LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA I DENAH TATA LETAK AWAL DAN DESKRIPSI

PERUSAHAAN

Disusun oleh : Kelompok 10 1. Nika Awalistyaningrum 2. Esti Rumaningsih 3. Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131)

Asisten : Khusnul Khotimah

LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Keberhasilan suatu industri merupakan dampak positif dari pengitegrasian faktor produksi dan sistem menejemen sehingga dapat lebih efektif dan efisien. Salah satu penentu adalah tata letak atau lebih dikenal dengan nama layout dari industri. Tanpa menganaktirikan faktor lain, tata letak ini memiliki peranan dalam proses penekanan biaya produksi. Pengetahuan akan tata letak tersebut meliputi work center dan peralatan dalam proses konversi untuk mengoptimumkan hubungan antara petugas pelaksana, aliran bahan, aliran informasi dan tata cara untuk mencapai tujuan. Fungsi utama adalah memanfaatkan area seefektif mungkin. Sebagian besar biaya produksi dialokasikan untuk penanganan bahan, maka dengan mengefi-siensikan area maka akan mengurangi biaya penanganan bahan. Dengan demikian, biaya produksi dapat diminimalisir. Kajian tata letak merupakan bekal yang penting untuk dikuasai. Oleh karena itulah untuk menambah pengetahuan, maka dilakukan kunjungan industri ke “Salma, Roti, dan Kue”. Kunjungan ini dapat memberikan gambaran mengenai pengaplikasian teori tata letak dalam industri yang sebenarnya. Industri “Salma, Roti, dan Kue” dipilih karena adanya kesadaran akan tingginya prospek industri bakery di masa yanga akan datang. Dewasa ini, kesibukan dan semakin meningkatnya aktivitas manusia menyebabkan kecenderungan masyarakat lebih menyukai hal-hal yang instan dan praktis. Salah satunya adalah roti dan kue. Roti ini memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi sehingga dapat menggantikan konsumsi nasi. Roti lebih fleksibel karena dapat dimakan dimanapun dan hanya membutuhkan waktu yang relatif lebih singkat. Pola konsumsi inilah yang semakin memperbesar peluang akan berjamurnya industri bakery.

2

B. Tujuan Praktikum Praktikum ini dilakukan dengan tujuan: 1. Praktikan dapat menggambarkan tata letak awal suatu industri. 2. Praktikan dapat mendeskripsikan (memberikan gambaran) mengenai kondisi umum industri yang digunakan sebagai objek kajian.

3

perencanaan fasilitas dimaksudkan sebagai sarana untuk perbaikan layout fasilitas yang digunakan dalam penanganan material (material handling). yaitu berkaitan dengan perencanaan lokasi pabrik (plant location) dan perancangan fasilitas produksi yang meliputi perancangan struktur pabrik. Salah satu usaha terbaik untuk menekan biaya produksi adalah dengan menghilangkan atau mengurangi sebesar mungkin aktivitas yang nonproduktif.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Perencanaan fasilitas merupakan rancangan dari fasilitas-fasiltas industri yang akan dibangun. 4 . 1992). perancangan tata letak fasilitas dan perancangan sistem penanganan material (Apple. Tata letak yang baik merupakan wahana untuk mencapai tujuan ini (Machfud dan Yudha. 1990). Selain aspek tersebut. peralatan. peningkatan produktivitas usaha tidak terlepas dengan meningkatkan produktivitas personil yang terlibat dalam aktivitas produksi atau aktivitas yang menunjang proses produksi. aliran bahan. dan perencanaan fasilitas secara keseluruhan. penentuan peralatan dalam proses produksi. Tata letak pabrik merupakan alat yang efektif untuk tujuan tersebut. Di dunia industri. mengurangi kebutuhan personil dan peralatan. dan orang-orang yang bekerja di masing-masing stasiun kerja (Tompkins. Hal ini karena suatu tata letak pabrik yang efisien paling tidak dapat menekan biaya penanganan bahan. serta mengurangi persediaan dalam proses. Untuk itu. sehingga akan menghasilkan output yang optimal. Pengaturan fasilitas pabrik memegang peranan penting dalam kelancaran proses produksi sehingga akan tercapai suatu aliran kerja yang teratur. usaha untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kerja bagi personil merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan. Ada dua hal pokok dalam perencanaan fasilitas. Keberhasilan perusahaan secara profit salah satunya merupakan refleksi langsung dari kelancaran proses produksi dan pemindahan bahan yang ditangani secara bijaksana. dan nyaman. Tata letak pabrik berhubungan dengan perencanaan dan pengaturan tata letak mesin. aman. 1990).

Menurut Rusdiyantoro (2010), tata letak pabrik (plan/fasilitas layout) adalah suatu landasan utama dalam dunia industri dan dapat didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas fisik pabrik guna menunjang kelancaran proses produksi. Tujuan utama desain tata letak pabrik adalah meminimalkan biaya untuk kontruksi dan instalasi baik untuk bangunan mesin, maupun fasilitas produksi lainnya; mengurangi biaya pemindahan bahan (material handling costs) serta biaya produksi, maintenance, safety, dan inprocess storage cost. Jenis-Jenis atau macam-macam tata letak pada pabrik ada tiga, yaitu (Anonim 1, 2006): 1. Tata Letak Berdasarkan Produk / Layout by Product. Tata letak jenis ini membentuk suatu garis mengikuti jenjang proses pengerjaan produksi suatu produk dari awal hingga akhir. Layout produk dipilih apabila proses produksi telah distandarisasikan dan berproduksi dalam jumlah besar. Setiap produk akan melalui tahapan operasi yang sama sejak awal sampai akhir. Penyusunan bagian diatur sedemikian rupa sehingga dari bagian tersebut dapat dihasilkan suatu jenis produk tertentu.. Atas dasar produk, terlebih dahulu ditentukan jenis pekerjaan yang harus dilakukan pada produk yang akan dihasilkan. Pengaturan tata letak fasilitas pabrik seperti mesin, tidak memandang tipenya dan penempatannya sesuai dengan urutan dari satu proses ke proses yang lain. Contoh : tempat cuci mobil otomatis, kafetaria, atau perakitan mobil. 2. Tata Letak Berdasarkan Proses / Layout by Process Layout pada jenis tata letak berdasarkan proses memiliki bagian yang saling terpisah satu sama lain aliran bahan baku terputus-putus dengan mesin disusun sesuai fungsi dalam suatu grup departemen. Layout proses atau layout fungsional adalah penyusunan layout dimana alat yang sejenis atau yang mempunyai fungsi sama ditempatkan dalam bagian yang sama. Model ini cocok untuk discret production dan bila proses produksi tidak baku, yaitu jika perusahaan membuat berbagai jenis produk yang berbeda atau suatu produk dasar yang diproduksi dalam berbagai macam variasi. Atas dasar proses, terlebih dahulu ditentukan jenis produk, tipe manufacturing,

5

dan karakter peralatan produksi. Mesin-mesin dan peralatan yang mempunyai karakter serupa dikelompokkan menjadi satu, contoh

pemakaian layout ini adalah untuk pergudangan, rumah sakit, universitas, dan perkantoran. 3. Tata Letak Berdasarkan Stationary / Layout by Stationary Tata letak jenis ini mendekatkan sumber daya manusia / sdm serta perlengkapan yang ada pada bahan baku untuk kegiatan produksi. Rusdiyantoro (2010) mengemukakan bahwa dasar dalam perencanaan tata letak pabrik, yaitu prinsip integrasi total (integrasi secara total dari seluruh elemen produksi), prinsip jarak perpindahan bahan (pemindahan dari satu operasi ke yang lain dengan menghemat waktu dan mengurangi jarak perpindahan), prinsip aliran proses kerja (kelengkapan dari jarak perindahan bahan untuk menghindari gerakan balik , memotong, dan macet), prinsip pemanfaatan ruangan (pengaturan ruangan yang dipakai manusia, bahan baku, mesin dan peralatan), prinsip kepuasan dan K3 (kepuasan para pekerja dan menjaga faktor keselamatan), serta prinsip fleksibilitas (mengikuti perkembangan zaman dan mengimbanginya). Tujuan menyusun layout yang baik (Anonim 2, 2010) antara lain mengurangi jarak pengangkutan material dan produk yang telah jadi sehingga mengurangi material handling, memperhatikan frekuensi arus pekerjaan, memungkinkan ruang gerak yang cukup di sekeliling setiap mesin, untuk dapat direparasi dengan mudah, mengurangi ongkos produksi karena cost ditekan seminimum mungkin, mempertinggi keselamatan kerja sehingga keamanan bekerja terjamin, memberikan hasil produksi yang baik, memberikan service yang baik bagi konsumen, mengurangi capital investment, mempertinggi fleksibilitas, untuk memungkinkan menghadapi permintaan perubahan, memperbaiki moral pekerja, mengusahakan penggunaan yang lebih efisien dari ruang atau lantai, baik dalam arah horizontal maupun dalam arah vertikal, mengurangi delays (keterlambatan atau stopped) dalam pekerjaan, dapat mengadakan pengawasan yang lebih baik, maintenance lebih mudah dilakukan, mengurangi manufacturing cycle (waktu produksi), serta penggunaan equipment dan fasilitas yang baik dalam

6

pabrik. Faktor yang harus dipertimbangkan dalam menyusun plant layout yaitu (Anonim 2, 2010): 1. Produk yang dihasilkan a. Besar dan berat produk tersebut Apabila produk besar dan berat maka memerlukan handling yang khusus seperti fork truck atau conveyor yang di lantai sehingga memerlukan ruangan bergerak. Sedangkan, apabila produknya geraknya tidak terlalu besar. b. Sifat dari produk tersebut, yaitu apakah mudah pecah atau tidak, mudah rusak atau tahan lama. 2. Urutan produksi Faktor ini penting terutama bagi product layout karena product layout penyusunan didasarkan pada urutan-urutan produksi (operation sequence) 3. Kebutuhan akan ruangan yang cukup luas (special requirement) 4. Peralatan atau mesin-mesin Apabila mesin berat, maka diperlukan lantai yang lebih kokoh. 5. Maintenance dan replacement Mesin-mesin harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga maintenance atau replacement mudah dilakukan. 6. Keseimbangan kapasitas (balance capacity) harus diperhatikan terutama dalam product layout karena mesin-mesin diatur menurut urutan proses. 7. Minimum movement Dengan gerakan yang sedikit maka biaya akan lebih rendah. 8. Aliran (flow) dari material Aliran ini dapat digambarkan, yaitu merupakan arus yang harus diikuti oleh produk pada saat dibuat, gambar mana yang sangat penting bagi perencanaan lantai atau ruangan pabrik (floor plan). 9. Employee area Tempat kerja buruh di pabrik harus cukup luas sehingga tidak mengganggu keselamatan dan kesehatan serta kelancaran produksi

7

8 . 12.10. 13. jangan terlalu dingin. toilet. Flexibility Perubahan-perubahan dari produk atau proses atau mesin dan sebagainya hampir tidak dapat dihindarkan karena sesuai dengan perkembangan teknologi dan perubahan-perubahan kecil yang terjadi tidak memerlukan biaya yang tinggi. Plant climate Udara dalam pabrik harus diatur yaitu harus sesuai dengan keadaan produk dan buruh. dan sebagainya) diatur sedemikian rupa sehingga dekat dengan tempat bekerja di mana sangat dibutuhkan 11. jangan terlalu panas. tempat istirahat. Waiting area. tempat parkir mobil. dan juga jangan merusak kesehatan buruh. Service area (seperti cafeteria. yaitu untuk mencapai aliran material yang optimal maka harus diperhatikan tempat-tempat dimana barang menunggu untuk diproses.

Membuat denah tata letak menggunakan skala 1:100 atau skala yang lain tergantung besar kecilnya industri yang digunakan sebagai objek kajian. Roti. Penghapus 5. Menggambar hasil pengukuran pada kertas A4 dengan menggunakan skala yang sesuai. Kalkulator 6. dari area tanah yang terpakai untuk bangunan maupun area yang tersisa (belum termanfaatkan) b. dan Kue B. Data hasil kunjungan ke industri Salma. Melakukan praktikum pendahuluan berupa kunjungan ke industri Salma. dan Kue. 2. Pelaksanaan Praktikum 1. Pensil 4.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Cara pembuatan: a. Mengukur seluruh ruangan dan masing-masing area stasiun kerja (baik area yang dibatasi oleh dinding maupun yang tidak dibatasi oleh dinding) c. Penggaris 3. 3. 9 . Kertas milimeter 2. Roti. Mengukur panjang dan lebar seluruh area industri. Kertas A4 Bahan 1. Alat dan Bahan Alat 1.

alat pemindah bahan. e. 2) Dinding luar bangunan digambarkan dengan garis tebal. Menggambar industri dilakukan seperti memotret industri dari atas. 3. yang terlihat hanya ruangan (area kerja).d. Mendeskripsikan industri yang berisi gambaran umum perusahan. Gambaran ini meliputi bidang usaha. dan alat-alat besar. rencana masa depan (kapasitas yang diharapkan). sistem pembagian kerja. 10 . 3) Area kerja tanpa ada batas ruang (batas maya) digambarkan dengan garis putus-putus (------) 4) Nama ruang diberikan langsung pada gambar atau di samping gambar sebagai keterangan. proses produksi. 5) Skala harus jelas dan dicantumkan di bagian bawah gambar. dan lain-lain. Cara penggambaran: 1) Penggambaran lokasi sesuai dengan arah mata angin. jumlah tenaga kerja dan spesifikasi. kapasitas produksi. sistem penyimpanan barang. batas ruang. alasan pemakaian ruang. Utara digambarkan arah atas. jam kerja.

46) m2 b8 rak (0.9x1.6) m2 e3 bahan baku 2 (0.75x0. Ruang Administrasi c1 meja (1.5) M2 g2 lemari pengemas (3.8x0.5x0.59x0.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.5 m L F f4 f3 d6 d3 f2 e5 g1 f1 E d4 e4 g2 e1 G 5.08 m B b1 b8 b5 c2 C c1 b6 b7 8.8) m2 d5 rak (1.79x0.8x4.95) m2 f4 rak (1.1x0.86x1. Ruang Produksi II f1 slicer (0.76 m 1.4x0.2x0.5 m 4.5) m2 G.25 m h2 h4 h3 1.3x0.8) m2 f3 lemari(0.7) m2 d3 mixer besar (0.5) m2 b2 rak pesanan (3. Denah Tata Letak Industri Salma.9x1.7) m2 b4 kasir (1.5) m2 H.8) m2 d4 mixer kecil (0.42) m2 K. Ruang Produksi I d1 oven (2.03 m d5 d1 d2 e3 j1 e2 D 21. Roti.6 x 0.2x0. Kamar Mandi 2.59x0.12 m b2 b3 J b4 b9 b10 6.7x0.6x0.5) m2 I.91) m2 e4 bahan baku 3 (1.6) m2 b7 lemari (2.6x0.6 m Keterangan: K A.04 m 3.8x1.97) m2 d2 meja (1.5x2) m2 c2 meja (1.65x1.5x1. Kamar Mandi L. dan Kue DENAH TATA LETAK AWAL INDUSTRI SALMA ROTI DAN KUE N 11.7) m2 h2 kompor (2. Hasil 1. Gudang e1 bahan baku 1 (1.15x2.7) m2 b6 kulkas (0.7) m2 b5 rak (3.53 m 5.6) m2 h5 rak (1.8) m2 E.5x0.05) m2 e2 timbangan (0. Lorong j1 rak (0.54 m 3m 5.6x1) m2 e5 bahan baku 4 F. Kamar J.05) m2 C.7) m2 b3 freezer (1.5x2)m2 h4 sumur (0.55x0.5 m I h1 H h5 1.49) m2 d6 devider (0. Outlet b1 rak (3.75x0.8x0. Dapur h1 meja (1.05) m2 b9 rak (0.8) m2 f2 meja (0.56 m A SKALA 1:100 5.6x0. Area Parkir B. Lorong g1 rak (0.7x0.05) m2 b10 rak (0.5x0.5x1) m2 D.85) m2 h3 tempat pencucian (1.25 m 11 .

Kamar 2 2 B7 lemari (2.65x1. Ruang Produksi I D1 oven (2.7x0.1x0.3x0.6) m2 H5 rak (1. Dapur H1 meja (1.49) m2 D6 devider (0.2x0.8) m2 F2 meja (0.8)m2 D5 rak (1.8x1.7)m2 B6 kulkas (0.6x0.6x0.8x0.05)m2 B10 rak (0.7) m2 B3 freezer (1.8) m2 E.05)m2 C.7) m2 H2 kompor (2.5) m2 G2 lemari bahan pengemas (3.91) m2 E4 bahan baku 3 (1.05) m2 E2 timbangan (0.8) m2 F3 lemari(0.9x1.79) m2 K.85) m2 H3 tempat pencucian (1.5x1) m2 D.5x0.8x4.7) m D3 mixer besar (0.55x0. Lorong J1 rak (0.46)m2 B8 rak (0.59x0. Gudang E1 bahan baku 1 (1.7)m2 B4 kasir (1.6)m 2 2 F1 slicer (0.4x0.2x0.6x0.05)m B9 rak (0.5x2) m2 C2 meja (1. Ruang Administrasi C1 meja (1. Area Parkir B.59x0. Lorong G1 rak (0.9x1.95) m2 F4 rak (1.9x0.5x2)m2 H4 sumur (0.6 x 0.5x1.6x1) m2 E5 bahan baku 4 F.7)m2 B5 rak (3.75x0.5x0.6) m2 E3 bahan baku 2 (0. Kamar Mandi L.86x1.5) m2 G. Kamar Mandi D2 meja (1.5) m2 B2 rak pesanan (3.75x0. Ruang Produksi II .15x2.5x0.A.7x0.79x0.5) m2 I.8)m2 D4 mixer kecil (0.97) m J.5) m2 H. Outlet B1 rak (3.

Konsumen perusahaan ini adalah supermarket dan hotel-hotel di Solo. Target penjualan industri ini adalah masyarakat kalangan menengah ke bawah. Oleh karena itu. Roti. Lahan yang digunakan merupakan kerja sama dengan kakak ipar sepupu bapak Bambang. HS). sebagai tempat produksi dan menyewa lokasi lain sebagai outlet. pada Desember 2004 industri ini mengalami kerugian sekitar 50 juta rupiah. Target konsumen adalah masyarakat kalangan menengah ke bawah. Akhirnya. tidak disetor ke penjual. Akibatnya. Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa animo masyarakat kalangan ke bawah di Yogyakarta terhadap roti dan kue masih rendah. Deskripsi Perusahaan Industri ’Salma. Target konsumen menjadi kalangan menengah ke atas dengan sistem penjualan outlet. Hadi Suwarno (CV. Pada tahun 1992 pemegang saham CV. dan Kue’ ini didirikan di sisi barat-utara perempatan Kamdanen Ngaglik Sleman. Roti. Oleh sebab itu. Perusahaan ini bergerak di bidang supplier sayur. buah. ikan. dan Kue’ mengalami kendala lagi pada Agustus 2007 ketika terjadi sengketa tanah yang digunakan sebagai lokasi industri. Industri ini merupakan salah satu jenis pengembangan usaha dari putra-putri bapak Hadi Suwarno.2. dan sebagainya. Nama ’Salma’ dipilih tanpa pertimbangan khusus. Kapten Haryadi Lojajar Sinduharjo Sleman. Roti. yaitu Jl. manajer operasional di ’Salma. Roti. Indutri ’Salma. Pada tahun 2004 muncul kemauan para pemegang saham untuk mengembangkan usaha dan mulai merambah ke kota Yogyakarta. industri ’Salma. pada Januari 2005 industri ini mengubah segmentasi pasar yang dituju sekaligus sistem pemasaran. HS mengembangkan usaha dengan mendirikan ’Top One Donat’ yang kemudian beralih menjadi ’Top One Bakery’. Industri ini juga dikembangkan di Solo. lokasi tersebut masih harus perlu 13 . dan Kue’ pusat. sehingga cara pemasaran dilakukan dengan memasok roti ke penjual. indutri tersebut harus pindah ke lokasi saat ini. Pada tahun 1989 anak-anak dari bapak Hadi Suwarno mendirikan bisnis keluarga dengan nama CV. dan Kue’ yang dikunjungi terletak di Jalan Kapten Haryadi Lojajar Sinduharjo Sleman. Akan tetapi.

00-13. Beliau berkata jika prosuk tersebut selama 2 hari tidak laku di outlet. Sistem penggajian karyawan dilakukan setiap bulan yang terdiri dari gaji pokok.00. 14 . Ada sistem penjualan produk yang menarik. kerja lembur. Proses produksi dilaksaanakan setiap hari dimulai pukul 05. Cuti tersebut merupakan hak karyawan dan merupakan kewajiban yang harus diberikan oleh pihak manajemen. dan Kue’ mengalami pindah total ke lokasi yang digunakan sampai saat ini.00 untuk shift pertama dan shift kedua dimulai dari pukul 16. Cuti diberikan 12 hari dalam satu tahun. dan bonus pesanan masingmasing karyawan 5% dari laba penjualan. yakni produk hanya dijual di outlet selama 3 hari (mengingat batas kadaluarsa roti tsb hanya 3 hari). Masalah lain yang juga pernah muncul adalah terdapat ketidakcocokan dengan pekerjaan tersebut. seorang pembantu umum dan 3 orang bekerja sebagai penjaga kasir.00 untuk shift kedua. Roti.00-16.dipugar ulang. terbukti dengan laku keras produk roti yang dihasilkan. tahun 2008 pembangunan selesai sehingga tempat produksi sekaligus outlet ’Salma. seorang keuangan. maka langsung didistribusikan ke pasar-pasar tradisional dengan harga 50% lebih murah.00 untuk shift pertama dan pukul 13. PT Salma. Akhirnya. Jam kerja untuk kasir sekaligus pelayan pada hari biasa dan hari besar dimulai dari pukul 06. Waktu cuti bisa ditentukan sendiri oleh karyawan. Roti. dan Kue cukup mendapat sambutan yang apresiatif dari masyarakat.00-13. seorang bagian administratif.0024. baik berupa pemindahan bagian ataupun pindah cabang. Khusus untuk menghadapi hari raya proses produksi dimulai dari pukul 08. hampir semua prosuknya sudah terjual habis.00. Pegawai terdiri dari 11 orang dengan spsifikasi 4 orang di bidang produksi. akan tetapi bila banyak order maka karyawan tidak diperbolehkan untuk cuti. Selama kurun waktu 3 hari tersebut. Pengelolaan SDM di Salma.00-21. dan Kue dilaksanakan dengan ketentuan perusahaan. tunjangan. seorang di bagian penggudangan. Jika sudah demikian maka pegawai tersebut akan dipindahkan. Roti.

dan pisau roller pizza. 400 ml air. Penyimpanan bahan ini perlu dipisahkan dari area lain agar mengurangi resiko kontaminasi. Dalam ruangan ini terdapat timbangan untuk menakar atau menimbang jumlah bahan yang akan digunakan untuk membuat produk. dan telur. Gudang berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan baku seperti terigu. 30 gram ragi instant. Sementara itu. 1 kg resep. Semua bahan ditimbang sesuai kebutuhan. Letak gudang disarankan untuk 15 . kamar mandi dan dilengkapi dengan area parkir yang cukup luas. Selanjutnya. Roti yang sudah dikemas siap diantar ke pelanggan maupun dijual di outlet yang terletak di lokasi yang sama. outlet. oven. Di ruangan ini bahan baku disimpan sebelum diproduksi. 5 butir kuning telur. sendok. Roti. 100 gram mentega. mentega. dapur. devider. dan Kue ini terdiri dari beberapa ruang. kamar. Proses pembuatan roti manis diawali dengan menyiapkan semua alat dan bahan. bahan dimasukkan dalam mixer dan diaduk selama lebih kurang 20 menit hingga kalis. Adonan yang sudah dibentuk dimasukkan ke dalam loyang lalu didiamkan selama 2-3 jam sesuai suhu lingkungan saat itu. kuas. bahan yang dibutuhkan adalah 1 kg tepung terigu. yakni gudang. Apabila sudah mengembang. Ragi yang biasa dipakai adalah Rhizopus stolonifer yang masih satu golongan dengan ragi tempe Rhizopus oligosporus. Industri Salma.B. Pembahasan Roti merupakan salah satu makanan fermentasi (fermented food) yang melibatkan mikroorganisme dalam bentuk ragi. Sedangkan. gelas takar. loyang. dan selai secukupnya. Jenis roti yang diproduksi sangat bervariasi. Tahap berikutnya. ruang produksi 2. roti didinginkan selama 15-30 menit lalu roti siap dikemas. timbangan. Setelah roti matang. adonan tersebut dimasukkan ke dalam oven selama 15-20 menit. 50 gram margarin. Peralatan yang digunakan untuk pembuatan roti manis adalah mixer. ruang produksi 1. adonan dibagi dengan devider kemudian adonan tersebut dibentuk dan ditambah selai sesuai kebutuhan. salah satunya roti manis. Rhizopuis oryzae. loyang diolesi dengan mentega agar adonan tidak lengket.

adonan pastry dan croissant. Ruangan selanjutnya adalah ruang produksi 2. Selain itu. Akan tetapi. yakni dalam penyiapan semua bahan isi roti. Ruangan ini tidak dibatasi oleh dinding dengan ruang outlet sehingga konsumen dapat melihat langsung proses produksi dan memastikan produk terjual dalam keadaan fresh from the oven. dapat dengan mudah masuk ke ruangan ini. Mesin ini dapat membagi adonan menjadi potongan yang sama persis berbentuk semi bulat hingga bulat. bowl tidak berputar sehingga menghasilkan adonan yang rata dan lembut. Sebaiknya. Begitu pula dengan pintu yang tidak selalu tertutup sehingga binatang. seperti : cream. pintu gudang tertutup. Ruang produksi 1 merupakan tempat pengadukan. nilai lebih dari letak gudang adalah berdekatan dengan pintu masuk samping yang merupakan lorong sehingga proses pengangkutan lebih mudah dari luar ke dalam gudang. Akan tetapi di sisi lain. seperti tikus. pencetakan dan pengovenan. Mata mixer dapat diganti sesuai dengan jenis bahan. Proses produksi panjang dan melibatkan banyak karyawan sehingga ruang produksi dibagi menjadi dua. aneka tepung. Pada ruangan ini terdapat meja untuk 16 .dijauhkan dari kamar mandi agar tidak rentan kontaminasi. Mixer roti planetary ini bekerja berdasarkan teori perputaran planet. beater berputar mengitari bowl. setelah tidak berproduksi. hal ini juga menyebabkan adanya kemungkinan kontaminasi debu saat didinginkan. terdapat meja besar sebagai tempat pembentukan adonan. beater untuk mengaduk makanan keju. telur. fermentasi. serta pengolesan loyang. Peralatan lain yang terdapat di ruangan ini adalah meja besar sebagai tempat pembentukan roti dan rak sebagai tempat fermentasi. Mesin ini berfungsi membagi adonan berbentuk semi bulat dengan kapasitas 32 bagian per kg dengan berat sekitar 30-100 gram. susu segar. mentega. yakni spiral untuk mengaduk adonan tepung dan jenis makanan yang sangat kental. Untuk memastikan agar berat setiap kemasan relatif sama maka adonan sebelum dibentuk (dicetak) dibagi dengan mesin dough devider-rounder. terdapat pula mixer kecil dan besar. dan jenis whip mengaduk bahan makanan encer. Selain itu. Ruangan ini memiliki fungsi sebagai tempat produksi.

Selain itu. Selain itu. tata letak di ruang ini sudah cukup baik karena dapat memanfaatkan lahan dengan baik sehingga ruangan yang cukup kecil terlihat lebih luas dan dapat dilalui dengan leluasa. maka cukup riskan terjadi kontaminan. Pada bagian utara dapur terdapat luasan untuk tempat pencucian peralatan produksi. seperti sabun. Namun. dua buah meja untuk meletakan kompor. Maka dari itu. Ruangan ini merupakan ruangan yang strategis dengan ruang produksi satu. dan kelapa. Ruangan ini juga terdapat lemari sebagai tempat untuk menyimpan bahan-bahan isi roti. Pengolesan ini bertujuan agar roti setelah pengovenan. meja ini juga berfungsi sebagai tempat meletakan loyang untuk diolesi dengan mentega oleh pekerja. dan kamar pribadi. Penyimpanan rak berdampingan dengan kamar mandi. dan rak untuk 17 . dan sebuah meja untuk tempat pengolesan loyang dengan mentega. Pada ruangan ini juga terdapat mesin untuk slicing roti yang disebut slicer. penerangan di ruang ini cenderung redup. alas. begitu juga dengan kamar pribadi. daging. untuk mendukung aktivitas ini. mudah untuk mengambil atau roti tidak lengket pada loyang. dari ruang produksi dua ke ruang produksi satu. Hal ini dikarenakan proses fermentasi melibatkan kegiatan bakteri yang rentan terhadap kondisi lingkungan. coklat. Pada luasan ini terdapat sumur yang berbentuk persegi dengan bagian sisi memiliki bentuk melengkung dengan sudut 600. toilet. Selain itu juga terdapat peralatan pencucian. sapu. Hal ini memudahkan karyawan untuk melakukan proses pemindahan produksi. karena tidak mendapat sinar matahari langsung. keju. dan dapur. pada ruangan ini juga terdapat rak yang berfungsi sebagai tempat untuk mendukung aktivitas fermentasi pada roti. kacang. sosis. Di dapur ini terdapat tiga buah meja yang saling berdampingan. ruangan memiliki sifat yang lembab tidak terlalu panas atau dingin. Fermentasi ini berlangsung kurang lebih selama dua hingga tiga jam. Fermentasi bertujuan untuk mengembangkan adonan roti. toilet.mendukung aktivitas produksi dalam penyiapan bahan isi roti seperti pisang. Dapur berfungsi sebagai tempat penggorengan daging untuk bahan isi roti. terutama suhu. dapur. Selain itu.

produk yang 18 . dan sebuah meja untuk kasir. Lorong ini dimanfaatkan oleh pemilik untuk menyimpan kardus-kardus untuk pengemasan produk roti pesanan maupun roti yang dijual di outlet. sebuah lemari. Dapur juga digunakan sebagai dapur rumah tangga. Pada gedung industri ini. penggaris. Pada lorong ini juga terdapat rak sebagai tempat penyimpan peralatan produksi.25 meter.5 meter dan langsung terhubung dengan pintu keluar. terdapat ruangan outlet.6 x 1. Sebelah barat ruangan administrasi. bagian timur dapur. bolpoint. dan lain-lain. Lokasi ini berukuran 5. sebuah kulkas. Penataan dapur sudah baik. seperti buku. Rak pada lorong ini terletak di depan pintu gudang penyimpanan dan terdapat juga pada samping selatan pintu gudang. Kamar mandi ini terhubung dengan tangga untuk menuju ke lantai dua. dan Kue ini termasuk dalam tipe tata letak process layuot.6 meter sepanjang 18. Bagian selatannya. Enam rak sebagai tempat display untuk menempatkan roti-roti yang akan dipasarkan.56 meter.69 meter. Berdasarkan sistem aliran bahan.38 x 3. terdapat enam buah rak. terdapat lorong yang kira-kira berlebar 1. dua buah kursi. agar client dapat mudah menjumpai pemilik perusahaan untuk memesan roti secara langsung. Rak diatur dengan mempertimbangkan jarak yakni kira-kira berjarak satu meter antar rak. Hal ini terlihat dari penempatan mesin dilakukan berdasarkan kesamaan fungsi. Sebelah selatan tempat pencucian ini terdapat lorong yang terbuka (tidak ada pembatas tembok ataupun pintu). dan segala perlengkapan pencatatan dokumentasi kegiatan industri ini.75 meter. Hal ini bermaksud agar memberi posisi yang memudahkan pelanggan untuk memilih roti yang ada pada display. Ruangan ini berukuran 8. Penempatan kantor administrasi ini diletakkan pada bagian depan gedung. tata letak awal Industri Salam. terdapat kamar mandi yang berukuran 1.tempat meletakan alat-alat produksi yang memiliki ukuran sedang hingga kecil. Lorong ini berukuran 1 x 4. Pada ruangan ini.04 x 4. sebuah freezer. Roti. Pada ruang administrasi terdapat fasilitas-fasilitas untuk mendukung kegiatan administrasi yakni dua buah meja.

Selain itu. tata letak ini juga memiliki kekurangan yakni garis produksi menjadi lebih panjang. menyebabkan work in process. total waktu lebih lama. Tipe tata telak ini dipilih karena memiliki berbagai kelebihan. fleksibilitas produksi tinggi karena dapat mengerjakan berbagai tipe produk. mesin lebih efisien serta meningkatkan kepusan kerja dengan melakukan pekerjaan yang berbeda-beda atau menurunkan kejenuhan. volume produksi tiap produk relatif kecil. Kelebihan tersebut antara lain dapat meminimalisir investasi mesin karena bersifat general purpose. skill pekerja tinggi. dan perlu banyak pengawasan.dihasilkan beragam. 19 . biaya pemindahan lebih mahal. dan perencanaan produksi jauh lebih kompleks.

Berdasarkan hasil pengamatan kelompok 10 pada Salma. Hal ini membuat sebuah industri membutuhkan suatu rangkaian layout agar mudah dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya. Roti. Hadi Suwarno.BAB V PENUTUP A. Kegiatan praktikum di dalam kelas lebih difokuskan pada diskusi kelompok. 20 . Tata letak pabrik merupakan suatu hal yang paling penting dalam sebuah industri. B. 2. Kesimpulan 1. Salma. Saran 1. dan Kue menunjukkan bahwa industri tersebut telah menerapkan penataan layout yang cukup baik sehingga proses produksi dapat lebih efektif. Roti. Sebaiknya tempat untuk praktikum perlu dipersiapkan sebelumnya agar praktikan nyaman dan acara dapat berjalan lancar. 2. dan Kue merupakan salah satu usaha yang dikembangkan oleh CV. Industri ini telah memiliki empat cabang. Salah satunya berada di jalan Kapten Haryadi Lojajar Sinduharjo Sleman.

http://dspace. Machfud dan Yudha Agung. 2006. Bogor: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pendidikan Tinggi Pusat Antaruniversitas Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor.widyata- ma.scribd. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Bandung: ITB. 1992.id/bitstream/handle/10364/993/bab2a. Macam dan Jenis Tata Letak / Plant Layout Pabrik Berdasarkan Produk.ac.Product. 1990.pdf?sequence=9 . Anonim 2. Diakses pada hari Minggu 7 Maret 2010 pukul 21.DAFTAR PUSTAKA Anonim 1. 2010. Diakses pada hari Minggu 7 Maret 2010 pukul 21. 21 . 2010. JM. Apple. Proses dan Bahan Baku . JM. Tata Letak Pabrik.org/macam-dan-jenis-tata-letak-plantlayout-pabrik-berdasarkan-produk-proses-dan-bahan-baku-product-processstationary. Tompkins. New York: John Wiley & Sons Inc. 1990. Dalam http://www.com/doc/25139068/Tata-Letak-Pabrik?secret_ password= &autodown=pdf .13 WIB.32 WIB. 7 Maret 2010 pukul 16. Bab II Tinjauan Pustaka. Process & Stationary. Perancangan Tata Letak pada Industri Pangan. Dalam http://organisasi.31 WIB. Rusdiyantoro. Diakses pada hari Minggu. Facilities Planning. Tujuan dan Prinsip yang Mendasarinya.

Hety Handayani Hidayat (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 22 . Nika Awalistyaningrum (9118) 2.LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA II PETA KERJA UNTUK EVALUASI TATA LETAK AWAL Disusun oleh : Kelompok 6 Disusun oleh: Kelompok 10 1. Esti Rumaningsih (9127) 3.

Proses produksi merupakan salah satu hal yang penting demi kelancaran kegiatan suatu industri. serta output. ketersediaan biaya untuk produksi serta waktu yang dibutuhkan selama proses sangat memperngaruhi biaya yang harus dikeluarkan industri. Perbaikan tersebut dilakukan untuk meminimalkan jarak perpindahan. Selain itu juga dapat mengembangkan usahanya supaya dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak yang berimbas pada penurunan angka pengangguran suatu negara. Selain untuk kepentingan produksi dapat juga sebagai sumber informasi yang diperlukan untuk memperbaiki suatu tata letak industri secara langsung dan perbaikan terhadap metode kerja yang erat kaitannya dengan tata letak. yang setiap langkanya melibatkan adanya peralatan yang digunakan. Latar Belakang Dalam sebuah industri. Oleh karena itu setiap langkah dari proses produksi harus perlu diperhatikan. Pada tahap ini dilakukan penambahan nilai suatu barang input untuk menhasilkan output produk yang berharga lebih.BAB I PENDAHULUAN A. Dengan perbaikan metode kerja. serta pekerja atau operatornya. tentunya tidak akan lepas dari sistem industri yang meliputi input. tempat yang dipakai. maka diperlukan juga perbaikan tata letak yang mengikuti adanya perubahan metode kerja. mengurangi adanya backtracking. proses. mengingat berkaitannya dengan operasi yang efektif dan efisien selama proses produksi. Hal ini bertujuan agar dapat mendatangkan keuntungan yang lebih bagi industri tersebut. Suatu industri perlu merancang peta kerja yang dapat menggambarkan kegiatan kerja proses produksi secara sistematis. Peta kerja digunakan dalam industri untuk menciptakan suatu aliran produksi yang lancar. Proses produksi ini terdiri dari beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan. waktu yang diperlukan. selain itu dapat memperbaiki suatu metode kerja sehingga dapat digunakan untuk perbaikan pabrik melalui aliran proses-proses operasi manufacturing komponen yang 23 .

Praktikan dapat membuat peta kerja seperti peta proses operasi. 3. lengkap dengan data peralatan dan waktu proses. peta aliran proses.ada. maka dari itu pada praktikum ini diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap tata letak berdasarkan peta kerja yang dibuat dengan menganalisis kelebihan serta kekurangan tata letak yang ada sekarang pada industri bakery yang dijadikan sebagai obyek penelitian. Peta Aliran Proses (PAP) ataupun Diagram Aliran (Bagan Tali). Mengingat penyusunan peta kerja sangat penting dari suatu industri. 24 . Tujuan Praktikum 1. Peta kerja meliputi Peta Proses Operasi (PPO). B. Praktikan dapat menganalisis kelebihan dan kekurangan tata letak yang ada sekarang. diagram aliran (bagan tali) berdasarkan proses produksi yang terjadi. 2. Praktikan dapat mengevaluasi tata letak berdasarkan peta kerja yang dibuat.

Diagram (bagan) tali e. dan beberapa dipinjam dari bidang ekonomi gerakan dan penyerdehanaan kerja (teknik tata cara kerja). Peta proses f. Data lain yang dapat 25 . Peta (bagan) rakitan b. 2009). Peta proses produk-darab d. Sebab. yaitu peta proses operasi dan diagram alir. terdiri atas dua jenis. hubungan satu sama lain. Ada beberapa teknik yang umum digunakan dalam merencanakan aliran. Pembuatan peta kerja sangat baik untuk memulai studi tata letak. Meskipun kebanyakan teknik semula ditujukan untuk tujuan analitis. Peta dari-ke i. teknik-teknik tersebut juga berguna untuk perencanaan. urutan. Jaringan lintasan kritis Peta kerja adalah presentasi grafis dari peristiwa dan informasi terkait yang terjadi selama serangkaian operasi. Peta prosedur j. beberapa lagi digunakan dalam tahap pemindahan bahan. meskipun dalam ruang yang terbatas. Yang paling umum digunakan adalah (Apple.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Peta kerja adalah alat yang menggambarkan kegiatan kerja secara sistematis dan jelas (Sutalaksana dalam Anonim. serta titik-titik dimana bahan bergabung satu sama lain. Peta proses aliran h. Bagan (diagram) aliran g. Lewat peta kerja-peta kerja dapat dilihat semua langkah kegiatan atau kejadian yang dialami oleh suatu benda kerja dari mulai masuk pabrik kemudian menggambarkan semua langkah yang dialaminya. 1990): a. peta kerja menyatukan banyak informasi yang menunjukkan operasi. Beberapa diantaranya khusus digunakan dalam tata letak pabrik. Peta proses operasi c.

1955). dan penyimpanan yang terjadi selama satu proses atau prosedur berlangsung. seperti waktu yang diperlukan dan lokasi. Menunjukkan sifat pola aliran bahan O. 1990): A. Mencatat proses pembuatan untuk diperlihatkan pada yang lain Peta aliran proses adalah suatu diagram yang menunjukkan urutan-urutan dari operasi. Membedakan antara komponen yang dibuat dan dibeli panjang nisbi dan lintas fabrikasi dan ruang yang K.membantu analisis lebih lanjut. dan telah digunakan dalam berbagai cara sebagai alat perencanaan dan pengendalian. Membantu perencanaan tempat kerja mandiri L. Menunjukkan jumlah pekerja yang dibutuhkan M. menunggu. Menunjukkan hubungan antar komponen G. Menunjukkan tingkat kebutuhan sebuah rakitan-bagian. peta ini dapat digunakan sebagai alat manajemen. Menunjukkan dibutuhkannya H. Menunjukkan titik tempat komponen memasuki proses I. Menunjukkan urutan operasi pada tiap komponen D. Menunjukkan operasi yang harus dilakukan untuk tiap komponen C. Menunjukkan kesulitan-kesulitan yang mungkin timbul dalam aliran produksi Q. Dengan tambahan data lain. Peta Proses Operasi (PPO) atau Operation Process Chart (OPC) adalah salah satu teknik yang paling berguna dalam perencanaan produksi. Menunjukkan kerumitan nisbi dari fabrikasi tiap komponen F. Beberapa keuntungan dari peta proses operasi ini adalah sebagai berikut (Apple. dapat dicantumkan (Muther. pekerja. J. transportasi. Menunjukkan sifat masalah penanganan bahan P. Mengkombinasikan lintasan produksi dan peta rakitan sehingga memberikan informasi yang lebih lengkap B. Menunjukkan urutan fabrikasi dan rakitan dari tiap komponen E. dan peralatan N. Kenyataannya peta ini adalah diagram tentang proses. serta di dalamnya memuat pula informasi-informasi yang diperlukan untuk analisis seperti waktu yang dibutuhkan 26 . Menunjukkan secara nisbi konsentrasi mesin. pemeriksaan.

atau kain. 1993). sebagai alat untuk melakukan perbaikan-perbaikan metode kerja. 2009): 1. serta sebagai alat untuk mempermudah proses analisis ketidakefisienan pekerjaan (Ratmawati. Hanya saja di sini penggambarannya dilakukan di atas gambar layout dari fasilitas kerja. di samping tentunya bisa dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan-perbaikan di dalam desain layout fasilitas produksi yang ada (Wignjosoebroto. Diagram aliran merupakan suatu gambaran menurut skala dari susunan lantai dan gedung. dsb. Kegunaan diagram alir. Perbedaan peta aliran proses dan peta proses operasi adalah (Ratmawati. 1990). dapat digunakan untuk mengetahui aliran bahan atau aktivitas orang. kegunaan umum dari peta aliran proses adalah dapat memberikan informasi waktu penyelesaian suatu proses. dengan menggunakan tali. yang menunjukkan lokasi dari semua aktivitas yang terjadi dalam Peta Aliran Proses. Diagram ini digunakan untuk menunjukkan lintasan perpindahan (gerakan) atau perjalanan elemen pada suatu daerah (Apple. termasuk transportasi. menunggu. dan penyimpanan. Diagram aliran atau biasa disebut bagan tali adalah alat untuk menggambarkan aliran unsur pada tata letak daerah tertentu. Arah aliran digambarkan oleh anak panah kecil pada garis aliran tersebut. benang. 2.dari jarak perpindahan. dinyatakan oleh garis aliran dalam diagram tersebut. 2009). pada peta proses operasi terbatas pada operasi dan pemeriksaan saja. Peta aliran proses menganalisis setiap komponen yang diproses secara lebih lengkap dibanding peta proses operasi. Diagram aliran pada dasarnya sama dengan peta aliran proses. Peta aliran proses memperlihatkan semua aktivitas-aktivitas dasar. Sedangkan. 2007): 27 . Secara lebih terperinci. Aktivitas yang berarti pergerakan suatu material atau orang dari suatu tempat ke tempat berikutnya. yaitu (Nugroho. Peta aliran proses tidak bisa digunakan untuk menggambarkan secara keseluruhan. Tujuan pokok dalam pembuatan flow diagram adalah untuk mengevaluasi langkah-langkah proses dalam situasi yang lebih jelas.

daerah kerja dan kemana saja arah gerakan dari bahan. Pengukuran efisiensi pola aliran 6. Model tiga dimensi merupakan suatu variasi dari Diagram Aliran. kantor atau fasilitas lainnya.1. Menolong dalam perbaikan tata letak tempat kerja. ini berarti penganalisaan suatu proses kerja akan lebih sempurna apabila kita mengetahui dimana tempat mesin. Menunjukkan ketergantungan satu kegiatan dengan kegiatan lainnya 8. penanganan. Beberapa kegunaan dan keuntungannya adalah dalam (Apple. Pembandingan pola aliran atau tata letak pengganti 5. yang berguna terutama untuk menganalisa aliran-aliran baik barang. seperti misalnya di bengkel. 2. Menganalisis perpindahan bahan 2. 3. Biasanya sangat berguna jika barang yang mengalir pada suatu wilayah berjumlah banyak. proses aliran diagram akan menunjukkan: jarak yang ditempuh di masing-masing transportasi. Diagram aliran berfungsi melengkapi Peta Aliran Proses. dan delay. tempat kerja. 1950). Perencanaan pola aliran 3. Penentuan lokasi kegiatan 4. Diagram aliran seperti bagan yang dirancang untuk menunjukkan "rincian penyimpanan. 1990): 1. Juga berguna jika keterkaitan terjadi antara beberapa kegiatan dan jika diinginkan adanya penyusunan kegiatan optimum. bengkel mesin umum. Perinupaan perpindahan bahan 7. Menunjukkan volume perpindahan antarkegiatan 28 . Peta dari-ke adalah salah satu teknik yang paling baru yang dipergunakan dalam pekerjaan tata letak dan pemindahan bahan. Lebih memperjelas suatu Peta Aliran Proses. dan memindahkan material antara operasi manufaktur (Immer. jumlah waktu dalam penyimpanan. apalagi jika arah aliran merupakan faktor yang penting. perlengkapan atau orang selama proses tersebut berlangsung Di samping menampilkan informasi yang disertakan dalam proses operasi. bahan maupun orang yang terjadi pada suatu gedung yang bertingkat banyak.

Menunjukkan keterkaitan lintas produksi 10.9. Menunjukkan masalah kemungkinan pengendalian produksi 11. komponen. bahan. barang. Pemendekan jarak perjalanan selama proses 29 . dan sebagainya 12. Perencanaan keterkaitan antara beberapa produk. Menunjukkan hubungan kuantitatif antara kegiatan dan perpindahannya 13.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Di sebelah kiri lambang lingkaran atau bujur sangkar. kemudian menunjukkan tanda operasi dan atau inspeksi yang dialami dengan menggunakan lambang lingkaran atau bujur sangkar. b. 4. tanggal dipetakan. nama pembuat peta. Jika bahan lebih dari satu. 2. 30 . Pembuatan PPO Cara untuk membuat PPO : a. dan Kue” B. Di sebelah kanan lambang lingkaran atau bujur sangkar menuliskan nama operasi/inspeksi. mesin yang digunakan atau stasiun kerja yang melaksanakan operasi/inspeksi. Menulis pada baris teratas Peta Proses Operasi. Prosedur Praktikum 1. c. Alat dan Bahan Alat : 1. diikuti informasi lain seperti nama obyek. Gambar garis menurun. nomor peta. tuliskan waktu yang diperlukan. d. Roti. kondisi operasi. Data hasil kunjungan ke “Salma. 3. Penggaris biasa Penggaris bulat dan kotak Alat Tulis Kertas A4 Bahan : 1. bahan utama atau bahan yang mengalami operasi terbanyak digambarkan di bagian paling kanan. Bahan tambahan yang mengalami operasi/inspeksi digambarkan di sebelah kiri bahan utama/bahan dengan proses terpanjang. Menulis bahan yang akan diproses di atas garis horizontal.

g. 3. 4. Penomoran kegiatan operasi/inspeksi dilakukan secara beruntun sesuai dengan urutan operasi/inspeksi yang terjadi. jumlah orang terlibat. b. Pembuatan Diagram Aliran Cara pembuatan DA: a. frekuensi pemindahan. d. Mengisi sesuai dengan kegiatan yang diamati. 31 . d. 2. Pembuatan PAP Cara untuk membuat PAP : a. Membuat formulir PAP b. Mengkaji peta untuk kemungkinan perbaikan. Setalah PPO selesai dibuat.e. menuliskan ringkasan jumlah kegiatan operasi dan inspeksi. Dalam menentukan langkah. Pembuatan Peta Dari-Ke a. Menghubungkan lambang-lambang tersebut dengan garis untuk lintasan perjalanan bahan. nomor departemen dan lain – lain. g. harus mengikuti satu orang atau satu obyek. Menentukan aliran bahan / orang yang diamati. Menggambarkan aliran bahan yang ada pada denah yang sudah diperoleh di acara 1. dari awal sampai akhir proses. waktu yang dibutuhkan. Melengkapi kolom sebelah kanan dengan data seperti : jarak perpindahan. e. Kepadatan garis menunjukan daerah yang padat. c. Menggambar matriks dengan jumlah baris dan kolom sesuai dengan jumlah kegiatan. Bahan tambahan yang tidak mengalami operasi (dibeli langsung dipakai) digambarkan langsung dititik bahan tersebut bergabung. metode perpindahan. f. c. Tiap bahan mempergunakan warna yang berbeda. Dilanjutkan ke seluruh proses. f. Memindahkan lambang-lambang pada peta aliran proses ke dalam diagram aliran.

Menjunlahkan tiap baris dan kolom. waktu perpindahan. c. jumlah bahan bahan dipindahkan tiap periode. susunan logis aliran proses atau urutan yang disarankan. kombinasi jumlah. 32 . waktu. 5. biaya perpindahan. Menganalisis Kelebihan dan Kekurangan Tata Letak Sekarang a. berat. Memasukkan nama kegiatan sepabjang baris dan kolom kiri ke bawah dengan urutan susunan geografis dalam pabrik.b. Memasukkan data yang dapat berupa: jumlah gerakan. berat tiap satuan waktu. Menganalisis tata letak industri yang ada sekarang berdasarkan petapeta kerja yang telah dibuat dengan mengacu pada kriteria tata letak yang baik. d. dsb. Membuat tabel b.

Hasil 1. PPO (Peta Proses Operasi) : 33 .BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.

2. PAP (Peta Aliran Proses) 34 .

3. Diagram Alir : Keterangan : : tepung terigu : mentega : margarin : telur : ragi : resep : air : selai coklat : adonan 35 .

DIAGRAM ALIR DI AUTOCAD 36 .

Peta Dari-Ke Maju: 1 x (107+42+59+7+19+38+10+10) = 292 2 x (15) = 32 + 322 37 .4.

Pembahasan Praktikum acara II ini yakni Peta Kerja untuk Evalusi Tata Letak Awal dilakukan bertujuan untuk membuat peta kerja seperti peta proses operasi. peta aliran proses. dikhawatirkan kendaraan dapat hilang karena tidak ada penjaga Roti diletakan pada rak yang terbuka sehingga memperluas peluang terjadinya kontaminasi. halaman tanpa pagar. Analisis Kelebihan dan Kekurangan Tata Letak Sekarang NO LOKASI 1 Tempat Parkir KELEBIHAN Area luas. Selain itu. pintu selalu dalam keadaan terbuka yang dapat membuat debu dan kotoran masuk Antara ruang administrasi dan lorong menuju gudang tidak bersekat sehingga dapat menghalangi saat penggangkutan bahan. Efisiensi ruang 4 Ruang Produksi I 5 Gudang 6 Ruang produksi II 7 Dapur 8 Kamar Mandi 9 Kamar Berdekatan dengan Outlet sehingga pembeli dapat melihat proses produksi. penataan rapid an sudah dipisahkan menurut jenisnya 3 Ruang Administr asi Dekat dengan pintu keluar. Kurang memperhatikan nilai estetika Kurang luas sehingga pekerja terbatas geraknya 2 Outlet Area cukup luas. Penerangan cukup Cukup strategis karena dekat pintu keluar masuk. Peletakan bahan-bahan sudah cukup bagus Dekat ruang produksi I Pintu selalu terbuka sehingga hewan seperti serangga dapat masuk Penerangan kurang dan kebersihan kurang terjaga serta relative terlalu sempit Tidak ada sekat dengan ruang pencucian Area sempit Pencahayaan bagus Letak strategis dan bersih Terletak di tempat yang Area sempit mengingat strategis dan terdapat hiburan banyaknya pekerja B.5. sudah di-conblock KEKURANGAN Terletak di pinggir jalan. 38 . sehingga supplier bisa langsung bertemu dengan manajer. diagram aliran berdasarkan proses produksi yang terjadi.

maupun pemisahan terjadi operasi dan inspeksi. dapat diketahui kelebihan dan kekurangan yang ada. Pada penimbangan tepung terigu. Peta ini meliputi langkah-langkah proses yang akan dialami oleh bahan baku. Langkah pertama pada pembuatan peta ini. telur. Untuk bahan-bahan tambahan yang tidak mengalami proses operasi tidak diletakkan di sebelah kiri bahan utama tapi langsung ditambahkan dalam tahap operasi seperti air. dan selai coklat. Melalui peta-peta kerja tersebutlah dapat dievaluasi tata letak yang ada sekarang. mentega. Hal ini dikarenakan proses ini terjadi perubahan volume serta jika dihilangkan akan mempengaruhi proses selanjutnya yang disebut dengan operasi yang berlambang lingkaran. Proses awal dalam pembuatan roti manis rasa coklat adalah penimbangan tepung terigu. margarin. Pada industri Salma Roti. mentega. telur. Selanjutnya pembuatan peta dengan sebagai dasar bagi bahan yang mempunyai alur proses paling banyak dipilih pertama kali. Selain itu memuat semua informasi mengenai waktu proses. bahan yang melalui proses terpanjang ialah tepung terigu sebagai bahan dasar pembuatan roti manis rasa coklat. terlebih dahulu memilih komponen atau bahan-bahan baku yang akan digunakan untuk menghasilkan produk yang diinginkan. Berdasarkan hasila evaluasi. Operation Process Chart (OPC) merupakan peta kerja yang mencoba menggambarkan urutan kerja dengan cara membagi stasiun kerja kedalam elemen-elemen operasi secara detail. formula. dan ditulis dari sudut kanan kertas. margarin. Disusul dengan mentega. inspeksi dan penyimpanan. Selanjutnya diikuti bahan-bahan lainnya ke arah kiri. Dalam PPO hanya dimuat aktivitas bahan yang bersifat produktif dan meningkatkan nilai tambah sehingga disertakan tiga aktivitas tersebut. serta pemisahan telur. dan ragi. Pada PPO hanya terdapat tiga aktivitas bahan yaitu operasi. margarin. bahan yang digunakan. mesin atau stasiun kerja yang melakukan kegiatan operasi. Sedang 39 . dan ragi. berupa urutan kegiatan operasi dan inspeksi sejak bahan mentah hingga menjadi produk.dilengkapi data peralatan dan waktu proses. dan ragi. waktu serta kondisi saat operasi.

pada proses ini terjadi pengamatan yang disebut inspeksi yang berlambang kotak persegi. O-11 dan I-8. dan air. Proses selanjutnya ialah pengovenan selama 15 menit. Selanjutnya dilakukan penimbangan adonan terlebih dahulu menggunakan timbangan duduk selama 12 detik yang terilustrasi dengan O-7 dan I-7. penyimpanan yang dilakukan. Pada peta proses operasi ini. terdiskripsi O-12. dilakukan pendingan selama 30 menit dengan cara manual. ragi. Proses selanjutnya ialah mencampurkan tepung terigu dengan telur. Hal ini berlaku juga dengan penimbangan dan pemisahan bahan lainnya. dan ragi. maka adonan ditambah dengan selai coklat dan dilakukan pembentukan adonan. margarin. Tahap akhir ialah penyimpanan pada outlet. Pencampuran ini menggunakan mesin mixer selama 20 detik yang digambarkan dengan opearsi ke-6 (O-6) dan inspeksi ke-6 (I-6). 19. formula. mentega. yang ditulis secara berurutan. dan 20 detik. Proses selanjutnya ialah tahap pengembangan adonan selama 120 menit dengan cara manual yaitu dengan membiarkan pada suhu ruangan agar terjadi fermentasi. Pada tahap penimbangan tepung telur disebut operasi pertama dan inspeksi pertama. Kemudian adonan dilakukan pembagian dengan mesin devider selama 150 detik yang terdiskripsi dengan O-8. Sedang sebelah kiri dari lambang menunjukan waktu yang diperlukan dalam proses tersebut yakni berturut-turut 17. Setelah dilakukan pembagian adonan. inspeksi. Pengemasan dengan manual selama 20 detik tergambar O-13. Operasi ini terilustrasi dengan O-10. mentega. Sedangkan untuk telur terjadi proses pemisahan antara kuning telur dengan putihnya dengan proses manual oleh pekerja selama 130 detik. margarin. dan peralatan yang digunakan yakni timbangan. dapat menunjukkan jumlah operasi. yang diilustrasikan ke dalam lambang berturutturut O-1 dan I-1. Kemudian sebelum dilakukan pengemasan. Pada penimbangan tepung terigu. sebelah kanan lambang menunjukkan proses yakni penimbangan. Maka dari itu pada peta tergambar lambang lingkaran di dalam kotak persegi. Pada pembentukan adonan dilakukan dengan cara manual oleh pekerja menggunakan tangan yang disebut O-9 dan I-8. 20. Selain itu dapat juga menunjukkan 40 .

4. 8. Pada pembuatan roti manis rasa coklat ini jumlah operasi. Namun hal ini dapat dijelaskan dengan peta yang lain. Beberapa keuntungan dan kegunaan dari Operation Process Chart (OPC) ini adalah sebagai berikut : 1. Menunjukkan sifat pola aliran bahan. sedangkan waktu penyimpanan tidak diukur karena di luar proses produksi. Menunjukkan tingkat kebutuhan sebuah operasi. waktu perpindahan. Memberikan informasi yang lebih lengkap. Kelemahan pada peta ini ialah tidak mampu menjelaskan jarak yang ditempuh suatu operasi satu ke operasi selanjutnya serta belum dapat menggambarkan dimana operasi dilakukan. 7. inspeksi. dan penyimpanan secara berturut-turut 13. Padahal jarak antar proses mempengaruhi lama suatu operasi. 148 detik. berarti peta ini merupakan salah satu bagian dari peta 41 . 2. Peta ini menggambarkan kejadian yang dialami bahan (dapat merupakan salah satu bagian dari produk jadi) dalam suatu proses atau prosedur operasi.lama waktu yang diperlukan. Sedang untuk jumlah waktunya secara berturut-turut ialah 11456 detik. Mencatat proses pembuatan untuk diperlihatkan pada bagian lain. Pada PAP digambarkan langkah-langkah dari perpindahan suatu bahan. Secara garis besar PAP ini dapat dibedakan menjadi dua tipe yakni tipe bahan dan tipe orang. 6. dan jarak perpindahan. Menunjukkan operasi yang dilakukan beserta waktu yang diperlukan. Peta Aliran Proses (PAP) adalah diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses yang dialami oleh bahan yang digambarkan dalam bentuk tabel. 8. Menunjukkan urutan operasi. yakni peta aliran proses. Peta aliran proses yang dibuat merupakan peta aliran proses tipe bahan. Membantu perencanaan tempat kerja mandiri. 3. dan 1. Menunjukkan hubungan antar komponen 5. Dengan hanya menggambarkan salah satu komponen dari produk jadi dalam hal ini tepung terigu. Menunjukkan jumlah pekerja atau peralatan yang dibutuhkan. 9.

pengadukan. pemindahan adonan pada loyang ke rak. pembentukan adonan.yang lebih kompleks. Mempermudah proses analisis untuk mengetahui tempat-tempat dimana terjadi ketidakefisienan pekerjaan sehingga dapat menekan biaya produksi. Sedangkan transportasi meliputi pemindahan terigu dari gudang ke tempat produksi I. Dapat digunakan untuk mengetahui jumlah kegiatan yang dialami bahan selama proses. Transportasi ini menyumbang lamanya waktu produksi sebesar 171 sekon. pendinginan. Jika ditotal waktunya. 4 inspeksi. pengadukan. Peta ini berfungsi sebagai berikut. pengembangan adonan. pencampuran terigu dengan bahan lainnya. Dapat digunakan untuk mengetahui aliran bahan mulai awal masuk dalam proses hingga aktivitas produksi berakhir. Sedangkan inspeksi meliputi penimbangan terigu. Dari hasil PAP tepung terigu dalam pembuatan roti manis rasa coklat terdapat 10 operasi. maka diperoleh angka 11207 sekon. pembagian adonan. pengovenan. 1. Eliminasi proses handling yang tidak efisien 5. pemindahan loyang adonan dari rak ke pengovenan. dan pengemasan. pemindahan adonan dari mixer ke meja. dan pengovenan. 4. 5 transportasi dan 2 penyimpanan. penimbangan adonan. Mengurangi jarak perpindahan material 6. Peta ini dapat memberikan informasi mengenai waktu penyelesaian suatu proses sehingga dapat mengurangi waktu yang tidak perlu seperti delay. Dapat digunakan untuk mengetahui jumlah kegiatan yang dialami bahan selama proses berlangsung. penimbangan adonan. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan pada stasiun kerja ini adalah 42 . Kesepuluh operasi ini meliputi penimbangan terigu. Penyimpanan ini meliputi penyimpanan bahan baku di gudang dan penyimpanan roti di outlet. dan dari oven ke rak pendinginan. 3. 2. 7. Total waktu yang digunakan untuk inspeksi adalah sebesar 146 sekon.

Setelah ditimbang. Adonan dipindahkan ke meja lalu ditimbang (operasiinspeksi) kemudian dipindah ke devider untuk dibagi (operasi). Akan tetapi. Kombinasi adonan tersebut ditambah dengan selai yang diambil dari freezer. persegi untuk inspeksi. dan Kue cukup efektif. yaitu lingkaran untuk proses. penggambaran dilakukan di atas gambar layout fasilitas kerja. Hal ini ditunjukkan dengan tidak adanya aliran bahan bolak-balik. Pada diagram alir. Adonan yang sudah terbagi-bagi lalu diuleni dan dicetak sesuai bentuk yang diinginkan. Kuning telur yang sudah dipisahkan kemudian dipindah ke dalam mixer. Selain itu. dan formula disimpan di gudang lalu masing-masing mengalami inspeksi dan operasi saat penimbangan. Apalagi jika ditinjau dari area industri yang sempit. masing-masing 43 . masing-masing bahan akan dipindah ke mixer. Tujuan penggambaran diagram alir adalah untuk evaluasi langkah-langkah proses dalam situasi yang lebih jelas. letak penyimpanan bahan baku yang mayoritas hanya dalam gudang saja membuat aliran bahan terfokus pada satu sumber saja. ragi. margarin. serta segitiga terbalik untuk penyimpanan. Pada dasarnya diagram alir sama persis dengan peta aliran proses. Sementara itu. telur yang berada di gudang juga dipindah ke dekat mixer lalu mengalami operasi-inspeksi pemisahan kuning telur. mentega. Adonan yang sudah mengembang lalu dioven. Apabila dilihat dari rincian data di atas dapat disimpulkan bahwa operasi menyumbang angka yang paling besar dan menunjukkan bahwa bahan (tepung terigu) mengalami aliran proses yang cukup panjang dan kompleks. Roti. Semua bahan tersebut mengalami operasi berupa mixing atau pencampuran sehingga menghasilkan adonan. tanda panah untuk transportasi. Aliran bahan pada industri Salma. Proses ini termasuk dalam operasi. Bahan-bahan berupa terigu.selama 11524 sekon. adonan didiamkan di rak. Diagram alir menggunakan simbol-simbol yang berfungsi menggambarkan kegiatan yang ada. Setelah adonan dibentuk. diagram alir dapat dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam desain layout fasilitas produksi yang ada. Roti yang sudah matang didiamkan lalu dikemas dan dijual.

dan ruang anatar peralatan mencukupi sehingga tidak sulit dalam pemeliharaan (pembersihan) peralatan. industri telah mampu memaksimalkan pemakaian ruang seperti penggunaan lorong untuk ruang administrasi. maka perlu dilakukannya analisis. Proses Produksi 44 . Ruang Lorong atau gang yang terdapat dalam industri ini lurus. 1. 4 juga memiliki beda warna yang netral (tidak mewakili bahan apapun). terlihat bahwa pola aliran dan keterkaitan kegiatan terencana serta aliran bahan relaif lurus. Permindahan Bahan Perpindahan bahan dilakukan secara manual (tanpa alat pembantu) dengan frekuensi hanya satu kali per produksi. 3. 2. 4 maupun inspeksi 1. 2. operasi dan inspeksi pada operasi 1. Tata letak pada industri ini sudah cukup baik karena lorong menuju gudang cukup luas sehingga pemindahan bahan lebih leluasa. dan Kue yang ada sekarang telah cukup baik.bahan dan perlakuan (operasi. Dari hasil analisis tersebut. diketahui bahwa secara keseluruhan tata letak Salma. Menilik dari urgensi tata letak yang baik diatas. Tata letak ini biasanya berkaitan erat dengan minimasi biaya produksi atau lebih tepatnya biaya pemindahan bahan. Selain itu. tidak terjadi langkah balik. Roti. Adapun beberapa parameter yang dijadikan acuan adalah sebagai berikut. Semua bahan dipindahkan dari gudang ke ruang produksi I. Hal ini dikarenakan biaya pemindahan bahan nilainya cukup besar. Selain itu. 3. 3. Walaupun terdapat daerah yang padat perpindahan. kegiatan pemindahan bahan ini merupakan kegiatang yang tidak produktif. 2. Padahal. maupun penyimpanan) dibedakan berdasarkan warnanya. inspeksi. Aliran Bahan Dari diagram alir yang telah dibuat. Selain itu. 4. namun lorong luas dan jumlah bahan yang dipindahkan relatif sedikit. Ruang gudang mencukupi untuk menyimpan bahan.

Sedangkan operasi terakhir berada di ruang produksi I yang terletak bersebelahan dengan outlet sebagai tempat penjualan. tidak terdapat barang setengah jadi. 5. Selain itu.Operasi pertama yakni penimbangan dilakukan di gudang sehingga tidak banyak energi yang terbuang. waktu proses total merupakan waktu pemrosesan. Dalam industri ini. Lain-Lain Industri ini telah menyediakan fasilitas bagi pekerja seperti kamar mandi dan tempat istirahat. Letak gedung sedikit menjorok ke dalam dimaksudkan tidak hanya untuk memperluas area parkir. kebisingan jalan tidak menggangu industri baik pekerja maupun pelanggan. namun juga merupakan antisipasi agar produk tidak terkontaminasi debu. Sealin itu. 45 .

Saran 1. seperti penggunaan lorong untuk ruang administrasi. Industri ini telah mampu memaksimalkan pemakaian ruang. B. Praktikum dibuat lebih menyenangkan dengan suasana yang lebih kondusif. 46 . Selain itu. 2. 3. Asisten hendaknya lebih membimbing lagi dalam pembuatan peta agar praktikan dapat mengerjakan secara optimal. Tata letak Salma Roti dan Kue sudah cukup efektif jika ditinjau dari aliran bahan. dapat dibuat sebuah PPO . dan sebuah diagram alir yang dilengkapi data peralatan dan waktu proses. tidak aliran bahan yang bolak-balik. 2. ruang antarperalatan mencukupi sehingga tidak sulit dalam pemeliharaan (pembersihan) peralatan. Sebab. Kesimpulan 1.BAB V PENUTUP A. Berdasarkan proses produksi pembuatan roti manis rasa coklat di Salma Roti dan Kue. sebuah PAP.

com/doc/214 77003/BAB-II. J. Widya Fitra. Dalam http://rekayasafasilitas. Dalam http://etd. Diakses pada hari Senin. Inc. Inc. New York: Mc Graw-Hill Book Company. Apple. Immer.M.34 WIB. Diakses pada hari Senin. Diakses pada hari Senin. Sritomo.com/2007/12/perancangan-fasilitas-artikeldisusun. Layout Planning Techniques.eprints.id/6237/1/D600000076. Perancangan Fasilitas. Pengantar Teknik Industri Jilid 1. Tugas Akhir: Usulan Perbaikan Metode Kerja Proses Pengemasan Sari Ayu Alas Bedak Cempaka Sari 35 mL.DAFTAR PUSTAKA Anonim.ac. Jakarta: PT. 2009.pdf . 2009. Ratmawati. Muther. Richard. Jakarta: Penerbit ITB. John R.blogspot. 22 Maret 2010 pukul 9. 22 Maret 2010 pukul 20.39 WIB. Practical Plant Layout. Nugroho. Wignjosoebroto.scribd.13 WIB. 1990. 22 Maret 2010 pukul 9. 1950. 1955. Emy Dyah. Bab II Landasan Teori.ums. New York: Mc Graw-Hill Book Company. 1993. Tataletak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ketiga. 47 . Guna Widya. Dalam http://www. 2007.html.

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA III ROUTE SHEET DAN MUTI PRODUCT PROCESS CHART Disusun oleh: Kelompok 10 4. Nika Awalistyaningrum 5. Esti Rumaningsih 6. Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 48 .

Suatu pabrik atau industri beroperasi dalam jangka waktu yang lama. Sejak awal barang input masuk ke sebuah industri hingga produk dapat dinikmati konsumen. Perhitungan ini dapat dilakukan dengan menggunakan Route Sheet dan Multi product process chart. Perhitungan untuk mengetahui jumlah mesin atau pekerja dalam suatu stasiun kerja diperlukan analisis menggunakan atribut analisis. Latar Belakang Pada sebuah industri. Perhitungan menggunakan Route Sheet 49 . Pada praktikum ini acara 3 ini. proses. tidak akan dapat lepas dari peralatan atau mesin serta peran pekerja atau operator. jika terjadi kesalahan dalam penganalisisan serta perencanaan layout. mesin dan pekerja) tersebut agar proses produksi yang terjadi sesuai dengan yang diharapkan yakni efektif dan efisien. Atribut-atribut ini sangat membantu untuk melakukan analisis dan perbaikan. bermaksud untuk melakukan perhitungan jumlah kebutuhan mesin dan sumber daya manusia berdasarkan kapasitas riil industri yang dijadikan obyek penelitian. Keduanya juga berperan dalam menganalisis pola aliran proses produksi sehingga dapat diperoleh proses produksi yang efisien dan efektif. kebutuhan mesin dan pekerja yang berperan langsung dalam kegiatan produksi. terutama yang berbasis bakery tidak akan bisa lepas dari sistem industri yang meliputi input. serta output. Maka dari itu di dalam sebuah industri harus mencakup kebutuhan bahan baku. Multi product process chart juga berbentuk tabel namun lebih mengacu pada proses produksi yang dilalui bahan dan memanfaatkan data jumlah mesin atau tenaga kerja teoritis dari Route Sheet. Route Sheet merupakan tabel yang digunakan untuk menghitung jumlah mesin atau peralatan yang harus digunakan. Route sheet dan Multi Product Process Chart memiliki keterkaitan erat dimana pada pembuatan MPPC dibutuhkan data dari route sheet. akan menyebabkan kegiatan produksi berlangsung kurang efektif atau efisien. serta evaluasi dalam suatu industri.BAB I PENDAHULUAN A. Maka dari itu diperlukan perhitungan tiga kebutuhan (bahan baku.

dan Multi Product Proses Chart. B. 50 . Tujuan Praktikum Praktikan dapat melakukan perhitungan kebutuhan mesin dan sumber daya manusia berdasarkan kapasitas riil industri.

Maka bukan hanya urutan operasi tetapi jumlah mesin dan peralatan akan mempunyai pengaruh pada pola aliran (Apple. Rancangan ini umumnya digambarkan sebagai rencana lantai yaitu suatu susunan fasilitas fisik (perlengkapan. dan aman (Apple. Sama halnya dengan yang telah dikemukakan di atas. membentuk konsep. aliran informasi. Adanya proses penentuan jumlah mesin yang dibutuhkan harus dibarengi dengan kegiatan pemilihan dan penentuan dari jenis mesin itu sendiri. perlu ditentukan terlebih dahulu berapa jumlah tiap jenis peralatan dibutuhkan. dan sarana lain) untuk mengoptimumkan hubungan antara petugas pelaksana.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Perancangan fasilitas merupakan kegiatan menganalisis. Semua usaha yang telah dilakukan dapat menghasilkan sesuatu yang tidak berharga jika perancang proses tidak memilih dengan cermat peralatan tertentu yang dibutuhkan 51 . 1990). Di sini. Karena tiap potong peralatan atau pusat kegiatan akan menghuni sejumlah meter persegi. tanah. keputusan akhir harus dibuat untuk menentukan jumlah peralatan sebagai dasar untuk merencanakan stasiun kerja mandiri dan menghitung kebutuhan ruangan bagi tiap bidang kegiatan. merancang. sebelum proses tata letak dapat dilanjutkan lebih jauh. 1996). jumlah peralatan total menjadi faktor yang menentukan kebutuhan ruangan ’kotor’. bangunan. Begitu pula dengan jumlah operator yang juga harus ditentukan. Penetapan kapasitas produksi yang diperlukan adalah satu kunci permasalahan pokok tidak hanya merancang fasilitas produksi yang baru atau ekspansi fasilitas yang ada tetapi juga untuk mengantisipasi periode produksi yang pendek dengan ukuran pabrik tidak dapat diubah begitu saja (Wignjosoebroto. dan tatacara yang diperlukan untuk mencapai tujuan usaha secara sangkil. aliran barang. ekonomis. dan mewujudkan sistem bagi pembuatan barang atau jasa. Pemilihan jenis dan spesifikasi mesin fasilitas produksi lainnya merupakan langkah penting dan menentukan untuk langkah perancangan layout selanjutnya. 1990). Pertimbangan awal dari jumlah mesin semestinya telah dilakukan pada langkah awal.

5. Menurunkan ongkos produksi. Pada routing sheet jenis information flow. jumlah part yang diharapkan pada proses perakitan dan pabrikasi dihitung berdasarkan permintaan pasar dan diolah sampai mendapatkan jumlah kebutuhan rough lumber tanpa memperhatikan perubahan material yang terjadi selama proses operasi suatu part. yaitu jenis information flow dan material flow. 4. Mengambil kesempatan dari perubahan teknis atau teknologis. 3. Untuk Produksi yang diperluas. Sedangkan. Routing sheet menjelaskan urutan kronologis setiap operasi dan inspeksi yang dilakukan terhadap suatu produk. di sisi lain terdapat pergantian pekerja sesuai dengan kebutuhan produksi perusahaan. Hal tersebut adalah sebuah contoh di mana proses produksi berhenti pada waktu tertentu untuk istirahat maupun kebutuhan pribadi lainnya. 2009). Untuk pekerjaan yang sebelumnya belum pernah dikerjakan dengan tangan. Informasi lain yang terdapat pada routing sheet adalah waktu teoretis setiap proses. Routing sheet menjelaskan secara detail urutan proses dan kegiatan yang dilakukan pada setiap proses secara detail. Di berbagai perusahaan besar seorang operator dapat meningkatkan produktivitas selama operator lain menggantikan posisinya ketika ia menggunakan waktu pribadinya. pada satu tabel penghitungan 52 . Untuk pekerjaan yang belum pernah dikerjakan sebelumnya. Pertimbangan yang harus dicermati salah satunya adalah mengenai sifat pemilihan peralatan. Kondisi ini menghilangkan adanya wasting time pada operator (Immer. 2. Routing sheet terdiri atas dua jenis. Mengganti mesin yang telah aus.untuk melaksanakan proses satuan dan operasi yang telah ditentukan. Perubahan material dilakukan di luar routing sheet. 1962): 1. Terdapat beberapa cara yang berbeda dengan masalah pemilihan yang mungkin akan muncul (Eary danJohnson. 6. ketersediaan mesin (availability) dan efisiensi mesin (efficiency) yang dapat digunakan untuk menghitung waktu aktual yang dibutuhkan pada setiap proses untuk setiap jenis produk yang akan diproduksi (Ardliansyah dan Pratama. 1950).

Aktual Sebuah route sheet menunjukkan secara detail mengenai operasi yang dibutuhkan untuk sebuah bagian dalam sebuah produksi. kemudian hasil penghitungan di tabel ini dijadikan sebagai informasi untuk jumlah part yang diharapkan pada proses prefabrikasi. Multi-Product Process Chart (MPPC) adalah peta operasi yang menggambarkan aliran produk dalam sebuah fasilitas pabrik yang memproduksi beberapa jenis produk sekaligus (high product mix) dengan menggunakan beberapa mesin yang ada di fasilitas tersebut (Ardliansyah dan Pratama. Teori 11. sehingga dapat digunakan untuk penghitungan lebih lanjut. 6. 5. 2009). 2008). 2008): 1. 53 . 8. Contoh Tabel Routing Sheet terdiri atas (Anonim 1. 9. 7. 2009).tersendiri. Nomor operasi Deskripsi Msn (alat) Produk mesin/ jam Persentase Scrap Bahan Diminta Bahan Dipersiapkan Effisiensi Msn Kebutuhan mesin 10. Routing sheet jenis ini lebih menggambarkan kondisi aktual proses produksi di workstation. routing sheet jenis material flow memperhatikan perubahan bentuk dan jumlah material pada setiap proses yang terjadi untuk setiap part. 2. misalnya ongkos material handling (Ardliansyah dan Pratama. 4. Hal ini memungkinkan juga untuk mengatur waktu untuk setiap operasi dari setiap mesin (Anonim1. Berbeda dengan routing sheet jenis information flow. Routing sheet ini digunakan untuk menghitung jumlah mesin yang diperlukan dan menghitung jumlah part yang harus dipersiapkan dalam usaha memperoleh sejumlah produk jadi yang diinginkan. 3.

54 . Multi Product Process Chart termasuk dalam peta untuk menganalisis dan merencanakan aliran barang dalam pabrik yang sudah berdiri maupun bagi perencanaan proyek baru. berkaitan erat dengan peta proses operasi (Anonim 2.Multi Product Process Chart adalah suatu diagram yang menunjukkan urut-urutan proses untuk masing-masing komponen yang akan diproduksi. 2010).

8 2) Menghitung efisiensi (kolom 6) menggunakan rumus yang telah ditentukan. 55 . Prosedur Praktikum 1. 2. Membuat Route Sheet a.4.5.3. 6. 5. Alat dan Bahan 1.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. d. 4. 3. Alat tulis Penggaris Kertas A4 Tabel Route Sheet Tabel Multi Product Process Chart Kalkulator B.2. Melakukan perhitungan dimulai dari operasi terakhir dan bekerja mundur ke operasi pertama. Memasukkan data Route Sheet berdasaran PPO yang telah dibuat c. Membuat tabel yang terdiri dari 10 kolom : Kolom 1 : nomor operasi (dari PPO) Kolom 2 : nama operasi Kolom 3 : nama mesin atau stasiun kerja Kolom 4 : waktu proses atau waktu baku (menit) Kolom 5 : kapasitas aktual (menit / produk) Kolom 6 : efisiensi mesin atau pekerja Kolom 7 : jumlah scrap (%) Kolom 8 : jumlah diharapkan Kolom 9 : jumlah harus disiapkan Kolom 10 : jumlah mesin atau pekerja teoritis b. Mengisi tabel dengan urutan : 1) Memasukkan data di kolom 1.7.

d. Membuat Multi Product Process Chart a. Ei = jumlah mesin atau tenaga kerja teoritis = kapasitas aktual (menit / produk) = jumlah harus disiapkan (produk / hari) = waktu operasi kerja (jam / hari) = efisiensi mesim atau pekerja 2. c. 6) Menghitung jumlah mesin atau tenaga kerja teoritis yang dibutuhkan : Ni = Ti 60 Ni Ti Pi D Ei Pi D. b. Volume produksi pabrik biasanya ditentukan per tahun. Mencatat operasi tiap bahan sesuai dengan kegiatan yang dilalui menggunakan lingkaran. Menulis komponen produk sepanjang baris atas.% scrap) Ks = jumlah harus disiapkan Ka = jumlah diharapkan 5) Nilai ”jumlah harus disiapkan” pada operasi terakhir sama besar dengan nilai ”jumlah diharapkan” di proses operasi sebelumnya. waktu sama. 56 . setiap minggu = 40 jam kerja). Menulis daftar kegiatan / proses yang harus dilalui bahan pada sisi kiri kertas.3) Mengisi jumlah produk yang ingin dihasilkan (volume produksi yang diinginkan) pada kolom 8 “jumlah diharapkan”. Kesamaan pola aliran menunjukkan kebutuhan akan proses yang sama. dsb. baru dalam perhitungan diturunkan menjadi volume produksi per jam (dengan ketentuan umum: 1 tahun = 50 minggu. Langkah balik menunjukkan kemungkinan penyusunan ulang departemen. Menghubungkan dengan lingkaran. 4) Menghitung Kolom 9 “jumlah harus disiapkan” diperoleh dengan rumus : Ks = Ka / (1 .

2 7.2 7.94 1 0.68 1 1 1 1 1 0.2 7.283 manual 2.2 330 333.6 20.5 0.83 500.2 7.96 0.2 7.Mesin / Scrap (Ka) x103 (Ks) x103 Mesin 3 (Menit) Pekerja (%) gram gram 10-3 8.4 260.04 1 200.317 timbangan 0.2 7.8 118 6.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.2 7. Route Sheet 57 .2 7.2 7.04 75.167 timbangan 0.2 4 1 0.5 0.98 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 1 0.7 57 367 0 100 0 222 No O-1 O-2 O-3 O-4 O-5 O-6 O-7 O-8 O-9 O-10 O-11 0-12 O-13 Nama Operasi Penimbangan terigu pemisahan telur penimbanagan margarin penimbangan mentega penimbangan ragi pengadukan penimbangan adonan pembagian adonan pembentukan adonan pengembangan pengovenan pendinginan pengemasan Nama Stasiun Kerja / Mesin timbangan 0.2 7.8 1.5 0.8 1.333 timbangan 0.2 7.6 79.5 0.2 1.4 1 249. Hasil 1.04 166.5 12 1.2 7.12 7.333 mixer 20 timbangan 1.04 1 666 1 Tabel 1.2 devider manual manual oven manual manual 10 66 120 15 30 40 1100. Route sheet Waktu Proses Kapasitas / Aktual Jumlah Jumlah (menit/ Efisiensi Waktu diharapkan Disiapkan baku gram) 10.12 7.2 7.2 7.

2. Mixer (pengadukan) → asumsi setup time 10 menit 58 . Multi Product Process Chart (MPPC) Perhitungan 1. Efisiensi Mesin/ Pekerja Alat timbangan dan pekerja mempunyai efisinsi 100 % atau 1 karena tidak membutuhkan downtime dan setup time terlebih dahulu. a.

Kapasitas Aktual (Ti) O-1 Penimbangan terigu O-2 Pemisahan telur O-3 Penimbangan margarin 59 .83 2. Scrap yang dihasilkan dari setiap proses adalah 0 % nilai Ka (jumlah yang diharapkan) sama dengan Ks (jumlah yang disiapkan) 3.6 menit E8 = 0. Oven (pengovenan) → asumsi setup time 30 menit E11 = 0. Devider (pembagian adonan) → asumsi setup time 3.94 b.E6 = 0.98 c.

O-4 Penimbangan mentega O-5 Penimbangan ragi O-6 Pengadukan O-7 Penimbangan adonan O-8 Pembagian adonan O-9 Pembentukan adonan O-10 Pengembangan O-11 Pengovenan O-12 Pendinginan 60 .

O-13

Pengemasan

4. Jumlah Mesin atau Pekerja Ni = O-1

Penimbangan terigu N1 = Pemisahan telur N2 = Penimbangan margarin N3 = = 0,0015

O-2

= 0,012

O-3

= 0,0018

O-4

Penimbangan mentega N4 = Penimbangan ragi N5 = Pengadukan N6 = = 0,0018

O-5

= 0,0018

O-6

= 0,00118

O-7

Penimbangan adonan N7 = Pembagian adonan N8 = = 0,0067

O-8

= 0,057

O-9

Pembentukan adonan N9 = Pengembangan = 0,367

O-10

Tidak dapat dihitung karena berlangsung secara alamiah, tanpa operator maupun mesin. O-11 Pengovenan N11 = O-12 Pendinginan = 0,1

61

Tidak dapat dihitung karena berlangsung secara alamiah, tanpa operator maupun mesin. O-13 Pengemasan N13 = = 0,222

62

B. Pembahasan Route Sheet merupakan tabel yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah mesin atau pekerja untuk menyelesaikan pekerjaan berdasarkan kapasitas riil industri. Route Sheet ini dibuat berdasarkan pada jumlah dan volume produksi. Selain itu, terdapat scrap atau bahan sisa yang dihasilkan pada proses produksi mempengaruhi jumlah mesin yang digunakan. Data dan informasi yang berkaitan dengan proses atau operasi yang berlangsung harus dituliskan dalam Route Sheet memberikan informasi rinci berkenaan dengan proses, baik operasi maupun inspeksi yang diperlukan untuk produksi. Lembar rute menunjukkan operasi dan rute yang dibutuhkan dari bagian secara individu. Setiap operasi mesin atau tenaga kerja didaftar dengan peralatan yang dibutuhkan. Waktu produksi pada setiap operasi juga dicantumkan. Route Sheet ini dibuat untuk memperlancar dan mempermudah jalannya proses produksi yang ada. Beberapa manfaat dari Route Sheet adalah: 1. Sebagai pedoman alur kerja secara lengkap yang meliputi jumlah mesin dan peralatan produksi yang dibutuhkan serta jumlah komponen yang harus disiapkan untuk memperoleh jumlah produk seperti yang diharapkan 2. 3. 4. Sebagai target waktu proses pada setiap mesin Mempermudah jalannya proses produksi yang ada Pedoman pekerja agar teratur dalam bekerja Multi Product Process Chart berguna untuk menunjukkan keterkaitan produksi antara komponen produk atau antarproduk mandiri, bahan, bagian, pekerjaan, atau kegiatan. Peta ini terutama berguna untuk membantu operasi job-shop. Informasi yang dapat diperoleh adalah jumlah mesin yang dibutuhkan. Pembuatan Route Sheet secara umum telah dijelaskan pada prosedur praktikum. Objek penelitian yang dipilih oleh kelompok kami ialah industri Salma Roti dan Kue, yaitu pada pembuatan roti manis rasa coklat.

63

Pada penomoran ini harus disesuaikan dengan penomoran urutan operasi pada Peta Proses Operasi (PPO) maupun PAP. missal O-1. dan seterusnya. Penimbangan tepung terigu Pemisahan telur Penimbangan mentega Penimbangan margarin Penimbangan ragi Pengadukan (pencampuran) bahan-bahan dengan mixer Penimbangan adonan Pembagian adonan menggunakan devider Pencentakkan (pembentukkan) adonan Pengembangan adonan Pengovenan adonan Pendinginan roti m. Pengemasan roti 3. Operasi tersebut antara lain: a. 64 . Pada pengisian nama operasi. Nama stasiun kerja/mesin. e. sebaiknya pengisian dilakukan mulai operasi yang dilakukan paling akhir. untuk mempermudah. yang berfungsi sebagai urutan operasi yang dilakukan dalam pembuatan roti manis rasa coklat. k. PPO pembuatan roti manis rasa coklat ini terdapat tiga belas operasi. Operasi yang ditulis harus urut dan sesuai dengan PPO. i. menunjukkan operasi apa yang dilakukan untuk membuat roti manis rasa coklat. Nama operasi. agar lebih memudahkan dalam pengerjakannya. 2. O-3. Pada pembuatan roti manis rasa coklat. b. menunjukkan stasiun kerja tempat operasi terkait yang digunakan. teridentifikasi terdapat tiga belas operasi. Urutan pembuatan Route Sheet pada pembuatan roti ini ialah sebagai berikut: Pembuatan table Route Sheet yang terdiri dari 10 kolom. c. 1. Selain itu penulisannya pun harus sesuai dengan PPO. O-2.Perhitungan pada Route Sheet ini dilakukan dimulai dari bawah. g. Nomor operasi. h. j. d. l. f.

devider. kapasitas aktual merupakan waktu yang diperlukan masing-masing operasi untuk menyelesaikan satu produk roti. yaitu mesin mixer. Efisiensi mesin. Faktor efisiensi mesin ini timbul karena adanya set up mesin. Sedangkan. Kapasitas aktual sama dengan waktu baku dibagi dengan jumlah yang disiapkan. dan oven. 5. Waktu proses menunjukkan lama suatu proses operasi. Waktu proses diisi dengan lamanya waktu setiap operasi dilakukan. yaitu kapasitas riil yang dapat dihasilkan dalam satu siklus. Untuk menentukan efisiensi dari masing-masing tahapan proses dapat digunakan rumus: E = 1− waktu yang terbuang perperiode jam operasi ker ja perperiode waktu yang terbuang perperiode jam operasi ker ja perperiode E = 1− E =1− Keterangan : D Dt St Dt + St D : Lama waktu kerja per periode ( jam/hari ) : Down time ( menit ) : Set up time untuk proses pengerjaan per periode ( menit ) Industri yang dijadikan objek penelitian memiliki tiga buah mesin. terdapat tujuh pekerja pada saat pengamatan pembuatan roti manis rasa coklat. terutama pada 65 . Nilai efisiensi menggambarkan running time yang terjadi setiap periode waktu (hari). Waktu proses atau waktu. menunjukkan kinerja mesin. Kapasitas aktual. menunjukkan lama suatu proses operasi. 6. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masing-masing operasi dapat dilihat di PPO maupun PAP. down time perbaikan atau hal lain yang menyebabkan mesin menjadi idle. Selain itu. Lamanya waktu ini juga dapat dilihat di PPO maupun PAP.4.

Pada pembuatan roti ini tidak menghasilkan scrap karena jumlah yang diharapkan sama dengan jumlah yang disiapkan. Untuk operasi yang tidak menggunakan mesin atau dilakukan secara manual. 66 . D merupakan waktu untuk menghasilkan satu unit meja (dalam satu hari diasumsikan hanya menghasilkan satu unit meja). Ti merupakan kapasitas aktual dimana diasumsikan bahwa setiap waktu tertentu menghasilkan sejumlah produk. Ni = Ti Pi 60 D. yang menunjukkan tidak adanya Down Time dan Set Up Time. Jumlah yang diharapkan yang merupakan jumlah bahan/produk (dalam m3) yang ada/ diinginkan/ diharapkan setelah bahan tersebut mengalami suatu proses operasi. 7. maka disimpulkan bahwa Ks samadengan Ka. Maka dari itu.% Scrap). 98 %. Pi adalah jumlah bahan yang harus disiapkan yang didapat dari rumus Ks = Ka/ (1. menunjukkan scrap atau bahan sisa yang dihasilkan dalam satu operasi. Efisien ketiga mesin secara berturut-turut menunjukan 94 %. Jumlah scrap. efisiensinya dihitung 100% atau 1.stasiun pencetakkan roti. 10. yaitu jumlah mesin yang sebenarnya dibutuhkan yang dapat bekerja secara efisien. mesin devider sebesar 3. yaitu jumlah permintaan produksi.6 menit. Jumlah diharapkan. Ks = Ka / (1-% scrap) Ks: jumlah harus disiapkan Ka: jumlah diharapkan 9. % Scrap yang dihasilkan pembuatan roti ini terhitung nol. dan oven 30 menit. Efisiensi mesin mixer ini diasumsikan dengan adanya setup time sebesar 10 menit. pada kolom ini diisi nol (0). Ei adalah efisiensi mesin atau pekerja. 8. Jumlah harus disiapkan. dan 83 %.Ei Ni merupakan jumlah mesin atau tenaga kerja teoritis yang dibutuhkan. yaitu jumlah setelah ditambah dengan semua scrap yang dihasilkan pada semua operasi. Jumlah mesin.

bagian.akan diperoleh gambaran mengenai layout mesin atau fasilitas produksi yang seharusnya dirancang atau digunakan. Daftar proses untuk membuat roti ialah sebagai berikut. telur. Pengadukan d. Bahanbahan yang digunakan ditulis secara berurutan dari kiri ke kanan yaitu tepung terigu. ragi. bahan. pekerjaan atau kegiatannya. Pengembangan h. Pada pembuatan MPPC. Pencetakkan atau pembentukan g. air. dan selai coklat. formula. Langkah selanjutnya ialah pembuatan Multi Product Process Chart (MPPC).Hasil perhitungan pada Ni ini berupa angka yang tidak bulat atau berupa angka desimal. Pembuatan MPPC pembuatan roti manis rasa coklat ialah sebagai berikut. mentega. Pengovenan i. Penimbangan adonan e. Pada sisi kiri kertas ditulis daftar kegiatan yang harus dilalui bahan. Penimbangan b. nilai Ni sebesar 0. Pemisahan c. a. 1. Misal. Berdasarkan peta tersebut maka akan didapat dua hal yang memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam perancangan layout antara lain aliran balik (back tracking) dan pengelompokan pola aliran (flow pattern). 67 . Pendinginan j. Namun pada kolom 10 ini tetap mencantumkan angka tersebut. untuk stasiun kerja penimbangan adonan. margarin.0067. Sepanjang baris atas ditulis komponen bahan yang digunakan. Pengemasan 2. Pada MPPC menunjukkan keterkaitan produksi antara produk. Pembagian f. Padahal tidak ada jumlah mesin yang berjumlah desimal.

mixer dibutuhkan secara teoritis sebanyak 118 x 10-3. Sedangkan.7 x 10-3 untuk penimbangan adonan dan 57 x 10-3 devider dalam pembagian adonan. Pekerja yang memisahkan telur dibutuhkan sebanyak 12 x 10-3.8 x 10-3. Oleh karena itu. Jumlah mesin yang dicantumkan merupakan pembulatan ke atas dari jumlah mesin hasil perhitungan. Oven yang digunakan untuk proses pengovenan ini sangat besar sehingga memiliki kapasitas yang 68 . Setiap lingkaran dalam satu kolom dihubungkan. Pada kolom paling kanan terdapat jumlah mesin secara teoritis dan aktual. Untuk penimbangan margarin. Pencatatan operasi setiap bahan sesuai dengan kegiatan yang dilalui menggunakan lingkaran. Hal ini dikarenakan karena mesin yang digunakan merupakan mesin dalam keadaan utuh (tidak mungkin dalam pecahan). maka jumlah mesin merupakan pembulatan ke atasnya. Berdasarkan hasil perhitungan dipeoleh kebutuhan mesin untuk operasi penimbangan I sebesar 1. Selain itu. Jumlah mesin teoritis diperoleh dari penjumlahan banyaknya nilai Ni pada satu proses yang menggunakan satu atau beberapa bahan. pengembangan dan pendinginan dilakukan secara alamiah sehingga tidak memerlukan pekerja maupun mesin. di kanan atas lingkaran ditulis banyaknya Ni atau jumlah mesin secara teoritis yang diperoleh dari tabel Route Sheet. mentega dan ragi diperlukan timbangan sebanyak 1. Proses pembentukan adonan dilakukan secara manual. hanya diperlukan 6. dikhawatirkan mesin tersebut terkadang tidak kuat untuk melakukan operasi yang bersangkutan. Langkah balik menunjukkan kemungkinan penyusunan ulang. 4.5 x 10-3 yang dibulatkan menjadi 1 buah mesin. nilai teoritis menunjukkan angka nol. Setiap ditengah lingkaran diisi nomor dengan urut dari atas. Setelah dianalisis diketahui bahwa secara teoritis diperlukan pekerja 367 x 10-3. Hasil pembulatan pada semua proses ialah bernilai satu.3. Jadi berapapun angka di belakang koma. Jika menggunakan metode pembulatan ke bawah untuk angka di belakang koma yang lebih kecil daripada 5. Sedang untuk jumlah mesin aktual ialah pembulatan angka dari jumlah teoritisnya.

brownis. Pembulatan ke atas ini dilakukan karena tidak mungkin menggunakan mesin dalam jumlah tidak bulat. yang secara teoritis diperlukan 222 x 10-3 pekerja. Dengan demikian hanya diperlukan sebuah oven saja. Jika pembulatan dilakukan ke bawah. Pengemasan dilakukan manual oleh pekerja. Perbedaan ini dipengaruhi dari kuantitas maupun jenis roti dan kue yang diproduksi. donat. cake. dan kering. Hasil-hasil tersebut dibulatkan ke atas menjadi masing-masing 1. Jika dibandingkan dengan kondisi yang ada di Salma Roti dan Kue. 69 .tinggi. jumlah mesin dan pekerja yang ada sudah memenuhi perhitungan atau teori bahkan jumlah pekerja sangat banyak yakni sekitar tujuh orang pekerja (termasuk siswa yang sedang melakukan Praktek Kerja Lapangan). Observasi ini hanya dilakukan pada produksi roti manis. industri ini memproduksi berbagai jenis kue yang beragam seperti tawar. maka kapasitas mesin atau pekerja tidak mencukupi dalam stasiun kerjanya. Apabila hanya dikerjakan oleh satu orang pekerja dalam memproduksi berbagai jenis roti dalam partai besar dapat menimbulkan kelelahan pekerja. Sedangkan kenyataannya.

scrap. diketahui bahwa hanya diperlukan satu mesin atau pekerja untuk setiap stasiun kerja. Namun. Dari hasil perhitungan. Saran Persepsi antara asisten mengenai materi praktikum sebaiknya disamakan sehingga jawaban valid dan tidak simpang siur. Kesimpulan Perhitungan Route Sheet dan Multi Process Product Chart. 70 . dan volume produksi yang diharapkan. dalam kenyataanya masih dipekerjakan lebih dari satu orang dalam stasiun pembentukan adonan. B. data yang membutuhkan adalah waktu operasi.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.

50 WIB. 1962. Inc. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. 2008. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ketiga. Ardliansyah. TI4101-Perancangan Tata Letak Pabrik: Laporan Tugas Modul 2. Diakses pada hari Rabu tanggal 31 Maret 2010 pukul 19.DAFTAR PUSTAKA Anonim1. Pratama. Dalam http://shefaa. Immer. New York: McGraw-Hill Book Company. Dalam http://www. 1996.F. Johnson. and G. 1950. Diakses pada hari Rabu tanggal 31 Maret 2010 pukul 20.com /2010/03/16/multi-product-process-chart/. Bandung: Penerbit ITB. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. J.blogspot.com. Multi Product Process Chart. New York: Prentice-Hall. 1990. John R. Perencanaan Kerja. Inc. 71 . Anonim2.pdf?Signatu re=0K6iBz5pzLO2T%2FmSLMd0aGInApE%3D&Expires=1270040093 &AWSAccessKeyId=AKIAJLJT267DEGKZDHEQ. D.E. Rifqi dan Ach Januar J. Wignjosoebroto. 2010.M.com/ ppt-download/laporanmodul2k98-091008011250-phpapp02. Apple.52 WIB. Process Engineering For Manufacturing. Sritomo. Diakses pada hari Rabu tanggal 31 Maret 2010 pukul 19. Dalam http://s3. Eary.perencanaankerja.03 WIB.ngeblogs. Layout Planning Technique. 2009.amazonaws.

Nika Awalistyaningrum 2.Esti Rumaningsih 3.Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 72 .LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA IV KEBUTUHAN RUANG DAN LUAS LANTAI Disusun oleh: Kelompok 10 1.

Tata letak merupakan fasilitas fisik atau konfigurasi departemen. energi. Latar Belakang Pabrikisasi suatu bahan merupakan suatu proses yang diberlakukan terhadap bahan mentah menjadi sebuah produk jadi yang bernilai tambah.BAB I PENDAHULUAN A. mesin. Tata letak yang baik merupakan tata letak yang dapat menciptakan efisiensi serta efektivitas kegiatan produksi serta menjaga kelangsungan hidup atau keberhasilan suatu perusahaan. investasi serta keberlangsungan perusahaan yang selanjutnya dapat berimbas pada keuntungan atau kerugian yang didapat. Selain itu. dan sumber daya alam lainya. uang. dan tata cara untuk mencapai tujuan. aliran bahan. Tata letak suatu pabrik merupakan sebuah teknik cara menempatkan atau mengalokasian berbagai faktor produksi tersebut secara optimal dan efisien. 73 . Salah satu manfaat dari tata letak ialah dapat mengetahui kebutuhan ruangan dan luas lantai yang dibutuhkan untuk mengelola semua faktor produksi. dan peralatan produksi material. dan aman. Pabrik itu sendiri merupakan tempat berkumpulnya faktor-faktor prouduksi seperti manusia. informasi. dan peralatan dalam proses konversi untuk mengoptimumkan hubungan antara petugas pelaksana. efisien. Proses ini harus berlangsung pada tempat yang memadai yakni pabrik. Faktor-faktor produksi tersebut dikelola bersama dalam sistem produksi agar diperoleh produk secara efektif. penentuan luas lantai cukup berperan dalam investasi jangka panjang yang menyangkut “hidupnya” industri tersebut dan pengoptimalan berlangsungnya proses produksi. Kebutuhan akan luas lantai ini berkewajiban untuk dapat memuat semua ruangan yang diperlukan oleh setiap kegitan dan fungsi pabrik. Hal ini akan berpengaruh pada biaya produksi. aliran informasi. work center. Maka dari itu pada tahap perencanaan luas lantai ini dibutuhkan banyak perhatian penuh. agar luas lantai yang dibuat tidak kelonggaran atau kesempitan.

74 . Tujuan Praktikum 1.Pada praktikum acara IV ini. bermaksud untuk menghitung luas lantai secara teoritis yang akan dibandingkan dengan luas lantai yang sebenarnya sehingga dapat ditentukan dan dihitung kebutuhan ruang dan maksimalisasi luas lantai pada industri Salma Roti. Praktikan dapat menentukan jenis dan jumlah ruang yang dibutuhkan setiap kegiatan dalam industri. Praktikan dapat menentukan luas lantai setiap kegiatan. 2. B.

et al. Penentuan luas pabrik dapat juga disebut sebagai langkah ”penyesuaian”. tetapi hanya tataletak akhir saja yang akan menunjukkan luas total yang dibutuhkan secara tepat (Apple.. Hal ini dilakukan dengan menganalisa dan menghitung kebutuhan luas area untuk penempatan fasilitas produksi (mesin-mesin) yang memperhatikan luas area per mesin dan kelonggaran (allowance) luasan lainnya. perlu dibuat perkiraan awal tentang ruangan total yang dibutuhkan bagi tiap kegiatan dalam fasilitas dan perkiraan awal dari luas total dari fasilitas yang diusulkan. Atau dapat muncul dari perkiraan jumlah mesin yang tepat (dengan kemungkinan perbedaan bagi tiap mesin yang berbeda) dan kemudian dikalikan dengan jumlah mesin. Setelah perkiraan kebutuhan ruang bagi tiap kegiatan atau fungsi. lembar kerja kebutuhan ruang total menjumlahkan luas semua kegiatan. Setelah merancang pola aliran dan memberikan beberapa pertimbangan pada kegiatan pelayanan dan kegiatan penunjang. Hal ini dapat dilakukan dengan metode penyusunan layout yang tepat yang akan menghasilkan perencanaan layout fasilitas baru yang terbaik (Tompkin. akan sia-sia untuk diterapkan. 1996). Sebab akan terjadi kesulitan pemindahan bahan. Langkah selanjutnya adalah proses perencanaan yang menghasilkan gambaran yang lebih teliti. Harus ditekankan bahwa meskipun kebutuhan ruang dibuat pada tahapan ini sebagai perkiraan. 75 . Penyesuaian harus dilaksanakan dengan memperhatikan luas area yang diperlukan. 1990). arus bahan baku sampai produk akhir terganggu. akibat lebih jauh tingkat produktivitas perusahaan menurun.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Perencanaan layout yang cermat tanpa diimbangi perencanaan material handling yang baik. Kebutuhan ruang produksi diperkirakan dengan bantuan Lembar kebutuhan ruang produksi. mereka harus cukup yakin bahwa ruang seluas itu tersedia. Kebutuhan luas area merupakan langkah kritis tetapi untuk hampir semua organisasi industri. Oleh karena itu perlu sekali dilakukan perencanaan tata letak fasilitas dan perencanaan material handling.

dibutuhkan beberapa kebutuhan luas lantai untuk kegiatan produksi pabrik yang akan didirikan. luas lantai fabrikasi dan assembling. peralatan penunjang seperti meja. cara pengangkutan. Harus selalu diingat bahwa ruang disediakan bukan hanya untuk satu peralatan. Yaitu bahwasanya rekayasawan jangan sangat bergantung pada fasilitas transportasi yang telah ada karena mungkin saja akan lebih ekonomis jika direncanakan fasilitas transportasi tambahan atau beberapa alternatif sarana 76 . bahan yang akan dikerjakan. ruang untuk perawatan dan ruang atau lorong ke alat-alat keselamatan. Perhitungan luas lantai ini dimulai dari luas kebutuhan lahan produksi sampai perkantoran dengan memperhatikan segala fasilitas pendukungnya. ruang harus disisakan untuk menggerakkan peralatan karena perubahan tataletak. serta luas lantai shipping. 1996). cara penyimpanan. serta fasilitas-fasilitas pendukung lain. melibatkan pula masalah yang berkaitan dengan kegiatan lain yang akan mempengaruhi terhadap luas lantai yaitu alat angkut. tetapi juga untuk operator. dan aliran bahan (Dody.luasan area untuk fasilitas produksi akan dapat diprediksi sehingga luas area yang diperlukan ini masih harus dilihat kemungkinannya dengan memperhitungkan luasan area yang tersedia (Wignjosoebroto. tembok. Perhatian juga harus diberikan terhadap alternatif-alternatif transportasi. mesin. Perhitungan luas lantai ini didasarkan pada bahan baku yang akan disiapkan. Hal ini terutama menjadi persoalan. Luas lantai produksi digunakan untuk mengetahui luas lahan yang akan digunakan dalam perencanaan tata letak fasilitas pabrik dan perusahaan yang akan didirikan. corong pengisi peluncur. untuk pemakaian darurat. Dengan demikian perlu dihitung berapa luas lahan yang disiapkan. Dalam melakukan perencanaan tata letak fasilitas pabrik dan pemindahan bahan. terutama untuk kegiatan produksi. Untuk menghitung kebutuhan luas lantai ini. perkakas dan rak untuk cetak biru. pekerjaan yang telah selesai. atau peralatan yang digunakan dan barang jadi yang dihasilkan. jika tiang. Sehingga. maka didapatkan luas lantai receiving model tumpukan dan rak. 1990). poros elevator dan lain sebagainya terlibat (Apple. peralatan pemeriksaan. Berdasarkan hal tersebut. petikemas. 2009).

1990). pegawai. dan kegiatan. Jumlah part yang harus dipersiapkan dalam usaha memperoleh sejumlah produk jadi yang diinginkan. 2004).transportasi. bahan. 1990). pembangunan fasilitas transportasi baru dapat menghemat jutaan rupiah dibanding dengan apabila menggunakan fasilitas transportasi lama (Apple. 77 . ketimbang diterima seadanya seringkali tidak ada pilihan lain kecuali menggunakan apa yuang tersedia. 2. Dalam jangka panjang. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam perencanaan kebutuhan luas ruangan ialah (Astika. Meskipun alinea sebelumnya menggambarkan bahwa fasilitas transportasi harus dirancang. Dalam suatu kegiatan pengaturan tata letak dan fasilitas kerja disesuaikan dengan aliran kegiatan dan gerakan yang efisien. Jumlah mesin yang diperlukan . Hal ini dapat terjadi karena kesempatan terbatas baik oleh volume yang dibutuhkan atau oleh kedekatan transportasi yang telah ada yang tepat dan disukai (Apple. 2010): 1. Sehingga pembahasan ini berhubungan dengan penentuan kebutuhan ruangan khusus untuk beberapa kegiatan yang dipilih (Santoso. Ruangan yang dibutuhkan oleh sebuah fasilitas jelas erat sekali kaitannya dengan peralatan.

78 . 2. Pada kolom 6 kebutuhan luas satu mesin dengan mengkalikan kolom 4 dengan kolom 5. 3. dan 5 diisi sesuai dengan kenyataan atau data yang ada. Lalu isi tabel pada langkah pertama. Kalkulator 5. Pada kolom 1. Kolom 11 dengan menkalikan kolom 3 dengan kolom 10. Alat dan Bahan 1. membuat tabel yang memuat: Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3 Kolom 4 Kolom 5 Kolom 6 Kolom 7 Kolom 8 Kolom 9 Kolom 10 Kolom 11 : Nama stasiun kerja : Nama mesin : Jumlah mesin : Panjang mesin ( m ) : Lebar mesin ( m ) : Kebutuhan luas 1 mesin ( m2 ) : Kelonggaran untuk bahan setengah jadi : Kelonggaran untuk operator : Kelonggaran unutk transportasi : Luas i mesin ( m2 ) : Total luas i satsium kerja ( m2 ) 2. Untuk perhitungan luas lantai produksi. Kolom 10 penjumlahan kolom 6. 4.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 8. 7. Penggaris 3. dan 9. Dimensi berat 6. Kolom 7 kelonggaran untuk bahan setengah jadi. Kolom 8 kelonggaran untuk operator dengan 1 m kali panjang mesin. Denah tata letak industri Salma Roti dan Kue B. Kertas A4 4. Prosedur Praktikum 1. Alat tulis 2.

Pada kolom 12 merupakan total penjumlahan antara kolom 10 dan 11. Pada kolom 4 dengan mengkalikan kolom 2 dengan kolom 3. Kolom 3 d. penjumlahan antara luas (kolom 3) 79 . Kolom 6 merupakan pembagian antara kolom 4 dengan kolom 5. 3. Kolom 5 f. Kolom 3 yakni dengan mengkalikan panjang maupun lebar yang terdapat pada kolom 2. Kolom 10 perkalian luas dari kolom 7 dan kolom 9. Pada kolom 5. yakni kolom 1 dan 2 diisi sesuai dengan data yang ada. yang memuat: a. 5. Kolom 9 pembagian antara kolom 6 dengan kolom 8. Kolom 8. Selanjutnya dibuat tabel luas lantai untuk fasilitas. Kolom 6 g. Kolom 7 : Nama ruang : Dimensipanjang dan lebarnya (m) : Luas (m2) : Kelonggaran : Penjumlahan antar Luas dan kelonggaran (L + K) : Jumlah ruang : Luas lantai 6. Kolom 4 e. Pengisian tabel langkah 5. Pada kolom 1. Dan untuk perhitungan luas lantai gudang Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3 Kolom 4 Kolom 5 Kolom 6 Kolom 7 Kolom 8 Kolom 9 Kolom 10 Kolom 11 Kolom 12 : Nama bahan disimpan : Kebutuhan bahan per hari ( berat atau volume ) : Jumlah hari dalam satu periode penyimpanan : Jumlah bahan dismpan selam satu periode penyimpanan : Volume atau berat satu kemasan bahan : Jumlah bahan disimpan selama satu periode penyimpanan : Dimensi kemasan bahan ( panjang. Lalu isi tabel tersebut (langkah 3).3. tinggi ) : Jumlah kemasan bahan dalam satu tumpukan : Jumlah tumpukan dalam ruang : Luas tumpukan ( m2 ) : Kelonggaran ( m2 ) : Total luas gudan yang diperlukan ( m2 ) 4. ketinggian maksimal jika bahan ditumpuk dibagi dengan tinggi kemasan bahan dari kolom 7. 5 dan 7 diisi dengan data yang ada. 2. lebar. Kolom 2 c. Kolom 1 b.

dengan kelonggaran (kolom 4). merupakan jumlah ruang yang ada. Pada kolom 7 merupakan pengkalian antara kolom 5 dan 6. 80 . Pada kolom 6.

38 1 1.35 1.6224 4.216 17.76 5.75 8.69 9.69 9.04 Dimensi (m) l 6.5 2.3924 4.5 17.54 4.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.216 17.77 Luas (m2) Kelonggaran Luas+kelo.5 2.8832 5.8832 52.69 9.49 1.754 1 1 1 1 1 ruang Luas Lantai (m2) 48.25 7.216 17.8832 58.6 3.875 1 1 2 7.35 3.754 11.6224 4.754 81 .5 17.3 4.08 48.5 1. Hasil LUAS LANTAI FASILITAS Nama Ruang P Outlet Area parkir Lorong 1 Lorong 2 Ruang Administrasi Kamar Dapur Kamar mandi 3 6.56 52.69 5.Jumlah (m2) nggaran (m2) 48.875 7.35 1.5 17.

2 2.6 0.25 8 0.8 1.2 0.4 1.85 6 0.5 0.672 2.8 1.6 0.624 11.672 4.51 3.2 1.8 1.1716 0.6 2.8 1.79 0.36 0.8 0.316 4.275 7 0.8 1.5 5 0.51 1.8 2 timbangan mixer Meja 3 1 2 2 4 0.6 0.6 2.59 0.3 0.2 2.6 0.6 0.316 2.4 0.4 8.8 1.97 0.812 5.8 8.55 Operator Transport Kelonggaran (m2) Luas+ Kelonggaran (m2) Total Luas 1 SK (m2) 82 .5 0.472 0.4 3 9 0.LUAS LANTAI RUANG PRODUKSI Nama SK Nama Mesin Jml Mesin P Dimensi Mesin (m) L Luas 1 Mesin (m2) Bahan ½ jadi 1 Penimbangan I Pengadukan Penimbangan II dan Pembentukan adonan Pembagian Adonan Pengembangan Pengovenan Pendinginan dan pengemasan Devider Rak Oven Rak 1 2 1 2 0.775 11 1.5 10 1.632 1.

085 0.1995 0.2625 2 10 3 7 4 70 5 25 Periode simpan per hari Jumlah bahan disimpan Berat 1 kemasan Bahan disimpan 1 periode 6 3 7 0.085 0.285x0.5 12.227 0.12x0.085 0.4x0.25x0.227 0.25 0.114 0.342 0.5 3 21 42 7.085 0.1995 0.114 0.1995 0.085 0.075 0.5 12.5 Dimensi kemasan p*l*t Jumlah Kemasan dalam 1 tumpukan 8 3 Jumlah Luas (m2) Kelonggaran (m2) Total luas (m2) tumpukan Tumpukan dalam ruang 9 1 10 0.25x0.227 0.285x0.4275 0.4x0.285x0.4x0.25 1.285x0.036 12 0.4x0.227 0.5 12.3 3 3 7 10 10 10 7 14 21 12.285x0.114 0.12x0.25 1 1 1 1 2 2 3 1 1 1 1 3 0.1995 0.114 0.4x0.0504 83 .5 6 15 10 3 1 1 1 2 5 0.0144 11 0.227 0.LUAS LANTAI GUDANG Nama Bahan Kebutuh -an per hari (Kg) 1 Tepung terigu Telur Margarin Mentega Ragi Formula Selai coklat 3 1.1875 0.

69 x 1 = 4.6224 m2 Kelonggaran = 5.38 x 3.8832 m2 Kelonggaran = 0 m2 Luas + Kelonggaran= 48.754 m2 84 . Outlet Luas =pxl = 8. Lorong I Luas =pxl = 4. Perhitungan Luas Lantai fasilitas 1.56 = 52.69 m2= 4. Ruang administrasi Luas =pxl = 5.69 m2 4.8832 m2 jumlah ruangan =1 Luas Lantai = 1 x 48.77 m2 Luas + Kelonggaran= 52. Lorong II Luas =pxl = 5.6224 m2 = 58.69 m2 Kelonggaran = 0 m2 Luas + Kelonggaran= 4.04 x 6.6 = 9.216 m2 5.216 m2 + 0 m2 = 9. Area parkir Luas =pxl = 11.3924 m2 3.216 m2 = 9.754 m2 + 0 m2 = 17.216 m2 Kelonggaran = 0 m2 Luas + Kelonggaran= 9.Perhitungan 1.8832 m2 + 0 m2 = 48.76 x 1.69 m2+ 0 m2 = 4.6224 m2 + 0 m2 = 58.8832 m2 2.8832 m2 = 48.3924 m2 jumlah ruangan =1 Luas Lantai = 1 x 52.754 m2 Kelonggaran = 0 m2 Luas + Kelonggaran= 17.54 x 4.69 m2 jumlah ruangan =1 Luas Lantai = 1 x 4.216 m2 jumlah ruangan =1 Luas Lantai = 1 x 9.3 = 17.08 = 48.

5 m2 = 0 m2 = 7.6 m = 0.3 m2 Transport = 0.6 m2 } = 1.5 = 7.8832 m2 = 7. Perhitungan Luas Lantai Ruang Produksi a. Kamar Mandi Luas =pxl = 6.5 = 17.25 m2 + 0.51 m2 b. Pengadukan Jumlah mesin = 2 (mixer) 85 . Kamar Luas =1 = 1 x 17.jumlah ruangan Luas Lantai 6.3 m2 + 0.754 m2 =pxl = 3 x 2.6 m Luas 1 mesin =pxl = 0.25 = 1.6 m2 Luas + kelonggaran = 0.36 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi = 0.5 m2 =1 = 1 x 48.875 m2 =2 = 2 x 1.5 m2 + 0 m2 = 7.51 m2 Total luas I SK = 1.5 m2 Kelonggaran Luas + Kelonggaran jumlah ruangan Luas Lantai 7.875 m2 + 0 m2 = 1.754 m2 = 17.75 m2 2.36 m2 +{0. Penimbangan I Jumlah mesin =1 Dimensi = 0.875 m2 = 0 m2 = 1.25 m2 operator = 0.6 m x 0. Dapur Luas Kelonggaran Luas + Kelonggaran jumlah ruangan Luas Lantai 8.35 m2 Kelonggaran Luas + Kelonggaran jumlah ruangan Luas Lantai =pxl = 1.35 m2 =1 = 1 x 17.5 x 1.875 m2 = 3.35 m2 + 0 m2 = 17.49 x 2.35 m2 = 17.35 m2 = 0 m2 = 17.6 m x 0.

59 m =pxl = 0.812 m2 = 3.8 m x 0.8 m x 0.4 m2 + 0.632 m2 = 0 m2 = 0.672 m2 = 1.2 m x 0.775 m2 Total luas I SK = 11.8 m2 } = 1.4 m2 + 0.5 m 86 .632 m2 +{0 m2 + 0.672 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi operator Transport Luas + kelonggaran Total luas I SK e.275 m2 +{0 m2 + 3 m2 + 1. Pengembangan Jumlah mesin Dimensi Luas 1 mesin =2 = 1.Dimensi Luas 1 mesin = 0.5 m =pxl = 1.4 m2 = 0.5 m Luas 1 mesin =pxl = 1.5 m2 } = 5.5 m = 1. Penimbangan II dan pembentukan adonan Jumlah mesin =2 Dimensi = 1.79 m =pxl = 0.8 m2 = 0.275 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi = 0 m2 operator = 3 m2 Transport = 1.4 m2 = 0.8 m x 0.5 m x 8.8 m2 } = 1.8 m2 = 0.8 m x 0.79 m = 0.59 m = 0.2 m x 0.472 m2 +{0 m2 + 0.5 m2 Luas + kelonggaran = 1.55 m2 d.472 m2 = 0 m2 = 0.5 m x 8. Pembagian adonan Jumlah mesin Dimensi Luas 1 mesin =1 = 0.624 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi operator Transport Luas + kelonggaran Total luas I SK c.

2 m2 } = 2.2 m x 0. Pengovenan Jumlah mesin Dimensi Luas 1 mesin = 0 m2 = 0. Tepung terigu Kebutuhan per hari = 10 Periode simpan =7 Jumlah bahan disimpan = Kebutuhan per hari x Periode simpan =10 x 7 = 70 Berat satu kemasan = 25 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan 87 .6 m2 + 1.8 m x 0.5 m Luas 1 mesin =pxl = 1.6 m2 + 1.4 m2 Total luas I SK = 4. Pendinginan dan pengemasan Jumlah mesin =2 Dimensi = 1.28 m2 = 0.6 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi = 0 m2 operator = 0.28 m2 + 0.316 m2 = 8.28 m2 } = 8.2 m x 0.2 m2 Luas + kelonggaran = 0.4 m2 = 4.6 m2 = 1.8 m2 3.316 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi operator Transport Luas + kelonggaran Total luas I SK g.8 m x 0.6 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi operator Transport Luas + kelonggaran Total luas I SK f.28 m2 = 0.6 m2 +{0 m2 + 0.8 m2 =1 = 2.2 m2 = 0.97 m = 2.2 m2 } = 2.97 m =pxl = 2.1716 m2 = 0 m2 = 0.6 m2 +{0 m2 + 0.5 m = 0. Perhitungan Luas Lantai Gudang a.= 0.6 m2 Transport = 1.36 m2 +{0 m2 + 0.

8 = 3 =pxlxt = 0.5 = 2.285 m x 0.25 = 10 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 1.12 m x 0.25 x 10 = 12.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 1 Jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 3:1 = 3 Luas tumpukan = 0.4 m x 0.5 = 1 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.12 m x 0.= 70:25 = 2.085 m2 Total Luas = 0.036 m2 Total Luas = 0.144 m2 88 .5 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 21:7.8 = 3 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.5 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 12.5 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 3 Jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 3:3 = 1 Luas tumpukan = 0. Telur Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan =3 =7 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 21 Berat satu kemasan = 7.342 m2 Kelonggaran = 0.0144 m2 Kelonggaran = 0.4 m x 0.4275 m2 c.5 Berat satu kemasan = 12.5 : 12.0504 m2 Dimensi kemasan b.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 1 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 1:1 = 1 Luas tumpukan = 0.285 m x 0. Margarin Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan = 1.

085 m2 Total Luas = 0.085 m2 = 0.3 x 10 = 3 Berat satu kemasan =6 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 3:6 = 0.3 = 10 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 0.25 Berat satu kemasan = 1.25 = 10 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 1.144 m2 Kelonggaran = 0.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan= 1 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan 1 Luas tumpukan = 0.1995 m2 e.4 m x 0.25 x 10 = 1.285 m x 0.5 = 1 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.1995 m2 f. Formula Kebutuhan per hari = 3 Periode simpan Jumlah bahan disimpan Berat satu kemasan =7 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 3 x 7 = 21 = 15 89 . Ragi Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan = 0. Mentega Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan = 0.Kelonggaran Total Luas d.25 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan =1.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 1 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan =1 Luas tumpukan = 0.085 m2 Total Luas = 0.25:1.4 m x 0.144 m2 Kelonggaran = 0.25 = 1 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.1995 m2 = 1.285 m x 0.

4 = 2 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.1875 m2 Kelonggaran = 0.1995 m2 g.085 m2 Total Luas = 0.2 = 5 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.075 m2 Total Luas = 0.25 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan= 2 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 5:2 = 3 Luas tumpukan = 0.144 m2 Kelonggaran = 0.25 m x 0.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan =2 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 2:2 = 1 Luas tumpukan = 0.285 m x 0.4 m x 0.2625 m2 90 .Bahan disimpan 1 periode= Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 21:15 = 1.25 m x 0. Selai coklat Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan =3 = 14 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 3 x 14= 42 Berat satu kemasan = 10 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 42:10 = 4.

penimbangan II dan pembentukan adonan = 11.672 m2. Hal ini dikarenakan bahan setengah jadi diletakkan di meja atau mesin sehingga tidak memerlukan luas khusus. pengovenan = 8.B.8 m2. Total luas pada suatu stasiun kerja dihitung dari jumlah luas 1 mesin dan kelonggaran mesin tersebut dikalikan dengan jumlah mesin yng terdapat pada stasiun kerja tersebut. luas lantai yang dibutuhkan untuk mesin dihitung dengan menggunakan dimensi panjang dan lebar mesin.272 m2. yaitu : area yang diperlukan untuk operasi dari mesin dan peralatan yang ada. Kelonggaran bahan setengah jadi tidak dihitung. secara garis besar. dan pendinginan dan pengemasan = 4. pengembangan = 4. Total luas stasiun kerja pada stasiun kerja penimbangan I = 1. Pembahasan Praktikum acara 4 ini berjudul “Kebutuhan Ruang dan Luas Lantai”. penempatan material. pengadukan = 3.55 m2. Sebab. Sedangkan pada 91 . Perhitungan yang dilakukan adalah perhitungan luas lantai ruang produksi.51 m2. tata letak pabrik merupakan penempatan dan pengaturan dari bermacam-macam fasilitas produksi yang ada Pengaturan ruangan disini berkaitan erat dengan luas area yang dibutuhkan untuk mesin atau peralatan produksi. serta area yang diperlukan untuk fasilitas-fasilitas servis. Jadi total luas lantai untuk ruang produksi adalah 36. pembagian adonan = 1. Untuk kelonggaran operator dan transport dihitung dari dimensi terpanjang mesin. Kebutuhan untuk luas area ini harus dipertimbangkan untuk seluruh aktivitas yang ada didalam pabrik dan untuk paling tidak ada tiga macam area yang harus diberikan. keleluasaan operator untuk bergerak.624 m2. Perhitungan luas lantai ruang produksi. dan lain-lain aktivitas. dan luas kebutuhan lantai untuk fasilitas. area yang diperlukan untuk penyimpanan bahan baku atau benda jadi yang telah selesai dikerjakan. Kebutuhan ruang dan luas lantai sangat berpengaruh terhadap tata letak suatu industri.316 m2.8 m2. luas lantai gudang bahan baku dan luas lantai barang jadi.

4075 m2 dan ruang produksi II seluas 13. margarin 0. mentega 0. area parkir. Berarti perlu dilakukan penyatuan kedua ruang produksi tersebut.69 m2. ruang administrasi 17. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk menyimpan tepung terigu 0. dapur.75 m2. jumlah bahan yang disimpan dalam satu periode. Angka 0. telur 0. lorong II 9. dimensi kemasan.2625 m2.8832 m2. Padahal. Selain ruang produksi dan gudang. Maka. kamar mandi 3. luas lantai gudang yang dibutuhkan termasuk dengan kelonggarannya adalah 1. formula 0. Perhitungan luas lantai gudang barang jadi diperlukan data kebutuhan bahan per hari.1995 m2.0144 m2.754 m2. lorong 2.3 meter ini diperoleh dari jarak atau kelonggaran antar penempatan bahan.6125 m2. Hal ini berbeda 92 . Kelonggaran dihitung dari dimensi panjang kemasan dikali dengan 0. Sedangkan luas tumpukan dihitung dari perkalian antara dimensi kemasan yakni panjang dan lebar dengan jumlah tumpukan dalam ruang gudang tersebut.7656 m2. volume kemasan. Total luas lantai fasilitas yang dibutuhkan dalam industri Salma Roti dan Kue ialah seluas 161. Jumlah bahan yang disimpan dalam satu periode ini dapat diperoleh dari hasil perkalian antara periode simpan dan kebutuhan barang per hari. Jumlah tumpukan dalam satu ruang diperoleh dari pembagian jumlah bahan disimpan satu periode dengan jumlah kemasan dalam satu tumpukan. dapur 17. Pada perhitungan luas lantai gudang bahan baku. lorong I 4.35 m2. kamar 7. kamar dan kamar mandi.kenyataanya.1995 m2. lorong 1. selai coklat 0. secara terperinci kebutuhan lantai untuk outlet 48. area parkir 52. jumlah bahan yang disimpan.1995 m2. ruang produksi I hanya seluas 26. ruang administrasi. jumlah kemasan dalam satu tumpukan.4275 m2.0504 m2. volume satu kemasan diperoleh dari perhitungan dimensi kemasan bahan baku. ragi 0. pada kenyataanya luas guadnga yang ada sekarang adalah 27.6224 m2. serta jumlah tumpukan dalam ruang yang didapatkan dari hasil pengamatan saat kunjungan. Ruang fasilitas ini meliputi outlet.5384 m2. di industri Salma Roti dan Kue juga terdapat beberapa ruang fasilitas sebagai penunjang kerja.5 m2.216 m2.3 meter.1995 m2.

576 m2. Perhitungan luas lantai ini didasarkan pada bahan baku yang akan disiapkan. barang jadi yang dihasilkan. di sisi lain hal ini pun memberikan dampak negatif yaitu pemborosan biaya berupa tempat maupun ketidakefektifan dalam pemindahan bahan. Perhitungan kebutuhan luas lantai bermanfaat untuk mengetahui berapa meter luas lantai yang diperlukan untuk menempatkan sejumlah mesin dan peralatan yang digunakan.0498 m2. sehingga dengan luasan yang ada tersebut dapat diatur suatu tata letak pabrik yang optimal sesuai jumlah mesin dan ukuran mesin dengan memberikan kelonggaran tertentu. Total luas untuk ruang fasilitas yang tersedia adalah seluas 174. sebenarnya tata letak industri dapat diefisienkan. fasilitas penunjang. Namun. Ruangan-ruangan ini diharapkan dapat tetap dipergunakan untuk proses produksi dengan kapasitas yang lebih besar sehingga tidak perlu untuk melakukan renovasi ataupun pendirian bangunan baru. Dengan kata lain terdapat selisih antara luas yang ada dengan luas yang diperlukan seluas 13. Akan tetapi dari sisi lain.dengan alokasi luas yang ada. cara pengangkutan. dan allowance. Dengan demikian.7248 m2 jauh lebih luas dari luas industri yang diperlukan yakni 199. Beberapa hal yang harus diperhitungkan dalam penentuan luas lantai diantaranya alat angkut. luas industri yang ada sekarang merupakan bentuk investasi di masa yang akan datang. ternyata luas industri sekarang yakni 243. mesin atau peralatan yang digunakan. Apabila dibandingkan antara hasil perhitungan di atas dengan kenyataan yang ada sekarang di industri ini. cara penyimpanan bahan baku. perhitungan luas lantai bertujuan untuk mengetahui luas lahan yang akan digunakan dalam perencanaan tata letak fasilitas pabrik.8154 m2. 93 . Sedangkan. aliran bahan. Ketersedian ruangan yang luas dalam industi atau perbedaan antara kebutuhan dan kenyataan ini mempunyai dampak positif dalam hal tingkat keluwesan atau fleksibilitas yang sangat tinggi dalam proses ekspansi atau perbesaran skala industri.

dimensi mesin yang digunakan. 94 . Sebaiknya pendampingan asisten dalam acara praktikum lebih ditingkatkan agar praktikan lebih paham dalam proses pengolahan data. operator dan tenaga manual yang ada. kapasitas produksi per hari. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk gudang barang jadi = 3. Saran 1. Sebab.78 m2. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk ruang produksi = 81.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk gudang bahan baku = 37. dan luas ruangan sebenarnya. 2. jumlah bahan yang disimpan per periode simpannya. Pengamatan maupun praktikum dilakukan dengan lebih serius.34 m2. misalnya dalam pengambilan data yang terkadang asal dan terlalu banyak berasumsi. B. sehingga hasil praktikum juga terkesan tidak valid.12 m2. praktikan menilai praktikum yang dilaksanakan kurang serius. Kesimpulan 1. 2. Penentuan luas lantai ini diperlukan untuk mengetahui kebutuhan luas lantai sebenarnya serta digunakan sebagai alat evaluasi dengan pertimbangan data : kebutuhan bahan per hari.58 m2. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk fasilitas penunjang = 203.

Facility Planning. Diakses pada hari Kamis tanggal 13 Mei 2010 pukul 10. New York: John Wiley and Sons Inc. New York: John Wiley and Sons Inc. Dalam http://dodydoank.googleusercontent. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Astika.id/2010/01/30/perencanaa n-tata-letak-suatu-perusahaan/+layout+template+ruangan+industri+adalah &cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id&lr=lang_id. 1996. Sritomo. 1990.html. et al. Santoso. 2010.umm. Dalam http://webcache.M. 95 . Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. Diakses pada hari Rabu 21 April 2010 pukul 20.25 WIB Dody. J.com/search?q =cache:GheEFR80sWoJ:astika. 1996. Wignjosoebroto. Bab II Luas Lantai Produksi. Jakarta: Prestasi Pustaka. dan Lingkungan.24 WIB.ac.student.DAFTAR PUSTAKA Apple.com/2009/04/luas-lantai-produksi. 2009. Plant Layout and Material Handling. 2004. Peralatan. Tompkin. Ergonomi: Manusia. Gempur.blogspot.

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA V PETA KETERKAITAN KEGIATAN (UNTUK INDUSTRI DAN RUANG PRODUKSI) Disusun oleh: Kelompok 10 1. Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 96 . Nika Awalistyaningrum 2. Esti Rumaningsih 3.

penyimpanan. Salah satu metode atau teknik yang dapat digunakan untuk menganalisis serta dapat menunjukkan hubungan keterkaitan suatu kegiatan dengan kegiatan lain ialah Peta Keterkaitan kegiatan (Activity Relationship Chart). perkantoran. perangkaian. 97 . Tujuan Praktikum Praktikan dapat menunjukkan keeratan keterkaitan antarkegiatan yang memerlukan ruangan dalam industri. termasuk industri pertanian. Peta Keterkaitan Kegiatan merupakan atribut yang dapat digunakan untuk menggambarkan hubungan dari seluruh kegiatan yang ada. maka diharapkan produktifitas meningkat yang dapat memberikan keuntungan atau profit meningkat pula bagi industri. Kegiatan-kegiatan ini saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain. Kegiatan-kegiatan tersebut berupa kegiatan produksi. Pada praktikum ini. atau pun waktu. yang dilengkapi dengan informasi mengenai perlu tidaknya setiap kegiatan yang ada saling berdekatan. Faktor-faktor tersebut digunakan untuk menghasilkan sebuah produk yang bernilai tambah. Sehingga hubungan antara kegitan satu dengan kegiatan lain menjadi hal yang penting diperhatikan pada saat perencanaan pembuatan layout pabrik. Jika hal tersebut dapat dilakukan atau diciptakan. faktor-faktor tersebut dikelola dengan melibatkan banyak kegiatan di dalamnya. B. dilakukan analisis hubungan keterkaitan kegiatan-kegiatan dalam industri Salma Roti dan Kue menggunakan Peta Keterkaitan kegiatan (PKK).BAB I PENDAHULUAN A. Pada industri. serta kegiatan dengan fasilitas penunjang lain. biaya. dapat digunakan untuk mendukung suatu pekerjaan agar lebih efektif dan efisien dalam hal energi. Latar Belakang Industri merupakan sebuah wadah berkumpulnya faktor-faktor produksi. Hal ini ini dikarenakan jika hubungan antar kegiatan dapat berlangsung secara lancar.

3. dapat dianalisis dengan bantuan Peta Keterkaitan Kegiatan (Apple. 5.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam perancangan keterkaitan kegiatan. Memperoleh satu landasan bagi penyusunan daerah selanjutnya Diperkirakan 20% sampai 50% dari biaya operasi merupakan biaya pemindahan material (material handling) maka tata letak yang efektif dapat mengurangi biaya tersebut sekitar 10% sampai 30%. Peta Keterkaitan Kegiatan adalah salah satu peta kerja yang merupakan suatu teknik ideal untuk merencanakan keterkaitan antara setiap kelompok kegiatan yang saling berkaitan. 2. 6. diperlukan suatu penggabungan langkah-langkah pada setiap operasi yang terjadi dalam suatu industri dengan kegiatan penunjang dan kegiatan pelayanan dengan memperhatikan derajat kedekatan yang dibutuhkan barang. Menurut Sutalaksana (1979) peta kerja merupakan suatu alat yang menggambarkan kegiatan kerja secara sistematis dan jelas untuk berkomunikasi secara luas dan sekaligus melalui peta kerja bias mendapatkan informasiinformasi yang diperlukan untuk memperbaiki suatu metode kerja. Juga yang perlu dipertimbangkan lagi adalah hubungan negatif seperti kebisingan. Penyusunan urutan pendahuluan bagi satu Peta Dari KeLokasi nisbi dari pusat kerja atau departemen dalam satu kantor Lokasi kegiatan dalam satu usaha pelayanan Lokasi pusat kerja dalam operasi perawatan atau perbaikan Lokasi nisbi dari daerah pelayanan dalam satu fasilitas produksi Menunjukkan hubungan satu kegiatan dengan yang lainnya. Keterkaitan ini. dan debu. bau. Sementara itu. peta ini berguna dalam (Apple. 4. 1990): 1. dan aliran informasi. biasanya kerja produksi. baik positif maupun negatif. serta alasannya 7. orang. 1990). Pentingnya rancangan fasilitas seperti aliran bahan merupakan tulang punggung fasilitas produksi. dan 98 .

3. Perluasan (aliran produksi di masa datang dan perubahan tata letak. A = mutlak perlu kegiatan-kegiatan tersebut berdekatan E = sangat penting kegiatan-kegiatan tersebut berdekatan I = penting bahwa kegiatan-kegiatan tersebut berdekatan O = biasa (kedekatannya). ukuran. Mutlak berdekatan Tidak mutlak berdekatan Sangat penting berdekatan 99 . 2. dan cuaca) 4. Tuntutan khusus dari kegiatan-kegiatan atau fasilitas sifat atau karakteristik bangunan (tipe. lokasi tiang. 3. jarak antar tiang. 5. 2. Peta Keterkaitan Kegiatan akan memberikan pertimbangan mengenai derajat kedekatan (closeness) dari satu departemen ke departemen lain dengan ukuran-ukuran yang lebih bersifat kualitatif seperti: 1. Derajat keterkaitan kegiatan tersebut adalah (Muther. menurut Wignjosoebroto (1993). lokasi pintu. orientasi bangunan. serta jarak tinggi Untuk membantu menentukan kegiatan yang harus diletakkan pada satu tempat. keperluan umum. tapak bangun (lokasi. telah ditetapkan satu pengelompokkan derajat kedekatan. beberapa di antaranya sangat penting (Angelia. tingkat bersih. 2009): 1. 4. jumlah lantai.harus dirancang dengan cermat serta tidak dibiarkan tumbuh atau berkembang menjadi satu pola lalu lintas yang membingungkan (Tomkins. ukuran. Fasilitas luar (alat angkut. topografi bangunan. dan fasilitas lainnya) 5.1996). lokasi kegiatan yang mungkin berkembang. 2. dan arah perluasan) 3. bangun. 1955): 1. di mana saja tidak ada masalah U = tidak perlu adanya keterkaitan goegrafis apapun Sementara itu. gang. peralatan permanenn. parkir. Faktor-faktor yang mempengaruhi keterkaitan. bangunan dan lokasi. yang diikuti dengan tanda bagi tiap derajat kedekatan tadi.

4. Secara umum alasan keterkaitan dibagi dalama tiga macam yaitu (Angelia. debu. dan lain-lain Memudahkan pemindahan bahan Keterkaitan pegawai a. d. c. 2009): 1. Menggunakan catatan/berkas yang sama Derajat hubungan kertas kerja Menggunakan alat komunikasi yang sama 100 . f. getaran. c. d. bau. Keterkaitan produksi a. 6. b. Aliran informasi a. Menggunakan pegawai yang sama Derajat kepegawaian Jalur perjalanan normal Melaksanakan pekerjaan serupa Disenangi pegawai Gangguan pegawai 3. 2. e. e. c. 5. Penting berdekatan Tidak diharapkan berdekatan Kedekatan biasa Peta Keterkaitan Kegiatan menghubungan aktivitas-aktivitas secara berpasangan sehingga semua aktivitas akan diketahui derajat hubungannya. b. Urutan aliran kerja Mempergunakan peralatan yang sama Menggunakan ruangan yang sama Bising. b.

Alat tulis 2. 101 . Lembar kerja Peta Keterkaitan Kegiatan B. 4. Tuliskan semua kegiatan yang ada dalam perusahaan yang akan dirancang. Prosedur Praktikum 1. Alat dan Bahan 1. Kertas A4 3. Hubungan antarkegiatan ditunjukkan dengan huruf sandi: Huruf Sandi A E I O U X Keterangan Mutlak Perlu Sangat Penting Penting Kedekatan Biasa Tidak Penting Tidak Diharapkan Warna Merah Jingga Hijau Biru Tidak Berwarna Coklat 5. 2. begitu juga kegiatan perkantoran. 3. Setelah huruf-huruf tersebut dimasukkan pada kotak segitiga bagian atas (atau warna yang menentukan hubungan kedekatan). maka angka sandi yang menunjukkan alasan yang mendukung kedekatan hubungan antarkegiatan diletakkan di kotak bagian bawahnya.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Untuk Peta Keterkaitan Kegiatan perusahaan: seluruh proses produksi dianggap sebagai satu kegiatan yaitu kegiatan produksi. pada kolom paling kiri Peta Keterkaitan Kegiatan. Untuk Peta Keterkaitan Kegiatan ruang produksi: memuat seluruh proses produksi yang terjadi.

gunakan warna sesuai ketentuan. 8. Sandi-sandi yang dipakai dalam menentukan alasan: Alasan Sandi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Keterangan Menggunakan catatan yang sama Menggunakan personil yang sama Memakai ruang yang sama Derajat hubungan pribadi Derajat hubungan kertas kerja Urutan aliran kerja Melaksanakan pekerjaan yang sama Menggunakan peralatan yang sama Kemungkinan bau tidak sedap. 102 . gangguan suara. Jika memungkinkan.6. Informasi yang diperoleh dalam Peta Keterkaitan Kegiatan hanya berguna jika diolah ke dalam datu Diagram Keterkaitan Kegiatan (Activity Relationship Diagram: ARD). dan lain-lain 7.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Perusahaan 2. Ruang Produksi 103 . Hasil 1.

Penganalisisan hubungan antar kegiatan satu dengan kegiatan yang lainnya pada industri Salma Roti dan Kue. a. Sedangkan. Pembahasan Praktikum acara 5 ”Peta Keterkaitan Kegiatan (untuk Industri dan Ruang Produksi)” ini bertujuan agar praktikan dapat menunjukkan keeratan keterkaitan antarkegiatan yang memerlukan ruangan dalam industri. PKK dapat menggambarkan derajat keterkaitan kegiatan pada fasilitas penunjang (perusahaan) maupun proses produksi. perbedaan PKK fasilitas penunjang dengan PKK proses produksi terletak pada kegiatan yang dicantumkan.B. Peta Keterkaitan Kegiatan (PKK) adalah salah satu peta kerja yang merupakan teknik ideal dalam merencanakan keterkaitan antara setiap kelompok kegiatan yang saling berkaitan. Hubungan tersebut dinilai melalui nilai kualitatif dengan huruf sandi Therbligh dan dicantumkan alasan kedekatannya dengan sandi angka yang menunjukkan sandi yang menunjukkan kedekatan antara satu stasiun keja dengan stasiun kerja yang lain. Pada dasarnya. PKK proses produksi menunjukkan hubungan keeratan stasiun kerja satu dengan stasiun kerja yang lain. Pada acara ini dilakukan analisis keterkaitan antara kegiatan pada proses produksi dan fasilitas penunjang serta menyusunnya dalam peta keterkaitan kegiatan berdasarkan sandi Therbligh yang telah menjadi dasar pembuatan peta ini. PKK fasilitas penunjang (perusahaan) menggambarkan hubungan keeratan antarfasilitas penunjang (antarruang) dalam industri. Pertama-tama semua kegiatan yang ada dalam perusahaan ditulis yang dirancang pada kolom paling kiri pada peta keterkaitan kegiatan. digunakan Peta keterkaitan Kegiatan (PKK) perusahaan atau industri dan PKK ruang produksi. pembuatan PKK fasilitas penunjang (perusahaan) memiliki prinsip yang sama dengan pembuatan PKK proses produksi. Area Kegiatan pada pembuatan PKK perusahaan atau indutri ialah terdiri atas: 104 .

2. pengovenan 7. penimbangan I yang merupakan operasi penimbangan bahan-bahan yang digunakan seperti tepung. Pada penimbangan I dan II dipisah karena dilakukan pada area yang berbeda. sedang yang Penimbangan II yang merupakan operasi penimbangan adonan setelah mixing dilakukan di ruang produksi. Area parkir Outlet Ruang administrasi Ruang produksi Gudang Lorong I Dapur Kamar Lorong II 10. dan lain-lain dilakukan di gudang. 8. Kamar mandi I 11. margarine. karena dilakukan pada area yang sama. penimbangan II dan pembentukan adonan digabung. Pengembangan 6. 4. begitu juga kegitan perkantoran. Penimbangan I 2. seluruh proses produksi dianggap sebagai satu kegiatan yaitu kegitan produksi. 9. penimbangan II dan pembentukan adonan 4. Kamar mandi II Pada pembuatan PKK perusahaan. Pembagian adonan 5. 3. 6. Hal ini sama juga 105 . Pada kegiatan urutan nomor 3. Pengadukan 3. mentega. Kegiatan pada PKK ruang produksi terdiri atas: 1.1. 5. 7. Pendinginan dan pengemasan Pada pembuatan PKK ruang produksi memuat seluruh proses produksi yang dilakukan untuk memproduksi roti manis isi coklat.

dengan

kegiatan

urutan

ketujuh,

yakni

pendinginan

roti

serta

pengemasannya.

106

b. Selanjutnya, pada PKK perusahaan maupun PKK ruang produksi, hurufhuruf atau warna sandi dimasukkan pada kotak segitiga atas dan angkaangka sandi pada bagian bawahnya sesuai dengan kriteria yang ada. Hubungan antar kegiatan ditunjukkan dengan huruf sandi : Huruf Sandi A E I O U X Keterangan Mutlak Perlu Sangat Penting Penting Kedekatan Biasa Tidak Penting Tidak Diharapkan Warna Merah Jingga Hijau Biru Tidak Berwarna Coklat

c. Setelah Huruf-huruf tersebut dimasukkan pada kotak segitiga bagian atas (atau warna yang menentukan hubungan kedekatan), maka angka sandi yang menunjukkan alas an yang mendukung kedekatan hubungan antar kegiatan diletakkan di kotak bagian bawah. Alasan Sandi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Keterangan Menggunakan catatan yang sama Menggunakan personil yang sama Memakai ruang yang sama Derajat hubungan pribadi Derajat hubungan kertas kerja Urutan aliran kerja Melaksanakan pekerjaan yang sama Menggunakan peralatan yang sama Kemungkinan bau tidak sedap, gangguan suara, dan lain-lain Kegiatan yang jauh berbeda satu sama lain dengan bahan berbeda Kegiatan yang berbeda dengan bahan yang sama Mempermudah akses

10 11 12

d. Jika memungkinkan, dapat menggunakan warna yang sesuai. e. Informasi yang diperoleh dalam PKK hanya berguna jika diolah kedalam satu Diagram Keterkaitan kegitan. Peta Keterkaitan Kegiatan pada perusahaan (kegiatan industri) ”Salma, Roti dan Kue” terdiri atas sebelas fasilitas penunjang, yaitu area parkir, outlet, ruang administrasi, ruang produksi, gudang, lorong I, dapur, kamar, lorong II, kamar mandi I, dan kamar mandi II. Fasilitas industri yang memiliki tingkat kedekatan mutlak (A), yaitu area parkir dan outlet, ruang produksi dan gudang, serta gudang dan lorong I. Ruangan yang memiliki tingkat kedekatan sangat penting (E), yaitu area parkir dan lorong I, ruang administrasi dan gudang, ruang produksi dan dapur, serta ruang produksi dan lorong II. Ruangan yang memiliki tingkat kedekatan penting (I), yaitu area parkir dan ruang administrasi, outlet dan ruang administrasi, outlet dan ruang produksi, outlet dan lorong II, ruang administrasi dan lorong I, ruang administrasi dan lorong II, gudang dan lorong II, lorong I dan dapur, lorong I dan lorong II, kamar dan kamar mandi I, serta kamar dan kamar mandi II. Ruangan yang memiliki tingkat kedekatan biasa (O), yaitu ruang administrasi dan ruang produksi, ruang administrasi dan dapur, ruang administrasi dan kamar, ruang administrasi dan kamar mandi I, ruang administrasi dan kamar mandi II, ruang produksi dan lorong I, ruang produksi dan kamar, gudang dan dapur, gudang dan kamar, lorong I dan kamar, lorong I dan kamar mandi I, lorong I dan kamar mandi II, dapur dan kamar, kamar dan lorong II, lorong II dan kamar mandi I, lorong II dan kamar mandi II, serta kamar mandi I dan kamar mandi II. Ruangan yang memiliki tingkat kedekatan tidak penting (U), yaitu area parkir dan kamar mandi I, area parkir dan kamar mandi II, outlet dan gudang, outlet dan lorong I, serta dapur dan lorong II. Sedangkan, ruangan yang memiliki tingkat kedekatan tidak diharapkan (X), yaitu area parkir dan ruang produksi, area parkir dan gudang, area parkir dan dapur, area parkir dan kamar, area parkir dan lorong II, outlet dan dapur, outlet dan kamar, outlet

108

dan kamar mandi I, outlet dan kamar mandi II, ruang produksi dan kamar mandi I, ruang produksi dan kamar mandi II, gudang dan kamar mandi I, gudang dan kamar mandi II, dapur dan kamar mandi I, serta dapur dan kamar mandi II. Peta Keterkaitan Kegiatan pada kegiatan produksi terdiri atas tujuh stasiun kerja, yaitu penimbangan I, pengadukan, penimbangan II dan pembentukan adonan, pembagian adonan, pengembangan, pengovenan, serta pendinginan dan pengemasan. Pada industri ”Salma, Roti dan Kue” tidak ada stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan mutlak (A). Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan sangat penting (E), yaitu pengadukan dan penimbangan II-pembentukan adonan, penimbangan II-pembentukan adonan dan pembagian adonan, pembagian adonan dan pengembangan, pengembangan dan pengovenan, serta pengovenan dan pendinginanpengemasan. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan penting (I), yaitu penimbangan I dan pengadukan, pengadukan dan pembagian adonan, serta penimbangan II-pembentukan adonan dan pengembangan. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan biasa (O), yaitu penimbangan I dan penimbangan II-pembentukan adonan, penimbangan I dan pembagian adonan, penimbangan I dan pengembangan, pengadukan dan

pengembangan, pengadukan dan pendinginan-pengemasan, penimbangan IIpembentukan adonan dan pengovenan, penimbangan II-pembentukan adonan dan pendinginan-pengemasan, pembagian adonan dan pengovenan, pembagian adonan dan pendinginan-pengemasan, serta pengembangan dan pendinginan-pengemasan. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan tidak penting (U), yaitu penimbangan I dan pengovenan serta pengadukan dan pengovenan. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan tidak diharapkan (X), yaitu penimbangan I dan pendinginan-pengemasan. Secara teori, peta keterkaitan kegiatan bermanfaat dalam penyusunan urutan pendahuluan bagi satu Peta Dari Ke-, lokasi nisbi dari pusat kerja atau departemen dalam satu kantor, lokasi kegiatan dalam satu usaha pelayanan, lokasi pusat kerja dalam operasi perawatan atau perbaikan,

109

Ruanganruangan telah disusun sesuai dengan rangkaian kegiatan dalam industri tersebut.lokasi nisbi dari daerah pelayanan dalam satu fasilitas produksi. 110 . Roti dan Kue”. Dengan menentukan keterkaitan kegiatan. baik dalam meninjau keeratan fasilitas penunjang maupun proses produksi. industri tersebut dapat menentukan tata letak dan mengatur penempatan peralatan dengan efektif sehingga dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan produktivitas. menunjukkan hubungan satu kegiatan dengan yang lainnya. Penentuan keterkaitan kegiatan pada industri ”Salma. Roti dan Kue” sangat penting. berupa evaluasi keterkaitan kegiatan sehingga dapat tercapai layout efektif. Aplikasi peta keterkaitan kegiatan pada industri ”Salma. dan alasannya serta memperoleh satu landasan bagi penyusunan daerah selanjutnya. Pada industri ini sudah menerapkan tata letak yang sesuai dengan Peta Keterkaitan Kegiatan yang dibuat.

Simbol-simbol tersebut diletakkan pada kotak bagian atas. E berarti sangat penting. A berarti mutlak perlu. dan X. Angka sandi ini pada Peta Keterkaitan Kegiatan diletakkan pada kotak bagian bawah. Hubungan kedekatan tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi industri yang ada. dapat diperoleh keeratan keterkaitan antarkegiatan yang memerlukan ruangan dalam industri. E. O. Keterkaitan ini dapat ditunjukan dengan derajat tertentu disimbolkan dengan huruf sandi. sebaiknya dikomunikasikan kepada para praktikan terlebih dahulu. Saran Jika terjadi penggabungan acara praktikum atau perubahan jadwal. U berarti tidak penting. 111 . B. O berarti kedekatan biasa. I. dan X berarti tidak diharapkan. Kesimpulan Berdasarkan Peta Keterkaitan Kegiatan. I berarti penting. U. yakni A. Selanjutnya dibuat angka sandi untuk menunjukkan alasan yang mendukung kedekatan hubungan antarkegiatan.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.

1979. J.co. Practical Plant Layout. Dalam http. Diakses pada Rabu. Bandung: Keluarga Mahasiswa Teknik Industri-ITB. Metode Craft. 1990. Teknik Tata Cara Kerja. Bandung: Penerbit ITB. Muther. Pengantar Teknik Industri Edisi I. Facility Planning.id/library/indeks. 1996. 1955. 112 .18 WIB Apple. John Wiley & Sons.//www. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ketiga. 2009.php?option=com_content&view=article&id=495%3Ametode-craft&ltermid=14. White John A. Wignjosoebroto.DAFTAR PUSTAKA Angelia. Tomkins. USA. James A. M. McGraw-Hill Book Co: New York. Corry. Sutalaksana. Jakarta: PT Guna Widya. 28 April 2010 pukul 19. 1993.ittelkom.. R. Anggawisastro.

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA VI DIAGRAM KETERKAITAN KEGIATAN Disusun oleh: Kelompok 10 1. Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 113 . Nika Awalistyaningrum 2. Esti Rumaningsih 3.

Kegiatan-kegiatan tersebut berupa kegiatan produksi. Kedekatan antara suatu kegiatan dengan kegiatan lain dan suatu tempat dengan tempat yang lain sangat penting untuk dianalisis. Maka dari itu pada praktikum ini.BAB I PENDAHULUAN A. dan aman. Pada perancangan suatu tempat untuk menempatkan faktor-faktor produksi tersebut. Latar Belakang Industri merupakan sebuah wadah berkumpulnya faktor-faktor produksi. Kedekatannya sangat perlu dianalisis agar industri mencapai produktivitas yang optimum dengan efisien. Industri atau perusahaan saat ini sangat memperhatikan efisiensi dan efektifitas kerjanya. Hal ini dikarenakan berpengaruh pada aliran bahan. penyimpanan. Faktor-faktor tersebut digunakan untuk menghasilkan sebuah produk yang bernilai tambah. perangkaian. faktor-faktor tersebut dikelola dengan melibatkan banyak kegiatan di dalamnya. dibutuhkan banyak sekali pertimbangan untuk mencapai tujuan awal perusahaan. efektif. serta bentuk perancangan kebutuhan ruangan industri. dilakukan analisis kedekatan keterkaitan kegiatan-kegiatan dalam industri Salma Roti dan Kue menggunakan Diagram Keterkaitan Kegiatan (DKK). Diagram ini merupakan diagram berbentuk balok yang menunjukkan pendekatan keterkaitan kegiatan yang menunjukkan setiap kegiatan sebagai suatu model kegiatan tunggal. 114 . perkantoran. Pada industri. Salah satu metode atau teknik untuk menganalisis dan menunjukkan kedekatan antara suatu kegiatan dengan kegiatan lain dan suatu tempat dengan tempat yang lain dapat menggunakan Diagram Keterkaitan Kegiatan (Activity Relationship Diagram). serta kegiatankegiatan dengan fasilitas penunjang lainnya. termasuk industri pertanian.

Tujuan Praktikum Praktikan dapat menentukan posisi suatu ruangan terhadap ruangan lain dalam ruangan produksi maupun industri.B. 115 .

2. Pengalokasian sistematis untuk setiap aktivitas Proses penempatan fasilitas Membuat suatu layout lebih akurat Menaksir luas total dari suatu gedung Meminimasi ruang yang diperlukan Teknik lain telah dikembangkan pula oleh Richard Muther. lambang. Lambang-lambang yang digunakan pada teknik ini adalah lambang-lambang proses konvensional. sehingga menghasilkan suatu diagram. yang menunjukkan setiap kegiatan sebagai satu model kegiatan tunggal (Apple. di mana pada teknik ini menggunakan kombinasi garis. Penggunaan Diagram Keterkaitan Kegiatan adalah bertujuan untuk perencanaan hubungan antara pola aliran bahan dan lokasi aktivitas pelayanan yang berhubungan dengan aktivitas produksi (Apple. 5. menurut Downs (1956) diagram aliran yang ada dikembangkan dengan cara. 4. Blok diagram yang sudah jadi akan disusun 116 . 1990). Untuk membuat rancangan tata letak ideal perlu dilakukan analisis antar kegiatan dengan membuat diagram keterkaitan kegiatan. 1990): 1. Kegunaan dari diagram ini adalah untuk (Apple. Setelah dilakukan analisis maka diagram tersebut disusun dengan membuat tabel lembar kerja keterkaitan kegiatan selanjutnya memplotkan pada blok keterkaitan untuk mempermudah tata letaknya. dan membantu perencana untuk menghubungkan masing-masing kegiatan secara tepat dalam tahap awal perencanaan tata letak. 3. dan warna. 1944).BAB II TINJAUAN PUSTAKA Diagram keterkaitan kegiatan ini pada kenyataannya merupakan diagram balok yang menunjukkan pendekatan keterkaitan kegiatan. dan angka garis antara lambang-lambang menunjukkan pentingnya kedekatan (Muther. Lebar garis menunjukkan volume antara kegiatan. 1990). kegiatan-kegiatan yang terjadi dihubungkan dengan garis atau pita dengan berbagai ketebalan yang berbeda. Pendekatan yang dilakukan oleh Muther juga dilakukan oleh Downs.

Pola aliran barang terencana. Aliran yang lurus. Tata letak fasilitas produksi yang buruk akan menimbulkan masalah yang besar dan cenderung sulit diatasi karena sifatnya permanen. 2008). 6. Keterkaitan kegiatan yang terencana. 7. Tata letak yang efektif terwujud dengan memiliki beberapa karakteristik yang jelas yang dapat dilihat bahkan dari satu pengamatan biasa. 11. 8. 9. 5. 2009). Untuk membuat rancangan tata letak ideal perlu dilakukan analisis antar kegiatan dengan membuat diagram keterkaitan kegiatan setelah dilakukan analisis maka diagram tersebut disusun dengan membuat tabel lembar kerja keterkaitan kegiatan selanjutnya plotkan pada blok keterkaitan agar lebih mudah menentukan tata letaknya. 2. Gang yang lurus.sedemikian rupa menurut diagram keterkaitan kegiatan yaitu dengan cara mendekatkan proses-proses yang diperlukan. 10. 4. Langkah balik yang minimum. Pemindahan bergerak dari penerimaan menuju pengiriman. Jika sebuah usaha agri-bisnis budidaya jamur tiram ingin memperbaiki tata letak fasilitas produksinya atau tata letak pabrik yang sudah terlanjur tidak efektif dan efisien 117 . Pemindahan antar operasi minimum. Jalur aliran tambahan. 12. Pemrosesan digabung dengan pemindahan bahan. Metode pemindahan yang terencana. 13. 2007) : 1. Operasi pertama dekat dengan penerimaan. Hasil dari blok keterkaitan tersebut diaplikasikan pada tata letak sebenarnya dengan menyusun bentuk area kerjanya yang dilakukan secara manual (Anonim. Operasi terakhir dekat dengan pengiriman. Blok diagram yang sudah jadi akan disusun sedemikian rupa menurut diagram keterkaitan kegiatan yaitu dengan cara mendekatkan proses – proses yang multak diperlukan (Hendrarto. 3. Jarak pemindahan yang minimum. diantaranya yang paling penting adalah (Nugroho.

Di samping itu juga besar kemungkinan usaha tersebut akan kehilangan konsumen selama renovasi pabrik akibat tidak ada produk yang dihasilkan (Wignjosoebroto. 1996).maka selain investasi yang harus dikeluarkan sangat besar. dapat diperkirakan pula berapa banyak waktu yang terbuang untuk perbaikan tersebut. 118 .

baru E. Alat tulis Kertas A4 Gunting Lem Pensil warna Peta keterkaitan kegiatan (fasilitas penunjang dan proses produksi) Lembar kerja diagram keterkaitan kegiatan Matriks Diagram Keterkaitan Kegiatan B. dan seterusnya. 119 . Prosedur Praktikum 1. 5. Potong-potong kotakan tadi. Alihkan angka-angka pada kolom lembar kerja ke kotakan-kotakan bernotasi. 7. Terjemahkan peta keterkaitan kegiatan yang sudah dibuat di acara sebelumnya ke lembar kerja sebagai berikut: Kegiatan 1 2 3 dan seterusnya Derajat Kedekatan A E I O U X 2. uji cobakan untuk seluruh kegiatan yang ada. Masukkan nomor kegiatan dari peta keterkaitan kegiatan pada setiap kolom untuk menunjukkan derajat kedekatan dengan kegiatan pada baris. 4. 3. 6. 3. Tuliskan semua kegiatan (dari peta keterkaitan kegiatan) di kolom kiri. Untuk U tidak dialihkan karena tidak diperlukan lagi. Alat dan Bahan 1. 2.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. pasangkan yang mempunyai derajat kedekatan A lebih dulu. Dengan metode trial and error. 8. 4. 5.

perkantoran.6. dan lain-lain). 7. Inilah yang disebut sebagai Diagram Keterkaitan Kegiatan. Salin susunan akhir ke kertas. Berikan warna ke masing-masing kotak sesuai dengan bagiannya (produksi. 120 . pelayanan pekerja. pelayan pabrik.

4 5.7 6. Pengovenan 5.6.6.7 Pembentukan Adonan 4.4 1.Pembagian Adonan 3.5 6 2. Penimbangan I 2 3.4. Penimbangan II dan 2.6 3 1.5 Pengemasan Kegiatan X 7 1 121 .4 5 1.7 5. Pengadukan 3 1. Hasil 1.3.7 3.2 7. Pengembangan 4. Pendinginan dan 6 2.2.5 2 1.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.4.7 6 3. Perusahaan LEMBAR KERJA DIAGRAM KETERKAITAN KEGIATAN Derajat Keterkaitan A E I O U 1.

122 .

9 2 3.7.10.8.4.11 1.10 1 2.9 O 4.9 6 10.9.7.8 4. Dapur 8.5.Area Parkir 2. Gudang 6.2 1 2.6.8 3.10.4.9 1.9 7.11 3.6.11 2.11 - 123 .6 5 3 1 4 4 9 3.11 1.11 3.7 4. Ruang Produksi LEMBAR KERJA DIAGRAM KETERKAITAN KEGIATAN Kegiatan 1. Kamar 9.8.6 X 4.7.8.6.5.5.2.4.8 1. Lorong Ii 10.10. Outlet 3.10.3.11 U 10.6.5.9. Kamar Mandi I 11.5.10.9 8.6 8 7.5. Kamar Mandi Ii 8 3.7 5 7. Ruang Administrasi 4.2. Ruang Produksi 5.7.2.8.4.11 5. Lorong I 7.11 Derajat Keterkaitan A 2 1 E 6 5 I 3 3.10.10.6.11 2 2 9 7 1 1.

Dasar pembuatan diagram keterkaitan kegiatan adalah peta keterkaitan kegiatan.B. Notasi tersebut menunjukkan pendekatan kedekatan keterkaitan kegiatan. Peta dan diagram keterkaitan kegiatan menggunakan prinsip keeratan hubungan antarfasilitas penunjang maupun antarstasiun kerja. DKK adalah diagram balok yang menunjukkan pendekatan keterkaitan kegiatan dan setiap kegiatan sebagai satu model kegiatan tunggal. Susunan beberapa 124 . DKK memiliki bentuk susunan persegi yang bernotasi. yang diwakili oleh kedekatan antara persegi satu dengan yang lain. Pembahasan Praktikum acara 5 ”Diagram Keterkaitan Kegiatan” ini bertujuan agar praktikan praktikan dapat menentukan posisi suatu ruangan terhadap ruangan lai dalam ruangan produksi maupun industri. Diagram Keterkaitan Kegiatan (DKK) diperoleh berdasarkan asumsi subjektif praktikan walaupun tidak menutup kemungkinan terdapat unsur objektif.

Pengadukan 3. Jika PKK terdiri dari perusahaan dan ruang produksi maka DKK pun juga terdapat DKK perusahaan dan DKK ruang produksi yang terpisah. dilakukan terjemahan kedalam lembar kerja Diagram Keterkaitan Kegiatan. Pada kolom derajat kedekatan. Pengembangan 6. Pendinginan dan Pengemasan E Derajat Keterkaitan I O U X 125 . I. Penimbangan I 2. dimasukkan nomor kegiatan dari PKK. O. dan X. pembuatan DKK fasilitas penunjang (perusahaan) memiliki prinsip yang sama dengan pembuatan DKK proses produksi. Lembar Kerja DKK proses produksi: Kegiatan A 1. Informasi yang diperoleh dalam PKK.Pembagian Adonan 5. DKK proses produksi menggambarkan diagram keeratan stasiun kerja satu dengan stasiun kerja yang lain. Penimbangan II dan Pembentukan Adonan 4. Sedangkan. Pada kedua PKK (perusahaan maupun ruang produksi). Penggunaan asumsi persegi diharapkan dapat mempermudah perancangan dan penempatan kegiatan dalam sebuah lahan yang sudah ditentukan. U. dan sebelah kanan merupakan derajat kedekatan yang terdiri dari kode-kode A. DKK fasilitas penunjang (perusahaan) menggambarkan diagram keeratan antarfasilitas penunjang (antarruang) dalam industri. E.persegi bernotasi tersebut yang menunjukkan model kegiatan tertentu yang memilki hubungan keterkaitan. Bagian kiri tabel ialah semua kegiatan. Pada dasarnya. a. Diagram Keterkaitan Kegiatan (DKK) menjadi dasar perencanaan keterkaitan antara pola aliran bahan dan lokasi kegiatan pelayanan dihubungkan deangan kegiatan produksi dengan peta keterkaitan kegiatan sebagai sumber informasi keterkaitan kegiatan. maka selanjutnya diolah untuk digunakan pembuatan Diagram Keterkaitan kegitan (DKK). Pengovenan 7.

tidak dialihkan karena tidak diperlukan lagi. Selanjutnya. Kamar Mandi Ii Derajat Keterkaitan A E I O U X b. Ruang Administrasi 4. Ruang Produksi 5. Gudang 6. Kamar 9. Lorong I 7. AXZ (**) EAXZ (**) E- I- O- I- O- c. Lorong Ii 10. Kamar Mandi I 11. Dapur 8. lalu dialihkan ke kotakan-kotakan. Setelah angka-angka nomor kegiatan diisikan pada kolom lembar kerja. Outlet 3.Area Parkir 2. kotak-kotak tersebut dipotong lalu potongan-potongan kotakan tersebut dipasangkan yang mempunyai derajat kedekatan A 126 .Lembar Kerja DKK perusahaan (industri): Kegiatan 1. Untuk derajat kedekatan U.

dan ruang produksi. diperoleh bahwa area parkir berdekatan dengan outlet dan ruang administrasi. kamar mandi II. sehingga akan cukup menghabiskan waktu. dan lorong II. masing-masing kotak diberikan warna sesuai dengan bagiannya. Roti dan Kue” yang telah dibuat. gudang. dan kamar mandi II. kamar mandi I. gudang berdekatan dengan ruang produksi I. e. lorong II. ruang administrasi berdekatan dengan outlet. Oleh 127 . dan dapur. lorong II. kamar mandi I. gudang. d. Dengan metode trial and error. gudang. Lembar kerja diagram keterkaitan kegiatan menunjukkan area parkir mempunyai hubungan mutlak perlu (A) deangan outlet karena mempermudah akses pelanggan dari tempat parkir ke outlet. ruang administrasi. ruang produksi berdekatan dengan outlet. lorong I. dan lorong I. Selanjutnya. Salinan susunan akhir kertas. seluruh kegiatan yang ada diujicobakan. dapur. ruang adminstrasi. gudang. outlet berdekatan dengan area parkir. ruang produksi. ruang administrasi. dan kamar mandi II. lorong II berdekatan dengan dapur. lorong II. gudang. dan outlet. Area parkir juga memiliki kedekatan yang sangat penting (E) dengan lorong I karena lorong I berfungsi menghubungkan area parkir dengan gudang sehingga akan mempermudah akses pengangkutan dari distributor ke gudang. Pembuatan Diagram Keterkaitan Kegiatan menggunakan sistem ’trial and error’. kamar berdekatan dengan lorong II. serta kamar mandi II berdekatan dengan kamar. lorong II.lebih dahulu. lorong II. kamar mandi II. ruang produksi. dan kamar. baru E dan seterusnya. dapur berdekatan dengan ruang produksi. Berdasarkan diagram keterkaitan kegiatan pada perusahaan (kegiatan industri) ”Salma. lorong I berdekatan dengan gudang. dan kamar mandi I. Uji coba dari bentuk satu ke bentuk lain sampai ditemukan kondisi yang cocok dimana kedekatan suatu model kegiatan menunjukkan sifat keterkaian antara kegiatan satu dengan kegiatan yang lain. lorong I. kamar mandi I berdekatan dengan kamar. lorong I.

kamar. bau. debu. area parkir harus berdekatan dengan outlet dan lorong I. kedekatan tidak diharapkan terjadi antara area parkir dengan ruang produksi. Sedangkan. kamar mandi I. kamar. dan kamar mandi II karena pada dasarnya merupakan kegiatan berbeda dan tidak akan saling mengganggu sehingga tidak perlu diperhatikan. dan kamar mandi II karena merupakan kegiatan yang berbeda dan dapat memungkinkan terjadi gangguan suara. kedekatan sangat penting terjadi antara ruang produksi dengan dapur dan lorong II karena mempermudah akses dan personilnya sama sehingga harus diletakan 128 . kedekatan tidak penting (U) terjadi antara outlet dengan gudang dan lorong I sehingga letaknya tidak perlu didekatkan. Kedekatan biasa terjadi antara ruang administrasi dengan ruang produksi. Outlet mempunyai kedekatan penting (I) dengan ruang administrasi karena hubungan kertas kerja. dan sebagainya. kamar. dan lorong II karena area parkir terletak di tepi jalan sehingga memungkinkan terjadi gangguan suara. outlet. ruang produksi karena merupakan urutan aliran kerja. dan lorong II karena dapat mempermudah akses dan ada hubungan kertas kerja. dapur. dan sebagainya. area parkir mempunyai hubungan kedekatan penting (I) dengan ruang administrasi karena mempermudah akses manajer industri maupun distributor yang membutuhkan pencatatan. kamar mandi I. Sedangkan. bau. gudang.sebab itu. Sedangkan. dan lorong II karena alat yang digunakan sama. Selanjutnya. Ruang administrasi sangat penting untuk berada dekat dengan gudang agar mempermudah akses karena harus dilakukan pencatatan terus-menerus terhadap kondisi persediaan bahan baku. dapur. lorong I. Kedekatan tidak penting terjadi antara area parkir dengan kamar mandi I dan kamar mandi II karena terdapat perbedaan jenis kegiatan yang terjadi. dan sebagainya. Outlet memiliki hubungan kedekatan tidak diharapkan (X) dengan dapur. Ruang produksi mutlak perlu dekat dengan gudang agar aksesnya mudah sehingga jarak aliran bahan tidak terlalu jauh. debu. ruang administrasi juga harus berdekatan dengan area parkir. pembayaran. Selain itu.

dan sebagainya sehingga letaknya berjauhan. dan kamar mempunyai kedekatan biasa yang tidak 129 . lorong I. gudang. bau. debu. kamar mandi I. kamar mandi I. bau. Lorong I letaknya bebas. Gudang juga tidak diharapkan berdekatan dengan area parkir. dan kamar karena merupakan kegiatan berbeda sehingga tidak perlu diperhatikan. Dapur tidak diharapkan berdekatan dengan area parkir. outlet. debu. dan kamar mandi II karena dapat memungkinkan terjadi gangguan suara. kamar mandi I. sedangkan lorong II tidak boleh berdekatan dengan area parkir karena memungkinkan terjadi gangguan suara. Gudang penting untuk dekat dengan lorong II agar dapat mempermudah akses. dan sebagainya sehingga letaknya berjauhan. keduanya merupakan lorong penghubung yang sifatnya netral dan lebih fleksibel untuk ditata. Gudang mutlak perlu berdekatan dengan ruang produksi dan lorong I karena terdapat urutan kerja sehingga letaknya bersebelahan. Sebab. Ruang produksi penting untuk dekat dengan outlet karena terdapat urutan kerja. bau. kamar mandi I maupun II. dan sebagainya sehingga letak berjauhan. Karena pekerjaannya berbeda. debu. Lorong I penting berdekatan dengan lorong II agar akan mempermudah akses. Kedekatan biasa muncul antara gudang dengan dapur dan kamar sehingga letaknya tidak perlu diperhatikan. posisi gudang sengan outlet juga perlu dikesampingkan karena pengaruhnya sedikit. dan kamar mandi II karena memungkinkan terjadi gangguan suara.berdekatan. bau. Sedangkan. Dapur dan lorong II kedekatan mempunyai kedekatan dengan ruang produksi karena dapat mempermudah akses sehingga harus diletakkan berdekatan. debu. dan kamar mandi II karena dapat memungkinkan terjadi gangguan suara. Keterkaitan biasa terjadi antara ruang produksi dengan ruang administrasi. posisi dapur terhadap ruang administrasi. Lorong I mempunyai kedekatan biasa dengan kamar. Baik dapur maupun lorong II tidak boleh berdekatan dengan lorong I karena merupakan pekerjaan yang berbeda. dan sebagainya sehingga letak berjauhan. Ruang produksi tidak diharapkan berdekatan dengan area parkir.

Oleh sebab itu. berdekatan pun sebenarnya tidak bermasalah. pengadukan. seperti outlet. maupun kamar mandi lain sehingga letaknya tidak perlu diperhatikan. pengovenan. Berdasarkan analisis. tidak ada hubungan mutlak perlu antarstasiun kerja. letak kamar mandi dan area bahan baku dijauhkan. dan sebagainya. pendinginan pembagian dan adonan. hingga pendinginan-pengemasan. Aliran kerja terakhir adalah 130 . Diagram keterkaitan kegiatan pada kegiatan produksi terdiri atas tujuh kotak yang mewakili tujuh stasiun kerja. ruang produksi. Akan tetapi. pembagian adonan. ruang produksi. dan dapur. gudang. dapur. terdapat hubungan sangat penting mulai dari stasiun kerja pengadukan.perlu diperhatikan. lorong I. Hal tersebut disebabkan oleh terdapat hubungan aliran kerja antarstasiun sehingga dalam diagram keterkaitan kerja. Akan tetapi. dan lorong II karena sifat kegiatannya berbeda. keduanya sangat tidak diharapkan berdekatan dengan area bahan. Letak kamar fleksibel dengan ruang administrasi. Kamar mandi I dan II mempunyai kedekatan biasa dengan ruang administrasi. gudang. pengemasan. kamar tidak diharapkan berdekatan dengan area parkir dan outlet karena merupakan tempat istirahat pekerja sehingga gangguan suara dan sebagainya harus minimal. penimbangan II-pembentukan adonan. Artinya. lorong I. pengembangan. karena memungkinkan terjadi gangguan suara. II dan pembentukan serta adonan. pengovenan. Setelah itu. Kamar penting untuk berdekatan dengan kamar mandi I maupu II karena terdapat derajat hubungan pribadi sehingga dalam diagram keterkaitan kerja diletakkan berdekatan. debu. Kedua kamar mandi ini tidak penting berada di dekat area parkir ataupun tidak. adonan didiamkan agar mengembang lalu dioven hingga matang. keenam stasiun kerja tersebut saling berdekatan satu sama lain. lorong II. Aliran kerja yang menjadi acuan adalah proses pengadukan menggunakan mixer. adonan masuk ke stastiun kerja penimbangan IIpembentukan adonan dan pembagian adonan. yaitu penimbangan I. bau. Akan tetapi. penimbangan pengembangan.

bau. Selain itu. pengadukan dan pendinginan-pengemasan. penimbangan I dan pengembangan. Hubungan kedekatan penting terjadi antara stasiun kerja penimbangan I dan pengadukan karena merupakan hubungan aliran kerja sehingga dapat memperpendek jarak pindah bahan. posisi antarstasiun yang termasuk dalam hubungan kedekatan biasa tidak perlu diperhatikan sehingga lebih fleksibel untuk ditata. letak ketiga stasiun kerja tersebut tidak perlu diperhatikan. yaitu penimbangan I dan pendinginan-pengemasan. Sebab.didinginkan lalu dikemas. stasiun kerja pengadukan mempunyai kedekatan penting dengan pembagian adonan karena ruangannya sama sehingga letaknya harus dekat. Oleh sebab itu. Bahan yang mengalami penimbangan I dan pengadukan adalah bahan baku dari gudang. Pada industri ”Salma. pembagian adonan dan pengovenan. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan tidak penting adalah penimbangan I dan pengovenan serta pengadukan dan pengovenan. serta pengembangan dan pendinginan- pengemasan. Pada kedua stasiun kerja tersebut memungkinkan terdapat gangguan suara. pembagian adonan dan pendinginan-pengemasan. penimbangan I dan pembagian adonan. Secara teori. penimbangan II-pembentukan adonan dan pendinginanpengemasan. pengadukan dan pengembangan. baik dalam diagram keterkaitan fasilitas penunjang 131 . penimbangan II-pembentukan adonan dan pengovenan. Kedekatan biasa terjadi antara penimbangan I dan penimbangan IIpembentukan adonan. Oleh sebab itu. Penimbangan IIpembentukan adonan penting berdekatan dengan pengembangan karena ruangannya juga sama sehingga letaknya harus dekat. manfaat dan aplikasi diagram keterkaitan kegiatan adalah menjadi dasar perencanaan keterkaitan antara pola aliran barang dan lokasi kegiatan pelayanan dihubungkan dengan kegiatan produksi. merupakan kegiatan yang berbeda dengan bahan yang berbeda. dan lain-lain. gas. Sedangkan. Roti dan Kue”. sedangkan bahan yang mengalami pengovenan adalah adonan. stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan tidak diharapkan (X).

maupun proses produksi. berupa evaluasi keterkaitan kegiatan sehingga dapat ditentukan tata letak dan mengatur penempatan peralatan dengan efektif sehingga dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan produktivitas. 132 .

133 . Selain itu. Saran Jika terjadi penggabungan acara praktikum atau perubahan jadwal. sebaiknya dikomunikasikan kepada para praktikan terlebih dahulu. kebutuhan alat seperti gunting dan lem. Diagram Keterkaitan Kegiatan ini dibuat berdasarkan hubungan keterkaitan kegiatan antarkegiatan yang diperoleh dari Peta Keterkaitan Kegiatan. disediakan atau minimal praktikan diberitahu agar masing-masing membawa alat yang dibutuhkan. Diagram Keterkaitan Kegiatan berupa kotak bernotasi yang bertuliskan nama fasilitas penunjang atas stasiun kerja. Kesimpulan Diagram Keterkaitan Kegiatan merupakan diagram yang menunjukan posisi ruangan terhadap ruangan lain pada ruang produksi maupun industri.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. B.

http://resources. Best Way To Layout a Job Shop. G. Factory Management and Maintenance.dkk. Perancangan Fasilitas. Widya Astuti.unpad. Diakses pada hari Senin tanggal 27 April 2009 pukul 14. Yogyakarta: Jurusan Teknik Industri STTA. Downs. Bandung: Penerbit ITB. 2009. 2007.21 WIB. R.ac. Apple. Muther. 1990.id/unpadcontent/uploads/publikasi_dosen/no. Nugroho. Diakses pada Senin tanggal 27 April 2009 pukul 14. M. 1996.id/unpadAnonim. Hendrarto. Modifikasi Tata Letak Fasilitas Produksi Jamur Tiram.DAFTAR PUSTAKA http://resources. Jurnal Teknotan. 1956. Production Line Technique.ac.21/520jurnal/520FTIP. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Barang.unpad. J. Wignjosoebroto. 1944.05 WIB.28/5 29jurnal/520FTIP. content/uploads/publikasi_dosen/no. 2008. 134 . Tataletak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ketiga. Jakarta: Guna Widya. New York: McGraw-Hill Book Co. New York: McGraw-Hill Book Co. S. Edisi ke 3.

Nika Awalistyaningrum Esti Rumaningsih Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 135 . 3. 2.LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA VII DIAGRAM PENGALOKASIAN WILAYAH Disusun oleh: Kelompok 10 1.

diagram keterkaitan kegiatan serta aliran bahan yang terjadi pada industri tersebut. Oleh karena itu. Perubahan tata letak terjadi karena terdapat perpindahan lokasi produksi dan fasilitas pendukung dalam industri tersebut.BAB I PENDAHULUAN A. untuk membuat diagram pengalokasian wilayah perlu diperhatikan ketiga hal tersebut. Latar Belakang Industri selalu memerlukan perbaikan dengan untuk mengembangkan usahanya. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan melakukan perbaikanperbaikan agar dapat meningkatkan kapasitas maupun kualitas produksi. Pengkajian secara lebih rinci mengenai semua hal yang terjadi pada industri sangat diperlukan untuk mengembangkan industri tersebut. maupun peningkatan jumlah kapasitas produksi harian. Perubahan yang dilakukan dapat berupa perubahan tata letak ruang. penentuan stasiun kerja. Diagram pengalokasian wilayah juga akan menunjukkan tata letak baru yang dianggap lebih efektif dan efisien. diharapkan akan terjadi peningkatan efisiensi dan efektivitas kerja dengan mereduksi langkah balik proses produksi atau memperpendek jarak antara stasiun kerja yang ada. Dengan demikian. Diagram pengalokasian wilayah dapat digunakan untuk merancang 136 . Pada diagram pengalokasian wilayah terdapat gambaran mengenai ruang produksi dan berbagai fasilitas pendukung yang ada. sedangkan perubahan kapasitas terjadi akibat terdapat perhitungan ulang scale up terhadap produk yang dihasilkan oleh industri tersebut. Pengkajian terhadap tata letak suatu industri akan menghasilkan diagram pengalokasian wilayah. Diagram pengalokasian yang baik akan membuat masing-masing stasiun kerja menjadi lebih dekat dan membuat proses aliran bahan menjadi lebih urut dan teratur. Diagram pengalokasian wilayah ini sangat berkaitan erat dengan peta keterkaitan kegiatan.

137 . B. Oleh karena pentingnya pengkajian mengenai diagram pengalokasian wilayah ini. Tujuan Praktikum 1. Praktikan dapat mengalokasikan kebutuhan ruang dan luas lantai dalam area industri yang ada. Praktikan dapat menggambarkan perpindahan/aliran bahan dan mengefektifkan aliran bahannya berdasarkan kriteria tertentu. 2. maka perlu dilakukan praktikum acara 8 ini agar praktikan dapat lebih memahami cara membuat diagram pengalokasian wilayah maupun template.layout perbaikan bagi suatu industri.

dalam satu kesatuan yang terpadu. Dasar bagi perencanaan selanjutnya e. aliran personil. 2010). Area Alocation Diagram (AAD) merupakan lanjutan dari Area Relationtionship Chart (ARC). tempat yang dibutuhkan. 138 . maka sesuai dengan persoalan ARC diatas maka dapat dibuat AAD. Pembagian wilayah kegaiatn yang sistematis b. Beberapa keuntungan dan pemakaian proses alokasi wilayah ini (Apple. Meminimumkan ruangan yang terbuang. 2010). Susunan yang dihasilkan harus sedapat mungkin mewadahi keterkaitan kegiatan yang telah ditentukan. AAD merupakan template secara global informasi yang dapat dilihat hanya pemanfaatan area saja. informasi aliran. dan tetap mempertahankan kebutuhan luas dari tiap kegiatan. hubungan fisikal. Dimana dalam ARC telah diketahui kesimpulan tingkat kepentingan antar aktivitas dengan demikian berarti bahwa ada sebagian aktivitas harus dekat dengan aktivitas yang lainnya dan ada juga sebaliknya. AAD ini merupakan lanjutan penganalisaan tata letak setelah ARC.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Diagram alokasi wilayah merupakan dasar bagi rancangan tata letak dan rancangan bangunan yang rinci. Adapun dasar pertimbangan dalam prosedur pengaloaksian area ini adalah aliran produksi. peralatan. Memudahkan proses tataletak c. Atau dapat dikatakan bahwa hubungan antar aktivitas mempengaruhi tingkat kedekatan antar tata letak aktivitas tersebut. ARC. dan lain-lain. 1990) adalah: a. Tujuan dari proses ini adalah untuk merancang pengaturan yang efisien untuk ruangan yang dibutuhkan oleh tiap kegiatan. Memungkinkan tata letak yang lebih cermat d. dan Area Relationship Diagram (Anonim. material. sedangkan gambar visualisasi secara lengkap dapat dilihat pada template yang merupakan hasil akhir dari penganalisaan dan perencanaan tata letak pabrik (Anonim. Kedekatan tata letak aktivitas tersebut ditentukan dalam bentuk Area Alocation Diagram.

Kebutuhan gudang sebagai ruang penyimpan c. Memperlihatkan ukuran dari setiap ruangan tempat melakukan aktivitas 11. 1990) adalah: a. Aliran produksi bahan dan peralatan iii. terdapat beberapa landasan untuk melakukan alokasi area (Agung dan Machfud. Pengalokasian yang sistematis untuk setiap aktivitas 2. Kebutuhan ruang dari tiap kegiatan f. (Wahyuningrum. Menerjemahkan daerah-daerah yang ditaksir ke dalam bentuk visual 10. Kebutuhan luas ruang setiap kegiatan ii. Keterkaitan antara aliran bahan dalam dan luar pabrik b. Menaksir luas total dari suatu gedung 6. Lokasi kegiatan pelayanan dan kegiatan penunjang g. Pengaturan wilayah i. Keterbatasan bangunan e. Kelonggaran bagi proses produksi 139 . Ketersediaan ruang h. Dapat melihat secara mendetail dalam mempertimbangkan aktivitas dari setiap individu 9. Peta Keterkaitan Kegiatan Faktor-faktor yang menjadi bahan pertimbangan dalam alokasi wilayah (Apple. Membuat suatu layout lebih akurat 4. Membantu untuk melihat dimana letak suatu aktivitas 5. Sebagai dasar untuk perencanaan berikutnya. Keterkaitan antar kegiatan d. Sementara itu. 1990) adalah: i. Proses penempatan fasilitas 3. Membuat beberapa alternatif penempatan 8.Manfaat Diagram Pengalokasian Wilayah. 2004) antara lain: 1. Meminimisasi ruang yang diperlukan 7.

Pembuatan detail layout dari suatu pabrik (biasanya dibuat dengan skala standar 1:50) akan menunjukkan pengaturan dari orang. Desain layout ini secara umum dapat ditunjukkan dalam bentuk block plan. 1996): 1. Satu hal yang penting ialah layout haruslah cukup fleksibel untuk menghadapi perubahan di dalam desain produk. Berikut contoh bentuk block plan dengan mendasarkan pada Space Relationship Diagram (Wignjosoebroto. peralatan dan fasilitas-fasilitas kerja lainnya biasanya tidak tercantum dalam block plan ini. 1996). desain layout altenatif bisa dibuat dengan lay cara mengkombinasikan pertimbangan-pertimbangan kebutuhan luas area yang dibutuhkan (Wignjosoebroto. desain proses meupun desain penjadwalan produksi (Wignjosoebroto. Langkah berikut adalah mendesain alternatif layout dengan memperhatikan Space Relationship Diagram dan melakukan modifikasi seperlunya berdasarkan batasan-batasan dan pertimbangan-pertimbangan khusus lainnya. 2000). Drafting atau sketching method 2. termasuk pula lokasi dari kolom tiang penyangga atas gedung. maka desain alternatif layout segera bisa dibuat. 1996). Lokasi dan ukuran gang Setelah analisa mengenai aliran material yang dibuat. material. hubungan derajat aktivitas dari tiap-tiap departeman dipertimbangkan. Di sini block plan akan merupakan diagram balok dengan skala tertentu yang mempresentasikan bangunan dan normalnya juga menunjukkan lokasi dari dinding-dinding penyekat yang memisahkan blok satu dengan blok lainnya. Templates 140 . kebutuhan luas area untuk masing-masing departeman dihitung secara ditetapkan. Detail layout yang kadangkadang disebut pula dengan master layout akan merupakan pelaksanaan akhir dari proses perancangan tata letak pabrik. Di dalam mendesain layout harus diingat pertimbangan-pertimbangan kemungkinan terjadinya ekspansi di masa depan ataupun terdapat perubahanperubahan yang bisa terjadi. Disini detail layout akan dibuat dengan memakai salah satu metode berikut ini (Wignjosoebroto. Secara singkat.j. mesin dan fasilitas prduksi lainnya dengan sebaik-baiknya. Lokasi detail dari mesin.

Tata letak kantor dan peralatan. shipping. Template merupakan suatu gambaran yang telah jelas dari tata letak pabrik yang akan dibuat dan merupakan gambaran detail dari AAD yang telah dibuat. kantin.3. misalnya jalan. Informasi yang dapat dilihat pada template (Anonim. c. 2010): a. dan lain-lain. Tata letak bagian produksi. mulai dari receiving sampai dengan shipping. Memang patut diakui bahwa untuk pabrik yang besar dan kompleks metode drafting atau sketching akan terasa kurang sesuai dan kurang fleksibel untuk diterapkan (Wignjosoebroto. misalnya receiving. sarana olah raga. pabrikasi. Models Meskipun sekarang ini pemakaian templates dan/atau models sangat populer serta banyak digunakan dalam pembuatan rancangan tata letak pabrik. Tata letak pelayanan yang ada di pabrik. 2000). assembling. b. akan tetapi metode drafting pun masih layak dan bahkan tetap disarankan untuk digunakan dalam perancangan layout pabrik yang sederhana. d. 141 . Aliran setiap material.

4. Membuat lembaran kerja kebutuhan ruang total untuk kegiatan yang harus digabungkan dalam satu tempat. 6. Menggambarkan masing-masing stasiun kerja/kegiatan yang memerlukan ruang di kertas milimeter blok dalam bentuk kotak kosong dengan menggunakan skala tertentu. Kegiatan Produksi: • • Kantor • • dst JUMLAH TOTAL Perkiraan Luas (m2) Luas Mandiri Jumlah 2. 2. 7. Prosedur Praktikum 1. Untuk menentukan bentuk ruang. jangan lupa 142 . 5.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Alat tulis Kertas HVS Kertas Milimeter Kalkulator Gunting Lem Data pada praktikum sebelumnya B. Alat dan Bahan 1. 3.

Menggambarakan DPW yang telah selesai lengkap dengan posisi mesin dan posisi operator dalam stasiun kerja. Memotong-motong kotak stasiun kerja tersebut dan menyusun kotakan ruangan sesuai dengan DKK dan rencana aliran bahan sesuai keterbatasan area industri untuk membuat Diagram Pengalokasian Wilayah.mempertimbangkan peletakan alat dan area kerja operator dalam stasiun kerja tersebut. Menyesuaikan susunan sesuai dengan pertimbangan-pertimbangan. posisi peralatan. 6. Setelah DPW akhir diperoleh. 4. 3. aliran bahan. buatlah diagram aliran. serta keterangan-keterangan lain yang diperlukan. 143 . 5.

8 8.55 1.4 x 2 6.8 9.5 x 1.8832 pxl 1.1 2.875 1.55 x 4.8 x 1.7 x 1 2.986 1.316 4.8 1.6 5.8 1.875 1.25 7 x 2.5 18.5 x 5.5 3 x 6.4 4.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.15 4. Hasil Kebutuhan Ruangan Total Stasiun Kerja Penimbangan I Pengadukan Penimbangan II dan Pembentukan Adonan Pembagian Adonan Pengembangan Pengovenan Pendinginan dan Pengemasan Gudang Bahan Baku Kamar Mandi I Kamar Mandi II Dapur Kamar Ruang Administrasi Lorong I Lorong II Area Parkir Outlet Kebutuhan Luas (m2) 1.875 17.216 58.005 144 .8 8.05 3 x 1.3924 48.672 4.51 3.5384 1.5 7.9 12.6 1.5 x 1.6 3.6 x 1 3 x 1.5 x 2.875 17.5 17.4 x 2 4 x 2.05 Alokasi Luas (m2) 1.13 1.8 26.65 49.5 3 x 2.69 9.6 11.1 x 6.1 8.3 4.28 58.25 1.624 11.7 4.35 7.754 4.

Pembahasan Praktikum acara 7 berjudul “Diagram Pengalokasian Wilayah” ini bertujuan agar praktikan dapat menggambarkan perpindahan atau aliran 145 .GAMBAR DPW DI AUTOCAD B.

Pengubahan susunan DPW dilakukan dengan memperhatikan keterkaitan kegiatan dan kebutuhan ruang maka akan diperoleh template yang ideal. Manfaat pengalokasian wilayah adalah dapat dirancang suatu pengaturan yang efisien semua ruangan yang dibutuhkan oleh tiap kegiatan dalam satu kesatuan yang terpadu. Tingkat keterkaitan antar kegiatan 146 . Tujuan yang kedua adalah agar praktikan dapat mengalokasikan kebutuhan ruang dan luas lantai dalam area industri yang ada. dan keterbatasan area produksi agar terhindar dari back-tracking. keterkaitan kegiatan. letak operator. rancangan seperti DKK belum tentu baik susunannya ataupun bentuknya. penyusunan ini memerlukan Diagram Keterkaitan Kegiatan (DKK) dan luas kebutuhan ruang yang disesuaikan dengan luas sebenarnya dari industri yang dievaluasi. bentuk ruang. Jika dalam DKK. Oleh karena itu. DPW menjadi dasar bagi penyusunan template suatu industri. serta letak peralatan. Template menggunakan skala yang representatif sehingga industri dapat digambarkan dengan jelas. Penyesuaian bisa dari ukuran ruang. Oleh sebab itu. Setiap membutuhkan space yang tidak sama atau beda. namun pada kenyataannya tidak selalu demikian. Dengan menggunakan template. Dalam penyusunan DPW ini perlu diperhatikan keterkaitan antara kegiatan dan kebutuhan ruang dalam suatu industri. Keterkaitan kegiatan ini berdasarkan PKK dan DKK yang pernah dibuat pada praktikum acara sebelumya. Penyusunan DPW disesuaikan dengan aliran produksi. sesuaikan bentuk tersebut hingga ketiga pertimbangan di atas terpenuhi. letak mesin. Dalam pembuatan Diagram Pengalokasian Wilayah kriteria-kriteria yang perlu diperhatikan adalah: 1. dan posisi ruang. Sehingga.bahan dan mengefektifkan aliran bahannya berdasarkan kriteria tertentu. Diagram Pengalokasian wilayah merupakan sketsa tata letak kasar suatu industri yang menjadi dasar pembuatan template suatu industri yang merupakan gambaran ideal tata letak suatu industri. semua ruang diasumsikan berbentuk kotak atau persegi. dapat dijelaskan pola aliran bahan.

Pembongkaran ini akan menelan dana perbaikan yang cukup besar akan tetapi dengan pembongkaran ini diharapkan akan menghemat 147 . diusahakan pula untuk tidak membongkar tembok yang ada jika akan merealisasikan template tersebut. Rancangan luas area yang diajukan tidak melebihi tembok terluar tata letak awal dan harus lebih kecil. Luas yang memadai bagi tiap stasiun kerja Pembuatan Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW) ini dimulai dengan menganalisis kebutuhan luas ruang yang ada. Pemanfaatan ruang yang ekonomis Kemudahan perluasan Penggabungan yang baik dengan fasilitas luar Susunan ruang dan gang yang masuk akal Kegiatan dengan kriteria khusus dapat diletakkan dengan tepat Kemudahan pengendalian produksi Memperhatikan syarat kesehatan dan keselamatan kerja (K3) Mematuhi syarat bangunan dan ketentuan wilayah 10. Kemudian gambaran masingmasing stasiun kerja dan fasilitas pabrik tersebut dipotong-potong. Selain itu. ruang produksi II ini dirasa kurang efektif karena sebagian besar stasiun kerja berada di Ruang Produksi I. Selain itu. Data ini menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan alokasi luas yang akan dibuat dalam industri. 6. Hal ini dilakukan ruangan yang digabungkan. Data ini diperoleh dari hasil praktikum acara sebelumnya. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa saat ini ruang produksi I memiliki luas yang kurang memadai jika dibandingkan dengan kebutuhan luas ruang tersebut.2. 4. Sedangkan. 8. yaitu “Kebutuhan Ruang dan Luas Lantai”. perlu dilakukan pembongkaran tembok yang membatasi kedua ruangan tersebut. 5. Tahapan selanjutnya adalah memplotkan data panjang dan lebar ini pada milimeter blok dengan skala 1:100. Dengan demikian. 9. potongan-potongan ini kemudian disusun untuk pembuatan Diagram Pengalokasian Wilayah. perlu mempertimbangkan pula dimensi mesin atau bahan yang ada dalam stasiun kerja tersebut sehingga dapat ditentukan pula dimensi panjang dan lebar yang akan dialokasikan. 3. 7.

005 m2.875 m2.8 m2.5 m2.8 m2. Namun.6 m2. Hal ini dilakukan karena kebutuhan luas ini hanya untuk menyimpan bahan baku roti manis. pembagian adonan 1. DPW ini telah cukup baik karena sesuai dengan DKK. dan Kue tidak mengalami pelebaran maupun pengecilan ukuran gedung. Namun. terjadi pelebaran di beberapa stasiun kerja. dapur 17.6 m2.pemanfaatan ruang. Roti. Perubahan tersebut antara lain ialah penggempuran dinding penyekat ruang produksi I dengan ruang produksi II. lorong I 4. Secara keseluruhan.3924 m2. Berdasarkan template yang telah dibuat. lorong II 9.5 m2. pengem-bangan 4.15 m2. Akan tetapi hal ini tetap dapat dilakukan karena saat ini masih terdapat space antara area parkir dengan jalan raya. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan luas lahan yang ada pada Industri. kamar 7. kamar mandi II 1. Ruang produksi ini meliputi penimbangan I dengan alokasi 1.28 m2.4 m2. Walaupun. dan outlet 49. Roti. Selain itu. terjadi perubahan tata letak dan penanganan bahan pada DPW yang baru. Selain itu pula. Padahal industri Salma. serta stasiun kerja pendinginan dan pengemasan 4. alokasi gudang bahan baku dengan kebutuhan luas yang hanya 1. ruang administrasi 18. dan Kue memproduksi 75 jenis roti lainnya sehingga diperlukan gudang yang lebih luas.8 m2. untuk ruang fasilitas yang lain telah sesuai yakni kamar mandi I 1. Hal ini bertujuan agar aliran bahan lebih lancar dan tidak tersendat dengan pembatas tembok tersebut. pengovenan 8. dan Kue. Selain itu dilakukan pula pemindahan pintu 148 . pengadukan 3. PKK dan aliran proses. Masalah lain dari DPW usulan praktikan ialah pengalokasian area parkir yakni 58.9 m2. Roti. penimbangan II dan pembentukan adonan 12.875 m2. dengan penekanan biaya produksi dapat meningkatkan profit dari Salma. menghemat waktu untuk pengangkutan sehingga akan mengefektifkan kerja pegawai.986 m2.7 m2. luas gudang ini pun lebih fleksibel dalam peerkembangan menjadi industri yang besar maka gudang tetap dapat dipergunakan.65 m2 juga melebihi area yang ada sekarang yakni hanya 58. Dampak lebih lanjut. terdiri dari seluruh kegiatan dengan stasiun-stasiun kerjanya berserta ruangan yang ada pada Industri Salma.5384 m2 dialokasikan menjadi 26.

9 m2. diubah pada template usulan dengan memindahkan kegiatan tersebut ke dekat lorong I. Selain itu. Hal ini bertujuan agar memperlancar aliran bahan. Stasiun berbentuk persegi panjang karena menyesuaikan dengan bentuk lorong semula. Kebutuhan luas untuk stasiun ini ialah sekitar 151 m2 dengan dimensi 1. Alokasi yang lebih lebar dari pada kebutuhan ini bertujuan agar memberi space yang lebih luas kepada pekerja agar merasa nyaman.6 m x 1 m.624 m2 dengan dimensi 3 m x 1. Penimbangan I.8 m.3 m sehingga dialokasikan menjadi 3. pekerja dapat melakukan pekerjaan dengan nyaman dan leluasa. sehingga alokasinya menjadi 1. dan juga perkerjaan pada stasiun ini membutuhkan tingkat ketelitian dan berlangsung terus menerus dalam selang waktu yang cukup lama.5 m x 2. yakni penimbangan bahan-bahan seperti tepung .7 m2.disertai perubahan bentuk gudang agar jarak perpindahan lebih sedikit. Selanjutnya.6 m2. dan lain-lain. Stasiun ini dibutuhkan mesin mixer seluas 3.6 m2.5 m2 dengan dimensi 4. yang membutuhkan luas 11.672 m2 dengan dimensi 1. semula dilakukan di ruang gudang. Area pembagian adonan berubah menjadi dekat dengan stasiun kerja penimbangan II dan pembentukan adonan. karena terdapat hubungan kelancaran aliran bahan dengan pengadukan. sehingga alokasi luas menjadi 12. Pada stasiun ini dibutuhkan mesin devider. maka dari itu dibutuhkan alokasi yang 149 . Hal ini bertujuan agar sesuai dengan DKK maupun PKK yang dibuat.7 m x 1 m. Kebutuhan luas untuk stasiun ini ialah 1. sehingga alokasi luasnya menjadi 1. Stasiun kerja penimbangan II dengan pembentukan adonan dilakukan pada satu area yakni menggunakan meja. Stasiun ini dekat dengan tembok ruang gudang yang semula berada ditengah ruang produksi II. yang diharapkan agar produktivitas meningkat jika diperluas space pada stasiun ini. margarin. mentega. Hal ini bertujuan agar stasiun ini tidak tercampur dengan kegiatan lain yang lalu lalang jika masih berada di tengah yang membuat aliran menjadi bertubrukan. untuk stasiun kerja pengadukan juga mengalami perubahan menjadi dekat dengan stasiun kerja penimbangan I. dikarenakan juga terdapat bahan lain. Diharapkan pada alokasi tempat yang melebihi kebutuhan ini.

Pada stasiun ini tidak mengalami perubahan. Pada kamar tidak terjadi penyempitan maupun pelebaran.5 m sehingga alokasi luasnya menjadi 17. dengan alokasi yang dibuat. Hal ini dikarenakan kedua kamar terdapat peralatan maupun pekerjaan yang sama. Pada dapur ini terjadi perluasan alokasi dari template sebelum.35 m2 dengan berdimensi 7 m x 2. karena alat yang dipakai rak yang telah memiliki ukuran sesuai kebutuhan. Pengolesan ini dibutuhkan luas yang lebih lebar karena mengingat loyang yang digunakan banyak. ukuran sudah sesuai dengan kebutuhan.lebih luas agar pekerja dapat bekerja dengan aman dan nyaman. karena kamar ini digunakan oleh 2 150 .5 m sehingga alokasi luas menjadi 7.1 m. Pada template yang baru tidak ada pelebaran maupun penyempitan kamar mandi. Oven sebenarnya berukuran 4 m x 2 m. Sedangkan.316 m2 berdimensi 4 m x 2.8 m2. Stasiun kerja pengovenan berdekatan dengan stasiun kerja pendinginan dan pengemasan yang memiliki kebutuhan luas sebesar 4.5 m2 dengan berdimensi 3 m x 2. sehingga alokasi luasnya tetap 4. 875 m dengan dimensi yang sama 1.4 m x 2 m.8 m2. Selain itu. Stasiun kerja pengovenan menggunakan oven yang telah memiliki ukuran sendiri dan tidak dapat diubah. yaitu pengovenan. Kamar pribadi memiliki kebutuhan luas sebesar 7.5 m2. sehingga dengan terdapat space yang ada ini dapat memberikan keluasan pekerja dalam melakukan pengoperasian alat. sehingga alokasi luasnya menjadi 8. Dapur memiliki kebutuhan luas sebesar 17. Hal ini bertujuan agar memberikan luas yang lebih leluasa bagi pekerja dalam menjalankan aktivitasnya seperti memasak isi adonan roti ataupun pengolesan loyang. Kebutuhan luas pada stasiun ini ialah 8. stasiun kerja pengembangan adonan kebutuhan luas sebesar 4.8 m2 berdimensi 4 m x 2.4 m2. Selain itu. telah memberi kelonggaran untuk meletakan loyang adonan.875 m2. Kamar mandi I dan II memiliki kebutuhan luas yang sama yakni 1.1 m sehingga didapat alokasi seluas 4.25 m dengan alokasi yang sama juga yakni 1.8 m2 dengan berdimensi 2.5 m2.5 m x 1.

Hal ini bertujuan agar proses administrasi baik dengan client.69 m2 dengan berdimensi 3 m x 1. Pada kasus ini terjadi perluasan pada area parkir. lorong II ini pun mengalami perluasan alokasi. karena lorong ini dapat menghubungkan ruang lantai satu dengan lantai dua. Ruang adminstrasi memiliki kebutuhan luas sebesar 17. Area parkir memiliki kebutuhan luas sebesar 58. Lorong II memiliki kebutuhan luas sebesar 9.karyawan hanya untuk beristirahat sejenak dengan ada fasilitas televisi.005 m2. Selain itu. Maka dari itu. Outlet mempunyai manfaat sebagai tempat display produk-produk roti yang langsung diakses oleh pelanggan.1 m sehingga alokasi luas menjadi 58.6 m sehingga alokasi luas menjadi 9.05 m x 3 m sehingga alokasi luas menjadi 18. ataupun distributor dapat berjalan lebih lancar.6 m sehingga alokasi luas menjadi 4. keberadaan kamar pribadi ini tidak mempengaruhi proses pembuatan roti. pada proses pemindahan bahan lebih lancar. Selain itu.5 m x 5.8832 m2 dengan berdimensi 8. Selain itu. 151 . baik motor. akses gudang ke stasiun kerja penimbangan dan pengadukan lebih lancar. Selain itu. Outlet memiliki kebutuhan luas sebesar 48.8 m2.3924 m2 dengan berdimensi 11. konsumen. Seperti lorong I. mempermudah proses pemindahan bahan-bahan masuk dari luar karean area oarkir ini langsung terhubung dengan pintu masuk adminstrasi dan menuju langsung ke gudang. mobil taupun yang lain.65 m2. Pada ruang adminstrasi terjadi perubahan yakni perluasan alokasi luas baru. Terjadi perluasan pada lorong ini.15 m2. Lorong I memiliki kebutuhan luas sebesar 4. Hal ini bertujuan memberi kenyamanan kepada konsumen untuk memilih produk roti untuk dibeli.1 m x 6. pada outlet ini terjadi perluasan lokasi. Hal ini bertujuan menyediakan kenyamanan tempat kendaraan kepada konsumen untuk berkunjung ke Industrinya untuk memparkirkan kendaraan. hal ini pun bertujuan agar lorong ini.754 m2 dengan berdimensi 6.28 m2.05 m sehingga alokasi luasn menjadi 49.216 m2 dengan berdimensi 5.8 m x 1.

152 .

Diagram Pengalokasin Wilayah (DPW) merupakan gambaran dari kebutuhan wilayah dalam suatu industri dengan mempertimbangkan aliran bahan. Roti. Suasana praktikum sebaiknya lebih kondusif lagi. dan Kue” ini adalah U-shaped. Pembuatan template dijelaskan secara lebih rinci. Kebutuhan alat. seperti gunting dan lem. DPW disusun berdasarkan diagram keterkaitan kegiatan serta kebutuhan ruang dan luas lantai dalam area industri. 3.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. B. Kesimpulan 1. DPW menjadi dasar pembuatan template industri dan bertujuan untuk memperoleh tata letak yang efektif bagi industri. Saran 1. 2. 2. 3. disediakan minimal satu buah tiap kelompok. 153 . Pola aliran bahan dalam industri ”Salma.

Dalam http://openstorage. D. Apple. Y dan Machfud. 2004. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. Bogor: IPB. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Sritomo. Studi Tata Letak Line Assembling Proses Pembuatan Tas Style Read’s Cendana (Tier 2) di P. Yogyakarta: Jurusan Teknologi Industri Pertanian FTP UGM.DAFTAR PUSTAKA Agung.id/handouts/S1_TEKNIK%20INDUSTRI/ PLTP/PTLP. 2010. Bandung: ITB. 154 . M. Diakses pada hari Selasa tanggal 4 Mei 2010 pukul 21. 2000.doc. Rumindo Pratama Yogyakarta. R. ---------. J. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. Wignjosoebroto. Perencanaan Tata Letak Pabrik (PTLP). Perancangan Tata Letak pada Industri Pangan. 1996.T. Anonim. Skripsi. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. Ergonomi: Studi Gerak dan Waktu.gunadarma. 1990. 1990. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan.04 WIB. Wahyuningrum.ac.

Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 155 .Esti Rumaningsih 3.Nika Awalistyaningrum 2.LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA VIII TEMPLATE Disusun oleh: Kelompok 10 1.

dapat dijelaskan pola aliran bahan. Pengalokasian wilayah industri ini. 156 . Pada penggunaan template. serta letak peralatan. Roti. peralatan produksi seperti mesin. Tujuan Praktikum Praktikan dapat membuat gambar dua dimensi layout industri yang dirancang.BAB I PENDAHULUAN A. dilakukan pembuatan rancangan template industri Salma. Dasar bagi proses alokasi wilayah ialah aliran produksi (aliran bahan) dari industri tersebut dan peta keterkaitan kegiatan mulai dari keterkaitan fisik. dan lain-lain. Template menggunakan skala yang representative sehingga industri dapat dijelaskan dengan jelas. Pembuatan template ini didasarkan pada Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW). peralatan keselamatan kerja. peralatan administrasi. Faktor-faktor tersebut dapat berupa bahan atau barang. dapat dijelaskan dengan menggunakan template. Faktor-faktor tersebut ditempatkan pada ruangan yang ada pada wilayah industri. Template merupakan visualisasi denah industri dalam bentuk dua dimensi. operator atau pekerja. dan Kue. B. Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW) merupakan dasar bagi rancangan tata letak dan rancangan bangunan yang rinci. pekerja sampai mesin serta kebutuhan rungan dari industri. Latar Belakang Pabrik atau industri merupakan tempat berkumpulnya faktor-faktor produksi untuk melakukan aktifitas demi menghasilkan output-an produksi yang disebut dengan produk. letak mesin. Dalam praktikum acara ini. letak operator. Dalam proses pengalokasian wilayah dilakukan pemaduan antara keterkaitan kegiatan dan kebutuhan ruang. Pengalokasian wilayah dalam suatu industri merupakan proses pengaturan yang efisien untuk semua ruang yang dibutuhkan untuk meletakkan semua faktor-faktor tersebut.

aliran informasi dan metode yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan peusahaan secara efisien. 1988). Urutan proses tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut (Astika. dimana konsep yang dikembangkan berkisar pada dua tema pokok. Template Pada pembutan template. Activity Relationship Chart (ARC) 12. 5. Activity Relationship Diagram (ARD) 11.Taylor (The Principles of Scientific Management. 7. 6. 2010): 1. Pemilihan Lokasi Opeation Process Chart (OPC) Routing Sheet Multi Product Process Chart (MPPC) Menentukan Gudang Ongkos Material Handling (OMH) From To Chart (FTC) Outflow. aliran bahan. Perancangan tata letak fasilitas merupakan suatu proses perancangan (design) dan pengaturan letak fasilitas fisik untuk menciptakan keterkaitan antara pekerja. urutan sebelumnya adalah ADD. Area Alocation Diagram (AAD) 13. ekonomis dan aman (Apple. AAD merupakan template secara global informasi yang dapat dilihat hanya 157 . 3. 1990). 1905) untuk menempatkan “engineer as economist” didalam perancangan sistem produksi di industri. 4. yaitu (a) kajian mengenai “interfaces” manusia dan mesin dalam sebuah sistem kerja.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Menurut Frederick W. 8. 2. dan (b) analisa sistem produksi untuk memperbaiki serta meningkatkan performansi kerja yang ada (Emerson and Naehring. Inflow Tabel Skala Prioritas (TSP) 10. 9. Pada Perencanaan Tata Letak Perusahaan pada dasarnya akan merupakan proses pengurutan dari suatu perencanaan tata letak yang sistematis.

1996): 1. Informasi yang dapat dilihat pada template (Astika. desain proses meupun desain penjadwalan produksi (Wignjosoebroto. Disini detail layout akan dibuat dengan memakai salah satu metode berikut ini (Wignjosoebroto. Template merupakan suatu gambaran yang telah jelas dari tata letak pabrik yang akan dibuat dan merupakan gambaran detail dari AAD yang telah dibuat. 158 . 3. misalnya receiving. dan lain-lain. 1996). 4. material. akan tetapi metode drafting pun masih layak dan bahkan tetap disarankan untuk digunakan dalam perancangan layout pabrik yang sederhana.pemanfaatan area saja. 2010): 1. Satu hal yang penting ialah layout haruslah cukup fleksibel untuk menghadapi perubahan di dalam desain produk. Tata letak bagian produksi. sarana olah raga. 3. kantin. sedangkan gambar visualisasi secara lengkap dapat dilihat pada template yang merupakan hasil akhir dari penganalisaan dan perencanaan tata letak pabrik. Pada pendesainan layout harus diingat pertimbangan-pertimbangan kemungkinan terjadinya ekspansi di masa depan ataupun adanya perubahanperubahan yang bisa terjadi. assembling. Tata letak pelayanan yang ada di pabrik. misalnya jalan. Memang patut diakui bahwa untuk pabrik yang besar dan kompleks metode drafting/sketching akan terasa kurang sesuai dan kurang fleksibel untuk diterapkan (Wignjosoebroto. pabrikasi. mulai dari receiving sampai dengan shipping. shipping. mesin dan fasilitas prduksi lainnya dengan sebaik-baiknya. Detail layout yang kadangkadang disebut pula dengan master layout akan merupakan pelaksanaan akhir dari proses perancangan tata letak pabrik. 2. Aliran setiap material. Pembuatan detail layout dari suatu pabrik (biasanya dibuat dengan skala standar 1:50) akan menunjukkan pengaturan dari orang. Tata letak kantor dan peralatannya. Drafting atau sketching method Templates Models Meskipun sekarang ini pemakaian templates dan/atau models sangat populer serta banyak digunakan dalam pembuatan rancangan tata letak pabrik. 2.

Pekerjaan tersebut merupakan sumber utama komplain karyawan di industri atau bahkan permasalahan dalam tata letaknya yang membutuhkan ruang yang lebih (Ayoub dan Dampsey. Pentingnya rancangan fasilitas seperti aliran bahan merupakan tulang punggung fasilitas produksi. 159 . biasanya pekerjaan penanganan material secara manual (Manual Material Handling) yang terdiri dari mengangkat. Pada tata letak industri yang masih berkembang. 1984).2000). dan harus dirancang dengan cermat serta tidak dibiarkan tumbuh atau berkembang menjadi satu pola lalu lintas yang membingungkan (Tomkins. mendorong. menarik dan membawa. menurunkan. 1999).

gambaran DPW yang diperbesar dan dicetak pada kertas polos putih dengan skala 1:100 atau 1:50. Kertas HVS Data pada praktikum sebelumnya (DPW) B. aliran bahan.).BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 4. Prosedur Praktikum 1. 3. 2. Satu warna untuk satu kegiatan besat (misalnya bagian produksi berbeda warna dengan bagian kantor. dan keterangan lain yang diperlukan. Untuk membuat template. 3. posisi operator. Gambar dilengkapi dengan posisi mesin. Denah Alat tulis 2. dst. Arah utara digambarkan dengan arah atas kertas. Alat dan Bahan 1. dalam stasiun kerja. Beri warna agar lebih informatif. pada kertas ukuran 100 cm X 100 cm. 160 .

Hal ini dikarenakan pada DPW memberikan informasi mengenai perpindahan atau aliran bahan dan mengefektifkan berdasarkan kriteria tertentu. B. posisi operator. Hasil Template terlampir. yakni: 1. Gambar dilengkapi dengan posisi mesin. aliran bahan. 4. dalam stasiun kerja. Selain itu dapat memberikan informasi pengalokasian kebutuhan ruang dan luas lantai dalam area industri yang ada. 2. 3. Layout ini sering disebut template. Pada langkah ini diperlukan beberapa hal.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Langkah pertama ialah menyiapkan hasil data praktikum acara VII yakni Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW). dilakukan beberapa langkah. Pembahasan Pada praktikum acara VIII yang berjudul Template ini bertujuan untuk membuat gambar dua dimensi layout Industri Salma. Pada pembuatan template. Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW) merupakan dasar bagi rancangan tata letak dan rancangan bangunan yang rinci. Pembuatan template. dan Kue yang sebelum dan sesudah diperbesar dan dicetak pada kertas polos putih dengan skala 1:100 atau 1:50. dan Kue yang dirancang. gambaran DPW industri Salma. Arah utara digambarkan dengan arah atas kertas. Roti. pada kertas ukuran 100 cm x 100 cm. Tingkat keterkaitan antar kegiatan Pemanfaatan ruang yang ekonomis Kemudahan perluasan Penggabungan yang baik dengan fasilitas luar 161 . dan terakhir agar praktikan dapat membuat gambar dua dimensi layout industri yang dirancang. Template yang dibuat pada praktikum ini ialah template sesudah dilakukan perbaikan. Roti. dan keterangan lain yang diperlukan.

dan keterangan lain. 2. Dalam suatu pabrik. 6. sedangkan gambar visualisasi secara lengkap dapat dilihat pada template yang merupakan hasil akhir dari penganalisaan dan perencanaan tata letak pabrik.5. bagian produksi berbeda warna dengan bagian kantor. mesin dan fasilitas prduksi tersebut telah dibuat sebaik-baiknya sehingga bisa mencapai suatu proses produksi yang paling efisien dan bisa mendukung kelangsungan serta kelancaran proses produksi secara optimal atau tidak. Ada dua fasilitas pabrik utama yang menjadi obyek yang harus diatur letaknya: 1. 7. Departemen kerja yang ada dalam pabrik (department layout). 8. Template merupakan suatu gambaran yang telah jelas dari tata letak pabrik yang akan dibuat dan merupakan gambaran detail dari DPW yang telah dibuat. Masalah yang paling utama adalah apakah pengaturan dari semua operator. Luas yang memadai bagi tiap stasiun kerja Jika kedua template selesai dibuat perlu pemberian warna setiap ruangan atau setiap kegitan. 9. Satu warna untuk satu kegiatan besar (missal. Susunan ruang dan gang Kegiatan dengan kriteria khusus dapat diletakkan dengan tepat Kemudahan pengendalian produksi Memperhatikan syarat-syarat kesehatan dan keselamatan kerja Mematuhi syarat bangunan dan ketentuan wilayah 10. Hal ini bertujuan agar template lebih informatif. Mesin (machine layout). dst.). 162 . template dari fasilitas produksi dan area kerja merupakan elemen dasar yang sangat penting untuk melihat kelancaran proses produksi. DPW merupakan template secara global informasi yang dapat dilihat hanya pemanfaatan area. Pengertian template ialah gambar dua dimensi untuk menjelaskan pengalokasian wilayah industri yang terdapat informasi mengebnai aliran bahan. stasiun kerja. Pembuatan template di dalam pabrik merupakan aktivitas yang sangat vital dan sering muncul berbagai macam permasalahan didalamnya. material. posisi mesin dan operator.

Desain template pabrik yang baik dapat memberikan beberapa keuntungan dalam sistem produksi. 2. aliran bahan. Tujuan utama dalam template industri adalah untuk memberikan informasi-informasi mengenai tata letak pabrik. Selain itu pembuatan 163 . Template pabrik sebagai visualisasi tata letak pabrik yang baru (the new plant layout). misalnya jalan. 3. Tata letak bagian produksi. Maka dari itu pada praktikum ini akan dilakukan pembuatan dua jenis template industri. 4.Perancangan tata letak fasilitas merupakan suatu proses perancangan (design) dan pengaturan letak fasilitas fisik untuk menciptakan keterkaitan antara pekerja. yakni: 1. mulai dari receiving sampai dengan shipping. shipping. stasiun kerja. misalnya receiving. antara lain: 1. posisi mesin dan operator. Informasi yang dapat dilihat pada template: 1. Tata letak tentang aliran bahan. 2. sarana olah raga. Menaikkan output produksi Mengurangi waktu tunggu operasi produksi (delay) Mengurangi proses pemindahan bahan (material handling) Secara umum bisa dibilang bahwa desain template ikut menentukan efisiensi dalam proses produksi dan ikut mempengaruhi berapa lama kelangsungan atau kesuksesan kerja suatu industri. Aliran setiap material. aliran informasi dan metode yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan peusahaan secara efisien. kantin. ekonomis dan aman. pabrikasi. Pengaturan fasilitas-fasilitas pabrik tersebut memanfaatkan luas area (space) dari ruang produksi pabrik untuk penempatan mesin atau fasilitas penunjang produksi lain yang diplotkan dalam sebuah template. dan keterangan lainnya. 3. assembling. Template pabrik sebagai visualisasi fasilitas produksi yang sudah ada (the existing arrangement) 2. Tata letak pelayanan yang ada di pabrik. dan lain-lain.

995 m.125 m dan sesudah dilakukan perbaikan menjadi 77. Selain itu. Jarak perpindahan yang semakin pendek akan membuat space atau tempat yang ada lebih optimal.template pabrik yang baik bisa mempermudah dalam proses pengawasan tata letak. Aliran bahan tata letak sesudah juga menunjukkan tidak adanya back tracking. 164 . pekerja juga tidak akan cepat mengalami kelelahan karena membawa beban tidak terlalu jauh dan lama. Aliran bahan pada tata letak awal tidak menunjukkan adanya back tracking. template hasil evaluasi diarahkan pada tipe Ushaped. Jarak perpindahan bahan pada tata letak awal memiliki jarak yang lebih panjang dibandingkan tata letak baru. Hal ini terbukti dengan perhitungan jarak perpindahan sebelum sepanjang 150. Selain itu.13 m. Tata letak baru menunjukan perbaikan dengan adanya selisih sebesar 72.

sebaiknya praktikum dibagi menjadi beberapa shift agar suasana lebih kondusif. Untuk tahun depan. B. 165 . dan Kue yang dirancang lebih efisien dari pada template sebelum karena dapat mengurangi jarak perpindahan.BAB V PENUTUP A. Saran Asisten sudah semakin baik dan semakin lancar dalam memberikan penjelasan dan nilai. Roti. Kesimpulan Template baru Industri Salma.

James A.com/search?q =cache:GheEFR80sWoJ:astika. Dalam http://webcache. JM. No. and Dampsey. Emerson. G.. Diakses pada tanggal 13 Mei 2010 pukul 10. 166 . 1th Edition Facility Planning. M. Howard P. Ergonomic Vol. Wignjosoebroto. 42. Ayoub. 1996. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. 1984.DAFTAR PUSTAKA Apple. -----------------------------.. Bandung: ITB. The Psychophysical Approach to Material Handling Task Design. John Wiley & Sons. 2000. P. Atlanta. 1999. Origins of Industrial Engineering: The Early Years of a Professions.student. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan.googleusercontent. 1990. Astika. and Douglas C. M. pp: 17 – 31.id/2010/01/30/perencanaa n-tata-letak-suatu-perusahaan/+layout+template+ruangan+industri+adalah &cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id&lr=lang_id. II. Naehring. 1988.24 WIB. USA. Ergonomi : Studi Gerak dan Waktu. NorcrossGeorgia: Industrial Engineering & Management Press.umm. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ke-3. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November.ac. 2010. Sritomo. Tomkins.E. 1. White John A.

LAMPIRAN 167 .

Nika Awalistyaningrum 2. Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 168 . Esti Rumaningsih 3.LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA IX ANALISIS TATA LETAK HASIL RANCANGAN Disusun oleh: Kelompok 10 1.

jumlah back tracking. Bahkan. analisis pada denah tata letak hasil rancangan industri “Salma. Tujuan Praktikum Praktikan dapat melakukan evaluasi hasil rancangan tata letak menggunakan kriteria jarak perpindahan. Roti dan Kue” perlu dilakukan dan dibandingkan dengan tata letak awal. Oleh sebab itu. 169 . Pada dasarnya. Peralatan produksi yang canggih dan mahal harganya akan tidak berarti apa-apa akibat perencanaan tata letak yang sembarangan. B. Sebaliknya. keterkaitan kegiatan dan kenyamanan kerja secara teoritis. Tata letak pabrik merupakan suatu landasan utama dalam dunia industri.BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pengaturan fasilitas berperan penting dalam kelancaran proses produksi. Pengaturan fasilitas yang baik dapat mendorong tercapainya suatu aliran bahan yang teratur. dalam jangka panjang tata letak pabrik dapat menjaga kelangsungan hidup suatu perusahaan. Tata letak pabrik yang terencana dengan baik akan ikut menentukan efektivitas kegiatan produksi. aktivitas produksi suatu industri harus berlangsung dalam jangka waktu yang panjang dengan tata letak yang tidak berubah-rubah sehingga maka kekeliruan yang dibuat dalam perencanaan tata letak dapat menyebabkan kerugian yang tidak kecil. aman dan nyaman. kesalahan pengaturan fasilitas akan berdampak negatif secara terus menerus yang berakibat pada ketidakteraturan sistem produksi.

aliran bahan. dan orang-orang yang bekerja di masing-masing stasiun kerja (Tompkins. 2003): 1. dan fasilitas produksi 6. yaitu (Anonim 2. Penghematan penggunaan area (produksi. dapat diperoleh harga produk yang rendah. gudang. Mengurangi waktu tunggu 3. 2. Keberhasilan perusahaan secara profit merupakan refleksi langsung dari kelancaran proses produksi dan pemindahan bahan yang ditangani secara bijaksana. Semua area yang ada dimanfaatkan secara efektif dan efisien 170 . Aliran kerja berlangsung secara normal 4. 1992). Jarak perpindahan bahan diusahakan seminimal mungkin.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengaturan fasilitas pabrik memegang peranan penting dalam kelancaran proses produksi. tenaga kerja. Peningkatan pendaya gunaan pemakaian mesin. sehinga mampu bersaing di pasar bebas Dalam perencanaan tata letak pabrik ada enam prinsip dasar yang bisa dipakai. Menaikkan output produksi 2. Integrasi secara menyeluruh semua faktor yang mempengaruhi faktor produksi. Mengurangi proses pemindahan bahan 4. dan sebagainya) 5. Mengurangi kemacetan dan kesimpangsiuran 7. aman dan nyaman. 2003): 1. 3. Adapun pengaturan tata letak pabrik yang baik akan memberikan manfaat dalam sistem produksi. sehingga akan tercapai suatu aliran kerja yang teratur. service. antara lain (Anonim 2. Memperbaiki moral dan kepuasaan kerja dan lain-lain yang pada dasarnya kesemuanya itu akan bias meningkatkan produktivitas kerja dan mengurangi biaya operasi. peralatan. Tata letak pabrik berhubungan dengan perencanaan dan pengaturan tata letak mesin. sehingga akan menghasilkan output yang optimal.

Meminimalisasi pemindahan bahan menggunakan system manual. 6. 171 . Kepuasan kerja dan rasa aman bagi pekerja dijaga sebaik-baiknya 6. Penggunaan lantai produksi dengan optimal Lantai produksi yng ada harus digunakan seoptimal mungkin. Dengan plant layout yang baik dapat diperoleh luas lantai yang seminimal mungkin. dan operator. peralatan. Meminimalisasi material handling. Menjaga turnover dalam proses. 2003): 1. Perbaikan pada susunan mesin. Melancarkan proses pengolahan dengan cara a. d.5. Susunan mesin dan peralatan yang baik dalam pabrik dapat mengurangi jumlah mesin terutama mesin yang sejenis berjumlah banyak. dengan desain plant baik maka penggunaan tenaga kerja menjadi lebih efektif. 7. Merencanakan kegiatan pemeliharan yang baik sehingga dapat dihasilkan mutu kerja yang efektif. b. karena hal ini berhubungan dengan biaya. Pengaturan tata letak harus fleksibel Tujuan perancangan tata letak. Mengusahakan biaya atau investasi serendah mungkin. Mengatur keseimbangan antara waktu operasi produksi dan bebas dari masing-masing departemen atau mesin adalah bagian kerja dan mereka bertanggung jawab terhadap desain tata letak pabrik. 3. Pengurangan penundaan yang mungkin terjadi. Merencanakan aliran bahan sedemikian rupa sehingga setiap aliran bahan dapat berjalan dengan baik. bahan. ruang gerak karyawan dan aliran bahan. Luas lantai pada umumnya dipergunakan untuk kebutuhan instalasi mesin. Tenaga kerja yang efektif dan efisien diperoleh dengan cara : a. 5. c. yaitu (Anonim 1. Pemakaian tenaga kerja seefektif mungkin Penggunaan tenaga kerja pada pabrik berhubungan dengan desain plant layout yang ada. 4. Flexibility Perubahan jumlah dan bentuk produksi penting diperhatikan dalam layout. 2.

d. kelebihan ruangan tidak akan memberikan akibat yang terlalu serius. dan lain-lain. ukuran tapak. dan lain-lain. karena kelebihan ruangan dapat disewakan sampai saat diperlukan sendiri. Oleh karena itu. biaya pemindahan ke ruangan baru. dan kemungkinan mempunyai bangunan yang terlalu luas atau terlalu kecil dapat menyebabkan konsekuensi ekonomis yang serius. aspek estetis. biaya sekarang dibanding nanti. Mengurangi faktor yang mengakibatkan tenaga kerja banyak berjalan dalam lantai produksi. terdapat faktor-faktor pertimbangan perencanaan perluasan (Apple. keuntungan perluasan daripada tapak baru. c. kelayakan ekonomis untuk menambah bangunan yang telah ada. batasan-batsan hukum. Pengawasan secara rutin terhadap kinerja para karyawan. ketentuan kewilayahan. Tetapi jika keuangan memungkinkan. ventilasi. jalan. dan keselamatan kerja terjamin. 3. peluang perubahan produk dan lintasnya. biaya pembangunan sekarang dibanding nanti. dan lain-lain. ramalan penjualan. gambaran topografi. 2. gangguan fasilitas yang ada. keluasan perluasan yang dibutuhkan. suku bunga. rencana induk. perlu tidaknya seluruh fasilatas berada dalam satu lokasi. Mengusahakan keseimbangan antara mesin dan operator sehingga tidak ada salah satu faktor baik mesin atau operator mengalami idle. biaya penambahan dibanding bangunan baru. 172 . Bagaimanapun. tatanan yang berdekatan. kejadian-kejadian tentang masa datang. Menyediakan lingkunagn kerja yang memadai seperti pengaturan letak penerangan. e. Jika bangunan yang terlalu kecil dapat mengakibatkan pembagian yang ketat. Yang berhubungan dengan tapak Kesiapan pada tapak yang ada dibanding tapak yang baru. 1990): 1. dan kebutuhan akan tambahan bangunan yang terpisah akan terlalu cepat. Umum Jadwal waktu. produksi yang kurang efisien. kecenderungan ekonomi. Biaya Ketersediaan modal.b. jarak dari operasi perusahaan lainnya.

Yang berhubungan dengan bangunan Jenis tatanan.4. kemudahan pemindahan dinding. Penambahan departemen baru. 5. Perubahan rancangan. Perluasan departemen. arah kelayakan perluasan. Perubahan metode produksi. 6. Penilaian tata letak biasanya menggunakan cara pengukuran dan penentuan kelebihan dan kekurangan design tata letak. perluasan wilayah pelayanan untuk menyesuaikan dengan perluasan produksi. 173 . Penurunan biaya. maka tata letak akan jauh lebih efektif. Memindahkan satu departemen. Pengurangan departemen. 8. 4. Penambahan produk baru. 3. 10. 1996): 1. 7. ukuran bangunan. Dengan mempertimbangkan masukan-masukan yang tepat dan merancang susunan yang dapat merealisasikan masukan tersebut. 2. Di antara penanganan tata letak yang sering digunakan adalah (Wingjosoebroto. lokasi pintu. tinggi ruangan. jumlah lantai. jenis bangunan. Perencanaan fasilitas baru. Peremajaan peralatan yang rusak. dan lain-lain. 9. ketentuan-ketentuan bangunan. jarak antar tiang.

bandingkan dengan tata letak awal (sebelum diperbaiki: acara I). 2. Tuliskan kegiatan-kegiatan yang peletakannya memenuhi dan tidak memenuhi kriteria kedekatan pada peta keterkaitan kegiatan. Hitung perubahan yang terjadi (nilai + menunjukkan hasil rancangan menjadi jauh perpindahan bahannya dan jumlah back tracking lebih banyak. Buat diagram aliran dari tata letak perbaikan hasil rancangan. Alat dan Bahan 1. nilai – sebaliknya). 5. 4. Alat tulis Kalkulator Denah awal industri ”Salma. Roti dan Kue” Diagram aliran bahan industri ”Salma.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 6. 5. 3. Roti dan Kue” Peta keterkaitan kegiatan industri ”Salma. 2. Kriteria Jarak perpindahan barang Jumlah backtracking Jumlah kegiatan yang tidak terpenuhinya keterkaitan A Jumlah kegiatan yang tidak terpenuhinya keterkaitan E Tata Letak Sebelum Sesudah Keterangan 4. 4. Prosedur Praktikum 1. 3. Hitung jarak perpindahan bahan dan back tracking. 3. 2. Gunakan peta keterkaitan kegiatan di acara VII untuk mengevaluasi tata letak hasil rancangan. Roti dan Kue” B. Bahas hasilnya. 1. No. 174 .

175 . Kenyamanan tata letak bagi karyawan Jumlah dinding permanen yang harus dirobohkan (m panjang) Jumlah dinding yang harus dibangun (m panjang) 6. 7.5.

995 m 1. Tata Letak Usulan Kelebihan: • Penambahan taman pada area parkir • Ruang administrasi berkonsep plant office • Ruang Produksi I digabung dengan 176 . 2 5. Hasil Tabel Analisis Tata Letak Hasil Rancangan “Salma. Jarak perpindahan barang Jumlah backtracking Jumlah kegiatan yang tidak terpenuhinya keterkaitan A Jumlah kegiatan yang tidak terpenuhinya keterkaitan E Kenyamanan tata letak bagi karyawan Jumlah dinding permanen yang harus dirobohkan (m panjang) Jumlah dinding yang harus dibangun (m panjang) 0 4 4. 2. Roti dan Kue” No. Kriteria Tata Letak Sebelum 150. 0m 17. Kelebihan: • Area parker luas. + ++ 6. dengan selisih 72. 125 m 0 Sesudah 77. sudah di-conblock • Area outlet luas.3 m Hasil Evaluasi yang Tidak Tercantum dalam Tabel Analisis Tata Letak Hasil Rancangan Tata Letak Sekarang 1.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. 3.13 m 0 0 Keterangan Lebih baik.55 m 7. penataan rapi dan sudah dipisahkan menurut jenisnya • Ruang administrasi dekat dengan 1. 0m 12.

sehingga supplier bisa langsung bertemu dengan manajer.pintu keluar. ruang produksi II sehingga jarak perpindahan lebih pendek • Tetap mempertahankan kelebihan tata letak sekarang Kekurangan: • Kamar Mandi masih terletak dekat ruang produksi 177 . dikhawatirkan kendaraan dapat hilang karena tidak ada penjaga • rak yang terbuka sehingga memperluas peluang terjadinya kontaminasi • Ruang administrasi tidak bersekat • Ruang Produksi I sempit • Pintu gudang selalu terbuka • Ruang Produksi II sempit dan kurang penerangan 2. Efisiensi ruang • Ruang Propduksi I berdekatan dengan Outlet sehingga pembeli dapat melihat proses produksi. Peletakan bahanbahan sudah cukup bagus • Gudang produksi II dekat ruang produksi I • Pencahayaan dapur bagus • Letak kamar mandi strategis dan bersih • Terletak kamar di tempat yang strategis dan terdapat hiburan 2. Kekurangan: • Area parker tanpa pagar. Penerangan cukup • Gudang cukup strategis karena dekat pintu keluar masuk.

Pembahasan Selaras dengan judul dari praktikum acara IX ini yakni Analisis Tata Letak Hasil Rancangan. Pada template baru ini. Akan tetapi. serta kenyamanan kerja secara teoritis. Template sebelum dan sesudah memilki persamaan yakni tidak terdapat back-tracking. akan tetapi dengan template baru kenyamanan dapat lebih ditingkatkan. Kriteria yang lain ialah ditinjau dari kenyamanan bagi karyawan.55 m dan perlu menambah tembok kembali sepanjang 12.995 m perpindahan dengan Template usulan. Hal ini dikarenakan dalam industri Salma. Jarak perpindahan barang pada template sekarang sejauh 150. Dengan demikian terjadi pengurangan 72. Sehingga efisisensi perpindahan dapat menurunkan tingkat kelelahan pekerja dan meningkatkan produktivitas. Karyawan telah merasa nyaman dengan template sekarang. keterkaitan kegiatan. pengurangan ini sangat membantu pekerja. terjadi penurunan penyimpangan yakni berkurang menjadi dua. Walaupun tidak terlalu signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa template yang ada sudah cukup baik dan tetap dapat dipertahankan pada pembuatan template baru. perbaikan yang dilakukan berkonsep plant office yakni penambahan taman di area parkir dan penggunaan tanaman pot sebagai pem- 178 . Dengan perbaikan. jumlah back-tracking.13 m. praktikum ini bertujuan untuk menganalisis hasil rancangan tata letak dengan kriteria jarak perpindahan. Hal ini merupakan tindakan antisipasi agar perbaikan ini lebih realistis untuk diterapkan dalam industri. dan Kue semua perpindahan dilakukan dengan manual. Baik tempalate sebelum maupun sesudah keterkaitan mutlak semua dapat terpenuhi. Secara garis besar. Roti. Evaluasi terhadap hasil rancangan perlu dilakukan untuk mengetahui perubahan perbaikan yang terjadi dibandingkan dengan tata letak yang ada sekarang. perlu merobohkan tembok sepanjang 17. Begitu juga dengan jumlah keterkaitan yang tidak terpenuhinya keterkaitan A (mutlak).125 m sedangkan setelah perbaikan menjadi 77. pada template lama terdapat empat keterkaitan E (sangat penting) yang tidak terpenuhi.B.3 m.

Lebih jauh. diharapkan dengan menerapan konsep ini. perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan omset penjualan dari Salma.batas ruang administrasi. pelanggan dapat merasa lebih nyaman dengan penambahan nilai estetika ini. Selain itu. Roti. 179 . dan Kue. Hal ini merupakan bentuk kepedulian terhadap isu pemanasan global serta adanya kesadaran bahwa tanaman dapat menjadi sumber energi dan inspirasi bagi karyawan.

Selin itu. sebaiknya praktikum dibagi menjadi beberapa shift agar suasana lebih kondusif. dan kenyamanan kerja secara teoritis. 180 . Saran Asisten sudah semakin baik dan semakin lancar dalam memberikan penjelasan dan nilai. perlu penambahan biaya untuk menerapkan konsep plant office. Akan tetapi perlu dilakukan perobohan dinding permanen sepanjang 17. keterkaitan kegiatan. Untuk tahun depan. B. jumlah backtracking. Kesimpulan Berdasarkan analisis hasil rancangan tata letak menggunakan kriteria jarak perpindahan.55 m.BAB V PENUTUP A. diperoleh hasil bahwa tata letak hasil rancangan lebih baik dari tata letak awal.

2003.ac.htm. J. Mengatur Tata Letak Pabrik. Diakses hari Selasa tanggal 11 Mei 2010 pukul 21. 1990. Diakses hari Selasa tanggal 11 Mei 2010 pukul 21. Bandung. Perencanaan Tata Letak dan Fasilitas.x=0&submit. 181 .id/viewer. JM. 1992. Dalam http://digilib. Apple.DAFTAR PUSTAKA Anonim 1. Tompkins. 2003.php?page=1&submit. Sritomo. New York: John Wiley & Sons Inc. Facilities Planning. M.co m/tataletakpabrik. 1996. Wignjosoebroto.petr a. ITB. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Anonim 2. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November.34 WIB.tripod.y=0&qual=high&fname =/jiunkpe/s1/tmi/2003/jiunkpe-ns-s1-2003-25499153-3875-atm-chapter2.31 WIB. Dalam http://himathrik2. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful