LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA I DENAH TATA LETAK AWAL DAN DESKRIPSI

PERUSAHAAN

Disusun oleh : Kelompok 10 1. Nika Awalistyaningrum 2. Esti Rumaningsih 3. Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131)

Asisten : Khusnul Khotimah

LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Keberhasilan suatu industri merupakan dampak positif dari pengitegrasian faktor produksi dan sistem menejemen sehingga dapat lebih efektif dan efisien. Salah satu penentu adalah tata letak atau lebih dikenal dengan nama layout dari industri. Tanpa menganaktirikan faktor lain, tata letak ini memiliki peranan dalam proses penekanan biaya produksi. Pengetahuan akan tata letak tersebut meliputi work center dan peralatan dalam proses konversi untuk mengoptimumkan hubungan antara petugas pelaksana, aliran bahan, aliran informasi dan tata cara untuk mencapai tujuan. Fungsi utama adalah memanfaatkan area seefektif mungkin. Sebagian besar biaya produksi dialokasikan untuk penanganan bahan, maka dengan mengefi-siensikan area maka akan mengurangi biaya penanganan bahan. Dengan demikian, biaya produksi dapat diminimalisir. Kajian tata letak merupakan bekal yang penting untuk dikuasai. Oleh karena itulah untuk menambah pengetahuan, maka dilakukan kunjungan industri ke “Salma, Roti, dan Kue”. Kunjungan ini dapat memberikan gambaran mengenai pengaplikasian teori tata letak dalam industri yang sebenarnya. Industri “Salma, Roti, dan Kue” dipilih karena adanya kesadaran akan tingginya prospek industri bakery di masa yanga akan datang. Dewasa ini, kesibukan dan semakin meningkatnya aktivitas manusia menyebabkan kecenderungan masyarakat lebih menyukai hal-hal yang instan dan praktis. Salah satunya adalah roti dan kue. Roti ini memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi sehingga dapat menggantikan konsumsi nasi. Roti lebih fleksibel karena dapat dimakan dimanapun dan hanya membutuhkan waktu yang relatif lebih singkat. Pola konsumsi inilah yang semakin memperbesar peluang akan berjamurnya industri bakery.

2

B. Tujuan Praktikum Praktikum ini dilakukan dengan tujuan: 1. Praktikan dapat menggambarkan tata letak awal suatu industri. 2. Praktikan dapat mendeskripsikan (memberikan gambaran) mengenai kondisi umum industri yang digunakan sebagai objek kajian.

3

peralatan. Salah satu usaha terbaik untuk menekan biaya produksi adalah dengan menghilangkan atau mengurangi sebesar mungkin aktivitas yang nonproduktif. serta mengurangi persediaan dalam proses. Selain aspek tersebut. perencanaan fasilitas dimaksudkan sebagai sarana untuk perbaikan layout fasilitas yang digunakan dalam penanganan material (material handling). dan perencanaan fasilitas secara keseluruhan. yaitu berkaitan dengan perencanaan lokasi pabrik (plant location) dan perancangan fasilitas produksi yang meliputi perancangan struktur pabrik. dan nyaman. 1990). usaha untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kerja bagi personil merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan. Keberhasilan perusahaan secara profit salah satunya merupakan refleksi langsung dari kelancaran proses produksi dan pemindahan bahan yang ditangani secara bijaksana. Untuk itu. peningkatan produktivitas usaha tidak terlepas dengan meningkatkan produktivitas personil yang terlibat dalam aktivitas produksi atau aktivitas yang menunjang proses produksi. aman. Di dunia industri. 1992). mengurangi kebutuhan personil dan peralatan. Pengaturan fasilitas pabrik memegang peranan penting dalam kelancaran proses produksi sehingga akan tercapai suatu aliran kerja yang teratur. Tata letak pabrik berhubungan dengan perencanaan dan pengaturan tata letak mesin. perancangan tata letak fasilitas dan perancangan sistem penanganan material (Apple.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Perencanaan fasilitas merupakan rancangan dari fasilitas-fasiltas industri yang akan dibangun. aliran bahan. sehingga akan menghasilkan output yang optimal. dan orang-orang yang bekerja di masing-masing stasiun kerja (Tompkins. Ada dua hal pokok dalam perencanaan fasilitas. 1990). penentuan peralatan dalam proses produksi. Hal ini karena suatu tata letak pabrik yang efisien paling tidak dapat menekan biaya penanganan bahan. Tata letak pabrik merupakan alat yang efektif untuk tujuan tersebut. Tata letak yang baik merupakan wahana untuk mencapai tujuan ini (Machfud dan Yudha. 4 .

Menurut Rusdiyantoro (2010), tata letak pabrik (plan/fasilitas layout) adalah suatu landasan utama dalam dunia industri dan dapat didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas fisik pabrik guna menunjang kelancaran proses produksi. Tujuan utama desain tata letak pabrik adalah meminimalkan biaya untuk kontruksi dan instalasi baik untuk bangunan mesin, maupun fasilitas produksi lainnya; mengurangi biaya pemindahan bahan (material handling costs) serta biaya produksi, maintenance, safety, dan inprocess storage cost. Jenis-Jenis atau macam-macam tata letak pada pabrik ada tiga, yaitu (Anonim 1, 2006): 1. Tata Letak Berdasarkan Produk / Layout by Product. Tata letak jenis ini membentuk suatu garis mengikuti jenjang proses pengerjaan produksi suatu produk dari awal hingga akhir. Layout produk dipilih apabila proses produksi telah distandarisasikan dan berproduksi dalam jumlah besar. Setiap produk akan melalui tahapan operasi yang sama sejak awal sampai akhir. Penyusunan bagian diatur sedemikian rupa sehingga dari bagian tersebut dapat dihasilkan suatu jenis produk tertentu.. Atas dasar produk, terlebih dahulu ditentukan jenis pekerjaan yang harus dilakukan pada produk yang akan dihasilkan. Pengaturan tata letak fasilitas pabrik seperti mesin, tidak memandang tipenya dan penempatannya sesuai dengan urutan dari satu proses ke proses yang lain. Contoh : tempat cuci mobil otomatis, kafetaria, atau perakitan mobil. 2. Tata Letak Berdasarkan Proses / Layout by Process Layout pada jenis tata letak berdasarkan proses memiliki bagian yang saling terpisah satu sama lain aliran bahan baku terputus-putus dengan mesin disusun sesuai fungsi dalam suatu grup departemen. Layout proses atau layout fungsional adalah penyusunan layout dimana alat yang sejenis atau yang mempunyai fungsi sama ditempatkan dalam bagian yang sama. Model ini cocok untuk discret production dan bila proses produksi tidak baku, yaitu jika perusahaan membuat berbagai jenis produk yang berbeda atau suatu produk dasar yang diproduksi dalam berbagai macam variasi. Atas dasar proses, terlebih dahulu ditentukan jenis produk, tipe manufacturing,

5

dan karakter peralatan produksi. Mesin-mesin dan peralatan yang mempunyai karakter serupa dikelompokkan menjadi satu, contoh

pemakaian layout ini adalah untuk pergudangan, rumah sakit, universitas, dan perkantoran. 3. Tata Letak Berdasarkan Stationary / Layout by Stationary Tata letak jenis ini mendekatkan sumber daya manusia / sdm serta perlengkapan yang ada pada bahan baku untuk kegiatan produksi. Rusdiyantoro (2010) mengemukakan bahwa dasar dalam perencanaan tata letak pabrik, yaitu prinsip integrasi total (integrasi secara total dari seluruh elemen produksi), prinsip jarak perpindahan bahan (pemindahan dari satu operasi ke yang lain dengan menghemat waktu dan mengurangi jarak perpindahan), prinsip aliran proses kerja (kelengkapan dari jarak perindahan bahan untuk menghindari gerakan balik , memotong, dan macet), prinsip pemanfaatan ruangan (pengaturan ruangan yang dipakai manusia, bahan baku, mesin dan peralatan), prinsip kepuasan dan K3 (kepuasan para pekerja dan menjaga faktor keselamatan), serta prinsip fleksibilitas (mengikuti perkembangan zaman dan mengimbanginya). Tujuan menyusun layout yang baik (Anonim 2, 2010) antara lain mengurangi jarak pengangkutan material dan produk yang telah jadi sehingga mengurangi material handling, memperhatikan frekuensi arus pekerjaan, memungkinkan ruang gerak yang cukup di sekeliling setiap mesin, untuk dapat direparasi dengan mudah, mengurangi ongkos produksi karena cost ditekan seminimum mungkin, mempertinggi keselamatan kerja sehingga keamanan bekerja terjamin, memberikan hasil produksi yang baik, memberikan service yang baik bagi konsumen, mengurangi capital investment, mempertinggi fleksibilitas, untuk memungkinkan menghadapi permintaan perubahan, memperbaiki moral pekerja, mengusahakan penggunaan yang lebih efisien dari ruang atau lantai, baik dalam arah horizontal maupun dalam arah vertikal, mengurangi delays (keterlambatan atau stopped) dalam pekerjaan, dapat mengadakan pengawasan yang lebih baik, maintenance lebih mudah dilakukan, mengurangi manufacturing cycle (waktu produksi), serta penggunaan equipment dan fasilitas yang baik dalam

6

pabrik. Faktor yang harus dipertimbangkan dalam menyusun plant layout yaitu (Anonim 2, 2010): 1. Produk yang dihasilkan a. Besar dan berat produk tersebut Apabila produk besar dan berat maka memerlukan handling yang khusus seperti fork truck atau conveyor yang di lantai sehingga memerlukan ruangan bergerak. Sedangkan, apabila produknya geraknya tidak terlalu besar. b. Sifat dari produk tersebut, yaitu apakah mudah pecah atau tidak, mudah rusak atau tahan lama. 2. Urutan produksi Faktor ini penting terutama bagi product layout karena product layout penyusunan didasarkan pada urutan-urutan produksi (operation sequence) 3. Kebutuhan akan ruangan yang cukup luas (special requirement) 4. Peralatan atau mesin-mesin Apabila mesin berat, maka diperlukan lantai yang lebih kokoh. 5. Maintenance dan replacement Mesin-mesin harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga maintenance atau replacement mudah dilakukan. 6. Keseimbangan kapasitas (balance capacity) harus diperhatikan terutama dalam product layout karena mesin-mesin diatur menurut urutan proses. 7. Minimum movement Dengan gerakan yang sedikit maka biaya akan lebih rendah. 8. Aliran (flow) dari material Aliran ini dapat digambarkan, yaitu merupakan arus yang harus diikuti oleh produk pada saat dibuat, gambar mana yang sangat penting bagi perencanaan lantai atau ruangan pabrik (floor plan). 9. Employee area Tempat kerja buruh di pabrik harus cukup luas sehingga tidak mengganggu keselamatan dan kesehatan serta kelancaran produksi

7

8 . tempat parkir mobil. Plant climate Udara dalam pabrik harus diatur yaitu harus sesuai dengan keadaan produk dan buruh. dan sebagainya) diatur sedemikian rupa sehingga dekat dengan tempat bekerja di mana sangat dibutuhkan 11. toilet. dan juga jangan merusak kesehatan buruh.10. Service area (seperti cafeteria. jangan terlalu panas. 13. tempat istirahat. Flexibility Perubahan-perubahan dari produk atau proses atau mesin dan sebagainya hampir tidak dapat dihindarkan karena sesuai dengan perkembangan teknologi dan perubahan-perubahan kecil yang terjadi tidak memerlukan biaya yang tinggi. Waiting area. 12. jangan terlalu dingin. yaitu untuk mencapai aliran material yang optimal maka harus diperhatikan tempat-tempat dimana barang menunggu untuk diproses.

9 . Pelaksanaan Praktikum 1. Kalkulator 6. Mengukur seluruh ruangan dan masing-masing area stasiun kerja (baik area yang dibatasi oleh dinding maupun yang tidak dibatasi oleh dinding) c. Membuat denah tata letak menggunakan skala 1:100 atau skala yang lain tergantung besar kecilnya industri yang digunakan sebagai objek kajian. Kertas A4 Bahan 1.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. dari area tanah yang terpakai untuk bangunan maupun area yang tersisa (belum termanfaatkan) b. dan Kue B. Roti. 3. Data hasil kunjungan ke industri Salma. Menggambar hasil pengukuran pada kertas A4 dengan menggunakan skala yang sesuai. 2. Roti. Alat dan Bahan Alat 1. Kertas milimeter 2. Cara pembuatan: a. Penggaris 3. Mengukur panjang dan lebar seluruh area industri. Penghapus 5. Melakukan praktikum pendahuluan berupa kunjungan ke industri Salma. Pensil 4. dan Kue.

kapasitas produksi. alat pemindah bahan. 10 . sistem penyimpanan barang. batas ruang. alasan pemakaian ruang. 5) Skala harus jelas dan dicantumkan di bagian bawah gambar. 3. e. jumlah tenaga kerja dan spesifikasi. proses produksi. 2) Dinding luar bangunan digambarkan dengan garis tebal. Utara digambarkan arah atas. 3) Area kerja tanpa ada batas ruang (batas maya) digambarkan dengan garis putus-putus (------) 4) Nama ruang diberikan langsung pada gambar atau di samping gambar sebagai keterangan. Mendeskripsikan industri yang berisi gambaran umum perusahan. rencana masa depan (kapasitas yang diharapkan). Gambaran ini meliputi bidang usaha. Menggambar industri dilakukan seperti memotret industri dari atas. jam kerja. sistem pembagian kerja. Cara penggambaran: 1) Penggambaran lokasi sesuai dengan arah mata angin. yang terlihat hanya ruangan (area kerja).d. dan lain-lain. dan alat-alat besar.

4x0.97) m2 d2 meja (1. Outlet b1 rak (3. Roti.9x1.59x0.5x2) m2 c2 meja (1.8) m2 d4 mixer kecil (0.6 x 0.5x2)m2 h4 sumur (0.5x0.75x0. Dapur h1 meja (1.42) m2 K. Denah Tata Letak Industri Salma.6) m2 e3 bahan baku 2 (0.7x0.49) m2 d6 devider (0.25 m 11 .8x0.15x2.5 m I h1 H h5 1. Area Parkir B.08 m B b1 b8 b5 c2 C c1 b6 b7 8.7) m2 b5 rak (3.79x0.5) m2 I. Gudang e1 bahan baku 1 (1.7) m2 d3 mixer besar (0.8) m2 d5 rak (1.7) m2 h2 kompor (2.3x0.54 m 3m 5. Ruang Administrasi c1 meja (1.05) m2 b9 rak (0.8) m2 f3 lemari(0.5) m2 b2 rak pesanan (3.5x1.8x0.6x1) m2 e5 bahan baku 4 F.5) m2 H.1x0. Lorong j1 rak (0. Ruang Produksi I d1 oven (2.9x1.5) m2 G.5x1) m2 D.95) m2 f4 rak (1.7) m2 b6 kulkas (0.86x1. dan Kue DENAH TATA LETAK AWAL INDUSTRI SALMA ROTI DAN KUE N 11.2x0. Ruang Produksi II f1 slicer (0.6) m2 b7 lemari (2.05) m2 e2 timbangan (0.12 m b2 b3 J b4 b9 b10 6.8x4.85) m2 h3 tempat pencucian (1.56 m A SKALA 1:100 5.05) m2 b10 rak (0.76 m 1.8) m2 f2 meja (0.04 m 3.6x0.53 m 5. Kamar J.25 m h2 h4 h3 1.5x0.46) m2 b8 rak (0.5x0.05) m2 C.59x0.91) m2 e4 bahan baku 3 (1.7x0. Kamar Mandi 2.6 m Keterangan: K A.75x0.7) m2 b4 kasir (1.6x0.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Lorong g1 rak (0.2x0.5 m L F f4 f3 d6 d3 f2 e5 g1 f1 E d4 e4 g2 e1 G 5.65x1.7) m2 b3 freezer (1.6) m2 h5 rak (1.5) M2 g2 lemari pengemas (3. Hasil 1.55x0.8) m2 E. Kamar Mandi L.5 m 4.8x1.6x0.03 m d5 d1 d2 e3 j1 e2 D 21.

Kamar Mandi D2 meja (1.6) m2 H5 rak (1.A.5) m2 I.59x0.05)m B9 rak (0.6x0.5) m2 B2 rak pesanan (3.5x0.7) m D3 mixer besar (0.5x2) m2 C2 meja (1.6x0.5x1.7)m2 B6 kulkas (0.8x4.5x0.91) m2 E4 bahan baku 3 (1.9x0.5) m2 G2 lemari bahan pengemas (3.1x0.3x0. Area Parkir B.2x0.49) m2 D6 devider (0.05) m2 E2 timbangan (0.97) m J.8)m2 D4 mixer kecil (0. Kamar Mandi L.15x2.79) m2 K.59x0.86x1.6)m 2 2 F1 slicer (0.8x1. Outlet B1 rak (3.6x0.6 x 0.6x1) m2 E5 bahan baku 4 F.05)m2 B10 rak (0. Lorong J1 rak (0.7x0.8x0.79x0.05)m2 C.46)m2 B8 rak (0.75x0. Ruang Produksi I D1 oven (2.8) m2 F2 meja (0.5x1) m2 D.6) m2 E3 bahan baku 2 (0.65x1. Gudang E1 bahan baku 1 (1.8)m2 D5 rak (1.55x0.9x1.7) m2 B3 freezer (1.8) m2 F3 lemari(0.5x2)m2 H4 sumur (0.5) m2 G.7x0.5) m2 H.8) m2 E.4x0. Ruang Produksi II . Kamar 2 2 B7 lemari (2.5x0.95) m2 F4 rak (1.7)m2 B4 kasir (1. Lorong G1 rak (0.7)m2 B5 rak (3.7) m2 H2 kompor (2. Dapur H1 meja (1.85) m2 H3 tempat pencucian (1. Ruang Administrasi C1 meja (1.2x0.75x0.9x1.

pada Desember 2004 industri ini mengalami kerugian sekitar 50 juta rupiah. yaitu Jl. dan Kue’ mengalami kendala lagi pada Agustus 2007 ketika terjadi sengketa tanah yang digunakan sebagai lokasi industri. dan sebagainya. Roti. Pada tahun 1992 pemegang saham CV. dan Kue’ yang dikunjungi terletak di Jalan Kapten Haryadi Lojajar Sinduharjo Sleman. HS mengembangkan usaha dengan mendirikan ’Top One Donat’ yang kemudian beralih menjadi ’Top One Bakery’. Industri ini merupakan salah satu jenis pengembangan usaha dari putra-putri bapak Hadi Suwarno. Akhirnya. Konsumen perusahaan ini adalah supermarket dan hotel-hotel di Solo. Oleh sebab itu. buah. lokasi tersebut masih harus perlu 13 . Lahan yang digunakan merupakan kerja sama dengan kakak ipar sepupu bapak Bambang. ikan. Target penjualan industri ini adalah masyarakat kalangan menengah ke bawah. Roti. tidak disetor ke penjual. Target konsumen menjadi kalangan menengah ke atas dengan sistem penjualan outlet. Roti.2. dan Kue’ pusat. indutri tersebut harus pindah ke lokasi saat ini. Oleh karena itu. Pada tahun 1989 anak-anak dari bapak Hadi Suwarno mendirikan bisnis keluarga dengan nama CV. sebagai tempat produksi dan menyewa lokasi lain sebagai outlet. Nama ’Salma’ dipilih tanpa pertimbangan khusus. Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa animo masyarakat kalangan ke bawah di Yogyakarta terhadap roti dan kue masih rendah. industri ’Salma. manajer operasional di ’Salma. Deskripsi Perusahaan Industri ’Salma. Pada tahun 2004 muncul kemauan para pemegang saham untuk mengembangkan usaha dan mulai merambah ke kota Yogyakarta. Target konsumen adalah masyarakat kalangan menengah ke bawah. pada Januari 2005 industri ini mengubah segmentasi pasar yang dituju sekaligus sistem pemasaran. Indutri ’Salma. Akibatnya. Hadi Suwarno (CV. dan Kue’ ini didirikan di sisi barat-utara perempatan Kamdanen Ngaglik Sleman. sehingga cara pemasaran dilakukan dengan memasok roti ke penjual. Perusahaan ini bergerak di bidang supplier sayur. HS). Industri ini juga dikembangkan di Solo. Kapten Haryadi Lojajar Sinduharjo Sleman. Akan tetapi. Roti.

Sistem penggajian karyawan dilakukan setiap bulan yang terdiri dari gaji pokok. 14 . Roti. Cuti tersebut merupakan hak karyawan dan merupakan kewajiban yang harus diberikan oleh pihak manajemen. dan Kue dilaksanakan dengan ketentuan perusahaan. Khusus untuk menghadapi hari raya proses produksi dimulai dari pukul 08. baik berupa pemindahan bagian ataupun pindah cabang. Jika sudah demikian maka pegawai tersebut akan dipindahkan. dan Kue’ mengalami pindah total ke lokasi yang digunakan sampai saat ini. Waktu cuti bisa ditentukan sendiri oleh karyawan. seorang keuangan. tunjangan. Cuti diberikan 12 hari dalam satu tahun. dan Kue cukup mendapat sambutan yang apresiatif dari masyarakat. dan bonus pesanan masingmasing karyawan 5% dari laba penjualan. Selama kurun waktu 3 hari tersebut. Akhirnya. tahun 2008 pembangunan selesai sehingga tempat produksi sekaligus outlet ’Salma. Proses produksi dilaksaanakan setiap hari dimulai pukul 05. Ada sistem penjualan produk yang menarik.0024.00 untuk shift pertama dan pukul 13. Masalah lain yang juga pernah muncul adalah terdapat ketidakcocokan dengan pekerjaan tersebut. Roti. Jam kerja untuk kasir sekaligus pelayan pada hari biasa dan hari besar dimulai dari pukul 06. seorang pembantu umum dan 3 orang bekerja sebagai penjaga kasir. maka langsung didistribusikan ke pasar-pasar tradisional dengan harga 50% lebih murah.dipugar ulang.00. seorang di bagian penggudangan.00.00 untuk shift pertama dan shift kedua dimulai dari pukul 16. yakni produk hanya dijual di outlet selama 3 hari (mengingat batas kadaluarsa roti tsb hanya 3 hari). Beliau berkata jika prosuk tersebut selama 2 hari tidak laku di outlet. kerja lembur. hampir semua prosuknya sudah terjual habis. Roti.00-21. seorang bagian administratif.00-13.00 untuk shift kedua. Pegawai terdiri dari 11 orang dengan spsifikasi 4 orang di bidang produksi. terbukti dengan laku keras produk roti yang dihasilkan. PT Salma. Pengelolaan SDM di Salma.00-16. akan tetapi bila banyak order maka karyawan tidak diperbolehkan untuk cuti.00-13.

Roti. Pembahasan Roti merupakan salah satu makanan fermentasi (fermented food) yang melibatkan mikroorganisme dalam bentuk ragi. ruang produksi 1. dan Kue ini terdiri dari beberapa ruang. sendok. dan telur. adonan dibagi dengan devider kemudian adonan tersebut dibentuk dan ditambah selai sesuai kebutuhan. kamar. Dalam ruangan ini terdapat timbangan untuk menakar atau menimbang jumlah bahan yang akan digunakan untuk membuat produk. Ragi yang biasa dipakai adalah Rhizopus stolonifer yang masih satu golongan dengan ragi tempe Rhizopus oligosporus. ruang produksi 2. 100 gram mentega. Penyimpanan bahan ini perlu dipisahkan dari area lain agar mengurangi resiko kontaminasi.B. dan selai secukupnya. Proses pembuatan roti manis diawali dengan menyiapkan semua alat dan bahan. 5 butir kuning telur. Sedangkan. Di ruangan ini bahan baku disimpan sebelum diproduksi. mentega. kuas. dan pisau roller pizza. gelas takar. Peralatan yang digunakan untuk pembuatan roti manis adalah mixer. dapur. bahan yang dibutuhkan adalah 1 kg tepung terigu. Sementara itu. devider. Selanjutnya. roti didinginkan selama 15-30 menit lalu roti siap dikemas. 400 ml air. Semua bahan ditimbang sesuai kebutuhan. Industri Salma. Gudang berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan baku seperti terigu. loyang diolesi dengan mentega agar adonan tidak lengket. kamar mandi dan dilengkapi dengan area parkir yang cukup luas. Apabila sudah mengembang. Rhizopuis oryzae. 30 gram ragi instant. adonan tersebut dimasukkan ke dalam oven selama 15-20 menit. yakni gudang. 50 gram margarin. bahan dimasukkan dalam mixer dan diaduk selama lebih kurang 20 menit hingga kalis. Adonan yang sudah dibentuk dimasukkan ke dalam loyang lalu didiamkan selama 2-3 jam sesuai suhu lingkungan saat itu. Tahap berikutnya. Setelah roti matang. outlet. Jenis roti yang diproduksi sangat bervariasi. salah satunya roti manis. oven. Roti yang sudah dikemas siap diantar ke pelanggan maupun dijual di outlet yang terletak di lokasi yang sama. loyang. 1 kg resep. timbangan. Letak gudang disarankan untuk 15 .

pintu gudang tertutup. Mesin ini dapat membagi adonan menjadi potongan yang sama persis berbentuk semi bulat hingga bulat. Selain itu.dijauhkan dari kamar mandi agar tidak rentan kontaminasi. Untuk memastikan agar berat setiap kemasan relatif sama maka adonan sebelum dibentuk (dicetak) dibagi dengan mesin dough devider-rounder. setelah tidak berproduksi. Begitu pula dengan pintu yang tidak selalu tertutup sehingga binatang. beater untuk mengaduk makanan keju. Ruang produksi 1 merupakan tempat pengadukan. mentega. terdapat pula mixer kecil dan besar. Pada ruangan ini terdapat meja untuk 16 . Ruangan ini memiliki fungsi sebagai tempat produksi. seperti tikus. pencetakan dan pengovenan. dapat dengan mudah masuk ke ruangan ini. Proses produksi panjang dan melibatkan banyak karyawan sehingga ruang produksi dibagi menjadi dua. adonan pastry dan croissant. Sebaiknya. nilai lebih dari letak gudang adalah berdekatan dengan pintu masuk samping yang merupakan lorong sehingga proses pengangkutan lebih mudah dari luar ke dalam gudang. Ruangan selanjutnya adalah ruang produksi 2. hal ini juga menyebabkan adanya kemungkinan kontaminasi debu saat didinginkan. serta pengolesan loyang. Mixer roti planetary ini bekerja berdasarkan teori perputaran planet. terdapat meja besar sebagai tempat pembentukan adonan. yakni spiral untuk mengaduk adonan tepung dan jenis makanan yang sangat kental. Akan tetapi di sisi lain. bowl tidak berputar sehingga menghasilkan adonan yang rata dan lembut. Selain itu. Ruangan ini tidak dibatasi oleh dinding dengan ruang outlet sehingga konsumen dapat melihat langsung proses produksi dan memastikan produk terjual dalam keadaan fresh from the oven. yakni dalam penyiapan semua bahan isi roti. Peralatan lain yang terdapat di ruangan ini adalah meja besar sebagai tempat pembentukan roti dan rak sebagai tempat fermentasi. dan jenis whip mengaduk bahan makanan encer. seperti : cream. Mesin ini berfungsi membagi adonan berbentuk semi bulat dengan kapasitas 32 bagian per kg dengan berat sekitar 30-100 gram. beater berputar mengitari bowl. telur. fermentasi. susu segar. aneka tepung. Mata mixer dapat diganti sesuai dengan jenis bahan. Akan tetapi.

Maka dari itu. Ruangan ini merupakan ruangan yang strategis dengan ruang produksi satu. Hal ini memudahkan karyawan untuk melakukan proses pemindahan produksi. Selain itu. Selain itu. karena tidak mendapat sinar matahari langsung. meja ini juga berfungsi sebagai tempat meletakan loyang untuk diolesi dengan mentega oleh pekerja. Penyimpanan rak berdampingan dengan kamar mandi. toilet. begitu juga dengan kamar pribadi. Pada bagian utara dapur terdapat luasan untuk tempat pencucian peralatan produksi. toilet. Fermentasi bertujuan untuk mengembangkan adonan roti. Selain itu juga terdapat peralatan pencucian. dan kamar pribadi. dan dapur. dan kelapa. sosis. sapu. dua buah meja untuk meletakan kompor. coklat. keju. tata letak di ruang ini sudah cukup baik karena dapat memanfaatkan lahan dengan baik sehingga ruangan yang cukup kecil terlihat lebih luas dan dapat dilalui dengan leluasa. dari ruang produksi dua ke ruang produksi satu. alas. ruangan memiliki sifat yang lembab tidak terlalu panas atau dingin. mudah untuk mengambil atau roti tidak lengket pada loyang. Pada luasan ini terdapat sumur yang berbentuk persegi dengan bagian sisi memiliki bentuk melengkung dengan sudut 600. pada ruangan ini juga terdapat rak yang berfungsi sebagai tempat untuk mendukung aktivitas fermentasi pada roti. kacang. Namun. Hal ini dikarenakan proses fermentasi melibatkan kegiatan bakteri yang rentan terhadap kondisi lingkungan. dapur.mendukung aktivitas produksi dalam penyiapan bahan isi roti seperti pisang. untuk mendukung aktivitas ini. dan sebuah meja untuk tempat pengolesan loyang dengan mentega. daging. dan rak untuk 17 . Dapur berfungsi sebagai tempat penggorengan daging untuk bahan isi roti. seperti sabun. penerangan di ruang ini cenderung redup. Di dapur ini terdapat tiga buah meja yang saling berdampingan. terutama suhu. Selain itu. Pengolesan ini bertujuan agar roti setelah pengovenan. maka cukup riskan terjadi kontaminan. Fermentasi ini berlangsung kurang lebih selama dua hingga tiga jam. Pada ruangan ini juga terdapat mesin untuk slicing roti yang disebut slicer. Ruangan ini juga terdapat lemari sebagai tempat untuk menyimpan bahan-bahan isi roti.

Roti. Penempatan kantor administrasi ini diletakkan pada bagian depan gedung. Enam rak sebagai tempat display untuk menempatkan roti-roti yang akan dipasarkan. tata letak awal Industri Salam. dan segala perlengkapan pencatatan dokumentasi kegiatan industri ini. seperti buku.6 meter sepanjang 18. Lorong ini dimanfaatkan oleh pemilik untuk menyimpan kardus-kardus untuk pengemasan produk roti pesanan maupun roti yang dijual di outlet. Rak diatur dengan mempertimbangkan jarak yakni kira-kira berjarak satu meter antar rak. bolpoint. Hal ini bermaksud agar memberi posisi yang memudahkan pelanggan untuk memilih roti yang ada pada display.69 meter. Berdasarkan sistem aliran bahan. bagian timur dapur. terdapat enam buah rak.56 meter. sebuah kulkas.tempat meletakan alat-alat produksi yang memiliki ukuran sedang hingga kecil. dan Kue ini termasuk dalam tipe tata letak process layuot. sebuah lemari. sebuah freezer.38 x 3.6 x 1. dua buah kursi. Penataan dapur sudah baik. dan lain-lain. terdapat lorong yang kira-kira berlebar 1. Bagian selatannya. Sebelah selatan tempat pencucian ini terdapat lorong yang terbuka (tidak ada pembatas tembok ataupun pintu). Rak pada lorong ini terletak di depan pintu gudang penyimpanan dan terdapat juga pada samping selatan pintu gudang. terdapat kamar mandi yang berukuran 1. dan sebuah meja untuk kasir.04 x 4. penggaris. Pada ruang administrasi terdapat fasilitas-fasilitas untuk mendukung kegiatan administrasi yakni dua buah meja. Pada gedung industri ini. Ruangan ini berukuran 8. terdapat ruangan outlet. Lokasi ini berukuran 5. Kamar mandi ini terhubung dengan tangga untuk menuju ke lantai dua. Pada ruangan ini.75 meter. Pada lorong ini juga terdapat rak sebagai tempat penyimpan peralatan produksi.25 meter. agar client dapat mudah menjumpai pemilik perusahaan untuk memesan roti secara langsung. produk yang 18 .5 meter dan langsung terhubung dengan pintu keluar. Lorong ini berukuran 1 x 4. Dapur juga digunakan sebagai dapur rumah tangga. Sebelah barat ruangan administrasi. Hal ini terlihat dari penempatan mesin dilakukan berdasarkan kesamaan fungsi.

Kelebihan tersebut antara lain dapat meminimalisir investasi mesin karena bersifat general purpose. 19 . Tipe tata telak ini dipilih karena memiliki berbagai kelebihan.dihasilkan beragam. dan perlu banyak pengawasan. dan perencanaan produksi jauh lebih kompleks. volume produksi tiap produk relatif kecil. Selain itu. menyebabkan work in process. total waktu lebih lama. biaya pemindahan lebih mahal. fleksibilitas produksi tinggi karena dapat mengerjakan berbagai tipe produk. mesin lebih efisien serta meningkatkan kepusan kerja dengan melakukan pekerjaan yang berbeda-beda atau menurunkan kejenuhan. tata letak ini juga memiliki kekurangan yakni garis produksi menjadi lebih panjang. skill pekerja tinggi.

Hadi Suwarno. 2. Tata letak pabrik merupakan suatu hal yang paling penting dalam sebuah industri. Saran 1. 2.BAB V PENUTUP A. dan Kue menunjukkan bahwa industri tersebut telah menerapkan penataan layout yang cukup baik sehingga proses produksi dapat lebih efektif. Industri ini telah memiliki empat cabang. 20 . Kegiatan praktikum di dalam kelas lebih difokuskan pada diskusi kelompok. Salma. Kesimpulan 1. Berdasarkan hasil pengamatan kelompok 10 pada Salma. Sebaiknya tempat untuk praktikum perlu dipersiapkan sebelumnya agar praktikan nyaman dan acara dapat berjalan lancar. B. Roti. Salah satunya berada di jalan Kapten Haryadi Lojajar Sinduharjo Sleman. Roti. Hal ini membuat sebuah industri membutuhkan suatu rangkaian layout agar mudah dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya. dan Kue merupakan salah satu usaha yang dikembangkan oleh CV.

DAFTAR PUSTAKA Anonim 1. Diakses pada hari Minggu 7 Maret 2010 pukul 21. Tata Letak Pabrik. 1990. Dalam http://organisasi. 1990. 2010. Rusdiyantoro. Diakses pada hari Minggu 7 Maret 2010 pukul 21. Proses dan Bahan Baku .com/doc/25139068/Tata-Letak-Pabrik?secret_ password= &autodown=pdf . Bogor: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pendidikan Tinggi Pusat Antaruniversitas Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor. Anonim 2.pdf?sequence=9 .id/bitstream/handle/10364/993/bab2a.org/macam-dan-jenis-tata-letak-plantlayout-pabrik-berdasarkan-produk-proses-dan-bahan-baku-product-processstationary. Bab II Tinjauan Pustaka. Machfud dan Yudha Agung.widyata- ma. New York: John Wiley & Sons Inc.31 WIB.ac. JM. http://dspace. Perancangan Tata Letak pada Industri Pangan. Tompkins. 7 Maret 2010 pukul 16. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. 1992. 21 .Product.scribd. Dalam http://www. 2006. Diakses pada hari Minggu. Tujuan dan Prinsip yang Mendasarinya.13 WIB. Process & Stationary. Bandung: ITB. 2010. Macam dan Jenis Tata Letak / Plant Layout Pabrik Berdasarkan Produk. JM. Apple. Facilities Planning.32 WIB.

Hety Handayani Hidayat (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 22 .LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA II PETA KERJA UNTUK EVALUASI TATA LETAK AWAL Disusun oleh : Kelompok 6 Disusun oleh: Kelompok 10 1. Esti Rumaningsih (9127) 3. Nika Awalistyaningrum (9118) 2.

Hal ini bertujuan agar dapat mendatangkan keuntungan yang lebih bagi industri tersebut. ketersediaan biaya untuk produksi serta waktu yang dibutuhkan selama proses sangat memperngaruhi biaya yang harus dikeluarkan industri. Peta kerja digunakan dalam industri untuk menciptakan suatu aliran produksi yang lancar. tentunya tidak akan lepas dari sistem industri yang meliputi input. Pada tahap ini dilakukan penambahan nilai suatu barang input untuk menhasilkan output produk yang berharga lebih. proses. Suatu industri perlu merancang peta kerja yang dapat menggambarkan kegiatan kerja proses produksi secara sistematis. Latar Belakang Dalam sebuah industri.BAB I PENDAHULUAN A. selain itu dapat memperbaiki suatu metode kerja sehingga dapat digunakan untuk perbaikan pabrik melalui aliran proses-proses operasi manufacturing komponen yang 23 . Dengan perbaikan metode kerja. serta output. Proses produksi merupakan salah satu hal yang penting demi kelancaran kegiatan suatu industri. waktu yang diperlukan. Proses produksi ini terdiri dari beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan. tempat yang dipakai. Selain untuk kepentingan produksi dapat juga sebagai sumber informasi yang diperlukan untuk memperbaiki suatu tata letak industri secara langsung dan perbaikan terhadap metode kerja yang erat kaitannya dengan tata letak. Oleh karena itu setiap langkah dari proses produksi harus perlu diperhatikan. yang setiap langkanya melibatkan adanya peralatan yang digunakan. Selain itu juga dapat mengembangkan usahanya supaya dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak yang berimbas pada penurunan angka pengangguran suatu negara. serta pekerja atau operatornya. mengurangi adanya backtracking. Perbaikan tersebut dilakukan untuk meminimalkan jarak perpindahan. mengingat berkaitannya dengan operasi yang efektif dan efisien selama proses produksi. maka diperlukan juga perbaikan tata letak yang mengikuti adanya perubahan metode kerja.

Praktikan dapat mengevaluasi tata letak berdasarkan peta kerja yang dibuat. B. Praktikan dapat menganalisis kelebihan dan kekurangan tata letak yang ada sekarang. Peta kerja meliputi Peta Proses Operasi (PPO). 2. diagram aliran (bagan tali) berdasarkan proses produksi yang terjadi. 3. peta aliran proses. lengkap dengan data peralatan dan waktu proses. Peta Aliran Proses (PAP) ataupun Diagram Aliran (Bagan Tali). Tujuan Praktikum 1. Mengingat penyusunan peta kerja sangat penting dari suatu industri.ada. 24 . Praktikan dapat membuat peta kerja seperti peta proses operasi. maka dari itu pada praktikum ini diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap tata letak berdasarkan peta kerja yang dibuat dengan menganalisis kelebihan serta kekurangan tata letak yang ada sekarang pada industri bakery yang dijadikan sebagai obyek penelitian.

Peta proses aliran h. Diagram (bagan) tali e. Pembuatan peta kerja sangat baik untuk memulai studi tata letak. 1990): a. Lewat peta kerja-peta kerja dapat dilihat semua langkah kegiatan atau kejadian yang dialami oleh suatu benda kerja dari mulai masuk pabrik kemudian menggambarkan semua langkah yang dialaminya. Meskipun kebanyakan teknik semula ditujukan untuk tujuan analitis. Peta proses f. peta kerja menyatukan banyak informasi yang menunjukkan operasi. terdiri atas dua jenis. serta titik-titik dimana bahan bergabung satu sama lain. hubungan satu sama lain. Yang paling umum digunakan adalah (Apple. Ada beberapa teknik yang umum digunakan dalam merencanakan aliran. Jaringan lintasan kritis Peta kerja adalah presentasi grafis dari peristiwa dan informasi terkait yang terjadi selama serangkaian operasi. Sebab. Peta proses produk-darab d. urutan. Peta (bagan) rakitan b.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Peta kerja adalah alat yang menggambarkan kegiatan kerja secara sistematis dan jelas (Sutalaksana dalam Anonim. beberapa lagi digunakan dalam tahap pemindahan bahan. meskipun dalam ruang yang terbatas. Beberapa diantaranya khusus digunakan dalam tata letak pabrik. dan beberapa dipinjam dari bidang ekonomi gerakan dan penyerdehanaan kerja (teknik tata cara kerja). 2009). Peta dari-ke i. Data lain yang dapat 25 . Peta prosedur j. Peta proses operasi c. Bagan (diagram) aliran g. teknik-teknik tersebut juga berguna untuk perencanaan. yaitu peta proses operasi dan diagram alir.

Menunjukkan kerumitan nisbi dari fabrikasi tiap komponen F. Menunjukkan sifat masalah penanganan bahan P. Menunjukkan operasi yang harus dilakukan untuk tiap komponen C. dapat dicantumkan (Muther. J. dan telah digunakan dalam berbagai cara sebagai alat perencanaan dan pengendalian. Menunjukkan kesulitan-kesulitan yang mungkin timbul dalam aliran produksi Q. Menunjukkan jumlah pekerja yang dibutuhkan M. Menunjukkan sifat pola aliran bahan O. 1990): A. Menunjukkan urutan operasi pada tiap komponen D. Mencatat proses pembuatan untuk diperlihatkan pada yang lain Peta aliran proses adalah suatu diagram yang menunjukkan urutan-urutan dari operasi. dan peralatan N. Menunjukkan titik tempat komponen memasuki proses I. menunggu. Menunjukkan hubungan antar komponen G. dan penyimpanan yang terjadi selama satu proses atau prosedur berlangsung. Kenyataannya peta ini adalah diagram tentang proses. Dengan tambahan data lain. serta di dalamnya memuat pula informasi-informasi yang diperlukan untuk analisis seperti waktu yang dibutuhkan 26 . pemeriksaan. Membantu perencanaan tempat kerja mandiri L. Membedakan antara komponen yang dibuat dan dibeli panjang nisbi dan lintas fabrikasi dan ruang yang K. transportasi. peta ini dapat digunakan sebagai alat manajemen.membantu analisis lebih lanjut. Mengkombinasikan lintasan produksi dan peta rakitan sehingga memberikan informasi yang lebih lengkap B. Menunjukkan tingkat kebutuhan sebuah rakitan-bagian. Menunjukkan dibutuhkannya H. Menunjukkan secara nisbi konsentrasi mesin. seperti waktu yang diperlukan dan lokasi. Menunjukkan urutan fabrikasi dan rakitan dari tiap komponen E. Beberapa keuntungan dari peta proses operasi ini adalah sebagai berikut (Apple. Peta Proses Operasi (PPO) atau Operation Process Chart (OPC) adalah salah satu teknik yang paling berguna dalam perencanaan produksi. 1955). pekerja.

di samping tentunya bisa dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan-perbaikan di dalam desain layout fasilitas produksi yang ada (Wignjosoebroto. Peta aliran proses tidak bisa digunakan untuk menggambarkan secara keseluruhan. atau kain.dari jarak perpindahan. 1990). 2. 2009): 1. 2009). Diagram ini digunakan untuk menunjukkan lintasan perpindahan (gerakan) atau perjalanan elemen pada suatu daerah (Apple. Sedangkan. Kegunaan diagram alir. Arah aliran digambarkan oleh anak panah kecil pada garis aliran tersebut. Peta aliran proses memperlihatkan semua aktivitas-aktivitas dasar. Diagram aliran pada dasarnya sama dengan peta aliran proses. 2007): 27 . Secara lebih terperinci. Tujuan pokok dalam pembuatan flow diagram adalah untuk mengevaluasi langkah-langkah proses dalam situasi yang lebih jelas. Aktivitas yang berarti pergerakan suatu material atau orang dari suatu tempat ke tempat berikutnya. termasuk transportasi. dinyatakan oleh garis aliran dalam diagram tersebut. benang. kegunaan umum dari peta aliran proses adalah dapat memberikan informasi waktu penyelesaian suatu proses. dapat digunakan untuk mengetahui aliran bahan atau aktivitas orang. yang menunjukkan lokasi dari semua aktivitas yang terjadi dalam Peta Aliran Proses. yaitu (Nugroho. Diagram aliran atau biasa disebut bagan tali adalah alat untuk menggambarkan aliran unsur pada tata letak daerah tertentu. dan penyimpanan. menunggu. Peta aliran proses menganalisis setiap komponen yang diproses secara lebih lengkap dibanding peta proses operasi. dengan menggunakan tali. pada peta proses operasi terbatas pada operasi dan pemeriksaan saja. Perbedaan peta aliran proses dan peta proses operasi adalah (Ratmawati. Diagram aliran merupakan suatu gambaran menurut skala dari susunan lantai dan gedung. Hanya saja di sini penggambarannya dilakukan di atas gambar layout dari fasilitas kerja. dsb. serta sebagai alat untuk mempermudah proses analisis ketidakefisienan pekerjaan (Ratmawati. 1993). sebagai alat untuk melakukan perbaikan-perbaikan metode kerja.

Menolong dalam perbaikan tata letak tempat kerja. Biasanya sangat berguna jika barang yang mengalir pada suatu wilayah berjumlah banyak. Menunjukkan ketergantungan satu kegiatan dengan kegiatan lainnya 8. perlengkapan atau orang selama proses tersebut berlangsung Di samping menampilkan informasi yang disertakan dalam proses operasi. Beberapa kegunaan dan keuntungannya adalah dalam (Apple. Diagram aliran seperti bagan yang dirancang untuk menunjukkan "rincian penyimpanan. Perinupaan perpindahan bahan 7. daerah kerja dan kemana saja arah gerakan dari bahan. 3. Juga berguna jika keterkaitan terjadi antara beberapa kegiatan dan jika diinginkan adanya penyusunan kegiatan optimum. dan delay. dan memindahkan material antara operasi manufaktur (Immer. tempat kerja. jumlah waktu dalam penyimpanan. ini berarti penganalisaan suatu proses kerja akan lebih sempurna apabila kita mengetahui dimana tempat mesin. penanganan. Perencanaan pola aliran 3. kantor atau fasilitas lainnya. Lebih memperjelas suatu Peta Aliran Proses. Model tiga dimensi merupakan suatu variasi dari Diagram Aliran. 1950). bengkel mesin umum. bahan maupun orang yang terjadi pada suatu gedung yang bertingkat banyak. 1990): 1. Menunjukkan volume perpindahan antarkegiatan 28 . seperti misalnya di bengkel. apalagi jika arah aliran merupakan faktor yang penting. Pengukuran efisiensi pola aliran 6. Peta dari-ke adalah salah satu teknik yang paling baru yang dipergunakan dalam pekerjaan tata letak dan pemindahan bahan. Penentuan lokasi kegiatan 4. 2. yang berguna terutama untuk menganalisa aliran-aliran baik barang.1. Pembandingan pola aliran atau tata letak pengganti 5. Menganalisis perpindahan bahan 2. Diagram aliran berfungsi melengkapi Peta Aliran Proses. proses aliran diagram akan menunjukkan: jarak yang ditempuh di masing-masing transportasi.

Perencanaan keterkaitan antara beberapa produk. komponen. Menunjukkan masalah kemungkinan pengendalian produksi 11. Pemendekan jarak perjalanan selama proses 29 . bahan. Menunjukkan hubungan kuantitatif antara kegiatan dan perpindahannya 13. barang. Menunjukkan keterkaitan lintas produksi 10.9. dan sebagainya 12.

c. Jika bahan lebih dari satu. bahan utama atau bahan yang mengalami operasi terbanyak digambarkan di bagian paling kanan. kemudian menunjukkan tanda operasi dan atau inspeksi yang dialami dengan menggunakan lambang lingkaran atau bujur sangkar. dan Kue” B.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. nomor peta. Penggaris biasa Penggaris bulat dan kotak Alat Tulis Kertas A4 Bahan : 1. d. Di sebelah kanan lambang lingkaran atau bujur sangkar menuliskan nama operasi/inspeksi. tanggal dipetakan. b. Pembuatan PPO Cara untuk membuat PPO : a. Roti. Di sebelah kiri lambang lingkaran atau bujur sangkar. Menulis pada baris teratas Peta Proses Operasi. 4. 3. tuliskan waktu yang diperlukan. nama pembuat peta. mesin yang digunakan atau stasiun kerja yang melaksanakan operasi/inspeksi. Bahan tambahan yang mengalami operasi/inspeksi digambarkan di sebelah kiri bahan utama/bahan dengan proses terpanjang. 2. 30 . Gambar garis menurun. Prosedur Praktikum 1. Data hasil kunjungan ke “Salma. Menulis bahan yang akan diproses di atas garis horizontal. kondisi operasi. Alat dan Bahan Alat : 1. diikuti informasi lain seperti nama obyek.

menuliskan ringkasan jumlah kegiatan operasi dan inspeksi. Menghubungkan lambang-lambang tersebut dengan garis untuk lintasan perjalanan bahan. waktu yang dibutuhkan. metode perpindahan. d. 2. Kepadatan garis menunjukan daerah yang padat. Menentukan aliran bahan / orang yang diamati. Tiap bahan mempergunakan warna yang berbeda. c. f. 3. Memindahkan lambang-lambang pada peta aliran proses ke dalam diagram aliran. frekuensi pemindahan. nomor departemen dan lain – lain. b. Melengkapi kolom sebelah kanan dengan data seperti : jarak perpindahan. Pembuatan Diagram Aliran Cara pembuatan DA: a. harus mengikuti satu orang atau satu obyek. Pembuatan PAP Cara untuk membuat PAP : a. jumlah orang terlibat. Mengkaji peta untuk kemungkinan perbaikan.e. c. e. Setalah PPO selesai dibuat. Pembuatan Peta Dari-Ke a. Bahan tambahan yang tidak mengalami operasi (dibeli langsung dipakai) digambarkan langsung dititik bahan tersebut bergabung. 31 . dari awal sampai akhir proses. Mengisi sesuai dengan kegiatan yang diamati. d. 4. Dalam menentukan langkah. g. Penomoran kegiatan operasi/inspeksi dilakukan secara beruntun sesuai dengan urutan operasi/inspeksi yang terjadi. Dilanjutkan ke seluruh proses. Menggambarkan aliran bahan yang ada pada denah yang sudah diperoleh di acara 1. Membuat formulir PAP b. Menggambar matriks dengan jumlah baris dan kolom sesuai dengan jumlah kegiatan. f. g.

Memasukkan nama kegiatan sepabjang baris dan kolom kiri ke bawah dengan urutan susunan geografis dalam pabrik. berat tiap satuan waktu. kombinasi jumlah. dsb. Memasukkan data yang dapat berupa: jumlah gerakan. Menganalisis tata letak industri yang ada sekarang berdasarkan petapeta kerja yang telah dibuat dengan mengacu pada kriteria tata letak yang baik. Menganalisis Kelebihan dan Kekurangan Tata Letak Sekarang a.b. jumlah bahan bahan dipindahkan tiap periode. waktu. Menjunlahkan tiap baris dan kolom. d. susunan logis aliran proses atau urutan yang disarankan. 5. biaya perpindahan. berat. waktu perpindahan. 32 . Membuat tabel b. c.

Hasil 1.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. PPO (Peta Proses Operasi) : 33 .

PAP (Peta Aliran Proses) 34 .2.

Diagram Alir : Keterangan : : tepung terigu : mentega : margarin : telur : ragi : resep : air : selai coklat : adonan 35 .3.

DIAGRAM ALIR DI AUTOCAD 36 .

4. Peta Dari-Ke Maju: 1 x (107+42+59+7+19+38+10+10) = 292 2 x (15) = 32 + 322 37 .

peta aliran proses. sehingga supplier bisa langsung bertemu dengan manajer. sudah di-conblock KEKURANGAN Terletak di pinggir jalan. penataan rapid an sudah dipisahkan menurut jenisnya 3 Ruang Administr asi Dekat dengan pintu keluar. Efisiensi ruang 4 Ruang Produksi I 5 Gudang 6 Ruang produksi II 7 Dapur 8 Kamar Mandi 9 Kamar Berdekatan dengan Outlet sehingga pembeli dapat melihat proses produksi. halaman tanpa pagar. diagram aliran berdasarkan proses produksi yang terjadi. Analisis Kelebihan dan Kekurangan Tata Letak Sekarang NO LOKASI 1 Tempat Parkir KELEBIHAN Area luas. pintu selalu dalam keadaan terbuka yang dapat membuat debu dan kotoran masuk Antara ruang administrasi dan lorong menuju gudang tidak bersekat sehingga dapat menghalangi saat penggangkutan bahan. Peletakan bahan-bahan sudah cukup bagus Dekat ruang produksi I Pintu selalu terbuka sehingga hewan seperti serangga dapat masuk Penerangan kurang dan kebersihan kurang terjaga serta relative terlalu sempit Tidak ada sekat dengan ruang pencucian Area sempit Pencahayaan bagus Letak strategis dan bersih Terletak di tempat yang Area sempit mengingat strategis dan terdapat hiburan banyaknya pekerja B.5. Selain itu. 38 . Kurang memperhatikan nilai estetika Kurang luas sehingga pekerja terbatas geraknya 2 Outlet Area cukup luas. dikhawatirkan kendaraan dapat hilang karena tidak ada penjaga Roti diletakan pada rak yang terbuka sehingga memperluas peluang terjadinya kontaminasi. Pembahasan Praktikum acara II ini yakni Peta Kerja untuk Evalusi Tata Letak Awal dilakukan bertujuan untuk membuat peta kerja seperti peta proses operasi. Penerangan cukup Cukup strategis karena dekat pintu keluar masuk.

dan ragi. dan ragi. Berdasarkan hasila evaluasi. Selanjutnya diikuti bahan-bahan lainnya ke arah kiri. Pada penimbangan tepung terigu. formula. Melalui peta-peta kerja tersebutlah dapat dievaluasi tata letak yang ada sekarang. Disusul dengan mentega. Selain itu memuat semua informasi mengenai waktu proses. mesin atau stasiun kerja yang melakukan kegiatan operasi. margarin. margarin. bahan yang melalui proses terpanjang ialah tepung terigu sebagai bahan dasar pembuatan roti manis rasa coklat. Pada industri Salma Roti.dilengkapi data peralatan dan waktu proses. Langkah pertama pada pembuatan peta ini. mentega. dan ditulis dari sudut kanan kertas. Peta ini meliputi langkah-langkah proses yang akan dialami oleh bahan baku. Proses awal dalam pembuatan roti manis rasa coklat adalah penimbangan tepung terigu. margarin. Selanjutnya pembuatan peta dengan sebagai dasar bagi bahan yang mempunyai alur proses paling banyak dipilih pertama kali. serta pemisahan telur. maupun pemisahan terjadi operasi dan inspeksi. telur. Sedang 39 . telur. Dalam PPO hanya dimuat aktivitas bahan yang bersifat produktif dan meningkatkan nilai tambah sehingga disertakan tiga aktivitas tersebut. Untuk bahan-bahan tambahan yang tidak mengalami proses operasi tidak diletakkan di sebelah kiri bahan utama tapi langsung ditambahkan dalam tahap operasi seperti air. mentega. Hal ini dikarenakan proses ini terjadi perubahan volume serta jika dihilangkan akan mempengaruhi proses selanjutnya yang disebut dengan operasi yang berlambang lingkaran. Pada PPO hanya terdapat tiga aktivitas bahan yaitu operasi. bahan yang digunakan. dan selai coklat. dan ragi. Operation Process Chart (OPC) merupakan peta kerja yang mencoba menggambarkan urutan kerja dengan cara membagi stasiun kerja kedalam elemen-elemen operasi secara detail. dapat diketahui kelebihan dan kekurangan yang ada. waktu serta kondisi saat operasi. terlebih dahulu memilih komponen atau bahan-bahan baku yang akan digunakan untuk menghasilkan produk yang diinginkan. inspeksi dan penyimpanan. berupa urutan kegiatan operasi dan inspeksi sejak bahan mentah hingga menjadi produk.

Hal ini berlaku juga dengan penimbangan dan pemisahan bahan lainnya. penyimpanan yang dilakukan. Tahap akhir ialah penyimpanan pada outlet. mentega. Kemudian sebelum dilakukan pengemasan. Pada pembentukan adonan dilakukan dengan cara manual oleh pekerja menggunakan tangan yang disebut O-9 dan I-8. Sedang sebelah kiri dari lambang menunjukan waktu yang diperlukan dalam proses tersebut yakni berturut-turut 17. Sedangkan untuk telur terjadi proses pemisahan antara kuning telur dengan putihnya dengan proses manual oleh pekerja selama 130 detik. Pada tahap penimbangan tepung telur disebut operasi pertama dan inspeksi pertama. Selanjutnya dilakukan penimbangan adonan terlebih dahulu menggunakan timbangan duduk selama 12 detik yang terilustrasi dengan O-7 dan I-7. terdiskripsi O-12. Pada peta proses operasi ini. Pengemasan dengan manual selama 20 detik tergambar O-13. Operasi ini terilustrasi dengan O-10. 19. maka adonan ditambah dengan selai coklat dan dilakukan pembentukan adonan. O-11 dan I-8. Kemudian adonan dilakukan pembagian dengan mesin devider selama 150 detik yang terdiskripsi dengan O-8. Pada penimbangan tepung terigu. dan 20 detik. yang diilustrasikan ke dalam lambang berturutturut O-1 dan I-1. dan ragi. Maka dari itu pada peta tergambar lambang lingkaran di dalam kotak persegi. Setelah dilakukan pembagian adonan. margarin. inspeksi. yang ditulis secara berurutan. mentega. Proses selanjutnya ialah tahap pengembangan adonan selama 120 menit dengan cara manual yaitu dengan membiarkan pada suhu ruangan agar terjadi fermentasi. Proses selanjutnya ialah mencampurkan tepung terigu dengan telur. margarin. dapat menunjukkan jumlah operasi. formula. Proses selanjutnya ialah pengovenan selama 15 menit. Selain itu dapat juga menunjukkan 40 . dan air. Pencampuran ini menggunakan mesin mixer selama 20 detik yang digambarkan dengan opearsi ke-6 (O-6) dan inspeksi ke-6 (I-6). ragi. dan peralatan yang digunakan yakni timbangan. 20. sebelah kanan lambang menunjukkan proses yakni penimbangan. dilakukan pendingan selama 30 menit dengan cara manual.pada proses ini terjadi pengamatan yang disebut inspeksi yang berlambang kotak persegi.

Secara garis besar PAP ini dapat dibedakan menjadi dua tipe yakni tipe bahan dan tipe orang. Menunjukkan tingkat kebutuhan sebuah operasi. Menunjukkan urutan operasi. dan penyimpanan secara berturut-turut 13. inspeksi. 4. 9. 2. Menunjukkan jumlah pekerja atau peralatan yang dibutuhkan. berarti peta ini merupakan salah satu bagian dari peta 41 . Pada pembuatan roti manis rasa coklat ini jumlah operasi. Peta aliran proses yang dibuat merupakan peta aliran proses tipe bahan. Padahal jarak antar proses mempengaruhi lama suatu operasi. Menunjukkan sifat pola aliran bahan. Peta Aliran Proses (PAP) adalah diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses yang dialami oleh bahan yang digambarkan dalam bentuk tabel. Menunjukkan operasi yang dilakukan beserta waktu yang diperlukan. Kelemahan pada peta ini ialah tidak mampu menjelaskan jarak yang ditempuh suatu operasi satu ke operasi selanjutnya serta belum dapat menggambarkan dimana operasi dilakukan. Pada PAP digambarkan langkah-langkah dari perpindahan suatu bahan. 7. yakni peta aliran proses. dan jarak perpindahan. 3. Namun hal ini dapat dijelaskan dengan peta yang lain. waktu perpindahan. Sedang untuk jumlah waktunya secara berturut-turut ialah 11456 detik. 148 detik. Beberapa keuntungan dan kegunaan dari Operation Process Chart (OPC) ini adalah sebagai berikut : 1. Memberikan informasi yang lebih lengkap.lama waktu yang diperlukan. 6. Menunjukkan hubungan antar komponen 5. sedangkan waktu penyimpanan tidak diukur karena di luar proses produksi. Mencatat proses pembuatan untuk diperlihatkan pada bagian lain. Membantu perencanaan tempat kerja mandiri. 8. dan 1. 8. Peta ini menggambarkan kejadian yang dialami bahan (dapat merupakan salah satu bagian dari produk jadi) dalam suatu proses atau prosedur operasi. Dengan hanya menggambarkan salah satu komponen dari produk jadi dalam hal ini tepung terigu.

pencampuran terigu dengan bahan lainnya. 4 inspeksi. 5 transportasi dan 2 penyimpanan. Mempermudah proses analisis untuk mengetahui tempat-tempat dimana terjadi ketidakefisienan pekerjaan sehingga dapat menekan biaya produksi. Peta ini dapat memberikan informasi mengenai waktu penyelesaian suatu proses sehingga dapat mengurangi waktu yang tidak perlu seperti delay. pemindahan adonan dari mixer ke meja. 2. dan pengemasan. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan pada stasiun kerja ini adalah 42 . 7. penimbangan adonan. pemindahan loyang adonan dari rak ke pengovenan. 1. pengadukan. Dapat digunakan untuk mengetahui aliran bahan mulai awal masuk dalam proses hingga aktivitas produksi berakhir. Dari hasil PAP tepung terigu dalam pembuatan roti manis rasa coklat terdapat 10 operasi. Transportasi ini menyumbang lamanya waktu produksi sebesar 171 sekon. Total waktu yang digunakan untuk inspeksi adalah sebesar 146 sekon. Mengurangi jarak perpindahan material 6. penimbangan adonan. Dapat digunakan untuk mengetahui jumlah kegiatan yang dialami bahan selama proses. 3. 4. pemindahan adonan pada loyang ke rak. maka diperoleh angka 11207 sekon. dan dari oven ke rak pendinginan.yang lebih kompleks. pembagian adonan. dan pengovenan. Dapat digunakan untuk mengetahui jumlah kegiatan yang dialami bahan selama proses berlangsung. Jika ditotal waktunya. Eliminasi proses handling yang tidak efisien 5. pendinginan. Peta ini berfungsi sebagai berikut. Sedangkan transportasi meliputi pemindahan terigu dari gudang ke tempat produksi I. Penyimpanan ini meliputi penyimpanan bahan baku di gudang dan penyimpanan roti di outlet. pengembangan adonan. Sedangkan inspeksi meliputi penimbangan terigu. Kesepuluh operasi ini meliputi penimbangan terigu. pengadukan. pengovenan. pembentukan adonan.

Pada diagram alir. tanda panah untuk transportasi. Kombinasi adonan tersebut ditambah dengan selai yang diambil dari freezer. Hal ini ditunjukkan dengan tidak adanya aliran bahan bolak-balik. dan formula disimpan di gudang lalu masing-masing mengalami inspeksi dan operasi saat penimbangan. persegi untuk inspeksi. Proses ini termasuk dalam operasi. Apalagi jika ditinjau dari area industri yang sempit. serta segitiga terbalik untuk penyimpanan. Tujuan penggambaran diagram alir adalah untuk evaluasi langkah-langkah proses dalam situasi yang lebih jelas. Setelah adonan dibentuk. Apabila dilihat dari rincian data di atas dapat disimpulkan bahwa operasi menyumbang angka yang paling besar dan menunjukkan bahwa bahan (tepung terigu) mengalami aliran proses yang cukup panjang dan kompleks. penggambaran dilakukan di atas gambar layout fasilitas kerja. Setelah ditimbang. dan Kue cukup efektif. Semua bahan tersebut mengalami operasi berupa mixing atau pencampuran sehingga menghasilkan adonan. mentega. masing-masing 43 . Roti yang sudah matang didiamkan lalu dikemas dan dijual. Aliran bahan pada industri Salma. margarin. Kuning telur yang sudah dipisahkan kemudian dipindah ke dalam mixer. diagram alir dapat dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam desain layout fasilitas produksi yang ada. telur yang berada di gudang juga dipindah ke dekat mixer lalu mengalami operasi-inspeksi pemisahan kuning telur. Diagram alir menggunakan simbol-simbol yang berfungsi menggambarkan kegiatan yang ada. Roti. Adonan yang sudah terbagi-bagi lalu diuleni dan dicetak sesuai bentuk yang diinginkan. Akan tetapi. Sementara itu. Pada dasarnya diagram alir sama persis dengan peta aliran proses. Adonan yang sudah mengembang lalu dioven. masing-masing bahan akan dipindah ke mixer.selama 11524 sekon. Adonan dipindahkan ke meja lalu ditimbang (operasiinspeksi) kemudian dipindah ke devider untuk dibagi (operasi). letak penyimpanan bahan baku yang mayoritas hanya dalam gudang saja membuat aliran bahan terfokus pada satu sumber saja. yaitu lingkaran untuk proses. ragi. adonan didiamkan di rak. Bahan-bahan berupa terigu. Selain itu.

dan ruang anatar peralatan mencukupi sehingga tidak sulit dalam pemeliharaan (pembersihan) peralatan. Permindahan Bahan Perpindahan bahan dilakukan secara manual (tanpa alat pembantu) dengan frekuensi hanya satu kali per produksi. Selain itu. tidak terjadi langkah balik. operasi dan inspeksi pada operasi 1. maka perlu dilakukannya analisis. Ruang Lorong atau gang yang terdapat dalam industri ini lurus. 2. diketahui bahwa secara keseluruhan tata letak Salma. namun lorong luas dan jumlah bahan yang dipindahkan relatif sedikit. industri telah mampu memaksimalkan pemakaian ruang seperti penggunaan lorong untuk ruang administrasi. Hal ini dikarenakan biaya pemindahan bahan nilainya cukup besar. Dari hasil analisis tersebut. Roti. 1. inspeksi. 4.bahan dan perlakuan (operasi. Adapun beberapa parameter yang dijadikan acuan adalah sebagai berikut. dan Kue yang ada sekarang telah cukup baik. Semua bahan dipindahkan dari gudang ke ruang produksi I. Ruang gudang mencukupi untuk menyimpan bahan. Proses Produksi 44 . 4 juga memiliki beda warna yang netral (tidak mewakili bahan apapun). maupun penyimpanan) dibedakan berdasarkan warnanya. Selain itu. Tata letak pada industri ini sudah cukup baik karena lorong menuju gudang cukup luas sehingga pemindahan bahan lebih leluasa. Padahal. Menilik dari urgensi tata letak yang baik diatas. Walaupun terdapat daerah yang padat perpindahan. kegiatan pemindahan bahan ini merupakan kegiatang yang tidak produktif. terlihat bahwa pola aliran dan keterkaitan kegiatan terencana serta aliran bahan relaif lurus. 2. 2. Selain itu. 3. 3. Aliran Bahan Dari diagram alir yang telah dibuat. Tata letak ini biasanya berkaitan erat dengan minimasi biaya produksi atau lebih tepatnya biaya pemindahan bahan. 4 maupun inspeksi 1. 3.

tidak terdapat barang setengah jadi. waktu proses total merupakan waktu pemrosesan. 45 . namun juga merupakan antisipasi agar produk tidak terkontaminasi debu. Sealin itu. Selain itu. Lain-Lain Industri ini telah menyediakan fasilitas bagi pekerja seperti kamar mandi dan tempat istirahat. 5. kebisingan jalan tidak menggangu industri baik pekerja maupun pelanggan. Letak gedung sedikit menjorok ke dalam dimaksudkan tidak hanya untuk memperluas area parkir.Operasi pertama yakni penimbangan dilakukan di gudang sehingga tidak banyak energi yang terbuang. Dalam industri ini. Sedangkan operasi terakhir berada di ruang produksi I yang terletak bersebelahan dengan outlet sebagai tempat penjualan.

2. Selain itu. Kesimpulan 1. sebuah PAP. 3. Sebab. dapat dibuat sebuah PPO . Saran 1. seperti penggunaan lorong untuk ruang administrasi. B. Asisten hendaknya lebih membimbing lagi dalam pembuatan peta agar praktikan dapat mengerjakan secara optimal. tidak aliran bahan yang bolak-balik.BAB V PENUTUP A. Berdasarkan proses produksi pembuatan roti manis rasa coklat di Salma Roti dan Kue. 46 . ruang antarperalatan mencukupi sehingga tidak sulit dalam pemeliharaan (pembersihan) peralatan. Praktikum dibuat lebih menyenangkan dengan suasana yang lebih kondusif. dan sebuah diagram alir yang dilengkapi data peralatan dan waktu proses. 2. Industri ini telah mampu memaksimalkan pemakaian ruang. Tata letak Salma Roti dan Kue sudah cukup efektif jika ditinjau dari aliran bahan.

DAFTAR PUSTAKA Anonim.eprints. Richard. 22 Maret 2010 pukul 9. Dalam http://rekayasafasilitas. Guna Widya. New York: Mc Graw-Hill Book Company. Tugas Akhir: Usulan Perbaikan Metode Kerja Proses Pengemasan Sari Ayu Alas Bedak Cempaka Sari 35 mL.M. 2009.34 WIB. Diakses pada hari Senin. Muther. Diakses pada hari Senin.com/doc/214 77003/BAB-II. John R. 1950. Tataletak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ketiga.13 WIB. Bab II Landasan Teori. Inc.html. Apple.ums. 2007. 47 .com/2007/12/perancangan-fasilitas-artikeldisusun. Emy Dyah. Dalam http://etd. Layout Planning Techniques. Immer. Jakarta: Penerbit ITB. Diakses pada hari Senin.pdf .39 WIB. 22 Maret 2010 pukul 20.ac.blogspot. Jakarta: PT.scribd. Widya Fitra. Pengantar Teknik Industri Jilid 1. 1955. 2009. Sritomo. New York: Mc Graw-Hill Book Company. 1990. 22 Maret 2010 pukul 9. Ratmawati. Nugroho. Dalam http://www. 1993. Wignjosoebroto. Inc. J. Practical Plant Layout.id/6237/1/D600000076. Perancangan Fasilitas.

Esti Rumaningsih 6.LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA III ROUTE SHEET DAN MUTI PRODUCT PROCESS CHART Disusun oleh: Kelompok 10 4. Nika Awalistyaningrum 5. Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 48 .

Multi product process chart juga berbentuk tabel namun lebih mengacu pada proses produksi yang dilalui bahan dan memanfaatkan data jumlah mesin atau tenaga kerja teoritis dari Route Sheet. Sejak awal barang input masuk ke sebuah industri hingga produk dapat dinikmati konsumen. Keduanya juga berperan dalam menganalisis pola aliran proses produksi sehingga dapat diperoleh proses produksi yang efisien dan efektif. Pada praktikum ini acara 3 ini. mesin dan pekerja) tersebut agar proses produksi yang terjadi sesuai dengan yang diharapkan yakni efektif dan efisien. proses. Perhitungan menggunakan Route Sheet 49 . Maka dari itu di dalam sebuah industri harus mencakup kebutuhan bahan baku. Route Sheet merupakan tabel yang digunakan untuk menghitung jumlah mesin atau peralatan yang harus digunakan. Perhitungan untuk mengetahui jumlah mesin atau pekerja dalam suatu stasiun kerja diperlukan analisis menggunakan atribut analisis. serta evaluasi dalam suatu industri. tidak akan dapat lepas dari peralatan atau mesin serta peran pekerja atau operator. kebutuhan mesin dan pekerja yang berperan langsung dalam kegiatan produksi. Perhitungan ini dapat dilakukan dengan menggunakan Route Sheet dan Multi product process chart. akan menyebabkan kegiatan produksi berlangsung kurang efektif atau efisien.BAB I PENDAHULUAN A. serta output. Maka dari itu diperlukan perhitungan tiga kebutuhan (bahan baku. Route sheet dan Multi Product Process Chart memiliki keterkaitan erat dimana pada pembuatan MPPC dibutuhkan data dari route sheet. Suatu pabrik atau industri beroperasi dalam jangka waktu yang lama. bermaksud untuk melakukan perhitungan jumlah kebutuhan mesin dan sumber daya manusia berdasarkan kapasitas riil industri yang dijadikan obyek penelitian. jika terjadi kesalahan dalam penganalisisan serta perencanaan layout. Atribut-atribut ini sangat membantu untuk melakukan analisis dan perbaikan. terutama yang berbasis bakery tidak akan bisa lepas dari sistem industri yang meliputi input. Latar Belakang Pada sebuah industri.

50 .dan Multi Product Proses Chart. Tujuan Praktikum Praktikan dapat melakukan perhitungan kebutuhan mesin dan sumber daya manusia berdasarkan kapasitas riil industri. B.

aliran barang. Sama halnya dengan yang telah dikemukakan di atas. Karena tiap potong peralatan atau pusat kegiatan akan menghuni sejumlah meter persegi. membentuk konsep. dan sarana lain) untuk mengoptimumkan hubungan antara petugas pelaksana. Begitu pula dengan jumlah operator yang juga harus ditentukan. tanah. Maka bukan hanya urutan operasi tetapi jumlah mesin dan peralatan akan mempunyai pengaruh pada pola aliran (Apple. Adanya proses penentuan jumlah mesin yang dibutuhkan harus dibarengi dengan kegiatan pemilihan dan penentuan dari jenis mesin itu sendiri. Penetapan kapasitas produksi yang diperlukan adalah satu kunci permasalahan pokok tidak hanya merancang fasilitas produksi yang baru atau ekspansi fasilitas yang ada tetapi juga untuk mengantisipasi periode produksi yang pendek dengan ukuran pabrik tidak dapat diubah begitu saja (Wignjosoebroto. 1990). jumlah peralatan total menjadi faktor yang menentukan kebutuhan ruangan ’kotor’. Semua usaha yang telah dilakukan dapat menghasilkan sesuatu yang tidak berharga jika perancang proses tidak memilih dengan cermat peralatan tertentu yang dibutuhkan 51 . aliran informasi. Di sini. merancang. dan tatacara yang diperlukan untuk mencapai tujuan usaha secara sangkil. dan aman (Apple. Pertimbangan awal dari jumlah mesin semestinya telah dilakukan pada langkah awal. keputusan akhir harus dibuat untuk menentukan jumlah peralatan sebagai dasar untuk merencanakan stasiun kerja mandiri dan menghitung kebutuhan ruangan bagi tiap bidang kegiatan. sebelum proses tata letak dapat dilanjutkan lebih jauh. 1996). 1990). bangunan. ekonomis.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Perancangan fasilitas merupakan kegiatan menganalisis. dan mewujudkan sistem bagi pembuatan barang atau jasa. Pemilihan jenis dan spesifikasi mesin fasilitas produksi lainnya merupakan langkah penting dan menentukan untuk langkah perancangan layout selanjutnya. Rancangan ini umumnya digambarkan sebagai rencana lantai yaitu suatu susunan fasilitas fisik (perlengkapan. perlu ditentukan terlebih dahulu berapa jumlah tiap jenis peralatan dibutuhkan.

Routing sheet menjelaskan secara detail urutan proses dan kegiatan yang dilakukan pada setiap proses secara detail. 4. 2009). Untuk Produksi yang diperluas.untuk melaksanakan proses satuan dan operasi yang telah ditentukan. Sedangkan. yaitu jenis information flow dan material flow. Untuk pekerjaan yang belum pernah dikerjakan sebelumnya. Pertimbangan yang harus dicermati salah satunya adalah mengenai sifat pemilihan peralatan. ketersediaan mesin (availability) dan efisiensi mesin (efficiency) yang dapat digunakan untuk menghitung waktu aktual yang dibutuhkan pada setiap proses untuk setiap jenis produk yang akan diproduksi (Ardliansyah dan Pratama. 2. 6. 3. Menurunkan ongkos produksi. Routing sheet terdiri atas dua jenis. Hal tersebut adalah sebuah contoh di mana proses produksi berhenti pada waktu tertentu untuk istirahat maupun kebutuhan pribadi lainnya. Routing sheet menjelaskan urutan kronologis setiap operasi dan inspeksi yang dilakukan terhadap suatu produk. 5. jumlah part yang diharapkan pada proses perakitan dan pabrikasi dihitung berdasarkan permintaan pasar dan diolah sampai mendapatkan jumlah kebutuhan rough lumber tanpa memperhatikan perubahan material yang terjadi selama proses operasi suatu part. 1962): 1. pada satu tabel penghitungan 52 . Informasi lain yang terdapat pada routing sheet adalah waktu teoretis setiap proses. Kondisi ini menghilangkan adanya wasting time pada operator (Immer. Pada routing sheet jenis information flow. Mengganti mesin yang telah aus. Perubahan material dilakukan di luar routing sheet. Di berbagai perusahaan besar seorang operator dapat meningkatkan produktivitas selama operator lain menggantikan posisinya ketika ia menggunakan waktu pribadinya. Untuk pekerjaan yang sebelumnya belum pernah dikerjakan dengan tangan. Mengambil kesempatan dari perubahan teknis atau teknologis. Terdapat beberapa cara yang berbeda dengan masalah pemilihan yang mungkin akan muncul (Eary danJohnson. di sisi lain terdapat pergantian pekerja sesuai dengan kebutuhan produksi perusahaan. 1950).

Multi-Product Process Chart (MPPC) adalah peta operasi yang menggambarkan aliran produk dalam sebuah fasilitas pabrik yang memproduksi beberapa jenis produk sekaligus (high product mix) dengan menggunakan beberapa mesin yang ada di fasilitas tersebut (Ardliansyah dan Pratama. Aktual Sebuah route sheet menunjukkan secara detail mengenai operasi yang dibutuhkan untuk sebuah bagian dalam sebuah produksi. 6. 2008). 2009). sehingga dapat digunakan untuk penghitungan lebih lanjut. kemudian hasil penghitungan di tabel ini dijadikan sebagai informasi untuk jumlah part yang diharapkan pada proses prefabrikasi. 5. 9. Teori 11. Nomor operasi Deskripsi Msn (alat) Produk mesin/ jam Persentase Scrap Bahan Diminta Bahan Dipersiapkan Effisiensi Msn Kebutuhan mesin 10. 4. misalnya ongkos material handling (Ardliansyah dan Pratama. 2. Contoh Tabel Routing Sheet terdiri atas (Anonim 1. routing sheet jenis material flow memperhatikan perubahan bentuk dan jumlah material pada setiap proses yang terjadi untuk setiap part. 8. Berbeda dengan routing sheet jenis information flow. 3. 53 . 7.tersendiri. Routing sheet jenis ini lebih menggambarkan kondisi aktual proses produksi di workstation. 2008): 1. Routing sheet ini digunakan untuk menghitung jumlah mesin yang diperlukan dan menghitung jumlah part yang harus dipersiapkan dalam usaha memperoleh sejumlah produk jadi yang diinginkan. Hal ini memungkinkan juga untuk mengatur waktu untuk setiap operasi dari setiap mesin (Anonim1. 2009).

2010). 54 . berkaitan erat dengan peta proses operasi (Anonim 2. Multi Product Process Chart termasuk dalam peta untuk menganalisis dan merencanakan aliran barang dalam pabrik yang sudah berdiri maupun bagi perencanaan proyek baru.Multi Product Process Chart adalah suatu diagram yang menunjukkan urut-urutan proses untuk masing-masing komponen yang akan diproduksi.

3. Membuat tabel yang terdiri dari 10 kolom : Kolom 1 : nomor operasi (dari PPO) Kolom 2 : nama operasi Kolom 3 : nama mesin atau stasiun kerja Kolom 4 : waktu proses atau waktu baku (menit) Kolom 5 : kapasitas aktual (menit / produk) Kolom 6 : efisiensi mesin atau pekerja Kolom 7 : jumlah scrap (%) Kolom 8 : jumlah diharapkan Kolom 9 : jumlah harus disiapkan Kolom 10 : jumlah mesin atau pekerja teoritis b.3.7.5.8 2) Menghitung efisiensi (kolom 6) menggunakan rumus yang telah ditentukan. 6. Alat tulis Penggaris Kertas A4 Tabel Route Sheet Tabel Multi Product Process Chart Kalkulator B. Melakukan perhitungan dimulai dari operasi terakhir dan bekerja mundur ke operasi pertama. d. 5. 4.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 55 . Mengisi tabel dengan urutan : 1) Memasukkan data di kolom 1.2.4. Memasukkan data Route Sheet berdasaran PPO yang telah dibuat c. Membuat Route Sheet a. 2. Alat dan Bahan 1. Prosedur Praktikum 1.

Menulis daftar kegiatan / proses yang harus dilalui bahan pada sisi kiri kertas. Kesamaan pola aliran menunjukkan kebutuhan akan proses yang sama. Menulis komponen produk sepanjang baris atas. 4) Menghitung Kolom 9 “jumlah harus disiapkan” diperoleh dengan rumus : Ks = Ka / (1 . Ei = jumlah mesin atau tenaga kerja teoritis = kapasitas aktual (menit / produk) = jumlah harus disiapkan (produk / hari) = waktu operasi kerja (jam / hari) = efisiensi mesim atau pekerja 2. c. b. dsb. waktu sama. Menghubungkan dengan lingkaran. 6) Menghitung jumlah mesin atau tenaga kerja teoritis yang dibutuhkan : Ni = Ti 60 Ni Ti Pi D Ei Pi D. Membuat Multi Product Process Chart a.% scrap) Ks = jumlah harus disiapkan Ka = jumlah diharapkan 5) Nilai ”jumlah harus disiapkan” pada operasi terakhir sama besar dengan nilai ”jumlah diharapkan” di proses operasi sebelumnya. d. baru dalam perhitungan diturunkan menjadi volume produksi per jam (dengan ketentuan umum: 1 tahun = 50 minggu. 56 .3) Mengisi jumlah produk yang ingin dihasilkan (volume produksi yang diinginkan) pada kolom 8 “jumlah diharapkan”. Mencatat operasi tiap bahan sesuai dengan kegiatan yang dilalui menggunakan lingkaran. setiap minggu = 40 jam kerja). Volume produksi pabrik biasanya ditentukan per tahun. Langkah balik menunjukkan kemungkinan penyusunan ulang departemen.

04 1 666 1 Tabel 1.5 0.68 1 1 1 1 1 0.2 7.2 7.94 1 0.96 0.6 20.2 7.2 7.5 12 1.8 1.04 75.2 7.283 manual 2.12 7.2 7.2 7.12 7.4 1 249.333 mixer 20 timbangan 1.5 0.8 1.333 timbangan 0.7 57 367 0 100 0 222 No O-1 O-2 O-3 O-4 O-5 O-6 O-7 O-8 O-9 O-10 O-11 0-12 O-13 Nama Operasi Penimbangan terigu pemisahan telur penimbanagan margarin penimbangan mentega penimbangan ragi pengadukan penimbangan adonan pembagian adonan pembentukan adonan pengembangan pengovenan pendinginan pengemasan Nama Stasiun Kerja / Mesin timbangan 0. Route Sheet 57 .2 7.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.2 7.04 1 200.2 7.2 devider manual manual oven manual manual 10 66 120 15 30 40 1100.6 79.4 260.2 4 1 0.5 0. Route sheet Waktu Proses Kapasitas / Aktual Jumlah Jumlah (menit/ Efisiensi Waktu diharapkan Disiapkan baku gram) 10.2 7.04 166.2 7.317 timbangan 0.2 330 333.2 7.98 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 1 0.Mesin / Scrap (Ka) x103 (Ks) x103 Mesin 3 (Menit) Pekerja (%) gram gram 10-3 8.2 1.167 timbangan 0.83 500.2 7. Hasil 1.8 118 6.5 0.

2. Efisiensi Mesin/ Pekerja Alat timbangan dan pekerja mempunyai efisinsi 100 % atau 1 karena tidak membutuhkan downtime dan setup time terlebih dahulu. a. Multi Product Process Chart (MPPC) Perhitungan 1. Mixer (pengadukan) → asumsi setup time 10 menit 58 .

98 c.83 2.E6 = 0. Oven (pengovenan) → asumsi setup time 30 menit E11 = 0. Devider (pembagian adonan) → asumsi setup time 3.6 menit E8 = 0. Scrap yang dihasilkan dari setiap proses adalah 0 % nilai Ka (jumlah yang diharapkan) sama dengan Ks (jumlah yang disiapkan) 3.94 b. Kapasitas Aktual (Ti) O-1 Penimbangan terigu O-2 Pemisahan telur O-3 Penimbangan margarin 59 .

O-4 Penimbangan mentega O-5 Penimbangan ragi O-6 Pengadukan O-7 Penimbangan adonan O-8 Pembagian adonan O-9 Pembentukan adonan O-10 Pengembangan O-11 Pengovenan O-12 Pendinginan 60 .

O-13

Pengemasan

4. Jumlah Mesin atau Pekerja Ni = O-1

Penimbangan terigu N1 = Pemisahan telur N2 = Penimbangan margarin N3 = = 0,0015

O-2

= 0,012

O-3

= 0,0018

O-4

Penimbangan mentega N4 = Penimbangan ragi N5 = Pengadukan N6 = = 0,0018

O-5

= 0,0018

O-6

= 0,00118

O-7

Penimbangan adonan N7 = Pembagian adonan N8 = = 0,0067

O-8

= 0,057

O-9

Pembentukan adonan N9 = Pengembangan = 0,367

O-10

Tidak dapat dihitung karena berlangsung secara alamiah, tanpa operator maupun mesin. O-11 Pengovenan N11 = O-12 Pendinginan = 0,1

61

Tidak dapat dihitung karena berlangsung secara alamiah, tanpa operator maupun mesin. O-13 Pengemasan N13 = = 0,222

62

B. Pembahasan Route Sheet merupakan tabel yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah mesin atau pekerja untuk menyelesaikan pekerjaan berdasarkan kapasitas riil industri. Route Sheet ini dibuat berdasarkan pada jumlah dan volume produksi. Selain itu, terdapat scrap atau bahan sisa yang dihasilkan pada proses produksi mempengaruhi jumlah mesin yang digunakan. Data dan informasi yang berkaitan dengan proses atau operasi yang berlangsung harus dituliskan dalam Route Sheet memberikan informasi rinci berkenaan dengan proses, baik operasi maupun inspeksi yang diperlukan untuk produksi. Lembar rute menunjukkan operasi dan rute yang dibutuhkan dari bagian secara individu. Setiap operasi mesin atau tenaga kerja didaftar dengan peralatan yang dibutuhkan. Waktu produksi pada setiap operasi juga dicantumkan. Route Sheet ini dibuat untuk memperlancar dan mempermudah jalannya proses produksi yang ada. Beberapa manfaat dari Route Sheet adalah: 1. Sebagai pedoman alur kerja secara lengkap yang meliputi jumlah mesin dan peralatan produksi yang dibutuhkan serta jumlah komponen yang harus disiapkan untuk memperoleh jumlah produk seperti yang diharapkan 2. 3. 4. Sebagai target waktu proses pada setiap mesin Mempermudah jalannya proses produksi yang ada Pedoman pekerja agar teratur dalam bekerja Multi Product Process Chart berguna untuk menunjukkan keterkaitan produksi antara komponen produk atau antarproduk mandiri, bahan, bagian, pekerjaan, atau kegiatan. Peta ini terutama berguna untuk membantu operasi job-shop. Informasi yang dapat diperoleh adalah jumlah mesin yang dibutuhkan. Pembuatan Route Sheet secara umum telah dijelaskan pada prosedur praktikum. Objek penelitian yang dipilih oleh kelompok kami ialah industri Salma Roti dan Kue, yaitu pada pembuatan roti manis rasa coklat.

63

l. k. c. untuk mempermudah. O-2. sebaiknya pengisian dilakukan mulai operasi yang dilakukan paling akhir. Penimbangan tepung terigu Pemisahan telur Penimbangan mentega Penimbangan margarin Penimbangan ragi Pengadukan (pencampuran) bahan-bahan dengan mixer Penimbangan adonan Pembagian adonan menggunakan devider Pencentakkan (pembentukkan) adonan Pengembangan adonan Pengovenan adonan Pendinginan roti m. e. 2. O-3. f. 1. dan seterusnya. 64 . missal O-1. Pada pengisian nama operasi. g. Pengemasan roti 3. teridentifikasi terdapat tiga belas operasi.Perhitungan pada Route Sheet ini dilakukan dimulai dari bawah. j. b. Nama operasi. menunjukkan operasi apa yang dilakukan untuk membuat roti manis rasa coklat. i. Operasi yang ditulis harus urut dan sesuai dengan PPO. Pada pembuatan roti manis rasa coklat. Operasi tersebut antara lain: a. agar lebih memudahkan dalam pengerjakannya. Nama stasiun kerja/mesin. menunjukkan stasiun kerja tempat operasi terkait yang digunakan. Pada penomoran ini harus disesuaikan dengan penomoran urutan operasi pada Peta Proses Operasi (PPO) maupun PAP. yang berfungsi sebagai urutan operasi yang dilakukan dalam pembuatan roti manis rasa coklat. Selain itu penulisannya pun harus sesuai dengan PPO. PPO pembuatan roti manis rasa coklat ini terdapat tiga belas operasi. Nomor operasi. h. Urutan pembuatan Route Sheet pada pembuatan roti ini ialah sebagai berikut: Pembuatan table Route Sheet yang terdiri dari 10 kolom. d.

yaitu kapasitas riil yang dapat dihasilkan dalam satu siklus. Faktor efisiensi mesin ini timbul karena adanya set up mesin. Waktu proses menunjukkan lama suatu proses operasi. terutama pada 65 . down time perbaikan atau hal lain yang menyebabkan mesin menjadi idle. 5. Untuk menentukan efisiensi dari masing-masing tahapan proses dapat digunakan rumus: E = 1− waktu yang terbuang perperiode jam operasi ker ja perperiode waktu yang terbuang perperiode jam operasi ker ja perperiode E = 1− E =1− Keterangan : D Dt St Dt + St D : Lama waktu kerja per periode ( jam/hari ) : Down time ( menit ) : Set up time untuk proses pengerjaan per periode ( menit ) Industri yang dijadikan objek penelitian memiliki tiga buah mesin. kapasitas aktual merupakan waktu yang diperlukan masing-masing operasi untuk menyelesaikan satu produk roti. dan oven. menunjukkan lama suatu proses operasi. Efisiensi mesin. Waktu proses atau waktu. Selain itu. terdapat tujuh pekerja pada saat pengamatan pembuatan roti manis rasa coklat. Nilai efisiensi menggambarkan running time yang terjadi setiap periode waktu (hari). Lamanya waktu ini juga dapat dilihat di PPO maupun PAP. Kapasitas aktual. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masing-masing operasi dapat dilihat di PPO maupun PAP. Sedangkan.4. yaitu mesin mixer. Kapasitas aktual sama dengan waktu baku dibagi dengan jumlah yang disiapkan. devider. menunjukkan kinerja mesin. 6. Waktu proses diisi dengan lamanya waktu setiap operasi dilakukan.

dan 83 %. Jumlah diharapkan. Ks = Ka / (1-% scrap) Ks: jumlah harus disiapkan Ka: jumlah diharapkan 9. yaitu jumlah setelah ditambah dengan semua scrap yang dihasilkan pada semua operasi. Untuk operasi yang tidak menggunakan mesin atau dilakukan secara manual.Ei Ni merupakan jumlah mesin atau tenaga kerja teoritis yang dibutuhkan. % Scrap yang dihasilkan pembuatan roti ini terhitung nol. Jumlah scrap. 98 %. pada kolom ini diisi nol (0). 10. D merupakan waktu untuk menghasilkan satu unit meja (dalam satu hari diasumsikan hanya menghasilkan satu unit meja). Maka dari itu. 66 . 7. Ei adalah efisiensi mesin atau pekerja. dan oven 30 menit.6 menit. Pada pembuatan roti ini tidak menghasilkan scrap karena jumlah yang diharapkan sama dengan jumlah yang disiapkan. Jumlah yang diharapkan yang merupakan jumlah bahan/produk (dalam m3) yang ada/ diinginkan/ diharapkan setelah bahan tersebut mengalami suatu proses operasi. yang menunjukkan tidak adanya Down Time dan Set Up Time. Efisiensi mesin mixer ini diasumsikan dengan adanya setup time sebesar 10 menit. yaitu jumlah mesin yang sebenarnya dibutuhkan yang dapat bekerja secara efisien. menunjukkan scrap atau bahan sisa yang dihasilkan dalam satu operasi. Jumlah mesin.% Scrap). efisiensinya dihitung 100% atau 1. Efisien ketiga mesin secara berturut-turut menunjukan 94 %. Jumlah harus disiapkan. 8. maka disimpulkan bahwa Ks samadengan Ka. mesin devider sebesar 3. yaitu jumlah permintaan produksi. Ti merupakan kapasitas aktual dimana diasumsikan bahwa setiap waktu tertentu menghasilkan sejumlah produk. Ni = Ti Pi 60 D. Pi adalah jumlah bahan yang harus disiapkan yang didapat dari rumus Ks = Ka/ (1.stasiun pencetakkan roti.

Pada pembuatan MPPC. Pemisahan c. air. Pendinginan j. Pada MPPC menunjukkan keterkaitan produksi antara produk. Pembagian f. Pengembangan h. mentega. Pada sisi kiri kertas ditulis daftar kegiatan yang harus dilalui bahan. formula. Namun pada kolom 10 ini tetap mencantumkan angka tersebut. Pengovenan i. dan selai coklat. Berdasarkan peta tersebut maka akan didapat dua hal yang memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam perancangan layout antara lain aliran balik (back tracking) dan pengelompokan pola aliran (flow pattern). 1. Pencetakkan atau pembentukan g. nilai Ni sebesar 0. Penimbangan adonan e. Penimbangan b. telur.0067. margarin.akan diperoleh gambaran mengenai layout mesin atau fasilitas produksi yang seharusnya dirancang atau digunakan. Misal.Hasil perhitungan pada Ni ini berupa angka yang tidak bulat atau berupa angka desimal. bahan. bagian. Bahanbahan yang digunakan ditulis secara berurutan dari kiri ke kanan yaitu tepung terigu. pekerjaan atau kegiatannya. Sepanjang baris atas ditulis komponen bahan yang digunakan. Pengemasan 2. 67 . ragi. Daftar proses untuk membuat roti ialah sebagai berikut. a. Padahal tidak ada jumlah mesin yang berjumlah desimal. Pembuatan MPPC pembuatan roti manis rasa coklat ialah sebagai berikut. untuk stasiun kerja penimbangan adonan. Pengadukan d. Langkah selanjutnya ialah pembuatan Multi Product Process Chart (MPPC).

Sedang untuk jumlah mesin aktual ialah pembulatan angka dari jumlah teoritisnya. Setiap ditengah lingkaran diisi nomor dengan urut dari atas.8 x 10-3. Proses pembentukan adonan dilakukan secara manual. Setelah dianalisis diketahui bahwa secara teoritis diperlukan pekerja 367 x 10-3. Pencatatan operasi setiap bahan sesuai dengan kegiatan yang dilalui menggunakan lingkaran. Selain itu. Sedangkan. Hal ini dikarenakan karena mesin yang digunakan merupakan mesin dalam keadaan utuh (tidak mungkin dalam pecahan). nilai teoritis menunjukkan angka nol. hanya diperlukan 6. Jumlah mesin teoritis diperoleh dari penjumlahan banyaknya nilai Ni pada satu proses yang menggunakan satu atau beberapa bahan. Oleh karena itu. Jadi berapapun angka di belakang koma. Untuk penimbangan margarin. Pekerja yang memisahkan telur dibutuhkan sebanyak 12 x 10-3. mixer dibutuhkan secara teoritis sebanyak 118 x 10-3. Setiap lingkaran dalam satu kolom dihubungkan. mentega dan ragi diperlukan timbangan sebanyak 1. Pada kolom paling kanan terdapat jumlah mesin secara teoritis dan aktual.7 x 10-3 untuk penimbangan adonan dan 57 x 10-3 devider dalam pembagian adonan. Langkah balik menunjukkan kemungkinan penyusunan ulang. Jumlah mesin yang dicantumkan merupakan pembulatan ke atas dari jumlah mesin hasil perhitungan. Oven yang digunakan untuk proses pengovenan ini sangat besar sehingga memiliki kapasitas yang 68 . pengembangan dan pendinginan dilakukan secara alamiah sehingga tidak memerlukan pekerja maupun mesin. maka jumlah mesin merupakan pembulatan ke atasnya.3. dikhawatirkan mesin tersebut terkadang tidak kuat untuk melakukan operasi yang bersangkutan. Jika menggunakan metode pembulatan ke bawah untuk angka di belakang koma yang lebih kecil daripada 5. Berdasarkan hasil perhitungan dipeoleh kebutuhan mesin untuk operasi penimbangan I sebesar 1. 4. di kanan atas lingkaran ditulis banyaknya Ni atau jumlah mesin secara teoritis yang diperoleh dari tabel Route Sheet. Hasil pembulatan pada semua proses ialah bernilai satu.5 x 10-3 yang dibulatkan menjadi 1 buah mesin.

69 . Apabila hanya dikerjakan oleh satu orang pekerja dalam memproduksi berbagai jenis roti dalam partai besar dapat menimbulkan kelelahan pekerja. Observasi ini hanya dilakukan pada produksi roti manis. Pembulatan ke atas ini dilakukan karena tidak mungkin menggunakan mesin dalam jumlah tidak bulat. Jika dibandingkan dengan kondisi yang ada di Salma Roti dan Kue. Perbedaan ini dipengaruhi dari kuantitas maupun jenis roti dan kue yang diproduksi. dan kering. jumlah mesin dan pekerja yang ada sudah memenuhi perhitungan atau teori bahkan jumlah pekerja sangat banyak yakni sekitar tujuh orang pekerja (termasuk siswa yang sedang melakukan Praktek Kerja Lapangan). Pengemasan dilakukan manual oleh pekerja. maka kapasitas mesin atau pekerja tidak mencukupi dalam stasiun kerjanya. Sedangkan kenyataannya. Dengan demikian hanya diperlukan sebuah oven saja.tinggi. Jika pembulatan dilakukan ke bawah. yang secara teoritis diperlukan 222 x 10-3 pekerja. cake. donat. brownis. Hasil-hasil tersebut dibulatkan ke atas menjadi masing-masing 1. industri ini memproduksi berbagai jenis kue yang beragam seperti tawar.

Saran Persepsi antara asisten mengenai materi praktikum sebaiknya disamakan sehingga jawaban valid dan tidak simpang siur. Namun. scrap. dalam kenyataanya masih dipekerjakan lebih dari satu orang dalam stasiun pembentukan adonan. Dari hasil perhitungan. diketahui bahwa hanya diperlukan satu mesin atau pekerja untuk setiap stasiun kerja. dan volume produksi yang diharapkan. 70 . data yang membutuhkan adalah waktu operasi.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. B. Kesimpulan Perhitungan Route Sheet dan Multi Process Product Chart.

Inc.50 WIB. Inc. Diakses pada hari Rabu tanggal 31 Maret 2010 pukul 19. Multi Product Process Chart. 2009. Johnson. Apple. Dalam http://shefaa. 1996. Sritomo.perencanaankerja.DAFTAR PUSTAKA Anonim1. Dalam http://www.blogspot. Bandung: Penerbit ITB. 71 . 1962. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ketiga. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan.M. and G.com /2010/03/16/multi-product-process-chart/.com/ ppt-download/laporanmodul2k98-091008011250-phpapp02. Dalam http://s3. New York: McGraw-Hill Book Company. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. New York: Prentice-Hall. Diakses pada hari Rabu tanggal 31 Maret 2010 pukul 20.52 WIB. Ardliansyah. Anonim2.amazonaws.03 WIB. J. 2008.pdf?Signatu re=0K6iBz5pzLO2T%2FmSLMd0aGInApE%3D&Expires=1270040093 &AWSAccessKeyId=AKIAJLJT267DEGKZDHEQ. Diakses pada hari Rabu tanggal 31 Maret 2010 pukul 19.com. Immer. Rifqi dan Ach Januar J.ngeblogs. D. Layout Planning Technique. John R.E. 1990. Wignjosoebroto. TI4101-Perancangan Tata Letak Pabrik: Laporan Tugas Modul 2. Eary. Pratama. Process Engineering For Manufacturing.F. 2010. 1950. Perencanaan Kerja.

Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 72 .Esti Rumaningsih 3.Nika Awalistyaningrum 2.LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA IV KEBUTUHAN RUANG DAN LUAS LANTAI Disusun oleh: Kelompok 10 1.

73 . dan sumber daya alam lainya. Proses ini harus berlangsung pada tempat yang memadai yakni pabrik. aliran informasi. Selain itu. mesin. informasi. Salah satu manfaat dari tata letak ialah dapat mengetahui kebutuhan ruangan dan luas lantai yang dibutuhkan untuk mengelola semua faktor produksi. Hal ini akan berpengaruh pada biaya produksi. Tata letak yang baik merupakan tata letak yang dapat menciptakan efisiensi serta efektivitas kegiatan produksi serta menjaga kelangsungan hidup atau keberhasilan suatu perusahaan. penentuan luas lantai cukup berperan dalam investasi jangka panjang yang menyangkut “hidupnya” industri tersebut dan pengoptimalan berlangsungnya proses produksi. dan tata cara untuk mencapai tujuan. investasi serta keberlangsungan perusahaan yang selanjutnya dapat berimbas pada keuntungan atau kerugian yang didapat. work center. Kebutuhan akan luas lantai ini berkewajiban untuk dapat memuat semua ruangan yang diperlukan oleh setiap kegitan dan fungsi pabrik. Maka dari itu pada tahap perencanaan luas lantai ini dibutuhkan banyak perhatian penuh. Faktor-faktor produksi tersebut dikelola bersama dalam sistem produksi agar diperoleh produk secara efektif. Tata letak suatu pabrik merupakan sebuah teknik cara menempatkan atau mengalokasian berbagai faktor produksi tersebut secara optimal dan efisien. dan peralatan produksi material. Pabrik itu sendiri merupakan tempat berkumpulnya faktor-faktor prouduksi seperti manusia. agar luas lantai yang dibuat tidak kelonggaran atau kesempitan. dan aman. energi. Tata letak merupakan fasilitas fisik atau konfigurasi departemen. uang. dan peralatan dalam proses konversi untuk mengoptimumkan hubungan antara petugas pelaksana. efisien.BAB I PENDAHULUAN A. aliran bahan. Latar Belakang Pabrikisasi suatu bahan merupakan suatu proses yang diberlakukan terhadap bahan mentah menjadi sebuah produk jadi yang bernilai tambah.

B.Pada praktikum acara IV ini. 74 . 2. bermaksud untuk menghitung luas lantai secara teoritis yang akan dibandingkan dengan luas lantai yang sebenarnya sehingga dapat ditentukan dan dihitung kebutuhan ruang dan maksimalisasi luas lantai pada industri Salma Roti. Tujuan Praktikum 1. Praktikan dapat menentukan luas lantai setiap kegiatan. Praktikan dapat menentukan jenis dan jumlah ruang yang dibutuhkan setiap kegiatan dalam industri.

akibat lebih jauh tingkat produktivitas perusahaan menurun. Atau dapat muncul dari perkiraan jumlah mesin yang tepat (dengan kemungkinan perbedaan bagi tiap mesin yang berbeda) dan kemudian dikalikan dengan jumlah mesin. Sebab akan terjadi kesulitan pemindahan bahan. lembar kerja kebutuhan ruang total menjumlahkan luas semua kegiatan. Hal ini dilakukan dengan menganalisa dan menghitung kebutuhan luas area untuk penempatan fasilitas produksi (mesin-mesin) yang memperhatikan luas area per mesin dan kelonggaran (allowance) luasan lainnya. Oleh karena itu perlu sekali dilakukan perencanaan tata letak fasilitas dan perencanaan material handling. perlu dibuat perkiraan awal tentang ruangan total yang dibutuhkan bagi tiap kegiatan dalam fasilitas dan perkiraan awal dari luas total dari fasilitas yang diusulkan. mereka harus cukup yakin bahwa ruang seluas itu tersedia.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Perencanaan layout yang cermat tanpa diimbangi perencanaan material handling yang baik. 1996). et al. Setelah perkiraan kebutuhan ruang bagi tiap kegiatan atau fungsi. Kebutuhan ruang produksi diperkirakan dengan bantuan Lembar kebutuhan ruang produksi. Setelah merancang pola aliran dan memberikan beberapa pertimbangan pada kegiatan pelayanan dan kegiatan penunjang. tetapi hanya tataletak akhir saja yang akan menunjukkan luas total yang dibutuhkan secara tepat (Apple.. Penyesuaian harus dilaksanakan dengan memperhatikan luas area yang diperlukan. 1990). Hal ini dapat dilakukan dengan metode penyusunan layout yang tepat yang akan menghasilkan perencanaan layout fasilitas baru yang terbaik (Tompkin. Langkah selanjutnya adalah proses perencanaan yang menghasilkan gambaran yang lebih teliti. arus bahan baku sampai produk akhir terganggu. Harus ditekankan bahwa meskipun kebutuhan ruang dibuat pada tahapan ini sebagai perkiraan. Kebutuhan luas area merupakan langkah kritis tetapi untuk hampir semua organisasi industri. Penentuan luas pabrik dapat juga disebut sebagai langkah ”penyesuaian”. 75 . akan sia-sia untuk diterapkan.

dan aliran bahan (Dody. Perhitungan luas lantai ini dimulai dari luas kebutuhan lahan produksi sampai perkantoran dengan memperhatikan segala fasilitas pendukungnya. luas lantai fabrikasi dan assembling. 1996). Dengan demikian perlu dihitung berapa luas lahan yang disiapkan. tetapi juga untuk operator. cara pengangkutan. terutama untuk kegiatan produksi. 2009). Perhitungan luas lantai ini didasarkan pada bahan baku yang akan disiapkan. ruang untuk perawatan dan ruang atau lorong ke alat-alat keselamatan. pekerjaan yang telah selesai. maka didapatkan luas lantai receiving model tumpukan dan rak. Sehingga. Hal ini terutama menjadi persoalan. cara penyimpanan. mesin. serta fasilitas-fasilitas pendukung lain. tembok. poros elevator dan lain sebagainya terlibat (Apple. ruang harus disisakan untuk menggerakkan peralatan karena perubahan tataletak. 1990). untuk pemakaian darurat. bahan yang akan dikerjakan. melibatkan pula masalah yang berkaitan dengan kegiatan lain yang akan mempengaruhi terhadap luas lantai yaitu alat angkut. atau peralatan yang digunakan dan barang jadi yang dihasilkan. serta luas lantai shipping. peralatan penunjang seperti meja. Yaitu bahwasanya rekayasawan jangan sangat bergantung pada fasilitas transportasi yang telah ada karena mungkin saja akan lebih ekonomis jika direncanakan fasilitas transportasi tambahan atau beberapa alternatif sarana 76 . Dalam melakukan perencanaan tata letak fasilitas pabrik dan pemindahan bahan. dibutuhkan beberapa kebutuhan luas lantai untuk kegiatan produksi pabrik yang akan didirikan.luasan area untuk fasilitas produksi akan dapat diprediksi sehingga luas area yang diperlukan ini masih harus dilihat kemungkinannya dengan memperhitungkan luasan area yang tersedia (Wignjosoebroto. Berdasarkan hal tersebut. petikemas. Untuk menghitung kebutuhan luas lantai ini. corong pengisi peluncur. perkakas dan rak untuk cetak biru. jika tiang. Harus selalu diingat bahwa ruang disediakan bukan hanya untuk satu peralatan. peralatan pemeriksaan. Luas lantai produksi digunakan untuk mengetahui luas lahan yang akan digunakan dalam perencanaan tata letak fasilitas pabrik dan perusahaan yang akan didirikan. Perhatian juga harus diberikan terhadap alternatif-alternatif transportasi.

Meskipun alinea sebelumnya menggambarkan bahwa fasilitas transportasi harus dirancang. pembangunan fasilitas transportasi baru dapat menghemat jutaan rupiah dibanding dengan apabila menggunakan fasilitas transportasi lama (Apple. Ruangan yang dibutuhkan oleh sebuah fasilitas jelas erat sekali kaitannya dengan peralatan. 2010): 1. 1990). dan kegiatan.transportasi. 77 . Jumlah mesin yang diperlukan . bahan. Jumlah part yang harus dipersiapkan dalam usaha memperoleh sejumlah produk jadi yang diinginkan. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam perencanaan kebutuhan luas ruangan ialah (Astika. pegawai. Dalam suatu kegiatan pengaturan tata letak dan fasilitas kerja disesuaikan dengan aliran kegiatan dan gerakan yang efisien. 2. Dalam jangka panjang. Sehingga pembahasan ini berhubungan dengan penentuan kebutuhan ruangan khusus untuk beberapa kegiatan yang dipilih (Santoso. 2004). 1990). ketimbang diterima seadanya seringkali tidak ada pilihan lain kecuali menggunakan apa yuang tersedia. Hal ini dapat terjadi karena kesempatan terbatas baik oleh volume yang dibutuhkan atau oleh kedekatan transportasi yang telah ada yang tepat dan disukai (Apple.

Untuk perhitungan luas lantai produksi. Kolom 10 penjumlahan kolom 6. Kalkulator 5. Alat dan Bahan 1. Alat tulis 2. Lalu isi tabel pada langkah pertama. Prosedur Praktikum 1. Kolom 11 dengan menkalikan kolom 3 dengan kolom 10. Denah tata letak industri Salma Roti dan Kue B. 8. dan 5 diisi sesuai dengan kenyataan atau data yang ada. Kolom 7 kelonggaran untuk bahan setengah jadi. Penggaris 3. dan 9. Kolom 8 kelonggaran untuk operator dengan 1 m kali panjang mesin. 7. membuat tabel yang memuat: Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3 Kolom 4 Kolom 5 Kolom 6 Kolom 7 Kolom 8 Kolom 9 Kolom 10 Kolom 11 : Nama stasiun kerja : Nama mesin : Jumlah mesin : Panjang mesin ( m ) : Lebar mesin ( m ) : Kebutuhan luas 1 mesin ( m2 ) : Kelonggaran untuk bahan setengah jadi : Kelonggaran untuk operator : Kelonggaran unutk transportasi : Luas i mesin ( m2 ) : Total luas i satsium kerja ( m2 ) 2. Pada kolom 6 kebutuhan luas satu mesin dengan mengkalikan kolom 4 dengan kolom 5. 78 . Dimensi berat 6. 4. 3. 2. Pada kolom 1. Kertas A4 4.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.

ketinggian maksimal jika bahan ditumpuk dibagi dengan tinggi kemasan bahan dari kolom 7. 2. Kolom 1 b. penjumlahan antara luas (kolom 3) 79 . Pada kolom 5. Selanjutnya dibuat tabel luas lantai untuk fasilitas. Kolom 3 yakni dengan mengkalikan panjang maupun lebar yang terdapat pada kolom 2. Pada kolom 1. Pada kolom 12 merupakan total penjumlahan antara kolom 10 dan 11. Lalu isi tabel tersebut (langkah 3). Pengisian tabel langkah 5. 3. Kolom 4 e. Dan untuk perhitungan luas lantai gudang Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3 Kolom 4 Kolom 5 Kolom 6 Kolom 7 Kolom 8 Kolom 9 Kolom 10 Kolom 11 Kolom 12 : Nama bahan disimpan : Kebutuhan bahan per hari ( berat atau volume ) : Jumlah hari dalam satu periode penyimpanan : Jumlah bahan dismpan selam satu periode penyimpanan : Volume atau berat satu kemasan bahan : Jumlah bahan disimpan selama satu periode penyimpanan : Dimensi kemasan bahan ( panjang. lebar. yang memuat: a. yakni kolom 1 dan 2 diisi sesuai dengan data yang ada. Kolom 10 perkalian luas dari kolom 7 dan kolom 9. 5. Kolom 3 d. Kolom 2 c. Kolom 9 pembagian antara kolom 6 dengan kolom 8. Kolom 7 : Nama ruang : Dimensipanjang dan lebarnya (m) : Luas (m2) : Kelonggaran : Penjumlahan antar Luas dan kelonggaran (L + K) : Jumlah ruang : Luas lantai 6. 5 dan 7 diisi dengan data yang ada. Kolom 8. Pada kolom 4 dengan mengkalikan kolom 2 dengan kolom 3. Kolom 5 f. Kolom 6 merupakan pembagian antara kolom 4 dengan kolom 5.3. tinggi ) : Jumlah kemasan bahan dalam satu tumpukan : Jumlah tumpukan dalam ruang : Luas tumpukan ( m2 ) : Kelonggaran ( m2 ) : Total luas gudan yang diperlukan ( m2 ) 4. Kolom 6 g.

dengan kelonggaran (kolom 4). 80 . Pada kolom 7 merupakan pengkalian antara kolom 5 dan 6. merupakan jumlah ruang yang ada. Pada kolom 6.

35 1.04 Dimensi (m) l 6.69 9.875 7.6224 4.216 17.8832 52.216 17.69 5.56 52.6224 4.54 4.35 1.5 2.69 9.5 1.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.75 8.08 48. Hasil LUAS LANTAI FASILITAS Nama Ruang P Outlet Area parkir Lorong 1 Lorong 2 Ruang Administrasi Kamar Dapur Kamar mandi 3 6.Jumlah (m2) nggaran (m2) 48.38 1 1.216 17.5 17.3 4.875 1 1 2 7.754 11.5 2.3924 4.35 3.77 Luas (m2) Kelonggaran Luas+kelo.5 17.76 5.754 1 1 1 1 1 ruang Luas Lantai (m2) 48.49 1.25 7.5 17.8832 5.8832 58.754 81 .6 3.69 9.

8 2 timbangan mixer Meja 3 1 2 2 4 0.6 0.8 1.672 2.632 1.6 0.59 0.472 0.4 1.8 8.25 8 0.775 11 1.6 0.275 7 0.85 6 0.51 1.8 1.8 1.4 8.51 3.4 0.5 0.316 4.1716 0.8 1.2 1.97 0.55 Operator Transport Kelonggaran (m2) Luas+ Kelonggaran (m2) Total Luas 1 SK (m2) 82 .79 0.5 0.6 0.6 2.5 10 1.5 5 0.8 1.2 2.2 2.2 0.3 0.8 0.4 3 9 0.624 11.6 2.36 0.812 5.316 2.6 0.LUAS LANTAI RUANG PRODUKSI Nama SK Nama Mesin Jml Mesin P Dimensi Mesin (m) L Luas 1 Mesin (m2) Bahan ½ jadi 1 Penimbangan I Pengadukan Penimbangan II dan Pembentukan adonan Pembagian Adonan Pengembangan Pengovenan Pendinginan dan pengemasan Devider Rak Oven Rak 1 2 1 2 0.672 4.8 1.

114 0.25x0.25x0.285x0.285x0.114 0.285x0.4x0.1995 0.227 0.085 0.1995 0.085 0.5 12.25 1 1 1 1 2 2 3 1 1 1 1 3 0.LUAS LANTAI GUDANG Nama Bahan Kebutuh -an per hari (Kg) 1 Tepung terigu Telur Margarin Mentega Ragi Formula Selai coklat 3 1.4x0.227 0.5 6 15 10 3 1 1 1 2 5 0.114 0.114 0.036 12 0.4275 0.285x0.285x0.0144 11 0.2625 2 10 3 7 4 70 5 25 Periode simpan per hari Jumlah bahan disimpan Berat 1 kemasan Bahan disimpan 1 periode 6 3 7 0.1995 0.5 3 21 42 7.085 0.5 12.4x0.25 0.1875 0.5 12.227 0.342 0.085 0.227 0.0504 83 .1995 0.085 0.12x0.5 Dimensi kemasan p*l*t Jumlah Kemasan dalam 1 tumpukan 8 3 Jumlah Luas (m2) Kelonggaran (m2) Total luas (m2) tumpukan Tumpukan dalam ruang 9 1 10 0.227 0.4x0.4x0.12x0.25 1.3 3 3 7 10 10 10 7 14 21 12.075 0.

216 m2 5.08 = 48.8832 m2 = 48.54 x 4.76 x 1.56 = 52.754 m2 + 0 m2 = 17.8832 m2 + 0 m2 = 48.04 x 6.8832 m2 2. Perhitungan Luas Lantai fasilitas 1.216 m2 + 0 m2 = 9.69 x 1 = 4.754 m2 Kelonggaran = 0 m2 Luas + Kelonggaran= 17.Perhitungan 1.6224 m2 + 0 m2 = 58.216 m2 = 9.3924 m2 jumlah ruangan =1 Luas Lantai = 1 x 52. Lorong I Luas =pxl = 4. Area parkir Luas =pxl = 11.8832 m2 Kelonggaran = 0 m2 Luas + Kelonggaran= 48.38 x 3.6224 m2 Kelonggaran = 5.69 m2+ 0 m2 = 4.6 = 9. Ruang administrasi Luas =pxl = 5.216 m2 Kelonggaran = 0 m2 Luas + Kelonggaran= 9.216 m2 jumlah ruangan =1 Luas Lantai = 1 x 9.69 m2 Kelonggaran = 0 m2 Luas + Kelonggaran= 4.754 m2 84 .8832 m2 jumlah ruangan =1 Luas Lantai = 1 x 48. Outlet Luas =pxl = 8.69 m2 4.77 m2 Luas + Kelonggaran= 52. Lorong II Luas =pxl = 5.6224 m2 = 58.69 m2 jumlah ruangan =1 Luas Lantai = 1 x 4.3 = 17.3924 m2 3.69 m2= 4.

Perhitungan Luas Lantai Ruang Produksi a.875 m2 = 3.35 m2 =1 = 1 x 17.6 m = 0.35 m2 = 0 m2 = 17.5 x 1.6 m Luas 1 mesin =pxl = 0. Penimbangan I Jumlah mesin =1 Dimensi = 0. Pengadukan Jumlah mesin = 2 (mixer) 85 .36 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi = 0.35 m2 = 17.25 m2 operator = 0.754 m2 =pxl = 3 x 2.51 m2 b.25 m2 + 0.5 m2 + 0 m2 = 7.51 m2 Total luas I SK = 1.5 m2 = 0 m2 = 7. Kamar Luas =1 = 1 x 17.875 m2 = 0 m2 = 1. Dapur Luas Kelonggaran Luas + Kelonggaran jumlah ruangan Luas Lantai 8.3 m2 + 0.6 m2 Luas + kelonggaran = 0.6 m x 0.36 m2 +{0.3 m2 Transport = 0.25 = 1.5 m2 Kelonggaran Luas + Kelonggaran jumlah ruangan Luas Lantai 7.75 m2 2.875 m2 + 0 m2 = 1.5 = 7.5 m2 =1 = 1 x 48.49 x 2.6 m2 } = 1.875 m2 =2 = 2 x 1.5 = 17.8832 m2 = 7. Kamar Mandi Luas =pxl = 6.jumlah ruangan Luas Lantai 6.6 m x 0.35 m2 Kelonggaran Luas + Kelonggaran jumlah ruangan Luas Lantai =pxl = 1.754 m2 = 17.35 m2 + 0 m2 = 17.

55 m2 d.5 m =pxl = 1.472 m2 +{0 m2 + 0.632 m2 = 0 m2 = 0.275 m2 +{0 m2 + 3 m2 + 1.2 m x 0.8 m x 0.8 m2 = 0.472 m2 = 0 m2 = 0.4 m2 + 0. Pembagian adonan Jumlah mesin Dimensi Luas 1 mesin =1 = 0.59 m = 0.8 m2 = 0.Dimensi Luas 1 mesin = 0.59 m =pxl = 0. Penimbangan II dan pembentukan adonan Jumlah mesin =2 Dimensi = 1.812 m2 = 3.4 m2 = 0.8 m x 0.624 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi operator Transport Luas + kelonggaran Total luas I SK c.5 m = 1.2 m x 0.632 m2 +{0 m2 + 0.5 m x 8.5 m Luas 1 mesin =pxl = 1.79 m = 0.8 m x 0.5 m 86 . Pengembangan Jumlah mesin Dimensi Luas 1 mesin =2 = 1.8 m2 } = 1.4 m2 + 0.4 m2 = 0.8 m x 0.672 m2 = 1.5 m x 8.275 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi = 0 m2 operator = 3 m2 Transport = 1.8 m2 } = 1.5 m2 Luas + kelonggaran = 1.79 m =pxl = 0.5 m2 } = 5.672 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi operator Transport Luas + kelonggaran Total luas I SK e.775 m2 Total luas I SK = 11.

5 m = 0.28 m2 = 0.4 m2 = 4.6 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi = 0 m2 operator = 0.2 m x 0.97 m =pxl = 2.5 m Luas 1 mesin =pxl = 1.8 m2 =1 = 2. Perhitungan Luas Lantai Gudang a.= 0.2 m2 } = 2. Pendinginan dan pengemasan Jumlah mesin =2 Dimensi = 1. Pengovenan Jumlah mesin Dimensi Luas 1 mesin = 0 m2 = 0.1716 m2 = 0 m2 = 0.6 m2 + 1.28 m2 } = 8. Tepung terigu Kebutuhan per hari = 10 Periode simpan =7 Jumlah bahan disimpan = Kebutuhan per hari x Periode simpan =10 x 7 = 70 Berat satu kemasan = 25 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan 87 .6 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi operator Transport Luas + kelonggaran Total luas I SK f.6 m2 +{0 m2 + 0.28 m2 = 0.316 m2 = 8.6 m2 Transport = 1.6 m2 + 1.8 m2 3.2 m2 Luas + kelonggaran = 0.4 m2 Total luas I SK = 4.2 m2 } = 2.97 m = 2.8 m x 0.316 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi operator Transport Luas + kelonggaran Total luas I SK g.28 m2 + 0.2 m2 = 0.6 m2 +{0 m2 + 0.36 m2 +{0 m2 + 0.8 m x 0.6 m2 = 1.2 m x 0.

= 70:25 = 2.4 m x 0.0504 m2 Dimensi kemasan b.5 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 12.25 x 10 = 12.12 m x 0.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 1 Jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 3:1 = 3 Luas tumpukan = 0.12 m x 0.5 Berat satu kemasan = 12.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 1 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 1:1 = 1 Luas tumpukan = 0.8 = 3 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.25 = 10 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 1.4 m x 0.085 m2 Total Luas = 0.4275 m2 c.5 = 2.036 m2 Total Luas = 0.5 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 21:7.285 m x 0.342 m2 Kelonggaran = 0.5 : 12. Margarin Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan = 1.144 m2 88 .5 = 1 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.285 m x 0.5 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 3 Jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 3:3 = 1 Luas tumpukan = 0.0144 m2 Kelonggaran = 0. Telur Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan =3 =7 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 21 Berat satu kemasan = 7.8 = 3 =pxlxt = 0.

285 m x 0.085 m2 Total Luas = 0.3 x 10 = 3 Berat satu kemasan =6 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 3:6 = 0.4 m x 0.Kelonggaran Total Luas d.5 = 1 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.144 m2 Kelonggaran = 0.25 x 10 = 1. Mentega Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan = 0.3 = 10 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 0.25 Berat satu kemasan = 1.25:1. Ragi Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan = 0.25 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan =1. Formula Kebutuhan per hari = 3 Periode simpan Jumlah bahan disimpan Berat satu kemasan =7 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 3 x 7 = 21 = 15 89 .1995 m2 = 1.085 m2 = 0.25 = 1 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.1995 m2 e.1995 m2 f.085 m2 Total Luas = 0.4 m x 0.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan= 1 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan 1 Luas tumpukan = 0.144 m2 Kelonggaran = 0.25 = 10 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 1.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 1 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan =1 Luas tumpukan = 0.285 m x 0.

25 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan= 2 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 5:2 = 3 Luas tumpukan = 0.2625 m2 90 .25 m x 0.2 = 5 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.25 m x 0.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan =2 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 2:2 = 1 Luas tumpukan = 0.4 = 2 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.285 m x 0.075 m2 Total Luas = 0. Selai coklat Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan =3 = 14 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 3 x 14= 42 Berat satu kemasan = 10 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 42:10 = 4.1875 m2 Kelonggaran = 0.Bahan disimpan 1 periode= Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 21:15 = 1.085 m2 Total Luas = 0.1995 m2 g.144 m2 Kelonggaran = 0.4 m x 0.

dan luas kebutuhan lantai untuk fasilitas.8 m2. luas lantai gudang bahan baku dan luas lantai barang jadi.272 m2. pengovenan = 8. Pembahasan Praktikum acara 4 ini berjudul “Kebutuhan Ruang dan Luas Lantai”. dan pendinginan dan pengemasan = 4. Hal ini dikarenakan bahan setengah jadi diletakkan di meja atau mesin sehingga tidak memerlukan luas khusus. tata letak pabrik merupakan penempatan dan pengaturan dari bermacam-macam fasilitas produksi yang ada Pengaturan ruangan disini berkaitan erat dengan luas area yang dibutuhkan untuk mesin atau peralatan produksi. Perhitungan yang dilakukan adalah perhitungan luas lantai ruang produksi. Untuk kelonggaran operator dan transport dihitung dari dimensi terpanjang mesin. yaitu : area yang diperlukan untuk operasi dari mesin dan peralatan yang ada. Total luas stasiun kerja pada stasiun kerja penimbangan I = 1. penempatan material.51 m2. Jadi total luas lantai untuk ruang produksi adalah 36. Kebutuhan untuk luas area ini harus dipertimbangkan untuk seluruh aktivitas yang ada didalam pabrik dan untuk paling tidak ada tiga macam area yang harus diberikan.672 m2. serta area yang diperlukan untuk fasilitas-fasilitas servis. pembagian adonan = 1. luas lantai yang dibutuhkan untuk mesin dihitung dengan menggunakan dimensi panjang dan lebar mesin.B. dan lain-lain aktivitas. Kelonggaran bahan setengah jadi tidak dihitung. secara garis besar.624 m2.55 m2. area yang diperlukan untuk penyimpanan bahan baku atau benda jadi yang telah selesai dikerjakan. pengembangan = 4.316 m2. Sedangkan pada 91 . keleluasaan operator untuk bergerak. Sebab. penimbangan II dan pembentukan adonan = 11. pengadukan = 3. Total luas pada suatu stasiun kerja dihitung dari jumlah luas 1 mesin dan kelonggaran mesin tersebut dikalikan dengan jumlah mesin yng terdapat pada stasiun kerja tersebut.8 m2. Kebutuhan ruang dan luas lantai sangat berpengaruh terhadap tata letak suatu industri. Perhitungan luas lantai ruang produksi.

ragi 0. Ruang fasilitas ini meliputi outlet. kamar dan kamar mandi. ruang produksi I hanya seluas 26.1995 m2. margarin 0.2625 m2.7656 m2. di industri Salma Roti dan Kue juga terdapat beberapa ruang fasilitas sebagai penunjang kerja. Perhitungan luas lantai gudang barang jadi diperlukan data kebutuhan bahan per hari. dimensi kemasan. Padahal. lorong II 9.1995 m2.4075 m2 dan ruang produksi II seluas 13. Berarti perlu dilakukan penyatuan kedua ruang produksi tersebut. telur 0. area parkir 52. Total luas lantai fasilitas yang dibutuhkan dalam industri Salma Roti dan Kue ialah seluas 161. secara terperinci kebutuhan lantai untuk outlet 48.5384 m2. volume kemasan.5 m2. jumlah bahan yang disimpan.1995 m2.4275 m2. dapur 17. dapur. lorong 1.kenyataanya.35 m2. Angka 0. lorong 2.75 m2. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk menyimpan tepung terigu 0. Jumlah bahan yang disimpan dalam satu periode ini dapat diperoleh dari hasil perkalian antara periode simpan dan kebutuhan barang per hari. pada kenyataanya luas guadnga yang ada sekarang adalah 27.69 m2.6125 m2. Sedangkan luas tumpukan dihitung dari perkalian antara dimensi kemasan yakni panjang dan lebar dengan jumlah tumpukan dalam ruang gudang tersebut.6224 m2.3 meter. ruang administrasi. jumlah bahan yang disimpan dalam satu periode. Pada perhitungan luas lantai gudang bahan baku. serta jumlah tumpukan dalam ruang yang didapatkan dari hasil pengamatan saat kunjungan. Kelonggaran dihitung dari dimensi panjang kemasan dikali dengan 0.0144 m2. lorong I 4. Selain ruang produksi dan gudang. selai coklat 0.216 m2.3 meter ini diperoleh dari jarak atau kelonggaran antar penempatan bahan. Jumlah tumpukan dalam satu ruang diperoleh dari pembagian jumlah bahan disimpan satu periode dengan jumlah kemasan dalam satu tumpukan. Maka. kamar mandi 3. ruang administrasi 17. mentega 0. luas lantai gudang yang dibutuhkan termasuk dengan kelonggarannya adalah 1. formula 0. kamar 7. area parkir. volume satu kemasan diperoleh dari perhitungan dimensi kemasan bahan baku. jumlah kemasan dalam satu tumpukan.1995 m2.8832 m2.0504 m2. Hal ini berbeda 92 .754 m2.

cara pengangkutan.8154 m2. Dengan kata lain terdapat selisih antara luas yang ada dengan luas yang diperlukan seluas 13. sebenarnya tata letak industri dapat diefisienkan. Namun. dan allowance.dengan alokasi luas yang ada. mesin atau peralatan yang digunakan. Dengan demikian.0498 m2. sehingga dengan luasan yang ada tersebut dapat diatur suatu tata letak pabrik yang optimal sesuai jumlah mesin dan ukuran mesin dengan memberikan kelonggaran tertentu. barang jadi yang dihasilkan. Perhitungan luas lantai ini didasarkan pada bahan baku yang akan disiapkan. fasilitas penunjang. Beberapa hal yang harus diperhitungkan dalam penentuan luas lantai diantaranya alat angkut. Ketersedian ruangan yang luas dalam industi atau perbedaan antara kebutuhan dan kenyataan ini mempunyai dampak positif dalam hal tingkat keluwesan atau fleksibilitas yang sangat tinggi dalam proses ekspansi atau perbesaran skala industri. ternyata luas industri sekarang yakni 243. aliran bahan. Apabila dibandingkan antara hasil perhitungan di atas dengan kenyataan yang ada sekarang di industri ini. perhitungan luas lantai bertujuan untuk mengetahui luas lahan yang akan digunakan dalam perencanaan tata letak fasilitas pabrik. Akan tetapi dari sisi lain.576 m2. Perhitungan kebutuhan luas lantai bermanfaat untuk mengetahui berapa meter luas lantai yang diperlukan untuk menempatkan sejumlah mesin dan peralatan yang digunakan. cara penyimpanan bahan baku. luas industri yang ada sekarang merupakan bentuk investasi di masa yang akan datang.7248 m2 jauh lebih luas dari luas industri yang diperlukan yakni 199. di sisi lain hal ini pun memberikan dampak negatif yaitu pemborosan biaya berupa tempat maupun ketidakefektifan dalam pemindahan bahan. Sedangkan. 93 . Total luas untuk ruang fasilitas yang tersedia adalah seluas 174. Ruangan-ruangan ini diharapkan dapat tetap dipergunakan untuk proses produksi dengan kapasitas yang lebih besar sehingga tidak perlu untuk melakukan renovasi ataupun pendirian bangunan baru.

Kesimpulan 1.12 m2. misalnya dalam pengambilan data yang terkadang asal dan terlalu banyak berasumsi. praktikan menilai praktikum yang dilaksanakan kurang serius. 2. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk gudang bahan baku = 37. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk fasilitas penunjang = 203. kapasitas produksi per hari.34 m2. dimensi mesin yang digunakan. Sebaiknya pendampingan asisten dalam acara praktikum lebih ditingkatkan agar praktikan lebih paham dalam proses pengolahan data. 2. dan luas ruangan sebenarnya. sehingga hasil praktikum juga terkesan tidak valid. Saran 1.78 m2. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk ruang produksi = 81. Sebab. Pengamatan maupun praktikum dilakukan dengan lebih serius.58 m2. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk gudang barang jadi = 3.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. jumlah bahan yang disimpan per periode simpannya. 94 . B. operator dan tenaga manual yang ada. Penentuan luas lantai ini diperlukan untuk mengetahui kebutuhan luas lantai sebenarnya serta digunakan sebagai alat evaluasi dengan pertimbangan data : kebutuhan bahan per hari.

Santoso. 2004.24 WIB. Peralatan. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. dan Lingkungan.student. 2010. J. Gempur.blogspot.com/2009/04/luas-lantai-produksi. Ergonomi: Manusia. Astika.id/2010/01/30/perencanaa n-tata-letak-suatu-perusahaan/+layout+template+ruangan+industri+adalah &cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id&lr=lang_id. et al. Dalam http://dodydoank.html. Tompkin.M. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan.googleusercontent. 95 . 1996.25 WIB Dody. 1990. Dalam http://webcache. 2009. Diakses pada hari Kamis tanggal 13 Mei 2010 pukul 10. Diakses pada hari Rabu 21 April 2010 pukul 20.umm. Plant Layout and Material Handling. 1996. Jakarta: Prestasi Pustaka. Wignjosoebroto. Bab II Luas Lantai Produksi.DAFTAR PUSTAKA Apple. New York: John Wiley and Sons Inc. Facility Planning.com/search?q =cache:GheEFR80sWoJ:astika.ac. New York: John Wiley and Sons Inc. Sritomo.

Esti Rumaningsih 3. Nika Awalistyaningrum 2.LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA V PETA KETERKAITAN KEGIATAN (UNTUK INDUSTRI DAN RUANG PRODUKSI) Disusun oleh: Kelompok 10 1. Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 96 .

Pada praktikum ini. biaya. Kegiatan-kegiatan ini saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain. atau pun waktu. Faktor-faktor tersebut digunakan untuk menghasilkan sebuah produk yang bernilai tambah. 97 . perangkaian. maka diharapkan produktifitas meningkat yang dapat memberikan keuntungan atau profit meningkat pula bagi industri. Jika hal tersebut dapat dilakukan atau diciptakan. Latar Belakang Industri merupakan sebuah wadah berkumpulnya faktor-faktor produksi. serta kegiatan dengan fasilitas penunjang lain. Hal ini ini dikarenakan jika hubungan antar kegiatan dapat berlangsung secara lancar. termasuk industri pertanian. Sehingga hubungan antara kegitan satu dengan kegiatan lain menjadi hal yang penting diperhatikan pada saat perencanaan pembuatan layout pabrik. faktor-faktor tersebut dikelola dengan melibatkan banyak kegiatan di dalamnya. Peta Keterkaitan Kegiatan merupakan atribut yang dapat digunakan untuk menggambarkan hubungan dari seluruh kegiatan yang ada. Pada industri. penyimpanan.BAB I PENDAHULUAN A. Tujuan Praktikum Praktikan dapat menunjukkan keeratan keterkaitan antarkegiatan yang memerlukan ruangan dalam industri. dilakukan analisis hubungan keterkaitan kegiatan-kegiatan dalam industri Salma Roti dan Kue menggunakan Peta Keterkaitan kegiatan (PKK). B. Salah satu metode atau teknik yang dapat digunakan untuk menganalisis serta dapat menunjukkan hubungan keterkaitan suatu kegiatan dengan kegiatan lain ialah Peta Keterkaitan kegiatan (Activity Relationship Chart). perkantoran. Kegiatan-kegiatan tersebut berupa kegiatan produksi. yang dilengkapi dengan informasi mengenai perlu tidaknya setiap kegiatan yang ada saling berdekatan. dapat digunakan untuk mendukung suatu pekerjaan agar lebih efektif dan efisien dalam hal energi.

Penyusunan urutan pendahuluan bagi satu Peta Dari KeLokasi nisbi dari pusat kerja atau departemen dalam satu kantor Lokasi kegiatan dalam satu usaha pelayanan Lokasi pusat kerja dalam operasi perawatan atau perbaikan Lokasi nisbi dari daerah pelayanan dalam satu fasilitas produksi Menunjukkan hubungan satu kegiatan dengan yang lainnya. Pentingnya rancangan fasilitas seperti aliran bahan merupakan tulang punggung fasilitas produksi. Memperoleh satu landasan bagi penyusunan daerah selanjutnya Diperkirakan 20% sampai 50% dari biaya operasi merupakan biaya pemindahan material (material handling) maka tata letak yang efektif dapat mengurangi biaya tersebut sekitar 10% sampai 30%. Menurut Sutalaksana (1979) peta kerja merupakan suatu alat yang menggambarkan kegiatan kerja secara sistematis dan jelas untuk berkomunikasi secara luas dan sekaligus melalui peta kerja bias mendapatkan informasiinformasi yang diperlukan untuk memperbaiki suatu metode kerja. Peta Keterkaitan Kegiatan adalah salah satu peta kerja yang merupakan suatu teknik ideal untuk merencanakan keterkaitan antara setiap kelompok kegiatan yang saling berkaitan. orang.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam perancangan keterkaitan kegiatan. bau. 1990): 1. serta alasannya 7. peta ini berguna dalam (Apple. dan aliran informasi. 3. 2. dapat dianalisis dengan bantuan Peta Keterkaitan Kegiatan (Apple. diperlukan suatu penggabungan langkah-langkah pada setiap operasi yang terjadi dalam suatu industri dengan kegiatan penunjang dan kegiatan pelayanan dengan memperhatikan derajat kedekatan yang dibutuhkan barang. Keterkaitan ini. baik positif maupun negatif. biasanya kerja produksi. 1990). dan debu. Sementara itu. 4. 5. 6. Juga yang perlu dipertimbangkan lagi adalah hubungan negatif seperti kebisingan. dan 98 .

tingkat bersih. lokasi kegiatan yang mungkin berkembang. Mutlak berdekatan Tidak mutlak berdekatan Sangat penting berdekatan 99 . 2.harus dirancang dengan cermat serta tidak dibiarkan tumbuh atau berkembang menjadi satu pola lalu lintas yang membingungkan (Tomkins. keperluan umum.1996). 1955): 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi keterkaitan. menurut Wignjosoebroto (1993). lokasi pintu. 2. dan arah perluasan) 3. 2. gang. Derajat keterkaitan kegiatan tersebut adalah (Muther. bangun. dan cuaca) 4. Tuntutan khusus dari kegiatan-kegiatan atau fasilitas sifat atau karakteristik bangunan (tipe. bangunan dan lokasi. ukuran. di mana saja tidak ada masalah U = tidak perlu adanya keterkaitan goegrafis apapun Sementara itu. 3. Fasilitas luar (alat angkut. peralatan permanenn. tapak bangun (lokasi. yang diikuti dengan tanda bagi tiap derajat kedekatan tadi. 4. parkir. 2009): 1. jarak antar tiang. dan fasilitas lainnya) 5. topografi bangunan. 3. ukuran. orientasi bangunan. lokasi tiang. Perluasan (aliran produksi di masa datang dan perubahan tata letak. beberapa di antaranya sangat penting (Angelia. A = mutlak perlu kegiatan-kegiatan tersebut berdekatan E = sangat penting kegiatan-kegiatan tersebut berdekatan I = penting bahwa kegiatan-kegiatan tersebut berdekatan O = biasa (kedekatannya). 5. Peta Keterkaitan Kegiatan akan memberikan pertimbangan mengenai derajat kedekatan (closeness) dari satu departemen ke departemen lain dengan ukuran-ukuran yang lebih bersifat kualitatif seperti: 1. serta jarak tinggi Untuk membantu menentukan kegiatan yang harus diletakkan pada satu tempat. jumlah lantai. telah ditetapkan satu pengelompokkan derajat kedekatan.

b. d. e. 2. d. Menggunakan pegawai yang sama Derajat kepegawaian Jalur perjalanan normal Melaksanakan pekerjaan serupa Disenangi pegawai Gangguan pegawai 3. debu. c. Secara umum alasan keterkaitan dibagi dalama tiga macam yaitu (Angelia. e. Menggunakan catatan/berkas yang sama Derajat hubungan kertas kerja Menggunakan alat komunikasi yang sama 100 . Keterkaitan produksi a. 5. getaran. c. b. bau. 6. 2009): 1. c.4. Urutan aliran kerja Mempergunakan peralatan yang sama Menggunakan ruangan yang sama Bising. Aliran informasi a. dan lain-lain Memudahkan pemindahan bahan Keterkaitan pegawai a. f. Penting berdekatan Tidak diharapkan berdekatan Kedekatan biasa Peta Keterkaitan Kegiatan menghubungan aktivitas-aktivitas secara berpasangan sehingga semua aktivitas akan diketahui derajat hubungannya. b.

4. Untuk Peta Keterkaitan Kegiatan perusahaan: seluruh proses produksi dianggap sebagai satu kegiatan yaitu kegiatan produksi. maka angka sandi yang menunjukkan alasan yang mendukung kedekatan hubungan antarkegiatan diletakkan di kotak bagian bawahnya. Setelah huruf-huruf tersebut dimasukkan pada kotak segitiga bagian atas (atau warna yang menentukan hubungan kedekatan). Tuliskan semua kegiatan yang ada dalam perusahaan yang akan dirancang. Lembar kerja Peta Keterkaitan Kegiatan B. 3. 2. begitu juga kegiatan perkantoran. pada kolom paling kiri Peta Keterkaitan Kegiatan.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Alat tulis 2. Prosedur Praktikum 1. Kertas A4 3. Untuk Peta Keterkaitan Kegiatan ruang produksi: memuat seluruh proses produksi yang terjadi. Hubungan antarkegiatan ditunjukkan dengan huruf sandi: Huruf Sandi A E I O U X Keterangan Mutlak Perlu Sangat Penting Penting Kedekatan Biasa Tidak Penting Tidak Diharapkan Warna Merah Jingga Hijau Biru Tidak Berwarna Coklat 5. 101 . Alat dan Bahan 1.

6. 102 . gangguan suara. gunakan warna sesuai ketentuan. Informasi yang diperoleh dalam Peta Keterkaitan Kegiatan hanya berguna jika diolah ke dalam datu Diagram Keterkaitan Kegiatan (Activity Relationship Diagram: ARD). dan lain-lain 7. Jika memungkinkan. Sandi-sandi yang dipakai dalam menentukan alasan: Alasan Sandi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Keterangan Menggunakan catatan yang sama Menggunakan personil yang sama Memakai ruang yang sama Derajat hubungan pribadi Derajat hubungan kertas kerja Urutan aliran kerja Melaksanakan pekerjaan yang sama Menggunakan peralatan yang sama Kemungkinan bau tidak sedap. 8.

Perusahaan 2. Ruang Produksi 103 .BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil 1.

Sedangkan. Area Kegiatan pada pembuatan PKK perusahaan atau indutri ialah terdiri atas: 104 . Peta Keterkaitan Kegiatan (PKK) adalah salah satu peta kerja yang merupakan teknik ideal dalam merencanakan keterkaitan antara setiap kelompok kegiatan yang saling berkaitan. Hubungan tersebut dinilai melalui nilai kualitatif dengan huruf sandi Therbligh dan dicantumkan alasan kedekatannya dengan sandi angka yang menunjukkan sandi yang menunjukkan kedekatan antara satu stasiun keja dengan stasiun kerja yang lain. a. Pembahasan Praktikum acara 5 ”Peta Keterkaitan Kegiatan (untuk Industri dan Ruang Produksi)” ini bertujuan agar praktikan dapat menunjukkan keeratan keterkaitan antarkegiatan yang memerlukan ruangan dalam industri. Pertama-tama semua kegiatan yang ada dalam perusahaan ditulis yang dirancang pada kolom paling kiri pada peta keterkaitan kegiatan.B. PKK fasilitas penunjang (perusahaan) menggambarkan hubungan keeratan antarfasilitas penunjang (antarruang) dalam industri. PKK proses produksi menunjukkan hubungan keeratan stasiun kerja satu dengan stasiun kerja yang lain. PKK dapat menggambarkan derajat keterkaitan kegiatan pada fasilitas penunjang (perusahaan) maupun proses produksi. Penganalisisan hubungan antar kegiatan satu dengan kegiatan yang lainnya pada industri Salma Roti dan Kue. digunakan Peta keterkaitan Kegiatan (PKK) perusahaan atau industri dan PKK ruang produksi. pembuatan PKK fasilitas penunjang (perusahaan) memiliki prinsip yang sama dengan pembuatan PKK proses produksi. Pada dasarnya. Pada acara ini dilakukan analisis keterkaitan antara kegiatan pada proses produksi dan fasilitas penunjang serta menyusunnya dalam peta keterkaitan kegiatan berdasarkan sandi Therbligh yang telah menjadi dasar pembuatan peta ini. perbedaan PKK fasilitas penunjang dengan PKK proses produksi terletak pada kegiatan yang dicantumkan.

Hal ini sama juga 105 . penimbangan II dan pembentukan adonan 4. 5. pengovenan 7. karena dilakukan pada area yang sama. mentega. 9. Pengadukan 3. Kamar mandi II Pada pembuatan PKK perusahaan. begitu juga kegitan perkantoran. Kamar mandi I 11. Penimbangan I 2. margarine. dan lain-lain dilakukan di gudang. Pada kegiatan urutan nomor 3. Area parkir Outlet Ruang administrasi Ruang produksi Gudang Lorong I Dapur Kamar Lorong II 10. 6. Kegiatan pada PKK ruang produksi terdiri atas: 1. 8. penimbangan II dan pembentukan adonan digabung. 2. 4. penimbangan I yang merupakan operasi penimbangan bahan-bahan yang digunakan seperti tepung. 7.1. Pembagian adonan 5. Pada penimbangan I dan II dipisah karena dilakukan pada area yang berbeda. sedang yang Penimbangan II yang merupakan operasi penimbangan adonan setelah mixing dilakukan di ruang produksi. Pendinginan dan pengemasan Pada pembuatan PKK ruang produksi memuat seluruh proses produksi yang dilakukan untuk memproduksi roti manis isi coklat. 3. seluruh proses produksi dianggap sebagai satu kegiatan yaitu kegitan produksi. Pengembangan 6.

dengan

kegiatan

urutan

ketujuh,

yakni

pendinginan

roti

serta

pengemasannya.

106

b. Selanjutnya, pada PKK perusahaan maupun PKK ruang produksi, hurufhuruf atau warna sandi dimasukkan pada kotak segitiga atas dan angkaangka sandi pada bagian bawahnya sesuai dengan kriteria yang ada. Hubungan antar kegiatan ditunjukkan dengan huruf sandi : Huruf Sandi A E I O U X Keterangan Mutlak Perlu Sangat Penting Penting Kedekatan Biasa Tidak Penting Tidak Diharapkan Warna Merah Jingga Hijau Biru Tidak Berwarna Coklat

c. Setelah Huruf-huruf tersebut dimasukkan pada kotak segitiga bagian atas (atau warna yang menentukan hubungan kedekatan), maka angka sandi yang menunjukkan alas an yang mendukung kedekatan hubungan antar kegiatan diletakkan di kotak bagian bawah. Alasan Sandi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Keterangan Menggunakan catatan yang sama Menggunakan personil yang sama Memakai ruang yang sama Derajat hubungan pribadi Derajat hubungan kertas kerja Urutan aliran kerja Melaksanakan pekerjaan yang sama Menggunakan peralatan yang sama Kemungkinan bau tidak sedap, gangguan suara, dan lain-lain Kegiatan yang jauh berbeda satu sama lain dengan bahan berbeda Kegiatan yang berbeda dengan bahan yang sama Mempermudah akses

10 11 12

d. Jika memungkinkan, dapat menggunakan warna yang sesuai. e. Informasi yang diperoleh dalam PKK hanya berguna jika diolah kedalam satu Diagram Keterkaitan kegitan. Peta Keterkaitan Kegiatan pada perusahaan (kegiatan industri) ”Salma, Roti dan Kue” terdiri atas sebelas fasilitas penunjang, yaitu area parkir, outlet, ruang administrasi, ruang produksi, gudang, lorong I, dapur, kamar, lorong II, kamar mandi I, dan kamar mandi II. Fasilitas industri yang memiliki tingkat kedekatan mutlak (A), yaitu area parkir dan outlet, ruang produksi dan gudang, serta gudang dan lorong I. Ruangan yang memiliki tingkat kedekatan sangat penting (E), yaitu area parkir dan lorong I, ruang administrasi dan gudang, ruang produksi dan dapur, serta ruang produksi dan lorong II. Ruangan yang memiliki tingkat kedekatan penting (I), yaitu area parkir dan ruang administrasi, outlet dan ruang administrasi, outlet dan ruang produksi, outlet dan lorong II, ruang administrasi dan lorong I, ruang administrasi dan lorong II, gudang dan lorong II, lorong I dan dapur, lorong I dan lorong II, kamar dan kamar mandi I, serta kamar dan kamar mandi II. Ruangan yang memiliki tingkat kedekatan biasa (O), yaitu ruang administrasi dan ruang produksi, ruang administrasi dan dapur, ruang administrasi dan kamar, ruang administrasi dan kamar mandi I, ruang administrasi dan kamar mandi II, ruang produksi dan lorong I, ruang produksi dan kamar, gudang dan dapur, gudang dan kamar, lorong I dan kamar, lorong I dan kamar mandi I, lorong I dan kamar mandi II, dapur dan kamar, kamar dan lorong II, lorong II dan kamar mandi I, lorong II dan kamar mandi II, serta kamar mandi I dan kamar mandi II. Ruangan yang memiliki tingkat kedekatan tidak penting (U), yaitu area parkir dan kamar mandi I, area parkir dan kamar mandi II, outlet dan gudang, outlet dan lorong I, serta dapur dan lorong II. Sedangkan, ruangan yang memiliki tingkat kedekatan tidak diharapkan (X), yaitu area parkir dan ruang produksi, area parkir dan gudang, area parkir dan dapur, area parkir dan kamar, area parkir dan lorong II, outlet dan dapur, outlet dan kamar, outlet

108

dan kamar mandi I, outlet dan kamar mandi II, ruang produksi dan kamar mandi I, ruang produksi dan kamar mandi II, gudang dan kamar mandi I, gudang dan kamar mandi II, dapur dan kamar mandi I, serta dapur dan kamar mandi II. Peta Keterkaitan Kegiatan pada kegiatan produksi terdiri atas tujuh stasiun kerja, yaitu penimbangan I, pengadukan, penimbangan II dan pembentukan adonan, pembagian adonan, pengembangan, pengovenan, serta pendinginan dan pengemasan. Pada industri ”Salma, Roti dan Kue” tidak ada stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan mutlak (A). Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan sangat penting (E), yaitu pengadukan dan penimbangan II-pembentukan adonan, penimbangan II-pembentukan adonan dan pembagian adonan, pembagian adonan dan pengembangan, pengembangan dan pengovenan, serta pengovenan dan pendinginanpengemasan. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan penting (I), yaitu penimbangan I dan pengadukan, pengadukan dan pembagian adonan, serta penimbangan II-pembentukan adonan dan pengembangan. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan biasa (O), yaitu penimbangan I dan penimbangan II-pembentukan adonan, penimbangan I dan pembagian adonan, penimbangan I dan pengembangan, pengadukan dan

pengembangan, pengadukan dan pendinginan-pengemasan, penimbangan IIpembentukan adonan dan pengovenan, penimbangan II-pembentukan adonan dan pendinginan-pengemasan, pembagian adonan dan pengovenan, pembagian adonan dan pendinginan-pengemasan, serta pengembangan dan pendinginan-pengemasan. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan tidak penting (U), yaitu penimbangan I dan pengovenan serta pengadukan dan pengovenan. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan tidak diharapkan (X), yaitu penimbangan I dan pendinginan-pengemasan. Secara teori, peta keterkaitan kegiatan bermanfaat dalam penyusunan urutan pendahuluan bagi satu Peta Dari Ke-, lokasi nisbi dari pusat kerja atau departemen dalam satu kantor, lokasi kegiatan dalam satu usaha pelayanan, lokasi pusat kerja dalam operasi perawatan atau perbaikan,

109

berupa evaluasi keterkaitan kegiatan sehingga dapat tercapai layout efektif. Pada industri ini sudah menerapkan tata letak yang sesuai dengan Peta Keterkaitan Kegiatan yang dibuat. Aplikasi peta keterkaitan kegiatan pada industri ”Salma. menunjukkan hubungan satu kegiatan dengan yang lainnya. Penentuan keterkaitan kegiatan pada industri ”Salma. 110 . industri tersebut dapat menentukan tata letak dan mengatur penempatan peralatan dengan efektif sehingga dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan produktivitas. dan alasannya serta memperoleh satu landasan bagi penyusunan daerah selanjutnya. baik dalam meninjau keeratan fasilitas penunjang maupun proses produksi. Dengan menentukan keterkaitan kegiatan.lokasi nisbi dari daerah pelayanan dalam satu fasilitas produksi. Roti dan Kue”. Ruanganruangan telah disusun sesuai dengan rangkaian kegiatan dalam industri tersebut. Roti dan Kue” sangat penting.

Kesimpulan Berdasarkan Peta Keterkaitan Kegiatan. E berarti sangat penting. Keterkaitan ini dapat ditunjukan dengan derajat tertentu disimbolkan dengan huruf sandi. U berarti tidak penting. U.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. sebaiknya dikomunikasikan kepada para praktikan terlebih dahulu. dan X. E. O berarti kedekatan biasa. Angka sandi ini pada Peta Keterkaitan Kegiatan diletakkan pada kotak bagian bawah. I berarti penting. Hubungan kedekatan tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi industri yang ada. B. dapat diperoleh keeratan keterkaitan antarkegiatan yang memerlukan ruangan dalam industri. O. dan X berarti tidak diharapkan. Simbol-simbol tersebut diletakkan pada kotak bagian atas. I. 111 . A berarti mutlak perlu. yakni A. Selanjutnya dibuat angka sandi untuk menunjukkan alasan yang mendukung kedekatan hubungan antarkegiatan. Saran Jika terjadi penggabungan acara praktikum atau perubahan jadwal.

//www.php?option=com_content&view=article&id=495%3Ametode-craft&ltermid=14.18 WIB Apple. John Wiley & Sons. Muther. J. R. 112 . Dalam http. USA. 1955. Sutalaksana. Teknik Tata Cara Kerja. Practical Plant Layout. Diakses pada Rabu. Pengantar Teknik Industri Edisi I.. Metode Craft. Bandung: Keluarga Mahasiswa Teknik Industri-ITB. 2009.DAFTAR PUSTAKA Angelia. Anggawisastro. 1990.ittelkom. 1996. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ketiga. McGraw-Hill Book Co: New York. 1979. 28 April 2010 pukul 19.id/library/indeks. 1993. M. Wignjosoebroto. Jakarta: PT Guna Widya. James A. Corry. Facility Planning. Tomkins. White John A. Bandung: Penerbit ITB.co.

Esti Rumaningsih 3. Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 113 .LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA VI DIAGRAM KETERKAITAN KEGIATAN Disusun oleh: Kelompok 10 1. Nika Awalistyaningrum 2.

Pada perancangan suatu tempat untuk menempatkan faktor-faktor produksi tersebut. penyimpanan. perangkaian. Diagram ini merupakan diagram berbentuk balok yang menunjukkan pendekatan keterkaitan kegiatan yang menunjukkan setiap kegiatan sebagai suatu model kegiatan tunggal. Pada industri. Hal ini dikarenakan berpengaruh pada aliran bahan. dan aman. termasuk industri pertanian. serta bentuk perancangan kebutuhan ruangan industri. Kegiatan-kegiatan tersebut berupa kegiatan produksi. efektif. Maka dari itu pada praktikum ini. Kedekatannya sangat perlu dianalisis agar industri mencapai produktivitas yang optimum dengan efisien. dibutuhkan banyak sekali pertimbangan untuk mencapai tujuan awal perusahaan.BAB I PENDAHULUAN A. Industri atau perusahaan saat ini sangat memperhatikan efisiensi dan efektifitas kerjanya. faktor-faktor tersebut dikelola dengan melibatkan banyak kegiatan di dalamnya. perkantoran. dilakukan analisis kedekatan keterkaitan kegiatan-kegiatan dalam industri Salma Roti dan Kue menggunakan Diagram Keterkaitan Kegiatan (DKK). 114 . Latar Belakang Industri merupakan sebuah wadah berkumpulnya faktor-faktor produksi. Salah satu metode atau teknik untuk menganalisis dan menunjukkan kedekatan antara suatu kegiatan dengan kegiatan lain dan suatu tempat dengan tempat yang lain dapat menggunakan Diagram Keterkaitan Kegiatan (Activity Relationship Diagram). Kedekatan antara suatu kegiatan dengan kegiatan lain dan suatu tempat dengan tempat yang lain sangat penting untuk dianalisis. serta kegiatankegiatan dengan fasilitas penunjang lainnya. Faktor-faktor tersebut digunakan untuk menghasilkan sebuah produk yang bernilai tambah.

B. Tujuan Praktikum Praktikan dapat menentukan posisi suatu ruangan terhadap ruangan lain dalam ruangan produksi maupun industri. 115 .

1990). Pendekatan yang dilakukan oleh Muther juga dilakukan oleh Downs. dan angka garis antara lambang-lambang menunjukkan pentingnya kedekatan (Muther. 1990): 1. 1944). sehingga menghasilkan suatu diagram. 5. Lambang-lambang yang digunakan pada teknik ini adalah lambang-lambang proses konvensional. 4. 1990). 3.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Diagram keterkaitan kegiatan ini pada kenyataannya merupakan diagram balok yang menunjukkan pendekatan keterkaitan kegiatan. Setelah dilakukan analisis maka diagram tersebut disusun dengan membuat tabel lembar kerja keterkaitan kegiatan selanjutnya memplotkan pada blok keterkaitan untuk mempermudah tata letaknya. Kegunaan dari diagram ini adalah untuk (Apple. dan membantu perencana untuk menghubungkan masing-masing kegiatan secara tepat dalam tahap awal perencanaan tata letak. kegiatan-kegiatan yang terjadi dihubungkan dengan garis atau pita dengan berbagai ketebalan yang berbeda. menurut Downs (1956) diagram aliran yang ada dikembangkan dengan cara. lambang. dan warna. yang menunjukkan setiap kegiatan sebagai satu model kegiatan tunggal (Apple. Untuk membuat rancangan tata letak ideal perlu dilakukan analisis antar kegiatan dengan membuat diagram keterkaitan kegiatan. di mana pada teknik ini menggunakan kombinasi garis. 2. Blok diagram yang sudah jadi akan disusun 116 . Pengalokasian sistematis untuk setiap aktivitas Proses penempatan fasilitas Membuat suatu layout lebih akurat Menaksir luas total dari suatu gedung Meminimasi ruang yang diperlukan Teknik lain telah dikembangkan pula oleh Richard Muther. Penggunaan Diagram Keterkaitan Kegiatan adalah bertujuan untuk perencanaan hubungan antara pola aliran bahan dan lokasi aktivitas pelayanan yang berhubungan dengan aktivitas produksi (Apple. Lebar garis menunjukkan volume antara kegiatan.

Pemindahan antar operasi minimum. 11. Hasil dari blok keterkaitan tersebut diaplikasikan pada tata letak sebenarnya dengan menyusun bentuk area kerjanya yang dilakukan secara manual (Anonim. Operasi terakhir dekat dengan pengiriman. Tata letak yang efektif terwujud dengan memiliki beberapa karakteristik yang jelas yang dapat dilihat bahkan dari satu pengamatan biasa. 4. 5. 2007) : 1. 2. Jalur aliran tambahan. 8. 7. Pola aliran barang terencana. 6. 3. Blok diagram yang sudah jadi akan disusun sedemikian rupa menurut diagram keterkaitan kegiatan yaitu dengan cara mendekatkan proses – proses yang multak diperlukan (Hendrarto. Gang yang lurus. 12. Jarak pemindahan yang minimum. Aliran yang lurus.sedemikian rupa menurut diagram keterkaitan kegiatan yaitu dengan cara mendekatkan proses-proses yang diperlukan. Untuk membuat rancangan tata letak ideal perlu dilakukan analisis antar kegiatan dengan membuat diagram keterkaitan kegiatan setelah dilakukan analisis maka diagram tersebut disusun dengan membuat tabel lembar kerja keterkaitan kegiatan selanjutnya plotkan pada blok keterkaitan agar lebih mudah menentukan tata letaknya. Metode pemindahan yang terencana. 9. 10. diantaranya yang paling penting adalah (Nugroho. Pemrosesan digabung dengan pemindahan bahan. Jika sebuah usaha agri-bisnis budidaya jamur tiram ingin memperbaiki tata letak fasilitas produksinya atau tata letak pabrik yang sudah terlanjur tidak efektif dan efisien 117 . 2008). 13. Pemindahan bergerak dari penerimaan menuju pengiriman. 2009). Langkah balik yang minimum. Tata letak fasilitas produksi yang buruk akan menimbulkan masalah yang besar dan cenderung sulit diatasi karena sifatnya permanen. Operasi pertama dekat dengan penerimaan. Keterkaitan kegiatan yang terencana.

maka selain investasi yang harus dikeluarkan sangat besar. dapat diperkirakan pula berapa banyak waktu yang terbuang untuk perbaikan tersebut. 1996). Di samping itu juga besar kemungkinan usaha tersebut akan kehilangan konsumen selama renovasi pabrik akibat tidak ada produk yang dihasilkan (Wignjosoebroto. 118 .

Alihkan angka-angka pada kolom lembar kerja ke kotakan-kotakan bernotasi. 6. 8. 119 . baru E. pasangkan yang mempunyai derajat kedekatan A lebih dulu. Masukkan nomor kegiatan dari peta keterkaitan kegiatan pada setiap kolom untuk menunjukkan derajat kedekatan dengan kegiatan pada baris. 5. Untuk U tidak dialihkan karena tidak diperlukan lagi. 3. 4. Dengan metode trial and error. Alat tulis Kertas A4 Gunting Lem Pensil warna Peta keterkaitan kegiatan (fasilitas penunjang dan proses produksi) Lembar kerja diagram keterkaitan kegiatan Matriks Diagram Keterkaitan Kegiatan B. Prosedur Praktikum 1. Alat dan Bahan 1. 7. 2. uji cobakan untuk seluruh kegiatan yang ada. dan seterusnya. Terjemahkan peta keterkaitan kegiatan yang sudah dibuat di acara sebelumnya ke lembar kerja sebagai berikut: Kegiatan 1 2 3 dan seterusnya Derajat Kedekatan A E I O U X 2.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 3. 4. 5. Tuliskan semua kegiatan (dari peta keterkaitan kegiatan) di kolom kiri. Potong-potong kotakan tadi.

Berikan warna ke masing-masing kotak sesuai dengan bagiannya (produksi. pelayanan pekerja. pelayan pabrik. 120 . Inilah yang disebut sebagai Diagram Keterkaitan Kegiatan. perkantoran. 7.6. dan lain-lain). Salin susunan akhir ke kertas.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.5 6 2.5 2 1.4 5.6.Pembagian Adonan 3. Pengovenan 5.6 3 1.7 Pembentukan Adonan 4.7 5. Penimbangan II dan 2.2 7.6.2. Penimbangan I 2 3.7 6.4.7 3. Pendinginan dan 6 2.4.4 5 1.4 1. Perusahaan LEMBAR KERJA DIAGRAM KETERKAITAN KEGIATAN Derajat Keterkaitan A E I O U 1.3.7 6 3. Pengembangan 4. Hasil 1. Pengadukan 3 1.5 Pengemasan Kegiatan X 7 1 121 .

122 .

6.9 7.9. Lorong I 7.9 2 3.11 3.6. Kamar Mandi I 11.4.11 3.5.4.8.11 2 2 9 7 1 1.5.11 U 10.6 X 4.5.11 1.7 5 7.9.4.8.11 - 123 .4.8 1.6 5 3 1 4 4 9 3.2.7.10 1 2.6.11 1.10. Gudang 6. Ruang Produksi 5.8 3.11 2.10.10.9 O 4.10. Outlet 3.11 5.10.5. Lorong Ii 10.7 4.8.6 8 7.9 8. Kamar Mandi Ii 8 3.9 6 10.7.Area Parkir 2.7.10.5.9 1.2.2 1 2.11 Derajat Keterkaitan A 2 1 E 6 5 I 3 3. Kamar 9.8 4.5.2. Ruang Administrasi 4.3.6. Dapur 8.8. Ruang Produksi LEMBAR KERJA DIAGRAM KETERKAITAN KEGIATAN Kegiatan 1.7.10.6.

Susunan beberapa 124 . Pembahasan Praktikum acara 5 ”Diagram Keterkaitan Kegiatan” ini bertujuan agar praktikan praktikan dapat menentukan posisi suatu ruangan terhadap ruangan lai dalam ruangan produksi maupun industri. Notasi tersebut menunjukkan pendekatan kedekatan keterkaitan kegiatan. yang diwakili oleh kedekatan antara persegi satu dengan yang lain. Dasar pembuatan diagram keterkaitan kegiatan adalah peta keterkaitan kegiatan. DKK adalah diagram balok yang menunjukkan pendekatan keterkaitan kegiatan dan setiap kegiatan sebagai satu model kegiatan tunggal. DKK memiliki bentuk susunan persegi yang bernotasi.B. Peta dan diagram keterkaitan kegiatan menggunakan prinsip keeratan hubungan antarfasilitas penunjang maupun antarstasiun kerja. Diagram Keterkaitan Kegiatan (DKK) diperoleh berdasarkan asumsi subjektif praktikan walaupun tidak menutup kemungkinan terdapat unsur objektif.

Pengovenan 7. Penggunaan asumsi persegi diharapkan dapat mempermudah perancangan dan penempatan kegiatan dalam sebuah lahan yang sudah ditentukan. Penimbangan I 2.Pembagian Adonan 5. pembuatan DKK fasilitas penunjang (perusahaan) memiliki prinsip yang sama dengan pembuatan DKK proses produksi. DKK fasilitas penunjang (perusahaan) menggambarkan diagram keeratan antarfasilitas penunjang (antarruang) dalam industri. maka selanjutnya diolah untuk digunakan pembuatan Diagram Keterkaitan kegitan (DKK). Pada kolom derajat kedekatan. dan X. dimasukkan nomor kegiatan dari PKK. DKK proses produksi menggambarkan diagram keeratan stasiun kerja satu dengan stasiun kerja yang lain. Bagian kiri tabel ialah semua kegiatan.persegi bernotasi tersebut yang menunjukkan model kegiatan tertentu yang memilki hubungan keterkaitan. Diagram Keterkaitan Kegiatan (DKK) menjadi dasar perencanaan keterkaitan antara pola aliran bahan dan lokasi kegiatan pelayanan dihubungkan deangan kegiatan produksi dengan peta keterkaitan kegiatan sebagai sumber informasi keterkaitan kegiatan. Pengembangan 6. Penimbangan II dan Pembentukan Adonan 4. Jika PKK terdiri dari perusahaan dan ruang produksi maka DKK pun juga terdapat DKK perusahaan dan DKK ruang produksi yang terpisah. Pengadukan 3. U. Pada dasarnya. a. Sedangkan. I. dilakukan terjemahan kedalam lembar kerja Diagram Keterkaitan Kegiatan. dan sebelah kanan merupakan derajat kedekatan yang terdiri dari kode-kode A. Pendinginan dan Pengemasan E Derajat Keterkaitan I O U X 125 . Lembar Kerja DKK proses produksi: Kegiatan A 1. Informasi yang diperoleh dalam PKK. E. Pada kedua PKK (perusahaan maupun ruang produksi). O.

AXZ (**) EAXZ (**) E- I- O- I- O- c. Gudang 6. lalu dialihkan ke kotakan-kotakan. Lorong Ii 10.Lembar Kerja DKK perusahaan (industri): Kegiatan 1. Ruang Produksi 5.Area Parkir 2. Dapur 8. Kamar 9. Kamar Mandi I 11. Ruang Administrasi 4. Kamar Mandi Ii Derajat Keterkaitan A E I O U X b. tidak dialihkan karena tidak diperlukan lagi. Untuk derajat kedekatan U. Lorong I 7. Selanjutnya. kotak-kotak tersebut dipotong lalu potongan-potongan kotakan tersebut dipasangkan yang mempunyai derajat kedekatan A 126 . Setelah angka-angka nomor kegiatan diisikan pada kolom lembar kerja. Outlet 3.

kamar mandi II. serta kamar mandi II berdekatan dengan kamar. Pembuatan Diagram Keterkaitan Kegiatan menggunakan sistem ’trial and error’. dan kamar mandi II. dan kamar. lorong I. Uji coba dari bentuk satu ke bentuk lain sampai ditemukan kondisi yang cocok dimana kedekatan suatu model kegiatan menunjukkan sifat keterkaian antara kegiatan satu dengan kegiatan yang lain. Area parkir juga memiliki kedekatan yang sangat penting (E) dengan lorong I karena lorong I berfungsi menghubungkan area parkir dengan gudang sehingga akan mempermudah akses pengangkutan dari distributor ke gudang. dapur. dan dapur. kamar mandi I berdekatan dengan kamar. Dengan metode trial and error. lorong I berdekatan dengan gudang. kamar mandi I. seluruh kegiatan yang ada diujicobakan. diperoleh bahwa area parkir berdekatan dengan outlet dan ruang administrasi. gudang. d. dan ruang produksi. e. gudang. Lembar kerja diagram keterkaitan kegiatan menunjukkan area parkir mempunyai hubungan mutlak perlu (A) deangan outlet karena mempermudah akses pelanggan dari tempat parkir ke outlet. dan outlet. baru E dan seterusnya. masing-masing kotak diberikan warna sesuai dengan bagiannya. dan kamar mandi I. gudang. lorong II. kamar mandi I. dapur berdekatan dengan ruang produksi. sehingga akan cukup menghabiskan waktu. lorong I. ruang administrasi berdekatan dengan outlet. ruang produksi berdekatan dengan outlet. lorong I.lebih dahulu. Roti dan Kue” yang telah dibuat. ruang produksi. gudang. dan lorong II. lorong II. Selanjutnya. kamar berdekatan dengan lorong II. Oleh 127 . lorong II. Berdasarkan diagram keterkaitan kegiatan pada perusahaan (kegiatan industri) ”Salma. ruang administrasi. dan kamar mandi II. lorong II. dan lorong I. gudang berdekatan dengan ruang produksi I. kamar mandi II. ruang produksi. Salinan susunan akhir kertas. ruang adminstrasi. gudang. lorong II berdekatan dengan dapur. lorong II. ruang administrasi. outlet berdekatan dengan area parkir.

kamar mandi I. kamar. dan lorong II karena dapat mempermudah akses dan ada hubungan kertas kerja. kamar. pembayaran. dapur. Kedekatan tidak penting terjadi antara area parkir dengan kamar mandi I dan kamar mandi II karena terdapat perbedaan jenis kegiatan yang terjadi. kamar. Kedekatan biasa terjadi antara ruang administrasi dengan ruang produksi. debu. dan kamar mandi II karena merupakan kegiatan yang berbeda dan dapat memungkinkan terjadi gangguan suara. gudang. dan lorong II karena area parkir terletak di tepi jalan sehingga memungkinkan terjadi gangguan suara. lorong I. ruang produksi karena merupakan urutan aliran kerja. Outlet mempunyai kedekatan penting (I) dengan ruang administrasi karena hubungan kertas kerja. debu. Outlet memiliki hubungan kedekatan tidak diharapkan (X) dengan dapur. Selain itu. dan sebagainya. kedekatan tidak diharapkan terjadi antara area parkir dengan ruang produksi. bau. Sedangkan. outlet. dan sebagainya. dapur. dan sebagainya. Sedangkan. ruang administrasi juga harus berdekatan dengan area parkir.sebab itu. dan kamar mandi II karena pada dasarnya merupakan kegiatan berbeda dan tidak akan saling mengganggu sehingga tidak perlu diperhatikan. area parkir mempunyai hubungan kedekatan penting (I) dengan ruang administrasi karena mempermudah akses manajer industri maupun distributor yang membutuhkan pencatatan. kedekatan tidak penting (U) terjadi antara outlet dengan gudang dan lorong I sehingga letaknya tidak perlu didekatkan. area parkir harus berdekatan dengan outlet dan lorong I. Selanjutnya. Ruang administrasi sangat penting untuk berada dekat dengan gudang agar mempermudah akses karena harus dilakukan pencatatan terus-menerus terhadap kondisi persediaan bahan baku. Sedangkan. kedekatan sangat penting terjadi antara ruang produksi dengan dapur dan lorong II karena mempermudah akses dan personilnya sama sehingga harus diletakan 128 . Ruang produksi mutlak perlu dekat dengan gudang agar aksesnya mudah sehingga jarak aliran bahan tidak terlalu jauh. kamar mandi I. bau. dan lorong II karena alat yang digunakan sama.

bau. dan kamar mandi II karena dapat memungkinkan terjadi gangguan suara. kamar mandi I. kamar mandi I maupun II. keduanya merupakan lorong penghubung yang sifatnya netral dan lebih fleksibel untuk ditata. debu. Sedangkan. Kedekatan biasa muncul antara gudang dengan dapur dan kamar sehingga letaknya tidak perlu diperhatikan. bau. bau. Sebab. Lorong I mempunyai kedekatan biasa dengan kamar. kamar mandi I. Dapur tidak diharapkan berdekatan dengan area parkir. dan sebagainya sehingga letak berjauhan. Lorong I letaknya bebas. Gudang juga tidak diharapkan berdekatan dengan area parkir. lorong I. Keterkaitan biasa terjadi antara ruang produksi dengan ruang administrasi. dan sebagainya sehingga letaknya berjauhan. gudang. dan sebagainya sehingga letak berjauhan. Gudang mutlak perlu berdekatan dengan ruang produksi dan lorong I karena terdapat urutan kerja sehingga letaknya bersebelahan. Ruang produksi penting untuk dekat dengan outlet karena terdapat urutan kerja.berdekatan. dan sebagainya sehingga letaknya berjauhan. posisi gudang sengan outlet juga perlu dikesampingkan karena pengaruhnya sedikit. Dapur dan lorong II kedekatan mempunyai kedekatan dengan ruang produksi karena dapat mempermudah akses sehingga harus diletakkan berdekatan. dan kamar mempunyai kedekatan biasa yang tidak 129 . Baik dapur maupun lorong II tidak boleh berdekatan dengan lorong I karena merupakan pekerjaan yang berbeda. debu. debu. bau. sedangkan lorong II tidak boleh berdekatan dengan area parkir karena memungkinkan terjadi gangguan suara. outlet. kamar mandi I. posisi dapur terhadap ruang administrasi. Karena pekerjaannya berbeda. dan kamar mandi II karena dapat memungkinkan terjadi gangguan suara. Gudang penting untuk dekat dengan lorong II agar dapat mempermudah akses. Lorong I penting berdekatan dengan lorong II agar akan mempermudah akses. debu. Ruang produksi tidak diharapkan berdekatan dengan area parkir. dan kamar karena merupakan kegiatan berbeda sehingga tidak perlu diperhatikan. dan kamar mandi II karena memungkinkan terjadi gangguan suara.

Berdasarkan analisis. Artinya. ruang produksi. Akan tetapi. letak kamar mandi dan area bahan baku dijauhkan. ruang produksi. pembagian adonan. Aliran kerja terakhir adalah 130 . adonan didiamkan agar mengembang lalu dioven hingga matang. Letak kamar fleksibel dengan ruang administrasi. penimbangan II-pembentukan adonan. kamar tidak diharapkan berdekatan dengan area parkir dan outlet karena merupakan tempat istirahat pekerja sehingga gangguan suara dan sebagainya harus minimal. Kamar mandi I dan II mempunyai kedekatan biasa dengan ruang administrasi. dan lorong II karena sifat kegiatannya berbeda. hingga pendinginan-pengemasan. bau. dapur. lorong I. Hal tersebut disebabkan oleh terdapat hubungan aliran kerja antarstasiun sehingga dalam diagram keterkaitan kerja. berdekatan pun sebenarnya tidak bermasalah. adonan masuk ke stastiun kerja penimbangan IIpembentukan adonan dan pembagian adonan. pengovenan. pengovenan. terdapat hubungan sangat penting mulai dari stasiun kerja pengadukan. keduanya sangat tidak diharapkan berdekatan dengan area bahan. Kamar penting untuk berdekatan dengan kamar mandi I maupu II karena terdapat derajat hubungan pribadi sehingga dalam diagram keterkaitan kerja diletakkan berdekatan. penimbangan pengembangan. Akan tetapi. pengembangan. Oleh sebab itu. karena memungkinkan terjadi gangguan suara. lorong I. pengemasan. lorong II. seperti outlet. gudang. Akan tetapi. Setelah itu. pengadukan. keenam stasiun kerja tersebut saling berdekatan satu sama lain. debu.perlu diperhatikan. Diagram keterkaitan kegiatan pada kegiatan produksi terdiri atas tujuh kotak yang mewakili tujuh stasiun kerja. pendinginan pembagian dan adonan. Kedua kamar mandi ini tidak penting berada di dekat area parkir ataupun tidak. gudang. tidak ada hubungan mutlak perlu antarstasiun kerja. dan dapur. maupun kamar mandi lain sehingga letaknya tidak perlu diperhatikan. Aliran kerja yang menjadi acuan adalah proses pengadukan menggunakan mixer. dan sebagainya. II dan pembentukan serta adonan. yaitu penimbangan I.

Selain itu. penimbangan I dan pengembangan. Sebab. Pada kedua stasiun kerja tersebut memungkinkan terdapat gangguan suara. serta pengembangan dan pendinginan- pengemasan. pengadukan dan pengembangan. Oleh sebab itu. Secara teori. baik dalam diagram keterkaitan fasilitas penunjang 131 . letak ketiga stasiun kerja tersebut tidak perlu diperhatikan. pembagian adonan dan pendinginan-pengemasan. manfaat dan aplikasi diagram keterkaitan kegiatan adalah menjadi dasar perencanaan keterkaitan antara pola aliran barang dan lokasi kegiatan pelayanan dihubungkan dengan kegiatan produksi. yaitu penimbangan I dan pendinginan-pengemasan. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan tidak penting adalah penimbangan I dan pengovenan serta pengadukan dan pengovenan. Pada industri ”Salma.didinginkan lalu dikemas. Bahan yang mengalami penimbangan I dan pengadukan adalah bahan baku dari gudang. Kedekatan biasa terjadi antara penimbangan I dan penimbangan IIpembentukan adonan. pembagian adonan dan pengovenan. dan lain-lain. Roti dan Kue”. penimbangan II-pembentukan adonan dan pendinginanpengemasan. penimbangan I dan pembagian adonan. pengadukan dan pendinginan-pengemasan. Penimbangan IIpembentukan adonan penting berdekatan dengan pengembangan karena ruangannya juga sama sehingga letaknya harus dekat. penimbangan II-pembentukan adonan dan pengovenan. stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan tidak diharapkan (X). sedangkan bahan yang mengalami pengovenan adalah adonan. Sedangkan. bau. Hubungan kedekatan penting terjadi antara stasiun kerja penimbangan I dan pengadukan karena merupakan hubungan aliran kerja sehingga dapat memperpendek jarak pindah bahan. posisi antarstasiun yang termasuk dalam hubungan kedekatan biasa tidak perlu diperhatikan sehingga lebih fleksibel untuk ditata. Oleh sebab itu. merupakan kegiatan yang berbeda dengan bahan yang berbeda. gas. stasiun kerja pengadukan mempunyai kedekatan penting dengan pembagian adonan karena ruangannya sama sehingga letaknya harus dekat.

berupa evaluasi keterkaitan kegiatan sehingga dapat ditentukan tata letak dan mengatur penempatan peralatan dengan efektif sehingga dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan produktivitas. 132 .maupun proses produksi.

Kesimpulan Diagram Keterkaitan Kegiatan merupakan diagram yang menunjukan posisi ruangan terhadap ruangan lain pada ruang produksi maupun industri. Saran Jika terjadi penggabungan acara praktikum atau perubahan jadwal. Diagram Keterkaitan Kegiatan ini dibuat berdasarkan hubungan keterkaitan kegiatan antarkegiatan yang diperoleh dari Peta Keterkaitan Kegiatan. 133 . kebutuhan alat seperti gunting dan lem.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. disediakan atau minimal praktikan diberitahu agar masing-masing membawa alat yang dibutuhkan. sebaiknya dikomunikasikan kepada para praktikan terlebih dahulu. Selain itu. B. Diagram Keterkaitan Kegiatan berupa kotak bernotasi yang bertuliskan nama fasilitas penunjang atas stasiun kerja.

Factory Management and Maintenance. Tataletak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ketiga. Apple. Nugroho. 2008.ac. Edisi ke 3. R. Production Line Technique. New York: McGraw-Hill Book Co. Modifikasi Tata Letak Fasilitas Produksi Jamur Tiram. Muther.unpad. S. Best Way To Layout a Job Shop. Widya Astuti.05 WIB.28/5 29jurnal/520FTIP. 1956. 2007.ac. Jurnal Teknotan. content/uploads/publikasi_dosen/no. Diakses pada hari Senin tanggal 27 April 2009 pukul 14.21 WIB. Wignjosoebroto. 2009. 1944. 134 . J. 1996. Jakarta: Guna Widya.id/unpadcontent/uploads/publikasi_dosen/no. Yogyakarta: Jurusan Teknik Industri STTA. Bandung: Penerbit ITB.id/unpadAnonim. Hendrarto. New York: McGraw-Hill Book Co. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Barang. 1990. Perancangan Fasilitas.unpad. Downs. Diakses pada Senin tanggal 27 April 2009 pukul 14.DAFTAR PUSTAKA http://resources.dkk.21/520jurnal/520FTIP. http://resources. G. M.

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA VII DIAGRAM PENGALOKASIAN WILAYAH Disusun oleh: Kelompok 10 1. Nika Awalistyaningrum Esti Rumaningsih Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 135 . 3. 2.

Hal tersebut dapat diwujudkan dengan melakukan perbaikanperbaikan agar dapat meningkatkan kapasitas maupun kualitas produksi. penentuan stasiun kerja. Diagram pengalokasian wilayah juga akan menunjukkan tata letak baru yang dianggap lebih efektif dan efisien. untuk membuat diagram pengalokasian wilayah perlu diperhatikan ketiga hal tersebut. Dengan demikian. Diagram pengalokasian wilayah dapat digunakan untuk merancang 136 . Pengkajian terhadap tata letak suatu industri akan menghasilkan diagram pengalokasian wilayah. Diagram pengalokasian yang baik akan membuat masing-masing stasiun kerja menjadi lebih dekat dan membuat proses aliran bahan menjadi lebih urut dan teratur. Pengkajian secara lebih rinci mengenai semua hal yang terjadi pada industri sangat diperlukan untuk mengembangkan industri tersebut. maupun peningkatan jumlah kapasitas produksi harian. Pada diagram pengalokasian wilayah terdapat gambaran mengenai ruang produksi dan berbagai fasilitas pendukung yang ada.BAB I PENDAHULUAN A. Perubahan tata letak terjadi karena terdapat perpindahan lokasi produksi dan fasilitas pendukung dalam industri tersebut. Perubahan yang dilakukan dapat berupa perubahan tata letak ruang. diharapkan akan terjadi peningkatan efisiensi dan efektivitas kerja dengan mereduksi langkah balik proses produksi atau memperpendek jarak antara stasiun kerja yang ada. sedangkan perubahan kapasitas terjadi akibat terdapat perhitungan ulang scale up terhadap produk yang dihasilkan oleh industri tersebut. Diagram pengalokasian wilayah ini sangat berkaitan erat dengan peta keterkaitan kegiatan. Oleh karena itu. Latar Belakang Industri selalu memerlukan perbaikan dengan untuk mengembangkan usahanya. diagram keterkaitan kegiatan serta aliran bahan yang terjadi pada industri tersebut.

2. Tujuan Praktikum 1. 137 . Praktikan dapat menggambarkan perpindahan/aliran bahan dan mengefektifkan aliran bahannya berdasarkan kriteria tertentu. B.layout perbaikan bagi suatu industri. Oleh karena pentingnya pengkajian mengenai diagram pengalokasian wilayah ini. Praktikan dapat mengalokasikan kebutuhan ruang dan luas lantai dalam area industri yang ada. maka perlu dilakukan praktikum acara 8 ini agar praktikan dapat lebih memahami cara membuat diagram pengalokasian wilayah maupun template.

ARC. Dasar bagi perencanaan selanjutnya e. material. Beberapa keuntungan dan pemakaian proses alokasi wilayah ini (Apple. 2010). hubungan fisikal. 138 . informasi aliran. Memudahkan proses tataletak c. tempat yang dibutuhkan. peralatan. Memungkinkan tata letak yang lebih cermat d. Kedekatan tata letak aktivitas tersebut ditentukan dalam bentuk Area Alocation Diagram. Area Alocation Diagram (AAD) merupakan lanjutan dari Area Relationtionship Chart (ARC). dalam satu kesatuan yang terpadu. 2010). maka sesuai dengan persoalan ARC diatas maka dapat dibuat AAD. Tujuan dari proses ini adalah untuk merancang pengaturan yang efisien untuk ruangan yang dibutuhkan oleh tiap kegiatan. Meminimumkan ruangan yang terbuang. aliran personil.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Diagram alokasi wilayah merupakan dasar bagi rancangan tata letak dan rancangan bangunan yang rinci. AAD merupakan template secara global informasi yang dapat dilihat hanya pemanfaatan area saja. dan Area Relationship Diagram (Anonim. Adapun dasar pertimbangan dalam prosedur pengaloaksian area ini adalah aliran produksi. Atau dapat dikatakan bahwa hubungan antar aktivitas mempengaruhi tingkat kedekatan antar tata letak aktivitas tersebut. sedangkan gambar visualisasi secara lengkap dapat dilihat pada template yang merupakan hasil akhir dari penganalisaan dan perencanaan tata letak pabrik (Anonim. Dimana dalam ARC telah diketahui kesimpulan tingkat kepentingan antar aktivitas dengan demikian berarti bahwa ada sebagian aktivitas harus dekat dengan aktivitas yang lainnya dan ada juga sebaliknya. Pembagian wilayah kegaiatn yang sistematis b. AAD ini merupakan lanjutan penganalisaan tata letak setelah ARC. dan tetap mempertahankan kebutuhan luas dari tiap kegiatan. 1990) adalah: a. dan lain-lain. Susunan yang dihasilkan harus sedapat mungkin mewadahi keterkaitan kegiatan yang telah ditentukan.

2004) antara lain: 1. (Wahyuningrum. Keterkaitan antar kegiatan d. Sebagai dasar untuk perencanaan berikutnya. Membuat beberapa alternatif penempatan 8. Sementara itu. Proses penempatan fasilitas 3.Manfaat Diagram Pengalokasian Wilayah. Menaksir luas total dari suatu gedung 6. Keterkaitan antara aliran bahan dalam dan luar pabrik b. Pengalokasian yang sistematis untuk setiap aktivitas 2. Meminimisasi ruang yang diperlukan 7. Memperlihatkan ukuran dari setiap ruangan tempat melakukan aktivitas 11. Membuat suatu layout lebih akurat 4. Ketersediaan ruang h. Kebutuhan gudang sebagai ruang penyimpan c. Aliran produksi bahan dan peralatan iii. Kebutuhan ruang dari tiap kegiatan f. Membantu untuk melihat dimana letak suatu aktivitas 5. Dapat melihat secara mendetail dalam mempertimbangkan aktivitas dari setiap individu 9. 1990) adalah: a. Kelonggaran bagi proses produksi 139 . 1990) adalah: i. Menerjemahkan daerah-daerah yang ditaksir ke dalam bentuk visual 10. Kebutuhan luas ruang setiap kegiatan ii. Pengaturan wilayah i. terdapat beberapa landasan untuk melakukan alokasi area (Agung dan Machfud. Peta Keterkaitan Kegiatan Faktor-faktor yang menjadi bahan pertimbangan dalam alokasi wilayah (Apple. Keterbatasan bangunan e. Lokasi kegiatan pelayanan dan kegiatan penunjang g.

Lokasi dan ukuran gang Setelah analisa mengenai aliran material yang dibuat. Berikut contoh bentuk block plan dengan mendasarkan pada Space Relationship Diagram (Wignjosoebroto. Secara singkat. Satu hal yang penting ialah layout haruslah cukup fleksibel untuk menghadapi perubahan di dalam desain produk. 1996): 1. Pembuatan detail layout dari suatu pabrik (biasanya dibuat dengan skala standar 1:50) akan menunjukkan pengaturan dari orang. material. desain proses meupun desain penjadwalan produksi (Wignjosoebroto. Di dalam mendesain layout harus diingat pertimbangan-pertimbangan kemungkinan terjadinya ekspansi di masa depan ataupun terdapat perubahanperubahan yang bisa terjadi. 2000). hubungan derajat aktivitas dari tiap-tiap departeman dipertimbangkan. desain layout altenatif bisa dibuat dengan lay cara mengkombinasikan pertimbangan-pertimbangan kebutuhan luas area yang dibutuhkan (Wignjosoebroto. Di sini block plan akan merupakan diagram balok dengan skala tertentu yang mempresentasikan bangunan dan normalnya juga menunjukkan lokasi dari dinding-dinding penyekat yang memisahkan blok satu dengan blok lainnya. Langkah berikut adalah mendesain alternatif layout dengan memperhatikan Space Relationship Diagram dan melakukan modifikasi seperlunya berdasarkan batasan-batasan dan pertimbangan-pertimbangan khusus lainnya. termasuk pula lokasi dari kolom tiang penyangga atas gedung. kebutuhan luas area untuk masing-masing departeman dihitung secara ditetapkan. maka desain alternatif layout segera bisa dibuat. Templates 140 .j. Desain layout ini secara umum dapat ditunjukkan dalam bentuk block plan. 1996). 1996). Disini detail layout akan dibuat dengan memakai salah satu metode berikut ini (Wignjosoebroto. mesin dan fasilitas prduksi lainnya dengan sebaik-baiknya. Drafting atau sketching method 2. peralatan dan fasilitas-fasilitas kerja lainnya biasanya tidak tercantum dalam block plan ini. Detail layout yang kadangkadang disebut pula dengan master layout akan merupakan pelaksanaan akhir dari proses perancangan tata letak pabrik. Lokasi detail dari mesin.

mulai dari receiving sampai dengan shipping. 2010): a. c. Tata letak bagian produksi. Memang patut diakui bahwa untuk pabrik yang besar dan kompleks metode drafting atau sketching akan terasa kurang sesuai dan kurang fleksibel untuk diterapkan (Wignjosoebroto. 2000). akan tetapi metode drafting pun masih layak dan bahkan tetap disarankan untuk digunakan dalam perancangan layout pabrik yang sederhana. kantin. 141 . d. assembling. Informasi yang dapat dilihat pada template (Anonim. misalnya receiving. pabrikasi.3. b. Tata letak kantor dan peralatan. sarana olah raga. Models Meskipun sekarang ini pemakaian templates dan/atau models sangat populer serta banyak digunakan dalam pembuatan rancangan tata letak pabrik. Tata letak pelayanan yang ada di pabrik. misalnya jalan. shipping. dan lain-lain. Template merupakan suatu gambaran yang telah jelas dari tata letak pabrik yang akan dibuat dan merupakan gambaran detail dari AAD yang telah dibuat. Aliran setiap material.

Menggambarkan masing-masing stasiun kerja/kegiatan yang memerlukan ruang di kertas milimeter blok dalam bentuk kotak kosong dengan menggunakan skala tertentu. 4. Alat dan Bahan 1. 5. Alat tulis Kertas HVS Kertas Milimeter Kalkulator Gunting Lem Data pada praktikum sebelumnya B. Kegiatan Produksi: • • Kantor • • dst JUMLAH TOTAL Perkiraan Luas (m2) Luas Mandiri Jumlah 2.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. jangan lupa 142 . 3. Prosedur Praktikum 1. 7. Untuk menentukan bentuk ruang. 2. 6. Membuat lembaran kerja kebutuhan ruang total untuk kegiatan yang harus digabungkan dalam satu tempat.

serta keterangan-keterangan lain yang diperlukan. 6. Menggambarakan DPW yang telah selesai lengkap dengan posisi mesin dan posisi operator dalam stasiun kerja. 4. Setelah DPW akhir diperoleh.mempertimbangkan peletakan alat dan area kerja operator dalam stasiun kerja tersebut. 143 . Menyesuaikan susunan sesuai dengan pertimbangan-pertimbangan. posisi peralatan. buatlah diagram aliran. aliran bahan. 3. Memotong-motong kotak stasiun kerja tersebut dan menyusun kotakan ruangan sesuai dengan DKK dan rencana aliran bahan sesuai keterbatasan area industri untuk membuat Diagram Pengalokasian Wilayah. 5.

5384 1.8 8.5 3 x 2.1 x 6.25 7 x 2. Hasil Kebutuhan Ruangan Total Stasiun Kerja Penimbangan I Pengadukan Penimbangan II dan Pembentukan Adonan Pembagian Adonan Pengembangan Pengovenan Pendinginan dan Pengemasan Gudang Bahan Baku Kamar Mandi I Kamar Mandi II Dapur Kamar Ruang Administrasi Lorong I Lorong II Area Parkir Outlet Kebutuhan Luas (m2) 1.5 3 x 6.8 9.8 x 1.754 4.8 1.8 8.005 144 .216 58.4 x 2 6.3 4.316 4.05 Alokasi Luas (m2) 1.6 3.5 x 1.8832 pxl 1.5 x 5.986 1.1 2.672 4.8 1.35 7.15 4.7 x 1 2.65 49.55 x 4.6 x 1 3 x 1.9 12.875 17.5 x 1.5 x 2.875 17.5 7.875 1.5 17.1 8.8 26.28 58.25 1.624 11.875 1.69 9.51 3.6 11.4 x 2 4 x 2.6 5.6 1.13 1.3924 48.05 3 x 1.4 4.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.55 1.5 18.7 4.

GAMBAR DPW DI AUTOCAD B. Pembahasan Praktikum acara 7 berjudul “Diagram Pengalokasian Wilayah” ini bertujuan agar praktikan dapat menggambarkan perpindahan atau aliran 145 .

bentuk ruang. Manfaat pengalokasian wilayah adalah dapat dirancang suatu pengaturan yang efisien semua ruangan yang dibutuhkan oleh tiap kegiatan dalam satu kesatuan yang terpadu. semua ruang diasumsikan berbentuk kotak atau persegi.bahan dan mengefektifkan aliran bahannya berdasarkan kriteria tertentu. Tujuan yang kedua adalah agar praktikan dapat mengalokasikan kebutuhan ruang dan luas lantai dalam area industri yang ada. Dengan menggunakan template. letak mesin. Oleh sebab itu. penyusunan ini memerlukan Diagram Keterkaitan Kegiatan (DKK) dan luas kebutuhan ruang yang disesuaikan dengan luas sebenarnya dari industri yang dievaluasi. Diagram Pengalokasian wilayah merupakan sketsa tata letak kasar suatu industri yang menjadi dasar pembuatan template suatu industri yang merupakan gambaran ideal tata letak suatu industri. Jika dalam DKK. sesuaikan bentuk tersebut hingga ketiga pertimbangan di atas terpenuhi. dapat dijelaskan pola aliran bahan. dan posisi ruang. keterkaitan kegiatan. letak operator. dan keterbatasan area produksi agar terhindar dari back-tracking. DPW menjadi dasar bagi penyusunan template suatu industri. Pengubahan susunan DPW dilakukan dengan memperhatikan keterkaitan kegiatan dan kebutuhan ruang maka akan diperoleh template yang ideal. serta letak peralatan. Keterkaitan kegiatan ini berdasarkan PKK dan DKK yang pernah dibuat pada praktikum acara sebelumya. Template menggunakan skala yang representatif sehingga industri dapat digambarkan dengan jelas. Sehingga. Setiap membutuhkan space yang tidak sama atau beda. Dalam pembuatan Diagram Pengalokasian Wilayah kriteria-kriteria yang perlu diperhatikan adalah: 1. Dalam penyusunan DPW ini perlu diperhatikan keterkaitan antara kegiatan dan kebutuhan ruang dalam suatu industri. Oleh karena itu. rancangan seperti DKK belum tentu baik susunannya ataupun bentuknya. Penyesuaian bisa dari ukuran ruang. Penyusunan DPW disesuaikan dengan aliran produksi. namun pada kenyataannya tidak selalu demikian. Tingkat keterkaitan antar kegiatan 146 .

Data ini diperoleh dari hasil praktikum acara sebelumnya. Selain itu. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa saat ini ruang produksi I memiliki luas yang kurang memadai jika dibandingkan dengan kebutuhan luas ruang tersebut. 4. diusahakan pula untuk tidak membongkar tembok yang ada jika akan merealisasikan template tersebut. Selain itu. Sedangkan.2. Pembongkaran ini akan menelan dana perbaikan yang cukup besar akan tetapi dengan pembongkaran ini diharapkan akan menghemat 147 . Dengan demikian. Luas yang memadai bagi tiap stasiun kerja Pembuatan Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW) ini dimulai dengan menganalisis kebutuhan luas ruang yang ada. 8. Rancangan luas area yang diajukan tidak melebihi tembok terluar tata letak awal dan harus lebih kecil. yaitu “Kebutuhan Ruang dan Luas Lantai”. 5. Hal ini dilakukan ruangan yang digabungkan. 7. Kemudian gambaran masingmasing stasiun kerja dan fasilitas pabrik tersebut dipotong-potong. ruang produksi II ini dirasa kurang efektif karena sebagian besar stasiun kerja berada di Ruang Produksi I. 6. Data ini menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan alokasi luas yang akan dibuat dalam industri. 9. perlu dilakukan pembongkaran tembok yang membatasi kedua ruangan tersebut. Tahapan selanjutnya adalah memplotkan data panjang dan lebar ini pada milimeter blok dengan skala 1:100. 3. potongan-potongan ini kemudian disusun untuk pembuatan Diagram Pengalokasian Wilayah. Pemanfaatan ruang yang ekonomis Kemudahan perluasan Penggabungan yang baik dengan fasilitas luar Susunan ruang dan gang yang masuk akal Kegiatan dengan kriteria khusus dapat diletakkan dengan tepat Kemudahan pengendalian produksi Memperhatikan syarat kesehatan dan keselamatan kerja (K3) Mematuhi syarat bangunan dan ketentuan wilayah 10. perlu mempertimbangkan pula dimensi mesin atau bahan yang ada dalam stasiun kerja tersebut sehingga dapat ditentukan pula dimensi panjang dan lebar yang akan dialokasikan.

7 m2.875 m2. penimbangan II dan pembentukan adonan 12.8 m2. Perubahan tersebut antara lain ialah penggempuran dinding penyekat ruang produksi I dengan ruang produksi II. untuk ruang fasilitas yang lain telah sesuai yakni kamar mandi I 1.28 m2. menghemat waktu untuk pengangkutan sehingga akan mengefektifkan kerja pegawai.6 m2. PKK dan aliran proses. Namun. Walaupun. Ruang produksi ini meliputi penimbangan I dengan alokasi 1. Hal ini dilakukan karena kebutuhan luas ini hanya untuk menyimpan bahan baku roti manis. dan Kue memproduksi 75 jenis roti lainnya sehingga diperlukan gudang yang lebih luas. Akan tetapi hal ini tetap dapat dilakukan karena saat ini masih terdapat space antara area parkir dengan jalan raya. Hal ini bertujuan agar aliran bahan lebih lancar dan tidak tersendat dengan pembatas tembok tersebut. Roti. dapur 17. dan outlet 49. Secara keseluruhan.875 m2. pengem-bangan 4. lorong II 9. dan Kue.9 m2. terdiri dari seluruh kegiatan dengan stasiun-stasiun kerjanya berserta ruangan yang ada pada Industri Salma. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan luas lahan yang ada pada Industri.986 m2. Selain itu pula. pembagian adonan 1. terjadi pelebaran di beberapa stasiun kerja. dengan penekanan biaya produksi dapat meningkatkan profit dari Salma. Selain itu dilakukan pula pemindahan pintu 148 . terjadi perubahan tata letak dan penanganan bahan pada DPW yang baru. luas gudang ini pun lebih fleksibel dalam peerkembangan menjadi industri yang besar maka gudang tetap dapat dipergunakan. Selain itu.8 m2. Roti. serta stasiun kerja pendinginan dan pengemasan 4. kamar mandi II 1. ruang administrasi 18. Masalah lain dari DPW usulan praktikan ialah pengalokasian area parkir yakni 58.65 m2 juga melebihi area yang ada sekarang yakni hanya 58. Padahal industri Salma. alokasi gudang bahan baku dengan kebutuhan luas yang hanya 1. Berdasarkan template yang telah dibuat.5 m2. Dampak lebih lanjut. lorong I 4. Roti.5 m2.pemanfaatan ruang.15 m2.5384 m2 dialokasikan menjadi 26. pengadukan 3. kamar 7. dan Kue tidak mengalami pelebaran maupun pengecilan ukuran gedung. Namun. DPW ini telah cukup baik karena sesuai dengan DKK.6 m2.3924 m2.8 m2.4 m2. pengovenan 8.005 m2.

6 m2. Stasiun berbentuk persegi panjang karena menyesuaikan dengan bentuk lorong semula. dan lain-lain. Hal ini bertujuan agar stasiun ini tidak tercampur dengan kegiatan lain yang lalu lalang jika masih berada di tengah yang membuat aliran menjadi bertubrukan. Stasiun kerja penimbangan II dengan pembentukan adonan dilakukan pada satu area yakni menggunakan meja. margarin.672 m2 dengan dimensi 1. sehingga alokasi luas menjadi 12. Kebutuhan luas untuk stasiun ini ialah sekitar 151 m2 dengan dimensi 1. yang membutuhkan luas 11.8 m. Pada stasiun ini dibutuhkan mesin devider.3 m sehingga dialokasikan menjadi 3. semula dilakukan di ruang gudang. diubah pada template usulan dengan memindahkan kegiatan tersebut ke dekat lorong I. Selanjutnya. sehingga alokasi luasnya menjadi 1. Diharapkan pada alokasi tempat yang melebihi kebutuhan ini. yang diharapkan agar produktivitas meningkat jika diperluas space pada stasiun ini.5 m x 2. Alokasi yang lebih lebar dari pada kebutuhan ini bertujuan agar memberi space yang lebih luas kepada pekerja agar merasa nyaman. pekerja dapat melakukan pekerjaan dengan nyaman dan leluasa. Hal ini bertujuan agar memperlancar aliran bahan. sehingga alokasinya menjadi 1. untuk stasiun kerja pengadukan juga mengalami perubahan menjadi dekat dengan stasiun kerja penimbangan I. Area pembagian adonan berubah menjadi dekat dengan stasiun kerja penimbangan II dan pembentukan adonan. Hal ini bertujuan agar sesuai dengan DKK maupun PKK yang dibuat.624 m2 dengan dimensi 3 m x 1.9 m2. dan juga perkerjaan pada stasiun ini membutuhkan tingkat ketelitian dan berlangsung terus menerus dalam selang waktu yang cukup lama. Kebutuhan luas untuk stasiun ini ialah 1. karena terdapat hubungan kelancaran aliran bahan dengan pengadukan. Stasiun ini dekat dengan tembok ruang gudang yang semula berada ditengah ruang produksi II.6 m2. Penimbangan I.6 m x 1 m. mentega.7 m2. yakni penimbangan bahan-bahan seperti tepung .7 m x 1 m. dikarenakan juga terdapat bahan lain.5 m2 dengan dimensi 4. maka dari itu dibutuhkan alokasi yang 149 .disertai perubahan bentuk gudang agar jarak perpindahan lebih sedikit. Selain itu. Stasiun ini dibutuhkan mesin mixer seluas 3.

karena kamar ini digunakan oleh 2 150 .316 m2 berdimensi 4 m x 2. yaitu pengovenan. sehingga alokasi luasnya menjadi 8.5 m sehingga alokasi luasnya menjadi 17.8 m2.5 m2 dengan berdimensi 3 m x 2.1 m sehingga didapat alokasi seluas 4. Hal ini bertujuan agar memberikan luas yang lebih leluasa bagi pekerja dalam menjalankan aktivitasnya seperti memasak isi adonan roti ataupun pengolesan loyang. stasiun kerja pengembangan adonan kebutuhan luas sebesar 4. Dapur memiliki kebutuhan luas sebesar 17. Selain itu.4 m2.25 m dengan alokasi yang sama juga yakni 1. Selain itu. ukuran sudah sesuai dengan kebutuhan. Kebutuhan luas pada stasiun ini ialah 8. Stasiun kerja pengovenan menggunakan oven yang telah memiliki ukuran sendiri dan tidak dapat diubah. Kamar pribadi memiliki kebutuhan luas sebesar 7. dengan alokasi yang dibuat.8 m2 dengan berdimensi 2.5 m x 1. Pada stasiun ini tidak mengalami perubahan.8 m2. sehingga alokasi luasnya tetap 4. Pada dapur ini terjadi perluasan alokasi dari template sebelum.lebih luas agar pekerja dapat bekerja dengan aman dan nyaman. Stasiun kerja pengovenan berdekatan dengan stasiun kerja pendinginan dan pengemasan yang memiliki kebutuhan luas sebesar 4.1 m. Sedangkan. Hal ini dikarenakan kedua kamar terdapat peralatan maupun pekerjaan yang sama. Kamar mandi I dan II memiliki kebutuhan luas yang sama yakni 1.4 m x 2 m. Pada kamar tidak terjadi penyempitan maupun pelebaran.35 m2 dengan berdimensi 7 m x 2. Oven sebenarnya berukuran 4 m x 2 m.5 m sehingga alokasi luas menjadi 7. telah memberi kelonggaran untuk meletakan loyang adonan.5 m2.5 m2. 875 m dengan dimensi yang sama 1.8 m2 berdimensi 4 m x 2. karena alat yang dipakai rak yang telah memiliki ukuran sesuai kebutuhan. Pengolesan ini dibutuhkan luas yang lebih lebar karena mengingat loyang yang digunakan banyak. Pada template yang baru tidak ada pelebaran maupun penyempitan kamar mandi. sehingga dengan terdapat space yang ada ini dapat memberikan keluasan pekerja dalam melakukan pengoperasian alat.875 m2.

baik motor.8 m2.15 m2.karyawan hanya untuk beristirahat sejenak dengan ada fasilitas televisi. Hal ini bertujuan memberi kenyamanan kepada konsumen untuk memilih produk roti untuk dibeli. Ruang adminstrasi memiliki kebutuhan luas sebesar 17.754 m2 dengan berdimensi 6.005 m2. hal ini pun bertujuan agar lorong ini. Outlet mempunyai manfaat sebagai tempat display produk-produk roti yang langsung diakses oleh pelanggan.6 m sehingga alokasi luas menjadi 4. mobil taupun yang lain.216 m2 dengan berdimensi 5.05 m x 3 m sehingga alokasi luas menjadi 18. akses gudang ke stasiun kerja penimbangan dan pengadukan lebih lancar. karena lorong ini dapat menghubungkan ruang lantai satu dengan lantai dua. Hal ini bertujuan menyediakan kenyamanan tempat kendaraan kepada konsumen untuk berkunjung ke Industrinya untuk memparkirkan kendaraan. Selain itu. Seperti lorong I. pada proses pemindahan bahan lebih lancar. ataupun distributor dapat berjalan lebih lancar. lorong II ini pun mengalami perluasan alokasi.5 m x 5. Maka dari itu.6 m sehingga alokasi luas menjadi 9. Selain itu.28 m2.05 m sehingga alokasi luasn menjadi 49. mempermudah proses pemindahan bahan-bahan masuk dari luar karean area oarkir ini langsung terhubung dengan pintu masuk adminstrasi dan menuju langsung ke gudang.65 m2.1 m x 6.8832 m2 dengan berdimensi 8. Area parkir memiliki kebutuhan luas sebesar 58. keberadaan kamar pribadi ini tidak mempengaruhi proses pembuatan roti. Outlet memiliki kebutuhan luas sebesar 48. Lorong I memiliki kebutuhan luas sebesar 4.3924 m2 dengan berdimensi 11. Hal ini bertujuan agar proses administrasi baik dengan client. Selain itu.69 m2 dengan berdimensi 3 m x 1. 151 . Pada kasus ini terjadi perluasan pada area parkir. konsumen. Selain itu.1 m sehingga alokasi luas menjadi 58. Lorong II memiliki kebutuhan luas sebesar 9. pada outlet ini terjadi perluasan lokasi. Terjadi perluasan pada lorong ini. Pada ruang adminstrasi terjadi perubahan yakni perluasan alokasi luas baru.8 m x 1.

152 .

Kebutuhan alat. seperti gunting dan lem. Diagram Pengalokasin Wilayah (DPW) merupakan gambaran dari kebutuhan wilayah dalam suatu industri dengan mempertimbangkan aliran bahan. 2. 153 . DPW menjadi dasar pembuatan template industri dan bertujuan untuk memperoleh tata letak yang efektif bagi industri. Roti. 3. disediakan minimal satu buah tiap kelompok. DPW disusun berdasarkan diagram keterkaitan kegiatan serta kebutuhan ruang dan luas lantai dalam area industri. Kesimpulan 1. 3. Saran 1. B.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Pola aliran bahan dalam industri ”Salma. Suasana praktikum sebaiknya lebih kondusif lagi. dan Kue” ini adalah U-shaped. Pembuatan template dijelaskan secara lebih rinci. 2.

id/handouts/S1_TEKNIK%20INDUSTRI/ PLTP/PTLP.gunadarma. Yogyakarta: Jurusan Teknologi Industri Pertanian FTP UGM. 2000. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. Ergonomi: Studi Gerak dan Waktu. J. 154 .DAFTAR PUSTAKA Agung. Skripsi. R. Studi Tata Letak Line Assembling Proses Pembuatan Tas Style Read’s Cendana (Tier 2) di P. Wignjosoebroto. Sritomo. Y dan Machfud. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. 2004. D. Perancangan Tata Letak pada Industri Pangan. Diakses pada hari Selasa tanggal 4 Mei 2010 pukul 21.ac. 1990. Dalam http://openstorage. Wahyuningrum. Perencanaan Tata Letak Pabrik (PTLP). Bandung: ITB. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. Apple.04 WIB. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Bogor: IPB. 1996. 1990. 2010. M. Anonim. Rumindo Pratama Yogyakarta. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. ---------.doc.T.

Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 155 .Esti Rumaningsih 3.LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA VIII TEMPLATE Disusun oleh: Kelompok 10 1.Nika Awalistyaningrum 2.

operator atau pekerja. Pembuatan template ini didasarkan pada Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW). Faktor-faktor tersebut dapat berupa bahan atau barang. dan lain-lain. peralatan produksi seperti mesin. serta letak peralatan. dapat dijelaskan dengan menggunakan template. B. letak mesin. Pada penggunaan template. Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW) merupakan dasar bagi rancangan tata letak dan rancangan bangunan yang rinci. Latar Belakang Pabrik atau industri merupakan tempat berkumpulnya faktor-faktor produksi untuk melakukan aktifitas demi menghasilkan output-an produksi yang disebut dengan produk. Tujuan Praktikum Praktikan dapat membuat gambar dua dimensi layout industri yang dirancang.BAB I PENDAHULUAN A. pekerja sampai mesin serta kebutuhan rungan dari industri. Dasar bagi proses alokasi wilayah ialah aliran produksi (aliran bahan) dari industri tersebut dan peta keterkaitan kegiatan mulai dari keterkaitan fisik. Dalam proses pengalokasian wilayah dilakukan pemaduan antara keterkaitan kegiatan dan kebutuhan ruang. 156 . dan Kue. Pengalokasian wilayah dalam suatu industri merupakan proses pengaturan yang efisien untuk semua ruang yang dibutuhkan untuk meletakkan semua faktor-faktor tersebut. Template merupakan visualisasi denah industri dalam bentuk dua dimensi. dapat dijelaskan pola aliran bahan. Template menggunakan skala yang representative sehingga industri dapat dijelaskan dengan jelas. peralatan keselamatan kerja. Dalam praktikum acara ini. letak operator. Pengalokasian wilayah industri ini. peralatan administrasi. Roti. Faktor-faktor tersebut ditempatkan pada ruangan yang ada pada wilayah industri. dilakukan pembuatan rancangan template industri Salma.

1990). Urutan proses tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut (Astika. Area Alocation Diagram (AAD) 13.Taylor (The Principles of Scientific Management. 9. 7. 3. Pada Perencanaan Tata Letak Perusahaan pada dasarnya akan merupakan proses pengurutan dari suatu perencanaan tata letak yang sistematis. Inflow Tabel Skala Prioritas (TSP) 10. Activity Relationship Chart (ARC) 12. 8. aliran bahan. ekonomis dan aman (Apple. aliran informasi dan metode yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan peusahaan secara efisien. dan (b) analisa sistem produksi untuk memperbaiki serta meningkatkan performansi kerja yang ada (Emerson and Naehring. 1905) untuk menempatkan “engineer as economist” didalam perancangan sistem produksi di industri. dimana konsep yang dikembangkan berkisar pada dua tema pokok. 1988). urutan sebelumnya adalah ADD. Activity Relationship Diagram (ARD) 11. Pemilihan Lokasi Opeation Process Chart (OPC) Routing Sheet Multi Product Process Chart (MPPC) Menentukan Gudang Ongkos Material Handling (OMH) From To Chart (FTC) Outflow. AAD merupakan template secara global informasi yang dapat dilihat hanya 157 . 2010): 1. Template Pada pembutan template. yaitu (a) kajian mengenai “interfaces” manusia dan mesin dalam sebuah sistem kerja. 2. 4. 6.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Menurut Frederick W. 5. Perancangan tata letak fasilitas merupakan suatu proses perancangan (design) dan pengaturan letak fasilitas fisik untuk menciptakan keterkaitan antara pekerja.

Disini detail layout akan dibuat dengan memakai salah satu metode berikut ini (Wignjosoebroto. Satu hal yang penting ialah layout haruslah cukup fleksibel untuk menghadapi perubahan di dalam desain produk. 2. assembling. mesin dan fasilitas prduksi lainnya dengan sebaik-baiknya. shipping. sarana olah raga. 2010): 1. 2. Drafting atau sketching method Templates Models Meskipun sekarang ini pemakaian templates dan/atau models sangat populer serta banyak digunakan dalam pembuatan rancangan tata letak pabrik. misalnya receiving. Informasi yang dapat dilihat pada template (Astika. Template merupakan suatu gambaran yang telah jelas dari tata letak pabrik yang akan dibuat dan merupakan gambaran detail dari AAD yang telah dibuat. 4. Tata letak bagian produksi. Aliran setiap material. Pembuatan detail layout dari suatu pabrik (biasanya dibuat dengan skala standar 1:50) akan menunjukkan pengaturan dari orang. mulai dari receiving sampai dengan shipping. 3. 158 . sedangkan gambar visualisasi secara lengkap dapat dilihat pada template yang merupakan hasil akhir dari penganalisaan dan perencanaan tata letak pabrik. material. kantin. pabrikasi. Memang patut diakui bahwa untuk pabrik yang besar dan kompleks metode drafting/sketching akan terasa kurang sesuai dan kurang fleksibel untuk diterapkan (Wignjosoebroto. 1996). 1996): 1. desain proses meupun desain penjadwalan produksi (Wignjosoebroto. 3. akan tetapi metode drafting pun masih layak dan bahkan tetap disarankan untuk digunakan dalam perancangan layout pabrik yang sederhana. Detail layout yang kadangkadang disebut pula dengan master layout akan merupakan pelaksanaan akhir dari proses perancangan tata letak pabrik. Tata letak pelayanan yang ada di pabrik. Pada pendesainan layout harus diingat pertimbangan-pertimbangan kemungkinan terjadinya ekspansi di masa depan ataupun adanya perubahanperubahan yang bisa terjadi. misalnya jalan. Tata letak kantor dan peralatannya. dan lain-lain.pemanfaatan area saja.

1999). Pada tata letak industri yang masih berkembang. mendorong. menarik dan membawa.2000). Pentingnya rancangan fasilitas seperti aliran bahan merupakan tulang punggung fasilitas produksi. dan harus dirancang dengan cermat serta tidak dibiarkan tumbuh atau berkembang menjadi satu pola lalu lintas yang membingungkan (Tomkins. Pekerjaan tersebut merupakan sumber utama komplain karyawan di industri atau bahkan permasalahan dalam tata letaknya yang membutuhkan ruang yang lebih (Ayoub dan Dampsey. 1984). 159 . menurunkan. biasanya pekerjaan penanganan material secara manual (Manual Material Handling) yang terdiri dari mengangkat.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 160 . 4. Gambar dilengkapi dengan posisi mesin. aliran bahan. 2. pada kertas ukuran 100 cm X 100 cm.). posisi operator. Untuk membuat template. 3. Arah utara digambarkan dengan arah atas kertas. Prosedur Praktikum 1. dalam stasiun kerja. gambaran DPW yang diperbesar dan dicetak pada kertas polos putih dengan skala 1:100 atau 1:50. Beri warna agar lebih informatif. Denah Alat tulis 2. Alat dan Bahan 1. 3. dst. Kertas HVS Data pada praktikum sebelumnya (DPW) B. dan keterangan lain yang diperlukan. Satu warna untuk satu kegiatan besat (misalnya bagian produksi berbeda warna dengan bagian kantor.

Hal ini dikarenakan pada DPW memberikan informasi mengenai perpindahan atau aliran bahan dan mengefektifkan berdasarkan kriteria tertentu. Langkah pertama ialah menyiapkan hasil data praktikum acara VII yakni Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW). 3.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Layout ini sering disebut template. Pada pembuatan template. Pada langkah ini diperlukan beberapa hal. Hasil Template terlampir. Arah utara digambarkan dengan arah atas kertas. dan terakhir agar praktikan dapat membuat gambar dua dimensi layout industri yang dirancang. Gambar dilengkapi dengan posisi mesin. 2. Tingkat keterkaitan antar kegiatan Pemanfaatan ruang yang ekonomis Kemudahan perluasan Penggabungan yang baik dengan fasilitas luar 161 . aliran bahan. B. Roti. Pembahasan Pada praktikum acara VIII yang berjudul Template ini bertujuan untuk membuat gambar dua dimensi layout Industri Salma. pada kertas ukuran 100 cm x 100 cm. dan Kue yang sebelum dan sesudah diperbesar dan dicetak pada kertas polos putih dengan skala 1:100 atau 1:50. Selain itu dapat memberikan informasi pengalokasian kebutuhan ruang dan luas lantai dalam area industri yang ada. dilakukan beberapa langkah. gambaran DPW industri Salma. 4. dan keterangan lain yang diperlukan. dalam stasiun kerja. Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW) merupakan dasar bagi rancangan tata letak dan rancangan bangunan yang rinci. dan Kue yang dirancang. Pembuatan template. Template yang dibuat pada praktikum ini ialah template sesudah dilakukan perbaikan. Roti. yakni: 1. posisi operator.

8. Template merupakan suatu gambaran yang telah jelas dari tata letak pabrik yang akan dibuat dan merupakan gambaran detail dari DPW yang telah dibuat. Mesin (machine layout). material. 7. Dalam suatu pabrik. 2. 6.5. Pembuatan template di dalam pabrik merupakan aktivitas yang sangat vital dan sering muncul berbagai macam permasalahan didalamnya. dan keterangan lain. Masalah yang paling utama adalah apakah pengaturan dari semua operator. 9. Luas yang memadai bagi tiap stasiun kerja Jika kedua template selesai dibuat perlu pemberian warna setiap ruangan atau setiap kegitan. Satu warna untuk satu kegiatan besar (missal. Hal ini bertujuan agar template lebih informatif. Susunan ruang dan gang Kegiatan dengan kriteria khusus dapat diletakkan dengan tepat Kemudahan pengendalian produksi Memperhatikan syarat-syarat kesehatan dan keselamatan kerja Mematuhi syarat bangunan dan ketentuan wilayah 10. 162 . mesin dan fasilitas prduksi tersebut telah dibuat sebaik-baiknya sehingga bisa mencapai suatu proses produksi yang paling efisien dan bisa mendukung kelangsungan serta kelancaran proses produksi secara optimal atau tidak. template dari fasilitas produksi dan area kerja merupakan elemen dasar yang sangat penting untuk melihat kelancaran proses produksi. posisi mesin dan operator. DPW merupakan template secara global informasi yang dapat dilihat hanya pemanfaatan area. Departemen kerja yang ada dalam pabrik (department layout). stasiun kerja. sedangkan gambar visualisasi secara lengkap dapat dilihat pada template yang merupakan hasil akhir dari penganalisaan dan perencanaan tata letak pabrik. bagian produksi berbeda warna dengan bagian kantor.). dst. Ada dua fasilitas pabrik utama yang menjadi obyek yang harus diatur letaknya: 1. Pengertian template ialah gambar dua dimensi untuk menjelaskan pengalokasian wilayah industri yang terdapat informasi mengebnai aliran bahan.

aliran informasi dan metode yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan peusahaan secara efisien. 2. sarana olah raga. Tata letak bagian produksi. aliran bahan. shipping. yakni: 1. dan keterangan lainnya. posisi mesin dan operator. 2. Menaikkan output produksi Mengurangi waktu tunggu operasi produksi (delay) Mengurangi proses pemindahan bahan (material handling) Secara umum bisa dibilang bahwa desain template ikut menentukan efisiensi dalam proses produksi dan ikut mempengaruhi berapa lama kelangsungan atau kesuksesan kerja suatu industri. kantin.Perancangan tata letak fasilitas merupakan suatu proses perancangan (design) dan pengaturan letak fasilitas fisik untuk menciptakan keterkaitan antara pekerja. mulai dari receiving sampai dengan shipping. Informasi yang dapat dilihat pada template: 1. misalnya receiving. Aliran setiap material. Tata letak tentang aliran bahan. Template pabrik sebagai visualisasi tata letak pabrik yang baru (the new plant layout). Maka dari itu pada praktikum ini akan dilakukan pembuatan dua jenis template industri. misalnya jalan. assembling. Desain template pabrik yang baik dapat memberikan beberapa keuntungan dalam sistem produksi. ekonomis dan aman. 3. Pengaturan fasilitas-fasilitas pabrik tersebut memanfaatkan luas area (space) dari ruang produksi pabrik untuk penempatan mesin atau fasilitas penunjang produksi lain yang diplotkan dalam sebuah template. Template pabrik sebagai visualisasi fasilitas produksi yang sudah ada (the existing arrangement) 2. stasiun kerja. Tujuan utama dalam template industri adalah untuk memberikan informasi-informasi mengenai tata letak pabrik. Tata letak pelayanan yang ada di pabrik. pabrikasi. dan lain-lain. 3. antara lain: 1. 4. Selain itu pembuatan 163 .

Jarak perpindahan yang semakin pendek akan membuat space atau tempat yang ada lebih optimal.13 m. pekerja juga tidak akan cepat mengalami kelelahan karena membawa beban tidak terlalu jauh dan lama. 164 . Hal ini terbukti dengan perhitungan jarak perpindahan sebelum sepanjang 150. Jarak perpindahan bahan pada tata letak awal memiliki jarak yang lebih panjang dibandingkan tata letak baru. Tata letak baru menunjukan perbaikan dengan adanya selisih sebesar 72.template pabrik yang baik bisa mempermudah dalam proses pengawasan tata letak. Aliran bahan pada tata letak awal tidak menunjukkan adanya back tracking. Selain itu. Selain itu. Aliran bahan tata letak sesudah juga menunjukkan tidak adanya back tracking. template hasil evaluasi diarahkan pada tipe Ushaped.995 m.125 m dan sesudah dilakukan perbaikan menjadi 77.

BAB V PENUTUP A. dan Kue yang dirancang lebih efisien dari pada template sebelum karena dapat mengurangi jarak perpindahan. Kesimpulan Template baru Industri Salma. Saran Asisten sudah semakin baik dan semakin lancar dalam memberikan penjelasan dan nilai. 165 . Roti. Untuk tahun depan. B. sebaiknya praktikum dibagi menjadi beberapa shift agar suasana lebih kondusif.

Atlanta. 1th Edition Facility Planning. NorcrossGeorgia: Industrial Engineering & Management Press. Ayoub. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. 166 . Ergonomic Vol. 1984. M. Diakses pada tanggal 13 Mei 2010 pukul 10. and Dampsey. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ke-3. James A. USA. 1. JM. 1999. Bandung: ITB. Sritomo.. Ergonomi : Studi Gerak dan Waktu. P. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Howard P. No. 1996. 2000..student. Naehring. 2010. 42. Wignjosoebroto.umm.DAFTAR PUSTAKA Apple. 1988.E.ac.id/2010/01/30/perencanaa n-tata-letak-suatu-perusahaan/+layout+template+ruangan+industri+adalah &cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id&lr=lang_id. Dalam http://webcache. pp: 17 – 31. II. -----------------------------.googleusercontent. 1990.24 WIB.com/search?q =cache:GheEFR80sWoJ:astika. Tomkins. M. G. Emerson. and Douglas C. Astika. White John A. The Psychophysical Approach to Material Handling Task Design. John Wiley & Sons. Origins of Industrial Engineering: The Early Years of a Professions.

LAMPIRAN 167 .

Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 168 . Nika Awalistyaningrum 2.LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA IX ANALISIS TATA LETAK HASIL RANCANGAN Disusun oleh: Kelompok 10 1. Esti Rumaningsih 3.

Tujuan Praktikum Praktikan dapat melakukan evaluasi hasil rancangan tata letak menggunakan kriteria jarak perpindahan. kesalahan pengaturan fasilitas akan berdampak negatif secara terus menerus yang berakibat pada ketidakteraturan sistem produksi. Bahkan. dalam jangka panjang tata letak pabrik dapat menjaga kelangsungan hidup suatu perusahaan. Pada dasarnya.BAB I PENDAHULUAN A. analisis pada denah tata letak hasil rancangan industri “Salma. jumlah back tracking. Sebaliknya. Tata letak pabrik merupakan suatu landasan utama dalam dunia industri. aktivitas produksi suatu industri harus berlangsung dalam jangka waktu yang panjang dengan tata letak yang tidak berubah-rubah sehingga maka kekeliruan yang dibuat dalam perencanaan tata letak dapat menyebabkan kerugian yang tidak kecil. keterkaitan kegiatan dan kenyamanan kerja secara teoritis. Tata letak pabrik yang terencana dengan baik akan ikut menentukan efektivitas kegiatan produksi. Latar Belakang Pengaturan fasilitas berperan penting dalam kelancaran proses produksi. aman dan nyaman. B. 169 . Peralatan produksi yang canggih dan mahal harganya akan tidak berarti apa-apa akibat perencanaan tata letak yang sembarangan. Oleh sebab itu. Roti dan Kue” perlu dilakukan dan dibandingkan dengan tata letak awal. Pengaturan fasilitas yang baik dapat mendorong tercapainya suatu aliran bahan yang teratur.

Menaikkan output produksi 2. antara lain (Anonim 2. service. 3. Integrasi secara menyeluruh semua faktor yang mempengaruhi faktor produksi. Mengurangi proses pemindahan bahan 4. aliran bahan. 2. aman dan nyaman. Memperbaiki moral dan kepuasaan kerja dan lain-lain yang pada dasarnya kesemuanya itu akan bias meningkatkan produktivitas kerja dan mengurangi biaya operasi. Aliran kerja berlangsung secara normal 4. Tata letak pabrik berhubungan dengan perencanaan dan pengaturan tata letak mesin. Peningkatan pendaya gunaan pemakaian mesin. 2003): 1. tenaga kerja.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengaturan fasilitas pabrik memegang peranan penting dalam kelancaran proses produksi. Adapun pengaturan tata letak pabrik yang baik akan memberikan manfaat dalam sistem produksi. 2003): 1. sehinga mampu bersaing di pasar bebas Dalam perencanaan tata letak pabrik ada enam prinsip dasar yang bisa dipakai. Mengurangi kemacetan dan kesimpangsiuran 7. Jarak perpindahan bahan diusahakan seminimal mungkin. Keberhasilan perusahaan secara profit merupakan refleksi langsung dari kelancaran proses produksi dan pemindahan bahan yang ditangani secara bijaksana. Mengurangi waktu tunggu 3. Penghematan penggunaan area (produksi. Semua area yang ada dimanfaatkan secara efektif dan efisien 170 . dan orang-orang yang bekerja di masing-masing stasiun kerja (Tompkins. 1992). dan fasilitas produksi 6. sehingga akan menghasilkan output yang optimal. sehingga akan tercapai suatu aliran kerja yang teratur. peralatan. gudang. dapat diperoleh harga produk yang rendah. dan sebagainya) 5. yaitu (Anonim 2.

Susunan mesin dan peralatan yang baik dalam pabrik dapat mengurangi jumlah mesin terutama mesin yang sejenis berjumlah banyak. 4. Flexibility Perubahan jumlah dan bentuk produksi penting diperhatikan dalam layout. Mengusahakan biaya atau investasi serendah mungkin. 7. d. ruang gerak karyawan dan aliran bahan. Luas lantai pada umumnya dipergunakan untuk kebutuhan instalasi mesin. Dengan plant layout yang baik dapat diperoleh luas lantai yang seminimal mungkin. 3. dan operator. Menjaga turnover dalam proses. Tenaga kerja yang efektif dan efisien diperoleh dengan cara : a. 2. Pengaturan tata letak harus fleksibel Tujuan perancangan tata letak. Penggunaan lantai produksi dengan optimal Lantai produksi yng ada harus digunakan seoptimal mungkin. Meminimalisasi material handling. Kepuasan kerja dan rasa aman bagi pekerja dijaga sebaik-baiknya 6. 171 . Mengatur keseimbangan antara waktu operasi produksi dan bebas dari masing-masing departemen atau mesin adalah bagian kerja dan mereka bertanggung jawab terhadap desain tata letak pabrik. karena hal ini berhubungan dengan biaya. Meminimalisasi pemindahan bahan menggunakan system manual. Melancarkan proses pengolahan dengan cara a. peralatan. dengan desain plant baik maka penggunaan tenaga kerja menjadi lebih efektif. 5. bahan. yaitu (Anonim 1. Pengurangan penundaan yang mungkin terjadi. 2003): 1. Merencanakan kegiatan pemeliharan yang baik sehingga dapat dihasilkan mutu kerja yang efektif. c.5. Perbaikan pada susunan mesin. 6. b. Merencanakan aliran bahan sedemikian rupa sehingga setiap aliran bahan dapat berjalan dengan baik. Pemakaian tenaga kerja seefektif mungkin Penggunaan tenaga kerja pada pabrik berhubungan dengan desain plant layout yang ada.

jalan. e. 3. biaya sekarang dibanding nanti. 1990): 1. dan lain-lain. dan kebutuhan akan tambahan bangunan yang terpisah akan terlalu cepat. jarak dari operasi perusahaan lainnya. batasan-batsan hukum. Oleh karena itu. Biaya Ketersediaan modal. rencana induk. Pengawasan secara rutin terhadap kinerja para karyawan. dan lain-lain. c. keluasan perluasan yang dibutuhkan. gambaran topografi. terdapat faktor-faktor pertimbangan perencanaan perluasan (Apple. biaya penambahan dibanding bangunan baru. Yang berhubungan dengan tapak Kesiapan pada tapak yang ada dibanding tapak yang baru. kejadian-kejadian tentang masa datang. dan keselamatan kerja terjamin.b. ventilasi. gangguan fasilitas yang ada. Tetapi jika keuangan memungkinkan. ramalan penjualan. dan kemungkinan mempunyai bangunan yang terlalu luas atau terlalu kecil dapat menyebabkan konsekuensi ekonomis yang serius. keuntungan perluasan daripada tapak baru. aspek estetis. kecenderungan ekonomi. kelebihan ruangan tidak akan memberikan akibat yang terlalu serius. 172 . Menyediakan lingkunagn kerja yang memadai seperti pengaturan letak penerangan. dan lain-lain. 2. ketentuan kewilayahan. peluang perubahan produk dan lintasnya. Mengusahakan keseimbangan antara mesin dan operator sehingga tidak ada salah satu faktor baik mesin atau operator mengalami idle. biaya pemindahan ke ruangan baru. tatanan yang berdekatan. ukuran tapak. biaya pembangunan sekarang dibanding nanti. d. Bagaimanapun. perlu tidaknya seluruh fasilatas berada dalam satu lokasi. kelayakan ekonomis untuk menambah bangunan yang telah ada. suku bunga. Mengurangi faktor yang mengakibatkan tenaga kerja banyak berjalan dalam lantai produksi. produksi yang kurang efisien. karena kelebihan ruangan dapat disewakan sampai saat diperlukan sendiri. Jika bangunan yang terlalu kecil dapat mengakibatkan pembagian yang ketat. Umum Jadwal waktu.

perluasan wilayah pelayanan untuk menyesuaikan dengan perluasan produksi. Yang berhubungan dengan bangunan Jenis tatanan. ketentuan-ketentuan bangunan. ukuran bangunan. jumlah lantai. jarak antar tiang.4. Penurunan biaya. Memindahkan satu departemen. kemudahan pemindahan dinding. Penambahan departemen baru. 8. tinggi ruangan. Perencanaan fasilitas baru. Di antara penanganan tata letak yang sering digunakan adalah (Wingjosoebroto. 10. 6. Dengan mempertimbangkan masukan-masukan yang tepat dan merancang susunan yang dapat merealisasikan masukan tersebut. Peremajaan peralatan yang rusak. Penilaian tata letak biasanya menggunakan cara pengukuran dan penentuan kelebihan dan kekurangan design tata letak. 173 . arah kelayakan perluasan. 1996): 1. 9. 5. 2. 3. 7. 4. dan lain-lain. Perluasan departemen. Pengurangan departemen. Penambahan produk baru. lokasi pintu. Perubahan rancangan. jenis bangunan. maka tata letak akan jauh lebih efektif. Perubahan metode produksi.

3. 5. Alat dan Bahan 1. 4. 5. Tuliskan kegiatan-kegiatan yang peletakannya memenuhi dan tidak memenuhi kriteria kedekatan pada peta keterkaitan kegiatan. Hitung jarak perpindahan bahan dan back tracking. Alat tulis Kalkulator Denah awal industri ”Salma. 3. Kriteria Jarak perpindahan barang Jumlah backtracking Jumlah kegiatan yang tidak terpenuhinya keterkaitan A Jumlah kegiatan yang tidak terpenuhinya keterkaitan E Tata Letak Sebelum Sesudah Keterangan 4. bandingkan dengan tata letak awal (sebelum diperbaiki: acara I). 2. 2. 2. No. 6. Roti dan Kue” Peta keterkaitan kegiatan industri ”Salma. 4. Hitung perubahan yang terjadi (nilai + menunjukkan hasil rancangan menjadi jauh perpindahan bahannya dan jumlah back tracking lebih banyak. Buat diagram aliran dari tata letak perbaikan hasil rancangan. Gunakan peta keterkaitan kegiatan di acara VII untuk mengevaluasi tata letak hasil rancangan. nilai – sebaliknya).BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Roti dan Kue” B. Roti dan Kue” Diagram aliran bahan industri ”Salma. Bahas hasilnya. 1. 3. Prosedur Praktikum 1. 174 .

Kenyamanan tata letak bagi karyawan Jumlah dinding permanen yang harus dirobohkan (m panjang) Jumlah dinding yang harus dibangun (m panjang) 6.5. 175 . 7.

2. + ++ 6. Hasil Tabel Analisis Tata Letak Hasil Rancangan “Salma. Tata Letak Usulan Kelebihan: • Penambahan taman pada area parkir • Ruang administrasi berkonsep plant office • Ruang Produksi I digabung dengan 176 .995 m 1. 125 m 0 Sesudah 77. sudah di-conblock • Area outlet luas.55 m 7. penataan rapi dan sudah dipisahkan menurut jenisnya • Ruang administrasi dekat dengan 1. Kelebihan: • Area parker luas. 0m 12. 3. Jarak perpindahan barang Jumlah backtracking Jumlah kegiatan yang tidak terpenuhinya keterkaitan A Jumlah kegiatan yang tidak terpenuhinya keterkaitan E Kenyamanan tata letak bagi karyawan Jumlah dinding permanen yang harus dirobohkan (m panjang) Jumlah dinding yang harus dibangun (m panjang) 0 4 4. dengan selisih 72. 0m 17.13 m 0 0 Keterangan Lebih baik. Roti dan Kue” No. Kriteria Tata Letak Sebelum 150.3 m Hasil Evaluasi yang Tidak Tercantum dalam Tabel Analisis Tata Letak Hasil Rancangan Tata Letak Sekarang 1.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. 2 5.

dikhawatirkan kendaraan dapat hilang karena tidak ada penjaga • rak yang terbuka sehingga memperluas peluang terjadinya kontaminasi • Ruang administrasi tidak bersekat • Ruang Produksi I sempit • Pintu gudang selalu terbuka • Ruang Produksi II sempit dan kurang penerangan 2. Peletakan bahanbahan sudah cukup bagus • Gudang produksi II dekat ruang produksi I • Pencahayaan dapur bagus • Letak kamar mandi strategis dan bersih • Terletak kamar di tempat yang strategis dan terdapat hiburan 2. Penerangan cukup • Gudang cukup strategis karena dekat pintu keluar masuk. Efisiensi ruang • Ruang Propduksi I berdekatan dengan Outlet sehingga pembeli dapat melihat proses produksi.pintu keluar. Kekurangan: • Area parker tanpa pagar. sehingga supplier bisa langsung bertemu dengan manajer. ruang produksi II sehingga jarak perpindahan lebih pendek • Tetap mempertahankan kelebihan tata letak sekarang Kekurangan: • Kamar Mandi masih terletak dekat ruang produksi 177 .

jumlah back-tracking. terjadi penurunan penyimpangan yakni berkurang menjadi dua.13 m. Evaluasi terhadap hasil rancangan perlu dilakukan untuk mengetahui perubahan perbaikan yang terjadi dibandingkan dengan tata letak yang ada sekarang. Jarak perpindahan barang pada template sekarang sejauh 150. praktikum ini bertujuan untuk menganalisis hasil rancangan tata letak dengan kriteria jarak perpindahan. serta kenyamanan kerja secara teoritis. Walaupun tidak terlalu signifikan. Pembahasan Selaras dengan judul dari praktikum acara IX ini yakni Analisis Tata Letak Hasil Rancangan. Hal ini menunjukkan bahwa template yang ada sudah cukup baik dan tetap dapat dipertahankan pada pembuatan template baru. Sehingga efisisensi perpindahan dapat menurunkan tingkat kelelahan pekerja dan meningkatkan produktivitas. Karyawan telah merasa nyaman dengan template sekarang. perlu merobohkan tembok sepanjang 17. dan Kue semua perpindahan dilakukan dengan manual. Kriteria yang lain ialah ditinjau dari kenyamanan bagi karyawan. Baik tempalate sebelum maupun sesudah keterkaitan mutlak semua dapat terpenuhi.55 m dan perlu menambah tembok kembali sepanjang 12. Hal ini merupakan tindakan antisipasi agar perbaikan ini lebih realistis untuk diterapkan dalam industri. Begitu juga dengan jumlah keterkaitan yang tidak terpenuhinya keterkaitan A (mutlak). Template sebelum dan sesudah memilki persamaan yakni tidak terdapat back-tracking. pengurangan ini sangat membantu pekerja.995 m perpindahan dengan Template usulan. Akan tetapi. Pada template baru ini.125 m sedangkan setelah perbaikan menjadi 77. Roti. pada template lama terdapat empat keterkaitan E (sangat penting) yang tidak terpenuhi.3 m. keterkaitan kegiatan.B. Hal ini dikarenakan dalam industri Salma. akan tetapi dengan template baru kenyamanan dapat lebih ditingkatkan. perbaikan yang dilakukan berkonsep plant office yakni penambahan taman di area parkir dan penggunaan tanaman pot sebagai pem- 178 . Dengan perbaikan. Secara garis besar. Dengan demikian terjadi pengurangan 72.

Lebih jauh. dan Kue. 179 . Selain itu. pelanggan dapat merasa lebih nyaman dengan penambahan nilai estetika ini.batas ruang administrasi. Hal ini merupakan bentuk kepedulian terhadap isu pemanasan global serta adanya kesadaran bahwa tanaman dapat menjadi sumber energi dan inspirasi bagi karyawan. diharapkan dengan menerapan konsep ini. perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan omset penjualan dari Salma. Roti.

Selin itu. diperoleh hasil bahwa tata letak hasil rancangan lebih baik dari tata letak awal. Akan tetapi perlu dilakukan perobohan dinding permanen sepanjang 17. keterkaitan kegiatan.BAB V PENUTUP A. dan kenyamanan kerja secara teoritis. perlu penambahan biaya untuk menerapkan konsep plant office. jumlah backtracking. Saran Asisten sudah semakin baik dan semakin lancar dalam memberikan penjelasan dan nilai. Untuk tahun depan. sebaiknya praktikum dibagi menjadi beberapa shift agar suasana lebih kondusif. 180 .55 m. Kesimpulan Berdasarkan analisis hasil rancangan tata letak menggunakan kriteria jarak perpindahan. B.

Mengatur Tata Letak Pabrik. 2003. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November.34 WIB. Diakses hari Selasa tanggal 11 Mei 2010 pukul 21.petr a. Tompkins.htm. Wignjosoebroto. M.DAFTAR PUSTAKA Anonim 1. 1996.y=0&qual=high&fname =/jiunkpe/s1/tmi/2003/jiunkpe-ns-s1-2003-25499153-3875-atm-chapter2. Dalam http://digilib.co m/tataletakpabrik. Diakses hari Selasa tanggal 11 Mei 2010 pukul 21. Perencanaan Tata Letak dan Fasilitas.php?page=1&submit. 2003. Anonim 2. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. ITB. 181 . Dalam http://himathrik2. Sritomo.id/viewer.x=0&submit. JM. Bandung. Apple. J. New York: John Wiley & Sons Inc.ac. Facilities Planning.31 WIB. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. 1992.tripod. 1990.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful