Tasawuf falsafi di Nusantara Abad ke XVII M OPINI Efrizal Nurbai | 19 Januari 2010 | 08:29 722 0 Belum ada chart.

Belum ada chart. Nihil. Pendahuluan Islam sufistik dalam sejarah pertumbuhan dan perkembangan Islam serta khazanah intelektual Islam di Nusantara merupakan salah satu wacana yang masih menarik untuk dibincangkan. Hal ini tidak hanya disebabkan awal masuknya Islam ke Indonesia -sebagaimana ‘disepakati’ para ahli sejarah- bernuansa tasawuf. Namun juga dikarenakan adanya luka-luka sejarah dalam perkembangan Islam di negeri gemah ripah loh jinawi ini yang terkait langsung dengan issu Islam esoteris. Eksekusi mati terhadap Syekh Siti Jenar pada abad ke 15 M di Jawa oleh Wali Songo, pembunuhan terhadap para penganut paham wahdah al-wujud di Serambi Mekah -Aceh- atas fatwa qadhi kesultanan yang waktu itu dijabat Al-Raniri, adalah luka yang akan tetap meninggalkan codet dalam lembaran sejarah Islam di Indonesia. Selanjutnya, budaya masyarakat Nusantara yang amat kental dengan dunia mistik -terutama sejak masuknya Hindu dan Budha dari India- merupakan faktor yang tidak bisa dikesampingkan yang membuat semakin menariknya wacana ini. 1. Tasawuf Falsafi di Dunia Islam Tasawuf falasafi secara sederhana dapat didefenisikan sebagai kajian dan jalan esoteris dalam Islam untuk mengembangkan kesucian bathin yang kaya dengan pandangan-pandangan filosofis. Keberadaan tasawuf bercorak falsafi ini pada satu sisi telah menarik perhatian para ulama yang pada awalnya kurang senang dengan kehadiran filsafat dalam khazanah Islam. Sementara bagi para ulama yang menyenangi kajian-kajian filsafat dan sekaligus menguasainya, tasawuf falsafi bagaikan sungai yang airnya demikian bening dan begitu menggoda untuk direnangi. Ulama pertama yang dapat dianggap sebagai tokoh tasawuf falsafi adalah Ibn Masarrah (w. 319/931) yang muncul dari Andalusia. Sekaligus dia dapat dianggap sebagai filosof sufi pertama dalam dunia Islam. Pandangan filsafatnya adalah emanasi yang mirip dengan emanasi Plotinus. Menurutnya, melalui jalan tasawuf manusia dapat melepaskan jiwanya dari belenggu/penjara badan dan memperoleh karunia Tuhan berupa penyinaran hati dengan nur Tuhan. Suatu ma’rifah yang memberikan kebahagiaan sejati. Ia juga menganut pandangan bahwa kehidupan di akhirat bersifat ruhani, sehingga di akhirat kelak manusia dibangkitkan ruhnya saja, tidak dengan badan. Pandangan yang amat mirip dengan penyataan Ibnu Sina tentang kebangkitan manusia kelak di akhirat. Tokoh kedua yang berpengaruh besar dalam dunia tasawuf falsasi adalah Suhrawardi al-Maqtul, sufi yang dibunuh di Aleppo pada tahun 587/1191, -karena pandangannya yang telah keluar dari Islam menurut ulama fuqaha. Suhrawardi juga seorang penganut paham emanasinya Ibnu Sina. Bila tasawuf sunni (akhlaki) memperoleh bentuk yang final di tangan Imam Al-Gazali, maka tasawuf falsafi mencapai ‘puncak’ kesempurnaan dalam pengajaran Ibn Arabi, seorang sufi yang juga datang dari Andalusia. Pengetahuan Ibnu Arabi yang amat kaya dalam bidang keislaman dan lapangan filsafat, membuatnya mampu menghasilkan karya yang demikian banyak, di antaranya al-Futuhad al-Makkiyah dan Fushush al-Hikam. Boleh dikatakan hampir semua pengajaran, praktek dan ide-ide yang

berkembang di kalangan sufi pada masa itu mampu diliput dan kemudian diberinya penjelasan yang amat memadai. Ajaran sentral Ibn Arabi adalah kesatuan wujud (wahdah al-wujud). Menurutnya wujud itu hanyalah satu ; yaitu wujud yang berdiri dengan dirinya sendiri, itulah Tuhan, Zat Yang Maha Benar. Alam yang banyak sekalipun mempunyai wujud, namun dia tidak berwujud dengan wujud sendiri, melainkan berwujud dengan wujud Allah. Wujud alam adalah khayal, maksudnya bila ia kelihatan sebagai wujud yang berdiri sendiri, maka sesungguhnya ia berwujud dengan wujud Tuhan. Oleh sebab itu kemudian dikatakan bahwa wujud Tuhan dengan wujud alam adalah satu, bukan dua atau banyak. Alam yang banyak dan beraneka ragam adalah manifestasi atau penampakan dari wujud Tuhan yang satu. Dari segi hakekat, alam tidak lain dari Tuhan. Sedangkan dari sudut manifestasi, alam benar-benar berbeda dengan Tuhan. Alam bukanlah Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan. Ada banyak tokoh sufi filosof yang muncul setelah meninggalnya Ibnu Arabi di Damaskus. Di antara yang terkenal adalah ; al-Qunawi, al-Farqani, al-Qaishari, Jalaluddin Rumi dan al-Jili dan lain-lain. Tasawuf bercorak falsafi ini kemudian memperoleh tanah yang subur, terutama di Persia. Umumnya kalangan Syi’ah Isma’iliyah dan Syi’ah Dua Belas dapat menerima dan membenarkan paham ini. Tasawuf falsafi yang telah mencapai puncak di tangan Ibnu Arabi, yang kemudian berkembang di tangan para sufi filosof sesudanya, menyebar hampir ke seluruh dunia Islam dengan jaringan sebagaimana yang diungkapkan Azyumardi Azra dalam “Jaringan Ulama”nya. Lewat jaringan itu pula tasawuf falsafi masuk ke Indonesia yang kemudian memunculkan tokoh-tokoh sufi filosof yang juga tidak sepi dari ungkapan syhathahad-¬nya. Seperti Hamzah al-Fansuri dan Syamsuddin al-Sumatrani, yang kiprah keduanya akan dibicarakan pada pembahasan berikut. Dibanding dengan tasawuf sunni, tasawuf falsafi lebih kaya dengan ide-ide dan pikiran-pikiran tentang Tuhan dan alam metafisik. Ide-ide yang oleh para sufinya dipandang tidak bertentangan dengan ajaran al-Qur’an dan Sunnah, termasuk dalam hal ini ungkapan syathahad-nya. Sementara tasawuf sunni tidak mementingkan ide-ide dan pikiran spekulatif dalam tataran falsafah. Para sufi sunni sudah merasa cukup dengan pemahaman akidah pokok yang diajarkan dalam ilmu tauhid. Persoalan qadim-nya alam, kehidupan akhirat yang bersifat ruhani tidak terdapat dalam kajian tasawuf sunni, karena dipandang tidak benar, menyalahi apa yang diajarkan para mutakallimin. 2. Tasawuf Falsafi di Nusantara Wacana tasawuf falsafi di Nusantara agaknya dimotori oleh Hamzah Fansuri dan Syamsuddin Sumatrani, dua tokoh sufi yang datang dari pulau Andalas (Sumatera) pada abad ke 17 M. Sekalipun pada abad ke 15 sebelumnya telah terjadi peristiwa tragis berupa eksekusi mati terhadap Syekh Siti Jenar atas fatwa dari Wali Songo, karena ajarannya dipandang menganut doktrin sufistik yang bersifat bid’ah berupa pengakuan akan kesatuan wujud manusia dengan wujud Tuhan, Zat Yang Maha Mutlak. Namun sejauh ini penulis belum menemukan literatur yang menjelaskan apakah paham yang dianut Syekh Siti Jenar adalah wahdatulwujud yang berasal dari Ibnu Arabi lewat ‘jaringan ulama’ sebagaimana dimaksud Azra dalam bukunya tersebut. Terlebih lagi terlalu sedikit literatur yang menjelaskan keberadaan sosok Syekh Siti Jenar dalam khazanah keislaman di Nusantara. Paling tidak menurut Alwi Shihab, kehadiran Syekh Siti Jenar dengan ajaran dan syathahad-nya yang dipandang sesat, dapat dijadikan sebagai tahap pertama perkembangan tasawuf falsafi di Indonesia. Alwi menamakannya sebagai tahap perkenalan. Pembunuhan terhadap Syekh Siti Jenar agaknya telah meredupkan cahaya perkembangan tasawuf falsafi di Indonesia dalam waktu yang lama, sampai kemudian munculnya Hamzah dan Syamsuddin di Sumatera. Hamzah Fansuri adalah keturunan Melayu yang dilahirkan di Fansur -nama lain dari Barus-. Para peneliti tidak menemukan bukti yang valid kapan sebenarnya Hamzah lahir. Dia diperkirakan hidup pada akhir abad ke 16 dan awal abad ke 17, yakni pada masa sebelum dan selama pemerintahan Sultan ‘Ala al-Din Ri’yat Syah (berkuasa 977-1011H/1589-1602M). Hamzah diperkirakan meninggal sebelum tahun 1016H/1607M.

Hamzah memulai pendidikannya di Barus, kota kelahirannya yang pada waktu itu menjadi pusat perdagangan, karena saat itu Aceh berada dalam kemajuan di bawah pemerintahan Sultan Iskandar Muda dan Iskandar Tsani. Kwalitas pendidikan yang cukup baik di Aceh menjadikan Hamzah dapat mempelajari ilmu-ilmu agama seperti ; fiqh, tauhid, akahlak, tasawuf, dan juga ilmu umum seperti ; kesustraan, sejarah dan logika. Selesai mengikuti pendidikan di tanah kelahirannya, Hamzah kemudian melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah, khususnya Persia dan Arab. Sehingga dia dapat menguasai bahasa Arab dan Persia, mungkin juga bahasa Urdu. Dalam hal tasawuf falsafi diperkirakan Hamzah mempelajari dari Iraqi, murid Sadr al-Din al-Qunawi, murid kesayangan Ibnu Arabi. Sekembalinya dari perantauan menuntut ilmu, Hamzah mengajarkan agama di Aceh melalui lembaga pendidikan “Dayah” (pesantren) di Oboh Simpang-Kanan, yang merupakan cabang dari Dayah Simpang-Kiri yang diasuh oleh kakaknya Syekj Ali Fansuri, ayah dari Abdr Rauf al-Sinkli. Hamzah ternyata tidak hanya berakfitas sebagai guru, namun juga rajin menulis. Tetapi sangat disayangkan karya-karya Hamzah tersebut tidak lagi ditemukan karena telah dimusnahkan oleh ‘lawan-lawannya’ yang menentang paham wujudiyah yang dikembangkan oleh Hamzah. Pemikiran Hamzah tentang ajaran wujudiyah terdapat dalam karyanya Zinat al-Wahidin, yang terdiri dari tujuh bab. Menurut Hamzah hakekat dari Zat Yang Maha Mutlak, Kadim dan pencipta alam semesta tidak dapat ditentukan atau dilukiskan. Dalam kaitan ini bagi Hamzah alam yang pada mulanya bersifat ruhani kemudian berubah berisifat jasmani adalah manifestasi dari zat Ilahi. Zat Ilahi menampung seluruh wujud, sehingga dalam aspek transenden zat Tuhan tidak bertepi. Pada aspek immanen zat Tuhan juga tidak terpisah dari alam. Lebih jauh Hamzah menjelaskan tahap-tahap hubungan Tuhan dengan manifestasi-Nya, alam. Tahap pertama disebut la ta’ayyun, pada tahap ini Tuhan yang Esa belum berhubungan dengan alam. Lalu bagaimana Tuhan menciptakan alam, padahal suatu hal yang mustahil Tuhan sebagai Zat Yang Mutlak dari-Nya langsung muncul nakhluk-makhluk yang sifatnya relatif. Menurut Hamzah Penciptaan dari Zat Mutlak ke alam yang relatif membutuhkan tahapan-tahapan. Ia membagi tahapan-tahapan ini kepada lima tahapan yang disebut dengan ta’ayyun atau penampakan. Pertama, ta’ayyun awwal yaitu Tuhan menampakkan diri-Nya melalui ilmu-Nya, sifat-Nya dan NurNya, ide-ide ketuhanan pada tahap ini dalam pengajaran Syamsuddin Samatrani masih bersifat ijmali atau global. Kedua ta’ayyun tsani merupakan penampakan dalam diri Tuhan yang menghasilkan munnculnya pengetahuan terperinci tentang hakikat-hakikat alam (a’yyan tsabitah). Dalam pengajaran Hamzahditegaskan bahwa a’yan tsabitah tidaklah memiliki wujud aktual. Unsur ini merupakan polapola rancangan tetap dan lengkap tentang alam. Alam diwujudkan Tuhan secara aktual menurut polapola rancangan tersebut. Ketiga ta’ayyun tsalist, yaitu penampakan Tuhan dalam alam arwah, tahap ini terjadi di luar zat yang Mutlak sehingga dinamakan a’yan kharijah. Keempat, ta’ayyun rabi’ merupakan penampakan kepada seluruh makhluk, tapi masih dalam alam misal dan kelima, ta’ayyun khamis, penampakan Tuhan terakhir pada alam insan dan alam dunia. Tahapan-tahapan dalam penciptaan ini hanyalah hirarki yang disusun untuk lebih mudah memahami, yang sebenarnya terjadi secara gradual dan seketika. Dengan pemikiran ini Hamzah menjelaskan bahwa penampakan Tuhan tidak terjadi begitu saja atau secara langsung, tapi melalui tahap tertentu, sehingga keesaan dan kemurnian Tuhan tidak tercampuri dengan makhluk. Ajaran wujudiyah Hamzah ini kemudian dikembangkan oleh muridnya Syamsuddin Sumatrani. Kebanyakan peneliti berpendapat, hubungan mereka adalah guru-murid. Abdul Azis juga membenarkan pendapat A. Hasymy bahwa hubungan Hamzah dengan Syamsuddin sebagai murid dan khalifah, karena menurutnya telah dijumpai dua karya Syamsuddin yang merupakan ulasan atau syarah terhadap pengajaran Hamzah yaitu : Syarah Ruba’i Hamzah Fansuri dan Syarah Syair Ikan Tongkol. Terdapat banyak informasi tentang potret pribadi syeikh di antaranya : Hikayat Aceh, Adat Aceh, Bustan al-Salathin dan informasi dari pengembara dan peneliti asing. Dari informasi tersebut dijelaskan bahwa Syamsuddin lahir kira-kira 1589 dan wafat 24 Februari 1630 berdasarkan informasi Deny Lombard. Syaikh banyak melahirkan karya bermutu seperti : Jawhar al-Haqaiq, Risalah Tubayyin

Mulahazah, Nur al-Daqaiq, Thariq al-Sahlikin, I’raj al-Iman dan karya lainnya. Syamsuddin menguasai beberapa bahasa, tapi karya-karyanya kebanyakan ditulis dalam bahasa Melayu dan Arab. Pemberian makna “Tiada wujud selain Allah” bagi kalimat tauhid la ilaha illa Allah hanya dilakukan oleh kalangan sufi penganut paham wujudiyyah saja, dan itu menjadi ciri khas yang membedakan kalangan penganut paham wujudiyyah dengan kalangan sufi lainnya. Pengakuan bahwa tidak ada wujud selain Allah disebut dalam pengajaran Syamsuddin sebagai tauhid hakiki (al-tawhid al-haqiqi) atau tauhid yang murni (al-tawhid al-khalish). Menurutnya, tauhid hakiki atau tauhid murni itu baru ada pada seseorang jika ia mengakui bahwa tidak ada pelaku atau pembuat selain Allah, tidak ada yang ditaati atau disembah selain Allah dan tidak ada wujud selain Allah. Syamsuddin, dalam pengajarannya tentang maksud kalimat-kalimat tauhid itu, juga mengingatkan pengikutnya tentang perbedaan pendirian mereka sebagai penganut tauhid yang benar (al-muwahhidin al-shiddiqin) dengan kaum yang ia sebut sebagai orang-orang zindiq. Menurutnya kedua pihak itu sepakat dalam hal menetapkan maksud kalimat tauhid la ilaha illa Allah, yakni tiada wujud selain Allah, sedangkan wujud sekalian alam adalah bersifat bayang-bayang, majazi atau fatamorgana, dibandingkan dengan wujud Allah. Sedangkan paham kaum zindiq, wujud Tuhan tidak ada kecuali dengan kandungan wujud alam seluruhnya; semua wujud alam adalah wujud Tuhan dan wujud Tuhan adalah wujud alam, baik dari segi wujud maupun dari segi ta’ayyun-ta’ayyun (penampakan-penampakan). Mereka menetapkan kesatuan hakiki dalam kejamakan alam tanpa membedakan martabat Tuhan dengan alam. Paham demikian, menurut Syamsuddin adalah paham batil, tidak benar dan ditolak oleh penganut tauhid yang benar. Berdasarkan pendapat ini terkesan jauh-jauh hari sebelum Nuruddin al-Raniry mengkritik paham Syamsuddin sebagai mulhid, ia sendiri telah menjelaskan bahwa mana wujudiyyah mulhid dan mana yang muwahhid berdasarkan keterangan di atas. Pengajaran Syamsuddin tentang Tuhan dengan corak paham wujudiyyah dikenal juga dengan pengajaran tentang “martabat tujuh”, yaitu tentang satu wujud dengan tujuh martabatnya. Pengajarannya tentang ini agaknya samam dengan yang diajarkan al-Buhanpuri, yang diduga kuat sebagai orang pertama yang membagi martabat wujud itu kepada tujuh kategori. Ketujuh martabat tersebut adalah : martabat ahadiyyah, martabat wahdah, martabat wahidiyyah, martabat alam arwah, martabat alam mitsal, martabat alam ajsam dan martabat alam insan. Al-Buhanpuri pernah mengingatkan bahwa sebutan martabat ketuhanan tidak boleh dipakaikan untuk martabat alam dan begitu pula sebaliknya. Akan tetapi dalam karya al-Burhanpuri tidak dijelaskan secara implisit tentang itu. Syamsuddin sebagai penganut paham martabat tujuh ini di Nusantara telah mengkategorikan martabat ketuhanan dan martabat kemakhlukan seperti yang disimpulkan Abdul Aziz Dahlan. Menurutnya, secara eksplisit dalam karya Syamsuddin terlihat tiga martabat, pertama disebut anniyat Allah, yaitu martabat wujud aktual Allah, sedangkan empat martabat berikutnya disebut anniyah al-Makhluq, yaitu martabat wujud aktual makhluk. Paham martabat tujuh inilah yang membedakan antara Syamsuddin Sumatrani dengan gurunya Hamzah Fansuri, yang mana dalam ajaran Hamzah tidak ditemukan pengajaran ini. Tetapi keduanya sangat menekankan pemahaman tauhid yang murni, bahwa Tuhan tidak boleh disamakan atau dicampurkan dengan unsur alam, dikenal dalam pengajaran Hamzah Fansuri la ta’ayyun. Sedangkan dalam pengajaran Syamsuddin dikenal dengan aniyat Alllah, yang merupakan kejelasan dari ajaran alBurhanpuri untuk tidak mencampur-adukkan martabat ketuhanan dengan martabat kemakhlukan. 3. Respon dan Pengaruh Paham Tasawuf Falsafi di Nusantara Pasca Hamzah dan Syamsuddin. Ternyata Hamzah Fansuri dan Syamsuddin Sumatrani pada prinsipnya dikategorikan termasuk dalam aliran pemikiran yang sama, keduanya merupakan pendukung terkenal penafsiran mistikofilosofis wahdat al-Wuju. Walaupun sedikit ada perbedaan penekanan, keduanya sangat dipengaruhi terutama oleh Ibn ‘Arabi. Konsep inti ajaran mereka adalah kehadiran alam ini disebabkan serangkaian proses penampakan diri Tuhan. Ide ini pada perkembangan selanjutnya mendorong para penentang seperti al-

tidak bisa disimpulkan secara blak-blakan bahwa mereka mengindahkan syari’ah. Dalam apandangan Nuruddin al-Raniri. Tulisan Hamzah Fansuri dan Syamsuddin memberi dorongan pada kecenderungan ini. Dalam karya tersebut al-Attas memuji al-Raniri sebagai orang yang dikaruniai kebijakan dan diberkati dengan pengetahuan yang orisinil yang berhasil menjelaskan doktrin yang keliru. Diberitakan pada waktu itu Nuruddin alRaniri meninggalkan Aceh sambil tergesa-gesa. lantas paham ini lenyap dan punah. tampil Syafiyatuddin Syah (19421975) permaisuri Iskandar Tsani yang menggantikannya. Seperti telah dijelaskan pada sub-bab sebelum mereke yakin berada dalam tauhid yang benar dan memandang diri sebagai golongan al-muwahhidin al-shiddiqin. Tapi menurut Azra al-Attas buru-buru mengklarifikasi pendapatnya dalam buku yang berjudul “A Comentary on the Siddiq al-Nur al-Din al-Raniri” terbit tahun 1986. menurut Azra para peneliti terbagi dua pula. menurut Bustan al-Salathin. ulama Minang. Jadi pada abad ke 16-17 M di Nusantara berkembang paham tasawuf falsafi yang bukan hanya di Aceh tapi di bagian wilayah lainnya di Nusantara. menyatakan bahwa sebenarnya ketiga pemikiran Hamzah. Pada gilirannya al-Attas malah menuduh alRaniri melakukan distorsi dan menyebarkan fitnah dan tidak memahami wujudiyyah. al-Attas. ia tidak menyebut ajaran Hamzah dan Syamsuddin sesat. apalagi mulhid. rupanya seperti tercatat dalam diary opper-koopman Belanda. Kleim ini mendorong Abdul Aziz Dahlan untuk membuktikan bahwa ajaran Syamsuddin dan gurunya Hamzah. sebagai penasehat Sultanah atau ratu di Aceh dan menyebarkan pahamnya. (Penulis : Tenaga Pengajar Fakultas Dakwah IAIN Imam Bonjol Padang).com/2010/01/19/tasawuf-falsafi-di-nusantara-abad-ke-xvii-m/ .kompasiana. Meskipun ada usaha-usaha untuk menerapkan syari’ah – suatu yang tidak bisa dipisahkan dari lingkup Islam pada abad itu. Pertama. Berdasarkan penelitian Taufik Abdullah menjelaskan bahwa setelah Sultan Iskandar Tsani wafat tahun 1642. pembahasan tentang wujud Allah dapat dibagi dua: wujudiyyah muwahhid dan wujuddiyah mulhid. Tampil pada waktu itu Syeikh Saifulrijal. Tidak juga bisa dikatakan dengan munculnya al-Raniri yang mengkritik dan “membumi hanguskan” paham tasawuf falsafi. Johns dan Bariend. http://filsafat. berarti sesudah tesis Daudi terbit. Syamsuddin dan Al-Raniri adalah sama. Asumsi al-Attas ini mengobsesi Ahmad Daudi untuk menjelaskan pada dunia bahwa al-Raniri punya logika pembenaran sendiri yang menurutnya wajar kalau ia menuduh Hamzah dan Syamsuddin sesat.Raniri untuk menuduh mereka sebagai panteis. peneliti Barat seperti Winstedt. Syamsuddin bersama pengikutnya tidak menyebut diri sebagai penganut paham wujudiyah. Hamzah digolongkan pada wujudiyyah mulhid dan disebut zindiq. bisa dipertanggungjawabkan secara teologis. Sepanjang menyangkut tuduhan itu. Kedua. berpendapat bahwa ajaran dan doktrin Hamzah dan Syamsuddin sesat. Mereka telah membeirkan sumbangan pada kehidupan religiointelektual kaum Muslimin abad ke-16 dan 17 M. mangkatnya Iskandar Tsani memberikan kesempatan pada golongan moderat (Syamsuddin) untuk bangkit melawan arus intoleransi dan anti intelektual yang dilancarkan al-Raniri. Menurut Aziz.

amalan yang dihubungkan dengan guru sufi. Sehingga sulit mengemukakan definisi yang menyeluruh.2 Sedangkan secara terminology. Hal ini terlihat dengan tumbuhnya majlis-majlis pengajian tasawwuf dengan segala amalan. kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern..BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Zaman sekarang disebut zaman modern. telah menimbulkan kebosanan. Apa pengaruh tarekat dan tasawuf terhadap pemikiran islam di Indonesia? Tujuan 1 Sri Mulyati. Bagaimanakah perkembangan tarekat dan tasawuf di Indonesia? 5. bahwa . manusia merasakan kerinduan akan nilai-nilai ketuhanan. Dan karena dominannya ungkapan batin ini. tampaklah pertalian yang sedemikian erat antara tasawwuf dan tarekat. Salah satunya adalah manusia modern telah dilanda kehampaan spiritual. ditandai dengan kemakmuran material. 2006) h Mengetahui definisi tarekat. Di tengah suasana seperti itu. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. nilai-nilai ilahiyah.4 atau institusi yang menaungi paham tasawwuf. Bahkan banyak membawa bencana.Mengetahui pengaruh tarekat dan tasawuf terhadap pemikiran islam di Indonesia PEMBAHASAN A. Pada waktu itu para ahli tasawwuf memakai pakaian dari bulu domba sebagai lambang merendahkan diri. Rumusan Masalah 1. 3. 2. Dari beberapa definisi para sufi. Mengetahui sejarah perkembangan tarekat dan tasawuf di Indonesia. (Jakarta: Kencana. nilai-nilai yang dapat menuntun manusia kembali kepada fitrahnya.1 Majlis. Noer Iskandar mendefinisikan bahwa tasawwuf adalah kesadaran murni (fitrah) yang mengarahkan jiwa yang benar kepada amal dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah sedekat mungkin. pada taraf tertentu. Namun. tasawwuf berasal dari bahasa Arab yaitu katashuuf yang berarti bulu. para sufi dalam mendefinisikan tasawwuf itu sendiri sesuai dengan pengalaman batin yang telah mereka rasakan masing-masing. Apa hubungan tarekat dan tasawuf? 4. semua itu.majlis tasawwuf inilah yang kemudian populer dengan istilah tarekat. Materi telah mampu memberikan kesenangan dan kenyamanan lahiriyah. Apa pengertian tarekat? 2. Istilah ini kemudian berkembang menjadi organisasi yang tumbuh seputar metode sufi yang khas. 4.5 Dari pengertian diatas. serta Hubungan Antara Keduanya Secara ethimologi. maka menjadi beragamnya definisi yang ada. Dalam artian jalan yang mengacu kepada suatu system latihan meditasi maupun amalan. Mengetahui definisi tasawuf.3 Sedangkan tarekat sendiri. Mengetahui hubungan antara keduanya. 5. Karena itu manusia mulai tertarik untuk mempelajari tasawwuf dan berusaha untuk mengamalkannya. serba mekanik dan otomatis. Apa pengertian tasawwuf? 3. Pengertian Taswwuf dan Tarekat. secara ethimologi berasal dari kata “Thoriqoh” yang berarti jalan.amalan dan dzikir-dzikirnya.

Tarekat dan Para Sufi.Artinya. 2-3 3 Noer Iskandar Al Barsyany. 2001) hal. 2-8 4 Sri Mulyati.” ( QS. Tasawwuf. Dalam hal ini. yang merupakan spesialisasi ajaran tasawwuf. 8.6 Tasawwuf adalah sebuah ideology dari institusi yang menaunginya. ada berbagai macam versi. Tasawwuf. (Jakarta: Grafindo. Salah satunya adalah: . 8 5 Noer Iskandar Al Barsyany. 73 6 Ibid. Maka (jawablah). Tarekat dan Para Sufi. Al Baqarah: 186)7 Ayat diatas menunjukkan bahwa sejak awal Islam telah menyinggung masalah umatnya dengan Tuhannya. (Jakarta: Kencana. Hal ini mengingat banyaknya isyarat yang tersirat bahkan tersurat dalam al Qur’an dan al Hadits. Menurut kayakinan sebagian besar orang Islam. bahwasanya Aku adalah dekat. 70 B. dan lain-lan. yaitu tarekat. agar mereka selalu berada dalam kebenaran.antara keduanya tampak sulit dibedakan dan tak bisa dipisahkan antara yang satu dengan yang lain.(Jakarta: Grafindo. Atau dengan kata lain. Ada yang mengatakan bahwa tasawwuf berasal dari kataahl al shuffah. baru muncul tarekat sebagai kelanjutan kegiatan sufi .sophos. ada beberapa pendapat yang berbeda. Dan tarekat merupakan implementasi dari suatu ajaran tasawwuf yang kemudian berkembang menjadi sebuah organisasi sufi dalam rangka mengimplementasikan suatu ajaran tasawwuf secara bersama-sama. 2001) hal. 2 Ibid hal. Noer Iskandar Al Barsyany. ajaran ini terus mengalami perkembangan. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. Setelah tasawwuf itu lahir. Shuufi. tarekat merupakan madzhab-madzhab dalam tasawwuf. Namun para ulama berpendapat bahwa pada abad ke-5 Hijriyyah atau 13 Masehi. Tarekat dan Para Sufi. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku. hal. Tasawwuf. tasawwuf murni bersumber dari sumber pokok ajaran islam itu sendiri.                                                       “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku. 2001) hal. Sejarah Perkembangan Tasawwuf dan Tarekat di Indonesia Dalam hal kelahiran tasawwuf dalam islam. yaitu al Qur’an dan al Hadits. 2006) hal. (Jakarta: Grafindo. lahirnya tasawwuf bersamaan dengan lahirnya islam itu sendiri.

(Jakarta: Kencana. hanya ada beberapa tarekat yang bisa masuk dan berkembang di Indonesia. (Jakarta: Kencana. Sejarawan mencatat bahwa karena factor tasawwuf dan tarekatlah Islamisasi Asia Tenggara. 2001) hal. Hal ini terjadi karena Islamisasi di Indonesiatidak terdokumentasi dengan baik sehingga banyak spekulasi dikalangan ilmuwan yang menimbulkan polemic yang hingga saat ini belum selesai.13 9 Ajid thohir. Dzikron Abdullah memberi batasan-batasan suatu tarekat bisa dikategorikan sebagai tarekat mu’tabarah apabila memenuhi kriteria dibawah ini: a. Sebagian muballigh.sebelumnya. misalnya Wahidiyahdan Shiddiqiyah di Jawa Timur dan Syahadatain di Jawa Tengah. 2006) hal.(Jakarta: Grafindo.10 Dari perpaduan itulah. Faktor kemudahan system komunikasi dalam kegiatan transmisinya serta tarekat – tarekat itu dibawa langsung oleh tokoh-tokoh pengembangnya. hal. yang kebanyakan berasal dari Persia dan India. 8 9Tentang kapan pribum nusantara memeluk Islam. 6. Beberapa di antaranya hanya merupakan tarekat local. Mungkin orang muslim asing memang sudah ada yang menetap di pelabuhan dagang di Sumatra dan Jawa beberapa abad sebelum abad ke-16. Tarekat dan Para Sufi. termasuk Indonesia. 10 Sri Mulyati. Pendapat lain mengatakan bahwa. (Bandung: Pustaka Hidayah. Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia. kelahiran ajaran tasawwuf serta lembaga-lembaga tarekatnya bersamaan dengan kehadiran Islam di kawasan ini. Syadziliyah dan lain sebagainya. Tasawwuf. sanad(silsilah)-nya muttashil (bersambung) sampai kepada Nabi. Khalwatiyah. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. Hal ini ditandai dengan adanya silsilah tarekat yang selalu dihubungkan nama pendiri atau tokoh sufi yang yang lahir pada abad itu. 16 . Gerakan Politik Kaum Tarekat.12 Bahkan saat ini Indonesia telah mampu memilah dan memilih antara tarekat yang mu’tabarah dan ghoiru mu’tabarah. dari sekian banyak tarekat yang ada di seluruh dunia. yang menyebarkan Islam di Nusantara.Pelaksanaan syari’at dalam suatu tarekat harus benar dan ketat.(Bandung: Mizan. Selama abad ke 14 dan 15 Islam secara berangsur-angsur menyebar ke pantai utara Jawa dan Maluku. 2006 hal. berlangsung damai. KH. Noer Iskandar Al Barsyany. Bahkan ada yang merupakan cabangdari gerakan sufi Internasional. dilanjutkan pada abad ke-13 oleh kerajaan smudera Pasai. Terlepas dari semua itu.11 Namun tampaknya. 11 8 Sri Mulyati. para ahli berbeda pendapat. tasawwuf merupakan akulturasi ajaran Islam dengan ajaran Kristen atau Hindu dan Budha. menyebabkan banyaknya tarekat dan organisasi mirip tarekat yang berkembang di Indonesia. b. Naqsabandiyah. sangat mempengaruhi. 7 Ibid hal. misalnya tarekat Syattariyah. 1996). namun baru menjelang abad ke-10 ada bukti-bukti orang-orang pribumi memeluk Islam di suatu kerajaan kecil Perlak.712 11 Martin van Bruinessen.8 Di Indonesia sendiri. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. 2002) Hal 27. telah mengenalkan ajaran Islam dalam kapasitas mereka sebagai guru sufi. Ajaran tasawwuf dapat dengan mudah dipadukan dengan ide-ide sufistik India dan pribumi yang dianut masyarakat setempat.

16 Ketika itu. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. Pemikiran para sufi besar Ibn Al ‘Araby dan Abu Hamid Al Ghazali sangat berpengaruh terhadap pengamalan-pengamalan muslimin generasi pertama. bahwa ajaran tasawwuf berkembang pesat karena orang. Bandung: Mizan. Kediri pada tahun 1888. Timbulnya beberapa pemberontakan di Banten pada tahun 1888.i d/ be ri t a/ 61218/ P erkem bangan_T ar ekat _di _Duni a_Isl am 16ht t p:/ / bai t ul am i n. Gerakan Politik Kaum Tarekat. Hamzah Fansuri.17 Bahkan.15 C.ht m l 17 Sri Mulyati. http://orgawam. Gerakan Politik Kaum Tarekat.t arekat . tarekat masih mendapat tempat tempat d hati kaum muslimin Indonesia. dan Sidoarjo pada tahun 1904. (Jakarta: Kencana.m ut abarah. Diantaranya adalah tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah didirikan oleh Syaikh Ahmad Katib Sambas. (Jakarta: Kencana. Ajid. 1996. tetapi telah merambah pada kalangan ekonomi ke atas. 2002)hal 32-34 menengah ke bawah. 818 Ajid Thohir. 2002)Hal 27-28 13ht t p:/ / orgawam . 2006. van Bruinessen. 2006) hal.co. diantaranya adalah Syaikh Yusuf Makassar.nusant ara.di . Noer.wordpress. corak pemikiran Islam diwarnai oleh tasawwuf.18 Saat ini. Jakarta: Kencana.republ i ka. Hal ini dipengaruhi oleh kekentalan kehidupan pribumi terhadap mistik sebelum Islam datang.com / 2008/ 05/ 01/ t areqah . 253 15ht t p:/ / www. tetapi juga gerakan politik dalam menghadapi penjajahan. Gerakan Politik Kaum Tarekat. Martin. Bandung: Pustaka Hidayah.com/2008/05/01/tareqah-mutabarah-di-indonesia/ Thohir. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia.wordp ress. DAFTAR PUSTAKA Iskandar. Jakarta:Raja Grafindo Persada. Ada yang merupakan hasil ulama’ lokal yang mengkolaborasikan beberapa tarekat. Sri. 2006) hal. Bahkan terus berkembang di kota-kota besar di Indonesia.12 Ajid thohir. ada beberapa tarekat yang lahir dan berkembang di Indonesia. Nuruddin Al Raniri. Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia. (Bandung: Pustaka Hidayah. bahkan para bangsawan. terlihat bahwa pada waktu itu tarekat berfungsi tidak hanya sebagai gerakan keagamaan. (Bandung: Pustaka Hidayah.14 tarekat Shiddiqiyah yang didirikan oleh Kyai Muchtar Mukti. Mulyati. 2002 .indonesi a/ Bahkan lebih dari itu. kehadiran tarekat di tengah-tengah masyarakat Indonesia pada masa penjajahan itu telah memberikan angin segar bagi rakyat jajahan yang ingin melepaskan diri dari penjajahan. Sehingga tidak lama setelah Islam bersama ajaran Tasawwufnya masuk ke Nusantara.orang pribumi sangat antusias terhadap ajaran ini. dan ada juga yang memang hasil ijtihadnya. 2001. Pengaruh Tasawwuf dan Tarekat Terhadap Pemikiran Islam di Indonesia Seperti telah di sebutkan di atas.org/ ri sal ah/ perkem bangan . banyak ulama’ nusantara yang menggeluti ajaran ini. Juga tidak hanya terbatas kalangan ekonomi 14 Sri Mulyati. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme warga setiap acara rutinan jam’iyyah tarekat tertentu. Tasawwuf. Abdul Ra’uf Singkel dan lain-lain. Dengan hal ini. Tarekat dan Para Sufi. Syamsuddin Al Sumatrani.

http://www.org/risalah/perkembangan-tarekat-nusantara.id/berita/61218/Perkembangan_Tarekat_di_Dunia_Islam http://baitulamin.html .co.republika.

al-Raniri diangkat menjadi “Syaikh al-Islâm” bagi kesultanan tersebut. Pertama. Persentuhan budaya yang sama sekali berbeda antara budaya orang-orang wilayah Nusantara (Melayu) dengan umunya orang-orang timur tengah menghasilkan semacam budaya baru. Ajaran Ahlussunnah yang sebelumnya sudah memiliki tempat di hati orangorang Aceh menjadi bertambah kuat dan sangat dominan dalam perkembangan Islam di wilayah tersebut. hingga menjadi khalifah dalam tarekat ini. Sebelum ke nusantara beliau pernah belajar di Tarim Hadramaut Yaman kepada para ulama terkemuka di sana. Dia tidak membutuhkan apapun dari makhluk-Nya. Dia tidak menyerupai apapun dari makhluk-Nya. paling tidak ada tiga hal yang membuat penyebaran agama Islam cukup unik untuk dikaji. Namun kelebihan yang ada pada budaya baru ini ialah bahwa nilai-nilai –terutama akidah– ajaran Islam telah benar-benar berhasil ditanamkan oleh para pendakwahnya. al-Raniri masuk ke wilayah tasawuf melalui tarekat alRifa’iyyah. Ditangan ulama besar ini. hingga keyakinan-keyakinan animisme cukup mengakar di berbagai tingkatan masyarakat. Kedua. Secara geografis wilayah nusantara sangat jauh dari negara-negara Arab sebagai pusat munculnya dakwah Islam. kondisi wilayah dan masyarakat Indonesia. Para pemeluknya di dalam fikih dikenal sebagai orang-orang yang konsisten memegang teguh madzhab asySyafi’i. Ketika kesultanan Aceh dipegang oleh Iskandar Tsani. Dalam peta Indonesia. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad. . yang sebelumnya sempat menyebar di wilayah tersebut menjadi semakin diasingkan.Segala puji Allah Tuhan sekalian alam. Nabi pembawa wahyu dan kebenaran. Bagaimanakah olahan tangan-tangan terampil tersebut hingga membuahkan hasil yang sangat menakjubkan?! Ketiga. Syaikh Nuruddin ar-Raniri. pada sekitar permulaan abad sebelas hijriah datang salah seorang keturunan Rasulullah. yang sekarang nama beliau diabadikan dengan sebuah Institut Agam Islam Negeri (IAIN). Bahkan beberapa kitab aliran hulûl dan ittihâd sempat dibakar di depan Majid Baiturrahman. Terhadap akidah hulûl dan wahdah al-wujûd tarekat ini sama sekali tidak memberi ruang sedikitpun. Konsistensi ini mereka warisi dari perintis tarekat al-Rifa’iyyah sendiri. Namun demikian perkembangan Islam di Nusantara pada awal kedatangannya sangat pesat. juga para pemeluknya saat itu sudah tidak memiliki tempat. juga wilayah Sumatera pada umumnya. Beberapa karya yang mengandung faham dua akidah tersebut. mungkin melebihi penyebaran ke wilayah barat dari bumi ini. Salah satunya kepada al-Imam Abu Hafsh ‘Umar ibn ‘Abdullah Ba Syaiban al-Hadlrami. Hampir seluruh orang yang berada dalam tarekat al-Rifa’iyyah memerangi dua akidah ini. Metodologi dakwah. Tarekat al-Rifa’iyyah dikenal sebagai tarekat yang kuat memegang teguh akidah Ahlussunnah. Dan siapapun dari makhluk-Nya selalu membutuhkan kepada-Nya. Dominasi ajaran Hindu dan Budha saat itu. yaitu al-Hasîb al-Nasîb as-Sayyid al-Imam Ahmad alRifa’i. materi-materi dakwah dan berbagai aspek lainnya dalam dakwah itu sendiri adalah di antara hal yang perlu kita pelajari. ••• Di wilayah Aceh. Faham-faham akidah Syi’ah. Sementara dalam akidah sangat kuat memegang teguh akidah Asy’ariyyah. “Tangan-tangan ahli” dalam membawa misi dakwah Islam saat itu sangat terampil dan pleksibel. Beliau bernama Muhammad ibn ‘Ali ibn Hasan ibn Muhammad al-Raniri al-Qurasyi al-Syafi’i. Padahal sejarah mencatat bahwa wilayah Nusantara ketika itu diduduki berbagai kerajaan yang dianggap cukup kuat memegang ortodoksi ajaran leluhur mereka. terutama akidah hulûl dan ittihâd. Jaringan informasi dari satu wilayah ke wilayah lain saat itu sangat membutuhkan waktu dan tenaga. Budaya baru ini tidak sangat cenderung ke timur tengah juga tidak sangat cenderung kepada ortodoksi wilayah setempat.

dengan beberapa penyesuaian penjelasan. terlebih bila ditambah dengan usaha mengaplikasikannya dalam tindakan-tindakan. Tokoh-tokoh melegenda ini hidup di sekitar pertengahan abad sembilan hijriah. Materi kitab yang dikaji dan sejauh mana aplikasi hasil kajian tersebut dalam prilaku keseharian biasanya menjadi tolak ukur untuk melihat “kelas-kelas” para santri tersebut. Tokoh kita ini adalah Syaikh ‘Abd ash-Shamad al-Jawi al-Palimbani yang hidup di sekitar akhir abad dua belas hijriah. ialah orang-orang yang memiliki garis keturunan dari Rasulullah. adalah “gudang” al-Asyrâf atau al-Habâ’ib. terutama pondok-pondok yang mengajarkan kitab-kitab klasik (Salafiyyah). Sunan Gresik. Bagi kalangan pondok pesantren. Sunan Drajat. bila seorang santri sudah masuk dalam mengkaji Ihyâ’ ‘Ulûm al-Dîn berarti ia sudah berada di “kelas tinggi”. Dalam pembukaan kitab yang tersusun dari empat jilid tersebut penulisnya mengatakan bahwa tujuan ditulisnya kitab dengan bahasa Melayu ini agar orang-orang yang tidak dapat memahami bahasa Arab di wilayah Nusantara dan sekitarnya dapat mengerti tasawuf. Tentang sosok al-Ghazali. Sejarah mencatat bahwa para pendakwah yang datang ke Indonesia berasal dari Gujarat India yang kebanyakan nenek moyang mereka adalah berasal dari Hadlramaut Yaman. sudah lebih dari cukup untuk mengenal kapasitasnya dengan hanya melihat karya-karya agungnya yang tersebar di hampir seluruh lembaga pendidikan Islam. Kitab Siyar al-Sâlikin sebenarnya merupakan “terjemahan” dari kitab Ihyâ’ ‘Ulûm al-Dîn. Karena itu pula para wali songo yang tersebar di wilayah Nusantara memiliki garis keturunan yang bersambung hingga Rasulullah. Beliau adalah murid dari Syaikh Muhammad Samman al-Madani. Sunan Giri. Imam al-Ghazali adalah sosok yang sangat erat memegang teguh ajaran Asy’ariyyah Syafi’iyyah. negara Yaman dianggap . Yordania. yang dikenal sebagai penjaga pintu makam Rasulullah. Yaman adalah pusat kegiatan ilmiah yang telah melahirkan ratusan bahkan ribuan ulama sebagai pewaris peninggalan Rasulullah. serta dapat mempraktekan ajaranajarannya secara keseluruhan. Negara Yaman saat itu. Dan ini berarti bahwa orientasi tasawuf Syaikh ‘Abd al-Shamad yang diajarkannya tersebut benar-benar berlandaskan akidah Ahlussunnah. Libanon. Berbeda dengan Iran. Sunan Muria. dan Sunan Gunung Jati adalah sebagai tokoh-tokoh terkemuka dalam sejarah penyebaran Islam di wilayah Nusantara.Dengan demikian dapat diketahui bahwa di bagian ujung sebelah barat Indonesia faham akidah Ahlussunnah dengan salah satu tarekat mu’tabarah sudah memiliki dominasi yang cukup besar dalam kaitannya dengan penyebaran Islam di wilayah Nusantara. Tokoh ini cukup melegenda dan cukup dikenal di hampir seluruh daratan Melayu. Hal ini menunjukan bahwa tasawuf yang diemban oleh Syaikh ‘Abd ash-Shamad adalah tasawuf yang telah dirumuskan oleh Imam al-Ghazali. Artinya Islam sudah bercokol di wilyah Nusantara ini sejak sekitar 600 tahun lalu. al-Ghazali dengan karyanya Ihyâ’ Ulûm al-Dîn adalah rujukan standar dalam menyelami tasawuf dan tarekat. Sunan Bonang. ••• Di Palembang Sumatera juga pernah muncul seorang tokoh besar. seperti yang sudah kita kenal. Sunan Kudus. bahkan hingga sekarang. Secara “yuridis” hampir seluruh ajaran tasawuf terepresentasikan dalam karya al-Ghazali ini. Sunan Ampel. Dari tangannya lahir sebuah karya besar dalam bidang tasawuf berjudul Siyar al-Sâlikîn Ilâ ‘Ibâdah Rabb al-‘Âlamîn. Dan untuk menaiki hirarki-hirarki tersebut membutuhkan proses waktu yang cukup panjang. dan beberapa wilayah di daratan Syam. bahkan mungkin sebelum itu. ••• Wali songo yang tidak pernah kita lupakan. Sunan Kalijaga. Kitab dalam bahasa Melayu ini memberikan kontribusi yang cukup besar dalam perkembangan tasawuf di wilayah Nusantara. Karena sebenarnya di lingkungan pesantren kitab-kitab yang dikaji memiliki hirarki tersendiri. Siria. baik formal maupun non formal di berbagai pelosok Indonesia. Terutama bagi kalangan Nahdliyyin. Karena. Kegiatan ilmiah di Yaman memusat di Hadlramaut.

Bahjah al-Wasâ’il. dalam Risâlah al-Mu’âwanah mengatakan bahwa seluruh keturunan as-Sâdah al-Husainiyyîn atau yang dikenal dengan Al Abi ‘Alawi adalah orang-orang Asy’ariyyah dalam akidah dan Syafi’iyyah dalam fikih. yaitu al-Imâm al-Muhâjir as-Sayyid Ahmad ibn ‘Isa ibn Muhammad ibn ‘Ali ibn alImâm Ja’far ash-Shadiq. termasuk dengan rekomendasi al-Muqtadir Billah. Orang terakhir disebut ini adalah orang yang dianggap merusak tatanan akidah dan syari’ah. sebagai khalifah ketika itu. Dengan demikian dari silsilah ayahnya. atau istilah lain melihat mereka dengan pandangan su’uzhan (berburuk sangka). Kitab-kitab ini dapat kita pastikan sangat akrab di lingkungan pondok pesantren. Beliau adalah keturunan ke-12 dari garis keturunan yang bersambung kepada Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) Cirebon. tapi juga oleh orang-orang timur tengah. Ia membawa dan menyebarkan akidah hulûl dan ittihâd dengan konsepnya yang dikenal dengan “Manunggaling kawula gusti”. jangan sampai kita terjebak di sini. Al-Hallaj dahulu di Baghdad dihukum pancung dengan kesepakatan dan persetujuan para ulama. Salah satunya as-Sayyid al-Imam ‘Abdullah ibn ‘Alawi al-Haddad. Konsep ajaran al-Hallaj tentang ittihâd dan hulûl hendak dihidupkan oleh Syaikh Siti Jenar di kepulauan Jawa. sejarah telah mencatatkan bahwa yang membawa al-Hallaj ke hadapan pedang kematian adalah karena akidah hulûl dan ittihâd yang dituduhkan kepadanya. ••• Pasca wali songo. Nashâ’ih al-‘Ibâd. juga dengan gelar “Imâm ‘Ulamâ’ al-Haramain”. Setelah perundingan yang cukup panjang. Bahkan hal ini diungkapkan dengan jelas oleh para para tokoh terkemuka Hadlramaut sendiri dalam karya-karya mereka. Di sini kita juga tidak perlu repot memperdebatkan apakah latar belakang politis yang membawa Syaikh Siti Jenar kepada kematian?! Terlebih dengan mencari kambing hitam dari para penguasa saat itu atau dari para wali songo sendiri yang “katanya” merasa dikalahkan pengaruhnya oleh Syaikh Siti Jenar. penulis ratib al-Haddad. Berbagai hasil karya yang lahir dari tangannya sangat populer. Mirqât Shu’ûd al-Tashdîq. terutama di kalangan pondok pesantren di Indonesia.memiliki tradisi kuat dalam memegang teguh ajaran Ahlussunnah. Dan ajaran Asy’ariyyah Syafi’iyyah inilah yang disebarluaskan oleh moyang keturunan Al Abi ‘Alawi tersebut. Beliau menjadi guru besar di Masjid al-Haram dengan gelar “Sayyid ‘Ulamâ’ al-Hijâz”. Santri yang tidak mengenal kitab-kitab tersebut patut dipertanyakan “kesantriannya”. Qâmi’ al-Thughyân. daerah pesisir pantai yang cukup gersang di sebelah barat pulau Jawa adalah tanah kelahirannya. pada permulaan abad ke tiga belas hijriah. Dan ajaran Asy’ariyyah Syafi’iyyah ini pula yang di kemudian hari di warisi dan ditanamkan oleh wali songo di tanah Nusantara. seperti Kâsyifah al-Sajâ. Kampung Tanara. Nûr al-Zhalâm. Mayoritas orang-orang Islam di negara ini dalam fikih bermadzhab Syafi’i dan dalam akidah bermadzhab Asy’ari. di salah satu kepulauan di wilayah Nusantara lahir sosok ulama besar. Beberapa judul kitab. Di kemudian hari tokoh kita ini sangat dihormati tidak hanya oleh orang-orang Indonesia dan sekitarnya. karena sama dengan berarti menyampingkan nilai-nilai yang telah diajarkan dan diperjuangkan wali songo itu sendiri. garis keturunan Syaikh Nawawi bersambung hingga . Tentunya. dan Kitab Tafsir al-Qur’an Marâh Labîd adalah sebagian kecil dari hasil karyanya. Kita tidak perlu mendiskusikan adakah unsur politis yang melatarbelakangi hukuman pancung terhadap al-Hallaj ini atau tidak?! Secara sederhana saja. Tokoh kita ini tidak lain adalah Syaikh Nawawi al-Bantani. ••• Suatu hari wali songo berkumpul membahas hukuman yang pantas untuk dijatuhkan kepada Syaikh Siti Jenar. Juga dapat pula berarti menilai bahwa keikhlasan-keikhlasan para wali songo tersebut sebagai sesuatu yang tidak memiliki arti. persis seperti yang telah dilakukan oleh para ulama di Baghdad terhadap al-Hallaj. Pernyataan semacam ini jelas terlalu dibuatbuat. wali songo memutuskan bahwa tidak ada hukuman yang setimpal bagi kesesatan Syaikh Siti Jenar kecuali hukum bunuh. bahkan oleh dunia Islam secara keseluruhan.

Di Mekah beliau berkumpul di “kampung Jawa” bersama para ulama besar yang juga berasal dari Nusantara. Asy’ariyyah Syafi’iyyah di Indonesia menjadi sangat kuat. Najihun (Tangerang). Syaikh Yusuf sendiri di samping seorang sufi terkemuka. KH. Tentu perkembangan dakwah ini juga didukung oleh kondisi geografis wilayah Sulawesi yang sangat strategis. ajaran Ahlussunnah. Kepada para ulama Mekah terkemuka saat itu. Tubagus Ahmad Bakri (Purwakarta Jawa Barat). dan belajar kepada yang lebih senior di antara mereka. Tercatat bahwa beliau tidak hanya belajar di daerahnya sendiri. dan lainnya. saat itu sangat populer dan mengakar di masyarakat Indonesia. memiliki ruang gerak yang sangat sempit sekali. Di samping sebagai tempat persinggahan para pedagang yang mengarungi lautan. Di kemudian hari kelahiran Syaikh Yusuf menambah semarak keilmuan. Kholil Bangkalan (Madura). Syaikh Yusuf mendapatkan ijazah beberapa tarekat. Di antaranya kepada Syaikh Khathib Sambas (dari Kalimantan) dan Syaikh ‘Abd al-Ghani (dari Bima NTB). tepatnya dari wilayah Makasar Sulawesi. seperti faham “non madzhab” (al-Lâ Madzhabiyyah) dan akidah hulûl atau ittihâd serta keyakinan sekte-sekte sempalan Islam lainnya. Ajaran-ajaran di luar Ahlussunnah. Sosok ulama besar tersebut tidak lain adalah Syaikh Yusuf al-Makasari. Perjalanan ilmiah Syaikh Yusuf di kepulauan Nusantara di antaranya ke Banten dan bertemu dengan Sultan ‘Abd al-Fattah (Sultan Ageng Tirtayasa). Dari didikan tangan Syaikh Nawawi di kemudian hari bermunculan syaikh-syaikh lain yang sangat populer di Indonesia. Demikian pula dengan penyebaran tasawuf yang secara praktis berafiliasi kepada Imam al-Ghazali dan Imam al-Junaid al-Baghdadi. Asnawi (Caringin Banten). Syaikh ‘Abd al-Hamid ad-Dagestani. yang merupakan putra mahkota kerajaan Banten saat itu. ••• Di wilayah timur Nusantara ada kisah melegenda tentang seorang ulama besar. dan bahkan sempat beberapa tahun tinggal di negara timur tengah hanya untuk memperdalam ilmu agama. kerajaan Goa dan kerajaan Talo yang dipimpin oleh dua orang kakak adik memiliki andil besar dalam penyebaran dakwah Islam di wilayah tersebut. terutama ajaran tasawuf praktis yang cukup menjadi primadona masyarakat Sulawesi saat itu. KH. Walaupun sebagian ahli sejarah mempertanyakan kebenaran adanya . Selain ke Banten.Rasulullah. Di antara mereka adalah. as-Sayyid Muhammad Syatha ad-Dimyathi. Syaikh Nawawi belajar di antaranya kepada as-Sayyid Ahmad Zaini Dahlan (mufti madzhab Syafi’i). di antaranya tarekat al-Qadiriyyah. Darinya. Saat itu banyak kerajaan-kerajaan kecil yang menerima dengan lapang dada akan kebenaran ajaran-ajaran Islam. tapi juga banyak melakukan perjalanan (rihlah ‘ilmiyyah) ke berbagai kepulauan Nusantara. KH. Agama Islam masuk ke wilayah ini pada sekitar permulaan abad sebelas hijriah. Penyebaran tasawuf pada periode ini diwarnai dengan banyaknya tarekat-tarekat yang “diburu” oleh berbagai lapisan masyarakat. KH. Pada periode ini. daerah Sulawesi sendiri saat itu sebagai penghasil berbagai komuditas. terutama rempah-rempah dan hasil bumi lainnya. Dominasi murid-murid Syaikh Nawawi yang tersebar dari sebelah barat hingga sebelah timur pulau Jawa memberikan pengaruh besar dalam penyebaran ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah. juga seorang alim besar multi disipliner yang menguasai berbagai macam disiplin ilmu agama. Perjalanan ilmiah yang beliau lakukan telah menempanya menjadi seorang ulama besar. KH. bahkan dengannya bersama-sama memperdalam ilmu agama. Syaikh Yusuf juga berkunjung ke Aceh dan bertemu dengan Syaikh Nuruddin ar-Raniri. Mereka tidak hanya sebagai tokoh ulama yang “pekerjaannya” bergelut dengan pengajian saja. tapi juga merupakan tokoh-tokoh terdepan bagi perjuangan kemerdekaan RI. Dua kerajaan kembar. Dengan orang terakhir ini Syaikh Yusuf cukup akrab. Latar belakang pendidikan Syaikh Yusuf menjadikannya sebagai sosok yang sangat kompeten dalam berbagai bidang. Hasyim Asy’ari (pencetus gerakan sosial NU). KH. Asnawi (Kudus) dan tokoh-tokoh lainnya.

pertemuan antara Syaikh Yusuf dengan Syaikh Nuruddin ar-Raniri. Shufi Indonesia yang pertama kali menulis karangan tentang tarekat adalah Hamzah Fansuri.com/readnews-29-sejarah-perkembangan-tasawuf-di-indonesia. tarekat al-Khalwatiyyah dan lainnya. Di Jawa. ia mengungkapkan gagasan nya melalui syair bercorak wihdatul-wujud yang cendrung kepada penafsiran panteistik. Syaikh ‘AbdulQadir al-Jilani pernah datang ke Jawa.html data 2 Perkembangan Tarekat 30 11 2009 Perkembangan Tarekat di Indonesia Pada awalnya. Syamsuddin as-Sumatrani (w. bahwa orientasi karya-karya tersebut tidak lain adalah Syafi’iyyah Asy’ariyyah. maka dapat dipastikan bahwa ajaran-ajaran yang disebarkan Syaikh Yusuf di bagian timur Nusantara adalah ajaran Ahlussunnah. Dalam syairnya Hamzah juga bercerita tentang kunjungannya ke Makkah. Kepastian bahwa Syaikh Yusuf seorang Sunni tulen juga dapat dilihat dari perjalanan ilmiah beliau yang dilakukan ke Negara Yaman. negara yang mempengaruhi berkembangnya tarekat di Indonesia adalah India (Gujarat). Di negara ini pula Syaikh Yusuf mendapatkan berbagai ijazah tarekat mu’tabarah. tarekat al-Syatariyyah. dari sanalah Hamzah Fansuri.smadarulmuhajirin. bahkan mereka dapat menunjukkan letak kuburannya. Ini dikuatkan pula dengan karya-karya yang ditulis Syaikh Yusuf sendiri. al-Quds. tarekat al-Sadah al-Ba’alawiyyah. Tarekat Qadiriyah adalah tarekat pertama yang masuk ke Indonesia. Dari namanya saja kita tahu bahwa beliau berasal dari kota Fansur (sebutan orang Arab untuk kota Barus. 1630) dan Nuruddin ar-Raniri belajar menimba ilmu dan mendapatkan ijazah serta menjadi khalifah. Dengan cara ini pula Tarekat Syattariyah yang berasal dari India berkembang di Makkah dan Madinah dan kemudian berpengaruh luas di Indonesia. dalam akidah madzhab Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari dan dalam fikih madzhab Imam Muhammad ibn Idris as-Syafi’i. Dengan demikian jelaslah. namun hal penting yang dapat kita tarik sebagai benang merah ialah bahwa jaringan tarekat saat itu sudah benar-benar merambah ke berbagai kepulauan Nusantara. Latar belakang keilmuan Syaikh Yusuf ini menjadikan penyebaran tasawuf di di wilayah Sulawesi benar-benar dilandaskan kepada akidah Ahlussunnah. Source : ALLAHadaTANPAtempat http://www. Dan bila benar bahwa Syaikh Yusuf pernah bertemu dengan Syaikh Nuruddin al-Raniri serta mengambil tarekat darinya. bahwa Hamzah Fansuri (w 1590) adalah shufi pertama di Indonesia yang diketahui secara pasti menganut Tarekat Qadiriyah. beberapa tarekat besar masuk ke Indonesia melalui Makkah dan Madinah. Kondisi ini sama sekali tidak memberikan ruang kepada akidah hulûl atau ittihâd untuk masuk ke wilayah “kekuasaan” Syaikh Yusuf al-Makasari. Namun pada abad-abad berikutnya. Baghdad (disana ia mengunjungi makam syekh ‘Abdul-Qadir al-Jilani) dan ke Ayuthia. kota kecil di pantai barat Sumatra yang terletak antara Sibolga dan Singkel). Di antaranya tarekat al-Naqsyabandiyyah. Indikasi . Dan menurut cerita rakyat setempat. Di negara ini Syaikh Yusuf belajar kepada tokoh-tokoh terkemuka saat itu. Dalam syairnya juga ia mengaku menerima ijazah Tarekat Qadiriyah di Baghdad bahkan diangkat menjadi khalifah dalam tarekat ini. Dalam tulisannya. pengaruh tarekat ini banyak ditemui di daerah Cirebon dan Banten.

Ibunya orang Melayu. diantaranya adalah syekh al-Qusyasyi. Dalam ber-tarekat. Ia banyak menulis kitab tentang ilmu kalam dan tasawuf. Amalan utama dari tarekat ini pun masih dapat dirasakan hingga saat ini yaitu hizbul-bahr yang diyakini sangat memberi pengaruh yang kuat bagi pengamalnya. menganut aliran tauhid Asy’ariyah. Ar-Raniry pernah menjabat Syaikhul-Islam atau mufri di kerajaan Aceh pada pemerintahan Sultan Iskandar Tsani dan Sultanah Shofiatud-Din. ia menjadi ahli fiqh terkenal di Aceh dan seorang shufi yang menyeimbangkan pandangan para pendahulunya dalam mengajarkan zikir dan wirid tarekat Syattariyah. dan politik. Pada tahun 1054/1644 ar-Raniry meninggalkan Aceh kembali ke Ranir karena mendapatkan serangan balik dari lawan-lawan polemiknya. Tokoh tarekat Syadziliyah yang terkenal antara lain Ibnu ‘Athoillah as-Sakandari. ia mengamalkan Tarekat Rifa’iyah dan menyebarkan ajaran tarekat ini ke wilayah Melayu. syekh Abdul Rauf Singkel. perbandingan agama. ar-Raniry juga memiliki banyak keahlian. Pendiri Tarekat Syadziliyyah adalah syekh Ali bin Abdullah bin Abdul-Jabbar Abul Hasan as-Syadzili (w. 1258). Ar-Raniri menetap di Aceh selama tujuh tahun (1637 – 1644) sebagai mufti dan penulis produktif yang menentang doktrin wihdatul wujud. Muridnya menyebarkan tarekat ini ke Sumatera Barat melalui syekh Burhanuddin Ulakan. Syekh Abdul Rauf belajar di Makkah selama 19 tahun dengan guru-guru tarekat. Ibrahim al-Kurani. Ajaran ini berasal dari seorang ulama besar asal Gujarat bernama Muhammad bin Fadhlullah Burhanpuri pengarang kitab at-Tuhfatul-Mursalah ilaa Ruuhin-Nabi. hadits. Silsilah keturunannya bergaris sampai kepada saidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. Sepeninggalnya. Shufi lain yang juga terkenal di Indonesia adalah Syamsuddin (w. ia menguasai ilmu teologi. bahkan Tarekat Syattariyah menjadi sangat populer di Indonesia sesudah wafatnya. Sebagai seorang shufi. cabang-cabang tarekat dari India berkembang dulu di Makkah-Madinah. selain itu ia juga menganut tarekat Aydrusiyah dan Qadiriyah. Ar-Raniry tercatat sebagai tokoh shufi terakhir yang membawa pengaruh bagi semua tarekat yang berkembang di Indonesia dan berasal langsung dari India.1630). Tidak diketahui secara jelas kapan tahun kelahirannya. dan ‘Abdul-Wahhab as-Sya’rani. membunuh orang yang menolak bertobat dari kesesatan. Dia perumus pertama ajaran martabat tujuh di nusantara serta metode pengaturan nafas pada saat ber-dzikir ( yang dianggap sebagai pengaruh yoga pranayama dari India ). fiqh. wafat tahun 1068/1658. adanya pembacaan kitab manaqib syekh ‘Abdul-Qadir al-Jilani pada acara-acara tertentu di kehidupan beragama masyarakat disana. Sekembalinya dari Makkah tahun 1661.lain tentang pengaruh Tarekat Qadiriyah di Banten adalah. yaitu murid-murid Syamsuddin yang dituduh menganut paham Panteisme. Beliau sendiri pernah menulis silsilah keturunannya sebagai berikut : Syekh Ali bin Abdullah bin Abdul Jabbar bin Yusuf bin Ward bin Batthol bin Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. Ajaran martabat tujuh merupakan adaptasi dari teori emanasi Ibnul-‘Arabi yang sangat populer di Indonesia. berasal dari keluarga Arab Ranir Gujarat. Syamsuddin wafat tahun 1039 H (1630 M). Ia mengeluarkan fatwa untuk memburu orang yang dianggap sesat. diantaranya adalah Tarekat Syattariyah yang dibawa oleh murid utamanya. murid Hamzah Fansuri yang banyak menulis kitab dalam bahasa Arab dan Melayu. sejarah. serta ke Jawa melalui syekh Muhyidin dari Pemijahan yang sampai sekarang ajarannya masih . dan paham wihdatul-wujud yang lebih sedikit moderat. serta puteranya syekh Muhammad Thahir di Madinah. kemudian di bawa ke Indonesia. ayahnya imigran dari Hadromaut. Shufi selanjutnya adalah Nuruddin ar-Raniri. Nama lengkapnya adalah Nuruddin bin Ali bin Hasanji bin Muhammad Hamid ar-Raniry. serta membakar buku-buku yang berisi ajaran sesat. tetapi dalam kitab Bustanus-Salatin karya Nuruddin. bahwa ajaran martabat tujuh Syamsuddin termasuk ajaran wihdatul wujud yang dianggap menyimpang. Tapi Nuruddin ar-Raniri dalam kitabnya Hujjatus-Shiddiq li daf’iz-Zindiq menganggap. Syamsudin sendiri berafiliasi dengan Tarekat Syattariyah seperti halnya Burhanpuri.

Di antara kedua tarekat yang diajarkan. juga pernah menjadi pengikut Tarekat Dasuqiyah. Abad berikutnya. 1660) dan al-Kurani (w. Syekh Yusuf mempelajari Tarekat Naqsyabandiyah di Yaman melalui Syaikh Muhammad Abdul Baqi. sekaligus menjadi pengikut sejumlah tarekat di India. Secara formal tarekat ini merupakan salah satu cabang dari Tarekat Khalwatiyah. Qadiriyah. Selanjutnya di Damaskus. Di Sulawesi tarekat ini disebarkan oleh salah seorang muridnya yang bernama Abdul Basir ad-Dharir al-Khalwati yang lebih terkenal dengan nama Tuang Rappang I Wodi. Keduanya merupakan ulama paling terkenal di kalangan murid yang berasal dari Indonesia. syaikh Yusuf al-Makassari banyak memperoleh ijazah dari sejumlah tarekat.diamalkan di sana. ternyata Tarekat Syattariyah banyak diminati oleh murid-murid dari Indonesia. di antaranya adalah Tarekat Naqsyabandiyah. karena tarekat ini relatif lebih mudah jika dipadu dengan berbagai tradisi nusantara. ia berguru lagi dan berbaiat menjadi khalifah Tarekat Khalwatiyah dan mendapat izin ijazah untuk mengajarkan tarekat ini. Chistiyah. Syekh Muhammad Samman mengembangkan cara berzikir baru yang ekstatik dan menyusun sebuah ratib (doa-doa) sendiri. Sesudah syaikh Samman wafat. orang orang Indonesia yang bermukim di Arab tertarik dengan ajaran syekh Muhammad bin Abdul Karim as-Samman (w. Kitab ini memberi kesan bahwa syekh Yusuf benar-benar mengajarkan tarekat ini di Makasar. Keduanya adalah pewaris syekh Zakariya al-Anshori dan ‘Abdul-Wahab asSya’rani dalam bidang fiqh dan tasawuf. terutama di kalangan para bangsawan Makasar. Dan selama beberapa generasi. yang paling berpengaruh adalah Tarekat Syattariyah dan Naqsyabandiyah. Barangkali beliau-lah orang pertama yang memperkenalkan Tarekat Khalwatiyah di Indonesia. Ketika pulang ke Indonesia tahun 1670 dia mengajarkan ajaran spiritual. Beberapa ulama di Palembang berafiliasi dengan tarekat ini. padahal di Timur Tengah sendiri. orang-orang Indonesia yang bermukim di Arab. Qadiriyah. Naqsyabandiyah dan Syadziliyah. 1691) mewakili perpaduan antara tradisi intelektual shufi India dengan Mesir. Syadziliyah. Khalwatiyah. Kedua tarekat ini pada mulanya diperkenalkan di Madinah oleh seorang Syaikh India bernama Sibghatullah pada tahun 1605. Tarekat Sammaniyah merupakan gabungan dari tarekat Khalwatiyah. ‘Aydrusiyah. Kubrawiyah dan beberapa tarekat lainnya. pengamal tarekat Kholwatiyah. Dalam pengembaraan ilmiahnya. sehingga menjadi tarekat yang paling “mem-bumi”. Kitab ini berisi antara lain tentang tekhnik meditasi dalam berdzikir. kedua syaikh ini lebih dikenal orang sebagai penganut Tarekat Naqsyabandiyah. bahkan Sultan Palembang telah menyediakan sejumlah dana yang cukup besar untuk membangun zawiyah syekh Samman di Jeddah. ( walaupun al-Kurani di Indonesia lebih dikenal sebagai syaikh Tarekat Syattariyah yang mengirim Abdul Rauf Singkel sebagai khalifah untuk menyebarkan Tarekat Syattariyah di Indonesia ). pengarang sejumlah kitab-kitab penting berbahasa Melayu. Ahmadiyah. Murid syekh Samman yang paling terkenal adalah syekh Abdus Shomad al-Palimbani. Syattariyah. terlebih lagi ajaran martabat tujuh yang menjadi bagian dari kepercayaan populer orang Jawa. Ba’alawiyah. yang ternyata merupakan gabungan antara teknik spiritual Khalwatiyah dengan berbagai tekhnik dari tarekat-tarekat lainnya. Dan tarekat ini sekarang mengakar dan banyak diamalkan orang di Sulawesi Selatan. sehingga tarekat ini mendapat kedudukan yang kokoh di kesultanan Palembang. Al-Qusyasyi (w. Ulama lain yang sezaman dengan syekh Abdul Rauf adalah syekh Yusuf al-Makasari (1626 – 1699) penulis kitab ar-Risalah an-Naqsyabandiyah. karena silsilah syekh Samman hanya melalui gurunya yaitu syekh Musthafa al-Bakri. Walaupun demikian ia telah menjadi sebuah tarekat tersendiri dengan zawiyah sendiri dan dengan pengikut lokal ketika syaikh-nya masih hidup. belajar tarekat ini dari khalifahnya yang bernama Shiddiq bin Umar Khan. Ulama Indonesia yang menyebarkan tarekat ini adalah syekh Nafis . murid-murid dari Indonesia belajar kepada pengganti alKurani dan berbaiat menjadi pengikut Tarekat Syattariyah. kemudian berguru lagi kepada syekh Ibrahim al-Kurani tokoh Naqsyabandi di Madinah. 1775) ulama Madinah.

Ketika bangkit gerakan Wahhabiyah yang memusuhi kaum shufi dan membenci pengamal tarekat yang cendrung menjauhi dunia dan suka melestarikan tradisi penghormatan terhadap makam syaik-syaikh mereka. Tarekat Chisytiyah. dan keanggotaannya terbatas pada kelompok etnis Bugis saja. ia menyebarluaskan tarekat ini di Kalimantan. Syekh Nafis al-Banjari juga mengamalkan berbagai tarekat. Tarekat Tijaniyyah masuk ke Indonesia pada tahun 20-an. tarekat Sammaniyah bertemu dengan Tarekat Khalwatiyah. seperti Tarekat Qadiriyah. sehingga syekh Ahmad dan para pengikutnya dipaksa meninggalkan Aljazair. Naqsyabandiyah. Syekh Ahmad at-Tijani pindah ke Fez pada tahun 1798. sebuah tarekat kelahiran India. kitab Khasyful-Mahjub karya al-Hujwiri juga sangat populer digunakan oleh kaum Chisti. Tarekat ini merupakan satu-satunya tarekat yang didirikan oleh ulama asli Indonesia syekh Ahmad Khatib Sambas (Kalimantan Barat) yang lama belajar di Makkah dan sangat dihormati. Dua orang khalifah utama lainnya adalah Kiyai Tolhah dari Cirebon dan Kiyai Ahmad Hasbullah dari Madura. tarekat Tijaniyyah justru berkembang pesat. Bahkan perkembangan tarekat ini semakin pesat terutama setelah mendapat dukungan dari raja Maroko.al-Banjari dengan karyanya ad-Durrun-Nafis dalam bahasa Melayu. tarekat ini berideologi Sunni. karena memiliki keunggulan dan keutamaan yang tidak dimiliki oleh tarekattarekat lainnya. dan hidup disana hingga beliau wafat. dan banyak mendapatkan pengikut terutama di pulau Jawa dan Madura. Tarekat ini berkembang sedikit berbeda dengan ritual tarekat Sammaniyah lainnya di nusantara. yakni teknik spiritual Tarekat Qadiriyah dan Naqsyabandiyah menjadi unsur utama yang ditambah dengan unsurunsur tarekat lain. Syattariyah. Sulaiman al-Zuhdi dan Ali Ridho menyebarkan tarekatnya kepada orang-orang Indonesia yang mengunjungi Makkah dan Madinah dalam jumlah yang lebih besar lagi selama abad ke-19. Maroko. dalam usia 80 tahun. Tarekat lainnya adalah Naqsyabandiyah Kholidiyah yang tersebar berkat zawiyah yang didirikan oleh syekh Abdullah al-Arzinjani di Jabal Abu Qubais Makkah. Di Sulawesi Selatan. Aljazair Selatan. Maula Sulaiman yang berkepentingan mendekati syekh Ahmad untuk menghadapi pesaingnya dari zawiyah para syarif yang dinilai dapat merongrong kekuasaannya. Selain itu. Tentang keistimewaan dan keunggulan tarekat ini. dan meninggal di Fez. Pengikut tarekat Tijaniyah berkeyakinan. Perkembangan yang cukup pesat dari tarekat ini ternyata mampu menyaingi otoritas Utsmaniyyah. 1236). nanti akan kami jelaskan secara terperinci di dalam buku ini. bahwa tarekat Tijaniyah adalah tarekat yang terbaik. Khalwatiyah dan Sammaniyah. Kitab itu menjadi dasar bagi para guru tarekat Chisytiyah dalam mengajar murid-muridnya. Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan tarekat gabungan serupa dengan Sammaniyah. Di tempat ini pula puluhan orang Indonesia menerima ijazah untuk mengajarkan tarekat ini di kampung halamannya masing-masing. Ia mempunyai banyak pengikut dan menjadi guru Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah sebagai tarekat paling populer di Indonesia. yaitu Sulaiman al-Qarimi. Tarekat Tijaniyyah didirikan oleh Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijani (1150 – 1230 H/ 1737 – 1815 M) yang lahir di ‘Ainu Madi. Ribuan orang dibaiat menjadi pengikut tarekat ini dan menjalani latihan berkhalwat di zawiyah tersebut. Ketika ia wafat tahun 1873. Para penggantinya. Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan salah satu dari dua tarekat yang memiliki jumlah pengikut terbesar di seluruh Indonesia. Bahkan Syaikh . Ia ahli dalam bidang fiqh. yang didirikan oleh syaikh Mu’inad-Din Chisyti (w. Awalnya. konsep ketuhanan dan amalan-amalan shufi. (walaupun akhir-akhir ini banyak diamalkan oleh kaum Syiah). Hal ini terbukti bahwa para pengikut tarekat Chisyti di India menjadikan kitab ‘AwarifulMa’arif karya syaikh Syihabuddin Abu Hafs Umar Suhrawardi sebagai kitab pegangan mereka. Keduanya bersaing dan saling mempengaruhi sehingga pada akhirnya bergabung menjadi tarekat Khalwatiyah Sammaniyah. khalifahnya syekh Abdul Karim dari Banten menggantikannya sebagai syaikh tarekat ini.

yang telah menulis dengan penuh penghargaan dan kebanggaan tentang karya-karya Rumi. disebabkan kurang berkembang dan tentunya kurang banyak diminati oleh orang. Saat ini. 1273) menjadikan puisi-puisi karangannya sebagai salah satu pusat inspirasi spiritual. Melalui kitab ini sejumlah tarekat mu’tabaroh disebut dan dijelaskan. Orientalis yang sangat berjasa dalam memperkenalkan tarekat Rumi ke dunia Barat adalah Reynold A. dan khususnya di Persia (Iran).com/category/1/ A. maka kitab Kasyful-Mahjub sudah cukup baginya untuk dijadikan pegangan”. Annemarie Schimmel (w. tapi beliau terpaksa meninggalkan Makkah pada tahun 1840 dan kemudian tinggal di sebuah bukit yang bernama Jabal Akhdar di daerah Curenaica. Tarekat Ni’matullohi. Demikianlah sekilas tentang perkembangan sebagian ajaran tarekat yang masuk ke Indonesia. seperti I am Wind You Are Fire. pengarang kitab as-Salsabil ul-Ma’in fit-Tharo’iqil-Arba’in dan al-Masa’ilul-‘Anshar. baik di negeri Muslim maupun di Barat. http://4binajwa.Nizomuddin Auliya pernah berkata : “Seorang salik yang tidak memiliki referensi spiritual. praktik tasawuf bertujuan menciptakan kepribadian lahiriah yang sangat etis. Dia juga telah menerjemahkan kitab Divani Syam-i Tabriz. Eropa. juga pengabdian dan cinta kasih kepada sesama manusia tanpa mempedulikan perbedaan keyakinan. Ajaran tasawuf harus bertujuan membidik realitas muslim agar dapat dibangkitkan perasaan cinta kasihnya. A Study of The Works of Jalaludin Rumi. Nicholson yang bukan hanya meng-edit secara kritis semua naskah matsnawi. Terakhir. sehingga setiap orang merasa sama dalam persaudaraan kemanusiaan. tarekat kelahiran Iran yang telah populer. Kedua kitab ini termasuk bahan rujukan yang digunakan oleh Jam’iyah Ahlith-Thoriqoh Mu’tabaroh An-Nahdliyyah. The Life and Work of Rumi. dan The Triumphal Sun. penghormatan tanpa prasangka buruk. Dengan energi tasawuf inilah. Dalam tarekat ini. tarekat Ni’matullah mempunyai banyak pengikut di Amerika Serikat. Tokoh lain yang sangat berjasa dalam memperkenalkan Rumi ke dunia Barat adalah Prof. karena seorang shufi harus mengarahkan perhatiannya hanya kepada wilayah keesaan Ilahi (tauhid). sehingga kehadiran-Nya senantiasa dirasakan secara sadar dalam kehidupan. 2003). segala perbedaan dan perselisihan sektarian harus dihilangkan. Wallohu a’lam bis showaab. Tarekat Mawlawiyah kelahiran Turki ini dikenal luas. tetapi juga menerjemahkan seluruh naskah tersebut (sebanyak 6 jilid) ke dalam bahasa Inggris. tarekat ini lebih menekankan persaudaraan dan kesetaraan seluruh umat manusia. dan membimbing hati untuk menghimpun berbagai kwalitas dan keutamaan. dan kebangsaan. sehingga mampu menyatukan para pemeluk dari pelbagai agama dan keyakinan. Maulana Jalaluddin Rumi (w. Syekh as-Sanusi telah mendirikan sebuah zawiyah di Abu Qubais Makkah. Sedangkan karya Rumi yang lain Fihi Ma Fihi telah diterjemahkan oleh Arberry dengan judul Discourse of Rumi. Ibnu Khaldun pernah menyatakan bahwa tasawuf para sahabat bukanlah pola ketasawufan yang menghendaki kasyful-hijab (tersingkapnya tabir antara Tuhan dengan makhluk) atau hal-hal sejenisnya yang diburu oleh para sufi di masa sesudahnya. tarekat Sanusiyah didirikan oleh Muhammad bin ‘Ali as-Sanusi (1787 – 1859). baik di tanah kelahirannya maupun di dunia Barat. budaya. di samping tarekat-tarekat lain yang tidak kami sebutkan. Corak . Dengan ‘matsnawi’-nya. Tokoh tarekat ini adalah Javad Nurbakhsy yang cukup produktif menulis karya-karyanya. DEFINISI TASAWUF 22 04 2009 Tasawuf secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha untuk menyucikan hati sesuci mungkin dengan usaha mendekatkan diri kepada Allah. Dalam ajarannya.wordpress. terutama melalui ‘whirling darvish’ nya.

Tasawuf berasal dari kata Shuffah. keutamaan akhlak dan juga keadilan. tapi berhati dan berakhlak mulia. a. tauhid. hidup sederhana. kita dapat memahami bahwa tasawuf adalah sikap mental yang selalu memelihara kesucian diri. mementingkan kehidupan yang lebih kekal. Dengan cara ini akan mudah bagi manusia menghiasi jiwanya dengan sifat-sifat yang mulia. Secara Teminologi (isthilah) Imam Junaidi al-Baghdadi berpendapat : “Tasawuf adalah membersihkan hati dari yang selain Allah. Mereka hijrah dengan meninggalkan harta benda. qana’ah. adalah seperti hubungan Fiqh dengan aspek lahiriyah manusia. (2) tasawuf sunni. b. mereka hidup miskin. maka sejauh hal itu tidak bertentangan dengan Islam dapat dikatakan positif (ijabi). menyebarkan nasihat kepada umat manusia. dan mengikuti contoh Rasulullah SAW dalam segala hal. Mereka tinggal di sekitar masjid nabi dan tidur diatas bangku yang terbuat dari batu dan berbantalkan pelana kuda yang disebut suffah. yakni membatasi diri pada dalil-dalil naqli atau atsar al-Qur’an dan Hadits. Secara Etimologi (Bahasa) 1. Hukum mempelajari ilmu tasawuf adalah fardhu ‘ain bagi setiap mukallaf. rela berkorban untuk kebaikan umat manusia dan selalu bersikap bijak sana. pertapaan atau uzlah sebagai mana dilakukan oleh agama sebelumnya. Pakaian yang menjadi ciri khas kaum sufi. Adapun perbedaan yang mendasar antara tasawuf salafi dengan tasawuf sunni terletak pada takwil. Tasawuf ijabi mempunyai dua corak : (1) tasawuf salafi. 2. Karena fungsi ilmu tasawuf adalah untuk mensucikan batin agar dalam ber-musyahadah dengan Allah semakin kuat. bulu domba atau wol saat itu bukanlah wol lembut seperti sekarang melainkan wol yang sangat kasar. Mereka Ahlus-Suffah walaupun miskin. Beliau mengajarkan tentang ketakwaan. beribadah. sementara sunni menerima takwil rasional sejauh masih berada dalam kerangka syari’ah. mereka ikut nabi saat hijrah dari Mekah ke Madinah. di sekitar Masjid Madinah. ber-taqarrub dan ber-musyahadah dengan Allah SWT. maka demikian juga halnya mempelajari semua ilmu yang akan memperbaiki dan memperbagus batiniyah manusia. 3. Tasawuf juga berasal dari kata Shafa’ (suci bersih). Dari segi bahasa dan istilah. berjuang memadamkan semua ajakan yang berasal dari hawa nafsu. Sebab apabila mempelajari semua ilmu yang dapat memperbaiki dan memperbagus lahiriyah menjadi wajib. dan hatinya terus bersatu dengan Allah SWT. Para ulama penegak pilar-pilar ilmu tasawuf telah menciptakan istilah-istilah untuk memudahkan jalan bagi mereka yang ingin menapaki ilmu tasawuf yang sesuai dengan kedudukannya sebagai pem bersih dan pensuci hati dan jiwa. Salafi menolak adanya takwil.sufisme yang mereka tunjukkan adalah ittiba’ dan iqtida’ (kesetiaan meneladani) perilaku hidup Nabi. Hubungan tasawuf dengan aspek batin manusia. Mereka di sebut sufi karena memakai kain yang terbuat dari bulu domba. Sufi berarti orang – orang yang hati dan jiwanya suci bersih dan disinari cahaya hikmah. itulah lambang dari kesederhanaan. yakni memasukkan penalaran-penalaran yang rasional ke dalam pemahaman dan pengamalannya. Tetapi apabila telah keluar dari prinsip-prinsip keislaman maka tasawuf tersebut menjadi mazhab yang negatif (salbi). yaitu sekelompok orang yang berusaha menyucikan hati dan jiwanya karena Allah. Sedangkan tasawuf salbi atau disebut juga tasawuf falsafi adalah tasawuf yang telah terpengaruh oleh faham-faham spiritual dari bangsa Timur maupun Barat. Tasawuf juga berasal dari kata shuf (pakaian dari bulu domba atau wol). yaitu sebutan bagi orang – orang yang hidup di sebuah gubuk yang dibangun oleh Rasulullah SAW. . dan tidak pernah mengajarkan hidup kerahiban. Berbeda dengan orang-orang kaya saat itu yang kebanyakan memakai kain sutra. maka kedudukan ilmu tasawuf diantara ajaran Islam merupakan induk dari semua ilmu. mereka bertawakal (berserah diri) dan mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah SWT. ini merupakan sebagian dari sifat-sifat kaum sufi. Adapun tasawuf yang berkembang pada masa berikutnya sebagai suatu aliran (mazhab).

berjuang memadamkan semua ajakan yang berasal dari hawa nafsu. Tasawuf berasal dari kata Shuffah. ( Bersambung ) A. sebagian besar ulama sufi memilih menarik diri dari pergulatan kepentingan politik yang mengatasnamakan agama dengan praktek-praktek yang penuh dengan tipu daya bahkan banyak menimbulkan pertumpahan darah. Berbeda dengan orang-orang kaya saat itu yang kebanyakan memakai kain sutra. Reaksi atas kecenderungan hidup hedonis yang mengumbar syahwat. dan mengikuti contoh Rasulullah SAW dalam segala hal. serta cendrung mementingkan nilai-nilai kebendaan. yaitu sebutan bagi orang – orang yang hidup di sebuah gubuk yang dibangun oleh Rasulullah SAW. Corak sufisme yang mereka tunjukkan adalah ittiba’ dan iqtida’ (kesetiaan meneladani) perilaku hidup Nabi. Tasawuf juga berasal dari kata Shafa’ (suci bersih). a. mementingkan kehidupan yang lebih kekal. DEFINISI TASAWUF 22 04 2009 Tasawuf secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha untuk menyucikan hati sesuci mungkin dengan usaha mendekatkan diri kepada Allah. 3. dan hatinya terus bersatu dengan Allah SWT. Mereka di sebut sufi karena memakai kain yang terbuat dari bulu domba. ber-taqarrub dan ber-musyahadah dengan Allah SWT. Mereka Ahlus-Suffah walaupun miskin. kita dapat memahami bahwa tasawuf adalah sikap mental yang selalu memelihara kesucian diri. tapi berhati dan berakhlak mulia. keutamaan akhlak dan juga keadilan. Secara Etimologi (Bahasa) 1. hidup sederhana. qana’ah. Hukum mempelajari ilmu tasawuf adalah fardhu ‘ain bagi setiap mukallaf. tauhid. penipuan dan memperturutkan hawa nafsu. sehingga kehadiran-Nya senantiasa dirasakan secara sadar dalam kehidupan. yaitu sekelompok orang yang berusaha menyucikan hati dan jiwanya karena Allah. 3. itulah lambang dari kesederhanaan. Secara Teminologi (isthilah) Imam Junaidi al-Baghdadi berpendapat : “Tasawuf adalah membersihkan hati dari yang selain Allah.Adapun lahirnya ilmu tasawuf didorong dan disebabkan oleh beberapa factor: 1. Sufi berarti orang – orang yang hati dan jiwanya suci bersih dan disinari cahaya hikmah. rela berkorban untuk kebaikan umat manusia dan selalu bersikap bijak sana. Tasawuf juga berasal dari kata shuf (pakaian dari bulu domba atau wol). Sebab apabila . Perkembangan teologi yang cenderung mengedepankan rasio yang kering dari aspek moralspiritual. mereka ikut nabi saat hijrah dari Mekah ke Madinah. Mereka hijrah dengan meninggalkan harta benda. bulu domba atau wol saat itu bukanlah wol lembut seperti sekarang melainkan wol yang sangat kasar. di sekitar Masjid Madinah. Mereka tinggal di sekitar masjid nabi dan tidur diatas bangku yang terbuat dari batu dan berbantalkan pelana kuda yang disebut suffah. mereka hidup miskin. beribadah. Ibnu Khaldun pernah menyatakan bahwa tasawuf para sahabat bukanlah pola ketasawufan yang menghendaki kasyful-hijab (tersingkapnya tabir antara Tuhan dengan makhluk) atau hal-hal sejenisnya yang diburu oleh para sufi di masa sesudahnya. Dengan cara ini akan mudah bagi manusia menghiasi jiwanya dengan sifat-sifat yang mulia. Oleh sebab itu. b. dan tidak pernah mengajarkan hidup kerahiban. 2. Dari segi bahasa dan istilah. Pakaian yang menjadi ciri khas kaum sufi. mereka bertawakal (berserah diri) dan mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah SWT. Beliau mengajarkan tentang ketakwaan. Katalisator yang sejuk dari realitas umat yang secara politis maupun teologis didominasi oleh nalar kekerasan. menyebarkan nasihat kepada umat manusia. 2. pertapaan atau uzlah sebagai mana dilakukan oleh agama sebelumnya. ini merupakan sebagian dari sifat-sifat kaum sufi.

2. Katalisator yang sejuk dari realitas umat yang secara politis maupun teologis didominasi oleh nalar kekerasan. maka sejauh hal itu tidak bertentangan dengan Islam dapat dikatakan positif (ijabi). keutamaan akhlak dan juga keadilan. yakni memasukkan penalaran-penalaran yang rasional ke dalam pemahaman dan pengamalannya. Adapun lahirnya ilmu tasawuf didorong dan disebabkan oleh beberapa factor: 1.mempelajari semua ilmu yang dapat memperbaiki dan memperbagus lahiriyah menjadi wajib. di sekitar Masjid Madinah. a. (2) tasawuf sunni. sehingga kehadiran-Nya senantiasa dirasakan secara sadar dalam kehidupan. serta cendrung mementingkan nilai-nilai kebendaan. maka demikian juga halnya mempelajari semua ilmu yang akan memperbaiki dan memperbagus batiniyah manusia. mereka ikut nabi saat hijrah dari Mekah ke Madinah. Para ulama penegak pilar-pilar ilmu tasawuf telah menciptakan istilah-istilah untuk memudahkan jalan bagi mereka yang ingin menapaki ilmu tasawuf yang sesuai dengan kedudukannya sebagai pem bersih dan pensuci hati dan jiwa. Hubungan tasawuf dengan aspek batin manusia. Adapun perbedaan yang mendasar antara tasawuf salafi dengan tasawuf sunni terletak pada takwil. Tasawuf berasal dari kata Shuffah. adalah seperti hubungan Fiqh dengan aspek lahiriyah manusia. sebagian besar ulama sufi memilih menarik diri dari pergulatan kepentingan politik yang mengatasnamakan agama dengan praktek-praktek yang penuh dengan tipu daya bahkan banyak menimbulkan pertumpahan darah. Tasawuf ijabi mempunyai dua corak : (1) tasawuf salafi. penipuan dan memperturutkan hawa nafsu. mereka hidup miskin. 3. Karena fungsi ilmu tasawuf adalah untuk mensucikan batin agar dalam ber-musyahadah dengan Allah semakin kuat. Ibnu Khaldun pernah menyatakan bahwa tasawuf para sahabat bukanlah pola ketasawufan yang menghendaki kasyful-hijab (tersingkapnya tabir antara Tuhan dengan makhluk) atau hal-hal sejenisnya yang diburu oleh para sufi di masa sesudahnya. Corak sufisme yang mereka tunjukkan adalah ittiba’ dan iqtida’ (kesetiaan meneladani) perilaku hidup Nabi. tapi . yaitu sebutan bagi orang – orang yang hidup di sebuah gubuk yang dibangun oleh Rasulullah SAW. mereka bertawakal (berserah diri) dan mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah SWT. Mereka hijrah dengan meninggalkan harta benda. dan tidak pernah mengajarkan hidup kerahiban. yakni membatasi diri pada dalil-dalil naqli atau atsar al-Qur’an dan Hadits. Reaksi atas kecenderungan hidup hedonis yang mengumbar syahwat. Mereka tinggal di sekitar masjid nabi dan tidur diatas bangku yang terbuat dari batu dan berbantalkan pelana kuda yang disebut suffah. Secara Etimologi (Bahasa) 1. Beliau mengajarkan tentang ketakwaan. qana’ah. DEFINISI TASAWUF 22 04 2009 Tasawuf secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha untuk menyucikan hati sesuci mungkin dengan usaha mendekatkan diri kepada Allah. Sedangkan tasawuf salbi atau disebut juga tasawuf falsafi adalah tasawuf yang telah terpengaruh oleh faham-faham spiritual dari bangsa Timur maupun Barat. maka kedudukan ilmu tasawuf diantara ajaran Islam merupakan induk dari semua ilmu. Salafi menolak adanya takwil. pertapaan atau uzlah sebagai mana dilakukan oleh agama sebelumnya. sementara sunni menerima takwil rasional sejauh masih berada dalam kerangka syari’ah. Adapun tasawuf yang berkembang pada masa berikutnya sebagai suatu aliran (mazhab). Oleh sebab itu. Tetapi apabila telah keluar dari prinsip-prinsip keislaman maka tasawuf tersebut menjadi mazhab yang negatif (salbi). Mereka Ahlus-Suffah walaupun miskin. ( Bersambung ) A. Perkembangan teologi yang cenderung mengedepankan rasio yang kering dari aspek moralspiritual.

mementingkan kehidupan yang lebih kekal. yaitu sekelompok orang yang berusaha menyucikan hati dan jiwanya karena Allah. 3. Tasawuf ijabi mempunyai dua corak : (1) tasawuf salafi. rela berkorban untuk kebaikan umat manusia dan selalu bersikap bijak sana. Para ulama penegak pilar-pilar ilmu tasawuf telah menciptakan istilah-istilah untuk memudahkan jalan bagi mereka yang ingin menapaki ilmu tasawuf yang sesuai dengan kedudukannya sebagai pem bersih dan pensuci hati dan jiwa. menyebarkan nasihat kepada umat manusia. Adapun lahirnya ilmu tasawuf didorong dan disebabkan oleh beberapa factor: 1. ini merupakan sebagian dari sifat-sifat kaum sufi. itulah lambang dari kesederhanaan. adalah seperti hubungan Fiqh dengan aspek lahiriyah manusia. Adapun perbedaan yang mendasar antara tasawuf salafi dengan tasawuf sunni terletak pada takwil. berjuang memadamkan semua ajakan yang berasal dari hawa nafsu. Sufi berarti orang – orang yang hati dan jiwanya suci bersih dan disinari cahaya hikmah. Tasawuf juga berasal dari kata shuf (pakaian dari bulu domba atau wol). Secara Teminologi (isthilah) Imam Junaidi al-Baghdadi berpendapat : “Tasawuf adalah membersihkan hati dari yang selain Allah. Salafi menolak adanya takwil. yakni memasukkan penalaran-penalaran yang rasional ke dalam pemahaman dan pengamalannya. 2. (2) tasawuf sunni. sementara sunni menerima takwil rasional sejauh masih berada dalam kerangka syari’ah. bulu domba atau wol saat itu bukanlah wol lembut seperti sekarang melainkan wol yang sangat kasar. Sebab apabila mempelajari semua ilmu yang dapat memperbaiki dan memperbagus lahiriyah menjadi wajib. Oleh sebab itu. Mereka di sebut sufi karena memakai kain yang terbuat dari bulu domba. serta cendrung mementingkan nilai-nilai kebendaan. dan mengikuti contoh Rasulullah SAW dalam segala hal. b. ( Bersambung ) . Reaksi atas kecenderungan hidup hedonis yang mengumbar syahwat. dan hatinya terus bersatu dengan Allah SWT. penipuan dan memperturutkan hawa nafsu. 3. Karena fungsi ilmu tasawuf adalah untuk mensucikan batin agar dalam ber-musyahadah dengan Allah semakin kuat. 2. yakni membatasi diri pada dalil-dalil naqli atau atsar al-Qur’an dan Hadits. Tasawuf juga berasal dari kata Shafa’ (suci bersih). tauhid. beribadah. maka sejauh hal itu tidak bertentangan dengan Islam dapat dikatakan positif (ijabi). Pakaian yang menjadi ciri khas kaum sufi. hidup sederhana. Hukum mempelajari ilmu tasawuf adalah fardhu ‘ain bagi setiap mukallaf. Hubungan tasawuf dengan aspek batin manusia. sebagian besar ulama sufi memilih menarik diri dari pergulatan kepentingan politik yang mengatasnamakan agama dengan praktek-praktek yang penuh dengan tipu daya bahkan banyak menimbulkan pertumpahan darah. Dengan cara ini akan mudah bagi manusia menghiasi jiwanya dengan sifat-sifat yang mulia. ber-taqarrub dan ber-musyahadah dengan Allah SWT. kita dapat memahami bahwa tasawuf adalah sikap mental yang selalu memelihara kesucian diri. maka demikian juga halnya mempelajari semua ilmu yang akan memperbaiki dan memperbagus batiniyah manusia. Adapun tasawuf yang berkembang pada masa berikutnya sebagai suatu aliran (mazhab). Perkembangan teologi yang cenderung mengedepankan rasio yang kering dari aspek moralspiritual. maka kedudukan ilmu tasawuf diantara ajaran Islam merupakan induk dari semua ilmu. Tetapi apabila telah keluar dari prinsip-prinsip keislaman maka tasawuf tersebut menjadi mazhab yang negatif (salbi).berhati dan berakhlak mulia. Sedangkan tasawuf salbi atau disebut juga tasawuf falsafi adalah tasawuf yang telah terpengaruh oleh faham-faham spiritual dari bangsa Timur maupun Barat. Katalisator yang sejuk dari realitas umat yang secara politis maupun teologis didominasi oleh nalar kekerasan. Berbeda dengan orang-orang kaya saat itu yang kebanyakan memakai kain sutra. Dari segi bahasa dan istilah.

Ibunya orang Melayu. Namun pada abad-abad berikutnya. Di Jawa. pengaruh tarekat ini banyak ditemui di daerah Cirebon dan Banten. Tapi Nuruddin ar-Raniri dalam kitabnya Hujjatus-Shiddiq li daf’iz-Zindiq menganggap. Amalan utama dari tarekat ini pun masih dapat dirasakan hingga saat ini yaitu hizbul-bahr yang diyakini sangat memberi pengaruh yang kuat bagi pengamalnya. Syaikh ‘AbdulQadir al-Jilani pernah datang ke Jawa. bahwa ajaran martabat tujuh Syamsuddin termasuk ajaran wihdatul wujud yang dianggap menyimpang. negara yang mempengaruhi berkembangnya tarekat di Indonesia adalah India (Gujarat). Baghdad (disana ia mengunjungi makam syekh ‘Abdul-Qadir al-Jilani) dan ke Ayuthia. beberapa tarekat besar masuk ke Indonesia melalui Makkah dan Madinah. Ar-Raniry pernah menjabat Syaikhul-Islam . Tokoh tarekat Syadziliyah yang terkenal antara lain Ibnu ‘Athoillah as-Sakandari. Dari namanya saja kita tahu bahwa beliau berasal dari kota Fansur (sebutan orang Arab untuk kota Barus. Dan menurut cerita rakyat setempat. dari sanalah Hamzah Fansuri. Syamsuddin as-Sumatrani (w. bahkan Tarekat Syattariyah menjadi sangat populer di Indonesia sesudah wafatnya. Pendiri Tarekat Syadziliyyah adalah syekh Ali bin Abdullah bin Abdul-Jabbar Abul Hasan as-Syadzili (w. bahkan mereka dapat menunjukkan letak kuburannya.1630). al-Quds. Beliau sendiri pernah menulis silsilah keturunannya sebagai berikut : Syekh Ali bin Abdullah bin Abdul Jabbar bin Yusuf bin Ward bin Batthol bin Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. adanya pembacaan kitab manaqib syekh ‘Abdul-Qadir al-Jilani pada acara-acara tertentu di kehidupan beragama masyarakat disana. 1630) dan Nuruddin ar-Raniri belajar menimba ilmu dan mendapatkan ijazah serta menjadi khalifah. Syamsudin sendiri berafiliasi dengan Tarekat Syattariyah seperti halnya Burhanpuri. Ajaran ini berasal dari seorang ulama besar asal Gujarat bernama Muhammad bin Fadhlullah Burhanpuri pengarang kitab at-Tuhfatul-Mursalah ilaa Ruuhin-Nabi. 1258). Shufi Indonesia yang pertama kali menulis karangan tentang tarekat adalah Hamzah Fansuri. ia mengungkapkan gagasan nya melalui syair bercorak wihdatul-wujud yang cendrung kepada penafsiran panteistik. Dalam syairnya juga ia mengaku menerima ijazah Tarekat Qadiriyah di Baghdad bahkan diangkat menjadi khalifah dalam tarekat ini. Nama lengkapnya adalah Nuruddin bin Ali bin Hasanji bin Muhammad Hamid ar-Raniry. Dalam syairnya Hamzah juga bercerita tentang kunjungannya ke Makkah. murid Hamzah Fansuri yang banyak menulis kitab dalam bahasa Arab dan Melayu. kota kecil di pantai barat Sumatra yang terletak antara Sibolga dan Singkel). Shufi lain yang juga terkenal di Indonesia adalah Syamsuddin (w. wafat tahun 1068/1658. Dengan cara ini pula Tarekat Syattariyah yang berasal dari India berkembang di Makkah dan Madinah dan kemudian berpengaruh luas di Indonesia. ayahnya imigran dari Hadromaut. berasal dari keluarga Arab Ranir Gujarat. Indikasi lain tentang pengaruh Tarekat Qadiriyah di Banten adalah.Perkembangan Tarekat di Indonesia Pada awalnya. Shufi selanjutnya adalah Nuruddin ar-Raniri. bahwa Hamzah Fansuri (w 1590) adalah shufi pertama di Indonesia yang diketahui secara pasti menganut Tarekat Qadiriyah. Syamsuddin wafat tahun 1039 H (1630 M). tetapi dalam kitab Bustanus-Salatin karya Nuruddin. Tidak diketahui secara jelas kapan tahun kelahirannya. Silsilah keturunannya bergaris sampai kepada saidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. Dia perumus pertama ajaran martabat tujuh di nusantara serta metode pengaturan nafas pada saat ber-dzikir ( yang dianggap sebagai pengaruh yoga pranayama dari India ). Dalam tulisannya. Dengan demikian jelaslah. Ajaran martabat tujuh merupakan adaptasi dari teori emanasi Ibnul-‘Arabi yang sangat populer di Indonesia. dan ‘Abdul-Wahhab as-Sya’rani. Tarekat Qadiriyah adalah tarekat pertama yang masuk ke Indonesia.

serta membakar buku-buku yang berisi ajaran sesat. 1691) mewakili perpaduan antara tradisi intelektual shufi India dengan Mesir. Ar-Raniry tercatat sebagai tokoh shufi terakhir yang membawa pengaruh bagi semua tarekat yang berkembang di Indonesia dan berasal langsung dari India. diantaranya adalah Tarekat Syattariyah yang dibawa oleh murid utamanya. . Pada tahun 1054/1644 ar-Raniry meninggalkan Aceh kembali ke Ranir karena mendapatkan serangan balik dari lawan-lawan polemiknya. Syekh Abdul Rauf belajar di Makkah selama 19 tahun dengan guru-guru tarekat. membunuh orang yang menolak bertobat dari kesesatan. Ia mengeluarkan fatwa untuk memburu orang yang dianggap sesat. Sepeninggalnya. Ia banyak menulis kitab tentang ilmu kalam dan tasawuf. dan politik. Keduanya merupakan ulama paling terkenal di kalangan murid yang berasal dari Indonesia. ar-Raniry juga memiliki banyak keahlian. sehingga menjadi tarekat yang paling “mem-bumi”. diantaranya adalah syekh al-Qusyasyi. Al-Qusyasyi (w. kemudian berguru lagi kepada syekh Ibrahim al-Kurani tokoh Naqsyabandi di Madinah. menganut aliran tauhid Asy’ariyah. Ulama lain yang sezaman dengan syekh Abdul Rauf adalah syekh Yusuf al-Makasari (1626 – 1699) penulis kitab ar-Risalah an-Naqsyabandiyah. 1660) dan al-Kurani (w. ia mengamalkan Tarekat Rifa’iyah dan menyebarkan ajaran tarekat ini ke wilayah Melayu. Dalam ber-tarekat. selain itu ia juga menganut tarekat Aydrusiyah dan Qadiriyah. Di Sulawesi tarekat ini disebarkan oleh salah seorang muridnya yang bernama Abdul Basir ad-Dharir al-Khalwati yang lebih terkenal dengan nama Tuang Rappang I Wodi. ia berguru lagi dan berbaiat menjadi khalifah Tarekat Khalwatiyah dan mendapat izin ijazah untuk mengajarkan tarekat ini. karena tarekat ini relatif lebih mudah jika dipadu dengan berbagai tradisi nusantara. ia menguasai ilmu teologi. fiqh. Ar-Raniri menetap di Aceh selama tujuh tahun (1637 – 1644) sebagai mufti dan penulis produktif yang menentang doktrin wihdatul wujud. Kedua tarekat ini pada mulanya diperkenalkan di Madinah oleh seorang Syaikh India bernama Sibghatullah pada tahun 1605. syekh Abdul Rauf Singkel. yang paling berpengaruh adalah Tarekat Syattariyah dan Naqsyabandiyah. Kitab ini berisi antara lain tentang tekhnik meditasi dalam berdzikir. serta ke Jawa melalui syekh Muhyidin dari Pemijahan yang sampai sekarang ajarannya masih diamalkan di sana. terlebih lagi ajaran martabat tujuh yang menjadi bagian dari kepercayaan populer orang Jawa. cabang-cabang tarekat dari India berkembang dulu di Makkah-Madinah. Ibrahim al-Kurani. Di antara kedua tarekat yang diajarkan. padahal di Timur Tengah sendiri. Selanjutnya di Damaskus. murid-murid dari Indonesia belajar kepada pengganti alKurani dan berbaiat menjadi pengikut Tarekat Syattariyah. Keduanya adalah pewaris syekh Zakariya al-Anshori dan ‘Abdul-Wahab asSya’rani dalam bidang fiqh dan tasawuf. Sebagai seorang shufi. ( walaupun al-Kurani di Indonesia lebih dikenal sebagai syaikh Tarekat Syattariyah yang mengirim Abdul Rauf Singkel sebagai khalifah untuk menyebarkan Tarekat Syattariyah di Indonesia ). kemudian di bawa ke Indonesia.atau mufri di kerajaan Aceh pada pemerintahan Sultan Iskandar Tsani dan Sultanah Shofiatud-Din. yaitu murid-murid Syamsuddin yang dituduh menganut paham Panteisme. hadits. Barangkali beliau-lah orang pertama yang memperkenalkan Tarekat Khalwatiyah di Indonesia. Kitab ini memberi kesan bahwa syekh Yusuf benar-benar mengajarkan tarekat ini di Makasar. sejarah. ternyata Tarekat Syattariyah banyak diminati oleh murid-murid dari Indonesia. serta puteranya syekh Muhammad Thahir di Madinah. Syekh Yusuf mempelajari Tarekat Naqsyabandiyah di Yaman melalui Syaikh Muhammad Abdul Baqi. Muridnya menyebarkan tarekat ini ke Sumatera Barat melalui syekh Burhanuddin Ulakan. dan paham wihdatul-wujud yang lebih sedikit moderat. ia menjadi ahli fiqh terkenal di Aceh dan seorang shufi yang menyeimbangkan pandangan para pendahulunya dalam mengajarkan zikir dan wirid tarekat Syattariyah. sekaligus menjadi pengikut sejumlah tarekat di India. perbandingan agama. Sekembalinya dari Makkah tahun 1661. kedua syaikh ini lebih dikenal orang sebagai penganut Tarekat Naqsyabandiyah. Dan selama beberapa generasi.

Ulama Indonesia yang menyebarkan tarekat ini adalah syekh Nafis al-Banjari dengan karyanya ad-Durrun-Nafis dalam bahasa Melayu. belajar tarekat ini dari khalifahnya yang bernama Shiddiq bin Umar Khan. Naqsyabandiyah.Dalam pengembaraan ilmiahnya. Qadiriyah. Murid syekh Samman yang paling terkenal adalah syekh Abdus Shomad al-Palimbani. Ketika bangkit gerakan Wahhabiyah yang memusuhi kaum shufi dan membenci pengamal tarekat yang cendrung menjauhi dunia dan suka melestarikan tradisi penghormatan terhadap makam syaik-syaikh mereka. bahkan Sultan Palembang telah menyediakan sejumlah dana yang cukup besar untuk membangun zawiyah syekh Samman di Jeddah. Maula Sulaiman yang berkepentingan mendekati syekh Ahmad untuk menghadapi pesaingnya dari zawiyah para syarif yang dinilai dapat merongrong kekuasaannya. Syattariyah. ‘Aydrusiyah. Syekh Ahmad at-Tijani pindah ke Fez pada tahun 1798. Khalwatiyah. nanti akan kami jelaskan secara terperinci di dalam buku ini. dalam usia 80 tahun. Bahkan perkembangan tarekat ini semakin pesat terutama setelah mendapat dukungan dari raja Maroko. tarekat Sammaniyah bertemu dengan Tarekat Khalwatiyah. karena silsilah syekh Samman hanya melalui gurunya yaitu syekh Musthafa al-Bakri. Khalwatiyah dan Sammaniyah. Secara formal tarekat ini merupakan salah satu cabang dari Tarekat Khalwatiyah. syaikh Yusuf al-Makassari banyak memperoleh ijazah dari sejumlah tarekat. Syekh Muhammad Samman mengembangkan cara berzikir baru yang ekstatik dan menyusun sebuah ratib (doa-doa) sendiri. dan keanggotaannya terbatas pada kelompok etnis Bugis saja. seperti Tarekat Qadiriyah. ia menyebarluaskan tarekat ini di Kalimantan. Tarekat Sammaniyah merupakan gabungan dari tarekat Khalwatiyah. yakni teknik spiritual Tarekat Qadiriyah dan Naqsyabandiyah menjadi unsur utama yang ditambah dengan unsur- . Tarekat Tijaniyyah masuk ke Indonesia pada tahun 20-an. Perkembangan yang cukup pesat dari tarekat ini ternyata mampu menyaingi otoritas Utsmaniyyah. Tentang keistimewaan dan keunggulan tarekat ini. Ahmadiyah. Abad berikutnya. Syekh Nafis al-Banjari juga mengamalkan berbagai tarekat. Maroko. tarekat Tijaniyyah justru berkembang pesat. Syadziliyah. Di Sulawesi Selatan. orang orang Indonesia yang bermukim di Arab tertarik dengan ajaran syekh Muhammad bin Abdul Karim as-Samman (w. 1775) ulama Madinah. terutama di kalangan para bangsawan Makasar. Chistiyah. orang-orang Indonesia yang bermukim di Arab. di antaranya adalah Tarekat Naqsyabandiyah. Sesudah syaikh Samman wafat. sehingga tarekat ini mendapat kedudukan yang kokoh di kesultanan Palembang. Naqsyabandiyah dan Syadziliyah. yang ternyata merupakan gabungan antara teknik spiritual Khalwatiyah dengan berbagai tekhnik dari tarekat-tarekat lainnya. dan hidup disana hingga beliau wafat. dan banyak mendapatkan pengikut terutama di pulau Jawa dan Madura. sehingga syekh Ahmad dan para pengikutnya dipaksa meninggalkan Aljazair. Tarekat ini berkembang sedikit berbeda dengan ritual tarekat Sammaniyah lainnya di nusantara. Kubrawiyah dan beberapa tarekat lainnya. bahwa tarekat Tijaniyah adalah tarekat yang terbaik. Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan tarekat gabungan serupa dengan Sammaniyah. Dan tarekat ini sekarang mengakar dan banyak diamalkan orang di Sulawesi Selatan. Aljazair Selatan. juga pernah menjadi pengikut Tarekat Dasuqiyah. Qadiriyah. Beberapa ulama di Palembang berafiliasi dengan tarekat ini. Keduanya bersaing dan saling mempengaruhi sehingga pada akhirnya bergabung menjadi tarekat Khalwatiyah Sammaniyah. pengarang sejumlah kitab-kitab penting berbahasa Melayu. Walaupun demikian ia telah menjadi sebuah tarekat tersendiri dengan zawiyah sendiri dan dengan pengikut lokal ketika syaikh-nya masih hidup. Ketika pulang ke Indonesia tahun 1670 dia mengajarkan ajaran spiritual. Pengikut tarekat Tijaniyah berkeyakinan. karena memiliki keunggulan dan keutamaan yang tidak dimiliki oleh tarekattarekat lainnya. pengamal tarekat Kholwatiyah. Tarekat Tijaniyyah didirikan oleh Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijani (1150 – 1230 H/ 1737 – 1815 M) yang lahir di ‘Ainu Madi. dan meninggal di Fez. Ba’alawiyah. Syattariyah.

dan membimbing hati untuk menghimpun berbagai kwalitas dan keutamaan. Tarekat Mawlawiyah kelahiran Turki ini dikenal luas. dan khususnya di Persia (Iran). Orientalis yang sangat berjasa dalam memperkenalkan tarekat Rumi ke dunia Barat adalah Reynold A. 1236). dan kebangsaan. Hal ini terbukti bahwa para pengikut tarekat Chisyti di India menjadikan kitab ‘AwarifulMa’arif karya syaikh Syihabuddin Abu Hafs Umar Suhrawardi sebagai kitab pegangan mereka. (walaupun akhir-akhir ini banyak diamalkan oleh kaum Syiah). Dengan energi tasawuf inilah. khalifahnya syekh Abdul Karim dari Banten menggantikannya sebagai syaikh tarekat ini. Para penggantinya. sehingga mampu menyatukan para pemeluk dari pelbagai agama dan keyakinan. Dengan ‘matsnawi’-nya. praktik tasawuf bertujuan menciptakan kepribadian lahiriah yang sangat etis. baik di tanah kelahirannya maupun di dunia Barat. Dalam ajarannya. Dalam tarekat ini. Dua orang khalifah utama lainnya adalah Kiyai Tolhah dari Cirebon dan Kiyai Ahmad Hasbullah dari Madura. juga pengabdian dan cinta kasih kepada sesama manusia tanpa mempedulikan perbedaan keyakinan. konsep ketuhanan dan amalan-amalan shufi. tarekat Ni’matullah mempunyai banyak pengikut di Amerika Serikat. tarekat ini berideologi Sunni. Sulaiman al-Zuhdi dan Ali Ridho menyebarkan tarekatnya kepada orang-orang Indonesia yang mengunjungi Makkah dan Madinah dalam jumlah yang lebih besar lagi selama abad ke-19. Ia ahli dalam bidang fiqh. Selain itu. Dia juga telah menerjemahkan kitab Divani Syam-i Tabriz. yang telah menulis dengan penuh penghargaan dan kebanggaan tentang karya-karya Rumi. Nicholson yang bukan hanya meng-edit secara kritis semua naskah matsnawi. Di tempat ini pula puluhan orang Indonesia menerima ijazah untuk mengajarkan tarekat ini di kampung halamannya masing-masing. sehingga setiap orang merasa sama dalam persaudaraan kemanusiaan. Sedangkan karya Rumi yang lain Fihi Ma Fihi telah diterjemahkan oleh Arberry dengan judul Discourse of Rumi. kitab Khasyful-Mahjub karya al-Hujwiri juga sangat populer digunakan oleh kaum Chisti. Tarekat lainnya adalah Naqsyabandiyah Kholidiyah yang tersebar berkat zawiyah yang didirikan oleh syekh Abdullah al-Arzinjani di Jabal Abu Qubais Makkah. Ribuan orang dibaiat menjadi pengikut tarekat ini dan menjalani latihan berkhalwat di zawiyah tersebut. penghormatan tanpa prasangka buruk. Tokoh tarekat ini adalah Javad Nurbakhsy yang cukup produktif menulis karya-karyanya. seperti I am Wind You Are Fire. Saat ini. maka kitab Kasyful-Mahjub sudah cukup baginya untuk dijadikan pegangan”. Kitab itu menjadi dasar bagi para guru tarekat Chisytiyah dalam mengajar murid-muridnya. dan The Triumphal Sun. baik di negeri Muslim maupun di Barat. Tarekat ini merupakan satu-satunya tarekat yang didirikan oleh ulama asli Indonesia syekh Ahmad Khatib Sambas (Kalimantan Barat) yang lama belajar di Makkah dan sangat dihormati. sebuah tarekat kelahiran India. tarekat kelahiran Iran yang telah populer. Maulana Jalaluddin Rumi (w. yang didirikan oleh syaikh Mu’inad-Din Chisyti (w. The Life and Work of Rumi. Tarekat Ni’matullohi. Tarekat Chisytiyah. . tarekat ini lebih menekankan persaudaraan dan kesetaraan seluruh umat manusia. Ajaran tasawuf harus bertujuan membidik realitas muslim agar dapat dibangkitkan perasaan cinta kasihnya. yaitu Sulaiman al-Qarimi. budaya. tetapi juga menerjemahkan seluruh naskah tersebut (sebanyak 6 jilid) ke dalam bahasa Inggris. segala perbedaan dan perselisihan sektarian harus dihilangkan.unsur tarekat lain. Ketika ia wafat tahun 1873. Tokoh lain yang sangat berjasa dalam memperkenalkan Rumi ke dunia Barat adalah Prof. Bahkan Syaikh Nizomuddin Auliya pernah berkata : “Seorang salik yang tidak memiliki referensi spiritual. 1273) menjadikan puisi-puisi karangannya sebagai salah satu pusat inspirasi spiritual. Annemarie Schimmel (w. 2003). Ia mempunyai banyak pengikut dan menjadi guru Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah sebagai tarekat paling populer di Indonesia. Eropa. karena seorang shufi harus mengarahkan perhatiannya hanya kepada wilayah keesaan Ilahi (tauhid). A Study of The Works of Jalaludin Rumi. Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan salah satu dari dua tarekat yang memiliki jumlah pengikut terbesar di seluruh Indonesia. Awalnya. terutama melalui ‘whirling darvish’ nya.

Kedua kitab ini termasuk bahan rujukan yang digunakan oleh Jam’iyah Ahlith-Thoriqoh Mu’tabaroh An-Nahdliyyah. tarekat Sanusiyah didirikan oleh Muhammad bin ‘Ali as-Sanusi (1787 – 1859). . tapi beliau terpaksa meninggalkan Makkah pada tahun 1840 dan kemudian tinggal di sebuah bukit yang bernama Jabal Akhdar di daerah Curenaica. Melalui kitab ini sejumlah tarekat mu’tabaroh disebut dan dijelaskan. Syekh as-Sanusi telah mendirikan sebuah zawiyah di Abu Qubais Makkah. Demikianlah sekilas tentang perkembangan sebagian ajaran tarekat yang masuk ke Indonesia.Terakhir. pengarang kitab as-Salsabil ul-Ma’in fit-Tharo’iqil-Arba’in dan al-Masa’ilul-‘Anshar. di samping tarekat-tarekat lain yang tidak kami sebutkan. disebabkan kurang berkembang dan tentunya kurang banyak diminati oleh orang.

Ide Nur Muhammad ini merupakan untaian dari tiga ajaran utamanya yaitu chulul dan wachdatl adyan. Ide ini akhirnya masuk dan meluas di kalangan sufi Melayu sejalan dengan masuknya agama Islam ke nusantara. maka Islam sudah berakulturasi dengan budaya setempat sehingga lahir pemikiran tempatan yang ‘disesuaikan’ dengan Islam. Di samping itu semakin meluasnya Islam ke beberapa kerajaan yang besar dan sudah maju ilmu pengetahuan serta kebudayaanya semacam Persia. maka mulailah ajaran Islam kemasukan faham filsafat. Ide ini akhirnya disistemasikan dan ditegaskan oleh Abdul Karim al-Jili (832H) dalam kitabnya al-Insan al-Kamil fi Ma'arifah al-awa'il wa al-Awakhir. Pada zaman Khalifah. Dia menghubungkan dengan konsep manusia sempurna (insan kamil). Nur Muhamad merupakan asal-usul kejadian semua makhluk yang hidup dan sumber yang terpancar daripada ilmu para Nabi dan wali. sehubungan dengan semakin besar dan jayanya Islam pada abad ketiga Hijriyah dan kemudian diadakan penerjemah besar-besaran terhadap buku-buku hasil pemikiran dan pengetahuan Yunani yang dikenal sudah tinggi khususnya pemikiran filsafat. Kerajaan Islam yang pertama kali berdiri adalah Perlak pada tahun 225 H (abad ke-9 M).a. dan sejak wujud Martabat al-Wilayah atau kenabian dalam pemikiran Sufi.s.Snouck Horgronje mengatakan bahwa watak Islam pada zaman Nabi adalah seperti anak muda yang penuh dengan vitalitas dan kemauan dan hanya dibekali oleh Al-Qur’an dan Sunnah Nabi dalam suatu lingkungan yang terbatas. seorang ahli sufi falsafi wachdatul wujud. Ilmu para nabi dan wali adalah suatu pancaran dari Nur Muhamad yang merupakan induk kepada segala yang wujud ini. gagasan adanya Nur Muhammad itu dituangkan di dalam risalah kecilnya yang berjudul Syajarat alKaun. Menurutnya Nur Muhammad merupakan jalan hidayah (petunjuk) dari semua Nabi. Ide awal paham Nur Muhammad ini adalah dari seorang tokoh sufi kontroversial Al Challaj. 1. dan daerah yang pertama kali menerima adalah Aceh (Hasymy: 1989:band . Hikayat Nur Muhammad adalah sebuah hikayat yang menceritakan tentang Nur Muhammad sebagai awal penciptaan semesta. Arnold.Pemikiran Sufistik (Nur Muhammad) Hamzah Fansuri Tulisan ini merupakan kajian tehadap naskah Hikayat Nur Muhammad yang penulis dapatkan dari Koleksi Naskah Musium Pusat Jakarta dengan kode Ml. Bagi Ibnu Arabi.1985:317). bandingkan juga mis. Daudy. Agama Islam yang masuk ke Indonesia pada awal-awal itu masih asli. .378C. Maka boleh jadi yang masuk adalah pengaruh yang aneh maka biasanya akan menjadi tonggak yang akan dikenang orang. Ide ini didasari oleh ajaran yang dilontarkan oleh Ibnu Araby. 1989:112). . Ide Araby itu dituangkan di dalam buku karyanya Fushushul-Hikam.w. dan Fusush al-Hikam. semua Nabi merupakan emanasi wujud sebagaimana terumus dalam teori chulul-nya.1983: 24. Peranan Ahli Tasawuf dalam Masuk dan Berkembangnya Agama Islam ke Nusantara Timbulnya gagasan Nur Muhammad di dalam kesusastraan Melayu ini tak bisa dilepaskan dengan masuknya Agama Islam ke Nusantara (Melayu ). Seminar Masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia di Aceh pada tanggal 10-16 Juli 1978 menegaskan hasil Seminar Sejarah Islam di Medan tahun 1963 bahwa Agama Islam masuk ke Indonesia pada abad I Hijriah yang langsung dibawa dari tanah Arab. Namun sebelum karya besarnya itu lahir. Teori Nur Muhammad ini kemudian diteruskan oleh Ibnu Araby (638H/240M) dalam karyanya al-Futuhat al-Makiyyah. diutus hingga Nabi Muhamad s. Dengan kata lain Nur Muhamad ialah roh yang nyata dengan rupa para Nabi dan wali sejak Nabi Adam a. watak Islam ibarat orang dewasa malahan sudah orang tua (Abdul Gani dalam Hasymy ed. karena langsung dari Arab. Akibat perkenalannya dengan pemikiran-pemikiran Yunani. Karena itu agama yang dibawa oleh para Nabi pada prinsipnya sama apalagi dalam keyakinan al-Challaj.

1983 :26) yang kedatangan mereka itu disambut dengan sangat baik oleh berbagai kerajaan. India. Itulah yang merupakan faktor yang sangat menentukan jalannya kehidupan dan pemikiran keagamaan dalam kerajaan Aceh Darussalam yang lahir kemudian sekitar abad ke-16 (Daudy. animisme. penyebaran Islam dilakukan oleh tiga ulama Sufi yaitu Syeikh . Arab.Nabi). terutama setelah lahirnya kerajaan Pasai pada abad ke-13 M (ibid : 10-11).Sebagaimana yang dikatakan di atas bahwa Acehlah yang pertama mula menerima Islam karena memang sejak abad ke 1-6 M Aceh telah memainkan peranan penting dalam perdagangan maritim internasional (Daudy . Kalau kita mau meneliti secara jujur. Pada abad ke-16 M. Ibnu Arabi (Fusushul-Hikam. pemikiran-pemikiran filsafat juga mistik. 1983: 30). Kerajaan Aceh mencapai puncak keemasan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (wafat 1636 M). Peranan ahli sufi semakin menonjol dalam penyebaran agama Islam di kawasan Asia Tenggara setelah Baghdad jatuh ke tangan orang Mongol pada tahun 1258 M. untuk berdikusi masalah-masalah agama antara lain masalah esoterik. Malaka.1984:33-34). Di istana sering berkumpul para ulama besar Persia. Akhirnya ajaran mistik Islam ini sangat mendominansi Aceh. 1983:22-23). dll. Hubungan dengan India sangat erat sehingga istilah agama seperti gelar Makhdum yang dipergunakan di India untuk guru-guru dan ulama juga digunakan di Pasai.1983:90). Keempat kitab itu sangat memainkan peranan pentingnya dalam perkembangan pemikiran agama terutama tentang filsafat mistik wachdatul wujud / pantheisme yang diajarkan oleh Hamzah Fansuri dan Syamsuddin asSumatrani yang dikenal dengan ajaran wujudiyyah dan teori martabat tujuh. Selain berkedudukan sebagai mufti dengan gelar Syeikhul-Islam. maka kita akan berkesimpulan bahwa di tahun-tahun pertama masuknya Islam ke Nusantara jasa terbesar adalah dari golongan sufi.1980:15). Penyebaran islam ke Kelatan dan Kedah misalnya. 1983:16). Contohnya adalah Syamsuddin as-‘Sumatrani. Di Patani. ini menunjukan keahlian tokoh-tokoh sufi dalam menyusun sistem dan metode penyebaran yang dengan cara-cara khas mereka (Abdullah. Diduga ajaran tarikat sufi juga telah berkembang dalam jaman itu. Mereka bukan saja terdiri dari orang-orang Arab tetapi juga orang-orang Persi dan India (Daudy. Selain itu juga menjadi pusat pengiriman mubalig ke berbagai tempat seperti di Jawa. peranan Aceh dalam perdagangan semakin menonjol . dilakukan oleh ulama sufi yang bernama Syeikh Abdullah. 1983:2729). Hampir semua daerah yang pertama kali memeluk Islam bersedia menukar kepercayaan asalnya dari dinamisme. maupun Budhisme dan Hinduisme yang saat itu sudah menyebar. menjadikan nya sebagai tokoh mistik yang dihormati dan disegani (Daudy. dia juga sering dipercaya Sultan dalam urusan-urusan kenegaraan. Patani. Orientasi kehidupan keagamaan yang lebih berciri kepada ajaran mistik telah memberikan peluang luas bagi ahli-ahli sufi. walaupun ia sangat menyimpang dari ajaran resmi yang diakui dan dihayati kalangan istana dan umum.juga buku-buku tasawuf yang penting karya Abdul Karim al-Jilli (Insanul-Kalim fil-Ma’rifatil-awakhir wal-awa’il).( Daudy. Muhammad bin Fadhlullah al-Burhanpuri (at-Tuhfatul-Mursalah ila Ruhin. Sifat kehidupan agama dalam kerajaan Pasai pada abad ke-14 -15 sangat didominir oleh ajaran mistik. dll. Mereka dijadikan menjadi penasehat dan mufti (Daudy. Aceh kedatangan sufi-sufi dari berbagai negara yang secara langsung menciptakan iklim kehidupan mistik dan melahirkan pemikiran terhadap masalah-masalah keagamaan. Setelah agama Islam masuk di pulau Sumatra. Futuhatul-Makiyyah). Dialah yang menyanggah ajaran wujudiyyah-nya Hamzah Fansuri dan Syamsuddin. Dia adalah seorang tokoh yang tasawuf wujudiyyah yang telah memperoleh kedudukan tinggi sebagai orang kedua dalam kerajaan Aceh pada masa Sultan Iskandar Muda. kerajaan Aceh Darussalam muncul sebagai suatu negara yang kuat dan berkedaulatan di bawah kekuasaan Sultan Ali Mughayat Syah (Daudy. Contoh lain misalnya Syeikh Nuruddin Arraniry yang datang ke Aceh sebelum 1637 M dan yang untuk kedua kalinya (1637 M) diberi kesempatan oleh Sultan Iskandar Tsani sebagai mufti. Dengan kedudukannya. Sejak jaman Sultan Malik al-Zahir (wafat 1326 M) Pasai telah menjadi pusat studi dan dakwah Islam.

Zinatul-Muwahiddin. secara geografis. Syair Dagang. Para wali tersebut termasuk juga para ahli tasawuf (sufi). Orang sering menuduhnya sebagai orang yang zindik. Ada pula orang yang mempercayai bahwa dia itu bermazhab Syafi’i di dalam fiqih. Kitab Tuhfatul-Mursala tersebut menjadi pegangan kuat kaum sufi yang menganut ajaran martabat tujuh yang kemudian disimpulkan di dalam ajaran wachdatul wujud (Abddulah. alim ulama. . Di lapangan sastra. 3. tetapi hanya sebagai alat untuk menyebarkan agama Islam (Abddulah. sedang dalam tasawuf Hamzah mengikut tarikat Qadiriyah (Abdullah. Ada dua orang di antara tokoh-tokoh sufi itu yang sangat menarik untuk dibicarakan sehubungan dengan aliran pantheistik ini yaitu Syech Hamzah Fanshuri dan Syech Syamsuddin Sumatrani. 2. Hal yang selalu disanggah oleh orang atas diri Hamzah adalah karena faham wachdatul-wujud. 4. bagi mereka. 2. sesat dan sebagainya. al-chaqiqatul-muhammadiyah dan wahdatul adyan. dan Ruba’i Hamzah Fansuri. kafir. berdagang bukanlah menjadi tujuan pokok.Shafiyuddin. Hamzah telah menulis antara lain : 1. Namun. Pada masa itu banyak ulama-ulama intelek yang berdomosili di Aceh. Gagasan Nur Muhammad di dalam Karya Hamzah Fansuri Nama Hamzah Fansuri di lapangan penyelidikan sastra Indonesia dan para ulama sangat terkenal. Para ahli hampir semuanya mencatat bahwa dia bersama muridnya Syamsuddin. Syair Burung Pingai. Keduanya adalah tokoh sufi yang sealiran dengan ulama Hidustan seperti Syeikh Syaifur-Rijal. Alam fikiran sufi yang mempunyai pengaruh luas dan bercorak pantheistik terutama jelas sekali di kalangan ahli-ahli fikir Sumatra Utara semenjak abad ke-16 dan permulaan abad ke-17 Masehi. Di sini akan penulis paparkan bagaimana pandangan Syeikh Hamzah Fansuri dalam proses terciptanya alam semesta yang ada kaitannya dengan faham Nur Muhammad. hulul. Beliau berdua sangat terpengaruh oleh alam fikiran Ibnu Araby yang terkenal dengan ajaran wachdatul-wujudnya yang oleh penentangnya (misalnya Syeikh Nuruddin ar-Raniry) disebut wujudiyah. Dari Makkah telah datang Al Alim Allamah Syeikh Abdul Khair dan Al-Alim Allamah Syeikh Muhammad Al-Yamin pada sekitar tahun 990H/1582 M (Zainuddin.tt:14-15). Beberapa kitab karyanya antara lain: Asrar al-Arifin fi Bayanil-Ilmis-‘Suluki wat-‘Tawhid. Pengaruh tasawuf di dalam kehidupan kerajaan Aceh semakin jaya terutama semasa berkuasanya Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam Syah (1606/1607-1636). yang semua itu didukung oleh rakyatnya. Syarbul Asyiqin. Pada saat itu sebagaimana dikatakan di depan. 1980: 32). ulama-ulama yang menganut faham mistik sangat mendapat tempat yang paling utama. Faham kedua tokoh dari Mekkah tadi disokong olah Syeikh Hamzah Fansuri dan muridnya Syeikh Syamsuddin As-Sumatrani. Syair Sidang Faqir.1980 :36-37). Karya prosanya ini banyak mengingatkan kepada karya Ibnu Araby (Hadiwijono. Ada orang yang menuduh beliau adalah pengikut faham Syi’ah. dan ittihad. Kedua.1990:30). Ajaran lain yang terkenal dari beliau yang juga mempengaruhi pemikiran tasawuf di Sumatera ini adalah ajaran tentang al-chaqiqatul muchammadiyah/ nur muhammad. Syeikh Said Barsisa dan Syeikh Gombak Abdul Mubin (Abdulah. sultan Aceh yang bernama Iskandar Muda Mahkota Alam Syah sangat mencintai Islam. syirik. Sementara itu pada masa dahulu orang Islam memang termasuk orang yang ahli dalam berdagang. kerajaan Aceh sangat strategis dalam lalu lintas perdagangan di Asia Tenggara.tt:252). Pertama. adalah tokoh yang sefaham dengan sufi ekstrem Al-Challaj dengan faham hulul. Penyebaran Islam di Jawa dilakukan oleh para wali yang selanjutnya dikenal dengan sebutan Wali Sanga. khususnya syair. Selain itu Syeikh Fadhlullah al-Burhanpuri yang menulis kitab memperkuat sokongannya terhadap dua Syeikh dari Arab tadi. Syair Pungguk.1980: 15-20).dan ilmu pengetahuan.

semesta alam sana lagi ijmali. tak bisa diuraikan dengan ibarat. Tingkatan wachda ini disebut juga ”cahaya Muhammad” (Nur Muhammad) atau “realitas Muhammad” (Chaqiqatul-Muhammadiyah). (4) pangkat hujan. Apabila laut itu melepas jadi nyawa. tatkala .5. Apabila laut timbul maka ombak namanya. wachdah. Syair Perahu (Abdullah. Pangkat achadyiah disebut juga pangkat la-ta’ayyun (tanpa pembeda-beda). laut yang dalam (Bahrul-amiq) dan laut yang mulia (Bahrul-‘ulyan) (Hadiwijono. yang ada pada dirinya. Pada-Nya tiada atas atau bawah. (hal. Allah adalah suatu zat yang Mutlak yang mendahului segala sesuatu sebagaimana dikemukakannya di dalam Asrar Arifin.14). Pada pangkat ini terjadi empat pembedaan yaitu :pengetahuan (ilm). Pangkat ini disebutnya sebagai ta’ayyun awwal (pembedaan pertama). dan cahaya (nur). Ruh idlafi. asap namanya. 30).tt:30-32). eksistensi (wujud).tt:26). maklum jadi pada dirinya. Ia tahu bahwa Ia memiliki daya untuk menjelmakan Diri-Nya (Hadwijono. (2) pangkat ombak. pengamatan (syuhud).1980:37) Karya-karya syairnya menunjukan bahwa dia sangat mengenal tasawuf Persia yang bersifat erotis (Hadiwijono. yakni ruh idhafi dengan a’yan tsabitah keluar dengan qaul (kun fa yakun) berbagai-bagai. “ketika bumi dan langit belum ada. yakni setelah ruh idhafi dengan isti’dad asli dengan a’yan tsabitah hilir di bawah kun fa yakun sungai namanya. alam sekalian belum ada. yakni nyawa ruh idlafi kepada namanya. tiada yang lain kecuali Dia. wachidiyyah. surga dan neraka belum ada. Menurut Hamzah. karena ia suci dari pada segala suci (hal. Lebih jauh Hamzah mengatakan dalam Zinatul –Muwahidin : “Adapun ta’ayyun awwal itu ditamsilkan oleh ahli suluk seperti laut. sungai namanya. Pada pembedaan pertama ini Zat Allah menjadi sadar akan diri-Nya sendiri serta memiliki pengetahuan tentang segala daya yang terpendam pada diri-Nya sebagai kesatuan. Hakekat sebenarnya dari Zat Allah itu tanpa pembeda-bedaan (la ta’ayyun). Di sini berarti bahwa Zat Allah tahu bahwa diri-Nya sendiri yang ada. serta (5) pangkat sungai. tak ada dahulu atau kemudian.laut hukumnya. dan 6. Di dalam beberapa syairnya. Menyatakan sana ruh Muhammad an. Jika keluar sekalian itu tiada ia kurang. laut itu disebutnya sebagai Laut Batiniyyah (Bahrul-Butun). yakni apabila alim memandang dirinya. Wachda digambarkan sebagai gerak ombak. di dalamnya realitas yang terpendam itu keluar atas perintah ilahi “ fa yakun”.Hamzah mengambarkan cara Zat Mutlak itu menjelma (tanazzul) seperti laut (Zinatul-Muwahiddin hal 15) Penjelmaan atau pengaliran ke luar itu terjadi dalam beberapa pangkat atau mertabat yaitu : (1) pangkat laut yang bergerak di dalamnya segala sesuatu tersimpan.nabi. jika masuk pun sekalian itu tiada ia kurang lebih. Dikatakannya di dalam Syarabul-Asyikin : “Taayyun awaal wujud yang jama’i. Apabila hujan itu jatuh ke bumi. di dalamnya realitas yang terpendam berada sebagai satu kesatuan yang kemudian membagi-bagi diri untuk kemudian mengalir ke luar ke dalam dunia gejala /fenomena ini.yaitu gambaran dunia yang kongkrit ini.15) Tahap-tahap pengaliran/ martabat itu diistilahkan dengan achadiyah. sebab tak ada ibarat yang bisa dipakai untuk mengurai keadaan Allah. itulah bernama chaqiqat Muchammad nabi (hal. Allah adalah Zat yang Mutlak yang diibaratkan sebagai laut yang tiada berkesudahan (Asrar hal. arasy dan kursyi belum ada. Itulah yang pertama. Apabila sungai itu pulang ke laut. pertama di sana nyata.di dalamnya terjadi peninjauan Zat atas diri-Nya sendiri (3) pangkat asap dan awan.tt:15). apa yang pertama? Yang pertama ialah Zat. tak ada kanan atau kiri dan seterusnya (Asrar hal 8). Di tempat lain dikatakan : “Wachdat itulah yang bernama “kamal zati”. tiada sifat dan tiada nama.5) Selanjutnya dikatakan bahwa Zat Allah itu tak bisa diibaratkan. Tetapi laut itu maha suci tiada berlebih dan tiada berkurang . Syair Ikan Tongkol.

Alam ini adalah alam cita/ ide. yang dengannya Yang Mutlak mengenal diri-Nya dan kemudian seolah-olah Yang Mutlak bangkit dari lamunan-Nya. yakni kalam yang maha tinggi. air dan sungai yang terkenal dengan pangkat-pangkat alam mitsal. Sebaliknya Nur Muhammad dijadikan dari pada Zat Allah dan bahwa seandainya tiada cahaya Muhammad. . Maka ketiganya disebut sebagai “Maratib-ilahi” (Hadiwijono. Pengertian a’yan kharija menunjukkan bahwa penjelmaan ini dan penjelmaan berikutnya terjadi di luar Zat yang Mutlak. Pangkat alam mitsal. Nur Muhammad adalah pengetahuan(‘ilm) yang melihat kepada ma’lum atau ide. sedemikian rupa sehingga Zat yang Mutlak itu tampak di dalam dunia gejala.19) Di sini dijelaskan bagaimana kedudukan Nur Muhammad. Wachda adalah cermin yang memantulkan gambar dari yang Mutlak atau bayang Yang Mutlak. Adapun pada suatu ibarat.Allaahu ta’aala an-Nuur. Ia disebut juga “nur Muhammad” (Hadiwijono.20) Pada pangkat wachda ini peranannya dalam penjelmaan akali sangat penting.dan pada saat ibarat : “aqlul-kulli” namanya[yakni] perhimpunan segala budi. Ketiga pangkat penjelmaan. Pangkat selanjutnya adalah wachidiyya yang disebut juga pembeda-bedaan kedua (ta’ayyun tsani). achadiyah.’ilm yang melihat maklumat itu. Pada pangkat ini realitas Muhammad pada ta’ayyun awwal menimbulkan manusia atau chaqiqat insan. Selanjutnya dari pangkat alam arwah ini menjelma keluar menjadi hujan. Pada pangkat ini realitas yang terpendam yang di dalam pangkat wahidiyya berkumpul sebagai awan. Alam ini merupakan perbatasan antara alam arwah dan alam segala tubuh.itu bernama “ruh idlafi”(hal. Sebagaimana diketahui bahwa penjelmaan ada dua yaitu penjelmaan yang terjadi dalam diri Zat yang Mutlak yang sifatnya akali dan penjelmaan yang terjadi di luar Zat yang Mutlak. sekarang mengalir ke luar sebagai roh. karena itulah maka sabda Rasullulah: ”awwalu maa khalaqa. adalah pangkat penjelmaan di mana pembagian rohaniah adalah suatu kenyataan. yakni cahaya. semuanya terjadi dalam satu eksistensi Ilahi. awwalu maa khalaqa Allaahu ta’aala al-qalam”(hal. Hubungan keduanya itu sama dengan hubungan antara perwujudan dan gambar yang dipantulkan. Alam Ajsam atau alam segala tubuh adalah dunia yang terdiri dari anasir yang halus yang tak bisa diamati oleh indera. Di bagian lain (Syarabul-Asyikin hal 52-53) Hamzah menyebutkan adanya pembeda-bedaan ketiga (ta’ayyun tsalis) yang dinamai pula a’yan kharija (realitas yang keluar). Dan pada suatu ibarat “nur” namanya. alam insan. Oleh karena itu pangkat ini disebut juga alam arwah. alam ajsam. . yaitu dunia yang nampak ini. yakni papan tempat menyurat.hujan namanya. maka alam semesta ini tidak akan ada (Asrarul-Arifin hal. Alam ini bercirikan warna seperti alam impian (Hadiwijono:45). atau sebagai lahir dan batin.52) Di dalam Asrar Arifin dia mengatakan : “. awwalu maa khalaqa. awwalu maa khalaqa Allaahu ta’aala al-‘aql.tt:47).15). tt:42). sifatnya bisa dilihat. Pangkat penjelmaan terakhir adalah alam insan. chaqiqat Muchammad saw. Oleh karena itu pada bagian lain disebutkan bahwa Nur Muhammad bersinar dari Zat Allah (Syarabul Asyikin hal. pada suatu ibarat ”kalamul-a’la” namanya. yakni ruh idhafi dengan a’yan tsabitah keluar dari qaul kun fa yakun. berbagai-bagai (Zinatul-Muwahidin hal. wachidiyya. Wachda adalah logos. Alam ini disebut . wachda. serta tak binasa. Antara ‘alim dan ma’lum itulah asal cahaya Muhammad pertama-tama bercerai dari pada Zat.Allaahu ta’aala ar-‘Ruah. yakni nyawa bercampur . Wachda adalah pangkat penilikan diri dari Zat yang Mutlak. Tempatnya berasal di antara yang mengenal dan yang dikenal (antara Zat yang Mutlak dan dunia).tt:42) Penjelmaan selanjutnya dikatakan Hamzah: “Apabila awan itu titik udara. 97) dan bahwa seluruh alam semesta dijadikan dari pada cahaya Muhammad. dan pada suatu ibarat “lauch” namanya.itulah bernama “ruh idhafi”. yaitu di dalam dunia gejala ini (Hadiwijono.

ia pernah datang ke Aceh. Tibyan fi Ma’rifatil-Adyan. Mustari (Yupiter). Nuruddin juga seorang penulis yang sangat produktif. yaitu dunia yang nampak ini. pangkat penengah di mana realitas yang terpendam (a’yan tsabita) timbul. Dia adalah seorang sarjana India keturunan Arab yang dilahirkan di Ranir (Rander) di daerah Gujarat. Rupanya hal ini kurang disadari olehnya (Daudy. pada zaman Sultan Iskandar Tsani.3 Nur Muhammad dalam Pandangan Syeikh Nuruddin Ar. baik sebagai kesatuan maupun sudah terinci (wahda dan wahidiyya). Selanjutnya dari kejamakan akali dalam dzatnya. Urut-urutan falak itu adalah Arasy. dan hayawanat. Dari Nur Muhammadlah Zat yang Mutlak bersinar. Di bawahnya ada Ummahat (ibu) yang terdiri dari empat unsur yaitu udara.4. melimpah dengan sendirinya tanpa iradahNya. yaitu dari Zat yang Mutlak (Achadiya). perbandingan agama. dan Qamar (bulan). Dia menempatkan Nur Muhammad sebagai penghubung/ perantara antara Zat yang Mutlak (Tuhan) dengan dunia. Bustanus-‘Salatin fi Dzikril-Awwalin wal-Akhirin Lathaiful-Asrar. antara lain Shiratal-Mustaqim. Tudjimah telah mencatat paling tidak terdapat 29 hasil karya Syaikh Nurrudin. Sebelum tahun 1637 M. Dia menulis kitab dari berbagai cabang ilmu pengetahuan seperti fikih. Nuruddin datang ke Aceh untuk kedua kalinya pada tahun 1047 H (1637 M). ia berfungsi sebagai sebab dan relasi. 1984: 124126). karena akan membawa kepada pengakuan bahwa alam ini qadim sehingga jatuh kepada syirik. beliau yang juga penganut teori tajalli telah mengatakan adanya a’yan tsabitah sebagai sesuatu yang qadim. melimpahlah “akal kedua” dan falak (bandingkan dengan konsep Al-Farabi). 1984 : 35-39). Namun. Mirrih (Mars). Dia diberi kesempatan untuk menyanggah faham “wujudiyyah” dari Hamzah Fansuri dan Syamsuddin (Daudy. Namun demikaian. Syeikh Nuruddin dalam Asrar al-Insan halaman 34-35 mengatakan bahwa yang mula-mula dijadikan Allah adalah “aAkal pertama” yang disebut juga hakikat Muhammad atau Ruh A’dzam. seperti cahaya yang melimpah dari matahari. dan pangkat dunia gejala.Raniry Nama lengkapnya adalah Nuruddin Muhammad bin Ali bin Hasanji bin Muhammad ar-Raniry alQuraisy al-Syafi’i. Selain sebagai ulama dan mufti di istana. Syam (Matahari).juga alam manusia sempurna (alam insan al-kamil). dengan lahirnya . bintang Zuhal (Saturnus). 1984 47-98) Menurut Syeikh Nuruddin. Ketujuh pangkat penjelmaan yang selanjutnya sering disebut teori martabat tujuh itu sebenarnya bisa dirangkumkan menjadi tiga pangkat. Sultan ini memberi kedudukan yang sangat baik kepadanya. air. yaitu realitas keluar (a’yan kharija). dll. hadits. Dari Nur Muhammad pula asal segala kejadian alam ini. Dari sebab pengaruh falak Aba’ kepada empat unsur (Ummahat) itu lahirlah berturut-turut imadat. Segala fenomena dan peristiwa yang terjadi di ala mini disebabkan oleh tajalli Allah yang senantiasa terjadi pada setiap saat dan waktu. yang pada hakikatnya sama dengan teori emanasi dari al-Farabi. hakikat alam ini dijadikan Allah melalui tajalli. Akhbarul-Akhirat fi Ahwalil-Qiyamah. menurut teori tersebut. Yang terakhir ini adalah manusia. dll (Daudy. mistik. Ia adalah esa pada dzat (hakikat). dan tanah. Pangkat penjelmaan terakhir adalah alam insan. Kursyi. Dia menolak teori emanasi atau faidh-nya Al-Farabi. kedatangannya yang pertama kali itu tidak mendapat sambutan dari Sultan Iskandar Muda. Jumlah semua akal ada sepuluh dan jumlah falak ada sembilan. Hilludz’Dzill. sejarah. Demikianlah penjelasan Hamzah Fasuri tentang tanazzul (mengalir ke luar)-nya Zat yang Mutlak. api. Oleh karena itu. 4. Zuhara (Venus). Teori tersebut juga menafikan kekuasaan Allah karena alam ini. Ketika itu yang bertindak sebagai mufti Aceh adalah Syeikhul-Islam Syamsuddin as-Sumatrani yang menganut paham “wujudiyyah”. Nuruddin adalah seorang Syeikh dalam tarikat Rifa’iyyah. Utharid (Mercurius). Pernyataan-pernyataan Hamzah ini mengingatkan kita kepada pemikiran Ibnu Araby dan filsafat emanasi dalam Neo-Platonisme. tetapi banyak dari segi pengertian akal. filsafat. Alam ini disebut juga alam manusia sempurna (alam insan al-kamil). nabatat. Dalam disertasinya tentang Asrar al Insan fil-Ma’rifatir-‘Ruh war-‘Rahman (1961). Kesembilan falak tersebut disebut Aba’ (bapak). Asrar al-Insan fi Ma’rifatir-‘Ruh war-‘Rahman.

Di kalangan kaum tasawuf. niscaya tiada kujadikan segala alam ini (Jawahir hal. ya Muhammad.manusia maka sempurnalah penciptaan alam seluruhnya (Daudy. Di halaman 39. Nuruddin berpendapat bahwa alam beserta isinya. Ia adalah juga permulaan dan kesudahan segala makhluk (Daudy. 1984: 157). Dan satu hadis lain : “Jika bukan karenamu (Muhammad). terjadinya arwah dari ruh Nur Muhammad adalah seperti pelita (dian) yang darinya dapat dinyalakan beribu-ribu pelita lain. 1984: 126-127). Jadi. dan pada riwayat lain rukhy (AsrarulInsan hal. Dia mendasarkan pendapatnya dari sebuah hadis Nabi yang artinya : “Yang mula-mula dijadikan Allah adalah nurku “ (dalam riwayat lain ruhy)”. 159) “ Jikalau tiada karena engkau. Dan dari segala arwah segala mukmin itu arwah segala munafik. dan di dalam Asrarul-Insan halaman 29. Dia tercipta sebelum adanya dalam bentuk sebagai seorang Nabi Insani (fisik). Menurut Nuruddin. Dan dari segala arwah segala hayawanat itu arwah segala nabatat. Nur itu berpindah kepada para wali (awliya’) dan berakhir kepada wali penutup (khatamul-awliya’). maka lahirlah Nur Muhammad (Daudy. Jadi yang berpindah bukanlah cahayanya tetapi bekasnya (atsar) yang dapat menyalakan banyak pelita. Ia yang mula-mula melimpah (tajalli) dari Allah dan meneruskan limpahan itu kepada akal-akal di bawahnya. lalu Allah berfirman kepadanya dengan firman ciptaan “Kun”. Dan dari arwah segala awliya’ itu itu arwah arwah segala mukmin. Dan dari pada segala arwah segala mursal itu arwah-arwah segala anbiya’. tidaklah aku jadikan alam ini”. Dan syaitan. Oleh karena kerinduan itu timbullah citra rinduan (shuratul-ma’syuq) pada ilmu-Nya. Dalam Asrar al-Insan halaman 40. Seterusnya Nur itu berpindah kepada para Imam di kalangan Syi’ah Imamiyah dan berakhir pada Imam Mahdi Al-Muntazar. Musa. Nur Muhammad selalu berpindah-pindah dari generasi ke generasi berikutnya dalam berbagai bentuk para nabi seperti Adam. Dan dari arwah segala munafik itu arwah segala kafir. dianggap sebagai hadis palsu) antara lain : “ Pertama-tama dijadikan Allah Ta’ala itu cahayaku. Untuk memperkuat pendapat-pendapatnya. Dan dari arwah segala nabatat itu arwah segala jamadat (Daudy. Oleh karena itu ia adalah sebab bagi segala yang ada dan yang tidak ada. Dia juga mengatakan dalam Asrar-al-Insan halaman 147 bahwa yang dimaksud dengan Insan Kamil adalah manusia yang dalam dirinya telah memiliki hakikat Muhammad atau Nur Muhammad atau ruh Muhammad sebagai makhluk awal mula dan sebab bagi terciptanya segala mahluk. Dia melukiskan dalam Jawahirul-Ulum fi Kasyfil-Ma’lum halaman 125. 47) “Adalah aku Nabi. Dikatakan bahwa Nur Muhammad itu tercipta sebagai hasil kerinduan Allah terhadap Dzat-Nya. termasuk segala ruh makhluk ini dijadikan dari Nur Muhammad. Nuruddin juga mengutip beberapa hadis (yang menurut para ulama ahli hadis. Pendirian Nuruddin tentang asal-usul jiwa manusia ini sangat erat kaitannya dengan teorinya tentang nur atau ruh Muhammad. 1984: 156-157). Nuh. beliau menjelaskan proses terjadinya Nur Muhammad. Nuruddin mengatakan bahwa sebagai hakikat Muhammad. yakni Nabi Isa yang . 37-38 sebagai berikut: “ Tatkala jadilah Nur Muhammad Saw dari pada Adam kepada wujud maka dijadikan Haqq ta’ala dari pada nur itu arwah segala ‘ulul-azmi itu segala mursal. 125-126) Hadis-hadis di atas menyatakan bahwa Nabi Muhammad atau Nur Muhammad telah dijadikan sebelum alam ini. Nur Muhammad sebagai Qalam Allah yang sama sifatnya dengan sifat Allah. “akal pertama” menduduki tempat yang sentral dalam alam ini. Ibrahim. Munculnya segala arwah dari nur Muhammad bukan berarti bahwa Nur Muhammad terdiri dari bagianbagian yang dapat berpindah kepada makhluk lain. dll. Di dalam Jawahir halaman 124. Nur itu kadim lagi azali. yang berakhir kepada bentuk Nabi penutup. Muhammad saw. dan dari arwah segala jin dan syaitan itu arwah segala hayawanat. 1984: 127-128). dan Adam antara air dan tanah (Jawahir hal. Dan dari segala arwah anbiya’ itu arwah segala awliya’.

Brakel telah membicarakan HMAH ini dalam The Hikayat Muhammad Hanfiyah (1975). sama betul dengan Qissai-Muhammad Hanif dalam bahasa Parsi. Ph. ia akan menjadi khalifah atau raja. Akhirnya semua arwah diperintahkan Allah untuk melihat Nur Muhammad. pada bab I halaman 2-10. Oleh karena itu hakikat atau nur Muhammad merupakan “ hakikat jami ” yang menghimpun segala yang haq. Bandingkan dengan konsep Insan al-Kamil dari Abdul Karim al-Jilli. “Insan Kamil” merupakan cermin bagi Allah untuk melihat kesempurnaan diri-Nya. Hal ini dikarenakan alam syahadah adalah semata-mata merupakan wadah kenyataan bagi nama allah Al-Achir. 1986: 171). L. bulan.. van Ronkel (1909: 250-254) naskah Hikayat Muhammad Ali Hanafiyah (selanjunya disebut HMAH) tercatat delapan naskah. Nur Muhammad dilihat oleh Allah yang membuat ia malu dan sujud lima kali. Banyaknya persamaaan dalam teks bahasa Melayu itu dengan mudah dapat dikembalikan ke dalam bahas Parsi (Dipodjojo. Kesejajaran antara keduanya itu terlihat pada : 1. Nur Muhammad/ ruh Muhammad adalah hakikat pertama yang mula-mula lahir dalam ilmu Allah (ta’ayyun awwal) yang lahir dari tajalli dzat atas dzat.S. Al-Bathin. Dalam kitabnya Akhbarul-Akhirat fil-Ahwalil-Qiyamah. Menurut Brakel.akan turun pada akhir zaman (Daudy. Karena malunya dilihat Allah. sedangkan a’yan tsabitah adalah wadah kenyataan dari Allah: Alawwal. maka wadah kenyataan bagi tajalli nama Allah yang menghimpun segala nama dan sifat hanyalah pada “Insan Kamil”. Ada dua teks yang yang akan penulis ambil sebagai contoh. S. Diceritakan bahwa Nur Muhammad adalah makhluk pertama yang diciptakan Allah ta’ala. Selain itu riwayat kejadian Nur Muhammad ini terdapat pula di dalam Hikayat Muhammad Ali Hanafiyah dan Hikayat Syah I Merdan Juynboll (1899 : 202). bermacam-macam derajat orang tergantung dari apa yang dilihatnya dari Muhammad (Djamaris. Alam ini diciptakan karena Nur Muhammad. 1982: 36-40). kursyi.5 Paham Nur Muhammad terjalin dalam Kesusastraan Melayu Setelah penulis membicarakan pengaruh faham Nur Muhammad di dalam sastra kitab /mistik. yang telah ditransliterasikan oleh Djamaris (1983). ia akan menjadi penulis’ dan seterusnya.5. 1984: 187-188). Jadi jika sebagian-sebagian alam ini hanya merupakan wadah tajalli bagi sebagian asma Allah dan sifatnya. Adz-‘Dzahir. Nur Muhammad berpeluh. beliau menceritakan tentang kejadian Nur Muhammad. yaitu Hikayat Nur Muhammad. Peluh itu ada yang menjadi malaikat. Pada . Nama judul dalam bahasa Melayu adalah Hikayat Muhammad Hanafiyah. lauh. bila yang terlihat adalah keningnya. HMAH juga telah ada yang dikerjakan oleh Ali Bahai dicetak di Singapura (Dipodjo.1 Nur Muhammad di dalam Hikayat Muhammad Ali Hanafiyah Di dalam katalogus Ph. Itulah sebabnya ia diwajibkan untuk sembahyang lima kali sehari semalam.van Ronkel. Nur Muhammad dilukiskan sebagai burung merak. Selanjutnya “Insan Kamil” juga sebagai pengikat semesta alam. di sini akan penulis kemukakan pengaruh faham Nur Muhammad di dalam sastra Melayu dalam arti belles letters. F. Selain yang masih berupa naskah yang jumlahnya tidak sedikit. 4. 4. Dari itu “Insan Kamil” merupakan mikrokosmos (alam saghir) sedangkan alam semesta ini adalah makrokosmos (alam kabir). yang sependapat pula dengan Dr. Bial Arwah melihat kepala Nur Muhammad.000 tahun serta mengucap tasbih. behwa HMAH dalam sastra Melayu itu merupakan terjemahan langsung dari Parsi. 2. Menurut Nuruddin (dalam Daudy. dll. Di sini tampak sekali pengaruh Al-Jilli pada Nuruddin. 1984: 185-186). arsyi. Hikayat ini mula-mula diminta oleh orang-orang Malaka ketika menantikan serangan orang Paringgi untuk dibacanya agar mendapatkan semangat bertempur pada pagi harinya. Nur Muhammad sujud kepada Allah selam 70. Pembagian atas bab antara keduanya sama. Ia ditempatkan oleh Allah di pohon syajaratul-yaqin. 3. 1986:1982). matahari. Jadi pada “Insan Kamil” terhimpun segala yang Ilahi (Asrar hal 59-61).

Jalan ceritanya pada garis besarnya mirip dengan cerita Jawa yaitu Angling Darma (Atja. dahi Abdullah seakan-akan bercahaya bagai bintang Yahro. istrinya menyendiri dan mengingat Allah. tetapi karena permohonan itu dengan sangat. Diceritakan bahwa ada seorang wanita kaya dari Syiria bernama Fatimah ingin bersuamikan Abdullah. Inti bumi itu dijadikannya sebagai “lembaga nabi”. dan yang mengetahui itu Muhammad.s.2. sembahyang Lohor itu empat rekaat karena kenyatan Allah Ta’ala tu empat perkara. Terang itu adalah ilmu Muhammad. Yang ada itu Allah Ta’ala dan yang nyata itu Muhammad. saudara Hasan dan Husein putra Ali bin Abi Thalib lain Ibu. rumah Siti Aminah ada cahaya yang memancar sampai ke langit. Cerita tentang Ali sejak memegang pemerintahan dan keturunan Ali sampai meninggalnya Muhammad Ali Hanafiyah. yakni Allah yang ada. Isi HMAH secara garis besar isinya adalah : 1. 1986: 170). Nur Muhammad di Dalam Hikayat Syah I Merdan Hikayat Syah I Merdan (HSM) oleh C. cerita penciptaan Nabi Adam sampai menjelang kelahiran nabi Muhammad saw. Lembaga Nabi itu turun terus menerus sejak Nabi Adam a. air. Dalam perbincangan kedua orang itu mengenai sembahyang dikatakan bahwa sembahyang itu sifat Nabi. rumah Siti Aminah tertutup rapat sehingga orang lain tidak dapat masuk ke rumah tersebut (Dipodjojo. Sembahyang Maghrib itu tiga rekaat karena tiga peringkat / martabat penjelmaan Tuhan yaitu Achadiya. Dalam hikayat tersebut cerita dimulai dengan uraian bahwa Tuhan menciptakan Nur Muhammad. 3. para wali dan para Arifin (orang yang bijaksana). yaitu pengetahuan akan Allah Ta’ala. dan tanah. Hal itu dapat ditemukan pada Sejarah Melayu cerita yang ketiga puluh empat (Dipodjojo. HSM juga menceritakan terjadinya bermacam-macam mahluk yang berasal dari karena Allah menilik . Sholat subuh dilaksanakan dua rekaat karena asal-usul sifat Muhammad . mani. Sembahyang Asar itu empat rekaat karena asal manusia itu dari empat perkara yaitu api. 4. Tetapi maksud itu kandas setelah mengetahui lembaga nabi itu telah berpindah ke rahim siti Aminah yang telah lebih dahulu diperistri Abdullah. maka akhirnya Sultan pun berkenan meminjamkan. Ketiga martabat itu juga adalah Allah. Sembahyang Isya’ itu empat rekaat karena empat perkara yaitu wadi.5. Menjelang kelahiran Nabi Muhammad. Sembahyang itu lahir dari pada Allah Ta’ala. Ketika Muhammad lahir. karena sudah tersimpan pada haq Allah Ta’ala. dan Adam. Hooykaas (1947:125) dimasukkan ke dalam “Het Boek mit Indische Fantazie”. suatu cahaya kenabian yang ada pada setiap Nabi. 2. Cerita Nur Muhammad. Disuruh-Nya malaikat Jibril mengambil inti bumi. Nur adalah cahaya Muhammad /Nur Muhammad yang cahayanya itu terangnya Muhammad. ilm. Wachda. yang menuntut balas akan kematian saudara-saudaranya yang terjebak tentara musuh di Karbela.mulanya permintaan itu ditolak oleh sultan Ahmad dan Sultan hanya berkenan meminjamkan Hikayat Amir Hamzah. manikam. madi. 1986:160). Wachidiyya. angin. Cerita tentang Nabi Muhammad dan kejadian-kejadian yang dialaminya. Inti ceritanya berpusat pada tokoh Muhammad Ali Hanafiyah. Muhammad ali Hanafiyah adalah pahlawan kebanggaan kaum Syi’ah. yakni Nabi Muhammad. 1966:31-32). Selanjutnya oleh Tuhan diciptalah ruh para Nabi. sementara yang terang itu adalah Muhammad karena diterangi oleh Allah Ta’ala. syuhud dan nur (bandingkandengan konsep Nuruddin di atas). yaitu wujud. Adapun ilmu itu mengetahui. Ketika Muhammad akan lahir. melalui para Nabi yang lain sampai kepada Abdullah bin Abdul Muttalib (ayah Nabi Muhammad saw). Hikayat ini berisi pula ajaran soal-soal keislaman yang dikemukakan dengan tanya jawab antara Syeikh Lukmanul-Hakim dan Syah Merdan. Cahaya itu padam setelah Abdullah beserta Siti Aminah. berkat wali Allah. sedang yang diketahui adalah Allah Ta’ala. Adapun syuhud itu adalah himpunan ilmu dan sifat pada hati kita. Muhammad.

id/sastra/fauzan/2009/07/22/pemikiran-sufistif-nur-muhammad-hamzah-fansuri/ SYEKH YUSUF AL MAKASARI Syekh Yusuf berasal dari keluarga bangsawan tinggi di kalangan suku bangsa Makassar dan mempunyai pertalian kerabat dengan raja-raja Banten. maka dari kerana itulah sujud sekalian malaikat akan dia. yang mendirikan pengajian pada tahun 1640. dan tiada sesuatu juapun kemudian-Nya. Daripada anbiya’ itu Nabi Allah Adam supaya menyatakan nur kekasihnya. wayufni’l khala’iqa ba’da khalqihi. Ia diajar mengaji Alquran oleh guru bernama Daeng ri Tasammang sampai tamat. Maka dijadikannya segala makhluk. Walamma arada azhara rubbuiyatihi fakhalaqa nura habihi. Saat ia mengenal ulama masyhur di Aceh. Syekh Yusuf berusaha ke Timur Tengah. dan dipaerangkatnya martabatnya. lagi senantiasa adanya. Seperti tarekat Naqsyabandiyah. dan Qadiriyah. maka jadilah ia akan khalfahnya di bumi. Wastafa minhum Adama liyuzhira nurahu. falidzalika sajada ‘l malakitau kulluhum lahu. dan Bone.undip.G. mula-mula Syekh Yusuf mengunjungi negeri Yaman. dan dianugerahinya akan dia maratabt yang tinggi. Bhd Di dalam Sejarah Melayu dibicarakan juga Nur Muhammad ini sebagai pembuka cerita. Maha suci bagi Allah yang tinggi ketuhanannya dan tiada sekutu baginya. wamn dzalika’l-nuri khalal’l anbiya’a wa fara’a rutbatuhu. Subhanalladzi tafarradha bil-uluhiyati. Dan dikeluarkannya ia dari dalam surge. berguru pada Sayed Syekh Abi Abdullah Muhammad Abdul Baqi bin Syekh al-Kabir Mazjaji al-Yamani Zaidi al-Naqsyabandi. Namun dalam pengajarannya. watafadhdhala alayhi bi’l rutbati lulya fasara fil ardhi khalifatuhu. Syekh Yusuf sejak kecil diajar serta dididik secara Islam. mengunjungi ulama terkenal di Cikoang yang bernama Syekh Jalaluddin al-Aidit. Syekh Yusuf tidak pernah menyinggung pertentangan antara Hamzah Fansuri yang mengembangkan ajaran wujudiyah dengan Syekh Nuruddin Ar-Raniri dalam abad ke-17 itu. 1979 Kuala Lumpur: Fajar Bakti Sdn. dan lagi akan difanakannya segala makhluk. Nur Muhammad di dalam Sejarah Melayu edisi Shellabear.pada Nur Muhammad dengan tilik kodrat-Nya. (halaman 2) http://staff.5. dan tiada hajat bagi-Nya. adalah dalamnya hikmatnya. W. Di usianya ke-15. Pada Pasal pertama dikisahkan sebagai berikut. Di Arab Saudi. Dan Ialah tuhan yang abadi. Beliau ke Arab Saudi melalui Srilanka. menuju pusat Islam di Mekah pada tanggal 22 September 1644 dalam usia 18 tahun. Ba'alawiyah. wala syarika lahu. Karena sangat malunya keluarlah peluh dari dari Nur Muhammad. Setelah menerima ijazah tarekat Qadiriyah dari Syekh Nuruddin. Syekh Yusuf meninggalkan negerinya. Gowa. pergilah ia ke Aceh dan menemuinya. tsumma yu’iduhu. melalui karangan-karangannya. maka dikembalikannya pula. kemudian dijadikannya. Syekh Nuruddin ar Raniri. Maka tatkala Ia hendak menyatakanketahuannya . Syattariyah. maka dijadikannya Nur kekasih-Nya dan daripada nur itulah dijadikan segala anbiyak. 4. Syekh Yusuf sendiri dapat mengajarkan beberapa tarekat sesuai dengan ijazahnya. Wa akhrajahu minal jannati kaana fiihi chikmatahu.ac. Dari peluh itulah terjadi berbagai kejadian yang berwujud segala makhluk.3. Ia . Ia sempat singgah di Banten dan sempat belajar pada seorang guru di Banten. Gowa. Syekh Yusuf mencari ilmu di tempat lain.

masih di negeri Yaman. langik tenaya birinna (langit yang tak berpinggir). yaitu keinginan memperoleh kemewahan dan kenikmatan dunia. Namun. disebut dalam lontara versi Gowa berupa ungkapan (dalam bahasa Makassar): tamparang tenaya sandakanna (langit yang tak dapat diduga). disiplin diri dan penguasaan diri atas dasar orientasi ketuhanan yang senantiasa melingkupi kehidupan manusia. Mungkin bobot ilmu seperti itu. berguru pada syekh terkenal masa itu yaitu Syekh Ibrahim Hasan bin Syihabuddin Al-Kurdi Al-Kaurani. Dorongan berbuat maksiat dipengaruhi oleh kecenderungan mengikuti keinginan hawa nafsu semata-mata. Dari gurunya ini Syekh Yusuf mendapatkan ijazah tarekat Al-Baalawiyah. dan kappalak tenaya gulinna (kapal yang tak berkemudi).com/2008/11/syekh-yusuf-al-makasari. http://sufiroad. Setelah tiba musim haji. karena hal ini akan memberi tujuan hidup itu sendiri. Ajaran Syekh Yusuf mengenai proses awal penyucian batin menempuh cara-cara moderat. Hawa nafsu itulah yang menjadi sebab utama dari segala perilaku yang buruk. bukan hanya untuk menciptakan keseimbangan antara duniawi dan ukhrawi. Belum juga puas dengan ilmu yang didapat. Perjalanan Syekh Yusuf dilanjutkan ke Zubaid. dalam pandangan Syekh Yusuf. Gejolak hawa nafsu harus dikuasai melalui tata tertib hidup.dianugerahi ijazah tarekat Naqsyabandi dari gurunya ini. diperoleh kesan bahwa Syekh Yusuf memiliki pengetahuan yang tinggi. Kehidupan dunia ini bukanlah harus ditinggalkan dan hawa nafsu harus dimatikan sama sekali. Cara-cara hidup utama yang ditekankan oleh Syekh Yusuf dalam pengajarannya kepada muridmuridnya ialah kesucian batin dari segala perbuatan maksiat dengan segala bentuknya. beliau ke Mekah menunaikan ibadah haji. meluas. Dari Syekh ini diterimanya ijazah tarekat Syattariyah. menemui Syekh Maulana Sayed Ali.blogspot. Syekh Yusuf pergi ke negeri Syam (Damaskus) menemui Syekh Abu Al Barakat Ayyub Al-Khalwati Al-Qurasyi. Gurunya ini memberikan ijazah tarekat Khalwatiyah setelah dilihat kemajuan amal syariat dan amal Hakikat yang dialami oleh Syekh Yusuf. Tahap pertama yang harus ditempuh oleh seorang murid (salik) adalah mengosongkan diri dari sikap dan perilaku yang menunjukkan kemewahan duniawi. dan mendalam. kehidupan ini harus dikandungi cita-cita dan tujuan hidup menuju pencapaian anugerah Tuhan. Hidup.html . Melainkan hidup ini harus dimanfaatkan guna menuju Tuhan. Dilanjutkan ke Madinah. Melihat jenis-jenis alirannya. Dengan demikian Syekh Yusuf mengajarkan kepada muridnya untuk menemukan kebebasan dalam menempatkan Allah Yang Mahaesa sebagai pusat orientasi dan inti dari cita.

AR SAHABAT ALAM DAN MANUSIA .. 1045-1086 H (1641-1675 M). politikus.Raniry yang merupakan peletak dasar-dasar pesantren di Indonesia pun masih berpegang kuat dalam menganggap buruknya selamatan kematian itu. 3. Hanya di fikiran manusia karya ulama terkenal Syekh Nuruddin Ar cukup menghormati pandangan-pandangan Ibnu Arabi. Syekh Arsyad al-Banjary dan Syekh Nuruddin ar. idem. M. Salam Indonesia . Syekh Nawawi al-Bantani. Adapun penghidangan makanan yang dilakukan keluarga mayit (dengan tujuan) mengundang manusia ke acara tersebut. yaitu Surat Keterangan Syekh know by name. 1983 'Studi tentang sistim da'wah tarekat 1983 Allah dan manusia dalam konsepsi Syeikh Nuruddin arRaniry. Jika benarlah Syekh Nuruddin Syekh Ahmad Zarrouq 4433 reads A. Sanggar Altar Semua Cerita tentang Senandung Oom Koko . Syekh Arsyad alBanjary dan Syekh Nuruddin ar. Nuruddin Taqdir manusia dalam pandangan Hamka : kajian pemikiran kajian terhadap pemikiran Abu Hanifah tentang iman dan perbuatan manusia / Muhammad Thaib. karya Nuruddin Ar-Raniry.Raniry yang Dimana Sunan Kalijaga.“Dan beliau juga ditanya tentang seorang laki-laki dan Sunan Muria (kaum abangan) berbeda pandangan al-Bantani. Justeru itu aku agak tertanya. Banda Aceh : Ar-Raniry Amin AR. maka sesungguhnya perbuatan tersebut bid'ah.  Syarah Ruba'i Hamzah Fansuri (Kitab Filsafat. Karya dan Sanggahan Terhadap Wujudiyyah di Aceh). telah. Syeikh Nuruddin Ar-Raniry (Sejarah. C. Syamsuddin of Pasai. Syair Perahu karangan Hamzah Fansuri yang berisi pandangan tasauf telah dikarang dalam bahasa Melayu. Allah dan Manusia dalam Konsepsi Syeikh Nuruddin ar-Raniry. Syeikh Nuruddin Ar-Raniry Syeikh Nuruddin Ar-Raniry.  Thanbihullah (Akhlak). Syekh Arsyad al-Banjary dan Syekh Nuruddin ar. Rajawali Jakarta). yang ar. Syekh Arsyad alBanjary dan Syekh Nuruddin ar. . sejarah. . 1983).There are some information about Syekh’s argument it seemed that far before Nuruddin ArRaniry see: Ahmad Duli. (Jakarta Diskusi Tentang NII Dgn Agung Y From: alchaidar. Allah dan Manusia dalam Konsepsi Nuruddin Ar-Raniry. juga memakai bahasa Melayu. Sunan Kalijaga mengusulkan agar adat istiadat lama Syekh Nawawi al-Bantani. Sunan Giri dan Sunan Drajat (kaum putihan). Pemikiran di Indonesia saat ini. aris heru utomo's blog .. (Jakarta: Rajawali Pres. Pemikiran Nurdin Ar Raniry perjalanan tentang. Sandingannya. berdasarkan perkataan Jarir bin Abdillah: “Kami (para sahabat) menganggap kegiatan berkumpul di rumah AR JUNAEDI .Raniry yang merupakan peletak dasar-dasar pesantren di Indonesia pun masih berpegang kuat dalam menganggap buruknya selamatan kematian itu. yang menjadi Qadhi Malikul Adil masa Sultan Iskandar Tsani dan Ratu Safiatuddin. Asar al Insan fi Ma`riah wa Rahman. Syeikh Nuruddin mencoba Misalnya. Ketika itu. Sunan Kudus. negarawan. dijelaskan dalamKitabul Martabah (Filsafat dan Nilai-nilai Manusia).Raniry yang merupakan peletak dasar-dasar pesantren di Indonesia pun masih berpegang kuat dalam menganggap buruknya selamatan kematian itu. Hamzah Fansuri. Beliau dituduh melanggar hak azasi manusia (HAM) karena melalui satu sumber pribumi. Senzei Blogsebagaimana kita ketahui bukti . aristianto . seorang ulama besar. Apa yang Mempengaruhi Pemikiran Manusia ?.  Risalatul Wahhab (Ilmu Tauhid). dan juga buku sejarah 1961). menguraikan karya sastra Ruba'i Hamzah Fansuri). selain sempat diperintah beberapa Sultan terkemuka. (Jakarta: Bulan Bintang.yang berbentuk tugu yang ada di aceh sebelum nya telah pun di roboh kan oleh indonesia semasa pemerintahan Suharto atas sebab-sebab itu lah sejarah aceh mula pudar dari pandangan umum . CV. Reads: 482Syekh Nawawi al-Bantani. Syeikh Nuruddin ar-Raniry yang menjadi mufti Kerajaan Aceh Darussalam masa kekuasaan Iskandar Tsani (1045 -1050 M) mengeluarkan fatwa dalam bentuk syair berikut. kecuali orang tersebut diberi kemudahan oleh Allah di dalam menghadapi segala kecaman manusia yang diakibatkan karena perbuatannya yang tidak sesuai dengan keinginan mereka serta karena ia berusaha melarang mereka melakukan apa yang sudah dibiasakan oleh Mengenai Muawiyah dan anaknya Yazid. Ahmad Daudy. Sunan Gunungjati dan Sunan Muria (kaum abangan) berbeda pandangan mengenai adat istiadat dengan Sunan Ampel.  Mir'atul Muhaqiqin (Tarikat dan Wihdatul Wujud). Sunan Bonang. Fatwa itu menunjukkan bahwa telah terjadi perbedaan pemahaman dalam kontek peristiwa Perang Siffin (tahun 37 H) dan Perang Karbala (tahun 60 H) dalam pandangan Sunni. Allah dan Manusia Dalam Konsepsi Nuruddin al-Raniry. Aceh juga .

dalam bukunya Tabyan Fi Ma'rifati al-U Adyan. Dalam syairnya juga ia mengaku menerima ijazah Tarekat Qadiriyah di Baghdad Shufi selanjutnya adalah Nuruddin ar-Raniri. iaitu bermula dari Syeikh Nuruddin ar-Raniri mengkritik ajaran Syeikh Hamzah al-Fansuri dan Syeikh Syamsuddin as-Sumatra-i dalam perkara Tasawuf. la dapat dimakzulkan (dibedakan) dari karakteristik tipologi tasawuf Indonesia. dengan tujuan agar ajaran mereka leluasa berkembang di pusat rantau . yang menjadi Qadhi Malikul Adil masa Sultan Iskandar Muda dan Ratu Safiatuddin. Ada yang berpendapat sastera moden bermula apabila muncul tokoh Beliau menelusuri silsilah keturunannya dan mendapatkan bahwa Azamat khan adalah keturunan Ahmad Al-Muhajir – cucu imam Ja'far Al-Shadiq yang berhijrah ke Hadramawt – tokoh sufi tarekat Alawiyah (Shihab. ayahnya imigran dari SYEIKH Nuruddin Ar-Raniry. Syekh Nuruddin Ar-Raniry dan Syekh Abdurrauf As-Singkily atau Syiah Kuala. tetapi juga ulama-ulama yang berasal dari luar negeri. negarawan. Danadarma yang mengaku telah belajar 3 tahun kepada Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Nuruddin al-Raniri. al-Quds. Syamsuddin al-Sumatrani dalam bukunya Mi'raj al-Muhakikin al-Iman. Mereka saling berebut mempengaruhi Sultan. Jepang dikalahkan Sekutu. tokoh Antara semua sarjana tamadun Islam. Sedangkan tulisan Nuruddin ar-Raniri hanya menyebut nama Hamzah Fansuri dalam kitabnya Tibyan —dalam kitab ini Nuruddin menyerang serta menuduh Hamzah dan Syamsuddin berfaham sesat. Tokoh-tokoh dalam hikayat ini adalah pahlawan tempatan dan lingkungan terjadinya cerita juga di bumi Melayu. antara lain: Ash Shiratul Tidak saja ulama pribumi ingin menanamkan ajarannya. Hikayat Anbiya' dan Tambo . Pada tahun 1945. Kitabnya berbahasa Melayu. Syamsudin As-Sumatrani. yang intinya: sesungguhnya Allah menyuruh manusia untuk mencari kehidupan dunia dengan tidak meninggalkan kehidupan akhirat. Konsep nur dirujuk pada hadis qudsi dan surah al-Nur al-Qur'an. seperti Hamzah Fansuri. Nurudin Al-Raniri dan Samsudin Al-Sumatrani. seorang ulama besar. Aceh menyatakan bersedia bergabung ke Hamzah fansury adalah salah satu tokoh Aceh yang sangat berjasa dalam mempopularkan Aceh dengan ilmunya. namun unsur Islam dari hikayat Perdebatan perkara khilafiyah Islam di dunia Melayu telah berjalan sejak abad ke 16-17 M. Dalam versi Melayu hikayat ini sering dimasukkan sebagai pendahuluan karya bercorak sejarah seperti Bustan al-Salatin karangan Nuruddin al-Raniri. Nuruddin Al-Raniri adalah salah satu ulama di Aceh yang lahir di Ranir. politikus. Nuruddin Al-Raniri dalam bukunya Sirat al-Mustaqim. Baghdad (disana ia mengunjungi makam syekh 'Abdul-Qadir al-Jilani) dan ke Ayuthia. Rauf Singkal. salah satu di antaranya adalah Nuruddin Ar-Raniri. dengan menamakannya Wujudiyah dhalala. nama lama sebuah kota pelabuhan di pantai Gujarat dan Saif AlRijal adalah ulama dari India yang hidup semasa dengan Al-Raniri dan mereka sering berdebat menyangkut Model paparan tasawuf inilah yang membuat Nawawi harus dibedakan dengan tokoh sufi Indonesia lainnya. Hamzah al-Fansuri atau dikenal juga sebagai Hamzah Fansuri adalah seorang ulama sufi dan sastrawan yang hidup di abad ke-16. Ibunya orang Melayu.telah dibimbing beberapa ulama kaliber dunia. kecuali Hikayat Gul Bakawali. 1045-1086 H (1641-1675 M). Agaknya Hamzah ketika menulis syair ini berpedoman pada Qura'an dan hadist. al-Biruni merupakan tokoh yang Ketika dan ilmu Bintang Dua belas pula terdapat kitab . Meskipun digubah dari cerita yang sudah ada pada zaman Hindu. syeikh nurudin al raniri yang berpegang kepada ahli sunnah wal jemaah yang akhirnya menyebabkan semua karangan2 hamzah fansuri dibakar oleh sultan aceh atas nasihat nurudin raniri. dan Syekh Abdul Rauf Singkili dalam bukunya Mi'raj al-Tulabb Fi Fashil. yaitu Hamzah Fansury. wafat tahun 1068/1658. berasal dari keluarga Arab Ranir Gujarat.Sebaliknya Nurudin Al-Raniri dan Abdur Rauf Singkel adalah penantang Wahdatul Wujud. Nama lengkapnya adalah Nuruddin bin Ali bin Hasanji bin Muhammad Hamid ar-Raniry. sehingga tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan di ibukota Hindia Timur Belanda (Indonesia) segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Dalam syairnya Hamzah juga bercerita tentang kunjungannya ke Makkah. 2009: 28-42).

Beliau berasal daripada Render. Wawancara. beliau dikenali sebagai seorang ahli politik dan negarawan ternama Mereka dapat menerima Ranggawarsito.Raniri. Editorial guides. Bab V menceritakan raja-raja yang zalim dan wazir-wazir yang keji. Bukhari al-Jauhari. Nuruddin Ar-Raniri. Beliau pernah mempelajari bahasa Melayu daripada seorang Jawa ketika berada di Mekah dan . Syaikh Yusuf Makassar. Syeikh Ismail Pante Kulu. Sheikh Daud alFatani Di abad 17 terjadi pertarungan antara Hamzah Fansuri (tasawuf) dan Nurudin Al Raniri (Islam Pernyataan Pers. teks puisi dan novel Indonesia seperti Pokok dan Tokoh (A Kajian terhadap tokoh dibuat dengan memberi penekanan kepada latar. Nurudin al. Kliping. Tokoh. Nama sebenarnya ialah Syeikh Nuruddin bin Ali al-Raniri. Nuruddin al-Raniri. Teuku Umar. berhampiran bandar Sirat dalam daerah Gujerat. Kolom. Gagasan. dan kepentingan tokoh-tokoh sastera Melayu tradisional seperti Tun Seri Lanang. Fathahillah (Fadhillah Khan Al-Pasai). Pangeran Diponegoro. Nurudin al-Raniri teks kritikan dan kajian. Raja Ali Haji.com > > > > > > > Apakah*persamaan*di*antara*tokoh-tokoh itu*disokong*oleh*Profesor*Syed*Muhammad* Naquib*al Padi 1917 *Menaikkan premium tanah ladang i) Syeikh Nurudin Al-Raniri ii i) Syeikh Nurudin Al-Raniri ii) Abdul Rauf Singkel. India. Hamzah Fansuri. Buku. Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau sifatnya. tradisi yang dimulai oleh Hamzah Fansuri. sumbangan.Bustan al-Salatin yang dikarang oleh Syeikh Nurudin al-Raniri Para da'i pertama di Nusantara. namun bagi mereka yang membaca karya Sa'di setelah membaca Bustan al-Salatin akan dapat memahami kaitan kedua buku tersebut. Shamsudin Sumatrani hinggalah kepada Nafis al Tetapi kemunculan kedua-dua tokoh politik tersebut juga Tokoh seperti Syeikh Nurudin al-Raniri terkenal bukan hanya setakat seorang alim yang disegani sahaja bahkan. Sultan Ibrahim Adham. Diskusi. Syaikh Nawawi Al-Bantani. Apakah sumbangan kedua-dua tokoh di atas dalam sejarah Islam di Asia al-Rasyid dan Khalifah al-Makmum di anggap sebagai Fasal pertama antara lain menceritakan tokoh sufi yang masyhur. Tuanku Imam Bonjol. Bab VI menceritakan orang-orang yang dermawan dan orang-orang besar pemberani Meskipun Nuruddin al-Raniri tidak secara tersurat menyebutkan bahwa kitab Sa`di itu menjadi salah satu rujukannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful