PROSES SOSIAL & INTERAKSI SOSIAL • • • • • • • Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat apabila orang-perorangan

dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan diantara mereka. Proses sosial dapat diartikan sebagai hubungan timbal-balik antara berbagai segi kehidupan bersama. Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial, karena tanpa interaksi sosial tak akan mungkin ada kehidupan bersama. Interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompokkelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Interaksi sosial merupakan proses komunikasi diantara orang-orang untuk saling mempengaruhi perasaan, pikiran dan tindakan. Interaksi sosial akan berlangsung apabila seorang individu melakukan tindakan dan dari tindakan tersebut menimbulkan reaksi individu yang lain. Interaksi sosial terjadi jika dua orang atau lebih saling berhadapan, bekerja sama, berbicara, berjabat tangan atau bahkan terjadi persaingan dan pertikaian. Interaksi tersebut lebih mencolok ketika terjadi benturan antara kepentingan perorangan dengan kepentingan kelompok.

FAKTOR YANG MENDASARI PROSES TERBENTUKNYA INTERAKSI SOSIAL a. Imitasi Proses sosial atau tindakan seseorang untuk meniru orang lain, baik sikap penampilan, gaya hidupnya, bahkan apa-apa yang dimilikinya. Imitasi pertama kali muncul di lingkungan keluarga, kemudian lingkungan tetangga dan lingkungan masyarakat. Contoh: seorang anak sering kali meniru kebiasaankebiasaan orangtuanya. b. Sugesti Rangsangan, pengaruh, stimulus yang diberikan sesorang individu kepada individu lain sehingga orang yang diberi sugesti menuruti atau melaksanakan tanpa berpikir kritis dan rasional. Contoh : Seorang remaja putus sekolah akan dengan mudah ikut-ikutan terlibat “ Kenakalan Remaja “, tanpa memikirkan akibatnya kelak. c. Identifikasi Kecenderungan/keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Contoh : Seorang anak laki – laki yang begitu dekat dan akrab dengan ayahnya suka mengidentifikasikan dirinya menjadi sama dengan ayahnya. d. Simpati Proses kejiwaan , dimana seorang individu merasa tertarik kepada seseorang atau kelompok orang, karena sikapnya, penampilannya, wibawanya atau perbuatannya

Menurut Max Weber . sehingga orang yang diberi motivasi menuruti tau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritis. Contoh jika kita melihat orang celaka sampai luka berat dan orang itu kerabat kita. • Tindakan Tradisional Tindakan yang tidak memperhitungkan pertimbangan Rasional . Adanya Tindakan Sosial Tidak semua tindakan manusia dinyatakan sebagai tindakan sosial misalnya : Seorang pemuda yang sedang mengkhayalkan gadis impiannya secara diam – diam . rasional dan penuh rasa tanggung jawab . . Tindakan sosial dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu : • Tindakan Rasional Instrumental Tindakan yang dilakukan dengan memperhitungkan kesesuaian antara cara dan tujuan . Motivasi biasanya diberikan oleh orang yang memiliki status yang lebih tinggi dan berwibawa. Contoh : Berbagai macam upacara \ tradisi yang dimaksudkan untuk melestarikan kebudayaan leluhur . seorang guru kepada siswa. Empati Empati itu dibarengi perasaan organisme tubuh yang sangat dalam. Contoh : Pemberian tugas dari seorang guru kepada muridnya merupakan salah satu bentuk motivasi supaya mereka mau belajar dengan rajin dan penuh rasa tanggung jawab . • Tindakan Rasional Berorientasi Tindakan – tindakan yang berkaitan dengan nilai – nilai dasar dalam masyarakat . Contoh : Tindakan – tindakan yang bersifat Religio – magis . Misalnya apabila perasaan simpati itu timbul dari seorang lelaki terhadap seorang wanita / sebaliknya kelak akan menimbulkan perasaan cinta kasih / kasih sayang. tindakan sosial adalah tindakan seorang individu yang dapat mempengaruhi individu – individu lainnya dalam masyarakat. Contoh : Bekerja keras untuk mendapatkan nafkah yang cukup . Motivasi Rangsangan pengaruh.yang sedemikian rupa. SYARAT INTERAKSI SOSIAL a. • Tindakan Ofektif Tindakan – Tindakan yang dilakukan oleh seorang \ kelompok orang berdasarkan perasaan \ emosi. f. maka perasaan empati menempatkan kita seolah-olah ikut celaka. misalnya dari seorang ayah kepada anak. e. stimulus yang diberikan seorang individu kepada individu lain.

Orang yang menyampaikan komunikasi disebut komunikator . Bentuk semacam ini menunjukkan bahwa kepentingan individu berhadapan dengan kepentingan kelompok . Adanya Komunikasi Sosial Komunikasi artinya berhubungan atau bergaul dengan orang lain. Sekunder dapat dilakukan secara langsung. Tidak selamanya kontak sosial akan menghasilkan interaksi sosial yang baik apabila proses komunikasinya tidak berlangsungnya secara komunikatif Arti terpenting komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (yang berwujud pembicaraan. bercakap – cakap \ mungkin bertengkar .b. • Antara Individu dan Kelompok Bentuk interaksi antara individu dengan kelompok : Misalnya : Seorang ustadz sedang berpidato di depan orang banyak . Kontak sosial ini misalnya adalah seseorang merasakan bahwa tindakantindakannya berlawanan dengan norma-norma masyarakat atau apabila suatu partai politik memaksa anggota-anggotanya menyesuaikan diri dengan ideologi dan programnya. Kontak sekunder memerlukan suatu perantara. Terjadinya suatu kontak tidaklah semata-mata tergantung dari tindakan. c. rangsangan \ Stimulus kepada individu lainnya . radio. Kontak sosial yang bersifat positif mengarah pada suatu kerja sama. Proses demikian terjadi melalui sosialisasi. gerak-gerak badaniah atau . Umpamanya adalah dua partai politik mengadakan kerja sama untuk mengalahkan parpol yang ketiga di pemilihan umum. yaitu suatu proses di mana anggota masyarakat yang baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat di mana dia menjadi anggota. • Antarkelompok Bentuk interaksi seperti ini berhubungan dengan kepentingan individu dalam kelompok lain . dst. Hubungan-hubungan yang sekunder tersebut dapat dilakukan melalui alat-alat telepon. telegraf. Wujud interaksi bisa dalam dalam bentuk berjabat tangan . Kontak sosial ini adalah apabila anak kecil mempelajari kebiasaan dalam keluarganya. Kontak primer terjadi apabila yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan berhadapan muka. sedangkan yang bersifat negatif mengarah pada suatu pertentangan atau bahkan sama sekali tidak menghasilkan suatu interaksi sosial. tetapi juga tanggapan terhadap tindakan tersebut. saling menegur . orang yang menerima komunikasi disebut komunikan . Contoh : Satu Kesebelasan Sepak Bola bertanding melawan kesebelasan lain . Adanya Kontak Sosial Ada 3 bentuk: • Antarindividu Individu yang satu memberikan pengaruh . Suatu kontak dapat bersifat primer atau sekunder.

. Ekspresi 3. Pengembangan Perilaku Manusia a. menghasilkan akomodasi 3. yang mencakup akomodasi. yang mencakup persaingan. Orang yang bersangkutan kemudian memberikan reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang lain tersebut. menyebabkan adanya perbedaan kerja antara orang – orang atau kelompok dalam masyarakat Sementara Gillin (1951) menggolongkan proses sosial menjadi dua macam: 1. Kerja sama timbul karena orientasi orang-perorangan terhadap kelompoknya (yaitu in-group-nya) dan kelompok lainya (yang merupakan out-group-nya). sikap-sikap dan perasaan suatu kelompok manusia atau perseorangan dapat diketahui oleh kelompok lain atau orang lainnya. keahlian-keahlian tertentu diperlukan bagi mereka yang bekerja sama supaya rencana kerja samanya dapat terlaksana dengan baik. Dalam perkembangan selanjutnya. Proses Disosiatif. Akomodasi 2. Proses Asosiatif. dan akulturasi 2. Beberapa tokoh tersebut adalah Kimbal Young. Kerja sama. Kerja sama akan bertambah kuat jika ada hal-hal yang menyinggung anggota/perorangan lainnya. 2. Dengan adanya komunikasi tersebut. BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL Beberapa tokoh di dunia mempunyai pendapat yang berbeda – beda mengenai interaksi sosial. Ia lebih mengedepankan hal – hal berikut: 1. Gillin. Interaksi Strategis 4. perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Bentuk kerja sama tersebut berkembang apabila orang dapat digerakan untuk mencapai suatu tujuan bersama dan harus ada kesadaran bahwa tujuan tersebut di kemudian hari mempunyai manfaat bagi semua. Hal itu kemudian merupakan bahan untuk menentukan reaksi apa yang dilakukannya. Diferensi. asimilasi. Pada tahun 1986 Tamotsu Shibutani megutarakan pendapatnya tentang interaksi sosial. Kerjasama Suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai suatu atau beberapa tujuan bersama. Juga harus ada iklim yang menyenangkan dalam pembagian kerja serta balas jasa yang akan diterima. atau pertikaian yang berupa kontravensi dan konflik. mencakup persaingan dan pertentangan. pertentangan. dan Tamotsu Shibutani Kimbal Young (1948) membedakan interaksi sosial sebagai berikut: 1.sikap). Oposisi.

mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan-ketegangan. dst. Sebagai suatu proses akomodasi menunjuk pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan yaitu usaha-usaha manusia untuk mencapai kestabilan. • Joint venture. kesadaran akan adanya kepentingan-kepentingan yang sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta penting dalam kerjasama yang berguna” Sifat-sifat kerjasama: • Kerjasama Spontan (Spontaneous Cooperation): Kerjasama yang sertamerta • Kerjasama Langsung (Directed Cooperation): Kerjasama yang merupakan hasil perintah atasan atau penguasa • Kerjasama Kontrak (Contractual Cooperation): Kerjasama atas dasar tertentu • Kerjasama Tradisional (Traditional Cooperation): Kerjasama sebagai bagian atau unsur dari sistem sosial. Bentuk Kerjasama: • Kerukunan yang mencakup gotong-royong dan tolong menolong • Bargaining.Cooley ”kerjasama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut. Akomodasi menunjuk pada keadaan. Yaitu pelaksana perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa-jasa antara 2 organisasi atau lebih • Kooptasi (cooptation). Menurut Gillin. misalnya pengeboran minyak. Maksudnya. adanya suatu keseimbangan dalam interaksi antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dalam kaitannya dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat.Fungsi Kerjasama digambarkan oleh Charles H. Akomodasi Istilah Akomodasi dipergunakan dalam dua arti : menujuk pada suatu keadaan dan untuk menunjuk pada suatu proses. . yaitu kerjasama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu. perhotelan. sebagai suatu proses di mana orang atau kelompok manusia yang mulanya saling bertentangan. perfilman. yakni suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan • Koalisi (coalition). b. yakni kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama. akomodasi adalah suatu perngertian yang digunakan oleh para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan-hubungan sosial yang sama artinya dengan adaptasi dalam biologi. pertambangan batubara.

Penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan Hasil Akomodasi: • Akomodasi dan Intergrasi Masyarakat • Menekankan Oposisi • Koordinasi berbagai kepribadian yang berbeda • Perubahan lembaga kemasyarakatan agar sesuai dengan keadaan baru atau keadaan yang berubah • Perubahan-perubahan dalam kedudukan • Akomodasi membuka jalan ke arah asimilasi .Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya. Ex. suatu akomodasi dimana pihak-pihak yang bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimbang berhenti pada satu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya. traktat • Arbitration. • Mengupayakan penggabungan antara kelompok – kelompok yang terpisah atau terpisah. Suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri. Ex. Pertikaian mungkin akan mendapatkan suatu penyelesaian. seperti yang dijumpai pada masyarakat yang mengenal sistem berkasta. yaitu : • Untuk mengurangi pertentangan antara orang atau kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham • Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu atau secara temporer • Memungkinkan terjadinya kerjasama antara kelompok sosial yang hidupnya terpisah akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan. Bentuk akomodasi: • Corecion. bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada. • Adjudication. perbudakan • Compromise. itulah akomodasi. suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama. penasehat • Conciliation. namun penyelesaian tersebut hanya akan dapat diterima untuk sementara waktu. merupakan bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya. suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan. perburuhan • Mediation. ex. Toleration. • Stalemate. Tujuan Akomodasi dapat berbeda-beda sesuai dengan situasi yang dihadapinya.

• Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya. • Frekuensi interaksi sosial tinggi dan tetap. • Perkawinan campuran (amaigamation). dan • Kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masing-masing berubah dan saling menyesuaikan diri. sikap. Faktor Umum Penghalang Asimilasi: • Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat. Proses asimilasi timbul. • Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi • Perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi. • Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan. • Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi. • Sikap tebuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat.c. Asimilasi • Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut. proses asimilasi adalah para pihak lebih saling mengenal dan timbulnya benih-benih toleransi mereka lebih mudah untuk saling mendekati. serta ada keseimbangan antara pola-pola tersebut. di mana pihak yang lain tadi juga berlaku sama. bila ada: • Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya. • Orang-perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan intensif untuk waktu yang lama. • Adanya musuh bersama dari luar. • Interaksi sosial tersebut bersifat langsung dan primer. dan proses-proses mental dengan memerhatikan kepentingan dan tujuan bersama. Syarat Asimilatif: • Interaksi sosial tersebut bersifat suatu pendekatan terhadap pihak lain. . Faktor Mempermudah Asimilasi: • Toleransi. • Jadi. • Tanda proses asimilasi adalah adanya usaha-usaha mengurangi perbedaanperbedaan yang terdapat antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak. • Interaksi sosial tersebut tidak mengalami halangan-halangan atau pembatasan-pembatasan.

• In-Group-Feeling yang kuat menjadi penghalang berlangsungnya asimilasi. Jadi dapat disimpulkan bahwa Indonesia mendapat pengaruh dari negara lain yaitu India. perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri badaniah dapat pula menjadi salah satu penghalang terjadinya asimilasi. Pola-pola oposisi tersebut dinamakan juga sebagai perjuangan untuk tetap hidup (struggle for existence). • Gangguan dari golongan yang berkuasa terhadap golongan minoritas • Faktor perbedaan kepentingan yang kemudian ditambah dengan pertentangan-pertentangan pribadi Asimilasi menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan sosial dan dalam pola adat istiadat serta interaksi sosial. Proses Disosiatif Proses disosiatif sering disebut sebagai oppositional proccesses. d. sehingga masih mencerminkan ciri khas dari Indonesia e. Bangunan candi di Indonesia contohnya. walaupun bentuk dan arahnya ditentukan oleh kebudayaan dan sistem sosial masyarakat bersangkutan. yang persis halnya dengan kerjasama. Perubahan-perubahan dalam pola adat istiadat dan interaksi sosial kadangkala tidak terlalu penting dan menonjol. Oposisi dapat diartikan sebagai cara berjuang melawan seseorang atau sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Akulturasi Akulturasi adalah fenomena yang timbul sebagai akibat pertemuan (kontak budaya) secara langsung dan terus – menerus antar kelompok manusia yang memiliki kebudayaan berbeda namun tidak menghilangkan ciri atau sifat asli dari masing – masing kebudayaan. Thailand dan Kamboja.• Perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan/ kelompok tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan golongan/ kelompok lainnya. Pada Candi Prambanan. dapat ditemukan pada setiap masyarakat. • Dalam batas-batas tertentu. bangunannya berbentuk punden berundak dan relief – reliefnya mengangkat kisah Ramayana. Meskipun demikian suasana yang digambarkan pada relief tersebut masih menggambarkan suasana alam Indonesia yang indah nan asri. Oposisi proses-proses yang disosiatif dibedakan dalam tiga bentuk. yaitu : • Persaingan Persaingan atau competition dapat diartikan sebagai suatu proses sosial dimana individu atau kelompok manusia yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum (baik perseorangan maupun kelompok manusia) dengan cara menarik perhatian publik atau dengan . Proses yang disebut terakhir biasa dinamakan akulturasi.

• Disorganisasi : Perubahan yang terjadi terlalu cepat dalam masyarakat akan mengakibatkan disorganisasi pada struktur sosial. • Sebagai alat untuk mengadakan seleksi atas dasar seks dan sosial. tersalurkan dengan baik oleh mereka yang bersaing. Hal ini disebabkan krn ciri-ciri badaniyah terlihat dibanding unsurunsur kebudayaan lainnya. • Bersifat Tidak Pribadi : Misalnya terjadi antara dua perusahaan besar yang bersaing untuk mendapatkan monopoli di suatu wilayah tertentu. • Persaingan ras : merupakan persaingan di bidang kebudayaan. bersaing dalam memperoleh kedudukan. kepentingan serta nilai-nilai yang pada suatu masa medapat pusat perhatian. • Sebagai alat menyaring para warga golongan karya (”fungsional”) Hasil suatu persaingan terkait erat dengan berbagai faktor berikut ini: • Kerpibadian seseorang • Kemajuan : Persaingan akan mendorong seseorang untuk bekerja keras dan memberikan sahamnya untuk pembangunan masyarakat. Bentuk-bentuk persaingan : • Persaingan ekonomi : timbul karena terbatasnya persediaan dibandingkan dengan jumlah konsumen • Persaingan kebudayaan : dapat menyangkut persaingan bidang keagamaan. dst. • Solidaritas kelompok : Persaingan yang jujur akan menyebabkan para individu akan saling menyesuaikan diri dalam hubunganhubungan sosialnya hingga tercapai keserasian. • Kontraversi . Persaingan dalam batas-batas tertentu dapat mempunyai beberapa fungsi : • Menyalurkan keinginan individu atau kelompok yang bersifat kompetitif • Sebagai jalan dimana keinginan. Persaingan berfungsi untuk mendudukan individu pada kedudukan serta peranan yang sesuai dengan kemampuannya. perorangan. pendidikan. Tipe ini dinamakan rivalry.mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan. Persaingan mempunya dua tipe umum : • Bersifat Pribadi : Individu. • Persaingan kedudukan dan peranan : di dalam diri seseorang maupun di dalam kelompok terdapat keinginan untuk diakui sebagai orang atau kelompok yang mempunyai kedudukan serta peranan terpandang.

Tipe Kontravensi : • Kontravensi antar masyarakat setempat. dst. pengacauan rencana. • Kontravensi Intelektual yaitu sikap meninggikan diri dari mereka yang mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi atau sebaliknya. perbuatan menghalang-halangi.baik yang menyangkut hubungan mereka di dalam lembaga legislatif. mengganggu dan membingungkan pihak lain. keagamaan. gangguan-gangguan. mengejutkan lawan. menyebarkan desas desus yang mengecewakan pihak lain • yang rahasia. memfitnah. pendidikan. kekerasan. protes. • yang intensif. • Pertentangan Pribadi maupun kelompok menyadari adanya perbedaan-perbedaan misalnya dalam ciri-ciri badaniyah. penghasutan. mempunyai dua bentuk: • Kontavensi antarmasyarakat setempat yang berlainan (intracommunity struggle). Menurut Leo von Wiese dan Howard Becker ada 3 tipe umum kontravensi: • Kontraversi generasi masyarakat : lazim terjadi terutama pada zaman yang sudah mengalami perubahan yang sangat cepat • Kontraversi seks : menyangkut hubungan suami dengan istri dalam keluarga. Ciri tersebut dapat . Sifat kontraversi menurut Leo von Wiese dan Howard Becker ada 5 : • yang umum meliputi perbuatan seperti penolakan. polapola perilaku. • Kontraversi Parlementer : hubungan antara golongan mayoritas dengan golongan minoritas dalam masyarakat. emosi.Kontravensi pada hakikatnya merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian. berkhianat. • yang taktis. keengganan. melemparkan beban pembuktian pada pihak lain. mencerca. • Oposisi moral : erat hubungannya dengan kebudayaan. dst. • yang sederhana seperti menyangkal pernyataan orang lain di muka umum. perlawanan. • Kontravensi antar golongan-golongan dalam satu masyarakat setempat (intercommunity struggle). • Antagonisme keagamaan. memaki-maki melalui surat selebaran. mengumumkan rahasian orang. unsur-unsur kebudayaan. dan seterusnya dengan pihak lain.

yaitu goyah dan retaknya persatuan kelompok tersebut. . maupun antara negaranegara yang berdaulat. • Perbedaan kebudayaan. Sebab terjadi pertentangan: • Perbedaan antara individu. Pertentangan mempunyai beberapa bentuk khusus: • Pertentangan pribadi. • perbedaan kepentingan. • Akomodasi. • Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia. dan takluknya salah satu pihak.mempertajam perbedaan yang ada hingga menjadi suatu pertentangan atau pertikaian. • Perubahan kepribadian para individu. dominasi. Baik persaingan maupun pertentangan merupakan bentuk-bentuk proses sosial disosiatif yang terdapat pada setiap masyarakat. • Pertentangan antara kelas-kelas sosial yaitu disebabkan karena adanya perbedaan kepentingan. • Pertentangan politik yaitu menyangkut baik antara golongan-golongan dalam satu masyarakat. • Pertentangan yang bersifat internasional yaitu disebabkan perbedaan-perbedaan kepentingan yang kemudian merembes ke kedaulatan negara. Akibat-akibat bentuk pertentangan: • Tambahnya solidaritas in-group. Pertentangan dapat pula menjadi sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan dalam masyarakat. Timbulnya pertentangan merupakan pertanda bahwa akomodasi yang sebelumnya telah tercapai. akibatnya adalah sebaliknya. • Pertentangan Rasial yaitu dalam hal ini para pihak akan menyadari betapa adanya perbedaan antara mereka yang menimbulkan pertentangan. • perubahan sosial. • Apabila pertentangan antara golongan-golongan terjadi dalam satu kelompok tertentu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful