Tasawuf falsafi di Nusantara Abad ke XVII M OPINI Efrizal Nurbai | 19 Januari 2010 | 08:29 722 0 Belum ada chart.

Belum ada chart. Nihil. Pendahuluan Islam sufistik dalam sejarah pertumbuhan dan perkembangan Islam serta khazanah intelektual Islam di Nusantara merupakan salah satu wacana yang masih menarik untuk dibincangkan. Hal ini tidak hanya disebabkan awal masuknya Islam ke Indonesia -sebagaimana ‘disepakati’ para ahli sejarah- bernuansa tasawuf. Namun juga dikarenakan adanya luka-luka sejarah dalam perkembangan Islam di negeri gemah ripah loh jinawi ini yang terkait langsung dengan issu Islam esoteris. Eksekusi mati terhadap Syekh Siti Jenar pada abad ke 15 M di Jawa oleh Wali Songo, pembunuhan terhadap para penganut paham wahdah al-wujud di Serambi Mekah -Aceh- atas fatwa qadhi kesultanan yang waktu itu dijabat Al-Raniri, adalah luka yang akan tetap meninggalkan codet dalam lembaran sejarah Islam di Indonesia. Selanjutnya, budaya masyarakat Nusantara yang amat kental dengan dunia mistik -terutama sejak masuknya Hindu dan Budha dari India- merupakan faktor yang tidak bisa dikesampingkan yang membuat semakin menariknya wacana ini. 1. Tasawuf Falsafi di Dunia Islam Tasawuf falasafi secara sederhana dapat didefenisikan sebagai kajian dan jalan esoteris dalam Islam untuk mengembangkan kesucian bathin yang kaya dengan pandangan-pandangan filosofis. Keberadaan tasawuf bercorak falsafi ini pada satu sisi telah menarik perhatian para ulama yang pada awalnya kurang senang dengan kehadiran filsafat dalam khazanah Islam. Sementara bagi para ulama yang menyenangi kajian-kajian filsafat dan sekaligus menguasainya, tasawuf falsafi bagaikan sungai yang airnya demikian bening dan begitu menggoda untuk direnangi. Ulama pertama yang dapat dianggap sebagai tokoh tasawuf falsafi adalah Ibn Masarrah (w. 319/931) yang muncul dari Andalusia. Sekaligus dia dapat dianggap sebagai filosof sufi pertama dalam dunia Islam. Pandangan filsafatnya adalah emanasi yang mirip dengan emanasi Plotinus. Menurutnya, melalui jalan tasawuf manusia dapat melepaskan jiwanya dari belenggu/penjara badan dan memperoleh karunia Tuhan berupa penyinaran hati dengan nur Tuhan. Suatu ma’rifah yang memberikan kebahagiaan sejati. Ia juga menganut pandangan bahwa kehidupan di akhirat bersifat ruhani, sehingga di akhirat kelak manusia dibangkitkan ruhnya saja, tidak dengan badan. Pandangan yang amat mirip dengan penyataan Ibnu Sina tentang kebangkitan manusia kelak di akhirat. Tokoh kedua yang berpengaruh besar dalam dunia tasawuf falsasi adalah Suhrawardi al-Maqtul, sufi yang dibunuh di Aleppo pada tahun 587/1191, -karena pandangannya yang telah keluar dari Islam menurut ulama fuqaha. Suhrawardi juga seorang penganut paham emanasinya Ibnu Sina. Bila tasawuf sunni (akhlaki) memperoleh bentuk yang final di tangan Imam Al-Gazali, maka tasawuf falsafi mencapai ‘puncak’ kesempurnaan dalam pengajaran Ibn Arabi, seorang sufi yang juga datang dari Andalusia. Pengetahuan Ibnu Arabi yang amat kaya dalam bidang keislaman dan lapangan filsafat, membuatnya mampu menghasilkan karya yang demikian banyak, di antaranya al-Futuhad al-Makkiyah dan Fushush al-Hikam. Boleh dikatakan hampir semua pengajaran, praktek dan ide-ide yang

berkembang di kalangan sufi pada masa itu mampu diliput dan kemudian diberinya penjelasan yang amat memadai. Ajaran sentral Ibn Arabi adalah kesatuan wujud (wahdah al-wujud). Menurutnya wujud itu hanyalah satu ; yaitu wujud yang berdiri dengan dirinya sendiri, itulah Tuhan, Zat Yang Maha Benar. Alam yang banyak sekalipun mempunyai wujud, namun dia tidak berwujud dengan wujud sendiri, melainkan berwujud dengan wujud Allah. Wujud alam adalah khayal, maksudnya bila ia kelihatan sebagai wujud yang berdiri sendiri, maka sesungguhnya ia berwujud dengan wujud Tuhan. Oleh sebab itu kemudian dikatakan bahwa wujud Tuhan dengan wujud alam adalah satu, bukan dua atau banyak. Alam yang banyak dan beraneka ragam adalah manifestasi atau penampakan dari wujud Tuhan yang satu. Dari segi hakekat, alam tidak lain dari Tuhan. Sedangkan dari sudut manifestasi, alam benar-benar berbeda dengan Tuhan. Alam bukanlah Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan. Ada banyak tokoh sufi filosof yang muncul setelah meninggalnya Ibnu Arabi di Damaskus. Di antara yang terkenal adalah ; al-Qunawi, al-Farqani, al-Qaishari, Jalaluddin Rumi dan al-Jili dan lain-lain. Tasawuf bercorak falsafi ini kemudian memperoleh tanah yang subur, terutama di Persia. Umumnya kalangan Syi’ah Isma’iliyah dan Syi’ah Dua Belas dapat menerima dan membenarkan paham ini. Tasawuf falsafi yang telah mencapai puncak di tangan Ibnu Arabi, yang kemudian berkembang di tangan para sufi filosof sesudanya, menyebar hampir ke seluruh dunia Islam dengan jaringan sebagaimana yang diungkapkan Azyumardi Azra dalam “Jaringan Ulama”nya. Lewat jaringan itu pula tasawuf falsafi masuk ke Indonesia yang kemudian memunculkan tokoh-tokoh sufi filosof yang juga tidak sepi dari ungkapan syhathahad-¬nya. Seperti Hamzah al-Fansuri dan Syamsuddin al-Sumatrani, yang kiprah keduanya akan dibicarakan pada pembahasan berikut. Dibanding dengan tasawuf sunni, tasawuf falsafi lebih kaya dengan ide-ide dan pikiran-pikiran tentang Tuhan dan alam metafisik. Ide-ide yang oleh para sufinya dipandang tidak bertentangan dengan ajaran al-Qur’an dan Sunnah, termasuk dalam hal ini ungkapan syathahad-nya. Sementara tasawuf sunni tidak mementingkan ide-ide dan pikiran spekulatif dalam tataran falsafah. Para sufi sunni sudah merasa cukup dengan pemahaman akidah pokok yang diajarkan dalam ilmu tauhid. Persoalan qadim-nya alam, kehidupan akhirat yang bersifat ruhani tidak terdapat dalam kajian tasawuf sunni, karena dipandang tidak benar, menyalahi apa yang diajarkan para mutakallimin. 2. Tasawuf Falsafi di Nusantara Wacana tasawuf falsafi di Nusantara agaknya dimotori oleh Hamzah Fansuri dan Syamsuddin Sumatrani, dua tokoh sufi yang datang dari pulau Andalas (Sumatera) pada abad ke 17 M. Sekalipun pada abad ke 15 sebelumnya telah terjadi peristiwa tragis berupa eksekusi mati terhadap Syekh Siti Jenar atas fatwa dari Wali Songo, karena ajarannya dipandang menganut doktrin sufistik yang bersifat bid’ah berupa pengakuan akan kesatuan wujud manusia dengan wujud Tuhan, Zat Yang Maha Mutlak. Namun sejauh ini penulis belum menemukan literatur yang menjelaskan apakah paham yang dianut Syekh Siti Jenar adalah wahdatulwujud yang berasal dari Ibnu Arabi lewat ‘jaringan ulama’ sebagaimana dimaksud Azra dalam bukunya tersebut. Terlebih lagi terlalu sedikit literatur yang menjelaskan keberadaan sosok Syekh Siti Jenar dalam khazanah keislaman di Nusantara. Paling tidak menurut Alwi Shihab, kehadiran Syekh Siti Jenar dengan ajaran dan syathahad-nya yang dipandang sesat, dapat dijadikan sebagai tahap pertama perkembangan tasawuf falsafi di Indonesia. Alwi menamakannya sebagai tahap perkenalan. Pembunuhan terhadap Syekh Siti Jenar agaknya telah meredupkan cahaya perkembangan tasawuf falsafi di Indonesia dalam waktu yang lama, sampai kemudian munculnya Hamzah dan Syamsuddin di Sumatera. Hamzah Fansuri adalah keturunan Melayu yang dilahirkan di Fansur -nama lain dari Barus-. Para peneliti tidak menemukan bukti yang valid kapan sebenarnya Hamzah lahir. Dia diperkirakan hidup pada akhir abad ke 16 dan awal abad ke 17, yakni pada masa sebelum dan selama pemerintahan Sultan ‘Ala al-Din Ri’yat Syah (berkuasa 977-1011H/1589-1602M). Hamzah diperkirakan meninggal sebelum tahun 1016H/1607M.

Hamzah memulai pendidikannya di Barus, kota kelahirannya yang pada waktu itu menjadi pusat perdagangan, karena saat itu Aceh berada dalam kemajuan di bawah pemerintahan Sultan Iskandar Muda dan Iskandar Tsani. Kwalitas pendidikan yang cukup baik di Aceh menjadikan Hamzah dapat mempelajari ilmu-ilmu agama seperti ; fiqh, tauhid, akahlak, tasawuf, dan juga ilmu umum seperti ; kesustraan, sejarah dan logika. Selesai mengikuti pendidikan di tanah kelahirannya, Hamzah kemudian melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah, khususnya Persia dan Arab. Sehingga dia dapat menguasai bahasa Arab dan Persia, mungkin juga bahasa Urdu. Dalam hal tasawuf falsafi diperkirakan Hamzah mempelajari dari Iraqi, murid Sadr al-Din al-Qunawi, murid kesayangan Ibnu Arabi. Sekembalinya dari perantauan menuntut ilmu, Hamzah mengajarkan agama di Aceh melalui lembaga pendidikan “Dayah” (pesantren) di Oboh Simpang-Kanan, yang merupakan cabang dari Dayah Simpang-Kiri yang diasuh oleh kakaknya Syekj Ali Fansuri, ayah dari Abdr Rauf al-Sinkli. Hamzah ternyata tidak hanya berakfitas sebagai guru, namun juga rajin menulis. Tetapi sangat disayangkan karya-karya Hamzah tersebut tidak lagi ditemukan karena telah dimusnahkan oleh ‘lawan-lawannya’ yang menentang paham wujudiyah yang dikembangkan oleh Hamzah. Pemikiran Hamzah tentang ajaran wujudiyah terdapat dalam karyanya Zinat al-Wahidin, yang terdiri dari tujuh bab. Menurut Hamzah hakekat dari Zat Yang Maha Mutlak, Kadim dan pencipta alam semesta tidak dapat ditentukan atau dilukiskan. Dalam kaitan ini bagi Hamzah alam yang pada mulanya bersifat ruhani kemudian berubah berisifat jasmani adalah manifestasi dari zat Ilahi. Zat Ilahi menampung seluruh wujud, sehingga dalam aspek transenden zat Tuhan tidak bertepi. Pada aspek immanen zat Tuhan juga tidak terpisah dari alam. Lebih jauh Hamzah menjelaskan tahap-tahap hubungan Tuhan dengan manifestasi-Nya, alam. Tahap pertama disebut la ta’ayyun, pada tahap ini Tuhan yang Esa belum berhubungan dengan alam. Lalu bagaimana Tuhan menciptakan alam, padahal suatu hal yang mustahil Tuhan sebagai Zat Yang Mutlak dari-Nya langsung muncul nakhluk-makhluk yang sifatnya relatif. Menurut Hamzah Penciptaan dari Zat Mutlak ke alam yang relatif membutuhkan tahapan-tahapan. Ia membagi tahapan-tahapan ini kepada lima tahapan yang disebut dengan ta’ayyun atau penampakan. Pertama, ta’ayyun awwal yaitu Tuhan menampakkan diri-Nya melalui ilmu-Nya, sifat-Nya dan NurNya, ide-ide ketuhanan pada tahap ini dalam pengajaran Syamsuddin Samatrani masih bersifat ijmali atau global. Kedua ta’ayyun tsani merupakan penampakan dalam diri Tuhan yang menghasilkan munnculnya pengetahuan terperinci tentang hakikat-hakikat alam (a’yyan tsabitah). Dalam pengajaran Hamzahditegaskan bahwa a’yan tsabitah tidaklah memiliki wujud aktual. Unsur ini merupakan polapola rancangan tetap dan lengkap tentang alam. Alam diwujudkan Tuhan secara aktual menurut polapola rancangan tersebut. Ketiga ta’ayyun tsalist, yaitu penampakan Tuhan dalam alam arwah, tahap ini terjadi di luar zat yang Mutlak sehingga dinamakan a’yan kharijah. Keempat, ta’ayyun rabi’ merupakan penampakan kepada seluruh makhluk, tapi masih dalam alam misal dan kelima, ta’ayyun khamis, penampakan Tuhan terakhir pada alam insan dan alam dunia. Tahapan-tahapan dalam penciptaan ini hanyalah hirarki yang disusun untuk lebih mudah memahami, yang sebenarnya terjadi secara gradual dan seketika. Dengan pemikiran ini Hamzah menjelaskan bahwa penampakan Tuhan tidak terjadi begitu saja atau secara langsung, tapi melalui tahap tertentu, sehingga keesaan dan kemurnian Tuhan tidak tercampuri dengan makhluk. Ajaran wujudiyah Hamzah ini kemudian dikembangkan oleh muridnya Syamsuddin Sumatrani. Kebanyakan peneliti berpendapat, hubungan mereka adalah guru-murid. Abdul Azis juga membenarkan pendapat A. Hasymy bahwa hubungan Hamzah dengan Syamsuddin sebagai murid dan khalifah, karena menurutnya telah dijumpai dua karya Syamsuddin yang merupakan ulasan atau syarah terhadap pengajaran Hamzah yaitu : Syarah Ruba’i Hamzah Fansuri dan Syarah Syair Ikan Tongkol. Terdapat banyak informasi tentang potret pribadi syeikh di antaranya : Hikayat Aceh, Adat Aceh, Bustan al-Salathin dan informasi dari pengembara dan peneliti asing. Dari informasi tersebut dijelaskan bahwa Syamsuddin lahir kira-kira 1589 dan wafat 24 Februari 1630 berdasarkan informasi Deny Lombard. Syaikh banyak melahirkan karya bermutu seperti : Jawhar al-Haqaiq, Risalah Tubayyin

Mulahazah, Nur al-Daqaiq, Thariq al-Sahlikin, I’raj al-Iman dan karya lainnya. Syamsuddin menguasai beberapa bahasa, tapi karya-karyanya kebanyakan ditulis dalam bahasa Melayu dan Arab. Pemberian makna “Tiada wujud selain Allah” bagi kalimat tauhid la ilaha illa Allah hanya dilakukan oleh kalangan sufi penganut paham wujudiyyah saja, dan itu menjadi ciri khas yang membedakan kalangan penganut paham wujudiyyah dengan kalangan sufi lainnya. Pengakuan bahwa tidak ada wujud selain Allah disebut dalam pengajaran Syamsuddin sebagai tauhid hakiki (al-tawhid al-haqiqi) atau tauhid yang murni (al-tawhid al-khalish). Menurutnya, tauhid hakiki atau tauhid murni itu baru ada pada seseorang jika ia mengakui bahwa tidak ada pelaku atau pembuat selain Allah, tidak ada yang ditaati atau disembah selain Allah dan tidak ada wujud selain Allah. Syamsuddin, dalam pengajarannya tentang maksud kalimat-kalimat tauhid itu, juga mengingatkan pengikutnya tentang perbedaan pendirian mereka sebagai penganut tauhid yang benar (al-muwahhidin al-shiddiqin) dengan kaum yang ia sebut sebagai orang-orang zindiq. Menurutnya kedua pihak itu sepakat dalam hal menetapkan maksud kalimat tauhid la ilaha illa Allah, yakni tiada wujud selain Allah, sedangkan wujud sekalian alam adalah bersifat bayang-bayang, majazi atau fatamorgana, dibandingkan dengan wujud Allah. Sedangkan paham kaum zindiq, wujud Tuhan tidak ada kecuali dengan kandungan wujud alam seluruhnya; semua wujud alam adalah wujud Tuhan dan wujud Tuhan adalah wujud alam, baik dari segi wujud maupun dari segi ta’ayyun-ta’ayyun (penampakan-penampakan). Mereka menetapkan kesatuan hakiki dalam kejamakan alam tanpa membedakan martabat Tuhan dengan alam. Paham demikian, menurut Syamsuddin adalah paham batil, tidak benar dan ditolak oleh penganut tauhid yang benar. Berdasarkan pendapat ini terkesan jauh-jauh hari sebelum Nuruddin al-Raniry mengkritik paham Syamsuddin sebagai mulhid, ia sendiri telah menjelaskan bahwa mana wujudiyyah mulhid dan mana yang muwahhid berdasarkan keterangan di atas. Pengajaran Syamsuddin tentang Tuhan dengan corak paham wujudiyyah dikenal juga dengan pengajaran tentang “martabat tujuh”, yaitu tentang satu wujud dengan tujuh martabatnya. Pengajarannya tentang ini agaknya samam dengan yang diajarkan al-Buhanpuri, yang diduga kuat sebagai orang pertama yang membagi martabat wujud itu kepada tujuh kategori. Ketujuh martabat tersebut adalah : martabat ahadiyyah, martabat wahdah, martabat wahidiyyah, martabat alam arwah, martabat alam mitsal, martabat alam ajsam dan martabat alam insan. Al-Buhanpuri pernah mengingatkan bahwa sebutan martabat ketuhanan tidak boleh dipakaikan untuk martabat alam dan begitu pula sebaliknya. Akan tetapi dalam karya al-Burhanpuri tidak dijelaskan secara implisit tentang itu. Syamsuddin sebagai penganut paham martabat tujuh ini di Nusantara telah mengkategorikan martabat ketuhanan dan martabat kemakhlukan seperti yang disimpulkan Abdul Aziz Dahlan. Menurutnya, secara eksplisit dalam karya Syamsuddin terlihat tiga martabat, pertama disebut anniyat Allah, yaitu martabat wujud aktual Allah, sedangkan empat martabat berikutnya disebut anniyah al-Makhluq, yaitu martabat wujud aktual makhluk. Paham martabat tujuh inilah yang membedakan antara Syamsuddin Sumatrani dengan gurunya Hamzah Fansuri, yang mana dalam ajaran Hamzah tidak ditemukan pengajaran ini. Tetapi keduanya sangat menekankan pemahaman tauhid yang murni, bahwa Tuhan tidak boleh disamakan atau dicampurkan dengan unsur alam, dikenal dalam pengajaran Hamzah Fansuri la ta’ayyun. Sedangkan dalam pengajaran Syamsuddin dikenal dengan aniyat Alllah, yang merupakan kejelasan dari ajaran alBurhanpuri untuk tidak mencampur-adukkan martabat ketuhanan dengan martabat kemakhlukan. 3. Respon dan Pengaruh Paham Tasawuf Falsafi di Nusantara Pasca Hamzah dan Syamsuddin. Ternyata Hamzah Fansuri dan Syamsuddin Sumatrani pada prinsipnya dikategorikan termasuk dalam aliran pemikiran yang sama, keduanya merupakan pendukung terkenal penafsiran mistikofilosofis wahdat al-Wuju. Walaupun sedikit ada perbedaan penekanan, keduanya sangat dipengaruhi terutama oleh Ibn ‘Arabi. Konsep inti ajaran mereka adalah kehadiran alam ini disebabkan serangkaian proses penampakan diri Tuhan. Ide ini pada perkembangan selanjutnya mendorong para penentang seperti al-

Tampil pada waktu itu Syeikh Saifulrijal. al-Attas. Mereka telah membeirkan sumbangan pada kehidupan religiointelektual kaum Muslimin abad ke-16 dan 17 M. Meskipun ada usaha-usaha untuk menerapkan syari’ah – suatu yang tidak bisa dipisahkan dari lingkup Islam pada abad itu. berarti sesudah tesis Daudi terbit. Jadi pada abad ke 16-17 M di Nusantara berkembang paham tasawuf falsafi yang bukan hanya di Aceh tapi di bagian wilayah lainnya di Nusantara. menyatakan bahwa sebenarnya ketiga pemikiran Hamzah. menurut Bustan al-Salathin. Tulisan Hamzah Fansuri dan Syamsuddin memberi dorongan pada kecenderungan ini. apalagi mulhid. Syamsuddin dan Al-Raniri adalah sama. Johns dan Bariend. Dalam apandangan Nuruddin al-Raniri. tampil Syafiyatuddin Syah (19421975) permaisuri Iskandar Tsani yang menggantikannya. Sepanjang menyangkut tuduhan itu.Raniri untuk menuduh mereka sebagai panteis. tidak bisa disimpulkan secara blak-blakan bahwa mereka mengindahkan syari’ah. Syamsuddin bersama pengikutnya tidak menyebut diri sebagai penganut paham wujudiyah. ia tidak menyebut ajaran Hamzah dan Syamsuddin sesat. rupanya seperti tercatat dalam diary opper-koopman Belanda. mangkatnya Iskandar Tsani memberikan kesempatan pada golongan moderat (Syamsuddin) untuk bangkit melawan arus intoleransi dan anti intelektual yang dilancarkan al-Raniri.com/2010/01/19/tasawuf-falsafi-di-nusantara-abad-ke-xvii-m/ . Pada gilirannya al-Attas malah menuduh alRaniri melakukan distorsi dan menyebarkan fitnah dan tidak memahami wujudiyyah. Seperti telah dijelaskan pada sub-bab sebelum mereke yakin berada dalam tauhid yang benar dan memandang diri sebagai golongan al-muwahhidin al-shiddiqin. Dalam karya tersebut al-Attas memuji al-Raniri sebagai orang yang dikaruniai kebijakan dan diberkati dengan pengetahuan yang orisinil yang berhasil menjelaskan doktrin yang keliru. bisa dipertanggungjawabkan secara teologis. Berdasarkan penelitian Taufik Abdullah menjelaskan bahwa setelah Sultan Iskandar Tsani wafat tahun 1642. Tidak juga bisa dikatakan dengan munculnya al-Raniri yang mengkritik dan “membumi hanguskan” paham tasawuf falsafi. sebagai penasehat Sultanah atau ratu di Aceh dan menyebarkan pahamnya. Tapi menurut Azra al-Attas buru-buru mengklarifikasi pendapatnya dalam buku yang berjudul “A Comentary on the Siddiq al-Nur al-Din al-Raniri” terbit tahun 1986. Kedua. Menurut Aziz. http://filsafat. Diberitakan pada waktu itu Nuruddin alRaniri meninggalkan Aceh sambil tergesa-gesa. (Penulis : Tenaga Pengajar Fakultas Dakwah IAIN Imam Bonjol Padang). Kleim ini mendorong Abdul Aziz Dahlan untuk membuktikan bahwa ajaran Syamsuddin dan gurunya Hamzah. berpendapat bahwa ajaran dan doktrin Hamzah dan Syamsuddin sesat.kompasiana. Hamzah digolongkan pada wujudiyyah mulhid dan disebut zindiq. Pertama. pembahasan tentang wujud Allah dapat dibagi dua: wujudiyyah muwahhid dan wujuddiyah mulhid. ulama Minang. Asumsi al-Attas ini mengobsesi Ahmad Daudi untuk menjelaskan pada dunia bahwa al-Raniri punya logika pembenaran sendiri yang menurutnya wajar kalau ia menuduh Hamzah dan Syamsuddin sesat. lantas paham ini lenyap dan punah. menurut Azra para peneliti terbagi dua pula. peneliti Barat seperti Winstedt.

Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. Dalam artian jalan yang mengacu kepada suatu system latihan meditasi maupun amalan. 2006) h Mengetahui definisi tarekat. serba mekanik dan otomatis. bahwa . (Jakarta: Kencana. Rumusan Masalah 1. Apa pengaruh tarekat dan tasawuf terhadap pemikiran islam di Indonesia? Tujuan 1 Sri Mulyati. Apa pengertian tasawwuf? 3.amalan dan dzikir-dzikirnya. 3. Karena itu manusia mulai tertarik untuk mempelajari tasawwuf dan berusaha untuk mengamalkannya. tampaklah pertalian yang sedemikian erat antara tasawwuf dan tarekat. Salah satunya adalah manusia modern telah dilanda kehampaan spiritual. secara ethimologi berasal dari kata “Thoriqoh” yang berarti jalan. Namun. nilai-nilai yang dapat menuntun manusia kembali kepada fitrahnya.Mengetahui pengaruh tarekat dan tasawuf terhadap pemikiran islam di Indonesia PEMBAHASAN A.amalan yang dihubungkan dengan guru sufi. serta Hubungan Antara Keduanya Secara ethimologi. Apa pengertian tarekat? 2. manusia merasakan kerinduan akan nilai-nilai ketuhanan.majlis tasawwuf inilah yang kemudian populer dengan istilah tarekat. 5. Dari beberapa definisi para sufi. nilai-nilai ilahiyah. semua itu. Mengetahui sejarah perkembangan tarekat dan tasawuf di Indonesia. Sehingga sulit mengemukakan definisi yang menyeluruh. Pengertian Taswwuf dan Tarekat.BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Zaman sekarang disebut zaman modern. Dan karena dominannya ungkapan batin ini. ditandai dengan kemakmuran material. Pada waktu itu para ahli tasawwuf memakai pakaian dari bulu domba sebagai lambang merendahkan diri.. kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Bahkan banyak membawa bencana. Materi telah mampu memberikan kesenangan dan kenyamanan lahiriyah. Bagaimanakah perkembangan tarekat dan tasawuf di Indonesia? 5.3 Sedangkan tarekat sendiri.4 atau institusi yang menaungi paham tasawwuf. 4. Apa hubungan tarekat dan tasawuf? 4. Di tengah suasana seperti itu. pada taraf tertentu.5 Dari pengertian diatas. para sufi dalam mendefinisikan tasawwuf itu sendiri sesuai dengan pengalaman batin yang telah mereka rasakan masing-masing. 2. maka menjadi beragamnya definisi yang ada.2 Sedangkan secara terminology. Mengetahui definisi tasawuf.1 Majlis. Istilah ini kemudian berkembang menjadi organisasi yang tumbuh seputar metode sufi yang khas. Hal ini terlihat dengan tumbuhnya majlis-majlis pengajian tasawwuf dengan segala amalan. Noer Iskandar mendefinisikan bahwa tasawwuf adalah kesadaran murni (fitrah) yang mengarahkan jiwa yang benar kepada amal dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah sedekat mungkin. telah menimbulkan kebosanan. tasawwuf berasal dari bahasa Arab yaitu katashuuf yang berarti bulu. Mengetahui hubungan antara keduanya.

tarekat merupakan madzhab-madzhab dalam tasawwuf. Tasawwuf. 2-8 4 Sri Mulyati. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Salah satunya adalah: . 2-3 3 Noer Iskandar Al Barsyany. ada beberapa pendapat yang berbeda. baru muncul tarekat sebagai kelanjutan kegiatan sufi . 8. 2001) hal. yang merupakan spesialisasi ajaran tasawwuf.(Jakarta: Grafindo. Tarekat dan Para Sufi. Dalam hal ini. Namun para ulama berpendapat bahwa pada abad ke-5 Hijriyyah atau 13 Masehi. Atau dengan kata lain. yaitu al Qur’an dan al Hadits.Artinya. bahwasanya Aku adalah dekat. Noer Iskandar Al Barsyany. ajaran ini terus mengalami perkembangan. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku. Sejarah Perkembangan Tasawwuf dan Tarekat di Indonesia Dalam hal kelahiran tasawwuf dalam islam. Al Baqarah: 186)7 Ayat diatas menunjukkan bahwa sejak awal Islam telah menyinggung masalah umatnya dengan Tuhannya. lahirnya tasawwuf bersamaan dengan lahirnya islam itu sendiri. 2001) hal.6 Tasawwuf adalah sebuah ideology dari institusi yang menaunginya. Hal ini mengingat banyaknya isyarat yang tersirat bahkan tersurat dalam al Qur’an dan al Hadits. (Jakarta: Grafindo.” ( QS. Tarekat dan Para Sufi. hal. yaitu tarekat. 8 5 Noer Iskandar Al Barsyany. Tasawwuf. Ada yang mengatakan bahwa tasawwuf berasal dari kataahl al shuffah. 2 Ibid hal. Shuufi. Maka (jawablah). agar mereka selalu berada dalam kebenaran. 2001) hal. Setelah tasawwuf itu lahir.                                                       “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku.sophos. Tasawwuf. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. Tarekat dan Para Sufi. (Jakarta: Grafindo. Dan tarekat merupakan implementasi dari suatu ajaran tasawwuf yang kemudian berkembang menjadi sebuah organisasi sufi dalam rangka mengimplementasikan suatu ajaran tasawwuf secara bersama-sama. ada berbagai macam versi.antara keduanya tampak sulit dibedakan dan tak bisa dipisahkan antara yang satu dengan yang lain. (Jakarta: Kencana. tasawwuf murni bersumber dari sumber pokok ajaran islam itu sendiri. 73 6 Ibid. 2006) hal. dan lain-lan. 70 B. Menurut kayakinan sebagian besar orang Islam.

Syadziliyah dan lain sebagainya.(Bandung: Mizan. para ahli berbeda pendapat. Tarekat dan Para Sufi. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. Terlepas dari semua itu. Sebagian muballigh. yang menyebarkan Islam di Nusantara. Beberapa di antaranya hanya merupakan tarekat local. Selama abad ke 14 dan 15 Islam secara berangsur-angsur menyebar ke pantai utara Jawa dan Maluku. 2006) hal.11 Namun tampaknya. hal. yang kebanyakan berasal dari Persia dan India. misalnya Wahidiyahdan Shiddiqiyah di Jawa Timur dan Syahadatain di Jawa Tengah.Pelaksanaan syari’at dalam suatu tarekat harus benar dan ketat. Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia. 11 8 Sri Mulyati. Tasawwuf. 10 Sri Mulyati. Bahkan ada yang merupakan cabangdari gerakan sufi Internasional. 8 9Tentang kapan pribum nusantara memeluk Islam. (Bandung: Pustaka Hidayah. (Jakarta: Kencana. sanad(silsilah)-nya muttashil (bersambung) sampai kepada Nabi. Naqsabandiyah. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. Ajaran tasawwuf dapat dengan mudah dipadukan dengan ide-ide sufistik India dan pribumi yang dianut masyarakat setempat. termasuk Indonesia. Noer Iskandar Al Barsyany. (Jakarta: Kencana.10 Dari perpaduan itulah.8 Di Indonesia sendiri. 2002) Hal 27. Sejarawan mencatat bahwa karena factor tasawwuf dan tarekatlah Islamisasi Asia Tenggara. berlangsung damai. Khalwatiyah. Dzikron Abdullah memberi batasan-batasan suatu tarekat bisa dikategorikan sebagai tarekat mu’tabarah apabila memenuhi kriteria dibawah ini: a. 7 Ibid hal. Pendapat lain mengatakan bahwa. misalnya tarekat Syattariyah.712 11 Martin van Bruinessen. KH. Mungkin orang muslim asing memang sudah ada yang menetap di pelabuhan dagang di Sumatra dan Jawa beberapa abad sebelum abad ke-16. Hal ini ditandai dengan adanya silsilah tarekat yang selalu dihubungkan nama pendiri atau tokoh sufi yang yang lahir pada abad itu. menyebabkan banyaknya tarekat dan organisasi mirip tarekat yang berkembang di Indonesia. 6. 16 . 2001) hal.(Jakarta: Grafindo. kelahiran ajaran tasawwuf serta lembaga-lembaga tarekatnya bersamaan dengan kehadiran Islam di kawasan ini.sebelumnya. sangat mempengaruhi. namun baru menjelang abad ke-10 ada bukti-bukti orang-orang pribumi memeluk Islam di suatu kerajaan kecil Perlak. telah mengenalkan ajaran Islam dalam kapasitas mereka sebagai guru sufi. 2006 hal. Hal ini terjadi karena Islamisasi di Indonesiatidak terdokumentasi dengan baik sehingga banyak spekulasi dikalangan ilmuwan yang menimbulkan polemic yang hingga saat ini belum selesai. tasawwuf merupakan akulturasi ajaran Islam dengan ajaran Kristen atau Hindu dan Budha. Faktor kemudahan system komunikasi dalam kegiatan transmisinya serta tarekat – tarekat itu dibawa langsung oleh tokoh-tokoh pengembangnya. 1996). b.13 9 Ajid thohir. Gerakan Politik Kaum Tarekat. hanya ada beberapa tarekat yang bisa masuk dan berkembang di Indonesia. dari sekian banyak tarekat yang ada di seluruh dunia. dilanjutkan pada abad ke-13 oleh kerajaan smudera Pasai.12 Bahkan saat ini Indonesia telah mampu memilah dan memilih antara tarekat yang mu’tabarah dan ghoiru mu’tabarah.

nusant ara. banyak ulama’ nusantara yang menggeluti ajaran ini. bahwa ajaran tasawwuf berkembang pesat karena orang. Kediri pada tahun 1888. Tasawwuf. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. 2006) hal.17 Bahkan. 1996. van Bruinessen.com / 2008/ 05/ 01/ t areqah . tarekat masih mendapat tempat tempat d hati kaum muslimin Indonesia.18 Saat ini. 2002 . Ajid. tetapi juga gerakan politik dalam menghadapi penjajahan.org/ ri sal ah/ perkem bangan . Hal ini dapat dilihat dari antusiasme warga setiap acara rutinan jam’iyyah tarekat tertentu. corak pemikiran Islam diwarnai oleh tasawwuf. 2002)hal 32-34 menengah ke bawah.12 Ajid thohir.com/2008/05/01/tareqah-mutabarah-di-indonesia/ Thohir. Gerakan Politik Kaum Tarekat. Hamzah Fansuri. 2006) hal. Bahkan terus berkembang di kota-kota besar di Indonesia. Noer. Mulyati. 2001.16 Ketika itu. Jakarta:Raja Grafindo Persada. terlihat bahwa pada waktu itu tarekat berfungsi tidak hanya sebagai gerakan keagamaan.di .t arekat . Martin. Pemikiran para sufi besar Ibn Al ‘Araby dan Abu Hamid Al Ghazali sangat berpengaruh terhadap pengamalan-pengamalan muslimin generasi pertama.co. http://orgawam. Jakarta: Kencana. Ada yang merupakan hasil ulama’ lokal yang mengkolaborasikan beberapa tarekat. Dengan hal ini. (Bandung: Pustaka Hidayah. (Jakarta: Kencana.indonesi a/ Bahkan lebih dari itu. Juga tidak hanya terbatas kalangan ekonomi 14 Sri Mulyati. Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia.15 C. 2002)Hal 27-28 13ht t p:/ / orgawam . (Bandung: Pustaka Hidayah. Nuruddin Al Raniri. Gerakan Politik Kaum Tarekat. kehadiran tarekat di tengah-tengah masyarakat Indonesia pada masa penjajahan itu telah memberikan angin segar bagi rakyat jajahan yang ingin melepaskan diri dari penjajahan.m ut abarah.republ i ka.wordpress. tetapi telah merambah pada kalangan ekonomi ke atas. Sehingga tidak lama setelah Islam bersama ajaran Tasawwufnya masuk ke Nusantara. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. Tarekat dan Para Sufi.orang pribumi sangat antusias terhadap ajaran ini. 818 Ajid Thohir. Sri. Bandung: Pustaka Hidayah.wordp ress.ht m l 17 Sri Mulyati. Gerakan Politik Kaum Tarekat. Diantaranya adalah tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah didirikan oleh Syaikh Ahmad Katib Sambas.i d/ be ri t a/ 61218/ P erkem bangan_T ar ekat _di _Duni a_Isl am 16ht t p:/ / bai t ul am i n. Hal ini dipengaruhi oleh kekentalan kehidupan pribumi terhadap mistik sebelum Islam datang. DAFTAR PUSTAKA Iskandar. dan Sidoarjo pada tahun 1904. ada beberapa tarekat yang lahir dan berkembang di Indonesia. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. diantaranya adalah Syaikh Yusuf Makassar. (Jakarta: Kencana. 253 15ht t p:/ / www. Bandung: Mizan. Timbulnya beberapa pemberontakan di Banten pada tahun 1888. 2006. dan ada juga yang memang hasil ijtihadnya.14 tarekat Shiddiqiyah yang didirikan oleh Kyai Muchtar Mukti. Pengaruh Tasawwuf dan Tarekat Terhadap Pemikiran Islam di Indonesia Seperti telah di sebutkan di atas. Abdul Ra’uf Singkel dan lain-lain. Syamsuddin Al Sumatrani. bahkan para bangsawan.

org/risalah/perkembangan-tarekat-nusantara.republika.html .http://www.co.id/berita/61218/Perkembangan_Tarekat_di_Dunia_Islam http://baitulamin.

Dia tidak menyerupai apapun dari makhluk-Nya. Salah satunya kepada al-Imam Abu Hafsh ‘Umar ibn ‘Abdullah Ba Syaiban al-Hadlrami. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad. Hampir seluruh orang yang berada dalam tarekat al-Rifa’iyyah memerangi dua akidah ini. materi-materi dakwah dan berbagai aspek lainnya dalam dakwah itu sendiri adalah di antara hal yang perlu kita pelajari. hingga keyakinan-keyakinan animisme cukup mengakar di berbagai tingkatan masyarakat.Segala puji Allah Tuhan sekalian alam. Tarekat al-Rifa’iyyah dikenal sebagai tarekat yang kuat memegang teguh akidah Ahlussunnah. juga para pemeluknya saat itu sudah tidak memiliki tempat. Faham-faham akidah Syi’ah. ••• Di wilayah Aceh. paling tidak ada tiga hal yang membuat penyebaran agama Islam cukup unik untuk dikaji. Ditangan ulama besar ini. mungkin melebihi penyebaran ke wilayah barat dari bumi ini. kondisi wilayah dan masyarakat Indonesia. terutama akidah hulûl dan ittihâd. yang sekarang nama beliau diabadikan dengan sebuah Institut Agam Islam Negeri (IAIN). Metodologi dakwah. juga wilayah Sumatera pada umumnya. Syaikh Nuruddin ar-Raniri. Para pemeluknya di dalam fikih dikenal sebagai orang-orang yang konsisten memegang teguh madzhab asySyafi’i. pada sekitar permulaan abad sebelas hijriah datang salah seorang keturunan Rasulullah. Secara geografis wilayah nusantara sangat jauh dari negara-negara Arab sebagai pusat munculnya dakwah Islam. Budaya baru ini tidak sangat cenderung ke timur tengah juga tidak sangat cenderung kepada ortodoksi wilayah setempat. Dominasi ajaran Hindu dan Budha saat itu. Ketika kesultanan Aceh dipegang oleh Iskandar Tsani. Dia tidak membutuhkan apapun dari makhluk-Nya. “Tangan-tangan ahli” dalam membawa misi dakwah Islam saat itu sangat terampil dan pleksibel. Jaringan informasi dari satu wilayah ke wilayah lain saat itu sangat membutuhkan waktu dan tenaga. . Sementara dalam akidah sangat kuat memegang teguh akidah Asy’ariyyah. Beberapa karya yang mengandung faham dua akidah tersebut. hingga menjadi khalifah dalam tarekat ini. Ajaran Ahlussunnah yang sebelumnya sudah memiliki tempat di hati orangorang Aceh menjadi bertambah kuat dan sangat dominan dalam perkembangan Islam di wilayah tersebut. Namun kelebihan yang ada pada budaya baru ini ialah bahwa nilai-nilai –terutama akidah– ajaran Islam telah benar-benar berhasil ditanamkan oleh para pendakwahnya. Padahal sejarah mencatat bahwa wilayah Nusantara ketika itu diduduki berbagai kerajaan yang dianggap cukup kuat memegang ortodoksi ajaran leluhur mereka. Namun demikian perkembangan Islam di Nusantara pada awal kedatangannya sangat pesat. al-Raniri masuk ke wilayah tasawuf melalui tarekat alRifa’iyyah. Persentuhan budaya yang sama sekali berbeda antara budaya orang-orang wilayah Nusantara (Melayu) dengan umunya orang-orang timur tengah menghasilkan semacam budaya baru. Dalam peta Indonesia. Nabi pembawa wahyu dan kebenaran. Terhadap akidah hulûl dan wahdah al-wujûd tarekat ini sama sekali tidak memberi ruang sedikitpun. yang sebelumnya sempat menyebar di wilayah tersebut menjadi semakin diasingkan. Konsistensi ini mereka warisi dari perintis tarekat al-Rifa’iyyah sendiri. Dan siapapun dari makhluk-Nya selalu membutuhkan kepada-Nya. yaitu al-Hasîb al-Nasîb as-Sayyid al-Imam Ahmad alRifa’i. Pertama. Bahkan beberapa kitab aliran hulûl dan ittihâd sempat dibakar di depan Majid Baiturrahman. al-Raniri diangkat menjadi “Syaikh al-Islâm” bagi kesultanan tersebut. Kedua. Bagaimanakah olahan tangan-tangan terampil tersebut hingga membuahkan hasil yang sangat menakjubkan?! Ketiga. Sebelum ke nusantara beliau pernah belajar di Tarim Hadramaut Yaman kepada para ulama terkemuka di sana. Beliau bernama Muhammad ibn ‘Ali ibn Hasan ibn Muhammad al-Raniri al-Qurasyi al-Syafi’i.

Tentang sosok al-Ghazali. Sunan Gresik. Sunan Kudus. Yordania. Imam al-Ghazali adalah sosok yang sangat erat memegang teguh ajaran Asy’ariyyah Syafi’iyyah. Yaman adalah pusat kegiatan ilmiah yang telah melahirkan ratusan bahkan ribuan ulama sebagai pewaris peninggalan Rasulullah. Kitab dalam bahasa Melayu ini memberikan kontribusi yang cukup besar dalam perkembangan tasawuf di wilayah Nusantara. Secara “yuridis” hampir seluruh ajaran tasawuf terepresentasikan dalam karya al-Ghazali ini. Siria. Dalam pembukaan kitab yang tersusun dari empat jilid tersebut penulisnya mengatakan bahwa tujuan ditulisnya kitab dengan bahasa Melayu ini agar orang-orang yang tidak dapat memahami bahasa Arab di wilayah Nusantara dan sekitarnya dapat mengerti tasawuf. Artinya Islam sudah bercokol di wilyah Nusantara ini sejak sekitar 600 tahun lalu. ••• Wali songo yang tidak pernah kita lupakan. serta dapat mempraktekan ajaranajarannya secara keseluruhan. bahkan hingga sekarang. Berbeda dengan Iran. sudah lebih dari cukup untuk mengenal kapasitasnya dengan hanya melihat karya-karya agungnya yang tersebar di hampir seluruh lembaga pendidikan Islam. Tokoh kita ini adalah Syaikh ‘Abd ash-Shamad al-Jawi al-Palimbani yang hidup di sekitar akhir abad dua belas hijriah. Karena itu pula para wali songo yang tersebar di wilayah Nusantara memiliki garis keturunan yang bersambung hingga Rasulullah. ••• Di Palembang Sumatera juga pernah muncul seorang tokoh besar. yang dikenal sebagai penjaga pintu makam Rasulullah. Bagi kalangan pondok pesantren. Dari tangannya lahir sebuah karya besar dalam bidang tasawuf berjudul Siyar al-Sâlikîn Ilâ ‘Ibâdah Rabb al-‘Âlamîn. Dan untuk menaiki hirarki-hirarki tersebut membutuhkan proses waktu yang cukup panjang. dengan beberapa penyesuaian penjelasan. ialah orang-orang yang memiliki garis keturunan dari Rasulullah. Sunan Muria. Beliau adalah murid dari Syaikh Muhammad Samman al-Madani. adalah “gudang” al-Asyrâf atau al-Habâ’ib. Karena sebenarnya di lingkungan pesantren kitab-kitab yang dikaji memiliki hirarki tersendiri. Terutama bagi kalangan Nahdliyyin. Hal ini menunjukan bahwa tasawuf yang diemban oleh Syaikh ‘Abd ash-Shamad adalah tasawuf yang telah dirumuskan oleh Imam al-Ghazali. terlebih bila ditambah dengan usaha mengaplikasikannya dalam tindakan-tindakan. Materi kitab yang dikaji dan sejauh mana aplikasi hasil kajian tersebut dalam prilaku keseharian biasanya menjadi tolak ukur untuk melihat “kelas-kelas” para santri tersebut. Kitab Siyar al-Sâlikin sebenarnya merupakan “terjemahan” dari kitab Ihyâ’ ‘Ulûm al-Dîn. bila seorang santri sudah masuk dalam mengkaji Ihyâ’ ‘Ulûm al-Dîn berarti ia sudah berada di “kelas tinggi”. Libanon. Sejarah mencatat bahwa para pendakwah yang datang ke Indonesia berasal dari Gujarat India yang kebanyakan nenek moyang mereka adalah berasal dari Hadlramaut Yaman.Dengan demikian dapat diketahui bahwa di bagian ujung sebelah barat Indonesia faham akidah Ahlussunnah dengan salah satu tarekat mu’tabarah sudah memiliki dominasi yang cukup besar dalam kaitannya dengan penyebaran Islam di wilayah Nusantara. Dan ini berarti bahwa orientasi tasawuf Syaikh ‘Abd al-Shamad yang diajarkannya tersebut benar-benar berlandaskan akidah Ahlussunnah. dan Sunan Gunung Jati adalah sebagai tokoh-tokoh terkemuka dalam sejarah penyebaran Islam di wilayah Nusantara. Tokoh ini cukup melegenda dan cukup dikenal di hampir seluruh daratan Melayu. dan beberapa wilayah di daratan Syam. baik formal maupun non formal di berbagai pelosok Indonesia. Sunan Bonang. al-Ghazali dengan karyanya Ihyâ’ Ulûm al-Dîn adalah rujukan standar dalam menyelami tasawuf dan tarekat. Sunan Drajat. Sunan Kalijaga. Negara Yaman saat itu. Karena. bahkan mungkin sebelum itu. seperti yang sudah kita kenal. terutama pondok-pondok yang mengajarkan kitab-kitab klasik (Salafiyyah). Sunan Ampel. Kegiatan ilmiah di Yaman memusat di Hadlramaut. Tokoh-tokoh melegenda ini hidup di sekitar pertengahan abad sembilan hijriah. Sunan Giri. negara Yaman dianggap .

penulis ratib al-Haddad. wali songo memutuskan bahwa tidak ada hukuman yang setimpal bagi kesesatan Syaikh Siti Jenar kecuali hukum bunuh. dan Kitab Tafsir al-Qur’an Marâh Labîd adalah sebagian kecil dari hasil karyanya. pada permulaan abad ke tiga belas hijriah. Al-Hallaj dahulu di Baghdad dihukum pancung dengan kesepakatan dan persetujuan para ulama. Di sini kita juga tidak perlu repot memperdebatkan apakah latar belakang politis yang membawa Syaikh Siti Jenar kepada kematian?! Terlebih dengan mencari kambing hitam dari para penguasa saat itu atau dari para wali songo sendiri yang “katanya” merasa dikalahkan pengaruhnya oleh Syaikh Siti Jenar. daerah pesisir pantai yang cukup gersang di sebelah barat pulau Jawa adalah tanah kelahirannya. Kitab-kitab ini dapat kita pastikan sangat akrab di lingkungan pondok pesantren. Beliau adalah keturunan ke-12 dari garis keturunan yang bersambung kepada Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) Cirebon. bahkan oleh dunia Islam secara keseluruhan. Beberapa judul kitab. Di kemudian hari tokoh kita ini sangat dihormati tidak hanya oleh orang-orang Indonesia dan sekitarnya. juga dengan gelar “Imâm ‘Ulamâ’ al-Haramain”. Mirqât Shu’ûd al-Tashdîq. ••• Pasca wali songo. Dan ajaran Asy’ariyyah Syafi’iyyah ini pula yang di kemudian hari di warisi dan ditanamkan oleh wali songo di tanah Nusantara. dalam Risâlah al-Mu’âwanah mengatakan bahwa seluruh keturunan as-Sâdah al-Husainiyyîn atau yang dikenal dengan Al Abi ‘Alawi adalah orang-orang Asy’ariyyah dalam akidah dan Syafi’iyyah dalam fikih. Pernyataan semacam ini jelas terlalu dibuatbuat. jangan sampai kita terjebak di sini. Juga dapat pula berarti menilai bahwa keikhlasan-keikhlasan para wali songo tersebut sebagai sesuatu yang tidak memiliki arti. seperti Kâsyifah al-Sajâ. di salah satu kepulauan di wilayah Nusantara lahir sosok ulama besar. Tentunya. Tokoh kita ini tidak lain adalah Syaikh Nawawi al-Bantani. persis seperti yang telah dilakukan oleh para ulama di Baghdad terhadap al-Hallaj. Dan ajaran Asy’ariyyah Syafi’iyyah inilah yang disebarluaskan oleh moyang keturunan Al Abi ‘Alawi tersebut. Bahjah al-Wasâ’il. Dengan demikian dari silsilah ayahnya. Qâmi’ al-Thughyân. terutama di kalangan pondok pesantren di Indonesia. Nashâ’ih al-‘Ibâd. Nûr al-Zhalâm. Kita tidak perlu mendiskusikan adakah unsur politis yang melatarbelakangi hukuman pancung terhadap al-Hallaj ini atau tidak?! Secara sederhana saja. Kampung Tanara. tapi juga oleh orang-orang timur tengah. Berbagai hasil karya yang lahir dari tangannya sangat populer. atau istilah lain melihat mereka dengan pandangan su’uzhan (berburuk sangka). Setelah perundingan yang cukup panjang. garis keturunan Syaikh Nawawi bersambung hingga . termasuk dengan rekomendasi al-Muqtadir Billah. yaitu al-Imâm al-Muhâjir as-Sayyid Ahmad ibn ‘Isa ibn Muhammad ibn ‘Ali ibn alImâm Ja’far ash-Shadiq. Salah satunya as-Sayyid al-Imam ‘Abdullah ibn ‘Alawi al-Haddad. Beliau menjadi guru besar di Masjid al-Haram dengan gelar “Sayyid ‘Ulamâ’ al-Hijâz”. karena sama dengan berarti menyampingkan nilai-nilai yang telah diajarkan dan diperjuangkan wali songo itu sendiri. Konsep ajaran al-Hallaj tentang ittihâd dan hulûl hendak dihidupkan oleh Syaikh Siti Jenar di kepulauan Jawa.memiliki tradisi kuat dalam memegang teguh ajaran Ahlussunnah. Mayoritas orang-orang Islam di negara ini dalam fikih bermadzhab Syafi’i dan dalam akidah bermadzhab Asy’ari. Santri yang tidak mengenal kitab-kitab tersebut patut dipertanyakan “kesantriannya”. Orang terakhir disebut ini adalah orang yang dianggap merusak tatanan akidah dan syari’ah. ••• Suatu hari wali songo berkumpul membahas hukuman yang pantas untuk dijatuhkan kepada Syaikh Siti Jenar. Bahkan hal ini diungkapkan dengan jelas oleh para para tokoh terkemuka Hadlramaut sendiri dalam karya-karya mereka. sejarah telah mencatatkan bahwa yang membawa al-Hallaj ke hadapan pedang kematian adalah karena akidah hulûl dan ittihâd yang dituduhkan kepadanya. sebagai khalifah ketika itu. Ia membawa dan menyebarkan akidah hulûl dan ittihâd dengan konsepnya yang dikenal dengan “Manunggaling kawula gusti”.

Demikian pula dengan penyebaran tasawuf yang secara praktis berafiliasi kepada Imam al-Ghazali dan Imam al-Junaid al-Baghdadi. Penyebaran tasawuf pada periode ini diwarnai dengan banyaknya tarekat-tarekat yang “diburu” oleh berbagai lapisan masyarakat. as-Sayyid Muhammad Syatha ad-Dimyathi. dan lainnya. Tubagus Ahmad Bakri (Purwakarta Jawa Barat). Syaikh Yusuf sendiri di samping seorang sufi terkemuka. bahkan dengannya bersama-sama memperdalam ilmu agama. Dari didikan tangan Syaikh Nawawi di kemudian hari bermunculan syaikh-syaikh lain yang sangat populer di Indonesia. Hasyim Asy’ari (pencetus gerakan sosial NU). terutama rempah-rempah dan hasil bumi lainnya. KH.Rasulullah. dan bahkan sempat beberapa tahun tinggal di negara timur tengah hanya untuk memperdalam ilmu agama. Dominasi murid-murid Syaikh Nawawi yang tersebar dari sebelah barat hingga sebelah timur pulau Jawa memberikan pengaruh besar dalam penyebaran ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah. terutama ajaran tasawuf praktis yang cukup menjadi primadona masyarakat Sulawesi saat itu. Tercatat bahwa beliau tidak hanya belajar di daerahnya sendiri. tepatnya dari wilayah Makasar Sulawesi. KH. Agama Islam masuk ke wilayah ini pada sekitar permulaan abad sebelas hijriah. Najihun (Tangerang). saat itu sangat populer dan mengakar di masyarakat Indonesia. daerah Sulawesi sendiri saat itu sebagai penghasil berbagai komuditas. Syaikh Yusuf juga berkunjung ke Aceh dan bertemu dengan Syaikh Nuruddin ar-Raniri. di antaranya tarekat al-Qadiriyyah. Syaikh Nawawi belajar di antaranya kepada as-Sayyid Ahmad Zaini Dahlan (mufti madzhab Syafi’i). Kholil Bangkalan (Madura). dan belajar kepada yang lebih senior di antara mereka. seperti faham “non madzhab” (al-Lâ Madzhabiyyah) dan akidah hulûl atau ittihâd serta keyakinan sekte-sekte sempalan Islam lainnya. juga seorang alim besar multi disipliner yang menguasai berbagai macam disiplin ilmu agama. Di antaranya kepada Syaikh Khathib Sambas (dari Kalimantan) dan Syaikh ‘Abd al-Ghani (dari Bima NTB). Perjalanan ilmiah yang beliau lakukan telah menempanya menjadi seorang ulama besar. tapi juga merupakan tokoh-tokoh terdepan bagi perjuangan kemerdekaan RI. kerajaan Goa dan kerajaan Talo yang dipimpin oleh dua orang kakak adik memiliki andil besar dalam penyebaran dakwah Islam di wilayah tersebut. Syaikh Yusuf mendapatkan ijazah beberapa tarekat. Perjalanan ilmiah Syaikh Yusuf di kepulauan Nusantara di antaranya ke Banten dan bertemu dengan Sultan ‘Abd al-Fattah (Sultan Ageng Tirtayasa). Di Mekah beliau berkumpul di “kampung Jawa” bersama para ulama besar yang juga berasal dari Nusantara. Dua kerajaan kembar. ajaran Ahlussunnah. Tentu perkembangan dakwah ini juga didukung oleh kondisi geografis wilayah Sulawesi yang sangat strategis. KH. Ajaran-ajaran di luar Ahlussunnah. ••• Di wilayah timur Nusantara ada kisah melegenda tentang seorang ulama besar. Pada periode ini. Darinya. Di antara mereka adalah. KH. KH. Kepada para ulama Mekah terkemuka saat itu. KH. Walaupun sebagian ahli sejarah mempertanyakan kebenaran adanya . Di kemudian hari kelahiran Syaikh Yusuf menambah semarak keilmuan. tapi juga banyak melakukan perjalanan (rihlah ‘ilmiyyah) ke berbagai kepulauan Nusantara. yang merupakan putra mahkota kerajaan Banten saat itu. Dengan orang terakhir ini Syaikh Yusuf cukup akrab. Selain ke Banten. Mereka tidak hanya sebagai tokoh ulama yang “pekerjaannya” bergelut dengan pengajian saja. Asnawi (Kudus) dan tokoh-tokoh lainnya. Saat itu banyak kerajaan-kerajaan kecil yang menerima dengan lapang dada akan kebenaran ajaran-ajaran Islam. Asy’ariyyah Syafi’iyyah di Indonesia menjadi sangat kuat. memiliki ruang gerak yang sangat sempit sekali. Syaikh ‘Abd al-Hamid ad-Dagestani. Sosok ulama besar tersebut tidak lain adalah Syaikh Yusuf al-Makasari. Di samping sebagai tempat persinggahan para pedagang yang mengarungi lautan. Asnawi (Caringin Banten). Latar belakang pendidikan Syaikh Yusuf menjadikannya sebagai sosok yang sangat kompeten dalam berbagai bidang.

maka dapat dipastikan bahwa ajaran-ajaran yang disebarkan Syaikh Yusuf di bagian timur Nusantara adalah ajaran Ahlussunnah. Latar belakang keilmuan Syaikh Yusuf ini menjadikan penyebaran tasawuf di di wilayah Sulawesi benar-benar dilandaskan kepada akidah Ahlussunnah. Tarekat Qadiriyah adalah tarekat pertama yang masuk ke Indonesia. pengaruh tarekat ini banyak ditemui di daerah Cirebon dan Banten. Di antaranya tarekat al-Naqsyabandiyyah. Di Jawa. bahkan mereka dapat menunjukkan letak kuburannya. negara yang mempengaruhi berkembangnya tarekat di Indonesia adalah India (Gujarat). tarekat al-Sadah al-Ba’alawiyyah.com/readnews-29-sejarah-perkembangan-tasawuf-di-indonesia. Dengan demikian jelaslah. dalam akidah madzhab Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari dan dalam fikih madzhab Imam Muhammad ibn Idris as-Syafi’i. Baghdad (disana ia mengunjungi makam syekh ‘Abdul-Qadir al-Jilani) dan ke Ayuthia.html data 2 Perkembangan Tarekat 30 11 2009 Perkembangan Tarekat di Indonesia Pada awalnya. Dengan cara ini pula Tarekat Syattariyah yang berasal dari India berkembang di Makkah dan Madinah dan kemudian berpengaruh luas di Indonesia. tarekat al-Syatariyyah. Kepastian bahwa Syaikh Yusuf seorang Sunni tulen juga dapat dilihat dari perjalanan ilmiah beliau yang dilakukan ke Negara Yaman. Dalam syairnya Hamzah juga bercerita tentang kunjungannya ke Makkah. Dalam syairnya juga ia mengaku menerima ijazah Tarekat Qadiriyah di Baghdad bahkan diangkat menjadi khalifah dalam tarekat ini. al-Quds. Ini dikuatkan pula dengan karya-karya yang ditulis Syaikh Yusuf sendiri. kota kecil di pantai barat Sumatra yang terletak antara Sibolga dan Singkel). ia mengungkapkan gagasan nya melalui syair bercorak wihdatul-wujud yang cendrung kepada penafsiran panteistik. Kondisi ini sama sekali tidak memberikan ruang kepada akidah hulûl atau ittihâd untuk masuk ke wilayah “kekuasaan” Syaikh Yusuf al-Makasari. Dan bila benar bahwa Syaikh Yusuf pernah bertemu dengan Syaikh Nuruddin al-Raniri serta mengambil tarekat darinya. Syaikh ‘AbdulQadir al-Jilani pernah datang ke Jawa. Syamsuddin as-Sumatrani (w. namun hal penting yang dapat kita tarik sebagai benang merah ialah bahwa jaringan tarekat saat itu sudah benar-benar merambah ke berbagai kepulauan Nusantara. bahwa orientasi karya-karya tersebut tidak lain adalah Syafi’iyyah Asy’ariyyah.pertemuan antara Syaikh Yusuf dengan Syaikh Nuruddin ar-Raniri.smadarulmuhajirin. Dari namanya saja kita tahu bahwa beliau berasal dari kota Fansur (sebutan orang Arab untuk kota Barus. Indikasi . bahwa Hamzah Fansuri (w 1590) adalah shufi pertama di Indonesia yang diketahui secara pasti menganut Tarekat Qadiriyah. Di negara ini pula Syaikh Yusuf mendapatkan berbagai ijazah tarekat mu’tabarah. dari sanalah Hamzah Fansuri. tarekat al-Khalwatiyyah dan lainnya. Shufi Indonesia yang pertama kali menulis karangan tentang tarekat adalah Hamzah Fansuri. Source : ALLAHadaTANPAtempat http://www. beberapa tarekat besar masuk ke Indonesia melalui Makkah dan Madinah. Dalam tulisannya. 1630) dan Nuruddin ar-Raniri belajar menimba ilmu dan mendapatkan ijazah serta menjadi khalifah. Namun pada abad-abad berikutnya. Dan menurut cerita rakyat setempat. Di negara ini Syaikh Yusuf belajar kepada tokoh-tokoh terkemuka saat itu.

murid Hamzah Fansuri yang banyak menulis kitab dalam bahasa Arab dan Melayu. dan paham wihdatul-wujud yang lebih sedikit moderat. Tokoh tarekat Syadziliyah yang terkenal antara lain Ibnu ‘Athoillah as-Sakandari. Tapi Nuruddin ar-Raniri dalam kitabnya Hujjatus-Shiddiq li daf’iz-Zindiq menganggap. ia menguasai ilmu teologi. adanya pembacaan kitab manaqib syekh ‘Abdul-Qadir al-Jilani pada acara-acara tertentu di kehidupan beragama masyarakat disana. Ia mengeluarkan fatwa untuk memburu orang yang dianggap sesat. Nama lengkapnya adalah Nuruddin bin Ali bin Hasanji bin Muhammad Hamid ar-Raniry. Ibunya orang Melayu. Ajaran martabat tujuh merupakan adaptasi dari teori emanasi Ibnul-‘Arabi yang sangat populer di Indonesia. serta puteranya syekh Muhammad Thahir di Madinah. Sepeninggalnya. cabang-cabang tarekat dari India berkembang dulu di Makkah-Madinah. Beliau sendiri pernah menulis silsilah keturunannya sebagai berikut : Syekh Ali bin Abdullah bin Abdul Jabbar bin Yusuf bin Ward bin Batthol bin Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. Syamsudin sendiri berafiliasi dengan Tarekat Syattariyah seperti halnya Burhanpuri. dan politik. syekh Abdul Rauf Singkel. Ia banyak menulis kitab tentang ilmu kalam dan tasawuf. ayahnya imigran dari Hadromaut. ar-Raniry juga memiliki banyak keahlian. ia mengamalkan Tarekat Rifa’iyah dan menyebarkan ajaran tarekat ini ke wilayah Melayu. Shufi lain yang juga terkenal di Indonesia adalah Syamsuddin (w. serta membakar buku-buku yang berisi ajaran sesat. kemudian di bawa ke Indonesia.1630). Amalan utama dari tarekat ini pun masih dapat dirasakan hingga saat ini yaitu hizbul-bahr yang diyakini sangat memberi pengaruh yang kuat bagi pengamalnya. Syekh Abdul Rauf belajar di Makkah selama 19 tahun dengan guru-guru tarekat. tetapi dalam kitab Bustanus-Salatin karya Nuruddin. 1258). Muridnya menyebarkan tarekat ini ke Sumatera Barat melalui syekh Burhanuddin Ulakan. Tidak diketahui secara jelas kapan tahun kelahirannya. Dia perumus pertama ajaran martabat tujuh di nusantara serta metode pengaturan nafas pada saat ber-dzikir ( yang dianggap sebagai pengaruh yoga pranayama dari India ). yaitu murid-murid Syamsuddin yang dituduh menganut paham Panteisme. wafat tahun 1068/1658. menganut aliran tauhid Asy’ariyah. Shufi selanjutnya adalah Nuruddin ar-Raniri. selain itu ia juga menganut tarekat Aydrusiyah dan Qadiriyah. berasal dari keluarga Arab Ranir Gujarat. bahkan Tarekat Syattariyah menjadi sangat populer di Indonesia sesudah wafatnya. Ar-Raniry tercatat sebagai tokoh shufi terakhir yang membawa pengaruh bagi semua tarekat yang berkembang di Indonesia dan berasal langsung dari India.lain tentang pengaruh Tarekat Qadiriyah di Banten adalah. Ibrahim al-Kurani. Syamsuddin wafat tahun 1039 H (1630 M). ia menjadi ahli fiqh terkenal di Aceh dan seorang shufi yang menyeimbangkan pandangan para pendahulunya dalam mengajarkan zikir dan wirid tarekat Syattariyah. Ar-Raniry pernah menjabat Syaikhul-Islam atau mufri di kerajaan Aceh pada pemerintahan Sultan Iskandar Tsani dan Sultanah Shofiatud-Din. hadits. dan ‘Abdul-Wahhab as-Sya’rani. diantaranya adalah Tarekat Syattariyah yang dibawa oleh murid utamanya. serta ke Jawa melalui syekh Muhyidin dari Pemijahan yang sampai sekarang ajarannya masih . Pada tahun 1054/1644 ar-Raniry meninggalkan Aceh kembali ke Ranir karena mendapatkan serangan balik dari lawan-lawan polemiknya. Ajaran ini berasal dari seorang ulama besar asal Gujarat bernama Muhammad bin Fadhlullah Burhanpuri pengarang kitab at-Tuhfatul-Mursalah ilaa Ruuhin-Nabi. Silsilah keturunannya bergaris sampai kepada saidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. perbandingan agama. sejarah. Sebagai seorang shufi. membunuh orang yang menolak bertobat dari kesesatan. fiqh. diantaranya adalah syekh al-Qusyasyi. Pendiri Tarekat Syadziliyyah adalah syekh Ali bin Abdullah bin Abdul-Jabbar Abul Hasan as-Syadzili (w. Dalam ber-tarekat. bahwa ajaran martabat tujuh Syamsuddin termasuk ajaran wihdatul wujud yang dianggap menyimpang. Ar-Raniri menetap di Aceh selama tujuh tahun (1637 – 1644) sebagai mufti dan penulis produktif yang menentang doktrin wihdatul wujud. Sekembalinya dari Makkah tahun 1661.

Ulama lain yang sezaman dengan syekh Abdul Rauf adalah syekh Yusuf al-Makasari (1626 – 1699) penulis kitab ar-Risalah an-Naqsyabandiyah. Ketika pulang ke Indonesia tahun 1670 dia mengajarkan ajaran spiritual. orang orang Indonesia yang bermukim di Arab tertarik dengan ajaran syekh Muhammad bin Abdul Karim as-Samman (w. bahkan Sultan Palembang telah menyediakan sejumlah dana yang cukup besar untuk membangun zawiyah syekh Samman di Jeddah. Kitab ini memberi kesan bahwa syekh Yusuf benar-benar mengajarkan tarekat ini di Makasar. ( walaupun al-Kurani di Indonesia lebih dikenal sebagai syaikh Tarekat Syattariyah yang mengirim Abdul Rauf Singkel sebagai khalifah untuk menyebarkan Tarekat Syattariyah di Indonesia ). murid-murid dari Indonesia belajar kepada pengganti alKurani dan berbaiat menjadi pengikut Tarekat Syattariyah. Kubrawiyah dan beberapa tarekat lainnya. juga pernah menjadi pengikut Tarekat Dasuqiyah. Beberapa ulama di Palembang berafiliasi dengan tarekat ini. Tarekat Sammaniyah merupakan gabungan dari tarekat Khalwatiyah. Dan selama beberapa generasi. Sesudah syaikh Samman wafat. Abad berikutnya. yang ternyata merupakan gabungan antara teknik spiritual Khalwatiyah dengan berbagai tekhnik dari tarekat-tarekat lainnya. ‘Aydrusiyah. Syadziliyah. terlebih lagi ajaran martabat tujuh yang menjadi bagian dari kepercayaan populer orang Jawa. pengamal tarekat Kholwatiyah. Keduanya merupakan ulama paling terkenal di kalangan murid yang berasal dari Indonesia. Ulama Indonesia yang menyebarkan tarekat ini adalah syekh Nafis . 1691) mewakili perpaduan antara tradisi intelektual shufi India dengan Mesir. padahal di Timur Tengah sendiri. orang-orang Indonesia yang bermukim di Arab. ia berguru lagi dan berbaiat menjadi khalifah Tarekat Khalwatiyah dan mendapat izin ijazah untuk mengajarkan tarekat ini. Dan tarekat ini sekarang mengakar dan banyak diamalkan orang di Sulawesi Selatan. karena silsilah syekh Samman hanya melalui gurunya yaitu syekh Musthafa al-Bakri. Selanjutnya di Damaskus. Kedua tarekat ini pada mulanya diperkenalkan di Madinah oleh seorang Syaikh India bernama Sibghatullah pada tahun 1605. Keduanya adalah pewaris syekh Zakariya al-Anshori dan ‘Abdul-Wahab asSya’rani dalam bidang fiqh dan tasawuf. Qadiriyah. ternyata Tarekat Syattariyah banyak diminati oleh murid-murid dari Indonesia. terutama di kalangan para bangsawan Makasar. Barangkali beliau-lah orang pertama yang memperkenalkan Tarekat Khalwatiyah di Indonesia. yang paling berpengaruh adalah Tarekat Syattariyah dan Naqsyabandiyah. syaikh Yusuf al-Makassari banyak memperoleh ijazah dari sejumlah tarekat. Qadiriyah. Walaupun demikian ia telah menjadi sebuah tarekat tersendiri dengan zawiyah sendiri dan dengan pengikut lokal ketika syaikh-nya masih hidup. Syattariyah. sehingga menjadi tarekat yang paling “mem-bumi”. Ahmadiyah. Al-Qusyasyi (w. Di Sulawesi tarekat ini disebarkan oleh salah seorang muridnya yang bernama Abdul Basir ad-Dharir al-Khalwati yang lebih terkenal dengan nama Tuang Rappang I Wodi. Naqsyabandiyah dan Syadziliyah. Di antara kedua tarekat yang diajarkan. Murid syekh Samman yang paling terkenal adalah syekh Abdus Shomad al-Palimbani. karena tarekat ini relatif lebih mudah jika dipadu dengan berbagai tradisi nusantara. 1660) dan al-Kurani (w. sehingga tarekat ini mendapat kedudukan yang kokoh di kesultanan Palembang. Kitab ini berisi antara lain tentang tekhnik meditasi dalam berdzikir. Ba’alawiyah. Syekh Muhammad Samman mengembangkan cara berzikir baru yang ekstatik dan menyusun sebuah ratib (doa-doa) sendiri. kemudian berguru lagi kepada syekh Ibrahim al-Kurani tokoh Naqsyabandi di Madinah. Chistiyah. sekaligus menjadi pengikut sejumlah tarekat di India.diamalkan di sana. Syekh Yusuf mempelajari Tarekat Naqsyabandiyah di Yaman melalui Syaikh Muhammad Abdul Baqi. 1775) ulama Madinah. belajar tarekat ini dari khalifahnya yang bernama Shiddiq bin Umar Khan. kedua syaikh ini lebih dikenal orang sebagai penganut Tarekat Naqsyabandiyah. di antaranya adalah Tarekat Naqsyabandiyah. pengarang sejumlah kitab-kitab penting berbahasa Melayu. Secara formal tarekat ini merupakan salah satu cabang dari Tarekat Khalwatiyah. Dalam pengembaraan ilmiahnya. Khalwatiyah.

Syekh Ahmad at-Tijani pindah ke Fez pada tahun 1798. Bahkan perkembangan tarekat ini semakin pesat terutama setelah mendapat dukungan dari raja Maroko. Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan tarekat gabungan serupa dengan Sammaniyah. karena memiliki keunggulan dan keutamaan yang tidak dimiliki oleh tarekattarekat lainnya. Dua orang khalifah utama lainnya adalah Kiyai Tolhah dari Cirebon dan Kiyai Ahmad Hasbullah dari Madura. kitab Khasyful-Mahjub karya al-Hujwiri juga sangat populer digunakan oleh kaum Chisti. konsep ketuhanan dan amalan-amalan shufi. Ketika ia wafat tahun 1873. sebuah tarekat kelahiran India. Selain itu. Naqsyabandiyah. dan keanggotaannya terbatas pada kelompok etnis Bugis saja. dan meninggal di Fez. Para penggantinya. dan banyak mendapatkan pengikut terutama di pulau Jawa dan Madura. Syekh Nafis al-Banjari juga mengamalkan berbagai tarekat. Bahkan Syaikh . Tentang keistimewaan dan keunggulan tarekat ini. yaitu Sulaiman al-Qarimi. Tarekat ini berkembang sedikit berbeda dengan ritual tarekat Sammaniyah lainnya di nusantara. yang didirikan oleh syaikh Mu’inad-Din Chisyti (w. 1236). seperti Tarekat Qadiriyah. Di Sulawesi Selatan. Tarekat ini merupakan satu-satunya tarekat yang didirikan oleh ulama asli Indonesia syekh Ahmad Khatib Sambas (Kalimantan Barat) yang lama belajar di Makkah dan sangat dihormati. tarekat Sammaniyah bertemu dengan Tarekat Khalwatiyah. Kitab itu menjadi dasar bagi para guru tarekat Chisytiyah dalam mengajar murid-muridnya. Aljazair Selatan. khalifahnya syekh Abdul Karim dari Banten menggantikannya sebagai syaikh tarekat ini. nanti akan kami jelaskan secara terperinci di dalam buku ini. Tarekat Chisytiyah. bahwa tarekat Tijaniyah adalah tarekat yang terbaik. Keduanya bersaing dan saling mempengaruhi sehingga pada akhirnya bergabung menjadi tarekat Khalwatiyah Sammaniyah. Pengikut tarekat Tijaniyah berkeyakinan. (walaupun akhir-akhir ini banyak diamalkan oleh kaum Syiah). Ia mempunyai banyak pengikut dan menjadi guru Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah sebagai tarekat paling populer di Indonesia. Perkembangan yang cukup pesat dari tarekat ini ternyata mampu menyaingi otoritas Utsmaniyyah. Ribuan orang dibaiat menjadi pengikut tarekat ini dan menjalani latihan berkhalwat di zawiyah tersebut. Ketika bangkit gerakan Wahhabiyah yang memusuhi kaum shufi dan membenci pengamal tarekat yang cendrung menjauhi dunia dan suka melestarikan tradisi penghormatan terhadap makam syaik-syaikh mereka. tarekat Tijaniyyah justru berkembang pesat. Di tempat ini pula puluhan orang Indonesia menerima ijazah untuk mengajarkan tarekat ini di kampung halamannya masing-masing. yakni teknik spiritual Tarekat Qadiriyah dan Naqsyabandiyah menjadi unsur utama yang ditambah dengan unsurunsur tarekat lain. Syattariyah. sehingga syekh Ahmad dan para pengikutnya dipaksa meninggalkan Aljazair. tarekat ini berideologi Sunni. Maula Sulaiman yang berkepentingan mendekati syekh Ahmad untuk menghadapi pesaingnya dari zawiyah para syarif yang dinilai dapat merongrong kekuasaannya. Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan salah satu dari dua tarekat yang memiliki jumlah pengikut terbesar di seluruh Indonesia. Awalnya. Khalwatiyah dan Sammaniyah. Tarekat Tijaniyyah masuk ke Indonesia pada tahun 20-an. Tarekat Tijaniyyah didirikan oleh Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijani (1150 – 1230 H/ 1737 – 1815 M) yang lahir di ‘Ainu Madi. Sulaiman al-Zuhdi dan Ali Ridho menyebarkan tarekatnya kepada orang-orang Indonesia yang mengunjungi Makkah dan Madinah dalam jumlah yang lebih besar lagi selama abad ke-19.al-Banjari dengan karyanya ad-Durrun-Nafis dalam bahasa Melayu. Ia ahli dalam bidang fiqh. Maroko. ia menyebarluaskan tarekat ini di Kalimantan. Hal ini terbukti bahwa para pengikut tarekat Chisyti di India menjadikan kitab ‘AwarifulMa’arif karya syaikh Syihabuddin Abu Hafs Umar Suhrawardi sebagai kitab pegangan mereka. Tarekat lainnya adalah Naqsyabandiyah Kholidiyah yang tersebar berkat zawiyah yang didirikan oleh syekh Abdullah al-Arzinjani di Jabal Abu Qubais Makkah. dalam usia 80 tahun. dan hidup disana hingga beliau wafat.

sehingga setiap orang merasa sama dalam persaudaraan kemanusiaan. A Study of The Works of Jalaludin Rumi.com/category/1/ A. terutama melalui ‘whirling darvish’ nya. DEFINISI TASAWUF 22 04 2009 Tasawuf secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha untuk menyucikan hati sesuci mungkin dengan usaha mendekatkan diri kepada Allah. Tokoh tarekat ini adalah Javad Nurbakhsy yang cukup produktif menulis karya-karyanya. Tarekat Mawlawiyah kelahiran Turki ini dikenal luas. The Life and Work of Rumi. seperti I am Wind You Are Fire. tarekat kelahiran Iran yang telah populer. Ibnu Khaldun pernah menyatakan bahwa tasawuf para sahabat bukanlah pola ketasawufan yang menghendaki kasyful-hijab (tersingkapnya tabir antara Tuhan dengan makhluk) atau hal-hal sejenisnya yang diburu oleh para sufi di masa sesudahnya. Saat ini. Terakhir. baik di tanah kelahirannya maupun di dunia Barat. Corak . Tarekat Ni’matullohi. Annemarie Schimmel (w. Eropa. budaya. 2003). sehingga kehadiran-Nya senantiasa dirasakan secara sadar dalam kehidupan. karena seorang shufi harus mengarahkan perhatiannya hanya kepada wilayah keesaan Ilahi (tauhid). segala perbedaan dan perselisihan sektarian harus dihilangkan. Ajaran tasawuf harus bertujuan membidik realitas muslim agar dapat dibangkitkan perasaan cinta kasihnya. dan The Triumphal Sun. Nicholson yang bukan hanya meng-edit secara kritis semua naskah matsnawi. juga pengabdian dan cinta kasih kepada sesama manusia tanpa mempedulikan perbedaan keyakinan. Kedua kitab ini termasuk bahan rujukan yang digunakan oleh Jam’iyah Ahlith-Thoriqoh Mu’tabaroh An-Nahdliyyah. penghormatan tanpa prasangka buruk. http://4binajwa. maka kitab Kasyful-Mahjub sudah cukup baginya untuk dijadikan pegangan”. tarekat Ni’matullah mempunyai banyak pengikut di Amerika Serikat. dan khususnya di Persia (Iran). Dengan ‘matsnawi’-nya. Maulana Jalaluddin Rumi (w. tetapi juga menerjemahkan seluruh naskah tersebut (sebanyak 6 jilid) ke dalam bahasa Inggris. Dia juga telah menerjemahkan kitab Divani Syam-i Tabriz. tarekat Sanusiyah didirikan oleh Muhammad bin ‘Ali as-Sanusi (1787 – 1859). Orientalis yang sangat berjasa dalam memperkenalkan tarekat Rumi ke dunia Barat adalah Reynold A. sehingga mampu menyatukan para pemeluk dari pelbagai agama dan keyakinan. dan kebangsaan. Dalam tarekat ini. Dalam ajarannya. Sedangkan karya Rumi yang lain Fihi Ma Fihi telah diterjemahkan oleh Arberry dengan judul Discourse of Rumi. Demikianlah sekilas tentang perkembangan sebagian ajaran tarekat yang masuk ke Indonesia. baik di negeri Muslim maupun di Barat. Tokoh lain yang sangat berjasa dalam memperkenalkan Rumi ke dunia Barat adalah Prof. tapi beliau terpaksa meninggalkan Makkah pada tahun 1840 dan kemudian tinggal di sebuah bukit yang bernama Jabal Akhdar di daerah Curenaica.Nizomuddin Auliya pernah berkata : “Seorang salik yang tidak memiliki referensi spiritual. 1273) menjadikan puisi-puisi karangannya sebagai salah satu pusat inspirasi spiritual. disebabkan kurang berkembang dan tentunya kurang banyak diminati oleh orang. Dengan energi tasawuf inilah. Syekh as-Sanusi telah mendirikan sebuah zawiyah di Abu Qubais Makkah. tarekat ini lebih menekankan persaudaraan dan kesetaraan seluruh umat manusia.wordpress. pengarang kitab as-Salsabil ul-Ma’in fit-Tharo’iqil-Arba’in dan al-Masa’ilul-‘Anshar. Wallohu a’lam bis showaab. di samping tarekat-tarekat lain yang tidak kami sebutkan. yang telah menulis dengan penuh penghargaan dan kebanggaan tentang karya-karya Rumi. praktik tasawuf bertujuan menciptakan kepribadian lahiriah yang sangat etis. dan membimbing hati untuk menghimpun berbagai kwalitas dan keutamaan. Melalui kitab ini sejumlah tarekat mu’tabaroh disebut dan dijelaskan.

mereka ikut nabi saat hijrah dari Mekah ke Madinah. Sufi berarti orang – orang yang hati dan jiwanya suci bersih dan disinari cahaya hikmah. beribadah. Secara Etimologi (Bahasa) 1. Dengan cara ini akan mudah bagi manusia menghiasi jiwanya dengan sifat-sifat yang mulia. (2) tasawuf sunni. Karena fungsi ilmu tasawuf adalah untuk mensucikan batin agar dalam ber-musyahadah dengan Allah semakin kuat. bulu domba atau wol saat itu bukanlah wol lembut seperti sekarang melainkan wol yang sangat kasar. kita dapat memahami bahwa tasawuf adalah sikap mental yang selalu memelihara kesucian diri. Tasawuf ijabi mempunyai dua corak : (1) tasawuf salafi. maka sejauh hal itu tidak bertentangan dengan Islam dapat dikatakan positif (ijabi). dan tidak pernah mengajarkan hidup kerahiban. Beliau mengajarkan tentang ketakwaan. Dari segi bahasa dan istilah. pertapaan atau uzlah sebagai mana dilakukan oleh agama sebelumnya. hidup sederhana. ini merupakan sebagian dari sifat-sifat kaum sufi. ber-taqarrub dan ber-musyahadah dengan Allah SWT. tapi berhati dan berakhlak mulia. Mereka Ahlus-Suffah walaupun miskin. Mereka di sebut sufi karena memakai kain yang terbuat dari bulu domba. di sekitar Masjid Madinah. Tasawuf berasal dari kata Shuffah. 2. maka demikian juga halnya mempelajari semua ilmu yang akan memperbaiki dan memperbagus batiniyah manusia. itulah lambang dari kesederhanaan. Tasawuf juga berasal dari kata shuf (pakaian dari bulu domba atau wol). qana’ah. dan mengikuti contoh Rasulullah SAW dalam segala hal. dan hatinya terus bersatu dengan Allah SWT. mereka hidup miskin. a. tauhid. 3. Pakaian yang menjadi ciri khas kaum sufi. Para ulama penegak pilar-pilar ilmu tasawuf telah menciptakan istilah-istilah untuk memudahkan jalan bagi mereka yang ingin menapaki ilmu tasawuf yang sesuai dengan kedudukannya sebagai pem bersih dan pensuci hati dan jiwa. yakni membatasi diri pada dalil-dalil naqli atau atsar al-Qur’an dan Hadits. . yaitu sebutan bagi orang – orang yang hidup di sebuah gubuk yang dibangun oleh Rasulullah SAW. yaitu sekelompok orang yang berusaha menyucikan hati dan jiwanya karena Allah. Adapun tasawuf yang berkembang pada masa berikutnya sebagai suatu aliran (mazhab). rela berkorban untuk kebaikan umat manusia dan selalu bersikap bijak sana. sementara sunni menerima takwil rasional sejauh masih berada dalam kerangka syari’ah. Sebab apabila mempelajari semua ilmu yang dapat memperbaiki dan memperbagus lahiriyah menjadi wajib. Salafi menolak adanya takwil. Tetapi apabila telah keluar dari prinsip-prinsip keislaman maka tasawuf tersebut menjadi mazhab yang negatif (salbi).sufisme yang mereka tunjukkan adalah ittiba’ dan iqtida’ (kesetiaan meneladani) perilaku hidup Nabi. Adapun perbedaan yang mendasar antara tasawuf salafi dengan tasawuf sunni terletak pada takwil. maka kedudukan ilmu tasawuf diantara ajaran Islam merupakan induk dari semua ilmu. keutamaan akhlak dan juga keadilan. mereka bertawakal (berserah diri) dan mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah SWT. Tasawuf juga berasal dari kata Shafa’ (suci bersih). yakni memasukkan penalaran-penalaran yang rasional ke dalam pemahaman dan pengamalannya. Hukum mempelajari ilmu tasawuf adalah fardhu ‘ain bagi setiap mukallaf. Berbeda dengan orang-orang kaya saat itu yang kebanyakan memakai kain sutra. Mereka tinggal di sekitar masjid nabi dan tidur diatas bangku yang terbuat dari batu dan berbantalkan pelana kuda yang disebut suffah. mementingkan kehidupan yang lebih kekal. Secara Teminologi (isthilah) Imam Junaidi al-Baghdadi berpendapat : “Tasawuf adalah membersihkan hati dari yang selain Allah. Sedangkan tasawuf salbi atau disebut juga tasawuf falsafi adalah tasawuf yang telah terpengaruh oleh faham-faham spiritual dari bangsa Timur maupun Barat. Mereka hijrah dengan meninggalkan harta benda. menyebarkan nasihat kepada umat manusia. adalah seperti hubungan Fiqh dengan aspek lahiriyah manusia. b. berjuang memadamkan semua ajakan yang berasal dari hawa nafsu. Hubungan tasawuf dengan aspek batin manusia.

tauhid. Secara Etimologi (Bahasa) 1. ( Bersambung ) A. Oleh sebab itu. Berbeda dengan orang-orang kaya saat itu yang kebanyakan memakai kain sutra. rela berkorban untuk kebaikan umat manusia dan selalu bersikap bijak sana. mereka bertawakal (berserah diri) dan mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah SWT. Dari segi bahasa dan istilah. Perkembangan teologi yang cenderung mengedepankan rasio yang kering dari aspek moralspiritual. Reaksi atas kecenderungan hidup hedonis yang mengumbar syahwat. dan tidak pernah mengajarkan hidup kerahiban. b. pertapaan atau uzlah sebagai mana dilakukan oleh agama sebelumnya. Katalisator yang sejuk dari realitas umat yang secara politis maupun teologis didominasi oleh nalar kekerasan. Sufi berarti orang – orang yang hati dan jiwanya suci bersih dan disinari cahaya hikmah. sebagian besar ulama sufi memilih menarik diri dari pergulatan kepentingan politik yang mengatasnamakan agama dengan praktek-praktek yang penuh dengan tipu daya bahkan banyak menimbulkan pertumpahan darah. Sebab apabila . Secara Teminologi (isthilah) Imam Junaidi al-Baghdadi berpendapat : “Tasawuf adalah membersihkan hati dari yang selain Allah. a. sehingga kehadiran-Nya senantiasa dirasakan secara sadar dalam kehidupan. Tasawuf juga berasal dari kata Shafa’ (suci bersih). Hukum mempelajari ilmu tasawuf adalah fardhu ‘ain bagi setiap mukallaf. keutamaan akhlak dan juga keadilan. ini merupakan sebagian dari sifat-sifat kaum sufi. di sekitar Masjid Madinah. itulah lambang dari kesederhanaan. 2. Corak sufisme yang mereka tunjukkan adalah ittiba’ dan iqtida’ (kesetiaan meneladani) perilaku hidup Nabi. serta cendrung mementingkan nilai-nilai kebendaan. ber-taqarrub dan ber-musyahadah dengan Allah SWT. kita dapat memahami bahwa tasawuf adalah sikap mental yang selalu memelihara kesucian diri. Pakaian yang menjadi ciri khas kaum sufi. Mereka Ahlus-Suffah walaupun miskin. qana’ah. 3. bulu domba atau wol saat itu bukanlah wol lembut seperti sekarang melainkan wol yang sangat kasar. beribadah. dan hatinya terus bersatu dengan Allah SWT. Dengan cara ini akan mudah bagi manusia menghiasi jiwanya dengan sifat-sifat yang mulia. yaitu sebutan bagi orang – orang yang hidup di sebuah gubuk yang dibangun oleh Rasulullah SAW. 2. 3.Adapun lahirnya ilmu tasawuf didorong dan disebabkan oleh beberapa factor: 1. mereka ikut nabi saat hijrah dari Mekah ke Madinah. Mereka hijrah dengan meninggalkan harta benda. Mereka tinggal di sekitar masjid nabi dan tidur diatas bangku yang terbuat dari batu dan berbantalkan pelana kuda yang disebut suffah. Tasawuf berasal dari kata Shuffah. Mereka di sebut sufi karena memakai kain yang terbuat dari bulu domba. berjuang memadamkan semua ajakan yang berasal dari hawa nafsu. yaitu sekelompok orang yang berusaha menyucikan hati dan jiwanya karena Allah. DEFINISI TASAWUF 22 04 2009 Tasawuf secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha untuk menyucikan hati sesuci mungkin dengan usaha mendekatkan diri kepada Allah. menyebarkan nasihat kepada umat manusia. dan mengikuti contoh Rasulullah SAW dalam segala hal. tapi berhati dan berakhlak mulia. Tasawuf juga berasal dari kata shuf (pakaian dari bulu domba atau wol). mementingkan kehidupan yang lebih kekal. hidup sederhana. penipuan dan memperturutkan hawa nafsu. Ibnu Khaldun pernah menyatakan bahwa tasawuf para sahabat bukanlah pola ketasawufan yang menghendaki kasyful-hijab (tersingkapnya tabir antara Tuhan dengan makhluk) atau hal-hal sejenisnya yang diburu oleh para sufi di masa sesudahnya. Beliau mengajarkan tentang ketakwaan. mereka hidup miskin.

Secara Etimologi (Bahasa) 1. a. Sedangkan tasawuf salbi atau disebut juga tasawuf falsafi adalah tasawuf yang telah terpengaruh oleh faham-faham spiritual dari bangsa Timur maupun Barat. yaitu sebutan bagi orang – orang yang hidup di sebuah gubuk yang dibangun oleh Rasulullah SAW. keutamaan akhlak dan juga keadilan. Tasawuf ijabi mempunyai dua corak : (1) tasawuf salafi. Para ulama penegak pilar-pilar ilmu tasawuf telah menciptakan istilah-istilah untuk memudahkan jalan bagi mereka yang ingin menapaki ilmu tasawuf yang sesuai dengan kedudukannya sebagai pem bersih dan pensuci hati dan jiwa. Adapun lahirnya ilmu tasawuf didorong dan disebabkan oleh beberapa factor: 1. ( Bersambung ) A. maka demikian juga halnya mempelajari semua ilmu yang akan memperbaiki dan memperbagus batiniyah manusia. maka kedudukan ilmu tasawuf diantara ajaran Islam merupakan induk dari semua ilmu. Katalisator yang sejuk dari realitas umat yang secara politis maupun teologis didominasi oleh nalar kekerasan. sementara sunni menerima takwil rasional sejauh masih berada dalam kerangka syari’ah. 3. sehingga kehadiran-Nya senantiasa dirasakan secara sadar dalam kehidupan. Adapun perbedaan yang mendasar antara tasawuf salafi dengan tasawuf sunni terletak pada takwil. di sekitar Masjid Madinah. maka sejauh hal itu tidak bertentangan dengan Islam dapat dikatakan positif (ijabi). Karena fungsi ilmu tasawuf adalah untuk mensucikan batin agar dalam ber-musyahadah dengan Allah semakin kuat. 2. Mereka hijrah dengan meninggalkan harta benda. Beliau mengajarkan tentang ketakwaan. Adapun tasawuf yang berkembang pada masa berikutnya sebagai suatu aliran (mazhab).mempelajari semua ilmu yang dapat memperbaiki dan memperbagus lahiriyah menjadi wajib. Reaksi atas kecenderungan hidup hedonis yang mengumbar syahwat. mereka ikut nabi saat hijrah dari Mekah ke Madinah. sebagian besar ulama sufi memilih menarik diri dari pergulatan kepentingan politik yang mengatasnamakan agama dengan praktek-praktek yang penuh dengan tipu daya bahkan banyak menimbulkan pertumpahan darah. Salafi menolak adanya takwil. mereka hidup miskin. adalah seperti hubungan Fiqh dengan aspek lahiriyah manusia. tapi . yakni membatasi diri pada dalil-dalil naqli atau atsar al-Qur’an dan Hadits. Corak sufisme yang mereka tunjukkan adalah ittiba’ dan iqtida’ (kesetiaan meneladani) perilaku hidup Nabi. DEFINISI TASAWUF 22 04 2009 Tasawuf secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha untuk menyucikan hati sesuci mungkin dengan usaha mendekatkan diri kepada Allah. dan tidak pernah mengajarkan hidup kerahiban. pertapaan atau uzlah sebagai mana dilakukan oleh agama sebelumnya. Mereka Ahlus-Suffah walaupun miskin. Hubungan tasawuf dengan aspek batin manusia. yakni memasukkan penalaran-penalaran yang rasional ke dalam pemahaman dan pengamalannya. mereka bertawakal (berserah diri) dan mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah SWT. Tasawuf berasal dari kata Shuffah. serta cendrung mementingkan nilai-nilai kebendaan. (2) tasawuf sunni. penipuan dan memperturutkan hawa nafsu. Tetapi apabila telah keluar dari prinsip-prinsip keislaman maka tasawuf tersebut menjadi mazhab yang negatif (salbi). qana’ah. Oleh sebab itu. Perkembangan teologi yang cenderung mengedepankan rasio yang kering dari aspek moralspiritual. Ibnu Khaldun pernah menyatakan bahwa tasawuf para sahabat bukanlah pola ketasawufan yang menghendaki kasyful-hijab (tersingkapnya tabir antara Tuhan dengan makhluk) atau hal-hal sejenisnya yang diburu oleh para sufi di masa sesudahnya. Mereka tinggal di sekitar masjid nabi dan tidur diatas bangku yang terbuat dari batu dan berbantalkan pelana kuda yang disebut suffah.

Berbeda dengan orang-orang kaya saat itu yang kebanyakan memakai kain sutra. maka demikian juga halnya mempelajari semua ilmu yang akan memperbaiki dan memperbagus batiniyah manusia. rela berkorban untuk kebaikan umat manusia dan selalu bersikap bijak sana. sementara sunni menerima takwil rasional sejauh masih berada dalam kerangka syari’ah. Adapun lahirnya ilmu tasawuf didorong dan disebabkan oleh beberapa factor: 1. Karena fungsi ilmu tasawuf adalah untuk mensucikan batin agar dalam ber-musyahadah dengan Allah semakin kuat. yakni membatasi diri pada dalil-dalil naqli atau atsar al-Qur’an dan Hadits. Dari segi bahasa dan istilah. 3. Dengan cara ini akan mudah bagi manusia menghiasi jiwanya dengan sifat-sifat yang mulia. mementingkan kehidupan yang lebih kekal. Tasawuf juga berasal dari kata Shafa’ (suci bersih). itulah lambang dari kesederhanaan. Adapun perbedaan yang mendasar antara tasawuf salafi dengan tasawuf sunni terletak pada takwil. Secara Teminologi (isthilah) Imam Junaidi al-Baghdadi berpendapat : “Tasawuf adalah membersihkan hati dari yang selain Allah. maka sejauh hal itu tidak bertentangan dengan Islam dapat dikatakan positif (ijabi). yakni memasukkan penalaran-penalaran yang rasional ke dalam pemahaman dan pengamalannya. Para ulama penegak pilar-pilar ilmu tasawuf telah menciptakan istilah-istilah untuk memudahkan jalan bagi mereka yang ingin menapaki ilmu tasawuf yang sesuai dengan kedudukannya sebagai pem bersih dan pensuci hati dan jiwa. Perkembangan teologi yang cenderung mengedepankan rasio yang kering dari aspek moralspiritual. (2) tasawuf sunni. Sebab apabila mempelajari semua ilmu yang dapat memperbaiki dan memperbagus lahiriyah menjadi wajib. 2. maka kedudukan ilmu tasawuf diantara ajaran Islam merupakan induk dari semua ilmu. Sufi berarti orang – orang yang hati dan jiwanya suci bersih dan disinari cahaya hikmah. Tasawuf ijabi mempunyai dua corak : (1) tasawuf salafi. Hukum mempelajari ilmu tasawuf adalah fardhu ‘ain bagi setiap mukallaf. hidup sederhana. 2. Oleh sebab itu. Adapun tasawuf yang berkembang pada masa berikutnya sebagai suatu aliran (mazhab). Salafi menolak adanya takwil. Katalisator yang sejuk dari realitas umat yang secara politis maupun teologis didominasi oleh nalar kekerasan. menyebarkan nasihat kepada umat manusia. Sedangkan tasawuf salbi atau disebut juga tasawuf falsafi adalah tasawuf yang telah terpengaruh oleh faham-faham spiritual dari bangsa Timur maupun Barat. adalah seperti hubungan Fiqh dengan aspek lahiriyah manusia. Tasawuf juga berasal dari kata shuf (pakaian dari bulu domba atau wol). 3. tauhid. ini merupakan sebagian dari sifat-sifat kaum sufi. yaitu sekelompok orang yang berusaha menyucikan hati dan jiwanya karena Allah. penipuan dan memperturutkan hawa nafsu.berhati dan berakhlak mulia. kita dapat memahami bahwa tasawuf adalah sikap mental yang selalu memelihara kesucian diri. ber-taqarrub dan ber-musyahadah dengan Allah SWT. ( Bersambung ) . Mereka di sebut sufi karena memakai kain yang terbuat dari bulu domba. serta cendrung mementingkan nilai-nilai kebendaan. Tetapi apabila telah keluar dari prinsip-prinsip keislaman maka tasawuf tersebut menjadi mazhab yang negatif (salbi). b. beribadah. Reaksi atas kecenderungan hidup hedonis yang mengumbar syahwat. dan mengikuti contoh Rasulullah SAW dalam segala hal. dan hatinya terus bersatu dengan Allah SWT. bulu domba atau wol saat itu bukanlah wol lembut seperti sekarang melainkan wol yang sangat kasar. sebagian besar ulama sufi memilih menarik diri dari pergulatan kepentingan politik yang mengatasnamakan agama dengan praktek-praktek yang penuh dengan tipu daya bahkan banyak menimbulkan pertumpahan darah. berjuang memadamkan semua ajakan yang berasal dari hawa nafsu. Hubungan tasawuf dengan aspek batin manusia. Pakaian yang menjadi ciri khas kaum sufi.

Perkembangan Tarekat di Indonesia Pada awalnya. 1630) dan Nuruddin ar-Raniri belajar menimba ilmu dan mendapatkan ijazah serta menjadi khalifah. berasal dari keluarga Arab Ranir Gujarat. Dalam tulisannya. Tokoh tarekat Syadziliyah yang terkenal antara lain Ibnu ‘Athoillah as-Sakandari. Ajaran ini berasal dari seorang ulama besar asal Gujarat bernama Muhammad bin Fadhlullah Burhanpuri pengarang kitab at-Tuhfatul-Mursalah ilaa Ruuhin-Nabi. tetapi dalam kitab Bustanus-Salatin karya Nuruddin. Ajaran martabat tujuh merupakan adaptasi dari teori emanasi Ibnul-‘Arabi yang sangat populer di Indonesia. Shufi selanjutnya adalah Nuruddin ar-Raniri. wafat tahun 1068/1658. pengaruh tarekat ini banyak ditemui di daerah Cirebon dan Banten. Syaikh ‘AbdulQadir al-Jilani pernah datang ke Jawa. Beliau sendiri pernah menulis silsilah keturunannya sebagai berikut : Syekh Ali bin Abdullah bin Abdul Jabbar bin Yusuf bin Ward bin Batthol bin Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. Ibunya orang Melayu. Nama lengkapnya adalah Nuruddin bin Ali bin Hasanji bin Muhammad Hamid ar-Raniry. Tarekat Qadiriyah adalah tarekat pertama yang masuk ke Indonesia. Dalam syairnya Hamzah juga bercerita tentang kunjungannya ke Makkah. Baghdad (disana ia mengunjungi makam syekh ‘Abdul-Qadir al-Jilani) dan ke Ayuthia. kota kecil di pantai barat Sumatra yang terletak antara Sibolga dan Singkel). Pendiri Tarekat Syadziliyyah adalah syekh Ali bin Abdullah bin Abdul-Jabbar Abul Hasan as-Syadzili (w. bahwa Hamzah Fansuri (w 1590) adalah shufi pertama di Indonesia yang diketahui secara pasti menganut Tarekat Qadiriyah. ia mengungkapkan gagasan nya melalui syair bercorak wihdatul-wujud yang cendrung kepada penafsiran panteistik. Dia perumus pertama ajaran martabat tujuh di nusantara serta metode pengaturan nafas pada saat ber-dzikir ( yang dianggap sebagai pengaruh yoga pranayama dari India ). beberapa tarekat besar masuk ke Indonesia melalui Makkah dan Madinah. Amalan utama dari tarekat ini pun masih dapat dirasakan hingga saat ini yaitu hizbul-bahr yang diyakini sangat memberi pengaruh yang kuat bagi pengamalnya. bahkan Tarekat Syattariyah menjadi sangat populer di Indonesia sesudah wafatnya. negara yang mempengaruhi berkembangnya tarekat di Indonesia adalah India (Gujarat). Tapi Nuruddin ar-Raniri dalam kitabnya Hujjatus-Shiddiq li daf’iz-Zindiq menganggap. Syamsudin sendiri berafiliasi dengan Tarekat Syattariyah seperti halnya Burhanpuri. dari sanalah Hamzah Fansuri. Namun pada abad-abad berikutnya. Shufi lain yang juga terkenal di Indonesia adalah Syamsuddin (w.1630). Tidak diketahui secara jelas kapan tahun kelahirannya. bahkan mereka dapat menunjukkan letak kuburannya. Dan menurut cerita rakyat setempat. al-Quds. Dengan cara ini pula Tarekat Syattariyah yang berasal dari India berkembang di Makkah dan Madinah dan kemudian berpengaruh luas di Indonesia. Ar-Raniry pernah menjabat Syaikhul-Islam . Di Jawa. 1258). bahwa ajaran martabat tujuh Syamsuddin termasuk ajaran wihdatul wujud yang dianggap menyimpang. Dalam syairnya juga ia mengaku menerima ijazah Tarekat Qadiriyah di Baghdad bahkan diangkat menjadi khalifah dalam tarekat ini. Dengan demikian jelaslah. Syamsuddin wafat tahun 1039 H (1630 M). ayahnya imigran dari Hadromaut. Syamsuddin as-Sumatrani (w. Silsilah keturunannya bergaris sampai kepada saidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. dan ‘Abdul-Wahhab as-Sya’rani. murid Hamzah Fansuri yang banyak menulis kitab dalam bahasa Arab dan Melayu. adanya pembacaan kitab manaqib syekh ‘Abdul-Qadir al-Jilani pada acara-acara tertentu di kehidupan beragama masyarakat disana. Indikasi lain tentang pengaruh Tarekat Qadiriyah di Banten adalah. Dari namanya saja kita tahu bahwa beliau berasal dari kota Fansur (sebutan orang Arab untuk kota Barus. Shufi Indonesia yang pertama kali menulis karangan tentang tarekat adalah Hamzah Fansuri.

Dan selama beberapa generasi. sekaligus menjadi pengikut sejumlah tarekat di India. Ulama lain yang sezaman dengan syekh Abdul Rauf adalah syekh Yusuf al-Makasari (1626 – 1699) penulis kitab ar-Risalah an-Naqsyabandiyah. serta membakar buku-buku yang berisi ajaran sesat. ( walaupun al-Kurani di Indonesia lebih dikenal sebagai syaikh Tarekat Syattariyah yang mengirim Abdul Rauf Singkel sebagai khalifah untuk menyebarkan Tarekat Syattariyah di Indonesia ). terlebih lagi ajaran martabat tujuh yang menjadi bagian dari kepercayaan populer orang Jawa. sehingga menjadi tarekat yang paling “mem-bumi”. yang paling berpengaruh adalah Tarekat Syattariyah dan Naqsyabandiyah. Keduanya merupakan ulama paling terkenal di kalangan murid yang berasal dari Indonesia. Syekh Yusuf mempelajari Tarekat Naqsyabandiyah di Yaman melalui Syaikh Muhammad Abdul Baqi. membunuh orang yang menolak bertobat dari kesesatan. diantaranya adalah syekh al-Qusyasyi. ternyata Tarekat Syattariyah banyak diminati oleh murid-murid dari Indonesia. syekh Abdul Rauf Singkel. serta ke Jawa melalui syekh Muhyidin dari Pemijahan yang sampai sekarang ajarannya masih diamalkan di sana. ar-Raniry juga memiliki banyak keahlian. Kitab ini memberi kesan bahwa syekh Yusuf benar-benar mengajarkan tarekat ini di Makasar. diantaranya adalah Tarekat Syattariyah yang dibawa oleh murid utamanya. yaitu murid-murid Syamsuddin yang dituduh menganut paham Panteisme.atau mufri di kerajaan Aceh pada pemerintahan Sultan Iskandar Tsani dan Sultanah Shofiatud-Din. Kedua tarekat ini pada mulanya diperkenalkan di Madinah oleh seorang Syaikh India bernama Sibghatullah pada tahun 1605. fiqh. . Di antara kedua tarekat yang diajarkan. Sekembalinya dari Makkah tahun 1661. cabang-cabang tarekat dari India berkembang dulu di Makkah-Madinah. Ar-Raniri menetap di Aceh selama tujuh tahun (1637 – 1644) sebagai mufti dan penulis produktif yang menentang doktrin wihdatul wujud. kemudian berguru lagi kepada syekh Ibrahim al-Kurani tokoh Naqsyabandi di Madinah. Selanjutnya di Damaskus. ia menjadi ahli fiqh terkenal di Aceh dan seorang shufi yang menyeimbangkan pandangan para pendahulunya dalam mengajarkan zikir dan wirid tarekat Syattariyah. Ibrahim al-Kurani. padahal di Timur Tengah sendiri. ia berguru lagi dan berbaiat menjadi khalifah Tarekat Khalwatiyah dan mendapat izin ijazah untuk mengajarkan tarekat ini. kedua syaikh ini lebih dikenal orang sebagai penganut Tarekat Naqsyabandiyah. 1691) mewakili perpaduan antara tradisi intelektual shufi India dengan Mesir. Ia mengeluarkan fatwa untuk memburu orang yang dianggap sesat. sejarah. 1660) dan al-Kurani (w. Ar-Raniry tercatat sebagai tokoh shufi terakhir yang membawa pengaruh bagi semua tarekat yang berkembang di Indonesia dan berasal langsung dari India. perbandingan agama. dan paham wihdatul-wujud yang lebih sedikit moderat. Muridnya menyebarkan tarekat ini ke Sumatera Barat melalui syekh Burhanuddin Ulakan. Ia banyak menulis kitab tentang ilmu kalam dan tasawuf. ia mengamalkan Tarekat Rifa’iyah dan menyebarkan ajaran tarekat ini ke wilayah Melayu. ia menguasai ilmu teologi. Sebagai seorang shufi. selain itu ia juga menganut tarekat Aydrusiyah dan Qadiriyah. Dalam ber-tarekat. Keduanya adalah pewaris syekh Zakariya al-Anshori dan ‘Abdul-Wahab asSya’rani dalam bidang fiqh dan tasawuf. Kitab ini berisi antara lain tentang tekhnik meditasi dalam berdzikir. menganut aliran tauhid Asy’ariyah. Al-Qusyasyi (w. kemudian di bawa ke Indonesia. Sepeninggalnya. Barangkali beliau-lah orang pertama yang memperkenalkan Tarekat Khalwatiyah di Indonesia. serta puteranya syekh Muhammad Thahir di Madinah. Di Sulawesi tarekat ini disebarkan oleh salah seorang muridnya yang bernama Abdul Basir ad-Dharir al-Khalwati yang lebih terkenal dengan nama Tuang Rappang I Wodi. Pada tahun 1054/1644 ar-Raniry meninggalkan Aceh kembali ke Ranir karena mendapatkan serangan balik dari lawan-lawan polemiknya. Syekh Abdul Rauf belajar di Makkah selama 19 tahun dengan guru-guru tarekat. dan politik. murid-murid dari Indonesia belajar kepada pengganti alKurani dan berbaiat menjadi pengikut Tarekat Syattariyah. karena tarekat ini relatif lebih mudah jika dipadu dengan berbagai tradisi nusantara. hadits.

Kubrawiyah dan beberapa tarekat lainnya. Qadiriyah. Dan tarekat ini sekarang mengakar dan banyak diamalkan orang di Sulawesi Selatan. Walaupun demikian ia telah menjadi sebuah tarekat tersendiri dengan zawiyah sendiri dan dengan pengikut lokal ketika syaikh-nya masih hidup. Chistiyah. Syattariyah. dalam usia 80 tahun. Pengikut tarekat Tijaniyah berkeyakinan. orang orang Indonesia yang bermukim di Arab tertarik dengan ajaran syekh Muhammad bin Abdul Karim as-Samman (w. Murid syekh Samman yang paling terkenal adalah syekh Abdus Shomad al-Palimbani. sehingga syekh Ahmad dan para pengikutnya dipaksa meninggalkan Aljazair. Ketika bangkit gerakan Wahhabiyah yang memusuhi kaum shufi dan membenci pengamal tarekat yang cendrung menjauhi dunia dan suka melestarikan tradisi penghormatan terhadap makam syaik-syaikh mereka. Syattariyah. Naqsyabandiyah. orang-orang Indonesia yang bermukim di Arab. Tarekat ini berkembang sedikit berbeda dengan ritual tarekat Sammaniyah lainnya di nusantara. juga pernah menjadi pengikut Tarekat Dasuqiyah. Di Sulawesi Selatan. Khalwatiyah. Beberapa ulama di Palembang berafiliasi dengan tarekat ini. Abad berikutnya. yakni teknik spiritual Tarekat Qadiriyah dan Naqsyabandiyah menjadi unsur utama yang ditambah dengan unsur- . terutama di kalangan para bangsawan Makasar. di antaranya adalah Tarekat Naqsyabandiyah. Syadziliyah. Syekh Ahmad at-Tijani pindah ke Fez pada tahun 1798. Qadiriyah. Khalwatiyah dan Sammaniyah. ia menyebarluaskan tarekat ini di Kalimantan. Sesudah syaikh Samman wafat. Maroko. nanti akan kami jelaskan secara terperinci di dalam buku ini. syaikh Yusuf al-Makassari banyak memperoleh ijazah dari sejumlah tarekat. Keduanya bersaing dan saling mempengaruhi sehingga pada akhirnya bergabung menjadi tarekat Khalwatiyah Sammaniyah. dan meninggal di Fez. Tentang keistimewaan dan keunggulan tarekat ini. tarekat Tijaniyyah justru berkembang pesat. Ketika pulang ke Indonesia tahun 1670 dia mengajarkan ajaran spiritual. Ahmadiyah. Syekh Nafis al-Banjari juga mengamalkan berbagai tarekat. karena silsilah syekh Samman hanya melalui gurunya yaitu syekh Musthafa al-Bakri. bahwa tarekat Tijaniyah adalah tarekat yang terbaik. dan banyak mendapatkan pengikut terutama di pulau Jawa dan Madura. Syekh Muhammad Samman mengembangkan cara berzikir baru yang ekstatik dan menyusun sebuah ratib (doa-doa) sendiri. Naqsyabandiyah dan Syadziliyah. dan hidup disana hingga beliau wafat. ‘Aydrusiyah. seperti Tarekat Qadiriyah. Secara formal tarekat ini merupakan salah satu cabang dari Tarekat Khalwatiyah. belajar tarekat ini dari khalifahnya yang bernama Shiddiq bin Umar Khan. Tarekat Tijaniyyah masuk ke Indonesia pada tahun 20-an. Ulama Indonesia yang menyebarkan tarekat ini adalah syekh Nafis al-Banjari dengan karyanya ad-Durrun-Nafis dalam bahasa Melayu.Dalam pengembaraan ilmiahnya. sehingga tarekat ini mendapat kedudukan yang kokoh di kesultanan Palembang. Tarekat Sammaniyah merupakan gabungan dari tarekat Khalwatiyah. Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan tarekat gabungan serupa dengan Sammaniyah. Perkembangan yang cukup pesat dari tarekat ini ternyata mampu menyaingi otoritas Utsmaniyyah. karena memiliki keunggulan dan keutamaan yang tidak dimiliki oleh tarekattarekat lainnya. pengamal tarekat Kholwatiyah. bahkan Sultan Palembang telah menyediakan sejumlah dana yang cukup besar untuk membangun zawiyah syekh Samman di Jeddah. Ba’alawiyah. pengarang sejumlah kitab-kitab penting berbahasa Melayu. 1775) ulama Madinah. dan keanggotaannya terbatas pada kelompok etnis Bugis saja. yang ternyata merupakan gabungan antara teknik spiritual Khalwatiyah dengan berbagai tekhnik dari tarekat-tarekat lainnya. Tarekat Tijaniyyah didirikan oleh Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijani (1150 – 1230 H/ 1737 – 1815 M) yang lahir di ‘Ainu Madi. Bahkan perkembangan tarekat ini semakin pesat terutama setelah mendapat dukungan dari raja Maroko. tarekat Sammaniyah bertemu dengan Tarekat Khalwatiyah. Maula Sulaiman yang berkepentingan mendekati syekh Ahmad untuk menghadapi pesaingnya dari zawiyah para syarif yang dinilai dapat merongrong kekuasaannya. Aljazair Selatan.

Tarekat Ni’matullohi. dan membimbing hati untuk menghimpun berbagai kwalitas dan keutamaan. dan The Triumphal Sun. yaitu Sulaiman al-Qarimi. budaya. Awalnya. Ribuan orang dibaiat menjadi pengikut tarekat ini dan menjalani latihan berkhalwat di zawiyah tersebut. 1236). Bahkan Syaikh Nizomuddin Auliya pernah berkata : “Seorang salik yang tidak memiliki referensi spiritual. baik di tanah kelahirannya maupun di dunia Barat. Annemarie Schimmel (w. Dia juga telah menerjemahkan kitab Divani Syam-i Tabriz. tarekat ini berideologi Sunni. The Life and Work of Rumi. Para penggantinya. Ia mempunyai banyak pengikut dan menjadi guru Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah sebagai tarekat paling populer di Indonesia. Ajaran tasawuf harus bertujuan membidik realitas muslim agar dapat dibangkitkan perasaan cinta kasihnya. khalifahnya syekh Abdul Karim dari Banten menggantikannya sebagai syaikh tarekat ini. tarekat ini lebih menekankan persaudaraan dan kesetaraan seluruh umat manusia. tarekat kelahiran Iran yang telah populer. sebuah tarekat kelahiran India. Dalam tarekat ini. 1273) menjadikan puisi-puisi karangannya sebagai salah satu pusat inspirasi spiritual. Orientalis yang sangat berjasa dalam memperkenalkan tarekat Rumi ke dunia Barat adalah Reynold A. A Study of The Works of Jalaludin Rumi. terutama melalui ‘whirling darvish’ nya. tetapi juga menerjemahkan seluruh naskah tersebut (sebanyak 6 jilid) ke dalam bahasa Inggris. tarekat Ni’matullah mempunyai banyak pengikut di Amerika Serikat. Tarekat lainnya adalah Naqsyabandiyah Kholidiyah yang tersebar berkat zawiyah yang didirikan oleh syekh Abdullah al-Arzinjani di Jabal Abu Qubais Makkah. Tarekat Mawlawiyah kelahiran Turki ini dikenal luas. Kitab itu menjadi dasar bagi para guru tarekat Chisytiyah dalam mengajar murid-muridnya. Eropa. Saat ini. Tarekat ini merupakan satu-satunya tarekat yang didirikan oleh ulama asli Indonesia syekh Ahmad Khatib Sambas (Kalimantan Barat) yang lama belajar di Makkah dan sangat dihormati. Hal ini terbukti bahwa para pengikut tarekat Chisyti di India menjadikan kitab ‘AwarifulMa’arif karya syaikh Syihabuddin Abu Hafs Umar Suhrawardi sebagai kitab pegangan mereka. Tokoh lain yang sangat berjasa dalam memperkenalkan Rumi ke dunia Barat adalah Prof. dan khususnya di Persia (Iran). Maulana Jalaluddin Rumi (w. karena seorang shufi harus mengarahkan perhatiannya hanya kepada wilayah keesaan Ilahi (tauhid). praktik tasawuf bertujuan menciptakan kepribadian lahiriah yang sangat etis. konsep ketuhanan dan amalan-amalan shufi. Sulaiman al-Zuhdi dan Ali Ridho menyebarkan tarekatnya kepada orang-orang Indonesia yang mengunjungi Makkah dan Madinah dalam jumlah yang lebih besar lagi selama abad ke-19. yang didirikan oleh syaikh Mu’inad-Din Chisyti (w. segala perbedaan dan perselisihan sektarian harus dihilangkan. sehingga mampu menyatukan para pemeluk dari pelbagai agama dan keyakinan.unsur tarekat lain. Dalam ajarannya. Selain itu. 2003). seperti I am Wind You Are Fire. Dua orang khalifah utama lainnya adalah Kiyai Tolhah dari Cirebon dan Kiyai Ahmad Hasbullah dari Madura. yang telah menulis dengan penuh penghargaan dan kebanggaan tentang karya-karya Rumi. baik di negeri Muslim maupun di Barat. (walaupun akhir-akhir ini banyak diamalkan oleh kaum Syiah). Dengan energi tasawuf inilah. Dengan ‘matsnawi’-nya. maka kitab Kasyful-Mahjub sudah cukup baginya untuk dijadikan pegangan”. dan kebangsaan. Nicholson yang bukan hanya meng-edit secara kritis semua naskah matsnawi. Ia ahli dalam bidang fiqh. Di tempat ini pula puluhan orang Indonesia menerima ijazah untuk mengajarkan tarekat ini di kampung halamannya masing-masing. juga pengabdian dan cinta kasih kepada sesama manusia tanpa mempedulikan perbedaan keyakinan. Tokoh tarekat ini adalah Javad Nurbakhsy yang cukup produktif menulis karya-karyanya. Sedangkan karya Rumi yang lain Fihi Ma Fihi telah diterjemahkan oleh Arberry dengan judul Discourse of Rumi. Ketika ia wafat tahun 1873. Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan salah satu dari dua tarekat yang memiliki jumlah pengikut terbesar di seluruh Indonesia. . sehingga setiap orang merasa sama dalam persaudaraan kemanusiaan. penghormatan tanpa prasangka buruk. kitab Khasyful-Mahjub karya al-Hujwiri juga sangat populer digunakan oleh kaum Chisti. Tarekat Chisytiyah.

. di samping tarekat-tarekat lain yang tidak kami sebutkan.Terakhir. Demikianlah sekilas tentang perkembangan sebagian ajaran tarekat yang masuk ke Indonesia. Syekh as-Sanusi telah mendirikan sebuah zawiyah di Abu Qubais Makkah. pengarang kitab as-Salsabil ul-Ma’in fit-Tharo’iqil-Arba’in dan al-Masa’ilul-‘Anshar. disebabkan kurang berkembang dan tentunya kurang banyak diminati oleh orang. tarekat Sanusiyah didirikan oleh Muhammad bin ‘Ali as-Sanusi (1787 – 1859). Melalui kitab ini sejumlah tarekat mu’tabaroh disebut dan dijelaskan. tapi beliau terpaksa meninggalkan Makkah pada tahun 1840 dan kemudian tinggal di sebuah bukit yang bernama Jabal Akhdar di daerah Curenaica. Kedua kitab ini termasuk bahan rujukan yang digunakan oleh Jam’iyah Ahlith-Thoriqoh Mu’tabaroh An-Nahdliyyah.

Ide ini akhirnya masuk dan meluas di kalangan sufi Melayu sejalan dengan masuknya agama Islam ke nusantara. Ide Araby itu dituangkan di dalam buku karyanya Fushushul-Hikam. Ilmu para nabi dan wali adalah suatu pancaran dari Nur Muhamad yang merupakan induk kepada segala yang wujud ini. dan daerah yang pertama kali menerima adalah Aceh (Hasymy: 1989:band .1983: 24. sehubungan dengan semakin besar dan jayanya Islam pada abad ketiga Hijriyah dan kemudian diadakan penerjemah besar-besaran terhadap buku-buku hasil pemikiran dan pengetahuan Yunani yang dikenal sudah tinggi khususnya pemikiran filsafat. Menurutnya Nur Muhammad merupakan jalan hidayah (petunjuk) dari semua Nabi. Di samping itu semakin meluasnya Islam ke beberapa kerajaan yang besar dan sudah maju ilmu pengetahuan serta kebudayaanya semacam Persia. dan Fusush al-Hikam. diutus hingga Nabi Muhamad s. Pada zaman Khalifah. . 1. Ide ini akhirnya disistemasikan dan ditegaskan oleh Abdul Karim al-Jili (832H) dalam kitabnya al-Insan al-Kamil fi Ma'arifah al-awa'il wa al-Awakhir. maka Islam sudah berakulturasi dengan budaya setempat sehingga lahir pemikiran tempatan yang ‘disesuaikan’ dengan Islam. Namun sebelum karya besarnya itu lahir. Bagi Ibnu Arabi. Karena itu agama yang dibawa oleh para Nabi pada prinsipnya sama apalagi dalam keyakinan al-Challaj. Maka boleh jadi yang masuk adalah pengaruh yang aneh maka biasanya akan menjadi tonggak yang akan dikenang orang. Nur Muhamad merupakan asal-usul kejadian semua makhluk yang hidup dan sumber yang terpancar daripada ilmu para Nabi dan wali. dan sejak wujud Martabat al-Wilayah atau kenabian dalam pemikiran Sufi. Dengan kata lain Nur Muhamad ialah roh yang nyata dengan rupa para Nabi dan wali sejak Nabi Adam a.1985:317).a. Daudy. Ide Nur Muhammad ini merupakan untaian dari tiga ajaran utamanya yaitu chulul dan wachdatl adyan.s. .378C. bandingkan juga mis. Ide awal paham Nur Muhammad ini adalah dari seorang tokoh sufi kontroversial Al Challaj. semua Nabi merupakan emanasi wujud sebagaimana terumus dalam teori chulul-nya. 1989:112). Hikayat Nur Muhammad adalah sebuah hikayat yang menceritakan tentang Nur Muhammad sebagai awal penciptaan semesta.Snouck Horgronje mengatakan bahwa watak Islam pada zaman Nabi adalah seperti anak muda yang penuh dengan vitalitas dan kemauan dan hanya dibekali oleh Al-Qur’an dan Sunnah Nabi dalam suatu lingkungan yang terbatas. Agama Islam yang masuk ke Indonesia pada awal-awal itu masih asli. maka mulailah ajaran Islam kemasukan faham filsafat. Kerajaan Islam yang pertama kali berdiri adalah Perlak pada tahun 225 H (abad ke-9 M).Pemikiran Sufistik (Nur Muhammad) Hamzah Fansuri Tulisan ini merupakan kajian tehadap naskah Hikayat Nur Muhammad yang penulis dapatkan dari Koleksi Naskah Musium Pusat Jakarta dengan kode Ml. Teori Nur Muhammad ini kemudian diteruskan oleh Ibnu Araby (638H/240M) dalam karyanya al-Futuhat al-Makiyyah. watak Islam ibarat orang dewasa malahan sudah orang tua (Abdul Gani dalam Hasymy ed. Seminar Masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia di Aceh pada tanggal 10-16 Juli 1978 menegaskan hasil Seminar Sejarah Islam di Medan tahun 1963 bahwa Agama Islam masuk ke Indonesia pada abad I Hijriah yang langsung dibawa dari tanah Arab. Akibat perkenalannya dengan pemikiran-pemikiran Yunani. gagasan adanya Nur Muhammad itu dituangkan di dalam risalah kecilnya yang berjudul Syajarat alKaun. Ide ini didasari oleh ajaran yang dilontarkan oleh Ibnu Araby. karena langsung dari Arab. Peranan Ahli Tasawuf dalam Masuk dan Berkembangnya Agama Islam ke Nusantara Timbulnya gagasan Nur Muhammad di dalam kesusastraan Melayu ini tak bisa dilepaskan dengan masuknya Agama Islam ke Nusantara (Melayu ). Arnold.w. seorang ahli sufi falsafi wachdatul wujud. Dia menghubungkan dengan konsep manusia sempurna (insan kamil).

dilakukan oleh ulama sufi yang bernama Syeikh Abdullah. penyebaran Islam dilakukan oleh tiga ulama Sufi yaitu Syeikh . Hubungan dengan India sangat erat sehingga istilah agama seperti gelar Makhdum yang dipergunakan di India untuk guru-guru dan ulama juga digunakan di Pasai.juga buku-buku tasawuf yang penting karya Abdul Karim al-Jilli (Insanul-Kalim fil-Ma’rifatil-awakhir wal-awa’il). Aceh kedatangan sufi-sufi dari berbagai negara yang secara langsung menciptakan iklim kehidupan mistik dan melahirkan pemikiran terhadap masalah-masalah keagamaan. terutama setelah lahirnya kerajaan Pasai pada abad ke-13 M (ibid : 10-11). maka kita akan berkesimpulan bahwa di tahun-tahun pertama masuknya Islam ke Nusantara jasa terbesar adalah dari golongan sufi. Ibnu Arabi (Fusushul-Hikam. Contohnya adalah Syamsuddin as-‘Sumatrani. 1983: 30). Dialah yang menyanggah ajaran wujudiyyah-nya Hamzah Fansuri dan Syamsuddin. 1983:16). Peranan ahli sufi semakin menonjol dalam penyebaran agama Islam di kawasan Asia Tenggara setelah Baghdad jatuh ke tangan orang Mongol pada tahun 1258 M. kerajaan Aceh Darussalam muncul sebagai suatu negara yang kuat dan berkedaulatan di bawah kekuasaan Sultan Ali Mughayat Syah (Daudy. Kalau kita mau meneliti secara jujur. dll. animisme. Selain berkedudukan sebagai mufti dengan gelar Syeikhul-Islam. ini menunjukan keahlian tokoh-tokoh sufi dalam menyusun sistem dan metode penyebaran yang dengan cara-cara khas mereka (Abdullah.( Daudy. Futuhatul-Makiyyah). Dengan kedudukannya.1983:90). untuk berdikusi masalah-masalah agama antara lain masalah esoterik. Orientasi kehidupan keagamaan yang lebih berciri kepada ajaran mistik telah memberikan peluang luas bagi ahli-ahli sufi. India.1984:33-34). Selain itu juga menjadi pusat pengiriman mubalig ke berbagai tempat seperti di Jawa. Akhirnya ajaran mistik Islam ini sangat mendominansi Aceh. 1983:2729). Itulah yang merupakan faktor yang sangat menentukan jalannya kehidupan dan pemikiran keagamaan dalam kerajaan Aceh Darussalam yang lahir kemudian sekitar abad ke-16 (Daudy.Sebagaimana yang dikatakan di atas bahwa Acehlah yang pertama mula menerima Islam karena memang sejak abad ke 1-6 M Aceh telah memainkan peranan penting dalam perdagangan maritim internasional (Daudy . Di Patani. 1983 :26) yang kedatangan mereka itu disambut dengan sangat baik oleh berbagai kerajaan. 1983:22-23). Sifat kehidupan agama dalam kerajaan Pasai pada abad ke-14 -15 sangat didominir oleh ajaran mistik. Diduga ajaran tarikat sufi juga telah berkembang dalam jaman itu.Nabi). Arab. walaupun ia sangat menyimpang dari ajaran resmi yang diakui dan dihayati kalangan istana dan umum. Dia adalah seorang tokoh yang tasawuf wujudiyyah yang telah memperoleh kedudukan tinggi sebagai orang kedua dalam kerajaan Aceh pada masa Sultan Iskandar Muda. Sejak jaman Sultan Malik al-Zahir (wafat 1326 M) Pasai telah menjadi pusat studi dan dakwah Islam. Malaka. menjadikan nya sebagai tokoh mistik yang dihormati dan disegani (Daudy. Patani. Contoh lain misalnya Syeikh Nuruddin Arraniry yang datang ke Aceh sebelum 1637 M dan yang untuk kedua kalinya (1637 M) diberi kesempatan oleh Sultan Iskandar Tsani sebagai mufti. Keempat kitab itu sangat memainkan peranan pentingnya dalam perkembangan pemikiran agama terutama tentang filsafat mistik wachdatul wujud / pantheisme yang diajarkan oleh Hamzah Fansuri dan Syamsuddin asSumatrani yang dikenal dengan ajaran wujudiyyah dan teori martabat tujuh. Penyebaran islam ke Kelatan dan Kedah misalnya. pemikiran-pemikiran filsafat juga mistik. peranan Aceh dalam perdagangan semakin menonjol . maupun Budhisme dan Hinduisme yang saat itu sudah menyebar. Kerajaan Aceh mencapai puncak keemasan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (wafat 1636 M). dll. Mereka dijadikan menjadi penasehat dan mufti (Daudy. Muhammad bin Fadhlullah al-Burhanpuri (at-Tuhfatul-Mursalah ila Ruhin. Di istana sering berkumpul para ulama besar Persia. dia juga sering dipercaya Sultan dalam urusan-urusan kenegaraan. Hampir semua daerah yang pertama kali memeluk Islam bersedia menukar kepercayaan asalnya dari dinamisme. Mereka bukan saja terdiri dari orang-orang Arab tetapi juga orang-orang Persi dan India (Daudy.1980:15). Setelah agama Islam masuk di pulau Sumatra. Pada abad ke-16 M.

Orang sering menuduhnya sebagai orang yang zindik. khususnya syair. Hal yang selalu disanggah oleh orang atas diri Hamzah adalah karena faham wachdatul-wujud. al-chaqiqatul-muhammadiyah dan wahdatul adyan. 4. Selain itu Syeikh Fadhlullah al-Burhanpuri yang menulis kitab memperkuat sokongannya terhadap dua Syeikh dari Arab tadi. Ajaran lain yang terkenal dari beliau yang juga mempengaruhi pemikiran tasawuf di Sumatera ini adalah ajaran tentang al-chaqiqatul muchammadiyah/ nur muhammad. Pada saat itu sebagaimana dikatakan di depan. Di sini akan penulis paparkan bagaimana pandangan Syeikh Hamzah Fansuri dalam proses terciptanya alam semesta yang ada kaitannya dengan faham Nur Muhammad. Di lapangan sastra. Syair Burung Pingai. Beliau berdua sangat terpengaruh oleh alam fikiran Ibnu Araby yang terkenal dengan ajaran wachdatul-wujudnya yang oleh penentangnya (misalnya Syeikh Nuruddin ar-Raniry) disebut wujudiyah. kafir. Syair Dagang. Para wali tersebut termasuk juga para ahli tasawuf (sufi). Keduanya adalah tokoh sufi yang sealiran dengan ulama Hidustan seperti Syeikh Syaifur-Rijal. Beberapa kitab karyanya antara lain: Asrar al-Arifin fi Bayanil-Ilmis-‘Suluki wat-‘Tawhid. kerajaan Aceh sangat strategis dalam lalu lintas perdagangan di Asia Tenggara. Syeikh Said Barsisa dan Syeikh Gombak Abdul Mubin (Abdulah.Shafiyuddin. Syair Sidang Faqir. . Alam fikiran sufi yang mempunyai pengaruh luas dan bercorak pantheistik terutama jelas sekali di kalangan ahli-ahli fikir Sumatra Utara semenjak abad ke-16 dan permulaan abad ke-17 Masehi.tt:252). tetapi hanya sebagai alat untuk menyebarkan agama Islam (Abddulah.1980 :36-37). bagi mereka. Kedua. yang semua itu didukung oleh rakyatnya. adalah tokoh yang sefaham dengan sufi ekstrem Al-Challaj dengan faham hulul. Hamzah telah menulis antara lain : 1.1980: 15-20). Karya prosanya ini banyak mengingatkan kepada karya Ibnu Araby (Hadiwijono. sedang dalam tasawuf Hamzah mengikut tarikat Qadiriyah (Abdullah. 1980: 32). Kitab Tuhfatul-Mursala tersebut menjadi pegangan kuat kaum sufi yang menganut ajaran martabat tujuh yang kemudian disimpulkan di dalam ajaran wachdatul wujud (Abddulah. sultan Aceh yang bernama Iskandar Muda Mahkota Alam Syah sangat mencintai Islam. Pengaruh tasawuf di dalam kehidupan kerajaan Aceh semakin jaya terutama semasa berkuasanya Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam Syah (1606/1607-1636). Pertama. Faham kedua tokoh dari Mekkah tadi disokong olah Syeikh Hamzah Fansuri dan muridnya Syeikh Syamsuddin As-Sumatrani. Syarbul Asyiqin. Dari Makkah telah datang Al Alim Allamah Syeikh Abdul Khair dan Al-Alim Allamah Syeikh Muhammad Al-Yamin pada sekitar tahun 990H/1582 M (Zainuddin. Ada dua orang di antara tokoh-tokoh sufi itu yang sangat menarik untuk dibicarakan sehubungan dengan aliran pantheistik ini yaitu Syech Hamzah Fanshuri dan Syech Syamsuddin Sumatrani. 2. dan Ruba’i Hamzah Fansuri. alim ulama. Gagasan Nur Muhammad di dalam Karya Hamzah Fansuri Nama Hamzah Fansuri di lapangan penyelidikan sastra Indonesia dan para ulama sangat terkenal. Zinatul-Muwahiddin. Penyebaran Islam di Jawa dilakukan oleh para wali yang selanjutnya dikenal dengan sebutan Wali Sanga. Pada masa itu banyak ulama-ulama intelek yang berdomosili di Aceh. Sementara itu pada masa dahulu orang Islam memang termasuk orang yang ahli dalam berdagang. hulul. syirik. Namun. sesat dan sebagainya. 2.dan ilmu pengetahuan. ulama-ulama yang menganut faham mistik sangat mendapat tempat yang paling utama.tt:14-15). 3. secara geografis.1990:30). Ada orang yang menuduh beliau adalah pengikut faham Syi’ah. dan ittihad. Para ahli hampir semuanya mencatat bahwa dia bersama muridnya Syamsuddin. berdagang bukanlah menjadi tujuan pokok. Ada pula orang yang mempercayai bahwa dia itu bermazhab Syafi’i di dalam fiqih. Syair Pungguk.

wachidiyyah. maklum jadi pada dirinya.Hamzah mengambarkan cara Zat Mutlak itu menjelma (tanazzul) seperti laut (Zinatul-Muwahiddin hal 15) Penjelmaan atau pengaliran ke luar itu terjadi dalam beberapa pangkat atau mertabat yaitu : (1) pangkat laut yang bergerak di dalamnya segala sesuatu tersimpan. sungai namanya. tak ada dahulu atau kemudian. Pangkat ini disebutnya sebagai ta’ayyun awwal (pembedaan pertama). Allah adalah Zat yang Mutlak yang diibaratkan sebagai laut yang tiada berkesudahan (Asrar hal. yakni setelah ruh idhafi dengan isti’dad asli dengan a’yan tsabitah hilir di bawah kun fa yakun sungai namanya. Di sini berarti bahwa Zat Allah tahu bahwa diri-Nya sendiri yang ada. Allah adalah suatu zat yang Mutlak yang mendahului segala sesuatu sebagaimana dikemukakannya di dalam Asrar Arifin. yakni nyawa ruh idlafi kepada namanya.tt:26). Dikatakannya di dalam Syarabul-Asyikin : “Taayyun awaal wujud yang jama’i. asap namanya.15) Tahap-tahap pengaliran/ martabat itu diistilahkan dengan achadiyah. laut itu disebutnya sebagai Laut Batiniyyah (Bahrul-Butun). Wachda digambarkan sebagai gerak ombak. surga dan neraka belum ada. arasy dan kursyi belum ada. karena ia suci dari pada segala suci (hal.1980:37) Karya-karya syairnya menunjukan bahwa dia sangat mengenal tasawuf Persia yang bersifat erotis (Hadiwijono. jika masuk pun sekalian itu tiada ia kurang lebih. serta (5) pangkat sungai. Apabila laut itu melepas jadi nyawa.5) Selanjutnya dikatakan bahwa Zat Allah itu tak bisa diibaratkan. di dalamnya realitas yang terpendam berada sebagai satu kesatuan yang kemudian membagi-bagi diri untuk kemudian mengalir ke luar ke dalam dunia gejala /fenomena ini. Tetapi laut itu maha suci tiada berlebih dan tiada berkurang . Pada pembedaan pertama ini Zat Allah menjadi sadar akan diri-Nya sendiri serta memiliki pengetahuan tentang segala daya yang terpendam pada diri-Nya sebagai kesatuan. tatkala . tiada yang lain kecuali Dia.5. di dalamnya realitas yang terpendam itu keluar atas perintah ilahi “ fa yakun”. sebab tak ada ibarat yang bisa dipakai untuk mengurai keadaan Allah. Apabila hujan itu jatuh ke bumi.nabi. (2) pangkat ombak. Jika keluar sekalian itu tiada ia kurang. Ia tahu bahwa Ia memiliki daya untuk menjelmakan Diri-Nya (Hadwijono. Ruh idlafi. dan 6.tt:15). Lebih jauh Hamzah mengatakan dalam Zinatul –Muwahidin : “Adapun ta’ayyun awwal itu ditamsilkan oleh ahli suluk seperti laut. dan cahaya (nur). alam sekalian belum ada.yaitu gambaran dunia yang kongkrit ini. Syair Ikan Tongkol. laut yang dalam (Bahrul-amiq) dan laut yang mulia (Bahrul-‘ulyan) (Hadiwijono. Di tempat lain dikatakan : “Wachdat itulah yang bernama “kamal zati”. Di dalam beberapa syairnya. tiada sifat dan tiada nama. Pada pangkat ini terjadi empat pembedaan yaitu :pengetahuan (ilm). eksistensi (wujud). Menurut Hamzah. “ketika bumi dan langit belum ada.tt:30-32). Hakekat sebenarnya dari Zat Allah itu tanpa pembeda-bedaan (la ta’ayyun). Itulah yang pertama. (hal. pengamatan (syuhud). Apabila laut timbul maka ombak namanya. Pada-Nya tiada atas atau bawah. tak bisa diuraikan dengan ibarat. (4) pangkat hujan. Syair Perahu (Abdullah. semesta alam sana lagi ijmali.di dalamnya terjadi peninjauan Zat atas diri-Nya sendiri (3) pangkat asap dan awan. yakni apabila alim memandang dirinya. itulah bernama chaqiqat Muchammad nabi (hal. tak ada kanan atau kiri dan seterusnya (Asrar hal 8). Tingkatan wachda ini disebut juga ”cahaya Muhammad” (Nur Muhammad) atau “realitas Muhammad” (Chaqiqatul-Muhammadiyah). wachdah.14). pertama di sana nyata. Pangkat achadyiah disebut juga pangkat la-ta’ayyun (tanpa pembeda-beda). Menyatakan sana ruh Muhammad an. yakni ruh idhafi dengan a’yan tsabitah keluar dengan qaul (kun fa yakun) berbagai-bagai. Apabila sungai itu pulang ke laut. apa yang pertama? Yang pertama ialah Zat. 30).laut hukumnya. yang ada pada dirinya.

Tempatnya berasal di antara yang mengenal dan yang dikenal (antara Zat yang Mutlak dan dunia).’ilm yang melihat maklumat itu.itulah bernama “ruh idhafi”.Allaahu ta’aala ar-‘Ruah. Maka ketiganya disebut sebagai “Maratib-ilahi” (Hadiwijono. sekarang mengalir ke luar sebagai roh. adalah pangkat penjelmaan di mana pembagian rohaniah adalah suatu kenyataan. chaqiqat Muchammad saw.itu bernama “ruh idlafi”(hal.Allaahu ta’aala an-Nuur. Oleh karena itu pada bagian lain disebutkan bahwa Nur Muhammad bersinar dari Zat Allah (Syarabul Asyikin hal. Wachda adalah logos. Pengertian a’yan kharija menunjukkan bahwa penjelmaan ini dan penjelmaan berikutnya terjadi di luar Zat yang Mutlak. 97) dan bahwa seluruh alam semesta dijadikan dari pada cahaya Muhammad. Dan pada suatu ibarat “nur” namanya. Ketiga pangkat penjelmaan. . Wachda adalah cermin yang memantulkan gambar dari yang Mutlak atau bayang Yang Mutlak. berbagai-bagai (Zinatul-Muwahidin hal. awwalu maa khalaqa Allaahu ta’aala al-qalam”(hal. Alam ini merupakan perbatasan antara alam arwah dan alam segala tubuh. Di bagian lain (Syarabul-Asyikin hal 52-53) Hamzah menyebutkan adanya pembeda-bedaan ketiga (ta’ayyun tsalis) yang dinamai pula a’yan kharija (realitas yang keluar). pada suatu ibarat ”kalamul-a’la” namanya. Pangkat alam mitsal. maka alam semesta ini tidak akan ada (Asrarul-Arifin hal. air dan sungai yang terkenal dengan pangkat-pangkat alam mitsal. alam insan. yakni papan tempat menyurat. Oleh karena itu pangkat ini disebut juga alam arwah. achadiyah. serta tak binasa. Pangkat penjelmaan terakhir adalah alam insan. sedemikian rupa sehingga Zat yang Mutlak itu tampak di dalam dunia gejala. yang dengannya Yang Mutlak mengenal diri-Nya dan kemudian seolah-olah Yang Mutlak bangkit dari lamunan-Nya. Nur Muhammad adalah pengetahuan(‘ilm) yang melihat kepada ma’lum atau ide. wachda. yakni ruh idhafi dengan a’yan tsabitah keluar dari qaul kun fa yakun. Wachda adalah pangkat penilikan diri dari Zat yang Mutlak. Pangkat selanjutnya adalah wachidiyya yang disebut juga pembeda-bedaan kedua (ta’ayyun tsani). yaitu dunia yang nampak ini. Alam ini bercirikan warna seperti alam impian (Hadiwijono:45). Ia disebut juga “nur Muhammad” (Hadiwijono. semuanya terjadi dalam satu eksistensi Ilahi. yakni nyawa bercampur . Adapun pada suatu ibarat. atau sebagai lahir dan batin. dan pada suatu ibarat “lauch” namanya. awwalu maa khalaqa. yakni kalam yang maha tinggi. Pada pangkat ini realitas yang terpendam yang di dalam pangkat wahidiyya berkumpul sebagai awan. Pada pangkat ini realitas Muhammad pada ta’ayyun awwal menimbulkan manusia atau chaqiqat insan.20) Pada pangkat wachda ini peranannya dalam penjelmaan akali sangat penting.15).19) Di sini dijelaskan bagaimana kedudukan Nur Muhammad. . yakni cahaya. Antara ‘alim dan ma’lum itulah asal cahaya Muhammad pertama-tama bercerai dari pada Zat. sifatnya bisa dilihat. alam ajsam. wachidiyya. awwalu maa khalaqa Allaahu ta’aala al-‘aql. Sebaliknya Nur Muhammad dijadikan dari pada Zat Allah dan bahwa seandainya tiada cahaya Muhammad. Alam Ajsam atau alam segala tubuh adalah dunia yang terdiri dari anasir yang halus yang tak bisa diamati oleh indera. karena itulah maka sabda Rasullulah: ”awwalu maa khalaqa. Hubungan keduanya itu sama dengan hubungan antara perwujudan dan gambar yang dipantulkan. Selanjutnya dari pangkat alam arwah ini menjelma keluar menjadi hujan.hujan namanya.tt:42) Penjelmaan selanjutnya dikatakan Hamzah: “Apabila awan itu titik udara.dan pada saat ibarat : “aqlul-kulli” namanya[yakni] perhimpunan segala budi. Sebagaimana diketahui bahwa penjelmaan ada dua yaitu penjelmaan yang terjadi dalam diri Zat yang Mutlak yang sifatnya akali dan penjelmaan yang terjadi di luar Zat yang Mutlak. tt:42). Alam ini disebut .tt:47).52) Di dalam Asrar Arifin dia mengatakan : “. Alam ini adalah alam cita/ ide. yaitu di dalam dunia gejala ini (Hadiwijono.

mistik.juga alam manusia sempurna (alam insan al-kamil). Yang terakhir ini adalah manusia. Nuruddin juga seorang penulis yang sangat produktif. Urut-urutan falak itu adalah Arasy. dan Qamar (bulan). Kursyi. pada zaman Sultan Iskandar Tsani. baik sebagai kesatuan maupun sudah terinci (wahda dan wahidiyya). 1984: 124126). Oleh karena itu. Zuhara (Venus). Bustanus-‘Salatin fi Dzikril-Awwalin wal-Akhirin Lathaiful-Asrar. dan tanah. Hilludz’Dzill. Selanjutnya dari kejamakan akali dalam dzatnya. Dari Nur Muhammad pula asal segala kejadian alam ini. melimpah dengan sendirinya tanpa iradahNya. Nuruddin datang ke Aceh untuk kedua kalinya pada tahun 1047 H (1637 M). Selain sebagai ulama dan mufti di istana. pangkat penengah di mana realitas yang terpendam (a’yan tsabita) timbul.4. Ketika itu yang bertindak sebagai mufti Aceh adalah Syeikhul-Islam Syamsuddin as-Sumatrani yang menganut paham “wujudiyyah”. Dari Nur Muhammadlah Zat yang Mutlak bersinar. Nuruddin adalah seorang Syeikh dalam tarikat Rifa’iyyah. Namun. tetapi banyak dari segi pengertian akal. Di bawahnya ada Ummahat (ibu) yang terdiri dari empat unsur yaitu udara. Segala fenomena dan peristiwa yang terjadi di ala mini disebabkan oleh tajalli Allah yang senantiasa terjadi pada setiap saat dan waktu. sejarah. dan hayawanat. Dia diberi kesempatan untuk menyanggah faham “wujudiyyah” dari Hamzah Fansuri dan Syamsuddin (Daudy. yaitu dunia yang nampak ini. 4. Jumlah semua akal ada sepuluh dan jumlah falak ada sembilan. hadits. Sultan ini memberi kedudukan yang sangat baik kepadanya. Tudjimah telah mencatat paling tidak terdapat 29 hasil karya Syaikh Nurrudin. bintang Zuhal (Saturnus). dan pangkat dunia gejala. nabatat. Ia adalah esa pada dzat (hakikat). menurut teori tersebut. api. beliau yang juga penganut teori tajalli telah mengatakan adanya a’yan tsabitah sebagai sesuatu yang qadim. yaitu realitas keluar (a’yan kharija). Syeikh Nuruddin dalam Asrar al-Insan halaman 34-35 mengatakan bahwa yang mula-mula dijadikan Allah adalah “aAkal pertama” yang disebut juga hakikat Muhammad atau Ruh A’dzam. dengan lahirnya . Namun demikaian. Utharid (Mercurius). filsafat. ia berfungsi sebagai sebab dan relasi. Dia menempatkan Nur Muhammad sebagai penghubung/ perantara antara Zat yang Mutlak (Tuhan) dengan dunia. 1984 : 35-39). melimpahlah “akal kedua” dan falak (bandingkan dengan konsep Al-Farabi).Raniry Nama lengkapnya adalah Nuruddin Muhammad bin Ali bin Hasanji bin Muhammad ar-Raniry alQuraisy al-Syafi’i. perbandingan agama. Pernyataan-pernyataan Hamzah ini mengingatkan kita kepada pemikiran Ibnu Araby dan filsafat emanasi dalam Neo-Platonisme. Syam (Matahari). Teori tersebut juga menafikan kekuasaan Allah karena alam ini. yaitu dari Zat yang Mutlak (Achadiya). Dari sebab pengaruh falak Aba’ kepada empat unsur (Ummahat) itu lahirlah berturut-turut imadat. Kesembilan falak tersebut disebut Aba’ (bapak). ia pernah datang ke Aceh. antara lain Shiratal-Mustaqim. kedatangannya yang pertama kali itu tidak mendapat sambutan dari Sultan Iskandar Muda. air. Sebelum tahun 1637 M. Ketujuh pangkat penjelmaan yang selanjutnya sering disebut teori martabat tujuh itu sebenarnya bisa dirangkumkan menjadi tiga pangkat. Mustari (Yupiter). hakikat alam ini dijadikan Allah melalui tajalli. Tibyan fi Ma’rifatil-Adyan. Rupanya hal ini kurang disadari olehnya (Daudy. Akhbarul-Akhirat fi Ahwalil-Qiyamah.3 Nur Muhammad dalam Pandangan Syeikh Nuruddin Ar. Dia menolak teori emanasi atau faidh-nya Al-Farabi. dll. Dia adalah seorang sarjana India keturunan Arab yang dilahirkan di Ranir (Rander) di daerah Gujarat. karena akan membawa kepada pengakuan bahwa alam ini qadim sehingga jatuh kepada syirik. Mirrih (Mars). Dia menulis kitab dari berbagai cabang ilmu pengetahuan seperti fikih. dll (Daudy. yang pada hakikatnya sama dengan teori emanasi dari al-Farabi. 1984 47-98) Menurut Syeikh Nuruddin. Asrar al-Insan fi Ma’rifatir-‘Ruh war-‘Rahman. Demikianlah penjelasan Hamzah Fasuri tentang tanazzul (mengalir ke luar)-nya Zat yang Mutlak. Dalam disertasinya tentang Asrar al Insan fil-Ma’rifatir-‘Ruh war-‘Rahman (1961). seperti cahaya yang melimpah dari matahari. Pangkat penjelmaan terakhir adalah alam insan. Alam ini disebut juga alam manusia sempurna (alam insan al-kamil).

Ibrahim. 1984: 127-128). dll. dan dari arwah segala jin dan syaitan itu arwah segala hayawanat. Dan satu hadis lain : “Jika bukan karenamu (Muhammad). yakni Nabi Isa yang . niscaya tiada kujadikan segala alam ini (Jawahir hal. termasuk segala ruh makhluk ini dijadikan dari Nur Muhammad. 159) “ Jikalau tiada karena engkau. Nur itu kadim lagi azali. Seterusnya Nur itu berpindah kepada para Imam di kalangan Syi’ah Imamiyah dan berakhir pada Imam Mahdi Al-Muntazar. Pendirian Nuruddin tentang asal-usul jiwa manusia ini sangat erat kaitannya dengan teorinya tentang nur atau ruh Muhammad. Dan dari arwah segala munafik itu arwah segala kafir. Dan dari segala arwah segala mukmin itu arwah segala munafik. Dikatakan bahwa Nur Muhammad itu tercipta sebagai hasil kerinduan Allah terhadap Dzat-Nya. Muhammad saw. dianggap sebagai hadis palsu) antara lain : “ Pertama-tama dijadikan Allah Ta’ala itu cahayaku. Jadi yang berpindah bukanlah cahayanya tetapi bekasnya (atsar) yang dapat menyalakan banyak pelita. Dan dari arwah segala nabatat itu arwah segala jamadat (Daudy. Menurut Nuruddin. lalu Allah berfirman kepadanya dengan firman ciptaan “Kun”. ya Muhammad. Oleh karena itu ia adalah sebab bagi segala yang ada dan yang tidak ada. tidaklah aku jadikan alam ini”. Oleh karena kerinduan itu timbullah citra rinduan (shuratul-ma’syuq) pada ilmu-Nya. Ia yang mula-mula melimpah (tajalli) dari Allah dan meneruskan limpahan itu kepada akal-akal di bawahnya. Nuruddin mengatakan bahwa sebagai hakikat Muhammad. 1984: 126-127). Nur Muhammad sebagai Qalam Allah yang sama sifatnya dengan sifat Allah. Nuh. “akal pertama” menduduki tempat yang sentral dalam alam ini. dan pada riwayat lain rukhy (AsrarulInsan hal. Jadi. Dan dari pada segala arwah segala mursal itu arwah-arwah segala anbiya’. Nur Muhammad selalu berpindah-pindah dari generasi ke generasi berikutnya dalam berbagai bentuk para nabi seperti Adam. Dia tercipta sebelum adanya dalam bentuk sebagai seorang Nabi Insani (fisik). terjadinya arwah dari ruh Nur Muhammad adalah seperti pelita (dian) yang darinya dapat dinyalakan beribu-ribu pelita lain. Musa. Dan dari arwah segala awliya’ itu itu arwah arwah segala mukmin. Dia melukiskan dalam Jawahirul-Ulum fi Kasyfil-Ma’lum halaman 125. Munculnya segala arwah dari nur Muhammad bukan berarti bahwa Nur Muhammad terdiri dari bagianbagian yang dapat berpindah kepada makhluk lain. 125-126) Hadis-hadis di atas menyatakan bahwa Nabi Muhammad atau Nur Muhammad telah dijadikan sebelum alam ini. Dia juga mengatakan dalam Asrar-al-Insan halaman 147 bahwa yang dimaksud dengan Insan Kamil adalah manusia yang dalam dirinya telah memiliki hakikat Muhammad atau Nur Muhammad atau ruh Muhammad sebagai makhluk awal mula dan sebab bagi terciptanya segala mahluk. Dalam Asrar al-Insan halaman 40. Dan dari segala arwah segala hayawanat itu arwah segala nabatat. Nuruddin juga mengutip beberapa hadis (yang menurut para ulama ahli hadis. maka lahirlah Nur Muhammad (Daudy. Nuruddin berpendapat bahwa alam beserta isinya. Di kalangan kaum tasawuf. Dan dari segala arwah anbiya’ itu arwah segala awliya’. Dia mendasarkan pendapatnya dari sebuah hadis Nabi yang artinya : “Yang mula-mula dijadikan Allah adalah nurku “ (dalam riwayat lain ruhy)”. Ia adalah juga permulaan dan kesudahan segala makhluk (Daudy. yang berakhir kepada bentuk Nabi penutup. Dan syaitan. 1984: 156-157). Untuk memperkuat pendapat-pendapatnya. dan Adam antara air dan tanah (Jawahir hal.manusia maka sempurnalah penciptaan alam seluruhnya (Daudy. 1984: 157). Di dalam Jawahir halaman 124. 37-38 sebagai berikut: “ Tatkala jadilah Nur Muhammad Saw dari pada Adam kepada wujud maka dijadikan Haqq ta’ala dari pada nur itu arwah segala ‘ulul-azmi itu segala mursal. Nur itu berpindah kepada para wali (awliya’) dan berakhir kepada wali penutup (khatamul-awliya’). 47) “Adalah aku Nabi. dan di dalam Asrarul-Insan halaman 29. beliau menjelaskan proses terjadinya Nur Muhammad. Di halaman 39.

Ada dua teks yang yang akan penulis ambil sebagai contoh. matahari. Jadi pada “Insan Kamil” terhimpun segala yang Ilahi (Asrar hal 59-61).5. behwa HMAH dalam sastra Melayu itu merupakan terjemahan langsung dari Parsi. yang sependapat pula dengan Dr. ia akan menjadi penulis’ dan seterusnya.1 Nur Muhammad di dalam Hikayat Muhammad Ali Hanafiyah Di dalam katalogus Ph. bermacam-macam derajat orang tergantung dari apa yang dilihatnya dari Muhammad (Djamaris. HMAH juga telah ada yang dikerjakan oleh Ali Bahai dicetak di Singapura (Dipodjo. Hikayat ini mula-mula diminta oleh orang-orang Malaka ketika menantikan serangan orang Paringgi untuk dibacanya agar mendapatkan semangat bertempur pada pagi harinya. Alam ini diciptakan karena Nur Muhammad. bila yang terlihat adalah keningnya. Di sini tampak sekali pengaruh Al-Jilli pada Nuruddin. Bial Arwah melihat kepala Nur Muhammad. 1984: 187-188). Pada . Hal ini dikarenakan alam syahadah adalah semata-mata merupakan wadah kenyataan bagi nama allah Al-Achir. lauh. Nur Muhammad dilukiskan sebagai burung merak. Nur Muhammad sujud kepada Allah selam 70. Adz-‘Dzahir. Oleh karena itu hakikat atau nur Muhammad merupakan “ hakikat jami ” yang menghimpun segala yang haq. Selain yang masih berupa naskah yang jumlahnya tidak sedikit. sama betul dengan Qissai-Muhammad Hanif dalam bahasa Parsi. Menurut Brakel. di sini akan penulis kemukakan pengaruh faham Nur Muhammad di dalam sastra Melayu dalam arti belles letters. 3. Selanjutnya “Insan Kamil” juga sebagai pengikat semesta alam. 1986: 171). Jadi jika sebagian-sebagian alam ini hanya merupakan wadah tajalli bagi sebagian asma Allah dan sifatnya. bulan. L.. Selain itu riwayat kejadian Nur Muhammad ini terdapat pula di dalam Hikayat Muhammad Ali Hanafiyah dan Hikayat Syah I Merdan Juynboll (1899 : 202). Brakel telah membicarakan HMAH ini dalam The Hikayat Muhammad Hanfiyah (1975). Dari itu “Insan Kamil” merupakan mikrokosmos (alam saghir) sedangkan alam semesta ini adalah makrokosmos (alam kabir). Banyaknya persamaaan dalam teks bahasa Melayu itu dengan mudah dapat dikembalikan ke dalam bahas Parsi (Dipodjojo. Ia ditempatkan oleh Allah di pohon syajaratul-yaqin. sedangkan a’yan tsabitah adalah wadah kenyataan dari Allah: Alawwal. Peluh itu ada yang menjadi malaikat. 4. 1986:1982). Nur Muhammad berpeluh. 1984: 185-186). dll. Nur Muhammad dilihat oleh Allah yang membuat ia malu dan sujud lima kali. Bandingkan dengan konsep Insan al-Kamil dari Abdul Karim al-Jilli. “Insan Kamil” merupakan cermin bagi Allah untuk melihat kesempurnaan diri-Nya. Akhirnya semua arwah diperintahkan Allah untuk melihat Nur Muhammad. van Ronkel (1909: 250-254) naskah Hikayat Muhammad Ali Hanafiyah (selanjunya disebut HMAH) tercatat delapan naskah. Nama judul dalam bahasa Melayu adalah Hikayat Muhammad Hanafiyah. Al-Bathin. Dalam kitabnya Akhbarul-Akhirat fil-Ahwalil-Qiyamah. Ph.5 Paham Nur Muhammad terjalin dalam Kesusastraan Melayu Setelah penulis membicarakan pengaruh faham Nur Muhammad di dalam sastra kitab /mistik.000 tahun serta mengucap tasbih. 2. Itulah sebabnya ia diwajibkan untuk sembahyang lima kali sehari semalam. maka wadah kenyataan bagi tajalli nama Allah yang menghimpun segala nama dan sifat hanyalah pada “Insan Kamil”.van Ronkel. Pembagian atas bab antara keduanya sama. pada bab I halaman 2-10.akan turun pada akhir zaman (Daudy. yaitu Hikayat Nur Muhammad. Menurut Nuruddin (dalam Daudy. Kesejajaran antara keduanya itu terlihat pada : 1. 4. Nur Muhammad/ ruh Muhammad adalah hakikat pertama yang mula-mula lahir dalam ilmu Allah (ta’ayyun awwal) yang lahir dari tajalli dzat atas dzat. beliau menceritakan tentang kejadian Nur Muhammad. Karena malunya dilihat Allah. arsyi.S. ia akan menjadi khalifah atau raja. kursyi. S. Diceritakan bahwa Nur Muhammad adalah makhluk pertama yang diciptakan Allah ta’ala. F. 1982: 36-40). yang telah ditransliterasikan oleh Djamaris (1983).

angin.s. Sembahyang Asar itu empat rekaat karena asal manusia itu dari empat perkara yaitu api. Lembaga Nabi itu turun terus menerus sejak Nabi Adam a. 1966:31-32). 3. 1986:160). Muhammad ali Hanafiyah adalah pahlawan kebanggaan kaum Syi’ah. Dalam hikayat tersebut cerita dimulai dengan uraian bahwa Tuhan menciptakan Nur Muhammad.mulanya permintaan itu ditolak oleh sultan Ahmad dan Sultan hanya berkenan meminjamkan Hikayat Amir Hamzah. dan yang mengetahui itu Muhammad. yang menuntut balas akan kematian saudara-saudaranya yang terjebak tentara musuh di Karbela. Cerita tentang Ali sejak memegang pemerintahan dan keturunan Ali sampai meninggalnya Muhammad Ali Hanafiyah. Diceritakan bahwa ada seorang wanita kaya dari Syiria bernama Fatimah ingin bersuamikan Abdullah. manikam. Cahaya itu padam setelah Abdullah beserta Siti Aminah. Wachidiyya. yaitu pengetahuan akan Allah Ta’ala. karena sudah tersimpan pada haq Allah Ta’ala. Ketika Muhammad lahir. 4. Cerita Nur Muhammad. sedang yang diketahui adalah Allah Ta’ala. dan Adam. Hal itu dapat ditemukan pada Sejarah Melayu cerita yang ketiga puluh empat (Dipodjojo. Adapun ilmu itu mengetahui. dan tanah. Wachda. rumah Siti Aminah tertutup rapat sehingga orang lain tidak dapat masuk ke rumah tersebut (Dipodjojo. Sembahyang Maghrib itu tiga rekaat karena tiga peringkat / martabat penjelmaan Tuhan yaitu Achadiya. Ketika Muhammad akan lahir. tetapi karena permohonan itu dengan sangat. para wali dan para Arifin (orang yang bijaksana). maka akhirnya Sultan pun berkenan meminjamkan. Cerita tentang Nabi Muhammad dan kejadian-kejadian yang dialaminya. yakni Nabi Muhammad. Menjelang kelahiran Nabi Muhammad. Nur adalah cahaya Muhammad /Nur Muhammad yang cahayanya itu terangnya Muhammad. rumah Siti Aminah ada cahaya yang memancar sampai ke langit. mani. yaitu wujud. Yang ada itu Allah Ta’ala dan yang nyata itu Muhammad. Selanjutnya oleh Tuhan diciptalah ruh para Nabi. madi. Jalan ceritanya pada garis besarnya mirip dengan cerita Jawa yaitu Angling Darma (Atja. Inti bumi itu dijadikannya sebagai “lembaga nabi”.2. yakni Allah yang ada. istrinya menyendiri dan mengingat Allah. Sembahyang Isya’ itu empat rekaat karena empat perkara yaitu wadi. Muhammad. 2. Disuruh-Nya malaikat Jibril mengambil inti bumi. syuhud dan nur (bandingkandengan konsep Nuruddin di atas). Inti ceritanya berpusat pada tokoh Muhammad Ali Hanafiyah. sembahyang Lohor itu empat rekaat karena kenyatan Allah Ta’ala tu empat perkara. Adapun syuhud itu adalah himpunan ilmu dan sifat pada hati kita. melalui para Nabi yang lain sampai kepada Abdullah bin Abdul Muttalib (ayah Nabi Muhammad saw). Hikayat ini berisi pula ajaran soal-soal keislaman yang dikemukakan dengan tanya jawab antara Syeikh Lukmanul-Hakim dan Syah Merdan. Dalam perbincangan kedua orang itu mengenai sembahyang dikatakan bahwa sembahyang itu sifat Nabi. Terang itu adalah ilmu Muhammad. Sholat subuh dilaksanakan dua rekaat karena asal-usul sifat Muhammad . Isi HMAH secara garis besar isinya adalah : 1. Ketiga martabat itu juga adalah Allah. air. berkat wali Allah. saudara Hasan dan Husein putra Ali bin Abi Thalib lain Ibu. ilm.5. Nur Muhammad di Dalam Hikayat Syah I Merdan Hikayat Syah I Merdan (HSM) oleh C. Tetapi maksud itu kandas setelah mengetahui lembaga nabi itu telah berpindah ke rahim siti Aminah yang telah lebih dahulu diperistri Abdullah. suatu cahaya kenabian yang ada pada setiap Nabi. Hooykaas (1947:125) dimasukkan ke dalam “Het Boek mit Indische Fantazie”. 1986: 170). dahi Abdullah seakan-akan bercahaya bagai bintang Yahro. Sembahyang itu lahir dari pada Allah Ta’ala. sementara yang terang itu adalah Muhammad karena diterangi oleh Allah Ta’ala. HSM juga menceritakan terjadinya bermacam-macam mahluk yang berasal dari karena Allah menilik . cerita penciptaan Nabi Adam sampai menjelang kelahiran nabi Muhammad saw.

adalah dalamnya hikmatnya. Bhd Di dalam Sejarah Melayu dibicarakan juga Nur Muhammad ini sebagai pembuka cerita. maka dijadikannya Nur kekasih-Nya dan daripada nur itulah dijadikan segala anbiyak. Seperti tarekat Naqsyabandiyah.G. Syekh Nuruddin ar Raniri. Beliau ke Arab Saudi melalui Srilanka. Setelah menerima ijazah tarekat Qadiriyah dari Syekh Nuruddin. mengunjungi ulama terkenal di Cikoang yang bernama Syekh Jalaluddin al-Aidit. menuju pusat Islam di Mekah pada tanggal 22 September 1644 dalam usia 18 tahun. wala syarika lahu. lagi senantiasa adanya. dan dipaerangkatnya martabatnya. dan tiada sesuatu juapun kemudian-Nya. Ia diajar mengaji Alquran oleh guru bernama Daeng ri Tasammang sampai tamat. Saat ia mengenal ulama masyhur di Aceh. maka jadilah ia akan khalfahnya di bumi. watafadhdhala alayhi bi’l rutbati lulya fasara fil ardhi khalifatuhu. wamn dzalika’l-nuri khalal’l anbiya’a wa fara’a rutbatuhu.id/sastra/fauzan/2009/07/22/pemikiran-sufistif-nur-muhammad-hamzah-fansuri/ SYEKH YUSUF AL MAKASARI Syekh Yusuf berasal dari keluarga bangsawan tinggi di kalangan suku bangsa Makassar dan mempunyai pertalian kerabat dengan raja-raja Banten. Karena sangat malunya keluarlah peluh dari dari Nur Muhammad. Dan dikeluarkannya ia dari dalam surge.3. mula-mula Syekh Yusuf mengunjungi negeri Yaman. Nur Muhammad di dalam Sejarah Melayu edisi Shellabear.pada Nur Muhammad dengan tilik kodrat-Nya. Maha suci bagi Allah yang tinggi ketuhanannya dan tiada sekutu baginya. Gowa. Maka dijadikannya segala makhluk. Wastafa minhum Adama liyuzhira nurahu. Gowa. Syekh Yusuf berusaha ke Timur Tengah. wayufni’l khala’iqa ba’da khalqihi. Daripada anbiya’ itu Nabi Allah Adam supaya menyatakan nur kekasihnya. Syekh Yusuf tidak pernah menyinggung pertentangan antara Hamzah Fansuri yang mengembangkan ajaran wujudiyah dengan Syekh Nuruddin Ar-Raniri dalam abad ke-17 itu. dan dianugerahinya akan dia maratabt yang tinggi. dan tiada hajat bagi-Nya.undip. Ba'alawiyah. kemudian dijadikannya. pergilah ia ke Aceh dan menemuinya. berguru pada Sayed Syekh Abi Abdullah Muhammad Abdul Baqi bin Syekh al-Kabir Mazjaji al-Yamani Zaidi al-Naqsyabandi. W. Syekh Yusuf sejak kecil diajar serta dididik secara Islam. Di Arab Saudi. Pada Pasal pertama dikisahkan sebagai berikut. Syekh Yusuf sendiri dapat mengajarkan beberapa tarekat sesuai dengan ijazahnya. Ia sempat singgah di Banten dan sempat belajar pada seorang guru di Banten. maka dari kerana itulah sujud sekalian malaikat akan dia. maka dikembalikannya pula.5. 4. Maka tatkala Ia hendak menyatakanketahuannya . dan lagi akan difanakannya segala makhluk. falidzalika sajada ‘l malakitau kulluhum lahu. yang mendirikan pengajian pada tahun 1640. Syekh Yusuf meninggalkan negerinya. Syattariyah.ac. 1979 Kuala Lumpur: Fajar Bakti Sdn. dan Qadiriyah. Namun dalam pengajarannya. Dari peluh itulah terjadi berbagai kejadian yang berwujud segala makhluk. Wa akhrajahu minal jannati kaana fiihi chikmatahu. melalui karangan-karangannya. Dan Ialah tuhan yang abadi. Ia . Di usianya ke-15. Subhanalladzi tafarradha bil-uluhiyati. tsumma yu’iduhu. dan Bone. Syekh Yusuf mencari ilmu di tempat lain. (halaman 2) http://staff. Walamma arada azhara rubbuiyatihi fakhalaqa nura habihi.

Syekh Yusuf pergi ke negeri Syam (Damaskus) menemui Syekh Abu Al Barakat Ayyub Al-Khalwati Al-Qurasyi. Ajaran Syekh Yusuf mengenai proses awal penyucian batin menempuh cara-cara moderat. meluas. dan mendalam. Gejolak hawa nafsu harus dikuasai melalui tata tertib hidup.com/2008/11/syekh-yusuf-al-makasari. Mungkin bobot ilmu seperti itu. Melainkan hidup ini harus dimanfaatkan guna menuju Tuhan. Dengan demikian Syekh Yusuf mengajarkan kepada muridnya untuk menemukan kebebasan dalam menempatkan Allah Yang Mahaesa sebagai pusat orientasi dan inti dari cita. kehidupan ini harus dikandungi cita-cita dan tujuan hidup menuju pencapaian anugerah Tuhan. Gurunya ini memberikan ijazah tarekat Khalwatiyah setelah dilihat kemajuan amal syariat dan amal Hakikat yang dialami oleh Syekh Yusuf. Dari gurunya ini Syekh Yusuf mendapatkan ijazah tarekat Al-Baalawiyah. Dilanjutkan ke Madinah. Belum juga puas dengan ilmu yang didapat.blogspot. beliau ke Mekah menunaikan ibadah haji. Tahap pertama yang harus ditempuh oleh seorang murid (salik) adalah mengosongkan diri dari sikap dan perilaku yang menunjukkan kemewahan duniawi. Hidup. Dorongan berbuat maksiat dipengaruhi oleh kecenderungan mengikuti keinginan hawa nafsu semata-mata. bukan hanya untuk menciptakan keseimbangan antara duniawi dan ukhrawi. berguru pada syekh terkenal masa itu yaitu Syekh Ibrahim Hasan bin Syihabuddin Al-Kurdi Al-Kaurani. Dari Syekh ini diterimanya ijazah tarekat Syattariyah. http://sufiroad. dalam pandangan Syekh Yusuf. Namun. disebut dalam lontara versi Gowa berupa ungkapan (dalam bahasa Makassar): tamparang tenaya sandakanna (langit yang tak dapat diduga). menemui Syekh Maulana Sayed Ali. Perjalanan Syekh Yusuf dilanjutkan ke Zubaid. Hawa nafsu itulah yang menjadi sebab utama dari segala perilaku yang buruk. yaitu keinginan memperoleh kemewahan dan kenikmatan dunia. langik tenaya birinna (langit yang tak berpinggir). Melihat jenis-jenis alirannya. masih di negeri Yaman.html .dianugerahi ijazah tarekat Naqsyabandi dari gurunya ini. dan kappalak tenaya gulinna (kapal yang tak berkemudi). Cara-cara hidup utama yang ditekankan oleh Syekh Yusuf dalam pengajarannya kepada muridmuridnya ialah kesucian batin dari segala perbuatan maksiat dengan segala bentuknya. karena hal ini akan memberi tujuan hidup itu sendiri. Kehidupan dunia ini bukanlah harus ditinggalkan dan hawa nafsu harus dimatikan sama sekali. diperoleh kesan bahwa Syekh Yusuf memiliki pengetahuan yang tinggi. Setelah tiba musim haji. disiplin diri dan penguasaan diri atas dasar orientasi ketuhanan yang senantiasa melingkupi kehidupan manusia.

Raniry yang merupakan peletak dasar-dasar pesantren di Indonesia pun masih berpegang kuat dalam menganggap buruknya selamatan kematian itu. aris heru utomo's blog .  Risalatul Wahhab (Ilmu Tauhid). seorang ulama besar.  Mir'atul Muhaqiqin (Tarikat dan Wihdatul Wujud). Hamzah Fansuri. maka sesungguhnya perbuatan tersebut bid'ah. Sunan Kalijaga mengusulkan agar adat istiadat lama Syekh Nawawi al-Bantani. 3. Asar al Insan fi Ma`riah wa Rahman. Syeikh Nuruddin Ar-Raniry Syeikh Nuruddin Ar-Raniry. kecuali orang tersebut diberi kemudahan oleh Allah di dalam menghadapi segala kecaman manusia yang diakibatkan karena perbuatannya yang tidak sesuai dengan keinginan mereka serta karena ia berusaha melarang mereka melakukan apa yang sudah dibiasakan oleh Mengenai Muawiyah dan anaknya Yazid. Syekh Arsyad al-Banjary dan Syekh Nuruddin ar. 1983 'Studi tentang sistim da'wah tarekat 1983 Allah dan manusia dalam konsepsi Syeikh Nuruddin arRaniry. (Jakarta Diskusi Tentang NII Dgn Agung Y From: alchaidar. Sunan Kudus.  Syarah Ruba'i Hamzah Fansuri (Kitab Filsafat. Syekh Nawawi al-Bantani. Sanggar Altar Semua Cerita tentang Senandung Oom Koko . M. Adapun penghidangan makanan yang dilakukan keluarga mayit (dengan tujuan) mengundang manusia ke acara tersebut. berdasarkan perkataan Jarir bin Abdillah: “Kami (para sahabat) menganggap kegiatan berkumpul di rumah AR JUNAEDI . Sunan Bonang.yang berbentuk tugu yang ada di aceh sebelum nya telah pun di roboh kan oleh indonesia semasa pemerintahan Suharto atas sebab-sebab itu lah sejarah aceh mula pudar dari pandangan umum . juga memakai bahasa Melayu. Syekh Arsyad alBanjary dan Syekh Nuruddin ar. C. Sandingannya. Sunan Gunungjati dan Sunan Muria (kaum abangan) berbeda pandangan mengenai adat istiadat dengan Sunan Ampel. Rajawali Jakarta). karya Nuruddin Ar-Raniry. Pemikiran di Indonesia saat ini. Hanya di fikiran manusia karya ulama terkenal Syekh Nuruddin Ar cukup menghormati pandangan-pandangan Ibnu Arabi. AR SAHABAT ALAM DAN MANUSIA . menguraikan karya sastra Ruba'i Hamzah Fansuri).. Justeru itu aku agak tertanya. Beliau dituduh melanggar hak azasi manusia (HAM) karena melalui satu sumber pribumi. Syair Perahu karangan Hamzah Fansuri yang berisi pandangan tasauf telah dikarang dalam bahasa Melayu. Salam Indonesia . selain sempat diperintah beberapa Sultan terkemuka.There are some information about Syekh’s argument it seemed that far before Nuruddin ArRaniry see: Ahmad Duli. Nuruddin Taqdir manusia dalam pandangan Hamka : kajian pemikiran kajian terhadap pemikiran Abu Hanifah tentang iman dan perbuatan manusia / Muhammad Thaib. Senzei Blogsebagaimana kita ketahui bukti . . (Jakarta: Bulan Bintang.Raniry yang Dimana Sunan Kalijaga. CV.Raniry yang merupakan peletak dasar-dasar pesantren di Indonesia pun masih berpegang kuat dalam menganggap buruknya selamatan kematian itu. . Allah dan Manusia dalam Konsepsi Syeikh Nuruddin ar-Raniry. Allah dan Manusia Dalam Konsepsi Nuruddin al-Raniry.. Ahmad Daudy. Sunan Giri dan Sunan Drajat (kaum putihan). aristianto . yaitu Surat Keterangan Syekh know by name. yang menjadi Qadhi Malikul Adil masa Sultan Iskandar Tsani dan Ratu Safiatuddin.“Dan beliau juga ditanya tentang seorang laki-laki dan Sunan Muria (kaum abangan) berbeda pandangan al-Bantani. negarawan. (Jakarta: Rajawali Pres. Reads: 482Syekh Nawawi al-Bantani. Ketika itu. 1983). Syeikh Nuruddin mencoba Misalnya. Apa yang Mempengaruhi Pemikiran Manusia ?.Raniry yang merupakan peletak dasar-dasar pesantren di Indonesia pun masih berpegang kuat dalam menganggap buruknya selamatan kematian itu. 1045-1086 H (1641-1675 M).  Thanbihullah (Akhlak). Karya dan Sanggahan Terhadap Wujudiyyah di Aceh). dijelaskan dalamKitabul Martabah (Filsafat dan Nilai-nilai Manusia). idem. Syeikh Nuruddin ar-Raniry yang menjadi mufti Kerajaan Aceh Darussalam masa kekuasaan Iskandar Tsani (1045 -1050 M) mengeluarkan fatwa dalam bentuk syair berikut. Banda Aceh : Ar-Raniry Amin AR. Allah dan Manusia dalam Konsepsi Nuruddin Ar-Raniry. Syeikh Nuruddin Ar-Raniry (Sejarah. Fatwa itu menunjukkan bahwa telah terjadi perbedaan pemahaman dalam kontek peristiwa Perang Siffin (tahun 37 H) dan Perang Karbala (tahun 60 H) dalam pandangan Sunni. dan juga buku sejarah 1961). telah. Syekh Arsyad alBanjary dan Syekh Nuruddin ar. politikus. Syekh Arsyad al-Banjary dan Syekh Nuruddin ar. yang ar. Pemikiran Nurdin Ar Raniry perjalanan tentang. Jika benarlah Syekh Nuruddin Syekh Ahmad Zarrouq 4433 reads A. Syamsuddin of Pasai. sejarah. Aceh juga .

Baghdad (disana ia mengunjungi makam syekh 'Abdul-Qadir al-Jilani) dan ke Ayuthia. kecuali Hikayat Gul Bakawali. tokoh Antara semua sarjana tamadun Islam. nama lama sebuah kota pelabuhan di pantai Gujarat dan Saif AlRijal adalah ulama dari India yang hidup semasa dengan Al-Raniri dan mereka sering berdebat menyangkut Model paparan tasawuf inilah yang membuat Nawawi harus dibedakan dengan tokoh sufi Indonesia lainnya. dan Syekh Abdul Rauf Singkili dalam bukunya Mi'raj al-Tulabb Fi Fashil.telah dibimbing beberapa ulama kaliber dunia. al-Quds. sehingga tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan di ibukota Hindia Timur Belanda (Indonesia) segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Konsep nur dirujuk pada hadis qudsi dan surah al-Nur al-Qur'an. Dalam syairnya Hamzah juga bercerita tentang kunjungannya ke Makkah. Hamzah al-Fansuri atau dikenal juga sebagai Hamzah Fansuri adalah seorang ulama sufi dan sastrawan yang hidup di abad ke-16. Dalam syairnya juga ia mengaku menerima ijazah Tarekat Qadiriyah di Baghdad Shufi selanjutnya adalah Nuruddin ar-Raniri. Ada yang berpendapat sastera moden bermula apabila muncul tokoh Beliau menelusuri silsilah keturunannya dan mendapatkan bahwa Azamat khan adalah keturunan Ahmad Al-Muhajir – cucu imam Ja'far Al-Shadiq yang berhijrah ke Hadramawt – tokoh sufi tarekat Alawiyah (Shihab. Nurudin Al-Raniri dan Samsudin Al-Sumatrani. Agaknya Hamzah ketika menulis syair ini berpedoman pada Qura'an dan hadist. Nuruddin al-Raniri.Sebaliknya Nurudin Al-Raniri dan Abdur Rauf Singkel adalah penantang Wahdatul Wujud. Danadarma yang mengaku telah belajar 3 tahun kepada Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. yang intinya: sesungguhnya Allah menyuruh manusia untuk mencari kehidupan dunia dengan tidak meninggalkan kehidupan akhirat. dalam bukunya Tabyan Fi Ma'rifati al-U Adyan. wafat tahun 1068/1658. Syamsudin As-Sumatrani. Sedangkan tulisan Nuruddin ar-Raniri hanya menyebut nama Hamzah Fansuri dalam kitabnya Tibyan —dalam kitab ini Nuruddin menyerang serta menuduh Hamzah dan Syamsuddin berfaham sesat. Tokoh-tokoh dalam hikayat ini adalah pahlawan tempatan dan lingkungan terjadinya cerita juga di bumi Melayu. syeikh nurudin al raniri yang berpegang kepada ahli sunnah wal jemaah yang akhirnya menyebabkan semua karangan2 hamzah fansuri dibakar oleh sultan aceh atas nasihat nurudin raniri. Meskipun digubah dari cerita yang sudah ada pada zaman Hindu. iaitu bermula dari Syeikh Nuruddin ar-Raniri mengkritik ajaran Syeikh Hamzah al-Fansuri dan Syeikh Syamsuddin as-Sumatra-i dalam perkara Tasawuf. tetapi juga ulama-ulama yang berasal dari luar negeri. Nuruddin Al-Raniri adalah salah satu ulama di Aceh yang lahir di Ranir. Hikayat Anbiya' dan Tambo . la dapat dimakzulkan (dibedakan) dari karakteristik tipologi tasawuf Indonesia. Rauf Singkal. Syamsuddin al-Sumatrani dalam bukunya Mi'raj al-Muhakikin al-Iman. Aceh menyatakan bersedia bergabung ke Hamzah fansury adalah salah satu tokoh Aceh yang sangat berjasa dalam mempopularkan Aceh dengan ilmunya. Kitabnya berbahasa Melayu. Jepang dikalahkan Sekutu. berasal dari keluarga Arab Ranir Gujarat. antara lain: Ash Shiratul Tidak saja ulama pribumi ingin menanamkan ajarannya. 1045-1086 H (1641-1675 M). 2009: 28-42). namun unsur Islam dari hikayat Perdebatan perkara khilafiyah Islam di dunia Melayu telah berjalan sejak abad ke 16-17 M. dengan menamakannya Wujudiyah dhalala. Nama lengkapnya adalah Nuruddin bin Ali bin Hasanji bin Muhammad Hamid ar-Raniry. seorang ulama besar. salah satu di antaranya adalah Nuruddin Ar-Raniri. Ibunya orang Melayu. yaitu Hamzah Fansury. Mereka saling berebut mempengaruhi Sultan. yang menjadi Qadhi Malikul Adil masa Sultan Iskandar Muda dan Ratu Safiatuddin. Dalam versi Melayu hikayat ini sering dimasukkan sebagai pendahuluan karya bercorak sejarah seperti Bustan al-Salatin karangan Nuruddin al-Raniri. ayahnya imigran dari SYEIKH Nuruddin Ar-Raniry. seperti Hamzah Fansuri. politikus. Pada tahun 1945. al-Biruni merupakan tokoh yang Ketika dan ilmu Bintang Dua belas pula terdapat kitab . negarawan. Syekh Nuruddin Ar-Raniry dan Syekh Abdurrauf As-Singkily atau Syiah Kuala. dengan tujuan agar ajaran mereka leluasa berkembang di pusat rantau . Nuruddin Al-Raniri dalam bukunya Sirat al-Mustaqim.

Beliau pernah mempelajari bahasa Melayu daripada seorang Jawa ketika berada di Mekah dan . Apakah sumbangan kedua-dua tokoh di atas dalam sejarah Islam di Asia al-Rasyid dan Khalifah al-Makmum di anggap sebagai Fasal pertama antara lain menceritakan tokoh sufi yang masyhur. teks puisi dan novel Indonesia seperti Pokok dan Tokoh (A Kajian terhadap tokoh dibuat dengan memberi penekanan kepada latar. Sheikh Daud alFatani Di abad 17 terjadi pertarungan antara Hamzah Fansuri (tasawuf) dan Nurudin Al Raniri (Islam Pernyataan Pers. Tuanku Imam Bonjol. Beliau berasal daripada Render. Editorial guides.com > > > > > > > Apakah*persamaan*di*antara*tokoh-tokoh itu*disokong*oleh*Profesor*Syed*Muhammad* Naquib*al Padi 1917 *Menaikkan premium tanah ladang i) Syeikh Nurudin Al-Raniri ii i) Syeikh Nurudin Al-Raniri ii) Abdul Rauf Singkel. Nama sebenarnya ialah Syeikh Nuruddin bin Ali al-Raniri. Pangeran Diponegoro. Diskusi. Syeikh Ismail Pante Kulu. Tokoh. Teuku Umar. Bab VI menceritakan orang-orang yang dermawan dan orang-orang besar pemberani Meskipun Nuruddin al-Raniri tidak secara tersurat menyebutkan bahwa kitab Sa`di itu menjadi salah satu rujukannya. namun bagi mereka yang membaca karya Sa'di setelah membaca Bustan al-Salatin akan dapat memahami kaitan kedua buku tersebut. India. beliau dikenali sebagai seorang ahli politik dan negarawan ternama Mereka dapat menerima Ranggawarsito. Syaikh Nawawi Al-Bantani. Nurudin al. Kolom. Bukhari al-Jauhari. Syaikh Yusuf Makassar. Sultan Ibrahim Adham. Raja Ali Haji. Bab V menceritakan raja-raja yang zalim dan wazir-wazir yang keji. Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau sifatnya. Nuruddin Ar-Raniri. Shamsudin Sumatrani hinggalah kepada Nafis al Tetapi kemunculan kedua-dua tokoh politik tersebut juga Tokoh seperti Syeikh Nurudin al-Raniri terkenal bukan hanya setakat seorang alim yang disegani sahaja bahkan. berhampiran bandar Sirat dalam daerah Gujerat. Wawancara.Raniri. Buku. Fathahillah (Fadhillah Khan Al-Pasai). sumbangan. tradisi yang dimulai oleh Hamzah Fansuri. Kliping.Bustan al-Salatin yang dikarang oleh Syeikh Nurudin al-Raniri Para da'i pertama di Nusantara. Hamzah Fansuri. Gagasan. Nuruddin al-Raniri. Nurudin al-Raniri teks kritikan dan kajian. dan kepentingan tokoh-tokoh sastera Melayu tradisional seperti Tun Seri Lanang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful