Tasawuf falsafi di Nusantara Abad ke XVII M OPINI Efrizal Nurbai | 19 Januari 2010 | 08:29 722 0 Belum ada chart.

Belum ada chart. Nihil. Pendahuluan Islam sufistik dalam sejarah pertumbuhan dan perkembangan Islam serta khazanah intelektual Islam di Nusantara merupakan salah satu wacana yang masih menarik untuk dibincangkan. Hal ini tidak hanya disebabkan awal masuknya Islam ke Indonesia -sebagaimana ‘disepakati’ para ahli sejarah- bernuansa tasawuf. Namun juga dikarenakan adanya luka-luka sejarah dalam perkembangan Islam di negeri gemah ripah loh jinawi ini yang terkait langsung dengan issu Islam esoteris. Eksekusi mati terhadap Syekh Siti Jenar pada abad ke 15 M di Jawa oleh Wali Songo, pembunuhan terhadap para penganut paham wahdah al-wujud di Serambi Mekah -Aceh- atas fatwa qadhi kesultanan yang waktu itu dijabat Al-Raniri, adalah luka yang akan tetap meninggalkan codet dalam lembaran sejarah Islam di Indonesia. Selanjutnya, budaya masyarakat Nusantara yang amat kental dengan dunia mistik -terutama sejak masuknya Hindu dan Budha dari India- merupakan faktor yang tidak bisa dikesampingkan yang membuat semakin menariknya wacana ini. 1. Tasawuf Falsafi di Dunia Islam Tasawuf falasafi secara sederhana dapat didefenisikan sebagai kajian dan jalan esoteris dalam Islam untuk mengembangkan kesucian bathin yang kaya dengan pandangan-pandangan filosofis. Keberadaan tasawuf bercorak falsafi ini pada satu sisi telah menarik perhatian para ulama yang pada awalnya kurang senang dengan kehadiran filsafat dalam khazanah Islam. Sementara bagi para ulama yang menyenangi kajian-kajian filsafat dan sekaligus menguasainya, tasawuf falsafi bagaikan sungai yang airnya demikian bening dan begitu menggoda untuk direnangi. Ulama pertama yang dapat dianggap sebagai tokoh tasawuf falsafi adalah Ibn Masarrah (w. 319/931) yang muncul dari Andalusia. Sekaligus dia dapat dianggap sebagai filosof sufi pertama dalam dunia Islam. Pandangan filsafatnya adalah emanasi yang mirip dengan emanasi Plotinus. Menurutnya, melalui jalan tasawuf manusia dapat melepaskan jiwanya dari belenggu/penjara badan dan memperoleh karunia Tuhan berupa penyinaran hati dengan nur Tuhan. Suatu ma’rifah yang memberikan kebahagiaan sejati. Ia juga menganut pandangan bahwa kehidupan di akhirat bersifat ruhani, sehingga di akhirat kelak manusia dibangkitkan ruhnya saja, tidak dengan badan. Pandangan yang amat mirip dengan penyataan Ibnu Sina tentang kebangkitan manusia kelak di akhirat. Tokoh kedua yang berpengaruh besar dalam dunia tasawuf falsasi adalah Suhrawardi al-Maqtul, sufi yang dibunuh di Aleppo pada tahun 587/1191, -karena pandangannya yang telah keluar dari Islam menurut ulama fuqaha. Suhrawardi juga seorang penganut paham emanasinya Ibnu Sina. Bila tasawuf sunni (akhlaki) memperoleh bentuk yang final di tangan Imam Al-Gazali, maka tasawuf falsafi mencapai ‘puncak’ kesempurnaan dalam pengajaran Ibn Arabi, seorang sufi yang juga datang dari Andalusia. Pengetahuan Ibnu Arabi yang amat kaya dalam bidang keislaman dan lapangan filsafat, membuatnya mampu menghasilkan karya yang demikian banyak, di antaranya al-Futuhad al-Makkiyah dan Fushush al-Hikam. Boleh dikatakan hampir semua pengajaran, praktek dan ide-ide yang

berkembang di kalangan sufi pada masa itu mampu diliput dan kemudian diberinya penjelasan yang amat memadai. Ajaran sentral Ibn Arabi adalah kesatuan wujud (wahdah al-wujud). Menurutnya wujud itu hanyalah satu ; yaitu wujud yang berdiri dengan dirinya sendiri, itulah Tuhan, Zat Yang Maha Benar. Alam yang banyak sekalipun mempunyai wujud, namun dia tidak berwujud dengan wujud sendiri, melainkan berwujud dengan wujud Allah. Wujud alam adalah khayal, maksudnya bila ia kelihatan sebagai wujud yang berdiri sendiri, maka sesungguhnya ia berwujud dengan wujud Tuhan. Oleh sebab itu kemudian dikatakan bahwa wujud Tuhan dengan wujud alam adalah satu, bukan dua atau banyak. Alam yang banyak dan beraneka ragam adalah manifestasi atau penampakan dari wujud Tuhan yang satu. Dari segi hakekat, alam tidak lain dari Tuhan. Sedangkan dari sudut manifestasi, alam benar-benar berbeda dengan Tuhan. Alam bukanlah Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan. Ada banyak tokoh sufi filosof yang muncul setelah meninggalnya Ibnu Arabi di Damaskus. Di antara yang terkenal adalah ; al-Qunawi, al-Farqani, al-Qaishari, Jalaluddin Rumi dan al-Jili dan lain-lain. Tasawuf bercorak falsafi ini kemudian memperoleh tanah yang subur, terutama di Persia. Umumnya kalangan Syi’ah Isma’iliyah dan Syi’ah Dua Belas dapat menerima dan membenarkan paham ini. Tasawuf falsafi yang telah mencapai puncak di tangan Ibnu Arabi, yang kemudian berkembang di tangan para sufi filosof sesudanya, menyebar hampir ke seluruh dunia Islam dengan jaringan sebagaimana yang diungkapkan Azyumardi Azra dalam “Jaringan Ulama”nya. Lewat jaringan itu pula tasawuf falsafi masuk ke Indonesia yang kemudian memunculkan tokoh-tokoh sufi filosof yang juga tidak sepi dari ungkapan syhathahad-¬nya. Seperti Hamzah al-Fansuri dan Syamsuddin al-Sumatrani, yang kiprah keduanya akan dibicarakan pada pembahasan berikut. Dibanding dengan tasawuf sunni, tasawuf falsafi lebih kaya dengan ide-ide dan pikiran-pikiran tentang Tuhan dan alam metafisik. Ide-ide yang oleh para sufinya dipandang tidak bertentangan dengan ajaran al-Qur’an dan Sunnah, termasuk dalam hal ini ungkapan syathahad-nya. Sementara tasawuf sunni tidak mementingkan ide-ide dan pikiran spekulatif dalam tataran falsafah. Para sufi sunni sudah merasa cukup dengan pemahaman akidah pokok yang diajarkan dalam ilmu tauhid. Persoalan qadim-nya alam, kehidupan akhirat yang bersifat ruhani tidak terdapat dalam kajian tasawuf sunni, karena dipandang tidak benar, menyalahi apa yang diajarkan para mutakallimin. 2. Tasawuf Falsafi di Nusantara Wacana tasawuf falsafi di Nusantara agaknya dimotori oleh Hamzah Fansuri dan Syamsuddin Sumatrani, dua tokoh sufi yang datang dari pulau Andalas (Sumatera) pada abad ke 17 M. Sekalipun pada abad ke 15 sebelumnya telah terjadi peristiwa tragis berupa eksekusi mati terhadap Syekh Siti Jenar atas fatwa dari Wali Songo, karena ajarannya dipandang menganut doktrin sufistik yang bersifat bid’ah berupa pengakuan akan kesatuan wujud manusia dengan wujud Tuhan, Zat Yang Maha Mutlak. Namun sejauh ini penulis belum menemukan literatur yang menjelaskan apakah paham yang dianut Syekh Siti Jenar adalah wahdatulwujud yang berasal dari Ibnu Arabi lewat ‘jaringan ulama’ sebagaimana dimaksud Azra dalam bukunya tersebut. Terlebih lagi terlalu sedikit literatur yang menjelaskan keberadaan sosok Syekh Siti Jenar dalam khazanah keislaman di Nusantara. Paling tidak menurut Alwi Shihab, kehadiran Syekh Siti Jenar dengan ajaran dan syathahad-nya yang dipandang sesat, dapat dijadikan sebagai tahap pertama perkembangan tasawuf falsafi di Indonesia. Alwi menamakannya sebagai tahap perkenalan. Pembunuhan terhadap Syekh Siti Jenar agaknya telah meredupkan cahaya perkembangan tasawuf falsafi di Indonesia dalam waktu yang lama, sampai kemudian munculnya Hamzah dan Syamsuddin di Sumatera. Hamzah Fansuri adalah keturunan Melayu yang dilahirkan di Fansur -nama lain dari Barus-. Para peneliti tidak menemukan bukti yang valid kapan sebenarnya Hamzah lahir. Dia diperkirakan hidup pada akhir abad ke 16 dan awal abad ke 17, yakni pada masa sebelum dan selama pemerintahan Sultan ‘Ala al-Din Ri’yat Syah (berkuasa 977-1011H/1589-1602M). Hamzah diperkirakan meninggal sebelum tahun 1016H/1607M.

Hamzah memulai pendidikannya di Barus, kota kelahirannya yang pada waktu itu menjadi pusat perdagangan, karena saat itu Aceh berada dalam kemajuan di bawah pemerintahan Sultan Iskandar Muda dan Iskandar Tsani. Kwalitas pendidikan yang cukup baik di Aceh menjadikan Hamzah dapat mempelajari ilmu-ilmu agama seperti ; fiqh, tauhid, akahlak, tasawuf, dan juga ilmu umum seperti ; kesustraan, sejarah dan logika. Selesai mengikuti pendidikan di tanah kelahirannya, Hamzah kemudian melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah, khususnya Persia dan Arab. Sehingga dia dapat menguasai bahasa Arab dan Persia, mungkin juga bahasa Urdu. Dalam hal tasawuf falsafi diperkirakan Hamzah mempelajari dari Iraqi, murid Sadr al-Din al-Qunawi, murid kesayangan Ibnu Arabi. Sekembalinya dari perantauan menuntut ilmu, Hamzah mengajarkan agama di Aceh melalui lembaga pendidikan “Dayah” (pesantren) di Oboh Simpang-Kanan, yang merupakan cabang dari Dayah Simpang-Kiri yang diasuh oleh kakaknya Syekj Ali Fansuri, ayah dari Abdr Rauf al-Sinkli. Hamzah ternyata tidak hanya berakfitas sebagai guru, namun juga rajin menulis. Tetapi sangat disayangkan karya-karya Hamzah tersebut tidak lagi ditemukan karena telah dimusnahkan oleh ‘lawan-lawannya’ yang menentang paham wujudiyah yang dikembangkan oleh Hamzah. Pemikiran Hamzah tentang ajaran wujudiyah terdapat dalam karyanya Zinat al-Wahidin, yang terdiri dari tujuh bab. Menurut Hamzah hakekat dari Zat Yang Maha Mutlak, Kadim dan pencipta alam semesta tidak dapat ditentukan atau dilukiskan. Dalam kaitan ini bagi Hamzah alam yang pada mulanya bersifat ruhani kemudian berubah berisifat jasmani adalah manifestasi dari zat Ilahi. Zat Ilahi menampung seluruh wujud, sehingga dalam aspek transenden zat Tuhan tidak bertepi. Pada aspek immanen zat Tuhan juga tidak terpisah dari alam. Lebih jauh Hamzah menjelaskan tahap-tahap hubungan Tuhan dengan manifestasi-Nya, alam. Tahap pertama disebut la ta’ayyun, pada tahap ini Tuhan yang Esa belum berhubungan dengan alam. Lalu bagaimana Tuhan menciptakan alam, padahal suatu hal yang mustahil Tuhan sebagai Zat Yang Mutlak dari-Nya langsung muncul nakhluk-makhluk yang sifatnya relatif. Menurut Hamzah Penciptaan dari Zat Mutlak ke alam yang relatif membutuhkan tahapan-tahapan. Ia membagi tahapan-tahapan ini kepada lima tahapan yang disebut dengan ta’ayyun atau penampakan. Pertama, ta’ayyun awwal yaitu Tuhan menampakkan diri-Nya melalui ilmu-Nya, sifat-Nya dan NurNya, ide-ide ketuhanan pada tahap ini dalam pengajaran Syamsuddin Samatrani masih bersifat ijmali atau global. Kedua ta’ayyun tsani merupakan penampakan dalam diri Tuhan yang menghasilkan munnculnya pengetahuan terperinci tentang hakikat-hakikat alam (a’yyan tsabitah). Dalam pengajaran Hamzahditegaskan bahwa a’yan tsabitah tidaklah memiliki wujud aktual. Unsur ini merupakan polapola rancangan tetap dan lengkap tentang alam. Alam diwujudkan Tuhan secara aktual menurut polapola rancangan tersebut. Ketiga ta’ayyun tsalist, yaitu penampakan Tuhan dalam alam arwah, tahap ini terjadi di luar zat yang Mutlak sehingga dinamakan a’yan kharijah. Keempat, ta’ayyun rabi’ merupakan penampakan kepada seluruh makhluk, tapi masih dalam alam misal dan kelima, ta’ayyun khamis, penampakan Tuhan terakhir pada alam insan dan alam dunia. Tahapan-tahapan dalam penciptaan ini hanyalah hirarki yang disusun untuk lebih mudah memahami, yang sebenarnya terjadi secara gradual dan seketika. Dengan pemikiran ini Hamzah menjelaskan bahwa penampakan Tuhan tidak terjadi begitu saja atau secara langsung, tapi melalui tahap tertentu, sehingga keesaan dan kemurnian Tuhan tidak tercampuri dengan makhluk. Ajaran wujudiyah Hamzah ini kemudian dikembangkan oleh muridnya Syamsuddin Sumatrani. Kebanyakan peneliti berpendapat, hubungan mereka adalah guru-murid. Abdul Azis juga membenarkan pendapat A. Hasymy bahwa hubungan Hamzah dengan Syamsuddin sebagai murid dan khalifah, karena menurutnya telah dijumpai dua karya Syamsuddin yang merupakan ulasan atau syarah terhadap pengajaran Hamzah yaitu : Syarah Ruba’i Hamzah Fansuri dan Syarah Syair Ikan Tongkol. Terdapat banyak informasi tentang potret pribadi syeikh di antaranya : Hikayat Aceh, Adat Aceh, Bustan al-Salathin dan informasi dari pengembara dan peneliti asing. Dari informasi tersebut dijelaskan bahwa Syamsuddin lahir kira-kira 1589 dan wafat 24 Februari 1630 berdasarkan informasi Deny Lombard. Syaikh banyak melahirkan karya bermutu seperti : Jawhar al-Haqaiq, Risalah Tubayyin

Mulahazah, Nur al-Daqaiq, Thariq al-Sahlikin, I’raj al-Iman dan karya lainnya. Syamsuddin menguasai beberapa bahasa, tapi karya-karyanya kebanyakan ditulis dalam bahasa Melayu dan Arab. Pemberian makna “Tiada wujud selain Allah” bagi kalimat tauhid la ilaha illa Allah hanya dilakukan oleh kalangan sufi penganut paham wujudiyyah saja, dan itu menjadi ciri khas yang membedakan kalangan penganut paham wujudiyyah dengan kalangan sufi lainnya. Pengakuan bahwa tidak ada wujud selain Allah disebut dalam pengajaran Syamsuddin sebagai tauhid hakiki (al-tawhid al-haqiqi) atau tauhid yang murni (al-tawhid al-khalish). Menurutnya, tauhid hakiki atau tauhid murni itu baru ada pada seseorang jika ia mengakui bahwa tidak ada pelaku atau pembuat selain Allah, tidak ada yang ditaati atau disembah selain Allah dan tidak ada wujud selain Allah. Syamsuddin, dalam pengajarannya tentang maksud kalimat-kalimat tauhid itu, juga mengingatkan pengikutnya tentang perbedaan pendirian mereka sebagai penganut tauhid yang benar (al-muwahhidin al-shiddiqin) dengan kaum yang ia sebut sebagai orang-orang zindiq. Menurutnya kedua pihak itu sepakat dalam hal menetapkan maksud kalimat tauhid la ilaha illa Allah, yakni tiada wujud selain Allah, sedangkan wujud sekalian alam adalah bersifat bayang-bayang, majazi atau fatamorgana, dibandingkan dengan wujud Allah. Sedangkan paham kaum zindiq, wujud Tuhan tidak ada kecuali dengan kandungan wujud alam seluruhnya; semua wujud alam adalah wujud Tuhan dan wujud Tuhan adalah wujud alam, baik dari segi wujud maupun dari segi ta’ayyun-ta’ayyun (penampakan-penampakan). Mereka menetapkan kesatuan hakiki dalam kejamakan alam tanpa membedakan martabat Tuhan dengan alam. Paham demikian, menurut Syamsuddin adalah paham batil, tidak benar dan ditolak oleh penganut tauhid yang benar. Berdasarkan pendapat ini terkesan jauh-jauh hari sebelum Nuruddin al-Raniry mengkritik paham Syamsuddin sebagai mulhid, ia sendiri telah menjelaskan bahwa mana wujudiyyah mulhid dan mana yang muwahhid berdasarkan keterangan di atas. Pengajaran Syamsuddin tentang Tuhan dengan corak paham wujudiyyah dikenal juga dengan pengajaran tentang “martabat tujuh”, yaitu tentang satu wujud dengan tujuh martabatnya. Pengajarannya tentang ini agaknya samam dengan yang diajarkan al-Buhanpuri, yang diduga kuat sebagai orang pertama yang membagi martabat wujud itu kepada tujuh kategori. Ketujuh martabat tersebut adalah : martabat ahadiyyah, martabat wahdah, martabat wahidiyyah, martabat alam arwah, martabat alam mitsal, martabat alam ajsam dan martabat alam insan. Al-Buhanpuri pernah mengingatkan bahwa sebutan martabat ketuhanan tidak boleh dipakaikan untuk martabat alam dan begitu pula sebaliknya. Akan tetapi dalam karya al-Burhanpuri tidak dijelaskan secara implisit tentang itu. Syamsuddin sebagai penganut paham martabat tujuh ini di Nusantara telah mengkategorikan martabat ketuhanan dan martabat kemakhlukan seperti yang disimpulkan Abdul Aziz Dahlan. Menurutnya, secara eksplisit dalam karya Syamsuddin terlihat tiga martabat, pertama disebut anniyat Allah, yaitu martabat wujud aktual Allah, sedangkan empat martabat berikutnya disebut anniyah al-Makhluq, yaitu martabat wujud aktual makhluk. Paham martabat tujuh inilah yang membedakan antara Syamsuddin Sumatrani dengan gurunya Hamzah Fansuri, yang mana dalam ajaran Hamzah tidak ditemukan pengajaran ini. Tetapi keduanya sangat menekankan pemahaman tauhid yang murni, bahwa Tuhan tidak boleh disamakan atau dicampurkan dengan unsur alam, dikenal dalam pengajaran Hamzah Fansuri la ta’ayyun. Sedangkan dalam pengajaran Syamsuddin dikenal dengan aniyat Alllah, yang merupakan kejelasan dari ajaran alBurhanpuri untuk tidak mencampur-adukkan martabat ketuhanan dengan martabat kemakhlukan. 3. Respon dan Pengaruh Paham Tasawuf Falsafi di Nusantara Pasca Hamzah dan Syamsuddin. Ternyata Hamzah Fansuri dan Syamsuddin Sumatrani pada prinsipnya dikategorikan termasuk dalam aliran pemikiran yang sama, keduanya merupakan pendukung terkenal penafsiran mistikofilosofis wahdat al-Wuju. Walaupun sedikit ada perbedaan penekanan, keduanya sangat dipengaruhi terutama oleh Ibn ‘Arabi. Konsep inti ajaran mereka adalah kehadiran alam ini disebabkan serangkaian proses penampakan diri Tuhan. Ide ini pada perkembangan selanjutnya mendorong para penentang seperti al-

com/2010/01/19/tasawuf-falsafi-di-nusantara-abad-ke-xvii-m/ . rupanya seperti tercatat dalam diary opper-koopman Belanda. al-Attas. berarti sesudah tesis Daudi terbit. Kleim ini mendorong Abdul Aziz Dahlan untuk membuktikan bahwa ajaran Syamsuddin dan gurunya Hamzah. Kedua. Tulisan Hamzah Fansuri dan Syamsuddin memberi dorongan pada kecenderungan ini. menurut Azra para peneliti terbagi dua pula. sebagai penasehat Sultanah atau ratu di Aceh dan menyebarkan pahamnya. Syamsuddin dan Al-Raniri adalah sama. Johns dan Bariend. Pada gilirannya al-Attas malah menuduh alRaniri melakukan distorsi dan menyebarkan fitnah dan tidak memahami wujudiyyah. peneliti Barat seperti Winstedt. Tidak juga bisa dikatakan dengan munculnya al-Raniri yang mengkritik dan “membumi hanguskan” paham tasawuf falsafi. Menurut Aziz. Tapi menurut Azra al-Attas buru-buru mengklarifikasi pendapatnya dalam buku yang berjudul “A Comentary on the Siddiq al-Nur al-Din al-Raniri” terbit tahun 1986. ia tidak menyebut ajaran Hamzah dan Syamsuddin sesat. bisa dipertanggungjawabkan secara teologis. menyatakan bahwa sebenarnya ketiga pemikiran Hamzah. ulama Minang. mangkatnya Iskandar Tsani memberikan kesempatan pada golongan moderat (Syamsuddin) untuk bangkit melawan arus intoleransi dan anti intelektual yang dilancarkan al-Raniri. Berdasarkan penelitian Taufik Abdullah menjelaskan bahwa setelah Sultan Iskandar Tsani wafat tahun 1642. tidak bisa disimpulkan secara blak-blakan bahwa mereka mengindahkan syari’ah. Diberitakan pada waktu itu Nuruddin alRaniri meninggalkan Aceh sambil tergesa-gesa. Pertama. Syamsuddin bersama pengikutnya tidak menyebut diri sebagai penganut paham wujudiyah. Tampil pada waktu itu Syeikh Saifulrijal. Hamzah digolongkan pada wujudiyyah mulhid dan disebut zindiq. lantas paham ini lenyap dan punah. apalagi mulhid. Dalam apandangan Nuruddin al-Raniri. Asumsi al-Attas ini mengobsesi Ahmad Daudi untuk menjelaskan pada dunia bahwa al-Raniri punya logika pembenaran sendiri yang menurutnya wajar kalau ia menuduh Hamzah dan Syamsuddin sesat. Dalam karya tersebut al-Attas memuji al-Raniri sebagai orang yang dikaruniai kebijakan dan diberkati dengan pengetahuan yang orisinil yang berhasil menjelaskan doktrin yang keliru. http://filsafat. tampil Syafiyatuddin Syah (19421975) permaisuri Iskandar Tsani yang menggantikannya. (Penulis : Tenaga Pengajar Fakultas Dakwah IAIN Imam Bonjol Padang).kompasiana. Jadi pada abad ke 16-17 M di Nusantara berkembang paham tasawuf falsafi yang bukan hanya di Aceh tapi di bagian wilayah lainnya di Nusantara. berpendapat bahwa ajaran dan doktrin Hamzah dan Syamsuddin sesat. Mereka telah membeirkan sumbangan pada kehidupan religiointelektual kaum Muslimin abad ke-16 dan 17 M. Meskipun ada usaha-usaha untuk menerapkan syari’ah – suatu yang tidak bisa dipisahkan dari lingkup Islam pada abad itu. Sepanjang menyangkut tuduhan itu.Raniri untuk menuduh mereka sebagai panteis. pembahasan tentang wujud Allah dapat dibagi dua: wujudiyyah muwahhid dan wujuddiyah mulhid. Seperti telah dijelaskan pada sub-bab sebelum mereke yakin berada dalam tauhid yang benar dan memandang diri sebagai golongan al-muwahhidin al-shiddiqin. menurut Bustan al-Salathin.

Pengertian Taswwuf dan Tarekat. pada taraf tertentu. nilai-nilai yang dapat menuntun manusia kembali kepada fitrahnya.BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Zaman sekarang disebut zaman modern. 2006) h Mengetahui definisi tarekat. Istilah ini kemudian berkembang menjadi organisasi yang tumbuh seputar metode sufi yang khas. 2. Karena itu manusia mulai tertarik untuk mempelajari tasawwuf dan berusaha untuk mengamalkannya. Salah satunya adalah manusia modern telah dilanda kehampaan spiritual. Mengetahui definisi tasawuf. Namun. tasawwuf berasal dari bahasa Arab yaitu katashuuf yang berarti bulu. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. Noer Iskandar mendefinisikan bahwa tasawwuf adalah kesadaran murni (fitrah) yang mengarahkan jiwa yang benar kepada amal dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah sedekat mungkin. serta Hubungan Antara Keduanya Secara ethimologi. Apa hubungan tarekat dan tasawuf? 4. bahwa . Di tengah suasana seperti itu. manusia merasakan kerinduan akan nilai-nilai ketuhanan. Dan karena dominannya ungkapan batin ini. Materi telah mampu memberikan kesenangan dan kenyamanan lahiriyah.majlis tasawwuf inilah yang kemudian populer dengan istilah tarekat. serba mekanik dan otomatis. telah menimbulkan kebosanan. Bahkan banyak membawa bencana. Bagaimanakah perkembangan tarekat dan tasawuf di Indonesia? 5.amalan yang dihubungkan dengan guru sufi.2 Sedangkan secara terminology. (Jakarta: Kencana. secara ethimologi berasal dari kata “Thoriqoh” yang berarti jalan.3 Sedangkan tarekat sendiri.amalan dan dzikir-dzikirnya. Pada waktu itu para ahli tasawwuf memakai pakaian dari bulu domba sebagai lambang merendahkan diri. Apa pengertian tasawwuf? 3.1 Majlis.. para sufi dalam mendefinisikan tasawwuf itu sendiri sesuai dengan pengalaman batin yang telah mereka rasakan masing-masing. kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Rumusan Masalah 1. semua itu. Mengetahui hubungan antara keduanya. 5. nilai-nilai ilahiyah. Dari beberapa definisi para sufi. ditandai dengan kemakmuran material. Sehingga sulit mengemukakan definisi yang menyeluruh. 4. Apa pengertian tarekat? 2. Hal ini terlihat dengan tumbuhnya majlis-majlis pengajian tasawwuf dengan segala amalan.Mengetahui pengaruh tarekat dan tasawuf terhadap pemikiran islam di Indonesia PEMBAHASAN A. Apa pengaruh tarekat dan tasawuf terhadap pemikiran islam di Indonesia? Tujuan 1 Sri Mulyati. Mengetahui sejarah perkembangan tarekat dan tasawuf di Indonesia. Dalam artian jalan yang mengacu kepada suatu system latihan meditasi maupun amalan.4 atau institusi yang menaungi paham tasawwuf. maka menjadi beragamnya definisi yang ada.5 Dari pengertian diatas. tampaklah pertalian yang sedemikian erat antara tasawwuf dan tarekat. 3.

Tarekat dan Para Sufi. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. Tarekat dan Para Sufi. 73 6 Ibid. tarekat merupakan madzhab-madzhab dalam tasawwuf. 8 5 Noer Iskandar Al Barsyany. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. baru muncul tarekat sebagai kelanjutan kegiatan sufi . Tarekat dan Para Sufi. 70 B. Tasawwuf. tasawwuf murni bersumber dari sumber pokok ajaran islam itu sendiri. 2-3 3 Noer Iskandar Al Barsyany. agar mereka selalu berada dalam kebenaran. lahirnya tasawwuf bersamaan dengan lahirnya islam itu sendiri. (Jakarta: Kencana. Sejarah Perkembangan Tasawwuf dan Tarekat di Indonesia Dalam hal kelahiran tasawwuf dalam islam. 2001) hal. yaitu tarekat. (Jakarta: Grafindo. Noer Iskandar Al Barsyany. Tasawwuf.                                                       “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku. ajaran ini terus mengalami perkembangan. Namun para ulama berpendapat bahwa pada abad ke-5 Hijriyyah atau 13 Masehi. Dan tarekat merupakan implementasi dari suatu ajaran tasawwuf yang kemudian berkembang menjadi sebuah organisasi sufi dalam rangka mengimplementasikan suatu ajaran tasawwuf secara bersama-sama. Salah satunya adalah: . 2001) hal. ada berbagai macam versi. Hal ini mengingat banyaknya isyarat yang tersirat bahkan tersurat dalam al Qur’an dan al Hadits. Menurut kayakinan sebagian besar orang Islam.” ( QS. bahwasanya Aku adalah dekat. 2-8 4 Sri Mulyati. Al Baqarah: 186)7 Ayat diatas menunjukkan bahwa sejak awal Islam telah menyinggung masalah umatnya dengan Tuhannya.(Jakarta: Grafindo. yaitu al Qur’an dan al Hadits. Dalam hal ini. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku.Artinya. 8. Shuufi. 2006) hal. (Jakarta: Grafindo. Setelah tasawwuf itu lahir. dan lain-lan. hal. 2 Ibid hal. yang merupakan spesialisasi ajaran tasawwuf. Tasawwuf. Atau dengan kata lain.6 Tasawwuf adalah sebuah ideology dari institusi yang menaunginya. 2001) hal. Ada yang mengatakan bahwa tasawwuf berasal dari kataahl al shuffah. ada beberapa pendapat yang berbeda.antara keduanya tampak sulit dibedakan dan tak bisa dipisahkan antara yang satu dengan yang lain. Maka (jawablah).sophos.

16 . Gerakan Politik Kaum Tarekat. Dzikron Abdullah memberi batasan-batasan suatu tarekat bisa dikategorikan sebagai tarekat mu’tabarah apabila memenuhi kriteria dibawah ini: a. Pendapat lain mengatakan bahwa. Syadziliyah dan lain sebagainya. b. Hal ini ditandai dengan adanya silsilah tarekat yang selalu dihubungkan nama pendiri atau tokoh sufi yang yang lahir pada abad itu. (Jakarta: Kencana.10 Dari perpaduan itulah. Hal ini terjadi karena Islamisasi di Indonesiatidak terdokumentasi dengan baik sehingga banyak spekulasi dikalangan ilmuwan yang menimbulkan polemic yang hingga saat ini belum selesai. telah mengenalkan ajaran Islam dalam kapasitas mereka sebagai guru sufi. 1996). Beberapa di antaranya hanya merupakan tarekat local. Naqsabandiyah.sebelumnya. Noer Iskandar Al Barsyany. 2006) hal. 2001) hal. menyebabkan banyaknya tarekat dan organisasi mirip tarekat yang berkembang di Indonesia.11 Namun tampaknya. Selama abad ke 14 dan 15 Islam secara berangsur-angsur menyebar ke pantai utara Jawa dan Maluku. hanya ada beberapa tarekat yang bisa masuk dan berkembang di Indonesia. 8 9Tentang kapan pribum nusantara memeluk Islam. para ahli berbeda pendapat.(Bandung: Mizan. dilanjutkan pada abad ke-13 oleh kerajaan smudera Pasai.Pelaksanaan syari’at dalam suatu tarekat harus benar dan ketat. Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia.8 Di Indonesia sendiri.13 9 Ajid thohir. misalnya tarekat Syattariyah. sanad(silsilah)-nya muttashil (bersambung) sampai kepada Nabi. tasawwuf merupakan akulturasi ajaran Islam dengan ajaran Kristen atau Hindu dan Budha. hal.(Jakarta: Grafindo. (Jakarta: Kencana. termasuk Indonesia. yang kebanyakan berasal dari Persia dan India. Tasawwuf. Ajaran tasawwuf dapat dengan mudah dipadukan dengan ide-ide sufistik India dan pribumi yang dianut masyarakat setempat. kelahiran ajaran tasawwuf serta lembaga-lembaga tarekatnya bersamaan dengan kehadiran Islam di kawasan ini. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. Khalwatiyah. Mungkin orang muslim asing memang sudah ada yang menetap di pelabuhan dagang di Sumatra dan Jawa beberapa abad sebelum abad ke-16. Bahkan ada yang merupakan cabangdari gerakan sufi Internasional. Sebagian muballigh.712 11 Martin van Bruinessen. 10 Sri Mulyati. namun baru menjelang abad ke-10 ada bukti-bukti orang-orang pribumi memeluk Islam di suatu kerajaan kecil Perlak. 2006 hal. berlangsung damai. KH. sangat mempengaruhi.12 Bahkan saat ini Indonesia telah mampu memilah dan memilih antara tarekat yang mu’tabarah dan ghoiru mu’tabarah. misalnya Wahidiyahdan Shiddiqiyah di Jawa Timur dan Syahadatain di Jawa Tengah. (Bandung: Pustaka Hidayah. 6. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. Faktor kemudahan system komunikasi dalam kegiatan transmisinya serta tarekat – tarekat itu dibawa langsung oleh tokoh-tokoh pengembangnya. 2002) Hal 27. yang menyebarkan Islam di Nusantara. 7 Ibid hal. Sejarawan mencatat bahwa karena factor tasawwuf dan tarekatlah Islamisasi Asia Tenggara. Tarekat dan Para Sufi. dari sekian banyak tarekat yang ada di seluruh dunia. Terlepas dari semua itu. 11 8 Sri Mulyati.

Kediri pada tahun 1888. Gerakan Politik Kaum Tarekat. (Jakarta: Kencana. Sri. Mulyati. ada beberapa tarekat yang lahir dan berkembang di Indonesia.14 tarekat Shiddiqiyah yang didirikan oleh Kyai Muchtar Mukti.ht m l 17 Sri Mulyati.18 Saat ini. diantaranya adalah Syaikh Yusuf Makassar.com/2008/05/01/tareqah-mutabarah-di-indonesia/ Thohir. Bandung: Mizan. Ajid. Gerakan Politik Kaum Tarekat. kehadiran tarekat di tengah-tengah masyarakat Indonesia pada masa penjajahan itu telah memberikan angin segar bagi rakyat jajahan yang ingin melepaskan diri dari penjajahan. 818 Ajid Thohir. corak pemikiran Islam diwarnai oleh tasawwuf.di . dan Sidoarjo pada tahun 1904. (Jakarta: Kencana. terlihat bahwa pada waktu itu tarekat berfungsi tidak hanya sebagai gerakan keagamaan. bahkan para bangsawan. Nuruddin Al Raniri.t arekat . 2006.republ i ka.co. Hamzah Fansuri. Sehingga tidak lama setelah Islam bersama ajaran Tasawwufnya masuk ke Nusantara. bahwa ajaran tasawwuf berkembang pesat karena orang. dan ada juga yang memang hasil ijtihadnya.orang pribumi sangat antusias terhadap ajaran ini. Hal ini dipengaruhi oleh kekentalan kehidupan pribumi terhadap mistik sebelum Islam datang. 2002)hal 32-34 menengah ke bawah. 1996. Bandung: Pustaka Hidayah. Abdul Ra’uf Singkel dan lain-lain. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. banyak ulama’ nusantara yang menggeluti ajaran ini. Noer. van Bruinessen. Jakarta: Kencana.org/ ri sal ah/ perkem bangan . Hal ini dapat dilihat dari antusiasme warga setiap acara rutinan jam’iyyah tarekat tertentu. Diantaranya adalah tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah didirikan oleh Syaikh Ahmad Katib Sambas.12 Ajid thohir. 2006) hal. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. Ada yang merupakan hasil ulama’ lokal yang mengkolaborasikan beberapa tarekat. tetapi juga gerakan politik dalam menghadapi penjajahan. Tasawwuf. Dengan hal ini.nusant ara. 2002)Hal 27-28 13ht t p:/ / orgawam . tetapi telah merambah pada kalangan ekonomi ke atas.wordp ress. (Bandung: Pustaka Hidayah. 2006) hal. DAFTAR PUSTAKA Iskandar. http://orgawam.16 Ketika itu. 253 15ht t p:/ / www.i d/ be ri t a/ 61218/ P erkem bangan_T ar ekat _di _Duni a_Isl am 16ht t p:/ / bai t ul am i n. tarekat masih mendapat tempat tempat d hati kaum muslimin Indonesia. 2001.wordpress. Timbulnya beberapa pemberontakan di Banten pada tahun 1888.m ut abarah.indonesi a/ Bahkan lebih dari itu. Gerakan Politik Kaum Tarekat. Bahkan terus berkembang di kota-kota besar di Indonesia.com / 2008/ 05/ 01/ t areqah . Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. Juga tidak hanya terbatas kalangan ekonomi 14 Sri Mulyati. Pengaruh Tasawwuf dan Tarekat Terhadap Pemikiran Islam di Indonesia Seperti telah di sebutkan di atas. Martin.15 C. Pemikiran para sufi besar Ibn Al ‘Araby dan Abu Hamid Al Ghazali sangat berpengaruh terhadap pengamalan-pengamalan muslimin generasi pertama. (Bandung: Pustaka Hidayah. Tarekat dan Para Sufi.17 Bahkan. 2002 . Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia. Syamsuddin Al Sumatrani. Jakarta:Raja Grafindo Persada.

republika.http://www.co.id/berita/61218/Perkembangan_Tarekat_di_Dunia_Islam http://baitulamin.org/risalah/perkembangan-tarekat-nusantara.html .

Dalam peta Indonesia. Beliau bernama Muhammad ibn ‘Ali ibn Hasan ibn Muhammad al-Raniri al-Qurasyi al-Syafi’i. Dia tidak menyerupai apapun dari makhluk-Nya. Persentuhan budaya yang sama sekali berbeda antara budaya orang-orang wilayah Nusantara (Melayu) dengan umunya orang-orang timur tengah menghasilkan semacam budaya baru. Pertama. Sementara dalam akidah sangat kuat memegang teguh akidah Asy’ariyyah. Dominasi ajaran Hindu dan Budha saat itu. Padahal sejarah mencatat bahwa wilayah Nusantara ketika itu diduduki berbagai kerajaan yang dianggap cukup kuat memegang ortodoksi ajaran leluhur mereka. yang sebelumnya sempat menyebar di wilayah tersebut menjadi semakin diasingkan. hingga keyakinan-keyakinan animisme cukup mengakar di berbagai tingkatan masyarakat. al-Raniri masuk ke wilayah tasawuf melalui tarekat alRifa’iyyah. pada sekitar permulaan abad sebelas hijriah datang salah seorang keturunan Rasulullah. Konsistensi ini mereka warisi dari perintis tarekat al-Rifa’iyyah sendiri. Terhadap akidah hulûl dan wahdah al-wujûd tarekat ini sama sekali tidak memberi ruang sedikitpun. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad. Para pemeluknya di dalam fikih dikenal sebagai orang-orang yang konsisten memegang teguh madzhab asySyafi’i. Dan siapapun dari makhluk-Nya selalu membutuhkan kepada-Nya. Salah satunya kepada al-Imam Abu Hafsh ‘Umar ibn ‘Abdullah Ba Syaiban al-Hadlrami. terutama akidah hulûl dan ittihâd. “Tangan-tangan ahli” dalam membawa misi dakwah Islam saat itu sangat terampil dan pleksibel. mungkin melebihi penyebaran ke wilayah barat dari bumi ini. Nabi pembawa wahyu dan kebenaran. hingga menjadi khalifah dalam tarekat ini.Segala puji Allah Tuhan sekalian alam. Hampir seluruh orang yang berada dalam tarekat al-Rifa’iyyah memerangi dua akidah ini. paling tidak ada tiga hal yang membuat penyebaran agama Islam cukup unik untuk dikaji. Namun kelebihan yang ada pada budaya baru ini ialah bahwa nilai-nilai –terutama akidah– ajaran Islam telah benar-benar berhasil ditanamkan oleh para pendakwahnya. Bahkan beberapa kitab aliran hulûl dan ittihâd sempat dibakar di depan Majid Baiturrahman. Ditangan ulama besar ini. ••• Di wilayah Aceh. materi-materi dakwah dan berbagai aspek lainnya dalam dakwah itu sendiri adalah di antara hal yang perlu kita pelajari. . Secara geografis wilayah nusantara sangat jauh dari negara-negara Arab sebagai pusat munculnya dakwah Islam. Metodologi dakwah. yang sekarang nama beliau diabadikan dengan sebuah Institut Agam Islam Negeri (IAIN). juga para pemeluknya saat itu sudah tidak memiliki tempat. yaitu al-Hasîb al-Nasîb as-Sayyid al-Imam Ahmad alRifa’i. Tarekat al-Rifa’iyyah dikenal sebagai tarekat yang kuat memegang teguh akidah Ahlussunnah. Jaringan informasi dari satu wilayah ke wilayah lain saat itu sangat membutuhkan waktu dan tenaga. Faham-faham akidah Syi’ah. Kedua. Ketika kesultanan Aceh dipegang oleh Iskandar Tsani. juga wilayah Sumatera pada umumnya. Beberapa karya yang mengandung faham dua akidah tersebut. Ajaran Ahlussunnah yang sebelumnya sudah memiliki tempat di hati orangorang Aceh menjadi bertambah kuat dan sangat dominan dalam perkembangan Islam di wilayah tersebut. kondisi wilayah dan masyarakat Indonesia. Bagaimanakah olahan tangan-tangan terampil tersebut hingga membuahkan hasil yang sangat menakjubkan?! Ketiga. Budaya baru ini tidak sangat cenderung ke timur tengah juga tidak sangat cenderung kepada ortodoksi wilayah setempat. Syaikh Nuruddin ar-Raniri. Namun demikian perkembangan Islam di Nusantara pada awal kedatangannya sangat pesat. al-Raniri diangkat menjadi “Syaikh al-Islâm” bagi kesultanan tersebut. Sebelum ke nusantara beliau pernah belajar di Tarim Hadramaut Yaman kepada para ulama terkemuka di sana. Dia tidak membutuhkan apapun dari makhluk-Nya.

Sunan Kalijaga. Berbeda dengan Iran. Tokoh ini cukup melegenda dan cukup dikenal di hampir seluruh daratan Melayu. Materi kitab yang dikaji dan sejauh mana aplikasi hasil kajian tersebut dalam prilaku keseharian biasanya menjadi tolak ukur untuk melihat “kelas-kelas” para santri tersebut. Negara Yaman saat itu. Karena itu pula para wali songo yang tersebar di wilayah Nusantara memiliki garis keturunan yang bersambung hingga Rasulullah. Sunan Muria. Dalam pembukaan kitab yang tersusun dari empat jilid tersebut penulisnya mengatakan bahwa tujuan ditulisnya kitab dengan bahasa Melayu ini agar orang-orang yang tidak dapat memahami bahasa Arab di wilayah Nusantara dan sekitarnya dapat mengerti tasawuf. Karena sebenarnya di lingkungan pesantren kitab-kitab yang dikaji memiliki hirarki tersendiri. Dan ini berarti bahwa orientasi tasawuf Syaikh ‘Abd al-Shamad yang diajarkannya tersebut benar-benar berlandaskan akidah Ahlussunnah. serta dapat mempraktekan ajaranajarannya secara keseluruhan.Dengan demikian dapat diketahui bahwa di bagian ujung sebelah barat Indonesia faham akidah Ahlussunnah dengan salah satu tarekat mu’tabarah sudah memiliki dominasi yang cukup besar dalam kaitannya dengan penyebaran Islam di wilayah Nusantara. Tentang sosok al-Ghazali. Tokoh-tokoh melegenda ini hidup di sekitar pertengahan abad sembilan hijriah. Kegiatan ilmiah di Yaman memusat di Hadlramaut. Beliau adalah murid dari Syaikh Muhammad Samman al-Madani. ialah orang-orang yang memiliki garis keturunan dari Rasulullah. yang dikenal sebagai penjaga pintu makam Rasulullah. Imam al-Ghazali adalah sosok yang sangat erat memegang teguh ajaran Asy’ariyyah Syafi’iyyah. Secara “yuridis” hampir seluruh ajaran tasawuf terepresentasikan dalam karya al-Ghazali ini. terlebih bila ditambah dengan usaha mengaplikasikannya dalam tindakan-tindakan. dan beberapa wilayah di daratan Syam. baik formal maupun non formal di berbagai pelosok Indonesia. Sunan Ampel. Siria. Sunan Giri. Kitab Siyar al-Sâlikin sebenarnya merupakan “terjemahan” dari kitab Ihyâ’ ‘Ulûm al-Dîn. Yaman adalah pusat kegiatan ilmiah yang telah melahirkan ratusan bahkan ribuan ulama sebagai pewaris peninggalan Rasulullah. dengan beberapa penyesuaian penjelasan. Sunan Drajat. Artinya Islam sudah bercokol di wilyah Nusantara ini sejak sekitar 600 tahun lalu. ••• Di Palembang Sumatera juga pernah muncul seorang tokoh besar. adalah “gudang” al-Asyrâf atau al-Habâ’ib. al-Ghazali dengan karyanya Ihyâ’ Ulûm al-Dîn adalah rujukan standar dalam menyelami tasawuf dan tarekat. Hal ini menunjukan bahwa tasawuf yang diemban oleh Syaikh ‘Abd ash-Shamad adalah tasawuf yang telah dirumuskan oleh Imam al-Ghazali. Terutama bagi kalangan Nahdliyyin. Yordania. Tokoh kita ini adalah Syaikh ‘Abd ash-Shamad al-Jawi al-Palimbani yang hidup di sekitar akhir abad dua belas hijriah. dan Sunan Gunung Jati adalah sebagai tokoh-tokoh terkemuka dalam sejarah penyebaran Islam di wilayah Nusantara. Bagi kalangan pondok pesantren. negara Yaman dianggap . Sunan Gresik. Kitab dalam bahasa Melayu ini memberikan kontribusi yang cukup besar dalam perkembangan tasawuf di wilayah Nusantara. bila seorang santri sudah masuk dalam mengkaji Ihyâ’ ‘Ulûm al-Dîn berarti ia sudah berada di “kelas tinggi”. terutama pondok-pondok yang mengajarkan kitab-kitab klasik (Salafiyyah). Sunan Kudus. sudah lebih dari cukup untuk mengenal kapasitasnya dengan hanya melihat karya-karya agungnya yang tersebar di hampir seluruh lembaga pendidikan Islam. ••• Wali songo yang tidak pernah kita lupakan. seperti yang sudah kita kenal. Dari tangannya lahir sebuah karya besar dalam bidang tasawuf berjudul Siyar al-Sâlikîn Ilâ ‘Ibâdah Rabb al-‘Âlamîn. Sejarah mencatat bahwa para pendakwah yang datang ke Indonesia berasal dari Gujarat India yang kebanyakan nenek moyang mereka adalah berasal dari Hadlramaut Yaman. bahkan hingga sekarang. Libanon. Karena. bahkan mungkin sebelum itu. Sunan Bonang. Dan untuk menaiki hirarki-hirarki tersebut membutuhkan proses waktu yang cukup panjang.

Nûr al-Zhalâm. ••• Suatu hari wali songo berkumpul membahas hukuman yang pantas untuk dijatuhkan kepada Syaikh Siti Jenar. yaitu al-Imâm al-Muhâjir as-Sayyid Ahmad ibn ‘Isa ibn Muhammad ibn ‘Ali ibn alImâm Ja’far ash-Shadiq. Di kemudian hari tokoh kita ini sangat dihormati tidak hanya oleh orang-orang Indonesia dan sekitarnya. dan Kitab Tafsir al-Qur’an Marâh Labîd adalah sebagian kecil dari hasil karyanya. persis seperti yang telah dilakukan oleh para ulama di Baghdad terhadap al-Hallaj. Kitab-kitab ini dapat kita pastikan sangat akrab di lingkungan pondok pesantren. termasuk dengan rekomendasi al-Muqtadir Billah. penulis ratib al-Haddad. karena sama dengan berarti menyampingkan nilai-nilai yang telah diajarkan dan diperjuangkan wali songo itu sendiri. Beliau adalah keturunan ke-12 dari garis keturunan yang bersambung kepada Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) Cirebon. Orang terakhir disebut ini adalah orang yang dianggap merusak tatanan akidah dan syari’ah. wali songo memutuskan bahwa tidak ada hukuman yang setimpal bagi kesesatan Syaikh Siti Jenar kecuali hukum bunuh. bahkan oleh dunia Islam secara keseluruhan. Dan ajaran Asy’ariyyah Syafi’iyyah ini pula yang di kemudian hari di warisi dan ditanamkan oleh wali songo di tanah Nusantara. Pernyataan semacam ini jelas terlalu dibuatbuat. ••• Pasca wali songo. daerah pesisir pantai yang cukup gersang di sebelah barat pulau Jawa adalah tanah kelahirannya. Ia membawa dan menyebarkan akidah hulûl dan ittihâd dengan konsepnya yang dikenal dengan “Manunggaling kawula gusti”. Beberapa judul kitab. Qâmi’ al-Thughyân. sebagai khalifah ketika itu. jangan sampai kita terjebak di sini. Bahkan hal ini diungkapkan dengan jelas oleh para para tokoh terkemuka Hadlramaut sendiri dalam karya-karya mereka. Di sini kita juga tidak perlu repot memperdebatkan apakah latar belakang politis yang membawa Syaikh Siti Jenar kepada kematian?! Terlebih dengan mencari kambing hitam dari para penguasa saat itu atau dari para wali songo sendiri yang “katanya” merasa dikalahkan pengaruhnya oleh Syaikh Siti Jenar. Al-Hallaj dahulu di Baghdad dihukum pancung dengan kesepakatan dan persetujuan para ulama. seperti Kâsyifah al-Sajâ. Beliau menjadi guru besar di Masjid al-Haram dengan gelar “Sayyid ‘Ulamâ’ al-Hijâz”. Mayoritas orang-orang Islam di negara ini dalam fikih bermadzhab Syafi’i dan dalam akidah bermadzhab Asy’ari. Setelah perundingan yang cukup panjang. Bahjah al-Wasâ’il. Tokoh kita ini tidak lain adalah Syaikh Nawawi al-Bantani. Nashâ’ih al-‘Ibâd. dalam Risâlah al-Mu’âwanah mengatakan bahwa seluruh keturunan as-Sâdah al-Husainiyyîn atau yang dikenal dengan Al Abi ‘Alawi adalah orang-orang Asy’ariyyah dalam akidah dan Syafi’iyyah dalam fikih. juga dengan gelar “Imâm ‘Ulamâ’ al-Haramain”. di salah satu kepulauan di wilayah Nusantara lahir sosok ulama besar. Juga dapat pula berarti menilai bahwa keikhlasan-keikhlasan para wali songo tersebut sebagai sesuatu yang tidak memiliki arti. garis keturunan Syaikh Nawawi bersambung hingga .memiliki tradisi kuat dalam memegang teguh ajaran Ahlussunnah. Mirqât Shu’ûd al-Tashdîq. tapi juga oleh orang-orang timur tengah. Dengan demikian dari silsilah ayahnya. Santri yang tidak mengenal kitab-kitab tersebut patut dipertanyakan “kesantriannya”. Kita tidak perlu mendiskusikan adakah unsur politis yang melatarbelakangi hukuman pancung terhadap al-Hallaj ini atau tidak?! Secara sederhana saja. pada permulaan abad ke tiga belas hijriah. Berbagai hasil karya yang lahir dari tangannya sangat populer. Kampung Tanara. Konsep ajaran al-Hallaj tentang ittihâd dan hulûl hendak dihidupkan oleh Syaikh Siti Jenar di kepulauan Jawa. atau istilah lain melihat mereka dengan pandangan su’uzhan (berburuk sangka). Tentunya. Dan ajaran Asy’ariyyah Syafi’iyyah inilah yang disebarluaskan oleh moyang keturunan Al Abi ‘Alawi tersebut. terutama di kalangan pondok pesantren di Indonesia. Salah satunya as-Sayyid al-Imam ‘Abdullah ibn ‘Alawi al-Haddad. sejarah telah mencatatkan bahwa yang membawa al-Hallaj ke hadapan pedang kematian adalah karena akidah hulûl dan ittihâd yang dituduhkan kepadanya.

Asnawi (Caringin Banten). Tubagus Ahmad Bakri (Purwakarta Jawa Barat). Hasyim Asy’ari (pencetus gerakan sosial NU). Syaikh Yusuf mendapatkan ijazah beberapa tarekat. KH. Penyebaran tasawuf pada periode ini diwarnai dengan banyaknya tarekat-tarekat yang “diburu” oleh berbagai lapisan masyarakat. Syaikh Yusuf sendiri di samping seorang sufi terkemuka. ••• Di wilayah timur Nusantara ada kisah melegenda tentang seorang ulama besar. tapi juga merupakan tokoh-tokoh terdepan bagi perjuangan kemerdekaan RI. Najihun (Tangerang). dan belajar kepada yang lebih senior di antara mereka. di antaranya tarekat al-Qadiriyyah. KH. tepatnya dari wilayah Makasar Sulawesi. Mereka tidak hanya sebagai tokoh ulama yang “pekerjaannya” bergelut dengan pengajian saja. daerah Sulawesi sendiri saat itu sebagai penghasil berbagai komuditas. Latar belakang pendidikan Syaikh Yusuf menjadikannya sebagai sosok yang sangat kompeten dalam berbagai bidang. Tentu perkembangan dakwah ini juga didukung oleh kondisi geografis wilayah Sulawesi yang sangat strategis. tapi juga banyak melakukan perjalanan (rihlah ‘ilmiyyah) ke berbagai kepulauan Nusantara. Di samping sebagai tempat persinggahan para pedagang yang mengarungi lautan. dan lainnya. yang merupakan putra mahkota kerajaan Banten saat itu. seperti faham “non madzhab” (al-Lâ Madzhabiyyah) dan akidah hulûl atau ittihâd serta keyakinan sekte-sekte sempalan Islam lainnya. Perjalanan ilmiah Syaikh Yusuf di kepulauan Nusantara di antaranya ke Banten dan bertemu dengan Sultan ‘Abd al-Fattah (Sultan Ageng Tirtayasa). Syaikh Nawawi belajar di antaranya kepada as-Sayyid Ahmad Zaini Dahlan (mufti madzhab Syafi’i). memiliki ruang gerak yang sangat sempit sekali. Agama Islam masuk ke wilayah ini pada sekitar permulaan abad sebelas hijriah.Rasulullah. Demikian pula dengan penyebaran tasawuf yang secara praktis berafiliasi kepada Imam al-Ghazali dan Imam al-Junaid al-Baghdadi. Dominasi murid-murid Syaikh Nawawi yang tersebar dari sebelah barat hingga sebelah timur pulau Jawa memberikan pengaruh besar dalam penyebaran ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah. terutama ajaran tasawuf praktis yang cukup menjadi primadona masyarakat Sulawesi saat itu. Di antara mereka adalah. as-Sayyid Muhammad Syatha ad-Dimyathi. Walaupun sebagian ahli sejarah mempertanyakan kebenaran adanya . bahkan dengannya bersama-sama memperdalam ilmu agama. Dengan orang terakhir ini Syaikh Yusuf cukup akrab. ajaran Ahlussunnah. KH. Syaikh Yusuf juga berkunjung ke Aceh dan bertemu dengan Syaikh Nuruddin ar-Raniri. Kepada para ulama Mekah terkemuka saat itu. Darinya. Asnawi (Kudus) dan tokoh-tokoh lainnya. KH. terutama rempah-rempah dan hasil bumi lainnya. kerajaan Goa dan kerajaan Talo yang dipimpin oleh dua orang kakak adik memiliki andil besar dalam penyebaran dakwah Islam di wilayah tersebut. Ajaran-ajaran di luar Ahlussunnah. saat itu sangat populer dan mengakar di masyarakat Indonesia. Di antaranya kepada Syaikh Khathib Sambas (dari Kalimantan) dan Syaikh ‘Abd al-Ghani (dari Bima NTB). KH. KH. Saat itu banyak kerajaan-kerajaan kecil yang menerima dengan lapang dada akan kebenaran ajaran-ajaran Islam. Pada periode ini. dan bahkan sempat beberapa tahun tinggal di negara timur tengah hanya untuk memperdalam ilmu agama. Tercatat bahwa beliau tidak hanya belajar di daerahnya sendiri. Di kemudian hari kelahiran Syaikh Yusuf menambah semarak keilmuan. juga seorang alim besar multi disipliner yang menguasai berbagai macam disiplin ilmu agama. Kholil Bangkalan (Madura). Dari didikan tangan Syaikh Nawawi di kemudian hari bermunculan syaikh-syaikh lain yang sangat populer di Indonesia. Asy’ariyyah Syafi’iyyah di Indonesia menjadi sangat kuat. Selain ke Banten. Dua kerajaan kembar. Sosok ulama besar tersebut tidak lain adalah Syaikh Yusuf al-Makasari. Syaikh ‘Abd al-Hamid ad-Dagestani. Perjalanan ilmiah yang beliau lakukan telah menempanya menjadi seorang ulama besar. Di Mekah beliau berkumpul di “kampung Jawa” bersama para ulama besar yang juga berasal dari Nusantara.

Source : ALLAHadaTANPAtempat http://www.pertemuan antara Syaikh Yusuf dengan Syaikh Nuruddin ar-Raniri. dari sanalah Hamzah Fansuri. Baghdad (disana ia mengunjungi makam syekh ‘Abdul-Qadir al-Jilani) dan ke Ayuthia. Di Jawa. Dengan demikian jelaslah. Dalam syairnya juga ia mengaku menerima ijazah Tarekat Qadiriyah di Baghdad bahkan diangkat menjadi khalifah dalam tarekat ini. Di negara ini pula Syaikh Yusuf mendapatkan berbagai ijazah tarekat mu’tabarah. Namun pada abad-abad berikutnya. dalam akidah madzhab Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari dan dalam fikih madzhab Imam Muhammad ibn Idris as-Syafi’i. negara yang mempengaruhi berkembangnya tarekat di Indonesia adalah India (Gujarat). bahwa Hamzah Fansuri (w 1590) adalah shufi pertama di Indonesia yang diketahui secara pasti menganut Tarekat Qadiriyah. Indikasi . bahwa orientasi karya-karya tersebut tidak lain adalah Syafi’iyyah Asy’ariyyah. namun hal penting yang dapat kita tarik sebagai benang merah ialah bahwa jaringan tarekat saat itu sudah benar-benar merambah ke berbagai kepulauan Nusantara. Dalam tulisannya. Latar belakang keilmuan Syaikh Yusuf ini menjadikan penyebaran tasawuf di di wilayah Sulawesi benar-benar dilandaskan kepada akidah Ahlussunnah. beberapa tarekat besar masuk ke Indonesia melalui Makkah dan Madinah. Dengan cara ini pula Tarekat Syattariyah yang berasal dari India berkembang di Makkah dan Madinah dan kemudian berpengaruh luas di Indonesia. Syaikh ‘AbdulQadir al-Jilani pernah datang ke Jawa. Dari namanya saja kita tahu bahwa beliau berasal dari kota Fansur (sebutan orang Arab untuk kota Barus. Dalam syairnya Hamzah juga bercerita tentang kunjungannya ke Makkah. maka dapat dipastikan bahwa ajaran-ajaran yang disebarkan Syaikh Yusuf di bagian timur Nusantara adalah ajaran Ahlussunnah. Kepastian bahwa Syaikh Yusuf seorang Sunni tulen juga dapat dilihat dari perjalanan ilmiah beliau yang dilakukan ke Negara Yaman. Syamsuddin as-Sumatrani (w. Shufi Indonesia yang pertama kali menulis karangan tentang tarekat adalah Hamzah Fansuri.html data 2 Perkembangan Tarekat 30 11 2009 Perkembangan Tarekat di Indonesia Pada awalnya. Di negara ini Syaikh Yusuf belajar kepada tokoh-tokoh terkemuka saat itu. 1630) dan Nuruddin ar-Raniri belajar menimba ilmu dan mendapatkan ijazah serta menjadi khalifah. tarekat al-Khalwatiyyah dan lainnya. bahkan mereka dapat menunjukkan letak kuburannya. ia mengungkapkan gagasan nya melalui syair bercorak wihdatul-wujud yang cendrung kepada penafsiran panteistik. kota kecil di pantai barat Sumatra yang terletak antara Sibolga dan Singkel). tarekat al-Sadah al-Ba’alawiyyah.com/readnews-29-sejarah-perkembangan-tasawuf-di-indonesia. pengaruh tarekat ini banyak ditemui di daerah Cirebon dan Banten. Dan bila benar bahwa Syaikh Yusuf pernah bertemu dengan Syaikh Nuruddin al-Raniri serta mengambil tarekat darinya. Di antaranya tarekat al-Naqsyabandiyyah.smadarulmuhajirin. Kondisi ini sama sekali tidak memberikan ruang kepada akidah hulûl atau ittihâd untuk masuk ke wilayah “kekuasaan” Syaikh Yusuf al-Makasari. Tarekat Qadiriyah adalah tarekat pertama yang masuk ke Indonesia. Dan menurut cerita rakyat setempat. al-Quds. Ini dikuatkan pula dengan karya-karya yang ditulis Syaikh Yusuf sendiri. tarekat al-Syatariyyah.

Ibunya orang Melayu. hadits. dan paham wihdatul-wujud yang lebih sedikit moderat. diantaranya adalah syekh al-Qusyasyi. Ajaran ini berasal dari seorang ulama besar asal Gujarat bernama Muhammad bin Fadhlullah Burhanpuri pengarang kitab at-Tuhfatul-Mursalah ilaa Ruuhin-Nabi. membunuh orang yang menolak bertobat dari kesesatan. Ar-Raniri menetap di Aceh selama tujuh tahun (1637 – 1644) sebagai mufti dan penulis produktif yang menentang doktrin wihdatul wujud. Pada tahun 1054/1644 ar-Raniry meninggalkan Aceh kembali ke Ranir karena mendapatkan serangan balik dari lawan-lawan polemiknya. Beliau sendiri pernah menulis silsilah keturunannya sebagai berikut : Syekh Ali bin Abdullah bin Abdul Jabbar bin Yusuf bin Ward bin Batthol bin Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. Sebagai seorang shufi. 1258). Shufi selanjutnya adalah Nuruddin ar-Raniri. Sepeninggalnya. perbandingan agama. Ar-Raniry pernah menjabat Syaikhul-Islam atau mufri di kerajaan Aceh pada pemerintahan Sultan Iskandar Tsani dan Sultanah Shofiatud-Din. Tidak diketahui secara jelas kapan tahun kelahirannya. serta ke Jawa melalui syekh Muhyidin dari Pemijahan yang sampai sekarang ajarannya masih . Ar-Raniry tercatat sebagai tokoh shufi terakhir yang membawa pengaruh bagi semua tarekat yang berkembang di Indonesia dan berasal langsung dari India. ar-Raniry juga memiliki banyak keahlian. serta membakar buku-buku yang berisi ajaran sesat. wafat tahun 1068/1658. kemudian di bawa ke Indonesia. ia mengamalkan Tarekat Rifa’iyah dan menyebarkan ajaran tarekat ini ke wilayah Melayu. dan politik. ia menjadi ahli fiqh terkenal di Aceh dan seorang shufi yang menyeimbangkan pandangan para pendahulunya dalam mengajarkan zikir dan wirid tarekat Syattariyah. syekh Abdul Rauf Singkel. bahkan Tarekat Syattariyah menjadi sangat populer di Indonesia sesudah wafatnya. murid Hamzah Fansuri yang banyak menulis kitab dalam bahasa Arab dan Melayu. bahwa ajaran martabat tujuh Syamsuddin termasuk ajaran wihdatul wujud yang dianggap menyimpang. Dia perumus pertama ajaran martabat tujuh di nusantara serta metode pengaturan nafas pada saat ber-dzikir ( yang dianggap sebagai pengaruh yoga pranayama dari India ). Syekh Abdul Rauf belajar di Makkah selama 19 tahun dengan guru-guru tarekat. Pendiri Tarekat Syadziliyyah adalah syekh Ali bin Abdullah bin Abdul-Jabbar Abul Hasan as-Syadzili (w. adanya pembacaan kitab manaqib syekh ‘Abdul-Qadir al-Jilani pada acara-acara tertentu di kehidupan beragama masyarakat disana. ayahnya imigran dari Hadromaut.1630). Syamsudin sendiri berafiliasi dengan Tarekat Syattariyah seperti halnya Burhanpuri. Syamsuddin wafat tahun 1039 H (1630 M). yaitu murid-murid Syamsuddin yang dituduh menganut paham Panteisme. Ibrahim al-Kurani. dan ‘Abdul-Wahhab as-Sya’rani. Ajaran martabat tujuh merupakan adaptasi dari teori emanasi Ibnul-‘Arabi yang sangat populer di Indonesia. menganut aliran tauhid Asy’ariyah. Ia mengeluarkan fatwa untuk memburu orang yang dianggap sesat. sejarah. Silsilah keturunannya bergaris sampai kepada saidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. Tapi Nuruddin ar-Raniri dalam kitabnya Hujjatus-Shiddiq li daf’iz-Zindiq menganggap. cabang-cabang tarekat dari India berkembang dulu di Makkah-Madinah. Amalan utama dari tarekat ini pun masih dapat dirasakan hingga saat ini yaitu hizbul-bahr yang diyakini sangat memberi pengaruh yang kuat bagi pengamalnya. Ia banyak menulis kitab tentang ilmu kalam dan tasawuf. ia menguasai ilmu teologi. serta puteranya syekh Muhammad Thahir di Madinah. Shufi lain yang juga terkenal di Indonesia adalah Syamsuddin (w. selain itu ia juga menganut tarekat Aydrusiyah dan Qadiriyah. diantaranya adalah Tarekat Syattariyah yang dibawa oleh murid utamanya.lain tentang pengaruh Tarekat Qadiriyah di Banten adalah. fiqh. Muridnya menyebarkan tarekat ini ke Sumatera Barat melalui syekh Burhanuddin Ulakan. tetapi dalam kitab Bustanus-Salatin karya Nuruddin. berasal dari keluarga Arab Ranir Gujarat. Nama lengkapnya adalah Nuruddin bin Ali bin Hasanji bin Muhammad Hamid ar-Raniry. Dalam ber-tarekat. Tokoh tarekat Syadziliyah yang terkenal antara lain Ibnu ‘Athoillah as-Sakandari. Sekembalinya dari Makkah tahun 1661.

Kubrawiyah dan beberapa tarekat lainnya. Ba’alawiyah. Keduanya merupakan ulama paling terkenal di kalangan murid yang berasal dari Indonesia. Qadiriyah. sekaligus menjadi pengikut sejumlah tarekat di India. kemudian berguru lagi kepada syekh Ibrahim al-Kurani tokoh Naqsyabandi di Madinah. Murid syekh Samman yang paling terkenal adalah syekh Abdus Shomad al-Palimbani. sehingga menjadi tarekat yang paling “mem-bumi”. orang-orang Indonesia yang bermukim di Arab. Ulama lain yang sezaman dengan syekh Abdul Rauf adalah syekh Yusuf al-Makasari (1626 – 1699) penulis kitab ar-Risalah an-Naqsyabandiyah. Chistiyah.diamalkan di sana. terlebih lagi ajaran martabat tujuh yang menjadi bagian dari kepercayaan populer orang Jawa. karena silsilah syekh Samman hanya melalui gurunya yaitu syekh Musthafa al-Bakri. ia berguru lagi dan berbaiat menjadi khalifah Tarekat Khalwatiyah dan mendapat izin ijazah untuk mengajarkan tarekat ini. Khalwatiyah. orang orang Indonesia yang bermukim di Arab tertarik dengan ajaran syekh Muhammad bin Abdul Karim as-Samman (w. di antaranya adalah Tarekat Naqsyabandiyah. Naqsyabandiyah dan Syadziliyah. Kitab ini berisi antara lain tentang tekhnik meditasi dalam berdzikir. Syekh Muhammad Samman mengembangkan cara berzikir baru yang ekstatik dan menyusun sebuah ratib (doa-doa) sendiri. Syadziliyah. Ketika pulang ke Indonesia tahun 1670 dia mengajarkan ajaran spiritual. juga pernah menjadi pengikut Tarekat Dasuqiyah. 1660) dan al-Kurani (w. Kitab ini memberi kesan bahwa syekh Yusuf benar-benar mengajarkan tarekat ini di Makasar. bahkan Sultan Palembang telah menyediakan sejumlah dana yang cukup besar untuk membangun zawiyah syekh Samman di Jeddah. ‘Aydrusiyah. pengamal tarekat Kholwatiyah. Al-Qusyasyi (w. Selanjutnya di Damaskus. Ahmadiyah. karena tarekat ini relatif lebih mudah jika dipadu dengan berbagai tradisi nusantara. syaikh Yusuf al-Makassari banyak memperoleh ijazah dari sejumlah tarekat. Walaupun demikian ia telah menjadi sebuah tarekat tersendiri dengan zawiyah sendiri dan dengan pengikut lokal ketika syaikh-nya masih hidup. Syekh Yusuf mempelajari Tarekat Naqsyabandiyah di Yaman melalui Syaikh Muhammad Abdul Baqi. Dalam pengembaraan ilmiahnya. sehingga tarekat ini mendapat kedudukan yang kokoh di kesultanan Palembang. Sesudah syaikh Samman wafat. ( walaupun al-Kurani di Indonesia lebih dikenal sebagai syaikh Tarekat Syattariyah yang mengirim Abdul Rauf Singkel sebagai khalifah untuk menyebarkan Tarekat Syattariyah di Indonesia ). murid-murid dari Indonesia belajar kepada pengganti alKurani dan berbaiat menjadi pengikut Tarekat Syattariyah. 1691) mewakili perpaduan antara tradisi intelektual shufi India dengan Mesir. Di antara kedua tarekat yang diajarkan. Dan tarekat ini sekarang mengakar dan banyak diamalkan orang di Sulawesi Selatan. Syattariyah. terutama di kalangan para bangsawan Makasar. pengarang sejumlah kitab-kitab penting berbahasa Melayu. yang paling berpengaruh adalah Tarekat Syattariyah dan Naqsyabandiyah. Qadiriyah. Ulama Indonesia yang menyebarkan tarekat ini adalah syekh Nafis . Keduanya adalah pewaris syekh Zakariya al-Anshori dan ‘Abdul-Wahab asSya’rani dalam bidang fiqh dan tasawuf. Beberapa ulama di Palembang berafiliasi dengan tarekat ini. belajar tarekat ini dari khalifahnya yang bernama Shiddiq bin Umar Khan. Kedua tarekat ini pada mulanya diperkenalkan di Madinah oleh seorang Syaikh India bernama Sibghatullah pada tahun 1605. Barangkali beliau-lah orang pertama yang memperkenalkan Tarekat Khalwatiyah di Indonesia. Secara formal tarekat ini merupakan salah satu cabang dari Tarekat Khalwatiyah. padahal di Timur Tengah sendiri. Di Sulawesi tarekat ini disebarkan oleh salah seorang muridnya yang bernama Abdul Basir ad-Dharir al-Khalwati yang lebih terkenal dengan nama Tuang Rappang I Wodi. Tarekat Sammaniyah merupakan gabungan dari tarekat Khalwatiyah. ternyata Tarekat Syattariyah banyak diminati oleh murid-murid dari Indonesia. Dan selama beberapa generasi. Abad berikutnya. 1775) ulama Madinah. yang ternyata merupakan gabungan antara teknik spiritual Khalwatiyah dengan berbagai tekhnik dari tarekat-tarekat lainnya. kedua syaikh ini lebih dikenal orang sebagai penganut Tarekat Naqsyabandiyah.

Tarekat ini berkembang sedikit berbeda dengan ritual tarekat Sammaniyah lainnya di nusantara. Pengikut tarekat Tijaniyah berkeyakinan. Tarekat Tijaniyyah didirikan oleh Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijani (1150 – 1230 H/ 1737 – 1815 M) yang lahir di ‘Ainu Madi. tarekat Sammaniyah bertemu dengan Tarekat Khalwatiyah. kitab Khasyful-Mahjub karya al-Hujwiri juga sangat populer digunakan oleh kaum Chisti. dalam usia 80 tahun. Tarekat lainnya adalah Naqsyabandiyah Kholidiyah yang tersebar berkat zawiyah yang didirikan oleh syekh Abdullah al-Arzinjani di Jabal Abu Qubais Makkah. ia menyebarluaskan tarekat ini di Kalimantan. Para penggantinya. Di Sulawesi Selatan. tarekat Tijaniyyah justru berkembang pesat. yaitu Sulaiman al-Qarimi. Ia mempunyai banyak pengikut dan menjadi guru Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah sebagai tarekat paling populer di Indonesia. Bahkan perkembangan tarekat ini semakin pesat terutama setelah mendapat dukungan dari raja Maroko. (walaupun akhir-akhir ini banyak diamalkan oleh kaum Syiah). Ribuan orang dibaiat menjadi pengikut tarekat ini dan menjalani latihan berkhalwat di zawiyah tersebut. Tarekat Tijaniyyah masuk ke Indonesia pada tahun 20-an. Syattariyah. yang didirikan oleh syaikh Mu’inad-Din Chisyti (w. Syekh Ahmad at-Tijani pindah ke Fez pada tahun 1798. Keduanya bersaing dan saling mempengaruhi sehingga pada akhirnya bergabung menjadi tarekat Khalwatiyah Sammaniyah.al-Banjari dengan karyanya ad-Durrun-Nafis dalam bahasa Melayu. Perkembangan yang cukup pesat dari tarekat ini ternyata mampu menyaingi otoritas Utsmaniyyah. Syekh Nafis al-Banjari juga mengamalkan berbagai tarekat. seperti Tarekat Qadiriyah. Sulaiman al-Zuhdi dan Ali Ridho menyebarkan tarekatnya kepada orang-orang Indonesia yang mengunjungi Makkah dan Madinah dalam jumlah yang lebih besar lagi selama abad ke-19. sehingga syekh Ahmad dan para pengikutnya dipaksa meninggalkan Aljazair. Selain itu. sebuah tarekat kelahiran India. dan hidup disana hingga beliau wafat. dan banyak mendapatkan pengikut terutama di pulau Jawa dan Madura. karena memiliki keunggulan dan keutamaan yang tidak dimiliki oleh tarekattarekat lainnya. Ketika bangkit gerakan Wahhabiyah yang memusuhi kaum shufi dan membenci pengamal tarekat yang cendrung menjauhi dunia dan suka melestarikan tradisi penghormatan terhadap makam syaik-syaikh mereka. Di tempat ini pula puluhan orang Indonesia menerima ijazah untuk mengajarkan tarekat ini di kampung halamannya masing-masing. dan meninggal di Fez. yakni teknik spiritual Tarekat Qadiriyah dan Naqsyabandiyah menjadi unsur utama yang ditambah dengan unsurunsur tarekat lain. Bahkan Syaikh . Awalnya. Khalwatiyah dan Sammaniyah. Kitab itu menjadi dasar bagi para guru tarekat Chisytiyah dalam mengajar murid-muridnya. Tarekat Chisytiyah. Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan salah satu dari dua tarekat yang memiliki jumlah pengikut terbesar di seluruh Indonesia. 1236). Ketika ia wafat tahun 1873. Maula Sulaiman yang berkepentingan mendekati syekh Ahmad untuk menghadapi pesaingnya dari zawiyah para syarif yang dinilai dapat merongrong kekuasaannya. nanti akan kami jelaskan secara terperinci di dalam buku ini. tarekat ini berideologi Sunni. Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan tarekat gabungan serupa dengan Sammaniyah. bahwa tarekat Tijaniyah adalah tarekat yang terbaik. dan keanggotaannya terbatas pada kelompok etnis Bugis saja. Tarekat ini merupakan satu-satunya tarekat yang didirikan oleh ulama asli Indonesia syekh Ahmad Khatib Sambas (Kalimantan Barat) yang lama belajar di Makkah dan sangat dihormati. Maroko. Aljazair Selatan. Ia ahli dalam bidang fiqh. konsep ketuhanan dan amalan-amalan shufi. Hal ini terbukti bahwa para pengikut tarekat Chisyti di India menjadikan kitab ‘AwarifulMa’arif karya syaikh Syihabuddin Abu Hafs Umar Suhrawardi sebagai kitab pegangan mereka. khalifahnya syekh Abdul Karim dari Banten menggantikannya sebagai syaikh tarekat ini. Naqsyabandiyah. Dua orang khalifah utama lainnya adalah Kiyai Tolhah dari Cirebon dan Kiyai Ahmad Hasbullah dari Madura. Tentang keistimewaan dan keunggulan tarekat ini.

tapi beliau terpaksa meninggalkan Makkah pada tahun 1840 dan kemudian tinggal di sebuah bukit yang bernama Jabal Akhdar di daerah Curenaica. Ibnu Khaldun pernah menyatakan bahwa tasawuf para sahabat bukanlah pola ketasawufan yang menghendaki kasyful-hijab (tersingkapnya tabir antara Tuhan dengan makhluk) atau hal-hal sejenisnya yang diburu oleh para sufi di masa sesudahnya. Dengan energi tasawuf inilah. juga pengabdian dan cinta kasih kepada sesama manusia tanpa mempedulikan perbedaan keyakinan. budaya. baik di negeri Muslim maupun di Barat. tetapi juga menerjemahkan seluruh naskah tersebut (sebanyak 6 jilid) ke dalam bahasa Inggris. Wallohu a’lam bis showaab. Dalam ajarannya. dan khususnya di Persia (Iran). disebabkan kurang berkembang dan tentunya kurang banyak diminati oleh orang. Syekh as-Sanusi telah mendirikan sebuah zawiyah di Abu Qubais Makkah. Dalam tarekat ini. sehingga mampu menyatukan para pemeluk dari pelbagai agama dan keyakinan. sehingga setiap orang merasa sama dalam persaudaraan kemanusiaan. Orientalis yang sangat berjasa dalam memperkenalkan tarekat Rumi ke dunia Barat adalah Reynold A. maka kitab Kasyful-Mahjub sudah cukup baginya untuk dijadikan pegangan”. The Life and Work of Rumi.Nizomuddin Auliya pernah berkata : “Seorang salik yang tidak memiliki referensi spiritual. penghormatan tanpa prasangka buruk. Kedua kitab ini termasuk bahan rujukan yang digunakan oleh Jam’iyah Ahlith-Thoriqoh Mu’tabaroh An-Nahdliyyah. dan kebangsaan. Demikianlah sekilas tentang perkembangan sebagian ajaran tarekat yang masuk ke Indonesia. Tarekat Mawlawiyah kelahiran Turki ini dikenal luas. dan membimbing hati untuk menghimpun berbagai kwalitas dan keutamaan. karena seorang shufi harus mengarahkan perhatiannya hanya kepada wilayah keesaan Ilahi (tauhid). Sedangkan karya Rumi yang lain Fihi Ma Fihi telah diterjemahkan oleh Arberry dengan judul Discourse of Rumi. sehingga kehadiran-Nya senantiasa dirasakan secara sadar dalam kehidupan. Nicholson yang bukan hanya meng-edit secara kritis semua naskah matsnawi. http://4binajwa. Terakhir. dan The Triumphal Sun. tarekat ini lebih menekankan persaudaraan dan kesetaraan seluruh umat manusia.wordpress. yang telah menulis dengan penuh penghargaan dan kebanggaan tentang karya-karya Rumi. Tokoh tarekat ini adalah Javad Nurbakhsy yang cukup produktif menulis karya-karyanya. baik di tanah kelahirannya maupun di dunia Barat. segala perbedaan dan perselisihan sektarian harus dihilangkan. Eropa. pengarang kitab as-Salsabil ul-Ma’in fit-Tharo’iqil-Arba’in dan al-Masa’ilul-‘Anshar. Corak . Dengan ‘matsnawi’-nya. Saat ini. Dia juga telah menerjemahkan kitab Divani Syam-i Tabriz. di samping tarekat-tarekat lain yang tidak kami sebutkan. DEFINISI TASAWUF 22 04 2009 Tasawuf secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha untuk menyucikan hati sesuci mungkin dengan usaha mendekatkan diri kepada Allah. A Study of The Works of Jalaludin Rumi.com/category/1/ A. Tarekat Ni’matullohi. 2003). tarekat Ni’matullah mempunyai banyak pengikut di Amerika Serikat. praktik tasawuf bertujuan menciptakan kepribadian lahiriah yang sangat etis. seperti I am Wind You Are Fire. Maulana Jalaluddin Rumi (w. Ajaran tasawuf harus bertujuan membidik realitas muslim agar dapat dibangkitkan perasaan cinta kasihnya. tarekat Sanusiyah didirikan oleh Muhammad bin ‘Ali as-Sanusi (1787 – 1859). terutama melalui ‘whirling darvish’ nya. Annemarie Schimmel (w. Tokoh lain yang sangat berjasa dalam memperkenalkan Rumi ke dunia Barat adalah Prof. tarekat kelahiran Iran yang telah populer. 1273) menjadikan puisi-puisi karangannya sebagai salah satu pusat inspirasi spiritual. Melalui kitab ini sejumlah tarekat mu’tabaroh disebut dan dijelaskan.

qana’ah. Secara Teminologi (isthilah) Imam Junaidi al-Baghdadi berpendapat : “Tasawuf adalah membersihkan hati dari yang selain Allah. Salafi menolak adanya takwil. ini merupakan sebagian dari sifat-sifat kaum sufi. yakni memasukkan penalaran-penalaran yang rasional ke dalam pemahaman dan pengamalannya. yaitu sebutan bagi orang – orang yang hidup di sebuah gubuk yang dibangun oleh Rasulullah SAW. dan tidak pernah mengajarkan hidup kerahiban. Tetapi apabila telah keluar dari prinsip-prinsip keislaman maka tasawuf tersebut menjadi mazhab yang negatif (salbi). Beliau mengajarkan tentang ketakwaan. Karena fungsi ilmu tasawuf adalah untuk mensucikan batin agar dalam ber-musyahadah dengan Allah semakin kuat. adalah seperti hubungan Fiqh dengan aspek lahiriyah manusia. hidup sederhana. Dari segi bahasa dan istilah. tapi berhati dan berakhlak mulia. kita dapat memahami bahwa tasawuf adalah sikap mental yang selalu memelihara kesucian diri. ber-taqarrub dan ber-musyahadah dengan Allah SWT.sufisme yang mereka tunjukkan adalah ittiba’ dan iqtida’ (kesetiaan meneladani) perilaku hidup Nabi. Sufi berarti orang – orang yang hati dan jiwanya suci bersih dan disinari cahaya hikmah. yakni membatasi diri pada dalil-dalil naqli atau atsar al-Qur’an dan Hadits. Hubungan tasawuf dengan aspek batin manusia. a. b. pertapaan atau uzlah sebagai mana dilakukan oleh agama sebelumnya. berjuang memadamkan semua ajakan yang berasal dari hawa nafsu. mementingkan kehidupan yang lebih kekal. dan mengikuti contoh Rasulullah SAW dalam segala hal. 3. menyebarkan nasihat kepada umat manusia. maka kedudukan ilmu tasawuf diantara ajaran Islam merupakan induk dari semua ilmu. bulu domba atau wol saat itu bukanlah wol lembut seperti sekarang melainkan wol yang sangat kasar. yaitu sekelompok orang yang berusaha menyucikan hati dan jiwanya karena Allah. beribadah. mereka ikut nabi saat hijrah dari Mekah ke Madinah. Pakaian yang menjadi ciri khas kaum sufi. Tasawuf berasal dari kata Shuffah. . Sedangkan tasawuf salbi atau disebut juga tasawuf falsafi adalah tasawuf yang telah terpengaruh oleh faham-faham spiritual dari bangsa Timur maupun Barat. Mereka hijrah dengan meninggalkan harta benda. mereka bertawakal (berserah diri) dan mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah SWT. itulah lambang dari kesederhanaan. Hukum mempelajari ilmu tasawuf adalah fardhu ‘ain bagi setiap mukallaf. Berbeda dengan orang-orang kaya saat itu yang kebanyakan memakai kain sutra. Sebab apabila mempelajari semua ilmu yang dapat memperbaiki dan memperbagus lahiriyah menjadi wajib. keutamaan akhlak dan juga keadilan. Tasawuf juga berasal dari kata Shafa’ (suci bersih). dan hatinya terus bersatu dengan Allah SWT. Dengan cara ini akan mudah bagi manusia menghiasi jiwanya dengan sifat-sifat yang mulia. Mereka di sebut sufi karena memakai kain yang terbuat dari bulu domba. maka demikian juga halnya mempelajari semua ilmu yang akan memperbaiki dan memperbagus batiniyah manusia. sementara sunni menerima takwil rasional sejauh masih berada dalam kerangka syari’ah. Tasawuf juga berasal dari kata shuf (pakaian dari bulu domba atau wol). Adapun perbedaan yang mendasar antara tasawuf salafi dengan tasawuf sunni terletak pada takwil. tauhid. rela berkorban untuk kebaikan umat manusia dan selalu bersikap bijak sana. di sekitar Masjid Madinah. Tasawuf ijabi mempunyai dua corak : (1) tasawuf salafi. maka sejauh hal itu tidak bertentangan dengan Islam dapat dikatakan positif (ijabi). Secara Etimologi (Bahasa) 1. mereka hidup miskin. Adapun tasawuf yang berkembang pada masa berikutnya sebagai suatu aliran (mazhab). Mereka tinggal di sekitar masjid nabi dan tidur diatas bangku yang terbuat dari batu dan berbantalkan pelana kuda yang disebut suffah. Para ulama penegak pilar-pilar ilmu tasawuf telah menciptakan istilah-istilah untuk memudahkan jalan bagi mereka yang ingin menapaki ilmu tasawuf yang sesuai dengan kedudukannya sebagai pem bersih dan pensuci hati dan jiwa. 2. Mereka Ahlus-Suffah walaupun miskin. (2) tasawuf sunni.

itulah lambang dari kesederhanaan. kita dapat memahami bahwa tasawuf adalah sikap mental yang selalu memelihara kesucian diri. mereka hidup miskin. Ibnu Khaldun pernah menyatakan bahwa tasawuf para sahabat bukanlah pola ketasawufan yang menghendaki kasyful-hijab (tersingkapnya tabir antara Tuhan dengan makhluk) atau hal-hal sejenisnya yang diburu oleh para sufi di masa sesudahnya. pertapaan atau uzlah sebagai mana dilakukan oleh agama sebelumnya. ber-taqarrub dan ber-musyahadah dengan Allah SWT. Secara Etimologi (Bahasa) 1. Sufi berarti orang – orang yang hati dan jiwanya suci bersih dan disinari cahaya hikmah. sehingga kehadiran-Nya senantiasa dirasakan secara sadar dalam kehidupan. dan mengikuti contoh Rasulullah SAW dalam segala hal. Katalisator yang sejuk dari realitas umat yang secara politis maupun teologis didominasi oleh nalar kekerasan. Mereka di sebut sufi karena memakai kain yang terbuat dari bulu domba. bulu domba atau wol saat itu bukanlah wol lembut seperti sekarang melainkan wol yang sangat kasar. b. 3. mereka ikut nabi saat hijrah dari Mekah ke Madinah. ini merupakan sebagian dari sifat-sifat kaum sufi. dan tidak pernah mengajarkan hidup kerahiban. 2. yaitu sebutan bagi orang – orang yang hidup di sebuah gubuk yang dibangun oleh Rasulullah SAW. rela berkorban untuk kebaikan umat manusia dan selalu bersikap bijak sana. Reaksi atas kecenderungan hidup hedonis yang mengumbar syahwat. tapi berhati dan berakhlak mulia.Adapun lahirnya ilmu tasawuf didorong dan disebabkan oleh beberapa factor: 1. Pakaian yang menjadi ciri khas kaum sufi. Perkembangan teologi yang cenderung mengedepankan rasio yang kering dari aspek moralspiritual. Corak sufisme yang mereka tunjukkan adalah ittiba’ dan iqtida’ (kesetiaan meneladani) perilaku hidup Nabi. qana’ah. Mereka tinggal di sekitar masjid nabi dan tidur diatas bangku yang terbuat dari batu dan berbantalkan pelana kuda yang disebut suffah. penipuan dan memperturutkan hawa nafsu. Tasawuf juga berasal dari kata Shafa’ (suci bersih). a. Oleh sebab itu. Mereka Ahlus-Suffah walaupun miskin. sebagian besar ulama sufi memilih menarik diri dari pergulatan kepentingan politik yang mengatasnamakan agama dengan praktek-praktek yang penuh dengan tipu daya bahkan banyak menimbulkan pertumpahan darah. di sekitar Masjid Madinah. Tasawuf juga berasal dari kata shuf (pakaian dari bulu domba atau wol). Hukum mempelajari ilmu tasawuf adalah fardhu ‘ain bagi setiap mukallaf. tauhid. Dengan cara ini akan mudah bagi manusia menghiasi jiwanya dengan sifat-sifat yang mulia. hidup sederhana. Berbeda dengan orang-orang kaya saat itu yang kebanyakan memakai kain sutra. mereka bertawakal (berserah diri) dan mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah SWT. keutamaan akhlak dan juga keadilan. DEFINISI TASAWUF 22 04 2009 Tasawuf secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha untuk menyucikan hati sesuci mungkin dengan usaha mendekatkan diri kepada Allah. berjuang memadamkan semua ajakan yang berasal dari hawa nafsu. mementingkan kehidupan yang lebih kekal. yaitu sekelompok orang yang berusaha menyucikan hati dan jiwanya karena Allah. Tasawuf berasal dari kata Shuffah. Sebab apabila . Beliau mengajarkan tentang ketakwaan. Secara Teminologi (isthilah) Imam Junaidi al-Baghdadi berpendapat : “Tasawuf adalah membersihkan hati dari yang selain Allah. 3. 2. beribadah. Dari segi bahasa dan istilah. serta cendrung mementingkan nilai-nilai kebendaan. Mereka hijrah dengan meninggalkan harta benda. ( Bersambung ) A. dan hatinya terus bersatu dengan Allah SWT. menyebarkan nasihat kepada umat manusia.

qana’ah. 3. Corak sufisme yang mereka tunjukkan adalah ittiba’ dan iqtida’ (kesetiaan meneladani) perilaku hidup Nabi. Mereka tinggal di sekitar masjid nabi dan tidur diatas bangku yang terbuat dari batu dan berbantalkan pelana kuda yang disebut suffah. Perkembangan teologi yang cenderung mengedepankan rasio yang kering dari aspek moralspiritual. tapi . Beliau mengajarkan tentang ketakwaan. yakni membatasi diri pada dalil-dalil naqli atau atsar al-Qur’an dan Hadits. Karena fungsi ilmu tasawuf adalah untuk mensucikan batin agar dalam ber-musyahadah dengan Allah semakin kuat. sementara sunni menerima takwil rasional sejauh masih berada dalam kerangka syari’ah. Adapun tasawuf yang berkembang pada masa berikutnya sebagai suatu aliran (mazhab). maka sejauh hal itu tidak bertentangan dengan Islam dapat dikatakan positif (ijabi). (2) tasawuf sunni. penipuan dan memperturutkan hawa nafsu. Secara Etimologi (Bahasa) 1. dan tidak pernah mengajarkan hidup kerahiban. di sekitar Masjid Madinah. mereka ikut nabi saat hijrah dari Mekah ke Madinah. sehingga kehadiran-Nya senantiasa dirasakan secara sadar dalam kehidupan. Ibnu Khaldun pernah menyatakan bahwa tasawuf para sahabat bukanlah pola ketasawufan yang menghendaki kasyful-hijab (tersingkapnya tabir antara Tuhan dengan makhluk) atau hal-hal sejenisnya yang diburu oleh para sufi di masa sesudahnya. yaitu sebutan bagi orang – orang yang hidup di sebuah gubuk yang dibangun oleh Rasulullah SAW. pertapaan atau uzlah sebagai mana dilakukan oleh agama sebelumnya. 2. Adapun lahirnya ilmu tasawuf didorong dan disebabkan oleh beberapa factor: 1. Salafi menolak adanya takwil. Mereka Ahlus-Suffah walaupun miskin. Mereka hijrah dengan meninggalkan harta benda. Reaksi atas kecenderungan hidup hedonis yang mengumbar syahwat. Para ulama penegak pilar-pilar ilmu tasawuf telah menciptakan istilah-istilah untuk memudahkan jalan bagi mereka yang ingin menapaki ilmu tasawuf yang sesuai dengan kedudukannya sebagai pem bersih dan pensuci hati dan jiwa. maka kedudukan ilmu tasawuf diantara ajaran Islam merupakan induk dari semua ilmu. mereka bertawakal (berserah diri) dan mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah SWT. Katalisator yang sejuk dari realitas umat yang secara politis maupun teologis didominasi oleh nalar kekerasan. Oleh sebab itu. mereka hidup miskin. Adapun perbedaan yang mendasar antara tasawuf salafi dengan tasawuf sunni terletak pada takwil. sebagian besar ulama sufi memilih menarik diri dari pergulatan kepentingan politik yang mengatasnamakan agama dengan praktek-praktek yang penuh dengan tipu daya bahkan banyak menimbulkan pertumpahan darah. Tasawuf berasal dari kata Shuffah. DEFINISI TASAWUF 22 04 2009 Tasawuf secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha untuk menyucikan hati sesuci mungkin dengan usaha mendekatkan diri kepada Allah. yakni memasukkan penalaran-penalaran yang rasional ke dalam pemahaman dan pengamalannya. adalah seperti hubungan Fiqh dengan aspek lahiriyah manusia. serta cendrung mementingkan nilai-nilai kebendaan.mempelajari semua ilmu yang dapat memperbaiki dan memperbagus lahiriyah menjadi wajib. a. Hubungan tasawuf dengan aspek batin manusia. Tasawuf ijabi mempunyai dua corak : (1) tasawuf salafi. Tetapi apabila telah keluar dari prinsip-prinsip keislaman maka tasawuf tersebut menjadi mazhab yang negatif (salbi). ( Bersambung ) A. keutamaan akhlak dan juga keadilan. Sedangkan tasawuf salbi atau disebut juga tasawuf falsafi adalah tasawuf yang telah terpengaruh oleh faham-faham spiritual dari bangsa Timur maupun Barat. maka demikian juga halnya mempelajari semua ilmu yang akan memperbaiki dan memperbagus batiniyah manusia.

maka sejauh hal itu tidak bertentangan dengan Islam dapat dikatakan positif (ijabi). dan mengikuti contoh Rasulullah SAW dalam segala hal. Sufi berarti orang – orang yang hati dan jiwanya suci bersih dan disinari cahaya hikmah. 2. yakni memasukkan penalaran-penalaran yang rasional ke dalam pemahaman dan pengamalannya. Secara Teminologi (isthilah) Imam Junaidi al-Baghdadi berpendapat : “Tasawuf adalah membersihkan hati dari yang selain Allah. Adapun perbedaan yang mendasar antara tasawuf salafi dengan tasawuf sunni terletak pada takwil. sementara sunni menerima takwil rasional sejauh masih berada dalam kerangka syari’ah. berjuang memadamkan semua ajakan yang berasal dari hawa nafsu. Tasawuf juga berasal dari kata shuf (pakaian dari bulu domba atau wol). Berbeda dengan orang-orang kaya saat itu yang kebanyakan memakai kain sutra. kita dapat memahami bahwa tasawuf adalah sikap mental yang selalu memelihara kesucian diri. ber-taqarrub dan ber-musyahadah dengan Allah SWT. Hukum mempelajari ilmu tasawuf adalah fardhu ‘ain bagi setiap mukallaf. b. yaitu sekelompok orang yang berusaha menyucikan hati dan jiwanya karena Allah. adalah seperti hubungan Fiqh dengan aspek lahiriyah manusia. Dari segi bahasa dan istilah.berhati dan berakhlak mulia. maka kedudukan ilmu tasawuf diantara ajaran Islam merupakan induk dari semua ilmu. Mereka di sebut sufi karena memakai kain yang terbuat dari bulu domba. sebagian besar ulama sufi memilih menarik diri dari pergulatan kepentingan politik yang mengatasnamakan agama dengan praktek-praktek yang penuh dengan tipu daya bahkan banyak menimbulkan pertumpahan darah. mementingkan kehidupan yang lebih kekal. ini merupakan sebagian dari sifat-sifat kaum sufi. Perkembangan teologi yang cenderung mengedepankan rasio yang kering dari aspek moralspiritual. Sebab apabila mempelajari semua ilmu yang dapat memperbaiki dan memperbagus lahiriyah menjadi wajib. (2) tasawuf sunni. rela berkorban untuk kebaikan umat manusia dan selalu bersikap bijak sana. ( Bersambung ) . Sedangkan tasawuf salbi atau disebut juga tasawuf falsafi adalah tasawuf yang telah terpengaruh oleh faham-faham spiritual dari bangsa Timur maupun Barat. maka demikian juga halnya mempelajari semua ilmu yang akan memperbaiki dan memperbagus batiniyah manusia. Hubungan tasawuf dengan aspek batin manusia. itulah lambang dari kesederhanaan. Adapun lahirnya ilmu tasawuf didorong dan disebabkan oleh beberapa factor: 1. Oleh sebab itu. 3. tauhid. Katalisator yang sejuk dari realitas umat yang secara politis maupun teologis didominasi oleh nalar kekerasan. Karena fungsi ilmu tasawuf adalah untuk mensucikan batin agar dalam ber-musyahadah dengan Allah semakin kuat. Tasawuf juga berasal dari kata Shafa’ (suci bersih). 2. Dengan cara ini akan mudah bagi manusia menghiasi jiwanya dengan sifat-sifat yang mulia. yakni membatasi diri pada dalil-dalil naqli atau atsar al-Qur’an dan Hadits. Tasawuf ijabi mempunyai dua corak : (1) tasawuf salafi. Tetapi apabila telah keluar dari prinsip-prinsip keislaman maka tasawuf tersebut menjadi mazhab yang negatif (salbi). 3. Para ulama penegak pilar-pilar ilmu tasawuf telah menciptakan istilah-istilah untuk memudahkan jalan bagi mereka yang ingin menapaki ilmu tasawuf yang sesuai dengan kedudukannya sebagai pem bersih dan pensuci hati dan jiwa. Salafi menolak adanya takwil. Reaksi atas kecenderungan hidup hedonis yang mengumbar syahwat. hidup sederhana. bulu domba atau wol saat itu bukanlah wol lembut seperti sekarang melainkan wol yang sangat kasar. Pakaian yang menjadi ciri khas kaum sufi. dan hatinya terus bersatu dengan Allah SWT. menyebarkan nasihat kepada umat manusia. serta cendrung mementingkan nilai-nilai kebendaan. Adapun tasawuf yang berkembang pada masa berikutnya sebagai suatu aliran (mazhab). penipuan dan memperturutkan hawa nafsu. beribadah.

Dari namanya saja kita tahu bahwa beliau berasal dari kota Fansur (sebutan orang Arab untuk kota Barus. Dengan demikian jelaslah. Ajaran martabat tujuh merupakan adaptasi dari teori emanasi Ibnul-‘Arabi yang sangat populer di Indonesia.1630). Ibunya orang Melayu. Shufi Indonesia yang pertama kali menulis karangan tentang tarekat adalah Hamzah Fansuri.Perkembangan Tarekat di Indonesia Pada awalnya. berasal dari keluarga Arab Ranir Gujarat. Tapi Nuruddin ar-Raniri dalam kitabnya Hujjatus-Shiddiq li daf’iz-Zindiq menganggap. kota kecil di pantai barat Sumatra yang terletak antara Sibolga dan Singkel). Baghdad (disana ia mengunjungi makam syekh ‘Abdul-Qadir al-Jilani) dan ke Ayuthia. bahkan Tarekat Syattariyah menjadi sangat populer di Indonesia sesudah wafatnya. ia mengungkapkan gagasan nya melalui syair bercorak wihdatul-wujud yang cendrung kepada penafsiran panteistik. Nama lengkapnya adalah Nuruddin bin Ali bin Hasanji bin Muhammad Hamid ar-Raniry. Ajaran ini berasal dari seorang ulama besar asal Gujarat bernama Muhammad bin Fadhlullah Burhanpuri pengarang kitab at-Tuhfatul-Mursalah ilaa Ruuhin-Nabi. negara yang mempengaruhi berkembangnya tarekat di Indonesia adalah India (Gujarat). Tokoh tarekat Syadziliyah yang terkenal antara lain Ibnu ‘Athoillah as-Sakandari. bahwa Hamzah Fansuri (w 1590) adalah shufi pertama di Indonesia yang diketahui secara pasti menganut Tarekat Qadiriyah. Ar-Raniry pernah menjabat Syaikhul-Islam . ayahnya imigran dari Hadromaut. al-Quds. Dalam syairnya juga ia mengaku menerima ijazah Tarekat Qadiriyah di Baghdad bahkan diangkat menjadi khalifah dalam tarekat ini. Syamsudin sendiri berafiliasi dengan Tarekat Syattariyah seperti halnya Burhanpuri. Indikasi lain tentang pengaruh Tarekat Qadiriyah di Banten adalah. Dalam syairnya Hamzah juga bercerita tentang kunjungannya ke Makkah. Amalan utama dari tarekat ini pun masih dapat dirasakan hingga saat ini yaitu hizbul-bahr yang diyakini sangat memberi pengaruh yang kuat bagi pengamalnya. Dengan cara ini pula Tarekat Syattariyah yang berasal dari India berkembang di Makkah dan Madinah dan kemudian berpengaruh luas di Indonesia. 1258). Shufi selanjutnya adalah Nuruddin ar-Raniri. Namun pada abad-abad berikutnya. Dan menurut cerita rakyat setempat. Dia perumus pertama ajaran martabat tujuh di nusantara serta metode pengaturan nafas pada saat ber-dzikir ( yang dianggap sebagai pengaruh yoga pranayama dari India ). Tarekat Qadiriyah adalah tarekat pertama yang masuk ke Indonesia. Shufi lain yang juga terkenal di Indonesia adalah Syamsuddin (w. adanya pembacaan kitab manaqib syekh ‘Abdul-Qadir al-Jilani pada acara-acara tertentu di kehidupan beragama masyarakat disana. Silsilah keturunannya bergaris sampai kepada saidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. dari sanalah Hamzah Fansuri. Syamsuddin wafat tahun 1039 H (1630 M). tetapi dalam kitab Bustanus-Salatin karya Nuruddin. bahkan mereka dapat menunjukkan letak kuburannya. Beliau sendiri pernah menulis silsilah keturunannya sebagai berikut : Syekh Ali bin Abdullah bin Abdul Jabbar bin Yusuf bin Ward bin Batthol bin Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. beberapa tarekat besar masuk ke Indonesia melalui Makkah dan Madinah. dan ‘Abdul-Wahhab as-Sya’rani. Syamsuddin as-Sumatrani (w. murid Hamzah Fansuri yang banyak menulis kitab dalam bahasa Arab dan Melayu. Pendiri Tarekat Syadziliyyah adalah syekh Ali bin Abdullah bin Abdul-Jabbar Abul Hasan as-Syadzili (w. Tidak diketahui secara jelas kapan tahun kelahirannya. bahwa ajaran martabat tujuh Syamsuddin termasuk ajaran wihdatul wujud yang dianggap menyimpang. pengaruh tarekat ini banyak ditemui di daerah Cirebon dan Banten. Di Jawa. Dalam tulisannya. 1630) dan Nuruddin ar-Raniri belajar menimba ilmu dan mendapatkan ijazah serta menjadi khalifah. wafat tahun 1068/1658. Syaikh ‘AbdulQadir al-Jilani pernah datang ke Jawa.

Dan selama beberapa generasi. 1691) mewakili perpaduan antara tradisi intelektual shufi India dengan Mesir. sekaligus menjadi pengikut sejumlah tarekat di India. Sepeninggalnya. dan paham wihdatul-wujud yang lebih sedikit moderat. perbandingan agama. menganut aliran tauhid Asy’ariyah. . serta membakar buku-buku yang berisi ajaran sesat. terlebih lagi ajaran martabat tujuh yang menjadi bagian dari kepercayaan populer orang Jawa. Barangkali beliau-lah orang pertama yang memperkenalkan Tarekat Khalwatiyah di Indonesia. ternyata Tarekat Syattariyah banyak diminati oleh murid-murid dari Indonesia. Sekembalinya dari Makkah tahun 1661. sejarah. Keduanya adalah pewaris syekh Zakariya al-Anshori dan ‘Abdul-Wahab asSya’rani dalam bidang fiqh dan tasawuf. ia mengamalkan Tarekat Rifa’iyah dan menyebarkan ajaran tarekat ini ke wilayah Melayu. ia berguru lagi dan berbaiat menjadi khalifah Tarekat Khalwatiyah dan mendapat izin ijazah untuk mengajarkan tarekat ini. kemudian di bawa ke Indonesia. diantaranya adalah Tarekat Syattariyah yang dibawa oleh murid utamanya. Ibrahim al-Kurani. padahal di Timur Tengah sendiri. Keduanya merupakan ulama paling terkenal di kalangan murid yang berasal dari Indonesia. Al-Qusyasyi (w. membunuh orang yang menolak bertobat dari kesesatan. Pada tahun 1054/1644 ar-Raniry meninggalkan Aceh kembali ke Ranir karena mendapatkan serangan balik dari lawan-lawan polemiknya. Dalam ber-tarekat. Ar-Raniry tercatat sebagai tokoh shufi terakhir yang membawa pengaruh bagi semua tarekat yang berkembang di Indonesia dan berasal langsung dari India. yaitu murid-murid Syamsuddin yang dituduh menganut paham Panteisme. Di Sulawesi tarekat ini disebarkan oleh salah seorang muridnya yang bernama Abdul Basir ad-Dharir al-Khalwati yang lebih terkenal dengan nama Tuang Rappang I Wodi. Ia banyak menulis kitab tentang ilmu kalam dan tasawuf. Ar-Raniri menetap di Aceh selama tujuh tahun (1637 – 1644) sebagai mufti dan penulis produktif yang menentang doktrin wihdatul wujud. Sebagai seorang shufi. Kitab ini berisi antara lain tentang tekhnik meditasi dalam berdzikir. dan politik. Selanjutnya di Damaskus. syekh Abdul Rauf Singkel. sehingga menjadi tarekat yang paling “mem-bumi”. ia menguasai ilmu teologi. serta ke Jawa melalui syekh Muhyidin dari Pemijahan yang sampai sekarang ajarannya masih diamalkan di sana. kedua syaikh ini lebih dikenal orang sebagai penganut Tarekat Naqsyabandiyah. ia menjadi ahli fiqh terkenal di Aceh dan seorang shufi yang menyeimbangkan pandangan para pendahulunya dalam mengajarkan zikir dan wirid tarekat Syattariyah. hadits. diantaranya adalah syekh al-Qusyasyi. Syekh Abdul Rauf belajar di Makkah selama 19 tahun dengan guru-guru tarekat. selain itu ia juga menganut tarekat Aydrusiyah dan Qadiriyah. Kitab ini memberi kesan bahwa syekh Yusuf benar-benar mengajarkan tarekat ini di Makasar. Ulama lain yang sezaman dengan syekh Abdul Rauf adalah syekh Yusuf al-Makasari (1626 – 1699) penulis kitab ar-Risalah an-Naqsyabandiyah. Syekh Yusuf mempelajari Tarekat Naqsyabandiyah di Yaman melalui Syaikh Muhammad Abdul Baqi. Di antara kedua tarekat yang diajarkan. ( walaupun al-Kurani di Indonesia lebih dikenal sebagai syaikh Tarekat Syattariyah yang mengirim Abdul Rauf Singkel sebagai khalifah untuk menyebarkan Tarekat Syattariyah di Indonesia ). Kedua tarekat ini pada mulanya diperkenalkan di Madinah oleh seorang Syaikh India bernama Sibghatullah pada tahun 1605. Muridnya menyebarkan tarekat ini ke Sumatera Barat melalui syekh Burhanuddin Ulakan. 1660) dan al-Kurani (w. cabang-cabang tarekat dari India berkembang dulu di Makkah-Madinah. serta puteranya syekh Muhammad Thahir di Madinah. ar-Raniry juga memiliki banyak keahlian. karena tarekat ini relatif lebih mudah jika dipadu dengan berbagai tradisi nusantara. Ia mengeluarkan fatwa untuk memburu orang yang dianggap sesat.atau mufri di kerajaan Aceh pada pemerintahan Sultan Iskandar Tsani dan Sultanah Shofiatud-Din. murid-murid dari Indonesia belajar kepada pengganti alKurani dan berbaiat menjadi pengikut Tarekat Syattariyah. yang paling berpengaruh adalah Tarekat Syattariyah dan Naqsyabandiyah. fiqh. kemudian berguru lagi kepada syekh Ibrahim al-Kurani tokoh Naqsyabandi di Madinah.

orang-orang Indonesia yang bermukim di Arab. Walaupun demikian ia telah menjadi sebuah tarekat tersendiri dengan zawiyah sendiri dan dengan pengikut lokal ketika syaikh-nya masih hidup. Syekh Nafis al-Banjari juga mengamalkan berbagai tarekat. Syattariyah. seperti Tarekat Qadiriyah. tarekat Sammaniyah bertemu dengan Tarekat Khalwatiyah. Tarekat ini berkembang sedikit berbeda dengan ritual tarekat Sammaniyah lainnya di nusantara. Tentang keistimewaan dan keunggulan tarekat ini. dan hidup disana hingga beliau wafat. Syattariyah. Ketika bangkit gerakan Wahhabiyah yang memusuhi kaum shufi dan membenci pengamal tarekat yang cendrung menjauhi dunia dan suka melestarikan tradisi penghormatan terhadap makam syaik-syaikh mereka. pengarang sejumlah kitab-kitab penting berbahasa Melayu. karena silsilah syekh Samman hanya melalui gurunya yaitu syekh Musthafa al-Bakri. di antaranya adalah Tarekat Naqsyabandiyah. yakni teknik spiritual Tarekat Qadiriyah dan Naqsyabandiyah menjadi unsur utama yang ditambah dengan unsur- . Khalwatiyah dan Sammaniyah. Ketika pulang ke Indonesia tahun 1670 dia mengajarkan ajaran spiritual. Naqsyabandiyah. Maula Sulaiman yang berkepentingan mendekati syekh Ahmad untuk menghadapi pesaingnya dari zawiyah para syarif yang dinilai dapat merongrong kekuasaannya. tarekat Tijaniyyah justru berkembang pesat. Murid syekh Samman yang paling terkenal adalah syekh Abdus Shomad al-Palimbani. ‘Aydrusiyah. Maroko. Dan tarekat ini sekarang mengakar dan banyak diamalkan orang di Sulawesi Selatan. sehingga syekh Ahmad dan para pengikutnya dipaksa meninggalkan Aljazair. belajar tarekat ini dari khalifahnya yang bernama Shiddiq bin Umar Khan. Aljazair Selatan. bahwa tarekat Tijaniyah adalah tarekat yang terbaik. dan keanggotaannya terbatas pada kelompok etnis Bugis saja. Ahmadiyah. Tarekat Sammaniyah merupakan gabungan dari tarekat Khalwatiyah. sehingga tarekat ini mendapat kedudukan yang kokoh di kesultanan Palembang. Qadiriyah. Ulama Indonesia yang menyebarkan tarekat ini adalah syekh Nafis al-Banjari dengan karyanya ad-Durrun-Nafis dalam bahasa Melayu. pengamal tarekat Kholwatiyah. Khalwatiyah. Naqsyabandiyah dan Syadziliyah. Sesudah syaikh Samman wafat. ia menyebarluaskan tarekat ini di Kalimantan. nanti akan kami jelaskan secara terperinci di dalam buku ini. juga pernah menjadi pengikut Tarekat Dasuqiyah. yang ternyata merupakan gabungan antara teknik spiritual Khalwatiyah dengan berbagai tekhnik dari tarekat-tarekat lainnya. Syadziliyah. Pengikut tarekat Tijaniyah berkeyakinan. Keduanya bersaing dan saling mempengaruhi sehingga pada akhirnya bergabung menjadi tarekat Khalwatiyah Sammaniyah. Secara formal tarekat ini merupakan salah satu cabang dari Tarekat Khalwatiyah.Dalam pengembaraan ilmiahnya. orang orang Indonesia yang bermukim di Arab tertarik dengan ajaran syekh Muhammad bin Abdul Karim as-Samman (w. 1775) ulama Madinah. Syekh Muhammad Samman mengembangkan cara berzikir baru yang ekstatik dan menyusun sebuah ratib (doa-doa) sendiri. Chistiyah. Perkembangan yang cukup pesat dari tarekat ini ternyata mampu menyaingi otoritas Utsmaniyyah. Kubrawiyah dan beberapa tarekat lainnya. dan meninggal di Fez. bahkan Sultan Palembang telah menyediakan sejumlah dana yang cukup besar untuk membangun zawiyah syekh Samman di Jeddah. terutama di kalangan para bangsawan Makasar. Bahkan perkembangan tarekat ini semakin pesat terutama setelah mendapat dukungan dari raja Maroko. Abad berikutnya. syaikh Yusuf al-Makassari banyak memperoleh ijazah dari sejumlah tarekat. dalam usia 80 tahun. karena memiliki keunggulan dan keutamaan yang tidak dimiliki oleh tarekattarekat lainnya. Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan tarekat gabungan serupa dengan Sammaniyah. Tarekat Tijaniyyah didirikan oleh Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijani (1150 – 1230 H/ 1737 – 1815 M) yang lahir di ‘Ainu Madi. Tarekat Tijaniyyah masuk ke Indonesia pada tahun 20-an. Beberapa ulama di Palembang berafiliasi dengan tarekat ini. dan banyak mendapatkan pengikut terutama di pulau Jawa dan Madura. Di Sulawesi Selatan. Ba’alawiyah. Syekh Ahmad at-Tijani pindah ke Fez pada tahun 1798. Qadiriyah.

Para penggantinya. maka kitab Kasyful-Mahjub sudah cukup baginya untuk dijadikan pegangan”. Tarekat ini merupakan satu-satunya tarekat yang didirikan oleh ulama asli Indonesia syekh Ahmad Khatib Sambas (Kalimantan Barat) yang lama belajar di Makkah dan sangat dihormati. tarekat ini lebih menekankan persaudaraan dan kesetaraan seluruh umat manusia. tarekat Ni’matullah mempunyai banyak pengikut di Amerika Serikat. Dalam ajarannya. Selain itu. Ketika ia wafat tahun 1873. yang telah menulis dengan penuh penghargaan dan kebanggaan tentang karya-karya Rumi. Ia mempunyai banyak pengikut dan menjadi guru Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah sebagai tarekat paling populer di Indonesia. dan The Triumphal Sun.unsur tarekat lain. Ajaran tasawuf harus bertujuan membidik realitas muslim agar dapat dibangkitkan perasaan cinta kasihnya. Ia ahli dalam bidang fiqh. sebuah tarekat kelahiran India. yaitu Sulaiman al-Qarimi. Tarekat Mawlawiyah kelahiran Turki ini dikenal luas. 2003). yang didirikan oleh syaikh Mu’inad-Din Chisyti (w. Tokoh lain yang sangat berjasa dalam memperkenalkan Rumi ke dunia Barat adalah Prof. tetapi juga menerjemahkan seluruh naskah tersebut (sebanyak 6 jilid) ke dalam bahasa Inggris. sehingga setiap orang merasa sama dalam persaudaraan kemanusiaan. budaya. dan membimbing hati untuk menghimpun berbagai kwalitas dan keutamaan. Sulaiman al-Zuhdi dan Ali Ridho menyebarkan tarekatnya kepada orang-orang Indonesia yang mengunjungi Makkah dan Madinah dalam jumlah yang lebih besar lagi selama abad ke-19. Dengan ‘matsnawi’-nya. dan kebangsaan. karena seorang shufi harus mengarahkan perhatiannya hanya kepada wilayah keesaan Ilahi (tauhid). . konsep ketuhanan dan amalan-amalan shufi. penghormatan tanpa prasangka buruk. Di tempat ini pula puluhan orang Indonesia menerima ijazah untuk mengajarkan tarekat ini di kampung halamannya masing-masing. A Study of The Works of Jalaludin Rumi. 1273) menjadikan puisi-puisi karangannya sebagai salah satu pusat inspirasi spiritual. terutama melalui ‘whirling darvish’ nya. (walaupun akhir-akhir ini banyak diamalkan oleh kaum Syiah). Sedangkan karya Rumi yang lain Fihi Ma Fihi telah diterjemahkan oleh Arberry dengan judul Discourse of Rumi. kitab Khasyful-Mahjub karya al-Hujwiri juga sangat populer digunakan oleh kaum Chisti. tarekat ini berideologi Sunni. Maulana Jalaluddin Rumi (w. Tarekat Ni’matullohi. juga pengabdian dan cinta kasih kepada sesama manusia tanpa mempedulikan perbedaan keyakinan. Dalam tarekat ini. Saat ini. Kitab itu menjadi dasar bagi para guru tarekat Chisytiyah dalam mengajar murid-muridnya. Tarekat Chisytiyah. Orientalis yang sangat berjasa dalam memperkenalkan tarekat Rumi ke dunia Barat adalah Reynold A. segala perbedaan dan perselisihan sektarian harus dihilangkan. Annemarie Schimmel (w. Tokoh tarekat ini adalah Javad Nurbakhsy yang cukup produktif menulis karya-karyanya. khalifahnya syekh Abdul Karim dari Banten menggantikannya sebagai syaikh tarekat ini. Eropa. The Life and Work of Rumi. Dengan energi tasawuf inilah. Awalnya. Dua orang khalifah utama lainnya adalah Kiyai Tolhah dari Cirebon dan Kiyai Ahmad Hasbullah dari Madura. Hal ini terbukti bahwa para pengikut tarekat Chisyti di India menjadikan kitab ‘AwarifulMa’arif karya syaikh Syihabuddin Abu Hafs Umar Suhrawardi sebagai kitab pegangan mereka. seperti I am Wind You Are Fire. Dia juga telah menerjemahkan kitab Divani Syam-i Tabriz. Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan salah satu dari dua tarekat yang memiliki jumlah pengikut terbesar di seluruh Indonesia. baik di tanah kelahirannya maupun di dunia Barat. sehingga mampu menyatukan para pemeluk dari pelbagai agama dan keyakinan. baik di negeri Muslim maupun di Barat. tarekat kelahiran Iran yang telah populer. 1236). Bahkan Syaikh Nizomuddin Auliya pernah berkata : “Seorang salik yang tidak memiliki referensi spiritual. Ribuan orang dibaiat menjadi pengikut tarekat ini dan menjalani latihan berkhalwat di zawiyah tersebut. praktik tasawuf bertujuan menciptakan kepribadian lahiriah yang sangat etis. Tarekat lainnya adalah Naqsyabandiyah Kholidiyah yang tersebar berkat zawiyah yang didirikan oleh syekh Abdullah al-Arzinjani di Jabal Abu Qubais Makkah. dan khususnya di Persia (Iran). Nicholson yang bukan hanya meng-edit secara kritis semua naskah matsnawi.

. disebabkan kurang berkembang dan tentunya kurang banyak diminati oleh orang. pengarang kitab as-Salsabil ul-Ma’in fit-Tharo’iqil-Arba’in dan al-Masa’ilul-‘Anshar. Syekh as-Sanusi telah mendirikan sebuah zawiyah di Abu Qubais Makkah.Terakhir. di samping tarekat-tarekat lain yang tidak kami sebutkan. Demikianlah sekilas tentang perkembangan sebagian ajaran tarekat yang masuk ke Indonesia. Kedua kitab ini termasuk bahan rujukan yang digunakan oleh Jam’iyah Ahlith-Thoriqoh Mu’tabaroh An-Nahdliyyah. tapi beliau terpaksa meninggalkan Makkah pada tahun 1840 dan kemudian tinggal di sebuah bukit yang bernama Jabal Akhdar di daerah Curenaica. tarekat Sanusiyah didirikan oleh Muhammad bin ‘Ali as-Sanusi (1787 – 1859). Melalui kitab ini sejumlah tarekat mu’tabaroh disebut dan dijelaskan.

Ide ini akhirnya disistemasikan dan ditegaskan oleh Abdul Karim al-Jili (832H) dalam kitabnya al-Insan al-Kamil fi Ma'arifah al-awa'il wa al-Awakhir.378C. Agama Islam yang masuk ke Indonesia pada awal-awal itu masih asli. . Teori Nur Muhammad ini kemudian diteruskan oleh Ibnu Araby (638H/240M) dalam karyanya al-Futuhat al-Makiyyah. dan Fusush al-Hikam.1983: 24. seorang ahli sufi falsafi wachdatul wujud. Daudy. Ide Araby itu dituangkan di dalam buku karyanya Fushushul-Hikam. dan daerah yang pertama kali menerima adalah Aceh (Hasymy: 1989:band .Snouck Horgronje mengatakan bahwa watak Islam pada zaman Nabi adalah seperti anak muda yang penuh dengan vitalitas dan kemauan dan hanya dibekali oleh Al-Qur’an dan Sunnah Nabi dalam suatu lingkungan yang terbatas. sehubungan dengan semakin besar dan jayanya Islam pada abad ketiga Hijriyah dan kemudian diadakan penerjemah besar-besaran terhadap buku-buku hasil pemikiran dan pengetahuan Yunani yang dikenal sudah tinggi khususnya pemikiran filsafat. Arnold.w. Nur Muhamad merupakan asal-usul kejadian semua makhluk yang hidup dan sumber yang terpancar daripada ilmu para Nabi dan wali. Hikayat Nur Muhammad adalah sebuah hikayat yang menceritakan tentang Nur Muhammad sebagai awal penciptaan semesta. Ide awal paham Nur Muhammad ini adalah dari seorang tokoh sufi kontroversial Al Challaj. semua Nabi merupakan emanasi wujud sebagaimana terumus dalam teori chulul-nya. Maka boleh jadi yang masuk adalah pengaruh yang aneh maka biasanya akan menjadi tonggak yang akan dikenang orang. bandingkan juga mis. Dia menghubungkan dengan konsep manusia sempurna (insan kamil). Bagi Ibnu Arabi. karena langsung dari Arab. Karena itu agama yang dibawa oleh para Nabi pada prinsipnya sama apalagi dalam keyakinan al-Challaj. Menurutnya Nur Muhammad merupakan jalan hidayah (petunjuk) dari semua Nabi. Pada zaman Khalifah.a. Ide ini didasari oleh ajaran yang dilontarkan oleh Ibnu Araby. maka Islam sudah berakulturasi dengan budaya setempat sehingga lahir pemikiran tempatan yang ‘disesuaikan’ dengan Islam. Seminar Masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia di Aceh pada tanggal 10-16 Juli 1978 menegaskan hasil Seminar Sejarah Islam di Medan tahun 1963 bahwa Agama Islam masuk ke Indonesia pada abad I Hijriah yang langsung dibawa dari tanah Arab. Peranan Ahli Tasawuf dalam Masuk dan Berkembangnya Agama Islam ke Nusantara Timbulnya gagasan Nur Muhammad di dalam kesusastraan Melayu ini tak bisa dilepaskan dengan masuknya Agama Islam ke Nusantara (Melayu ). Kerajaan Islam yang pertama kali berdiri adalah Perlak pada tahun 225 H (abad ke-9 M). Di samping itu semakin meluasnya Islam ke beberapa kerajaan yang besar dan sudah maju ilmu pengetahuan serta kebudayaanya semacam Persia. Namun sebelum karya besarnya itu lahir.s.1985:317). gagasan adanya Nur Muhammad itu dituangkan di dalam risalah kecilnya yang berjudul Syajarat alKaun. diutus hingga Nabi Muhamad s. Akibat perkenalannya dengan pemikiran-pemikiran Yunani. Ide ini akhirnya masuk dan meluas di kalangan sufi Melayu sejalan dengan masuknya agama Islam ke nusantara. maka mulailah ajaran Islam kemasukan faham filsafat.Pemikiran Sufistik (Nur Muhammad) Hamzah Fansuri Tulisan ini merupakan kajian tehadap naskah Hikayat Nur Muhammad yang penulis dapatkan dari Koleksi Naskah Musium Pusat Jakarta dengan kode Ml. . Ilmu para nabi dan wali adalah suatu pancaran dari Nur Muhamad yang merupakan induk kepada segala yang wujud ini. 1989:112). 1. Dengan kata lain Nur Muhamad ialah roh yang nyata dengan rupa para Nabi dan wali sejak Nabi Adam a. watak Islam ibarat orang dewasa malahan sudah orang tua (Abdul Gani dalam Hasymy ed. Ide Nur Muhammad ini merupakan untaian dari tiga ajaran utamanya yaitu chulul dan wachdatl adyan. dan sejak wujud Martabat al-Wilayah atau kenabian dalam pemikiran Sufi.

1983 :26) yang kedatangan mereka itu disambut dengan sangat baik oleh berbagai kerajaan. dia juga sering dipercaya Sultan dalam urusan-urusan kenegaraan. Diduga ajaran tarikat sufi juga telah berkembang dalam jaman itu. Orientasi kehidupan keagamaan yang lebih berciri kepada ajaran mistik telah memberikan peluang luas bagi ahli-ahli sufi. Aceh kedatangan sufi-sufi dari berbagai negara yang secara langsung menciptakan iklim kehidupan mistik dan melahirkan pemikiran terhadap masalah-masalah keagamaan.1984:33-34). maka kita akan berkesimpulan bahwa di tahun-tahun pertama masuknya Islam ke Nusantara jasa terbesar adalah dari golongan sufi. Kerajaan Aceh mencapai puncak keemasan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (wafat 1636 M). Hampir semua daerah yang pertama kali memeluk Islam bersedia menukar kepercayaan asalnya dari dinamisme. Dialah yang menyanggah ajaran wujudiyyah-nya Hamzah Fansuri dan Syamsuddin. Penyebaran islam ke Kelatan dan Kedah misalnya. peranan Aceh dalam perdagangan semakin menonjol . Muhammad bin Fadhlullah al-Burhanpuri (at-Tuhfatul-Mursalah ila Ruhin. Contohnya adalah Syamsuddin as-‘Sumatrani. Selain itu juga menjadi pusat pengiriman mubalig ke berbagai tempat seperti di Jawa. Di istana sering berkumpul para ulama besar Persia. Kalau kita mau meneliti secara jujur. Contoh lain misalnya Syeikh Nuruddin Arraniry yang datang ke Aceh sebelum 1637 M dan yang untuk kedua kalinya (1637 M) diberi kesempatan oleh Sultan Iskandar Tsani sebagai mufti. Malaka. dll. maupun Budhisme dan Hinduisme yang saat itu sudah menyebar. untuk berdikusi masalah-masalah agama antara lain masalah esoterik. Keempat kitab itu sangat memainkan peranan pentingnya dalam perkembangan pemikiran agama terutama tentang filsafat mistik wachdatul wujud / pantheisme yang diajarkan oleh Hamzah Fansuri dan Syamsuddin asSumatrani yang dikenal dengan ajaran wujudiyyah dan teori martabat tujuh. Itulah yang merupakan faktor yang sangat menentukan jalannya kehidupan dan pemikiran keagamaan dalam kerajaan Aceh Darussalam yang lahir kemudian sekitar abad ke-16 (Daudy. Ibnu Arabi (Fusushul-Hikam. Dengan kedudukannya. ini menunjukan keahlian tokoh-tokoh sufi dalam menyusun sistem dan metode penyebaran yang dengan cara-cara khas mereka (Abdullah. walaupun ia sangat menyimpang dari ajaran resmi yang diakui dan dihayati kalangan istana dan umum. Mereka bukan saja terdiri dari orang-orang Arab tetapi juga orang-orang Persi dan India (Daudy. Selain berkedudukan sebagai mufti dengan gelar Syeikhul-Islam. Akhirnya ajaran mistik Islam ini sangat mendominansi Aceh.Sebagaimana yang dikatakan di atas bahwa Acehlah yang pertama mula menerima Islam karena memang sejak abad ke 1-6 M Aceh telah memainkan peranan penting dalam perdagangan maritim internasional (Daudy . Sejak jaman Sultan Malik al-Zahir (wafat 1326 M) Pasai telah menjadi pusat studi dan dakwah Islam. Patani. India.1980:15). 1983:2729). dll. dilakukan oleh ulama sufi yang bernama Syeikh Abdullah. Mereka dijadikan menjadi penasehat dan mufti (Daudy. penyebaran Islam dilakukan oleh tiga ulama Sufi yaitu Syeikh . 1983: 30).( Daudy. Peranan ahli sufi semakin menonjol dalam penyebaran agama Islam di kawasan Asia Tenggara setelah Baghdad jatuh ke tangan orang Mongol pada tahun 1258 M. kerajaan Aceh Darussalam muncul sebagai suatu negara yang kuat dan berkedaulatan di bawah kekuasaan Sultan Ali Mughayat Syah (Daudy. Pada abad ke-16 M. Hubungan dengan India sangat erat sehingga istilah agama seperti gelar Makhdum yang dipergunakan di India untuk guru-guru dan ulama juga digunakan di Pasai. 1983:16). Sifat kehidupan agama dalam kerajaan Pasai pada abad ke-14 -15 sangat didominir oleh ajaran mistik. animisme.1983:90). Setelah agama Islam masuk di pulau Sumatra. terutama setelah lahirnya kerajaan Pasai pada abad ke-13 M (ibid : 10-11). Futuhatul-Makiyyah). 1983:22-23). Dia adalah seorang tokoh yang tasawuf wujudiyyah yang telah memperoleh kedudukan tinggi sebagai orang kedua dalam kerajaan Aceh pada masa Sultan Iskandar Muda. Arab. pemikiran-pemikiran filsafat juga mistik.juga buku-buku tasawuf yang penting karya Abdul Karim al-Jilli (Insanul-Kalim fil-Ma’rifatil-awakhir wal-awa’il).Nabi). Di Patani. menjadikan nya sebagai tokoh mistik yang dihormati dan disegani (Daudy.

Syair Burung Pingai. yang semua itu didukung oleh rakyatnya. tetapi hanya sebagai alat untuk menyebarkan agama Islam (Abddulah. Pertama.1990:30). Beliau berdua sangat terpengaruh oleh alam fikiran Ibnu Araby yang terkenal dengan ajaran wachdatul-wujudnya yang oleh penentangnya (misalnya Syeikh Nuruddin ar-Raniry) disebut wujudiyah. Faham kedua tokoh dari Mekkah tadi disokong olah Syeikh Hamzah Fansuri dan muridnya Syeikh Syamsuddin As-Sumatrani. 2. Pengaruh tasawuf di dalam kehidupan kerajaan Aceh semakin jaya terutama semasa berkuasanya Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam Syah (1606/1607-1636). Pada saat itu sebagaimana dikatakan di depan. Di sini akan penulis paparkan bagaimana pandangan Syeikh Hamzah Fansuri dalam proses terciptanya alam semesta yang ada kaitannya dengan faham Nur Muhammad. Hamzah telah menulis antara lain : 1. khususnya syair. hulul.dan ilmu pengetahuan. Syair Dagang. Sementara itu pada masa dahulu orang Islam memang termasuk orang yang ahli dalam berdagang. Orang sering menuduhnya sebagai orang yang zindik. Para ahli hampir semuanya mencatat bahwa dia bersama muridnya Syamsuddin. Syarbul Asyiqin. sultan Aceh yang bernama Iskandar Muda Mahkota Alam Syah sangat mencintai Islam. dan Ruba’i Hamzah Fansuri. Kedua. Ajaran lain yang terkenal dari beliau yang juga mempengaruhi pemikiran tasawuf di Sumatera ini adalah ajaran tentang al-chaqiqatul muchammadiyah/ nur muhammad. berdagang bukanlah menjadi tujuan pokok.tt:14-15). ulama-ulama yang menganut faham mistik sangat mendapat tempat yang paling utama. Pada masa itu banyak ulama-ulama intelek yang berdomosili di Aceh. Dari Makkah telah datang Al Alim Allamah Syeikh Abdul Khair dan Al-Alim Allamah Syeikh Muhammad Al-Yamin pada sekitar tahun 990H/1582 M (Zainuddin. Ada orang yang menuduh beliau adalah pengikut faham Syi’ah. 1980: 32). 3. Ada pula orang yang mempercayai bahwa dia itu bermazhab Syafi’i di dalam fiqih. al-chaqiqatul-muhammadiyah dan wahdatul adyan. Ada dua orang di antara tokoh-tokoh sufi itu yang sangat menarik untuk dibicarakan sehubungan dengan aliran pantheistik ini yaitu Syech Hamzah Fanshuri dan Syech Syamsuddin Sumatrani. alim ulama. Penyebaran Islam di Jawa dilakukan oleh para wali yang selanjutnya dikenal dengan sebutan Wali Sanga. . 4. syirik. Gagasan Nur Muhammad di dalam Karya Hamzah Fansuri Nama Hamzah Fansuri di lapangan penyelidikan sastra Indonesia dan para ulama sangat terkenal.tt:252). Karya prosanya ini banyak mengingatkan kepada karya Ibnu Araby (Hadiwijono.Shafiyuddin. Zinatul-Muwahiddin. bagi mereka. secara geografis. Alam fikiran sufi yang mempunyai pengaruh luas dan bercorak pantheistik terutama jelas sekali di kalangan ahli-ahli fikir Sumatra Utara semenjak abad ke-16 dan permulaan abad ke-17 Masehi. 2. Hal yang selalu disanggah oleh orang atas diri Hamzah adalah karena faham wachdatul-wujud. adalah tokoh yang sefaham dengan sufi ekstrem Al-Challaj dengan faham hulul. Selain itu Syeikh Fadhlullah al-Burhanpuri yang menulis kitab memperkuat sokongannya terhadap dua Syeikh dari Arab tadi. kafir. Syair Pungguk. sedang dalam tasawuf Hamzah mengikut tarikat Qadiriyah (Abdullah. Keduanya adalah tokoh sufi yang sealiran dengan ulama Hidustan seperti Syeikh Syaifur-Rijal. kerajaan Aceh sangat strategis dalam lalu lintas perdagangan di Asia Tenggara. Di lapangan sastra. Namun. Para wali tersebut termasuk juga para ahli tasawuf (sufi). dan ittihad.1980 :36-37). Kitab Tuhfatul-Mursala tersebut menjadi pegangan kuat kaum sufi yang menganut ajaran martabat tujuh yang kemudian disimpulkan di dalam ajaran wachdatul wujud (Abddulah. Beberapa kitab karyanya antara lain: Asrar al-Arifin fi Bayanil-Ilmis-‘Suluki wat-‘Tawhid.1980: 15-20). Syair Sidang Faqir. Syeikh Said Barsisa dan Syeikh Gombak Abdul Mubin (Abdulah. sesat dan sebagainya.

5) Selanjutnya dikatakan bahwa Zat Allah itu tak bisa diibaratkan. apa yang pertama? Yang pertama ialah Zat. Menurut Hamzah. Ia tahu bahwa Ia memiliki daya untuk menjelmakan Diri-Nya (Hadwijono.15) Tahap-tahap pengaliran/ martabat itu diistilahkan dengan achadiyah. Allah adalah Zat yang Mutlak yang diibaratkan sebagai laut yang tiada berkesudahan (Asrar hal. Pangkat ini disebutnya sebagai ta’ayyun awwal (pembedaan pertama). sebab tak ada ibarat yang bisa dipakai untuk mengurai keadaan Allah. Hakekat sebenarnya dari Zat Allah itu tanpa pembeda-bedaan (la ta’ayyun).tt:26). Pangkat achadyiah disebut juga pangkat la-ta’ayyun (tanpa pembeda-beda). tiada yang lain kecuali Dia.Hamzah mengambarkan cara Zat Mutlak itu menjelma (tanazzul) seperti laut (Zinatul-Muwahiddin hal 15) Penjelmaan atau pengaliran ke luar itu terjadi dalam beberapa pangkat atau mertabat yaitu : (1) pangkat laut yang bergerak di dalamnya segala sesuatu tersimpan. Apabila laut timbul maka ombak namanya. Wachda digambarkan sebagai gerak ombak. Dikatakannya di dalam Syarabul-Asyikin : “Taayyun awaal wujud yang jama’i. Ruh idlafi. yakni setelah ruh idhafi dengan isti’dad asli dengan a’yan tsabitah hilir di bawah kun fa yakun sungai namanya. Pada pembedaan pertama ini Zat Allah menjadi sadar akan diri-Nya sendiri serta memiliki pengetahuan tentang segala daya yang terpendam pada diri-Nya sebagai kesatuan. pertama di sana nyata. jika masuk pun sekalian itu tiada ia kurang lebih. semesta alam sana lagi ijmali. tak ada kanan atau kiri dan seterusnya (Asrar hal 8). Syair Ikan Tongkol. surga dan neraka belum ada. serta (5) pangkat sungai. 30). yakni nyawa ruh idlafi kepada namanya. pengamatan (syuhud). Lebih jauh Hamzah mengatakan dalam Zinatul –Muwahidin : “Adapun ta’ayyun awwal itu ditamsilkan oleh ahli suluk seperti laut. eksistensi (wujud). Di dalam beberapa syairnya. asap namanya.tt:15). arasy dan kursyi belum ada. Itulah yang pertama. “ketika bumi dan langit belum ada. di dalamnya realitas yang terpendam berada sebagai satu kesatuan yang kemudian membagi-bagi diri untuk kemudian mengalir ke luar ke dalam dunia gejala /fenomena ini. karena ia suci dari pada segala suci (hal. tak bisa diuraikan dengan ibarat. yakni apabila alim memandang dirinya.5. Menyatakan sana ruh Muhammad an. Apabila sungai itu pulang ke laut.yaitu gambaran dunia yang kongkrit ini. Di sini berarti bahwa Zat Allah tahu bahwa diri-Nya sendiri yang ada.di dalamnya terjadi peninjauan Zat atas diri-Nya sendiri (3) pangkat asap dan awan. wachidiyyah. tiada sifat dan tiada nama. itulah bernama chaqiqat Muchammad nabi (hal.nabi. dan 6. Di tempat lain dikatakan : “Wachdat itulah yang bernama “kamal zati”. Apabila hujan itu jatuh ke bumi. (2) pangkat ombak. Jika keluar sekalian itu tiada ia kurang. Allah adalah suatu zat yang Mutlak yang mendahului segala sesuatu sebagaimana dikemukakannya di dalam Asrar Arifin. Pada-Nya tiada atas atau bawah. tak ada dahulu atau kemudian. yakni ruh idhafi dengan a’yan tsabitah keluar dengan qaul (kun fa yakun) berbagai-bagai.1980:37) Karya-karya syairnya menunjukan bahwa dia sangat mengenal tasawuf Persia yang bersifat erotis (Hadiwijono. (4) pangkat hujan. maklum jadi pada dirinya. dan cahaya (nur). yang ada pada dirinya. laut itu disebutnya sebagai Laut Batiniyyah (Bahrul-Butun). (hal. laut yang dalam (Bahrul-amiq) dan laut yang mulia (Bahrul-‘ulyan) (Hadiwijono. Tetapi laut itu maha suci tiada berlebih dan tiada berkurang . tatkala . alam sekalian belum ada. di dalamnya realitas yang terpendam itu keluar atas perintah ilahi “ fa yakun”.laut hukumnya. wachdah. Apabila laut itu melepas jadi nyawa. Tingkatan wachda ini disebut juga ”cahaya Muhammad” (Nur Muhammad) atau “realitas Muhammad” (Chaqiqatul-Muhammadiyah). Syair Perahu (Abdullah.14).tt:30-32). sungai namanya. Pada pangkat ini terjadi empat pembedaan yaitu :pengetahuan (ilm).

awwalu maa khalaqa Allaahu ta’aala al-‘aql. air dan sungai yang terkenal dengan pangkat-pangkat alam mitsal. semuanya terjadi dalam satu eksistensi Ilahi. . serta tak binasa. yang dengannya Yang Mutlak mengenal diri-Nya dan kemudian seolah-olah Yang Mutlak bangkit dari lamunan-Nya. yakni ruh idhafi dengan a’yan tsabitah keluar dari qaul kun fa yakun. Pada pangkat ini realitas yang terpendam yang di dalam pangkat wahidiyya berkumpul sebagai awan. yakni papan tempat menyurat. yaitu dunia yang nampak ini. Pada pangkat ini realitas Muhammad pada ta’ayyun awwal menimbulkan manusia atau chaqiqat insan. Sebagaimana diketahui bahwa penjelmaan ada dua yaitu penjelmaan yang terjadi dalam diri Zat yang Mutlak yang sifatnya akali dan penjelmaan yang terjadi di luar Zat yang Mutlak. karena itulah maka sabda Rasullulah: ”awwalu maa khalaqa. Alam Ajsam atau alam segala tubuh adalah dunia yang terdiri dari anasir yang halus yang tak bisa diamati oleh indera. tt:42). chaqiqat Muchammad saw. adalah pangkat penjelmaan di mana pembagian rohaniah adalah suatu kenyataan.15).tt:42) Penjelmaan selanjutnya dikatakan Hamzah: “Apabila awan itu titik udara. Maka ketiganya disebut sebagai “Maratib-ilahi” (Hadiwijono. maka alam semesta ini tidak akan ada (Asrarul-Arifin hal. Tempatnya berasal di antara yang mengenal dan yang dikenal (antara Zat yang Mutlak dan dunia). alam ajsam. sekarang mengalir ke luar sebagai roh.19) Di sini dijelaskan bagaimana kedudukan Nur Muhammad.52) Di dalam Asrar Arifin dia mengatakan : “. yakni kalam yang maha tinggi. Oleh karena itu pangkat ini disebut juga alam arwah.hujan namanya. Alam ini adalah alam cita/ ide. Pangkat selanjutnya adalah wachidiyya yang disebut juga pembeda-bedaan kedua (ta’ayyun tsani). yaitu di dalam dunia gejala ini (Hadiwijono. Selanjutnya dari pangkat alam arwah ini menjelma keluar menjadi hujan. Wachda adalah logos.’ilm yang melihat maklumat itu. Di bagian lain (Syarabul-Asyikin hal 52-53) Hamzah menyebutkan adanya pembeda-bedaan ketiga (ta’ayyun tsalis) yang dinamai pula a’yan kharija (realitas yang keluar). awwalu maa khalaqa.20) Pada pangkat wachda ini peranannya dalam penjelmaan akali sangat penting.dan pada saat ibarat : “aqlul-kulli” namanya[yakni] perhimpunan segala budi. yakni nyawa bercampur . awwalu maa khalaqa Allaahu ta’aala al-qalam”(hal. Wachda adalah pangkat penilikan diri dari Zat yang Mutlak. sifatnya bisa dilihat. Pangkat penjelmaan terakhir adalah alam insan. Wachda adalah cermin yang memantulkan gambar dari yang Mutlak atau bayang Yang Mutlak.Allaahu ta’aala ar-‘Ruah. Pengertian a’yan kharija menunjukkan bahwa penjelmaan ini dan penjelmaan berikutnya terjadi di luar Zat yang Mutlak. berbagai-bagai (Zinatul-Muwahidin hal. Sebaliknya Nur Muhammad dijadikan dari pada Zat Allah dan bahwa seandainya tiada cahaya Muhammad. . sedemikian rupa sehingga Zat yang Mutlak itu tampak di dalam dunia gejala. pada suatu ibarat ”kalamul-a’la” namanya. Alam ini merupakan perbatasan antara alam arwah dan alam segala tubuh. yakni cahaya. Adapun pada suatu ibarat. wachda. Pangkat alam mitsal. atau sebagai lahir dan batin. achadiyah. Hubungan keduanya itu sama dengan hubungan antara perwujudan dan gambar yang dipantulkan.Allaahu ta’aala an-Nuur. Dan pada suatu ibarat “nur” namanya. Ia disebut juga “nur Muhammad” (Hadiwijono. Ketiga pangkat penjelmaan. alam insan. Alam ini bercirikan warna seperti alam impian (Hadiwijono:45). Nur Muhammad adalah pengetahuan(‘ilm) yang melihat kepada ma’lum atau ide. Alam ini disebut . dan pada suatu ibarat “lauch” namanya. Antara ‘alim dan ma’lum itulah asal cahaya Muhammad pertama-tama bercerai dari pada Zat.itulah bernama “ruh idhafi”. 97) dan bahwa seluruh alam semesta dijadikan dari pada cahaya Muhammad.tt:47). wachidiyya. Oleh karena itu pada bagian lain disebutkan bahwa Nur Muhammad bersinar dari Zat Allah (Syarabul Asyikin hal.itu bernama “ruh idlafi”(hal.

Nuruddin juga seorang penulis yang sangat produktif. Oleh karena itu. dengan lahirnya . Dalam disertasinya tentang Asrar al Insan fil-Ma’rifatir-‘Ruh war-‘Rahman (1961). Dari sebab pengaruh falak Aba’ kepada empat unsur (Ummahat) itu lahirlah berturut-turut imadat. yaitu dari Zat yang Mutlak (Achadiya).4. Selanjutnya dari kejamakan akali dalam dzatnya. dan pangkat dunia gejala. Zuhara (Venus). baik sebagai kesatuan maupun sudah terinci (wahda dan wahidiyya). melimpah dengan sendirinya tanpa iradahNya. kedatangannya yang pertama kali itu tidak mendapat sambutan dari Sultan Iskandar Muda. dll. Nuruddin adalah seorang Syeikh dalam tarikat Rifa’iyyah. 1984: 124126). Di bawahnya ada Ummahat (ibu) yang terdiri dari empat unsur yaitu udara. Tudjimah telah mencatat paling tidak terdapat 29 hasil karya Syaikh Nurrudin. bintang Zuhal (Saturnus). Sultan ini memberi kedudukan yang sangat baik kepadanya. Urut-urutan falak itu adalah Arasy. Ketujuh pangkat penjelmaan yang selanjutnya sering disebut teori martabat tujuh itu sebenarnya bisa dirangkumkan menjadi tiga pangkat. Dia menulis kitab dari berbagai cabang ilmu pengetahuan seperti fikih. Dia adalah seorang sarjana India keturunan Arab yang dilahirkan di Ranir (Rander) di daerah Gujarat. Utharid (Mercurius). Namun demikaian. ia berfungsi sebagai sebab dan relasi. mistik. dan Qamar (bulan). Jumlah semua akal ada sepuluh dan jumlah falak ada sembilan. 1984 47-98) Menurut Syeikh Nuruddin. antara lain Shiratal-Mustaqim. hadits. Segala fenomena dan peristiwa yang terjadi di ala mini disebabkan oleh tajalli Allah yang senantiasa terjadi pada setiap saat dan waktu. Syam (Matahari). dan hayawanat. api. Ketika itu yang bertindak sebagai mufti Aceh adalah Syeikhul-Islam Syamsuddin as-Sumatrani yang menganut paham “wujudiyyah”. Nuruddin datang ke Aceh untuk kedua kalinya pada tahun 1047 H (1637 M). Mustari (Yupiter). Dari Nur Muhammad pula asal segala kejadian alam ini. filsafat. Selain sebagai ulama dan mufti di istana. pada zaman Sultan Iskandar Tsani. air. ia pernah datang ke Aceh. Dia menolak teori emanasi atau faidh-nya Al-Farabi. Dari Nur Muhammadlah Zat yang Mutlak bersinar. sejarah.juga alam manusia sempurna (alam insan al-kamil). nabatat. Teori tersebut juga menafikan kekuasaan Allah karena alam ini. melimpahlah “akal kedua” dan falak (bandingkan dengan konsep Al-Farabi).Raniry Nama lengkapnya adalah Nuruddin Muhammad bin Ali bin Hasanji bin Muhammad ar-Raniry alQuraisy al-Syafi’i. Namun. Ia adalah esa pada dzat (hakikat). dll (Daudy. tetapi banyak dari segi pengertian akal. pangkat penengah di mana realitas yang terpendam (a’yan tsabita) timbul. Alam ini disebut juga alam manusia sempurna (alam insan al-kamil). Kesembilan falak tersebut disebut Aba’ (bapak). Pangkat penjelmaan terakhir adalah alam insan. Dia diberi kesempatan untuk menyanggah faham “wujudiyyah” dari Hamzah Fansuri dan Syamsuddin (Daudy. Demikianlah penjelasan Hamzah Fasuri tentang tanazzul (mengalir ke luar)-nya Zat yang Mutlak. perbandingan agama. Tibyan fi Ma’rifatil-Adyan. yang pada hakikatnya sama dengan teori emanasi dari al-Farabi. Kursyi. Dia menempatkan Nur Muhammad sebagai penghubung/ perantara antara Zat yang Mutlak (Tuhan) dengan dunia. Akhbarul-Akhirat fi Ahwalil-Qiyamah. hakikat alam ini dijadikan Allah melalui tajalli.3 Nur Muhammad dalam Pandangan Syeikh Nuruddin Ar. Syeikh Nuruddin dalam Asrar al-Insan halaman 34-35 mengatakan bahwa yang mula-mula dijadikan Allah adalah “aAkal pertama” yang disebut juga hakikat Muhammad atau Ruh A’dzam. Asrar al-Insan fi Ma’rifatir-‘Ruh war-‘Rahman. yaitu dunia yang nampak ini. Pernyataan-pernyataan Hamzah ini mengingatkan kita kepada pemikiran Ibnu Araby dan filsafat emanasi dalam Neo-Platonisme. menurut teori tersebut. yaitu realitas keluar (a’yan kharija). dan tanah. beliau yang juga penganut teori tajalli telah mengatakan adanya a’yan tsabitah sebagai sesuatu yang qadim. karena akan membawa kepada pengakuan bahwa alam ini qadim sehingga jatuh kepada syirik. Sebelum tahun 1637 M. Yang terakhir ini adalah manusia. 4. Bustanus-‘Salatin fi Dzikril-Awwalin wal-Akhirin Lathaiful-Asrar. seperti cahaya yang melimpah dari matahari. Hilludz’Dzill. 1984 : 35-39). Mirrih (Mars). Rupanya hal ini kurang disadari olehnya (Daudy.

Nuruddin juga mengutip beberapa hadis (yang menurut para ulama ahli hadis. dan di dalam Asrarul-Insan halaman 29. 1984: 157). yakni Nabi Isa yang . termasuk segala ruh makhluk ini dijadikan dari Nur Muhammad. Dalam Asrar al-Insan halaman 40. Nur itu kadim lagi azali. Dan dari arwah segala nabatat itu arwah segala jamadat (Daudy. 37-38 sebagai berikut: “ Tatkala jadilah Nur Muhammad Saw dari pada Adam kepada wujud maka dijadikan Haqq ta’ala dari pada nur itu arwah segala ‘ulul-azmi itu segala mursal. Menurut Nuruddin. dan pada riwayat lain rukhy (AsrarulInsan hal. Nuh. Nur itu berpindah kepada para wali (awliya’) dan berakhir kepada wali penutup (khatamul-awliya’). Dan dari arwah segala munafik itu arwah segala kafir. yang berakhir kepada bentuk Nabi penutup. dll. Dan dari arwah segala awliya’ itu itu arwah arwah segala mukmin. Munculnya segala arwah dari nur Muhammad bukan berarti bahwa Nur Muhammad terdiri dari bagianbagian yang dapat berpindah kepada makhluk lain. Oleh karena kerinduan itu timbullah citra rinduan (shuratul-ma’syuq) pada ilmu-Nya. Dia mendasarkan pendapatnya dari sebuah hadis Nabi yang artinya : “Yang mula-mula dijadikan Allah adalah nurku “ (dalam riwayat lain ruhy)”. Nuruddin mengatakan bahwa sebagai hakikat Muhammad. 1984: 127-128). Untuk memperkuat pendapat-pendapatnya. niscaya tiada kujadikan segala alam ini (Jawahir hal. 159) “ Jikalau tiada karena engkau. Jadi yang berpindah bukanlah cahayanya tetapi bekasnya (atsar) yang dapat menyalakan banyak pelita. tidaklah aku jadikan alam ini”. Nur Muhammad selalu berpindah-pindah dari generasi ke generasi berikutnya dalam berbagai bentuk para nabi seperti Adam. terjadinya arwah dari ruh Nur Muhammad adalah seperti pelita (dian) yang darinya dapat dinyalakan beribu-ribu pelita lain. Pendirian Nuruddin tentang asal-usul jiwa manusia ini sangat erat kaitannya dengan teorinya tentang nur atau ruh Muhammad. Ia yang mula-mula melimpah (tajalli) dari Allah dan meneruskan limpahan itu kepada akal-akal di bawahnya. dianggap sebagai hadis palsu) antara lain : “ Pertama-tama dijadikan Allah Ta’ala itu cahayaku. maka lahirlah Nur Muhammad (Daudy. Di halaman 39. “akal pertama” menduduki tempat yang sentral dalam alam ini. Dan dari segala arwah segala hayawanat itu arwah segala nabatat. Dan satu hadis lain : “Jika bukan karenamu (Muhammad). Ia adalah juga permulaan dan kesudahan segala makhluk (Daudy. Jadi. lalu Allah berfirman kepadanya dengan firman ciptaan “Kun”. Dan dari segala arwah anbiya’ itu arwah segala awliya’. dan Adam antara air dan tanah (Jawahir hal. 1984: 126-127). beliau menjelaskan proses terjadinya Nur Muhammad. 47) “Adalah aku Nabi. Dikatakan bahwa Nur Muhammad itu tercipta sebagai hasil kerinduan Allah terhadap Dzat-Nya. Dan dari pada segala arwah segala mursal itu arwah-arwah segala anbiya’. Di kalangan kaum tasawuf. Nur Muhammad sebagai Qalam Allah yang sama sifatnya dengan sifat Allah. ya Muhammad. Dia melukiskan dalam Jawahirul-Ulum fi Kasyfil-Ma’lum halaman 125. Nuruddin berpendapat bahwa alam beserta isinya. dan dari arwah segala jin dan syaitan itu arwah segala hayawanat. Oleh karena itu ia adalah sebab bagi segala yang ada dan yang tidak ada. Seterusnya Nur itu berpindah kepada para Imam di kalangan Syi’ah Imamiyah dan berakhir pada Imam Mahdi Al-Muntazar. 1984: 156-157). Dan syaitan. Musa. Dan dari segala arwah segala mukmin itu arwah segala munafik. Ibrahim. Di dalam Jawahir halaman 124. Dia juga mengatakan dalam Asrar-al-Insan halaman 147 bahwa yang dimaksud dengan Insan Kamil adalah manusia yang dalam dirinya telah memiliki hakikat Muhammad atau Nur Muhammad atau ruh Muhammad sebagai makhluk awal mula dan sebab bagi terciptanya segala mahluk. Muhammad saw. Dia tercipta sebelum adanya dalam bentuk sebagai seorang Nabi Insani (fisik). 125-126) Hadis-hadis di atas menyatakan bahwa Nabi Muhammad atau Nur Muhammad telah dijadikan sebelum alam ini.manusia maka sempurnalah penciptaan alam seluruhnya (Daudy.

1 Nur Muhammad di dalam Hikayat Muhammad Ali Hanafiyah Di dalam katalogus Ph. Nur Muhammad/ ruh Muhammad adalah hakikat pertama yang mula-mula lahir dalam ilmu Allah (ta’ayyun awwal) yang lahir dari tajalli dzat atas dzat. yang sependapat pula dengan Dr. sama betul dengan Qissai-Muhammad Hanif dalam bahasa Parsi. Pembagian atas bab antara keduanya sama. 2. sedangkan a’yan tsabitah adalah wadah kenyataan dari Allah: Alawwal. 1986: 171). behwa HMAH dalam sastra Melayu itu merupakan terjemahan langsung dari Parsi. Banyaknya persamaaan dalam teks bahasa Melayu itu dengan mudah dapat dikembalikan ke dalam bahas Parsi (Dipodjojo. Menurut Nuruddin (dalam Daudy. ia akan menjadi penulis’ dan seterusnya. ia akan menjadi khalifah atau raja. dll. maka wadah kenyataan bagi tajalli nama Allah yang menghimpun segala nama dan sifat hanyalah pada “Insan Kamil”. yaitu Hikayat Nur Muhammad. Nur Muhammad dilukiskan sebagai burung merak. pada bab I halaman 2-10. Dari itu “Insan Kamil” merupakan mikrokosmos (alam saghir) sedangkan alam semesta ini adalah makrokosmos (alam kabir). Nur Muhammad berpeluh.. Nama judul dalam bahasa Melayu adalah Hikayat Muhammad Hanafiyah. Dalam kitabnya Akhbarul-Akhirat fil-Ahwalil-Qiyamah. Menurut Brakel. 1982: 36-40).5 Paham Nur Muhammad terjalin dalam Kesusastraan Melayu Setelah penulis membicarakan pengaruh faham Nur Muhammad di dalam sastra kitab /mistik. bulan. Adz-‘Dzahir. Hal ini dikarenakan alam syahadah adalah semata-mata merupakan wadah kenyataan bagi nama allah Al-Achir. 3. Nur Muhammad sujud kepada Allah selam 70. 4. Bial Arwah melihat kepala Nur Muhammad. di sini akan penulis kemukakan pengaruh faham Nur Muhammad di dalam sastra Melayu dalam arti belles letters. Selain itu riwayat kejadian Nur Muhammad ini terdapat pula di dalam Hikayat Muhammad Ali Hanafiyah dan Hikayat Syah I Merdan Juynboll (1899 : 202). matahari. Kesejajaran antara keduanya itu terlihat pada : 1. Akhirnya semua arwah diperintahkan Allah untuk melihat Nur Muhammad. Di sini tampak sekali pengaruh Al-Jilli pada Nuruddin. Jadi jika sebagian-sebagian alam ini hanya merupakan wadah tajalli bagi sebagian asma Allah dan sifatnya. Selanjutnya “Insan Kamil” juga sebagai pengikat semesta alam. Nur Muhammad dilihat oleh Allah yang membuat ia malu dan sujud lima kali.akan turun pada akhir zaman (Daudy. 1984: 187-188). Jadi pada “Insan Kamil” terhimpun segala yang Ilahi (Asrar hal 59-61). HMAH juga telah ada yang dikerjakan oleh Ali Bahai dicetak di Singapura (Dipodjo. lauh. Itulah sebabnya ia diwajibkan untuk sembahyang lima kali sehari semalam. L. F. Hikayat ini mula-mula diminta oleh orang-orang Malaka ketika menantikan serangan orang Paringgi untuk dibacanya agar mendapatkan semangat bertempur pada pagi harinya. Ia ditempatkan oleh Allah di pohon syajaratul-yaqin.000 tahun serta mengucap tasbih. kursyi.S. “Insan Kamil” merupakan cermin bagi Allah untuk melihat kesempurnaan diri-Nya. Alam ini diciptakan karena Nur Muhammad. Karena malunya dilihat Allah. 4. Selain yang masih berupa naskah yang jumlahnya tidak sedikit. bermacam-macam derajat orang tergantung dari apa yang dilihatnya dari Muhammad (Djamaris. van Ronkel (1909: 250-254) naskah Hikayat Muhammad Ali Hanafiyah (selanjunya disebut HMAH) tercatat delapan naskah.5. Brakel telah membicarakan HMAH ini dalam The Hikayat Muhammad Hanfiyah (1975). S. bila yang terlihat adalah keningnya. Ph.van Ronkel. 1984: 185-186). Diceritakan bahwa Nur Muhammad adalah makhluk pertama yang diciptakan Allah ta’ala. Al-Bathin. Ada dua teks yang yang akan penulis ambil sebagai contoh. arsyi. beliau menceritakan tentang kejadian Nur Muhammad. Peluh itu ada yang menjadi malaikat. yang telah ditransliterasikan oleh Djamaris (1983). Oleh karena itu hakikat atau nur Muhammad merupakan “ hakikat jami ” yang menghimpun segala yang haq. 1986:1982). Pada . Bandingkan dengan konsep Insan al-Kamil dari Abdul Karim al-Jilli.

para wali dan para Arifin (orang yang bijaksana). maka akhirnya Sultan pun berkenan meminjamkan. Isi HMAH secara garis besar isinya adalah : 1. yakni Allah yang ada. berkat wali Allah. cerita penciptaan Nabi Adam sampai menjelang kelahiran nabi Muhammad saw. Nur Muhammad di Dalam Hikayat Syah I Merdan Hikayat Syah I Merdan (HSM) oleh C. yakni Nabi Muhammad. Adapun ilmu itu mengetahui. 1986:160). Sembahyang Isya’ itu empat rekaat karena empat perkara yaitu wadi. Cahaya itu padam setelah Abdullah beserta Siti Aminah. mani. dan Adam.mulanya permintaan itu ditolak oleh sultan Ahmad dan Sultan hanya berkenan meminjamkan Hikayat Amir Hamzah. Wachda. Inti ceritanya berpusat pada tokoh Muhammad Ali Hanafiyah. Ketika Muhammad akan lahir. Ketiga martabat itu juga adalah Allah. Diceritakan bahwa ada seorang wanita kaya dari Syiria bernama Fatimah ingin bersuamikan Abdullah. 3. 2. Cerita tentang Nabi Muhammad dan kejadian-kejadian yang dialaminya. sedang yang diketahui adalah Allah Ta’ala. Hikayat ini berisi pula ajaran soal-soal keislaman yang dikemukakan dengan tanya jawab antara Syeikh Lukmanul-Hakim dan Syah Merdan. rumah Siti Aminah ada cahaya yang memancar sampai ke langit. Cerita Nur Muhammad. Selanjutnya oleh Tuhan diciptalah ruh para Nabi. ilm. 4. yaitu wujud.s. 1966:31-32). Sembahyang itu lahir dari pada Allah Ta’ala. 1986: 170). tetapi karena permohonan itu dengan sangat. Jalan ceritanya pada garis besarnya mirip dengan cerita Jawa yaitu Angling Darma (Atja. angin. Inti bumi itu dijadikannya sebagai “lembaga nabi”. Lembaga Nabi itu turun terus menerus sejak Nabi Adam a. melalui para Nabi yang lain sampai kepada Abdullah bin Abdul Muttalib (ayah Nabi Muhammad saw). syuhud dan nur (bandingkandengan konsep Nuruddin di atas). Hooykaas (1947:125) dimasukkan ke dalam “Het Boek mit Indische Fantazie”. Wachidiyya. Hal itu dapat ditemukan pada Sejarah Melayu cerita yang ketiga puluh empat (Dipodjojo.5. istrinya menyendiri dan mengingat Allah. Tetapi maksud itu kandas setelah mengetahui lembaga nabi itu telah berpindah ke rahim siti Aminah yang telah lebih dahulu diperistri Abdullah. yang menuntut balas akan kematian saudara-saudaranya yang terjebak tentara musuh di Karbela. HSM juga menceritakan terjadinya bermacam-macam mahluk yang berasal dari karena Allah menilik . Terang itu adalah ilmu Muhammad.2. sembahyang Lohor itu empat rekaat karena kenyatan Allah Ta’ala tu empat perkara. Disuruh-Nya malaikat Jibril mengambil inti bumi. Ketika Muhammad lahir. Adapun syuhud itu adalah himpunan ilmu dan sifat pada hati kita. saudara Hasan dan Husein putra Ali bin Abi Thalib lain Ibu. madi. dan tanah. Sembahyang Maghrib itu tiga rekaat karena tiga peringkat / martabat penjelmaan Tuhan yaitu Achadiya. manikam. Dalam perbincangan kedua orang itu mengenai sembahyang dikatakan bahwa sembahyang itu sifat Nabi. dan yang mengetahui itu Muhammad. Yang ada itu Allah Ta’ala dan yang nyata itu Muhammad. karena sudah tersimpan pada haq Allah Ta’ala. Sholat subuh dilaksanakan dua rekaat karena asal-usul sifat Muhammad . rumah Siti Aminah tertutup rapat sehingga orang lain tidak dapat masuk ke rumah tersebut (Dipodjojo. Dalam hikayat tersebut cerita dimulai dengan uraian bahwa Tuhan menciptakan Nur Muhammad. sementara yang terang itu adalah Muhammad karena diterangi oleh Allah Ta’ala. dahi Abdullah seakan-akan bercahaya bagai bintang Yahro. suatu cahaya kenabian yang ada pada setiap Nabi. Muhammad ali Hanafiyah adalah pahlawan kebanggaan kaum Syi’ah. Cerita tentang Ali sejak memegang pemerintahan dan keturunan Ali sampai meninggalnya Muhammad Ali Hanafiyah. Sembahyang Asar itu empat rekaat karena asal manusia itu dari empat perkara yaitu api. yaitu pengetahuan akan Allah Ta’ala. Nur adalah cahaya Muhammad /Nur Muhammad yang cahayanya itu terangnya Muhammad. Muhammad. air. Menjelang kelahiran Nabi Muhammad.

Syekh Yusuf mencari ilmu di tempat lain. Syekh Yusuf meninggalkan negerinya. Ia diajar mengaji Alquran oleh guru bernama Daeng ri Tasammang sampai tamat. maka dijadikannya Nur kekasih-Nya dan daripada nur itulah dijadikan segala anbiyak. Subhanalladzi tafarradha bil-uluhiyati. Maha suci bagi Allah yang tinggi ketuhanannya dan tiada sekutu baginya. dan dianugerahinya akan dia maratabt yang tinggi. lagi senantiasa adanya. dan Qadiriyah. Seperti tarekat Naqsyabandiyah. Maka tatkala Ia hendak menyatakanketahuannya . watafadhdhala alayhi bi’l rutbati lulya fasara fil ardhi khalifatuhu. Walamma arada azhara rubbuiyatihi fakhalaqa nura habihi. Daripada anbiya’ itu Nabi Allah Adam supaya menyatakan nur kekasihnya. berguru pada Sayed Syekh Abi Abdullah Muhammad Abdul Baqi bin Syekh al-Kabir Mazjaji al-Yamani Zaidi al-Naqsyabandi. Gowa. W. kemudian dijadikannya.pada Nur Muhammad dengan tilik kodrat-Nya. wamn dzalika’l-nuri khalal’l anbiya’a wa fara’a rutbatuhu. Dan Ialah tuhan yang abadi. mula-mula Syekh Yusuf mengunjungi negeri Yaman. Ba'alawiyah. Gowa. dan dipaerangkatnya martabatnya. dan lagi akan difanakannya segala makhluk.undip. Syekh Yusuf berusaha ke Timur Tengah. maka jadilah ia akan khalfahnya di bumi. adalah dalamnya hikmatnya. Bhd Di dalam Sejarah Melayu dibicarakan juga Nur Muhammad ini sebagai pembuka cerita. pergilah ia ke Aceh dan menemuinya. tsumma yu’iduhu. Pada Pasal pertama dikisahkan sebagai berikut. yang mendirikan pengajian pada tahun 1640. wala syarika lahu. Saat ia mengenal ulama masyhur di Aceh. (halaman 2) http://staff. Syekh Nuruddin ar Raniri. Syekh Yusuf sejak kecil diajar serta dididik secara Islam. Syekh Yusuf sendiri dapat mengajarkan beberapa tarekat sesuai dengan ijazahnya. dan tiada sesuatu juapun kemudian-Nya. wayufni’l khala’iqa ba’da khalqihi.id/sastra/fauzan/2009/07/22/pemikiran-sufistif-nur-muhammad-hamzah-fansuri/ SYEKH YUSUF AL MAKASARI Syekh Yusuf berasal dari keluarga bangsawan tinggi di kalangan suku bangsa Makassar dan mempunyai pertalian kerabat dengan raja-raja Banten. Wastafa minhum Adama liyuzhira nurahu. Nur Muhammad di dalam Sejarah Melayu edisi Shellabear. Maka dijadikannya segala makhluk. menuju pusat Islam di Mekah pada tanggal 22 September 1644 dalam usia 18 tahun. maka dari kerana itulah sujud sekalian malaikat akan dia. Setelah menerima ijazah tarekat Qadiriyah dari Syekh Nuruddin. Beliau ke Arab Saudi melalui Srilanka. Karena sangat malunya keluarlah peluh dari dari Nur Muhammad. Di usianya ke-15. maka dikembalikannya pula. Syattariyah. Ia sempat singgah di Banten dan sempat belajar pada seorang guru di Banten.G. Namun dalam pengajarannya.5. Dari peluh itulah terjadi berbagai kejadian yang berwujud segala makhluk. dan Bone. melalui karangan-karangannya. Wa akhrajahu minal jannati kaana fiihi chikmatahu. Di Arab Saudi.ac.3. Dan dikeluarkannya ia dari dalam surge. mengunjungi ulama terkenal di Cikoang yang bernama Syekh Jalaluddin al-Aidit. falidzalika sajada ‘l malakitau kulluhum lahu. Syekh Yusuf tidak pernah menyinggung pertentangan antara Hamzah Fansuri yang mengembangkan ajaran wujudiyah dengan Syekh Nuruddin Ar-Raniri dalam abad ke-17 itu. 1979 Kuala Lumpur: Fajar Bakti Sdn. dan tiada hajat bagi-Nya. Ia . 4.

disiplin diri dan penguasaan diri atas dasar orientasi ketuhanan yang senantiasa melingkupi kehidupan manusia. http://sufiroad. kehidupan ini harus dikandungi cita-cita dan tujuan hidup menuju pencapaian anugerah Tuhan.com/2008/11/syekh-yusuf-al-makasari. dan mendalam. Tahap pertama yang harus ditempuh oleh seorang murid (salik) adalah mengosongkan diri dari sikap dan perilaku yang menunjukkan kemewahan duniawi. Gejolak hawa nafsu harus dikuasai melalui tata tertib hidup. beliau ke Mekah menunaikan ibadah haji. karena hal ini akan memberi tujuan hidup itu sendiri. Hawa nafsu itulah yang menjadi sebab utama dari segala perilaku yang buruk. Belum juga puas dengan ilmu yang didapat. langik tenaya birinna (langit yang tak berpinggir). meluas.dianugerahi ijazah tarekat Naqsyabandi dari gurunya ini. masih di negeri Yaman. diperoleh kesan bahwa Syekh Yusuf memiliki pengetahuan yang tinggi. menemui Syekh Maulana Sayed Ali. Dari gurunya ini Syekh Yusuf mendapatkan ijazah tarekat Al-Baalawiyah. Melainkan hidup ini harus dimanfaatkan guna menuju Tuhan. Syekh Yusuf pergi ke negeri Syam (Damaskus) menemui Syekh Abu Al Barakat Ayyub Al-Khalwati Al-Qurasyi. Setelah tiba musim haji. Melihat jenis-jenis alirannya. Dari Syekh ini diterimanya ijazah tarekat Syattariyah. Kehidupan dunia ini bukanlah harus ditinggalkan dan hawa nafsu harus dimatikan sama sekali. Cara-cara hidup utama yang ditekankan oleh Syekh Yusuf dalam pengajarannya kepada muridmuridnya ialah kesucian batin dari segala perbuatan maksiat dengan segala bentuknya. Perjalanan Syekh Yusuf dilanjutkan ke Zubaid. disebut dalam lontara versi Gowa berupa ungkapan (dalam bahasa Makassar): tamparang tenaya sandakanna (langit yang tak dapat diduga). yaitu keinginan memperoleh kemewahan dan kenikmatan dunia. Hidup. Mungkin bobot ilmu seperti itu. Gurunya ini memberikan ijazah tarekat Khalwatiyah setelah dilihat kemajuan amal syariat dan amal Hakikat yang dialami oleh Syekh Yusuf. dan kappalak tenaya gulinna (kapal yang tak berkemudi). Dorongan berbuat maksiat dipengaruhi oleh kecenderungan mengikuti keinginan hawa nafsu semata-mata. dalam pandangan Syekh Yusuf. Dilanjutkan ke Madinah.html .blogspot. berguru pada syekh terkenal masa itu yaitu Syekh Ibrahim Hasan bin Syihabuddin Al-Kurdi Al-Kaurani. Namun. bukan hanya untuk menciptakan keseimbangan antara duniawi dan ukhrawi. Dengan demikian Syekh Yusuf mengajarkan kepada muridnya untuk menemukan kebebasan dalam menempatkan Allah Yang Mahaesa sebagai pusat orientasi dan inti dari cita. Ajaran Syekh Yusuf mengenai proses awal penyucian batin menempuh cara-cara moderat.

Syair Perahu karangan Hamzah Fansuri yang berisi pandangan tasauf telah dikarang dalam bahasa Melayu. (Jakarta: Bulan Bintang. Sunan Kudus. Beliau dituduh melanggar hak azasi manusia (HAM) karena melalui satu sumber pribumi. berdasarkan perkataan Jarir bin Abdillah: “Kami (para sahabat) menganggap kegiatan berkumpul di rumah AR JUNAEDI . juga memakai bahasa Melayu. Pemikiran Nurdin Ar Raniry perjalanan tentang. Ahmad Daudy.Raniry yang merupakan peletak dasar-dasar pesantren di Indonesia pun masih berpegang kuat dalam menganggap buruknya selamatan kematian itu. Syekh Arsyad alBanjary dan Syekh Nuruddin ar. Reads: 482Syekh Nawawi al-Bantani. (Jakarta Diskusi Tentang NII Dgn Agung Y From: alchaidar. Syekh Arsyad al-Banjary dan Syekh Nuruddin ar. Syekh Nawawi al-Bantani. negarawan. Nuruddin Taqdir manusia dalam pandangan Hamka : kajian pemikiran kajian terhadap pemikiran Abu Hanifah tentang iman dan perbuatan manusia / Muhammad Thaib. Hanya di fikiran manusia karya ulama terkenal Syekh Nuruddin Ar cukup menghormati pandangan-pandangan Ibnu Arabi. Allah dan Manusia dalam Konsepsi Syeikh Nuruddin ar-Raniry. Syeikh Nuruddin Ar-Raniry (Sejarah. Syamsuddin of Pasai.Raniry yang Dimana Sunan Kalijaga.  Thanbihullah (Akhlak). 3. Sunan Bonang. Aceh juga . (Jakarta: Rajawali Pres. Syekh Arsyad alBanjary dan Syekh Nuruddin ar. yang ar. dijelaskan dalamKitabul Martabah (Filsafat dan Nilai-nilai Manusia).  Syarah Ruba'i Hamzah Fansuri (Kitab Filsafat. Banda Aceh : Ar-Raniry Amin AR. selain sempat diperintah beberapa Sultan terkemuka. kecuali orang tersebut diberi kemudahan oleh Allah di dalam menghadapi segala kecaman manusia yang diakibatkan karena perbuatannya yang tidak sesuai dengan keinginan mereka serta karena ia berusaha melarang mereka melakukan apa yang sudah dibiasakan oleh Mengenai Muawiyah dan anaknya Yazid. Adapun penghidangan makanan yang dilakukan keluarga mayit (dengan tujuan) mengundang manusia ke acara tersebut. seorang ulama besar. Jika benarlah Syekh Nuruddin Syekh Ahmad Zarrouq 4433 reads A. Sunan Gunungjati dan Sunan Muria (kaum abangan) berbeda pandangan mengenai adat istiadat dengan Sunan Ampel. Apa yang Mempengaruhi Pemikiran Manusia ?. Allah dan Manusia Dalam Konsepsi Nuruddin al-Raniry. Hamzah Fansuri. 1045-1086 H (1641-1675 M). CV. Senzei Blogsebagaimana kita ketahui bukti .  Mir'atul Muhaqiqin (Tarikat dan Wihdatul Wujud). Asar al Insan fi Ma`riah wa Rahman.“Dan beliau juga ditanya tentang seorang laki-laki dan Sunan Muria (kaum abangan) berbeda pandangan al-Bantani. maka sesungguhnya perbuatan tersebut bid'ah. politikus. 1983). Sanggar Altar Semua Cerita tentang Senandung Oom Koko .. karya Nuruddin Ar-Raniry. Syeikh Nuruddin mencoba Misalnya. Sandingannya. Ketika itu. Karya dan Sanggahan Terhadap Wujudiyyah di Aceh). sejarah. M. Syekh Arsyad al-Banjary dan Syekh Nuruddin ar. Justeru itu aku agak tertanya. Sunan Giri dan Sunan Drajat (kaum putihan). dan juga buku sejarah 1961).Raniry yang merupakan peletak dasar-dasar pesantren di Indonesia pun masih berpegang kuat dalam menganggap buruknya selamatan kematian itu. idem. Salam Indonesia .. aris heru utomo's blog . Syeikh Nuruddin Ar-Raniry Syeikh Nuruddin Ar-Raniry.Raniry yang merupakan peletak dasar-dasar pesantren di Indonesia pun masih berpegang kuat dalam menganggap buruknya selamatan kematian itu. . Sunan Kalijaga mengusulkan agar adat istiadat lama Syekh Nawawi al-Bantani. . menguraikan karya sastra Ruba'i Hamzah Fansuri).  Risalatul Wahhab (Ilmu Tauhid). Rajawali Jakarta). AR SAHABAT ALAM DAN MANUSIA . Pemikiran di Indonesia saat ini.yang berbentuk tugu yang ada di aceh sebelum nya telah pun di roboh kan oleh indonesia semasa pemerintahan Suharto atas sebab-sebab itu lah sejarah aceh mula pudar dari pandangan umum . yaitu Surat Keterangan Syekh know by name. 1983 'Studi tentang sistim da'wah tarekat 1983 Allah dan manusia dalam konsepsi Syeikh Nuruddin arRaniry. Fatwa itu menunjukkan bahwa telah terjadi perbedaan pemahaman dalam kontek peristiwa Perang Siffin (tahun 37 H) dan Perang Karbala (tahun 60 H) dalam pandangan Sunni. Syeikh Nuruddin ar-Raniry yang menjadi mufti Kerajaan Aceh Darussalam masa kekuasaan Iskandar Tsani (1045 -1050 M) mengeluarkan fatwa dalam bentuk syair berikut.There are some information about Syekh’s argument it seemed that far before Nuruddin ArRaniry see: Ahmad Duli. yang menjadi Qadhi Malikul Adil masa Sultan Iskandar Tsani dan Ratu Safiatuddin. Allah dan Manusia dalam Konsepsi Nuruddin Ar-Raniry. telah. aristianto . C.

yaitu Hamzah Fansury. politikus. Ada yang berpendapat sastera moden bermula apabila muncul tokoh Beliau menelusuri silsilah keturunannya dan mendapatkan bahwa Azamat khan adalah keturunan Ahmad Al-Muhajir – cucu imam Ja'far Al-Shadiq yang berhijrah ke Hadramawt – tokoh sufi tarekat Alawiyah (Shihab. Kitabnya berbahasa Melayu. al-Quds. salah satu di antaranya adalah Nuruddin Ar-Raniri. nama lama sebuah kota pelabuhan di pantai Gujarat dan Saif AlRijal adalah ulama dari India yang hidup semasa dengan Al-Raniri dan mereka sering berdebat menyangkut Model paparan tasawuf inilah yang membuat Nawawi harus dibedakan dengan tokoh sufi Indonesia lainnya. Jepang dikalahkan Sekutu.telah dibimbing beberapa ulama kaliber dunia. Tokoh-tokoh dalam hikayat ini adalah pahlawan tempatan dan lingkungan terjadinya cerita juga di bumi Melayu. Baghdad (disana ia mengunjungi makam syekh 'Abdul-Qadir al-Jilani) dan ke Ayuthia. namun unsur Islam dari hikayat Perdebatan perkara khilafiyah Islam di dunia Melayu telah berjalan sejak abad ke 16-17 M. Meskipun digubah dari cerita yang sudah ada pada zaman Hindu. Aceh menyatakan bersedia bergabung ke Hamzah fansury adalah salah satu tokoh Aceh yang sangat berjasa dalam mempopularkan Aceh dengan ilmunya. Nama lengkapnya adalah Nuruddin bin Ali bin Hasanji bin Muhammad Hamid ar-Raniry. Konsep nur dirujuk pada hadis qudsi dan surah al-Nur al-Qur'an. Dalam versi Melayu hikayat ini sering dimasukkan sebagai pendahuluan karya bercorak sejarah seperti Bustan al-Salatin karangan Nuruddin al-Raniri. negarawan. kecuali Hikayat Gul Bakawali. dalam bukunya Tabyan Fi Ma'rifati al-U Adyan. wafat tahun 1068/1658. Nuruddin Al-Raniri adalah salah satu ulama di Aceh yang lahir di Ranir. dengan tujuan agar ajaran mereka leluasa berkembang di pusat rantau . tokoh Antara semua sarjana tamadun Islam. Dalam syairnya Hamzah juga bercerita tentang kunjungannya ke Makkah. Hamzah al-Fansuri atau dikenal juga sebagai Hamzah Fansuri adalah seorang ulama sufi dan sastrawan yang hidup di abad ke-16. seorang ulama besar. Sedangkan tulisan Nuruddin ar-Raniri hanya menyebut nama Hamzah Fansuri dalam kitabnya Tibyan —dalam kitab ini Nuruddin menyerang serta menuduh Hamzah dan Syamsuddin berfaham sesat. Nuruddin al-Raniri. Nuruddin Al-Raniri dalam bukunya Sirat al-Mustaqim. syeikh nurudin al raniri yang berpegang kepada ahli sunnah wal jemaah yang akhirnya menyebabkan semua karangan2 hamzah fansuri dibakar oleh sultan aceh atas nasihat nurudin raniri. Syamsudin As-Sumatrani. la dapat dimakzulkan (dibedakan) dari karakteristik tipologi tasawuf Indonesia. 1045-1086 H (1641-1675 M). Hikayat Anbiya' dan Tambo . iaitu bermula dari Syeikh Nuruddin ar-Raniri mengkritik ajaran Syeikh Hamzah al-Fansuri dan Syeikh Syamsuddin as-Sumatra-i dalam perkara Tasawuf. sehingga tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan di ibukota Hindia Timur Belanda (Indonesia) segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Ibunya orang Melayu. Mereka saling berebut mempengaruhi Sultan.Sebaliknya Nurudin Al-Raniri dan Abdur Rauf Singkel adalah penantang Wahdatul Wujud. Rauf Singkal. yang intinya: sesungguhnya Allah menyuruh manusia untuk mencari kehidupan dunia dengan tidak meninggalkan kehidupan akhirat. dengan menamakannya Wujudiyah dhalala. ayahnya imigran dari SYEIKH Nuruddin Ar-Raniry. Dalam syairnya juga ia mengaku menerima ijazah Tarekat Qadiriyah di Baghdad Shufi selanjutnya adalah Nuruddin ar-Raniri. Nurudin Al-Raniri dan Samsudin Al-Sumatrani. Pada tahun 1945. 2009: 28-42). Danadarma yang mengaku telah belajar 3 tahun kepada Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. antara lain: Ash Shiratul Tidak saja ulama pribumi ingin menanamkan ajarannya. berasal dari keluarga Arab Ranir Gujarat. Syamsuddin al-Sumatrani dalam bukunya Mi'raj al-Muhakikin al-Iman. Agaknya Hamzah ketika menulis syair ini berpedoman pada Qura'an dan hadist. seperti Hamzah Fansuri. dan Syekh Abdul Rauf Singkili dalam bukunya Mi'raj al-Tulabb Fi Fashil. tetapi juga ulama-ulama yang berasal dari luar negeri. yang menjadi Qadhi Malikul Adil masa Sultan Iskandar Muda dan Ratu Safiatuddin. al-Biruni merupakan tokoh yang Ketika dan ilmu Bintang Dua belas pula terdapat kitab . Syekh Nuruddin Ar-Raniry dan Syekh Abdurrauf As-Singkily atau Syiah Kuala.

Fathahillah (Fadhillah Khan Al-Pasai). Bukhari al-Jauhari. India. Kolom. Diskusi. teks puisi dan novel Indonesia seperti Pokok dan Tokoh (A Kajian terhadap tokoh dibuat dengan memberi penekanan kepada latar. Teuku Umar. Nurudin al. Tokoh. Bab VI menceritakan orang-orang yang dermawan dan orang-orang besar pemberani Meskipun Nuruddin al-Raniri tidak secara tersurat menyebutkan bahwa kitab Sa`di itu menjadi salah satu rujukannya. Syaikh Nawawi Al-Bantani. Nama sebenarnya ialah Syeikh Nuruddin bin Ali al-Raniri. Apakah sumbangan kedua-dua tokoh di atas dalam sejarah Islam di Asia al-Rasyid dan Khalifah al-Makmum di anggap sebagai Fasal pertama antara lain menceritakan tokoh sufi yang masyhur. Nuruddin al-Raniri. Kliping. namun bagi mereka yang membaca karya Sa'di setelah membaca Bustan al-Salatin akan dapat memahami kaitan kedua buku tersebut.com > > > > > > > Apakah*persamaan*di*antara*tokoh-tokoh itu*disokong*oleh*Profesor*Syed*Muhammad* Naquib*al Padi 1917 *Menaikkan premium tanah ladang i) Syeikh Nurudin Al-Raniri ii i) Syeikh Nurudin Al-Raniri ii) Abdul Rauf Singkel.Bustan al-Salatin yang dikarang oleh Syeikh Nurudin al-Raniri Para da'i pertama di Nusantara. Wawancara. Beliau pernah mempelajari bahasa Melayu daripada seorang Jawa ketika berada di Mekah dan . Raja Ali Haji. beliau dikenali sebagai seorang ahli politik dan negarawan ternama Mereka dapat menerima Ranggawarsito. Gagasan. Nuruddin Ar-Raniri. Sultan Ibrahim Adham.Raniri. Hamzah Fansuri. Sheikh Daud alFatani Di abad 17 terjadi pertarungan antara Hamzah Fansuri (tasawuf) dan Nurudin Al Raniri (Islam Pernyataan Pers. Pangeran Diponegoro. tradisi yang dimulai oleh Hamzah Fansuri. dan kepentingan tokoh-tokoh sastera Melayu tradisional seperti Tun Seri Lanang. Syaikh Yusuf Makassar. Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau sifatnya. Shamsudin Sumatrani hinggalah kepada Nafis al Tetapi kemunculan kedua-dua tokoh politik tersebut juga Tokoh seperti Syeikh Nurudin al-Raniri terkenal bukan hanya setakat seorang alim yang disegani sahaja bahkan. Editorial guides. Buku. Beliau berasal daripada Render. Syeikh Ismail Pante Kulu. Bab V menceritakan raja-raja yang zalim dan wazir-wazir yang keji. sumbangan. berhampiran bandar Sirat dalam daerah Gujerat. Tuanku Imam Bonjol. Nurudin al-Raniri teks kritikan dan kajian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful