LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA I DENAH TATA LETAK AWAL DAN DESKRIPSI

PERUSAHAAN

Disusun oleh : Kelompok 10 1. Nika Awalistyaningrum 2. Esti Rumaningsih 3. Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131)

Asisten : Khusnul Khotimah

LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Keberhasilan suatu industri merupakan dampak positif dari pengitegrasian faktor produksi dan sistem menejemen sehingga dapat lebih efektif dan efisien. Salah satu penentu adalah tata letak atau lebih dikenal dengan nama layout dari industri. Tanpa menganaktirikan faktor lain, tata letak ini memiliki peranan dalam proses penekanan biaya produksi. Pengetahuan akan tata letak tersebut meliputi work center dan peralatan dalam proses konversi untuk mengoptimumkan hubungan antara petugas pelaksana, aliran bahan, aliran informasi dan tata cara untuk mencapai tujuan. Fungsi utama adalah memanfaatkan area seefektif mungkin. Sebagian besar biaya produksi dialokasikan untuk penanganan bahan, maka dengan mengefi-siensikan area maka akan mengurangi biaya penanganan bahan. Dengan demikian, biaya produksi dapat diminimalisir. Kajian tata letak merupakan bekal yang penting untuk dikuasai. Oleh karena itulah untuk menambah pengetahuan, maka dilakukan kunjungan industri ke “Salma, Roti, dan Kue”. Kunjungan ini dapat memberikan gambaran mengenai pengaplikasian teori tata letak dalam industri yang sebenarnya. Industri “Salma, Roti, dan Kue” dipilih karena adanya kesadaran akan tingginya prospek industri bakery di masa yanga akan datang. Dewasa ini, kesibukan dan semakin meningkatnya aktivitas manusia menyebabkan kecenderungan masyarakat lebih menyukai hal-hal yang instan dan praktis. Salah satunya adalah roti dan kue. Roti ini memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi sehingga dapat menggantikan konsumsi nasi. Roti lebih fleksibel karena dapat dimakan dimanapun dan hanya membutuhkan waktu yang relatif lebih singkat. Pola konsumsi inilah yang semakin memperbesar peluang akan berjamurnya industri bakery.

2

B. Tujuan Praktikum Praktikum ini dilakukan dengan tujuan: 1. Praktikan dapat menggambarkan tata letak awal suatu industri. 2. Praktikan dapat mendeskripsikan (memberikan gambaran) mengenai kondisi umum industri yang digunakan sebagai objek kajian.

3

Tata letak pabrik berhubungan dengan perencanaan dan pengaturan tata letak mesin. 4 . Untuk itu. Hal ini karena suatu tata letak pabrik yang efisien paling tidak dapat menekan biaya penanganan bahan. dan perencanaan fasilitas secara keseluruhan. peralatan. Keberhasilan perusahaan secara profit salah satunya merupakan refleksi langsung dari kelancaran proses produksi dan pemindahan bahan yang ditangani secara bijaksana.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Perencanaan fasilitas merupakan rancangan dari fasilitas-fasiltas industri yang akan dibangun. sehingga akan menghasilkan output yang optimal. Tata letak yang baik merupakan wahana untuk mencapai tujuan ini (Machfud dan Yudha. 1990). penentuan peralatan dalam proses produksi. serta mengurangi persediaan dalam proses. yaitu berkaitan dengan perencanaan lokasi pabrik (plant location) dan perancangan fasilitas produksi yang meliputi perancangan struktur pabrik. peningkatan produktivitas usaha tidak terlepas dengan meningkatkan produktivitas personil yang terlibat dalam aktivitas produksi atau aktivitas yang menunjang proses produksi. Ada dua hal pokok dalam perencanaan fasilitas. dan orang-orang yang bekerja di masing-masing stasiun kerja (Tompkins. 1992). 1990). perancangan tata letak fasilitas dan perancangan sistem penanganan material (Apple. usaha untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kerja bagi personil merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan. Di dunia industri. aman. Selain aspek tersebut. perencanaan fasilitas dimaksudkan sebagai sarana untuk perbaikan layout fasilitas yang digunakan dalam penanganan material (material handling). Tata letak pabrik merupakan alat yang efektif untuk tujuan tersebut. aliran bahan. mengurangi kebutuhan personil dan peralatan. Pengaturan fasilitas pabrik memegang peranan penting dalam kelancaran proses produksi sehingga akan tercapai suatu aliran kerja yang teratur. Salah satu usaha terbaik untuk menekan biaya produksi adalah dengan menghilangkan atau mengurangi sebesar mungkin aktivitas yang nonproduktif. dan nyaman.

Menurut Rusdiyantoro (2010), tata letak pabrik (plan/fasilitas layout) adalah suatu landasan utama dalam dunia industri dan dapat didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas fisik pabrik guna menunjang kelancaran proses produksi. Tujuan utama desain tata letak pabrik adalah meminimalkan biaya untuk kontruksi dan instalasi baik untuk bangunan mesin, maupun fasilitas produksi lainnya; mengurangi biaya pemindahan bahan (material handling costs) serta biaya produksi, maintenance, safety, dan inprocess storage cost. Jenis-Jenis atau macam-macam tata letak pada pabrik ada tiga, yaitu (Anonim 1, 2006): 1. Tata Letak Berdasarkan Produk / Layout by Product. Tata letak jenis ini membentuk suatu garis mengikuti jenjang proses pengerjaan produksi suatu produk dari awal hingga akhir. Layout produk dipilih apabila proses produksi telah distandarisasikan dan berproduksi dalam jumlah besar. Setiap produk akan melalui tahapan operasi yang sama sejak awal sampai akhir. Penyusunan bagian diatur sedemikian rupa sehingga dari bagian tersebut dapat dihasilkan suatu jenis produk tertentu.. Atas dasar produk, terlebih dahulu ditentukan jenis pekerjaan yang harus dilakukan pada produk yang akan dihasilkan. Pengaturan tata letak fasilitas pabrik seperti mesin, tidak memandang tipenya dan penempatannya sesuai dengan urutan dari satu proses ke proses yang lain. Contoh : tempat cuci mobil otomatis, kafetaria, atau perakitan mobil. 2. Tata Letak Berdasarkan Proses / Layout by Process Layout pada jenis tata letak berdasarkan proses memiliki bagian yang saling terpisah satu sama lain aliran bahan baku terputus-putus dengan mesin disusun sesuai fungsi dalam suatu grup departemen. Layout proses atau layout fungsional adalah penyusunan layout dimana alat yang sejenis atau yang mempunyai fungsi sama ditempatkan dalam bagian yang sama. Model ini cocok untuk discret production dan bila proses produksi tidak baku, yaitu jika perusahaan membuat berbagai jenis produk yang berbeda atau suatu produk dasar yang diproduksi dalam berbagai macam variasi. Atas dasar proses, terlebih dahulu ditentukan jenis produk, tipe manufacturing,

5

dan karakter peralatan produksi. Mesin-mesin dan peralatan yang mempunyai karakter serupa dikelompokkan menjadi satu, contoh

pemakaian layout ini adalah untuk pergudangan, rumah sakit, universitas, dan perkantoran. 3. Tata Letak Berdasarkan Stationary / Layout by Stationary Tata letak jenis ini mendekatkan sumber daya manusia / sdm serta perlengkapan yang ada pada bahan baku untuk kegiatan produksi. Rusdiyantoro (2010) mengemukakan bahwa dasar dalam perencanaan tata letak pabrik, yaitu prinsip integrasi total (integrasi secara total dari seluruh elemen produksi), prinsip jarak perpindahan bahan (pemindahan dari satu operasi ke yang lain dengan menghemat waktu dan mengurangi jarak perpindahan), prinsip aliran proses kerja (kelengkapan dari jarak perindahan bahan untuk menghindari gerakan balik , memotong, dan macet), prinsip pemanfaatan ruangan (pengaturan ruangan yang dipakai manusia, bahan baku, mesin dan peralatan), prinsip kepuasan dan K3 (kepuasan para pekerja dan menjaga faktor keselamatan), serta prinsip fleksibilitas (mengikuti perkembangan zaman dan mengimbanginya). Tujuan menyusun layout yang baik (Anonim 2, 2010) antara lain mengurangi jarak pengangkutan material dan produk yang telah jadi sehingga mengurangi material handling, memperhatikan frekuensi arus pekerjaan, memungkinkan ruang gerak yang cukup di sekeliling setiap mesin, untuk dapat direparasi dengan mudah, mengurangi ongkos produksi karena cost ditekan seminimum mungkin, mempertinggi keselamatan kerja sehingga keamanan bekerja terjamin, memberikan hasil produksi yang baik, memberikan service yang baik bagi konsumen, mengurangi capital investment, mempertinggi fleksibilitas, untuk memungkinkan menghadapi permintaan perubahan, memperbaiki moral pekerja, mengusahakan penggunaan yang lebih efisien dari ruang atau lantai, baik dalam arah horizontal maupun dalam arah vertikal, mengurangi delays (keterlambatan atau stopped) dalam pekerjaan, dapat mengadakan pengawasan yang lebih baik, maintenance lebih mudah dilakukan, mengurangi manufacturing cycle (waktu produksi), serta penggunaan equipment dan fasilitas yang baik dalam

6

pabrik. Faktor yang harus dipertimbangkan dalam menyusun plant layout yaitu (Anonim 2, 2010): 1. Produk yang dihasilkan a. Besar dan berat produk tersebut Apabila produk besar dan berat maka memerlukan handling yang khusus seperti fork truck atau conveyor yang di lantai sehingga memerlukan ruangan bergerak. Sedangkan, apabila produknya geraknya tidak terlalu besar. b. Sifat dari produk tersebut, yaitu apakah mudah pecah atau tidak, mudah rusak atau tahan lama. 2. Urutan produksi Faktor ini penting terutama bagi product layout karena product layout penyusunan didasarkan pada urutan-urutan produksi (operation sequence) 3. Kebutuhan akan ruangan yang cukup luas (special requirement) 4. Peralatan atau mesin-mesin Apabila mesin berat, maka diperlukan lantai yang lebih kokoh. 5. Maintenance dan replacement Mesin-mesin harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga maintenance atau replacement mudah dilakukan. 6. Keseimbangan kapasitas (balance capacity) harus diperhatikan terutama dalam product layout karena mesin-mesin diatur menurut urutan proses. 7. Minimum movement Dengan gerakan yang sedikit maka biaya akan lebih rendah. 8. Aliran (flow) dari material Aliran ini dapat digambarkan, yaitu merupakan arus yang harus diikuti oleh produk pada saat dibuat, gambar mana yang sangat penting bagi perencanaan lantai atau ruangan pabrik (floor plan). 9. Employee area Tempat kerja buruh di pabrik harus cukup luas sehingga tidak mengganggu keselamatan dan kesehatan serta kelancaran produksi

7

Waiting area. Service area (seperti cafeteria. tempat istirahat. 8 . jangan terlalu dingin. yaitu untuk mencapai aliran material yang optimal maka harus diperhatikan tempat-tempat dimana barang menunggu untuk diproses.10. 13. Plant climate Udara dalam pabrik harus diatur yaitu harus sesuai dengan keadaan produk dan buruh. dan juga jangan merusak kesehatan buruh. toilet. Flexibility Perubahan-perubahan dari produk atau proses atau mesin dan sebagainya hampir tidak dapat dihindarkan karena sesuai dengan perkembangan teknologi dan perubahan-perubahan kecil yang terjadi tidak memerlukan biaya yang tinggi. 12. dan sebagainya) diatur sedemikian rupa sehingga dekat dengan tempat bekerja di mana sangat dibutuhkan 11. jangan terlalu panas. tempat parkir mobil.

2. dan Kue. Roti. Cara pembuatan: a. Pensil 4. Roti. Kertas A4 Bahan 1. Membuat denah tata letak menggunakan skala 1:100 atau skala yang lain tergantung besar kecilnya industri yang digunakan sebagai objek kajian. dan Kue B. Data hasil kunjungan ke industri Salma. 3. Penghapus 5. Mengukur panjang dan lebar seluruh area industri.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Menggambar hasil pengukuran pada kertas A4 dengan menggunakan skala yang sesuai. 9 . Alat dan Bahan Alat 1. Kertas milimeter 2. Pelaksanaan Praktikum 1. Melakukan praktikum pendahuluan berupa kunjungan ke industri Salma. Mengukur seluruh ruangan dan masing-masing area stasiun kerja (baik area yang dibatasi oleh dinding maupun yang tidak dibatasi oleh dinding) c. Penggaris 3. dari area tanah yang terpakai untuk bangunan maupun area yang tersisa (belum termanfaatkan) b. Kalkulator 6.

Cara penggambaran: 1) Penggambaran lokasi sesuai dengan arah mata angin. Menggambar industri dilakukan seperti memotret industri dari atas. 3. kapasitas produksi. Utara digambarkan arah atas. sistem pembagian kerja. proses produksi. Mendeskripsikan industri yang berisi gambaran umum perusahan. alasan pemakaian ruang. yang terlihat hanya ruangan (area kerja). jumlah tenaga kerja dan spesifikasi. alat pemindah bahan. jam kerja. 2) Dinding luar bangunan digambarkan dengan garis tebal. e. 3) Area kerja tanpa ada batas ruang (batas maya) digambarkan dengan garis putus-putus (------) 4) Nama ruang diberikan langsung pada gambar atau di samping gambar sebagai keterangan. 5) Skala harus jelas dan dicantumkan di bagian bawah gambar. dan alat-alat besar. Gambaran ini meliputi bidang usaha. 10 .d. rencana masa depan (kapasitas yang diharapkan). dan lain-lain. batas ruang. sistem penyimpanan barang.

05) m2 b9 rak (0.5x0.9x1.5x2)m2 h4 sumur (0.5) M2 g2 lemari pengemas (3.6) m2 h5 rak (1.3x0.05) m2 e2 timbangan (0.5 m I h1 H h5 1.7) m2 b4 kasir (1.2x0.75x0.6) m2 b7 lemari (2. Ruang Administrasi c1 meja (1.08 m B b1 b8 b5 c2 C c1 b6 b7 8.12 m b2 b3 J b4 b9 b10 6.8) m2 f2 meja (0.8x4.59x0.6x0.5x1. Kamar Mandi L.76 m 1.5 m 4.2x0.55x0.91) m2 e4 bahan baku 3 (1. Lorong g1 rak (0.8) m2 d4 mixer kecil (0.49) m2 d6 devider (0.7) m2 h2 kompor (2.4x0. Kamar J. Ruang Produksi II f1 slicer (0.5x1) m2 D. Kamar Mandi 2.65x1.05) m2 C.86x1.5) m2 H.9x1.8) m2 E. Dapur h1 meja (1.53 m 5.04 m 3.7x0.7x0.8x0. dan Kue DENAH TATA LETAK AWAL INDUSTRI SALMA ROTI DAN KUE N 11.6 m Keterangan: K A.05) m2 b10 rak (0.1x0.46) m2 b8 rak (0.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.56 m A SKALA 1:100 5.5) m2 b2 rak pesanan (3.54 m 3m 5.5) m2 G.5x2) m2 c2 meja (1.59x0.6x0.6x1) m2 e5 bahan baku 4 F.5) m2 I.5x0. Ruang Produksi I d1 oven (2.8) m2 f3 lemari(0.85) m2 h3 tempat pencucian (1. Outlet b1 rak (3.97) m2 d2 meja (1.79x0.42) m2 K.03 m d5 d1 d2 e3 j1 e2 D 21.8x0.5x0. Area Parkir B.7) m2 b3 freezer (1.8) m2 d5 rak (1.5 m L F f4 f3 d6 d3 f2 e5 g1 f1 E d4 e4 g2 e1 G 5.7) m2 d3 mixer besar (0.25 m 11 . Gudang e1 bahan baku 1 (1.15x2. Roti.6) m2 e3 bahan baku 2 (0.7) m2 b6 kulkas (0.75x0. Denah Tata Letak Industri Salma. Hasil 1.25 m h2 h4 h3 1. Lorong j1 rak (0.8x1.95) m2 f4 rak (1.7) m2 b5 rak (3.6x0.6 x 0.

7)m2 B5 rak (3.9x1.97) m J.5) m2 H.5) m2 B2 rak pesanan (3.8x0.65x1.4x0.6x1) m2 E5 bahan baku 4 F.7)m2 B6 kulkas (0. Area Parkir B.7) m2 H2 kompor (2.5x2)m2 H4 sumur (0. Lorong G1 rak (0.7x0. Kamar 2 2 B7 lemari (2.55x0.8) m2 E.3x0.6x0.5x2) m2 C2 meja (1.85) m2 H3 tempat pencucian (1.2x0. Dapur H1 meja (1.6) m2 H5 rak (1.8)m2 D4 mixer kecil (0.05)m B9 rak (0.9x0.5) m2 G.7)m2 B4 kasir (1.75x0. Kamar Mandi D2 meja (1.7) m2 B3 freezer (1.6x0.5x1) m2 D. Ruang Administrasi C1 meja (1.9x1. Ruang Produksi II .A.91) m2 E4 bahan baku 3 (1.1x0.6 x 0.8x1.15x2.95) m2 F4 rak (1.6)m 2 2 F1 slicer (0.79) m2 K.2x0.5x0.5x1.59x0.7) m D3 mixer besar (0.05)m2 C.79x0.8)m2 D5 rak (1.5) m2 G2 lemari bahan pengemas (3.05)m2 B10 rak (0.7x0.86x1. Outlet B1 rak (3.49) m2 D6 devider (0.6) m2 E3 bahan baku 2 (0. Kamar Mandi L.8x4.05) m2 E2 timbangan (0.5x0. Lorong J1 rak (0.8) m2 F2 meja (0.8) m2 F3 lemari(0.6x0.46)m2 B8 rak (0.75x0.5) m2 I.59x0.5x0. Gudang E1 bahan baku 1 (1. Ruang Produksi I D1 oven (2.

tidak disetor ke penjual. pada Januari 2005 industri ini mengubah segmentasi pasar yang dituju sekaligus sistem pemasaran. Pada tahun 1992 pemegang saham CV. Indutri ’Salma. dan Kue’ ini didirikan di sisi barat-utara perempatan Kamdanen Ngaglik Sleman. Roti. sehingga cara pemasaran dilakukan dengan memasok roti ke penjual. Akibatnya. dan Kue’ mengalami kendala lagi pada Agustus 2007 ketika terjadi sengketa tanah yang digunakan sebagai lokasi industri. Target penjualan industri ini adalah masyarakat kalangan menengah ke bawah. Nama ’Salma’ dipilih tanpa pertimbangan khusus.2. manajer operasional di ’Salma. Akan tetapi. Lahan yang digunakan merupakan kerja sama dengan kakak ipar sepupu bapak Bambang. Pada tahun 2004 muncul kemauan para pemegang saham untuk mengembangkan usaha dan mulai merambah ke kota Yogyakarta. Kapten Haryadi Lojajar Sinduharjo Sleman. indutri tersebut harus pindah ke lokasi saat ini. Target konsumen menjadi kalangan menengah ke atas dengan sistem penjualan outlet. industri ’Salma. pada Desember 2004 industri ini mengalami kerugian sekitar 50 juta rupiah. ikan. Perusahaan ini bergerak di bidang supplier sayur. Hadi Suwarno (CV. Roti. sebagai tempat produksi dan menyewa lokasi lain sebagai outlet. Pada tahun 1989 anak-anak dari bapak Hadi Suwarno mendirikan bisnis keluarga dengan nama CV. yaitu Jl. HS mengembangkan usaha dengan mendirikan ’Top One Donat’ yang kemudian beralih menjadi ’Top One Bakery’. Deskripsi Perusahaan Industri ’Salma. Roti. HS). Konsumen perusahaan ini adalah supermarket dan hotel-hotel di Solo. Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa animo masyarakat kalangan ke bawah di Yogyakarta terhadap roti dan kue masih rendah. Industri ini juga dikembangkan di Solo. Oleh karena itu. dan sebagainya. dan Kue’ yang dikunjungi terletak di Jalan Kapten Haryadi Lojajar Sinduharjo Sleman. Oleh sebab itu. dan Kue’ pusat. Target konsumen adalah masyarakat kalangan menengah ke bawah. Roti. buah. lokasi tersebut masih harus perlu 13 . Akhirnya. Industri ini merupakan salah satu jenis pengembangan usaha dari putra-putri bapak Hadi Suwarno.

dan Kue dilaksanakan dengan ketentuan perusahaan. Khusus untuk menghadapi hari raya proses produksi dimulai dari pukul 08. 14 . Jika sudah demikian maka pegawai tersebut akan dipindahkan. dan bonus pesanan masingmasing karyawan 5% dari laba penjualan. maka langsung didistribusikan ke pasar-pasar tradisional dengan harga 50% lebih murah. dan Kue’ mengalami pindah total ke lokasi yang digunakan sampai saat ini. Waktu cuti bisa ditentukan sendiri oleh karyawan. Masalah lain yang juga pernah muncul adalah terdapat ketidakcocokan dengan pekerjaan tersebut. Sistem penggajian karyawan dilakukan setiap bulan yang terdiri dari gaji pokok. akan tetapi bila banyak order maka karyawan tidak diperbolehkan untuk cuti. tunjangan. Roti. Pengelolaan SDM di Salma.0024. Akhirnya. Roti. Proses produksi dilaksaanakan setiap hari dimulai pukul 05.00.00 untuk shift pertama dan pukul 13. Roti. Beliau berkata jika prosuk tersebut selama 2 hari tidak laku di outlet. seorang di bagian penggudangan. terbukti dengan laku keras produk roti yang dihasilkan. Cuti tersebut merupakan hak karyawan dan merupakan kewajiban yang harus diberikan oleh pihak manajemen. Jam kerja untuk kasir sekaligus pelayan pada hari biasa dan hari besar dimulai dari pukul 06. Ada sistem penjualan produk yang menarik.00. baik berupa pemindahan bagian ataupun pindah cabang. PT Salma. Pegawai terdiri dari 11 orang dengan spsifikasi 4 orang di bidang produksi. seorang bagian administratif.00 untuk shift pertama dan shift kedua dimulai dari pukul 16. Selama kurun waktu 3 hari tersebut.00-21. seorang keuangan.dipugar ulang.00-13. yakni produk hanya dijual di outlet selama 3 hari (mengingat batas kadaluarsa roti tsb hanya 3 hari). Cuti diberikan 12 hari dalam satu tahun. kerja lembur.00-13. hampir semua prosuknya sudah terjual habis. tahun 2008 pembangunan selesai sehingga tempat produksi sekaligus outlet ’Salma.00-16. seorang pembantu umum dan 3 orang bekerja sebagai penjaga kasir. dan Kue cukup mendapat sambutan yang apresiatif dari masyarakat.00 untuk shift kedua.

Setelah roti matang. Letak gudang disarankan untuk 15 . Tahap berikutnya. Sementara itu. Ragi yang biasa dipakai adalah Rhizopus stolonifer yang masih satu golongan dengan ragi tempe Rhizopus oligosporus. Pembahasan Roti merupakan salah satu makanan fermentasi (fermented food) yang melibatkan mikroorganisme dalam bentuk ragi. loyang diolesi dengan mentega agar adonan tidak lengket. 400 ml air. Peralatan yang digunakan untuk pembuatan roti manis adalah mixer.B. loyang. timbangan. oven. mentega. adonan dibagi dengan devider kemudian adonan tersebut dibentuk dan ditambah selai sesuai kebutuhan. Sedangkan. kamar mandi dan dilengkapi dengan area parkir yang cukup luas. salah satunya roti manis. sendok. kamar. 5 butir kuning telur. gelas takar. 50 gram margarin. outlet. Rhizopuis oryzae. Gudang berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan baku seperti terigu. dan telur. dan Kue ini terdiri dari beberapa ruang. ruang produksi 2. Roti yang sudah dikemas siap diantar ke pelanggan maupun dijual di outlet yang terletak di lokasi yang sama. Penyimpanan bahan ini perlu dipisahkan dari area lain agar mengurangi resiko kontaminasi. ruang produksi 1. 30 gram ragi instant. dapur. Selanjutnya. yakni gudang. Roti. kuas. Proses pembuatan roti manis diawali dengan menyiapkan semua alat dan bahan. 1 kg resep. 100 gram mentega. Dalam ruangan ini terdapat timbangan untuk menakar atau menimbang jumlah bahan yang akan digunakan untuk membuat produk. Semua bahan ditimbang sesuai kebutuhan. dan pisau roller pizza. Industri Salma. Di ruangan ini bahan baku disimpan sebelum diproduksi. Adonan yang sudah dibentuk dimasukkan ke dalam loyang lalu didiamkan selama 2-3 jam sesuai suhu lingkungan saat itu. bahan yang dibutuhkan adalah 1 kg tepung terigu. Jenis roti yang diproduksi sangat bervariasi. adonan tersebut dimasukkan ke dalam oven selama 15-20 menit. dan selai secukupnya. roti didinginkan selama 15-30 menit lalu roti siap dikemas. Apabila sudah mengembang. bahan dimasukkan dalam mixer dan diaduk selama lebih kurang 20 menit hingga kalis. devider.

setelah tidak berproduksi.dijauhkan dari kamar mandi agar tidak rentan kontaminasi. Mesin ini berfungsi membagi adonan berbentuk semi bulat dengan kapasitas 32 bagian per kg dengan berat sekitar 30-100 gram. hal ini juga menyebabkan adanya kemungkinan kontaminasi debu saat didinginkan. Peralatan lain yang terdapat di ruangan ini adalah meja besar sebagai tempat pembentukan roti dan rak sebagai tempat fermentasi. bowl tidak berputar sehingga menghasilkan adonan yang rata dan lembut. serta pengolesan loyang. telur. Ruang produksi 1 merupakan tempat pengadukan. Ruangan ini memiliki fungsi sebagai tempat produksi. Selain itu. terdapat meja besar sebagai tempat pembentukan adonan. Selain itu. Ruangan ini tidak dibatasi oleh dinding dengan ruang outlet sehingga konsumen dapat melihat langsung proses produksi dan memastikan produk terjual dalam keadaan fresh from the oven. Akan tetapi. beater berputar mengitari bowl. seperti tikus. Begitu pula dengan pintu yang tidak selalu tertutup sehingga binatang. dapat dengan mudah masuk ke ruangan ini. Sebaiknya. Mesin ini dapat membagi adonan menjadi potongan yang sama persis berbentuk semi bulat hingga bulat. aneka tepung. pencetakan dan pengovenan. Akan tetapi di sisi lain. dan jenis whip mengaduk bahan makanan encer. Mata mixer dapat diganti sesuai dengan jenis bahan. mentega. Ruangan selanjutnya adalah ruang produksi 2. pintu gudang tertutup. beater untuk mengaduk makanan keju. susu segar. terdapat pula mixer kecil dan besar. Proses produksi panjang dan melibatkan banyak karyawan sehingga ruang produksi dibagi menjadi dua. Pada ruangan ini terdapat meja untuk 16 . seperti : cream. fermentasi. nilai lebih dari letak gudang adalah berdekatan dengan pintu masuk samping yang merupakan lorong sehingga proses pengangkutan lebih mudah dari luar ke dalam gudang. adonan pastry dan croissant. Mixer roti planetary ini bekerja berdasarkan teori perputaran planet. yakni dalam penyiapan semua bahan isi roti. Untuk memastikan agar berat setiap kemasan relatif sama maka adonan sebelum dibentuk (dicetak) dibagi dengan mesin dough devider-rounder. yakni spiral untuk mengaduk adonan tepung dan jenis makanan yang sangat kental.

Hal ini dikarenakan proses fermentasi melibatkan kegiatan bakteri yang rentan terhadap kondisi lingkungan. ruangan memiliki sifat yang lembab tidak terlalu panas atau dingin. sosis. dapur. coklat. begitu juga dengan kamar pribadi. dan kelapa. Selain itu. Selain itu. penerangan di ruang ini cenderung redup. terutama suhu. toilet. Selain itu juga terdapat peralatan pencucian. dan dapur. dari ruang produksi dua ke ruang produksi satu. sapu. alas. keju. maka cukup riskan terjadi kontaminan. seperti sabun. Pada luasan ini terdapat sumur yang berbentuk persegi dengan bagian sisi memiliki bentuk melengkung dengan sudut 600.mendukung aktivitas produksi dalam penyiapan bahan isi roti seperti pisang. kacang. Pada bagian utara dapur terdapat luasan untuk tempat pencucian peralatan produksi. dua buah meja untuk meletakan kompor. Ruangan ini juga terdapat lemari sebagai tempat untuk menyimpan bahan-bahan isi roti. Fermentasi bertujuan untuk mengembangkan adonan roti. Namun. Pengolesan ini bertujuan agar roti setelah pengovenan. Hal ini memudahkan karyawan untuk melakukan proses pemindahan produksi. dan sebuah meja untuk tempat pengolesan loyang dengan mentega. Fermentasi ini berlangsung kurang lebih selama dua hingga tiga jam. untuk mendukung aktivitas ini. pada ruangan ini juga terdapat rak yang berfungsi sebagai tempat untuk mendukung aktivitas fermentasi pada roti. Penyimpanan rak berdampingan dengan kamar mandi. toilet. dan rak untuk 17 . Selain itu. meja ini juga berfungsi sebagai tempat meletakan loyang untuk diolesi dengan mentega oleh pekerja. tata letak di ruang ini sudah cukup baik karena dapat memanfaatkan lahan dengan baik sehingga ruangan yang cukup kecil terlihat lebih luas dan dapat dilalui dengan leluasa. Di dapur ini terdapat tiga buah meja yang saling berdampingan. Ruangan ini merupakan ruangan yang strategis dengan ruang produksi satu. daging. mudah untuk mengambil atau roti tidak lengket pada loyang. Dapur berfungsi sebagai tempat penggorengan daging untuk bahan isi roti. Maka dari itu. Pada ruangan ini juga terdapat mesin untuk slicing roti yang disebut slicer. karena tidak mendapat sinar matahari langsung. dan kamar pribadi.

Lorong ini berukuran 1 x 4. agar client dapat mudah menjumpai pemilik perusahaan untuk memesan roti secara langsung. Hal ini bermaksud agar memberi posisi yang memudahkan pelanggan untuk memilih roti yang ada pada display.75 meter. terdapat enam buah rak. terdapat lorong yang kira-kira berlebar 1. terdapat kamar mandi yang berukuran 1. Pada ruangan ini. Rak pada lorong ini terletak di depan pintu gudang penyimpanan dan terdapat juga pada samping selatan pintu gudang. Pada lorong ini juga terdapat rak sebagai tempat penyimpan peralatan produksi. Lokasi ini berukuran 5. Roti. Penataan dapur sudah baik. Rak diatur dengan mempertimbangkan jarak yakni kira-kira berjarak satu meter antar rak.tempat meletakan alat-alat produksi yang memiliki ukuran sedang hingga kecil. Bagian selatannya.69 meter. dan lain-lain. dan sebuah meja untuk kasir.5 meter dan langsung terhubung dengan pintu keluar. Penempatan kantor administrasi ini diletakkan pada bagian depan gedung. bolpoint. Sebelah barat ruangan administrasi. dua buah kursi. sebuah freezer. sebuah kulkas. Pada gedung industri ini. sebuah lemari.38 x 3. Ruangan ini berukuran 8. Kamar mandi ini terhubung dengan tangga untuk menuju ke lantai dua.04 x 4. Pada ruang administrasi terdapat fasilitas-fasilitas untuk mendukung kegiatan administrasi yakni dua buah meja. dan Kue ini termasuk dalam tipe tata letak process layuot. Sebelah selatan tempat pencucian ini terdapat lorong yang terbuka (tidak ada pembatas tembok ataupun pintu). bagian timur dapur. produk yang 18 .6 x 1.25 meter. Dapur juga digunakan sebagai dapur rumah tangga. terdapat ruangan outlet. Lorong ini dimanfaatkan oleh pemilik untuk menyimpan kardus-kardus untuk pengemasan produk roti pesanan maupun roti yang dijual di outlet. Berdasarkan sistem aliran bahan. penggaris. Enam rak sebagai tempat display untuk menempatkan roti-roti yang akan dipasarkan.56 meter. dan segala perlengkapan pencatatan dokumentasi kegiatan industri ini. Hal ini terlihat dari penempatan mesin dilakukan berdasarkan kesamaan fungsi. tata letak awal Industri Salam.6 meter sepanjang 18. seperti buku.

Tipe tata telak ini dipilih karena memiliki berbagai kelebihan. menyebabkan work in process. volume produksi tiap produk relatif kecil. 19 . dan perencanaan produksi jauh lebih kompleks. dan perlu banyak pengawasan. Kelebihan tersebut antara lain dapat meminimalisir investasi mesin karena bersifat general purpose. mesin lebih efisien serta meningkatkan kepusan kerja dengan melakukan pekerjaan yang berbeda-beda atau menurunkan kejenuhan.dihasilkan beragam. skill pekerja tinggi. total waktu lebih lama. fleksibilitas produksi tinggi karena dapat mengerjakan berbagai tipe produk. tata letak ini juga memiliki kekurangan yakni garis produksi menjadi lebih panjang. biaya pemindahan lebih mahal. Selain itu.

B. Kesimpulan 1. Roti. dan Kue merupakan salah satu usaha yang dikembangkan oleh CV. Salma. 20 . Saran 1. Industri ini telah memiliki empat cabang. Roti. Hal ini membuat sebuah industri membutuhkan suatu rangkaian layout agar mudah dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya. 2. Hadi Suwarno. Kegiatan praktikum di dalam kelas lebih difokuskan pada diskusi kelompok. 2. Salah satunya berada di jalan Kapten Haryadi Lojajar Sinduharjo Sleman.BAB V PENUTUP A. Berdasarkan hasil pengamatan kelompok 10 pada Salma. Sebaiknya tempat untuk praktikum perlu dipersiapkan sebelumnya agar praktikan nyaman dan acara dapat berjalan lancar. Tata letak pabrik merupakan suatu hal yang paling penting dalam sebuah industri. dan Kue menunjukkan bahwa industri tersebut telah menerapkan penataan layout yang cukup baik sehingga proses produksi dapat lebih efektif.

Dalam http://www. Macam dan Jenis Tata Letak / Plant Layout Pabrik Berdasarkan Produk. Process & Stationary.13 WIB. Machfud dan Yudha Agung. Diakses pada hari Minggu. JM.Product.com/doc/25139068/Tata-Letak-Pabrik?secret_ password= &autodown=pdf . 2010. Bab II Tinjauan Pustaka. Proses dan Bahan Baku . 1992. Bandung: ITB. Apple. Tompkins. 2006. 21 . Rusdiyantoro. 1990. Perancangan Tata Letak pada Industri Pangan. Facilities Planning. Tata Letak Pabrik. JM. Diakses pada hari Minggu 7 Maret 2010 pukul 21.pdf?sequence=9 . 7 Maret 2010 pukul 16. Diakses pada hari Minggu 7 Maret 2010 pukul 21. 1990. 2010.DAFTAR PUSTAKA Anonim 1. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan.widyata- ma.31 WIB. http://dspace. Anonim 2. Tujuan dan Prinsip yang Mendasarinya.org/macam-dan-jenis-tata-letak-plantlayout-pabrik-berdasarkan-produk-proses-dan-bahan-baku-product-processstationary.scribd. Bogor: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pendidikan Tinggi Pusat Antaruniversitas Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor.id/bitstream/handle/10364/993/bab2a.ac. New York: John Wiley & Sons Inc.32 WIB. Dalam http://organisasi.

Nika Awalistyaningrum (9118) 2. Hety Handayani Hidayat (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 22 . Esti Rumaningsih (9127) 3.LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA II PETA KERJA UNTUK EVALUASI TATA LETAK AWAL Disusun oleh : Kelompok 6 Disusun oleh: Kelompok 10 1.

Suatu industri perlu merancang peta kerja yang dapat menggambarkan kegiatan kerja proses produksi secara sistematis. serta pekerja atau operatornya. proses. Selain itu juga dapat mengembangkan usahanya supaya dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak yang berimbas pada penurunan angka pengangguran suatu negara. Latar Belakang Dalam sebuah industri. ketersediaan biaya untuk produksi serta waktu yang dibutuhkan selama proses sangat memperngaruhi biaya yang harus dikeluarkan industri. Hal ini bertujuan agar dapat mendatangkan keuntungan yang lebih bagi industri tersebut. tempat yang dipakai. mengingat berkaitannya dengan operasi yang efektif dan efisien selama proses produksi. Oleh karena itu setiap langkah dari proses produksi harus perlu diperhatikan. tentunya tidak akan lepas dari sistem industri yang meliputi input. Perbaikan tersebut dilakukan untuk meminimalkan jarak perpindahan. serta output.BAB I PENDAHULUAN A. selain itu dapat memperbaiki suatu metode kerja sehingga dapat digunakan untuk perbaikan pabrik melalui aliran proses-proses operasi manufacturing komponen yang 23 . Proses produksi merupakan salah satu hal yang penting demi kelancaran kegiatan suatu industri. waktu yang diperlukan. Pada tahap ini dilakukan penambahan nilai suatu barang input untuk menhasilkan output produk yang berharga lebih. Dengan perbaikan metode kerja. Proses produksi ini terdiri dari beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan. Peta kerja digunakan dalam industri untuk menciptakan suatu aliran produksi yang lancar. maka diperlukan juga perbaikan tata letak yang mengikuti adanya perubahan metode kerja. mengurangi adanya backtracking. Selain untuk kepentingan produksi dapat juga sebagai sumber informasi yang diperlukan untuk memperbaiki suatu tata letak industri secara langsung dan perbaikan terhadap metode kerja yang erat kaitannya dengan tata letak. yang setiap langkanya melibatkan adanya peralatan yang digunakan.

diagram aliran (bagan tali) berdasarkan proses produksi yang terjadi.ada. Praktikan dapat menganalisis kelebihan dan kekurangan tata letak yang ada sekarang. Peta kerja meliputi Peta Proses Operasi (PPO). lengkap dengan data peralatan dan waktu proses. 24 . peta aliran proses. Mengingat penyusunan peta kerja sangat penting dari suatu industri. B. Peta Aliran Proses (PAP) ataupun Diagram Aliran (Bagan Tali). 3. 2. maka dari itu pada praktikum ini diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap tata letak berdasarkan peta kerja yang dibuat dengan menganalisis kelebihan serta kekurangan tata letak yang ada sekarang pada industri bakery yang dijadikan sebagai obyek penelitian. Praktikan dapat membuat peta kerja seperti peta proses operasi. Praktikan dapat mengevaluasi tata letak berdasarkan peta kerja yang dibuat. Tujuan Praktikum 1.

serta titik-titik dimana bahan bergabung satu sama lain. beberapa lagi digunakan dalam tahap pemindahan bahan. Meskipun kebanyakan teknik semula ditujukan untuk tujuan analitis.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Peta kerja adalah alat yang menggambarkan kegiatan kerja secara sistematis dan jelas (Sutalaksana dalam Anonim. Diagram (bagan) tali e. Peta proses operasi c. teknik-teknik tersebut juga berguna untuk perencanaan. Sebab. Yang paling umum digunakan adalah (Apple. yaitu peta proses operasi dan diagram alir. meskipun dalam ruang yang terbatas. Beberapa diantaranya khusus digunakan dalam tata letak pabrik. Peta proses aliran h. 2009). Lewat peta kerja-peta kerja dapat dilihat semua langkah kegiatan atau kejadian yang dialami oleh suatu benda kerja dari mulai masuk pabrik kemudian menggambarkan semua langkah yang dialaminya. Jaringan lintasan kritis Peta kerja adalah presentasi grafis dari peristiwa dan informasi terkait yang terjadi selama serangkaian operasi. Ada beberapa teknik yang umum digunakan dalam merencanakan aliran. peta kerja menyatukan banyak informasi yang menunjukkan operasi. Data lain yang dapat 25 . Peta dari-ke i. 1990): a. Pembuatan peta kerja sangat baik untuk memulai studi tata letak. hubungan satu sama lain. dan beberapa dipinjam dari bidang ekonomi gerakan dan penyerdehanaan kerja (teknik tata cara kerja). Peta proses f. terdiri atas dua jenis. Bagan (diagram) aliran g. Peta proses produk-darab d. Peta (bagan) rakitan b. Peta prosedur j. urutan.

Peta Proses Operasi (PPO) atau Operation Process Chart (OPC) adalah salah satu teknik yang paling berguna dalam perencanaan produksi. serta di dalamnya memuat pula informasi-informasi yang diperlukan untuk analisis seperti waktu yang dibutuhkan 26 . Menunjukkan hubungan antar komponen G. 1955). menunggu.membantu analisis lebih lanjut. Menunjukkan dibutuhkannya H. Menunjukkan tingkat kebutuhan sebuah rakitan-bagian. Menunjukkan titik tempat komponen memasuki proses I. Menunjukkan sifat masalah penanganan bahan P. Menunjukkan operasi yang harus dilakukan untuk tiap komponen C. 1990): A. Membedakan antara komponen yang dibuat dan dibeli panjang nisbi dan lintas fabrikasi dan ruang yang K. dan penyimpanan yang terjadi selama satu proses atau prosedur berlangsung. pekerja. dapat dicantumkan (Muther. J. Mengkombinasikan lintasan produksi dan peta rakitan sehingga memberikan informasi yang lebih lengkap B. Menunjukkan kesulitan-kesulitan yang mungkin timbul dalam aliran produksi Q. peta ini dapat digunakan sebagai alat manajemen. Mencatat proses pembuatan untuk diperlihatkan pada yang lain Peta aliran proses adalah suatu diagram yang menunjukkan urutan-urutan dari operasi. pemeriksaan. Menunjukkan sifat pola aliran bahan O. Membantu perencanaan tempat kerja mandiri L. Kenyataannya peta ini adalah diagram tentang proses. Menunjukkan secara nisbi konsentrasi mesin. Menunjukkan jumlah pekerja yang dibutuhkan M. Menunjukkan kerumitan nisbi dari fabrikasi tiap komponen F. Dengan tambahan data lain. dan peralatan N. dan telah digunakan dalam berbagai cara sebagai alat perencanaan dan pengendalian. transportasi. Beberapa keuntungan dari peta proses operasi ini adalah sebagai berikut (Apple. seperti waktu yang diperlukan dan lokasi. Menunjukkan urutan operasi pada tiap komponen D. Menunjukkan urutan fabrikasi dan rakitan dari tiap komponen E.

Diagram aliran merupakan suatu gambaran menurut skala dari susunan lantai dan gedung. pada peta proses operasi terbatas pada operasi dan pemeriksaan saja. serta sebagai alat untuk mempermudah proses analisis ketidakefisienan pekerjaan (Ratmawati. dan penyimpanan. Diagram aliran pada dasarnya sama dengan peta aliran proses. 1990). Kegunaan diagram alir. menunggu. Aktivitas yang berarti pergerakan suatu material atau orang dari suatu tempat ke tempat berikutnya. 1993). sebagai alat untuk melakukan perbaikan-perbaikan metode kerja. Diagram ini digunakan untuk menunjukkan lintasan perpindahan (gerakan) atau perjalanan elemen pada suatu daerah (Apple. atau kain. 2009): 1. Peta aliran proses memperlihatkan semua aktivitas-aktivitas dasar. Hanya saja di sini penggambarannya dilakukan di atas gambar layout dari fasilitas kerja. yaitu (Nugroho. Tujuan pokok dalam pembuatan flow diagram adalah untuk mengevaluasi langkah-langkah proses dalam situasi yang lebih jelas. dapat digunakan untuk mengetahui aliran bahan atau aktivitas orang. Peta aliran proses menganalisis setiap komponen yang diproses secara lebih lengkap dibanding peta proses operasi. Secara lebih terperinci. dsb. 2007): 27 . di samping tentunya bisa dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan-perbaikan di dalam desain layout fasilitas produksi yang ada (Wignjosoebroto. yang menunjukkan lokasi dari semua aktivitas yang terjadi dalam Peta Aliran Proses. Sedangkan. dinyatakan oleh garis aliran dalam diagram tersebut. Peta aliran proses tidak bisa digunakan untuk menggambarkan secara keseluruhan. dengan menggunakan tali.dari jarak perpindahan. Arah aliran digambarkan oleh anak panah kecil pada garis aliran tersebut. termasuk transportasi. 2009). kegunaan umum dari peta aliran proses adalah dapat memberikan informasi waktu penyelesaian suatu proses. 2. Diagram aliran atau biasa disebut bagan tali adalah alat untuk menggambarkan aliran unsur pada tata letak daerah tertentu. benang. Perbedaan peta aliran proses dan peta proses operasi adalah (Ratmawati.

jumlah waktu dalam penyimpanan. ini berarti penganalisaan suatu proses kerja akan lebih sempurna apabila kita mengetahui dimana tempat mesin. Peta dari-ke adalah salah satu teknik yang paling baru yang dipergunakan dalam pekerjaan tata letak dan pemindahan bahan. Diagram aliran berfungsi melengkapi Peta Aliran Proses. Perinupaan perpindahan bahan 7. Penentuan lokasi kegiatan 4. 1950). Pengukuran efisiensi pola aliran 6. tempat kerja. bengkel mesin umum. 2. Pembandingan pola aliran atau tata letak pengganti 5. Menolong dalam perbaikan tata letak tempat kerja. Perencanaan pola aliran 3. perlengkapan atau orang selama proses tersebut berlangsung Di samping menampilkan informasi yang disertakan dalam proses operasi. Menunjukkan ketergantungan satu kegiatan dengan kegiatan lainnya 8. Biasanya sangat berguna jika barang yang mengalir pada suatu wilayah berjumlah banyak. seperti misalnya di bengkel. Juga berguna jika keterkaitan terjadi antara beberapa kegiatan dan jika diinginkan adanya penyusunan kegiatan optimum. Model tiga dimensi merupakan suatu variasi dari Diagram Aliran. 1990): 1. Lebih memperjelas suatu Peta Aliran Proses. yang berguna terutama untuk menganalisa aliran-aliran baik barang. kantor atau fasilitas lainnya. 3.1. Diagram aliran seperti bagan yang dirancang untuk menunjukkan "rincian penyimpanan. Beberapa kegunaan dan keuntungannya adalah dalam (Apple. penanganan. dan memindahkan material antara operasi manufaktur (Immer. Menunjukkan volume perpindahan antarkegiatan 28 . Menganalisis perpindahan bahan 2. bahan maupun orang yang terjadi pada suatu gedung yang bertingkat banyak. daerah kerja dan kemana saja arah gerakan dari bahan. dan delay. apalagi jika arah aliran merupakan faktor yang penting. proses aliran diagram akan menunjukkan: jarak yang ditempuh di masing-masing transportasi.

Perencanaan keterkaitan antara beberapa produk. dan sebagainya 12. Menunjukkan hubungan kuantitatif antara kegiatan dan perpindahannya 13. Menunjukkan masalah kemungkinan pengendalian produksi 11. barang. bahan. Pemendekan jarak perjalanan selama proses 29 .9. komponen. Menunjukkan keterkaitan lintas produksi 10.

tuliskan waktu yang diperlukan. tanggal dipetakan. Bahan tambahan yang mengalami operasi/inspeksi digambarkan di sebelah kiri bahan utama/bahan dengan proses terpanjang.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Di sebelah kanan lambang lingkaran atau bujur sangkar menuliskan nama operasi/inspeksi. Roti. diikuti informasi lain seperti nama obyek. nomor peta. 4. 2. Pembuatan PPO Cara untuk membuat PPO : a. 3. kondisi operasi. Prosedur Praktikum 1. bahan utama atau bahan yang mengalami operasi terbanyak digambarkan di bagian paling kanan. d. Alat dan Bahan Alat : 1. b. Penggaris biasa Penggaris bulat dan kotak Alat Tulis Kertas A4 Bahan : 1. c. Data hasil kunjungan ke “Salma. dan Kue” B. Di sebelah kiri lambang lingkaran atau bujur sangkar. mesin yang digunakan atau stasiun kerja yang melaksanakan operasi/inspeksi. Jika bahan lebih dari satu. kemudian menunjukkan tanda operasi dan atau inspeksi yang dialami dengan menggunakan lambang lingkaran atau bujur sangkar. 30 . Menulis pada baris teratas Peta Proses Operasi. nama pembuat peta. Gambar garis menurun. Menulis bahan yang akan diproses di atas garis horizontal.

Kepadatan garis menunjukan daerah yang padat. Membuat formulir PAP b. nomor departemen dan lain – lain. frekuensi pemindahan. Pembuatan Peta Dari-Ke a. Bahan tambahan yang tidak mengalami operasi (dibeli langsung dipakai) digambarkan langsung dititik bahan tersebut bergabung. dari awal sampai akhir proses.e. 2. e. Melengkapi kolom sebelah kanan dengan data seperti : jarak perpindahan. Menghubungkan lambang-lambang tersebut dengan garis untuk lintasan perjalanan bahan. 3. Menggambar matriks dengan jumlah baris dan kolom sesuai dengan jumlah kegiatan. menuliskan ringkasan jumlah kegiatan operasi dan inspeksi. Mengkaji peta untuk kemungkinan perbaikan. f. waktu yang dibutuhkan. Dilanjutkan ke seluruh proses. Mengisi sesuai dengan kegiatan yang diamati. d. b. c. d. g. g. metode perpindahan. 31 . Dalam menentukan langkah. Menggambarkan aliran bahan yang ada pada denah yang sudah diperoleh di acara 1. Setalah PPO selesai dibuat. Penomoran kegiatan operasi/inspeksi dilakukan secara beruntun sesuai dengan urutan operasi/inspeksi yang terjadi. Pembuatan Diagram Aliran Cara pembuatan DA: a. c. Pembuatan PAP Cara untuk membuat PAP : a. Tiap bahan mempergunakan warna yang berbeda. jumlah orang terlibat. 4. f. harus mengikuti satu orang atau satu obyek. Memindahkan lambang-lambang pada peta aliran proses ke dalam diagram aliran. Menentukan aliran bahan / orang yang diamati.

biaya perpindahan. Memasukkan data yang dapat berupa: jumlah gerakan. Menganalisis Kelebihan dan Kekurangan Tata Letak Sekarang a. d. Membuat tabel b. waktu perpindahan. berat tiap satuan waktu. waktu. Menganalisis tata letak industri yang ada sekarang berdasarkan petapeta kerja yang telah dibuat dengan mengacu pada kriteria tata letak yang baik. susunan logis aliran proses atau urutan yang disarankan. Memasukkan nama kegiatan sepabjang baris dan kolom kiri ke bawah dengan urutan susunan geografis dalam pabrik.b. dsb. 5. 32 . jumlah bahan bahan dipindahkan tiap periode. kombinasi jumlah. berat. Menjunlahkan tiap baris dan kolom. c.

PPO (Peta Proses Operasi) : 33 .BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil 1.

PAP (Peta Aliran Proses) 34 .2.

3. Diagram Alir : Keterangan : : tepung terigu : mentega : margarin : telur : ragi : resep : air : selai coklat : adonan 35 .

DIAGRAM ALIR DI AUTOCAD 36 .

Peta Dari-Ke Maju: 1 x (107+42+59+7+19+38+10+10) = 292 2 x (15) = 32 + 322 37 .4.

38 . Penerangan cukup Cukup strategis karena dekat pintu keluar masuk. pintu selalu dalam keadaan terbuka yang dapat membuat debu dan kotoran masuk Antara ruang administrasi dan lorong menuju gudang tidak bersekat sehingga dapat menghalangi saat penggangkutan bahan. Peletakan bahan-bahan sudah cukup bagus Dekat ruang produksi I Pintu selalu terbuka sehingga hewan seperti serangga dapat masuk Penerangan kurang dan kebersihan kurang terjaga serta relative terlalu sempit Tidak ada sekat dengan ruang pencucian Area sempit Pencahayaan bagus Letak strategis dan bersih Terletak di tempat yang Area sempit mengingat strategis dan terdapat hiburan banyaknya pekerja B. Pembahasan Praktikum acara II ini yakni Peta Kerja untuk Evalusi Tata Letak Awal dilakukan bertujuan untuk membuat peta kerja seperti peta proses operasi. sehingga supplier bisa langsung bertemu dengan manajer. peta aliran proses. dikhawatirkan kendaraan dapat hilang karena tidak ada penjaga Roti diletakan pada rak yang terbuka sehingga memperluas peluang terjadinya kontaminasi. sudah di-conblock KEKURANGAN Terletak di pinggir jalan. penataan rapid an sudah dipisahkan menurut jenisnya 3 Ruang Administr asi Dekat dengan pintu keluar. diagram aliran berdasarkan proses produksi yang terjadi.5. Analisis Kelebihan dan Kekurangan Tata Letak Sekarang NO LOKASI 1 Tempat Parkir KELEBIHAN Area luas. Efisiensi ruang 4 Ruang Produksi I 5 Gudang 6 Ruang produksi II 7 Dapur 8 Kamar Mandi 9 Kamar Berdekatan dengan Outlet sehingga pembeli dapat melihat proses produksi. Kurang memperhatikan nilai estetika Kurang luas sehingga pekerja terbatas geraknya 2 Outlet Area cukup luas. Selain itu. halaman tanpa pagar.

Proses awal dalam pembuatan roti manis rasa coklat adalah penimbangan tepung terigu. Selain itu memuat semua informasi mengenai waktu proses. Dalam PPO hanya dimuat aktivitas bahan yang bersifat produktif dan meningkatkan nilai tambah sehingga disertakan tiga aktivitas tersebut. Hal ini dikarenakan proses ini terjadi perubahan volume serta jika dihilangkan akan mempengaruhi proses selanjutnya yang disebut dengan operasi yang berlambang lingkaran. Selanjutnya diikuti bahan-bahan lainnya ke arah kiri. margarin. mentega. dan ragi. Sedang 39 . mesin atau stasiun kerja yang melakukan kegiatan operasi. Berdasarkan hasila evaluasi. inspeksi dan penyimpanan. berupa urutan kegiatan operasi dan inspeksi sejak bahan mentah hingga menjadi produk. dan selai coklat. Pada industri Salma Roti. bahan yang melalui proses terpanjang ialah tepung terigu sebagai bahan dasar pembuatan roti manis rasa coklat. bahan yang digunakan. terlebih dahulu memilih komponen atau bahan-bahan baku yang akan digunakan untuk menghasilkan produk yang diinginkan. Selanjutnya pembuatan peta dengan sebagai dasar bagi bahan yang mempunyai alur proses paling banyak dipilih pertama kali. telur. maupun pemisahan terjadi operasi dan inspeksi. formula. serta pemisahan telur. dan ragi. dan ragi. telur. Pada PPO hanya terdapat tiga aktivitas bahan yaitu operasi. mentega. Untuk bahan-bahan tambahan yang tidak mengalami proses operasi tidak diletakkan di sebelah kiri bahan utama tapi langsung ditambahkan dalam tahap operasi seperti air. Pada penimbangan tepung terigu. Peta ini meliputi langkah-langkah proses yang akan dialami oleh bahan baku. waktu serta kondisi saat operasi. margarin.dilengkapi data peralatan dan waktu proses. Langkah pertama pada pembuatan peta ini. dan ditulis dari sudut kanan kertas. margarin. Disusul dengan mentega. Melalui peta-peta kerja tersebutlah dapat dievaluasi tata letak yang ada sekarang. Operation Process Chart (OPC) merupakan peta kerja yang mencoba menggambarkan urutan kerja dengan cara membagi stasiun kerja kedalam elemen-elemen operasi secara detail. dapat diketahui kelebihan dan kekurangan yang ada.

Sedang sebelah kiri dari lambang menunjukan waktu yang diperlukan dalam proses tersebut yakni berturut-turut 17. Proses selanjutnya ialah tahap pengembangan adonan selama 120 menit dengan cara manual yaitu dengan membiarkan pada suhu ruangan agar terjadi fermentasi. dan 20 detik. yang diilustrasikan ke dalam lambang berturutturut O-1 dan I-1. Selain itu dapat juga menunjukkan 40 . dilakukan pendingan selama 30 menit dengan cara manual. Pada pembentukan adonan dilakukan dengan cara manual oleh pekerja menggunakan tangan yang disebut O-9 dan I-8. maka adonan ditambah dengan selai coklat dan dilakukan pembentukan adonan. mentega. margarin. dan peralatan yang digunakan yakni timbangan. O-11 dan I-8. inspeksi. dan ragi. margarin. ragi. Operasi ini terilustrasi dengan O-10.pada proses ini terjadi pengamatan yang disebut inspeksi yang berlambang kotak persegi. sebelah kanan lambang menunjukkan proses yakni penimbangan. Setelah dilakukan pembagian adonan. Pada penimbangan tepung terigu. mentega. yang ditulis secara berurutan. formula. Proses selanjutnya ialah pengovenan selama 15 menit. Hal ini berlaku juga dengan penimbangan dan pemisahan bahan lainnya. penyimpanan yang dilakukan. Pada tahap penimbangan tepung telur disebut operasi pertama dan inspeksi pertama. Kemudian adonan dilakukan pembagian dengan mesin devider selama 150 detik yang terdiskripsi dengan O-8. Proses selanjutnya ialah mencampurkan tepung terigu dengan telur. Tahap akhir ialah penyimpanan pada outlet. Kemudian sebelum dilakukan pengemasan. terdiskripsi O-12. Sedangkan untuk telur terjadi proses pemisahan antara kuning telur dengan putihnya dengan proses manual oleh pekerja selama 130 detik. Pengemasan dengan manual selama 20 detik tergambar O-13. Pencampuran ini menggunakan mesin mixer selama 20 detik yang digambarkan dengan opearsi ke-6 (O-6) dan inspeksi ke-6 (I-6). dapat menunjukkan jumlah operasi. Maka dari itu pada peta tergambar lambang lingkaran di dalam kotak persegi. 20. Pada peta proses operasi ini. Selanjutnya dilakukan penimbangan adonan terlebih dahulu menggunakan timbangan duduk selama 12 detik yang terilustrasi dengan O-7 dan I-7. dan air. 19.

7. 9. Membantu perencanaan tempat kerja mandiri. yakni peta aliran proses. Pada pembuatan roti manis rasa coklat ini jumlah operasi. 8. 148 detik. waktu perpindahan. sedangkan waktu penyimpanan tidak diukur karena di luar proses produksi. 3. Memberikan informasi yang lebih lengkap. berarti peta ini merupakan salah satu bagian dari peta 41 . 8. Kelemahan pada peta ini ialah tidak mampu menjelaskan jarak yang ditempuh suatu operasi satu ke operasi selanjutnya serta belum dapat menggambarkan dimana operasi dilakukan. Sedang untuk jumlah waktunya secara berturut-turut ialah 11456 detik. Menunjukkan jumlah pekerja atau peralatan yang dibutuhkan. Dengan hanya menggambarkan salah satu komponen dari produk jadi dalam hal ini tepung terigu. Peta ini menggambarkan kejadian yang dialami bahan (dapat merupakan salah satu bagian dari produk jadi) dalam suatu proses atau prosedur operasi. Beberapa keuntungan dan kegunaan dari Operation Process Chart (OPC) ini adalah sebagai berikut : 1. Pada PAP digambarkan langkah-langkah dari perpindahan suatu bahan. Peta Aliran Proses (PAP) adalah diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses yang dialami oleh bahan yang digambarkan dalam bentuk tabel. 6. Menunjukkan sifat pola aliran bahan. Menunjukkan hubungan antar komponen 5. inspeksi. Menunjukkan tingkat kebutuhan sebuah operasi. dan 1. dan jarak perpindahan. Menunjukkan operasi yang dilakukan beserta waktu yang diperlukan. 4. Namun hal ini dapat dijelaskan dengan peta yang lain. Mencatat proses pembuatan untuk diperlihatkan pada bagian lain. Peta aliran proses yang dibuat merupakan peta aliran proses tipe bahan. dan penyimpanan secara berturut-turut 13. 2.lama waktu yang diperlukan. Secara garis besar PAP ini dapat dibedakan menjadi dua tipe yakni tipe bahan dan tipe orang. Menunjukkan urutan operasi. Padahal jarak antar proses mempengaruhi lama suatu operasi.

pencampuran terigu dengan bahan lainnya. dan pengovenan. Dapat digunakan untuk mengetahui jumlah kegiatan yang dialami bahan selama proses. Total waktu yang digunakan untuk inspeksi adalah sebesar 146 sekon. pengembangan adonan. 2. pemindahan loyang adonan dari rak ke pengovenan. 4. pengovenan. Sedangkan transportasi meliputi pemindahan terigu dari gudang ke tempat produksi I. maka diperoleh angka 11207 sekon. Mempermudah proses analisis untuk mengetahui tempat-tempat dimana terjadi ketidakefisienan pekerjaan sehingga dapat menekan biaya produksi. pengadukan. Transportasi ini menyumbang lamanya waktu produksi sebesar 171 sekon. pendinginan. Dari hasil PAP tepung terigu dalam pembuatan roti manis rasa coklat terdapat 10 operasi. pembentukan adonan. 5 transportasi dan 2 penyimpanan. penimbangan adonan. dan dari oven ke rak pendinginan. Dapat digunakan untuk mengetahui jumlah kegiatan yang dialami bahan selama proses berlangsung. Dapat digunakan untuk mengetahui aliran bahan mulai awal masuk dalam proses hingga aktivitas produksi berakhir. pemindahan adonan pada loyang ke rak. 7. 1. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan pada stasiun kerja ini adalah 42 .yang lebih kompleks. Peta ini dapat memberikan informasi mengenai waktu penyelesaian suatu proses sehingga dapat mengurangi waktu yang tidak perlu seperti delay. pembagian adonan. Eliminasi proses handling yang tidak efisien 5. Penyimpanan ini meliputi penyimpanan bahan baku di gudang dan penyimpanan roti di outlet. 4 inspeksi. Mengurangi jarak perpindahan material 6. 3. dan pengemasan. penimbangan adonan. Sedangkan inspeksi meliputi penimbangan terigu. pengadukan. Kesepuluh operasi ini meliputi penimbangan terigu. Jika ditotal waktunya. pemindahan adonan dari mixer ke meja. Peta ini berfungsi sebagai berikut.

Adonan dipindahkan ke meja lalu ditimbang (operasiinspeksi) kemudian dipindah ke devider untuk dibagi (operasi). diagram alir dapat dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam desain layout fasilitas produksi yang ada. Pada dasarnya diagram alir sama persis dengan peta aliran proses. Apalagi jika ditinjau dari area industri yang sempit. Bahan-bahan berupa terigu. Sementara itu. Pada diagram alir. dan Kue cukup efektif. masing-masing 43 . Diagram alir menggunakan simbol-simbol yang berfungsi menggambarkan kegiatan yang ada. penggambaran dilakukan di atas gambar layout fasilitas kerja. ragi. yaitu lingkaran untuk proses. Adonan yang sudah terbagi-bagi lalu diuleni dan dicetak sesuai bentuk yang diinginkan. Hal ini ditunjukkan dengan tidak adanya aliran bahan bolak-balik. serta segitiga terbalik untuk penyimpanan. persegi untuk inspeksi. mentega. Aliran bahan pada industri Salma. margarin. tanda panah untuk transportasi.selama 11524 sekon. Akan tetapi. letak penyimpanan bahan baku yang mayoritas hanya dalam gudang saja membuat aliran bahan terfokus pada satu sumber saja. Roti yang sudah matang didiamkan lalu dikemas dan dijual. Kuning telur yang sudah dipisahkan kemudian dipindah ke dalam mixer. Setelah adonan dibentuk. telur yang berada di gudang juga dipindah ke dekat mixer lalu mengalami operasi-inspeksi pemisahan kuning telur. Tujuan penggambaran diagram alir adalah untuk evaluasi langkah-langkah proses dalam situasi yang lebih jelas. Adonan yang sudah mengembang lalu dioven. Selain itu. dan formula disimpan di gudang lalu masing-masing mengalami inspeksi dan operasi saat penimbangan. Semua bahan tersebut mengalami operasi berupa mixing atau pencampuran sehingga menghasilkan adonan. masing-masing bahan akan dipindah ke mixer. Kombinasi adonan tersebut ditambah dengan selai yang diambil dari freezer. adonan didiamkan di rak. Setelah ditimbang. Apabila dilihat dari rincian data di atas dapat disimpulkan bahwa operasi menyumbang angka yang paling besar dan menunjukkan bahwa bahan (tepung terigu) mengalami aliran proses yang cukup panjang dan kompleks. Roti. Proses ini termasuk dalam operasi.

Permindahan Bahan Perpindahan bahan dilakukan secara manual (tanpa alat pembantu) dengan frekuensi hanya satu kali per produksi. terlihat bahwa pola aliran dan keterkaitan kegiatan terencana serta aliran bahan relaif lurus. Dari hasil analisis tersebut. 2. 4. diketahui bahwa secara keseluruhan tata letak Salma. Menilik dari urgensi tata letak yang baik diatas. 2. dan ruang anatar peralatan mencukupi sehingga tidak sulit dalam pemeliharaan (pembersihan) peralatan. maka perlu dilakukannya analisis. 3. dan Kue yang ada sekarang telah cukup baik.bahan dan perlakuan (operasi. operasi dan inspeksi pada operasi 1. Roti. Walaupun terdapat daerah yang padat perpindahan. Tata letak ini biasanya berkaitan erat dengan minimasi biaya produksi atau lebih tepatnya biaya pemindahan bahan. industri telah mampu memaksimalkan pemakaian ruang seperti penggunaan lorong untuk ruang administrasi. Selain itu. Padahal. 4 juga memiliki beda warna yang netral (tidak mewakili bahan apapun). namun lorong luas dan jumlah bahan yang dipindahkan relatif sedikit. inspeksi. Selain itu. 3. 4 maupun inspeksi 1. 1. Selain itu. 2. 3. Adapun beberapa parameter yang dijadikan acuan adalah sebagai berikut. maupun penyimpanan) dibedakan berdasarkan warnanya. Hal ini dikarenakan biaya pemindahan bahan nilainya cukup besar. kegiatan pemindahan bahan ini merupakan kegiatang yang tidak produktif. tidak terjadi langkah balik. Aliran Bahan Dari diagram alir yang telah dibuat. Semua bahan dipindahkan dari gudang ke ruang produksi I. Proses Produksi 44 . Ruang Lorong atau gang yang terdapat dalam industri ini lurus. Tata letak pada industri ini sudah cukup baik karena lorong menuju gudang cukup luas sehingga pemindahan bahan lebih leluasa. Ruang gudang mencukupi untuk menyimpan bahan.

5. 45 . Sedangkan operasi terakhir berada di ruang produksi I yang terletak bersebelahan dengan outlet sebagai tempat penjualan. Dalam industri ini. waktu proses total merupakan waktu pemrosesan. kebisingan jalan tidak menggangu industri baik pekerja maupun pelanggan.Operasi pertama yakni penimbangan dilakukan di gudang sehingga tidak banyak energi yang terbuang. Selain itu. namun juga merupakan antisipasi agar produk tidak terkontaminasi debu. Sealin itu. Lain-Lain Industri ini telah menyediakan fasilitas bagi pekerja seperti kamar mandi dan tempat istirahat. tidak terdapat barang setengah jadi. Letak gedung sedikit menjorok ke dalam dimaksudkan tidak hanya untuk memperluas area parkir.

Tata letak Salma Roti dan Kue sudah cukup efektif jika ditinjau dari aliran bahan. Selain itu.BAB V PENUTUP A. ruang antarperalatan mencukupi sehingga tidak sulit dalam pemeliharaan (pembersihan) peralatan. 2. dan sebuah diagram alir yang dilengkapi data peralatan dan waktu proses. B. Berdasarkan proses produksi pembuatan roti manis rasa coklat di Salma Roti dan Kue. 3. Sebab. Kesimpulan 1. sebuah PAP. 2. seperti penggunaan lorong untuk ruang administrasi. Asisten hendaknya lebih membimbing lagi dalam pembuatan peta agar praktikan dapat mengerjakan secara optimal. 46 . Praktikum dibuat lebih menyenangkan dengan suasana yang lebih kondusif. tidak aliran bahan yang bolak-balik. Industri ini telah mampu memaksimalkan pemakaian ruang. Saran 1. dapat dibuat sebuah PPO .

Practical Plant Layout. Layout Planning Techniques. Perancangan Fasilitas. Richard. Jakarta: PT. 2009. Tugas Akhir: Usulan Perbaikan Metode Kerja Proses Pengemasan Sari Ayu Alas Bedak Cempaka Sari 35 mL.DAFTAR PUSTAKA Anonim.scribd. Inc.pdf .html. Wignjosoebroto. 1993. 2009. Tataletak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ketiga. New York: Mc Graw-Hill Book Company. Dalam http://www. Inc. Apple.id/6237/1/D600000076. Dalam http://rekayasafasilitas. Immer. Pengantar Teknik Industri Jilid 1.eprints. Nugroho. Jakarta: Penerbit ITB.com/2007/12/perancangan-fasilitas-artikeldisusun.M. Bab II Landasan Teori. Widya Fitra.34 WIB. 1990.ums. Diakses pada hari Senin. 47 . Dalam http://etd. 2007. 1950. New York: Mc Graw-Hill Book Company.39 WIB. 22 Maret 2010 pukul 9. Diakses pada hari Senin.13 WIB.ac. 22 Maret 2010 pukul 20.com/doc/214 77003/BAB-II. John R. Sritomo.blogspot. Emy Dyah. 22 Maret 2010 pukul 9. Diakses pada hari Senin. J. Ratmawati. 1955. Guna Widya. Muther.

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA III ROUTE SHEET DAN MUTI PRODUCT PROCESS CHART Disusun oleh: Kelompok 10 4. Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 48 . Nika Awalistyaningrum 5. Esti Rumaningsih 6.

bermaksud untuk melakukan perhitungan jumlah kebutuhan mesin dan sumber daya manusia berdasarkan kapasitas riil industri yang dijadikan obyek penelitian. Pada praktikum ini acara 3 ini. Suatu pabrik atau industri beroperasi dalam jangka waktu yang lama. serta output. Perhitungan menggunakan Route Sheet 49 . jika terjadi kesalahan dalam penganalisisan serta perencanaan layout.BAB I PENDAHULUAN A. mesin dan pekerja) tersebut agar proses produksi yang terjadi sesuai dengan yang diharapkan yakni efektif dan efisien. Perhitungan untuk mengetahui jumlah mesin atau pekerja dalam suatu stasiun kerja diperlukan analisis menggunakan atribut analisis. Sejak awal barang input masuk ke sebuah industri hingga produk dapat dinikmati konsumen. serta evaluasi dalam suatu industri. Maka dari itu di dalam sebuah industri harus mencakup kebutuhan bahan baku. Keduanya juga berperan dalam menganalisis pola aliran proses produksi sehingga dapat diperoleh proses produksi yang efisien dan efektif. Route sheet dan Multi Product Process Chart memiliki keterkaitan erat dimana pada pembuatan MPPC dibutuhkan data dari route sheet. akan menyebabkan kegiatan produksi berlangsung kurang efektif atau efisien. Route Sheet merupakan tabel yang digunakan untuk menghitung jumlah mesin atau peralatan yang harus digunakan. kebutuhan mesin dan pekerja yang berperan langsung dalam kegiatan produksi. Perhitungan ini dapat dilakukan dengan menggunakan Route Sheet dan Multi product process chart. Multi product process chart juga berbentuk tabel namun lebih mengacu pada proses produksi yang dilalui bahan dan memanfaatkan data jumlah mesin atau tenaga kerja teoritis dari Route Sheet. Latar Belakang Pada sebuah industri. terutama yang berbasis bakery tidak akan bisa lepas dari sistem industri yang meliputi input. Atribut-atribut ini sangat membantu untuk melakukan analisis dan perbaikan. Maka dari itu diperlukan perhitungan tiga kebutuhan (bahan baku. tidak akan dapat lepas dari peralatan atau mesin serta peran pekerja atau operator. proses.

50 .dan Multi Product Proses Chart. Tujuan Praktikum Praktikan dapat melakukan perhitungan kebutuhan mesin dan sumber daya manusia berdasarkan kapasitas riil industri. B.

Begitu pula dengan jumlah operator yang juga harus ditentukan. dan aman (Apple. ekonomis. perlu ditentukan terlebih dahulu berapa jumlah tiap jenis peralatan dibutuhkan. 1996). aliran barang. Rancangan ini umumnya digambarkan sebagai rencana lantai yaitu suatu susunan fasilitas fisik (perlengkapan. dan tatacara yang diperlukan untuk mencapai tujuan usaha secara sangkil. jumlah peralatan total menjadi faktor yang menentukan kebutuhan ruangan ’kotor’. dan mewujudkan sistem bagi pembuatan barang atau jasa. Semua usaha yang telah dilakukan dapat menghasilkan sesuatu yang tidak berharga jika perancang proses tidak memilih dengan cermat peralatan tertentu yang dibutuhkan 51 . Maka bukan hanya urutan operasi tetapi jumlah mesin dan peralatan akan mempunyai pengaruh pada pola aliran (Apple. Karena tiap potong peralatan atau pusat kegiatan akan menghuni sejumlah meter persegi. tanah. membentuk konsep. Penetapan kapasitas produksi yang diperlukan adalah satu kunci permasalahan pokok tidak hanya merancang fasilitas produksi yang baru atau ekspansi fasilitas yang ada tetapi juga untuk mengantisipasi periode produksi yang pendek dengan ukuran pabrik tidak dapat diubah begitu saja (Wignjosoebroto. 1990). aliran informasi. merancang. 1990). Adanya proses penentuan jumlah mesin yang dibutuhkan harus dibarengi dengan kegiatan pemilihan dan penentuan dari jenis mesin itu sendiri. keputusan akhir harus dibuat untuk menentukan jumlah peralatan sebagai dasar untuk merencanakan stasiun kerja mandiri dan menghitung kebutuhan ruangan bagi tiap bidang kegiatan. dan sarana lain) untuk mengoptimumkan hubungan antara petugas pelaksana. bangunan. Pemilihan jenis dan spesifikasi mesin fasilitas produksi lainnya merupakan langkah penting dan menentukan untuk langkah perancangan layout selanjutnya. sebelum proses tata letak dapat dilanjutkan lebih jauh. Sama halnya dengan yang telah dikemukakan di atas.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Perancangan fasilitas merupakan kegiatan menganalisis. Pertimbangan awal dari jumlah mesin semestinya telah dilakukan pada langkah awal. Di sini.

Routing sheet menjelaskan secara detail urutan proses dan kegiatan yang dilakukan pada setiap proses secara detail. Sedangkan. 6. Informasi lain yang terdapat pada routing sheet adalah waktu teoretis setiap proses. Mengganti mesin yang telah aus. ketersediaan mesin (availability) dan efisiensi mesin (efficiency) yang dapat digunakan untuk menghitung waktu aktual yang dibutuhkan pada setiap proses untuk setiap jenis produk yang akan diproduksi (Ardliansyah dan Pratama. Kondisi ini menghilangkan adanya wasting time pada operator (Immer. Terdapat beberapa cara yang berbeda dengan masalah pemilihan yang mungkin akan muncul (Eary danJohnson. Routing sheet menjelaskan urutan kronologis setiap operasi dan inspeksi yang dilakukan terhadap suatu produk. yaitu jenis information flow dan material flow. pada satu tabel penghitungan 52 . Untuk pekerjaan yang sebelumnya belum pernah dikerjakan dengan tangan. Pertimbangan yang harus dicermati salah satunya adalah mengenai sifat pemilihan peralatan. Perubahan material dilakukan di luar routing sheet. 2. 4. 1962): 1. Untuk pekerjaan yang belum pernah dikerjakan sebelumnya. 5. Pada routing sheet jenis information flow. 1950). di sisi lain terdapat pergantian pekerja sesuai dengan kebutuhan produksi perusahaan. 2009). Hal tersebut adalah sebuah contoh di mana proses produksi berhenti pada waktu tertentu untuk istirahat maupun kebutuhan pribadi lainnya. Mengambil kesempatan dari perubahan teknis atau teknologis. Di berbagai perusahaan besar seorang operator dapat meningkatkan produktivitas selama operator lain menggantikan posisinya ketika ia menggunakan waktu pribadinya. Menurunkan ongkos produksi.untuk melaksanakan proses satuan dan operasi yang telah ditentukan. jumlah part yang diharapkan pada proses perakitan dan pabrikasi dihitung berdasarkan permintaan pasar dan diolah sampai mendapatkan jumlah kebutuhan rough lumber tanpa memperhatikan perubahan material yang terjadi selama proses operasi suatu part. Untuk Produksi yang diperluas. Routing sheet terdiri atas dua jenis. 3.

tersendiri. sehingga dapat digunakan untuk penghitungan lebih lanjut. 53 . 3. Routing sheet jenis ini lebih menggambarkan kondisi aktual proses produksi di workstation. 2009). 2. 6. kemudian hasil penghitungan di tabel ini dijadikan sebagai informasi untuk jumlah part yang diharapkan pada proses prefabrikasi. Berbeda dengan routing sheet jenis information flow. Nomor operasi Deskripsi Msn (alat) Produk mesin/ jam Persentase Scrap Bahan Diminta Bahan Dipersiapkan Effisiensi Msn Kebutuhan mesin 10. 2008): 1. Hal ini memungkinkan juga untuk mengatur waktu untuk setiap operasi dari setiap mesin (Anonim1. 9. 5. 8. Contoh Tabel Routing Sheet terdiri atas (Anonim 1. Multi-Product Process Chart (MPPC) adalah peta operasi yang menggambarkan aliran produk dalam sebuah fasilitas pabrik yang memproduksi beberapa jenis produk sekaligus (high product mix) dengan menggunakan beberapa mesin yang ada di fasilitas tersebut (Ardliansyah dan Pratama. 2008). routing sheet jenis material flow memperhatikan perubahan bentuk dan jumlah material pada setiap proses yang terjadi untuk setiap part. Routing sheet ini digunakan untuk menghitung jumlah mesin yang diperlukan dan menghitung jumlah part yang harus dipersiapkan dalam usaha memperoleh sejumlah produk jadi yang diinginkan. 7. 4. Teori 11. misalnya ongkos material handling (Ardliansyah dan Pratama. 2009). Aktual Sebuah route sheet menunjukkan secara detail mengenai operasi yang dibutuhkan untuk sebuah bagian dalam sebuah produksi.

Multi Product Process Chart adalah suatu diagram yang menunjukkan urut-urutan proses untuk masing-masing komponen yang akan diproduksi. berkaitan erat dengan peta proses operasi (Anonim 2. Multi Product Process Chart termasuk dalam peta untuk menganalisis dan merencanakan aliran barang dalam pabrik yang sudah berdiri maupun bagi perencanaan proyek baru. 2010). 54 .

8 2) Menghitung efisiensi (kolom 6) menggunakan rumus yang telah ditentukan.7. 4.2. Memasukkan data Route Sheet berdasaran PPO yang telah dibuat c. 5. 3. Alat dan Bahan 1. Membuat tabel yang terdiri dari 10 kolom : Kolom 1 : nomor operasi (dari PPO) Kolom 2 : nama operasi Kolom 3 : nama mesin atau stasiun kerja Kolom 4 : waktu proses atau waktu baku (menit) Kolom 5 : kapasitas aktual (menit / produk) Kolom 6 : efisiensi mesin atau pekerja Kolom 7 : jumlah scrap (%) Kolom 8 : jumlah diharapkan Kolom 9 : jumlah harus disiapkan Kolom 10 : jumlah mesin atau pekerja teoritis b.3. 6. Prosedur Praktikum 1.4. Alat tulis Penggaris Kertas A4 Tabel Route Sheet Tabel Multi Product Process Chart Kalkulator B. Mengisi tabel dengan urutan : 1) Memasukkan data di kolom 1.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. d. 55 . 2.5. Melakukan perhitungan dimulai dari operasi terakhir dan bekerja mundur ke operasi pertama. Membuat Route Sheet a.

Menulis komponen produk sepanjang baris atas. Kesamaan pola aliran menunjukkan kebutuhan akan proses yang sama. 6) Menghitung jumlah mesin atau tenaga kerja teoritis yang dibutuhkan : Ni = Ti 60 Ni Ti Pi D Ei Pi D. 4) Menghitung Kolom 9 “jumlah harus disiapkan” diperoleh dengan rumus : Ks = Ka / (1 . Langkah balik menunjukkan kemungkinan penyusunan ulang departemen. Menulis daftar kegiatan / proses yang harus dilalui bahan pada sisi kiri kertas. waktu sama. 56 .% scrap) Ks = jumlah harus disiapkan Ka = jumlah diharapkan 5) Nilai ”jumlah harus disiapkan” pada operasi terakhir sama besar dengan nilai ”jumlah diharapkan” di proses operasi sebelumnya. Volume produksi pabrik biasanya ditentukan per tahun. baru dalam perhitungan diturunkan menjadi volume produksi per jam (dengan ketentuan umum: 1 tahun = 50 minggu.3) Mengisi jumlah produk yang ingin dihasilkan (volume produksi yang diinginkan) pada kolom 8 “jumlah diharapkan”. Ei = jumlah mesin atau tenaga kerja teoritis = kapasitas aktual (menit / produk) = jumlah harus disiapkan (produk / hari) = waktu operasi kerja (jam / hari) = efisiensi mesim atau pekerja 2. Membuat Multi Product Process Chart a. setiap minggu = 40 jam kerja). Menghubungkan dengan lingkaran. Mencatat operasi tiap bahan sesuai dengan kegiatan yang dilalui menggunakan lingkaran. dsb. b. c. d.

04 166.83 500.5 0.5 0.68 1 1 1 1 1 0.98 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 1 0. Route sheet Waktu Proses Kapasitas / Aktual Jumlah Jumlah (menit/ Efisiensi Waktu diharapkan Disiapkan baku gram) 10.04 1 666 1 Tabel 1.2 7.12 7.2 7. Hasil 1.283 manual 2.6 20.04 1 200.333 timbangan 0.2 7.2 7.5 0.2 330 333.2 7.5 12 1.7 57 367 0 100 0 222 No O-1 O-2 O-3 O-4 O-5 O-6 O-7 O-8 O-9 O-10 O-11 0-12 O-13 Nama Operasi Penimbangan terigu pemisahan telur penimbanagan margarin penimbangan mentega penimbangan ragi pengadukan penimbangan adonan pembagian adonan pembentukan adonan pengembangan pengovenan pendinginan pengemasan Nama Stasiun Kerja / Mesin timbangan 0.2 4 1 0.6 79.04 75.8 1.2 7.2 7.2 7. Route Sheet 57 .94 1 0.2 7.5 0.2 7.2 7.2 7.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.12 7.8 118 6.333 mixer 20 timbangan 1.2 7.317 timbangan 0.2 1.8 1.2 devider manual manual oven manual manual 10 66 120 15 30 40 1100.4 260.167 timbangan 0.2 7.96 0.Mesin / Scrap (Ka) x103 (Ks) x103 Mesin 3 (Menit) Pekerja (%) gram gram 10-3 8.4 1 249.

a.2. Mixer (pengadukan) → asumsi setup time 10 menit 58 . Efisiensi Mesin/ Pekerja Alat timbangan dan pekerja mempunyai efisinsi 100 % atau 1 karena tidak membutuhkan downtime dan setup time terlebih dahulu. Multi Product Process Chart (MPPC) Perhitungan 1.

98 c.6 menit E8 = 0. Devider (pembagian adonan) → asumsi setup time 3. Scrap yang dihasilkan dari setiap proses adalah 0 % nilai Ka (jumlah yang diharapkan) sama dengan Ks (jumlah yang disiapkan) 3.94 b. Oven (pengovenan) → asumsi setup time 30 menit E11 = 0. Kapasitas Aktual (Ti) O-1 Penimbangan terigu O-2 Pemisahan telur O-3 Penimbangan margarin 59 .E6 = 0.83 2.

O-4 Penimbangan mentega O-5 Penimbangan ragi O-6 Pengadukan O-7 Penimbangan adonan O-8 Pembagian adonan O-9 Pembentukan adonan O-10 Pengembangan O-11 Pengovenan O-12 Pendinginan 60 .

O-13

Pengemasan

4. Jumlah Mesin atau Pekerja Ni = O-1

Penimbangan terigu N1 = Pemisahan telur N2 = Penimbangan margarin N3 = = 0,0015

O-2

= 0,012

O-3

= 0,0018

O-4

Penimbangan mentega N4 = Penimbangan ragi N5 = Pengadukan N6 = = 0,0018

O-5

= 0,0018

O-6

= 0,00118

O-7

Penimbangan adonan N7 = Pembagian adonan N8 = = 0,0067

O-8

= 0,057

O-9

Pembentukan adonan N9 = Pengembangan = 0,367

O-10

Tidak dapat dihitung karena berlangsung secara alamiah, tanpa operator maupun mesin. O-11 Pengovenan N11 = O-12 Pendinginan = 0,1

61

Tidak dapat dihitung karena berlangsung secara alamiah, tanpa operator maupun mesin. O-13 Pengemasan N13 = = 0,222

62

B. Pembahasan Route Sheet merupakan tabel yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah mesin atau pekerja untuk menyelesaikan pekerjaan berdasarkan kapasitas riil industri. Route Sheet ini dibuat berdasarkan pada jumlah dan volume produksi. Selain itu, terdapat scrap atau bahan sisa yang dihasilkan pada proses produksi mempengaruhi jumlah mesin yang digunakan. Data dan informasi yang berkaitan dengan proses atau operasi yang berlangsung harus dituliskan dalam Route Sheet memberikan informasi rinci berkenaan dengan proses, baik operasi maupun inspeksi yang diperlukan untuk produksi. Lembar rute menunjukkan operasi dan rute yang dibutuhkan dari bagian secara individu. Setiap operasi mesin atau tenaga kerja didaftar dengan peralatan yang dibutuhkan. Waktu produksi pada setiap operasi juga dicantumkan. Route Sheet ini dibuat untuk memperlancar dan mempermudah jalannya proses produksi yang ada. Beberapa manfaat dari Route Sheet adalah: 1. Sebagai pedoman alur kerja secara lengkap yang meliputi jumlah mesin dan peralatan produksi yang dibutuhkan serta jumlah komponen yang harus disiapkan untuk memperoleh jumlah produk seperti yang diharapkan 2. 3. 4. Sebagai target waktu proses pada setiap mesin Mempermudah jalannya proses produksi yang ada Pedoman pekerja agar teratur dalam bekerja Multi Product Process Chart berguna untuk menunjukkan keterkaitan produksi antara komponen produk atau antarproduk mandiri, bahan, bagian, pekerjaan, atau kegiatan. Peta ini terutama berguna untuk membantu operasi job-shop. Informasi yang dapat diperoleh adalah jumlah mesin yang dibutuhkan. Pembuatan Route Sheet secara umum telah dijelaskan pada prosedur praktikum. Objek penelitian yang dipilih oleh kelompok kami ialah industri Salma Roti dan Kue, yaitu pada pembuatan roti manis rasa coklat.

63

j. Pada pengisian nama operasi. g. h. Pada penomoran ini harus disesuaikan dengan penomoran urutan operasi pada Peta Proses Operasi (PPO) maupun PAP. Nama stasiun kerja/mesin. b. O-2. Pengemasan roti 3. missal O-1. sebaiknya pengisian dilakukan mulai operasi yang dilakukan paling akhir. Operasi yang ditulis harus urut dan sesuai dengan PPO. Selain itu penulisannya pun harus sesuai dengan PPO. Operasi tersebut antara lain: a. 1. e. menunjukkan operasi apa yang dilakukan untuk membuat roti manis rasa coklat. O-3. 64 . teridentifikasi terdapat tiga belas operasi. yang berfungsi sebagai urutan operasi yang dilakukan dalam pembuatan roti manis rasa coklat. menunjukkan stasiun kerja tempat operasi terkait yang digunakan. Pada pembuatan roti manis rasa coklat. agar lebih memudahkan dalam pengerjakannya.Perhitungan pada Route Sheet ini dilakukan dimulai dari bawah. k. c. Nama operasi. i. PPO pembuatan roti manis rasa coklat ini terdapat tiga belas operasi. Nomor operasi. Urutan pembuatan Route Sheet pada pembuatan roti ini ialah sebagai berikut: Pembuatan table Route Sheet yang terdiri dari 10 kolom. untuk mempermudah. Penimbangan tepung terigu Pemisahan telur Penimbangan mentega Penimbangan margarin Penimbangan ragi Pengadukan (pencampuran) bahan-bahan dengan mixer Penimbangan adonan Pembagian adonan menggunakan devider Pencentakkan (pembentukkan) adonan Pengembangan adonan Pengovenan adonan Pendinginan roti m. 2. d. dan seterusnya. l. f.

yaitu mesin mixer. 5. terutama pada 65 . Waktu proses atau waktu. Untuk menentukan efisiensi dari masing-masing tahapan proses dapat digunakan rumus: E = 1− waktu yang terbuang perperiode jam operasi ker ja perperiode waktu yang terbuang perperiode jam operasi ker ja perperiode E = 1− E =1− Keterangan : D Dt St Dt + St D : Lama waktu kerja per periode ( jam/hari ) : Down time ( menit ) : Set up time untuk proses pengerjaan per periode ( menit ) Industri yang dijadikan objek penelitian memiliki tiga buah mesin. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masing-masing operasi dapat dilihat di PPO maupun PAP. menunjukkan lama suatu proses operasi. Waktu proses menunjukkan lama suatu proses operasi. Efisiensi mesin. terdapat tujuh pekerja pada saat pengamatan pembuatan roti manis rasa coklat. 6. Kapasitas aktual sama dengan waktu baku dibagi dengan jumlah yang disiapkan. yaitu kapasitas riil yang dapat dihasilkan dalam satu siklus. Kapasitas aktual.4. down time perbaikan atau hal lain yang menyebabkan mesin menjadi idle. Sedangkan. devider. kapasitas aktual merupakan waktu yang diperlukan masing-masing operasi untuk menyelesaikan satu produk roti. Nilai efisiensi menggambarkan running time yang terjadi setiap periode waktu (hari). Selain itu. Faktor efisiensi mesin ini timbul karena adanya set up mesin. menunjukkan kinerja mesin. Waktu proses diisi dengan lamanya waktu setiap operasi dilakukan. Lamanya waktu ini juga dapat dilihat di PPO maupun PAP. dan oven.

6 menit. Jumlah harus disiapkan. Efisien ketiga mesin secara berturut-turut menunjukan 94 %. yaitu jumlah setelah ditambah dengan semua scrap yang dihasilkan pada semua operasi. 98 %. yaitu jumlah mesin yang sebenarnya dibutuhkan yang dapat bekerja secara efisien. D merupakan waktu untuk menghasilkan satu unit meja (dalam satu hari diasumsikan hanya menghasilkan satu unit meja). yang menunjukkan tidak adanya Down Time dan Set Up Time. Jumlah yang diharapkan yang merupakan jumlah bahan/produk (dalam m3) yang ada/ diinginkan/ diharapkan setelah bahan tersebut mengalami suatu proses operasi. dan 83 %. Efisiensi mesin mixer ini diasumsikan dengan adanya setup time sebesar 10 menit. Ks = Ka / (1-% scrap) Ks: jumlah harus disiapkan Ka: jumlah diharapkan 9. 10. efisiensinya dihitung 100% atau 1. Untuk operasi yang tidak menggunakan mesin atau dilakukan secara manual. Maka dari itu. Jumlah scrap. 8. mesin devider sebesar 3. menunjukkan scrap atau bahan sisa yang dihasilkan dalam satu operasi. Ni = Ti Pi 60 D. yaitu jumlah permintaan produksi. 66 . Jumlah mesin. maka disimpulkan bahwa Ks samadengan Ka. Pi adalah jumlah bahan yang harus disiapkan yang didapat dari rumus Ks = Ka/ (1. % Scrap yang dihasilkan pembuatan roti ini terhitung nol.% Scrap). 7. Ti merupakan kapasitas aktual dimana diasumsikan bahwa setiap waktu tertentu menghasilkan sejumlah produk. Pada pembuatan roti ini tidak menghasilkan scrap karena jumlah yang diharapkan sama dengan jumlah yang disiapkan. Jumlah diharapkan. Ei adalah efisiensi mesin atau pekerja. dan oven 30 menit. pada kolom ini diisi nol (0).stasiun pencetakkan roti.Ei Ni merupakan jumlah mesin atau tenaga kerja teoritis yang dibutuhkan.

Pembagian f. Pada MPPC menunjukkan keterkaitan produksi antara produk.akan diperoleh gambaran mengenai layout mesin atau fasilitas produksi yang seharusnya dirancang atau digunakan. bagian. Pencetakkan atau pembentukan g. 67 . Pendinginan j. dan selai coklat. formula. nilai Ni sebesar 0. Berdasarkan peta tersebut maka akan didapat dua hal yang memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam perancangan layout antara lain aliran balik (back tracking) dan pengelompokan pola aliran (flow pattern). Penimbangan adonan e. Pengovenan i. air. Misal. pekerjaan atau kegiatannya. Padahal tidak ada jumlah mesin yang berjumlah desimal. mentega. Pemisahan c. 1. Pembuatan MPPC pembuatan roti manis rasa coklat ialah sebagai berikut. untuk stasiun kerja penimbangan adonan. Pengemasan 2.Hasil perhitungan pada Ni ini berupa angka yang tidak bulat atau berupa angka desimal. bahan. Pada sisi kiri kertas ditulis daftar kegiatan yang harus dilalui bahan. Daftar proses untuk membuat roti ialah sebagai berikut. ragi. Langkah selanjutnya ialah pembuatan Multi Product Process Chart (MPPC).0067. Sepanjang baris atas ditulis komponen bahan yang digunakan. Namun pada kolom 10 ini tetap mencantumkan angka tersebut. Pengembangan h. Pada pembuatan MPPC. a. Pengadukan d. Penimbangan b. margarin. Bahanbahan yang digunakan ditulis secara berurutan dari kiri ke kanan yaitu tepung terigu. telur.

dikhawatirkan mesin tersebut terkadang tidak kuat untuk melakukan operasi yang bersangkutan. Pekerja yang memisahkan telur dibutuhkan sebanyak 12 x 10-3. di kanan atas lingkaran ditulis banyaknya Ni atau jumlah mesin secara teoritis yang diperoleh dari tabel Route Sheet. Jadi berapapun angka di belakang koma. mixer dibutuhkan secara teoritis sebanyak 118 x 10-3. mentega dan ragi diperlukan timbangan sebanyak 1. Setiap lingkaran dalam satu kolom dihubungkan. Berdasarkan hasil perhitungan dipeoleh kebutuhan mesin untuk operasi penimbangan I sebesar 1. Langkah balik menunjukkan kemungkinan penyusunan ulang.5 x 10-3 yang dibulatkan menjadi 1 buah mesin.8 x 10-3. nilai teoritis menunjukkan angka nol. hanya diperlukan 6. Proses pembentukan adonan dilakukan secara manual.7 x 10-3 untuk penimbangan adonan dan 57 x 10-3 devider dalam pembagian adonan. Jumlah mesin teoritis diperoleh dari penjumlahan banyaknya nilai Ni pada satu proses yang menggunakan satu atau beberapa bahan.3. Hasil pembulatan pada semua proses ialah bernilai satu. Setiap ditengah lingkaran diisi nomor dengan urut dari atas. 4. Pada kolom paling kanan terdapat jumlah mesin secara teoritis dan aktual. Pencatatan operasi setiap bahan sesuai dengan kegiatan yang dilalui menggunakan lingkaran. Oleh karena itu. Untuk penimbangan margarin. Sedang untuk jumlah mesin aktual ialah pembulatan angka dari jumlah teoritisnya. Setelah dianalisis diketahui bahwa secara teoritis diperlukan pekerja 367 x 10-3. Sedangkan. Jika menggunakan metode pembulatan ke bawah untuk angka di belakang koma yang lebih kecil daripada 5. Hal ini dikarenakan karena mesin yang digunakan merupakan mesin dalam keadaan utuh (tidak mungkin dalam pecahan). Selain itu. Jumlah mesin yang dicantumkan merupakan pembulatan ke atas dari jumlah mesin hasil perhitungan. maka jumlah mesin merupakan pembulatan ke atasnya. Oven yang digunakan untuk proses pengovenan ini sangat besar sehingga memiliki kapasitas yang 68 . pengembangan dan pendinginan dilakukan secara alamiah sehingga tidak memerlukan pekerja maupun mesin.

Observasi ini hanya dilakukan pada produksi roti manis. Apabila hanya dikerjakan oleh satu orang pekerja dalam memproduksi berbagai jenis roti dalam partai besar dapat menimbulkan kelelahan pekerja. Hasil-hasil tersebut dibulatkan ke atas menjadi masing-masing 1. brownis. industri ini memproduksi berbagai jenis kue yang beragam seperti tawar. Jika dibandingkan dengan kondisi yang ada di Salma Roti dan Kue. Jika pembulatan dilakukan ke bawah. Sedangkan kenyataannya. Dengan demikian hanya diperlukan sebuah oven saja. jumlah mesin dan pekerja yang ada sudah memenuhi perhitungan atau teori bahkan jumlah pekerja sangat banyak yakni sekitar tujuh orang pekerja (termasuk siswa yang sedang melakukan Praktek Kerja Lapangan). donat. maka kapasitas mesin atau pekerja tidak mencukupi dalam stasiun kerjanya. Pembulatan ke atas ini dilakukan karena tidak mungkin menggunakan mesin dalam jumlah tidak bulat. 69 . Pengemasan dilakukan manual oleh pekerja. yang secara teoritis diperlukan 222 x 10-3 pekerja. cake.tinggi. Perbedaan ini dipengaruhi dari kuantitas maupun jenis roti dan kue yang diproduksi. dan kering.

Dari hasil perhitungan. Namun. Saran Persepsi antara asisten mengenai materi praktikum sebaiknya disamakan sehingga jawaban valid dan tidak simpang siur. dan volume produksi yang diharapkan. Kesimpulan Perhitungan Route Sheet dan Multi Process Product Chart. scrap. diketahui bahwa hanya diperlukan satu mesin atau pekerja untuk setiap stasiun kerja. B.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. data yang membutuhkan adalah waktu operasi. 70 . dalam kenyataanya masih dipekerjakan lebih dari satu orang dalam stasiun pembentukan adonan.

M. Ardliansyah. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. Process Engineering For Manufacturing. Diakses pada hari Rabu tanggal 31 Maret 2010 pukul 19.03 WIB. Bandung: Penerbit ITB. Dalam http://www. 1950.pdf?Signatu re=0K6iBz5pzLO2T%2FmSLMd0aGInApE%3D&Expires=1270040093 &AWSAccessKeyId=AKIAJLJT267DEGKZDHEQ. New York: Prentice-Hall. 2008. Sritomo. Rifqi dan Ach Januar J. 71 . Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ketiga.F. Wignjosoebroto. and G.52 WIB. TI4101-Perancangan Tata Letak Pabrik: Laporan Tugas Modul 2. 1990. 1962.com /2010/03/16/multi-product-process-chart/.E.com/ ppt-download/laporanmodul2k98-091008011250-phpapp02. Eary.amazonaws. 2010. 1996. Dalam http://s3. Perencanaan Kerja.com. New York: McGraw-Hill Book Company. Inc. Apple. Immer.blogspot.50 WIB. Layout Planning Technique.ngeblogs. Diakses pada hari Rabu tanggal 31 Maret 2010 pukul 19. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. J. Johnson. Diakses pada hari Rabu tanggal 31 Maret 2010 pukul 20. 2009.perencanaankerja. Pratama.DAFTAR PUSTAKA Anonim1. Inc. Dalam http://shefaa. Anonim2. John R. Multi Product Process Chart. D.

Esti Rumaningsih 3.Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 72 .LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA IV KEBUTUHAN RUANG DAN LUAS LANTAI Disusun oleh: Kelompok 10 1.Nika Awalistyaningrum 2.

BAB I PENDAHULUAN A. efisien. work center. Salah satu manfaat dari tata letak ialah dapat mengetahui kebutuhan ruangan dan luas lantai yang dibutuhkan untuk mengelola semua faktor produksi. Tata letak merupakan fasilitas fisik atau konfigurasi departemen. dan sumber daya alam lainya. 73 . dan peralatan produksi material. aliran informasi. Tata letak suatu pabrik merupakan sebuah teknik cara menempatkan atau mengalokasian berbagai faktor produksi tersebut secara optimal dan efisien. Proses ini harus berlangsung pada tempat yang memadai yakni pabrik. mesin. dan peralatan dalam proses konversi untuk mengoptimumkan hubungan antara petugas pelaksana. Latar Belakang Pabrikisasi suatu bahan merupakan suatu proses yang diberlakukan terhadap bahan mentah menjadi sebuah produk jadi yang bernilai tambah. aliran bahan. agar luas lantai yang dibuat tidak kelonggaran atau kesempitan. dan tata cara untuk mencapai tujuan. informasi. dan aman. Pabrik itu sendiri merupakan tempat berkumpulnya faktor-faktor prouduksi seperti manusia. Hal ini akan berpengaruh pada biaya produksi. Faktor-faktor produksi tersebut dikelola bersama dalam sistem produksi agar diperoleh produk secara efektif. Kebutuhan akan luas lantai ini berkewajiban untuk dapat memuat semua ruangan yang diperlukan oleh setiap kegitan dan fungsi pabrik. penentuan luas lantai cukup berperan dalam investasi jangka panjang yang menyangkut “hidupnya” industri tersebut dan pengoptimalan berlangsungnya proses produksi. uang. investasi serta keberlangsungan perusahaan yang selanjutnya dapat berimbas pada keuntungan atau kerugian yang didapat. energi. Maka dari itu pada tahap perencanaan luas lantai ini dibutuhkan banyak perhatian penuh. Selain itu. Tata letak yang baik merupakan tata letak yang dapat menciptakan efisiensi serta efektivitas kegiatan produksi serta menjaga kelangsungan hidup atau keberhasilan suatu perusahaan.

Praktikan dapat menentukan luas lantai setiap kegiatan. Tujuan Praktikum 1. B. 2. bermaksud untuk menghitung luas lantai secara teoritis yang akan dibandingkan dengan luas lantai yang sebenarnya sehingga dapat ditentukan dan dihitung kebutuhan ruang dan maksimalisasi luas lantai pada industri Salma Roti.Pada praktikum acara IV ini. 74 . Praktikan dapat menentukan jenis dan jumlah ruang yang dibutuhkan setiap kegiatan dalam industri.

Penentuan luas pabrik dapat juga disebut sebagai langkah ”penyesuaian”. lembar kerja kebutuhan ruang total menjumlahkan luas semua kegiatan. akibat lebih jauh tingkat produktivitas perusahaan menurun. Hal ini dilakukan dengan menganalisa dan menghitung kebutuhan luas area untuk penempatan fasilitas produksi (mesin-mesin) yang memperhatikan luas area per mesin dan kelonggaran (allowance) luasan lainnya. et al. Setelah perkiraan kebutuhan ruang bagi tiap kegiatan atau fungsi. 1996). Sebab akan terjadi kesulitan pemindahan bahan. Kebutuhan ruang produksi diperkirakan dengan bantuan Lembar kebutuhan ruang produksi. Hal ini dapat dilakukan dengan metode penyusunan layout yang tepat yang akan menghasilkan perencanaan layout fasilitas baru yang terbaik (Tompkin.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Perencanaan layout yang cermat tanpa diimbangi perencanaan material handling yang baik. Kebutuhan luas area merupakan langkah kritis tetapi untuk hampir semua organisasi industri. Harus ditekankan bahwa meskipun kebutuhan ruang dibuat pada tahapan ini sebagai perkiraan.. arus bahan baku sampai produk akhir terganggu. Penyesuaian harus dilaksanakan dengan memperhatikan luas area yang diperlukan. perlu dibuat perkiraan awal tentang ruangan total yang dibutuhkan bagi tiap kegiatan dalam fasilitas dan perkiraan awal dari luas total dari fasilitas yang diusulkan. Setelah merancang pola aliran dan memberikan beberapa pertimbangan pada kegiatan pelayanan dan kegiatan penunjang. mereka harus cukup yakin bahwa ruang seluas itu tersedia. Oleh karena itu perlu sekali dilakukan perencanaan tata letak fasilitas dan perencanaan material handling. Atau dapat muncul dari perkiraan jumlah mesin yang tepat (dengan kemungkinan perbedaan bagi tiap mesin yang berbeda) dan kemudian dikalikan dengan jumlah mesin. akan sia-sia untuk diterapkan. 75 . Langkah selanjutnya adalah proses perencanaan yang menghasilkan gambaran yang lebih teliti. tetapi hanya tataletak akhir saja yang akan menunjukkan luas total yang dibutuhkan secara tepat (Apple. 1990).

bahan yang akan dikerjakan. Perhitungan luas lantai ini didasarkan pada bahan baku yang akan disiapkan. 2009).luasan area untuk fasilitas produksi akan dapat diprediksi sehingga luas area yang diperlukan ini masih harus dilihat kemungkinannya dengan memperhitungkan luasan area yang tersedia (Wignjosoebroto. luas lantai fabrikasi dan assembling. poros elevator dan lain sebagainya terlibat (Apple. dibutuhkan beberapa kebutuhan luas lantai untuk kegiatan produksi pabrik yang akan didirikan. petikemas. peralatan penunjang seperti meja. Berdasarkan hal tersebut. Dengan demikian perlu dihitung berapa luas lahan yang disiapkan. perkakas dan rak untuk cetak biru. serta fasilitas-fasilitas pendukung lain. tetapi juga untuk operator. pekerjaan yang telah selesai. ruang harus disisakan untuk menggerakkan peralatan karena perubahan tataletak. Dalam melakukan perencanaan tata letak fasilitas pabrik dan pemindahan bahan. Perhitungan luas lantai ini dimulai dari luas kebutuhan lahan produksi sampai perkantoran dengan memperhatikan segala fasilitas pendukungnya. jika tiang. cara penyimpanan. Harus selalu diingat bahwa ruang disediakan bukan hanya untuk satu peralatan. Sehingga. corong pengisi peluncur. 1990). maka didapatkan luas lantai receiving model tumpukan dan rak. ruang untuk perawatan dan ruang atau lorong ke alat-alat keselamatan. Hal ini terutama menjadi persoalan. untuk pemakaian darurat. melibatkan pula masalah yang berkaitan dengan kegiatan lain yang akan mempengaruhi terhadap luas lantai yaitu alat angkut. 1996). serta luas lantai shipping. cara pengangkutan. tembok. Yaitu bahwasanya rekayasawan jangan sangat bergantung pada fasilitas transportasi yang telah ada karena mungkin saja akan lebih ekonomis jika direncanakan fasilitas transportasi tambahan atau beberapa alternatif sarana 76 . mesin. peralatan pemeriksaan. dan aliran bahan (Dody. atau peralatan yang digunakan dan barang jadi yang dihasilkan. terutama untuk kegiatan produksi. Untuk menghitung kebutuhan luas lantai ini. Luas lantai produksi digunakan untuk mengetahui luas lahan yang akan digunakan dalam perencanaan tata letak fasilitas pabrik dan perusahaan yang akan didirikan. Perhatian juga harus diberikan terhadap alternatif-alternatif transportasi.

Hal ini dapat terjadi karena kesempatan terbatas baik oleh volume yang dibutuhkan atau oleh kedekatan transportasi yang telah ada yang tepat dan disukai (Apple. ketimbang diterima seadanya seringkali tidak ada pilihan lain kecuali menggunakan apa yuang tersedia. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam perencanaan kebutuhan luas ruangan ialah (Astika. Ruangan yang dibutuhkan oleh sebuah fasilitas jelas erat sekali kaitannya dengan peralatan. 1990). 77 . 2010): 1. Dalam jangka panjang. 1990). Sehingga pembahasan ini berhubungan dengan penentuan kebutuhan ruangan khusus untuk beberapa kegiatan yang dipilih (Santoso.transportasi. bahan. pegawai. 2004). Meskipun alinea sebelumnya menggambarkan bahwa fasilitas transportasi harus dirancang. Dalam suatu kegiatan pengaturan tata letak dan fasilitas kerja disesuaikan dengan aliran kegiatan dan gerakan yang efisien. 2. Jumlah part yang harus dipersiapkan dalam usaha memperoleh sejumlah produk jadi yang diinginkan. dan kegiatan. Jumlah mesin yang diperlukan . pembangunan fasilitas transportasi baru dapat menghemat jutaan rupiah dibanding dengan apabila menggunakan fasilitas transportasi lama (Apple.

Denah tata letak industri Salma Roti dan Kue B.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Kolom 7 kelonggaran untuk bahan setengah jadi. 2. 4. Pada kolom 1. Untuk perhitungan luas lantai produksi. Prosedur Praktikum 1. Kalkulator 5. Kertas A4 4. Kolom 8 kelonggaran untuk operator dengan 1 m kali panjang mesin. Kolom 10 penjumlahan kolom 6. Alat dan Bahan 1. Lalu isi tabel pada langkah pertama. 8. Kolom 11 dengan menkalikan kolom 3 dengan kolom 10. 78 . dan 9. dan 5 diisi sesuai dengan kenyataan atau data yang ada. 7. Penggaris 3. Pada kolom 6 kebutuhan luas satu mesin dengan mengkalikan kolom 4 dengan kolom 5. 3. Dimensi berat 6. membuat tabel yang memuat: Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3 Kolom 4 Kolom 5 Kolom 6 Kolom 7 Kolom 8 Kolom 9 Kolom 10 Kolom 11 : Nama stasiun kerja : Nama mesin : Jumlah mesin : Panjang mesin ( m ) : Lebar mesin ( m ) : Kebutuhan luas 1 mesin ( m2 ) : Kelonggaran untuk bahan setengah jadi : Kelonggaran untuk operator : Kelonggaran unutk transportasi : Luas i mesin ( m2 ) : Total luas i satsium kerja ( m2 ) 2. Alat tulis 2.

Kolom 9 pembagian antara kolom 6 dengan kolom 8. Lalu isi tabel tersebut (langkah 3).3. Selanjutnya dibuat tabel luas lantai untuk fasilitas. lebar. Kolom 6 merupakan pembagian antara kolom 4 dengan kolom 5. Kolom 3 d. Pada kolom 1. Kolom 10 perkalian luas dari kolom 7 dan kolom 9. ketinggian maksimal jika bahan ditumpuk dibagi dengan tinggi kemasan bahan dari kolom 7. Pada kolom 12 merupakan total penjumlahan antara kolom 10 dan 11. 5 dan 7 diisi dengan data yang ada. yakni kolom 1 dan 2 diisi sesuai dengan data yang ada. Dan untuk perhitungan luas lantai gudang Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3 Kolom 4 Kolom 5 Kolom 6 Kolom 7 Kolom 8 Kolom 9 Kolom 10 Kolom 11 Kolom 12 : Nama bahan disimpan : Kebutuhan bahan per hari ( berat atau volume ) : Jumlah hari dalam satu periode penyimpanan : Jumlah bahan dismpan selam satu periode penyimpanan : Volume atau berat satu kemasan bahan : Jumlah bahan disimpan selama satu periode penyimpanan : Dimensi kemasan bahan ( panjang. Kolom 8. tinggi ) : Jumlah kemasan bahan dalam satu tumpukan : Jumlah tumpukan dalam ruang : Luas tumpukan ( m2 ) : Kelonggaran ( m2 ) : Total luas gudan yang diperlukan ( m2 ) 4. Pada kolom 5. Kolom 3 yakni dengan mengkalikan panjang maupun lebar yang terdapat pada kolom 2. yang memuat: a. 2. Kolom 6 g. penjumlahan antara luas (kolom 3) 79 . Pada kolom 4 dengan mengkalikan kolom 2 dengan kolom 3. 5. Kolom 5 f. Pengisian tabel langkah 5. Kolom 7 : Nama ruang : Dimensipanjang dan lebarnya (m) : Luas (m2) : Kelonggaran : Penjumlahan antar Luas dan kelonggaran (L + K) : Jumlah ruang : Luas lantai 6. Kolom 4 e. 3. Kolom 2 c. Kolom 1 b.

merupakan jumlah ruang yang ada. 80 . Pada kolom 6. Pada kolom 7 merupakan pengkalian antara kolom 5 dan 6.dengan kelonggaran (kolom 4).

8832 58.75 8.Jumlah (m2) nggaran (m2) 48.35 1.8832 52.76 5.3924 4.5 2.754 81 .5 1.69 9.216 17.5 2.35 3.5 17.875 7.6 3.69 9. Hasil LUAS LANTAI FASILITAS Nama Ruang P Outlet Area parkir Lorong 1 Lorong 2 Ruang Administrasi Kamar Dapur Kamar mandi 3 6.8832 5.56 52.04 Dimensi (m) l 6.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.754 11.49 1.77 Luas (m2) Kelonggaran Luas+kelo.69 5.25 7.5 17.5 17.38 1 1.875 1 1 2 7.6224 4.6224 4.08 48.216 17.216 17.3 4.754 1 1 1 1 1 ruang Luas Lantai (m2) 48.35 1.69 9.54 4.

79 0.6 0.316 4.6 0.85 6 0.2 0.4 0.8 1.672 4.5 0.672 2.6 0.8 0.97 0.3 0.775 11 1.472 0.LUAS LANTAI RUANG PRODUKSI Nama SK Nama Mesin Jml Mesin P Dimensi Mesin (m) L Luas 1 Mesin (m2) Bahan ½ jadi 1 Penimbangan I Pengadukan Penimbangan II dan Pembentukan adonan Pembagian Adonan Pengembangan Pengovenan Pendinginan dan pengemasan Devider Rak Oven Rak 1 2 1 2 0.2 1.8 1.6 0.6 2.8 1.36 0.5 5 0.59 0.2 2.4 8.632 1.4 1.316 2.275 7 0.6 2.55 Operator Transport Kelonggaran (m2) Luas+ Kelonggaran (m2) Total Luas 1 SK (m2) 82 .4 3 9 0.51 1.8 2 timbangan mixer Meja 3 1 2 2 4 0.5 10 1.2 2.1716 0.8 1.25 8 0.624 11.6 0.8 1.8 8.812 5.51 3.8 1.5 0.

12x0.085 0.285x0.4x0.085 0.25x0.2625 2 10 3 7 4 70 5 25 Periode simpan per hari Jumlah bahan disimpan Berat 1 kemasan Bahan disimpan 1 periode 6 3 7 0.085 0.4275 0.075 0.4x0.5 3 21 42 7.25 1 1 1 1 2 2 3 1 1 1 1 3 0.5 12.4x0.25 0.085 0.0144 11 0.25 1.5 12.114 0.1995 0.285x0.227 0.5 12.342 0.4x0.227 0.285x0.5 Dimensi kemasan p*l*t Jumlah Kemasan dalam 1 tumpukan 8 3 Jumlah Luas (m2) Kelonggaran (m2) Total luas (m2) tumpukan Tumpukan dalam ruang 9 1 10 0.1995 0.285x0.114 0.1875 0.LUAS LANTAI GUDANG Nama Bahan Kebutuh -an per hari (Kg) 1 Tepung terigu Telur Margarin Mentega Ragi Formula Selai coklat 3 1.25x0.114 0.0504 83 .227 0.227 0.285x0.227 0.4x0.114 0.12x0.085 0.3 3 3 7 10 10 10 7 14 21 12.5 6 15 10 3 1 1 1 2 5 0.1995 0.036 12 0.1995 0.

8832 m2 + 0 m2 = 48.6224 m2 Kelonggaran = 5.Perhitungan 1.69 m2 Kelonggaran = 0 m2 Luas + Kelonggaran= 4.69 m2+ 0 m2 = 4.54 x 4.754 m2 + 0 m2 = 17.6224 m2 = 58.3924 m2 3.77 m2 Luas + Kelonggaran= 52.216 m2 Kelonggaran = 0 m2 Luas + Kelonggaran= 9.216 m2 5.69 m2 4. Perhitungan Luas Lantai fasilitas 1.76 x 1. Outlet Luas =pxl = 8.8832 m2 2.754 m2 Kelonggaran = 0 m2 Luas + Kelonggaran= 17.04 x 6.69 m2 jumlah ruangan =1 Luas Lantai = 1 x 4.216 m2 + 0 m2 = 9.216 m2 jumlah ruangan =1 Luas Lantai = 1 x 9.216 m2 = 9.8832 m2 jumlah ruangan =1 Luas Lantai = 1 x 48. Area parkir Luas =pxl = 11.8832 m2 = 48. Lorong I Luas =pxl = 4.69 m2= 4.08 = 48.754 m2 84 .6224 m2 + 0 m2 = 58.6 = 9.56 = 52.8832 m2 Kelonggaran = 0 m2 Luas + Kelonggaran= 48. Lorong II Luas =pxl = 5.3924 m2 jumlah ruangan =1 Luas Lantai = 1 x 52.38 x 3.69 x 1 = 4.3 = 17. Ruang administrasi Luas =pxl = 5.

Dapur Luas Kelonggaran Luas + Kelonggaran jumlah ruangan Luas Lantai 8.875 m2 = 3.36 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi = 0.754 m2 = 17. Kamar Luas =1 = 1 x 17.6 m x 0.36 m2 +{0.875 m2 = 0 m2 = 1.25 m2 operator = 0.6 m = 0.35 m2 + 0 m2 = 17.5 m2 =1 = 1 x 48.875 m2 + 0 m2 = 1.25 = 1.5 = 7. Pengadukan Jumlah mesin = 2 (mixer) 85 .5 m2 Kelonggaran Luas + Kelonggaran jumlah ruangan Luas Lantai 7.35 m2 = 0 m2 = 17.5 m2 = 0 m2 = 7. Penimbangan I Jumlah mesin =1 Dimensi = 0.jumlah ruangan Luas Lantai 6.35 m2 Kelonggaran Luas + Kelonggaran jumlah ruangan Luas Lantai =pxl = 1.6 m2 } = 1.6 m x 0.51 m2 Total luas I SK = 1.5 = 17.8832 m2 = 7.35 m2 =1 = 1 x 17.754 m2 =pxl = 3 x 2.5 x 1.6 m2 Luas + kelonggaran = 0. Perhitungan Luas Lantai Ruang Produksi a.51 m2 b.75 m2 2. Kamar Mandi Luas =pxl = 6.5 m2 + 0 m2 = 7.3 m2 + 0.875 m2 =2 = 2 x 1.35 m2 = 17.49 x 2.3 m2 Transport = 0.6 m Luas 1 mesin =pxl = 0.25 m2 + 0.

5 m2 Luas + kelonggaran = 1.624 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi operator Transport Luas + kelonggaran Total luas I SK c.775 m2 Total luas I SK = 11.5 m x 8.5 m x 8.5 m Luas 1 mesin =pxl = 1.8 m x 0. Pengembangan Jumlah mesin Dimensi Luas 1 mesin =2 = 1. Penimbangan II dan pembentukan adonan Jumlah mesin =2 Dimensi = 1.8 m x 0.632 m2 +{0 m2 + 0.5 m =pxl = 1.5 m = 1.2 m x 0. Pembagian adonan Jumlah mesin Dimensi Luas 1 mesin =1 = 0.55 m2 d.8 m x 0.8 m2 = 0.8 m x 0.8 m2 } = 1.2 m x 0.8 m2 = 0.Dimensi Luas 1 mesin = 0.4 m2 + 0.59 m =pxl = 0.4 m2 = 0.672 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi operator Transport Luas + kelonggaran Total luas I SK e.275 m2 +{0 m2 + 3 m2 + 1.59 m = 0.472 m2 +{0 m2 + 0.5 m2 } = 5.79 m = 0.472 m2 = 0 m2 = 0.632 m2 = 0 m2 = 0.8 m2 } = 1.275 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi = 0 m2 operator = 3 m2 Transport = 1.79 m =pxl = 0.4 m2 + 0.672 m2 = 1.812 m2 = 3.5 m 86 .4 m2 = 0.

Pengovenan Jumlah mesin Dimensi Luas 1 mesin = 0 m2 = 0.6 m2 = 1.5 m = 0.4 m2 Total luas I SK = 4.2 m2 } = 2.97 m =pxl = 2.8 m x 0.1716 m2 = 0 m2 = 0.97 m = 2.28 m2 } = 8.28 m2 + 0.6 m2 +{0 m2 + 0.6 m2 +{0 m2 + 0. Perhitungan Luas Lantai Gudang a.36 m2 +{0 m2 + 0.28 m2 = 0.6 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi operator Transport Luas + kelonggaran Total luas I SK f.6 m2 + 1.2 m2 } = 2.2 m2 = 0.4 m2 = 4.6 m2 Transport = 1.= 0.2 m x 0.316 m2 = 8.2 m x 0.2 m2 Luas + kelonggaran = 0. Pendinginan dan pengemasan Jumlah mesin =2 Dimensi = 1.8 m2 3. Tepung terigu Kebutuhan per hari = 10 Periode simpan =7 Jumlah bahan disimpan = Kebutuhan per hari x Periode simpan =10 x 7 = 70 Berat satu kemasan = 25 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan 87 .6 m2 + 1.6 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi = 0 m2 operator = 0.5 m Luas 1 mesin =pxl = 1.8 m x 0.8 m2 =1 = 2.316 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi operator Transport Luas + kelonggaran Total luas I SK g.28 m2 = 0.

5 Berat satu kemasan = 12.285 m x 0.4275 m2 c.342 m2 Kelonggaran = 0.12 m x 0.0144 m2 Kelonggaran = 0. Margarin Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan = 1.085 m2 Total Luas = 0.5 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 21:7.144 m2 88 .4 m x 0.5 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 12. Telur Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan =3 =7 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 21 Berat satu kemasan = 7.25 x 10 = 12.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 1 Jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 3:1 = 3 Luas tumpukan = 0.= 70:25 = 2.8 = 3 =pxlxt = 0.285 m x 0.0504 m2 Dimensi kemasan b.5 = 1 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.4 m x 0.8 = 3 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.5 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 3 Jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 3:3 = 1 Luas tumpukan = 0.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 1 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 1:1 = 1 Luas tumpukan = 0.036 m2 Total Luas = 0.25 = 10 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 1.5 : 12.12 m x 0.5 = 2.

5 = 1 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.25 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan =1.25:1.085 m2 Total Luas = 0.3 = 10 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 0.144 m2 Kelonggaran = 0.25 = 1 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan= 1 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan 1 Luas tumpukan = 0.285 m x 0.Kelonggaran Total Luas d. Formula Kebutuhan per hari = 3 Periode simpan Jumlah bahan disimpan Berat satu kemasan =7 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 3 x 7 = 21 = 15 89 .085 m2 Total Luas = 0.25 = 10 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 1.25 Berat satu kemasan = 1.1995 m2 f.1995 m2 e.144 m2 Kelonggaran = 0.285 m x 0.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 1 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan =1 Luas tumpukan = 0. Mentega Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan = 0.085 m2 = 0.4 m x 0.1995 m2 = 1.25 x 10 = 1.4 m x 0.3 x 10 = 3 Berat satu kemasan =6 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 3:6 = 0. Ragi Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan = 0.

227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan =2 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 2:2 = 1 Luas tumpukan = 0.25 m x 0.25 m x 0.25 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan= 2 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 5:2 = 3 Luas tumpukan = 0.Bahan disimpan 1 periode= Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 21:15 = 1. Selai coklat Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan =3 = 14 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 3 x 14= 42 Berat satu kemasan = 10 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 42:10 = 4.2 = 5 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.1995 m2 g.144 m2 Kelonggaran = 0.1875 m2 Kelonggaran = 0.085 m2 Total Luas = 0.075 m2 Total Luas = 0.2625 m2 90 .4 m x 0.4 = 2 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.285 m x 0.

area yang diperlukan untuk penyimpanan bahan baku atau benda jadi yang telah selesai dikerjakan. keleluasaan operator untuk bergerak.672 m2. dan lain-lain aktivitas. penempatan material. Perhitungan yang dilakukan adalah perhitungan luas lantai ruang produksi. Kebutuhan untuk luas area ini harus dipertimbangkan untuk seluruh aktivitas yang ada didalam pabrik dan untuk paling tidak ada tiga macam area yang harus diberikan. luas lantai gudang bahan baku dan luas lantai barang jadi.55 m2. Total luas pada suatu stasiun kerja dihitung dari jumlah luas 1 mesin dan kelonggaran mesin tersebut dikalikan dengan jumlah mesin yng terdapat pada stasiun kerja tersebut. penimbangan II dan pembentukan adonan = 11. Total luas stasiun kerja pada stasiun kerja penimbangan I = 1. Pembahasan Praktikum acara 4 ini berjudul “Kebutuhan Ruang dan Luas Lantai”. Perhitungan luas lantai ruang produksi. dan luas kebutuhan lantai untuk fasilitas. secara garis besar. Untuk kelonggaran operator dan transport dihitung dari dimensi terpanjang mesin.624 m2. pengovenan = 8. Hal ini dikarenakan bahan setengah jadi diletakkan di meja atau mesin sehingga tidak memerlukan luas khusus.272 m2.8 m2. pengadukan = 3. Kelonggaran bahan setengah jadi tidak dihitung. luas lantai yang dibutuhkan untuk mesin dihitung dengan menggunakan dimensi panjang dan lebar mesin. yaitu : area yang diperlukan untuk operasi dari mesin dan peralatan yang ada.51 m2. pengembangan = 4.316 m2. Sebab. Sedangkan pada 91 . pembagian adonan = 1. Jadi total luas lantai untuk ruang produksi adalah 36. tata letak pabrik merupakan penempatan dan pengaturan dari bermacam-macam fasilitas produksi yang ada Pengaturan ruangan disini berkaitan erat dengan luas area yang dibutuhkan untuk mesin atau peralatan produksi.B.8 m2. dan pendinginan dan pengemasan = 4. serta area yang diperlukan untuk fasilitas-fasilitas servis. Kebutuhan ruang dan luas lantai sangat berpengaruh terhadap tata letak suatu industri.

kamar 7.0504 m2. Berarti perlu dilakukan penyatuan kedua ruang produksi tersebut.0144 m2. ragi 0.4075 m2 dan ruang produksi II seluas 13. dapur 17. luas lantai gudang yang dibutuhkan termasuk dengan kelonggarannya adalah 1. ruang administrasi.35 m2. Jumlah tumpukan dalam satu ruang diperoleh dari pembagian jumlah bahan disimpan satu periode dengan jumlah kemasan dalam satu tumpukan.1995 m2.2625 m2. Pada perhitungan luas lantai gudang bahan baku. Maka. Padahal.1995 m2.6125 m2.6224 m2. di industri Salma Roti dan Kue juga terdapat beberapa ruang fasilitas sebagai penunjang kerja. Ruang fasilitas ini meliputi outlet. Total luas lantai fasilitas yang dibutuhkan dalam industri Salma Roti dan Kue ialah seluas 161. lorong 1. dapur.3 meter.7656 m2. Jumlah bahan yang disimpan dalam satu periode ini dapat diperoleh dari hasil perkalian antara periode simpan dan kebutuhan barang per hari. margarin 0. Sedangkan luas tumpukan dihitung dari perkalian antara dimensi kemasan yakni panjang dan lebar dengan jumlah tumpukan dalam ruang gudang tersebut. kamar mandi 3. volume kemasan. Selain ruang produksi dan gudang. Perhitungan luas lantai gudang barang jadi diperlukan data kebutuhan bahan per hari. jumlah kemasan dalam satu tumpukan. mentega 0. Angka 0. jumlah bahan yang disimpan dalam satu periode. kamar dan kamar mandi.4275 m2. formula 0. lorong 2.216 m2. ruang produksi I hanya seluas 26. area parkir 52. secara terperinci kebutuhan lantai untuk outlet 48. serta jumlah tumpukan dalam ruang yang didapatkan dari hasil pengamatan saat kunjungan. pada kenyataanya luas guadnga yang ada sekarang adalah 27. telur 0.8832 m2. selai coklat 0.754 m2.75 m2. lorong II 9. lorong I 4. Hal ini berbeda 92 . Kelonggaran dihitung dari dimensi panjang kemasan dikali dengan 0.1995 m2. volume satu kemasan diperoleh dari perhitungan dimensi kemasan bahan baku. dimensi kemasan.3 meter ini diperoleh dari jarak atau kelonggaran antar penempatan bahan.69 m2.5384 m2. jumlah bahan yang disimpan. area parkir.5 m2.1995 m2. ruang administrasi 17. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk menyimpan tepung terigu 0.kenyataanya.

0498 m2. Akan tetapi dari sisi lain.dengan alokasi luas yang ada. Perhitungan luas lantai ini didasarkan pada bahan baku yang akan disiapkan. aliran bahan. Ketersedian ruangan yang luas dalam industi atau perbedaan antara kebutuhan dan kenyataan ini mempunyai dampak positif dalam hal tingkat keluwesan atau fleksibilitas yang sangat tinggi dalam proses ekspansi atau perbesaran skala industri.8154 m2. sehingga dengan luasan yang ada tersebut dapat diatur suatu tata letak pabrik yang optimal sesuai jumlah mesin dan ukuran mesin dengan memberikan kelonggaran tertentu. Dengan demikian. perhitungan luas lantai bertujuan untuk mengetahui luas lahan yang akan digunakan dalam perencanaan tata letak fasilitas pabrik. Dengan kata lain terdapat selisih antara luas yang ada dengan luas yang diperlukan seluas 13. Ruangan-ruangan ini diharapkan dapat tetap dipergunakan untuk proses produksi dengan kapasitas yang lebih besar sehingga tidak perlu untuk melakukan renovasi ataupun pendirian bangunan baru. 93 . Namun. Beberapa hal yang harus diperhitungkan dalam penentuan luas lantai diantaranya alat angkut. luas industri yang ada sekarang merupakan bentuk investasi di masa yang akan datang. fasilitas penunjang.576 m2.7248 m2 jauh lebih luas dari luas industri yang diperlukan yakni 199. dan allowance. di sisi lain hal ini pun memberikan dampak negatif yaitu pemborosan biaya berupa tempat maupun ketidakefektifan dalam pemindahan bahan. cara penyimpanan bahan baku. ternyata luas industri sekarang yakni 243. Sedangkan. cara pengangkutan. Total luas untuk ruang fasilitas yang tersedia adalah seluas 174. mesin atau peralatan yang digunakan. sebenarnya tata letak industri dapat diefisienkan. Apabila dibandingkan antara hasil perhitungan di atas dengan kenyataan yang ada sekarang di industri ini. Perhitungan kebutuhan luas lantai bermanfaat untuk mengetahui berapa meter luas lantai yang diperlukan untuk menempatkan sejumlah mesin dan peralatan yang digunakan. barang jadi yang dihasilkan.

praktikan menilai praktikum yang dilaksanakan kurang serius. 2. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk gudang barang jadi = 3. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk gudang bahan baku = 37. Kesimpulan 1. 2. dan luas ruangan sebenarnya. Sebab.12 m2. sehingga hasil praktikum juga terkesan tidak valid. Penentuan luas lantai ini diperlukan untuk mengetahui kebutuhan luas lantai sebenarnya serta digunakan sebagai alat evaluasi dengan pertimbangan data : kebutuhan bahan per hari. Saran 1. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk fasilitas penunjang = 203.58 m2. kapasitas produksi per hari. 94 . dimensi mesin yang digunakan. Sebaiknya pendampingan asisten dalam acara praktikum lebih ditingkatkan agar praktikan lebih paham dalam proses pengolahan data. B.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.78 m2. Pengamatan maupun praktikum dilakukan dengan lebih serius.34 m2. misalnya dalam pengambilan data yang terkadang asal dan terlalu banyak berasumsi. operator dan tenaga manual yang ada. jumlah bahan yang disimpan per periode simpannya. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk ruang produksi = 81.

95 . 2009. Dalam http://webcache.DAFTAR PUSTAKA Apple. Dalam http://dodydoank.25 WIB Dody.id/2010/01/30/perencanaa n-tata-letak-suatu-perusahaan/+layout+template+ruangan+industri+adalah &cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id&lr=lang_id.html. New York: John Wiley and Sons Inc.blogspot. Peralatan.com/2009/04/luas-lantai-produksi.com/search?q =cache:GheEFR80sWoJ:astika. 1996. dan Lingkungan.24 WIB. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November.student. 2010. Diakses pada hari Rabu 21 April 2010 pukul 20. Plant Layout and Material Handling.ac. Wignjosoebroto. Astika. Facility Planning.googleusercontent. Gempur. 1996.umm. et al. Bab II Luas Lantai Produksi. J. Tompkin. Santoso. 2004. Jakarta: Prestasi Pustaka. 1990. Ergonomi: Manusia. Diakses pada hari Kamis tanggal 13 Mei 2010 pukul 10. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan.M. New York: John Wiley and Sons Inc. Sritomo.

Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 96 . Esti Rumaningsih 3. Nika Awalistyaningrum 2.LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA V PETA KETERKAITAN KEGIATAN (UNTUK INDUSTRI DAN RUANG PRODUKSI) Disusun oleh: Kelompok 10 1.

biaya. maka diharapkan produktifitas meningkat yang dapat memberikan keuntungan atau profit meningkat pula bagi industri. atau pun waktu. serta kegiatan dengan fasilitas penunjang lain. Salah satu metode atau teknik yang dapat digunakan untuk menganalisis serta dapat menunjukkan hubungan keterkaitan suatu kegiatan dengan kegiatan lain ialah Peta Keterkaitan kegiatan (Activity Relationship Chart). dapat digunakan untuk mendukung suatu pekerjaan agar lebih efektif dan efisien dalam hal energi. Faktor-faktor tersebut digunakan untuk menghasilkan sebuah produk yang bernilai tambah. Kegiatan-kegiatan ini saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain. yang dilengkapi dengan informasi mengenai perlu tidaknya setiap kegiatan yang ada saling berdekatan. B.BAB I PENDAHULUAN A. perangkaian. Sehingga hubungan antara kegitan satu dengan kegiatan lain menjadi hal yang penting diperhatikan pada saat perencanaan pembuatan layout pabrik. Hal ini ini dikarenakan jika hubungan antar kegiatan dapat berlangsung secara lancar. Latar Belakang Industri merupakan sebuah wadah berkumpulnya faktor-faktor produksi. Jika hal tersebut dapat dilakukan atau diciptakan. faktor-faktor tersebut dikelola dengan melibatkan banyak kegiatan di dalamnya. perkantoran. Kegiatan-kegiatan tersebut berupa kegiatan produksi. penyimpanan. Tujuan Praktikum Praktikan dapat menunjukkan keeratan keterkaitan antarkegiatan yang memerlukan ruangan dalam industri. Pada praktikum ini. dilakukan analisis hubungan keterkaitan kegiatan-kegiatan dalam industri Salma Roti dan Kue menggunakan Peta Keterkaitan kegiatan (PKK). Pada industri. 97 . termasuk industri pertanian. Peta Keterkaitan Kegiatan merupakan atribut yang dapat digunakan untuk menggambarkan hubungan dari seluruh kegiatan yang ada.

peta ini berguna dalam (Apple. dan debu. 6.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam perancangan keterkaitan kegiatan. Memperoleh satu landasan bagi penyusunan daerah selanjutnya Diperkirakan 20% sampai 50% dari biaya operasi merupakan biaya pemindahan material (material handling) maka tata letak yang efektif dapat mengurangi biaya tersebut sekitar 10% sampai 30%. Menurut Sutalaksana (1979) peta kerja merupakan suatu alat yang menggambarkan kegiatan kerja secara sistematis dan jelas untuk berkomunikasi secara luas dan sekaligus melalui peta kerja bias mendapatkan informasiinformasi yang diperlukan untuk memperbaiki suatu metode kerja. diperlukan suatu penggabungan langkah-langkah pada setiap operasi yang terjadi dalam suatu industri dengan kegiatan penunjang dan kegiatan pelayanan dengan memperhatikan derajat kedekatan yang dibutuhkan barang. dan aliran informasi. bau. Pentingnya rancangan fasilitas seperti aliran bahan merupakan tulang punggung fasilitas produksi. Keterkaitan ini. 3. 1990). dan 98 . 2. Peta Keterkaitan Kegiatan adalah salah satu peta kerja yang merupakan suatu teknik ideal untuk merencanakan keterkaitan antara setiap kelompok kegiatan yang saling berkaitan. Juga yang perlu dipertimbangkan lagi adalah hubungan negatif seperti kebisingan. baik positif maupun negatif. 1990): 1. Penyusunan urutan pendahuluan bagi satu Peta Dari KeLokasi nisbi dari pusat kerja atau departemen dalam satu kantor Lokasi kegiatan dalam satu usaha pelayanan Lokasi pusat kerja dalam operasi perawatan atau perbaikan Lokasi nisbi dari daerah pelayanan dalam satu fasilitas produksi Menunjukkan hubungan satu kegiatan dengan yang lainnya. dapat dianalisis dengan bantuan Peta Keterkaitan Kegiatan (Apple. 4. 5. orang. Sementara itu. biasanya kerja produksi. serta alasannya 7.

3. 1955): 1. serta jarak tinggi Untuk membantu menentukan kegiatan yang harus diletakkan pada satu tempat. 5. lokasi pintu. dan fasilitas lainnya) 5. 3. topografi bangunan. keperluan umum. Tuntutan khusus dari kegiatan-kegiatan atau fasilitas sifat atau karakteristik bangunan (tipe. ukuran. tingkat bersih. Peta Keterkaitan Kegiatan akan memberikan pertimbangan mengenai derajat kedekatan (closeness) dari satu departemen ke departemen lain dengan ukuran-ukuran yang lebih bersifat kualitatif seperti: 1. lokasi tiang. jumlah lantai. ukuran. Mutlak berdekatan Tidak mutlak berdekatan Sangat penting berdekatan 99 . dan cuaca) 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi keterkaitan. Derajat keterkaitan kegiatan tersebut adalah (Muther.harus dirancang dengan cermat serta tidak dibiarkan tumbuh atau berkembang menjadi satu pola lalu lintas yang membingungkan (Tomkins. gang. 4. 2009): 1. telah ditetapkan satu pengelompokkan derajat kedekatan. orientasi bangunan. parkir. 2.1996). 2. peralatan permanenn. bangun. dan arah perluasan) 3. tapak bangun (lokasi. bangunan dan lokasi. beberapa di antaranya sangat penting (Angelia. menurut Wignjosoebroto (1993). Perluasan (aliran produksi di masa datang dan perubahan tata letak. 2. yang diikuti dengan tanda bagi tiap derajat kedekatan tadi. lokasi kegiatan yang mungkin berkembang. A = mutlak perlu kegiatan-kegiatan tersebut berdekatan E = sangat penting kegiatan-kegiatan tersebut berdekatan I = penting bahwa kegiatan-kegiatan tersebut berdekatan O = biasa (kedekatannya). Fasilitas luar (alat angkut. jarak antar tiang. di mana saja tidak ada masalah U = tidak perlu adanya keterkaitan goegrafis apapun Sementara itu.

d. c. f. getaran. b. d. bau.4. b. e. e. Menggunakan pegawai yang sama Derajat kepegawaian Jalur perjalanan normal Melaksanakan pekerjaan serupa Disenangi pegawai Gangguan pegawai 3. Secara umum alasan keterkaitan dibagi dalama tiga macam yaitu (Angelia. 5. Urutan aliran kerja Mempergunakan peralatan yang sama Menggunakan ruangan yang sama Bising. debu. 6. c. Aliran informasi a. b. Keterkaitan produksi a. Penting berdekatan Tidak diharapkan berdekatan Kedekatan biasa Peta Keterkaitan Kegiatan menghubungan aktivitas-aktivitas secara berpasangan sehingga semua aktivitas akan diketahui derajat hubungannya. c. 2009): 1. Menggunakan catatan/berkas yang sama Derajat hubungan kertas kerja Menggunakan alat komunikasi yang sama 100 . dan lain-lain Memudahkan pemindahan bahan Keterkaitan pegawai a. 2.

3. 4. Untuk Peta Keterkaitan Kegiatan perusahaan: seluruh proses produksi dianggap sebagai satu kegiatan yaitu kegiatan produksi.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. begitu juga kegiatan perkantoran. 2. Alat dan Bahan 1. pada kolom paling kiri Peta Keterkaitan Kegiatan. maka angka sandi yang menunjukkan alasan yang mendukung kedekatan hubungan antarkegiatan diletakkan di kotak bagian bawahnya. Hubungan antarkegiatan ditunjukkan dengan huruf sandi: Huruf Sandi A E I O U X Keterangan Mutlak Perlu Sangat Penting Penting Kedekatan Biasa Tidak Penting Tidak Diharapkan Warna Merah Jingga Hijau Biru Tidak Berwarna Coklat 5. Prosedur Praktikum 1. Lembar kerja Peta Keterkaitan Kegiatan B. Tuliskan semua kegiatan yang ada dalam perusahaan yang akan dirancang. Alat tulis 2. 101 . Setelah huruf-huruf tersebut dimasukkan pada kotak segitiga bagian atas (atau warna yang menentukan hubungan kedekatan). Untuk Peta Keterkaitan Kegiatan ruang produksi: memuat seluruh proses produksi yang terjadi. Kertas A4 3.

6. Sandi-sandi yang dipakai dalam menentukan alasan: Alasan Sandi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Keterangan Menggunakan catatan yang sama Menggunakan personil yang sama Memakai ruang yang sama Derajat hubungan pribadi Derajat hubungan kertas kerja Urutan aliran kerja Melaksanakan pekerjaan yang sama Menggunakan peralatan yang sama Kemungkinan bau tidak sedap. gunakan warna sesuai ketentuan. Informasi yang diperoleh dalam Peta Keterkaitan Kegiatan hanya berguna jika diolah ke dalam datu Diagram Keterkaitan Kegiatan (Activity Relationship Diagram: ARD). Jika memungkinkan. 102 . 8. dan lain-lain 7. gangguan suara.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Ruang Produksi 103 . Hasil 1. Perusahaan 2.

Hubungan tersebut dinilai melalui nilai kualitatif dengan huruf sandi Therbligh dan dicantumkan alasan kedekatannya dengan sandi angka yang menunjukkan sandi yang menunjukkan kedekatan antara satu stasiun keja dengan stasiun kerja yang lain. Sedangkan. PKK dapat menggambarkan derajat keterkaitan kegiatan pada fasilitas penunjang (perusahaan) maupun proses produksi. a. PKK fasilitas penunjang (perusahaan) menggambarkan hubungan keeratan antarfasilitas penunjang (antarruang) dalam industri. perbedaan PKK fasilitas penunjang dengan PKK proses produksi terletak pada kegiatan yang dicantumkan. PKK proses produksi menunjukkan hubungan keeratan stasiun kerja satu dengan stasiun kerja yang lain. Pada acara ini dilakukan analisis keterkaitan antara kegiatan pada proses produksi dan fasilitas penunjang serta menyusunnya dalam peta keterkaitan kegiatan berdasarkan sandi Therbligh yang telah menjadi dasar pembuatan peta ini. Penganalisisan hubungan antar kegiatan satu dengan kegiatan yang lainnya pada industri Salma Roti dan Kue. Peta Keterkaitan Kegiatan (PKK) adalah salah satu peta kerja yang merupakan teknik ideal dalam merencanakan keterkaitan antara setiap kelompok kegiatan yang saling berkaitan.B. digunakan Peta keterkaitan Kegiatan (PKK) perusahaan atau industri dan PKK ruang produksi. Pembahasan Praktikum acara 5 ”Peta Keterkaitan Kegiatan (untuk Industri dan Ruang Produksi)” ini bertujuan agar praktikan dapat menunjukkan keeratan keterkaitan antarkegiatan yang memerlukan ruangan dalam industri. Area Kegiatan pada pembuatan PKK perusahaan atau indutri ialah terdiri atas: 104 . pembuatan PKK fasilitas penunjang (perusahaan) memiliki prinsip yang sama dengan pembuatan PKK proses produksi. Pertama-tama semua kegiatan yang ada dalam perusahaan ditulis yang dirancang pada kolom paling kiri pada peta keterkaitan kegiatan. Pada dasarnya.

karena dilakukan pada area yang sama. seluruh proses produksi dianggap sebagai satu kegiatan yaitu kegitan produksi. Kamar mandi I 11. penimbangan I yang merupakan operasi penimbangan bahan-bahan yang digunakan seperti tepung. 4. 9. sedang yang Penimbangan II yang merupakan operasi penimbangan adonan setelah mixing dilakukan di ruang produksi. margarine. Hal ini sama juga 105 . 8. penimbangan II dan pembentukan adonan 4. dan lain-lain dilakukan di gudang. Pengadukan 3. 3. 2.1. Pendinginan dan pengemasan Pada pembuatan PKK ruang produksi memuat seluruh proses produksi yang dilakukan untuk memproduksi roti manis isi coklat. Pada kegiatan urutan nomor 3. 7. pengovenan 7. 5. Pada penimbangan I dan II dipisah karena dilakukan pada area yang berbeda. begitu juga kegitan perkantoran. penimbangan II dan pembentukan adonan digabung. Kegiatan pada PKK ruang produksi terdiri atas: 1. mentega. Penimbangan I 2. 6. Kamar mandi II Pada pembuatan PKK perusahaan. Pengembangan 6. Area parkir Outlet Ruang administrasi Ruang produksi Gudang Lorong I Dapur Kamar Lorong II 10. Pembagian adonan 5.

dengan

kegiatan

urutan

ketujuh,

yakni

pendinginan

roti

serta

pengemasannya.

106

b. Selanjutnya, pada PKK perusahaan maupun PKK ruang produksi, hurufhuruf atau warna sandi dimasukkan pada kotak segitiga atas dan angkaangka sandi pada bagian bawahnya sesuai dengan kriteria yang ada. Hubungan antar kegiatan ditunjukkan dengan huruf sandi : Huruf Sandi A E I O U X Keterangan Mutlak Perlu Sangat Penting Penting Kedekatan Biasa Tidak Penting Tidak Diharapkan Warna Merah Jingga Hijau Biru Tidak Berwarna Coklat

c. Setelah Huruf-huruf tersebut dimasukkan pada kotak segitiga bagian atas (atau warna yang menentukan hubungan kedekatan), maka angka sandi yang menunjukkan alas an yang mendukung kedekatan hubungan antar kegiatan diletakkan di kotak bagian bawah. Alasan Sandi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Keterangan Menggunakan catatan yang sama Menggunakan personil yang sama Memakai ruang yang sama Derajat hubungan pribadi Derajat hubungan kertas kerja Urutan aliran kerja Melaksanakan pekerjaan yang sama Menggunakan peralatan yang sama Kemungkinan bau tidak sedap, gangguan suara, dan lain-lain Kegiatan yang jauh berbeda satu sama lain dengan bahan berbeda Kegiatan yang berbeda dengan bahan yang sama Mempermudah akses

10 11 12

d. Jika memungkinkan, dapat menggunakan warna yang sesuai. e. Informasi yang diperoleh dalam PKK hanya berguna jika diolah kedalam satu Diagram Keterkaitan kegitan. Peta Keterkaitan Kegiatan pada perusahaan (kegiatan industri) ”Salma, Roti dan Kue” terdiri atas sebelas fasilitas penunjang, yaitu area parkir, outlet, ruang administrasi, ruang produksi, gudang, lorong I, dapur, kamar, lorong II, kamar mandi I, dan kamar mandi II. Fasilitas industri yang memiliki tingkat kedekatan mutlak (A), yaitu area parkir dan outlet, ruang produksi dan gudang, serta gudang dan lorong I. Ruangan yang memiliki tingkat kedekatan sangat penting (E), yaitu area parkir dan lorong I, ruang administrasi dan gudang, ruang produksi dan dapur, serta ruang produksi dan lorong II. Ruangan yang memiliki tingkat kedekatan penting (I), yaitu area parkir dan ruang administrasi, outlet dan ruang administrasi, outlet dan ruang produksi, outlet dan lorong II, ruang administrasi dan lorong I, ruang administrasi dan lorong II, gudang dan lorong II, lorong I dan dapur, lorong I dan lorong II, kamar dan kamar mandi I, serta kamar dan kamar mandi II. Ruangan yang memiliki tingkat kedekatan biasa (O), yaitu ruang administrasi dan ruang produksi, ruang administrasi dan dapur, ruang administrasi dan kamar, ruang administrasi dan kamar mandi I, ruang administrasi dan kamar mandi II, ruang produksi dan lorong I, ruang produksi dan kamar, gudang dan dapur, gudang dan kamar, lorong I dan kamar, lorong I dan kamar mandi I, lorong I dan kamar mandi II, dapur dan kamar, kamar dan lorong II, lorong II dan kamar mandi I, lorong II dan kamar mandi II, serta kamar mandi I dan kamar mandi II. Ruangan yang memiliki tingkat kedekatan tidak penting (U), yaitu area parkir dan kamar mandi I, area parkir dan kamar mandi II, outlet dan gudang, outlet dan lorong I, serta dapur dan lorong II. Sedangkan, ruangan yang memiliki tingkat kedekatan tidak diharapkan (X), yaitu area parkir dan ruang produksi, area parkir dan gudang, area parkir dan dapur, area parkir dan kamar, area parkir dan lorong II, outlet dan dapur, outlet dan kamar, outlet

108

dan kamar mandi I, outlet dan kamar mandi II, ruang produksi dan kamar mandi I, ruang produksi dan kamar mandi II, gudang dan kamar mandi I, gudang dan kamar mandi II, dapur dan kamar mandi I, serta dapur dan kamar mandi II. Peta Keterkaitan Kegiatan pada kegiatan produksi terdiri atas tujuh stasiun kerja, yaitu penimbangan I, pengadukan, penimbangan II dan pembentukan adonan, pembagian adonan, pengembangan, pengovenan, serta pendinginan dan pengemasan. Pada industri ”Salma, Roti dan Kue” tidak ada stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan mutlak (A). Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan sangat penting (E), yaitu pengadukan dan penimbangan II-pembentukan adonan, penimbangan II-pembentukan adonan dan pembagian adonan, pembagian adonan dan pengembangan, pengembangan dan pengovenan, serta pengovenan dan pendinginanpengemasan. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan penting (I), yaitu penimbangan I dan pengadukan, pengadukan dan pembagian adonan, serta penimbangan II-pembentukan adonan dan pengembangan. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan biasa (O), yaitu penimbangan I dan penimbangan II-pembentukan adonan, penimbangan I dan pembagian adonan, penimbangan I dan pengembangan, pengadukan dan

pengembangan, pengadukan dan pendinginan-pengemasan, penimbangan IIpembentukan adonan dan pengovenan, penimbangan II-pembentukan adonan dan pendinginan-pengemasan, pembagian adonan dan pengovenan, pembagian adonan dan pendinginan-pengemasan, serta pengembangan dan pendinginan-pengemasan. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan tidak penting (U), yaitu penimbangan I dan pengovenan serta pengadukan dan pengovenan. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan tidak diharapkan (X), yaitu penimbangan I dan pendinginan-pengemasan. Secara teori, peta keterkaitan kegiatan bermanfaat dalam penyusunan urutan pendahuluan bagi satu Peta Dari Ke-, lokasi nisbi dari pusat kerja atau departemen dalam satu kantor, lokasi kegiatan dalam satu usaha pelayanan, lokasi pusat kerja dalam operasi perawatan atau perbaikan,

109

Dengan menentukan keterkaitan kegiatan. baik dalam meninjau keeratan fasilitas penunjang maupun proses produksi. Roti dan Kue”. Penentuan keterkaitan kegiatan pada industri ”Salma. 110 .lokasi nisbi dari daerah pelayanan dalam satu fasilitas produksi. Aplikasi peta keterkaitan kegiatan pada industri ”Salma. industri tersebut dapat menentukan tata letak dan mengatur penempatan peralatan dengan efektif sehingga dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan produktivitas. Roti dan Kue” sangat penting. Pada industri ini sudah menerapkan tata letak yang sesuai dengan Peta Keterkaitan Kegiatan yang dibuat. dan alasannya serta memperoleh satu landasan bagi penyusunan daerah selanjutnya. Ruanganruangan telah disusun sesuai dengan rangkaian kegiatan dalam industri tersebut. menunjukkan hubungan satu kegiatan dengan yang lainnya. berupa evaluasi keterkaitan kegiatan sehingga dapat tercapai layout efektif.

E berarti sangat penting. 111 . B. Hubungan kedekatan tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi industri yang ada. O berarti kedekatan biasa. Keterkaitan ini dapat ditunjukan dengan derajat tertentu disimbolkan dengan huruf sandi. sebaiknya dikomunikasikan kepada para praktikan terlebih dahulu. O. A berarti mutlak perlu. Simbol-simbol tersebut diletakkan pada kotak bagian atas.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. I. I berarti penting. U. E. dan X berarti tidak diharapkan. Kesimpulan Berdasarkan Peta Keterkaitan Kegiatan. yakni A. dapat diperoleh keeratan keterkaitan antarkegiatan yang memerlukan ruangan dalam industri. U berarti tidak penting. Angka sandi ini pada Peta Keterkaitan Kegiatan diletakkan pada kotak bagian bawah. Saran Jika terjadi penggabungan acara praktikum atau perubahan jadwal. dan X. Selanjutnya dibuat angka sandi untuk menunjukkan alasan yang mendukung kedekatan hubungan antarkegiatan.

DAFTAR PUSTAKA Angelia. Practical Plant Layout. Facility Planning. John Wiley & Sons. 2009. Tomkins. USA. White John A. Muther. Dalam http. 1996.ittelkom.co. Sutalaksana. Corry. 112 . 1979. 28 April 2010 pukul 19. Pengantar Teknik Industri Edisi I. Anggawisastro. Jakarta: PT Guna Widya. Wignjosoebroto. M. R. 1990. Bandung: Keluarga Mahasiswa Teknik Industri-ITB.id/library/indeks. Teknik Tata Cara Kerja.18 WIB Apple. Bandung: Penerbit ITB. Metode Craft. McGraw-Hill Book Co: New York. 1993.php?option=com_content&view=article&id=495%3Ametode-craft&ltermid=14.//www. Diakses pada Rabu.. J. James A. 1955. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ketiga.

Esti Rumaningsih 3. Nika Awalistyaningrum 2. Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 113 .LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA VI DIAGRAM KETERKAITAN KEGIATAN Disusun oleh: Kelompok 10 1.

Hal ini dikarenakan berpengaruh pada aliran bahan. Maka dari itu pada praktikum ini. dan aman. termasuk industri pertanian. Kedekatannya sangat perlu dianalisis agar industri mencapai produktivitas yang optimum dengan efisien. penyimpanan. efektif. serta bentuk perancangan kebutuhan ruangan industri. Industri atau perusahaan saat ini sangat memperhatikan efisiensi dan efektifitas kerjanya. 114 . Latar Belakang Industri merupakan sebuah wadah berkumpulnya faktor-faktor produksi. Kegiatan-kegiatan tersebut berupa kegiatan produksi. dibutuhkan banyak sekali pertimbangan untuk mencapai tujuan awal perusahaan. serta kegiatankegiatan dengan fasilitas penunjang lainnya. Faktor-faktor tersebut digunakan untuk menghasilkan sebuah produk yang bernilai tambah. Diagram ini merupakan diagram berbentuk balok yang menunjukkan pendekatan keterkaitan kegiatan yang menunjukkan setiap kegiatan sebagai suatu model kegiatan tunggal. Kedekatan antara suatu kegiatan dengan kegiatan lain dan suatu tempat dengan tempat yang lain sangat penting untuk dianalisis. perkantoran. Pada industri. dilakukan analisis kedekatan keterkaitan kegiatan-kegiatan dalam industri Salma Roti dan Kue menggunakan Diagram Keterkaitan Kegiatan (DKK). faktor-faktor tersebut dikelola dengan melibatkan banyak kegiatan di dalamnya.BAB I PENDAHULUAN A. perangkaian. Pada perancangan suatu tempat untuk menempatkan faktor-faktor produksi tersebut. Salah satu metode atau teknik untuk menganalisis dan menunjukkan kedekatan antara suatu kegiatan dengan kegiatan lain dan suatu tempat dengan tempat yang lain dapat menggunakan Diagram Keterkaitan Kegiatan (Activity Relationship Diagram).

115 . Tujuan Praktikum Praktikan dapat menentukan posisi suatu ruangan terhadap ruangan lain dalam ruangan produksi maupun industri.B.

5. 1990). Pengalokasian sistematis untuk setiap aktivitas Proses penempatan fasilitas Membuat suatu layout lebih akurat Menaksir luas total dari suatu gedung Meminimasi ruang yang diperlukan Teknik lain telah dikembangkan pula oleh Richard Muther. 4. Penggunaan Diagram Keterkaitan Kegiatan adalah bertujuan untuk perencanaan hubungan antara pola aliran bahan dan lokasi aktivitas pelayanan yang berhubungan dengan aktivitas produksi (Apple. yang menunjukkan setiap kegiatan sebagai satu model kegiatan tunggal (Apple. Pendekatan yang dilakukan oleh Muther juga dilakukan oleh Downs. Kegunaan dari diagram ini adalah untuk (Apple. lambang. 1944). menurut Downs (1956) diagram aliran yang ada dikembangkan dengan cara. di mana pada teknik ini menggunakan kombinasi garis. kegiatan-kegiatan yang terjadi dihubungkan dengan garis atau pita dengan berbagai ketebalan yang berbeda. sehingga menghasilkan suatu diagram. 1990). Blok diagram yang sudah jadi akan disusun 116 . Lambang-lambang yang digunakan pada teknik ini adalah lambang-lambang proses konvensional. 3. dan warna. Untuk membuat rancangan tata letak ideal perlu dilakukan analisis antar kegiatan dengan membuat diagram keterkaitan kegiatan. dan membantu perencana untuk menghubungkan masing-masing kegiatan secara tepat dalam tahap awal perencanaan tata letak. 1990): 1. Setelah dilakukan analisis maka diagram tersebut disusun dengan membuat tabel lembar kerja keterkaitan kegiatan selanjutnya memplotkan pada blok keterkaitan untuk mempermudah tata letaknya. dan angka garis antara lambang-lambang menunjukkan pentingnya kedekatan (Muther. Lebar garis menunjukkan volume antara kegiatan.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Diagram keterkaitan kegiatan ini pada kenyataannya merupakan diagram balok yang menunjukkan pendekatan keterkaitan kegiatan. 2.

2.sedemikian rupa menurut diagram keterkaitan kegiatan yaitu dengan cara mendekatkan proses-proses yang diperlukan. Pemindahan antar operasi minimum. Metode pemindahan yang terencana. Jarak pemindahan yang minimum. 12. Operasi terakhir dekat dengan pengiriman. Tata letak yang efektif terwujud dengan memiliki beberapa karakteristik yang jelas yang dapat dilihat bahkan dari satu pengamatan biasa. Untuk membuat rancangan tata letak ideal perlu dilakukan analisis antar kegiatan dengan membuat diagram keterkaitan kegiatan setelah dilakukan analisis maka diagram tersebut disusun dengan membuat tabel lembar kerja keterkaitan kegiatan selanjutnya plotkan pada blok keterkaitan agar lebih mudah menentukan tata letaknya. Aliran yang lurus. Pemindahan bergerak dari penerimaan menuju pengiriman. Tata letak fasilitas produksi yang buruk akan menimbulkan masalah yang besar dan cenderung sulit diatasi karena sifatnya permanen. Jalur aliran tambahan. 7. 2008). Langkah balik yang minimum. Blok diagram yang sudah jadi akan disusun sedemikian rupa menurut diagram keterkaitan kegiatan yaitu dengan cara mendekatkan proses – proses yang multak diperlukan (Hendrarto. Jika sebuah usaha agri-bisnis budidaya jamur tiram ingin memperbaiki tata letak fasilitas produksinya atau tata letak pabrik yang sudah terlanjur tidak efektif dan efisien 117 . Pola aliran barang terencana. Pemrosesan digabung dengan pemindahan bahan. 2009). 9. 8. 3. diantaranya yang paling penting adalah (Nugroho. 2007) : 1. Hasil dari blok keterkaitan tersebut diaplikasikan pada tata letak sebenarnya dengan menyusun bentuk area kerjanya yang dilakukan secara manual (Anonim. Operasi pertama dekat dengan penerimaan. 6. 11. Keterkaitan kegiatan yang terencana. 10. Gang yang lurus. 5. 4. 13.

Di samping itu juga besar kemungkinan usaha tersebut akan kehilangan konsumen selama renovasi pabrik akibat tidak ada produk yang dihasilkan (Wignjosoebroto.maka selain investasi yang harus dikeluarkan sangat besar. 1996). dapat diperkirakan pula berapa banyak waktu yang terbuang untuk perbaikan tersebut. 118 .

baru E. Alat tulis Kertas A4 Gunting Lem Pensil warna Peta keterkaitan kegiatan (fasilitas penunjang dan proses produksi) Lembar kerja diagram keterkaitan kegiatan Matriks Diagram Keterkaitan Kegiatan B. Potong-potong kotakan tadi. 5. Terjemahkan peta keterkaitan kegiatan yang sudah dibuat di acara sebelumnya ke lembar kerja sebagai berikut: Kegiatan 1 2 3 dan seterusnya Derajat Kedekatan A E I O U X 2. Prosedur Praktikum 1. 3. Dengan metode trial and error. 6.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. dan seterusnya. Untuk U tidak dialihkan karena tidak diperlukan lagi. Alat dan Bahan 1. uji cobakan untuk seluruh kegiatan yang ada. Tuliskan semua kegiatan (dari peta keterkaitan kegiatan) di kolom kiri. 8. 119 . 3. pasangkan yang mempunyai derajat kedekatan A lebih dulu. Alihkan angka-angka pada kolom lembar kerja ke kotakan-kotakan bernotasi. 5. 4. 4. 2. Masukkan nomor kegiatan dari peta keterkaitan kegiatan pada setiap kolom untuk menunjukkan derajat kedekatan dengan kegiatan pada baris. 7.

Berikan warna ke masing-masing kotak sesuai dengan bagiannya (produksi. dan lain-lain). 7. Salin susunan akhir ke kertas. perkantoran. Inilah yang disebut sebagai Diagram Keterkaitan Kegiatan. pelayan pabrik. pelayanan pekerja. 120 .6.

Pengadukan 3 1.4 5 1.7 3.3. Penimbangan I 2 3.5 6 2.4 1.5 2 1. Penimbangan II dan 2. Perusahaan LEMBAR KERJA DIAGRAM KETERKAITAN KEGIATAN Derajat Keterkaitan A E I O U 1.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Pendinginan dan 6 2.Pembagian Adonan 3.4 5.7 6 3. Pengembangan 4.2 7.4.2. Hasil 1.6 3 1. Pengovenan 5.7 6.6.5 Pengemasan Kegiatan X 7 1 121 .6.4.7 5.7 Pembentukan Adonan 4.

122 .

9 1.8.8.5.2.11 2 2 9 7 1 1.5.10. Dapur 8.9.5. Outlet 3.7. Gudang 6.4.3.9 7.8 1.11 Derajat Keterkaitan A 2 1 E 6 5 I 3 3.8. Kamar Mandi I 11.2.9.Area Parkir 2.4.8.10.7.11 3. Kamar Mandi Ii 8 3.9 8.4.9 6 10.5.7.10.10.10.6.9 O 4. Kamar 9.5.11 1.11 3.11 U 10.6 X 4.7.10. Ruang Administrasi 4. Lorong I 7.7 5 7.11 2.8 4.6 5 3 1 4 4 9 3. Ruang Produksi 5.11 - 123 .11 1.6. Ruang Produksi LEMBAR KERJA DIAGRAM KETERKAITAN KEGIATAN Kegiatan 1.7 4.6 8 7.2.6.9 2 3.6.5. Lorong Ii 10.11 5.4.10 1 2.2 1 2.10.8 3.6.

Pembahasan Praktikum acara 5 ”Diagram Keterkaitan Kegiatan” ini bertujuan agar praktikan praktikan dapat menentukan posisi suatu ruangan terhadap ruangan lai dalam ruangan produksi maupun industri. Susunan beberapa 124 .B. Dasar pembuatan diagram keterkaitan kegiatan adalah peta keterkaitan kegiatan. Peta dan diagram keterkaitan kegiatan menggunakan prinsip keeratan hubungan antarfasilitas penunjang maupun antarstasiun kerja. DKK memiliki bentuk susunan persegi yang bernotasi. Notasi tersebut menunjukkan pendekatan kedekatan keterkaitan kegiatan. yang diwakili oleh kedekatan antara persegi satu dengan yang lain. DKK adalah diagram balok yang menunjukkan pendekatan keterkaitan kegiatan dan setiap kegiatan sebagai satu model kegiatan tunggal. Diagram Keterkaitan Kegiatan (DKK) diperoleh berdasarkan asumsi subjektif praktikan walaupun tidak menutup kemungkinan terdapat unsur objektif.

Bagian kiri tabel ialah semua kegiatan. DKK fasilitas penunjang (perusahaan) menggambarkan diagram keeratan antarfasilitas penunjang (antarruang) dalam industri. Penimbangan II dan Pembentukan Adonan 4. Pada kolom derajat kedekatan. O. Pengadukan 3. Diagram Keterkaitan Kegiatan (DKK) menjadi dasar perencanaan keterkaitan antara pola aliran bahan dan lokasi kegiatan pelayanan dihubungkan deangan kegiatan produksi dengan peta keterkaitan kegiatan sebagai sumber informasi keterkaitan kegiatan. Jika PKK terdiri dari perusahaan dan ruang produksi maka DKK pun juga terdapat DKK perusahaan dan DKK ruang produksi yang terpisah. dilakukan terjemahan kedalam lembar kerja Diagram Keterkaitan Kegiatan. Lembar Kerja DKK proses produksi: Kegiatan A 1. Pendinginan dan Pengemasan E Derajat Keterkaitan I O U X 125 . pembuatan DKK fasilitas penunjang (perusahaan) memiliki prinsip yang sama dengan pembuatan DKK proses produksi. Penimbangan I 2. Sedangkan. maka selanjutnya diolah untuk digunakan pembuatan Diagram Keterkaitan kegitan (DKK). dimasukkan nomor kegiatan dari PKK. I. E. Pengovenan 7. Penggunaan asumsi persegi diharapkan dapat mempermudah perancangan dan penempatan kegiatan dalam sebuah lahan yang sudah ditentukan. U. Informasi yang diperoleh dalam PKK. Pada kedua PKK (perusahaan maupun ruang produksi). DKK proses produksi menggambarkan diagram keeratan stasiun kerja satu dengan stasiun kerja yang lain. dan X.persegi bernotasi tersebut yang menunjukkan model kegiatan tertentu yang memilki hubungan keterkaitan. a. dan sebelah kanan merupakan derajat kedekatan yang terdiri dari kode-kode A.Pembagian Adonan 5. Pada dasarnya. Pengembangan 6.

tidak dialihkan karena tidak diperlukan lagi. Setelah angka-angka nomor kegiatan diisikan pada kolom lembar kerja. Lorong Ii 10. Ruang Produksi 5. lalu dialihkan ke kotakan-kotakan. Lorong I 7. AXZ (**) EAXZ (**) E- I- O- I- O- c.Lembar Kerja DKK perusahaan (industri): Kegiatan 1. Kamar Mandi I 11. Selanjutnya. Outlet 3. kotak-kotak tersebut dipotong lalu potongan-potongan kotakan tersebut dipasangkan yang mempunyai derajat kedekatan A 126 . Dapur 8. Untuk derajat kedekatan U. Ruang Administrasi 4.Area Parkir 2. Gudang 6. Kamar Mandi Ii Derajat Keterkaitan A E I O U X b. Kamar 9.

gudang. serta kamar mandi II berdekatan dengan kamar. ruang adminstrasi. lorong I berdekatan dengan gudang. outlet berdekatan dengan area parkir. seluruh kegiatan yang ada diujicobakan. Pembuatan Diagram Keterkaitan Kegiatan menggunakan sistem ’trial and error’. lorong II. Selanjutnya. lorong I. baru E dan seterusnya. ruang produksi. dan outlet. kamar mandi I. lorong II. dan lorong II. diperoleh bahwa area parkir berdekatan dengan outlet dan ruang administrasi. Oleh 127 . dan kamar mandi II. dapur. Uji coba dari bentuk satu ke bentuk lain sampai ditemukan kondisi yang cocok dimana kedekatan suatu model kegiatan menunjukkan sifat keterkaian antara kegiatan satu dengan kegiatan yang lain. dapur berdekatan dengan ruang produksi. gudang. d. Roti dan Kue” yang telah dibuat.lebih dahulu. lorong I. Lembar kerja diagram keterkaitan kegiatan menunjukkan area parkir mempunyai hubungan mutlak perlu (A) deangan outlet karena mempermudah akses pelanggan dari tempat parkir ke outlet. kamar mandi II. gudang. ruang administrasi berdekatan dengan outlet. lorong I. kamar mandi II. ruang produksi berdekatan dengan outlet. dan kamar mandi I. dan dapur. ruang administrasi. lorong II. dan kamar mandi II. lorong II. Salinan susunan akhir kertas. sehingga akan cukup menghabiskan waktu. Area parkir juga memiliki kedekatan yang sangat penting (E) dengan lorong I karena lorong I berfungsi menghubungkan area parkir dengan gudang sehingga akan mempermudah akses pengangkutan dari distributor ke gudang. Dengan metode trial and error. dan lorong I. kamar mandi I. dan ruang produksi. gudang. e. kamar berdekatan dengan lorong II. masing-masing kotak diberikan warna sesuai dengan bagiannya. ruang produksi. kamar mandi I berdekatan dengan kamar. lorong II. ruang administrasi. gudang berdekatan dengan ruang produksi I. gudang. lorong II berdekatan dengan dapur. Berdasarkan diagram keterkaitan kegiatan pada perusahaan (kegiatan industri) ”Salma. dan kamar.

kedekatan tidak penting (U) terjadi antara outlet dengan gudang dan lorong I sehingga letaknya tidak perlu didekatkan. kamar mandi I. dan lorong II karena area parkir terletak di tepi jalan sehingga memungkinkan terjadi gangguan suara. ruang administrasi juga harus berdekatan dengan area parkir. Ruang administrasi sangat penting untuk berada dekat dengan gudang agar mempermudah akses karena harus dilakukan pencatatan terus-menerus terhadap kondisi persediaan bahan baku. kamar. kedekatan tidak diharapkan terjadi antara area parkir dengan ruang produksi. Kedekatan tidak penting terjadi antara area parkir dengan kamar mandi I dan kamar mandi II karena terdapat perbedaan jenis kegiatan yang terjadi. gudang. Selanjutnya. kamar. debu. Kedekatan biasa terjadi antara ruang administrasi dengan ruang produksi. bau. bau. ruang produksi karena merupakan urutan aliran kerja. dan lorong II karena alat yang digunakan sama. Sedangkan.sebab itu. pembayaran. Sedangkan. Ruang produksi mutlak perlu dekat dengan gudang agar aksesnya mudah sehingga jarak aliran bahan tidak terlalu jauh. lorong I. dan sebagainya. kamar mandi I. dapur. Sedangkan. area parkir harus berdekatan dengan outlet dan lorong I. kedekatan sangat penting terjadi antara ruang produksi dengan dapur dan lorong II karena mempermudah akses dan personilnya sama sehingga harus diletakan 128 . dan sebagainya. dan kamar mandi II karena pada dasarnya merupakan kegiatan berbeda dan tidak akan saling mengganggu sehingga tidak perlu diperhatikan. dan kamar mandi II karena merupakan kegiatan yang berbeda dan dapat memungkinkan terjadi gangguan suara. Selain itu. dan sebagainya. outlet. Outlet mempunyai kedekatan penting (I) dengan ruang administrasi karena hubungan kertas kerja. area parkir mempunyai hubungan kedekatan penting (I) dengan ruang administrasi karena mempermudah akses manajer industri maupun distributor yang membutuhkan pencatatan. dapur. dan lorong II karena dapat mempermudah akses dan ada hubungan kertas kerja. debu. kamar. Outlet memiliki hubungan kedekatan tidak diharapkan (X) dengan dapur.

bau. dan kamar mandi II karena dapat memungkinkan terjadi gangguan suara. Baik dapur maupun lorong II tidak boleh berdekatan dengan lorong I karena merupakan pekerjaan yang berbeda. Dapur dan lorong II kedekatan mempunyai kedekatan dengan ruang produksi karena dapat mempermudah akses sehingga harus diletakkan berdekatan. gudang. Sedangkan. bau. kamar mandi I maupun II. bau. Sebab. kamar mandi I. lorong I. dan kamar mempunyai kedekatan biasa yang tidak 129 . dan sebagainya sehingga letak berjauhan. Kedekatan biasa muncul antara gudang dengan dapur dan kamar sehingga letaknya tidak perlu diperhatikan. Lorong I letaknya bebas. dan sebagainya sehingga letaknya berjauhan. keduanya merupakan lorong penghubung yang sifatnya netral dan lebih fleksibel untuk ditata. posisi gudang sengan outlet juga perlu dikesampingkan karena pengaruhnya sedikit. Ruang produksi tidak diharapkan berdekatan dengan area parkir. kamar mandi I. dan sebagainya sehingga letak berjauhan. debu. Keterkaitan biasa terjadi antara ruang produksi dengan ruang administrasi. posisi dapur terhadap ruang administrasi. Lorong I penting berdekatan dengan lorong II agar akan mempermudah akses. dan kamar mandi II karena dapat memungkinkan terjadi gangguan suara. Gudang penting untuk dekat dengan lorong II agar dapat mempermudah akses. Ruang produksi penting untuk dekat dengan outlet karena terdapat urutan kerja. dan kamar karena merupakan kegiatan berbeda sehingga tidak perlu diperhatikan. dan kamar mandi II karena memungkinkan terjadi gangguan suara. kamar mandi I. Gudang juga tidak diharapkan berdekatan dengan area parkir. Dapur tidak diharapkan berdekatan dengan area parkir. Lorong I mempunyai kedekatan biasa dengan kamar. Karena pekerjaannya berbeda. Gudang mutlak perlu berdekatan dengan ruang produksi dan lorong I karena terdapat urutan kerja sehingga letaknya bersebelahan. debu. dan sebagainya sehingga letaknya berjauhan. debu. sedangkan lorong II tidak boleh berdekatan dengan area parkir karena memungkinkan terjadi gangguan suara. bau.berdekatan. debu. outlet.

pengadukan. karena memungkinkan terjadi gangguan suara.perlu diperhatikan. maupun kamar mandi lain sehingga letaknya tidak perlu diperhatikan. letak kamar mandi dan area bahan baku dijauhkan. dapur. tidak ada hubungan mutlak perlu antarstasiun kerja. bau. lorong II. hingga pendinginan-pengemasan. yaitu penimbangan I. lorong I. gudang. Letak kamar fleksibel dengan ruang administrasi. Oleh sebab itu. Artinya. pembagian adonan. lorong I. Akan tetapi. pengovenan. Diagram keterkaitan kegiatan pada kegiatan produksi terdiri atas tujuh kotak yang mewakili tujuh stasiun kerja. seperti outlet. dan dapur. pengembangan. Setelah itu. dan lorong II karena sifat kegiatannya berbeda. adonan didiamkan agar mengembang lalu dioven hingga matang. pengemasan. Kamar mandi I dan II mempunyai kedekatan biasa dengan ruang administrasi. gudang. dan sebagainya. pengovenan. Akan tetapi. penimbangan II-pembentukan adonan. keduanya sangat tidak diharapkan berdekatan dengan area bahan. Aliran kerja yang menjadi acuan adalah proses pengadukan menggunakan mixer. debu. Kamar penting untuk berdekatan dengan kamar mandi I maupu II karena terdapat derajat hubungan pribadi sehingga dalam diagram keterkaitan kerja diletakkan berdekatan. Aliran kerja terakhir adalah 130 . Berdasarkan analisis. II dan pembentukan serta adonan. terdapat hubungan sangat penting mulai dari stasiun kerja pengadukan. Hal tersebut disebabkan oleh terdapat hubungan aliran kerja antarstasiun sehingga dalam diagram keterkaitan kerja. Akan tetapi. Kedua kamar mandi ini tidak penting berada di dekat area parkir ataupun tidak. pendinginan pembagian dan adonan. ruang produksi. berdekatan pun sebenarnya tidak bermasalah. kamar tidak diharapkan berdekatan dengan area parkir dan outlet karena merupakan tempat istirahat pekerja sehingga gangguan suara dan sebagainya harus minimal. ruang produksi. penimbangan pengembangan. keenam stasiun kerja tersebut saling berdekatan satu sama lain. adonan masuk ke stastiun kerja penimbangan IIpembentukan adonan dan pembagian adonan.

penimbangan II-pembentukan adonan dan pengovenan. Sebab. stasiun kerja pengadukan mempunyai kedekatan penting dengan pembagian adonan karena ruangannya sama sehingga letaknya harus dekat. Pada industri ”Salma. bau. serta pengembangan dan pendinginan- pengemasan. penimbangan I dan pengembangan. Hubungan kedekatan penting terjadi antara stasiun kerja penimbangan I dan pengadukan karena merupakan hubungan aliran kerja sehingga dapat memperpendek jarak pindah bahan. Kedekatan biasa terjadi antara penimbangan I dan penimbangan IIpembentukan adonan. Oleh sebab itu. Pada kedua stasiun kerja tersebut memungkinkan terdapat gangguan suara. Bahan yang mengalami penimbangan I dan pengadukan adalah bahan baku dari gudang. Sedangkan. Oleh sebab itu. pengadukan dan pendinginan-pengemasan. manfaat dan aplikasi diagram keterkaitan kegiatan adalah menjadi dasar perencanaan keterkaitan antara pola aliran barang dan lokasi kegiatan pelayanan dihubungkan dengan kegiatan produksi. posisi antarstasiun yang termasuk dalam hubungan kedekatan biasa tidak perlu diperhatikan sehingga lebih fleksibel untuk ditata. Penimbangan IIpembentukan adonan penting berdekatan dengan pengembangan karena ruangannya juga sama sehingga letaknya harus dekat. Secara teori. letak ketiga stasiun kerja tersebut tidak perlu diperhatikan. sedangkan bahan yang mengalami pengovenan adalah adonan. stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan tidak diharapkan (X). baik dalam diagram keterkaitan fasilitas penunjang 131 . penimbangan II-pembentukan adonan dan pendinginanpengemasan. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan tidak penting adalah penimbangan I dan pengovenan serta pengadukan dan pengovenan. pembagian adonan dan pengovenan. pengadukan dan pengembangan. merupakan kegiatan yang berbeda dengan bahan yang berbeda. Roti dan Kue”. gas. pembagian adonan dan pendinginan-pengemasan.didinginkan lalu dikemas. yaitu penimbangan I dan pendinginan-pengemasan. dan lain-lain. penimbangan I dan pembagian adonan. Selain itu.

maupun proses produksi. 132 . berupa evaluasi keterkaitan kegiatan sehingga dapat ditentukan tata letak dan mengatur penempatan peralatan dengan efektif sehingga dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan produktivitas.

Saran Jika terjadi penggabungan acara praktikum atau perubahan jadwal. Selain itu. disediakan atau minimal praktikan diberitahu agar masing-masing membawa alat yang dibutuhkan. 133 . sebaiknya dikomunikasikan kepada para praktikan terlebih dahulu. Diagram Keterkaitan Kegiatan ini dibuat berdasarkan hubungan keterkaitan kegiatan antarkegiatan yang diperoleh dari Peta Keterkaitan Kegiatan. kebutuhan alat seperti gunting dan lem.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Diagram Keterkaitan Kegiatan berupa kotak bernotasi yang bertuliskan nama fasilitas penunjang atas stasiun kerja. Kesimpulan Diagram Keterkaitan Kegiatan merupakan diagram yang menunjukan posisi ruangan terhadap ruangan lain pada ruang produksi maupun industri. B.

ac. J. Muther. http://resources. Bandung: Penerbit ITB. Best Way To Layout a Job Shop. 134 . 1944. Diakses pada hari Senin tanggal 27 April 2009 pukul 14. Hendrarto.ac. Edisi ke 3. Nugroho. 2009. Diakses pada Senin tanggal 27 April 2009 pukul 14. 2007. R. Yogyakarta: Jurusan Teknik Industri STTA. Modifikasi Tata Letak Fasilitas Produksi Jamur Tiram. Widya Astuti.21/520jurnal/520FTIP.DAFTAR PUSTAKA http://resources.dkk. New York: McGraw-Hill Book Co.21 WIB. Production Line Technique. 1990.05 WIB. New York: McGraw-Hill Book Co. 1956. Wignjosoebroto. S. G. M. 1996. Downs.unpad.28/5 29jurnal/520FTIP. Perancangan Fasilitas. content/uploads/publikasi_dosen/no. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Barang. 2008. Apple. Tataletak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ketiga.unpad. Jurnal Teknotan. Factory Management and Maintenance.id/unpadcontent/uploads/publikasi_dosen/no.id/unpadAnonim. Jakarta: Guna Widya.

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA VII DIAGRAM PENGALOKASIAN WILAYAH Disusun oleh: Kelompok 10 1. Nika Awalistyaningrum Esti Rumaningsih Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 135 . 3. 2.

untuk membuat diagram pengalokasian wilayah perlu diperhatikan ketiga hal tersebut. Diagram pengalokasian wilayah dapat digunakan untuk merancang 136 . diagram keterkaitan kegiatan serta aliran bahan yang terjadi pada industri tersebut. Pengkajian terhadap tata letak suatu industri akan menghasilkan diagram pengalokasian wilayah. Latar Belakang Industri selalu memerlukan perbaikan dengan untuk mengembangkan usahanya. Oleh karena itu. Perubahan yang dilakukan dapat berupa perubahan tata letak ruang. maupun peningkatan jumlah kapasitas produksi harian. sedangkan perubahan kapasitas terjadi akibat terdapat perhitungan ulang scale up terhadap produk yang dihasilkan oleh industri tersebut. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan melakukan perbaikanperbaikan agar dapat meningkatkan kapasitas maupun kualitas produksi. Dengan demikian.BAB I PENDAHULUAN A. Perubahan tata letak terjadi karena terdapat perpindahan lokasi produksi dan fasilitas pendukung dalam industri tersebut. penentuan stasiun kerja. Pengkajian secara lebih rinci mengenai semua hal yang terjadi pada industri sangat diperlukan untuk mengembangkan industri tersebut. Diagram pengalokasian yang baik akan membuat masing-masing stasiun kerja menjadi lebih dekat dan membuat proses aliran bahan menjadi lebih urut dan teratur. Diagram pengalokasian wilayah juga akan menunjukkan tata letak baru yang dianggap lebih efektif dan efisien. Diagram pengalokasian wilayah ini sangat berkaitan erat dengan peta keterkaitan kegiatan. diharapkan akan terjadi peningkatan efisiensi dan efektivitas kerja dengan mereduksi langkah balik proses produksi atau memperpendek jarak antara stasiun kerja yang ada. Pada diagram pengalokasian wilayah terdapat gambaran mengenai ruang produksi dan berbagai fasilitas pendukung yang ada.

B. Oleh karena pentingnya pengkajian mengenai diagram pengalokasian wilayah ini. 137 . maka perlu dilakukan praktikum acara 8 ini agar praktikan dapat lebih memahami cara membuat diagram pengalokasian wilayah maupun template. Praktikan dapat menggambarkan perpindahan/aliran bahan dan mengefektifkan aliran bahannya berdasarkan kriteria tertentu.layout perbaikan bagi suatu industri. Praktikan dapat mengalokasikan kebutuhan ruang dan luas lantai dalam area industri yang ada. 2. Tujuan Praktikum 1.

Beberapa keuntungan dan pemakaian proses alokasi wilayah ini (Apple. material. AAD ini merupakan lanjutan penganalisaan tata letak setelah ARC. tempat yang dibutuhkan. maka sesuai dengan persoalan ARC diatas maka dapat dibuat AAD. Atau dapat dikatakan bahwa hubungan antar aktivitas mempengaruhi tingkat kedekatan antar tata letak aktivitas tersebut. Memudahkan proses tataletak c. peralatan. Area Alocation Diagram (AAD) merupakan lanjutan dari Area Relationtionship Chart (ARC). 2010). 138 . Kedekatan tata letak aktivitas tersebut ditentukan dalam bentuk Area Alocation Diagram. Adapun dasar pertimbangan dalam prosedur pengaloaksian area ini adalah aliran produksi. ARC. Tujuan dari proses ini adalah untuk merancang pengaturan yang efisien untuk ruangan yang dibutuhkan oleh tiap kegiatan. Dasar bagi perencanaan selanjutnya e. Susunan yang dihasilkan harus sedapat mungkin mewadahi keterkaitan kegiatan yang telah ditentukan.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Diagram alokasi wilayah merupakan dasar bagi rancangan tata letak dan rancangan bangunan yang rinci. Dimana dalam ARC telah diketahui kesimpulan tingkat kepentingan antar aktivitas dengan demikian berarti bahwa ada sebagian aktivitas harus dekat dengan aktivitas yang lainnya dan ada juga sebaliknya. sedangkan gambar visualisasi secara lengkap dapat dilihat pada template yang merupakan hasil akhir dari penganalisaan dan perencanaan tata letak pabrik (Anonim. hubungan fisikal. AAD merupakan template secara global informasi yang dapat dilihat hanya pemanfaatan area saja. Meminimumkan ruangan yang terbuang. dan Area Relationship Diagram (Anonim. dan lain-lain. informasi aliran. Memungkinkan tata letak yang lebih cermat d. aliran personil. Pembagian wilayah kegaiatn yang sistematis b. 2010). dan tetap mempertahankan kebutuhan luas dari tiap kegiatan. 1990) adalah: a. dalam satu kesatuan yang terpadu.

Peta Keterkaitan Kegiatan Faktor-faktor yang menjadi bahan pertimbangan dalam alokasi wilayah (Apple. Kelonggaran bagi proses produksi 139 . 1990) adalah: i. Dapat melihat secara mendetail dalam mempertimbangkan aktivitas dari setiap individu 9. Keterkaitan antar kegiatan d. Lokasi kegiatan pelayanan dan kegiatan penunjang g. Ketersediaan ruang h. Membuat beberapa alternatif penempatan 8. Proses penempatan fasilitas 3. Kebutuhan gudang sebagai ruang penyimpan c. Membuat suatu layout lebih akurat 4. Membantu untuk melihat dimana letak suatu aktivitas 5. 2004) antara lain: 1.Manfaat Diagram Pengalokasian Wilayah. Sementara itu. Menerjemahkan daerah-daerah yang ditaksir ke dalam bentuk visual 10. Keterkaitan antara aliran bahan dalam dan luar pabrik b. Keterbatasan bangunan e. Memperlihatkan ukuran dari setiap ruangan tempat melakukan aktivitas 11. Sebagai dasar untuk perencanaan berikutnya. Kebutuhan luas ruang setiap kegiatan ii. Kebutuhan ruang dari tiap kegiatan f. Pengalokasian yang sistematis untuk setiap aktivitas 2. 1990) adalah: a. Pengaturan wilayah i. (Wahyuningrum. terdapat beberapa landasan untuk melakukan alokasi area (Agung dan Machfud. Menaksir luas total dari suatu gedung 6. Meminimisasi ruang yang diperlukan 7. Aliran produksi bahan dan peralatan iii.

Disini detail layout akan dibuat dengan memakai salah satu metode berikut ini (Wignjosoebroto. Langkah berikut adalah mendesain alternatif layout dengan memperhatikan Space Relationship Diagram dan melakukan modifikasi seperlunya berdasarkan batasan-batasan dan pertimbangan-pertimbangan khusus lainnya. Lokasi detail dari mesin.j. desain layout altenatif bisa dibuat dengan lay cara mengkombinasikan pertimbangan-pertimbangan kebutuhan luas area yang dibutuhkan (Wignjosoebroto. Berikut contoh bentuk block plan dengan mendasarkan pada Space Relationship Diagram (Wignjosoebroto. Drafting atau sketching method 2. desain proses meupun desain penjadwalan produksi (Wignjosoebroto. 1996). Di dalam mendesain layout harus diingat pertimbangan-pertimbangan kemungkinan terjadinya ekspansi di masa depan ataupun terdapat perubahanperubahan yang bisa terjadi. hubungan derajat aktivitas dari tiap-tiap departeman dipertimbangkan. material. Secara singkat. Di sini block plan akan merupakan diagram balok dengan skala tertentu yang mempresentasikan bangunan dan normalnya juga menunjukkan lokasi dari dinding-dinding penyekat yang memisahkan blok satu dengan blok lainnya. Desain layout ini secara umum dapat ditunjukkan dalam bentuk block plan. 1996). Satu hal yang penting ialah layout haruslah cukup fleksibel untuk menghadapi perubahan di dalam desain produk. maka desain alternatif layout segera bisa dibuat. 2000). Detail layout yang kadangkadang disebut pula dengan master layout akan merupakan pelaksanaan akhir dari proses perancangan tata letak pabrik. mesin dan fasilitas prduksi lainnya dengan sebaik-baiknya. Lokasi dan ukuran gang Setelah analisa mengenai aliran material yang dibuat. termasuk pula lokasi dari kolom tiang penyangga atas gedung. Pembuatan detail layout dari suatu pabrik (biasanya dibuat dengan skala standar 1:50) akan menunjukkan pengaturan dari orang. 1996): 1. Templates 140 . kebutuhan luas area untuk masing-masing departeman dihitung secara ditetapkan. peralatan dan fasilitas-fasilitas kerja lainnya biasanya tidak tercantum dalam block plan ini.

sarana olah raga. Template merupakan suatu gambaran yang telah jelas dari tata letak pabrik yang akan dibuat dan merupakan gambaran detail dari AAD yang telah dibuat. Aliran setiap material. b. 2010): a. kantin. mulai dari receiving sampai dengan shipping. assembling. Informasi yang dapat dilihat pada template (Anonim. misalnya jalan.3. Tata letak kantor dan peralatan. Tata letak pelayanan yang ada di pabrik. 141 . dan lain-lain. Memang patut diakui bahwa untuk pabrik yang besar dan kompleks metode drafting atau sketching akan terasa kurang sesuai dan kurang fleksibel untuk diterapkan (Wignjosoebroto. akan tetapi metode drafting pun masih layak dan bahkan tetap disarankan untuk digunakan dalam perancangan layout pabrik yang sederhana. Models Meskipun sekarang ini pemakaian templates dan/atau models sangat populer serta banyak digunakan dalam pembuatan rancangan tata letak pabrik. misalnya receiving. c. d. shipping. 2000). pabrikasi. Tata letak bagian produksi.

jangan lupa 142 . 6. 4. Untuk menentukan bentuk ruang. 2. Membuat lembaran kerja kebutuhan ruang total untuk kegiatan yang harus digabungkan dalam satu tempat. Alat tulis Kertas HVS Kertas Milimeter Kalkulator Gunting Lem Data pada praktikum sebelumnya B. Alat dan Bahan 1. Menggambarkan masing-masing stasiun kerja/kegiatan yang memerlukan ruang di kertas milimeter blok dalam bentuk kotak kosong dengan menggunakan skala tertentu. Kegiatan Produksi: • • Kantor • • dst JUMLAH TOTAL Perkiraan Luas (m2) Luas Mandiri Jumlah 2.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Prosedur Praktikum 1. 7. 5. 3.

Menggambarakan DPW yang telah selesai lengkap dengan posisi mesin dan posisi operator dalam stasiun kerja. posisi peralatan. Menyesuaikan susunan sesuai dengan pertimbangan-pertimbangan. 4. 143 .mempertimbangkan peletakan alat dan area kerja operator dalam stasiun kerja tersebut. buatlah diagram aliran. 6. 3. Setelah DPW akhir diperoleh. serta keterangan-keterangan lain yang diperlukan. 5. aliran bahan. Memotong-motong kotak stasiun kerja tersebut dan menyusun kotakan ruangan sesuai dengan DKK dan rencana aliran bahan sesuai keterbatasan area industri untuk membuat Diagram Pengalokasian Wilayah.

875 17.5 7.8 x 1.216 58.875 17.13 1.5 3 x 2.3 4.25 7 x 2.8 26.7 x 1 2.05 Alokasi Luas (m2) 1.8 1.5 x 1.6 11.5 18. Hasil Kebutuhan Ruangan Total Stasiun Kerja Penimbangan I Pengadukan Penimbangan II dan Pembentukan Adonan Pembagian Adonan Pengembangan Pengovenan Pendinginan dan Pengemasan Gudang Bahan Baku Kamar Mandi I Kamar Mandi II Dapur Kamar Ruang Administrasi Lorong I Lorong II Area Parkir Outlet Kebutuhan Luas (m2) 1.4 4.3924 48.6 3.5384 1.4 x 2 6.754 4.5 3 x 6.875 1.5 17.316 4.986 1.51 3.8 1.69 9.1 x 6.875 1.05 3 x 1.8 8.005 144 .8832 pxl 1.5 x 5.65 49.4 x 2 4 x 2.7 4.8 8.6 1.5 x 1.6 5.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.15 4.6 x 1 3 x 1.55 1.1 8.672 4.1 2.28 58.8 9.624 11.35 7.5 x 2.9 12.25 1.55 x 4.

GAMBAR DPW DI AUTOCAD B. Pembahasan Praktikum acara 7 berjudul “Diagram Pengalokasian Wilayah” ini bertujuan agar praktikan dapat menggambarkan perpindahan atau aliran 145 .

dan posisi ruang.bahan dan mengefektifkan aliran bahannya berdasarkan kriteria tertentu. Diagram Pengalokasian wilayah merupakan sketsa tata letak kasar suatu industri yang menjadi dasar pembuatan template suatu industri yang merupakan gambaran ideal tata letak suatu industri. Penyesuaian bisa dari ukuran ruang. penyusunan ini memerlukan Diagram Keterkaitan Kegiatan (DKK) dan luas kebutuhan ruang yang disesuaikan dengan luas sebenarnya dari industri yang dievaluasi. Penyusunan DPW disesuaikan dengan aliran produksi. Keterkaitan kegiatan ini berdasarkan PKK dan DKK yang pernah dibuat pada praktikum acara sebelumya. Template menggunakan skala yang representatif sehingga industri dapat digambarkan dengan jelas. Oleh karena itu. Tingkat keterkaitan antar kegiatan 146 . dapat dijelaskan pola aliran bahan. dan keterbatasan area produksi agar terhindar dari back-tracking. Pengubahan susunan DPW dilakukan dengan memperhatikan keterkaitan kegiatan dan kebutuhan ruang maka akan diperoleh template yang ideal. Dalam pembuatan Diagram Pengalokasian Wilayah kriteria-kriteria yang perlu diperhatikan adalah: 1. letak mesin. sesuaikan bentuk tersebut hingga ketiga pertimbangan di atas terpenuhi. Tujuan yang kedua adalah agar praktikan dapat mengalokasikan kebutuhan ruang dan luas lantai dalam area industri yang ada. Setiap membutuhkan space yang tidak sama atau beda. namun pada kenyataannya tidak selalu demikian. letak operator. DPW menjadi dasar bagi penyusunan template suatu industri. Manfaat pengalokasian wilayah adalah dapat dirancang suatu pengaturan yang efisien semua ruangan yang dibutuhkan oleh tiap kegiatan dalam satu kesatuan yang terpadu. keterkaitan kegiatan. rancangan seperti DKK belum tentu baik susunannya ataupun bentuknya. Sehingga. Dalam penyusunan DPW ini perlu diperhatikan keterkaitan antara kegiatan dan kebutuhan ruang dalam suatu industri. serta letak peralatan. Jika dalam DKK. bentuk ruang. semua ruang diasumsikan berbentuk kotak atau persegi. Oleh sebab itu. Dengan menggunakan template.

diusahakan pula untuk tidak membongkar tembok yang ada jika akan merealisasikan template tersebut.2. Pemanfaatan ruang yang ekonomis Kemudahan perluasan Penggabungan yang baik dengan fasilitas luar Susunan ruang dan gang yang masuk akal Kegiatan dengan kriteria khusus dapat diletakkan dengan tepat Kemudahan pengendalian produksi Memperhatikan syarat kesehatan dan keselamatan kerja (K3) Mematuhi syarat bangunan dan ketentuan wilayah 10. Tahapan selanjutnya adalah memplotkan data panjang dan lebar ini pada milimeter blok dengan skala 1:100. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa saat ini ruang produksi I memiliki luas yang kurang memadai jika dibandingkan dengan kebutuhan luas ruang tersebut. Data ini menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan alokasi luas yang akan dibuat dalam industri. Data ini diperoleh dari hasil praktikum acara sebelumnya. ruang produksi II ini dirasa kurang efektif karena sebagian besar stasiun kerja berada di Ruang Produksi I. 8. 4. 5. Rancangan luas area yang diajukan tidak melebihi tembok terluar tata letak awal dan harus lebih kecil. Pembongkaran ini akan menelan dana perbaikan yang cukup besar akan tetapi dengan pembongkaran ini diharapkan akan menghemat 147 . Dengan demikian. potongan-potongan ini kemudian disusun untuk pembuatan Diagram Pengalokasian Wilayah. Kemudian gambaran masingmasing stasiun kerja dan fasilitas pabrik tersebut dipotong-potong. 7. Selain itu. 3. perlu dilakukan pembongkaran tembok yang membatasi kedua ruangan tersebut. Luas yang memadai bagi tiap stasiun kerja Pembuatan Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW) ini dimulai dengan menganalisis kebutuhan luas ruang yang ada. Selain itu. 9. Sedangkan. 6. yaitu “Kebutuhan Ruang dan Luas Lantai”. Hal ini dilakukan ruangan yang digabungkan. perlu mempertimbangkan pula dimensi mesin atau bahan yang ada dalam stasiun kerja tersebut sehingga dapat ditentukan pula dimensi panjang dan lebar yang akan dialokasikan.

Selain itu pula. untuk ruang fasilitas yang lain telah sesuai yakni kamar mandi I 1. pembagian adonan 1. dan Kue memproduksi 75 jenis roti lainnya sehingga diperlukan gudang yang lebih luas.5 m2.15 m2.8 m2. dan Kue tidak mengalami pelebaran maupun pengecilan ukuran gedung.6 m2. Secara keseluruhan. dan outlet 49. terjadi pelebaran di beberapa stasiun kerja. Namun. ruang administrasi 18. lorong II 9.4 m2. dapur 17. Hal ini dilakukan karena kebutuhan luas ini hanya untuk menyimpan bahan baku roti manis. Dampak lebih lanjut.28 m2. Berdasarkan template yang telah dibuat. luas gudang ini pun lebih fleksibel dalam peerkembangan menjadi industri yang besar maka gudang tetap dapat dipergunakan. menghemat waktu untuk pengangkutan sehingga akan mengefektifkan kerja pegawai. Roti. DPW ini telah cukup baik karena sesuai dengan DKK.3924 m2. serta stasiun kerja pendinginan dan pengemasan 4.8 m2.6 m2. alokasi gudang bahan baku dengan kebutuhan luas yang hanya 1. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan luas lahan yang ada pada Industri. pengadukan 3.875 m2. Roti.65 m2 juga melebihi area yang ada sekarang yakni hanya 58.986 m2. Roti. terdiri dari seluruh kegiatan dengan stasiun-stasiun kerjanya berserta ruangan yang ada pada Industri Salma. dengan penekanan biaya produksi dapat meningkatkan profit dari Salma. lorong I 4. terjadi perubahan tata letak dan penanganan bahan pada DPW yang baru. kamar mandi II 1. PKK dan aliran proses. Selain itu dilakukan pula pemindahan pintu 148 . Perubahan tersebut antara lain ialah penggempuran dinding penyekat ruang produksi I dengan ruang produksi II. pengovenan 8. kamar 7.8 m2. penimbangan II dan pembentukan adonan 12.005 m2.pemanfaatan ruang. Masalah lain dari DPW usulan praktikan ialah pengalokasian area parkir yakni 58.7 m2.9 m2. Selain itu.5384 m2 dialokasikan menjadi 26. pengem-bangan 4. Namun. Walaupun. dan Kue.875 m2. Hal ini bertujuan agar aliran bahan lebih lancar dan tidak tersendat dengan pembatas tembok tersebut. Padahal industri Salma. Ruang produksi ini meliputi penimbangan I dengan alokasi 1.5 m2. Akan tetapi hal ini tetap dapat dilakukan karena saat ini masih terdapat space antara area parkir dengan jalan raya.

Kebutuhan luas untuk stasiun ini ialah 1.5 m2 dengan dimensi 4. Selain itu. Stasiun ini dekat dengan tembok ruang gudang yang semula berada ditengah ruang produksi II. Diharapkan pada alokasi tempat yang melebihi kebutuhan ini. dan juga perkerjaan pada stasiun ini membutuhkan tingkat ketelitian dan berlangsung terus menerus dalam selang waktu yang cukup lama. sehingga alokasi luas menjadi 12. sehingga alokasi luasnya menjadi 1.9 m2.6 m x 1 m. yakni penimbangan bahan-bahan seperti tepung . Area pembagian adonan berubah menjadi dekat dengan stasiun kerja penimbangan II dan pembentukan adonan. Kebutuhan luas untuk stasiun ini ialah sekitar 151 m2 dengan dimensi 1. karena terdapat hubungan kelancaran aliran bahan dengan pengadukan. Alokasi yang lebih lebar dari pada kebutuhan ini bertujuan agar memberi space yang lebih luas kepada pekerja agar merasa nyaman. Selanjutnya. margarin.5 m x 2.672 m2 dengan dimensi 1. Penimbangan I. yang membutuhkan luas 11. Pada stasiun ini dibutuhkan mesin devider.7 m2. sehingga alokasinya menjadi 1. Stasiun kerja penimbangan II dengan pembentukan adonan dilakukan pada satu area yakni menggunakan meja. maka dari itu dibutuhkan alokasi yang 149 . semula dilakukan di ruang gudang.6 m2. Hal ini bertujuan agar memperlancar aliran bahan. pekerja dapat melakukan pekerjaan dengan nyaman dan leluasa. Hal ini bertujuan agar sesuai dengan DKK maupun PKK yang dibuat. dikarenakan juga terdapat bahan lain. Hal ini bertujuan agar stasiun ini tidak tercampur dengan kegiatan lain yang lalu lalang jika masih berada di tengah yang membuat aliran menjadi bertubrukan. untuk stasiun kerja pengadukan juga mengalami perubahan menjadi dekat dengan stasiun kerja penimbangan I. diubah pada template usulan dengan memindahkan kegiatan tersebut ke dekat lorong I. mentega.7 m x 1 m. Stasiun berbentuk persegi panjang karena menyesuaikan dengan bentuk lorong semula.624 m2 dengan dimensi 3 m x 1.disertai perubahan bentuk gudang agar jarak perpindahan lebih sedikit.6 m2.8 m. dan lain-lain. Stasiun ini dibutuhkan mesin mixer seluas 3.3 m sehingga dialokasikan menjadi 3. yang diharapkan agar produktivitas meningkat jika diperluas space pada stasiun ini.

316 m2 berdimensi 4 m x 2. Pengolesan ini dibutuhkan luas yang lebih lebar karena mengingat loyang yang digunakan banyak.875 m2. Pada dapur ini terjadi perluasan alokasi dari template sebelum.5 m sehingga alokasi luasnya menjadi 17. Kamar pribadi memiliki kebutuhan luas sebesar 7.1 m.5 m2 dengan berdimensi 3 m x 2. yaitu pengovenan. Sedangkan. Pada stasiun ini tidak mengalami perubahan. karena kamar ini digunakan oleh 2 150 . Dapur memiliki kebutuhan luas sebesar 17. Stasiun kerja pengovenan berdekatan dengan stasiun kerja pendinginan dan pengemasan yang memiliki kebutuhan luas sebesar 4. sehingga alokasi luasnya menjadi 8. Kebutuhan luas pada stasiun ini ialah 8.5 m2. Selain itu.4 m x 2 m. 875 m dengan dimensi yang sama 1.5 m x 1. Hal ini dikarenakan kedua kamar terdapat peralatan maupun pekerjaan yang sama. sehingga alokasi luasnya tetap 4.5 m sehingga alokasi luas menjadi 7.lebih luas agar pekerja dapat bekerja dengan aman dan nyaman.25 m dengan alokasi yang sama juga yakni 1.5 m2.35 m2 dengan berdimensi 7 m x 2.8 m2.1 m sehingga didapat alokasi seluas 4. ukuran sudah sesuai dengan kebutuhan. Kamar mandi I dan II memiliki kebutuhan luas yang sama yakni 1. Pada kamar tidak terjadi penyempitan maupun pelebaran. Pada template yang baru tidak ada pelebaran maupun penyempitan kamar mandi. telah memberi kelonggaran untuk meletakan loyang adonan. Selain itu. Hal ini bertujuan agar memberikan luas yang lebih leluasa bagi pekerja dalam menjalankan aktivitasnya seperti memasak isi adonan roti ataupun pengolesan loyang. dengan alokasi yang dibuat. sehingga dengan terdapat space yang ada ini dapat memberikan keluasan pekerja dalam melakukan pengoperasian alat. stasiun kerja pengembangan adonan kebutuhan luas sebesar 4. karena alat yang dipakai rak yang telah memiliki ukuran sesuai kebutuhan.4 m2.8 m2. Stasiun kerja pengovenan menggunakan oven yang telah memiliki ukuran sendiri dan tidak dapat diubah.8 m2 berdimensi 4 m x 2.8 m2 dengan berdimensi 2. Oven sebenarnya berukuran 4 m x 2 m.

754 m2 dengan berdimensi 6. Selain itu. pada outlet ini terjadi perluasan lokasi. Area parkir memiliki kebutuhan luas sebesar 58. akses gudang ke stasiun kerja penimbangan dan pengadukan lebih lancar. Hal ini bertujuan memberi kenyamanan kepada konsumen untuk memilih produk roti untuk dibeli. lorong II ini pun mengalami perluasan alokasi. mempermudah proses pemindahan bahan-bahan masuk dari luar karean area oarkir ini langsung terhubung dengan pintu masuk adminstrasi dan menuju langsung ke gudang. Lorong I memiliki kebutuhan luas sebesar 4. ataupun distributor dapat berjalan lebih lancar. Selain itu. Outlet mempunyai manfaat sebagai tempat display produk-produk roti yang langsung diakses oleh pelanggan. Terjadi perluasan pada lorong ini. Seperti lorong I. konsumen.8832 m2 dengan berdimensi 8. Lorong II memiliki kebutuhan luas sebesar 9.5 m x 5.65 m2. pada proses pemindahan bahan lebih lancar.216 m2 dengan berdimensi 5. mobil taupun yang lain.8 m2.karyawan hanya untuk beristirahat sejenak dengan ada fasilitas televisi. Outlet memiliki kebutuhan luas sebesar 48.3924 m2 dengan berdimensi 11.1 m sehingga alokasi luas menjadi 58. baik motor. Selain itu.6 m sehingga alokasi luas menjadi 9. Selain itu. Hal ini bertujuan agar proses administrasi baik dengan client. 151 .1 m x 6.05 m sehingga alokasi luasn menjadi 49. Hal ini bertujuan menyediakan kenyamanan tempat kendaraan kepada konsumen untuk berkunjung ke Industrinya untuk memparkirkan kendaraan.6 m sehingga alokasi luas menjadi 4.8 m x 1.005 m2.05 m x 3 m sehingga alokasi luas menjadi 18. keberadaan kamar pribadi ini tidak mempengaruhi proses pembuatan roti.69 m2 dengan berdimensi 3 m x 1.15 m2. Pada kasus ini terjadi perluasan pada area parkir.28 m2. Ruang adminstrasi memiliki kebutuhan luas sebesar 17. Pada ruang adminstrasi terjadi perubahan yakni perluasan alokasi luas baru. Maka dari itu. hal ini pun bertujuan agar lorong ini. karena lorong ini dapat menghubungkan ruang lantai satu dengan lantai dua.

152 .

B. Roti. DPW disusun berdasarkan diagram keterkaitan kegiatan serta kebutuhan ruang dan luas lantai dalam area industri. Suasana praktikum sebaiknya lebih kondusif lagi. 3. dan Kue” ini adalah U-shaped. Kesimpulan 1. 153 . Saran 1. 2. Kebutuhan alat. 3. DPW menjadi dasar pembuatan template industri dan bertujuan untuk memperoleh tata letak yang efektif bagi industri. 2. Pola aliran bahan dalam industri ”Salma. Diagram Pengalokasin Wilayah (DPW) merupakan gambaran dari kebutuhan wilayah dalam suatu industri dengan mempertimbangkan aliran bahan. Pembuatan template dijelaskan secara lebih rinci. seperti gunting dan lem. disediakan minimal satu buah tiap kelompok.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.

154 . 1996. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. 1990. Dalam http://openstorage.gunadarma. Ergonomi: Studi Gerak dan Waktu. J. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. Apple. Bandung: ITB. 1990. Diakses pada hari Selasa tanggal 4 Mei 2010 pukul 21. 2010. Sritomo.doc.DAFTAR PUSTAKA Agung. Wahyuningrum. 2000. Rumindo Pratama Yogyakarta. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Yogyakarta: Jurusan Teknologi Industri Pertanian FTP UGM. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. Skripsi. Wignjosoebroto. D.04 WIB.id/handouts/S1_TEKNIK%20INDUSTRI/ PLTP/PTLP. Y dan Machfud. Anonim.T. Studi Tata Letak Line Assembling Proses Pembuatan Tas Style Read’s Cendana (Tier 2) di P. 2004. Bogor: IPB.ac. R. M. Perancangan Tata Letak pada Industri Pangan. Perencanaan Tata Letak Pabrik (PTLP). Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. ---------.

Nika Awalistyaningrum 2.LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA VIII TEMPLATE Disusun oleh: Kelompok 10 1.Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 155 .Esti Rumaningsih 3.

Dasar bagi proses alokasi wilayah ialah aliran produksi (aliran bahan) dari industri tersebut dan peta keterkaitan kegiatan mulai dari keterkaitan fisik. Latar Belakang Pabrik atau industri merupakan tempat berkumpulnya faktor-faktor produksi untuk melakukan aktifitas demi menghasilkan output-an produksi yang disebut dengan produk. Template merupakan visualisasi denah industri dalam bentuk dua dimensi. Roti. serta letak peralatan. peralatan administrasi. dapat dijelaskan dengan menggunakan template. pekerja sampai mesin serta kebutuhan rungan dari industri. B. Pada penggunaan template. letak operator. Dalam praktikum acara ini. Template menggunakan skala yang representative sehingga industri dapat dijelaskan dengan jelas. Tujuan Praktikum Praktikan dapat membuat gambar dua dimensi layout industri yang dirancang. Pengalokasian wilayah industri ini. 156 . peralatan produksi seperti mesin. dan Kue. Faktor-faktor tersebut dapat berupa bahan atau barang. dan lain-lain. Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW) merupakan dasar bagi rancangan tata letak dan rancangan bangunan yang rinci. Pengalokasian wilayah dalam suatu industri merupakan proses pengaturan yang efisien untuk semua ruang yang dibutuhkan untuk meletakkan semua faktor-faktor tersebut.BAB I PENDAHULUAN A. Dalam proses pengalokasian wilayah dilakukan pemaduan antara keterkaitan kegiatan dan kebutuhan ruang. operator atau pekerja. peralatan keselamatan kerja. dilakukan pembuatan rancangan template industri Salma. Pembuatan template ini didasarkan pada Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW). letak mesin. Faktor-faktor tersebut ditempatkan pada ruangan yang ada pada wilayah industri. dapat dijelaskan pola aliran bahan.

Pemilihan Lokasi Opeation Process Chart (OPC) Routing Sheet Multi Product Process Chart (MPPC) Menentukan Gudang Ongkos Material Handling (OMH) From To Chart (FTC) Outflow. 1990). 8. dimana konsep yang dikembangkan berkisar pada dua tema pokok. Urutan proses tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut (Astika. Pada Perencanaan Tata Letak Perusahaan pada dasarnya akan merupakan proses pengurutan dari suatu perencanaan tata letak yang sistematis.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Menurut Frederick W. 1988). aliran bahan.Taylor (The Principles of Scientific Management. Perancangan tata letak fasilitas merupakan suatu proses perancangan (design) dan pengaturan letak fasilitas fisik untuk menciptakan keterkaitan antara pekerja. AAD merupakan template secara global informasi yang dapat dilihat hanya 157 . 9. urutan sebelumnya adalah ADD. 5. Template Pada pembutan template. 1905) untuk menempatkan “engineer as economist” didalam perancangan sistem produksi di industri. 2010): 1. Activity Relationship Chart (ARC) 12. Activity Relationship Diagram (ARD) 11. ekonomis dan aman (Apple. 6. 2. Area Alocation Diagram (AAD) 13. dan (b) analisa sistem produksi untuk memperbaiki serta meningkatkan performansi kerja yang ada (Emerson and Naehring. aliran informasi dan metode yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan peusahaan secara efisien. 4. 7. 3. Inflow Tabel Skala Prioritas (TSP) 10. yaitu (a) kajian mengenai “interfaces” manusia dan mesin dalam sebuah sistem kerja.

mesin dan fasilitas prduksi lainnya dengan sebaik-baiknya. misalnya jalan. kantin. shipping. akan tetapi metode drafting pun masih layak dan bahkan tetap disarankan untuk digunakan dalam perancangan layout pabrik yang sederhana.pemanfaatan area saja. Aliran setiap material. 1996). 158 . Memang patut diakui bahwa untuk pabrik yang besar dan kompleks metode drafting/sketching akan terasa kurang sesuai dan kurang fleksibel untuk diterapkan (Wignjosoebroto. 1996): 1. 3. Pembuatan detail layout dari suatu pabrik (biasanya dibuat dengan skala standar 1:50) akan menunjukkan pengaturan dari orang. desain proses meupun desain penjadwalan produksi (Wignjosoebroto. Tata letak bagian produksi. Pada pendesainan layout harus diingat pertimbangan-pertimbangan kemungkinan terjadinya ekspansi di masa depan ataupun adanya perubahanperubahan yang bisa terjadi. mulai dari receiving sampai dengan shipping. Tata letak pelayanan yang ada di pabrik. 3. 2010): 1. Tata letak kantor dan peralatannya. dan lain-lain. material. 4. sedangkan gambar visualisasi secara lengkap dapat dilihat pada template yang merupakan hasil akhir dari penganalisaan dan perencanaan tata letak pabrik. Disini detail layout akan dibuat dengan memakai salah satu metode berikut ini (Wignjosoebroto. Informasi yang dapat dilihat pada template (Astika. 2. Drafting atau sketching method Templates Models Meskipun sekarang ini pemakaian templates dan/atau models sangat populer serta banyak digunakan dalam pembuatan rancangan tata letak pabrik. Template merupakan suatu gambaran yang telah jelas dari tata letak pabrik yang akan dibuat dan merupakan gambaran detail dari AAD yang telah dibuat. misalnya receiving. pabrikasi. sarana olah raga. 2. assembling. Detail layout yang kadangkadang disebut pula dengan master layout akan merupakan pelaksanaan akhir dari proses perancangan tata letak pabrik. Satu hal yang penting ialah layout haruslah cukup fleksibel untuk menghadapi perubahan di dalam desain produk.

menurunkan. 1999).2000). 1984). biasanya pekerjaan penanganan material secara manual (Manual Material Handling) yang terdiri dari mengangkat. Pekerjaan tersebut merupakan sumber utama komplain karyawan di industri atau bahkan permasalahan dalam tata letaknya yang membutuhkan ruang yang lebih (Ayoub dan Dampsey. dan harus dirancang dengan cermat serta tidak dibiarkan tumbuh atau berkembang menjadi satu pola lalu lintas yang membingungkan (Tomkins. mendorong. menarik dan membawa. Pentingnya rancangan fasilitas seperti aliran bahan merupakan tulang punggung fasilitas produksi. 159 . Pada tata letak industri yang masih berkembang.

aliran bahan.). pada kertas ukuran 100 cm X 100 cm. 3. 160 . Gambar dilengkapi dengan posisi mesin. Satu warna untuk satu kegiatan besat (misalnya bagian produksi berbeda warna dengan bagian kantor. Kertas HVS Data pada praktikum sebelumnya (DPW) B. dalam stasiun kerja. posisi operator. 4. Untuk membuat template.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. dst. 3. Alat dan Bahan 1. Denah Alat tulis 2. Arah utara digambarkan dengan arah atas kertas. dan keterangan lain yang diperlukan. gambaran DPW yang diperbesar dan dicetak pada kertas polos putih dengan skala 1:100 atau 1:50. 2. Prosedur Praktikum 1. Beri warna agar lebih informatif.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. pada kertas ukuran 100 cm x 100 cm. 4. Tingkat keterkaitan antar kegiatan Pemanfaatan ruang yang ekonomis Kemudahan perluasan Penggabungan yang baik dengan fasilitas luar 161 . Template yang dibuat pada praktikum ini ialah template sesudah dilakukan perbaikan. Layout ini sering disebut template. posisi operator. Hasil Template terlampir. Roti. dan Kue yang dirancang. dilakukan beberapa langkah. dan Kue yang sebelum dan sesudah diperbesar dan dicetak pada kertas polos putih dengan skala 1:100 atau 1:50. yakni: 1. Pada langkah ini diperlukan beberapa hal. Arah utara digambarkan dengan arah atas kertas. 3. Langkah pertama ialah menyiapkan hasil data praktikum acara VII yakni Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW). Roti. 2. B. dan keterangan lain yang diperlukan. Pada pembuatan template. Gambar dilengkapi dengan posisi mesin. Pembuatan template. dan terakhir agar praktikan dapat membuat gambar dua dimensi layout industri yang dirancang. Hal ini dikarenakan pada DPW memberikan informasi mengenai perpindahan atau aliran bahan dan mengefektifkan berdasarkan kriteria tertentu. aliran bahan. gambaran DPW industri Salma. Pembahasan Pada praktikum acara VIII yang berjudul Template ini bertujuan untuk membuat gambar dua dimensi layout Industri Salma. dalam stasiun kerja. Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW) merupakan dasar bagi rancangan tata letak dan rancangan bangunan yang rinci. Selain itu dapat memberikan informasi pengalokasian kebutuhan ruang dan luas lantai dalam area industri yang ada.

posisi mesin dan operator. 6. Dalam suatu pabrik. Masalah yang paling utama adalah apakah pengaturan dari semua operator. Susunan ruang dan gang Kegiatan dengan kriteria khusus dapat diletakkan dengan tepat Kemudahan pengendalian produksi Memperhatikan syarat-syarat kesehatan dan keselamatan kerja Mematuhi syarat bangunan dan ketentuan wilayah 10. Departemen kerja yang ada dalam pabrik (department layout). 162 . Mesin (machine layout). Satu warna untuk satu kegiatan besar (missal. Luas yang memadai bagi tiap stasiun kerja Jika kedua template selesai dibuat perlu pemberian warna setiap ruangan atau setiap kegitan. Pengertian template ialah gambar dua dimensi untuk menjelaskan pengalokasian wilayah industri yang terdapat informasi mengebnai aliran bahan. dan keterangan lain. Hal ini bertujuan agar template lebih informatif. Pembuatan template di dalam pabrik merupakan aktivitas yang sangat vital dan sering muncul berbagai macam permasalahan didalamnya.). sedangkan gambar visualisasi secara lengkap dapat dilihat pada template yang merupakan hasil akhir dari penganalisaan dan perencanaan tata letak pabrik. 2. 9. mesin dan fasilitas prduksi tersebut telah dibuat sebaik-baiknya sehingga bisa mencapai suatu proses produksi yang paling efisien dan bisa mendukung kelangsungan serta kelancaran proses produksi secara optimal atau tidak. bagian produksi berbeda warna dengan bagian kantor. 7. template dari fasilitas produksi dan area kerja merupakan elemen dasar yang sangat penting untuk melihat kelancaran proses produksi.5. Template merupakan suatu gambaran yang telah jelas dari tata letak pabrik yang akan dibuat dan merupakan gambaran detail dari DPW yang telah dibuat. 8. DPW merupakan template secara global informasi yang dapat dilihat hanya pemanfaatan area. stasiun kerja. Ada dua fasilitas pabrik utama yang menjadi obyek yang harus diatur letaknya: 1. dst. material.

stasiun kerja. Maka dari itu pada praktikum ini akan dilakukan pembuatan dua jenis template industri. misalnya receiving. 2. Selain itu pembuatan 163 . ekonomis dan aman. Tata letak pelayanan yang ada di pabrik. aliran bahan. mulai dari receiving sampai dengan shipping. 2. kantin. Tata letak bagian produksi. misalnya jalan. Aliran setiap material. Tata letak tentang aliran bahan. 3. yakni: 1. shipping.Perancangan tata letak fasilitas merupakan suatu proses perancangan (design) dan pengaturan letak fasilitas fisik untuk menciptakan keterkaitan antara pekerja. dan lain-lain. Menaikkan output produksi Mengurangi waktu tunggu operasi produksi (delay) Mengurangi proses pemindahan bahan (material handling) Secara umum bisa dibilang bahwa desain template ikut menentukan efisiensi dalam proses produksi dan ikut mempengaruhi berapa lama kelangsungan atau kesuksesan kerja suatu industri. pabrikasi. Desain template pabrik yang baik dapat memberikan beberapa keuntungan dalam sistem produksi. 3. antara lain: 1. 4. assembling. dan keterangan lainnya. Informasi yang dapat dilihat pada template: 1. Tujuan utama dalam template industri adalah untuk memberikan informasi-informasi mengenai tata letak pabrik. posisi mesin dan operator. Pengaturan fasilitas-fasilitas pabrik tersebut memanfaatkan luas area (space) dari ruang produksi pabrik untuk penempatan mesin atau fasilitas penunjang produksi lain yang diplotkan dalam sebuah template. sarana olah raga. aliran informasi dan metode yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan peusahaan secara efisien. Template pabrik sebagai visualisasi fasilitas produksi yang sudah ada (the existing arrangement) 2. Template pabrik sebagai visualisasi tata letak pabrik yang baru (the new plant layout).

Jarak perpindahan yang semakin pendek akan membuat space atau tempat yang ada lebih optimal. Selain itu.13 m. template hasil evaluasi diarahkan pada tipe Ushaped. Aliran bahan pada tata letak awal tidak menunjukkan adanya back tracking. Hal ini terbukti dengan perhitungan jarak perpindahan sebelum sepanjang 150. Aliran bahan tata letak sesudah juga menunjukkan tidak adanya back tracking. Selain itu.125 m dan sesudah dilakukan perbaikan menjadi 77.template pabrik yang baik bisa mempermudah dalam proses pengawasan tata letak. pekerja juga tidak akan cepat mengalami kelelahan karena membawa beban tidak terlalu jauh dan lama.995 m. 164 . Jarak perpindahan bahan pada tata letak awal memiliki jarak yang lebih panjang dibandingkan tata letak baru. Tata letak baru menunjukan perbaikan dengan adanya selisih sebesar 72.

Untuk tahun depan. Roti. Kesimpulan Template baru Industri Salma. Saran Asisten sudah semakin baik dan semakin lancar dalam memberikan penjelasan dan nilai. 165 . B. dan Kue yang dirancang lebih efisien dari pada template sebelum karena dapat mengurangi jarak perpindahan. sebaiknya praktikum dibagi menjadi beberapa shift agar suasana lebih kondusif.BAB V PENUTUP A.

Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November.DAFTAR PUSTAKA Apple.. 1990. II. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ke-3. Astika. 1984. Atlanta. Tomkins.. James A. Bandung: ITB. Emerson. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan.id/2010/01/30/perencanaa n-tata-letak-suatu-perusahaan/+layout+template+ruangan+industri+adalah &cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id&lr=lang_id. JM.student. Howard P. No. pp: 17 – 31.googleusercontent. 42. and Douglas C. Sritomo. USA.ac. M. Naehring. 1. and Dampsey. Origins of Industrial Engineering: The Early Years of a Professions. Ergonomic Vol. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. -----------------------------. 2000.com/search?q =cache:GheEFR80sWoJ:astika. Dalam http://webcache.umm. 1996. Ergonomi : Studi Gerak dan Waktu. John Wiley & Sons. P. White John A. G. Diakses pada tanggal 13 Mei 2010 pukul 10. M.24 WIB. 1th Edition Facility Planning. 166 . 1999. NorcrossGeorgia: Industrial Engineering & Management Press. The Psychophysical Approach to Material Handling Task Design. Wignjosoebroto. Ayoub. 2010. 1988.E.

LAMPIRAN 167 .

Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 168 . Esti Rumaningsih 3.LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA IX ANALISIS TATA LETAK HASIL RANCANGAN Disusun oleh: Kelompok 10 1. Nika Awalistyaningrum 2.

jumlah back tracking. analisis pada denah tata letak hasil rancangan industri “Salma. Roti dan Kue” perlu dilakukan dan dibandingkan dengan tata letak awal. Latar Belakang Pengaturan fasilitas berperan penting dalam kelancaran proses produksi. Tujuan Praktikum Praktikan dapat melakukan evaluasi hasil rancangan tata letak menggunakan kriteria jarak perpindahan.BAB I PENDAHULUAN A. Tata letak pabrik merupakan suatu landasan utama dalam dunia industri. kesalahan pengaturan fasilitas akan berdampak negatif secara terus menerus yang berakibat pada ketidakteraturan sistem produksi. Sebaliknya. Bahkan. Pengaturan fasilitas yang baik dapat mendorong tercapainya suatu aliran bahan yang teratur. B. Oleh sebab itu. aman dan nyaman. keterkaitan kegiatan dan kenyamanan kerja secara teoritis. Pada dasarnya. Tata letak pabrik yang terencana dengan baik akan ikut menentukan efektivitas kegiatan produksi. Peralatan produksi yang canggih dan mahal harganya akan tidak berarti apa-apa akibat perencanaan tata letak yang sembarangan. 169 . dalam jangka panjang tata letak pabrik dapat menjaga kelangsungan hidup suatu perusahaan. aktivitas produksi suatu industri harus berlangsung dalam jangka waktu yang panjang dengan tata letak yang tidak berubah-rubah sehingga maka kekeliruan yang dibuat dalam perencanaan tata letak dapat menyebabkan kerugian yang tidak kecil.

yaitu (Anonim 2. Penghematan penggunaan area (produksi. Keberhasilan perusahaan secara profit merupakan refleksi langsung dari kelancaran proses produksi dan pemindahan bahan yang ditangani secara bijaksana. Integrasi secara menyeluruh semua faktor yang mempengaruhi faktor produksi. dapat diperoleh harga produk yang rendah. dan fasilitas produksi 6. Peningkatan pendaya gunaan pemakaian mesin. antara lain (Anonim 2. Jarak perpindahan bahan diusahakan seminimal mungkin. sehinga mampu bersaing di pasar bebas Dalam perencanaan tata letak pabrik ada enam prinsip dasar yang bisa dipakai. 2. Tata letak pabrik berhubungan dengan perencanaan dan pengaturan tata letak mesin. tenaga kerja. Semua area yang ada dimanfaatkan secara efektif dan efisien 170 . service. Mengurangi waktu tunggu 3. Memperbaiki moral dan kepuasaan kerja dan lain-lain yang pada dasarnya kesemuanya itu akan bias meningkatkan produktivitas kerja dan mengurangi biaya operasi. 1992).BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengaturan fasilitas pabrik memegang peranan penting dalam kelancaran proses produksi. Aliran kerja berlangsung secara normal 4. 2003): 1. Mengurangi proses pemindahan bahan 4. sehingga akan tercapai suatu aliran kerja yang teratur. peralatan. Adapun pengaturan tata letak pabrik yang baik akan memberikan manfaat dalam sistem produksi. Menaikkan output produksi 2. dan sebagainya) 5. sehingga akan menghasilkan output yang optimal. aman dan nyaman. 2003): 1. gudang. Mengurangi kemacetan dan kesimpangsiuran 7. dan orang-orang yang bekerja di masing-masing stasiun kerja (Tompkins. aliran bahan. 3.

7. Pengaturan tata letak harus fleksibel Tujuan perancangan tata letak. 2003): 1. ruang gerak karyawan dan aliran bahan. Pemakaian tenaga kerja seefektif mungkin Penggunaan tenaga kerja pada pabrik berhubungan dengan desain plant layout yang ada. Susunan mesin dan peralatan yang baik dalam pabrik dapat mengurangi jumlah mesin terutama mesin yang sejenis berjumlah banyak. Merencanakan kegiatan pemeliharan yang baik sehingga dapat dihasilkan mutu kerja yang efektif. Mengusahakan biaya atau investasi serendah mungkin. Tenaga kerja yang efektif dan efisien diperoleh dengan cara : a. Meminimalisasi pemindahan bahan menggunakan system manual. 6. Mengatur keseimbangan antara waktu operasi produksi dan bebas dari masing-masing departemen atau mesin adalah bagian kerja dan mereka bertanggung jawab terhadap desain tata letak pabrik. d. 2. 171 . Luas lantai pada umumnya dipergunakan untuk kebutuhan instalasi mesin. yaitu (Anonim 1. dengan desain plant baik maka penggunaan tenaga kerja menjadi lebih efektif. 5. Kepuasan kerja dan rasa aman bagi pekerja dijaga sebaik-baiknya 6. Penggunaan lantai produksi dengan optimal Lantai produksi yng ada harus digunakan seoptimal mungkin. Melancarkan proses pengolahan dengan cara a.5. dan operator. peralatan. Menjaga turnover dalam proses. Merencanakan aliran bahan sedemikian rupa sehingga setiap aliran bahan dapat berjalan dengan baik. 4. Pengurangan penundaan yang mungkin terjadi. Perbaikan pada susunan mesin. bahan. b. c. Flexibility Perubahan jumlah dan bentuk produksi penting diperhatikan dalam layout. 3. Meminimalisasi material handling. Dengan plant layout yang baik dapat diperoleh luas lantai yang seminimal mungkin. karena hal ini berhubungan dengan biaya.

2. gambaran topografi. Biaya Ketersediaan modal. Tetapi jika keuangan memungkinkan. Umum Jadwal waktu. Mengurangi faktor yang mengakibatkan tenaga kerja banyak berjalan dalam lantai produksi. biaya penambahan dibanding bangunan baru. tatanan yang berdekatan. gangguan fasilitas yang ada. dan lain-lain. Pengawasan secara rutin terhadap kinerja para karyawan. 172 . suku bunga. ketentuan kewilayahan. ramalan penjualan. 1990): 1. biaya pemindahan ke ruangan baru. Bagaimanapun. jarak dari operasi perusahaan lainnya. jalan. dan lain-lain. Menyediakan lingkunagn kerja yang memadai seperti pengaturan letak penerangan. kejadian-kejadian tentang masa datang. dan lain-lain. e. Mengusahakan keseimbangan antara mesin dan operator sehingga tidak ada salah satu faktor baik mesin atau operator mengalami idle. produksi yang kurang efisien. keluasan perluasan yang dibutuhkan. aspek estetis.b. rencana induk. kelebihan ruangan tidak akan memberikan akibat yang terlalu serius. d. karena kelebihan ruangan dapat disewakan sampai saat diperlukan sendiri. keuntungan perluasan daripada tapak baru. Oleh karena itu. c. batasan-batsan hukum. ventilasi. 3. terdapat faktor-faktor pertimbangan perencanaan perluasan (Apple. Yang berhubungan dengan tapak Kesiapan pada tapak yang ada dibanding tapak yang baru. perlu tidaknya seluruh fasilatas berada dalam satu lokasi. dan keselamatan kerja terjamin. kecenderungan ekonomi. biaya sekarang dibanding nanti. dan kemungkinan mempunyai bangunan yang terlalu luas atau terlalu kecil dapat menyebabkan konsekuensi ekonomis yang serius. kelayakan ekonomis untuk menambah bangunan yang telah ada. biaya pembangunan sekarang dibanding nanti. peluang perubahan produk dan lintasnya. Jika bangunan yang terlalu kecil dapat mengakibatkan pembagian yang ketat. ukuran tapak. dan kebutuhan akan tambahan bangunan yang terpisah akan terlalu cepat.

tinggi ruangan. Penilaian tata letak biasanya menggunakan cara pengukuran dan penentuan kelebihan dan kekurangan design tata letak. Dengan mempertimbangkan masukan-masukan yang tepat dan merancang susunan yang dapat merealisasikan masukan tersebut. 9. Yang berhubungan dengan bangunan Jenis tatanan. lokasi pintu. 1996): 1. 173 . jenis bangunan. Perencanaan fasilitas baru. 6. 5. Memindahkan satu departemen. maka tata letak akan jauh lebih efektif.4. 4. Penambahan departemen baru. Penambahan produk baru. Pengurangan departemen. 2. perluasan wilayah pelayanan untuk menyesuaikan dengan perluasan produksi. ketentuan-ketentuan bangunan. Penurunan biaya. Peremajaan peralatan yang rusak. ukuran bangunan. kemudahan pemindahan dinding. Perubahan rancangan. jarak antar tiang. arah kelayakan perluasan. dan lain-lain. 3. Di antara penanganan tata letak yang sering digunakan adalah (Wingjosoebroto. 7. Perluasan departemen. jumlah lantai. 8. 10. Perubahan metode produksi.

3. 174 . 4. Roti dan Kue” Diagram aliran bahan industri ”Salma. Alat dan Bahan 1. 1. 5. Hitung perubahan yang terjadi (nilai + menunjukkan hasil rancangan menjadi jauh perpindahan bahannya dan jumlah back tracking lebih banyak. Alat tulis Kalkulator Denah awal industri ”Salma.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Buat diagram aliran dari tata letak perbaikan hasil rancangan. 5. 2. Roti dan Kue” B. Hitung jarak perpindahan bahan dan back tracking. 3. Tuliskan kegiatan-kegiatan yang peletakannya memenuhi dan tidak memenuhi kriteria kedekatan pada peta keterkaitan kegiatan. 6. 2. 4. bandingkan dengan tata letak awal (sebelum diperbaiki: acara I). Gunakan peta keterkaitan kegiatan di acara VII untuk mengevaluasi tata letak hasil rancangan. 3. 2. No. Kriteria Jarak perpindahan barang Jumlah backtracking Jumlah kegiatan yang tidak terpenuhinya keterkaitan A Jumlah kegiatan yang tidak terpenuhinya keterkaitan E Tata Letak Sebelum Sesudah Keterangan 4. Bahas hasilnya. nilai – sebaliknya). Roti dan Kue” Peta keterkaitan kegiatan industri ”Salma. Prosedur Praktikum 1.

7. 175 . Kenyamanan tata letak bagi karyawan Jumlah dinding permanen yang harus dirobohkan (m panjang) Jumlah dinding yang harus dibangun (m panjang) 6.5.

Kelebihan: • Area parker luas. penataan rapi dan sudah dipisahkan menurut jenisnya • Ruang administrasi dekat dengan 1. Kriteria Tata Letak Sebelum 150.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.3 m Hasil Evaluasi yang Tidak Tercantum dalam Tabel Analisis Tata Letak Hasil Rancangan Tata Letak Sekarang 1. 2. dengan selisih 72. + ++ 6. 2 5.13 m 0 0 Keterangan Lebih baik. 3. 0m 17. Jarak perpindahan barang Jumlah backtracking Jumlah kegiatan yang tidak terpenuhinya keterkaitan A Jumlah kegiatan yang tidak terpenuhinya keterkaitan E Kenyamanan tata letak bagi karyawan Jumlah dinding permanen yang harus dirobohkan (m panjang) Jumlah dinding yang harus dibangun (m panjang) 0 4 4. sudah di-conblock • Area outlet luas.55 m 7. 125 m 0 Sesudah 77. 0m 12. Hasil Tabel Analisis Tata Letak Hasil Rancangan “Salma. Tata Letak Usulan Kelebihan: • Penambahan taman pada area parkir • Ruang administrasi berkonsep plant office • Ruang Produksi I digabung dengan 176 . Roti dan Kue” No.995 m 1.

sehingga supplier bisa langsung bertemu dengan manajer. dikhawatirkan kendaraan dapat hilang karena tidak ada penjaga • rak yang terbuka sehingga memperluas peluang terjadinya kontaminasi • Ruang administrasi tidak bersekat • Ruang Produksi I sempit • Pintu gudang selalu terbuka • Ruang Produksi II sempit dan kurang penerangan 2. Efisiensi ruang • Ruang Propduksi I berdekatan dengan Outlet sehingga pembeli dapat melihat proses produksi. Penerangan cukup • Gudang cukup strategis karena dekat pintu keluar masuk. Peletakan bahanbahan sudah cukup bagus • Gudang produksi II dekat ruang produksi I • Pencahayaan dapur bagus • Letak kamar mandi strategis dan bersih • Terletak kamar di tempat yang strategis dan terdapat hiburan 2.pintu keluar. Kekurangan: • Area parker tanpa pagar. ruang produksi II sehingga jarak perpindahan lebih pendek • Tetap mempertahankan kelebihan tata letak sekarang Kekurangan: • Kamar Mandi masih terletak dekat ruang produksi 177 .

Dengan demikian terjadi pengurangan 72.55 m dan perlu menambah tembok kembali sepanjang 12. Dengan perbaikan. Secara garis besar. perlu merobohkan tembok sepanjang 17. Pembahasan Selaras dengan judul dari praktikum acara IX ini yakni Analisis Tata Letak Hasil Rancangan. Hal ini merupakan tindakan antisipasi agar perbaikan ini lebih realistis untuk diterapkan dalam industri. dan Kue semua perpindahan dilakukan dengan manual. keterkaitan kegiatan. Baik tempalate sebelum maupun sesudah keterkaitan mutlak semua dapat terpenuhi. pengurangan ini sangat membantu pekerja. Roti. Pada template baru ini.13 m. Evaluasi terhadap hasil rancangan perlu dilakukan untuk mengetahui perubahan perbaikan yang terjadi dibandingkan dengan tata letak yang ada sekarang. praktikum ini bertujuan untuk menganalisis hasil rancangan tata letak dengan kriteria jarak perpindahan. Template sebelum dan sesudah memilki persamaan yakni tidak terdapat back-tracking. Sehingga efisisensi perpindahan dapat menurunkan tingkat kelelahan pekerja dan meningkatkan produktivitas.3 m. perbaikan yang dilakukan berkonsep plant office yakni penambahan taman di area parkir dan penggunaan tanaman pot sebagai pem- 178 . Karyawan telah merasa nyaman dengan template sekarang. jumlah back-tracking. Jarak perpindahan barang pada template sekarang sejauh 150. Walaupun tidak terlalu signifikan. terjadi penurunan penyimpangan yakni berkurang menjadi dua. akan tetapi dengan template baru kenyamanan dapat lebih ditingkatkan. Begitu juga dengan jumlah keterkaitan yang tidak terpenuhinya keterkaitan A (mutlak). pada template lama terdapat empat keterkaitan E (sangat penting) yang tidak terpenuhi.B. Hal ini dikarenakan dalam industri Salma.995 m perpindahan dengan Template usulan. Hal ini menunjukkan bahwa template yang ada sudah cukup baik dan tetap dapat dipertahankan pada pembuatan template baru. serta kenyamanan kerja secara teoritis. Kriteria yang lain ialah ditinjau dari kenyamanan bagi karyawan.125 m sedangkan setelah perbaikan menjadi 77. Akan tetapi.

perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan omset penjualan dari Salma. dan Kue. pelanggan dapat merasa lebih nyaman dengan penambahan nilai estetika ini.batas ruang administrasi. Hal ini merupakan bentuk kepedulian terhadap isu pemanasan global serta adanya kesadaran bahwa tanaman dapat menjadi sumber energi dan inspirasi bagi karyawan. Lebih jauh. Roti. Selain itu. diharapkan dengan menerapan konsep ini. 179 .

keterkaitan kegiatan.BAB V PENUTUP A. Untuk tahun depan. perlu penambahan biaya untuk menerapkan konsep plant office. 180 . Akan tetapi perlu dilakukan perobohan dinding permanen sepanjang 17. dan kenyamanan kerja secara teoritis. Saran Asisten sudah semakin baik dan semakin lancar dalam memberikan penjelasan dan nilai. diperoleh hasil bahwa tata letak hasil rancangan lebih baik dari tata letak awal. Kesimpulan Berdasarkan analisis hasil rancangan tata letak menggunakan kriteria jarak perpindahan. B. Selin itu.55 m. jumlah backtracking. sebaiknya praktikum dibagi menjadi beberapa shift agar suasana lebih kondusif.

Wignjosoebroto.y=0&qual=high&fname =/jiunkpe/s1/tmi/2003/jiunkpe-ns-s1-2003-25499153-3875-atm-chapter2.id/viewer. Bandung.ac. Perencanaan Tata Letak dan Fasilitas.x=0&submit. Diakses hari Selasa tanggal 11 Mei 2010 pukul 21. New York: John Wiley & Sons Inc.htm. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan.tripod. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Sritomo. M. Diakses hari Selasa tanggal 11 Mei 2010 pukul 21. 1996.petr a.DAFTAR PUSTAKA Anonim 1. Apple. ITB. Mengatur Tata Letak Pabrik.31 WIB. Dalam http://himathrik2. 181 . Dalam http://digilib. Anonim 2. JM. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. Facilities Planning. Tompkins. 1990.php?page=1&submit. 1992. 2003. 2003.34 WIB. J.co m/tataletakpabrik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful