirim selekas mungkin turunan putusan tersebut beserta dengan surat pemeriksaan dan surat-surat lain yang bersangkutan kepada Pengadilan Negeri yang memutuskan dalam pemeriksaan tingkat pertama.

(4) Cara menjalankan putusan itu sama dengan cara rnenjalankan putusan Hakim dalam pemeriksaan tingkat pertama.

BAGIAN 2

Perkara Pidana

Tidak berlaku lagi berhubung dengan pasal 6 - 20 UU Darurat No. 111951.

OQ

Undang-undang ini mulai berlaku pada hari diumumkan.

Pasa130

Pasal peralihan

Dalam perkara-perkara yang pada waktu mulai berlakunya undangundang ini berada dalam pemeriksaan ulangan, seberapa boleh harus di turut peraturan baru.

Ditetapkan di Jogyakarta

pada tanggal 24 Juni 1947 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA SOEKARNO

Menteri Kehakiman SOESANTO TIRTOPRODJO

Diumumkan

pada tanggal 24 Juni 1947 Sekretaris Negara A.G. PRINGGODIGDO

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->