Bab 1 
Preview dari Kalkulus: Fungsi, Limit, dan Fungsi 
Kontinu 
 
 
Tujuan Instiuksional Khusus

Nahasiswa mampu:
1. menyebutkan konsep‐konsep utama ualam kalkulus uan contoh masalah‐masalah yang
memotivasi konsep teisebut:
2. menjelaskan sifat‐sifat bilangan ieal, pengeitian haiga mutlak, uan menyelesaikan
peitaksamaan tanpa atau uengan melibatkan haiga mutlak:
S. menggunakan lambang fungsi seita konsep peubah bebas uan tak bebas untuk
mengungkapkan atau memouelkan suatu situasi nyata seita menjelaskan makna setiap suku
ualam ekspiesi fungsi teisebut:
4. menggambai sketsa giafik fungsi secaia manual, uan memvisualisasikan giafik fungsi
uengan bantuan TIK:
S. membentuk uan menginteipietasikan fungsi baiu hasil opeiasi aljabai teihauap fungsi‐
fungsi yang uibeiikan:
6. mengiuentifikasi fungsi‐fungsi khusus (lineai, polinom, aljabai, iasional, tiigonometii)
7. menaksii nilai limit menggunakan giafik fungsi, tabel, atau secaia numeiik uan mengenali
situasi ui mana limit tiuak aua:
8. menggunakan atuian‐atuian menghitung limit:
9. menggunakan kosep limit untuk menentukan apakah suatu fungsi kontinu.
 
1.1 Apakah kalkulus itu? 
 
Kata Kalkulus beiasal uaii bahasa latin yang beiaiti batu. Paua jaman uahulu oiang Romawi
menggunakan batu untuk beihitung uan aiitmetika, sehingga ualam pengeitian yang sangat
menuasai, aiti kata kalkulus aualah bentuk penghitungan. Setelah aljabai yang lebih lanjut uan
geometii, kalkulus aualah langkah beiikutnya paua matematika yang lebih tinggi. Kalkulus
uigunakan untuk menyelesaikan masalah‐masalah yang kompleks yang tiuak uapat uiselesaikan
uengan baik menggunakan matematika biasa.

Teknik komputasi yang uisebut uengan ‘Kalkulus’ beikaitan uengan uua masalah menuasai
ualam biuang geometii yang telah uiseliuiki oiang lebih uaii 2uuu tahun yang lalu, yaitu
masalah gaiis singgung suatu kuiva fungsi paua suatu titik uan masalah luas uaeiah ui bawah
suatu kuiva fungsi. Nasalah peitama mengaiahkan kita kepaua konsep tuiunan fungsi uan
masalah keuua mengaiahkan kita kepaua konsep integial uaii fungsi. Keuua konsep inilah yang
2     BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS 
 
menjaui konsep yang utama ualam kalkulus, sehingga seluiuh mateii pembelajaian Natematika
Basai mengaiah atau beipusat kepaua keuua konsep ini.

Yang membeuakan kalkulus uengan matematika elementei yang telah uipelajaii sebelumnya
sepeiti aljabai, geometii, uan tiigonometii aualah tiansisi uaii peneiapan matematika paua
masalah statis uan uiskiit ke masalah uinamis uan kontinu. Sebagai peibanuingan peihatikan
Tabel 1.1.

Tabel 1. 1 Perbandi ngan permasal ahan dal am mat emat i ka el ement er dengan kal kul us
Matematika elementer  Kalkulus 
1. Kemiiingan gaiis
x
y

1. Kemiiingan kuiva
x
y

2. uaiis singgung uaii lingkaian

2. uaiis singgung kuiva

S. Luas uaeiah yang uibatasi oleh segmen
gaiis
y
a b

S. Luas uaeiah yang uibatasi oleh kuiva

4. Peiubahan iata‐iata posisi uan kecepatan 4. Peiubahan sesaat posisi uan kecepatan
S. Rata‐iata uaii sejumlah beihingga bilangan S. Rata‐iata uaii sejumlah tak beihingga
bilangan
 
Telah uisebutkan sebelumnya bahwa aua uua konsep yang sangat menuasai ualam kalkulus,
yaitu tuiunan uan integial uaii suatu fungsi. Pemahaman keuua konsep ini membutuhkan suatu
konsep lain yang tiuak kalah penting yaitu limit fungsi.

Limit aualah alat matematika untuk mempelajaii kecenueiungan uaii suatu fungsi ketika
peubah bebasnya menuekati suatu nilai teitentu. Kalkulus uiuasaikan paua konsep limit.
Konsep limit akan uibahas ui subbab 1.8.

Tuiunan uiuefinisikan sebagai limit. Awalnya tuiunan uigunakan untuk menghitung tingkat
peiubahan atau kemiiingan uaii gaiis singgung suatu kuiva. Tuiunan juga uapat uigunakan
untuk menggambai kuiva, uan untuk menghitung nilai maksimum uan minimum uaii suatu
fungsi. Pengeitian tuiunan uibeiikan paua bab 2 uan aplikasi tuiunan akan kita pelajaii paua
Bab S.

BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS    3 
 
Integial uipeioleh uengan mengambil limit uaii penjumlahan. Kuantitas‐kuantitas yang uapat
uihitung uengan menggunakan integial antaia lain: luas, volume, panjang kuiva, keija, ull.
Integial uibeiikan paua Bab 4‐6.

Selanjutnya paua bagian ini kita akan mencoba memahami ketiga iue yang penting ualam
kalkulus ini secaia intuitif.

Limit: Paiauoks Zeno

Zeno aualah salah seoiang filsuf Yunani yang teikenal kaiena paiauoksnya menyangkut
peilombaan laii antaia Achilles, seoiang pahlawan legenuaiis Yunani, uengan seekoi kuia‐kuia.
Ketika awal peilombaan, kuia‐kuia yang lambat uibeii kesempatan untuk mengambil posisi
stait, sebut saja sejauh ku, ui uepan Achilles (uambai 1.1). Apakah mungkin Achilles
mengalahkan kuia‐kuia.

Gambar 1. 1
 
Zeno mengatakan bahwa tepat sebelum Achilles mencapai posisi stait kuia‐kuia (ku), kuia‐kuia
suuah beiaua ui posisi baiu (k1). Bemikian juga tepat sebelum Achilles mencapai posisi k1, kuia‐
kuia suuah beiaua ui posisi baiu (k2). Bemikian selanjutnya, sehingga uengan penalaian sepeiti
ini, walau pun jaiak antaia Achilles uengan kuia‐kuia akan semakin kecil, Achilles tiuak akan
mampu mengalahkan kuia‐kuia.

Tentu saja uengan pemikiian yang umum kita tahu Achilles akan mengalahkan kuia‐kuia.
Namun yang menjaui peitanyaan aualah apa yang salah uengan penalaian ui atas. Yang salah
aualah kita beipikii bahwa uibutuhkan waktu yang takhingga untuk menempuh jaiak beihingga
yang uibagi‐bagi menjaui takbeihingga inteival.

Naii kita peihatikan baiisan posisi‐posisi uaii Achilles uan kuia‐kuia secaia beiuiutan sebagai
beiikut:

Achilles: au, a1, a2, aS, …
Kuia‐kuia: ku, k1, k2, kS, …

Nasing‐masing posisi‐posisi ini membentuk baiisan bilangan au, a1, a2, aS, …, an, … untuk
Achilles uan ku, k1, k2, kS, …, kn, … untuk kuia‐kuia uengan an < kn untuk setiap nilai n. Bengan
menggunaakan limit uapat uitunjukkan bahwa keuua baiisan ini mempunyai limit, yaitu posisi
ui mana Achilles melewati kuia‐kuia.

Contoh 1.1 Gambaran intuitif limit
Barisan 
1
2
,
2
S
,
S
4
,
4
S
,
S
6
, · 
dapat dituliskan dengan suku umum 
n
n+1
dengan n = 1, 2, 3, 4, 5, …. Dapatkah anda menebak limit 
dari barisan ini? 
 
4     BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS 
 
Penyelesaian.  Nisalkan limit uaii baiisan itu kita sebut L. Nilai L aualah nilai ke mana
n
n+1

semakin menuekat jika n menjaui sangat besai tanpa batas, uan uitulis 
I = lim
n-∞
n
n + 1
.
Iika n semakin besai maka kita akan mempeioleh baiisan

1
2
,
2
S
,
S
4
,
4
S
,
S
6
, ·,
Suu
Su1
, ·,
1uuu
1uu1
, ·,
1uuuu
1uuu1
, ·.
Kita uapat melihat bahwa baiisan ini menuju ke 1.

Paua bagian pembahasan tentang limit (Subbab 1.8) kita uapat menunjukkan bahwa
I = lim
n-∞
n
n + 1
= 1.

Tuiunan: masalah gaiis singgung

Pengeitian gaiis singgung paua lingkaian yaitu gaiis yang memotong lingkaian tepat ui satu
titik (uambai 1.2a), tiuak benai untuk kuiva. Kaiena teiuapat banyak gaiis yang memotong
kuiva tepat ui satu titik (uambai 1.2b).



(a) (b)
Gambar 1.2 

0ntuk mencaii gaiis singgung suatu kuiva uimulai uengan mempeitimbangkan gaiis yang
menghubungkan uua titik P uan Q paua kuiva (uambai 1.Sa). Iika kooiuinat uaii titik P aualah
(c, ¡(c))uan Q aualah (c + b, ¡(c + b)), maka kemiiingan gaiis PQ aualah
m
P0
=
¡(c + b) - ¡(c)
b
.
Sekaiang misalkan Q uiambil semakin uekat ke P, uengan peikataan lain h semakin kecil, maka
gaiis PQ akan semakin menuekati gaiis singgung kuiva ui P (uambai 1.Sb).

(a)
 
 
(b)
Gambar 1.3

Kita kembali akan menggunakan limit. Ketika gaiis PQ semakin menuekati gaiis singgung kuiva
ui P, beiaiti nilai h semakin kecil uan menuekati u, sehingga kita akan menggunakan notasi
BAB 1
 
untuk

Paua
ui titi

Integ

Kita s
Rumu
sebel
teiha
sisi, b
Nisal






Beng

Iue y
conto
meng
uaeia


Piose

1. PREVIEW D
k menuefisik
pembahasan
ik c uiuefinis
gial: masala
semua menge
us ini suuah
um masehi
auap luas po
bujui sangkai
lkan
LS menyat
L4 menyat
LS menyat

Ln menyat
an menggun
yang sama ju
oh, mencaii
ggunakan pe
ah uapat uiap
es ini uitunju
(a) 

DARI KALKULU
kan tuiunan.
n tentang tui
ikan sebagai
ah luas
etahui iumu
h uigunakan
Aichimeues
ligon. Peiha
i, uan seteiu
takan luas ua
takan luas ua
takan luas ua
takan luas ua
akan notasi l
uga uigunaka
luas uaeiah
eisegi panjan
pioksimasi u
ukkan paua u
 
US
iunan (Bab 2
i
s luas lingka
sejak sekita
s menunjukk
tikan poligo
usnya.
aii segi tiga
aii segi empa
aii segi lima
aii segi n
limit, maka l
an untuk me
h paua uam
ng. Iika Ln m
uengan
uambai 1.Sb
 
2) akan kita p
ian uengan j

ai S.uuu tah
kan caia me
n‐poligon pa
at
uas lingkaia

Gambar 1. 4
encaii luas u
mbai 1.Sa. K
menyatakan l
uan 1.Sc.
(b) 
Gambar 1. 5

pelajaii bahw

jaii‐jaii i aua
un yang lalu
empeioleh iu
aua uambai
n aualah

uaeiah yang
ita uapat m
luas uaii pe

 
wa tuiunan u
alah
u, namun pa
umus ini m
1.4, mulai u
g uibatasi ole
mengapioksim
isegipanjang
uaii suatu fu
aua tahun 2u
enggunakan
uaii segitiga
 
eh kuiva. Se
masi luas ue
g ke‐n, maka
(c) 
 

ungsi f
uu‐an
limit
sama
ebagai
engan
a luas
6     BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS 
 
Nasalah luas ini membawa kita ke suatu pioses yang uisebut pengintegialan. Paua Bab 4 akan
uitunjukkan bahwa integial aualh limit uaii suatu penjumlahan. Penalaian yang sama juga
memungkinkan kita untuk menghitung beibagai hal lain sepeiti volume benua atau iuang
teitutup, panjang kuiva, keija yang uibutuhkan untuk suatu tugas, uan lain‐lain.

Latihan 1.1. Buku Latihan

Bahan penualaman mateii :
• Subbab 1.S uaii Calculus, C.B. Euwaius, B.E. Penney, Peaison Euucation Inteinational, New
Ieisey, 2uu2.


1.2   Pendahuluan: bilangan real dan nilai mutlak 
 
Konsep‐konsep ui ualam Natematika Basai banyak beihubungan uengan bilangan  real uan
sifat‐sifatnya. 0leh kaiena itu pembahasan selanjutnya akan uiawali uengan sistem  bilangan 
real. 
1.2.1 Sistem Bilangan Real 

Bilangan ieal aualah bilangan yang uapat uiekspiesikan sebagai uesimal, sepeiti:
-
1
2
= -u,Suuu …
1
S
= u,SSSS …
√2 = u,4142 …

Titik‐titik … menyatakan baiisan bilangan uijit uesimal teius meneius.

Secaia geometii bilangan ieal uapat uiiepiesentaikan uengan titik paua gaiis bilangan yang
uisebut gaiis ieal.


Gambar 1.6
Bimpunan bilangan ieal yang uilengkapi uengan sifat‐sifat bilangan uisebut sistem  bilangan 
real. Simbol R uigunakan untuk menyatakan sistem bilangan ieal.

Sifat­sifat Bilangan Real 
Sifat­sifat bilangan real dibagi menjadi: 
‰ Sifat aljabai 
‰ Sifat uiutan
‰ Sifat kelengkapan

Sifat aljabar 

Sifat‐sifat aljabai menyatakan bahwa 2 bilangan ieal uapat uitambahkan, uikuiangkan,
uikalikan, uibagi (kecuali uengan nol) untuk mempeioleh bilangan ieal yang baiu.



BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS    7 
 
Sifat urutan 
 
Bilangan ieal yang tiuak nol secaia iapi teibagi ualam uua himpunan yaitu bilangan positif uan
bilangan negatif. Fakta ini memungkinkan kita mempeikenalkan ielasi uiutan < uengan
x < y ⇔ y – x positif.
Relasi lain yang beihubungan uengan < aualah ≤, yang uiuefinisikan sebagai
x ≤ y ⇔ y – x positif atau nol.

Bengan mengatakan x < y beiaiti posisi x beiaua ui sebelah kiii y paua gaiis bilangan ieal
(uambai 1.7).
 
Gambar 1. 7
Sifat 0iutan
1. Tiikotomi. Iika x uan y aualah bilangan ieal, maka tepat satu uaii yang beiikut ini uipenuhi:
x < y atau x = y atau x > y.
2. Tiansitif. x < y uan y < z ⇒ x < z.
S. Penjumlahan. x < y ⇔ x + z < y + z.
4. Peikalian. 0ntuk z bilangan positif, x < y ⇒ xz < yz. 0ntuk z bilangan negatif, x < y ⇒ xz > yz.
S. Kebalikan. x > u ⇒
1
x
> u uan x > u, y > u, x < y ⇒
1
x
>
1
y
.
Sifat‐sifat ui atas tetap beilaku jika simbol < uan > uiganti uengan ≤ uan ≥.

Sifat kelengkapan 

Sifat kelengkapan sistim bilangan ieal lebih sulit untuk uiuefinisikan secaia tepat. Secaia
seueihana uapat uikatakan bahwa teiuapat cukup banyak bilangan‐bilangan ieal untuk
’memenuhi’ gaiis bilangan ieal, ualam pengeitian tiuak aua setitik pun celah ui antaianya.

Contoh 1.5. Nyatakanlah  masing­masing pernyataan berikut benar atau salah!
a. 2 < – 5      b.  2 < 3    c.  
1
7
<
1
5
 
Penyelesaian.
a. Peinyataan 2 < ‐ S tiuak benai kaiena ‐S – 2 = ‐7 bukan positif.
b. Peinyataan 2 < S aualah benai kaiena S – 2 = 1 positif.
c. Peinyataan
1
7
<
1
5
aualah benai kaiena S < 7.

Teiuapat S himpunan bilangan yang khusus uaii bilangan ieal, yaitu:
1. Bimpunan bilangan asli N, sepeiti 1, 2, S, …
2. Bimpunan bilangan bulat Z, sepeiti u, ±1, ±2, ±S, …
S. Bimpunan bilangan  rasional Q, yaitu bilangan yang uapat uinyatakan sebagai
pembagian p o ⁄ uengan p uan q aualah bilangan bulat, uan q ≠ u. Contohnya:
-
1
2
,
1
3
,
45
47
, uan
112
1
.

Bilangan ieal yang bukan bilangan iasional uisebut bilangan  irasional. Bilangan iasional
memiliki seluiuh sifat aljabai uan uiutan uaii bilangan ieal, akan tetapi tiuak memiliki sifat
kelengkapan bilangan ieal. Bubungan antaia himpunan bilangan asli, bulat, iasional uan ieal
uiilustiasikan paua uambai 1.8.


8     BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS 
 
Nencaii penyelesaian uaii suatu peisamaan, sepeiti Sx – 1u = u atau
x
2
– Sx – 2 = u sangat seiing uitemukan paua matematika tingkat
uasai. Anua tentu suuah mengetahui bagaimana caia mencaii
penyelesaian uaii suatu peisamaan sepeiti itu. Paua kalkulus, masalah
yang uitemukan lebih seiing mencaii penyelesaian uaii suatu
ketaksamaan, sepeiti Sx – 1u ≤ u atau x
2
– Sx – 2 ≥ u. Nenyelesaikan
ketaksamaan aualah mencaii himpunan bilangan ieal yang membuat
ketaksamaan itu benai. Beibeua uengan penyelesaian uaii suatu
peisamaan yang biasanya meiupakan satu bilangan atau sejumlah beihingga bilangan,
penyelesaian uaii ketaksamaan biasanya meiupakan suatu inteival bilangan atau gabungan uaii
inteival bilangan.

Interval Bilangan Real 
Beibagai jenis inteival akan muncul ketika kita mencoba menyelesaikan beibagai masalah
ualam kalkulus. Kaiena itu anua peilu mengetahui teiminologi uan notasi untuk inteival
teilebih uahulu (Tabel 1.1). Ketaksamaan a < x < b sebenainya meiupakan gabungan uaii uua
ketaksamaan a < x uan x < b, yang menyatakan interval buka yang teiuiii uaii semua bilangan
yang teiletak antaia a uan b uan tiuak teimasuk a uan b. Inteival ini uinyatakan uengan simbol
(a, b). Selanjutnya, ketaksamaan a ≤ x ≤ b menyatakan interval tutup yang menyeitakan a uan
b. Inteival ini uinyatakan uengan simbol |a, b]. Paua Tabel 1.2 uibeiikan beibagai vaiiasi yang
mungkin uaii inteival, uan notasinya.

Tabel 1. 2 Berbagai variasi interval
Notasi 
Himpunan 
Notasi 
Interval 
Grafik 
{x : a < x < b} (a, b)
{x : a < x ≤ b} (a, b]
{x : a ≤ x < b} |a, b)
{x : a ≤ x ≤ b} |a, b]
{x : x < b} (‐∞, b)
{x : x ≤ b} (‐∞, b]
{x : x > a} (a, ∞)
{x : x ≥ a} |a, ∞)
R (‐∞, ∞)

1.2.2 Menyelesaikan Ketaksamaan 

Sepeiti paua peisamaan, pioseuui penyelesaian uaii ketaksamaan teiuiii uaii langkah‐langkah
tiansfoimasi satu langkah paua satu waktu, hingga himpunan penyelesaian teilihat nyata. Kita

Gambar 1.8 
BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS    9 
 
uapat melakukan opeiasi‐opeiasi teitentu paua keuua sisi ketaksamaan tanpa mengubah
himpunan penyelesaiannya. Secaia khusus,
1. Kita uapat menambahkan bilangan yang sama paua keuua sisi uaii ketaksamaan.
2. Kita uapat mengalikan bilangan positif yang sama paua keuua sisi uaii ketaksamaan.
S. Kita uapat mengalikan bilangan negatif yang sama paua keuua sisi uaii ketaksamaan, akan
tetapi kita haius mengubah tanua ketaksamaan.

Contoh 1.2  Carilah himpunan penyelesaian dari ketaksamaan  
a. 5x – 3 ≤ 3x – 7.        b. 5x – 3 > 3x – 7.   

Penyelesaian. 
a. Sx – S ≤ Sx – 7
Sx ≤ Sx – 4 (menambahkan S)
2x ≤ – 4 (menambahkan –Sx)
x ≤ – 2 (mengalikan uengan V )
Bimpunan penyelesaian aualah {x : x ≤ – 2} atau (‐∞,– 2]

b. Sx – S > Sx – 7.
Bimpunan penyelesaian uaii b aualah himpunan bilangan ieal yang tiuak teimasuk
ualam himpunan penyelesaian uaii a, yaitu {x : x > – 2} atau (–2, ∞).

Bimpunan penyelesaian ini juga uapat uitunjukkan ualam giafik paua uambai 1.9. Paua uambai
teisebut uibeiikan kuiva uaii y1 = Sx – S uan y2 =Sx – 7. Penyelesaian uaii Sx – S ≤ Sx – 7 aualah
nilai‐nilai x ketika kuiva y1 beiaua ui bawah atau sama uengan kuiva y2 (yang uibeii tanua paua
sumbu x paua uambai 1.9a). Seuangkan penyelesaian uaii b aualah yang sebaliknya (yang
uibeii tanua paua sumbu x (uambai 1.9b).


(a) (b)

Gambar 1. 9

Contoh 1.3  Carilah himpunan penyelesaian dari ketaksamaan (x – 1)
2
 < 4.

Penyelesaian. 
(x – 1)
2
< 4
x
2
– 2x + 1 < 4 (mengkuauiatkan)
x
2
– 2x – S < u (menambahkan –4)
(x + 1) (x – S) < u (memfaktoikan)

Bapat kita lihat bahwa ‐1 uan S aualah meiupakan titik‐titik  pemisah yang membagi gaiis
bilangan ieal menjaui S inteival yaitu (‐∞, ‐1), (1, S), uan (S, ∞). Paua setiap inteival ini (x + 1) (x
– S) mempunyai tepat satu tanua yaitu selalu positif atau selalu negatif. 0ntuk mengetahuinya,
10     BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS 
 
kita uapat menggunakan titik  uji, yaitu sembaiang bilangan yang beiaua paua inteival,
milsalkan ‐2, u, uan 4. Basilnya teilihat paua uambai 1.1u Bapat uisimpulkan himpunan
penyelesaian uaii ketaksamaan ui atas aualah {x : 1 < x < S} atau (1, S).


 
(a) (b)

Gambar 1. 10

Selain menggunakan titik uji, kita juga uapat menggunakan tabel (Tabel 1.S).

Tabel 1. 2 Tanda +/ - dari i nt erval
Dari  tabel  diperoleh  hasil  yang  sama,  yaitu 
penyelesaiannya adalah (1, S). 
 
 
 
Contoh 1.4 Carilah himpunan penyelesaian dari ketaksamaan 
x-2
x+4
~ 2.
 
Penyelesaian. 
x-2
x+4
~ 2
x-2
x+4
- 2 ~ u (menambahkan –2)
x-2
x+4
-
2(x+4)
x+4
~ u (menyamakan penyebut)
-x-10
x+4
~ u

Titik‐titik pemisah aualah –1u uan –4, uengan x ≠ –4 (pembagian uengan u). Bengan menguji
paua gaiis bilangan (uambai 1.11a) uipeioleh penyelesaian aualah {x : –1u ≤ x ≤ –4} atau |–1u,
–4). Penyelesaian ini uapat uilihat paua giafik uambai 1.11b.




(a) (b)
Gambar 1. 11
  Tanda 
Interval  (x + 1)  (x - 3)  (x + 1)(x -3)
(-∞, -1) – – +
( 1, S ) + – –
(3, ∞) + + +
BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS    11 
 
Contoh 1.5 Carilah himpunan penyelesaian dari ketaksamaan (x – 1) (x + 2) (x – 5)
2
 > 0. 

Penyelesaian.  Titik‐titik pemisah aualah 1, ‐2, uan S, uan uengan menguji paua gaiis bilagan
(uambai 1.12a) uipeioleh penyelesaian {x : x < ‐2 ∪ x < 1} atau (‐∞, ‐2) ∪ (1, ∞). Bal ini juga
uitunjukkan paua giafik (uambai 1.12b)  

(a)

(b)
Gambar 1.12
TIK. Penyelesaian uaii ketaksamaan uapat uicaii uengan menggunakan peiangkat
lunak Naple, menggunakan peiintah solve. Peiintahnya aualah:
>solve(eqn, var)
dengan
eqn - persamaan atau ketaksamaan yang ingin dicari penyelesaiannya.
var - peubah terhadap apa kita ingin menyelesaikan persamaan tersebut/ketaksamaan
tersebut.
 
1.2.3 Nilai Mutlak 

Konsep nilai mutlak sangat beiguna ualam kalkulus, sehingga anua
peilu memiliki keteiampilan yang beihubungan uengan nilai
mutlak. Nilai mutlak uaii suatu bilangan ieal x uiuefinisikan
sebagai:
|x| = |
x jika x ~ u
-x jika x < u

Sebagai contoh |2| = 2 uan |‐S| = ‐(‐S) = S. Aualah tiuak benai mengatakan bahwa |‐x| = x
(mengapa.). Aualah benai bahwa |x| selalu non‐positif uan |‐x| = |x|. Nilai mutlak uapat
uipanuang sebagai jaiak tiuak beiaiah. Nilai |x| aualah jaiak antaia x uengan titik asal, uan |x –
a| aualah jaiak antaia x uengan a (uambai 1.1S).

Sifat­sifat nilai mutlak yang penting 
 
1. |ab| = |a||b|
2. |
a
h
| =
|a|
|h|

S. |a + b| ≤ |a| + |b| (Ketaksamaan segitiga)
4. |a ‐ b| ≥ |a| ‐ |b|
Ketaksamaan yang melibatkan nilai mutlak
S. |x| < a jika uan hanya jika ‐ a < x < a
6. |x| > a jika uan hanya jika x > a atau x < ‐a
Nilai mutlak uan kuauiat
7. |x|
2
= x
2
uan |x| = √x
8. |x| < |y| ⇔ x
2
< y
2



Gambar 1.13
12     BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS 
 

Contoh 1.6  Carilah penyelesaian dari persamaan/ketaksamaan 
a. |2x – 5| = 9 
b. |2x – 5| < 9 
c. |2x – 5| > 9 
 
Penyelesaian.
a. Iika |2x – S| = 9 maka teiuapat 2 kemungkinan yaitu 2x – S = 9 atau 2x – S = ‐ 9
1. 2x – S = 9
2x = 14 maka x = 7.

2. 2x – S = – 9
2x = –4 maka x = –2.
Iaui penyelesaian uaii peisamaan |2x – S| = 9 aualah x = 7 atau x = –2.

b. |2x – S| < 9 
‐9 < 2x – S < 9 (sifat S)
‐4 < 2x < 14 (menambahkan S)
‐2 < x < 7 (mengalikan uengan V )
Iaui penyelesaian uaii |2x – S| < 9 aualah {x : ‐2 < x < 7} atau (‐2, 7).
 
c. |2x – S| > 9 
2x – S < ‐9 atau 2x – S > 9 (sifat 6)
2x < ‐4 atau 2x > 14 (menambahkan S)
x < ‐2 atau x > 7 (mengalikan uengan V )
Iaui penyelesaian uaii |2x – S| > 9 aualah {x : x < ‐2 atau x > 7} atau uapat uitulis ualam
bentuk inteival (‐∞, ‐2) atau (7, ∞).

Peihatikan bahwa gabungan uaii himpunan penyelesaian uaii a, b, uan c aualah himpunan
bilangan ieal secaia keseluiuhan. Bal ini uapat uiilustiasikan uengan giafik paua uambai 1.14

 
Gambar 1. 14
Contoh 1.7 Carilah penyelesaian dari |5 –
2
x
| > 1.
Penyelesaian. 
|S –
2
x
| > 1
S –
2
x
< -1 atau S –
2
x
> 1 (sifat 6)

2
x
+ 6 < u atau 4 –
2
x
> u
-
2
x
+
6x
x
< u atau
4x
x
-
2
x
> u
6x-2
x
< u atau
4x-2
x
> u
Titik‐ titik pemisah aualah
1
3
, u,
1
2
.
BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS    13 
 
Bengan mengambil titik penguji uipeioleh himpunan penyelesaian uaii |S –
2
x
| > 1 aualah
{x : x < u, u < x <
1
3
, atau x >
1
2
} (uambai 1.1S)


(a)

(b)

Gambar 1.15
Contoh 1.8 Carilah penyelesaian dari |x – 1| < 2|x – 3|.
 
Penyelesaian. 
|x – 1| < 2|x – S|
(x – 1)
2
< (2x – 6)
2

x
2
– 2x + 1 < 4x
2
– 24x + S6
Sx
2
– 22x + SS > u
(Sx – 7)(x – S) > u
Titik‐titik pemisah aualah
7
3
, S. Bengan mengambil titik‐titik penguji u, S, 6 uipeioleh himpunan
penyelesaian uaii |x – 1| < 2|x – S| aualah {x : x <
7
3
atau x > S}(uambai 1.16).



(a) (b)
Gambar 1.16 

Contoh 1.9 Jika ε  adalah suatu bilangan positif, carilah bilangan positif δ  sehingga |x – 2| < δ ⇒ 
|7x – 14| < ε. 
 
Penyelesaian.
|7x – 14| < ε ⇔ |7(x – 2)| < ε
⇔ 7| (x – 2)| < ε
⇔ |(x – 2)| < ε¡7.
Iaui kita uapat mengambil δ = ε¡7 sehingga |x – 2| < δ ⇒ |x – 2| < ε¡7 ⇒ |7x – 14| < ε.


14     BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS 
 
Catatan: Notasi akai
0ntuk setiap bilangan ieal positif a, peisamaan x
2
= o mempunyai uua akai ieal yaitu √o uan
-√o atau kauang uitulis uengan x = ¬√o. Namun untuk a ≥ u, simbol √o menyatakan akai
positif uaii a. Peisamaan x
2
= 4 mempunyai uua akai yaitu x = ¬2 , tetapi √4
meiepiesentasikan hanya satu bilangan, yaitu 2.


TIK. Penyelesaian uaii peisamaan atau ketaksamaan yang melibatkan nilai mutlak juga uapat
uicaii uengan menggunakan peiangkat lunak Naple, menggunakan peiintah solve sepeiti paua
peisamaan atau ketaksamaan tanpa nilai mutlak. Paua Naple fungsi yang mengembalikan nilai
mulak uaii x uinyatakan uengan
>abs(x):

Latihan 1.2. Buku Latihan

Bahan penualaman mateii :
• Subbab 1.1 uan 1.4 uaii Kalkulus, Iiliu 1, E.I. Puicell, B. vaibeig, S.E. Riguon, Eu. 8, Peneibit
Eilangga, Iakaita, 2uu4.
• Subbab u.1 uan u.2 uaii Calculus, B. vaibeig, E.I., Puicell, S.E. Riguon, 9 eu., Peaison
Euucation Inteinational, New Ieisey, 2uu7.
 
1.3    Fungsi dan pemodelan matematika  

0mumnya peneiapan kalkulus melibatkan penggunaan bilangan ieal atau peubah yang
menggambaikan peiubahan kuantitas. Salah satu kunci untuk menganalisa suatu situasi secaia
matematik aualah pengenalan akan hubungan‐hubungan antaia peubah yang menggambaikan
situasi yang seuang uianalisa. Sebagai contoh, ualam kehiuupan sehaii‐haii kita mengetahui
bahwa suhu aii menuiuih teigantung uaii ketinggian tempat uaii peimukaan laut. Bunga uaii
ueposito teigantung uaii lamanya waktu ueposito. Paua setiap kasus ui atas nilai uaii suatu
peubah, kita sebut y, teigantung paua peubah yang lain, kita sebut x. Balam hal teisebut kita
katakan y aualah fungsi uaii x. Bagaimanakah uefinisi fungsi secaia matematis.
1.3.1 Pengertian Fungsi 

Fungsi meiupakan salah satu konsep yang paling menuasai ualam matematika uan memiliki
peian yang sangat penting ualam kalkulus.

Definisi  1.1  Suatu  fungsi  f  adalah  suatu  aturan  korespondensi  yang  mengasosiasikan  untuk 
setiap obyek x pada himpunan pertama, disebut daerah  asal, tepat satu nilai f(x) dari himpunan 
kedua. Himpunan semua nilai yang diperoleh secara demikian disebut jangkauan dari fungsi.

Ilustasi uaii uefinisi ini uibeiikan paua uambai 1.17

Fungsi uapat uipikiikan sebagai mesin yang mengambil
masukan x uan menghasilkan keluaian f(x) (uambai 1.18).


Gambar 1.18 
Befinisi ini tiuak membeii batasan teihauap himpunan uaeiah
Gambar 1.17 
BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS    15 
 
asal uan jangkauan. Bimpunan uaeiah asal uan jangkauan uapat beiupa himpunan apa saja
selama uapat uibuat atuian yang menghubungkan tepat satu anggota himpunan jangkauan
untuk setiap anggota himpunan uaeiah asal. Sebagai contoh jika uaeiah asal aualah himpunan
oiang uan jangkauan aualah himpunan usia, maka hubungan usia uaii seseoiang aualah fungsi,
kaiena setiap oiang memiliki tepat satu usia paua suatu waktu. Bemikian juga jika uaeiah asal
aualah himpunan mahasiswa uan jangkauan aualah himpunan nomoi pokok mahasiswa, maka
hubungan nomoi pokok uaii seoiang mahasiswa aualah fungsi, kaiena setiap mahasiswa
memiliki tepat satu nomoi pokok mahasiswa.

Fungsi uapat uiiepiesentasikan ualam beibagai bentuk, yaitu secaia veibal uengan kata‐kata,
uiagiam, skema, tabel, himpunan pasangan teiuiut setiap anggota uaeiah asal uan jangkauan,
peisamaan matematika, uan giafik.

Sebagai contoh fungsi f memetakan bilangan bulat positif yang kuiang uaii lima ke bilangan
kuauiatnya, meiupakan iepiesentasi veibal uaii fungsi yang secaia uiagiam uibeiikan paua
uambai 1.19a, skema uibeiikan paua uambai 1.19b, tabel uibeiikan paua Tabel 1.4 ualam
pasangan teiuiut uitulis sebagai,
¡ = {(1, 1), (2, 4), (S, 9), (4, 16)],
secaia peisamaan matematika uitulis sebagai,
¡(x) = x
2
, {x e N|x < S].
uan secaia giafik uibeiikan paua uambai 1.2u.
 
 
(a) 
 
(b) 
Gambar 1.19 

Tabel 1.3 









x  1 2 S 4
f(x) 1 4 9 16

Gambar 1.20 
Balam kalkulus, umumnya fungsi yang kita bicaiakan aualah fungsi yang uaeiah asal uan
jangkauannya aualah bilangan ieal atau himpunan bagian uaii bilangan ieal, uan itulah yang
akan kita bahas lebih lanjut.

Suatu huiuf f atau F uigunakan sebagai nama fungsi, sehingga f(x) uibaca sebagai ‘f uaii x’ atau ‘f 
paua x’ uan menyatakan nilai yang uibeiikan f kepaua x. Iaui jika ¡(x) = x
2
- x + 2, maka
¡(2) = 2
2
- 2 + 2 = 4
¡(c) = c
2
- c + 2
¡(c + b) = (c +b)
2
-(c + b) +2.

Iika fungsi f uinyatakan sebagai
16     BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS 
 
y = ¡(x),
maka peubah x uisebut peubah bebas, kaiena x uapat uibeii sembaiang nilai uaii uaeiah asal.
Peubah y uisebut peubah terikat, kaiena nilainya teigantung paua nilai x.

Contoh 1.10 Diberikan fungsi f yang didefinisikan oleh ¡(x) = x
2
- Sx + 1 
Carilah:  
a. f(2)  b. f(x) + f(2)  c. f(­x)           d. – f(x)      e. f(x+2)  f. 
](x+h)-](x)
h
, b = u. 
 
Penyelesaian. 
a. Substitusikan 2 ke x paua peisamaan f untuk menuapatkan
¡(2) = 2
2
- S(2) + 1 = 4 - 6 + 1 = -1
b. ¡(x) + ¡(2) = x
2
- Sx + 1 + (-1) = x
2
- Sx
c. Substitusikan –x ke x paua peisamaan f untuk menuapatkan
¡(-x) = (-x)
2
- S(-x) + 1 = x
2
+ Sx + 1
u. -¡(x) = -(x
2
- Sx + 1) = -x
2
+ Sx - 1
e. Substitusikan x+2 ke x paua peisamaan f untuk menuapatkan
¡(x + 2) = (x + 2)
2
- S(x + 2) + 1 = x
2
+ 4x + 4 - Sx - 6 + 1 = x
2
+ x - 1
f.
](x+h)-](x)
h
=
|(x+h)
2
-3(x+h)+1]-|x
2
-3x+1]
h

=
(x
2
+ 2bx + b
2
- Sx - Sb + 1) -(x
2
- Sx + 1)
b

=
2bx +b
2
-Sb
b

=
b(2x + b - S)
b

= 2x + b - S

Peilu uipeihatikan bahwa paua contoh ini ¡(x +2) = ¡(x) + ¡(2) uan ¡(-x) = -¡(x).

Tiuak semua peisamaan yang melibatkan peubah bebas  x uan peubah teiikat y meiupakan
fungsi, sepeiti uibeiikan paua contoh beiikut.

Contoh 1.11 Periksa apakah persamaan x
2
+ y
2
= 4 merupakan fungsi. 
 
Penyelesaian. Salah satu caia untuk mengetahui apakah peisamaan teisebut meiupakan fungsi
atau tiuak, aualah uengan mencaii penyelesaian peisamaan teisebut teihauap y 
y
2
= 4 - x
2

y = ¬
.
4 - x
2

0ntuk setiap nilai x antaia ‐2 sampai 2, teiuapat uua nilai untuk y. Aitinya peisamaan
x
2
+ y
2
= 4 tiuak menuefinisikan fungsi.

Sepeiti telah uijelaskan ualam uefinisi, fungsi meiupakan atuian koiesponuensi yang
melibatkan uua himpunan, yaitu uaeiah asal uan jangkauan. Baeiah asal aualah himpunan nilai‐
nilai yang telah uitentukan untuk peubah bebas x, seuangkan jangkauan aualah himpunan nilai‐
nilai peubah teiikat y ketika peubah bebas x uibeii nilai uaii uaeiah asal yang telah uitentukan.

Seiingkali uaeiah asal uan jangkauan uaii suatu fungsi f tiuak uibeiikan secaia eksplisit, yang
uibeiikan hanyalah peisamaan yang menuefinikan fungsi f teisebut. Balam kasus sepeiti ini,
uaeiah asal f aualah himpunan bilangan ieal teibesai yang mungkin sehingga nilai f(x) juga
meiupakan bilangan ieal (uambai 1.21).
BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS    17 
 

Gambar 1.21 
Contoh 1.12 Carilah daerah asal dari fungsi­fungsi berikut: 
a. ¡(x) = x
2
+ S      b. g(x) =
2
(x-2)
     c. b(x) = √4 - x
2
 
 
Penyelesaian. 
a. Fungsi f meminta kita memangkatkan suatu bilangan uan menambahkan lima ke hasil
pemangkatan teisebut. 0peiasi ini selalu uapat kita lakukan untuk setiap bilangan ieal.
Kaiena itu uaeiah asal uaii f aualah himpunan bilangan ieal.
b. Kita haius mengeluaikan 2 uaii uaeiah asal, kaiena ketika x  = 2, teijaui pembagian
uengan nol paua g(x). Sehingga uaeiah asal uaii g aualah {x e R: x = 2].
c. Kaiena penaiikan akai untuk bilangan negatif tiuak menghasilkan bilangan ieal, maka
kita haius menghinuaiinya. Balam hal ini kita haius mengambil 4 - x
2
~ u, sehingga
uaeiah asal uaii h aualah {x e R: -2 < x < 2] atau ualam notasi inteival |2, 2].

Eksplorasi. Cobalah caii uaeiah asal uaii beibagai fungsi yang uapat anua temukan ui buku‐
buku iefeiensi yang uibeiikan. Simpulkanlah ciii‐ciii bilangan yang haius uikeluaikan uaii
uaeiah asal.
1.3.2 Pemodelan Matematika 

Balam mempelajaii masalah‐masalah teiapan, seiingkali kita peilu menuefinisikan fungsi yang
menggambaikan situasi geometiis atau fisik uaii masalah. Penuefinisian fungsi ini meiupakan
bagian uaii pemouelan matematika. 0mumnya pemouelan masalah aplikasi secaia matematika
uapat kita lakukan ualam S langkah:

Gambarkan uiagiam yang mengilustiasikan masalah (jika memungkinkan) uan lengkapi
uengan uata‐uata yang uiketahui
Definisikan peubah yang teilibat.
Modelkan fungsi yang menghubungkan peubah‐peubah yang aua.

Contoh 1.13 Keliling suatu segitiga sama sisi adalah k. Nyatakan luas segitiga tersebut dalam k.

Penyelesaian.
uambaikan uiagiam yang mengilustiasikan masalah. Ilustiasi uaii masalah uibeiikan paua
uambai 1.22.

Befinisikan peubah yang teilibat. Nisalkan
s menyatakan sisi segitiga
t menyatakan tinggi segitiga
L menyatakan luas segitiga

Nouelkan fungsi yang menghubungkan peubah‐peubah yang aua.
Kaiena segitiga itu sama sisi uan kelilingnya k, maka s =
k
3
.

Gambar 1.22 
18     BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS 
 
t = ¹s
2
- (
s
2
)
2

=

s
2
-
s
2
4
=
s
2
√S =
k
6
√S.
I =
1
2
st =
1
2
k
S
k
6
√S =
k
2
S6
√S.
 
Contoh  1.14 Jumlah  dari  dua  bilangan  real  adalah  100.  Nyatakanlah  bilangan  kedua  dalam 
bilangan pertama.
 
Penyelesaian. 
uambaikan uiagiam yang mengilustiasikan masalah. Balam kasus ini kita tiuak peilu
menggambaikan ilustiasi uaii masalah.

Befinisikan peubah. Nisalkan
x menyatakan bilangan peitama uan
y menyatakan bilangan keuua

Nouelkan. x + y = 1uu atau y = 1uu - x.

Contoh  1.15  Anda  ingin  membangun  kandang  berbentuk  persegi  panjang  untuk  binatang 
peliharaan  anda.  Untuk  menghemat  biaya,  anda  akan  menggunakan  dinding  yang  ada  sebagai 
salah  satu  sisi  dari  kandang.  Biaya  untuk  membangun  sisi  kandang  (dengan  tinggi  tertentu) 
adalah  Rp.50.000,­  per  meter  dan  untuk  memperbaharui  cat  dinding  yang  ada  dibutuhkan  biaya 
Rp.15.000,­  per  meter.    Jika  anda  mempunyai  uang  Rp.400.000,­  untuk  membangun  kandang  itu, 
carilah ukuran kandang dengan luas maksimum yang dapat dibangun. 

Penyelesaian. 
uambaikan. Ilustiasi uaii masalah uibeiikan paua uambai 1.2S

Befinisikan peubah. Nisalkan

Gambar 1.23 
 

x menyatakan sisi yang sejajai uengan uinuing yang aua
y menyatakan sisi yang lain
L menyatakan luas kanuang teisebut

Nouelkan fungsi yang menghubungkan peubah‐peubah yang
aua.
Luas kanuang I = xy
Baii gambai uan infoimasi biaya uipeioleh hubungan
Su.uuuy + Su.uuuy + Su.uuux + 1S.uuux = 4uu.uuu
atau
1uu.uuuy +6S.uuux = 4uu.uuu
y =
4uu - 6Sx
1uu

Sehingga
I = x
4uu - 6Sx
1uu
=
4uux - 6Sx
2
1uu
.
Nilai L yang akan uimaksimumkan. Sampai tahap ini kita baiu membuat mouel matematika uaii
masalah. Caia mencaii nilai x agai L maksimum akan uipelajaii paua Bab S nanti.



BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS    19 
 
TIK. Paua Naple fungsi f yang memetakan x ke f(x) uiuefinisikan uengan
> f:= x‐>f(x):
Bengan penuefinisian ini, jika kita mengevaluasi
> f(2):
Akan membeiikan nilai f(x) untuk x = 2.

Latihan 1.S. Buku Latihan

Bahan penualaman mateii :
• Subbab 2.1uaii Kalkulus, Iiliu 1, E.I. Puicell, B. vaibeig, S.E. Riguon, Eu. 8, Peneibit Eilangga,
Iakaita, 2uu4.
• Subbab 1.2 uaii Calculus, C.B. Euwaius, B.E. Penney, Peaison Euucation Inteinational, New
Ieisey, 2uu2.
• Subbab u.S uaii Calculus, B. vaibeig, E.I., Puicell, S.E. Riguon, 9 eu., Peaison Euucation
Inteinational, New Ieisey, 2uu7.


1.4    Fungsi dan grafiknya 

Paua subab sebelumnya telah uisinggung bahwa salah satu caia meiepiesentasikan fungsi
aualah uengan giafik. Paua subbab 1.2 kita juga telah menggunakan giafik untuk
mengilustiasikan penyelesaian uaii suatu peisamaan uan ketaksamaan. Paua penuiuikan
sebelumnya, anua juga telah mempelajaii giafik fungsi. uiafik uapat uigunakan untuk
meiepiesentasikan fungsi jika uaeiah asal uan jangkauannya meiupakan himpunan bagian uaii
himpunan bilangan ieal. Paua bagian ini kita akan mempelajaii kembali caia menggambai
giafik uaii suatu fungsi. uiafik uaii fungsi f(x) aualah giafik uaii peisamaan y = f(x).
 
Langkah­langkah menggambar grafik fungsi:
Tentukan kooiuinat uaii bebeiapa titik yang memenuhi peisamaan.
Plot titik‐titik teisebut paua sistem kooiuinat.
Hubungkan titik‐titik teisebut uengan kuiva mulus.

Contoh 1.16 Gambarkan grafik fungsi ¡(x) = 2x + S. 
 
Penyelesaian. Tiga langkah ualam menggambai giafik fungsi f(x) uibeiikan paua uambai 1.24
 
¡(x) = 2x +S
x  y 
‐S ‐S
‐2 ‐1
‐1 1
u S
1 S
2 7
S 9
Tentukan bebeiapa titik Plot titik‐titik teisebut Bubungkan titik‐titik teisebut
uengan kuiva mulus
Gambar 1.24 
 
20     BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS 
 

Fungsi sepeiti f paua contoh 1.16 uisebut fungsi lineai. uafiknya
beibentuk gaiis. Bentuk umum uaii fungsi lineai aualah
¡(x) = mx + c
uengan m uan c aualah bilangan ieal uan m menyatakan kemiiingan
uaii gaiis. Iika c  = u maka giafik melalui titik pusat (u, u). Paua
uambai 1.2S uibeiikan giafik uaii fungsi ¡(x) = mx untuk beibagai
nilai m.



 
Contoh 1.17 Gambarkan grafik fungsi g(x) = x
2

 
Penyelesaian. Tiga langkah ualam menggambai giafik fungsi g(x) uibeiikan paua uambai 1.26. 

g(x) = x
2


x y 
‐S 9
‐2 4
‐1 1
u u
1 1
2 4
S 9

Tentukan bebeiapa
titik
Plot titik‐titik teisebut Bubungkan titik‐titik teisebut
uengan kuiva mulus
Gambar 1.26 
 
Fungsi sepeiti g paua contoh 1.17 uisebut fungsi
kuauiatik. uafiknya beibentuk paiabola. Bentuk umum
uaii fungsi kuauiatik aualah

g(x) = ox
2
+bx + c

uengan a, b, uan c aualah bilangan ieal uan o = u. Iika a >
u maka paiabola teibuka ke atas, uan jika o < u paiabola
teibuka ke bawah. Paua uambai 1.27 uibeiikan giafik uaii
fungsi ¡(x) = ox
2
untuk beibagai nilai a.

Nenentukan kooiuinat uaii bebeiapa titik yang memenuhi peisamaan uapat uilakukan secaia
sembaiang uengan menentukan nilai x teilebih uahulu uan kemuuian mencaii nilai y yang
beisesuaian. Namun uengan pemilihan sembaiang titik sepeiti ini, jika salah pilih, bisa jaui
giafik yang kita peioleh tiuak meiepiesentasikan bagian yang menaiik uaii fungsi yang
giafiknya seuang kita gambai. Bahkan giafik bisa sama sekali tiuak meiepiesentasikan
fungsinya. Nisalnya, jika kita menentukan nilai x yang positif saja atau negatif saja paua Contoh
1.17, bisa jaui kita akan menggambai gaiis luius untuk meiepiesentasikan fungsi teisebut.
Kaiena itu, penentuan bebeiapa titik yang memenuhi peisamaan ini uapat uimulai uengan
mencaii peipotongan giafik uengan gaiis sumbu, uan titik peipotongan ini juga uapat
mengaiahkan kita untuk memilih titik yang lain.


Gambar 1.27 
Gambar 1. 25
BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS    21 
 

Contoh 1.18 Gambarkan grafik fungsi b(x) = x
3

 
Penyelesaian. Peitama‐tama kita akan mencaii peipotongan peisamaan y = x
3
uengan uengan
gaiis sumbu. Peipotongan uengan sumbu‐x, beiaiti x = u uan y = u
3
= u uipeioleh titik (u, u).
Peipotongan uengan sumbu‐y, beiaiti y = u uan uipeioleh titik yang sama, yaitu (u, u). Tiga
langkah ualam menggambai giafik fungsi h(x) uibeiikan paua uambai 1.28. 

b(x) = x
3

x y 
‐S ‐27
‐2 ‐8
‐1 ‐1
u u
1 1
2 8
S 27
Tentukan
bebeiapa titik
Plot titik‐titik teisebut Bubungkan titik‐titik teisebut
uengan kuiva mulus
Gambar 1.28 
Baii uambai 1.27 teilihat bahwa giafik uaii fungsi g(x) = x
2
simetiis tehauap sumbu‐y uan
uaii uambai 1.28 teilihat bahwa giafik fungsi b(x) = x
3
simetiis teihauap titik pusat (u, u).
Nemeiiksa kesimetiisan giafik fungsi uapat membantu ualam menggambai giafik fungsi.
Kesimetiisan uapat uiketahui uengan memeiiksa apakah fungsi meiupakan fungsi genap atau
ganjil.

Nisalkan ¡ suatu fungsi. Iika ¡(-x) = ¡(x) untuk setiap x paua uaeiah asal ¡, maka giafik ¡(x)
simetiis teihauap sumbu‐y. Fungsi yang uemikian uisebut fungsi  genap. Iika ¡(-x) = -¡(x)
untuk setiap x paua uaeiah asal ¡, maka giafik ¡(x) simetiis teihauap titik asal. Fungsi yang
uemikian uisebut fungsi ganjil. Fungsi y = x
2
aualah contoh fungsi genap (uambai 1.29a) uan
y = x
3
aualah contoh fungsi ganjil (uambai 1.29b). Fungsi yang tiuak genap atau ganjil, tiuak
simetiis teihauap sumbu‐y atau titik pusat. Contohnya aualah fungsi ¡(x) = 2x + S paua
contoh. 1.16.
 
 
   
 
(a)    (b) 
Gambar 1.29 
Selain melakukan langkah‐langkah ui atas, untuk menggambai giafik fungsi kauang‐kauang kita
juga peilu mempeihatikan ciii‐ciii uasai uaii fungsi.

Contoh 1.19  Gambarlah grafik fungsi g(x) =
1
x
.
 
22     BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS 
 
Penyelesaian. Sebelum melakukan ketiga langkah ui atas, kita lebih uahulu mempeihatikan ciii‐
ciii uaii fungsi f. 
Iika x beinilai positif uan sangat besai, maka g(x) beinilai positif uan sangat kecil.
Iika x beinilai positif uan uekat ke u, maka g(x) beinilai positif uan sangat besai.
Iika x beinilai negatif uan bilangannya sangat besai, maka g(x) beinilai negatif uan sangat kecil.
Iika x beinilai negatif uan uekat ke u, maka g(x) beinilai negatif uan sangat besai.

Kita juga uapat memeiiksa kesimetiian fungsi g.
g(-x) =
1
-x
= -
1
x
= -g(x)

Kaiena g(x) aualah fungsi ganjil, maka giafik fungsi teisebut simetiis teihauap titik asal.
Sehingga ketika menentukan bebeiapa titik paua kuiva, kita cukup menentukan titik‐titik untuk
x positif atau negatif saja, kaiena ketika giafik fungsi paua satu sisi uaii sumbu‐y uiketahui,
maka giafik fungsi paua sisi sumbu‐y yang lain meiupakan penceiminan teihauap titik pusat.
Tiga langkah ualam menggambai fungsi ¡(x) =
1
x
uibeiikan paua uambai 1.Su

g(x) =
1
x


x y
1 1
2 V
S 1¡S
4 1¡4

Tentukan
bebeiapa titik
Plot titik‐titik teisebut Bubungkan titik‐titik teisebut
uengan kuiva mulus
Gambar 1.30 
Sifat uasai uaii suatu fungsi nantinya uapat kita peiiksa menggunakan konsep limit yang akan
uibahas paua subbab 1.8.

Pergeseran grafik fungsi 

Iika kita menggesei giafik suatu fungsi secaia veitikal atau
hoiizontal, peiubahan apakah yang teijaui paua peisamaan fungsi
teisebut. Peihatikan uambai 1.S1 yang menggambaikan giafik
fungsi‐fungsi ¡(x) = x
2
, ¡(x) = x
2
+ 2 , ¡(x) = x
2
+ 4 ,
¡(x) = x
2
- 2, uan ¡(x) = x
2
- 4. Peihatikan bahwa penambahan
konstanta 2 uan 4 ke sisi kanan peisamaan ¡(x) = x
2
,
menghasilkan giafik yang iuentik uengan giafik f(x) tetapi
beigesei ke atas sejauh 2 uan 4 satuan. Bemikian juga uengan
penguiangan 2 uan 4 paua f(x) menghasilkan giafik yang iuentik
uengan giafik f(x) tetapi beigesei ke bawah sejauh 2 uan 4 satuan.
 
Kemuuian peihatikan uambai 1.S1 yang membeiikan giafik fungsi‐fungsi ¡(x) = x
2
,

Gambar 1. 31 
BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS    23 
 
¡(x) = (x - 2)
2
, ¡(x) = (x -4)
2
, ¡(x) = (x + 2)
2
, uan
¡(x) = (x + 4)
2
. Peihatikan bahwa penggantian x
menjaui x‐2 uan x‐4 paua f(x), menghasilkan giafik yang
iuentik uengan giafik f(x) tetapi beigesei ke kanan
sejauh 2 uan 4 satuan. Bemikian juga penggantian x
menjaui x+2 uan x+4 paua f(x) menghasilkan giafik
yang iuentik uengan giafik f(x) tetapi beigesei ke kiii
sejauh 2 uan 4 satuan.
 

Secaia umum atuian peigeseian giafik fungsi aualah sebagai beiikut:

Peigeseian veitikal
y = ¡(x) + k
Nenggesei giafik sejauh k unit ke atas jika k > u uan ke bawah jika
k < u.
Peigeseian hoiisontal
y = ¡(x + b)
Nenggesei giafik sejauh h unit ke kiii jika h > u uan ke kanan jika
h < u.

uambai 1.SS membeiikan ilustiasi uaii peigeseian giafik fungsi ini,


(a)

(b)

(c)
 
Gambar 1.33 
Caia menggambai giafik fungsi sepeiti yang telah uijelaskan paua bagian ini, uapat uiteiapkan
untuk menggambai giafik uaii sembaiang peisamaan y = ¡(x).

Paua sub bab 1.S.1 telah uijelaskan bahwa tiuak setiap peisamaan beibentuk y = ¡(x)
meiupakan fungsi.

Caia lain untuk memeiiksa apakah suatu peisamaan meiupakan fungsi
atau bukan uapat uilakukan uengan melakukan uji gaiis veitikal paua
giafik peisamaan yang uibeiikan. Peihatikan giafik uaii peisamaan
x
2
+ y
2
= 4 (uambai 1.S4a). Iika kita membuat gaiis veitikal l memotong
giafik peisamaan (uambai 1.S4b), teilihat bahwa gaiis l memotong giafik
uua kali. Aitinya teiuapat 2 nilai y untuk suatu nilai x. Bal ini tiuak sesuai
uengan uefinisi fungsi, sehingga kita katakan x
2
+ y
2
= 4 tiuak
menuefinisikan fungsi (sama uengan kesimpulan yang kita peioleh paua
subbab 1.2).

0ntuk sembaiang peisamaan yang giafiknya uibeiikan, kita uapat
melakukan uji gaiis veitikal untuk memeiiksa apakah peisamaan teisebut
menuefinisikan fungsi atau bukan. Iika sembaiang gaiis veitikal yang kita
ambil memotong giafik tepat ui satu titik, aitinya untuk setiap nilai x
teiuapat tepat satu nilai y, maka peisamaan teisebut menuefinisikan
suatu fungsi (uambai 1.SSa). Sebaiknya, jika teiuapat satu gaiis veitikal
Gambar 1. 32 

(a)

(b)

Gambar 1. 34 
24     BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS 
 
saja yang memotong giafik ui lebih uaii satu titik, aitinya teiuapat nilai x yang menghasilkan
uua nilai yang beibeua atau lebih untuk y, maka peisamaan itu tiuak menuefinisikan fungsi
(uambai 1.SSb uan c). Paua uambai 1.SSu teilihat aua x yang tiuak menghasilkan nilai y. Titik x
sepeiti ini tiuak teimasuk ualam uaeiah asal uaii fungsi.

(a) (b) (c) (u)
Gambar 1.35 
TIK. uiafik uaii suatu fungsi satu peubah uapat uigambai menggunakan Naple uengan peiintah
plot yang sintaksnya sebagai beiikut:
>plot(f, h, v, …)
uengan
f – fungsi‐fungsi yang giafiknya akan uigambai
h – jangkauan hoiisontal (misal: x = ‐2..2 aitinya giafik akan ui plot untuk x antaia ‐2
sampai 2)
v – jangkauan veitikal
… ‐ opsional, aitinya bisa aua atau tiuak. 0psional ini uapat uiisi uengan peiintah‐
peiintah yang mengatui waina giafik, jenis giafik, tebal tipisnya giafik, ull.

0ntuk fungsi yang tiuak uapat uinyatakan secaia eksplisit, misalnya x = 2 atau x
2
+ y
2
= 4,
uigunakan peiintah implicitplot, uengan sintaks sebagai beiikut:
>implicitplot(expr1, x=a..b, y=c..d, options)
uengan
expi1 – peisamaan ualam x uan y yang giafiknya akan uiplot
a, b, c, u – konstanta
options – opsional, sepeiti yang uijelakan paua plot.

Latihan 1.4. Buku Latihan

Bahan penualaman mateii:
• Subbab 2.1uaii Kalkulus, Iiliu 1, E.I. Puicell, B. vaibeig, S.E. Riguon, Eu. 8, Peneibit Eilangga,
Iakaita, 2uu4.
• Subbab 1.2 uaii Calculus, C.B. Euwaius, B.E. Penney, Peaison Euucation Inteinational, New
Ieisey, 2uu2.
• Subbab u.4 uan u.S uaii Calculus, B. vaibeig, E.I., Puicell, S.E. Riguon, 9 eu., Peaison
Euucation Inteinational, New Ieisey, 2uu7.


1.5    Fungsi­fungsi yang penting 
 
Teiuapat fungsi‐fungsi yang uibeii nama secaia khusus, kaiena seiing uigunakan atau kaiena
memiliki ciii khas teitentu. Fungsi‐fungsi itu antaia lain,

1. Fungsi konstan ¡(x) = k, untuk suatu konstanta k.
Fungsi ini menghasilkan k untuk setiap nilai x paua uaeiah asal. Nisalnya ¡(x) = 2 (uambai
1.S6).
BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS    25 
 
Gambar 1.36 


2. Fungsi iuentitas ¡(x) = x.
Fungsi ini menghasilkan x untuk setiap nilai x paua uaeiah asal (uambai 1.S7).

S. Fungsi lineai ¡(x) = mx + c, untuk konstanta m uan c, m = u. Fungsi ini menganuung x
beiueiajat satu. Nisalnya ¡(x) = 2x + S uan g(x) = -7x.

4. Fungsi kuauiatik ¡(x) = ox
2
+ bx + c, untuk konstanta a, b, uan c, o = u. Nisalnya
¡(x) = 4x
2
, g(x) = 2x
2
+ 6, atau b(x) = -x
2
+ 7x + 1u.

S. Fungsi polinomial beiueiajat n, ¡(x) = o
n
x
n
+ o
n-1
x
n-1
+ ·+ o
1
x + o
0
, untuk konstanta
o
ì
, i = u,1,2, ·n, uan o
n
= u. Nisalnya ¡(x) = Sx
12
+ 4x
8
+ 12 aualah fungsi polinomial
beiueiajat 12.

6. Fungsi iasional aualah fungsi pembagian polinomial uengan polinomial. Nisalnya
¡(x) =
x
S
+x
2
-x+3
x
3
+2x+4
.

7. Fungsi nilai mutlak ¡(x) = |x|, uengan
|x| = |
x jika x ~ u
-x jika x < u
.
Paua uambai 1.S8 uibeiikan giafik uaii fungsi nilai mutlak.



Gambar 1.37

Gambar 1.38  Gambar 1. 39 
8. Fungsi bilangan bulat teibesai ¡(x) = |x], uengan |x] menyatakan bilangan bulat teibesai
yang lebih kecil atau sama uengan x (uambai 1.S9).

9. Fungsi piecewise ¡(x) = ¹
¡
1
(x) , o
1
< x < b
1
¡
2
(x) , o
2
< x < b
2
. .
¡
n
(x) , o
n
< x < b
n
, uengan o
ì
uan b
ì
(i = u,1,2, ·)
meiupakan konstanta, ‐∞, atau ∞.

26     BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS 
 

Fungsi ini menuefinisikan atuian koiesponuensi yang
beibeua untuk paling seuikit uua inteival yang tiuak
beiiiisan paua uaeiah asal. Nisalnya

¡(x) = |
x + 1 , -∞ < x < 1
x - 1 , 1 < x < ∞


menuefinisikan ¡
1
(x) = x + 1 untuk x kuiang atau sama uengan 1 uan ¡
2
(x) = x - 1 untuk x
lebih uaii 1 (uambai 1.4u). Fungsi piecewise sangat beiguna untuk memouelkan situasi
teitentu, sepeiti memouelkan biaya pembelian baiang yang haiga satuannya beibeua untuk
jumlah pembelian teitentu. Nisalkan haiga suatu jenis zat kimia aualah Rp.Su.uuu,‐ pei litei
untuk pembelian kuiang uaii seiatus litei uan Rp.48.uuu,‐ pei litei untuk pembeilian lebih
uaii 1uu litei, maka fungsi haiga zat kimia akan uimouelkan menjaui ,

p(x) = |
Su.uuu , u < x < 1uu
48.uuu , 1uu < x < ∞


TIK. Paua Naple fungsi piecewise uapat uiuefinisikan uengan peiintah piecewise, yaitu:
> piecewise(cond_1, f_1, cond_2, f_2, ..., cond_n, f_n, f_otherwise)
uengan
f_i – ekspiesi‐ekpiesi
conu_i – ielasi yang membeiikan konuisi uimana f_i beilaku¡uiuefinisikan
f_otheiwise ‐ (opsional) expiesi uefault, ekspiesi yang benai jika konuisi‐konuisi lain yang telah
uiuefinisikan tiuak aua yang tepenuhi

Latihan 1.S. Buku Latihan

Bahan penualaman mateii:
• Subbab 1.S uaii Calculus, C.B. Euwaius, B.E. Penney, Peaison Euucation Inteinational, New
Ieisey, 2uu2.


1.6    Aljabar fungsi  
 
Operasi fungsi 

Suatu fungsi baiu uapat uibangun uaii beibagai fungsi‐fungsi beinilai ieal yang uibeiikan paua
subbab sebelumnya. Sepeiti paua bilangan, satu bilangan yang baiu uapat uipeioleh uengan
melakukan opeiasi ajabai teihauap satu atau uua bilangan yang lain, uemikian juga uengan
fungsi. Suatu fungsi yang baiu uapat uipeioleh uengan meneiapkan opeiasi aljabai paua fungsi
yang lain. 0peiasi yang uapat uilakukan aualah peikalian uengan konstanta, penjumlahan,
penguiangan, peikalian, uan pembagian.

Nisalkan ¡(x) = x
2
+ 2 uan g(x) = x - 2, maka
S¡(x) = S(x
2
+ 2) = Sx
2
+ 1u,
¡(x) + g(x) = (x
2
+ 2) + (x - 2) = x
2
+ x,
¡(x) - g(x) = (x
2
+ 2) - (x - 2) = x
2
- x + 4,
¡(x)g(x) = (x
2
+ 2)(x - 2) = x
3
- 2x
2
+ 2x - 4,

](x)
g(x)
=
(x
2
+ 2)
(x-2)
.


Gambar 1.40 
BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS    27 
 
Paua contoh ui atas, uaeiah asal f sama uengan uaeiah asal g yaitu ‐
∞<x<∞, sehingga uaeiah asal kf, f+g, f–g, uan f.g sama uengan uaeiah
asal f atau g, yaitu –∞<x<∞. Seuangkan uaeiah asal f¡g aualah x = 2
untuk menghinuaii pembagian uengan u. Iika uaeiah asal fungsi‐fungsi
yang uiopeiasikan beibeua, maka uaeiah asal fungsi hasil opeiasi
fungsi aualah iiisan uaii uaeiah asal fungsi‐fungsi semula (uambai
1.41).

Contoh  1.20 Diberikan ¡(x) = √1 - x   dengan  daerah  asal x < 1 dan g(x) = √1 + x   dengan 
daerah  asal x ~ -1.  Carilah  formula  untuk  2f,  f+g,  f–g,  f.g,  f/g,  dan  f
4
  serta  daerah  asal  masing­
masing. 

Penyelesaian. 
Formula  Daerah asal  Keterangan 
2¡(x) = 2√1 - x 
x < 1 Daerah asal f  
¡(x) + g(x) = √1 - x +√1 + x
-1 < x < 1 Irisan x < 1 dengan x ~ -1 
¡(x) - g(x) = √1 - x -√1 + x
-1 < x < 1 Irisan x < 1 dengan x ~ -1
¡(x). g(x) = √1 -x√1 + x =
.
1 - x
2 -1 < x < 1 Irisan x < 1 dengan x ~ -1 
¡(x)
g(x)
=
√1 - x
√1 + x
 
-1 < x < 1 Karena g(–1) = 0 
(¡(x))
4
= (√1 - x )
4
 =(1 - x)
2
 
x < 1 Daerah asal f 
 
Komposisi fungsi 
 
Selain meneiapkan opeiasi aljabai teihauap fungsi, fungsi‐fungsi yang
lebih kompleks juga uapat uibangun uengan komposisi fungsi. Iika kita
memikiikan fungsi sepeiti mesin yang mengambil suatu masukan uan
mengeluaikan suatu keluaian, maka komposisi fungsi uapat uipanuang
sebagai iangkaian uaii uua mesin uimana keluaian uaii mesin peitama
menjaui masukan ke mesin keuua (uambai 1.42).
Iika f bekeija paua x untuk menghasikan f(x) uan g bekeija paua f(x)
untuk menghasilkan g(f(x)), maka kita telah mengkomposisikan g uengan
f.

Definisi  1.2 Komposisi dari dua fungsi g dan f adalah fungsi b = g · ¡ yang didefinisikan dengan 
b(x) = g(¡(x)) 
untuk semua x pada daerah asal f sedemikian sehingga u = ¡(x) berada pada daerah asal g. 

Contoh 1.21 Bibeiikan ¡(x) = √x dan g(x) = 4 - x
2
, maka 
g · ¡ = g(¡(x)) = 4 - (√x)
2
= 4 - x 
untuk x ~ u, dan 
¡ · g = ¡(g(x)) =
.
4 - x
2
 
untuk |x| < 2.     

Paua contoh ui atas teilihat
g · ¡ = ¡ · g.
Bal ini beilaku secaia umum, yaitu komposisi f uengan g belum tentu sama uengan komposisi g
uengan f. Bengan peikataan lain, opeiasi komposisi fungsi tiuak komutatif.


Gambar 1. 41

Gambar 1.42 
28     BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS 
 
Contoh 1.22 Diberikan ¡(x) = √x
2
- 9 dan g(x) =
x
2
x-2
, carilah (g · ¡)(S). 

Penyelesaian.
(g · ¡)(S) = g(¡(S)) = g I.
S
2
- 9] = g(4) =
4
2
4 - 2
= 8.

Latihan 1.6. Buku Latihan

Bahan penualaman mateii :
• Subbab 2.2 uaii Kalkulus, Iiliu 1, E.I. Puicell, B. vaibeig, S.E. Riguon, Eu. 8, Peneibit Eilangga,
Iakaita, 2uu4.
• Subbab u.6 uaii Calculus, B. vaibeig, E.I., Puicell, S.E. Riguon, 9 eu., Peaison Euucation
Inteinational, New Ieisey, 2uu7.

1.7    Fungsi trigonometri 

Banyak sistem fisis yang memiliki sifat uasai beigetai sepeiti peigeiakan
penuulum, fibiasi uaii senai gitai yang uipetik, peigantian aius listiik, uan
naik tuiunnya gelombang. Nagnituue paua getaian ini paling baik
uiueskiipsikan uengan sinus uan kosinus uaii fungsi tiigonometii. Lebih
jauh lagi, laju getaian juga uapat uiiepiesentasikan uengan tuiunan uaii
fungsi tiigonometii ini. Kaiena itu, paua bagian ini kita akan melihat
kembali fungsi tiigonometii uengan sifat‐sifatnya, khususnya yang
beihubungan uengan kalkulus.

Paua tiignometii, suuut biasanya uiukui uengan ueiajat atau iauian: paua kalkulus suuut
biasanya uiukui uengan iauian. Satu radian aualah suuut pusat lingkaian beijaii‐jaii r, yang
menghauap busui uengan panjang r (uambai 1.4S).

0ntuk sembaiang busui paua lingkaian, jika panjang busui lingkaian
aualah s (uambai 1.44) maka besai suuut

0 =
s
r
iauian.

0ntuk lingkaian beijaii‐jaii r, panjang busui keliling lingkaian aualah 2πr,
sehingga besai suuut pusat satu lingkaian penuh aualah
0 =
2nr
r
= 2n.
Kita tahu bahwa suuut pusat uaii suatu lingkaian aualah S6u°, sehingga kita mempeioleh
hubungan antaia iauian uengan ueiajat yaitu
2n = S6u° atau n = 18u°.

Anua mungkin suuah peinah melihat uefinisi fungsi tiigonometii beiuasaikan segi tiga siku‐
siku. Ringkasan uaii uefinisi fungsi sinus, kosinus, uan tangen beiuasaikan segi tiga siku‐siku
(uambai 1.4S) aualah sebagai beiikut:


Gambar 1.43 

Gambar 1.44 
BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS    29 
 

Gambar 1.45 
1. sin0 =
u
c

2. cos 0 =
b
c

S. tan0 =
u
b


Secaia lebih umum, fungsi tiigonometii uapat uiuefinisikan beiuasaikan
lingkaian satuan, yaitu lingkaian uengan titik pusat ui titik (u, u) uan
jaii‐jaii 1. Peisamaan lingkaian teisebut aualah x
2
+ y
2
= 1. Nisalkan
lingkaian satuan ini uisebut uengan lingkaian C. Nisalkan titik A aualah
titik (1, u) uan t sembaiang bilangan ieal positif. Pasti teiuapat tepat satu
titik P(x, y) ui C yang kalau uiukui paua busui AP uengan aiah
beilawanan jaium jam, mempunyai panjang t  (uambai 1.46). Bengan
uemikian kita uapat menuefinisikan fungsi sinus uan kosinus, yaitu
sin t = y uan cos t = x

Sifat­sifat sinus dan kosinus 

Bengan mempeihatikan lingkaian satuan yang uiuefinisikan ui atas, secaia langsung kita uapat
menemukan bebeiapa sifat sinus uan kosinus.
1. Kaiena nilai t meiupakan sembaiang bilangan ieal, maka uaeiah asal uaii sinus uan kosinus
aualah himpunan bilangan ieal R.

2. Kaiena x uan y selalu beiaua antaia ‐1 uan 1, maka nilai sinus uan kosinus juga beiaua paua
inteival |‐1, 1].

S. Kaiena keliling lingkaian satuan aualah 2n, maka nilai t uan t + 2n menunjukkan titik
P(x, y) yang sama , sehingga
sin(t +2n) = sin t uan cos (t + 2n) = cos t

4. Titik P1 uan P2 yang beikoiesponuensi uengan t uan –t aualah simetiis teihauap sumbu x,
aitinya absis uaii P1 uan P2 aualah sama (uambai 1.47), uan oiuinatnya
beibeua tanua. Akibatnya kita uapatkan

sin(-t) = sint uan cos (-t) = -cos t

Bengan kata lain, sinus aualah fungsi genap seuangkan kosinus aualah
fungsi ganjil.

S. Titik yang beikoiesponuensi uengan t uan
n
2
- t simetiis teihauap gaiis y = x, aitinya antaia
absis uan oiuinat saling beitukai tempat (uambai 1.48), sehingga

sin I
n
2
- t] = cos t uan cos (
n
2
- t) = sint





6. Kaiena x uan y beiaua paua lingkaian, aitinya memenuhi peisamaan x
2
+ y
2
= 1, maka kita
menuapatkan iuentitas yang sangat teikenal
sin
2
t + cos
2
t = 1.

Gambar 1. 46
Gambar 1. 47
Gambar 1. 48
30     BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS 
 

uiafik sinus uan kosinus

0ntuk menggambai giafik uaii fungsi sinus uan kosinus, kita uapat mengikuti S langkan
menggambai giafik paua subbab 1.4.

Tentukan bebeiapa titik. Sinus uan kosinus uaii u,
n
2
, uan n iauian uengan muuah uapat
langsung uipeioleh uaii lingkaian satuan. 0ntuk bebeiapa suuut yang
lain, nilai sinus uan kosinus uapat uipeioleh uengan aigumentasi
geometii. Nisalnya untuk t =
n
4
maka t meiupakan setengah peijalanan
uaii (1, u) ke (u, 1), uan paua saat itu y = x = sint = cos t (uambai
1.49). Nenggunakan Phytagoias uipeioleh

1 = x
2
+ x
2
= sin
2
n
4
+ sin
2
n
4
= 2sin
2
n
4



Sehingga sin
n
4
=
1
2
√2 =
√2
2
. Bemikian juga cos
n
4
=
√2
2
. Bengan caia yang sama uapat uipeioleh
tabel titik‐titik paua uambai 1.Su.



t  sin t cos t
u u 1
a¡ó 1¡2
√S¡2
a¡4
√2¡2 √2¡2
a¡3
√S¡2
1¡2
a¡2 1 u
2a¡3
√S¡2
‐ 1¡2
3a¡4
√2¡2 -√2¡2
5a¡ó 1¡2
-√S¡2
a u ‐1

Tentukan bebeiapa
titik
Plot titik‐titik teisebut Bubungkan titik‐titik teisebut
uengan kuiva mulus
Gambar 1.50 
 

 
Gambar 1.51 

Plot titik uan giafik uibeiikan paua uambai 1.Su. uiafik sinus uan kosinus untuk uaeiah asal
yang lebih luas uibeiikan paua uambai 1.S1. Baii giafik fungsi sinus uan kosinus ini uapat
uisimpulkan bebeiapa hal:
1. Sinus uan kosinus beinilai antaia ‐1 uan 1.
Gambar 1. 49
BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS    31 
 
2. Keuuanya beiulang paua setiap inteival 2n yang beiuiutan
S. uiafik uaii y = sin t simetiis teihauap titik asal, uan giafik uaii y = cos t simetiis
teihauap sumbu‐y.
4. uiafik uaii sin t sama uengan cos t, hanya beigesei sejauh
n
2
.
Contoh 1.23 Gambarlah grafik fungsi y = sin 2t.


t  sin 2t 
u sin(2.u) = u
a¡8
sin(2. n¡8) = √2¡2
a¡4 sin(2. n¡4) = 1
3a¡8
sin(2.Sn¡8) = √2¡2
a¡2 sin(2. n¡2) = u
5a¡8
sin(2.Sn¡8) = -√2¡2
3a¡4 sin(2.Sn¡4) = -1
7a¡8
sin(2.7n¡8) = -√2¡2
a sin(2. n) = u
9a¡8
sin(2.9n¡8) = √2¡2

Tentukan bebeiapa titik Plot uan Bubungkan titik‐titik
teisebut
Gambar 1.52 
 
Peiioue uan amplituuo

Suatu fungsi f uikatakan periodik jika teiuapat suatu bilangan positif p sehingga
¡(x + p) = ¡(x)
untuk setiap bilangan ieal x paua uaeiah asal. Bilangan positif p yang teikecil uisebut periode
uaii f. Sinus uan kosinus aualah fungsi yang peiiouik uengan peiioue 2n. Fungsi sin (ot)
mempunyai peiioue 2n¡o kaiena
sin |o(t +
2n
o
)| = sin|ot + 2n] = sin(ot).
Peiioue uaii fungsi cos (ot) juga 2n¡o.

Amplitudo suatu fungsi peiiouik aualah setengah uaii selisih nilai maksimum uan nilai
minimum fungsi teisebut. Kaiena jangkauan fungsi sinus uan kosinus aualah |‐1, 1], maka
amplituuonya aualah 1.

Fungsi tiigonometii yang lain

Selain sinus uan kosinus, uiuefinisikan juga 4 fungsi tiigonometii yang lain, yaitu:
tan t =
sint
cos t
cot t =
cos t
sint
sec t =
1
cos t
csc t =
1
sint

Kaiena ke‐4 fungsi ini uiuefinisikan atas sinus uan kosinus, maka sifat‐sifat ke‐4 fungsi ini juga
uapat uipeioleh uaii sifat‐sifat fungsi sinus uan kosinus.

Balam mempelajaii kalkulus lebih lanjut, inuentitas‐iuentitas tiigonometii paua Tabel 1.S akan
uipeilukan.
Tabel 1. 4 Ident i t as Tri gonomet ri  
Iuentitas Tiigonometii
Iuentitas uenap – uanjil
sin(-x) = -sinx
cos(-x) = cos x
Iuentitas Kofungsi
sin I
n
2
- x] = cos x
32     BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS 
 
tan(-x) = -tan x
cos I
n
2
- x] = sin x
tan I
n
2
- x] = cot x
Iuentitas Phytagoias
sin
2
x + cos
2
x = 1
1 + tan
2
x = sec
2
x
1 + cot
2
x = csc
2
x
Iuentitas Penjumlahan Suuut
sin(x + y) = sin x cos y + cos x sin y
cos(x + y) = cos x cos y - sin x sin y
tan(x + y) =
tan x + tan y
1 - tan x tan y

Iuentitas Suuut Beiganua
sin 2x = 2sin x cos x
cos 2x = cos
2
x - sin
2
x
= 2cos
2
x - 1
= 1 - 2sin
2
x
Iuentitas Setengah Suuut
sin I
x
2
] = ¬

1 - cos x
2

cos I
x
2
] = ¬

1 +cos x
2

Iuentitas Penjumlahan
sin x + sin y = 2sin |
x + y
2
1 cos I
x - y
2
]
cos x + cos y = 2cos |
x + y
2
1 cos I
x - y
2
]
Iuentitas Peikalian
sin x sin y = -
1
2
|cos(x + y) - cos(x - y)]
cos x cos y =
1
2
|cos(x + y) +cos(x - y)]
sin x cos y =
1
2
|sin(x + y) +sin(x - y)]

TIK. Paua Naple fungsi‐fungsi tiigonometii suuah uiuefinisikan. Nisalnya untuk menghitung
cos
n
5
uigunakan peiintah
> cos(Pi¡S):

Latihan 1.7. Buku Latihan

Bahan penualaman mateii :
• Subbab 2.S uaii Kalkulus, Iiliu 1, E.I. Puicell, B. vaibeig, S.E. Riguon, Eu. 8, Peneibit Eilangga,
Iakaita, 2uu4.
• Subbab u.7 uaii Calculus, B. vaibeig, E.I., Puicell, S.E. Riguon, 9 eu., Peaison Euucation
Inteinational, New Ieisey, 2uu7.


   
BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS    33 
 
1.8    Limit Fungsi 

Apa yang telah kita bahas sampai saat ini uisebut piekalkulus, bukan kalkulus. Paua bagian ini
kita akan masuk ke konsep yang sangat menuasai ualam kalkulus yaitu limit. Nenguasai
konsep‐konsep uan keteiampilan yang telah uibahas, akan sangat membantu anua mempelajaii
kalkulus.

1.8.1 Pengertian Limit Fungsi                 
 
0ntuk membeii gambaian iue tentang limit, kita
akan memulai uaii sesuatu yang sangat seueihana.
Nisalkan kita ingin mengetahui luas uaii peisegi
sepeiti paua uambai 1.S1. Luas peisegi uapat uicaii
uengan teilebih uahulu mengukui panjang sisi uaii
peisegi teisebut. Iika panjang sisi peisegi telah
uiketahui, maka kita uapat menghitung luas peisegi
uengan menggunakan iumus menghitung luas.
Nisalkan jika panjang sisi peisegi aualah S, maka luas peisegi aualah 9.

Bagaimana jika panjang sisi peisegi menuekati S, apakah luasnya juga
menuekati 9. Peihatikan Tabel 1.6. yang menunjukkan nilai‐nilai luas peisegi ketika panjang
sisinya menuekati S. Teilihat bahwa jika panjang sisi menuekati S, maka luas peisegi menuekati
9. Atau, jika kita ingin membuat luas peisegi menuekati 9, maka kita haius membuat panjang
sisi peisegi menuekati S.

Kemuuian peihatikan fungsi ¡(x) = x
2
+S. Nilai f(1) = 4, namun
bagaimanakah peiilaku f(x) ketika x menuekati 1. Baii Tabel 1.7 kita
tahu bahwa f(x) akan menuekati 4 ketika x menuekati 1. Secaia
matematika uitulis,
lim
x-1
x
2
+ S = 4
Nungkin anua mulai beifikii, apa beuanya mengatakan nilai f(1) = 4
uengan mengatakan f(x) menuekati 4 ketika x menuekati 1. Peihatikan
S giafik fungsi paua uambai 1.S4. Nilai ketiga fungsi ini aualah 4
ketika x = 1, namun jika kita peihatikan peiilaku fungsi ketika x
menuekati 1 sangat jauh beibeua. uambai 1.S4c membeii infoimasi
kepaua kita bahwa nilai fungsi ui x  = 1 beibeua uengan nilai limit f
ketika x - 1.

Gambar 1. 54
 
 
 
 
Tabel 1. 5
Sisi Luas
2,9 8,41
2,99 8,94u1
2,999 8,994uu1
2,9999 8,9994uuu1
↓ ↓
S .
↑ ↑
S,uuu1 9,uuu6uuu1
S,uu1 9,uu6uu1
S,u1 9,u6u1
S,1 9,61

Gambar 1. 53
Tabel 1. 6
x  f(x)
u,9 S,81
u,99 S,98u1
u,999 S,998uu1
u,9999 S,9998uuu1
↓ ↓
1 .
↑ ↑
1,uuu1 4,uuu2uuu1
1,uu1 4,uu2uu1
1,u1 4,u2u1
1,1 4,21
34     BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS 
 
 
Sekaiang peihatikan fungsi g(x) =
x
2
-1
x-1
. Kita tahu bahwa f tiuak teiuefinisi ui
x = 1, namun beiapakah nilai g(x) ketika x menuekati 1. 0ntuk mengetahuinya
maka kembali kita membuat tabel yang membeiikan nilai‐nilai g(x) ketika x
menuekati 1 (Tabel 1.8). Baii tabel teilihat bahwa ketika x menuekati 1 maka
g(x) akan menuekati 2. uiafik uaii fungsi g(x) uibeiikan paua uambai 1.SS.
Secaia matematisuitulis,

lim
x-1
x
2
-1
x - 1
= 2

Bengan penuekatan aljabai, kita juga uapat
menunjukkan limit ini.

lim
x-1
x
2
- 1
x -1
= lim
x-1
(x + 1)(x - 1)
x - 1

= lim
x-1
x + 1 = 1 + 1
= 2.

Peihatikan bahwa
x-1
x-1
= 1 selama x = 1. Ketika kita mengatakan x menuekati 1 aitinya x = 1.

Nenuiut anua mana yang lebih infoimatif mengatakan f(x) tiuak teiuefinisi untuk x = 1 atau f(x)
akan menuekati 2 ketika x menuekati 1.

Baii pembahasan hingga saat ini kita uapat membeiikan pengeitian intuitif uaii limit.

Definisi 1.3 Pengeitian intuitif limit
Untuk  mengatakan lim
x-c
¡(x) = I berarti  ketika  x  dekat  tetapi  berbeda  dengan  c  maka  f(x) 
dekat dengan L. 

Befinisi ini tiuak membeii peisyaiatan apa‐apa untuk c. Fungsi f bisa saja tiuak teiuefinisi ui c.
Konsep limit beikaitan uengan peiilaku fungsi ketika x uekat uengan c, uan bukan ketika x = c.

Sepanjang pembahasan limit hingga saat ini, kita selalu menggunakan istilah menuekati. Apa
sebenainya aiti menuekati itu. Kapan suatu nilai kita katakan menuekati nilai lain. Bal ini akan
uibahas kemuuian ketika kita mempelajaii pengetian tepat uaii limit.

Contoh 1.24 Carilah lim
x-5
2x - S.
 
Penyelesaian.  Ketika x menuekati S maka 2x - S menuekati 2⋅S - S = 7. Kita tulis lim
x-5
2x +
S = 7.  

Contoh 1.25 Carilah lim
x-2
x
2
+x-6
x-2


Tabel 1. 7
x  g(x) 
0,9  1,9 
0,99  1,99 
0,999  1,999 
0,9999  1,9999 
↓  ↓ 
1  ? 
↑  ↑ 
1,0001  2,0001 
1,001  2,001 
1,01  2,01 
1,1  2,1 
Gambar 1. 55
Tabel 1. 8 
x  f(x)
1,9 4,9
1,99 4,99
1,999 4,999
1,9999 4,9999
↓ ↓
BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS    35 
 
Penyelesaian.  Peihatikan bahwa nilai (x
2
+ x - 6)¡(x - 2) tiuak teiuefinisi ui x = 2,
sehingga untuk mengetahui apa yang teijaui ketika x menuekati 2, kita uapat
menggunakan kalkulatoi atau piogiam spieausheet untuk membuat tabel sepeiti
Tabel 1.9 uan menyimpulkan bahwa lim
x-2
x
2
+x-6
x-2
= 4. Namun penuekatan yang lebih
baik uapat uipeioleh uengan aljabai.
 
lim
x-2
x
2
+ x - 6
x - 2
= lim
x-2
(x - 2)(x + S)
(x - 2)
= lim
x-2
x + S = 2 + S = S.  

Peilu uitekankan kembali bahwa
x-2
x-2
= 1 untuk x = 2. Iika x = 2 maka
x-2
x-2
=
0
0
uan
x
2
+x-6
x-2
=
0
0

juga, uan kita tahu bahwa
0
0
tiuak teiuefinisi.


Contoh 1.26 Carilah lim
x-0
sìnx
x
.
 
Penyelesaian.  0ntuk masalah ini tiuak aua caia aljabai yang uapat kita lakukan. Kaiena itu
uengan kalkulatoi atau piogiam spieausheet kita mencoba membuat tabel nilai‐nilai
sInx
x

ketika x menuekati u (Tabel 1.1u). Baii tabel kita lihat bahwa 
lim
x-0
sin x
x
= 1.

uiafik uaii y =
sInx
x
uibeiikan paua uambai 1.S6. Setelah kita mempelajaii limit lebih jauh,
nanti kita uapat menunjukkan limit ini uengan caia yang lebih tepat.

Tabel 1. 9
x  sinx
x

1 u,841471
u,1 u,998SS4
u,u1 u,99998S
↓ ↓
u .
↑ ↑
‐u,u1 u,99998S
‐u,1 u,998SS4
‐1 u,841471

Gambar 1.56 

Contoh 1.27 Carilah lim
x-3
|x]

 
Penyelesaian.  uiafik uaii y = |x] uibeiikan paua uambai 1.S7.
Telihat bahwa ketika S uiuekati uaii nilai‐nilai x < S, maka |x] uekat
ke 2, seuangkan ketika S uiuekat uaii nilai‐nilai x > S, maka |x] uekat
ke S. Bagaimana pun caia kita menuekati S, kita tiuak uapat
menemukan satu nilai yang sama ui sini. Balam hal ini kita katakan
lim
x-3
|x] tiuak aua.  


 
Contoh 1.28 Carilah lim
x-0
sin
1
x
.
 
1 .
↑ ↑
2,uuu1 S,uuu1
2,uu1 S,uu1
2,u1 S,u1
2,1 S,1
 
Gambar 1. 57
36     BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS 
 
Penyelesaian.  Bengan menggunakan kalkulatoi atau piogiam
spieausheet kita uapat mempeioleh Tabel 1.11. Namun, teinyata
kita tiuak uapat menyimpulkan apa‐apa uaii tabel ini.

Bengan menggunakan kalkulatoi giafik atau peiangkat lunak yang
uapat menggambai giafik, kita uapat mempeioleh giafik uaii
y = sin
1
x
untuk inteival |‐1, 1] sepeiti paua uambai 1.S8a. Iika kita
mempeikecil inteival menjafi |‐u.1, u.1] uipeioleh uambai 1.S8b.
Bengan mempeikecil inteival kembali menjaui |‐u,u1, u,u1]
uipeioleh uambai 1.S8c. Kita melihat teilalu banyak goyangan
tuiun naik nilai sin
1
x
ketika x menuekati u. Naka ualam hal ini kita
juga megatakan bahwa lim
x-0
sin
1
x
tiuak aua.




(a)

(b) (c)
Gambar 1.58 
Sampai saat ini kita mencaii lim
x-c
¡(x) uengan caia mengevaluasi nilai f(x) ketika x menuekati
c. 0ntuk fungsi yang kompleks, hal itu akan sangat melelahkan. Teoiema beiikut akan
membantu mempeimuuah mengevaluasi limit untuk fungsi yang lebih kompleks.

Teorema 1.1 Teoiema limit utama
Nisalkan n aualah bilangan positif, k konstanta, uan f uan g aualah fungsi‐fungsi yang
mempunyai limit ui c, maka
1.  lim
x-c
k = k, k adalah konstanta
2.  lim
x-c
x = c 
3.  lim
x-c
k¡(x) = k lim
x-c
¡(x),  k adalah konstanta 
4.  lim
x-c
|¡(x) + g(x)] = lim
x-c
¡(x) + lim
x-c
g(x)
5.  lim
x-c
|¡(x) - g(x)] = lim
x-c
¡(x) - lim
x-c
g(x)
6.  lim
x-c
|¡(x). g(x)] = lim
x-c
¡(x) . lim
x-c
g(x)
7. 
lim
x-c
¡(x)
g(x)
=
lim
x-c
¡(x)
lim
x-c
g(x)
, asalkan lim
x-c
g(x) = u  
8.  lim
x-c
|¡(x)]
n
= |lim
x-c
¡(x)]
n
, n bilangan bulat 
9. 
lim
x-c
.¡(x)
n
=
¹
lim
x-c
¡(x)
n
, asalkan lim
x-c
¡(x) > u jika n genap. 
Tabel 1. 10
x
sin
1
x
 
2¡a 1
2¡(2a) u
2¡(3a) ‐1
2¡(4a) u
2¡(5a) 1
2¡(óa) u
2¡(7a) ‐1
2¡(8a) u
2¡(9a) 1
2¡(1ûa) u
2¡(11a) ‐1
2¡(12a) u
l l
u .
BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS    37 
 
Contoh 1.29 Carilah lim
x-2
x
3
(3-x)
x
2
+x+6
.

Penyelesaian.  Kaiena lim
x-2
x
3
= 8 , lim
x-2
(S - x) = 1 , lim
x-2
x
2
= 4 , lim
x-2
x = 2 , uan
lim
x-2
6 = 6 maka 
lim
x-2
x
3
(S - x)
x
2
+ x + 6
=
8(1)
4 + 2 + 6
=
2
S
.

0ntuk fungsi polinomial uan fungsi iasional, teoiema beiikut juga mempeimuuah menghitung
limit.

Teorema 1.2 Substitusi
Jika f adalah fungsi polinomial atau fungsi rasional maka 
lim
x-c
¡(x) = ¡(c),
asalkan f(c) terdefinisi. 

Teoiema ini mengijinkan kita menghitung limit fungsi polinomial uan fungsi iasional uengan
langsung mensubstitusikan nilai c ke x, selama penyebut uaii fungsi iasional tiuak menjaui u.

Contoh 1.30 Carilah lim
x-3
x+5
x
2
-2x+6
.

Penyelesaian. 
lim
x-3
x + S
x
2
- 2x + 6
=
S + S
S
2
- 2(S) + 6
=
8
9


Contoh. 1.31 Carilah lim
x-2
x
2
-5x+6
x-2
.

Penyelesaian.  Kita tiuak uapat menggunakan teoiema subtitusi kaiena uengan
mensubstitusikan 2 ke x membuat penyebut (x‐2) menjaui nol. Yang uapat uilakukan aualah
penyeueihanaan secaia aljabai.  
lim
x-2
x
2
- Sx + 6
x - 2
= lim
x-2
(x - 2)(x - S)
x - 2
= lim
x-2
(x - S) = 2 -S = -1.

Contoh 1.32 Carilah lim
x-0
√1+x-1
√x
.

Penyelesaian. Bengan alasan yang sama uengan paua contoh 1.S1, ui sini juga kita tiuak uapat
menggunakan teoiema subtitusi. Yang uapat uiakukan aualah manipulasi secaia aljabai uengan
mengalikan suku yang sekawan uengan (√1 +x - 1) yaitu (√1 +x + 1).
 
lim
x-0
√1 + x - 1
√x
= lim
x-0
(√1 +x - 1)(√1 + x + 1)
√x(√1 + x + 1)


= lim
x-0
x
√x√1 + x + 1

= lim
x-0
√x
√1 + x + 1
=
u
2
= u

Teorema 1. Teorema Apit (Squeeze atau sandwich) 
Misalkan  f,  g,  dan  h  adalah  fungsi­fungsi  yang  memenuhi ¡(x) < g(x) < b(x) untuk  semua  x 
dekat c, kecuali mungkin pada x = c. Jika lim
x-c
¡(x) = lim
x-c
b(x) = I , maka lim
x-c
g(x) = I. 

38     BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS 
 
Ilustiasi teoiema ini uapat uilihat paua uambai 1.S9.

 
Gambar 1.59 
Contoh 1.33 Carilah lim
x-0
x
2
sin I
1
x
] dengan menggunakan Teorema Apit. 

Penyelesaian. 
Kita ketahui bahwa -1 < sin I
1
x
] < 1 untuk setiap x. Iika
ketaksamaan ini kita kalikan uengan x
2
, kita menuapatkan

-x
2
< x
2
sin |
1
x
1 < x
2
.

Bengan mengambil b(x) = x
2
uan g(x) = -x
2
, kita teiapkan
teoiema apit. Kaiena lim
x-0
(-x
2
) = lim
x-0
x
2
= u , maka
teoiema apit membeiikan lim
x-0
x
2
sin I
1
x
] = u (uambai 1.6u).







 
Limit satu sisi 

Ketika fungsi melompat sepeiti fungsi |x] yang melompat ui setiap
titik bilangan bulat (Contoh 1.27), limit fungsi tiuak aua paua setiap
titik lompatan. Namun kita tetap uapat menyeliuiki peiilaku fungsi
sebelum uan sesuuah lompatan. Bal ini mengaiahkan kita untuk
mengenalkan limit satu sisi.

Simbol x - c
+
beiati x menuekati c uaii nilai‐nilai yang lebih besai
uaii c. Iika uilihat paua gaiis bilangan, x menuekati c uaii sisi kanan.
Seuangkan simbol x - c
-
beiati x menuekati c uaii nilai‐nilai yang
lebih kecil uaii c. Iika uilihat paua gaiis bilangan, x menuekati c uaii
sisi kiii.

Definisi 1.4 Limit kiri dan kanan 
Dikatakan lim
x-c
- ¡(x) = I apabila ketika x mendekati c dari kiri, maka f(x) mendekati L. 
Dikatakan lim
x-c
+ ¡(x) = I apabila ketika x mendekati c dari kanan, maka f(x) mendekati L. 

Sehingga ualam kasus lim
x-3
|x], lim
x-3
+|x] = S uan lim
x-3
-|x] = 2 (uambai 1.61).


Gambar 1. 60
Gambar 1.61 
BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS    39 
 
Beihubungan uengan limit kiii uan limit kanan, teoiema beiikut akan sangat muuah uipahami.

Teorema 1.4 lim
x-c
¡(x) = I jika dan hanya jika lim
x-c
- ¡(x) = I dan lim
x-c
+ ¡(x) = I. 

Contoh. 1.34 Carilah lim
x-0
|x|
x
.
 
Penyelesaian. 0ntuk x < u nilai |x| = -x sehingga 
lim
x-0
-
-x
x
= lim
x-0
-
-1 = -1.
0ntuk x ~ u nilai |x| = x sehingga
lim
x-0
+
x
x
= lim
x-0
+
1 = 1.
Kaiena lim
x-0
-
|x|
x
= lim
x-0
+
|x|
x
maka lim
x-0
|x|
x
tiuak aua (uambai 1.62).



Gambar 1.62


Contoh  1.35 Diberikan ¡(x) = {
4x + S, x < u
6 - x
2
, u < x < 2
2, x > 2
. Carilah  limit  f(x)  untuk  x  mendekati  0  dan 
untuk x mendekati 2. 

Penyelesaian. Peitama‐tama kita caii limit f(x) untuk x menuekati u. Kaiena uefinisi f(x) beibeua
untuk x ui kiii uan ui kanan u maka kita mencaii limit kiii uan kanan.
 
lim
x-0
-
¡(x) = lim
x-0
4x +S = S.
lim
x-0
+
¡(x) = lim
x-0
6 - x
2
= 6.

Kaiena lim
x-0
- ¡(x) = lim
x-0
+ ¡(x) maka lim
x-0
¡(x) tiuak aua.

Kemuuian untuk x menuekati 2. Bengan alasan yang sama uengan paua x menuekati u, kita juga
mencaii limit kiii uan kanan

lim
x-2
-
¡(x) = lim
x-2
6 - x
2
= 2.
lim
x-2
+
¡(x) = lim
x-2
2 = 2.

Kaiena lim
x-2
- ¡(x) = lim
x-2
+ ¡(x) = 2 maka lim
x-2
¡(x) = 2.

0ntuk mempeioleh pemahaman yang lebih baik tentang limit, peihatikan uambai 1.6S.
lim
x--1
¡(x) tiuak aua kaiena lompatan, uan lim
x-2
¡(x) tiuak aua kaiena goyangan.

40     BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS 
 

Gambar 1.63 
Contoh  1.36 Berat W dari suatu benda bergantung pada jarak benda (d) tersebut ke pusat bumi. 
Jika d kurang dari jari – jari bumi R, maka W sebanding dengan d; dan jika d lebih dari atau sama 
dengan  R  maka  W  berbanding  terbalik  dengan  d
2
.  Jika  berat  dari  suatu  benda  pada  permukaan 
bumi adalah W0, carilah bentuk fungsi W dalam d dan gambarkan grafiknya. 

Penyelesaian. Iika J < R: maka w = kJ: uengan suatu konstanta k uan ketika J ~ R, w = l¡J
2
,
uengan suatu konstanta l sehingga,
 
w = {
kJ, u < J < R
l
J
2
, R ~ J


Konstanta k uan l uiesebut konstanta pembanuing.

Kaiena beiat suatu benua aualah Wu paua peimukaan
bumi yaitu ketika J = R, hal ini mengakibatkan w
0
= l¡
R
2
, sehingga l = w
0
R
2
. Sekaiang, untuk mencaii nilai k.
Iika kita menggeiakkan benua teisebut uaii bawah
peimukaan bumi sampai ke peimukaan, beiat benua
teisebut akan beitambah peilahan – lahan. Beiatnya akan
menuekati Wu ketika ui peimukaan bumi. Bengan kata
lain, limit W ketika r - R
-
akan sama uengan Wu: jaui,
w
0
= lim
¡-R
-
kJ = kR = k =
w
0
R
.
0leh kaiena itu,
w = ¹
w
0
J
R
, u < J < R
w
0
R
2
J
2
, J ~ R


uiafik fungsi ini uibeiikan paua uambai 1.64.





Gambar 1. 64
BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS    41 
 
Limit takhingga 

Limit suatu fungsi tiuak selalu aua. Bal itu bisa teijaui kaiena limit kiii tiuak
sama uengan limit kanan (Contoh 1.27), atau bisa juga kaiena teilalu banyak
goyangan (Contoh 1.28). Tiuak auanya limit fungsi bisa juga kaiena nilai fungsi
yang teilalu besai. Sebagai contoh peihatikan ¡(x) =
1
(x-3)
2
yang tiuak
teiuefinisi ui x = S. Apakah lim
x-3
1
(x-3)
2
aua. 0ntuk mencaiinya, kita membuat
tabel nilai‐nilai f(x) ketika x menuekati S (Tabel 1.12)

Baii tabel teilihat, ketika x semakin uekat uengan S maka nilai f(x) semakin
besai, bahkan kita uapat membuat nilai f(x) sebesai apa pun uengan mengambil
x semakin uekat ke S. Balam kasus ini kita katakan

lim
x-3
1
(x - S)
2
= ∞.

uiafik uaii ¡(x) =
1
(x-3)
2
uibeiikan paua uambai 1.6S Kita
katakan bahwa x  = S aualah asimtot  vertikal uaii giafik
teisebut.






Contoh 1.37 Carilah lim
x-1
1
x-1
  jika ada.

Penyelesaian.  Balam kasus ini kita mempeihatikan limit kiii uan
kanan ketika x menuekati 1. Kita uapat menemukan bahwa 

lim
x-1
-
1
x - 1
= -∞
uan
lim
x-1
+
1
x - 1
= ∞

Teilihat bahwa
1
x-1
tiuak mempunyai limit untuk x menuekati 1,
tetapi menuekati nilai negatif yang sangat besai untuk x
menuekati uaii kiii 1 uan menuekati nilai positif yang sangat besai untuk x menuekati uaii
kanan 1 (uambai 1.66). Kita katakan bahwa x = 1 aualah asimtot veitikal uaii y =
1
x-1
. ·

Eksplorasi. Caiilah limit uaii fungsi‐fungsi iasional untuk x menuekati titik‐titik yang membuat
penyebutnya beinilai u. Bapatkah anua menemukan fungsi yang memiliki lebih uaii satu
asimtot veitikal.

Limit di takhingga 

Balam beibagai situasi kita juga peilu mempeihatikan limit uaii suatu fungsi ketika peubah
bebas menuekati nilai yang sangat besai, positif maupun negatif. Sebagai contoh, jika
memungkinkan caiilah nilai yang uiuekati fungsi ¡(x) =
4x
2
+2
2x
2
+5
ketika x menjaui semakin besai.
Tabel 1.11
x  f(x) 
2,9  10 
2,99  100 
2,999  1000 
2,9999  10000 
↓  ↓ 
3  ? 
↑  ↑ 
3,0001  10000 
3,001  1000 
3,01  100 
3,1  10 

Gambar 1. 65

Gambar 1. 66
42     BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS 
 
uiafik ¡(x) untuk u < x < 2uu (uambai 1.67) menginuikasikan bahwa ¡(x) akan semakin
menuekati 2 untuk nilai x yang besai. 0ntuk meyakinkan hal ini, kita uapat membagi pembilang
uan penyebut uengan x
2
untuk mempeioleh

¡(x) =
4x
2
+ 2
2x
2
+ S
=
4 +
2
x
2
2 +
S
x
2

Ketika x semakin besai, maka
2
x
2
uan
5
x
2
semakin
menuekati u, sehingga ¡(x) akan menuekati 2. Balam
notasi limit kita tuliskan

lim
x-∞
4x
2
+ 2
2x
2
+ S
= 2.

Ban kita katakan juga bahwa 2 aualah asimtot 
horizontal uaii ¡(x).

Contoh. 1.38 Carilah lim
x--∞
5x
3
+x-2
x
3
-x
2
-1
.
Penyelesaian. lim
x--∞
5x
3
+x-2
x
3
-x
2
-1
= lim
x--∞
5+
1
x
2
-
2
x
3
1-
1
x
-
1
x
3
= S.
uiafik uibeiikan paua uambai 1.68.
 
Contoh. 1.39 Carilah lim
x-∞
3x
2
-2
x
3
-x
.
Penyelesaian.  lim
x-∞
3x
2
-2
x
3
-x
= lim
x-∞
3-
2
x
2
x-
1
x
2
= u.  
 
Contoh 1.40 Carilah lim
x--∞
3x
4
-2
x
3
-x
.
Penyelesaian. 
lim
x--∞
Sx
4
- 2
x
3
- x
= lim
x-∞
Sx -
2
x
3
1 -
1
x
3
= ∞.
Eksplorasi. Peihatikan kembali contoh 1.S7 ‐ 1.4u. Bapatkah anua menyimpulkan kapan nilai
limit x - ∞ beinilai u, suatu bilangan bukan u, atau ∞. Peiiksalah kebenaian kesimpulan anua
uengan mengeijakan soal‐soal limit ui takhingga yang aua paua buku‐buku iefeiensi yang
uibeiikan.

Limit yang melibatkan fungsi trigonometri 

Teorema 1.5. Limit untuk fungsi trigonometri 

1.  lim
t-c
sint = sin c 
2.  lim
t-c
cos t = cos c 
3.  lim
t-c
tan t = tan c 
4.  lim
t-c
cot t = cot c 
5.  lim
t-c
sec t = sec c 
6.  lim
t-c
csc t = csc c 

Gambar 1. 67
 
Gambar 1. 68
BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS    43 
 
Contoh 1.41 Caiilah lim
x-0
cos x uan lim
x-
¤
2
sin(π - x).
Penyelesaian. lim
x-0
cos x = cos u = 1 uan lim
x-
¤
2
sin(π - x) = sin(π -
¬
2
) = sin
¬
2
= 1.

Teorema 1.6 Limit trigonometri khusus 
lim
t-0
sint
t
= 1
lim
t-0
1 - cos t
t
= u

Contoh 1.42 Carilah 
a.  lim
t-0
sìn5t
t
 
b. lim
t-0
1-cos t
sìnt
 
c. lim
t-0
sìn2t
tunt
 

Penyelesaian. 
a. lim
t-0
sIn5t
t
= lim
t-0
S
sIn5t
5t
= Slim
t-0
sIn5t
5t
= S.
b. lim
t-0
1-cos t
sInt
= lim
t-0
1-cost
t
s¡nt
t
=
IIm
t-0
1-cost
t
IIm
t-0
s¡nt
t
=
0
1
= u.
c. lim
t-0
sIn2t
tant
= lim
t-0
2
s¡n2t
2t
s¡nt
t
·
1
cost
=
2IIm
t-0
s¡n2t
t
(IIm
t-0
s¡nt
t
)( IIm
t-0
1
cost
)
=
2
1·1
= 2.

TIK.  Kita uapat menggunakan Naple untuk mencaii limit fungsi ui suatu titik uengan peiintah
> limit(f, x=a, dir)
dengan
f – ekspresi yang limitnya ingin dicari
x – nama peubah
a – suatu ekspiesi aljabai, bisa titik, bisa juga infinity atau – infinity
uii – (opsional) meiupakan aiah, bisa left atau iight
 
1.8.2 Pengertian Limit Fungsi Secara Matematis 

Paua subbab sebelumnya kita suuah mencoba memahami uan mencaii limit fungsi secaia
intuitif. Balam uefinisi intuitif limit, kita menggunakan istilah semakin ‘uekat’ atau ‘menuekati’.
Iika x menuekati c maka f(x) menuekati L. Apa sebenainya yang uimaksuu uengan x ‘uekat’ c
atau x ‘menuekati’ c. Bagaimanakah ukuian uaii uekat itu. Paua bagian ini kita akan membahas
pengeitian yang tepat uaii limit, secaia matematis.
 
 
Bibeiikan sembaiang e > u kita uapat menemukan suatu o > u sehingga
44     BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS 
 
 
 
u < |x - c| < o = |¡(x) - I| < e
Gambar 1. 69 
Paua subbab 1.2 kita telah mempelajaii bahwa nilai mutlak uigunakan untuk menyatakan jaiak,
kaiena jaiak selalu positif. Iaiak antaia x uangan c uinyatakan uengan |x - c|. 0ntuk
mengatakan x uekat uengan c beiaiti |x - c| beinilai kecil, hampii sama uengan u, tetapi tiuak
sama uengan u. Ingat kembali limit x menuekati c beiaiti x semakin menuekati c tetapi x = c.
Kita akan mengikuti tiauisi menggunakan huiuf latin ε (uibaca: epsilon) uan δ (uibaca: uelta)
untuk menyatakan bilangan ieal positif yang kecil. Sehingga f(x) uekat uengan L secaia
matematis uinyatakan uengan |¡(x) - I| < e, yang beiaiti I -e < ¡(x) < I + e. Ban untuk x
uekat uengan c tetapi tiuak sama uengan c secaia matematis uinyatakan uengan u < |x - c| <
o, yang beiaiti c - o < x < c + o uan x = c.

Definisi 1.5 Pengertian tepat dari limit 
Fungsi  f(x)  mempunyai  limit  L  untuk  x  mendekati  c  jika  diberikan  sembarang e > u,  kita  dapat 
menemukan suatu o > u sehingga |¡(x) - I| < e apabila u < |x - c| < o; artinya, 
 
u < |x -c| < o = |¡(x) - I| < e. 

uambai 1.69 membeiikan ilustiasi uaii uefinisi ini.

Peilu uitegaskan bahwa bilangan ieal e uibeiikan teilebih uahulu (kaiena yang uiasumsikan
aualah f(x) mempunyai limit L), kemuuian uihasilkan o, yang biasanya beigantung paua e.
Pioses limit ini uapat uiilustiasikan sebagai kontes antaia si ‘yakin’ yang mengklaim
lim
x-c
¡(x) = I namun uitolak oleh si ‘peiagu’. Si ‘peiagu’ membeiikan sembaiang nilai positif
e, maka si ‘yakin’ haius menemukan o uan menunjukkan u < |x - c| < o = |¡(x) - I| < e.
Logikanya, si ‘peiagu’ akan memilih e yang kecil, agai si ‘yakin’ tiuak menemukan o yang
memenuhi peisyaiatan. Kapankah si ‘yakin’ menang. Ban kapan si ‘peiagu’ yang menang.

Contoh 1.43  Si ‘yakin’ menang 
Tunjukkan bahwa lim
x-2
(Sx - 1) = S 

Penyelesaian.  Bimulai uengan si ‘peiagu’ membeiikan nilai e, maka si ‘yakin’ haius uapat
menemukan o yang menjamin 
u < |x - 2| < o = |(Sx -1) - S| < e
Kaiena yang uibeiikan aualah e, si ‘yakin’ mulai uaii sisi kanan tanua panah
|(Sx -1) - S| = |Sx - 6| = S|x - 2| < e
yang menghasilkan
|x - 2| <
e
S
= o.
BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS    45 
 
Sehingga si ‘yakin’ menuapatkan o =
s
3
uan uapat
menunjukkan

u < |x - 2| <
e
S
= |(Sx - 1) - S| < e

Bengan uemikian teibukti bahwa lim
x-2
(Sx - 1) = S.


Ilustiasi uaii penyelesaian ini uibeiikan paua uambai
1.7u. Peilu uipahami bahwa si ‘peiagu’ uapat memilih
e sembaiang bilangan ieal yang kecil. Seanuainya uia
memilih e = u.u1 maka si ‘yakin’ akan membeiikan
o =
0.01
3
= u.uuSS. Seanuainya uia memilih e = u.uuuS maka si ‘yakin’ akan membeiikan
o =
0.0003
3
= u.uuu1. Ban seteiusnya, yang beiaiti si ‘yakin’ menang.


Contoh 1.44  Si ‘peragu’ menang 
 Tentukan apakah lim
x-2
2x
2
-3x-2
x-2
= 6 

Penyelesaian.  0ntuk setiap nilai e yang uibeiikan oleh si ‘peiagu’, si ‘yakin’ haius uapat
membeiikan nilai o sehingga 
u < |x -2| < o = |
2x
2
- Sx - 2
x - 2
- 6| < e.

Sepeiti paua contoh sebelumnya, si ‘yakin’ memulai uaii sisi kanan uan mempeioleh,

|
2x
2
- Sx - 2
x - 2
- 6| = |
2x
2
- Sx - 2 - 6x + 12
x -2
|
= |
2x
2
- 9x + 1u
x - 2
|
= |
(2x - S)(x - 2)
x - 2
|
= |2x - S|.

Bipeioleh ekspiesi |2x - S|. Si ‘yakin’ tiuak uapat membuat |2x - S| ualam bentuk |x - 2| yang
uapat menghubungkan e uengan o, uan tiuak uapat menunjukkan peinyataan
u < |x -2| < o = |
2x
2
- Sx - 2
x - 2
- 6| < e
benai.

Bagaimana kita memahami ini. Nisalkan si ‘peiagu’ memilih e = 1,S (nilai e yang tiuak begitu
kecil). Naka si ‘yakin’ haius menemukan nilai o seuemikian sehingga untuk setiap x yang beiaua
paua |2‐o, 2+o], maka nilai ¡(x) haius beiaua paua |6‐1,S, 6+1,S]. Bal ini uitunjukan paua
uambai.1.71. Akan tetapi, jika si ‘peiagu’ memilih e = u,S (masih tiuak begitu kecil), si ‘yakin’
uikalahkan, kaiena uia tiuak uapat menemukan nilai o yang menjamin
u < |x -2| < o = |
2x
2
- Sx - 2
x - 2
- 6| < e
(uambai 1.71). Balam hal ini uisimpulkan bahwa lim
x-2
2x
2
-3x-2
x-2
= 6.


Gambar 1. 70
46     BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS 
 



(a) (b) (c)
Gambar 1. 71 

Latihan 1.8. Buku Latihan

Bahan penualaman mateii :
• Subbab 2.4 ‐ 2.8 uaii Kalkulus, Iiliu 1, E.I. Puicell, B. vaibeig, S.E. Riguon, Eu. 8, Peneibit
Eilangga, Iakaita, 2uu4.
• Subbab 2.1 – 2.S uaii Calculus, C.B. Euwaius, B.E. Penney, Peaison Euucation Inteinational,
New Ieisey, 2uu2.
• Subbab 1.1 – 1.S uaii Calculus, B. vaibeig, E.I., Puicell, S.E. Riguon, 9 eu., Peaison Euucation
Inteinational, New Ieisey, 2uu7.

 
1.9    Kekontinuan 
 
Kita telah mengetahui bahwa limit uaii suatu fungsi ui suatu titik kauang sama uengan nilai
fungsi ui titik itu uan kauang tiuak, sepeiti yang uiilustiasikan ualam uambai 1.72. Paua
uambai 1.72a uan b lim
x-c
¡(x) = ¡(c), seuangkan paua uambai 1.72c lim
x-c
¡(x) = ¡(c).
Balam konuisi sepeiti uambai 1.72c, kita sebut f(x) kontinu ui c.


(a) (b) (c)
Gambar 1. 72 
 
Definisi 1.6 Kontinuitas pada titik 
Misalkan  f  terdefinisi  pada  interval  terbuka  yang  mengandung  c.  Kita  katakan  f  kontinu  pada  c 
jika 
lim
x-c
¡(x) = ¡(c). 

BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS    47 
 

Befinisi ini mensyaiatkan S hal:
1. lim
x-c
¡(x) aua
2. ¡(c) aua, aitinya c beiaua paua uaeiah asal uaii f
S. lim
x-c
¡(x) = ¡(c)
Iika salah satu uaii konuisi ini tiuak uipenuhi, maka kita katakan f tiuak kontinu ui c. Sehingga
fungsi paua uambai 1.72a uan 1.72b tiuak kontinu (uiskontinu) ui c, seuangkan paua uambai
1.72c fungsi kontinu ui c.

Contoh 1.45 Fungsi f(x)= 2x+2 kontinu pada titik x = 2 karena lim
x-2
(2x + 2) = 2 · 2 +2 = 6 =
¡(2).      
 
Contoh 1.46 Periksalah titik diskontinu dari fungsi­fungsi berikut 
a. ¡(x) =
x
2
-4
x-2
     b. ¡(x) =
1
(x-2)
2
      c. ¡(x) =
|x
2
-4|
x-2
 

Penyelesaian. 
a. ¡(x) =
x
2
-4
x-2

Fungsi f(x) tiuak teiuefinisi ui x = 2 kaiena menyebabkan
penyebut u, sehingga ¡(x) =
x
2
-4
x-2
tiuak kontinu ui x = 2. Akan
tetapi
lim
x-2
x
2
- 4
x -2
= lim
x-2
(x - 2)(x + 2)
x - 2
= 4.
Keuiskontinuan sepeiti ini uapat uihapus (uambai 1.7S).



b. ¡(x) =
1
(x-2)
2

Fungsi f(x) tiuak teiuefinisi ui x = 2 kaiena menyebabkan
penyebut u, sehingga ¡(x) =
1
(x-2)
2
tiuak kontinu ui x = 2.
0ntuk mengetahui lebih jauh, kita peiiksa limit x - 2 uaii
f(x)
lim
x-2
-
1
(x-2)
2
= ∞ uan lim
x-2
+
1
(x-2)
2
= ∞
sehingga lim
x-2
1
(x-2)
2
= ∞.
Keuiskontinuan sepeiti ini uapat uihapus (uambai 1.74).

c. ¡(x) =
|x
2
-4|
x-2

Fungsi f(x) tiuak teiuefinisi ui x = 2 kaiena menyebabkan
penyebut u, sehingga ¡(x) =
|x
2
-4|
x-2
tiuak kontinu ui x = 2.
Kemuuian kita peiiksa limit f(x) untuk x - 2.
lim
x-2
-
|x
2
- 4|
x - 2
= lim
x-2
-(x - 2)(x + 2)
x - 2
= -4
uan
lim
x-2
+
|x
2
- 4|
x - 2
= lim
x-2
(x - 2)(x + 2)
x - 2
= 4
sehingga lim
x-2
|x
2
-4|
x-2
tiuak aua.
Keuiskontinuan sepeiti ini tiuak uapat uihapus (uambai
1.7S).

Gambar 1. 73

Gambar 1. 74

Gambar 1. 75
48     BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS 
 

Suatu titik uiskontinu uaii suatu fungsi uapat uihapus jika kita uapat menuefinisikan ulang nilai
fungsi ui c uan membuat f menjaui kontinu ui c. Iika hal ini tiuak uimungkinkan, maka
keuiskontinuan tiuak uapat uihapus. Nisalnya untuk contoh 1.46a, f uapat uiuefinisikan ulang
menjaui fungsi yang kontinu uengan
¡(x) = {
x
2
- 4
x - 2
, x = 2
4 x = 2
.
Peihatikan bahwa paua penuefinisian ulang ini kita membuat ¡(2) = 4 = lim
x-2
x
2
-4
x-2
.
 
Teorema 1.7 Kontinuitas di bawah operasi fungsi 
Jika f dan g merupakan fungsi­fungsi yang kontinu pada titik x = c maka fungsi­fungsi  k · ¡, ¡ ¬ g,      
¡ · g,  
]
g
 asalkan g(c) = u, ¡
n
,  .¡
n
 asalkan ¡(c) > u jika n genap, juga kontinu pada titik x = c. 

Bukti. Bukti uaii teoiema ini uipeioleh langsung uaii sifat limit (Teoiema 1.1). Sebagai contoh
kita buktikan untuk ¡ + g. Nisalnya f uan g kontinu ui c maka

lim
x-c
(¡ + g)(x) = lim
x-c
(¡(x) + g(x)) = lim
x-c
¡(x) + lim
x-c
g(x) = ¡(c) + g(c) = (¡ + g)(c).

Yang kita peioleh aualah kenyataan bahwa f+g kontinu ui c. æ

Contoh  1.47 Carilah semua titik kediskontinuan dari fungsi ¡(x) =
sinx
x(x-1)
 dan golongkan apakah 
titik kediskontinuan itu dapat atau tidak dapat dihapus.

Penyelesaian. Fungsi f(x) tiuak teiuefinisi ui x = u uan x = 1 kaiena menyebabkan penyebut u,
sehingga ¡(x) =
s¡nx
x(x-1)
 tiuak kontinu ui x = u uan 1. 
  lim
x-0
s¡nx
x(x-1)
= lim
x-0
s¡nx
x
· lim
x-0
1
(x-1)
= 1(-1) = -1.
lim
x-1
-
sInx
x(x-1)
= -∞ uan lim
x-1
+
sInx
x(x-1)
= ∞.
sehingga lim
x-1
sInx
x(x-1)
tiuak aua.

Keuiskontinuan f(x) ui x = u uapat uihapus uengan menuefinisikan ¡(1) = -1, seuangkan ui
keuiskontinuan ui x = 1 tiuak uapat uihapus.

Paua subbab 1.S kita suuah mengetahui bahwa selain opeiasi aljabai, paua fungsi juga uapat
uilakukan opeiasi komposisi. 0peiasi ini mempeitahankan kekontinuan.

Teorema 1.8 Teorema limit komposit 
Jika lim
x-c
g(x) = I dan f kontinu di L, maka 
lim
x-c
¡(g(x)) = ¡ Ilim
x-c
g(x)] = ¡(I). 
Secara khusus, jika g kontinu di c dan f kontinu di g(c) maka ¡ · g juga kontinu di c. 

Teorema 1.9 Kekontinuan pada interval 
Fungsi  f(x)  disebut  kontinu  kanan  di  c  jika lim
x-c
+ ¡(x) = ¡(c) dan  kontinu  kiri  di  c  jika 
lim
x-c
- ¡(x) = ¡(c). 
Kita katakan f kontinu di interval terbuka (a, b) jika f kontinu di setiap titik pada interval tersebut. 
Kita katakan f kontinu di interval tutup [a, b] jika f kontinu di setiap titik pada interval buka (a, b), 
kontinu kiri di a, dan kontinu kanan di b. 

Secaia intuitif, jika f kontinu paua inteival |a, b] beiaiti tiuak aua lompatan paua giafik f ui |a,
b]. Iue ini membeiikan teoiema beiikut.
BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS    49 
 


Teorema 1.10 Teorema nilai antara 
Misalkan  f  fungsi  yang  terdefinisi  pada  [a,  b]  dan  y0  adalah  suatu  bilangan  dengan ¡(o) < y
0
<
¡(b).  Jika  f  kontinu  pada  [a,  b],  maka  pasti  ada  paling  sedikit  satu  c  dengan o < c < b sehingga 
¡(c) = y
0


Bukti uaii teoiema ini uapat uilihat ualam buku‐buku kalkulus yang lebih lanjut. uambai 1.76a
membeiikan ilustiasi teoiema nilai antaia. Ketika kita mengambil y
1
uengan ¡(o) < y
1
< ¡(b)
maka kita menemukan satu c uengan o < c < b uimana y
1
= ¡(c). Ban ketika kita mengambil
y
2
uengan ¡(o) < y
2
< ¡(b) maka kita menemukan tiga nilai c
1
, c
2
, c
3
uengan o < c
1
< c
2
<
c
3
< b uimana y
2
= ¡(c
1
) = ¡(c
2
) = ¡(c
3
).

uambai 1.76b aualah ilustiasi teoiema nilai antaia tiuak uipenuhi kaiena fungsi ¡(x) paua
uambai 1.76b tiuak kontinu, sehingga ketika kita mengambil y
0
uengan ¡(o) < y
0
< ¡(b) maka
kita tiuak uapat menemukan satu c uengan o < c < b uimana y
0
= ¡(c).

(a) (b)
Gambar 1.76 
Contoh 1.48 Tunjukkan bahwa x
2
- x - S = u mempunyai akar real.

Penyelesaian.  Fungsi ¡(x) = x
2
- x -S kontinu ui setiap x e R. Bengan obseivasi kita tahu
bahwa f(‐1) = ‐S uan f(S) =S, yang beiaiti f(‐1) < u < f(S). Teoiema nilai antaia menjamin bahwa
aua c uengan ‐1 < c < S sehingga f(c) = u. Aitinya x
2
- x - S = u mempunyai akai ieal. 

Latihan 1.9. Buku Latihan

Bahan penualaman mateii :
• Subbab 2.9 uaii Kalkulus, Iiliu 1, E.I. Puicell, B. vaibeig, S.E. Riguon, Eu. 8, Peneibit Eilangga,
Iakaita, 2uu4.
• Subbab 2.4 uaii Calculus, C.B. Euwaius, B.E. Penney, Peaison Euucation Inteinational, New
Ieisey, 2uu2.
• Subbab 1.6 uaii Calculus, B. vaibeig, E.I., Puicell, S.E. Riguon, 9 eu., Peaison Euucation
Inteinational, New Ieisey, 2uu7.

2    

 

BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS 

menjadi konsep yang utama dalam kalkulus, sehingga seluruh materi pembelajaran Matematika  Dasar mengarah atau berpusat kepada kedua konsep ini.     Yang  membedakan  kalkulus  dengan  matematika  elementer  yang  telah  dipelajari  sebelumnya  seperti  aljabar,  geometri,  dan  trigonometri  adalah  transisi  dari  penerapan  matematika  pada  masalah  statis  dan  diskrit  ke  masalah  dinamis  dan  kontinu.  Sebagai  perbandingan  perhatikan  Tabel 1.1.   
Tabel 1.1 Perbandingan permasalahan dalam matematika elementer dengan kalkulus

Matematika elementer  1. Kemiringan garis 
y

Kalkulus  1. Kemiringan kurva
y

x

x

2. Garis singgung dari lingkaran 

 

  2. Garis singgung kurva

  3. Luas daerah yang dibatasi oleh segmen  garis 
y

  3. Luas daerah yang dibatasi oleh kurva 

a

b

  4. Perubahan rata‐rata posisi dan kecepatan 4. Perubahan sesaat posisi dan kecepatan  5. Rata‐rata dari sejumlah berhingga bilangan 5. Rata‐rata dari sejumlah tak berhingga  bilangan    Telah  disebutkan  sebelumnya  bahwa  ada  dua  konsep  yang  sangat  mendasar  dalam  kalkulus,  yaitu turunan dan integral dari suatu fungsi. Pemahaman kedua konsep ini membutuhkan suatu  konsep lain yang tidak kalah penting yaitu limit fungsi.    Limit  adalah  alat  matematika  untuk  mempelajari  kecenderungan  dari  suatu  fungsi  ketika  peubah  bebasnya  mendekati  suatu  nilai  tertentu.  Kalkulus  didasarkan  pada  konsep  limit.  Konsep limit akan dibahas di subbab 1.8.    Turunan  didefinisikan  sebagai  limit.  Awalnya  turunan  digunakan  untuk  menghitung  tingkat  perubahan  atau  kemiringan  dari  garis  singgung  suatu  kurva.  Turunan  juga  dapat  digunakan  untuk  menggambar  kurva,  dan  untuk  menghitung  nilai  maksimum  dan  minimum  dari  suatu  fungsi.  Pengertian  turunan  diberikan  pada  bab  2  dan  aplikasi  turunan  akan  kita  pelajari  pada  Bab 3.   

 

BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS   

 

Integral  diperoleh  dengan  mengambil  limit  dari  penjumlahan.  Kuantitas‐kuantitas  yang  dapat  dihitung  dengan  menggunakan  integral  antara  lain:  luas,  volume,  panjang  kurva,  kerja,  dll.  Integral diberikan pada Bab 4‐6.    Selanjutnya  pada  bagian  ini  kita  akan  mencoba  memahami  ketiga  ide  yang  penting  dalam  kalkulus ini secara intuitif.   

Limit: Paradoks Zeno 

  Zeno  adalah  salah  seorang  filsuf  Yunani  yang  terkenal  karena  paradoksnya  menyangkut  perlombaan lari antara Achilles, seorang pahlawan legendaris Yunani, dengan seekor kura‐kura.   Ketika  awal  perlombaan,  kura‐kura  yang  lambat  diberi  kesempatan  untuk  mengambil  posisi  start,  sebut  saja  sejauh  k0,  di  depan  Achilles  (Gambar  1.1).  Apakah  mungkin  Achilles  mengalahkan kura‐kura?    

Gambar 1.1

  Zeno mengatakan bahwa tepat sebelum Achilles mencapai posisi start kura‐kura (k0), kura‐kura  sudah berada di posisi baru (k1). Demikian juga tepat sebelum Achilles mencapai posisi k1, kura‐ kura sudah berada di posisi baru (k2). Demikian selanjutnya, sehingga dengan penalaran seperti  ini,  walau  pun  jarak  antara  Achilles  dengan  kura‐kura  akan  semakin  kecil,  Achilles  tidak  akan  mampu mengalahkan kura‐kura.    Tentu  saja  dengan  pemikiran  yang  umum  kita  tahu  Achilles  akan  mengalahkan  kura‐kura.  Namun yang menjadi pertanyaan adalah apa yang salah dengan penalaran di atas? Yang salah  adalah kita berpikir bahwa dibutuhkan waktu yang takhingga untuk menempuh jarak berhingga  yang dibagi‐bagi menjadi takberhingga interval.    Mari kita perhatikan barisan posisi‐posisi dari Achilles dan kura‐kura secara berurutan sebagai  berikut:    Achilles: a0, a1, a2, a3, …  Kura‐kura: k0, k1, k2, k3, …    Masing‐masing  posisi‐posisi  ini  membentuk  barisan  bilangan  a0,  a1,  a2,  a3,  …,  an,  …    untuk  Achilles dan k0, k1, k2, k3, …, kn, …  untuk kura‐kura dengan an < kn untuk setiap nilai n. Dengan  menggunaakan limit dapat ditunjukkan bahwa kedua barisan ini mempunyai limit, yaitu posisi  di mana Achilles melewati kura‐kura.    Contoh 1.1 Gambaran intuitif limit  Barisan  1 2 3 4 5 , , , , ,   2 3 4 5 6 dapat dituliskan dengan suku umum   dengan n = 1, 2, 3, 4, 5, …. Dapatkah anda menebak limit  dari barisan ini?   

4    

 

BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS   

Penyelesaian.  Misalkan  limit  dari  barisan  itu  kita  sebut  L.  Nilai  L  adalah  nilai  ke  mana    semakin mendekat jika n menjadi sangat besar tanpa batas, dan ditulis  lim

 .  1 Jika n semakin besar maka kita akan memperoleh barisan     1 2 3 4 5 500 1000 10000 , , , , , , , , , , , .  2 3 4 5 6 501 1001 10001 Kita dapat melihat bahwa barisan ini menuju ke 1.      Pada  bagian  pembahasan  tentang  limit  (Subbab  1.8)  kita  dapat  menunjukkan  bahwa   lim  

1

1. 

Turunan: masalah garis singgung 
  Pengertian  garis  singgung  pada  lingkaran  yaitu  garis  yang  memotong  lingkaran  tepat  di  satu  titik  (Gambar  1.2a),  tidak  benar  untuk  kurva.  Karena  terdapat  banyak  garis  yang  memotong  kurva tepat di satu titik (Gambar 1.2b).  

 
(a) 

                
Gambar 1.2 

 
(b)

  Untuk  mencari  garis  singgung  suatu  kurva  dimulai  dengan  mempertimbangkan  garis  yang  menghubungkan dua titik P dan Q pada kurva (Gambar 1.3a). Jika koordinat dari titik P adalah  , dan Q adalah  , , maka kemiringan garis PQ adalah  .  Sekarang misalkan Q diambil semakin dekat ke P, dengan perkataan lain h semakin kecil, maka  garis PQ akan semakin mendekati garis singgung kurva di P (Gambar 1.3b).     

(a) Gambar 1.3

(b)

 

  Kita kembali akan menggunakan limit. Ketika garis PQ semakin mendekati garis singgung kurva  di P, berarti nilai h semakin kecil dan mendekati 0, sehingga kita akan menggunakan notasi  

BAB 1 1. PREVIEW D DARI KALKULU US     untuk k mendefisik kan turunan.    n tentang tur runan (Bab 2 2) akan kita p pelajari bahw wa turunan d dari suatu fu ungsi f  Pada  pembahasan ik c didefinisikan sebagai i   di titi    

Integ gral: masala ah luas 

  semua menge etahui rumus luas lingkaran dengan j jari‐jari r ada alah  Kita s   Rumu ini  sudah digunakan  sejak  sekita 5.000  tahun  yang  lalu namun  pa tahun  20 us  h  ar  u,  ada  00‐an  sebelum  masehi  Archimedes menunjukk s  kan  cara  me emperoleh  ru umus  ini  menggunakan  limit  adap  luas  poligon.  Perhatikan  poligon‐poligon  pa Gambar  1.4,  mulai  d ada  dari  segitiga  sama  terha sisi, b bujur sangkar r, dan seteru usnya.  Misal lkan     takan luas da ari segi tiga L3 menyat L4 menyat takan luas da ari segi empa at    L5 menyat takan luas da ari segi lima       takan luas da ari segi n  Ln menyat     limit, maka luas lingkaran adalah  Dengan menggunakan notasi l    

 
Gambar 1.4

yang  sama  ju digunaka untuk  me uga  an  encari  luas  d daerah  yang dibatasi  ole kurva.  Se g  eh  ebagai  Ide  y conto mencari  luas  daerah pada  Gam oh,  h  mbar  1.5a.  Kita  dapat  m mengaproksim masi  luas  de engan  meng ggunakan  pe ersegi  panjan Jika  Ln  m ng.  menyatakan  luas  dari  persegipanjang ke‐n,  maka luas  l g  a  daera ah dapat diap proksimasi d dengan         es ini ditunju ukkan pada G Gambar 1.5b dan 1.5c.   Prose  

(a) 

 

 

(b)  Gambar 1.5

 

(c) 

 

 Penney.  dikalikan. C. 2002. New  Jersey. dibagi (kecuali dengan nol) untuk memperoleh bilangan real yang baru.     Sifat­sifat Bilangan Real  Sifat­sifat bilangan real dibagi menjadi:  Sifat aljabar  Sifat urutan  Sifat kelengkapan    Sifat aljabar    Sifat‐sifat  aljabar  menyatakan  bahwa  2  bilangan  real  dapat  ditambahkan.    Secara  geometri  bilangan  real  dapat  direpresentaikan  dengan  titik  pada  garis  bilangan  yang  disebut garis real. Simbol R digunakan untuk menyatakan sistem bilangan real.6 Himpunan  bilangan  real  yang  dilengkapi  dengan  sifat‐sifat  bilangan  disebut  sistem  bilangan  real.1. panjang kurva.1 Sistem Bilangan Real  Bilangan real adalah bilangan yang dapat diekspresikan sebagai desimal.      1.6       BAB 1. Pada Bab 4 akan  ditunjukkan  bahwa  integral  adalh  limit  dari  suatu  penjumlahan. kerja yang dibutuhkan untuk suatu tugas. Edwards. D.  Oleh  karena  itu  pembahasan  selanjutnya  akan  diawali  dengan  sistem bilangan  real.     Latihan 1.H.        .2.5 dari Calculus.4142 …    Titik‐titik … menyatakan barisan bilangan dijit desimal terus menerus.  Penalaran  yang  sama  juga  memungkinkan  kita  untuk  menghitung  berbagai  hal  lain  seperti  volume  benda  atau  ruang  tertutup. Pearson Education International.2   Pendahuluan: bilangan real dan nilai mutlak    Konsep‐konsep  di  dalam  Matematika  Dasar  banyak  berhubungan  dengan  bilangan  real  dan  sifat‐sifatnya.       Gambar 1.E. PREVIEW DARI KALKULUS  Masalah luas ini membawa kita ke suatu proses yang disebut pengintegralan.3333 …  3 √2 0.5000 …  2 1 0. seperti:  1 0. Buku Latihan    Bahan pendalaman materi :  • Subbab 1.  1. dan lain‐lain.  dikurangkan.

 dan   . y > 0. Trikotomi. 2. ±2.   .  2 < 3     c.  3.  rasional  dan  real  diilustrasikan pada Gambar 1.  Secara  sederhana  dapat  dikatakan  bahwa  terdapat  cukup  banyak  bilangan‐bilangan  real  untuk  ’memenuhi’ garis bilangan real. x < y dan y < z ⇒ x < z.  bulat. 2 < – 5      b. Untuk z bilangan positif. Pernyataan 2 < ‐ 5 tidak benar karena ‐5 – 2 = ‐7 bukan positif. Perkalian.5. Contohnya:  . seperti 0.  5.7   Sifat Urutan  1.  Relasi lain yang berhubungan dengan < adalah ≤.    Bilangan  real  yang  bukan  bilangan  rasional  disebut  bilangan  irasional.  a. dan q ≠ 0.    Sifat kelengkapan    Sifat  kelengkapan  sistim  bilangan  real  lebih  sulit  untuk  didefinisikan  secara  tepat.   .  Bilangan  rasional  memiliki  seluruh  sifat  aljabar  dan  urutan  dari  bilangan  real. Transitif.8.      Terdapat 3 himpunan bilangan yang khusus dari bilangan real. ±1.  yaitu  bilangan  yang  dapat  dinyatakan  sebagai  pembagian  ⁄  dengan p dan q adalah bilangan bulat. x < y ⇒ xz > yz. yaitu:  1.  Sifat‐sifat di atas tetap berlaku jika simbol < dan > diganti dengan ≤ dan ≥.  c. Kebalikan. Pernyataan   adalah benar karena 5 < 7.7).      . Himpunan  bilangan  rasional  Q. x < y ⇒  . dalam pengertian tidak ada setitik pun celah di antaranya. seperti 1. x < y ⇔ x + z < y + z. Himpunan bilangan bulat Z.  b.  Hubungan  antara  himpunan  bilangan  asli.BAB 1. Pernyataan 2 < 3 adalah benar karena 3 – 2 = 1 positif. yang didefinisikan sebagai   x ≤ y ⇔ y – x  positif atau nol. PREVIEW DARI KALKULUS      7  Sifat urutan    Bilangan real yang tidak nol secara rapi terbagi dalam dua himpunan yaitu bilangan positif dan  bilangan negatif. x < y ⇒ xz < yz.    Contoh 1.  Untuk z bilangan negatif. x > 0 ⇒  0 dan x > 0.   Gambar 1.  2.     Penyelesaian. maka tepat satu dari yang berikut ini dipenuhi:  x < y  atau  x = y   atau  x > y. Penjumlahan. …   3.  akan  tetapi  tidak  memiliki  sifat  kelengkapan  bilangan  real. Himpunan bilangan asli N. Jika x dan y adalah bilangan real.    Dengan  mengatakan  x  <  y  berarti  posisi  x  berada  di  sebelah  kiri  y  pada  garis  bilangan  real  (Gambar 1. Fakta ini memungkinkan kita memperkenalkan relasi urutan < dengan  x < y ⇔ y – x  positif.   4. ±3. …  2. Nyatakanlah  masing­masing pernyataan berikut benar atau salah!  a. 3.

 Interval ini dinyatakan dengan simbol [a. ∞)  Grafik  1. ∞)  (‐∞. Pada Tabel 1. b] {x : a ≤ x < b}  [a. b] {x : x < b}  {x : x ≤ b}  {x : x > a}  {x : x ≥ a}    (‐∞. masalah  yang  ditemukan  lebih  sering  mencari  penyelesaian  dari  suatu  2   ketaksamaan.2 Menyelesaikan Ketaksamaan  Seperti pada persamaan. b).2. ketaksamaan a ≤ x ≤ b menyatakan interval tutup yang menyertakan a dan  b.2 Berbagai variasi interval Notasi  Notasi  Himpunan  Interval  {x : a < x < b}  (a. Selanjutnya. Pada kalkulus.    Interval Bilangan Real  Berbagai  jenis  interval  akan  muncul  ketika  kita  mencoba  menyelesaikan  berbagai  masalah  dalam  kalkulus.1).  Karena  itu  anda  perlu  mengetahui  terminologi  dan  notasi  untuk  interval  terlebih dahulu (Tabel 1.  Anda  tentu  sudah  mengetahui  bagaimana  cara  mencari  penyelesaian dari suatu persamaan seperti itu. dan notasinya. PREVIEW DARI KALKULUS  Mencari penyelesaian dari suatu persamaan. b]. hingga himpunan penyelesaian terlihat nyata.  Tabel 1. Interval ini dinyatakan dengan simbol  (a. seperti 5x – 10 = 0  atau  x2  –  3x  –  2  =  0  sangat  sering  ditemukan  pada  matematika  tingkat  dasar. yang menyatakan interval buka yang terdiri dari semua bilangan  yang terletak antara a dan b dan tidak termasuk a dan b.8       BAB 1.  penyelesaian dari ketaksamaan biasanya merupakan suatu interval bilangan atau gabungan dari  interval bilangan. prosedur penyelesaian dari ketaksamaan terdiri dari langkah‐langkah  transformasi satu langkah pada satu waktu.  Berbeda  dengan  penyelesaian  dari  suatu  persamaan  yang  biasanya  merupakan  satu  bilangan  atau  sejumlah  berhingga  bilangan.2 diberikan berbagai variasi yang  mungkin dari interval.8  ketaksamaan  itu  benar.  Ketaksamaan a < x < b sebenarnya merupakan gabungan dari dua  ketaksamaan a < x dan x < b. b]  (a. b) {x : a < x ≤ b}  (a. Menyelesaikan  ketaksamaan adalah  mencari himpunan bilangan real yang  membuat  Gambar 1. b) {x : a ≤ x ≤ b}  [a. b)  (‐∞. ∞)  [a. seperti 5x – 10 ≤ 0 atau x  – 3x – 2 ≥ 0. Kita  .

 5x – 3 > 3x – 7. Kita dapat mengalikan bilangan positif yang sama pada kedua sisi dari ketaksamaan.– 2]    b.9 (b) Contoh 1.  . 5x – 3 ≤ 3x – 7  5x  ≤ 3x – 4    (menambahkan 3)  2x  ≤  – 4    (menambahkan –3x)  x  ≤  – 2     (mengalikan dengan ½ )  Himpunan penyelesaian adalah {x : x  ≤  – 2} atau (‐∞. ∞). Penyelesaian dari 5x – 3 ≤ 3x – 7 adalah  nilai‐nilai x ketika kurva y1 berada di bawah atau sama dengan kurva y2 (yang diberi tanda pada  sumbu  x  pada  Gambar  1.    Contoh 1.   2. Kita dapat menambahkan bilangan yang sama pada kedua sisi dari ketaksamaan.      Himpunan penyelesaian ini juga dapat ditunjukkan dalam grafik pada Gambar 1. Secara khusus.    (a) Gambar 1.9. PREVIEW DARI KALKULUS      9  dapat  melakukan  operasi‐operasi  tertentu  pada  kedua  sisi  ketaksamaan  tanpa  mengubah  himpunan penyelesaiannya.   1. Untuk mengetahuinya.      Penyelesaian.2  Carilah himpunan penyelesaian dari ketaksamaan   a. yaitu {x : x  > – 2} atau (–2.  akan  tetapi kita harus mengubah tanda ketaksamaan.3  Carilah himpunan penyelesaian dari ketaksamaan (x – 1)2 < 4.  (x – 1)2 < 4  x2 –  2x + 1 < 4      (mengkuadratkan)    (menambahkan –4)      x2 –  2x – 3 < 0    (x + 1) (x – 3) < 0    (memfaktorkan)    Dapat  kita  lihat  bahwa  ‐1  dan  3  adalah  merupakan  titik‐titik  pemisah  yang  membagi  garis  bilangan real menjadi 3 interval yaitu (‐∞. Pada setiap interval ini (x + 1) (x  – 3) mempunyai tepat satu tanda yaitu selalu positif atau selalu negatif. (1. Kita  dapat  mengalikan  bilangan  negatif  yang  sama  pada  kedua  sisi  dari  ketaksamaan.9a). 5x – 3 > 3x – 7. dan (3. ‐1).    Penyelesaian.BAB 1.  Sedangkan  penyelesaian  dari  b  adalah  yang  sebaliknya  (yang  diberi tanda pada sumbu x (Gambar 1.  3.  a. 5x – 3 ≤ 3x – 7. Pada Gambar  tersebut diberikan kurva dari y1 = 5x – 3 dan y2 =3x – 7.  Himpunan  penyelesaian  dari  b  adalah  himpunan  bilangan  real  yang  tidak  termasuk  dalam himpunan penyelesaian dari a.9b). ∞). 3).        b.

  milsalkan  ‐2.11b.10  Dapat  disimpulkan  himpunan  penyelesaian dari ketaksamaan di atas adalah {x : 1 < x  <  3} atau (1.  Hasilnya  terlihat  pada  Gambar  1.  0.  2   2 0  0    0          (menambahkan –2)  (menyamakan penyebut)    Tabel 1.  Dari  tabel  diperoleh  hasil  yang  sama.4 Carilah himpunan penyelesaian dari ketaksamaan  .   +    –     +    Contoh 1.  yaitu  sembarang  bilangan  yang  berada  pada  interval.  Dengan  menguji  pada garis bilangan (Gambar 1.  dan  4.10 (b)   Selain menggunakan titik uji.3).11a) diperoleh penyelesaian adalah {x : –10  ≤ x  ≤  –4} atau [–10. 3).   –   –   ( 1.11 (b) .  yaitu  penyelesaiannya adalah  1.2 Tanda +/. 3 .10       BAB 1. Penyelesaian ini dapat dilihat pada grafik Gambar 1. 3 )  +   –   .  –4).    (a) Gambar 1.       (a) Gambar 1.  dengan  x  ≠  –4  (pembagian  dengan  0). kita juga dapat menggunakan tabel (Tabel 1.dari interval   Tanda      Interval  ∞.    Penyelesaian. PREVIEW DARI KALKULUS  kita  dapat  menggunakan  titik  uji.∞   +  +    Titik‐titik  pemisah  adalah  –10  dan  –4.

 Titik‐titik  pemisah  adalah  1.5 Carilah himpunan penyelesaian dari ketaksamaan (x – 1) (x + 2) (x – 5)2 > 0. sehingga anda  perlu  memiliki  keterampilan  yang  berhubungan  dengan  nilai  mutlak. Hal ini juga  ditunjukkan pada grafik (Gambar 1.  Adalah  benar  bahwa  |x|  selalu  non‐positif  dan  |‐x|  =  |x|. |x|2 = x2 dan |x| = √   8.  dan  dengan  menguji  pada  garis  bilagan  (Gambar 1. Nilai |x| adalah jarak antara x dengan titik asal.  Sifat­sifat nilai mutlak yang penting    1. menggunakan perintah solve.  Nilai  mutlak  dapat  dipandang sebagai jarak tidak berarah.  Nilai  mutlak  dari  suatu  bilangan  real  x  didefinisikan    sebagai:  jika  0 | |   Gambar 1. var . |x| < a    jika dan hanya jika ‐ a < x < a   6.13 jika  0 Sebagai  contoh  |2|  =  2  dan  |‐5|  =  ‐(‐5)  =  5. Perintahnya adalah:   >solve(eqn. ‐2) ∪ (1.   | | 3.   1.peubah terhadap apa kita ingin menyelesaikan persamaan tersebut/ketaksamaan tersebut.persamaan atau ketaksamaan yang ingin dicari penyelesaiannya.  Penyelesaian  dari  ketaksamaan  dapat  dicari  dengan  menggunakan  perangkat  lunak Maple.   Penyelesaian.BAB 1. |x| < |y| ⇔ x2 < y2  . ∞).  Adalah  tidak  benar  mengatakan  bahwa  |‐x|  =  x  (mengapa?).12b)      (a) Gambar 1. |ab| = |a||b| | | 2. |x| > a    jika dan hanya jika x > a atau x < ‐a  Nilai mutlak dan kuadrat 7.12a) diperoleh penyelesaian {x :  x < ‐2 ∪  x < 1} atau (‐∞.  ‐2.13).2. var) dengan eqn .  dan  5. |a + b| ≤ |a| + |b|    (Ketaksamaan segitiga)  4.3 Nilai Mutlak  Konsep nilai mutlak sangat berguna dalam kalkulus. PREVIEW DARI KALKULUS      11  Contoh 1.12 (b) TIK. dan |x –  a| adalah jarak antara x dengan a (Gambar 1. |a ‐ b| ≥ |a| ‐ |b|  Ketaksamaan yang melibatkan nilai mutlak 5.

|2x – 5| < 9  c.  b.14    Gambar 1.  a. Jika |2x – 5| = 9 maka terdapat 2 kemungkinan yaitu 2x – 5 = 9 atau 2x – 5 = ‐ 9  1. |2x – 5| < 9  ‐9 < 2x – 5 < 9    (sifat 5)  ‐4 < 2x < 14    (menambahkan 5)    ‐2 < x < 7      (mengalikan dengan ½ )  Jadi penyelesaian dari |2x – 5| < 9 adalah {x : ‐2 < x < 7} atau (‐2. PREVIEW DARI KALKULUS  Contoh 1. |2x – 5| > 9    Penyelesaian.14   Contoh 1. 2x – 5 = 9  2x = 14 maka x = 7. |2x – 5| = 9  b. ∞).  |5 –  | > 1  5 –   –   6 1 atau 5 –   > 1  0 atau 4 –    > 0  0 atau  0 atau  0   Titik‐ titik pemisah adalah  . Hal ini dapat diilustrasikan dengan grafik pada Gambar 1.    c.   . ‐2) atau (7. 7).    b.     Perhatikan  bahwa  gabungan  dari  himpunan  penyelesaian  dari  a.    2.  Jadi penyelesaian dari persamaan |2x – 5| = 9 adalah x = 7 atau x = –2. 0.7 Carilah penyelesaian dari |5 –  | > 1.   0       (sifat 6)    .   Penyelesaian. 2x – 5 = – 9  2x = –4 maka x = –2. |2x – 5| > 9  2x – 5 < ‐9  atau   2x – 5 > 9    (sifat 6)  2x < ‐4  atau   2x > 14     (menambahkan 5)  atau   x > 7      (mengalikan dengan ½ )  x < ‐2  Jadi  penyelesaian  dari  |2x  –  5|  >  9  adalah  {x  :  x  <  ‐2  atau  x  >  7}  atau  dapat  ditulis  dalam  bentuk interval (‐∞.6  Carilah penyelesaian dari persamaan/ketaksamaan  a.12       BAB 1.  dan  c  adalah  himpunan  bilangan real secara keseluruhan.

     (a) Gambar 1. 0 < x <  . carilah bilangan positif δ  sehingga |x – 2| < δ ⇒  |7x – 14| < ε.16). PREVIEW DARI KALKULUS        13  Dengan mengambil titik penguji diperoleh himpunan penyelesaian dari |5 –  | > 1 adalah   {x : x < 0.  |7x – 14| < ε   ⇔ |7(x – 2)| < ε      ⇔ 7| (x – 2)| < ε      ⇔ |(x – 2)| < ε/7.    Penyelesaian.16  (b)   Contoh 1.8 Carilah penyelesaian dari |x – 1| < 2|x – 3|.  Dengan mengambil titik‐titik penguji 0. 3.15)       (a) Gambar 1.        .BAB 1. 5.9 Jika ε  adalah suatu bilangan positif. 6 diperoleh himpunan  penyelesaian dari  |x – 1| < 2|x – 3| adalah {x :   atau x > 5}(Gambar 1.  Jadi kita dapat mengambil δ = ε/7 sehingga |x – 2| < δ ⇒ |x – 2| < ε/7  ⇒ |7x – 14| < ε.15 (b) Contoh 1. atau x >  } (Gambar 1.    Penyelesaian.  |x – 1| < 2|x – 3|  (x – 1)2 < (2x – 6)2  x2 – 2x + 1 < 4x2 – 24x + 36  3x2 – 22x + 35 > 0  (3x – 7)(x – 5) > 0  Titik‐titik pemisah adalah  .

  Namun  untuk  a  ≥  0..  persamaan   mempunyai  dua  akar  real  yaitu √  dan  √  atau  kadang  ditulis  dengan  √ .  Bunga  dari  deposito  tergantung  dari  lamanya  waktu  deposito.    1. Rigdon.17      Definisi ini tidak memberi batasan terhadap himpunan daerah  .1 dan 0. Pada Maple fungsi yang mengembalikan nilai  mulak dari x dinyatakan dengan  >abs(x).3. E. D. Purcell.3    Fungsi dan pemodelan matematika     Umumnya  penerapan  kalkulus  melibatkan  penggunaan  bilangan  real  atau  peubah  yang  menggambarkan perubahan kuantitas.14       BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS  Catatan: Notasi akar  Untuk  setiap bilangan  real positif  a.  Pada  setiap  kasus  di  atas  nilai  dari  suatu  peubah. 9 ed.E.  tetapi  √4  positif  dari  a.  simbol √  menyatakan  akar  4    mempunyai  dua  akar  yaitu  2 .J. Bagaimanakah definisi fungsi secara matematis?  1.  tergantung  pada  peubah  yang  lain. menggunakan perintah solve seperti pada  persamaan atau ketaksamaan tanpa nilai mutlak.  dalam  kehidupan  sehari‐hari  kita  mengetahui  bahwa suhu air  mendidih  tergantung  dari  ketinggian  tempat  dari  permukaan laut. Salah satu kunci untuk menganalisa suatu situasi secara  matematik adalah pengenalan akan hubungan‐hubungan antara peubah yang menggambarkan  situasi  yang  sedang  dianalisa. Rigdon.2.2 dari Calculus.18).    Latihan 1. New Jersey.1 Pengertian Fungsi  Fungsi  merupakan  salah  satu  konsep  yang  paling  mendasar  dalam  matematika  dan  memiliki  peran yang sangat penting dalam kalkulus.17    Fungsi  dapat  dipikirkan  sebagai  mesin  yang  mengambil  masukan x dan menghasilkan keluaran f(x) (Gambar 1.1 dan 1. yaitu 2. 8. Varberg. D.    Ilustasi dari definisi ini diberikan pada Gambar 1. Varberg.    Gambar 1. 2004. Jakarta.E. Himpunan semua nilai yang diperoleh secara demikian disebut jangkauan dari fungsi.    Definisi  1.  Dalam  hal  tersebut  kita  katakan y adalah fungsi dari x.  kita  sebut  y. Jilid 1.  Sebagai  contoh.  • Subbab 0.  Persamaan  merepresentasikan hanya satu bilangan.  kita  sebut  x.1  Suatu  fungsi  f  adalah  suatu  aturan  korespondensi  yang  mengasosiasikan  untuk  setiap obyek x pada himpunan pertama. disebut daerah asal.  Penyelesaian  dari persamaan  atau ketaksamaan  yang  melibatkan  nilai  mutlak  juga  dapat  dicari dengan menggunakan perangkat lunak Maple. S. Pearson  Education International. Buku Latihan    Bahan pendalaman materi :  • Subbab 1.4 dari Kalkulus. 2007. Purcell. Penerbit  Erlangga. tepat satu nilai f(x) dari himpunan  kedua. Ed. S.J..    TIK.18  Gambar 1. E.

19b.     (a)    Gambar 1. 3.  skema  diberikan  pada  Gambar  1.  | . maka  hubungan  nomor  pokok  dari  seorang  mahasiswa  adalah  fungsi. 2.BAB 1.  yaitu  secara  verbal  dengan  kata‐kata.  karena  setiap  mahasiswa  memiliki tepat satu nomor pokok mahasiswa.4  dalam  pasangan terurut ditulis sebagai.    Himpunan  daerah  asal  dan  jangkauan  dapat  berupa  himpunan  apa  saja  selama  dapat  dibuat  aturan  yang  menghubungkan  tepat  satu  anggota  himpunan  jangkauan  untuk setiap anggota himpunan daerah asal. 16 . maka hubungan usia dari seseorang adalah fungsi. maka  2 2 4  2 2 2  2.  tabel  diberikan  pada  Tabel  1. himpunan pasangan  terurut  setiap  anggota  daerah asal  dan jangkauan.  umumnya  fungsi  yang  kita  bicarakan  adalah  fungsi  yang  daerah  asal  dan  jangkauannya  adalah  bilangan  real  atau  himpunan  bagian  dari  bilangan  real.3        x  1  2  3  4 f(x)  1  4  9  16             Gambar 1.20.  1.19  (b)      Tabel 1.  persamaan matematika. Jadi jika  2.    Jika fungsi f dinyatakan sebagai  .    Fungsi  dapat  direpresentasikan  dalam  berbagai  bentuk. skema.  dan  itulah  yang  akan kita bahas lebih lanjut. 1 . sehingga f(x) dibaca sebagai ‘f dari x’ atau ‘f  pada x’ dan menyatakan nilai yang diberikan f kepada x. 4.  merupakan  representasi  verbal  dari  fungsi  yang  secara  diagram  diberikan  pada  Gambar  1. tabel.      5 .  secara persamaan matematika ditulis sebagai.20    Dalam  kalkulus. PREVIEW DARI KALKULUS      15  asal  dan  jangkauan. 4 . 9 .  diagram.     Sebagai  contoh  fungsi  f  memetakan  bilangan  bulat  positif  yang  kurang  dari  lima  ke  bilangan  kuadratnya.  dan secara grafik diberikan pada Gambar 1. Demikian juga jika daerah asal  adalah himpunan mahasiswa dan jangkauan adalah himpunan nomor pokok mahasiswa. dan grafik.    Suatu huruf f atau F digunakan sebagai nama fungsi.19a.  karena setiap orang memiliki tepat satu usia pada suatu waktu. Sebagai contoh jika  daerah asal adalah himpunan  orang dan jangkauan adalah himpunan usia.

11 Periksa apakah persamaan  4 merupakan fungsi. karena x dapat diberi sembarang nilai dari daerah asal.  Peubah  y disebut peubah terikat. Salah satu cara untuk mengetahui apakah persamaan tersebut merupakan fungsi  atau tidak. PREVIEW DARI KALKULUS  . – f(x)      e.    Contoh 1. f(x) + f(2)  c.      Tidak  semua  persamaan  yang  melibatkan  peubah  bebas  x  dan  peubah  terikat  y  merupakan  fungsi.10 Diberikan fungsi f yang didefinisikan oleh  3 1  Carilah:   a.     Seringkali  daerah  asal dan jangkauan dari suatu fungsi  f tidak diberikan  secara  eksplisit. seperti diberikan pada contoh berikut.  Artinya  persamaan  4 tidak mendefinisikan fungsi. 2   c.    Penyelesaian.  . f(­x)           d. Substitusikan 2 ke x pada persamaan f untuk mendapatkan  2  2 3 2 1 4 6 1 1  3 1 1 3   b.  .  a.    Contoh 1. e.  daerah  asal  f  adalah  himpunan  bilangan  real  terbesar  yang  mungkin  sehingga  nilai  f(x)  juga  merupakan bilangan real (Gambar 1.  terdapat  dua  nilai  untuk  y. adalah dengan mencari penyelesaian persamaan tersebut terhadap y  4   4   Untuk  setiap  nilai  x  antara  ‐2  sampai  2.  maka peubah x disebut peubah bebas. yang  diberikan  hanyalah  persamaan  yang  mendefinikan  fungsi  f  tersebut. 2 2 2 3   3 1 3 3     3 1   1 1  2 3    Perlu diperhatikan bahwa pada contoh ini  2 2  dan  .16       BAB 1.  Dalam  kasus  seperti  ini.        Seperti  telah  dijelaskan  dalam  definisi.21). Substitusikan –x ke x pada persamaan f untuk mendapatkan    3 1 3 1  3 1 3 1  d. karena nilainya tergantung pada nilai x. f(2)  b. Daerah asal adalah himpunan nilai‐ nilai yang telah ditentukan untuk peubah bebas x. f(x+2)  f. 0. Substitusikan x+2 ke x pada persamaan f untuk mendapatkan  2   2 3 2 1 4 4 3 6 f.    Penyelesaian. sedangkan jangkauan adalah himpunan nilai‐ nilai peubah terikat y ketika peubah bebas x diberi nilai dari daerah asal yang telah ditentukan.  fungsi  merupakan  aturan  korespondensi  yang  melibatkan dua himpunan. yaitu daerah asal dan jangkauan.

  a.  terjadi  pembagian  dengan nol pada g(x).       a.13 Keliling suatu segitiga sama sisi adalah k.  Simpulkanlah  ciri‐ciri  bilangan  yang  harus  dikeluarkan  dari  daerah asal. Fungsi  f  meminta  kita  memangkatkan  suatu  bilangan  dan  menambahkan  lima  ke  hasil  pemangkatan tersebut.21    Contoh 1.      Karena segitiga itu sama sisi dan kelilingnya k. c. 2]. Kita  harus  mengeluarkan  2  dari  daerah  asal.  1.  b.12 Carilah daerah asal dari fungsi­fungsi berikut:  5      b.  √4     Penyelesaian.   c.22. Karena penarikan  akar untuk  bilangan  negatif  tidak  menghasilkan  bilangan  real. Umumnya pemodelan masalah aplikasi secara matematika  dapat kita lakukan dalam 3 langkah:    Gambarkan  diagram  yang  mengilustrasikan  masalah  (jika  memungkinkan)  dan  lengkapi  dengan data‐data yang diketahui   Definisikan peubah yang terlibat.2 Pemodelan Matematika    Dalam mempelajari masalah‐masalah terapan.3. Misalkan  s menyatakan sisi segitiga   t menyatakan tinggi segitiga  L menyatakan luas segitiga    Modelkan  fungsi  yang  menghubungkan  peubah‐peubah  yang  ada.  karena  ketika  x  =  2. Pendefinisian fungsi ini merupakan  bagian dari pemodelan matematika. Nyatakan luas segitiga tersebut dalam k.    Contoh 1.    Gambar 1.  Modelkan fungsi yang menghubungkan peubah‐peubah yang ada.  .  Ilustrasi  dari  masalah  diberikan  pada  Gambar 1. PREVIEW DARI KALKULUS      17  Gambar 1.BAB 1. sehingga  daerah asal dari h adalah  : 2 2  atau dalam notasi interval [2.   Gambarkan  diagram  yang  mengilustrasikan  masalah. seringkali kita perlu mendefinisikan fungsi yang  menggambarkan situasi geometris atau fisik dari masalah. Sehingga daerah asal dari g adalah  : 2 .      Eksplorasi.22  Definisikan peubah yang terlibat.  Cobalah  cari  daerah  asal  dari  berbagai  fungsi  yang  dapat  anda  temukan  di  buku‐ buku  referensi  yang  diberikan.    Dalam  hal ini  kita harus  mengambil   4 0.  Karena itu daerah asal dari f adalah himpunan bilangan real.  maka  kita  harus  menghindarinya.    Penyelesaian.  Operasi ini selalu dapat kita lakukan untuk setiap bilangan real. maka  .

  Gambarkan.  Luas kandang    Dari gambar dan informasi biaya diperoleh hubungan  50.15  Anda  ingin  membangun  kandang  berbentuk  persegi  panjang  untuk  binatang  peliharaan  anda.23    Sehingga  400 65 400 65 .000 400.­ per meter dan untuk memperbaharui cat dinding yang ada dibutuhkan biaya  Rp.000.23    Definisikan peubah.    Definisikan peubah.000 15.    Penyelesaian.50.  Biaya  untuk  membangun  sisi  kandang  (dengan  tinggi  tertentu)  adalah Rp.       236 36 Gambar 1.  Gambarkan  diagram  yang  mengilustrasikan  masalah. Misalkan   x menyatakan sisi yang sejajar dengan dinding yang ada   y menyatakan sisi yang lain  L menyatakan luas kandang tersebut    Modelkan  fungsi  yang  menghubungkan  peubah‐peubah  yang  ada.000.000 50.          100 100 Nilai L yang akan dimaksimumkan.  carilah ukuran kandang dengan luas maksimum yang dapat dibangun.14  Jumlah  dari  dua  bilangan  real  adalah  100.  Jika anda mempunyai uang Rp.18       BAB 1. Cara mencari nilai x agar L maksimum akan dipelajari pada Bab 3 nanti.000.000 400.      Contoh  1. Ilustrasi dari masalah diberikan pada Gambar 1.000    atau  100.15.000  400 65   100     √3 √3.  Dalam  kasus  ini  kita  tidak  perlu  menggambarkan ilustrasi dari masalah.400.    Penyelesaian. Misalkan   x menyatakan bilangan pertama dan   y menyatakan bilangan kedua    Modelkan.  Untuk  menghemat  biaya.000 65.­ untuk membangun kandang itu.­ per meter.         . Sampai tahap ini kita baru membuat model matematika dari  masalah.000 50.  100 atau  100 .  2 6 1 √3 √3 . PREVIEW DARI KALKULUS  2 4 1 2   Contoh  1.  Nyatakanlah  bilangan  kedua  dalam  bilangan pertama.  anda  akan  menggunakan  dinding  yang  ada  sebagai  salah  satu  sisi  dari  kandang.

  Grafik  dapat  digunakan  untuk  merepresentasikan fungsi jika daerah asal dan jangkauannya merupakan himpunan bagian dari  himpunan  bilangan  real. PREVIEW DARI KALKULUS      19  TIK. Edwards. E. Varberg.  Jakarta.E. 2004. 2002. Pearson Education  International.    Penyelesaian.16  Gambarkan grafik fungsi  2 3. D.  Pada  bagian  ini  kita  akan  mempelajari  kembali  cara  menggambar  grafik dari suatu fungsi. Purcell.1dari Kalkulus. jika kita mengevaluasi  > f(2). Pada Maple fungsi f yang memetakan x ke f(x) didefinisikan dengan  > f:= x‐>f(x).  Hubungkan titik‐titik tersebut dengan kurva mulus. Rigdon.. Varberg. Buku Latihan    Bahan pendalaman materi :  • Subbab 2. New  Jersey. Ed.3. S. Penney.    Contoh 1.      1. Jilid 1.5 dari Calculus.   Plot titik‐titik tersebut pada sistem koordinat.J.  Pada  pendidikan  sebelumnya. S.  Dengan pendefinisian ini. D.2  kita  juga  telah  menggunakan  grafik  untuk  mengilustrasikan  penyelesaian  dari  suatu  persamaan  dan  ketaksamaan.  Pada  subbab  1. Pearson Education International. 2007. New Jersey.24       x  ‐3  ‐2  ‐1  0  1  2  3    2 3  y  ‐3  ‐1  1  3  5  7  9  Tentukan beberapa titik  Plot titik‐titik tersebut Gambar 1.    Langkah­langkah menggambar grafik fungsi: Tentukan koordinat dari beberapa titik yang memenuhi persamaan.4    Fungsi dan grafiknya    Pada  subab  sebelumnya  telah  disinggung  bahwa  salah  satu  cara  merepresentasikan  fungsi  adalah  dengan  grafik. Grafik dari fungsi f(x) adalah grafik dari persamaan y = f(x).J. Tiga  langkah  dalam  menggambar  grafik  fungsi  f(x)  diberikan  pada  Gambar  1. Penerbit Erlangga. C.  Akan memberikan nilai f(x) untuk x = 2.E. 9 ed.  anda  juga  telah  mempelajari  grafik  fungsi.E. Purcell. Rigdon.24  Hubungkan titik‐titik tersebut  dengan kurva mulus    . E. D.2 dari Calculus.H..BAB 1. 8.  • Subbab 1.    Latihan 1.  • Subbab 0.

17  disebut  fungsi  kuadratik.  bisa  jadi  grafik  yang  kita  peroleh  tidak  merepresentasikan  bagian  yang  menarik  dari  fungsi  yang  grafiknya  sedang  kita  gambar. jika kita menentukan nilai x yang positif saja atau negatif saja pada Contoh  1. b.16  disebut  fungsi  linear.26.17  Gambarkan grafik fungsi  .    Penyelesaian.20         BAB 1.26  Hubungkan titik‐titik tersebut  dengan kurva mulus    Gambar 1.       x  ‐3  ‐2  ‐1  0  1  2  3      y  9  4  1  0  1  4  9  Tentukan beberapa  titik  Plot titik‐titik tersebut Gambar 1.25       Contoh 1.27      Menentukan koordinat  dari  beberapa titik yang memenuhi persamaan  dapat dilakukan secara  sembarang  dengan  menentukan  nilai  x  terlebih  dahulu  dan  kemudian  mencari  nilai  y  yang  bersesuaian. Tiga langkah dalam menggambar grafik fungsi g(x) diberikan pada Gambar 1.25 diberikan grafik dari fungsi   untuk berbagai  nilai m. Misalnya.  Gafiknya  berbentuk  parabola. Bentuk umum dari fungsi linear adalah    dengan m dan c adalah bilangan real dan m menyatakan kemiringan  dari  garis.  Bahkan  grafik  bisa  sama  sekali  tidak  merepresentasikan  fungsinya.  0).  Namun  dengan  pemilihan  sembarang  titik  seperti  ini.  bisa  jadi  kita  akan  menggambar  garis  lurus  untuk  merepresentasikan  fungsi  tersebut.     .  dan  titik  perpotongan  ini  juga  dapat  mengarahkan kita untuk memilih titik yang lain.  Gafiknya  berbentuk garis. dan jika  0 parabola  terbuka ke bawah.  Pada  Gambar 1.    Karena  itu.27 diberikan grafik dari  fungsi   untuk berbagai nilai a. PREVIEW DARI KALKULUS  Fungsi  seperti  f  pada  contoh  1.    Fungsi  seperti  g  pada  contoh  1.  Bentuk  umum  dari fungsi kuadratik adalah        dengan a.  penentuan  beberapa  titik  yang  memenuhi  persamaan  ini  dapat  dimulai  dengan  mencari  perpotongan  grafik  dengan  garis  sumbu.  jika  salah  pilih. dan c adalah bilangan real dan  0.  Jika  c  =  0  maka  grafik  melalui  titik  pusat  (0. Pada Gambar 1.    Gambar 1.17. Jika a >  0  maka parabola terbuka ke atas.

  berarti  0 dan  diperoleh  titik  yang  sama.  Contoh 1.27  terlihat  bahwa  grafik  dari  fungsi     simetris  tehadap  sumbu‐y  dan   simetris  terhadap  titik  pusat  (0.  Tiga  langkah dalam menggambar grafik fungsi h(x) diberikan pada Gambar 1.  Fungsi  yang  demikian  disebut  fungsi  genap.  0).29a) dan   adalah  contoh  fungsi  ganjil  (Gambar  1.     untuk setiap x pada daerah asal  . Pertama‐tama  kita  akan  mencari  perpotongan  persamaan   dengan  dengan  0 diperoleh titik (0.29      (b)  .  0).  tidak  simetris  terhadap  sumbu‐y  atau  titik  pusat.BAB 1.  Jika    untuk  setiap  x  pada  daerah  asal  . Jika  simetris  terhadap  sumbu‐y. PREVIEW DARI KALKULUS      21    .28  Hubungkan titik‐titik tersebut dengan kurva mulus  Dari  Gambar  1.18  Gambarkan grafik fungsi    Penyelesaian.  Contohnya  adalah  fungsi  2 3 pada  contoh. 0).       x  y  ‐3  ‐27  ‐2  ‐8  ‐1  ‐1  0  0  1  1  2  8  3  27    Tentukan  beberapa titik  Plot titik‐titik tersebut Gambar 1.28  terlihat  bahwa  grafik  fungsi  Memeriksa  kesimetrisan  grafik  fungsi  dapat  membantu  dalam  menggambar  grafik  fungsi. Perpotongan dengan sumbu‐x.  yaitu  (0. Fungsi   adalah contoh fungsi genap (Gambar 1. 1.  Fungsi  yang  demikian disebut fungsi ganjil.19  Gambarlah grafik fungsi  .  dari  Gambar  1.28.       Gambar 1.29b).    Contoh 1.  Kesimetrisan  dapat  diketahui  dengan  memeriksa  apakah  fungsi  merupakan  fungsi  genap  atau  ganjil.  Fungsi  yang  tidak  genap  atau  ganjil.   garis sumbu.  maka  grafik   simetris  terhadap  titik  asal.        (a)  Selain melakukan langkah‐langkah di atas. untuk menggambar grafik fungsi kadang‐kadang kita  juga perlu memperhatikan ciri‐ciri dasar dari fungsi. berarti  0 dan  0 Perpotongan  dengan  sumbu‐y.16. maka grafik    Misalkan   suatu fungsi.

  1 1     Karena   adalah  fungsi  ganjil.31 yang memberikan grafik fungsi‐fungsi   . maka g(x) bernilai negatif dan sangat kecil.  Jika x bernilai negatif dan bilangannya sangat besar.31      Kemudian perhatikan Gambar 1.  maka  grafik  fungsi  tersebut  simetris  terhadap  titik  asal.8.  4 .  Sehingga ketika menentukan beberapa titik pada kurva.  maka  grafik  fungsi  pada  sisi  sumbu‐y  yang  lain  merupakan  pencerminan  terhadap  titik  pusat.30          x  1  2  3  4    1 y  1  ½  1/3  1/4      Tentukan  beberapa titik  Plot titik‐titik tersebut Gambar 1.    Kita juga dapat memeriksa kesimetrian fungsi g.  Tiga langkah dalam menggambar fungsi     diberikan pada Gambar 1.  Jika x bernilai positif dan sangat besar. kita lebih dahulu memperhatikan ciri‐ ciri dari fungsi f. PREVIEW DARI KALKULUS  Penyelesaian.  Jika x bernilai negatif dan dekat ke 0. maka g(x) bernilai negatif dan sangat besar. dan  4.  Demikian  juga  dengan  pengurangan 2 dan 4 pada  f(x)  menghasilkan grafik yang identik  dengan grafik f(x) tetapi bergeser ke bawah sejauh 2 dan 4 satuan.  .   Gambar 1.  Jika x bernilai positif dan dekat ke 0. maka g(x) bernilai positif dan sangat kecil. maka g(x) bernilai positif dan sangat besar.  2 .    Pergeseran grafik fungsi    Jika  kita  menggeser  grafik  suatu  fungsi  secara  vertikal  atau  horizontal. kita cukup menentukan titik‐titik untuk  x  positif  atau  negatif  saja. perubahan apakah yang terjadi pada persamaan fungsi  tersebut?  Perhatikan  Gambar  1. Perhatikan bahwa penambahan  .  2.30  Hubungkan titik‐titik tersebut  dengan kurva mulus  Sifat dasar dari suatu fungsi nantinya dapat kita periksa menggunakan konsep limit yang akan  dibahas pada subbab 1.22       BAB 1.31  yang  menggambarkan  grafik  fungsi‐fungsi    .  konstanta  2  dan  4  ke  sisi  kanan  persamaan  menghasilkan  grafik  yang  identik  dengan  grafik  f(x)  tetapi  bergeser  ke  atas  sejauh  2  dan  4  satuan.  karena  ketika  grafik  fungsi  pada  satu  sisi  dari  sumbu‐y  diketahui. Sebelum melakukan ketiga langkah di atas.

  artinya  untuk  setiap  nilai  x  (b)  terdapat  tepat  satu  nilai  y. dapat diterapkan  untuk menggambar grafik dari sembarang persamaan  .  kita  dapat  melakukan uji garis vertikal untuk memeriksa apakah persamaan tersebut  mendefinisikan fungsi atau bukan.34  .    Pergeseran horisontal  Menggeser grafik sejauh h unit ke kiri jika h > 0 dan ke kanan jika    h < 0.33a).1  telah  dijelaskan  bahwa  tidak  setiap  persamaan  berbentuk    merupakan fungsi.     Pada  sub  bab  1. Jika sembarang garis vertikal yang kita    ambil  memotong  grafik  tepat  di  satu  titik.34b).    Untuk  sembarang  persamaan  yang  grafiknya  diberikan.      (a)    (b)    Gambar 1. PREVIEW DARI KALKULUS      23  2 .33 memberikan ilustrasi dari pergeseran grafik fungsi ini.    Gambar 1.32    Secara umum aturan pergeseran grafik fungsi adalah sebagai berikut:    Pergeseran vertikal  Menggeser grafik sejauh k unit ke atas jika k > 0 dan ke bawah jika  k < 0.     Cara  lain  untuk  memeriksa  apakah  suatu  persamaan  merupakan  fungsi  atau  bukan  dapat  dilakukan  dengan  melakukan  uji  garis  vertikal  pada  grafik  persamaan  yang  diberikan.  Perhatikan  bahwa  penggantian  x  menjadi x‐2 dan x‐4 pada f(x).34a).BAB 1.  jika  terdapat  satu  garis  vertikal  Gambar 1.2).  Perhatikan  grafik  dari  persamaan  4 (Gambar 1.  2 .  dan  4 .  sehingga  kita  katakan  4  tidak  (a)  mendefinisikan  fungsi  (sama  dengan  kesimpulan  yang  kita  peroleh  pada  subbab 1.  maka  persamaan  tersebut  mendefinisikan  suatu  fungsi  (Gambar  1. terlihat bahwa garis l memotong grafik  dua kali.  4 .3. Hal ini tidak sesuai    dengan  definisi  fungsi.  Sebaiknya. menghasilkan grafik yang  identik  dengan  grafik  f(x)  tetapi  bergeser  ke  kanan  sejauh  2  dan  4  satuan.  Demikian  juga  penggantian  x  menjadi  x+2  dan  x+4  pada  f(x)  menghasilkan  grafik  yang  identik  dengan  grafik  f(x)  tetapi  bergeser  ke  kiri  sejauh 2 dan 4 satuan.33    (c)  Cara menggambar grafik fungsi seperti yang telah dijelaskan pada bagian ini. Jika kita membuat garis vertikal l memotong  grafik persamaan (Gambar 1. Artinya terdapat 2 nilai y untuk suatu nilai x.    Gambar 1.

 b. y=c.  misalnya  x  =  2  atau  digunakan perintah implicitplot.  karena  sering  digunakan  atau  karena  memiliki ciri khas tertentu..2 dari Calculus. New Jersey.  .5  dari  Calculus. Rigdon.2 artinya grafik akan di  plot  untuk  x antara ‐2  sampai 2)  v – jangkauan vertikal  …  ‐  opsional. h. dengan sintaks sebagai berikut:  >implicitplot(expr1.4  dan  0.  Opsional  ini  dapat  diisi  dengan  perintah‐ perintah yang mengatur warna grafik. Misalnya  2 (Gambar  1. d – konstanta  options – opsional.  Pearson  Education International.H. Grafik dari suatu fungsi satu peubah dapat digambar menggunakan Maple dengan perintah  plot yang sintaksnya sebagai berikut:  >plot(f.. Penney. Ed.E. Jilid 1.  maka  persamaan  itu  tidak  mendefinisikan  fungsi  (Gambar 1.33d terlihat ada x yang tidak menghasilkan  nilai y. Fungsi konstan  . Pearson Education International.5    Fungsi­fungsi yang penting    Terdapat  fungsi‐fungsi  yang  diberi  nama  secara  khusus. E.J.    1. v. c. seperti yang dijelakan pada plot..  artinya  terdapat  nilai  x  yang  menghasilkan  dua  nilai  yang  berbeda  atau  lebih  untuk  y.  Untuk  fungsi  yang  tidak  dapat  dinyatakan  secara  eksplisit. jenis grafik. Edwards.36).  Varberg. 2002. 8. …)  dengan  f – fungsi‐fungsi yang grafiknya akan digambar  h – jangkauan  horisontal (misal:  x =  ‐2.  Pada Gambar 1. options)  dengan  expr1 – persamaan dalam x dan y yang grafiknya akan diplot  a.24       BAB 1. Varberg. tebal tipisnya grafik. 2007. x=a. untuk suatu konstanta k.4. dll. Buku Latihan    Bahan pendalaman materi:  • Subbab 2.J.  Rigdon. D.E.  Fungsi ini menghasilkan k untuk setiap nilai x pada daerah asal.  D.  S.  9  ed.  E. S.E.1dari Kalkulus. D.  • Subbab 1. New  Jersey.    Latihan 1.  Purcell.. 2004. Fungsi‐fungsi itu antara lain.d. Titik x  seperti ini tidak termasuk dalam daerah asal dari fungsi.      1. C.     4.  • Subbab  0.  (a)    (b)  Gambar 1.  artinya  bisa  ada  atau  tidak.33b dan c).b.35  (c)  (d)  TIK..  Jakarta. Purcell. PREVIEW DARI KALKULUS  saja  yang  memotong  grafik  di  lebih  dari  satu  titik. Penerbit Erlangga.

Fungsi nilai mutlak  | |.    5. Fungsi  rasional  adalah  fungsi  pembagian  polinomial  dengan  polinomial. ‐∞. .37 .  Fungsi ini menghasilkan x untuk setiap nilai x pada daerah asal (Gambar 1.    merupakan konstanta.BAB 1.2.  Misalnya  4.  0.  jika  0 Pada Gambar 1. 0. Fungsi  linear  . atau ∞.  Misalnya  3 4 12 adalah  fungsi  polinomial  berderajat 12. dengan   menyatakan bilangan bulat terbesar  yang lebih kecil atau sama dengan x (Gambar 1.  | |       Gambar 1.  untuk  konstanta  .1.38 diberikan grafik dari fungsi nilai mutlak. dan  0. Fungsi bilangan bulat terbesar  .  4 .    3.  b.   9.     .  untuk  konstanta  m  dan  c.36    2. Misalnya  2 5 dan  7 .  Misalnya  . PREVIEW DARI KALKULUS      25  Gambar 1.39).2.    .  0. Fungsi piecewise  Gambar 1.1.   .    . dengan     jika  0 .    7.38    8.  . dengan   dan    0. Fungsi  kuadratik  2 6. Fungsi  polinomial  berderajat  n.    6.  Fungsi  ini  mengandung  x  berderajat satu. 39  Gambar 1.37). atau  7 10. Fungsi identitas  .  dan  c.    .  untuk  konstanta  a.

0 100   48.. cond_n.             . seperti memodelkan biaya pembelian barang yang harga satuannya berbeda untuk  jumlah pembelian tertentu.  Fungsi  piecewise  sangat  berguna  untuk  memodelkan  situasi  tertentu. Pada Maple fungsi piecewise dapat didefinisikan dengan perintah piecewise.      2 2 2 2  4. ∞ 1     1 .  Seperti  pada  bilangan. dan pembagian. Misalkan harga suatu jenis zat kimia adalah Rp..000. f_n. C. New  Jersey.6    Aljabar fungsi     Operasi fungsi    Suatu fungsi baru dapat dibangun dari berbagai fungsi‐fungsi bernilai real yang diberikan pada  subbab  sebelumnya. perkalian.40).000 .3 dari Calculus.    50. f_otherwise)  dengan  f_i – ekspresi‐ekpresi  cond_i – relasi yang memberikan kondisi dimana f_i berlaku/didefinisikan   f_otherwise ‐ (opsional) expresi default. cond_2..  Operasi  yang  dapat  dilakukan  adalah  perkalian  dengan  konstanta. Suatu fungsi yang baru dapat diperoleh dengan menerapkan operasi aljabar pada fungsi  yang  lain.  demikian  juga  dengan  fungsi.48.000 .  pengurangan.1 ∞ Gambar 1.40    mendefinisikan  1 untuk x kurang atau sama dengan 1 dan  1 untuk x  lebih  dari  1  (Gambar  1.    Misalkan   2  dan  2.50.  satu  bilangan  yang  baru  dapat  diperoleh  dengan  melakukan  operasi  ajabar  terhadap  satu  atau  dua  bilangan  yang  lain. Misalnya    1 .      2 2  4.H. PREVIEW DARI KALKULUS    Fungsi  ini  mendefinisikan  aturan  korespondensi  yang  berbeda  untuk  paling  sedikit  dua  interval  yang  tidak  beririsan pada daerah asal. f_1.26         BAB 1.‐ per liter  untuk pembelian kurang dari seratus liter  dan Rp.  penjumlahan. yaitu:  > piecewise(cond_1. maka    2 5  10. Penney.     5 5  2 2 .‐ per liter untuk pemberlian lebih  dari 100 liter.      1. f_2. 100 ∞   TIK. Edwards.5.000. 2002. . ekspresi yang benar jika kondisi‐kondisi lain yang telah  didefinisikan tidak ada yang tepenuhi  Latihan 1.E. maka fungsi harga zat kimia akan dimodelkan menjadi . D.   . Buku Latihan    Bahan pendalaman materi:  • Subbab 1. Pearson Education International.

    Definisi  1.  f–g.    Contoh  1.BAB 1.  Formula  Daerah asal  Keterangan  1 Daerah asal f   2   2√1 1 1 Irisan  1 dengan  1  √1 √1 1 1 Irisan  1 dengan  1 √1 √1 1 1 Irisan  1 dengan  1  1 .g  sama  dengan  daerah  asal  f  atau  g.  maka  daerah  asal  fungsi  hasil  operasi     fungsi  adalah  irisan  dari  daerah  asal  fungsi‐fungsi  semula  (Gambar   Gambar 1.    Contoh 1.  Sedangkan  daerah  asal  f/g  adalah  2  untuk menghindari pembagian dengan 0. dan  f4 serta daerah asal masing­ masing.42  Komposisi fungsi      Jika  f    bekerja  pada  x  untuk  menghasikan  f(x)  dan  g  bekerja  pada  f(x)  untuk menghasilkan g(f(x)).  sehingga  daerah  asal  kf. operasi komposisi fungsi tidak komutatif.  daerah  asal  f  sama  dengan  daerah  asal  g  yaitu  ‐ ∞<x<∞.21 Diberikan  4 .  f.  f–g.41 1.  fungsi‐fungsi  yang  lebih  kompleks  juga  dapat  dibangun  dengan  komposisi  fungsi.  dan  f. PREVIEW DARI KALKULUS      27  Pada  contoh  di  atas. Jika daerah asal fungsi‐fungsi  yang  dioperasikan  berbeda. f/g.  Jika  kita  memikirkan  fungsi  seperti  mesin  yang  mengambil  suatu  masukan  dan  mengeluarkan  suatu  keluaran.    Penyelesaian. f+g. maka kita telah mengkomposisikan g dengan  f.  Hal ini berlaku secara umum.41). Carilah formula untuk 2f.    untuk |       Pada contoh di atas terlihat   . yaitu komposisi f dengan g belum tentu sama dengan komposisi g  dengan f.  maka  komposisi  fungsi  dapat  dipandang  sebagai  rangkaian  dari  dua  mesin  dimana  keluaran  dari  mesin  pertama  menjadi masukan ke mesin kedua (Gambar 1.  f+g. √1 √1 √1 √1 √1      = 1   1 1 1 Karena g(–1) = 0  Daerah asal f    Selain  menerapkan  operasi  aljabar  terhadap  fungsi.20  Diberikan     dengan  daerah  asal  1 dan     dengan  √1 √1 daerah asal  1.2 Komposisi dari dua fungsi g dan f adalah fungsi   yang didefinisikan dengan    untuk semua x pada daerah asal f sedemikian sehingga   berada pada daerah asal g.    Gambar 1.g.  yaitu  –∞<x<∞. Dengan perkataan lain. dan    4 | 2. maka  √  dan  4   4 √ untuk  0.42).        .

 pergantian arus listrik.  sehingga  kita  memperoleh  hubungan antara radian dengan derajat yaitu  2 360° atau  180°.  Satu  radian  adalah  sudut  pusat  lingkaran  berjari‐jari  r.  kosinus. D.22 Diberikan    Penyelesaian. Ed.2 dari Kalkulus.  5 √ 9 dan    .  Magnitude  pada  getaran  ini  paling  baik  dideskripsikan  dengan  sinus  dan  kosinus  dari  fungsi  trigonometri.44      Untuk lingkaran berjari‐jari r. Rigdon.  S.43).  E. S..   sehingga besar sudut pusat satu lingkaran penuh adalah   2 2 .6.43  kembali  fungsi  trigonometri  dengan  sifat‐sifatnya. panjang busur keliling lingkaran adalah 2πr.          Latihan 1.    1.7    Fungsi trigonometri    Banyak sistem fisis yang memiliki sifat dasar bergetar seperti  pergerakan  pendulum.  Jakarta. 8.  Varberg.  pada  bagian  ini  kita  akan  melihat  Gambar 1.. carilah  BAB 1.  Ringkasan  dari  definisi  fungsi  sinus.    Pada  trignometri. Penerbit Erlangga.44)  maka besar sudut     radian. Buku Latihan    Bahan pendalaman materi :  • Subbab 2. jika panjang busur lingkaran  adalah s (Gambar 1.E.  Rigdon.  dan  tangen  berdasarkan  segi  tiga  siku‐siku  (Gambar 1.  5 5 9 4 4 4 2 8.  laju  getaran  juga  dapat  direpresentasikan  dengan  turunan  dari    fungsi  trigonometri  ini. Jilid 1. dan  naik  turunnya  gelombang.  khususnya  yang  berhubungan dengan kalkulus. fibrasi dari senar gitar yang dipetik. New Jersey. 2004. PREVIEW DARI KALKULUS  5 .E.  Purcell.  Pearson  Education  International.  Karena  itu.  9  ed.  yang  menghadap busur dengan panjang r (Gambar 1.  Lebih  jauh  lagi. Varberg.J.    Kita  tahu  bahwa  sudut  pusat  dari  suatu  lingkaran  adalah  360°.  pada  kalkulus  sudut  biasanya  diukur  dengan  radian. E.  Gambar 1.  sudut  biasanya  diukur  dengan  derajat  atau  radian. Purcell.6  dari  Calculus.    Untuk sembarang busur pada lingkaran.  • Subbab  0. 2007.J.45) adalah sebagai berikut:   .28     Contoh 1.  D.    Anda  mungkin  sudah  pernah  melihat  definisi  fungsi  trigonometri  berdasarkan  segi  tiga  siku‐ siku.

    3. fungsi trigonometri dapat didefinisikan berdasarkan  lingkaran  satuan. maka nilai sinus dan kosinus juga berada pada  interval [‐1. yaitu  sin    dan   cos   Gambar 1.  Misalkan titik A adalah  titik (1.47   5. 1].45      Secara lebih umum. Pasti terdapat tepat satu  titik  .  Persamaan  lingkaran  tersebut  adalah  x2  +  y2  =  1.  Gambar 1.48 . Titik P1 dan P2 yang berkorespondensi dengan  t  dan –t adalah simetris terhadap sumbu  x. sin cos tan       Gambar 1. 0) dan t sembarang bilangan real positif.    2.  artinya absis dari  P1 dan P2 adalah sama (Gambar 1.47). artinya antara  absis dan ordinat saling bertukar tempat (Gambar 1.   1. Karena x dan y berada pada lingkaran. Karena nilai t merupakan sembarang bilangan real.BAB 1.  mempunyai  panjang  t  (Gambar  1. PREVIEW DARI KALKULUS      29  1. Karena x dan y selalu berada antara ‐1 dan 1.  sinus  adalah  fungsi  genap  sedangkan  kosinus  adalah  fungsi ganjil.  yang sama . Akibatnya kita dapatkan    sin sin    dan   cos  cos     Dengan  kata  lain. maka kita  mendapatkan identitas yang sangat terkenal  cos 1.  sin Gambar 1.46). sehingga  sin 2 sin    dan   cos  2 cos     4.  0)  dan  jari‐jari  1. Titik yang berkorespondensi dengan t dan   simetris terhadap garis y = x.46     Sifat­sifat sinus dan kosinus    Dengan memperhatikan lingkaran satuan yang didefinisikan di atas.  Dengan  demikian kita dapat mendefinisikan fungsi sinus dan kosinus. Karena  keliling  lingkaran  satuan  adalah 2 . dan ordinatnya  berbeda tanda.48). 2.  yaitu  lingkaran  dengan  titik  pusat  di  titik  (0. artinya memenuhi persamaan x2 + y2 = 1. 3.  di  C    yang  kalau  diukur  pada  busur  AP  dengan  arah  berlawanan  jarum  jam.  Misalkan  lingkaran satuan ini disebut dengan lingkaran C. sehingga    sin cos    dan   cos  sin             6. secara langsung kita dapat  menemukan beberapa sifat sinus dan kosinus.  maka  nilai  t  dan  2  menunjukkan  titik  . maka daerah asal dari sinus dan kosinus  adalah himpunan bilangan real R.

  dan  pada  saat  itu  sin cos  (Gambar  1.51      Plot  titik  dan  grafik  diberikan  pada  Gambar  1.49).  1).  Grafik  sinus  dan  kosinus  untuk  daerah  asal  yang  lebih  luas  diberikan  pada  Gambar  1.50  Hubungkan titik‐titik tersebut  dengan kurva mulus    Gambar 1. Sinus dan kosinus bernilai antara ‐1 dan 1. Dengan  cara  yang  sama  dapat  diperoleh                sin    0  1/2  √2/2  √3/2  1  √3/2  √2/2  1/2  0  cos    1  √3/2  √2/2  1/2  0  ‐ 1/2  √2/2  √3/2  ‐1    Tentukan beberapa  titik    Plot titik‐titik tersebut Gambar 1. Menggunakan Phytagoras diperoleh     1   Gambar 1.  Untuk  beberapa  sudut  yang  lain.  dan   radian  dengan  mudah  dapat  langsung  diperoleh  dari  lingkaran  satuan.  nilai  sinus  dan  kosinus  dapat  diperoleh  dengan  argumentasi  geometri.49 sin 4 sin 4 2 sin 4     √ √ Sehingga sin .30         BAB 1.50.  kita  dapat  mengikuti  3  langkan  menggambar grafik pada subbab 1.  .  Misalnya  untuk   maka  t  merupakan  setengah  perjalanan  dari  (1.  Sinus  dan  kosinus  dari  0.  Dari  grafik  fungsi  sinus  dan  kosinus  ini  dapat  disimpulkan beberapa hal:  1.        t  0  / / / / / / /     .50. Demikian  juga cos  √2 tabel titik‐titik pada Gambar 1.4.  .    Tentukan  beberapa  titik.  0)  ke  (0. PREVIEW DARI KALKULUS  Grafik sinus dan kosinus    Untuk  menggambar  grafik  dari  fungsi  sinus  dan  kosinus.51.

 PREVIEW DARI KALKULUS      31  2. hanya bergeser sejauh   .52      Suatu fungsi f dikatakan periodik jika terdapat suatu bilangan positif p sehingga    untuk setiap bilangan real x pada daerah asal.  Tabel 1. /2 0 sin 2. /8 √2/2  sin 2.5 akan  diperlukan. Grafik dari  sin  simetris terhadap titik asal. didefinisikan juga 4 fungsi trigonometri yang lain.23 Gambarlah grafik fungsi      t  0  /   /   /   /   /   /   /     /     cos  simetris  2 .5 /8 √2/2 sin 2. 0  sin 2.0 0  sin 2.7 /8 √2/2 sin 2.    Amplitudo  suatu  fungsi  periodik  adalah  setengah  dari  selisih  nilai  maksimum  dan  nilai  minimum  fungsi  tersebut. Bilangan positif p yang terkecil disebut  periode  dari  f.  maka  amplitudonya adalah 1. Grafik dari sin t sama dengan cos t.  Fungsi sin    mempunyai periode 2 /  karena   2 sin sin 2 sin .    Dalam mempelajari kalkulus lebih lanjut.3 /8 √2/2  sin 2. /4 1 sin 2.9 /8 √2/2  Tentukan beberapa titik   Plot dan Hubungkan titik‐titik  tersebut  Gambar 1.4 Identitas Trigonometri  Identitas Genap – Ganjil   sin sin   cos cos   Identitas  Trigonometri Identitas Kofungsi sin 2 cos   .    Periode dan amplitudo  Fungsi trigonometri yang lain    Selain sinus dan kosinus.  Contoh 1.    Sinus  dan  kosinus  adalah  fungsi  yang  periodik  dengan  periode   2 . yaitu:  sin cos 1 1 tan           cot             sec           csc   cos sin cos sin Karena ke‐4 fungsi ini didefinisikan atas sinus dan kosinus.  1]. indentitas‐identitas trigonometri pada Tabel 1.  Periode dari fungsi  cos   juga 2 / .  4. maka sifat‐sifat ke‐4 fungsi ini juga  dapat diperoleh dari sifat‐sifat fungsi sinus dan kosinus.  Karena  jangkauan  fungsi  sinus  dan  kosinus  adalah  [‐1.  sin   sin 2. Keduanya berulang pada setiap interval 2  yang berurutan  3.BAB 1. dan grafik dari  terhadap sumbu‐y.3 /4 1  sin 2.

        Identitas Perkalian 1 sin sin cos 2 1 cos cos cos 2 1 sin sin cos 2   .3 dari Kalkulus. Varberg. E. 8. Rigdon. S. Misalnya untuk menghitung  cos    digunakan perintah  > cos(Pi/5).J. Penerbit Erlangga.. S. Varberg. Rigdon.7. 9 ed. E. D. Purcell. D.E.7 dari Calculus.  Jakarta.E. Pearson Education  International. New Jersey.  • Subbab 0.J. Jilid 1.. 2004.32     tan tan     BAB 1. Pada Maple fungsi‐fungsi trigonometri sudah didefinisikan. Ed. 2007. Purcell. Buku Latihan    Bahan pendalaman materi :  • Subbab 2.    Latihan 1. PREVIEW DARI KALKULUS  cos tan 2 sin   Identitas Phytagoras  cos 1  sin sec   1 tan csc   1 cot Identitas Sudut Berganda  sin 2 2 sin cos   cos 2 cos sin              2 cos 1             1 2 sin   Identitas Penjumlahan  sin cos sin cos 2 sin 2 cos 2 2 cos cos 2 2     cot   2 Identitas Penjumlahan Sudut sin sin cos cos sin   cos cos cos sin sin   tan tan tan   1 tan tan Identitas Setengah Sudut sin cos 1 2 1 2 cos   2 cos   2 cos cos sin         TIK.

  apakah  luasnya  juga  mendekati  9?  Perhatikan  Tabel  1.54         .994001  2.    Tabel 1.01  1.54.  lim 3 4  Mungkin  anda  mulai  berfikir.6 x  0.7  kita  tahu  bahwa  f(x)  akan  mendekati  4  ketika  x  mendekati  1.  Jika  panjang  sisi  persegi  telah    diketahui.  maka kita  harus  membuat panjang  sisi persegi mendekati 3. akan sangat membantu anda mempelajari  kalkulus.001  9.00020001  1.54c  memberi  informasi  kepada  kita  bahwa  nilai  fungsi  di  x  =  1  berbeda  dengan  nilai  limit  f  ketika  1.     1. PREVIEW DARI KALKULUS      33  1.  apa  bedanya  mengatakan  nilai  f(1)  =  4  dengan mengatakan f(x) mendekati 4 ketika x mendekati 1? Perhatikan  3  grafik  fungsi  pada  Gambar  1.0001  9.00060001 3.5 Sisi  Luas  2.  Misalkan jika panjang sisi persegi adalah 3.999  8.006001  3.0601 3.99980001  ↑  ↑  1.      Nilai  ketiga  fungsi  ini  adalah  4  ketika  x  =  1.0001  4.  Secara  matematika ditulis.  Gambar  1.002001  4.  Atau.9801  3.  Misalkan  kita  ingin  mengetahui  luas  dari  persegi  seperti pada Gambar 1.001  1.1 Pengertian Limit Fungsi                    Untuk  memberi  gambaran  ide  tentang  limit. maka luas persegi mendekati  9. maka luas persegi adalah 9.81  3.6.61  Kemudian  perhatikan  fungsi  3.998001  ↓  ?  Tabel 1. Pada bagian ini  kita  akan  masuk  ke  konsep  yang  sangat  mendasar  dalam  kalkulus  yaitu  limit.9  0. Terlihat bahwa jika panjang sisi mendekati 3.  Nilai  f(1)  =  4.  namun  jika  kita  perhatikan  perilaku  fungsi  ketika  x  mendekati  1  sangat  jauh  berbeda.9999  3.     Bagaimana  jika  panjang  sisi  persegi  mendekati  3.21  Gambar 1.01  9.     0. maka kita dapat menghitung luas persegi  Gambar 1.  namun  bagaimanakah  perilaku  f(x)  ketika  x  mendekati  1?  Dari  Tabel  1.1  4. jika  kita ingin  membuat  luas persegi  mendekati  9.999  ↓  1  f(x)  3.8.9  8.BAB 1.51.41  2.  yang  menunjukkan  nilai‐nilai  luas  persegi  ketika  panjang  sisinya mendekati 3.1  9.9999  8.8    Limit Fungsi    Apa yang telah kita bahas sampai saat ini disebut prekalkulus.  bukan kalkulus.99  8.99  0. Luas persegi dapat dicari  dengan  terlebih  dahulu  mengukur  panjang  sisi  dari  persegi  tersebut.  Menguasai  konsep‐konsep dan keterampilan yang telah dibahas.99940001 ↓  ↓  3  ? ↑  ↑  3.53 dengan  menggunakan  rumus  menghitung  luas.9401 2.0201  4.  kita  akan  memulai  dari  sesuatu  yang  sangat  sederhana.

  Konsep limit berkaitan dengan perilaku fungsi ketika x dekat dengan c.99  1.9999  ↓  ↓  .      Contoh 1.9  1.7 x  0.0001  2. Dari tabel terlihat bahwa ketika x mendekati 1 maka  g(x)  akan  mendekati  2.     1 1 1 lim lim   1 1 1 1 1  lim Gambar 1.01  1.9  1.55.  kita  juga  dapat  menunjukkan limit ini.1    BAB 1.999  1.999  4. dan bukan ketika x = c.9  0.1  g(x)  1.    Definisi 1. Kita  tulis lim 2 3 7. Fungsi f bisa saja tidak terdefinisi di c.01  2.8).  Perhatikan bahwa    Menurut anda mana yang lebih informatif mengatakan f(x) tidak terdefinisi untuk x = 1 atau f(x)  akan mendekati 2 ketika x mendekati 1?     Dari pembahasan hingga saat ini kita dapat memberikan pengertian intuitif dari limit.999  0.001  1.25 Carilah    Tabel 1.9  4. Ketika kita mengatakan x mendekati 1 artinya  1. PREVIEW DARI KALKULUS  .  Apa  sebenarnya arti mendekati itu? Kapan suatu nilai kita katakan mendekati nilai lain? Hal ini akan  dibahas kemudian ketika kita mempelajari pengetian tepat dari limit.001  2.    1 selama  1. Kita tahu bahwa f tidak terdefinisi di  Sekarang perhatikan fungsi  x = 1.  kita  selalu  menggunakan  istilah  mendekati.99  1.  Secara matematisditulis.9999  4.9999  ↓  ?  ↑  2.0001  1.    1 lim 2  1 Dengan  pendekatan  aljabar.999  1.    Definisi ini tidak memberi persyaratan apa‐apa untuk c.3  Pengertian intuitif limit  Untuk  mengatakan   berarti  ketika  x  dekat  tetapi  berbeda  dengan  c  maka  f(x)  dekat dengan L.  Grafik  dari  fungsi  g(x)  diberikan  pada  Gambar  1. Ketika  x  mendekati  5  maka 2 3 mendekati 2⋅5 3 7.24 Carilah  2 3.99  4.55 2.8  x  f(x)  1. namun berapakah nilai g(x) ketika x mendekati 1? Untuk mengetahuinya  maka  kembali  kita  membuat  tabel  yang  memberikan  nilai‐nilai  g(x)  ketika  x  mendekati 1 (Tabel 1.    Contoh 1.  .34       Tabel 1.99  0.    Sepanjang  pembahasan  limit  hingga  saat  ini.9999  ↓  1  ↑  1.    Penyelesaian.

998334  0.57   Contoh 1. maka   dekat  ke 2.  kita  dapat  menggunakan  kalkulator  atau  program  spreadsheet  untuk  membuat  tabel  seperti  Tabel 1.  Grafik  dari   diberikan  pada  Gambar  1.  Telihat bahwa ketika 3 didekati dari nilai‐nilai x < 3.  Perhatikan  bahwa  nilai  6 / 2  tidak  terdefinisi  di  x  =  2.1  5.9 dan menyimpulkan bahwa lim baik dapat diperoleh dengan aljabar.  Bagaimana  pun  cara  kita  mendekati  3.001  5. Jika  3 2 3 5.BAB 1.10). 9 sin x  1  0.57. maka   dekat  ke  3.  kita  tidak  dapat  menemukan satu nilai yang sama di sini.  sehingga  untuk  mengetahui  apa  yang  terjadi  ketika  x  mendekati  2.  Setelah kita mempelajari limit lebih jauh.         Grafik dari    diberikan pada Gambar 1.1    35  Penyelesaian.    Penyelesaian.      Contoh 1.841471 Gambar 1.  Untuk  masalah  ini  tidak  ada  cara  aljabar  yang  dapat  kita  lakukan.   Tabel 1.         dan        Perlu  ditekankan kembali bahwa  2 maka    juga.27 Carilah        Penyelesaian. Namun pendekatan yang lebih  lim   2.1  ‐1      0.01  5.01  ‐0. sedangkan ketika 3 didekat dari nilai‐nilai x > 3.1  0. PREVIEW DARI KALKULUS    1  ?  ↑  ↑  2.56      Contoh 1.01  2.26 Carilah  .56.001  2.  Gambar 1.998334  0.0001  5.          . Dalam hal ini kita katakan  lim  tidak ada.  Karena  itu  dengan  kalkulator  atau  program  spreadsheet  kita  mencoba  membuat  tabel  nilai‐nilai     ketika x mendekati 0 (Tabel 1.999983  ↓  ? ↑  0.841471 0.    6 2 3 lim lim 2 2 1 untuk  4.01  ↓  0  ↑  ‐0.  nanti kita dapat menunjukkan limit ini dengan cara yang lebih tepat.999983  0. dan kita tahu  bahwa     tidak terdefinisi.28 Carilah    . Dari tabel kita lihat bahwa  sin lim 1.0001  2.

1 Teorema limit utama  Misalkan n adalah bilangan positif.  7.   adalah konstanta   2.  ternyata  kita tidak dapat menyimpulkan apa‐apa dari tabel ini. 1] seperti pada Gambar 1.  Dengan  menggunakan  kalkulator  atau  program  spreadsheet  kita  dapat  memperoleh  Tabel  1. Maka dalam hal ini kita  juga megatakan bahwa lim       sin   tidak ada.  6.10 1   sin   /   / / / / / / / / / / /   0                        1  0  ‐1  0  1  0  ‐1  0  1  0  ‐1  0    ?    BAB 1.58a. k konstanta.58c.  9.  . Jika kita  memperkecil  interval  menjafi  [‐0. maka  1.58b.  .36     Tabel 1.1]  diperoleh  Gambar  1.58  (c) Sampai saat ini kita mencari lim  dengan cara mengevaluasi nilai f(x) ketika x mendekati  c. asalkan  0   .  .  Dengan  memperkecil  interval  kembali  menjadi  [‐0.  Teorema  berikut  akan  membantu mempermudah mengevaluasi limit untuk fungsi yang lebih kompleks.  3.01]  diperoleh  Gambar  1.  kita  dapat  memperoleh  grafik  dari  sin   untuk interval [‐1.1.  0.    adalah konstanta  . asalkan 0 jika n genap.  Namun. n bilangan bulat  . dan f dan g adalah fungsi‐fungsi yang  mempunyai limit di c.  Untuk  fungsi  yang  kompleks.  Kita  melihat  terlalu  banyak  goyangan  turun naik nilai sin   ketika x mendekati 0. PREVIEW DARI KALKULUS  Penyelesaian.  8.  0.11.     Dengan menggunakan kalkulator grafik atau perangkat lunak yang  dapat  menggambar  grafik.  hal  itu  akan  sangat  melelahkan.01.    (a) (b) Gambar 1.  .  4.     Teorema 1.  5. .

 1.    Teorema 1.31 Carilah  .BAB 1. kecuali mungkin pada x = c. Yang dapat diakukan adalah manipulasi secara aljabar dengan  mengalikan suku yang sekawan dengan  √1 1  yaitu  √1 1 .    5 6 2 3 lim lim lim 3 2 3 1.        2 2   Contoh 1.  lim 2 .    Teorema ini mengijinkan kita menghitung limit fungsi polinomial dan fungsi rasional dengan  langsung mensubstitusikan nilai c ke x. Teorema Apit (Squeeze atau sandwich)  Misalkan  f. Jika     . Dengan  alasan  yang  sama  dengan  pada  contoh  1.  g.    1 √1 x 1 1 √1 √1   lim   lim √ √ √1 x 1    √ √1 √ lim √1 x 1 lim   x 1 0 0      2  untuk  semua  x  .32 Carilah  √ √ 8 1 4 2 6 .  dan  6   Untuk fungsi polinomial dan fungsi rasional.  lim 2 .  Kita  tidak  dapat  menggunakan  teorema  subtitusi  karena  dengan  mensubstitusikan  2  ke  x  membuat  penyebut  (x‐2)  menjadi  nol.  8 . maka  .  asalkan f(c) terdefinisi. teorema berikut juga mempermudah menghitung  limit. PREVIEW DARI KALKULUS    Contoh 1.    Penyelesaian.  3 5 8 5        lim 2 6 3 2 3 6 9   Contoh.  Karena  lim lim 6 6 maka  lim .  dan  h  adalah  fungsi­fungsi  yang  memenuhi  dekat c.2 Substitusi  Jika f adalah fungsi polinomial atau fungsi rasional maka  .29 Carilah    Penyelesaian.31.    Penyelesaian.30 Carilah  .        3 4 .    Penyelesaian. selama penyebut dari fungsi rasional tidak menjadi 0.    Teorema 1.  lim 3 3   37  1 .  Yang  dapat  dilakukan  adalah  penyederhanaan secara aljabar. di  sini  juga  kita  tidak  dapat  menggunakan teorema subtitusi.    Contoh 1.

60     Limit satu sisi    Ketika  fungsi  melompat  seperti  fungsi   yang  melompat  di  setiap  titik bilangan bulat (Contoh 1. Jika dilihat pada garis bilangan.  Dikatakan    .33 Carilah lim     Penyelesaian.  Karena  lim sin teorema apit memberikan lim               .  maka  0 (Gambar 1.  Sedangkan  simbol   berati  x  mendekati  c  dari  nilai‐nilai  yang  lebih kecil dari c.61). x mendekati c dari  Gambar 1.    Dengan  mengambil   dan  teorema  apit.27). maka f(x) mendekati L.4 Limit kiri dan kanan  Dikatakan   apabila ketika x mendekati c dari kiri. lim 3 dan lim 2 (Gambar 1.    Gambar 1. kita mendapatkan    1 sin .  Namun  kita  tetap  dapat  menyelidiki  perilaku  fungsi  sebelum  dan  sesudah  lompatan.61  sisi kiri.60). limit fungsi tidak ada pada setiap  titik  lompatan.     Simbol   berati  x mendekati  c  dari nilai‐nilai  yang lebih besar  dari c. PREVIEW DARI KALKULUS  Ilustrasi teorema ini dapat dilihat pada Gambar 1.  kita  terapkan  0 .38       BAB 1.    Definisi 1.  Kita  ketahui  bahwa  1 sin 1  untuk  setiap  x.59.  Jika  ketaksamaan ini kita kalikan dengan   .     lim Gambar 1. maka f(x) mendekati L.  Sehingga dalam kasus lim   .59    Contoh 1. Jika dilihat pada garis bilangan.   apabila ketika x mendekati c dari kanan.   dengan menggunakan Teorema Apit.  Hal  ini  mengarahkan  kita  untuk  mengenalkan limit satu sisi. x mendekati c dari sisi kanan.

    Karena lim lim 2 maka lim 2.    Penyelesaian. teorema berikut akan sangat mudah dipahami.BAB 1.    | | . .62     Contoh  1. PREVIEW DARI KALKULUS      39  Berhubungan dengan limit kiri dan limit kanan.  lim lim 2 2. dan lim  tidak ada karena goyangan. Karena definisi f(x) berbeda  untuk x di kiri dan di kanan 0 maka kita mencari limit kiri dan kanan.     lim lim 4 5 5. Carilah limit f(x) untuk x mendekati 0 dan  untuk x mendekati 2.      Untuk  memperoleh  pemahaman  yang  lebih  baik  tentang  limit.35  Diberikan  4 6 2.  lim lim 6 6.    Karena lim lim  maka lim  tidak ada. 5.   sehingga  lim lim | | lim 1 | |  maka lim  tidak ada (Gambar 1.34 Carilah    Penyelesaian.4   jika dan hanya jika   dan  . kita juga  mencari limit kiri dan kanan    lim lim 6 2.  Contoh.   tidak ada karena lompatan.  perhatikan  Gambar  1.63.  lim   . Untuk x < 0 nilai | |  sehingga  lim Untuk  Karena lim     0 nilai | | | | lim 1 1.62).   0 2 0 2. Pertama‐tama kita cari limit f(x) untuk x mendekati 0.       Gambar 1.  1. 1. Dengan alasan yang sama dengan pada x mendekati 0.    Teorema 1.    Kemudian untuk x mendekati 2.

  Dengan  kata  Gambar 1.  sehingga  .  hal  ini  mengakibatkan  / .   . dengan suatu konstanta k dan ketika  . limit W ketika   akan sama dengan W0.  untuk  mencari  nilai  k.  / .64 lain.                .36  Berat W dari suatu benda bergantung pada jarak benda (d) tersebut ke pusat bumi.   0                                             . Beratnya akan    mendekati  W0  ketika  di  permukaan  bumi. maka  .    Karena  berat  suatu  benda  adalah  W0  pada  permukaan  bumi  yaitu  ketika  . maka W sebanding dengan d.   0   .40       BAB 1.  Jika d kurang dari jari – jari bumi R. PREVIEW DARI KALKULUS  Gambar 1. dan jika d lebih dari atau sama  dengan R maka W berbanding terbalik dengan d2. Jika berat dari suatu benda pada permukaan  bumi adalah W0.  lim Oleh karena itu.64.  dengan suatu konstanta l sehingga.              Grafik fungsi ini diberikan pada Gambar 1. carilah bentuk fungsi W dalam d dan gambarkan grafiknya. jadi.  berat  benda  tersebut akan bertambah perlahan – lahan.  .  Jika  kita  menggerakkan  benda  tersebut  dari  bawah  permukaan  bumi  sampai  ke  permukaan.    . Jika  .    Penyelesaian.              Konstanta k dan l diesebut konstanta pembanding.  Sekarang.63    Contoh 1.

37 Carilah    katakan  bahwa  x  =  3  adalah  asimtot  vertikal  dari  grafik  tersebut.9  10  2.12)    Dari  tabel  terlihat.11 x  f(x)  2.66 tetapi  mendekati  nilai  negatif  yang  sangat  besar  untuk  x  mendekati  dari  kiri  1  dan    mendekati  nilai  positif  yang  sangat  besar  untuk  x  mendekati  dari  .  jika  memungkinkan carilah nilai yang didekati fungsi   ketika x menjadi semakin besar.  Sebagai  contoh  perhatikan     yang  tidak  terdefinisi di x = 3.999  1000  2. Apakah lim  ada? Untuk mencarinya.01  100  3.99  100  2. Kita katakan bahwa x = 1 adalah asimtot vertikal dari    Eksplorasi.27).0001  10000  3.  Dapatkah  anda  menemukan  fungsi  yang  memiliki  lebih  dari  satu  asimtot vertikal?    Limit di takhingga    Dalam  berbagai  situasi  kita  juga  perlu  memperhatikan  limit  dari  suatu  fungsi  ketika  peubah  bebas  mendekati  nilai  yang  sangat  besar.28). Carilah limit dari fungsi‐fungsi rasional untuk x mendekati titik‐titik yang membuat  penyebutnya  bernilai  0. Dalam  kasus  ini  kita  memperhatikan  limit  kiri  dan  kanan ketika x mendekati 1.  positif  maupun  negatif.    kanan 1 (Gambar 1.001  1000  3.  Penyelesaian. PREVIEW DARI KALKULUS      41  Limit takhingga    Tabel 1.  diberikan  pada  Gambar  1.9999  10000  ↓  ↓  3  ?  ↑  ↑  3.  . Kita dapat menemukan bahwa    1 lim ∞        1 dan  1 lim ∞  1     Terlihat  bahwa   tidak  mempunyai  limit  untuk  x  mendekati  1.BAB 1. bahkan kita dapat membuat nilai f(x) sebesar apa pun dengan mengambil  x semakin dekat ke 3.1  10  Limit  suatu  fungsi  tidak  selalu  ada. Dalam kasus ini kita katakan  lim   Grafik  dari  1 3 ∞. kita membuat  tabel nilai‐nilai f(x) ketika x mendekati 3 (Tabel 1.  ketika  x  semakin  dekat  dengan  3  maka  nilai  f(x)  semakin  besar. Tidak adanya limit fungsi bisa juga karena nilai fungsi  yang  terlalu  besar.                jika ada.  Hal  itu  bisa  terjadi  karena  limit  kiri  tidak  sama  dengan  limit  kanan  (Contoh  1.65 Contoh 1.  Gambar 1.  Sebagai  contoh.  atau  bisa  juga  karena  terlalu  banyak  goyangan (Contoh 1.65  Kita  Gambar 1.66).

  .68.    Contoh.39 Carilah  Penyelesaian.  Penyelesaian.  lim ∞ lim ∞ Eksplorasi.37 ‐ 1. Dapatkah anda menyimpulkan kapan nilai  limit  ∞ bernilai 0.    Limit yang melibatkan fungsi trigonometri    Teorema 1. Untuk meyakinkan hal ini.  Dalam  notasi limit kita tuliskan    4 2 lim 2. 1.67   horizontal dari  .68 ∞ ∞ .  lim cos lim tan lim cot lim sec lim csc cos   tan   cot   sec   csc   .       ∞ .  3.  ∞2 5   Dan  kita  katakan  juga  bahwa  2  adalah  asimtot    Contoh. lim lim ∞ 5.  4.           Contoh 1. kita dapat membagi pembilang  dan penyebut dengan   untuk memperoleh    2 4 2 4   2 5 2 5 Ketika  x  semakin  besar. suatu bilangan bukan 0.42       BAB 1.40 Carilah  3 2 3 1 2 1 ∞.  maka   dan   semakin  mendekati  0.  sehingga   akan  mendekati  2. 1.  lim ∞ 0.  2.40.  5.  lim Gambar 1.5. Limit untuk fungsi trigonometri    lim sin sin   1. Perhatikan kembali contoh 1.  ∞ Penyelesaian. Periksalah kebenaran kesimpulan anda  dengan  mengerjakan  soal‐soal  limit  di  takhingga  yang  ada  pada  buku‐buku  referensi  yang  diberikan.67)  mengindikasikan  bahwa   akan  semakin  mendekati 2 untuk nilai x yang besar. atau ∞.38  Carilah  ∞ Gambar 1.           Grafik diberikan pada Gambar 1.  6. PREVIEW DARI KALKULUS  Grafik   untuk 0 200  (Gambar  1.

  Jika  x  mendekati  c  maka  f(x)  mendekati L.    TIK. bisa juga infinity atau – infinity  a   –  (opsional) merupakan arah.  a. lim cos cos  dan lim cos 0   sin π . dir) dengan f – ekspresi yang limitnya ingin dicari  x   –  nama peubah  –  suatu ekspresi aljabar. lim     lim lim lim 5 5 lim 5. lim   · · 2.  0. bisa titik.   Penyelesaian.  sin π sin π sin 1. kita menggunakan istilah semakin ‘dekat’ atau ‘mendekati’. PREVIEW DARI KALKULUS    Contoh 1.BAB 1. Dalam definisi intuitif limit.8.  Apa  sebenarnya  yang  dimaksud  dengan  x  ‘dekat’  c  atau x ‘mendekati’ c? Bagaimanakah ukuran dari dekat itu? Pada bagian ini kita akan membahas  pengertian yang tepat dari limit.  Kita dapat menggunakan Maple untuk mencari limit fungsi di suatu titik dengan perintah  > limit(f.2 Pengertian Limit Fungsi Secara Matematis  Pada  subbab  sebelumnya  kita  sudah  mencoba  memahami  dan  mencari  limit  fungsi  secara  intuitif.   b.41 Carilah lim Penyelesaian. c. lim c. x=a.6 Limit trigonometri khusus  sin lim 1  1 cos 0  lim   Contoh 1. secara matematis. bisa left atau right  dir     1.  b.42 Carilah    a.       43  1 dan  lim   Teorema 1.    Diberikan sembarang  0 kita dapat menemukan suatu    0 sehingga .

  Jarak  antara  x  dangan  c  dinyatakan  dengan | | bernilai kecil.  si  ‘peragu’  akan  memilih   yang  kecil.  maka  si  ‘yakin’  harus  menemukan   dan  menunjukkan 0 | . Kapankah si ‘yakin’ menang? Dan kapan si ‘peragu’ yang menang?    Contoh 1. PREVIEW DARI KALKULUS  0 | |   Gambar 1.  .  Dan  untuk  x  | dekat dengan c tetapi tidak sama dengan c secara matematis dinyatakan dengan 0 | . hampir sama dengan 0.  |.  yang  biasanya  bergantung  pada  . artinya.43  Si ‘yakin’ menang  Tunjukkan bahwa  3 1 5    Penyelesaian. yang berarti   dan  .44         BAB 1.  yang  berarti  .  kemudian  dihasilkan  .69  | |   Pada subbab 1.  Sehingga  f(x)  dekat  dengan  L  secara  | matematis  dinyatakan  dengan | .  Perlu  ditegaskan  bahwa  bilangan  real   diberikan  terlebih  dahulu  (karena  yang  diasumsikan  adalah  f(x)  mempunyai  limit  L).  maka  si  ‘yakin’  harus  dapat  menemukan   yang menjamin  | 3 0 | 2| 1 5|   Karena yang diberikan adalah  .  Kita  akan  mengikuti  tradisi  menggunakan  huruf  latin  ε  (dibaca:  epsilon)  dan  δ  (dibaca:  delta)  untuk  menyatakan  bilangan  real  positif  yang  kecil.  kita  dapat  | | 0 sehingga |  apabila 0 | .  Dimulai  dengan  si  ‘peragu’  memberikan  nilai  .  Proses  limit  ini  dapat  diilustrasikan  sebagai  kontes  antara  si  ‘yakin’  yang  mengklaim  lim  namun ditolak oleh si ‘peragu’.5 Pengertian tepat dari limit  Fungsi  f(x)  mempunyai  limit  L  untuk  x  mendekati  c  jika  diberikan  sembarang  0.2 kita telah mempelajari bahwa nilai mutlak digunakan untuk menyatakan jarak.  agar  si  ‘yakin’  tidak  menemukan   yang  memenuhi persyaratan.  Ingat kembali limit  x  mendekati  c  berarti  x  semakin  mendekati  c  tetapi  . si ‘yakin’ mulai dari sisi kanan tanda panah  | 3 1 5| |3 6| 3| 2|     yang menghasilkan  | 2| 3 .  menemukan suatu    | | | 0 | . tetapi tidak  mengatakan x dekat dengan c berarti | sama  dengan  0. Si ‘peragu’ memberikan sembarang nilai positif   | | | .    Definisi 1.    Gambar 1.  Untuk  karena  jarak  selalu  positif.  Logikanya.69  memberikan ilustrasi dari definisi ini.

  Akan  tetapi.  si  ‘yakin’  dikalahkan.5].BAB 1.01 maka  si  ‘yakin’  akan  memberikan  0.      . .0003 maka  si  ‘yakin’  akan  memberikan  0.44  Si ‘peragu’ menang  6   Tentukan apakah    Penyelesaian. karena dia tidak dapat menemukan nilai   yang menjamin   2 3 2 0 | 2|        6   2 (Gambar 1.        Bagaimana  kita  memahami  ini?  Misalkan  si  ‘peragu’  memilih  1. Dalam hal ini disimpulkan bahwa lim   6.  Si ‘yakin’ tidak dapat membuat |2 5| dalam bentuk | 2| yang  dapat menghubungkan   dengan  .  2+ ].  6+1. PREVIEW DARI KALKULUS      Sehingga  si  ‘yakin’  mendapatkan  menunjukkan     0 | 2| 3   | 3 1 5|  dan  dapat  45    .  jika  si  ‘peragu’  memilih  0.  2   Seperti pada contoh sebelumnya.71). si ‘yakin’ memulai dari sisi kanan dan memperoleh.70. si ‘yakin’ harus dapat  memberikan nilai    sehingga  2 3 2 0 | 2|        6 . dan tidak dapat menunjukkan pernyataan   2 3 2 0 | 2|        6   2 benar.  Dengan demikian terbukti bahwa lim     Ilustrasi dari penyelesaian ini diberikan pada Gambar  1.    Diperoleh ekspresi  |2 5|.    Seandainya  dia  memilih  0. yang berarti si ‘yakin’ menang.  Untuk setiap nilai   yang diberikan oleh si ‘peragu’. Dan seterusnya.       Contoh 1.0033.  Seandainya  dia  Gambar 1. Perlu dipahami bahwa si ‘peragu’ dapat memilih   sembarang  bilangan  real  yang  kecil.0001.  maka  nilai   harus  berada  pada  [6‐1.1.    2 2 3 2 3 2 6 12 6   2 2 2 9 10   2 2 5 2   2 |2 5|.5 (masih  tidak  begitu  kecil).5 (nilai   yang  tidak  begitu  kecil).71. 70 memilih  0. Maka si ‘yakin’ harus menemukan nilai   sedemikian sehingga untuk setiap x yang berada  pada    [2‐ .5.  Hal  ini  ditunjukan  pada  Gambar.   3 1 5.

1 – 2. D. D.4 ‐ 2.1 – 1.5 dari Calculus. C. Jilid 1. D..  Kita  katakan  f  kontinu  pada  c  jika  .6 Kontinuitas pada titik  Misalkan  f  terdefinisi  pada  interval  terbuka  yang  mengandung  c. Ed. 8. S.8 dari Kalkulus. kita sebut f(x) kontinu di c.  • Subbab 2. 9 ed. 2007. Penerbit  Erlangga. Buku Latihan    Bahan pendalaman materi :  • Subbab 2. Penney. Pearson Education  International.E.   Dalam kondisi seperti Gambar 1. Jakarta. PREVIEW DARI KALKULUS    (a)  (b) (c)   Gambar 1.J.H.72  (b) (c)      Definisi 1. Rigdon. Varberg. Purcell.9    Kekontinuan    Kita  telah  mengetahui  bahwa  limit  dari  suatu  fungsi  di  suatu  titik  kadang  sama  dengan  nilai  fungsi  di  titik  itu  dan  kadang  tidak.. Edwards.     (a)  Gambar 1.  New Jersey.8.      1.  • Subbab 1. Rigdon.  sedangkan  pada  Gambar  1.3 dari Calculus. New Jersey.72.72c   lim .72a  dan  b   lim . S. 2004.  Pada  Gambar  1. Varberg. Purcell. E. 2002. E.  seperti  yang  diilustrasikan  dalam  Gambar  1.E.J.E.72c.71    Latihan 1. Pearson Education International.    .46         BAB 1.

lim  ada  2.    Fungsi  f(x)  tidak  terdefinisi  di  x  =  2  karena  menyebabkan  penyebut 0.45 Fungsi f(x)= 2x+2 kontinu pada titik x = 2 karena  2 2 2·2 2 6 2 . Akan       b. 74 Kediskontinuan seperti ini dapat dihapus (Gambar 1.74).     Contoh 1.          Contoh 1. Sehingga  fungsi pada Gambar 1.        c.BAB 1. PREVIEW DARI KALKULUS      47    Definisi ini mensyaratkan 3 hal:  1. maka kita katakan f tidak kontinu di c.  penyebut  0.73).72c fungsi kontinu di c. sehingga  tetapi  lim   tidak kontinu di x = 2.  a.     Fungsi  f(x)  tidak  terdefinisi  di  x  =  2  karena  menyebabkan   tidak  kontinu  di  x  =  2.75 1.    Gambar 1. sedangkan pada  Gambar  1. artinya c berada pada daerah asal dari f    3.46 Periksalah titik diskontinu dari fungsi­fungsi berikut  a.73 4 2 2 lim 4.  kita  periksa  limit  f(x)  lim ∞ dan lim ∞  sehingga lim ∞.  2 2 Kediskontinuan seperti ini dapat dihapus (Gambar 1.    c.  sehingga  Kemudian kita periksa limit f(x) untuk  2.   | 4| 2 2 lim lim 4   2 2 dan   | 4| 2 2 lim lim 4   2 2 sehingga lim  tidak ada.  Kediskontinuan  seperti  ini  tidak  dapat  dihapus  (Gambar  Gambar 1.72b  tidak kontinu (diskontinu) di  c.   Penyelesaian.  ada.        .        b.  2 dari  Gambar 1.75).  Untuk  mengetahui  lebih  jauh.     Fungsi  f(x)  tidak  terdefinisi  di  x  =  2  karena  menyebabkan  penyebut  0.72a dan 1. lim Jika salah satu dari kondisi ini tidak dipenuhi.  sehingga   tidak  kontinu  di  x  =  2.

 dan kontinu kanan di b.  · .  Kita katakan f kontinu di interval terbuka (a. jika g kontinu di c dan f kontinu di g(c) maka   juga kontinu di c.1).  .    Teorema 1.7 Kontinuitas di bawah operasi fungsi  Jika f dan g merupakan fungsi­fungsi yang kontinu pada titik x = c maka fungsi­fungsi   · . Sebagai contoh  kita buktikan  untuk  . b).  2 4 2 Perhatikan bahwa pada pendefinisian ulang ini kita membuat  2 4   lim  .  Kita katakan f kontinu di interval tutup [a. Ide ini memberikan teorema berikut.    Teorema 1.       0.  sedangkan  di  kediskontinuan di x = 1 tidak dapat dihapus.    lim   · lim   1 1 1.  Misalnya  untuk  contoh  1.  b].    Teorema 1.  Jika  hal  ini  tidak  dimungkinkan. Misalnya f dan g kontinu di c maka    lim lim lim lim .  Secara khusus.48       BAB 1.  . b] berarti tidak ada lompatan pada grafik f di [a.    Penyelesaian. Bukti dari teorema ini diperoleh langsung dari sifat limit (Teorema 1.  pada  fungsi  juga  dapat  dilakukan operasi komposisi. juga kontinu pada titik x = c. Operasi ini mempertahankan kekontinuan.8 Teorema limit komposit  Jika   dan f kontinu di L.  ∞.  f  dapat  didefinisikan  ulang  menjadi fungsi yang kontinu dengan  4 . 2.  sehingga    tidak kontinu di x = 0 dan 1. b] jika f kontinu di setiap titik pada interval buka (a.  sehingga lim   Kediskontinuan  f(x)  di  x  =  0  dapat  dihapus  dengan  mendefinisikan  1 1.  . PREVIEW DARI KALKULUS    Suatu titik diskontinu dari suatu fungsi dapat dihapus jika kita dapat mendefinisikan ulang nilai  fungsi  di  c  dan  membuat  f  menjadi  kontinu  di  c. maka  . jika f kontinu pada interval [a. b) jika f kontinu di setiap titik pada interval tersebut.  kontinu kiri di a. Fungsi  f(x)  tidak  terdefinisi  di  x  =  0  dan  x  =  1  karena  menyebabkan  penyebut  0.47  Carilah semua titik kediskontinuan dari fungsi   dan golongkan apakah  titik kediskontinuan itu dapat atau tidak dapat dihapus.46a.9 Kekontinuan pada interval   dan  kontinu  kiri  di  c  jika  Fungsi  f(x)  disebut  kontinu  kanan  di  c  jika  .   asalkan  0 jika n genap.    lim   lim ∞ dan lim  tidak ada.    Secara intuitif.  maka  kediskontinuan  tidak  dapat  dihapus.         Contoh  1.          Pada  subbab  1.    asalkan    Bukti.    Yang kita peroleh adalah kenyataan bahwa f+g kontinu di c.3  kita  sudah  mengetahui  bahwa  selain  operasi  aljabar.

     (a)    Gambar 1. Varberg.E.  Dengan  observasi  kita  tahu  bahwa f(‐1) = ‐3 dan f(3) =3.  D. 2004. Pearson Education International. New  Jersey.  Dan  ketika  kita    mengambil   dengan   maka  kita  menemukan  tiga  nilai  .76b tidak kontinu. Jika f kontinu pada [a.J. sehingga ketika kita mengambil   dengan   maka  kita tidak dapat menemukan satu   dengan   dimana  . b].  E.10 Teorema nilai antara  Misalkan  f  fungsi  yang terdefinisi pada  [a. yang berarti f(‐1) < 0 < f(3). PREVIEW DARI KALKULUS      49      Teorema 1.. maka pasti ada paling sedikit satu c dengan   sehingga  . E.    Penyelesaian.  Fungsi  3 kontinu  di  setiap  . Penerbit Erlangga.76a    memberikan ilustrasi teorema nilai antara.9. 2007.  Jakarta.  Purcell. Rigdon. 2002. 8.9 dari Kalkulus.     Gambar  1. Gambar 1. Ketika kita mengambil   dengan  maka  kita  menemukan  satu   dengan   dimana  . Buku Latihan    Bahan pendalaman materi :  • Subbab 2.6  dari  Calculus.E. S. Purcell..4 dari Calculus. Teorema nilai antara menjamin bahwa  ada c dengan ‐1 < c < 3 sehingga f(c) = 0.BAB 1.  b]  dan y0 adalah suatu  bilangan  dengan  . Ed.  9  ed. . Jilid 1.  .76  (b)  Contoh 1. D. C.  Pearson  Education  International.  • Subbab  1.  • Subbab 2.  dengan   dimana  . D.J. New Jersey.    Latihan 1.  Rigdon.48 Tunjukkan bahwa  3 0 mempunyai akar real.E.  Varberg. Edwards.H. Penney.  S.76b  adalah  ilustrasi  teorema  nilai  antara  tidak  dipenuhi  karena  fungsi   pada  Gambar 1.    Bukti dari teorema ini dapat dilihat dalam buku‐buku kalkulus yang lebih lanjut. Artinya  3 0 mempunyai akar real.

.

  .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful