Tasawuf falsafi di Nusantara Abad ke XVII M OPINI Efrizal Nurbai | 19 Januari 2010 | 08:29 722 0 Belum ada chart.

Belum ada chart. Nihil. Pendahuluan Islam sufistik dalam sejarah pertumbuhan dan perkembangan Islam serta khazanah intelektual Islam di Nusantara merupakan salah satu wacana yang masih menarik untuk dibincangkan. Hal ini tidak hanya disebabkan awal masuknya Islam ke Indonesia -sebagaimana ‘disepakati’ para ahli sejarah- bernuansa tasawuf. Namun juga dikarenakan adanya luka-luka sejarah dalam perkembangan Islam di negeri gemah ripah loh jinawi ini yang terkait langsung dengan issu Islam esoteris. Eksekusi mati terhadap Syekh Siti Jenar pada abad ke 15 M di Jawa oleh Wali Songo, pembunuhan terhadap para penganut paham wahdah al-wujud di Serambi Mekah -Aceh- atas fatwa qadhi kesultanan yang waktu itu dijabat Al-Raniri, adalah luka yang akan tetap meninggalkan codet dalam lembaran sejarah Islam di Indonesia. Selanjutnya, budaya masyarakat Nusantara yang amat kental dengan dunia mistik -terutama sejak masuknya Hindu dan Budha dari India- merupakan faktor yang tidak bisa dikesampingkan yang membuat semakin menariknya wacana ini. 1. Tasawuf Falsafi di Dunia Islam Tasawuf falasafi secara sederhana dapat didefenisikan sebagai kajian dan jalan esoteris dalam Islam untuk mengembangkan kesucian bathin yang kaya dengan pandangan-pandangan filosofis. Keberadaan tasawuf bercorak falsafi ini pada satu sisi telah menarik perhatian para ulama yang pada awalnya kurang senang dengan kehadiran filsafat dalam khazanah Islam. Sementara bagi para ulama yang menyenangi kajian-kajian filsafat dan sekaligus menguasainya, tasawuf falsafi bagaikan sungai yang airnya demikian bening dan begitu menggoda untuk direnangi. Ulama pertama yang dapat dianggap sebagai tokoh tasawuf falsafi adalah Ibn Masarrah (w. 319/931) yang muncul dari Andalusia. Sekaligus dia dapat dianggap sebagai filosof sufi pertama dalam dunia Islam. Pandangan filsafatnya adalah emanasi yang mirip dengan emanasi Plotinus. Menurutnya, melalui jalan tasawuf manusia dapat melepaskan jiwanya dari belenggu/penjara badan dan memperoleh karunia Tuhan berupa penyinaran hati dengan nur Tuhan. Suatu ma’rifah yang memberikan kebahagiaan sejati. Ia juga menganut pandangan bahwa kehidupan di akhirat bersifat ruhani, sehingga di akhirat kelak manusia dibangkitkan ruhnya saja, tidak dengan badan. Pandangan yang amat mirip dengan penyataan Ibnu Sina tentang kebangkitan manusia kelak di akhirat. Tokoh kedua yang berpengaruh besar dalam dunia tasawuf falsasi adalah Suhrawardi al-Maqtul, sufi yang dibunuh di Aleppo pada tahun 587/1191, -karena pandangannya yang telah keluar dari Islam menurut ulama fuqaha. Suhrawardi juga seorang penganut paham emanasinya Ibnu Sina. Bila tasawuf sunni (akhlaki) memperoleh bentuk yang final di tangan Imam Al-Gazali, maka tasawuf falsafi mencapai ‘puncak’ kesempurnaan dalam pengajaran Ibn Arabi, seorang sufi yang juga datang dari Andalusia. Pengetahuan Ibnu Arabi yang amat kaya dalam bidang keislaman dan lapangan filsafat, membuatnya mampu menghasilkan karya yang demikian banyak, di antaranya al-Futuhad al-Makkiyah dan Fushush al-Hikam. Boleh dikatakan hampir semua pengajaran, praktek dan ide-ide yang

berkembang di kalangan sufi pada masa itu mampu diliput dan kemudian diberinya penjelasan yang amat memadai. Ajaran sentral Ibn Arabi adalah kesatuan wujud (wahdah al-wujud). Menurutnya wujud itu hanyalah satu ; yaitu wujud yang berdiri dengan dirinya sendiri, itulah Tuhan, Zat Yang Maha Benar. Alam yang banyak sekalipun mempunyai wujud, namun dia tidak berwujud dengan wujud sendiri, melainkan berwujud dengan wujud Allah. Wujud alam adalah khayal, maksudnya bila ia kelihatan sebagai wujud yang berdiri sendiri, maka sesungguhnya ia berwujud dengan wujud Tuhan. Oleh sebab itu kemudian dikatakan bahwa wujud Tuhan dengan wujud alam adalah satu, bukan dua atau banyak. Alam yang banyak dan beraneka ragam adalah manifestasi atau penampakan dari wujud Tuhan yang satu. Dari segi hakekat, alam tidak lain dari Tuhan. Sedangkan dari sudut manifestasi, alam benar-benar berbeda dengan Tuhan. Alam bukanlah Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan. Ada banyak tokoh sufi filosof yang muncul setelah meninggalnya Ibnu Arabi di Damaskus. Di antara yang terkenal adalah ; al-Qunawi, al-Farqani, al-Qaishari, Jalaluddin Rumi dan al-Jili dan lain-lain. Tasawuf bercorak falsafi ini kemudian memperoleh tanah yang subur, terutama di Persia. Umumnya kalangan Syi’ah Isma’iliyah dan Syi’ah Dua Belas dapat menerima dan membenarkan paham ini. Tasawuf falsafi yang telah mencapai puncak di tangan Ibnu Arabi, yang kemudian berkembang di tangan para sufi filosof sesudanya, menyebar hampir ke seluruh dunia Islam dengan jaringan sebagaimana yang diungkapkan Azyumardi Azra dalam “Jaringan Ulama”nya. Lewat jaringan itu pula tasawuf falsafi masuk ke Indonesia yang kemudian memunculkan tokoh-tokoh sufi filosof yang juga tidak sepi dari ungkapan syhathahad-¬nya. Seperti Hamzah al-Fansuri dan Syamsuddin al-Sumatrani, yang kiprah keduanya akan dibicarakan pada pembahasan berikut. Dibanding dengan tasawuf sunni, tasawuf falsafi lebih kaya dengan ide-ide dan pikiran-pikiran tentang Tuhan dan alam metafisik. Ide-ide yang oleh para sufinya dipandang tidak bertentangan dengan ajaran al-Qur’an dan Sunnah, termasuk dalam hal ini ungkapan syathahad-nya. Sementara tasawuf sunni tidak mementingkan ide-ide dan pikiran spekulatif dalam tataran falsafah. Para sufi sunni sudah merasa cukup dengan pemahaman akidah pokok yang diajarkan dalam ilmu tauhid. Persoalan qadim-nya alam, kehidupan akhirat yang bersifat ruhani tidak terdapat dalam kajian tasawuf sunni, karena dipandang tidak benar, menyalahi apa yang diajarkan para mutakallimin. 2. Tasawuf Falsafi di Nusantara Wacana tasawuf falsafi di Nusantara agaknya dimotori oleh Hamzah Fansuri dan Syamsuddin Sumatrani, dua tokoh sufi yang datang dari pulau Andalas (Sumatera) pada abad ke 17 M. Sekalipun pada abad ke 15 sebelumnya telah terjadi peristiwa tragis berupa eksekusi mati terhadap Syekh Siti Jenar atas fatwa dari Wali Songo, karena ajarannya dipandang menganut doktrin sufistik yang bersifat bid’ah berupa pengakuan akan kesatuan wujud manusia dengan wujud Tuhan, Zat Yang Maha Mutlak. Namun sejauh ini penulis belum menemukan literatur yang menjelaskan apakah paham yang dianut Syekh Siti Jenar adalah wahdatulwujud yang berasal dari Ibnu Arabi lewat ‘jaringan ulama’ sebagaimana dimaksud Azra dalam bukunya tersebut. Terlebih lagi terlalu sedikit literatur yang menjelaskan keberadaan sosok Syekh Siti Jenar dalam khazanah keislaman di Nusantara. Paling tidak menurut Alwi Shihab, kehadiran Syekh Siti Jenar dengan ajaran dan syathahad-nya yang dipandang sesat, dapat dijadikan sebagai tahap pertama perkembangan tasawuf falsafi di Indonesia. Alwi menamakannya sebagai tahap perkenalan. Pembunuhan terhadap Syekh Siti Jenar agaknya telah meredupkan cahaya perkembangan tasawuf falsafi di Indonesia dalam waktu yang lama, sampai kemudian munculnya Hamzah dan Syamsuddin di Sumatera. Hamzah Fansuri adalah keturunan Melayu yang dilahirkan di Fansur -nama lain dari Barus-. Para peneliti tidak menemukan bukti yang valid kapan sebenarnya Hamzah lahir. Dia diperkirakan hidup pada akhir abad ke 16 dan awal abad ke 17, yakni pada masa sebelum dan selama pemerintahan Sultan ‘Ala al-Din Ri’yat Syah (berkuasa 977-1011H/1589-1602M). Hamzah diperkirakan meninggal sebelum tahun 1016H/1607M.

Hamzah memulai pendidikannya di Barus, kota kelahirannya yang pada waktu itu menjadi pusat perdagangan, karena saat itu Aceh berada dalam kemajuan di bawah pemerintahan Sultan Iskandar Muda dan Iskandar Tsani. Kwalitas pendidikan yang cukup baik di Aceh menjadikan Hamzah dapat mempelajari ilmu-ilmu agama seperti ; fiqh, tauhid, akahlak, tasawuf, dan juga ilmu umum seperti ; kesustraan, sejarah dan logika. Selesai mengikuti pendidikan di tanah kelahirannya, Hamzah kemudian melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah, khususnya Persia dan Arab. Sehingga dia dapat menguasai bahasa Arab dan Persia, mungkin juga bahasa Urdu. Dalam hal tasawuf falsafi diperkirakan Hamzah mempelajari dari Iraqi, murid Sadr al-Din al-Qunawi, murid kesayangan Ibnu Arabi. Sekembalinya dari perantauan menuntut ilmu, Hamzah mengajarkan agama di Aceh melalui lembaga pendidikan “Dayah” (pesantren) di Oboh Simpang-Kanan, yang merupakan cabang dari Dayah Simpang-Kiri yang diasuh oleh kakaknya Syekj Ali Fansuri, ayah dari Abdr Rauf al-Sinkli. Hamzah ternyata tidak hanya berakfitas sebagai guru, namun juga rajin menulis. Tetapi sangat disayangkan karya-karya Hamzah tersebut tidak lagi ditemukan karena telah dimusnahkan oleh ‘lawan-lawannya’ yang menentang paham wujudiyah yang dikembangkan oleh Hamzah. Pemikiran Hamzah tentang ajaran wujudiyah terdapat dalam karyanya Zinat al-Wahidin, yang terdiri dari tujuh bab. Menurut Hamzah hakekat dari Zat Yang Maha Mutlak, Kadim dan pencipta alam semesta tidak dapat ditentukan atau dilukiskan. Dalam kaitan ini bagi Hamzah alam yang pada mulanya bersifat ruhani kemudian berubah berisifat jasmani adalah manifestasi dari zat Ilahi. Zat Ilahi menampung seluruh wujud, sehingga dalam aspek transenden zat Tuhan tidak bertepi. Pada aspek immanen zat Tuhan juga tidak terpisah dari alam. Lebih jauh Hamzah menjelaskan tahap-tahap hubungan Tuhan dengan manifestasi-Nya, alam. Tahap pertama disebut la ta’ayyun, pada tahap ini Tuhan yang Esa belum berhubungan dengan alam. Lalu bagaimana Tuhan menciptakan alam, padahal suatu hal yang mustahil Tuhan sebagai Zat Yang Mutlak dari-Nya langsung muncul nakhluk-makhluk yang sifatnya relatif. Menurut Hamzah Penciptaan dari Zat Mutlak ke alam yang relatif membutuhkan tahapan-tahapan. Ia membagi tahapan-tahapan ini kepada lima tahapan yang disebut dengan ta’ayyun atau penampakan. Pertama, ta’ayyun awwal yaitu Tuhan menampakkan diri-Nya melalui ilmu-Nya, sifat-Nya dan NurNya, ide-ide ketuhanan pada tahap ini dalam pengajaran Syamsuddin Samatrani masih bersifat ijmali atau global. Kedua ta’ayyun tsani merupakan penampakan dalam diri Tuhan yang menghasilkan munnculnya pengetahuan terperinci tentang hakikat-hakikat alam (a’yyan tsabitah). Dalam pengajaran Hamzahditegaskan bahwa a’yan tsabitah tidaklah memiliki wujud aktual. Unsur ini merupakan polapola rancangan tetap dan lengkap tentang alam. Alam diwujudkan Tuhan secara aktual menurut polapola rancangan tersebut. Ketiga ta’ayyun tsalist, yaitu penampakan Tuhan dalam alam arwah, tahap ini terjadi di luar zat yang Mutlak sehingga dinamakan a’yan kharijah. Keempat, ta’ayyun rabi’ merupakan penampakan kepada seluruh makhluk, tapi masih dalam alam misal dan kelima, ta’ayyun khamis, penampakan Tuhan terakhir pada alam insan dan alam dunia. Tahapan-tahapan dalam penciptaan ini hanyalah hirarki yang disusun untuk lebih mudah memahami, yang sebenarnya terjadi secara gradual dan seketika. Dengan pemikiran ini Hamzah menjelaskan bahwa penampakan Tuhan tidak terjadi begitu saja atau secara langsung, tapi melalui tahap tertentu, sehingga keesaan dan kemurnian Tuhan tidak tercampuri dengan makhluk. Ajaran wujudiyah Hamzah ini kemudian dikembangkan oleh muridnya Syamsuddin Sumatrani. Kebanyakan peneliti berpendapat, hubungan mereka adalah guru-murid. Abdul Azis juga membenarkan pendapat A. Hasymy bahwa hubungan Hamzah dengan Syamsuddin sebagai murid dan khalifah, karena menurutnya telah dijumpai dua karya Syamsuddin yang merupakan ulasan atau syarah terhadap pengajaran Hamzah yaitu : Syarah Ruba’i Hamzah Fansuri dan Syarah Syair Ikan Tongkol. Terdapat banyak informasi tentang potret pribadi syeikh di antaranya : Hikayat Aceh, Adat Aceh, Bustan al-Salathin dan informasi dari pengembara dan peneliti asing. Dari informasi tersebut dijelaskan bahwa Syamsuddin lahir kira-kira 1589 dan wafat 24 Februari 1630 berdasarkan informasi Deny Lombard. Syaikh banyak melahirkan karya bermutu seperti : Jawhar al-Haqaiq, Risalah Tubayyin

Mulahazah, Nur al-Daqaiq, Thariq al-Sahlikin, I’raj al-Iman dan karya lainnya. Syamsuddin menguasai beberapa bahasa, tapi karya-karyanya kebanyakan ditulis dalam bahasa Melayu dan Arab. Pemberian makna “Tiada wujud selain Allah” bagi kalimat tauhid la ilaha illa Allah hanya dilakukan oleh kalangan sufi penganut paham wujudiyyah saja, dan itu menjadi ciri khas yang membedakan kalangan penganut paham wujudiyyah dengan kalangan sufi lainnya. Pengakuan bahwa tidak ada wujud selain Allah disebut dalam pengajaran Syamsuddin sebagai tauhid hakiki (al-tawhid al-haqiqi) atau tauhid yang murni (al-tawhid al-khalish). Menurutnya, tauhid hakiki atau tauhid murni itu baru ada pada seseorang jika ia mengakui bahwa tidak ada pelaku atau pembuat selain Allah, tidak ada yang ditaati atau disembah selain Allah dan tidak ada wujud selain Allah. Syamsuddin, dalam pengajarannya tentang maksud kalimat-kalimat tauhid itu, juga mengingatkan pengikutnya tentang perbedaan pendirian mereka sebagai penganut tauhid yang benar (al-muwahhidin al-shiddiqin) dengan kaum yang ia sebut sebagai orang-orang zindiq. Menurutnya kedua pihak itu sepakat dalam hal menetapkan maksud kalimat tauhid la ilaha illa Allah, yakni tiada wujud selain Allah, sedangkan wujud sekalian alam adalah bersifat bayang-bayang, majazi atau fatamorgana, dibandingkan dengan wujud Allah. Sedangkan paham kaum zindiq, wujud Tuhan tidak ada kecuali dengan kandungan wujud alam seluruhnya; semua wujud alam adalah wujud Tuhan dan wujud Tuhan adalah wujud alam, baik dari segi wujud maupun dari segi ta’ayyun-ta’ayyun (penampakan-penampakan). Mereka menetapkan kesatuan hakiki dalam kejamakan alam tanpa membedakan martabat Tuhan dengan alam. Paham demikian, menurut Syamsuddin adalah paham batil, tidak benar dan ditolak oleh penganut tauhid yang benar. Berdasarkan pendapat ini terkesan jauh-jauh hari sebelum Nuruddin al-Raniry mengkritik paham Syamsuddin sebagai mulhid, ia sendiri telah menjelaskan bahwa mana wujudiyyah mulhid dan mana yang muwahhid berdasarkan keterangan di atas. Pengajaran Syamsuddin tentang Tuhan dengan corak paham wujudiyyah dikenal juga dengan pengajaran tentang “martabat tujuh”, yaitu tentang satu wujud dengan tujuh martabatnya. Pengajarannya tentang ini agaknya samam dengan yang diajarkan al-Buhanpuri, yang diduga kuat sebagai orang pertama yang membagi martabat wujud itu kepada tujuh kategori. Ketujuh martabat tersebut adalah : martabat ahadiyyah, martabat wahdah, martabat wahidiyyah, martabat alam arwah, martabat alam mitsal, martabat alam ajsam dan martabat alam insan. Al-Buhanpuri pernah mengingatkan bahwa sebutan martabat ketuhanan tidak boleh dipakaikan untuk martabat alam dan begitu pula sebaliknya. Akan tetapi dalam karya al-Burhanpuri tidak dijelaskan secara implisit tentang itu. Syamsuddin sebagai penganut paham martabat tujuh ini di Nusantara telah mengkategorikan martabat ketuhanan dan martabat kemakhlukan seperti yang disimpulkan Abdul Aziz Dahlan. Menurutnya, secara eksplisit dalam karya Syamsuddin terlihat tiga martabat, pertama disebut anniyat Allah, yaitu martabat wujud aktual Allah, sedangkan empat martabat berikutnya disebut anniyah al-Makhluq, yaitu martabat wujud aktual makhluk. Paham martabat tujuh inilah yang membedakan antara Syamsuddin Sumatrani dengan gurunya Hamzah Fansuri, yang mana dalam ajaran Hamzah tidak ditemukan pengajaran ini. Tetapi keduanya sangat menekankan pemahaman tauhid yang murni, bahwa Tuhan tidak boleh disamakan atau dicampurkan dengan unsur alam, dikenal dalam pengajaran Hamzah Fansuri la ta’ayyun. Sedangkan dalam pengajaran Syamsuddin dikenal dengan aniyat Alllah, yang merupakan kejelasan dari ajaran alBurhanpuri untuk tidak mencampur-adukkan martabat ketuhanan dengan martabat kemakhlukan. 3. Respon dan Pengaruh Paham Tasawuf Falsafi di Nusantara Pasca Hamzah dan Syamsuddin. Ternyata Hamzah Fansuri dan Syamsuddin Sumatrani pada prinsipnya dikategorikan termasuk dalam aliran pemikiran yang sama, keduanya merupakan pendukung terkenal penafsiran mistikofilosofis wahdat al-Wuju. Walaupun sedikit ada perbedaan penekanan, keduanya sangat dipengaruhi terutama oleh Ibn ‘Arabi. Konsep inti ajaran mereka adalah kehadiran alam ini disebabkan serangkaian proses penampakan diri Tuhan. Ide ini pada perkembangan selanjutnya mendorong para penentang seperti al-

Syamsuddin bersama pengikutnya tidak menyebut diri sebagai penganut paham wujudiyah. peneliti Barat seperti Winstedt. Meskipun ada usaha-usaha untuk menerapkan syari’ah – suatu yang tidak bisa dipisahkan dari lingkup Islam pada abad itu. (Penulis : Tenaga Pengajar Fakultas Dakwah IAIN Imam Bonjol Padang). menurut Azra para peneliti terbagi dua pula. Diberitakan pada waktu itu Nuruddin alRaniri meninggalkan Aceh sambil tergesa-gesa. Tampil pada waktu itu Syeikh Saifulrijal. bisa dipertanggungjawabkan secara teologis. Kedua. Hamzah digolongkan pada wujudiyyah mulhid dan disebut zindiq.kompasiana. apalagi mulhid. Sepanjang menyangkut tuduhan itu. Jadi pada abad ke 16-17 M di Nusantara berkembang paham tasawuf falsafi yang bukan hanya di Aceh tapi di bagian wilayah lainnya di Nusantara. Tulisan Hamzah Fansuri dan Syamsuddin memberi dorongan pada kecenderungan ini. Pertama. Pada gilirannya al-Attas malah menuduh alRaniri melakukan distorsi dan menyebarkan fitnah dan tidak memahami wujudiyyah. berarti sesudah tesis Daudi terbit. menurut Bustan al-Salathin.com/2010/01/19/tasawuf-falsafi-di-nusantara-abad-ke-xvii-m/ . Berdasarkan penelitian Taufik Abdullah menjelaskan bahwa setelah Sultan Iskandar Tsani wafat tahun 1642. rupanya seperti tercatat dalam diary opper-koopman Belanda. Johns dan Bariend. berpendapat bahwa ajaran dan doktrin Hamzah dan Syamsuddin sesat.Raniri untuk menuduh mereka sebagai panteis. Menurut Aziz. mangkatnya Iskandar Tsani memberikan kesempatan pada golongan moderat (Syamsuddin) untuk bangkit melawan arus intoleransi dan anti intelektual yang dilancarkan al-Raniri. Dalam apandangan Nuruddin al-Raniri. pembahasan tentang wujud Allah dapat dibagi dua: wujudiyyah muwahhid dan wujuddiyah mulhid. tampil Syafiyatuddin Syah (19421975) permaisuri Iskandar Tsani yang menggantikannya. Tidak juga bisa dikatakan dengan munculnya al-Raniri yang mengkritik dan “membumi hanguskan” paham tasawuf falsafi. sebagai penasehat Sultanah atau ratu di Aceh dan menyebarkan pahamnya. Kleim ini mendorong Abdul Aziz Dahlan untuk membuktikan bahwa ajaran Syamsuddin dan gurunya Hamzah. Asumsi al-Attas ini mengobsesi Ahmad Daudi untuk menjelaskan pada dunia bahwa al-Raniri punya logika pembenaran sendiri yang menurutnya wajar kalau ia menuduh Hamzah dan Syamsuddin sesat. Dalam karya tersebut al-Attas memuji al-Raniri sebagai orang yang dikaruniai kebijakan dan diberkati dengan pengetahuan yang orisinil yang berhasil menjelaskan doktrin yang keliru. Mereka telah membeirkan sumbangan pada kehidupan religiointelektual kaum Muslimin abad ke-16 dan 17 M. ia tidak menyebut ajaran Hamzah dan Syamsuddin sesat. Tapi menurut Azra al-Attas buru-buru mengklarifikasi pendapatnya dalam buku yang berjudul “A Comentary on the Siddiq al-Nur al-Din al-Raniri” terbit tahun 1986. lantas paham ini lenyap dan punah. menyatakan bahwa sebenarnya ketiga pemikiran Hamzah. al-Attas. ulama Minang. http://filsafat. tidak bisa disimpulkan secara blak-blakan bahwa mereka mengindahkan syari’ah. Syamsuddin dan Al-Raniri adalah sama. Seperti telah dijelaskan pada sub-bab sebelum mereke yakin berada dalam tauhid yang benar dan memandang diri sebagai golongan al-muwahhidin al-shiddiqin.

manusia merasakan kerinduan akan nilai-nilai ketuhanan. 5. Mengetahui definisi tasawuf.amalan dan dzikir-dzikirnya. Apa pengertian tarekat? 2. secara ethimologi berasal dari kata “Thoriqoh” yang berarti jalan. Istilah ini kemudian berkembang menjadi organisasi yang tumbuh seputar metode sufi yang khas. nilai-nilai yang dapat menuntun manusia kembali kepada fitrahnya. Bagaimanakah perkembangan tarekat dan tasawuf di Indonesia? 5. telah menimbulkan kebosanan.majlis tasawwuf inilah yang kemudian populer dengan istilah tarekat.3 Sedangkan tarekat sendiri. Dari beberapa definisi para sufi. serta Hubungan Antara Keduanya Secara ethimologi. tampaklah pertalian yang sedemikian erat antara tasawwuf dan tarekat. bahwa . Mengetahui sejarah perkembangan tarekat dan tasawuf di Indonesia. Bahkan banyak membawa bencana. Dalam artian jalan yang mengacu kepada suatu system latihan meditasi maupun amalan. 4. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia.BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Zaman sekarang disebut zaman modern. Rumusan Masalah 1.amalan yang dihubungkan dengan guru sufi.1 Majlis. 3.Mengetahui pengaruh tarekat dan tasawuf terhadap pemikiran islam di Indonesia PEMBAHASAN A. Apa pengertian tasawwuf? 3. Pada waktu itu para ahli tasawwuf memakai pakaian dari bulu domba sebagai lambang merendahkan diri. 2006) h Mengetahui definisi tarekat. semua itu.2 Sedangkan secara terminology. ditandai dengan kemakmuran material. Materi telah mampu memberikan kesenangan dan kenyamanan lahiriyah. maka menjadi beragamnya definisi yang ada. tasawwuf berasal dari bahasa Arab yaitu katashuuf yang berarti bulu. serba mekanik dan otomatis. pada taraf tertentu. Karena itu manusia mulai tertarik untuk mempelajari tasawwuf dan berusaha untuk mengamalkannya. Apa pengaruh tarekat dan tasawuf terhadap pemikiran islam di Indonesia? Tujuan 1 Sri Mulyati. Mengetahui hubungan antara keduanya.5 Dari pengertian diatas. Sehingga sulit mengemukakan definisi yang menyeluruh. (Jakarta: Kencana. 2. Di tengah suasana seperti itu. Dan karena dominannya ungkapan batin ini.. nilai-nilai ilahiyah. Hal ini terlihat dengan tumbuhnya majlis-majlis pengajian tasawwuf dengan segala amalan. Namun. Salah satunya adalah manusia modern telah dilanda kehampaan spiritual. kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Noer Iskandar mendefinisikan bahwa tasawwuf adalah kesadaran murni (fitrah) yang mengarahkan jiwa yang benar kepada amal dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah sedekat mungkin. para sufi dalam mendefinisikan tasawwuf itu sendiri sesuai dengan pengalaman batin yang telah mereka rasakan masing-masing. Pengertian Taswwuf dan Tarekat. Apa hubungan tarekat dan tasawuf? 4.4 atau institusi yang menaungi paham tasawwuf.

Setelah tasawwuf itu lahir. Noer Iskandar Al Barsyany.sophos. tarekat merupakan madzhab-madzhab dalam tasawwuf.antara keduanya tampak sulit dibedakan dan tak bisa dipisahkan antara yang satu dengan yang lain. Maka (jawablah). 8. yaitu al Qur’an dan al Hadits. dan lain-lan. tasawwuf murni bersumber dari sumber pokok ajaran islam itu sendiri. Sejarah Perkembangan Tasawwuf dan Tarekat di Indonesia Dalam hal kelahiran tasawwuf dalam islam. 73 6 Ibid. Hal ini mengingat banyaknya isyarat yang tersirat bahkan tersurat dalam al Qur’an dan al Hadits. Menurut kayakinan sebagian besar orang Islam. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku. Salah satunya adalah: .(Jakarta: Grafindo. Tasawwuf. lahirnya tasawwuf bersamaan dengan lahirnya islam itu sendiri. baru muncul tarekat sebagai kelanjutan kegiatan sufi . Tarekat dan Para Sufi. (Jakarta: Kencana. 2-8 4 Sri Mulyati. 2006) hal. 8 5 Noer Iskandar Al Barsyany. hal. 2001) hal. yaitu tarekat. 2-3 3 Noer Iskandar Al Barsyany. agar mereka selalu berada dalam kebenaran.6 Tasawwuf adalah sebuah ideology dari institusi yang menaunginya. Shuufi. Al Baqarah: 186)7 Ayat diatas menunjukkan bahwa sejak awal Islam telah menyinggung masalah umatnya dengan Tuhannya. yang merupakan spesialisasi ajaran tasawwuf. ada berbagai macam versi. (Jakarta: Grafindo. Dan tarekat merupakan implementasi dari suatu ajaran tasawwuf yang kemudian berkembang menjadi sebuah organisasi sufi dalam rangka mengimplementasikan suatu ajaran tasawwuf secara bersama-sama. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Ada yang mengatakan bahwa tasawwuf berasal dari kataahl al shuffah. 2001) hal. 2 Ibid hal. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. bahwasanya Aku adalah dekat. Tasawwuf. Namun para ulama berpendapat bahwa pada abad ke-5 Hijriyyah atau 13 Masehi. Tasawwuf. ajaran ini terus mengalami perkembangan. Dalam hal ini. Tarekat dan Para Sufi.Artinya.” ( QS. (Jakarta: Grafindo. ada beberapa pendapat yang berbeda. 2001) hal.                                                       “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku. 70 B. Tarekat dan Para Sufi. Atau dengan kata lain.

16 . para ahli berbeda pendapat.8 Di Indonesia sendiri. Hal ini ditandai dengan adanya silsilah tarekat yang selalu dihubungkan nama pendiri atau tokoh sufi yang yang lahir pada abad itu. 1996). 2002) Hal 27. 6.(Bandung: Mizan. Selama abad ke 14 dan 15 Islam secara berangsur-angsur menyebar ke pantai utara Jawa dan Maluku. 11 8 Sri Mulyati. 2006) hal. Noer Iskandar Al Barsyany. yang menyebarkan Islam di Nusantara. misalnya tarekat Syattariyah.12 Bahkan saat ini Indonesia telah mampu memilah dan memilih antara tarekat yang mu’tabarah dan ghoiru mu’tabarah.13 9 Ajid thohir. namun baru menjelang abad ke-10 ada bukti-bukti orang-orang pribumi memeluk Islam di suatu kerajaan kecil Perlak. 2006 hal. menyebabkan banyaknya tarekat dan organisasi mirip tarekat yang berkembang di Indonesia. yang kebanyakan berasal dari Persia dan India. KH.(Jakarta: Grafindo. dilanjutkan pada abad ke-13 oleh kerajaan smudera Pasai. Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia. kelahiran ajaran tasawwuf serta lembaga-lembaga tarekatnya bersamaan dengan kehadiran Islam di kawasan ini. Sebagian muballigh. Dzikron Abdullah memberi batasan-batasan suatu tarekat bisa dikategorikan sebagai tarekat mu’tabarah apabila memenuhi kriteria dibawah ini: a. misalnya Wahidiyahdan Shiddiqiyah di Jawa Timur dan Syahadatain di Jawa Tengah. berlangsung damai. hal. termasuk Indonesia.sebelumnya. Khalwatiyah. 8 9Tentang kapan pribum nusantara memeluk Islam.11 Namun tampaknya. dari sekian banyak tarekat yang ada di seluruh dunia. 2001) hal. Ajaran tasawwuf dapat dengan mudah dipadukan dengan ide-ide sufistik India dan pribumi yang dianut masyarakat setempat. hanya ada beberapa tarekat yang bisa masuk dan berkembang di Indonesia. (Bandung: Pustaka Hidayah. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. 7 Ibid hal. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. Tarekat dan Para Sufi. Tasawwuf.10 Dari perpaduan itulah. tasawwuf merupakan akulturasi ajaran Islam dengan ajaran Kristen atau Hindu dan Budha. sangat mempengaruhi. telah mengenalkan ajaran Islam dalam kapasitas mereka sebagai guru sufi. (Jakarta: Kencana. Pendapat lain mengatakan bahwa.712 11 Martin van Bruinessen. Syadziliyah dan lain sebagainya. Sejarawan mencatat bahwa karena factor tasawwuf dan tarekatlah Islamisasi Asia Tenggara. 10 Sri Mulyati. Bahkan ada yang merupakan cabangdari gerakan sufi Internasional. Mungkin orang muslim asing memang sudah ada yang menetap di pelabuhan dagang di Sumatra dan Jawa beberapa abad sebelum abad ke-16. Gerakan Politik Kaum Tarekat. Terlepas dari semua itu. b. Faktor kemudahan system komunikasi dalam kegiatan transmisinya serta tarekat – tarekat itu dibawa langsung oleh tokoh-tokoh pengembangnya. (Jakarta: Kencana. sanad(silsilah)-nya muttashil (bersambung) sampai kepada Nabi. Naqsabandiyah.Pelaksanaan syari’at dalam suatu tarekat harus benar dan ketat. Beberapa di antaranya hanya merupakan tarekat local. Hal ini terjadi karena Islamisasi di Indonesiatidak terdokumentasi dengan baik sehingga banyak spekulasi dikalangan ilmuwan yang menimbulkan polemic yang hingga saat ini belum selesai.

Tasawwuf.17 Bahkan. kehadiran tarekat di tengah-tengah masyarakat Indonesia pada masa penjajahan itu telah memberikan angin segar bagi rakyat jajahan yang ingin melepaskan diri dari penjajahan. dan Sidoarjo pada tahun 1904. Abdul Ra’uf Singkel dan lain-lain.14 tarekat Shiddiqiyah yang didirikan oleh Kyai Muchtar Mukti.16 Ketika itu. 2006) hal. Gerakan Politik Kaum Tarekat.m ut abarah.indonesi a/ Bahkan lebih dari itu. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia.nusant ara. Ada yang merupakan hasil ulama’ lokal yang mengkolaborasikan beberapa tarekat. 2006.15 C.18 Saat ini.orang pribumi sangat antusias terhadap ajaran ini.republ i ka.com / 2008/ 05/ 01/ t areqah . Dengan hal ini. dan ada juga yang memang hasil ijtihadnya. tetapi juga gerakan politik dalam menghadapi penjajahan.t arekat . Juga tidak hanya terbatas kalangan ekonomi 14 Sri Mulyati. Tarekat dan Para Sufi.co. Mulyati. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia.wordp ress. Bandung: Mizan. Mengenal dan Memahami Tarekat-Tarekat Muktabarah di Indonesia. Bandung: Pustaka Hidayah. http://orgawam. Hamzah Fansuri. ada beberapa tarekat yang lahir dan berkembang di Indonesia.di .org/ ri sal ah/ perkem bangan . bahwa ajaran tasawwuf berkembang pesat karena orang. terlihat bahwa pada waktu itu tarekat berfungsi tidak hanya sebagai gerakan keagamaan. Pengaruh Tasawwuf dan Tarekat Terhadap Pemikiran Islam di Indonesia Seperti telah di sebutkan di atas. (Bandung: Pustaka Hidayah. Gerakan Politik Kaum Tarekat. Syamsuddin Al Sumatrani. tetapi telah merambah pada kalangan ekonomi ke atas. DAFTAR PUSTAKA Iskandar. Pemikiran para sufi besar Ibn Al ‘Araby dan Abu Hamid Al Ghazali sangat berpengaruh terhadap pengamalan-pengamalan muslimin generasi pertama. Bahkan terus berkembang di kota-kota besar di Indonesia.12 Ajid thohir. 253 15ht t p:/ / www. (Jakarta: Kencana.com/2008/05/01/tareqah-mutabarah-di-indonesia/ Thohir. 2006) hal. Gerakan Politik Kaum Tarekat. 2002)hal 32-34 menengah ke bawah. (Bandung: Pustaka Hidayah. Noer. Kediri pada tahun 1888. 2001. (Jakarta: Kencana.ht m l 17 Sri Mulyati. Jakarta:Raja Grafindo Persada. diantaranya adalah Syaikh Yusuf Makassar. Timbulnya beberapa pemberontakan di Banten pada tahun 1888. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme warga setiap acara rutinan jam’iyyah tarekat tertentu. corak pemikiran Islam diwarnai oleh tasawwuf. Ajid. 2002 . 2002)Hal 27-28 13ht t p:/ / orgawam . 818 Ajid Thohir. Sri. Sehingga tidak lama setelah Islam bersama ajaran Tasawwufnya masuk ke Nusantara. banyak ulama’ nusantara yang menggeluti ajaran ini.wordpress. bahkan para bangsawan.i d/ be ri t a/ 61218/ P erkem bangan_T ar ekat _di _Duni a_Isl am 16ht t p:/ / bai t ul am i n. tarekat masih mendapat tempat tempat d hati kaum muslimin Indonesia. Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia. 1996. van Bruinessen. Diantaranya adalah tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah didirikan oleh Syaikh Ahmad Katib Sambas. Martin. Nuruddin Al Raniri. Jakarta: Kencana. Hal ini dipengaruhi oleh kekentalan kehidupan pribumi terhadap mistik sebelum Islam datang.

http://www.republika.html .org/risalah/perkembangan-tarekat-nusantara.id/berita/61218/Perkembangan_Tarekat_di_Dunia_Islam http://baitulamin.co.

Salah satunya kepada al-Imam Abu Hafsh ‘Umar ibn ‘Abdullah Ba Syaiban al-Hadlrami. Secara geografis wilayah nusantara sangat jauh dari negara-negara Arab sebagai pusat munculnya dakwah Islam. Namun demikian perkembangan Islam di Nusantara pada awal kedatangannya sangat pesat. Ditangan ulama besar ini. al-Raniri masuk ke wilayah tasawuf melalui tarekat alRifa’iyyah. juga para pemeluknya saat itu sudah tidak memiliki tempat. Padahal sejarah mencatat bahwa wilayah Nusantara ketika itu diduduki berbagai kerajaan yang dianggap cukup kuat memegang ortodoksi ajaran leluhur mereka. Dominasi ajaran Hindu dan Budha saat itu. Dia tidak menyerupai apapun dari makhluk-Nya. Terhadap akidah hulûl dan wahdah al-wujûd tarekat ini sama sekali tidak memberi ruang sedikitpun. Kedua. Konsistensi ini mereka warisi dari perintis tarekat al-Rifa’iyyah sendiri. Sementara dalam akidah sangat kuat memegang teguh akidah Asy’ariyyah. Bagaimanakah olahan tangan-tangan terampil tersebut hingga membuahkan hasil yang sangat menakjubkan?! Ketiga. Nabi pembawa wahyu dan kebenaran. yaitu al-Hasîb al-Nasîb as-Sayyid al-Imam Ahmad alRifa’i. pada sekitar permulaan abad sebelas hijriah datang salah seorang keturunan Rasulullah.Segala puji Allah Tuhan sekalian alam. al-Raniri diangkat menjadi “Syaikh al-Islâm” bagi kesultanan tersebut. Pertama. Ajaran Ahlussunnah yang sebelumnya sudah memiliki tempat di hati orangorang Aceh menjadi bertambah kuat dan sangat dominan dalam perkembangan Islam di wilayah tersebut. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad. materi-materi dakwah dan berbagai aspek lainnya dalam dakwah itu sendiri adalah di antara hal yang perlu kita pelajari. paling tidak ada tiga hal yang membuat penyebaran agama Islam cukup unik untuk dikaji. yang sebelumnya sempat menyebar di wilayah tersebut menjadi semakin diasingkan. juga wilayah Sumatera pada umumnya. Namun kelebihan yang ada pada budaya baru ini ialah bahwa nilai-nilai –terutama akidah– ajaran Islam telah benar-benar berhasil ditanamkan oleh para pendakwahnya. Jaringan informasi dari satu wilayah ke wilayah lain saat itu sangat membutuhkan waktu dan tenaga. Syaikh Nuruddin ar-Raniri. Dia tidak membutuhkan apapun dari makhluk-Nya. . hingga keyakinan-keyakinan animisme cukup mengakar di berbagai tingkatan masyarakat. Tarekat al-Rifa’iyyah dikenal sebagai tarekat yang kuat memegang teguh akidah Ahlussunnah. Faham-faham akidah Syi’ah. Para pemeluknya di dalam fikih dikenal sebagai orang-orang yang konsisten memegang teguh madzhab asySyafi’i. Metodologi dakwah. Ketika kesultanan Aceh dipegang oleh Iskandar Tsani. Hampir seluruh orang yang berada dalam tarekat al-Rifa’iyyah memerangi dua akidah ini. Bahkan beberapa kitab aliran hulûl dan ittihâd sempat dibakar di depan Majid Baiturrahman. yang sekarang nama beliau diabadikan dengan sebuah Institut Agam Islam Negeri (IAIN). hingga menjadi khalifah dalam tarekat ini. ••• Di wilayah Aceh. kondisi wilayah dan masyarakat Indonesia. Beliau bernama Muhammad ibn ‘Ali ibn Hasan ibn Muhammad al-Raniri al-Qurasyi al-Syafi’i. mungkin melebihi penyebaran ke wilayah barat dari bumi ini. Persentuhan budaya yang sama sekali berbeda antara budaya orang-orang wilayah Nusantara (Melayu) dengan umunya orang-orang timur tengah menghasilkan semacam budaya baru. Budaya baru ini tidak sangat cenderung ke timur tengah juga tidak sangat cenderung kepada ortodoksi wilayah setempat. Beberapa karya yang mengandung faham dua akidah tersebut. terutama akidah hulûl dan ittihâd. Dalam peta Indonesia. “Tangan-tangan ahli” dalam membawa misi dakwah Islam saat itu sangat terampil dan pleksibel. Dan siapapun dari makhluk-Nya selalu membutuhkan kepada-Nya. Sebelum ke nusantara beliau pernah belajar di Tarim Hadramaut Yaman kepada para ulama terkemuka di sana.

bahkan hingga sekarang. Kitab dalam bahasa Melayu ini memberikan kontribusi yang cukup besar dalam perkembangan tasawuf di wilayah Nusantara. adalah “gudang” al-Asyrâf atau al-Habâ’ib. Sunan Muria. Bagi kalangan pondok pesantren. terutama pondok-pondok yang mengajarkan kitab-kitab klasik (Salafiyyah). Hal ini menunjukan bahwa tasawuf yang diemban oleh Syaikh ‘Abd ash-Shamad adalah tasawuf yang telah dirumuskan oleh Imam al-Ghazali. dan beberapa wilayah di daratan Syam. baik formal maupun non formal di berbagai pelosok Indonesia. ••• Wali songo yang tidak pernah kita lupakan. Libanon. Karena. Tokoh kita ini adalah Syaikh ‘Abd ash-Shamad al-Jawi al-Palimbani yang hidup di sekitar akhir abad dua belas hijriah. Sunan Bonang. serta dapat mempraktekan ajaranajarannya secara keseluruhan. Negara Yaman saat itu. Karena sebenarnya di lingkungan pesantren kitab-kitab yang dikaji memiliki hirarki tersendiri. yang dikenal sebagai penjaga pintu makam Rasulullah. Karena itu pula para wali songo yang tersebar di wilayah Nusantara memiliki garis keturunan yang bersambung hingga Rasulullah. Sunan Gresik. Kegiatan ilmiah di Yaman memusat di Hadlramaut. Yordania. Kitab Siyar al-Sâlikin sebenarnya merupakan “terjemahan” dari kitab Ihyâ’ ‘Ulûm al-Dîn. Imam al-Ghazali adalah sosok yang sangat erat memegang teguh ajaran Asy’ariyyah Syafi’iyyah. Dari tangannya lahir sebuah karya besar dalam bidang tasawuf berjudul Siyar al-Sâlikîn Ilâ ‘Ibâdah Rabb al-‘Âlamîn. Siria. Sunan Kalijaga. Dan untuk menaiki hirarki-hirarki tersebut membutuhkan proses waktu yang cukup panjang. Artinya Islam sudah bercokol di wilyah Nusantara ini sejak sekitar 600 tahun lalu. Berbeda dengan Iran. dan Sunan Gunung Jati adalah sebagai tokoh-tokoh terkemuka dalam sejarah penyebaran Islam di wilayah Nusantara. Secara “yuridis” hampir seluruh ajaran tasawuf terepresentasikan dalam karya al-Ghazali ini. sudah lebih dari cukup untuk mengenal kapasitasnya dengan hanya melihat karya-karya agungnya yang tersebar di hampir seluruh lembaga pendidikan Islam. al-Ghazali dengan karyanya Ihyâ’ Ulûm al-Dîn adalah rujukan standar dalam menyelami tasawuf dan tarekat. Dan ini berarti bahwa orientasi tasawuf Syaikh ‘Abd al-Shamad yang diajarkannya tersebut benar-benar berlandaskan akidah Ahlussunnah. Sejarah mencatat bahwa para pendakwah yang datang ke Indonesia berasal dari Gujarat India yang kebanyakan nenek moyang mereka adalah berasal dari Hadlramaut Yaman. negara Yaman dianggap . Sunan Ampel. Sunan Drajat. Tokoh ini cukup melegenda dan cukup dikenal di hampir seluruh daratan Melayu. seperti yang sudah kita kenal. dengan beberapa penyesuaian penjelasan.Dengan demikian dapat diketahui bahwa di bagian ujung sebelah barat Indonesia faham akidah Ahlussunnah dengan salah satu tarekat mu’tabarah sudah memiliki dominasi yang cukup besar dalam kaitannya dengan penyebaran Islam di wilayah Nusantara. Beliau adalah murid dari Syaikh Muhammad Samman al-Madani. bila seorang santri sudah masuk dalam mengkaji Ihyâ’ ‘Ulûm al-Dîn berarti ia sudah berada di “kelas tinggi”. bahkan mungkin sebelum itu. Tokoh-tokoh melegenda ini hidup di sekitar pertengahan abad sembilan hijriah. Dalam pembukaan kitab yang tersusun dari empat jilid tersebut penulisnya mengatakan bahwa tujuan ditulisnya kitab dengan bahasa Melayu ini agar orang-orang yang tidak dapat memahami bahasa Arab di wilayah Nusantara dan sekitarnya dapat mengerti tasawuf. terlebih bila ditambah dengan usaha mengaplikasikannya dalam tindakan-tindakan. Tentang sosok al-Ghazali. Terutama bagi kalangan Nahdliyyin. Sunan Giri. ialah orang-orang yang memiliki garis keturunan dari Rasulullah. Sunan Kudus. Yaman adalah pusat kegiatan ilmiah yang telah melahirkan ratusan bahkan ribuan ulama sebagai pewaris peninggalan Rasulullah. Materi kitab yang dikaji dan sejauh mana aplikasi hasil kajian tersebut dalam prilaku keseharian biasanya menjadi tolak ukur untuk melihat “kelas-kelas” para santri tersebut. ••• Di Palembang Sumatera juga pernah muncul seorang tokoh besar.

yaitu al-Imâm al-Muhâjir as-Sayyid Ahmad ibn ‘Isa ibn Muhammad ibn ‘Ali ibn alImâm Ja’far ash-Shadiq. terutama di kalangan pondok pesantren di Indonesia. garis keturunan Syaikh Nawawi bersambung hingga . Mayoritas orang-orang Islam di negara ini dalam fikih bermadzhab Syafi’i dan dalam akidah bermadzhab Asy’ari. Berbagai hasil karya yang lahir dari tangannya sangat populer. Tokoh kita ini tidak lain adalah Syaikh Nawawi al-Bantani. karena sama dengan berarti menyampingkan nilai-nilai yang telah diajarkan dan diperjuangkan wali songo itu sendiri. seperti Kâsyifah al-Sajâ. Juga dapat pula berarti menilai bahwa keikhlasan-keikhlasan para wali songo tersebut sebagai sesuatu yang tidak memiliki arti. Nashâ’ih al-‘Ibâd. Qâmi’ al-Thughyân. Kita tidak perlu mendiskusikan adakah unsur politis yang melatarbelakangi hukuman pancung terhadap al-Hallaj ini atau tidak?! Secara sederhana saja. daerah pesisir pantai yang cukup gersang di sebelah barat pulau Jawa adalah tanah kelahirannya. dalam Risâlah al-Mu’âwanah mengatakan bahwa seluruh keturunan as-Sâdah al-Husainiyyîn atau yang dikenal dengan Al Abi ‘Alawi adalah orang-orang Asy’ariyyah dalam akidah dan Syafi’iyyah dalam fikih. sebagai khalifah ketika itu. Santri yang tidak mengenal kitab-kitab tersebut patut dipertanyakan “kesantriannya”. Nûr al-Zhalâm. pada permulaan abad ke tiga belas hijriah. Tentunya. penulis ratib al-Haddad. Dengan demikian dari silsilah ayahnya. Kampung Tanara. ••• Pasca wali songo. ••• Suatu hari wali songo berkumpul membahas hukuman yang pantas untuk dijatuhkan kepada Syaikh Siti Jenar. Beliau adalah keturunan ke-12 dari garis keturunan yang bersambung kepada Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) Cirebon. persis seperti yang telah dilakukan oleh para ulama di Baghdad terhadap al-Hallaj. Orang terakhir disebut ini adalah orang yang dianggap merusak tatanan akidah dan syari’ah. Kitab-kitab ini dapat kita pastikan sangat akrab di lingkungan pondok pesantren. Beberapa judul kitab. di salah satu kepulauan di wilayah Nusantara lahir sosok ulama besar. Mirqât Shu’ûd al-Tashdîq. sejarah telah mencatatkan bahwa yang membawa al-Hallaj ke hadapan pedang kematian adalah karena akidah hulûl dan ittihâd yang dituduhkan kepadanya. juga dengan gelar “Imâm ‘Ulamâ’ al-Haramain”. wali songo memutuskan bahwa tidak ada hukuman yang setimpal bagi kesesatan Syaikh Siti Jenar kecuali hukum bunuh. Dan ajaran Asy’ariyyah Syafi’iyyah ini pula yang di kemudian hari di warisi dan ditanamkan oleh wali songo di tanah Nusantara. Di kemudian hari tokoh kita ini sangat dihormati tidak hanya oleh orang-orang Indonesia dan sekitarnya. atau istilah lain melihat mereka dengan pandangan su’uzhan (berburuk sangka). Al-Hallaj dahulu di Baghdad dihukum pancung dengan kesepakatan dan persetujuan para ulama. Beliau menjadi guru besar di Masjid al-Haram dengan gelar “Sayyid ‘Ulamâ’ al-Hijâz”. Dan ajaran Asy’ariyyah Syafi’iyyah inilah yang disebarluaskan oleh moyang keturunan Al Abi ‘Alawi tersebut. Konsep ajaran al-Hallaj tentang ittihâd dan hulûl hendak dihidupkan oleh Syaikh Siti Jenar di kepulauan Jawa. tapi juga oleh orang-orang timur tengah. Setelah perundingan yang cukup panjang. Bahkan hal ini diungkapkan dengan jelas oleh para para tokoh terkemuka Hadlramaut sendiri dalam karya-karya mereka.memiliki tradisi kuat dalam memegang teguh ajaran Ahlussunnah. bahkan oleh dunia Islam secara keseluruhan. dan Kitab Tafsir al-Qur’an Marâh Labîd adalah sebagian kecil dari hasil karyanya. Pernyataan semacam ini jelas terlalu dibuatbuat. jangan sampai kita terjebak di sini. Bahjah al-Wasâ’il. Di sini kita juga tidak perlu repot memperdebatkan apakah latar belakang politis yang membawa Syaikh Siti Jenar kepada kematian?! Terlebih dengan mencari kambing hitam dari para penguasa saat itu atau dari para wali songo sendiri yang “katanya” merasa dikalahkan pengaruhnya oleh Syaikh Siti Jenar. Ia membawa dan menyebarkan akidah hulûl dan ittihâd dengan konsepnya yang dikenal dengan “Manunggaling kawula gusti”. termasuk dengan rekomendasi al-Muqtadir Billah. Salah satunya as-Sayyid al-Imam ‘Abdullah ibn ‘Alawi al-Haddad.

ajaran Ahlussunnah.Rasulullah. tepatnya dari wilayah Makasar Sulawesi. dan bahkan sempat beberapa tahun tinggal di negara timur tengah hanya untuk memperdalam ilmu agama. Penyebaran tasawuf pada periode ini diwarnai dengan banyaknya tarekat-tarekat yang “diburu” oleh berbagai lapisan masyarakat. Perjalanan ilmiah yang beliau lakukan telah menempanya menjadi seorang ulama besar. KH. Dua kerajaan kembar. tapi juga banyak melakukan perjalanan (rihlah ‘ilmiyyah) ke berbagai kepulauan Nusantara. saat itu sangat populer dan mengakar di masyarakat Indonesia. seperti faham “non madzhab” (al-Lâ Madzhabiyyah) dan akidah hulûl atau ittihâd serta keyakinan sekte-sekte sempalan Islam lainnya. as-Sayyid Muhammad Syatha ad-Dimyathi. Perjalanan ilmiah Syaikh Yusuf di kepulauan Nusantara di antaranya ke Banten dan bertemu dengan Sultan ‘Abd al-Fattah (Sultan Ageng Tirtayasa). KH. Selain ke Banten. KH. KH. Syaikh Nawawi belajar di antaranya kepada as-Sayyid Ahmad Zaini Dahlan (mufti madzhab Syafi’i). Di Mekah beliau berkumpul di “kampung Jawa” bersama para ulama besar yang juga berasal dari Nusantara. Asnawi (Caringin Banten). KH. yang merupakan putra mahkota kerajaan Banten saat itu. dan belajar kepada yang lebih senior di antara mereka. terutama rempah-rempah dan hasil bumi lainnya. dan lainnya. Demikian pula dengan penyebaran tasawuf yang secara praktis berafiliasi kepada Imam al-Ghazali dan Imam al-Junaid al-Baghdadi. kerajaan Goa dan kerajaan Talo yang dipimpin oleh dua orang kakak adik memiliki andil besar dalam penyebaran dakwah Islam di wilayah tersebut. Di antaranya kepada Syaikh Khathib Sambas (dari Kalimantan) dan Syaikh ‘Abd al-Ghani (dari Bima NTB). Hasyim Asy’ari (pencetus gerakan sosial NU). Asnawi (Kudus) dan tokoh-tokoh lainnya. Dominasi murid-murid Syaikh Nawawi yang tersebar dari sebelah barat hingga sebelah timur pulau Jawa memberikan pengaruh besar dalam penyebaran ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah. Walaupun sebagian ahli sejarah mempertanyakan kebenaran adanya . Kepada para ulama Mekah terkemuka saat itu. Di samping sebagai tempat persinggahan para pedagang yang mengarungi lautan. Kholil Bangkalan (Madura). Syaikh ‘Abd al-Hamid ad-Dagestani. Syaikh Yusuf mendapatkan ijazah beberapa tarekat. Di kemudian hari kelahiran Syaikh Yusuf menambah semarak keilmuan. Latar belakang pendidikan Syaikh Yusuf menjadikannya sebagai sosok yang sangat kompeten dalam berbagai bidang. juga seorang alim besar multi disipliner yang menguasai berbagai macam disiplin ilmu agama. Di antara mereka adalah. Syaikh Yusuf juga berkunjung ke Aceh dan bertemu dengan Syaikh Nuruddin ar-Raniri. Dari didikan tangan Syaikh Nawawi di kemudian hari bermunculan syaikh-syaikh lain yang sangat populer di Indonesia. Darinya. ••• Di wilayah timur Nusantara ada kisah melegenda tentang seorang ulama besar. Tubagus Ahmad Bakri (Purwakarta Jawa Barat). Syaikh Yusuf sendiri di samping seorang sufi terkemuka. di antaranya tarekat al-Qadiriyyah. memiliki ruang gerak yang sangat sempit sekali. terutama ajaran tasawuf praktis yang cukup menjadi primadona masyarakat Sulawesi saat itu. Ajaran-ajaran di luar Ahlussunnah. Saat itu banyak kerajaan-kerajaan kecil yang menerima dengan lapang dada akan kebenaran ajaran-ajaran Islam. Dengan orang terakhir ini Syaikh Yusuf cukup akrab. Sosok ulama besar tersebut tidak lain adalah Syaikh Yusuf al-Makasari. bahkan dengannya bersama-sama memperdalam ilmu agama. Tercatat bahwa beliau tidak hanya belajar di daerahnya sendiri. tapi juga merupakan tokoh-tokoh terdepan bagi perjuangan kemerdekaan RI. Mereka tidak hanya sebagai tokoh ulama yang “pekerjaannya” bergelut dengan pengajian saja. daerah Sulawesi sendiri saat itu sebagai penghasil berbagai komuditas. Tentu perkembangan dakwah ini juga didukung oleh kondisi geografis wilayah Sulawesi yang sangat strategis. Pada periode ini. Najihun (Tangerang). Asy’ariyyah Syafi’iyyah di Indonesia menjadi sangat kuat. Agama Islam masuk ke wilayah ini pada sekitar permulaan abad sebelas hijriah. KH.

kota kecil di pantai barat Sumatra yang terletak antara Sibolga dan Singkel). Namun pada abad-abad berikutnya. maka dapat dipastikan bahwa ajaran-ajaran yang disebarkan Syaikh Yusuf di bagian timur Nusantara adalah ajaran Ahlussunnah. Ini dikuatkan pula dengan karya-karya yang ditulis Syaikh Yusuf sendiri. Shufi Indonesia yang pertama kali menulis karangan tentang tarekat adalah Hamzah Fansuri. Kondisi ini sama sekali tidak memberikan ruang kepada akidah hulûl atau ittihâd untuk masuk ke wilayah “kekuasaan” Syaikh Yusuf al-Makasari. Di negara ini Syaikh Yusuf belajar kepada tokoh-tokoh terkemuka saat itu.smadarulmuhajirin. tarekat al-Sadah al-Ba’alawiyyah. Dalam syairnya juga ia mengaku menerima ijazah Tarekat Qadiriyah di Baghdad bahkan diangkat menjadi khalifah dalam tarekat ini. dalam akidah madzhab Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari dan dalam fikih madzhab Imam Muhammad ibn Idris as-Syafi’i. Baghdad (disana ia mengunjungi makam syekh ‘Abdul-Qadir al-Jilani) dan ke Ayuthia. Di antaranya tarekat al-Naqsyabandiyyah. bahwa Hamzah Fansuri (w 1590) adalah shufi pertama di Indonesia yang diketahui secara pasti menganut Tarekat Qadiriyah. Source : ALLAHadaTANPAtempat http://www. tarekat al-Khalwatiyyah dan lainnya. Dan bila benar bahwa Syaikh Yusuf pernah bertemu dengan Syaikh Nuruddin al-Raniri serta mengambil tarekat darinya.com/readnews-29-sejarah-perkembangan-tasawuf-di-indonesia. ia mengungkapkan gagasan nya melalui syair bercorak wihdatul-wujud yang cendrung kepada penafsiran panteistik. Dengan demikian jelaslah. tarekat al-Syatariyyah. al-Quds. dari sanalah Hamzah Fansuri.html data 2 Perkembangan Tarekat 30 11 2009 Perkembangan Tarekat di Indonesia Pada awalnya. bahwa orientasi karya-karya tersebut tidak lain adalah Syafi’iyyah Asy’ariyyah. Syaikh ‘AbdulQadir al-Jilani pernah datang ke Jawa. Tarekat Qadiriyah adalah tarekat pertama yang masuk ke Indonesia. pengaruh tarekat ini banyak ditemui di daerah Cirebon dan Banten. Di Jawa. bahkan mereka dapat menunjukkan letak kuburannya. beberapa tarekat besar masuk ke Indonesia melalui Makkah dan Madinah. Indikasi . Dengan cara ini pula Tarekat Syattariyah yang berasal dari India berkembang di Makkah dan Madinah dan kemudian berpengaruh luas di Indonesia. Syamsuddin as-Sumatrani (w. negara yang mempengaruhi berkembangnya tarekat di Indonesia adalah India (Gujarat). Dalam syairnya Hamzah juga bercerita tentang kunjungannya ke Makkah. Dalam tulisannya. Dari namanya saja kita tahu bahwa beliau berasal dari kota Fansur (sebutan orang Arab untuk kota Barus. Latar belakang keilmuan Syaikh Yusuf ini menjadikan penyebaran tasawuf di di wilayah Sulawesi benar-benar dilandaskan kepada akidah Ahlussunnah.pertemuan antara Syaikh Yusuf dengan Syaikh Nuruddin ar-Raniri. Di negara ini pula Syaikh Yusuf mendapatkan berbagai ijazah tarekat mu’tabarah. namun hal penting yang dapat kita tarik sebagai benang merah ialah bahwa jaringan tarekat saat itu sudah benar-benar merambah ke berbagai kepulauan Nusantara. Dan menurut cerita rakyat setempat. Kepastian bahwa Syaikh Yusuf seorang Sunni tulen juga dapat dilihat dari perjalanan ilmiah beliau yang dilakukan ke Negara Yaman. 1630) dan Nuruddin ar-Raniri belajar menimba ilmu dan mendapatkan ijazah serta menjadi khalifah.

1258). Ajaran martabat tujuh merupakan adaptasi dari teori emanasi Ibnul-‘Arabi yang sangat populer di Indonesia. Nama lengkapnya adalah Nuruddin bin Ali bin Hasanji bin Muhammad Hamid ar-Raniry. tetapi dalam kitab Bustanus-Salatin karya Nuruddin. Ia mengeluarkan fatwa untuk memburu orang yang dianggap sesat. Ajaran ini berasal dari seorang ulama besar asal Gujarat bernama Muhammad bin Fadhlullah Burhanpuri pengarang kitab at-Tuhfatul-Mursalah ilaa Ruuhin-Nabi. Ar-Raniry pernah menjabat Syaikhul-Islam atau mufri di kerajaan Aceh pada pemerintahan Sultan Iskandar Tsani dan Sultanah Shofiatud-Din.lain tentang pengaruh Tarekat Qadiriyah di Banten adalah. Syamsudin sendiri berafiliasi dengan Tarekat Syattariyah seperti halnya Burhanpuri.1630). diantaranya adalah Tarekat Syattariyah yang dibawa oleh murid utamanya. ia menguasai ilmu teologi. dan politik. hadits. murid Hamzah Fansuri yang banyak menulis kitab dalam bahasa Arab dan Melayu. yaitu murid-murid Syamsuddin yang dituduh menganut paham Panteisme. Tokoh tarekat Syadziliyah yang terkenal antara lain Ibnu ‘Athoillah as-Sakandari. serta membakar buku-buku yang berisi ajaran sesat. Amalan utama dari tarekat ini pun masih dapat dirasakan hingga saat ini yaitu hizbul-bahr yang diyakini sangat memberi pengaruh yang kuat bagi pengamalnya. Ar-Raniry tercatat sebagai tokoh shufi terakhir yang membawa pengaruh bagi semua tarekat yang berkembang di Indonesia dan berasal langsung dari India. perbandingan agama. serta puteranya syekh Muhammad Thahir di Madinah. Tapi Nuruddin ar-Raniri dalam kitabnya Hujjatus-Shiddiq li daf’iz-Zindiq menganggap. Ibrahim al-Kurani. ia menjadi ahli fiqh terkenal di Aceh dan seorang shufi yang menyeimbangkan pandangan para pendahulunya dalam mengajarkan zikir dan wirid tarekat Syattariyah. Pendiri Tarekat Syadziliyyah adalah syekh Ali bin Abdullah bin Abdul-Jabbar Abul Hasan as-Syadzili (w. berasal dari keluarga Arab Ranir Gujarat. Syekh Abdul Rauf belajar di Makkah selama 19 tahun dengan guru-guru tarekat. Shufi selanjutnya adalah Nuruddin ar-Raniri. sejarah. membunuh orang yang menolak bertobat dari kesesatan. serta ke Jawa melalui syekh Muhyidin dari Pemijahan yang sampai sekarang ajarannya masih . ia mengamalkan Tarekat Rifa’iyah dan menyebarkan ajaran tarekat ini ke wilayah Melayu. Sebagai seorang shufi. Shufi lain yang juga terkenal di Indonesia adalah Syamsuddin (w. bahkan Tarekat Syattariyah menjadi sangat populer di Indonesia sesudah wafatnya. Dalam ber-tarekat. Dia perumus pertama ajaran martabat tujuh di nusantara serta metode pengaturan nafas pada saat ber-dzikir ( yang dianggap sebagai pengaruh yoga pranayama dari India ). selain itu ia juga menganut tarekat Aydrusiyah dan Qadiriyah. Sekembalinya dari Makkah tahun 1661. kemudian di bawa ke Indonesia. Tidak diketahui secara jelas kapan tahun kelahirannya. fiqh. Silsilah keturunannya bergaris sampai kepada saidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. Pada tahun 1054/1644 ar-Raniry meninggalkan Aceh kembali ke Ranir karena mendapatkan serangan balik dari lawan-lawan polemiknya. menganut aliran tauhid Asy’ariyah. syekh Abdul Rauf Singkel. diantaranya adalah syekh al-Qusyasyi. Ar-Raniri menetap di Aceh selama tujuh tahun (1637 – 1644) sebagai mufti dan penulis produktif yang menentang doktrin wihdatul wujud. Ia banyak menulis kitab tentang ilmu kalam dan tasawuf. wafat tahun 1068/1658. Syamsuddin wafat tahun 1039 H (1630 M). adanya pembacaan kitab manaqib syekh ‘Abdul-Qadir al-Jilani pada acara-acara tertentu di kehidupan beragama masyarakat disana. dan ‘Abdul-Wahhab as-Sya’rani. Sepeninggalnya. dan paham wihdatul-wujud yang lebih sedikit moderat. Beliau sendiri pernah menulis silsilah keturunannya sebagai berikut : Syekh Ali bin Abdullah bin Abdul Jabbar bin Yusuf bin Ward bin Batthol bin Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. Ibunya orang Melayu. ar-Raniry juga memiliki banyak keahlian. Muridnya menyebarkan tarekat ini ke Sumatera Barat melalui syekh Burhanuddin Ulakan. ayahnya imigran dari Hadromaut. bahwa ajaran martabat tujuh Syamsuddin termasuk ajaran wihdatul wujud yang dianggap menyimpang. cabang-cabang tarekat dari India berkembang dulu di Makkah-Madinah.

pengamal tarekat Kholwatiyah.diamalkan di sana. murid-murid dari Indonesia belajar kepada pengganti alKurani dan berbaiat menjadi pengikut Tarekat Syattariyah. terlebih lagi ajaran martabat tujuh yang menjadi bagian dari kepercayaan populer orang Jawa. Khalwatiyah. 1775) ulama Madinah. sehingga menjadi tarekat yang paling “mem-bumi”. 1660) dan al-Kurani (w. Chistiyah. yang paling berpengaruh adalah Tarekat Syattariyah dan Naqsyabandiyah. Kubrawiyah dan beberapa tarekat lainnya. Kedua tarekat ini pada mulanya diperkenalkan di Madinah oleh seorang Syaikh India bernama Sibghatullah pada tahun 1605. di antaranya adalah Tarekat Naqsyabandiyah. padahal di Timur Tengah sendiri. Syekh Muhammad Samman mengembangkan cara berzikir baru yang ekstatik dan menyusun sebuah ratib (doa-doa) sendiri. sekaligus menjadi pengikut sejumlah tarekat di India. kedua syaikh ini lebih dikenal orang sebagai penganut Tarekat Naqsyabandiyah. Tarekat Sammaniyah merupakan gabungan dari tarekat Khalwatiyah. Ahmadiyah. Kitab ini berisi antara lain tentang tekhnik meditasi dalam berdzikir. Al-Qusyasyi (w. bahkan Sultan Palembang telah menyediakan sejumlah dana yang cukup besar untuk membangun zawiyah syekh Samman di Jeddah. Di antara kedua tarekat yang diajarkan. Dalam pengembaraan ilmiahnya. Ba’alawiyah. Selanjutnya di Damaskus. Qadiriyah. Syattariyah. 1691) mewakili perpaduan antara tradisi intelektual shufi India dengan Mesir. Di Sulawesi tarekat ini disebarkan oleh salah seorang muridnya yang bernama Abdul Basir ad-Dharir al-Khalwati yang lebih terkenal dengan nama Tuang Rappang I Wodi. sehingga tarekat ini mendapat kedudukan yang kokoh di kesultanan Palembang. karena tarekat ini relatif lebih mudah jika dipadu dengan berbagai tradisi nusantara. yang ternyata merupakan gabungan antara teknik spiritual Khalwatiyah dengan berbagai tekhnik dari tarekat-tarekat lainnya. Secara formal tarekat ini merupakan salah satu cabang dari Tarekat Khalwatiyah. orang-orang Indonesia yang bermukim di Arab. Dan selama beberapa generasi. juga pernah menjadi pengikut Tarekat Dasuqiyah. Keduanya adalah pewaris syekh Zakariya al-Anshori dan ‘Abdul-Wahab asSya’rani dalam bidang fiqh dan tasawuf. Ulama lain yang sezaman dengan syekh Abdul Rauf adalah syekh Yusuf al-Makasari (1626 – 1699) penulis kitab ar-Risalah an-Naqsyabandiyah. karena silsilah syekh Samman hanya melalui gurunya yaitu syekh Musthafa al-Bakri. Murid syekh Samman yang paling terkenal adalah syekh Abdus Shomad al-Palimbani. Barangkali beliau-lah orang pertama yang memperkenalkan Tarekat Khalwatiyah di Indonesia. ‘Aydrusiyah. Naqsyabandiyah dan Syadziliyah. pengarang sejumlah kitab-kitab penting berbahasa Melayu. syaikh Yusuf al-Makassari banyak memperoleh ijazah dari sejumlah tarekat. Ulama Indonesia yang menyebarkan tarekat ini adalah syekh Nafis . Kitab ini memberi kesan bahwa syekh Yusuf benar-benar mengajarkan tarekat ini di Makasar. Syekh Yusuf mempelajari Tarekat Naqsyabandiyah di Yaman melalui Syaikh Muhammad Abdul Baqi. Sesudah syaikh Samman wafat. ( walaupun al-Kurani di Indonesia lebih dikenal sebagai syaikh Tarekat Syattariyah yang mengirim Abdul Rauf Singkel sebagai khalifah untuk menyebarkan Tarekat Syattariyah di Indonesia ). Ketika pulang ke Indonesia tahun 1670 dia mengajarkan ajaran spiritual. orang orang Indonesia yang bermukim di Arab tertarik dengan ajaran syekh Muhammad bin Abdul Karim as-Samman (w. terutama di kalangan para bangsawan Makasar. Abad berikutnya. Syadziliyah. ternyata Tarekat Syattariyah banyak diminati oleh murid-murid dari Indonesia. Beberapa ulama di Palembang berafiliasi dengan tarekat ini. ia berguru lagi dan berbaiat menjadi khalifah Tarekat Khalwatiyah dan mendapat izin ijazah untuk mengajarkan tarekat ini. kemudian berguru lagi kepada syekh Ibrahim al-Kurani tokoh Naqsyabandi di Madinah. Qadiriyah. Walaupun demikian ia telah menjadi sebuah tarekat tersendiri dengan zawiyah sendiri dan dengan pengikut lokal ketika syaikh-nya masih hidup. Dan tarekat ini sekarang mengakar dan banyak diamalkan orang di Sulawesi Selatan. Keduanya merupakan ulama paling terkenal di kalangan murid yang berasal dari Indonesia. belajar tarekat ini dari khalifahnya yang bernama Shiddiq bin Umar Khan.

Aljazair Selatan. Kitab itu menjadi dasar bagi para guru tarekat Chisytiyah dalam mengajar murid-muridnya. Maroko. Hal ini terbukti bahwa para pengikut tarekat Chisyti di India menjadikan kitab ‘AwarifulMa’arif karya syaikh Syihabuddin Abu Hafs Umar Suhrawardi sebagai kitab pegangan mereka. Ribuan orang dibaiat menjadi pengikut tarekat ini dan menjalani latihan berkhalwat di zawiyah tersebut. Keduanya bersaing dan saling mempengaruhi sehingga pada akhirnya bergabung menjadi tarekat Khalwatiyah Sammaniyah. Tarekat lainnya adalah Naqsyabandiyah Kholidiyah yang tersebar berkat zawiyah yang didirikan oleh syekh Abdullah al-Arzinjani di Jabal Abu Qubais Makkah. Naqsyabandiyah. Perkembangan yang cukup pesat dari tarekat ini ternyata mampu menyaingi otoritas Utsmaniyyah. kitab Khasyful-Mahjub karya al-Hujwiri juga sangat populer digunakan oleh kaum Chisti. Pengikut tarekat Tijaniyah berkeyakinan. Bahkan Syaikh . Selain itu. Tarekat Tijaniyyah masuk ke Indonesia pada tahun 20-an.al-Banjari dengan karyanya ad-Durrun-Nafis dalam bahasa Melayu. Ketika bangkit gerakan Wahhabiyah yang memusuhi kaum shufi dan membenci pengamal tarekat yang cendrung menjauhi dunia dan suka melestarikan tradisi penghormatan terhadap makam syaik-syaikh mereka. dan hidup disana hingga beliau wafat. bahwa tarekat Tijaniyah adalah tarekat yang terbaik. Tarekat Chisytiyah. Khalwatiyah dan Sammaniyah. Syekh Ahmad at-Tijani pindah ke Fez pada tahun 1798. Tarekat ini merupakan satu-satunya tarekat yang didirikan oleh ulama asli Indonesia syekh Ahmad Khatib Sambas (Kalimantan Barat) yang lama belajar di Makkah dan sangat dihormati. Ia ahli dalam bidang fiqh. Ia mempunyai banyak pengikut dan menjadi guru Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah sebagai tarekat paling populer di Indonesia. Tentang keistimewaan dan keunggulan tarekat ini. dan meninggal di Fez. Syattariyah. Bahkan perkembangan tarekat ini semakin pesat terutama setelah mendapat dukungan dari raja Maroko. sebuah tarekat kelahiran India. Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan tarekat gabungan serupa dengan Sammaniyah. dalam usia 80 tahun. dan banyak mendapatkan pengikut terutama di pulau Jawa dan Madura. karena memiliki keunggulan dan keutamaan yang tidak dimiliki oleh tarekattarekat lainnya. Tarekat Tijaniyyah didirikan oleh Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijani (1150 – 1230 H/ 1737 – 1815 M) yang lahir di ‘Ainu Madi. Ketika ia wafat tahun 1873. (walaupun akhir-akhir ini banyak diamalkan oleh kaum Syiah). yaitu Sulaiman al-Qarimi. Awalnya. ia menyebarluaskan tarekat ini di Kalimantan. tarekat ini berideologi Sunni. Tarekat ini berkembang sedikit berbeda dengan ritual tarekat Sammaniyah lainnya di nusantara. dan keanggotaannya terbatas pada kelompok etnis Bugis saja. seperti Tarekat Qadiriyah. tarekat Tijaniyyah justru berkembang pesat. Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan salah satu dari dua tarekat yang memiliki jumlah pengikut terbesar di seluruh Indonesia. Di Sulawesi Selatan. khalifahnya syekh Abdul Karim dari Banten menggantikannya sebagai syaikh tarekat ini. nanti akan kami jelaskan secara terperinci di dalam buku ini. Syekh Nafis al-Banjari juga mengamalkan berbagai tarekat. yakni teknik spiritual Tarekat Qadiriyah dan Naqsyabandiyah menjadi unsur utama yang ditambah dengan unsurunsur tarekat lain. Dua orang khalifah utama lainnya adalah Kiyai Tolhah dari Cirebon dan Kiyai Ahmad Hasbullah dari Madura. konsep ketuhanan dan amalan-amalan shufi. sehingga syekh Ahmad dan para pengikutnya dipaksa meninggalkan Aljazair. Maula Sulaiman yang berkepentingan mendekati syekh Ahmad untuk menghadapi pesaingnya dari zawiyah para syarif yang dinilai dapat merongrong kekuasaannya. 1236). yang didirikan oleh syaikh Mu’inad-Din Chisyti (w. Para penggantinya. Di tempat ini pula puluhan orang Indonesia menerima ijazah untuk mengajarkan tarekat ini di kampung halamannya masing-masing. Sulaiman al-Zuhdi dan Ali Ridho menyebarkan tarekatnya kepada orang-orang Indonesia yang mengunjungi Makkah dan Madinah dalam jumlah yang lebih besar lagi selama abad ke-19. tarekat Sammaniyah bertemu dengan Tarekat Khalwatiyah.

Dia juga telah menerjemahkan kitab Divani Syam-i Tabriz. Terakhir. segala perbedaan dan perselisihan sektarian harus dihilangkan. Ibnu Khaldun pernah menyatakan bahwa tasawuf para sahabat bukanlah pola ketasawufan yang menghendaki kasyful-hijab (tersingkapnya tabir antara Tuhan dengan makhluk) atau hal-hal sejenisnya yang diburu oleh para sufi di masa sesudahnya. budaya. Dalam ajarannya. Annemarie Schimmel (w. seperti I am Wind You Are Fire. Kedua kitab ini termasuk bahan rujukan yang digunakan oleh Jam’iyah Ahlith-Thoriqoh Mu’tabaroh An-Nahdliyyah. dan kebangsaan.com/category/1/ A. Wallohu a’lam bis showaab. Dengan energi tasawuf inilah. Eropa. sehingga setiap orang merasa sama dalam persaudaraan kemanusiaan. tarekat Sanusiyah didirikan oleh Muhammad bin ‘Ali as-Sanusi (1787 – 1859). tetapi juga menerjemahkan seluruh naskah tersebut (sebanyak 6 jilid) ke dalam bahasa Inggris. penghormatan tanpa prasangka buruk. dan khususnya di Persia (Iran). sehingga kehadiran-Nya senantiasa dirasakan secara sadar dalam kehidupan.Nizomuddin Auliya pernah berkata : “Seorang salik yang tidak memiliki referensi spiritual. di samping tarekat-tarekat lain yang tidak kami sebutkan.wordpress. Nicholson yang bukan hanya meng-edit secara kritis semua naskah matsnawi. tarekat kelahiran Iran yang telah populer. karena seorang shufi harus mengarahkan perhatiannya hanya kepada wilayah keesaan Ilahi (tauhid). disebabkan kurang berkembang dan tentunya kurang banyak diminati oleh orang. Orientalis yang sangat berjasa dalam memperkenalkan tarekat Rumi ke dunia Barat adalah Reynold A. dan The Triumphal Sun. Dalam tarekat ini. Tokoh tarekat ini adalah Javad Nurbakhsy yang cukup produktif menulis karya-karyanya. pengarang kitab as-Salsabil ul-Ma’in fit-Tharo’iqil-Arba’in dan al-Masa’ilul-‘Anshar. Saat ini. Tarekat Ni’matullohi. Sedangkan karya Rumi yang lain Fihi Ma Fihi telah diterjemahkan oleh Arberry dengan judul Discourse of Rumi. Corak . sehingga mampu menyatukan para pemeluk dari pelbagai agama dan keyakinan. tapi beliau terpaksa meninggalkan Makkah pada tahun 1840 dan kemudian tinggal di sebuah bukit yang bernama Jabal Akhdar di daerah Curenaica. tarekat ini lebih menekankan persaudaraan dan kesetaraan seluruh umat manusia. Syekh as-Sanusi telah mendirikan sebuah zawiyah di Abu Qubais Makkah. juga pengabdian dan cinta kasih kepada sesama manusia tanpa mempedulikan perbedaan keyakinan. 2003). Tarekat Mawlawiyah kelahiran Turki ini dikenal luas. terutama melalui ‘whirling darvish’ nya. yang telah menulis dengan penuh penghargaan dan kebanggaan tentang karya-karya Rumi. http://4binajwa. The Life and Work of Rumi. DEFINISI TASAWUF 22 04 2009 Tasawuf secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha untuk menyucikan hati sesuci mungkin dengan usaha mendekatkan diri kepada Allah. Tokoh lain yang sangat berjasa dalam memperkenalkan Rumi ke dunia Barat adalah Prof. baik di negeri Muslim maupun di Barat. Dengan ‘matsnawi’-nya. Melalui kitab ini sejumlah tarekat mu’tabaroh disebut dan dijelaskan. maka kitab Kasyful-Mahjub sudah cukup baginya untuk dijadikan pegangan”. Ajaran tasawuf harus bertujuan membidik realitas muslim agar dapat dibangkitkan perasaan cinta kasihnya. baik di tanah kelahirannya maupun di dunia Barat. tarekat Ni’matullah mempunyai banyak pengikut di Amerika Serikat. A Study of The Works of Jalaludin Rumi. 1273) menjadikan puisi-puisi karangannya sebagai salah satu pusat inspirasi spiritual. Demikianlah sekilas tentang perkembangan sebagian ajaran tarekat yang masuk ke Indonesia. Maulana Jalaluddin Rumi (w. praktik tasawuf bertujuan menciptakan kepribadian lahiriah yang sangat etis. dan membimbing hati untuk menghimpun berbagai kwalitas dan keutamaan.

Dengan cara ini akan mudah bagi manusia menghiasi jiwanya dengan sifat-sifat yang mulia. Secara Teminologi (isthilah) Imam Junaidi al-Baghdadi berpendapat : “Tasawuf adalah membersihkan hati dari yang selain Allah. (2) tasawuf sunni. maka demikian juga halnya mempelajari semua ilmu yang akan memperbaiki dan memperbagus batiniyah manusia. Berbeda dengan orang-orang kaya saat itu yang kebanyakan memakai kain sutra. tauhid. ber-taqarrub dan ber-musyahadah dengan Allah SWT. mereka hidup miskin. pertapaan atau uzlah sebagai mana dilakukan oleh agama sebelumnya. mereka ikut nabi saat hijrah dari Mekah ke Madinah. Sufi berarti orang – orang yang hati dan jiwanya suci bersih dan disinari cahaya hikmah. beribadah. Beliau mengajarkan tentang ketakwaan. adalah seperti hubungan Fiqh dengan aspek lahiriyah manusia. kita dapat memahami bahwa tasawuf adalah sikap mental yang selalu memelihara kesucian diri. tapi berhati dan berakhlak mulia. dan tidak pernah mengajarkan hidup kerahiban. Mereka di sebut sufi karena memakai kain yang terbuat dari bulu domba. di sekitar Masjid Madinah. menyebarkan nasihat kepada umat manusia. 2. Adapun tasawuf yang berkembang pada masa berikutnya sebagai suatu aliran (mazhab). Tasawuf ijabi mempunyai dua corak : (1) tasawuf salafi. yaitu sekelompok orang yang berusaha menyucikan hati dan jiwanya karena Allah. keutamaan akhlak dan juga keadilan. sementara sunni menerima takwil rasional sejauh masih berada dalam kerangka syari’ah. . Dari segi bahasa dan istilah. Hubungan tasawuf dengan aspek batin manusia. Mereka tinggal di sekitar masjid nabi dan tidur diatas bangku yang terbuat dari batu dan berbantalkan pelana kuda yang disebut suffah. mementingkan kehidupan yang lebih kekal. Para ulama penegak pilar-pilar ilmu tasawuf telah menciptakan istilah-istilah untuk memudahkan jalan bagi mereka yang ingin menapaki ilmu tasawuf yang sesuai dengan kedudukannya sebagai pem bersih dan pensuci hati dan jiwa. Salafi menolak adanya takwil. Mereka hijrah dengan meninggalkan harta benda. Secara Etimologi (Bahasa) 1. maka sejauh hal itu tidak bertentangan dengan Islam dapat dikatakan positif (ijabi). mereka bertawakal (berserah diri) dan mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah SWT. Mereka Ahlus-Suffah walaupun miskin. Tasawuf berasal dari kata Shuffah.sufisme yang mereka tunjukkan adalah ittiba’ dan iqtida’ (kesetiaan meneladani) perilaku hidup Nabi. b. Adapun perbedaan yang mendasar antara tasawuf salafi dengan tasawuf sunni terletak pada takwil. Sebab apabila mempelajari semua ilmu yang dapat memperbaiki dan memperbagus lahiriyah menjadi wajib. qana’ah. bulu domba atau wol saat itu bukanlah wol lembut seperti sekarang melainkan wol yang sangat kasar. yakni membatasi diri pada dalil-dalil naqli atau atsar al-Qur’an dan Hadits. Pakaian yang menjadi ciri khas kaum sufi. dan hatinya terus bersatu dengan Allah SWT. yakni memasukkan penalaran-penalaran yang rasional ke dalam pemahaman dan pengamalannya. a. 3. berjuang memadamkan semua ajakan yang berasal dari hawa nafsu. Tasawuf juga berasal dari kata Shafa’ (suci bersih). rela berkorban untuk kebaikan umat manusia dan selalu bersikap bijak sana. Tasawuf juga berasal dari kata shuf (pakaian dari bulu domba atau wol). Hukum mempelajari ilmu tasawuf adalah fardhu ‘ain bagi setiap mukallaf. hidup sederhana. ini merupakan sebagian dari sifat-sifat kaum sufi. yaitu sebutan bagi orang – orang yang hidup di sebuah gubuk yang dibangun oleh Rasulullah SAW. maka kedudukan ilmu tasawuf diantara ajaran Islam merupakan induk dari semua ilmu. Karena fungsi ilmu tasawuf adalah untuk mensucikan batin agar dalam ber-musyahadah dengan Allah semakin kuat. Sedangkan tasawuf salbi atau disebut juga tasawuf falsafi adalah tasawuf yang telah terpengaruh oleh faham-faham spiritual dari bangsa Timur maupun Barat. itulah lambang dari kesederhanaan. dan mengikuti contoh Rasulullah SAW dalam segala hal. Tetapi apabila telah keluar dari prinsip-prinsip keislaman maka tasawuf tersebut menjadi mazhab yang negatif (salbi).

Tasawuf juga berasal dari kata shuf (pakaian dari bulu domba atau wol). Mereka hijrah dengan meninggalkan harta benda. ( Bersambung ) A. keutamaan akhlak dan juga keadilan. Reaksi atas kecenderungan hidup hedonis yang mengumbar syahwat. dan hatinya terus bersatu dengan Allah SWT. Pakaian yang menjadi ciri khas kaum sufi. Tasawuf juga berasal dari kata Shafa’ (suci bersih). berjuang memadamkan semua ajakan yang berasal dari hawa nafsu. 3. beribadah. 2. dan tidak pernah mengajarkan hidup kerahiban. sebagian besar ulama sufi memilih menarik diri dari pergulatan kepentingan politik yang mengatasnamakan agama dengan praktek-praktek yang penuh dengan tipu daya bahkan banyak menimbulkan pertumpahan darah. tapi berhati dan berakhlak mulia. penipuan dan memperturutkan hawa nafsu. Katalisator yang sejuk dari realitas umat yang secara politis maupun teologis didominasi oleh nalar kekerasan. mementingkan kehidupan yang lebih kekal. b. Mereka Ahlus-Suffah walaupun miskin. pertapaan atau uzlah sebagai mana dilakukan oleh agama sebelumnya. Secara Teminologi (isthilah) Imam Junaidi al-Baghdadi berpendapat : “Tasawuf adalah membersihkan hati dari yang selain Allah. 2. serta cendrung mementingkan nilai-nilai kebendaan. yaitu sekelompok orang yang berusaha menyucikan hati dan jiwanya karena Allah. Ibnu Khaldun pernah menyatakan bahwa tasawuf para sahabat bukanlah pola ketasawufan yang menghendaki kasyful-hijab (tersingkapnya tabir antara Tuhan dengan makhluk) atau hal-hal sejenisnya yang diburu oleh para sufi di masa sesudahnya. a. sehingga kehadiran-Nya senantiasa dirasakan secara sadar dalam kehidupan. bulu domba atau wol saat itu bukanlah wol lembut seperti sekarang melainkan wol yang sangat kasar. mereka bertawakal (berserah diri) dan mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah SWT. yaitu sebutan bagi orang – orang yang hidup di sebuah gubuk yang dibangun oleh Rasulullah SAW. qana’ah. Mereka di sebut sufi karena memakai kain yang terbuat dari bulu domba. menyebarkan nasihat kepada umat manusia. Secara Etimologi (Bahasa) 1. Beliau mengajarkan tentang ketakwaan. ini merupakan sebagian dari sifat-sifat kaum sufi. tauhid. Mereka tinggal di sekitar masjid nabi dan tidur diatas bangku yang terbuat dari batu dan berbantalkan pelana kuda yang disebut suffah. itulah lambang dari kesederhanaan. Dari segi bahasa dan istilah.Adapun lahirnya ilmu tasawuf didorong dan disebabkan oleh beberapa factor: 1. Hukum mempelajari ilmu tasawuf adalah fardhu ‘ain bagi setiap mukallaf. mereka ikut nabi saat hijrah dari Mekah ke Madinah. 3. Corak sufisme yang mereka tunjukkan adalah ittiba’ dan iqtida’ (kesetiaan meneladani) perilaku hidup Nabi. ber-taqarrub dan ber-musyahadah dengan Allah SWT. Dengan cara ini akan mudah bagi manusia menghiasi jiwanya dengan sifat-sifat yang mulia. DEFINISI TASAWUF 22 04 2009 Tasawuf secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha untuk menyucikan hati sesuci mungkin dengan usaha mendekatkan diri kepada Allah. Tasawuf berasal dari kata Shuffah. Oleh sebab itu. mereka hidup miskin. Sebab apabila . hidup sederhana. Perkembangan teologi yang cenderung mengedepankan rasio yang kering dari aspek moralspiritual. Sufi berarti orang – orang yang hati dan jiwanya suci bersih dan disinari cahaya hikmah. rela berkorban untuk kebaikan umat manusia dan selalu bersikap bijak sana. Berbeda dengan orang-orang kaya saat itu yang kebanyakan memakai kain sutra. di sekitar Masjid Madinah. dan mengikuti contoh Rasulullah SAW dalam segala hal. kita dapat memahami bahwa tasawuf adalah sikap mental yang selalu memelihara kesucian diri.

Tasawuf ijabi mempunyai dua corak : (1) tasawuf salafi. Adapun perbedaan yang mendasar antara tasawuf salafi dengan tasawuf sunni terletak pada takwil. Adapun lahirnya ilmu tasawuf didorong dan disebabkan oleh beberapa factor: 1. Tetapi apabila telah keluar dari prinsip-prinsip keislaman maka tasawuf tersebut menjadi mazhab yang negatif (salbi). (2) tasawuf sunni. Mereka Ahlus-Suffah walaupun miskin. Beliau mengajarkan tentang ketakwaan. sementara sunni menerima takwil rasional sejauh masih berada dalam kerangka syari’ah. keutamaan akhlak dan juga keadilan. 2. maka sejauh hal itu tidak bertentangan dengan Islam dapat dikatakan positif (ijabi). mereka ikut nabi saat hijrah dari Mekah ke Madinah. Para ulama penegak pilar-pilar ilmu tasawuf telah menciptakan istilah-istilah untuk memudahkan jalan bagi mereka yang ingin menapaki ilmu tasawuf yang sesuai dengan kedudukannya sebagai pem bersih dan pensuci hati dan jiwa. penipuan dan memperturutkan hawa nafsu. Tasawuf berasal dari kata Shuffah. Mereka tinggal di sekitar masjid nabi dan tidur diatas bangku yang terbuat dari batu dan berbantalkan pelana kuda yang disebut suffah. Oleh sebab itu. a. DEFINISI TASAWUF 22 04 2009 Tasawuf secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha untuk menyucikan hati sesuci mungkin dengan usaha mendekatkan diri kepada Allah. pertapaan atau uzlah sebagai mana dilakukan oleh agama sebelumnya. sebagian besar ulama sufi memilih menarik diri dari pergulatan kepentingan politik yang mengatasnamakan agama dengan praktek-praktek yang penuh dengan tipu daya bahkan banyak menimbulkan pertumpahan darah. dan tidak pernah mengajarkan hidup kerahiban. ( Bersambung ) A. Ibnu Khaldun pernah menyatakan bahwa tasawuf para sahabat bukanlah pola ketasawufan yang menghendaki kasyful-hijab (tersingkapnya tabir antara Tuhan dengan makhluk) atau hal-hal sejenisnya yang diburu oleh para sufi di masa sesudahnya. Sedangkan tasawuf salbi atau disebut juga tasawuf falsafi adalah tasawuf yang telah terpengaruh oleh faham-faham spiritual dari bangsa Timur maupun Barat. di sekitar Masjid Madinah.mempelajari semua ilmu yang dapat memperbaiki dan memperbagus lahiriyah menjadi wajib. serta cendrung mementingkan nilai-nilai kebendaan. Secara Etimologi (Bahasa) 1. yakni membatasi diri pada dalil-dalil naqli atau atsar al-Qur’an dan Hadits. maka demikian juga halnya mempelajari semua ilmu yang akan memperbaiki dan memperbagus batiniyah manusia. tapi . Corak sufisme yang mereka tunjukkan adalah ittiba’ dan iqtida’ (kesetiaan meneladani) perilaku hidup Nabi. maka kedudukan ilmu tasawuf diantara ajaran Islam merupakan induk dari semua ilmu. mereka hidup miskin. Karena fungsi ilmu tasawuf adalah untuk mensucikan batin agar dalam ber-musyahadah dengan Allah semakin kuat. Perkembangan teologi yang cenderung mengedepankan rasio yang kering dari aspek moralspiritual. sehingga kehadiran-Nya senantiasa dirasakan secara sadar dalam kehidupan. qana’ah. mereka bertawakal (berserah diri) dan mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah SWT. adalah seperti hubungan Fiqh dengan aspek lahiriyah manusia. Katalisator yang sejuk dari realitas umat yang secara politis maupun teologis didominasi oleh nalar kekerasan. 3. Hubungan tasawuf dengan aspek batin manusia. Mereka hijrah dengan meninggalkan harta benda. yaitu sebutan bagi orang – orang yang hidup di sebuah gubuk yang dibangun oleh Rasulullah SAW. Adapun tasawuf yang berkembang pada masa berikutnya sebagai suatu aliran (mazhab). Salafi menolak adanya takwil. yakni memasukkan penalaran-penalaran yang rasional ke dalam pemahaman dan pengamalannya. Reaksi atas kecenderungan hidup hedonis yang mengumbar syahwat.

Sufi berarti orang – orang yang hati dan jiwanya suci bersih dan disinari cahaya hikmah. Tasawuf juga berasal dari kata shuf (pakaian dari bulu domba atau wol). dan hatinya terus bersatu dengan Allah SWT. Pakaian yang menjadi ciri khas kaum sufi. ( Bersambung ) . serta cendrung mementingkan nilai-nilai kebendaan.berhati dan berakhlak mulia. yakni memasukkan penalaran-penalaran yang rasional ke dalam pemahaman dan pengamalannya. sebagian besar ulama sufi memilih menarik diri dari pergulatan kepentingan politik yang mengatasnamakan agama dengan praktek-praktek yang penuh dengan tipu daya bahkan banyak menimbulkan pertumpahan darah. Oleh sebab itu. Secara Teminologi (isthilah) Imam Junaidi al-Baghdadi berpendapat : “Tasawuf adalah membersihkan hati dari yang selain Allah. tauhid. Katalisator yang sejuk dari realitas umat yang secara politis maupun teologis didominasi oleh nalar kekerasan. Tasawuf ijabi mempunyai dua corak : (1) tasawuf salafi. adalah seperti hubungan Fiqh dengan aspek lahiriyah manusia. Salafi menolak adanya takwil. penipuan dan memperturutkan hawa nafsu. Tetapi apabila telah keluar dari prinsip-prinsip keislaman maka tasawuf tersebut menjadi mazhab yang negatif (salbi). Dengan cara ini akan mudah bagi manusia menghiasi jiwanya dengan sifat-sifat yang mulia. 3. 2. mementingkan kehidupan yang lebih kekal. Adapun lahirnya ilmu tasawuf didorong dan disebabkan oleh beberapa factor: 1. rela berkorban untuk kebaikan umat manusia dan selalu bersikap bijak sana. dan mengikuti contoh Rasulullah SAW dalam segala hal. Reaksi atas kecenderungan hidup hedonis yang mengumbar syahwat. yaitu sekelompok orang yang berusaha menyucikan hati dan jiwanya karena Allah. Mereka di sebut sufi karena memakai kain yang terbuat dari bulu domba. bulu domba atau wol saat itu bukanlah wol lembut seperti sekarang melainkan wol yang sangat kasar. itulah lambang dari kesederhanaan. 2. Sedangkan tasawuf salbi atau disebut juga tasawuf falsafi adalah tasawuf yang telah terpengaruh oleh faham-faham spiritual dari bangsa Timur maupun Barat. Sebab apabila mempelajari semua ilmu yang dapat memperbaiki dan memperbagus lahiriyah menjadi wajib. Adapun tasawuf yang berkembang pada masa berikutnya sebagai suatu aliran (mazhab). Hukum mempelajari ilmu tasawuf adalah fardhu ‘ain bagi setiap mukallaf. hidup sederhana. Para ulama penegak pilar-pilar ilmu tasawuf telah menciptakan istilah-istilah untuk memudahkan jalan bagi mereka yang ingin menapaki ilmu tasawuf yang sesuai dengan kedudukannya sebagai pem bersih dan pensuci hati dan jiwa. berjuang memadamkan semua ajakan yang berasal dari hawa nafsu. maka demikian juga halnya mempelajari semua ilmu yang akan memperbaiki dan memperbagus batiniyah manusia. Berbeda dengan orang-orang kaya saat itu yang kebanyakan memakai kain sutra. 3. maka sejauh hal itu tidak bertentangan dengan Islam dapat dikatakan positif (ijabi). Karena fungsi ilmu tasawuf adalah untuk mensucikan batin agar dalam ber-musyahadah dengan Allah semakin kuat. Dari segi bahasa dan istilah. Adapun perbedaan yang mendasar antara tasawuf salafi dengan tasawuf sunni terletak pada takwil. menyebarkan nasihat kepada umat manusia. ini merupakan sebagian dari sifat-sifat kaum sufi. yakni membatasi diri pada dalil-dalil naqli atau atsar al-Qur’an dan Hadits. kita dapat memahami bahwa tasawuf adalah sikap mental yang selalu memelihara kesucian diri. beribadah. Tasawuf juga berasal dari kata Shafa’ (suci bersih). maka kedudukan ilmu tasawuf diantara ajaran Islam merupakan induk dari semua ilmu. Perkembangan teologi yang cenderung mengedepankan rasio yang kering dari aspek moralspiritual. Hubungan tasawuf dengan aspek batin manusia. (2) tasawuf sunni. b. sementara sunni menerima takwil rasional sejauh masih berada dalam kerangka syari’ah. ber-taqarrub dan ber-musyahadah dengan Allah SWT.

al-Quds. Shufi Indonesia yang pertama kali menulis karangan tentang tarekat adalah Hamzah Fansuri. Dengan cara ini pula Tarekat Syattariyah yang berasal dari India berkembang di Makkah dan Madinah dan kemudian berpengaruh luas di Indonesia. Ajaran ini berasal dari seorang ulama besar asal Gujarat bernama Muhammad bin Fadhlullah Burhanpuri pengarang kitab at-Tuhfatul-Mursalah ilaa Ruuhin-Nabi. Shufi selanjutnya adalah Nuruddin ar-Raniri. Beliau sendiri pernah menulis silsilah keturunannya sebagai berikut : Syekh Ali bin Abdullah bin Abdul Jabbar bin Yusuf bin Ward bin Batthol bin Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. Dan menurut cerita rakyat setempat. Amalan utama dari tarekat ini pun masih dapat dirasakan hingga saat ini yaitu hizbul-bahr yang diyakini sangat memberi pengaruh yang kuat bagi pengamalnya. ia mengungkapkan gagasan nya melalui syair bercorak wihdatul-wujud yang cendrung kepada penafsiran panteistik. Namun pada abad-abad berikutnya. beberapa tarekat besar masuk ke Indonesia melalui Makkah dan Madinah. pengaruh tarekat ini banyak ditemui di daerah Cirebon dan Banten. Syamsuddin as-Sumatrani (w. Dia perumus pertama ajaran martabat tujuh di nusantara serta metode pengaturan nafas pada saat ber-dzikir ( yang dianggap sebagai pengaruh yoga pranayama dari India ). Dalam syairnya Hamzah juga bercerita tentang kunjungannya ke Makkah. bahkan Tarekat Syattariyah menjadi sangat populer di Indonesia sesudah wafatnya. Dari namanya saja kita tahu bahwa beliau berasal dari kota Fansur (sebutan orang Arab untuk kota Barus. bahwa ajaran martabat tujuh Syamsuddin termasuk ajaran wihdatul wujud yang dianggap menyimpang. Tarekat Qadiriyah adalah tarekat pertama yang masuk ke Indonesia. dan ‘Abdul-Wahhab as-Sya’rani. Nama lengkapnya adalah Nuruddin bin Ali bin Hasanji bin Muhammad Hamid ar-Raniry.1630). Ajaran martabat tujuh merupakan adaptasi dari teori emanasi Ibnul-‘Arabi yang sangat populer di Indonesia. wafat tahun 1068/1658. 1630) dan Nuruddin ar-Raniri belajar menimba ilmu dan mendapatkan ijazah serta menjadi khalifah. Syamsudin sendiri berafiliasi dengan Tarekat Syattariyah seperti halnya Burhanpuri. Ibunya orang Melayu. Syaikh ‘AbdulQadir al-Jilani pernah datang ke Jawa. Baghdad (disana ia mengunjungi makam syekh ‘Abdul-Qadir al-Jilani) dan ke Ayuthia. negara yang mempengaruhi berkembangnya tarekat di Indonesia adalah India (Gujarat). 1258). ayahnya imigran dari Hadromaut. tetapi dalam kitab Bustanus-Salatin karya Nuruddin. Pendiri Tarekat Syadziliyyah adalah syekh Ali bin Abdullah bin Abdul-Jabbar Abul Hasan as-Syadzili (w. Ar-Raniry pernah menjabat Syaikhul-Islam . Di Jawa. Dalam syairnya juga ia mengaku menerima ijazah Tarekat Qadiriyah di Baghdad bahkan diangkat menjadi khalifah dalam tarekat ini. Tidak diketahui secara jelas kapan tahun kelahirannya. Tapi Nuruddin ar-Raniri dalam kitabnya Hujjatus-Shiddiq li daf’iz-Zindiq menganggap. adanya pembacaan kitab manaqib syekh ‘Abdul-Qadir al-Jilani pada acara-acara tertentu di kehidupan beragama masyarakat disana. bahkan mereka dapat menunjukkan letak kuburannya. bahwa Hamzah Fansuri (w 1590) adalah shufi pertama di Indonesia yang diketahui secara pasti menganut Tarekat Qadiriyah. Silsilah keturunannya bergaris sampai kepada saidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. Dengan demikian jelaslah. Dalam tulisannya.Perkembangan Tarekat di Indonesia Pada awalnya. Indikasi lain tentang pengaruh Tarekat Qadiriyah di Banten adalah. Tokoh tarekat Syadziliyah yang terkenal antara lain Ibnu ‘Athoillah as-Sakandari. kota kecil di pantai barat Sumatra yang terletak antara Sibolga dan Singkel). berasal dari keluarga Arab Ranir Gujarat. murid Hamzah Fansuri yang banyak menulis kitab dalam bahasa Arab dan Melayu. Syamsuddin wafat tahun 1039 H (1630 M). Shufi lain yang juga terkenal di Indonesia adalah Syamsuddin (w. dari sanalah Hamzah Fansuri.

Sebagai seorang shufi. kemudian berguru lagi kepada syekh Ibrahim al-Kurani tokoh Naqsyabandi di Madinah. Dalam ber-tarekat. ia menjadi ahli fiqh terkenal di Aceh dan seorang shufi yang menyeimbangkan pandangan para pendahulunya dalam mengajarkan zikir dan wirid tarekat Syattariyah. yang paling berpengaruh adalah Tarekat Syattariyah dan Naqsyabandiyah. Selanjutnya di Damaskus. Muridnya menyebarkan tarekat ini ke Sumatera Barat melalui syekh Burhanuddin Ulakan. sejarah. serta membakar buku-buku yang berisi ajaran sesat. menganut aliran tauhid Asy’ariyah.atau mufri di kerajaan Aceh pada pemerintahan Sultan Iskandar Tsani dan Sultanah Shofiatud-Din. cabang-cabang tarekat dari India berkembang dulu di Makkah-Madinah. Kitab ini memberi kesan bahwa syekh Yusuf benar-benar mengajarkan tarekat ini di Makasar. padahal di Timur Tengah sendiri. kemudian di bawa ke Indonesia. Kedua tarekat ini pada mulanya diperkenalkan di Madinah oleh seorang Syaikh India bernama Sibghatullah pada tahun 1605. Sekembalinya dari Makkah tahun 1661. Ia mengeluarkan fatwa untuk memburu orang yang dianggap sesat. Dan selama beberapa generasi. perbandingan agama. Ar-Raniri menetap di Aceh selama tujuh tahun (1637 – 1644) sebagai mufti dan penulis produktif yang menentang doktrin wihdatul wujud. ( walaupun al-Kurani di Indonesia lebih dikenal sebagai syaikh Tarekat Syattariyah yang mengirim Abdul Rauf Singkel sebagai khalifah untuk menyebarkan Tarekat Syattariyah di Indonesia ). Ibrahim al-Kurani. ternyata Tarekat Syattariyah banyak diminati oleh murid-murid dari Indonesia. kedua syaikh ini lebih dikenal orang sebagai penganut Tarekat Naqsyabandiyah. ia berguru lagi dan berbaiat menjadi khalifah Tarekat Khalwatiyah dan mendapat izin ijazah untuk mengajarkan tarekat ini. 1660) dan al-Kurani (w. Sepeninggalnya. membunuh orang yang menolak bertobat dari kesesatan. Ia banyak menulis kitab tentang ilmu kalam dan tasawuf. dan paham wihdatul-wujud yang lebih sedikit moderat. Barangkali beliau-lah orang pertama yang memperkenalkan Tarekat Khalwatiyah di Indonesia. Syekh Abdul Rauf belajar di Makkah selama 19 tahun dengan guru-guru tarekat. sekaligus menjadi pengikut sejumlah tarekat di India. ia menguasai ilmu teologi. hadits. dan politik. selain itu ia juga menganut tarekat Aydrusiyah dan Qadiriyah. yaitu murid-murid Syamsuddin yang dituduh menganut paham Panteisme. syekh Abdul Rauf Singkel. sehingga menjadi tarekat yang paling “mem-bumi”. murid-murid dari Indonesia belajar kepada pengganti alKurani dan berbaiat menjadi pengikut Tarekat Syattariyah. Syekh Yusuf mempelajari Tarekat Naqsyabandiyah di Yaman melalui Syaikh Muhammad Abdul Baqi. fiqh. diantaranya adalah syekh al-Qusyasyi. Ulama lain yang sezaman dengan syekh Abdul Rauf adalah syekh Yusuf al-Makasari (1626 – 1699) penulis kitab ar-Risalah an-Naqsyabandiyah. ar-Raniry juga memiliki banyak keahlian. 1691) mewakili perpaduan antara tradisi intelektual shufi India dengan Mesir. karena tarekat ini relatif lebih mudah jika dipadu dengan berbagai tradisi nusantara. serta puteranya syekh Muhammad Thahir di Madinah. Keduanya merupakan ulama paling terkenal di kalangan murid yang berasal dari Indonesia. Keduanya adalah pewaris syekh Zakariya al-Anshori dan ‘Abdul-Wahab asSya’rani dalam bidang fiqh dan tasawuf. terlebih lagi ajaran martabat tujuh yang menjadi bagian dari kepercayaan populer orang Jawa. Kitab ini berisi antara lain tentang tekhnik meditasi dalam berdzikir. Ar-Raniry tercatat sebagai tokoh shufi terakhir yang membawa pengaruh bagi semua tarekat yang berkembang di Indonesia dan berasal langsung dari India. serta ke Jawa melalui syekh Muhyidin dari Pemijahan yang sampai sekarang ajarannya masih diamalkan di sana. Pada tahun 1054/1644 ar-Raniry meninggalkan Aceh kembali ke Ranir karena mendapatkan serangan balik dari lawan-lawan polemiknya. Di Sulawesi tarekat ini disebarkan oleh salah seorang muridnya yang bernama Abdul Basir ad-Dharir al-Khalwati yang lebih terkenal dengan nama Tuang Rappang I Wodi. ia mengamalkan Tarekat Rifa’iyah dan menyebarkan ajaran tarekat ini ke wilayah Melayu. Al-Qusyasyi (w. diantaranya adalah Tarekat Syattariyah yang dibawa oleh murid utamanya. . Di antara kedua tarekat yang diajarkan.

Syattariyah. Aljazair Selatan. Syadziliyah. Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan tarekat gabungan serupa dengan Sammaniyah. Kubrawiyah dan beberapa tarekat lainnya. pengarang sejumlah kitab-kitab penting berbahasa Melayu. Maroko. yang ternyata merupakan gabungan antara teknik spiritual Khalwatiyah dengan berbagai tekhnik dari tarekat-tarekat lainnya. tarekat Sammaniyah bertemu dengan Tarekat Khalwatiyah. terutama di kalangan para bangsawan Makasar. Ketika pulang ke Indonesia tahun 1670 dia mengajarkan ajaran spiritual. pengamal tarekat Kholwatiyah. Tarekat Tijaniyyah masuk ke Indonesia pada tahun 20-an. Ba’alawiyah. Qadiriyah. Keduanya bersaing dan saling mempengaruhi sehingga pada akhirnya bergabung menjadi tarekat Khalwatiyah Sammaniyah. Maula Sulaiman yang berkepentingan mendekati syekh Ahmad untuk menghadapi pesaingnya dari zawiyah para syarif yang dinilai dapat merongrong kekuasaannya.Dalam pengembaraan ilmiahnya. Tarekat Sammaniyah merupakan gabungan dari tarekat Khalwatiyah. Khalwatiyah. orang orang Indonesia yang bermukim di Arab tertarik dengan ajaran syekh Muhammad bin Abdul Karim as-Samman (w. Dan tarekat ini sekarang mengakar dan banyak diamalkan orang di Sulawesi Selatan. dan keanggotaannya terbatas pada kelompok etnis Bugis saja. Murid syekh Samman yang paling terkenal adalah syekh Abdus Shomad al-Palimbani. dalam usia 80 tahun. orang-orang Indonesia yang bermukim di Arab. Perkembangan yang cukup pesat dari tarekat ini ternyata mampu menyaingi otoritas Utsmaniyyah. Pengikut tarekat Tijaniyah berkeyakinan. sehingga syekh Ahmad dan para pengikutnya dipaksa meninggalkan Aljazair. bahwa tarekat Tijaniyah adalah tarekat yang terbaik. Tarekat Tijaniyyah didirikan oleh Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijani (1150 – 1230 H/ 1737 – 1815 M) yang lahir di ‘Ainu Madi. karena silsilah syekh Samman hanya melalui gurunya yaitu syekh Musthafa al-Bakri. dan banyak mendapatkan pengikut terutama di pulau Jawa dan Madura. Ulama Indonesia yang menyebarkan tarekat ini adalah syekh Nafis al-Banjari dengan karyanya ad-Durrun-Nafis dalam bahasa Melayu. ia menyebarluaskan tarekat ini di Kalimantan. tarekat Tijaniyyah justru berkembang pesat. dan meninggal di Fez. Syekh Nafis al-Banjari juga mengamalkan berbagai tarekat. Syekh Ahmad at-Tijani pindah ke Fez pada tahun 1798. dan hidup disana hingga beliau wafat. sehingga tarekat ini mendapat kedudukan yang kokoh di kesultanan Palembang. Tentang keistimewaan dan keunggulan tarekat ini. syaikh Yusuf al-Makassari banyak memperoleh ijazah dari sejumlah tarekat. Beberapa ulama di Palembang berafiliasi dengan tarekat ini. Ahmadiyah. Walaupun demikian ia telah menjadi sebuah tarekat tersendiri dengan zawiyah sendiri dan dengan pengikut lokal ketika syaikh-nya masih hidup. Tarekat ini berkembang sedikit berbeda dengan ritual tarekat Sammaniyah lainnya di nusantara. Syattariyah. Ketika bangkit gerakan Wahhabiyah yang memusuhi kaum shufi dan membenci pengamal tarekat yang cendrung menjauhi dunia dan suka melestarikan tradisi penghormatan terhadap makam syaik-syaikh mereka. yakni teknik spiritual Tarekat Qadiriyah dan Naqsyabandiyah menjadi unsur utama yang ditambah dengan unsur- . Sesudah syaikh Samman wafat. juga pernah menjadi pengikut Tarekat Dasuqiyah. Bahkan perkembangan tarekat ini semakin pesat terutama setelah mendapat dukungan dari raja Maroko. Khalwatiyah dan Sammaniyah. 1775) ulama Madinah. seperti Tarekat Qadiriyah. Secara formal tarekat ini merupakan salah satu cabang dari Tarekat Khalwatiyah. karena memiliki keunggulan dan keutamaan yang tidak dimiliki oleh tarekattarekat lainnya. Qadiriyah. nanti akan kami jelaskan secara terperinci di dalam buku ini. belajar tarekat ini dari khalifahnya yang bernama Shiddiq bin Umar Khan. bahkan Sultan Palembang telah menyediakan sejumlah dana yang cukup besar untuk membangun zawiyah syekh Samman di Jeddah. Syekh Muhammad Samman mengembangkan cara berzikir baru yang ekstatik dan menyusun sebuah ratib (doa-doa) sendiri. di antaranya adalah Tarekat Naqsyabandiyah. Abad berikutnya. Chistiyah. Di Sulawesi Selatan. ‘Aydrusiyah. Naqsyabandiyah dan Syadziliyah. Naqsyabandiyah.

karena seorang shufi harus mengarahkan perhatiannya hanya kepada wilayah keesaan Ilahi (tauhid). Annemarie Schimmel (w. Tokoh tarekat ini adalah Javad Nurbakhsy yang cukup produktif menulis karya-karyanya. Maulana Jalaluddin Rumi (w. Selain itu. Ia ahli dalam bidang fiqh. (walaupun akhir-akhir ini banyak diamalkan oleh kaum Syiah). tarekat Ni’matullah mempunyai banyak pengikut di Amerika Serikat. budaya. Ribuan orang dibaiat menjadi pengikut tarekat ini dan menjalani latihan berkhalwat di zawiyah tersebut. The Life and Work of Rumi. Dalam tarekat ini. Tarekat ini merupakan satu-satunya tarekat yang didirikan oleh ulama asli Indonesia syekh Ahmad Khatib Sambas (Kalimantan Barat) yang lama belajar di Makkah dan sangat dihormati. penghormatan tanpa prasangka buruk. Bahkan Syaikh Nizomuddin Auliya pernah berkata : “Seorang salik yang tidak memiliki referensi spiritual. yang didirikan oleh syaikh Mu’inad-Din Chisyti (w. tarekat kelahiran Iran yang telah populer. Awalnya. Tarekat Mawlawiyah kelahiran Turki ini dikenal luas. Tokoh lain yang sangat berjasa dalam memperkenalkan Rumi ke dunia Barat adalah Prof. seperti I am Wind You Are Fire. . Dua orang khalifah utama lainnya adalah Kiyai Tolhah dari Cirebon dan Kiyai Ahmad Hasbullah dari Madura. 1273) menjadikan puisi-puisi karangannya sebagai salah satu pusat inspirasi spiritual. dan kebangsaan. Ia mempunyai banyak pengikut dan menjadi guru Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah sebagai tarekat paling populer di Indonesia. yang telah menulis dengan penuh penghargaan dan kebanggaan tentang karya-karya Rumi. tarekat ini berideologi Sunni. sebuah tarekat kelahiran India. 2003). dan khususnya di Persia (Iran). konsep ketuhanan dan amalan-amalan shufi. sehingga setiap orang merasa sama dalam persaudaraan kemanusiaan. Dalam ajarannya. Sedangkan karya Rumi yang lain Fihi Ma Fihi telah diterjemahkan oleh Arberry dengan judul Discourse of Rumi. segala perbedaan dan perselisihan sektarian harus dihilangkan. Tarekat Chisytiyah. baik di tanah kelahirannya maupun di dunia Barat. khalifahnya syekh Abdul Karim dari Banten menggantikannya sebagai syaikh tarekat ini. 1236). sehingga mampu menyatukan para pemeluk dari pelbagai agama dan keyakinan. dan membimbing hati untuk menghimpun berbagai kwalitas dan keutamaan. terutama melalui ‘whirling darvish’ nya. Tarekat Ni’matullohi. Eropa. Sulaiman al-Zuhdi dan Ali Ridho menyebarkan tarekatnya kepada orang-orang Indonesia yang mengunjungi Makkah dan Madinah dalam jumlah yang lebih besar lagi selama abad ke-19. Dengan ‘matsnawi’-nya.unsur tarekat lain. juga pengabdian dan cinta kasih kepada sesama manusia tanpa mempedulikan perbedaan keyakinan. Saat ini. maka kitab Kasyful-Mahjub sudah cukup baginya untuk dijadikan pegangan”. tarekat ini lebih menekankan persaudaraan dan kesetaraan seluruh umat manusia. Ajaran tasawuf harus bertujuan membidik realitas muslim agar dapat dibangkitkan perasaan cinta kasihnya. Dia juga telah menerjemahkan kitab Divani Syam-i Tabriz. tetapi juga menerjemahkan seluruh naskah tersebut (sebanyak 6 jilid) ke dalam bahasa Inggris. Tarekat lainnya adalah Naqsyabandiyah Kholidiyah yang tersebar berkat zawiyah yang didirikan oleh syekh Abdullah al-Arzinjani di Jabal Abu Qubais Makkah. Orientalis yang sangat berjasa dalam memperkenalkan tarekat Rumi ke dunia Barat adalah Reynold A. Hal ini terbukti bahwa para pengikut tarekat Chisyti di India menjadikan kitab ‘AwarifulMa’arif karya syaikh Syihabuddin Abu Hafs Umar Suhrawardi sebagai kitab pegangan mereka. Kitab itu menjadi dasar bagi para guru tarekat Chisytiyah dalam mengajar murid-muridnya. Dengan energi tasawuf inilah. Di tempat ini pula puluhan orang Indonesia menerima ijazah untuk mengajarkan tarekat ini di kampung halamannya masing-masing. yaitu Sulaiman al-Qarimi. Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan salah satu dari dua tarekat yang memiliki jumlah pengikut terbesar di seluruh Indonesia. praktik tasawuf bertujuan menciptakan kepribadian lahiriah yang sangat etis. A Study of The Works of Jalaludin Rumi. Para penggantinya. kitab Khasyful-Mahjub karya al-Hujwiri juga sangat populer digunakan oleh kaum Chisti. baik di negeri Muslim maupun di Barat. Ketika ia wafat tahun 1873. Nicholson yang bukan hanya meng-edit secara kritis semua naskah matsnawi. dan The Triumphal Sun.

. Demikianlah sekilas tentang perkembangan sebagian ajaran tarekat yang masuk ke Indonesia.Terakhir. Kedua kitab ini termasuk bahan rujukan yang digunakan oleh Jam’iyah Ahlith-Thoriqoh Mu’tabaroh An-Nahdliyyah. disebabkan kurang berkembang dan tentunya kurang banyak diminati oleh orang. tarekat Sanusiyah didirikan oleh Muhammad bin ‘Ali as-Sanusi (1787 – 1859). di samping tarekat-tarekat lain yang tidak kami sebutkan. Melalui kitab ini sejumlah tarekat mu’tabaroh disebut dan dijelaskan. Syekh as-Sanusi telah mendirikan sebuah zawiyah di Abu Qubais Makkah. tapi beliau terpaksa meninggalkan Makkah pada tahun 1840 dan kemudian tinggal di sebuah bukit yang bernama Jabal Akhdar di daerah Curenaica. pengarang kitab as-Salsabil ul-Ma’in fit-Tharo’iqil-Arba’in dan al-Masa’ilul-‘Anshar.

dan Fusush al-Hikam. Namun sebelum karya besarnya itu lahir. Kerajaan Islam yang pertama kali berdiri adalah Perlak pada tahun 225 H (abad ke-9 M). karena langsung dari Arab. Karena itu agama yang dibawa oleh para Nabi pada prinsipnya sama apalagi dalam keyakinan al-Challaj.a. Ide ini akhirnya disistemasikan dan ditegaskan oleh Abdul Karim al-Jili (832H) dalam kitabnya al-Insan al-Kamil fi Ma'arifah al-awa'il wa al-Awakhir. Di samping itu semakin meluasnya Islam ke beberapa kerajaan yang besar dan sudah maju ilmu pengetahuan serta kebudayaanya semacam Persia. semua Nabi merupakan emanasi wujud sebagaimana terumus dalam teori chulul-nya. dan daerah yang pertama kali menerima adalah Aceh (Hasymy: 1989:band . 1989:112). seorang ahli sufi falsafi wachdatul wujud. dan sejak wujud Martabat al-Wilayah atau kenabian dalam pemikiran Sufi.Snouck Horgronje mengatakan bahwa watak Islam pada zaman Nabi adalah seperti anak muda yang penuh dengan vitalitas dan kemauan dan hanya dibekali oleh Al-Qur’an dan Sunnah Nabi dalam suatu lingkungan yang terbatas. diutus hingga Nabi Muhamad s.378C. 1. Ide Araby itu dituangkan di dalam buku karyanya Fushushul-Hikam. maka mulailah ajaran Islam kemasukan faham filsafat. gagasan adanya Nur Muhammad itu dituangkan di dalam risalah kecilnya yang berjudul Syajarat alKaun. Menurutnya Nur Muhammad merupakan jalan hidayah (petunjuk) dari semua Nabi.s. maka Islam sudah berakulturasi dengan budaya setempat sehingga lahir pemikiran tempatan yang ‘disesuaikan’ dengan Islam.w. Peranan Ahli Tasawuf dalam Masuk dan Berkembangnya Agama Islam ke Nusantara Timbulnya gagasan Nur Muhammad di dalam kesusastraan Melayu ini tak bisa dilepaskan dengan masuknya Agama Islam ke Nusantara (Melayu ). Ide ini akhirnya masuk dan meluas di kalangan sufi Melayu sejalan dengan masuknya agama Islam ke nusantara. Dengan kata lain Nur Muhamad ialah roh yang nyata dengan rupa para Nabi dan wali sejak Nabi Adam a. bandingkan juga mis. watak Islam ibarat orang dewasa malahan sudah orang tua (Abdul Gani dalam Hasymy ed. Agama Islam yang masuk ke Indonesia pada awal-awal itu masih asli. Ide Nur Muhammad ini merupakan untaian dari tiga ajaran utamanya yaitu chulul dan wachdatl adyan. Ilmu para nabi dan wali adalah suatu pancaran dari Nur Muhamad yang merupakan induk kepada segala yang wujud ini.1983: 24. . . Ide ini didasari oleh ajaran yang dilontarkan oleh Ibnu Araby. Dia menghubungkan dengan konsep manusia sempurna (insan kamil).1985:317). Seminar Masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia di Aceh pada tanggal 10-16 Juli 1978 menegaskan hasil Seminar Sejarah Islam di Medan tahun 1963 bahwa Agama Islam masuk ke Indonesia pada abad I Hijriah yang langsung dibawa dari tanah Arab. Maka boleh jadi yang masuk adalah pengaruh yang aneh maka biasanya akan menjadi tonggak yang akan dikenang orang. Teori Nur Muhammad ini kemudian diteruskan oleh Ibnu Araby (638H/240M) dalam karyanya al-Futuhat al-Makiyyah.Pemikiran Sufistik (Nur Muhammad) Hamzah Fansuri Tulisan ini merupakan kajian tehadap naskah Hikayat Nur Muhammad yang penulis dapatkan dari Koleksi Naskah Musium Pusat Jakarta dengan kode Ml. Hikayat Nur Muhammad adalah sebuah hikayat yang menceritakan tentang Nur Muhammad sebagai awal penciptaan semesta. Akibat perkenalannya dengan pemikiran-pemikiran Yunani. Arnold. Nur Muhamad merupakan asal-usul kejadian semua makhluk yang hidup dan sumber yang terpancar daripada ilmu para Nabi dan wali. Daudy. Bagi Ibnu Arabi. Ide awal paham Nur Muhammad ini adalah dari seorang tokoh sufi kontroversial Al Challaj. Pada zaman Khalifah. sehubungan dengan semakin besar dan jayanya Islam pada abad ketiga Hijriyah dan kemudian diadakan penerjemah besar-besaran terhadap buku-buku hasil pemikiran dan pengetahuan Yunani yang dikenal sudah tinggi khususnya pemikiran filsafat.

1980:15). Selain berkedudukan sebagai mufti dengan gelar Syeikhul-Islam. Malaka. Dia adalah seorang tokoh yang tasawuf wujudiyyah yang telah memperoleh kedudukan tinggi sebagai orang kedua dalam kerajaan Aceh pada masa Sultan Iskandar Muda. pemikiran-pemikiran filsafat juga mistik. Akhirnya ajaran mistik Islam ini sangat mendominansi Aceh. dll. Mereka bukan saja terdiri dari orang-orang Arab tetapi juga orang-orang Persi dan India (Daudy. kerajaan Aceh Darussalam muncul sebagai suatu negara yang kuat dan berkedaulatan di bawah kekuasaan Sultan Ali Mughayat Syah (Daudy. Sifat kehidupan agama dalam kerajaan Pasai pada abad ke-14 -15 sangat didominir oleh ajaran mistik. 1983:2729). Dialah yang menyanggah ajaran wujudiyyah-nya Hamzah Fansuri dan Syamsuddin. Selain itu juga menjadi pusat pengiriman mubalig ke berbagai tempat seperti di Jawa. India.1984:33-34). 1983: 30). Kalau kita mau meneliti secara jujur. Patani. Diduga ajaran tarikat sufi juga telah berkembang dalam jaman itu. dll. Pada abad ke-16 M. penyebaran Islam dilakukan oleh tiga ulama Sufi yaitu Syeikh . 1983:16).juga buku-buku tasawuf yang penting karya Abdul Karim al-Jilli (Insanul-Kalim fil-Ma’rifatil-awakhir wal-awa’il). Sejak jaman Sultan Malik al-Zahir (wafat 1326 M) Pasai telah menjadi pusat studi dan dakwah Islam. Muhammad bin Fadhlullah al-Burhanpuri (at-Tuhfatul-Mursalah ila Ruhin. dilakukan oleh ulama sufi yang bernama Syeikh Abdullah. Aceh kedatangan sufi-sufi dari berbagai negara yang secara langsung menciptakan iklim kehidupan mistik dan melahirkan pemikiran terhadap masalah-masalah keagamaan. Di Patani. Setelah agama Islam masuk di pulau Sumatra. dia juga sering dipercaya Sultan dalam urusan-urusan kenegaraan. maupun Budhisme dan Hinduisme yang saat itu sudah menyebar. Kerajaan Aceh mencapai puncak keemasan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (wafat 1636 M). 1983:22-23). Orientasi kehidupan keagamaan yang lebih berciri kepada ajaran mistik telah memberikan peluang luas bagi ahli-ahli sufi. animisme. maka kita akan berkesimpulan bahwa di tahun-tahun pertama masuknya Islam ke Nusantara jasa terbesar adalah dari golongan sufi. Penyebaran islam ke Kelatan dan Kedah misalnya. Arab. Di istana sering berkumpul para ulama besar Persia. Contohnya adalah Syamsuddin as-‘Sumatrani. peranan Aceh dalam perdagangan semakin menonjol . Ibnu Arabi (Fusushul-Hikam. Keempat kitab itu sangat memainkan peranan pentingnya dalam perkembangan pemikiran agama terutama tentang filsafat mistik wachdatul wujud / pantheisme yang diajarkan oleh Hamzah Fansuri dan Syamsuddin asSumatrani yang dikenal dengan ajaran wujudiyyah dan teori martabat tujuh.Sebagaimana yang dikatakan di atas bahwa Acehlah yang pertama mula menerima Islam karena memang sejak abad ke 1-6 M Aceh telah memainkan peranan penting dalam perdagangan maritim internasional (Daudy .1983:90). terutama setelah lahirnya kerajaan Pasai pada abad ke-13 M (ibid : 10-11). Hubungan dengan India sangat erat sehingga istilah agama seperti gelar Makhdum yang dipergunakan di India untuk guru-guru dan ulama juga digunakan di Pasai. Contoh lain misalnya Syeikh Nuruddin Arraniry yang datang ke Aceh sebelum 1637 M dan yang untuk kedua kalinya (1637 M) diberi kesempatan oleh Sultan Iskandar Tsani sebagai mufti. Peranan ahli sufi semakin menonjol dalam penyebaran agama Islam di kawasan Asia Tenggara setelah Baghdad jatuh ke tangan orang Mongol pada tahun 1258 M. Hampir semua daerah yang pertama kali memeluk Islam bersedia menukar kepercayaan asalnya dari dinamisme. 1983 :26) yang kedatangan mereka itu disambut dengan sangat baik oleh berbagai kerajaan. Mereka dijadikan menjadi penasehat dan mufti (Daudy. ini menunjukan keahlian tokoh-tokoh sufi dalam menyusun sistem dan metode penyebaran yang dengan cara-cara khas mereka (Abdullah. Futuhatul-Makiyyah). Dengan kedudukannya. walaupun ia sangat menyimpang dari ajaran resmi yang diakui dan dihayati kalangan istana dan umum. untuk berdikusi masalah-masalah agama antara lain masalah esoterik.( Daudy.Nabi). menjadikan nya sebagai tokoh mistik yang dihormati dan disegani (Daudy. Itulah yang merupakan faktor yang sangat menentukan jalannya kehidupan dan pemikiran keagamaan dalam kerajaan Aceh Darussalam yang lahir kemudian sekitar abad ke-16 (Daudy.

Keduanya adalah tokoh sufi yang sealiran dengan ulama Hidustan seperti Syeikh Syaifur-Rijal. Syair Dagang. Syair Burung Pingai. Para ahli hampir semuanya mencatat bahwa dia bersama muridnya Syamsuddin.dan ilmu pengetahuan. dan Ruba’i Hamzah Fansuri. . Para wali tersebut termasuk juga para ahli tasawuf (sufi). Syair Sidang Faqir. Penyebaran Islam di Jawa dilakukan oleh para wali yang selanjutnya dikenal dengan sebutan Wali Sanga. Syair Pungguk. Dari Makkah telah datang Al Alim Allamah Syeikh Abdul Khair dan Al-Alim Allamah Syeikh Muhammad Al-Yamin pada sekitar tahun 990H/1582 M (Zainuddin. syirik. Kedua. al-chaqiqatul-muhammadiyah dan wahdatul adyan. yang semua itu didukung oleh rakyatnya. 2. Orang sering menuduhnya sebagai orang yang zindik. berdagang bukanlah menjadi tujuan pokok.1980: 15-20). kerajaan Aceh sangat strategis dalam lalu lintas perdagangan di Asia Tenggara. sultan Aceh yang bernama Iskandar Muda Mahkota Alam Syah sangat mencintai Islam. bagi mereka. sedang dalam tasawuf Hamzah mengikut tarikat Qadiriyah (Abdullah. adalah tokoh yang sefaham dengan sufi ekstrem Al-Challaj dengan faham hulul. hulul. Beliau berdua sangat terpengaruh oleh alam fikiran Ibnu Araby yang terkenal dengan ajaran wachdatul-wujudnya yang oleh penentangnya (misalnya Syeikh Nuruddin ar-Raniry) disebut wujudiyah. Di sini akan penulis paparkan bagaimana pandangan Syeikh Hamzah Fansuri dalam proses terciptanya alam semesta yang ada kaitannya dengan faham Nur Muhammad. Syarbul Asyiqin. alim ulama. Ada orang yang menuduh beliau adalah pengikut faham Syi’ah. Beberapa kitab karyanya antara lain: Asrar al-Arifin fi Bayanil-Ilmis-‘Suluki wat-‘Tawhid. Hal yang selalu disanggah oleh orang atas diri Hamzah adalah karena faham wachdatul-wujud. Pengaruh tasawuf di dalam kehidupan kerajaan Aceh semakin jaya terutama semasa berkuasanya Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam Syah (1606/1607-1636). Kitab Tuhfatul-Mursala tersebut menjadi pegangan kuat kaum sufi yang menganut ajaran martabat tujuh yang kemudian disimpulkan di dalam ajaran wachdatul wujud (Abddulah. Ada pula orang yang mempercayai bahwa dia itu bermazhab Syafi’i di dalam fiqih. 3. Pada saat itu sebagaimana dikatakan di depan. Ajaran lain yang terkenal dari beliau yang juga mempengaruhi pemikiran tasawuf di Sumatera ini adalah ajaran tentang al-chaqiqatul muchammadiyah/ nur muhammad. Alam fikiran sufi yang mempunyai pengaruh luas dan bercorak pantheistik terutama jelas sekali di kalangan ahli-ahli fikir Sumatra Utara semenjak abad ke-16 dan permulaan abad ke-17 Masehi. 1980: 32). ulama-ulama yang menganut faham mistik sangat mendapat tempat yang paling utama. Pada masa itu banyak ulama-ulama intelek yang berdomosili di Aceh. khususnya syair. secara geografis.tt:252). Faham kedua tokoh dari Mekkah tadi disokong olah Syeikh Hamzah Fansuri dan muridnya Syeikh Syamsuddin As-Sumatrani. Sementara itu pada masa dahulu orang Islam memang termasuk orang yang ahli dalam berdagang. Ada dua orang di antara tokoh-tokoh sufi itu yang sangat menarik untuk dibicarakan sehubungan dengan aliran pantheistik ini yaitu Syech Hamzah Fanshuri dan Syech Syamsuddin Sumatrani. Di lapangan sastra.Shafiyuddin. 4. Pertama. Namun. Selain itu Syeikh Fadhlullah al-Burhanpuri yang menulis kitab memperkuat sokongannya terhadap dua Syeikh dari Arab tadi.tt:14-15). Hamzah telah menulis antara lain : 1. 2. tetapi hanya sebagai alat untuk menyebarkan agama Islam (Abddulah. Syeikh Said Barsisa dan Syeikh Gombak Abdul Mubin (Abdulah. Zinatul-Muwahiddin.1990:30). Karya prosanya ini banyak mengingatkan kepada karya Ibnu Araby (Hadiwijono. kafir. dan ittihad.1980 :36-37). sesat dan sebagainya. Gagasan Nur Muhammad di dalam Karya Hamzah Fansuri Nama Hamzah Fansuri di lapangan penyelidikan sastra Indonesia dan para ulama sangat terkenal.

di dalamnya terjadi peninjauan Zat atas diri-Nya sendiri (3) pangkat asap dan awan. yakni setelah ruh idhafi dengan isti’dad asli dengan a’yan tsabitah hilir di bawah kun fa yakun sungai namanya. Tingkatan wachda ini disebut juga ”cahaya Muhammad” (Nur Muhammad) atau “realitas Muhammad” (Chaqiqatul-Muhammadiyah). Pada pembedaan pertama ini Zat Allah menjadi sadar akan diri-Nya sendiri serta memiliki pengetahuan tentang segala daya yang terpendam pada diri-Nya sebagai kesatuan. wachidiyyah. eksistensi (wujud). alam sekalian belum ada. sungai namanya. dan 6. Ruh idlafi. Hakekat sebenarnya dari Zat Allah itu tanpa pembeda-bedaan (la ta’ayyun).15) Tahap-tahap pengaliran/ martabat itu diistilahkan dengan achadiyah. pengamatan (syuhud). tiada yang lain kecuali Dia. arasy dan kursyi belum ada. wachdah. Lebih jauh Hamzah mengatakan dalam Zinatul –Muwahidin : “Adapun ta’ayyun awwal itu ditamsilkan oleh ahli suluk seperti laut. dan cahaya (nur). sebab tak ada ibarat yang bisa dipakai untuk mengurai keadaan Allah. surga dan neraka belum ada. Di dalam beberapa syairnya.tt:30-32). Menyatakan sana ruh Muhammad an. yang ada pada dirinya. Apabila laut itu melepas jadi nyawa.nabi. di dalamnya realitas yang terpendam itu keluar atas perintah ilahi “ fa yakun”. karena ia suci dari pada segala suci (hal. di dalamnya realitas yang terpendam berada sebagai satu kesatuan yang kemudian membagi-bagi diri untuk kemudian mengalir ke luar ke dalam dunia gejala /fenomena ini. Menurut Hamzah. tak ada dahulu atau kemudian. tiada sifat dan tiada nama. laut itu disebutnya sebagai Laut Batiniyyah (Bahrul-Butun). (4) pangkat hujan.tt:26). Allah adalah suatu zat yang Mutlak yang mendahului segala sesuatu sebagaimana dikemukakannya di dalam Asrar Arifin. Di sini berarti bahwa Zat Allah tahu bahwa diri-Nya sendiri yang ada. Pangkat achadyiah disebut juga pangkat la-ta’ayyun (tanpa pembeda-beda). Allah adalah Zat yang Mutlak yang diibaratkan sebagai laut yang tiada berkesudahan (Asrar hal. apa yang pertama? Yang pertama ialah Zat. yakni nyawa ruh idlafi kepada namanya.tt:15). Itulah yang pertama.5. (hal. Syair Ikan Tongkol. semesta alam sana lagi ijmali. Dikatakannya di dalam Syarabul-Asyikin : “Taayyun awaal wujud yang jama’i. yakni apabila alim memandang dirinya. serta (5) pangkat sungai. Apabila sungai itu pulang ke laut. tak bisa diuraikan dengan ibarat. Pada pangkat ini terjadi empat pembedaan yaitu :pengetahuan (ilm). tak ada kanan atau kiri dan seterusnya (Asrar hal 8). Apabila hujan itu jatuh ke bumi. Wachda digambarkan sebagai gerak ombak. Tetapi laut itu maha suci tiada berlebih dan tiada berkurang . asap namanya.yaitu gambaran dunia yang kongkrit ini.14).1980:37) Karya-karya syairnya menunjukan bahwa dia sangat mengenal tasawuf Persia yang bersifat erotis (Hadiwijono. laut yang dalam (Bahrul-amiq) dan laut yang mulia (Bahrul-‘ulyan) (Hadiwijono. yakni ruh idhafi dengan a’yan tsabitah keluar dengan qaul (kun fa yakun) berbagai-bagai. Di tempat lain dikatakan : “Wachdat itulah yang bernama “kamal zati”.Hamzah mengambarkan cara Zat Mutlak itu menjelma (tanazzul) seperti laut (Zinatul-Muwahiddin hal 15) Penjelmaan atau pengaliran ke luar itu terjadi dalam beberapa pangkat atau mertabat yaitu : (1) pangkat laut yang bergerak di dalamnya segala sesuatu tersimpan. Pangkat ini disebutnya sebagai ta’ayyun awwal (pembedaan pertama). “ketika bumi dan langit belum ada. Apabila laut timbul maka ombak namanya. pertama di sana nyata. maklum jadi pada dirinya. itulah bernama chaqiqat Muchammad nabi (hal. Pada-Nya tiada atas atau bawah. Syair Perahu (Abdullah.laut hukumnya. (2) pangkat ombak. Jika keluar sekalian itu tiada ia kurang. Ia tahu bahwa Ia memiliki daya untuk menjelmakan Diri-Nya (Hadwijono. 30).5) Selanjutnya dikatakan bahwa Zat Allah itu tak bisa diibaratkan. tatkala . jika masuk pun sekalian itu tiada ia kurang lebih.

tt:42). Pada pangkat ini realitas yang terpendam yang di dalam pangkat wahidiyya berkumpul sebagai awan. awwalu maa khalaqa Allaahu ta’aala al-‘aql. yakni papan tempat menyurat. atau sebagai lahir dan batin. alam ajsam.Allaahu ta’aala an-Nuur. Pangkat alam mitsal. Alam ini disebut . . Pada pangkat ini realitas Muhammad pada ta’ayyun awwal menimbulkan manusia atau chaqiqat insan. 97) dan bahwa seluruh alam semesta dijadikan dari pada cahaya Muhammad. Pangkat penjelmaan terakhir adalah alam insan. alam insan. Oleh karena itu pada bagian lain disebutkan bahwa Nur Muhammad bersinar dari Zat Allah (Syarabul Asyikin hal. Antara ‘alim dan ma’lum itulah asal cahaya Muhammad pertama-tama bercerai dari pada Zat. Dan pada suatu ibarat “nur” namanya. awwalu maa khalaqa Allaahu ta’aala al-qalam”(hal. Adapun pada suatu ibarat. Alam ini adalah alam cita/ ide. Selanjutnya dari pangkat alam arwah ini menjelma keluar menjadi hujan.itulah bernama “ruh idhafi”. achadiyah.hujan namanya. yaitu dunia yang nampak ini. Ketiga pangkat penjelmaan. maka alam semesta ini tidak akan ada (Asrarul-Arifin hal. . Alam ini merupakan perbatasan antara alam arwah dan alam segala tubuh. pada suatu ibarat ”kalamul-a’la” namanya.19) Di sini dijelaskan bagaimana kedudukan Nur Muhammad. yang dengannya Yang Mutlak mengenal diri-Nya dan kemudian seolah-olah Yang Mutlak bangkit dari lamunan-Nya. Alam ini bercirikan warna seperti alam impian (Hadiwijono:45). serta tak binasa. Di bagian lain (Syarabul-Asyikin hal 52-53) Hamzah menyebutkan adanya pembeda-bedaan ketiga (ta’ayyun tsalis) yang dinamai pula a’yan kharija (realitas yang keluar). dan pada suatu ibarat “lauch” namanya.15). yakni ruh idhafi dengan a’yan tsabitah keluar dari qaul kun fa yakun. wachda. yaitu di dalam dunia gejala ini (Hadiwijono.20) Pada pangkat wachda ini peranannya dalam penjelmaan akali sangat penting. Tempatnya berasal di antara yang mengenal dan yang dikenal (antara Zat yang Mutlak dan dunia).52) Di dalam Asrar Arifin dia mengatakan : “. Sebaliknya Nur Muhammad dijadikan dari pada Zat Allah dan bahwa seandainya tiada cahaya Muhammad.Allaahu ta’aala ar-‘Ruah. semuanya terjadi dalam satu eksistensi Ilahi. Hubungan keduanya itu sama dengan hubungan antara perwujudan dan gambar yang dipantulkan.tt:42) Penjelmaan selanjutnya dikatakan Hamzah: “Apabila awan itu titik udara. Wachda adalah cermin yang memantulkan gambar dari yang Mutlak atau bayang Yang Mutlak. awwalu maa khalaqa. sedemikian rupa sehingga Zat yang Mutlak itu tampak di dalam dunia gejala. Wachda adalah pangkat penilikan diri dari Zat yang Mutlak. berbagai-bagai (Zinatul-Muwahidin hal. Maka ketiganya disebut sebagai “Maratib-ilahi” (Hadiwijono.itu bernama “ruh idlafi”(hal. Oleh karena itu pangkat ini disebut juga alam arwah. Pangkat selanjutnya adalah wachidiyya yang disebut juga pembeda-bedaan kedua (ta’ayyun tsani). sekarang mengalir ke luar sebagai roh. Ia disebut juga “nur Muhammad” (Hadiwijono. karena itulah maka sabda Rasullulah: ”awwalu maa khalaqa. adalah pangkat penjelmaan di mana pembagian rohaniah adalah suatu kenyataan. wachidiyya.tt:47).’ilm yang melihat maklumat itu. yakni cahaya.dan pada saat ibarat : “aqlul-kulli” namanya[yakni] perhimpunan segala budi. yakni nyawa bercampur . Pengertian a’yan kharija menunjukkan bahwa penjelmaan ini dan penjelmaan berikutnya terjadi di luar Zat yang Mutlak. chaqiqat Muchammad saw. sifatnya bisa dilihat. Wachda adalah logos. air dan sungai yang terkenal dengan pangkat-pangkat alam mitsal. Alam Ajsam atau alam segala tubuh adalah dunia yang terdiri dari anasir yang halus yang tak bisa diamati oleh indera. Nur Muhammad adalah pengetahuan(‘ilm) yang melihat kepada ma’lum atau ide. Sebagaimana diketahui bahwa penjelmaan ada dua yaitu penjelmaan yang terjadi dalam diri Zat yang Mutlak yang sifatnya akali dan penjelmaan yang terjadi di luar Zat yang Mutlak. yakni kalam yang maha tinggi.

menurut teori tersebut. Mustari (Yupiter). Dia menolak teori emanasi atau faidh-nya Al-Farabi. Dari sebab pengaruh falak Aba’ kepada empat unsur (Ummahat) itu lahirlah berturut-turut imadat. Dari Nur Muhammadlah Zat yang Mutlak bersinar. dan tanah. Ia adalah esa pada dzat (hakikat). Rupanya hal ini kurang disadari olehnya (Daudy. Ketika itu yang bertindak sebagai mufti Aceh adalah Syeikhul-Islam Syamsuddin as-Sumatrani yang menganut paham “wujudiyyah”. Pangkat penjelmaan terakhir adalah alam insan. Oleh karena itu.juga alam manusia sempurna (alam insan al-kamil). air. yang pada hakikatnya sama dengan teori emanasi dari al-Farabi. Pernyataan-pernyataan Hamzah ini mengingatkan kita kepada pemikiran Ibnu Araby dan filsafat emanasi dalam Neo-Platonisme. Selain sebagai ulama dan mufti di istana. sejarah. Asrar al-Insan fi Ma’rifatir-‘Ruh war-‘Rahman. Tudjimah telah mencatat paling tidak terdapat 29 hasil karya Syaikh Nurrudin. Nuruddin juga seorang penulis yang sangat produktif. melimpah dengan sendirinya tanpa iradahNya. nabatat. Sebelum tahun 1637 M. yaitu dari Zat yang Mutlak (Achadiya). Demikianlah penjelasan Hamzah Fasuri tentang tanazzul (mengalir ke luar)-nya Zat yang Mutlak. Bustanus-‘Salatin fi Dzikril-Awwalin wal-Akhirin Lathaiful-Asrar. karena akan membawa kepada pengakuan bahwa alam ini qadim sehingga jatuh kepada syirik. 1984: 124126). Zuhara (Venus). Ketujuh pangkat penjelmaan yang selanjutnya sering disebut teori martabat tujuh itu sebenarnya bisa dirangkumkan menjadi tiga pangkat. Sultan ini memberi kedudukan yang sangat baik kepadanya. mistik. Dia diberi kesempatan untuk menyanggah faham “wujudiyyah” dari Hamzah Fansuri dan Syamsuddin (Daudy. hakikat alam ini dijadikan Allah melalui tajalli. dengan lahirnya . melimpahlah “akal kedua” dan falak (bandingkan dengan konsep Al-Farabi). Nuruddin datang ke Aceh untuk kedua kalinya pada tahun 1047 H (1637 M). kedatangannya yang pertama kali itu tidak mendapat sambutan dari Sultan Iskandar Muda. Dari Nur Muhammad pula asal segala kejadian alam ini. Kursyi. ia pernah datang ke Aceh. dll (Daudy. Selanjutnya dari kejamakan akali dalam dzatnya. Dia adalah seorang sarjana India keturunan Arab yang dilahirkan di Ranir (Rander) di daerah Gujarat. beliau yang juga penganut teori tajalli telah mengatakan adanya a’yan tsabitah sebagai sesuatu yang qadim. Syam (Matahari). Tibyan fi Ma’rifatil-Adyan. Urut-urutan falak itu adalah Arasy. Mirrih (Mars). Utharid (Mercurius). Namun demikaian. Hilludz’Dzill. perbandingan agama. dan Qamar (bulan). filsafat. Alam ini disebut juga alam manusia sempurna (alam insan al-kamil). Namun. Segala fenomena dan peristiwa yang terjadi di ala mini disebabkan oleh tajalli Allah yang senantiasa terjadi pada setiap saat dan waktu.4. baik sebagai kesatuan maupun sudah terinci (wahda dan wahidiyya). dan hayawanat. api. seperti cahaya yang melimpah dari matahari. Dia menulis kitab dari berbagai cabang ilmu pengetahuan seperti fikih. Syeikh Nuruddin dalam Asrar al-Insan halaman 34-35 mengatakan bahwa yang mula-mula dijadikan Allah adalah “aAkal pertama” yang disebut juga hakikat Muhammad atau Ruh A’dzam. Akhbarul-Akhirat fi Ahwalil-Qiyamah.3 Nur Muhammad dalam Pandangan Syeikh Nuruddin Ar. Jumlah semua akal ada sepuluh dan jumlah falak ada sembilan. bintang Zuhal (Saturnus). pangkat penengah di mana realitas yang terpendam (a’yan tsabita) timbul. Teori tersebut juga menafikan kekuasaan Allah karena alam ini. hadits. tetapi banyak dari segi pengertian akal. 4. yaitu realitas keluar (a’yan kharija). dll. ia berfungsi sebagai sebab dan relasi. Kesembilan falak tersebut disebut Aba’ (bapak). dan pangkat dunia gejala. antara lain Shiratal-Mustaqim. Di bawahnya ada Ummahat (ibu) yang terdiri dari empat unsur yaitu udara. 1984 : 35-39). 1984 47-98) Menurut Syeikh Nuruddin. yaitu dunia yang nampak ini.Raniry Nama lengkapnya adalah Nuruddin Muhammad bin Ali bin Hasanji bin Muhammad ar-Raniry alQuraisy al-Syafi’i. Yang terakhir ini adalah manusia. Nuruddin adalah seorang Syeikh dalam tarikat Rifa’iyyah. Dia menempatkan Nur Muhammad sebagai penghubung/ perantara antara Zat yang Mutlak (Tuhan) dengan dunia. pada zaman Sultan Iskandar Tsani. Dalam disertasinya tentang Asrar al Insan fil-Ma’rifatir-‘Ruh war-‘Rahman (1961).

Jadi yang berpindah bukanlah cahayanya tetapi bekasnya (atsar) yang dapat menyalakan banyak pelita. Dia juga mengatakan dalam Asrar-al-Insan halaman 147 bahwa yang dimaksud dengan Insan Kamil adalah manusia yang dalam dirinya telah memiliki hakikat Muhammad atau Nur Muhammad atau ruh Muhammad sebagai makhluk awal mula dan sebab bagi terciptanya segala mahluk. 159) “ Jikalau tiada karena engkau. Dan dari arwah segala nabatat itu arwah segala jamadat (Daudy. Oleh karena itu ia adalah sebab bagi segala yang ada dan yang tidak ada. yang berakhir kepada bentuk Nabi penutup. 47) “Adalah aku Nabi. Ibrahim. terjadinya arwah dari ruh Nur Muhammad adalah seperti pelita (dian) yang darinya dapat dinyalakan beribu-ribu pelita lain. Nur Muhammad sebagai Qalam Allah yang sama sifatnya dengan sifat Allah. Menurut Nuruddin. Dan dari arwah segala awliya’ itu itu arwah arwah segala mukmin. Dalam Asrar al-Insan halaman 40. beliau menjelaskan proses terjadinya Nur Muhammad. Dan dari pada segala arwah segala mursal itu arwah-arwah segala anbiya’. Dan satu hadis lain : “Jika bukan karenamu (Muhammad). Jadi. ya Muhammad. Ia yang mula-mula melimpah (tajalli) dari Allah dan meneruskan limpahan itu kepada akal-akal di bawahnya. 125-126) Hadis-hadis di atas menyatakan bahwa Nabi Muhammad atau Nur Muhammad telah dijadikan sebelum alam ini. Dan dari segala arwah anbiya’ itu arwah segala awliya’. Ia adalah juga permulaan dan kesudahan segala makhluk (Daudy. lalu Allah berfirman kepadanya dengan firman ciptaan “Kun”. Nuh. tidaklah aku jadikan alam ini”. dianggap sebagai hadis palsu) antara lain : “ Pertama-tama dijadikan Allah Ta’ala itu cahayaku. Nuruddin mengatakan bahwa sebagai hakikat Muhammad. Nur itu kadim lagi azali. dan di dalam Asrarul-Insan halaman 29. Dikatakan bahwa Nur Muhammad itu tercipta sebagai hasil kerinduan Allah terhadap Dzat-Nya. Dan dari arwah segala munafik itu arwah segala kafir. Dia mendasarkan pendapatnya dari sebuah hadis Nabi yang artinya : “Yang mula-mula dijadikan Allah adalah nurku “ (dalam riwayat lain ruhy)”. niscaya tiada kujadikan segala alam ini (Jawahir hal. Pendirian Nuruddin tentang asal-usul jiwa manusia ini sangat erat kaitannya dengan teorinya tentang nur atau ruh Muhammad. dan dari arwah segala jin dan syaitan itu arwah segala hayawanat. dan pada riwayat lain rukhy (AsrarulInsan hal. Untuk memperkuat pendapat-pendapatnya. Nur Muhammad selalu berpindah-pindah dari generasi ke generasi berikutnya dalam berbagai bentuk para nabi seperti Adam. Dia tercipta sebelum adanya dalam bentuk sebagai seorang Nabi Insani (fisik). 1984: 156-157). termasuk segala ruh makhluk ini dijadikan dari Nur Muhammad. 37-38 sebagai berikut: “ Tatkala jadilah Nur Muhammad Saw dari pada Adam kepada wujud maka dijadikan Haqq ta’ala dari pada nur itu arwah segala ‘ulul-azmi itu segala mursal. Dan syaitan. dan Adam antara air dan tanah (Jawahir hal.manusia maka sempurnalah penciptaan alam seluruhnya (Daudy. 1984: 157). Nuruddin berpendapat bahwa alam beserta isinya. “akal pertama” menduduki tempat yang sentral dalam alam ini. Muhammad saw. Dan dari segala arwah segala hayawanat itu arwah segala nabatat. Di dalam Jawahir halaman 124. Oleh karena kerinduan itu timbullah citra rinduan (shuratul-ma’syuq) pada ilmu-Nya. 1984: 126-127). maka lahirlah Nur Muhammad (Daudy. Munculnya segala arwah dari nur Muhammad bukan berarti bahwa Nur Muhammad terdiri dari bagianbagian yang dapat berpindah kepada makhluk lain. Nur itu berpindah kepada para wali (awliya’) dan berakhir kepada wali penutup (khatamul-awliya’). Seterusnya Nur itu berpindah kepada para Imam di kalangan Syi’ah Imamiyah dan berakhir pada Imam Mahdi Al-Muntazar. dll. 1984: 127-128). Musa. Di kalangan kaum tasawuf. Dia melukiskan dalam Jawahirul-Ulum fi Kasyfil-Ma’lum halaman 125. Nuruddin juga mengutip beberapa hadis (yang menurut para ulama ahli hadis. yakni Nabi Isa yang . Dan dari segala arwah segala mukmin itu arwah segala munafik. Di halaman 39.

1986: 171).van Ronkel. Nur Muhammad dilihat oleh Allah yang membuat ia malu dan sujud lima kali. Nur Muhammad sujud kepada Allah selam 70. 2. Jadi pada “Insan Kamil” terhimpun segala yang Ilahi (Asrar hal 59-61). sama betul dengan Qissai-Muhammad Hanif dalam bahasa Parsi. yang sependapat pula dengan Dr. Menurut Nuruddin (dalam Daudy. Al-Bathin. bulan. bila yang terlihat adalah keningnya. Nur Muhammad/ ruh Muhammad adalah hakikat pertama yang mula-mula lahir dalam ilmu Allah (ta’ayyun awwal) yang lahir dari tajalli dzat atas dzat. Nama judul dalam bahasa Melayu adalah Hikayat Muhammad Hanafiyah. S. Nur Muhammad dilukiskan sebagai burung merak. Selain yang masih berupa naskah yang jumlahnya tidak sedikit. pada bab I halaman 2-10. ia akan menjadi penulis’ dan seterusnya. Bandingkan dengan konsep Insan al-Kamil dari Abdul Karim al-Jilli. Nur Muhammad berpeluh.000 tahun serta mengucap tasbih. Bial Arwah melihat kepala Nur Muhammad. Kesejajaran antara keduanya itu terlihat pada : 1. Itulah sebabnya ia diwajibkan untuk sembahyang lima kali sehari semalam. Hal ini dikarenakan alam syahadah adalah semata-mata merupakan wadah kenyataan bagi nama allah Al-Achir.. Alam ini diciptakan karena Nur Muhammad. Diceritakan bahwa Nur Muhammad adalah makhluk pertama yang diciptakan Allah ta’ala. Oleh karena itu hakikat atau nur Muhammad merupakan “ hakikat jami ” yang menghimpun segala yang haq.5. 4. di sini akan penulis kemukakan pengaruh faham Nur Muhammad di dalam sastra Melayu dalam arti belles letters. L. matahari. Jadi jika sebagian-sebagian alam ini hanya merupakan wadah tajalli bagi sebagian asma Allah dan sifatnya. Peluh itu ada yang menjadi malaikat. beliau menceritakan tentang kejadian Nur Muhammad. 1986:1982). HMAH juga telah ada yang dikerjakan oleh Ali Bahai dicetak di Singapura (Dipodjo. “Insan Kamil” merupakan cermin bagi Allah untuk melihat kesempurnaan diri-Nya. Dari itu “Insan Kamil” merupakan mikrokosmos (alam saghir) sedangkan alam semesta ini adalah makrokosmos (alam kabir). Selain itu riwayat kejadian Nur Muhammad ini terdapat pula di dalam Hikayat Muhammad Ali Hanafiyah dan Hikayat Syah I Merdan Juynboll (1899 : 202). ia akan menjadi khalifah atau raja. F.1 Nur Muhammad di dalam Hikayat Muhammad Ali Hanafiyah Di dalam katalogus Ph. Ph. maka wadah kenyataan bagi tajalli nama Allah yang menghimpun segala nama dan sifat hanyalah pada “Insan Kamil”.5 Paham Nur Muhammad terjalin dalam Kesusastraan Melayu Setelah penulis membicarakan pengaruh faham Nur Muhammad di dalam sastra kitab /mistik. yang telah ditransliterasikan oleh Djamaris (1983). 1982: 36-40). 1984: 187-188). Hikayat ini mula-mula diminta oleh orang-orang Malaka ketika menantikan serangan orang Paringgi untuk dibacanya agar mendapatkan semangat bertempur pada pagi harinya. sedangkan a’yan tsabitah adalah wadah kenyataan dari Allah: Alawwal. lauh. behwa HMAH dalam sastra Melayu itu merupakan terjemahan langsung dari Parsi. dll. van Ronkel (1909: 250-254) naskah Hikayat Muhammad Ali Hanafiyah (selanjunya disebut HMAH) tercatat delapan naskah. Pada . Ia ditempatkan oleh Allah di pohon syajaratul-yaqin. Karena malunya dilihat Allah. Banyaknya persamaaan dalam teks bahasa Melayu itu dengan mudah dapat dikembalikan ke dalam bahas Parsi (Dipodjojo. arsyi. Brakel telah membicarakan HMAH ini dalam The Hikayat Muhammad Hanfiyah (1975). 1984: 185-186).S. kursyi. 3. yaitu Hikayat Nur Muhammad. Dalam kitabnya Akhbarul-Akhirat fil-Ahwalil-Qiyamah. Di sini tampak sekali pengaruh Al-Jilli pada Nuruddin. Pembagian atas bab antara keduanya sama. Ada dua teks yang yang akan penulis ambil sebagai contoh. bermacam-macam derajat orang tergantung dari apa yang dilihatnya dari Muhammad (Djamaris. Selanjutnya “Insan Kamil” juga sebagai pengikat semesta alam. Adz-‘Dzahir.akan turun pada akhir zaman (Daudy. 4. Akhirnya semua arwah diperintahkan Allah untuk melihat Nur Muhammad. Menurut Brakel.

rumah Siti Aminah ada cahaya yang memancar sampai ke langit.5. madi. Ketiga martabat itu juga adalah Allah. sedang yang diketahui adalah Allah Ta’ala. air. para wali dan para Arifin (orang yang bijaksana). Disuruh-Nya malaikat Jibril mengambil inti bumi. 1986: 170). Diceritakan bahwa ada seorang wanita kaya dari Syiria bernama Fatimah ingin bersuamikan Abdullah. Tetapi maksud itu kandas setelah mengetahui lembaga nabi itu telah berpindah ke rahim siti Aminah yang telah lebih dahulu diperistri Abdullah. Hooykaas (1947:125) dimasukkan ke dalam “Het Boek mit Indische Fantazie”. 3. Muhammad. Wachidiyya. Jalan ceritanya pada garis besarnya mirip dengan cerita Jawa yaitu Angling Darma (Atja. Muhammad ali Hanafiyah adalah pahlawan kebanggaan kaum Syi’ah.2. 2. suatu cahaya kenabian yang ada pada setiap Nabi. Selanjutnya oleh Tuhan diciptalah ruh para Nabi. Nur adalah cahaya Muhammad /Nur Muhammad yang cahayanya itu terangnya Muhammad. Sembahyang itu lahir dari pada Allah Ta’ala. sementara yang terang itu adalah Muhammad karena diterangi oleh Allah Ta’ala. maka akhirnya Sultan pun berkenan meminjamkan. Terang itu adalah ilmu Muhammad. Isi HMAH secara garis besar isinya adalah : 1. Sholat subuh dilaksanakan dua rekaat karena asal-usul sifat Muhammad .mulanya permintaan itu ditolak oleh sultan Ahmad dan Sultan hanya berkenan meminjamkan Hikayat Amir Hamzah. Cerita Nur Muhammad. melalui para Nabi yang lain sampai kepada Abdullah bin Abdul Muttalib (ayah Nabi Muhammad saw). 1966:31-32). Hikayat ini berisi pula ajaran soal-soal keislaman yang dikemukakan dengan tanya jawab antara Syeikh Lukmanul-Hakim dan Syah Merdan. Nur Muhammad di Dalam Hikayat Syah I Merdan Hikayat Syah I Merdan (HSM) oleh C. Cerita tentang Nabi Muhammad dan kejadian-kejadian yang dialaminya. istrinya menyendiri dan mengingat Allah. yaitu wujud. dahi Abdullah seakan-akan bercahaya bagai bintang Yahro. karena sudah tersimpan pada haq Allah Ta’ala. Ketika Muhammad akan lahir. Ketika Muhammad lahir. Lembaga Nabi itu turun terus menerus sejak Nabi Adam a. yaitu pengetahuan akan Allah Ta’ala. yang menuntut balas akan kematian saudara-saudaranya yang terjebak tentara musuh di Karbela. Hal itu dapat ditemukan pada Sejarah Melayu cerita yang ketiga puluh empat (Dipodjojo. Menjelang kelahiran Nabi Muhammad. 4. mani. Inti ceritanya berpusat pada tokoh Muhammad Ali Hanafiyah. sembahyang Lohor itu empat rekaat karena kenyatan Allah Ta’ala tu empat perkara. manikam. syuhud dan nur (bandingkandengan konsep Nuruddin di atas). 1986:160). yakni Nabi Muhammad. Sembahyang Isya’ itu empat rekaat karena empat perkara yaitu wadi. Adapun syuhud itu adalah himpunan ilmu dan sifat pada hati kita. saudara Hasan dan Husein putra Ali bin Abi Thalib lain Ibu. dan Adam. Yang ada itu Allah Ta’ala dan yang nyata itu Muhammad. yakni Allah yang ada. dan yang mengetahui itu Muhammad. Wachda. Cerita tentang Ali sejak memegang pemerintahan dan keturunan Ali sampai meninggalnya Muhammad Ali Hanafiyah. rumah Siti Aminah tertutup rapat sehingga orang lain tidak dapat masuk ke rumah tersebut (Dipodjojo. Inti bumi itu dijadikannya sebagai “lembaga nabi”. cerita penciptaan Nabi Adam sampai menjelang kelahiran nabi Muhammad saw. berkat wali Allah. Dalam perbincangan kedua orang itu mengenai sembahyang dikatakan bahwa sembahyang itu sifat Nabi. angin. tetapi karena permohonan itu dengan sangat. Cahaya itu padam setelah Abdullah beserta Siti Aminah. ilm.s. Sembahyang Maghrib itu tiga rekaat karena tiga peringkat / martabat penjelmaan Tuhan yaitu Achadiya. Dalam hikayat tersebut cerita dimulai dengan uraian bahwa Tuhan menciptakan Nur Muhammad. Sembahyang Asar itu empat rekaat karena asal manusia itu dari empat perkara yaitu api. Adapun ilmu itu mengetahui. HSM juga menceritakan terjadinya bermacam-macam mahluk yang berasal dari karena Allah menilik . dan tanah.

Setelah menerima ijazah tarekat Qadiriyah dari Syekh Nuruddin. Syattariyah. 1979 Kuala Lumpur: Fajar Bakti Sdn. watafadhdhala alayhi bi’l rutbati lulya fasara fil ardhi khalifatuhu. Syekh Yusuf mencari ilmu di tempat lain. Syekh Yusuf sendiri dapat mengajarkan beberapa tarekat sesuai dengan ijazahnya. pergilah ia ke Aceh dan menemuinya. Subhanalladzi tafarradha bil-uluhiyati. dan Bone. Karena sangat malunya keluarlah peluh dari dari Nur Muhammad. Di usianya ke-15.3. Ia diajar mengaji Alquran oleh guru bernama Daeng ri Tasammang sampai tamat. Syekh Nuruddin ar Raniri. berguru pada Sayed Syekh Abi Abdullah Muhammad Abdul Baqi bin Syekh al-Kabir Mazjaji al-Yamani Zaidi al-Naqsyabandi.5. Maka tatkala Ia hendak menyatakanketahuannya . dan tiada hajat bagi-Nya. Ia sempat singgah di Banten dan sempat belajar pada seorang guru di Banten. Walamma arada azhara rubbuiyatihi fakhalaqa nura habihi. maka dijadikannya Nur kekasih-Nya dan daripada nur itulah dijadikan segala anbiyak. Wastafa minhum Adama liyuzhira nurahu. wala syarika lahu.undip. maka dikembalikannya pula. Dan Ialah tuhan yang abadi. Maka dijadikannya segala makhluk. (halaman 2) http://staff. melalui karangan-karangannya. dan lagi akan difanakannya segala makhluk. dan dianugerahinya akan dia maratabt yang tinggi. dan tiada sesuatu juapun kemudian-Nya. Ba'alawiyah. Namun dalam pengajarannya. Nur Muhammad di dalam Sejarah Melayu edisi Shellabear. Syekh Yusuf meninggalkan negerinya. Syekh Yusuf tidak pernah menyinggung pertentangan antara Hamzah Fansuri yang mengembangkan ajaran wujudiyah dengan Syekh Nuruddin Ar-Raniri dalam abad ke-17 itu. Wa akhrajahu minal jannati kaana fiihi chikmatahu.pada Nur Muhammad dengan tilik kodrat-Nya. adalah dalamnya hikmatnya. dan dipaerangkatnya martabatnya.G.ac. Beliau ke Arab Saudi melalui Srilanka. tsumma yu’iduhu. wamn dzalika’l-nuri khalal’l anbiya’a wa fara’a rutbatuhu. Ia . Dari peluh itulah terjadi berbagai kejadian yang berwujud segala makhluk. kemudian dijadikannya. Maha suci bagi Allah yang tinggi ketuhanannya dan tiada sekutu baginya. W. Seperti tarekat Naqsyabandiyah. Syekh Yusuf berusaha ke Timur Tengah. wayufni’l khala’iqa ba’da khalqihi.id/sastra/fauzan/2009/07/22/pemikiran-sufistif-nur-muhammad-hamzah-fansuri/ SYEKH YUSUF AL MAKASARI Syekh Yusuf berasal dari keluarga bangsawan tinggi di kalangan suku bangsa Makassar dan mempunyai pertalian kerabat dengan raja-raja Banten. yang mendirikan pengajian pada tahun 1640. Saat ia mengenal ulama masyhur di Aceh. falidzalika sajada ‘l malakitau kulluhum lahu. 4. Gowa. Di Arab Saudi. Gowa. mengunjungi ulama terkenal di Cikoang yang bernama Syekh Jalaluddin al-Aidit. Daripada anbiya’ itu Nabi Allah Adam supaya menyatakan nur kekasihnya. Dan dikeluarkannya ia dari dalam surge. dan Qadiriyah. Bhd Di dalam Sejarah Melayu dibicarakan juga Nur Muhammad ini sebagai pembuka cerita. Pada Pasal pertama dikisahkan sebagai berikut. mula-mula Syekh Yusuf mengunjungi negeri Yaman. menuju pusat Islam di Mekah pada tanggal 22 September 1644 dalam usia 18 tahun. Syekh Yusuf sejak kecil diajar serta dididik secara Islam. lagi senantiasa adanya. maka dari kerana itulah sujud sekalian malaikat akan dia. maka jadilah ia akan khalfahnya di bumi.

bukan hanya untuk menciptakan keseimbangan antara duniawi dan ukhrawi. disebut dalam lontara versi Gowa berupa ungkapan (dalam bahasa Makassar): tamparang tenaya sandakanna (langit yang tak dapat diduga). Syekh Yusuf pergi ke negeri Syam (Damaskus) menemui Syekh Abu Al Barakat Ayyub Al-Khalwati Al-Qurasyi. berguru pada syekh terkenal masa itu yaitu Syekh Ibrahim Hasan bin Syihabuddin Al-Kurdi Al-Kaurani. Dorongan berbuat maksiat dipengaruhi oleh kecenderungan mengikuti keinginan hawa nafsu semata-mata. Hawa nafsu itulah yang menjadi sebab utama dari segala perilaku yang buruk. Tahap pertama yang harus ditempuh oleh seorang murid (salik) adalah mengosongkan diri dari sikap dan perilaku yang menunjukkan kemewahan duniawi. Mungkin bobot ilmu seperti itu. beliau ke Mekah menunaikan ibadah haji. Melihat jenis-jenis alirannya.html . diperoleh kesan bahwa Syekh Yusuf memiliki pengetahuan yang tinggi.blogspot. Cara-cara hidup utama yang ditekankan oleh Syekh Yusuf dalam pengajarannya kepada muridmuridnya ialah kesucian batin dari segala perbuatan maksiat dengan segala bentuknya. karena hal ini akan memberi tujuan hidup itu sendiri. dan kappalak tenaya gulinna (kapal yang tak berkemudi). masih di negeri Yaman. meluas. Dengan demikian Syekh Yusuf mengajarkan kepada muridnya untuk menemukan kebebasan dalam menempatkan Allah Yang Mahaesa sebagai pusat orientasi dan inti dari cita. Gurunya ini memberikan ijazah tarekat Khalwatiyah setelah dilihat kemajuan amal syariat dan amal Hakikat yang dialami oleh Syekh Yusuf. menemui Syekh Maulana Sayed Ali. Ajaran Syekh Yusuf mengenai proses awal penyucian batin menempuh cara-cara moderat. Perjalanan Syekh Yusuf dilanjutkan ke Zubaid. Melainkan hidup ini harus dimanfaatkan guna menuju Tuhan. dan mendalam. Setelah tiba musim haji. http://sufiroad. Gejolak hawa nafsu harus dikuasai melalui tata tertib hidup. Dari gurunya ini Syekh Yusuf mendapatkan ijazah tarekat Al-Baalawiyah. Hidup.dianugerahi ijazah tarekat Naqsyabandi dari gurunya ini. yaitu keinginan memperoleh kemewahan dan kenikmatan dunia. Kehidupan dunia ini bukanlah harus ditinggalkan dan hawa nafsu harus dimatikan sama sekali. disiplin diri dan penguasaan diri atas dasar orientasi ketuhanan yang senantiasa melingkupi kehidupan manusia. Namun. Dari Syekh ini diterimanya ijazah tarekat Syattariyah. Dilanjutkan ke Madinah. kehidupan ini harus dikandungi cita-cita dan tujuan hidup menuju pencapaian anugerah Tuhan.com/2008/11/syekh-yusuf-al-makasari. Belum juga puas dengan ilmu yang didapat. langik tenaya birinna (langit yang tak berpinggir). dalam pandangan Syekh Yusuf.

1983). juga memakai bahasa Melayu. (Jakarta: Rajawali Pres. Syair Perahu karangan Hamzah Fansuri yang berisi pandangan tasauf telah dikarang dalam bahasa Melayu.Raniry yang Dimana Sunan Kalijaga. Ahmad Daudy. Ketika itu. 1045-1086 H (1641-1675 M). C. Syekh Nawawi al-Bantani. aris heru utomo's blog . yang ar. Sunan Bonang. Sunan Kudus. Syekh Arsyad al-Banjary dan Syekh Nuruddin ar. 3.Raniry yang merupakan peletak dasar-dasar pesantren di Indonesia pun masih berpegang kuat dalam menganggap buruknya selamatan kematian itu. aristianto .  Syarah Ruba'i Hamzah Fansuri (Kitab Filsafat. Aceh juga . negarawan.Raniry yang merupakan peletak dasar-dasar pesantren di Indonesia pun masih berpegang kuat dalam menganggap buruknya selamatan kematian itu. Justeru itu aku agak tertanya. Sanggar Altar Semua Cerita tentang Senandung Oom Koko . Syekh Arsyad alBanjary dan Syekh Nuruddin ar. selain sempat diperintah beberapa Sultan terkemuka. Banda Aceh : Ar-Raniry Amin AR..  Mir'atul Muhaqiqin (Tarikat dan Wihdatul Wujud). Syeikh Nuruddin Ar-Raniry Syeikh Nuruddin Ar-Raniry.There are some information about Syekh’s argument it seemed that far before Nuruddin ArRaniry see: Ahmad Duli. Adapun penghidangan makanan yang dilakukan keluarga mayit (dengan tujuan) mengundang manusia ke acara tersebut..  Risalatul Wahhab (Ilmu Tauhid). CV. .“Dan beliau juga ditanya tentang seorang laki-laki dan Sunan Muria (kaum abangan) berbeda pandangan al-Bantani. M. yaitu Surat Keterangan Syekh know by name. karya Nuruddin Ar-Raniry. Sunan Giri dan Sunan Drajat (kaum putihan). Jika benarlah Syekh Nuruddin Syekh Ahmad Zarrouq 4433 reads A. Pemikiran Nurdin Ar Raniry perjalanan tentang. 1983 'Studi tentang sistim da'wah tarekat 1983 Allah dan manusia dalam konsepsi Syeikh Nuruddin arRaniry. seorang ulama besar. Hanya di fikiran manusia karya ulama terkenal Syekh Nuruddin Ar cukup menghormati pandangan-pandangan Ibnu Arabi. idem. Reads: 482Syekh Nawawi al-Bantani. Senzei Blogsebagaimana kita ketahui bukti . yang menjadi Qadhi Malikul Adil masa Sultan Iskandar Tsani dan Ratu Safiatuddin. Syeikh Nuruddin ar-Raniry yang menjadi mufti Kerajaan Aceh Darussalam masa kekuasaan Iskandar Tsani (1045 -1050 M) mengeluarkan fatwa dalam bentuk syair berikut.  Thanbihullah (Akhlak). maka sesungguhnya perbuatan tersebut bid'ah. (Jakarta Diskusi Tentang NII Dgn Agung Y From: alchaidar. AR SAHABAT ALAM DAN MANUSIA . dan juga buku sejarah 1961). berdasarkan perkataan Jarir bin Abdillah: “Kami (para sahabat) menganggap kegiatan berkumpul di rumah AR JUNAEDI . Pemikiran di Indonesia saat ini. Sunan Gunungjati dan Sunan Muria (kaum abangan) berbeda pandangan mengenai adat istiadat dengan Sunan Ampel.Raniry yang merupakan peletak dasar-dasar pesantren di Indonesia pun masih berpegang kuat dalam menganggap buruknya selamatan kematian itu. Syamsuddin of Pasai. (Jakarta: Bulan Bintang. Allah dan Manusia Dalam Konsepsi Nuruddin al-Raniry. Salam Indonesia . Karya dan Sanggahan Terhadap Wujudiyyah di Aceh). menguraikan karya sastra Ruba'i Hamzah Fansuri). Asar al Insan fi Ma`riah wa Rahman. telah. Sunan Kalijaga mengusulkan agar adat istiadat lama Syekh Nawawi al-Bantani. Rajawali Jakarta). Allah dan Manusia dalam Konsepsi Syeikh Nuruddin ar-Raniry. Syekh Arsyad al-Banjary dan Syekh Nuruddin ar. dijelaskan dalamKitabul Martabah (Filsafat dan Nilai-nilai Manusia). Apa yang Mempengaruhi Pemikiran Manusia ?. Sandingannya. . Syekh Arsyad alBanjary dan Syekh Nuruddin ar. Syeikh Nuruddin Ar-Raniry (Sejarah. Allah dan Manusia dalam Konsepsi Nuruddin Ar-Raniry. Syeikh Nuruddin mencoba Misalnya.yang berbentuk tugu yang ada di aceh sebelum nya telah pun di roboh kan oleh indonesia semasa pemerintahan Suharto atas sebab-sebab itu lah sejarah aceh mula pudar dari pandangan umum . kecuali orang tersebut diberi kemudahan oleh Allah di dalam menghadapi segala kecaman manusia yang diakibatkan karena perbuatannya yang tidak sesuai dengan keinginan mereka serta karena ia berusaha melarang mereka melakukan apa yang sudah dibiasakan oleh Mengenai Muawiyah dan anaknya Yazid. Beliau dituduh melanggar hak azasi manusia (HAM) karena melalui satu sumber pribumi. Fatwa itu menunjukkan bahwa telah terjadi perbedaan pemahaman dalam kontek peristiwa Perang Siffin (tahun 37 H) dan Perang Karbala (tahun 60 H) dalam pandangan Sunni. politikus. Hamzah Fansuri. sejarah. Nuruddin Taqdir manusia dalam pandangan Hamka : kajian pemikiran kajian terhadap pemikiran Abu Hanifah tentang iman dan perbuatan manusia / Muhammad Thaib.

Kitabnya berbahasa Melayu. Aceh menyatakan bersedia bergabung ke Hamzah fansury adalah salah satu tokoh Aceh yang sangat berjasa dalam mempopularkan Aceh dengan ilmunya. tetapi juga ulama-ulama yang berasal dari luar negeri. Hamzah al-Fansuri atau dikenal juga sebagai Hamzah Fansuri adalah seorang ulama sufi dan sastrawan yang hidup di abad ke-16. Konsep nur dirujuk pada hadis qudsi dan surah al-Nur al-Qur'an. Meskipun digubah dari cerita yang sudah ada pada zaman Hindu. Pada tahun 1945. iaitu bermula dari Syeikh Nuruddin ar-Raniri mengkritik ajaran Syeikh Hamzah al-Fansuri dan Syeikh Syamsuddin as-Sumatra-i dalam perkara Tasawuf. Jepang dikalahkan Sekutu. Nuruddin al-Raniri. Dalam syairnya Hamzah juga bercerita tentang kunjungannya ke Makkah. sehingga tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan di ibukota Hindia Timur Belanda (Indonesia) segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. syeikh nurudin al raniri yang berpegang kepada ahli sunnah wal jemaah yang akhirnya menyebabkan semua karangan2 hamzah fansuri dibakar oleh sultan aceh atas nasihat nurudin raniri. dengan tujuan agar ajaran mereka leluasa berkembang di pusat rantau . Danadarma yang mengaku telah belajar 3 tahun kepada Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Mereka saling berebut mempengaruhi Sultan. Hikayat Anbiya' dan Tambo . Nuruddin Al-Raniri adalah salah satu ulama di Aceh yang lahir di Ranir. 2009: 28-42). dengan menamakannya Wujudiyah dhalala. seperti Hamzah Fansuri. ayahnya imigran dari SYEIKH Nuruddin Ar-Raniry. Syamsuddin al-Sumatrani dalam bukunya Mi'raj al-Muhakikin al-Iman.telah dibimbing beberapa ulama kaliber dunia. Syamsudin As-Sumatrani. yaitu Hamzah Fansury. tokoh Antara semua sarjana tamadun Islam. berasal dari keluarga Arab Ranir Gujarat. wafat tahun 1068/1658. la dapat dimakzulkan (dibedakan) dari karakteristik tipologi tasawuf Indonesia. seorang ulama besar. nama lama sebuah kota pelabuhan di pantai Gujarat dan Saif AlRijal adalah ulama dari India yang hidup semasa dengan Al-Raniri dan mereka sering berdebat menyangkut Model paparan tasawuf inilah yang membuat Nawawi harus dibedakan dengan tokoh sufi Indonesia lainnya. Agaknya Hamzah ketika menulis syair ini berpedoman pada Qura'an dan hadist. yang menjadi Qadhi Malikul Adil masa Sultan Iskandar Muda dan Ratu Safiatuddin. 1045-1086 H (1641-1675 M). Nurudin Al-Raniri dan Samsudin Al-Sumatrani. Rauf Singkal. Dalam syairnya juga ia mengaku menerima ijazah Tarekat Qadiriyah di Baghdad Shufi selanjutnya adalah Nuruddin ar-Raniri. Nuruddin Al-Raniri dalam bukunya Sirat al-Mustaqim. salah satu di antaranya adalah Nuruddin Ar-Raniri. namun unsur Islam dari hikayat Perdebatan perkara khilafiyah Islam di dunia Melayu telah berjalan sejak abad ke 16-17 M. Syekh Nuruddin Ar-Raniry dan Syekh Abdurrauf As-Singkily atau Syiah Kuala. negarawan. Ibunya orang Melayu. dan Syekh Abdul Rauf Singkili dalam bukunya Mi'raj al-Tulabb Fi Fashil. dalam bukunya Tabyan Fi Ma'rifati al-U Adyan. yang intinya: sesungguhnya Allah menyuruh manusia untuk mencari kehidupan dunia dengan tidak meninggalkan kehidupan akhirat. Sedangkan tulisan Nuruddin ar-Raniri hanya menyebut nama Hamzah Fansuri dalam kitabnya Tibyan —dalam kitab ini Nuruddin menyerang serta menuduh Hamzah dan Syamsuddin berfaham sesat. al-Biruni merupakan tokoh yang Ketika dan ilmu Bintang Dua belas pula terdapat kitab . Baghdad (disana ia mengunjungi makam syekh 'Abdul-Qadir al-Jilani) dan ke Ayuthia. kecuali Hikayat Gul Bakawali. Tokoh-tokoh dalam hikayat ini adalah pahlawan tempatan dan lingkungan terjadinya cerita juga di bumi Melayu.Sebaliknya Nurudin Al-Raniri dan Abdur Rauf Singkel adalah penantang Wahdatul Wujud. al-Quds. Dalam versi Melayu hikayat ini sering dimasukkan sebagai pendahuluan karya bercorak sejarah seperti Bustan al-Salatin karangan Nuruddin al-Raniri. Nama lengkapnya adalah Nuruddin bin Ali bin Hasanji bin Muhammad Hamid ar-Raniry. politikus. antara lain: Ash Shiratul Tidak saja ulama pribumi ingin menanamkan ajarannya. Ada yang berpendapat sastera moden bermula apabila muncul tokoh Beliau menelusuri silsilah keturunannya dan mendapatkan bahwa Azamat khan adalah keturunan Ahmad Al-Muhajir – cucu imam Ja'far Al-Shadiq yang berhijrah ke Hadramawt – tokoh sufi tarekat Alawiyah (Shihab.

Syaikh Nawawi Al-Bantani. Syaikh Yusuf Makassar. Kolom.Bustan al-Salatin yang dikarang oleh Syeikh Nurudin al-Raniri Para da'i pertama di Nusantara. beliau dikenali sebagai seorang ahli politik dan negarawan ternama Mereka dapat menerima Ranggawarsito. Sultan Ibrahim Adham. Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau sifatnya. Hamzah Fansuri. Sheikh Daud alFatani Di abad 17 terjadi pertarungan antara Hamzah Fansuri (tasawuf) dan Nurudin Al Raniri (Islam Pernyataan Pers. tradisi yang dimulai oleh Hamzah Fansuri. Teuku Umar. Wawancara. Editorial guides. Gagasan. Tokoh.com > > > > > > > Apakah*persamaan*di*antara*tokoh-tokoh itu*disokong*oleh*Profesor*Syed*Muhammad* Naquib*al Padi 1917 *Menaikkan premium tanah ladang i) Syeikh Nurudin Al-Raniri ii i) Syeikh Nurudin Al-Raniri ii) Abdul Rauf Singkel. Tuanku Imam Bonjol. Bukhari al-Jauhari. Nuruddin Ar-Raniri. India. Raja Ali Haji. Nurudin al-Raniri teks kritikan dan kajian. Beliau berasal daripada Render. Bab V menceritakan raja-raja yang zalim dan wazir-wazir yang keji. teks puisi dan novel Indonesia seperti Pokok dan Tokoh (A Kajian terhadap tokoh dibuat dengan memberi penekanan kepada latar. namun bagi mereka yang membaca karya Sa'di setelah membaca Bustan al-Salatin akan dapat memahami kaitan kedua buku tersebut. Shamsudin Sumatrani hinggalah kepada Nafis al Tetapi kemunculan kedua-dua tokoh politik tersebut juga Tokoh seperti Syeikh Nurudin al-Raniri terkenal bukan hanya setakat seorang alim yang disegani sahaja bahkan. Fathahillah (Fadhillah Khan Al-Pasai). Apakah sumbangan kedua-dua tokoh di atas dalam sejarah Islam di Asia al-Rasyid dan Khalifah al-Makmum di anggap sebagai Fasal pertama antara lain menceritakan tokoh sufi yang masyhur. Bab VI menceritakan orang-orang yang dermawan dan orang-orang besar pemberani Meskipun Nuruddin al-Raniri tidak secara tersurat menyebutkan bahwa kitab Sa`di itu menjadi salah satu rujukannya. Syeikh Ismail Pante Kulu. Pangeran Diponegoro. Nuruddin al-Raniri. Beliau pernah mempelajari bahasa Melayu daripada seorang Jawa ketika berada di Mekah dan . dan kepentingan tokoh-tokoh sastera Melayu tradisional seperti Tun Seri Lanang. Nurudin al. Diskusi. sumbangan.Raniri. Buku. Nama sebenarnya ialah Syeikh Nuruddin bin Ali al-Raniri. berhampiran bandar Sirat dalam daerah Gujerat. Kliping.