P. 1
TLPB Acara 1-9

TLPB Acara 1-9

|Views: 1,430|Likes:
Published by hehahi

More info:

Published by: hehahi on Sep 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/08/2013

pdf

text

original

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA I DENAH TATA LETAK AWAL DAN DESKRIPSI

PERUSAHAAN

Disusun oleh : Kelompok 10 1. Nika Awalistyaningrum 2. Esti Rumaningsih 3. Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131)

Asisten : Khusnul Khotimah

LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Keberhasilan suatu industri merupakan dampak positif dari pengitegrasian faktor produksi dan sistem menejemen sehingga dapat lebih efektif dan efisien. Salah satu penentu adalah tata letak atau lebih dikenal dengan nama layout dari industri. Tanpa menganaktirikan faktor lain, tata letak ini memiliki peranan dalam proses penekanan biaya produksi. Pengetahuan akan tata letak tersebut meliputi work center dan peralatan dalam proses konversi untuk mengoptimumkan hubungan antara petugas pelaksana, aliran bahan, aliran informasi dan tata cara untuk mencapai tujuan. Fungsi utama adalah memanfaatkan area seefektif mungkin. Sebagian besar biaya produksi dialokasikan untuk penanganan bahan, maka dengan mengefi-siensikan area maka akan mengurangi biaya penanganan bahan. Dengan demikian, biaya produksi dapat diminimalisir. Kajian tata letak merupakan bekal yang penting untuk dikuasai. Oleh karena itulah untuk menambah pengetahuan, maka dilakukan kunjungan industri ke “Salma, Roti, dan Kue”. Kunjungan ini dapat memberikan gambaran mengenai pengaplikasian teori tata letak dalam industri yang sebenarnya. Industri “Salma, Roti, dan Kue” dipilih karena adanya kesadaran akan tingginya prospek industri bakery di masa yanga akan datang. Dewasa ini, kesibukan dan semakin meningkatnya aktivitas manusia menyebabkan kecenderungan masyarakat lebih menyukai hal-hal yang instan dan praktis. Salah satunya adalah roti dan kue. Roti ini memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi sehingga dapat menggantikan konsumsi nasi. Roti lebih fleksibel karena dapat dimakan dimanapun dan hanya membutuhkan waktu yang relatif lebih singkat. Pola konsumsi inilah yang semakin memperbesar peluang akan berjamurnya industri bakery.

2

B. Tujuan Praktikum Praktikum ini dilakukan dengan tujuan: 1. Praktikan dapat menggambarkan tata letak awal suatu industri. 2. Praktikan dapat mendeskripsikan (memberikan gambaran) mengenai kondisi umum industri yang digunakan sebagai objek kajian.

3

Selain aspek tersebut. 1990). Pengaturan fasilitas pabrik memegang peranan penting dalam kelancaran proses produksi sehingga akan tercapai suatu aliran kerja yang teratur. mengurangi kebutuhan personil dan peralatan. perancangan tata letak fasilitas dan perancangan sistem penanganan material (Apple. penentuan peralatan dalam proses produksi. 1992). aman. usaha untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kerja bagi personil merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan. Ada dua hal pokok dalam perencanaan fasilitas. Di dunia industri. 1990). Hal ini karena suatu tata letak pabrik yang efisien paling tidak dapat menekan biaya penanganan bahan. Salah satu usaha terbaik untuk menekan biaya produksi adalah dengan menghilangkan atau mengurangi sebesar mungkin aktivitas yang nonproduktif. Untuk itu. 4 . Tata letak pabrik berhubungan dengan perencanaan dan pengaturan tata letak mesin.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Perencanaan fasilitas merupakan rancangan dari fasilitas-fasiltas industri yang akan dibangun. Tata letak pabrik merupakan alat yang efektif untuk tujuan tersebut. serta mengurangi persediaan dalam proses. dan perencanaan fasilitas secara keseluruhan. peningkatan produktivitas usaha tidak terlepas dengan meningkatkan produktivitas personil yang terlibat dalam aktivitas produksi atau aktivitas yang menunjang proses produksi. sehingga akan menghasilkan output yang optimal. yaitu berkaitan dengan perencanaan lokasi pabrik (plant location) dan perancangan fasilitas produksi yang meliputi perancangan struktur pabrik. aliran bahan. dan nyaman. dan orang-orang yang bekerja di masing-masing stasiun kerja (Tompkins. Keberhasilan perusahaan secara profit salah satunya merupakan refleksi langsung dari kelancaran proses produksi dan pemindahan bahan yang ditangani secara bijaksana. peralatan. perencanaan fasilitas dimaksudkan sebagai sarana untuk perbaikan layout fasilitas yang digunakan dalam penanganan material (material handling). Tata letak yang baik merupakan wahana untuk mencapai tujuan ini (Machfud dan Yudha.

Menurut Rusdiyantoro (2010), tata letak pabrik (plan/fasilitas layout) adalah suatu landasan utama dalam dunia industri dan dapat didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas fisik pabrik guna menunjang kelancaran proses produksi. Tujuan utama desain tata letak pabrik adalah meminimalkan biaya untuk kontruksi dan instalasi baik untuk bangunan mesin, maupun fasilitas produksi lainnya; mengurangi biaya pemindahan bahan (material handling costs) serta biaya produksi, maintenance, safety, dan inprocess storage cost. Jenis-Jenis atau macam-macam tata letak pada pabrik ada tiga, yaitu (Anonim 1, 2006): 1. Tata Letak Berdasarkan Produk / Layout by Product. Tata letak jenis ini membentuk suatu garis mengikuti jenjang proses pengerjaan produksi suatu produk dari awal hingga akhir. Layout produk dipilih apabila proses produksi telah distandarisasikan dan berproduksi dalam jumlah besar. Setiap produk akan melalui tahapan operasi yang sama sejak awal sampai akhir. Penyusunan bagian diatur sedemikian rupa sehingga dari bagian tersebut dapat dihasilkan suatu jenis produk tertentu.. Atas dasar produk, terlebih dahulu ditentukan jenis pekerjaan yang harus dilakukan pada produk yang akan dihasilkan. Pengaturan tata letak fasilitas pabrik seperti mesin, tidak memandang tipenya dan penempatannya sesuai dengan urutan dari satu proses ke proses yang lain. Contoh : tempat cuci mobil otomatis, kafetaria, atau perakitan mobil. 2. Tata Letak Berdasarkan Proses / Layout by Process Layout pada jenis tata letak berdasarkan proses memiliki bagian yang saling terpisah satu sama lain aliran bahan baku terputus-putus dengan mesin disusun sesuai fungsi dalam suatu grup departemen. Layout proses atau layout fungsional adalah penyusunan layout dimana alat yang sejenis atau yang mempunyai fungsi sama ditempatkan dalam bagian yang sama. Model ini cocok untuk discret production dan bila proses produksi tidak baku, yaitu jika perusahaan membuat berbagai jenis produk yang berbeda atau suatu produk dasar yang diproduksi dalam berbagai macam variasi. Atas dasar proses, terlebih dahulu ditentukan jenis produk, tipe manufacturing,

5

dan karakter peralatan produksi. Mesin-mesin dan peralatan yang mempunyai karakter serupa dikelompokkan menjadi satu, contoh

pemakaian layout ini adalah untuk pergudangan, rumah sakit, universitas, dan perkantoran. 3. Tata Letak Berdasarkan Stationary / Layout by Stationary Tata letak jenis ini mendekatkan sumber daya manusia / sdm serta perlengkapan yang ada pada bahan baku untuk kegiatan produksi. Rusdiyantoro (2010) mengemukakan bahwa dasar dalam perencanaan tata letak pabrik, yaitu prinsip integrasi total (integrasi secara total dari seluruh elemen produksi), prinsip jarak perpindahan bahan (pemindahan dari satu operasi ke yang lain dengan menghemat waktu dan mengurangi jarak perpindahan), prinsip aliran proses kerja (kelengkapan dari jarak perindahan bahan untuk menghindari gerakan balik , memotong, dan macet), prinsip pemanfaatan ruangan (pengaturan ruangan yang dipakai manusia, bahan baku, mesin dan peralatan), prinsip kepuasan dan K3 (kepuasan para pekerja dan menjaga faktor keselamatan), serta prinsip fleksibilitas (mengikuti perkembangan zaman dan mengimbanginya). Tujuan menyusun layout yang baik (Anonim 2, 2010) antara lain mengurangi jarak pengangkutan material dan produk yang telah jadi sehingga mengurangi material handling, memperhatikan frekuensi arus pekerjaan, memungkinkan ruang gerak yang cukup di sekeliling setiap mesin, untuk dapat direparasi dengan mudah, mengurangi ongkos produksi karena cost ditekan seminimum mungkin, mempertinggi keselamatan kerja sehingga keamanan bekerja terjamin, memberikan hasil produksi yang baik, memberikan service yang baik bagi konsumen, mengurangi capital investment, mempertinggi fleksibilitas, untuk memungkinkan menghadapi permintaan perubahan, memperbaiki moral pekerja, mengusahakan penggunaan yang lebih efisien dari ruang atau lantai, baik dalam arah horizontal maupun dalam arah vertikal, mengurangi delays (keterlambatan atau stopped) dalam pekerjaan, dapat mengadakan pengawasan yang lebih baik, maintenance lebih mudah dilakukan, mengurangi manufacturing cycle (waktu produksi), serta penggunaan equipment dan fasilitas yang baik dalam

6

pabrik. Faktor yang harus dipertimbangkan dalam menyusun plant layout yaitu (Anonim 2, 2010): 1. Produk yang dihasilkan a. Besar dan berat produk tersebut Apabila produk besar dan berat maka memerlukan handling yang khusus seperti fork truck atau conveyor yang di lantai sehingga memerlukan ruangan bergerak. Sedangkan, apabila produknya geraknya tidak terlalu besar. b. Sifat dari produk tersebut, yaitu apakah mudah pecah atau tidak, mudah rusak atau tahan lama. 2. Urutan produksi Faktor ini penting terutama bagi product layout karena product layout penyusunan didasarkan pada urutan-urutan produksi (operation sequence) 3. Kebutuhan akan ruangan yang cukup luas (special requirement) 4. Peralatan atau mesin-mesin Apabila mesin berat, maka diperlukan lantai yang lebih kokoh. 5. Maintenance dan replacement Mesin-mesin harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga maintenance atau replacement mudah dilakukan. 6. Keseimbangan kapasitas (balance capacity) harus diperhatikan terutama dalam product layout karena mesin-mesin diatur menurut urutan proses. 7. Minimum movement Dengan gerakan yang sedikit maka biaya akan lebih rendah. 8. Aliran (flow) dari material Aliran ini dapat digambarkan, yaitu merupakan arus yang harus diikuti oleh produk pada saat dibuat, gambar mana yang sangat penting bagi perencanaan lantai atau ruangan pabrik (floor plan). 9. Employee area Tempat kerja buruh di pabrik harus cukup luas sehingga tidak mengganggu keselamatan dan kesehatan serta kelancaran produksi

7

dan juga jangan merusak kesehatan buruh. 12. 8 .10. jangan terlalu panas. Waiting area. Plant climate Udara dalam pabrik harus diatur yaitu harus sesuai dengan keadaan produk dan buruh. toilet. Service area (seperti cafeteria. dan sebagainya) diatur sedemikian rupa sehingga dekat dengan tempat bekerja di mana sangat dibutuhkan 11. jangan terlalu dingin. yaitu untuk mencapai aliran material yang optimal maka harus diperhatikan tempat-tempat dimana barang menunggu untuk diproses. Flexibility Perubahan-perubahan dari produk atau proses atau mesin dan sebagainya hampir tidak dapat dihindarkan karena sesuai dengan perkembangan teknologi dan perubahan-perubahan kecil yang terjadi tidak memerlukan biaya yang tinggi. tempat parkir mobil. tempat istirahat. 13.

Alat dan Bahan Alat 1. Penghapus 5. 2. Cara pembuatan: a. Pensil 4. Kalkulator 6. 9 .BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Mengukur panjang dan lebar seluruh area industri. dari area tanah yang terpakai untuk bangunan maupun area yang tersisa (belum termanfaatkan) b. 3. Roti. Pelaksanaan Praktikum 1. dan Kue B. Mengukur seluruh ruangan dan masing-masing area stasiun kerja (baik area yang dibatasi oleh dinding maupun yang tidak dibatasi oleh dinding) c. Melakukan praktikum pendahuluan berupa kunjungan ke industri Salma. Kertas A4 Bahan 1. Kertas milimeter 2. Membuat denah tata letak menggunakan skala 1:100 atau skala yang lain tergantung besar kecilnya industri yang digunakan sebagai objek kajian. Penggaris 3. Data hasil kunjungan ke industri Salma. Roti. Menggambar hasil pengukuran pada kertas A4 dengan menggunakan skala yang sesuai. dan Kue.

3. yang terlihat hanya ruangan (area kerja). dan alat-alat besar. Utara digambarkan arah atas. sistem pembagian kerja. kapasitas produksi. rencana masa depan (kapasitas yang diharapkan). sistem penyimpanan barang. 5) Skala harus jelas dan dicantumkan di bagian bawah gambar. Mendeskripsikan industri yang berisi gambaran umum perusahan. alasan pemakaian ruang. jumlah tenaga kerja dan spesifikasi.d. batas ruang. proses produksi. Menggambar industri dilakukan seperti memotret industri dari atas. 3) Area kerja tanpa ada batas ruang (batas maya) digambarkan dengan garis putus-putus (------) 4) Nama ruang diberikan langsung pada gambar atau di samping gambar sebagai keterangan. jam kerja. alat pemindah bahan. e. Gambaran ini meliputi bidang usaha. 10 . Cara penggambaran: 1) Penggambaran lokasi sesuai dengan arah mata angin. dan lain-lain. 2) Dinding luar bangunan digambarkan dengan garis tebal.

75x0.76 m 1.97) m2 d2 meja (1.8) m2 f3 lemari(0.5 m I h1 H h5 1. Denah Tata Letak Industri Salma.53 m 5.7x0. Kamar J.15x2.7) m2 b6 kulkas (0.5x0.6) m2 e3 bahan baku 2 (0.6 x 0.65x1.5) m2 I.6 m Keterangan: K A.5x1) m2 D.54 m 3m 5.59x0.25 m h2 h4 h3 1.7) m2 d3 mixer besar (0.8x4.7) m2 b5 rak (3. Lorong g1 rak (0.2x0. Ruang Produksi I d1 oven (2.75x0.95) m2 f4 rak (1.8) m2 d5 rak (1.8x0.5 m L F f4 f3 d6 d3 f2 e5 g1 f1 E d4 e4 g2 e1 G 5.8x1.6x0. Ruang Administrasi c1 meja (1.04 m 3.2x0.05) m2 C.8) m2 d4 mixer kecil (0.85) m2 h3 tempat pencucian (1. Area Parkir B. Gudang e1 bahan baku 1 (1.5x0.6x0.5) M2 g2 lemari pengemas (3.6x1) m2 e5 bahan baku 4 F.5) m2 G.6x0.56 m A SKALA 1:100 5.05) m2 b10 rak (0.91) m2 e4 bahan baku 3 (1.42) m2 K. dan Kue DENAH TATA LETAK AWAL INDUSTRI SALMA ROTI DAN KUE N 11.9x1. Roti.7) m2 b4 kasir (1.7) m2 b3 freezer (1. Lorong j1 rak (0. Hasil 1.5x0.25 m 11 .BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.86x1.79x0.5x2)m2 h4 sumur (0. Ruang Produksi II f1 slicer (0.8) m2 E.55x0.9x1. Kamar Mandi 2.4x0.7) m2 h2 kompor (2.46) m2 b8 rak (0.59x0.6) m2 b7 lemari (2.08 m B b1 b8 b5 c2 C c1 b6 b7 8.8) m2 f2 meja (0.1x0.8x0. Dapur h1 meja (1.5x2) m2 c2 meja (1.5) m2 b2 rak pesanan (3.5) m2 H. Kamar Mandi L.6) m2 h5 rak (1. Outlet b1 rak (3.7x0.05) m2 e2 timbangan (0.5 m 4.12 m b2 b3 J b4 b9 b10 6.03 m d5 d1 d2 e3 j1 e2 D 21.05) m2 b9 rak (0.49) m2 d6 devider (0.5x1.3x0.

Lorong G1 rak (0.5x1) m2 D. Dapur H1 meja (1.75x0.15x2. Ruang Produksi I D1 oven (2.05)m2 C.7)m2 B5 rak (3.7)m2 B6 kulkas (0.6x1) m2 E5 bahan baku 4 F. Area Parkir B.05)m2 B10 rak (0.9x0.5x2) m2 C2 meja (1.6x0.46)m2 B8 rak (0.95) m2 F4 rak (1. Gudang E1 bahan baku 1 (1.8) m2 F2 meja (0.8) m2 F3 lemari(0. Kamar 2 2 B7 lemari (2.6x0.5) m2 G.79) m2 K.7)m2 B4 kasir (1.7) m2 H2 kompor (2.05)m B9 rak (0.6x0.8)m2 D4 mixer kecil (0. Lorong J1 rak (0.3x0.5x0.8)m2 D5 rak (1.79x0.5) m2 H.75x0.7) m D3 mixer besar (0.59x0.1x0.5) m2 I.A.49) m2 D6 devider (0.8x4.8) m2 E.55x0.6)m 2 2 F1 slicer (0.7) m2 B3 freezer (1. Kamar Mandi D2 meja (1.5x1.8x0.7x0.7x0.9x1.5) m2 B2 rak pesanan (3.2x0.05) m2 E2 timbangan (0. Kamar Mandi L.85) m2 H3 tempat pencucian (1.4x0.5x2)m2 H4 sumur (0.86x1. Ruang Produksi II .5x0.5x0. Outlet B1 rak (3.6 x 0.2x0.91) m2 E4 bahan baku 3 (1.65x1.59x0.6) m2 E3 bahan baku 2 (0.8x1.9x1.5) m2 G2 lemari bahan pengemas (3. Ruang Administrasi C1 meja (1.97) m J.6) m2 H5 rak (1.

Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa animo masyarakat kalangan ke bawah di Yogyakarta terhadap roti dan kue masih rendah. Roti. pada Januari 2005 industri ini mengubah segmentasi pasar yang dituju sekaligus sistem pemasaran. sehingga cara pemasaran dilakukan dengan memasok roti ke penjual. Pada tahun 1992 pemegang saham CV. dan sebagainya. Industri ini merupakan salah satu jenis pengembangan usaha dari putra-putri bapak Hadi Suwarno. Akhirnya. lokasi tersebut masih harus perlu 13 . HS mengembangkan usaha dengan mendirikan ’Top One Donat’ yang kemudian beralih menjadi ’Top One Bakery’. Pada tahun 2004 muncul kemauan para pemegang saham untuk mengembangkan usaha dan mulai merambah ke kota Yogyakarta. dan Kue’ pusat. Perusahaan ini bergerak di bidang supplier sayur. yaitu Jl. Target penjualan industri ini adalah masyarakat kalangan menengah ke bawah. buah. Indutri ’Salma. Roti. Hadi Suwarno (CV. ikan. Nama ’Salma’ dipilih tanpa pertimbangan khusus. Oleh karena itu. sebagai tempat produksi dan menyewa lokasi lain sebagai outlet. Industri ini juga dikembangkan di Solo. indutri tersebut harus pindah ke lokasi saat ini. Deskripsi Perusahaan Industri ’Salma. Akibatnya. dan Kue’ yang dikunjungi terletak di Jalan Kapten Haryadi Lojajar Sinduharjo Sleman. Target konsumen menjadi kalangan menengah ke atas dengan sistem penjualan outlet. Pada tahun 1989 anak-anak dari bapak Hadi Suwarno mendirikan bisnis keluarga dengan nama CV. Roti. tidak disetor ke penjual. Target konsumen adalah masyarakat kalangan menengah ke bawah. dan Kue’ ini didirikan di sisi barat-utara perempatan Kamdanen Ngaglik Sleman. industri ’Salma. Kapten Haryadi Lojajar Sinduharjo Sleman. HS). pada Desember 2004 industri ini mengalami kerugian sekitar 50 juta rupiah. Oleh sebab itu. Roti. Lahan yang digunakan merupakan kerja sama dengan kakak ipar sepupu bapak Bambang. Konsumen perusahaan ini adalah supermarket dan hotel-hotel di Solo.2. dan Kue’ mengalami kendala lagi pada Agustus 2007 ketika terjadi sengketa tanah yang digunakan sebagai lokasi industri. Akan tetapi. manajer operasional di ’Salma.

Jika sudah demikian maka pegawai tersebut akan dipindahkan. Sistem penggajian karyawan dilakukan setiap bulan yang terdiri dari gaji pokok. tahun 2008 pembangunan selesai sehingga tempat produksi sekaligus outlet ’Salma.00. Roti. Proses produksi dilaksaanakan setiap hari dimulai pukul 05. Roti.00-13. kerja lembur.00 untuk shift pertama dan shift kedua dimulai dari pukul 16. dan bonus pesanan masingmasing karyawan 5% dari laba penjualan. seorang bagian administratif. Masalah lain yang juga pernah muncul adalah terdapat ketidakcocokan dengan pekerjaan tersebut. Selama kurun waktu 3 hari tersebut. seorang di bagian penggudangan. Waktu cuti bisa ditentukan sendiri oleh karyawan.00 untuk shift kedua. Khusus untuk menghadapi hari raya proses produksi dimulai dari pukul 08. yakni produk hanya dijual di outlet selama 3 hari (mengingat batas kadaluarsa roti tsb hanya 3 hari). baik berupa pemindahan bagian ataupun pindah cabang.00. Beliau berkata jika prosuk tersebut selama 2 hari tidak laku di outlet. maka langsung didistribusikan ke pasar-pasar tradisional dengan harga 50% lebih murah. Pengelolaan SDM di Salma. seorang keuangan. Roti. Ada sistem penjualan produk yang menarik. dan Kue’ mengalami pindah total ke lokasi yang digunakan sampai saat ini. tunjangan. Cuti diberikan 12 hari dalam satu tahun. terbukti dengan laku keras produk roti yang dihasilkan.00-16.00-21. akan tetapi bila banyak order maka karyawan tidak diperbolehkan untuk cuti. Pegawai terdiri dari 11 orang dengan spsifikasi 4 orang di bidang produksi. Akhirnya. Jam kerja untuk kasir sekaligus pelayan pada hari biasa dan hari besar dimulai dari pukul 06.00-13. Cuti tersebut merupakan hak karyawan dan merupakan kewajiban yang harus diberikan oleh pihak manajemen. 14 . dan Kue dilaksanakan dengan ketentuan perusahaan. seorang pembantu umum dan 3 orang bekerja sebagai penjaga kasir. hampir semua prosuknya sudah terjual habis.00 untuk shift pertama dan pukul 13.0024.dipugar ulang. dan Kue cukup mendapat sambutan yang apresiatif dari masyarakat. PT Salma.

30 gram ragi instant. Adonan yang sudah dibentuk dimasukkan ke dalam loyang lalu didiamkan selama 2-3 jam sesuai suhu lingkungan saat itu. devider. Penyimpanan bahan ini perlu dipisahkan dari area lain agar mengurangi resiko kontaminasi. dan pisau roller pizza. Peralatan yang digunakan untuk pembuatan roti manis adalah mixer. mentega. 100 gram mentega. Apabila sudah mengembang. Roti yang sudah dikemas siap diantar ke pelanggan maupun dijual di outlet yang terletak di lokasi yang sama. 50 gram margarin. kamar. 5 butir kuning telur. Industri Salma. Sementara itu. dan telur. dapur. Pembahasan Roti merupakan salah satu makanan fermentasi (fermented food) yang melibatkan mikroorganisme dalam bentuk ragi. 400 ml air. adonan tersebut dimasukkan ke dalam oven selama 15-20 menit. Sedangkan. Tahap berikutnya. kamar mandi dan dilengkapi dengan area parkir yang cukup luas. dan Kue ini terdiri dari beberapa ruang. loyang diolesi dengan mentega agar adonan tidak lengket. outlet. timbangan. Letak gudang disarankan untuk 15 . yakni gudang. bahan yang dibutuhkan adalah 1 kg tepung terigu. ruang produksi 1. roti didinginkan selama 15-30 menit lalu roti siap dikemas. sendok. Dalam ruangan ini terdapat timbangan untuk menakar atau menimbang jumlah bahan yang akan digunakan untuk membuat produk.B. Rhizopuis oryzae. gelas takar. Setelah roti matang. adonan dibagi dengan devider kemudian adonan tersebut dibentuk dan ditambah selai sesuai kebutuhan. loyang. Proses pembuatan roti manis diawali dengan menyiapkan semua alat dan bahan. Semua bahan ditimbang sesuai kebutuhan. bahan dimasukkan dalam mixer dan diaduk selama lebih kurang 20 menit hingga kalis. Ragi yang biasa dipakai adalah Rhizopus stolonifer yang masih satu golongan dengan ragi tempe Rhizopus oligosporus. 1 kg resep. dan selai secukupnya. Di ruangan ini bahan baku disimpan sebelum diproduksi. Gudang berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan baku seperti terigu. Selanjutnya. ruang produksi 2. Roti. kuas. Jenis roti yang diproduksi sangat bervariasi. salah satunya roti manis. oven.

serta pengolesan loyang. Ruangan ini tidak dibatasi oleh dinding dengan ruang outlet sehingga konsumen dapat melihat langsung proses produksi dan memastikan produk terjual dalam keadaan fresh from the oven. Mixer roti planetary ini bekerja berdasarkan teori perputaran planet. aneka tepung. Mesin ini dapat membagi adonan menjadi potongan yang sama persis berbentuk semi bulat hingga bulat. terdapat meja besar sebagai tempat pembentukan adonan. nilai lebih dari letak gudang adalah berdekatan dengan pintu masuk samping yang merupakan lorong sehingga proses pengangkutan lebih mudah dari luar ke dalam gudang. terdapat pula mixer kecil dan besar. dan jenis whip mengaduk bahan makanan encer. Akan tetapi di sisi lain. bowl tidak berputar sehingga menghasilkan adonan yang rata dan lembut. beater berputar mengitari bowl. mentega. seperti tikus. setelah tidak berproduksi. pintu gudang tertutup.dijauhkan dari kamar mandi agar tidak rentan kontaminasi. Sebaiknya. fermentasi. Untuk memastikan agar berat setiap kemasan relatif sama maka adonan sebelum dibentuk (dicetak) dibagi dengan mesin dough devider-rounder. Ruangan ini memiliki fungsi sebagai tempat produksi. Proses produksi panjang dan melibatkan banyak karyawan sehingga ruang produksi dibagi menjadi dua. Mesin ini berfungsi membagi adonan berbentuk semi bulat dengan kapasitas 32 bagian per kg dengan berat sekitar 30-100 gram. Ruang produksi 1 merupakan tempat pengadukan. hal ini juga menyebabkan adanya kemungkinan kontaminasi debu saat didinginkan. Begitu pula dengan pintu yang tidak selalu tertutup sehingga binatang. telur. beater untuk mengaduk makanan keju. yakni spiral untuk mengaduk adonan tepung dan jenis makanan yang sangat kental. adonan pastry dan croissant. susu segar. yakni dalam penyiapan semua bahan isi roti. Pada ruangan ini terdapat meja untuk 16 . Akan tetapi. Selain itu. dapat dengan mudah masuk ke ruangan ini. Selain itu. Ruangan selanjutnya adalah ruang produksi 2. Peralatan lain yang terdapat di ruangan ini adalah meja besar sebagai tempat pembentukan roti dan rak sebagai tempat fermentasi. seperti : cream. pencetakan dan pengovenan. Mata mixer dapat diganti sesuai dengan jenis bahan.

dan kelapa. Di dapur ini terdapat tiga buah meja yang saling berdampingan. toilet. Pada ruangan ini juga terdapat mesin untuk slicing roti yang disebut slicer. Maka dari itu. Pada luasan ini terdapat sumur yang berbentuk persegi dengan bagian sisi memiliki bentuk melengkung dengan sudut 600. alas. sosis. untuk mendukung aktivitas ini. toilet. dan sebuah meja untuk tempat pengolesan loyang dengan mentega. begitu juga dengan kamar pribadi. Selain itu. terutama suhu. maka cukup riskan terjadi kontaminan. seperti sabun. Penyimpanan rak berdampingan dengan kamar mandi. kacang. Pengolesan ini bertujuan agar roti setelah pengovenan. keju. Fermentasi bertujuan untuk mengembangkan adonan roti. pada ruangan ini juga terdapat rak yang berfungsi sebagai tempat untuk mendukung aktivitas fermentasi pada roti. tata letak di ruang ini sudah cukup baik karena dapat memanfaatkan lahan dengan baik sehingga ruangan yang cukup kecil terlihat lebih luas dan dapat dilalui dengan leluasa. meja ini juga berfungsi sebagai tempat meletakan loyang untuk diolesi dengan mentega oleh pekerja. ruangan memiliki sifat yang lembab tidak terlalu panas atau dingin. karena tidak mendapat sinar matahari langsung. dan kamar pribadi. Namun. Pada bagian utara dapur terdapat luasan untuk tempat pencucian peralatan produksi. Selain itu. daging. sapu. dari ruang produksi dua ke ruang produksi satu. dan rak untuk 17 . mudah untuk mengambil atau roti tidak lengket pada loyang. Hal ini memudahkan karyawan untuk melakukan proses pemindahan produksi. dapur. Selain itu. Hal ini dikarenakan proses fermentasi melibatkan kegiatan bakteri yang rentan terhadap kondisi lingkungan. dua buah meja untuk meletakan kompor.mendukung aktivitas produksi dalam penyiapan bahan isi roti seperti pisang. Selain itu juga terdapat peralatan pencucian. penerangan di ruang ini cenderung redup. Fermentasi ini berlangsung kurang lebih selama dua hingga tiga jam. dan dapur. Ruangan ini merupakan ruangan yang strategis dengan ruang produksi satu. Dapur berfungsi sebagai tempat penggorengan daging untuk bahan isi roti. coklat. Ruangan ini juga terdapat lemari sebagai tempat untuk menyimpan bahan-bahan isi roti.

bolpoint. dua buah kursi. Bagian selatannya. seperti buku. sebuah freezer.6 meter sepanjang 18. Hal ini bermaksud agar memberi posisi yang memudahkan pelanggan untuk memilih roti yang ada pada display. Lorong ini dimanfaatkan oleh pemilik untuk menyimpan kardus-kardus untuk pengemasan produk roti pesanan maupun roti yang dijual di outlet.38 x 3.75 meter. Sebelah barat ruangan administrasi.69 meter.6 x 1. Hal ini terlihat dari penempatan mesin dilakukan berdasarkan kesamaan fungsi. dan lain-lain. Roti. Lokasi ini berukuran 5. terdapat ruangan outlet. Kamar mandi ini terhubung dengan tangga untuk menuju ke lantai dua. dan segala perlengkapan pencatatan dokumentasi kegiatan industri ini. tata letak awal Industri Salam. Pada ruang administrasi terdapat fasilitas-fasilitas untuk mendukung kegiatan administrasi yakni dua buah meja. terdapat lorong yang kira-kira berlebar 1. Penempatan kantor administrasi ini diletakkan pada bagian depan gedung. agar client dapat mudah menjumpai pemilik perusahaan untuk memesan roti secara langsung.04 x 4.5 meter dan langsung terhubung dengan pintu keluar. produk yang 18 . penggaris.56 meter. Pada ruangan ini. sebuah lemari. Penataan dapur sudah baik. Lorong ini berukuran 1 x 4. Pada gedung industri ini. Sebelah selatan tempat pencucian ini terdapat lorong yang terbuka (tidak ada pembatas tembok ataupun pintu). Pada lorong ini juga terdapat rak sebagai tempat penyimpan peralatan produksi. sebuah kulkas. Berdasarkan sistem aliran bahan. dan sebuah meja untuk kasir. bagian timur dapur. Enam rak sebagai tempat display untuk menempatkan roti-roti yang akan dipasarkan. Rak diatur dengan mempertimbangkan jarak yakni kira-kira berjarak satu meter antar rak. terdapat enam buah rak. dan Kue ini termasuk dalam tipe tata letak process layuot. Rak pada lorong ini terletak di depan pintu gudang penyimpanan dan terdapat juga pada samping selatan pintu gudang. Dapur juga digunakan sebagai dapur rumah tangga. Ruangan ini berukuran 8. terdapat kamar mandi yang berukuran 1.25 meter.tempat meletakan alat-alat produksi yang memiliki ukuran sedang hingga kecil.

biaya pemindahan lebih mahal. skill pekerja tinggi. Selain itu.dihasilkan beragam. fleksibilitas produksi tinggi karena dapat mengerjakan berbagai tipe produk. volume produksi tiap produk relatif kecil. 19 . total waktu lebih lama. Tipe tata telak ini dipilih karena memiliki berbagai kelebihan. dan perlu banyak pengawasan. Kelebihan tersebut antara lain dapat meminimalisir investasi mesin karena bersifat general purpose. mesin lebih efisien serta meningkatkan kepusan kerja dengan melakukan pekerjaan yang berbeda-beda atau menurunkan kejenuhan. menyebabkan work in process. dan perencanaan produksi jauh lebih kompleks. tata letak ini juga memiliki kekurangan yakni garis produksi menjadi lebih panjang.

B. dan Kue merupakan salah satu usaha yang dikembangkan oleh CV. Tata letak pabrik merupakan suatu hal yang paling penting dalam sebuah industri. Kegiatan praktikum di dalam kelas lebih difokuskan pada diskusi kelompok. Hadi Suwarno. Roti. Hal ini membuat sebuah industri membutuhkan suatu rangkaian layout agar mudah dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya. 20 . Roti. Salah satunya berada di jalan Kapten Haryadi Lojajar Sinduharjo Sleman. 2. Salma.BAB V PENUTUP A. Sebaiknya tempat untuk praktikum perlu dipersiapkan sebelumnya agar praktikan nyaman dan acara dapat berjalan lancar. Berdasarkan hasil pengamatan kelompok 10 pada Salma. Kesimpulan 1. 2. Industri ini telah memiliki empat cabang. dan Kue menunjukkan bahwa industri tersebut telah menerapkan penataan layout yang cukup baik sehingga proses produksi dapat lebih efektif. Saran 1.

ac. Perancangan Tata Letak pada Industri Pangan. Bogor: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pendidikan Tinggi Pusat Antaruniversitas Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor. Anonim 2. Tompkins. Bandung: ITB. New York: John Wiley & Sons Inc. http://dspace.32 WIB. 2006. Facilities Planning.com/doc/25139068/Tata-Letak-Pabrik?secret_ password= &autodown=pdf .org/macam-dan-jenis-tata-letak-plantlayout-pabrik-berdasarkan-produk-proses-dan-bahan-baku-product-processstationary. Diakses pada hari Minggu 7 Maret 2010 pukul 21. 1990. Apple. Rusdiyantoro. Tata Letak Pabrik. 1992. JM. 21 . Bab II Tinjauan Pustaka. 2010. Process & Stationary.scribd.DAFTAR PUSTAKA Anonim 1.31 WIB. Macam dan Jenis Tata Letak / Plant Layout Pabrik Berdasarkan Produk. Proses dan Bahan Baku . 7 Maret 2010 pukul 16. Dalam http://organisasi.pdf?sequence=9 . Dalam http://www. Machfud dan Yudha Agung. Diakses pada hari Minggu.13 WIB.Product. 2010. Tujuan dan Prinsip yang Mendasarinya.widyata- ma. JM. 1990.id/bitstream/handle/10364/993/bab2a. Diakses pada hari Minggu 7 Maret 2010 pukul 21. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan.

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA II PETA KERJA UNTUK EVALUASI TATA LETAK AWAL Disusun oleh : Kelompok 6 Disusun oleh: Kelompok 10 1. Nika Awalistyaningrum (9118) 2. Esti Rumaningsih (9127) 3. Hety Handayani Hidayat (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 22 .

Peta kerja digunakan dalam industri untuk menciptakan suatu aliran produksi yang lancar. Suatu industri perlu merancang peta kerja yang dapat menggambarkan kegiatan kerja proses produksi secara sistematis. Pada tahap ini dilakukan penambahan nilai suatu barang input untuk menhasilkan output produk yang berharga lebih. proses. Oleh karena itu setiap langkah dari proses produksi harus perlu diperhatikan. yang setiap langkanya melibatkan adanya peralatan yang digunakan. Hal ini bertujuan agar dapat mendatangkan keuntungan yang lebih bagi industri tersebut. Perbaikan tersebut dilakukan untuk meminimalkan jarak perpindahan. Proses produksi ini terdiri dari beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan. ketersediaan biaya untuk produksi serta waktu yang dibutuhkan selama proses sangat memperngaruhi biaya yang harus dikeluarkan industri. maka diperlukan juga perbaikan tata letak yang mengikuti adanya perubahan metode kerja. serta output. tentunya tidak akan lepas dari sistem industri yang meliputi input. serta pekerja atau operatornya. mengingat berkaitannya dengan operasi yang efektif dan efisien selama proses produksi. waktu yang diperlukan. selain itu dapat memperbaiki suatu metode kerja sehingga dapat digunakan untuk perbaikan pabrik melalui aliran proses-proses operasi manufacturing komponen yang 23 . Proses produksi merupakan salah satu hal yang penting demi kelancaran kegiatan suatu industri. Selain untuk kepentingan produksi dapat juga sebagai sumber informasi yang diperlukan untuk memperbaiki suatu tata letak industri secara langsung dan perbaikan terhadap metode kerja yang erat kaitannya dengan tata letak. Latar Belakang Dalam sebuah industri. Dengan perbaikan metode kerja.BAB I PENDAHULUAN A. tempat yang dipakai. Selain itu juga dapat mengembangkan usahanya supaya dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak yang berimbas pada penurunan angka pengangguran suatu negara. mengurangi adanya backtracking.

diagram aliran (bagan tali) berdasarkan proses produksi yang terjadi. 3. Mengingat penyusunan peta kerja sangat penting dari suatu industri. 24 . Peta kerja meliputi Peta Proses Operasi (PPO). Praktikan dapat menganalisis kelebihan dan kekurangan tata letak yang ada sekarang. maka dari itu pada praktikum ini diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap tata letak berdasarkan peta kerja yang dibuat dengan menganalisis kelebihan serta kekurangan tata letak yang ada sekarang pada industri bakery yang dijadikan sebagai obyek penelitian. B. Praktikan dapat membuat peta kerja seperti peta proses operasi. peta aliran proses. Peta Aliran Proses (PAP) ataupun Diagram Aliran (Bagan Tali). 2. Praktikan dapat mengevaluasi tata letak berdasarkan peta kerja yang dibuat.ada. Tujuan Praktikum 1. lengkap dengan data peralatan dan waktu proses.

2009).BAB II TINJAUAN PUSTAKA Peta kerja adalah alat yang menggambarkan kegiatan kerja secara sistematis dan jelas (Sutalaksana dalam Anonim. Ada beberapa teknik yang umum digunakan dalam merencanakan aliran. urutan. peta kerja menyatukan banyak informasi yang menunjukkan operasi. Peta proses aliran h. dan beberapa dipinjam dari bidang ekonomi gerakan dan penyerdehanaan kerja (teknik tata cara kerja). Peta (bagan) rakitan b. Peta prosedur j. Peta proses f. Yang paling umum digunakan adalah (Apple. yaitu peta proses operasi dan diagram alir. beberapa lagi digunakan dalam tahap pemindahan bahan. Meskipun kebanyakan teknik semula ditujukan untuk tujuan analitis. Peta dari-ke i. 1990): a. Beberapa diantaranya khusus digunakan dalam tata letak pabrik. teknik-teknik tersebut juga berguna untuk perencanaan. Sebab. Lewat peta kerja-peta kerja dapat dilihat semua langkah kegiatan atau kejadian yang dialami oleh suatu benda kerja dari mulai masuk pabrik kemudian menggambarkan semua langkah yang dialaminya. serta titik-titik dimana bahan bergabung satu sama lain. Bagan (diagram) aliran g. Peta proses produk-darab d. terdiri atas dua jenis. meskipun dalam ruang yang terbatas. Data lain yang dapat 25 . Jaringan lintasan kritis Peta kerja adalah presentasi grafis dari peristiwa dan informasi terkait yang terjadi selama serangkaian operasi. Pembuatan peta kerja sangat baik untuk memulai studi tata letak. hubungan satu sama lain. Diagram (bagan) tali e. Peta proses operasi c.

Menunjukkan jumlah pekerja yang dibutuhkan M. 1955). Peta Proses Operasi (PPO) atau Operation Process Chart (OPC) adalah salah satu teknik yang paling berguna dalam perencanaan produksi. Menunjukkan dibutuhkannya H. Menunjukkan titik tempat komponen memasuki proses I. seperti waktu yang diperlukan dan lokasi. Beberapa keuntungan dari peta proses operasi ini adalah sebagai berikut (Apple. peta ini dapat digunakan sebagai alat manajemen. 1990): A. Menunjukkan urutan fabrikasi dan rakitan dari tiap komponen E. Menunjukkan operasi yang harus dilakukan untuk tiap komponen C. transportasi. Membedakan antara komponen yang dibuat dan dibeli panjang nisbi dan lintas fabrikasi dan ruang yang K. serta di dalamnya memuat pula informasi-informasi yang diperlukan untuk analisis seperti waktu yang dibutuhkan 26 . pekerja. Menunjukkan sifat pola aliran bahan O. pemeriksaan. Membantu perencanaan tempat kerja mandiri L. dan peralatan N. dapat dicantumkan (Muther. Menunjukkan tingkat kebutuhan sebuah rakitan-bagian. Menunjukkan sifat masalah penanganan bahan P. Menunjukkan kesulitan-kesulitan yang mungkin timbul dalam aliran produksi Q. Menunjukkan secara nisbi konsentrasi mesin. Menunjukkan hubungan antar komponen G. Menunjukkan kerumitan nisbi dari fabrikasi tiap komponen F. dan penyimpanan yang terjadi selama satu proses atau prosedur berlangsung. menunggu. J. Menunjukkan urutan operasi pada tiap komponen D. dan telah digunakan dalam berbagai cara sebagai alat perencanaan dan pengendalian. Mengkombinasikan lintasan produksi dan peta rakitan sehingga memberikan informasi yang lebih lengkap B. Mencatat proses pembuatan untuk diperlihatkan pada yang lain Peta aliran proses adalah suatu diagram yang menunjukkan urutan-urutan dari operasi.membantu analisis lebih lanjut. Kenyataannya peta ini adalah diagram tentang proses. Dengan tambahan data lain.

atau kain. Aktivitas yang berarti pergerakan suatu material atau orang dari suatu tempat ke tempat berikutnya. menunggu. dan penyimpanan.dari jarak perpindahan. 1993). Diagram aliran pada dasarnya sama dengan peta aliran proses. Peta aliran proses tidak bisa digunakan untuk menggambarkan secara keseluruhan. 1990). dengan menggunakan tali. Diagram aliran atau biasa disebut bagan tali adalah alat untuk menggambarkan aliran unsur pada tata letak daerah tertentu. termasuk transportasi. pada peta proses operasi terbatas pada operasi dan pemeriksaan saja. Sedangkan. Kegunaan diagram alir. Tujuan pokok dalam pembuatan flow diagram adalah untuk mengevaluasi langkah-langkah proses dalam situasi yang lebih jelas. yang menunjukkan lokasi dari semua aktivitas yang terjadi dalam Peta Aliran Proses. serta sebagai alat untuk mempermudah proses analisis ketidakefisienan pekerjaan (Ratmawati. yaitu (Nugroho. sebagai alat untuk melakukan perbaikan-perbaikan metode kerja. Diagram aliran merupakan suatu gambaran menurut skala dari susunan lantai dan gedung. Secara lebih terperinci. dapat digunakan untuk mengetahui aliran bahan atau aktivitas orang. Peta aliran proses menganalisis setiap komponen yang diproses secara lebih lengkap dibanding peta proses operasi. dsb. 2009): 1. kegunaan umum dari peta aliran proses adalah dapat memberikan informasi waktu penyelesaian suatu proses. dinyatakan oleh garis aliran dalam diagram tersebut. Peta aliran proses memperlihatkan semua aktivitas-aktivitas dasar. 2. Arah aliran digambarkan oleh anak panah kecil pada garis aliran tersebut. 2009). Hanya saja di sini penggambarannya dilakukan di atas gambar layout dari fasilitas kerja. di samping tentunya bisa dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan-perbaikan di dalam desain layout fasilitas produksi yang ada (Wignjosoebroto. Diagram ini digunakan untuk menunjukkan lintasan perpindahan (gerakan) atau perjalanan elemen pada suatu daerah (Apple. 2007): 27 . Perbedaan peta aliran proses dan peta proses operasi adalah (Ratmawati. benang.

1. Lebih memperjelas suatu Peta Aliran Proses. Menolong dalam perbaikan tata letak tempat kerja. yang berguna terutama untuk menganalisa aliran-aliran baik barang. 3. dan memindahkan material antara operasi manufaktur (Immer. Pengukuran efisiensi pola aliran 6. Penentuan lokasi kegiatan 4. Menunjukkan ketergantungan satu kegiatan dengan kegiatan lainnya 8. Biasanya sangat berguna jika barang yang mengalir pada suatu wilayah berjumlah banyak. Menunjukkan volume perpindahan antarkegiatan 28 . ini berarti penganalisaan suatu proses kerja akan lebih sempurna apabila kita mengetahui dimana tempat mesin. Peta dari-ke adalah salah satu teknik yang paling baru yang dipergunakan dalam pekerjaan tata letak dan pemindahan bahan. Juga berguna jika keterkaitan terjadi antara beberapa kegiatan dan jika diinginkan adanya penyusunan kegiatan optimum. bengkel mesin umum. Diagram aliran seperti bagan yang dirancang untuk menunjukkan "rincian penyimpanan. Perinupaan perpindahan bahan 7. proses aliran diagram akan menunjukkan: jarak yang ditempuh di masing-masing transportasi. tempat kerja. Beberapa kegunaan dan keuntungannya adalah dalam (Apple. jumlah waktu dalam penyimpanan. 1950). dan delay. 1990): 1. bahan maupun orang yang terjadi pada suatu gedung yang bertingkat banyak. daerah kerja dan kemana saja arah gerakan dari bahan. 2. Diagram aliran berfungsi melengkapi Peta Aliran Proses. Pembandingan pola aliran atau tata letak pengganti 5. apalagi jika arah aliran merupakan faktor yang penting. perlengkapan atau orang selama proses tersebut berlangsung Di samping menampilkan informasi yang disertakan dalam proses operasi. seperti misalnya di bengkel. Perencanaan pola aliran 3. Menganalisis perpindahan bahan 2. Model tiga dimensi merupakan suatu variasi dari Diagram Aliran. kantor atau fasilitas lainnya. penanganan.

Menunjukkan masalah kemungkinan pengendalian produksi 11. Perencanaan keterkaitan antara beberapa produk. Menunjukkan hubungan kuantitatif antara kegiatan dan perpindahannya 13.9. barang. Menunjukkan keterkaitan lintas produksi 10. bahan. Pemendekan jarak perjalanan selama proses 29 . dan sebagainya 12. komponen.

2. tanggal dipetakan. 3. kondisi operasi. 4. mesin yang digunakan atau stasiun kerja yang melaksanakan operasi/inspeksi. Di sebelah kanan lambang lingkaran atau bujur sangkar menuliskan nama operasi/inspeksi. nomor peta. Data hasil kunjungan ke “Salma. Roti.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. tuliskan waktu yang diperlukan. Menulis bahan yang akan diproses di atas garis horizontal. kemudian menunjukkan tanda operasi dan atau inspeksi yang dialami dengan menggunakan lambang lingkaran atau bujur sangkar. Pembuatan PPO Cara untuk membuat PPO : a. dan Kue” B. bahan utama atau bahan yang mengalami operasi terbanyak digambarkan di bagian paling kanan. diikuti informasi lain seperti nama obyek. Jika bahan lebih dari satu. Menulis pada baris teratas Peta Proses Operasi. c. Alat dan Bahan Alat : 1. Bahan tambahan yang mengalami operasi/inspeksi digambarkan di sebelah kiri bahan utama/bahan dengan proses terpanjang. Penggaris biasa Penggaris bulat dan kotak Alat Tulis Kertas A4 Bahan : 1. nama pembuat peta. Gambar garis menurun. Prosedur Praktikum 1. b. d. 30 . Di sebelah kiri lambang lingkaran atau bujur sangkar.

Mengisi sesuai dengan kegiatan yang diamati. f. dari awal sampai akhir proses. Bahan tambahan yang tidak mengalami operasi (dibeli langsung dipakai) digambarkan langsung dititik bahan tersebut bergabung. Penomoran kegiatan operasi/inspeksi dilakukan secara beruntun sesuai dengan urutan operasi/inspeksi yang terjadi. f. Dalam menentukan langkah. harus mengikuti satu orang atau satu obyek. d. Menentukan aliran bahan / orang yang diamati. g. Menggambarkan aliran bahan yang ada pada denah yang sudah diperoleh di acara 1. b. Membuat formulir PAP b. jumlah orang terlibat. Mengkaji peta untuk kemungkinan perbaikan.e. Pembuatan PAP Cara untuk membuat PAP : a. metode perpindahan. Menggambar matriks dengan jumlah baris dan kolom sesuai dengan jumlah kegiatan. 3. Kepadatan garis menunjukan daerah yang padat. c. g. frekuensi pemindahan. c. Pembuatan Diagram Aliran Cara pembuatan DA: a. menuliskan ringkasan jumlah kegiatan operasi dan inspeksi. 31 . 2. Dilanjutkan ke seluruh proses. Melengkapi kolom sebelah kanan dengan data seperti : jarak perpindahan. Menghubungkan lambang-lambang tersebut dengan garis untuk lintasan perjalanan bahan. Memindahkan lambang-lambang pada peta aliran proses ke dalam diagram aliran. Tiap bahan mempergunakan warna yang berbeda. d. waktu yang dibutuhkan. nomor departemen dan lain – lain. Pembuatan Peta Dari-Ke a. Setalah PPO selesai dibuat. e. 4.

kombinasi jumlah. berat. berat tiap satuan waktu. Menganalisis tata letak industri yang ada sekarang berdasarkan petapeta kerja yang telah dibuat dengan mengacu pada kriteria tata letak yang baik. c. Menganalisis Kelebihan dan Kekurangan Tata Letak Sekarang a. biaya perpindahan. waktu. susunan logis aliran proses atau urutan yang disarankan. Menjunlahkan tiap baris dan kolom. jumlah bahan bahan dipindahkan tiap periode. 5. Memasukkan data yang dapat berupa: jumlah gerakan. 32 . Memasukkan nama kegiatan sepabjang baris dan kolom kiri ke bawah dengan urutan susunan geografis dalam pabrik. waktu perpindahan. dsb. Membuat tabel b. d.b.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. PPO (Peta Proses Operasi) : 33 . Hasil 1.

2. PAP (Peta Aliran Proses) 34 .

3. Diagram Alir : Keterangan : : tepung terigu : mentega : margarin : telur : ragi : resep : air : selai coklat : adonan 35 .

DIAGRAM ALIR DI AUTOCAD 36 .

4. Peta Dari-Ke Maju: 1 x (107+42+59+7+19+38+10+10) = 292 2 x (15) = 32 + 322 37 .

sudah di-conblock KEKURANGAN Terletak di pinggir jalan.5. Penerangan cukup Cukup strategis karena dekat pintu keluar masuk. Kurang memperhatikan nilai estetika Kurang luas sehingga pekerja terbatas geraknya 2 Outlet Area cukup luas. diagram aliran berdasarkan proses produksi yang terjadi. pintu selalu dalam keadaan terbuka yang dapat membuat debu dan kotoran masuk Antara ruang administrasi dan lorong menuju gudang tidak bersekat sehingga dapat menghalangi saat penggangkutan bahan. dikhawatirkan kendaraan dapat hilang karena tidak ada penjaga Roti diletakan pada rak yang terbuka sehingga memperluas peluang terjadinya kontaminasi. sehingga supplier bisa langsung bertemu dengan manajer. penataan rapid an sudah dipisahkan menurut jenisnya 3 Ruang Administr asi Dekat dengan pintu keluar. Analisis Kelebihan dan Kekurangan Tata Letak Sekarang NO LOKASI 1 Tempat Parkir KELEBIHAN Area luas. Efisiensi ruang 4 Ruang Produksi I 5 Gudang 6 Ruang produksi II 7 Dapur 8 Kamar Mandi 9 Kamar Berdekatan dengan Outlet sehingga pembeli dapat melihat proses produksi. halaman tanpa pagar. Pembahasan Praktikum acara II ini yakni Peta Kerja untuk Evalusi Tata Letak Awal dilakukan bertujuan untuk membuat peta kerja seperti peta proses operasi. 38 . peta aliran proses. Peletakan bahan-bahan sudah cukup bagus Dekat ruang produksi I Pintu selalu terbuka sehingga hewan seperti serangga dapat masuk Penerangan kurang dan kebersihan kurang terjaga serta relative terlalu sempit Tidak ada sekat dengan ruang pencucian Area sempit Pencahayaan bagus Letak strategis dan bersih Terletak di tempat yang Area sempit mengingat strategis dan terdapat hiburan banyaknya pekerja B. Selain itu.

inspeksi dan penyimpanan. Sedang 39 . Melalui peta-peta kerja tersebutlah dapat dievaluasi tata letak yang ada sekarang. Peta ini meliputi langkah-langkah proses yang akan dialami oleh bahan baku. Selanjutnya diikuti bahan-bahan lainnya ke arah kiri. margarin. bahan yang digunakan. Operation Process Chart (OPC) merupakan peta kerja yang mencoba menggambarkan urutan kerja dengan cara membagi stasiun kerja kedalam elemen-elemen operasi secara detail. Selain itu memuat semua informasi mengenai waktu proses. terlebih dahulu memilih komponen atau bahan-bahan baku yang akan digunakan untuk menghasilkan produk yang diinginkan. dan ragi. Hal ini dikarenakan proses ini terjadi perubahan volume serta jika dihilangkan akan mempengaruhi proses selanjutnya yang disebut dengan operasi yang berlambang lingkaran. serta pemisahan telur. Disusul dengan mentega. formula. telur. berupa urutan kegiatan operasi dan inspeksi sejak bahan mentah hingga menjadi produk. Selanjutnya pembuatan peta dengan sebagai dasar bagi bahan yang mempunyai alur proses paling banyak dipilih pertama kali. dan selai coklat. maupun pemisahan terjadi operasi dan inspeksi. mentega. Pada penimbangan tepung terigu. margarin. dan ragi. telur. margarin.dilengkapi data peralatan dan waktu proses. mesin atau stasiun kerja yang melakukan kegiatan operasi. dan ditulis dari sudut kanan kertas. dan ragi. Pada PPO hanya terdapat tiga aktivitas bahan yaitu operasi. Proses awal dalam pembuatan roti manis rasa coklat adalah penimbangan tepung terigu. Dalam PPO hanya dimuat aktivitas bahan yang bersifat produktif dan meningkatkan nilai tambah sehingga disertakan tiga aktivitas tersebut. waktu serta kondisi saat operasi. mentega. Langkah pertama pada pembuatan peta ini. Pada industri Salma Roti. Berdasarkan hasila evaluasi. Untuk bahan-bahan tambahan yang tidak mengalami proses operasi tidak diletakkan di sebelah kiri bahan utama tapi langsung ditambahkan dalam tahap operasi seperti air. bahan yang melalui proses terpanjang ialah tepung terigu sebagai bahan dasar pembuatan roti manis rasa coklat. dapat diketahui kelebihan dan kekurangan yang ada.

20. Pada tahap penimbangan tepung telur disebut operasi pertama dan inspeksi pertama. dapat menunjukkan jumlah operasi.pada proses ini terjadi pengamatan yang disebut inspeksi yang berlambang kotak persegi. yang ditulis secara berurutan. Pengemasan dengan manual selama 20 detik tergambar O-13. Proses selanjutnya ialah pengovenan selama 15 menit. Setelah dilakukan pembagian adonan. dan 20 detik. dan ragi. margarin. inspeksi. Pada pembentukan adonan dilakukan dengan cara manual oleh pekerja menggunakan tangan yang disebut O-9 dan I-8. Selanjutnya dilakukan penimbangan adonan terlebih dahulu menggunakan timbangan duduk selama 12 detik yang terilustrasi dengan O-7 dan I-7. ragi. 19. Proses selanjutnya ialah tahap pengembangan adonan selama 120 menit dengan cara manual yaitu dengan membiarkan pada suhu ruangan agar terjadi fermentasi. maka adonan ditambah dengan selai coklat dan dilakukan pembentukan adonan. margarin. Pada peta proses operasi ini. Maka dari itu pada peta tergambar lambang lingkaran di dalam kotak persegi. Kemudian adonan dilakukan pembagian dengan mesin devider selama 150 detik yang terdiskripsi dengan O-8. dilakukan pendingan selama 30 menit dengan cara manual. Selain itu dapat juga menunjukkan 40 . Operasi ini terilustrasi dengan O-10. Kemudian sebelum dilakukan pengemasan. O-11 dan I-8. mentega. mentega. terdiskripsi O-12. Sedang sebelah kiri dari lambang menunjukan waktu yang diperlukan dalam proses tersebut yakni berturut-turut 17. Pada penimbangan tepung terigu. sebelah kanan lambang menunjukkan proses yakni penimbangan. Sedangkan untuk telur terjadi proses pemisahan antara kuning telur dengan putihnya dengan proses manual oleh pekerja selama 130 detik. Tahap akhir ialah penyimpanan pada outlet. penyimpanan yang dilakukan. formula. dan peralatan yang digunakan yakni timbangan. yang diilustrasikan ke dalam lambang berturutturut O-1 dan I-1. Pencampuran ini menggunakan mesin mixer selama 20 detik yang digambarkan dengan opearsi ke-6 (O-6) dan inspeksi ke-6 (I-6). dan air. Proses selanjutnya ialah mencampurkan tepung terigu dengan telur. Hal ini berlaku juga dengan penimbangan dan pemisahan bahan lainnya.

Memberikan informasi yang lebih lengkap. Sedang untuk jumlah waktunya secara berturut-turut ialah 11456 detik. 148 detik. Beberapa keuntungan dan kegunaan dari Operation Process Chart (OPC) ini adalah sebagai berikut : 1. 6. Dengan hanya menggambarkan salah satu komponen dari produk jadi dalam hal ini tepung terigu. Namun hal ini dapat dijelaskan dengan peta yang lain. Menunjukkan sifat pola aliran bahan. 3. Menunjukkan jumlah pekerja atau peralatan yang dibutuhkan. Menunjukkan hubungan antar komponen 5. 2. 9. 8. berarti peta ini merupakan salah satu bagian dari peta 41 . 8. Pada PAP digambarkan langkah-langkah dari perpindahan suatu bahan. Kelemahan pada peta ini ialah tidak mampu menjelaskan jarak yang ditempuh suatu operasi satu ke operasi selanjutnya serta belum dapat menggambarkan dimana operasi dilakukan. Peta ini menggambarkan kejadian yang dialami bahan (dapat merupakan salah satu bagian dari produk jadi) dalam suatu proses atau prosedur operasi. dan penyimpanan secara berturut-turut 13. dan jarak perpindahan. Menunjukkan tingkat kebutuhan sebuah operasi. sedangkan waktu penyimpanan tidak diukur karena di luar proses produksi. Mencatat proses pembuatan untuk diperlihatkan pada bagian lain. Menunjukkan urutan operasi. 4. Membantu perencanaan tempat kerja mandiri. yakni peta aliran proses.lama waktu yang diperlukan. 7. waktu perpindahan. inspeksi. dan 1. Peta aliran proses yang dibuat merupakan peta aliran proses tipe bahan. Menunjukkan operasi yang dilakukan beserta waktu yang diperlukan. Padahal jarak antar proses mempengaruhi lama suatu operasi. Peta Aliran Proses (PAP) adalah diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses yang dialami oleh bahan yang digambarkan dalam bentuk tabel. Secara garis besar PAP ini dapat dibedakan menjadi dua tipe yakni tipe bahan dan tipe orang. Pada pembuatan roti manis rasa coklat ini jumlah operasi.

Dari hasil PAP tepung terigu dalam pembuatan roti manis rasa coklat terdapat 10 operasi. pengovenan. 5 transportasi dan 2 penyimpanan. 4 inspeksi. Total waktu yang digunakan untuk inspeksi adalah sebesar 146 sekon. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan pada stasiun kerja ini adalah 42 . Eliminasi proses handling yang tidak efisien 5. penimbangan adonan. dan pengemasan. 4. Transportasi ini menyumbang lamanya waktu produksi sebesar 171 sekon. pengadukan. pendinginan.yang lebih kompleks. 2. Sedangkan transportasi meliputi pemindahan terigu dari gudang ke tempat produksi I. Peta ini dapat memberikan informasi mengenai waktu penyelesaian suatu proses sehingga dapat mengurangi waktu yang tidak perlu seperti delay. pemindahan adonan dari mixer ke meja. Dapat digunakan untuk mengetahui aliran bahan mulai awal masuk dalam proses hingga aktivitas produksi berakhir. Mengurangi jarak perpindahan material 6. Mempermudah proses analisis untuk mengetahui tempat-tempat dimana terjadi ketidakefisienan pekerjaan sehingga dapat menekan biaya produksi. Jika ditotal waktunya. Sedangkan inspeksi meliputi penimbangan terigu. Kesepuluh operasi ini meliputi penimbangan terigu. 1. 3. pengembangan adonan. pembentukan adonan. penimbangan adonan. pemindahan loyang adonan dari rak ke pengovenan. dan dari oven ke rak pendinginan. Dapat digunakan untuk mengetahui jumlah kegiatan yang dialami bahan selama proses berlangsung. 7. pemindahan adonan pada loyang ke rak. Penyimpanan ini meliputi penyimpanan bahan baku di gudang dan penyimpanan roti di outlet. dan pengovenan. Peta ini berfungsi sebagai berikut. pencampuran terigu dengan bahan lainnya. maka diperoleh angka 11207 sekon. pembagian adonan. pengadukan. Dapat digunakan untuk mengetahui jumlah kegiatan yang dialami bahan selama proses.

Roti yang sudah matang didiamkan lalu dikemas dan dijual. masing-masing bahan akan dipindah ke mixer. Bahan-bahan berupa terigu. masing-masing 43 . Hal ini ditunjukkan dengan tidak adanya aliran bahan bolak-balik. Setelah adonan dibentuk. Sementara itu. penggambaran dilakukan di atas gambar layout fasilitas kerja.selama 11524 sekon. Semua bahan tersebut mengalami operasi berupa mixing atau pencampuran sehingga menghasilkan adonan. dan Kue cukup efektif. Adonan yang sudah mengembang lalu dioven. Roti. Aliran bahan pada industri Salma. Pada dasarnya diagram alir sama persis dengan peta aliran proses. Tujuan penggambaran diagram alir adalah untuk evaluasi langkah-langkah proses dalam situasi yang lebih jelas. ragi. diagram alir dapat dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam desain layout fasilitas produksi yang ada. Akan tetapi. Kuning telur yang sudah dipisahkan kemudian dipindah ke dalam mixer. tanda panah untuk transportasi. persegi untuk inspeksi. Setelah ditimbang. yaitu lingkaran untuk proses. Selain itu. letak penyimpanan bahan baku yang mayoritas hanya dalam gudang saja membuat aliran bahan terfokus pada satu sumber saja. serta segitiga terbalik untuk penyimpanan. Kombinasi adonan tersebut ditambah dengan selai yang diambil dari freezer. dan formula disimpan di gudang lalu masing-masing mengalami inspeksi dan operasi saat penimbangan. Pada diagram alir. telur yang berada di gudang juga dipindah ke dekat mixer lalu mengalami operasi-inspeksi pemisahan kuning telur. margarin. Adonan yang sudah terbagi-bagi lalu diuleni dan dicetak sesuai bentuk yang diinginkan. Adonan dipindahkan ke meja lalu ditimbang (operasiinspeksi) kemudian dipindah ke devider untuk dibagi (operasi). adonan didiamkan di rak. Apalagi jika ditinjau dari area industri yang sempit. mentega. Proses ini termasuk dalam operasi. Apabila dilihat dari rincian data di atas dapat disimpulkan bahwa operasi menyumbang angka yang paling besar dan menunjukkan bahwa bahan (tepung terigu) mengalami aliran proses yang cukup panjang dan kompleks. Diagram alir menggunakan simbol-simbol yang berfungsi menggambarkan kegiatan yang ada.

Aliran Bahan Dari diagram alir yang telah dibuat. Proses Produksi 44 . kegiatan pemindahan bahan ini merupakan kegiatang yang tidak produktif. Semua bahan dipindahkan dari gudang ke ruang produksi I. Dari hasil analisis tersebut. Padahal. inspeksi. Tata letak ini biasanya berkaitan erat dengan minimasi biaya produksi atau lebih tepatnya biaya pemindahan bahan. Tata letak pada industri ini sudah cukup baik karena lorong menuju gudang cukup luas sehingga pemindahan bahan lebih leluasa. 3. Selain itu. maka perlu dilakukannya analisis. terlihat bahwa pola aliran dan keterkaitan kegiatan terencana serta aliran bahan relaif lurus. Menilik dari urgensi tata letak yang baik diatas. Hal ini dikarenakan biaya pemindahan bahan nilainya cukup besar. 2. 4. Selain itu. dan Kue yang ada sekarang telah cukup baik. 4 maupun inspeksi 1. Selain itu. Adapun beberapa parameter yang dijadikan acuan adalah sebagai berikut. Ruang gudang mencukupi untuk menyimpan bahan. 3. tidak terjadi langkah balik. dan ruang anatar peralatan mencukupi sehingga tidak sulit dalam pemeliharaan (pembersihan) peralatan.bahan dan perlakuan (operasi. 4 juga memiliki beda warna yang netral (tidak mewakili bahan apapun). Walaupun terdapat daerah yang padat perpindahan. 3. 1. industri telah mampu memaksimalkan pemakaian ruang seperti penggunaan lorong untuk ruang administrasi. operasi dan inspeksi pada operasi 1. Roti. namun lorong luas dan jumlah bahan yang dipindahkan relatif sedikit. Permindahan Bahan Perpindahan bahan dilakukan secara manual (tanpa alat pembantu) dengan frekuensi hanya satu kali per produksi. diketahui bahwa secara keseluruhan tata letak Salma. 2. Ruang Lorong atau gang yang terdapat dalam industri ini lurus. 2. maupun penyimpanan) dibedakan berdasarkan warnanya.

Letak gedung sedikit menjorok ke dalam dimaksudkan tidak hanya untuk memperluas area parkir. Lain-Lain Industri ini telah menyediakan fasilitas bagi pekerja seperti kamar mandi dan tempat istirahat.Operasi pertama yakni penimbangan dilakukan di gudang sehingga tidak banyak energi yang terbuang. Sealin itu. kebisingan jalan tidak menggangu industri baik pekerja maupun pelanggan. tidak terdapat barang setengah jadi. waktu proses total merupakan waktu pemrosesan. Sedangkan operasi terakhir berada di ruang produksi I yang terletak bersebelahan dengan outlet sebagai tempat penjualan. Selain itu. namun juga merupakan antisipasi agar produk tidak terkontaminasi debu. 5. Dalam industri ini. 45 .

tidak aliran bahan yang bolak-balik. ruang antarperalatan mencukupi sehingga tidak sulit dalam pemeliharaan (pembersihan) peralatan. Saran 1.BAB V PENUTUP A. Industri ini telah mampu memaksimalkan pemakaian ruang. dapat dibuat sebuah PPO . sebuah PAP. 2. Tata letak Salma Roti dan Kue sudah cukup efektif jika ditinjau dari aliran bahan. 3. Selain itu. Kesimpulan 1. 2. Sebab. 46 . Praktikum dibuat lebih menyenangkan dengan suasana yang lebih kondusif. seperti penggunaan lorong untuk ruang administrasi. Asisten hendaknya lebih membimbing lagi dalam pembuatan peta agar praktikan dapat mengerjakan secara optimal. dan sebuah diagram alir yang dilengkapi data peralatan dan waktu proses. Berdasarkan proses produksi pembuatan roti manis rasa coklat di Salma Roti dan Kue. B.

22 Maret 2010 pukul 9. 2007. John R. 2009. Widya Fitra.eprints. Layout Planning Techniques. Diakses pada hari Senin. New York: Mc Graw-Hill Book Company. Diakses pada hari Senin. Immer. Emy Dyah.pdf . Inc. 22 Maret 2010 pukul 20. Sritomo. Jakarta: PT.html. 1990. 1993. Jakarta: Penerbit ITB. Pengantar Teknik Industri Jilid 1. Muther. Diakses pada hari Senin. Dalam http://www. Perancangan Fasilitas. Dalam http://etd. Wignjosoebroto. Bab II Landasan Teori. 1955. Dalam http://rekayasafasilitas.M. 2009. 22 Maret 2010 pukul 9.ums.com/doc/214 77003/BAB-II.13 WIB. Richard.com/2007/12/perancangan-fasilitas-artikeldisusun. New York: Mc Graw-Hill Book Company. 47 . Practical Plant Layout. Ratmawati. Tataletak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ketiga. J.34 WIB.scribd. Apple.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Tugas Akhir: Usulan Perbaikan Metode Kerja Proses Pengemasan Sari Ayu Alas Bedak Cempaka Sari 35 mL. Inc.id/6237/1/D600000076. Guna Widya.blogspot. Nugroho. 1950.39 WIB.ac.

Esti Rumaningsih 6. Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 48 .LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA III ROUTE SHEET DAN MUTI PRODUCT PROCESS CHART Disusun oleh: Kelompok 10 4. Nika Awalistyaningrum 5.

Pada praktikum ini acara 3 ini. terutama yang berbasis bakery tidak akan bisa lepas dari sistem industri yang meliputi input. Latar Belakang Pada sebuah industri. Perhitungan menggunakan Route Sheet 49 . Maka dari itu diperlukan perhitungan tiga kebutuhan (bahan baku. jika terjadi kesalahan dalam penganalisisan serta perencanaan layout. Maka dari itu di dalam sebuah industri harus mencakup kebutuhan bahan baku. Atribut-atribut ini sangat membantu untuk melakukan analisis dan perbaikan. mesin dan pekerja) tersebut agar proses produksi yang terjadi sesuai dengan yang diharapkan yakni efektif dan efisien.BAB I PENDAHULUAN A. Suatu pabrik atau industri beroperasi dalam jangka waktu yang lama. Multi product process chart juga berbentuk tabel namun lebih mengacu pada proses produksi yang dilalui bahan dan memanfaatkan data jumlah mesin atau tenaga kerja teoritis dari Route Sheet. bermaksud untuk melakukan perhitungan jumlah kebutuhan mesin dan sumber daya manusia berdasarkan kapasitas riil industri yang dijadikan obyek penelitian. Perhitungan untuk mengetahui jumlah mesin atau pekerja dalam suatu stasiun kerja diperlukan analisis menggunakan atribut analisis. tidak akan dapat lepas dari peralatan atau mesin serta peran pekerja atau operator. serta output. akan menyebabkan kegiatan produksi berlangsung kurang efektif atau efisien. Keduanya juga berperan dalam menganalisis pola aliran proses produksi sehingga dapat diperoleh proses produksi yang efisien dan efektif. kebutuhan mesin dan pekerja yang berperan langsung dalam kegiatan produksi. Sejak awal barang input masuk ke sebuah industri hingga produk dapat dinikmati konsumen. Route sheet dan Multi Product Process Chart memiliki keterkaitan erat dimana pada pembuatan MPPC dibutuhkan data dari route sheet. serta evaluasi dalam suatu industri. Route Sheet merupakan tabel yang digunakan untuk menghitung jumlah mesin atau peralatan yang harus digunakan. Perhitungan ini dapat dilakukan dengan menggunakan Route Sheet dan Multi product process chart. proses.

dan Multi Product Proses Chart. 50 . Tujuan Praktikum Praktikan dapat melakukan perhitungan kebutuhan mesin dan sumber daya manusia berdasarkan kapasitas riil industri. B.

sebelum proses tata letak dapat dilanjutkan lebih jauh. Rancangan ini umumnya digambarkan sebagai rencana lantai yaitu suatu susunan fasilitas fisik (perlengkapan. perlu ditentukan terlebih dahulu berapa jumlah tiap jenis peralatan dibutuhkan. jumlah peralatan total menjadi faktor yang menentukan kebutuhan ruangan ’kotor’. Semua usaha yang telah dilakukan dapat menghasilkan sesuatu yang tidak berharga jika perancang proses tidak memilih dengan cermat peralatan tertentu yang dibutuhkan 51 . keputusan akhir harus dibuat untuk menentukan jumlah peralatan sebagai dasar untuk merencanakan stasiun kerja mandiri dan menghitung kebutuhan ruangan bagi tiap bidang kegiatan. Pertimbangan awal dari jumlah mesin semestinya telah dilakukan pada langkah awal.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Perancangan fasilitas merupakan kegiatan menganalisis. bangunan. dan sarana lain) untuk mengoptimumkan hubungan antara petugas pelaksana. Di sini. merancang. 1990). Adanya proses penentuan jumlah mesin yang dibutuhkan harus dibarengi dengan kegiatan pemilihan dan penentuan dari jenis mesin itu sendiri. aliran barang. dan tatacara yang diperlukan untuk mencapai tujuan usaha secara sangkil. Penetapan kapasitas produksi yang diperlukan adalah satu kunci permasalahan pokok tidak hanya merancang fasilitas produksi yang baru atau ekspansi fasilitas yang ada tetapi juga untuk mengantisipasi periode produksi yang pendek dengan ukuran pabrik tidak dapat diubah begitu saja (Wignjosoebroto. 1996). dan aman (Apple. ekonomis. dan mewujudkan sistem bagi pembuatan barang atau jasa. 1990). Pemilihan jenis dan spesifikasi mesin fasilitas produksi lainnya merupakan langkah penting dan menentukan untuk langkah perancangan layout selanjutnya. tanah. membentuk konsep. Sama halnya dengan yang telah dikemukakan di atas. Karena tiap potong peralatan atau pusat kegiatan akan menghuni sejumlah meter persegi. Maka bukan hanya urutan operasi tetapi jumlah mesin dan peralatan akan mempunyai pengaruh pada pola aliran (Apple. aliran informasi. Begitu pula dengan jumlah operator yang juga harus ditentukan.

Hal tersebut adalah sebuah contoh di mana proses produksi berhenti pada waktu tertentu untuk istirahat maupun kebutuhan pribadi lainnya. Perubahan material dilakukan di luar routing sheet. 5. Routing sheet terdiri atas dua jenis. Untuk pekerjaan yang belum pernah dikerjakan sebelumnya. Pertimbangan yang harus dicermati salah satunya adalah mengenai sifat pemilihan peralatan.untuk melaksanakan proses satuan dan operasi yang telah ditentukan. Menurunkan ongkos produksi. 1962): 1. Sedangkan. yaitu jenis information flow dan material flow. 3. 2. pada satu tabel penghitungan 52 . Routing sheet menjelaskan urutan kronologis setiap operasi dan inspeksi yang dilakukan terhadap suatu produk. Mengganti mesin yang telah aus. Kondisi ini menghilangkan adanya wasting time pada operator (Immer. 2009). Pada routing sheet jenis information flow. Terdapat beberapa cara yang berbeda dengan masalah pemilihan yang mungkin akan muncul (Eary danJohnson. 4. Routing sheet menjelaskan secara detail urutan proses dan kegiatan yang dilakukan pada setiap proses secara detail. di sisi lain terdapat pergantian pekerja sesuai dengan kebutuhan produksi perusahaan. ketersediaan mesin (availability) dan efisiensi mesin (efficiency) yang dapat digunakan untuk menghitung waktu aktual yang dibutuhkan pada setiap proses untuk setiap jenis produk yang akan diproduksi (Ardliansyah dan Pratama. Untuk Produksi yang diperluas. jumlah part yang diharapkan pada proses perakitan dan pabrikasi dihitung berdasarkan permintaan pasar dan diolah sampai mendapatkan jumlah kebutuhan rough lumber tanpa memperhatikan perubahan material yang terjadi selama proses operasi suatu part. Informasi lain yang terdapat pada routing sheet adalah waktu teoretis setiap proses. Untuk pekerjaan yang sebelumnya belum pernah dikerjakan dengan tangan. Di berbagai perusahaan besar seorang operator dapat meningkatkan produktivitas selama operator lain menggantikan posisinya ketika ia menggunakan waktu pribadinya. 1950). Mengambil kesempatan dari perubahan teknis atau teknologis. 6.

routing sheet jenis material flow memperhatikan perubahan bentuk dan jumlah material pada setiap proses yang terjadi untuk setiap part. Multi-Product Process Chart (MPPC) adalah peta operasi yang menggambarkan aliran produk dalam sebuah fasilitas pabrik yang memproduksi beberapa jenis produk sekaligus (high product mix) dengan menggunakan beberapa mesin yang ada di fasilitas tersebut (Ardliansyah dan Pratama. 2008): 1. 4. Hal ini memungkinkan juga untuk mengatur waktu untuk setiap operasi dari setiap mesin (Anonim1. 2008). Teori 11. Nomor operasi Deskripsi Msn (alat) Produk mesin/ jam Persentase Scrap Bahan Diminta Bahan Dipersiapkan Effisiensi Msn Kebutuhan mesin 10. kemudian hasil penghitungan di tabel ini dijadikan sebagai informasi untuk jumlah part yang diharapkan pada proses prefabrikasi. 2. 3. Routing sheet jenis ini lebih menggambarkan kondisi aktual proses produksi di workstation. 2009). Contoh Tabel Routing Sheet terdiri atas (Anonim 1. Routing sheet ini digunakan untuk menghitung jumlah mesin yang diperlukan dan menghitung jumlah part yang harus dipersiapkan dalam usaha memperoleh sejumlah produk jadi yang diinginkan. misalnya ongkos material handling (Ardliansyah dan Pratama. 2009). Berbeda dengan routing sheet jenis information flow. 9.tersendiri. 7. 6. 5. 8. 53 . Aktual Sebuah route sheet menunjukkan secara detail mengenai operasi yang dibutuhkan untuk sebuah bagian dalam sebuah produksi. sehingga dapat digunakan untuk penghitungan lebih lanjut.

2010). Multi Product Process Chart termasuk dalam peta untuk menganalisis dan merencanakan aliran barang dalam pabrik yang sudah berdiri maupun bagi perencanaan proyek baru.Multi Product Process Chart adalah suatu diagram yang menunjukkan urut-urutan proses untuk masing-masing komponen yang akan diproduksi. berkaitan erat dengan peta proses operasi (Anonim 2. 54 .

3. 2.3. Alat dan Bahan 1. Mengisi tabel dengan urutan : 1) Memasukkan data di kolom 1. 5.7.4.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Prosedur Praktikum 1. Melakukan perhitungan dimulai dari operasi terakhir dan bekerja mundur ke operasi pertama. 6. d. Membuat Route Sheet a.5. Membuat tabel yang terdiri dari 10 kolom : Kolom 1 : nomor operasi (dari PPO) Kolom 2 : nama operasi Kolom 3 : nama mesin atau stasiun kerja Kolom 4 : waktu proses atau waktu baku (menit) Kolom 5 : kapasitas aktual (menit / produk) Kolom 6 : efisiensi mesin atau pekerja Kolom 7 : jumlah scrap (%) Kolom 8 : jumlah diharapkan Kolom 9 : jumlah harus disiapkan Kolom 10 : jumlah mesin atau pekerja teoritis b. 4. Alat tulis Penggaris Kertas A4 Tabel Route Sheet Tabel Multi Product Process Chart Kalkulator B.8 2) Menghitung efisiensi (kolom 6) menggunakan rumus yang telah ditentukan.2. Memasukkan data Route Sheet berdasaran PPO yang telah dibuat c. 55 .

b. 56 . Menghubungkan dengan lingkaran. Volume produksi pabrik biasanya ditentukan per tahun. d.3) Mengisi jumlah produk yang ingin dihasilkan (volume produksi yang diinginkan) pada kolom 8 “jumlah diharapkan”. Membuat Multi Product Process Chart a. baru dalam perhitungan diturunkan menjadi volume produksi per jam (dengan ketentuan umum: 1 tahun = 50 minggu. 6) Menghitung jumlah mesin atau tenaga kerja teoritis yang dibutuhkan : Ni = Ti 60 Ni Ti Pi D Ei Pi D. c. waktu sama. 4) Menghitung Kolom 9 “jumlah harus disiapkan” diperoleh dengan rumus : Ks = Ka / (1 . Kesamaan pola aliran menunjukkan kebutuhan akan proses yang sama.% scrap) Ks = jumlah harus disiapkan Ka = jumlah diharapkan 5) Nilai ”jumlah harus disiapkan” pada operasi terakhir sama besar dengan nilai ”jumlah diharapkan” di proses operasi sebelumnya. setiap minggu = 40 jam kerja). Mencatat operasi tiap bahan sesuai dengan kegiatan yang dilalui menggunakan lingkaran. Menulis komponen produk sepanjang baris atas. Langkah balik menunjukkan kemungkinan penyusunan ulang departemen. dsb. Ei = jumlah mesin atau tenaga kerja teoritis = kapasitas aktual (menit / produk) = jumlah harus disiapkan (produk / hari) = waktu operasi kerja (jam / hari) = efisiensi mesim atau pekerja 2. Menulis daftar kegiatan / proses yang harus dilalui bahan pada sisi kiri kertas.

2 7.4 1 249.2 7.5 12 1.04 1 666 1 Tabel 1. Route sheet Waktu Proses Kapasitas / Aktual Jumlah Jumlah (menit/ Efisiensi Waktu diharapkan Disiapkan baku gram) 10.2 7.8 118 6.2 7.04 75.5 0.2 7.2 330 333.2 7.333 timbangan 0.2 7.83 500.98 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 1 0.317 timbangan 0.8 1.2 7.333 mixer 20 timbangan 1.12 7.5 0.2 7.6 20.5 0.7 57 367 0 100 0 222 No O-1 O-2 O-3 O-4 O-5 O-6 O-7 O-8 O-9 O-10 O-11 0-12 O-13 Nama Operasi Penimbangan terigu pemisahan telur penimbanagan margarin penimbangan mentega penimbangan ragi pengadukan penimbangan adonan pembagian adonan pembentukan adonan pengembangan pengovenan pendinginan pengemasan Nama Stasiun Kerja / Mesin timbangan 0. Hasil 1.2 4 1 0.12 7.5 0.04 166.2 7.2 7.2 7.Mesin / Scrap (Ka) x103 (Ks) x103 Mesin 3 (Menit) Pekerja (%) gram gram 10-3 8.8 1.2 1.2 7.2 7.68 1 1 1 1 1 0. Route Sheet 57 .4 260.94 1 0.04 1 200.2 devider manual manual oven manual manual 10 66 120 15 30 40 1100.167 timbangan 0.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.283 manual 2.6 79.96 0.

a. Multi Product Process Chart (MPPC) Perhitungan 1.2. Mixer (pengadukan) → asumsi setup time 10 menit 58 . Efisiensi Mesin/ Pekerja Alat timbangan dan pekerja mempunyai efisinsi 100 % atau 1 karena tidak membutuhkan downtime dan setup time terlebih dahulu.

98 c.6 menit E8 = 0.83 2.E6 = 0. Oven (pengovenan) → asumsi setup time 30 menit E11 = 0. Scrap yang dihasilkan dari setiap proses adalah 0 % nilai Ka (jumlah yang diharapkan) sama dengan Ks (jumlah yang disiapkan) 3.94 b. Kapasitas Aktual (Ti) O-1 Penimbangan terigu O-2 Pemisahan telur O-3 Penimbangan margarin 59 . Devider (pembagian adonan) → asumsi setup time 3.

O-4 Penimbangan mentega O-5 Penimbangan ragi O-6 Pengadukan O-7 Penimbangan adonan O-8 Pembagian adonan O-9 Pembentukan adonan O-10 Pengembangan O-11 Pengovenan O-12 Pendinginan 60 .

O-13

Pengemasan

4. Jumlah Mesin atau Pekerja Ni = O-1

Penimbangan terigu N1 = Pemisahan telur N2 = Penimbangan margarin N3 = = 0,0015

O-2

= 0,012

O-3

= 0,0018

O-4

Penimbangan mentega N4 = Penimbangan ragi N5 = Pengadukan N6 = = 0,0018

O-5

= 0,0018

O-6

= 0,00118

O-7

Penimbangan adonan N7 = Pembagian adonan N8 = = 0,0067

O-8

= 0,057

O-9

Pembentukan adonan N9 = Pengembangan = 0,367

O-10

Tidak dapat dihitung karena berlangsung secara alamiah, tanpa operator maupun mesin. O-11 Pengovenan N11 = O-12 Pendinginan = 0,1

61

Tidak dapat dihitung karena berlangsung secara alamiah, tanpa operator maupun mesin. O-13 Pengemasan N13 = = 0,222

62

B. Pembahasan Route Sheet merupakan tabel yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah mesin atau pekerja untuk menyelesaikan pekerjaan berdasarkan kapasitas riil industri. Route Sheet ini dibuat berdasarkan pada jumlah dan volume produksi. Selain itu, terdapat scrap atau bahan sisa yang dihasilkan pada proses produksi mempengaruhi jumlah mesin yang digunakan. Data dan informasi yang berkaitan dengan proses atau operasi yang berlangsung harus dituliskan dalam Route Sheet memberikan informasi rinci berkenaan dengan proses, baik operasi maupun inspeksi yang diperlukan untuk produksi. Lembar rute menunjukkan operasi dan rute yang dibutuhkan dari bagian secara individu. Setiap operasi mesin atau tenaga kerja didaftar dengan peralatan yang dibutuhkan. Waktu produksi pada setiap operasi juga dicantumkan. Route Sheet ini dibuat untuk memperlancar dan mempermudah jalannya proses produksi yang ada. Beberapa manfaat dari Route Sheet adalah: 1. Sebagai pedoman alur kerja secara lengkap yang meliputi jumlah mesin dan peralatan produksi yang dibutuhkan serta jumlah komponen yang harus disiapkan untuk memperoleh jumlah produk seperti yang diharapkan 2. 3. 4. Sebagai target waktu proses pada setiap mesin Mempermudah jalannya proses produksi yang ada Pedoman pekerja agar teratur dalam bekerja Multi Product Process Chart berguna untuk menunjukkan keterkaitan produksi antara komponen produk atau antarproduk mandiri, bahan, bagian, pekerjaan, atau kegiatan. Peta ini terutama berguna untuk membantu operasi job-shop. Informasi yang dapat diperoleh adalah jumlah mesin yang dibutuhkan. Pembuatan Route Sheet secara umum telah dijelaskan pada prosedur praktikum. Objek penelitian yang dipilih oleh kelompok kami ialah industri Salma Roti dan Kue, yaitu pada pembuatan roti manis rasa coklat.

63

dan seterusnya. PPO pembuatan roti manis rasa coklat ini terdapat tiga belas operasi. Pada pembuatan roti manis rasa coklat. Pada penomoran ini harus disesuaikan dengan penomoran urutan operasi pada Peta Proses Operasi (PPO) maupun PAP. Urutan pembuatan Route Sheet pada pembuatan roti ini ialah sebagai berikut: Pembuatan table Route Sheet yang terdiri dari 10 kolom. e. Selain itu penulisannya pun harus sesuai dengan PPO. Operasi yang ditulis harus urut dan sesuai dengan PPO. Pada pengisian nama operasi. menunjukkan operasi apa yang dilakukan untuk membuat roti manis rasa coklat.Perhitungan pada Route Sheet ini dilakukan dimulai dari bawah. teridentifikasi terdapat tiga belas operasi. j. 2. d. O-3. b. f. sebaiknya pengisian dilakukan mulai operasi yang dilakukan paling akhir. O-2. 64 . Operasi tersebut antara lain: a. 1. Nomor operasi. untuk mempermudah. g. Penimbangan tepung terigu Pemisahan telur Penimbangan mentega Penimbangan margarin Penimbangan ragi Pengadukan (pencampuran) bahan-bahan dengan mixer Penimbangan adonan Pembagian adonan menggunakan devider Pencentakkan (pembentukkan) adonan Pengembangan adonan Pengovenan adonan Pendinginan roti m. menunjukkan stasiun kerja tempat operasi terkait yang digunakan. k. agar lebih memudahkan dalam pengerjakannya. i. Nama stasiun kerja/mesin. h. l. yang berfungsi sebagai urutan operasi yang dilakukan dalam pembuatan roti manis rasa coklat. Pengemasan roti 3. Nama operasi. missal O-1. c.

terutama pada 65 . devider. dan oven. Efisiensi mesin. kapasitas aktual merupakan waktu yang diperlukan masing-masing operasi untuk menyelesaikan satu produk roti. terdapat tujuh pekerja pada saat pengamatan pembuatan roti manis rasa coklat. Kapasitas aktual. down time perbaikan atau hal lain yang menyebabkan mesin menjadi idle. Faktor efisiensi mesin ini timbul karena adanya set up mesin. Untuk menentukan efisiensi dari masing-masing tahapan proses dapat digunakan rumus: E = 1− waktu yang terbuang perperiode jam operasi ker ja perperiode waktu yang terbuang perperiode jam operasi ker ja perperiode E = 1− E =1− Keterangan : D Dt St Dt + St D : Lama waktu kerja per periode ( jam/hari ) : Down time ( menit ) : Set up time untuk proses pengerjaan per periode ( menit ) Industri yang dijadikan objek penelitian memiliki tiga buah mesin. yaitu mesin mixer. menunjukkan kinerja mesin. Waktu proses diisi dengan lamanya waktu setiap operasi dilakukan. menunjukkan lama suatu proses operasi. 5. Waktu proses menunjukkan lama suatu proses operasi. 6. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masing-masing operasi dapat dilihat di PPO maupun PAP. Sedangkan. Selain itu.4. Nilai efisiensi menggambarkan running time yang terjadi setiap periode waktu (hari). yaitu kapasitas riil yang dapat dihasilkan dalam satu siklus. Waktu proses atau waktu. Lamanya waktu ini juga dapat dilihat di PPO maupun PAP. Kapasitas aktual sama dengan waktu baku dibagi dengan jumlah yang disiapkan.

Jumlah mesin. pada kolom ini diisi nol (0). Jumlah diharapkan. Pi adalah jumlah bahan yang harus disiapkan yang didapat dari rumus Ks = Ka/ (1. Efisien ketiga mesin secara berturut-turut menunjukan 94 %. 66 .stasiun pencetakkan roti. maka disimpulkan bahwa Ks samadengan Ka. Jumlah scrap. 98 %. Jumlah harus disiapkan. Ti merupakan kapasitas aktual dimana diasumsikan bahwa setiap waktu tertentu menghasilkan sejumlah produk.% Scrap). D merupakan waktu untuk menghasilkan satu unit meja (dalam satu hari diasumsikan hanya menghasilkan satu unit meja). Ni = Ti Pi 60 D. 10. mesin devider sebesar 3. Ks = Ka / (1-% scrap) Ks: jumlah harus disiapkan Ka: jumlah diharapkan 9. dan oven 30 menit. Ei adalah efisiensi mesin atau pekerja. efisiensinya dihitung 100% atau 1. yaitu jumlah mesin yang sebenarnya dibutuhkan yang dapat bekerja secara efisien. dan 83 %.6 menit. Efisiensi mesin mixer ini diasumsikan dengan adanya setup time sebesar 10 menit. yaitu jumlah permintaan produksi. 7. menunjukkan scrap atau bahan sisa yang dihasilkan dalam satu operasi. Pada pembuatan roti ini tidak menghasilkan scrap karena jumlah yang diharapkan sama dengan jumlah yang disiapkan. Untuk operasi yang tidak menggunakan mesin atau dilakukan secara manual. 8. Maka dari itu. % Scrap yang dihasilkan pembuatan roti ini terhitung nol.Ei Ni merupakan jumlah mesin atau tenaga kerja teoritis yang dibutuhkan. Jumlah yang diharapkan yang merupakan jumlah bahan/produk (dalam m3) yang ada/ diinginkan/ diharapkan setelah bahan tersebut mengalami suatu proses operasi. yang menunjukkan tidak adanya Down Time dan Set Up Time. yaitu jumlah setelah ditambah dengan semua scrap yang dihasilkan pada semua operasi.

a. Penimbangan b. Pengembangan h. Pengemasan 2. air. Pembuatan MPPC pembuatan roti manis rasa coklat ialah sebagai berikut. Pada sisi kiri kertas ditulis daftar kegiatan yang harus dilalui bahan. Pemisahan c. Pendinginan j. Pada MPPC menunjukkan keterkaitan produksi antara produk. formula. Langkah selanjutnya ialah pembuatan Multi Product Process Chart (MPPC). pekerjaan atau kegiatannya. untuk stasiun kerja penimbangan adonan.akan diperoleh gambaran mengenai layout mesin atau fasilitas produksi yang seharusnya dirancang atau digunakan. ragi. Pencetakkan atau pembentukan g. Bahanbahan yang digunakan ditulis secara berurutan dari kiri ke kanan yaitu tepung terigu. Penimbangan adonan e. Pengadukan d. Berdasarkan peta tersebut maka akan didapat dua hal yang memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam perancangan layout antara lain aliran balik (back tracking) dan pengelompokan pola aliran (flow pattern).0067. telur.Hasil perhitungan pada Ni ini berupa angka yang tidak bulat atau berupa angka desimal. Pada pembuatan MPPC. dan selai coklat. Pengovenan i. bahan. bagian. Padahal tidak ada jumlah mesin yang berjumlah desimal. nilai Ni sebesar 0. Sepanjang baris atas ditulis komponen bahan yang digunakan. mentega. 67 . Daftar proses untuk membuat roti ialah sebagai berikut. margarin. 1. Pembagian f. Misal. Namun pada kolom 10 ini tetap mencantumkan angka tersebut.

Proses pembentukan adonan dilakukan secara manual. hanya diperlukan 6.7 x 10-3 untuk penimbangan adonan dan 57 x 10-3 devider dalam pembagian adonan. Sedang untuk jumlah mesin aktual ialah pembulatan angka dari jumlah teoritisnya. 4. Jadi berapapun angka di belakang koma. pengembangan dan pendinginan dilakukan secara alamiah sehingga tidak memerlukan pekerja maupun mesin. Jika menggunakan metode pembulatan ke bawah untuk angka di belakang koma yang lebih kecil daripada 5. Jumlah mesin teoritis diperoleh dari penjumlahan banyaknya nilai Ni pada satu proses yang menggunakan satu atau beberapa bahan. Setelah dianalisis diketahui bahwa secara teoritis diperlukan pekerja 367 x 10-3. Sedangkan. Jumlah mesin yang dicantumkan merupakan pembulatan ke atas dari jumlah mesin hasil perhitungan. Setiap ditengah lingkaran diisi nomor dengan urut dari atas. nilai teoritis menunjukkan angka nol. Hasil pembulatan pada semua proses ialah bernilai satu. Pekerja yang memisahkan telur dibutuhkan sebanyak 12 x 10-3. Langkah balik menunjukkan kemungkinan penyusunan ulang. mentega dan ragi diperlukan timbangan sebanyak 1.3. Untuk penimbangan margarin.8 x 10-3. dikhawatirkan mesin tersebut terkadang tidak kuat untuk melakukan operasi yang bersangkutan. Oven yang digunakan untuk proses pengovenan ini sangat besar sehingga memiliki kapasitas yang 68 . Setiap lingkaran dalam satu kolom dihubungkan. Selain itu. Pada kolom paling kanan terdapat jumlah mesin secara teoritis dan aktual. Hal ini dikarenakan karena mesin yang digunakan merupakan mesin dalam keadaan utuh (tidak mungkin dalam pecahan). Pencatatan operasi setiap bahan sesuai dengan kegiatan yang dilalui menggunakan lingkaran. mixer dibutuhkan secara teoritis sebanyak 118 x 10-3. Oleh karena itu. Berdasarkan hasil perhitungan dipeoleh kebutuhan mesin untuk operasi penimbangan I sebesar 1. di kanan atas lingkaran ditulis banyaknya Ni atau jumlah mesin secara teoritis yang diperoleh dari tabel Route Sheet. maka jumlah mesin merupakan pembulatan ke atasnya.5 x 10-3 yang dibulatkan menjadi 1 buah mesin.

Sedangkan kenyataannya. brownis. maka kapasitas mesin atau pekerja tidak mencukupi dalam stasiun kerjanya. yang secara teoritis diperlukan 222 x 10-3 pekerja. donat. Apabila hanya dikerjakan oleh satu orang pekerja dalam memproduksi berbagai jenis roti dalam partai besar dapat menimbulkan kelelahan pekerja. Observasi ini hanya dilakukan pada produksi roti manis. Pembulatan ke atas ini dilakukan karena tidak mungkin menggunakan mesin dalam jumlah tidak bulat. industri ini memproduksi berbagai jenis kue yang beragam seperti tawar. Pengemasan dilakukan manual oleh pekerja. dan kering. Jika dibandingkan dengan kondisi yang ada di Salma Roti dan Kue. 69 .tinggi. Hasil-hasil tersebut dibulatkan ke atas menjadi masing-masing 1. jumlah mesin dan pekerja yang ada sudah memenuhi perhitungan atau teori bahkan jumlah pekerja sangat banyak yakni sekitar tujuh orang pekerja (termasuk siswa yang sedang melakukan Praktek Kerja Lapangan). Perbedaan ini dipengaruhi dari kuantitas maupun jenis roti dan kue yang diproduksi. cake. Dengan demikian hanya diperlukan sebuah oven saja. Jika pembulatan dilakukan ke bawah.

70 . Namun. Saran Persepsi antara asisten mengenai materi praktikum sebaiknya disamakan sehingga jawaban valid dan tidak simpang siur. Kesimpulan Perhitungan Route Sheet dan Multi Process Product Chart. Dari hasil perhitungan. data yang membutuhkan adalah waktu operasi. diketahui bahwa hanya diperlukan satu mesin atau pekerja untuk setiap stasiun kerja. B. dalam kenyataanya masih dipekerjakan lebih dari satu orang dalam stasiun pembentukan adonan.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. scrap. dan volume produksi yang diharapkan.

New York: Prentice-Hall.50 WIB.E.03 WIB. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan.F. Diakses pada hari Rabu tanggal 31 Maret 2010 pukul 19. 1962.52 WIB.com. Sritomo. 1996. 2008. Apple. Perencanaan Kerja. Dalam http://shefaa. Process Engineering For Manufacturing. Rifqi dan Ach Januar J. Diakses pada hari Rabu tanggal 31 Maret 2010 pukul 20. 2010. New York: McGraw-Hill Book Company. Inc.com /2010/03/16/multi-product-process-chart/. John R. TI4101-Perancangan Tata Letak Pabrik: Laporan Tugas Modul 2. Anonim2. 71 . Layout Planning Technique. Pratama.M. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. Diakses pada hari Rabu tanggal 31 Maret 2010 pukul 19. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ketiga.DAFTAR PUSTAKA Anonim1. Dalam http://s3. Immer. Wignjosoebroto. J. Inc. Bandung: Penerbit ITB.ngeblogs. D. Multi Product Process Chart.amazonaws.blogspot.pdf?Signatu re=0K6iBz5pzLO2T%2FmSLMd0aGInApE%3D&Expires=1270040093 &AWSAccessKeyId=AKIAJLJT267DEGKZDHEQ. Johnson.perencanaankerja. Ardliansyah. and G. Dalam http://www. 2009. Eary. 1990. 1950.com/ ppt-download/laporanmodul2k98-091008011250-phpapp02.

Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 72 .Esti Rumaningsih 3.LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA IV KEBUTUHAN RUANG DAN LUAS LANTAI Disusun oleh: Kelompok 10 1.Nika Awalistyaningrum 2.

Kebutuhan akan luas lantai ini berkewajiban untuk dapat memuat semua ruangan yang diperlukan oleh setiap kegitan dan fungsi pabrik. Latar Belakang Pabrikisasi suatu bahan merupakan suatu proses yang diberlakukan terhadap bahan mentah menjadi sebuah produk jadi yang bernilai tambah. Tata letak yang baik merupakan tata letak yang dapat menciptakan efisiensi serta efektivitas kegiatan produksi serta menjaga kelangsungan hidup atau keberhasilan suatu perusahaan.BAB I PENDAHULUAN A. Maka dari itu pada tahap perencanaan luas lantai ini dibutuhkan banyak perhatian penuh. penentuan luas lantai cukup berperan dalam investasi jangka panjang yang menyangkut “hidupnya” industri tersebut dan pengoptimalan berlangsungnya proses produksi. Salah satu manfaat dari tata letak ialah dapat mengetahui kebutuhan ruangan dan luas lantai yang dibutuhkan untuk mengelola semua faktor produksi. Pabrik itu sendiri merupakan tempat berkumpulnya faktor-faktor prouduksi seperti manusia. agar luas lantai yang dibuat tidak kelonggaran atau kesempitan. dan aman. dan peralatan produksi material. work center. Faktor-faktor produksi tersebut dikelola bersama dalam sistem produksi agar diperoleh produk secara efektif. mesin. uang. Tata letak merupakan fasilitas fisik atau konfigurasi departemen. aliran bahan. investasi serta keberlangsungan perusahaan yang selanjutnya dapat berimbas pada keuntungan atau kerugian yang didapat. efisien. Selain itu. dan tata cara untuk mencapai tujuan. 73 . aliran informasi. dan peralatan dalam proses konversi untuk mengoptimumkan hubungan antara petugas pelaksana. energi. dan sumber daya alam lainya. informasi. Hal ini akan berpengaruh pada biaya produksi. Tata letak suatu pabrik merupakan sebuah teknik cara menempatkan atau mengalokasian berbagai faktor produksi tersebut secara optimal dan efisien. Proses ini harus berlangsung pada tempat yang memadai yakni pabrik.

Praktikan dapat menentukan jenis dan jumlah ruang yang dibutuhkan setiap kegiatan dalam industri. Praktikan dapat menentukan luas lantai setiap kegiatan. Tujuan Praktikum 1. 74 . B.Pada praktikum acara IV ini. bermaksud untuk menghitung luas lantai secara teoritis yang akan dibandingkan dengan luas lantai yang sebenarnya sehingga dapat ditentukan dan dihitung kebutuhan ruang dan maksimalisasi luas lantai pada industri Salma Roti. 2.

arus bahan baku sampai produk akhir terganggu. 1990). Setelah merancang pola aliran dan memberikan beberapa pertimbangan pada kegiatan pelayanan dan kegiatan penunjang. Hal ini dilakukan dengan menganalisa dan menghitung kebutuhan luas area untuk penempatan fasilitas produksi (mesin-mesin) yang memperhatikan luas area per mesin dan kelonggaran (allowance) luasan lainnya. Atau dapat muncul dari perkiraan jumlah mesin yang tepat (dengan kemungkinan perbedaan bagi tiap mesin yang berbeda) dan kemudian dikalikan dengan jumlah mesin. Langkah selanjutnya adalah proses perencanaan yang menghasilkan gambaran yang lebih teliti. lembar kerja kebutuhan ruang total menjumlahkan luas semua kegiatan. Harus ditekankan bahwa meskipun kebutuhan ruang dibuat pada tahapan ini sebagai perkiraan. et al. akan sia-sia untuk diterapkan. Setelah perkiraan kebutuhan ruang bagi tiap kegiatan atau fungsi. Penyesuaian harus dilaksanakan dengan memperhatikan luas area yang diperlukan. 75 ..BAB II TINJAUAN PUSTAKA Perencanaan layout yang cermat tanpa diimbangi perencanaan material handling yang baik. Kebutuhan ruang produksi diperkirakan dengan bantuan Lembar kebutuhan ruang produksi. Kebutuhan luas area merupakan langkah kritis tetapi untuk hampir semua organisasi industri. Hal ini dapat dilakukan dengan metode penyusunan layout yang tepat yang akan menghasilkan perencanaan layout fasilitas baru yang terbaik (Tompkin. perlu dibuat perkiraan awal tentang ruangan total yang dibutuhkan bagi tiap kegiatan dalam fasilitas dan perkiraan awal dari luas total dari fasilitas yang diusulkan. 1996). akibat lebih jauh tingkat produktivitas perusahaan menurun. mereka harus cukup yakin bahwa ruang seluas itu tersedia. tetapi hanya tataletak akhir saja yang akan menunjukkan luas total yang dibutuhkan secara tepat (Apple. Penentuan luas pabrik dapat juga disebut sebagai langkah ”penyesuaian”. Sebab akan terjadi kesulitan pemindahan bahan. Oleh karena itu perlu sekali dilakukan perencanaan tata letak fasilitas dan perencanaan material handling.

peralatan penunjang seperti meja. ruang harus disisakan untuk menggerakkan peralatan karena perubahan tataletak. cara pengangkutan. melibatkan pula masalah yang berkaitan dengan kegiatan lain yang akan mempengaruhi terhadap luas lantai yaitu alat angkut. maka didapatkan luas lantai receiving model tumpukan dan rak. Yaitu bahwasanya rekayasawan jangan sangat bergantung pada fasilitas transportasi yang telah ada karena mungkin saja akan lebih ekonomis jika direncanakan fasilitas transportasi tambahan atau beberapa alternatif sarana 76 . Perhitungan luas lantai ini dimulai dari luas kebutuhan lahan produksi sampai perkantoran dengan memperhatikan segala fasilitas pendukungnya. petikemas. dibutuhkan beberapa kebutuhan luas lantai untuk kegiatan produksi pabrik yang akan didirikan. perkakas dan rak untuk cetak biru. Perhatian juga harus diberikan terhadap alternatif-alternatif transportasi. tetapi juga untuk operator. 1990). Sehingga. Perhitungan luas lantai ini didasarkan pada bahan baku yang akan disiapkan. serta fasilitas-fasilitas pendukung lain. terutama untuk kegiatan produksi. cara penyimpanan. Luas lantai produksi digunakan untuk mengetahui luas lahan yang akan digunakan dalam perencanaan tata letak fasilitas pabrik dan perusahaan yang akan didirikan. serta luas lantai shipping. mesin.luasan area untuk fasilitas produksi akan dapat diprediksi sehingga luas area yang diperlukan ini masih harus dilihat kemungkinannya dengan memperhitungkan luasan area yang tersedia (Wignjosoebroto. untuk pemakaian darurat. pekerjaan yang telah selesai. dan aliran bahan (Dody. Dengan demikian perlu dihitung berapa luas lahan yang disiapkan. 1996). ruang untuk perawatan dan ruang atau lorong ke alat-alat keselamatan. luas lantai fabrikasi dan assembling. jika tiang. corong pengisi peluncur. peralatan pemeriksaan. Berdasarkan hal tersebut. Harus selalu diingat bahwa ruang disediakan bukan hanya untuk satu peralatan. Hal ini terutama menjadi persoalan. bahan yang akan dikerjakan. poros elevator dan lain sebagainya terlibat (Apple. atau peralatan yang digunakan dan barang jadi yang dihasilkan. Dalam melakukan perencanaan tata letak fasilitas pabrik dan pemindahan bahan. Untuk menghitung kebutuhan luas lantai ini. 2009). tembok.

Meskipun alinea sebelumnya menggambarkan bahwa fasilitas transportasi harus dirancang. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam perencanaan kebutuhan luas ruangan ialah (Astika. 77 . bahan.transportasi. dan kegiatan. Dalam jangka panjang. Jumlah mesin yang diperlukan . 1990). pembangunan fasilitas transportasi baru dapat menghemat jutaan rupiah dibanding dengan apabila menggunakan fasilitas transportasi lama (Apple. 1990). Sehingga pembahasan ini berhubungan dengan penentuan kebutuhan ruangan khusus untuk beberapa kegiatan yang dipilih (Santoso. pegawai. Jumlah part yang harus dipersiapkan dalam usaha memperoleh sejumlah produk jadi yang diinginkan. Dalam suatu kegiatan pengaturan tata letak dan fasilitas kerja disesuaikan dengan aliran kegiatan dan gerakan yang efisien. Ruangan yang dibutuhkan oleh sebuah fasilitas jelas erat sekali kaitannya dengan peralatan. 2. 2010): 1. 2004). ketimbang diterima seadanya seringkali tidak ada pilihan lain kecuali menggunakan apa yuang tersedia. Hal ini dapat terjadi karena kesempatan terbatas baik oleh volume yang dibutuhkan atau oleh kedekatan transportasi yang telah ada yang tepat dan disukai (Apple.

4. Kertas A4 4. dan 9. Lalu isi tabel pada langkah pertama. 8. Pada kolom 1. 3. dan 5 diisi sesuai dengan kenyataan atau data yang ada. Prosedur Praktikum 1. Untuk perhitungan luas lantai produksi. Denah tata letak industri Salma Roti dan Kue B. 78 . membuat tabel yang memuat: Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3 Kolom 4 Kolom 5 Kolom 6 Kolom 7 Kolom 8 Kolom 9 Kolom 10 Kolom 11 : Nama stasiun kerja : Nama mesin : Jumlah mesin : Panjang mesin ( m ) : Lebar mesin ( m ) : Kebutuhan luas 1 mesin ( m2 ) : Kelonggaran untuk bahan setengah jadi : Kelonggaran untuk operator : Kelonggaran unutk transportasi : Luas i mesin ( m2 ) : Total luas i satsium kerja ( m2 ) 2. Kalkulator 5. Kolom 11 dengan menkalikan kolom 3 dengan kolom 10. Alat dan Bahan 1. Alat tulis 2. 2. Penggaris 3. Kolom 10 penjumlahan kolom 6.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 7. Kolom 7 kelonggaran untuk bahan setengah jadi. Pada kolom 6 kebutuhan luas satu mesin dengan mengkalikan kolom 4 dengan kolom 5. Kolom 8 kelonggaran untuk operator dengan 1 m kali panjang mesin. Dimensi berat 6.

Kolom 6 g. Kolom 7 : Nama ruang : Dimensipanjang dan lebarnya (m) : Luas (m2) : Kelonggaran : Penjumlahan antar Luas dan kelonggaran (L + K) : Jumlah ruang : Luas lantai 6. Lalu isi tabel tersebut (langkah 3). Pada kolom 1. Kolom 3 yakni dengan mengkalikan panjang maupun lebar yang terdapat pada kolom 2. Dan untuk perhitungan luas lantai gudang Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3 Kolom 4 Kolom 5 Kolom 6 Kolom 7 Kolom 8 Kolom 9 Kolom 10 Kolom 11 Kolom 12 : Nama bahan disimpan : Kebutuhan bahan per hari ( berat atau volume ) : Jumlah hari dalam satu periode penyimpanan : Jumlah bahan dismpan selam satu periode penyimpanan : Volume atau berat satu kemasan bahan : Jumlah bahan disimpan selama satu periode penyimpanan : Dimensi kemasan bahan ( panjang. Kolom 3 d. 2. Kolom 5 f. Kolom 2 c. Pada kolom 4 dengan mengkalikan kolom 2 dengan kolom 3. 5. Selanjutnya dibuat tabel luas lantai untuk fasilitas. Pada kolom 5. Kolom 10 perkalian luas dari kolom 7 dan kolom 9. yang memuat: a. Kolom 1 b.3. penjumlahan antara luas (kolom 3) 79 . Kolom 9 pembagian antara kolom 6 dengan kolom 8. Pengisian tabel langkah 5. Kolom 8. 5 dan 7 diisi dengan data yang ada. Kolom 4 e. lebar. Kolom 6 merupakan pembagian antara kolom 4 dengan kolom 5. yakni kolom 1 dan 2 diisi sesuai dengan data yang ada. ketinggian maksimal jika bahan ditumpuk dibagi dengan tinggi kemasan bahan dari kolom 7. Pada kolom 12 merupakan total penjumlahan antara kolom 10 dan 11. 3. tinggi ) : Jumlah kemasan bahan dalam satu tumpukan : Jumlah tumpukan dalam ruang : Luas tumpukan ( m2 ) : Kelonggaran ( m2 ) : Total luas gudan yang diperlukan ( m2 ) 4.

merupakan jumlah ruang yang ada. Pada kolom 7 merupakan pengkalian antara kolom 5 dan 6.dengan kelonggaran (kolom 4). Pada kolom 6. 80 .

5 1.754 11.56 52. Hasil LUAS LANTAI FASILITAS Nama Ruang P Outlet Area parkir Lorong 1 Lorong 2 Ruang Administrasi Kamar Dapur Kamar mandi 3 6.6224 4.216 17.76 5.216 17.5 17.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.3 4.8832 58.69 9.754 1 1 1 1 1 ruang Luas Lantai (m2) 48.875 7.5 2.69 9.35 3.49 1.38 1 1.8832 5.08 48.04 Dimensi (m) l 6.Jumlah (m2) nggaran (m2) 48.69 5.3924 4.5 2.5 17.5 17.54 4.8832 52.25 7.69 9.77 Luas (m2) Kelonggaran Luas+kelo.875 1 1 2 7.216 17.754 81 .75 8.35 1.6 3.6224 4.35 1.

4 8.2 2.8 1.5 10 1.55 Operator Transport Kelonggaran (m2) Luas+ Kelonggaran (m2) Total Luas 1 SK (m2) 82 .8 1.36 0.6 0.8 8.2 1.275 7 0.51 1.624 11.8 1.672 2.632 1.2 2.5 5 0.8 2 timbangan mixer Meja 3 1 2 2 4 0.5 0.812 5.775 11 1.6 2.25 8 0.2 0.672 4.6 0.8 1.51 3.472 0.79 0.6 2.6 0.5 0.316 4.8 0.1716 0.8 1.4 1.3 0.4 3 9 0.4 0.316 2.59 0.6 0.6 0.85 6 0.8 1.97 0.LUAS LANTAI RUANG PRODUKSI Nama SK Nama Mesin Jml Mesin P Dimensi Mesin (m) L Luas 1 Mesin (m2) Bahan ½ jadi 1 Penimbangan I Pengadukan Penimbangan II dan Pembentukan adonan Pembagian Adonan Pengembangan Pengovenan Pendinginan dan pengemasan Devider Rak Oven Rak 1 2 1 2 0.

5 Dimensi kemasan p*l*t Jumlah Kemasan dalam 1 tumpukan 8 3 Jumlah Luas (m2) Kelonggaran (m2) Total luas (m2) tumpukan Tumpukan dalam ruang 9 1 10 0.342 0.285x0.5 6 15 10 3 1 1 1 2 5 0.4x0.2625 2 10 3 7 4 70 5 25 Periode simpan per hari Jumlah bahan disimpan Berat 1 kemasan Bahan disimpan 1 periode 6 3 7 0.285x0.285x0.5 12.075 0.4x0.1995 0.25x0.25x0.114 0.0144 11 0.085 0.227 0.12x0.25 0.3 3 3 7 10 10 10 7 14 21 12.227 0.1875 0.085 0.4275 0.227 0.4x0.1995 0.085 0.25 1 1 1 1 2 2 3 1 1 1 1 3 0.114 0.5 12.5 12.285x0.085 0.036 12 0.1995 0.285x0.114 0.114 0.1995 0.12x0.0504 83 .LUAS LANTAI GUDANG Nama Bahan Kebutuh -an per hari (Kg) 1 Tepung terigu Telur Margarin Mentega Ragi Formula Selai coklat 3 1.4x0.25 1.5 3 21 42 7.227 0.4x0.085 0.227 0.

216 m2 Kelonggaran = 0 m2 Luas + Kelonggaran= 9.56 = 52. Area parkir Luas =pxl = 11.754 m2 Kelonggaran = 0 m2 Luas + Kelonggaran= 17.3924 m2 jumlah ruangan =1 Luas Lantai = 1 x 52.8832 m2 + 0 m2 = 48.38 x 3.77 m2 Luas + Kelonggaran= 52.69 m2= 4.754 m2 + 0 m2 = 17.69 m2 Kelonggaran = 0 m2 Luas + Kelonggaran= 4.6224 m2 Kelonggaran = 5.216 m2 jumlah ruangan =1 Luas Lantai = 1 x 9.3 = 17.76 x 1.04 x 6.8832 m2 = 48.754 m2 84 .6224 m2 + 0 m2 = 58.Perhitungan 1. Lorong I Luas =pxl = 4. Outlet Luas =pxl = 8.69 x 1 = 4.8832 m2 2.54 x 4. Ruang administrasi Luas =pxl = 5.216 m2 5.8832 m2 jumlah ruangan =1 Luas Lantai = 1 x 48. Perhitungan Luas Lantai fasilitas 1.6 = 9.69 m2 jumlah ruangan =1 Luas Lantai = 1 x 4.216 m2 = 9.6224 m2 = 58. Lorong II Luas =pxl = 5.3924 m2 3.216 m2 + 0 m2 = 9.8832 m2 Kelonggaran = 0 m2 Luas + Kelonggaran= 48.69 m2+ 0 m2 = 4.69 m2 4.08 = 48.

Perhitungan Luas Lantai Ruang Produksi a.3 m2 + 0.875 m2 = 0 m2 = 1. Dapur Luas Kelonggaran Luas + Kelonggaran jumlah ruangan Luas Lantai 8.35 m2 = 17.5 x 1.49 x 2.6 m2 } = 1.6 m Luas 1 mesin =pxl = 0.35 m2 = 0 m2 = 17.5 m2 + 0 m2 = 7.754 m2 = 17.5 m2 Kelonggaran Luas + Kelonggaran jumlah ruangan Luas Lantai 7.875 m2 =2 = 2 x 1.5 = 17. Penimbangan I Jumlah mesin =1 Dimensi = 0. Kamar Mandi Luas =pxl = 6.35 m2 + 0 m2 = 17.jumlah ruangan Luas Lantai 6.5 m2 =1 = 1 x 48.36 m2 +{0.875 m2 = 3.6 m = 0.8832 m2 = 7.5 m2 = 0 m2 = 7.6 m x 0.25 m2 operator = 0.5 = 7.875 m2 + 0 m2 = 1.35 m2 Kelonggaran Luas + Kelonggaran jumlah ruangan Luas Lantai =pxl = 1.6 m x 0.75 m2 2.754 m2 =pxl = 3 x 2.51 m2 b.35 m2 =1 = 1 x 17. Kamar Luas =1 = 1 x 17. Pengadukan Jumlah mesin = 2 (mixer) 85 .6 m2 Luas + kelonggaran = 0.51 m2 Total luas I SK = 1.25 m2 + 0.3 m2 Transport = 0.36 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi = 0.25 = 1.

5 m2 Luas + kelonggaran = 1.472 m2 = 0 m2 = 0. Pengembangan Jumlah mesin Dimensi Luas 1 mesin =2 = 1.472 m2 +{0 m2 + 0.55 m2 d.5 m2 } = 5.8 m x 0.79 m =pxl = 0.59 m =pxl = 0.775 m2 Total luas I SK = 11.2 m x 0.59 m = 0.8 m2 = 0.4 m2 + 0.5 m =pxl = 1.79 m = 0.4 m2 = 0.2 m x 0.275 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi = 0 m2 operator = 3 m2 Transport = 1.812 m2 = 3.672 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi operator Transport Luas + kelonggaran Total luas I SK e.5 m x 8.275 m2 +{0 m2 + 3 m2 + 1.Dimensi Luas 1 mesin = 0.672 m2 = 1.5 m = 1.8 m x 0.8 m2 } = 1.8 m x 0. Penimbangan II dan pembentukan adonan Jumlah mesin =2 Dimensi = 1.4 m2 + 0.4 m2 = 0.5 m x 8.5 m 86 .632 m2 = 0 m2 = 0.5 m Luas 1 mesin =pxl = 1. Pembagian adonan Jumlah mesin Dimensi Luas 1 mesin =1 = 0.624 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi operator Transport Luas + kelonggaran Total luas I SK c.8 m2 } = 1.8 m2 = 0.8 m x 0.632 m2 +{0 m2 + 0.

6 m2 +{0 m2 + 0.97 m = 2.8 m2 =1 = 2.28 m2 = 0.2 m x 0.97 m =pxl = 2.6 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi operator Transport Luas + kelonggaran Total luas I SK f.4 m2 = 4.6 m2 + 1.= 0.8 m x 0.8 m2 3.6 m2 +{0 m2 + 0.2 m2 } = 2. Pendinginan dan pengemasan Jumlah mesin =2 Dimensi = 1.1716 m2 = 0 m2 = 0.5 m = 0.316 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi operator Transport Luas + kelonggaran Total luas I SK g.2 m2 = 0.6 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi = 0 m2 operator = 0. Tepung terigu Kebutuhan per hari = 10 Periode simpan =7 Jumlah bahan disimpan = Kebutuhan per hari x Periode simpan =10 x 7 = 70 Berat satu kemasan = 25 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan 87 . Pengovenan Jumlah mesin Dimensi Luas 1 mesin = 0 m2 = 0.2 m2 } = 2.6 m2 Transport = 1.4 m2 Total luas I SK = 4.28 m2 } = 8.316 m2 = 8. Perhitungan Luas Lantai Gudang a.28 m2 = 0.36 m2 +{0 m2 + 0.5 m Luas 1 mesin =pxl = 1.6 m2 + 1.2 m x 0.2 m2 Luas + kelonggaran = 0.28 m2 + 0.8 m x 0.6 m2 = 1.

5 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 21:7.8 = 3 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.0144 m2 Kelonggaran = 0.12 m x 0.5 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 3 Jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 3:3 = 1 Luas tumpukan = 0.12 m x 0.= 70:25 = 2.036 m2 Total Luas = 0.5 = 2.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 1 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 1:1 = 1 Luas tumpukan = 0.4 m x 0.5 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 12.5 : 12.4 m x 0.342 m2 Kelonggaran = 0.25 = 10 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 1. Telur Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan =3 =7 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 21 Berat satu kemasan = 7.8 = 3 =pxlxt = 0.144 m2 88 .085 m2 Total Luas = 0. Margarin Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan = 1.5 Berat satu kemasan = 12.25 x 10 = 12.285 m x 0.5 = 1 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.0504 m2 Dimensi kemasan b.285 m x 0.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 1 Jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 3:1 = 3 Luas tumpukan = 0.4275 m2 c.

Kelonggaran Total Luas d.25 Berat satu kemasan = 1.25 = 1 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan= 1 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan 1 Luas tumpukan = 0.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 1 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan =1 Luas tumpukan = 0. Formula Kebutuhan per hari = 3 Periode simpan Jumlah bahan disimpan Berat satu kemasan =7 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 3 x 7 = 21 = 15 89 .144 m2 Kelonggaran = 0.5 = 1 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.085 m2 = 0.25 = 10 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 1.085 m2 Total Luas = 0. Mentega Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan = 0.25 x 10 = 1.4 m x 0.285 m x 0.085 m2 Total Luas = 0. Ragi Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan = 0.4 m x 0.1995 m2 = 1.3 = 10 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 0.1995 m2 e.144 m2 Kelonggaran = 0.3 x 10 = 3 Berat satu kemasan =6 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 3:6 = 0.25 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan =1.285 m x 0.1995 m2 f.25:1.

2 = 5 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.2625 m2 90 .285 m x 0.085 m2 Total Luas = 0.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan =2 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 2:2 = 1 Luas tumpukan = 0.Bahan disimpan 1 periode= Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 21:15 = 1.144 m2 Kelonggaran = 0.25 m x 0.25 m x 0.4 m x 0.1875 m2 Kelonggaran = 0.1995 m2 g. Selai coklat Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan =3 = 14 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 3 x 14= 42 Berat satu kemasan = 10 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 42:10 = 4.4 = 2 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.075 m2 Total Luas = 0.25 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan= 2 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 5:2 = 3 Luas tumpukan = 0.

8 m2. tata letak pabrik merupakan penempatan dan pengaturan dari bermacam-macam fasilitas produksi yang ada Pengaturan ruangan disini berkaitan erat dengan luas area yang dibutuhkan untuk mesin atau peralatan produksi. luas lantai gudang bahan baku dan luas lantai barang jadi. Hal ini dikarenakan bahan setengah jadi diletakkan di meja atau mesin sehingga tidak memerlukan luas khusus.B. penempatan material. Pembahasan Praktikum acara 4 ini berjudul “Kebutuhan Ruang dan Luas Lantai”. penimbangan II dan pembentukan adonan = 11. serta area yang diperlukan untuk fasilitas-fasilitas servis.51 m2. pengovenan = 8. dan lain-lain aktivitas. area yang diperlukan untuk penyimpanan bahan baku atau benda jadi yang telah selesai dikerjakan.624 m2. Total luas pada suatu stasiun kerja dihitung dari jumlah luas 1 mesin dan kelonggaran mesin tersebut dikalikan dengan jumlah mesin yng terdapat pada stasiun kerja tersebut. luas lantai yang dibutuhkan untuk mesin dihitung dengan menggunakan dimensi panjang dan lebar mesin. Kebutuhan untuk luas area ini harus dipertimbangkan untuk seluruh aktivitas yang ada didalam pabrik dan untuk paling tidak ada tiga macam area yang harus diberikan. Untuk kelonggaran operator dan transport dihitung dari dimensi terpanjang mesin. dan luas kebutuhan lantai untuk fasilitas. Jadi total luas lantai untuk ruang produksi adalah 36. secara garis besar. pengadukan = 3. Total luas stasiun kerja pada stasiun kerja penimbangan I = 1. Sebab. Kebutuhan ruang dan luas lantai sangat berpengaruh terhadap tata letak suatu industri. yaitu : area yang diperlukan untuk operasi dari mesin dan peralatan yang ada.272 m2.672 m2.55 m2. Perhitungan yang dilakukan adalah perhitungan luas lantai ruang produksi.8 m2. Perhitungan luas lantai ruang produksi.316 m2. pembagian adonan = 1. dan pendinginan dan pengemasan = 4. pengembangan = 4. Sedangkan pada 91 . Kelonggaran bahan setengah jadi tidak dihitung. keleluasaan operator untuk bergerak.

5384 m2. Padahal. dimensi kemasan. ragi 0. Hal ini berbeda 92 . lorong II 9. luas lantai gudang yang dibutuhkan termasuk dengan kelonggarannya adalah 1.3 meter ini diperoleh dari jarak atau kelonggaran antar penempatan bahan. Total luas lantai fasilitas yang dibutuhkan dalam industri Salma Roti dan Kue ialah seluas 161.1995 m2. Maka. dapur. Jumlah tumpukan dalam satu ruang diperoleh dari pembagian jumlah bahan disimpan satu periode dengan jumlah kemasan dalam satu tumpukan.1995 m2. margarin 0. secara terperinci kebutuhan lantai untuk outlet 48. kamar mandi 3. formula 0.3 meter. di industri Salma Roti dan Kue juga terdapat beberapa ruang fasilitas sebagai penunjang kerja. Pada perhitungan luas lantai gudang bahan baku.0504 m2. selai coklat 0. kamar 7. ruang produksi I hanya seluas 26. Kelonggaran dihitung dari dimensi panjang kemasan dikali dengan 0. lorong 1. dapur 17. jumlah kemasan dalam satu tumpukan.1995 m2.2625 m2.1995 m2. Jumlah bahan yang disimpan dalam satu periode ini dapat diperoleh dari hasil perkalian antara periode simpan dan kebutuhan barang per hari. area parkir. volume kemasan. jumlah bahan yang disimpan. telur 0. Berarti perlu dilakukan penyatuan kedua ruang produksi tersebut.4075 m2 dan ruang produksi II seluas 13. Ruang fasilitas ini meliputi outlet.69 m2.754 m2.kenyataanya.5 m2. Perhitungan luas lantai gudang barang jadi diperlukan data kebutuhan bahan per hari.7656 m2.4275 m2. Sedangkan luas tumpukan dihitung dari perkalian antara dimensi kemasan yakni panjang dan lebar dengan jumlah tumpukan dalam ruang gudang tersebut. volume satu kemasan diperoleh dari perhitungan dimensi kemasan bahan baku. pada kenyataanya luas guadnga yang ada sekarang adalah 27. jumlah bahan yang disimpan dalam satu periode. area parkir 52. lorong 2.6224 m2. ruang administrasi 17.6125 m2. ruang administrasi.216 m2.35 m2. Angka 0. Selain ruang produksi dan gudang. kamar dan kamar mandi. serta jumlah tumpukan dalam ruang yang didapatkan dari hasil pengamatan saat kunjungan. lorong I 4.0144 m2.75 m2.8832 m2. mentega 0. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk menyimpan tepung terigu 0.

Namun. Ruangan-ruangan ini diharapkan dapat tetap dipergunakan untuk proses produksi dengan kapasitas yang lebih besar sehingga tidak perlu untuk melakukan renovasi ataupun pendirian bangunan baru. Akan tetapi dari sisi lain. Beberapa hal yang harus diperhitungkan dalam penentuan luas lantai diantaranya alat angkut. luas industri yang ada sekarang merupakan bentuk investasi di masa yang akan datang. Ketersedian ruangan yang luas dalam industi atau perbedaan antara kebutuhan dan kenyataan ini mempunyai dampak positif dalam hal tingkat keluwesan atau fleksibilitas yang sangat tinggi dalam proses ekspansi atau perbesaran skala industri. Total luas untuk ruang fasilitas yang tersedia adalah seluas 174.8154 m2. Perhitungan kebutuhan luas lantai bermanfaat untuk mengetahui berapa meter luas lantai yang diperlukan untuk menempatkan sejumlah mesin dan peralatan yang digunakan. fasilitas penunjang. aliran bahan. cara pengangkutan. mesin atau peralatan yang digunakan. barang jadi yang dihasilkan. sebenarnya tata letak industri dapat diefisienkan. Apabila dibandingkan antara hasil perhitungan di atas dengan kenyataan yang ada sekarang di industri ini. 93 . dan allowance. sehingga dengan luasan yang ada tersebut dapat diatur suatu tata letak pabrik yang optimal sesuai jumlah mesin dan ukuran mesin dengan memberikan kelonggaran tertentu. cara penyimpanan bahan baku.0498 m2. Dengan demikian.7248 m2 jauh lebih luas dari luas industri yang diperlukan yakni 199. Perhitungan luas lantai ini didasarkan pada bahan baku yang akan disiapkan. Dengan kata lain terdapat selisih antara luas yang ada dengan luas yang diperlukan seluas 13. perhitungan luas lantai bertujuan untuk mengetahui luas lahan yang akan digunakan dalam perencanaan tata letak fasilitas pabrik. Sedangkan.dengan alokasi luas yang ada. di sisi lain hal ini pun memberikan dampak negatif yaitu pemborosan biaya berupa tempat maupun ketidakefektifan dalam pemindahan bahan. ternyata luas industri sekarang yakni 243.576 m2.

B. 2. operator dan tenaga manual yang ada. Sebaiknya pendampingan asisten dalam acara praktikum lebih ditingkatkan agar praktikan lebih paham dalam proses pengolahan data. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk fasilitas penunjang = 203. Sebab. 2. dimensi mesin yang digunakan. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk gudang barang jadi = 3. kapasitas produksi per hari. Kesimpulan 1. praktikan menilai praktikum yang dilaksanakan kurang serius. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk ruang produksi = 81.12 m2. Pengamatan maupun praktikum dilakukan dengan lebih serius.78 m2. Penentuan luas lantai ini diperlukan untuk mengetahui kebutuhan luas lantai sebenarnya serta digunakan sebagai alat evaluasi dengan pertimbangan data : kebutuhan bahan per hari. sehingga hasil praktikum juga terkesan tidak valid. misalnya dalam pengambilan data yang terkadang asal dan terlalu banyak berasumsi. jumlah bahan yang disimpan per periode simpannya. Saran 1.34 m2. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk gudang bahan baku = 37. 94 .58 m2. dan luas ruangan sebenarnya.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.

id/2010/01/30/perencanaa n-tata-letak-suatu-perusahaan/+layout+template+ruangan+industri+adalah &cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id&lr=lang_id. Bab II Luas Lantai Produksi. Diakses pada hari Rabu 21 April 2010 pukul 20. 2004. 1990. et al. Dalam http://dodydoank. New York: John Wiley and Sons Inc. 1996.html.com/search?q =cache:GheEFR80sWoJ:astika. Diakses pada hari Kamis tanggal 13 Mei 2010 pukul 10. Ergonomi: Manusia. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan.DAFTAR PUSTAKA Apple. 2010. 95 . Tompkin. Peralatan. 2009. Facility Planning.M. Dalam http://webcache. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. Sritomo.student.25 WIB Dody. Gempur. Jakarta: Prestasi Pustaka. Wignjosoebroto. 1996.com/2009/04/luas-lantai-produksi.24 WIB. Plant Layout and Material Handling. Santoso.blogspot. J. dan Lingkungan. New York: John Wiley and Sons Inc.umm.ac. Astika.googleusercontent.

Esti Rumaningsih 3. Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 96 .LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA V PETA KETERKAITAN KEGIATAN (UNTUK INDUSTRI DAN RUANG PRODUKSI) Disusun oleh: Kelompok 10 1. Nika Awalistyaningrum 2.

perkantoran. Kegiatan-kegiatan tersebut berupa kegiatan produksi. 97 . dilakukan analisis hubungan keterkaitan kegiatan-kegiatan dalam industri Salma Roti dan Kue menggunakan Peta Keterkaitan kegiatan (PKK). maka diharapkan produktifitas meningkat yang dapat memberikan keuntungan atau profit meningkat pula bagi industri. serta kegiatan dengan fasilitas penunjang lain. Pada industri. Latar Belakang Industri merupakan sebuah wadah berkumpulnya faktor-faktor produksi. Pada praktikum ini. perangkaian. dapat digunakan untuk mendukung suatu pekerjaan agar lebih efektif dan efisien dalam hal energi. biaya. B. penyimpanan.BAB I PENDAHULUAN A. termasuk industri pertanian. Sehingga hubungan antara kegitan satu dengan kegiatan lain menjadi hal yang penting diperhatikan pada saat perencanaan pembuatan layout pabrik. Jika hal tersebut dapat dilakukan atau diciptakan. Faktor-faktor tersebut digunakan untuk menghasilkan sebuah produk yang bernilai tambah. faktor-faktor tersebut dikelola dengan melibatkan banyak kegiatan di dalamnya. Kegiatan-kegiatan ini saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain. Tujuan Praktikum Praktikan dapat menunjukkan keeratan keterkaitan antarkegiatan yang memerlukan ruangan dalam industri. Hal ini ini dikarenakan jika hubungan antar kegiatan dapat berlangsung secara lancar. yang dilengkapi dengan informasi mengenai perlu tidaknya setiap kegiatan yang ada saling berdekatan. Peta Keterkaitan Kegiatan merupakan atribut yang dapat digunakan untuk menggambarkan hubungan dari seluruh kegiatan yang ada. atau pun waktu. Salah satu metode atau teknik yang dapat digunakan untuk menganalisis serta dapat menunjukkan hubungan keterkaitan suatu kegiatan dengan kegiatan lain ialah Peta Keterkaitan kegiatan (Activity Relationship Chart).

Peta Keterkaitan Kegiatan adalah salah satu peta kerja yang merupakan suatu teknik ideal untuk merencanakan keterkaitan antara setiap kelompok kegiatan yang saling berkaitan. dan aliran informasi. 1990). dan debu. Juga yang perlu dipertimbangkan lagi adalah hubungan negatif seperti kebisingan. 3. serta alasannya 7. Keterkaitan ini. 2. 4.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam perancangan keterkaitan kegiatan. dan 98 . 6. dapat dianalisis dengan bantuan Peta Keterkaitan Kegiatan (Apple. baik positif maupun negatif. 5. orang. peta ini berguna dalam (Apple. Penyusunan urutan pendahuluan bagi satu Peta Dari KeLokasi nisbi dari pusat kerja atau departemen dalam satu kantor Lokasi kegiatan dalam satu usaha pelayanan Lokasi pusat kerja dalam operasi perawatan atau perbaikan Lokasi nisbi dari daerah pelayanan dalam satu fasilitas produksi Menunjukkan hubungan satu kegiatan dengan yang lainnya. Pentingnya rancangan fasilitas seperti aliran bahan merupakan tulang punggung fasilitas produksi. bau. Menurut Sutalaksana (1979) peta kerja merupakan suatu alat yang menggambarkan kegiatan kerja secara sistematis dan jelas untuk berkomunikasi secara luas dan sekaligus melalui peta kerja bias mendapatkan informasiinformasi yang diperlukan untuk memperbaiki suatu metode kerja. diperlukan suatu penggabungan langkah-langkah pada setiap operasi yang terjadi dalam suatu industri dengan kegiatan penunjang dan kegiatan pelayanan dengan memperhatikan derajat kedekatan yang dibutuhkan barang. biasanya kerja produksi. Memperoleh satu landasan bagi penyusunan daerah selanjutnya Diperkirakan 20% sampai 50% dari biaya operasi merupakan biaya pemindahan material (material handling) maka tata letak yang efektif dapat mengurangi biaya tersebut sekitar 10% sampai 30%. 1990): 1. Sementara itu.

parkir. telah ditetapkan satu pengelompokkan derajat kedekatan. beberapa di antaranya sangat penting (Angelia. bangunan dan lokasi. 5. di mana saja tidak ada masalah U = tidak perlu adanya keterkaitan goegrafis apapun Sementara itu. jarak antar tiang. ukuran. Perluasan (aliran produksi di masa datang dan perubahan tata letak. ukuran. tapak bangun (lokasi. serta jarak tinggi Untuk membantu menentukan kegiatan yang harus diletakkan pada satu tempat. 3.harus dirancang dengan cermat serta tidak dibiarkan tumbuh atau berkembang menjadi satu pola lalu lintas yang membingungkan (Tomkins. 2. 2009): 1. peralatan permanenn. jumlah lantai. topografi bangunan. 4. lokasi pintu. Mutlak berdekatan Tidak mutlak berdekatan Sangat penting berdekatan 99 . Derajat keterkaitan kegiatan tersebut adalah (Muther. lokasi kegiatan yang mungkin berkembang. keperluan umum. Peta Keterkaitan Kegiatan akan memberikan pertimbangan mengenai derajat kedekatan (closeness) dari satu departemen ke departemen lain dengan ukuran-ukuran yang lebih bersifat kualitatif seperti: 1. dan cuaca) 4. 3. 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi keterkaitan. gang. dan fasilitas lainnya) 5. lokasi tiang. A = mutlak perlu kegiatan-kegiatan tersebut berdekatan E = sangat penting kegiatan-kegiatan tersebut berdekatan I = penting bahwa kegiatan-kegiatan tersebut berdekatan O = biasa (kedekatannya). Fasilitas luar (alat angkut. tingkat bersih. yang diikuti dengan tanda bagi tiap derajat kedekatan tadi. 2. dan arah perluasan) 3. menurut Wignjosoebroto (1993).1996). bangun. 1955): 1. Tuntutan khusus dari kegiatan-kegiatan atau fasilitas sifat atau karakteristik bangunan (tipe. orientasi bangunan.

b. c. getaran. 6. e. dan lain-lain Memudahkan pemindahan bahan Keterkaitan pegawai a.4. d. Menggunakan catatan/berkas yang sama Derajat hubungan kertas kerja Menggunakan alat komunikasi yang sama 100 . e. b. Keterkaitan produksi a. d. b. Secara umum alasan keterkaitan dibagi dalama tiga macam yaitu (Angelia. 2009): 1. Menggunakan pegawai yang sama Derajat kepegawaian Jalur perjalanan normal Melaksanakan pekerjaan serupa Disenangi pegawai Gangguan pegawai 3. 5. c. debu. Urutan aliran kerja Mempergunakan peralatan yang sama Menggunakan ruangan yang sama Bising. Aliran informasi a. Penting berdekatan Tidak diharapkan berdekatan Kedekatan biasa Peta Keterkaitan Kegiatan menghubungan aktivitas-aktivitas secara berpasangan sehingga semua aktivitas akan diketahui derajat hubungannya. c. bau. 2. f.

pada kolom paling kiri Peta Keterkaitan Kegiatan.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 4. Untuk Peta Keterkaitan Kegiatan ruang produksi: memuat seluruh proses produksi yang terjadi. Alat dan Bahan 1. Alat tulis 2. Tuliskan semua kegiatan yang ada dalam perusahaan yang akan dirancang. 3. Lembar kerja Peta Keterkaitan Kegiatan B. Untuk Peta Keterkaitan Kegiatan perusahaan: seluruh proses produksi dianggap sebagai satu kegiatan yaitu kegiatan produksi. 101 . Kertas A4 3. Setelah huruf-huruf tersebut dimasukkan pada kotak segitiga bagian atas (atau warna yang menentukan hubungan kedekatan). Hubungan antarkegiatan ditunjukkan dengan huruf sandi: Huruf Sandi A E I O U X Keterangan Mutlak Perlu Sangat Penting Penting Kedekatan Biasa Tidak Penting Tidak Diharapkan Warna Merah Jingga Hijau Biru Tidak Berwarna Coklat 5. 2. maka angka sandi yang menunjukkan alasan yang mendukung kedekatan hubungan antarkegiatan diletakkan di kotak bagian bawahnya. Prosedur Praktikum 1. begitu juga kegiatan perkantoran.

gangguan suara. dan lain-lain 7.6. gunakan warna sesuai ketentuan. 8. Sandi-sandi yang dipakai dalam menentukan alasan: Alasan Sandi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Keterangan Menggunakan catatan yang sama Menggunakan personil yang sama Memakai ruang yang sama Derajat hubungan pribadi Derajat hubungan kertas kerja Urutan aliran kerja Melaksanakan pekerjaan yang sama Menggunakan peralatan yang sama Kemungkinan bau tidak sedap. 102 . Informasi yang diperoleh dalam Peta Keterkaitan Kegiatan hanya berguna jika diolah ke dalam datu Diagram Keterkaitan Kegiatan (Activity Relationship Diagram: ARD). Jika memungkinkan.

Perusahaan 2.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil 1. Ruang Produksi 103 .

Pada dasarnya. Pada acara ini dilakukan analisis keterkaitan antara kegiatan pada proses produksi dan fasilitas penunjang serta menyusunnya dalam peta keterkaitan kegiatan berdasarkan sandi Therbligh yang telah menjadi dasar pembuatan peta ini.B. a. Pembahasan Praktikum acara 5 ”Peta Keterkaitan Kegiatan (untuk Industri dan Ruang Produksi)” ini bertujuan agar praktikan dapat menunjukkan keeratan keterkaitan antarkegiatan yang memerlukan ruangan dalam industri. perbedaan PKK fasilitas penunjang dengan PKK proses produksi terletak pada kegiatan yang dicantumkan. Area Kegiatan pada pembuatan PKK perusahaan atau indutri ialah terdiri atas: 104 . PKK proses produksi menunjukkan hubungan keeratan stasiun kerja satu dengan stasiun kerja yang lain. pembuatan PKK fasilitas penunjang (perusahaan) memiliki prinsip yang sama dengan pembuatan PKK proses produksi. Peta Keterkaitan Kegiatan (PKK) adalah salah satu peta kerja yang merupakan teknik ideal dalam merencanakan keterkaitan antara setiap kelompok kegiatan yang saling berkaitan. Pertama-tama semua kegiatan yang ada dalam perusahaan ditulis yang dirancang pada kolom paling kiri pada peta keterkaitan kegiatan. Penganalisisan hubungan antar kegiatan satu dengan kegiatan yang lainnya pada industri Salma Roti dan Kue. PKK fasilitas penunjang (perusahaan) menggambarkan hubungan keeratan antarfasilitas penunjang (antarruang) dalam industri. PKK dapat menggambarkan derajat keterkaitan kegiatan pada fasilitas penunjang (perusahaan) maupun proses produksi. Hubungan tersebut dinilai melalui nilai kualitatif dengan huruf sandi Therbligh dan dicantumkan alasan kedekatannya dengan sandi angka yang menunjukkan sandi yang menunjukkan kedekatan antara satu stasiun keja dengan stasiun kerja yang lain. digunakan Peta keterkaitan Kegiatan (PKK) perusahaan atau industri dan PKK ruang produksi. Sedangkan.

dan lain-lain dilakukan di gudang. Pada penimbangan I dan II dipisah karena dilakukan pada area yang berbeda. Pengembangan 6. Kegiatan pada PKK ruang produksi terdiri atas: 1. Hal ini sama juga 105 . 3. sedang yang Penimbangan II yang merupakan operasi penimbangan adonan setelah mixing dilakukan di ruang produksi. penimbangan II dan pembentukan adonan 4. Pendinginan dan pengemasan Pada pembuatan PKK ruang produksi memuat seluruh proses produksi yang dilakukan untuk memproduksi roti manis isi coklat. Pada kegiatan urutan nomor 3. Area parkir Outlet Ruang administrasi Ruang produksi Gudang Lorong I Dapur Kamar Lorong II 10. 7. Kamar mandi II Pada pembuatan PKK perusahaan. 9. Pengadukan 3. begitu juga kegitan perkantoran. karena dilakukan pada area yang sama. 5.1. Pembagian adonan 5. 6. Kamar mandi I 11. 4. 8. mentega. seluruh proses produksi dianggap sebagai satu kegiatan yaitu kegitan produksi. 2. Penimbangan I 2. pengovenan 7. penimbangan I yang merupakan operasi penimbangan bahan-bahan yang digunakan seperti tepung. margarine. penimbangan II dan pembentukan adonan digabung.

dengan

kegiatan

urutan

ketujuh,

yakni

pendinginan

roti

serta

pengemasannya.

106

b. Selanjutnya, pada PKK perusahaan maupun PKK ruang produksi, hurufhuruf atau warna sandi dimasukkan pada kotak segitiga atas dan angkaangka sandi pada bagian bawahnya sesuai dengan kriteria yang ada. Hubungan antar kegiatan ditunjukkan dengan huruf sandi : Huruf Sandi A E I O U X Keterangan Mutlak Perlu Sangat Penting Penting Kedekatan Biasa Tidak Penting Tidak Diharapkan Warna Merah Jingga Hijau Biru Tidak Berwarna Coklat

c. Setelah Huruf-huruf tersebut dimasukkan pada kotak segitiga bagian atas (atau warna yang menentukan hubungan kedekatan), maka angka sandi yang menunjukkan alas an yang mendukung kedekatan hubungan antar kegiatan diletakkan di kotak bagian bawah. Alasan Sandi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Keterangan Menggunakan catatan yang sama Menggunakan personil yang sama Memakai ruang yang sama Derajat hubungan pribadi Derajat hubungan kertas kerja Urutan aliran kerja Melaksanakan pekerjaan yang sama Menggunakan peralatan yang sama Kemungkinan bau tidak sedap, gangguan suara, dan lain-lain Kegiatan yang jauh berbeda satu sama lain dengan bahan berbeda Kegiatan yang berbeda dengan bahan yang sama Mempermudah akses

10 11 12

d. Jika memungkinkan, dapat menggunakan warna yang sesuai. e. Informasi yang diperoleh dalam PKK hanya berguna jika diolah kedalam satu Diagram Keterkaitan kegitan. Peta Keterkaitan Kegiatan pada perusahaan (kegiatan industri) ”Salma, Roti dan Kue” terdiri atas sebelas fasilitas penunjang, yaitu area parkir, outlet, ruang administrasi, ruang produksi, gudang, lorong I, dapur, kamar, lorong II, kamar mandi I, dan kamar mandi II. Fasilitas industri yang memiliki tingkat kedekatan mutlak (A), yaitu area parkir dan outlet, ruang produksi dan gudang, serta gudang dan lorong I. Ruangan yang memiliki tingkat kedekatan sangat penting (E), yaitu area parkir dan lorong I, ruang administrasi dan gudang, ruang produksi dan dapur, serta ruang produksi dan lorong II. Ruangan yang memiliki tingkat kedekatan penting (I), yaitu area parkir dan ruang administrasi, outlet dan ruang administrasi, outlet dan ruang produksi, outlet dan lorong II, ruang administrasi dan lorong I, ruang administrasi dan lorong II, gudang dan lorong II, lorong I dan dapur, lorong I dan lorong II, kamar dan kamar mandi I, serta kamar dan kamar mandi II. Ruangan yang memiliki tingkat kedekatan biasa (O), yaitu ruang administrasi dan ruang produksi, ruang administrasi dan dapur, ruang administrasi dan kamar, ruang administrasi dan kamar mandi I, ruang administrasi dan kamar mandi II, ruang produksi dan lorong I, ruang produksi dan kamar, gudang dan dapur, gudang dan kamar, lorong I dan kamar, lorong I dan kamar mandi I, lorong I dan kamar mandi II, dapur dan kamar, kamar dan lorong II, lorong II dan kamar mandi I, lorong II dan kamar mandi II, serta kamar mandi I dan kamar mandi II. Ruangan yang memiliki tingkat kedekatan tidak penting (U), yaitu area parkir dan kamar mandi I, area parkir dan kamar mandi II, outlet dan gudang, outlet dan lorong I, serta dapur dan lorong II. Sedangkan, ruangan yang memiliki tingkat kedekatan tidak diharapkan (X), yaitu area parkir dan ruang produksi, area parkir dan gudang, area parkir dan dapur, area parkir dan kamar, area parkir dan lorong II, outlet dan dapur, outlet dan kamar, outlet

108

dan kamar mandi I, outlet dan kamar mandi II, ruang produksi dan kamar mandi I, ruang produksi dan kamar mandi II, gudang dan kamar mandi I, gudang dan kamar mandi II, dapur dan kamar mandi I, serta dapur dan kamar mandi II. Peta Keterkaitan Kegiatan pada kegiatan produksi terdiri atas tujuh stasiun kerja, yaitu penimbangan I, pengadukan, penimbangan II dan pembentukan adonan, pembagian adonan, pengembangan, pengovenan, serta pendinginan dan pengemasan. Pada industri ”Salma, Roti dan Kue” tidak ada stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan mutlak (A). Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan sangat penting (E), yaitu pengadukan dan penimbangan II-pembentukan adonan, penimbangan II-pembentukan adonan dan pembagian adonan, pembagian adonan dan pengembangan, pengembangan dan pengovenan, serta pengovenan dan pendinginanpengemasan. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan penting (I), yaitu penimbangan I dan pengadukan, pengadukan dan pembagian adonan, serta penimbangan II-pembentukan adonan dan pengembangan. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan biasa (O), yaitu penimbangan I dan penimbangan II-pembentukan adonan, penimbangan I dan pembagian adonan, penimbangan I dan pengembangan, pengadukan dan

pengembangan, pengadukan dan pendinginan-pengemasan, penimbangan IIpembentukan adonan dan pengovenan, penimbangan II-pembentukan adonan dan pendinginan-pengemasan, pembagian adonan dan pengovenan, pembagian adonan dan pendinginan-pengemasan, serta pengembangan dan pendinginan-pengemasan. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan tidak penting (U), yaitu penimbangan I dan pengovenan serta pengadukan dan pengovenan. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan tidak diharapkan (X), yaitu penimbangan I dan pendinginan-pengemasan. Secara teori, peta keterkaitan kegiatan bermanfaat dalam penyusunan urutan pendahuluan bagi satu Peta Dari Ke-, lokasi nisbi dari pusat kerja atau departemen dalam satu kantor, lokasi kegiatan dalam satu usaha pelayanan, lokasi pusat kerja dalam operasi perawatan atau perbaikan,

109

lokasi nisbi dari daerah pelayanan dalam satu fasilitas produksi. menunjukkan hubungan satu kegiatan dengan yang lainnya. Aplikasi peta keterkaitan kegiatan pada industri ”Salma. Penentuan keterkaitan kegiatan pada industri ”Salma. dan alasannya serta memperoleh satu landasan bagi penyusunan daerah selanjutnya. industri tersebut dapat menentukan tata letak dan mengatur penempatan peralatan dengan efektif sehingga dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan produktivitas. berupa evaluasi keterkaitan kegiatan sehingga dapat tercapai layout efektif. Dengan menentukan keterkaitan kegiatan. Ruanganruangan telah disusun sesuai dengan rangkaian kegiatan dalam industri tersebut. Roti dan Kue” sangat penting. baik dalam meninjau keeratan fasilitas penunjang maupun proses produksi. Pada industri ini sudah menerapkan tata letak yang sesuai dengan Peta Keterkaitan Kegiatan yang dibuat. Roti dan Kue”. 110 .

dan X berarti tidak diharapkan. Keterkaitan ini dapat ditunjukan dengan derajat tertentu disimbolkan dengan huruf sandi. yakni A. Simbol-simbol tersebut diletakkan pada kotak bagian atas. 111 . Kesimpulan Berdasarkan Peta Keterkaitan Kegiatan. I berarti penting. O. dan X. Hubungan kedekatan tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi industri yang ada. E. Selanjutnya dibuat angka sandi untuk menunjukkan alasan yang mendukung kedekatan hubungan antarkegiatan. U. dapat diperoleh keeratan keterkaitan antarkegiatan yang memerlukan ruangan dalam industri. Angka sandi ini pada Peta Keterkaitan Kegiatan diletakkan pada kotak bagian bawah. I. Saran Jika terjadi penggabungan acara praktikum atau perubahan jadwal. E berarti sangat penting. B. U berarti tidak penting.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. sebaiknya dikomunikasikan kepada para praktikan terlebih dahulu. A berarti mutlak perlu. O berarti kedekatan biasa.

J. 1990.ittelkom.//www. 1993. 1996.id/library/indeks. Jakarta: PT Guna Widya. Dalam http. Bandung: Keluarga Mahasiswa Teknik Industri-ITB. Bandung: Penerbit ITB. USA. Facility Planning. 1979. 28 April 2010 pukul 19. Metode Craft. 2009. White John A. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ketiga. McGraw-Hill Book Co: New York.DAFTAR PUSTAKA Angelia.. James A.co. Corry. R. Muther. Teknik Tata Cara Kerja. 1955. Anggawisastro. 112 .php?option=com_content&view=article&id=495%3Ametode-craft&ltermid=14. John Wiley & Sons. Wignjosoebroto. Sutalaksana. M. Tomkins.18 WIB Apple. Pengantar Teknik Industri Edisi I. Diakses pada Rabu. Practical Plant Layout.

Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 113 .LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA VI DIAGRAM KETERKAITAN KEGIATAN Disusun oleh: Kelompok 10 1. Nika Awalistyaningrum 2. Esti Rumaningsih 3.

dilakukan analisis kedekatan keterkaitan kegiatan-kegiatan dalam industri Salma Roti dan Kue menggunakan Diagram Keterkaitan Kegiatan (DKK). Pada perancangan suatu tempat untuk menempatkan faktor-faktor produksi tersebut. perangkaian. Maka dari itu pada praktikum ini. perkantoran. Hal ini dikarenakan berpengaruh pada aliran bahan. faktor-faktor tersebut dikelola dengan melibatkan banyak kegiatan di dalamnya. Pada industri. Kedekatan antara suatu kegiatan dengan kegiatan lain dan suatu tempat dengan tempat yang lain sangat penting untuk dianalisis. penyimpanan. Kedekatannya sangat perlu dianalisis agar industri mencapai produktivitas yang optimum dengan efisien. termasuk industri pertanian. serta kegiatankegiatan dengan fasilitas penunjang lainnya. Latar Belakang Industri merupakan sebuah wadah berkumpulnya faktor-faktor produksi.BAB I PENDAHULUAN A. efektif. Diagram ini merupakan diagram berbentuk balok yang menunjukkan pendekatan keterkaitan kegiatan yang menunjukkan setiap kegiatan sebagai suatu model kegiatan tunggal. Industri atau perusahaan saat ini sangat memperhatikan efisiensi dan efektifitas kerjanya. dan aman. 114 . Kegiatan-kegiatan tersebut berupa kegiatan produksi. dibutuhkan banyak sekali pertimbangan untuk mencapai tujuan awal perusahaan. serta bentuk perancangan kebutuhan ruangan industri. Faktor-faktor tersebut digunakan untuk menghasilkan sebuah produk yang bernilai tambah. Salah satu metode atau teknik untuk menganalisis dan menunjukkan kedekatan antara suatu kegiatan dengan kegiatan lain dan suatu tempat dengan tempat yang lain dapat menggunakan Diagram Keterkaitan Kegiatan (Activity Relationship Diagram).

Tujuan Praktikum Praktikan dapat menentukan posisi suatu ruangan terhadap ruangan lain dalam ruangan produksi maupun industri. 115 .B.

1990). Lebar garis menunjukkan volume antara kegiatan. dan warna. menurut Downs (1956) diagram aliran yang ada dikembangkan dengan cara. yang menunjukkan setiap kegiatan sebagai satu model kegiatan tunggal (Apple. 1944). Untuk membuat rancangan tata letak ideal perlu dilakukan analisis antar kegiatan dengan membuat diagram keterkaitan kegiatan. dan angka garis antara lambang-lambang menunjukkan pentingnya kedekatan (Muther.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Diagram keterkaitan kegiatan ini pada kenyataannya merupakan diagram balok yang menunjukkan pendekatan keterkaitan kegiatan. Lambang-lambang yang digunakan pada teknik ini adalah lambang-lambang proses konvensional. lambang. 2. 1990). 3. Blok diagram yang sudah jadi akan disusun 116 . Pendekatan yang dilakukan oleh Muther juga dilakukan oleh Downs. kegiatan-kegiatan yang terjadi dihubungkan dengan garis atau pita dengan berbagai ketebalan yang berbeda. 1990): 1. 5. dan membantu perencana untuk menghubungkan masing-masing kegiatan secara tepat dalam tahap awal perencanaan tata letak. Kegunaan dari diagram ini adalah untuk (Apple. 4. sehingga menghasilkan suatu diagram. di mana pada teknik ini menggunakan kombinasi garis. Setelah dilakukan analisis maka diagram tersebut disusun dengan membuat tabel lembar kerja keterkaitan kegiatan selanjutnya memplotkan pada blok keterkaitan untuk mempermudah tata letaknya. Pengalokasian sistematis untuk setiap aktivitas Proses penempatan fasilitas Membuat suatu layout lebih akurat Menaksir luas total dari suatu gedung Meminimasi ruang yang diperlukan Teknik lain telah dikembangkan pula oleh Richard Muther. Penggunaan Diagram Keterkaitan Kegiatan adalah bertujuan untuk perencanaan hubungan antara pola aliran bahan dan lokasi aktivitas pelayanan yang berhubungan dengan aktivitas produksi (Apple.

5. 2. Jalur aliran tambahan. 8. Aliran yang lurus. Tata letak yang efektif terwujud dengan memiliki beberapa karakteristik yang jelas yang dapat dilihat bahkan dari satu pengamatan biasa. Untuk membuat rancangan tata letak ideal perlu dilakukan analisis antar kegiatan dengan membuat diagram keterkaitan kegiatan setelah dilakukan analisis maka diagram tersebut disusun dengan membuat tabel lembar kerja keterkaitan kegiatan selanjutnya plotkan pada blok keterkaitan agar lebih mudah menentukan tata letaknya. 7. 2008). 11. Operasi pertama dekat dengan penerimaan. Jarak pemindahan yang minimum. 4. 13. Keterkaitan kegiatan yang terencana. Hasil dari blok keterkaitan tersebut diaplikasikan pada tata letak sebenarnya dengan menyusun bentuk area kerjanya yang dilakukan secara manual (Anonim. Pemrosesan digabung dengan pemindahan bahan. Pola aliran barang terencana. Pemindahan antar operasi minimum. Metode pemindahan yang terencana. Gang yang lurus. 2007) : 1. diantaranya yang paling penting adalah (Nugroho. 2009). 6.sedemikian rupa menurut diagram keterkaitan kegiatan yaitu dengan cara mendekatkan proses-proses yang diperlukan. 10. Operasi terakhir dekat dengan pengiriman. Jika sebuah usaha agri-bisnis budidaya jamur tiram ingin memperbaiki tata letak fasilitas produksinya atau tata letak pabrik yang sudah terlanjur tidak efektif dan efisien 117 . 12. 3. Tata letak fasilitas produksi yang buruk akan menimbulkan masalah yang besar dan cenderung sulit diatasi karena sifatnya permanen. Pemindahan bergerak dari penerimaan menuju pengiriman. 9. Blok diagram yang sudah jadi akan disusun sedemikian rupa menurut diagram keterkaitan kegiatan yaitu dengan cara mendekatkan proses – proses yang multak diperlukan (Hendrarto. Langkah balik yang minimum.

118 .maka selain investasi yang harus dikeluarkan sangat besar. Di samping itu juga besar kemungkinan usaha tersebut akan kehilangan konsumen selama renovasi pabrik akibat tidak ada produk yang dihasilkan (Wignjosoebroto. 1996). dapat diperkirakan pula berapa banyak waktu yang terbuang untuk perbaikan tersebut.

Alat dan Bahan 1. 4. 7. 3. baru E. 2. Untuk U tidak dialihkan karena tidak diperlukan lagi. Dengan metode trial and error. Prosedur Praktikum 1.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 3. 119 . Masukkan nomor kegiatan dari peta keterkaitan kegiatan pada setiap kolom untuk menunjukkan derajat kedekatan dengan kegiatan pada baris. dan seterusnya. 5. Terjemahkan peta keterkaitan kegiatan yang sudah dibuat di acara sebelumnya ke lembar kerja sebagai berikut: Kegiatan 1 2 3 dan seterusnya Derajat Kedekatan A E I O U X 2. 8. Potong-potong kotakan tadi. 6. 4. Alat tulis Kertas A4 Gunting Lem Pensil warna Peta keterkaitan kegiatan (fasilitas penunjang dan proses produksi) Lembar kerja diagram keterkaitan kegiatan Matriks Diagram Keterkaitan Kegiatan B. Tuliskan semua kegiatan (dari peta keterkaitan kegiatan) di kolom kiri. 5. Alihkan angka-angka pada kolom lembar kerja ke kotakan-kotakan bernotasi. pasangkan yang mempunyai derajat kedekatan A lebih dulu. uji cobakan untuk seluruh kegiatan yang ada.

pelayan pabrik. perkantoran. dan lain-lain). Berikan warna ke masing-masing kotak sesuai dengan bagiannya (produksi. pelayanan pekerja.6. 120 . Inilah yang disebut sebagai Diagram Keterkaitan Kegiatan. Salin susunan akhir ke kertas. 7.

7 5.2 7.3.4 1.5 Pengemasan Kegiatan X 7 1 121 . Hasil 1.7 3. Pengadukan 3 1.Pembagian Adonan 3.4 5. Pendinginan dan 6 2.7 6.6 3 1.4.4.6. Pengembangan 4.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.5 6 2. Penimbangan II dan 2.4 5 1.7 6 3. Pengovenan 5. Perusahaan LEMBAR KERJA DIAGRAM KETERKAITAN KEGIATAN Derajat Keterkaitan A E I O U 1.6.2.5 2 1.7 Pembentukan Adonan 4. Penimbangan I 2 3.

122 .

7.2. Kamar 9.6.11 1.10.10. Kamar Mandi Ii 8 3.11 3. Outlet 3.4.9 2 3.11 5.10 1 2.2 1 2.9 1.11 3.10.4. Kamar Mandi I 11.11 Derajat Keterkaitan A 2 1 E 6 5 I 3 3.7.3.6 5 3 1 4 4 9 3.11 2 2 9 7 1 1. Ruang Produksi LEMBAR KERJA DIAGRAM KETERKAITAN KEGIATAN Kegiatan 1.10.9 6 10.8.6 X 4. Gudang 6.5. Dapur 8.7 5 7.2.8 4.9.4.6.6.9.6 8 7. Ruang Administrasi 4.10.6.10.8 3.8 1.9 O 4.5.5.4.2.7 4.10.11 2.5.11 U 10.7.11 - 123 .5.8. Lorong Ii 10. Ruang Produksi 5.6.8.7.11 1.5.8. Lorong I 7.9 8.Area Parkir 2.9 7.

yang diwakili oleh kedekatan antara persegi satu dengan yang lain. Susunan beberapa 124 . DKK adalah diagram balok yang menunjukkan pendekatan keterkaitan kegiatan dan setiap kegiatan sebagai satu model kegiatan tunggal. Diagram Keterkaitan Kegiatan (DKK) diperoleh berdasarkan asumsi subjektif praktikan walaupun tidak menutup kemungkinan terdapat unsur objektif. Pembahasan Praktikum acara 5 ”Diagram Keterkaitan Kegiatan” ini bertujuan agar praktikan praktikan dapat menentukan posisi suatu ruangan terhadap ruangan lai dalam ruangan produksi maupun industri. Notasi tersebut menunjukkan pendekatan kedekatan keterkaitan kegiatan.B. Peta dan diagram keterkaitan kegiatan menggunakan prinsip keeratan hubungan antarfasilitas penunjang maupun antarstasiun kerja. Dasar pembuatan diagram keterkaitan kegiatan adalah peta keterkaitan kegiatan. DKK memiliki bentuk susunan persegi yang bernotasi.

pembuatan DKK fasilitas penunjang (perusahaan) memiliki prinsip yang sama dengan pembuatan DKK proses produksi. Penimbangan II dan Pembentukan Adonan 4. Pengadukan 3. Pada dasarnya. Pengembangan 6. I. O. E. Diagram Keterkaitan Kegiatan (DKK) menjadi dasar perencanaan keterkaitan antara pola aliran bahan dan lokasi kegiatan pelayanan dihubungkan deangan kegiatan produksi dengan peta keterkaitan kegiatan sebagai sumber informasi keterkaitan kegiatan. dimasukkan nomor kegiatan dari PKK. Penggunaan asumsi persegi diharapkan dapat mempermudah perancangan dan penempatan kegiatan dalam sebuah lahan yang sudah ditentukan. dan X. DKK fasilitas penunjang (perusahaan) menggambarkan diagram keeratan antarfasilitas penunjang (antarruang) dalam industri.Pembagian Adonan 5. Informasi yang diperoleh dalam PKK. Pendinginan dan Pengemasan E Derajat Keterkaitan I O U X 125 . Pada kolom derajat kedekatan. Pengovenan 7. Bagian kiri tabel ialah semua kegiatan. Sedangkan. dilakukan terjemahan kedalam lembar kerja Diagram Keterkaitan Kegiatan. dan sebelah kanan merupakan derajat kedekatan yang terdiri dari kode-kode A. a. Jika PKK terdiri dari perusahaan dan ruang produksi maka DKK pun juga terdapat DKK perusahaan dan DKK ruang produksi yang terpisah. DKK proses produksi menggambarkan diagram keeratan stasiun kerja satu dengan stasiun kerja yang lain. Penimbangan I 2.persegi bernotasi tersebut yang menunjukkan model kegiatan tertentu yang memilki hubungan keterkaitan. Pada kedua PKK (perusahaan maupun ruang produksi). Lembar Kerja DKK proses produksi: Kegiatan A 1. maka selanjutnya diolah untuk digunakan pembuatan Diagram Keterkaitan kegitan (DKK). U.

Area Parkir 2. Lorong I 7. Setelah angka-angka nomor kegiatan diisikan pada kolom lembar kerja. Kamar Mandi I 11. Kamar 9. Ruang Produksi 5. kotak-kotak tersebut dipotong lalu potongan-potongan kotakan tersebut dipasangkan yang mempunyai derajat kedekatan A 126 . lalu dialihkan ke kotakan-kotakan. Kamar Mandi Ii Derajat Keterkaitan A E I O U X b. tidak dialihkan karena tidak diperlukan lagi.Lembar Kerja DKK perusahaan (industri): Kegiatan 1. Ruang Administrasi 4. Untuk derajat kedekatan U. Gudang 6. Lorong Ii 10. Outlet 3. Dapur 8. AXZ (**) EAXZ (**) E- I- O- I- O- c. Selanjutnya.

lorong II. seluruh kegiatan yang ada diujicobakan. d. ruang administrasi. ruang produksi. Dengan metode trial and error. dan kamar mandi II. lorong I berdekatan dengan gudang. dan kamar mandi I. kamar mandi I berdekatan dengan kamar. Selanjutnya. e. kamar mandi I. dan outlet. gudang. lorong II. serta kamar mandi II berdekatan dengan kamar. dan lorong I. Uji coba dari bentuk satu ke bentuk lain sampai ditemukan kondisi yang cocok dimana kedekatan suatu model kegiatan menunjukkan sifat keterkaian antara kegiatan satu dengan kegiatan yang lain. lorong II. Lembar kerja diagram keterkaitan kegiatan menunjukkan area parkir mempunyai hubungan mutlak perlu (A) deangan outlet karena mempermudah akses pelanggan dari tempat parkir ke outlet. dapur. lorong II berdekatan dengan dapur. lorong II. Roti dan Kue” yang telah dibuat. kamar mandi I. ruang administrasi. dan kamar mandi II. gudang berdekatan dengan ruang produksi I. dan lorong II. ruang produksi berdekatan dengan outlet. lorong I. dan ruang produksi. dan kamar. dapur berdekatan dengan ruang produksi. masing-masing kotak diberikan warna sesuai dengan bagiannya. kamar berdekatan dengan lorong II.lebih dahulu. ruang produksi. Berdasarkan diagram keterkaitan kegiatan pada perusahaan (kegiatan industri) ”Salma. outlet berdekatan dengan area parkir. Area parkir juga memiliki kedekatan yang sangat penting (E) dengan lorong I karena lorong I berfungsi menghubungkan area parkir dengan gudang sehingga akan mempermudah akses pengangkutan dari distributor ke gudang. sehingga akan cukup menghabiskan waktu. gudang. Pembuatan Diagram Keterkaitan Kegiatan menggunakan sistem ’trial and error’. Salinan susunan akhir kertas. gudang. ruang administrasi berdekatan dengan outlet. kamar mandi II. gudang. ruang adminstrasi. Oleh 127 . kamar mandi II. baru E dan seterusnya. lorong II. lorong I. dan dapur. gudang. lorong I. diperoleh bahwa area parkir berdekatan dengan outlet dan ruang administrasi.

kedekatan tidak diharapkan terjadi antara area parkir dengan ruang produksi. debu. Sedangkan. dan sebagainya. gudang. kamar mandi I. pembayaran. dan sebagainya. debu. ruang produksi karena merupakan urutan aliran kerja. kamar. Outlet memiliki hubungan kedekatan tidak diharapkan (X) dengan dapur. kedekatan tidak penting (U) terjadi antara outlet dengan gudang dan lorong I sehingga letaknya tidak perlu didekatkan. Kedekatan biasa terjadi antara ruang administrasi dengan ruang produksi. area parkir harus berdekatan dengan outlet dan lorong I. Sedangkan. dan kamar mandi II karena merupakan kegiatan yang berbeda dan dapat memungkinkan terjadi gangguan suara. Selanjutnya. kamar mandi I. dan lorong II karena dapat mempermudah akses dan ada hubungan kertas kerja. bau. Outlet mempunyai kedekatan penting (I) dengan ruang administrasi karena hubungan kertas kerja. dan lorong II karena area parkir terletak di tepi jalan sehingga memungkinkan terjadi gangguan suara. dan sebagainya. outlet. Selain itu. bau. lorong I. kedekatan sangat penting terjadi antara ruang produksi dengan dapur dan lorong II karena mempermudah akses dan personilnya sama sehingga harus diletakan 128 . dan lorong II karena alat yang digunakan sama. Sedangkan. dapur. dapur. Kedekatan tidak penting terjadi antara area parkir dengan kamar mandi I dan kamar mandi II karena terdapat perbedaan jenis kegiatan yang terjadi.sebab itu. area parkir mempunyai hubungan kedekatan penting (I) dengan ruang administrasi karena mempermudah akses manajer industri maupun distributor yang membutuhkan pencatatan. Ruang administrasi sangat penting untuk berada dekat dengan gudang agar mempermudah akses karena harus dilakukan pencatatan terus-menerus terhadap kondisi persediaan bahan baku. Ruang produksi mutlak perlu dekat dengan gudang agar aksesnya mudah sehingga jarak aliran bahan tidak terlalu jauh. kamar. ruang administrasi juga harus berdekatan dengan area parkir. dan kamar mandi II karena pada dasarnya merupakan kegiatan berbeda dan tidak akan saling mengganggu sehingga tidak perlu diperhatikan. kamar.

Baik dapur maupun lorong II tidak boleh berdekatan dengan lorong I karena merupakan pekerjaan yang berbeda. kamar mandi I maupun II. debu. Dapur tidak diharapkan berdekatan dengan area parkir. kamar mandi I. kamar mandi I. dan sebagainya sehingga letak berjauhan. Sebab. bau. Gudang juga tidak diharapkan berdekatan dengan area parkir. Kedekatan biasa muncul antara gudang dengan dapur dan kamar sehingga letaknya tidak perlu diperhatikan. Lorong I letaknya bebas. Ruang produksi penting untuk dekat dengan outlet karena terdapat urutan kerja. dan kamar mempunyai kedekatan biasa yang tidak 129 . debu. Keterkaitan biasa terjadi antara ruang produksi dengan ruang administrasi. dan sebagainya sehingga letaknya berjauhan. bau. bau. posisi gudang sengan outlet juga perlu dikesampingkan karena pengaruhnya sedikit. outlet. kamar mandi I. Dapur dan lorong II kedekatan mempunyai kedekatan dengan ruang produksi karena dapat mempermudah akses sehingga harus diletakkan berdekatan. Lorong I mempunyai kedekatan biasa dengan kamar. dan sebagainya sehingga letaknya berjauhan.berdekatan. debu. Gudang penting untuk dekat dengan lorong II agar dapat mempermudah akses. dan kamar mandi II karena dapat memungkinkan terjadi gangguan suara. Lorong I penting berdekatan dengan lorong II agar akan mempermudah akses. debu. lorong I. dan kamar mandi II karena memungkinkan terjadi gangguan suara. dan kamar karena merupakan kegiatan berbeda sehingga tidak perlu diperhatikan. Karena pekerjaannya berbeda. keduanya merupakan lorong penghubung yang sifatnya netral dan lebih fleksibel untuk ditata. sedangkan lorong II tidak boleh berdekatan dengan area parkir karena memungkinkan terjadi gangguan suara. Sedangkan. Gudang mutlak perlu berdekatan dengan ruang produksi dan lorong I karena terdapat urutan kerja sehingga letaknya bersebelahan. posisi dapur terhadap ruang administrasi. Ruang produksi tidak diharapkan berdekatan dengan area parkir. gudang. dan sebagainya sehingga letak berjauhan. bau. dan kamar mandi II karena dapat memungkinkan terjadi gangguan suara.

dan dapur. Hal tersebut disebabkan oleh terdapat hubungan aliran kerja antarstasiun sehingga dalam diagram keterkaitan kerja. pengovenan. Kamar mandi I dan II mempunyai kedekatan biasa dengan ruang administrasi. letak kamar mandi dan area bahan baku dijauhkan. Berdasarkan analisis. pengadukan. kamar tidak diharapkan berdekatan dengan area parkir dan outlet karena merupakan tempat istirahat pekerja sehingga gangguan suara dan sebagainya harus minimal. terdapat hubungan sangat penting mulai dari stasiun kerja pengadukan. hingga pendinginan-pengemasan. Diagram keterkaitan kegiatan pada kegiatan produksi terdiri atas tujuh kotak yang mewakili tujuh stasiun kerja. maupun kamar mandi lain sehingga letaknya tidak perlu diperhatikan. gudang. seperti outlet. II dan pembentukan serta adonan. Akan tetapi. pendinginan pembagian dan adonan. yaitu penimbangan I. ruang produksi. lorong I. adonan didiamkan agar mengembang lalu dioven hingga matang. pengemasan. dapur. keenam stasiun kerja tersebut saling berdekatan satu sama lain.perlu diperhatikan. ruang produksi. penimbangan pengembangan. pembagian adonan. Setelah itu. karena memungkinkan terjadi gangguan suara. Akan tetapi. Oleh sebab itu. dan lorong II karena sifat kegiatannya berbeda. pengembangan. penimbangan II-pembentukan adonan. pengovenan. dan sebagainya. Kamar penting untuk berdekatan dengan kamar mandi I maupu II karena terdapat derajat hubungan pribadi sehingga dalam diagram keterkaitan kerja diletakkan berdekatan. Letak kamar fleksibel dengan ruang administrasi. Akan tetapi. adonan masuk ke stastiun kerja penimbangan IIpembentukan adonan dan pembagian adonan. tidak ada hubungan mutlak perlu antarstasiun kerja. lorong I. Kedua kamar mandi ini tidak penting berada di dekat area parkir ataupun tidak. bau. keduanya sangat tidak diharapkan berdekatan dengan area bahan. Aliran kerja terakhir adalah 130 . lorong II. berdekatan pun sebenarnya tidak bermasalah. gudang. Artinya. Aliran kerja yang menjadi acuan adalah proses pengadukan menggunakan mixer. debu.

Sebab. pembagian adonan dan pendinginan-pengemasan. letak ketiga stasiun kerja tersebut tidak perlu diperhatikan. Sedangkan. stasiun kerja pengadukan mempunyai kedekatan penting dengan pembagian adonan karena ruangannya sama sehingga letaknya harus dekat. gas. penimbangan I dan pembagian adonan. pengadukan dan pengembangan. Secara teori. Selain itu. penimbangan II-pembentukan adonan dan pengovenan. sedangkan bahan yang mengalami pengovenan adalah adonan. Oleh sebab itu. dan lain-lain. pengadukan dan pendinginan-pengemasan. manfaat dan aplikasi diagram keterkaitan kegiatan adalah menjadi dasar perencanaan keterkaitan antara pola aliran barang dan lokasi kegiatan pelayanan dihubungkan dengan kegiatan produksi.didinginkan lalu dikemas. Roti dan Kue”. serta pengembangan dan pendinginan- pengemasan. Pada kedua stasiun kerja tersebut memungkinkan terdapat gangguan suara. bau. Kedekatan biasa terjadi antara penimbangan I dan penimbangan IIpembentukan adonan. pembagian adonan dan pengovenan. yaitu penimbangan I dan pendinginan-pengemasan. Hubungan kedekatan penting terjadi antara stasiun kerja penimbangan I dan pengadukan karena merupakan hubungan aliran kerja sehingga dapat memperpendek jarak pindah bahan. Oleh sebab itu. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan tidak penting adalah penimbangan I dan pengovenan serta pengadukan dan pengovenan. Bahan yang mengalami penimbangan I dan pengadukan adalah bahan baku dari gudang. penimbangan I dan pengembangan. Penimbangan IIpembentukan adonan penting berdekatan dengan pengembangan karena ruangannya juga sama sehingga letaknya harus dekat. stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan tidak diharapkan (X). merupakan kegiatan yang berbeda dengan bahan yang berbeda. Pada industri ”Salma. posisi antarstasiun yang termasuk dalam hubungan kedekatan biasa tidak perlu diperhatikan sehingga lebih fleksibel untuk ditata. baik dalam diagram keterkaitan fasilitas penunjang 131 . penimbangan II-pembentukan adonan dan pendinginanpengemasan.

maupun proses produksi. 132 . berupa evaluasi keterkaitan kegiatan sehingga dapat ditentukan tata letak dan mengatur penempatan peralatan dengan efektif sehingga dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan produktivitas.

disediakan atau minimal praktikan diberitahu agar masing-masing membawa alat yang dibutuhkan.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Diagram Keterkaitan Kegiatan berupa kotak bernotasi yang bertuliskan nama fasilitas penunjang atas stasiun kerja. 133 . Kesimpulan Diagram Keterkaitan Kegiatan merupakan diagram yang menunjukan posisi ruangan terhadap ruangan lain pada ruang produksi maupun industri. B. sebaiknya dikomunikasikan kepada para praktikan terlebih dahulu. Diagram Keterkaitan Kegiatan ini dibuat berdasarkan hubungan keterkaitan kegiatan antarkegiatan yang diperoleh dari Peta Keterkaitan Kegiatan. Saran Jika terjadi penggabungan acara praktikum atau perubahan jadwal. Selain itu. kebutuhan alat seperti gunting dan lem.

2009. 1996. 2008.ac.21/520jurnal/520FTIP. 134 . Muther. G. Apple. Downs. Factory Management and Maintenance. Modifikasi Tata Letak Fasilitas Produksi Jamur Tiram.21 WIB. S. http://resources. Jakarta: Guna Widya. Wignjosoebroto. Diakses pada hari Senin tanggal 27 April 2009 pukul 14. Diakses pada Senin tanggal 27 April 2009 pukul 14.28/5 29jurnal/520FTIP.unpad. New York: McGraw-Hill Book Co. Edisi ke 3. M.id/unpadAnonim. 1990.DAFTAR PUSTAKA http://resources.05 WIB. content/uploads/publikasi_dosen/no. 1944. Tataletak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ketiga.id/unpadcontent/uploads/publikasi_dosen/no. Production Line Technique.unpad.ac. Jurnal Teknotan. Best Way To Layout a Job Shop. New York: McGraw-Hill Book Co. 1956.dkk. 2007. Widya Astuti. J. Yogyakarta: Jurusan Teknik Industri STTA. R. Perancangan Fasilitas. Bandung: Penerbit ITB. Hendrarto. Nugroho. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Barang.

2.LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA VII DIAGRAM PENGALOKASIAN WILAYAH Disusun oleh: Kelompok 10 1. Nika Awalistyaningrum Esti Rumaningsih Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 135 . 3.

Diagram pengalokasian wilayah ini sangat berkaitan erat dengan peta keterkaitan kegiatan. Perubahan yang dilakukan dapat berupa perubahan tata letak ruang. Diagram pengalokasian wilayah dapat digunakan untuk merancang 136 . Oleh karena itu. penentuan stasiun kerja. Pengkajian terhadap tata letak suatu industri akan menghasilkan diagram pengalokasian wilayah. diagram keterkaitan kegiatan serta aliran bahan yang terjadi pada industri tersebut. Pada diagram pengalokasian wilayah terdapat gambaran mengenai ruang produksi dan berbagai fasilitas pendukung yang ada. untuk membuat diagram pengalokasian wilayah perlu diperhatikan ketiga hal tersebut. diharapkan akan terjadi peningkatan efisiensi dan efektivitas kerja dengan mereduksi langkah balik proses produksi atau memperpendek jarak antara stasiun kerja yang ada. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan melakukan perbaikanperbaikan agar dapat meningkatkan kapasitas maupun kualitas produksi. maupun peningkatan jumlah kapasitas produksi harian. Diagram pengalokasian yang baik akan membuat masing-masing stasiun kerja menjadi lebih dekat dan membuat proses aliran bahan menjadi lebih urut dan teratur. Diagram pengalokasian wilayah juga akan menunjukkan tata letak baru yang dianggap lebih efektif dan efisien. Dengan demikian. Perubahan tata letak terjadi karena terdapat perpindahan lokasi produksi dan fasilitas pendukung dalam industri tersebut.BAB I PENDAHULUAN A. sedangkan perubahan kapasitas terjadi akibat terdapat perhitungan ulang scale up terhadap produk yang dihasilkan oleh industri tersebut. Latar Belakang Industri selalu memerlukan perbaikan dengan untuk mengembangkan usahanya. Pengkajian secara lebih rinci mengenai semua hal yang terjadi pada industri sangat diperlukan untuk mengembangkan industri tersebut.

Praktikan dapat mengalokasikan kebutuhan ruang dan luas lantai dalam area industri yang ada. Oleh karena pentingnya pengkajian mengenai diagram pengalokasian wilayah ini. maka perlu dilakukan praktikum acara 8 ini agar praktikan dapat lebih memahami cara membuat diagram pengalokasian wilayah maupun template. 2. B.layout perbaikan bagi suatu industri. Praktikan dapat menggambarkan perpindahan/aliran bahan dan mengefektifkan aliran bahannya berdasarkan kriteria tertentu. 137 . Tujuan Praktikum 1.

ARC. material. Susunan yang dihasilkan harus sedapat mungkin mewadahi keterkaitan kegiatan yang telah ditentukan. Meminimumkan ruangan yang terbuang. Tujuan dari proses ini adalah untuk merancang pengaturan yang efisien untuk ruangan yang dibutuhkan oleh tiap kegiatan. hubungan fisikal. Pembagian wilayah kegaiatn yang sistematis b. maka sesuai dengan persoalan ARC diatas maka dapat dibuat AAD. Atau dapat dikatakan bahwa hubungan antar aktivitas mempengaruhi tingkat kedekatan antar tata letak aktivitas tersebut. Memudahkan proses tataletak c. Kedekatan tata letak aktivitas tersebut ditentukan dalam bentuk Area Alocation Diagram. Dimana dalam ARC telah diketahui kesimpulan tingkat kepentingan antar aktivitas dengan demikian berarti bahwa ada sebagian aktivitas harus dekat dengan aktivitas yang lainnya dan ada juga sebaliknya. sedangkan gambar visualisasi secara lengkap dapat dilihat pada template yang merupakan hasil akhir dari penganalisaan dan perencanaan tata letak pabrik (Anonim. informasi aliran. dan tetap mempertahankan kebutuhan luas dari tiap kegiatan. 1990) adalah: a. 2010). Area Alocation Diagram (AAD) merupakan lanjutan dari Area Relationtionship Chart (ARC). 2010).BAB II TINJAUAN PUSTAKA Diagram alokasi wilayah merupakan dasar bagi rancangan tata letak dan rancangan bangunan yang rinci. tempat yang dibutuhkan. Dasar bagi perencanaan selanjutnya e. peralatan. dan Area Relationship Diagram (Anonim. Beberapa keuntungan dan pemakaian proses alokasi wilayah ini (Apple. Adapun dasar pertimbangan dalam prosedur pengaloaksian area ini adalah aliran produksi. AAD ini merupakan lanjutan penganalisaan tata letak setelah ARC. Memungkinkan tata letak yang lebih cermat d. dan lain-lain. dalam satu kesatuan yang terpadu. aliran personil. AAD merupakan template secara global informasi yang dapat dilihat hanya pemanfaatan area saja. 138 .

Pengaturan wilayah i. Proses penempatan fasilitas 3. Keterbatasan bangunan e. Memperlihatkan ukuran dari setiap ruangan tempat melakukan aktivitas 11. Sementara itu. Sebagai dasar untuk perencanaan berikutnya. terdapat beberapa landasan untuk melakukan alokasi area (Agung dan Machfud. Keterkaitan antara aliran bahan dalam dan luar pabrik b.Manfaat Diagram Pengalokasian Wilayah. (Wahyuningrum. 2004) antara lain: 1. Kebutuhan ruang dari tiap kegiatan f. Lokasi kegiatan pelayanan dan kegiatan penunjang g. 1990) adalah: i. Dapat melihat secara mendetail dalam mempertimbangkan aktivitas dari setiap individu 9. Pengalokasian yang sistematis untuk setiap aktivitas 2. Aliran produksi bahan dan peralatan iii. 1990) adalah: a. Kebutuhan gudang sebagai ruang penyimpan c. Keterkaitan antar kegiatan d. Membuat beberapa alternatif penempatan 8. Kelonggaran bagi proses produksi 139 . Peta Keterkaitan Kegiatan Faktor-faktor yang menjadi bahan pertimbangan dalam alokasi wilayah (Apple. Meminimisasi ruang yang diperlukan 7. Membantu untuk melihat dimana letak suatu aktivitas 5. Ketersediaan ruang h. Menerjemahkan daerah-daerah yang ditaksir ke dalam bentuk visual 10. Menaksir luas total dari suatu gedung 6. Kebutuhan luas ruang setiap kegiatan ii. Membuat suatu layout lebih akurat 4.

desain layout altenatif bisa dibuat dengan lay cara mengkombinasikan pertimbangan-pertimbangan kebutuhan luas area yang dibutuhkan (Wignjosoebroto. kebutuhan luas area untuk masing-masing departeman dihitung secara ditetapkan.j. Lokasi detail dari mesin. Drafting atau sketching method 2. 1996): 1. Templates 140 . 1996). hubungan derajat aktivitas dari tiap-tiap departeman dipertimbangkan. material. Di sini block plan akan merupakan diagram balok dengan skala tertentu yang mempresentasikan bangunan dan normalnya juga menunjukkan lokasi dari dinding-dinding penyekat yang memisahkan blok satu dengan blok lainnya. Berikut contoh bentuk block plan dengan mendasarkan pada Space Relationship Diagram (Wignjosoebroto. Desain layout ini secara umum dapat ditunjukkan dalam bentuk block plan. maka desain alternatif layout segera bisa dibuat. Disini detail layout akan dibuat dengan memakai salah satu metode berikut ini (Wignjosoebroto. Lokasi dan ukuran gang Setelah analisa mengenai aliran material yang dibuat. desain proses meupun desain penjadwalan produksi (Wignjosoebroto. Pembuatan detail layout dari suatu pabrik (biasanya dibuat dengan skala standar 1:50) akan menunjukkan pengaturan dari orang. mesin dan fasilitas prduksi lainnya dengan sebaik-baiknya. Satu hal yang penting ialah layout haruslah cukup fleksibel untuk menghadapi perubahan di dalam desain produk. 1996). Detail layout yang kadangkadang disebut pula dengan master layout akan merupakan pelaksanaan akhir dari proses perancangan tata letak pabrik. Secara singkat. termasuk pula lokasi dari kolom tiang penyangga atas gedung. peralatan dan fasilitas-fasilitas kerja lainnya biasanya tidak tercantum dalam block plan ini. Di dalam mendesain layout harus diingat pertimbangan-pertimbangan kemungkinan terjadinya ekspansi di masa depan ataupun terdapat perubahanperubahan yang bisa terjadi. Langkah berikut adalah mendesain alternatif layout dengan memperhatikan Space Relationship Diagram dan melakukan modifikasi seperlunya berdasarkan batasan-batasan dan pertimbangan-pertimbangan khusus lainnya. 2000).

Tata letak kantor dan peralatan. 141 . kantin. assembling. Aliran setiap material. dan lain-lain. d. Template merupakan suatu gambaran yang telah jelas dari tata letak pabrik yang akan dibuat dan merupakan gambaran detail dari AAD yang telah dibuat. akan tetapi metode drafting pun masih layak dan bahkan tetap disarankan untuk digunakan dalam perancangan layout pabrik yang sederhana. Tata letak bagian produksi. 2010): a. c. mulai dari receiving sampai dengan shipping. pabrikasi. shipping. misalnya receiving. sarana olah raga. misalnya jalan. 2000).3. Informasi yang dapat dilihat pada template (Anonim. Models Meskipun sekarang ini pemakaian templates dan/atau models sangat populer serta banyak digunakan dalam pembuatan rancangan tata letak pabrik. Memang patut diakui bahwa untuk pabrik yang besar dan kompleks metode drafting atau sketching akan terasa kurang sesuai dan kurang fleksibel untuk diterapkan (Wignjosoebroto. Tata letak pelayanan yang ada di pabrik. b.

5. jangan lupa 142 . 3. Menggambarkan masing-masing stasiun kerja/kegiatan yang memerlukan ruang di kertas milimeter blok dalam bentuk kotak kosong dengan menggunakan skala tertentu. 6. 2. Alat dan Bahan 1. Alat tulis Kertas HVS Kertas Milimeter Kalkulator Gunting Lem Data pada praktikum sebelumnya B. 7. Untuk menentukan bentuk ruang. Membuat lembaran kerja kebutuhan ruang total untuk kegiatan yang harus digabungkan dalam satu tempat. 4.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Prosedur Praktikum 1. Kegiatan Produksi: • • Kantor • • dst JUMLAH TOTAL Perkiraan Luas (m2) Luas Mandiri Jumlah 2.

serta keterangan-keterangan lain yang diperlukan. 5. 143 . Menyesuaikan susunan sesuai dengan pertimbangan-pertimbangan. 4. posisi peralatan. Memotong-motong kotak stasiun kerja tersebut dan menyusun kotakan ruangan sesuai dengan DKK dan rencana aliran bahan sesuai keterbatasan area industri untuk membuat Diagram Pengalokasian Wilayah. 6. 3. Setelah DPW akhir diperoleh.mempertimbangkan peletakan alat dan area kerja operator dalam stasiun kerja tersebut. Menggambarakan DPW yang telah selesai lengkap dengan posisi mesin dan posisi operator dalam stasiun kerja. aliran bahan. buatlah diagram aliran.

8832 pxl 1.13 1.7 4.986 1.4 4.55 1.5 x 1.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.8 26.5 x 1.35 7.875 17.316 4.754 4.28 58.65 49.216 58.6 1.6 11.7 x 1 2.25 7 x 2.5384 1.8 8.005 144 .5 x 2.6 x 1 3 x 1.1 x 6.8 9.05 3 x 1.8 x 1.4 x 2 6.875 17.875 1.15 4.5 18.8 1.5 3 x 6.6 5.1 8.5 3 x 2.25 1.6 3.3924 48.8 1.9 12.1 2. Hasil Kebutuhan Ruangan Total Stasiun Kerja Penimbangan I Pengadukan Penimbangan II dan Pembentukan Adonan Pembagian Adonan Pengembangan Pengovenan Pendinginan dan Pengemasan Gudang Bahan Baku Kamar Mandi I Kamar Mandi II Dapur Kamar Ruang Administrasi Lorong I Lorong II Area Parkir Outlet Kebutuhan Luas (m2) 1.3 4.51 3.624 11.8 8.5 17.55 x 4.05 Alokasi Luas (m2) 1.4 x 2 4 x 2.672 4.5 x 5.69 9.5 7.875 1.

Pembahasan Praktikum acara 7 berjudul “Diagram Pengalokasian Wilayah” ini bertujuan agar praktikan dapat menggambarkan perpindahan atau aliran 145 .GAMBAR DPW DI AUTOCAD B.

semua ruang diasumsikan berbentuk kotak atau persegi. DPW menjadi dasar bagi penyusunan template suatu industri. Setiap membutuhkan space yang tidak sama atau beda. sesuaikan bentuk tersebut hingga ketiga pertimbangan di atas terpenuhi. Sehingga. Tingkat keterkaitan antar kegiatan 146 . penyusunan ini memerlukan Diagram Keterkaitan Kegiatan (DKK) dan luas kebutuhan ruang yang disesuaikan dengan luas sebenarnya dari industri yang dievaluasi. Penyusunan DPW disesuaikan dengan aliran produksi. Oleh karena itu. dapat dijelaskan pola aliran bahan. Dalam pembuatan Diagram Pengalokasian Wilayah kriteria-kriteria yang perlu diperhatikan adalah: 1. letak mesin. Penyesuaian bisa dari ukuran ruang. serta letak peralatan. Pengubahan susunan DPW dilakukan dengan memperhatikan keterkaitan kegiatan dan kebutuhan ruang maka akan diperoleh template yang ideal. dan posisi ruang. Diagram Pengalokasian wilayah merupakan sketsa tata letak kasar suatu industri yang menjadi dasar pembuatan template suatu industri yang merupakan gambaran ideal tata letak suatu industri. bentuk ruang. letak operator. namun pada kenyataannya tidak selalu demikian. Keterkaitan kegiatan ini berdasarkan PKK dan DKK yang pernah dibuat pada praktikum acara sebelumya.bahan dan mengefektifkan aliran bahannya berdasarkan kriteria tertentu. Template menggunakan skala yang representatif sehingga industri dapat digambarkan dengan jelas. Jika dalam DKK. Oleh sebab itu. dan keterbatasan area produksi agar terhindar dari back-tracking. Tujuan yang kedua adalah agar praktikan dapat mengalokasikan kebutuhan ruang dan luas lantai dalam area industri yang ada. Manfaat pengalokasian wilayah adalah dapat dirancang suatu pengaturan yang efisien semua ruangan yang dibutuhkan oleh tiap kegiatan dalam satu kesatuan yang terpadu. Dalam penyusunan DPW ini perlu diperhatikan keterkaitan antara kegiatan dan kebutuhan ruang dalam suatu industri. keterkaitan kegiatan. rancangan seperti DKK belum tentu baik susunannya ataupun bentuknya. Dengan menggunakan template.

Pembongkaran ini akan menelan dana perbaikan yang cukup besar akan tetapi dengan pembongkaran ini diharapkan akan menghemat 147 . Luas yang memadai bagi tiap stasiun kerja Pembuatan Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW) ini dimulai dengan menganalisis kebutuhan luas ruang yang ada. Data ini diperoleh dari hasil praktikum acara sebelumnya. 8. 5. Rancangan luas area yang diajukan tidak melebihi tembok terluar tata letak awal dan harus lebih kecil. ruang produksi II ini dirasa kurang efektif karena sebagian besar stasiun kerja berada di Ruang Produksi I. Selain itu. diusahakan pula untuk tidak membongkar tembok yang ada jika akan merealisasikan template tersebut. Pemanfaatan ruang yang ekonomis Kemudahan perluasan Penggabungan yang baik dengan fasilitas luar Susunan ruang dan gang yang masuk akal Kegiatan dengan kriteria khusus dapat diletakkan dengan tepat Kemudahan pengendalian produksi Memperhatikan syarat kesehatan dan keselamatan kerja (K3) Mematuhi syarat bangunan dan ketentuan wilayah 10. perlu dilakukan pembongkaran tembok yang membatasi kedua ruangan tersebut. 4. perlu mempertimbangkan pula dimensi mesin atau bahan yang ada dalam stasiun kerja tersebut sehingga dapat ditentukan pula dimensi panjang dan lebar yang akan dialokasikan. 9.2. Sedangkan. yaitu “Kebutuhan Ruang dan Luas Lantai”. Selain itu. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa saat ini ruang produksi I memiliki luas yang kurang memadai jika dibandingkan dengan kebutuhan luas ruang tersebut. Dengan demikian. potongan-potongan ini kemudian disusun untuk pembuatan Diagram Pengalokasian Wilayah. Kemudian gambaran masingmasing stasiun kerja dan fasilitas pabrik tersebut dipotong-potong. Tahapan selanjutnya adalah memplotkan data panjang dan lebar ini pada milimeter blok dengan skala 1:100. Data ini menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan alokasi luas yang akan dibuat dalam industri. Hal ini dilakukan ruangan yang digabungkan. 6. 7. 3.

ruang administrasi 18. dapur 17. penimbangan II dan pembentukan adonan 12. luas gudang ini pun lebih fleksibel dalam peerkembangan menjadi industri yang besar maka gudang tetap dapat dipergunakan. DPW ini telah cukup baik karena sesuai dengan DKK.875 m2. terdiri dari seluruh kegiatan dengan stasiun-stasiun kerjanya berserta ruangan yang ada pada Industri Salma. Selain itu dilakukan pula pemindahan pintu 148 .4 m2. untuk ruang fasilitas yang lain telah sesuai yakni kamar mandi I 1.7 m2.pemanfaatan ruang. alokasi gudang bahan baku dengan kebutuhan luas yang hanya 1. dan outlet 49. Selain itu.65 m2 juga melebihi area yang ada sekarang yakni hanya 58. Hal ini bertujuan agar aliran bahan lebih lancar dan tidak tersendat dengan pembatas tembok tersebut. Berdasarkan template yang telah dibuat. Selain itu pula.986 m2. pengem-bangan 4.875 m2. Secara keseluruhan. pengadukan 3. Perubahan tersebut antara lain ialah penggempuran dinding penyekat ruang produksi I dengan ruang produksi II. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan luas lahan yang ada pada Industri. Hal ini dilakukan karena kebutuhan luas ini hanya untuk menyimpan bahan baku roti manis. dengan penekanan biaya produksi dapat meningkatkan profit dari Salma. pembagian adonan 1. PKK dan aliran proses. Roti. Roti.8 m2. pengovenan 8. terjadi pelebaran di beberapa stasiun kerja. dan Kue tidak mengalami pelebaran maupun pengecilan ukuran gedung. dan Kue memproduksi 75 jenis roti lainnya sehingga diperlukan gudang yang lebih luas.15 m2.3924 m2. Masalah lain dari DPW usulan praktikan ialah pengalokasian area parkir yakni 58. Namun. Namun.8 m2.5 m2. lorong II 9.28 m2. Ruang produksi ini meliputi penimbangan I dengan alokasi 1.8 m2.005 m2.6 m2. menghemat waktu untuk pengangkutan sehingga akan mengefektifkan kerja pegawai.6 m2. Roti. Padahal industri Salma. lorong I 4.5 m2.5384 m2 dialokasikan menjadi 26. dan Kue.9 m2. Dampak lebih lanjut. kamar mandi II 1. Walaupun. terjadi perubahan tata letak dan penanganan bahan pada DPW yang baru. Akan tetapi hal ini tetap dapat dilakukan karena saat ini masih terdapat space antara area parkir dengan jalan raya. kamar 7. serta stasiun kerja pendinginan dan pengemasan 4.

yakni penimbangan bahan-bahan seperti tepung . sehingga alokasinya menjadi 1.5 m x 2. yang diharapkan agar produktivitas meningkat jika diperluas space pada stasiun ini. dikarenakan juga terdapat bahan lain.7 m x 1 m. diubah pada template usulan dengan memindahkan kegiatan tersebut ke dekat lorong I.624 m2 dengan dimensi 3 m x 1.9 m2.3 m sehingga dialokasikan menjadi 3. Penimbangan I. Stasiun ini dekat dengan tembok ruang gudang yang semula berada ditengah ruang produksi II. Selanjutnya. Hal ini bertujuan agar memperlancar aliran bahan.8 m. pekerja dapat melakukan pekerjaan dengan nyaman dan leluasa. Hal ini bertujuan agar stasiun ini tidak tercampur dengan kegiatan lain yang lalu lalang jika masih berada di tengah yang membuat aliran menjadi bertubrukan. untuk stasiun kerja pengadukan juga mengalami perubahan menjadi dekat dengan stasiun kerja penimbangan I. dan lain-lain. Area pembagian adonan berubah menjadi dekat dengan stasiun kerja penimbangan II dan pembentukan adonan. sehingga alokasi luas menjadi 12. Stasiun kerja penimbangan II dengan pembentukan adonan dilakukan pada satu area yakni menggunakan meja. Alokasi yang lebih lebar dari pada kebutuhan ini bertujuan agar memberi space yang lebih luas kepada pekerja agar merasa nyaman. maka dari itu dibutuhkan alokasi yang 149 . margarin. Diharapkan pada alokasi tempat yang melebihi kebutuhan ini.6 m2.5 m2 dengan dimensi 4. Stasiun berbentuk persegi panjang karena menyesuaikan dengan bentuk lorong semula.7 m2. yang membutuhkan luas 11. Kebutuhan luas untuk stasiun ini ialah sekitar 151 m2 dengan dimensi 1. Kebutuhan luas untuk stasiun ini ialah 1.6 m2. Selain itu.672 m2 dengan dimensi 1. karena terdapat hubungan kelancaran aliran bahan dengan pengadukan. Hal ini bertujuan agar sesuai dengan DKK maupun PKK yang dibuat. mentega. semula dilakukan di ruang gudang.6 m x 1 m. Stasiun ini dibutuhkan mesin mixer seluas 3. Pada stasiun ini dibutuhkan mesin devider. sehingga alokasi luasnya menjadi 1.disertai perubahan bentuk gudang agar jarak perpindahan lebih sedikit. dan juga perkerjaan pada stasiun ini membutuhkan tingkat ketelitian dan berlangsung terus menerus dalam selang waktu yang cukup lama.

Pengolesan ini dibutuhkan luas yang lebih lebar karena mengingat loyang yang digunakan banyak.5 m2.5 m2. yaitu pengovenan. Pada dapur ini terjadi perluasan alokasi dari template sebelum.lebih luas agar pekerja dapat bekerja dengan aman dan nyaman. Dapur memiliki kebutuhan luas sebesar 17.8 m2. Pada kamar tidak terjadi penyempitan maupun pelebaran. Selain itu.5 m sehingga alokasi luasnya menjadi 17. stasiun kerja pengembangan adonan kebutuhan luas sebesar 4.8 m2. Hal ini bertujuan agar memberikan luas yang lebih leluasa bagi pekerja dalam menjalankan aktivitasnya seperti memasak isi adonan roti ataupun pengolesan loyang. sehingga alokasi luasnya tetap 4.1 m. Kamar pribadi memiliki kebutuhan luas sebesar 7. karena kamar ini digunakan oleh 2 150 . telah memberi kelonggaran untuk meletakan loyang adonan. dengan alokasi yang dibuat.5 m x 1. sehingga alokasi luasnya menjadi 8.5 m2 dengan berdimensi 3 m x 2.316 m2 berdimensi 4 m x 2.875 m2. Kebutuhan luas pada stasiun ini ialah 8. ukuran sudah sesuai dengan kebutuhan. Kamar mandi I dan II memiliki kebutuhan luas yang sama yakni 1. Stasiun kerja pengovenan menggunakan oven yang telah memiliki ukuran sendiri dan tidak dapat diubah.25 m dengan alokasi yang sama juga yakni 1.8 m2 berdimensi 4 m x 2.8 m2 dengan berdimensi 2. karena alat yang dipakai rak yang telah memiliki ukuran sesuai kebutuhan.4 m x 2 m.5 m sehingga alokasi luas menjadi 7. Sedangkan.1 m sehingga didapat alokasi seluas 4. Stasiun kerja pengovenan berdekatan dengan stasiun kerja pendinginan dan pengemasan yang memiliki kebutuhan luas sebesar 4. Pada stasiun ini tidak mengalami perubahan. Hal ini dikarenakan kedua kamar terdapat peralatan maupun pekerjaan yang sama. Selain itu. Pada template yang baru tidak ada pelebaran maupun penyempitan kamar mandi. Oven sebenarnya berukuran 4 m x 2 m.4 m2. 875 m dengan dimensi yang sama 1.35 m2 dengan berdimensi 7 m x 2. sehingga dengan terdapat space yang ada ini dapat memberikan keluasan pekerja dalam melakukan pengoperasian alat.

Outlet mempunyai manfaat sebagai tempat display produk-produk roti yang langsung diakses oleh pelanggan.6 m sehingga alokasi luas menjadi 4. mobil taupun yang lain. Maka dari itu. Ruang adminstrasi memiliki kebutuhan luas sebesar 17. Hal ini bertujuan menyediakan kenyamanan tempat kendaraan kepada konsumen untuk berkunjung ke Industrinya untuk memparkirkan kendaraan. Terjadi perluasan pada lorong ini. ataupun distributor dapat berjalan lebih lancar.8 m2. konsumen.1 m x 6.8832 m2 dengan berdimensi 8. Lorong I memiliki kebutuhan luas sebesar 4. akses gudang ke stasiun kerja penimbangan dan pengadukan lebih lancar.1 m sehingga alokasi luas menjadi 58.754 m2 dengan berdimensi 6. pada outlet ini terjadi perluasan lokasi.6 m sehingga alokasi luas menjadi 9. hal ini pun bertujuan agar lorong ini. Pada ruang adminstrasi terjadi perubahan yakni perluasan alokasi luas baru. Lorong II memiliki kebutuhan luas sebesar 9. lorong II ini pun mengalami perluasan alokasi. Selain itu. Hal ini bertujuan agar proses administrasi baik dengan client.5 m x 5. baik motor.3924 m2 dengan berdimensi 11.karyawan hanya untuk beristirahat sejenak dengan ada fasilitas televisi.28 m2. mempermudah proses pemindahan bahan-bahan masuk dari luar karean area oarkir ini langsung terhubung dengan pintu masuk adminstrasi dan menuju langsung ke gudang.05 m x 3 m sehingga alokasi luas menjadi 18.15 m2. Selain itu. Outlet memiliki kebutuhan luas sebesar 48.65 m2. Hal ini bertujuan memberi kenyamanan kepada konsumen untuk memilih produk roti untuk dibeli.216 m2 dengan berdimensi 5.005 m2. Pada kasus ini terjadi perluasan pada area parkir.05 m sehingga alokasi luasn menjadi 49. Selain itu.69 m2 dengan berdimensi 3 m x 1.8 m x 1. 151 . Selain itu. karena lorong ini dapat menghubungkan ruang lantai satu dengan lantai dua. Area parkir memiliki kebutuhan luas sebesar 58. Seperti lorong I. pada proses pemindahan bahan lebih lancar. keberadaan kamar pribadi ini tidak mempengaruhi proses pembuatan roti.

152 .

Saran 1. Pola aliran bahan dalam industri ”Salma. Suasana praktikum sebaiknya lebih kondusif lagi. 3. B. Diagram Pengalokasin Wilayah (DPW) merupakan gambaran dari kebutuhan wilayah dalam suatu industri dengan mempertimbangkan aliran bahan. Kesimpulan 1. seperti gunting dan lem. DPW menjadi dasar pembuatan template industri dan bertujuan untuk memperoleh tata letak yang efektif bagi industri. 3. 2. Kebutuhan alat. 2. disediakan minimal satu buah tiap kelompok. 153 . DPW disusun berdasarkan diagram keterkaitan kegiatan serta kebutuhan ruang dan luas lantai dalam area industri. Pembuatan template dijelaskan secara lebih rinci. dan Kue” ini adalah U-shaped. Roti.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.

1990.T. 154 .doc. Yogyakarta: Jurusan Teknologi Industri Pertanian FTP UGM. D.DAFTAR PUSTAKA Agung. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. 1996. Ergonomi: Studi Gerak dan Waktu.id/handouts/S1_TEKNIK%20INDUSTRI/ PLTP/PTLP. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Skripsi. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. 2010. Dalam http://openstorage. ---------. Wignjosoebroto. Y dan Machfud.gunadarma. M.ac. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. J.04 WIB. 2000. Bogor: IPB. Anonim. Studi Tata Letak Line Assembling Proses Pembuatan Tas Style Read’s Cendana (Tier 2) di P. R. Sritomo. Perancangan Tata Letak pada Industri Pangan. Apple. Bandung: ITB. 2004. 1990. Rumindo Pratama Yogyakarta. Wahyuningrum. Perencanaan Tata Letak Pabrik (PTLP). Diakses pada hari Selasa tanggal 4 Mei 2010 pukul 21. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi.

Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 155 .LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA VIII TEMPLATE Disusun oleh: Kelompok 10 1.Esti Rumaningsih 3.Nika Awalistyaningrum 2.

serta letak peralatan. peralatan administrasi. Template merupakan visualisasi denah industri dalam bentuk dua dimensi. peralatan produksi seperti mesin.BAB I PENDAHULUAN A. Faktor-faktor tersebut dapat berupa bahan atau barang. Tujuan Praktikum Praktikan dapat membuat gambar dua dimensi layout industri yang dirancang. Dalam proses pengalokasian wilayah dilakukan pemaduan antara keterkaitan kegiatan dan kebutuhan ruang. letak operator. Pengalokasian wilayah industri ini. Dasar bagi proses alokasi wilayah ialah aliran produksi (aliran bahan) dari industri tersebut dan peta keterkaitan kegiatan mulai dari keterkaitan fisik. Dalam praktikum acara ini. Template menggunakan skala yang representative sehingga industri dapat dijelaskan dengan jelas. Latar Belakang Pabrik atau industri merupakan tempat berkumpulnya faktor-faktor produksi untuk melakukan aktifitas demi menghasilkan output-an produksi yang disebut dengan produk. peralatan keselamatan kerja. Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW) merupakan dasar bagi rancangan tata letak dan rancangan bangunan yang rinci. pekerja sampai mesin serta kebutuhan rungan dari industri. dan lain-lain. dan Kue. dapat dijelaskan dengan menggunakan template. letak mesin. dilakukan pembuatan rancangan template industri Salma. Pada penggunaan template. Pengalokasian wilayah dalam suatu industri merupakan proses pengaturan yang efisien untuk semua ruang yang dibutuhkan untuk meletakkan semua faktor-faktor tersebut. B. 156 . Faktor-faktor tersebut ditempatkan pada ruangan yang ada pada wilayah industri. operator atau pekerja. dapat dijelaskan pola aliran bahan. Pembuatan template ini didasarkan pada Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW). Roti.

8. Activity Relationship Chart (ARC) 12. Inflow Tabel Skala Prioritas (TSP) 10. dan (b) analisa sistem produksi untuk memperbaiki serta meningkatkan performansi kerja yang ada (Emerson and Naehring. 3. 1990). AAD merupakan template secara global informasi yang dapat dilihat hanya 157 . 2010): 1. 1905) untuk menempatkan “engineer as economist” didalam perancangan sistem produksi di industri. 9. yaitu (a) kajian mengenai “interfaces” manusia dan mesin dalam sebuah sistem kerja. 1988). Perancangan tata letak fasilitas merupakan suatu proses perancangan (design) dan pengaturan letak fasilitas fisik untuk menciptakan keterkaitan antara pekerja. Area Alocation Diagram (AAD) 13. aliran informasi dan metode yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan peusahaan secara efisien. Template Pada pembutan template. urutan sebelumnya adalah ADD. Activity Relationship Diagram (ARD) 11.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Menurut Frederick W. Pada Perencanaan Tata Letak Perusahaan pada dasarnya akan merupakan proses pengurutan dari suatu perencanaan tata letak yang sistematis. Urutan proses tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut (Astika. 4. Pemilihan Lokasi Opeation Process Chart (OPC) Routing Sheet Multi Product Process Chart (MPPC) Menentukan Gudang Ongkos Material Handling (OMH) From To Chart (FTC) Outflow. dimana konsep yang dikembangkan berkisar pada dua tema pokok. 7. 5. aliran bahan. ekonomis dan aman (Apple. 6.Taylor (The Principles of Scientific Management. 2.

dan lain-lain. Pada pendesainan layout harus diingat pertimbangan-pertimbangan kemungkinan terjadinya ekspansi di masa depan ataupun adanya perubahanperubahan yang bisa terjadi. sarana olah raga. shipping.pemanfaatan area saja. Detail layout yang kadangkadang disebut pula dengan master layout akan merupakan pelaksanaan akhir dari proses perancangan tata letak pabrik. Informasi yang dapat dilihat pada template (Astika. akan tetapi metode drafting pun masih layak dan bahkan tetap disarankan untuk digunakan dalam perancangan layout pabrik yang sederhana. 2. 1996). Satu hal yang penting ialah layout haruslah cukup fleksibel untuk menghadapi perubahan di dalam desain produk. Disini detail layout akan dibuat dengan memakai salah satu metode berikut ini (Wignjosoebroto. misalnya jalan. sedangkan gambar visualisasi secara lengkap dapat dilihat pada template yang merupakan hasil akhir dari penganalisaan dan perencanaan tata letak pabrik. mulai dari receiving sampai dengan shipping. Pembuatan detail layout dari suatu pabrik (biasanya dibuat dengan skala standar 1:50) akan menunjukkan pengaturan dari orang. desain proses meupun desain penjadwalan produksi (Wignjosoebroto. pabrikasi. Template merupakan suatu gambaran yang telah jelas dari tata letak pabrik yang akan dibuat dan merupakan gambaran detail dari AAD yang telah dibuat. Aliran setiap material. 3. misalnya receiving. Drafting atau sketching method Templates Models Meskipun sekarang ini pemakaian templates dan/atau models sangat populer serta banyak digunakan dalam pembuatan rancangan tata letak pabrik. Tata letak kantor dan peralatannya. Memang patut diakui bahwa untuk pabrik yang besar dan kompleks metode drafting/sketching akan terasa kurang sesuai dan kurang fleksibel untuk diterapkan (Wignjosoebroto. mesin dan fasilitas prduksi lainnya dengan sebaik-baiknya. assembling. kantin. 1996): 1. 158 . Tata letak pelayanan yang ada di pabrik. 3. 2. 2010): 1. Tata letak bagian produksi. 4. material.

mendorong. menarik dan membawa. dan harus dirancang dengan cermat serta tidak dibiarkan tumbuh atau berkembang menjadi satu pola lalu lintas yang membingungkan (Tomkins. Pentingnya rancangan fasilitas seperti aliran bahan merupakan tulang punggung fasilitas produksi. biasanya pekerjaan penanganan material secara manual (Manual Material Handling) yang terdiri dari mengangkat. 159 . Pada tata letak industri yang masih berkembang. menurunkan. 1999). 1984). Pekerjaan tersebut merupakan sumber utama komplain karyawan di industri atau bahkan permasalahan dalam tata letaknya yang membutuhkan ruang yang lebih (Ayoub dan Dampsey.2000).

dalam stasiun kerja. Alat dan Bahan 1. 160 . Denah Alat tulis 2. Gambar dilengkapi dengan posisi mesin. Arah utara digambarkan dengan arah atas kertas. 4. gambaran DPW yang diperbesar dan dicetak pada kertas polos putih dengan skala 1:100 atau 1:50. Prosedur Praktikum 1. Satu warna untuk satu kegiatan besat (misalnya bagian produksi berbeda warna dengan bagian kantor. 3.). aliran bahan. posisi operator.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Beri warna agar lebih informatif. dan keterangan lain yang diperlukan. 2. 3. dst. pada kertas ukuran 100 cm X 100 cm. Untuk membuat template. Kertas HVS Data pada praktikum sebelumnya (DPW) B.

Hasil Template terlampir. pada kertas ukuran 100 cm x 100 cm. Pembuatan template. Gambar dilengkapi dengan posisi mesin. Template yang dibuat pada praktikum ini ialah template sesudah dilakukan perbaikan. Roti. Roti. 2. 3. aliran bahan. Tingkat keterkaitan antar kegiatan Pemanfaatan ruang yang ekonomis Kemudahan perluasan Penggabungan yang baik dengan fasilitas luar 161 . dan Kue yang sebelum dan sesudah diperbesar dan dicetak pada kertas polos putih dengan skala 1:100 atau 1:50. dalam stasiun kerja. dan terakhir agar praktikan dapat membuat gambar dua dimensi layout industri yang dirancang.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. B. posisi operator. Pada langkah ini diperlukan beberapa hal. Layout ini sering disebut template. yakni: 1. Arah utara digambarkan dengan arah atas kertas. Pembahasan Pada praktikum acara VIII yang berjudul Template ini bertujuan untuk membuat gambar dua dimensi layout Industri Salma. 4. gambaran DPW industri Salma. dan Kue yang dirancang. dilakukan beberapa langkah. Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW) merupakan dasar bagi rancangan tata letak dan rancangan bangunan yang rinci. Selain itu dapat memberikan informasi pengalokasian kebutuhan ruang dan luas lantai dalam area industri yang ada. Hal ini dikarenakan pada DPW memberikan informasi mengenai perpindahan atau aliran bahan dan mengefektifkan berdasarkan kriteria tertentu. Pada pembuatan template. Langkah pertama ialah menyiapkan hasil data praktikum acara VII yakni Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW). dan keterangan lain yang diperlukan.

2. sedangkan gambar visualisasi secara lengkap dapat dilihat pada template yang merupakan hasil akhir dari penganalisaan dan perencanaan tata letak pabrik. Mesin (machine layout).5. Ada dua fasilitas pabrik utama yang menjadi obyek yang harus diatur letaknya: 1. DPW merupakan template secara global informasi yang dapat dilihat hanya pemanfaatan area. template dari fasilitas produksi dan area kerja merupakan elemen dasar yang sangat penting untuk melihat kelancaran proses produksi.). dan keterangan lain. dst. Template merupakan suatu gambaran yang telah jelas dari tata letak pabrik yang akan dibuat dan merupakan gambaran detail dari DPW yang telah dibuat. Hal ini bertujuan agar template lebih informatif. 7. posisi mesin dan operator. Departemen kerja yang ada dalam pabrik (department layout). Pengertian template ialah gambar dua dimensi untuk menjelaskan pengalokasian wilayah industri yang terdapat informasi mengebnai aliran bahan. 8. stasiun kerja. 9. Dalam suatu pabrik. 6. Satu warna untuk satu kegiatan besar (missal. material. bagian produksi berbeda warna dengan bagian kantor. mesin dan fasilitas prduksi tersebut telah dibuat sebaik-baiknya sehingga bisa mencapai suatu proses produksi yang paling efisien dan bisa mendukung kelangsungan serta kelancaran proses produksi secara optimal atau tidak. Pembuatan template di dalam pabrik merupakan aktivitas yang sangat vital dan sering muncul berbagai macam permasalahan didalamnya. Susunan ruang dan gang Kegiatan dengan kriteria khusus dapat diletakkan dengan tepat Kemudahan pengendalian produksi Memperhatikan syarat-syarat kesehatan dan keselamatan kerja Mematuhi syarat bangunan dan ketentuan wilayah 10. Masalah yang paling utama adalah apakah pengaturan dari semua operator. Luas yang memadai bagi tiap stasiun kerja Jika kedua template selesai dibuat perlu pemberian warna setiap ruangan atau setiap kegitan. 162 .

Pengaturan fasilitas-fasilitas pabrik tersebut memanfaatkan luas area (space) dari ruang produksi pabrik untuk penempatan mesin atau fasilitas penunjang produksi lain yang diplotkan dalam sebuah template. misalnya jalan. sarana olah raga. 2. stasiun kerja. Aliran setiap material. Tujuan utama dalam template industri adalah untuk memberikan informasi-informasi mengenai tata letak pabrik. Tata letak tentang aliran bahan. aliran informasi dan metode yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan peusahaan secara efisien. dan keterangan lainnya. dan lain-lain. pabrikasi. yakni: 1. shipping. ekonomis dan aman. mulai dari receiving sampai dengan shipping. posisi mesin dan operator. antara lain: 1. assembling. Informasi yang dapat dilihat pada template: 1. misalnya receiving. 3. Selain itu pembuatan 163 . Desain template pabrik yang baik dapat memberikan beberapa keuntungan dalam sistem produksi.Perancangan tata letak fasilitas merupakan suatu proses perancangan (design) dan pengaturan letak fasilitas fisik untuk menciptakan keterkaitan antara pekerja. Tata letak pelayanan yang ada di pabrik. 3. Template pabrik sebagai visualisasi tata letak pabrik yang baru (the new plant layout). kantin. aliran bahan. 2. Tata letak bagian produksi. Maka dari itu pada praktikum ini akan dilakukan pembuatan dua jenis template industri. Template pabrik sebagai visualisasi fasilitas produksi yang sudah ada (the existing arrangement) 2. 4. Menaikkan output produksi Mengurangi waktu tunggu operasi produksi (delay) Mengurangi proses pemindahan bahan (material handling) Secara umum bisa dibilang bahwa desain template ikut menentukan efisiensi dalam proses produksi dan ikut mempengaruhi berapa lama kelangsungan atau kesuksesan kerja suatu industri.

Jarak perpindahan yang semakin pendek akan membuat space atau tempat yang ada lebih optimal. Tata letak baru menunjukan perbaikan dengan adanya selisih sebesar 72. 164 .template pabrik yang baik bisa mempermudah dalam proses pengawasan tata letak. template hasil evaluasi diarahkan pada tipe Ushaped.13 m. Hal ini terbukti dengan perhitungan jarak perpindahan sebelum sepanjang 150. Aliran bahan pada tata letak awal tidak menunjukkan adanya back tracking. Selain itu.125 m dan sesudah dilakukan perbaikan menjadi 77. pekerja juga tidak akan cepat mengalami kelelahan karena membawa beban tidak terlalu jauh dan lama. Selain itu. Aliran bahan tata letak sesudah juga menunjukkan tidak adanya back tracking. Jarak perpindahan bahan pada tata letak awal memiliki jarak yang lebih panjang dibandingkan tata letak baru.995 m.

sebaiknya praktikum dibagi menjadi beberapa shift agar suasana lebih kondusif. dan Kue yang dirancang lebih efisien dari pada template sebelum karena dapat mengurangi jarak perpindahan. B. Roti. 165 . Kesimpulan Template baru Industri Salma. Untuk tahun depan.BAB V PENUTUP A. Saran Asisten sudah semakin baik dan semakin lancar dalam memberikan penjelasan dan nilai.

166 . JM. Ergonomic Vol. Atlanta. Tomkins. The Psychophysical Approach to Material Handling Task Design. 1984. Naehring.ac.24 WIB.E. 42. P. USA. Sritomo. and Dampsey. Origins of Industrial Engineering: The Early Years of a Professions. 1990.DAFTAR PUSTAKA Apple. Ergonomi : Studi Gerak dan Waktu. 1988. Howard P. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. II. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Ayoub.umm. No. 1th Edition Facility Planning. Emerson. Diakses pada tanggal 13 Mei 2010 pukul 10. 1996. pp: 17 – 31.. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. Wignjosoebroto. NorcrossGeorgia: Industrial Engineering & Management Press. 2010. 1999.student. G. John Wiley & Sons. and Douglas C. -----------------------------.id/2010/01/30/perencanaa n-tata-letak-suatu-perusahaan/+layout+template+ruangan+industri+adalah &cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id&lr=lang_id. 2000. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ke-3. Dalam http://webcache. Astika. Bandung: ITB. M. James A. M. White John A.googleusercontent..com/search?q =cache:GheEFR80sWoJ:astika. 1.

LAMPIRAN 167 .

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA IX ANALISIS TATA LETAK HASIL RANCANGAN Disusun oleh: Kelompok 10 1. Nika Awalistyaningrum 2. Esti Rumaningsih 3. Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 168 .

Pengaturan fasilitas yang baik dapat mendorong tercapainya suatu aliran bahan yang teratur. kesalahan pengaturan fasilitas akan berdampak negatif secara terus menerus yang berakibat pada ketidakteraturan sistem produksi. Tata letak pabrik merupakan suatu landasan utama dalam dunia industri. Tata letak pabrik yang terencana dengan baik akan ikut menentukan efektivitas kegiatan produksi. aman dan nyaman. B. Latar Belakang Pengaturan fasilitas berperan penting dalam kelancaran proses produksi. aktivitas produksi suatu industri harus berlangsung dalam jangka waktu yang panjang dengan tata letak yang tidak berubah-rubah sehingga maka kekeliruan yang dibuat dalam perencanaan tata letak dapat menyebabkan kerugian yang tidak kecil. analisis pada denah tata letak hasil rancangan industri “Salma. Sebaliknya. Tujuan Praktikum Praktikan dapat melakukan evaluasi hasil rancangan tata letak menggunakan kriteria jarak perpindahan.BAB I PENDAHULUAN A. jumlah back tracking. Peralatan produksi yang canggih dan mahal harganya akan tidak berarti apa-apa akibat perencanaan tata letak yang sembarangan. Bahkan. Roti dan Kue” perlu dilakukan dan dibandingkan dengan tata letak awal. keterkaitan kegiatan dan kenyamanan kerja secara teoritis. dalam jangka panjang tata letak pabrik dapat menjaga kelangsungan hidup suatu perusahaan. 169 . Oleh sebab itu. Pada dasarnya.

sehingga akan tercapai suatu aliran kerja yang teratur. 2003): 1. sehingga akan menghasilkan output yang optimal. Memperbaiki moral dan kepuasaan kerja dan lain-lain yang pada dasarnya kesemuanya itu akan bias meningkatkan produktivitas kerja dan mengurangi biaya operasi. tenaga kerja. 1992). Aliran kerja berlangsung secara normal 4. Keberhasilan perusahaan secara profit merupakan refleksi langsung dari kelancaran proses produksi dan pemindahan bahan yang ditangani secara bijaksana. dan sebagainya) 5. Mengurangi waktu tunggu 3. dapat diperoleh harga produk yang rendah.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengaturan fasilitas pabrik memegang peranan penting dalam kelancaran proses produksi. dan fasilitas produksi 6. 2. 3. antara lain (Anonim 2. gudang. peralatan. service. aliran bahan. Integrasi secara menyeluruh semua faktor yang mempengaruhi faktor produksi. yaitu (Anonim 2. Adapun pengaturan tata letak pabrik yang baik akan memberikan manfaat dalam sistem produksi. Mengurangi kemacetan dan kesimpangsiuran 7. sehinga mampu bersaing di pasar bebas Dalam perencanaan tata letak pabrik ada enam prinsip dasar yang bisa dipakai. 2003): 1. Semua area yang ada dimanfaatkan secara efektif dan efisien 170 . aman dan nyaman. Peningkatan pendaya gunaan pemakaian mesin. Mengurangi proses pemindahan bahan 4. Penghematan penggunaan area (produksi. Menaikkan output produksi 2. Jarak perpindahan bahan diusahakan seminimal mungkin. Tata letak pabrik berhubungan dengan perencanaan dan pengaturan tata letak mesin. dan orang-orang yang bekerja di masing-masing stasiun kerja (Tompkins.

Penggunaan lantai produksi dengan optimal Lantai produksi yng ada harus digunakan seoptimal mungkin. Tenaga kerja yang efektif dan efisien diperoleh dengan cara : a. 7. b. dan operator. Menjaga turnover dalam proses. Melancarkan proses pengolahan dengan cara a. 2. dengan desain plant baik maka penggunaan tenaga kerja menjadi lebih efektif. peralatan. Pengurangan penundaan yang mungkin terjadi. Flexibility Perubahan jumlah dan bentuk produksi penting diperhatikan dalam layout. c. Susunan mesin dan peralatan yang baik dalam pabrik dapat mengurangi jumlah mesin terutama mesin yang sejenis berjumlah banyak. Meminimalisasi pemindahan bahan menggunakan system manual. Merencanakan aliran bahan sedemikian rupa sehingga setiap aliran bahan dapat berjalan dengan baik. yaitu (Anonim 1. 4. Pengaturan tata letak harus fleksibel Tujuan perancangan tata letak. 6. 3. ruang gerak karyawan dan aliran bahan. Dengan plant layout yang baik dapat diperoleh luas lantai yang seminimal mungkin. Mengatur keseimbangan antara waktu operasi produksi dan bebas dari masing-masing departemen atau mesin adalah bagian kerja dan mereka bertanggung jawab terhadap desain tata letak pabrik. Kepuasan kerja dan rasa aman bagi pekerja dijaga sebaik-baiknya 6. 2003): 1. Merencanakan kegiatan pemeliharan yang baik sehingga dapat dihasilkan mutu kerja yang efektif. 171 . bahan. Meminimalisasi material handling. Perbaikan pada susunan mesin. d. Mengusahakan biaya atau investasi serendah mungkin. 5. Luas lantai pada umumnya dipergunakan untuk kebutuhan instalasi mesin. karena hal ini berhubungan dengan biaya.5. Pemakaian tenaga kerja seefektif mungkin Penggunaan tenaga kerja pada pabrik berhubungan dengan desain plant layout yang ada.

aspek estetis. tatanan yang berdekatan. Menyediakan lingkunagn kerja yang memadai seperti pengaturan letak penerangan. dan kemungkinan mempunyai bangunan yang terlalu luas atau terlalu kecil dapat menyebabkan konsekuensi ekonomis yang serius. Jika bangunan yang terlalu kecil dapat mengakibatkan pembagian yang ketat. suku bunga. dan kebutuhan akan tambahan bangunan yang terpisah akan terlalu cepat. kelayakan ekonomis untuk menambah bangunan yang telah ada. dan keselamatan kerja terjamin. kelebihan ruangan tidak akan memberikan akibat yang terlalu serius. 1990): 1. rencana induk. biaya pemindahan ke ruangan baru. perlu tidaknya seluruh fasilatas berada dalam satu lokasi. karena kelebihan ruangan dapat disewakan sampai saat diperlukan sendiri. peluang perubahan produk dan lintasnya. terdapat faktor-faktor pertimbangan perencanaan perluasan (Apple. Biaya Ketersediaan modal. jarak dari operasi perusahaan lainnya. dan lain-lain. biaya pembangunan sekarang dibanding nanti. batasan-batsan hukum. Mengurangi faktor yang mengakibatkan tenaga kerja banyak berjalan dalam lantai produksi. ventilasi. Yang berhubungan dengan tapak Kesiapan pada tapak yang ada dibanding tapak yang baru. jalan. 3. gangguan fasilitas yang ada. biaya sekarang dibanding nanti. ramalan penjualan. dan lain-lain. Bagaimanapun. produksi yang kurang efisien. Pengawasan secara rutin terhadap kinerja para karyawan. kecenderungan ekonomi. Umum Jadwal waktu. Tetapi jika keuangan memungkinkan. 2. e. ukuran tapak. gambaran topografi. biaya penambahan dibanding bangunan baru. c. kejadian-kejadian tentang masa datang.b. 172 . ketentuan kewilayahan. keuntungan perluasan daripada tapak baru. keluasan perluasan yang dibutuhkan. dan lain-lain. d. Mengusahakan keseimbangan antara mesin dan operator sehingga tidak ada salah satu faktor baik mesin atau operator mengalami idle. Oleh karena itu.

4. tinggi ruangan. 2. Perluasan departemen. Perubahan metode produksi. Penambahan departemen baru. jumlah lantai. Penambahan produk baru. 1996): 1. 10. 6. perluasan wilayah pelayanan untuk menyesuaikan dengan perluasan produksi. dan lain-lain. Memindahkan satu departemen. ukuran bangunan. Peremajaan peralatan yang rusak. 3. Dengan mempertimbangkan masukan-masukan yang tepat dan merancang susunan yang dapat merealisasikan masukan tersebut. Perubahan rancangan. jenis bangunan. Di antara penanganan tata letak yang sering digunakan adalah (Wingjosoebroto. 5. lokasi pintu. arah kelayakan perluasan. Penilaian tata letak biasanya menggunakan cara pengukuran dan penentuan kelebihan dan kekurangan design tata letak. 4. Perencanaan fasilitas baru. 7. 9. kemudahan pemindahan dinding. 173 . 8. jarak antar tiang. Penurunan biaya. ketentuan-ketentuan bangunan. Yang berhubungan dengan bangunan Jenis tatanan. maka tata letak akan jauh lebih efektif. Pengurangan departemen.

2. 4. Gunakan peta keterkaitan kegiatan di acara VII untuk mengevaluasi tata letak hasil rancangan. bandingkan dengan tata letak awal (sebelum diperbaiki: acara I). Alat tulis Kalkulator Denah awal industri ”Salma. Alat dan Bahan 1. 5. nilai – sebaliknya). Tuliskan kegiatan-kegiatan yang peletakannya memenuhi dan tidak memenuhi kriteria kedekatan pada peta keterkaitan kegiatan. 3. Bahas hasilnya. Roti dan Kue” B. 4. Hitung perubahan yang terjadi (nilai + menunjukkan hasil rancangan menjadi jauh perpindahan bahannya dan jumlah back tracking lebih banyak. Prosedur Praktikum 1. Roti dan Kue” Diagram aliran bahan industri ”Salma. 3.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. No. 5. 2. Kriteria Jarak perpindahan barang Jumlah backtracking Jumlah kegiatan yang tidak terpenuhinya keterkaitan A Jumlah kegiatan yang tidak terpenuhinya keterkaitan E Tata Letak Sebelum Sesudah Keterangan 4. 174 . Buat diagram aliran dari tata letak perbaikan hasil rancangan. 6. 2. 3. Roti dan Kue” Peta keterkaitan kegiatan industri ”Salma. 1. Hitung jarak perpindahan bahan dan back tracking.

7. 175 . Kenyamanan tata letak bagi karyawan Jumlah dinding permanen yang harus dirobohkan (m panjang) Jumlah dinding yang harus dibangun (m panjang) 6.5.

2 5. Kelebihan: • Area parker luas. 2.13 m 0 0 Keterangan Lebih baik. Hasil Tabel Analisis Tata Letak Hasil Rancangan “Salma. Roti dan Kue” No. Kriteria Tata Letak Sebelum 150.995 m 1. 125 m 0 Sesudah 77.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Tata Letak Usulan Kelebihan: • Penambahan taman pada area parkir • Ruang administrasi berkonsep plant office • Ruang Produksi I digabung dengan 176 . Jarak perpindahan barang Jumlah backtracking Jumlah kegiatan yang tidak terpenuhinya keterkaitan A Jumlah kegiatan yang tidak terpenuhinya keterkaitan E Kenyamanan tata letak bagi karyawan Jumlah dinding permanen yang harus dirobohkan (m panjang) Jumlah dinding yang harus dibangun (m panjang) 0 4 4. 0m 17. penataan rapi dan sudah dipisahkan menurut jenisnya • Ruang administrasi dekat dengan 1. + ++ 6. sudah di-conblock • Area outlet luas.55 m 7.3 m Hasil Evaluasi yang Tidak Tercantum dalam Tabel Analisis Tata Letak Hasil Rancangan Tata Letak Sekarang 1. 3. dengan selisih 72. 0m 12.

Peletakan bahanbahan sudah cukup bagus • Gudang produksi II dekat ruang produksi I • Pencahayaan dapur bagus • Letak kamar mandi strategis dan bersih • Terletak kamar di tempat yang strategis dan terdapat hiburan 2. Kekurangan: • Area parker tanpa pagar. sehingga supplier bisa langsung bertemu dengan manajer. Efisiensi ruang • Ruang Propduksi I berdekatan dengan Outlet sehingga pembeli dapat melihat proses produksi. Penerangan cukup • Gudang cukup strategis karena dekat pintu keluar masuk.pintu keluar. dikhawatirkan kendaraan dapat hilang karena tidak ada penjaga • rak yang terbuka sehingga memperluas peluang terjadinya kontaminasi • Ruang administrasi tidak bersekat • Ruang Produksi I sempit • Pintu gudang selalu terbuka • Ruang Produksi II sempit dan kurang penerangan 2. ruang produksi II sehingga jarak perpindahan lebih pendek • Tetap mempertahankan kelebihan tata letak sekarang Kekurangan: • Kamar Mandi masih terletak dekat ruang produksi 177 .

Evaluasi terhadap hasil rancangan perlu dilakukan untuk mengetahui perubahan perbaikan yang terjadi dibandingkan dengan tata letak yang ada sekarang.B. dan Kue semua perpindahan dilakukan dengan manual. Pembahasan Selaras dengan judul dari praktikum acara IX ini yakni Analisis Tata Letak Hasil Rancangan. Begitu juga dengan jumlah keterkaitan yang tidak terpenuhinya keterkaitan A (mutlak). terjadi penurunan penyimpangan yakni berkurang menjadi dua.55 m dan perlu menambah tembok kembali sepanjang 12. Jarak perpindahan barang pada template sekarang sejauh 150. Walaupun tidak terlalu signifikan. Pada template baru ini.3 m. pada template lama terdapat empat keterkaitan E (sangat penting) yang tidak terpenuhi. praktikum ini bertujuan untuk menganalisis hasil rancangan tata letak dengan kriteria jarak perpindahan. Dengan perbaikan.13 m. Baik tempalate sebelum maupun sesudah keterkaitan mutlak semua dapat terpenuhi. perlu merobohkan tembok sepanjang 17. Dengan demikian terjadi pengurangan 72.125 m sedangkan setelah perbaikan menjadi 77. pengurangan ini sangat membantu pekerja. Sehingga efisisensi perpindahan dapat menurunkan tingkat kelelahan pekerja dan meningkatkan produktivitas. Template sebelum dan sesudah memilki persamaan yakni tidak terdapat back-tracking. akan tetapi dengan template baru kenyamanan dapat lebih ditingkatkan. serta kenyamanan kerja secara teoritis. Roti. Hal ini merupakan tindakan antisipasi agar perbaikan ini lebih realistis untuk diterapkan dalam industri. Kriteria yang lain ialah ditinjau dari kenyamanan bagi karyawan. Karyawan telah merasa nyaman dengan template sekarang. Hal ini dikarenakan dalam industri Salma. Secara garis besar. Akan tetapi. keterkaitan kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa template yang ada sudah cukup baik dan tetap dapat dipertahankan pada pembuatan template baru.995 m perpindahan dengan Template usulan. perbaikan yang dilakukan berkonsep plant office yakni penambahan taman di area parkir dan penggunaan tanaman pot sebagai pem- 178 . jumlah back-tracking.

diharapkan dengan menerapan konsep ini. Roti. Hal ini merupakan bentuk kepedulian terhadap isu pemanasan global serta adanya kesadaran bahwa tanaman dapat menjadi sumber energi dan inspirasi bagi karyawan. dan Kue. pelanggan dapat merasa lebih nyaman dengan penambahan nilai estetika ini. perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan omset penjualan dari Salma.batas ruang administrasi. Lebih jauh. Selain itu. 179 .

Kesimpulan Berdasarkan analisis hasil rancangan tata letak menggunakan kriteria jarak perpindahan. perlu penambahan biaya untuk menerapkan konsep plant office. B. Saran Asisten sudah semakin baik dan semakin lancar dalam memberikan penjelasan dan nilai.55 m. 180 . Selin itu. Untuk tahun depan. sebaiknya praktikum dibagi menjadi beberapa shift agar suasana lebih kondusif. Akan tetapi perlu dilakukan perobohan dinding permanen sepanjang 17. dan kenyamanan kerja secara teoritis. diperoleh hasil bahwa tata letak hasil rancangan lebih baik dari tata letak awal. keterkaitan kegiatan. jumlah backtracking.BAB V PENUTUP A.

Wignjosoebroto. Dalam http://digilib. 2003. M. 2003.DAFTAR PUSTAKA Anonim 1. Dalam http://himathrik2.php?page=1&submit. Apple. Diakses hari Selasa tanggal 11 Mei 2010 pukul 21.tripod.y=0&qual=high&fname =/jiunkpe/s1/tmi/2003/jiunkpe-ns-s1-2003-25499153-3875-atm-chapter2. Diakses hari Selasa tanggal 11 Mei 2010 pukul 21. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. JM. ITB. Sritomo. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. J. 1996.31 WIB. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan.ac.34 WIB. Facilities Planning. Bandung. 1990.x=0&submit. Mengatur Tata Letak Pabrik. Perencanaan Tata Letak dan Fasilitas. Anonim 2. Tompkins. 1992.co m/tataletakpabrik. 181 .petr a.htm. New York: John Wiley & Sons Inc.id/viewer.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->