LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA I DENAH TATA LETAK AWAL DAN DESKRIPSI

PERUSAHAAN

Disusun oleh : Kelompok 10 1. Nika Awalistyaningrum 2. Esti Rumaningsih 3. Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131)

Asisten : Khusnul Khotimah

LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Keberhasilan suatu industri merupakan dampak positif dari pengitegrasian faktor produksi dan sistem menejemen sehingga dapat lebih efektif dan efisien. Salah satu penentu adalah tata letak atau lebih dikenal dengan nama layout dari industri. Tanpa menganaktirikan faktor lain, tata letak ini memiliki peranan dalam proses penekanan biaya produksi. Pengetahuan akan tata letak tersebut meliputi work center dan peralatan dalam proses konversi untuk mengoptimumkan hubungan antara petugas pelaksana, aliran bahan, aliran informasi dan tata cara untuk mencapai tujuan. Fungsi utama adalah memanfaatkan area seefektif mungkin. Sebagian besar biaya produksi dialokasikan untuk penanganan bahan, maka dengan mengefi-siensikan area maka akan mengurangi biaya penanganan bahan. Dengan demikian, biaya produksi dapat diminimalisir. Kajian tata letak merupakan bekal yang penting untuk dikuasai. Oleh karena itulah untuk menambah pengetahuan, maka dilakukan kunjungan industri ke “Salma, Roti, dan Kue”. Kunjungan ini dapat memberikan gambaran mengenai pengaplikasian teori tata letak dalam industri yang sebenarnya. Industri “Salma, Roti, dan Kue” dipilih karena adanya kesadaran akan tingginya prospek industri bakery di masa yanga akan datang. Dewasa ini, kesibukan dan semakin meningkatnya aktivitas manusia menyebabkan kecenderungan masyarakat lebih menyukai hal-hal yang instan dan praktis. Salah satunya adalah roti dan kue. Roti ini memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi sehingga dapat menggantikan konsumsi nasi. Roti lebih fleksibel karena dapat dimakan dimanapun dan hanya membutuhkan waktu yang relatif lebih singkat. Pola konsumsi inilah yang semakin memperbesar peluang akan berjamurnya industri bakery.

2

B. Tujuan Praktikum Praktikum ini dilakukan dengan tujuan: 1. Praktikan dapat menggambarkan tata letak awal suatu industri. 2. Praktikan dapat mendeskripsikan (memberikan gambaran) mengenai kondisi umum industri yang digunakan sebagai objek kajian.

3

perencanaan fasilitas dimaksudkan sebagai sarana untuk perbaikan layout fasilitas yang digunakan dalam penanganan material (material handling). Tata letak pabrik merupakan alat yang efektif untuk tujuan tersebut. sehingga akan menghasilkan output yang optimal. aman. peralatan. Untuk itu. yaitu berkaitan dengan perencanaan lokasi pabrik (plant location) dan perancangan fasilitas produksi yang meliputi perancangan struktur pabrik. Hal ini karena suatu tata letak pabrik yang efisien paling tidak dapat menekan biaya penanganan bahan. dan orang-orang yang bekerja di masing-masing stasiun kerja (Tompkins. serta mengurangi persediaan dalam proses. usaha untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kerja bagi personil merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan. mengurangi kebutuhan personil dan peralatan. 4 . Ada dua hal pokok dalam perencanaan fasilitas. dan perencanaan fasilitas secara keseluruhan. Tata letak pabrik berhubungan dengan perencanaan dan pengaturan tata letak mesin. 1990). dan nyaman. Pengaturan fasilitas pabrik memegang peranan penting dalam kelancaran proses produksi sehingga akan tercapai suatu aliran kerja yang teratur. Di dunia industri. Selain aspek tersebut. Tata letak yang baik merupakan wahana untuk mencapai tujuan ini (Machfud dan Yudha. peningkatan produktivitas usaha tidak terlepas dengan meningkatkan produktivitas personil yang terlibat dalam aktivitas produksi atau aktivitas yang menunjang proses produksi. perancangan tata letak fasilitas dan perancangan sistem penanganan material (Apple. 1992).BAB II TINJAUAN PUSTAKA Perencanaan fasilitas merupakan rancangan dari fasilitas-fasiltas industri yang akan dibangun. penentuan peralatan dalam proses produksi. aliran bahan. 1990). Salah satu usaha terbaik untuk menekan biaya produksi adalah dengan menghilangkan atau mengurangi sebesar mungkin aktivitas yang nonproduktif. Keberhasilan perusahaan secara profit salah satunya merupakan refleksi langsung dari kelancaran proses produksi dan pemindahan bahan yang ditangani secara bijaksana.

Menurut Rusdiyantoro (2010), tata letak pabrik (plan/fasilitas layout) adalah suatu landasan utama dalam dunia industri dan dapat didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas fisik pabrik guna menunjang kelancaran proses produksi. Tujuan utama desain tata letak pabrik adalah meminimalkan biaya untuk kontruksi dan instalasi baik untuk bangunan mesin, maupun fasilitas produksi lainnya; mengurangi biaya pemindahan bahan (material handling costs) serta biaya produksi, maintenance, safety, dan inprocess storage cost. Jenis-Jenis atau macam-macam tata letak pada pabrik ada tiga, yaitu (Anonim 1, 2006): 1. Tata Letak Berdasarkan Produk / Layout by Product. Tata letak jenis ini membentuk suatu garis mengikuti jenjang proses pengerjaan produksi suatu produk dari awal hingga akhir. Layout produk dipilih apabila proses produksi telah distandarisasikan dan berproduksi dalam jumlah besar. Setiap produk akan melalui tahapan operasi yang sama sejak awal sampai akhir. Penyusunan bagian diatur sedemikian rupa sehingga dari bagian tersebut dapat dihasilkan suatu jenis produk tertentu.. Atas dasar produk, terlebih dahulu ditentukan jenis pekerjaan yang harus dilakukan pada produk yang akan dihasilkan. Pengaturan tata letak fasilitas pabrik seperti mesin, tidak memandang tipenya dan penempatannya sesuai dengan urutan dari satu proses ke proses yang lain. Contoh : tempat cuci mobil otomatis, kafetaria, atau perakitan mobil. 2. Tata Letak Berdasarkan Proses / Layout by Process Layout pada jenis tata letak berdasarkan proses memiliki bagian yang saling terpisah satu sama lain aliran bahan baku terputus-putus dengan mesin disusun sesuai fungsi dalam suatu grup departemen. Layout proses atau layout fungsional adalah penyusunan layout dimana alat yang sejenis atau yang mempunyai fungsi sama ditempatkan dalam bagian yang sama. Model ini cocok untuk discret production dan bila proses produksi tidak baku, yaitu jika perusahaan membuat berbagai jenis produk yang berbeda atau suatu produk dasar yang diproduksi dalam berbagai macam variasi. Atas dasar proses, terlebih dahulu ditentukan jenis produk, tipe manufacturing,

5

dan karakter peralatan produksi. Mesin-mesin dan peralatan yang mempunyai karakter serupa dikelompokkan menjadi satu, contoh

pemakaian layout ini adalah untuk pergudangan, rumah sakit, universitas, dan perkantoran. 3. Tata Letak Berdasarkan Stationary / Layout by Stationary Tata letak jenis ini mendekatkan sumber daya manusia / sdm serta perlengkapan yang ada pada bahan baku untuk kegiatan produksi. Rusdiyantoro (2010) mengemukakan bahwa dasar dalam perencanaan tata letak pabrik, yaitu prinsip integrasi total (integrasi secara total dari seluruh elemen produksi), prinsip jarak perpindahan bahan (pemindahan dari satu operasi ke yang lain dengan menghemat waktu dan mengurangi jarak perpindahan), prinsip aliran proses kerja (kelengkapan dari jarak perindahan bahan untuk menghindari gerakan balik , memotong, dan macet), prinsip pemanfaatan ruangan (pengaturan ruangan yang dipakai manusia, bahan baku, mesin dan peralatan), prinsip kepuasan dan K3 (kepuasan para pekerja dan menjaga faktor keselamatan), serta prinsip fleksibilitas (mengikuti perkembangan zaman dan mengimbanginya). Tujuan menyusun layout yang baik (Anonim 2, 2010) antara lain mengurangi jarak pengangkutan material dan produk yang telah jadi sehingga mengurangi material handling, memperhatikan frekuensi arus pekerjaan, memungkinkan ruang gerak yang cukup di sekeliling setiap mesin, untuk dapat direparasi dengan mudah, mengurangi ongkos produksi karena cost ditekan seminimum mungkin, mempertinggi keselamatan kerja sehingga keamanan bekerja terjamin, memberikan hasil produksi yang baik, memberikan service yang baik bagi konsumen, mengurangi capital investment, mempertinggi fleksibilitas, untuk memungkinkan menghadapi permintaan perubahan, memperbaiki moral pekerja, mengusahakan penggunaan yang lebih efisien dari ruang atau lantai, baik dalam arah horizontal maupun dalam arah vertikal, mengurangi delays (keterlambatan atau stopped) dalam pekerjaan, dapat mengadakan pengawasan yang lebih baik, maintenance lebih mudah dilakukan, mengurangi manufacturing cycle (waktu produksi), serta penggunaan equipment dan fasilitas yang baik dalam

6

pabrik. Faktor yang harus dipertimbangkan dalam menyusun plant layout yaitu (Anonim 2, 2010): 1. Produk yang dihasilkan a. Besar dan berat produk tersebut Apabila produk besar dan berat maka memerlukan handling yang khusus seperti fork truck atau conveyor yang di lantai sehingga memerlukan ruangan bergerak. Sedangkan, apabila produknya geraknya tidak terlalu besar. b. Sifat dari produk tersebut, yaitu apakah mudah pecah atau tidak, mudah rusak atau tahan lama. 2. Urutan produksi Faktor ini penting terutama bagi product layout karena product layout penyusunan didasarkan pada urutan-urutan produksi (operation sequence) 3. Kebutuhan akan ruangan yang cukup luas (special requirement) 4. Peralatan atau mesin-mesin Apabila mesin berat, maka diperlukan lantai yang lebih kokoh. 5. Maintenance dan replacement Mesin-mesin harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga maintenance atau replacement mudah dilakukan. 6. Keseimbangan kapasitas (balance capacity) harus diperhatikan terutama dalam product layout karena mesin-mesin diatur menurut urutan proses. 7. Minimum movement Dengan gerakan yang sedikit maka biaya akan lebih rendah. 8. Aliran (flow) dari material Aliran ini dapat digambarkan, yaitu merupakan arus yang harus diikuti oleh produk pada saat dibuat, gambar mana yang sangat penting bagi perencanaan lantai atau ruangan pabrik (floor plan). 9. Employee area Tempat kerja buruh di pabrik harus cukup luas sehingga tidak mengganggu keselamatan dan kesehatan serta kelancaran produksi

7

13. 8 . Service area (seperti cafeteria. 12. toilet. jangan terlalu dingin. tempat istirahat. Flexibility Perubahan-perubahan dari produk atau proses atau mesin dan sebagainya hampir tidak dapat dihindarkan karena sesuai dengan perkembangan teknologi dan perubahan-perubahan kecil yang terjadi tidak memerlukan biaya yang tinggi. Plant climate Udara dalam pabrik harus diatur yaitu harus sesuai dengan keadaan produk dan buruh. Waiting area.10. dan juga jangan merusak kesehatan buruh. tempat parkir mobil. jangan terlalu panas. dan sebagainya) diatur sedemikian rupa sehingga dekat dengan tempat bekerja di mana sangat dibutuhkan 11. yaitu untuk mencapai aliran material yang optimal maka harus diperhatikan tempat-tempat dimana barang menunggu untuk diproses.

Penggaris 3. 9 . dari area tanah yang terpakai untuk bangunan maupun area yang tersisa (belum termanfaatkan) b. Kertas milimeter 2. Kalkulator 6.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Mengukur panjang dan lebar seluruh area industri. 3. Data hasil kunjungan ke industri Salma. Membuat denah tata letak menggunakan skala 1:100 atau skala yang lain tergantung besar kecilnya industri yang digunakan sebagai objek kajian. Menggambar hasil pengukuran pada kertas A4 dengan menggunakan skala yang sesuai. Pelaksanaan Praktikum 1. Mengukur seluruh ruangan dan masing-masing area stasiun kerja (baik area yang dibatasi oleh dinding maupun yang tidak dibatasi oleh dinding) c. 2. Cara pembuatan: a. dan Kue B. Pensil 4. Penghapus 5. dan Kue. Roti. Roti. Alat dan Bahan Alat 1. Kertas A4 Bahan 1. Melakukan praktikum pendahuluan berupa kunjungan ke industri Salma.

Gambaran ini meliputi bidang usaha. yang terlihat hanya ruangan (area kerja). dan alat-alat besar.d. 10 . jumlah tenaga kerja dan spesifikasi. kapasitas produksi. sistem pembagian kerja. alat pemindah bahan. alasan pemakaian ruang. Cara penggambaran: 1) Penggambaran lokasi sesuai dengan arah mata angin. dan lain-lain. 5) Skala harus jelas dan dicantumkan di bagian bawah gambar. Menggambar industri dilakukan seperti memotret industri dari atas. 3) Area kerja tanpa ada batas ruang (batas maya) digambarkan dengan garis putus-putus (------) 4) Nama ruang diberikan langsung pada gambar atau di samping gambar sebagai keterangan. e. sistem penyimpanan barang. Utara digambarkan arah atas. 3. Mendeskripsikan industri yang berisi gambaran umum perusahan. jam kerja. batas ruang. 2) Dinding luar bangunan digambarkan dengan garis tebal. proses produksi. rencana masa depan (kapasitas yang diharapkan).

6 m Keterangan: K A. Denah Tata Letak Industri Salma.86x1.7) m2 b3 freezer (1.1x0. Lorong j1 rak (0.5) M2 g2 lemari pengemas (3.85) m2 h3 tempat pencucian (1.8) m2 f3 lemari(0. dan Kue DENAH TATA LETAK AWAL INDUSTRI SALMA ROTI DAN KUE N 11.79x0.05) m2 C.25 m 11 . Kamar Mandi L.5 m 4.6) m2 h5 rak (1.55x0.7) m2 d3 mixer besar (0.75x0.12 m b2 b3 J b4 b9 b10 6.95) m2 f4 rak (1.8x1.5) m2 I.2x0.49) m2 d6 devider (0.5x2) m2 c2 meja (1.5x1.8) m2 d4 mixer kecil (0.6) m2 e3 bahan baku 2 (0. Outlet b1 rak (3.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.6x0. Ruang Produksi II f1 slicer (0.8x0.91) m2 e4 bahan baku 3 (1. Gudang e1 bahan baku 1 (1.5x1) m2 D.2x0.46) m2 b8 rak (0.5) m2 G.9x1.54 m 3m 5.3x0.5x0. Dapur h1 meja (1.7) m2 b4 kasir (1.08 m B b1 b8 b5 c2 C c1 b6 b7 8.6) m2 b7 lemari (2.04 m 3.7) m2 b5 rak (3.5) m2 b2 rak pesanan (3.7x0.6x0.15x2. Lorong g1 rak (0.8) m2 f2 meja (0.76 m 1.5x0.8) m2 d5 rak (1. Ruang Administrasi c1 meja (1.5x2)m2 h4 sumur (0.8x0.6x0. Kamar Mandi 2.7x0.05) m2 b10 rak (0.53 m 5. Kamar J. Area Parkir B.59x0.59x0.5) m2 H.42) m2 K.05) m2 b9 rak (0.25 m h2 h4 h3 1.56 m A SKALA 1:100 5.7) m2 h2 kompor (2.5x0.97) m2 d2 meja (1.05) m2 e2 timbangan (0.8x4.4x0.8) m2 E.03 m d5 d1 d2 e3 j1 e2 D 21.5 m I h1 H h5 1. Roti.6 x 0. Hasil 1.9x1.75x0.7) m2 b6 kulkas (0.6x1) m2 e5 bahan baku 4 F.5 m L F f4 f3 d6 d3 f2 e5 g1 f1 E d4 e4 g2 e1 G 5. Ruang Produksi I d1 oven (2.65x1.

4x0.5x0.6x0.15x2.86x1.49) m2 D6 devider (0.85) m2 H3 tempat pencucian (1.05)m B9 rak (0.8) m2 F2 meja (0.9x0.5) m2 H.2x0.5) m2 G2 lemari bahan pengemas (3.8) m2 F3 lemari(0.8x4.5) m2 G.75x0.75x0. Kamar Mandi L.5x2)m2 H4 sumur (0.9x1. Lorong J1 rak (0.5x1.59x0.5x1) m2 D.6)m 2 2 F1 slicer (0.05)m2 C.46)m2 B8 rak (0.5) m2 B2 rak pesanan (3. Ruang Produksi II .5x2) m2 C2 meja (1.1x0.7)m2 B5 rak (3. Area Parkir B.5x0.7) m2 B3 freezer (1.6 x 0.6x0.5) m2 I.05) m2 E2 timbangan (0.8)m2 D4 mixer kecil (0.7x0.79) m2 K. Kamar Mandi D2 meja (1.95) m2 F4 rak (1.79x0.8)m2 D5 rak (1. Gudang E1 bahan baku 1 (1.3x0.2x0.8) m2 E. Kamar 2 2 B7 lemari (2.6x1) m2 E5 bahan baku 4 F. Outlet B1 rak (3.9x1.05)m2 B10 rak (0.7) m2 H2 kompor (2.A. Dapur H1 meja (1.59x0. Lorong G1 rak (0.65x1.6x0.91) m2 E4 bahan baku 3 (1.7)m2 B4 kasir (1.7)m2 B6 kulkas (0.6) m2 E3 bahan baku 2 (0.7x0.7) m D3 mixer besar (0. Ruang Produksi I D1 oven (2.97) m J. Ruang Administrasi C1 meja (1.55x0.5x0.8x0.8x1.6) m2 H5 rak (1.

2. Target penjualan industri ini adalah masyarakat kalangan menengah ke bawah. yaitu Jl. Konsumen perusahaan ini adalah supermarket dan hotel-hotel di Solo. Indutri ’Salma. industri ’Salma. Target konsumen adalah masyarakat kalangan menengah ke bawah. dan sebagainya. HS mengembangkan usaha dengan mendirikan ’Top One Donat’ yang kemudian beralih menjadi ’Top One Bakery’. dan Kue’ ini didirikan di sisi barat-utara perempatan Kamdanen Ngaglik Sleman. Oleh karena itu. Roti. manajer operasional di ’Salma. Industri ini merupakan salah satu jenis pengembangan usaha dari putra-putri bapak Hadi Suwarno. dan Kue’ pusat. Deskripsi Perusahaan Industri ’Salma. Akhirnya. Roti. Nama ’Salma’ dipilih tanpa pertimbangan khusus. Kapten Haryadi Lojajar Sinduharjo Sleman. buah. Lahan yang digunakan merupakan kerja sama dengan kakak ipar sepupu bapak Bambang. Akan tetapi. Pada tahun 1989 anak-anak dari bapak Hadi Suwarno mendirikan bisnis keluarga dengan nama CV. dan Kue’ mengalami kendala lagi pada Agustus 2007 ketika terjadi sengketa tanah yang digunakan sebagai lokasi industri. Pada tahun 2004 muncul kemauan para pemegang saham untuk mengembangkan usaha dan mulai merambah ke kota Yogyakarta. Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa animo masyarakat kalangan ke bawah di Yogyakarta terhadap roti dan kue masih rendah. Roti. sehingga cara pemasaran dilakukan dengan memasok roti ke penjual. pada Januari 2005 industri ini mengubah segmentasi pasar yang dituju sekaligus sistem pemasaran. ikan. Target konsumen menjadi kalangan menengah ke atas dengan sistem penjualan outlet. indutri tersebut harus pindah ke lokasi saat ini. Akibatnya. dan Kue’ yang dikunjungi terletak di Jalan Kapten Haryadi Lojajar Sinduharjo Sleman. sebagai tempat produksi dan menyewa lokasi lain sebagai outlet. Oleh sebab itu. Pada tahun 1992 pemegang saham CV. tidak disetor ke penjual. Industri ini juga dikembangkan di Solo. lokasi tersebut masih harus perlu 13 . Hadi Suwarno (CV. HS). Roti. pada Desember 2004 industri ini mengalami kerugian sekitar 50 juta rupiah. Perusahaan ini bergerak di bidang supplier sayur.

Jam kerja untuk kasir sekaligus pelayan pada hari biasa dan hari besar dimulai dari pukul 06. dan Kue cukup mendapat sambutan yang apresiatif dari masyarakat. seorang pembantu umum dan 3 orang bekerja sebagai penjaga kasir. Roti.00 untuk shift pertama dan pukul 13.00 untuk shift kedua. tahun 2008 pembangunan selesai sehingga tempat produksi sekaligus outlet ’Salma. seorang bagian administratif.00-16. kerja lembur. Khusus untuk menghadapi hari raya proses produksi dimulai dari pukul 08. seorang keuangan.00. Waktu cuti bisa ditentukan sendiri oleh karyawan. Ada sistem penjualan produk yang menarik. seorang di bagian penggudangan. Cuti tersebut merupakan hak karyawan dan merupakan kewajiban yang harus diberikan oleh pihak manajemen. Pegawai terdiri dari 11 orang dengan spsifikasi 4 orang di bidang produksi. yakni produk hanya dijual di outlet selama 3 hari (mengingat batas kadaluarsa roti tsb hanya 3 hari).00-21.00-13. Akhirnya. dan Kue’ mengalami pindah total ke lokasi yang digunakan sampai saat ini. Sistem penggajian karyawan dilakukan setiap bulan yang terdiri dari gaji pokok. 14 . hampir semua prosuknya sudah terjual habis. dan Kue dilaksanakan dengan ketentuan perusahaan. Selama kurun waktu 3 hari tersebut. Pengelolaan SDM di Salma.00-13. Jika sudah demikian maka pegawai tersebut akan dipindahkan. Masalah lain yang juga pernah muncul adalah terdapat ketidakcocokan dengan pekerjaan tersebut. Roti. Proses produksi dilaksaanakan setiap hari dimulai pukul 05. maka langsung didistribusikan ke pasar-pasar tradisional dengan harga 50% lebih murah. PT Salma.00 untuk shift pertama dan shift kedua dimulai dari pukul 16. tunjangan. terbukti dengan laku keras produk roti yang dihasilkan.dipugar ulang. Roti. dan bonus pesanan masingmasing karyawan 5% dari laba penjualan. Beliau berkata jika prosuk tersebut selama 2 hari tidak laku di outlet.00.0024. akan tetapi bila banyak order maka karyawan tidak diperbolehkan untuk cuti. baik berupa pemindahan bagian ataupun pindah cabang. Cuti diberikan 12 hari dalam satu tahun.

1 kg resep. Tahap berikutnya. Selanjutnya. Ragi yang biasa dipakai adalah Rhizopus stolonifer yang masih satu golongan dengan ragi tempe Rhizopus oligosporus. Peralatan yang digunakan untuk pembuatan roti manis adalah mixer. kamar. timbangan. kamar mandi dan dilengkapi dengan area parkir yang cukup luas. Semua bahan ditimbang sesuai kebutuhan. devider. Penyimpanan bahan ini perlu dipisahkan dari area lain agar mengurangi resiko kontaminasi. bahan dimasukkan dalam mixer dan diaduk selama lebih kurang 20 menit hingga kalis. bahan yang dibutuhkan adalah 1 kg tepung terigu. Setelah roti matang. roti didinginkan selama 15-30 menit lalu roti siap dikemas. Apabila sudah mengembang. 400 ml air. Gudang berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan baku seperti terigu. sendok. Sementara itu. Di ruangan ini bahan baku disimpan sebelum diproduksi. dan telur. Letak gudang disarankan untuk 15 . Roti. oven. gelas takar. adonan dibagi dengan devider kemudian adonan tersebut dibentuk dan ditambah selai sesuai kebutuhan. dan Kue ini terdiri dari beberapa ruang. dan selai secukupnya. salah satunya roti manis. Dalam ruangan ini terdapat timbangan untuk menakar atau menimbang jumlah bahan yang akan digunakan untuk membuat produk. Adonan yang sudah dibentuk dimasukkan ke dalam loyang lalu didiamkan selama 2-3 jam sesuai suhu lingkungan saat itu.B. dan pisau roller pizza. 100 gram mentega. Jenis roti yang diproduksi sangat bervariasi. loyang diolesi dengan mentega agar adonan tidak lengket. Industri Salma. Proses pembuatan roti manis diawali dengan menyiapkan semua alat dan bahan. Roti yang sudah dikemas siap diantar ke pelanggan maupun dijual di outlet yang terletak di lokasi yang sama. outlet. loyang. kuas. Rhizopuis oryzae. Pembahasan Roti merupakan salah satu makanan fermentasi (fermented food) yang melibatkan mikroorganisme dalam bentuk ragi. ruang produksi 2. 50 gram margarin. 30 gram ragi instant. 5 butir kuning telur. adonan tersebut dimasukkan ke dalam oven selama 15-20 menit. mentega. dapur. Sedangkan. ruang produksi 1. yakni gudang.

Ruang produksi 1 merupakan tempat pengadukan. Mesin ini berfungsi membagi adonan berbentuk semi bulat dengan kapasitas 32 bagian per kg dengan berat sekitar 30-100 gram. terdapat meja besar sebagai tempat pembentukan adonan.dijauhkan dari kamar mandi agar tidak rentan kontaminasi. Ruangan ini memiliki fungsi sebagai tempat produksi. adonan pastry dan croissant. Selain itu. Untuk memastikan agar berat setiap kemasan relatif sama maka adonan sebelum dibentuk (dicetak) dibagi dengan mesin dough devider-rounder. Mata mixer dapat diganti sesuai dengan jenis bahan. aneka tepung. Proses produksi panjang dan melibatkan banyak karyawan sehingga ruang produksi dibagi menjadi dua. Ruangan selanjutnya adalah ruang produksi 2. bowl tidak berputar sehingga menghasilkan adonan yang rata dan lembut. fermentasi. setelah tidak berproduksi. Peralatan lain yang terdapat di ruangan ini adalah meja besar sebagai tempat pembentukan roti dan rak sebagai tempat fermentasi. Sebaiknya. yakni spiral untuk mengaduk adonan tepung dan jenis makanan yang sangat kental. seperti tikus. beater untuk mengaduk makanan keju. Akan tetapi. serta pengolesan loyang. telur. susu segar. Selain itu. Mixer roti planetary ini bekerja berdasarkan teori perputaran planet. Ruangan ini tidak dibatasi oleh dinding dengan ruang outlet sehingga konsumen dapat melihat langsung proses produksi dan memastikan produk terjual dalam keadaan fresh from the oven. dapat dengan mudah masuk ke ruangan ini. seperti : cream. yakni dalam penyiapan semua bahan isi roti. mentega. pintu gudang tertutup. Pada ruangan ini terdapat meja untuk 16 . beater berputar mengitari bowl. pencetakan dan pengovenan. nilai lebih dari letak gudang adalah berdekatan dengan pintu masuk samping yang merupakan lorong sehingga proses pengangkutan lebih mudah dari luar ke dalam gudang. hal ini juga menyebabkan adanya kemungkinan kontaminasi debu saat didinginkan. Begitu pula dengan pintu yang tidak selalu tertutup sehingga binatang. Akan tetapi di sisi lain. Mesin ini dapat membagi adonan menjadi potongan yang sama persis berbentuk semi bulat hingga bulat. dan jenis whip mengaduk bahan makanan encer. terdapat pula mixer kecil dan besar.

dan rak untuk 17 . Pada luasan ini terdapat sumur yang berbentuk persegi dengan bagian sisi memiliki bentuk melengkung dengan sudut 600. kacang. dapur. pada ruangan ini juga terdapat rak yang berfungsi sebagai tempat untuk mendukung aktivitas fermentasi pada roti. mudah untuk mengambil atau roti tidak lengket pada loyang. karena tidak mendapat sinar matahari langsung. tata letak di ruang ini sudah cukup baik karena dapat memanfaatkan lahan dengan baik sehingga ruangan yang cukup kecil terlihat lebih luas dan dapat dilalui dengan leluasa. Namun. alas. ruangan memiliki sifat yang lembab tidak terlalu panas atau dingin. dan dapur. meja ini juga berfungsi sebagai tempat meletakan loyang untuk diolesi dengan mentega oleh pekerja. keju. seperti sabun. Pada ruangan ini juga terdapat mesin untuk slicing roti yang disebut slicer. penerangan di ruang ini cenderung redup. Selain itu. dua buah meja untuk meletakan kompor. dan sebuah meja untuk tempat pengolesan loyang dengan mentega. Di dapur ini terdapat tiga buah meja yang saling berdampingan. Maka dari itu. maka cukup riskan terjadi kontaminan. Penyimpanan rak berdampingan dengan kamar mandi. coklat. Pada bagian utara dapur terdapat luasan untuk tempat pencucian peralatan produksi. sosis. Dapur berfungsi sebagai tempat penggorengan daging untuk bahan isi roti. Hal ini dikarenakan proses fermentasi melibatkan kegiatan bakteri yang rentan terhadap kondisi lingkungan. Selain itu. Fermentasi bertujuan untuk mengembangkan adonan roti. Ruangan ini merupakan ruangan yang strategis dengan ruang produksi satu. daging. dan kamar pribadi. Fermentasi ini berlangsung kurang lebih selama dua hingga tiga jam. sapu. Selain itu juga terdapat peralatan pencucian. toilet. terutama suhu. untuk mendukung aktivitas ini.mendukung aktivitas produksi dalam penyiapan bahan isi roti seperti pisang. Ruangan ini juga terdapat lemari sebagai tempat untuk menyimpan bahan-bahan isi roti. Hal ini memudahkan karyawan untuk melakukan proses pemindahan produksi. toilet. dari ruang produksi dua ke ruang produksi satu. Pengolesan ini bertujuan agar roti setelah pengovenan. dan kelapa. Selain itu. begitu juga dengan kamar pribadi.

Enam rak sebagai tempat display untuk menempatkan roti-roti yang akan dipasarkan. bagian timur dapur.38 x 3. Lorong ini dimanfaatkan oleh pemilik untuk menyimpan kardus-kardus untuk pengemasan produk roti pesanan maupun roti yang dijual di outlet. terdapat kamar mandi yang berukuran 1. Pada lorong ini juga terdapat rak sebagai tempat penyimpan peralatan produksi. terdapat enam buah rak. Pada gedung industri ini.tempat meletakan alat-alat produksi yang memiliki ukuran sedang hingga kecil. sebuah kulkas. Hal ini terlihat dari penempatan mesin dilakukan berdasarkan kesamaan fungsi. Sebelah selatan tempat pencucian ini terdapat lorong yang terbuka (tidak ada pembatas tembok ataupun pintu). dua buah kursi. Berdasarkan sistem aliran bahan.56 meter. Penempatan kantor administrasi ini diletakkan pada bagian depan gedung. Roti. Pada ruang administrasi terdapat fasilitas-fasilitas untuk mendukung kegiatan administrasi yakni dua buah meja. produk yang 18 .75 meter. terdapat ruangan outlet. seperti buku. bolpoint. dan lain-lain. dan sebuah meja untuk kasir.5 meter dan langsung terhubung dengan pintu keluar. Bagian selatannya. Dapur juga digunakan sebagai dapur rumah tangga.6 meter sepanjang 18. Sebelah barat ruangan administrasi. penggaris.69 meter. Lokasi ini berukuran 5. Ruangan ini berukuran 8. Hal ini bermaksud agar memberi posisi yang memudahkan pelanggan untuk memilih roti yang ada pada display. Rak diatur dengan mempertimbangkan jarak yakni kira-kira berjarak satu meter antar rak. Rak pada lorong ini terletak di depan pintu gudang penyimpanan dan terdapat juga pada samping selatan pintu gudang.25 meter.6 x 1. Lorong ini berukuran 1 x 4. dan segala perlengkapan pencatatan dokumentasi kegiatan industri ini. dan Kue ini termasuk dalam tipe tata letak process layuot. sebuah lemari. terdapat lorong yang kira-kira berlebar 1. Penataan dapur sudah baik.04 x 4. Pada ruangan ini. Kamar mandi ini terhubung dengan tangga untuk menuju ke lantai dua. sebuah freezer. tata letak awal Industri Salam. agar client dapat mudah menjumpai pemilik perusahaan untuk memesan roti secara langsung.

total waktu lebih lama. skill pekerja tinggi. tata letak ini juga memiliki kekurangan yakni garis produksi menjadi lebih panjang. biaya pemindahan lebih mahal. dan perencanaan produksi jauh lebih kompleks. Kelebihan tersebut antara lain dapat meminimalisir investasi mesin karena bersifat general purpose. Tipe tata telak ini dipilih karena memiliki berbagai kelebihan. Selain itu. fleksibilitas produksi tinggi karena dapat mengerjakan berbagai tipe produk. dan perlu banyak pengawasan. volume produksi tiap produk relatif kecil. menyebabkan work in process. mesin lebih efisien serta meningkatkan kepusan kerja dengan melakukan pekerjaan yang berbeda-beda atau menurunkan kejenuhan. 19 .dihasilkan beragam.

Sebaiknya tempat untuk praktikum perlu dipersiapkan sebelumnya agar praktikan nyaman dan acara dapat berjalan lancar. B. dan Kue menunjukkan bahwa industri tersebut telah menerapkan penataan layout yang cukup baik sehingga proses produksi dapat lebih efektif. 20 . Tata letak pabrik merupakan suatu hal yang paling penting dalam sebuah industri. 2. dan Kue merupakan salah satu usaha yang dikembangkan oleh CV. Hal ini membuat sebuah industri membutuhkan suatu rangkaian layout agar mudah dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya. 2. Salma. Roti. Hadi Suwarno. Saran 1. Roti.BAB V PENUTUP A. Kegiatan praktikum di dalam kelas lebih difokuskan pada diskusi kelompok. Salah satunya berada di jalan Kapten Haryadi Lojajar Sinduharjo Sleman. Kesimpulan 1. Berdasarkan hasil pengamatan kelompok 10 pada Salma. Industri ini telah memiliki empat cabang.

com/doc/25139068/Tata-Letak-Pabrik?secret_ password= &autodown=pdf . 7 Maret 2010 pukul 16. 21 . JM. Apple. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Bogor: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pendidikan Tinggi Pusat Antaruniversitas Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor. Process & Stationary. Anonim 2. Bandung: ITB. Machfud dan Yudha Agung. 2010. Diakses pada hari Minggu 7 Maret 2010 pukul 21. Macam dan Jenis Tata Letak / Plant Layout Pabrik Berdasarkan Produk.id/bitstream/handle/10364/993/bab2a. Dalam http://organisasi. Diakses pada hari Minggu 7 Maret 2010 pukul 21. Perancangan Tata Letak pada Industri Pangan.Product. JM. Diakses pada hari Minggu. Bab II Tinjauan Pustaka. Dalam http://www. http://dspace. Facilities Planning.32 WIB. New York: John Wiley & Sons Inc.13 WIB.widyata- ma.ac.scribd.DAFTAR PUSTAKA Anonim 1.pdf?sequence=9 . 1990. 2010.org/macam-dan-jenis-tata-letak-plantlayout-pabrik-berdasarkan-produk-proses-dan-bahan-baku-product-processstationary.31 WIB. 1990. Tata Letak Pabrik. Rusdiyantoro. 1992. Tompkins. Proses dan Bahan Baku . Tujuan dan Prinsip yang Mendasarinya. 2006.

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA II PETA KERJA UNTUK EVALUASI TATA LETAK AWAL Disusun oleh : Kelompok 6 Disusun oleh: Kelompok 10 1. Hety Handayani Hidayat (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 22 . Esti Rumaningsih (9127) 3. Nika Awalistyaningrum (9118) 2.

tentunya tidak akan lepas dari sistem industri yang meliputi input. proses. Selain untuk kepentingan produksi dapat juga sebagai sumber informasi yang diperlukan untuk memperbaiki suatu tata letak industri secara langsung dan perbaikan terhadap metode kerja yang erat kaitannya dengan tata letak. Selain itu juga dapat mengembangkan usahanya supaya dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak yang berimbas pada penurunan angka pengangguran suatu negara. Perbaikan tersebut dilakukan untuk meminimalkan jarak perpindahan. yang setiap langkanya melibatkan adanya peralatan yang digunakan.BAB I PENDAHULUAN A. Dengan perbaikan metode kerja. maka diperlukan juga perbaikan tata letak yang mengikuti adanya perubahan metode kerja. serta output. Proses produksi ini terdiri dari beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan. Proses produksi merupakan salah satu hal yang penting demi kelancaran kegiatan suatu industri. serta pekerja atau operatornya. mengurangi adanya backtracking. Pada tahap ini dilakukan penambahan nilai suatu barang input untuk menhasilkan output produk yang berharga lebih. ketersediaan biaya untuk produksi serta waktu yang dibutuhkan selama proses sangat memperngaruhi biaya yang harus dikeluarkan industri. Oleh karena itu setiap langkah dari proses produksi harus perlu diperhatikan. Hal ini bertujuan agar dapat mendatangkan keuntungan yang lebih bagi industri tersebut. Latar Belakang Dalam sebuah industri. waktu yang diperlukan. Peta kerja digunakan dalam industri untuk menciptakan suatu aliran produksi yang lancar. tempat yang dipakai. Suatu industri perlu merancang peta kerja yang dapat menggambarkan kegiatan kerja proses produksi secara sistematis. mengingat berkaitannya dengan operasi yang efektif dan efisien selama proses produksi. selain itu dapat memperbaiki suatu metode kerja sehingga dapat digunakan untuk perbaikan pabrik melalui aliran proses-proses operasi manufacturing komponen yang 23 .

Tujuan Praktikum 1. diagram aliran (bagan tali) berdasarkan proses produksi yang terjadi. Mengingat penyusunan peta kerja sangat penting dari suatu industri. peta aliran proses. maka dari itu pada praktikum ini diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap tata letak berdasarkan peta kerja yang dibuat dengan menganalisis kelebihan serta kekurangan tata letak yang ada sekarang pada industri bakery yang dijadikan sebagai obyek penelitian. Praktikan dapat mengevaluasi tata letak berdasarkan peta kerja yang dibuat. 3. Peta Aliran Proses (PAP) ataupun Diagram Aliran (Bagan Tali).ada. Praktikan dapat membuat peta kerja seperti peta proses operasi. Peta kerja meliputi Peta Proses Operasi (PPO). lengkap dengan data peralatan dan waktu proses. 2. B. 24 . Praktikan dapat menganalisis kelebihan dan kekurangan tata letak yang ada sekarang.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Peta kerja adalah alat yang menggambarkan kegiatan kerja secara sistematis dan jelas (Sutalaksana dalam Anonim. Peta (bagan) rakitan b. Data lain yang dapat 25 . serta titik-titik dimana bahan bergabung satu sama lain. 2009). Yang paling umum digunakan adalah (Apple. Jaringan lintasan kritis Peta kerja adalah presentasi grafis dari peristiwa dan informasi terkait yang terjadi selama serangkaian operasi. Peta prosedur j. Peta proses aliran h. Beberapa diantaranya khusus digunakan dalam tata letak pabrik. yaitu peta proses operasi dan diagram alir. 1990): a. terdiri atas dua jenis. Peta proses produk-darab d. Bagan (diagram) aliran g. Peta dari-ke i. Lewat peta kerja-peta kerja dapat dilihat semua langkah kegiatan atau kejadian yang dialami oleh suatu benda kerja dari mulai masuk pabrik kemudian menggambarkan semua langkah yang dialaminya. Peta proses operasi c. meskipun dalam ruang yang terbatas. Sebab. Diagram (bagan) tali e. Meskipun kebanyakan teknik semula ditujukan untuk tujuan analitis. urutan. beberapa lagi digunakan dalam tahap pemindahan bahan. Ada beberapa teknik yang umum digunakan dalam merencanakan aliran. dan beberapa dipinjam dari bidang ekonomi gerakan dan penyerdehanaan kerja (teknik tata cara kerja). hubungan satu sama lain. peta kerja menyatukan banyak informasi yang menunjukkan operasi. Pembuatan peta kerja sangat baik untuk memulai studi tata letak. Peta proses f. teknik-teknik tersebut juga berguna untuk perencanaan.

1990): A. menunggu. Menunjukkan kesulitan-kesulitan yang mungkin timbul dalam aliran produksi Q. transportasi. dan peralatan N. Menunjukkan sifat pola aliran bahan O. Menunjukkan hubungan antar komponen G. Mencatat proses pembuatan untuk diperlihatkan pada yang lain Peta aliran proses adalah suatu diagram yang menunjukkan urutan-urutan dari operasi. Menunjukkan titik tempat komponen memasuki proses I. Menunjukkan kerumitan nisbi dari fabrikasi tiap komponen F. Dengan tambahan data lain. Menunjukkan urutan fabrikasi dan rakitan dari tiap komponen E. Menunjukkan operasi yang harus dilakukan untuk tiap komponen C. Menunjukkan urutan operasi pada tiap komponen D. dapat dicantumkan (Muther. Menunjukkan dibutuhkannya H. 1955). serta di dalamnya memuat pula informasi-informasi yang diperlukan untuk analisis seperti waktu yang dibutuhkan 26 . Menunjukkan sifat masalah penanganan bahan P. Menunjukkan secara nisbi konsentrasi mesin. Peta Proses Operasi (PPO) atau Operation Process Chart (OPC) adalah salah satu teknik yang paling berguna dalam perencanaan produksi. Mengkombinasikan lintasan produksi dan peta rakitan sehingga memberikan informasi yang lebih lengkap B. Beberapa keuntungan dari peta proses operasi ini adalah sebagai berikut (Apple.membantu analisis lebih lanjut. dan telah digunakan dalam berbagai cara sebagai alat perencanaan dan pengendalian. dan penyimpanan yang terjadi selama satu proses atau prosedur berlangsung. pekerja. pemeriksaan. Kenyataannya peta ini adalah diagram tentang proses. seperti waktu yang diperlukan dan lokasi. peta ini dapat digunakan sebagai alat manajemen. J. Menunjukkan tingkat kebutuhan sebuah rakitan-bagian. Membedakan antara komponen yang dibuat dan dibeli panjang nisbi dan lintas fabrikasi dan ruang yang K. Menunjukkan jumlah pekerja yang dibutuhkan M. Membantu perencanaan tempat kerja mandiri L.

2. Perbedaan peta aliran proses dan peta proses operasi adalah (Ratmawati. Diagram aliran atau biasa disebut bagan tali adalah alat untuk menggambarkan aliran unsur pada tata letak daerah tertentu. benang. 2007): 27 . termasuk transportasi. 1990). yaitu (Nugroho. dsb. atau kain. Hanya saja di sini penggambarannya dilakukan di atas gambar layout dari fasilitas kerja. Peta aliran proses memperlihatkan semua aktivitas-aktivitas dasar. Diagram ini digunakan untuk menunjukkan lintasan perpindahan (gerakan) atau perjalanan elemen pada suatu daerah (Apple. Sedangkan. sebagai alat untuk melakukan perbaikan-perbaikan metode kerja. Peta aliran proses menganalisis setiap komponen yang diproses secara lebih lengkap dibanding peta proses operasi. dapat digunakan untuk mengetahui aliran bahan atau aktivitas orang. Kegunaan diagram alir. 2009). dan penyimpanan. 2009): 1. kegunaan umum dari peta aliran proses adalah dapat memberikan informasi waktu penyelesaian suatu proses. serta sebagai alat untuk mempermudah proses analisis ketidakefisienan pekerjaan (Ratmawati.dari jarak perpindahan. Arah aliran digambarkan oleh anak panah kecil pada garis aliran tersebut. Diagram aliran merupakan suatu gambaran menurut skala dari susunan lantai dan gedung. dengan menggunakan tali. Secara lebih terperinci. pada peta proses operasi terbatas pada operasi dan pemeriksaan saja. Aktivitas yang berarti pergerakan suatu material atau orang dari suatu tempat ke tempat berikutnya. menunggu. di samping tentunya bisa dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan-perbaikan di dalam desain layout fasilitas produksi yang ada (Wignjosoebroto. yang menunjukkan lokasi dari semua aktivitas yang terjadi dalam Peta Aliran Proses. dinyatakan oleh garis aliran dalam diagram tersebut. Tujuan pokok dalam pembuatan flow diagram adalah untuk mengevaluasi langkah-langkah proses dalam situasi yang lebih jelas. 1993). Diagram aliran pada dasarnya sama dengan peta aliran proses. Peta aliran proses tidak bisa digunakan untuk menggambarkan secara keseluruhan.

Menolong dalam perbaikan tata letak tempat kerja. apalagi jika arah aliran merupakan faktor yang penting. Biasanya sangat berguna jika barang yang mengalir pada suatu wilayah berjumlah banyak. bengkel mesin umum. Peta dari-ke adalah salah satu teknik yang paling baru yang dipergunakan dalam pekerjaan tata letak dan pemindahan bahan. perlengkapan atau orang selama proses tersebut berlangsung Di samping menampilkan informasi yang disertakan dalam proses operasi. jumlah waktu dalam penyimpanan. Perinupaan perpindahan bahan 7. Diagram aliran seperti bagan yang dirancang untuk menunjukkan "rincian penyimpanan. Beberapa kegunaan dan keuntungannya adalah dalam (Apple. 2. 1990): 1. Model tiga dimensi merupakan suatu variasi dari Diagram Aliran. bahan maupun orang yang terjadi pada suatu gedung yang bertingkat banyak. kantor atau fasilitas lainnya. 1950). seperti misalnya di bengkel. Pengukuran efisiensi pola aliran 6. Menganalisis perpindahan bahan 2. penanganan. daerah kerja dan kemana saja arah gerakan dari bahan. dan memindahkan material antara operasi manufaktur (Immer. dan delay. proses aliran diagram akan menunjukkan: jarak yang ditempuh di masing-masing transportasi. Pembandingan pola aliran atau tata letak pengganti 5. Penentuan lokasi kegiatan 4. Diagram aliran berfungsi melengkapi Peta Aliran Proses. Perencanaan pola aliran 3. Lebih memperjelas suatu Peta Aliran Proses. Menunjukkan volume perpindahan antarkegiatan 28 . yang berguna terutama untuk menganalisa aliran-aliran baik barang. 3.1. Menunjukkan ketergantungan satu kegiatan dengan kegiatan lainnya 8. Juga berguna jika keterkaitan terjadi antara beberapa kegiatan dan jika diinginkan adanya penyusunan kegiatan optimum. tempat kerja. ini berarti penganalisaan suatu proses kerja akan lebih sempurna apabila kita mengetahui dimana tempat mesin.

Pemendekan jarak perjalanan selama proses 29 . Menunjukkan masalah kemungkinan pengendalian produksi 11. Menunjukkan keterkaitan lintas produksi 10. dan sebagainya 12.9. bahan. barang. Perencanaan keterkaitan antara beberapa produk. Menunjukkan hubungan kuantitatif antara kegiatan dan perpindahannya 13. komponen.

nomor peta. Gambar garis menurun. 2. Prosedur Praktikum 1. dan Kue” B. Menulis bahan yang akan diproses di atas garis horizontal. Di sebelah kiri lambang lingkaran atau bujur sangkar.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Alat dan Bahan Alat : 1. Bahan tambahan yang mengalami operasi/inspeksi digambarkan di sebelah kiri bahan utama/bahan dengan proses terpanjang. tanggal dipetakan. bahan utama atau bahan yang mengalami operasi terbanyak digambarkan di bagian paling kanan. Jika bahan lebih dari satu. 3. kondisi operasi. kemudian menunjukkan tanda operasi dan atau inspeksi yang dialami dengan menggunakan lambang lingkaran atau bujur sangkar. Menulis pada baris teratas Peta Proses Operasi. nama pembuat peta. 4. c. Roti. Data hasil kunjungan ke “Salma. Pembuatan PPO Cara untuk membuat PPO : a. Di sebelah kanan lambang lingkaran atau bujur sangkar menuliskan nama operasi/inspeksi. d. tuliskan waktu yang diperlukan. Penggaris biasa Penggaris bulat dan kotak Alat Tulis Kertas A4 Bahan : 1. mesin yang digunakan atau stasiun kerja yang melaksanakan operasi/inspeksi. 30 . b. diikuti informasi lain seperti nama obyek.

e. jumlah orang terlibat. metode perpindahan. Memindahkan lambang-lambang pada peta aliran proses ke dalam diagram aliran. g. d. Kepadatan garis menunjukan daerah yang padat. Melengkapi kolom sebelah kanan dengan data seperti : jarak perpindahan. Menentukan aliran bahan / orang yang diamati. Pembuatan PAP Cara untuk membuat PAP : a. Bahan tambahan yang tidak mengalami operasi (dibeli langsung dipakai) digambarkan langsung dititik bahan tersebut bergabung. frekuensi pemindahan. f. g. Menghubungkan lambang-lambang tersebut dengan garis untuk lintasan perjalanan bahan. Mengisi sesuai dengan kegiatan yang diamati. b. Penomoran kegiatan operasi/inspeksi dilakukan secara beruntun sesuai dengan urutan operasi/inspeksi yang terjadi.e. Dalam menentukan langkah. 2. 3. dari awal sampai akhir proses. Pembuatan Diagram Aliran Cara pembuatan DA: a. 4. Tiap bahan mempergunakan warna yang berbeda. Menggambar matriks dengan jumlah baris dan kolom sesuai dengan jumlah kegiatan. Dilanjutkan ke seluruh proses. Mengkaji peta untuk kemungkinan perbaikan. f. Setalah PPO selesai dibuat. nomor departemen dan lain – lain. c. waktu yang dibutuhkan. menuliskan ringkasan jumlah kegiatan operasi dan inspeksi. Menggambarkan aliran bahan yang ada pada denah yang sudah diperoleh di acara 1. c. 31 . d. Membuat formulir PAP b. Pembuatan Peta Dari-Ke a. harus mengikuti satu orang atau satu obyek.

biaya perpindahan. jumlah bahan bahan dipindahkan tiap periode.b. d. waktu perpindahan. kombinasi jumlah. Membuat tabel b. Memasukkan nama kegiatan sepabjang baris dan kolom kiri ke bawah dengan urutan susunan geografis dalam pabrik. Menganalisis Kelebihan dan Kekurangan Tata Letak Sekarang a. 5. berat tiap satuan waktu. Memasukkan data yang dapat berupa: jumlah gerakan. Menjunlahkan tiap baris dan kolom. berat. 32 . waktu. Menganalisis tata letak industri yang ada sekarang berdasarkan petapeta kerja yang telah dibuat dengan mengacu pada kriteria tata letak yang baik. c. susunan logis aliran proses atau urutan yang disarankan. dsb.

PPO (Peta Proses Operasi) : 33 . Hasil 1.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.

PAP (Peta Aliran Proses) 34 .2.

Diagram Alir : Keterangan : : tepung terigu : mentega : margarin : telur : ragi : resep : air : selai coklat : adonan 35 .3.

DIAGRAM ALIR DI AUTOCAD 36 .

Peta Dari-Ke Maju: 1 x (107+42+59+7+19+38+10+10) = 292 2 x (15) = 32 + 322 37 .4.

diagram aliran berdasarkan proses produksi yang terjadi. Analisis Kelebihan dan Kekurangan Tata Letak Sekarang NO LOKASI 1 Tempat Parkir KELEBIHAN Area luas. sehingga supplier bisa langsung bertemu dengan manajer. penataan rapid an sudah dipisahkan menurut jenisnya 3 Ruang Administr asi Dekat dengan pintu keluar. 38 . Efisiensi ruang 4 Ruang Produksi I 5 Gudang 6 Ruang produksi II 7 Dapur 8 Kamar Mandi 9 Kamar Berdekatan dengan Outlet sehingga pembeli dapat melihat proses produksi. sudah di-conblock KEKURANGAN Terletak di pinggir jalan.5. Selain itu. Kurang memperhatikan nilai estetika Kurang luas sehingga pekerja terbatas geraknya 2 Outlet Area cukup luas. halaman tanpa pagar. Pembahasan Praktikum acara II ini yakni Peta Kerja untuk Evalusi Tata Letak Awal dilakukan bertujuan untuk membuat peta kerja seperti peta proses operasi. Peletakan bahan-bahan sudah cukup bagus Dekat ruang produksi I Pintu selalu terbuka sehingga hewan seperti serangga dapat masuk Penerangan kurang dan kebersihan kurang terjaga serta relative terlalu sempit Tidak ada sekat dengan ruang pencucian Area sempit Pencahayaan bagus Letak strategis dan bersih Terletak di tempat yang Area sempit mengingat strategis dan terdapat hiburan banyaknya pekerja B. dikhawatirkan kendaraan dapat hilang karena tidak ada penjaga Roti diletakan pada rak yang terbuka sehingga memperluas peluang terjadinya kontaminasi. peta aliran proses. pintu selalu dalam keadaan terbuka yang dapat membuat debu dan kotoran masuk Antara ruang administrasi dan lorong menuju gudang tidak bersekat sehingga dapat menghalangi saat penggangkutan bahan. Penerangan cukup Cukup strategis karena dekat pintu keluar masuk.

Hal ini dikarenakan proses ini terjadi perubahan volume serta jika dihilangkan akan mempengaruhi proses selanjutnya yang disebut dengan operasi yang berlambang lingkaran. Dalam PPO hanya dimuat aktivitas bahan yang bersifat produktif dan meningkatkan nilai tambah sehingga disertakan tiga aktivitas tersebut. Untuk bahan-bahan tambahan yang tidak mengalami proses operasi tidak diletakkan di sebelah kiri bahan utama tapi langsung ditambahkan dalam tahap operasi seperti air. waktu serta kondisi saat operasi. dan selai coklat. berupa urutan kegiatan operasi dan inspeksi sejak bahan mentah hingga menjadi produk. Operation Process Chart (OPC) merupakan peta kerja yang mencoba menggambarkan urutan kerja dengan cara membagi stasiun kerja kedalam elemen-elemen operasi secara detail. Proses awal dalam pembuatan roti manis rasa coklat adalah penimbangan tepung terigu. Disusul dengan mentega. dan ragi. dan ditulis dari sudut kanan kertas.dilengkapi data peralatan dan waktu proses. margarin. dan ragi. telur. Berdasarkan hasila evaluasi. mesin atau stasiun kerja yang melakukan kegiatan operasi. Melalui peta-peta kerja tersebutlah dapat dievaluasi tata letak yang ada sekarang. terlebih dahulu memilih komponen atau bahan-bahan baku yang akan digunakan untuk menghasilkan produk yang diinginkan. Selanjutnya pembuatan peta dengan sebagai dasar bagi bahan yang mempunyai alur proses paling banyak dipilih pertama kali. maupun pemisahan terjadi operasi dan inspeksi. margarin. bahan yang melalui proses terpanjang ialah tepung terigu sebagai bahan dasar pembuatan roti manis rasa coklat. formula. mentega. dapat diketahui kelebihan dan kekurangan yang ada. inspeksi dan penyimpanan. Selain itu memuat semua informasi mengenai waktu proses. Sedang 39 . Selanjutnya diikuti bahan-bahan lainnya ke arah kiri. bahan yang digunakan. telur. mentega. serta pemisahan telur. Peta ini meliputi langkah-langkah proses yang akan dialami oleh bahan baku. Pada PPO hanya terdapat tiga aktivitas bahan yaitu operasi. Pada penimbangan tepung terigu. Langkah pertama pada pembuatan peta ini. dan ragi. Pada industri Salma Roti. margarin.

Pada tahap penimbangan tepung telur disebut operasi pertama dan inspeksi pertama. Sedangkan untuk telur terjadi proses pemisahan antara kuning telur dengan putihnya dengan proses manual oleh pekerja selama 130 detik. inspeksi. formula. Pencampuran ini menggunakan mesin mixer selama 20 detik yang digambarkan dengan opearsi ke-6 (O-6) dan inspeksi ke-6 (I-6). Sedang sebelah kiri dari lambang menunjukan waktu yang diperlukan dalam proses tersebut yakni berturut-turut 17. Kemudian adonan dilakukan pembagian dengan mesin devider selama 150 detik yang terdiskripsi dengan O-8. Hal ini berlaku juga dengan penimbangan dan pemisahan bahan lainnya. Tahap akhir ialah penyimpanan pada outlet. mentega. penyimpanan yang dilakukan. Pada pembentukan adonan dilakukan dengan cara manual oleh pekerja menggunakan tangan yang disebut O-9 dan I-8. O-11 dan I-8. Kemudian sebelum dilakukan pengemasan. dilakukan pendingan selama 30 menit dengan cara manual. Setelah dilakukan pembagian adonan. yang diilustrasikan ke dalam lambang berturutturut O-1 dan I-1. dan 20 detik. terdiskripsi O-12. dan ragi. dan air. maka adonan ditambah dengan selai coklat dan dilakukan pembentukan adonan. dapat menunjukkan jumlah operasi. Pengemasan dengan manual selama 20 detik tergambar O-13. sebelah kanan lambang menunjukkan proses yakni penimbangan. Pada penimbangan tepung terigu. yang ditulis secara berurutan. Proses selanjutnya ialah tahap pengembangan adonan selama 120 menit dengan cara manual yaitu dengan membiarkan pada suhu ruangan agar terjadi fermentasi. margarin. margarin. 19. ragi. Pada peta proses operasi ini. Selanjutnya dilakukan penimbangan adonan terlebih dahulu menggunakan timbangan duduk selama 12 detik yang terilustrasi dengan O-7 dan I-7. Proses selanjutnya ialah pengovenan selama 15 menit. mentega. dan peralatan yang digunakan yakni timbangan. Proses selanjutnya ialah mencampurkan tepung terigu dengan telur. Selain itu dapat juga menunjukkan 40 . 20.pada proses ini terjadi pengamatan yang disebut inspeksi yang berlambang kotak persegi. Operasi ini terilustrasi dengan O-10. Maka dari itu pada peta tergambar lambang lingkaran di dalam kotak persegi.

Pada pembuatan roti manis rasa coklat ini jumlah operasi.lama waktu yang diperlukan. Padahal jarak antar proses mempengaruhi lama suatu operasi. Peta Aliran Proses (PAP) adalah diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses yang dialami oleh bahan yang digambarkan dalam bentuk tabel. dan penyimpanan secara berturut-turut 13. Dengan hanya menggambarkan salah satu komponen dari produk jadi dalam hal ini tepung terigu. Menunjukkan urutan operasi. Mencatat proses pembuatan untuk diperlihatkan pada bagian lain. yakni peta aliran proses. 3. Memberikan informasi yang lebih lengkap. 7. 8. Menunjukkan sifat pola aliran bahan. inspeksi. Menunjukkan operasi yang dilakukan beserta waktu yang diperlukan. 148 detik. Membantu perencanaan tempat kerja mandiri. Menunjukkan hubungan antar komponen 5. dan jarak perpindahan. Menunjukkan tingkat kebutuhan sebuah operasi. Sedang untuk jumlah waktunya secara berturut-turut ialah 11456 detik. berarti peta ini merupakan salah satu bagian dari peta 41 . Peta ini menggambarkan kejadian yang dialami bahan (dapat merupakan salah satu bagian dari produk jadi) dalam suatu proses atau prosedur operasi. 4. Secara garis besar PAP ini dapat dibedakan menjadi dua tipe yakni tipe bahan dan tipe orang. waktu perpindahan. Pada PAP digambarkan langkah-langkah dari perpindahan suatu bahan. 9. 8. Peta aliran proses yang dibuat merupakan peta aliran proses tipe bahan. 2. Beberapa keuntungan dan kegunaan dari Operation Process Chart (OPC) ini adalah sebagai berikut : 1. Namun hal ini dapat dijelaskan dengan peta yang lain. Kelemahan pada peta ini ialah tidak mampu menjelaskan jarak yang ditempuh suatu operasi satu ke operasi selanjutnya serta belum dapat menggambarkan dimana operasi dilakukan. Menunjukkan jumlah pekerja atau peralatan yang dibutuhkan. dan 1. 6. sedangkan waktu penyimpanan tidak diukur karena di luar proses produksi.

pemindahan adonan pada loyang ke rak. Peta ini berfungsi sebagai berikut. maka diperoleh angka 11207 sekon.yang lebih kompleks. Peta ini dapat memberikan informasi mengenai waktu penyelesaian suatu proses sehingga dapat mengurangi waktu yang tidak perlu seperti delay. Jika ditotal waktunya. pengembangan adonan. dan pengemasan. pemindahan adonan dari mixer ke meja. Total waktu yang digunakan untuk inspeksi adalah sebesar 146 sekon. 4. 2. 3. pembentukan adonan. 1. Eliminasi proses handling yang tidak efisien 5. Transportasi ini menyumbang lamanya waktu produksi sebesar 171 sekon. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan pada stasiun kerja ini adalah 42 . penimbangan adonan. Mempermudah proses analisis untuk mengetahui tempat-tempat dimana terjadi ketidakefisienan pekerjaan sehingga dapat menekan biaya produksi. pengadukan. Mengurangi jarak perpindahan material 6. dan pengovenan. Dari hasil PAP tepung terigu dalam pembuatan roti manis rasa coklat terdapat 10 operasi. pengadukan. pendinginan. Dapat digunakan untuk mengetahui jumlah kegiatan yang dialami bahan selama proses. pemindahan loyang adonan dari rak ke pengovenan. 5 transportasi dan 2 penyimpanan. pengovenan. pencampuran terigu dengan bahan lainnya. penimbangan adonan. Sedangkan transportasi meliputi pemindahan terigu dari gudang ke tempat produksi I. Penyimpanan ini meliputi penyimpanan bahan baku di gudang dan penyimpanan roti di outlet. Dapat digunakan untuk mengetahui jumlah kegiatan yang dialami bahan selama proses berlangsung. Sedangkan inspeksi meliputi penimbangan terigu. 4 inspeksi. Dapat digunakan untuk mengetahui aliran bahan mulai awal masuk dalam proses hingga aktivitas produksi berakhir. dan dari oven ke rak pendinginan. 7. Kesepuluh operasi ini meliputi penimbangan terigu. pembagian adonan.

masing-masing 43 . masing-masing bahan akan dipindah ke mixer. Setelah adonan dibentuk. Setelah ditimbang. Aliran bahan pada industri Salma. Diagram alir menggunakan simbol-simbol yang berfungsi menggambarkan kegiatan yang ada. diagram alir dapat dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam desain layout fasilitas produksi yang ada. Pada diagram alir. persegi untuk inspeksi. Hal ini ditunjukkan dengan tidak adanya aliran bahan bolak-balik. Semua bahan tersebut mengalami operasi berupa mixing atau pencampuran sehingga menghasilkan adonan. serta segitiga terbalik untuk penyimpanan. Apalagi jika ditinjau dari area industri yang sempit. dan formula disimpan di gudang lalu masing-masing mengalami inspeksi dan operasi saat penimbangan. Sementara itu. Adonan yang sudah mengembang lalu dioven. Pada dasarnya diagram alir sama persis dengan peta aliran proses. Tujuan penggambaran diagram alir adalah untuk evaluasi langkah-langkah proses dalam situasi yang lebih jelas. Roti. tanda panah untuk transportasi. Kuning telur yang sudah dipisahkan kemudian dipindah ke dalam mixer. telur yang berada di gudang juga dipindah ke dekat mixer lalu mengalami operasi-inspeksi pemisahan kuning telur. yaitu lingkaran untuk proses. margarin. Adonan dipindahkan ke meja lalu ditimbang (operasiinspeksi) kemudian dipindah ke devider untuk dibagi (operasi). letak penyimpanan bahan baku yang mayoritas hanya dalam gudang saja membuat aliran bahan terfokus pada satu sumber saja.selama 11524 sekon. adonan didiamkan di rak. penggambaran dilakukan di atas gambar layout fasilitas kerja. Adonan yang sudah terbagi-bagi lalu diuleni dan dicetak sesuai bentuk yang diinginkan. Apabila dilihat dari rincian data di atas dapat disimpulkan bahwa operasi menyumbang angka yang paling besar dan menunjukkan bahwa bahan (tepung terigu) mengalami aliran proses yang cukup panjang dan kompleks. dan Kue cukup efektif. Selain itu. Roti yang sudah matang didiamkan lalu dikemas dan dijual. Proses ini termasuk dalam operasi. ragi. mentega. Akan tetapi. Bahan-bahan berupa terigu. Kombinasi adonan tersebut ditambah dengan selai yang diambil dari freezer.

inspeksi. Roti. 3. 4 maupun inspeksi 1. tidak terjadi langkah balik. 2.bahan dan perlakuan (operasi. kegiatan pemindahan bahan ini merupakan kegiatang yang tidak produktif. 2. Menilik dari urgensi tata letak yang baik diatas. 3. 4 juga memiliki beda warna yang netral (tidak mewakili bahan apapun). Tata letak pada industri ini sudah cukup baik karena lorong menuju gudang cukup luas sehingga pemindahan bahan lebih leluasa. operasi dan inspeksi pada operasi 1. Semua bahan dipindahkan dari gudang ke ruang produksi I. maka perlu dilakukannya analisis. Selain itu. 1. Selain itu. Proses Produksi 44 . diketahui bahwa secara keseluruhan tata letak Salma. Ruang Lorong atau gang yang terdapat dalam industri ini lurus. Walaupun terdapat daerah yang padat perpindahan. maupun penyimpanan) dibedakan berdasarkan warnanya. industri telah mampu memaksimalkan pemakaian ruang seperti penggunaan lorong untuk ruang administrasi. Aliran Bahan Dari diagram alir yang telah dibuat. Tata letak ini biasanya berkaitan erat dengan minimasi biaya produksi atau lebih tepatnya biaya pemindahan bahan. Padahal. 3. Selain itu. dan ruang anatar peralatan mencukupi sehingga tidak sulit dalam pemeliharaan (pembersihan) peralatan. Ruang gudang mencukupi untuk menyimpan bahan. namun lorong luas dan jumlah bahan yang dipindahkan relatif sedikit. terlihat bahwa pola aliran dan keterkaitan kegiatan terencana serta aliran bahan relaif lurus. Adapun beberapa parameter yang dijadikan acuan adalah sebagai berikut. Dari hasil analisis tersebut. 2. Hal ini dikarenakan biaya pemindahan bahan nilainya cukup besar. dan Kue yang ada sekarang telah cukup baik. Permindahan Bahan Perpindahan bahan dilakukan secara manual (tanpa alat pembantu) dengan frekuensi hanya satu kali per produksi. 4.

45 . namun juga merupakan antisipasi agar produk tidak terkontaminasi debu. waktu proses total merupakan waktu pemrosesan. Sealin itu. tidak terdapat barang setengah jadi. Selain itu. Dalam industri ini. kebisingan jalan tidak menggangu industri baik pekerja maupun pelanggan.Operasi pertama yakni penimbangan dilakukan di gudang sehingga tidak banyak energi yang terbuang. Sedangkan operasi terakhir berada di ruang produksi I yang terletak bersebelahan dengan outlet sebagai tempat penjualan. 5. Lain-Lain Industri ini telah menyediakan fasilitas bagi pekerja seperti kamar mandi dan tempat istirahat. Letak gedung sedikit menjorok ke dalam dimaksudkan tidak hanya untuk memperluas area parkir.

3. Sebab. dapat dibuat sebuah PPO . Industri ini telah mampu memaksimalkan pemakaian ruang. 2. sebuah PAP. Tata letak Salma Roti dan Kue sudah cukup efektif jika ditinjau dari aliran bahan. Asisten hendaknya lebih membimbing lagi dalam pembuatan peta agar praktikan dapat mengerjakan secara optimal. Praktikum dibuat lebih menyenangkan dengan suasana yang lebih kondusif. Saran 1. seperti penggunaan lorong untuk ruang administrasi. 46 . Kesimpulan 1. Berdasarkan proses produksi pembuatan roti manis rasa coklat di Salma Roti dan Kue. dan sebuah diagram alir yang dilengkapi data peralatan dan waktu proses. tidak aliran bahan yang bolak-balik. Selain itu. 2.BAB V PENUTUP A. B. ruang antarperalatan mencukupi sehingga tidak sulit dalam pemeliharaan (pembersihan) peralatan.

Jakarta: Penerbit ITB. 47 . 1990.id/6237/1/D600000076. Layout Planning Techniques. Dalam http://www. New York: Mc Graw-Hill Book Company.DAFTAR PUSTAKA Anonim. 22 Maret 2010 pukul 20. Sritomo.39 WIB. Nugroho. Diakses pada hari Senin. Dalam http://rekayasafasilitas.html. Perancangan Fasilitas. Practical Plant Layout.34 WIB. Immer. New York: Mc Graw-Hill Book Company. Dalam http://etd.eprints.com/doc/214 77003/BAB-II. J.ums.pdf . Richard.scribd. Wignjosoebroto.blogspot. 2009. Pengantar Teknik Industri Jilid 1. John R. Jakarta: PT. 2007. 22 Maret 2010 pukul 9. Bab II Landasan Teori.13 WIB.M. Apple. Widya Fitra. 2009. Diakses pada hari Senin. Tugas Akhir: Usulan Perbaikan Metode Kerja Proses Pengemasan Sari Ayu Alas Bedak Cempaka Sari 35 mL. 1993. Tataletak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ketiga. Ratmawati. Muther. Diakses pada hari Senin. 22 Maret 2010 pukul 9. Inc. 1950.com/2007/12/perancangan-fasilitas-artikeldisusun. 1955. Guna Widya. Emy Dyah.ac. Inc.

Nika Awalistyaningrum 5. Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 48 . Esti Rumaningsih 6.LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA III ROUTE SHEET DAN MUTI PRODUCT PROCESS CHART Disusun oleh: Kelompok 10 4.

bermaksud untuk melakukan perhitungan jumlah kebutuhan mesin dan sumber daya manusia berdasarkan kapasitas riil industri yang dijadikan obyek penelitian. Route sheet dan Multi Product Process Chart memiliki keterkaitan erat dimana pada pembuatan MPPC dibutuhkan data dari route sheet. Maka dari itu di dalam sebuah industri harus mencakup kebutuhan bahan baku. kebutuhan mesin dan pekerja yang berperan langsung dalam kegiatan produksi. proses. mesin dan pekerja) tersebut agar proses produksi yang terjadi sesuai dengan yang diharapkan yakni efektif dan efisien. jika terjadi kesalahan dalam penganalisisan serta perencanaan layout. Multi product process chart juga berbentuk tabel namun lebih mengacu pada proses produksi yang dilalui bahan dan memanfaatkan data jumlah mesin atau tenaga kerja teoritis dari Route Sheet. akan menyebabkan kegiatan produksi berlangsung kurang efektif atau efisien. tidak akan dapat lepas dari peralatan atau mesin serta peran pekerja atau operator. Latar Belakang Pada sebuah industri. Maka dari itu diperlukan perhitungan tiga kebutuhan (bahan baku. serta evaluasi dalam suatu industri. Sejak awal barang input masuk ke sebuah industri hingga produk dapat dinikmati konsumen. Suatu pabrik atau industri beroperasi dalam jangka waktu yang lama. Atribut-atribut ini sangat membantu untuk melakukan analisis dan perbaikan. Perhitungan untuk mengetahui jumlah mesin atau pekerja dalam suatu stasiun kerja diperlukan analisis menggunakan atribut analisis. Pada praktikum ini acara 3 ini. Keduanya juga berperan dalam menganalisis pola aliran proses produksi sehingga dapat diperoleh proses produksi yang efisien dan efektif. Perhitungan ini dapat dilakukan dengan menggunakan Route Sheet dan Multi product process chart.BAB I PENDAHULUAN A. terutama yang berbasis bakery tidak akan bisa lepas dari sistem industri yang meliputi input. serta output. Perhitungan menggunakan Route Sheet 49 . Route Sheet merupakan tabel yang digunakan untuk menghitung jumlah mesin atau peralatan yang harus digunakan.

B. 50 .dan Multi Product Proses Chart. Tujuan Praktikum Praktikan dapat melakukan perhitungan kebutuhan mesin dan sumber daya manusia berdasarkan kapasitas riil industri.

aliran barang. Sama halnya dengan yang telah dikemukakan di atas. bangunan. Pertimbangan awal dari jumlah mesin semestinya telah dilakukan pada langkah awal. Karena tiap potong peralatan atau pusat kegiatan akan menghuni sejumlah meter persegi. 1990). Penetapan kapasitas produksi yang diperlukan adalah satu kunci permasalahan pokok tidak hanya merancang fasilitas produksi yang baru atau ekspansi fasilitas yang ada tetapi juga untuk mengantisipasi periode produksi yang pendek dengan ukuran pabrik tidak dapat diubah begitu saja (Wignjosoebroto. Adanya proses penentuan jumlah mesin yang dibutuhkan harus dibarengi dengan kegiatan pemilihan dan penentuan dari jenis mesin itu sendiri. sebelum proses tata letak dapat dilanjutkan lebih jauh. merancang. perlu ditentukan terlebih dahulu berapa jumlah tiap jenis peralatan dibutuhkan. membentuk konsep. 1990). Begitu pula dengan jumlah operator yang juga harus ditentukan. ekonomis. aliran informasi. Di sini.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Perancangan fasilitas merupakan kegiatan menganalisis. jumlah peralatan total menjadi faktor yang menentukan kebutuhan ruangan ’kotor’. 1996). Maka bukan hanya urutan operasi tetapi jumlah mesin dan peralatan akan mempunyai pengaruh pada pola aliran (Apple. keputusan akhir harus dibuat untuk menentukan jumlah peralatan sebagai dasar untuk merencanakan stasiun kerja mandiri dan menghitung kebutuhan ruangan bagi tiap bidang kegiatan. dan sarana lain) untuk mengoptimumkan hubungan antara petugas pelaksana. Pemilihan jenis dan spesifikasi mesin fasilitas produksi lainnya merupakan langkah penting dan menentukan untuk langkah perancangan layout selanjutnya. Rancangan ini umumnya digambarkan sebagai rencana lantai yaitu suatu susunan fasilitas fisik (perlengkapan. Semua usaha yang telah dilakukan dapat menghasilkan sesuatu yang tidak berharga jika perancang proses tidak memilih dengan cermat peralatan tertentu yang dibutuhkan 51 . dan tatacara yang diperlukan untuk mencapai tujuan usaha secara sangkil. dan mewujudkan sistem bagi pembuatan barang atau jasa. tanah. dan aman (Apple.

1962): 1. Sedangkan. jumlah part yang diharapkan pada proses perakitan dan pabrikasi dihitung berdasarkan permintaan pasar dan diolah sampai mendapatkan jumlah kebutuhan rough lumber tanpa memperhatikan perubahan material yang terjadi selama proses operasi suatu part. Routing sheet terdiri atas dua jenis. 6. Untuk pekerjaan yang belum pernah dikerjakan sebelumnya. 4. yaitu jenis information flow dan material flow. Hal tersebut adalah sebuah contoh di mana proses produksi berhenti pada waktu tertentu untuk istirahat maupun kebutuhan pribadi lainnya. 2009). Menurunkan ongkos produksi. 5. Mengambil kesempatan dari perubahan teknis atau teknologis. Perubahan material dilakukan di luar routing sheet. Untuk pekerjaan yang sebelumnya belum pernah dikerjakan dengan tangan. 1950). 2. Terdapat beberapa cara yang berbeda dengan masalah pemilihan yang mungkin akan muncul (Eary danJohnson. di sisi lain terdapat pergantian pekerja sesuai dengan kebutuhan produksi perusahaan. Untuk Produksi yang diperluas. 3. pada satu tabel penghitungan 52 . Informasi lain yang terdapat pada routing sheet adalah waktu teoretis setiap proses. Routing sheet menjelaskan secara detail urutan proses dan kegiatan yang dilakukan pada setiap proses secara detail. Di berbagai perusahaan besar seorang operator dapat meningkatkan produktivitas selama operator lain menggantikan posisinya ketika ia menggunakan waktu pribadinya. Routing sheet menjelaskan urutan kronologis setiap operasi dan inspeksi yang dilakukan terhadap suatu produk. ketersediaan mesin (availability) dan efisiensi mesin (efficiency) yang dapat digunakan untuk menghitung waktu aktual yang dibutuhkan pada setiap proses untuk setiap jenis produk yang akan diproduksi (Ardliansyah dan Pratama. Pertimbangan yang harus dicermati salah satunya adalah mengenai sifat pemilihan peralatan. Pada routing sheet jenis information flow. Mengganti mesin yang telah aus. Kondisi ini menghilangkan adanya wasting time pada operator (Immer.untuk melaksanakan proses satuan dan operasi yang telah ditentukan.

Nomor operasi Deskripsi Msn (alat) Produk mesin/ jam Persentase Scrap Bahan Diminta Bahan Dipersiapkan Effisiensi Msn Kebutuhan mesin 10. kemudian hasil penghitungan di tabel ini dijadikan sebagai informasi untuk jumlah part yang diharapkan pada proses prefabrikasi. 3. misalnya ongkos material handling (Ardliansyah dan Pratama.tersendiri. 2009). 2008): 1. 2009). 5. 9. 4. 6. sehingga dapat digunakan untuk penghitungan lebih lanjut. 8. 2008). Hal ini memungkinkan juga untuk mengatur waktu untuk setiap operasi dari setiap mesin (Anonim1. Teori 11. 53 . Multi-Product Process Chart (MPPC) adalah peta operasi yang menggambarkan aliran produk dalam sebuah fasilitas pabrik yang memproduksi beberapa jenis produk sekaligus (high product mix) dengan menggunakan beberapa mesin yang ada di fasilitas tersebut (Ardliansyah dan Pratama. Aktual Sebuah route sheet menunjukkan secara detail mengenai operasi yang dibutuhkan untuk sebuah bagian dalam sebuah produksi. Contoh Tabel Routing Sheet terdiri atas (Anonim 1. 2. Berbeda dengan routing sheet jenis information flow. Routing sheet jenis ini lebih menggambarkan kondisi aktual proses produksi di workstation. 7. routing sheet jenis material flow memperhatikan perubahan bentuk dan jumlah material pada setiap proses yang terjadi untuk setiap part. Routing sheet ini digunakan untuk menghitung jumlah mesin yang diperlukan dan menghitung jumlah part yang harus dipersiapkan dalam usaha memperoleh sejumlah produk jadi yang diinginkan.

Multi Product Process Chart adalah suatu diagram yang menunjukkan urut-urutan proses untuk masing-masing komponen yang akan diproduksi. Multi Product Process Chart termasuk dalam peta untuk menganalisis dan merencanakan aliran barang dalam pabrik yang sudah berdiri maupun bagi perencanaan proyek baru. berkaitan erat dengan peta proses operasi (Anonim 2. 54 . 2010).

Melakukan perhitungan dimulai dari operasi terakhir dan bekerja mundur ke operasi pertama. d.2. 55 .8 2) Menghitung efisiensi (kolom 6) menggunakan rumus yang telah ditentukan. Membuat Route Sheet a.4. 6.3. 3. Mengisi tabel dengan urutan : 1) Memasukkan data di kolom 1. Prosedur Praktikum 1. 4.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Alat tulis Penggaris Kertas A4 Tabel Route Sheet Tabel Multi Product Process Chart Kalkulator B. Membuat tabel yang terdiri dari 10 kolom : Kolom 1 : nomor operasi (dari PPO) Kolom 2 : nama operasi Kolom 3 : nama mesin atau stasiun kerja Kolom 4 : waktu proses atau waktu baku (menit) Kolom 5 : kapasitas aktual (menit / produk) Kolom 6 : efisiensi mesin atau pekerja Kolom 7 : jumlah scrap (%) Kolom 8 : jumlah diharapkan Kolom 9 : jumlah harus disiapkan Kolom 10 : jumlah mesin atau pekerja teoritis b. 5.5. Alat dan Bahan 1.7. Memasukkan data Route Sheet berdasaran PPO yang telah dibuat c. 2.

dsb. Langkah balik menunjukkan kemungkinan penyusunan ulang departemen.% scrap) Ks = jumlah harus disiapkan Ka = jumlah diharapkan 5) Nilai ”jumlah harus disiapkan” pada operasi terakhir sama besar dengan nilai ”jumlah diharapkan” di proses operasi sebelumnya. waktu sama. 56 . b. Menulis komponen produk sepanjang baris atas. 6) Menghitung jumlah mesin atau tenaga kerja teoritis yang dibutuhkan : Ni = Ti 60 Ni Ti Pi D Ei Pi D. Mencatat operasi tiap bahan sesuai dengan kegiatan yang dilalui menggunakan lingkaran. setiap minggu = 40 jam kerja). baru dalam perhitungan diturunkan menjadi volume produksi per jam (dengan ketentuan umum: 1 tahun = 50 minggu. d. Menghubungkan dengan lingkaran. c.3) Mengisi jumlah produk yang ingin dihasilkan (volume produksi yang diinginkan) pada kolom 8 “jumlah diharapkan”. 4) Menghitung Kolom 9 “jumlah harus disiapkan” diperoleh dengan rumus : Ks = Ka / (1 . Menulis daftar kegiatan / proses yang harus dilalui bahan pada sisi kiri kertas. Kesamaan pola aliran menunjukkan kebutuhan akan proses yang sama. Ei = jumlah mesin atau tenaga kerja teoritis = kapasitas aktual (menit / produk) = jumlah harus disiapkan (produk / hari) = waktu operasi kerja (jam / hari) = efisiensi mesim atau pekerja 2. Membuat Multi Product Process Chart a. Volume produksi pabrik biasanya ditentukan per tahun.

04 75.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.2 7.8 1.8 118 6.2 4 1 0.2 devider manual manual oven manual manual 10 66 120 15 30 40 1100.2 7.5 0.96 0.2 7.6 20.2 7.2 7.68 1 1 1 1 1 0.8 1.94 1 0.83 500.5 0.Mesin / Scrap (Ka) x103 (Ks) x103 Mesin 3 (Menit) Pekerja (%) gram gram 10-3 8.2 7.4 1 249.2 7.2 1.2 7.333 timbangan 0. Route Sheet 57 .6 79.283 manual 2.5 0.12 7.2 7.98 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 1 0.5 0. Hasil 1.2 7.2 7.04 166.04 1 666 1 Tabel 1.04 1 200. Route sheet Waktu Proses Kapasitas / Aktual Jumlah Jumlah (menit/ Efisiensi Waktu diharapkan Disiapkan baku gram) 10.4 260.2 7.7 57 367 0 100 0 222 No O-1 O-2 O-3 O-4 O-5 O-6 O-7 O-8 O-9 O-10 O-11 0-12 O-13 Nama Operasi Penimbangan terigu pemisahan telur penimbanagan margarin penimbangan mentega penimbangan ragi pengadukan penimbangan adonan pembagian adonan pembentukan adonan pengembangan pengovenan pendinginan pengemasan Nama Stasiun Kerja / Mesin timbangan 0.333 mixer 20 timbangan 1.317 timbangan 0.5 12 1.2 330 333.12 7.167 timbangan 0.2 7.2 7.

Multi Product Process Chart (MPPC) Perhitungan 1. a. Mixer (pengadukan) → asumsi setup time 10 menit 58 .2. Efisiensi Mesin/ Pekerja Alat timbangan dan pekerja mempunyai efisinsi 100 % atau 1 karena tidak membutuhkan downtime dan setup time terlebih dahulu.

98 c. Scrap yang dihasilkan dari setiap proses adalah 0 % nilai Ka (jumlah yang diharapkan) sama dengan Ks (jumlah yang disiapkan) 3.94 b. Kapasitas Aktual (Ti) O-1 Penimbangan terigu O-2 Pemisahan telur O-3 Penimbangan margarin 59 .E6 = 0.83 2. Devider (pembagian adonan) → asumsi setup time 3. Oven (pengovenan) → asumsi setup time 30 menit E11 = 0.6 menit E8 = 0.

O-4 Penimbangan mentega O-5 Penimbangan ragi O-6 Pengadukan O-7 Penimbangan adonan O-8 Pembagian adonan O-9 Pembentukan adonan O-10 Pengembangan O-11 Pengovenan O-12 Pendinginan 60 .

O-13

Pengemasan

4. Jumlah Mesin atau Pekerja Ni = O-1

Penimbangan terigu N1 = Pemisahan telur N2 = Penimbangan margarin N3 = = 0,0015

O-2

= 0,012

O-3

= 0,0018

O-4

Penimbangan mentega N4 = Penimbangan ragi N5 = Pengadukan N6 = = 0,0018

O-5

= 0,0018

O-6

= 0,00118

O-7

Penimbangan adonan N7 = Pembagian adonan N8 = = 0,0067

O-8

= 0,057

O-9

Pembentukan adonan N9 = Pengembangan = 0,367

O-10

Tidak dapat dihitung karena berlangsung secara alamiah, tanpa operator maupun mesin. O-11 Pengovenan N11 = O-12 Pendinginan = 0,1

61

Tidak dapat dihitung karena berlangsung secara alamiah, tanpa operator maupun mesin. O-13 Pengemasan N13 = = 0,222

62

B. Pembahasan Route Sheet merupakan tabel yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah mesin atau pekerja untuk menyelesaikan pekerjaan berdasarkan kapasitas riil industri. Route Sheet ini dibuat berdasarkan pada jumlah dan volume produksi. Selain itu, terdapat scrap atau bahan sisa yang dihasilkan pada proses produksi mempengaruhi jumlah mesin yang digunakan. Data dan informasi yang berkaitan dengan proses atau operasi yang berlangsung harus dituliskan dalam Route Sheet memberikan informasi rinci berkenaan dengan proses, baik operasi maupun inspeksi yang diperlukan untuk produksi. Lembar rute menunjukkan operasi dan rute yang dibutuhkan dari bagian secara individu. Setiap operasi mesin atau tenaga kerja didaftar dengan peralatan yang dibutuhkan. Waktu produksi pada setiap operasi juga dicantumkan. Route Sheet ini dibuat untuk memperlancar dan mempermudah jalannya proses produksi yang ada. Beberapa manfaat dari Route Sheet adalah: 1. Sebagai pedoman alur kerja secara lengkap yang meliputi jumlah mesin dan peralatan produksi yang dibutuhkan serta jumlah komponen yang harus disiapkan untuk memperoleh jumlah produk seperti yang diharapkan 2. 3. 4. Sebagai target waktu proses pada setiap mesin Mempermudah jalannya proses produksi yang ada Pedoman pekerja agar teratur dalam bekerja Multi Product Process Chart berguna untuk menunjukkan keterkaitan produksi antara komponen produk atau antarproduk mandiri, bahan, bagian, pekerjaan, atau kegiatan. Peta ini terutama berguna untuk membantu operasi job-shop. Informasi yang dapat diperoleh adalah jumlah mesin yang dibutuhkan. Pembuatan Route Sheet secara umum telah dijelaskan pada prosedur praktikum. Objek penelitian yang dipilih oleh kelompok kami ialah industri Salma Roti dan Kue, yaitu pada pembuatan roti manis rasa coklat.

63

l. k. Selain itu penulisannya pun harus sesuai dengan PPO. missal O-1. Operasi tersebut antara lain: a. agar lebih memudahkan dalam pengerjakannya. Nama stasiun kerja/mesin. d. 64 . untuk mempermudah. menunjukkan operasi apa yang dilakukan untuk membuat roti manis rasa coklat. j. e. yang berfungsi sebagai urutan operasi yang dilakukan dalam pembuatan roti manis rasa coklat. f. Nama operasi. Pada pengisian nama operasi. O-3. Pada pembuatan roti manis rasa coklat. c. sebaiknya pengisian dilakukan mulai operasi yang dilakukan paling akhir. Urutan pembuatan Route Sheet pada pembuatan roti ini ialah sebagai berikut: Pembuatan table Route Sheet yang terdiri dari 10 kolom. dan seterusnya. teridentifikasi terdapat tiga belas operasi. h. 2. Nomor operasi. O-2. i. 1. PPO pembuatan roti manis rasa coklat ini terdapat tiga belas operasi. b. Operasi yang ditulis harus urut dan sesuai dengan PPO. menunjukkan stasiun kerja tempat operasi terkait yang digunakan. Penimbangan tepung terigu Pemisahan telur Penimbangan mentega Penimbangan margarin Penimbangan ragi Pengadukan (pencampuran) bahan-bahan dengan mixer Penimbangan adonan Pembagian adonan menggunakan devider Pencentakkan (pembentukkan) adonan Pengembangan adonan Pengovenan adonan Pendinginan roti m. Pada penomoran ini harus disesuaikan dengan penomoran urutan operasi pada Peta Proses Operasi (PPO) maupun PAP. Pengemasan roti 3.Perhitungan pada Route Sheet ini dilakukan dimulai dari bawah. g.

6. Efisiensi mesin. down time perbaikan atau hal lain yang menyebabkan mesin menjadi idle. Nilai efisiensi menggambarkan running time yang terjadi setiap periode waktu (hari). Waktu proses menunjukkan lama suatu proses operasi. devider. terutama pada 65 . Waktu proses atau waktu. Untuk menentukan efisiensi dari masing-masing tahapan proses dapat digunakan rumus: E = 1− waktu yang terbuang perperiode jam operasi ker ja perperiode waktu yang terbuang perperiode jam operasi ker ja perperiode E = 1− E =1− Keterangan : D Dt St Dt + St D : Lama waktu kerja per periode ( jam/hari ) : Down time ( menit ) : Set up time untuk proses pengerjaan per periode ( menit ) Industri yang dijadikan objek penelitian memiliki tiga buah mesin. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masing-masing operasi dapat dilihat di PPO maupun PAP. Kapasitas aktual sama dengan waktu baku dibagi dengan jumlah yang disiapkan. Sedangkan. 5. menunjukkan kinerja mesin. Lamanya waktu ini juga dapat dilihat di PPO maupun PAP. yaitu mesin mixer. terdapat tujuh pekerja pada saat pengamatan pembuatan roti manis rasa coklat. Waktu proses diisi dengan lamanya waktu setiap operasi dilakukan. Faktor efisiensi mesin ini timbul karena adanya set up mesin. Kapasitas aktual.4. Selain itu. yaitu kapasitas riil yang dapat dihasilkan dalam satu siklus. menunjukkan lama suatu proses operasi. kapasitas aktual merupakan waktu yang diperlukan masing-masing operasi untuk menyelesaikan satu produk roti. dan oven.

Efisien ketiga mesin secara berturut-turut menunjukan 94 %. Ni = Ti Pi 60 D. yaitu jumlah permintaan produksi. Efisiensi mesin mixer ini diasumsikan dengan adanya setup time sebesar 10 menit. yang menunjukkan tidak adanya Down Time dan Set Up Time. maka disimpulkan bahwa Ks samadengan Ka. yaitu jumlah mesin yang sebenarnya dibutuhkan yang dapat bekerja secara efisien. Maka dari itu.% Scrap). Untuk operasi yang tidak menggunakan mesin atau dilakukan secara manual. mesin devider sebesar 3. Jumlah harus disiapkan.Ei Ni merupakan jumlah mesin atau tenaga kerja teoritis yang dibutuhkan. 98 %. D merupakan waktu untuk menghasilkan satu unit meja (dalam satu hari diasumsikan hanya menghasilkan satu unit meja). Pi adalah jumlah bahan yang harus disiapkan yang didapat dari rumus Ks = Ka/ (1. dan 83 %. pada kolom ini diisi nol (0). menunjukkan scrap atau bahan sisa yang dihasilkan dalam satu operasi. Pada pembuatan roti ini tidak menghasilkan scrap karena jumlah yang diharapkan sama dengan jumlah yang disiapkan. Jumlah scrap. Ei adalah efisiensi mesin atau pekerja. Jumlah mesin. dan oven 30 menit. 10. 8.stasiun pencetakkan roti. Ti merupakan kapasitas aktual dimana diasumsikan bahwa setiap waktu tertentu menghasilkan sejumlah produk. Jumlah diharapkan. Jumlah yang diharapkan yang merupakan jumlah bahan/produk (dalam m3) yang ada/ diinginkan/ diharapkan setelah bahan tersebut mengalami suatu proses operasi. % Scrap yang dihasilkan pembuatan roti ini terhitung nol. 66 . yaitu jumlah setelah ditambah dengan semua scrap yang dihasilkan pada semua operasi. efisiensinya dihitung 100% atau 1. 7. Ks = Ka / (1-% scrap) Ks: jumlah harus disiapkan Ka: jumlah diharapkan 9.6 menit.

Padahal tidak ada jumlah mesin yang berjumlah desimal. 67 . bahan. air. Pembuatan MPPC pembuatan roti manis rasa coklat ialah sebagai berikut. ragi. Pengovenan i. Berdasarkan peta tersebut maka akan didapat dua hal yang memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam perancangan layout antara lain aliran balik (back tracking) dan pengelompokan pola aliran (flow pattern). Penimbangan b. Pada sisi kiri kertas ditulis daftar kegiatan yang harus dilalui bahan. formula. Pada pembuatan MPPC. Pengembangan h.akan diperoleh gambaran mengenai layout mesin atau fasilitas produksi yang seharusnya dirancang atau digunakan. bagian. Sepanjang baris atas ditulis komponen bahan yang digunakan. Pengadukan d. Namun pada kolom 10 ini tetap mencantumkan angka tersebut. Pada MPPC menunjukkan keterkaitan produksi antara produk. pekerjaan atau kegiatannya. margarin. nilai Ni sebesar 0. Daftar proses untuk membuat roti ialah sebagai berikut. Penimbangan adonan e. Pencetakkan atau pembentukan g. Pengemasan 2. Langkah selanjutnya ialah pembuatan Multi Product Process Chart (MPPC). Pembagian f. Misal. dan selai coklat. Pemisahan c. telur. untuk stasiun kerja penimbangan adonan.Hasil perhitungan pada Ni ini berupa angka yang tidak bulat atau berupa angka desimal.0067. Bahanbahan yang digunakan ditulis secara berurutan dari kiri ke kanan yaitu tepung terigu. Pendinginan j. mentega. a. 1.

dikhawatirkan mesin tersebut terkadang tidak kuat untuk melakukan operasi yang bersangkutan. Pencatatan operasi setiap bahan sesuai dengan kegiatan yang dilalui menggunakan lingkaran. Langkah balik menunjukkan kemungkinan penyusunan ulang.8 x 10-3. Jadi berapapun angka di belakang koma.7 x 10-3 untuk penimbangan adonan dan 57 x 10-3 devider dalam pembagian adonan. Oleh karena itu.3. Setelah dianalisis diketahui bahwa secara teoritis diperlukan pekerja 367 x 10-3. hanya diperlukan 6. Selain itu. Setiap lingkaran dalam satu kolom dihubungkan. Hal ini dikarenakan karena mesin yang digunakan merupakan mesin dalam keadaan utuh (tidak mungkin dalam pecahan). Jumlah mesin yang dicantumkan merupakan pembulatan ke atas dari jumlah mesin hasil perhitungan. 4. Jumlah mesin teoritis diperoleh dari penjumlahan banyaknya nilai Ni pada satu proses yang menggunakan satu atau beberapa bahan. Setiap ditengah lingkaran diisi nomor dengan urut dari atas. Pekerja yang memisahkan telur dibutuhkan sebanyak 12 x 10-3.5 x 10-3 yang dibulatkan menjadi 1 buah mesin. Pada kolom paling kanan terdapat jumlah mesin secara teoritis dan aktual. nilai teoritis menunjukkan angka nol. Sedang untuk jumlah mesin aktual ialah pembulatan angka dari jumlah teoritisnya. mixer dibutuhkan secara teoritis sebanyak 118 x 10-3. pengembangan dan pendinginan dilakukan secara alamiah sehingga tidak memerlukan pekerja maupun mesin. Sedangkan. Hasil pembulatan pada semua proses ialah bernilai satu. maka jumlah mesin merupakan pembulatan ke atasnya. Berdasarkan hasil perhitungan dipeoleh kebutuhan mesin untuk operasi penimbangan I sebesar 1. mentega dan ragi diperlukan timbangan sebanyak 1. Oven yang digunakan untuk proses pengovenan ini sangat besar sehingga memiliki kapasitas yang 68 . Proses pembentukan adonan dilakukan secara manual. Jika menggunakan metode pembulatan ke bawah untuk angka di belakang koma yang lebih kecil daripada 5. di kanan atas lingkaran ditulis banyaknya Ni atau jumlah mesin secara teoritis yang diperoleh dari tabel Route Sheet. Untuk penimbangan margarin.

Sedangkan kenyataannya. Jika dibandingkan dengan kondisi yang ada di Salma Roti dan Kue. brownis. donat. 69 . Pembulatan ke atas ini dilakukan karena tidak mungkin menggunakan mesin dalam jumlah tidak bulat. yang secara teoritis diperlukan 222 x 10-3 pekerja. Jika pembulatan dilakukan ke bawah. Perbedaan ini dipengaruhi dari kuantitas maupun jenis roti dan kue yang diproduksi. Pengemasan dilakukan manual oleh pekerja. Dengan demikian hanya diperlukan sebuah oven saja. dan kering.tinggi. cake. maka kapasitas mesin atau pekerja tidak mencukupi dalam stasiun kerjanya. Observasi ini hanya dilakukan pada produksi roti manis. Hasil-hasil tersebut dibulatkan ke atas menjadi masing-masing 1. industri ini memproduksi berbagai jenis kue yang beragam seperti tawar. Apabila hanya dikerjakan oleh satu orang pekerja dalam memproduksi berbagai jenis roti dalam partai besar dapat menimbulkan kelelahan pekerja. jumlah mesin dan pekerja yang ada sudah memenuhi perhitungan atau teori bahkan jumlah pekerja sangat banyak yakni sekitar tujuh orang pekerja (termasuk siswa yang sedang melakukan Praktek Kerja Lapangan).

Dari hasil perhitungan. Namun. diketahui bahwa hanya diperlukan satu mesin atau pekerja untuk setiap stasiun kerja. B. data yang membutuhkan adalah waktu operasi. 70 . Saran Persepsi antara asisten mengenai materi praktikum sebaiknya disamakan sehingga jawaban valid dan tidak simpang siur. scrap.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. dalam kenyataanya masih dipekerjakan lebih dari satu orang dalam stasiun pembentukan adonan. Kesimpulan Perhitungan Route Sheet dan Multi Process Product Chart. dan volume produksi yang diharapkan.

Diakses pada hari Rabu tanggal 31 Maret 2010 pukul 20. Johnson. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. Sritomo. J.DAFTAR PUSTAKA Anonim1. 2009. Apple.50 WIB. 1962. Diakses pada hari Rabu tanggal 31 Maret 2010 pukul 19. Wignjosoebroto. Immer.ngeblogs. 1996.E. and G. Dalam http://shefaa. Diakses pada hari Rabu tanggal 31 Maret 2010 pukul 19.52 WIB.F. 2008.03 WIB.blogspot. 1950.perencanaankerja. Anonim2. Ardliansyah.com. Bandung: Penerbit ITB. Inc. Rifqi dan Ach Januar J. Multi Product Process Chart. Layout Planning Technique. TI4101-Perancangan Tata Letak Pabrik: Laporan Tugas Modul 2. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. D.amazonaws.M. Perencanaan Kerja. John R. Eary. 2010. Pratama. 1990. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ketiga. New York: Prentice-Hall. Process Engineering For Manufacturing. 71 .com /2010/03/16/multi-product-process-chart/. Dalam http://s3.pdf?Signatu re=0K6iBz5pzLO2T%2FmSLMd0aGInApE%3D&Expires=1270040093 &AWSAccessKeyId=AKIAJLJT267DEGKZDHEQ. New York: McGraw-Hill Book Company.com/ ppt-download/laporanmodul2k98-091008011250-phpapp02. Dalam http://www. Inc.

Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 72 .Esti Rumaningsih 3.Nika Awalistyaningrum 2.LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA IV KEBUTUHAN RUANG DAN LUAS LANTAI Disusun oleh: Kelompok 10 1.

dan sumber daya alam lainya. Tata letak yang baik merupakan tata letak yang dapat menciptakan efisiensi serta efektivitas kegiatan produksi serta menjaga kelangsungan hidup atau keberhasilan suatu perusahaan. dan peralatan produksi material. aliran bahan. Tata letak merupakan fasilitas fisik atau konfigurasi departemen. Pabrik itu sendiri merupakan tempat berkumpulnya faktor-faktor prouduksi seperti manusia. work center. mesin. dan peralatan dalam proses konversi untuk mengoptimumkan hubungan antara petugas pelaksana. dan aman. Salah satu manfaat dari tata letak ialah dapat mengetahui kebutuhan ruangan dan luas lantai yang dibutuhkan untuk mengelola semua faktor produksi. dan tata cara untuk mencapai tujuan.BAB I PENDAHULUAN A. Faktor-faktor produksi tersebut dikelola bersama dalam sistem produksi agar diperoleh produk secara efektif. 73 . Selain itu. investasi serta keberlangsungan perusahaan yang selanjutnya dapat berimbas pada keuntungan atau kerugian yang didapat. Kebutuhan akan luas lantai ini berkewajiban untuk dapat memuat semua ruangan yang diperlukan oleh setiap kegitan dan fungsi pabrik. informasi. penentuan luas lantai cukup berperan dalam investasi jangka panjang yang menyangkut “hidupnya” industri tersebut dan pengoptimalan berlangsungnya proses produksi. Maka dari itu pada tahap perencanaan luas lantai ini dibutuhkan banyak perhatian penuh. Latar Belakang Pabrikisasi suatu bahan merupakan suatu proses yang diberlakukan terhadap bahan mentah menjadi sebuah produk jadi yang bernilai tambah. Hal ini akan berpengaruh pada biaya produksi. Proses ini harus berlangsung pada tempat yang memadai yakni pabrik. aliran informasi. agar luas lantai yang dibuat tidak kelonggaran atau kesempitan. Tata letak suatu pabrik merupakan sebuah teknik cara menempatkan atau mengalokasian berbagai faktor produksi tersebut secara optimal dan efisien. uang. efisien. energi.

2. Praktikan dapat menentukan luas lantai setiap kegiatan. Tujuan Praktikum 1. Praktikan dapat menentukan jenis dan jumlah ruang yang dibutuhkan setiap kegiatan dalam industri. B. 74 . bermaksud untuk menghitung luas lantai secara teoritis yang akan dibandingkan dengan luas lantai yang sebenarnya sehingga dapat ditentukan dan dihitung kebutuhan ruang dan maksimalisasi luas lantai pada industri Salma Roti.Pada praktikum acara IV ini.

Langkah selanjutnya adalah proses perencanaan yang menghasilkan gambaran yang lebih teliti. lembar kerja kebutuhan ruang total menjumlahkan luas semua kegiatan. 1990). 75 . Kebutuhan ruang produksi diperkirakan dengan bantuan Lembar kebutuhan ruang produksi. Penyesuaian harus dilaksanakan dengan memperhatikan luas area yang diperlukan. arus bahan baku sampai produk akhir terganggu.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Perencanaan layout yang cermat tanpa diimbangi perencanaan material handling yang baik. Hal ini dilakukan dengan menganalisa dan menghitung kebutuhan luas area untuk penempatan fasilitas produksi (mesin-mesin) yang memperhatikan luas area per mesin dan kelonggaran (allowance) luasan lainnya. mereka harus cukup yakin bahwa ruang seluas itu tersedia. Setelah perkiraan kebutuhan ruang bagi tiap kegiatan atau fungsi. Kebutuhan luas area merupakan langkah kritis tetapi untuk hampir semua organisasi industri. perlu dibuat perkiraan awal tentang ruangan total yang dibutuhkan bagi tiap kegiatan dalam fasilitas dan perkiraan awal dari luas total dari fasilitas yang diusulkan. Oleh karena itu perlu sekali dilakukan perencanaan tata letak fasilitas dan perencanaan material handling. Harus ditekankan bahwa meskipun kebutuhan ruang dibuat pada tahapan ini sebagai perkiraan. Sebab akan terjadi kesulitan pemindahan bahan. akan sia-sia untuk diterapkan. 1996). tetapi hanya tataletak akhir saja yang akan menunjukkan luas total yang dibutuhkan secara tepat (Apple.. akibat lebih jauh tingkat produktivitas perusahaan menurun. Setelah merancang pola aliran dan memberikan beberapa pertimbangan pada kegiatan pelayanan dan kegiatan penunjang. Penentuan luas pabrik dapat juga disebut sebagai langkah ”penyesuaian”. Hal ini dapat dilakukan dengan metode penyusunan layout yang tepat yang akan menghasilkan perencanaan layout fasilitas baru yang terbaik (Tompkin. et al. Atau dapat muncul dari perkiraan jumlah mesin yang tepat (dengan kemungkinan perbedaan bagi tiap mesin yang berbeda) dan kemudian dikalikan dengan jumlah mesin.

ruang untuk perawatan dan ruang atau lorong ke alat-alat keselamatan.luasan area untuk fasilitas produksi akan dapat diprediksi sehingga luas area yang diperlukan ini masih harus dilihat kemungkinannya dengan memperhitungkan luasan area yang tersedia (Wignjosoebroto. untuk pemakaian darurat. peralatan penunjang seperti meja. Dengan demikian perlu dihitung berapa luas lahan yang disiapkan. poros elevator dan lain sebagainya terlibat (Apple. tetapi juga untuk operator. Luas lantai produksi digunakan untuk mengetahui luas lahan yang akan digunakan dalam perencanaan tata letak fasilitas pabrik dan perusahaan yang akan didirikan. 1990). peralatan pemeriksaan. jika tiang. 1996). Sehingga. melibatkan pula masalah yang berkaitan dengan kegiatan lain yang akan mempengaruhi terhadap luas lantai yaitu alat angkut. ruang harus disisakan untuk menggerakkan peralatan karena perubahan tataletak. pekerjaan yang telah selesai. Berdasarkan hal tersebut. dibutuhkan beberapa kebutuhan luas lantai untuk kegiatan produksi pabrik yang akan didirikan. perkakas dan rak untuk cetak biru. dan aliran bahan (Dody. Harus selalu diingat bahwa ruang disediakan bukan hanya untuk satu peralatan. 2009). Dalam melakukan perencanaan tata letak fasilitas pabrik dan pemindahan bahan. cara pengangkutan. petikemas. Perhitungan luas lantai ini didasarkan pada bahan baku yang akan disiapkan. Yaitu bahwasanya rekayasawan jangan sangat bergantung pada fasilitas transportasi yang telah ada karena mungkin saja akan lebih ekonomis jika direncanakan fasilitas transportasi tambahan atau beberapa alternatif sarana 76 . Hal ini terutama menjadi persoalan. corong pengisi peluncur. bahan yang akan dikerjakan. serta luas lantai shipping. luas lantai fabrikasi dan assembling. Perhitungan luas lantai ini dimulai dari luas kebutuhan lahan produksi sampai perkantoran dengan memperhatikan segala fasilitas pendukungnya. atau peralatan yang digunakan dan barang jadi yang dihasilkan. maka didapatkan luas lantai receiving model tumpukan dan rak. Perhatian juga harus diberikan terhadap alternatif-alternatif transportasi. terutama untuk kegiatan produksi. tembok. mesin. serta fasilitas-fasilitas pendukung lain. Untuk menghitung kebutuhan luas lantai ini. cara penyimpanan.

pembangunan fasilitas transportasi baru dapat menghemat jutaan rupiah dibanding dengan apabila menggunakan fasilitas transportasi lama (Apple. Meskipun alinea sebelumnya menggambarkan bahwa fasilitas transportasi harus dirancang. Dalam suatu kegiatan pengaturan tata letak dan fasilitas kerja disesuaikan dengan aliran kegiatan dan gerakan yang efisien. Hal ini dapat terjadi karena kesempatan terbatas baik oleh volume yang dibutuhkan atau oleh kedekatan transportasi yang telah ada yang tepat dan disukai (Apple. 2010): 1. ketimbang diterima seadanya seringkali tidak ada pilihan lain kecuali menggunakan apa yuang tersedia. 1990). Sehingga pembahasan ini berhubungan dengan penentuan kebutuhan ruangan khusus untuk beberapa kegiatan yang dipilih (Santoso. pegawai. Jumlah part yang harus dipersiapkan dalam usaha memperoleh sejumlah produk jadi yang diinginkan. Dalam jangka panjang.transportasi. dan kegiatan. 2004). 77 . 2. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam perencanaan kebutuhan luas ruangan ialah (Astika. Ruangan yang dibutuhkan oleh sebuah fasilitas jelas erat sekali kaitannya dengan peralatan. 1990). Jumlah mesin yang diperlukan . bahan.

4. Penggaris 3. 3. 8. Kolom 11 dengan menkalikan kolom 3 dengan kolom 10. Kalkulator 5.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Untuk perhitungan luas lantai produksi. dan 5 diisi sesuai dengan kenyataan atau data yang ada. Pada kolom 6 kebutuhan luas satu mesin dengan mengkalikan kolom 4 dengan kolom 5. 7. Kolom 10 penjumlahan kolom 6. Denah tata letak industri Salma Roti dan Kue B. Kolom 8 kelonggaran untuk operator dengan 1 m kali panjang mesin. Alat tulis 2. 78 . Prosedur Praktikum 1. Kertas A4 4. 2. membuat tabel yang memuat: Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3 Kolom 4 Kolom 5 Kolom 6 Kolom 7 Kolom 8 Kolom 9 Kolom 10 Kolom 11 : Nama stasiun kerja : Nama mesin : Jumlah mesin : Panjang mesin ( m ) : Lebar mesin ( m ) : Kebutuhan luas 1 mesin ( m2 ) : Kelonggaran untuk bahan setengah jadi : Kelonggaran untuk operator : Kelonggaran unutk transportasi : Luas i mesin ( m2 ) : Total luas i satsium kerja ( m2 ) 2. Kolom 7 kelonggaran untuk bahan setengah jadi. Dimensi berat 6. dan 9. Alat dan Bahan 1. Lalu isi tabel pada langkah pertama. Pada kolom 1.

Pada kolom 12 merupakan total penjumlahan antara kolom 10 dan 11. Lalu isi tabel tersebut (langkah 3). Kolom 9 pembagian antara kolom 6 dengan kolom 8. Pada kolom 1. Dan untuk perhitungan luas lantai gudang Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3 Kolom 4 Kolom 5 Kolom 6 Kolom 7 Kolom 8 Kolom 9 Kolom 10 Kolom 11 Kolom 12 : Nama bahan disimpan : Kebutuhan bahan per hari ( berat atau volume ) : Jumlah hari dalam satu periode penyimpanan : Jumlah bahan dismpan selam satu periode penyimpanan : Volume atau berat satu kemasan bahan : Jumlah bahan disimpan selama satu periode penyimpanan : Dimensi kemasan bahan ( panjang.3. ketinggian maksimal jika bahan ditumpuk dibagi dengan tinggi kemasan bahan dari kolom 7. Kolom 10 perkalian luas dari kolom 7 dan kolom 9. tinggi ) : Jumlah kemasan bahan dalam satu tumpukan : Jumlah tumpukan dalam ruang : Luas tumpukan ( m2 ) : Kelonggaran ( m2 ) : Total luas gudan yang diperlukan ( m2 ) 4. 2. 5 dan 7 diisi dengan data yang ada. Kolom 3 d. yakni kolom 1 dan 2 diisi sesuai dengan data yang ada. Kolom 6 merupakan pembagian antara kolom 4 dengan kolom 5. 3. Kolom 1 b. Kolom 7 : Nama ruang : Dimensipanjang dan lebarnya (m) : Luas (m2) : Kelonggaran : Penjumlahan antar Luas dan kelonggaran (L + K) : Jumlah ruang : Luas lantai 6. Pengisian tabel langkah 5. yang memuat: a. lebar. Selanjutnya dibuat tabel luas lantai untuk fasilitas. Kolom 3 yakni dengan mengkalikan panjang maupun lebar yang terdapat pada kolom 2. penjumlahan antara luas (kolom 3) 79 . Pada kolom 4 dengan mengkalikan kolom 2 dengan kolom 3. 5. Kolom 5 f. Kolom 8. Kolom 4 e. Kolom 2 c. Pada kolom 5. Kolom 6 g.

80 .dengan kelonggaran (kolom 4). Pada kolom 7 merupakan pengkalian antara kolom 5 dan 6. merupakan jumlah ruang yang ada. Pada kolom 6.

8832 5.56 52.54 4.8832 58.754 11.76 5.3924 4.04 Dimensi (m) l 6.77 Luas (m2) Kelonggaran Luas+kelo.35 1.75 8.754 1 1 1 1 1 ruang Luas Lantai (m2) 48.49 1.3 4.754 81 .69 9.69 9.875 7.216 17.8832 52.Jumlah (m2) nggaran (m2) 48.25 7.5 17.69 9.5 2.6224 4.875 1 1 2 7. Hasil LUAS LANTAI FASILITAS Nama Ruang P Outlet Area parkir Lorong 1 Lorong 2 Ruang Administrasi Kamar Dapur Kamar mandi 3 6.5 17.38 1 1.35 3.216 17.35 1.5 17.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.69 5.08 48.5 2.5 1.6 3.216 17.6224 4.

2 2.4 0.LUAS LANTAI RUANG PRODUKSI Nama SK Nama Mesin Jml Mesin P Dimensi Mesin (m) L Luas 1 Mesin (m2) Bahan ½ jadi 1 Penimbangan I Pengadukan Penimbangan II dan Pembentukan adonan Pembagian Adonan Pengembangan Pengovenan Pendinginan dan pengemasan Devider Rak Oven Rak 1 2 1 2 0.36 0.8 0.1716 0.5 5 0.775 11 1.51 1.2 2.3 0.6 0.2 0.8 2 timbangan mixer Meja 3 1 2 2 4 0.472 0.55 Operator Transport Kelonggaran (m2) Luas+ Kelonggaran (m2) Total Luas 1 SK (m2) 82 .8 1.8 1.672 2.632 1.4 1.4 8.8 1.25 8 0.8 1.812 5.6 2.8 8.97 0.8 1.6 2.316 4.51 3.6 0.2 1.5 0.5 10 1.85 6 0.59 0.275 7 0.672 4.316 2.6 0.6 0.79 0.624 11.6 0.4 3 9 0.5 0.8 1.

085 0.25x0.1995 0.1995 0.085 0.285x0.LUAS LANTAI GUDANG Nama Bahan Kebutuh -an per hari (Kg) 1 Tepung terigu Telur Margarin Mentega Ragi Formula Selai coklat 3 1.25x0.0144 11 0.1995 0.114 0.25 1 1 1 1 2 2 3 1 1 1 1 3 0.5 3 21 42 7.2625 2 10 3 7 4 70 5 25 Periode simpan per hari Jumlah bahan disimpan Berat 1 kemasan Bahan disimpan 1 periode 6 3 7 0.085 0.12x0.036 12 0.3 3 3 7 10 10 10 7 14 21 12.5 6 15 10 3 1 1 1 2 5 0.227 0.227 0.227 0.114 0.285x0.085 0.4x0.5 12.285x0.114 0.25 1.1995 0.4x0.0504 83 .4275 0.085 0.12x0.342 0.4x0.5 12.227 0.075 0.285x0.285x0.5 12.5 Dimensi kemasan p*l*t Jumlah Kemasan dalam 1 tumpukan 8 3 Jumlah Luas (m2) Kelonggaran (m2) Total luas (m2) tumpukan Tumpukan dalam ruang 9 1 10 0.1875 0.114 0.25 0.4x0.227 0.4x0.

216 m2 + 0 m2 = 9. Outlet Luas =pxl = 8.6 = 9.3 = 17.216 m2 = 9.8832 m2 Kelonggaran = 0 m2 Luas + Kelonggaran= 48. Area parkir Luas =pxl = 11.754 m2 84 .08 = 48.69 m2 4.6224 m2 + 0 m2 = 58.69 m2 Kelonggaran = 0 m2 Luas + Kelonggaran= 4. Lorong I Luas =pxl = 4.216 m2 jumlah ruangan =1 Luas Lantai = 1 x 9.8832 m2 jumlah ruangan =1 Luas Lantai = 1 x 48.54 x 4.6224 m2 Kelonggaran = 5.3924 m2 jumlah ruangan =1 Luas Lantai = 1 x 52.216 m2 Kelonggaran = 0 m2 Luas + Kelonggaran= 9. Perhitungan Luas Lantai fasilitas 1.8832 m2 + 0 m2 = 48.04 x 6.8832 m2 2. Lorong II Luas =pxl = 5.754 m2 + 0 m2 = 17.754 m2 Kelonggaran = 0 m2 Luas + Kelonggaran= 17.Perhitungan 1.8832 m2 = 48.77 m2 Luas + Kelonggaran= 52.69 m2+ 0 m2 = 4.76 x 1.69 x 1 = 4.6224 m2 = 58.38 x 3.3924 m2 3.69 m2= 4.56 = 52.216 m2 5.69 m2 jumlah ruangan =1 Luas Lantai = 1 x 4. Ruang administrasi Luas =pxl = 5.

5 m2 Kelonggaran Luas + Kelonggaran jumlah ruangan Luas Lantai 7.6 m = 0.35 m2 Kelonggaran Luas + Kelonggaran jumlah ruangan Luas Lantai =pxl = 1.35 m2 = 17.5 = 7.754 m2 = 17. Pengadukan Jumlah mesin = 2 (mixer) 85 .6 m x 0.25 m2 + 0.5 m2 + 0 m2 = 7. Penimbangan I Jumlah mesin =1 Dimensi = 0.25 = 1.754 m2 =pxl = 3 x 2.8832 m2 = 7.49 x 2.36 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi = 0.6 m2 Luas + kelonggaran = 0.875 m2 =2 = 2 x 1.875 m2 + 0 m2 = 1.75 m2 2.875 m2 = 3.6 m Luas 1 mesin =pxl = 0. Kamar Mandi Luas =pxl = 6. Dapur Luas Kelonggaran Luas + Kelonggaran jumlah ruangan Luas Lantai 8.6 m x 0.3 m2 + 0. Perhitungan Luas Lantai Ruang Produksi a.25 m2 operator = 0.35 m2 + 0 m2 = 17.5 m2 =1 = 1 x 48.5 m2 = 0 m2 = 7.5 x 1.36 m2 +{0. Kamar Luas =1 = 1 x 17.5 = 17.6 m2 } = 1.51 m2 b.51 m2 Total luas I SK = 1.35 m2 =1 = 1 x 17.35 m2 = 0 m2 = 17.3 m2 Transport = 0.875 m2 = 0 m2 = 1.jumlah ruangan Luas Lantai 6.

5 m x 8.4 m2 = 0.2 m x 0.8 m2 = 0.4 m2 + 0.632 m2 +{0 m2 + 0.632 m2 = 0 m2 = 0.59 m =pxl = 0.5 m 86 .8 m x 0.8 m x 0.79 m = 0.59 m = 0.5 m x 8.624 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi operator Transport Luas + kelonggaran Total luas I SK c.4 m2 = 0.8 m2 } = 1.472 m2 +{0 m2 + 0.472 m2 = 0 m2 = 0.8 m2 } = 1.8 m x 0.4 m2 + 0.672 m2 = 1.79 m =pxl = 0.275 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi = 0 m2 operator = 3 m2 Transport = 1.275 m2 +{0 m2 + 3 m2 + 1.55 m2 d.8 m2 = 0.5 m2 Luas + kelonggaran = 1.Dimensi Luas 1 mesin = 0. Penimbangan II dan pembentukan adonan Jumlah mesin =2 Dimensi = 1.5 m = 1.812 m2 = 3.672 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi operator Transport Luas + kelonggaran Total luas I SK e.2 m x 0.775 m2 Total luas I SK = 11.5 m Luas 1 mesin =pxl = 1. Pembagian adonan Jumlah mesin Dimensi Luas 1 mesin =1 = 0.5 m =pxl = 1. Pengembangan Jumlah mesin Dimensi Luas 1 mesin =2 = 1.5 m2 } = 5.8 m x 0.

5 m = 0.36 m2 +{0 m2 + 0.6 m2 +{0 m2 + 0.2 m2 = 0.8 m2 3.6 m2 +{0 m2 + 0.2 m2 Luas + kelonggaran = 0.2 m x 0.4 m2 = 4.316 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi operator Transport Luas + kelonggaran Total luas I SK g.6 m2 + 1.5 m Luas 1 mesin =pxl = 1.2 m2 } = 2.28 m2 + 0.6 m2 + 1.2 m2 } = 2.2 m x 0.8 m x 0.28 m2 } = 8.6 m2 = 1.8 m x 0.8 m2 =1 = 2. Perhitungan Luas Lantai Gudang a.1716 m2 = 0 m2 = 0.= 0.6 m2 Transport = 1.316 m2 = 8.97 m = 2. Pengovenan Jumlah mesin Dimensi Luas 1 mesin = 0 m2 = 0. Tepung terigu Kebutuhan per hari = 10 Periode simpan =7 Jumlah bahan disimpan = Kebutuhan per hari x Periode simpan =10 x 7 = 70 Berat satu kemasan = 25 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan 87 .97 m =pxl = 2.28 m2 = 0. Pendinginan dan pengemasan Jumlah mesin =2 Dimensi = 1.6 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi = 0 m2 operator = 0.28 m2 = 0.4 m2 Total luas I SK = 4.6 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi operator Transport Luas + kelonggaran Total luas I SK f.

144 m2 88 .12 m x 0.0144 m2 Kelonggaran = 0.8 = 3 Dimensi kemasan =pxlxt = 0. Telur Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan =3 =7 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 21 Berat satu kemasan = 7.4 m x 0.25 x 10 = 12.5 Berat satu kemasan = 12.0504 m2 Dimensi kemasan b.285 m x 0.12 m x 0.4 m x 0.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 1 Jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 3:1 = 3 Luas tumpukan = 0.5 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 21:7.342 m2 Kelonggaran = 0.8 = 3 =pxlxt = 0.= 70:25 = 2.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 1 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 1:1 = 1 Luas tumpukan = 0.085 m2 Total Luas = 0.5 = 1 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.5 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 3 Jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 3:3 = 1 Luas tumpukan = 0.5 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 12.5 : 12.036 m2 Total Luas = 0.285 m x 0.25 = 10 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 1.5 = 2. Margarin Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan = 1.4275 m2 c.

4 m x 0.5 = 1 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.3 = 10 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 0.25 = 10 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 1.285 m x 0.25 = 1 Dimensi kemasan =pxlxt = 0. Formula Kebutuhan per hari = 3 Periode simpan Jumlah bahan disimpan Berat satu kemasan =7 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 3 x 7 = 21 = 15 89 .25 Berat satu kemasan = 1.285 m x 0.25 x 10 = 1.085 m2 Total Luas = 0.144 m2 Kelonggaran = 0.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 1 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan =1 Luas tumpukan = 0.4 m x 0. Ragi Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan = 0.1995 m2 e.085 m2 Total Luas = 0.3 x 10 = 3 Berat satu kemasan =6 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 3:6 = 0. Mentega Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan = 0.25 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan =1.Kelonggaran Total Luas d.144 m2 Kelonggaran = 0.25:1.1995 m2 f.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan= 1 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan 1 Luas tumpukan = 0.1995 m2 = 1.085 m2 = 0.

25 m x 0.4 m x 0.Bahan disimpan 1 periode= Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 21:15 = 1.1875 m2 Kelonggaran = 0.4 = 2 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.1995 m2 g.075 m2 Total Luas = 0.085 m2 Total Luas = 0.2625 m2 90 .285 m x 0. Selai coklat Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan =3 = 14 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 3 x 14= 42 Berat satu kemasan = 10 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 42:10 = 4.25 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan= 2 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 5:2 = 3 Luas tumpukan = 0.144 m2 Kelonggaran = 0.25 m x 0.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan =2 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 2:2 = 1 Luas tumpukan = 0.2 = 5 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.

55 m2.8 m2.316 m2. penimbangan II dan pembentukan adonan = 11. dan luas kebutuhan lantai untuk fasilitas. Hal ini dikarenakan bahan setengah jadi diletakkan di meja atau mesin sehingga tidak memerlukan luas khusus. Kebutuhan ruang dan luas lantai sangat berpengaruh terhadap tata letak suatu industri. keleluasaan operator untuk bergerak. Total luas pada suatu stasiun kerja dihitung dari jumlah luas 1 mesin dan kelonggaran mesin tersebut dikalikan dengan jumlah mesin yng terdapat pada stasiun kerja tersebut. Sedangkan pada 91 .51 m2. Total luas stasiun kerja pada stasiun kerja penimbangan I = 1. Pembahasan Praktikum acara 4 ini berjudul “Kebutuhan Ruang dan Luas Lantai”. Jadi total luas lantai untuk ruang produksi adalah 36.B. Perhitungan yang dilakukan adalah perhitungan luas lantai ruang produksi. pengadukan = 3. secara garis besar. area yang diperlukan untuk penyimpanan bahan baku atau benda jadi yang telah selesai dikerjakan. Perhitungan luas lantai ruang produksi. penempatan material. pengovenan = 8. tata letak pabrik merupakan penempatan dan pengaturan dari bermacam-macam fasilitas produksi yang ada Pengaturan ruangan disini berkaitan erat dengan luas area yang dibutuhkan untuk mesin atau peralatan produksi. luas lantai yang dibutuhkan untuk mesin dihitung dengan menggunakan dimensi panjang dan lebar mesin. Kebutuhan untuk luas area ini harus dipertimbangkan untuk seluruh aktivitas yang ada didalam pabrik dan untuk paling tidak ada tiga macam area yang harus diberikan. yaitu : area yang diperlukan untuk operasi dari mesin dan peralatan yang ada. luas lantai gudang bahan baku dan luas lantai barang jadi. Untuk kelonggaran operator dan transport dihitung dari dimensi terpanjang mesin. pembagian adonan = 1. dan lain-lain aktivitas.272 m2.624 m2.672 m2. serta area yang diperlukan untuk fasilitas-fasilitas servis. Sebab.8 m2. pengembangan = 4. dan pendinginan dan pengemasan = 4. Kelonggaran bahan setengah jadi tidak dihitung.

0144 m2. volume satu kemasan diperoleh dari perhitungan dimensi kemasan bahan baku. Angka 0. Hal ini berbeda 92 . Total luas lantai fasilitas yang dibutuhkan dalam industri Salma Roti dan Kue ialah seluas 161.1995 m2. area parkir 52. Sedangkan luas tumpukan dihitung dari perkalian antara dimensi kemasan yakni panjang dan lebar dengan jumlah tumpukan dalam ruang gudang tersebut. serta jumlah tumpukan dalam ruang yang didapatkan dari hasil pengamatan saat kunjungan. lorong I 4.1995 m2.7656 m2. telur 0. selai coklat 0. ruang administrasi 17. Ruang fasilitas ini meliputi outlet.0504 m2. Pada perhitungan luas lantai gudang bahan baku.69 m2. kamar dan kamar mandi. Jumlah tumpukan dalam satu ruang diperoleh dari pembagian jumlah bahan disimpan satu periode dengan jumlah kemasan dalam satu tumpukan.2625 m2.5384 m2. jumlah bahan yang disimpan. lorong 2.kenyataanya. area parkir. Kelonggaran dihitung dari dimensi panjang kemasan dikali dengan 0.3 meter. dimensi kemasan. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk menyimpan tepung terigu 0. jumlah kemasan dalam satu tumpukan.754 m2.35 m2. dapur.8832 m2. luas lantai gudang yang dibutuhkan termasuk dengan kelonggarannya adalah 1.75 m2.5 m2.6125 m2. ruang produksi I hanya seluas 26.1995 m2. di industri Salma Roti dan Kue juga terdapat beberapa ruang fasilitas sebagai penunjang kerja. dapur 17. mentega 0. Berarti perlu dilakukan penyatuan kedua ruang produksi tersebut. ruang administrasi. Padahal. volume kemasan. lorong 1. margarin 0. Maka. kamar mandi 3. secara terperinci kebutuhan lantai untuk outlet 48.216 m2.1995 m2.4075 m2 dan ruang produksi II seluas 13. Perhitungan luas lantai gudang barang jadi diperlukan data kebutuhan bahan per hari. jumlah bahan yang disimpan dalam satu periode. Selain ruang produksi dan gudang. lorong II 9. pada kenyataanya luas guadnga yang ada sekarang adalah 27.4275 m2. kamar 7. formula 0. ragi 0. Jumlah bahan yang disimpan dalam satu periode ini dapat diperoleh dari hasil perkalian antara periode simpan dan kebutuhan barang per hari.3 meter ini diperoleh dari jarak atau kelonggaran antar penempatan bahan.6224 m2.

ternyata luas industri sekarang yakni 243. 93 . barang jadi yang dihasilkan. aliran bahan. sebenarnya tata letak industri dapat diefisienkan. Beberapa hal yang harus diperhitungkan dalam penentuan luas lantai diantaranya alat angkut. Total luas untuk ruang fasilitas yang tersedia adalah seluas 174. luas industri yang ada sekarang merupakan bentuk investasi di masa yang akan datang. Apabila dibandingkan antara hasil perhitungan di atas dengan kenyataan yang ada sekarang di industri ini.dengan alokasi luas yang ada. Dengan demikian. Dengan kata lain terdapat selisih antara luas yang ada dengan luas yang diperlukan seluas 13.576 m2. sehingga dengan luasan yang ada tersebut dapat diatur suatu tata letak pabrik yang optimal sesuai jumlah mesin dan ukuran mesin dengan memberikan kelonggaran tertentu. perhitungan luas lantai bertujuan untuk mengetahui luas lahan yang akan digunakan dalam perencanaan tata letak fasilitas pabrik. Akan tetapi dari sisi lain. Namun. Ruangan-ruangan ini diharapkan dapat tetap dipergunakan untuk proses produksi dengan kapasitas yang lebih besar sehingga tidak perlu untuk melakukan renovasi ataupun pendirian bangunan baru. Perhitungan luas lantai ini didasarkan pada bahan baku yang akan disiapkan. dan allowance. fasilitas penunjang.7248 m2 jauh lebih luas dari luas industri yang diperlukan yakni 199.0498 m2. di sisi lain hal ini pun memberikan dampak negatif yaitu pemborosan biaya berupa tempat maupun ketidakefektifan dalam pemindahan bahan. cara pengangkutan. cara penyimpanan bahan baku. Ketersedian ruangan yang luas dalam industi atau perbedaan antara kebutuhan dan kenyataan ini mempunyai dampak positif dalam hal tingkat keluwesan atau fleksibilitas yang sangat tinggi dalam proses ekspansi atau perbesaran skala industri. Perhitungan kebutuhan luas lantai bermanfaat untuk mengetahui berapa meter luas lantai yang diperlukan untuk menempatkan sejumlah mesin dan peralatan yang digunakan.8154 m2. mesin atau peralatan yang digunakan. Sedangkan.

praktikan menilai praktikum yang dilaksanakan kurang serius. operator dan tenaga manual yang ada.58 m2. Saran 1.34 m2. Kesimpulan 1. 2. Penentuan luas lantai ini diperlukan untuk mengetahui kebutuhan luas lantai sebenarnya serta digunakan sebagai alat evaluasi dengan pertimbangan data : kebutuhan bahan per hari. jumlah bahan yang disimpan per periode simpannya. sehingga hasil praktikum juga terkesan tidak valid.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. misalnya dalam pengambilan data yang terkadang asal dan terlalu banyak berasumsi.12 m2.78 m2. 2. Sebaiknya pendampingan asisten dalam acara praktikum lebih ditingkatkan agar praktikan lebih paham dalam proses pengolahan data. kapasitas produksi per hari. Pengamatan maupun praktikum dilakukan dengan lebih serius. dimensi mesin yang digunakan. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk ruang produksi = 81. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk gudang barang jadi = 3. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk fasilitas penunjang = 203. 94 . B. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk gudang bahan baku = 37. dan luas ruangan sebenarnya. Sebab.

Astika.com/search?q =cache:GheEFR80sWoJ:astika.M.umm. J. New York: John Wiley and Sons Inc.html. Peralatan. 1996. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November.ac. Tompkin.24 WIB. Bab II Luas Lantai Produksi. Dalam http://dodydoank. 2010. 1996.25 WIB Dody. New York: John Wiley and Sons Inc. Santoso.id/2010/01/30/perencanaa n-tata-letak-suatu-perusahaan/+layout+template+ruangan+industri+adalah &cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id&lr=lang_id.googleusercontent.student. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Diakses pada hari Rabu 21 April 2010 pukul 20.blogspot. Ergonomi: Manusia. 2009. Gempur. Wignjosoebroto. dan Lingkungan.com/2009/04/luas-lantai-produksi. 2004.DAFTAR PUSTAKA Apple. Sritomo. Plant Layout and Material Handling. Facility Planning. Diakses pada hari Kamis tanggal 13 Mei 2010 pukul 10. Dalam http://webcache. Jakarta: Prestasi Pustaka. 1990. et al. 95 .

Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 96 . Nika Awalistyaningrum 2.LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA V PETA KETERKAITAN KEGIATAN (UNTUK INDUSTRI DAN RUANG PRODUKSI) Disusun oleh: Kelompok 10 1. Esti Rumaningsih 3.

Peta Keterkaitan Kegiatan merupakan atribut yang dapat digunakan untuk menggambarkan hubungan dari seluruh kegiatan yang ada. Jika hal tersebut dapat dilakukan atau diciptakan. perkantoran. serta kegiatan dengan fasilitas penunjang lain. Kegiatan-kegiatan tersebut berupa kegiatan produksi. Faktor-faktor tersebut digunakan untuk menghasilkan sebuah produk yang bernilai tambah. Pada industri. perangkaian. Tujuan Praktikum Praktikan dapat menunjukkan keeratan keterkaitan antarkegiatan yang memerlukan ruangan dalam industri. biaya. maka diharapkan produktifitas meningkat yang dapat memberikan keuntungan atau profit meningkat pula bagi industri. termasuk industri pertanian. atau pun waktu. Hal ini ini dikarenakan jika hubungan antar kegiatan dapat berlangsung secara lancar.BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Industri merupakan sebuah wadah berkumpulnya faktor-faktor produksi. 97 . Salah satu metode atau teknik yang dapat digunakan untuk menganalisis serta dapat menunjukkan hubungan keterkaitan suatu kegiatan dengan kegiatan lain ialah Peta Keterkaitan kegiatan (Activity Relationship Chart). yang dilengkapi dengan informasi mengenai perlu tidaknya setiap kegiatan yang ada saling berdekatan. B. Kegiatan-kegiatan ini saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain. faktor-faktor tersebut dikelola dengan melibatkan banyak kegiatan di dalamnya. Sehingga hubungan antara kegitan satu dengan kegiatan lain menjadi hal yang penting diperhatikan pada saat perencanaan pembuatan layout pabrik. dapat digunakan untuk mendukung suatu pekerjaan agar lebih efektif dan efisien dalam hal energi. Pada praktikum ini. dilakukan analisis hubungan keterkaitan kegiatan-kegiatan dalam industri Salma Roti dan Kue menggunakan Peta Keterkaitan kegiatan (PKK). penyimpanan.

Sementara itu. dan aliran informasi. dapat dianalisis dengan bantuan Peta Keterkaitan Kegiatan (Apple. Juga yang perlu dipertimbangkan lagi adalah hubungan negatif seperti kebisingan. 1990). 3. Memperoleh satu landasan bagi penyusunan daerah selanjutnya Diperkirakan 20% sampai 50% dari biaya operasi merupakan biaya pemindahan material (material handling) maka tata letak yang efektif dapat mengurangi biaya tersebut sekitar 10% sampai 30%. 4. 2.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam perancangan keterkaitan kegiatan. Menurut Sutalaksana (1979) peta kerja merupakan suatu alat yang menggambarkan kegiatan kerja secara sistematis dan jelas untuk berkomunikasi secara luas dan sekaligus melalui peta kerja bias mendapatkan informasiinformasi yang diperlukan untuk memperbaiki suatu metode kerja. 6. Keterkaitan ini. Pentingnya rancangan fasilitas seperti aliran bahan merupakan tulang punggung fasilitas produksi. diperlukan suatu penggabungan langkah-langkah pada setiap operasi yang terjadi dalam suatu industri dengan kegiatan penunjang dan kegiatan pelayanan dengan memperhatikan derajat kedekatan yang dibutuhkan barang. Penyusunan urutan pendahuluan bagi satu Peta Dari KeLokasi nisbi dari pusat kerja atau departemen dalam satu kantor Lokasi kegiatan dalam satu usaha pelayanan Lokasi pusat kerja dalam operasi perawatan atau perbaikan Lokasi nisbi dari daerah pelayanan dalam satu fasilitas produksi Menunjukkan hubungan satu kegiatan dengan yang lainnya. dan 98 . bau. 5. 1990): 1. serta alasannya 7. baik positif maupun negatif. Peta Keterkaitan Kegiatan adalah salah satu peta kerja yang merupakan suatu teknik ideal untuk merencanakan keterkaitan antara setiap kelompok kegiatan yang saling berkaitan. peta ini berguna dalam (Apple. orang. dan debu. biasanya kerja produksi.

1955): 1. jumlah lantai. parkir. beberapa di antaranya sangat penting (Angelia. gang. lokasi tiang.harus dirancang dengan cermat serta tidak dibiarkan tumbuh atau berkembang menjadi satu pola lalu lintas yang membingungkan (Tomkins. bangunan dan lokasi. 3. 2009): 1. dan cuaca) 4. Peta Keterkaitan Kegiatan akan memberikan pertimbangan mengenai derajat kedekatan (closeness) dari satu departemen ke departemen lain dengan ukuran-ukuran yang lebih bersifat kualitatif seperti: 1. di mana saja tidak ada masalah U = tidak perlu adanya keterkaitan goegrafis apapun Sementara itu. A = mutlak perlu kegiatan-kegiatan tersebut berdekatan E = sangat penting kegiatan-kegiatan tersebut berdekatan I = penting bahwa kegiatan-kegiatan tersebut berdekatan O = biasa (kedekatannya). bangun. ukuran. serta jarak tinggi Untuk membantu menentukan kegiatan yang harus diletakkan pada satu tempat. 2. orientasi bangunan. yang diikuti dengan tanda bagi tiap derajat kedekatan tadi. Derajat keterkaitan kegiatan tersebut adalah (Muther. Mutlak berdekatan Tidak mutlak berdekatan Sangat penting berdekatan 99 . tapak bangun (lokasi. 2. peralatan permanenn. 2. 4. ukuran. Perluasan (aliran produksi di masa datang dan perubahan tata letak. dan arah perluasan) 3. telah ditetapkan satu pengelompokkan derajat kedekatan. 5. lokasi pintu. Faktor-faktor yang mempengaruhi keterkaitan. 3. tingkat bersih. lokasi kegiatan yang mungkin berkembang. Tuntutan khusus dari kegiatan-kegiatan atau fasilitas sifat atau karakteristik bangunan (tipe. keperluan umum. menurut Wignjosoebroto (1993).1996). jarak antar tiang. Fasilitas luar (alat angkut. topografi bangunan. dan fasilitas lainnya) 5.

bau. 6. e. f. dan lain-lain Memudahkan pemindahan bahan Keterkaitan pegawai a. Menggunakan catatan/berkas yang sama Derajat hubungan kertas kerja Menggunakan alat komunikasi yang sama 100 . e. getaran. b. d. 5. Penting berdekatan Tidak diharapkan berdekatan Kedekatan biasa Peta Keterkaitan Kegiatan menghubungan aktivitas-aktivitas secara berpasangan sehingga semua aktivitas akan diketahui derajat hubungannya. c. c. b. debu.4. Aliran informasi a. 2. Urutan aliran kerja Mempergunakan peralatan yang sama Menggunakan ruangan yang sama Bising. Secara umum alasan keterkaitan dibagi dalama tiga macam yaitu (Angelia. Menggunakan pegawai yang sama Derajat kepegawaian Jalur perjalanan normal Melaksanakan pekerjaan serupa Disenangi pegawai Gangguan pegawai 3. d. c. b. 2009): 1. Keterkaitan produksi a.

Prosedur Praktikum 1. Lembar kerja Peta Keterkaitan Kegiatan B. Alat dan Bahan 1. Untuk Peta Keterkaitan Kegiatan ruang produksi: memuat seluruh proses produksi yang terjadi. begitu juga kegiatan perkantoran. 2. pada kolom paling kiri Peta Keterkaitan Kegiatan. 101 . 3. Untuk Peta Keterkaitan Kegiatan perusahaan: seluruh proses produksi dianggap sebagai satu kegiatan yaitu kegiatan produksi. Tuliskan semua kegiatan yang ada dalam perusahaan yang akan dirancang. Hubungan antarkegiatan ditunjukkan dengan huruf sandi: Huruf Sandi A E I O U X Keterangan Mutlak Perlu Sangat Penting Penting Kedekatan Biasa Tidak Penting Tidak Diharapkan Warna Merah Jingga Hijau Biru Tidak Berwarna Coklat 5. Setelah huruf-huruf tersebut dimasukkan pada kotak segitiga bagian atas (atau warna yang menentukan hubungan kedekatan). Kertas A4 3. 4. Alat tulis 2.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. maka angka sandi yang menunjukkan alasan yang mendukung kedekatan hubungan antarkegiatan diletakkan di kotak bagian bawahnya.

Sandi-sandi yang dipakai dalam menentukan alasan: Alasan Sandi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Keterangan Menggunakan catatan yang sama Menggunakan personil yang sama Memakai ruang yang sama Derajat hubungan pribadi Derajat hubungan kertas kerja Urutan aliran kerja Melaksanakan pekerjaan yang sama Menggunakan peralatan yang sama Kemungkinan bau tidak sedap. gunakan warna sesuai ketentuan. Informasi yang diperoleh dalam Peta Keterkaitan Kegiatan hanya berguna jika diolah ke dalam datu Diagram Keterkaitan Kegiatan (Activity Relationship Diagram: ARD). 8. gangguan suara. Jika memungkinkan. dan lain-lain 7.6. 102 .

Ruang Produksi 103 . Hasil 1.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Perusahaan 2.

PKK proses produksi menunjukkan hubungan keeratan stasiun kerja satu dengan stasiun kerja yang lain. PKK fasilitas penunjang (perusahaan) menggambarkan hubungan keeratan antarfasilitas penunjang (antarruang) dalam industri. pembuatan PKK fasilitas penunjang (perusahaan) memiliki prinsip yang sama dengan pembuatan PKK proses produksi. Peta Keterkaitan Kegiatan (PKK) adalah salah satu peta kerja yang merupakan teknik ideal dalam merencanakan keterkaitan antara setiap kelompok kegiatan yang saling berkaitan. Area Kegiatan pada pembuatan PKK perusahaan atau indutri ialah terdiri atas: 104 . Pembahasan Praktikum acara 5 ”Peta Keterkaitan Kegiatan (untuk Industri dan Ruang Produksi)” ini bertujuan agar praktikan dapat menunjukkan keeratan keterkaitan antarkegiatan yang memerlukan ruangan dalam industri.B. digunakan Peta keterkaitan Kegiatan (PKK) perusahaan atau industri dan PKK ruang produksi. Hubungan tersebut dinilai melalui nilai kualitatif dengan huruf sandi Therbligh dan dicantumkan alasan kedekatannya dengan sandi angka yang menunjukkan sandi yang menunjukkan kedekatan antara satu stasiun keja dengan stasiun kerja yang lain. a. Sedangkan. Pada acara ini dilakukan analisis keterkaitan antara kegiatan pada proses produksi dan fasilitas penunjang serta menyusunnya dalam peta keterkaitan kegiatan berdasarkan sandi Therbligh yang telah menjadi dasar pembuatan peta ini. Pada dasarnya. PKK dapat menggambarkan derajat keterkaitan kegiatan pada fasilitas penunjang (perusahaan) maupun proses produksi. Penganalisisan hubungan antar kegiatan satu dengan kegiatan yang lainnya pada industri Salma Roti dan Kue. perbedaan PKK fasilitas penunjang dengan PKK proses produksi terletak pada kegiatan yang dicantumkan. Pertama-tama semua kegiatan yang ada dalam perusahaan ditulis yang dirancang pada kolom paling kiri pada peta keterkaitan kegiatan.

margarine. dan lain-lain dilakukan di gudang.1. Kamar mandi I 11. 4. 3. begitu juga kegitan perkantoran. mentega. Area parkir Outlet Ruang administrasi Ruang produksi Gudang Lorong I Dapur Kamar Lorong II 10. pengovenan 7. Pendinginan dan pengemasan Pada pembuatan PKK ruang produksi memuat seluruh proses produksi yang dilakukan untuk memproduksi roti manis isi coklat. Penimbangan I 2. penimbangan I yang merupakan operasi penimbangan bahan-bahan yang digunakan seperti tepung. seluruh proses produksi dianggap sebagai satu kegiatan yaitu kegitan produksi. Pengadukan 3. 8. penimbangan II dan pembentukan adonan digabung. penimbangan II dan pembentukan adonan 4. Kamar mandi II Pada pembuatan PKK perusahaan. karena dilakukan pada area yang sama. sedang yang Penimbangan II yang merupakan operasi penimbangan adonan setelah mixing dilakukan di ruang produksi. 2. 6. Pembagian adonan 5. 5. Kegiatan pada PKK ruang produksi terdiri atas: 1. Hal ini sama juga 105 . Pada kegiatan urutan nomor 3. Pada penimbangan I dan II dipisah karena dilakukan pada area yang berbeda. 9. Pengembangan 6. 7.

dengan

kegiatan

urutan

ketujuh,

yakni

pendinginan

roti

serta

pengemasannya.

106

b. Selanjutnya, pada PKK perusahaan maupun PKK ruang produksi, hurufhuruf atau warna sandi dimasukkan pada kotak segitiga atas dan angkaangka sandi pada bagian bawahnya sesuai dengan kriteria yang ada. Hubungan antar kegiatan ditunjukkan dengan huruf sandi : Huruf Sandi A E I O U X Keterangan Mutlak Perlu Sangat Penting Penting Kedekatan Biasa Tidak Penting Tidak Diharapkan Warna Merah Jingga Hijau Biru Tidak Berwarna Coklat

c. Setelah Huruf-huruf tersebut dimasukkan pada kotak segitiga bagian atas (atau warna yang menentukan hubungan kedekatan), maka angka sandi yang menunjukkan alas an yang mendukung kedekatan hubungan antar kegiatan diletakkan di kotak bagian bawah. Alasan Sandi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Keterangan Menggunakan catatan yang sama Menggunakan personil yang sama Memakai ruang yang sama Derajat hubungan pribadi Derajat hubungan kertas kerja Urutan aliran kerja Melaksanakan pekerjaan yang sama Menggunakan peralatan yang sama Kemungkinan bau tidak sedap, gangguan suara, dan lain-lain Kegiatan yang jauh berbeda satu sama lain dengan bahan berbeda Kegiatan yang berbeda dengan bahan yang sama Mempermudah akses

10 11 12

d. Jika memungkinkan, dapat menggunakan warna yang sesuai. e. Informasi yang diperoleh dalam PKK hanya berguna jika diolah kedalam satu Diagram Keterkaitan kegitan. Peta Keterkaitan Kegiatan pada perusahaan (kegiatan industri) ”Salma, Roti dan Kue” terdiri atas sebelas fasilitas penunjang, yaitu area parkir, outlet, ruang administrasi, ruang produksi, gudang, lorong I, dapur, kamar, lorong II, kamar mandi I, dan kamar mandi II. Fasilitas industri yang memiliki tingkat kedekatan mutlak (A), yaitu area parkir dan outlet, ruang produksi dan gudang, serta gudang dan lorong I. Ruangan yang memiliki tingkat kedekatan sangat penting (E), yaitu area parkir dan lorong I, ruang administrasi dan gudang, ruang produksi dan dapur, serta ruang produksi dan lorong II. Ruangan yang memiliki tingkat kedekatan penting (I), yaitu area parkir dan ruang administrasi, outlet dan ruang administrasi, outlet dan ruang produksi, outlet dan lorong II, ruang administrasi dan lorong I, ruang administrasi dan lorong II, gudang dan lorong II, lorong I dan dapur, lorong I dan lorong II, kamar dan kamar mandi I, serta kamar dan kamar mandi II. Ruangan yang memiliki tingkat kedekatan biasa (O), yaitu ruang administrasi dan ruang produksi, ruang administrasi dan dapur, ruang administrasi dan kamar, ruang administrasi dan kamar mandi I, ruang administrasi dan kamar mandi II, ruang produksi dan lorong I, ruang produksi dan kamar, gudang dan dapur, gudang dan kamar, lorong I dan kamar, lorong I dan kamar mandi I, lorong I dan kamar mandi II, dapur dan kamar, kamar dan lorong II, lorong II dan kamar mandi I, lorong II dan kamar mandi II, serta kamar mandi I dan kamar mandi II. Ruangan yang memiliki tingkat kedekatan tidak penting (U), yaitu area parkir dan kamar mandi I, area parkir dan kamar mandi II, outlet dan gudang, outlet dan lorong I, serta dapur dan lorong II. Sedangkan, ruangan yang memiliki tingkat kedekatan tidak diharapkan (X), yaitu area parkir dan ruang produksi, area parkir dan gudang, area parkir dan dapur, area parkir dan kamar, area parkir dan lorong II, outlet dan dapur, outlet dan kamar, outlet

108

dan kamar mandi I, outlet dan kamar mandi II, ruang produksi dan kamar mandi I, ruang produksi dan kamar mandi II, gudang dan kamar mandi I, gudang dan kamar mandi II, dapur dan kamar mandi I, serta dapur dan kamar mandi II. Peta Keterkaitan Kegiatan pada kegiatan produksi terdiri atas tujuh stasiun kerja, yaitu penimbangan I, pengadukan, penimbangan II dan pembentukan adonan, pembagian adonan, pengembangan, pengovenan, serta pendinginan dan pengemasan. Pada industri ”Salma, Roti dan Kue” tidak ada stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan mutlak (A). Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan sangat penting (E), yaitu pengadukan dan penimbangan II-pembentukan adonan, penimbangan II-pembentukan adonan dan pembagian adonan, pembagian adonan dan pengembangan, pengembangan dan pengovenan, serta pengovenan dan pendinginanpengemasan. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan penting (I), yaitu penimbangan I dan pengadukan, pengadukan dan pembagian adonan, serta penimbangan II-pembentukan adonan dan pengembangan. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan biasa (O), yaitu penimbangan I dan penimbangan II-pembentukan adonan, penimbangan I dan pembagian adonan, penimbangan I dan pengembangan, pengadukan dan

pengembangan, pengadukan dan pendinginan-pengemasan, penimbangan IIpembentukan adonan dan pengovenan, penimbangan II-pembentukan adonan dan pendinginan-pengemasan, pembagian adonan dan pengovenan, pembagian adonan dan pendinginan-pengemasan, serta pengembangan dan pendinginan-pengemasan. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan tidak penting (U), yaitu penimbangan I dan pengovenan serta pengadukan dan pengovenan. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan tidak diharapkan (X), yaitu penimbangan I dan pendinginan-pengemasan. Secara teori, peta keterkaitan kegiatan bermanfaat dalam penyusunan urutan pendahuluan bagi satu Peta Dari Ke-, lokasi nisbi dari pusat kerja atau departemen dalam satu kantor, lokasi kegiatan dalam satu usaha pelayanan, lokasi pusat kerja dalam operasi perawatan atau perbaikan,

109

industri tersebut dapat menentukan tata letak dan mengatur penempatan peralatan dengan efektif sehingga dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan produktivitas. Aplikasi peta keterkaitan kegiatan pada industri ”Salma. 110 . Pada industri ini sudah menerapkan tata letak yang sesuai dengan Peta Keterkaitan Kegiatan yang dibuat. Roti dan Kue”. Roti dan Kue” sangat penting. menunjukkan hubungan satu kegiatan dengan yang lainnya. berupa evaluasi keterkaitan kegiatan sehingga dapat tercapai layout efektif.lokasi nisbi dari daerah pelayanan dalam satu fasilitas produksi. Dengan menentukan keterkaitan kegiatan. dan alasannya serta memperoleh satu landasan bagi penyusunan daerah selanjutnya. Ruanganruangan telah disusun sesuai dengan rangkaian kegiatan dalam industri tersebut. baik dalam meninjau keeratan fasilitas penunjang maupun proses produksi. Penentuan keterkaitan kegiatan pada industri ”Salma.

Saran Jika terjadi penggabungan acara praktikum atau perubahan jadwal. Selanjutnya dibuat angka sandi untuk menunjukkan alasan yang mendukung kedekatan hubungan antarkegiatan. Angka sandi ini pada Peta Keterkaitan Kegiatan diletakkan pada kotak bagian bawah. dan X. 111 . Simbol-simbol tersebut diletakkan pada kotak bagian atas. I berarti penting. E. I. A berarti mutlak perlu. dapat diperoleh keeratan keterkaitan antarkegiatan yang memerlukan ruangan dalam industri. O berarti kedekatan biasa. U berarti tidak penting. Hubungan kedekatan tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi industri yang ada. Keterkaitan ini dapat ditunjukan dengan derajat tertentu disimbolkan dengan huruf sandi. E berarti sangat penting.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. B. dan X berarti tidak diharapkan. sebaiknya dikomunikasikan kepada para praktikan terlebih dahulu. Kesimpulan Berdasarkan Peta Keterkaitan Kegiatan. U. yakni A. O.

1993. Corry. M. 1955. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ketiga. McGraw-Hill Book Co: New York.co.php?option=com_content&view=article&id=495%3Ametode-craft&ltermid=14. Bandung: Keluarga Mahasiswa Teknik Industri-ITB. James A. Metode Craft. J.id/library/indeks. 1990. Anggawisastro. USA. Sutalaksana. Wignjosoebroto. Bandung: Penerbit ITB. 112 .//www. 1979.DAFTAR PUSTAKA Angelia. 1996. Muther.18 WIB Apple. Diakses pada Rabu. 2009.ittelkom.. Teknik Tata Cara Kerja. Jakarta: PT Guna Widya. R. Pengantar Teknik Industri Edisi I. White John A. Tomkins. Dalam http. John Wiley & Sons. 28 April 2010 pukul 19. Facility Planning. Practical Plant Layout.

Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 113 . Esti Rumaningsih 3.LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA VI DIAGRAM KETERKAITAN KEGIATAN Disusun oleh: Kelompok 10 1. Nika Awalistyaningrum 2.

Industri atau perusahaan saat ini sangat memperhatikan efisiensi dan efektifitas kerjanya. serta bentuk perancangan kebutuhan ruangan industri. Kegiatan-kegiatan tersebut berupa kegiatan produksi. perangkaian. serta kegiatankegiatan dengan fasilitas penunjang lainnya. penyimpanan. Maka dari itu pada praktikum ini. dibutuhkan banyak sekali pertimbangan untuk mencapai tujuan awal perusahaan. Kedekatan antara suatu kegiatan dengan kegiatan lain dan suatu tempat dengan tempat yang lain sangat penting untuk dianalisis. Faktor-faktor tersebut digunakan untuk menghasilkan sebuah produk yang bernilai tambah. efektif.BAB I PENDAHULUAN A. dilakukan analisis kedekatan keterkaitan kegiatan-kegiatan dalam industri Salma Roti dan Kue menggunakan Diagram Keterkaitan Kegiatan (DKK). Hal ini dikarenakan berpengaruh pada aliran bahan. Diagram ini merupakan diagram berbentuk balok yang menunjukkan pendekatan keterkaitan kegiatan yang menunjukkan setiap kegiatan sebagai suatu model kegiatan tunggal. Salah satu metode atau teknik untuk menganalisis dan menunjukkan kedekatan antara suatu kegiatan dengan kegiatan lain dan suatu tempat dengan tempat yang lain dapat menggunakan Diagram Keterkaitan Kegiatan (Activity Relationship Diagram). Kedekatannya sangat perlu dianalisis agar industri mencapai produktivitas yang optimum dengan efisien. termasuk industri pertanian. dan aman. Latar Belakang Industri merupakan sebuah wadah berkumpulnya faktor-faktor produksi. perkantoran. Pada industri. 114 . faktor-faktor tersebut dikelola dengan melibatkan banyak kegiatan di dalamnya. Pada perancangan suatu tempat untuk menempatkan faktor-faktor produksi tersebut.

Tujuan Praktikum Praktikan dapat menentukan posisi suatu ruangan terhadap ruangan lain dalam ruangan produksi maupun industri. 115 .B.

1990): 1. dan angka garis antara lambang-lambang menunjukkan pentingnya kedekatan (Muther. dan membantu perencana untuk menghubungkan masing-masing kegiatan secara tepat dalam tahap awal perencanaan tata letak. yang menunjukkan setiap kegiatan sebagai satu model kegiatan tunggal (Apple. Pengalokasian sistematis untuk setiap aktivitas Proses penempatan fasilitas Membuat suatu layout lebih akurat Menaksir luas total dari suatu gedung Meminimasi ruang yang diperlukan Teknik lain telah dikembangkan pula oleh Richard Muther. dan warna. 1944). 2. 3. Untuk membuat rancangan tata letak ideal perlu dilakukan analisis antar kegiatan dengan membuat diagram keterkaitan kegiatan. 5. di mana pada teknik ini menggunakan kombinasi garis. Pendekatan yang dilakukan oleh Muther juga dilakukan oleh Downs. Setelah dilakukan analisis maka diagram tersebut disusun dengan membuat tabel lembar kerja keterkaitan kegiatan selanjutnya memplotkan pada blok keterkaitan untuk mempermudah tata letaknya.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Diagram keterkaitan kegiatan ini pada kenyataannya merupakan diagram balok yang menunjukkan pendekatan keterkaitan kegiatan. Penggunaan Diagram Keterkaitan Kegiatan adalah bertujuan untuk perencanaan hubungan antara pola aliran bahan dan lokasi aktivitas pelayanan yang berhubungan dengan aktivitas produksi (Apple. Lambang-lambang yang digunakan pada teknik ini adalah lambang-lambang proses konvensional. Lebar garis menunjukkan volume antara kegiatan. lambang. kegiatan-kegiatan yang terjadi dihubungkan dengan garis atau pita dengan berbagai ketebalan yang berbeda. 1990). sehingga menghasilkan suatu diagram. Blok diagram yang sudah jadi akan disusun 116 . Kegunaan dari diagram ini adalah untuk (Apple. 1990). 4. menurut Downs (1956) diagram aliran yang ada dikembangkan dengan cara.

2007) : 1. Hasil dari blok keterkaitan tersebut diaplikasikan pada tata letak sebenarnya dengan menyusun bentuk area kerjanya yang dilakukan secara manual (Anonim. 8. 11. 2009). Operasi terakhir dekat dengan pengiriman. Tata letak yang efektif terwujud dengan memiliki beberapa karakteristik yang jelas yang dapat dilihat bahkan dari satu pengamatan biasa. diantaranya yang paling penting adalah (Nugroho. 7. 12. Blok diagram yang sudah jadi akan disusun sedemikian rupa menurut diagram keterkaitan kegiatan yaitu dengan cara mendekatkan proses – proses yang multak diperlukan (Hendrarto. Pemindahan bergerak dari penerimaan menuju pengiriman. 10. Untuk membuat rancangan tata letak ideal perlu dilakukan analisis antar kegiatan dengan membuat diagram keterkaitan kegiatan setelah dilakukan analisis maka diagram tersebut disusun dengan membuat tabel lembar kerja keterkaitan kegiatan selanjutnya plotkan pada blok keterkaitan agar lebih mudah menentukan tata letaknya. Jarak pemindahan yang minimum. 5. 6. Operasi pertama dekat dengan penerimaan. Tata letak fasilitas produksi yang buruk akan menimbulkan masalah yang besar dan cenderung sulit diatasi karena sifatnya permanen. 4. Jalur aliran tambahan. Jika sebuah usaha agri-bisnis budidaya jamur tiram ingin memperbaiki tata letak fasilitas produksinya atau tata letak pabrik yang sudah terlanjur tidak efektif dan efisien 117 . 2.sedemikian rupa menurut diagram keterkaitan kegiatan yaitu dengan cara mendekatkan proses-proses yang diperlukan. Pemindahan antar operasi minimum. Keterkaitan kegiatan yang terencana. Pemrosesan digabung dengan pemindahan bahan. Metode pemindahan yang terencana. 13. Langkah balik yang minimum. Aliran yang lurus. Pola aliran barang terencana. 3. 9. Gang yang lurus. 2008).

dapat diperkirakan pula berapa banyak waktu yang terbuang untuk perbaikan tersebut. Di samping itu juga besar kemungkinan usaha tersebut akan kehilangan konsumen selama renovasi pabrik akibat tidak ada produk yang dihasilkan (Wignjosoebroto.maka selain investasi yang harus dikeluarkan sangat besar. 118 . 1996).

Alat dan Bahan 1. 7. Alat tulis Kertas A4 Gunting Lem Pensil warna Peta keterkaitan kegiatan (fasilitas penunjang dan proses produksi) Lembar kerja diagram keterkaitan kegiatan Matriks Diagram Keterkaitan Kegiatan B. pasangkan yang mempunyai derajat kedekatan A lebih dulu. Alihkan angka-angka pada kolom lembar kerja ke kotakan-kotakan bernotasi. 4. Masukkan nomor kegiatan dari peta keterkaitan kegiatan pada setiap kolom untuk menunjukkan derajat kedekatan dengan kegiatan pada baris. 6.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Potong-potong kotakan tadi. baru E. 119 . Dengan metode trial and error. 3. uji cobakan untuk seluruh kegiatan yang ada. Untuk U tidak dialihkan karena tidak diperlukan lagi. 4. 2. Tuliskan semua kegiatan (dari peta keterkaitan kegiatan) di kolom kiri. dan seterusnya. Prosedur Praktikum 1. 3. 8. Terjemahkan peta keterkaitan kegiatan yang sudah dibuat di acara sebelumnya ke lembar kerja sebagai berikut: Kegiatan 1 2 3 dan seterusnya Derajat Kedekatan A E I O U X 2. 5. 5.

pelayan pabrik. 7. Salin susunan akhir ke kertas. perkantoran. Berikan warna ke masing-masing kotak sesuai dengan bagiannya (produksi. 120 . dan lain-lain).6. Inilah yang disebut sebagai Diagram Keterkaitan Kegiatan. pelayanan pekerja.

Perusahaan LEMBAR KERJA DIAGRAM KETERKAITAN KEGIATAN Derajat Keterkaitan A E I O U 1.6.6.4 1. Pengovenan 5. Penimbangan II dan 2.4 5. Pendinginan dan 6 2.4 5 1.5 2 1. Penimbangan I 2 3.7 Pembentukan Adonan 4.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.5 Pengemasan Kegiatan X 7 1 121 .2.7 6.4.6 3 1.3.7 5. Hasil 1. Pengembangan 4.4.2 7.7 6 3.7 3.5 6 2. Pengadukan 3 1.Pembagian Adonan 3.

122 .

5. Kamar 9.11 3.11 - 123 .7.7. Lorong I 7.5.10.6.6.8.2.9 7.4.6 5 3 1 4 4 9 3.7.11 3.6.9 2 3.Area Parkir 2.5.6 8 7.2.9.9 1.7 5 7.10.4.8. Kamar Mandi Ii 8 3.4.11 U 10.8 3.3.10 1 2.11 2 2 9 7 1 1.9 8.8.10. Dapur 8.9.10.7 4.8 4.5.11 Derajat Keterkaitan A 2 1 E 6 5 I 3 3. Kamar Mandi I 11.8.11 1. Ruang Produksi 5. Lorong Ii 10. Gudang 6.10.10.7. Ruang Produksi LEMBAR KERJA DIAGRAM KETERKAITAN KEGIATAN Kegiatan 1.4.6.6.5.11 1.11 5.2 1 2.8 1.2. Ruang Administrasi 4.11 2. Outlet 3.5.9 6 10.6 X 4.10.9 O 4.

Diagram Keterkaitan Kegiatan (DKK) diperoleh berdasarkan asumsi subjektif praktikan walaupun tidak menutup kemungkinan terdapat unsur objektif. Susunan beberapa 124 . DKK memiliki bentuk susunan persegi yang bernotasi. Peta dan diagram keterkaitan kegiatan menggunakan prinsip keeratan hubungan antarfasilitas penunjang maupun antarstasiun kerja. Notasi tersebut menunjukkan pendekatan kedekatan keterkaitan kegiatan. Dasar pembuatan diagram keterkaitan kegiatan adalah peta keterkaitan kegiatan.B. yang diwakili oleh kedekatan antara persegi satu dengan yang lain. Pembahasan Praktikum acara 5 ”Diagram Keterkaitan Kegiatan” ini bertujuan agar praktikan praktikan dapat menentukan posisi suatu ruangan terhadap ruangan lai dalam ruangan produksi maupun industri. DKK adalah diagram balok yang menunjukkan pendekatan keterkaitan kegiatan dan setiap kegiatan sebagai satu model kegiatan tunggal.

Pengovenan 7. Bagian kiri tabel ialah semua kegiatan. Pengadukan 3. E. Penggunaan asumsi persegi diharapkan dapat mempermudah perancangan dan penempatan kegiatan dalam sebuah lahan yang sudah ditentukan.Pembagian Adonan 5. Sedangkan. Penimbangan II dan Pembentukan Adonan 4. O. pembuatan DKK fasilitas penunjang (perusahaan) memiliki prinsip yang sama dengan pembuatan DKK proses produksi. DKK fasilitas penunjang (perusahaan) menggambarkan diagram keeratan antarfasilitas penunjang (antarruang) dalam industri. Jika PKK terdiri dari perusahaan dan ruang produksi maka DKK pun juga terdapat DKK perusahaan dan DKK ruang produksi yang terpisah. U. dimasukkan nomor kegiatan dari PKK. Penimbangan I 2. dan sebelah kanan merupakan derajat kedekatan yang terdiri dari kode-kode A. Lembar Kerja DKK proses produksi: Kegiatan A 1. Pada kolom derajat kedekatan. dilakukan terjemahan kedalam lembar kerja Diagram Keterkaitan Kegiatan. a. DKK proses produksi menggambarkan diagram keeratan stasiun kerja satu dengan stasiun kerja yang lain. Diagram Keterkaitan Kegiatan (DKK) menjadi dasar perencanaan keterkaitan antara pola aliran bahan dan lokasi kegiatan pelayanan dihubungkan deangan kegiatan produksi dengan peta keterkaitan kegiatan sebagai sumber informasi keterkaitan kegiatan. Informasi yang diperoleh dalam PKK.persegi bernotasi tersebut yang menunjukkan model kegiatan tertentu yang memilki hubungan keterkaitan. Pengembangan 6. I. Pada dasarnya. dan X. maka selanjutnya diolah untuk digunakan pembuatan Diagram Keterkaitan kegitan (DKK). Pendinginan dan Pengemasan E Derajat Keterkaitan I O U X 125 . Pada kedua PKK (perusahaan maupun ruang produksi).

Lorong I 7. Outlet 3.Lembar Kerja DKK perusahaan (industri): Kegiatan 1. Dapur 8. kotak-kotak tersebut dipotong lalu potongan-potongan kotakan tersebut dipasangkan yang mempunyai derajat kedekatan A 126 .Area Parkir 2. Gudang 6. Kamar Mandi Ii Derajat Keterkaitan A E I O U X b. AXZ (**) EAXZ (**) E- I- O- I- O- c. Setelah angka-angka nomor kegiatan diisikan pada kolom lembar kerja. tidak dialihkan karena tidak diperlukan lagi. Ruang Administrasi 4. Lorong Ii 10. Kamar Mandi I 11. Selanjutnya. Untuk derajat kedekatan U. lalu dialihkan ke kotakan-kotakan. Kamar 9. Ruang Produksi 5.

diperoleh bahwa area parkir berdekatan dengan outlet dan ruang administrasi. ruang administrasi berdekatan dengan outlet. ruang administrasi. dan kamar mandi II. lorong II. gudang berdekatan dengan ruang produksi I. lorong II. lorong I. Roti dan Kue” yang telah dibuat. dapur. seluruh kegiatan yang ada diujicobakan. gudang. dan lorong I. serta kamar mandi II berdekatan dengan kamar. Lembar kerja diagram keterkaitan kegiatan menunjukkan area parkir mempunyai hubungan mutlak perlu (A) deangan outlet karena mempermudah akses pelanggan dari tempat parkir ke outlet. e. Area parkir juga memiliki kedekatan yang sangat penting (E) dengan lorong I karena lorong I berfungsi menghubungkan area parkir dengan gudang sehingga akan mempermudah akses pengangkutan dari distributor ke gudang. lorong II. lorong II. Selanjutnya. dan kamar mandi II. Salinan susunan akhir kertas.lebih dahulu. lorong I berdekatan dengan gudang. kamar mandi II. ruang administrasi. lorong I. ruang produksi. kamar mandi II. ruang adminstrasi. lorong II. Uji coba dari bentuk satu ke bentuk lain sampai ditemukan kondisi yang cocok dimana kedekatan suatu model kegiatan menunjukkan sifat keterkaian antara kegiatan satu dengan kegiatan yang lain. dan lorong II. Oleh 127 . ruang produksi. d. Pembuatan Diagram Keterkaitan Kegiatan menggunakan sistem ’trial and error’. dan dapur. lorong I. kamar mandi I berdekatan dengan kamar. gudang. Dengan metode trial and error. dan ruang produksi. kamar mandi I. dan kamar. kamar mandi I. outlet berdekatan dengan area parkir. Berdasarkan diagram keterkaitan kegiatan pada perusahaan (kegiatan industri) ”Salma. gudang. dapur berdekatan dengan ruang produksi. kamar berdekatan dengan lorong II. gudang. dan kamar mandi I. ruang produksi berdekatan dengan outlet. dan outlet. sehingga akan cukup menghabiskan waktu. lorong II berdekatan dengan dapur. gudang. masing-masing kotak diberikan warna sesuai dengan bagiannya. baru E dan seterusnya.

dan kamar mandi II karena pada dasarnya merupakan kegiatan berbeda dan tidak akan saling mengganggu sehingga tidak perlu diperhatikan. Sedangkan. lorong I. kamar. dan lorong II karena area parkir terletak di tepi jalan sehingga memungkinkan terjadi gangguan suara. Sedangkan. debu. kamar. debu. dan lorong II karena dapat mempermudah akses dan ada hubungan kertas kerja. kedekatan tidak diharapkan terjadi antara area parkir dengan ruang produksi. outlet. dan sebagainya.sebab itu. Kedekatan tidak penting terjadi antara area parkir dengan kamar mandi I dan kamar mandi II karena terdapat perbedaan jenis kegiatan yang terjadi. dan lorong II karena alat yang digunakan sama. dapur. dan sebagainya. Selanjutnya. bau. ruang administrasi juga harus berdekatan dengan area parkir. Ruang produksi mutlak perlu dekat dengan gudang agar aksesnya mudah sehingga jarak aliran bahan tidak terlalu jauh. Ruang administrasi sangat penting untuk berada dekat dengan gudang agar mempermudah akses karena harus dilakukan pencatatan terus-menerus terhadap kondisi persediaan bahan baku. Selain itu. kedekatan tidak penting (U) terjadi antara outlet dengan gudang dan lorong I sehingga letaknya tidak perlu didekatkan. dapur. dan sebagainya. dan kamar mandi II karena merupakan kegiatan yang berbeda dan dapat memungkinkan terjadi gangguan suara. Outlet mempunyai kedekatan penting (I) dengan ruang administrasi karena hubungan kertas kerja. Kedekatan biasa terjadi antara ruang administrasi dengan ruang produksi. Outlet memiliki hubungan kedekatan tidak diharapkan (X) dengan dapur. Sedangkan. kamar. pembayaran. area parkir mempunyai hubungan kedekatan penting (I) dengan ruang administrasi karena mempermudah akses manajer industri maupun distributor yang membutuhkan pencatatan. bau. area parkir harus berdekatan dengan outlet dan lorong I. ruang produksi karena merupakan urutan aliran kerja. kedekatan sangat penting terjadi antara ruang produksi dengan dapur dan lorong II karena mempermudah akses dan personilnya sama sehingga harus diletakan 128 . kamar mandi I. gudang. kamar mandi I.

kamar mandi I. Lorong I penting berdekatan dengan lorong II agar akan mempermudah akses. Sedangkan. debu. dan kamar mandi II karena dapat memungkinkan terjadi gangguan suara. Gudang juga tidak diharapkan berdekatan dengan area parkir. dan sebagainya sehingga letaknya berjauhan. Keterkaitan biasa terjadi antara ruang produksi dengan ruang administrasi. Ruang produksi tidak diharapkan berdekatan dengan area parkir. gudang. Lorong I mempunyai kedekatan biasa dengan kamar. Karena pekerjaannya berbeda. dan sebagainya sehingga letak berjauhan. kamar mandi I. debu. dan kamar karena merupakan kegiatan berbeda sehingga tidak perlu diperhatikan. bau. sedangkan lorong II tidak boleh berdekatan dengan area parkir karena memungkinkan terjadi gangguan suara. Dapur tidak diharapkan berdekatan dengan area parkir.berdekatan. dan kamar mandi II karena dapat memungkinkan terjadi gangguan suara. bau. debu. dan sebagainya sehingga letak berjauhan. debu. outlet. Sebab. dan kamar mandi II karena memungkinkan terjadi gangguan suara. bau. lorong I. posisi gudang sengan outlet juga perlu dikesampingkan karena pengaruhnya sedikit. Ruang produksi penting untuk dekat dengan outlet karena terdapat urutan kerja. Lorong I letaknya bebas. dan sebagainya sehingga letaknya berjauhan. kamar mandi I maupun II. Baik dapur maupun lorong II tidak boleh berdekatan dengan lorong I karena merupakan pekerjaan yang berbeda. Dapur dan lorong II kedekatan mempunyai kedekatan dengan ruang produksi karena dapat mempermudah akses sehingga harus diletakkan berdekatan. keduanya merupakan lorong penghubung yang sifatnya netral dan lebih fleksibel untuk ditata. dan kamar mempunyai kedekatan biasa yang tidak 129 . Kedekatan biasa muncul antara gudang dengan dapur dan kamar sehingga letaknya tidak perlu diperhatikan. Gudang penting untuk dekat dengan lorong II agar dapat mempermudah akses. posisi dapur terhadap ruang administrasi. Gudang mutlak perlu berdekatan dengan ruang produksi dan lorong I karena terdapat urutan kerja sehingga letaknya bersebelahan. kamar mandi I. bau.

dapur. dan dapur. Setelah itu. Diagram keterkaitan kegiatan pada kegiatan produksi terdiri atas tujuh kotak yang mewakili tujuh stasiun kerja. seperti outlet. hingga pendinginan-pengemasan. lorong I. pengemasan. dan sebagainya. Akan tetapi. kamar tidak diharapkan berdekatan dengan area parkir dan outlet karena merupakan tempat istirahat pekerja sehingga gangguan suara dan sebagainya harus minimal. letak kamar mandi dan area bahan baku dijauhkan. Akan tetapi. ruang produksi. pendinginan pembagian dan adonan. berdekatan pun sebenarnya tidak bermasalah. Hal tersebut disebabkan oleh terdapat hubungan aliran kerja antarstasiun sehingga dalam diagram keterkaitan kerja. yaitu penimbangan I. Letak kamar fleksibel dengan ruang administrasi. pengembangan. keenam stasiun kerja tersebut saling berdekatan satu sama lain. ruang produksi. lorong I. karena memungkinkan terjadi gangguan suara. adonan didiamkan agar mengembang lalu dioven hingga matang. maupun kamar mandi lain sehingga letaknya tidak perlu diperhatikan. pengovenan. penimbangan II-pembentukan adonan.perlu diperhatikan. terdapat hubungan sangat penting mulai dari stasiun kerja pengadukan. Berdasarkan analisis. II dan pembentukan serta adonan. keduanya sangat tidak diharapkan berdekatan dengan area bahan. Aliran kerja yang menjadi acuan adalah proses pengadukan menggunakan mixer. Aliran kerja terakhir adalah 130 . Kamar penting untuk berdekatan dengan kamar mandi I maupu II karena terdapat derajat hubungan pribadi sehingga dalam diagram keterkaitan kerja diletakkan berdekatan. pengadukan. bau. Kedua kamar mandi ini tidak penting berada di dekat area parkir ataupun tidak. penimbangan pengembangan. Akan tetapi. pengovenan. tidak ada hubungan mutlak perlu antarstasiun kerja. gudang. Artinya. Oleh sebab itu. pembagian adonan. debu. gudang. lorong II. adonan masuk ke stastiun kerja penimbangan IIpembentukan adonan dan pembagian adonan. dan lorong II karena sifat kegiatannya berbeda. Kamar mandi I dan II mempunyai kedekatan biasa dengan ruang administrasi.

pengadukan dan pendinginan-pengemasan. Secara teori. penimbangan I dan pembagian adonan. posisi antarstasiun yang termasuk dalam hubungan kedekatan biasa tidak perlu diperhatikan sehingga lebih fleksibel untuk ditata. pengadukan dan pengembangan. pembagian adonan dan pengovenan. Pada kedua stasiun kerja tersebut memungkinkan terdapat gangguan suara. manfaat dan aplikasi diagram keterkaitan kegiatan adalah menjadi dasar perencanaan keterkaitan antara pola aliran barang dan lokasi kegiatan pelayanan dihubungkan dengan kegiatan produksi. Sedangkan. baik dalam diagram keterkaitan fasilitas penunjang 131 . Oleh sebab itu. penimbangan II-pembentukan adonan dan pengovenan. Sebab. stasiun kerja pengadukan mempunyai kedekatan penting dengan pembagian adonan karena ruangannya sama sehingga letaknya harus dekat. serta pengembangan dan pendinginan- pengemasan. dan lain-lain. Roti dan Kue”. Bahan yang mengalami penimbangan I dan pengadukan adalah bahan baku dari gudang. Oleh sebab itu. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan tidak penting adalah penimbangan I dan pengovenan serta pengadukan dan pengovenan. gas. Penimbangan IIpembentukan adonan penting berdekatan dengan pengembangan karena ruangannya juga sama sehingga letaknya harus dekat. stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan tidak diharapkan (X). Hubungan kedekatan penting terjadi antara stasiun kerja penimbangan I dan pengadukan karena merupakan hubungan aliran kerja sehingga dapat memperpendek jarak pindah bahan. yaitu penimbangan I dan pendinginan-pengemasan. Pada industri ”Salma. penimbangan II-pembentukan adonan dan pendinginanpengemasan. Kedekatan biasa terjadi antara penimbangan I dan penimbangan IIpembentukan adonan.didinginkan lalu dikemas. penimbangan I dan pengembangan. letak ketiga stasiun kerja tersebut tidak perlu diperhatikan. sedangkan bahan yang mengalami pengovenan adalah adonan. merupakan kegiatan yang berbeda dengan bahan yang berbeda. pembagian adonan dan pendinginan-pengemasan. Selain itu. bau.

berupa evaluasi keterkaitan kegiatan sehingga dapat ditentukan tata letak dan mengatur penempatan peralatan dengan efektif sehingga dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan produktivitas. 132 .maupun proses produksi.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. 133 . disediakan atau minimal praktikan diberitahu agar masing-masing membawa alat yang dibutuhkan. kebutuhan alat seperti gunting dan lem. Kesimpulan Diagram Keterkaitan Kegiatan merupakan diagram yang menunjukan posisi ruangan terhadap ruangan lain pada ruang produksi maupun industri. Saran Jika terjadi penggabungan acara praktikum atau perubahan jadwal. Diagram Keterkaitan Kegiatan ini dibuat berdasarkan hubungan keterkaitan kegiatan antarkegiatan yang diperoleh dari Peta Keterkaitan Kegiatan. Selain itu. sebaiknya dikomunikasikan kepada para praktikan terlebih dahulu. Diagram Keterkaitan Kegiatan berupa kotak bernotasi yang bertuliskan nama fasilitas penunjang atas stasiun kerja. B.

134 .ac.dkk.id/unpadcontent/uploads/publikasi_dosen/no. Yogyakarta: Jurusan Teknik Industri STTA. M.28/5 29jurnal/520FTIP. 1996. Hendrarto. Production Line Technique. S.21 WIB.DAFTAR PUSTAKA http://resources. New York: McGraw-Hill Book Co. Factory Management and Maintenance. Nugroho. content/uploads/publikasi_dosen/no. 2008.id/unpadAnonim. Edisi ke 3. Jurnal Teknotan.05 WIB. Apple. Best Way To Layout a Job Shop. 2009. Diakses pada Senin tanggal 27 April 2009 pukul 14. J. Modifikasi Tata Letak Fasilitas Produksi Jamur Tiram. http://resources. Perancangan Fasilitas. Widya Astuti. 1956. Muther. 1990.ac. Downs. New York: McGraw-Hill Book Co. 2007. Jakarta: Guna Widya. G. 1944. Diakses pada hari Senin tanggal 27 April 2009 pukul 14.unpad. Bandung: Penerbit ITB. Wignjosoebroto.unpad.21/520jurnal/520FTIP. Tataletak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ketiga. R. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Barang.

3. 2.LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA VII DIAGRAM PENGALOKASIAN WILAYAH Disusun oleh: Kelompok 10 1. Nika Awalistyaningrum Esti Rumaningsih Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 135 .

penentuan stasiun kerja. Diagram pengalokasian wilayah juga akan menunjukkan tata letak baru yang dianggap lebih efektif dan efisien. Pada diagram pengalokasian wilayah terdapat gambaran mengenai ruang produksi dan berbagai fasilitas pendukung yang ada. Diagram pengalokasian yang baik akan membuat masing-masing stasiun kerja menjadi lebih dekat dan membuat proses aliran bahan menjadi lebih urut dan teratur. Latar Belakang Industri selalu memerlukan perbaikan dengan untuk mengembangkan usahanya. untuk membuat diagram pengalokasian wilayah perlu diperhatikan ketiga hal tersebut.BAB I PENDAHULUAN A. Pengkajian terhadap tata letak suatu industri akan menghasilkan diagram pengalokasian wilayah. Diagram pengalokasian wilayah ini sangat berkaitan erat dengan peta keterkaitan kegiatan. Perubahan yang dilakukan dapat berupa perubahan tata letak ruang. Diagram pengalokasian wilayah dapat digunakan untuk merancang 136 . diagram keterkaitan kegiatan serta aliran bahan yang terjadi pada industri tersebut. sedangkan perubahan kapasitas terjadi akibat terdapat perhitungan ulang scale up terhadap produk yang dihasilkan oleh industri tersebut. Oleh karena itu. Dengan demikian. Perubahan tata letak terjadi karena terdapat perpindahan lokasi produksi dan fasilitas pendukung dalam industri tersebut. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan melakukan perbaikanperbaikan agar dapat meningkatkan kapasitas maupun kualitas produksi. Pengkajian secara lebih rinci mengenai semua hal yang terjadi pada industri sangat diperlukan untuk mengembangkan industri tersebut. maupun peningkatan jumlah kapasitas produksi harian. diharapkan akan terjadi peningkatan efisiensi dan efektivitas kerja dengan mereduksi langkah balik proses produksi atau memperpendek jarak antara stasiun kerja yang ada.

Tujuan Praktikum 1. Oleh karena pentingnya pengkajian mengenai diagram pengalokasian wilayah ini.layout perbaikan bagi suatu industri. maka perlu dilakukan praktikum acara 8 ini agar praktikan dapat lebih memahami cara membuat diagram pengalokasian wilayah maupun template. Praktikan dapat menggambarkan perpindahan/aliran bahan dan mengefektifkan aliran bahannya berdasarkan kriteria tertentu. 137 . Praktikan dapat mengalokasikan kebutuhan ruang dan luas lantai dalam area industri yang ada. B. 2.

sedangkan gambar visualisasi secara lengkap dapat dilihat pada template yang merupakan hasil akhir dari penganalisaan dan perencanaan tata letak pabrik (Anonim. Tujuan dari proses ini adalah untuk merancang pengaturan yang efisien untuk ruangan yang dibutuhkan oleh tiap kegiatan. aliran personil. 138 . dan Area Relationship Diagram (Anonim. maka sesuai dengan persoalan ARC diatas maka dapat dibuat AAD. 2010). Kedekatan tata letak aktivitas tersebut ditentukan dalam bentuk Area Alocation Diagram. hubungan fisikal. Pembagian wilayah kegaiatn yang sistematis b. Adapun dasar pertimbangan dalam prosedur pengaloaksian area ini adalah aliran produksi. dan tetap mempertahankan kebutuhan luas dari tiap kegiatan. Area Alocation Diagram (AAD) merupakan lanjutan dari Area Relationtionship Chart (ARC). 1990) adalah: a. Memungkinkan tata letak yang lebih cermat d. 2010). informasi aliran. Susunan yang dihasilkan harus sedapat mungkin mewadahi keterkaitan kegiatan yang telah ditentukan. Dimana dalam ARC telah diketahui kesimpulan tingkat kepentingan antar aktivitas dengan demikian berarti bahwa ada sebagian aktivitas harus dekat dengan aktivitas yang lainnya dan ada juga sebaliknya. Memudahkan proses tataletak c. AAD ini merupakan lanjutan penganalisaan tata letak setelah ARC. Atau dapat dikatakan bahwa hubungan antar aktivitas mempengaruhi tingkat kedekatan antar tata letak aktivitas tersebut. tempat yang dibutuhkan. Beberapa keuntungan dan pemakaian proses alokasi wilayah ini (Apple. AAD merupakan template secara global informasi yang dapat dilihat hanya pemanfaatan area saja. Dasar bagi perencanaan selanjutnya e. dalam satu kesatuan yang terpadu. dan lain-lain. Meminimumkan ruangan yang terbuang.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Diagram alokasi wilayah merupakan dasar bagi rancangan tata letak dan rancangan bangunan yang rinci. material. peralatan. ARC.

Keterkaitan antara aliran bahan dalam dan luar pabrik b. Proses penempatan fasilitas 3.Manfaat Diagram Pengalokasian Wilayah. Memperlihatkan ukuran dari setiap ruangan tempat melakukan aktivitas 11. Membantu untuk melihat dimana letak suatu aktivitas 5. Peta Keterkaitan Kegiatan Faktor-faktor yang menjadi bahan pertimbangan dalam alokasi wilayah (Apple. Keterkaitan antar kegiatan d. Kebutuhan gudang sebagai ruang penyimpan c. Membuat beberapa alternatif penempatan 8. Menerjemahkan daerah-daerah yang ditaksir ke dalam bentuk visual 10. Pengalokasian yang sistematis untuk setiap aktivitas 2. Sebagai dasar untuk perencanaan berikutnya. Kebutuhan luas ruang setiap kegiatan ii. Aliran produksi bahan dan peralatan iii. Sementara itu. Menaksir luas total dari suatu gedung 6. Meminimisasi ruang yang diperlukan 7. Lokasi kegiatan pelayanan dan kegiatan penunjang g. Pengaturan wilayah i. Ketersediaan ruang h. Kebutuhan ruang dari tiap kegiatan f. Kelonggaran bagi proses produksi 139 . 2004) antara lain: 1. Keterbatasan bangunan e. 1990) adalah: i. (Wahyuningrum. 1990) adalah: a. Dapat melihat secara mendetail dalam mempertimbangkan aktivitas dari setiap individu 9. terdapat beberapa landasan untuk melakukan alokasi area (Agung dan Machfud. Membuat suatu layout lebih akurat 4.

Disini detail layout akan dibuat dengan memakai salah satu metode berikut ini (Wignjosoebroto. Berikut contoh bentuk block plan dengan mendasarkan pada Space Relationship Diagram (Wignjosoebroto. hubungan derajat aktivitas dari tiap-tiap departeman dipertimbangkan. Di sini block plan akan merupakan diagram balok dengan skala tertentu yang mempresentasikan bangunan dan normalnya juga menunjukkan lokasi dari dinding-dinding penyekat yang memisahkan blok satu dengan blok lainnya. material. Satu hal yang penting ialah layout haruslah cukup fleksibel untuk menghadapi perubahan di dalam desain produk. Drafting atau sketching method 2. Lokasi detail dari mesin. desain layout altenatif bisa dibuat dengan lay cara mengkombinasikan pertimbangan-pertimbangan kebutuhan luas area yang dibutuhkan (Wignjosoebroto. desain proses meupun desain penjadwalan produksi (Wignjosoebroto. Di dalam mendesain layout harus diingat pertimbangan-pertimbangan kemungkinan terjadinya ekspansi di masa depan ataupun terdapat perubahanperubahan yang bisa terjadi. Secara singkat. Templates 140 . Pembuatan detail layout dari suatu pabrik (biasanya dibuat dengan skala standar 1:50) akan menunjukkan pengaturan dari orang. 1996). mesin dan fasilitas prduksi lainnya dengan sebaik-baiknya. peralatan dan fasilitas-fasilitas kerja lainnya biasanya tidak tercantum dalam block plan ini. kebutuhan luas area untuk masing-masing departeman dihitung secara ditetapkan.j. Lokasi dan ukuran gang Setelah analisa mengenai aliran material yang dibuat. maka desain alternatif layout segera bisa dibuat. 1996): 1. 2000). 1996). Langkah berikut adalah mendesain alternatif layout dengan memperhatikan Space Relationship Diagram dan melakukan modifikasi seperlunya berdasarkan batasan-batasan dan pertimbangan-pertimbangan khusus lainnya. Desain layout ini secara umum dapat ditunjukkan dalam bentuk block plan. termasuk pula lokasi dari kolom tiang penyangga atas gedung. Detail layout yang kadangkadang disebut pula dengan master layout akan merupakan pelaksanaan akhir dari proses perancangan tata letak pabrik.

mulai dari receiving sampai dengan shipping. Models Meskipun sekarang ini pemakaian templates dan/atau models sangat populer serta banyak digunakan dalam pembuatan rancangan tata letak pabrik. 2000). Aliran setiap material. d. Tata letak kantor dan peralatan. c. misalnya receiving. shipping. misalnya jalan. b. kantin. Memang patut diakui bahwa untuk pabrik yang besar dan kompleks metode drafting atau sketching akan terasa kurang sesuai dan kurang fleksibel untuk diterapkan (Wignjosoebroto. 2010): a. pabrikasi.3. sarana olah raga. dan lain-lain. assembling. Tata letak bagian produksi. Template merupakan suatu gambaran yang telah jelas dari tata letak pabrik yang akan dibuat dan merupakan gambaran detail dari AAD yang telah dibuat. Informasi yang dapat dilihat pada template (Anonim. 141 . Tata letak pelayanan yang ada di pabrik. akan tetapi metode drafting pun masih layak dan bahkan tetap disarankan untuk digunakan dalam perancangan layout pabrik yang sederhana.

Untuk menentukan bentuk ruang. 5. Kegiatan Produksi: • • Kantor • • dst JUMLAH TOTAL Perkiraan Luas (m2) Luas Mandiri Jumlah 2. Membuat lembaran kerja kebutuhan ruang total untuk kegiatan yang harus digabungkan dalam satu tempat. 3. 4. 7. Alat dan Bahan 1. Menggambarkan masing-masing stasiun kerja/kegiatan yang memerlukan ruang di kertas milimeter blok dalam bentuk kotak kosong dengan menggunakan skala tertentu. 6. Prosedur Praktikum 1. 2. Alat tulis Kertas HVS Kertas Milimeter Kalkulator Gunting Lem Data pada praktikum sebelumnya B. jangan lupa 142 .BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.

4. Menyesuaikan susunan sesuai dengan pertimbangan-pertimbangan. buatlah diagram aliran. posisi peralatan. 3. 143 . 6. serta keterangan-keterangan lain yang diperlukan. Memotong-motong kotak stasiun kerja tersebut dan menyusun kotakan ruangan sesuai dengan DKK dan rencana aliran bahan sesuai keterbatasan area industri untuk membuat Diagram Pengalokasian Wilayah.mempertimbangkan peletakan alat dan area kerja operator dalam stasiun kerja tersebut. Setelah DPW akhir diperoleh. 5. aliran bahan. Menggambarakan DPW yang telah selesai lengkap dengan posisi mesin dan posisi operator dalam stasiun kerja.

8 9.875 17.986 1.875 1.6 3.5 17.7 x 1 2.8 1.25 1.5 7.15 4.4 4.754 4.6 x 1 3 x 1.05 Alokasi Luas (m2) 1.69 9.875 17.25 7 x 2.4 x 2 6.8 1.5 3 x 2.216 58.65 49.316 4.5 3 x 6.6 5.5 x 1. Hasil Kebutuhan Ruangan Total Stasiun Kerja Penimbangan I Pengadukan Penimbangan II dan Pembentukan Adonan Pembagian Adonan Pengembangan Pengovenan Pendinginan dan Pengemasan Gudang Bahan Baku Kamar Mandi I Kamar Mandi II Dapur Kamar Ruang Administrasi Lorong I Lorong II Area Parkir Outlet Kebutuhan Luas (m2) 1.1 8.4 x 2 4 x 2.8 8.13 1.8 26.875 1.55 x 4.005 144 .5 18.5 x 1.8 x 1.35 7.672 4.28 58.8 8.3 4.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.5 x 5.1 2.6 11.8832 pxl 1.5384 1.9 12.6 1.7 4.1 x 6.51 3.5 x 2.624 11.55 1.05 3 x 1.3924 48.

Pembahasan Praktikum acara 7 berjudul “Diagram Pengalokasian Wilayah” ini bertujuan agar praktikan dapat menggambarkan perpindahan atau aliran 145 .GAMBAR DPW DI AUTOCAD B.

Dengan menggunakan template. DPW menjadi dasar bagi penyusunan template suatu industri. sesuaikan bentuk tersebut hingga ketiga pertimbangan di atas terpenuhi. dapat dijelaskan pola aliran bahan. Dalam pembuatan Diagram Pengalokasian Wilayah kriteria-kriteria yang perlu diperhatikan adalah: 1. letak mesin. penyusunan ini memerlukan Diagram Keterkaitan Kegiatan (DKK) dan luas kebutuhan ruang yang disesuaikan dengan luas sebenarnya dari industri yang dievaluasi. rancangan seperti DKK belum tentu baik susunannya ataupun bentuknya. letak operator.bahan dan mengefektifkan aliran bahannya berdasarkan kriteria tertentu. Penyusunan DPW disesuaikan dengan aliran produksi. bentuk ruang. Pengubahan susunan DPW dilakukan dengan memperhatikan keterkaitan kegiatan dan kebutuhan ruang maka akan diperoleh template yang ideal. keterkaitan kegiatan. Manfaat pengalokasian wilayah adalah dapat dirancang suatu pengaturan yang efisien semua ruangan yang dibutuhkan oleh tiap kegiatan dalam satu kesatuan yang terpadu. semua ruang diasumsikan berbentuk kotak atau persegi. namun pada kenyataannya tidak selalu demikian. Tujuan yang kedua adalah agar praktikan dapat mengalokasikan kebutuhan ruang dan luas lantai dalam area industri yang ada. Dalam penyusunan DPW ini perlu diperhatikan keterkaitan antara kegiatan dan kebutuhan ruang dalam suatu industri. Template menggunakan skala yang representatif sehingga industri dapat digambarkan dengan jelas. Oleh sebab itu. Jika dalam DKK. Diagram Pengalokasian wilayah merupakan sketsa tata letak kasar suatu industri yang menjadi dasar pembuatan template suatu industri yang merupakan gambaran ideal tata letak suatu industri. Oleh karena itu. Sehingga. Setiap membutuhkan space yang tidak sama atau beda. serta letak peralatan. dan posisi ruang. Keterkaitan kegiatan ini berdasarkan PKK dan DKK yang pernah dibuat pada praktikum acara sebelumya. Penyesuaian bisa dari ukuran ruang. Tingkat keterkaitan antar kegiatan 146 . dan keterbatasan area produksi agar terhindar dari back-tracking.

perlu dilakukan pembongkaran tembok yang membatasi kedua ruangan tersebut. Selain itu. Luas yang memadai bagi tiap stasiun kerja Pembuatan Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW) ini dimulai dengan menganalisis kebutuhan luas ruang yang ada. Selain itu. 6. Kemudian gambaran masingmasing stasiun kerja dan fasilitas pabrik tersebut dipotong-potong. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa saat ini ruang produksi I memiliki luas yang kurang memadai jika dibandingkan dengan kebutuhan luas ruang tersebut. Data ini diperoleh dari hasil praktikum acara sebelumnya. Hal ini dilakukan ruangan yang digabungkan. Dengan demikian. 7. Sedangkan.2. 3. 4. 5. ruang produksi II ini dirasa kurang efektif karena sebagian besar stasiun kerja berada di Ruang Produksi I. Pemanfaatan ruang yang ekonomis Kemudahan perluasan Penggabungan yang baik dengan fasilitas luar Susunan ruang dan gang yang masuk akal Kegiatan dengan kriteria khusus dapat diletakkan dengan tepat Kemudahan pengendalian produksi Memperhatikan syarat kesehatan dan keselamatan kerja (K3) Mematuhi syarat bangunan dan ketentuan wilayah 10. potongan-potongan ini kemudian disusun untuk pembuatan Diagram Pengalokasian Wilayah. 9. Tahapan selanjutnya adalah memplotkan data panjang dan lebar ini pada milimeter blok dengan skala 1:100. diusahakan pula untuk tidak membongkar tembok yang ada jika akan merealisasikan template tersebut. Rancangan luas area yang diajukan tidak melebihi tembok terluar tata letak awal dan harus lebih kecil. Pembongkaran ini akan menelan dana perbaikan yang cukup besar akan tetapi dengan pembongkaran ini diharapkan akan menghemat 147 . Data ini menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan alokasi luas yang akan dibuat dalam industri. perlu mempertimbangkan pula dimensi mesin atau bahan yang ada dalam stasiun kerja tersebut sehingga dapat ditentukan pula dimensi panjang dan lebar yang akan dialokasikan. 8. yaitu “Kebutuhan Ruang dan Luas Lantai”.

terjadi pelebaran di beberapa stasiun kerja. dan Kue tidak mengalami pelebaran maupun pengecilan ukuran gedung.9 m2. pengem-bangan 4. dengan penekanan biaya produksi dapat meningkatkan profit dari Salma.28 m2.8 m2. pengovenan 8. untuk ruang fasilitas yang lain telah sesuai yakni kamar mandi I 1. Namun. Namun. pengadukan 3. Hal ini dilakukan karena kebutuhan luas ini hanya untuk menyimpan bahan baku roti manis. lorong I 4. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan luas lahan yang ada pada Industri. dan outlet 49. Selain itu dilakukan pula pemindahan pintu 148 . dapur 17.4 m2. kamar 7. terdiri dari seluruh kegiatan dengan stasiun-stasiun kerjanya berserta ruangan yang ada pada Industri Salma.5 m2. Walaupun. Perubahan tersebut antara lain ialah penggempuran dinding penyekat ruang produksi I dengan ruang produksi II. kamar mandi II 1.875 m2. pembagian adonan 1.15 m2. DPW ini telah cukup baik karena sesuai dengan DKK.875 m2. terjadi perubahan tata letak dan penanganan bahan pada DPW yang baru. Selain itu pula. Padahal industri Salma. luas gudang ini pun lebih fleksibel dalam peerkembangan menjadi industri yang besar maka gudang tetap dapat dipergunakan. Roti. Roti. Hal ini bertujuan agar aliran bahan lebih lancar dan tidak tersendat dengan pembatas tembok tersebut.986 m2. Selain itu. penimbangan II dan pembentukan adonan 12.005 m2. Masalah lain dari DPW usulan praktikan ialah pengalokasian area parkir yakni 58.5384 m2 dialokasikan menjadi 26. dan Kue memproduksi 75 jenis roti lainnya sehingga diperlukan gudang yang lebih luas.3924 m2. serta stasiun kerja pendinginan dan pengemasan 4.pemanfaatan ruang. menghemat waktu untuk pengangkutan sehingga akan mengefektifkan kerja pegawai.8 m2. Akan tetapi hal ini tetap dapat dilakukan karena saat ini masih terdapat space antara area parkir dengan jalan raya. Secara keseluruhan.5 m2. PKK dan aliran proses.7 m2. Dampak lebih lanjut. lorong II 9.6 m2. dan Kue.6 m2.8 m2. ruang administrasi 18. alokasi gudang bahan baku dengan kebutuhan luas yang hanya 1.65 m2 juga melebihi area yang ada sekarang yakni hanya 58. Berdasarkan template yang telah dibuat. Ruang produksi ini meliputi penimbangan I dengan alokasi 1. Roti.

Stasiun kerja penimbangan II dengan pembentukan adonan dilakukan pada satu area yakni menggunakan meja. Kebutuhan luas untuk stasiun ini ialah 1. Penimbangan I. margarin. untuk stasiun kerja pengadukan juga mengalami perubahan menjadi dekat dengan stasiun kerja penimbangan I.5 m x 2. dan juga perkerjaan pada stasiun ini membutuhkan tingkat ketelitian dan berlangsung terus menerus dalam selang waktu yang cukup lama. Kebutuhan luas untuk stasiun ini ialah sekitar 151 m2 dengan dimensi 1.6 m2. sehingga alokasi luas menjadi 12.8 m. Stasiun berbentuk persegi panjang karena menyesuaikan dengan bentuk lorong semula. dikarenakan juga terdapat bahan lain.6 m2.3 m sehingga dialokasikan menjadi 3. karena terdapat hubungan kelancaran aliran bahan dengan pengadukan.7 m x 1 m. semula dilakukan di ruang gudang. Pada stasiun ini dibutuhkan mesin devider. yang diharapkan agar produktivitas meningkat jika diperluas space pada stasiun ini. Area pembagian adonan berubah menjadi dekat dengan stasiun kerja penimbangan II dan pembentukan adonan. Selanjutnya. mentega. yang membutuhkan luas 11.9 m2. yakni penimbangan bahan-bahan seperti tepung . Stasiun ini dibutuhkan mesin mixer seluas 3.624 m2 dengan dimensi 3 m x 1. Hal ini bertujuan agar stasiun ini tidak tercampur dengan kegiatan lain yang lalu lalang jika masih berada di tengah yang membuat aliran menjadi bertubrukan.6 m x 1 m. Hal ini bertujuan agar sesuai dengan DKK maupun PKK yang dibuat.672 m2 dengan dimensi 1.7 m2. Hal ini bertujuan agar memperlancar aliran bahan.5 m2 dengan dimensi 4. diubah pada template usulan dengan memindahkan kegiatan tersebut ke dekat lorong I.disertai perubahan bentuk gudang agar jarak perpindahan lebih sedikit. Diharapkan pada alokasi tempat yang melebihi kebutuhan ini. sehingga alokasi luasnya menjadi 1. pekerja dapat melakukan pekerjaan dengan nyaman dan leluasa. Selain itu. maka dari itu dibutuhkan alokasi yang 149 . Stasiun ini dekat dengan tembok ruang gudang yang semula berada ditengah ruang produksi II. sehingga alokasinya menjadi 1. dan lain-lain. Alokasi yang lebih lebar dari pada kebutuhan ini bertujuan agar memberi space yang lebih luas kepada pekerja agar merasa nyaman.

lebih luas agar pekerja dapat bekerja dengan aman dan nyaman. Stasiun kerja pengovenan berdekatan dengan stasiun kerja pendinginan dan pengemasan yang memiliki kebutuhan luas sebesar 4.5 m x 1.8 m2 berdimensi 4 m x 2.316 m2 berdimensi 4 m x 2. Hal ini bertujuan agar memberikan luas yang lebih leluasa bagi pekerja dalam menjalankan aktivitasnya seperti memasak isi adonan roti ataupun pengolesan loyang. ukuran sudah sesuai dengan kebutuhan.35 m2 dengan berdimensi 7 m x 2. Hal ini dikarenakan kedua kamar terdapat peralatan maupun pekerjaan yang sama.25 m dengan alokasi yang sama juga yakni 1.5 m2 dengan berdimensi 3 m x 2. Stasiun kerja pengovenan menggunakan oven yang telah memiliki ukuran sendiri dan tidak dapat diubah.4 m x 2 m. karena kamar ini digunakan oleh 2 150 . sehingga dengan terdapat space yang ada ini dapat memberikan keluasan pekerja dalam melakukan pengoperasian alat. Pengolesan ini dibutuhkan luas yang lebih lebar karena mengingat loyang yang digunakan banyak. 875 m dengan dimensi yang sama 1. Kamar pribadi memiliki kebutuhan luas sebesar 7. stasiun kerja pengembangan adonan kebutuhan luas sebesar 4. Pada kamar tidak terjadi penyempitan maupun pelebaran. Selain itu. sehingga alokasi luasnya tetap 4. Kebutuhan luas pada stasiun ini ialah 8. Oven sebenarnya berukuran 4 m x 2 m. Sedangkan.1 m sehingga didapat alokasi seluas 4.8 m2 dengan berdimensi 2.4 m2. Kamar mandi I dan II memiliki kebutuhan luas yang sama yakni 1. telah memberi kelonggaran untuk meletakan loyang adonan. Dapur memiliki kebutuhan luas sebesar 17. Pada template yang baru tidak ada pelebaran maupun penyempitan kamar mandi.5 m sehingga alokasi luas menjadi 7. dengan alokasi yang dibuat.5 m2.1 m. yaitu pengovenan.8 m2. karena alat yang dipakai rak yang telah memiliki ukuran sesuai kebutuhan.8 m2. Pada dapur ini terjadi perluasan alokasi dari template sebelum.5 m sehingga alokasi luasnya menjadi 17.875 m2.5 m2. Selain itu. Pada stasiun ini tidak mengalami perubahan. sehingga alokasi luasnya menjadi 8.

Lorong I memiliki kebutuhan luas sebesar 4. Selain itu. Hal ini bertujuan menyediakan kenyamanan tempat kendaraan kepada konsumen untuk berkunjung ke Industrinya untuk memparkirkan kendaraan. Area parkir memiliki kebutuhan luas sebesar 58.216 m2 dengan berdimensi 5.05 m sehingga alokasi luasn menjadi 49.15 m2.karyawan hanya untuk beristirahat sejenak dengan ada fasilitas televisi.28 m2. Maka dari itu. ataupun distributor dapat berjalan lebih lancar. Outlet memiliki kebutuhan luas sebesar 48. akses gudang ke stasiun kerja penimbangan dan pengadukan lebih lancar.69 m2 dengan berdimensi 3 m x 1. pada outlet ini terjadi perluasan lokasi.8832 m2 dengan berdimensi 8. 151 .65 m2. Selain itu. keberadaan kamar pribadi ini tidak mempengaruhi proses pembuatan roti. baik motor.8 m2. Hal ini bertujuan memberi kenyamanan kepada konsumen untuk memilih produk roti untuk dibeli. Hal ini bertujuan agar proses administrasi baik dengan client. lorong II ini pun mengalami perluasan alokasi.005 m2.754 m2 dengan berdimensi 6. Seperti lorong I. hal ini pun bertujuan agar lorong ini. Outlet mempunyai manfaat sebagai tempat display produk-produk roti yang langsung diakses oleh pelanggan. Lorong II memiliki kebutuhan luas sebesar 9.5 m x 5.6 m sehingga alokasi luas menjadi 4. Selain itu. Ruang adminstrasi memiliki kebutuhan luas sebesar 17.1 m x 6.8 m x 1.05 m x 3 m sehingga alokasi luas menjadi 18. Selain itu.6 m sehingga alokasi luas menjadi 9. pada proses pemindahan bahan lebih lancar. konsumen.1 m sehingga alokasi luas menjadi 58. karena lorong ini dapat menghubungkan ruang lantai satu dengan lantai dua. mobil taupun yang lain.3924 m2 dengan berdimensi 11. Terjadi perluasan pada lorong ini. Pada ruang adminstrasi terjadi perubahan yakni perluasan alokasi luas baru. mempermudah proses pemindahan bahan-bahan masuk dari luar karean area oarkir ini langsung terhubung dengan pintu masuk adminstrasi dan menuju langsung ke gudang. Pada kasus ini terjadi perluasan pada area parkir.

152 .

Pola aliran bahan dalam industri ”Salma. 3. Saran 1. disediakan minimal satu buah tiap kelompok. 3. Diagram Pengalokasin Wilayah (DPW) merupakan gambaran dari kebutuhan wilayah dalam suatu industri dengan mempertimbangkan aliran bahan. Roti. DPW menjadi dasar pembuatan template industri dan bertujuan untuk memperoleh tata letak yang efektif bagi industri. 2. B. Kesimpulan 1. seperti gunting dan lem. Pembuatan template dijelaskan secara lebih rinci. 153 . DPW disusun berdasarkan diagram keterkaitan kegiatan serta kebutuhan ruang dan luas lantai dalam area industri. dan Kue” ini adalah U-shaped. Kebutuhan alat. 2.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Suasana praktikum sebaiknya lebih kondusif lagi.

T. ---------. Wahyuningrum.04 WIB. Perencanaan Tata Letak Pabrik (PTLP). Studi Tata Letak Line Assembling Proses Pembuatan Tas Style Read’s Cendana (Tier 2) di P. 154 . Bogor: IPB. Dalam http://openstorage. Sritomo. 2000. D. Bandung: ITB. R. Anonim. Diakses pada hari Selasa tanggal 4 Mei 2010 pukul 21. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. M. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. Ergonomi: Studi Gerak dan Waktu. Perancangan Tata Letak pada Industri Pangan. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. 2010. J. 1996. 1990.doc.ac.id/handouts/S1_TEKNIK%20INDUSTRI/ PLTP/PTLP. Rumindo Pratama Yogyakarta.DAFTAR PUSTAKA Agung. Wignjosoebroto. Skripsi. Yogyakarta: Jurusan Teknologi Industri Pertanian FTP UGM.gunadarma. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Apple. Y dan Machfud. 1990. 2004.

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA VIII TEMPLATE Disusun oleh: Kelompok 10 1.Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 155 .Nika Awalistyaningrum 2.Esti Rumaningsih 3.

Dalam praktikum acara ini. B. Template menggunakan skala yang representative sehingga industri dapat dijelaskan dengan jelas. pekerja sampai mesin serta kebutuhan rungan dari industri. peralatan administrasi.BAB I PENDAHULUAN A. serta letak peralatan. Pengalokasian wilayah dalam suatu industri merupakan proses pengaturan yang efisien untuk semua ruang yang dibutuhkan untuk meletakkan semua faktor-faktor tersebut. operator atau pekerja. peralatan keselamatan kerja. Dasar bagi proses alokasi wilayah ialah aliran produksi (aliran bahan) dari industri tersebut dan peta keterkaitan kegiatan mulai dari keterkaitan fisik. Faktor-faktor tersebut dapat berupa bahan atau barang. peralatan produksi seperti mesin. letak operator. Pembuatan template ini didasarkan pada Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW). Pengalokasian wilayah industri ini. dan Kue. dilakukan pembuatan rancangan template industri Salma. Dalam proses pengalokasian wilayah dilakukan pemaduan antara keterkaitan kegiatan dan kebutuhan ruang. Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW) merupakan dasar bagi rancangan tata letak dan rancangan bangunan yang rinci. dapat dijelaskan pola aliran bahan. Faktor-faktor tersebut ditempatkan pada ruangan yang ada pada wilayah industri. letak mesin. 156 . dapat dijelaskan dengan menggunakan template. Latar Belakang Pabrik atau industri merupakan tempat berkumpulnya faktor-faktor produksi untuk melakukan aktifitas demi menghasilkan output-an produksi yang disebut dengan produk. dan lain-lain. Roti. Tujuan Praktikum Praktikan dapat membuat gambar dua dimensi layout industri yang dirancang. Template merupakan visualisasi denah industri dalam bentuk dua dimensi. Pada penggunaan template.

9.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Menurut Frederick W. dimana konsep yang dikembangkan berkisar pada dua tema pokok. 7. aliran informasi dan metode yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan peusahaan secara efisien.Taylor (The Principles of Scientific Management. Pemilihan Lokasi Opeation Process Chart (OPC) Routing Sheet Multi Product Process Chart (MPPC) Menentukan Gudang Ongkos Material Handling (OMH) From To Chart (FTC) Outflow. 4. 1905) untuk menempatkan “engineer as economist” didalam perancangan sistem produksi di industri. aliran bahan. Perancangan tata letak fasilitas merupakan suatu proses perancangan (design) dan pengaturan letak fasilitas fisik untuk menciptakan keterkaitan antara pekerja. ekonomis dan aman (Apple. 2. Activity Relationship Chart (ARC) 12. 1988). Pada Perencanaan Tata Letak Perusahaan pada dasarnya akan merupakan proses pengurutan dari suatu perencanaan tata letak yang sistematis. Urutan proses tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut (Astika. Inflow Tabel Skala Prioritas (TSP) 10. 6. 2010): 1. Template Pada pembutan template. 3. 8. 5. Area Alocation Diagram (AAD) 13. urutan sebelumnya adalah ADD. yaitu (a) kajian mengenai “interfaces” manusia dan mesin dalam sebuah sistem kerja. 1990). Activity Relationship Diagram (ARD) 11. AAD merupakan template secara global informasi yang dapat dilihat hanya 157 . dan (b) analisa sistem produksi untuk memperbaiki serta meningkatkan performansi kerja yang ada (Emerson and Naehring.

pemanfaatan area saja. Disini detail layout akan dibuat dengan memakai salah satu metode berikut ini (Wignjosoebroto. material. 2. Drafting atau sketching method Templates Models Meskipun sekarang ini pemakaian templates dan/atau models sangat populer serta banyak digunakan dalam pembuatan rancangan tata letak pabrik. 158 . Pada pendesainan layout harus diingat pertimbangan-pertimbangan kemungkinan terjadinya ekspansi di masa depan ataupun adanya perubahanperubahan yang bisa terjadi. shipping. 3. akan tetapi metode drafting pun masih layak dan bahkan tetap disarankan untuk digunakan dalam perancangan layout pabrik yang sederhana. Memang patut diakui bahwa untuk pabrik yang besar dan kompleks metode drafting/sketching akan terasa kurang sesuai dan kurang fleksibel untuk diterapkan (Wignjosoebroto. Tata letak pelayanan yang ada di pabrik. mulai dari receiving sampai dengan shipping. desain proses meupun desain penjadwalan produksi (Wignjosoebroto. dan lain-lain. Satu hal yang penting ialah layout haruslah cukup fleksibel untuk menghadapi perubahan di dalam desain produk. Tata letak bagian produksi. 2010): 1. Tata letak kantor dan peralatannya. 4. Aliran setiap material. 3. Detail layout yang kadangkadang disebut pula dengan master layout akan merupakan pelaksanaan akhir dari proses perancangan tata letak pabrik. 1996): 1. sedangkan gambar visualisasi secara lengkap dapat dilihat pada template yang merupakan hasil akhir dari penganalisaan dan perencanaan tata letak pabrik. assembling. mesin dan fasilitas prduksi lainnya dengan sebaik-baiknya. 2. kantin. Informasi yang dapat dilihat pada template (Astika. Pembuatan detail layout dari suatu pabrik (biasanya dibuat dengan skala standar 1:50) akan menunjukkan pengaturan dari orang. sarana olah raga. Template merupakan suatu gambaran yang telah jelas dari tata letak pabrik yang akan dibuat dan merupakan gambaran detail dari AAD yang telah dibuat. misalnya receiving. misalnya jalan. pabrikasi. 1996).

mendorong. menarik dan membawa. Pada tata letak industri yang masih berkembang. Pentingnya rancangan fasilitas seperti aliran bahan merupakan tulang punggung fasilitas produksi. 159 .2000). 1999). dan harus dirancang dengan cermat serta tidak dibiarkan tumbuh atau berkembang menjadi satu pola lalu lintas yang membingungkan (Tomkins. 1984). biasanya pekerjaan penanganan material secara manual (Manual Material Handling) yang terdiri dari mengangkat. menurunkan. Pekerjaan tersebut merupakan sumber utama komplain karyawan di industri atau bahkan permasalahan dalam tata letaknya yang membutuhkan ruang yang lebih (Ayoub dan Dampsey.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 3. 2. Satu warna untuk satu kegiatan besat (misalnya bagian produksi berbeda warna dengan bagian kantor. Denah Alat tulis 2. dalam stasiun kerja. 4. Alat dan Bahan 1. posisi operator. Prosedur Praktikum 1. aliran bahan. pada kertas ukuran 100 cm X 100 cm. Arah utara digambarkan dengan arah atas kertas. Untuk membuat template. gambaran DPW yang diperbesar dan dicetak pada kertas polos putih dengan skala 1:100 atau 1:50.). Beri warna agar lebih informatif. Kertas HVS Data pada praktikum sebelumnya (DPW) B. dst. 160 . dan keterangan lain yang diperlukan. Gambar dilengkapi dengan posisi mesin. 3.

yakni: 1. dilakukan beberapa langkah. Tingkat keterkaitan antar kegiatan Pemanfaatan ruang yang ekonomis Kemudahan perluasan Penggabungan yang baik dengan fasilitas luar 161 . dalam stasiun kerja. 4. gambaran DPW industri Salma. Template yang dibuat pada praktikum ini ialah template sesudah dilakukan perbaikan. dan Kue yang sebelum dan sesudah diperbesar dan dicetak pada kertas polos putih dengan skala 1:100 atau 1:50. Hasil Template terlampir. dan keterangan lain yang diperlukan. dan terakhir agar praktikan dapat membuat gambar dua dimensi layout industri yang dirancang. Langkah pertama ialah menyiapkan hasil data praktikum acara VII yakni Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW). 3. B. Gambar dilengkapi dengan posisi mesin. Roti. dan Kue yang dirancang. 2. Hal ini dikarenakan pada DPW memberikan informasi mengenai perpindahan atau aliran bahan dan mengefektifkan berdasarkan kriteria tertentu. pada kertas ukuran 100 cm x 100 cm. aliran bahan. Arah utara digambarkan dengan arah atas kertas. Roti. Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW) merupakan dasar bagi rancangan tata letak dan rancangan bangunan yang rinci. Selain itu dapat memberikan informasi pengalokasian kebutuhan ruang dan luas lantai dalam area industri yang ada. Layout ini sering disebut template. Pembuatan template. Pada pembuatan template. posisi operator. Pada langkah ini diperlukan beberapa hal.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Pembahasan Pada praktikum acara VIII yang berjudul Template ini bertujuan untuk membuat gambar dua dimensi layout Industri Salma.

Masalah yang paling utama adalah apakah pengaturan dari semua operator. mesin dan fasilitas prduksi tersebut telah dibuat sebaik-baiknya sehingga bisa mencapai suatu proses produksi yang paling efisien dan bisa mendukung kelangsungan serta kelancaran proses produksi secara optimal atau tidak. material. stasiun kerja. Ada dua fasilitas pabrik utama yang menjadi obyek yang harus diatur letaknya: 1. bagian produksi berbeda warna dengan bagian kantor. posisi mesin dan operator. dst.). 8. 6. Departemen kerja yang ada dalam pabrik (department layout). sedangkan gambar visualisasi secara lengkap dapat dilihat pada template yang merupakan hasil akhir dari penganalisaan dan perencanaan tata letak pabrik. 2. Susunan ruang dan gang Kegiatan dengan kriteria khusus dapat diletakkan dengan tepat Kemudahan pengendalian produksi Memperhatikan syarat-syarat kesehatan dan keselamatan kerja Mematuhi syarat bangunan dan ketentuan wilayah 10. Template merupakan suatu gambaran yang telah jelas dari tata letak pabrik yang akan dibuat dan merupakan gambaran detail dari DPW yang telah dibuat. dan keterangan lain. Luas yang memadai bagi tiap stasiun kerja Jika kedua template selesai dibuat perlu pemberian warna setiap ruangan atau setiap kegitan.5. Satu warna untuk satu kegiatan besar (missal. 9. template dari fasilitas produksi dan area kerja merupakan elemen dasar yang sangat penting untuk melihat kelancaran proses produksi. Mesin (machine layout). Pembuatan template di dalam pabrik merupakan aktivitas yang sangat vital dan sering muncul berbagai macam permasalahan didalamnya. 7. Pengertian template ialah gambar dua dimensi untuk menjelaskan pengalokasian wilayah industri yang terdapat informasi mengebnai aliran bahan. 162 . DPW merupakan template secara global informasi yang dapat dilihat hanya pemanfaatan area. Dalam suatu pabrik. Hal ini bertujuan agar template lebih informatif.

dan lain-lain. Tata letak bagian produksi. aliran informasi dan metode yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan peusahaan secara efisien. Tata letak pelayanan yang ada di pabrik. ekonomis dan aman. dan keterangan lainnya. pabrikasi. shipping. 4. stasiun kerja. antara lain: 1. aliran bahan. kantin. Tata letak tentang aliran bahan. misalnya receiving. Desain template pabrik yang baik dapat memberikan beberapa keuntungan dalam sistem produksi.Perancangan tata letak fasilitas merupakan suatu proses perancangan (design) dan pengaturan letak fasilitas fisik untuk menciptakan keterkaitan antara pekerja. 2. Menaikkan output produksi Mengurangi waktu tunggu operasi produksi (delay) Mengurangi proses pemindahan bahan (material handling) Secara umum bisa dibilang bahwa desain template ikut menentukan efisiensi dalam proses produksi dan ikut mempengaruhi berapa lama kelangsungan atau kesuksesan kerja suatu industri. Selain itu pembuatan 163 . Aliran setiap material. Pengaturan fasilitas-fasilitas pabrik tersebut memanfaatkan luas area (space) dari ruang produksi pabrik untuk penempatan mesin atau fasilitas penunjang produksi lain yang diplotkan dalam sebuah template. Maka dari itu pada praktikum ini akan dilakukan pembuatan dua jenis template industri. Template pabrik sebagai visualisasi tata letak pabrik yang baru (the new plant layout). assembling. 3. misalnya jalan. 3. Tujuan utama dalam template industri adalah untuk memberikan informasi-informasi mengenai tata letak pabrik. Informasi yang dapat dilihat pada template: 1. mulai dari receiving sampai dengan shipping. 2. sarana olah raga. posisi mesin dan operator. yakni: 1. Template pabrik sebagai visualisasi fasilitas produksi yang sudah ada (the existing arrangement) 2.

164 . Aliran bahan tata letak sesudah juga menunjukkan tidak adanya back tracking.13 m. template hasil evaluasi diarahkan pada tipe Ushaped.template pabrik yang baik bisa mempermudah dalam proses pengawasan tata letak.125 m dan sesudah dilakukan perbaikan menjadi 77. Selain itu. Selain itu. Jarak perpindahan yang semakin pendek akan membuat space atau tempat yang ada lebih optimal.995 m. Tata letak baru menunjukan perbaikan dengan adanya selisih sebesar 72. pekerja juga tidak akan cepat mengalami kelelahan karena membawa beban tidak terlalu jauh dan lama. Hal ini terbukti dengan perhitungan jarak perpindahan sebelum sepanjang 150. Aliran bahan pada tata letak awal tidak menunjukkan adanya back tracking. Jarak perpindahan bahan pada tata letak awal memiliki jarak yang lebih panjang dibandingkan tata letak baru.

Kesimpulan Template baru Industri Salma. Roti. sebaiknya praktikum dibagi menjadi beberapa shift agar suasana lebih kondusif.BAB V PENUTUP A. 165 . dan Kue yang dirancang lebih efisien dari pada template sebelum karena dapat mengurangi jarak perpindahan. Untuk tahun depan. Saran Asisten sudah semakin baik dan semakin lancar dalam memberikan penjelasan dan nilai. B.

Sritomo. JM. Naehring.. John Wiley & Sons. White John A. The Psychophysical Approach to Material Handling Task Design. 2010. Ayoub. M. Emerson. Dalam http://webcache. 1988. 1990. Atlanta. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. 42. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. Howard P. James A. Ergonomi : Studi Gerak dan Waktu. P.E.umm. Diakses pada tanggal 13 Mei 2010 pukul 10. 1th Edition Facility Planning. 1999.DAFTAR PUSTAKA Apple. -----------------------------. M.24 WIB. Astika. 2000. Wignjosoebroto. Tomkins. 166 . Ergonomic Vol. Origins of Industrial Engineering: The Early Years of a Professions. 1996. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ke-3.com/search?q =cache:GheEFR80sWoJ:astika.ac. and Douglas C.student.googleusercontent. No.id/2010/01/30/perencanaa n-tata-letak-suatu-perusahaan/+layout+template+ruangan+industri+adalah &cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id&lr=lang_id. USA. 1984. and Dampsey.. NorcrossGeorgia: Industrial Engineering & Management Press. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. 1. Bandung: ITB. II. pp: 17 – 31. G.

LAMPIRAN 167 .

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA IX ANALISIS TATA LETAK HASIL RANCANGAN Disusun oleh: Kelompok 10 1. Esti Rumaningsih 3. Nika Awalistyaningrum 2. Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 168 .

kesalahan pengaturan fasilitas akan berdampak negatif secara terus menerus yang berakibat pada ketidakteraturan sistem produksi. Sebaliknya. Tujuan Praktikum Praktikan dapat melakukan evaluasi hasil rancangan tata letak menggunakan kriteria jarak perpindahan. dalam jangka panjang tata letak pabrik dapat menjaga kelangsungan hidup suatu perusahaan. Latar Belakang Pengaturan fasilitas berperan penting dalam kelancaran proses produksi. Roti dan Kue” perlu dilakukan dan dibandingkan dengan tata letak awal. Pengaturan fasilitas yang baik dapat mendorong tercapainya suatu aliran bahan yang teratur. Peralatan produksi yang canggih dan mahal harganya akan tidak berarti apa-apa akibat perencanaan tata letak yang sembarangan. Tata letak pabrik yang terencana dengan baik akan ikut menentukan efektivitas kegiatan produksi. aktivitas produksi suatu industri harus berlangsung dalam jangka waktu yang panjang dengan tata letak yang tidak berubah-rubah sehingga maka kekeliruan yang dibuat dalam perencanaan tata letak dapat menyebabkan kerugian yang tidak kecil. aman dan nyaman. 169 . Tata letak pabrik merupakan suatu landasan utama dalam dunia industri. jumlah back tracking. Bahkan. analisis pada denah tata letak hasil rancangan industri “Salma. keterkaitan kegiatan dan kenyamanan kerja secara teoritis. B. Pada dasarnya.BAB I PENDAHULUAN A. Oleh sebab itu.

Mengurangi waktu tunggu 3. aliran bahan. sehingga akan tercapai suatu aliran kerja yang teratur. service. 1992). tenaga kerja. Mengurangi kemacetan dan kesimpangsiuran 7. gudang. Mengurangi proses pemindahan bahan 4. dapat diperoleh harga produk yang rendah. Keberhasilan perusahaan secara profit merupakan refleksi langsung dari kelancaran proses produksi dan pemindahan bahan yang ditangani secara bijaksana. Penghematan penggunaan area (produksi.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengaturan fasilitas pabrik memegang peranan penting dalam kelancaran proses produksi. Integrasi secara menyeluruh semua faktor yang mempengaruhi faktor produksi. dan fasilitas produksi 6. Peningkatan pendaya gunaan pemakaian mesin. 2003): 1. yaitu (Anonim 2. sehinga mampu bersaing di pasar bebas Dalam perencanaan tata letak pabrik ada enam prinsip dasar yang bisa dipakai. 3. Semua area yang ada dimanfaatkan secara efektif dan efisien 170 . aman dan nyaman. antara lain (Anonim 2. Memperbaiki moral dan kepuasaan kerja dan lain-lain yang pada dasarnya kesemuanya itu akan bias meningkatkan produktivitas kerja dan mengurangi biaya operasi. Adapun pengaturan tata letak pabrik yang baik akan memberikan manfaat dalam sistem produksi. 2. Jarak perpindahan bahan diusahakan seminimal mungkin. dan sebagainya) 5. dan orang-orang yang bekerja di masing-masing stasiun kerja (Tompkins. 2003): 1. Aliran kerja berlangsung secara normal 4. sehingga akan menghasilkan output yang optimal. peralatan. Menaikkan output produksi 2. Tata letak pabrik berhubungan dengan perencanaan dan pengaturan tata letak mesin.

Melancarkan proses pengolahan dengan cara a. Pengaturan tata letak harus fleksibel Tujuan perancangan tata letak. Luas lantai pada umumnya dipergunakan untuk kebutuhan instalasi mesin. 3. c. Pemakaian tenaga kerja seefektif mungkin Penggunaan tenaga kerja pada pabrik berhubungan dengan desain plant layout yang ada. Tenaga kerja yang efektif dan efisien diperoleh dengan cara : a. Kepuasan kerja dan rasa aman bagi pekerja dijaga sebaik-baiknya 6. d. bahan. yaitu (Anonim 1. Mengatur keseimbangan antara waktu operasi produksi dan bebas dari masing-masing departemen atau mesin adalah bagian kerja dan mereka bertanggung jawab terhadap desain tata letak pabrik. Meminimalisasi pemindahan bahan menggunakan system manual. Susunan mesin dan peralatan yang baik dalam pabrik dapat mengurangi jumlah mesin terutama mesin yang sejenis berjumlah banyak. Merencanakan aliran bahan sedemikian rupa sehingga setiap aliran bahan dapat berjalan dengan baik. Pengurangan penundaan yang mungkin terjadi. 171 . Penggunaan lantai produksi dengan optimal Lantai produksi yng ada harus digunakan seoptimal mungkin. 5. 4. b. 2. Menjaga turnover dalam proses. Perbaikan pada susunan mesin. ruang gerak karyawan dan aliran bahan. dan operator. peralatan. karena hal ini berhubungan dengan biaya. dengan desain plant baik maka penggunaan tenaga kerja menjadi lebih efektif. Dengan plant layout yang baik dapat diperoleh luas lantai yang seminimal mungkin. Meminimalisasi material handling.5. 6. Merencanakan kegiatan pemeliharan yang baik sehingga dapat dihasilkan mutu kerja yang efektif. 2003): 1. 7. Flexibility Perubahan jumlah dan bentuk produksi penting diperhatikan dalam layout. Mengusahakan biaya atau investasi serendah mungkin.

gambaran topografi. ventilasi. d. keluasan perluasan yang dibutuhkan. terdapat faktor-faktor pertimbangan perencanaan perluasan (Apple. Menyediakan lingkunagn kerja yang memadai seperti pengaturan letak penerangan. jalan. kejadian-kejadian tentang masa datang. ukuran tapak. ketentuan kewilayahan. produksi yang kurang efisien. dan lain-lain. c. 2. tatanan yang berdekatan. Pengawasan secara rutin terhadap kinerja para karyawan. Jika bangunan yang terlalu kecil dapat mengakibatkan pembagian yang ketat. rencana induk. biaya pemindahan ke ruangan baru. karena kelebihan ruangan dapat disewakan sampai saat diperlukan sendiri. aspek estetis. biaya sekarang dibanding nanti. Bagaimanapun. biaya penambahan dibanding bangunan baru. ramalan penjualan. e. gangguan fasilitas yang ada. Umum Jadwal waktu. dan lain-lain. dan kemungkinan mempunyai bangunan yang terlalu luas atau terlalu kecil dapat menyebabkan konsekuensi ekonomis yang serius. Yang berhubungan dengan tapak Kesiapan pada tapak yang ada dibanding tapak yang baru. keuntungan perluasan daripada tapak baru. Tetapi jika keuangan memungkinkan. Mengusahakan keseimbangan antara mesin dan operator sehingga tidak ada salah satu faktor baik mesin atau operator mengalami idle. suku bunga. kecenderungan ekonomi. dan kebutuhan akan tambahan bangunan yang terpisah akan terlalu cepat. 1990): 1. Mengurangi faktor yang mengakibatkan tenaga kerja banyak berjalan dalam lantai produksi. perlu tidaknya seluruh fasilatas berada dalam satu lokasi. batasan-batsan hukum. dan keselamatan kerja terjamin.b. 3. jarak dari operasi perusahaan lainnya. Biaya Ketersediaan modal. peluang perubahan produk dan lintasnya. biaya pembangunan sekarang dibanding nanti. Oleh karena itu. 172 . kelayakan ekonomis untuk menambah bangunan yang telah ada. kelebihan ruangan tidak akan memberikan akibat yang terlalu serius. dan lain-lain.

Perluasan departemen. 10. maka tata letak akan jauh lebih efektif. 2. 5. jenis bangunan. Perubahan rancangan. Penurunan biaya. Yang berhubungan dengan bangunan Jenis tatanan. 1996): 1. ukuran bangunan. arah kelayakan perluasan.4. 8. 6. 4. 173 . Penambahan departemen baru. perluasan wilayah pelayanan untuk menyesuaikan dengan perluasan produksi. Perubahan metode produksi. jumlah lantai. Pengurangan departemen. Memindahkan satu departemen. jarak antar tiang. 9. Penilaian tata letak biasanya menggunakan cara pengukuran dan penentuan kelebihan dan kekurangan design tata letak. Peremajaan peralatan yang rusak. dan lain-lain. ketentuan-ketentuan bangunan. kemudahan pemindahan dinding. Perencanaan fasilitas baru. 7. Di antara penanganan tata letak yang sering digunakan adalah (Wingjosoebroto. tinggi ruangan. 3. Dengan mempertimbangkan masukan-masukan yang tepat dan merancang susunan yang dapat merealisasikan masukan tersebut. lokasi pintu. Penambahan produk baru.

Alat tulis Kalkulator Denah awal industri ”Salma. Hitung jarak perpindahan bahan dan back tracking. 4. Hitung perubahan yang terjadi (nilai + menunjukkan hasil rancangan menjadi jauh perpindahan bahannya dan jumlah back tracking lebih banyak. Prosedur Praktikum 1. 3. 1. 4. Roti dan Kue” Diagram aliran bahan industri ”Salma. 3. Gunakan peta keterkaitan kegiatan di acara VII untuk mengevaluasi tata letak hasil rancangan. Bahas hasilnya. 6. nilai – sebaliknya). No. 5. 5. Tuliskan kegiatan-kegiatan yang peletakannya memenuhi dan tidak memenuhi kriteria kedekatan pada peta keterkaitan kegiatan. 3. Alat dan Bahan 1. 2. Buat diagram aliran dari tata letak perbaikan hasil rancangan. Roti dan Kue” Peta keterkaitan kegiatan industri ”Salma. Roti dan Kue” B.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Kriteria Jarak perpindahan barang Jumlah backtracking Jumlah kegiatan yang tidak terpenuhinya keterkaitan A Jumlah kegiatan yang tidak terpenuhinya keterkaitan E Tata Letak Sebelum Sesudah Keterangan 4. 2. 174 . bandingkan dengan tata letak awal (sebelum diperbaiki: acara I). 2.

Kenyamanan tata letak bagi karyawan Jumlah dinding permanen yang harus dirobohkan (m panjang) Jumlah dinding yang harus dibangun (m panjang) 6. 7.5. 175 .

penataan rapi dan sudah dipisahkan menurut jenisnya • Ruang administrasi dekat dengan 1. Hasil Tabel Analisis Tata Letak Hasil Rancangan “Salma.995 m 1.13 m 0 0 Keterangan Lebih baik. sudah di-conblock • Area outlet luas. Kelebihan: • Area parker luas.55 m 7. Jarak perpindahan barang Jumlah backtracking Jumlah kegiatan yang tidak terpenuhinya keterkaitan A Jumlah kegiatan yang tidak terpenuhinya keterkaitan E Kenyamanan tata letak bagi karyawan Jumlah dinding permanen yang harus dirobohkan (m panjang) Jumlah dinding yang harus dibangun (m panjang) 0 4 4. 2. Roti dan Kue” No. Tata Letak Usulan Kelebihan: • Penambahan taman pada area parkir • Ruang administrasi berkonsep plant office • Ruang Produksi I digabung dengan 176 . Kriteria Tata Letak Sebelum 150. 2 5.3 m Hasil Evaluasi yang Tidak Tercantum dalam Tabel Analisis Tata Letak Hasil Rancangan Tata Letak Sekarang 1.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. 0m 17. 125 m 0 Sesudah 77. dengan selisih 72. + ++ 6. 3. 0m 12.

Penerangan cukup • Gudang cukup strategis karena dekat pintu keluar masuk. Kekurangan: • Area parker tanpa pagar. Peletakan bahanbahan sudah cukup bagus • Gudang produksi II dekat ruang produksi I • Pencahayaan dapur bagus • Letak kamar mandi strategis dan bersih • Terletak kamar di tempat yang strategis dan terdapat hiburan 2. Efisiensi ruang • Ruang Propduksi I berdekatan dengan Outlet sehingga pembeli dapat melihat proses produksi. ruang produksi II sehingga jarak perpindahan lebih pendek • Tetap mempertahankan kelebihan tata letak sekarang Kekurangan: • Kamar Mandi masih terletak dekat ruang produksi 177 .pintu keluar. dikhawatirkan kendaraan dapat hilang karena tidak ada penjaga • rak yang terbuka sehingga memperluas peluang terjadinya kontaminasi • Ruang administrasi tidak bersekat • Ruang Produksi I sempit • Pintu gudang selalu terbuka • Ruang Produksi II sempit dan kurang penerangan 2. sehingga supplier bisa langsung bertemu dengan manajer.

keterkaitan kegiatan. Hal ini merupakan tindakan antisipasi agar perbaikan ini lebih realistis untuk diterapkan dalam industri. Roti. Sehingga efisisensi perpindahan dapat menurunkan tingkat kelelahan pekerja dan meningkatkan produktivitas. Template sebelum dan sesudah memilki persamaan yakni tidak terdapat back-tracking. serta kenyamanan kerja secara teoritis. Dengan perbaikan. Secara garis besar. Hal ini dikarenakan dalam industri Salma. perbaikan yang dilakukan berkonsep plant office yakni penambahan taman di area parkir dan penggunaan tanaman pot sebagai pem- 178 . terjadi penurunan penyimpangan yakni berkurang menjadi dua. Hal ini menunjukkan bahwa template yang ada sudah cukup baik dan tetap dapat dipertahankan pada pembuatan template baru.125 m sedangkan setelah perbaikan menjadi 77.B. pada template lama terdapat empat keterkaitan E (sangat penting) yang tidak terpenuhi. perlu merobohkan tembok sepanjang 17. Karyawan telah merasa nyaman dengan template sekarang. praktikum ini bertujuan untuk menganalisis hasil rancangan tata letak dengan kriteria jarak perpindahan.55 m dan perlu menambah tembok kembali sepanjang 12.995 m perpindahan dengan Template usulan. dan Kue semua perpindahan dilakukan dengan manual. Pembahasan Selaras dengan judul dari praktikum acara IX ini yakni Analisis Tata Letak Hasil Rancangan. Jarak perpindahan barang pada template sekarang sejauh 150. Pada template baru ini. Dengan demikian terjadi pengurangan 72.3 m.13 m. pengurangan ini sangat membantu pekerja. akan tetapi dengan template baru kenyamanan dapat lebih ditingkatkan. Kriteria yang lain ialah ditinjau dari kenyamanan bagi karyawan. Baik tempalate sebelum maupun sesudah keterkaitan mutlak semua dapat terpenuhi. Begitu juga dengan jumlah keterkaitan yang tidak terpenuhinya keterkaitan A (mutlak). Walaupun tidak terlalu signifikan. Evaluasi terhadap hasil rancangan perlu dilakukan untuk mengetahui perubahan perbaikan yang terjadi dibandingkan dengan tata letak yang ada sekarang. Akan tetapi. jumlah back-tracking.

batas ruang administrasi. Lebih jauh. perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan omset penjualan dari Salma. 179 . diharapkan dengan menerapan konsep ini. Roti. pelanggan dapat merasa lebih nyaman dengan penambahan nilai estetika ini. Selain itu. Hal ini merupakan bentuk kepedulian terhadap isu pemanasan global serta adanya kesadaran bahwa tanaman dapat menjadi sumber energi dan inspirasi bagi karyawan. dan Kue.

diperoleh hasil bahwa tata letak hasil rancangan lebih baik dari tata letak awal. Kesimpulan Berdasarkan analisis hasil rancangan tata letak menggunakan kriteria jarak perpindahan. 180 . Saran Asisten sudah semakin baik dan semakin lancar dalam memberikan penjelasan dan nilai.55 m. Selin itu. perlu penambahan biaya untuk menerapkan konsep plant office. sebaiknya praktikum dibagi menjadi beberapa shift agar suasana lebih kondusif. Akan tetapi perlu dilakukan perobohan dinding permanen sepanjang 17. keterkaitan kegiatan.BAB V PENUTUP A. jumlah backtracking. dan kenyamanan kerja secara teoritis. Untuk tahun depan. B.

Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Diakses hari Selasa tanggal 11 Mei 2010 pukul 21.ac. Mengatur Tata Letak Pabrik. 2003. J.DAFTAR PUSTAKA Anonim 1.php?page=1&submit.co m/tataletakpabrik.petr a. JM. 2003. Tompkins. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November.y=0&qual=high&fname =/jiunkpe/s1/tmi/2003/jiunkpe-ns-s1-2003-25499153-3875-atm-chapter2.htm. Sritomo.tripod. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. 1990. New York: John Wiley & Sons Inc.id/viewer.34 WIB. Apple. Wignjosoebroto.x=0&submit. Dalam http://himathrik2. Anonim 2.31 WIB. Dalam http://digilib. Diakses hari Selasa tanggal 11 Mei 2010 pukul 21. Bandung. 181 . 1996. Perencanaan Tata Letak dan Fasilitas. M. ITB. 1992. Facilities Planning.