A.

Pendahuluan Setiap mahluk hidup membutuhkan makanan untuk mempertahankan kehidupannya, karena didalam makanan terdapat zat-zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan kegiatan metabolismenya. Bagi lansia pemenuhan kebutuhan gizi yang diberikan dengan baik dapat membantu dalam proses beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang dialaminya selain itu dapat menjaga kelangsungan pergantian sel-sel tubuh sehingga dapat memperpanjang usia. Kebutuhan kalori pada lansia berkurang karena berkurangnya kalori dasar dari kebutuhan fisik. Kalori dasar adalah kalori yang dibutuhkan untuk malakukan kegiatan tubuh dalam keadaan istirahat, misalnya : untuk jantung, usus, pernafasan dan ginjal. Berdasarkan kegunaannya bagi tubuh, zat gizi dibagi ke dalam tiga kelompok besar, yaitu : 1. Kelompok zat energi, termasuk ke dalam kelompok ini adalah :

• Bahan makanan yang mengandung karbohidrat seperti beras, jagung, gandum, ubi, roti,
singkong dan lain-lain, selain itu dalam bentuk gula seperti gula, sirup, madu dan lain-lain.

• Bahan makanan yang mengandung lemak seperti minyak, santan, mentega, margarine, susu
dan hasil olahannya.

2. Kelompok zat pembangun Kelompok ini meliputi makanan – makanan yang banyak mengandung protein, baik protein hewani maupun nabati, seperti daging, ikan, susu, telur, kacangkacangan dan olahannya.

3. Kelompok zat pengatur Kelompok ini meliputi bahan-bahan yang banyak mengandung vitamin dan mineral, seperti buahbuahan dan sayuran.

B. Faktor yang mepengaruhi Kebutuhan Gizi pada Lansia

• Berkurangnya kemampuan mencerna makanan akibat kerusakan gigi atau ompong. • Berkurangnya indera pengecapan mengakibatkan penurunan terhadap cita rasa manis, asin,
asam, dan pahit.

• Esophagus/kerongkongan mengalami pelebaran. • Rasa lapar menurun, asam lambung menurun. • Gerakan usus atau gerak peristaltic lemah dan biasanya menimbulkan konstipasi. • Penyerapan makanan di usus menurun.

C. Masalah Gizi pada Lansia 1. Gizi berlebih Gizi berlebih pada lansia banyak terjadi di negara-negara barat dan kota-kota besar. Kebiasaan makan banyak pada waktu muda menyebabkan berat badan berlebih, apalai pada lansia penggunaan kalori berkurang karena berkurangnya aktivitas fisik. Kebiasaan makan itu sulit untuk diubah walaupun disadari untuk mengurangi makan. Kegemukan merupakan salah satu pencetus berbagai penyakit, misalnya : penyakit jantung, kencing manis, dan darah tinggi. 2. Gizi kurang Gizi kurang sering disebabkan oleh masalah-masalah social ekonomi dan juga karena gangguan penyakit. Bila konsumsi kalori terlalu rendah dari yang dibutuhkan menyebabkan berat badan kurang dari normal. Apabila hal ini disertai dengan kekurangan protein menyebabkan kerusakan-kerusakan sel yang tidak dapat diperbaiki, akibatnya rambut rontok, daya tahan terhadap penyakit menurun, kemungkinan akan mudah terkena infeksi. 3. Kekurangan vitamin Bila konsumsi buah dan sayuran dalam makanan kurang dan ditambah dengan kekurangan protein dalam makanan akibatnya nafsu makan berkurang, penglihatan menurun, kulit kering, penampilan menjadi lesu dan tidak bersemangat.

D. Pemantauan Status Nutrisi 1. Penimbangan Berat Badan a. Penimbangan BB dilakukan secara teratur minimal 1 minggu sekali, waspadai peningkatan BB atau penurunan BB lebih dari 0.5 Kg/minggu. Peningkatan BB lebih dari 0.5 Kg dalam 1 minggu beresiko terhadap kelebihan berat badan dan penurunan berat badan lebih dari 0.5 Kg /minggu menunjukkan kekurangan berat badan. b. Menghitung berat badan ideal pada dewasa : Rumus : Berat badan ideal = 0.9 x (TB dalam cm – 100) Catatan untuk wanita dengan TB kurang dari 150 cm dan pria dengan TB kurang dari 160 cm, digunakan rumus : Berat badan ideal = TB dalam cm – 100 Jika BB lebih dari ideal artinya gizi berlebih Jika BB kurang dari ideal artinya gizi kurang

2. Kekurangan kalori protein Waspadai lansia dengan riwayat : Pendapatan yang kurang, kurang bersosialisasi, hidup sendirian, kehilangan pasangan hidup atau teman, kesulitan mengunyah, pemasangan gigi palsu yang kurang tepat, sulit untuk menyiapkan makanan, sering mangkonsumsi obat-obatan yang mangganggu nafsu makan, nafsu makan berkurang, makanan yang ditawarkan tidak mengundang selera. Karena hal ini dapat menurunkan asupan protein bagi lansia, akibatnya lansia menjadi lebih mudah sakit dan tidak bersemangat. 3. Kekurangan vitamin D Biasanya terjadi pada lansia yang kurang mendapatkan paparan sinar matahari, jarang atau tidak pernah minum susu, dan kurang mengkonsumsi vitamin D yang banyak terkandung pada ikan, hati, susu dan produk olahannya.

E. Perencanaan Makanan untuk Lansia - Perencanaan makan secara umum 1. Makanan harus mengandung zat gizi dari makanan yang beraneka ragam, yang terdiri dari : zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur. 2. Perlu diperhatikan porsi makanan, jangan terlalu kenyang. Porsi makan hendaknya diatur merata dalam satu hari sehingga dapat makan lebih sering dengan porsi yang kecil. Contoh menu :

• Pagi : Bubur ayam • Jam 10.00 : Roti • Siang : Nasi, pindang telur, sup, pepaya • Jam 16.00 : Nagasari • Malam : Nasi, sayur bayam, tempe goreng, pepes ikan, pisang

3. Banyak minum dan kurangi garam, dengan banyak minum dapat memperlancar pengeluaran sisa makanan, dan menghindari makanan yang terlalu asin akan memperingan kerja ginjal serta mencegah kemungkinan terjadinya darah tinggi. 4. Batasi makanan yang manis-manis atau gula, minyak dan makanan yang berlemak seperti santan, mentega dll. 5. Bagi pasien lansia yang prose penuaannya sudah lebih lanjut perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

• Makanlah makanan yang mudah dicerna

Berikan sedikit minum air hangat sebelum makan. 5. melembutkan feses. susu. 2. tanyakan Perbolehkan pasien untuk menunjukkan perintah tentang makanan pilihan pasien yang Setelah selesai makan. posisi pasien tetap dipertahankan selama ± 30 menit. roti dan sereal. dan goring-gorengan • Bila kesulitan mengunyah karena gigirusak atau gigi palsu kurang baik. Prinsip Pemberian Makan Melalui Sonde (NGT) . Lebih dianjurkan untuk mengolah makanan dengan cara dikukus.• Hindari makanan yang terlalu manis. Selaraskan kecepatan pemberian makan dengan kesiapan pasien. Makanan mengandung zat besi seperti : kacang-kacangan. 2. Siapkan makanan dan minuman yang akan diberikan Posisikan pasien duduk atau setengah duduk. G.Perencanaan makan untuk mengatasi perubahan saluran cerna Untuk mengurangi resiko konstipasi dan hemoroid : 1. 7. makanan harus lunak/lembek atau dicincang • Makan dalam porsi kecil tetapi sering • Makanan selingan atau snack. 7. 8. dan sayuran hijau. daging rendah lemak. Cara Memberi Makan Melalui Mulut (oral) 1. direbus. boleh diberikan tetapi harus diencerkan sebab berguna pula untuk merangsang gerakan usus dan menambah nafsu makan. F. dan sari buah sebaiknya diberikan 6. bayam. gurih. Sarankan untuk mengkonsumsi makanan berserat tinggi setiap hari. tergantung pada laksatif. 4. 3. buah. seperti sayuran Anjurkan pasien untuk minum paling sedikit 8 gelas cairan setiap hari untuk Anjurkan untuk tidak menggunakan laksatif secara rutin . 3. pemberian makan terlalu cepat atau lambat. Biarkan pasien untuk mengosongkan mulutnya setelah setiap sendokan. 6. telur. karena pasien akan menjadi dan buah-buahan segar. hati. ingin dimakan. atau dipanggang kurangi makanan yang digoreng . Batasi minum kopi atau teh.

roti . Laporkan adanya mual dan muntah dengan segera. jika 2 x1 berarti obat diberikan setiap 12 jam sekali. biskuit. hati. santan. Benar cara pemberian yaitu melalui oral : berikan obat melalui mulut atau sonde. singkong. tepung beras. menit setelah memberi makan. Bahan makanan sumber karbohidrat (zat energi) : nasi. talas. 5. babat. 3. Lakukan perawatan kebersihan mulut dengan sering. Penting Benar pasien : Pastikan obat diminum oleh pasien yang bersangkutan. H. http://www. jika selang longgar beritahu perawat. Bahan makanan sumber protein nabati : Kacang ijo. mie. air. Benar waktu : Pastikan pemberian obat tepat pada jadwalnya. Bahan makanan sumber lemak (zat energi) : Minyak goreng. kelapa. obat diberikan setiap 8 jam dalam 24 jam . 7. Adapun prinsip pemberiannya adalah sebagai berikut : 1. Bahan makanan sumber protein hewani : Daging sapi. telur. kentang. lemak daging. 3.com/lanjut-usia/527-kebutuhan-nutrisi-pada-lansia . daging ayam. maizena. I. kacang tanah. kelapa parut. Contoh Bahan Makanan untuk Setiap Kelompok Makanan 1. 6. Siapkan makanan cair dan minuman hangat Naikkan bagian kepala tempat tidur 30 – 45 derajat pada saat memberi makan dan 30 Bilas selang sonde dengan air hangat terlebih dahulu. bihun. ubi. 2.smallcrab. Benar obat : obat yang diberikan harus sesuai dengan resep dokter. seperti pada pasien-pasien stoke. misalnya 3 x 1 berarti diingat jenis obat antibiotik harus diberikan sampai habis. tepung terigu. 4. Pastikan pula selang dalam keadaan tertutup selama tidak diberi makan. 3. Prinsip Lima benar Pemberian Obat Oral 1. Pastikan tidak ada udara yang masuk ke dalam sonde pada saat memberi makan atau Periksa kerekatan selang. 2.Pemberian makan melalui sonde ditujukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pasien yang memiliki masalah dalam menelan dan mengunyah makanan. Benar dosis : jumlah obat yang diberikan tidak dikurangi atau dilebihkan. ikan. tahu. tepung hunkwe. bubur beras. 2. usus. nasi jagung. margarin. udang. minyak ikan. crakers. 4. kacang merah. 5. tempe. 4. oncom. kacang kedelai.

Panduan penatalaksanaan hipertensi yang disusun WHO. penyakit jantung koroner. Responnya pun sangat rendah. Penanganan hipertensi meliputi kombinasi pemberian obat. Penyebab tekanan darah yang paling sering adalah aterosklerosis atau penebalan dinding arteri yang membuat hilangnya elastisitas pembuluh darah. Hipertensi atau tekanan darah tinggi sudah menjadi gejala umum penyakit tekanan darah di dunia.net . Untuk pengecekan tekanan darah. karena umumnya lebih menetap dan membebani kerja jantung. Akibat dari hipertensi bisa beragam. Bahkan.Terapi Kombinasi pada Hipertensi Selasa. Pengobatan hipertensi selama ini didasarkan pada penyebabnya. stres. dan sistem syaraf sipatis. Sebab lainnya adalah faktor keturunan. Namun. terapi tersebut menimbulkan pengaruh yang berbeda pada tiap orang. hanya efektif untuk mengontrol tekanan dengan hasil mencapai 40 persen sampai 50 persen pasien. hipertensi ini bisa juga menyebabkan kematian. Orang dianggap menderita hipertensi bila tekanan sistolik di atas 140 mmHg (milimeter air raksa) dan atau tekanan diastoliknya di atas 90 mmHg. penyakit pada ginjal. untuk monoterapi dengan pengobatan tunggal. dan olahraga. dan tekanan mental. kelebihan berat badan. Tekanan darah tinggi merupakan peningkatan tekanan darah yang menetap di atas batas normal. Dalam langkah terapi optimal hipertensi (HOT).Penyebab tekanan darah yang paling sering adalah aterosklerosis atau penebalan dinding arteri yang membuat hilangnya elastisitas pembuluh darah. hipertensi pun kerap menghinggapinya. dianggap tak mencukupi karena tekanan darah cenderung berubah-ubah dari jam ke jam. perlu dilakukan dua atau tiga kali pemeriksaan. 2004 oleh: gklinis Terapi Kombinasi pada Hipertensi Gizi. terdapat terapi tunggal dan kombinasi. seperti komplikasi pembesaran jantung. terapi sudah dapat dimulai dengan cara kombinasi. Monoterapi tak cukup memberikan kontrol tekanan darah yang efektif terhadap pasien dengan berbagai faktor risiko seperti diabetes. penyakit jantung koroner. dan gemuk. Penderita pun perlu mengontrol tekanan darahnya secara rutin. Upaya yang dilakukan selama ini adalah dengan menerapkan terapi kontrol tekanan darah. merekomendasikan pada pasien hipertensi dengan berbagai risiko untuk mencapai target penurunan tekanan darah yang diinginkan. Untuk satu kali pemeriksaan. JNC-VII-USA pada Mei 2003. bertambahnya jumlah darah yang dipompa jantung. pengaturan diet. dalam penelitian yang dilakukan PT Boehringer Ingelheim (PBI). Kenaikan tekanan darah diastolik dipandang lebih berbahaya daripada sistolik. terapi kombinasi sangat diperlukan. kelenjar adrenal. Dari awal. stroke. dan pecahnya pembuluh darah otak. 9 Maret. Karenanya. pasien lanjut usia. Ternyata. Rekomendasi target dari panduan internasional tersebut adalah tekanan darah kurang dari 140/90 mmHg bagi . Terapi itu dilakukan pada umumnya dengan cara oral atau obat. Pada mereka yang hamil.

HC Diener mengawali studi ini secara random. papar Diener. berkurang 18 persen.pasien tanpa faktor risiko. Terapi kombinasi sangat efektif bagi pasien angiotensin II receptor antagonist (AIIRA) dan diuretik (hydrochlorothiazide-HCTZ). Selasa. Dibandingkan dengan kelompok plasebo. Penyampaian ini dilakukan beberapa waktu lalu di Jakarta. dan samar ganda untuk mengetahui efektivitas dan keamanan pemberian ASA dosis rendah. Terapi kombinasi sangat efektif menurunkan tekanan darah sistolik pada lanjut usia dan pasien dengan berbagai risiko. dan pada dipyridamole menjadi 16 persen. Terapi ini menggunakan zat aktif dari berbagai kelas obat antihipertensi dengan efek berbeda tapi saling melengkapi. kontrol tekanan darah lebih optimal dibandingkan monoterapi. Pasien dengan terapi kombinasi. tim peneliti menyimpulkan bahwa ASA dosis rendah dan dipyridamole efektif menurunkan risiko stroke secara jelas (1:1. dalam seminar yang diselenggarakan Boehringer Ingelheim. Penelitian di Eropa Dalam penelitian yang dipimpin oleh HC Diener dengan dukungan PBI. merinci studi pencegahan stroke di Eropa. Untuk terapi kombinasi keduanya. Keuntungan terapi kombinasi adalah adanya dua zat aktif dalam satu tablet hingga mudah dan praktis dipakai.57204. risiko stroke sekunder dengan kombinasi kedua pengobatan ini menurunkan risikonya dua kali lipat lebih efektif dibanding terapi tunggal dari kedua pengobatan tersebut. kurang dari 130/85 mmHg pada pasien hipertensi dengan diabetes atau gangguan fungsi ginjal. risiko stroke pada ASA. suplemen Medika. dipyridamole Iepas lambat dan kombinasi keduanya.cgi?newsid1078805826. penelitian ini menunjukkan. termasuk risiko stroke dengan kematian (1:100). Studi ini membuktikan efektivitas kombinasi dipyridamole lepas lambat dengan ASA (acetyl salicyl acid) dalam mencegah stroke sekunder atau TIA (transiet ischemic attack). tentang penggunaan pengobatan kombinasi yang rasional.gizi. Sumber: Koran Republika." ujar Jose. 10 Februari 2004 Laporan : wed http://www. terdapat penurunan risiko stroke menjadi 37 persen. Tak hanya itu saja. dosisnya lebih kecil daripada dosis monoterapi sehingga efek samping yang terjadi relatif juga lebih rendah. "Sedangkan. dan kurang dari 125/85 mmHg pada pasien hipertensi dengan gangguan fungsi ginjal dan proteinurea yang lebih dari 1 gram per 24 jam. Keuntungan utama dari terapi ini adalah biaya terapi yang lebih rendah. plasebo kontrol. Artinya.000).net/cgi-bin/berita/fullnews. .602 orang. Fokusnya adalah pada pengobatan telmisartan dan HCTZ. Setelah dua tahun. Seperti yang disampaikan oleh Prof Dr Jose Roesma PhD SpPD-KGH. Penelitian European Stroke Prevention Study kedua (ESPS-2) ini meliputi 59 klinik dari 13 negara dengan responden sebanyak 6.

Stroke iskemik yaitu tersumbatnya pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagian atau keseluruhan terhenti. 3. 2. 2. Stroke hemoragik adalah stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak. Tanda dan Gejala-gejala Stroke Berdasarkan lokasinya di tubuh. Stroke dibagi menjadi dua jenis yaitu: stroke iskemik maupunstroke hemorragik. Stroke Trombotik: proses terbentuknya thrombus yang membuat penggumpalan. 80% stroke adalah stroke Iskemik. WHO mendefinisikan bahwa stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh yang lain dari itu. penyempitan atau pecahnya pembuluh darah. Hipoperfusion Sistemik: Berkurangnya aliran darah ke seluruh bagian tubuh karena adanya gangguan denyut jantung.Gejala. Stroke iskemik ini dibagi menjadi 3 jenis. Stroke Embolik: Tertutupnya pembuluh arteri oleh bekuan darah. gejala-gejala stroke terbagi menjadi berikut: . Hemoragik Subaraknoid: pendarahan yang terjadi pada ruang subaraknoid (ruang sempit antara permukaan otak dan lapisan jaringan yang menutupi otak). yaitu : 1. Hampir 70% kasus stroke hemoragik terjadi pada penderita hipertensi. dan Akibat Stroke Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Hemoragik Intraserebral: pendarahan yang terjadi didalam jaringan otak. Penyebab. yaitu: 1. Stroke hemoragik ada 2 jenis. Berkurangnya aliran darah dan oksigen ini bisa dikarenakan adanya sumbatan.

Pemicu stroke pada dasarnya adalah. Derita Pasca Stroke Sudah Jatuh tertimpa Tangga Pula. Mendengkur.1. peribahasa itulah yang tepat bagi penderita Stroke. Kolesterol. Proses alami ini selesai dlm waktu 3 bulan. antara lain Merokok (aktif & pasif). merokok dan senang mengkonsumsi makanan yang berlemak. Kontrasepsi oral. Narkoba. Cerebral cortex: aphasia. 1/3 orang yang selamat menjadi tergantung dan mungkin mengalami komplikasi yang dapat menyebabkan kematian atau cacat Diperkirakan ada 500. 1/3 --> mengalami gangguan fungsional ringan sampai sedang. pernafasan dan detak jantung terganggu. terlalu banyak minum alkohol. ekspresi wajah terganggu. Hanya 10-15 % penderita stroke bisa kembali hidup normal seperti sedia kala. apraxia. dimana merupakan serangan kecil atau serangan awal stroke. sisanya mengalami cacat. daya ingat menurun. mendengar. Faktor Penyebab Stroke Faktor resiko medis. kaku. sehingga banyak penderita Stroke menderita stress akibat kecacatan yang ditimbulkan setelah diserang stroke. suasana hati yang tidak nyaman (marah-marah). dan melihat parsial atau keseluruhan. mengecap. Jika tanda-tanda dan gejala tersebut hilang dalam waktu 24 jam. Gangguan jantung. Riwayat stroke dalam keluarga. Bagian sistem saraf pusat : Kelemahan otot (hemiplegia). Kurang olahraga. 80% pemicu stroke adalah hipertensi dan arteriosklerosis. 93% pengidap penyakit trombosis ada hubungannya dengan penyakit tekanan darah tinggi. Batang otak. antara lain Hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi). Aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah). kebingungan. Pada saat itu. 1/3 sisanya --> mengalami gangguan fungsional berat yang mengharuskan penderita terus menerus di kasur. Menurut statistik. menurunnya fungsi sensorik 2. fast food). sel otak mati dan hematom yg terbentuk akan diserap kembali secara bertahap. Migrain. dinyatakan sebagai Transient Ischemic Attack (TIA). Setelah stroke. 3. Dari jumlah tersebut: • • • 1/3 --> bisa pulih kembali. refleks menurun. Alkohol. Akibat Stroke lainnya: . lidah lemah. dimana terdapat 12 saraf kranial: menurun kemampuan membau. Obesitas. hemineglect. Makanan tidak sehat (junk food. diabetes. Faktor resiko perilaku.000 penduduk yang terkena stroke.

penghindari stress hingga meminum obat atau suplemen untuk menjaga kesehatan pembuluh darah hingga dapat mencegah terjadinya Stroke. menelan. membedakan kanan dan kiri. 29 Apr 2006 01:44:41 -0700 Stroke Dan Gejalanya Stroke dengan serangannya yang akut. Untuk dapat memberikan pertolongan yang maksimal kepada penderita stroke. Hidup BEBAS tanpa STROKE merupakan dambaan bagi semua orang. Stroke sangat dapat dicegah. Stroke juga tak lagi menjadi milik warga kota yang berkecukupan . 30 % mengalami kesulitan bicara. akibat kesibukan yang padat. juga yang menderita stroke adalah tulang punggung keluarga yang biasanya kurang melakukan gaya hidup sehat. namun juga dialami oleh warga pedesaan yang hidup dengan serba keterbatasan. Hampir 85% dari semua stroke dapat DICEGAH . Selain karena besarnya biaya pengobatan paska stroke . 80-90% bermasalah dalam berpikir dan mengingat. Hal ini akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktifitas serta dapat mengakibatkan terganggunya sosial ekonomi keluarga. olahraga teratur. Tak heran semua orang selalu berupaya untuk mencegah Stroke atau mengurangi faktor risiko dengan menerapkan pola hidup sehat. dapat menyebabkan kematian dalam waktu yang relatif sangat singkat. Diposkan oleh Petrus di 21:12 http://langgocity. kita perlu mengetahui gejala-gejala yang sering terjadi pada serangan stroke. Stroke tak lagi hanya menyerang kelompok lansia.html [sukasukamu] Stroke Dan Gejalanya yundini3001 Sat.• • • • 80% penurunan parsial/ total gerakan lengan dan tungkai. Karena Ancaman stroke hingga merenggut nyawa dan derita akibat stroke.blogspot.com/2009/03/hidup-sehat-tanpa-stoke. 70% menderita depresi. . namum kini cenderung menyerang generasi muda yang masih produktif.

karena stroke. kurang makanan berserat seperti sayur dan buah-buahan. merokok. sehingga digolongkan penyakit kronis. jenis kelamin. serta yang sangat penting adalah hipertensi. seperti juga penyakit jantung dapat diturunkan. kurang olah raga. Kerusakan ini proses kejadiannya membutuhkan waktu lama. maka organ yang dikendalikan .Gejala-gejala stroke diakibatkan kerusakan pada pembuluh darah yang memperdarahi otak. Otak adalah organ yang mengatur segala fungsi tubuh. pria berisiko sedikit lebih tinggi daripada wanita. konsumsi alkohol. seperti banyaknya konsumsi lemak dan kolestrol. maka faktor penyebabnya hampir sama sama dengan faktor pada penyakit jantung. Adapun faktor-faktor lain yang juga merupakan resiko tinggi adalah pertambahan usia. Karena stroke disebabkan ganguan pada pembuluh darah. bila Anda mengidap diabetes mellitus pastikan Anda dan dokter Anda bekerja sama dengan baik dalam manajemennya. riwayat adanya diabetes mellitus. selain faktor resiko bawaan misalnya riwayat keluarga hipertensi. kelebihan berat badan. Penyebab yang paling mungkin adalah gaya hidup Anda. yang memang sudah dimiliki sejak lahir. riwayat keluarga dengan stroke. Apabila ada kerusakan pada bagian otak tertentu.

dan dapat mengakibatkan penderitanya menjadi lumpuh separo badan. . gangguan sensorik. pelupa dan lain sebagainya. penderita biasanya menjadi tidak sadar dan mengalami henti nafas akibat gangguan pada batang otak. bicara pelo. Demikian pula halnya jika bagian-bagian lain terganggu. • bicara tidak lancar. Sebagai contoh. jika bagian otak yang mengatur fungsi bicara mengalami gangguan suplai darah. tidak merasa separo badan. kelemahan anggota tubuh. • lidah mencong bila dijulurkan. • sulit berbahasa. Secara umum. maka penderitanya menjadi tidak dapat bicara. gangguan yang disebabkan oleh stroke dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis gangguan seperti gangguan kesadaran. melihat dan mendengar serta gangguan berkemih (inkontinensia urin). • mulut mencong. Pada serangan stoke berat. Gejala-gejala yang kerap terjadi pada stroke antara lain adalah: • lumpuh separo badan.oleh bagian otak tersebut akan mengalami gangguan fungsi atau bahkan kematian jaringan. • bicara tidak keruan. gangguan bicara. • sulit menelan. gangguan proses berpikir. • bicara pelo. • bila minum atau makan mudah keselek. • terasa kesemutan/terbakar separo badan.

Akibatnya dapat diderita hingga beberapa tahun setelah terjadi. • berjalan sulit.• tidak dapat memahami perkataan orang lain. • tidak dapat memahami tulisan. Stroke dapat menyerang secara tiba-tiba dan tanpa pertanda sebelumnya. bila terlambat ditangani. atau seumur hidup. tergantung dari kerusakan otak yang diakibatkan oleh stroke. Dengan penanganan yang segera. mungkin penderita mengalami gangguan yang lebih berat sehingga perlu pemeriksaan lanjutan. • tidak dapat membaca/menulis. • pelupa. dapat terjadi kerusakan permanen seumur hidup. • penglihatan/pendengaran mengalami gangguan. atau sel lain dalam tubuh. kerusakan otak dapat diperkecil semaksimal mungkin. • menjadi sering pusing kepala. Perlu diingat. Setelah satu minggu pasca serangan. sehingga sel otak sangat sensitif terhadap kekurangan oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah dalam arteri. stroke tidak hanya mempengaruhi lansia . • kepintaran menurun. Namun bila setelah 2 minggu. Sel-sel otak tidak mempunyai cadangan energi seperti halnya sel otot. banyak penderita yang terlihat pulih sama sekali sehngga kita boleh optimis bahwa serangan yang ringan. atau bahkan kematian. Namun. penderita masih memperlihatkan gejala-gejala seperti diatas.

KLASIFIKASI Hipertensi pada usia lanjut dibedakan atas : ( Darmojo.html ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI PENGERTIAN Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg. 1999 ) Hipertensi dimana tekanan sistolik sama atau lebih besar dari 140 mmHg dan / atau tekanan diastolik sama atau lebih besar dari 90 mmHg.namun juga dapat terjadi pada orang-orang muda. (Smeltzer. hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. Malah akhir-akhir ini terjadi banyak peningkatan kejadian stroke pada orang-orang muda. akibat gaya hidup yang merupakan faktor risiko terjadinya stroke.mail-archive.com/sukasukamu@yahoogroups. Pencegahan adalah jalan paling bijaksana untuk menghindari stroke. Pada populasi lansia. Dampak dari stroke sulit diobati dan memerlukan waktu. tekanan darah sama dengan atau diatas 160 / 95 mmHg dinyatakan sebagai hipertensi. rehabilitasi.com/msg00133. dan biaya yang banyak. http://www. Klasifikasi hipertensi berdasarkan penyebabnya dapat dibedakan menjadi 2 golongan besar yaitu : Hipertensi essensial ( hipertensi primer ) yaitu hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya Hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang di sebabkan oleh penyakit lain .2001) Menurut WHO ( 1978 ). Hipertensi sistolik terisolasi dimana tekanan sistolik lebih besar dari 160 mmHg dan tekanan diastolik lebih rendah dari 90 mmHg.

data-data penelitian telah menemukan beberapa faktor yang sering menyebabkan terjadinya hipertensi. prednison. Faktor tersebut adalah sebagai berikut : Faktor keturunan Dari data statistik terbukti bahwa seseorang akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan hipertensi jika orang tuanya adalah penderita hipertensi Ciri perseorangan Ciri perseorangan yang mempengaruhi timbulnya hipertensi adalah: Umur ( jika umur bertambah maka TD meningkat ) Jenis kelamin ( laki-laki lebih tinggi dari perempuan ) Ras ( ras kulit hitam lebih banyak dari kulit putih ) Kebiasaan hidup Kebiasaan hidup yang sering menyebabkan timbulnya hipertensi adalah : Konsumsi garam yang tinggi ( melebihi dari 30 gr ) Kegemukan atau makan berlebihan Stress Merokok Minum alcohol Minum obat-obatan ( ephedrine.ETIOLOGI Penyebab hipertensi pada orang dengan lanjut usia adalah terjadinya perubahan – perubahan pada : Elastisitas dinding aorta menurun Katub jantung menebal dan menjadi kaku Kemampuan jantung memompa darah menurun 1% setiap tahun sesudah berumur 20 tahun kemampuan jantung memompa darah menurun menyebabkan menurunnya kontraksi dan volumenya. Kehilangan elastisitas pembuluh darah Hal ini terjadi karenakurangnya efektifitas pembuluh darah perifer untuk oksigenasi Meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer Meskipun hipertensi primer belum diketahui dengan pasti penyebabnya. epineprin ) Sedangkan penyebab hipertensi sekunder adalah : Ginjal Glomerulonefritis Pielonefritis Nekrosis tubular akut Tumor .

Berbagai faktor seperti kecemasan dan ketakutan dapat mempengaruhi respon pembuluh darah terhadap rangsang vasokonstriksi. pada medulla diotak. yang pada gilirannya merangsang sekresi aldosteron oleh korteks adrenal. neuron preganglion melepaskan asetilkolin. Vasokonstriksi yang mengakibatkan penurunan aliran ke ginjal. suatu vasokonstriktor kuat. Medulla adrenal mensekresi epinefrin. meskipun tidak diketahui dengan jelas mengapa hal tersebut bisa terjadi.Vascular Aterosklerosis Hiperplasia Trombosis Aneurisma Emboli kolestrol Vaskulitis Kelainan endokrin DM Hipertiroidisme Hipotiroidisme Saraf Stroke Ensepalitis SGB Obat – obatan Kontrasepsi oral Kortikosteroid PATOFISIOLOGI / PATHWAY Mekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi pembuluh darah terletak dipusat vasomotor. yang akan merangsang serabut saraf pasca ganglion ke pembuluh darah. Dari pusat vasomotor ini bermula jaras saraf simpatis. Rangsangan pusat vasomotor dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak ke bawah melalui system saraf simpatis ke ganglia simpatis. Hormon ini menyebabkan retensi natrium dan air oleh . mengakibatkan tambahan aktivitas vasokonstriksi. menyebabkan pelepasan rennin. Renin merangsang pembentukan angiotensin I yang kemudian diubah menjadi angiotensin II. yang menyebabkan vasokonstriksi. Pada saat bersamaan dimana sistem saraf simpatis merangsang pembuluh darah sebagai respons rangsang emosi. Individu dengan hipertensi sangat sensitiv terhadap norepinefrin. Pada titik ini. kelenjar adrenal juga terangsang. dimana dengan dilepaskannya noreepineprin mengakibatkan konstriksi pembuluh darah. Korteks adrenal mensekresi kortisol dan steroid lainnya. yang berlanjut ke bawah ke korda spinalis dan keluar dari kolumna medulla spinalis ganglia simpatis di toraks dan abdomen. yang dapat memperkuat respons vasokonstriktor pembuluh darah.

yang pada gilirannya menurunkan kemampuan distensi dan daya regang pembuluh darah. Hal ini berarti hipertensi arterial tidak akan pernah terdiagnosa jika tekanan arteri tidak terukur. Menurut Rokhaeni ( 2001 ). TANDA DAN GEJALA Tanda dan gejala pada hipertensi dibedakan menjadi : Tidak ada gejala Tidak ada gejala yang spesifik yang dapat dihubungkan dengan peningkatan tekanan darah. 1999). Pada usia lanjut perlu diperhatikan kemungkinan adanya “hipertensi palsu” disebabkan kekakuan arteri brachialis sehingga tidak dikompresi oleh cuff sphygmomanometer (Darmojo. Gelisah. pusing Lemas. aorta dan arteri besar berkurang kemampuannya dalam mengakomodasi volume darah yang dipompa oleh jantung (volume sekuncup) mengakibatkan penurunan curang jantung dan peningkatan tahanan perifer (Smeltzer. manifestasi klinis beberapa pasien yang menderita hipertensi yaitu : Mengeluh sakit kepala. 2001). Perubahan tersebut meliputi aterosklerosis. Kesadaran menurun. kelelahan. Gejala yang lazim Sering dikatakan bahwa gejala terlazim yang menyertai hipertensi meliputi nyeri kepala dan kelelahan.tubulus ginjal. Epistaksis. BUN : memberikan informasi tentang perfusi ginjal Glukosa Hiperglikemi ( diabetes mellitus adalah pencetus hipertensi ) dapat diakibatkan oleh peningkatan katekolamin ( meningkatkan hipertensi ) Kalium serum . Semua faktor ini cenderung mencetuskan keadaan hipertensi. Konsekuensinya. menyebabkan peningkatan volume intra vaskuler. PEMERIKSAAN PENUNJANG Hemoglobin / hematokrit Untuk mengkaji hubungan dari sel – sel terhadap volume cairan ( viskositas ) dan dapat mengindikasikan factor – factor resiko seperti hiperkoagulabilitas. selain penentuan tekanan arteri oleh dokter yang memeriksa. Sebagai pertimbangan gerontologis dimana terjadi perubahan structural dan fungsional pada system pembuluh perifer bertanggungjawab pada perubahan tekanan darah yang terjadi pada usia lanjut. Sesak nafas. hilangnya elastisitas jaringan ikat dan penurunan dalam relaksasi otot polos pembuluh darah. Dalam kenyataannya ini merupakan gejala terlazim yang mengenai kebanyakan pasien yang mencari pertolongan medis. Mual Muntah. anemia.

pola regangan. Terapi tanpa obat ini meliputi : .Hipokalemia dapat megindikasikan adanya aldosteron utama ( penyebab ) atau menjadi efek samping terapi diuretik. peninggian gelombang P adalah salah satu tanda dini penyakit jantung hipertensi PENATALAKSANAAN Pengelolaan hipertensi bertujuan untuk mencegah morbiditas dan mortalitas akibat komplikasi kardiovaskuler yang berhubungan dengan pencapaian dan pemeliharaan tekanan darah dibawah 140/90 mmHg. Prinsip pengelolaan penyakit hipertensi meliputi : Terapi tanpa Obat Terapi tanpa obat digunakan sebagai tindakan untuk hipertensi ringan dan sebagai tindakan suportif pada hipertensi sedang dan berat. glukosa mengisyaratkan disfungsi ginjal dan atau adanya diabetes. gangguan konduksi. perbesaran jantung CT scan Untuk mengkaji tumor serebral. batu ginjal / ureter Foto dada Menunjukkan obstruksi kalsifikasi pada area katub. Kalsium serum Peningkatan kadar kalsium serum dapat menyebabkan hipertensi Kolesterol dan trigliserid serum Peningkatan kadar dapat mengindikasikan pencetus untuk / adanya pembentukan plak ateromatosa ( efek kardiovaskuler ) Pemeriksaan tiroid Hipertiroidisme dapat menimbulkan vasokonstriksi dan hipertensi Kadar aldosteron urin/serum Untuk mengkaji aldosteronisme primer ( penyebab ) Urinalisa Darah. Asam urat Hiperurisemia telah menjadi implikasi faktor resiko hipertensi Steroid urin Kenaiakn dapat mengindikasikan hiperadrenalisme IVP Dapat mengidentifikasi penyebab hieprtensiseperti penyakit parenkim ginjal. ensefalopati EKG Dapat menunjukkan pembesaran jantung. protein.

Tehnik relaksasi Relaksasi adalah suatu prosedur atau tehnik yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan atau kecemasan. dengan cara melatih penderita untuk dapat belajar membuat otot-otot dalam tubuh menjadi rileks Pendidikan Kesehatan ( Penyuluhan ) Tujuan pendidikan kesehatan yaitu untuk meningkatkan pengetahuan pasien tentang penyakit hipertensi dan pengelolaannya sehingga pasien dapat mempertahankan hidupnya dan mencegah komplikasi lebih lanjut.Diet Diet yang dianjurkan untuk penderita hipertensi adalah : Restriksi garam secara moderat dari 10 gr/hr menjadi 5 gr/hr Diet rendah kolesterol dan rendah asam lemak jenuh Penurunan berat badan Penurunan asupan etanol Menghentikan merokok Latihan Fisik Latihan fisik atau olah raga yang teratur dan terarah yang dianjurkan untuk penderita hipertensi adalah olah raga yang mempunyai empat prinsip yaitu : Macam olah raga yaitu isotonis dan dinamis seperti lari. Terapi dengan Obat Tujuan pengobatan hipertensi tidak hanya menurunkan tekanan darah saja tetapi juga mengurangi dan . berenang dan lain-lain Intensitas olah raga yang baik antara 60-80 % dari kapasitas aerobik atau 72-87 % dari denyut nadi maksimal yang disebut zona latihan. jogging. juga untuk gangguan psikologis seperti kecemasan dan ketegangan. Penerapan biofeedback terutama dipakai untuk mengatasi gangguan somatik seperti nyeri kepala dan migrain. Lamanya latihan berkisar antara 20 – 25 menit berada dalam zona latihan Frekuensi latihan sebaiknya 3 x perminggu dan paling baik 5 x perminggu Edukasi Psikologis Pemberian edukasi psikologis untuk penderita hipertensi meliputi : Tehnik Biofeedback Biofeedback adalah suatu tehnik yang dipakai untuk menunjukkan pada subyek tanda-tanda mengenai keadaan tubuh yang secara sadar oleh subyek dianggap tidak normal. bersepeda.

namun bisa dikendalikan untuk dapat menurunkan morbiditas dan mortilitas Yakinkan penderita bahwa penderita tidak dapat mengatakan tingginya tekanan darah atas dasar apa yang dirasakannya. beta blocker.mencegah komplikasi akibat hipertensi agar penderita dapat bertambah kuat. ACE inhibitor Step 2 Alternatif yang bisa diberikan : Dosis obat pertama dinaikkan Diganti jenis lain dari obat pilihan pertama Ditambah obat ke –2 jenis lain. tekanan darah hanya dapat diketahui dengan mengukur memakai alat tensimeter . Pengobatan hipertensi umumnya perlu dilakukan seumur hidup penderita. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam interaksi pasien dengan petugas kesehatan adalah sebagai berikut : Setiap kali penderita periksa. antagonis kalsium. 1988 ) menyimpulkan bahwa obat diuretika. Pengobatan standar yang dianjurkan oleh Komite Dokter Ahli Hipertensi ( JOINT NATIONAL COMMITTEE ON DETECTION. Pengobatannya meliputi : Step 1 Obat pilihan pertama : diuretika. vasodilator Step 3 : Alternatif yang bisa ditempuh Obat ke-2 diganti Ditambah obat ke-3 jenis lain Step 4 : Alternatif pemberian obatnya Ditambah obat ke-3 dan ke-4 Re-evaluasi dan konsultasi Follow Up untuk mempertahankan terapi Untuk mempertahankan terapi jangka panjang memerlukan interaksi dan komunikasi yang baik antara pasien dan petugas kesehatan ( perawat. beta blocker. USA. Ca antagonis. EVALUATION AND TREATMENT OF HIGH BLOOD PRESSURE. Alpa blocker. penyekat beta. reserphin. dapat berupa diuretika . penderita diberitahu hasil pengukuran tekanan darahnya Bicarakan dengan penderita tujuan yang hendak dicapai mengenai tekanan darahnya Diskusikan dengan penderita bahwa hipertensi tidak dapat sembuh. Ca antagonis. dokter ) dengan cara pemberian pendidikan kesehatan. clonidin. atau penghambat ACE dapat digunakan sebagai obat tunggal pertama dengan memperhatikan keadaan penderita dan penyakit lain yang ada pada penderita.

Penderita tidak boleh menghentikan obat tanpa didiskusikan lebih dahulu Sedapat mungkin tindakan terapi dimasukkan dalam cara hidup penderita Ikutsertakan keluarga penderita dalam proses terapi Pada penderita tertentu mungkin menguntungkan bila penderita atau keluarga dapat mengukur tekanan darahnya di rumah Buatlah sesederhana mungkin pemakaian obat anti hipertensi misal 1 x sehari atau 2 x sehari Diskusikan dengan penderita tentang obat-obat anti hipertensi. Melihat pentingnya kepatuhan pasien dalam pengobatan maka sangat diperlukan sekali pengetahuan dan sikap pasien tentang pemahaman dan pelaksanaan pengobatan hipertensi. penyakit jantung koroner / katup. berbagai disritmia Bunyi jantung : murmur Distensi vena jugularis . usahakan kunjungan lebih sering Hubungi segera penderita. penyakit serebrovaskuler Tanda : Kenaikan TD Nadi : denyutan jelas Frekuensi / irama : takikardia. bila tidak datang pada waktu yang ditentukan. aterosklerosis. efek samping dan masalah-masalah yang mungkin terjadi Yakinkan penderita kemungkinan perlunya memodifikasi dosis atau mengganti obat untuk mencapai efek samping minimal dan efektifitas maksimal Usahakan biaya terapi seminimal mungkin Untuk penderita yang kurang patuh. PENGKAJIAN Aktivitas / istirahat Gejala : Kelemahan Letih Napas pendek Gaya hidup monoton Tanda : Frekuensi jantung meningkat Perubahan irama jantung Takipnea Sirkulasi Gejala : Riwayat hipertensi.

riwayat penyakit ginjal ) Makanan / Cairan Gejala : Makanan yang disukai yang dapat mencakup makanan tinggi garam. ansietas. marah. diplopia ) . sakit kepala Episode kebas Kelemahan pada satu sisi tubuh Gangguan penglihatan ( penglihatan kabur. keuangan. pekerjaan ) Tanda : Letupan suasana hati Gelisah Penyempitan kontinue perhatian Tangisan yang meledak otot muka tegang ( khususnya sekitar mata ) Peningkatan pola bicara Eliminasi Gejala : Gangguan ginjal saat ini atau yang lalu ( infeksi. euphoria. pengisian kapiler mungkin lambat Integritas Ego Gejala : Riwayat perubahan kepribadian. obstruksi. faktor stress multiple ( hubungsn. depresi. suhu dingin( vasokontriksi perifer ). lemak dan kolesterol Mual Muntah Riwayat penggunaan diuretic Tanda : BB normal atau obesitas Edema Kongesti vena Peningkatan JVP glikosuria Neurosensori Gejala : Keluhan pusing / pening.Ekstermitas Perubahan warna kulit.

penyakit jantung. hipertropi ventricular . penggunaan pil KB atau hormon lain Penggunaan obat / alcohol DIAGNOSA KEPERAWATAN Penurunan curah jantung berhubungan dengan peningkatan afterload. afek. ginjal Faktor resiko etnik. vasokonstriksi. iskemia miokard. isi bicara. mengi ) Sianosis Keamanan Gejala : Gangguan koordinasi. hipertensi. DM .Episode epistaksis Tanda : Perubahan orientasi. aterosklerosis. cara jalan Tanda : Episode parestesia unilateral transien Pembelajaran / Penyuluhan Gejala : Factor resiko keluarga . pola nafas. penyakit serebrovaskuler. proses pikir atau memori ( ingatan ) Respon motorik : penurunan kekuatan genggaman Perubahan retinal optic Nyeri/ketidaknyamanan Gejala : nyeri hilang timbul pada tungkai sakit kepala oksipital berat nyeri abdomen Pernapasan Gejala : Dispnea yang berkaitan dengan aktivitas Takipnea Ortopnea Dispnea nocturnal proksimal Batuk dengan atau tanpa sputum Riwayat merokok Tanda : Distress respirasi/ penggunaan otot aksesoris pernapasan Bunyi napas tambahan ( krekles.

metoprolol ( lopressor ). Pertahankan pembatasan aktivitas seperti istirahat ditempat tidur/kursi Bantu melakukan aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan Lakukan tindakan yang nyaman spt pijatan punggung dan leher. Kriteria hasil : Berpartisipasi dalam aktivitas yang menurunkan TD Mempertahankan TD dalam rentang yang dapat diterima Memperlihatkan irama dan frekuensi jantung stabil Intervensi : Pantau TD. triamterene ( Dyrenium ). aktivitas pengalihan Pantau respon terhadap obat untuk mengontrol tekanan darah Berikan pembatasan cairan dan diit natrium sesuai indikasi Kolaborasi untuk pemberian obat-obatan sesuai indikasi Diuretik Tiazid misalnya klorotiazid ( Diuril ). nyaman. nadolol ( Corgard ). reserpin ( Serpasil ) Inhibitor adrenergik yang bekerja secara sentral misalnya klonidin ( catapres ). hidroklorotiazid ( esidrix.Tujuan : Tidak terjadi penurunan curah jantung setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam. reserpine ( Serpasil ). gunakan manset dan tehnik yang tepat Catat keberadaan. tetazosin ( hytrin ) Bloker nuron adrenergik misalnya guanadrel ( hyloree ). asam etakrinic ( Edecrin ). Atenolol ( tenormin ). Anjurkan tehnik relaksasi. verapamil ) Anti adrenergik misalnya minipres. kelembaban. klonidin ( catapres ) Vasodilator misalnya minoksidil ( loniten ). ukur pada kedua tangan. metildopa ( aldomet ) . suhu dan masa pengisian kapiler Catat edema umum Berikan lingkungan tenang. batasi jumlah pengunjung. meninggikan kepala tempat tidur. kualitas denyutan sentral dan perifer Auskultasi tonus jantung dan bunyi napas Amati warna kulit. kurangi aktivitas. hidralasin ( apresolin ). hidrodiuril ). panduan imajinasi. bendroflumentiazid ( Naturetin ) Diuretic Loop misalnya Furosemid ( Lasix ). amilioride ( midamor ) Inhibitor simpatis misalnya propanolol ( inderal ). Bumetanic ( Burmex ) Diuretik hemat kalium misalnay spironolakton ( aldactone ). quanetidin ( Ismelin ). guanabenz ( wytension ). metildopa ( aldomet ). bloker saluran kalsium ( nivedipin.

trimetapan ( arfonad ). pijat punggung dan leher.Vasodilator kerja langsung misalnya hidralazin ( apresolin ). tidak ada keluhan sakit kepala. ACE inhibitor ( captopril. nilai-nilai laboratorium dalam batas normal. sedikit penerangan Minimalkan gangguan lingkungan dan rangsangan Bantu pasien dalam ambulasi sesuai kebutuhan Hindari merokok atau menggunkan penggunaan nikotin Beri tindakan nonfarmakologi untuk menghilangkan sakit kepala seperti kompres dingin pada dahi. lingkungan yang tenang. diazepam. Haluaran urin 30 ml/ menit Tanda-tanda vital stabil . nitropess ) Bloker ganglion misalnya guanetidin ( ismelin ). ginjal. ativan. valium ) Resiko perubahan perfusi jaringan: serebral. membungkuk Kolaborasi pemberian obat sesuai indikasi : analgesik. antiansietas (lorazepam. posisi nyaman. nitroprusid ( nipride. jantung setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam Kriteria hasil : Pasien mendemonstrasikan perfusi jaringan yang membaik seperti ditunjukkan dengan : TD dalam batas yang dapat diterima. captoten ) Nyeri ( sakit kepala ) berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler serebral Tujuan : Nyeri atau sakit kepala hilang atau berkurang setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam Kriteria hasil : Pasien mengungkapkan tidak adanya sakit kepala Pasien tampak nyaman TTV dalam batas normal Intervensi : Pertahankan tirah baring. loniten Vasodilator oral yang bekerja secara langsung misalnya diazoksid ( hyperstat ). batuk panjang. minoksidil. bimbingan imajinasi dan distraksi Hilangkan / minimalkan vasokonstriksi yang dapat meningkatkan sakit kepala misalnya mengejan saat BAB. jantung berhubungan dengan adanya tahanan pembuluh darah Tujuan : Tidak terjadi perubahan perfusi jaringan : serebral. ginjal. tehnik relaksasi. pusing.

tidur. duduk dengan pemantau tekanan arteri jika tersedia Ambulasi sesuai kemampuan. pusing Observasi TTV tiap 4 jam Berikan jarak waktu pengobatan dan prosedur untuk memungkinkan waktu istirahat yang tidak terganggu. hindari kelelahan Amati adanya hipotensi mendadak Ukur masukan dan pengeluaran Pertahankan cairan dan obat-obatan sesuai program Pantau elektrolit.Intervensi : Pertahankan tirah baring Tinggikan kepala tempat tidur Kaji tekanan darah saat masuk pada kedua lengan. kreatinin sesuai program Intoleransi aktifitas berhubungan penurunan cardiac output Tujuan : Tidak terjadi intoleransi aktifitas setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam Kriteria hasil : Meningkatkan energi untuk melakukan aktifitas sehari – hari Menunjukkan penurunan gejala – gejala intoleransi aktifitas Intervensi : Berikan dorongan untuk aktifitas / perawatan diri bertahap jika dapat ditoleransi. berikan waktu istirahat sepanjang siang atau sore Gangguan pola tidur berhubungan adanya nyeri kepala Tujuan : Tidak terjadi gangguan pola tidur setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam Kriteria hasil : Mampu menciptakan pola tidur yang adekuat 6 – 8 jam per hari Tampak dapat istirahat dengan cukup TTV dalam batas normal . Berikan bantuan sesuai kebutuhan Instruksikan pasien tentang penghematan energy Kaji respon pasien terhadap aktifitas Monitor adanya diaforesis. BUN.

Tujuan : Perawatan diri klien terpenuhi setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam Kriteria hasil : Mampu melakukan aktifitas perawatan diri sesuai kemampuan Dapat mendemonstrasikan tehnik untuk memenuhi kebutuhan perawatan diri Intervensi : Kaji kemampuan klien untuk melakukan kebutuhan perawatan diri Beri pasien waktu untuk mengerjakan tugas Bantu pasien untuk memenuhi kebutuhan perawatan diri Berikan umpan balik yang positif untuk setiap usaha yang dilakukan klien / atas keberhasilannya Kecemasan berhubungan dengan krisis situasional sekunder adanya hipertensi yang diderita klien Tujuan: Kecemasan hilang atau berkurang setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 Jam Kriteria hasil : Klien mengatakan sudah tidak cemas lagi / cemas berkurang Ekspresi wajah rilek TTV dalam batas normal .Intervensi : Ciptakan suasana lingkungan yang tenang dan nyaman Beri kesempatan klien untuk istirahat / tidur Evaluasi tingkat stress Monitor keluhan nyeri kepala Lengkapi jadwal tidur secara teratur Berikan makanan kecil sore hari dan / susu hangat Lakukan masase punggung Putarkan musik yang lembut Kolaborasi pemberian obat sesuai indikasi Kurangnya perawatan diri berhubungan dengan adanya kelemahan fisik.

teh serta alcohol . kerusakan konsentrasi.Intervensi : Kaji keefektifan strategi koping dengan mengobservasi perilaku misalnya kemampuan menyatakan perasaan dan perhatian. peka rangsang. jumlah yang diperbolehkan. Diskusikan pentingnya mempertahankan berat badan stabil Diskusikan pentingnya menghindari kelelahan dan mengangkat berat Diskusikan perlunya diet rendah kalori. tidak penuh dengan stress Diskusikan tentang obat-obatan : nama. waktu pemberian. keinginan berpartisipasi dalam rencana pengobatan Catat laporan gangguan tidur. peningkatan keletihan. pingsan. ketidakmampuan untuk menyelesaikan masalah Bantu klien untuk mengidentifikasi stressor spesifik dan kemungkinan strategi untuk mengatasinya Libatkan pasien dalam perencanaan perawatan dan beri dorongan partisipasi maksimum dalam rencana pengobatan Dorong pasien untuk mengevaluasi prioritas atau tujuan hidup Kaji tingkat kecemasan klien baik secara verbal maupun non verbal Observasi TTV tiap 4 jam Dengarkan dan beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaanya Berikan support mental pada klien Anjurkan pada keluarga untuk memberikan dukungan pada klien Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang proses penyakit Tujuan : Klien terpenuhi dalam informasi tentang hipertensi setelah dilakukan tindakan ekperawatan selama 1 x 24 jam Kriteria hasil: Pasien mengungkapkan pengetahuan akan hipertensi Melaporkan pemakaian obat-obatan sesuai program Intervensi : Jelaskan sifat penyakit dan tujuan dari pengobatan dan prosedur Jelaskan pentingnya lingkungan yang tenang. rendah natrium sesuai program Jelaskan penetingnya mempertahankan pemasukan cairan yang tepat. tujuan dan efek samping atau efek toksik Jelaskan perlunya menghindari pemakaian obat bebas tanpa pemeriksaan dokter Diskusikan gejala kambuhan atau kemajuan penyulit untuk dilaporkan dokter : sakit kepala. pusing. dosis. mual dan muntah. penurunan toleransi sakit kepala. pembatasan seperti kopi yang mengandung kafein.

Berdasarkan Global Risk Assesment Scoring Chart dari penelitian Framingham. yang terutama menyerang di atas usia 75 tahun. Isolated systolic hypertension (ISH) didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik di atas sama dengan 140 mmHg pada tekanan diastolik kurang dari sama dengan 90 mmHg. kontrol tekanan darah menjadi perawatan utama orang-orang lanjut usia.wordpress. Cipto Mangunkusumo. ginjal. terutama aorta. Jose Roesma. kontrol tekanan darah merupakan kunci utama menjaga kesehatan kardiovaskular. Isolated systolic blood pressure Seperti telah disebutkan. Keadaan ini terjadi karena hilangnya elastisitas arteri atau akibat penuaan. Tidak ada standar tertentu untuk menentukan kategori umur yang dikatakan tua. serta penyakit kardiovaskular lainnya. Dalam keadaan ini aorta menjadi kaku dan akhirnya menyebabkan meningkatnya tekanan sistolik dan penurunan volume aorta. pengukuran tekanan sistolik yang meningkat ini lebih signifikan karena dapat menunjukkan terjadinya kekakuan arteri besar. Hipertensi merupakan gejala yang paling sering ditemui pada orang lanjut usia dan menjadi faktor risiko utama insiden penyakit kardiovaskular. konseling dan penyuluhan pada keluarga klien ~ oleh nurse87 di/pada Juni 17. dan Angiotensin- . Penelitian juga menyebutkan bahwa menurunnya tekanan sistolik dapat menyebabkan penurunan curah jantung. Pada orang-orang tua. Jenis yang demikian lebih sulit untuk diobati dibanding hipertensi esensial atau pada pasien yang lebih muda. dari divisi nefrologi ilmu penyakit dalam FKUI-RSUPN dr. misalnya dari Syst-Eur 1 dan 2 dan penelitian lain di Jepang dan Australia menunjukkan bahwa tata laksana hipertensi sistolik yang optimal ialah penggunaan diuretik. namun pengertian lanjut usia (lansia) ialah manusia di atas usia 60 tahun. Karenanya. Jakarta mengungkapkan bahwa pada orang tua umumnya terjadi hipertensi dengan sistolik terisolasi yang berhubungan dengan hilangnya elastisitas arteri atau bagian dari penuaan. Manajemen dan pencegahan Beberapa penelitian. Ditulis dalam Keperawatan Tag: Keperawatan Gerontik http://nurse87. Dokter juga harus melakukan edukasi terus-menerus untuk menghindari terjadinya hipertensi sistolik. misalnya Angiotensin-Converting Enzyme (ACE) inhibitor dan angiotensin-receptor blocker memiliki potensi perbaikan kardiovaskular pada orang tua akibat penurunan tekanan darah efektif. Tekanan sistolik juga menjadi prediktor yang lebih sensitif dibanding tekanan diastolik. para lansia ternyata lebih sering mengalami hipertensi sistolik dan pengobatan hipertensi sampai saat ini masih banyak yang terfokus pada tekanan diastolik <90 mmHg tanpa memikirkan angka sistoliknya. penyekat beta. serta otak. Obat-obat antihipertensi terbaru yang bekerja pada sistem renin-angiotensin-aldosteron. Sebagai konsekuensinya.Edisi Juni 2007 (Vol. risiko infark miokard. Hipertensi juga menjadi faktor utama terjadinya penyakit jantung koroner.com/2009/06/17/empat-belas-masalah-kesehatan-utamapada-lansia/ Hipertensi pada lansia Kontrol Ketat Cegah Komplikasi RACIKAN UTAMA . efeknya bisa membuat kerusakan jantung.6 No.11) Sekitar 60% lansia akan mengalami hipertensi setelah berusia 75 tahun. berat badan seiring usia juga akan meningkatkan risiko terjadinya PJK setiap kenaikan lima tahun.Jelaskan perlunya menghindari konstipasi dan penahanan Berikan support mental. Kontrol tekanan darah yang ketat pada pasien diabetes berhubungan dengan pencegahan terjadinya hipertensi yang tak terkendali. yang pada akhirnya akan menurunkan volume dan tekanan diastolik. 2009. sehingga banyak lansia yang tidak terdeteksi menderita hipertensi sistolik.

dibanding ACE-inhibitor dan Calcium channel blocker. tapi dikombinasikan dengan pemberian dosis rendah CCB. mengingat batas-batas penentuan kriteria seputar hipertensi sangat berhubungan dengan angka. sebenarnya juga tidak hanya menurunkan tekanan darah semata. ARB dan ACE-inhibitor digunakan secara bersama-sama. Sementara penelitian dari The Irbesartan Diabetic Nephropathy Trial (IDNT) menyatakan bahwa agen antihipertensi. misalnya Hydrochlorotiazide (HCT) 12. ARB akan meningkatkan volume sirkulasi dan merangsang sintesis kolagen akibat peningkatan jumlah sel otot polos pada pembuluh darah. atau bahkan terjadi penyakit-penyakit kardiovaskular lainnya. namun angka di bawah 140 ini akan sangat mempengaruhi jenis pengobatan dan edukasi ke pasien. sedangkan ACE-inhibitor bekerja menghambat kerja enzim. termasuk saat kontrol rawat jalan. sering ditemui gangguan pada sistem kardiovaskular berupa gagal jantung. sebagian besar akan gagal. dalam rangka menurunkan tekanan darah. sehingga gabungan keduanya ialah penurunan tekanan darah dengan efek yang juga renokardioprotektif. Seperti guidelines antihipertensi (lihat tabel) yang tercantum berikut. sehingga pengobatannya harus fokus untuk proteksi kardiovaskular secara umum. beta blocker. Meskipun tidak ada makna penting lainnya. gagal jantung. misalnya retinopati diabetik. Karenanya. penggunaan obat harus tetap dilanjutkan tanpa mengurangi dosis yang sedang . Kontrol ketat dilakukan pada pasien yang memiliki risiko besar untuk memiliki komplikasi penyakit lainnya. dan penyakit vaskular perifer. Terapi seperti ini tergolong aman dan efektif. tidak sekadar menurunkan tekanan darah. Selain itu. Pada beberapa keadaan penggunaan obat selain diuretik sebagai terapi inisial sah-sah saja dilakukan. Tekanan darah di bawah 140 mmHg sistolik (jika memang benar sebesar ini) akan jauh mengurangi risiko stroke. ACE-inhibitor. mencegah akumulasi kolagen aorta. menurunkan kekakuan arteri karotis.5 mg atau yang setara dengannya. Terdapat konsensus bahwa tekanan darah pada lansia harus di bawah angka 140/90 mmHg untuk kategori usia 60-79 tahun. Guidelines yang banyak dipakai untuk tata laksana hipertensi pada lansia diambil dari JNC 7 dan ESH/ESC 2003. Tercapainya tujuan ini akan tergantung tidak hanya berdasarkan efikasi obat antihipertensi. lebih baik daripada ACE-inhibitor. Jika angka ini dinilai kurang efektif. menyerupai pemberian Ca blocker. Pada orang tua. efek proteksi vaskular dari ARB juga berlaku untuk mengurangi kemungkinan terjadiya stroke. khususnya Angiotensin II Antagonist Losartan (RENAAL) dapat menurunkan endpoint pasien dengan Non Insulin-dependent Diabetes Mellitus. terutama diuretik. Pendekatan untuk lansia Para dokter harus benar-benar yakin bahwa data pengukuran yang didapat ialah valid. sisanya. pengurangan kemampuan penglihatan. ARB memblok konjugasi. sehingga mempengaruhi keberhasilan dari seluruh tata laksana. keduanya bekerja dalam sistem renin angiotensin aldosteron. ARB yang dikombinasi dengan diuretik juga telah terbukti memiliki efek yang sangat baik. infark miokard. Selain itu penggunaan diuretik boros kalium juga akan menyebabkan hipokalemia jika tidak diberikan secara hati-hati. Sekitar 60% lansia akan mengalami hipertensi setelah berusia 75 tahun. Pemberian diuretik harus dimulai dari level rendah. tidak langsung menambah dosisnya. tapi dari segi tolerabilitasnya juga.receptor blockers (ARB). Penelitian tentang agen antihipertensi dengan mekanisme RAAS ini (ARB) monoterapi memang banyak dilakukan dan terbukti bersifat renokardioprotektif dengan mekanisme perbaikan fungsi endotel. Tujuan utama penatalaksanaan hipertensi pada lansia. serangan stroke. diperlukan manajemen titrasi dosis naik perlahan-lahan ditambah kombinasi obat lainnya. Pedoman ini mengadopsi pendekatan tepat sasaran untuk lansia guna menurunkan risiko penyakit jantung koroner seiring dengan bertambahnya usia. Kontrol kadar kalium hingga tidak boleh di bawah 3. sebisa mungkin perlu diperhitungkan berbagai efek samping yang kemungkinan akan sangat mengganggu pasien.5 mg/dl harus dilakukan. atau ARB. namun tetap saja terapi yang terbaik kemungkinan ialah mencegah hipertensi sebelum usia senja guna mengurangi risiko penyakit jantung koroner sejak dini. atau diabetes yang berat. ARB ini dinyatakan renoprotektif. misalnya diabetes mellitus. Jika ternyata dalam terapi. serta menurunkan tekanan dinding pembuluh darah pada diet rendah garam. Selain itu. asalkan sesuai indikasi. Bekerja di sistem renin-angiotensin-aldosteron. Kontrol tekanan darah yang ketat pada pasien diabetes berhubungan dengan pencegahan terjadinya hipertensi yang tak terkendali dan beberapa penyakit lainnya. Hal ini dapat dicapai dengan menjaga tekanan darah di angka kurang dari 150/85 mmHg (kontrol ketat) atau kurang dari 180/105 mmHg (kontrol tidak terlalu ketat). kelompok usia yang rentan penyakit jantung koroner. penatalaksanaan hipertensi terutama ditujukan pada pasien lanjut usia dengan target tekanan darah kurang dari 140/90 mmHg. Kemungkinan hanya sekitar 40% pasien pada kelompok lansia yang akan mengalami penurunan tekanan darah sampai di bawah 140 mmHg setelah penggunaan antihipertensi ARB. Valsartan dan Losartan telah terbukti mampu menurunkan tekanan sistolik pembuluh darah. dan kejadian kardiovaskular lain pada lansia. gejala-gejala hipertensi tetap muncul. Perspektif terkini Penelitian dari The Heart Outcomes Prevention Evaluatin (HOPE) menyatakan bahwa agen antihipertensi memang terbukti dapat mencegah pula penyakit kardiovaskular lainya. terutama yang berusia di atas 80 tahun.

b. Makanan yang tidak boleh: Roti. protein dan mineral diutamakan untuk mencegah proses penurunan fungsi tubuh. Gula tidak mengandung gizi kecuali zat tenaga. Kandungan Gizi Yang Diperlukan Lansia 1. Pada lansia sebaiknya memilih daging unggas-unggasan daripada daging sapi atau kambing dan hendaknya tidak makan lebih dari 2 potong daging pada sehari. 3. ebi. ikan telur dan susu. f. semua kacang-kacangan dan sayuran. mie.D. Lemak juga berfungsi sebagai cadangan energi. Makanan yang boleh: Beras. gula yang diolah tanpa garam seperti macaroni. Lemak dengan kandungan asam lemak jenuh yang tinggi memicu penyakit jantung dan pembuluh darah. kornet.majalah-farmacia. c. Protein Fungsi dari protein sebagai zat pembangun dari sel tubuh. dendeng.com/rubrik/one_news. Sedangkan pada lansia konsumsi zat zat gizi lain seperti vitamin. membentuk tekstur makanan dan memberi rasa kenyang yang lama. terigu. keju. d. s3ehingga membebani usus dan lambung yang akan mengakibatkan gangguan pada usus. e. Karbohidrat Fungsi karbohidrat adalah penyedia energi. kentang. 2.http://www.E dan K. dosisnya ditambah. udang. Makanan yang tidak boleh: margarine dan mentega biasa . Lemak Lemak berfungsi sebagai pelarut vitamin A. Pada lansia lemak sebaiknya dibatasi . Bisa saja terapi terus digiatkan. Pada lansia konsumsi gula dibatasi karena: a. Makanan yang boleh: daging. biscuit dan kue yang dimasak dengan garam dapur. (farid) A. Makanan yang boleh: minyak margarine dan mentega tanpa garam.asp?IDNews=491 diberikan. biscuit dll. Makanan yang tidak boleh: ikan asin. g. kacang tanah dan sayuran yang dimasak/ diawetkan dengan garam dapur. telur asam. b. mengingat: a. Berkurangnya aktifitas tubuh sehingga kebutuhan energi juga menurun. cenderung mengakibatkan kanker usus. Kelebihan lemak akan disimpan sebagai cadangan energi dalam bentuk timbunan lemak yang menyebabkan kegemukan. pindang. sehingga beberapa ahli tidak terlalu suka melakukannya. Kemungkinan gejala ini akan mereda setelah beberapa minggu atau lebih. singkong. namun metode agresif seperti ini juga akan menambah efek samping. Berkurangnya produksi enzim mengakibatkan pencernaan lemak tidak sempurna. Gula cepat diserap (absorpsi) sehingga mengakibatkan perubahan kadar gula darah dan memungkinkan terjadinya obesitas (kegemukan) dan diabetes.

sayuran hijau. c. Makan makanan yang lembek untuk lansia yang kondisi giginya kurang baik. Kandungan Gizi Yang Diperlukan Lansia 1. ikan yang dimakan dengan tulangnya. b. Larut dalam air yang berfungsi mengikat kolesterol b. penyakit jantung dan kegemukan bila kekurangan serat. terutama vitamin B1 agar tubuh selalu bugar. Diet rendah garam II: Ditujukan untuk penderita hipertensi sedang (100-114 mmHg). garam dapur dianjurkan ½ sendok teh. Contoh makanan yang tingggi kalsium adalah susu. Serat ada 2 jenis: a. gurih. 6. Diet rendah garam III: Ditujukan untuk penderita hipertensi ringan (diastole kurang dari 100 mmHg). Serat Serat tidak dapat dicerna. kanker usus. Lansia hendaknya minum 6-8 gelas sehari mengingat fungsi ginjal menurun dan melancarkan BAB. kedelai dan rumput laut. mempertahankan fungsi jaringan tubuh dan mempengaruhi pertumbuhan dan pembentukan jaringan. Contoh makanan: beras merah Makanan yang boleh: semua buah yang tidak diawtkan garam/ soda. Vitamin Fungsi dari vitamin yaitu untuk mempercepat metbolisme. kalsium sangat penting karena . d. A. Makanan yang tidak boleh: durian. 5. wasir. Hindari makanan yang terlalu manis. terutama lansia wanita mudah terjadi ostoporosis akibat menopause.4. memelihara keseimbangan asam basa dll. Hendaknya lansia makan dengan porsi kecil tapi sering b. goring-gorengan dll. B. Mineral dan Air Fungsi dari mineral yaitu pembentukan jaringan tubuh. Lansia hendaknya mengurangi natrium dengan cara membatasi garam dapur. TIPS Pemberian Makanan Bagi lansia Dengan Hipertensi a. Pada lansia vitamin sangat penting. Petunjuk Penggunaan Garam untuk Penderita hipertensi Untuk penderita hipertensi terdapat 3 diet: a. kopi dan coklat. Garam dianjurkan ¼ sendok the garam dapur. Makanlah makanan yang mudah dicerna c. Karbohidrat . buah-buahan yang diawtkan oleh garam dan soda. Pada lansia. air putih. Diet rendah garam 1 : untuk penderita hipertensi berat dianjurkan untuk tidak menambahkan garam dapur dalam makanan. C. Tdak larut dalam air yang berfungsi melancarkan BAB. maka serat tidak mengandung gizi tetapi tetap dibutuhkan untuk mencegah sembelit.

Lemak dengan kandungan asam lemak jenuh yang tinggi memicu penyakit jantung dan pembuluh darah. Makanan yang boleh: daging. terutama vitamin B1 agar tubuh selalu bugar. Kelebihan lemak akan disimpan sebagai cadangan energi dalam bentuk timbunan lemak yang menyebabkan kegemukan. Gula tidak mengandung gizi kecuali zat tenaga.Fungsi karbohidrat adalah penyedia energi. cenderung mengakibatkan kanker usus. gula yang diolah tanpa garam seperti macaroni. 3. ikan telur dan susu. Pada lansia sebaiknya memilih daging unggas-unggasan daripada daging sapi atau kambing dan hendaknya tidak makan lebih dari 2 potong daging pada sehari. pindang. semua kacang-kacangan dan sayuran. kentang. Berkurangnya aktifitas tubuh sehingga kebutuhan energi juga menurun. b. biscuit dll. Contoh makanan: beras merah . Makanan yang tidak boleh: ikan asin. telur asam. mie. g. Makanan yang boleh: Beras. 2. protein dan mineral diutamakan untuk mencegah proses penurunan fungsi tubuh. biscuit dan kue yang dimasak dengan garam dapur. Lemak juga berfungsi sebagai cadangan energi. udang. b. s3ehingga membebani usus dan lambung yang akan mengakibatkan gangguan pada usus. dendeng. c. f. Gula cepat diserap (absorpsi) sehingga mengakibatkan perubahan kadar gula darah dan memungkinkan terjadinya obesitas (kegemukan) dan diabetes. terigu. mempertahankan fungsi jaringan tubuh dan mempengaruhi pertumbuhan dan pembentukan jaringan. singkong. mengingat: a. e. Pada lansia lemak sebaiknya dibatasi . keju. kacang tanah dan sayuran yang dimasak/ diawetkan dengan garam dapur. Makanan yang boleh: minyak margarine dan mentega tanpa garam.D. Makanan yang tidak boleh: margarine dan mentega biasa 4. d. Protein Fungsi dari protein sebagai zat pembangun dari sel tubuh. Pada lansia vitamin sangat penting. Sedangkan pada lansia konsumsi zat zat gizi lain seperti vitamin. ebi. Makanan yang tidak boleh: Roti.E dan K. membentuk tekstur makanan dan memberi rasa kenyang yang lama. kornet. Vitamin Fungsi dari vitamin yaitu untuk mempercepat metbolisme. Lemak Lemak berfungsi sebagai pelarut vitamin A. Pada lansia konsumsi gula dibatasi karena: a. Berkurangnya produksi enzim mengakibatkan pencernaan lemak tidak sempurna.

kalsium sangat penting karena . penyakit jantung dan kegemukan bila kekurangan serat. Makanan yang tidak boleh: durian. Lansia hendaknya minum 6-8 gelas sehari mengingat fungsi ginjal menurun dan melancarkan BAB. C. Hindari makanan yang terlalu manis. Pada lansia. Contoh makanan yang tingggi kalsium adalah susu. Diet rendah garam 1 : untuk penderita hipertensi berat dianjurkan untuk tidak menambahkan garam dapur dalam makanan. Serat Serat tidak dapat dicerna. Mineral dan Air Fungsi dari mineral yaitu pembentukan jaringan tubuh. B. Diet rendah garam III: Ditujukan untuk penderita hipertensi ringan (diastole kurang dari 100 mmHg). Makanlah makanan yang mudah dicerna c. kopi dan coklat. garam dapur dianjurkan ½ sendok teh. TIPS Pemberian Makanan Bagi lansia Dengan Hipertensi a. goring-gorengan dll. sayuran hijau. buah-buahan yang diawtkan oleh garam dan soda. 5. memelihara keseimbangan asam basa dll. b. Makan makanan yang lembek untuk lansia yang kondisi giginya kurang baik.Makanan yang boleh: semua buah yang tidak diawtkan garam/ soda. kedelai dan rumput laut. wasir. Posted on Maret 9. kanker usus. Garam dianjurkan ¼ sendok the garam dapur. d. c. ikan yang dimakan dengan tulangnya. terutama lansia wanita mudah terjadi ostoporosis akibat menopause. gurih. maka serat tidak mengandung gizi tetapi tetap dibutuhkan untuk mencegah sembelit. air putih. Lansia hendaknya mengurangi natrium dengan cara membatasi garam dapur. Tdak larut dalam air yang berfungsi melancarkan BAB. Petunjuk Penggunaan Garam untuk Penderita hipertensi Untuk penderita hipertensi terdapat 3 diet: a. Larut dalam air yang berfungsi mengikat kolesterol b. 2008 by harnawatiaj . Serat ada 2 jenis: a. 6. Diet rendah garam II: Ditujukan untuk penderita hipertensi sedang (100114 mmHg). Hendaknya lansia makan dengan porsi kecil tapi sering b.

diuretik.Berikan oksigen untuk menyuplai kebutuhan jaringan yang meningkat karena kondisi hipemetabolik. hindari hipotermia. kejang mungkin diikuti dengan hipertermia berulang. lansia. EKG. dapat juga menyebabkan kematian. penyekat beta-adrenergik). peningkatan suhu tubuh (40.60C atau lebih).. karena mortalitas langsung berhubung an dentan durasi hipertermia. tubular nekrosis akut adalah komplikasi dan heat stroke 10.Pantau pasien dengan cermat terhadap tanda vital. mereka yang tidak dapat merawat diri sendiri. Pada saat mengkaji pasien. Diagnosa keperawatan nieliputi tidak efektif termore gulasi yang berhubungan dengan ketidakmarnpuan meka nisme homeostatik tubuh untuk mempertahankan suhu tubuh normal. tekanan vena sentral dan perubahan tingkat kesadaran derigan perubahan cepat dalarn suhu tu buh. Heat stroke karena aktivitas arau latihan dalam suhu panas dan kelembapan ekstrem. tingkah laku aneh.Posisikan kipas angin listrik sehiugga menghembus pada pasien untuk menambah pembuangan panas dengan konveksi dan evaporasi 5. ginjal dan koagulasi darah. Pertimbangan Gerontologik.Ukur haluaran urine. mereka yang mendapat pengobatan tertentu (tranquilizer utama. Tipe heat stroke ini tenjadi pada individu yang sehat selama olahraga atau aktivitas kerja kedka teijadi hipertermia karena ketidakadekuatan peng hilangan panas. gejala yang adalah: disfungsi sistem saraf pusat yang dalam (dimanifestasikan dengan konfusi.Turunkan suhu inti (internal) sampal dengan 390C secepat mungkin. Penatalaksanaan Kedaruratan 1. 6.Lakukan serial uji untuk gangguan perdarahan (koagulopati inravaskular diseminata) dan enzim serum untuk .Gunakan pakaian dingin dan handuk atau usap busa dengan air dingin kontinu b. 9.Berikan perawatan pendukung sesuai ketentuan : Dialisis untuk gagal ginjal Antikonvulsan untuk kontrol kejang 11. infark miokard. berikan dengan pelan karena bahaya dan cedera miokardia dan suhu yang tinggi dan fungsi ginjal yang -kurang baik. Seseorang dengan risiko ini adalah mereka yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan iklim panas.Pantau secara konstan suhu pasien dengan mengguna kan probe termistor pada rektum atau esofagus (pantau suhu inti). Heat stroke menyebabkan cedera termal pada tingkat sel dan menyebabkan kerusakan luas pada jantung.Kalium untuk hipokalemia dan natrium bikarbonat wink mengoreksi asidosis metabolik.Taruh es pada kulit sambil menyemprot dengan air biasa. hati. Biasanya cerjadi selama keadaan panas. Kebanyakan kernatian yang berkaitan dengan panas teijadi pada lansia karena sistem sirkulasi mereka tidak mampu mengkompensasi stress yang ditimbulkan oleb panas. c. Gunakan satu atau lebih tindakan sebagai berikut : a.Gunakan Selimut Pendingin d.Lepaskan pakaian pasien 2. Pendinginan dengan memberikan cairan dan perifer ke pusat. kulit panas. kering.dan disritmia. 8.Masase pasien untuk meningkatkan sirkulasi dan niempertahankan vasodilatasi kutan selarna prosedur pendinginan 4.takipnea. Bantu intubasi pasien dengan cuf selang endotrakea dan pasang pada ventilator jika perlu untuk rnendukung kegagalan sistem kardiorespiratori. biasanya anhidrosis (tidak ada keringat). Penanganan simultan ber fokus pada stabiitasi oksigenasi melalui ABC pendukung hidup dasar. dan takikardi. Pengkajian. 7.Heat stroke adalah kedaruratan medis akut yang disebab kin oleh kegagalan mekanisme pengaturan panas tubuh. delirium. Riwayat pasien menunjukkan terpajan pada peningkatan suhu atau latihan berlebihan pada saat panas yang ekstrem. antikolinergik.Teruskan memantau EKG untuk kcmungkinan infark miokard. koma). 12.Bilas lambung atau kolon dengan salin es yang mungkin diresepkan jika suhu tidak turun 3. terutaina ketika diikuti oleh kelembanan yang tinggi. Tujuannya adalah menurunkan suhu tinggi secepat mungkin. hipertermia mungkin teijadi kembali secara spontan dalam 3-4 jam.Mulal infus IV langsung untuk meagganti cairanyang hilang dan memelihara sirkulasi adekuat. mereka dengan penyakit kronik dan kelemahan.

2. spasme ataupun thrombus pembuluh darah otak. Tidak terjadi perdarahan. dan menggunakan pendekatan ber angsur untuk pengkondisian fisik. dan mengurangi aktivitas dalam cuaca panas.Ajak lansia yang lemah yang hidup dalam lingkungan desa dengan suhu lingkungan tinggi ke tempat di mana ada pengaturan udara (mall tempat belanja. yaitu : dapat juga diklasifikasikan berdasarkan perjalanan 1.wordpress. jantung.Nasihatkan pasien untuk menghindari terpajan pada suhu tinggi. namun juga dapat terjadi pada saat istirahat. perpusta kaan. 3. Mung kin ada kerusakan hati. Kesadaran umumnya menurun dan penyebab yang paling banyak adalah akibat hipertensi yang tidak terkontrol. Klasifikasi stroke Berdasarkan proses patologi dan gejala klinisnya stroke dapat diklasifikasikan menjadi : 1.com/2008/03/09/heat-stroke/ Pengertian Stroke adalah deficit neurologist akut yang disebabkan oleh gangguan aliran darah yang timbul secara mendadak dengan tanda dan gejala sesuai dengan daerah fokal otak yang terkena (WHO. Umumnya terjadi pada saat melakukan aktifitas. kesadaran umumnya baik dan terjadi proses edema otak oleh karena hipoksia jaringan otak.mengukur cedera hipoksia suhu pada hati dan jaringan otot.Tekankan pentingnya memelihara masukan cairan yang adekuat. stroke hemoragik Terjadi perdarahan cerebral dan mungkin juga perdarahan subarachnoid yeng disebabkan pecahnya pembuluh darah otak. yang memungkinkan cukup waktu untuk menyesuaikan dengan iklim. stroke non hemoragik Dapat berupa iskemia. 2. emboli. gereja) http://harnawatiaj. menggunakan pakaian kendur. hipersensitivitas pada suhu tinggi mungkin terjadi dalam lama waktu yang dapat dipertimbangkan.Masukkan pasien ke unit perawatan intensify. dan susunan pusat. 4. mengganti cairan. B. 1989). Pendidikan Pasien dan Pertimbangan Perawatan di Rumah 1. TIA’S (Trans Ischemic Attack) . Umumnya terjadi setelah beristirahat cukup lama atau angun tidur. Stroke non hemoragik penyakitnya. 13.Nasihatkan atlet untuk memantau kehilangan cairan.

yeitu terjadinya peningkatan viskositas darah sehingga memperlambat aliran darah khususnya serebral dan adanya kelainan microvaskuler sehingga berdampak juga terhadap kelainan yang terjadi pada pembuluh darah serebral. atrial fibrilasi dan endokarditis.Yaitu gangguan neurologist sesaat. dapat disebabkan oleh aterosklerosis atau sebaliknya. termasuk pembuluh darah otak. yaitu . Kelainan jantung / penyakit jantung Paling banyak dijumpai pada pasien post MCI. 3. 1. 5. C.. Ddisamping itu dapat terjadi proses embolisasi yang bersumber pada kelainan jantung dan pembuluh darah. stroke in Volution Stroke yang terjadi masih terus berkembang dimana gangguan yang muncul semakin berat dan bertambah buruk. Pada daerah penipisan dengan maneuver tertentu dapat menimbulkan perdarahan. Etiologi Ada beberapa factor risiko stroke yang sering teridentifikasi. 1. . 4. Proses ini biasanya berjalan dalam beberapa jam atau beberapa hari. Diabetes mellitus (DM) Penderita DM berpotensi mengalami stroke karena 2 alasan. beberapa menit atau beberapa jam saja dan gejala akan hilang sempurna dalam waktu kurang dari 24 jam. Hipertensi. 1. Stroke Komplit Gangguan neurologist yang timbul bersifat menetap atau permanent. Rind (Reversible Ischemic Neurologis Defict) Gangguan neurologist setempat yang akan hilang secara sempurna dalam waktu 1 minggu dan maksimal 3 minggu. 2. Usia lanjut Pada usia lanjut terjadi proses kalsifikasi pembuluh darah. Aneurisma pembuluh darah cerebral Adanya kelainan pembuluh darah yakni berupa penebalan pada satu tempat yang diikuti oleh penipisan di tempat lain. Proses ini dapat menimbulkan pecahnya pembuluh darah atau timbulnya thrombus sehingga dapat mengganggu aliran darah cerebral. 1. Kerusakan kerja jantung akan menurunkan kardiak output dan menurunkan aliran darah ke otak.

menyebabkan iskemia kemudian menjadi kompleks iskemia akhirnya terjadi infark pada jaringan otak. Obesitas Pada obesitas dapat terjadi hipertensi dan peningkatan kadar kolesterol sehingga dapat mengakibatkan gangguan pada pembuluh darah.6. kurang aktivitas fisik Kurang aktivitas fisik dapat juga mengurangi kelenturan fisik termasuk kelenturan pembuluh darah (embuluh darah menjadi kaku). Stroke hemoragik Pembuluh darah otak yang pecah menyebabkan darah mengalir ke substansi atau ruangan subarachnoid yang menimbulkan perubahan komponen intracranial yang seharusnya konstan. Terjadinya blok pada arteri tersebut menyebabkan iskemia yang tiba-tiba berkembang cepat dan terjadi gangguan neurologist fokal. Polocitemia Pada policitemia viskositas darah meningkat dan aliran darah menjadi lambat sehingga perfusi otak menurun. Stroke non hemoragik Iskemia disebabkan oleh adanya penyumbatan aliran darah otak oleh thrombus atau embolus. salah satunya pembuluh darah otak. salah satunya pembuluh drah otak. 9. 8. sehingga arteri menjadi tersumbat. Peningkatan kolesterol (lipid total) Kolesterol tubuh yang tinggi dapat menyebabkan aterosklerosis dan terbentuknya embolus dari lemak. Emboli disebabkan oleh embolus yang berjalan menuju arteri serebral melalui arteri karotis. Di samping itu. Patofisiologi 1. Perdarahan otak dapat ddisebabkan oleh pecahnya dinding pembuluh darah oleh emboli. 2. darah yang mengalir ke substansi otak atau ruang subarachnoid dapat menyebabkan edema. aliran darah ke area thrombus menjadi berkurang. Perokok Pada perokok akan timbul plaque pada pembuluh darah oleh nikotin sehingga terjadi aterosklerosis. 10. Adanya perubahan komponen intracranial yang tidak dapat dikompensasi tubuh akan menimbulkan peningkatan TIK yang bila berlanjut akan menyebabkan herniasi otak sehingga timbul kematian. spasme pembuluh darah otak dan penekanan pada . Trombus umumnya terjadi karena berkembangnya aterosklerosis pada dinding pembuluh darah. D. 7.

Daerah arteri serebri anterior akan menimbulkan gejala: • hemiplegia dan hemianesthesia kontralateral terutama tungkai (30%-80%) • inkontinensia urin. 1. Daerah arteri serebri posterior • Nyeri spontan pada kepala • Afasia bila mengenai hemisfer dominant (35-50%) 1. afasia. Pengaruh terhadap status mental • Tidak sadar : 30% . Daerah vertebra basiler akan menimbulkan: • Sering fatal karena mengenai pusat-pusat vital di batang otak . arteri karotis interna akan menimbulkan: • Hemiplegia kontralateral yang disertai hemianesthesia (30%-80%) • Afasia bila mengenai hemisfer dominant (35%-50%) • Apraksia bila mengenai hemisfer non dominant(30%) 1. atau apraksia tergantung hemisfer mana yang terkena 1. E.40% • Konfuse : 45% dari pasien biasanya sadar 1.daerah tersebut menimbulkan aliran darah berkurang atau tidak ada sehingga terjadi nekrosis jaringan otak. Tanda dan gejala Tanda dan gejala yang muncul sangat tergantung pada daerah dan luasnya daerah otak yang terkena. Daerah arteri serebri media.

2. CT scan kepala untuk mengetahui lokasi dan luasnya perdarahan atau infark . elektrolit. gula darah dsb. kesulitan Apabila dilihat bagian hemisfer mana yang terkena. Pemeriksaan diagnostik Pemeriksaan penunjang disgnostik yang dapat dilakukan adalah : 1. dan bila perlu analisa gas darah. Stroke hemisfer kanan • Hemiparese sebelah kiri tubuh • Penilaian buruk • Mempunyai kerentanan terhadap sisi kemungkinan terjatuh ke sisi yang berlawanan 1. kolesterol. emosi labil) (kelumpuhan otot mata. stroke hemisfer kiri • mengalami hemiparese kanan • perilaku lambat dan sangat berhati-hati • • kelainan bidang pandang sebelah kanan • disfagia global • afasia • mudah frustasi kontralateral sebagai F. laboratorium: mengarah pada pemeriksaan darah lengkap. gejala dapat berupa: 1.• Hemiplegia alternans atau tetraplegia • Kelumpuhan pseudobulbar menelan.

Bebaskan jalan nafas dan pertahankan ventilasi yang adekuat. batuk. 6. Penatalaksanaan medis Secara umum. Penatalaksanaan spesifik berupa: • Stroke non hemoragik: antikoagulan. bila perlu diberikan ogsigen sesuai kebutuhan 3. Nutrisi per oral hanya diberikan jika fungsi menelan baik. neuroprotektor. atau suction berlebih yang dapat meningkatkan TIK 10. Posisi kepala dan badan atas 20-30 derajat. posisi miring jika muntah dan boleh dimulai mobilisasi bertahap jika hemodinamika stabil 2.3. Jika kesadaran menurun atau ada gangguan menelan sebaiknya dipasang NGT 11. infark. • Stroke hemoragik: mengobati penyebabnya. hematom dan bergesernya struktur otak angiografi untuk mengetahui penyebab dan gambaran yang jelas mengenai pembuluh darah yang terganggu G. 4. trombolisis. konstipasi. MRI untuk mengetahui adanya edema. Tanda-tanda vital diusahakan stabil Bed rest Koreksi adanya hiperglikemia atau hipoglikemia Pertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit Kandung kemih yang penuh dikosongkan. tindakan pembedahan. 4. penatalaksanaan pada pasien stroke adalah: 1. menurunkan TIK yang tinggi RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN STROKE . 5. 8. neuroprotektor. 7. obat hemoragik asetosal. Hindari kenaikan suhu. bila perlu lakukan kateterisasi Pemberian cairan intravena berupa kristaloid atau koloid dan hindari penggunaan glukosa murni atau cairan hipotonik 9.

memori dan motorik membaik c. Pantau intake-output cairan. Auskultasi bunyi nafas 2. Observasi tanda-tanda vital (tiap jam sesuai kondisi pasien) 3. Ukur tandatanda vital 3. Tanda-tanda vital stabil e. edema Kriteria hasil : atau oklusi pembuluh darah a. Penurunan perfusi Perfusi serebral membaik serebral b. Tingkat kesadaran serebral membaik (GCS meningkat) b. penumpukan sputum (karena kelemahan. Bila sudah memungkinkan lakukan fisioterapi dada dan latihan nafas dalam 6.NO 1. TIK normal d. jalan nafas yang paten. Pertahankan posisi tirah baring pada posisi anatomis atau posisi kepala tempat tidur 15-30 derajat Bersihan jalan nafas Pasien mampu mempertahankan tidak efektif b. fungsi kognitif. RR normal c.d. Tidak ada tanda-tanda sianosis dan pucat d. Bunyi nafas vesikuler b. Kriteria hasil : hilangnya refleks batuk) a. adanya perdarahan. bahasa respon pupil dll 2. Tidak ada tanda . Berikan posisi semi fowler sesuai dengan kebutuhan (tidak bertentangan dgn masalah keperawatan lain) 4. Pantau adanya tanda-tanda penurunan perfusi serebral :GCS. darah lengkap dll • Pemberian obat sesuai kebutuhan 1. Tidak ada sputum 2. DIAGNOSA KEPERAWATAN TUJUAN DAN KRITERIA HASIL INTERVENSI 1. memori. Lakukan penghisapan lender dan pasang OPA jika kesadaran menurun 5.d. Kolaborasi: • Pemberian ogsigen • Laboratorium: Analisa gas darah. balance tiap 24 jam 4.

gula darah dll • Penberian terapi sesuai advis • CT scan kepala untuk diagnosa dan monitoring 1. kerusakan mobilisasi aktif neuromuskuler. Pantau kekuatan otot 3. kerusakan neuromuscular. Kriteria hasil : hemiparese a. 5. mobilisasi bertahap 4. jika berat hindari memberi isyarat non 3. Kolaborasi: fisioterapi 1.perburukan neurologis f. kelemahan. Hindari fleksi leher untuk mengurangi resiko jugular 8. Pasang trochanter roll pada daerah yang lemah 5. Rubah posisi tiap 2 jan 4. Pantau tingkat kemampuan mobilisasi klien 2. Hindari valsava maneuver seperti batuk. Libatkan keluarga dalam memobilisasi klien 7. Pertahankan ligkungan yang nyaman 7.d. Evaluasi sifat dan beratnya afasia pasien. Kolaborasi: • Beri ogsigen sesuai indikasi • Laboratorium: AGD. tidak ada kontraktur atau foot drop b. Gangguan komunikasi verbal b.d. Komunikasi dapat berjalan dengan baik . Lakukan ROM pasif atau aktif sesuai kemampuan dan jika TTV stabil 6. kontraksi otot membaik c. mengejan dsb 6. Gangguan mobilitas Pasien mendemonstrasikan fisik b.

Lakukan komunikasi dengan wajar. Memahami maksud dan pembicaraan orang lain c. Tidak ada tanda-tanda malnutrisi b. konsul ahli gizi 1. Hitung kebutuhan nutrisi perhari 3. Berat badan dalam batas normal 6. Pembicaraan pasien dapat dipahami 2. Lab: albumin. lingkungan dapat . dengarkan dengan tekun jika pasien mulai berbicara 4. Klien dapat mengekspresikan perasaan b. Perubahan persepsi. Albumin. bahasa jelas. Conjungtiva ananemis d. sederhana dan bila perlu diulang 3. Berdiri di dalam lapang pandang pasien pada saat bicara 5.kerusakan sentral bicara verbal Kriteria hasil : a. Beri makan via NGT 8. Cari tahu proses 5. Latih otot bicara secara optimal 6. Tonus otot baik e. (Risiko) gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan b. Catat intake makanan c. pemasangan NGT. Beri latihan menelan 7.d. Kolaborasi dengan ahli terapi wicara 1.Persepsi dan kesadaran akan sensori b.d. Timbang berat badan secara berkala 6. Kolaborasi : Pemeriksaan lab(Hb. Libatkan keluarga dalam melatih komunikasi verbal pada pasien 7. Hb. BUN dalam batas normal 5. Kaji factor penyebab yang mempengaruhi kemampuan menerima makan/minum 2. Observasi tanda-tanda vital 4. intake nutrisi tidak adekuat Kebutuhan nutrisi terpenuhi Kriteria hasil : a. BUN).

Buat lingkungan yang memungkinkan klien untuk melakukan ADL mandiri 4. nyeri. Catat adanya proses hilang perhatian terhadap salah satu sisi tubuh dan libatkan keluarga untuk membantu mengingatkan 6. meningkat kelemahan. Evaluasi adanya gangguan persepsi: penglihatan. Ingatkan untuk menggunakan sisi tubuh yang terlupakan 7.perubahan transmisi dipertahankan saraf sensori. taktil 3.d. Melakukan perawatan diri sesuai kemampuan c. Libatkan keluarga dalam membantu klien 5. penurunan perubahan pola hidup untuk koordinasi otot. Ciptakn suasana lingkungan yang nyaman 4. gangguan Kriteria hasil : neuromuscular. Bicara dengan tenang dan perlahan 8. Berikan bantuan terhadap kebutuhan yang benar-benar diperlukan saja 3. Lakukan validasi terhadap persepsi klien dan lakukan orientasi kembali 1. Motivasi klien untuk melakukan ADL sesuai kemampuan 6. posisi dan proprioseptik 5. sehari-hari kerusakan persepsi b. Mengidentifikasi dan memanfaatkan sumber bantuan . Evaluasi kemampuan membedakan panas-dingin. integrasi. Kurang kemampuan Kemampuan merawat diri merawat diri b. Sediakan alat Bantu diri 7. mendemonstrasikan menurun. kekuatan otot a. memenuhi kebutuhan hidup depresi. Pantau tingkat kemampuan klien dalam merawat diri 2. perubahan psikologi patogenesis yang mendasari 2.

Kriteria hasil : keterbatasan kognitif.d. Mengungkapkan pemahaman tentang penyakit. Kolaborasi: pasang DC jika perlu. Diskusikan proses patogenesis dan pengobatan dengan klien dan keluarga 3. Kolaborasi: pemberian obat sesuai indikasi (diazepam. perawatan b. Pertahankan bedrest selama fase akut 5. pengobatan. Buat daftar perencanaan pulang 8. dan perubahan pola hidup yang diperlukan . Tidak ada trauma dan komplikasi lain 9.bila mungkin 7. Klien tidak terjatuh b. Pantau tingkat kesadaran dan kegelisahan klien 2. Evaluasi derajat gangguan persepsi sensuri 2. Risiko cedera b. Hindari restrain kecuali terpaksa 4. Libatkan keluarga dalam perawatan 7. tidak a. gerakan yang tidak terkontrol selama penurunan kesadaran Klien terhindar dari cedera selama perawatan Kriteria hasil : a. Identifikasi cara dan kemampuan untuk meneruskan progranm perawatan di rumah 4. Kurang pengetahuan Pengetahuan klien dan (klien dan keluarga) keluarga tentang penyakit dan tentang penyakit dan perawatan meningkat. kurang informasi.d. konsultasi dengan ahli okupasi atau fisioterapi 1. beri bantalan lunak 3. Beri pengaman di samping tempat tidur 6. dilantin dll) 1. Identifikasi factor risiko secara individual dal lakukan perubahan pola hidup 5. Beri pengaman pada daerah yang sehat. Klien dan keluarga mengenal sumber berpartisipasi dalam proses belajar b.

berpindah dan ambulasi • Keengganan untuk melakukan pergerakan • Keterbatasan rentang gerak • Penurunan kekuatan. intoleransi aktivitas. Prevalensi dari masalah ini meluas di luar institusi sampai melibatkan seluruh lansia Awitan imobilitas atau intoleransi aktivitas untuk sebagian besar orang tidak terjadi secara tiba-tiba. Studi-studi tentang insidensi diagnosis keperawatan yang digunakan untuk lansia yang berada di Institusi perawatan mengungkapkan bahwa hambatan mobilitas fisik adalah diagnosis pertama atau kedua yang paling sering muncul. Imobilitas didefinisikan secara luas sebagai tingkat aktivitas yang kurang dari mobilitas optimal. pengendalian.blog. Diagnosis keperawatan hambatan mobilitas fisik. bergerak dari mobilitas penuh sampai ketergantungan fisik total atau ketidak aktifan. dan intoleransi aktivitas memberikan definisi imobilitas yang lebih luas. termasuk protocol-protokol mekanis dan medis • Gangguan koordinasi Faktor-faktor yang berhubungan • Intoleransi aktivitas • Penurunan kekuatan dan ketahanan • Nyeri dan rasa tidak nyaman • Gangguan persepsi atau kognitif • Gangguan neuromuskuler • Depresi • Ansietas berat . tetapi lebih berkembang secara perlahan dan tanpa disadari.id/fer50/2008/09/17/asuhan-keperawatanpada-klien-dengan-stroke/comment-page-1/ Imobilitas dan Intoleransi Aktivitas pada Lansia October 3. potensial sindrom disuse.http://mhs. Imobilitas. 2009pusva juwitaLeave a commentGo to comments BAB I PENDAHULUAN Mobilitas adalah pergerakan yang memberikan kebebasan dan kemandirian bagi seseorang. dan sindromdissue sering terjadi pada lansia. BAB II PEMBAHASAN Imobilitas dan Intoleransi Aktivitas pada Lansia GANGGUAN MOBILITAS FISIK Definisi Sutau keadaan keterbatasan kemampuan pergerakan fisik secara mandiri yang dialami seseorang Batasan karakteristik • Ketidakmampuan untuk bergerak dengan tujuan di dalam lingkungan. Intervensi diarahkan pada pencegahan kea rah konsekuensi-konsekuensi imobilitas dan ketidak aktifan dapat menurunkan kecepatan penurunannya. atau masa otot • Mengalami pembatasan pergerakan. termasuk mobilitas di tempat tidur.ui.ac.

ancaman terhadap imobilitas. Suatu pemahman tentang dampak imobilitas dapat diperoleh dari interaksi kompetensi fisik.INTOLERANSI AKTIVITAS Definisi Suatu keadaan ketidakcukupan energi secara fisiologis atau psikologis pada seseorang untuk bertahan aau menyelesaikan aktivitas sehri-hari yang dibutuhkan atau diinginkan. Perub ahan yang berhubungan dengan usia disertai dengan penyakit kronis menjadi predisposisi bagi lansia untuk mengalami komplikasi-komplikasi ini. Secara fisiologis. oleh karena itu memperberat efek ini. Penurunan fungsimuskuloskeletal Perubahan fungsi neurologist Nyeri Defisit perceptual Berkurangnya kemampuan kognitif Jatuh Perubahan hubungan social Aspek psikologis Faktor-faktor eksternal Factor tersebut termasuk. . MANIFESTSI KLINIS Dampak fisiologis dari imobilitas dan ketidak efektifan • • • • • • • • • • • • • • Efek • Hasil • • Penurunan konsumsi oksigen maksimum Intoleransi ortostatik Peningkatan denyut jantung. tubuh bereaksi terjhadap imobilitas dengan perubahan-perubahan yang hamper sama dengan proses penuaan. Program terapeutik Karakteristik penghuni institusi Karakteristik staf Sistem pemberian asuhan keperawatan Hambatan-hambatan Kebijakan-kebijakan institusi Dampak masalah pada lansia Lansia sangt renan erhadap konsekuensi fisiologis dn psikologis dari imobilitas. dan interpretasi pada kejadian. Batasan karakteristik • Secara verbal melaporkan keletihan atau kelemahan • denyut jantung atau tekanan darah yang tidak normal terhadap aktivitas • Rasa tidak nyaman dispneu setelah beraktivitas • Perubahan elektrokardiogravis yang menunjukkan adanya disritmia atau iskemia Faktor-faktor yang berhubungan • Tirah baring dan imobilitas • Kelemahan secara umum • Gaya hidup yang kurang gerak • Ketidakseimbanag antara suplai oksigen dan kebutuhan Faktor-faktor Internal Berbagai factor internal dalam imobilisasi tubuh atau bagian tubuh antara lain.

kardiovaskuler. Sebagai suatu proses episodic pencegahan primer diarahkan pada pencegahan masalah-masalah yang dapat tmbul akibat imoblitas atau ketidak aktifan. Keberhasilan intervensi berasal dri suatu pengertian tentang berbagai factor yang menyebabkan atau turut berperan terhadap imobilitas dan penuaan. dan mengalami peningkatan. Pencegahan sekunder memfokuskan pada pemeliharaan fungsi dan pencegahan komplikasi. instruksi tentang latihan yang aman harus dilakukan. Program tersebut disusun untuk memberikn kesempatan pada klien untuk mengembangkan suatu kebiasaan yang teratur dalam melakukan bentuk aktif dari rekreasi santai yang dapat memberikan efek latihan. Pencegahan Sekunder Spiral menurun yang terjadi akibat aksaserbasi akut dari imobilitas dapat dkurangi atau dicegah dengan intervensi keperawatan. Mengajarkan klien untuk mengenali tanda-tanda intoleransi atau latihan yang terlalu keras sama pentingnya dengan memilih aktivitas yang tepat. • Hambatan terhadap latihan Berbagai hambatan mempengaruhi partisipasi lansia dalam latihan secara teratur. selama dan setelah aktivitas diberikan) Kecenderungan alami (predisposisi atau penngkatan kearah latihan khusus) Kesulitan yang dirasakan Tujuan dan pentingnya lathan yang dirasakan Efisiensi latihan untuk dirisendiri (derajat keyakinan bahwa seseorang akan berhasil) • Keamanan Ketika program latihan spesifik telah diformulasikan dan diterima oleh klien. perilaku gaya hidup tertentu (misalnya merokok dan kebiasaan diet yang buruk) depresi gangguan tidur.• • • • • Penurunan fungsi ventrikel kiri Penurunan volume sekuncup Perlambatan fungsi usus Pengurangan miksi Gangguan tidur • • • • sinkop Penurunan kapasitas kebugaran Konstipasi Penurunan evakuasi kandung kemih Bermimpi pada siang hari. • Pengembangan program latihan Program latihan yang sukses sangat individual. halusinasi PENATALAKSANAAN 1. Ketika klien telah memiliki evaluasi fisik secara seksama. Bahaya-bahaya interpersonal termasuk isolasi social yang terjadi ketika teman-teman dan keluarga telah meninggal. Sebagai suatu proses yang berlangsung sepanjang kehidupan. pengkajian tentang factor-faktor pengganggu berikut ini akan membantu untuk memastikan keterikatan dan meningkatkan pengalaman. Pencegahan primer Pencegahan primer merupakan proses yang berlangsug sepanjang kehidupan dan episodic. diseimbangkan. kurangnya transportasi dan kurangnya dukungan. Diagnosis keperawaqtan dihubungkan dengan poencegahan sekunder adalah gangguan mobilitas fisik PENGKAJIAN . Aktivitas sat ini dan respon fisiologis denyut nadsi sebelum. moblilitas dan aktivitas tergantung pada fungsi system musculoskeletal. Hambatan lingkungan termasuk kurangnya tempat yang aman untuk latihan dan kondisi iklim yang tidak mendukung. pulmonal. 1.

• Faktor-faktor lingkungan Lingkungan tempat tinggal klien memberikan bukti untuk intervensi. kelemahan. mual gelisah. tempat tidudan posisi yang tinggi. karpet yang lepas. iritabilitas. dan sakit kepala. Tanda-tanda tromboflebitis meliputi eritema. ukuran. Intoleransi ortostatik dapat menunjukkan suatu gerakan untuk berdiri tegak seperti gejala peningkatan denyut jantung. dan gas arteri mengindikasikan adanaya perluasan dan beratnya kondisi yang terjadi. bunyi napas. kompresi pneumatik intermiten atau stoking kompresi gradien untuk meningkatkan aliran darah vena dan mencegah tromboembolisme. tangga yang tinggi. Identifikasi dan penghilangan hambatan-hambatan yang potensial dapat meningkatakan mobilitas PENATALAKSANAAN TERAPEUTIK Pengobatan terapeutik ditujukan kearah perawatan penyakit atau kesakitan yang dihasilkan atau yang turut berperan terhadap masalah imobilitis dan penanganan konsekuensi aktual atau potensial dari imobilitas. lantai licin. Hanya sedikit petunjuk diagnostic yang dapat diandalkan pada pembentukan trombosis. kekuatan. Perubahan awal terlihat pada permukaan kulit sebagai daerah eritema yang tidak teratur dan didefinisikan sangat buruk di atas tonjolan tulang yang tidak hilang dalam waktu 3 menit setelah tekanan dihilangkan Perubahan-perubahan fungsi urinaria Bukti dari perubahan-perubahan fungsi urinaria termasuk tanda-tanda fisik berupa berkemih sedikit dan sering. Pengkajian fungsi secara periodik dapat digunakan untuk memantau perubahan dan keefektifan intervensi. kompresi pneumatik intermiten dan kekuatan otot. dan batas kandung kemih yang dapat diraba. pucat. tremor tangan. spirometri insesif untuk hiperinflasi alveoli. • Perubahan-perubahan integument Indikator cedera iskemia terhadap jaringan yang pertama adalah reaksi inflamasi. Pengosonganh rectum yang tidak sempurna. perkusi. anoreksia.• Kemunduran musculoskeletal Indikator primer dari keparahan imobilitas pada system musculoskeletal adalah penurunan tonus. dan kekuatan skeletal. distensi abdomen bagian bawah. penerangan yang tidak adekuat. kamar mandi tanpa pegangan. Contoh-contoh pendekatan terhadap penanganan imobilitas meliputi terapi fisik untuk mempertahankan mobilitas dan kekuatan otot. depresi mental. Gejalagejala kesulitan miksi termasuk pernyataan ketidakmampuan untuk berkemih dan tekanan atau nyeri pada abdomen bagian bawah • • Perubahan-perubahan Gastrointestinal Sensasi subjektif dari konstipasi termasuk rasa tidak nyaman pada abdomen bagian bawah. kecuali untuk eliminasi INTERVENSI . Tandatanda awal meliputi peningkatan temperature dan denyut jantung. rasa penuh. Di dalam rumah. rentang gerak sendi. dan ketahanan otot. dan tempat duduk toilet yang rendah dapat menurunkan mobilitas klien. Perubahan-perubahan dalam pergerakan dada. • Kemunduran kardiovaskuler Tanda dan gejala kardivaskuler tidak memberikan bukti langsung atau meyaknkan tentang perkembangan komplikasi imobilitas. berkeringat. kesulitandalam mengikuti perintah dan sinkop • Kemunduran Respirasi Indikasi kemunduran respirasi dibuktikan dari tanda dan gejala atelektasis dan pneumonia. edema. Hambatan-hambatan institusional terhadap mobilitas termasuk jalan koridor yang terhalang. penurunan tekanan darah. tekanan. dan tirah baring. nyeri tekan dan tanda homans positif. dan cairan pada lantai.

Karena otot-otot memendek dan memanjang. LATIHAN AEROBIK Latihan aerobik adalah aktivitas yang menghasilkan peningkatan denyut jantung 60 sampai 90% dari denyut jantung maksimal dihitung dengan (220-usia seseorang) x 0. Kedua. KONTRAKSI OTOT ISOMETRIK Kontraksi otot isometrik meningkatkan tegangan otot tanpa mengubah panjang otot yang menggerakkan sendi. berirama. KONTRAKSI OTOT ISOTONIK Kontraksi otot yang berlawanan atau isotnik berguna untk mempertahankan kekuatan otot-otot dan tulang. Terakhir. Keempat. pemeliharaan fleksibilitas sendi yan terlibat dalam latihan rentang gerak. dan aktivitas kehidupan sehari-hari. Latihan ini meningkatkan kekuatan dan massa otot serta mencegah kehilangan densitas tulang dan kandungan mineral total dalam tubuh. Ketika tangan atau kaki dilatih baik otot-otot fleksor dan ekstensor harus dilibatkan. Tujuan pertama meliputi pemeliharaan kekuatan dan ketahanan sistem muskuloskeletal. aktivitas penguatan aerobik. SIKAP Variabel utama yang dapat mengganggu keberhasilan intervensi pada individu yang mengalami imobilisasi adalah sikap perawat dan klien tentang pentingnya latihan dan aktivitas dalam rutinitas sehari-hari. Pembahasan tentang intervensi disajikan di sini. kerja dapat dicapai.7 Aktivitas aerobik yang dipilih harus menggunakan kelompok otot besar dan harus kontinu.Limatujuan mengarahkan intervensi keperawatan untuk mencegah atau meniadakan sekuelafisiologis dari imobilitas. atau pada saat duduk di kursi dengan cara mendorong atau menarik suatu objek yang tidak dapat bergerak. tetapi juga integrasi aktif dari latihan sebagai . Latihan angkat berat dengan meningkatkan pengulangan dan berat adalah aktivitas pengondisian kekuatan. dan sikap komitmen terhadap latihan. Pergerakan aktif memengaruhi toleransi ortostatik. dan dapat dinikmati. bersepeda. dan berdansa. Kontraksi isometrik dilakukan dengan cara bergantian mengencangkan dan merelaksasikan kelompok otot. pemeliharaan ventilasi yang normal meliputi hiperinflasi dan mobilisasi serta menghilangkan sekresi. berenang. pemeliharaan sirkulasi yang adekuat meliputi tindakan-tindakan pendukung untuk mempertahankan tonus vaskuler (termasuk mengubah posisi dalam hubungannya dengan gravitasi). abdominal dan gluteal) dan untuk memberikan tekanan pada tulang bagi orang-orang dengan dan tanpa penyakit kardiovaskuler. dan asupan cairan yang adekuat untuk mencegah efek dehidrasi pada volume darah. nutrisi untuk meningkatkan anabolisme protein dan pembentukan tulang. Kekuatan otot harus menghasilkan peningkatan setelah beberapa waktu. Sikap perawat tidak hanya memengaruhi komitmen untuk memasukkan latihan sebagai komponen rutin sehari-hariyang berkelanjutan. Contohnya termasuk berjalan. Ketiga. posisi yang tepat. LATIHAN KEKUATAN Aktivitas penguatan adalah latihan pertahanan yang progresif. pemeliharaan fungsi urinaria dan usus yang normal bergantung pada dukungan nutrisi dan struktur lingkungan serta rutinitas-rutinitas untuk memfasilitasi eliminasi. Kontraksi ini mengubah panjang otot tanpa mengubah tegangan. dengan tungkai menggantung di sisi tempat tidur. stoking kompresi untuk memberikan tekanan eksternal pada tungkai. Kontraksi-kontraksi ini digunakan untuk mempertahankan kekuatan otot dan mobilitas dalam keadaan berdiri (misalnya otot-otot kuadrisep. Kontraksi isotonik dapat dicapai pada saat berada di tempat tidur. yang termasuk pengondisian program latihan harian baik kontraksi otot isometrik dan isotonik.

LATIHAN RENTANG GERAK Latihan rentang gerak aktif dan pasif memberikan keuntungan-keuntungan yang berbeda. Gangguan mobilitas fisik yang berhubungan dengan intoleransi aktivitas. dan kehilangan ketahanan Observasi status respirasi dan fungsi jantung pasien Observasi lingkungan terhadap bahaya-bahaya keamanan yang potensialUbah lingkungan untuk menurunkan bahaya-bahaya keamanan Ajarkan tentang tujuan dan pentingnya latihan Ajarkan penggunaan alat-alat bantu yang tepat • • • • DOKUMENTASI YANG ESENSIAL Dokumentasi untuk setiap sistem meliputi hal-hal berikut. komunitas. • • • • • Untuk muskuloskeletal . karakteristik kulit diatas tonjolan tulang Untuk urinaria. mobilitas sendi. perubahan ortostatik dalam tekanan darah dan denyut nadi Untuk respirasi. gerakan pasif. penggunaan dan penyalahgunaan alat bantu. Jika seseorang diposisikan dengan tungkai tergantung. masalah-masalah mobilitas. serta mencegah gangguan. dan adanya nyeri Untuk Kardiovaskular. hanya membantu mempertahankan fleksibilitas. MENGATUR POSISI Mengatur posisi juga digunakan untuk meningkatkan tekanan darah balk vena. kekuatan otot. rumah sakit. Demikian pula halnya sikap klien dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas latihan. pengumpulan dan penurunan tekanan darah balik vena akan terjadi. dan ketahanan. Diagnosa keperawatan. termasuk rentang gerak sendi dan pengkajian fungsional mengenai kemampuan. RENCANA PERAWATAN Rencana asuhan keperawatan untuk imobilitas betujuan mempertahankan kemampuan dan fungsi. tonus. Mengatur posisi tungkai dengan ketergantungan minimal (misalnya meninggikan tungkai diatas dudukan kaki) mencegah pengumpulan darah pada ekstremitas bawah. resiko tinggi sindrom dissue Hasil yang diharapkan Klien mampertahankan kekuatan dan ketahanan sistem muskuloskeletal dan fleksibilitas sendi-sendi • Intervensi keperawatan Observasi tanda dan gejala penurunan mobilitas sendi. yaitu menggerakkan sendi seseorang melalui rentang geraknya oleh orang lain. dan fasilitas jangka panjang. Posisi duduk di kursi secara normal dengan tungkai tergantung secara potensial berbahaya untuk seseorang yang beresiko mengalami pengembangan trombosis vena. Sebaliknya. frekuensi dan jumlah berkemih .intervensi bagi lansia di berbagai lingkungan. ukuran. pengkajian paru Untuk Integumen. Latihan aktif membantu mempertahankan fleksibilitas sendi dan kekuatan otot serta meningkatkan penampilan kognitif.

Untuk gastrointestinal. Mickey. akibat kecelakaan serta karena proses degenerative system saraf tampaknya sedang merambah naik di Indonesia. Patricia. ahli fisioterapi. dokter.25 kali lebih besar pada pria dibanding wanita. Upaya-upaya rehabilitasi untuk memaksimalkan mobilitas bagi lansia melibatkan upaya multidisiplin yang terdiri dari perawat. dokter. Beare.com/2009/10/03/imobilitas-dan-intoleransi-aktivitas-padalansia/ BAB I PENDAHULUAN Kecenderungan pola penyakit neurologi terutama gangguan susunan saraf pusat tampaknya mengalami peningkatan penyakit akibat gangguan pembuluh darah otak. 2 Jakarta EGC . mereka mendapatkan benturanbenturan fisik maupun psikologis akibatnya mereka tidak lagi memikirkan efek bagi kesehatan jangka panjang. seorang ahli gizi. . Salah satu penyakit yang sering dialami oleh lansia adalah stroke. Pencegahan tersier Upaya-upaya rehabilitasi untuk memaksimalkan mobilitas bagi lansia melibatkan upaya multidisiplin yang terdiri dari perawat. Usia harapan hidup di Indonesia sekarang kian meningkat sehingga semakin banyak terdapat lansia. dan keluarga serta teman-teman DAFTAR PUSTAKA Stanley. Dengan bertambahnya usia maka permasalahan kesehatan yang terjadi akan semakin kompleks. Usia merupakan factor resiko yang paling penting bagi semua jenis stroke.wordpress. dan terapi okupasi. aktivitas sosial. dan keluarga serta teman-teman BAB III PENUTUP Gangguan mobilitas fisik merupakan suatu keadaan keterbatasan kemampuan pergerakan fisik secara mandiri yang dialami seseorang Intoleransi aktifitas merupakan suatu keadaan ketidakcukupan energi secara fisiologis atau psikologis pada seseorang untuk bertahan aau menyelesaikan aktivitas sehri-hari yang dibutuhkan atau diinginkan. Buku Ajar Keperawaan Gerontik ed. Walaupun belum didapat data secara konkrit mengenai hal ini namun dari pengalaman terlihat sangat mencolok adanya perubahan ini. seorang ahli gizi. ahli fisioterapi. dan terapi okupasi. Kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup terlihat semakin mudah sehingga meningkatkan hasratmereka untuk terus berjuang mencapai tujuan dengan penuh persaingan dalam perjuangan tersebut. Insiden stroke meningkat secara eksponensial dengan bertambahnya usia dan 1. Kemungkinan yang menjadi factor penyebab munculnya masalah ini adalah adanya perkembangan ekonomi dan perubahan gaya hidup terutama msayarakat perkotaan. karakter dan pola feses dan alat bantu yang biasa digunakan untuk memfasilitasi eliminasi. 2006 • Possibly related posts: (automatically generated) • KEPUTIHAN =FLUOR ALBUS • Did you know Dismenore? • hidup sehat dengan bersepeda • Meningkatkan Potensi dan ketahanan http://pusva. 1. aktivitas sosial.

2. Gejala neurologik timbul ± 24 jam. Completed Stroke Kelainan saraf yang sifatnya sudah menetap. 181 ). Stroke dapat dibagi menjadi 2 golongan. Berlangsung lebih dari 24 jam atau berakhir dengan maut tanpa ditemukannya penyebab selain daripada gangguan vaskuler. ETIOLOGI . 1995 : 964). ruptura dinding pembuluh atau penyakit vaskuler dasar (Prince. 2131 ). Pada bentuk ini gejala neurologik yang timbul akibat gangguan peredaran darah di otak akan menghilang dalam waktu 24 jam. Defisit Neurologik Iskemia Sepintas/ Reversible Ischemic Neurologik Defisit (RIND).BAB II TINJAUAN TEORI A. 2. yang disebabkan oleh embolus. tidak berkembang lagi. DEFINISI Stroke adalah suatu penyakit gangguan fungsi anatomi otak yang terjadi secara tiba-tiba dan cepat. tidak lebih dari seminggu. misal: Trombosis. yang disebabkan oleh thrombus dan stroke embolik. Infark Ischemik (Stroke non Hemoragi). Harsono (1993 : 30) membagi stroke non haemoragi berdasarkan bentuk klinisnya antara lain : 1. Stroke adalah cedera otak yang berkaitan dengan obstruksi aliran darah otak ( Elizabeth J. Stroke terdiri dari 2 jenis yaitu : Stroke adalah sindrom yang awal timbulnya mendadak. Stroke atau Cerebro Vasculer Accident (CVA) adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah ke bagian otak ( Brunner dan Suddarth. Perdarahan (Stroke Hemoragi) Terjadi pecahnya pembuluh darah otak. 4. disebabkan karena gangguan perdarahan otak. Hal ini terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah otak. 2002 : hal. berupa deficit neurologis fokal atau global yang langsung 24 jam atau lebih atau langsung menimbulkan kematian. progresif cepat. Stroke Progresif (Progresive Stroke/ Stroke in evolution). dan semata-mata disebabkan oleh gangguan peredaran otak non traumatic (Mansjoer 2000: 17) Stroke adalah gangguan neurologik fokal yang dapat timbul sekunder dari proses patologis pada pembuluh darah serebral. 2001 : hal. baik fokal maupun menyeluruh yang berlangsung dengan cepat. Menurut WHO stroke adalah manifestasi klinik dari gangguan fungsi serebral. Corwin. Persoalan pokok pada stroke adalah gangguan peredaran darah pada daerah otak tertentu (Mardjono. 3. B. Gejala makin berkembang ke otak lebih berat. yaitu : 1. Serangan Iskemia sepintas atau transient ischemic Attack (TIA). embolis. Menurut Lumbantobing (1994 : 5) kelainan yang terjadi akibat gangguan peredaran darah. 2000: 54) yang menyatakan bahwa stroke adalah gangguan darah di pembuluh arteri yang menuju ke otak. Infark iskemic terbagi menjadi dua yaitu : stroke trombotik.

sel otak. Diabetes Mellitus Debetes mellituas mampu . c. Perdarahan intracranial biasanya disebabkan oleh ruptura arteria serebri. Hipertensi Hipertensi dapat mengakibatkan pecahnya maupun menyempitnya pembuluh darah otak. Apabila pembuluh darah otak menyempit maka aliran darah ke otak akan terganggu dan sel-sel otak akan mengalami kematian. Kadar asam urat darah tinggi . d. 1. d. Biasanya berkaitan erat dengan kerusakan fokal dinding pembuluh darah akibat anterosklerosis. Perdarahan Intra Serebral (PIS) Penyebab yang paling sering adalah hipertensi. g.menebalkan dinding pembuluh darah otak yang berukuran besar. Penyakit jantung koroner dengan infark obat jantung dan gangguan irana denyut janung. Lanjut usia f. b.jaringan yang telah mati ke aliran darah.kali dalam seminggu. Penyakit Jantung Beberapa Penyakit Jantung berpotensi menimbulkan strok. dimana tekanan diastolic pecah. Embolisme Kebanyakan emboli serebri berasal dari suatu flowess dalam jantung sehingga masalah yang dihadapi sesungguhnya merupakan perwujudan dari penyakit jantung.Stroke non haemoragi merupakan penyakit yang mendominasi kelompok usia menengah dan dewasa tua karena adanya penyempitan atau sumbatan vaskuler otak yang berkaitan erat dengan kejadian. Makin sering seseorang mengalami TIA maka kemungkinan untuk mengalami stroke semakin besar. Faktor Resiko Tambahan a. Transient Ischemic Attack (TIA) TIA dapat terjadi beberapa kali dalan 24 jam/ terjadi berkali. Ekstravasali darah terjadi dari daerah otak dan atau subaracnoid. Riwayat keluarga dengan stroke e. pada akhirnya akan menyebabkan kematian sel. Harsono (1999 : 60) membagi factor risiko yang dapat ditemui pada klien dengan Stroke yaitu: Faktor risiko utama a. Sedangkan menurut prince (1995 : 966) mengatakan bahwa stroke haemoragi disebabkan oleh perdarahan serebri. b.sel / jaringan. Menurut Harsono ini dibedakan berdasarkan tempat terjadinya perdarahan antara lain: Perdarahan Sub Arachnoid (PSA) Kira-kira ¾ harus perdarahan sub arachnoid disebabkan oleh pecahnya seneusisma 5-6% akibat malformasi dari arteriovenosus. Merokok Merokok dapat meningkatkan konsentrasi fibrinogen yang akan mempermudah terjadinya penebalan dinding pembuluh darah dan peningkatan kekentalan darah. Meningginya kadar kolesterol merupakan factor penting untuk terjadinya asterosklerosis atau menebalnya dinding pembuluh darah yang diikuti penurunan elastisitas pembuluh darah. 2. Trombosis Serebri Merupakan penyebab stroke yang paling sering ditemui yaitu pada 40% dari semua kasus stroke yang telah dibuktikan oleh ahli patologis. Polisitemia dapat menghambat kelancaran aliran darah ke otak. Sementara leukemia/ kanker darah dapat menyebabkan terjadinya pendarahan otak. Kegemukan atau obesitas c. Penyakit darah tertentu seperti polisitemia dan leukemia. Perdarahan ini dibedakan berdasarkan tempat terjadinya perdarahan. Factor resiko ini pada umumnya akan menimbulkan hambatan atau sumbatan aliran darah ke otak karena jantung melepaskan sel. sehingga jaringan yang terletak di dekatnya akan tergeser. Kadar lemak darah yang tinggi termasuk Kolesterol dan Trigliserida. Dikemudian hari seperti Penyakit jantung reumatik. Menebalnya pembuluh darah otak akan menyempitkan diameter pembuluh darah yang akan menggangu kelancaran aliran darah ke otak.

diruang subarachnoid (hemoragi subarachnoid) atau di dalam substansi otak (hemoragi intraserebral). Disfungsi kandung kemih Gejala . adanya tumor otak dan penggunaan medikasi (antikoagulan oral.h. C. Sementara Timbul hanya sebentar selama beberapa menit sampai beberapa jam dan hilang sendiri dengan atau tanpa pengobatan. juga disebabkan oleh tipe patologi arteri tertentu. MANIFESTASI KLINIK Stroke ini menyebabkan berbagai defisit neurologik. Hemoragi ekstradural (epidural) adalah kedaruratan bedah neuro yang memerlukan perawatan segera. karena perubahan degeneratif karena penyakit ini biasanya menyebabkan ruptur pembuluh darah. Penyakit paru. Pasien dengan perdarahan luas dan hemoragi mengalami penurunan kesadaran dan abnormalitas pada tanda vital. Beberapa pasien mungkin mengalami hemoragi subdural kronik tanpa menunjukkan tanda dan gejala. Hal ini disebut Transient ischemic attack (TIA). Serangan bisa muncul lagi dalam wujud sama. hemiparesis atau kelemahan salah satu sisi tubuh. Perdarahan biasanya arterial dan terjadi terutama sekitar basal ganglia. Gejala itu muncul bervariasi. Kehilangan komunikasi : disartria (kesulitan bicara).namun lebih dari 24 jam Gejala timbul lebih dari 24 jam dan ini dissebut reversible ischemic neurologic defisit (RIND) c. Gejalagejala itu antara lain bersifat: a. hemoragi intraserebral biasanya disebabkan oleh malformasi arteri-vena. Karenanya. Hemoragi subarachnoid dapat terjadi sebagai akibat trauma atau hipertensi. Bila hemoragi membesar.paru menahun. bergantung pada lokasi lesi (pembuluh darah mana yang tersumbat). Arteri di dalam otak dapat menjadi tempat aneurisma. Gejala makin lama makin berat (progresif) Hal ini desebabkan gangguan aliran darah makin lama makin berat yang disebut progressing stroke atau stroke inevolution d. Sementara. ukuran area yang perfusinya tidak adekuat. kehilangan sensori d. tetapi penyebab paling sering adalah kebocoran aneurisma pada area sirkulus wilisi dan malformasi arteri-vena kongenital pada otak. pada orang yang lebih muda dari 40 tahun. bergantung bagian otak yang terganggu. gangguan hubungan visual-spasial. Perdarahan serebral dapat terjadi di luar duramater (hemoragi ekstradural atau epidural). memperberat atau malah menetap. makin jelas defisit neurologik yang terjadi dalam bentuk penurunan kesadaran dan abnormalitas pada tanda vital. hemangioblastoma dan trauma. Biasanya awitan tiba-tiba dengan sakit kepala berat. dan jumlah aliran darah kolateral (sekunder atau aksesori) a. Sudah menetap/permanent (Harsono. disfasia atau afasia (bicara defektif atau kehilangan bicara).1996. 2) Stroke Non Hemoragic . Hemoragi subdural (termasuk hemoragi subdural akut) pada dasarnya sama dengan hemoragi epidural. PATOFISIOLOGI 1) Stroke Hemoragic Perdarahan serebri termasuk urutan ketiga dari semua penyebab utama kasus gangguan pembuluh darah otak. Kehilangan motorik : hemiplegia (paralisis pada salah satu sisi) karena lesi pada sesi otak yang berlawanan. kecuali bahwa hematoma subdural biasanya jembatan vena robek. b.gejala CVA muncul akibat daerah tertentu tak berfungsi yang disebabkan oleh terganggunya aliran darah ke tempat tersebut. Ini biasanya mengikuti fraktur tengkorak dengan robekan arteri dengan arteri meningea lain. periode pembentukan hematoma lebih lama ( intervensi jelas lebih lama) dan menyebabkan tekanan pada otak. Kerusakan fungsi kognitif dan efek psikologis e. apraksia (ketidakmampuan untuk melakukan tindakan yang dipelajari sebelumnya) c. amfetamin dan berbagai obat aditif). Hemoragi intraserebral paling umum pada pasien dengan hipertensi dan aterosklerosis serebral. Gangguan persepsi: disfungsi persepsi visual. (hemoragi subdural). b. hal 67) D. dibawah duramater.

sehingga aliran darah menjadi tidak lancer. PENATALAKSANAAN 1. Dalam waktu 72 jam daerah tersebut akan mengalami edema dan lama kelamaan akan terjadi nekrosis.tekanan meningkat dan cairan yang mengandung darah menunjukan adanya perdarahan 5. EEG (Elektro Encephalogram) Dapat menunjukkan lokasi perdarahan. PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosa stroke antara lain adalah: 1. MRI : Menunjukan daerah yang mengalami infark. Sinar X Tengkorak : Menggambarkan perubahan kelenjar lempeng pineal (Doenges E. infark dan perdarahan. Angiografi Arteriografi dilakukan untuk memperlihatkan penyebab dan letak gangguan. Pungsi Lumbal . Suatu kateter dimasukkan dengan tuntunan fluoroskopi dari arteria femoralis di daerah inguinal menuju arterial.Terbagi atas 2 yaitu : a) Pada stroke trombotik. bila perlu berikan oksigen 0-2 L/menit sampai ada hasil gas darah. yang sesuai kemudian zat warna disuntikkan. Asia Pacific Consensus on Stroke Manajement. 2002. emboli tersebut terjebak di pembuluh darah otak yang lebih kecil dan biasanya pada daerah percabangan lumen yang menyempit. 3. 1997. mengemukakan hal-hal berikut: · Bebaskan jalan nafas dan usahakan ventilasi adekuat. Perawatan umum stroke Ø Penatalaksanaan awal selama fase akut dan mempertahankan fungsi tubuh Mengenai penatalaksanaan umum stroke. sebaiknya dengan kateterisasi intermiten. yaitu arteri carotis di bagian tengah atau Middle Carotid Artery ( MCA ). 1999. Dengan adanya sumbatan oleh emboli akan menyebabkan iskemi E. · Kandung kemih yang penuh dikosongkan. 1999. 2. gelombang delta lebih lambat di daerah yang mengalami gangguan. b) Sedangkan stroke emboli terjadi karena adanya emboli yang lepas dari bagian tubuh lain sampai ke arteri carotis. · Penatalaksanaan tekanan darah dilakukan secara khusus. Suzanne. 6. Marilynn. CT-Scan CT-scan dapat menunjukkan adanya hematoma.2000 hal 292) F.menunjukan adanya tekanan normal . mengemukakan bahwa peningkatan tekanan darah yang sedang tidak boleh diobati pada fase akut stroke iskemik. Penurunan aliran arah ini menyebabakan iskemi yang akan berlanjut menjadi infark. konsensus nasional pengelolaan stroke di Indonesia. mengemukakan bahwa tekanan darah diturunkan pada stroke iskemik akut bila terdapat salah satu hal berikut : . hemoragik. hal 2131) G. Onset stroke trombotik biasanya berjalan lambat. oklusi disebabkan karena adanya penyumbatan lumen pembuluh darah otak karena thrombus yang makin lama makin menebal. KOMPLIKASI Komplikasi utama pada stroke yaitu : ü Hipoksia Serebral ü Penurunan darah serebral ü Luasnya area cedera (Smeltzer C. Ultrasonografi Dopler : Mengidentifikasi penyakit arteriovena 7. Konsensus nasional pengelolaan stroke di Indonesia. Lokasi yang tersering pada stroke trombosis adalah di percabangan arteri carotis besar dan arteri vertebra yang berhubungan dengan arteri basiler.

- Tekanan sistolik > 220 mmHg pada dua kali pengukuran selang 30 menit. - Tekanan diastolik > 120 mmHg pada dua kali pengukuran selang 30 menit. - Tekanan darah arterial rata-rata > 130-140 mmHg pada dua kali pengukuran selang 30 menit. - Disertai infark miokard akut/ gagal jantung atau ginjal akut. Pada umumnya peningkatan tekanan darah pada fase akut stroke diakibatkan oleh : o Stress daripada stroke o Jawaban fisiologis dari otak terhadap keadaan hipoksia o Tekanan intrakranial yang meninggi. o Kandung kencing yang penuh o Rasa nyeri. Tekanan darah dapat berkurang bila penderita dipindahkan ke tempat yang tenang, kandung kemih dikosongkan, rasa nyeri dihilangkan, dan bila penderita dibiarkan beristirahat. · Hiperglikemia atau hipoglikemia harus dikoreksi. Keadaan hiperglikemia dapat dijumpai pada fase akut stroke, disebabkan oleh stres dan peningkatan kadar katekholamin di dalam serum. Dari percobaan pada hewan dan pengalaman klinik diketahui bahwa kadar glukosa darah yang meningkat memperbesar ukuran infark. Oleh karena itu, kadar glukosa yang melebihi 200 mg/ dl harus diturunkan dengan pemberian suntikan subkutan insulin. Konsensus nasional pengelolaan stroke di Indonesia mengemukakan bahwa hiperglikemia ( >250 mg% ) harus dikoreksi sampai batas gula darah sewaktu sekitar 150 mg% dengan insulin intravena secara drips kontinyu selama 2-3 hari pertama. Hipoglikemia harus diatasi segera dengan memberikan dekstrose 40% intravena sampai normal dan diobati penyebabnya. · Suhu tubuh harus dipertahankan normal. Suhu yang meningkat harus dicegah, misalnya dengan obat antipiretik atau kompres. Pada penderita iskemik otak, penurunan suhu sedikit saja, misalnya 2-3 derajat celsius, sampai tingkat 33ºC atau 34 °C memberi perlindungan pada otak. Selain itu, pembentukan oxygen free radicals dapat meningkat pada keadaan hipertermia. Hipotermia ringan sampai sedang mempunyai efek baik, selama kurun waktu 2-3 jam sejak stroke terjadi, dengan memperlebar jendela kesempatan untuk pemberian obat terapeutik. · Nutrisi peroral hanya boleh diberikan setelah hasil tes fungsi menelan baik, bila terdapat gangguan menelan atau penderita dengan kesadaran menurun, dianjurkan melalui pipa nasogastrik. · Keseimbangan cairan dan elektrolit dipertahankan. Pemberian cairan intravena berupa cairan kristaloid atau koloid, hindari yang mengandung glukosa murni atau hipotonik. · Bila ada dugaan trombosis vena dalam, diberikan heparin dosis rendah subkutan, bila tidak ada kontra indikasi. Terapi farmakologi yang dapat diberikan pada pasien stroke : a. Antikoagulasi dapat diberikan pada stroke non haemoragic, diberikan sdalam 24 jam sejak serangan gejala-gejala dan diberikan secara intravena. b. Obat antipletelet, obat ini untuk mengurangi pelekatan platelet. Obat ini kontraindikasi pada stroke haemorhagic. c. Bloker kalsium untuk mengobati vasospasme serebral, obat ini merilekskan otot polos pembuluh darah. d. Trental dapat digunakan untuk meningkatkan aliran darah kapiler mikrosirkulasi, sehingga meningkatkan perfusi dan oksigenasi ke jaringan otak yang mengalami iskemik. Ø Kebutuhan psikososial Gangguan emosional, terutama ansietas, frustasi dan depresi merupakan masalah umum yang dijumpai pada penderita pasca stroke. Korban stroke dapat memperlihatkan masalah-masalah emosional dan perilakunya mungkin berbeda dari keadaan sebelum mengalami stroke. Emosinya dapat labil, misalnya pasien mungkin akan menangis namun pada saat berikutnya tertawa, tanpa sebab yang jelas. Untuk itu, peran perawat adalah untuk memberikan pemahaman kepada keluarga tentang perubahan tersebut. Hal-hal yang bisa dilakukan perawat antara lain memodifikasi perilaku pasien seperti seperti mengendalikan simulasi di lingkungan, memberikan waktu istirahat sepanjang siang hari untuk mencegah pasien dari kelelahan yang berlebihan, memberikan umpan balik positif untuk perilaku yang dapat diterima atau

perilaku yang positif, serta memberikan pengulangan ketika pasien sedang berusaha untuk belajar kembali satu ketrampilan. Ø Rehabilitasi selama di rumah sakit Rehabilitasi di rumah sakit memerlukan pengkajian yang sistematik dan evaluassi dari defisit dan perbaikan fungsi pasien. Fokus perawatan adalah langsung membantu pasien belajar kembali kehilangan keterampilan yang dapat membentu kembali kemungkinan kemandirian pasien. Pada fase ini pasien dimonitor secara hati-hati untuk mencegah berkembangnya komplikasi yang lebih lanjut. Adapun intervensi yang dapat kita lakukan adalah sebagai berikut : 1. Anjurkan pasien untuk mengerjakan sendiri ”personal Hygiene” semampunya. 2. Ajarkan aktivitas kehidupan sehari-hari dengan menghargai cara pasien mengkompensasi ketidakmampuan pasien. 3. Anjurkan pasien untuk latihan di tempat tidur. 4. Berikan spesial perawatan kulit. 5. Berikan privacy dengan menggunakan penutup jika ia belajar keahlian baru seperti belajar makan sendiri. 6. Berikan support emosional. 7. Berikan empati pada perasaan klien.anjurkan keluarga untuk berpartisipasi. Ø Perencanaan pasien pulang Untuk mencegah kembalinya klien ke rumah sakit, diperlikan suatu program untuk membimbing klien dan keluarga yang tercakup dalam perencanaan pulang. Perencanaan pulang dilakukan segera setelah klien masuk rumah sakit, yang dilakukan oleh semua anggota tim kesehatan. Perencanaan pulang yang baik adalah perencanaan pulang yang tersentralisasi, terorganisir, dan melibatkan berbagai anggota tim kesehatan. Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan melalui asuhan keperawatan mutlak harus mengikuti dan berperan aktif dalam mementukan rencana pemulangan klien, sehingga klien mendapatkan pelayanan yang holistik dan komprehensif. Tujuan perencanaan pulang : a. Mempersiapkan klien untk menyesuaikan diri dengan rumah dan masyarakat. b. Agar klien dan keluarga mempunyai pengetahuan dan ketrampilan serta sikap dalam memperbaiki dan mempertahankan status kesehatannya. c. Agar klien dan keluarga dapat menerima keadaan diri klien jika terdapat gejala sisa ( cacat ). d. Membantu merujuk klien ke pelayanan kesehatan lain. Mengingat banyaknya informasi dan pendidikan yang harus diterima oleh klien selama perawatan maupun dalam persiapan untuk pulang, maka prinsip belajar mengajar juga harus diperhatikan dalam proses rencana pemulangan. Informasi untuk klien dan keluarga : a. Gunakan bahasa yang sederhana, jelas dan ringkas. b. Jelaskan langkah-langkah dalam melaksanakan perawatan. c. Perkuat penjelasan lisan dengan instruksi tertulis, jika klien bisa membaca. d. Motivasi klien mengikuti langkah-langkah tersebut selama perawatan dan pengobatan. e. Kenali tanda-tanda dan gejala komplikasi yabg harus dilaporkan kepada tim kesehatan. f. Anjurkan keluarga untuk berpartisipasi aktif dalam pengawasan dan perawatan klien. g. Berikan keluarga nomor penting yang dapat dihubungi bila klien perlu pertolongan medis.

BAB III ASUHAN KEPERAWATAN I. Pengkajian 1. Aktivitas dan istirahat Data Subyektif:

- kesulitan dalam beraktivitas : kelemahan, kehilangan sensasi atau paralysis. - mudah lelah, kesulitan istirahat ( nyeri atau kejang otot ) Data obyektif: - Perubahan tingkat kesadaran - Perubahan tonus otot ( flaksid atau spastic), paraliysis ( hemiplegia ) , kelemahan umum. - gangguan penglihatan 2. Sirkulasi Data Subyektif: - Riwayat penyakit jantung ( penyakit katup jantung, disritmia, gagal jantung , endokarditis bacterial ), polisitemia. Data obyektif: - Hipertensi arterial - Disritmia, perubahan EKG - Pulsasi : kemungkinan bervariasi - Denyut karotis, femoral dan arteri iliaka atau aorta abdominal 3. Integritas ego Data Subyektif: - Perasaan tidak berdaya, hilang harapan Data obyektif: - Emosi yang labil dan marah yang tidak tepat, kesediahan , kegembiraan - kesulitan berekspresi diri 4. Eliminasi Data Subyektif: - Inkontinensia, anuria - distensi abdomen ( kandung kemih sangat penuh ), tidak adanya suara usus( ileus paralitik ) 5. Makan/ minum Data Subyektif: - Nafsu makan hilang - Nausea / vomitus menandakan adanya PTIK - Kehilangan sensasi lidah , pipi , tenggorokan, disfagia - Riwayat DM, Peningkatan lemak dalam darah Data obyektif: - Problem dalam mengunyah ( menurunnya reflek palatum dan faring ) - Obesitas ( factor resiko ) 6. Sensori neural Data Subyektif: - Pusing / syncope ( sebelum CVA / sementara selama TIA ) - nyeri kepala : pada perdarahan intra serebral atau perdarahan sub arachnoid. - Kelemahan, kesemutan/kebas, sisi yang terkena terlihat seperti lumpuh/mati - Penglihatan berkurang - Sentuhan : kehilangan sensor pada sisi kolateral pada ekstremitas dan pada muka ipsilateral ( sisi yang sama ) - Gangguan rasa pengecapan dan penciuman Data obyektif: - Status mental ; koma biasanya menandai stadium perdarahan , gangguan tingkah laku (seperti: letergi, apatis, menyerang) dan gangguan fungsi kognitif - Ekstremitas : kelemahan / paraliysis ( kontralateral pada semua jenis stroke, genggaman tangan tidak imbang, berkurangnya reflek tendon dalam ( kontralateral ) - Wajah: paralisis / parese ( ipsilateral )

stroke .Suara nafas terdengar ronchi /aspirasi 9.Problem berbicara.Defisit sensori . reseptif / kesulitan berkata kata komprehensif.Tidak mampu mengenali objek. Respirasi Data Subyektif: . menyiapkan makanan . dan dingin/gangguan regulasi suhu tubuh . .Tingkah laku yang tidak stabil.Motorik/sensorik : masalah dengan penglihatan .Kehilangan kemampuan mengenal atau melihat.Terpelihara dan meningkatnya tingkat kesadaran. berkurang kesadaran diri 10. shoping .Menampakan stabilisasi tanda vital dan tidak ada PTIK . stimuli taktil .Gangguan dalam memutuskan.Perubahan tanda-tanda vital Tujuan Pasien / kriteria evaluasi . Diagnosa Keperawatan 1.menentukan regimen medikasi / penanganan terapi . kegelisahan . intelektual dan emosional . Pertimbangan rencana pulang . hilang kewasadaan terhadap bagian tubuh yang sakit . dan wajah yang pernah dikenali .penggunaan kontrasepsi oral 12. pendengaran. perawatan diri dan pekerjaan rumah (Doenges E. Dibuktikan oleh : . gelisah.Perubahan tingkat kesadaran .bantuan untuk transportasi. ketidakmampuan berkomunikasi 11. . kemungkinan ekspresif/ kesulitan berkata kata. Nyeri / kenyamanan Data Subyektif: . bahasa. global / kombinasi dari keduanya.Kelemahan menelan/ batuk/ melindungi jalan napas . kata.Perubahan respon sensorik / motorik..Keamanan Data obyektif: .Riwayat hipertensi keluarga. Interaksi social Data obyektif: . Marilynn.Perokok ( factor resiko ) Tanda: .2000 hal 292) II.Apraksia : kehilangan kemampuan menggunakan motorik . edema serebral.Afasia ( kerusakan atau kehilangan fungsi bahasa. kehilangan memori . kognisi dan fungsi sensori / motorik .d terputusnya aliran darah : penyakit oklusi. kesulitan untuk melihat objek. Pengajaran / pembelajaran Data Subjektif : .Timbulnya pernapasan yang sulit dan / atau tak teratur .Peran pasien menampakan tidak adanya kemunduran / kekambuhan . perhatian sedikit terhadap keamanan. ketegangan otot / fasial 8. perdarahan. Perubahan perfusi jaringan serebral b. warna.Sakit kepala yang bervariasi intensitasnya Data obyektif: . spasme pembuluh darah serebral.Perubahan persepsi terhadap tubuh.Gangguan berespon terhadap panas.Reaksi dan ukuran pupil : tidak sama dilatasi dan tak bereaksi pada sisi ipsi lateral 7.

penurunan kekuatan otot. gangguan neuromuskuler.Pasien mampu memahami problem komunikasi .Monitor tanda-tanda vital . misalnya pandangan kabur.Bantu memanipulasi untuk mempengaruhi warna kulit edema atau menormalkan sirkulasi . sediakan lingkungan yang tenang .d kelemahan neuromuskular. misal aminocaproic acid ( amicar ) · Antihipertensi · Vasodilator perifer.Berikan medikasi sesuai indikasi : · Antifibrolitik. supine. termasuk bicara jika pasien mengalami gangguan fungsi .Ubah posisi tiap dua jam ( prone. foot drop.Tentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan situasi individu/ penyebab koma / penurunan perfusi serebral dan potensial PTIK . missal cyclandelate.Gangguan artikulasi .Bantu untuk mengubah pandangan .Bantu meningkatkan keseimbangan duduk .Evaluasi pupil 9 ukuran bentuk kesamaan dan reaksi terhadap cahaya 0 . mengenal kata . kehilangan tonus otot fasial / mulut.Evaluasi penggunaan alat bantu pengatur posisi . Tujuan pasien / kriteria evaluasi . isoxsuprine.Awasi bagian kulit diatas tonjolan tulang Kolaborasi . . Ditandai : . Pertahankan kepala dalam keadaan netral .Pertahankan tirah baring .Gunakan bed air atau bed khusus sesuai indikasi 3.Tidak ada kontraktur.Topang ekstremitas pada posis fungsional .ketidakmampuan moduasi wicara . mengidentifikasi objek .d gangguan sirkulasi serebral.Konsul ke bagian fisioterapi .Intervensi : . · Manitol 2.Berikan suplemen oksigen sesuai indikasi .Mulai latihan aktif / pasif rentang gerak sendi pada semua ekstremitas . gunakan foot board pada saat selama periode paralysis flaksid.Terpeliharanya integritas kulit Intervensi : .Bantu dalam meberikan stimulasi elektrik . Tujuan Pasien / kriteria evaluasi .Menampakan kemampuan perilaku / teknik aktivitas sebagaimana permulaannya .Ketidakmampuan berbicara atau menulis secara komprehensif. koordinasi.Bantu meningkatakan fungsi.Ketidakmampuan dalam bergerak pada lingkungan fisik : kelemahan. perubahan lapang pandang / persepsi lapang pandang . atur kunjungan sesuai indikasi Kolaborasi . Ketidakmampuan mobilitas fisik b. . kelemahan umum / letih.Adanya peningkatan kemampuan fungsi perasaan atau kompensasi dari bagian tubuh . ketidakmampuan dalam persespi kognitif Dibuktikan oleh : . miring ) .Monitor dan catat status neurologis secara teratur . .Menentukan metode komunikasi untuk berekspresi . Gangguan komunikasi verbal b.Kepala dielevasikan perlahan lahan pada posisi netral.Tidak mampu berbicara / disartria . keterbatasan rentang gerak sendi.

Konsentrasi jelek.Sederhanakan lingkungan .Kaji kemampuan pasien untuk berkomunikasi tentang kebutuhannya untuk menghindari dan atau kemampuan untuk menggunakan urinal.mandi. Perubahan persepsi sensori b.Sediakan metode komunikasi alternatif . perubahan proses pikir .Kaji kemampuan dantingkat kekurangan (dengan menggunakan skala 1-4) untuk melakukan kebutuhan sehari-hari .Evaluasi penurunan visual .Ketidakmampuan untuk mengatakan letak organ tubuh . Kurang perawatan diri b. Tujuan / kriteria hasil : .Lakukan pendekatan dari sisi yang utuh . kesulitan tugas toileting Kriteria hasil: .Sediakan bel khusus jika diperlukan .Menggunakan sumber bantuan dengan tepat Intervensi : .d kerusakan neuromuskuler.Disorientasi waktu. penurunan kekuatan dan ketahanan.Bedakan antara afasia dengan disartria .Lindungi psien dari temperatur yang ekstrim .Validasi persepsi pasien 5. memasang/melepas baju.Perubahan pola tingkah aku . .bedpan. perpaduan ( trauma / penurunan neurologi).Melakukan aktivitas perwatan diri dalam tingkat kemampuan sendiri . orang .. kehilangan kontrol /koordinasi otot Ditandai dengan : .Mendemonstrasikan perilaku untuk kompensasi Intervensi : .Ketidakmampuan mengkoordinasi kemampuan motorik.Bantu pemahaman sensori .Kerusakan kemampuan melakukan AKS misalnya ketidakmampuan makan .Bantu menentukan derajat disfungsi .Konsul dengan ahli terapi wicara 4.Mendemonstrasikan perubahan gaya hidup untuk memenuhi kenutuhan perawatan diri Intervensi: .Beri stimulasi terhadap sisa-sisa rasa sentuhan . .Mengidentifikasi sumber pribadi /komunitas dalam memberikan bantuan sesuai kebutuhan . tekanan psikologis ( penyempitan lapangan persepsi disebabkan oleh kecemasan) Ditandai . tempat .Antisipasi dan sediakan kebutuhan pasien .Hindari melakukan sesuatu untuk pasien yang dapat dilakukan pasien sendiri.Kaji patologi kondisi individual .Pertahankan kontak mata saat berhubungan .Bicara dengan nada normal Kolaborasi : . .Dapat mempertahakan level kesadaran dan fungsi persepsi pada level biasanya. tetapi berikan bantuan sesuai kebutuhan .Bicara langsung kepada pasien dengan perlahan dan jelas .d penerimaan perubahan sensori transmisi.Perubahan pola komunikasi .Perubahan pengetahuan dan mampu terlibat .

Identifikasi kebiasaan defekasi sebelumnya dan kembalikan pada kebiasaan pola normal tersebut.Ukur BB setiap hari sesuai indikasi . Ciptakan suasana makan yang menyenangkan .Bunyi napas bersih saaatauskultasi . ketidakmampuan mengatasi lendir Kriteria hasil: .Pasien dapat berpartisipasi dalam intervensi spesifik untuk merangsang nafsu makan .Identifikasi pasien yang mengalami mual muntah Kolaborasi: . Kolaborasi.Rongga mulut terinflamasi Kriteria evaluasi: .Pasien memperlihatkan kepatenan jalan napas . Kadar makanan yang berserat.2000 hal 293-305) BAB IV PENUTUP A.Pantau BGA dan Hb sesuai indikasi 7. Kesimpulan . hindari makanan terlalu manis. Marilynn.Pasien mengungkapkan pemasukan adekuat Intervensi.E dan B6 . . .Keluhan masukan makan tidak adekuat .D. .Berikan supositoria dan pelunak feses .Kehilangan sensasi pengecapan .Pantau masukan makanan setiap hari .Tidak terdapat tanda distress pernapasan .Vitamin A.Konsultasikan dengan ahli fisioterapi/okupasi 6.Kontrol faktor lingkungan (bau.Posisikan tubuh dan kepala untuk menghindari obstruksi jalan napas dan memmberikan pengeluaran sekresi yang optimal .Penghisapan sekresi .hilang rasa ujung lidah Ditandai dengan: .Berikan oksigenasi sesuai advis .GDA dan tanda vital dalam batas normal Intervensi: .Berikan umpan balik yang positif untuk setiap usaha yang dilakukan atau keberhasilannya.berlemak dan pedas. Anjurkan untuk minum banyak dan tingkatkan aktivitas.Ekspansi dada simetris .Kaji dan pantau pernapasan.Pemberian anti emetic dengan jadwal reguler .Auskultasi dada untuk mendengarkan bunyi jalan napas setiap 4 jam .Dorong pasien untukmkan diit tinggi kalori kaya nutrien sesuai program .Rujuk ahli diit . Gangguan pemenuhan nutrisi b.Pasang /pertahankan slang NGT untuk pemberian makanan enteral (DoengesE..d reflek menelan turun.d kerusakan batuk. reflek batuk dan sekresi . Ketidakefektifan bersihan jalan napas b. bising).BB stabil .

Neurogeriatri. Saran Dari uraian diatas dapat kami sarankan sebaiknya para pembaca khususnya perawat dengan kasus stroke mengetahui tentang: Faktor-faktor resiko yang dapat ditemui pada klien dengan stroke laboratorium yang perlu dilakukan Cara penatalaksanaan pada stroke. Riwayat keluarga dengan stroke e.html Pendahuluan data Salah satu cermin keberhasilan pembangunan kesehatan di Indonesia dapat dilihat dari meningkatnya usia harapan hidup penduduk Indonesia yaitu 67 tahun untuk wanita dan 63 tahun untuk pria yang mencapai 19 juta jiwa atau 8. Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Gangguan Sistem Persarafan. Stroke dibagi menjadi 2 golongan. 1996. Faktor-faktor risiko yang dapat ditemui pada klien dengan stroke yaitu: Faktor risiko utama a.blogspot. http://fijaytrangkil. Jakarta : EGC. Penyakit Jantung d. inc. Pahria. A.Stroke adalah suatu penyakit gangguan fungsi anatomi otak yang terjadi secara tiba-tiba dan cepat. Jakarta : Balai Penerbit FKUI. DAFTAR PUSTAKA Ancowitz. Marilynn E.5% dari penduduk Indonesia. Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3. 2000. 2001. Kadar lemak darah yang tinggi termasuk kolesterol dan trigliserida b. The Stroke Book. Doengoes.com/2008/06/asuhan-keperawatan-klien-denganstroke. 1997. yaitu: Infark Ischemik (Stroke non Hemoragi) Hal ini terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah otak Perdarahan (Stroke Hemoragi) Terjadi pecahnya pembuluh darah otak. Stroke juga menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan neurologis yang utama. dkk. Lanjut Usia f. Merokok d. Hudak Gallo. Transient Ischemic Attack (TIA) Faktor resiko tambahan a. disebabkan karena gangguan perdarahan otak. Lumbantobing. Diabetes Melitus c. Penyakit paru-paru menahun B. Dari . Keperawatan Kritis Edisi VI Volume II. Jakarta : EGC. Kegemukan atau obesitas c. Kadar asam urat darah tinggi h. 1993. Jakarta : EGC. Hipertensi b. New York : William Morrow and Company. Tuti. Penyakit darah tertentu seperti polisitemia dan leukemia g.

booklet atau poster tentang upaya kesehatan lanjut usia. Untuk mengantisipasi Hal tersebut. Pada usia tersebut akan terjadi kemunduran sel-sel yang dapat mempengaruhi fungsi dan kemampuan sistem tubuh termasuk syaraf. dapat mengembangkan ataupun memfasilitasi pembentukan kelompok usia lanjut binaan sebagai suatu wadah kegiatannya sebagai model kegiatan dalam rangka peningkatan kualitas hidup usia lanjut. Stroke merupakan suatu penyakit yang menyerang syaraf otak manusia sehingga mereka yang terkena serangan strokeakan mengalami kelumpuhan sebagian anggota tubuhnya tergantung susunan syaraf bagian mana yang terserang. Dari jumlah tersebut sebagian besar di antara mereka daya tahan tubuhnya sangat rentan terhadap berbagai serangan penyakit. Terutama penyakit yang berhubungan dengan faktor usia seperti tekanan darah tinggi. Keterbatasan gerak dan kelincahannya serta usia pensiun yang menyebabkan usia lanjut cenderung menurun dan kemudian akan mempengaruhi mental serta kehidupan sosialnya. jantung dan pembuluh darah. pendidikan maupun lingkungannya. kebutuhan usia lanjut pun dapat berbeda. sehingga apa yang kita cita-citakan. serangan jantung. Berbgai masalah yang dihadapi usia lanjut anatara lain penyakit yang biasanya betsifat kronis dan memerlukan penanganan speialistik sehingga membutuhkan waktu relatif lama dan biaya tinggi.jumlah tersebut sebagian besar di antara mereka daya tahan tubuhnya sangat rentan terhadap berbagai serangan penyakit. Karena itu para usia lanjut membutuhkan perhatian khusus dari keluarganya dan masyarakat. cukup istirahat dan olah raga. serangan jantung. untuk menghindarinya stroke perlu dikenali dan dipahami cara pencegahannya melalui pola hidup sehat seperti makan dengan gizi seimbang. Nusantara Stroke & Medical Center menyelenggarakan seminar untuk meminimalkan angka kejadian stroke yang dialami para lanjut usia (lansia) pada tanggal 6 Juli 2004. senam bersama. petugas panti wreda. Karenanya. Sesuai dengan status kesehatan. Terutama penyakit yang berhubungan dengan faktor usia seperti tekanan darah tinggi. Menurut Komisaris Utama NSMC Prof Dr Haryono Suyono. Namun kondisi saat ini menyebabkan para anggota keluarga banyak yang bekerja maupun mempunyai kegiatan di luar rumah menyebabkan para usia lanjut merasa tersisihkan. serta penyediaan bukubuku. Salah satu cermin keberhasilan pembangunan kesehatan di Indonesia dapat dilihat dari meningkatnya usia harapan hidup penduduk Indonesia yaitu 67 tahun untuk wanita dan 63 tahun untuk pria yang mencapai 19 juta jiwa atau 8. termasuk kebutuhan kesehatannya. yaitu terbentuknya klub stroke berbasis masyarakat bisa . usia lanjut dapat saling berdiskusi tentang pengalaman kesehatannya. Bukan hanya itu Yastroki sebagai suatu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli terhadap stroke dan usia lanjut. Mengingat hal itu. Di dalam kelompok ini. saling bertukar pikiran. sosial budaya. leaflet. pengasuh usia lanjut. berdansa/berjoget atau melakukan kegiatan apa saja yang dibutuhkan.5% dari penduduk Indonesia. stroke dan sebagainya. semua orang akan mengalami masa tua dan usia lanjut yang secara alami tidak dapat dihindarkan. namun tidak tertutup kemungkinan menyerang meraka yang berusia muda akibat perubahan pola hidup dan gaya hidup. stroke dan sebagainya. Haryono. Meski begitu. kondisi ekonomi. tidak merokok dan sebagainya agar suatu saat nanti para usia lanjut tidak segera mengalami kepikunan dan masih dapat hidup mandiri bahkan produktif. Biasanya penyakit ini akan menyerang orang-orang berusia lanjut. Dengan demikian mereka tidak merasa kesepian dan akan mendapatkan banyak pengetahuan tentang kesehatan dismping menerima pelayanan kesehatan secara sederhana yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di puskesmas. perlu dilakukan pengkajian kebutuhan kesehatan usia lanjut. berharap di masa mendatang dapat dikembangkan berbagai kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan bagi keluarga. Diakuinya. usia lanjut mempunyai pola hidup yang berbeda satu dengan lainnya.

Para usia lanjut yang terpaksa harus tinggal di rumah karena lemah atau pasca perawatan dan membutuhkan perawatan kesehatan dapat dibantu dengan ?Perawatan Kesehatan Usia Lanjut di rumah? yang biasa dikenal dengan Home Care melalui pemberdayaan keluarga dan masyarakat.8 juta orang. Melihat tingkat kesehatan dan kesejahteraan kian membaik maka angka harapan hidup penduduk Indonesia juga kian meningkat pula.4 juta orang. dan jumlahnya dari tahun ke tahun terus meningkat. atau 5. tetapi melihat tingkat kesehatan dan kesejahteraan belakangan ini maka lansia merupakan sebuah kehidupan. Mereka yang masih produktif khususnya perempuan bisa diarahkan ke dalam kegiatan ekonomi produktif. termasuk di dalamnya lansia yang masih potensial. Sedangkan ramalan pihak badan kesehatan dunia WHO bahwa penduduk lansia di Indonesia pada tahun 2020 mendatang sudah mencapai angka 11.id/read.terwujud. Makmur Sunusi pada konperensi pers dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tahun 2009 di Jakarta.5 juta. Pada tahun 2005 kondisi komposisi penduduk Indonesia telah berubah yang menjadikan penduduk lansia mencapai 7% dan balita 8. Menurutnya. Menurutnya. [kpl/rif/foto 22/5/2009 (Kominfo-Newsroom) � Jumlah orang lanjut usia (lansia) di Indonesia saat ini sekitar 16.2%.34% atau tercatat 28. Menurut Subagio terdapat dua model penanganan lansia.3 juta orang. �Jumlah lansia saat ini sekitar 16. Usia lanjut khususnya perempuan bukan berarti tidak meninggalkan masalah di tengah masyarakat. Subagio di Banjarmasin. kemudian tahun 1990 naik menjadi .� kata Dirjen Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial (Yanrehsos). angka kelahiran sudah tidak terlalu meningkat lagi. Namun pada tahun 2000 jumlah lansia Indonesia sudah mencapai tiga kali lipat yakni menjadi 14. Pada tahun 1971 lalu penduduk Indonesia yang dikategorikan lansia masih sekitar 4. Subagio menjelaskan penduduk yang disebut lansia adalah yang berusia di atas dari 60 tahun.or. Ia berada di Banjarmasin untuk menghadiri acara sosialisasi perlindungan perempuan lansia dan penyandang cacat tingkat Kota Banjarmasin. balitanya tinggal 6. tahun 1980 jumlah lansia masih 7 juta jiwa. yang pada gilirannya akan menimbulkan jumlah penduduk lansia terus membengkak secara drastis.php?id=124 KAPANLAGI.1%.5 juta jiwa dari seluruh jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 220 juta jiwa. Jumat (22/5). Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan RI. ada lansia yang memang tidak produktif ditangani secara khusus.9% yang menyebabkan jumlah penduduk lansia terbesar di dunia. “Menjadi lansia bukanlah pilihan.Pihak Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia memprediksi akan terjadi lonjakan (boom) jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di negara Indonesia menyusul kian membaiknya tingkat kesejahteraan yang diiringi kian membaiknya pula tingkat derajat kesehatan masyarakat. komposisi penduduk Indonesia belakangan ini kian terbalik.COM] .” kata Deputi Bidang Perlindungan Perempuan. khususnya perempuan di mana usia perempuan akan lebih panjang. Depsos. tetapi ada pula lansia walau udah tua tetapi masih produktif. makanya perlu antisipasi dan penanganan dalam menghadapi boom lansia tersebut. RIS http://www. tetapi jumlah angka harapan hidup yang terus meningkat. Drs.yastroki. sementara penduduk kategori usia di bawah lima tahun (balita) sebesar 16.5%. Kamis (18/9/2008).

katanya. Tangerang.16%). Sementara itu Sekjen Komnas Lansia. sedangkan tahun 2000 naik menjadi 14 juta jiwa. baik di tengah masyarakat maupun dalam proses pembangunan. mendapatkan pelayanan yang sama.5 juta orang." kata Asisten Deputi Urusan Perempuan. keluarga. Sumatra Utara. Jumlah lansia diperkirakan naik mencapai 11. panti jompo. "Harus ada upaya antisipasi karena lansia merupakan kelompok umur yang kurang berdaya sehingga menjadi beban masyarakat. Karena itu.Lies kembali mengatakan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2007. dan Bali (11. “Dengan konsep Menua Secara Aktif. Sabtu (19/12). yaitu di Tulungagung.depkominfo. dalam acara sosialisasi kebijakan penanganan lansia di Yogyakarta. dan lain-lain. dan Binjai. Disusul Provinsi Jawa Tengah (11. han. Lansia dan Penyandang Cacat. kita punya dua kota perconto. Jawa Timur (11. Untuk masalah ini. Namun panti sosial-panti sosial yang jumlahnya sebanyak 243 unit.14%).go. Namun karena terbatasnya anggaran. katanya. jumlah lansia di Indonesia mencapai 18. artinya jangan menunggu kapan masuk panti jompo. kontribusi Komnas Lansia dalam HLUN antara lain dalam acara Temu Nasional Bina Keluarga Lansia (BKL) yang diselenggarakan BKKBN diminta menjadi pembicara utama yang disampaikan Ketua Komnas Lansia.96 juta orang. Jawa Timur.id/berita/bipnewsroom/jumlah-lansia-di-indonesia-165juta-orang/ BEBERAPA wilayah di Indonesia akan mengalami ledakan penduduk lansia (lanjut usia) pada 2010 hingga 2020. Depsos akan mencoba mencari solusi. maka seseorang walaupun telah pensiun tetap diusahakan supaya terus aktif. baik yang potensial maupun yang tidak potensial.12 juta orang. 14% di antaranya berada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. diperkirakan jumlah lansia mencapai 23 juta jiwa.6 juta orang. atau yang merupakan daerah paling tinggi jumlah lansianya.” katanya.Dari jumlah tersebut. dan pemerintah. Dikemukakan. sebenarnya. http://www. jumlah lansia yang terlayani kurang lebih lima persen dari jumlah lansia terlantar yang menurut data Pusdatin Kesos tahun 2008 sebanyak 1.34% dari jumlah penduduk di Indonesia. di antaranya dengan melakukan pendekatan komunitas dan keluarga. Tahun 2010. Selain itu juga merencanakan untuk mensosialisasikan konsep Menua Secara Aktif. Ia mengatakan. Lies Rostianty. . untuk kota percontohan. baru bisa menampung sekitar 80 ribuan lansia. Kementerian Pemberdayaan Perempuan. semua lansia yang jumlahnya saat ini sekitar 16. Toni Hartono dalam kesempatan sama mengatakan. maka diprioritaskan bagi lansia yang non-potensial atau terlantar. antisipasi ledakan lansia di Binjai dilakukan dengan model pendekatan senior center.02%). Pelayanan tersebut dilakukan melalui pusat-pusat pelayanan sosial. Inten Suweno. Ia menjelaskan bahwa pada peringatan HLUN tahun 2009 ini. dan tahun 2020 menjadi 28 juta orang lebih. Depsos akan melaksanakan launching Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) Tahun 2009 oleh Menteri Sosial di Puspitek.

" http://bataviase. Ketua Pokja Peningkatan.html . misalnya. kita memiliki 598 kelompok lansia yang secara rutin kita bina. Pemeliharaan Intelegensi Lansia.co. Data di Kota Yogyakarta.Model itu diterapkan dengan mengumpulkan para lansia dan mereka melakukan kegiatan secara terarah mulai dari kegiatan kesehatan. percontohan di Tulunggagung dilakukan dengan pendekatan homecare. Pemerintah Kota Yogyakarta Tri Kirana mengatakan tingginya angka lansia di DIY disebabkan karena angka harapan hidupnya juga tinggi. rohani hingga rekreasi. luas Kota Yogyakarta kecil sehingga akses terhadap fasilitas kesehatan mudah dijangkau. yaitu pendekatan penanganan dengan melibatkan peranan keluarga dan masyarakat. keterampilan.id/detailberita-10423665. harapan hidupnya mencapai usia 77 tahun (perempuan) dan 75 tahun (laki-laki)."Untuk memberdayakan dan pendampingan terhadap lansia yang ada.Tinggi harapan hidup Sementara itu.Sementara itu. Tingginya harapan hidup itu karena secara geografis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful