P. 1
A

A

|Views: 486|Likes:
Published by buddybee

More info:

Published by: buddybee on Sep 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2012

pdf

text

original

A.

Pendahuluan Setiap mahluk hidup membutuhkan makanan untuk mempertahankan kehidupannya, karena didalam makanan terdapat zat-zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan kegiatan metabolismenya. Bagi lansia pemenuhan kebutuhan gizi yang diberikan dengan baik dapat membantu dalam proses beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang dialaminya selain itu dapat menjaga kelangsungan pergantian sel-sel tubuh sehingga dapat memperpanjang usia. Kebutuhan kalori pada lansia berkurang karena berkurangnya kalori dasar dari kebutuhan fisik. Kalori dasar adalah kalori yang dibutuhkan untuk malakukan kegiatan tubuh dalam keadaan istirahat, misalnya : untuk jantung, usus, pernafasan dan ginjal. Berdasarkan kegunaannya bagi tubuh, zat gizi dibagi ke dalam tiga kelompok besar, yaitu : 1. Kelompok zat energi, termasuk ke dalam kelompok ini adalah :

• Bahan makanan yang mengandung karbohidrat seperti beras, jagung, gandum, ubi, roti,
singkong dan lain-lain, selain itu dalam bentuk gula seperti gula, sirup, madu dan lain-lain.

• Bahan makanan yang mengandung lemak seperti minyak, santan, mentega, margarine, susu
dan hasil olahannya.

2. Kelompok zat pembangun Kelompok ini meliputi makanan – makanan yang banyak mengandung protein, baik protein hewani maupun nabati, seperti daging, ikan, susu, telur, kacangkacangan dan olahannya.

3. Kelompok zat pengatur Kelompok ini meliputi bahan-bahan yang banyak mengandung vitamin dan mineral, seperti buahbuahan dan sayuran.

B. Faktor yang mepengaruhi Kebutuhan Gizi pada Lansia

• Berkurangnya kemampuan mencerna makanan akibat kerusakan gigi atau ompong. • Berkurangnya indera pengecapan mengakibatkan penurunan terhadap cita rasa manis, asin,
asam, dan pahit.

• Esophagus/kerongkongan mengalami pelebaran. • Rasa lapar menurun, asam lambung menurun. • Gerakan usus atau gerak peristaltic lemah dan biasanya menimbulkan konstipasi. • Penyerapan makanan di usus menurun.

C. Masalah Gizi pada Lansia 1. Gizi berlebih Gizi berlebih pada lansia banyak terjadi di negara-negara barat dan kota-kota besar. Kebiasaan makan banyak pada waktu muda menyebabkan berat badan berlebih, apalai pada lansia penggunaan kalori berkurang karena berkurangnya aktivitas fisik. Kebiasaan makan itu sulit untuk diubah walaupun disadari untuk mengurangi makan. Kegemukan merupakan salah satu pencetus berbagai penyakit, misalnya : penyakit jantung, kencing manis, dan darah tinggi. 2. Gizi kurang Gizi kurang sering disebabkan oleh masalah-masalah social ekonomi dan juga karena gangguan penyakit. Bila konsumsi kalori terlalu rendah dari yang dibutuhkan menyebabkan berat badan kurang dari normal. Apabila hal ini disertai dengan kekurangan protein menyebabkan kerusakan-kerusakan sel yang tidak dapat diperbaiki, akibatnya rambut rontok, daya tahan terhadap penyakit menurun, kemungkinan akan mudah terkena infeksi. 3. Kekurangan vitamin Bila konsumsi buah dan sayuran dalam makanan kurang dan ditambah dengan kekurangan protein dalam makanan akibatnya nafsu makan berkurang, penglihatan menurun, kulit kering, penampilan menjadi lesu dan tidak bersemangat.

D. Pemantauan Status Nutrisi 1. Penimbangan Berat Badan a. Penimbangan BB dilakukan secara teratur minimal 1 minggu sekali, waspadai peningkatan BB atau penurunan BB lebih dari 0.5 Kg/minggu. Peningkatan BB lebih dari 0.5 Kg dalam 1 minggu beresiko terhadap kelebihan berat badan dan penurunan berat badan lebih dari 0.5 Kg /minggu menunjukkan kekurangan berat badan. b. Menghitung berat badan ideal pada dewasa : Rumus : Berat badan ideal = 0.9 x (TB dalam cm – 100) Catatan untuk wanita dengan TB kurang dari 150 cm dan pria dengan TB kurang dari 160 cm, digunakan rumus : Berat badan ideal = TB dalam cm – 100 Jika BB lebih dari ideal artinya gizi berlebih Jika BB kurang dari ideal artinya gizi kurang

2. Kekurangan kalori protein Waspadai lansia dengan riwayat : Pendapatan yang kurang, kurang bersosialisasi, hidup sendirian, kehilangan pasangan hidup atau teman, kesulitan mengunyah, pemasangan gigi palsu yang kurang tepat, sulit untuk menyiapkan makanan, sering mangkonsumsi obat-obatan yang mangganggu nafsu makan, nafsu makan berkurang, makanan yang ditawarkan tidak mengundang selera. Karena hal ini dapat menurunkan asupan protein bagi lansia, akibatnya lansia menjadi lebih mudah sakit dan tidak bersemangat. 3. Kekurangan vitamin D Biasanya terjadi pada lansia yang kurang mendapatkan paparan sinar matahari, jarang atau tidak pernah minum susu, dan kurang mengkonsumsi vitamin D yang banyak terkandung pada ikan, hati, susu dan produk olahannya.

E. Perencanaan Makanan untuk Lansia - Perencanaan makan secara umum 1. Makanan harus mengandung zat gizi dari makanan yang beraneka ragam, yang terdiri dari : zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur. 2. Perlu diperhatikan porsi makanan, jangan terlalu kenyang. Porsi makan hendaknya diatur merata dalam satu hari sehingga dapat makan lebih sering dengan porsi yang kecil. Contoh menu :

• Pagi : Bubur ayam • Jam 10.00 : Roti • Siang : Nasi, pindang telur, sup, pepaya • Jam 16.00 : Nagasari • Malam : Nasi, sayur bayam, tempe goreng, pepes ikan, pisang

3. Banyak minum dan kurangi garam, dengan banyak minum dapat memperlancar pengeluaran sisa makanan, dan menghindari makanan yang terlalu asin akan memperingan kerja ginjal serta mencegah kemungkinan terjadinya darah tinggi. 4. Batasi makanan yang manis-manis atau gula, minyak dan makanan yang berlemak seperti santan, mentega dll. 5. Bagi pasien lansia yang prose penuaannya sudah lebih lanjut perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

• Makanlah makanan yang mudah dicerna

6. dan sayuran hijau. Berikan sedikit minum air hangat sebelum makan. daging rendah lemak. telur. posisi pasien tetap dipertahankan selama ± 30 menit. hati. F. melembutkan feses. tanyakan Perbolehkan pasien untuk menunjukkan perintah tentang makanan pilihan pasien yang Setelah selesai makan. gurih. 7. bayam. G. 3. Batasi minum kopi atau teh. makanan harus lunak/lembek atau dicincang • Makan dalam porsi kecil tetapi sering • Makanan selingan atau snack. Biarkan pasien untuk mengosongkan mulutnya setelah setiap sendokan. karena pasien akan menjadi dan buah-buahan segar. Sarankan untuk mengkonsumsi makanan berserat tinggi setiap hari. seperti sayuran Anjurkan pasien untuk minum paling sedikit 8 gelas cairan setiap hari untuk Anjurkan untuk tidak menggunakan laksatif secara rutin . 2. ingin dimakan. Selaraskan kecepatan pemberian makan dengan kesiapan pasien. atau dipanggang kurangi makanan yang digoreng . pemberian makan terlalu cepat atau lambat. tergantung pada laksatif. 4. Lebih dianjurkan untuk mengolah makanan dengan cara dikukus.• Hindari makanan yang terlalu manis. dan goring-gorengan • Bila kesulitan mengunyah karena gigirusak atau gigi palsu kurang baik. Prinsip Pemberian Makan Melalui Sonde (NGT) . 5. Makanan mengandung zat besi seperti : kacang-kacangan. roti dan sereal.Perencanaan makan untuk mengatasi perubahan saluran cerna Untuk mengurangi resiko konstipasi dan hemoroid : 1. Siapkan makanan dan minuman yang akan diberikan Posisikan pasien duduk atau setengah duduk. direbus. 8. 2. boleh diberikan tetapi harus diencerkan sebab berguna pula untuk merangsang gerakan usus dan menambah nafsu makan. Cara Memberi Makan Melalui Mulut (oral) 1. 7. 3. buah. dan sari buah sebaiknya diberikan 6. susu.

2. udang. Benar dosis : jumlah obat yang diberikan tidak dikurangi atau dilebihkan. santan. obat diberikan setiap 8 jam dalam 24 jam . 7. talas. lemak daging. Bahan makanan sumber protein hewani : Daging sapi. 3. margarin. Prinsip Lima benar Pemberian Obat Oral 1. ikan. Contoh Bahan Makanan untuk Setiap Kelompok Makanan 1. menit setelah memberi makan. Pastikan tidak ada udara yang masuk ke dalam sonde pada saat memberi makan atau Periksa kerekatan selang. kentang. tepung terigu. bubur beras. babat. tahu. daging ayam. Laporkan adanya mual dan muntah dengan segera. Lakukan perawatan kebersihan mulut dengan sering. kacang merah. biskuit. telur. tepung hunkwe. kelapa parut. 5. oncom. 3. 5. Benar obat : obat yang diberikan harus sesuai dengan resep dokter. jika 2 x1 berarti obat diberikan setiap 12 jam sekali. Benar cara pemberian yaitu melalui oral : berikan obat melalui mulut atau sonde. kelapa. 3. hati. misalnya 3 x 1 berarti diingat jenis obat antibiotik harus diberikan sampai habis. tepung beras. nasi jagung. Bahan makanan sumber protein nabati : Kacang ijo.Pemberian makan melalui sonde ditujukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pasien yang memiliki masalah dalam menelan dan mengunyah makanan. 4. roti . crakers.smallcrab. bihun. 6. 4. mie. 2. usus. 4. ubi. http://www.com/lanjut-usia/527-kebutuhan-nutrisi-pada-lansia . I. 2. air. maizena. kacang kedelai. Adapun prinsip pemberiannya adalah sebagai berikut : 1. Bahan makanan sumber lemak (zat energi) : Minyak goreng. tempe. Bahan makanan sumber karbohidrat (zat energi) : nasi. kacang tanah. H. Pastikan pula selang dalam keadaan tertutup selama tidak diberi makan. Siapkan makanan cair dan minuman hangat Naikkan bagian kepala tempat tidur 30 – 45 derajat pada saat memberi makan dan 30 Bilas selang sonde dengan air hangat terlebih dahulu. minyak ikan. singkong. seperti pada pasien-pasien stoke. jika selang longgar beritahu perawat. Benar waktu : Pastikan pemberian obat tepat pada jadwalnya. Penting Benar pasien : Pastikan obat diminum oleh pasien yang bersangkutan.

9 Maret. hipertensi pun kerap menghinggapinya. hipertensi ini bisa juga menyebabkan kematian. perlu dilakukan dua atau tiga kali pemeriksaan. Pada mereka yang hamil. dianggap tak mencukupi karena tekanan darah cenderung berubah-ubah dari jam ke jam. penyakit jantung koroner. dan olahraga. kelenjar adrenal. pasien lanjut usia. Dari awal. untuk monoterapi dengan pengobatan tunggal. dalam penelitian yang dilakukan PT Boehringer Ingelheim (PBI). Untuk satu kali pemeriksaan. seperti komplikasi pembesaran jantung. Sebab lainnya adalah faktor keturunan. penyakit jantung koroner. Akibat dari hipertensi bisa beragam.Terapi Kombinasi pada Hipertensi Selasa. Penderita pun perlu mengontrol tekanan darahnya secara rutin. Tekanan darah tinggi merupakan peningkatan tekanan darah yang menetap di atas batas normal. bertambahnya jumlah darah yang dipompa jantung. terapi sudah dapat dimulai dengan cara kombinasi. penyakit pada ginjal. dan tekanan mental. Karenanya. terapi kombinasi sangat diperlukan. Orang dianggap menderita hipertensi bila tekanan sistolik di atas 140 mmHg (milimeter air raksa) dan atau tekanan diastoliknya di atas 90 mmHg. hanya efektif untuk mengontrol tekanan dengan hasil mencapai 40 persen sampai 50 persen pasien. JNC-VII-USA pada Mei 2003. Terapi itu dilakukan pada umumnya dengan cara oral atau obat. Penanganan hipertensi meliputi kombinasi pemberian obat. terapi tersebut menimbulkan pengaruh yang berbeda pada tiap orang. Penyebab tekanan darah yang paling sering adalah aterosklerosis atau penebalan dinding arteri yang membuat hilangnya elastisitas pembuluh darah. Hipertensi atau tekanan darah tinggi sudah menjadi gejala umum penyakit tekanan darah di dunia. Rekomendasi target dari panduan internasional tersebut adalah tekanan darah kurang dari 140/90 mmHg bagi . kelebihan berat badan. stres. Ternyata. Pengobatan hipertensi selama ini didasarkan pada penyebabnya. Namun. 2004 oleh: gklinis Terapi Kombinasi pada Hipertensi Gizi. Bahkan. Panduan penatalaksanaan hipertensi yang disusun WHO. stroke. merekomendasikan pada pasien hipertensi dengan berbagai risiko untuk mencapai target penurunan tekanan darah yang diinginkan. dan gemuk. Monoterapi tak cukup memberikan kontrol tekanan darah yang efektif terhadap pasien dengan berbagai faktor risiko seperti diabetes. dan sistem syaraf sipatis. dan pecahnya pembuluh darah otak. Kenaikan tekanan darah diastolik dipandang lebih berbahaya daripada sistolik. Responnya pun sangat rendah. Upaya yang dilakukan selama ini adalah dengan menerapkan terapi kontrol tekanan darah. pengaturan diet. Untuk pengecekan tekanan darah.net . karena umumnya lebih menetap dan membebani kerja jantung. terdapat terapi tunggal dan kombinasi. Dalam langkah terapi optimal hipertensi (HOT).Penyebab tekanan darah yang paling sering adalah aterosklerosis atau penebalan dinding arteri yang membuat hilangnya elastisitas pembuluh darah.

dan samar ganda untuk mengetahui efektivitas dan keamanan pemberian ASA dosis rendah. Fokusnya adalah pada pengobatan telmisartan dan HCTZ. Dibandingkan dengan kelompok plasebo. Studi ini membuktikan efektivitas kombinasi dipyridamole lepas lambat dengan ASA (acetyl salicyl acid) dalam mencegah stroke sekunder atau TIA (transiet ischemic attack). 10 Februari 2004 Laporan : wed http://www. Terapi kombinasi sangat efektif bagi pasien angiotensin II receptor antagonist (AIIRA) dan diuretik (hydrochlorothiazide-HCTZ). suplemen Medika. terdapat penurunan risiko stroke menjadi 37 persen.net/cgi-bin/berita/fullnews. risiko stroke sekunder dengan kombinasi kedua pengobatan ini menurunkan risikonya dua kali lipat lebih efektif dibanding terapi tunggal dari kedua pengobatan tersebut. merinci studi pencegahan stroke di Eropa.000). kurang dari 130/85 mmHg pada pasien hipertensi dengan diabetes atau gangguan fungsi ginjal. penelitian ini menunjukkan.gizi. Tak hanya itu saja. plasebo kontrol. Sumber: Koran Republika. dosisnya lebih kecil daripada dosis monoterapi sehingga efek samping yang terjadi relatif juga lebih rendah. kontrol tekanan darah lebih optimal dibandingkan monoterapi. termasuk risiko stroke dengan kematian (1:100). Penelitian di Eropa Dalam penelitian yang dipimpin oleh HC Diener dengan dukungan PBI. Setelah dua tahun.cgi?newsid1078805826. Artinya. papar Diener. Keuntungan utama dari terapi ini adalah biaya terapi yang lebih rendah. Selasa." ujar Jose. risiko stroke pada ASA. tentang penggunaan pengobatan kombinasi yang rasional. dan kurang dari 125/85 mmHg pada pasien hipertensi dengan gangguan fungsi ginjal dan proteinurea yang lebih dari 1 gram per 24 jam. dan pada dipyridamole menjadi 16 persen. Keuntungan terapi kombinasi adalah adanya dua zat aktif dalam satu tablet hingga mudah dan praktis dipakai. Seperti yang disampaikan oleh Prof Dr Jose Roesma PhD SpPD-KGH.602 orang. "Sedangkan. Terapi ini menggunakan zat aktif dari berbagai kelas obat antihipertensi dengan efek berbeda tapi saling melengkapi. Penelitian European Stroke Prevention Study kedua (ESPS-2) ini meliputi 59 klinik dari 13 negara dengan responden sebanyak 6. Untuk terapi kombinasi keduanya. Penyampaian ini dilakukan beberapa waktu lalu di Jakarta. dipyridamole Iepas lambat dan kombinasi keduanya. HC Diener mengawali studi ini secara random. Terapi kombinasi sangat efektif menurunkan tekanan darah sistolik pada lanjut usia dan pasien dengan berbagai risiko. tim peneliti menyimpulkan bahwa ASA dosis rendah dan dipyridamole efektif menurunkan risiko stroke secara jelas (1:1.57204. dalam seminar yang diselenggarakan Boehringer Ingelheim. .pasien tanpa faktor risiko. berkurang 18 persen. Pasien dengan terapi kombinasi.

Stroke hemoragik adalah stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak. 2. gejala-gejala stroke terbagi menjadi berikut: . Stroke iskemik yaitu tersumbatnya pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagian atau keseluruhan terhenti. Hemoragik Subaraknoid: pendarahan yang terjadi pada ruang subaraknoid (ruang sempit antara permukaan otak dan lapisan jaringan yang menutupi otak). Stroke hemoragik ada 2 jenis. Stroke Trombotik: proses terbentuknya thrombus yang membuat penggumpalan. yaitu: 1. 2. dan Akibat Stroke Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. WHO mendefinisikan bahwa stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh yang lain dari itu. Stroke Embolik: Tertutupnya pembuluh arteri oleh bekuan darah. Hampir 70% kasus stroke hemoragik terjadi pada penderita hipertensi. penyempitan atau pecahnya pembuluh darah. Tanda dan Gejala-gejala Stroke Berdasarkan lokasinya di tubuh. Hemoragik Intraserebral: pendarahan yang terjadi didalam jaringan otak. Hipoperfusion Sistemik: Berkurangnya aliran darah ke seluruh bagian tubuh karena adanya gangguan denyut jantung. yaitu : 1. 80% stroke adalah stroke Iskemik.Gejala. Stroke iskemik ini dibagi menjadi 3 jenis. 3. Stroke dibagi menjadi dua jenis yaitu: stroke iskemik maupunstroke hemorragik. Penyebab. Berkurangnya aliran darah dan oksigen ini bisa dikarenakan adanya sumbatan.

sel otak mati dan hematom yg terbentuk akan diserap kembali secara bertahap.000 penduduk yang terkena stroke. Obesitas. Cerebral cortex: aphasia. Makanan tidak sehat (junk food. Dari jumlah tersebut: • • • 1/3 --> bisa pulih kembali. peribahasa itulah yang tepat bagi penderita Stroke. antara lain Merokok (aktif & pasif). Kontrasepsi oral. mendengar. Migrain. menurunnya fungsi sensorik 2. 80% pemicu stroke adalah hipertensi dan arteriosklerosis. fast food). 1/3 sisanya --> mengalami gangguan fungsional berat yang mengharuskan penderita terus menerus di kasur. ekspresi wajah terganggu. pernafasan dan detak jantung terganggu. Bagian sistem saraf pusat : Kelemahan otot (hemiplegia). Batang otak. dimana merupakan serangan kecil atau serangan awal stroke. kebingungan. 93% pengidap penyakit trombosis ada hubungannya dengan penyakit tekanan darah tinggi. terlalu banyak minum alkohol. 1/3 --> mengalami gangguan fungsional ringan sampai sedang. kaku. Gangguan jantung. Faktor resiko perilaku. Faktor Penyebab Stroke Faktor resiko medis. sisanya mengalami cacat. dan melihat parsial atau keseluruhan. mengecap. Derita Pasca Stroke Sudah Jatuh tertimpa Tangga Pula. Kurang olahraga. diabetes. Kolesterol. Riwayat stroke dalam keluarga. dinyatakan sebagai Transient Ischemic Attack (TIA). hemineglect. Pemicu stroke pada dasarnya adalah. refleks menurun. Akibat Stroke lainnya: . Narkoba. Proses alami ini selesai dlm waktu 3 bulan. 3. daya ingat menurun. Mendengkur. Alkohol. Pada saat itu. Setelah stroke. Menurut statistik. merokok dan senang mengkonsumsi makanan yang berlemak. suasana hati yang tidak nyaman (marah-marah). dimana terdapat 12 saraf kranial: menurun kemampuan membau. Hanya 10-15 % penderita stroke bisa kembali hidup normal seperti sedia kala. 1/3 orang yang selamat menjadi tergantung dan mungkin mengalami komplikasi yang dapat menyebabkan kematian atau cacat Diperkirakan ada 500.1. antara lain Hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi). Aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah). lidah lemah. Jika tanda-tanda dan gejala tersebut hilang dalam waktu 24 jam. sehingga banyak penderita Stroke menderita stress akibat kecacatan yang ditimbulkan setelah diserang stroke. apraxia.

• • • • 80% penurunan parsial/ total gerakan lengan dan tungkai. Hal ini akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktifitas serta dapat mengakibatkan terganggunya sosial ekonomi keluarga. Hidup BEBAS tanpa STROKE merupakan dambaan bagi semua orang. membedakan kanan dan kiri.html [sukasukamu] Stroke Dan Gejalanya yundini3001 Sat. akibat kesibukan yang padat. dapat menyebabkan kematian dalam waktu yang relatif sangat singkat. Diposkan oleh Petrus di 21:12 http://langgocity. penghindari stress hingga meminum obat atau suplemen untuk menjaga kesehatan pembuluh darah hingga dapat mencegah terjadinya Stroke. Karena Ancaman stroke hingga merenggut nyawa dan derita akibat stroke. Stroke sangat dapat dicegah.blogspot. namun juga dialami oleh warga pedesaan yang hidup dengan serba keterbatasan. Stroke tak lagi hanya menyerang kelompok lansia. 30 % mengalami kesulitan bicara. 80-90% bermasalah dalam berpikir dan mengingat. . 29 Apr 2006 01:44:41 -0700 Stroke Dan Gejalanya Stroke dengan serangannya yang akut. Hampir 85% dari semua stroke dapat DICEGAH . juga yang menderita stroke adalah tulang punggung keluarga yang biasanya kurang melakukan gaya hidup sehat. kita perlu mengetahui gejala-gejala yang sering terjadi pada serangan stroke. Tak heran semua orang selalu berupaya untuk mencegah Stroke atau mengurangi faktor risiko dengan menerapkan pola hidup sehat. Untuk dapat memberikan pertolongan yang maksimal kepada penderita stroke. menelan. 70% menderita depresi.com/2009/03/hidup-sehat-tanpa-stoke. olahraga teratur. Stroke juga tak lagi menjadi milik warga kota yang berkecukupan . Selain karena besarnya biaya pengobatan paska stroke . namum kini cenderung menyerang generasi muda yang masih produktif.

Otak adalah organ yang mengatur segala fungsi tubuh. Kerusakan ini proses kejadiannya membutuhkan waktu lama. jenis kelamin. sehingga digolongkan penyakit kronis. selain faktor resiko bawaan misalnya riwayat keluarga hipertensi. seperti juga penyakit jantung dapat diturunkan. kurang makanan berserat seperti sayur dan buah-buahan. bila Anda mengidap diabetes mellitus pastikan Anda dan dokter Anda bekerja sama dengan baik dalam manajemennya. yang memang sudah dimiliki sejak lahir. pria berisiko sedikit lebih tinggi daripada wanita. Adapun faktor-faktor lain yang juga merupakan resiko tinggi adalah pertambahan usia. serta yang sangat penting adalah hipertensi. riwayat keluarga dengan stroke. riwayat adanya diabetes mellitus. Apabila ada kerusakan pada bagian otak tertentu. kelebihan berat badan. maka organ yang dikendalikan .Gejala-gejala stroke diakibatkan kerusakan pada pembuluh darah yang memperdarahi otak. Karena stroke disebabkan ganguan pada pembuluh darah. merokok. maka faktor penyebabnya hampir sama sama dengan faktor pada penyakit jantung. Penyebab yang paling mungkin adalah gaya hidup Anda. seperti banyaknya konsumsi lemak dan kolestrol. konsumsi alkohol. kurang olah raga. karena stroke.

Pada serangan stoke berat. • lidah mencong bila dijulurkan. maka penderitanya menjadi tidak dapat bicara. penderita biasanya menjadi tidak sadar dan mengalami henti nafas akibat gangguan pada batang otak. gangguan bicara. • sulit menelan. • terasa kesemutan/terbakar separo badan. jika bagian otak yang mengatur fungsi bicara mengalami gangguan suplai darah. • bila minum atau makan mudah keselek. Demikian pula halnya jika bagian-bagian lain terganggu. tidak merasa separo badan. gangguan yang disebabkan oleh stroke dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis gangguan seperti gangguan kesadaran. melihat dan mendengar serta gangguan berkemih (inkontinensia urin). dan dapat mengakibatkan penderitanya menjadi lumpuh separo badan. kelemahan anggota tubuh. Sebagai contoh. gangguan sensorik. • bicara tidak lancar. gangguan proses berpikir.oleh bagian otak tersebut akan mengalami gangguan fungsi atau bahkan kematian jaringan. • bicara pelo. . • mulut mencong. bicara pelo. Gejala-gejala yang kerap terjadi pada stroke antara lain adalah: • lumpuh separo badan. • sulit berbahasa. • bicara tidak keruan. Secara umum. pelupa dan lain sebagainya.

Perlu diingat. kerusakan otak dapat diperkecil semaksimal mungkin. atau seumur hidup. • tidak dapat memahami tulisan. atau sel lain dalam tubuh. Setelah satu minggu pasca serangan. penderita masih memperlihatkan gejala-gejala seperti diatas.• tidak dapat memahami perkataan orang lain. • berjalan sulit. mungkin penderita mengalami gangguan yang lebih berat sehingga perlu pemeriksaan lanjutan. tergantung dari kerusakan otak yang diakibatkan oleh stroke. Dengan penanganan yang segera. Namun bila setelah 2 minggu. stroke tidak hanya mempengaruhi lansia . banyak penderita yang terlihat pulih sama sekali sehngga kita boleh optimis bahwa serangan yang ringan. • tidak dapat membaca/menulis. bila terlambat ditangani. Stroke dapat menyerang secara tiba-tiba dan tanpa pertanda sebelumnya. • penglihatan/pendengaran mengalami gangguan. sehingga sel otak sangat sensitif terhadap kekurangan oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah dalam arteri. atau bahkan kematian. • menjadi sering pusing kepala. • kepintaran menurun. Sel-sel otak tidak mempunyai cadangan energi seperti halnya sel otot. dapat terjadi kerusakan permanen seumur hidup. Akibatnya dapat diderita hingga beberapa tahun setelah terjadi. Namun. • pelupa.

KLASIFIKASI Hipertensi pada usia lanjut dibedakan atas : ( Darmojo. tekanan darah sama dengan atau diatas 160 / 95 mmHg dinyatakan sebagai hipertensi.com/msg00133. http://www.com/sukasukamu@yahoogroups. 1999 ) Hipertensi dimana tekanan sistolik sama atau lebih besar dari 140 mmHg dan / atau tekanan diastolik sama atau lebih besar dari 90 mmHg. Hipertensi sistolik terisolasi dimana tekanan sistolik lebih besar dari 160 mmHg dan tekanan diastolik lebih rendah dari 90 mmHg. Malah akhir-akhir ini terjadi banyak peningkatan kejadian stroke pada orang-orang muda. hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. dan biaya yang banyak.mail-archive. (Smeltzer.namun juga dapat terjadi pada orang-orang muda.2001) Menurut WHO ( 1978 ). rehabilitasi. akibat gaya hidup yang merupakan faktor risiko terjadinya stroke. Dampak dari stroke sulit diobati dan memerlukan waktu. Klasifikasi hipertensi berdasarkan penyebabnya dapat dibedakan menjadi 2 golongan besar yaitu : Hipertensi essensial ( hipertensi primer ) yaitu hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya Hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang di sebabkan oleh penyakit lain .html ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI PENGERTIAN Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg. Pada populasi lansia. Pencegahan adalah jalan paling bijaksana untuk menghindari stroke.

data-data penelitian telah menemukan beberapa faktor yang sering menyebabkan terjadinya hipertensi. Kehilangan elastisitas pembuluh darah Hal ini terjadi karenakurangnya efektifitas pembuluh darah perifer untuk oksigenasi Meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer Meskipun hipertensi primer belum diketahui dengan pasti penyebabnya. epineprin ) Sedangkan penyebab hipertensi sekunder adalah : Ginjal Glomerulonefritis Pielonefritis Nekrosis tubular akut Tumor . prednison.ETIOLOGI Penyebab hipertensi pada orang dengan lanjut usia adalah terjadinya perubahan – perubahan pada : Elastisitas dinding aorta menurun Katub jantung menebal dan menjadi kaku Kemampuan jantung memompa darah menurun 1% setiap tahun sesudah berumur 20 tahun kemampuan jantung memompa darah menurun menyebabkan menurunnya kontraksi dan volumenya. Faktor tersebut adalah sebagai berikut : Faktor keturunan Dari data statistik terbukti bahwa seseorang akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan hipertensi jika orang tuanya adalah penderita hipertensi Ciri perseorangan Ciri perseorangan yang mempengaruhi timbulnya hipertensi adalah: Umur ( jika umur bertambah maka TD meningkat ) Jenis kelamin ( laki-laki lebih tinggi dari perempuan ) Ras ( ras kulit hitam lebih banyak dari kulit putih ) Kebiasaan hidup Kebiasaan hidup yang sering menyebabkan timbulnya hipertensi adalah : Konsumsi garam yang tinggi ( melebihi dari 30 gr ) Kegemukan atau makan berlebihan Stress Merokok Minum alcohol Minum obat-obatan ( ephedrine.

neuron preganglion melepaskan asetilkolin. pada medulla diotak. Renin merangsang pembentukan angiotensin I yang kemudian diubah menjadi angiotensin II. yang menyebabkan vasokonstriksi. yang berlanjut ke bawah ke korda spinalis dan keluar dari kolumna medulla spinalis ganglia simpatis di toraks dan abdomen. yang pada gilirannya merangsang sekresi aldosteron oleh korteks adrenal. yang akan merangsang serabut saraf pasca ganglion ke pembuluh darah.Vascular Aterosklerosis Hiperplasia Trombosis Aneurisma Emboli kolestrol Vaskulitis Kelainan endokrin DM Hipertiroidisme Hipotiroidisme Saraf Stroke Ensepalitis SGB Obat – obatan Kontrasepsi oral Kortikosteroid PATOFISIOLOGI / PATHWAY Mekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi pembuluh darah terletak dipusat vasomotor. menyebabkan pelepasan rennin. dimana dengan dilepaskannya noreepineprin mengakibatkan konstriksi pembuluh darah. Dari pusat vasomotor ini bermula jaras saraf simpatis. yang dapat memperkuat respons vasokonstriktor pembuluh darah. suatu vasokonstriktor kuat. Berbagai faktor seperti kecemasan dan ketakutan dapat mempengaruhi respon pembuluh darah terhadap rangsang vasokonstriksi. Pada titik ini. Individu dengan hipertensi sangat sensitiv terhadap norepinefrin. mengakibatkan tambahan aktivitas vasokonstriksi. Vasokonstriksi yang mengakibatkan penurunan aliran ke ginjal. Korteks adrenal mensekresi kortisol dan steroid lainnya. Medulla adrenal mensekresi epinefrin. meskipun tidak diketahui dengan jelas mengapa hal tersebut bisa terjadi. Pada saat bersamaan dimana sistem saraf simpatis merangsang pembuluh darah sebagai respons rangsang emosi. Rangsangan pusat vasomotor dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak ke bawah melalui system saraf simpatis ke ganglia simpatis. kelenjar adrenal juga terangsang. Hormon ini menyebabkan retensi natrium dan air oleh .

tubulus ginjal. Hal ini berarti hipertensi arterial tidak akan pernah terdiagnosa jika tekanan arteri tidak terukur. 1999). PEMERIKSAAN PENUNJANG Hemoglobin / hematokrit Untuk mengkaji hubungan dari sel – sel terhadap volume cairan ( viskositas ) dan dapat mengindikasikan factor – factor resiko seperti hiperkoagulabilitas. BUN : memberikan informasi tentang perfusi ginjal Glukosa Hiperglikemi ( diabetes mellitus adalah pencetus hipertensi ) dapat diakibatkan oleh peningkatan katekolamin ( meningkatkan hipertensi ) Kalium serum . menyebabkan peningkatan volume intra vaskuler. anemia. kelelahan. selain penentuan tekanan arteri oleh dokter yang memeriksa. Dalam kenyataannya ini merupakan gejala terlazim yang mengenai kebanyakan pasien yang mencari pertolongan medis. Sesak nafas. manifestasi klinis beberapa pasien yang menderita hipertensi yaitu : Mengeluh sakit kepala. Konsekuensinya. yang pada gilirannya menurunkan kemampuan distensi dan daya regang pembuluh darah. Gejala yang lazim Sering dikatakan bahwa gejala terlazim yang menyertai hipertensi meliputi nyeri kepala dan kelelahan. Epistaksis. Menurut Rokhaeni ( 2001 ). Pada usia lanjut perlu diperhatikan kemungkinan adanya “hipertensi palsu” disebabkan kekakuan arteri brachialis sehingga tidak dikompresi oleh cuff sphygmomanometer (Darmojo. aorta dan arteri besar berkurang kemampuannya dalam mengakomodasi volume darah yang dipompa oleh jantung (volume sekuncup) mengakibatkan penurunan curang jantung dan peningkatan tahanan perifer (Smeltzer. Kesadaran menurun. Sebagai pertimbangan gerontologis dimana terjadi perubahan structural dan fungsional pada system pembuluh perifer bertanggungjawab pada perubahan tekanan darah yang terjadi pada usia lanjut. pusing Lemas. Perubahan tersebut meliputi aterosklerosis. hilangnya elastisitas jaringan ikat dan penurunan dalam relaksasi otot polos pembuluh darah. Semua faktor ini cenderung mencetuskan keadaan hipertensi. TANDA DAN GEJALA Tanda dan gejala pada hipertensi dibedakan menjadi : Tidak ada gejala Tidak ada gejala yang spesifik yang dapat dihubungkan dengan peningkatan tekanan darah. Mual Muntah. Gelisah. 2001).

protein. ensefalopati EKG Dapat menunjukkan pembesaran jantung. Prinsip pengelolaan penyakit hipertensi meliputi : Terapi tanpa Obat Terapi tanpa obat digunakan sebagai tindakan untuk hipertensi ringan dan sebagai tindakan suportif pada hipertensi sedang dan berat. batu ginjal / ureter Foto dada Menunjukkan obstruksi kalsifikasi pada area katub.Hipokalemia dapat megindikasikan adanya aldosteron utama ( penyebab ) atau menjadi efek samping terapi diuretik. perbesaran jantung CT scan Untuk mengkaji tumor serebral. Terapi tanpa obat ini meliputi : . Kalsium serum Peningkatan kadar kalsium serum dapat menyebabkan hipertensi Kolesterol dan trigliserid serum Peningkatan kadar dapat mengindikasikan pencetus untuk / adanya pembentukan plak ateromatosa ( efek kardiovaskuler ) Pemeriksaan tiroid Hipertiroidisme dapat menimbulkan vasokonstriksi dan hipertensi Kadar aldosteron urin/serum Untuk mengkaji aldosteronisme primer ( penyebab ) Urinalisa Darah. pola regangan. Asam urat Hiperurisemia telah menjadi implikasi faktor resiko hipertensi Steroid urin Kenaiakn dapat mengindikasikan hiperadrenalisme IVP Dapat mengidentifikasi penyebab hieprtensiseperti penyakit parenkim ginjal. glukosa mengisyaratkan disfungsi ginjal dan atau adanya diabetes. peninggian gelombang P adalah salah satu tanda dini penyakit jantung hipertensi PENATALAKSANAAN Pengelolaan hipertensi bertujuan untuk mencegah morbiditas dan mortalitas akibat komplikasi kardiovaskuler yang berhubungan dengan pencapaian dan pemeliharaan tekanan darah dibawah 140/90 mmHg. gangguan konduksi.

Terapi dengan Obat Tujuan pengobatan hipertensi tidak hanya menurunkan tekanan darah saja tetapi juga mengurangi dan . juga untuk gangguan psikologis seperti kecemasan dan ketegangan. berenang dan lain-lain Intensitas olah raga yang baik antara 60-80 % dari kapasitas aerobik atau 72-87 % dari denyut nadi maksimal yang disebut zona latihan.Diet Diet yang dianjurkan untuk penderita hipertensi adalah : Restriksi garam secara moderat dari 10 gr/hr menjadi 5 gr/hr Diet rendah kolesterol dan rendah asam lemak jenuh Penurunan berat badan Penurunan asupan etanol Menghentikan merokok Latihan Fisik Latihan fisik atau olah raga yang teratur dan terarah yang dianjurkan untuk penderita hipertensi adalah olah raga yang mempunyai empat prinsip yaitu : Macam olah raga yaitu isotonis dan dinamis seperti lari. bersepeda. jogging. Penerapan biofeedback terutama dipakai untuk mengatasi gangguan somatik seperti nyeri kepala dan migrain. dengan cara melatih penderita untuk dapat belajar membuat otot-otot dalam tubuh menjadi rileks Pendidikan Kesehatan ( Penyuluhan ) Tujuan pendidikan kesehatan yaitu untuk meningkatkan pengetahuan pasien tentang penyakit hipertensi dan pengelolaannya sehingga pasien dapat mempertahankan hidupnya dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Lamanya latihan berkisar antara 20 – 25 menit berada dalam zona latihan Frekuensi latihan sebaiknya 3 x perminggu dan paling baik 5 x perminggu Edukasi Psikologis Pemberian edukasi psikologis untuk penderita hipertensi meliputi : Tehnik Biofeedback Biofeedback adalah suatu tehnik yang dipakai untuk menunjukkan pada subyek tanda-tanda mengenai keadaan tubuh yang secara sadar oleh subyek dianggap tidak normal. Tehnik relaksasi Relaksasi adalah suatu prosedur atau tehnik yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan atau kecemasan.

Ca antagonis. reserphin. EVALUATION AND TREATMENT OF HIGH BLOOD PRESSURE. Ca antagonis. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam interaksi pasien dengan petugas kesehatan adalah sebagai berikut : Setiap kali penderita periksa. Pengobatannya meliputi : Step 1 Obat pilihan pertama : diuretika. clonidin. penderita diberitahu hasil pengukuran tekanan darahnya Bicarakan dengan penderita tujuan yang hendak dicapai mengenai tekanan darahnya Diskusikan dengan penderita bahwa hipertensi tidak dapat sembuh. beta blocker.mencegah komplikasi akibat hipertensi agar penderita dapat bertambah kuat. namun bisa dikendalikan untuk dapat menurunkan morbiditas dan mortilitas Yakinkan penderita bahwa penderita tidak dapat mengatakan tingginya tekanan darah atas dasar apa yang dirasakannya. antagonis kalsium. Alpa blocker. beta blocker. Pengobatan hipertensi umumnya perlu dilakukan seumur hidup penderita. ACE inhibitor Step 2 Alternatif yang bisa diberikan : Dosis obat pertama dinaikkan Diganti jenis lain dari obat pilihan pertama Ditambah obat ke –2 jenis lain. tekanan darah hanya dapat diketahui dengan mengukur memakai alat tensimeter . Pengobatan standar yang dianjurkan oleh Komite Dokter Ahli Hipertensi ( JOINT NATIONAL COMMITTEE ON DETECTION. dokter ) dengan cara pemberian pendidikan kesehatan. atau penghambat ACE dapat digunakan sebagai obat tunggal pertama dengan memperhatikan keadaan penderita dan penyakit lain yang ada pada penderita. dapat berupa diuretika . 1988 ) menyimpulkan bahwa obat diuretika. USA. penyekat beta. vasodilator Step 3 : Alternatif yang bisa ditempuh Obat ke-2 diganti Ditambah obat ke-3 jenis lain Step 4 : Alternatif pemberian obatnya Ditambah obat ke-3 dan ke-4 Re-evaluasi dan konsultasi Follow Up untuk mempertahankan terapi Untuk mempertahankan terapi jangka panjang memerlukan interaksi dan komunikasi yang baik antara pasien dan petugas kesehatan ( perawat.

Penderita tidak boleh menghentikan obat tanpa didiskusikan lebih dahulu Sedapat mungkin tindakan terapi dimasukkan dalam cara hidup penderita Ikutsertakan keluarga penderita dalam proses terapi Pada penderita tertentu mungkin menguntungkan bila penderita atau keluarga dapat mengukur tekanan darahnya di rumah Buatlah sesederhana mungkin pemakaian obat anti hipertensi misal 1 x sehari atau 2 x sehari Diskusikan dengan penderita tentang obat-obat anti hipertensi. efek samping dan masalah-masalah yang mungkin terjadi Yakinkan penderita kemungkinan perlunya memodifikasi dosis atau mengganti obat untuk mencapai efek samping minimal dan efektifitas maksimal Usahakan biaya terapi seminimal mungkin Untuk penderita yang kurang patuh. aterosklerosis. PENGKAJIAN Aktivitas / istirahat Gejala : Kelemahan Letih Napas pendek Gaya hidup monoton Tanda : Frekuensi jantung meningkat Perubahan irama jantung Takipnea Sirkulasi Gejala : Riwayat hipertensi. usahakan kunjungan lebih sering Hubungi segera penderita. Melihat pentingnya kepatuhan pasien dalam pengobatan maka sangat diperlukan sekali pengetahuan dan sikap pasien tentang pemahaman dan pelaksanaan pengobatan hipertensi. bila tidak datang pada waktu yang ditentukan. penyakit serebrovaskuler Tanda : Kenaikan TD Nadi : denyutan jelas Frekuensi / irama : takikardia. penyakit jantung koroner / katup. berbagai disritmia Bunyi jantung : murmur Distensi vena jugularis .

Ekstermitas Perubahan warna kulit. pengisian kapiler mungkin lambat Integritas Ego Gejala : Riwayat perubahan kepribadian. depresi. diplopia ) . obstruksi. pekerjaan ) Tanda : Letupan suasana hati Gelisah Penyempitan kontinue perhatian Tangisan yang meledak otot muka tegang ( khususnya sekitar mata ) Peningkatan pola bicara Eliminasi Gejala : Gangguan ginjal saat ini atau yang lalu ( infeksi. marah. keuangan. sakit kepala Episode kebas Kelemahan pada satu sisi tubuh Gangguan penglihatan ( penglihatan kabur. ansietas. suhu dingin( vasokontriksi perifer ). riwayat penyakit ginjal ) Makanan / Cairan Gejala : Makanan yang disukai yang dapat mencakup makanan tinggi garam. euphoria. faktor stress multiple ( hubungsn. lemak dan kolesterol Mual Muntah Riwayat penggunaan diuretic Tanda : BB normal atau obesitas Edema Kongesti vena Peningkatan JVP glikosuria Neurosensori Gejala : Keluhan pusing / pening.

isi bicara. penyakit jantung.Episode epistaksis Tanda : Perubahan orientasi. ginjal Faktor resiko etnik. afek. cara jalan Tanda : Episode parestesia unilateral transien Pembelajaran / Penyuluhan Gejala : Factor resiko keluarga . aterosklerosis. vasokonstriksi. penggunaan pil KB atau hormon lain Penggunaan obat / alcohol DIAGNOSA KEPERAWATAN Penurunan curah jantung berhubungan dengan peningkatan afterload. hipertropi ventricular . proses pikir atau memori ( ingatan ) Respon motorik : penurunan kekuatan genggaman Perubahan retinal optic Nyeri/ketidaknyamanan Gejala : nyeri hilang timbul pada tungkai sakit kepala oksipital berat nyeri abdomen Pernapasan Gejala : Dispnea yang berkaitan dengan aktivitas Takipnea Ortopnea Dispnea nocturnal proksimal Batuk dengan atau tanpa sputum Riwayat merokok Tanda : Distress respirasi/ penggunaan otot aksesoris pernapasan Bunyi napas tambahan ( krekles. hipertensi. penyakit serebrovaskuler. iskemia miokard. pola nafas. mengi ) Sianosis Keamanan Gejala : Gangguan koordinasi. DM .

batasi jumlah pengunjung. Atenolol ( tenormin ). bloker saluran kalsium ( nivedipin. asam etakrinic ( Edecrin ). kualitas denyutan sentral dan perifer Auskultasi tonus jantung dan bunyi napas Amati warna kulit. triamterene ( Dyrenium ). panduan imajinasi. Kriteria hasil : Berpartisipasi dalam aktivitas yang menurunkan TD Mempertahankan TD dalam rentang yang dapat diterima Memperlihatkan irama dan frekuensi jantung stabil Intervensi : Pantau TD. ukur pada kedua tangan. klonidin ( catapres ) Vasodilator misalnya minoksidil ( loniten ). nadolol ( Corgard ). Anjurkan tehnik relaksasi. kelembaban.Tujuan : Tidak terjadi penurunan curah jantung setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam. metildopa ( aldomet ). meninggikan kepala tempat tidur. hidralasin ( apresolin ). hidroklorotiazid ( esidrix. metoprolol ( lopressor ). nyaman. tetazosin ( hytrin ) Bloker nuron adrenergik misalnya guanadrel ( hyloree ). guanabenz ( wytension ). gunakan manset dan tehnik yang tepat Catat keberadaan. Pertahankan pembatasan aktivitas seperti istirahat ditempat tidur/kursi Bantu melakukan aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan Lakukan tindakan yang nyaman spt pijatan punggung dan leher. bendroflumentiazid ( Naturetin ) Diuretic Loop misalnya Furosemid ( Lasix ). amilioride ( midamor ) Inhibitor simpatis misalnya propanolol ( inderal ). kurangi aktivitas. hidrodiuril ). aktivitas pengalihan Pantau respon terhadap obat untuk mengontrol tekanan darah Berikan pembatasan cairan dan diit natrium sesuai indikasi Kolaborasi untuk pemberian obat-obatan sesuai indikasi Diuretik Tiazid misalnya klorotiazid ( Diuril ). Bumetanic ( Burmex ) Diuretik hemat kalium misalnay spironolakton ( aldactone ). verapamil ) Anti adrenergik misalnya minipres. reserpin ( Serpasil ) Inhibitor adrenergik yang bekerja secara sentral misalnya klonidin ( catapres ). metildopa ( aldomet ) . quanetidin ( Ismelin ). suhu dan masa pengisian kapiler Catat edema umum Berikan lingkungan tenang. reserpine ( Serpasil ).

posisi nyaman. sedikit penerangan Minimalkan gangguan lingkungan dan rangsangan Bantu pasien dalam ambulasi sesuai kebutuhan Hindari merokok atau menggunkan penggunaan nikotin Beri tindakan nonfarmakologi untuk menghilangkan sakit kepala seperti kompres dingin pada dahi. pusing. jantung setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam Kriteria hasil : Pasien mendemonstrasikan perfusi jaringan yang membaik seperti ditunjukkan dengan : TD dalam batas yang dapat diterima. diazepam. antiansietas (lorazepam. pijat punggung dan leher. Haluaran urin 30 ml/ menit Tanda-tanda vital stabil . ACE inhibitor ( captopril. jantung berhubungan dengan adanya tahanan pembuluh darah Tujuan : Tidak terjadi perubahan perfusi jaringan : serebral. lingkungan yang tenang. ginjal. minoksidil.Vasodilator kerja langsung misalnya hidralazin ( apresolin ). valium ) Resiko perubahan perfusi jaringan: serebral. loniten Vasodilator oral yang bekerja secara langsung misalnya diazoksid ( hyperstat ). membungkuk Kolaborasi pemberian obat sesuai indikasi : analgesik. tidak ada keluhan sakit kepala. tehnik relaksasi. bimbingan imajinasi dan distraksi Hilangkan / minimalkan vasokonstriksi yang dapat meningkatkan sakit kepala misalnya mengejan saat BAB. nitropess ) Bloker ganglion misalnya guanetidin ( ismelin ). nitroprusid ( nipride. ativan. nilai-nilai laboratorium dalam batas normal. batuk panjang. trimetapan ( arfonad ). captoten ) Nyeri ( sakit kepala ) berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler serebral Tujuan : Nyeri atau sakit kepala hilang atau berkurang setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam Kriteria hasil : Pasien mengungkapkan tidak adanya sakit kepala Pasien tampak nyaman TTV dalam batas normal Intervensi : Pertahankan tirah baring. ginjal.

Berikan bantuan sesuai kebutuhan Instruksikan pasien tentang penghematan energy Kaji respon pasien terhadap aktifitas Monitor adanya diaforesis.Intervensi : Pertahankan tirah baring Tinggikan kepala tempat tidur Kaji tekanan darah saat masuk pada kedua lengan. berikan waktu istirahat sepanjang siang atau sore Gangguan pola tidur berhubungan adanya nyeri kepala Tujuan : Tidak terjadi gangguan pola tidur setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam Kriteria hasil : Mampu menciptakan pola tidur yang adekuat 6 – 8 jam per hari Tampak dapat istirahat dengan cukup TTV dalam batas normal . hindari kelelahan Amati adanya hipotensi mendadak Ukur masukan dan pengeluaran Pertahankan cairan dan obat-obatan sesuai program Pantau elektrolit. duduk dengan pemantau tekanan arteri jika tersedia Ambulasi sesuai kemampuan. pusing Observasi TTV tiap 4 jam Berikan jarak waktu pengobatan dan prosedur untuk memungkinkan waktu istirahat yang tidak terganggu. tidur. kreatinin sesuai program Intoleransi aktifitas berhubungan penurunan cardiac output Tujuan : Tidak terjadi intoleransi aktifitas setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam Kriteria hasil : Meningkatkan energi untuk melakukan aktifitas sehari – hari Menunjukkan penurunan gejala – gejala intoleransi aktifitas Intervensi : Berikan dorongan untuk aktifitas / perawatan diri bertahap jika dapat ditoleransi. BUN.

Intervensi : Ciptakan suasana lingkungan yang tenang dan nyaman Beri kesempatan klien untuk istirahat / tidur Evaluasi tingkat stress Monitor keluhan nyeri kepala Lengkapi jadwal tidur secara teratur Berikan makanan kecil sore hari dan / susu hangat Lakukan masase punggung Putarkan musik yang lembut Kolaborasi pemberian obat sesuai indikasi Kurangnya perawatan diri berhubungan dengan adanya kelemahan fisik. Tujuan : Perawatan diri klien terpenuhi setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam Kriteria hasil : Mampu melakukan aktifitas perawatan diri sesuai kemampuan Dapat mendemonstrasikan tehnik untuk memenuhi kebutuhan perawatan diri Intervensi : Kaji kemampuan klien untuk melakukan kebutuhan perawatan diri Beri pasien waktu untuk mengerjakan tugas Bantu pasien untuk memenuhi kebutuhan perawatan diri Berikan umpan balik yang positif untuk setiap usaha yang dilakukan klien / atas keberhasilannya Kecemasan berhubungan dengan krisis situasional sekunder adanya hipertensi yang diderita klien Tujuan: Kecemasan hilang atau berkurang setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 Jam Kriteria hasil : Klien mengatakan sudah tidak cemas lagi / cemas berkurang Ekspresi wajah rilek TTV dalam batas normal .

Intervensi : Kaji keefektifan strategi koping dengan mengobservasi perilaku misalnya kemampuan menyatakan perasaan dan perhatian. ketidakmampuan untuk menyelesaikan masalah Bantu klien untuk mengidentifikasi stressor spesifik dan kemungkinan strategi untuk mengatasinya Libatkan pasien dalam perencanaan perawatan dan beri dorongan partisipasi maksimum dalam rencana pengobatan Dorong pasien untuk mengevaluasi prioritas atau tujuan hidup Kaji tingkat kecemasan klien baik secara verbal maupun non verbal Observasi TTV tiap 4 jam Dengarkan dan beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaanya Berikan support mental pada klien Anjurkan pada keluarga untuk memberikan dukungan pada klien Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang proses penyakit Tujuan : Klien terpenuhi dalam informasi tentang hipertensi setelah dilakukan tindakan ekperawatan selama 1 x 24 jam Kriteria hasil: Pasien mengungkapkan pengetahuan akan hipertensi Melaporkan pemakaian obat-obatan sesuai program Intervensi : Jelaskan sifat penyakit dan tujuan dari pengobatan dan prosedur Jelaskan pentingnya lingkungan yang tenang. peningkatan keletihan. dosis. kerusakan konsentrasi. pusing. keinginan berpartisipasi dalam rencana pengobatan Catat laporan gangguan tidur. jumlah yang diperbolehkan. tujuan dan efek samping atau efek toksik Jelaskan perlunya menghindari pemakaian obat bebas tanpa pemeriksaan dokter Diskusikan gejala kambuhan atau kemajuan penyulit untuk dilaporkan dokter : sakit kepala. pingsan. penurunan toleransi sakit kepala. waktu pemberian. peka rangsang. teh serta alcohol . mual dan muntah. Diskusikan pentingnya mempertahankan berat badan stabil Diskusikan pentingnya menghindari kelelahan dan mengangkat berat Diskusikan perlunya diet rendah kalori. pembatasan seperti kopi yang mengandung kafein. tidak penuh dengan stress Diskusikan tentang obat-obatan : nama. rendah natrium sesuai program Jelaskan penetingnya mempertahankan pemasukan cairan yang tepat.

pengukuran tekanan sistolik yang meningkat ini lebih signifikan karena dapat menunjukkan terjadinya kekakuan arteri besar. Penelitian juga menyebutkan bahwa menurunnya tekanan sistolik dapat menyebabkan penurunan curah jantung. Dokter juga harus melakukan edukasi terus-menerus untuk menghindari terjadinya hipertensi sistolik.com/2009/06/17/empat-belas-masalah-kesehatan-utamapada-lansia/ Hipertensi pada lansia Kontrol Ketat Cegah Komplikasi RACIKAN UTAMA . Ditulis dalam Keperawatan Tag: Keperawatan Gerontik http://nurse87. Obat-obat antihipertensi terbaru yang bekerja pada sistem renin-angiotensin-aldosteron. berat badan seiring usia juga akan meningkatkan risiko terjadinya PJK setiap kenaikan lima tahun. 2009. Pada orang-orang tua. konseling dan penyuluhan pada keluarga klien ~ oleh nurse87 di/pada Juni 17. Manajemen dan pencegahan Beberapa penelitian. Hipertensi merupakan gejala yang paling sering ditemui pada orang lanjut usia dan menjadi faktor risiko utama insiden penyakit kardiovaskular. Berdasarkan Global Risk Assesment Scoring Chart dari penelitian Framingham. kontrol tekanan darah menjadi perawatan utama orang-orang lanjut usia. penyekat beta. Jose Roesma.11) Sekitar 60% lansia akan mengalami hipertensi setelah berusia 75 tahun. Tidak ada standar tertentu untuk menentukan kategori umur yang dikatakan tua. Cipto Mangunkusumo.wordpress. para lansia ternyata lebih sering mengalami hipertensi sistolik dan pengobatan hipertensi sampai saat ini masih banyak yang terfokus pada tekanan diastolik <90 mmHg tanpa memikirkan angka sistoliknya.Jelaskan perlunya menghindari konstipasi dan penahanan Berikan support mental. dan Angiotensin- . yang terutama menyerang di atas usia 75 tahun. serta otak. Keadaan ini terjadi karena hilangnya elastisitas arteri atau akibat penuaan. kontrol tekanan darah merupakan kunci utama menjaga kesehatan kardiovaskular. namun pengertian lanjut usia (lansia) ialah manusia di atas usia 60 tahun. yang pada akhirnya akan menurunkan volume dan tekanan diastolik. terutama aorta. Tekanan sistolik juga menjadi prediktor yang lebih sensitif dibanding tekanan diastolik. Kontrol tekanan darah yang ketat pada pasien diabetes berhubungan dengan pencegahan terjadinya hipertensi yang tak terkendali.6 No. Sebagai konsekuensinya. Isolated systolic hypertension (ISH) didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik di atas sama dengan 140 mmHg pada tekanan diastolik kurang dari sama dengan 90 mmHg. misalnya Angiotensin-Converting Enzyme (ACE) inhibitor dan angiotensin-receptor blocker memiliki potensi perbaikan kardiovaskular pada orang tua akibat penurunan tekanan darah efektif. Dalam keadaan ini aorta menjadi kaku dan akhirnya menyebabkan meningkatnya tekanan sistolik dan penurunan volume aorta. risiko infark miokard. Jakarta mengungkapkan bahwa pada orang tua umumnya terjadi hipertensi dengan sistolik terisolasi yang berhubungan dengan hilangnya elastisitas arteri atau bagian dari penuaan. Hipertensi juga menjadi faktor utama terjadinya penyakit jantung koroner. efeknya bisa membuat kerusakan jantung. misalnya dari Syst-Eur 1 dan 2 dan penelitian lain di Jepang dan Australia menunjukkan bahwa tata laksana hipertensi sistolik yang optimal ialah penggunaan diuretik.Edisi Juni 2007 (Vol. sehingga banyak lansia yang tidak terdeteksi menderita hipertensi sistolik. dari divisi nefrologi ilmu penyakit dalam FKUI-RSUPN dr. ginjal. Isolated systolic blood pressure Seperti telah disebutkan. Jenis yang demikian lebih sulit untuk diobati dibanding hipertensi esensial atau pada pasien yang lebih muda. Karenanya. serta penyakit kardiovaskular lainnya.

Seperti guidelines antihipertensi (lihat tabel) yang tercantum berikut. khususnya Angiotensin II Antagonist Losartan (RENAAL) dapat menurunkan endpoint pasien dengan Non Insulin-dependent Diabetes Mellitus. Valsartan dan Losartan telah terbukti mampu menurunkan tekanan sistolik pembuluh darah. Pendekatan untuk lansia Para dokter harus benar-benar yakin bahwa data pengukuran yang didapat ialah valid. Kontrol tekanan darah yang ketat pada pasien diabetes berhubungan dengan pencegahan terjadinya hipertensi yang tak terkendali dan beberapa penyakit lainnya. Jika angka ini dinilai kurang efektif. Pemberian diuretik harus dimulai dari level rendah. Tujuan utama penatalaksanaan hipertensi pada lansia. pengurangan kemampuan penglihatan. menyerupai pemberian Ca blocker. diperlukan manajemen titrasi dosis naik perlahan-lahan ditambah kombinasi obat lainnya. Kontrol kadar kalium hingga tidak boleh di bawah 3. atau ARB. Pada beberapa keadaan penggunaan obat selain diuretik sebagai terapi inisial sah-sah saja dilakukan. Hal ini dapat dicapai dengan menjaga tekanan darah di angka kurang dari 150/85 mmHg (kontrol ketat) atau kurang dari 180/105 mmHg (kontrol tidak terlalu ketat). namun angka di bawah 140 ini akan sangat mempengaruhi jenis pengobatan dan edukasi ke pasien. Terdapat konsensus bahwa tekanan darah pada lansia harus di bawah angka 140/90 mmHg untuk kategori usia 60-79 tahun. Meskipun tidak ada makna penting lainnya. lebih baik daripada ACE-inhibitor. Jika ternyata dalam terapi. tidak sekadar menurunkan tekanan darah. sehingga gabungan keduanya ialah penurunan tekanan darah dengan efek yang juga renokardioprotektif. gejala-gejala hipertensi tetap muncul. Pedoman ini mengadopsi pendekatan tepat sasaran untuk lansia guna menurunkan risiko penyakit jantung koroner seiring dengan bertambahnya usia. tapi dikombinasikan dengan pemberian dosis rendah CCB. beta blocker. asalkan sesuai indikasi. terutama diuretik. sisanya. Selain itu. ARB akan meningkatkan volume sirkulasi dan merangsang sintesis kolagen akibat peningkatan jumlah sel otot polos pada pembuluh darah. Kontrol ketat dilakukan pada pasien yang memiliki risiko besar untuk memiliki komplikasi penyakit lainnya. atau bahkan terjadi penyakit-penyakit kardiovaskular lainnya. mencegah akumulasi kolagen aorta. sebisa mungkin perlu diperhitungkan berbagai efek samping yang kemungkinan akan sangat mengganggu pasien.5 mg/dl harus dilakukan. Karenanya. gagal jantung. tapi dari segi tolerabilitasnya juga. ARB yang dikombinasi dengan diuretik juga telah terbukti memiliki efek yang sangat baik. Guidelines yang banyak dipakai untuk tata laksana hipertensi pada lansia diambil dari JNC 7 dan ESH/ESC 2003.receptor blockers (ARB). sedangkan ACE-inhibitor bekerja menghambat kerja enzim. Sementara penelitian dari The Irbesartan Diabetic Nephropathy Trial (IDNT) menyatakan bahwa agen antihipertensi. dibanding ACE-inhibitor dan Calcium channel blocker. ARB memblok konjugasi. serangan stroke. sering ditemui gangguan pada sistem kardiovaskular berupa gagal jantung. ACE-inhibitor. atau diabetes yang berat. misalnya retinopati diabetik. dalam rangka menurunkan tekanan darah. Tercapainya tujuan ini akan tergantung tidak hanya berdasarkan efikasi obat antihipertensi.5 mg atau yang setara dengannya. namun tetap saja terapi yang terbaik kemungkinan ialah mencegah hipertensi sebelum usia senja guna mengurangi risiko penyakit jantung koroner sejak dini. efek proteksi vaskular dari ARB juga berlaku untuk mengurangi kemungkinan terjadiya stroke. Kemungkinan hanya sekitar 40% pasien pada kelompok lansia yang akan mengalami penurunan tekanan darah sampai di bawah 140 mmHg setelah penggunaan antihipertensi ARB. sehingga pengobatannya harus fokus untuk proteksi kardiovaskular secara umum. misalnya diabetes mellitus. dan penyakit vaskular perifer. ARB ini dinyatakan renoprotektif. Pada orang tua. penatalaksanaan hipertensi terutama ditujukan pada pasien lanjut usia dengan target tekanan darah kurang dari 140/90 mmHg. Perspektif terkini Penelitian dari The Heart Outcomes Prevention Evaluatin (HOPE) menyatakan bahwa agen antihipertensi memang terbukti dapat mencegah pula penyakit kardiovaskular lainya. tidak langsung menambah dosisnya. infark miokard. Selain itu. penggunaan obat harus tetap dilanjutkan tanpa mengurangi dosis yang sedang . sehingga mempengaruhi keberhasilan dari seluruh tata laksana. terutama yang berusia di atas 80 tahun. Terapi seperti ini tergolong aman dan efektif. mengingat batas-batas penentuan kriteria seputar hipertensi sangat berhubungan dengan angka. sebagian besar akan gagal. Selain itu penggunaan diuretik boros kalium juga akan menyebabkan hipokalemia jika tidak diberikan secara hati-hati. menurunkan kekakuan arteri karotis. Sekitar 60% lansia akan mengalami hipertensi setelah berusia 75 tahun. kelompok usia yang rentan penyakit jantung koroner. termasuk saat kontrol rawat jalan. serta menurunkan tekanan dinding pembuluh darah pada diet rendah garam. keduanya bekerja dalam sistem renin angiotensin aldosteron. sebenarnya juga tidak hanya menurunkan tekanan darah semata. Tekanan darah di bawah 140 mmHg sistolik (jika memang benar sebesar ini) akan jauh mengurangi risiko stroke. Penelitian tentang agen antihipertensi dengan mekanisme RAAS ini (ARB) monoterapi memang banyak dilakukan dan terbukti bersifat renokardioprotektif dengan mekanisme perbaikan fungsi endotel. ARB dan ACE-inhibitor digunakan secara bersama-sama. dan kejadian kardiovaskular lain pada lansia. misalnya Hydrochlorotiazide (HCT) 12. Bekerja di sistem renin-angiotensin-aldosteron.

biscuit dll.com/rubrik/one_news. Makanan yang tidak boleh: margarine dan mentega biasa . udang. Lemak dengan kandungan asam lemak jenuh yang tinggi memicu penyakit jantung dan pembuluh darah. kacang tanah dan sayuran yang dimasak/ diawetkan dengan garam dapur. ebi. d. Pada lansia konsumsi gula dibatasi karena: a. Makanan yang boleh: daging. semua kacang-kacangan dan sayuran. Makanan yang tidak boleh: ikan asin. dosisnya ditambah. b. pindang. telur asam. dendeng. kornet. Gula tidak mengandung gizi kecuali zat tenaga. Makanan yang boleh: minyak margarine dan mentega tanpa garam. Kelebihan lemak akan disimpan sebagai cadangan energi dalam bentuk timbunan lemak yang menyebabkan kegemukan. e. cenderung mengakibatkan kanker usus. Bisa saja terapi terus digiatkan. Kemungkinan gejala ini akan mereda setelah beberapa minggu atau lebih. 2. terigu. protein dan mineral diutamakan untuk mencegah proses penurunan fungsi tubuh.majalah-farmacia. singkong. f.asp?IDNews=491 diberikan. (farid) A.http://www. Protein Fungsi dari protein sebagai zat pembangun dari sel tubuh. mie. s3ehingga membebani usus dan lambung yang akan mengakibatkan gangguan pada usus.E dan K. ikan telur dan susu. Berkurangnya aktifitas tubuh sehingga kebutuhan energi juga menurun. 3. keju. c. Kandungan Gizi Yang Diperlukan Lansia 1. Pada lansia sebaiknya memilih daging unggas-unggasan daripada daging sapi atau kambing dan hendaknya tidak makan lebih dari 2 potong daging pada sehari. Sedangkan pada lansia konsumsi zat zat gizi lain seperti vitamin. mengingat: a. biscuit dan kue yang dimasak dengan garam dapur. Makanan yang boleh: Beras. Lemak juga berfungsi sebagai cadangan energi.D. Pada lansia lemak sebaiknya dibatasi . namun metode agresif seperti ini juga akan menambah efek samping. membentuk tekstur makanan dan memberi rasa kenyang yang lama. b. Karbohidrat Fungsi karbohidrat adalah penyedia energi. kentang. Makanan yang tidak boleh: Roti. Berkurangnya produksi enzim mengakibatkan pencernaan lemak tidak sempurna. Lemak Lemak berfungsi sebagai pelarut vitamin A. Gula cepat diserap (absorpsi) sehingga mengakibatkan perubahan kadar gula darah dan memungkinkan terjadinya obesitas (kegemukan) dan diabetes. g. sehingga beberapa ahli tidak terlalu suka melakukannya. gula yang diolah tanpa garam seperti macaroni.

kedelai dan rumput laut. kopi dan coklat. garam dapur dianjurkan ½ sendok teh. sayuran hijau. buah-buahan yang diawtkan oleh garam dan soda.4. Larut dalam air yang berfungsi mengikat kolesterol b. Lansia hendaknya minum 6-8 gelas sehari mengingat fungsi ginjal menurun dan melancarkan BAB. terutama vitamin B1 agar tubuh selalu bugar. Serat Serat tidak dapat dicerna. Serat ada 2 jenis: a. Diet rendah garam II: Ditujukan untuk penderita hipertensi sedang (100-114 mmHg). Makanan yang tidak boleh: durian. Diet rendah garam 1 : untuk penderita hipertensi berat dianjurkan untuk tidak menambahkan garam dapur dalam makanan. kanker usus. Diet rendah garam III: Ditujukan untuk penderita hipertensi ringan (diastole kurang dari 100 mmHg). TIPS Pemberian Makanan Bagi lansia Dengan Hipertensi a. Hindari makanan yang terlalu manis. B. 5. gurih. ikan yang dimakan dengan tulangnya. Contoh makanan yang tingggi kalsium adalah susu. Garam dianjurkan ¼ sendok the garam dapur. terutama lansia wanita mudah terjadi ostoporosis akibat menopause. Kandungan Gizi Yang Diperlukan Lansia 1. Petunjuk Penggunaan Garam untuk Penderita hipertensi Untuk penderita hipertensi terdapat 3 diet: a. c. b. Karbohidrat . Tdak larut dalam air yang berfungsi melancarkan BAB. goring-gorengan dll. kalsium sangat penting karena . d. maka serat tidak mengandung gizi tetapi tetap dibutuhkan untuk mencegah sembelit. Lansia hendaknya mengurangi natrium dengan cara membatasi garam dapur. Mineral dan Air Fungsi dari mineral yaitu pembentukan jaringan tubuh. Makan makanan yang lembek untuk lansia yang kondisi giginya kurang baik. Pada lansia. air putih. mempertahankan fungsi jaringan tubuh dan mempengaruhi pertumbuhan dan pembentukan jaringan. Contoh makanan: beras merah Makanan yang boleh: semua buah yang tidak diawtkan garam/ soda. C. Pada lansia vitamin sangat penting. Hendaknya lansia makan dengan porsi kecil tapi sering b. penyakit jantung dan kegemukan bila kekurangan serat. Makanlah makanan yang mudah dicerna c. Vitamin Fungsi dari vitamin yaitu untuk mempercepat metbolisme. wasir. memelihara keseimbangan asam basa dll. A. 6.

E dan K. Makanan yang boleh: daging. e. cenderung mengakibatkan kanker usus. Pada lansia sebaiknya memilih daging unggas-unggasan daripada daging sapi atau kambing dan hendaknya tidak makan lebih dari 2 potong daging pada sehari. protein dan mineral diutamakan untuk mencegah proses penurunan fungsi tubuh.D. Makanan yang boleh: Beras. Makanan yang tidak boleh: Roti. g. b. kacang tanah dan sayuran yang dimasak/ diawetkan dengan garam dapur. Pada lansia konsumsi gula dibatasi karena: a. pindang. biscuit dll. d. mengingat: a. mie. gula yang diolah tanpa garam seperti macaroni. f. 3. 2. mempertahankan fungsi jaringan tubuh dan mempengaruhi pertumbuhan dan pembentukan jaringan. terigu. Vitamin Fungsi dari vitamin yaitu untuk mempercepat metbolisme. terutama vitamin B1 agar tubuh selalu bugar. udang. semua kacang-kacangan dan sayuran. Lemak Lemak berfungsi sebagai pelarut vitamin A. Makanan yang tidak boleh: margarine dan mentega biasa 4.Fungsi karbohidrat adalah penyedia energi. Kelebihan lemak akan disimpan sebagai cadangan energi dalam bentuk timbunan lemak yang menyebabkan kegemukan. Berkurangnya produksi enzim mengakibatkan pencernaan lemak tidak sempurna. singkong. Pada lansia vitamin sangat penting. membentuk tekstur makanan dan memberi rasa kenyang yang lama. Lemak dengan kandungan asam lemak jenuh yang tinggi memicu penyakit jantung dan pembuluh darah. b. keju. Makanan yang boleh: minyak margarine dan mentega tanpa garam. Pada lansia lemak sebaiknya dibatasi . Contoh makanan: beras merah . biscuit dan kue yang dimasak dengan garam dapur. Makanan yang tidak boleh: ikan asin. kornet. s3ehingga membebani usus dan lambung yang akan mengakibatkan gangguan pada usus. Gula tidak mengandung gizi kecuali zat tenaga. Gula cepat diserap (absorpsi) sehingga mengakibatkan perubahan kadar gula darah dan memungkinkan terjadinya obesitas (kegemukan) dan diabetes. Lemak juga berfungsi sebagai cadangan energi. telur asam. Berkurangnya aktifitas tubuh sehingga kebutuhan energi juga menurun. Protein Fungsi dari protein sebagai zat pembangun dari sel tubuh. c. ikan telur dan susu. ebi. dendeng. kentang. Sedangkan pada lansia konsumsi zat zat gizi lain seperti vitamin.

Pada lansia. Petunjuk Penggunaan Garam untuk Penderita hipertensi Untuk penderita hipertensi terdapat 3 diet: a. Diet rendah garam 1 : untuk penderita hipertensi berat dianjurkan untuk tidak menambahkan garam dapur dalam makanan. ikan yang dimakan dengan tulangnya. maka serat tidak mengandung gizi tetapi tetap dibutuhkan untuk mencegah sembelit. b. Contoh makanan yang tingggi kalsium adalah susu. penyakit jantung dan kegemukan bila kekurangan serat. C. Tdak larut dalam air yang berfungsi melancarkan BAB. sayuran hijau. goring-gorengan dll. 6. Garam dianjurkan ¼ sendok the garam dapur. Makanlah makanan yang mudah dicerna c. air putih. Lansia hendaknya mengurangi natrium dengan cara membatasi garam dapur. gurih. wasir. B. 5. Hendaknya lansia makan dengan porsi kecil tapi sering b. Hindari makanan yang terlalu manis. Lansia hendaknya minum 6-8 gelas sehari mengingat fungsi ginjal menurun dan melancarkan BAB. buah-buahan yang diawtkan oleh garam dan soda. Mineral dan Air Fungsi dari mineral yaitu pembentukan jaringan tubuh. d. Diet rendah garam III: Ditujukan untuk penderita hipertensi ringan (diastole kurang dari 100 mmHg). Serat Serat tidak dapat dicerna. kalsium sangat penting karena . Makanan yang tidak boleh: durian. Makan makanan yang lembek untuk lansia yang kondisi giginya kurang baik. kopi dan coklat. kedelai dan rumput laut. Larut dalam air yang berfungsi mengikat kolesterol b. Diet rendah garam II: Ditujukan untuk penderita hipertensi sedang (100114 mmHg). kanker usus. TIPS Pemberian Makanan Bagi lansia Dengan Hipertensi a. terutama lansia wanita mudah terjadi ostoporosis akibat menopause. 2008 by harnawatiaj . memelihara keseimbangan asam basa dll.Makanan yang boleh: semua buah yang tidak diawtkan garam/ soda. c. Posted on Maret 9. Serat ada 2 jenis: a. garam dapur dianjurkan ½ sendok teh.

Lepaskan pakaian pasien 2. 9. tubular nekrosis akut adalah komplikasi dan heat stroke 10. delirium. Gunakan satu atau lebih tindakan sebagai berikut : a. antikolinergik. gejala yang adalah: disfungsi sistem saraf pusat yang dalam (dimanifestasikan dengan konfusi. infark miokard.dan disritmia.takipnea.Heat stroke adalah kedaruratan medis akut yang disebab kin oleh kegagalan mekanisme pengaturan panas tubuh. Penatalaksanaan Kedaruratan 1. hati.Posisikan kipas angin listrik sehiugga menghembus pada pasien untuk menambah pembuangan panas dengan konveksi dan evaporasi 5. Biasanya cerjadi selama keadaan panas. tekanan vena sentral dan perubahan tingkat kesadaran derigan perubahan cepat dalarn suhu tu buh. berikan dengan pelan karena bahaya dan cedera miokardia dan suhu yang tinggi dan fungsi ginjal yang -kurang baik.Pantau secara konstan suhu pasien dengan mengguna kan probe termistor pada rektum atau esofagus (pantau suhu inti). Kebanyakan kernatian yang berkaitan dengan panas teijadi pada lansia karena sistem sirkulasi mereka tidak mampu mengkompensasi stress yang ditimbulkan oleb panas.Berikan oksigen untuk menyuplai kebutuhan jaringan yang meningkat karena kondisi hipemetabolik. mereka yang mendapat pengobatan tertentu (tranquilizer utama.Lakukan serial uji untuk gangguan perdarahan (koagulopati inravaskular diseminata) dan enzim serum untuk . karena mortalitas langsung berhubung an dentan durasi hipertermia.Bilas lambung atau kolon dengan salin es yang mungkin diresepkan jika suhu tidak turun 3. Heat stroke karena aktivitas arau latihan dalam suhu panas dan kelembapan ekstrem. hipertermia mungkin teijadi kembali secara spontan dalam 3-4 jam. Pengkajian. dapat juga menyebabkan kematian.Teruskan memantau EKG untuk kcmungkinan infark miokard. Seseorang dengan risiko ini adalah mereka yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan iklim panas. hindari hipotermia. Pada saat mengkaji pasien.Pantau pasien dengan cermat terhadap tanda vital. Pertimbangan Gerontologik. Bantu intubasi pasien dengan cuf selang endotrakea dan pasang pada ventilator jika perlu untuk rnendukung kegagalan sistem kardiorespiratori. Penanganan simultan ber fokus pada stabiitasi oksigenasi melalui ABC pendukung hidup dasar.. dan takikardi. kering. koma). c.Gunakan Selimut Pendingin d. kulit panas.Mulal infus IV langsung untuk meagganti cairanyang hilang dan memelihara sirkulasi adekuat.Masase pasien untuk meningkatkan sirkulasi dan niempertahankan vasodilatasi kutan selarna prosedur pendinginan 4. tingkah laku aneh.Kalium untuk hipokalemia dan natrium bikarbonat wink mengoreksi asidosis metabolik.60C atau lebih). 7. mereka dengan penyakit kronik dan kelemahan. 12. 6. diuretik.Berikan perawatan pendukung sesuai ketentuan : Dialisis untuk gagal ginjal Antikonvulsan untuk kontrol kejang 11. Pendinginan dengan memberikan cairan dan perifer ke pusat. Riwayat pasien menunjukkan terpajan pada peningkatan suhu atau latihan berlebihan pada saat panas yang ekstrem. penyekat beta-adrenergik). lansia.Ukur haluaran urine. Tujuannya adalah menurunkan suhu tinggi secepat mungkin. 8. Tipe heat stroke ini tenjadi pada individu yang sehat selama olahraga atau aktivitas kerja kedka teijadi hipertermia karena ketidakadekuatan peng hilangan panas. biasanya anhidrosis (tidak ada keringat).Taruh es pada kulit sambil menyemprot dengan air biasa. Heat stroke menyebabkan cedera termal pada tingkat sel dan menyebabkan kerusakan luas pada jantung. terutaina ketika diikuti oleh kelembanan yang tinggi. ginjal dan koagulasi darah.Turunkan suhu inti (internal) sampal dengan 390C secepat mungkin. mereka yang tidak dapat merawat diri sendiri.Gunakan pakaian dingin dan handuk atau usap busa dengan air dingin kontinu b. EKG. peningkatan suhu tubuh (40. kejang mungkin diikuti dengan hipertermia berulang. Diagnosa keperawatan nieliputi tidak efektif termore gulasi yang berhubungan dengan ketidakmarnpuan meka nisme homeostatik tubuh untuk mempertahankan suhu tubuh normal.

Umumnya terjadi pada saat melakukan aktifitas. 13.Masukkan pasien ke unit perawatan intensify. 4.wordpress. emboli. gereja) http://harnawatiaj. 3.com/2008/03/09/heat-stroke/ Pengertian Stroke adalah deficit neurologist akut yang disebabkan oleh gangguan aliran darah yang timbul secara mendadak dengan tanda dan gejala sesuai dengan daerah fokal otak yang terkena (WHO. B. 1989). Umumnya terjadi setelah beristirahat cukup lama atau angun tidur.mengukur cedera hipoksia suhu pada hati dan jaringan otot. dan susunan pusat. yaitu : dapat juga diklasifikasikan berdasarkan perjalanan 1. Kesadaran umumnya menurun dan penyebab yang paling banyak adalah akibat hipertensi yang tidak terkontrol. jantung. mengganti cairan. 2. stroke non hemoragik Dapat berupa iskemia.Tekankan pentingnya memelihara masukan cairan yang adekuat. namun juga dapat terjadi pada saat istirahat. Mung kin ada kerusakan hati. Klasifikasi stroke Berdasarkan proses patologi dan gejala klinisnya stroke dapat diklasifikasikan menjadi : 1.Nasihatkan atlet untuk memantau kehilangan cairan. Stroke non hemoragik penyakitnya. hipersensitivitas pada suhu tinggi mungkin terjadi dalam lama waktu yang dapat dipertimbangkan. 2. perpusta kaan. TIA’S (Trans Ischemic Attack) . Tidak terjadi perdarahan.Nasihatkan pasien untuk menghindari terpajan pada suhu tinggi.Ajak lansia yang lemah yang hidup dalam lingkungan desa dengan suhu lingkungan tinggi ke tempat di mana ada pengaturan udara (mall tempat belanja. stroke hemoragik Terjadi perdarahan cerebral dan mungkin juga perdarahan subarachnoid yeng disebabkan pecahnya pembuluh darah otak. dan mengurangi aktivitas dalam cuaca panas. dan menggunakan pendekatan ber angsur untuk pengkondisian fisik. spasme ataupun thrombus pembuluh darah otak. kesadaran umumnya baik dan terjadi proses edema otak oleh karena hipoksia jaringan otak. menggunakan pakaian kendur. yang memungkinkan cukup waktu untuk menyesuaikan dengan iklim. Pendidikan Pasien dan Pertimbangan Perawatan di Rumah 1.

. 1. Etiologi Ada beberapa factor risiko stroke yang sering teridentifikasi. 1. stroke in Volution Stroke yang terjadi masih terus berkembang dimana gangguan yang muncul semakin berat dan bertambah buruk. Diabetes mellitus (DM) Penderita DM berpotensi mengalami stroke karena 2 alasan. Hipertensi. 1. 3. Ddisamping itu dapat terjadi proses embolisasi yang bersumber pada kelainan jantung dan pembuluh darah. beberapa menit atau beberapa jam saja dan gejala akan hilang sempurna dalam waktu kurang dari 24 jam. 1. termasuk pembuluh darah otak. yaitu . atrial fibrilasi dan endokarditis. Kerusakan kerja jantung akan menurunkan kardiak output dan menurunkan aliran darah ke otak. Pada daerah penipisan dengan maneuver tertentu dapat menimbulkan perdarahan. dapat disebabkan oleh aterosklerosis atau sebaliknya. Aneurisma pembuluh darah cerebral Adanya kelainan pembuluh darah yakni berupa penebalan pada satu tempat yang diikuti oleh penipisan di tempat lain. 2. Stroke Komplit Gangguan neurologist yang timbul bersifat menetap atau permanent. 5. Kelainan jantung / penyakit jantung Paling banyak dijumpai pada pasien post MCI. 4. Rind (Reversible Ischemic Neurologis Defict) Gangguan neurologist setempat yang akan hilang secara sempurna dalam waktu 1 minggu dan maksimal 3 minggu. C. yeitu terjadinya peningkatan viskositas darah sehingga memperlambat aliran darah khususnya serebral dan adanya kelainan microvaskuler sehingga berdampak juga terhadap kelainan yang terjadi pada pembuluh darah serebral.Yaitu gangguan neurologist sesaat. Usia lanjut Pada usia lanjut terjadi proses kalsifikasi pembuluh darah. Proses ini biasanya berjalan dalam beberapa jam atau beberapa hari. Proses ini dapat menimbulkan pecahnya pembuluh darah atau timbulnya thrombus sehingga dapat mengganggu aliran darah cerebral..

Obesitas Pada obesitas dapat terjadi hipertensi dan peningkatan kadar kolesterol sehingga dapat mengakibatkan gangguan pada pembuluh darah. menyebabkan iskemia kemudian menjadi kompleks iskemia akhirnya terjadi infark pada jaringan otak. darah yang mengalir ke substansi otak atau ruang subarachnoid dapat menyebabkan edema. spasme pembuluh darah otak dan penekanan pada . D. Stroke hemoragik Pembuluh darah otak yang pecah menyebabkan darah mengalir ke substansi atau ruangan subarachnoid yang menimbulkan perubahan komponen intracranial yang seharusnya konstan. 8. Patofisiologi 1. Terjadinya blok pada arteri tersebut menyebabkan iskemia yang tiba-tiba berkembang cepat dan terjadi gangguan neurologist fokal. sehingga arteri menjadi tersumbat. 10. aliran darah ke area thrombus menjadi berkurang. Stroke non hemoragik Iskemia disebabkan oleh adanya penyumbatan aliran darah otak oleh thrombus atau embolus. Peningkatan kolesterol (lipid total) Kolesterol tubuh yang tinggi dapat menyebabkan aterosklerosis dan terbentuknya embolus dari lemak. Trombus umumnya terjadi karena berkembangnya aterosklerosis pada dinding pembuluh darah. 9. Emboli disebabkan oleh embolus yang berjalan menuju arteri serebral melalui arteri karotis. Polocitemia Pada policitemia viskositas darah meningkat dan aliran darah menjadi lambat sehingga perfusi otak menurun.6. salah satunya pembuluh drah otak. Perokok Pada perokok akan timbul plaque pada pembuluh darah oleh nikotin sehingga terjadi aterosklerosis. Adanya perubahan komponen intracranial yang tidak dapat dikompensasi tubuh akan menimbulkan peningkatan TIK yang bila berlanjut akan menyebabkan herniasi otak sehingga timbul kematian. salah satunya pembuluh darah otak. Perdarahan otak dapat ddisebabkan oleh pecahnya dinding pembuluh darah oleh emboli. kurang aktivitas fisik Kurang aktivitas fisik dapat juga mengurangi kelenturan fisik termasuk kelenturan pembuluh darah (embuluh darah menjadi kaku). 2. Di samping itu. 7.

Pengaruh terhadap status mental • Tidak sadar : 30% . Tanda dan gejala Tanda dan gejala yang muncul sangat tergantung pada daerah dan luasnya daerah otak yang terkena. Daerah arteri serebri media. 1. Daerah vertebra basiler akan menimbulkan: • Sering fatal karena mengenai pusat-pusat vital di batang otak . Daerah arteri serebri posterior • Nyeri spontan pada kepala • Afasia bila mengenai hemisfer dominant (35-50%) 1. E.40% • Konfuse : 45% dari pasien biasanya sadar 1. atau apraksia tergantung hemisfer mana yang terkena 1. afasia.daerah tersebut menimbulkan aliran darah berkurang atau tidak ada sehingga terjadi nekrosis jaringan otak. arteri karotis interna akan menimbulkan: • Hemiplegia kontralateral yang disertai hemianesthesia (30%-80%) • Afasia bila mengenai hemisfer dominant (35%-50%) • Apraksia bila mengenai hemisfer non dominant(30%) 1. Daerah arteri serebri anterior akan menimbulkan gejala: • hemiplegia dan hemianesthesia kontralateral terutama tungkai (30%-80%) • inkontinensia urin.

kolesterol. 2. CT scan kepala untuk mengetahui lokasi dan luasnya perdarahan atau infark . gula darah dsb. gejala dapat berupa: 1. Pemeriksaan diagnostik Pemeriksaan penunjang disgnostik yang dapat dilakukan adalah : 1. kesulitan Apabila dilihat bagian hemisfer mana yang terkena. elektrolit. Stroke hemisfer kanan • Hemiparese sebelah kiri tubuh • Penilaian buruk • Mempunyai kerentanan terhadap sisi kemungkinan terjatuh ke sisi yang berlawanan 1. dan bila perlu analisa gas darah. laboratorium: mengarah pada pemeriksaan darah lengkap.• Hemiplegia alternans atau tetraplegia • Kelumpuhan pseudobulbar menelan. emosi labil) (kelumpuhan otot mata. stroke hemisfer kiri • mengalami hemiparese kanan • perilaku lambat dan sangat berhati-hati • • kelainan bidang pandang sebelah kanan • disfagia global • afasia • mudah frustasi kontralateral sebagai F.

4. Jika kesadaran menurun atau ada gangguan menelan sebaiknya dipasang NGT 11. Posisi kepala dan badan atas 20-30 derajat. trombolisis. konstipasi. 5. Penatalaksanaan spesifik berupa: • Stroke non hemoragik: antikoagulan. tindakan pembedahan. neuroprotektor. Tanda-tanda vital diusahakan stabil Bed rest Koreksi adanya hiperglikemia atau hipoglikemia Pertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit Kandung kemih yang penuh dikosongkan. bila perlu lakukan kateterisasi Pemberian cairan intravena berupa kristaloid atau koloid dan hindari penggunaan glukosa murni atau cairan hipotonik 9.3. obat hemoragik asetosal. infark. 4. Bebaskan jalan nafas dan pertahankan ventilasi yang adekuat. • Stroke hemoragik: mengobati penyebabnya. 6. 8. menurunkan TIK yang tinggi RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN STROKE . bila perlu diberikan ogsigen sesuai kebutuhan 3. Penatalaksanaan medis Secara umum. atau suction berlebih yang dapat meningkatkan TIK 10. 7. Hindari kenaikan suhu. penatalaksanaan pada pasien stroke adalah: 1. hematom dan bergesernya struktur otak angiografi untuk mengetahui penyebab dan gambaran yang jelas mengenai pembuluh darah yang terganggu G. batuk. Nutrisi per oral hanya diberikan jika fungsi menelan baik. MRI untuk mengetahui adanya edema. posisi miring jika muntah dan boleh dimulai mobilisasi bertahap jika hemodinamika stabil 2. neuroprotektor.

Pertahankan posisi tirah baring pada posisi anatomis atau posisi kepala tempat tidur 15-30 derajat Bersihan jalan nafas Pasien mampu mempertahankan tidak efektif b. jalan nafas yang paten. Kolaborasi: • Pemberian ogsigen • Laboratorium: Analisa gas darah. Tidak ada sputum 2. penumpukan sputum (karena kelemahan. Tanda-tanda vital stabil e. Pantau intake-output cairan. darah lengkap dll • Pemberian obat sesuai kebutuhan 1. Bila sudah memungkinkan lakukan fisioterapi dada dan latihan nafas dalam 6. adanya perdarahan. DIAGNOSA KEPERAWATAN TUJUAN DAN KRITERIA HASIL INTERVENSI 1. memori. fungsi kognitif. Tidak ada tanda .d. Auskultasi bunyi nafas 2. edema Kriteria hasil : atau oklusi pembuluh darah a. TIK normal d. Ukur tandatanda vital 3. Berikan posisi semi fowler sesuai dengan kebutuhan (tidak bertentangan dgn masalah keperawatan lain) 4.d. Bunyi nafas vesikuler b. Observasi tanda-tanda vital (tiap jam sesuai kondisi pasien) 3. Penurunan perfusi Perfusi serebral membaik serebral b. RR normal c. memori dan motorik membaik c. balance tiap 24 jam 4. Lakukan penghisapan lender dan pasang OPA jika kesadaran menurun 5. Pantau adanya tanda-tanda penurunan perfusi serebral :GCS. bahasa respon pupil dll 2.NO 1. Kriteria hasil : hilangnya refleks batuk) a. Tingkat kesadaran serebral membaik (GCS meningkat) b. Tidak ada tanda-tanda sianosis dan pucat d.

Gangguan mobilitas Pasien mendemonstrasikan fisik b. tidak ada kontraktur atau foot drop b. kerusakan neuromuscular. Evaluasi sifat dan beratnya afasia pasien. Pertahankan ligkungan yang nyaman 7. Libatkan keluarga dalam memobilisasi klien 7. Pantau tingkat kemampuan mobilisasi klien 2. mengejan dsb 6.perburukan neurologis f. jika berat hindari memberi isyarat non 3. Komunikasi dapat berjalan dengan baik . 5. kelemahan. Pasang trochanter roll pada daerah yang lemah 5. Kolaborasi: fisioterapi 1. Hindari fleksi leher untuk mengurangi resiko jugular 8. Kolaborasi: • Beri ogsigen sesuai indikasi • Laboratorium: AGD. gula darah dll • Penberian terapi sesuai advis • CT scan kepala untuk diagnosa dan monitoring 1. Kriteria hasil : hemiparese a. Gangguan komunikasi verbal b. mobilisasi bertahap 4. Rubah posisi tiap 2 jan 4. Pantau kekuatan otot 3.d. Hindari valsava maneuver seperti batuk. kerusakan mobilisasi aktif neuromuskuler. kontraksi otot membaik c.d. Lakukan ROM pasif atau aktif sesuai kemampuan dan jika TTV stabil 6.

Tonus otot baik e. Berat badan dalam batas normal 6. Hitung kebutuhan nutrisi perhari 3. BUN dalam batas normal 5. Kolaborasi : Pemeriksaan lab(Hb. dengarkan dengan tekun jika pasien mulai berbicara 4. Beri latihan menelan 7. intake nutrisi tidak adekuat Kebutuhan nutrisi terpenuhi Kriteria hasil : a. bahasa jelas. Pembicaraan pasien dapat dipahami 2. Hb. (Risiko) gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan b. pemasangan NGT. konsul ahli gizi 1. sederhana dan bila perlu diulang 3. Cari tahu proses 5. Conjungtiva ananemis d.d.kerusakan sentral bicara verbal Kriteria hasil : a. Lakukan komunikasi dengan wajar.d. BUN). lingkungan dapat . Perubahan persepsi. Berdiri di dalam lapang pandang pasien pada saat bicara 5. Klien dapat mengekspresikan perasaan b. Beri makan via NGT 8.Persepsi dan kesadaran akan sensori b. Kolaborasi dengan ahli terapi wicara 1. Libatkan keluarga dalam melatih komunikasi verbal pada pasien 7. Latih otot bicara secara optimal 6. Kaji factor penyebab yang mempengaruhi kemampuan menerima makan/minum 2. Catat intake makanan c. Observasi tanda-tanda vital 4. Memahami maksud dan pembicaraan orang lain c. Lab: albumin. Albumin. Tidak ada tanda-tanda malnutrisi b. Timbang berat badan secara berkala 6.

perubahan transmisi dipertahankan saraf sensori. Pantau tingkat kemampuan klien dalam merawat diri 2. mendemonstrasikan menurun.d. Motivasi klien untuk melakukan ADL sesuai kemampuan 6. Catat adanya proses hilang perhatian terhadap salah satu sisi tubuh dan libatkan keluarga untuk membantu mengingatkan 6. Buat lingkungan yang memungkinkan klien untuk melakukan ADL mandiri 4. kekuatan otot a. sehari-hari kerusakan persepsi b. gangguan Kriteria hasil : neuromuscular. nyeri. posisi dan proprioseptik 5. integrasi. taktil 3. Berikan bantuan terhadap kebutuhan yang benar-benar diperlukan saja 3. Lakukan validasi terhadap persepsi klien dan lakukan orientasi kembali 1. penurunan perubahan pola hidup untuk koordinasi otot. Mengidentifikasi dan memanfaatkan sumber bantuan . Bicara dengan tenang dan perlahan 8. meningkat kelemahan. Evaluasi kemampuan membedakan panas-dingin. Ciptakn suasana lingkungan yang nyaman 4. Libatkan keluarga dalam membantu klien 5. Evaluasi adanya gangguan persepsi: penglihatan. Melakukan perawatan diri sesuai kemampuan c. Ingatkan untuk menggunakan sisi tubuh yang terlupakan 7. perubahan psikologi patogenesis yang mendasari 2. Sediakan alat Bantu diri 7. memenuhi kebutuhan hidup depresi. Kurang kemampuan Kemampuan merawat diri merawat diri b.

Kolaborasi: pasang DC jika perlu. beri bantalan lunak 3.d. Diskusikan proses patogenesis dan pengobatan dengan klien dan keluarga 3.bila mungkin 7. dan perubahan pola hidup yang diperlukan . Pantau tingkat kesadaran dan kegelisahan klien 2. Kriteria hasil : keterbatasan kognitif. Klien tidak terjatuh b. kurang informasi. tidak a. Risiko cedera b. Kurang pengetahuan Pengetahuan klien dan (klien dan keluarga) keluarga tentang penyakit dan tentang penyakit dan perawatan meningkat. konsultasi dengan ahli okupasi atau fisioterapi 1. Hindari restrain kecuali terpaksa 4. dilantin dll) 1. Kolaborasi: pemberian obat sesuai indikasi (diazepam. Libatkan keluarga dalam perawatan 7. Identifikasi cara dan kemampuan untuk meneruskan progranm perawatan di rumah 4. Identifikasi factor risiko secara individual dal lakukan perubahan pola hidup 5. Mengungkapkan pemahaman tentang penyakit. Evaluasi derajat gangguan persepsi sensuri 2. Tidak ada trauma dan komplikasi lain 9. Beri pengaman pada daerah yang sehat. Buat daftar perencanaan pulang 8.d. Klien dan keluarga mengenal sumber berpartisipasi dalam proses belajar b. gerakan yang tidak terkontrol selama penurunan kesadaran Klien terhindar dari cedera selama perawatan Kriteria hasil : a. perawatan b. pengobatan. Pertahankan bedrest selama fase akut 5. Beri pengaman di samping tempat tidur 6.

2009pusva juwitaLeave a commentGo to comments BAB I PENDAHULUAN Mobilitas adalah pergerakan yang memberikan kebebasan dan kemandirian bagi seseorang. intoleransi aktivitas. pengendalian. termasuk protocol-protokol mekanis dan medis • Gangguan koordinasi Faktor-faktor yang berhubungan • Intoleransi aktivitas • Penurunan kekuatan dan ketahanan • Nyeri dan rasa tidak nyaman • Gangguan persepsi atau kognitif • Gangguan neuromuskuler • Depresi • Ansietas berat . dan sindromdissue sering terjadi pada lansia. Imobilitas. Studi-studi tentang insidensi diagnosis keperawatan yang digunakan untuk lansia yang berada di Institusi perawatan mengungkapkan bahwa hambatan mobilitas fisik adalah diagnosis pertama atau kedua yang paling sering muncul. Prevalensi dari masalah ini meluas di luar institusi sampai melibatkan seluruh lansia Awitan imobilitas atau intoleransi aktivitas untuk sebagian besar orang tidak terjadi secara tiba-tiba.ui. dan intoleransi aktivitas memberikan definisi imobilitas yang lebih luas. atau masa otot • Mengalami pembatasan pergerakan. bergerak dari mobilitas penuh sampai ketergantungan fisik total atau ketidak aktifan. termasuk mobilitas di tempat tidur. BAB II PEMBAHASAN Imobilitas dan Intoleransi Aktivitas pada Lansia GANGGUAN MOBILITAS FISIK Definisi Sutau keadaan keterbatasan kemampuan pergerakan fisik secara mandiri yang dialami seseorang Batasan karakteristik • Ketidakmampuan untuk bergerak dengan tujuan di dalam lingkungan. potensial sindrom disuse.http://mhs. Imobilitas didefinisikan secara luas sebagai tingkat aktivitas yang kurang dari mobilitas optimal. tetapi lebih berkembang secara perlahan dan tanpa disadari. Intervensi diarahkan pada pencegahan kea rah konsekuensi-konsekuensi imobilitas dan ketidak aktifan dapat menurunkan kecepatan penurunannya.ac. berpindah dan ambulasi • Keengganan untuk melakukan pergerakan • Keterbatasan rentang gerak • Penurunan kekuatan.id/fer50/2008/09/17/asuhan-keperawatanpada-klien-dengan-stroke/comment-page-1/ Imobilitas dan Intoleransi Aktivitas pada Lansia October 3.blog. Diagnosis keperawatan hambatan mobilitas fisik.

. Suatu pemahman tentang dampak imobilitas dapat diperoleh dari interaksi kompetensi fisik. Penurunan fungsimuskuloskeletal Perubahan fungsi neurologist Nyeri Defisit perceptual Berkurangnya kemampuan kognitif Jatuh Perubahan hubungan social Aspek psikologis Faktor-faktor eksternal Factor tersebut termasuk. oleh karena itu memperberat efek ini. MANIFESTSI KLINIS Dampak fisiologis dari imobilitas dan ketidak efektifan • • • • • • • • • • • • • • Efek • Hasil • • Penurunan konsumsi oksigen maksimum Intoleransi ortostatik Peningkatan denyut jantung. tubuh bereaksi terjhadap imobilitas dengan perubahan-perubahan yang hamper sama dengan proses penuaan. dan interpretasi pada kejadian. Program terapeutik Karakteristik penghuni institusi Karakteristik staf Sistem pemberian asuhan keperawatan Hambatan-hambatan Kebijakan-kebijakan institusi Dampak masalah pada lansia Lansia sangt renan erhadap konsekuensi fisiologis dn psikologis dari imobilitas.INTOLERANSI AKTIVITAS Definisi Suatu keadaan ketidakcukupan energi secara fisiologis atau psikologis pada seseorang untuk bertahan aau menyelesaikan aktivitas sehri-hari yang dibutuhkan atau diinginkan. Batasan karakteristik • Secara verbal melaporkan keletihan atau kelemahan • denyut jantung atau tekanan darah yang tidak normal terhadap aktivitas • Rasa tidak nyaman dispneu setelah beraktivitas • Perubahan elektrokardiogravis yang menunjukkan adanya disritmia atau iskemia Faktor-faktor yang berhubungan • Tirah baring dan imobilitas • Kelemahan secara umum • Gaya hidup yang kurang gerak • Ketidakseimbanag antara suplai oksigen dan kebutuhan Faktor-faktor Internal Berbagai factor internal dalam imobilisasi tubuh atau bagian tubuh antara lain. Secara fisiologis. ancaman terhadap imobilitas. Perub ahan yang berhubungan dengan usia disertai dengan penyakit kronis menjadi predisposisi bagi lansia untuk mengalami komplikasi-komplikasi ini.

instruksi tentang latihan yang aman harus dilakukan. diseimbangkan. Pencegahan sekunder memfokuskan pada pemeliharaan fungsi dan pencegahan komplikasi. Pencegahan primer Pencegahan primer merupakan proses yang berlangsug sepanjang kehidupan dan episodic. • Pengembangan program latihan Program latihan yang sukses sangat individual. Ketika klien telah memiliki evaluasi fisik secara seksama.• • • • • Penurunan fungsi ventrikel kiri Penurunan volume sekuncup Perlambatan fungsi usus Pengurangan miksi Gangguan tidur • • • • sinkop Penurunan kapasitas kebugaran Konstipasi Penurunan evakuasi kandung kemih Bermimpi pada siang hari. selama dan setelah aktivitas diberikan) Kecenderungan alami (predisposisi atau penngkatan kearah latihan khusus) Kesulitan yang dirasakan Tujuan dan pentingnya lathan yang dirasakan Efisiensi latihan untuk dirisendiri (derajat keyakinan bahwa seseorang akan berhasil) • Keamanan Ketika program latihan spesifik telah diformulasikan dan diterima oleh klien. moblilitas dan aktivitas tergantung pada fungsi system musculoskeletal. kardiovaskuler. Keberhasilan intervensi berasal dri suatu pengertian tentang berbagai factor yang menyebabkan atau turut berperan terhadap imobilitas dan penuaan. Bahaya-bahaya interpersonal termasuk isolasi social yang terjadi ketika teman-teman dan keluarga telah meninggal. Hambatan lingkungan termasuk kurangnya tempat yang aman untuk latihan dan kondisi iklim yang tidak mendukung. Pencegahan Sekunder Spiral menurun yang terjadi akibat aksaserbasi akut dari imobilitas dapat dkurangi atau dicegah dengan intervensi keperawatan. Aktivitas sat ini dan respon fisiologis denyut nadsi sebelum. dan mengalami peningkatan. Program tersebut disusun untuk memberikn kesempatan pada klien untuk mengembangkan suatu kebiasaan yang teratur dalam melakukan bentuk aktif dari rekreasi santai yang dapat memberikan efek latihan. 1. Diagnosis keperawaqtan dihubungkan dengan poencegahan sekunder adalah gangguan mobilitas fisik PENGKAJIAN . pulmonal. halusinasi PENATALAKSANAAN 1. Mengajarkan klien untuk mengenali tanda-tanda intoleransi atau latihan yang terlalu keras sama pentingnya dengan memilih aktivitas yang tepat. perilaku gaya hidup tertentu (misalnya merokok dan kebiasaan diet yang buruk) depresi gangguan tidur. pengkajian tentang factor-faktor pengganggu berikut ini akan membantu untuk memastikan keterikatan dan meningkatkan pengalaman. Sebagai suatu proses episodic pencegahan primer diarahkan pada pencegahan masalah-masalah yang dapat tmbul akibat imoblitas atau ketidak aktifan. Sebagai suatu proses yang berlangsung sepanjang kehidupan. kurangnya transportasi dan kurangnya dukungan. • Hambatan terhadap latihan Berbagai hambatan mempengaruhi partisipasi lansia dalam latihan secara teratur.

Pengkajian fungsi secara periodik dapat digunakan untuk memantau perubahan dan keefektifan intervensi. kekuatan. Gejalagejala kesulitan miksi termasuk pernyataan ketidakmampuan untuk berkemih dan tekanan atau nyeri pada abdomen bagian bawah • • Perubahan-perubahan Gastrointestinal Sensasi subjektif dari konstipasi termasuk rasa tidak nyaman pada abdomen bagian bawah. kecuali untuk eliminasi INTERVENSI . Tandatanda awal meliputi peningkatan temperature dan denyut jantung. distensi abdomen bagian bawah. Hanya sedikit petunjuk diagnostic yang dapat diandalkan pada pembentukan trombosis. • Kemunduran kardiovaskuler Tanda dan gejala kardivaskuler tidak memberikan bukti langsung atau meyaknkan tentang perkembangan komplikasi imobilitas. karpet yang lepas. dan tirah baring. rentang gerak sendi. edema. iritabilitas. Di dalam rumah. pucat. bunyi napas. tekanan. depresi mental. lantai licin. spirometri insesif untuk hiperinflasi alveoli. mual gelisah. berkeringat. tremor tangan. ukuran. kompresi pneumatik intermiten atau stoking kompresi gradien untuk meningkatkan aliran darah vena dan mencegah tromboembolisme. nyeri tekan dan tanda homans positif. tangga yang tinggi. Contoh-contoh pendekatan terhadap penanganan imobilitas meliputi terapi fisik untuk mempertahankan mobilitas dan kekuatan otot. Pengosonganh rectum yang tidak sempurna. dan sakit kepala. dan kekuatan skeletal. penurunan tekanan darah. penerangan yang tidak adekuat. dan ketahanan otot.• Kemunduran musculoskeletal Indikator primer dari keparahan imobilitas pada system musculoskeletal adalah penurunan tonus. Hambatan-hambatan institusional terhadap mobilitas termasuk jalan koridor yang terhalang. kesulitandalam mengikuti perintah dan sinkop • Kemunduran Respirasi Indikasi kemunduran respirasi dibuktikan dari tanda dan gejala atelektasis dan pneumonia. anoreksia. Perubahan awal terlihat pada permukaan kulit sebagai daerah eritema yang tidak teratur dan didefinisikan sangat buruk di atas tonjolan tulang yang tidak hilang dalam waktu 3 menit setelah tekanan dihilangkan Perubahan-perubahan fungsi urinaria Bukti dari perubahan-perubahan fungsi urinaria termasuk tanda-tanda fisik berupa berkemih sedikit dan sering. dan cairan pada lantai. dan gas arteri mengindikasikan adanaya perluasan dan beratnya kondisi yang terjadi. tempat tidudan posisi yang tinggi. dan tempat duduk toilet yang rendah dapat menurunkan mobilitas klien. kamar mandi tanpa pegangan. rasa penuh. kelemahan. Intoleransi ortostatik dapat menunjukkan suatu gerakan untuk berdiri tegak seperti gejala peningkatan denyut jantung. Perubahan-perubahan dalam pergerakan dada. dan batas kandung kemih yang dapat diraba. • Perubahan-perubahan integument Indikator cedera iskemia terhadap jaringan yang pertama adalah reaksi inflamasi. Tanda-tanda tromboflebitis meliputi eritema. • Faktor-faktor lingkungan Lingkungan tempat tinggal klien memberikan bukti untuk intervensi. perkusi. Identifikasi dan penghilangan hambatan-hambatan yang potensial dapat meningkatakan mobilitas PENATALAKSANAAN TERAPEUTIK Pengobatan terapeutik ditujukan kearah perawatan penyakit atau kesakitan yang dihasilkan atau yang turut berperan terhadap masalah imobilitis dan penanganan konsekuensi aktual atau potensial dari imobilitas. kompresi pneumatik intermiten dan kekuatan otot.

bersepeda. dan aktivitas kehidupan sehari-hari. stoking kompresi untuk memberikan tekanan eksternal pada tungkai. pemeliharaan ventilasi yang normal meliputi hiperinflasi dan mobilisasi serta menghilangkan sekresi. dan sikap komitmen terhadap latihan. Contohnya termasuk berjalan. Kontraksi isometrik dilakukan dengan cara bergantian mengencangkan dan merelaksasikan kelompok otot. pemeliharaan sirkulasi yang adekuat meliputi tindakan-tindakan pendukung untuk mempertahankan tonus vaskuler (termasuk mengubah posisi dalam hubungannya dengan gravitasi). yang termasuk pengondisian program latihan harian baik kontraksi otot isometrik dan isotonik. pemeliharaan fleksibilitas sendi yan terlibat dalam latihan rentang gerak. Ketika tangan atau kaki dilatih baik otot-otot fleksor dan ekstensor harus dilibatkan. nutrisi untuk meningkatkan anabolisme protein dan pembentukan tulang. Ketiga.Limatujuan mengarahkan intervensi keperawatan untuk mencegah atau meniadakan sekuelafisiologis dari imobilitas. Kedua. posisi yang tepat. aktivitas penguatan aerobik. Kontraksi-kontraksi ini digunakan untuk mempertahankan kekuatan otot dan mobilitas dalam keadaan berdiri (misalnya otot-otot kuadrisep. dan asupan cairan yang adekuat untuk mencegah efek dehidrasi pada volume darah. kerja dapat dicapai. SIKAP Variabel utama yang dapat mengganggu keberhasilan intervensi pada individu yang mengalami imobilisasi adalah sikap perawat dan klien tentang pentingnya latihan dan aktivitas dalam rutinitas sehari-hari. dan dapat dinikmati. dengan tungkai menggantung di sisi tempat tidur. Kontraksi isotonik dapat dicapai pada saat berada di tempat tidur. abdominal dan gluteal) dan untuk memberikan tekanan pada tulang bagi orang-orang dengan dan tanpa penyakit kardiovaskuler. Terakhir. Pembahasan tentang intervensi disajikan di sini. pemeliharaan fungsi urinaria dan usus yang normal bergantung pada dukungan nutrisi dan struktur lingkungan serta rutinitas-rutinitas untuk memfasilitasi eliminasi. Kekuatan otot harus menghasilkan peningkatan setelah beberapa waktu. Latihan angkat berat dengan meningkatkan pengulangan dan berat adalah aktivitas pengondisian kekuatan. atau pada saat duduk di kursi dengan cara mendorong atau menarik suatu objek yang tidak dapat bergerak. berirama. KONTRAKSI OTOT ISOMETRIK Kontraksi otot isometrik meningkatkan tegangan otot tanpa mengubah panjang otot yang menggerakkan sendi. Pergerakan aktif memengaruhi toleransi ortostatik. KONTRAKSI OTOT ISOTONIK Kontraksi otot yang berlawanan atau isotnik berguna untk mempertahankan kekuatan otot-otot dan tulang.7 Aktivitas aerobik yang dipilih harus menggunakan kelompok otot besar dan harus kontinu. LATIHAN KEKUATAN Aktivitas penguatan adalah latihan pertahanan yang progresif. Sikap perawat tidak hanya memengaruhi komitmen untuk memasukkan latihan sebagai komponen rutin sehari-hariyang berkelanjutan. Tujuan pertama meliputi pemeliharaan kekuatan dan ketahanan sistem muskuloskeletal. LATIHAN AEROBIK Latihan aerobik adalah aktivitas yang menghasilkan peningkatan denyut jantung 60 sampai 90% dari denyut jantung maksimal dihitung dengan (220-usia seseorang) x 0. Latihan ini meningkatkan kekuatan dan massa otot serta mencegah kehilangan densitas tulang dan kandungan mineral total dalam tubuh. tetapi juga integrasi aktif dari latihan sebagai . dan berdansa. Karena otot-otot memendek dan memanjang. Keempat. berenang. Kontraksi ini mengubah panjang otot tanpa mengubah tegangan.

kekuatan otot. perubahan ortostatik dalam tekanan darah dan denyut nadi Untuk respirasi. frekuensi dan jumlah berkemih . resiko tinggi sindrom dissue Hasil yang diharapkan Klien mampertahankan kekuatan dan ketahanan sistem muskuloskeletal dan fleksibilitas sendi-sendi • Intervensi keperawatan Observasi tanda dan gejala penurunan mobilitas sendi. RENCANA PERAWATAN Rencana asuhan keperawatan untuk imobilitas betujuan mempertahankan kemampuan dan fungsi. dan ketahanan. gerakan pasif. rumah sakit. Demikian pula halnya sikap klien dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas latihan. serta mencegah gangguan. Diagnosa keperawatan. dan adanya nyeri Untuk Kardiovaskular. Posisi duduk di kursi secara normal dengan tungkai tergantung secara potensial berbahaya untuk seseorang yang beresiko mengalami pengembangan trombosis vena. MENGATUR POSISI Mengatur posisi juga digunakan untuk meningkatkan tekanan darah balk vena. ukuran. mobilitas sendi. Gangguan mobilitas fisik yang berhubungan dengan intoleransi aktivitas. Jika seseorang diposisikan dengan tungkai tergantung. Sebaliknya. Latihan aktif membantu mempertahankan fleksibilitas sendi dan kekuatan otot serta meningkatkan penampilan kognitif. dan fasilitas jangka panjang. Mengatur posisi tungkai dengan ketergantungan minimal (misalnya meninggikan tungkai diatas dudukan kaki) mencegah pengumpulan darah pada ekstremitas bawah. karakteristik kulit diatas tonjolan tulang Untuk urinaria. yaitu menggerakkan sendi seseorang melalui rentang geraknya oleh orang lain. komunitas. LATIHAN RENTANG GERAK Latihan rentang gerak aktif dan pasif memberikan keuntungan-keuntungan yang berbeda. termasuk rentang gerak sendi dan pengkajian fungsional mengenai kemampuan. tonus.intervensi bagi lansia di berbagai lingkungan. pengkajian paru Untuk Integumen. pengumpulan dan penurunan tekanan darah balik vena akan terjadi. hanya membantu mempertahankan fleksibilitas. • • • • • Untuk muskuloskeletal . masalah-masalah mobilitas. penggunaan dan penyalahgunaan alat bantu. dan kehilangan ketahanan Observasi status respirasi dan fungsi jantung pasien Observasi lingkungan terhadap bahaya-bahaya keamanan yang potensialUbah lingkungan untuk menurunkan bahaya-bahaya keamanan Ajarkan tentang tujuan dan pentingnya latihan Ajarkan penggunaan alat-alat bantu yang tepat • • • • DOKUMENTASI YANG ESENSIAL Dokumentasi untuk setiap sistem meliputi hal-hal berikut.

Patricia. dan terapi okupasi.wordpress. dokter. Walaupun belum didapat data secara konkrit mengenai hal ini namun dari pengalaman terlihat sangat mencolok adanya perubahan ini. mereka mendapatkan benturanbenturan fisik maupun psikologis akibatnya mereka tidak lagi memikirkan efek bagi kesehatan jangka panjang. . Kemungkinan yang menjadi factor penyebab munculnya masalah ini adalah adanya perkembangan ekonomi dan perubahan gaya hidup terutama msayarakat perkotaan. Upaya-upaya rehabilitasi untuk memaksimalkan mobilitas bagi lansia melibatkan upaya multidisiplin yang terdiri dari perawat. 1. seorang ahli gizi. Insiden stroke meningkat secara eksponensial dengan bertambahnya usia dan 1. aktivitas sosial. Pencegahan tersier Upaya-upaya rehabilitasi untuk memaksimalkan mobilitas bagi lansia melibatkan upaya multidisiplin yang terdiri dari perawat. dan terapi okupasi.Untuk gastrointestinal. Dengan bertambahnya usia maka permasalahan kesehatan yang terjadi akan semakin kompleks. Kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup terlihat semakin mudah sehingga meningkatkan hasratmereka untuk terus berjuang mencapai tujuan dengan penuh persaingan dalam perjuangan tersebut. Salah satu penyakit yang sering dialami oleh lansia adalah stroke. dokter. Mickey. Beare. aktivitas sosial. ahli fisioterapi. dan keluarga serta teman-teman DAFTAR PUSTAKA Stanley. Usia harapan hidup di Indonesia sekarang kian meningkat sehingga semakin banyak terdapat lansia. Buku Ajar Keperawaan Gerontik ed. seorang ahli gizi. 2 Jakarta EGC . dan keluarga serta teman-teman BAB III PENUTUP Gangguan mobilitas fisik merupakan suatu keadaan keterbatasan kemampuan pergerakan fisik secara mandiri yang dialami seseorang Intoleransi aktifitas merupakan suatu keadaan ketidakcukupan energi secara fisiologis atau psikologis pada seseorang untuk bertahan aau menyelesaikan aktivitas sehri-hari yang dibutuhkan atau diinginkan. akibat kecelakaan serta karena proses degenerative system saraf tampaknya sedang merambah naik di Indonesia. karakter dan pola feses dan alat bantu yang biasa digunakan untuk memfasilitasi eliminasi.25 kali lebih besar pada pria dibanding wanita. ahli fisioterapi. 2006 • Possibly related posts: (automatically generated) • KEPUTIHAN =FLUOR ALBUS • Did you know Dismenore? • hidup sehat dengan bersepeda • Meningkatkan Potensi dan ketahanan http://pusva.com/2009/10/03/imobilitas-dan-intoleransi-aktivitas-padalansia/ BAB I PENDAHULUAN Kecenderungan pola penyakit neurologi terutama gangguan susunan saraf pusat tampaknya mengalami peningkatan penyakit akibat gangguan pembuluh darah otak. Usia merupakan factor resiko yang paling penting bagi semua jenis stroke.

Menurut WHO stroke adalah manifestasi klinik dari gangguan fungsi serebral. 4. Infark Ischemik (Stroke non Hemoragi). baik fokal maupun menyeluruh yang berlangsung dengan cepat. Serangan Iskemia sepintas atau transient ischemic Attack (TIA).BAB II TINJAUAN TEORI A. ETIOLOGI . misal: Trombosis. DEFINISI Stroke adalah suatu penyakit gangguan fungsi anatomi otak yang terjadi secara tiba-tiba dan cepat. yaitu : 1. progresif cepat. tidak berkembang lagi. Infark iskemic terbagi menjadi dua yaitu : stroke trombotik. disebabkan karena gangguan perdarahan otak. Perdarahan (Stroke Hemoragi) Terjadi pecahnya pembuluh darah otak. Hal ini terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah otak. Berlangsung lebih dari 24 jam atau berakhir dengan maut tanpa ditemukannya penyebab selain daripada gangguan vaskuler. 2000: 54) yang menyatakan bahwa stroke adalah gangguan darah di pembuluh arteri yang menuju ke otak. Menurut Lumbantobing (1994 : 5) kelainan yang terjadi akibat gangguan peredaran darah. 2. 2001 : hal. 181 ). 2002 : hal. Harsono (1993 : 30) membagi stroke non haemoragi berdasarkan bentuk klinisnya antara lain : 1. Gejala neurologik timbul ± 24 jam. Gejala makin berkembang ke otak lebih berat. embolis. B. 2. Defisit Neurologik Iskemia Sepintas/ Reversible Ischemic Neurologik Defisit (RIND). Persoalan pokok pada stroke adalah gangguan peredaran darah pada daerah otak tertentu (Mardjono. 2131 ). Stroke adalah cedera otak yang berkaitan dengan obstruksi aliran darah otak ( Elizabeth J. Completed Stroke Kelainan saraf yang sifatnya sudah menetap. tidak lebih dari seminggu. Pada bentuk ini gejala neurologik yang timbul akibat gangguan peredaran darah di otak akan menghilang dalam waktu 24 jam. Corwin. yang disebabkan oleh thrombus dan stroke embolik. 1995 : 964). Stroke Progresif (Progresive Stroke/ Stroke in evolution). 3. Stroke terdiri dari 2 jenis yaitu : Stroke adalah sindrom yang awal timbulnya mendadak. berupa deficit neurologis fokal atau global yang langsung 24 jam atau lebih atau langsung menimbulkan kematian. Stroke dapat dibagi menjadi 2 golongan. dan semata-mata disebabkan oleh gangguan peredaran otak non traumatic (Mansjoer 2000: 17) Stroke adalah gangguan neurologik fokal yang dapat timbul sekunder dari proses patologis pada pembuluh darah serebral. Stroke atau Cerebro Vasculer Accident (CVA) adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah ke bagian otak ( Brunner dan Suddarth. ruptura dinding pembuluh atau penyakit vaskuler dasar (Prince. yang disebabkan oleh embolus.

1. Kadar lemak darah yang tinggi termasuk Kolesterol dan Trigliserida. sehingga jaringan yang terletak di dekatnya akan tergeser. Perdarahan Intra Serebral (PIS) Penyebab yang paling sering adalah hipertensi. Trombosis Serebri Merupakan penyebab stroke yang paling sering ditemui yaitu pada 40% dari semua kasus stroke yang telah dibuktikan oleh ahli patologis. b. Biasanya berkaitan erat dengan kerusakan fokal dinding pembuluh darah akibat anterosklerosis. Riwayat keluarga dengan stroke e. d. Harsono (1999 : 60) membagi factor risiko yang dapat ditemui pada klien dengan Stroke yaitu: Faktor risiko utama a.jaringan yang telah mati ke aliran darah. 2. c. Penyakit jantung koroner dengan infark obat jantung dan gangguan irana denyut janung. Penyakit Jantung Beberapa Penyakit Jantung berpotensi menimbulkan strok.menebalkan dinding pembuluh darah otak yang berukuran besar. d. Meningginya kadar kolesterol merupakan factor penting untuk terjadinya asterosklerosis atau menebalnya dinding pembuluh darah yang diikuti penurunan elastisitas pembuluh darah. Hipertensi Hipertensi dapat mengakibatkan pecahnya maupun menyempitnya pembuluh darah otak. Menurut Harsono ini dibedakan berdasarkan tempat terjadinya perdarahan antara lain: Perdarahan Sub Arachnoid (PSA) Kira-kira ¾ harus perdarahan sub arachnoid disebabkan oleh pecahnya seneusisma 5-6% akibat malformasi dari arteriovenosus. Sedangkan menurut prince (1995 : 966) mengatakan bahwa stroke haemoragi disebabkan oleh perdarahan serebri. Kegemukan atau obesitas c. Sementara leukemia/ kanker darah dapat menyebabkan terjadinya pendarahan otak. Transient Ischemic Attack (TIA) TIA dapat terjadi beberapa kali dalan 24 jam/ terjadi berkali. Perdarahan ini dibedakan berdasarkan tempat terjadinya perdarahan. Diabetes Mellitus Debetes mellituas mampu . Apabila pembuluh darah otak menyempit maka aliran darah ke otak akan terganggu dan sel-sel otak akan mengalami kematian.sel otak. g. Penyakit darah tertentu seperti polisitemia dan leukemia. pada akhirnya akan menyebabkan kematian sel. Makin sering seseorang mengalami TIA maka kemungkinan untuk mengalami stroke semakin besar. dimana tekanan diastolic pecah. Dikemudian hari seperti Penyakit jantung reumatik. b. Menebalnya pembuluh darah otak akan menyempitkan diameter pembuluh darah yang akan menggangu kelancaran aliran darah ke otak.Stroke non haemoragi merupakan penyakit yang mendominasi kelompok usia menengah dan dewasa tua karena adanya penyempitan atau sumbatan vaskuler otak yang berkaitan erat dengan kejadian. Factor resiko ini pada umumnya akan menimbulkan hambatan atau sumbatan aliran darah ke otak karena jantung melepaskan sel. Embolisme Kebanyakan emboli serebri berasal dari suatu flowess dalam jantung sehingga masalah yang dihadapi sesungguhnya merupakan perwujudan dari penyakit jantung. Kadar asam urat darah tinggi . Lanjut usia f. Ekstravasali darah terjadi dari daerah otak dan atau subaracnoid.sel / jaringan.kali dalam seminggu. Merokok Merokok dapat meningkatkan konsentrasi fibrinogen yang akan mempermudah terjadinya penebalan dinding pembuluh darah dan peningkatan kekentalan darah. Polisitemia dapat menghambat kelancaran aliran darah ke otak. Faktor Resiko Tambahan a. Perdarahan intracranial biasanya disebabkan oleh ruptura arteria serebri.

apraksia (ketidakmampuan untuk melakukan tindakan yang dipelajari sebelumnya) c. Kehilangan komunikasi : disartria (kesulitan bicara). Bila hemoragi membesar. Kehilangan motorik : hemiplegia (paralisis pada salah satu sisi) karena lesi pada sesi otak yang berlawanan. bergantung pada lokasi lesi (pembuluh darah mana yang tersumbat). hal 67) D. b. Perdarahan biasanya arterial dan terjadi terutama sekitar basal ganglia. PATOFISIOLOGI 1) Stroke Hemoragic Perdarahan serebri termasuk urutan ketiga dari semua penyebab utama kasus gangguan pembuluh darah otak. Sementara. bergantung bagian otak yang terganggu. Gangguan persepsi: disfungsi persepsi visual. Hal ini disebut Transient ischemic attack (TIA).1996. Beberapa pasien mungkin mengalami hemoragi subdural kronik tanpa menunjukkan tanda dan gejala. Gejala makin lama makin berat (progresif) Hal ini desebabkan gangguan aliran darah makin lama makin berat yang disebut progressing stroke atau stroke inevolution d.gejala CVA muncul akibat daerah tertentu tak berfungsi yang disebabkan oleh terganggunya aliran darah ke tempat tersebut. pada orang yang lebih muda dari 40 tahun. Gejalagejala itu antara lain bersifat: a. tetapi penyebab paling sering adalah kebocoran aneurisma pada area sirkulus wilisi dan malformasi arteri-vena kongenital pada otak. Ini biasanya mengikuti fraktur tengkorak dengan robekan arteri dengan arteri meningea lain. hemangioblastoma dan trauma. karena perubahan degeneratif karena penyakit ini biasanya menyebabkan ruptur pembuluh darah. memperberat atau malah menetap. hemiparesis atau kelemahan salah satu sisi tubuh. kecuali bahwa hematoma subdural biasanya jembatan vena robek.namun lebih dari 24 jam Gejala timbul lebih dari 24 jam dan ini dissebut reversible ischemic neurologic defisit (RIND) c. Arteri di dalam otak dapat menjadi tempat aneurisma. Penyakit paru. Gejala itu muncul bervariasi. periode pembentukan hematoma lebih lama ( intervensi jelas lebih lama) dan menyebabkan tekanan pada otak.h. ukuran area yang perfusinya tidak adekuat. Kerusakan fungsi kognitif dan efek psikologis e. hemoragi intraserebral biasanya disebabkan oleh malformasi arteri-vena. Disfungsi kandung kemih Gejala . C. adanya tumor otak dan penggunaan medikasi (antikoagulan oral. MANIFESTASI KLINIK Stroke ini menyebabkan berbagai defisit neurologik. 2) Stroke Non Hemoragic . makin jelas defisit neurologik yang terjadi dalam bentuk penurunan kesadaran dan abnormalitas pada tanda vital. amfetamin dan berbagai obat aditif). Sudah menetap/permanent (Harsono. b. Karenanya. dibawah duramater. diruang subarachnoid (hemoragi subarachnoid) atau di dalam substansi otak (hemoragi intraserebral). gangguan hubungan visual-spasial. (hemoragi subdural). Pasien dengan perdarahan luas dan hemoragi mengalami penurunan kesadaran dan abnormalitas pada tanda vital. Biasanya awitan tiba-tiba dengan sakit kepala berat. kehilangan sensori d. dan jumlah aliran darah kolateral (sekunder atau aksesori) a. juga disebabkan oleh tipe patologi arteri tertentu. Sementara Timbul hanya sebentar selama beberapa menit sampai beberapa jam dan hilang sendiri dengan atau tanpa pengobatan. Hemoragi subarachnoid dapat terjadi sebagai akibat trauma atau hipertensi. disfasia atau afasia (bicara defektif atau kehilangan bicara). Hemoragi subdural (termasuk hemoragi subdural akut) pada dasarnya sama dengan hemoragi epidural. Hemoragi ekstradural (epidural) adalah kedaruratan bedah neuro yang memerlukan perawatan segera. Perdarahan serebral dapat terjadi di luar duramater (hemoragi ekstradural atau epidural). Hemoragi intraserebral paling umum pada pasien dengan hipertensi dan aterosklerosis serebral.paru menahun. Serangan bisa muncul lagi dalam wujud sama.

yang sesuai kemudian zat warna disuntikkan. infark dan perdarahan.tekanan meningkat dan cairan yang mengandung darah menunjukan adanya perdarahan 5. sebaiknya dengan kateterisasi intermiten. sehingga aliran darah menjadi tidak lancer. 1999. Sinar X Tengkorak : Menggambarkan perubahan kelenjar lempeng pineal (Doenges E. hal 2131) G. · Penatalaksanaan tekanan darah dilakukan secara khusus. Asia Pacific Consensus on Stroke Manajement. PENATALAKSANAAN 1.menunjukan adanya tekanan normal . CT-Scan CT-scan dapat menunjukkan adanya hematoma.Terbagi atas 2 yaitu : a) Pada stroke trombotik. emboli tersebut terjebak di pembuluh darah otak yang lebih kecil dan biasanya pada daerah percabangan lumen yang menyempit. Angiografi Arteriografi dilakukan untuk memperlihatkan penyebab dan letak gangguan. 2002. oklusi disebabkan karena adanya penyumbatan lumen pembuluh darah otak karena thrombus yang makin lama makin menebal. Onset stroke trombotik biasanya berjalan lambat. gelombang delta lebih lambat di daerah yang mengalami gangguan. b) Sedangkan stroke emboli terjadi karena adanya emboli yang lepas dari bagian tubuh lain sampai ke arteri carotis. MRI : Menunjukan daerah yang mengalami infark. Dalam waktu 72 jam daerah tersebut akan mengalami edema dan lama kelamaan akan terjadi nekrosis. Penurunan aliran arah ini menyebabakan iskemi yang akan berlanjut menjadi infark. Konsensus nasional pengelolaan stroke di Indonesia. mengemukakan bahwa peningkatan tekanan darah yang sedang tidak boleh diobati pada fase akut stroke iskemik. yaitu arteri carotis di bagian tengah atau Middle Carotid Artery ( MCA ). 3. konsensus nasional pengelolaan stroke di Indonesia. bila perlu berikan oksigen 0-2 L/menit sampai ada hasil gas darah. Suzanne. mengemukakan bahwa tekanan darah diturunkan pada stroke iskemik akut bila terdapat salah satu hal berikut : . 1997. 1999. Dengan adanya sumbatan oleh emboli akan menyebabkan iskemi E. KOMPLIKASI Komplikasi utama pada stroke yaitu : ü Hipoksia Serebral ü Penurunan darah serebral ü Luasnya area cedera (Smeltzer C. Marilynn. Lokasi yang tersering pada stroke trombosis adalah di percabangan arteri carotis besar dan arteri vertebra yang berhubungan dengan arteri basiler. hemoragik.2000 hal 292) F. Perawatan umum stroke Ø Penatalaksanaan awal selama fase akut dan mempertahankan fungsi tubuh Mengenai penatalaksanaan umum stroke. 6. · Kandung kemih yang penuh dikosongkan. EEG (Elektro Encephalogram) Dapat menunjukkan lokasi perdarahan. Suatu kateter dimasukkan dengan tuntunan fluoroskopi dari arteria femoralis di daerah inguinal menuju arterial. 2. mengemukakan hal-hal berikut: · Bebaskan jalan nafas dan usahakan ventilasi adekuat. Ultrasonografi Dopler : Mengidentifikasi penyakit arteriovena 7. PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosa stroke antara lain adalah: 1. Pungsi Lumbal .

- Tekanan sistolik > 220 mmHg pada dua kali pengukuran selang 30 menit. - Tekanan diastolik > 120 mmHg pada dua kali pengukuran selang 30 menit. - Tekanan darah arterial rata-rata > 130-140 mmHg pada dua kali pengukuran selang 30 menit. - Disertai infark miokard akut/ gagal jantung atau ginjal akut. Pada umumnya peningkatan tekanan darah pada fase akut stroke diakibatkan oleh : o Stress daripada stroke o Jawaban fisiologis dari otak terhadap keadaan hipoksia o Tekanan intrakranial yang meninggi. o Kandung kencing yang penuh o Rasa nyeri. Tekanan darah dapat berkurang bila penderita dipindahkan ke tempat yang tenang, kandung kemih dikosongkan, rasa nyeri dihilangkan, dan bila penderita dibiarkan beristirahat. · Hiperglikemia atau hipoglikemia harus dikoreksi. Keadaan hiperglikemia dapat dijumpai pada fase akut stroke, disebabkan oleh stres dan peningkatan kadar katekholamin di dalam serum. Dari percobaan pada hewan dan pengalaman klinik diketahui bahwa kadar glukosa darah yang meningkat memperbesar ukuran infark. Oleh karena itu, kadar glukosa yang melebihi 200 mg/ dl harus diturunkan dengan pemberian suntikan subkutan insulin. Konsensus nasional pengelolaan stroke di Indonesia mengemukakan bahwa hiperglikemia ( >250 mg% ) harus dikoreksi sampai batas gula darah sewaktu sekitar 150 mg% dengan insulin intravena secara drips kontinyu selama 2-3 hari pertama. Hipoglikemia harus diatasi segera dengan memberikan dekstrose 40% intravena sampai normal dan diobati penyebabnya. · Suhu tubuh harus dipertahankan normal. Suhu yang meningkat harus dicegah, misalnya dengan obat antipiretik atau kompres. Pada penderita iskemik otak, penurunan suhu sedikit saja, misalnya 2-3 derajat celsius, sampai tingkat 33ºC atau 34 °C memberi perlindungan pada otak. Selain itu, pembentukan oxygen free radicals dapat meningkat pada keadaan hipertermia. Hipotermia ringan sampai sedang mempunyai efek baik, selama kurun waktu 2-3 jam sejak stroke terjadi, dengan memperlebar jendela kesempatan untuk pemberian obat terapeutik. · Nutrisi peroral hanya boleh diberikan setelah hasil tes fungsi menelan baik, bila terdapat gangguan menelan atau penderita dengan kesadaran menurun, dianjurkan melalui pipa nasogastrik. · Keseimbangan cairan dan elektrolit dipertahankan. Pemberian cairan intravena berupa cairan kristaloid atau koloid, hindari yang mengandung glukosa murni atau hipotonik. · Bila ada dugaan trombosis vena dalam, diberikan heparin dosis rendah subkutan, bila tidak ada kontra indikasi. Terapi farmakologi yang dapat diberikan pada pasien stroke : a. Antikoagulasi dapat diberikan pada stroke non haemoragic, diberikan sdalam 24 jam sejak serangan gejala-gejala dan diberikan secara intravena. b. Obat antipletelet, obat ini untuk mengurangi pelekatan platelet. Obat ini kontraindikasi pada stroke haemorhagic. c. Bloker kalsium untuk mengobati vasospasme serebral, obat ini merilekskan otot polos pembuluh darah. d. Trental dapat digunakan untuk meningkatkan aliran darah kapiler mikrosirkulasi, sehingga meningkatkan perfusi dan oksigenasi ke jaringan otak yang mengalami iskemik. Ø Kebutuhan psikososial Gangguan emosional, terutama ansietas, frustasi dan depresi merupakan masalah umum yang dijumpai pada penderita pasca stroke. Korban stroke dapat memperlihatkan masalah-masalah emosional dan perilakunya mungkin berbeda dari keadaan sebelum mengalami stroke. Emosinya dapat labil, misalnya pasien mungkin akan menangis namun pada saat berikutnya tertawa, tanpa sebab yang jelas. Untuk itu, peran perawat adalah untuk memberikan pemahaman kepada keluarga tentang perubahan tersebut. Hal-hal yang bisa dilakukan perawat antara lain memodifikasi perilaku pasien seperti seperti mengendalikan simulasi di lingkungan, memberikan waktu istirahat sepanjang siang hari untuk mencegah pasien dari kelelahan yang berlebihan, memberikan umpan balik positif untuk perilaku yang dapat diterima atau

perilaku yang positif, serta memberikan pengulangan ketika pasien sedang berusaha untuk belajar kembali satu ketrampilan. Ø Rehabilitasi selama di rumah sakit Rehabilitasi di rumah sakit memerlukan pengkajian yang sistematik dan evaluassi dari defisit dan perbaikan fungsi pasien. Fokus perawatan adalah langsung membantu pasien belajar kembali kehilangan keterampilan yang dapat membentu kembali kemungkinan kemandirian pasien. Pada fase ini pasien dimonitor secara hati-hati untuk mencegah berkembangnya komplikasi yang lebih lanjut. Adapun intervensi yang dapat kita lakukan adalah sebagai berikut : 1. Anjurkan pasien untuk mengerjakan sendiri ”personal Hygiene” semampunya. 2. Ajarkan aktivitas kehidupan sehari-hari dengan menghargai cara pasien mengkompensasi ketidakmampuan pasien. 3. Anjurkan pasien untuk latihan di tempat tidur. 4. Berikan spesial perawatan kulit. 5. Berikan privacy dengan menggunakan penutup jika ia belajar keahlian baru seperti belajar makan sendiri. 6. Berikan support emosional. 7. Berikan empati pada perasaan klien.anjurkan keluarga untuk berpartisipasi. Ø Perencanaan pasien pulang Untuk mencegah kembalinya klien ke rumah sakit, diperlikan suatu program untuk membimbing klien dan keluarga yang tercakup dalam perencanaan pulang. Perencanaan pulang dilakukan segera setelah klien masuk rumah sakit, yang dilakukan oleh semua anggota tim kesehatan. Perencanaan pulang yang baik adalah perencanaan pulang yang tersentralisasi, terorganisir, dan melibatkan berbagai anggota tim kesehatan. Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan melalui asuhan keperawatan mutlak harus mengikuti dan berperan aktif dalam mementukan rencana pemulangan klien, sehingga klien mendapatkan pelayanan yang holistik dan komprehensif. Tujuan perencanaan pulang : a. Mempersiapkan klien untk menyesuaikan diri dengan rumah dan masyarakat. b. Agar klien dan keluarga mempunyai pengetahuan dan ketrampilan serta sikap dalam memperbaiki dan mempertahankan status kesehatannya. c. Agar klien dan keluarga dapat menerima keadaan diri klien jika terdapat gejala sisa ( cacat ). d. Membantu merujuk klien ke pelayanan kesehatan lain. Mengingat banyaknya informasi dan pendidikan yang harus diterima oleh klien selama perawatan maupun dalam persiapan untuk pulang, maka prinsip belajar mengajar juga harus diperhatikan dalam proses rencana pemulangan. Informasi untuk klien dan keluarga : a. Gunakan bahasa yang sederhana, jelas dan ringkas. b. Jelaskan langkah-langkah dalam melaksanakan perawatan. c. Perkuat penjelasan lisan dengan instruksi tertulis, jika klien bisa membaca. d. Motivasi klien mengikuti langkah-langkah tersebut selama perawatan dan pengobatan. e. Kenali tanda-tanda dan gejala komplikasi yabg harus dilaporkan kepada tim kesehatan. f. Anjurkan keluarga untuk berpartisipasi aktif dalam pengawasan dan perawatan klien. g. Berikan keluarga nomor penting yang dapat dihubungi bila klien perlu pertolongan medis.

BAB III ASUHAN KEPERAWATAN I. Pengkajian 1. Aktivitas dan istirahat Data Subyektif:

- kesulitan dalam beraktivitas : kelemahan, kehilangan sensasi atau paralysis. - mudah lelah, kesulitan istirahat ( nyeri atau kejang otot ) Data obyektif: - Perubahan tingkat kesadaran - Perubahan tonus otot ( flaksid atau spastic), paraliysis ( hemiplegia ) , kelemahan umum. - gangguan penglihatan 2. Sirkulasi Data Subyektif: - Riwayat penyakit jantung ( penyakit katup jantung, disritmia, gagal jantung , endokarditis bacterial ), polisitemia. Data obyektif: - Hipertensi arterial - Disritmia, perubahan EKG - Pulsasi : kemungkinan bervariasi - Denyut karotis, femoral dan arteri iliaka atau aorta abdominal 3. Integritas ego Data Subyektif: - Perasaan tidak berdaya, hilang harapan Data obyektif: - Emosi yang labil dan marah yang tidak tepat, kesediahan , kegembiraan - kesulitan berekspresi diri 4. Eliminasi Data Subyektif: - Inkontinensia, anuria - distensi abdomen ( kandung kemih sangat penuh ), tidak adanya suara usus( ileus paralitik ) 5. Makan/ minum Data Subyektif: - Nafsu makan hilang - Nausea / vomitus menandakan adanya PTIK - Kehilangan sensasi lidah , pipi , tenggorokan, disfagia - Riwayat DM, Peningkatan lemak dalam darah Data obyektif: - Problem dalam mengunyah ( menurunnya reflek palatum dan faring ) - Obesitas ( factor resiko ) 6. Sensori neural Data Subyektif: - Pusing / syncope ( sebelum CVA / sementara selama TIA ) - nyeri kepala : pada perdarahan intra serebral atau perdarahan sub arachnoid. - Kelemahan, kesemutan/kebas, sisi yang terkena terlihat seperti lumpuh/mati - Penglihatan berkurang - Sentuhan : kehilangan sensor pada sisi kolateral pada ekstremitas dan pada muka ipsilateral ( sisi yang sama ) - Gangguan rasa pengecapan dan penciuman Data obyektif: - Status mental ; koma biasanya menandai stadium perdarahan , gangguan tingkah laku (seperti: letergi, apatis, menyerang) dan gangguan fungsi kognitif - Ekstremitas : kelemahan / paraliysis ( kontralateral pada semua jenis stroke, genggaman tangan tidak imbang, berkurangnya reflek tendon dalam ( kontralateral ) - Wajah: paralisis / parese ( ipsilateral )

perdarahan. Diagnosa Keperawatan 1.Riwayat hipertensi keluarga.Reaksi dan ukuran pupil : tidak sama dilatasi dan tak bereaksi pada sisi ipsi lateral 7.2000 hal 292) II. Respirasi Data Subyektif: .Tidak mampu mengenali objek. kegelisahan . stroke . pendengaran. shoping . Perubahan perfusi jaringan serebral b. dan wajah yang pernah dikenali . stimuli taktil .Perokok ( factor resiko ) Tanda: .. Dibuktikan oleh : .Tingkah laku yang tidak stabil. kesulitan untuk melihat objek. spasme pembuluh darah serebral.Perubahan respon sensorik / motorik.Afasia ( kerusakan atau kehilangan fungsi bahasa.Suara nafas terdengar ronchi /aspirasi 9. Pertimbangan rencana pulang .Defisit sensori . Pengajaran / pembelajaran Data Subjektif : . edema serebral.Gangguan berespon terhadap panas.Perubahan tingkat kesadaran . menyiapkan makanan .Peran pasien menampakan tidak adanya kemunduran / kekambuhan . berkurang kesadaran diri 10.penggunaan kontrasepsi oral 12.Perubahan tanda-tanda vital Tujuan Pasien / kriteria evaluasi .menentukan regimen medikasi / penanganan terapi .bantuan untuk transportasi.Keamanan Data obyektif: .Menampakan stabilisasi tanda vital dan tidak ada PTIK .Apraksia : kehilangan kemampuan menggunakan motorik .Gangguan dalam memutuskan.Motorik/sensorik : masalah dengan penglihatan .Kelemahan menelan/ batuk/ melindungi jalan napas . intelektual dan emosional . global / kombinasi dari keduanya.Terpelihara dan meningkatnya tingkat kesadaran. kehilangan memori . . Interaksi social Data obyektif: .Kehilangan kemampuan mengenal atau melihat. hilang kewasadaan terhadap bagian tubuh yang sakit .Sakit kepala yang bervariasi intensitasnya Data obyektif: .Perubahan persepsi terhadap tubuh.Timbulnya pernapasan yang sulit dan / atau tak teratur . bahasa. ketidakmampuan berkomunikasi 11. . dan dingin/gangguan regulasi suhu tubuh . Marilynn.d terputusnya aliran darah : penyakit oklusi. reseptif / kesulitan berkata kata komprehensif. perhatian sedikit terhadap keamanan. kognisi dan fungsi sensori / motorik . kemungkinan ekspresif/ kesulitan berkata kata. perawatan diri dan pekerjaan rumah (Doenges E.Problem berbicara. ketegangan otot / fasial 8. Nyeri / kenyamanan Data Subyektif: . warna. kata. gelisah.

.Bantu memanipulasi untuk mempengaruhi warna kulit edema atau menormalkan sirkulasi .Konsul ke bagian fisioterapi . miring ) .Ubah posisi tiap dua jam ( prone. · Manitol 2.d kelemahan neuromuskular.Awasi bagian kulit diatas tonjolan tulang Kolaborasi .Gangguan artikulasi . koordinasi.Intervensi : .Terpeliharanya integritas kulit Intervensi : . misal aminocaproic acid ( amicar ) · Antihipertensi · Vasodilator perifer.Bantu meningkatakan fungsi. Gangguan komunikasi verbal b.Bantu meningkatkan keseimbangan duduk . sediakan lingkungan yang tenang . mengenal kata . misalnya pandangan kabur. Tujuan pasien / kriteria evaluasi . mengidentifikasi objek .Ketidakmampuan dalam bergerak pada lingkungan fisik : kelemahan.Pasien mampu memahami problem komunikasi .Pertahankan tirah baring .Evaluasi pupil 9 ukuran bentuk kesamaan dan reaksi terhadap cahaya 0 .Mulai latihan aktif / pasif rentang gerak sendi pada semua ekstremitas . isoxsuprine.Tidak mampu berbicara / disartria .Bantu dalam meberikan stimulasi elektrik .Tentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan situasi individu/ penyebab koma / penurunan perfusi serebral dan potensial PTIK .Tidak ada kontraktur.Berikan medikasi sesuai indikasi : · Antifibrolitik. keterbatasan rentang gerak sendi. supine. kelemahan umum / letih.Topang ekstremitas pada posis fungsional . . kehilangan tonus otot fasial / mulut. Ketidakmampuan mobilitas fisik b. termasuk bicara jika pasien mengalami gangguan fungsi . missal cyclandelate.Monitor tanda-tanda vital .Adanya peningkatan kemampuan fungsi perasaan atau kompensasi dari bagian tubuh . Ditandai : . atur kunjungan sesuai indikasi Kolaborasi .ketidakmampuan moduasi wicara . Pertahankan kepala dalam keadaan netral . ketidakmampuan dalam persespi kognitif Dibuktikan oleh : .Bantu untuk mengubah pandangan . perubahan lapang pandang / persepsi lapang pandang .Menampakan kemampuan perilaku / teknik aktivitas sebagaimana permulaannya . .Kepala dielevasikan perlahan lahan pada posisi netral.Monitor dan catat status neurologis secara teratur . penurunan kekuatan otot.Evaluasi penggunaan alat bantu pengatur posisi .Berikan suplemen oksigen sesuai indikasi .Gunakan bed air atau bed khusus sesuai indikasi 3. gangguan neuromuskuler. Tujuan Pasien / kriteria evaluasi .Ketidakmampuan berbicara atau menulis secara komprehensif.Menentukan metode komunikasi untuk berekspresi . gunakan foot board pada saat selama periode paralysis flaksid. foot drop.d gangguan sirkulasi serebral.

Bicara langsung kepada pasien dengan perlahan dan jelas .Bicara dengan nada normal Kolaborasi : .Melakukan aktivitas perwatan diri dalam tingkat kemampuan sendiri .Kaji kemampuan dantingkat kekurangan (dengan menggunakan skala 1-4) untuk melakukan kebutuhan sehari-hari . tekanan psikologis ( penyempitan lapangan persepsi disebabkan oleh kecemasan) Ditandai .Mendemonstrasikan perilaku untuk kompensasi Intervensi : .Mengidentifikasi sumber pribadi /komunitas dalam memberikan bantuan sesuai kebutuhan .Sediakan metode komunikasi alternatif . tetapi berikan bantuan sesuai kebutuhan .Beri stimulasi terhadap sisa-sisa rasa sentuhan .Konsentrasi jelek. penurunan kekuatan dan ketahanan.Sederhanakan lingkungan .d penerimaan perubahan sensori transmisi. Kurang perawatan diri b.Perubahan pola komunikasi .d kerusakan neuromuskuler.Menggunakan sumber bantuan dengan tepat Intervensi : .Perubahan pengetahuan dan mampu terlibat .Kerusakan kemampuan melakukan AKS misalnya ketidakmampuan makan .Hindari melakukan sesuatu untuk pasien yang dapat dilakukan pasien sendiri.Bantu menentukan derajat disfungsi .Kaji kemampuan pasien untuk berkomunikasi tentang kebutuhannya untuk menghindari dan atau kemampuan untuk menggunakan urinal.Disorientasi waktu. .Bantu pemahaman sensori .bedpan. . Tujuan / kriteria hasil : .Pertahankan kontak mata saat berhubungan .Kaji patologi kondisi individual .Ketidakmampuan mengkoordinasi kemampuan motorik.Lakukan pendekatan dari sisi yang utuh .Dapat mempertahakan level kesadaran dan fungsi persepsi pada level biasanya.Konsul dengan ahli terapi wicara 4.Ketidakmampuan untuk mengatakan letak organ tubuh .Validasi persepsi pasien 5.mandi. perubahan proses pikir . memasang/melepas baju. kehilangan kontrol /koordinasi otot Ditandai dengan : . orang . . perpaduan ( trauma / penurunan neurologi).Mendemonstrasikan perubahan gaya hidup untuk memenuhi kenutuhan perawatan diri Intervensi: .Antisipasi dan sediakan kebutuhan pasien .Evaluasi penurunan visual . tempat .Lindungi psien dari temperatur yang ekstrim .Perubahan pola tingkah aku ..Bedakan antara afasia dengan disartria .Sediakan bel khusus jika diperlukan . kesulitan tugas toileting Kriteria hasil: . Perubahan persepsi sensori b.

hindari makanan terlalu manis.Pasien dapat berpartisipasi dalam intervensi spesifik untuk merangsang nafsu makan .Pasang /pertahankan slang NGT untuk pemberian makanan enteral (DoengesE.d kerusakan batuk.Ukur BB setiap hari sesuai indikasi . ketidakmampuan mengatasi lendir Kriteria hasil: . Anjurkan untuk minum banyak dan tingkatkan aktivitas.Kaji dan pantau pernapasan.Bunyi napas bersih saaatauskultasi . .Berikan oksigenasi sesuai advis . Kesimpulan . Ciptakan suasana makan yang menyenangkan .BB stabil .. Kadar makanan yang berserat.Posisikan tubuh dan kepala untuk menghindari obstruksi jalan napas dan memmberikan pengeluaran sekresi yang optimal .hilang rasa ujung lidah Ditandai dengan: . Ketidakefektifan bersihan jalan napas b.Dorong pasien untukmkan diit tinggi kalori kaya nutrien sesuai program .Auskultasi dada untuk mendengarkan bunyi jalan napas setiap 4 jam .Berikan umpan balik yang positif untuk setiap usaha yang dilakukan atau keberhasilannya.Kontrol faktor lingkungan (bau.Tidak terdapat tanda distress pernapasan . Gangguan pemenuhan nutrisi b.Pasien mengungkapkan pemasukan adekuat Intervensi. Kolaborasi.Identifikasi kebiasaan defekasi sebelumnya dan kembalikan pada kebiasaan pola normal tersebut.Ekspansi dada simetris .Pantau BGA dan Hb sesuai indikasi 7. Marilynn.Pantau masukan makanan setiap hari .Identifikasi pasien yang mengalami mual muntah Kolaborasi: .Pemberian anti emetic dengan jadwal reguler .berlemak dan pedas.d reflek menelan turun.GDA dan tanda vital dalam batas normal Intervensi: .E dan B6 . reflek batuk dan sekresi . bising).Penghisapan sekresi .Kehilangan sensasi pengecapan .Pasien memperlihatkan kepatenan jalan napas .Vitamin A.D.Berikan supositoria dan pelunak feses .Rujuk ahli diit .Rongga mulut terinflamasi Kriteria evaluasi: . .Konsultasikan dengan ahli fisioterapi/okupasi 6. .2000 hal 293-305) BAB IV PENUTUP A.Keluhan masukan makan tidak adekuat .

Marilynn E. Jakarta : EGC. Transient Ischemic Attack (TIA) Faktor resiko tambahan a. 1993. 2001. Hipertensi b. Keperawatan Kritis Edisi VI Volume II. The Stroke Book. yaitu: Infark Ischemik (Stroke non Hemoragi) Hal ini terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah otak Perdarahan (Stroke Hemoragi) Terjadi pecahnya pembuluh darah otak. Kegemukan atau obesitas c. Lumbantobing. A. inc. dkk. Lanjut Usia f. Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3. Kadar asam urat darah tinggi h. Diabetes Melitus c.html Pendahuluan data Salah satu cermin keberhasilan pembangunan kesehatan di Indonesia dapat dilihat dari meningkatnya usia harapan hidup penduduk Indonesia yaitu 67 tahun untuk wanita dan 63 tahun untuk pria yang mencapai 19 juta jiwa atau 8. Faktor-faktor risiko yang dapat ditemui pada klien dengan stroke yaitu: Faktor risiko utama a. 1996. Jakarta : Balai Penerbit FKUI. http://fijaytrangkil. DAFTAR PUSTAKA Ancowitz.Stroke adalah suatu penyakit gangguan fungsi anatomi otak yang terjadi secara tiba-tiba dan cepat. Tuti.5% dari penduduk Indonesia.blogspot. Stroke dibagi menjadi 2 golongan. Saran Dari uraian diatas dapat kami sarankan sebaiknya para pembaca khususnya perawat dengan kasus stroke mengetahui tentang: Faktor-faktor resiko yang dapat ditemui pada klien dengan stroke laboratorium yang perlu dilakukan Cara penatalaksanaan pada stroke. Kadar lemak darah yang tinggi termasuk kolesterol dan trigliserida b.com/2008/06/asuhan-keperawatan-klien-denganstroke. New York : William Morrow and Company. Penyakit Jantung d. Neurogeriatri. Merokok d. 2000. 1997. Stroke juga menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan neurologis yang utama. Penyakit darah tertentu seperti polisitemia dan leukemia g. Dari . Hudak Gallo. disebabkan karena gangguan perdarahan otak. Doengoes. Penyakit paru-paru menahun B. Pahria. Riwayat keluarga dengan stroke e. Jakarta : EGC. Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Gangguan Sistem Persarafan. Jakarta : EGC.

Terutama penyakit yang berhubungan dengan faktor usia seperti tekanan darah tinggi. pendidikan maupun lingkungannya. Karena itu para usia lanjut membutuhkan perhatian khusus dari keluarganya dan masyarakat. leaflet. sehingga apa yang kita cita-citakan. Salah satu cermin keberhasilan pembangunan kesehatan di Indonesia dapat dilihat dari meningkatnya usia harapan hidup penduduk Indonesia yaitu 67 tahun untuk wanita dan 63 tahun untuk pria yang mencapai 19 juta jiwa atau 8. serangan jantung. Terutama penyakit yang berhubungan dengan faktor usia seperti tekanan darah tinggi. jantung dan pembuluh darah. untuk menghindarinya stroke perlu dikenali dan dipahami cara pencegahannya melalui pola hidup sehat seperti makan dengan gizi seimbang. Biasanya penyakit ini akan menyerang orang-orang berusia lanjut. booklet atau poster tentang upaya kesehatan lanjut usia. Untuk mengantisipasi Hal tersebut. Namun kondisi saat ini menyebabkan para anggota keluarga banyak yang bekerja maupun mempunyai kegiatan di luar rumah menyebabkan para usia lanjut merasa tersisihkan. Berbgai masalah yang dihadapi usia lanjut anatara lain penyakit yang biasanya betsifat kronis dan memerlukan penanganan speialistik sehingga membutuhkan waktu relatif lama dan biaya tinggi. dapat mengembangkan ataupun memfasilitasi pembentukan kelompok usia lanjut binaan sebagai suatu wadah kegiatannya sebagai model kegiatan dalam rangka peningkatan kualitas hidup usia lanjut. semua orang akan mengalami masa tua dan usia lanjut yang secara alami tidak dapat dihindarkan. usia lanjut dapat saling berdiskusi tentang pengalaman kesehatannya. Haryono. Di dalam kelompok ini. stroke dan sebagainya.jumlah tersebut sebagian besar di antara mereka daya tahan tubuhnya sangat rentan terhadap berbagai serangan penyakit. serangan jantung. yaitu terbentuknya klub stroke berbasis masyarakat bisa . cukup istirahat dan olah raga. Menurut Komisaris Utama NSMC Prof Dr Haryono Suyono. Dengan demikian mereka tidak merasa kesepian dan akan mendapatkan banyak pengetahuan tentang kesehatan dismping menerima pelayanan kesehatan secara sederhana yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di puskesmas. pengasuh usia lanjut. tidak merokok dan sebagainya agar suatu saat nanti para usia lanjut tidak segera mengalami kepikunan dan masih dapat hidup mandiri bahkan produktif. kondisi ekonomi. stroke dan sebagainya. Meski begitu.5% dari penduduk Indonesia. Keterbatasan gerak dan kelincahannya serta usia pensiun yang menyebabkan usia lanjut cenderung menurun dan kemudian akan mempengaruhi mental serta kehidupan sosialnya. Pada usia tersebut akan terjadi kemunduran sel-sel yang dapat mempengaruhi fungsi dan kemampuan sistem tubuh termasuk syaraf. Stroke merupakan suatu penyakit yang menyerang syaraf otak manusia sehingga mereka yang terkena serangan strokeakan mengalami kelumpuhan sebagian anggota tubuhnya tergantung susunan syaraf bagian mana yang terserang. berdansa/berjoget atau melakukan kegiatan apa saja yang dibutuhkan. Karenanya. Mengingat hal itu. Nusantara Stroke & Medical Center menyelenggarakan seminar untuk meminimalkan angka kejadian stroke yang dialami para lanjut usia (lansia) pada tanggal 6 Juli 2004. senam bersama. Dari jumlah tersebut sebagian besar di antara mereka daya tahan tubuhnya sangat rentan terhadap berbagai serangan penyakit. Bukan hanya itu Yastroki sebagai suatu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli terhadap stroke dan usia lanjut. sosial budaya. serta penyediaan bukubuku. namun tidak tertutup kemungkinan menyerang meraka yang berusia muda akibat perubahan pola hidup dan gaya hidup. saling bertukar pikiran. Diakuinya. kebutuhan usia lanjut pun dapat berbeda. berharap di masa mendatang dapat dikembangkan berbagai kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan bagi keluarga. Sesuai dengan status kesehatan. usia lanjut mempunyai pola hidup yang berbeda satu dengan lainnya. perlu dilakukan pengkajian kebutuhan kesehatan usia lanjut. petugas panti wreda. termasuk kebutuhan kesehatannya.

“Menjadi lansia bukanlah pilihan.8 juta orang. Sedangkan ramalan pihak badan kesehatan dunia WHO bahwa penduduk lansia di Indonesia pada tahun 2020 mendatang sudah mencapai angka 11.5 juta jiwa dari seluruh jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 220 juta jiwa. �Jumlah lansia saat ini sekitar 16.COM] . Kamis (18/9/2008).” kata Deputi Bidang Perlindungan Perempuan. Usia lanjut khususnya perempuan bukan berarti tidak meninggalkan masalah di tengah masyarakat.3 juta orang. kemudian tahun 1990 naik menjadi . Menurutnya. [kpl/rif/foto 22/5/2009 (Kominfo-Newsroom) � Jumlah orang lanjut usia (lansia) di Indonesia saat ini sekitar 16.or. makanya perlu antisipasi dan penanganan dalam menghadapi boom lansia tersebut. Mereka yang masih produktif khususnya perempuan bisa diarahkan ke dalam kegiatan ekonomi produktif. angka kelahiran sudah tidak terlalu meningkat lagi. Drs. Pada tahun 1971 lalu penduduk Indonesia yang dikategorikan lansia masih sekitar 4. Makmur Sunusi pada konperensi pers dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tahun 2009 di Jakarta. ada lansia yang memang tidak produktif ditangani secara khusus. Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan RI. dan jumlahnya dari tahun ke tahun terus meningkat. termasuk di dalamnya lansia yang masih potensial. khususnya perempuan di mana usia perempuan akan lebih panjang. Namun pada tahun 2000 jumlah lansia Indonesia sudah mencapai tiga kali lipat yakni menjadi 14.9% yang menyebabkan jumlah penduduk lansia terbesar di dunia.4 juta orang. tetapi ada pula lansia walau udah tua tetapi masih produktif.34% atau tercatat 28.� kata Dirjen Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial (Yanrehsos).id/read. tetapi melihat tingkat kesehatan dan kesejahteraan belakangan ini maka lansia merupakan sebuah kehidupan. Menurut Subagio terdapat dua model penanganan lansia. RIS http://www.yastroki. sementara penduduk kategori usia di bawah lima tahun (balita) sebesar 16.2%. Menurutnya. Melihat tingkat kesehatan dan kesejahteraan kian membaik maka angka harapan hidup penduduk Indonesia juga kian meningkat pula. Pada tahun 2005 kondisi komposisi penduduk Indonesia telah berubah yang menjadikan penduduk lansia mencapai 7% dan balita 8. tahun 1980 jumlah lansia masih 7 juta jiwa. yang pada gilirannya akan menimbulkan jumlah penduduk lansia terus membengkak secara drastis. Ia berada di Banjarmasin untuk menghadiri acara sosialisasi perlindungan perempuan lansia dan penyandang cacat tingkat Kota Banjarmasin.1%. Subagio di Banjarmasin.php?id=124 KAPANLAGI.terwujud. balitanya tinggal 6. komposisi penduduk Indonesia belakangan ini kian terbalik. Para usia lanjut yang terpaksa harus tinggal di rumah karena lemah atau pasca perawatan dan membutuhkan perawatan kesehatan dapat dibantu dengan ?Perawatan Kesehatan Usia Lanjut di rumah? yang biasa dikenal dengan Home Care melalui pemberdayaan keluarga dan masyarakat. Subagio menjelaskan penduduk yang disebut lansia adalah yang berusia di atas dari 60 tahun. Depsos. Jumat (22/5).5 juta. atau 5.Pihak Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia memprediksi akan terjadi lonjakan (boom) jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di negara Indonesia menyusul kian membaiknya tingkat kesejahteraan yang diiringi kian membaiknya pula tingkat derajat kesehatan masyarakat.5%. tetapi jumlah angka harapan hidup yang terus meningkat.

Jawa Timur. Karena itu. panti jompo. yaitu di Tulungagung. dan Bali (11. Depsos akan melaksanakan launching Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) Tahun 2009 oleh Menteri Sosial di Puspitek. Disusul Provinsi Jawa Tengah (11. dan Binjai.Lies kembali mengatakan. antisipasi ledakan lansia di Binjai dilakukan dengan model pendekatan senior center. jumlah lansia di Indonesia mencapai 18. dalam acara sosialisasi kebijakan penanganan lansia di Yogyakarta." kata Asisten Deputi Urusan Perempuan.id/berita/bipnewsroom/jumlah-lansia-di-indonesia-165juta-orang/ BEBERAPA wilayah di Indonesia akan mengalami ledakan penduduk lansia (lanjut usia) pada 2010 hingga 2020. jumlah lansia yang terlayani kurang lebih lima persen dari jumlah lansia terlantar yang menurut data Pusdatin Kesos tahun 2008 sebanyak 1. Kementerian Pemberdayaan Perempuan. Dikemukakan. Sabtu (19/12). Jawa Timur (11. kita punya dua kota perconto. Selain itu juga merencanakan untuk mensosialisasikan konsep Menua Secara Aktif. Jumlah lansia diperkirakan naik mencapai 11. Toni Hartono dalam kesempatan sama mengatakan. dan pemerintah. dan tahun 2020 menjadi 28 juta orang lebih.Dari jumlah tersebut. katanya.34% dari jumlah penduduk di Indonesia. baik di tengah masyarakat maupun dalam proses pembangunan. diperkirakan jumlah lansia mencapai 23 juta jiwa. http://www. semua lansia yang jumlahnya saat ini sekitar 16. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2007. Tangerang. atau yang merupakan daerah paling tinggi jumlah lansianya. 14% di antaranya berada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.12 juta orang. Sementara itu Sekjen Komnas Lansia. Ia menjelaskan bahwa pada peringatan HLUN tahun 2009 ini. Namun karena terbatasnya anggaran.go. Ia mengatakan. mendapatkan pelayanan yang sama.96 juta orang. Tahun 2010. Lies Rostianty. sebenarnya. di antaranya dengan melakukan pendekatan komunitas dan keluarga. baik yang potensial maupun yang tidak potensial.depkominfo. Lansia dan Penyandang Cacat.6 juta orang. katanya. "Harus ada upaya antisipasi karena lansia merupakan kelompok umur yang kurang berdaya sehingga menjadi beban masyarakat. baru bisa menampung sekitar 80 ribuan lansia.” katanya. “Dengan konsep Menua Secara Aktif. Pelayanan tersebut dilakukan melalui pusat-pusat pelayanan sosial. . Inten Suweno.02%). Sumatra Utara. keluarga. untuk kota percontohan. han. dan lain-lain.16%). Depsos akan mencoba mencari solusi. maka diprioritaskan bagi lansia yang non-potensial atau terlantar. artinya jangan menunggu kapan masuk panti jompo.5 juta orang. kontribusi Komnas Lansia dalam HLUN antara lain dalam acara Temu Nasional Bina Keluarga Lansia (BKL) yang diselenggarakan BKKBN diminta menjadi pembicara utama yang disampaikan Ketua Komnas Lansia.14%). Namun panti sosial-panti sosial yang jumlahnya sebanyak 243 unit. maka seseorang walaupun telah pensiun tetap diusahakan supaya terus aktif. Untuk masalah ini. sedangkan tahun 2000 naik menjadi 14 juta jiwa.

percontohan di Tulunggagung dilakukan dengan pendekatan homecare.Tinggi harapan hidup Sementara itu. Ketua Pokja Peningkatan. yaitu pendekatan penanganan dengan melibatkan peranan keluarga dan masyarakat. Tingginya harapan hidup itu karena secara geografis. rohani hingga rekreasi.co. keterampilan. kita memiliki 598 kelompok lansia yang secara rutin kita bina.Model itu diterapkan dengan mengumpulkan para lansia dan mereka melakukan kegiatan secara terarah mulai dari kegiatan kesehatan. misalnya."Untuk memberdayakan dan pendampingan terhadap lansia yang ada. Pemerintah Kota Yogyakarta Tri Kirana mengatakan tingginya angka lansia di DIY disebabkan karena angka harapan hidupnya juga tinggi." http://bataviase. harapan hidupnya mencapai usia 77 tahun (perempuan) dan 75 tahun (laki-laki). Pemeliharaan Intelegensi Lansia.Sementara itu.html . Data di Kota Yogyakarta. luas Kota Yogyakarta kecil sehingga akses terhadap fasilitas kesehatan mudah dijangkau.id/detailberita-10423665.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->