Tasawuf falsafi di Nusantara Abad ke XVII M OPINI Efrizal Nurbai | 19 Januari 2010 | 08:29 722 0 Belum ada chart.

Belum ada chart. Nihil. Pendahuluan Islam sufistik dalam sejarah pertumbuhan dan perkembangan Islam serta khazanah intelektual Islam di Nusantara merupakan salah satu wacana yang masih menarik untuk dibincangkan. Hal ini tidak hanya disebabkan awal masuknya Islam ke Indonesia -sebagaimana ‘disepakati’ para ahli sejarah- bernuansa tasawuf. Namun juga dikarenakan adanya luka-luka sejarah dalam perkembangan Islam di negeri gemah ripah loh jinawi ini yang terkait langsung dengan issu Islam esoteris. Eksekusi mati terhadap Syekh Siti Jenar pada abad ke 15 M di Jawa oleh Wali Songo, pembunuhan terhadap para penganut paham wahdah al-wujud di Serambi Mekah -Aceh- atas fatwa qadhi kesultanan yang waktu itu dijabat Al-Raniri, adalah luka yang akan tetap meninggalkan codet dalam lembaran sejarah Islam di Indonesia. Selanjutnya, budaya masyarakat Nusantara yang amat kental dengan dunia mistik -terutama sejak masuknya Hindu dan Budha dari India- merupakan faktor yang tidak bisa dikesampingkan yang membuat semakin menariknya wacana ini. 1. Tasawuf Falsafi di Dunia Islam Tasawuf falasafi secara sederhana dapat didefenisikan sebagai kajian dan jalan esoteris dalam Islam untuk mengembangkan kesucian bathin yang kaya dengan pandangan-pandangan filosofis. Keberadaan tasawuf bercorak falsafi ini pada satu sisi telah menarik perhatian para ulama yang pada awalnya kurang senang dengan kehadiran filsafat dalam khazanah Islam. Sementara bagi para ulama yang menyenangi kajian-kajian filsafat dan sekaligus menguasainya, tasawuf falsafi bagaikan sungai yang airnya demikian bening dan begitu menggoda untuk direnangi. Ulama pertama yang dapat dianggap sebagai tokoh tasawuf falsafi adalah Ibn Masarrah (w. 319/931) yang muncul dari Andalusia. Sekaligus dia dapat dianggap sebagai filosof sufi pertama dalam dunia Islam. Pandangan filsafatnya adalah emanasi yang mirip dengan emanasi Plotinus. Menurutnya, melalui jalan tasawuf manusia dapat melepaskan jiwanya dari belenggu/penjara badan dan memperoleh karunia Tuhan berupa penyinaran hati dengan nur Tuhan. Suatu ma’rifah yang memberikan kebahagiaan sejati. Ia juga menganut pandangan bahwa kehidupan di akhirat bersifat ruhani, sehingga di akhirat kelak manusia dibangkitkan ruhnya saja, tidak dengan badan. Pandangan yang amat mirip dengan penyataan Ibnu Sina tentang kebangkitan manusia kelak di akhirat. Tokoh kedua yang berpengaruh besar dalam dunia tasawuf falsasi adalah Suhrawardi al-Maqtul, sufi yang dibunuh di Aleppo pada tahun 587/1191, -karena pandangannya yang telah keluar dari Islam menurut ulama fuqaha. Suhrawardi juga seorang penganut paham emanasinya Ibnu Sina. Bila tasawuf sunni (akhlaki) memperoleh bentuk yang final di tangan Imam Al-Gazali, maka tasawuf falsafi mencapai ‘puncak’ kesempurnaan dalam pengajaran Ibn Arabi, seorang sufi yang juga datang dari Andalusia. Pengetahuan Ibnu Arabi yang amat kaya dalam bidang keislaman dan lapangan filsafat, membuatnya mampu menghasilkan karya yang demikian banyak, di antaranya al-Futuhad al-Makkiyah dan Fushush al-Hikam. Boleh dikatakan hampir semua pengajaran, praktek dan ide-ide yang

berkembang di kalangan sufi pada masa itu mampu diliput dan kemudian diberinya penjelasan yang amat memadai. Ajaran sentral Ibn Arabi adalah kesatuan wujud (wahdah al-wujud). Menurutnya wujud itu hanyalah satu ; yaitu wujud yang berdiri dengan dirinya sendiri, itulah Tuhan, Zat Yang Maha Benar. Alam yang banyak sekalipun mempunyai wujud, namun dia tidak berwujud dengan wujud sendiri, melainkan berwujud dengan wujud Allah. Wujud alam adalah khayal, maksudnya bila ia kelihatan sebagai wujud yang berdiri sendiri, maka sesungguhnya ia berwujud dengan wujud Tuhan. Oleh sebab itu kemudian dikatakan bahwa wujud Tuhan dengan wujud alam adalah satu, bukan dua atau banyak. Alam yang banyak dan beraneka ragam adalah manifestasi atau penampakan dari wujud Tuhan yang satu. Dari segi hakekat, alam tidak lain dari Tuhan. Sedangkan dari sudut manifestasi, alam benar-benar berbeda dengan Tuhan. Alam bukanlah Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan. Ada banyak tokoh sufi filosof yang muncul setelah meninggalnya Ibnu Arabi di Damaskus. Di antara yang terkenal adalah ; al-Qunawi, al-Farqani, al-Qaishari, Jalaluddin Rumi dan al-Jili dan lain-lain. Tasawuf bercorak falsafi ini kemudian memperoleh tanah yang subur, terutama di Persia. Umumnya kalangan Syi’ah Isma’iliyah dan Syi’ah Dua Belas dapat menerima dan membenarkan paham ini. Tasawuf falsafi yang telah mencapai puncak di tangan Ibnu Arabi, yang kemudian berkembang di tangan para sufi filosof sesudanya, menyebar hampir ke seluruh dunia Islam dengan jaringan sebagaimana yang diungkapkan Azyumardi Azra dalam “Jaringan Ulama”nya. Lewat jaringan itu pula tasawuf falsafi masuk ke Indonesia yang kemudian memunculkan tokoh-tokoh sufi filosof yang juga tidak sepi dari ungkapan syhathahad-¬nya. Seperti Hamzah al-Fansuri dan Syamsuddin al-Sumatrani, yang kiprah keduanya akan dibicarakan pada pembahasan berikut. Dibanding dengan tasawuf sunni, tasawuf falsafi lebih kaya dengan ide-ide dan pikiran-pikiran tentang Tuhan dan alam metafisik. Ide-ide yang oleh para sufinya dipandang tidak bertentangan dengan ajaran al-Qur’an dan Sunnah, termasuk dalam hal ini ungkapan syathahad-nya. Sementara tasawuf sunni tidak mementingkan ide-ide dan pikiran spekulatif dalam tataran falsafah. Para sufi sunni sudah merasa cukup dengan pemahaman akidah pokok yang diajarkan dalam ilmu tauhid. Persoalan qadim-nya alam, kehidupan akhirat yang bersifat ruhani tidak terdapat dalam kajian tasawuf sunni, karena dipandang tidak benar, menyalahi apa yang diajarkan para mutakallimin. 2. Tasawuf Falsafi di Nusantara Wacana tasawuf falsafi di Nusantara agaknya dimotori oleh Hamzah Fansuri dan Syamsuddin Sumatrani, dua tokoh sufi yang datang dari pulau Andalas (Sumatera) pada abad ke 17 M. Sekalipun pada abad ke 15 sebelumnya telah terjadi peristiwa tragis berupa eksekusi mati terhadap Syekh Siti Jenar atas fatwa dari Wali Songo, karena ajarannya dipandang menganut doktrin sufistik yang bersifat bid’ah berupa pengakuan akan kesatuan wujud manusia dengan wujud Tuhan, Zat Yang Maha Mutlak. Namun sejauh ini penulis belum menemukan literatur yang menjelaskan apakah paham yang dianut Syekh Siti Jenar adalah wahdatulwujud yang berasal dari Ibnu Arabi lewat ‘jaringan ulama’ sebagaimana dimaksud Azra dalam bukunya tersebut. Terlebih lagi terlalu sedikit literatur yang menjelaskan keberadaan sosok Syekh Siti Jenar dalam khazanah keislaman di Nusantara. Paling tidak menurut Alwi Shihab, kehadiran Syekh Siti Jenar dengan ajaran dan syathahad-nya yang dipandang sesat, dapat dijadikan sebagai tahap pertama perkembangan tasawuf falsafi di Indonesia. Alwi menamakannya sebagai tahap perkenalan. Pembunuhan terhadap Syekh Siti Jenar agaknya telah meredupkan cahaya perkembangan tasawuf falsafi di Indonesia dalam waktu yang lama, sampai kemudian munculnya Hamzah dan Syamsuddin di Sumatera. Hamzah Fansuri adalah keturunan Melayu yang dilahirkan di Fansur -nama lain dari Barus-. Para peneliti tidak menemukan bukti yang valid kapan sebenarnya Hamzah lahir. Dia diperkirakan hidup pada akhir abad ke 16 dan awal abad ke 17, yakni pada masa sebelum dan selama pemerintahan Sultan ‘Ala al-Din Ri’yat Syah (berkuasa 977-1011H/1589-1602M). Hamzah diperkirakan meninggal sebelum tahun 1016H/1607M.

Hamzah memulai pendidikannya di Barus, kota kelahirannya yang pada waktu itu menjadi pusat perdagangan, karena saat itu Aceh berada dalam kemajuan di bawah pemerintahan Sultan Iskandar Muda dan Iskandar Tsani. Kwalitas pendidikan yang cukup baik di Aceh menjadikan Hamzah dapat mempelajari ilmu-ilmu agama seperti ; fiqh, tauhid, akahlak, tasawuf, dan juga ilmu umum seperti ; kesustraan, sejarah dan logika. Selesai mengikuti pendidikan di tanah kelahirannya, Hamzah kemudian melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah, khususnya Persia dan Arab. Sehingga dia dapat menguasai bahasa Arab dan Persia, mungkin juga bahasa Urdu. Dalam hal tasawuf falsafi diperkirakan Hamzah mempelajari dari Iraqi, murid Sadr al-Din al-Qunawi, murid kesayangan Ibnu Arabi. Sekembalinya dari perantauan menuntut ilmu, Hamzah mengajarkan agama di Aceh melalui lembaga pendidikan “Dayah” (pesantren) di Oboh Simpang-Kanan, yang merupakan cabang dari Dayah Simpang-Kiri yang diasuh oleh kakaknya Syekj Ali Fansuri, ayah dari Abdr Rauf al-Sinkli. Hamzah ternyata tidak hanya berakfitas sebagai guru, namun juga rajin menulis. Tetapi sangat disayangkan karya-karya Hamzah tersebut tidak lagi ditemukan karena telah dimusnahkan oleh ‘lawan-lawannya’ yang menentang paham wujudiyah yang dikembangkan oleh Hamzah. Pemikiran Hamzah tentang ajaran wujudiyah terdapat dalam karyanya Zinat al-Wahidin, yang terdiri dari tujuh bab. Menurut Hamzah hakekat dari Zat Yang Maha Mutlak, Kadim dan pencipta alam semesta tidak dapat ditentukan atau dilukiskan. Dalam kaitan ini bagi Hamzah alam yang pada mulanya bersifat ruhani kemudian berubah berisifat jasmani adalah manifestasi dari zat Ilahi. Zat Ilahi menampung seluruh wujud, sehingga dalam aspek transenden zat Tuhan tidak bertepi. Pada aspek immanen zat Tuhan juga tidak terpisah dari alam. Lebih jauh Hamzah menjelaskan tahap-tahap hubungan Tuhan dengan manifestasi-Nya, alam. Tahap pertama disebut la ta’ayyun, pada tahap ini Tuhan yang Esa belum berhubungan dengan alam. Lalu bagaimana Tuhan menciptakan alam, padahal suatu hal yang mustahil Tuhan sebagai Zat Yang Mutlak dari-Nya langsung muncul nakhluk-makhluk yang sifatnya relatif. Menurut Hamzah Penciptaan dari Zat Mutlak ke alam yang relatif membutuhkan tahapan-tahapan. Ia membagi tahapan-tahapan ini kepada lima tahapan yang disebut dengan ta’ayyun atau penampakan. Pertama, ta’ayyun awwal yaitu Tuhan menampakkan diri-Nya melalui ilmu-Nya, sifat-Nya dan NurNya, ide-ide ketuhanan pada tahap ini dalam pengajaran Syamsuddin Samatrani masih bersifat ijmali atau global. Kedua ta’ayyun tsani merupakan penampakan dalam diri Tuhan yang menghasilkan munnculnya pengetahuan terperinci tentang hakikat-hakikat alam (a’yyan tsabitah). Dalam pengajaran Hamzahditegaskan bahwa a’yan tsabitah tidaklah memiliki wujud aktual. Unsur ini merupakan polapola rancangan tetap dan lengkap tentang alam. Alam diwujudkan Tuhan secara aktual menurut polapola rancangan tersebut. Ketiga ta’ayyun tsalist, yaitu penampakan Tuhan dalam alam arwah, tahap ini terjadi di luar zat yang Mutlak sehingga dinamakan a’yan kharijah. Keempat, ta’ayyun rabi’ merupakan penampakan kepada seluruh makhluk, tapi masih dalam alam misal dan kelima, ta’ayyun khamis, penampakan Tuhan terakhir pada alam insan dan alam dunia. Tahapan-tahapan dalam penciptaan ini hanyalah hirarki yang disusun untuk lebih mudah memahami, yang sebenarnya terjadi secara gradual dan seketika. Dengan pemikiran ini Hamzah menjelaskan bahwa penampakan Tuhan tidak terjadi begitu saja atau secara langsung, tapi melalui tahap tertentu, sehingga keesaan dan kemurnian Tuhan tidak tercampuri dengan makhluk. Ajaran wujudiyah Hamzah ini kemudian dikembangkan oleh muridnya Syamsuddin Sumatrani. Kebanyakan peneliti berpendapat, hubungan mereka adalah guru-murid. Abdul Azis juga membenarkan pendapat A. Hasymy bahwa hubungan Hamzah dengan Syamsuddin sebagai murid dan khalifah, karena menurutnya telah dijumpai dua karya Syamsuddin yang merupakan ulasan atau syarah terhadap pengajaran Hamzah yaitu : Syarah Ruba’i Hamzah Fansuri dan Syarah Syair Ikan Tongkol. Terdapat banyak informasi tentang potret pribadi syeikh di antaranya : Hikayat Aceh, Adat Aceh, Bustan al-Salathin dan informasi dari pengembara dan peneliti asing. Dari informasi tersebut dijelaskan bahwa Syamsuddin lahir kira-kira 1589 dan wafat 24 Februari 1630 berdasarkan informasi Deny Lombard. Syaikh banyak melahirkan karya bermutu seperti : Jawhar al-Haqaiq, Risalah Tubayyin

Mulahazah, Nur al-Daqaiq, Thariq al-Sahlikin, I’raj al-Iman dan karya lainnya. Syamsuddin menguasai beberapa bahasa, tapi karya-karyanya kebanyakan ditulis dalam bahasa Melayu dan Arab. Pemberian makna “Tiada wujud selain Allah” bagi kalimat tauhid la ilaha illa Allah hanya dilakukan oleh kalangan sufi penganut paham wujudiyyah saja, dan itu menjadi ciri khas yang membedakan kalangan penganut paham wujudiyyah dengan kalangan sufi lainnya. Pengakuan bahwa tidak ada wujud selain Allah disebut dalam pengajaran Syamsuddin sebagai tauhid hakiki (al-tawhid al-haqiqi) atau tauhid yang murni (al-tawhid al-khalish). Menurutnya, tauhid hakiki atau tauhid murni itu baru ada pada seseorang jika ia mengakui bahwa tidak ada pelaku atau pembuat selain Allah, tidak ada yang ditaati atau disembah selain Allah dan tidak ada wujud selain Allah. Syamsuddin, dalam pengajarannya tentang maksud kalimat-kalimat tauhid itu, juga mengingatkan pengikutnya tentang perbedaan pendirian mereka sebagai penganut tauhid yang benar (al-muwahhidin al-shiddiqin) dengan kaum yang ia sebut sebagai orang-orang zindiq. Menurutnya kedua pihak itu sepakat dalam hal menetapkan maksud kalimat tauhid la ilaha illa Allah, yakni tiada wujud selain Allah, sedangkan wujud sekalian alam adalah bersifat bayang-bayang, majazi atau fatamorgana, dibandingkan dengan wujud Allah. Sedangkan paham kaum zindiq, wujud Tuhan tidak ada kecuali dengan kandungan wujud alam seluruhnya; semua wujud alam adalah wujud Tuhan dan wujud Tuhan adalah wujud alam, baik dari segi wujud maupun dari segi ta’ayyun-ta’ayyun (penampakan-penampakan). Mereka menetapkan kesatuan hakiki dalam kejamakan alam tanpa membedakan martabat Tuhan dengan alam. Paham demikian, menurut Syamsuddin adalah paham batil, tidak benar dan ditolak oleh penganut tauhid yang benar. Berdasarkan pendapat ini terkesan jauh-jauh hari sebelum Nuruddin al-Raniry mengkritik paham Syamsuddin sebagai mulhid, ia sendiri telah menjelaskan bahwa mana wujudiyyah mulhid dan mana yang muwahhid berdasarkan keterangan di atas. Pengajaran Syamsuddin tentang Tuhan dengan corak paham wujudiyyah dikenal juga dengan pengajaran tentang “martabat tujuh”, yaitu tentang satu wujud dengan tujuh martabatnya. Pengajarannya tentang ini agaknya samam dengan yang diajarkan al-Buhanpuri, yang diduga kuat sebagai orang pertama yang membagi martabat wujud itu kepada tujuh kategori. Ketujuh martabat tersebut adalah : martabat ahadiyyah, martabat wahdah, martabat wahidiyyah, martabat alam arwah, martabat alam mitsal, martabat alam ajsam dan martabat alam insan. Al-Buhanpuri pernah mengingatkan bahwa sebutan martabat ketuhanan tidak boleh dipakaikan untuk martabat alam dan begitu pula sebaliknya. Akan tetapi dalam karya al-Burhanpuri tidak dijelaskan secara implisit tentang itu. Syamsuddin sebagai penganut paham martabat tujuh ini di Nusantara telah mengkategorikan martabat ketuhanan dan martabat kemakhlukan seperti yang disimpulkan Abdul Aziz Dahlan. Menurutnya, secara eksplisit dalam karya Syamsuddin terlihat tiga martabat, pertama disebut anniyat Allah, yaitu martabat wujud aktual Allah, sedangkan empat martabat berikutnya disebut anniyah al-Makhluq, yaitu martabat wujud aktual makhluk. Paham martabat tujuh inilah yang membedakan antara Syamsuddin Sumatrani dengan gurunya Hamzah Fansuri, yang mana dalam ajaran Hamzah tidak ditemukan pengajaran ini. Tetapi keduanya sangat menekankan pemahaman tauhid yang murni, bahwa Tuhan tidak boleh disamakan atau dicampurkan dengan unsur alam, dikenal dalam pengajaran Hamzah Fansuri la ta’ayyun. Sedangkan dalam pengajaran Syamsuddin dikenal dengan aniyat Alllah, yang merupakan kejelasan dari ajaran alBurhanpuri untuk tidak mencampur-adukkan martabat ketuhanan dengan martabat kemakhlukan. 3. Respon dan Pengaruh Paham Tasawuf Falsafi di Nusantara Pasca Hamzah dan Syamsuddin. Ternyata Hamzah Fansuri dan Syamsuddin Sumatrani pada prinsipnya dikategorikan termasuk dalam aliran pemikiran yang sama, keduanya merupakan pendukung terkenal penafsiran mistikofilosofis wahdat al-Wuju. Walaupun sedikit ada perbedaan penekanan, keduanya sangat dipengaruhi terutama oleh Ibn ‘Arabi. Konsep inti ajaran mereka adalah kehadiran alam ini disebabkan serangkaian proses penampakan diri Tuhan. Ide ini pada perkembangan selanjutnya mendorong para penentang seperti al-

com/2010/01/19/tasawuf-falsafi-di-nusantara-abad-ke-xvii-m/ . Johns dan Bariend. Syamsuddin dan Al-Raniri adalah sama. Meskipun ada usaha-usaha untuk menerapkan syari’ah – suatu yang tidak bisa dipisahkan dari lingkup Islam pada abad itu. ulama Minang. apalagi mulhid. Sepanjang menyangkut tuduhan itu. Dalam apandangan Nuruddin al-Raniri. ia tidak menyebut ajaran Hamzah dan Syamsuddin sesat. Dalam karya tersebut al-Attas memuji al-Raniri sebagai orang yang dikaruniai kebijakan dan diberkati dengan pengetahuan yang orisinil yang berhasil menjelaskan doktrin yang keliru. Mereka telah membeirkan sumbangan pada kehidupan religiointelektual kaum Muslimin abad ke-16 dan 17 M. tampil Syafiyatuddin Syah (19421975) permaisuri Iskandar Tsani yang menggantikannya. Menurut Aziz. Diberitakan pada waktu itu Nuruddin alRaniri meninggalkan Aceh sambil tergesa-gesa. (Penulis : Tenaga Pengajar Fakultas Dakwah IAIN Imam Bonjol Padang). tidak bisa disimpulkan secara blak-blakan bahwa mereka mengindahkan syari’ah. menyatakan bahwa sebenarnya ketiga pemikiran Hamzah. Tampil pada waktu itu Syeikh Saifulrijal.kompasiana. Jadi pada abad ke 16-17 M di Nusantara berkembang paham tasawuf falsafi yang bukan hanya di Aceh tapi di bagian wilayah lainnya di Nusantara. berarti sesudah tesis Daudi terbit. Pada gilirannya al-Attas malah menuduh alRaniri melakukan distorsi dan menyebarkan fitnah dan tidak memahami wujudiyyah. Tidak juga bisa dikatakan dengan munculnya al-Raniri yang mengkritik dan “membumi hanguskan” paham tasawuf falsafi. sebagai penasehat Sultanah atau ratu di Aceh dan menyebarkan pahamnya. bisa dipertanggungjawabkan secara teologis. Pertama. mangkatnya Iskandar Tsani memberikan kesempatan pada golongan moderat (Syamsuddin) untuk bangkit melawan arus intoleransi dan anti intelektual yang dilancarkan al-Raniri. http://filsafat. Tulisan Hamzah Fansuri dan Syamsuddin memberi dorongan pada kecenderungan ini.Raniri untuk menuduh mereka sebagai panteis. Kleim ini mendorong Abdul Aziz Dahlan untuk membuktikan bahwa ajaran Syamsuddin dan gurunya Hamzah. Kedua. rupanya seperti tercatat dalam diary opper-koopman Belanda. Syamsuddin bersama pengikutnya tidak menyebut diri sebagai penganut paham wujudiyah. menurut Azra para peneliti terbagi dua pula. Berdasarkan penelitian Taufik Abdullah menjelaskan bahwa setelah Sultan Iskandar Tsani wafat tahun 1642. Hamzah digolongkan pada wujudiyyah mulhid dan disebut zindiq. peneliti Barat seperti Winstedt. berpendapat bahwa ajaran dan doktrin Hamzah dan Syamsuddin sesat. Tapi menurut Azra al-Attas buru-buru mengklarifikasi pendapatnya dalam buku yang berjudul “A Comentary on the Siddiq al-Nur al-Din al-Raniri” terbit tahun 1986. al-Attas. lantas paham ini lenyap dan punah. Asumsi al-Attas ini mengobsesi Ahmad Daudi untuk menjelaskan pada dunia bahwa al-Raniri punya logika pembenaran sendiri yang menurutnya wajar kalau ia menuduh Hamzah dan Syamsuddin sesat. pembahasan tentang wujud Allah dapat dibagi dua: wujudiyyah muwahhid dan wujuddiyah mulhid. menurut Bustan al-Salathin. Seperti telah dijelaskan pada sub-bab sebelum mereke yakin berada dalam tauhid yang benar dan memandang diri sebagai golongan al-muwahhidin al-shiddiqin.

Dari beberapa definisi para sufi.Mengetahui pengaruh tarekat dan tasawuf terhadap pemikiran islam di Indonesia PEMBAHASAN A. tasawwuf berasal dari bahasa Arab yaitu katashuuf yang berarti bulu. Bagaimanakah perkembangan tarekat dan tasawuf di Indonesia? 5. Salah satunya adalah manusia modern telah dilanda kehampaan spiritual. Pada waktu itu para ahli tasawwuf memakai pakaian dari bulu domba sebagai lambang merendahkan diri.3 Sedangkan tarekat sendiri. Di tengah suasana seperti itu. pada taraf tertentu. Mengetahui definisi tasawuf. Mengetahui hubungan antara keduanya. serta Hubungan Antara Keduanya Secara ethimologi.4 atau institusi yang menaungi paham tasawwuf. Materi telah mampu memberikan kesenangan dan kenyamanan lahiriyah. 5. 2006) h Mengetahui definisi tarekat. Karena itu manusia mulai tertarik untuk mempelajari tasawwuf dan berusaha untuk mengamalkannya. Apa pengertian tarekat? 2. nilai-nilai ilahiyah. Hal ini terlihat dengan tumbuhnya majlis-majlis pengajian tasawwuf dengan segala amalan.amalan yang dihubungkan dengan guru sufi. Apa pengaruh tarekat dan tasawuf terhadap pemikiran islam di Indonesia? Tujuan 1 Sri Mulyati.amalan dan dzikir-dzikirnya. Pengertian Taswwuf dan Tarekat. tampaklah pertalian yang sedemikian erat antara tasawwuf dan tarekat. Sehingga sulit mengemukakan definisi yang menyeluruh.majlis tasawwuf inilah yang kemudian populer dengan istilah tarekat.2 Sedangkan secara terminology. Istilah ini kemudian berkembang menjadi organisasi yang tumbuh seputar metode sufi yang khas. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. Rumusan Masalah 1. 2. kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. telah menimbulkan kebosanan. manusia merasakan kerinduan akan nilai-nilai ketuhanan.5 Dari pengertian diatas. Noer Iskandar mendefinisikan bahwa tasawwuf adalah kesadaran murni (fitrah) yang mengarahkan jiwa yang benar kepada amal dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah sedekat mungkin.1 Majlis. secara ethimologi berasal dari kata “Thoriqoh” yang berarti jalan. Bahkan banyak membawa bencana. para sufi dalam mendefinisikan tasawwuf itu sendiri sesuai dengan pengalaman batin yang telah mereka rasakan masing-masing.BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Zaman sekarang disebut zaman modern. Dalam artian jalan yang mengacu kepada suatu system latihan meditasi maupun amalan. Mengetahui sejarah perkembangan tarekat dan tasawuf di Indonesia. semua itu. Namun.. Dan karena dominannya ungkapan batin ini. ditandai dengan kemakmuran material. (Jakarta: Kencana. Apa pengertian tasawwuf? 3. bahwa . maka menjadi beragamnya definisi yang ada. 4. serba mekanik dan otomatis. nilai-nilai yang dapat menuntun manusia kembali kepada fitrahnya. Apa hubungan tarekat dan tasawuf? 4. 3.

8 5 Noer Iskandar Al Barsyany. (Jakarta: Kencana. bahwasanya Aku adalah dekat. yang merupakan spesialisasi ajaran tasawwuf. 8. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Ada yang mengatakan bahwa tasawwuf berasal dari kataahl al shuffah. baru muncul tarekat sebagai kelanjutan kegiatan sufi . (Jakarta: Grafindo.                                                       “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku. 70 B.sophos. Al Baqarah: 186)7 Ayat diatas menunjukkan bahwa sejak awal Islam telah menyinggung masalah umatnya dengan Tuhannya. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. Menurut kayakinan sebagian besar orang Islam. ada beberapa pendapat yang berbeda. Salah satunya adalah: . 2001) hal. Tasawwuf. Sejarah Perkembangan Tasawwuf dan Tarekat di Indonesia Dalam hal kelahiran tasawwuf dalam islam. 2 Ibid hal. Namun para ulama berpendapat bahwa pada abad ke-5 Hijriyyah atau 13 Masehi. yaitu tarekat. ada berbagai macam versi. 2001) hal. tarekat merupakan madzhab-madzhab dalam tasawwuf. Atau dengan kata lain. Tasawwuf. yaitu al Qur’an dan al Hadits. Tarekat dan Para Sufi. ajaran ini terus mengalami perkembangan. Maka (jawablah). 73 6 Ibid. Dalam hal ini. Setelah tasawwuf itu lahir. Tasawwuf. Tarekat dan Para Sufi.Artinya. 2-3 3 Noer Iskandar Al Barsyany.(Jakarta: Grafindo. Shuufi.6 Tasawwuf adalah sebuah ideology dari institusi yang menaunginya. 2006) hal. agar mereka selalu berada dalam kebenaran. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku. tasawwuf murni bersumber dari sumber pokok ajaran islam itu sendiri. Dan tarekat merupakan implementasi dari suatu ajaran tasawwuf yang kemudian berkembang menjadi sebuah organisasi sufi dalam rangka mengimplementasikan suatu ajaran tasawwuf secara bersama-sama. lahirnya tasawwuf bersamaan dengan lahirnya islam itu sendiri. Noer Iskandar Al Barsyany. (Jakarta: Grafindo. Hal ini mengingat banyaknya isyarat yang tersirat bahkan tersurat dalam al Qur’an dan al Hadits.” ( QS. 2001) hal. dan lain-lan. 2-8 4 Sri Mulyati. hal.antara keduanya tampak sulit dibedakan dan tak bisa dipisahkan antara yang satu dengan yang lain. Tarekat dan Para Sufi.

8 Di Indonesia sendiri. Noer Iskandar Al Barsyany. b. berlangsung damai. Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia. 10 Sri Mulyati.11 Namun tampaknya. Tarekat dan Para Sufi. (Jakarta: Kencana. namun baru menjelang abad ke-10 ada bukti-bukti orang-orang pribumi memeluk Islam di suatu kerajaan kecil Perlak. 16 .(Bandung: Mizan. Sejarawan mencatat bahwa karena factor tasawwuf dan tarekatlah Islamisasi Asia Tenggara. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. yang menyebarkan Islam di Nusantara. Khalwatiyah. 2002) Hal 27. yang kebanyakan berasal dari Persia dan India. 2001) hal. sanad(silsilah)-nya muttashil (bersambung) sampai kepada Nabi. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia.10 Dari perpaduan itulah. 2006 hal. Sebagian muballigh. Selama abad ke 14 dan 15 Islam secara berangsur-angsur menyebar ke pantai utara Jawa dan Maluku. Mungkin orang muslim asing memang sudah ada yang menetap di pelabuhan dagang di Sumatra dan Jawa beberapa abad sebelum abad ke-16. 11 8 Sri Mulyati. Dzikron Abdullah memberi batasan-batasan suatu tarekat bisa dikategorikan sebagai tarekat mu’tabarah apabila memenuhi kriteria dibawah ini: a. para ahli berbeda pendapat. menyebabkan banyaknya tarekat dan organisasi mirip tarekat yang berkembang di Indonesia. Gerakan Politik Kaum Tarekat. Syadziliyah dan lain sebagainya.712 11 Martin van Bruinessen. Ajaran tasawwuf dapat dengan mudah dipadukan dengan ide-ide sufistik India dan pribumi yang dianut masyarakat setempat. kelahiran ajaran tasawwuf serta lembaga-lembaga tarekatnya bersamaan dengan kehadiran Islam di kawasan ini. Beberapa di antaranya hanya merupakan tarekat local. Hal ini ditandai dengan adanya silsilah tarekat yang selalu dihubungkan nama pendiri atau tokoh sufi yang yang lahir pada abad itu. hal. termasuk Indonesia. Hal ini terjadi karena Islamisasi di Indonesiatidak terdokumentasi dengan baik sehingga banyak spekulasi dikalangan ilmuwan yang menimbulkan polemic yang hingga saat ini belum selesai. 8 9Tentang kapan pribum nusantara memeluk Islam. (Bandung: Pustaka Hidayah. KH. telah mengenalkan ajaran Islam dalam kapasitas mereka sebagai guru sufi.sebelumnya. sangat mempengaruhi. 2006) hal. Pendapat lain mengatakan bahwa. Terlepas dari semua itu. misalnya tarekat Syattariyah.13 9 Ajid thohir. 6. Faktor kemudahan system komunikasi dalam kegiatan transmisinya serta tarekat – tarekat itu dibawa langsung oleh tokoh-tokoh pengembangnya. hanya ada beberapa tarekat yang bisa masuk dan berkembang di Indonesia.12 Bahkan saat ini Indonesia telah mampu memilah dan memilih antara tarekat yang mu’tabarah dan ghoiru mu’tabarah.(Jakarta: Grafindo. 7 Ibid hal. Tasawwuf. misalnya Wahidiyahdan Shiddiqiyah di Jawa Timur dan Syahadatain di Jawa Tengah. Bahkan ada yang merupakan cabangdari gerakan sufi Internasional. (Jakarta: Kencana. dari sekian banyak tarekat yang ada di seluruh dunia. 1996).Pelaksanaan syari’at dalam suatu tarekat harus benar dan ketat. tasawwuf merupakan akulturasi ajaran Islam dengan ajaran Kristen atau Hindu dan Budha. Naqsabandiyah. dilanjutkan pada abad ke-13 oleh kerajaan smudera Pasai.

(Jakarta: Kencana. tarekat masih mendapat tempat tempat d hati kaum muslimin Indonesia. Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia. Juga tidak hanya terbatas kalangan ekonomi 14 Sri Mulyati. bahwa ajaran tasawwuf berkembang pesat karena orang. Bahkan terus berkembang di kota-kota besar di Indonesia. Gerakan Politik Kaum Tarekat. Pemikiran para sufi besar Ibn Al ‘Araby dan Abu Hamid Al Ghazali sangat berpengaruh terhadap pengamalan-pengamalan muslimin generasi pertama. 253 15ht t p:/ / www. Tarekat dan Para Sufi. tetapi telah merambah pada kalangan ekonomi ke atas.orang pribumi sangat antusias terhadap ajaran ini. 2001.16 Ketika itu. (Bandung: Pustaka Hidayah. Jakarta:Raja Grafindo Persada. 2002)hal 32-34 menengah ke bawah. Gerakan Politik Kaum Tarekat. terlihat bahwa pada waktu itu tarekat berfungsi tidak hanya sebagai gerakan keagamaan. kehadiran tarekat di tengah-tengah masyarakat Indonesia pada masa penjajahan itu telah memberikan angin segar bagi rakyat jajahan yang ingin melepaskan diri dari penjajahan.15 C.org/ ri sal ah/ perkem bangan . Hal ini dipengaruhi oleh kekentalan kehidupan pribumi terhadap mistik sebelum Islam datang.14 tarekat Shiddiqiyah yang didirikan oleh Kyai Muchtar Mukti. Noer.wordpress. van Bruinessen. Tasawwuf. Jakarta: Kencana. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia.nusant ara.17 Bahkan. 2002 .com / 2008/ 05/ 01/ t areqah . Kediri pada tahun 1888. ada beberapa tarekat yang lahir dan berkembang di Indonesia. (Jakarta: Kencana.m ut abarah. Dengan hal ini. Nuruddin Al Raniri. bahkan para bangsawan.republ i ka.t arekat . corak pemikiran Islam diwarnai oleh tasawwuf. dan ada juga yang memang hasil ijtihadnya.i d/ be ri t a/ 61218/ P erkem bangan_T ar ekat _di _Duni a_Isl am 16ht t p:/ / bai t ul am i n. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. diantaranya adalah Syaikh Yusuf Makassar. Sehingga tidak lama setelah Islam bersama ajaran Tasawwufnya masuk ke Nusantara. Sri. http://orgawam. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme warga setiap acara rutinan jam’iyyah tarekat tertentu. Martin. 2006) hal.indonesi a/ Bahkan lebih dari itu. Gerakan Politik Kaum Tarekat. Bandung: Pustaka Hidayah. 2002)Hal 27-28 13ht t p:/ / orgawam . Mulyati. tetapi juga gerakan politik dalam menghadapi penjajahan. Abdul Ra’uf Singkel dan lain-lain.18 Saat ini. Ajid. Syamsuddin Al Sumatrani. Ada yang merupakan hasil ulama’ lokal yang mengkolaborasikan beberapa tarekat.ht m l 17 Sri Mulyati. Timbulnya beberapa pemberontakan di Banten pada tahun 1888. dan Sidoarjo pada tahun 1904. banyak ulama’ nusantara yang menggeluti ajaran ini.com/2008/05/01/tareqah-mutabarah-di-indonesia/ Thohir. 1996.12 Ajid thohir. 818 Ajid Thohir.co. DAFTAR PUSTAKA Iskandar. Diantaranya adalah tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah didirikan oleh Syaikh Ahmad Katib Sambas. 2006) hal.wordp ress. Pengaruh Tasawwuf dan Tarekat Terhadap Pemikiran Islam di Indonesia Seperti telah di sebutkan di atas. Hamzah Fansuri. (Bandung: Pustaka Hidayah. 2006.di . Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. Bandung: Mizan.

html .http://www.republika.org/risalah/perkembangan-tarekat-nusantara.id/berita/61218/Perkembangan_Tarekat_di_Dunia_Islam http://baitulamin.co.

Beliau bernama Muhammad ibn ‘Ali ibn Hasan ibn Muhammad al-Raniri al-Qurasyi al-Syafi’i. Dominasi ajaran Hindu dan Budha saat itu. materi-materi dakwah dan berbagai aspek lainnya dalam dakwah itu sendiri adalah di antara hal yang perlu kita pelajari. juga para pemeluknya saat itu sudah tidak memiliki tempat. mungkin melebihi penyebaran ke wilayah barat dari bumi ini. pada sekitar permulaan abad sebelas hijriah datang salah seorang keturunan Rasulullah. Kedua. ••• Di wilayah Aceh. hingga keyakinan-keyakinan animisme cukup mengakar di berbagai tingkatan masyarakat. Bagaimanakah olahan tangan-tangan terampil tersebut hingga membuahkan hasil yang sangat menakjubkan?! Ketiga. “Tangan-tangan ahli” dalam membawa misi dakwah Islam saat itu sangat terampil dan pleksibel.Segala puji Allah Tuhan sekalian alam. juga wilayah Sumatera pada umumnya. Nabi pembawa wahyu dan kebenaran. Persentuhan budaya yang sama sekali berbeda antara budaya orang-orang wilayah Nusantara (Melayu) dengan umunya orang-orang timur tengah menghasilkan semacam budaya baru. yaitu al-Hasîb al-Nasîb as-Sayyid al-Imam Ahmad alRifa’i. Tarekat al-Rifa’iyyah dikenal sebagai tarekat yang kuat memegang teguh akidah Ahlussunnah. Secara geografis wilayah nusantara sangat jauh dari negara-negara Arab sebagai pusat munculnya dakwah Islam. Terhadap akidah hulûl dan wahdah al-wujûd tarekat ini sama sekali tidak memberi ruang sedikitpun. Ajaran Ahlussunnah yang sebelumnya sudah memiliki tempat di hati orangorang Aceh menjadi bertambah kuat dan sangat dominan dalam perkembangan Islam di wilayah tersebut. Dia tidak menyerupai apapun dari makhluk-Nya. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad. yang sekarang nama beliau diabadikan dengan sebuah Institut Agam Islam Negeri (IAIN). Hampir seluruh orang yang berada dalam tarekat al-Rifa’iyyah memerangi dua akidah ini. Dia tidak membutuhkan apapun dari makhluk-Nya. Budaya baru ini tidak sangat cenderung ke timur tengah juga tidak sangat cenderung kepada ortodoksi wilayah setempat. Namun demikian perkembangan Islam di Nusantara pada awal kedatangannya sangat pesat. terutama akidah hulûl dan ittihâd. Namun kelebihan yang ada pada budaya baru ini ialah bahwa nilai-nilai –terutama akidah– ajaran Islam telah benar-benar berhasil ditanamkan oleh para pendakwahnya. paling tidak ada tiga hal yang membuat penyebaran agama Islam cukup unik untuk dikaji. Sebelum ke nusantara beliau pernah belajar di Tarim Hadramaut Yaman kepada para ulama terkemuka di sana. al-Raniri diangkat menjadi “Syaikh al-Islâm” bagi kesultanan tersebut. Dan siapapun dari makhluk-Nya selalu membutuhkan kepada-Nya. Dalam peta Indonesia. Pertama. Metodologi dakwah. hingga menjadi khalifah dalam tarekat ini. Faham-faham akidah Syi’ah. Jaringan informasi dari satu wilayah ke wilayah lain saat itu sangat membutuhkan waktu dan tenaga. Syaikh Nuruddin ar-Raniri. Para pemeluknya di dalam fikih dikenal sebagai orang-orang yang konsisten memegang teguh madzhab asySyafi’i. Sementara dalam akidah sangat kuat memegang teguh akidah Asy’ariyyah. kondisi wilayah dan masyarakat Indonesia. Ketika kesultanan Aceh dipegang oleh Iskandar Tsani. Beberapa karya yang mengandung faham dua akidah tersebut. al-Raniri masuk ke wilayah tasawuf melalui tarekat alRifa’iyyah. Konsistensi ini mereka warisi dari perintis tarekat al-Rifa’iyyah sendiri. yang sebelumnya sempat menyebar di wilayah tersebut menjadi semakin diasingkan. Padahal sejarah mencatat bahwa wilayah Nusantara ketika itu diduduki berbagai kerajaan yang dianggap cukup kuat memegang ortodoksi ajaran leluhur mereka. Ditangan ulama besar ini. Salah satunya kepada al-Imam Abu Hafsh ‘Umar ibn ‘Abdullah Ba Syaiban al-Hadlrami. . Bahkan beberapa kitab aliran hulûl dan ittihâd sempat dibakar di depan Majid Baiturrahman.

baik formal maupun non formal di berbagai pelosok Indonesia. Siria. Negara Yaman saat itu. ialah orang-orang yang memiliki garis keturunan dari Rasulullah. Secara “yuridis” hampir seluruh ajaran tasawuf terepresentasikan dalam karya al-Ghazali ini. Tokoh ini cukup melegenda dan cukup dikenal di hampir seluruh daratan Melayu. dan beberapa wilayah di daratan Syam. Tokoh kita ini adalah Syaikh ‘Abd ash-Shamad al-Jawi al-Palimbani yang hidup di sekitar akhir abad dua belas hijriah. Sunan Ampel. seperti yang sudah kita kenal. Sunan Kudus. Beliau adalah murid dari Syaikh Muhammad Samman al-Madani. Sunan Bonang. Hal ini menunjukan bahwa tasawuf yang diemban oleh Syaikh ‘Abd ash-Shamad adalah tasawuf yang telah dirumuskan oleh Imam al-Ghazali. Sunan Gresik. Berbeda dengan Iran. al-Ghazali dengan karyanya Ihyâ’ Ulûm al-Dîn adalah rujukan standar dalam menyelami tasawuf dan tarekat. Karena. dengan beberapa penyesuaian penjelasan. Sunan Muria. Tokoh-tokoh melegenda ini hidup di sekitar pertengahan abad sembilan hijriah. Libanon. Dalam pembukaan kitab yang tersusun dari empat jilid tersebut penulisnya mengatakan bahwa tujuan ditulisnya kitab dengan bahasa Melayu ini agar orang-orang yang tidak dapat memahami bahasa Arab di wilayah Nusantara dan sekitarnya dapat mengerti tasawuf. bahkan mungkin sebelum itu. terlebih bila ditambah dengan usaha mengaplikasikannya dalam tindakan-tindakan. Sunan Giri. Artinya Islam sudah bercokol di wilyah Nusantara ini sejak sekitar 600 tahun lalu. ••• Wali songo yang tidak pernah kita lupakan. serta dapat mempraktekan ajaranajarannya secara keseluruhan. Tentang sosok al-Ghazali. sudah lebih dari cukup untuk mengenal kapasitasnya dengan hanya melihat karya-karya agungnya yang tersebar di hampir seluruh lembaga pendidikan Islam. dan Sunan Gunung Jati adalah sebagai tokoh-tokoh terkemuka dalam sejarah penyebaran Islam di wilayah Nusantara. Dari tangannya lahir sebuah karya besar dalam bidang tasawuf berjudul Siyar al-Sâlikîn Ilâ ‘Ibâdah Rabb al-‘Âlamîn. Karena itu pula para wali songo yang tersebar di wilayah Nusantara memiliki garis keturunan yang bersambung hingga Rasulullah. Sunan Kalijaga. Dan ini berarti bahwa orientasi tasawuf Syaikh ‘Abd al-Shamad yang diajarkannya tersebut benar-benar berlandaskan akidah Ahlussunnah. Yaman adalah pusat kegiatan ilmiah yang telah melahirkan ratusan bahkan ribuan ulama sebagai pewaris peninggalan Rasulullah. Bagi kalangan pondok pesantren. bila seorang santri sudah masuk dalam mengkaji Ihyâ’ ‘Ulûm al-Dîn berarti ia sudah berada di “kelas tinggi”. terutama pondok-pondok yang mengajarkan kitab-kitab klasik (Salafiyyah). Materi kitab yang dikaji dan sejauh mana aplikasi hasil kajian tersebut dalam prilaku keseharian biasanya menjadi tolak ukur untuk melihat “kelas-kelas” para santri tersebut. Sunan Drajat. Kitab Siyar al-Sâlikin sebenarnya merupakan “terjemahan” dari kitab Ihyâ’ ‘Ulûm al-Dîn. yang dikenal sebagai penjaga pintu makam Rasulullah. bahkan hingga sekarang. negara Yaman dianggap . Karena sebenarnya di lingkungan pesantren kitab-kitab yang dikaji memiliki hirarki tersendiri. Imam al-Ghazali adalah sosok yang sangat erat memegang teguh ajaran Asy’ariyyah Syafi’iyyah. adalah “gudang” al-Asyrâf atau al-Habâ’ib. Yordania. Terutama bagi kalangan Nahdliyyin. Dan untuk menaiki hirarki-hirarki tersebut membutuhkan proses waktu yang cukup panjang. ••• Di Palembang Sumatera juga pernah muncul seorang tokoh besar. Kegiatan ilmiah di Yaman memusat di Hadlramaut.Dengan demikian dapat diketahui bahwa di bagian ujung sebelah barat Indonesia faham akidah Ahlussunnah dengan salah satu tarekat mu’tabarah sudah memiliki dominasi yang cukup besar dalam kaitannya dengan penyebaran Islam di wilayah Nusantara. Sejarah mencatat bahwa para pendakwah yang datang ke Indonesia berasal dari Gujarat India yang kebanyakan nenek moyang mereka adalah berasal dari Hadlramaut Yaman. Kitab dalam bahasa Melayu ini memberikan kontribusi yang cukup besar dalam perkembangan tasawuf di wilayah Nusantara.

Juga dapat pula berarti menilai bahwa keikhlasan-keikhlasan para wali songo tersebut sebagai sesuatu yang tidak memiliki arti. dalam Risâlah al-Mu’âwanah mengatakan bahwa seluruh keturunan as-Sâdah al-Husainiyyîn atau yang dikenal dengan Al Abi ‘Alawi adalah orang-orang Asy’ariyyah dalam akidah dan Syafi’iyyah dalam fikih. terutama di kalangan pondok pesantren di Indonesia. Tentunya. Konsep ajaran al-Hallaj tentang ittihâd dan hulûl hendak dihidupkan oleh Syaikh Siti Jenar di kepulauan Jawa. Kitab-kitab ini dapat kita pastikan sangat akrab di lingkungan pondok pesantren. Santri yang tidak mengenal kitab-kitab tersebut patut dipertanyakan “kesantriannya”. ••• Suatu hari wali songo berkumpul membahas hukuman yang pantas untuk dijatuhkan kepada Syaikh Siti Jenar. Dan ajaran Asy’ariyyah Syafi’iyyah inilah yang disebarluaskan oleh moyang keturunan Al Abi ‘Alawi tersebut. Salah satunya as-Sayyid al-Imam ‘Abdullah ibn ‘Alawi al-Haddad. Kampung Tanara. yaitu al-Imâm al-Muhâjir as-Sayyid Ahmad ibn ‘Isa ibn Muhammad ibn ‘Ali ibn alImâm Ja’far ash-Shadiq. Di kemudian hari tokoh kita ini sangat dihormati tidak hanya oleh orang-orang Indonesia dan sekitarnya. pada permulaan abad ke tiga belas hijriah. Di sini kita juga tidak perlu repot memperdebatkan apakah latar belakang politis yang membawa Syaikh Siti Jenar kepada kematian?! Terlebih dengan mencari kambing hitam dari para penguasa saat itu atau dari para wali songo sendiri yang “katanya” merasa dikalahkan pengaruhnya oleh Syaikh Siti Jenar. Beberapa judul kitab. atau istilah lain melihat mereka dengan pandangan su’uzhan (berburuk sangka). Dengan demikian dari silsilah ayahnya. jangan sampai kita terjebak di sini. Al-Hallaj dahulu di Baghdad dihukum pancung dengan kesepakatan dan persetujuan para ulama. di salah satu kepulauan di wilayah Nusantara lahir sosok ulama besar. dan Kitab Tafsir al-Qur’an Marâh Labîd adalah sebagian kecil dari hasil karyanya. daerah pesisir pantai yang cukup gersang di sebelah barat pulau Jawa adalah tanah kelahirannya. Pernyataan semacam ini jelas terlalu dibuatbuat. Bahkan hal ini diungkapkan dengan jelas oleh para para tokoh terkemuka Hadlramaut sendiri dalam karya-karya mereka. Orang terakhir disebut ini adalah orang yang dianggap merusak tatanan akidah dan syari’ah. Nashâ’ih al-‘Ibâd. juga dengan gelar “Imâm ‘Ulamâ’ al-Haramain”. karena sama dengan berarti menyampingkan nilai-nilai yang telah diajarkan dan diperjuangkan wali songo itu sendiri. Nûr al-Zhalâm. Setelah perundingan yang cukup panjang. garis keturunan Syaikh Nawawi bersambung hingga . tapi juga oleh orang-orang timur tengah. Mirqât Shu’ûd al-Tashdîq. termasuk dengan rekomendasi al-Muqtadir Billah. Mayoritas orang-orang Islam di negara ini dalam fikih bermadzhab Syafi’i dan dalam akidah bermadzhab Asy’ari. persis seperti yang telah dilakukan oleh para ulama di Baghdad terhadap al-Hallaj. penulis ratib al-Haddad. wali songo memutuskan bahwa tidak ada hukuman yang setimpal bagi kesesatan Syaikh Siti Jenar kecuali hukum bunuh. bahkan oleh dunia Islam secara keseluruhan. seperti Kâsyifah al-Sajâ.memiliki tradisi kuat dalam memegang teguh ajaran Ahlussunnah. sebagai khalifah ketika itu. Tokoh kita ini tidak lain adalah Syaikh Nawawi al-Bantani. ••• Pasca wali songo. Beliau adalah keturunan ke-12 dari garis keturunan yang bersambung kepada Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) Cirebon. Beliau menjadi guru besar di Masjid al-Haram dengan gelar “Sayyid ‘Ulamâ’ al-Hijâz”. Bahjah al-Wasâ’il. sejarah telah mencatatkan bahwa yang membawa al-Hallaj ke hadapan pedang kematian adalah karena akidah hulûl dan ittihâd yang dituduhkan kepadanya. Kita tidak perlu mendiskusikan adakah unsur politis yang melatarbelakangi hukuman pancung terhadap al-Hallaj ini atau tidak?! Secara sederhana saja. Qâmi’ al-Thughyân. Ia membawa dan menyebarkan akidah hulûl dan ittihâd dengan konsepnya yang dikenal dengan “Manunggaling kawula gusti”. Dan ajaran Asy’ariyyah Syafi’iyyah ini pula yang di kemudian hari di warisi dan ditanamkan oleh wali songo di tanah Nusantara. Berbagai hasil karya yang lahir dari tangannya sangat populer.

daerah Sulawesi sendiri saat itu sebagai penghasil berbagai komuditas. Demikian pula dengan penyebaran tasawuf yang secara praktis berafiliasi kepada Imam al-Ghazali dan Imam al-Junaid al-Baghdadi. Syaikh Yusuf juga berkunjung ke Aceh dan bertemu dengan Syaikh Nuruddin ar-Raniri. Kholil Bangkalan (Madura). Dua kerajaan kembar. Darinya. dan bahkan sempat beberapa tahun tinggal di negara timur tengah hanya untuk memperdalam ilmu agama. Sosok ulama besar tersebut tidak lain adalah Syaikh Yusuf al-Makasari. Walaupun sebagian ahli sejarah mempertanyakan kebenaran adanya . terutama rempah-rempah dan hasil bumi lainnya. Dari didikan tangan Syaikh Nawawi di kemudian hari bermunculan syaikh-syaikh lain yang sangat populer di Indonesia. Agama Islam masuk ke wilayah ini pada sekitar permulaan abad sebelas hijriah. Di Mekah beliau berkumpul di “kampung Jawa” bersama para ulama besar yang juga berasal dari Nusantara. yang merupakan putra mahkota kerajaan Banten saat itu. Kepada para ulama Mekah terkemuka saat itu. juga seorang alim besar multi disipliner yang menguasai berbagai macam disiplin ilmu agama. Di samping sebagai tempat persinggahan para pedagang yang mengarungi lautan. Syaikh Yusuf sendiri di samping seorang sufi terkemuka. saat itu sangat populer dan mengakar di masyarakat Indonesia. ••• Di wilayah timur Nusantara ada kisah melegenda tentang seorang ulama besar. Hasyim Asy’ari (pencetus gerakan sosial NU). di antaranya tarekat al-Qadiriyyah. memiliki ruang gerak yang sangat sempit sekali. KH. as-Sayyid Muhammad Syatha ad-Dimyathi. KH. KH. Syaikh Nawawi belajar di antaranya kepada as-Sayyid Ahmad Zaini Dahlan (mufti madzhab Syafi’i). Ajaran-ajaran di luar Ahlussunnah. Asy’ariyyah Syafi’iyyah di Indonesia menjadi sangat kuat. Tentu perkembangan dakwah ini juga didukung oleh kondisi geografis wilayah Sulawesi yang sangat strategis. seperti faham “non madzhab” (al-Lâ Madzhabiyyah) dan akidah hulûl atau ittihâd serta keyakinan sekte-sekte sempalan Islam lainnya. Pada periode ini. Tercatat bahwa beliau tidak hanya belajar di daerahnya sendiri. Latar belakang pendidikan Syaikh Yusuf menjadikannya sebagai sosok yang sangat kompeten dalam berbagai bidang. Di antara mereka adalah. Asnawi (Caringin Banten). Syaikh ‘Abd al-Hamid ad-Dagestani. Asnawi (Kudus) dan tokoh-tokoh lainnya. Perjalanan ilmiah Syaikh Yusuf di kepulauan Nusantara di antaranya ke Banten dan bertemu dengan Sultan ‘Abd al-Fattah (Sultan Ageng Tirtayasa). KH. Dominasi murid-murid Syaikh Nawawi yang tersebar dari sebelah barat hingga sebelah timur pulau Jawa memberikan pengaruh besar dalam penyebaran ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah. Selain ke Banten. tepatnya dari wilayah Makasar Sulawesi. bahkan dengannya bersama-sama memperdalam ilmu agama. Perjalanan ilmiah yang beliau lakukan telah menempanya menjadi seorang ulama besar. Di antaranya kepada Syaikh Khathib Sambas (dari Kalimantan) dan Syaikh ‘Abd al-Ghani (dari Bima NTB).Rasulullah. dan lainnya. Penyebaran tasawuf pada periode ini diwarnai dengan banyaknya tarekat-tarekat yang “diburu” oleh berbagai lapisan masyarakat. ajaran Ahlussunnah. Tubagus Ahmad Bakri (Purwakarta Jawa Barat). terutama ajaran tasawuf praktis yang cukup menjadi primadona masyarakat Sulawesi saat itu. dan belajar kepada yang lebih senior di antara mereka. KH. Mereka tidak hanya sebagai tokoh ulama yang “pekerjaannya” bergelut dengan pengajian saja. kerajaan Goa dan kerajaan Talo yang dipimpin oleh dua orang kakak adik memiliki andil besar dalam penyebaran dakwah Islam di wilayah tersebut. tapi juga merupakan tokoh-tokoh terdepan bagi perjuangan kemerdekaan RI. KH. Najihun (Tangerang). Di kemudian hari kelahiran Syaikh Yusuf menambah semarak keilmuan. tapi juga banyak melakukan perjalanan (rihlah ‘ilmiyyah) ke berbagai kepulauan Nusantara. Saat itu banyak kerajaan-kerajaan kecil yang menerima dengan lapang dada akan kebenaran ajaran-ajaran Islam. Dengan orang terakhir ini Syaikh Yusuf cukup akrab. Syaikh Yusuf mendapatkan ijazah beberapa tarekat.

al-Quds. bahwa orientasi karya-karya tersebut tidak lain adalah Syafi’iyyah Asy’ariyyah. maka dapat dipastikan bahwa ajaran-ajaran yang disebarkan Syaikh Yusuf di bagian timur Nusantara adalah ajaran Ahlussunnah. beberapa tarekat besar masuk ke Indonesia melalui Makkah dan Madinah. dalam akidah madzhab Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari dan dalam fikih madzhab Imam Muhammad ibn Idris as-Syafi’i. tarekat al-Khalwatiyyah dan lainnya. Dengan cara ini pula Tarekat Syattariyah yang berasal dari India berkembang di Makkah dan Madinah dan kemudian berpengaruh luas di Indonesia. Syamsuddin as-Sumatrani (w. Dengan demikian jelaslah. negara yang mempengaruhi berkembangnya tarekat di Indonesia adalah India (Gujarat). namun hal penting yang dapat kita tarik sebagai benang merah ialah bahwa jaringan tarekat saat itu sudah benar-benar merambah ke berbagai kepulauan Nusantara. Dalam syairnya Hamzah juga bercerita tentang kunjungannya ke Makkah. Source : ALLAHadaTANPAtempat http://www. Dan bila benar bahwa Syaikh Yusuf pernah bertemu dengan Syaikh Nuruddin al-Raniri serta mengambil tarekat darinya. Kondisi ini sama sekali tidak memberikan ruang kepada akidah hulûl atau ittihâd untuk masuk ke wilayah “kekuasaan” Syaikh Yusuf al-Makasari. Dan menurut cerita rakyat setempat. tarekat al-Sadah al-Ba’alawiyyah. Baghdad (disana ia mengunjungi makam syekh ‘Abdul-Qadir al-Jilani) dan ke Ayuthia. 1630) dan Nuruddin ar-Raniri belajar menimba ilmu dan mendapatkan ijazah serta menjadi khalifah. Kepastian bahwa Syaikh Yusuf seorang Sunni tulen juga dapat dilihat dari perjalanan ilmiah beliau yang dilakukan ke Negara Yaman. Ini dikuatkan pula dengan karya-karya yang ditulis Syaikh Yusuf sendiri. Shufi Indonesia yang pertama kali menulis karangan tentang tarekat adalah Hamzah Fansuri. bahkan mereka dapat menunjukkan letak kuburannya. Di Jawa. bahwa Hamzah Fansuri (w 1590) adalah shufi pertama di Indonesia yang diketahui secara pasti menganut Tarekat Qadiriyah. Dari namanya saja kita tahu bahwa beliau berasal dari kota Fansur (sebutan orang Arab untuk kota Barus.smadarulmuhajirin.html data 2 Perkembangan Tarekat 30 11 2009 Perkembangan Tarekat di Indonesia Pada awalnya. Di negara ini pula Syaikh Yusuf mendapatkan berbagai ijazah tarekat mu’tabarah. pengaruh tarekat ini banyak ditemui di daerah Cirebon dan Banten. Dalam tulisannya.com/readnews-29-sejarah-perkembangan-tasawuf-di-indonesia. Syaikh ‘AbdulQadir al-Jilani pernah datang ke Jawa.pertemuan antara Syaikh Yusuf dengan Syaikh Nuruddin ar-Raniri. Dalam syairnya juga ia mengaku menerima ijazah Tarekat Qadiriyah di Baghdad bahkan diangkat menjadi khalifah dalam tarekat ini. kota kecil di pantai barat Sumatra yang terletak antara Sibolga dan Singkel). Tarekat Qadiriyah adalah tarekat pertama yang masuk ke Indonesia. Di antaranya tarekat al-Naqsyabandiyyah. dari sanalah Hamzah Fansuri. Namun pada abad-abad berikutnya. tarekat al-Syatariyyah. Latar belakang keilmuan Syaikh Yusuf ini menjadikan penyebaran tasawuf di di wilayah Sulawesi benar-benar dilandaskan kepada akidah Ahlussunnah. Di negara ini Syaikh Yusuf belajar kepada tokoh-tokoh terkemuka saat itu. ia mengungkapkan gagasan nya melalui syair bercorak wihdatul-wujud yang cendrung kepada penafsiran panteistik. Indikasi .

murid Hamzah Fansuri yang banyak menulis kitab dalam bahasa Arab dan Melayu. ia menjadi ahli fiqh terkenal di Aceh dan seorang shufi yang menyeimbangkan pandangan para pendahulunya dalam mengajarkan zikir dan wirid tarekat Syattariyah.lain tentang pengaruh Tarekat Qadiriyah di Banten adalah. Syekh Abdul Rauf belajar di Makkah selama 19 tahun dengan guru-guru tarekat. fiqh. Beliau sendiri pernah menulis silsilah keturunannya sebagai berikut : Syekh Ali bin Abdullah bin Abdul Jabbar bin Yusuf bin Ward bin Batthol bin Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. selain itu ia juga menganut tarekat Aydrusiyah dan Qadiriyah. ar-Raniry juga memiliki banyak keahlian. tetapi dalam kitab Bustanus-Salatin karya Nuruddin. yaitu murid-murid Syamsuddin yang dituduh menganut paham Panteisme. sejarah. Tokoh tarekat Syadziliyah yang terkenal antara lain Ibnu ‘Athoillah as-Sakandari. dan ‘Abdul-Wahhab as-Sya’rani. Nama lengkapnya adalah Nuruddin bin Ali bin Hasanji bin Muhammad Hamid ar-Raniry.1630). Ajaran martabat tujuh merupakan adaptasi dari teori emanasi Ibnul-‘Arabi yang sangat populer di Indonesia. wafat tahun 1068/1658. dan paham wihdatul-wujud yang lebih sedikit moderat. Ia banyak menulis kitab tentang ilmu kalam dan tasawuf. Syamsudin sendiri berafiliasi dengan Tarekat Syattariyah seperti halnya Burhanpuri. perbandingan agama. Tidak diketahui secara jelas kapan tahun kelahirannya. Pendiri Tarekat Syadziliyyah adalah syekh Ali bin Abdullah bin Abdul-Jabbar Abul Hasan as-Syadzili (w. Sekembalinya dari Makkah tahun 1661. Ar-Raniry tercatat sebagai tokoh shufi terakhir yang membawa pengaruh bagi semua tarekat yang berkembang di Indonesia dan berasal langsung dari India. Tapi Nuruddin ar-Raniri dalam kitabnya Hujjatus-Shiddiq li daf’iz-Zindiq menganggap. Muridnya menyebarkan tarekat ini ke Sumatera Barat melalui syekh Burhanuddin Ulakan. 1258). Dia perumus pertama ajaran martabat tujuh di nusantara serta metode pengaturan nafas pada saat ber-dzikir ( yang dianggap sebagai pengaruh yoga pranayama dari India ). adanya pembacaan kitab manaqib syekh ‘Abdul-Qadir al-Jilani pada acara-acara tertentu di kehidupan beragama masyarakat disana. Pada tahun 1054/1644 ar-Raniry meninggalkan Aceh kembali ke Ranir karena mendapatkan serangan balik dari lawan-lawan polemiknya. Shufi selanjutnya adalah Nuruddin ar-Raniri. hadits. dan politik. Ajaran ini berasal dari seorang ulama besar asal Gujarat bernama Muhammad bin Fadhlullah Burhanpuri pengarang kitab at-Tuhfatul-Mursalah ilaa Ruuhin-Nabi. serta membakar buku-buku yang berisi ajaran sesat. Silsilah keturunannya bergaris sampai kepada saidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. Ia mengeluarkan fatwa untuk memburu orang yang dianggap sesat. ia menguasai ilmu teologi. Dalam ber-tarekat. Ibrahim al-Kurani. serta ke Jawa melalui syekh Muhyidin dari Pemijahan yang sampai sekarang ajarannya masih . diantaranya adalah Tarekat Syattariyah yang dibawa oleh murid utamanya. Sebagai seorang shufi. Ar-Raniry pernah menjabat Syaikhul-Islam atau mufri di kerajaan Aceh pada pemerintahan Sultan Iskandar Tsani dan Sultanah Shofiatud-Din. diantaranya adalah syekh al-Qusyasyi. Shufi lain yang juga terkenal di Indonesia adalah Syamsuddin (w. kemudian di bawa ke Indonesia. syekh Abdul Rauf Singkel. Amalan utama dari tarekat ini pun masih dapat dirasakan hingga saat ini yaitu hizbul-bahr yang diyakini sangat memberi pengaruh yang kuat bagi pengamalnya. bahkan Tarekat Syattariyah menjadi sangat populer di Indonesia sesudah wafatnya. bahwa ajaran martabat tujuh Syamsuddin termasuk ajaran wihdatul wujud yang dianggap menyimpang. Ar-Raniri menetap di Aceh selama tujuh tahun (1637 – 1644) sebagai mufti dan penulis produktif yang menentang doktrin wihdatul wujud. menganut aliran tauhid Asy’ariyah. Ibunya orang Melayu. ia mengamalkan Tarekat Rifa’iyah dan menyebarkan ajaran tarekat ini ke wilayah Melayu. berasal dari keluarga Arab Ranir Gujarat. ayahnya imigran dari Hadromaut. membunuh orang yang menolak bertobat dari kesesatan. Syamsuddin wafat tahun 1039 H (1630 M). Sepeninggalnya. cabang-cabang tarekat dari India berkembang dulu di Makkah-Madinah. serta puteranya syekh Muhammad Thahir di Madinah.

Dalam pengembaraan ilmiahnya. Sesudah syaikh Samman wafat. Keduanya adalah pewaris syekh Zakariya al-Anshori dan ‘Abdul-Wahab asSya’rani dalam bidang fiqh dan tasawuf. 1691) mewakili perpaduan antara tradisi intelektual shufi India dengan Mesir. Di antara kedua tarekat yang diajarkan. 1660) dan al-Kurani (w. Di Sulawesi tarekat ini disebarkan oleh salah seorang muridnya yang bernama Abdul Basir ad-Dharir al-Khalwati yang lebih terkenal dengan nama Tuang Rappang I Wodi.diamalkan di sana. Tarekat Sammaniyah merupakan gabungan dari tarekat Khalwatiyah. yang paling berpengaruh adalah Tarekat Syattariyah dan Naqsyabandiyah. Chistiyah. Barangkali beliau-lah orang pertama yang memperkenalkan Tarekat Khalwatiyah di Indonesia. Naqsyabandiyah dan Syadziliyah. Ketika pulang ke Indonesia tahun 1670 dia mengajarkan ajaran spiritual. orang-orang Indonesia yang bermukim di Arab. yang ternyata merupakan gabungan antara teknik spiritual Khalwatiyah dengan berbagai tekhnik dari tarekat-tarekat lainnya. kedua syaikh ini lebih dikenal orang sebagai penganut Tarekat Naqsyabandiyah. ia berguru lagi dan berbaiat menjadi khalifah Tarekat Khalwatiyah dan mendapat izin ijazah untuk mengajarkan tarekat ini. sekaligus menjadi pengikut sejumlah tarekat di India. Qadiriyah. ‘Aydrusiyah. sehingga menjadi tarekat yang paling “mem-bumi”. Beberapa ulama di Palembang berafiliasi dengan tarekat ini. ternyata Tarekat Syattariyah banyak diminati oleh murid-murid dari Indonesia. Ahmadiyah. Secara formal tarekat ini merupakan salah satu cabang dari Tarekat Khalwatiyah. orang orang Indonesia yang bermukim di Arab tertarik dengan ajaran syekh Muhammad bin Abdul Karim as-Samman (w. Murid syekh Samman yang paling terkenal adalah syekh Abdus Shomad al-Palimbani. juga pernah menjadi pengikut Tarekat Dasuqiyah. Qadiriyah. 1775) ulama Madinah. belajar tarekat ini dari khalifahnya yang bernama Shiddiq bin Umar Khan. pengamal tarekat Kholwatiyah. Keduanya merupakan ulama paling terkenal di kalangan murid yang berasal dari Indonesia. Ba’alawiyah. Syekh Yusuf mempelajari Tarekat Naqsyabandiyah di Yaman melalui Syaikh Muhammad Abdul Baqi. terlebih lagi ajaran martabat tujuh yang menjadi bagian dari kepercayaan populer orang Jawa. Kubrawiyah dan beberapa tarekat lainnya. Ulama Indonesia yang menyebarkan tarekat ini adalah syekh Nafis . Kedua tarekat ini pada mulanya diperkenalkan di Madinah oleh seorang Syaikh India bernama Sibghatullah pada tahun 1605. Al-Qusyasyi (w. ( walaupun al-Kurani di Indonesia lebih dikenal sebagai syaikh Tarekat Syattariyah yang mengirim Abdul Rauf Singkel sebagai khalifah untuk menyebarkan Tarekat Syattariyah di Indonesia ). Syekh Muhammad Samman mengembangkan cara berzikir baru yang ekstatik dan menyusun sebuah ratib (doa-doa) sendiri. Selanjutnya di Damaskus. sehingga tarekat ini mendapat kedudukan yang kokoh di kesultanan Palembang. Syattariyah. Dan selama beberapa generasi. karena tarekat ini relatif lebih mudah jika dipadu dengan berbagai tradisi nusantara. Dan tarekat ini sekarang mengakar dan banyak diamalkan orang di Sulawesi Selatan. padahal di Timur Tengah sendiri. di antaranya adalah Tarekat Naqsyabandiyah. terutama di kalangan para bangsawan Makasar. Walaupun demikian ia telah menjadi sebuah tarekat tersendiri dengan zawiyah sendiri dan dengan pengikut lokal ketika syaikh-nya masih hidup. Syadziliyah. syaikh Yusuf al-Makassari banyak memperoleh ijazah dari sejumlah tarekat. Kitab ini berisi antara lain tentang tekhnik meditasi dalam berdzikir. Ulama lain yang sezaman dengan syekh Abdul Rauf adalah syekh Yusuf al-Makasari (1626 – 1699) penulis kitab ar-Risalah an-Naqsyabandiyah. Abad berikutnya. pengarang sejumlah kitab-kitab penting berbahasa Melayu. Kitab ini memberi kesan bahwa syekh Yusuf benar-benar mengajarkan tarekat ini di Makasar. kemudian berguru lagi kepada syekh Ibrahim al-Kurani tokoh Naqsyabandi di Madinah. karena silsilah syekh Samman hanya melalui gurunya yaitu syekh Musthafa al-Bakri. bahkan Sultan Palembang telah menyediakan sejumlah dana yang cukup besar untuk membangun zawiyah syekh Samman di Jeddah. Khalwatiyah. murid-murid dari Indonesia belajar kepada pengganti alKurani dan berbaiat menjadi pengikut Tarekat Syattariyah.

yang didirikan oleh syaikh Mu’inad-Din Chisyti (w. yakni teknik spiritual Tarekat Qadiriyah dan Naqsyabandiyah menjadi unsur utama yang ditambah dengan unsurunsur tarekat lain. Tarekat Chisytiyah. Perkembangan yang cukup pesat dari tarekat ini ternyata mampu menyaingi otoritas Utsmaniyyah. dan keanggotaannya terbatas pada kelompok etnis Bugis saja. Syattariyah. dan meninggal di Fez. Naqsyabandiyah. Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan salah satu dari dua tarekat yang memiliki jumlah pengikut terbesar di seluruh Indonesia. Di tempat ini pula puluhan orang Indonesia menerima ijazah untuk mengajarkan tarekat ini di kampung halamannya masing-masing. Di Sulawesi Selatan. tarekat Sammaniyah bertemu dengan Tarekat Khalwatiyah. Ia ahli dalam bidang fiqh. Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan tarekat gabungan serupa dengan Sammaniyah. Sulaiman al-Zuhdi dan Ali Ridho menyebarkan tarekatnya kepada orang-orang Indonesia yang mengunjungi Makkah dan Madinah dalam jumlah yang lebih besar lagi selama abad ke-19. khalifahnya syekh Abdul Karim dari Banten menggantikannya sebagai syaikh tarekat ini. Para penggantinya. Awalnya. tarekat Tijaniyyah justru berkembang pesat. Tarekat ini berkembang sedikit berbeda dengan ritual tarekat Sammaniyah lainnya di nusantara. Keduanya bersaing dan saling mempengaruhi sehingga pada akhirnya bergabung menjadi tarekat Khalwatiyah Sammaniyah. sebuah tarekat kelahiran India. Ribuan orang dibaiat menjadi pengikut tarekat ini dan menjalani latihan berkhalwat di zawiyah tersebut. Syekh Nafis al-Banjari juga mengamalkan berbagai tarekat. nanti akan kami jelaskan secara terperinci di dalam buku ini. Tarekat lainnya adalah Naqsyabandiyah Kholidiyah yang tersebar berkat zawiyah yang didirikan oleh syekh Abdullah al-Arzinjani di Jabal Abu Qubais Makkah. dalam usia 80 tahun. ia menyebarluaskan tarekat ini di Kalimantan. Ia mempunyai banyak pengikut dan menjadi guru Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah sebagai tarekat paling populer di Indonesia. sehingga syekh Ahmad dan para pengikutnya dipaksa meninggalkan Aljazair. Selain itu. Aljazair Selatan. Ketika bangkit gerakan Wahhabiyah yang memusuhi kaum shufi dan membenci pengamal tarekat yang cendrung menjauhi dunia dan suka melestarikan tradisi penghormatan terhadap makam syaik-syaikh mereka. (walaupun akhir-akhir ini banyak diamalkan oleh kaum Syiah). Bahkan perkembangan tarekat ini semakin pesat terutama setelah mendapat dukungan dari raja Maroko. Bahkan Syaikh . Maula Sulaiman yang berkepentingan mendekati syekh Ahmad untuk menghadapi pesaingnya dari zawiyah para syarif yang dinilai dapat merongrong kekuasaannya. Khalwatiyah dan Sammaniyah. Dua orang khalifah utama lainnya adalah Kiyai Tolhah dari Cirebon dan Kiyai Ahmad Hasbullah dari Madura. Hal ini terbukti bahwa para pengikut tarekat Chisyti di India menjadikan kitab ‘AwarifulMa’arif karya syaikh Syihabuddin Abu Hafs Umar Suhrawardi sebagai kitab pegangan mereka. dan hidup disana hingga beliau wafat. Tentang keistimewaan dan keunggulan tarekat ini. yaitu Sulaiman al-Qarimi. Ketika ia wafat tahun 1873. karena memiliki keunggulan dan keutamaan yang tidak dimiliki oleh tarekattarekat lainnya. kitab Khasyful-Mahjub karya al-Hujwiri juga sangat populer digunakan oleh kaum Chisti. Tarekat Tijaniyyah didirikan oleh Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijani (1150 – 1230 H/ 1737 – 1815 M) yang lahir di ‘Ainu Madi. tarekat ini berideologi Sunni. seperti Tarekat Qadiriyah. Maroko. Syekh Ahmad at-Tijani pindah ke Fez pada tahun 1798.al-Banjari dengan karyanya ad-Durrun-Nafis dalam bahasa Melayu. Tarekat Tijaniyyah masuk ke Indonesia pada tahun 20-an. 1236). konsep ketuhanan dan amalan-amalan shufi. bahwa tarekat Tijaniyah adalah tarekat yang terbaik. Pengikut tarekat Tijaniyah berkeyakinan. Kitab itu menjadi dasar bagi para guru tarekat Chisytiyah dalam mengajar murid-muridnya. dan banyak mendapatkan pengikut terutama di pulau Jawa dan Madura. Tarekat ini merupakan satu-satunya tarekat yang didirikan oleh ulama asli Indonesia syekh Ahmad Khatib Sambas (Kalimantan Barat) yang lama belajar di Makkah dan sangat dihormati.

com/category/1/ A. tetapi juga menerjemahkan seluruh naskah tersebut (sebanyak 6 jilid) ke dalam bahasa Inggris. di samping tarekat-tarekat lain yang tidak kami sebutkan. segala perbedaan dan perselisihan sektarian harus dihilangkan. pengarang kitab as-Salsabil ul-Ma’in fit-Tharo’iqil-Arba’in dan al-Masa’ilul-‘Anshar. tapi beliau terpaksa meninggalkan Makkah pada tahun 1840 dan kemudian tinggal di sebuah bukit yang bernama Jabal Akhdar di daerah Curenaica. penghormatan tanpa prasangka buruk.Nizomuddin Auliya pernah berkata : “Seorang salik yang tidak memiliki referensi spiritual. Terakhir. maka kitab Kasyful-Mahjub sudah cukup baginya untuk dijadikan pegangan”. Demikianlah sekilas tentang perkembangan sebagian ajaran tarekat yang masuk ke Indonesia. baik di tanah kelahirannya maupun di dunia Barat. The Life and Work of Rumi. sehingga kehadiran-Nya senantiasa dirasakan secara sadar dalam kehidupan. Nicholson yang bukan hanya meng-edit secara kritis semua naskah matsnawi. Tokoh lain yang sangat berjasa dalam memperkenalkan Rumi ke dunia Barat adalah Prof. DEFINISI TASAWUF 22 04 2009 Tasawuf secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha untuk menyucikan hati sesuci mungkin dengan usaha mendekatkan diri kepada Allah. juga pengabdian dan cinta kasih kepada sesama manusia tanpa mempedulikan perbedaan keyakinan. Melalui kitab ini sejumlah tarekat mu’tabaroh disebut dan dijelaskan. Saat ini. http://4binajwa. tarekat ini lebih menekankan persaudaraan dan kesetaraan seluruh umat manusia. sehingga setiap orang merasa sama dalam persaudaraan kemanusiaan. A Study of The Works of Jalaludin Rumi. Dia juga telah menerjemahkan kitab Divani Syam-i Tabriz. Ajaran tasawuf harus bertujuan membidik realitas muslim agar dapat dibangkitkan perasaan cinta kasihnya. terutama melalui ‘whirling darvish’ nya. dan The Triumphal Sun. seperti I am Wind You Are Fire. Tokoh tarekat ini adalah Javad Nurbakhsy yang cukup produktif menulis karya-karyanya. Maulana Jalaluddin Rumi (w. praktik tasawuf bertujuan menciptakan kepribadian lahiriah yang sangat etis. dan khususnya di Persia (Iran). tarekat kelahiran Iran yang telah populer. Orientalis yang sangat berjasa dalam memperkenalkan tarekat Rumi ke dunia Barat adalah Reynold A. Corak . Dengan energi tasawuf inilah. yang telah menulis dengan penuh penghargaan dan kebanggaan tentang karya-karya Rumi. Sedangkan karya Rumi yang lain Fihi Ma Fihi telah diterjemahkan oleh Arberry dengan judul Discourse of Rumi. 2003). Wallohu a’lam bis showaab. baik di negeri Muslim maupun di Barat. Dalam tarekat ini. Tarekat Mawlawiyah kelahiran Turki ini dikenal luas. tarekat Ni’matullah mempunyai banyak pengikut di Amerika Serikat. sehingga mampu menyatukan para pemeluk dari pelbagai agama dan keyakinan. disebabkan kurang berkembang dan tentunya kurang banyak diminati oleh orang.wordpress. Syekh as-Sanusi telah mendirikan sebuah zawiyah di Abu Qubais Makkah. dan kebangsaan. budaya. karena seorang shufi harus mengarahkan perhatiannya hanya kepada wilayah keesaan Ilahi (tauhid). Eropa. Kedua kitab ini termasuk bahan rujukan yang digunakan oleh Jam’iyah Ahlith-Thoriqoh Mu’tabaroh An-Nahdliyyah. Tarekat Ni’matullohi. Dengan ‘matsnawi’-nya. tarekat Sanusiyah didirikan oleh Muhammad bin ‘Ali as-Sanusi (1787 – 1859). dan membimbing hati untuk menghimpun berbagai kwalitas dan keutamaan. Annemarie Schimmel (w. Ibnu Khaldun pernah menyatakan bahwa tasawuf para sahabat bukanlah pola ketasawufan yang menghendaki kasyful-hijab (tersingkapnya tabir antara Tuhan dengan makhluk) atau hal-hal sejenisnya yang diburu oleh para sufi di masa sesudahnya. 1273) menjadikan puisi-puisi karangannya sebagai salah satu pusat inspirasi spiritual. Dalam ajarannya.

Berbeda dengan orang-orang kaya saat itu yang kebanyakan memakai kain sutra. Karena fungsi ilmu tasawuf adalah untuk mensucikan batin agar dalam ber-musyahadah dengan Allah semakin kuat. yaitu sebutan bagi orang – orang yang hidup di sebuah gubuk yang dibangun oleh Rasulullah SAW. maka kedudukan ilmu tasawuf diantara ajaran Islam merupakan induk dari semua ilmu. hidup sederhana. . dan mengikuti contoh Rasulullah SAW dalam segala hal. Mereka tinggal di sekitar masjid nabi dan tidur diatas bangku yang terbuat dari batu dan berbantalkan pelana kuda yang disebut suffah. rela berkorban untuk kebaikan umat manusia dan selalu bersikap bijak sana. di sekitar Masjid Madinah. berjuang memadamkan semua ajakan yang berasal dari hawa nafsu. adalah seperti hubungan Fiqh dengan aspek lahiriyah manusia. Sedangkan tasawuf salbi atau disebut juga tasawuf falsafi adalah tasawuf yang telah terpengaruh oleh faham-faham spiritual dari bangsa Timur maupun Barat. yakni memasukkan penalaran-penalaran yang rasional ke dalam pemahaman dan pengamalannya.sufisme yang mereka tunjukkan adalah ittiba’ dan iqtida’ (kesetiaan meneladani) perilaku hidup Nabi. kita dapat memahami bahwa tasawuf adalah sikap mental yang selalu memelihara kesucian diri. dan hatinya terus bersatu dengan Allah SWT. Mereka di sebut sufi karena memakai kain yang terbuat dari bulu domba. Secara Etimologi (Bahasa) 1. Adapun perbedaan yang mendasar antara tasawuf salafi dengan tasawuf sunni terletak pada takwil. ber-taqarrub dan ber-musyahadah dengan Allah SWT. Mereka Ahlus-Suffah walaupun miskin. Secara Teminologi (isthilah) Imam Junaidi al-Baghdadi berpendapat : “Tasawuf adalah membersihkan hati dari yang selain Allah. mementingkan kehidupan yang lebih kekal. mereka hidup miskin. keutamaan akhlak dan juga keadilan. Hukum mempelajari ilmu tasawuf adalah fardhu ‘ain bagi setiap mukallaf. qana’ah. 2. Adapun tasawuf yang berkembang pada masa berikutnya sebagai suatu aliran (mazhab). Tetapi apabila telah keluar dari prinsip-prinsip keislaman maka tasawuf tersebut menjadi mazhab yang negatif (salbi). Sebab apabila mempelajari semua ilmu yang dapat memperbaiki dan memperbagus lahiriyah menjadi wajib. maka demikian juga halnya mempelajari semua ilmu yang akan memperbaiki dan memperbagus batiniyah manusia. menyebarkan nasihat kepada umat manusia. Hubungan tasawuf dengan aspek batin manusia. mereka bertawakal (berserah diri) dan mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah SWT. sementara sunni menerima takwil rasional sejauh masih berada dalam kerangka syari’ah. 3. Tasawuf ijabi mempunyai dua corak : (1) tasawuf salafi. Dari segi bahasa dan istilah. pertapaan atau uzlah sebagai mana dilakukan oleh agama sebelumnya. maka sejauh hal itu tidak bertentangan dengan Islam dapat dikatakan positif (ijabi). Tasawuf berasal dari kata Shuffah. yaitu sekelompok orang yang berusaha menyucikan hati dan jiwanya karena Allah. mereka ikut nabi saat hijrah dari Mekah ke Madinah. a. bulu domba atau wol saat itu bukanlah wol lembut seperti sekarang melainkan wol yang sangat kasar. Dengan cara ini akan mudah bagi manusia menghiasi jiwanya dengan sifat-sifat yang mulia. Salafi menolak adanya takwil. tauhid. Pakaian yang menjadi ciri khas kaum sufi. Tasawuf juga berasal dari kata Shafa’ (suci bersih). dan tidak pernah mengajarkan hidup kerahiban. tapi berhati dan berakhlak mulia. itulah lambang dari kesederhanaan. ini merupakan sebagian dari sifat-sifat kaum sufi. b. Mereka hijrah dengan meninggalkan harta benda. Tasawuf juga berasal dari kata shuf (pakaian dari bulu domba atau wol). Beliau mengajarkan tentang ketakwaan. beribadah. yakni membatasi diri pada dalil-dalil naqli atau atsar al-Qur’an dan Hadits. (2) tasawuf sunni. Sufi berarti orang – orang yang hati dan jiwanya suci bersih dan disinari cahaya hikmah. Para ulama penegak pilar-pilar ilmu tasawuf telah menciptakan istilah-istilah untuk memudahkan jalan bagi mereka yang ingin menapaki ilmu tasawuf yang sesuai dengan kedudukannya sebagai pem bersih dan pensuci hati dan jiwa.

Perkembangan teologi yang cenderung mengedepankan rasio yang kering dari aspek moralspiritual. Tasawuf berasal dari kata Shuffah. Secara Teminologi (isthilah) Imam Junaidi al-Baghdadi berpendapat : “Tasawuf adalah membersihkan hati dari yang selain Allah. Mereka tinggal di sekitar masjid nabi dan tidur diatas bangku yang terbuat dari batu dan berbantalkan pelana kuda yang disebut suffah. sehingga kehadiran-Nya senantiasa dirasakan secara sadar dalam kehidupan. a. Katalisator yang sejuk dari realitas umat yang secara politis maupun teologis didominasi oleh nalar kekerasan. qana’ah. Beliau mengajarkan tentang ketakwaan. menyebarkan nasihat kepada umat manusia. serta cendrung mementingkan nilai-nilai kebendaan. Berbeda dengan orang-orang kaya saat itu yang kebanyakan memakai kain sutra. dan hatinya terus bersatu dengan Allah SWT. Dari segi bahasa dan istilah. itulah lambang dari kesederhanaan. b. rela berkorban untuk kebaikan umat manusia dan selalu bersikap bijak sana. ( Bersambung ) A. Tasawuf juga berasal dari kata shuf (pakaian dari bulu domba atau wol). penipuan dan memperturutkan hawa nafsu. DEFINISI TASAWUF 22 04 2009 Tasawuf secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha untuk menyucikan hati sesuci mungkin dengan usaha mendekatkan diri kepada Allah. Tasawuf juga berasal dari kata Shafa’ (suci bersih). tauhid. 3. Sufi berarti orang – orang yang hati dan jiwanya suci bersih dan disinari cahaya hikmah. bulu domba atau wol saat itu bukanlah wol lembut seperti sekarang melainkan wol yang sangat kasar.Adapun lahirnya ilmu tasawuf didorong dan disebabkan oleh beberapa factor: 1. Oleh sebab itu. yaitu sebutan bagi orang – orang yang hidup di sebuah gubuk yang dibangun oleh Rasulullah SAW. tapi berhati dan berakhlak mulia. Mereka hijrah dengan meninggalkan harta benda. Mereka di sebut sufi karena memakai kain yang terbuat dari bulu domba. beribadah. mereka ikut nabi saat hijrah dari Mekah ke Madinah. Mereka Ahlus-Suffah walaupun miskin. 2. Secara Etimologi (Bahasa) 1. Hukum mempelajari ilmu tasawuf adalah fardhu ‘ain bagi setiap mukallaf. pertapaan atau uzlah sebagai mana dilakukan oleh agama sebelumnya. Dengan cara ini akan mudah bagi manusia menghiasi jiwanya dengan sifat-sifat yang mulia. Ibnu Khaldun pernah menyatakan bahwa tasawuf para sahabat bukanlah pola ketasawufan yang menghendaki kasyful-hijab (tersingkapnya tabir antara Tuhan dengan makhluk) atau hal-hal sejenisnya yang diburu oleh para sufi di masa sesudahnya. Reaksi atas kecenderungan hidup hedonis yang mengumbar syahwat. dan tidak pernah mengajarkan hidup kerahiban. keutamaan akhlak dan juga keadilan. hidup sederhana. di sekitar Masjid Madinah. Corak sufisme yang mereka tunjukkan adalah ittiba’ dan iqtida’ (kesetiaan meneladani) perilaku hidup Nabi. 3. mementingkan kehidupan yang lebih kekal. sebagian besar ulama sufi memilih menarik diri dari pergulatan kepentingan politik yang mengatasnamakan agama dengan praktek-praktek yang penuh dengan tipu daya bahkan banyak menimbulkan pertumpahan darah. yaitu sekelompok orang yang berusaha menyucikan hati dan jiwanya karena Allah. ini merupakan sebagian dari sifat-sifat kaum sufi. ber-taqarrub dan ber-musyahadah dengan Allah SWT. Sebab apabila . mereka bertawakal (berserah diri) dan mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah SWT. kita dapat memahami bahwa tasawuf adalah sikap mental yang selalu memelihara kesucian diri. mereka hidup miskin. dan mengikuti contoh Rasulullah SAW dalam segala hal. Pakaian yang menjadi ciri khas kaum sufi. berjuang memadamkan semua ajakan yang berasal dari hawa nafsu. 2.

Adapun tasawuf yang berkembang pada masa berikutnya sebagai suatu aliran (mazhab). 3. mereka bertawakal (berserah diri) dan mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah SWT. Beliau mengajarkan tentang ketakwaan. ( Bersambung ) A. Oleh sebab itu. Tasawuf berasal dari kata Shuffah. sehingga kehadiran-Nya senantiasa dirasakan secara sadar dalam kehidupan. maka sejauh hal itu tidak bertentangan dengan Islam dapat dikatakan positif (ijabi). qana’ah. Sedangkan tasawuf salbi atau disebut juga tasawuf falsafi adalah tasawuf yang telah terpengaruh oleh faham-faham spiritual dari bangsa Timur maupun Barat. Mereka Ahlus-Suffah walaupun miskin. serta cendrung mementingkan nilai-nilai kebendaan. Para ulama penegak pilar-pilar ilmu tasawuf telah menciptakan istilah-istilah untuk memudahkan jalan bagi mereka yang ingin menapaki ilmu tasawuf yang sesuai dengan kedudukannya sebagai pem bersih dan pensuci hati dan jiwa. dan tidak pernah mengajarkan hidup kerahiban. sebagian besar ulama sufi memilih menarik diri dari pergulatan kepentingan politik yang mengatasnamakan agama dengan praktek-praktek yang penuh dengan tipu daya bahkan banyak menimbulkan pertumpahan darah. Mereka hijrah dengan meninggalkan harta benda.mempelajari semua ilmu yang dapat memperbaiki dan memperbagus lahiriyah menjadi wajib. Perkembangan teologi yang cenderung mengedepankan rasio yang kering dari aspek moralspiritual. Tasawuf ijabi mempunyai dua corak : (1) tasawuf salafi. pertapaan atau uzlah sebagai mana dilakukan oleh agama sebelumnya. Ibnu Khaldun pernah menyatakan bahwa tasawuf para sahabat bukanlah pola ketasawufan yang menghendaki kasyful-hijab (tersingkapnya tabir antara Tuhan dengan makhluk) atau hal-hal sejenisnya yang diburu oleh para sufi di masa sesudahnya. 2. Corak sufisme yang mereka tunjukkan adalah ittiba’ dan iqtida’ (kesetiaan meneladani) perilaku hidup Nabi. Reaksi atas kecenderungan hidup hedonis yang mengumbar syahwat. yakni membatasi diri pada dalil-dalil naqli atau atsar al-Qur’an dan Hadits. a. Karena fungsi ilmu tasawuf adalah untuk mensucikan batin agar dalam ber-musyahadah dengan Allah semakin kuat. Tetapi apabila telah keluar dari prinsip-prinsip keislaman maka tasawuf tersebut menjadi mazhab yang negatif (salbi). yaitu sebutan bagi orang – orang yang hidup di sebuah gubuk yang dibangun oleh Rasulullah SAW. Secara Etimologi (Bahasa) 1. DEFINISI TASAWUF 22 04 2009 Tasawuf secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha untuk menyucikan hati sesuci mungkin dengan usaha mendekatkan diri kepada Allah. Adapun perbedaan yang mendasar antara tasawuf salafi dengan tasawuf sunni terletak pada takwil. mereka ikut nabi saat hijrah dari Mekah ke Madinah. Salafi menolak adanya takwil. keutamaan akhlak dan juga keadilan. maka kedudukan ilmu tasawuf diantara ajaran Islam merupakan induk dari semua ilmu. Adapun lahirnya ilmu tasawuf didorong dan disebabkan oleh beberapa factor: 1. Hubungan tasawuf dengan aspek batin manusia. adalah seperti hubungan Fiqh dengan aspek lahiriyah manusia. mereka hidup miskin. (2) tasawuf sunni. yakni memasukkan penalaran-penalaran yang rasional ke dalam pemahaman dan pengamalannya. tapi . Katalisator yang sejuk dari realitas umat yang secara politis maupun teologis didominasi oleh nalar kekerasan. di sekitar Masjid Madinah. maka demikian juga halnya mempelajari semua ilmu yang akan memperbaiki dan memperbagus batiniyah manusia. Mereka tinggal di sekitar masjid nabi dan tidur diatas bangku yang terbuat dari batu dan berbantalkan pelana kuda yang disebut suffah. penipuan dan memperturutkan hawa nafsu. sementara sunni menerima takwil rasional sejauh masih berada dalam kerangka syari’ah.

Hubungan tasawuf dengan aspek batin manusia. maka kedudukan ilmu tasawuf diantara ajaran Islam merupakan induk dari semua ilmu. 3. Sebab apabila mempelajari semua ilmu yang dapat memperbaiki dan memperbagus lahiriyah menjadi wajib. maka sejauh hal itu tidak bertentangan dengan Islam dapat dikatakan positif (ijabi). ( Bersambung ) . mementingkan kehidupan yang lebih kekal. Sufi berarti orang – orang yang hati dan jiwanya suci bersih dan disinari cahaya hikmah. Mereka di sebut sufi karena memakai kain yang terbuat dari bulu domba. itulah lambang dari kesederhanaan. Oleh sebab itu. Dari segi bahasa dan istilah. 2. kita dapat memahami bahwa tasawuf adalah sikap mental yang selalu memelihara kesucian diri. sementara sunni menerima takwil rasional sejauh masih berada dalam kerangka syari’ah. Reaksi atas kecenderungan hidup hedonis yang mengumbar syahwat. ber-taqarrub dan ber-musyahadah dengan Allah SWT. Adapun tasawuf yang berkembang pada masa berikutnya sebagai suatu aliran (mazhab). Adapun perbedaan yang mendasar antara tasawuf salafi dengan tasawuf sunni terletak pada takwil. Karena fungsi ilmu tasawuf adalah untuk mensucikan batin agar dalam ber-musyahadah dengan Allah semakin kuat. Katalisator yang sejuk dari realitas umat yang secara politis maupun teologis didominasi oleh nalar kekerasan. Dengan cara ini akan mudah bagi manusia menghiasi jiwanya dengan sifat-sifat yang mulia. adalah seperti hubungan Fiqh dengan aspek lahiriyah manusia. Para ulama penegak pilar-pilar ilmu tasawuf telah menciptakan istilah-istilah untuk memudahkan jalan bagi mereka yang ingin menapaki ilmu tasawuf yang sesuai dengan kedudukannya sebagai pem bersih dan pensuci hati dan jiwa. yakni membatasi diri pada dalil-dalil naqli atau atsar al-Qur’an dan Hadits. dan hatinya terus bersatu dengan Allah SWT. b. menyebarkan nasihat kepada umat manusia. Tasawuf juga berasal dari kata Shafa’ (suci bersih). Perkembangan teologi yang cenderung mengedepankan rasio yang kering dari aspek moralspiritual. penipuan dan memperturutkan hawa nafsu. Hukum mempelajari ilmu tasawuf adalah fardhu ‘ain bagi setiap mukallaf. serta cendrung mementingkan nilai-nilai kebendaan. Pakaian yang menjadi ciri khas kaum sufi. sebagian besar ulama sufi memilih menarik diri dari pergulatan kepentingan politik yang mengatasnamakan agama dengan praktek-praktek yang penuh dengan tipu daya bahkan banyak menimbulkan pertumpahan darah. yakni memasukkan penalaran-penalaran yang rasional ke dalam pemahaman dan pengamalannya. ini merupakan sebagian dari sifat-sifat kaum sufi. Salafi menolak adanya takwil.berhati dan berakhlak mulia. rela berkorban untuk kebaikan umat manusia dan selalu bersikap bijak sana. tauhid. Adapun lahirnya ilmu tasawuf didorong dan disebabkan oleh beberapa factor: 1. berjuang memadamkan semua ajakan yang berasal dari hawa nafsu. dan mengikuti contoh Rasulullah SAW dalam segala hal. 2. Tasawuf juga berasal dari kata shuf (pakaian dari bulu domba atau wol). (2) tasawuf sunni. beribadah. maka demikian juga halnya mempelajari semua ilmu yang akan memperbaiki dan memperbagus batiniyah manusia. yaitu sekelompok orang yang berusaha menyucikan hati dan jiwanya karena Allah. Sedangkan tasawuf salbi atau disebut juga tasawuf falsafi adalah tasawuf yang telah terpengaruh oleh faham-faham spiritual dari bangsa Timur maupun Barat. Tasawuf ijabi mempunyai dua corak : (1) tasawuf salafi. bulu domba atau wol saat itu bukanlah wol lembut seperti sekarang melainkan wol yang sangat kasar. hidup sederhana. 3. Tetapi apabila telah keluar dari prinsip-prinsip keislaman maka tasawuf tersebut menjadi mazhab yang negatif (salbi). Secara Teminologi (isthilah) Imam Junaidi al-Baghdadi berpendapat : “Tasawuf adalah membersihkan hati dari yang selain Allah. Berbeda dengan orang-orang kaya saat itu yang kebanyakan memakai kain sutra.

Ar-Raniry pernah menjabat Syaikhul-Islam . murid Hamzah Fansuri yang banyak menulis kitab dalam bahasa Arab dan Melayu. 1258). dari sanalah Hamzah Fansuri. Dengan demikian jelaslah. berasal dari keluarga Arab Ranir Gujarat. Ajaran martabat tujuh merupakan adaptasi dari teori emanasi Ibnul-‘Arabi yang sangat populer di Indonesia. tetapi dalam kitab Bustanus-Salatin karya Nuruddin. ayahnya imigran dari Hadromaut. Dan menurut cerita rakyat setempat. 1630) dan Nuruddin ar-Raniri belajar menimba ilmu dan mendapatkan ijazah serta menjadi khalifah. bahwa Hamzah Fansuri (w 1590) adalah shufi pertama di Indonesia yang diketahui secara pasti menganut Tarekat Qadiriyah. pengaruh tarekat ini banyak ditemui di daerah Cirebon dan Banten. Silsilah keturunannya bergaris sampai kepada saidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. Di Jawa. negara yang mempengaruhi berkembangnya tarekat di Indonesia adalah India (Gujarat). wafat tahun 1068/1658.1630). Shufi Indonesia yang pertama kali menulis karangan tentang tarekat adalah Hamzah Fansuri. Namun pada abad-abad berikutnya. Beliau sendiri pernah menulis silsilah keturunannya sebagai berikut : Syekh Ali bin Abdullah bin Abdul Jabbar bin Yusuf bin Ward bin Batthol bin Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. Syamsuddin wafat tahun 1039 H (1630 M). Shufi selanjutnya adalah Nuruddin ar-Raniri. Dengan cara ini pula Tarekat Syattariyah yang berasal dari India berkembang di Makkah dan Madinah dan kemudian berpengaruh luas di Indonesia. Nama lengkapnya adalah Nuruddin bin Ali bin Hasanji bin Muhammad Hamid ar-Raniry. Indikasi lain tentang pengaruh Tarekat Qadiriyah di Banten adalah. Dalam tulisannya. Shufi lain yang juga terkenal di Indonesia adalah Syamsuddin (w. bahwa ajaran martabat tujuh Syamsuddin termasuk ajaran wihdatul wujud yang dianggap menyimpang. Ajaran ini berasal dari seorang ulama besar asal Gujarat bernama Muhammad bin Fadhlullah Burhanpuri pengarang kitab at-Tuhfatul-Mursalah ilaa Ruuhin-Nabi. Syamsudin sendiri berafiliasi dengan Tarekat Syattariyah seperti halnya Burhanpuri. Tapi Nuruddin ar-Raniri dalam kitabnya Hujjatus-Shiddiq li daf’iz-Zindiq menganggap. Amalan utama dari tarekat ini pun masih dapat dirasakan hingga saat ini yaitu hizbul-bahr yang diyakini sangat memberi pengaruh yang kuat bagi pengamalnya. Dalam syairnya Hamzah juga bercerita tentang kunjungannya ke Makkah. Baghdad (disana ia mengunjungi makam syekh ‘Abdul-Qadir al-Jilani) dan ke Ayuthia. Ibunya orang Melayu. Tokoh tarekat Syadziliyah yang terkenal antara lain Ibnu ‘Athoillah as-Sakandari.Perkembangan Tarekat di Indonesia Pada awalnya. Pendiri Tarekat Syadziliyyah adalah syekh Ali bin Abdullah bin Abdul-Jabbar Abul Hasan as-Syadzili (w. adanya pembacaan kitab manaqib syekh ‘Abdul-Qadir al-Jilani pada acara-acara tertentu di kehidupan beragama masyarakat disana. kota kecil di pantai barat Sumatra yang terletak antara Sibolga dan Singkel). Dia perumus pertama ajaran martabat tujuh di nusantara serta metode pengaturan nafas pada saat ber-dzikir ( yang dianggap sebagai pengaruh yoga pranayama dari India ). Tidak diketahui secara jelas kapan tahun kelahirannya. ia mengungkapkan gagasan nya melalui syair bercorak wihdatul-wujud yang cendrung kepada penafsiran panteistik. beberapa tarekat besar masuk ke Indonesia melalui Makkah dan Madinah. Syamsuddin as-Sumatrani (w. al-Quds. Tarekat Qadiriyah adalah tarekat pertama yang masuk ke Indonesia. dan ‘Abdul-Wahhab as-Sya’rani. bahkan Tarekat Syattariyah menjadi sangat populer di Indonesia sesudah wafatnya. Dari namanya saja kita tahu bahwa beliau berasal dari kota Fansur (sebutan orang Arab untuk kota Barus. Syaikh ‘AbdulQadir al-Jilani pernah datang ke Jawa. Dalam syairnya juga ia mengaku menerima ijazah Tarekat Qadiriyah di Baghdad bahkan diangkat menjadi khalifah dalam tarekat ini. bahkan mereka dapat menunjukkan letak kuburannya.

sejarah. kemudian di bawa ke Indonesia. ar-Raniry juga memiliki banyak keahlian. sekaligus menjadi pengikut sejumlah tarekat di India. ia menguasai ilmu teologi. Kedua tarekat ini pada mulanya diperkenalkan di Madinah oleh seorang Syaikh India bernama Sibghatullah pada tahun 1605. ia mengamalkan Tarekat Rifa’iyah dan menyebarkan ajaran tarekat ini ke wilayah Melayu. Sepeninggalnya. Muridnya menyebarkan tarekat ini ke Sumatera Barat melalui syekh Burhanuddin Ulakan. 1660) dan al-Kurani (w. dan politik. kedua syaikh ini lebih dikenal orang sebagai penganut Tarekat Naqsyabandiyah. cabang-cabang tarekat dari India berkembang dulu di Makkah-Madinah. fiqh. serta puteranya syekh Muhammad Thahir di Madinah. ia menjadi ahli fiqh terkenal di Aceh dan seorang shufi yang menyeimbangkan pandangan para pendahulunya dalam mengajarkan zikir dan wirid tarekat Syattariyah. Barangkali beliau-lah orang pertama yang memperkenalkan Tarekat Khalwatiyah di Indonesia. Kitab ini memberi kesan bahwa syekh Yusuf benar-benar mengajarkan tarekat ini di Makasar. Ulama lain yang sezaman dengan syekh Abdul Rauf adalah syekh Yusuf al-Makasari (1626 – 1699) penulis kitab ar-Risalah an-Naqsyabandiyah. Ibrahim al-Kurani. . diantaranya adalah Tarekat Syattariyah yang dibawa oleh murid utamanya. Ar-Raniry tercatat sebagai tokoh shufi terakhir yang membawa pengaruh bagi semua tarekat yang berkembang di Indonesia dan berasal langsung dari India. Keduanya merupakan ulama paling terkenal di kalangan murid yang berasal dari Indonesia. menganut aliran tauhid Asy’ariyah. syekh Abdul Rauf Singkel. Syekh Yusuf mempelajari Tarekat Naqsyabandiyah di Yaman melalui Syaikh Muhammad Abdul Baqi. dan paham wihdatul-wujud yang lebih sedikit moderat. ( walaupun al-Kurani di Indonesia lebih dikenal sebagai syaikh Tarekat Syattariyah yang mengirim Abdul Rauf Singkel sebagai khalifah untuk menyebarkan Tarekat Syattariyah di Indonesia ). yaitu murid-murid Syamsuddin yang dituduh menganut paham Panteisme. Ar-Raniri menetap di Aceh selama tujuh tahun (1637 – 1644) sebagai mufti dan penulis produktif yang menentang doktrin wihdatul wujud. Sekembalinya dari Makkah tahun 1661. kemudian berguru lagi kepada syekh Ibrahim al-Kurani tokoh Naqsyabandi di Madinah. Dalam ber-tarekat. 1691) mewakili perpaduan antara tradisi intelektual shufi India dengan Mesir. Kitab ini berisi antara lain tentang tekhnik meditasi dalam berdzikir. diantaranya adalah syekh al-Qusyasyi. karena tarekat ini relatif lebih mudah jika dipadu dengan berbagai tradisi nusantara. serta ke Jawa melalui syekh Muhyidin dari Pemijahan yang sampai sekarang ajarannya masih diamalkan di sana. Dan selama beberapa generasi. padahal di Timur Tengah sendiri. hadits. ternyata Tarekat Syattariyah banyak diminati oleh murid-murid dari Indonesia. serta membakar buku-buku yang berisi ajaran sesat. Ia mengeluarkan fatwa untuk memburu orang yang dianggap sesat. Keduanya adalah pewaris syekh Zakariya al-Anshori dan ‘Abdul-Wahab asSya’rani dalam bidang fiqh dan tasawuf. selain itu ia juga menganut tarekat Aydrusiyah dan Qadiriyah. Di antara kedua tarekat yang diajarkan. Syekh Abdul Rauf belajar di Makkah selama 19 tahun dengan guru-guru tarekat. sehingga menjadi tarekat yang paling “mem-bumi”. Sebagai seorang shufi.atau mufri di kerajaan Aceh pada pemerintahan Sultan Iskandar Tsani dan Sultanah Shofiatud-Din. Di Sulawesi tarekat ini disebarkan oleh salah seorang muridnya yang bernama Abdul Basir ad-Dharir al-Khalwati yang lebih terkenal dengan nama Tuang Rappang I Wodi. Al-Qusyasyi (w. terlebih lagi ajaran martabat tujuh yang menjadi bagian dari kepercayaan populer orang Jawa. ia berguru lagi dan berbaiat menjadi khalifah Tarekat Khalwatiyah dan mendapat izin ijazah untuk mengajarkan tarekat ini. membunuh orang yang menolak bertobat dari kesesatan. Pada tahun 1054/1644 ar-Raniry meninggalkan Aceh kembali ke Ranir karena mendapatkan serangan balik dari lawan-lawan polemiknya. Ia banyak menulis kitab tentang ilmu kalam dan tasawuf. perbandingan agama. Selanjutnya di Damaskus. murid-murid dari Indonesia belajar kepada pengganti alKurani dan berbaiat menjadi pengikut Tarekat Syattariyah. yang paling berpengaruh adalah Tarekat Syattariyah dan Naqsyabandiyah.

nanti akan kami jelaskan secara terperinci di dalam buku ini. Chistiyah. Murid syekh Samman yang paling terkenal adalah syekh Abdus Shomad al-Palimbani. pengarang sejumlah kitab-kitab penting berbahasa Melayu. Tentang keistimewaan dan keunggulan tarekat ini. Maroko. pengamal tarekat Kholwatiyah. Ketika bangkit gerakan Wahhabiyah yang memusuhi kaum shufi dan membenci pengamal tarekat yang cendrung menjauhi dunia dan suka melestarikan tradisi penghormatan terhadap makam syaik-syaikh mereka. Syattariyah. dan hidup disana hingga beliau wafat. Perkembangan yang cukup pesat dari tarekat ini ternyata mampu menyaingi otoritas Utsmaniyyah. Tarekat Tijaniyyah masuk ke Indonesia pada tahun 20-an. orang-orang Indonesia yang bermukim di Arab. Tarekat Tijaniyyah didirikan oleh Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijani (1150 – 1230 H/ 1737 – 1815 M) yang lahir di ‘Ainu Madi. Ulama Indonesia yang menyebarkan tarekat ini adalah syekh Nafis al-Banjari dengan karyanya ad-Durrun-Nafis dalam bahasa Melayu. Tarekat ini berkembang sedikit berbeda dengan ritual tarekat Sammaniyah lainnya di nusantara. Syadziliyah. Maula Sulaiman yang berkepentingan mendekati syekh Ahmad untuk menghadapi pesaingnya dari zawiyah para syarif yang dinilai dapat merongrong kekuasaannya. tarekat Sammaniyah bertemu dengan Tarekat Khalwatiyah. Abad berikutnya. dalam usia 80 tahun. sehingga tarekat ini mendapat kedudukan yang kokoh di kesultanan Palembang. Pengikut tarekat Tijaniyah berkeyakinan. syaikh Yusuf al-Makassari banyak memperoleh ijazah dari sejumlah tarekat. bahwa tarekat Tijaniyah adalah tarekat yang terbaik. Dan tarekat ini sekarang mengakar dan banyak diamalkan orang di Sulawesi Selatan. Bahkan perkembangan tarekat ini semakin pesat terutama setelah mendapat dukungan dari raja Maroko. dan banyak mendapatkan pengikut terutama di pulau Jawa dan Madura. Ahmadiyah. tarekat Tijaniyyah justru berkembang pesat. Ketika pulang ke Indonesia tahun 1670 dia mengajarkan ajaran spiritual. karena memiliki keunggulan dan keutamaan yang tidak dimiliki oleh tarekattarekat lainnya. Beberapa ulama di Palembang berafiliasi dengan tarekat ini. Naqsyabandiyah. Ba’alawiyah. yang ternyata merupakan gabungan antara teknik spiritual Khalwatiyah dengan berbagai tekhnik dari tarekat-tarekat lainnya. Keduanya bersaing dan saling mempengaruhi sehingga pada akhirnya bergabung menjadi tarekat Khalwatiyah Sammaniyah. Naqsyabandiyah dan Syadziliyah. bahkan Sultan Palembang telah menyediakan sejumlah dana yang cukup besar untuk membangun zawiyah syekh Samman di Jeddah. sehingga syekh Ahmad dan para pengikutnya dipaksa meninggalkan Aljazair. Walaupun demikian ia telah menjadi sebuah tarekat tersendiri dengan zawiyah sendiri dan dengan pengikut lokal ketika syaikh-nya masih hidup. yakni teknik spiritual Tarekat Qadiriyah dan Naqsyabandiyah menjadi unsur utama yang ditambah dengan unsur- . Qadiriyah. dan meninggal di Fez. di antaranya adalah Tarekat Naqsyabandiyah. Qadiriyah. seperti Tarekat Qadiriyah. juga pernah menjadi pengikut Tarekat Dasuqiyah. Khalwatiyah. Syekh Nafis al-Banjari juga mengamalkan berbagai tarekat. belajar tarekat ini dari khalifahnya yang bernama Shiddiq bin Umar Khan. Tarekat Sammaniyah merupakan gabungan dari tarekat Khalwatiyah.Dalam pengembaraan ilmiahnya. Sesudah syaikh Samman wafat. karena silsilah syekh Samman hanya melalui gurunya yaitu syekh Musthafa al-Bakri. Syekh Muhammad Samman mengembangkan cara berzikir baru yang ekstatik dan menyusun sebuah ratib (doa-doa) sendiri. ‘Aydrusiyah. Secara formal tarekat ini merupakan salah satu cabang dari Tarekat Khalwatiyah. 1775) ulama Madinah. orang orang Indonesia yang bermukim di Arab tertarik dengan ajaran syekh Muhammad bin Abdul Karim as-Samman (w. Syattariyah. Kubrawiyah dan beberapa tarekat lainnya. ia menyebarluaskan tarekat ini di Kalimantan. Aljazair Selatan. Syekh Ahmad at-Tijani pindah ke Fez pada tahun 1798. Di Sulawesi Selatan. Khalwatiyah dan Sammaniyah. terutama di kalangan para bangsawan Makasar. dan keanggotaannya terbatas pada kelompok etnis Bugis saja. Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan tarekat gabungan serupa dengan Sammaniyah.

yang didirikan oleh syaikh Mu’inad-Din Chisyti (w. Di tempat ini pula puluhan orang Indonesia menerima ijazah untuk mengajarkan tarekat ini di kampung halamannya masing-masing. Kitab itu menjadi dasar bagi para guru tarekat Chisytiyah dalam mengajar murid-muridnya. kitab Khasyful-Mahjub karya al-Hujwiri juga sangat populer digunakan oleh kaum Chisti. Eropa. sebuah tarekat kelahiran India. maka kitab Kasyful-Mahjub sudah cukup baginya untuk dijadikan pegangan”. konsep ketuhanan dan amalan-amalan shufi. Dua orang khalifah utama lainnya adalah Kiyai Tolhah dari Cirebon dan Kiyai Ahmad Hasbullah dari Madura.unsur tarekat lain. Maulana Jalaluddin Rumi (w. (walaupun akhir-akhir ini banyak diamalkan oleh kaum Syiah). dan membimbing hati untuk menghimpun berbagai kwalitas dan keutamaan. . Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan salah satu dari dua tarekat yang memiliki jumlah pengikut terbesar di seluruh Indonesia. Selain itu. penghormatan tanpa prasangka buruk. tarekat kelahiran Iran yang telah populer. Sulaiman al-Zuhdi dan Ali Ridho menyebarkan tarekatnya kepada orang-orang Indonesia yang mengunjungi Makkah dan Madinah dalam jumlah yang lebih besar lagi selama abad ke-19. 1236). tarekat ini lebih menekankan persaudaraan dan kesetaraan seluruh umat manusia. budaya. 1273) menjadikan puisi-puisi karangannya sebagai salah satu pusat inspirasi spiritual. Orientalis yang sangat berjasa dalam memperkenalkan tarekat Rumi ke dunia Barat adalah Reynold A. terutama melalui ‘whirling darvish’ nya. Para penggantinya. dan kebangsaan. The Life and Work of Rumi. Sedangkan karya Rumi yang lain Fihi Ma Fihi telah diterjemahkan oleh Arberry dengan judul Discourse of Rumi. Dengan ‘matsnawi’-nya. Saat ini. Annemarie Schimmel (w. sehingga setiap orang merasa sama dalam persaudaraan kemanusiaan. Bahkan Syaikh Nizomuddin Auliya pernah berkata : “Seorang salik yang tidak memiliki referensi spiritual. Dia juga telah menerjemahkan kitab Divani Syam-i Tabriz. juga pengabdian dan cinta kasih kepada sesama manusia tanpa mempedulikan perbedaan keyakinan. Ribuan orang dibaiat menjadi pengikut tarekat ini dan menjalani latihan berkhalwat di zawiyah tersebut. khalifahnya syekh Abdul Karim dari Banten menggantikannya sebagai syaikh tarekat ini. Dalam ajarannya. karena seorang shufi harus mengarahkan perhatiannya hanya kepada wilayah keesaan Ilahi (tauhid). Ia mempunyai banyak pengikut dan menjadi guru Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah sebagai tarekat paling populer di Indonesia. tarekat Ni’matullah mempunyai banyak pengikut di Amerika Serikat. tarekat ini berideologi Sunni. A Study of The Works of Jalaludin Rumi. Tarekat lainnya adalah Naqsyabandiyah Kholidiyah yang tersebar berkat zawiyah yang didirikan oleh syekh Abdullah al-Arzinjani di Jabal Abu Qubais Makkah. Dengan energi tasawuf inilah. Awalnya. tetapi juga menerjemahkan seluruh naskah tersebut (sebanyak 6 jilid) ke dalam bahasa Inggris. Tarekat ini merupakan satu-satunya tarekat yang didirikan oleh ulama asli Indonesia syekh Ahmad Khatib Sambas (Kalimantan Barat) yang lama belajar di Makkah dan sangat dihormati. Tokoh tarekat ini adalah Javad Nurbakhsy yang cukup produktif menulis karya-karyanya. Ia ahli dalam bidang fiqh. praktik tasawuf bertujuan menciptakan kepribadian lahiriah yang sangat etis. dan The Triumphal Sun. seperti I am Wind You Are Fire. Ketika ia wafat tahun 1873. Dalam tarekat ini. baik di negeri Muslim maupun di Barat. Tarekat Chisytiyah. Nicholson yang bukan hanya meng-edit secara kritis semua naskah matsnawi. Hal ini terbukti bahwa para pengikut tarekat Chisyti di India menjadikan kitab ‘AwarifulMa’arif karya syaikh Syihabuddin Abu Hafs Umar Suhrawardi sebagai kitab pegangan mereka. Ajaran tasawuf harus bertujuan membidik realitas muslim agar dapat dibangkitkan perasaan cinta kasihnya. sehingga mampu menyatukan para pemeluk dari pelbagai agama dan keyakinan. yang telah menulis dengan penuh penghargaan dan kebanggaan tentang karya-karya Rumi. 2003). dan khususnya di Persia (Iran). segala perbedaan dan perselisihan sektarian harus dihilangkan. Tarekat Mawlawiyah kelahiran Turki ini dikenal luas. Tokoh lain yang sangat berjasa dalam memperkenalkan Rumi ke dunia Barat adalah Prof. Tarekat Ni’matullohi. baik di tanah kelahirannya maupun di dunia Barat. yaitu Sulaiman al-Qarimi.

disebabkan kurang berkembang dan tentunya kurang banyak diminati oleh orang. Melalui kitab ini sejumlah tarekat mu’tabaroh disebut dan dijelaskan. tapi beliau terpaksa meninggalkan Makkah pada tahun 1840 dan kemudian tinggal di sebuah bukit yang bernama Jabal Akhdar di daerah Curenaica. Syekh as-Sanusi telah mendirikan sebuah zawiyah di Abu Qubais Makkah. tarekat Sanusiyah didirikan oleh Muhammad bin ‘Ali as-Sanusi (1787 – 1859). di samping tarekat-tarekat lain yang tidak kami sebutkan.Terakhir. . Kedua kitab ini termasuk bahan rujukan yang digunakan oleh Jam’iyah Ahlith-Thoriqoh Mu’tabaroh An-Nahdliyyah. Demikianlah sekilas tentang perkembangan sebagian ajaran tarekat yang masuk ke Indonesia. pengarang kitab as-Salsabil ul-Ma’in fit-Tharo’iqil-Arba’in dan al-Masa’ilul-‘Anshar.

Menurutnya Nur Muhammad merupakan jalan hidayah (petunjuk) dari semua Nabi. Agama Islam yang masuk ke Indonesia pada awal-awal itu masih asli. Bagi Ibnu Arabi. seorang ahli sufi falsafi wachdatul wujud. Nur Muhamad merupakan asal-usul kejadian semua makhluk yang hidup dan sumber yang terpancar daripada ilmu para Nabi dan wali. Daudy. Seminar Masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia di Aceh pada tanggal 10-16 Juli 1978 menegaskan hasil Seminar Sejarah Islam di Medan tahun 1963 bahwa Agama Islam masuk ke Indonesia pada abad I Hijriah yang langsung dibawa dari tanah Arab. watak Islam ibarat orang dewasa malahan sudah orang tua (Abdul Gani dalam Hasymy ed. Ide Nur Muhammad ini merupakan untaian dari tiga ajaran utamanya yaitu chulul dan wachdatl adyan. Ide ini akhirnya disistemasikan dan ditegaskan oleh Abdul Karim al-Jili (832H) dalam kitabnya al-Insan al-Kamil fi Ma'arifah al-awa'il wa al-Awakhir. maka Islam sudah berakulturasi dengan budaya setempat sehingga lahir pemikiran tempatan yang ‘disesuaikan’ dengan Islam.w. bandingkan juga mis. Di samping itu semakin meluasnya Islam ke beberapa kerajaan yang besar dan sudah maju ilmu pengetahuan serta kebudayaanya semacam Persia.Pemikiran Sufistik (Nur Muhammad) Hamzah Fansuri Tulisan ini merupakan kajian tehadap naskah Hikayat Nur Muhammad yang penulis dapatkan dari Koleksi Naskah Musium Pusat Jakarta dengan kode Ml. Ide ini didasari oleh ajaran yang dilontarkan oleh Ibnu Araby. Ilmu para nabi dan wali adalah suatu pancaran dari Nur Muhamad yang merupakan induk kepada segala yang wujud ini. semua Nabi merupakan emanasi wujud sebagaimana terumus dalam teori chulul-nya. Hikayat Nur Muhammad adalah sebuah hikayat yang menceritakan tentang Nur Muhammad sebagai awal penciptaan semesta. Karena itu agama yang dibawa oleh para Nabi pada prinsipnya sama apalagi dalam keyakinan al-Challaj. Dengan kata lain Nur Muhamad ialah roh yang nyata dengan rupa para Nabi dan wali sejak Nabi Adam a.1985:317). dan sejak wujud Martabat al-Wilayah atau kenabian dalam pemikiran Sufi. dan daerah yang pertama kali menerima adalah Aceh (Hasymy: 1989:band . diutus hingga Nabi Muhamad s. dan Fusush al-Hikam. Peranan Ahli Tasawuf dalam Masuk dan Berkembangnya Agama Islam ke Nusantara Timbulnya gagasan Nur Muhammad di dalam kesusastraan Melayu ini tak bisa dilepaskan dengan masuknya Agama Islam ke Nusantara (Melayu ). Dia menghubungkan dengan konsep manusia sempurna (insan kamil). Ide ini akhirnya masuk dan meluas di kalangan sufi Melayu sejalan dengan masuknya agama Islam ke nusantara. . Maka boleh jadi yang masuk adalah pengaruh yang aneh maka biasanya akan menjadi tonggak yang akan dikenang orang.378C. gagasan adanya Nur Muhammad itu dituangkan di dalam risalah kecilnya yang berjudul Syajarat alKaun. Namun sebelum karya besarnya itu lahir. karena langsung dari Arab.s. Akibat perkenalannya dengan pemikiran-pemikiran Yunani. Teori Nur Muhammad ini kemudian diteruskan oleh Ibnu Araby (638H/240M) dalam karyanya al-Futuhat al-Makiyyah. 1989:112). 1.a. . Ide Araby itu dituangkan di dalam buku karyanya Fushushul-Hikam.1983: 24. Kerajaan Islam yang pertama kali berdiri adalah Perlak pada tahun 225 H (abad ke-9 M). Pada zaman Khalifah. maka mulailah ajaran Islam kemasukan faham filsafat.Snouck Horgronje mengatakan bahwa watak Islam pada zaman Nabi adalah seperti anak muda yang penuh dengan vitalitas dan kemauan dan hanya dibekali oleh Al-Qur’an dan Sunnah Nabi dalam suatu lingkungan yang terbatas. Arnold. Ide awal paham Nur Muhammad ini adalah dari seorang tokoh sufi kontroversial Al Challaj. sehubungan dengan semakin besar dan jayanya Islam pada abad ketiga Hijriyah dan kemudian diadakan penerjemah besar-besaran terhadap buku-buku hasil pemikiran dan pengetahuan Yunani yang dikenal sudah tinggi khususnya pemikiran filsafat.

Sebagaimana yang dikatakan di atas bahwa Acehlah yang pertama mula menerima Islam karena memang sejak abad ke 1-6 M Aceh telah memainkan peranan penting dalam perdagangan maritim internasional (Daudy . maupun Budhisme dan Hinduisme yang saat itu sudah menyebar. Orientasi kehidupan keagamaan yang lebih berciri kepada ajaran mistik telah memberikan peluang luas bagi ahli-ahli sufi. Arab. 1983:16). Dialah yang menyanggah ajaran wujudiyyah-nya Hamzah Fansuri dan Syamsuddin.1984:33-34). 1983:2729). India. dll. Di Patani. Hampir semua daerah yang pertama kali memeluk Islam bersedia menukar kepercayaan asalnya dari dinamisme. Di istana sering berkumpul para ulama besar Persia. dll. Kalau kita mau meneliti secara jujur. 1983:22-23).1983:90). Selain berkedudukan sebagai mufti dengan gelar Syeikhul-Islam. Futuhatul-Makiyyah). Akhirnya ajaran mistik Islam ini sangat mendominansi Aceh. Malaka.Nabi). maka kita akan berkesimpulan bahwa di tahun-tahun pertama masuknya Islam ke Nusantara jasa terbesar adalah dari golongan sufi. Mereka bukan saja terdiri dari orang-orang Arab tetapi juga orang-orang Persi dan India (Daudy.( Daudy. 1983 :26) yang kedatangan mereka itu disambut dengan sangat baik oleh berbagai kerajaan. Pada abad ke-16 M. Diduga ajaran tarikat sufi juga telah berkembang dalam jaman itu.juga buku-buku tasawuf yang penting karya Abdul Karim al-Jilli (Insanul-Kalim fil-Ma’rifatil-awakhir wal-awa’il). terutama setelah lahirnya kerajaan Pasai pada abad ke-13 M (ibid : 10-11). Dia adalah seorang tokoh yang tasawuf wujudiyyah yang telah memperoleh kedudukan tinggi sebagai orang kedua dalam kerajaan Aceh pada masa Sultan Iskandar Muda. peranan Aceh dalam perdagangan semakin menonjol . Hubungan dengan India sangat erat sehingga istilah agama seperti gelar Makhdum yang dipergunakan di India untuk guru-guru dan ulama juga digunakan di Pasai. Contoh lain misalnya Syeikh Nuruddin Arraniry yang datang ke Aceh sebelum 1637 M dan yang untuk kedua kalinya (1637 M) diberi kesempatan oleh Sultan Iskandar Tsani sebagai mufti. Peranan ahli sufi semakin menonjol dalam penyebaran agama Islam di kawasan Asia Tenggara setelah Baghdad jatuh ke tangan orang Mongol pada tahun 1258 M.1980:15). untuk berdikusi masalah-masalah agama antara lain masalah esoterik. kerajaan Aceh Darussalam muncul sebagai suatu negara yang kuat dan berkedaulatan di bawah kekuasaan Sultan Ali Mughayat Syah (Daudy. ini menunjukan keahlian tokoh-tokoh sufi dalam menyusun sistem dan metode penyebaran yang dengan cara-cara khas mereka (Abdullah. Kerajaan Aceh mencapai puncak keemasan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (wafat 1636 M). menjadikan nya sebagai tokoh mistik yang dihormati dan disegani (Daudy. Contohnya adalah Syamsuddin as-‘Sumatrani. Selain itu juga menjadi pusat pengiriman mubalig ke berbagai tempat seperti di Jawa. dilakukan oleh ulama sufi yang bernama Syeikh Abdullah. Patani. penyebaran Islam dilakukan oleh tiga ulama Sufi yaitu Syeikh . Mereka dijadikan menjadi penasehat dan mufti (Daudy. Setelah agama Islam masuk di pulau Sumatra. pemikiran-pemikiran filsafat juga mistik. Penyebaran islam ke Kelatan dan Kedah misalnya. dia juga sering dipercaya Sultan dalam urusan-urusan kenegaraan. Dengan kedudukannya. Sejak jaman Sultan Malik al-Zahir (wafat 1326 M) Pasai telah menjadi pusat studi dan dakwah Islam. Sifat kehidupan agama dalam kerajaan Pasai pada abad ke-14 -15 sangat didominir oleh ajaran mistik. Keempat kitab itu sangat memainkan peranan pentingnya dalam perkembangan pemikiran agama terutama tentang filsafat mistik wachdatul wujud / pantheisme yang diajarkan oleh Hamzah Fansuri dan Syamsuddin asSumatrani yang dikenal dengan ajaran wujudiyyah dan teori martabat tujuh. animisme. Muhammad bin Fadhlullah al-Burhanpuri (at-Tuhfatul-Mursalah ila Ruhin. Itulah yang merupakan faktor yang sangat menentukan jalannya kehidupan dan pemikiran keagamaan dalam kerajaan Aceh Darussalam yang lahir kemudian sekitar abad ke-16 (Daudy. Ibnu Arabi (Fusushul-Hikam. walaupun ia sangat menyimpang dari ajaran resmi yang diakui dan dihayati kalangan istana dan umum. 1983: 30). Aceh kedatangan sufi-sufi dari berbagai negara yang secara langsung menciptakan iklim kehidupan mistik dan melahirkan pemikiran terhadap masalah-masalah keagamaan.

Pertama. Kitab Tuhfatul-Mursala tersebut menjadi pegangan kuat kaum sufi yang menganut ajaran martabat tujuh yang kemudian disimpulkan di dalam ajaran wachdatul wujud (Abddulah. Gagasan Nur Muhammad di dalam Karya Hamzah Fansuri Nama Hamzah Fansuri di lapangan penyelidikan sastra Indonesia dan para ulama sangat terkenal. Penyebaran Islam di Jawa dilakukan oleh para wali yang selanjutnya dikenal dengan sebutan Wali Sanga. Beberapa kitab karyanya antara lain: Asrar al-Arifin fi Bayanil-Ilmis-‘Suluki wat-‘Tawhid. Alam fikiran sufi yang mempunyai pengaruh luas dan bercorak pantheistik terutama jelas sekali di kalangan ahli-ahli fikir Sumatra Utara semenjak abad ke-16 dan permulaan abad ke-17 Masehi. Selain itu Syeikh Fadhlullah al-Burhanpuri yang menulis kitab memperkuat sokongannya terhadap dua Syeikh dari Arab tadi. Pada masa itu banyak ulama-ulama intelek yang berdomosili di Aceh. alim ulama. yang semua itu didukung oleh rakyatnya. hulul. bagi mereka. sesat dan sebagainya. dan Ruba’i Hamzah Fansuri. Dari Makkah telah datang Al Alim Allamah Syeikh Abdul Khair dan Al-Alim Allamah Syeikh Muhammad Al-Yamin pada sekitar tahun 990H/1582 M (Zainuddin.1990:30). Hamzah telah menulis antara lain : 1. Di lapangan sastra.tt:14-15). Pengaruh tasawuf di dalam kehidupan kerajaan Aceh semakin jaya terutama semasa berkuasanya Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam Syah (1606/1607-1636). Syair Pungguk. khususnya syair. Para ahli hampir semuanya mencatat bahwa dia bersama muridnya Syamsuddin.dan ilmu pengetahuan. kafir. Hal yang selalu disanggah oleh orang atas diri Hamzah adalah karena faham wachdatul-wujud.Shafiyuddin. 1980: 32). Syair Dagang. secara geografis. Namun. Faham kedua tokoh dari Mekkah tadi disokong olah Syeikh Hamzah Fansuri dan muridnya Syeikh Syamsuddin As-Sumatrani. Syeikh Said Barsisa dan Syeikh Gombak Abdul Mubin (Abdulah. Keduanya adalah tokoh sufi yang sealiran dengan ulama Hidustan seperti Syeikh Syaifur-Rijal. syirik. Beliau berdua sangat terpengaruh oleh alam fikiran Ibnu Araby yang terkenal dengan ajaran wachdatul-wujudnya yang oleh penentangnya (misalnya Syeikh Nuruddin ar-Raniry) disebut wujudiyah. Pada saat itu sebagaimana dikatakan di depan. Orang sering menuduhnya sebagai orang yang zindik. Syair Burung Pingai. Syarbul Asyiqin. Karya prosanya ini banyak mengingatkan kepada karya Ibnu Araby (Hadiwijono. 2. Kedua. dan ittihad. tetapi hanya sebagai alat untuk menyebarkan agama Islam (Abddulah. adalah tokoh yang sefaham dengan sufi ekstrem Al-Challaj dengan faham hulul. berdagang bukanlah menjadi tujuan pokok. . Di sini akan penulis paparkan bagaimana pandangan Syeikh Hamzah Fansuri dalam proses terciptanya alam semesta yang ada kaitannya dengan faham Nur Muhammad. Ajaran lain yang terkenal dari beliau yang juga mempengaruhi pemikiran tasawuf di Sumatera ini adalah ajaran tentang al-chaqiqatul muchammadiyah/ nur muhammad. ulama-ulama yang menganut faham mistik sangat mendapat tempat yang paling utama. Ada dua orang di antara tokoh-tokoh sufi itu yang sangat menarik untuk dibicarakan sehubungan dengan aliran pantheistik ini yaitu Syech Hamzah Fanshuri dan Syech Syamsuddin Sumatrani.1980: 15-20).1980 :36-37). 2. 3. 4. kerajaan Aceh sangat strategis dalam lalu lintas perdagangan di Asia Tenggara. Ada pula orang yang mempercayai bahwa dia itu bermazhab Syafi’i di dalam fiqih. Sementara itu pada masa dahulu orang Islam memang termasuk orang yang ahli dalam berdagang. al-chaqiqatul-muhammadiyah dan wahdatul adyan.tt:252). sultan Aceh yang bernama Iskandar Muda Mahkota Alam Syah sangat mencintai Islam. sedang dalam tasawuf Hamzah mengikut tarikat Qadiriyah (Abdullah. Zinatul-Muwahiddin. Para wali tersebut termasuk juga para ahli tasawuf (sufi). Ada orang yang menuduh beliau adalah pengikut faham Syi’ah. Syair Sidang Faqir.

Apabila laut timbul maka ombak namanya. surga dan neraka belum ada.nabi. Ruh idlafi. Tingkatan wachda ini disebut juga ”cahaya Muhammad” (Nur Muhammad) atau “realitas Muhammad” (Chaqiqatul-Muhammadiyah). di dalamnya realitas yang terpendam berada sebagai satu kesatuan yang kemudian membagi-bagi diri untuk kemudian mengalir ke luar ke dalam dunia gejala /fenomena ini. tak ada dahulu atau kemudian. Syair Perahu (Abdullah.tt:30-32). itulah bernama chaqiqat Muchammad nabi (hal. laut yang dalam (Bahrul-amiq) dan laut yang mulia (Bahrul-‘ulyan) (Hadiwijono.tt:26). wachidiyyah. serta (5) pangkat sungai. Apabila sungai itu pulang ke laut. “ketika bumi dan langit belum ada. yakni ruh idhafi dengan a’yan tsabitah keluar dengan qaul (kun fa yakun) berbagai-bagai. dan cahaya (nur). tatkala . Allah adalah suatu zat yang Mutlak yang mendahului segala sesuatu sebagaimana dikemukakannya di dalam Asrar Arifin. 30). Itulah yang pertama.tt:15). Jika keluar sekalian itu tiada ia kurang. yakni setelah ruh idhafi dengan isti’dad asli dengan a’yan tsabitah hilir di bawah kun fa yakun sungai namanya. Hakekat sebenarnya dari Zat Allah itu tanpa pembeda-bedaan (la ta’ayyun).1980:37) Karya-karya syairnya menunjukan bahwa dia sangat mengenal tasawuf Persia yang bersifat erotis (Hadiwijono. arasy dan kursyi belum ada. Syair Ikan Tongkol. (2) pangkat ombak. laut itu disebutnya sebagai Laut Batiniyyah (Bahrul-Butun).Hamzah mengambarkan cara Zat Mutlak itu menjelma (tanazzul) seperti laut (Zinatul-Muwahiddin hal 15) Penjelmaan atau pengaliran ke luar itu terjadi dalam beberapa pangkat atau mertabat yaitu : (1) pangkat laut yang bergerak di dalamnya segala sesuatu tersimpan. Pangkat ini disebutnya sebagai ta’ayyun awwal (pembedaan pertama). Tetapi laut itu maha suci tiada berlebih dan tiada berkurang . Pada pangkat ini terjadi empat pembedaan yaitu :pengetahuan (ilm). sungai namanya. Lebih jauh Hamzah mengatakan dalam Zinatul –Muwahidin : “Adapun ta’ayyun awwal itu ditamsilkan oleh ahli suluk seperti laut. Allah adalah Zat yang Mutlak yang diibaratkan sebagai laut yang tiada berkesudahan (Asrar hal. maklum jadi pada dirinya. karena ia suci dari pada segala suci (hal. asap namanya. Ia tahu bahwa Ia memiliki daya untuk menjelmakan Diri-Nya (Hadwijono. semesta alam sana lagi ijmali.yaitu gambaran dunia yang kongkrit ini. (hal. yakni nyawa ruh idlafi kepada namanya.5) Selanjutnya dikatakan bahwa Zat Allah itu tak bisa diibaratkan. eksistensi (wujud). pengamatan (syuhud). Dikatakannya di dalam Syarabul-Asyikin : “Taayyun awaal wujud yang jama’i. apa yang pertama? Yang pertama ialah Zat. Apabila laut itu melepas jadi nyawa. (4) pangkat hujan. Di tempat lain dikatakan : “Wachdat itulah yang bernama “kamal zati”. tiada yang lain kecuali Dia. dan 6. Apabila hujan itu jatuh ke bumi. Menyatakan sana ruh Muhammad an. yakni apabila alim memandang dirinya.di dalamnya terjadi peninjauan Zat atas diri-Nya sendiri (3) pangkat asap dan awan. tak ada kanan atau kiri dan seterusnya (Asrar hal 8). alam sekalian belum ada. tak bisa diuraikan dengan ibarat.14). yang ada pada dirinya. wachdah.15) Tahap-tahap pengaliran/ martabat itu diistilahkan dengan achadiyah. Pangkat achadyiah disebut juga pangkat la-ta’ayyun (tanpa pembeda-beda). tiada sifat dan tiada nama. Menurut Hamzah. sebab tak ada ibarat yang bisa dipakai untuk mengurai keadaan Allah. pertama di sana nyata. Di sini berarti bahwa Zat Allah tahu bahwa diri-Nya sendiri yang ada. Di dalam beberapa syairnya. di dalamnya realitas yang terpendam itu keluar atas perintah ilahi “ fa yakun”. Pada-Nya tiada atas atau bawah.laut hukumnya. Pada pembedaan pertama ini Zat Allah menjadi sadar akan diri-Nya sendiri serta memiliki pengetahuan tentang segala daya yang terpendam pada diri-Nya sebagai kesatuan. jika masuk pun sekalian itu tiada ia kurang lebih. Wachda digambarkan sebagai gerak ombak.5.

Dan pada suatu ibarat “nur” namanya. yakni papan tempat menyurat.20) Pada pangkat wachda ini peranannya dalam penjelmaan akali sangat penting. sedemikian rupa sehingga Zat yang Mutlak itu tampak di dalam dunia gejala. Alam ini adalah alam cita/ ide. Pada pangkat ini realitas Muhammad pada ta’ayyun awwal menimbulkan manusia atau chaqiqat insan. Maka ketiganya disebut sebagai “Maratib-ilahi” (Hadiwijono. Ketiga pangkat penjelmaan. sekarang mengalir ke luar sebagai roh. Alam ini bercirikan warna seperti alam impian (Hadiwijono:45). yakni cahaya. pada suatu ibarat ”kalamul-a’la” namanya.dan pada saat ibarat : “aqlul-kulli” namanya[yakni] perhimpunan segala budi. Pangkat selanjutnya adalah wachidiyya yang disebut juga pembeda-bedaan kedua (ta’ayyun tsani). chaqiqat Muchammad saw.itu bernama “ruh idlafi”(hal. Sebaliknya Nur Muhammad dijadikan dari pada Zat Allah dan bahwa seandainya tiada cahaya Muhammad. maka alam semesta ini tidak akan ada (Asrarul-Arifin hal. 97) dan bahwa seluruh alam semesta dijadikan dari pada cahaya Muhammad. Alam Ajsam atau alam segala tubuh adalah dunia yang terdiri dari anasir yang halus yang tak bisa diamati oleh indera. . Pangkat alam mitsal. . yakni nyawa bercampur . Alam ini merupakan perbatasan antara alam arwah dan alam segala tubuh. yang dengannya Yang Mutlak mengenal diri-Nya dan kemudian seolah-olah Yang Mutlak bangkit dari lamunan-Nya.Allaahu ta’aala an-Nuur. awwalu maa khalaqa. Antara ‘alim dan ma’lum itulah asal cahaya Muhammad pertama-tama bercerai dari pada Zat. Alam ini disebut . dan pada suatu ibarat “lauch” namanya.Allaahu ta’aala ar-‘Ruah. Ia disebut juga “nur Muhammad” (Hadiwijono.hujan namanya. alam ajsam. air dan sungai yang terkenal dengan pangkat-pangkat alam mitsal. awwalu maa khalaqa Allaahu ta’aala al-qalam”(hal. alam insan. awwalu maa khalaqa Allaahu ta’aala al-‘aql. Di bagian lain (Syarabul-Asyikin hal 52-53) Hamzah menyebutkan adanya pembeda-bedaan ketiga (ta’ayyun tsalis) yang dinamai pula a’yan kharija (realitas yang keluar). Oleh karena itu pangkat ini disebut juga alam arwah. Pada pangkat ini realitas yang terpendam yang di dalam pangkat wahidiyya berkumpul sebagai awan. atau sebagai lahir dan batin. achadiyah.’ilm yang melihat maklumat itu. Wachda adalah logos. Wachda adalah cermin yang memantulkan gambar dari yang Mutlak atau bayang Yang Mutlak.52) Di dalam Asrar Arifin dia mengatakan : “. semuanya terjadi dalam satu eksistensi Ilahi.15). tt:42). yakni kalam yang maha tinggi.itulah bernama “ruh idhafi”. wachda. serta tak binasa. Wachda adalah pangkat penilikan diri dari Zat yang Mutlak. Pengertian a’yan kharija menunjukkan bahwa penjelmaan ini dan penjelmaan berikutnya terjadi di luar Zat yang Mutlak. Hubungan keduanya itu sama dengan hubungan antara perwujudan dan gambar yang dipantulkan. yakni ruh idhafi dengan a’yan tsabitah keluar dari qaul kun fa yakun. sifatnya bisa dilihat.tt:47). Oleh karena itu pada bagian lain disebutkan bahwa Nur Muhammad bersinar dari Zat Allah (Syarabul Asyikin hal. yaitu dunia yang nampak ini. wachidiyya. adalah pangkat penjelmaan di mana pembagian rohaniah adalah suatu kenyataan. Selanjutnya dari pangkat alam arwah ini menjelma keluar menjadi hujan. Pangkat penjelmaan terakhir adalah alam insan. yaitu di dalam dunia gejala ini (Hadiwijono. karena itulah maka sabda Rasullulah: ”awwalu maa khalaqa. berbagai-bagai (Zinatul-Muwahidin hal. Adapun pada suatu ibarat. Sebagaimana diketahui bahwa penjelmaan ada dua yaitu penjelmaan yang terjadi dalam diri Zat yang Mutlak yang sifatnya akali dan penjelmaan yang terjadi di luar Zat yang Mutlak.tt:42) Penjelmaan selanjutnya dikatakan Hamzah: “Apabila awan itu titik udara. Tempatnya berasal di antara yang mengenal dan yang dikenal (antara Zat yang Mutlak dan dunia).19) Di sini dijelaskan bagaimana kedudukan Nur Muhammad. Nur Muhammad adalah pengetahuan(‘ilm) yang melihat kepada ma’lum atau ide.

Demikianlah penjelasan Hamzah Fasuri tentang tanazzul (mengalir ke luar)-nya Zat yang Mutlak. Dia menulis kitab dari berbagai cabang ilmu pengetahuan seperti fikih. Mustari (Yupiter). 1984 47-98) Menurut Syeikh Nuruddin. Syeikh Nuruddin dalam Asrar al-Insan halaman 34-35 mengatakan bahwa yang mula-mula dijadikan Allah adalah “aAkal pertama” yang disebut juga hakikat Muhammad atau Ruh A’dzam. kedatangannya yang pertama kali itu tidak mendapat sambutan dari Sultan Iskandar Muda. dan pangkat dunia gejala. Utharid (Mercurius). Tibyan fi Ma’rifatil-Adyan. Pernyataan-pernyataan Hamzah ini mengingatkan kita kepada pemikiran Ibnu Araby dan filsafat emanasi dalam Neo-Platonisme. nabatat.4. Urut-urutan falak itu adalah Arasy. mistik. melimpahlah “akal kedua” dan falak (bandingkan dengan konsep Al-Farabi). Akhbarul-Akhirat fi Ahwalil-Qiyamah. tetapi banyak dari segi pengertian akal.3 Nur Muhammad dalam Pandangan Syeikh Nuruddin Ar. 4. Syam (Matahari). ia pernah datang ke Aceh. Zuhara (Venus). menurut teori tersebut. Dia menolak teori emanasi atau faidh-nya Al-Farabi. Tudjimah telah mencatat paling tidak terdapat 29 hasil karya Syaikh Nurrudin. Nuruddin adalah seorang Syeikh dalam tarikat Rifa’iyyah. dan tanah. Nuruddin juga seorang penulis yang sangat produktif. dll. Sebelum tahun 1637 M. Rupanya hal ini kurang disadari olehnya (Daudy. Bustanus-‘Salatin fi Dzikril-Awwalin wal-Akhirin Lathaiful-Asrar. Dari Nur Muhammadlah Zat yang Mutlak bersinar. Ketujuh pangkat penjelmaan yang selanjutnya sering disebut teori martabat tujuh itu sebenarnya bisa dirangkumkan menjadi tiga pangkat. Yang terakhir ini adalah manusia. ia berfungsi sebagai sebab dan relasi. seperti cahaya yang melimpah dari matahari. karena akan membawa kepada pengakuan bahwa alam ini qadim sehingga jatuh kepada syirik. 1984 : 35-39). Hilludz’Dzill.Raniry Nama lengkapnya adalah Nuruddin Muhammad bin Ali bin Hasanji bin Muhammad ar-Raniry alQuraisy al-Syafi’i. Dia menempatkan Nur Muhammad sebagai penghubung/ perantara antara Zat yang Mutlak (Tuhan) dengan dunia. filsafat. Selain sebagai ulama dan mufti di istana. Asrar al-Insan fi Ma’rifatir-‘Ruh war-‘Rahman. Kesembilan falak tersebut disebut Aba’ (bapak). Pangkat penjelmaan terakhir adalah alam insan. Dari Nur Muhammad pula asal segala kejadian alam ini. beliau yang juga penganut teori tajalli telah mengatakan adanya a’yan tsabitah sebagai sesuatu yang qadim. hadits. perbandingan agama. dengan lahirnya . Di bawahnya ada Ummahat (ibu) yang terdiri dari empat unsur yaitu udara. dan hayawanat. Alam ini disebut juga alam manusia sempurna (alam insan al-kamil). dan Qamar (bulan). Dalam disertasinya tentang Asrar al Insan fil-Ma’rifatir-‘Ruh war-‘Rahman (1961). Dia diberi kesempatan untuk menyanggah faham “wujudiyyah” dari Hamzah Fansuri dan Syamsuddin (Daudy. Mirrih (Mars). Nuruddin datang ke Aceh untuk kedua kalinya pada tahun 1047 H (1637 M). Dari sebab pengaruh falak Aba’ kepada empat unsur (Ummahat) itu lahirlah berturut-turut imadat. 1984: 124126). Dia adalah seorang sarjana India keturunan Arab yang dilahirkan di Ranir (Rander) di daerah Gujarat. Namun. Namun demikaian. bintang Zuhal (Saturnus). yang pada hakikatnya sama dengan teori emanasi dari al-Farabi.juga alam manusia sempurna (alam insan al-kamil). Ketika itu yang bertindak sebagai mufti Aceh adalah Syeikhul-Islam Syamsuddin as-Sumatrani yang menganut paham “wujudiyyah”. antara lain Shiratal-Mustaqim. yaitu dari Zat yang Mutlak (Achadiya). Segala fenomena dan peristiwa yang terjadi di ala mini disebabkan oleh tajalli Allah yang senantiasa terjadi pada setiap saat dan waktu. Kursyi. hakikat alam ini dijadikan Allah melalui tajalli. dll (Daudy. pada zaman Sultan Iskandar Tsani. Jumlah semua akal ada sepuluh dan jumlah falak ada sembilan. pangkat penengah di mana realitas yang terpendam (a’yan tsabita) timbul. melimpah dengan sendirinya tanpa iradahNya. yaitu dunia yang nampak ini. air. Sultan ini memberi kedudukan yang sangat baik kepadanya. baik sebagai kesatuan maupun sudah terinci (wahda dan wahidiyya). sejarah. api. Teori tersebut juga menafikan kekuasaan Allah karena alam ini. yaitu realitas keluar (a’yan kharija). Ia adalah esa pada dzat (hakikat). Selanjutnya dari kejamakan akali dalam dzatnya. Oleh karena itu.

“akal pertama” menduduki tempat yang sentral dalam alam ini. Di dalam Jawahir halaman 124. Nuruddin berpendapat bahwa alam beserta isinya. Nur Muhammad sebagai Qalam Allah yang sama sifatnya dengan sifat Allah. ya Muhammad. Menurut Nuruddin. Oleh karena itu ia adalah sebab bagi segala yang ada dan yang tidak ada. dan pada riwayat lain rukhy (AsrarulInsan hal. niscaya tiada kujadikan segala alam ini (Jawahir hal. Dan satu hadis lain : “Jika bukan karenamu (Muhammad). 1984: 126-127). 159) “ Jikalau tiada karena engkau. Dan dari segala arwah anbiya’ itu arwah segala awliya’. dan Adam antara air dan tanah (Jawahir hal.manusia maka sempurnalah penciptaan alam seluruhnya (Daudy. Dikatakan bahwa Nur Muhammad itu tercipta sebagai hasil kerinduan Allah terhadap Dzat-Nya. 47) “Adalah aku Nabi. tidaklah aku jadikan alam ini”. Nuh. Pendirian Nuruddin tentang asal-usul jiwa manusia ini sangat erat kaitannya dengan teorinya tentang nur atau ruh Muhammad. Jadi. termasuk segala ruh makhluk ini dijadikan dari Nur Muhammad. Nur Muhammad selalu berpindah-pindah dari generasi ke generasi berikutnya dalam berbagai bentuk para nabi seperti Adam. dan dari arwah segala jin dan syaitan itu arwah segala hayawanat. Dan syaitan. Di kalangan kaum tasawuf. Musa. Nur itu kadim lagi azali. dll. maka lahirlah Nur Muhammad (Daudy. yang berakhir kepada bentuk Nabi penutup. Dan dari segala arwah segala hayawanat itu arwah segala nabatat. 1984: 156-157). Ia adalah juga permulaan dan kesudahan segala makhluk (Daudy. Ia yang mula-mula melimpah (tajalli) dari Allah dan meneruskan limpahan itu kepada akal-akal di bawahnya. Dalam Asrar al-Insan halaman 40. Dan dari arwah segala awliya’ itu itu arwah arwah segala mukmin. Dan dari segala arwah segala mukmin itu arwah segala munafik. dan di dalam Asrarul-Insan halaman 29. terjadinya arwah dari ruh Nur Muhammad adalah seperti pelita (dian) yang darinya dapat dinyalakan beribu-ribu pelita lain. lalu Allah berfirman kepadanya dengan firman ciptaan “Kun”. 1984: 157). Nuruddin juga mengutip beberapa hadis (yang menurut para ulama ahli hadis. Ibrahim. Dan dari arwah segala munafik itu arwah segala kafir. Seterusnya Nur itu berpindah kepada para Imam di kalangan Syi’ah Imamiyah dan berakhir pada Imam Mahdi Al-Muntazar. Dia tercipta sebelum adanya dalam bentuk sebagai seorang Nabi Insani (fisik). beliau menjelaskan proses terjadinya Nur Muhammad. Dan dari arwah segala nabatat itu arwah segala jamadat (Daudy. dianggap sebagai hadis palsu) antara lain : “ Pertama-tama dijadikan Allah Ta’ala itu cahayaku. Dia melukiskan dalam Jawahirul-Ulum fi Kasyfil-Ma’lum halaman 125. Dan dari pada segala arwah segala mursal itu arwah-arwah segala anbiya’. Jadi yang berpindah bukanlah cahayanya tetapi bekasnya (atsar) yang dapat menyalakan banyak pelita. 1984: 127-128). Oleh karena kerinduan itu timbullah citra rinduan (shuratul-ma’syuq) pada ilmu-Nya. Untuk memperkuat pendapat-pendapatnya. Nuruddin mengatakan bahwa sebagai hakikat Muhammad. 125-126) Hadis-hadis di atas menyatakan bahwa Nabi Muhammad atau Nur Muhammad telah dijadikan sebelum alam ini. Dia mendasarkan pendapatnya dari sebuah hadis Nabi yang artinya : “Yang mula-mula dijadikan Allah adalah nurku “ (dalam riwayat lain ruhy)”. Di halaman 39. yakni Nabi Isa yang . 37-38 sebagai berikut: “ Tatkala jadilah Nur Muhammad Saw dari pada Adam kepada wujud maka dijadikan Haqq ta’ala dari pada nur itu arwah segala ‘ulul-azmi itu segala mursal. Nur itu berpindah kepada para wali (awliya’) dan berakhir kepada wali penutup (khatamul-awliya’). Muhammad saw. Munculnya segala arwah dari nur Muhammad bukan berarti bahwa Nur Muhammad terdiri dari bagianbagian yang dapat berpindah kepada makhluk lain. Dia juga mengatakan dalam Asrar-al-Insan halaman 147 bahwa yang dimaksud dengan Insan Kamil adalah manusia yang dalam dirinya telah memiliki hakikat Muhammad atau Nur Muhammad atau ruh Muhammad sebagai makhluk awal mula dan sebab bagi terciptanya segala mahluk.

Selain itu riwayat kejadian Nur Muhammad ini terdapat pula di dalam Hikayat Muhammad Ali Hanafiyah dan Hikayat Syah I Merdan Juynboll (1899 : 202). 1986:1982). Al-Bathin. Alam ini diciptakan karena Nur Muhammad. Adz-‘Dzahir. lauh. bermacam-macam derajat orang tergantung dari apa yang dilihatnya dari Muhammad (Djamaris. bulan..5 Paham Nur Muhammad terjalin dalam Kesusastraan Melayu Setelah penulis membicarakan pengaruh faham Nur Muhammad di dalam sastra kitab /mistik. 1984: 187-188). maka wadah kenyataan bagi tajalli nama Allah yang menghimpun segala nama dan sifat hanyalah pada “Insan Kamil”.akan turun pada akhir zaman (Daudy. behwa HMAH dalam sastra Melayu itu merupakan terjemahan langsung dari Parsi. Menurut Brakel. 1986: 171). yang telah ditransliterasikan oleh Djamaris (1983). ia akan menjadi penulis’ dan seterusnya. di sini akan penulis kemukakan pengaruh faham Nur Muhammad di dalam sastra Melayu dalam arti belles letters. 2. Nur Muhammad berpeluh. yaitu Hikayat Nur Muhammad.van Ronkel. matahari. Ia ditempatkan oleh Allah di pohon syajaratul-yaqin. ia akan menjadi khalifah atau raja. Selain yang masih berupa naskah yang jumlahnya tidak sedikit. Nur Muhammad dilukiskan sebagai burung merak.S. yang sependapat pula dengan Dr. Karena malunya dilihat Allah. 1982: 36-40). 4. Jadi jika sebagian-sebagian alam ini hanya merupakan wadah tajalli bagi sebagian asma Allah dan sifatnya. Nama judul dalam bahasa Melayu adalah Hikayat Muhammad Hanafiyah. Dalam kitabnya Akhbarul-Akhirat fil-Ahwalil-Qiyamah. Ada dua teks yang yang akan penulis ambil sebagai contoh. sedangkan a’yan tsabitah adalah wadah kenyataan dari Allah: Alawwal. van Ronkel (1909: 250-254) naskah Hikayat Muhammad Ali Hanafiyah (selanjunya disebut HMAH) tercatat delapan naskah. “Insan Kamil” merupakan cermin bagi Allah untuk melihat kesempurnaan diri-Nya. 1984: 185-186). F. Hal ini dikarenakan alam syahadah adalah semata-mata merupakan wadah kenyataan bagi nama allah Al-Achir. Dari itu “Insan Kamil” merupakan mikrokosmos (alam saghir) sedangkan alam semesta ini adalah makrokosmos (alam kabir). Hikayat ini mula-mula diminta oleh orang-orang Malaka ketika menantikan serangan orang Paringgi untuk dibacanya agar mendapatkan semangat bertempur pada pagi harinya. Selanjutnya “Insan Kamil” juga sebagai pengikat semesta alam. sama betul dengan Qissai-Muhammad Hanif dalam bahasa Parsi.5. 4. Di sini tampak sekali pengaruh Al-Jilli pada Nuruddin. Akhirnya semua arwah diperintahkan Allah untuk melihat Nur Muhammad. Bial Arwah melihat kepala Nur Muhammad.000 tahun serta mengucap tasbih. bila yang terlihat adalah keningnya. Banyaknya persamaaan dalam teks bahasa Melayu itu dengan mudah dapat dikembalikan ke dalam bahas Parsi (Dipodjojo. S. Nur Muhammad dilihat oleh Allah yang membuat ia malu dan sujud lima kali. Jadi pada “Insan Kamil” terhimpun segala yang Ilahi (Asrar hal 59-61). Menurut Nuruddin (dalam Daudy. L. HMAH juga telah ada yang dikerjakan oleh Ali Bahai dicetak di Singapura (Dipodjo. Nur Muhammad/ ruh Muhammad adalah hakikat pertama yang mula-mula lahir dalam ilmu Allah (ta’ayyun awwal) yang lahir dari tajalli dzat atas dzat. Kesejajaran antara keduanya itu terlihat pada : 1. Brakel telah membicarakan HMAH ini dalam The Hikayat Muhammad Hanfiyah (1975). beliau menceritakan tentang kejadian Nur Muhammad. Bandingkan dengan konsep Insan al-Kamil dari Abdul Karim al-Jilli. Pada . dll.1 Nur Muhammad di dalam Hikayat Muhammad Ali Hanafiyah Di dalam katalogus Ph. Oleh karena itu hakikat atau nur Muhammad merupakan “ hakikat jami ” yang menghimpun segala yang haq. arsyi. kursyi. Pembagian atas bab antara keduanya sama. Peluh itu ada yang menjadi malaikat. 3. Nur Muhammad sujud kepada Allah selam 70. Diceritakan bahwa Nur Muhammad adalah makhluk pertama yang diciptakan Allah ta’ala. pada bab I halaman 2-10. Ph. Itulah sebabnya ia diwajibkan untuk sembahyang lima kali sehari semalam.

dan tanah. Adapun syuhud itu adalah himpunan ilmu dan sifat pada hati kita. Sembahyang Asar itu empat rekaat karena asal manusia itu dari empat perkara yaitu api. sedang yang diketahui adalah Allah Ta’ala. yakni Nabi Muhammad. Nur Muhammad di Dalam Hikayat Syah I Merdan Hikayat Syah I Merdan (HSM) oleh C. 1966:31-32). Wachidiyya. ilm. Nur adalah cahaya Muhammad /Nur Muhammad yang cahayanya itu terangnya Muhammad. Disuruh-Nya malaikat Jibril mengambil inti bumi. sementara yang terang itu adalah Muhammad karena diterangi oleh Allah Ta’ala. cerita penciptaan Nabi Adam sampai menjelang kelahiran nabi Muhammad saw.2. Inti bumi itu dijadikannya sebagai “lembaga nabi”. Sembahyang Isya’ itu empat rekaat karena empat perkara yaitu wadi. Diceritakan bahwa ada seorang wanita kaya dari Syiria bernama Fatimah ingin bersuamikan Abdullah. saudara Hasan dan Husein putra Ali bin Abi Thalib lain Ibu. Isi HMAH secara garis besar isinya adalah : 1. Inti ceritanya berpusat pada tokoh Muhammad Ali Hanafiyah. Dalam perbincangan kedua orang itu mengenai sembahyang dikatakan bahwa sembahyang itu sifat Nabi. Cahaya itu padam setelah Abdullah beserta Siti Aminah. air. angin. yakni Allah yang ada. karena sudah tersimpan pada haq Allah Ta’ala. istrinya menyendiri dan mengingat Allah. Sholat subuh dilaksanakan dua rekaat karena asal-usul sifat Muhammad . Tetapi maksud itu kandas setelah mengetahui lembaga nabi itu telah berpindah ke rahim siti Aminah yang telah lebih dahulu diperistri Abdullah. manikam. maka akhirnya Sultan pun berkenan meminjamkan. Selanjutnya oleh Tuhan diciptalah ruh para Nabi. Ketiga martabat itu juga adalah Allah. Adapun ilmu itu mengetahui. Jalan ceritanya pada garis besarnya mirip dengan cerita Jawa yaitu Angling Darma (Atja. Dalam hikayat tersebut cerita dimulai dengan uraian bahwa Tuhan menciptakan Nur Muhammad. Ketika Muhammad lahir. 1986: 170). sembahyang Lohor itu empat rekaat karena kenyatan Allah Ta’ala tu empat perkara. Hal itu dapat ditemukan pada Sejarah Melayu cerita yang ketiga puluh empat (Dipodjojo. madi. Ketika Muhammad akan lahir. Sembahyang Maghrib itu tiga rekaat karena tiga peringkat / martabat penjelmaan Tuhan yaitu Achadiya.mulanya permintaan itu ditolak oleh sultan Ahmad dan Sultan hanya berkenan meminjamkan Hikayat Amir Hamzah. Muhammad. yang menuntut balas akan kematian saudara-saudaranya yang terjebak tentara musuh di Karbela. dahi Abdullah seakan-akan bercahaya bagai bintang Yahro. Muhammad ali Hanafiyah adalah pahlawan kebanggaan kaum Syi’ah. Cerita tentang Ali sejak memegang pemerintahan dan keturunan Ali sampai meninggalnya Muhammad Ali Hanafiyah. Menjelang kelahiran Nabi Muhammad. Terang itu adalah ilmu Muhammad. suatu cahaya kenabian yang ada pada setiap Nabi. para wali dan para Arifin (orang yang bijaksana). melalui para Nabi yang lain sampai kepada Abdullah bin Abdul Muttalib (ayah Nabi Muhammad saw). Cerita Nur Muhammad. 1986:160). dan Adam. Lembaga Nabi itu turun terus menerus sejak Nabi Adam a. Cerita tentang Nabi Muhammad dan kejadian-kejadian yang dialaminya.5. mani. Hooykaas (1947:125) dimasukkan ke dalam “Het Boek mit Indische Fantazie”. 4. rumah Siti Aminah ada cahaya yang memancar sampai ke langit. yaitu wujud. Wachda. dan yang mengetahui itu Muhammad. Sembahyang itu lahir dari pada Allah Ta’ala. syuhud dan nur (bandingkandengan konsep Nuruddin di atas). yaitu pengetahuan akan Allah Ta’ala. 2. 3. Yang ada itu Allah Ta’ala dan yang nyata itu Muhammad. berkat wali Allah. tetapi karena permohonan itu dengan sangat. Hikayat ini berisi pula ajaran soal-soal keislaman yang dikemukakan dengan tanya jawab antara Syeikh Lukmanul-Hakim dan Syah Merdan.s. HSM juga menceritakan terjadinya bermacam-macam mahluk yang berasal dari karena Allah menilik . rumah Siti Aminah tertutup rapat sehingga orang lain tidak dapat masuk ke rumah tersebut (Dipodjojo.

undip. Karena sangat malunya keluarlah peluh dari dari Nur Muhammad. Maha suci bagi Allah yang tinggi ketuhanannya dan tiada sekutu baginya. Wa akhrajahu minal jannati kaana fiihi chikmatahu. Ia .ac. menuju pusat Islam di Mekah pada tanggal 22 September 1644 dalam usia 18 tahun. (halaman 2) http://staff. Ia sempat singgah di Banten dan sempat belajar pada seorang guru di Banten. berguru pada Sayed Syekh Abi Abdullah Muhammad Abdul Baqi bin Syekh al-Kabir Mazjaji al-Yamani Zaidi al-Naqsyabandi. wayufni’l khala’iqa ba’da khalqihi. Syekh Yusuf sendiri dapat mengajarkan beberapa tarekat sesuai dengan ijazahnya. maka jadilah ia akan khalfahnya di bumi. kemudian dijadikannya. Wastafa minhum Adama liyuzhira nurahu.G. Di Arab Saudi. Setelah menerima ijazah tarekat Qadiriyah dari Syekh Nuruddin. melalui karangan-karangannya. Syekh Yusuf meninggalkan negerinya. W. Dan dikeluarkannya ia dari dalam surge.id/sastra/fauzan/2009/07/22/pemikiran-sufistif-nur-muhammad-hamzah-fansuri/ SYEKH YUSUF AL MAKASARI Syekh Yusuf berasal dari keluarga bangsawan tinggi di kalangan suku bangsa Makassar dan mempunyai pertalian kerabat dengan raja-raja Banten. 4. Nur Muhammad di dalam Sejarah Melayu edisi Shellabear. falidzalika sajada ‘l malakitau kulluhum lahu. Pada Pasal pertama dikisahkan sebagai berikut.3. wamn dzalika’l-nuri khalal’l anbiya’a wa fara’a rutbatuhu. adalah dalamnya hikmatnya. wala syarika lahu. yang mendirikan pengajian pada tahun 1640. pergilah ia ke Aceh dan menemuinya. Beliau ke Arab Saudi melalui Srilanka.pada Nur Muhammad dengan tilik kodrat-Nya. Subhanalladzi tafarradha bil-uluhiyati. lagi senantiasa adanya. tsumma yu’iduhu. Syekh Yusuf berusaha ke Timur Tengah. mula-mula Syekh Yusuf mengunjungi negeri Yaman. Syekh Yusuf sejak kecil diajar serta dididik secara Islam. Ba'alawiyah. dan lagi akan difanakannya segala makhluk. maka dikembalikannya pula. dan tiada hajat bagi-Nya. dan tiada sesuatu juapun kemudian-Nya. mengunjungi ulama terkenal di Cikoang yang bernama Syekh Jalaluddin al-Aidit. Syattariyah. dan Bone. Walamma arada azhara rubbuiyatihi fakhalaqa nura habihi. Syekh Nuruddin ar Raniri. Dan Ialah tuhan yang abadi. dan dipaerangkatnya martabatnya. Maka tatkala Ia hendak menyatakanketahuannya . dan dianugerahinya akan dia maratabt yang tinggi. Namun dalam pengajarannya. Saat ia mengenal ulama masyhur di Aceh. Syekh Yusuf mencari ilmu di tempat lain.5. Maka dijadikannya segala makhluk. Bhd Di dalam Sejarah Melayu dibicarakan juga Nur Muhammad ini sebagai pembuka cerita. 1979 Kuala Lumpur: Fajar Bakti Sdn. maka dijadikannya Nur kekasih-Nya dan daripada nur itulah dijadikan segala anbiyak. Ia diajar mengaji Alquran oleh guru bernama Daeng ri Tasammang sampai tamat. dan Qadiriyah. Dari peluh itulah terjadi berbagai kejadian yang berwujud segala makhluk. Daripada anbiya’ itu Nabi Allah Adam supaya menyatakan nur kekasihnya. watafadhdhala alayhi bi’l rutbati lulya fasara fil ardhi khalifatuhu. Gowa. Syekh Yusuf tidak pernah menyinggung pertentangan antara Hamzah Fansuri yang mengembangkan ajaran wujudiyah dengan Syekh Nuruddin Ar-Raniri dalam abad ke-17 itu. Gowa. maka dari kerana itulah sujud sekalian malaikat akan dia. Di usianya ke-15. Seperti tarekat Naqsyabandiyah.

masih di negeri Yaman. dalam pandangan Syekh Yusuf. berguru pada syekh terkenal masa itu yaitu Syekh Ibrahim Hasan bin Syihabuddin Al-Kurdi Al-Kaurani. Setelah tiba musim haji.html . meluas. Dilanjutkan ke Madinah. Cara-cara hidup utama yang ditekankan oleh Syekh Yusuf dalam pengajarannya kepada muridmuridnya ialah kesucian batin dari segala perbuatan maksiat dengan segala bentuknya. Kehidupan dunia ini bukanlah harus ditinggalkan dan hawa nafsu harus dimatikan sama sekali. Tahap pertama yang harus ditempuh oleh seorang murid (salik) adalah mengosongkan diri dari sikap dan perilaku yang menunjukkan kemewahan duniawi. beliau ke Mekah menunaikan ibadah haji. Dari gurunya ini Syekh Yusuf mendapatkan ijazah tarekat Al-Baalawiyah. langik tenaya birinna (langit yang tak berpinggir).blogspot. karena hal ini akan memberi tujuan hidup itu sendiri. Belum juga puas dengan ilmu yang didapat. yaitu keinginan memperoleh kemewahan dan kenikmatan dunia. Ajaran Syekh Yusuf mengenai proses awal penyucian batin menempuh cara-cara moderat. diperoleh kesan bahwa Syekh Yusuf memiliki pengetahuan yang tinggi. bukan hanya untuk menciptakan keseimbangan antara duniawi dan ukhrawi. dan kappalak tenaya gulinna (kapal yang tak berkemudi). http://sufiroad. Syekh Yusuf pergi ke negeri Syam (Damaskus) menemui Syekh Abu Al Barakat Ayyub Al-Khalwati Al-Qurasyi. Melainkan hidup ini harus dimanfaatkan guna menuju Tuhan. Melihat jenis-jenis alirannya. disiplin diri dan penguasaan diri atas dasar orientasi ketuhanan yang senantiasa melingkupi kehidupan manusia. kehidupan ini harus dikandungi cita-cita dan tujuan hidup menuju pencapaian anugerah Tuhan. Perjalanan Syekh Yusuf dilanjutkan ke Zubaid. Gurunya ini memberikan ijazah tarekat Khalwatiyah setelah dilihat kemajuan amal syariat dan amal Hakikat yang dialami oleh Syekh Yusuf. Gejolak hawa nafsu harus dikuasai melalui tata tertib hidup. dan mendalam.dianugerahi ijazah tarekat Naqsyabandi dari gurunya ini. Hidup. menemui Syekh Maulana Sayed Ali. Dari Syekh ini diterimanya ijazah tarekat Syattariyah. disebut dalam lontara versi Gowa berupa ungkapan (dalam bahasa Makassar): tamparang tenaya sandakanna (langit yang tak dapat diduga). Namun. Mungkin bobot ilmu seperti itu. Hawa nafsu itulah yang menjadi sebab utama dari segala perilaku yang buruk. Dengan demikian Syekh Yusuf mengajarkan kepada muridnya untuk menemukan kebebasan dalam menempatkan Allah Yang Mahaesa sebagai pusat orientasi dan inti dari cita. Dorongan berbuat maksiat dipengaruhi oleh kecenderungan mengikuti keinginan hawa nafsu semata-mata.com/2008/11/syekh-yusuf-al-makasari.

“Dan beliau juga ditanya tentang seorang laki-laki dan Sunan Muria (kaum abangan) berbeda pandangan al-Bantani. seorang ulama besar. Syekh Nawawi al-Bantani. Syamsuddin of Pasai. Beliau dituduh melanggar hak azasi manusia (HAM) karena melalui satu sumber pribumi.There are some information about Syekh’s argument it seemed that far before Nuruddin ArRaniry see: Ahmad Duli. 1983). C. Syekh Arsyad alBanjary dan Syekh Nuruddin ar. Sunan Gunungjati dan Sunan Muria (kaum abangan) berbeda pandangan mengenai adat istiadat dengan Sunan Ampel. 1983 'Studi tentang sistim da'wah tarekat 1983 Allah dan manusia dalam konsepsi Syeikh Nuruddin arRaniry. dan juga buku sejarah 1961). kecuali orang tersebut diberi kemudahan oleh Allah di dalam menghadapi segala kecaman manusia yang diakibatkan karena perbuatannya yang tidak sesuai dengan keinginan mereka serta karena ia berusaha melarang mereka melakukan apa yang sudah dibiasakan oleh Mengenai Muawiyah dan anaknya Yazid. Syekh Arsyad al-Banjary dan Syekh Nuruddin ar. menguraikan karya sastra Ruba'i Hamzah Fansuri). Syeikh Nuruddin Ar-Raniry Syeikh Nuruddin Ar-Raniry. Jika benarlah Syekh Nuruddin Syekh Ahmad Zarrouq 4433 reads A. yaitu Surat Keterangan Syekh know by name. Nuruddin Taqdir manusia dalam pandangan Hamka : kajian pemikiran kajian terhadap pemikiran Abu Hanifah tentang iman dan perbuatan manusia / Muhammad Thaib. Sunan Kudus. Sunan Giri dan Sunan Drajat (kaum putihan). Hanya di fikiran manusia karya ulama terkenal Syekh Nuruddin Ar cukup menghormati pandangan-pandangan Ibnu Arabi. Rajawali Jakarta). Allah dan Manusia dalam Konsepsi Nuruddin Ar-Raniry. Pemikiran Nurdin Ar Raniry perjalanan tentang. karya Nuruddin Ar-Raniry. Syeikh Nuruddin ar-Raniry yang menjadi mufti Kerajaan Aceh Darussalam masa kekuasaan Iskandar Tsani (1045 -1050 M) mengeluarkan fatwa dalam bentuk syair berikut. Syeikh Nuruddin mencoba Misalnya. AR SAHABAT ALAM DAN MANUSIA . dijelaskan dalamKitabul Martabah (Filsafat dan Nilai-nilai Manusia). Allah dan Manusia Dalam Konsepsi Nuruddin al-Raniry. berdasarkan perkataan Jarir bin Abdillah: “Kami (para sahabat) menganggap kegiatan berkumpul di rumah AR JUNAEDI .Raniry yang Dimana Sunan Kalijaga. . Reads: 482Syekh Nawawi al-Bantani. selain sempat diperintah beberapa Sultan terkemuka.Raniry yang merupakan peletak dasar-dasar pesantren di Indonesia pun masih berpegang kuat dalam menganggap buruknya selamatan kematian itu. Ahmad Daudy. yang menjadi Qadhi Malikul Adil masa Sultan Iskandar Tsani dan Ratu Safiatuddin. Justeru itu aku agak tertanya. Ketika itu.  Thanbihullah (Akhlak). Syekh Arsyad alBanjary dan Syekh Nuruddin ar. aris heru utomo's blog .. Aceh juga . Karya dan Sanggahan Terhadap Wujudiyyah di Aceh). Sanggar Altar Semua Cerita tentang Senandung Oom Koko .yang berbentuk tugu yang ada di aceh sebelum nya telah pun di roboh kan oleh indonesia semasa pemerintahan Suharto atas sebab-sebab itu lah sejarah aceh mula pudar dari pandangan umum . Salam Indonesia . Apa yang Mempengaruhi Pemikiran Manusia ?. Adapun penghidangan makanan yang dilakukan keluarga mayit (dengan tujuan) mengundang manusia ke acara tersebut. M. Asar al Insan fi Ma`riah wa Rahman. Syeikh Nuruddin Ar-Raniry (Sejarah.  Risalatul Wahhab (Ilmu Tauhid). juga memakai bahasa Melayu.  Syarah Ruba'i Hamzah Fansuri (Kitab Filsafat. maka sesungguhnya perbuatan tersebut bid'ah. Syekh Arsyad al-Banjary dan Syekh Nuruddin ar. idem.. Senzei Blogsebagaimana kita ketahui bukti . . telah. (Jakarta: Bulan Bintang. Pemikiran di Indonesia saat ini. Fatwa itu menunjukkan bahwa telah terjadi perbedaan pemahaman dalam kontek peristiwa Perang Siffin (tahun 37 H) dan Perang Karbala (tahun 60 H) dalam pandangan Sunni. 3. sejarah.Raniry yang merupakan peletak dasar-dasar pesantren di Indonesia pun masih berpegang kuat dalam menganggap buruknya selamatan kematian itu. yang ar. (Jakarta Diskusi Tentang NII Dgn Agung Y From: alchaidar. Allah dan Manusia dalam Konsepsi Syeikh Nuruddin ar-Raniry. Banda Aceh : Ar-Raniry Amin AR.  Mir'atul Muhaqiqin (Tarikat dan Wihdatul Wujud). Sunan Kalijaga mengusulkan agar adat istiadat lama Syekh Nawawi al-Bantani. Syair Perahu karangan Hamzah Fansuri yang berisi pandangan tasauf telah dikarang dalam bahasa Melayu. Hamzah Fansuri. aristianto . negarawan. 1045-1086 H (1641-1675 M). Sunan Bonang. Sandingannya. (Jakarta: Rajawali Pres.Raniry yang merupakan peletak dasar-dasar pesantren di Indonesia pun masih berpegang kuat dalam menganggap buruknya selamatan kematian itu. CV. politikus.

1045-1086 H (1641-1675 M). yang menjadi Qadhi Malikul Adil masa Sultan Iskandar Muda dan Ratu Safiatuddin. Kitabnya berbahasa Melayu. Konsep nur dirujuk pada hadis qudsi dan surah al-Nur al-Qur'an. Tokoh-tokoh dalam hikayat ini adalah pahlawan tempatan dan lingkungan terjadinya cerita juga di bumi Melayu. Rauf Singkal. Nama lengkapnya adalah Nuruddin bin Ali bin Hasanji bin Muhammad Hamid ar-Raniry. tokoh Antara semua sarjana tamadun Islam. yaitu Hamzah Fansury. Ibunya orang Melayu. Pada tahun 1945. iaitu bermula dari Syeikh Nuruddin ar-Raniri mengkritik ajaran Syeikh Hamzah al-Fansuri dan Syeikh Syamsuddin as-Sumatra-i dalam perkara Tasawuf. Syekh Nuruddin Ar-Raniry dan Syekh Abdurrauf As-Singkily atau Syiah Kuala. Agaknya Hamzah ketika menulis syair ini berpedoman pada Qura'an dan hadist. Ada yang berpendapat sastera moden bermula apabila muncul tokoh Beliau menelusuri silsilah keturunannya dan mendapatkan bahwa Azamat khan adalah keturunan Ahmad Al-Muhajir – cucu imam Ja'far Al-Shadiq yang berhijrah ke Hadramawt – tokoh sufi tarekat Alawiyah (Shihab. dan Syekh Abdul Rauf Singkili dalam bukunya Mi'raj al-Tulabb Fi Fashil. Dalam syairnya juga ia mengaku menerima ijazah Tarekat Qadiriyah di Baghdad Shufi selanjutnya adalah Nuruddin ar-Raniri. seperti Hamzah Fansuri. Hamzah al-Fansuri atau dikenal juga sebagai Hamzah Fansuri adalah seorang ulama sufi dan sastrawan yang hidup di abad ke-16. Danadarma yang mengaku telah belajar 3 tahun kepada Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Aceh menyatakan bersedia bergabung ke Hamzah fansury adalah salah satu tokoh Aceh yang sangat berjasa dalam mempopularkan Aceh dengan ilmunya. dengan menamakannya Wujudiyah dhalala. Meskipun digubah dari cerita yang sudah ada pada zaman Hindu. nama lama sebuah kota pelabuhan di pantai Gujarat dan Saif AlRijal adalah ulama dari India yang hidup semasa dengan Al-Raniri dan mereka sering berdebat menyangkut Model paparan tasawuf inilah yang membuat Nawawi harus dibedakan dengan tokoh sufi Indonesia lainnya. yang intinya: sesungguhnya Allah menyuruh manusia untuk mencari kehidupan dunia dengan tidak meninggalkan kehidupan akhirat. seorang ulama besar. Dalam versi Melayu hikayat ini sering dimasukkan sebagai pendahuluan karya bercorak sejarah seperti Bustan al-Salatin karangan Nuruddin al-Raniri. sehingga tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan di ibukota Hindia Timur Belanda (Indonesia) segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. politikus. Nuruddin al-Raniri. Sedangkan tulisan Nuruddin ar-Raniri hanya menyebut nama Hamzah Fansuri dalam kitabnya Tibyan —dalam kitab ini Nuruddin menyerang serta menuduh Hamzah dan Syamsuddin berfaham sesat. al-Biruni merupakan tokoh yang Ketika dan ilmu Bintang Dua belas pula terdapat kitab . Jepang dikalahkan Sekutu. salah satu di antaranya adalah Nuruddin Ar-Raniri. 2009: 28-42). wafat tahun 1068/1658. negarawan. Mereka saling berebut mempengaruhi Sultan. namun unsur Islam dari hikayat Perdebatan perkara khilafiyah Islam di dunia Melayu telah berjalan sejak abad ke 16-17 M. ayahnya imigran dari SYEIKH Nuruddin Ar-Raniry. kecuali Hikayat Gul Bakawali. syeikh nurudin al raniri yang berpegang kepada ahli sunnah wal jemaah yang akhirnya menyebabkan semua karangan2 hamzah fansuri dibakar oleh sultan aceh atas nasihat nurudin raniri. berasal dari keluarga Arab Ranir Gujarat. Nuruddin Al-Raniri adalah salah satu ulama di Aceh yang lahir di Ranir. tetapi juga ulama-ulama yang berasal dari luar negeri. dalam bukunya Tabyan Fi Ma'rifati al-U Adyan. Syamsudin As-Sumatrani. antara lain: Ash Shiratul Tidak saja ulama pribumi ingin menanamkan ajarannya. Syamsuddin al-Sumatrani dalam bukunya Mi'raj al-Muhakikin al-Iman. Hikayat Anbiya' dan Tambo . Nuruddin Al-Raniri dalam bukunya Sirat al-Mustaqim. Dalam syairnya Hamzah juga bercerita tentang kunjungannya ke Makkah. Baghdad (disana ia mengunjungi makam syekh 'Abdul-Qadir al-Jilani) dan ke Ayuthia. al-Quds.telah dibimbing beberapa ulama kaliber dunia. la dapat dimakzulkan (dibedakan) dari karakteristik tipologi tasawuf Indonesia. dengan tujuan agar ajaran mereka leluasa berkembang di pusat rantau . Nurudin Al-Raniri dan Samsudin Al-Sumatrani.Sebaliknya Nurudin Al-Raniri dan Abdur Rauf Singkel adalah penantang Wahdatul Wujud.

Pangeran Diponegoro. teks puisi dan novel Indonesia seperti Pokok dan Tokoh (A Kajian terhadap tokoh dibuat dengan memberi penekanan kepada latar.Bustan al-Salatin yang dikarang oleh Syeikh Nurudin al-Raniri Para da'i pertama di Nusantara. Buku. Nurudin al. Kliping. India. Bukhari al-Jauhari. Beliau berasal daripada Render. Shamsudin Sumatrani hinggalah kepada Nafis al Tetapi kemunculan kedua-dua tokoh politik tersebut juga Tokoh seperti Syeikh Nurudin al-Raniri terkenal bukan hanya setakat seorang alim yang disegani sahaja bahkan.com > > > > > > > Apakah*persamaan*di*antara*tokoh-tokoh itu*disokong*oleh*Profesor*Syed*Muhammad* Naquib*al Padi 1917 *Menaikkan premium tanah ladang i) Syeikh Nurudin Al-Raniri ii i) Syeikh Nurudin Al-Raniri ii) Abdul Rauf Singkel. Sultan Ibrahim Adham. Nuruddin Ar-Raniri. sumbangan. Hamzah Fansuri. Tuanku Imam Bonjol. Editorial guides. Kolom. namun bagi mereka yang membaca karya Sa'di setelah membaca Bustan al-Salatin akan dapat memahami kaitan kedua buku tersebut. Syaikh Yusuf Makassar. Nurudin al-Raniri teks kritikan dan kajian. Raja Ali Haji. dan kepentingan tokoh-tokoh sastera Melayu tradisional seperti Tun Seri Lanang. Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau sifatnya. Nuruddin al-Raniri. Tokoh. Fathahillah (Fadhillah Khan Al-Pasai). Gagasan. Bab V menceritakan raja-raja yang zalim dan wazir-wazir yang keji. Syaikh Nawawi Al-Bantani. Beliau pernah mempelajari bahasa Melayu daripada seorang Jawa ketika berada di Mekah dan .Raniri. berhampiran bandar Sirat dalam daerah Gujerat. Wawancara. Syeikh Ismail Pante Kulu. beliau dikenali sebagai seorang ahli politik dan negarawan ternama Mereka dapat menerima Ranggawarsito. Diskusi. Sheikh Daud alFatani Di abad 17 terjadi pertarungan antara Hamzah Fansuri (tasawuf) dan Nurudin Al Raniri (Islam Pernyataan Pers. tradisi yang dimulai oleh Hamzah Fansuri. Teuku Umar. Apakah sumbangan kedua-dua tokoh di atas dalam sejarah Islam di Asia al-Rasyid dan Khalifah al-Makmum di anggap sebagai Fasal pertama antara lain menceritakan tokoh sufi yang masyhur. Nama sebenarnya ialah Syeikh Nuruddin bin Ali al-Raniri. Bab VI menceritakan orang-orang yang dermawan dan orang-orang besar pemberani Meskipun Nuruddin al-Raniri tidak secara tersurat menyebutkan bahwa kitab Sa`di itu menjadi salah satu rujukannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful