P. 1
Prambanan Klaten Dalam Angka

Prambanan Klaten Dalam Angka

|Views: 1,058|Likes:
Published by Nur Azizah Irawati

More info:

Published by: Nur Azizah Irawati on Sep 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2013

pdf

text

original

Sections

  • Gambar 1.1. Diagram Alir Penelitian
  • Tabel 2.1 Curah Hujan di Kecamatan Prambanan Tahun 1996 - 2005
  • Gambar 2.2. Tipe Curah Hujan Menurut Schmidt dan Ferguson
  • 2.2.2. Komposisi Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin
  • Tabel 2.4. Komposisi Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin
  • Tabel 2.5. Tingkat Pendidikan Penduduk
  • Tabel 2.6. Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian Tahun 2007
  • Tabel 2.8. Sarana Transportasi di Kecamatan Prambanan Tahun 2007

ANALISIS PERTUMBUHAN PENDUDUK DI KECAMATAN PRAMBANAN KABUPATEN KLATEN TAHUN 2007

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana S-1 Fakultas Geografi

Oleh : FARIHIN NIRM: 05.6.106.09010.5.0072

FAKULTAS GEOGRAFI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2009

HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI

ANALISIS PERTUMBUHAN PENDUDUK DI KECAMATAN PRAMBANAN KABUPATEN KLATEN TAHUN 2007 Yang telah dipersiapkan dan disusun oleh: FARIHIN NIRM: 05.6.106.09010.5.0072 Telah dipertahankan di depan Team Penguji pada Hari/Tanggal : Senin, 16 Maret 2009 dan dinyatakan telah memenuhi syarat

Team Penguji

Tanda tangan

Ketua

: Drs. Priyono, M. Si

(……………)

Anggota

: Drs. H. Dahroni , M. Si

(……………)

Pembimbing I : Drs. Priyono, M. Si

(.…………...)

Surakarta, 20 Mei 2009 Dekan Fakultas Geografi UMS

( Drs.H. Yuli Priyana, M. Si)

ii

HALAMAN PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam Skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Surakarta,

Februari 2009

Farihin

iii

PERSEMBAHAN

Skripsi ini ku persembahkan kepada: ? Bapak dan Ibu tercinta ? Sahabat-sahabatku tersayang ? Almamaterku

iv

MOTTO

Tidak ada pemberian ALLOH yang paling luas dan lebih baik dari pada KESABARAN ( H.R. Bukhri Muslim)

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan ( Surat 94 : 6)

Isoho Rumongso Ojo Rumongso Isoh

v

Data sekunder yang diperlukan adalah jumlah penduduk tahun 2007. Kemudo. pendidikan. Kokosan. jumlah fasilitas sosial ekonomi.ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten dengan judul : ”Analisis Pertumbuhan Penduduk di Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten Tahun 2007”. 2) Mengetahui penyebaran tingkat pertumbuhan penduduk di Kecamatan Prambanan. Desa yang mempunyai pertumbuhan penduduk tinggi adalah Kebondalem Kidul. vi . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa data sekunder.). Kotesan dan Geneng.2 %) dan tinggi (jika lebih dari 2 %). sedang (jika 1 . kesehatan. yaitu rendah (jika kurang dari 1%. Desa yang mempunyai pertumbuhan penduduk sedang adalah Joho. 2) Desa yang mempunyai tingkat pertumbuhan penduduk rendah adalah Randusari. Data yang digunakan adalah data sekunder. Kebondalem Lor dan Brajan. Pereng. Sanggrahan. Tlogo. Bugisan dan Taji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Pertumbuhan penduduk di Kecamatan Prambanan mempunyai tiga kelas. Cucukan. sarana keagamaan di Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten. Sengon. bertujuan : 1) Mengetahui tingkat pertumbuhan penduduk di Kecamatan Prambanan. Metode analisa data dengan menggunakan tabulasi dan analisa diskriptif.

M. 2. vii .KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Sungguh merupakan kebanggan kenangan yang amat berbahagia bagi pribadi penulis atas terselesainya skripsi ini karena ini merupakan bagian akhir dari syarat-syarat yang harus penulis penuhi dalam menempuh ujian kesarjanaan pada Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Drs. petunjuk sehingga skripsi ini terselesaikan 3. maka dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih pada : 1.pihak lain. Priyono.Si selaku pembimbing utama skripsi yang di tengah kesibukannya berkenang meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan. 5. Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dan pertolongan oleh pihak . 4. Drs. atas rahmat dan hidayah-Nya. Selain untuk memenuhi syarat-syarat guna menempuh ujian akhir. Seluruh staf perpustakaan UMS yang telah membantu dalam hal kepustakaan. Pemerintah Daerah Kabupaten Klaten yang telah memberikan ijin untuk mengadakan penelitian ini. M. Staf pengajar Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah banyak membantu dan memberikan bekal pengetahuan kepada penulis selama menempuh studi di Fakultas Geografi UMS. juga disini penulis berharap agar skripsi ini dapat menambah pengetahuan bagi pembaca khususnya adik-adik mahasiswa dilingkungan Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta.H. yang telah dilimpahkan kepada penulis. Yuli Priyana.Si sebagai Dekan Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah memberikan ijin demi terselesaikannya skripsi ini. sehingga penulisan skripsi dengan judul : “ANALISIS PERTUMBUHAN PENDUDUK DI KECAMATAN PRAMBANAN KABUPATEN KLATEN TAHUN 2007”.

Gatot. 9. Erik. Udi. Purwanto. Teman seperjuangan Wahid. Untuk itu kritik dan saran penulis harapkan demi perbaikan di masa mendatang. Semua pihak yang telah membantu baik secara material maupun immaterial Penulis menyadari tulisan ini masih jauh dari kesempurnaan. Surakarta. Pak Carik “Marjuki” sebagai penggerak temen-temen untuk menyelesaikan skripsi.mudahan skripsi ini dapat bermanfaat. Imam. Umi yang tergabung dalam G-8 kompak selalu. atas pengorbanan dan kasih sayang dan dukungannya selama ini sehingga penulisan skripsi ini terselesaikan. 8.6. 7. Harapan penulis mudah . Februari 2009 Penulis viii . Bapak dan Ibu tercinta.

.... HALAMAN PENGESAHAN ……………………………………………..... BAB I PENDAHULUAN …………………………………………….. HALAMAN PERSEMBAHAN ………..8.....…………………………........1.... Tujuan Masalah …………………………………………...... Luas dan Batas …………………................5.......2. HALAMAN MOTTO ……………………….. Geomorfologi……………………….......DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ………………………………………………….......1.......…………………..... 2..…………………………………………......... Kegunaan Penelitian ……………………………………... 2...... Kerangka Pemikiran ……………………………………… 1.........6......... Perumusan Masalah ……………………………………… 1.............. 2. ABSTRAK ………………………………………………………………. 1.........6.1. DAFTAR ISI …………………………………………………………….... Batasan Operasional ……………………………………… BAB II DISKRIPSI DAERAH PENELITIAN ………………………......... Tanah ...... i ii iii iv v vi vii ix xi xii 1 1 5 5 5 5 11 13 14 16 16 16 16 21 21 22 22 ix .... 2.... 2..............................7.......1.1.... DAFTAR TABEL …..1.1.1.............. HALAMAN PERNYATAAN…......................................... KATA PENGANTAR ……………………………………………………........…………………………………. 1. Iklim......5.....................2..……………………………………………………. Letak. 2.. Penggunaan Lahan ....1.……......4..... 1...............3..... Kondisi Fisik Daerah Penelitian.. Metode Penelitian .......... DAFTAR GAMBAR …...3...... 1. Tinjauan Pustaka Dan Penelitian Sebelumnya ……......... Latar Belakang Penelitian …......... 2. 1.....…………………………………………………....……………………............... 1.4.......... Geologi……………………………….........

.............1...... Jumlah dan Kepadatan Penduduk... 2.. Analisis Pertumbuhan Penduduk di Kecamatan Prambanan tahun 2007....2... 2............2........... Komposisi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan....................... 4.. BAB IV ANALISIS PERTUMBUHAN PENDUDUK……………….............. 4...............2...............4................2..... 3.......1....... Sarana dan Prasarana ..2.. 2....... KESIMPULAN DAN SARAN......................1. DAFTAR PUSTAKA 29 29 33 39 39 41 43 x .. 2. Kebijaksanaan Pembangunan di Kecamatan Prambanan…...………………………………………….......... Distribusi Pertumbuhan Penduduk di Kecamatan Prambanan.................. Sarana Transportasi……………………………………….. Ketersediaan Fasilitas Telekomunikasi…………………… 2.. Komposisi Penduduk Menurut Jenis Mata 23 23 24 25 Pencaharian ….............. BAB III KEBIJAKAN PRASARANA PEMBANGUNAN SOSIAL EKONOMI DAN DI SARANA DAERAH 26 27 28 PENELITIAN....... 2.........2............ Kondisi Sosial Ekonomi dan Kependudukan..........3....3..................2...................2.............………………………………........ Komposisi Penduduk Menurut Umur dan jJenis Kelamin ..........4...................………………………………………………… 3..2.

... Curah Hujan di Kecamatan Prambanan Tahun 1996 . Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk Kecamatan Prambanan Tahun 2006 …………………………………………………… 40 37 35 33 27 28 xi ........ Tabel 2...DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1..4.. Jumlah Fasilitas Pendidikan Kecamatan Prambanan Tahun 2007…………………………………………………………… Tabel 3. Perbandingan Penelitiaan Sebelumnya.. Tabel 4.. Tabel 2..........5..1.2........ Komposisi Pendud uk Menurut Umur dan Jenis Kelamin…….....4..1. Tabel 3... Sarana Transportasi di Kecamatan Prambanan Tahun 2007…..8....1...3 Penggunaan Lahan di Kecamatan Prambanan…….... Tabel 2. Tabel 2. Tabel 2. Tabel 2.... Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian Tahun 2007…. Jumlah Prasarana Kesehatan di Kecamatan Prambanan Kecamatan Prambanan 2007………………………………..1. 11 18 19 23 24 26 27 Tabel 2......... Jumlah Prasarana Keagamaan di Kecamatan Prambanan Kecamatan Prambanan 2007…………………………………......6.... Jumlah Ketersediaan Fasilitas Telekomunikasi di Kecamatan Prambanan Tahun 2007……………………………………….. Tabel 2.... Tipe Curah Hujan Menurut Schemidt dan Ferguson...3... Tabel 3..7..2005... Tingkat Pendidikan Penduduk………………………………......

....1. Gambar 2................. Gambar 2.. Gambar 3. Peta Prasarana Kesehatan Prambanan ……………….2.........3.......1..3...2.... Tipe Iklim Berdasarkan Metode Koppen.............. Diagram Alir Penelitian........ Peta Tingkat Pertumbuhan Penduduk Kecamatan Prambanan 13 17 19 21 34 36 38 42 xii ....….1...... Gambar 3.... Tipe Curah Hujan Menurut Schmidt dan Ferguson.…........DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1...... Peta Prasarana Keagamaan Prambanan ………………….......... Gambar 2...………....…….......1.... Peta Fasilitas Pendidikan Prambanan…..... Gambar 3..... Peta Administrasi Kecamatan Prambanan...... Gambar 4.....

1991). Maka dari itu kiranya dipandang perlu untuk senantiasa mengkaji kondisi sosial dan kependudukan masyarakat melalui pendalaman ilmu tentang geografis baik menyangkut kependudukan maupun lingkungan hidup. Dimana penduduk merupakan salah satu elemen dalam geografi. 1977) Salah satu objek kajian geografi adalah geosfer. Geografi merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mencitrakan (fodescribe). diantaranya adalah dengan perbaikan kualitas sumberial kependudukan serta perbaikan kelestarian sumber daya alam bagi kelangsungan hidup generasi berikutnya. menerangkan sifat-sifat bumi. berbagai cara telah ditempuh untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. sedang laju pertumbuhan penduduk akan memberikan gambaran tentang perubahan jumlah dari waktu ke waktu baik karena pertumbuhan alamiah maupun karena migrasi (LPPWK. latar belakang dan keadaan sosial ekonomi. kependudukan dan lingkungan hidup turut ditingkatkan dan diarahkan agar pembangunan benar-benar bermanfaat dan menyentuh semua sendi-sendi kehidupan di masyarakat. Latar Belakang Penelitian Pembangunan di bidang sosial. serta mempelajari corak yang khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsur . Pembangunan di suatu wilayah harus senantiasa memperhatikan kondisi sosial masyarakat. tingkat pendidikan. Indikator utama yang dapat memberikan gambaran tentang kependudukan adalah kepadatan penduduk dan laju pertumbuhan penduduk.unsur bumi dalam ruang dan waktu.1. kepadatan penduduk serta berbagai faktor lain yang menyangkut aspek sosial dan lingkungan hidup.BAB I PENDAHULUAN 1. Di era reformasi yang semakin global ini. Kepadatan penduduk akan memberikan informasi tentang persebaran penduduk. menganalisa gejala gejala kependudukan. oleh karena itu informasi yang lengkap mengenai keadaan. letak 1 . (Bintarto. Demikian pula pembangunan haruslah senantiasa mempertimbangkan.

politik dan sosial ekonomi. topografi. Akibatnya tiap kota di negara berkembang dan negara yang maju mempunyai pola keruangan yang tidak sama. 1990). Perbedaan ini disebabkan adanya berbagai unsur dan faktor lain seperti luas daerah.macam faktor antara lain faktor fisiografi dimana penduduk selalu memilih tempat tinggal yang relatif baik. Seiring dengan semakin tingginya laju pertumbuhan penduduk ditemukan bahwa distribusi pendud uk secara keruangan di permukaan bumi tidak merata. Secara umum penduduk hidup secara bergerombol pada suatu daerah yang banyak sumber daya maupun fasilitas kehidupan. baik dan sisi antar pulau. Masalah kependudukan di suatu daerah antara lain masalah yang berkaitan dengan jumlah. tanah yang subur. air yang cukup serta iklim yang cocok faktor ya ng lain adalah faktor hiologis dan kebudayaan. Sebagaimana diketahui hasil penemuan mangenai masalah kependudukan pada hakekatnya secara relatif dapat dikatakan sebagai bidang yang masih baru. Kalau ditinjau lebih lanjut sebenarnya bidang itu sendiri merupakan masalah yang benar-benar baru karena dalam perkembangan sejarah sejak dulu kala sudah eksperimen untuk menghitung jumlah penduduk. budaya. Sejalan dengan waktu hal itu berkembang hingga pada kehidupan modern.2 geografis serta perkembangan penduduk suatu daerah yang berhasil akan sangat berguna. Dahulu manusia memilih tinggal di tepi-tepi sungai untuk memudahkan aktifitas kehidupannya dalam mencari sumber-sumber kehidupan. Masalah kependudukan yang mempengaruhi pelaksanaan dan pencapaian tujuan pembangunan di Indonesia adalah pola penyebaran dan kepadatan penduduk serta mobilitas tenaga kerja yang kurang seimbang. Masala h yang timbul berkaitan dengan jumlah adalah jumlah pendud uk yang tidak seimbang dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat sehingga semakin . Perbedaan kepadatan penduduk biasanya dipengaruhi oleh bermacam. (Barday. distribusi dan kepadatan penduduk baik di wilayah pedesaan maupun di perkotaan. antar daerah maupun antar daerah pedesaan dan perkotaan. di mana pusat-pusat sumber daya dan fasilitas hidup selalu menjadi prioritas pilihan tempat tinggal.

hasilnya dapat dinikmati masyarakat secara keseluruhan.3 besar jumlah penduduk tetapi kesejahteraannya tidak semakin meningkat bahkan cenderung menurun. serta usaha-usaha lain yang diperlukan. pola distribusi dan kepadatan penduduk perlu ditelaah dan dikaji ulang adalah agar dapat diketahui penyebab terjadinya pola distribusi dan kepadatan penduduk yang tidak merata serta untuk mengetahui kebijakan apa saja sang perlu diambil baik oleh pemerintah sepertinya rencana umum tata ruang kota (RUTRK) maupun pembinaan terhadap masyarakat agar pertumbuhan dan kepadatan penduduk dapat terkendali dan terkontrol dengan baik sehingga pelaksanaan pembangunan dan hasil.masalah kependudukan seperti jumlah. . Sebagai akibat dari pertambahan pendud uk yang begitu cepat akan mengakibatkan terjadinya ketidakseimbangan antara jumlah penduduk dengan alam dan fasilitas kehidupan yang tersedia. Sedangkan masalah yang berkaitan dengan distribusi penduduk adalah bahwa pola distribusi atau persebaran pendud uk cenderung mengelompok pada daerah-daerah yang mempunyai letak strategis seperti pusat pemerintahan sehingga daerah-daerah pinggiran mengalami keterlambatan pembangunan di bidang fisik. pelayanan kesehatan dan menurunnya mutu itu sendiri. maka kiranya kebijakan pemerintah di bidang kependudukan sangatlah perlu untuk dicermati dengan baik. pangan. Kebijakan itu meliputi penyediaan lapangan kerja penduduk yang menginginkan. meningkatkan kesejahteraan. Secara umum penduduk yang terlalu padat akan memberi tekanan yang besar terhadap lingkungan sejalan dengan timbulnya masalah perluasan pemukiman. Masalah yang berkaitan dengan kepadatan penduduk adalah terjadinya kepadatan pendud uk tinggi di pusat perkotaan akibat terjadinya urbanisasi pendud uk dikarenakan tidak meratanya pemenuhan pemerataan pembangunan di suatu wilayah. Adapun pentingnya masalah. pendidikan. Dipandang dari berbagai masalah yang timbul sebagaimana dijelaskan. memberi kesempatan pendidikan. meningkatnya kebutuhan akan pekerjaan. sosial dan ekonomi dan kesejahteraan penduduk.

Oleh karena itu upaya untuk melakukan analisis kepadatan dan distribusinya dalam ruang menjadi penting. Terlebih lagi pada daerah-daerah yang penduduk heterogen. pusat-pusat perkembangan dan besarnya kepadatan di suatu wilayah disuatu waktu dapat diketahui. Selain itu kepadatan penduduk dapat berakibat keamanan dan jaminan keselamatan yang lebih sulit di kontrol oleh aparat keamana n. Demikian halnya dengan Kecamatan Prambanan. . Demikian sekaligus kecamatan tersebut menjadi daerah dengan distribusi penduduk cukup di wilayah Kabupaten Klaten. sehingga penentuan kebijakan-kebijakan kependudukanpun dapat diputuskan sesuai kebutuhan. penulis bermaksud mengadakan dengan judul “ANALISIS PERTUMBUHAN PENDUDUK KECAMATAN PRAMBANAN TAHUN 2007”. Di daerah ini pusat sumber daya dan fasilitas sosial berada di wilayah Kecamatan Prambanan. Hal demikian juga terjadi di Kabupaten Klaten. kultur budaya dan sistem sosial yang kurang sesuai dengan karakteristik masyarakat setempat serta kebijakan apa saja yang perlu diambil agar pembangunan di wiliayah Klaten benar-benar merata sesuai dengan prinsip pemerataan pembangunan dan hasil. Pada daerah ini pusat sumber daya dan fasilitas sosial berada di Kecamatan Prambanan. yang merupakan kota penghubung dengan antara Solo dan Yogyakarta. Kecemburuan sosial terkadang begitu kental dengan psikologi sosial di masyarakat pribumi.4 Hal demikian juga terjadi di wilayah Kecamatan Prambanan. Berdasarkan latar belakang tersebut. Oleh karena itu sangatlah dipandang perlu mengetahui penyebab terjadinya pola distribusi dan kepadatan penduduk yang tidak merata. Tingginya kepadatan penduduk seringkali menimbulkan permasalahan dalam penataan keruangan akibat besarnya tekanan penduduk terhadap lahan. Dengan analisis ini.hasilnya sesuai dengan tujuan pembangunan nasional. kecenderungan-kecenderungan arah dinamika penduduk. sebagai upaya untuk melakukan proyeksi dan perencanaan pembangunan ke depan.

dan analisa komplek wilayah. 1. ekologi dan regional. Kegunaan Penelitian Penelitian ini berguna : 1. Dalam geografi terpadu untuk mendekati masalah digunakan tiga pendekatan yaitu : analisa keruangan. Tinjauan Pustaka Dan Penelitian Sebelumnya Geografi mempelajari hubungan kausal gejala dipermukaan bumi yang menyangkut makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan. Bagaimanakah tingkat pertumbuhan penduduk yang ada di wilayah Kecamatan Prambanan ? 2.2. Tujuan Penelitian Tujuan yang dapat penulis harapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. analisa ekologi. penyebaran pertumbuhan penduduk di Kecamatan 1. 2. Mengetahui Prambanan. Sebagai bahan tambahan bacaan dan pengetahuan pada perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta.5. Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana S-1 Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Mengetahui tingkat pertumbuhan penduduk di Kecamatan Prambanan. Analisa kompleks wilayah merupakan kombinasi antara analisa keruangan dengan analisa ekolo gi. wilayah-wilayah tertentu didekati atau dihampiri dengan pengertian areal differrentation yaitu anggapan . 2.5 1. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan permasalahan tersebut dapat dirumuskan pearmasalahan sebagai berikut : 1.3. Pada analisa ini.4. Bagaimana penyebaran tingkat pertumbuhan penduduk di wilayah Kecamatan Prambanan ? 1.

Angka kepadatan penduduk tiap-tiap wilayah biasanya tidak sama. Dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi tanpa diimbangi dengan penyebaran penduduk yang merata. Pertambahan penduduk yang cepat akan berpengaruh terhadap tingkat kepadatan penduduk di suatu wilayah tersebut. yang biasa timbul karena natalitas. dan mobilitas sosial (perubahan status). fasilitas sosial yang memadahi. kond isi geografis yang bagus. Hal ini terjadi karena penduduk rertambah sedangkan ruang atau wilayah sifatnya tetap. maupun dari aspek sosial. Kepadatan penduduk identik dengan banyaknya penduduk atau rumah sebagai tempat tinggal yang padat atau rapat dalam satu wilayah yang sempit atau kurang memadai. jaminan keamanan. Dalam rangka memperjelas pemahaman kita tentang kepadatan dan pola distribusi penduduk perlu dijelaskan tentang pengertian demografi atau ilmu tentang kependudukan. 1979). Menurut Philips M. maka akan terjadi suatu ledakan penduduk di daerah-daerah tertentu terutama di daerah yang mempunyai daya tarik yang cukup kuat baik daya tarik ekonomi. dan Surastopo.6 bahwa interaksi antar wilayah akan berkembang karena pada dasarnya suatu wilayah berbeda dengan wilayah lainnya (Bintarto. Hanser dan Dadley Duncan (1991) dalam Dahroni dan Priyono (1995) dijelaskan bahwa demografi adalah ilmu yang mempelajari tentang jumlah. Kepadatan ini banyak dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain faktor intern daerah seperti pertumb uhan penduduk yang relatif tinggi (kelahiran lebih tinggi dibanding kematian) dan daerah yang strategis maupun faktor eksternal seperti banyaknya penduduk bermigrasi atau daerah disekitarnya yang kurang produktif. dekat jalan raya dan lain sebagainya. dekat sungai. Hal ini menjadi masalah yang lazim bagi kehidupan karena manusia mempunyai kecenderungan mencari tempat-tempat yang dekat dengan sumber penghidupannya seperti dekat industri. gerak teroterial (migrasi). mortalitas. Kepadatan penduduk adalah jumlah rata-rata penduduk pada setiap wilayah satu kilometer persegi. perebaran teroterial. . Kepadatan penduduk secara aritmatik biasanya hanya disebut sebagai kepadatan penduduk. serta perubahan-perubahan dan sebab-sebab persebaran itu sendiri. komposisi penduduk.

Kecamatan. dan kelaparan. epidemi. Demikian juga sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Ninik Widiyanti bahwa faktor penyebab meningkatnya jumlah penduduk perkotaan antara lain : pertambahan alami penduduk daerah perkotaan itu sendiri. Pengekangan diri (moral restraints) yaitu segala usaha untuk mengekang nafsu seks dan penundaan perkawinan. Sedangkan menurut Lembaga Pengawas dan Pengembangan Wilayah Kekotaan (LPPWK. Daerah yang produktif 2. hiburan dan penerangan. Kesempatan lapangan kerja yang lebih baik 4. Menurut Malthus (1798) dalam Ida Bagus Mantra (1985). ada 3 macam yang dapat mempengaruhi jumlah penduduk. seperti kelaparan. Kelurahan dan Pendukuhan. 3. Tersedianya sarana prasarana yang memadahi seperti sarana pendidikan. serta didukung oleh fasilitas ekonomi. adanya daerah pedesaan yang berubah menjadi daerah perkotaan serta adanya mobilitas penduduk. 2. membunuh anak-anak tertentu atau pembunuhan orang-orang cacat dan orang tua. keagamaan yang memadai.faktor lain yang mempengaruhi persebaran dan kepadatan penduduk yang mengelompok antara lain adalah interaksi dan komunikasi masyarakat yang bersifat terbuka. akses sosial dan budaya yang dapat masuk dan keluar dari daerah dengan mudah. . Kabupaten. Batas wilayah pada umumnya menggunakan batas administrasi. yaitu : 1. kekurangan pangan.7 Faktor-faktor yang mempengaruhi kepadatan penduduk antara lain adalah : 1. 1991) faktor. Kejahatan (vice) yaitu segala jenis pencabutan jiwa sesama manusia. Mobilitas penduduk horisontal atau geografis meliputi semua gerak (move ment) penduduk yang melintasi batas wilayah tertentu dala m periode waktu tertentu. bencana alam. misalkan : Propinsi. budaya. sosial. Kemelaratan (misery) yaitu sega la keadaan yang menyebabkan kematian seperti penyakit. transportasi dan komunikasi. pendidikan. Sebagai pusat pemerintahan 3.

pendidikan. 3. Hal ini sangat mempengaruhi tingkat penurunan mortalitas manusia seperti banyak dikemukakan oleh para ahli demografi. masalah kesehatan. masalah sosial dan sebagainya. buruh bangunan dan buruh industri. Dengan program keluarga berencana 3. Adanya aturan tentang umur perkawinan dan sebagainya Perubahan dalam angka perkembangan penduduk secara alami tergantung perbedaan antara angka kelahiran dan angka kematian. 2. Kepadatan penduduk termasuk rendah terdapat di daerah pinggiran kota. bahwa ledakan penduduk yang . masalah pekerjaan. Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani. Kepadatan penduduk yang termasuk kompleks perkantoran dan sekolah yang merupakan pusat kota. Usaha-usaha untuk mengendalikan jumlah kepadatan dan pertumbuhan penduduk yang tinggi adalah sebagai berikut : 1. Kepadatan penduduk yang termasuk rendah ini terdapat juga di daerah perkotaan terutama di bagian tengah. Selain sebab tersebut dikarenakan juga para pendatang di daerah tersebut menginginkan harga tanah yang relatif murah. yaitu : 1. sejalan dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengolah sumber daya alam yang ada sehingga tingkat kehidupan manusia semakin baik.8 Adapun kepadatan penduduk klasifikasi menjadi 3 macam. Kepadatan penduduk yang termasuk sedang terdapat di sebagian besar daerah kotamadya. perumahan. Hal ini di sebabkan karena karakteristik daerah tersebut hampir sama dengan daerah pusat kota. Adanya peningkatan di bidang pendidikan 2. Adanya pembatasan tunjangan anak bagi pegawai negeri 4. Kepadataan penduduk yang besar dengan jumlah penduduk serta pertumb uhan yang tinggi akan dapat menimbulkan berbagai masalah antara lain masalah pangan. Banyak penduduk yang tidak sekolah. karena banyak penduduk yang mengadakan migrasi keluar dan daerah tersebut. Peningkatan di bidang kesehatan 5.

Indonesia secara keseluruhan tingkat pertumbuhan penduduknya lebih dipengaruhi oleh tinggi rendahnya tingkat fertilitas dan mortalitas. masalah pengolahan sumber-sumber daya alam dan masalah pertumbuhan dan pembiayaan pembangunan. simbol garis. mengatakan berpangkal pada titik perhatian atas penduduk dan peningkatan pendapatan. Ninik Widiyanti (1982) dalam bukunya yang berjudul : “Ledakan Penduduk Menjelang Tahun 2000”. masalah pangan dan pendidikan. Distribusi penduduk dalam suatu wilayah secara umum tidak sama tergantung pada letak yang strategis dari daerah tersebut. karena migrasi netto hampir tidak ada. Peranan mobilitas penduduk terhadap laju pertumbuhan penduduk antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain berbeda-beda. maka masalah. simbol area. Persebaran atau distribusi penduduk adalah penempatan rumah tinggal atau pemadatan penduduk pada suatu wilayah atau tempat-tempat tertentu yang membentuk pola yang tertentu pula. angkatan kerja dan lapangan kerja. Misalnya daerah perkotaan persebaran penduduknya lebih tinggi dibanding daerah pedesaan atau daerah perindustrian lebih tinggi tingkat persebarannya dibanding daerah pertanian dan sebagainya. Masalah peningkatan pendapatan dapat dipandang sebagai masalah transformasi berbagai faktor produksi dan peningkatan pelayanan atau pemberian jasa oleh penduduk di dalamnya dan akan dapat dicapai dengan perluasan partisipasi penduduk dan peningkatan pembangunan. Penyajian atau presentation data dalam peta mempergunakan simbolsimbol yang dapat dibagi berdasarkan bentuknya yaitu : simbol titik.9 terjadi terutama karena menurunnya tingkat kematian dengan cepat dan sementara tingkat kelahiran belum dapat di kontrol dengan baik. Selain karena faktor kelahiran dan kematian menurut Ida Bagus Mantra (1985) pertumbuhan penduduk di suatu daerah dipengaruhi oleh mobilitas penduduk. Dalam desain simbol harus dapat menghubungkan data dengan tingkatan ukuran data sehingga dalam legenda peta akan memberikan informasi yang benar dan tepat. .masalah interen di dalamnya adalah masalah kepadatan dan distribusinya (penyebaran penduduk).

. masalah keamanan dan sebagainya. bertujuan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan penduduk dan mengetahui faktor sosial ekonomi yang berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan penduduk di daerah penelitian Metode yang digunakan adalah analisa data sekunder. Faktor yang berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan di daerah penelitian adalah aksesibilitas. masalah pekerjaan. bertujuan : mengetahui tingkat perbedaan pertumbuhan penduduk tahun 1997-2002 dan faktor. masalah pangan. kesulitan pengembangan ind ustri dan sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan penduduk di daerah penelitian tidak menunjukkkan perbedaan yang menyolok namun ada kecenrungan mengalami penurunan pada beberapa desa. pembangunan perumahan memperhatikan Rancangan Umum Tata Ruang Kota. jaringan jalan dan sarana transportasi.faktor yang mempengaruhi di Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen”. Dedy Handoko (2005) dalam penelitiannya yang berjudul : “Analisa pertumbuhan penduduk di Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten Tahun 19972002. pendidikan kesehatan. Sedangkan daerah yang jarang penduduknya akan menghadapi masalah seperti kurangnya tenaga kerja. masalah pendidikan. Adapun usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi persebaran penduduk anatara lain adalah memperketat ijin urbanisasi dari daerah jarang penduduk ke daerah padat pend uduk. Selain itu perlu dibuka lapangan pekerjaan baru di daerah-daerah yang kurang produktif sekaligus penyediaan sarana prasarana yang memadai dan penyuluhan dan pembinaan bagi masyarakat di daerah tersebut dan sekitarnya.10 Pada daerah-daerah yang penduduknya padat dan persebarannya tidak merata akan menghadapi masalah-masalah seperti masalah perumahan. pemberdayaan sumberdaya di daerah pinggiran dan sebagainya. Azwar Suadi (1997) dalam penelitiannya yang berjudul : “Pertumbuhan penduduk dan faktor. ketersediaan sarana sosial ekonomi.faktor ekonomi dan pendidikan yang berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan di daerah penelitian.

Sengon. sedang dan tinggi. Kemudo. Tlogo. Bugisan dan Taji. Kotesan dan Geneng. -Desa yang mempunyai tingkat pertumbuhan penduduk rendah adalah Randusari. -Faktor yang berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan di daerah penelitian adalah aksesibilitas. Kokosan. Desa yang mempunyai pertumbuhan penduduk tinggi adalah Kebondalem Kidul. yaitu rendah. Berdasarkan penelitian sebelumnya penulis mengacu keduanya dalam hal analisa data. Cucukan. ketersediaan sarana social ekonomi. -mengetahui penyebaran tingkat pertumbuhan penduduk di Kecamatan Prambanan.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan penduduk di daerah penelitian menunjukkkan perbedaan yang menyolok namun dan kecenderungan mengalami kenaikan pada beberapa desa. Adapun berbandingan penelitian ini dpat dilihat pada Tabel 1. Dedy Handoko (2005) Analisa pertumbuhan penduduk di Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten Tahun 1997-2002 -mengetahui tingkat perbedaan pertumbuhan penduduk tahun 1997-2002 dan faktor-faktor ekonomi dan pendidikan yang berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan di daerah penelitian.11 Metode yang digunakan adalah analisa data sekunder. Berdasarkan penelitian sebelumnya penulis mengacu keduanya dalam Penulis (2009) Analisa Pertumbuhan Penduduk di Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten Tahun 2007 -mengetahui tingkat pertumbuhan penduduk di Kecamatan Prambanan. Desa yang mempunyai pertumbuhan penduduk sedang adalah Joho. Tujuan Metode Hasil Analisa data sekunder -Pertumbuhan penduduk di Kecamatan Prambanan mempunyai tiga kelas. Analisa data sekunder -tingkat pertumbuhan penduduk di daerah penelitian menunjukkkan perbedaan yang menyolok namun dan kecendrungan mengalami kenaikan pada beberapa desa. Tabel 1. Perbandingan Penelitian Penulis Judul Azwar Suadi (1997) Pertumbuhan penduduk dan faktor-fa ktor yang mempengaruhi di Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen mengetahui tingkat pertumbuhan penduduk dan mengetahui faktor sosial ekonomi yang berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan penduduk di daerah penelitian Analisa data sekunder -tingkat pertumbuhan penduduk di daerah penelitian tidak menunjukkkan perbedaan yang menyolok namun ada kecenrungan mengalami penurunan pada beberapa desa. Kebondalem Lor dan Brajan . jaringan jalan dan sarana transportasi. pendidikan kesehatan. Faktor yang paling berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan penduduk di daerah penelitian adalah ketersediaan fasilitas ekonomi.1. Pereng. -Faktor yang paling berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan penduduk di daerah penelitian adalah ketersediaan fasilitas ekonomi. Sanggrahan.

banyaknya penduduk yang datang bermigrasi. serta kurang baiknya sistem tata kota yang dibuat oleh pemerintah daerah. Data yang berhubungan dengan penduduk baik tentang jumlah. Kerangka Penelitian Pola distribusi dan kepadatan penduduk yang terjadi di suatu daerah selalu erat hubungannya dengan pertumbuhan penduduk di daerah tersebut. klasifikasi data dan pembuatan tabel. Penduduk itu sendiri tidak selalu sejalan dengan batas-batas administrasi dalam arti tidak merata seluruhnya sehingga sering terjadi kepadatan yang telah tertentu yang strategis saja. sistem tata kota yang kurang baik dan sebagainya. Analisis ini bertujuan untuk menunjukkan tingkat kepadatan penduduk dengan dari unit-unit administrasi. Distribusi dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kondisi daerah sekitar produktif. lapangan kerja yang baik bagi masyarakat mereka berusaha menetap di daerah tersebut dan sebagainya. luas wilayah yang dalam hal ini luas desa / kelurahan. Dalam perencanaan pembangunan jumlah dan kepadatan penduduk yang terdapat pada lokasi. lokasi pusat perkantoran. perdagangan dan sebagainya serta daerah-daerah disekitarnya yang kurang produktif. sosial maupun fasilitas umum. kecamatan dan di BPS tingkat kabupaten. mata pencaharian. perindustrian.12 1. Hal-hal ada hubungannya dengan kepadatan penduduk antara lain adalah jumlah penduduk menurut umur dan jenis kelamin.6. tingkat pendidikan. Kepadatan penduduk yang terjadi mungkin dipengaruhi oleh beberapa letak daerah yang strategis baik dari aspek ekonomi. Sedangkan hal. Setelah pengumpulan data sekunder selesai dilanjutkan dengan pengolahan data. tingkat kepadatan pola distribusi yang tercatat berdasarkan pada unit-unit baik di tingkat desa/kalurahan. Selain itu sebab terjadinya kepadatan penduduk antara lain adalah tingginya tingkat fertilitas dan rendahnya tingkat natalitas bayi.hal yang berhubungan dengan pola distribusi penduduk adalah daerah yang strategis dengan fasilitas yang cukup. Penduduk itu sendiri dipengaruhi oleh beberapa sebab antara lain kesadaran dan tingkat pendidikan yang rendah dan letak daerah yang strategis. setelah itu dilanjutkan penggambaran peta yaitu memasukkan .

7.langkah penelitian adalah sebagai berikut: a. Berdasarkan pada kajian teori yang telah disusun serta beberapa data hasil surve i yang diperole h dapat disajikan alur penelitian serta kerangka berfikir sebagai berikut : Pertumbuhan Penduduk Faktor yang mempengaruhi Fasilitas: . Adapun langkah.1. Diagram Alir Penelitian Sumber: Penulis 2009 1.pendidikan .migrasi Gambar 1.ekonomi dan sosial . Peta yang dihasilkan adalah peta distribusi dan kepadatan penduduk dalam persebaran tetangga terdekat. Metode Penelitian Metode dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data sekunder dan analisis peta demografi dengan data pendukung dari hasil survei untuk melengkapi hasil penelitian. Pemilihan daerah .kematian /mortalitas .13 data-data yang telah diolah dibuat dengan menggunakan simbol-simbol.kelahiran / natalitas .kesehatan .

Orientasi objek yang akan di teliti 2. mata pencaharian dan tingkat pendidikan. . Kecamatan ini mempunyai tingkat pertumbuhan penduduk yang bervariasi. 4. . Tahap persiapan . b. 1995). Pengumpulan data sekunder yang ada hubunga nnya dengan objek penelitian. sedang yang dianalisis terdiri dari beberapa desa yaitu dengan membandingkan desa dengan desa yang ada disekitarnya yang ada di Kecamatan Prambanan. Tahap pengolahan data Data yang sudah terkumpul kemudian diolah.masing desa.(BPS.Studi pustaka yang ada hubungannya dengan objek penelitian. Adapun tahap-tahap kegiatan penelitian adalah sebagai berikut : 1. 1. Batasan Operasional Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah masyarakat.Studi peta. jumlah penduduk.8. luas wilayah masing. penduduk. dievaluasi. terutama yang ada hubungannya dengan daerah penelitian. Analisis Data Dalam tahap ini data yang digunakan adalah data sekunder kemudian menggunakan analisis keruangan dalam unit kecamatan. 3. Belum pernah ada penelitian tentang kepadatan penduduk di Kecamatan Prambanan. Adapun pertimbangan dipilihnya Kecamatan Prambanan adalah: 1. ciri utama kepala desa dipilih oleh masyarakat. 2. termasuk di dalamnya kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah dan langsung di bawah camat serta berhak menyelenggarakan rumah tangga sendiri dalam ikatan NKRI.14 Pemilihan daerah penelitian adalah Kecamatan Prambanan. diklasifikasikan. Batas wilayah desa secara administratif telah diatur menurut batas wilayah yang telah diatur . Tahap kerja lapangan.

Batas wilayah ini biasanya dapat berupa jalan. Kelurahan adalah satuan wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung di bawah camat dan tidak berhak menyelenggarakan rumah tangga sendir i. sungai atau dataran tinggi semacam pegunungan. atau luas daerah pedesaan (Ida Bagus Mantra. sedangkan sebagai penyebut dapat berupa luas seluruh wilayah.(BPS. 1995) . (Ida Bagus Mantra. luas daerah pertanian. Distribusi penduduk adalah penyebaran penduduk di suatu wiIayah tertentu berdasarkan pada titik-titik penggerombolan penduduk pada tempattempat tertentu berdasarkan pada data geografis dan data monografis di tempat tersebut. Jumlah penduduk yang digunakan sebagai pembilang dapat berupa jumlah seluruh penduduk di wilayah tersebut atau bagian-bagian penduduk tertentu seperti : penduduk daerah pedesaan. 1985). untuk menghitung kepadatan penduduk digunakan rumus jumlah penduduk dibagi luas wilayah. 1995) Kepadatan penduduk adalah penyebaran banyaknya penduduk persatuan wilayah. Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Republik Indonesia selama enam bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisilli kurang dari enam bulan tetapi bertujuan untuk menetap. ciri utama kepala kelurahan adalah sebagai pegawai negeri dan tidak diplih rakyat. 1985). (BPS.15 sebelumnya oleh Pemerintah Hindia Belanda. atau penduduk yang bekerja di bidang pertanian.

1.2.1. Kondisi Fisik 2. Iklim suatu daerah dicerminkan oleh suhu. tekanan udara maupun oleh besarnya curah hujan. 49/XLI-A skala 1 : 50. letak dan batas-batas daerah penelitian dapat dilihat pada Peta Administrasi Kecamatan Prambanan (Gambar 2. 49/XLI-B dan Lembar Klaten no.000. Adapun untuk lebih jelasnya. 16 . 2.7 mm.Sebelah selatan . serta 7? 30’ LS dan 7? 45’ LS. Letak. Secara administrasi daerah penelitian berbatasan dengan: . Berdasarkan data curah hujan dari Dinas Pertanian Kabupaten Klaten tahun 1996 – 2005 besarnya curah hujan tahunan rata-rata adalah 2.16 BAB II DISKRIPSI DAERAH PENELITIAN 2. Luas dan Batas Daerah penelitian adalah di Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten. Iklim Iklim merupakan keadaan cuaca suatu daerah dalam waktu yang lama (Daljoeni.Sebelah barat : berbatasan dengan Kecamatan Manisrenggo : berbatasan dengan Propinsi DIY : berbatasan dengan Kecamatan Jogonalan dan Gantiwarno : berbatasan dengan Propinsi DIY (Monografi Kecamatan Luas daerah penelitian adalah 24. 1985 ). daerah penelitian terletak antara 110? 30’ BT dan 110? 45’ BT.Sebelah timur .Sebelah utara .1.1.117.1.43 km2 Prambanan Kabupaten Klaten Tahun 2007).1). Berdasarkan interpretasi Peta Topografi Lembar Klaten no. Adapun persebaran curah hujan bulanan di daerah penelitian dapat dilihat pada Tabel 2.

17 .

9 334.9 76.41 171. menentukan tipe curah hujan mendasarkan pada perbandingan jumlah rata-rata bulan kering dengan rata-rata bulan basah dikalikan 100 % dan dapat diformulasikan sebagai berikut : Q= Rata-rata bulan kering ----------------------------.5 364 104 242 213.8 169.8 244.2 395 250.164 3 8 1999 420.2 1. Tabel 2.1 1.3 264. sedang rata-rata curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Februari sebesar 363.17 91.5 93.4 2.3 813.15 0 0 29 197.4 227.87 301.5 226.996 2.39 64.2 363.964 5 6 1997 438.5 83.23 11.1 mm.38 253.6 bulan dalam setahun.1 363.33 2.58 59.8 271.15 46. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.3 17.8 578.1 145.651 4 5 Jumlah 3.1 228.117.401 3.502 3 8 1998 225. jumlah bulan basah 7.7 2.8 108.6 221.433 2.42 35.5 232 2.157 3 8 2004 284.631 2.3 2.2 110.7 144.428 3 8 2002 274. Untuk lebih memperjelas keterangan di atas digunakan grafik yang menunjukan bulan kering terhadap bulan basah di daerah penelitian seperti pada Gambar 2.3 100.18 Data dari Dinas Pertanian Kabupaten Klaten tahun 1996 – 2005 diketahui bahwa rata-rata curah hujan bulanan tahun 1996 – 2005 yang paling rendah terjadi pada bulan September sebesar 24.1 298.9 143.4 309 1.21 mm.3 374.83 295. Dari Gambar tersebut dapat diketahui bahwa di daerah penelitian masuk dalam klasifikasi tipe iklim C.2 2.3 107.6 7.1 436.Bulan basah.1.8 482.67 27.4 0.3 1.92 39.8 105.9 110.9 146.7 150 35 23.6 468.4 Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Klaten Tahun 1996 .817 5 7 2000 311.3 246.177 36 74 Rata2 340.92 49.7 481.12 0 0 22.14 0 19.7 2.8 293.9 22.8 298.1 299.x 100% Rata-rata bulan basah .43 67.88 61.7 423.5 157.Bulan lembab.2.010 4 8 2003 343.2 419.38 4.6 10.4 154.9 17.1 Curah Hujan di Kecamatan Prambanan Tahun 1996 . . jika besarnya curah hujan bulanan > 100 mm Berdasarkan data curah hujan yang ada.2 280 406.2 274.5 21.718 2.9 24 0 20 140. jika besarnya curah hujan bulanan < 60 mm . maka nilai Q sebesar 48.7 3.464 21.4 bulan dalam setahun.Bulan kering.9 646.2 72.539 6 6 2005 312.8 243.62 39.5 25.2 301.9 328.944 0 10 2001 355.41 29.08 24.17 285.8 165.065 933.36 0 0 0 16.7 291. diketahui bahwa jumlah bulan kering rata-rata 3.9 334.8 231 293. Dari data tersebut.6 %.2005 Schmidt dan Ferguson (1951).8 94.3 240.4 222.8 195.44 254. jika besarnya curah hujan bulanan 60-100 mm .1 1.8 18.46 5.46 28.6 320.3 324.2 44 3.42 96.7 201.2005 Bl/Th Januari Februari Maret Aplil Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopembr Desember jumlah BK BB 1996 434.8 221.6 206.2 121.

6 % 33.3 % A 0% 6 7 8 9 10 11 12 Jumlah rata-rata bulan basah (mm) Gambar 2.19 12 11 700 10 300 9 8 167 7 H G 100 6 F 5 E 4 D 3 C 2 B 1 0 1 2 3 4 5 Jumlah rata-rata bulan kering (mm) 60 Nilai Q = 48.3 = Q < 60 Agak basah D 60 = Q < 100 Sedang E 100 = Q < 167 Agak kering F 167 = Q < 300 Kering G 300 = Q < 700 Sangat kering H 700 = Q Luar biasa kering Sumber: Schmidt dan Ferguson (1951) Tipe iklim di suatu tempat menurut Koppen ditetapkan berdasarkan curah hujan rata-rata tahunan dan curah hujan terkering. Suhu udara di daerah penelitian tidak didapatkan. .3 – 0. Tipe Curah Hujan Menurut Schmidt dan Ferguson Berdasarkan besarnya nilai Q tersebut Schmidt dan Ferguson membagi tipe curah hujan sebagai berikut : Tabel 2. Tipe Curah Hujan Menurut Schmidt dan Ferguson Tipe Curah Hujan Nilai Q (%) Keterangan A 0 < Q <14.3 Basah C 33.3 14. maka untuk penentuan temperatur rata-rata tahunan tersebut didasarkan formula Dames (1955) sebagai berikut : T = 26.3 = Q < 33.6 H T = Temperatur rata-rata tahunan (?C) H = Tinggi tempat dinyatakan dalam ratusan meter.2.3 Sangat basah B 14.2.

Curah hujan dalam persamaan diukur dalam milimeter.6 ?C Suhu daerah yang terendah adalah : T T T T T = 26.20 Daerah penelitian mempunyai ketinggian tempat 106 – 109 meter di atas permukaan air laut (dpal).09) = 26. maka temperatur rerata tahunan di daerah penelitian berkisar antara 25.3 .3 .6.3 – 0.(0.6)? C = 26.3 . t adalah temperatur udara dalam derajad Celcius.3 – 0. Ciri daerah yang beriklim hujan tropis (A) adalah termperatur terdingin lebih besar dari 16? C.6. sehingga suhu daerah penelitian dapat diketahui sebagai berikut : Suhu daerah yang tertingi adalah : T T T T T = 26. Indeks m di belakang huruf A menunjukan iklim tropis yang memp unyai periode kering pendek (Curah hujan < 60 mm).3 .06) = 26.3 – ( 0. 1. Dalam pembagian iklim menurut Koppen.109/100) = 26. . daerah penelitian termasuk tipe iklim Am (hujan tropis).7 ?C Berdasarkan perhitungan tersebut.(0. dan curah hujan tahuna n lebih besar dari 20t atau 20t + 14 untuk daerah yang periode hujan jatuh pada musim panas.106/100) = 26.(0.6.654 = 25. 1.65? C.(0.6.636 = 25.6)? C = 26.3 – ( 0.

Zone tersebut berbeda-beda baik yang ada di Jawa Timur.3.4.117. 2.21 Af Curah hujan bulan terkering (mm) 60 40 24. berlereng miring ke arah selatan menuju Samudra Hindia dan sebelah utara berbentuk tebing patahan. Geomorfologi Menurut A. Jenis batuan yang menyusun daerah penelitian adalah batuan beku.J. lava dan tuff. Adapun zona-zona tersebut antara lain : 1. Persebaran batuan vulkanik ini tersebar rata di seluruh daerah penelitan. 2.3.1. Zona tengah : di Jawa Timur. Jawa Tengah. Batuan yang menyusun daerah penelitian terdiri breksi. dan Jawa Barat. Berdasarkan Peta Geologi Lembar Surakarta skala 1 : 100. Geologi Pembahasan geologi daerah penelitian antara lain berupa struktur dan jenis batuan.7 20 1000 1500 2000 2500 Curah hujan tahunan rata-rata (mm) Gambar 2.21 Am Aw 2.1.000. 2. Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten mempunyai batuan vulkanik yang pembentukannya berasal dari aktivitas gunung berapi api Merapi. . Daerah penelitian merupakan daerah yang berada pada struktur gunung berapi. Tipe Iklim Menurut Koppen di Daerah Penelitian. sebagian Jawa B arat dan di Jawa Tengah merupakan depresi yang di tempati oleh rangkaian gunung berapi dan rangkaian penggunaan. 2002) mengatakan bahwa Pulau Jawa merupakan jalur geosinklinal muda dan jalur orogenesa yang banyak ditumbuhi gunung berapi dan mempunyai zona-zona pokok yang memanjang sepanjang Pulau Jawa. Zona selatan : berupa plato. Pannekoek (1949 dalam Wiwin Haryani.

2.8 mempunyai permeabilitas cepat – sangat cepat.5. Untuk lebih jelasnya luas masing-masing penggunaan lahan di daerah penelitian disajikan dalam Tabel 2.22 3. 21.6. yaitu : Regosol kelabu Tanah regosol kelabu tua mempunyai tekstur geluh berpasir hingga pasir. pH tanah 5. Zona utara : zona ini merupakan penggunaan lipatan berupa bukit-bukit rendah atau pegunungan yang berbatasan dengan daerah dataran aluvial.5. sedangkan pelapukan yang terjadi adalah pelapukan fisik dan organik. . 1993).3. Jenis tanah daerah penelitian berdasarkan peta tanah Kabupaten Klaten skala 1 : 50. Daerah ini memunyai topografi datar hingga berombak hingga bergelombang dengan kemiringan lereng 3-15 %.000 daerah penelitian mempunyai satu macam jenis tanah. dimana daerahnya merupakan bagian dari lereng bawah vulkan. struktur tanah tunggal pada bagian atas dan granuler kasar pada bagian bawah. Erosi yang berkembang adalah erosi lembar. daerah penelitian mempunyai berbagai macam penggunaan lahan. Berdasarkan pada pembagian di atas daerah penelitian termasuk dalam zone tengah. konsistensi tanah dalam keadaan basah dan dalam keadaan lembab tidak lekat dalam keadaan kering lepas-lepas. Penggunaan Lahan Berdasarkan peta penggunaan lahan dan dari data monografi Kecamatan Prambanan tahun 2007. Adapun kemiringan lereng daerah penelitian dapat dilihat pada Gambar 2. percik dan alur. mempunyai warna kelabu. Proses geomorfologi yang terjadi di daerah penelitian meliputi erosi maupun pelapukan. Tanah Tanah adalah akumulasi tubuh alam bebas yang mampu menumbuhkan tanaman dan memiliki sifat-sifat sebagai akibat pengaruh iklim dan jasat hidup yang bertindak terhadap batuan hidup dan relief tertentu selama jangka waktu tertentu pula ( Jamulyo dan Suratman Woro.1.

Hal ini mengacu pada pendapat yang dikemukakan oleh Sukamto (1982). 3. Dengan demikian kepadatan penduduk di Kecamatan Prambanan adalah 2.694 rjiwa dan perempuan sebanyak 22. yaitu : 1. Pemukiman 4. .0 Sumber : Monografi Kecamatan Prambanan Tahun 2007 2.985 jiwa terdiri dari laki – laki sebanyak 21. tingkat pendidikan dan mata pencaharian penduduk.23 Table 2. 2. Sawah 2. Kondisi Sosial Ekonomi dan Kependudukan Pembahasan mengenai kondisi sosial ekonomi dan kependudukan dalam bab ini meliputi jumlah penduduk. jika jumlah penduduk 500 jiwa / km2 . Kepadatan sedang.342 jiwa / km2 .5 100.443 (%) 25. 2. Jumlah dan Kepadatan Penduduk Jumlah penduduk 43. jika jumlah penduduk dengan kepadatan lebih dari 1000 jiwa / km2 .2.2.1. Lainnya Jumlah Luas ( ha) 610 540 1038 23 232 2.3.9 9. Kebun campuran 5.72 ha. Kepadatan tinggi.1 42. Penggunaan Lahan di Kecamatan Prambanan Penggunaan Lahan 1. yang mengatakan bahwa kepadatan penduduk dapat dibedakan menjadi tiga. Tegal 3. Hal ini berarti tingkat kepadatan penduduk di Kecamatan Prambanan termasuk kepadatan tinggi.5 0. distribusi dan kepadatan penduduk dan komposisi penduduk yang meliputi komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin.877.291 jiwa dan mempunyai luas wilayah 1.0 22. jika jumlah penduduk antara 500-1000 jiwa / km2 . Tidak padat.

8 5.0 Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa kelompok umur yang belum produktif. DR P : Dependency Ratio ( angka ketergantungan) : Penduduk .0 7.652 49.942 25-29 1.820 40-44 1.324 Jumlah 23.356 45-49 1.062 3.971 1.24 2.3 4.060 3.9 8.553 2. yaitu yang berumur 0-14 tahun dan yang berumur > 60 tahun berjumlah 18.345 2.8 6.X 100 P (15-60) Dimana. Komposisi Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin Umur Laki.494 jiwa.070 10-14 2.905 30-34 1.698 3.8 8.082 1.973 20-24 1.758 2.808 2.9 3.100 2.2.2 10.963 4.3 7.7 100.516 4.878 + 65 1.658 1.2.107 1.939 60-64 796 1.1 8.092 35-39 1. % 7.5 8.704 5-9 2.832 1.002 55-59 898 1.850 2.laki Perempuan Jumlah 0-4 1.845 2.479 25.280 4. Komposisi Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat memberikan ga mbaran tentang keadaan penduduk saat ini dan dapat digunakan untuk memprediksi pertumbuhan penduduk di masa yang akan datang. Dari data tersebut maka untuk mengetahui tingkat ketergantungan pendud uk (dependency ratio) adalah sebagai berikut : P (0-14)+ P (>60) DR = ---------------------.626 50-54 902 1.281 1.242 4.879 3.149 Sumber : Kecamatan Prambanan Dala m Angka Tahun 2007.971 3.518 15-19 2.1 3.3 9.420 4.4.238 2.4 sebagai berikut : Tabel 2.041 1. Adapun komposisi penduduk tersebut dapat dilihat pada tabel 2.

Hal ini berarti setiap 100 orang penduduk perempuan terdapat 92 penduduk laki. Komposisi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Pendidikan penduduk dapat mencerminkan tingkat kecerdasan.3.laki. Memperhatikan jumlah penduduk menurut jenis kelamin diketahui bahwa jumlah penduduk laki.3 yang berarti setiap 100 orang produktif harus menanggung sebanyak 60 orang yang belum dan yang sudah tidak produktif lagi.494 DR = ----------------.25 Berdasarkan rumus tersebut dapat dihitung angka ketergantungan di Kecamatan Prambanan sebagai berikut : 18.X 100 25.X 100 30.655 = 60. 2.5.479 = --------.5 sebagai berikut : .5 Berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa Sex ratio penduduk di Kecamatan Prambanan adalah 91.2.3 % Berdasarkan hasil perhitungan tersebut berarti usia ketergantungan di Kecamatan Prambanan adalah sebesar 60.X 100 sehingga didapat. sehingga dapat dipakai sebagai indikator kemajuan dalam suatu masyarakat. Tingkat pendidikan penduduk di Kecamatan Prambanan berdasarkan data Kecamatan Prambanan dalam angka dapat dilihat pada tabel 2. Dari data jumlah penduduk laki.laki ------------------------------. Jumlah penduduk perempuan 23.laki dan perempuan dapat dicari rumus : Sex ration = Jumlah penduduk laki.laki dan perempuan me mpunyai selisih jumlah yang cukup besar.652 = 91.

Pendidikan tinggi.101 (2.480 3. yaitu: a. sebagai berikut : .5. sehingga termasuk dalam tingkat pendidikan tinggi.2 %.095 11. jika tamatan SD ke atas 30-60 %.26 Tabel 2.4. yaitu sebesar 15.101 15.095 orang (39.0 10. Pendidikan sedang. Pendidikan rendah.2 100.2.6. jika tamatan SD ke atas > 60 %.4 17. b.886 38. jika tamatan SD ke atas < 30 %.6 30. 2. c. Adapun secara le ngkap jenis mata pencaharian penduduk di daerah penelitian dapat dilihat pad tabel 2. Berdasarkan klasifikasi tersebut maka tingkat pendidikan penduduk Kecamatan Prambanan yang lulus SD ke atas secara keseluruhan adalah 72.9 39. Berdasarkan data tersebut juga dapat diketahui secara keseluruhan tingkat pendidikan penduduk Kecamatan Prambanan berdasarkan klasifikasi Dirjen Pembangunan Desa (1973 dalam Bayu Setiawan Prabhowo 2003).0 Sumber : Kecamatan Prambanan Dalam Angka Tahun 2007 Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa tingkat pendidikan penduduk yang paling besar adalah tamatan SLTA.585 6. Komposisi Penduduk Menurut Mata Pencaharian Komposisi penduduk menurut mata pencaharian dimaksudkan untuk mengetahui sebaran dari aktivitas mata pencaharian yang dipilih penduduk Kecamatan Prambanan.9 %).146 % 2.6 %) sedangkan yang paling sedikit adalah penduduk yang tamatan Akademi / PT sebesar orang 1. Tingkat Pendidikan Penduduk No 1 2 3 4 5 Tingkat pendidikan Tamat Akademi / PT Tamat SLTA Tamat SLTP Tamat SD Tidak/ belum tamat SD Jumlah Jumlah 1.

4 0. Jenis Sarana Perekonomian Wartel Telepon rumah Warpostel Jumlah 36 541 1 Sumber : Kecamatan Prambanan Dalam Angka Tahun 2007 .215 orang (25. Jumlah ketersediaan fasilitas telekomunikasi yang ada di Kecamatan Prambanan adalah sebagai berikut : Tabel 2. 2. Jumlah Ketersediaan Fasilitas Telekomunikasi di Kecamatan Prambanan Tahun 2007.1 1.7 2. Ketersediaan Fasilitas Telekomunikasi Dalam upaya pengembangan wilayah sektor ekonomi telekomunikasi merupakan salah satu sektor yang sangat vital.757 % 2.5 %). 2.5 10. Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian Tahun 2007 No Mata Pencaharian 1 2 3 4 5 6 7 8 Petani Pengusaha Buruh industri Pedagang Pegawai negri dan TNI Pensiunan Angkutan Lain. 3.lain Jumlah Jumlah (orang) 876 301 5.932 782 464 489 9. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa mata pencaharian terbanyak di daerah penelitian adalah lain.8 15.0 Sumber : Kecamatan Prambanan Dalam Angka Tahun 2007.3 25.698 orang (15.1 100.3.215 36. No 1.7.lain.3 1.6.1 %) disusul kemudian buruh industri sebesar 5.698 3. yaitu sebesar 9.27 Tabel 2.

Sarana Transportasi di Kecamatan Prambanan Tahun 2007.576 . Sarana Transportasi Transportasi adalah pemindahan fisik baik benda maupun manusia dari suatu tempat ke tempat lain. 5. Jenis alat transportasi Becak Motor Mobil Dokar Truk Jumlah Sumber : Kecamatan Prambanan Dalam Angka Tahun 2007 Jumlah 34 6. Adanya suatu sarana transportasi dalam suatu tempat / ruang akan memberikan pengaruh terhadap perubahan fisik maupun sosial dari suatu wilayah. No 1.28 2. 2. 3.8.910 530 8 94 7. Tabel 2.4. 4.

Penjabaran strategi dan kebijaksanaan tersebut mendasari dan mendukung rencana teknik ruang kota kawasan Prambanan yang diinginkan.1. khususnya rumah yang sehat dan layak huni. sehat.Memberikan arahan terhadap perkembangan pembangunan perumahan yang di bangun oleh masyarakat.Mengarahkan pola persebaran jumlah penduduk sehingga tidak memberikan beban terlalu besar di wilayah tertentu tanpa menyebabkan kehilangan dan atau penurunan intensitas kegiatan pada daerah tersebut. 29 .Memberikan perhatian pada perbaikan perumahan kumuh dan perumahan golongan ekonomi lemah. Kependudukan . b.Memberikan pengaturan. Kebijaksanaan Pembangunan di Kecamatan Prambanan Perkembangan pembangunan Kecamatan Prambanan di masa yang akan datang tidaklah hanya melanjutkan dan penegasan kembali strategi dan kebijakan yang tertuang di dalam rencana umum tata ruang kota (RUTRK) tetapi merupakan penjabaran lebih lanjut dari srategi dan kebijaksanaan pembangunan di Kecamatan Prambanan.Meningkatkan perkembangan penyediaan rumah. rapi dan indah. Terkait dengan rencana tata ruang Kecamatan Prambanan kebijaksanaan dan strategi pembangunan yang diterapkan diarahkan pada bidang-bidang seperti : a.Memberikan kemudahan-kemudahan dalam pembangunan fisik dan penegasan. . .29 BAB III KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAN SARANA PRASARANA SOSIAL EKONOMI DI DAERAH PENELITIAN 3. penyuluhan kesadaran tentang cara hidup bersih. Perumahan . . .penegasan kegiatan yang ada di suatu kawasan.

Mengembangkan konsep pengembangan industri rumah tangga yang sehat . Sistem jaringan jalan .Memberikan kemudahan-kemudahan bagi sektor swasta untuk mengembangkan kegiatan perdagangan dan jasa. . .lintas yang ada di Kecamatan Prambanan.Meningkatkan jaringan utilitas dengan menambah kapasitas pelayanan hingga menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Kecamatan Prambanan.Deversifikasi penyediaan sumber-sumber sistem jaringan utilitas yang ada di masyarakat harus dibina dan dikembangkan supaya lebih efektif dan efisien.Memperbanyak sistem jaringan utilitas yang bersifat pelayanan umum khususnya untuk golngan ekonomi lemah dan sektor informal.Mengembangkan berbagai kegiatan perdagangan dan jasa dalam berbagai kegiatan perdagangan dan jasa dalam berbagai macam komoditi dengan berbagai skala pelayanan internasional. e. . regional dan lokal termasuk pedagang kaki lima dan informal lainnya.Meningkatkan laju pertumbuhan industri menengah ke bawah melalui pembinaan yang saling terkait dan berhubungan dengan kegiatan lainnnya.30 c. . d.Penyusunan peraturan dan pengaturan yang berkaitan dengan pengembangan khusus tentang pengembangan sistem jaringan jalan sistem lalu. f. . .Mengembangkan program percontohan dan penyuluhan bagi industri limbah rumah tangga. Perdagangan dan jasa . .Mengembangkan pusat-pusat perdagangan partai besar dan grosir.Tidak memperpanjang ijin usaha dan lokasi industri yang banyak menimbulkan polusi. Industri . Jaringan utilitas .

Menyediakan prasarana lalu.Pemenuhan kebutuhan sistem jaringan komunikasi pada pusat pemerintahan dan pusat kegiatan ekonomi. .Pemantauan. g.Mengembangkan sistem angkutan kota yang saling mengisi antar kawasan yang ada di wilayah Kecamatan Prambanan.lintas.Mengembangkan sistem terminal terpadu di seluruh wilayah perkotaan di Kecamatan Prambanan.Peningkatan fungsi dan fisik jalan-jalan utama yang ada di Kecamatan Prambanan.Pengawasan. pengawasan dan penertiban penggunaan tanah pada daerah pengairan.lintas dan tempat-tempat pemberhentian bis dan angkutan umum. pemanfaatan dan pemeliharaan saluran irigasi pada masingmasing daerah irigasi waduk / bendungan berfungsi jaringan dapat berkela njutan. . . . .Peningkatan dan perluasan kegiatan penghijauan kembali kawasan tangkapan air.Mengembangkan sistem jaringan terpadu dengan program / proyek baik dari Departemen Pekerjaan Umum (DPU) atau Bina Marga. rambu-rambu lalu. .masing wilayah kecamatan.Peningkatan peran serta lembaga.lintas seperti .Peningkatan pelayanan sistem jaringan komunikasi pada wilayah kecamatan yang cepat perkembangannya. . . lampu pengatur lalu. Jaringan telekomunikasi .lembaga petani dan lembaga swadaya masyarakat di dalam pengelolan jaringan irigasi. marka jalan. termasuk di dalamnya daerah sempadan sungai. . h. Jaringan irigasi .Pengembangan pelayanan sistem jaringan komunikasi sejalan dengan perkembangan kegiatan sosial-ekonomi di masing.31 .Penataan dan pengembangan sistem jaringan lalu lintas dan perparkiran. . .

Menyediakan sarana olah raga dan fasilitas rekreasi / taman hiburan yang terpusat baik di kota Kabupaten maupun kota kecamatan. . pusat kegiatan industri dan pariwisata. .Perluasan jaringan pelayanan pada kawaan-kawaan perkembangan permukiman baru. pariwisata dan jasa-jasa lainnya. k. Fasilitas olah raga dan rekreasi .Pengembangan lampu penerangan jalan pada kawasan perkotaan.32 i. .Pengupayaan peningkatan kapasitas daya tersedia melalui pencarian sumber daya energi listrik. pusat kegiatan industri. .Menyediakan sarana olah raga baik di lingkungan pendidikan (sekolah) maupun dimasyarakat sesuai dengan kebutuhan.Melaksanakan pembinaan kepada masyarakat untuk turut mendukung dan memelihara fasilitas umum berupa taman rekreasi atau obyek wisata yang sudah ada.Pemenuhan kapasitas daya pasang pada pusat pemerintahan. .Memberikan penyuluhan tentang pemanfaatan tanaman obat di pekarangan sebagai penaggulangan awal pengobatan (P3K) sebelum mendapatkan perawatan yang intensif. Jaringan kelistrikan . . j. .Meningkatkan pelayanan kesehatan.Membangun dan merehabilitasi sarana kesehatan yang rusak / yang belum tersedia.Memanfaatkan Posyandu sebagai alternatif sebagai sarana pembinaan kesehatan masyarakat.Melengkapi sarana dan prasarana kesehatan . Fasilitas kesehatan .Meningkatkan strata puskesmas non perawatan menjadi puskesmas perawatan (rawat inap). . . .

7. 4. 14. Pereng Kotesan Sengon Cucukan Sanggrahan Geneng Kemudo Taji Tlogo Bugisan Kokosan Kebondalem Lor Brajan Randusari Joho TK 2 1 1 3 2 1 1 3 3 3 3 1 1 2 2 1 SD 2 1 1 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 SMP 1 1 2 SMA 1 1 Jumlah 4 3 2 6 4 4 3 5 5 6 5 3 4 4 4 3 65 Jumlah 30 32 Sumber : Monografi Kecamatan Prambanan (2007) Tingginya tingkat pengetahuan penduduk membuat pengetahuan tentang perbaikan kualitas hidup semakin baik. 6.1 sebagai berikut: Tabel 3. Kebondalem Kidul 2. Jumlah Fasilitas Pendidikan Kecamatan Prambanan Tahun 2007 No. 12. 2.1. 10 11.1. salah satunya adanya pengetahuan tentang rumah sehat. Perbaikan kualitas hidup. 9. 13.2. Desa 1. . 16. 15. Pemahaman ini akan membuat penduduk di daerah penelitian mengerti akan kualitas permukiman dalam upaya meningkatkan kualitas hidupnya. 3. Fasilitas Pendidikan Pesebaran jumlah sekolah berakibat peningkatan kualitas hidup karena dengan adanya tempat untuk melakukan kegiatan sekolah setelah tercapai. Sarana dan Prasarana 3. 8. Jumlah sekolah yang ada di Kecamatan Prambanan ditunjukan pada tabel 3.33 3. 5.

34 .

Puskesmas dan klinik kesehatan serta tersedianya ahli medis. Fasilitas Kesehatan Sarana kesehatan merupakan suatu kondisi dimana manusia membangun lingkungannya dengan memperlihatkan kesehatan meliputi rumah sakit. 4.2. 3.35 3. . 14. 13. 7.3 sebagai berikut: Tabel 3. 9. 12. Jumlah Prasarana Kesehatan di Kecamatan Prambanan Kecamatan Prambanan 2007 No 1.3. 2. 15. 8. Desa Kebondalem Kidul Pereng Kotesan Sengon Cucukan Sanggrahan Geneng Kemudo Taji Tlogo Bugisan Kokosan Kebondalem Lor Brajan Randusari Joho Jumlah Puskesmas 1 1 2 PKM Pembantu 1 1 2 Posyandu 4 3 3 4 4 3 5 5 3 5 6 4 4 4 4 3 64 Rumah bersalin 1 1 1 3 Poli klinik 1 1 2 Apotik 1 1 2 4 Jumlah 7 3 3 5 4 3 5 6 4 8 7 4 6 4 5 3 77 Sumber : Monografi Kecamatan Prambanan (2007) Berdasarkan tabel 3.3 di atas terlihat bahwa untuk menunjang kesehatan masyarakat paling tidak disetiap kecamatan memiliki satu buah Puskesmas dengan demikian dapat menunjukan bahwa masyarakat telah memperlihatkan arti penting kesehatan baik itu lingkungan maupun dirinya sendiri. 16. Pelayanan kesehatan di daerah penelitian dapat dilihat pada tabel 3.2. 5. 6. 10 11.

36 .

14. 4. Adapun banyaknya sarana keagamaan dapat dilihat pada table 3. Fasilitas Keagamaan Banyaknya fasilitas keagamaan menunjukkan dapat menunj ukkan religiusitas penduduk di daerah yang bersangkutan.37 3. 15. 12. 16. 5. Desa 1. 8. 10 11. 3. Semakin banyak sarana ibadah menunjukkan bahwa religiusitas penduduk di daerah tersebut semakin tinggi. Jumlah Prasarana Keagamaan di Kecamatan Prambanan Kecamatan Prambanan 2007 No.4. 7.4 sebagai berikut: Tabel 3.3. 13. Pereng Kotesan Sengon Cucukan Sanggrahan Geneng Kemudo Taji Tlogo Bugisan Kokosan Kebondalem Lor Brajan Randusari Joho Masjid 6 11 4 8 6 4 3 6 4 8 8 4 5 5 9 9 Mushola 9 2 6 4 5 8 4 11 2 10 7 5 9 5 5 5 Gereja 3 1 1 1 2 1 1 1 11 Vihara 1 1 2 Jumlah 18 14 11 13 11 14 7 20 6 18 15 9 15 11 14 15 219 Jumlah 100 97 Sumber : Monografi Kecamatan Prambanan (2007) . 9. 6. Kebondalem Kidul 2.2.

38 .

0894 -------5 = 0.699 (1+r)5 = Po (1+r)t = 3.1. Analisis Pertumbuhan Penduduk di Kecamatan Prambanan tahun 2007 Hasil pengumpulan data sekunder dapat diketahui pertumbuhan penduduk tiap-tiap desa yang ada di Kecamatan Prambanan dengan mendasarkan rumus sebagai berikut : Pt 3.0420 atau 4.0894 log (1+r) = 0.0179 = inv.0420 r = 1.011 (1+r)5 3699 = -------3011 = 1.2 % log (1+r) 1+r 39 .2284 = 0.0420 – 1 = 0.39 BAB IV ANALISIS PERTUMBUHAN PENDUDUK 4.2284 5 log (1+r) = log 1. 0.0179 = 1.

Pertumbuhan penduduk dikatakan rendah.968 2.4 0.1 -2. 3.106 2. 12.300 2. 9. 3.188 3.972 2.011 1. pertumbuhan penduduk di Kecamatan Prambanan termasuk tinggi. sedang dan tinggi.2 Tinggi 2.874 2. 13.799 44. jika lebih dari 2 %.210 1. Hal ini mengacu pada pendapat yang dikemukakan Salladin (1980) yang mengatakan : 1. Berdasarkan perhitungan pertumbuhan penduduk di atas.861 3.721 2.741 2. 8. 15.0 5.363 2.527 3.542 Jumlah penduduk 2007 (jiwa) 3. 4.9 5. jika 1 – 2 %.088 2.100 2.2 0.254 2.3 -0.684 3. 5. 6.589 3.699 1.311 3.335 2.142 3. Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk Kecamatan Prambanan Tahun 2007 No.6 4.0 -0.2 1. Pertumbuhan penduduk dikatakan sedang.521 2. 10 11. .1. 14.5 1.935 49. Desa Jumlah penduduk 2002 (jiwa) 3. 16.969 2.0 Tinggi Sedang Rendah Rendah Rendah Sedang Tinggi Rendah Tinggi Rendah Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Sedang 1.643 4. 7. Kebondalem Kidul Pereng Kotesan Sengon Cucukan Sanggrahan Geneng Kemudo Taji Tlogo Bugisan Kokosan Kebondalem Lor Brajan Randusari Joho Jumlah Sumber : BPS Kabupaten Klaten (2007) dan Hasil Perhitungan Pertumbuhan penduduk dapat diklasifikasikan menjadi rendah. jika kurang dari 1%.275 4.777 2.149 Pertumbuhan Tingkat penduduk pertumbuhan (%) 4.1 -1.9 3.0 3.40 Tabel 4.150 4.5 1.263 4. 2. 2.315 2.0 2. Pertumbuhan penduduk dikatakan tinggi.

Desa yang mempunyai pertumbuhan penduduk sedang adalah Joho. Desa yang mengalami pertumbuhan penduduk rendah.41 Berdasarkan data pertumbuhan penduduk di atas dapat dijelaskan bahwa daerah yang mempunyai pertumbuhan penduduk tertinggi adala h Desa Kebondalem Lor. Pereng. Sanggrahan mempunyai pertumbuhan terendah karena lokasinya jauh dari fasilitas sosial ekonomi dan jauh dari jalan raya.1. Cucukan. Kemudo.5 %. . Kokosan. Desa yang mempunyai pertumbuhan penduduk tinggi adalah Kebondalem Kidul. Desa yang mempunyai tingkat pertumbuhan penduduk rendah adalah Randusari. Kotesan dan Geneng. Sanggrahan. 3 desa mempunyai tingkat pertumbuhan sedang dan 7 desa mempunyai tingkat pertumbuhan tinggi. yaitu 5. Kebondalem Lor mempunyai kepadatan tertinggi karena dekat dengan lokasi wisata dan jalan raya yang menghubungkan Klaten dengan Yogya dan dekat fasilitas. yaitu : a.fasilitas sosial dan ekonomi akan meningkatkan mobilitas masyarakat dan menimbulkan sarana prasarana publik. Distribusi Pertumbuhan Penduduk di Kecamatan Prambanan Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa dari 16 desa di Kecamatan Prambanan mempunyai tingkat pertumbuhan yang rendah 6 desa bahkan di antaranya mengalami penurunan jumlah penduduk.9 % dan yang mempunyai pertumbuhan terendah atau pengurangan adalah Desa Sanggrahan. Tlogo.2. Kebondalem Lor dan Brajan Adapun untuk jelasnya pertumbuhan penduduk Kecamatan Prambanan dapat dilihat pada gambar 4. Jadi berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan penduduk di Kecamamatan Prambanan dapat dibagi menjadi 3. yaitu -0. c. 4. Bugisan dan Taji b. Sengon.

42 .

Pemerintah dalam memberikan ijin pendirian bangunan baik perkantoran. pola jarinagn sarana prasarana dan wilayahwilayah di dalam kota yang diprioritaskan pengembangannya dalam kurun waktu tertentu sesuai rencana. 2. lokasi pengembangan kawasan budidaya termasuk kawasan produksi dan pemukiman. Cucukan. Kemudo. 2. pabrik.fungsi yang melekat padanya. Kotesan dan Geneng. Pertumbuhan penduduk di Kecamatan Prambanan mempunyai tiga kelas. pengumpulan dokumentasi dan analisa data monografi di Kecamatan Prambanan dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. pertokoan. Pereng. kegiatan. maupun pusat 43 .saran 1. Desa yang mempunyai pertumbuhan penduduk tinggi (jika lebih dari 2 %) adalah Kebondalem Kidul. Sengon. Saran . yaitu rendah. Penga mbilan kebijaksanaan pembangunan perkotaan dan pedesaan berdasarkan ukuran (jumlah penduduk) atau penyeragaman kebijaksanaan sering kurang bermakna tanpa mempertimbangkan terlebih dahulu karakteristik pemukiman.) adalah Randusari. Kokosan. Pertumbuhan penduduk dan persebarannya dalam ruang jarang memiliki pola yang sama. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dari penelitian yang telah dilakukan melalui pengamatan. Hal ini. Bugisan dan Taji. Tlogo. maupun fungsi. Kebondalem Lor dan Brajan B. Pemerintah perlu memperhatikan Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) sebagai kebijakan yang menetapkan lokasi kawasan yang harus dilindungi. Desa yang mempunyai tingkat pertumbuhan penduduk rendah (jika kurang dari 1%. perlu dipahami mengingat seringnya para pengambil kebijakan melakukan generalisasi tentang hal itu tanpa menyadari adanya keragaman situasi. Sanggrahan.43 KESIMPULAN DAN SARAN A. Desa yang mempunyai pertumbuhan penduduk sedang (jika 1 – 2 %) adalah Joho. sedang dan tinggi.

.44 pelayanan masyarakat lainnya hendaklah memperhatikan sistem tata kota agar tidak terjadi pola distribusi atau pertumbuhan penduduk yang hanya mengelompok pada daerah-daerah tertentu saja.

Kamus Istilah. Pola Permukiman Di Kabupaten Subang. Skripsi S-1.P Spring. Yogyakarta : Fakultas Geografi UGM. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. Yogyakarta : Nur Cahya. R. Jakarta : Gramedia. Bandung : Tarsito. Skripsi S-1. 2007.Yogyakarta : Fakultas Geografi UGM. Surakarta : Fakultas Geografi UMS. 1982. Yogyakarta : P. Bintarto. Diktat Kuliah. 1982. Daljoeni. Analisis Geomorfologi untuk Perluasan Permukiman di Kecamatan Semarang Selatan Kotamadya Semarang. 1977. Pengantar Geografi Pembangunan. 1977. Pengantar Geografi. Surakarta : Fakultas Geografi UMS. 1986. Geografi Permukiman. 1997. R. Nafik Istiqomah.45 DAFTAR PUSTAKA Anonim. Klaten: BPS Adhit Setiatmoko. 1975. Suatu Pengantar Geografi Desa. Studi Geografi Suatu Pendekatan dan Analisa Keruangan. Bintarto. Yogyakarta : U. Jakarta : LP3S. Yogyakarta : U. 1987. 1977. 2001. Hasan Shadily. Pengantar Studi Demografi. P. Nursid Sumaatmadja. Evaluasi Lahan Untuk Permukiman Studi Kasus di Kecamatan Gondanrejo Kabupaten Sragen. Bintarto. 1979. Skripsi S-1.B. Wahyudi Dwi Pramono. Skripsi S-1. Buku Penuntun Geografi Sosial. 1983. Klaten Dalam Angka. Pola Persebaran Permukiman Di Daerah Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta Dengan Analisis Kuantitatif. Klaten : BPS Anonim. Metode Analisa Geografi.T.P Spring. Bintarto dan Surastopo Hadisumarno. Perumahan Dan Permukiman. R. Yogyakarta : Fakultas Geografi UGM. Mamat Ruhimat. Bandung : Iluni. Dahroni. . 1980. Djemabut Blaang. 1999. 2007. Ida Bagus Mantra. Kecamatan Prambanan Dalam Angka.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->