LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA I DENAH TATA LETAK AWAL DAN DESKRIPSI

PERUSAHAAN

Disusun oleh : Kelompok 10 1. Nika Awalistyaningrum 2. Esti Rumaningsih 3. Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131)

Asisten : Khusnul Khotimah

LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Keberhasilan suatu industri merupakan dampak positif dari pengitegrasian faktor produksi dan sistem menejemen sehingga dapat lebih efektif dan efisien. Salah satu penentu adalah tata letak atau lebih dikenal dengan nama layout dari industri. Tanpa menganaktirikan faktor lain, tata letak ini memiliki peranan dalam proses penekanan biaya produksi. Pengetahuan akan tata letak tersebut meliputi work center dan peralatan dalam proses konversi untuk mengoptimumkan hubungan antara petugas pelaksana, aliran bahan, aliran informasi dan tata cara untuk mencapai tujuan. Fungsi utama adalah memanfaatkan area seefektif mungkin. Sebagian besar biaya produksi dialokasikan untuk penanganan bahan, maka dengan mengefi-siensikan area maka akan mengurangi biaya penanganan bahan. Dengan demikian, biaya produksi dapat diminimalisir. Kajian tata letak merupakan bekal yang penting untuk dikuasai. Oleh karena itulah untuk menambah pengetahuan, maka dilakukan kunjungan industri ke “Salma, Roti, dan Kue”. Kunjungan ini dapat memberikan gambaran mengenai pengaplikasian teori tata letak dalam industri yang sebenarnya. Industri “Salma, Roti, dan Kue” dipilih karena adanya kesadaran akan tingginya prospek industri bakery di masa yanga akan datang. Dewasa ini, kesibukan dan semakin meningkatnya aktivitas manusia menyebabkan kecenderungan masyarakat lebih menyukai hal-hal yang instan dan praktis. Salah satunya adalah roti dan kue. Roti ini memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi sehingga dapat menggantikan konsumsi nasi. Roti lebih fleksibel karena dapat dimakan dimanapun dan hanya membutuhkan waktu yang relatif lebih singkat. Pola konsumsi inilah yang semakin memperbesar peluang akan berjamurnya industri bakery.

2

B. Tujuan Praktikum Praktikum ini dilakukan dengan tujuan: 1. Praktikan dapat menggambarkan tata letak awal suatu industri. 2. Praktikan dapat mendeskripsikan (memberikan gambaran) mengenai kondisi umum industri yang digunakan sebagai objek kajian.

3

Selain aspek tersebut. mengurangi kebutuhan personil dan peralatan. Tata letak pabrik berhubungan dengan perencanaan dan pengaturan tata letak mesin. aman. Keberhasilan perusahaan secara profit salah satunya merupakan refleksi langsung dari kelancaran proses produksi dan pemindahan bahan yang ditangani secara bijaksana. 1990). 4 . perencanaan fasilitas dimaksudkan sebagai sarana untuk perbaikan layout fasilitas yang digunakan dalam penanganan material (material handling). serta mengurangi persediaan dalam proses. Hal ini karena suatu tata letak pabrik yang efisien paling tidak dapat menekan biaya penanganan bahan. peningkatan produktivitas usaha tidak terlepas dengan meningkatkan produktivitas personil yang terlibat dalam aktivitas produksi atau aktivitas yang menunjang proses produksi. usaha untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kerja bagi personil merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan. Ada dua hal pokok dalam perencanaan fasilitas. Salah satu usaha terbaik untuk menekan biaya produksi adalah dengan menghilangkan atau mengurangi sebesar mungkin aktivitas yang nonproduktif. yaitu berkaitan dengan perencanaan lokasi pabrik (plant location) dan perancangan fasilitas produksi yang meliputi perancangan struktur pabrik. dan nyaman.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Perencanaan fasilitas merupakan rancangan dari fasilitas-fasiltas industri yang akan dibangun. 1990). Untuk itu. Pengaturan fasilitas pabrik memegang peranan penting dalam kelancaran proses produksi sehingga akan tercapai suatu aliran kerja yang teratur. Tata letak yang baik merupakan wahana untuk mencapai tujuan ini (Machfud dan Yudha. dan orang-orang yang bekerja di masing-masing stasiun kerja (Tompkins. dan perencanaan fasilitas secara keseluruhan. Tata letak pabrik merupakan alat yang efektif untuk tujuan tersebut. perancangan tata letak fasilitas dan perancangan sistem penanganan material (Apple. aliran bahan. sehingga akan menghasilkan output yang optimal. penentuan peralatan dalam proses produksi. 1992). peralatan. Di dunia industri.

Menurut Rusdiyantoro (2010), tata letak pabrik (plan/fasilitas layout) adalah suatu landasan utama dalam dunia industri dan dapat didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas fisik pabrik guna menunjang kelancaran proses produksi. Tujuan utama desain tata letak pabrik adalah meminimalkan biaya untuk kontruksi dan instalasi baik untuk bangunan mesin, maupun fasilitas produksi lainnya; mengurangi biaya pemindahan bahan (material handling costs) serta biaya produksi, maintenance, safety, dan inprocess storage cost. Jenis-Jenis atau macam-macam tata letak pada pabrik ada tiga, yaitu (Anonim 1, 2006): 1. Tata Letak Berdasarkan Produk / Layout by Product. Tata letak jenis ini membentuk suatu garis mengikuti jenjang proses pengerjaan produksi suatu produk dari awal hingga akhir. Layout produk dipilih apabila proses produksi telah distandarisasikan dan berproduksi dalam jumlah besar. Setiap produk akan melalui tahapan operasi yang sama sejak awal sampai akhir. Penyusunan bagian diatur sedemikian rupa sehingga dari bagian tersebut dapat dihasilkan suatu jenis produk tertentu.. Atas dasar produk, terlebih dahulu ditentukan jenis pekerjaan yang harus dilakukan pada produk yang akan dihasilkan. Pengaturan tata letak fasilitas pabrik seperti mesin, tidak memandang tipenya dan penempatannya sesuai dengan urutan dari satu proses ke proses yang lain. Contoh : tempat cuci mobil otomatis, kafetaria, atau perakitan mobil. 2. Tata Letak Berdasarkan Proses / Layout by Process Layout pada jenis tata letak berdasarkan proses memiliki bagian yang saling terpisah satu sama lain aliran bahan baku terputus-putus dengan mesin disusun sesuai fungsi dalam suatu grup departemen. Layout proses atau layout fungsional adalah penyusunan layout dimana alat yang sejenis atau yang mempunyai fungsi sama ditempatkan dalam bagian yang sama. Model ini cocok untuk discret production dan bila proses produksi tidak baku, yaitu jika perusahaan membuat berbagai jenis produk yang berbeda atau suatu produk dasar yang diproduksi dalam berbagai macam variasi. Atas dasar proses, terlebih dahulu ditentukan jenis produk, tipe manufacturing,

5

dan karakter peralatan produksi. Mesin-mesin dan peralatan yang mempunyai karakter serupa dikelompokkan menjadi satu, contoh

pemakaian layout ini adalah untuk pergudangan, rumah sakit, universitas, dan perkantoran. 3. Tata Letak Berdasarkan Stationary / Layout by Stationary Tata letak jenis ini mendekatkan sumber daya manusia / sdm serta perlengkapan yang ada pada bahan baku untuk kegiatan produksi. Rusdiyantoro (2010) mengemukakan bahwa dasar dalam perencanaan tata letak pabrik, yaitu prinsip integrasi total (integrasi secara total dari seluruh elemen produksi), prinsip jarak perpindahan bahan (pemindahan dari satu operasi ke yang lain dengan menghemat waktu dan mengurangi jarak perpindahan), prinsip aliran proses kerja (kelengkapan dari jarak perindahan bahan untuk menghindari gerakan balik , memotong, dan macet), prinsip pemanfaatan ruangan (pengaturan ruangan yang dipakai manusia, bahan baku, mesin dan peralatan), prinsip kepuasan dan K3 (kepuasan para pekerja dan menjaga faktor keselamatan), serta prinsip fleksibilitas (mengikuti perkembangan zaman dan mengimbanginya). Tujuan menyusun layout yang baik (Anonim 2, 2010) antara lain mengurangi jarak pengangkutan material dan produk yang telah jadi sehingga mengurangi material handling, memperhatikan frekuensi arus pekerjaan, memungkinkan ruang gerak yang cukup di sekeliling setiap mesin, untuk dapat direparasi dengan mudah, mengurangi ongkos produksi karena cost ditekan seminimum mungkin, mempertinggi keselamatan kerja sehingga keamanan bekerja terjamin, memberikan hasil produksi yang baik, memberikan service yang baik bagi konsumen, mengurangi capital investment, mempertinggi fleksibilitas, untuk memungkinkan menghadapi permintaan perubahan, memperbaiki moral pekerja, mengusahakan penggunaan yang lebih efisien dari ruang atau lantai, baik dalam arah horizontal maupun dalam arah vertikal, mengurangi delays (keterlambatan atau stopped) dalam pekerjaan, dapat mengadakan pengawasan yang lebih baik, maintenance lebih mudah dilakukan, mengurangi manufacturing cycle (waktu produksi), serta penggunaan equipment dan fasilitas yang baik dalam

6

pabrik. Faktor yang harus dipertimbangkan dalam menyusun plant layout yaitu (Anonim 2, 2010): 1. Produk yang dihasilkan a. Besar dan berat produk tersebut Apabila produk besar dan berat maka memerlukan handling yang khusus seperti fork truck atau conveyor yang di lantai sehingga memerlukan ruangan bergerak. Sedangkan, apabila produknya geraknya tidak terlalu besar. b. Sifat dari produk tersebut, yaitu apakah mudah pecah atau tidak, mudah rusak atau tahan lama. 2. Urutan produksi Faktor ini penting terutama bagi product layout karena product layout penyusunan didasarkan pada urutan-urutan produksi (operation sequence) 3. Kebutuhan akan ruangan yang cukup luas (special requirement) 4. Peralatan atau mesin-mesin Apabila mesin berat, maka diperlukan lantai yang lebih kokoh. 5. Maintenance dan replacement Mesin-mesin harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga maintenance atau replacement mudah dilakukan. 6. Keseimbangan kapasitas (balance capacity) harus diperhatikan terutama dalam product layout karena mesin-mesin diatur menurut urutan proses. 7. Minimum movement Dengan gerakan yang sedikit maka biaya akan lebih rendah. 8. Aliran (flow) dari material Aliran ini dapat digambarkan, yaitu merupakan arus yang harus diikuti oleh produk pada saat dibuat, gambar mana yang sangat penting bagi perencanaan lantai atau ruangan pabrik (floor plan). 9. Employee area Tempat kerja buruh di pabrik harus cukup luas sehingga tidak mengganggu keselamatan dan kesehatan serta kelancaran produksi

7

dan sebagainya) diatur sedemikian rupa sehingga dekat dengan tempat bekerja di mana sangat dibutuhkan 11. jangan terlalu panas. Waiting area. 13. Flexibility Perubahan-perubahan dari produk atau proses atau mesin dan sebagainya hampir tidak dapat dihindarkan karena sesuai dengan perkembangan teknologi dan perubahan-perubahan kecil yang terjadi tidak memerlukan biaya yang tinggi. toilet. Service area (seperti cafeteria. tempat parkir mobil. 12. tempat istirahat. Plant climate Udara dalam pabrik harus diatur yaitu harus sesuai dengan keadaan produk dan buruh.10. jangan terlalu dingin. yaitu untuk mencapai aliran material yang optimal maka harus diperhatikan tempat-tempat dimana barang menunggu untuk diproses. 8 . dan juga jangan merusak kesehatan buruh.

2. Menggambar hasil pengukuran pada kertas A4 dengan menggunakan skala yang sesuai. Kalkulator 6. 9 . dan Kue. Kertas milimeter 2. Penggaris 3. Melakukan praktikum pendahuluan berupa kunjungan ke industri Salma. Roti. Mengukur panjang dan lebar seluruh area industri. Roti. 3. dari area tanah yang terpakai untuk bangunan maupun area yang tersisa (belum termanfaatkan) b. Penghapus 5. Alat dan Bahan Alat 1. dan Kue B. Cara pembuatan: a. Data hasil kunjungan ke industri Salma. Membuat denah tata letak menggunakan skala 1:100 atau skala yang lain tergantung besar kecilnya industri yang digunakan sebagai objek kajian. Kertas A4 Bahan 1. Mengukur seluruh ruangan dan masing-masing area stasiun kerja (baik area yang dibatasi oleh dinding maupun yang tidak dibatasi oleh dinding) c.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Pensil 4. Pelaksanaan Praktikum 1.

dan lain-lain. yang terlihat hanya ruangan (area kerja). Mendeskripsikan industri yang berisi gambaran umum perusahan. 3. 3) Area kerja tanpa ada batas ruang (batas maya) digambarkan dengan garis putus-putus (------) 4) Nama ruang diberikan langsung pada gambar atau di samping gambar sebagai keterangan. sistem pembagian kerja. Menggambar industri dilakukan seperti memotret industri dari atas. alat pemindah bahan. 10 . rencana masa depan (kapasitas yang diharapkan). 2) Dinding luar bangunan digambarkan dengan garis tebal. jam kerja. jumlah tenaga kerja dan spesifikasi. batas ruang. Gambaran ini meliputi bidang usaha. Cara penggambaran: 1) Penggambaran lokasi sesuai dengan arah mata angin. e. kapasitas produksi. dan alat-alat besar. alasan pemakaian ruang. 5) Skala harus jelas dan dicantumkan di bagian bawah gambar. Utara digambarkan arah atas.d. proses produksi. sistem penyimpanan barang.

5 m 4.85) m2 h3 tempat pencucian (1. Kamar J. Ruang Administrasi c1 meja (1.5x2) m2 c2 meja (1.4x0. Outlet b1 rak (3.49) m2 d6 devider (0.04 m 3. Gudang e1 bahan baku 1 (1.53 m 5.9x1.6) m2 b7 lemari (2.79x0.5) m2 H.6 x 0.05) m2 b9 rak (0. Lorong g1 rak (0.8) m2 d4 mixer kecil (0.5) m2 G.5 m L F f4 f3 d6 d3 f2 e5 g1 f1 E d4 e4 g2 e1 G 5.05) m2 b10 rak (0.7) m2 b3 freezer (1.6x0.5x0.5) m2 b2 rak pesanan (3.56 m A SKALA 1:100 5.55x0. Denah Tata Letak Industri Salma.5) M2 g2 lemari pengemas (3.08 m B b1 b8 b5 c2 C c1 b6 b7 8. dan Kue DENAH TATA LETAK AWAL INDUSTRI SALMA ROTI DAN KUE N 11.7) m2 b5 rak (3.7) m2 b4 kasir (1.75x0.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Ruang Produksi II f1 slicer (0.7x0.12 m b2 b3 J b4 b9 b10 6.91) m2 e4 bahan baku 3 (1. Roti.5 m I h1 H h5 1.5) m2 I. Kamar Mandi 2.05) m2 e2 timbangan (0.25 m h2 h4 h3 1.8) m2 f2 meja (0.8) m2 d5 rak (1. Kamar Mandi L.5x1.46) m2 b8 rak (0.1x0.8x0.75x0.03 m d5 d1 d2 e3 j1 e2 D 21.59x0.15x2.5x1) m2 D.5x0.8x4.2x0.05) m2 C.6) m2 h5 rak (1. Area Parkir B.5x2)m2 h4 sumur (0. Lorong j1 rak (0.7x0.7) m2 b6 kulkas (0.59x0.6x0.6 m Keterangan: K A.54 m 3m 5. Hasil 1.2x0.76 m 1.7) m2 d3 mixer besar (0.6x1) m2 e5 bahan baku 4 F.25 m 11 .86x1.42) m2 K.8x1.3x0.7) m2 h2 kompor (2. Ruang Produksi I d1 oven (2.8) m2 f3 lemari(0.95) m2 f4 rak (1.8x0. Dapur h1 meja (1.8) m2 E.9x1.6x0.65x1.6) m2 e3 bahan baku 2 (0.5x0.97) m2 d2 meja (1.

8) m2 F2 meja (0.85) m2 H3 tempat pencucian (1. Kamar Mandi D2 meja (1.8x1.6x0.59x0.8x4.75x0.79x0.7)m2 B5 rak (3.7)m2 B6 kulkas (0.5) m2 G2 lemari bahan pengemas (3.7) m2 B3 freezer (1.7) m D3 mixer besar (0.3x0.91) m2 E4 bahan baku 3 (1.05)m2 C.7x0.59x0.4x0.7x0.5x0.5) m2 G.8)m2 D5 rak (1.6)m 2 2 F1 slicer (0.7)m2 B4 kasir (1.5x1) m2 D.5x0.05) m2 E2 timbangan (0.5x2) m2 C2 meja (1.6x1) m2 E5 bahan baku 4 F.5x2)m2 H4 sumur (0.75x0. Area Parkir B. Ruang Produksi II .95) m2 F4 rak (1.2x0.6x0. Ruang Administrasi C1 meja (1.1x0.05)m2 B10 rak (0.6x0.9x0.46)m2 B8 rak (0.6) m2 H5 rak (1. Lorong J1 rak (0.5x1.05)m B9 rak (0.2x0.86x1.65x1.5) m2 H.79) m2 K. Dapur H1 meja (1. Kamar Mandi L.9x1. Lorong G1 rak (0.5x0.97) m J.8) m2 E.A.7) m2 H2 kompor (2. Gudang E1 bahan baku 1 (1.5) m2 I.6) m2 E3 bahan baku 2 (0.8x0. Ruang Produksi I D1 oven (2.15x2.55x0.9x1.8)m2 D4 mixer kecil (0. Kamar 2 2 B7 lemari (2.5) m2 B2 rak pesanan (3.49) m2 D6 devider (0. Outlet B1 rak (3.8) m2 F3 lemari(0.6 x 0.

Lahan yang digunakan merupakan kerja sama dengan kakak ipar sepupu bapak Bambang. yaitu Jl.2. dan Kue’ yang dikunjungi terletak di Jalan Kapten Haryadi Lojajar Sinduharjo Sleman. sebagai tempat produksi dan menyewa lokasi lain sebagai outlet. Target penjualan industri ini adalah masyarakat kalangan menengah ke bawah. Oleh sebab itu. buah. Akan tetapi. HS). industri ’Salma. Kapten Haryadi Lojajar Sinduharjo Sleman. Target konsumen menjadi kalangan menengah ke atas dengan sistem penjualan outlet. pada Januari 2005 industri ini mengubah segmentasi pasar yang dituju sekaligus sistem pemasaran. ikan. indutri tersebut harus pindah ke lokasi saat ini. Indutri ’Salma. Roti. Nama ’Salma’ dipilih tanpa pertimbangan khusus. Target konsumen adalah masyarakat kalangan menengah ke bawah. sehingga cara pemasaran dilakukan dengan memasok roti ke penjual. Industri ini merupakan salah satu jenis pengembangan usaha dari putra-putri bapak Hadi Suwarno. Roti. Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa animo masyarakat kalangan ke bawah di Yogyakarta terhadap roti dan kue masih rendah. Akhirnya. pada Desember 2004 industri ini mengalami kerugian sekitar 50 juta rupiah. tidak disetor ke penjual. dan Kue’ mengalami kendala lagi pada Agustus 2007 ketika terjadi sengketa tanah yang digunakan sebagai lokasi industri. Industri ini juga dikembangkan di Solo. Deskripsi Perusahaan Industri ’Salma. Oleh karena itu. dan Kue’ pusat. Pada tahun 1989 anak-anak dari bapak Hadi Suwarno mendirikan bisnis keluarga dengan nama CV. Konsumen perusahaan ini adalah supermarket dan hotel-hotel di Solo. dan Kue’ ini didirikan di sisi barat-utara perempatan Kamdanen Ngaglik Sleman. Roti. Hadi Suwarno (CV. HS mengembangkan usaha dengan mendirikan ’Top One Donat’ yang kemudian beralih menjadi ’Top One Bakery’. Roti. Perusahaan ini bergerak di bidang supplier sayur. Akibatnya. manajer operasional di ’Salma. Pada tahun 1992 pemegang saham CV. lokasi tersebut masih harus perlu 13 . Pada tahun 2004 muncul kemauan para pemegang saham untuk mengembangkan usaha dan mulai merambah ke kota Yogyakarta. dan sebagainya.

Roti. Roti.00-13. Khusus untuk menghadapi hari raya proses produksi dimulai dari pukul 08. PT Salma. seorang pembantu umum dan 3 orang bekerja sebagai penjaga kasir. dan bonus pesanan masingmasing karyawan 5% dari laba penjualan. Pengelolaan SDM di Salma.00-13.00-21. Jika sudah demikian maka pegawai tersebut akan dipindahkan.00 untuk shift kedua. seorang bagian administratif.dipugar ulang. baik berupa pemindahan bagian ataupun pindah cabang. Selama kurun waktu 3 hari tersebut. Proses produksi dilaksaanakan setiap hari dimulai pukul 05. Roti. Waktu cuti bisa ditentukan sendiri oleh karyawan. Cuti tersebut merupakan hak karyawan dan merupakan kewajiban yang harus diberikan oleh pihak manajemen. yakni produk hanya dijual di outlet selama 3 hari (mengingat batas kadaluarsa roti tsb hanya 3 hari). Ada sistem penjualan produk yang menarik. dan Kue cukup mendapat sambutan yang apresiatif dari masyarakat. hampir semua prosuknya sudah terjual habis. dan Kue dilaksanakan dengan ketentuan perusahaan.00. Sistem penggajian karyawan dilakukan setiap bulan yang terdiri dari gaji pokok. tahun 2008 pembangunan selesai sehingga tempat produksi sekaligus outlet ’Salma. tunjangan. Jam kerja untuk kasir sekaligus pelayan pada hari biasa dan hari besar dimulai dari pukul 06. seorang keuangan. Cuti diberikan 12 hari dalam satu tahun.00-16. Pegawai terdiri dari 11 orang dengan spsifikasi 4 orang di bidang produksi.00 untuk shift pertama dan pukul 13. Beliau berkata jika prosuk tersebut selama 2 hari tidak laku di outlet.0024.00 untuk shift pertama dan shift kedua dimulai dari pukul 16. kerja lembur. maka langsung didistribusikan ke pasar-pasar tradisional dengan harga 50% lebih murah. seorang di bagian penggudangan. 14 . dan Kue’ mengalami pindah total ke lokasi yang digunakan sampai saat ini. Akhirnya. terbukti dengan laku keras produk roti yang dihasilkan. Masalah lain yang juga pernah muncul adalah terdapat ketidakcocokan dengan pekerjaan tersebut.00. akan tetapi bila banyak order maka karyawan tidak diperbolehkan untuk cuti.

adonan dibagi dengan devider kemudian adonan tersebut dibentuk dan ditambah selai sesuai kebutuhan. yakni gudang. Tahap berikutnya. devider. salah satunya roti manis. 50 gram margarin. 400 ml air. Jenis roti yang diproduksi sangat bervariasi. Ragi yang biasa dipakai adalah Rhizopus stolonifer yang masih satu golongan dengan ragi tempe Rhizopus oligosporus. Sementara itu. Adonan yang sudah dibentuk dimasukkan ke dalam loyang lalu didiamkan selama 2-3 jam sesuai suhu lingkungan saat itu. Gudang berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan baku seperti terigu. 30 gram ragi instant. kamar. Roti. roti didinginkan selama 15-30 menit lalu roti siap dikemas. ruang produksi 1. Setelah roti matang. outlet. Sedangkan. Semua bahan ditimbang sesuai kebutuhan. dan pisau roller pizza. Selanjutnya. sendok. dan telur. dan Kue ini terdiri dari beberapa ruang. Pembahasan Roti merupakan salah satu makanan fermentasi (fermented food) yang melibatkan mikroorganisme dalam bentuk ragi. loyang. Industri Salma. Letak gudang disarankan untuk 15 . bahan dimasukkan dalam mixer dan diaduk selama lebih kurang 20 menit hingga kalis. timbangan.B. Rhizopuis oryzae. 1 kg resep. 5 butir kuning telur. Proses pembuatan roti manis diawali dengan menyiapkan semua alat dan bahan. dapur. loyang diolesi dengan mentega agar adonan tidak lengket. dan selai secukupnya. 100 gram mentega. Apabila sudah mengembang. ruang produksi 2. Peralatan yang digunakan untuk pembuatan roti manis adalah mixer. gelas takar. mentega. kuas. Dalam ruangan ini terdapat timbangan untuk menakar atau menimbang jumlah bahan yang akan digunakan untuk membuat produk. Roti yang sudah dikemas siap diantar ke pelanggan maupun dijual di outlet yang terletak di lokasi yang sama. kamar mandi dan dilengkapi dengan area parkir yang cukup luas. oven. bahan yang dibutuhkan adalah 1 kg tepung terigu. adonan tersebut dimasukkan ke dalam oven selama 15-20 menit. Penyimpanan bahan ini perlu dipisahkan dari area lain agar mengurangi resiko kontaminasi. Di ruangan ini bahan baku disimpan sebelum diproduksi.

Akan tetapi di sisi lain. seperti tikus. Mata mixer dapat diganti sesuai dengan jenis bahan. Selain itu. Begitu pula dengan pintu yang tidak selalu tertutup sehingga binatang. Peralatan lain yang terdapat di ruangan ini adalah meja besar sebagai tempat pembentukan roti dan rak sebagai tempat fermentasi. pencetakan dan pengovenan. Proses produksi panjang dan melibatkan banyak karyawan sehingga ruang produksi dibagi menjadi dua. Pada ruangan ini terdapat meja untuk 16 . beater berputar mengitari bowl. adonan pastry dan croissant. dan jenis whip mengaduk bahan makanan encer. Mesin ini berfungsi membagi adonan berbentuk semi bulat dengan kapasitas 32 bagian per kg dengan berat sekitar 30-100 gram. seperti : cream. Untuk memastikan agar berat setiap kemasan relatif sama maka adonan sebelum dibentuk (dicetak) dibagi dengan mesin dough devider-rounder. beater untuk mengaduk makanan keju. susu segar. nilai lebih dari letak gudang adalah berdekatan dengan pintu masuk samping yang merupakan lorong sehingga proses pengangkutan lebih mudah dari luar ke dalam gudang. pintu gudang tertutup. Mixer roti planetary ini bekerja berdasarkan teori perputaran planet. yakni dalam penyiapan semua bahan isi roti. telur. Sebaiknya. terdapat meja besar sebagai tempat pembentukan adonan. Ruangan ini tidak dibatasi oleh dinding dengan ruang outlet sehingga konsumen dapat melihat langsung proses produksi dan memastikan produk terjual dalam keadaan fresh from the oven. yakni spiral untuk mengaduk adonan tepung dan jenis makanan yang sangat kental. setelah tidak berproduksi. Akan tetapi. aneka tepung. Mesin ini dapat membagi adonan menjadi potongan yang sama persis berbentuk semi bulat hingga bulat. dapat dengan mudah masuk ke ruangan ini. terdapat pula mixer kecil dan besar. Selain itu.dijauhkan dari kamar mandi agar tidak rentan kontaminasi. serta pengolesan loyang. Ruang produksi 1 merupakan tempat pengadukan. hal ini juga menyebabkan adanya kemungkinan kontaminasi debu saat didinginkan. Ruangan ini memiliki fungsi sebagai tempat produksi. mentega. bowl tidak berputar sehingga menghasilkan adonan yang rata dan lembut. Ruangan selanjutnya adalah ruang produksi 2. fermentasi.

karena tidak mendapat sinar matahari langsung. dan sebuah meja untuk tempat pengolesan loyang dengan mentega. untuk mendukung aktivitas ini. keju. penerangan di ruang ini cenderung redup. toilet. meja ini juga berfungsi sebagai tempat meletakan loyang untuk diolesi dengan mentega oleh pekerja. Pengolesan ini bertujuan agar roti setelah pengovenan. Pada ruangan ini juga terdapat mesin untuk slicing roti yang disebut slicer. dan kelapa. dua buah meja untuk meletakan kompor. Maka dari itu. kacang. Hal ini memudahkan karyawan untuk melakukan proses pemindahan produksi. Pada bagian utara dapur terdapat luasan untuk tempat pencucian peralatan produksi. maka cukup riskan terjadi kontaminan. toilet. Penyimpanan rak berdampingan dengan kamar mandi. tata letak di ruang ini sudah cukup baik karena dapat memanfaatkan lahan dengan baik sehingga ruangan yang cukup kecil terlihat lebih luas dan dapat dilalui dengan leluasa. Ruangan ini merupakan ruangan yang strategis dengan ruang produksi satu. Pada luasan ini terdapat sumur yang berbentuk persegi dengan bagian sisi memiliki bentuk melengkung dengan sudut 600. Hal ini dikarenakan proses fermentasi melibatkan kegiatan bakteri yang rentan terhadap kondisi lingkungan. coklat.mendukung aktivitas produksi dalam penyiapan bahan isi roti seperti pisang. Di dapur ini terdapat tiga buah meja yang saling berdampingan. Dapur berfungsi sebagai tempat penggorengan daging untuk bahan isi roti. Selain itu. dan dapur. sosis. mudah untuk mengambil atau roti tidak lengket pada loyang. begitu juga dengan kamar pribadi. Ruangan ini juga terdapat lemari sebagai tempat untuk menyimpan bahan-bahan isi roti. ruangan memiliki sifat yang lembab tidak terlalu panas atau dingin. dan kamar pribadi. dari ruang produksi dua ke ruang produksi satu. alas. Fermentasi bertujuan untuk mengembangkan adonan roti. Selain itu. daging. dapur. pada ruangan ini juga terdapat rak yang berfungsi sebagai tempat untuk mendukung aktivitas fermentasi pada roti. dan rak untuk 17 . Fermentasi ini berlangsung kurang lebih selama dua hingga tiga jam. Selain itu. sapu. seperti sabun. Selain itu juga terdapat peralatan pencucian. Namun. terutama suhu.

Sebelah barat ruangan administrasi.tempat meletakan alat-alat produksi yang memiliki ukuran sedang hingga kecil. Hal ini terlihat dari penempatan mesin dilakukan berdasarkan kesamaan fungsi. bolpoint. terdapat ruangan outlet. terdapat kamar mandi yang berukuran 1. Pada lorong ini juga terdapat rak sebagai tempat penyimpan peralatan produksi. Kamar mandi ini terhubung dengan tangga untuk menuju ke lantai dua. penggaris. Lorong ini dimanfaatkan oleh pemilik untuk menyimpan kardus-kardus untuk pengemasan produk roti pesanan maupun roti yang dijual di outlet.04 x 4. Penempatan kantor administrasi ini diletakkan pada bagian depan gedung. Bagian selatannya. Ruangan ini berukuran 8. Pada ruangan ini. Lorong ini berukuran 1 x 4. terdapat enam buah rak. dan segala perlengkapan pencatatan dokumentasi kegiatan industri ini.5 meter dan langsung terhubung dengan pintu keluar.69 meter. produk yang 18 .56 meter.75 meter. Lokasi ini berukuran 5. Sebelah selatan tempat pencucian ini terdapat lorong yang terbuka (tidak ada pembatas tembok ataupun pintu). sebuah lemari. Penataan dapur sudah baik. sebuah freezer. bagian timur dapur. sebuah kulkas. Hal ini bermaksud agar memberi posisi yang memudahkan pelanggan untuk memilih roti yang ada pada display. dan Kue ini termasuk dalam tipe tata letak process layuot. dan sebuah meja untuk kasir. Rak diatur dengan mempertimbangkan jarak yakni kira-kira berjarak satu meter antar rak. Rak pada lorong ini terletak di depan pintu gudang penyimpanan dan terdapat juga pada samping selatan pintu gudang. terdapat lorong yang kira-kira berlebar 1. tata letak awal Industri Salam. Berdasarkan sistem aliran bahan.6 meter sepanjang 18. Roti. Dapur juga digunakan sebagai dapur rumah tangga. agar client dapat mudah menjumpai pemilik perusahaan untuk memesan roti secara langsung. dua buah kursi. seperti buku.38 x 3. Enam rak sebagai tempat display untuk menempatkan roti-roti yang akan dipasarkan. dan lain-lain.25 meter. Pada gedung industri ini. Pada ruang administrasi terdapat fasilitas-fasilitas untuk mendukung kegiatan administrasi yakni dua buah meja.6 x 1.

Kelebihan tersebut antara lain dapat meminimalisir investasi mesin karena bersifat general purpose. skill pekerja tinggi. Selain itu. dan perencanaan produksi jauh lebih kompleks. menyebabkan work in process. dan perlu banyak pengawasan. mesin lebih efisien serta meningkatkan kepusan kerja dengan melakukan pekerjaan yang berbeda-beda atau menurunkan kejenuhan.dihasilkan beragam. fleksibilitas produksi tinggi karena dapat mengerjakan berbagai tipe produk. biaya pemindahan lebih mahal. 19 . tata letak ini juga memiliki kekurangan yakni garis produksi menjadi lebih panjang. volume produksi tiap produk relatif kecil. Tipe tata telak ini dipilih karena memiliki berbagai kelebihan. total waktu lebih lama.

2. Sebaiknya tempat untuk praktikum perlu dipersiapkan sebelumnya agar praktikan nyaman dan acara dapat berjalan lancar. dan Kue menunjukkan bahwa industri tersebut telah menerapkan penataan layout yang cukup baik sehingga proses produksi dapat lebih efektif. Hadi Suwarno. Industri ini telah memiliki empat cabang. Salah satunya berada di jalan Kapten Haryadi Lojajar Sinduharjo Sleman. dan Kue merupakan salah satu usaha yang dikembangkan oleh CV. Salma. Saran 1. Roti. 2. B. 20 . Hal ini membuat sebuah industri membutuhkan suatu rangkaian layout agar mudah dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya.BAB V PENUTUP A. Tata letak pabrik merupakan suatu hal yang paling penting dalam sebuah industri. Berdasarkan hasil pengamatan kelompok 10 pada Salma. Roti. Kesimpulan 1. Kegiatan praktikum di dalam kelas lebih difokuskan pada diskusi kelompok.

Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Machfud dan Yudha Agung. Process & Stationary. 1990. Bandung: ITB.Product. Diakses pada hari Minggu. Bab II Tinjauan Pustaka. Anonim 2.32 WIB. Dalam http://www. Bogor: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pendidikan Tinggi Pusat Antaruniversitas Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor. 2010. 1992.DAFTAR PUSTAKA Anonim 1. Apple. 1990. Facilities Planning. Tata Letak Pabrik.pdf?sequence=9 . 7 Maret 2010 pukul 16. New York: John Wiley & Sons Inc. http://dspace.widyata- ma.31 WIB. Perancangan Tata Letak pada Industri Pangan. JM.id/bitstream/handle/10364/993/bab2a.org/macam-dan-jenis-tata-letak-plantlayout-pabrik-berdasarkan-produk-proses-dan-bahan-baku-product-processstationary.13 WIB. Proses dan Bahan Baku . Tujuan dan Prinsip yang Mendasarinya. 2006. Diakses pada hari Minggu 7 Maret 2010 pukul 21. Tompkins. Macam dan Jenis Tata Letak / Plant Layout Pabrik Berdasarkan Produk. 2010. JM.ac.scribd. 21 . Rusdiyantoro. Diakses pada hari Minggu 7 Maret 2010 pukul 21. Dalam http://organisasi.com/doc/25139068/Tata-Letak-Pabrik?secret_ password= &autodown=pdf .

Nika Awalistyaningrum (9118) 2. Esti Rumaningsih (9127) 3.LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA II PETA KERJA UNTUK EVALUASI TATA LETAK AWAL Disusun oleh : Kelompok 6 Disusun oleh: Kelompok 10 1. Hety Handayani Hidayat (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 22 .

Oleh karena itu setiap langkah dari proses produksi harus perlu diperhatikan. Latar Belakang Dalam sebuah industri. mengingat berkaitannya dengan operasi yang efektif dan efisien selama proses produksi. waktu yang diperlukan. serta pekerja atau operatornya. tempat yang dipakai. Dengan perbaikan metode kerja. proses.BAB I PENDAHULUAN A. tentunya tidak akan lepas dari sistem industri yang meliputi input. yang setiap langkanya melibatkan adanya peralatan yang digunakan. Proses produksi merupakan salah satu hal yang penting demi kelancaran kegiatan suatu industri. mengurangi adanya backtracking. selain itu dapat memperbaiki suatu metode kerja sehingga dapat digunakan untuk perbaikan pabrik melalui aliran proses-proses operasi manufacturing komponen yang 23 . Selain itu juga dapat mengembangkan usahanya supaya dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak yang berimbas pada penurunan angka pengangguran suatu negara. Selain untuk kepentingan produksi dapat juga sebagai sumber informasi yang diperlukan untuk memperbaiki suatu tata letak industri secara langsung dan perbaikan terhadap metode kerja yang erat kaitannya dengan tata letak. serta output. ketersediaan biaya untuk produksi serta waktu yang dibutuhkan selama proses sangat memperngaruhi biaya yang harus dikeluarkan industri. Pada tahap ini dilakukan penambahan nilai suatu barang input untuk menhasilkan output produk yang berharga lebih. Suatu industri perlu merancang peta kerja yang dapat menggambarkan kegiatan kerja proses produksi secara sistematis. maka diperlukan juga perbaikan tata letak yang mengikuti adanya perubahan metode kerja. Peta kerja digunakan dalam industri untuk menciptakan suatu aliran produksi yang lancar. Perbaikan tersebut dilakukan untuk meminimalkan jarak perpindahan. Hal ini bertujuan agar dapat mendatangkan keuntungan yang lebih bagi industri tersebut. Proses produksi ini terdiri dari beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan.

Praktikan dapat menganalisis kelebihan dan kekurangan tata letak yang ada sekarang. Tujuan Praktikum 1. Peta Aliran Proses (PAP) ataupun Diagram Aliran (Bagan Tali).ada. 2. lengkap dengan data peralatan dan waktu proses. Praktikan dapat membuat peta kerja seperti peta proses operasi. 24 . Mengingat penyusunan peta kerja sangat penting dari suatu industri. B. 3. diagram aliran (bagan tali) berdasarkan proses produksi yang terjadi. maka dari itu pada praktikum ini diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap tata letak berdasarkan peta kerja yang dibuat dengan menganalisis kelebihan serta kekurangan tata letak yang ada sekarang pada industri bakery yang dijadikan sebagai obyek penelitian. Peta kerja meliputi Peta Proses Operasi (PPO). peta aliran proses. Praktikan dapat mengevaluasi tata letak berdasarkan peta kerja yang dibuat.

teknik-teknik tersebut juga berguna untuk perencanaan. Peta dari-ke i. yaitu peta proses operasi dan diagram alir. 2009). terdiri atas dua jenis. Peta proses produk-darab d. Jaringan lintasan kritis Peta kerja adalah presentasi grafis dari peristiwa dan informasi terkait yang terjadi selama serangkaian operasi. Peta prosedur j. peta kerja menyatukan banyak informasi yang menunjukkan operasi. Peta (bagan) rakitan b. Meskipun kebanyakan teknik semula ditujukan untuk tujuan analitis. Lewat peta kerja-peta kerja dapat dilihat semua langkah kegiatan atau kejadian yang dialami oleh suatu benda kerja dari mulai masuk pabrik kemudian menggambarkan semua langkah yang dialaminya. Diagram (bagan) tali e. Peta proses f. Sebab. Peta proses aliran h.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Peta kerja adalah alat yang menggambarkan kegiatan kerja secara sistematis dan jelas (Sutalaksana dalam Anonim. Ada beberapa teknik yang umum digunakan dalam merencanakan aliran. Bagan (diagram) aliran g. dan beberapa dipinjam dari bidang ekonomi gerakan dan penyerdehanaan kerja (teknik tata cara kerja). Pembuatan peta kerja sangat baik untuk memulai studi tata letak. hubungan satu sama lain. urutan. meskipun dalam ruang yang terbatas. Beberapa diantaranya khusus digunakan dalam tata letak pabrik. Data lain yang dapat 25 . beberapa lagi digunakan dalam tahap pemindahan bahan. Peta proses operasi c. serta titik-titik dimana bahan bergabung satu sama lain. 1990): a. Yang paling umum digunakan adalah (Apple.

serta di dalamnya memuat pula informasi-informasi yang diperlukan untuk analisis seperti waktu yang dibutuhkan 26 . Menunjukkan secara nisbi konsentrasi mesin. J. Membantu perencanaan tempat kerja mandiri L. dan penyimpanan yang terjadi selama satu proses atau prosedur berlangsung. Menunjukkan urutan operasi pada tiap komponen D. 1955). Menunjukkan kesulitan-kesulitan yang mungkin timbul dalam aliran produksi Q. Menunjukkan jumlah pekerja yang dibutuhkan M. Menunjukkan sifat masalah penanganan bahan P. Menunjukkan hubungan antar komponen G.membantu analisis lebih lanjut. 1990): A. Dengan tambahan data lain. Menunjukkan operasi yang harus dilakukan untuk tiap komponen C. pemeriksaan. Kenyataannya peta ini adalah diagram tentang proses. Menunjukkan titik tempat komponen memasuki proses I. transportasi. Menunjukkan kerumitan nisbi dari fabrikasi tiap komponen F. Mengkombinasikan lintasan produksi dan peta rakitan sehingga memberikan informasi yang lebih lengkap B. dan peralatan N. peta ini dapat digunakan sebagai alat manajemen. Menunjukkan urutan fabrikasi dan rakitan dari tiap komponen E. Membedakan antara komponen yang dibuat dan dibeli panjang nisbi dan lintas fabrikasi dan ruang yang K. seperti waktu yang diperlukan dan lokasi. Mencatat proses pembuatan untuk diperlihatkan pada yang lain Peta aliran proses adalah suatu diagram yang menunjukkan urutan-urutan dari operasi. dan telah digunakan dalam berbagai cara sebagai alat perencanaan dan pengendalian. Beberapa keuntungan dari peta proses operasi ini adalah sebagai berikut (Apple. dapat dicantumkan (Muther. Peta Proses Operasi (PPO) atau Operation Process Chart (OPC) adalah salah satu teknik yang paling berguna dalam perencanaan produksi. Menunjukkan sifat pola aliran bahan O. pekerja. Menunjukkan tingkat kebutuhan sebuah rakitan-bagian. menunggu. Menunjukkan dibutuhkannya H.

1990). Hanya saja di sini penggambarannya dilakukan di atas gambar layout dari fasilitas kerja. 2009). 2009): 1.dari jarak perpindahan. Peta aliran proses memperlihatkan semua aktivitas-aktivitas dasar. Peta aliran proses menganalisis setiap komponen yang diproses secara lebih lengkap dibanding peta proses operasi. 1993). Diagram aliran merupakan suatu gambaran menurut skala dari susunan lantai dan gedung. Sedangkan. Aktivitas yang berarti pergerakan suatu material atau orang dari suatu tempat ke tempat berikutnya. 2. Perbedaan peta aliran proses dan peta proses operasi adalah (Ratmawati. Arah aliran digambarkan oleh anak panah kecil pada garis aliran tersebut. Diagram aliran pada dasarnya sama dengan peta aliran proses. menunggu. serta sebagai alat untuk mempermudah proses analisis ketidakefisienan pekerjaan (Ratmawati. dapat digunakan untuk mengetahui aliran bahan atau aktivitas orang. termasuk transportasi. dengan menggunakan tali. benang. 2007): 27 . pada peta proses operasi terbatas pada operasi dan pemeriksaan saja. Tujuan pokok dalam pembuatan flow diagram adalah untuk mengevaluasi langkah-langkah proses dalam situasi yang lebih jelas. yang menunjukkan lokasi dari semua aktivitas yang terjadi dalam Peta Aliran Proses. kegunaan umum dari peta aliran proses adalah dapat memberikan informasi waktu penyelesaian suatu proses. Diagram aliran atau biasa disebut bagan tali adalah alat untuk menggambarkan aliran unsur pada tata letak daerah tertentu. yaitu (Nugroho. Peta aliran proses tidak bisa digunakan untuk menggambarkan secara keseluruhan. dinyatakan oleh garis aliran dalam diagram tersebut. Secara lebih terperinci. Kegunaan diagram alir. dan penyimpanan. dsb. sebagai alat untuk melakukan perbaikan-perbaikan metode kerja. Diagram ini digunakan untuk menunjukkan lintasan perpindahan (gerakan) atau perjalanan elemen pada suatu daerah (Apple. di samping tentunya bisa dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan-perbaikan di dalam desain layout fasilitas produksi yang ada (Wignjosoebroto. atau kain.

Juga berguna jika keterkaitan terjadi antara beberapa kegiatan dan jika diinginkan adanya penyusunan kegiatan optimum. perlengkapan atau orang selama proses tersebut berlangsung Di samping menampilkan informasi yang disertakan dalam proses operasi. jumlah waktu dalam penyimpanan. ini berarti penganalisaan suatu proses kerja akan lebih sempurna apabila kita mengetahui dimana tempat mesin.1. Menolong dalam perbaikan tata letak tempat kerja. proses aliran diagram akan menunjukkan: jarak yang ditempuh di masing-masing transportasi. Diagram aliran seperti bagan yang dirancang untuk menunjukkan "rincian penyimpanan. 1990): 1. Penentuan lokasi kegiatan 4. penanganan. apalagi jika arah aliran merupakan faktor yang penting. tempat kerja. Perinupaan perpindahan bahan 7. yang berguna terutama untuk menganalisa aliran-aliran baik barang. Menunjukkan ketergantungan satu kegiatan dengan kegiatan lainnya 8. seperti misalnya di bengkel. Menunjukkan volume perpindahan antarkegiatan 28 . Model tiga dimensi merupakan suatu variasi dari Diagram Aliran. Pengukuran efisiensi pola aliran 6. bahan maupun orang yang terjadi pada suatu gedung yang bertingkat banyak. Diagram aliran berfungsi melengkapi Peta Aliran Proses. Biasanya sangat berguna jika barang yang mengalir pada suatu wilayah berjumlah banyak. kantor atau fasilitas lainnya. dan memindahkan material antara operasi manufaktur (Immer. Peta dari-ke adalah salah satu teknik yang paling baru yang dipergunakan dalam pekerjaan tata letak dan pemindahan bahan. Perencanaan pola aliran 3. Pembandingan pola aliran atau tata letak pengganti 5. 1950). 3. daerah kerja dan kemana saja arah gerakan dari bahan. bengkel mesin umum. Menganalisis perpindahan bahan 2. Beberapa kegunaan dan keuntungannya adalah dalam (Apple. 2. dan delay. Lebih memperjelas suatu Peta Aliran Proses.

Pemendekan jarak perjalanan selama proses 29 . komponen. Menunjukkan masalah kemungkinan pengendalian produksi 11. dan sebagainya 12. Menunjukkan hubungan kuantitatif antara kegiatan dan perpindahannya 13. Perencanaan keterkaitan antara beberapa produk. bahan.9. Menunjukkan keterkaitan lintas produksi 10. barang.

Bahan tambahan yang mengalami operasi/inspeksi digambarkan di sebelah kiri bahan utama/bahan dengan proses terpanjang. 4. Jika bahan lebih dari satu. c. 2. b. Menulis pada baris teratas Peta Proses Operasi. Penggaris biasa Penggaris bulat dan kotak Alat Tulis Kertas A4 Bahan : 1. 3. Alat dan Bahan Alat : 1. dan Kue” B. Roti. kemudian menunjukkan tanda operasi dan atau inspeksi yang dialami dengan menggunakan lambang lingkaran atau bujur sangkar. tuliskan waktu yang diperlukan. 30 . nama pembuat peta. Prosedur Praktikum 1. nomor peta. mesin yang digunakan atau stasiun kerja yang melaksanakan operasi/inspeksi. Menulis bahan yang akan diproses di atas garis horizontal. diikuti informasi lain seperti nama obyek. Data hasil kunjungan ke “Salma. kondisi operasi. bahan utama atau bahan yang mengalami operasi terbanyak digambarkan di bagian paling kanan. d.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Di sebelah kanan lambang lingkaran atau bujur sangkar menuliskan nama operasi/inspeksi. Pembuatan PPO Cara untuk membuat PPO : a. tanggal dipetakan. Di sebelah kiri lambang lingkaran atau bujur sangkar. Gambar garis menurun.

Penomoran kegiatan operasi/inspeksi dilakukan secara beruntun sesuai dengan urutan operasi/inspeksi yang terjadi. Memindahkan lambang-lambang pada peta aliran proses ke dalam diagram aliran. Tiap bahan mempergunakan warna yang berbeda. Dalam menentukan langkah. waktu yang dibutuhkan.e. e. metode perpindahan. d. Menentukan aliran bahan / orang yang diamati. Bahan tambahan yang tidak mengalami operasi (dibeli langsung dipakai) digambarkan langsung dititik bahan tersebut bergabung. Melengkapi kolom sebelah kanan dengan data seperti : jarak perpindahan. c. 31 . dari awal sampai akhir proses. f. 2. Dilanjutkan ke seluruh proses. Pembuatan Peta Dari-Ke a. menuliskan ringkasan jumlah kegiatan operasi dan inspeksi. Kepadatan garis menunjukan daerah yang padat. Menghubungkan lambang-lambang tersebut dengan garis untuk lintasan perjalanan bahan. Setalah PPO selesai dibuat. 4. frekuensi pemindahan. harus mengikuti satu orang atau satu obyek. Pembuatan Diagram Aliran Cara pembuatan DA: a. 3. d. nomor departemen dan lain – lain. Menggambarkan aliran bahan yang ada pada denah yang sudah diperoleh di acara 1. Menggambar matriks dengan jumlah baris dan kolom sesuai dengan jumlah kegiatan. g. jumlah orang terlibat. Mengkaji peta untuk kemungkinan perbaikan. Mengisi sesuai dengan kegiatan yang diamati. Membuat formulir PAP b. b. Pembuatan PAP Cara untuk membuat PAP : a. c. g. f.

Menganalisis Kelebihan dan Kekurangan Tata Letak Sekarang a. Memasukkan data yang dapat berupa: jumlah gerakan. d. waktu. c. 5. berat tiap satuan waktu. Menjunlahkan tiap baris dan kolom. biaya perpindahan. jumlah bahan bahan dipindahkan tiap periode. Menganalisis tata letak industri yang ada sekarang berdasarkan petapeta kerja yang telah dibuat dengan mengacu pada kriteria tata letak yang baik. susunan logis aliran proses atau urutan yang disarankan. kombinasi jumlah.b. Memasukkan nama kegiatan sepabjang baris dan kolom kiri ke bawah dengan urutan susunan geografis dalam pabrik. waktu perpindahan. dsb. berat. Membuat tabel b. 32 .

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil 1. PPO (Peta Proses Operasi) : 33 .

PAP (Peta Aliran Proses) 34 .2.

3. Diagram Alir : Keterangan : : tepung terigu : mentega : margarin : telur : ragi : resep : air : selai coklat : adonan 35 .

DIAGRAM ALIR DI AUTOCAD 36 .

Peta Dari-Ke Maju: 1 x (107+42+59+7+19+38+10+10) = 292 2 x (15) = 32 + 322 37 .4.

Peletakan bahan-bahan sudah cukup bagus Dekat ruang produksi I Pintu selalu terbuka sehingga hewan seperti serangga dapat masuk Penerangan kurang dan kebersihan kurang terjaga serta relative terlalu sempit Tidak ada sekat dengan ruang pencucian Area sempit Pencahayaan bagus Letak strategis dan bersih Terletak di tempat yang Area sempit mengingat strategis dan terdapat hiburan banyaknya pekerja B. dikhawatirkan kendaraan dapat hilang karena tidak ada penjaga Roti diletakan pada rak yang terbuka sehingga memperluas peluang terjadinya kontaminasi. Selain itu. Kurang memperhatikan nilai estetika Kurang luas sehingga pekerja terbatas geraknya 2 Outlet Area cukup luas. sudah di-conblock KEKURANGAN Terletak di pinggir jalan. peta aliran proses. sehingga supplier bisa langsung bertemu dengan manajer. penataan rapid an sudah dipisahkan menurut jenisnya 3 Ruang Administr asi Dekat dengan pintu keluar. Penerangan cukup Cukup strategis karena dekat pintu keluar masuk. pintu selalu dalam keadaan terbuka yang dapat membuat debu dan kotoran masuk Antara ruang administrasi dan lorong menuju gudang tidak bersekat sehingga dapat menghalangi saat penggangkutan bahan. Analisis Kelebihan dan Kekurangan Tata Letak Sekarang NO LOKASI 1 Tempat Parkir KELEBIHAN Area luas. halaman tanpa pagar. Pembahasan Praktikum acara II ini yakni Peta Kerja untuk Evalusi Tata Letak Awal dilakukan bertujuan untuk membuat peta kerja seperti peta proses operasi.5. diagram aliran berdasarkan proses produksi yang terjadi. 38 . Efisiensi ruang 4 Ruang Produksi I 5 Gudang 6 Ruang produksi II 7 Dapur 8 Kamar Mandi 9 Kamar Berdekatan dengan Outlet sehingga pembeli dapat melihat proses produksi.

Proses awal dalam pembuatan roti manis rasa coklat adalah penimbangan tepung terigu. Pada PPO hanya terdapat tiga aktivitas bahan yaitu operasi. Langkah pertama pada pembuatan peta ini. bahan yang melalui proses terpanjang ialah tepung terigu sebagai bahan dasar pembuatan roti manis rasa coklat. dapat diketahui kelebihan dan kekurangan yang ada. berupa urutan kegiatan operasi dan inspeksi sejak bahan mentah hingga menjadi produk. Untuk bahan-bahan tambahan yang tidak mengalami proses operasi tidak diletakkan di sebelah kiri bahan utama tapi langsung ditambahkan dalam tahap operasi seperti air. bahan yang digunakan. telur. dan selai coklat. Selanjutnya pembuatan peta dengan sebagai dasar bagi bahan yang mempunyai alur proses paling banyak dipilih pertama kali. dan ditulis dari sudut kanan kertas. Disusul dengan mentega. Selanjutnya diikuti bahan-bahan lainnya ke arah kiri. margarin. Peta ini meliputi langkah-langkah proses yang akan dialami oleh bahan baku. maupun pemisahan terjadi operasi dan inspeksi.dilengkapi data peralatan dan waktu proses. telur. Selain itu memuat semua informasi mengenai waktu proses. inspeksi dan penyimpanan. mesin atau stasiun kerja yang melakukan kegiatan operasi. Pada industri Salma Roti. terlebih dahulu memilih komponen atau bahan-bahan baku yang akan digunakan untuk menghasilkan produk yang diinginkan. Hal ini dikarenakan proses ini terjadi perubahan volume serta jika dihilangkan akan mempengaruhi proses selanjutnya yang disebut dengan operasi yang berlambang lingkaran. formula. serta pemisahan telur. mentega. dan ragi. Berdasarkan hasila evaluasi. Dalam PPO hanya dimuat aktivitas bahan yang bersifat produktif dan meningkatkan nilai tambah sehingga disertakan tiga aktivitas tersebut. waktu serta kondisi saat operasi. margarin. Sedang 39 . Operation Process Chart (OPC) merupakan peta kerja yang mencoba menggambarkan urutan kerja dengan cara membagi stasiun kerja kedalam elemen-elemen operasi secara detail. dan ragi. dan ragi. margarin. mentega. Melalui peta-peta kerja tersebutlah dapat dievaluasi tata letak yang ada sekarang. Pada penimbangan tepung terigu.

Sedang sebelah kiri dari lambang menunjukan waktu yang diperlukan dalam proses tersebut yakni berturut-turut 17. ragi. Kemudian sebelum dilakukan pengemasan. mentega. dan peralatan yang digunakan yakni timbangan. Sedangkan untuk telur terjadi proses pemisahan antara kuning telur dengan putihnya dengan proses manual oleh pekerja selama 130 detik. penyimpanan yang dilakukan. Selanjutnya dilakukan penimbangan adonan terlebih dahulu menggunakan timbangan duduk selama 12 detik yang terilustrasi dengan O-7 dan I-7. Proses selanjutnya ialah pengovenan selama 15 menit. Operasi ini terilustrasi dengan O-10. Pada peta proses operasi ini. dapat menunjukkan jumlah operasi. inspeksi. dilakukan pendingan selama 30 menit dengan cara manual. Kemudian adonan dilakukan pembagian dengan mesin devider selama 150 detik yang terdiskripsi dengan O-8. 20. Pada pembentukan adonan dilakukan dengan cara manual oleh pekerja menggunakan tangan yang disebut O-9 dan I-8. 19. Proses selanjutnya ialah mencampurkan tepung terigu dengan telur. dan 20 detik. yang ditulis secara berurutan. dan air. formula. Setelah dilakukan pembagian adonan. O-11 dan I-8. Pengemasan dengan manual selama 20 detik tergambar O-13. sebelah kanan lambang menunjukkan proses yakni penimbangan. Pada penimbangan tepung terigu. margarin. Hal ini berlaku juga dengan penimbangan dan pemisahan bahan lainnya. Pada tahap penimbangan tepung telur disebut operasi pertama dan inspeksi pertama. Tahap akhir ialah penyimpanan pada outlet. mentega. Proses selanjutnya ialah tahap pengembangan adonan selama 120 menit dengan cara manual yaitu dengan membiarkan pada suhu ruangan agar terjadi fermentasi. dan ragi. yang diilustrasikan ke dalam lambang berturutturut O-1 dan I-1. maka adonan ditambah dengan selai coklat dan dilakukan pembentukan adonan. margarin. Pencampuran ini menggunakan mesin mixer selama 20 detik yang digambarkan dengan opearsi ke-6 (O-6) dan inspeksi ke-6 (I-6). Selain itu dapat juga menunjukkan 40 . terdiskripsi O-12. Maka dari itu pada peta tergambar lambang lingkaran di dalam kotak persegi.pada proses ini terjadi pengamatan yang disebut inspeksi yang berlambang kotak persegi.

Kelemahan pada peta ini ialah tidak mampu menjelaskan jarak yang ditempuh suatu operasi satu ke operasi selanjutnya serta belum dapat menggambarkan dimana operasi dilakukan. Sedang untuk jumlah waktunya secara berturut-turut ialah 11456 detik. dan jarak perpindahan. 2. Pada pembuatan roti manis rasa coklat ini jumlah operasi. Peta ini menggambarkan kejadian yang dialami bahan (dapat merupakan salah satu bagian dari produk jadi) dalam suatu proses atau prosedur operasi. Padahal jarak antar proses mempengaruhi lama suatu operasi. 6. 4. Menunjukkan jumlah pekerja atau peralatan yang dibutuhkan. dan 1. waktu perpindahan. Menunjukkan tingkat kebutuhan sebuah operasi. 148 detik. Dengan hanya menggambarkan salah satu komponen dari produk jadi dalam hal ini tepung terigu. Mencatat proses pembuatan untuk diperlihatkan pada bagian lain. Peta aliran proses yang dibuat merupakan peta aliran proses tipe bahan. dan penyimpanan secara berturut-turut 13. Beberapa keuntungan dan kegunaan dari Operation Process Chart (OPC) ini adalah sebagai berikut : 1. Secara garis besar PAP ini dapat dibedakan menjadi dua tipe yakni tipe bahan dan tipe orang. 8. 3. 9. sedangkan waktu penyimpanan tidak diukur karena di luar proses produksi. Memberikan informasi yang lebih lengkap.lama waktu yang diperlukan. Namun hal ini dapat dijelaskan dengan peta yang lain. Pada PAP digambarkan langkah-langkah dari perpindahan suatu bahan. yakni peta aliran proses. inspeksi. Menunjukkan urutan operasi. 8. 7. berarti peta ini merupakan salah satu bagian dari peta 41 . Membantu perencanaan tempat kerja mandiri. Menunjukkan hubungan antar komponen 5. Peta Aliran Proses (PAP) adalah diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses yang dialami oleh bahan yang digambarkan dalam bentuk tabel. Menunjukkan sifat pola aliran bahan. Menunjukkan operasi yang dilakukan beserta waktu yang diperlukan.

7.yang lebih kompleks. Mengurangi jarak perpindahan material 6. Total waktu yang digunakan untuk inspeksi adalah sebesar 146 sekon. pengembangan adonan. pendinginan. Peta ini berfungsi sebagai berikut. Mempermudah proses analisis untuk mengetahui tempat-tempat dimana terjadi ketidakefisienan pekerjaan sehingga dapat menekan biaya produksi. pencampuran terigu dengan bahan lainnya. 4. pembagian adonan. Sedangkan transportasi meliputi pemindahan terigu dari gudang ke tempat produksi I. Dari hasil PAP tepung terigu dalam pembuatan roti manis rasa coklat terdapat 10 operasi. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan pada stasiun kerja ini adalah 42 . Eliminasi proses handling yang tidak efisien 5. Sedangkan inspeksi meliputi penimbangan terigu. pengadukan. penimbangan adonan. Dapat digunakan untuk mengetahui jumlah kegiatan yang dialami bahan selama proses berlangsung. pemindahan adonan dari mixer ke meja. 5 transportasi dan 2 penyimpanan. dan dari oven ke rak pendinginan. Peta ini dapat memberikan informasi mengenai waktu penyelesaian suatu proses sehingga dapat mengurangi waktu yang tidak perlu seperti delay. dan pengemasan. 3. pengovenan. Dapat digunakan untuk mengetahui jumlah kegiatan yang dialami bahan selama proses. pemindahan loyang adonan dari rak ke pengovenan. Transportasi ini menyumbang lamanya waktu produksi sebesar 171 sekon. pengadukan. Penyimpanan ini meliputi penyimpanan bahan baku di gudang dan penyimpanan roti di outlet. pemindahan adonan pada loyang ke rak. 1. 2. Dapat digunakan untuk mengetahui aliran bahan mulai awal masuk dalam proses hingga aktivitas produksi berakhir. pembentukan adonan. penimbangan adonan. Kesepuluh operasi ini meliputi penimbangan terigu. Jika ditotal waktunya. maka diperoleh angka 11207 sekon. dan pengovenan. 4 inspeksi.

Pada diagram alir. Apabila dilihat dari rincian data di atas dapat disimpulkan bahwa operasi menyumbang angka yang paling besar dan menunjukkan bahwa bahan (tepung terigu) mengalami aliran proses yang cukup panjang dan kompleks. persegi untuk inspeksi.selama 11524 sekon. dan Kue cukup efektif. dan formula disimpan di gudang lalu masing-masing mengalami inspeksi dan operasi saat penimbangan. Bahan-bahan berupa terigu. tanda panah untuk transportasi. Sementara itu. serta segitiga terbalik untuk penyimpanan. Kombinasi adonan tersebut ditambah dengan selai yang diambil dari freezer. Apalagi jika ditinjau dari area industri yang sempit. ragi. Kuning telur yang sudah dipisahkan kemudian dipindah ke dalam mixer. Tujuan penggambaran diagram alir adalah untuk evaluasi langkah-langkah proses dalam situasi yang lebih jelas. margarin. adonan didiamkan di rak. Akan tetapi. penggambaran dilakukan di atas gambar layout fasilitas kerja. Adonan dipindahkan ke meja lalu ditimbang (operasiinspeksi) kemudian dipindah ke devider untuk dibagi (operasi). Adonan yang sudah mengembang lalu dioven. yaitu lingkaran untuk proses. Selain itu. Setelah adonan dibentuk. Semua bahan tersebut mengalami operasi berupa mixing atau pencampuran sehingga menghasilkan adonan. masing-masing 43 . Aliran bahan pada industri Salma. Setelah ditimbang. Hal ini ditunjukkan dengan tidak adanya aliran bahan bolak-balik. Adonan yang sudah terbagi-bagi lalu diuleni dan dicetak sesuai bentuk yang diinginkan. Roti yang sudah matang didiamkan lalu dikemas dan dijual. mentega. telur yang berada di gudang juga dipindah ke dekat mixer lalu mengalami operasi-inspeksi pemisahan kuning telur. Diagram alir menggunakan simbol-simbol yang berfungsi menggambarkan kegiatan yang ada. masing-masing bahan akan dipindah ke mixer. letak penyimpanan bahan baku yang mayoritas hanya dalam gudang saja membuat aliran bahan terfokus pada satu sumber saja. Pada dasarnya diagram alir sama persis dengan peta aliran proses. Roti. diagram alir dapat dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam desain layout fasilitas produksi yang ada. Proses ini termasuk dalam operasi.

maupun penyimpanan) dibedakan berdasarkan warnanya. Padahal. 3. Hal ini dikarenakan biaya pemindahan bahan nilainya cukup besar. Adapun beberapa parameter yang dijadikan acuan adalah sebagai berikut. 3. operasi dan inspeksi pada operasi 1. Tata letak ini biasanya berkaitan erat dengan minimasi biaya produksi atau lebih tepatnya biaya pemindahan bahan. Aliran Bahan Dari diagram alir yang telah dibuat. Ruang Lorong atau gang yang terdapat dalam industri ini lurus. Tata letak pada industri ini sudah cukup baik karena lorong menuju gudang cukup luas sehingga pemindahan bahan lebih leluasa. Selain itu. Selain itu. maka perlu dilakukannya analisis. Walaupun terdapat daerah yang padat perpindahan. Semua bahan dipindahkan dari gudang ke ruang produksi I. namun lorong luas dan jumlah bahan yang dipindahkan relatif sedikit. diketahui bahwa secara keseluruhan tata letak Salma. tidak terjadi langkah balik. 2.bahan dan perlakuan (operasi. Dari hasil analisis tersebut. 2. Roti. 4. terlihat bahwa pola aliran dan keterkaitan kegiatan terencana serta aliran bahan relaif lurus. dan Kue yang ada sekarang telah cukup baik. 2. Permindahan Bahan Perpindahan bahan dilakukan secara manual (tanpa alat pembantu) dengan frekuensi hanya satu kali per produksi. industri telah mampu memaksimalkan pemakaian ruang seperti penggunaan lorong untuk ruang administrasi. 1. Ruang gudang mencukupi untuk menyimpan bahan. inspeksi. 3. Selain itu. 4 maupun inspeksi 1. 4 juga memiliki beda warna yang netral (tidak mewakili bahan apapun). Proses Produksi 44 . kegiatan pemindahan bahan ini merupakan kegiatang yang tidak produktif. dan ruang anatar peralatan mencukupi sehingga tidak sulit dalam pemeliharaan (pembersihan) peralatan. Menilik dari urgensi tata letak yang baik diatas.

Sedangkan operasi terakhir berada di ruang produksi I yang terletak bersebelahan dengan outlet sebagai tempat penjualan. Letak gedung sedikit menjorok ke dalam dimaksudkan tidak hanya untuk memperluas area parkir. Lain-Lain Industri ini telah menyediakan fasilitas bagi pekerja seperti kamar mandi dan tempat istirahat. 45 . waktu proses total merupakan waktu pemrosesan. namun juga merupakan antisipasi agar produk tidak terkontaminasi debu.Operasi pertama yakni penimbangan dilakukan di gudang sehingga tidak banyak energi yang terbuang. tidak terdapat barang setengah jadi. Sealin itu. 5. Dalam industri ini. Selain itu. kebisingan jalan tidak menggangu industri baik pekerja maupun pelanggan.

B. ruang antarperalatan mencukupi sehingga tidak sulit dalam pemeliharaan (pembersihan) peralatan. Berdasarkan proses produksi pembuatan roti manis rasa coklat di Salma Roti dan Kue. 3. tidak aliran bahan yang bolak-balik. dapat dibuat sebuah PPO . dan sebuah diagram alir yang dilengkapi data peralatan dan waktu proses. seperti penggunaan lorong untuk ruang administrasi. Asisten hendaknya lebih membimbing lagi dalam pembuatan peta agar praktikan dapat mengerjakan secara optimal. 2. Sebab. Saran 1. 2. Selain itu. sebuah PAP. 46 . Praktikum dibuat lebih menyenangkan dengan suasana yang lebih kondusif.BAB V PENUTUP A. Industri ini telah mampu memaksimalkan pemakaian ruang. Tata letak Salma Roti dan Kue sudah cukup efektif jika ditinjau dari aliran bahan. Kesimpulan 1.

13 WIB. Jakarta: PT.ac. Widya Fitra. Dalam http://etd.39 WIB. Diakses pada hari Senin. Bab II Landasan Teori.M. Apple. 2009. New York: Mc Graw-Hill Book Company. 2009.blogspot. 22 Maret 2010 pukul 9.ums. Tugas Akhir: Usulan Perbaikan Metode Kerja Proses Pengemasan Sari Ayu Alas Bedak Cempaka Sari 35 mL.html. Inc. 1990.id/6237/1/D600000076.34 WIB.DAFTAR PUSTAKA Anonim. J. 1993. Dalam http://www.scribd. 1955. 1950. Wignjosoebroto. Perancangan Fasilitas. Nugroho. Immer. Layout Planning Techniques. Diakses pada hari Senin. 47 . 2007. New York: Mc Graw-Hill Book Company. Emy Dyah. 22 Maret 2010 pukul 9.pdf . Richard.eprints. John R. Sritomo. Diakses pada hari Senin. Ratmawati. Tataletak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ketiga. 22 Maret 2010 pukul 20. Guna Widya. Practical Plant Layout. Jakarta: Penerbit ITB. Inc. Dalam http://rekayasafasilitas. Pengantar Teknik Industri Jilid 1. Muther.com/2007/12/perancangan-fasilitas-artikeldisusun.com/doc/214 77003/BAB-II.

Nika Awalistyaningrum 5.LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA III ROUTE SHEET DAN MUTI PRODUCT PROCESS CHART Disusun oleh: Kelompok 10 4. Esti Rumaningsih 6. Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 48 .

serta output. serta evaluasi dalam suatu industri. kebutuhan mesin dan pekerja yang berperan langsung dalam kegiatan produksi. Suatu pabrik atau industri beroperasi dalam jangka waktu yang lama. Perhitungan untuk mengetahui jumlah mesin atau pekerja dalam suatu stasiun kerja diperlukan analisis menggunakan atribut analisis. terutama yang berbasis bakery tidak akan bisa lepas dari sistem industri yang meliputi input. jika terjadi kesalahan dalam penganalisisan serta perencanaan layout. Pada praktikum ini acara 3 ini. bermaksud untuk melakukan perhitungan jumlah kebutuhan mesin dan sumber daya manusia berdasarkan kapasitas riil industri yang dijadikan obyek penelitian.BAB I PENDAHULUAN A. Route sheet dan Multi Product Process Chart memiliki keterkaitan erat dimana pada pembuatan MPPC dibutuhkan data dari route sheet. tidak akan dapat lepas dari peralatan atau mesin serta peran pekerja atau operator. Maka dari itu diperlukan perhitungan tiga kebutuhan (bahan baku. mesin dan pekerja) tersebut agar proses produksi yang terjadi sesuai dengan yang diharapkan yakni efektif dan efisien. Maka dari itu di dalam sebuah industri harus mencakup kebutuhan bahan baku. Latar Belakang Pada sebuah industri. Atribut-atribut ini sangat membantu untuk melakukan analisis dan perbaikan. Keduanya juga berperan dalam menganalisis pola aliran proses produksi sehingga dapat diperoleh proses produksi yang efisien dan efektif. proses. akan menyebabkan kegiatan produksi berlangsung kurang efektif atau efisien. Sejak awal barang input masuk ke sebuah industri hingga produk dapat dinikmati konsumen. Multi product process chart juga berbentuk tabel namun lebih mengacu pada proses produksi yang dilalui bahan dan memanfaatkan data jumlah mesin atau tenaga kerja teoritis dari Route Sheet. Route Sheet merupakan tabel yang digunakan untuk menghitung jumlah mesin atau peralatan yang harus digunakan. Perhitungan menggunakan Route Sheet 49 . Perhitungan ini dapat dilakukan dengan menggunakan Route Sheet dan Multi product process chart.

Tujuan Praktikum Praktikan dapat melakukan perhitungan kebutuhan mesin dan sumber daya manusia berdasarkan kapasitas riil industri. B. 50 .dan Multi Product Proses Chart.

dan mewujudkan sistem bagi pembuatan barang atau jasa. keputusan akhir harus dibuat untuk menentukan jumlah peralatan sebagai dasar untuk merencanakan stasiun kerja mandiri dan menghitung kebutuhan ruangan bagi tiap bidang kegiatan. Maka bukan hanya urutan operasi tetapi jumlah mesin dan peralatan akan mempunyai pengaruh pada pola aliran (Apple. aliran barang. Pemilihan jenis dan spesifikasi mesin fasilitas produksi lainnya merupakan langkah penting dan menentukan untuk langkah perancangan layout selanjutnya. Karena tiap potong peralatan atau pusat kegiatan akan menghuni sejumlah meter persegi. Penetapan kapasitas produksi yang diperlukan adalah satu kunci permasalahan pokok tidak hanya merancang fasilitas produksi yang baru atau ekspansi fasilitas yang ada tetapi juga untuk mengantisipasi periode produksi yang pendek dengan ukuran pabrik tidak dapat diubah begitu saja (Wignjosoebroto. 1996). Semua usaha yang telah dilakukan dapat menghasilkan sesuatu yang tidak berharga jika perancang proses tidak memilih dengan cermat peralatan tertentu yang dibutuhkan 51 . ekonomis. bangunan. perlu ditentukan terlebih dahulu berapa jumlah tiap jenis peralatan dibutuhkan. 1990). Begitu pula dengan jumlah operator yang juga harus ditentukan. aliran informasi. dan aman (Apple.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Perancangan fasilitas merupakan kegiatan menganalisis. 1990). Pertimbangan awal dari jumlah mesin semestinya telah dilakukan pada langkah awal. dan tatacara yang diperlukan untuk mencapai tujuan usaha secara sangkil. jumlah peralatan total menjadi faktor yang menentukan kebutuhan ruangan ’kotor’. sebelum proses tata letak dapat dilanjutkan lebih jauh. membentuk konsep. Adanya proses penentuan jumlah mesin yang dibutuhkan harus dibarengi dengan kegiatan pemilihan dan penentuan dari jenis mesin itu sendiri. Di sini. Rancangan ini umumnya digambarkan sebagai rencana lantai yaitu suatu susunan fasilitas fisik (perlengkapan. dan sarana lain) untuk mengoptimumkan hubungan antara petugas pelaksana. tanah. merancang. Sama halnya dengan yang telah dikemukakan di atas.

untuk melaksanakan proses satuan dan operasi yang telah ditentukan. ketersediaan mesin (availability) dan efisiensi mesin (efficiency) yang dapat digunakan untuk menghitung waktu aktual yang dibutuhkan pada setiap proses untuk setiap jenis produk yang akan diproduksi (Ardliansyah dan Pratama. jumlah part yang diharapkan pada proses perakitan dan pabrikasi dihitung berdasarkan permintaan pasar dan diolah sampai mendapatkan jumlah kebutuhan rough lumber tanpa memperhatikan perubahan material yang terjadi selama proses operasi suatu part. Menurunkan ongkos produksi. Mengganti mesin yang telah aus. Mengambil kesempatan dari perubahan teknis atau teknologis. Untuk pekerjaan yang belum pernah dikerjakan sebelumnya. Kondisi ini menghilangkan adanya wasting time pada operator (Immer. 2. 2009). 3. 1950). Terdapat beberapa cara yang berbeda dengan masalah pemilihan yang mungkin akan muncul (Eary danJohnson. yaitu jenis information flow dan material flow. Untuk pekerjaan yang sebelumnya belum pernah dikerjakan dengan tangan. Di berbagai perusahaan besar seorang operator dapat meningkatkan produktivitas selama operator lain menggantikan posisinya ketika ia menggunakan waktu pribadinya. 4. 1962): 1. di sisi lain terdapat pergantian pekerja sesuai dengan kebutuhan produksi perusahaan. Pada routing sheet jenis information flow. 5. Routing sheet menjelaskan secara detail urutan proses dan kegiatan yang dilakukan pada setiap proses secara detail. 6. pada satu tabel penghitungan 52 . Perubahan material dilakukan di luar routing sheet. Untuk Produksi yang diperluas. Routing sheet terdiri atas dua jenis. Routing sheet menjelaskan urutan kronologis setiap operasi dan inspeksi yang dilakukan terhadap suatu produk. Sedangkan. Hal tersebut adalah sebuah contoh di mana proses produksi berhenti pada waktu tertentu untuk istirahat maupun kebutuhan pribadi lainnya. Pertimbangan yang harus dicermati salah satunya adalah mengenai sifat pemilihan peralatan. Informasi lain yang terdapat pada routing sheet adalah waktu teoretis setiap proses.

Routing sheet ini digunakan untuk menghitung jumlah mesin yang diperlukan dan menghitung jumlah part yang harus dipersiapkan dalam usaha memperoleh sejumlah produk jadi yang diinginkan. routing sheet jenis material flow memperhatikan perubahan bentuk dan jumlah material pada setiap proses yang terjadi untuk setiap part. 53 . Hal ini memungkinkan juga untuk mengatur waktu untuk setiap operasi dari setiap mesin (Anonim1. Nomor operasi Deskripsi Msn (alat) Produk mesin/ jam Persentase Scrap Bahan Diminta Bahan Dipersiapkan Effisiensi Msn Kebutuhan mesin 10. misalnya ongkos material handling (Ardliansyah dan Pratama. 2008). 2008): 1. Routing sheet jenis ini lebih menggambarkan kondisi aktual proses produksi di workstation. 4. 3. Contoh Tabel Routing Sheet terdiri atas (Anonim 1. 2. Multi-Product Process Chart (MPPC) adalah peta operasi yang menggambarkan aliran produk dalam sebuah fasilitas pabrik yang memproduksi beberapa jenis produk sekaligus (high product mix) dengan menggunakan beberapa mesin yang ada di fasilitas tersebut (Ardliansyah dan Pratama. sehingga dapat digunakan untuk penghitungan lebih lanjut. kemudian hasil penghitungan di tabel ini dijadikan sebagai informasi untuk jumlah part yang diharapkan pada proses prefabrikasi.tersendiri. 9. 6. 2009). 8. Aktual Sebuah route sheet menunjukkan secara detail mengenai operasi yang dibutuhkan untuk sebuah bagian dalam sebuah produksi. 5. Teori 11. 7. Berbeda dengan routing sheet jenis information flow. 2009).

berkaitan erat dengan peta proses operasi (Anonim 2. 2010). Multi Product Process Chart termasuk dalam peta untuk menganalisis dan merencanakan aliran barang dalam pabrik yang sudah berdiri maupun bagi perencanaan proyek baru.Multi Product Process Chart adalah suatu diagram yang menunjukkan urut-urutan proses untuk masing-masing komponen yang akan diproduksi. 54 .

4.2. Membuat tabel yang terdiri dari 10 kolom : Kolom 1 : nomor operasi (dari PPO) Kolom 2 : nama operasi Kolom 3 : nama mesin atau stasiun kerja Kolom 4 : waktu proses atau waktu baku (menit) Kolom 5 : kapasitas aktual (menit / produk) Kolom 6 : efisiensi mesin atau pekerja Kolom 7 : jumlah scrap (%) Kolom 8 : jumlah diharapkan Kolom 9 : jumlah harus disiapkan Kolom 10 : jumlah mesin atau pekerja teoritis b. Alat dan Bahan 1.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Membuat Route Sheet a. 2. 5. Alat tulis Penggaris Kertas A4 Tabel Route Sheet Tabel Multi Product Process Chart Kalkulator B. Melakukan perhitungan dimulai dari operasi terakhir dan bekerja mundur ke operasi pertama. 3.5.3. Memasukkan data Route Sheet berdasaran PPO yang telah dibuat c.7. d.8 2) Menghitung efisiensi (kolom 6) menggunakan rumus yang telah ditentukan. 6. Mengisi tabel dengan urutan : 1) Memasukkan data di kolom 1. Prosedur Praktikum 1.4. 55 .

Ei = jumlah mesin atau tenaga kerja teoritis = kapasitas aktual (menit / produk) = jumlah harus disiapkan (produk / hari) = waktu operasi kerja (jam / hari) = efisiensi mesim atau pekerja 2. Menghubungkan dengan lingkaran.% scrap) Ks = jumlah harus disiapkan Ka = jumlah diharapkan 5) Nilai ”jumlah harus disiapkan” pada operasi terakhir sama besar dengan nilai ”jumlah diharapkan” di proses operasi sebelumnya. 6) Menghitung jumlah mesin atau tenaga kerja teoritis yang dibutuhkan : Ni = Ti 60 Ni Ti Pi D Ei Pi D. 56 . waktu sama. setiap minggu = 40 jam kerja). Kesamaan pola aliran menunjukkan kebutuhan akan proses yang sama. 4) Menghitung Kolom 9 “jumlah harus disiapkan” diperoleh dengan rumus : Ks = Ka / (1 . b. Menulis daftar kegiatan / proses yang harus dilalui bahan pada sisi kiri kertas. c. Menulis komponen produk sepanjang baris atas. Mencatat operasi tiap bahan sesuai dengan kegiatan yang dilalui menggunakan lingkaran. Membuat Multi Product Process Chart a. baru dalam perhitungan diturunkan menjadi volume produksi per jam (dengan ketentuan umum: 1 tahun = 50 minggu. d. Volume produksi pabrik biasanya ditentukan per tahun.3) Mengisi jumlah produk yang ingin dihasilkan (volume produksi yang diinginkan) pada kolom 8 “jumlah diharapkan”. dsb. Langkah balik menunjukkan kemungkinan penyusunan ulang departemen.

4 260.2 330 333.2 7.2 devider manual manual oven manual manual 10 66 120 15 30 40 1100.2 7.2 7.283 manual 2.04 166.5 0.333 timbangan 0.5 12 1.04 75.2 7. Hasil 1.2 7.2 7.8 1.333 mixer 20 timbangan 1.68 1 1 1 1 1 0.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.2 4 1 0.2 7.5 0.2 7.12 7.2 7.2 7.04 1 666 1 Tabel 1.83 500.04 1 200.2 7. Route Sheet 57 .6 79.2 7.Mesin / Scrap (Ka) x103 (Ks) x103 Mesin 3 (Menit) Pekerja (%) gram gram 10-3 8.2 7.5 0.2 1.4 1 249.5 0. Route sheet Waktu Proses Kapasitas / Aktual Jumlah Jumlah (menit/ Efisiensi Waktu diharapkan Disiapkan baku gram) 10.94 1 0.8 1.6 20.96 0.317 timbangan 0.2 7.12 7.7 57 367 0 100 0 222 No O-1 O-2 O-3 O-4 O-5 O-6 O-7 O-8 O-9 O-10 O-11 0-12 O-13 Nama Operasi Penimbangan terigu pemisahan telur penimbanagan margarin penimbangan mentega penimbangan ragi pengadukan penimbangan adonan pembagian adonan pembentukan adonan pengembangan pengovenan pendinginan pengemasan Nama Stasiun Kerja / Mesin timbangan 0.167 timbangan 0.8 118 6.98 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 1 0.

2. a. Efisiensi Mesin/ Pekerja Alat timbangan dan pekerja mempunyai efisinsi 100 % atau 1 karena tidak membutuhkan downtime dan setup time terlebih dahulu. Multi Product Process Chart (MPPC) Perhitungan 1. Mixer (pengadukan) → asumsi setup time 10 menit 58 .

98 c.E6 = 0. Scrap yang dihasilkan dari setiap proses adalah 0 % nilai Ka (jumlah yang diharapkan) sama dengan Ks (jumlah yang disiapkan) 3. Devider (pembagian adonan) → asumsi setup time 3. Oven (pengovenan) → asumsi setup time 30 menit E11 = 0.94 b.6 menit E8 = 0.83 2. Kapasitas Aktual (Ti) O-1 Penimbangan terigu O-2 Pemisahan telur O-3 Penimbangan margarin 59 .

O-4 Penimbangan mentega O-5 Penimbangan ragi O-6 Pengadukan O-7 Penimbangan adonan O-8 Pembagian adonan O-9 Pembentukan adonan O-10 Pengembangan O-11 Pengovenan O-12 Pendinginan 60 .

O-13

Pengemasan

4. Jumlah Mesin atau Pekerja Ni = O-1

Penimbangan terigu N1 = Pemisahan telur N2 = Penimbangan margarin N3 = = 0,0015

O-2

= 0,012

O-3

= 0,0018

O-4

Penimbangan mentega N4 = Penimbangan ragi N5 = Pengadukan N6 = = 0,0018

O-5

= 0,0018

O-6

= 0,00118

O-7

Penimbangan adonan N7 = Pembagian adonan N8 = = 0,0067

O-8

= 0,057

O-9

Pembentukan adonan N9 = Pengembangan = 0,367

O-10

Tidak dapat dihitung karena berlangsung secara alamiah, tanpa operator maupun mesin. O-11 Pengovenan N11 = O-12 Pendinginan = 0,1

61

Tidak dapat dihitung karena berlangsung secara alamiah, tanpa operator maupun mesin. O-13 Pengemasan N13 = = 0,222

62

B. Pembahasan Route Sheet merupakan tabel yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah mesin atau pekerja untuk menyelesaikan pekerjaan berdasarkan kapasitas riil industri. Route Sheet ini dibuat berdasarkan pada jumlah dan volume produksi. Selain itu, terdapat scrap atau bahan sisa yang dihasilkan pada proses produksi mempengaruhi jumlah mesin yang digunakan. Data dan informasi yang berkaitan dengan proses atau operasi yang berlangsung harus dituliskan dalam Route Sheet memberikan informasi rinci berkenaan dengan proses, baik operasi maupun inspeksi yang diperlukan untuk produksi. Lembar rute menunjukkan operasi dan rute yang dibutuhkan dari bagian secara individu. Setiap operasi mesin atau tenaga kerja didaftar dengan peralatan yang dibutuhkan. Waktu produksi pada setiap operasi juga dicantumkan. Route Sheet ini dibuat untuk memperlancar dan mempermudah jalannya proses produksi yang ada. Beberapa manfaat dari Route Sheet adalah: 1. Sebagai pedoman alur kerja secara lengkap yang meliputi jumlah mesin dan peralatan produksi yang dibutuhkan serta jumlah komponen yang harus disiapkan untuk memperoleh jumlah produk seperti yang diharapkan 2. 3. 4. Sebagai target waktu proses pada setiap mesin Mempermudah jalannya proses produksi yang ada Pedoman pekerja agar teratur dalam bekerja Multi Product Process Chart berguna untuk menunjukkan keterkaitan produksi antara komponen produk atau antarproduk mandiri, bahan, bagian, pekerjaan, atau kegiatan. Peta ini terutama berguna untuk membantu operasi job-shop. Informasi yang dapat diperoleh adalah jumlah mesin yang dibutuhkan. Pembuatan Route Sheet secara umum telah dijelaskan pada prosedur praktikum. Objek penelitian yang dipilih oleh kelompok kami ialah industri Salma Roti dan Kue, yaitu pada pembuatan roti manis rasa coklat.

63

missal O-1. Nama operasi. yang berfungsi sebagai urutan operasi yang dilakukan dalam pembuatan roti manis rasa coklat.Perhitungan pada Route Sheet ini dilakukan dimulai dari bawah. c. b. Pada penomoran ini harus disesuaikan dengan penomoran urutan operasi pada Peta Proses Operasi (PPO) maupun PAP. agar lebih memudahkan dalam pengerjakannya. Pengemasan roti 3. O-2. Selain itu penulisannya pun harus sesuai dengan PPO. j. PPO pembuatan roti manis rasa coklat ini terdapat tiga belas operasi. O-3. h. untuk mempermudah. Penimbangan tepung terigu Pemisahan telur Penimbangan mentega Penimbangan margarin Penimbangan ragi Pengadukan (pencampuran) bahan-bahan dengan mixer Penimbangan adonan Pembagian adonan menggunakan devider Pencentakkan (pembentukkan) adonan Pengembangan adonan Pengovenan adonan Pendinginan roti m. Operasi yang ditulis harus urut dan sesuai dengan PPO. menunjukkan operasi apa yang dilakukan untuk membuat roti manis rasa coklat. 1. 64 . teridentifikasi terdapat tiga belas operasi. e. Urutan pembuatan Route Sheet pada pembuatan roti ini ialah sebagai berikut: Pembuatan table Route Sheet yang terdiri dari 10 kolom. i. 2. g. Nama stasiun kerja/mesin. menunjukkan stasiun kerja tempat operasi terkait yang digunakan. f. k. sebaiknya pengisian dilakukan mulai operasi yang dilakukan paling akhir. d. Pada pengisian nama operasi. Nomor operasi. l. dan seterusnya. Pada pembuatan roti manis rasa coklat. Operasi tersebut antara lain: a.

Selain itu. Lamanya waktu ini juga dapat dilihat di PPO maupun PAP. Kapasitas aktual. Nilai efisiensi menggambarkan running time yang terjadi setiap periode waktu (hari). devider. yaitu kapasitas riil yang dapat dihasilkan dalam satu siklus. menunjukkan lama suatu proses operasi. Waktu proses diisi dengan lamanya waktu setiap operasi dilakukan. 5. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masing-masing operasi dapat dilihat di PPO maupun PAP. dan oven. Sedangkan. menunjukkan kinerja mesin. yaitu mesin mixer.4. Efisiensi mesin. Untuk menentukan efisiensi dari masing-masing tahapan proses dapat digunakan rumus: E = 1− waktu yang terbuang perperiode jam operasi ker ja perperiode waktu yang terbuang perperiode jam operasi ker ja perperiode E = 1− E =1− Keterangan : D Dt St Dt + St D : Lama waktu kerja per periode ( jam/hari ) : Down time ( menit ) : Set up time untuk proses pengerjaan per periode ( menit ) Industri yang dijadikan objek penelitian memiliki tiga buah mesin. Waktu proses atau waktu. Kapasitas aktual sama dengan waktu baku dibagi dengan jumlah yang disiapkan. Faktor efisiensi mesin ini timbul karena adanya set up mesin. 6. kapasitas aktual merupakan waktu yang diperlukan masing-masing operasi untuk menyelesaikan satu produk roti. down time perbaikan atau hal lain yang menyebabkan mesin menjadi idle. terutama pada 65 . terdapat tujuh pekerja pada saat pengamatan pembuatan roti manis rasa coklat. Waktu proses menunjukkan lama suatu proses operasi.

7. 10. maka disimpulkan bahwa Ks samadengan Ka. Ks = Ka / (1-% scrap) Ks: jumlah harus disiapkan Ka: jumlah diharapkan 9. 8. 98 %.% Scrap). menunjukkan scrap atau bahan sisa yang dihasilkan dalam satu operasi. Untuk operasi yang tidak menggunakan mesin atau dilakukan secara manual. pada kolom ini diisi nol (0). Efisiensi mesin mixer ini diasumsikan dengan adanya setup time sebesar 10 menit. efisiensinya dihitung 100% atau 1. mesin devider sebesar 3. Jumlah mesin.6 menit.Ei Ni merupakan jumlah mesin atau tenaga kerja teoritis yang dibutuhkan. Efisien ketiga mesin secara berturut-turut menunjukan 94 %. yaitu jumlah mesin yang sebenarnya dibutuhkan yang dapat bekerja secara efisien. Jumlah yang diharapkan yang merupakan jumlah bahan/produk (dalam m3) yang ada/ diinginkan/ diharapkan setelah bahan tersebut mengalami suatu proses operasi. Pada pembuatan roti ini tidak menghasilkan scrap karena jumlah yang diharapkan sama dengan jumlah yang disiapkan. Jumlah diharapkan. Maka dari itu. dan oven 30 menit. D merupakan waktu untuk menghasilkan satu unit meja (dalam satu hari diasumsikan hanya menghasilkan satu unit meja).stasiun pencetakkan roti. yang menunjukkan tidak adanya Down Time dan Set Up Time. Jumlah harus disiapkan. Ni = Ti Pi 60 D. Pi adalah jumlah bahan yang harus disiapkan yang didapat dari rumus Ks = Ka/ (1. Ei adalah efisiensi mesin atau pekerja. % Scrap yang dihasilkan pembuatan roti ini terhitung nol. Jumlah scrap. yaitu jumlah permintaan produksi. 66 . dan 83 %. yaitu jumlah setelah ditambah dengan semua scrap yang dihasilkan pada semua operasi. Ti merupakan kapasitas aktual dimana diasumsikan bahwa setiap waktu tertentu menghasilkan sejumlah produk.

Bahanbahan yang digunakan ditulis secara berurutan dari kiri ke kanan yaitu tepung terigu. Pemisahan c. Namun pada kolom 10 ini tetap mencantumkan angka tersebut. Pada sisi kiri kertas ditulis daftar kegiatan yang harus dilalui bahan. Pengovenan i. Pencetakkan atau pembentukan g. Pengemasan 2. dan selai coklat. a. 67 . untuk stasiun kerja penimbangan adonan. 1. pekerjaan atau kegiatannya. bagian.akan diperoleh gambaran mengenai layout mesin atau fasilitas produksi yang seharusnya dirancang atau digunakan. Padahal tidak ada jumlah mesin yang berjumlah desimal. Pembuatan MPPC pembuatan roti manis rasa coklat ialah sebagai berikut. Penimbangan b.0067. mentega. margarin. Pengadukan d. formula. air. Pada MPPC menunjukkan keterkaitan produksi antara produk.Hasil perhitungan pada Ni ini berupa angka yang tidak bulat atau berupa angka desimal. Daftar proses untuk membuat roti ialah sebagai berikut. Berdasarkan peta tersebut maka akan didapat dua hal yang memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam perancangan layout antara lain aliran balik (back tracking) dan pengelompokan pola aliran (flow pattern). ragi. nilai Ni sebesar 0. bahan. Pembagian f. Penimbangan adonan e. Sepanjang baris atas ditulis komponen bahan yang digunakan. Pada pembuatan MPPC. Pengembangan h. Misal. telur. Langkah selanjutnya ialah pembuatan Multi Product Process Chart (MPPC). Pendinginan j.

dikhawatirkan mesin tersebut terkadang tidak kuat untuk melakukan operasi yang bersangkutan. 4. mentega dan ragi diperlukan timbangan sebanyak 1. Proses pembentukan adonan dilakukan secara manual. Jika menggunakan metode pembulatan ke bawah untuk angka di belakang koma yang lebih kecil daripada 5. Pekerja yang memisahkan telur dibutuhkan sebanyak 12 x 10-3. Setiap lingkaran dalam satu kolom dihubungkan. Jumlah mesin teoritis diperoleh dari penjumlahan banyaknya nilai Ni pada satu proses yang menggunakan satu atau beberapa bahan. Setelah dianalisis diketahui bahwa secara teoritis diperlukan pekerja 367 x 10-3. Sedang untuk jumlah mesin aktual ialah pembulatan angka dari jumlah teoritisnya. Oleh karena itu. Berdasarkan hasil perhitungan dipeoleh kebutuhan mesin untuk operasi penimbangan I sebesar 1. Pencatatan operasi setiap bahan sesuai dengan kegiatan yang dilalui menggunakan lingkaran.8 x 10-3. maka jumlah mesin merupakan pembulatan ke atasnya. Pada kolom paling kanan terdapat jumlah mesin secara teoritis dan aktual. Setiap ditengah lingkaran diisi nomor dengan urut dari atas. Untuk penimbangan margarin. hanya diperlukan 6. Hal ini dikarenakan karena mesin yang digunakan merupakan mesin dalam keadaan utuh (tidak mungkin dalam pecahan). nilai teoritis menunjukkan angka nol.5 x 10-3 yang dibulatkan menjadi 1 buah mesin. pengembangan dan pendinginan dilakukan secara alamiah sehingga tidak memerlukan pekerja maupun mesin.7 x 10-3 untuk penimbangan adonan dan 57 x 10-3 devider dalam pembagian adonan. Oven yang digunakan untuk proses pengovenan ini sangat besar sehingga memiliki kapasitas yang 68 . Jadi berapapun angka di belakang koma. Sedangkan. Langkah balik menunjukkan kemungkinan penyusunan ulang. mixer dibutuhkan secara teoritis sebanyak 118 x 10-3. Jumlah mesin yang dicantumkan merupakan pembulatan ke atas dari jumlah mesin hasil perhitungan. di kanan atas lingkaran ditulis banyaknya Ni atau jumlah mesin secara teoritis yang diperoleh dari tabel Route Sheet. Hasil pembulatan pada semua proses ialah bernilai satu. Selain itu.3.

Jika dibandingkan dengan kondisi yang ada di Salma Roti dan Kue. 69 . cake. Perbedaan ini dipengaruhi dari kuantitas maupun jenis roti dan kue yang diproduksi. Pembulatan ke atas ini dilakukan karena tidak mungkin menggunakan mesin dalam jumlah tidak bulat. maka kapasitas mesin atau pekerja tidak mencukupi dalam stasiun kerjanya. donat. Observasi ini hanya dilakukan pada produksi roti manis. Apabila hanya dikerjakan oleh satu orang pekerja dalam memproduksi berbagai jenis roti dalam partai besar dapat menimbulkan kelelahan pekerja. Pengemasan dilakukan manual oleh pekerja. Sedangkan kenyataannya.tinggi. yang secara teoritis diperlukan 222 x 10-3 pekerja. Dengan demikian hanya diperlukan sebuah oven saja. Hasil-hasil tersebut dibulatkan ke atas menjadi masing-masing 1. industri ini memproduksi berbagai jenis kue yang beragam seperti tawar. Jika pembulatan dilakukan ke bawah. brownis. dan kering. jumlah mesin dan pekerja yang ada sudah memenuhi perhitungan atau teori bahkan jumlah pekerja sangat banyak yakni sekitar tujuh orang pekerja (termasuk siswa yang sedang melakukan Praktek Kerja Lapangan).

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Namun. data yang membutuhkan adalah waktu operasi. scrap. diketahui bahwa hanya diperlukan satu mesin atau pekerja untuk setiap stasiun kerja. Kesimpulan Perhitungan Route Sheet dan Multi Process Product Chart. dalam kenyataanya masih dipekerjakan lebih dari satu orang dalam stasiun pembentukan adonan. 70 . Dari hasil perhitungan. Saran Persepsi antara asisten mengenai materi praktikum sebaiknya disamakan sehingga jawaban valid dan tidak simpang siur. B. dan volume produksi yang diharapkan.

03 WIB.blogspot.F. D. Multi Product Process Chart. New York: Prentice-Hall.com /2010/03/16/multi-product-process-chart/.M. TI4101-Perancangan Tata Letak Pabrik: Laporan Tugas Modul 2. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. 1950.pdf?Signatu re=0K6iBz5pzLO2T%2FmSLMd0aGInApE%3D&Expires=1270040093 &AWSAccessKeyId=AKIAJLJT267DEGKZDHEQ. Diakses pada hari Rabu tanggal 31 Maret 2010 pukul 19. 2010. Anonim2. 2008.52 WIB. Inc. Layout Planning Technique. Immer. Inc.com/ ppt-download/laporanmodul2k98-091008011250-phpapp02. Bandung: Penerbit ITB. Dalam http://s3. 71 . 2009.E.DAFTAR PUSTAKA Anonim1.ngeblogs. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Dalam http://www. John R. and G. Ardliansyah. Wignjosoebroto. Pratama.com.perencanaankerja. Perencanaan Kerja. Diakses pada hari Rabu tanggal 31 Maret 2010 pukul 20. Johnson. 1962.50 WIB. Process Engineering For Manufacturing. 1990. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ketiga. Diakses pada hari Rabu tanggal 31 Maret 2010 pukul 19. Rifqi dan Ach Januar J.amazonaws. J. New York: McGraw-Hill Book Company. 1996. Dalam http://shefaa. Eary. Apple. Sritomo.

Nika Awalistyaningrum 2.LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA IV KEBUTUHAN RUANG DAN LUAS LANTAI Disusun oleh: Kelompok 10 1.Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 72 .Esti Rumaningsih 3.

agar luas lantai yang dibuat tidak kelonggaran atau kesempitan. energi. dan tata cara untuk mencapai tujuan. dan peralatan produksi material. informasi. aliran bahan. Tata letak yang baik merupakan tata letak yang dapat menciptakan efisiensi serta efektivitas kegiatan produksi serta menjaga kelangsungan hidup atau keberhasilan suatu perusahaan. 73 . Tata letak suatu pabrik merupakan sebuah teknik cara menempatkan atau mengalokasian berbagai faktor produksi tersebut secara optimal dan efisien. Maka dari itu pada tahap perencanaan luas lantai ini dibutuhkan banyak perhatian penuh. aliran informasi. Salah satu manfaat dari tata letak ialah dapat mengetahui kebutuhan ruangan dan luas lantai yang dibutuhkan untuk mengelola semua faktor produksi. Faktor-faktor produksi tersebut dikelola bersama dalam sistem produksi agar diperoleh produk secara efektif. Hal ini akan berpengaruh pada biaya produksi. uang. dan sumber daya alam lainya. investasi serta keberlangsungan perusahaan yang selanjutnya dapat berimbas pada keuntungan atau kerugian yang didapat. work center. dan aman. mesin. Selain itu. dan peralatan dalam proses konversi untuk mengoptimumkan hubungan antara petugas pelaksana. penentuan luas lantai cukup berperan dalam investasi jangka panjang yang menyangkut “hidupnya” industri tersebut dan pengoptimalan berlangsungnya proses produksi. efisien. Latar Belakang Pabrikisasi suatu bahan merupakan suatu proses yang diberlakukan terhadap bahan mentah menjadi sebuah produk jadi yang bernilai tambah. Proses ini harus berlangsung pada tempat yang memadai yakni pabrik. Kebutuhan akan luas lantai ini berkewajiban untuk dapat memuat semua ruangan yang diperlukan oleh setiap kegitan dan fungsi pabrik. Tata letak merupakan fasilitas fisik atau konfigurasi departemen.BAB I PENDAHULUAN A. Pabrik itu sendiri merupakan tempat berkumpulnya faktor-faktor prouduksi seperti manusia.

B. 2.Pada praktikum acara IV ini. Praktikan dapat menentukan luas lantai setiap kegiatan. bermaksud untuk menghitung luas lantai secara teoritis yang akan dibandingkan dengan luas lantai yang sebenarnya sehingga dapat ditentukan dan dihitung kebutuhan ruang dan maksimalisasi luas lantai pada industri Salma Roti. Praktikan dapat menentukan jenis dan jumlah ruang yang dibutuhkan setiap kegiatan dalam industri. 74 . Tujuan Praktikum 1.

Kebutuhan ruang produksi diperkirakan dengan bantuan Lembar kebutuhan ruang produksi. 1990). Penentuan luas pabrik dapat juga disebut sebagai langkah ”penyesuaian”. Sebab akan terjadi kesulitan pemindahan bahan. Atau dapat muncul dari perkiraan jumlah mesin yang tepat (dengan kemungkinan perbedaan bagi tiap mesin yang berbeda) dan kemudian dikalikan dengan jumlah mesin. perlu dibuat perkiraan awal tentang ruangan total yang dibutuhkan bagi tiap kegiatan dalam fasilitas dan perkiraan awal dari luas total dari fasilitas yang diusulkan. Kebutuhan luas area merupakan langkah kritis tetapi untuk hampir semua organisasi industri. Langkah selanjutnya adalah proses perencanaan yang menghasilkan gambaran yang lebih teliti. akibat lebih jauh tingkat produktivitas perusahaan menurun..BAB II TINJAUAN PUSTAKA Perencanaan layout yang cermat tanpa diimbangi perencanaan material handling yang baik. Oleh karena itu perlu sekali dilakukan perencanaan tata letak fasilitas dan perencanaan material handling. 75 . Harus ditekankan bahwa meskipun kebutuhan ruang dibuat pada tahapan ini sebagai perkiraan. mereka harus cukup yakin bahwa ruang seluas itu tersedia. Setelah perkiraan kebutuhan ruang bagi tiap kegiatan atau fungsi. 1996). Penyesuaian harus dilaksanakan dengan memperhatikan luas area yang diperlukan. lembar kerja kebutuhan ruang total menjumlahkan luas semua kegiatan. Setelah merancang pola aliran dan memberikan beberapa pertimbangan pada kegiatan pelayanan dan kegiatan penunjang. Hal ini dapat dilakukan dengan metode penyusunan layout yang tepat yang akan menghasilkan perencanaan layout fasilitas baru yang terbaik (Tompkin. arus bahan baku sampai produk akhir terganggu. et al. akan sia-sia untuk diterapkan. Hal ini dilakukan dengan menganalisa dan menghitung kebutuhan luas area untuk penempatan fasilitas produksi (mesin-mesin) yang memperhatikan luas area per mesin dan kelonggaran (allowance) luasan lainnya. tetapi hanya tataletak akhir saja yang akan menunjukkan luas total yang dibutuhkan secara tepat (Apple.

jika tiang. atau peralatan yang digunakan dan barang jadi yang dihasilkan. bahan yang akan dikerjakan. 1996). corong pengisi peluncur. pekerjaan yang telah selesai. 2009). Dengan demikian perlu dihitung berapa luas lahan yang disiapkan. untuk pemakaian darurat. Perhitungan luas lantai ini didasarkan pada bahan baku yang akan disiapkan. cara penyimpanan. dibutuhkan beberapa kebutuhan luas lantai untuk kegiatan produksi pabrik yang akan didirikan. dan aliran bahan (Dody.luasan area untuk fasilitas produksi akan dapat diprediksi sehingga luas area yang diperlukan ini masih harus dilihat kemungkinannya dengan memperhitungkan luasan area yang tersedia (Wignjosoebroto. serta fasilitas-fasilitas pendukung lain. Yaitu bahwasanya rekayasawan jangan sangat bergantung pada fasilitas transportasi yang telah ada karena mungkin saja akan lebih ekonomis jika direncanakan fasilitas transportasi tambahan atau beberapa alternatif sarana 76 . perkakas dan rak untuk cetak biru. Perhatian juga harus diberikan terhadap alternatif-alternatif transportasi. Hal ini terutama menjadi persoalan. terutama untuk kegiatan produksi. cara pengangkutan. ruang untuk perawatan dan ruang atau lorong ke alat-alat keselamatan. petikemas. peralatan penunjang seperti meja. mesin. melibatkan pula masalah yang berkaitan dengan kegiatan lain yang akan mempengaruhi terhadap luas lantai yaitu alat angkut. poros elevator dan lain sebagainya terlibat (Apple. ruang harus disisakan untuk menggerakkan peralatan karena perubahan tataletak. Dalam melakukan perencanaan tata letak fasilitas pabrik dan pemindahan bahan. maka didapatkan luas lantai receiving model tumpukan dan rak. Sehingga. serta luas lantai shipping. tembok. Berdasarkan hal tersebut. luas lantai fabrikasi dan assembling. Perhitungan luas lantai ini dimulai dari luas kebutuhan lahan produksi sampai perkantoran dengan memperhatikan segala fasilitas pendukungnya. 1990). peralatan pemeriksaan. Untuk menghitung kebutuhan luas lantai ini. Harus selalu diingat bahwa ruang disediakan bukan hanya untuk satu peralatan. Luas lantai produksi digunakan untuk mengetahui luas lahan yang akan digunakan dalam perencanaan tata letak fasilitas pabrik dan perusahaan yang akan didirikan. tetapi juga untuk operator.

Sehingga pembahasan ini berhubungan dengan penentuan kebutuhan ruangan khusus untuk beberapa kegiatan yang dipilih (Santoso. 1990). ketimbang diterima seadanya seringkali tidak ada pilihan lain kecuali menggunakan apa yuang tersedia. Dalam jangka panjang. 2010): 1. Meskipun alinea sebelumnya menggambarkan bahwa fasilitas transportasi harus dirancang. pegawai. bahan. 1990). 77 . Jumlah part yang harus dipersiapkan dalam usaha memperoleh sejumlah produk jadi yang diinginkan.transportasi. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam perencanaan kebutuhan luas ruangan ialah (Astika. pembangunan fasilitas transportasi baru dapat menghemat jutaan rupiah dibanding dengan apabila menggunakan fasilitas transportasi lama (Apple. Hal ini dapat terjadi karena kesempatan terbatas baik oleh volume yang dibutuhkan atau oleh kedekatan transportasi yang telah ada yang tepat dan disukai (Apple. 2. Dalam suatu kegiatan pengaturan tata letak dan fasilitas kerja disesuaikan dengan aliran kegiatan dan gerakan yang efisien. 2004). Jumlah mesin yang diperlukan . Ruangan yang dibutuhkan oleh sebuah fasilitas jelas erat sekali kaitannya dengan peralatan. dan kegiatan.

Prosedur Praktikum 1. Kalkulator 5. Untuk perhitungan luas lantai produksi. 8. dan 5 diisi sesuai dengan kenyataan atau data yang ada. Penggaris 3. Alat tulis 2. 4. Kolom 10 penjumlahan kolom 6. Kertas A4 4. Kolom 7 kelonggaran untuk bahan setengah jadi. 2. Pada kolom 6 kebutuhan luas satu mesin dengan mengkalikan kolom 4 dengan kolom 5. Dimensi berat 6. membuat tabel yang memuat: Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3 Kolom 4 Kolom 5 Kolom 6 Kolom 7 Kolom 8 Kolom 9 Kolom 10 Kolom 11 : Nama stasiun kerja : Nama mesin : Jumlah mesin : Panjang mesin ( m ) : Lebar mesin ( m ) : Kebutuhan luas 1 mesin ( m2 ) : Kelonggaran untuk bahan setengah jadi : Kelonggaran untuk operator : Kelonggaran unutk transportasi : Luas i mesin ( m2 ) : Total luas i satsium kerja ( m2 ) 2. dan 9. Lalu isi tabel pada langkah pertama. 7. Kolom 8 kelonggaran untuk operator dengan 1 m kali panjang mesin. Denah tata letak industri Salma Roti dan Kue B. Alat dan Bahan 1. 78 . Pada kolom 1. 3. Kolom 11 dengan menkalikan kolom 3 dengan kolom 10.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.

Kolom 2 c. Kolom 9 pembagian antara kolom 6 dengan kolom 8. Kolom 7 : Nama ruang : Dimensipanjang dan lebarnya (m) : Luas (m2) : Kelonggaran : Penjumlahan antar Luas dan kelonggaran (L + K) : Jumlah ruang : Luas lantai 6. Lalu isi tabel tersebut (langkah 3). Kolom 1 b. Kolom 6 g.3. Pada kolom 1. Selanjutnya dibuat tabel luas lantai untuk fasilitas. tinggi ) : Jumlah kemasan bahan dalam satu tumpukan : Jumlah tumpukan dalam ruang : Luas tumpukan ( m2 ) : Kelonggaran ( m2 ) : Total luas gudan yang diperlukan ( m2 ) 4. ketinggian maksimal jika bahan ditumpuk dibagi dengan tinggi kemasan bahan dari kolom 7. Pada kolom 12 merupakan total penjumlahan antara kolom 10 dan 11. Kolom 10 perkalian luas dari kolom 7 dan kolom 9. yang memuat: a. yakni kolom 1 dan 2 diisi sesuai dengan data yang ada. Pada kolom 4 dengan mengkalikan kolom 2 dengan kolom 3. Dan untuk perhitungan luas lantai gudang Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3 Kolom 4 Kolom 5 Kolom 6 Kolom 7 Kolom 8 Kolom 9 Kolom 10 Kolom 11 Kolom 12 : Nama bahan disimpan : Kebutuhan bahan per hari ( berat atau volume ) : Jumlah hari dalam satu periode penyimpanan : Jumlah bahan dismpan selam satu periode penyimpanan : Volume atau berat satu kemasan bahan : Jumlah bahan disimpan selama satu periode penyimpanan : Dimensi kemasan bahan ( panjang. Kolom 3 yakni dengan mengkalikan panjang maupun lebar yang terdapat pada kolom 2. Pada kolom 5. Kolom 5 f. Kolom 3 d. Kolom 6 merupakan pembagian antara kolom 4 dengan kolom 5. lebar. 2. 3. Pengisian tabel langkah 5. 5. 5 dan 7 diisi dengan data yang ada. Kolom 4 e. penjumlahan antara luas (kolom 3) 79 . Kolom 8.

Pada kolom 7 merupakan pengkalian antara kolom 5 dan 6. 80 . merupakan jumlah ruang yang ada.dengan kelonggaran (kolom 4). Pada kolom 6.

875 7.6224 4.754 11.5 1.56 52.216 17.6 3.25 7.75 8.76 5.69 9.8832 52.69 9.8832 58.5 2.77 Luas (m2) Kelonggaran Luas+kelo.54 4.04 Dimensi (m) l 6.08 48. Hasil LUAS LANTAI FASILITAS Nama Ruang P Outlet Area parkir Lorong 1 Lorong 2 Ruang Administrasi Kamar Dapur Kamar mandi 3 6.3 4.6224 4.Jumlah (m2) nggaran (m2) 48.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.216 17.875 1 1 2 7.38 1 1.5 17.754 81 .5 17.5 2.69 9.35 1.69 5.49 1.35 1.3924 4.8832 5.35 3.754 1 1 1 1 1 ruang Luas Lantai (m2) 48.216 17.5 17.

5 10 1.775 11 1.2 2.8 2 timbangan mixer Meja 3 1 2 2 4 0.4 1.4 8.8 1.624 11.LUAS LANTAI RUANG PRODUKSI Nama SK Nama Mesin Jml Mesin P Dimensi Mesin (m) L Luas 1 Mesin (m2) Bahan ½ jadi 1 Penimbangan I Pengadukan Penimbangan II dan Pembentukan adonan Pembagian Adonan Pengembangan Pengovenan Pendinginan dan pengemasan Devider Rak Oven Rak 1 2 1 2 0.59 0.85 6 0.8 8.5 5 0.672 4.6 0.672 2.4 3 9 0.316 2.2 0.472 0.51 3.6 0.6 0.8 1.316 4.8 1.2 1.6 2.25 8 0.51 1.4 0.6 0.6 2.55 Operator Transport Kelonggaran (m2) Luas+ Kelonggaran (m2) Total Luas 1 SK (m2) 82 .632 1.812 5.2 2.275 7 0.5 0.6 0.8 1.8 0.8 1.5 0.3 0.79 0.8 1.36 0.97 0.1716 0.

1995 0.085 0.5 12.5 12.5 3 21 42 7.227 0.4275 0.227 0.4x0.227 0.5 Dimensi kemasan p*l*t Jumlah Kemasan dalam 1 tumpukan 8 3 Jumlah Luas (m2) Kelonggaran (m2) Total luas (m2) tumpukan Tumpukan dalam ruang 9 1 10 0.085 0.25 0.1875 0.114 0.085 0.25 1 1 1 1 2 2 3 1 1 1 1 3 0.036 12 0.5 6 15 10 3 1 1 1 2 5 0.114 0.25x0.1995 0.4x0.342 0.4x0.285x0.5 12.0504 83 .285x0.25 1.285x0.075 0.12x0.0144 11 0.285x0.3 3 3 7 10 10 10 7 14 21 12.085 0.4x0.227 0.25x0.227 0.12x0.LUAS LANTAI GUDANG Nama Bahan Kebutuh -an per hari (Kg) 1 Tepung terigu Telur Margarin Mentega Ragi Formula Selai coklat 3 1.114 0.1995 0.1995 0.085 0.114 0.4x0.285x0.2625 2 10 3 7 4 70 5 25 Periode simpan per hari Jumlah bahan disimpan Berat 1 kemasan Bahan disimpan 1 periode 6 3 7 0.

3 = 17.08 = 48.8832 m2 Kelonggaran = 0 m2 Luas + Kelonggaran= 48.216 m2 Kelonggaran = 0 m2 Luas + Kelonggaran= 9.38 x 3.754 m2 Kelonggaran = 0 m2 Luas + Kelonggaran= 17.3924 m2 3.754 m2 84 .69 m2 4. Area parkir Luas =pxl = 11.69 m2+ 0 m2 = 4.Perhitungan 1.6224 m2 = 58. Lorong II Luas =pxl = 5.6224 m2 + 0 m2 = 58.8832 m2 + 0 m2 = 48.04 x 6. Outlet Luas =pxl = 8.77 m2 Luas + Kelonggaran= 52.76 x 1.69 m2 Kelonggaran = 0 m2 Luas + Kelonggaran= 4.216 m2 + 0 m2 = 9.6 = 9.216 m2 = 9.69 m2 jumlah ruangan =1 Luas Lantai = 1 x 4.8832 m2 2.69 m2= 4. Ruang administrasi Luas =pxl = 5.216 m2 5.8832 m2 = 48. Lorong I Luas =pxl = 4.6224 m2 Kelonggaran = 5.69 x 1 = 4.216 m2 jumlah ruangan =1 Luas Lantai = 1 x 9.754 m2 + 0 m2 = 17.54 x 4.8832 m2 jumlah ruangan =1 Luas Lantai = 1 x 48.56 = 52.3924 m2 jumlah ruangan =1 Luas Lantai = 1 x 52. Perhitungan Luas Lantai fasilitas 1.

Kamar Luas =1 = 1 x 17.6 m2 } = 1.5 m2 + 0 m2 = 7. Dapur Luas Kelonggaran Luas + Kelonggaran jumlah ruangan Luas Lantai 8.6 m = 0.51 m2 Total luas I SK = 1.36 m2 +{0. Kamar Mandi Luas =pxl = 6.25 m2 operator = 0.49 x 2.35 m2 = 0 m2 = 17.5 m2 Kelonggaran Luas + Kelonggaran jumlah ruangan Luas Lantai 7. Perhitungan Luas Lantai Ruang Produksi a.3 m2 + 0.6 m Luas 1 mesin =pxl = 0.875 m2 + 0 m2 = 1.25 = 1.75 m2 2.5 m2 = 0 m2 = 7.754 m2 = 17.875 m2 =2 = 2 x 1.754 m2 =pxl = 3 x 2.35 m2 = 17.35 m2 + 0 m2 = 17.25 m2 + 0.8832 m2 = 7.5 = 17. Penimbangan I Jumlah mesin =1 Dimensi = 0.5 m2 =1 = 1 x 48.6 m x 0.jumlah ruangan Luas Lantai 6.6 m2 Luas + kelonggaran = 0.875 m2 = 0 m2 = 1.6 m x 0. Pengadukan Jumlah mesin = 2 (mixer) 85 .35 m2 Kelonggaran Luas + Kelonggaran jumlah ruangan Luas Lantai =pxl = 1.51 m2 b.36 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi = 0.875 m2 = 3.5 = 7.3 m2 Transport = 0.5 x 1.35 m2 =1 = 1 x 17.

8 m2 = 0.275 m2 +{0 m2 + 3 m2 + 1.624 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi operator Transport Luas + kelonggaran Total luas I SK c.8 m x 0.5 m x 8.Dimensi Luas 1 mesin = 0.672 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi operator Transport Luas + kelonggaran Total luas I SK e.5 m = 1.672 m2 = 1.79 m = 0.812 m2 = 3.4 m2 + 0.632 m2 +{0 m2 + 0.59 m = 0.5 m2 } = 5.472 m2 = 0 m2 = 0. Pengembangan Jumlah mesin Dimensi Luas 1 mesin =2 = 1.472 m2 +{0 m2 + 0.275 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi = 0 m2 operator = 3 m2 Transport = 1.8 m x 0.8 m2 } = 1.5 m Luas 1 mesin =pxl = 1.775 m2 Total luas I SK = 11.59 m =pxl = 0.8 m x 0.8 m2 } = 1. Pembagian adonan Jumlah mesin Dimensi Luas 1 mesin =1 = 0.55 m2 d.5 m2 Luas + kelonggaran = 1.632 m2 = 0 m2 = 0.4 m2 = 0. Penimbangan II dan pembentukan adonan Jumlah mesin =2 Dimensi = 1.4 m2 = 0.5 m =pxl = 1.79 m =pxl = 0.2 m x 0.2 m x 0.8 m x 0.5 m 86 .5 m x 8.8 m2 = 0.4 m2 + 0.

Pendinginan dan pengemasan Jumlah mesin =2 Dimensi = 1. Perhitungan Luas Lantai Gudang a.97 m = 2.6 m2 +{0 m2 + 0.= 0.2 m2 = 0.2 m2 Luas + kelonggaran = 0.28 m2 = 0.2 m x 0.6 m2 + 1. Pengovenan Jumlah mesin Dimensi Luas 1 mesin = 0 m2 = 0.5 m = 0.5 m Luas 1 mesin =pxl = 1.6 m2 +{0 m2 + 0.8 m x 0.28 m2 = 0. Tepung terigu Kebutuhan per hari = 10 Periode simpan =7 Jumlah bahan disimpan = Kebutuhan per hari x Periode simpan =10 x 7 = 70 Berat satu kemasan = 25 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan 87 .6 m2 Transport = 1.97 m =pxl = 2.1716 m2 = 0 m2 = 0.8 m2 =1 = 2.6 m2 = 1.316 m2 = 8.2 m2 } = 2.316 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi operator Transport Luas + kelonggaran Total luas I SK g.4 m2 = 4.6 m2 + 1.28 m2 } = 8.36 m2 +{0 m2 + 0.2 m x 0.28 m2 + 0.8 m2 3.2 m2 } = 2.6 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi operator Transport Luas + kelonggaran Total luas I SK f.8 m x 0.6 m2 Kelonggaran bahan setengah jadi = 0 m2 operator = 0.4 m2 Total luas I SK = 4.

144 m2 88 .8 = 3 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.5 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 3 Jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 3:3 = 1 Luas tumpukan = 0.4 m x 0.25 x 10 = 12.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 1 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 1:1 = 1 Luas tumpukan = 0.4 m x 0.085 m2 Total Luas = 0.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 1 Jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 3:1 = 3 Luas tumpukan = 0.5 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 21:7.285 m x 0. Margarin Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan = 1.036 m2 Total Luas = 0.5 Berat satu kemasan = 12. Telur Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan =3 =7 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 21 Berat satu kemasan = 7.8 = 3 =pxlxt = 0.= 70:25 = 2.4275 m2 c.342 m2 Kelonggaran = 0.5 = 1 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.12 m x 0.5 = 2.285 m x 0.5 : 12.12 m x 0.0504 m2 Dimensi kemasan b.0144 m2 Kelonggaran = 0.5 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 12.25 = 10 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 1.

25 x 10 = 1. Mentega Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan = 0.25:1.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 1 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan =1 Luas tumpukan = 0.25 = 1 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.4 m x 0.144 m2 Kelonggaran = 0. Formula Kebutuhan per hari = 3 Periode simpan Jumlah bahan disimpan Berat satu kemasan =7 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 3 x 7 = 21 = 15 89 .25 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan =1.4 m x 0.3 = 10 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 0.5 = 1 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan= 1 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan 1 Luas tumpukan = 0.25 = 10 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 1.3 x 10 = 3 Berat satu kemasan =6 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 3:6 = 0.085 m2 Total Luas = 0.085 m2 = 0.144 m2 Kelonggaran = 0.1995 m2 e. Ragi Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan = 0.285 m x 0.285 m x 0.1995 m2 = 1.25 Berat satu kemasan = 1.Kelonggaran Total Luas d.085 m2 Total Luas = 0.1995 m2 f.

2625 m2 90 . Selai coklat Kebutuhan per hari Periode simpan Jumlah bahan disimpan =3 = 14 = Kebutuhan per hari x Periode simpan = 3 x 14= 42 Berat satu kemasan = 10 Bahan disimpan 1 periode = Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 42:10 = 4.25 m x 0.25 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan= 2 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 5:2 = 3 Luas tumpukan = 0.2 = 5 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.Bahan disimpan 1 periode= Jumlah bahan disimpan : Berat satu kemasan = 21:15 = 1.144 m2 Kelonggaran = 0.075 m2 Total Luas = 0.25 m x 0.4 = 2 Dimensi kemasan =pxlxt = 0.1995 m2 g.227 m Jumlah kemasan dalam satu tumpukan =2 jumlah tumpukan dalam ruang= Bahan disimpan 1 periode: Jumlah kemasan dalam satu tumpukan = 2:2 = 1 Luas tumpukan = 0.4 m x 0.085 m2 Total Luas = 0.1875 m2 Kelonggaran = 0.285 m x 0.

pengovenan = 8.272 m2. dan luas kebutuhan lantai untuk fasilitas.316 m2. Untuk kelonggaran operator dan transport dihitung dari dimensi terpanjang mesin. penimbangan II dan pembentukan adonan = 11. Sedangkan pada 91 . secara garis besar. Kebutuhan ruang dan luas lantai sangat berpengaruh terhadap tata letak suatu industri.51 m2. luas lantai gudang bahan baku dan luas lantai barang jadi. Jadi total luas lantai untuk ruang produksi adalah 36. Total luas pada suatu stasiun kerja dihitung dari jumlah luas 1 mesin dan kelonggaran mesin tersebut dikalikan dengan jumlah mesin yng terdapat pada stasiun kerja tersebut. Perhitungan yang dilakukan adalah perhitungan luas lantai ruang produksi. dan lain-lain aktivitas.B. Kebutuhan untuk luas area ini harus dipertimbangkan untuk seluruh aktivitas yang ada didalam pabrik dan untuk paling tidak ada tiga macam area yang harus diberikan. pembagian adonan = 1.8 m2. Perhitungan luas lantai ruang produksi.672 m2. area yang diperlukan untuk penyimpanan bahan baku atau benda jadi yang telah selesai dikerjakan. Kelonggaran bahan setengah jadi tidak dihitung. Pembahasan Praktikum acara 4 ini berjudul “Kebutuhan Ruang dan Luas Lantai”.8 m2. Total luas stasiun kerja pada stasiun kerja penimbangan I = 1. pengembangan = 4. dan pendinginan dan pengemasan = 4. serta area yang diperlukan untuk fasilitas-fasilitas servis. pengadukan = 3. yaitu : area yang diperlukan untuk operasi dari mesin dan peralatan yang ada. Sebab. Hal ini dikarenakan bahan setengah jadi diletakkan di meja atau mesin sehingga tidak memerlukan luas khusus.55 m2. penempatan material. luas lantai yang dibutuhkan untuk mesin dihitung dengan menggunakan dimensi panjang dan lebar mesin. keleluasaan operator untuk bergerak.624 m2. tata letak pabrik merupakan penempatan dan pengaturan dari bermacam-macam fasilitas produksi yang ada Pengaturan ruangan disini berkaitan erat dengan luas area yang dibutuhkan untuk mesin atau peralatan produksi.

lorong II 9. luas lantai gudang yang dibutuhkan termasuk dengan kelonggarannya adalah 1.2625 m2. mentega 0.kenyataanya. volume satu kemasan diperoleh dari perhitungan dimensi kemasan bahan baku. kamar 7. pada kenyataanya luas guadnga yang ada sekarang adalah 27.1995 m2. Maka. jumlah bahan yang disimpan dalam satu periode.754 m2.1995 m2. Berarti perlu dilakukan penyatuan kedua ruang produksi tersebut. secara terperinci kebutuhan lantai untuk outlet 48. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk menyimpan tepung terigu 0.7656 m2. kamar mandi 3. dimensi kemasan.1995 m2. Padahal.3 meter ini diperoleh dari jarak atau kelonggaran antar penempatan bahan. kamar dan kamar mandi. lorong 1. Kelonggaran dihitung dari dimensi panjang kemasan dikali dengan 0. dapur 17. ruang produksi I hanya seluas 26.4075 m2 dan ruang produksi II seluas 13. serta jumlah tumpukan dalam ruang yang didapatkan dari hasil pengamatan saat kunjungan. ruang administrasi 17. volume kemasan.69 m2.4275 m2. jumlah bahan yang disimpan.1995 m2. ragi 0. lorong 2. Sedangkan luas tumpukan dihitung dari perkalian antara dimensi kemasan yakni panjang dan lebar dengan jumlah tumpukan dalam ruang gudang tersebut.6125 m2.75 m2. formula 0.6224 m2. Pada perhitungan luas lantai gudang bahan baku. di industri Salma Roti dan Kue juga terdapat beberapa ruang fasilitas sebagai penunjang kerja.5384 m2.5 m2. selai coklat 0. Jumlah bahan yang disimpan dalam satu periode ini dapat diperoleh dari hasil perkalian antara periode simpan dan kebutuhan barang per hari. Hal ini berbeda 92 .0504 m2. jumlah kemasan dalam satu tumpukan. dapur. area parkir.0144 m2.8832 m2. area parkir 52. Perhitungan luas lantai gudang barang jadi diperlukan data kebutuhan bahan per hari. Ruang fasilitas ini meliputi outlet.3 meter. Selain ruang produksi dan gudang. telur 0.216 m2. Jumlah tumpukan dalam satu ruang diperoleh dari pembagian jumlah bahan disimpan satu periode dengan jumlah kemasan dalam satu tumpukan. lorong I 4. Total luas lantai fasilitas yang dibutuhkan dalam industri Salma Roti dan Kue ialah seluas 161. ruang administrasi.35 m2. Angka 0. margarin 0.

luas industri yang ada sekarang merupakan bentuk investasi di masa yang akan datang. Perhitungan kebutuhan luas lantai bermanfaat untuk mengetahui berapa meter luas lantai yang diperlukan untuk menempatkan sejumlah mesin dan peralatan yang digunakan. Dengan demikian. sebenarnya tata letak industri dapat diefisienkan. perhitungan luas lantai bertujuan untuk mengetahui luas lahan yang akan digunakan dalam perencanaan tata letak fasilitas pabrik. dan allowance.0498 m2. mesin atau peralatan yang digunakan. Ketersedian ruangan yang luas dalam industi atau perbedaan antara kebutuhan dan kenyataan ini mempunyai dampak positif dalam hal tingkat keluwesan atau fleksibilitas yang sangat tinggi dalam proses ekspansi atau perbesaran skala industri. cara pengangkutan. ternyata luas industri sekarang yakni 243. Total luas untuk ruang fasilitas yang tersedia adalah seluas 174. fasilitas penunjang. Akan tetapi dari sisi lain. 93 . sehingga dengan luasan yang ada tersebut dapat diatur suatu tata letak pabrik yang optimal sesuai jumlah mesin dan ukuran mesin dengan memberikan kelonggaran tertentu. di sisi lain hal ini pun memberikan dampak negatif yaitu pemborosan biaya berupa tempat maupun ketidakefektifan dalam pemindahan bahan.dengan alokasi luas yang ada. aliran bahan. Ruangan-ruangan ini diharapkan dapat tetap dipergunakan untuk proses produksi dengan kapasitas yang lebih besar sehingga tidak perlu untuk melakukan renovasi ataupun pendirian bangunan baru. Beberapa hal yang harus diperhitungkan dalam penentuan luas lantai diantaranya alat angkut.7248 m2 jauh lebih luas dari luas industri yang diperlukan yakni 199.576 m2. Sedangkan. Apabila dibandingkan antara hasil perhitungan di atas dengan kenyataan yang ada sekarang di industri ini.8154 m2. Dengan kata lain terdapat selisih antara luas yang ada dengan luas yang diperlukan seluas 13. Namun. barang jadi yang dihasilkan. cara penyimpanan bahan baku. Perhitungan luas lantai ini didasarkan pada bahan baku yang akan disiapkan.

34 m2. Penentuan luas lantai ini diperlukan untuk mengetahui kebutuhan luas lantai sebenarnya serta digunakan sebagai alat evaluasi dengan pertimbangan data : kebutuhan bahan per hari. B. Pengamatan maupun praktikum dilakukan dengan lebih serius. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk ruang produksi = 81. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk gudang barang jadi = 3. Saran 1.12 m2.78 m2. Kesimpulan 1. misalnya dalam pengambilan data yang terkadang asal dan terlalu banyak berasumsi. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk fasilitas penunjang = 203. praktikan menilai praktikum yang dilaksanakan kurang serius. dan luas ruangan sebenarnya. sehingga hasil praktikum juga terkesan tidak valid. 2. Sebaiknya pendampingan asisten dalam acara praktikum lebih ditingkatkan agar praktikan lebih paham dalam proses pengolahan data. Sebab.58 m2. Total luas lantai yang dibutuhkan untuk gudang bahan baku = 37. operator dan tenaga manual yang ada.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. 94 . dimensi mesin yang digunakan. kapasitas produksi per hari. jumlah bahan yang disimpan per periode simpannya. 2.

Ergonomi: Manusia. Plant Layout and Material Handling.DAFTAR PUSTAKA Apple. 2010. Facility Planning. Santoso. J.googleusercontent. Sritomo. New York: John Wiley and Sons Inc. Bab II Luas Lantai Produksi. Peralatan. Gempur.ac. Diakses pada hari Rabu 21 April 2010 pukul 20.id/2010/01/30/perencanaa n-tata-letak-suatu-perusahaan/+layout+template+ruangan+industri+adalah &cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id&lr=lang_id. Astika.html.blogspot. Jakarta: Prestasi Pustaka.student. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. 95 .M.com/2009/04/luas-lantai-produksi. 2004. Dalam http://webcache. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. Dalam http://dodydoank. New York: John Wiley and Sons Inc. Diakses pada hari Kamis tanggal 13 Mei 2010 pukul 10. Wignjosoebroto. 1990.umm. 2009.25 WIB Dody. 1996. dan Lingkungan. Tompkin.24 WIB.com/search?q =cache:GheEFR80sWoJ:astika. et al. 1996.

Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 96 .LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA V PETA KETERKAITAN KEGIATAN (UNTUK INDUSTRI DAN RUANG PRODUKSI) Disusun oleh: Kelompok 10 1. Esti Rumaningsih 3. Nika Awalistyaningrum 2.

Hal ini ini dikarenakan jika hubungan antar kegiatan dapat berlangsung secara lancar. Sehingga hubungan antara kegitan satu dengan kegiatan lain menjadi hal yang penting diperhatikan pada saat perencanaan pembuatan layout pabrik. perangkaian. dapat digunakan untuk mendukung suatu pekerjaan agar lebih efektif dan efisien dalam hal energi. Faktor-faktor tersebut digunakan untuk menghasilkan sebuah produk yang bernilai tambah. perkantoran. Salah satu metode atau teknik yang dapat digunakan untuk menganalisis serta dapat menunjukkan hubungan keterkaitan suatu kegiatan dengan kegiatan lain ialah Peta Keterkaitan kegiatan (Activity Relationship Chart). Tujuan Praktikum Praktikan dapat menunjukkan keeratan keterkaitan antarkegiatan yang memerlukan ruangan dalam industri. B. yang dilengkapi dengan informasi mengenai perlu tidaknya setiap kegiatan yang ada saling berdekatan. dilakukan analisis hubungan keterkaitan kegiatan-kegiatan dalam industri Salma Roti dan Kue menggunakan Peta Keterkaitan kegiatan (PKK). atau pun waktu. Peta Keterkaitan Kegiatan merupakan atribut yang dapat digunakan untuk menggambarkan hubungan dari seluruh kegiatan yang ada.BAB I PENDAHULUAN A. Pada industri. Kegiatan-kegiatan tersebut berupa kegiatan produksi. maka diharapkan produktifitas meningkat yang dapat memberikan keuntungan atau profit meningkat pula bagi industri. Jika hal tersebut dapat dilakukan atau diciptakan. termasuk industri pertanian. Pada praktikum ini. penyimpanan. faktor-faktor tersebut dikelola dengan melibatkan banyak kegiatan di dalamnya. serta kegiatan dengan fasilitas penunjang lain. biaya. Kegiatan-kegiatan ini saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain. Latar Belakang Industri merupakan sebuah wadah berkumpulnya faktor-faktor produksi. 97 .

1990): 1. diperlukan suatu penggabungan langkah-langkah pada setiap operasi yang terjadi dalam suatu industri dengan kegiatan penunjang dan kegiatan pelayanan dengan memperhatikan derajat kedekatan yang dibutuhkan barang. bau. Sementara itu. Penyusunan urutan pendahuluan bagi satu Peta Dari KeLokasi nisbi dari pusat kerja atau departemen dalam satu kantor Lokasi kegiatan dalam satu usaha pelayanan Lokasi pusat kerja dalam operasi perawatan atau perbaikan Lokasi nisbi dari daerah pelayanan dalam satu fasilitas produksi Menunjukkan hubungan satu kegiatan dengan yang lainnya. 4. dan debu. peta ini berguna dalam (Apple. 5. dan aliran informasi. Juga yang perlu dipertimbangkan lagi adalah hubungan negatif seperti kebisingan. dapat dianalisis dengan bantuan Peta Keterkaitan Kegiatan (Apple. baik positif maupun negatif. 1990). biasanya kerja produksi. 2. dan 98 .BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam perancangan keterkaitan kegiatan. Menurut Sutalaksana (1979) peta kerja merupakan suatu alat yang menggambarkan kegiatan kerja secara sistematis dan jelas untuk berkomunikasi secara luas dan sekaligus melalui peta kerja bias mendapatkan informasiinformasi yang diperlukan untuk memperbaiki suatu metode kerja. Pentingnya rancangan fasilitas seperti aliran bahan merupakan tulang punggung fasilitas produksi. serta alasannya 7. Memperoleh satu landasan bagi penyusunan daerah selanjutnya Diperkirakan 20% sampai 50% dari biaya operasi merupakan biaya pemindahan material (material handling) maka tata letak yang efektif dapat mengurangi biaya tersebut sekitar 10% sampai 30%. Peta Keterkaitan Kegiatan adalah salah satu peta kerja yang merupakan suatu teknik ideal untuk merencanakan keterkaitan antara setiap kelompok kegiatan yang saling berkaitan. 6. orang. Keterkaitan ini. 3.

Mutlak berdekatan Tidak mutlak berdekatan Sangat penting berdekatan 99 . parkir. tapak bangun (lokasi. jarak antar tiang. lokasi pintu. Derajat keterkaitan kegiatan tersebut adalah (Muther. 2. 4. 2. lokasi kegiatan yang mungkin berkembang. ukuran. 3. 1955): 1. Perluasan (aliran produksi di masa datang dan perubahan tata letak. yang diikuti dengan tanda bagi tiap derajat kedekatan tadi. menurut Wignjosoebroto (1993). jumlah lantai. gang.harus dirancang dengan cermat serta tidak dibiarkan tumbuh atau berkembang menjadi satu pola lalu lintas yang membingungkan (Tomkins. keperluan umum. beberapa di antaranya sangat penting (Angelia. dan arah perluasan) 3. dan fasilitas lainnya) 5. lokasi tiang. 2009): 1. ukuran. Peta Keterkaitan Kegiatan akan memberikan pertimbangan mengenai derajat kedekatan (closeness) dari satu departemen ke departemen lain dengan ukuran-ukuran yang lebih bersifat kualitatif seperti: 1. dan cuaca) 4. A = mutlak perlu kegiatan-kegiatan tersebut berdekatan E = sangat penting kegiatan-kegiatan tersebut berdekatan I = penting bahwa kegiatan-kegiatan tersebut berdekatan O = biasa (kedekatannya).1996). tingkat bersih. telah ditetapkan satu pengelompokkan derajat kedekatan. serta jarak tinggi Untuk membantu menentukan kegiatan yang harus diletakkan pada satu tempat. orientasi bangunan. di mana saja tidak ada masalah U = tidak perlu adanya keterkaitan goegrafis apapun Sementara itu. bangun. Tuntutan khusus dari kegiatan-kegiatan atau fasilitas sifat atau karakteristik bangunan (tipe. 5. peralatan permanenn. Fasilitas luar (alat angkut. 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi keterkaitan. 2. topografi bangunan. bangunan dan lokasi.

b. d. Keterkaitan produksi a. Menggunakan pegawai yang sama Derajat kepegawaian Jalur perjalanan normal Melaksanakan pekerjaan serupa Disenangi pegawai Gangguan pegawai 3. f. e. b. dan lain-lain Memudahkan pemindahan bahan Keterkaitan pegawai a. Urutan aliran kerja Mempergunakan peralatan yang sama Menggunakan ruangan yang sama Bising. c. 2009): 1.4. Penting berdekatan Tidak diharapkan berdekatan Kedekatan biasa Peta Keterkaitan Kegiatan menghubungan aktivitas-aktivitas secara berpasangan sehingga semua aktivitas akan diketahui derajat hubungannya. b. d. Secara umum alasan keterkaitan dibagi dalama tiga macam yaitu (Angelia. bau. Aliran informasi a. getaran. 6. 5. Menggunakan catatan/berkas yang sama Derajat hubungan kertas kerja Menggunakan alat komunikasi yang sama 100 . 2. e. debu. c. c.

Alat dan Bahan 1. 101 . Alat tulis 2. Hubungan antarkegiatan ditunjukkan dengan huruf sandi: Huruf Sandi A E I O U X Keterangan Mutlak Perlu Sangat Penting Penting Kedekatan Biasa Tidak Penting Tidak Diharapkan Warna Merah Jingga Hijau Biru Tidak Berwarna Coklat 5. begitu juga kegiatan perkantoran. maka angka sandi yang menunjukkan alasan yang mendukung kedekatan hubungan antarkegiatan diletakkan di kotak bagian bawahnya. Untuk Peta Keterkaitan Kegiatan ruang produksi: memuat seluruh proses produksi yang terjadi. Prosedur Praktikum 1. 4. Tuliskan semua kegiatan yang ada dalam perusahaan yang akan dirancang.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 2. Setelah huruf-huruf tersebut dimasukkan pada kotak segitiga bagian atas (atau warna yang menentukan hubungan kedekatan). pada kolom paling kiri Peta Keterkaitan Kegiatan. Untuk Peta Keterkaitan Kegiatan perusahaan: seluruh proses produksi dianggap sebagai satu kegiatan yaitu kegiatan produksi. Lembar kerja Peta Keterkaitan Kegiatan B. Kertas A4 3. 3.

dan lain-lain 7. Sandi-sandi yang dipakai dalam menentukan alasan: Alasan Sandi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Keterangan Menggunakan catatan yang sama Menggunakan personil yang sama Memakai ruang yang sama Derajat hubungan pribadi Derajat hubungan kertas kerja Urutan aliran kerja Melaksanakan pekerjaan yang sama Menggunakan peralatan yang sama Kemungkinan bau tidak sedap. gangguan suara. 102 . Informasi yang diperoleh dalam Peta Keterkaitan Kegiatan hanya berguna jika diolah ke dalam datu Diagram Keterkaitan Kegiatan (Activity Relationship Diagram: ARD). 8. gunakan warna sesuai ketentuan.6. Jika memungkinkan.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil 1. Perusahaan 2. Ruang Produksi 103 .

Pembahasan Praktikum acara 5 ”Peta Keterkaitan Kegiatan (untuk Industri dan Ruang Produksi)” ini bertujuan agar praktikan dapat menunjukkan keeratan keterkaitan antarkegiatan yang memerlukan ruangan dalam industri. Pertama-tama semua kegiatan yang ada dalam perusahaan ditulis yang dirancang pada kolom paling kiri pada peta keterkaitan kegiatan. Pada acara ini dilakukan analisis keterkaitan antara kegiatan pada proses produksi dan fasilitas penunjang serta menyusunnya dalam peta keterkaitan kegiatan berdasarkan sandi Therbligh yang telah menjadi dasar pembuatan peta ini. PKK dapat menggambarkan derajat keterkaitan kegiatan pada fasilitas penunjang (perusahaan) maupun proses produksi. Penganalisisan hubungan antar kegiatan satu dengan kegiatan yang lainnya pada industri Salma Roti dan Kue. Area Kegiatan pada pembuatan PKK perusahaan atau indutri ialah terdiri atas: 104 . PKK proses produksi menunjukkan hubungan keeratan stasiun kerja satu dengan stasiun kerja yang lain. Sedangkan. PKK fasilitas penunjang (perusahaan) menggambarkan hubungan keeratan antarfasilitas penunjang (antarruang) dalam industri. Hubungan tersebut dinilai melalui nilai kualitatif dengan huruf sandi Therbligh dan dicantumkan alasan kedekatannya dengan sandi angka yang menunjukkan sandi yang menunjukkan kedekatan antara satu stasiun keja dengan stasiun kerja yang lain. Pada dasarnya. digunakan Peta keterkaitan Kegiatan (PKK) perusahaan atau industri dan PKK ruang produksi. a.B. pembuatan PKK fasilitas penunjang (perusahaan) memiliki prinsip yang sama dengan pembuatan PKK proses produksi. perbedaan PKK fasilitas penunjang dengan PKK proses produksi terletak pada kegiatan yang dicantumkan. Peta Keterkaitan Kegiatan (PKK) adalah salah satu peta kerja yang merupakan teknik ideal dalam merencanakan keterkaitan antara setiap kelompok kegiatan yang saling berkaitan.

4.1. seluruh proses produksi dianggap sebagai satu kegiatan yaitu kegitan produksi. Kamar mandi I 11. begitu juga kegitan perkantoran. Kegiatan pada PKK ruang produksi terdiri atas: 1. sedang yang Penimbangan II yang merupakan operasi penimbangan adonan setelah mixing dilakukan di ruang produksi. mentega. 2. dan lain-lain dilakukan di gudang. Pendinginan dan pengemasan Pada pembuatan PKK ruang produksi memuat seluruh proses produksi yang dilakukan untuk memproduksi roti manis isi coklat. Penimbangan I 2. Pembagian adonan 5. 7. Area parkir Outlet Ruang administrasi Ruang produksi Gudang Lorong I Dapur Kamar Lorong II 10. karena dilakukan pada area yang sama. Pengembangan 6. Pengadukan 3. pengovenan 7. penimbangan II dan pembentukan adonan 4. Pada penimbangan I dan II dipisah karena dilakukan pada area yang berbeda. 6. margarine. Hal ini sama juga 105 . Kamar mandi II Pada pembuatan PKK perusahaan. 5. 9. Pada kegiatan urutan nomor 3. 8. penimbangan II dan pembentukan adonan digabung. 3. penimbangan I yang merupakan operasi penimbangan bahan-bahan yang digunakan seperti tepung.

dengan

kegiatan

urutan

ketujuh,

yakni

pendinginan

roti

serta

pengemasannya.

106

b. Selanjutnya, pada PKK perusahaan maupun PKK ruang produksi, hurufhuruf atau warna sandi dimasukkan pada kotak segitiga atas dan angkaangka sandi pada bagian bawahnya sesuai dengan kriteria yang ada. Hubungan antar kegiatan ditunjukkan dengan huruf sandi : Huruf Sandi A E I O U X Keterangan Mutlak Perlu Sangat Penting Penting Kedekatan Biasa Tidak Penting Tidak Diharapkan Warna Merah Jingga Hijau Biru Tidak Berwarna Coklat

c. Setelah Huruf-huruf tersebut dimasukkan pada kotak segitiga bagian atas (atau warna yang menentukan hubungan kedekatan), maka angka sandi yang menunjukkan alas an yang mendukung kedekatan hubungan antar kegiatan diletakkan di kotak bagian bawah. Alasan Sandi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Keterangan Menggunakan catatan yang sama Menggunakan personil yang sama Memakai ruang yang sama Derajat hubungan pribadi Derajat hubungan kertas kerja Urutan aliran kerja Melaksanakan pekerjaan yang sama Menggunakan peralatan yang sama Kemungkinan bau tidak sedap, gangguan suara, dan lain-lain Kegiatan yang jauh berbeda satu sama lain dengan bahan berbeda Kegiatan yang berbeda dengan bahan yang sama Mempermudah akses

10 11 12

d. Jika memungkinkan, dapat menggunakan warna yang sesuai. e. Informasi yang diperoleh dalam PKK hanya berguna jika diolah kedalam satu Diagram Keterkaitan kegitan. Peta Keterkaitan Kegiatan pada perusahaan (kegiatan industri) ”Salma, Roti dan Kue” terdiri atas sebelas fasilitas penunjang, yaitu area parkir, outlet, ruang administrasi, ruang produksi, gudang, lorong I, dapur, kamar, lorong II, kamar mandi I, dan kamar mandi II. Fasilitas industri yang memiliki tingkat kedekatan mutlak (A), yaitu area parkir dan outlet, ruang produksi dan gudang, serta gudang dan lorong I. Ruangan yang memiliki tingkat kedekatan sangat penting (E), yaitu area parkir dan lorong I, ruang administrasi dan gudang, ruang produksi dan dapur, serta ruang produksi dan lorong II. Ruangan yang memiliki tingkat kedekatan penting (I), yaitu area parkir dan ruang administrasi, outlet dan ruang administrasi, outlet dan ruang produksi, outlet dan lorong II, ruang administrasi dan lorong I, ruang administrasi dan lorong II, gudang dan lorong II, lorong I dan dapur, lorong I dan lorong II, kamar dan kamar mandi I, serta kamar dan kamar mandi II. Ruangan yang memiliki tingkat kedekatan biasa (O), yaitu ruang administrasi dan ruang produksi, ruang administrasi dan dapur, ruang administrasi dan kamar, ruang administrasi dan kamar mandi I, ruang administrasi dan kamar mandi II, ruang produksi dan lorong I, ruang produksi dan kamar, gudang dan dapur, gudang dan kamar, lorong I dan kamar, lorong I dan kamar mandi I, lorong I dan kamar mandi II, dapur dan kamar, kamar dan lorong II, lorong II dan kamar mandi I, lorong II dan kamar mandi II, serta kamar mandi I dan kamar mandi II. Ruangan yang memiliki tingkat kedekatan tidak penting (U), yaitu area parkir dan kamar mandi I, area parkir dan kamar mandi II, outlet dan gudang, outlet dan lorong I, serta dapur dan lorong II. Sedangkan, ruangan yang memiliki tingkat kedekatan tidak diharapkan (X), yaitu area parkir dan ruang produksi, area parkir dan gudang, area parkir dan dapur, area parkir dan kamar, area parkir dan lorong II, outlet dan dapur, outlet dan kamar, outlet

108

dan kamar mandi I, outlet dan kamar mandi II, ruang produksi dan kamar mandi I, ruang produksi dan kamar mandi II, gudang dan kamar mandi I, gudang dan kamar mandi II, dapur dan kamar mandi I, serta dapur dan kamar mandi II. Peta Keterkaitan Kegiatan pada kegiatan produksi terdiri atas tujuh stasiun kerja, yaitu penimbangan I, pengadukan, penimbangan II dan pembentukan adonan, pembagian adonan, pengembangan, pengovenan, serta pendinginan dan pengemasan. Pada industri ”Salma, Roti dan Kue” tidak ada stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan mutlak (A). Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan sangat penting (E), yaitu pengadukan dan penimbangan II-pembentukan adonan, penimbangan II-pembentukan adonan dan pembagian adonan, pembagian adonan dan pengembangan, pengembangan dan pengovenan, serta pengovenan dan pendinginanpengemasan. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan penting (I), yaitu penimbangan I dan pengadukan, pengadukan dan pembagian adonan, serta penimbangan II-pembentukan adonan dan pengembangan. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan biasa (O), yaitu penimbangan I dan penimbangan II-pembentukan adonan, penimbangan I dan pembagian adonan, penimbangan I dan pengembangan, pengadukan dan

pengembangan, pengadukan dan pendinginan-pengemasan, penimbangan IIpembentukan adonan dan pengovenan, penimbangan II-pembentukan adonan dan pendinginan-pengemasan, pembagian adonan dan pengovenan, pembagian adonan dan pendinginan-pengemasan, serta pengembangan dan pendinginan-pengemasan. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan tidak penting (U), yaitu penimbangan I dan pengovenan serta pengadukan dan pengovenan. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan tidak diharapkan (X), yaitu penimbangan I dan pendinginan-pengemasan. Secara teori, peta keterkaitan kegiatan bermanfaat dalam penyusunan urutan pendahuluan bagi satu Peta Dari Ke-, lokasi nisbi dari pusat kerja atau departemen dalam satu kantor, lokasi kegiatan dalam satu usaha pelayanan, lokasi pusat kerja dalam operasi perawatan atau perbaikan,

109

Pada industri ini sudah menerapkan tata letak yang sesuai dengan Peta Keterkaitan Kegiatan yang dibuat. Aplikasi peta keterkaitan kegiatan pada industri ”Salma. Penentuan keterkaitan kegiatan pada industri ”Salma. menunjukkan hubungan satu kegiatan dengan yang lainnya. berupa evaluasi keterkaitan kegiatan sehingga dapat tercapai layout efektif. Roti dan Kue”. Roti dan Kue” sangat penting. Ruanganruangan telah disusun sesuai dengan rangkaian kegiatan dalam industri tersebut. baik dalam meninjau keeratan fasilitas penunjang maupun proses produksi. dan alasannya serta memperoleh satu landasan bagi penyusunan daerah selanjutnya. 110 . industri tersebut dapat menentukan tata letak dan mengatur penempatan peralatan dengan efektif sehingga dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan produktivitas. Dengan menentukan keterkaitan kegiatan.lokasi nisbi dari daerah pelayanan dalam satu fasilitas produksi.

dan X berarti tidak diharapkan. Simbol-simbol tersebut diletakkan pada kotak bagian atas. U berarti tidak penting.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Hubungan kedekatan tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi industri yang ada. dan X. E. Kesimpulan Berdasarkan Peta Keterkaitan Kegiatan. O. yakni A. U. dapat diperoleh keeratan keterkaitan antarkegiatan yang memerlukan ruangan dalam industri. I berarti penting. B. Selanjutnya dibuat angka sandi untuk menunjukkan alasan yang mendukung kedekatan hubungan antarkegiatan. 111 . sebaiknya dikomunikasikan kepada para praktikan terlebih dahulu. A berarti mutlak perlu. Keterkaitan ini dapat ditunjukan dengan derajat tertentu disimbolkan dengan huruf sandi. O berarti kedekatan biasa. E berarti sangat penting. Angka sandi ini pada Peta Keterkaitan Kegiatan diletakkan pada kotak bagian bawah. I. Saran Jika terjadi penggabungan acara praktikum atau perubahan jadwal.

2009. 112 . Practical Plant Layout. Diakses pada Rabu.php?option=com_content&view=article&id=495%3Ametode-craft&ltermid=14. M. Facility Planning. Corry.co. Jakarta: PT Guna Widya. Metode Craft.18 WIB Apple. White John A. 28 April 2010 pukul 19. Bandung: Penerbit ITB. Teknik Tata Cara Kerja.ittelkom. 1993. R. J.DAFTAR PUSTAKA Angelia. McGraw-Hill Book Co: New York. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ketiga. Anggawisastro. Wignjosoebroto. 1990.id/library/indeks. Tomkins.//www. 1996.. Dalam http. Muther. Pengantar Teknik Industri Edisi I. James A. Sutalaksana. USA. 1979. John Wiley & Sons. Bandung: Keluarga Mahasiswa Teknik Industri-ITB. 1955.

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA VI DIAGRAM KETERKAITAN KEGIATAN Disusun oleh: Kelompok 10 1. Esti Rumaningsih 3. Nika Awalistyaningrum 2. Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 113 .

perangkaian. Pada industri. Industri atau perusahaan saat ini sangat memperhatikan efisiensi dan efektifitas kerjanya. serta bentuk perancangan kebutuhan ruangan industri. 114 . dilakukan analisis kedekatan keterkaitan kegiatan-kegiatan dalam industri Salma Roti dan Kue menggunakan Diagram Keterkaitan Kegiatan (DKK). Pada perancangan suatu tempat untuk menempatkan faktor-faktor produksi tersebut. penyimpanan. Salah satu metode atau teknik untuk menganalisis dan menunjukkan kedekatan antara suatu kegiatan dengan kegiatan lain dan suatu tempat dengan tempat yang lain dapat menggunakan Diagram Keterkaitan Kegiatan (Activity Relationship Diagram). serta kegiatankegiatan dengan fasilitas penunjang lainnya. dibutuhkan banyak sekali pertimbangan untuk mencapai tujuan awal perusahaan. Maka dari itu pada praktikum ini. perkantoran. Kedekatan antara suatu kegiatan dengan kegiatan lain dan suatu tempat dengan tempat yang lain sangat penting untuk dianalisis. Hal ini dikarenakan berpengaruh pada aliran bahan.BAB I PENDAHULUAN A. Kedekatannya sangat perlu dianalisis agar industri mencapai produktivitas yang optimum dengan efisien. termasuk industri pertanian. Diagram ini merupakan diagram berbentuk balok yang menunjukkan pendekatan keterkaitan kegiatan yang menunjukkan setiap kegiatan sebagai suatu model kegiatan tunggal. efektif. dan aman. faktor-faktor tersebut dikelola dengan melibatkan banyak kegiatan di dalamnya. Faktor-faktor tersebut digunakan untuk menghasilkan sebuah produk yang bernilai tambah. Kegiatan-kegiatan tersebut berupa kegiatan produksi. Latar Belakang Industri merupakan sebuah wadah berkumpulnya faktor-faktor produksi.

Tujuan Praktikum Praktikan dapat menentukan posisi suatu ruangan terhadap ruangan lain dalam ruangan produksi maupun industri.B. 115 .

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Diagram keterkaitan kegiatan ini pada kenyataannya merupakan diagram balok yang menunjukkan pendekatan keterkaitan kegiatan. 1990). Lebar garis menunjukkan volume antara kegiatan. Penggunaan Diagram Keterkaitan Kegiatan adalah bertujuan untuk perencanaan hubungan antara pola aliran bahan dan lokasi aktivitas pelayanan yang berhubungan dengan aktivitas produksi (Apple. dan warna. dan membantu perencana untuk menghubungkan masing-masing kegiatan secara tepat dalam tahap awal perencanaan tata letak. di mana pada teknik ini menggunakan kombinasi garis. Blok diagram yang sudah jadi akan disusun 116 . sehingga menghasilkan suatu diagram. Pengalokasian sistematis untuk setiap aktivitas Proses penempatan fasilitas Membuat suatu layout lebih akurat Menaksir luas total dari suatu gedung Meminimasi ruang yang diperlukan Teknik lain telah dikembangkan pula oleh Richard Muther. 5. 1990): 1. menurut Downs (1956) diagram aliran yang ada dikembangkan dengan cara. 1944). 3. dan angka garis antara lambang-lambang menunjukkan pentingnya kedekatan (Muther. Kegunaan dari diagram ini adalah untuk (Apple. Setelah dilakukan analisis maka diagram tersebut disusun dengan membuat tabel lembar kerja keterkaitan kegiatan selanjutnya memplotkan pada blok keterkaitan untuk mempermudah tata letaknya. Lambang-lambang yang digunakan pada teknik ini adalah lambang-lambang proses konvensional. yang menunjukkan setiap kegiatan sebagai satu model kegiatan tunggal (Apple. 1990). 4. Untuk membuat rancangan tata letak ideal perlu dilakukan analisis antar kegiatan dengan membuat diagram keterkaitan kegiatan. 2. lambang. kegiatan-kegiatan yang terjadi dihubungkan dengan garis atau pita dengan berbagai ketebalan yang berbeda. Pendekatan yang dilakukan oleh Muther juga dilakukan oleh Downs.

Jika sebuah usaha agri-bisnis budidaya jamur tiram ingin memperbaiki tata letak fasilitas produksinya atau tata letak pabrik yang sudah terlanjur tidak efektif dan efisien 117 . Gang yang lurus. 2008). Operasi pertama dekat dengan penerimaan. Keterkaitan kegiatan yang terencana.sedemikian rupa menurut diagram keterkaitan kegiatan yaitu dengan cara mendekatkan proses-proses yang diperlukan. Aliran yang lurus. Pola aliran barang terencana. Langkah balik yang minimum. Hasil dari blok keterkaitan tersebut diaplikasikan pada tata letak sebenarnya dengan menyusun bentuk area kerjanya yang dilakukan secara manual (Anonim. 10. Metode pemindahan yang terencana. 4. Operasi terakhir dekat dengan pengiriman. Pemrosesan digabung dengan pemindahan bahan. Jarak pemindahan yang minimum. Untuk membuat rancangan tata letak ideal perlu dilakukan analisis antar kegiatan dengan membuat diagram keterkaitan kegiatan setelah dilakukan analisis maka diagram tersebut disusun dengan membuat tabel lembar kerja keterkaitan kegiatan selanjutnya plotkan pada blok keterkaitan agar lebih mudah menentukan tata letaknya. diantaranya yang paling penting adalah (Nugroho. 13. 2009). 8. Pemindahan bergerak dari penerimaan menuju pengiriman. Jalur aliran tambahan. 12. Tata letak yang efektif terwujud dengan memiliki beberapa karakteristik yang jelas yang dapat dilihat bahkan dari satu pengamatan biasa. Blok diagram yang sudah jadi akan disusun sedemikian rupa menurut diagram keterkaitan kegiatan yaitu dengan cara mendekatkan proses – proses yang multak diperlukan (Hendrarto. Pemindahan antar operasi minimum. 7. Tata letak fasilitas produksi yang buruk akan menimbulkan masalah yang besar dan cenderung sulit diatasi karena sifatnya permanen. 11. 5. 6. 9. 2. 3. 2007) : 1.

118 . Di samping itu juga besar kemungkinan usaha tersebut akan kehilangan konsumen selama renovasi pabrik akibat tidak ada produk yang dihasilkan (Wignjosoebroto. dapat diperkirakan pula berapa banyak waktu yang terbuang untuk perbaikan tersebut. 1996).maka selain investasi yang harus dikeluarkan sangat besar.

Potong-potong kotakan tadi. 6. Dengan metode trial and error. 4. 7. baru E. Masukkan nomor kegiatan dari peta keterkaitan kegiatan pada setiap kolom untuk menunjukkan derajat kedekatan dengan kegiatan pada baris. Alat tulis Kertas A4 Gunting Lem Pensil warna Peta keterkaitan kegiatan (fasilitas penunjang dan proses produksi) Lembar kerja diagram keterkaitan kegiatan Matriks Diagram Keterkaitan Kegiatan B. 119 . uji cobakan untuk seluruh kegiatan yang ada. pasangkan yang mempunyai derajat kedekatan A lebih dulu. 3. 5. 5. Prosedur Praktikum 1. dan seterusnya. Terjemahkan peta keterkaitan kegiatan yang sudah dibuat di acara sebelumnya ke lembar kerja sebagai berikut: Kegiatan 1 2 3 dan seterusnya Derajat Kedekatan A E I O U X 2. Tuliskan semua kegiatan (dari peta keterkaitan kegiatan) di kolom kiri. Untuk U tidak dialihkan karena tidak diperlukan lagi. 2. 3. 4. Alihkan angka-angka pada kolom lembar kerja ke kotakan-kotakan bernotasi. Alat dan Bahan 1.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 8.

dan lain-lain). Inilah yang disebut sebagai Diagram Keterkaitan Kegiatan. perkantoran. 7. 120 .6. pelayanan pekerja. pelayan pabrik. Salin susunan akhir ke kertas. Berikan warna ke masing-masing kotak sesuai dengan bagiannya (produksi.

2.5 Pengemasan Kegiatan X 7 1 121 .BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.5 2 1.4 5 1. Pengembangan 4.4. Penimbangan II dan 2. Pengadukan 3 1.7 5.2 7.6.4 5.6 3 1. Pendinginan dan 6 2.3.7 Pembentukan Adonan 4.Pembagian Adonan 3. Hasil 1.7 6 3.7 3.5 6 2.6.7 6.4.4 1. Pengovenan 5. Perusahaan LEMBAR KERJA DIAGRAM KETERKAITAN KEGIATAN Derajat Keterkaitan A E I O U 1. Penimbangan I 2 3.

122 .

9.3.Area Parkir 2.11 5. Ruang Produksi 5.5. Dapur 8. Lorong Ii 10.6.4. Lorong I 7.10.11 1. Gudang 6.8.7. Kamar Mandi I 11.6 5 3 1 4 4 9 3.7.10.6 8 7.6 X 4.10.9 2 3.11 1.10.8 1.9 6 10.6.7 4.8.11 U 10.7 5 7.8.10.8 3.4.7.7.6.8 4.9 O 4.9 7.5.5.11 3.11 3. Kamar Mandi Ii 8 3. Kamar 9.5.9 8.10.5.2.4.10.11 2 2 9 7 1 1.9.4. Ruang Produksi LEMBAR KERJA DIAGRAM KETERKAITAN KEGIATAN Kegiatan 1.6.10 1 2.2. Ruang Administrasi 4.5.9 1.11 - 123 .2.11 2.6.2 1 2. Outlet 3.8.11 Derajat Keterkaitan A 2 1 E 6 5 I 3 3.

Peta dan diagram keterkaitan kegiatan menggunakan prinsip keeratan hubungan antarfasilitas penunjang maupun antarstasiun kerja. Diagram Keterkaitan Kegiatan (DKK) diperoleh berdasarkan asumsi subjektif praktikan walaupun tidak menutup kemungkinan terdapat unsur objektif. yang diwakili oleh kedekatan antara persegi satu dengan yang lain. Pembahasan Praktikum acara 5 ”Diagram Keterkaitan Kegiatan” ini bertujuan agar praktikan praktikan dapat menentukan posisi suatu ruangan terhadap ruangan lai dalam ruangan produksi maupun industri. DKK adalah diagram balok yang menunjukkan pendekatan keterkaitan kegiatan dan setiap kegiatan sebagai satu model kegiatan tunggal. DKK memiliki bentuk susunan persegi yang bernotasi.B. Susunan beberapa 124 . Dasar pembuatan diagram keterkaitan kegiatan adalah peta keterkaitan kegiatan. Notasi tersebut menunjukkan pendekatan kedekatan keterkaitan kegiatan.

DKK proses produksi menggambarkan diagram keeratan stasiun kerja satu dengan stasiun kerja yang lain. I. Pengadukan 3. pembuatan DKK fasilitas penunjang (perusahaan) memiliki prinsip yang sama dengan pembuatan DKK proses produksi. dan X. dilakukan terjemahan kedalam lembar kerja Diagram Keterkaitan Kegiatan. Pada dasarnya. Sedangkan. Diagram Keterkaitan Kegiatan (DKK) menjadi dasar perencanaan keterkaitan antara pola aliran bahan dan lokasi kegiatan pelayanan dihubungkan deangan kegiatan produksi dengan peta keterkaitan kegiatan sebagai sumber informasi keterkaitan kegiatan. Pada kedua PKK (perusahaan maupun ruang produksi). DKK fasilitas penunjang (perusahaan) menggambarkan diagram keeratan antarfasilitas penunjang (antarruang) dalam industri.persegi bernotasi tersebut yang menunjukkan model kegiatan tertentu yang memilki hubungan keterkaitan. Penggunaan asumsi persegi diharapkan dapat mempermudah perancangan dan penempatan kegiatan dalam sebuah lahan yang sudah ditentukan. Pendinginan dan Pengemasan E Derajat Keterkaitan I O U X 125 . Pada kolom derajat kedekatan. Pengovenan 7. Penimbangan II dan Pembentukan Adonan 4. Informasi yang diperoleh dalam PKK.Pembagian Adonan 5. Lembar Kerja DKK proses produksi: Kegiatan A 1. maka selanjutnya diolah untuk digunakan pembuatan Diagram Keterkaitan kegitan (DKK). E. a. U. Penimbangan I 2. dimasukkan nomor kegiatan dari PKK. Pengembangan 6. Jika PKK terdiri dari perusahaan dan ruang produksi maka DKK pun juga terdapat DKK perusahaan dan DKK ruang produksi yang terpisah. Bagian kiri tabel ialah semua kegiatan. dan sebelah kanan merupakan derajat kedekatan yang terdiri dari kode-kode A. O.

kotak-kotak tersebut dipotong lalu potongan-potongan kotakan tersebut dipasangkan yang mempunyai derajat kedekatan A 126 . Lorong Ii 10. Dapur 8. AXZ (**) EAXZ (**) E- I- O- I- O- c.Lembar Kerja DKK perusahaan (industri): Kegiatan 1. Selanjutnya. Ruang Administrasi 4. Kamar Mandi I 11.Area Parkir 2. Lorong I 7. Ruang Produksi 5. Gudang 6. Kamar 9. lalu dialihkan ke kotakan-kotakan. Untuk derajat kedekatan U. Setelah angka-angka nomor kegiatan diisikan pada kolom lembar kerja. tidak dialihkan karena tidak diperlukan lagi. Outlet 3. Kamar Mandi Ii Derajat Keterkaitan A E I O U X b.

e. ruang produksi. dan ruang produksi. Salinan susunan akhir kertas. dan kamar. Roti dan Kue” yang telah dibuat. dan dapur. lorong I berdekatan dengan gudang. serta kamar mandi II berdekatan dengan kamar. lorong II. kamar mandi I. kamar mandi II. kamar mandi I berdekatan dengan kamar. lorong II berdekatan dengan dapur. baru E dan seterusnya. lorong I. lorong I. dapur berdekatan dengan ruang produksi. gudang. Dengan metode trial and error. kamar berdekatan dengan lorong II. dan kamar mandi I. gudang. outlet berdekatan dengan area parkir. lorong II. dapur. Pembuatan Diagram Keterkaitan Kegiatan menggunakan sistem ’trial and error’. seluruh kegiatan yang ada diujicobakan. ruang adminstrasi. gudang. masing-masing kotak diberikan warna sesuai dengan bagiannya. Uji coba dari bentuk satu ke bentuk lain sampai ditemukan kondisi yang cocok dimana kedekatan suatu model kegiatan menunjukkan sifat keterkaian antara kegiatan satu dengan kegiatan yang lain. dan lorong I. Selanjutnya. ruang produksi. dan kamar mandi II. Area parkir juga memiliki kedekatan yang sangat penting (E) dengan lorong I karena lorong I berfungsi menghubungkan area parkir dengan gudang sehingga akan mempermudah akses pengangkutan dari distributor ke gudang. gudang. lorong II. Oleh 127 . ruang produksi berdekatan dengan outlet. diperoleh bahwa area parkir berdekatan dengan outlet dan ruang administrasi. Berdasarkan diagram keterkaitan kegiatan pada perusahaan (kegiatan industri) ”Salma. gudang berdekatan dengan ruang produksi I.lebih dahulu. lorong II. ruang administrasi. sehingga akan cukup menghabiskan waktu. dan kamar mandi II. lorong I. d. kamar mandi I. dan lorong II. kamar mandi II. ruang administrasi. gudang. ruang administrasi berdekatan dengan outlet. lorong II. dan outlet. Lembar kerja diagram keterkaitan kegiatan menunjukkan area parkir mempunyai hubungan mutlak perlu (A) deangan outlet karena mempermudah akses pelanggan dari tempat parkir ke outlet.

area parkir mempunyai hubungan kedekatan penting (I) dengan ruang administrasi karena mempermudah akses manajer industri maupun distributor yang membutuhkan pencatatan. dan lorong II karena alat yang digunakan sama. kamar mandi I. lorong I. Kedekatan tidak penting terjadi antara area parkir dengan kamar mandi I dan kamar mandi II karena terdapat perbedaan jenis kegiatan yang terjadi. dan sebagainya. Selain itu. dapur. ruang administrasi juga harus berdekatan dengan area parkir. gudang. dan sebagainya. kamar mandi I.sebab itu. Selanjutnya. Kedekatan biasa terjadi antara ruang administrasi dengan ruang produksi. ruang produksi karena merupakan urutan aliran kerja. Ruang produksi mutlak perlu dekat dengan gudang agar aksesnya mudah sehingga jarak aliran bahan tidak terlalu jauh. area parkir harus berdekatan dengan outlet dan lorong I. Sedangkan. kedekatan tidak penting (U) terjadi antara outlet dengan gudang dan lorong I sehingga letaknya tidak perlu didekatkan. bau. pembayaran. Sedangkan. dan kamar mandi II karena merupakan kegiatan yang berbeda dan dapat memungkinkan terjadi gangguan suara. outlet. debu. kamar. kedekatan sangat penting terjadi antara ruang produksi dengan dapur dan lorong II karena mempermudah akses dan personilnya sama sehingga harus diletakan 128 . Ruang administrasi sangat penting untuk berada dekat dengan gudang agar mempermudah akses karena harus dilakukan pencatatan terus-menerus terhadap kondisi persediaan bahan baku. dan sebagainya. kamar. kamar. dan kamar mandi II karena pada dasarnya merupakan kegiatan berbeda dan tidak akan saling mengganggu sehingga tidak perlu diperhatikan. dapur. dan lorong II karena dapat mempermudah akses dan ada hubungan kertas kerja. Sedangkan. Outlet mempunyai kedekatan penting (I) dengan ruang administrasi karena hubungan kertas kerja. bau. Outlet memiliki hubungan kedekatan tidak diharapkan (X) dengan dapur. debu. kedekatan tidak diharapkan terjadi antara area parkir dengan ruang produksi. dan lorong II karena area parkir terletak di tepi jalan sehingga memungkinkan terjadi gangguan suara.

Sedangkan. dan sebagainya sehingga letak berjauhan. Dapur dan lorong II kedekatan mempunyai kedekatan dengan ruang produksi karena dapat mempermudah akses sehingga harus diletakkan berdekatan. Ruang produksi penting untuk dekat dengan outlet karena terdapat urutan kerja. gudang. posisi gudang sengan outlet juga perlu dikesampingkan karena pengaruhnya sedikit. dan sebagainya sehingga letaknya berjauhan. kamar mandi I. Baik dapur maupun lorong II tidak boleh berdekatan dengan lorong I karena merupakan pekerjaan yang berbeda. dan sebagainya sehingga letaknya berjauhan. Keterkaitan biasa terjadi antara ruang produksi dengan ruang administrasi. dan sebagainya sehingga letak berjauhan. lorong I. Lorong I penting berdekatan dengan lorong II agar akan mempermudah akses. kamar mandi I maupun II. kamar mandi I. posisi dapur terhadap ruang administrasi.berdekatan. Sebab. dan kamar mandi II karena memungkinkan terjadi gangguan suara. outlet. bau. dan kamar mandi II karena dapat memungkinkan terjadi gangguan suara. Gudang mutlak perlu berdekatan dengan ruang produksi dan lorong I karena terdapat urutan kerja sehingga letaknya bersebelahan. debu. Karena pekerjaannya berbeda. sedangkan lorong II tidak boleh berdekatan dengan area parkir karena memungkinkan terjadi gangguan suara. Lorong I letaknya bebas. bau. debu. Dapur tidak diharapkan berdekatan dengan area parkir. dan kamar karena merupakan kegiatan berbeda sehingga tidak perlu diperhatikan. Gudang juga tidak diharapkan berdekatan dengan area parkir. Lorong I mempunyai kedekatan biasa dengan kamar. debu. dan kamar mempunyai kedekatan biasa yang tidak 129 . Ruang produksi tidak diharapkan berdekatan dengan area parkir. dan kamar mandi II karena dapat memungkinkan terjadi gangguan suara. keduanya merupakan lorong penghubung yang sifatnya netral dan lebih fleksibel untuk ditata. kamar mandi I. bau. bau. debu. Gudang penting untuk dekat dengan lorong II agar dapat mempermudah akses. Kedekatan biasa muncul antara gudang dengan dapur dan kamar sehingga letaknya tidak perlu diperhatikan.

Kamar penting untuk berdekatan dengan kamar mandi I maupu II karena terdapat derajat hubungan pribadi sehingga dalam diagram keterkaitan kerja diletakkan berdekatan. Akan tetapi. Kamar mandi I dan II mempunyai kedekatan biasa dengan ruang administrasi. Letak kamar fleksibel dengan ruang administrasi. gudang. karena memungkinkan terjadi gangguan suara. Berdasarkan analisis. Oleh sebab itu. debu.perlu diperhatikan. seperti outlet. hingga pendinginan-pengemasan. adonan didiamkan agar mengembang lalu dioven hingga matang. berdekatan pun sebenarnya tidak bermasalah. lorong I. pengovenan. penimbangan pengembangan. letak kamar mandi dan area bahan baku dijauhkan. keduanya sangat tidak diharapkan berdekatan dengan area bahan. lorong II. maupun kamar mandi lain sehingga letaknya tidak perlu diperhatikan. pengembangan. Aliran kerja yang menjadi acuan adalah proses pengadukan menggunakan mixer. dan sebagainya. pengemasan. pendinginan pembagian dan adonan. Diagram keterkaitan kegiatan pada kegiatan produksi terdiri atas tujuh kotak yang mewakili tujuh stasiun kerja. terdapat hubungan sangat penting mulai dari stasiun kerja pengadukan. Akan tetapi. Aliran kerja terakhir adalah 130 . yaitu penimbangan I. II dan pembentukan serta adonan. pembagian adonan. keenam stasiun kerja tersebut saling berdekatan satu sama lain. Kedua kamar mandi ini tidak penting berada di dekat area parkir ataupun tidak. penimbangan II-pembentukan adonan. kamar tidak diharapkan berdekatan dengan area parkir dan outlet karena merupakan tempat istirahat pekerja sehingga gangguan suara dan sebagainya harus minimal. pengadukan. gudang. dapur. Hal tersebut disebabkan oleh terdapat hubungan aliran kerja antarstasiun sehingga dalam diagram keterkaitan kerja. dan dapur. lorong I. ruang produksi. ruang produksi. pengovenan. Akan tetapi. Artinya. tidak ada hubungan mutlak perlu antarstasiun kerja. adonan masuk ke stastiun kerja penimbangan IIpembentukan adonan dan pembagian adonan. dan lorong II karena sifat kegiatannya berbeda. bau. Setelah itu.

penimbangan I dan pembagian adonan. letak ketiga stasiun kerja tersebut tidak perlu diperhatikan. dan lain-lain.didinginkan lalu dikemas. penimbangan I dan pengembangan. yaitu penimbangan I dan pendinginan-pengemasan. Selain itu. manfaat dan aplikasi diagram keterkaitan kegiatan adalah menjadi dasar perencanaan keterkaitan antara pola aliran barang dan lokasi kegiatan pelayanan dihubungkan dengan kegiatan produksi. pembagian adonan dan pengovenan. Roti dan Kue”. posisi antarstasiun yang termasuk dalam hubungan kedekatan biasa tidak perlu diperhatikan sehingga lebih fleksibel untuk ditata. penimbangan II-pembentukan adonan dan pendinginanpengemasan. merupakan kegiatan yang berbeda dengan bahan yang berbeda. Kedekatan biasa terjadi antara penimbangan I dan penimbangan IIpembentukan adonan. pengadukan dan pendinginan-pengemasan. pembagian adonan dan pendinginan-pengemasan. Bahan yang mengalami penimbangan I dan pengadukan adalah bahan baku dari gudang. Hubungan kedekatan penting terjadi antara stasiun kerja penimbangan I dan pengadukan karena merupakan hubungan aliran kerja sehingga dapat memperpendek jarak pindah bahan. Pada industri ”Salma. gas. baik dalam diagram keterkaitan fasilitas penunjang 131 . penimbangan II-pembentukan adonan dan pengovenan. Penimbangan IIpembentukan adonan penting berdekatan dengan pengembangan karena ruangannya juga sama sehingga letaknya harus dekat. Stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan tidak penting adalah penimbangan I dan pengovenan serta pengadukan dan pengovenan. Sedangkan. Oleh sebab itu. Sebab. pengadukan dan pengembangan. serta pengembangan dan pendinginan- pengemasan. stasiun kerja yang memiliki tingkat kedekatan tidak diharapkan (X). sedangkan bahan yang mengalami pengovenan adalah adonan. Oleh sebab itu. Pada kedua stasiun kerja tersebut memungkinkan terdapat gangguan suara. stasiun kerja pengadukan mempunyai kedekatan penting dengan pembagian adonan karena ruangannya sama sehingga letaknya harus dekat. Secara teori. bau.

132 . berupa evaluasi keterkaitan kegiatan sehingga dapat ditentukan tata letak dan mengatur penempatan peralatan dengan efektif sehingga dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan produktivitas.maupun proses produksi.

Diagram Keterkaitan Kegiatan berupa kotak bernotasi yang bertuliskan nama fasilitas penunjang atas stasiun kerja. sebaiknya dikomunikasikan kepada para praktikan terlebih dahulu. B. disediakan atau minimal praktikan diberitahu agar masing-masing membawa alat yang dibutuhkan. Selain itu. 133 . Kesimpulan Diagram Keterkaitan Kegiatan merupakan diagram yang menunjukan posisi ruangan terhadap ruangan lain pada ruang produksi maupun industri.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Diagram Keterkaitan Kegiatan ini dibuat berdasarkan hubungan keterkaitan kegiatan antarkegiatan yang diperoleh dari Peta Keterkaitan Kegiatan. Saran Jika terjadi penggabungan acara praktikum atau perubahan jadwal. kebutuhan alat seperti gunting dan lem.

05 WIB.unpad. 2009. Modifikasi Tata Letak Fasilitas Produksi Jamur Tiram. Jurnal Teknotan. Tataletak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ketiga. Diakses pada hari Senin tanggal 27 April 2009 pukul 14. Widya Astuti. 134 . 2007.ac.id/unpadAnonim. Factory Management and Maintenance.28/5 29jurnal/520FTIP.unpad. Downs. 1944. 1956. Production Line Technique. New York: McGraw-Hill Book Co. J. Jakarta: Guna Widya. Wignjosoebroto.DAFTAR PUSTAKA http://resources. 1990. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Barang.21 WIB. 2008.id/unpadcontent/uploads/publikasi_dosen/no. Yogyakarta: Jurusan Teknik Industri STTA. content/uploads/publikasi_dosen/no. http://resources. S.ac. Apple. Edisi ke 3. Nugroho. R.21/520jurnal/520FTIP. Best Way To Layout a Job Shop. Diakses pada Senin tanggal 27 April 2009 pukul 14. Perancangan Fasilitas. G.dkk. New York: McGraw-Hill Book Co. M. Hendrarto. Bandung: Penerbit ITB. Muther. 1996.

Nika Awalistyaningrum Esti Rumaningsih Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 135 .LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA VII DIAGRAM PENGALOKASIAN WILAYAH Disusun oleh: Kelompok 10 1. 3. 2.

Hal tersebut dapat diwujudkan dengan melakukan perbaikanperbaikan agar dapat meningkatkan kapasitas maupun kualitas produksi. untuk membuat diagram pengalokasian wilayah perlu diperhatikan ketiga hal tersebut. Pengkajian terhadap tata letak suatu industri akan menghasilkan diagram pengalokasian wilayah. diharapkan akan terjadi peningkatan efisiensi dan efektivitas kerja dengan mereduksi langkah balik proses produksi atau memperpendek jarak antara stasiun kerja yang ada. Diagram pengalokasian wilayah ini sangat berkaitan erat dengan peta keterkaitan kegiatan. Diagram pengalokasian wilayah dapat digunakan untuk merancang 136 . Perubahan yang dilakukan dapat berupa perubahan tata letak ruang. Pada diagram pengalokasian wilayah terdapat gambaran mengenai ruang produksi dan berbagai fasilitas pendukung yang ada. penentuan stasiun kerja. Dengan demikian.BAB I PENDAHULUAN A. Diagram pengalokasian wilayah juga akan menunjukkan tata letak baru yang dianggap lebih efektif dan efisien. sedangkan perubahan kapasitas terjadi akibat terdapat perhitungan ulang scale up terhadap produk yang dihasilkan oleh industri tersebut. Oleh karena itu. Diagram pengalokasian yang baik akan membuat masing-masing stasiun kerja menjadi lebih dekat dan membuat proses aliran bahan menjadi lebih urut dan teratur. diagram keterkaitan kegiatan serta aliran bahan yang terjadi pada industri tersebut. maupun peningkatan jumlah kapasitas produksi harian. Perubahan tata letak terjadi karena terdapat perpindahan lokasi produksi dan fasilitas pendukung dalam industri tersebut. Pengkajian secara lebih rinci mengenai semua hal yang terjadi pada industri sangat diperlukan untuk mengembangkan industri tersebut. Latar Belakang Industri selalu memerlukan perbaikan dengan untuk mengembangkan usahanya.

Tujuan Praktikum 1.layout perbaikan bagi suatu industri. Oleh karena pentingnya pengkajian mengenai diagram pengalokasian wilayah ini. 137 . B. maka perlu dilakukan praktikum acara 8 ini agar praktikan dapat lebih memahami cara membuat diagram pengalokasian wilayah maupun template. Praktikan dapat mengalokasikan kebutuhan ruang dan luas lantai dalam area industri yang ada. Praktikan dapat menggambarkan perpindahan/aliran bahan dan mengefektifkan aliran bahannya berdasarkan kriteria tertentu. 2.

Kedekatan tata letak aktivitas tersebut ditentukan dalam bentuk Area Alocation Diagram. Beberapa keuntungan dan pemakaian proses alokasi wilayah ini (Apple. sedangkan gambar visualisasi secara lengkap dapat dilihat pada template yang merupakan hasil akhir dari penganalisaan dan perencanaan tata letak pabrik (Anonim. informasi aliran. Adapun dasar pertimbangan dalam prosedur pengaloaksian area ini adalah aliran produksi. Memungkinkan tata letak yang lebih cermat d. dalam satu kesatuan yang terpadu. 138 . Memudahkan proses tataletak c.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Diagram alokasi wilayah merupakan dasar bagi rancangan tata letak dan rancangan bangunan yang rinci. 2010). 1990) adalah: a. Susunan yang dihasilkan harus sedapat mungkin mewadahi keterkaitan kegiatan yang telah ditentukan. AAD ini merupakan lanjutan penganalisaan tata letak setelah ARC. material. dan tetap mempertahankan kebutuhan luas dari tiap kegiatan. Tujuan dari proses ini adalah untuk merancang pengaturan yang efisien untuk ruangan yang dibutuhkan oleh tiap kegiatan. aliran personil. ARC. peralatan. AAD merupakan template secara global informasi yang dapat dilihat hanya pemanfaatan area saja. Dimana dalam ARC telah diketahui kesimpulan tingkat kepentingan antar aktivitas dengan demikian berarti bahwa ada sebagian aktivitas harus dekat dengan aktivitas yang lainnya dan ada juga sebaliknya. Meminimumkan ruangan yang terbuang. Pembagian wilayah kegaiatn yang sistematis b. Area Alocation Diagram (AAD) merupakan lanjutan dari Area Relationtionship Chart (ARC). Dasar bagi perencanaan selanjutnya e. maka sesuai dengan persoalan ARC diatas maka dapat dibuat AAD. dan lain-lain. dan Area Relationship Diagram (Anonim. Atau dapat dikatakan bahwa hubungan antar aktivitas mempengaruhi tingkat kedekatan antar tata letak aktivitas tersebut. hubungan fisikal. 2010). tempat yang dibutuhkan.

Meminimisasi ruang yang diperlukan 7. Sebagai dasar untuk perencanaan berikutnya. Dapat melihat secara mendetail dalam mempertimbangkan aktivitas dari setiap individu 9. Keterkaitan antar kegiatan d. Proses penempatan fasilitas 3. Ketersediaan ruang h. Kebutuhan luas ruang setiap kegiatan ii. Sementara itu. Menaksir luas total dari suatu gedung 6. 1990) adalah: i. Menerjemahkan daerah-daerah yang ditaksir ke dalam bentuk visual 10. 2004) antara lain: 1. Kebutuhan gudang sebagai ruang penyimpan c. Keterbatasan bangunan e.Manfaat Diagram Pengalokasian Wilayah. 1990) adalah: a. (Wahyuningrum. Membuat suatu layout lebih akurat 4. Keterkaitan antara aliran bahan dalam dan luar pabrik b. Peta Keterkaitan Kegiatan Faktor-faktor yang menjadi bahan pertimbangan dalam alokasi wilayah (Apple. Pengaturan wilayah i. terdapat beberapa landasan untuk melakukan alokasi area (Agung dan Machfud. Kelonggaran bagi proses produksi 139 . Pengalokasian yang sistematis untuk setiap aktivitas 2. Membuat beberapa alternatif penempatan 8. Aliran produksi bahan dan peralatan iii. Membantu untuk melihat dimana letak suatu aktivitas 5. Memperlihatkan ukuran dari setiap ruangan tempat melakukan aktivitas 11. Kebutuhan ruang dari tiap kegiatan f. Lokasi kegiatan pelayanan dan kegiatan penunjang g.

desain proses meupun desain penjadwalan produksi (Wignjosoebroto. kebutuhan luas area untuk masing-masing departeman dihitung secara ditetapkan. 1996). peralatan dan fasilitas-fasilitas kerja lainnya biasanya tidak tercantum dalam block plan ini. Disini detail layout akan dibuat dengan memakai salah satu metode berikut ini (Wignjosoebroto. material. desain layout altenatif bisa dibuat dengan lay cara mengkombinasikan pertimbangan-pertimbangan kebutuhan luas area yang dibutuhkan (Wignjosoebroto. termasuk pula lokasi dari kolom tiang penyangga atas gedung. Desain layout ini secara umum dapat ditunjukkan dalam bentuk block plan. 2000). Di sini block plan akan merupakan diagram balok dengan skala tertentu yang mempresentasikan bangunan dan normalnya juga menunjukkan lokasi dari dinding-dinding penyekat yang memisahkan blok satu dengan blok lainnya. Di dalam mendesain layout harus diingat pertimbangan-pertimbangan kemungkinan terjadinya ekspansi di masa depan ataupun terdapat perubahanperubahan yang bisa terjadi. 1996). Lokasi detail dari mesin. Detail layout yang kadangkadang disebut pula dengan master layout akan merupakan pelaksanaan akhir dari proses perancangan tata letak pabrik. Drafting atau sketching method 2. maka desain alternatif layout segera bisa dibuat. Lokasi dan ukuran gang Setelah analisa mengenai aliran material yang dibuat. Berikut contoh bentuk block plan dengan mendasarkan pada Space Relationship Diagram (Wignjosoebroto. Templates 140 . Langkah berikut adalah mendesain alternatif layout dengan memperhatikan Space Relationship Diagram dan melakukan modifikasi seperlunya berdasarkan batasan-batasan dan pertimbangan-pertimbangan khusus lainnya. Secara singkat. hubungan derajat aktivitas dari tiap-tiap departeman dipertimbangkan. 1996): 1. Pembuatan detail layout dari suatu pabrik (biasanya dibuat dengan skala standar 1:50) akan menunjukkan pengaturan dari orang.j. mesin dan fasilitas prduksi lainnya dengan sebaik-baiknya. Satu hal yang penting ialah layout haruslah cukup fleksibel untuk menghadapi perubahan di dalam desain produk.

misalnya receiving. Models Meskipun sekarang ini pemakaian templates dan/atau models sangat populer serta banyak digunakan dalam pembuatan rancangan tata letak pabrik. Tata letak kantor dan peralatan. 2010): a.3. d. pabrikasi. dan lain-lain. Tata letak bagian produksi. misalnya jalan. Tata letak pelayanan yang ada di pabrik. Informasi yang dapat dilihat pada template (Anonim. Aliran setiap material. kantin. shipping. Template merupakan suatu gambaran yang telah jelas dari tata letak pabrik yang akan dibuat dan merupakan gambaran detail dari AAD yang telah dibuat. b. c. 141 . mulai dari receiving sampai dengan shipping. akan tetapi metode drafting pun masih layak dan bahkan tetap disarankan untuk digunakan dalam perancangan layout pabrik yang sederhana. sarana olah raga. 2000). Memang patut diakui bahwa untuk pabrik yang besar dan kompleks metode drafting atau sketching akan terasa kurang sesuai dan kurang fleksibel untuk diterapkan (Wignjosoebroto. assembling.

5. Menggambarkan masing-masing stasiun kerja/kegiatan yang memerlukan ruang di kertas milimeter blok dalam bentuk kotak kosong dengan menggunakan skala tertentu.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 6. Alat tulis Kertas HVS Kertas Milimeter Kalkulator Gunting Lem Data pada praktikum sebelumnya B. Untuk menentukan bentuk ruang. Alat dan Bahan 1. Prosedur Praktikum 1. 2. jangan lupa 142 . 7. 3. Membuat lembaran kerja kebutuhan ruang total untuk kegiatan yang harus digabungkan dalam satu tempat. Kegiatan Produksi: • • Kantor • • dst JUMLAH TOTAL Perkiraan Luas (m2) Luas Mandiri Jumlah 2. 4.

6. buatlah diagram aliran. Menggambarakan DPW yang telah selesai lengkap dengan posisi mesin dan posisi operator dalam stasiun kerja. Memotong-motong kotak stasiun kerja tersebut dan menyusun kotakan ruangan sesuai dengan DKK dan rencana aliran bahan sesuai keterbatasan area industri untuk membuat Diagram Pengalokasian Wilayah. 3. 5.mempertimbangkan peletakan alat dan area kerja operator dalam stasiun kerja tersebut. serta keterangan-keterangan lain yang diperlukan. 143 . 4. Menyesuaikan susunan sesuai dengan pertimbangan-pertimbangan. Setelah DPW akhir diperoleh. posisi peralatan. aliran bahan.

8 9.25 7 x 2.1 8.6 1.005 144 .3924 48.55 1.4 x 2 6.5 7. Hasil Kebutuhan Ruangan Total Stasiun Kerja Penimbangan I Pengadukan Penimbangan II dan Pembentukan Adonan Pembagian Adonan Pengembangan Pengovenan Pendinginan dan Pengemasan Gudang Bahan Baku Kamar Mandi I Kamar Mandi II Dapur Kamar Ruang Administrasi Lorong I Lorong II Area Parkir Outlet Kebutuhan Luas (m2) 1.35 7.754 4.875 17.6 x 1 3 x 1.05 3 x 1.875 1.875 17.6 5.69 9.25 1.05 Alokasi Luas (m2) 1.6 3.1 x 6.4 x 2 4 x 2.3 4.5 3 x 2.986 1.28 58.316 4.1 2.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.5 3 x 6.15 4.6 11.13 1.8 1.8 8.5 x 1.5 x 1.7 4.5 x 5.7 x 1 2.5384 1.5 18.672 4.875 1.624 11.5 x 2.8832 pxl 1.8 1.9 12.51 3.8 26.4 4.65 49.8 8.5 17.216 58.55 x 4.8 x 1.

Pembahasan Praktikum acara 7 berjudul “Diagram Pengalokasian Wilayah” ini bertujuan agar praktikan dapat menggambarkan perpindahan atau aliran 145 .GAMBAR DPW DI AUTOCAD B.

Diagram Pengalokasian wilayah merupakan sketsa tata letak kasar suatu industri yang menjadi dasar pembuatan template suatu industri yang merupakan gambaran ideal tata letak suatu industri. Penyusunan DPW disesuaikan dengan aliran produksi. Dengan menggunakan template. letak operator. Sehingga. namun pada kenyataannya tidak selalu demikian. Template menggunakan skala yang representatif sehingga industri dapat digambarkan dengan jelas. keterkaitan kegiatan. bentuk ruang. serta letak peralatan. Jika dalam DKK. dapat dijelaskan pola aliran bahan.bahan dan mengefektifkan aliran bahannya berdasarkan kriteria tertentu. Penyesuaian bisa dari ukuran ruang. DPW menjadi dasar bagi penyusunan template suatu industri. Manfaat pengalokasian wilayah adalah dapat dirancang suatu pengaturan yang efisien semua ruangan yang dibutuhkan oleh tiap kegiatan dalam satu kesatuan yang terpadu. Tujuan yang kedua adalah agar praktikan dapat mengalokasikan kebutuhan ruang dan luas lantai dalam area industri yang ada. Keterkaitan kegiatan ini berdasarkan PKK dan DKK yang pernah dibuat pada praktikum acara sebelumya. Tingkat keterkaitan antar kegiatan 146 . semua ruang diasumsikan berbentuk kotak atau persegi. Setiap membutuhkan space yang tidak sama atau beda. dan keterbatasan area produksi agar terhindar dari back-tracking. Dalam penyusunan DPW ini perlu diperhatikan keterkaitan antara kegiatan dan kebutuhan ruang dalam suatu industri. Dalam pembuatan Diagram Pengalokasian Wilayah kriteria-kriteria yang perlu diperhatikan adalah: 1. sesuaikan bentuk tersebut hingga ketiga pertimbangan di atas terpenuhi. Oleh karena itu. penyusunan ini memerlukan Diagram Keterkaitan Kegiatan (DKK) dan luas kebutuhan ruang yang disesuaikan dengan luas sebenarnya dari industri yang dievaluasi. dan posisi ruang. Oleh sebab itu. letak mesin. rancangan seperti DKK belum tentu baik susunannya ataupun bentuknya. Pengubahan susunan DPW dilakukan dengan memperhatikan keterkaitan kegiatan dan kebutuhan ruang maka akan diperoleh template yang ideal.

ruang produksi II ini dirasa kurang efektif karena sebagian besar stasiun kerja berada di Ruang Produksi I. Hal ini dilakukan ruangan yang digabungkan. Rancangan luas area yang diajukan tidak melebihi tembok terluar tata letak awal dan harus lebih kecil. Pemanfaatan ruang yang ekonomis Kemudahan perluasan Penggabungan yang baik dengan fasilitas luar Susunan ruang dan gang yang masuk akal Kegiatan dengan kriteria khusus dapat diletakkan dengan tepat Kemudahan pengendalian produksi Memperhatikan syarat kesehatan dan keselamatan kerja (K3) Mematuhi syarat bangunan dan ketentuan wilayah 10. Tahapan selanjutnya adalah memplotkan data panjang dan lebar ini pada milimeter blok dengan skala 1:100. 7. 6. Selain itu. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa saat ini ruang produksi I memiliki luas yang kurang memadai jika dibandingkan dengan kebutuhan luas ruang tersebut. 4. 3. perlu dilakukan pembongkaran tembok yang membatasi kedua ruangan tersebut. 8. Kemudian gambaran masingmasing stasiun kerja dan fasilitas pabrik tersebut dipotong-potong. 5. 9. Data ini diperoleh dari hasil praktikum acara sebelumnya. perlu mempertimbangkan pula dimensi mesin atau bahan yang ada dalam stasiun kerja tersebut sehingga dapat ditentukan pula dimensi panjang dan lebar yang akan dialokasikan. Selain itu.2. Pembongkaran ini akan menelan dana perbaikan yang cukup besar akan tetapi dengan pembongkaran ini diharapkan akan menghemat 147 . potongan-potongan ini kemudian disusun untuk pembuatan Diagram Pengalokasian Wilayah. diusahakan pula untuk tidak membongkar tembok yang ada jika akan merealisasikan template tersebut. Luas yang memadai bagi tiap stasiun kerja Pembuatan Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW) ini dimulai dengan menganalisis kebutuhan luas ruang yang ada. Sedangkan. Dengan demikian. yaitu “Kebutuhan Ruang dan Luas Lantai”. Data ini menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan alokasi luas yang akan dibuat dalam industri.

Dampak lebih lanjut. Hal ini bertujuan agar aliran bahan lebih lancar dan tidak tersendat dengan pembatas tembok tersebut. pembagian adonan 1. Walaupun.5384 m2 dialokasikan menjadi 26. alokasi gudang bahan baku dengan kebutuhan luas yang hanya 1. Perubahan tersebut antara lain ialah penggempuran dinding penyekat ruang produksi I dengan ruang produksi II. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan luas lahan yang ada pada Industri. Roti. dengan penekanan biaya produksi dapat meningkatkan profit dari Salma.875 m2. Selain itu.5 m2.65 m2 juga melebihi area yang ada sekarang yakni hanya 58. Namun. terdiri dari seluruh kegiatan dengan stasiun-stasiun kerjanya berserta ruangan yang ada pada Industri Salma. Selain itu pula. untuk ruang fasilitas yang lain telah sesuai yakni kamar mandi I 1.986 m2. Padahal industri Salma.9 m2.8 m2. kamar 7.6 m2.5 m2.005 m2. Ruang produksi ini meliputi penimbangan I dengan alokasi 1.pemanfaatan ruang. luas gudang ini pun lebih fleksibel dalam peerkembangan menjadi industri yang besar maka gudang tetap dapat dipergunakan. Hal ini dilakukan karena kebutuhan luas ini hanya untuk menyimpan bahan baku roti manis.7 m2. dan Kue tidak mengalami pelebaran maupun pengecilan ukuran gedung. serta stasiun kerja pendinginan dan pengemasan 4.8 m2. Roti. Masalah lain dari DPW usulan praktikan ialah pengalokasian area parkir yakni 58. Roti. penimbangan II dan pembentukan adonan 12. pengem-bangan 4. Akan tetapi hal ini tetap dapat dilakukan karena saat ini masih terdapat space antara area parkir dengan jalan raya. dan Kue memproduksi 75 jenis roti lainnya sehingga diperlukan gudang yang lebih luas. terjadi pelebaran di beberapa stasiun kerja. pengadukan 3.6 m2.4 m2.8 m2. Secara keseluruhan.875 m2. Namun.3924 m2. dan outlet 49. kamar mandi II 1. Berdasarkan template yang telah dibuat. ruang administrasi 18. DPW ini telah cukup baik karena sesuai dengan DKK. menghemat waktu untuk pengangkutan sehingga akan mengefektifkan kerja pegawai. lorong I 4. pengovenan 8. PKK dan aliran proses. dan Kue.15 m2. terjadi perubahan tata letak dan penanganan bahan pada DPW yang baru. Selain itu dilakukan pula pemindahan pintu 148 . dapur 17.28 m2. lorong II 9.

Area pembagian adonan berubah menjadi dekat dengan stasiun kerja penimbangan II dan pembentukan adonan.3 m sehingga dialokasikan menjadi 3. Selanjutnya. yang membutuhkan luas 11. pekerja dapat melakukan pekerjaan dengan nyaman dan leluasa.5 m2 dengan dimensi 4. mentega. Kebutuhan luas untuk stasiun ini ialah sekitar 151 m2 dengan dimensi 1. Stasiun berbentuk persegi panjang karena menyesuaikan dengan bentuk lorong semula.6 m2.6 m2. Stasiun kerja penimbangan II dengan pembentukan adonan dilakukan pada satu area yakni menggunakan meja. semula dilakukan di ruang gudang.7 m x 1 m. sehingga alokasi luasnya menjadi 1. Hal ini bertujuan agar stasiun ini tidak tercampur dengan kegiatan lain yang lalu lalang jika masih berada di tengah yang membuat aliran menjadi bertubrukan.672 m2 dengan dimensi 1. yakni penimbangan bahan-bahan seperti tepung .9 m2.624 m2 dengan dimensi 3 m x 1.disertai perubahan bentuk gudang agar jarak perpindahan lebih sedikit.7 m2. Stasiun ini dekat dengan tembok ruang gudang yang semula berada ditengah ruang produksi II. dan juga perkerjaan pada stasiun ini membutuhkan tingkat ketelitian dan berlangsung terus menerus dalam selang waktu yang cukup lama. Diharapkan pada alokasi tempat yang melebihi kebutuhan ini. Hal ini bertujuan agar memperlancar aliran bahan. margarin. Pada stasiun ini dibutuhkan mesin devider. maka dari itu dibutuhkan alokasi yang 149 . sehingga alokasi luas menjadi 12. karena terdapat hubungan kelancaran aliran bahan dengan pengadukan. Selain itu. dikarenakan juga terdapat bahan lain. yang diharapkan agar produktivitas meningkat jika diperluas space pada stasiun ini. Stasiun ini dibutuhkan mesin mixer seluas 3. diubah pada template usulan dengan memindahkan kegiatan tersebut ke dekat lorong I.6 m x 1 m. Hal ini bertujuan agar sesuai dengan DKK maupun PKK yang dibuat. Kebutuhan luas untuk stasiun ini ialah 1. sehingga alokasinya menjadi 1.5 m x 2. dan lain-lain. untuk stasiun kerja pengadukan juga mengalami perubahan menjadi dekat dengan stasiun kerja penimbangan I.8 m. Penimbangan I. Alokasi yang lebih lebar dari pada kebutuhan ini bertujuan agar memberi space yang lebih luas kepada pekerja agar merasa nyaman.

1 m. Pada dapur ini terjadi perluasan alokasi dari template sebelum.5 m x 1.25 m dengan alokasi yang sama juga yakni 1. yaitu pengovenan.875 m2. Pada stasiun ini tidak mengalami perubahan. Hal ini bertujuan agar memberikan luas yang lebih leluasa bagi pekerja dalam menjalankan aktivitasnya seperti memasak isi adonan roti ataupun pengolesan loyang. sehingga alokasi luasnya tetap 4.1 m sehingga didapat alokasi seluas 4. Sedangkan.5 m2. telah memberi kelonggaran untuk meletakan loyang adonan. Pada kamar tidak terjadi penyempitan maupun pelebaran.5 m2 dengan berdimensi 3 m x 2. Pengolesan ini dibutuhkan luas yang lebih lebar karena mengingat loyang yang digunakan banyak. sehingga alokasi luasnya menjadi 8. ukuran sudah sesuai dengan kebutuhan.lebih luas agar pekerja dapat bekerja dengan aman dan nyaman. dengan alokasi yang dibuat.8 m2. Selain itu. sehingga dengan terdapat space yang ada ini dapat memberikan keluasan pekerja dalam melakukan pengoperasian alat.316 m2 berdimensi 4 m x 2. Hal ini dikarenakan kedua kamar terdapat peralatan maupun pekerjaan yang sama. Kebutuhan luas pada stasiun ini ialah 8.8 m2 dengan berdimensi 2. Stasiun kerja pengovenan berdekatan dengan stasiun kerja pendinginan dan pengemasan yang memiliki kebutuhan luas sebesar 4. Kamar pribadi memiliki kebutuhan luas sebesar 7. Stasiun kerja pengovenan menggunakan oven yang telah memiliki ukuran sendiri dan tidak dapat diubah.4 m x 2 m.5 m sehingga alokasi luasnya menjadi 17. 875 m dengan dimensi yang sama 1.5 m2. Dapur memiliki kebutuhan luas sebesar 17. Pada template yang baru tidak ada pelebaran maupun penyempitan kamar mandi.4 m2. Oven sebenarnya berukuran 4 m x 2 m. Kamar mandi I dan II memiliki kebutuhan luas yang sama yakni 1. stasiun kerja pengembangan adonan kebutuhan luas sebesar 4. Selain itu.8 m2. karena alat yang dipakai rak yang telah memiliki ukuran sesuai kebutuhan.35 m2 dengan berdimensi 7 m x 2.8 m2 berdimensi 4 m x 2.5 m sehingga alokasi luas menjadi 7. karena kamar ini digunakan oleh 2 150 .

1 m sehingga alokasi luas menjadi 58. Maka dari itu. pada outlet ini terjadi perluasan lokasi.karyawan hanya untuk beristirahat sejenak dengan ada fasilitas televisi. konsumen. keberadaan kamar pribadi ini tidak mempengaruhi proses pembuatan roti. Pada kasus ini terjadi perluasan pada area parkir.05 m sehingga alokasi luasn menjadi 49. Ruang adminstrasi memiliki kebutuhan luas sebesar 17.8 m2. ataupun distributor dapat berjalan lebih lancar.15 m2.5 m x 5.3924 m2 dengan berdimensi 11. Outlet memiliki kebutuhan luas sebesar 48. akses gudang ke stasiun kerja penimbangan dan pengadukan lebih lancar. lorong II ini pun mengalami perluasan alokasi.8832 m2 dengan berdimensi 8. mobil taupun yang lain. karena lorong ini dapat menghubungkan ruang lantai satu dengan lantai dua. 151 . Selain itu. Selain itu. baik motor.005 m2.1 m x 6.216 m2 dengan berdimensi 5. Outlet mempunyai manfaat sebagai tempat display produk-produk roti yang langsung diakses oleh pelanggan. Hal ini bertujuan menyediakan kenyamanan tempat kendaraan kepada konsumen untuk berkunjung ke Industrinya untuk memparkirkan kendaraan. Selain itu.6 m sehingga alokasi luas menjadi 9.8 m x 1. Pada ruang adminstrasi terjadi perubahan yakni perluasan alokasi luas baru. hal ini pun bertujuan agar lorong ini. Lorong I memiliki kebutuhan luas sebesar 4. Seperti lorong I. Terjadi perluasan pada lorong ini.05 m x 3 m sehingga alokasi luas menjadi 18.65 m2. Hal ini bertujuan memberi kenyamanan kepada konsumen untuk memilih produk roti untuk dibeli. mempermudah proses pemindahan bahan-bahan masuk dari luar karean area oarkir ini langsung terhubung dengan pintu masuk adminstrasi dan menuju langsung ke gudang. Area parkir memiliki kebutuhan luas sebesar 58.6 m sehingga alokasi luas menjadi 4.28 m2. Hal ini bertujuan agar proses administrasi baik dengan client.69 m2 dengan berdimensi 3 m x 1. pada proses pemindahan bahan lebih lancar. Selain itu.754 m2 dengan berdimensi 6. Lorong II memiliki kebutuhan luas sebesar 9.

152 .

3. disediakan minimal satu buah tiap kelompok. DPW disusun berdasarkan diagram keterkaitan kegiatan serta kebutuhan ruang dan luas lantai dalam area industri.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. B. Kebutuhan alat. 153 . Roti. Diagram Pengalokasin Wilayah (DPW) merupakan gambaran dari kebutuhan wilayah dalam suatu industri dengan mempertimbangkan aliran bahan. 2. Pola aliran bahan dalam industri ”Salma. 2. Pembuatan template dijelaskan secara lebih rinci. dan Kue” ini adalah U-shaped. DPW menjadi dasar pembuatan template industri dan bertujuan untuk memperoleh tata letak yang efektif bagi industri. Suasana praktikum sebaiknya lebih kondusif lagi. 3. Saran 1. Kesimpulan 1. seperti gunting dan lem.

Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November.DAFTAR PUSTAKA Agung.T. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan.gunadarma. D. Skripsi. 1996. Perancangan Tata Letak pada Industri Pangan. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. 2000. Yogyakarta: Jurusan Teknologi Industri Pertanian FTP UGM. Rumindo Pratama Yogyakarta. Perencanaan Tata Letak Pabrik (PTLP). Ergonomi: Studi Gerak dan Waktu. 2010. Sritomo.id/handouts/S1_TEKNIK%20INDUSTRI/ PLTP/PTLP. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. 1990. Bandung: ITB. Dalam http://openstorage. Apple. Wignjosoebroto. J. M.04 WIB.doc. Studi Tata Letak Line Assembling Proses Pembuatan Tas Style Read’s Cendana (Tier 2) di P. 1990. R. Y dan Machfud.ac. ---------. 2004. Wahyuningrum. Bogor: IPB. Anonim. 154 . Diakses pada hari Selasa tanggal 4 Mei 2010 pukul 21.

Nika Awalistyaningrum 2.Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 155 .LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA VIII TEMPLATE Disusun oleh: Kelompok 10 1.Esti Rumaningsih 3.

Roti. letak operator. Tujuan Praktikum Praktikan dapat membuat gambar dua dimensi layout industri yang dirancang. peralatan produksi seperti mesin. Dasar bagi proses alokasi wilayah ialah aliran produksi (aliran bahan) dari industri tersebut dan peta keterkaitan kegiatan mulai dari keterkaitan fisik. Pembuatan template ini didasarkan pada Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW).BAB I PENDAHULUAN A. Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW) merupakan dasar bagi rancangan tata letak dan rancangan bangunan yang rinci. Pengalokasian wilayah dalam suatu industri merupakan proses pengaturan yang efisien untuk semua ruang yang dibutuhkan untuk meletakkan semua faktor-faktor tersebut. Dalam praktikum acara ini. dan lain-lain. pekerja sampai mesin serta kebutuhan rungan dari industri. dan Kue. Dalam proses pengalokasian wilayah dilakukan pemaduan antara keterkaitan kegiatan dan kebutuhan ruang. peralatan administrasi. operator atau pekerja. Latar Belakang Pabrik atau industri merupakan tempat berkumpulnya faktor-faktor produksi untuk melakukan aktifitas demi menghasilkan output-an produksi yang disebut dengan produk. dilakukan pembuatan rancangan template industri Salma. serta letak peralatan. Template menggunakan skala yang representative sehingga industri dapat dijelaskan dengan jelas. Template merupakan visualisasi denah industri dalam bentuk dua dimensi. Faktor-faktor tersebut dapat berupa bahan atau barang. letak mesin. peralatan keselamatan kerja. dapat dijelaskan dengan menggunakan template. Pengalokasian wilayah industri ini. Pada penggunaan template. 156 . dapat dijelaskan pola aliran bahan. Faktor-faktor tersebut ditempatkan pada ruangan yang ada pada wilayah industri. B.

8. Pemilihan Lokasi Opeation Process Chart (OPC) Routing Sheet Multi Product Process Chart (MPPC) Menentukan Gudang Ongkos Material Handling (OMH) From To Chart (FTC) Outflow. Area Alocation Diagram (AAD) 13. Perancangan tata letak fasilitas merupakan suatu proses perancangan (design) dan pengaturan letak fasilitas fisik untuk menciptakan keterkaitan antara pekerja. aliran informasi dan metode yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan peusahaan secara efisien. 6. Urutan proses tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut (Astika. Activity Relationship Diagram (ARD) 11. 1990). 4. Inflow Tabel Skala Prioritas (TSP) 10. Template Pada pembutan template. ekonomis dan aman (Apple. 1988). 2. 3. 7.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Menurut Frederick W. 9. 5. dimana konsep yang dikembangkan berkisar pada dua tema pokok. urutan sebelumnya adalah ADD.Taylor (The Principles of Scientific Management. Activity Relationship Chart (ARC) 12. 1905) untuk menempatkan “engineer as economist” didalam perancangan sistem produksi di industri. aliran bahan. Pada Perencanaan Tata Letak Perusahaan pada dasarnya akan merupakan proses pengurutan dari suatu perencanaan tata letak yang sistematis. yaitu (a) kajian mengenai “interfaces” manusia dan mesin dalam sebuah sistem kerja. dan (b) analisa sistem produksi untuk memperbaiki serta meningkatkan performansi kerja yang ada (Emerson and Naehring. 2010): 1. AAD merupakan template secara global informasi yang dapat dilihat hanya 157 .

Satu hal yang penting ialah layout haruslah cukup fleksibel untuk menghadapi perubahan di dalam desain produk. 2. Tata letak bagian produksi. 3. misalnya jalan. sedangkan gambar visualisasi secara lengkap dapat dilihat pada template yang merupakan hasil akhir dari penganalisaan dan perencanaan tata letak pabrik. desain proses meupun desain penjadwalan produksi (Wignjosoebroto. 2. Memang patut diakui bahwa untuk pabrik yang besar dan kompleks metode drafting/sketching akan terasa kurang sesuai dan kurang fleksibel untuk diterapkan (Wignjosoebroto. Tata letak pelayanan yang ada di pabrik. Pembuatan detail layout dari suatu pabrik (biasanya dibuat dengan skala standar 1:50) akan menunjukkan pengaturan dari orang. Informasi yang dapat dilihat pada template (Astika. mulai dari receiving sampai dengan shipping. assembling. akan tetapi metode drafting pun masih layak dan bahkan tetap disarankan untuk digunakan dalam perancangan layout pabrik yang sederhana. Template merupakan suatu gambaran yang telah jelas dari tata letak pabrik yang akan dibuat dan merupakan gambaran detail dari AAD yang telah dibuat. pabrikasi. material. 4. Disini detail layout akan dibuat dengan memakai salah satu metode berikut ini (Wignjosoebroto. Drafting atau sketching method Templates Models Meskipun sekarang ini pemakaian templates dan/atau models sangat populer serta banyak digunakan dalam pembuatan rancangan tata letak pabrik. kantin. mesin dan fasilitas prduksi lainnya dengan sebaik-baiknya. 2010): 1. Tata letak kantor dan peralatannya. Aliran setiap material. shipping. 1996): 1. Detail layout yang kadangkadang disebut pula dengan master layout akan merupakan pelaksanaan akhir dari proses perancangan tata letak pabrik. sarana olah raga. misalnya receiving. dan lain-lain.pemanfaatan area saja. 158 . Pada pendesainan layout harus diingat pertimbangan-pertimbangan kemungkinan terjadinya ekspansi di masa depan ataupun adanya perubahanperubahan yang bisa terjadi. 3. 1996).

Pentingnya rancangan fasilitas seperti aliran bahan merupakan tulang punggung fasilitas produksi. mendorong.2000). menurunkan. 159 . 1984). Pada tata letak industri yang masih berkembang. Pekerjaan tersebut merupakan sumber utama komplain karyawan di industri atau bahkan permasalahan dalam tata letaknya yang membutuhkan ruang yang lebih (Ayoub dan Dampsey. dan harus dirancang dengan cermat serta tidak dibiarkan tumbuh atau berkembang menjadi satu pola lalu lintas yang membingungkan (Tomkins. biasanya pekerjaan penanganan material secara manual (Manual Material Handling) yang terdiri dari mengangkat. 1999). menarik dan membawa.

Denah Alat tulis 2. gambaran DPW yang diperbesar dan dicetak pada kertas polos putih dengan skala 1:100 atau 1:50. Beri warna agar lebih informatif. Untuk membuat template. Alat dan Bahan 1. pada kertas ukuran 100 cm X 100 cm.). 3. 160 . 4. dalam stasiun kerja. Arah utara digambarkan dengan arah atas kertas. aliran bahan. 2. Kertas HVS Data pada praktikum sebelumnya (DPW) B. dan keterangan lain yang diperlukan. Prosedur Praktikum 1. dst. Satu warna untuk satu kegiatan besat (misalnya bagian produksi berbeda warna dengan bagian kantor. Gambar dilengkapi dengan posisi mesin. posisi operator.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 3.

posisi operator. yakni: 1. Layout ini sering disebut template. dan terakhir agar praktikan dapat membuat gambar dua dimensi layout industri yang dirancang. pada kertas ukuran 100 cm x 100 cm. Arah utara digambarkan dengan arah atas kertas. Pembahasan Pada praktikum acara VIII yang berjudul Template ini bertujuan untuk membuat gambar dua dimensi layout Industri Salma. aliran bahan. dan keterangan lain yang diperlukan. 2. B. Roti. Pada pembuatan template. Pembuatan template. dilakukan beberapa langkah. 3.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Template yang dibuat pada praktikum ini ialah template sesudah dilakukan perbaikan. dan Kue yang sebelum dan sesudah diperbesar dan dicetak pada kertas polos putih dengan skala 1:100 atau 1:50. Gambar dilengkapi dengan posisi mesin. Selain itu dapat memberikan informasi pengalokasian kebutuhan ruang dan luas lantai dalam area industri yang ada. Pada langkah ini diperlukan beberapa hal. dan Kue yang dirancang. dalam stasiun kerja. Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW) merupakan dasar bagi rancangan tata letak dan rancangan bangunan yang rinci. Hasil Template terlampir. Tingkat keterkaitan antar kegiatan Pemanfaatan ruang yang ekonomis Kemudahan perluasan Penggabungan yang baik dengan fasilitas luar 161 . Roti. 4. Hal ini dikarenakan pada DPW memberikan informasi mengenai perpindahan atau aliran bahan dan mengefektifkan berdasarkan kriteria tertentu. Langkah pertama ialah menyiapkan hasil data praktikum acara VII yakni Diagram Pengalokasian Wilayah (DPW). gambaran DPW industri Salma.

sedangkan gambar visualisasi secara lengkap dapat dilihat pada template yang merupakan hasil akhir dari penganalisaan dan perencanaan tata letak pabrik.). 8. 9.5. 7. Dalam suatu pabrik. stasiun kerja. Pengertian template ialah gambar dua dimensi untuk menjelaskan pengalokasian wilayah industri yang terdapat informasi mengebnai aliran bahan. dan keterangan lain. Masalah yang paling utama adalah apakah pengaturan dari semua operator. Ada dua fasilitas pabrik utama yang menjadi obyek yang harus diatur letaknya: 1. mesin dan fasilitas prduksi tersebut telah dibuat sebaik-baiknya sehingga bisa mencapai suatu proses produksi yang paling efisien dan bisa mendukung kelangsungan serta kelancaran proses produksi secara optimal atau tidak. Satu warna untuk satu kegiatan besar (missal. 6. Template merupakan suatu gambaran yang telah jelas dari tata letak pabrik yang akan dibuat dan merupakan gambaran detail dari DPW yang telah dibuat. Pembuatan template di dalam pabrik merupakan aktivitas yang sangat vital dan sering muncul berbagai macam permasalahan didalamnya. 2. Departemen kerja yang ada dalam pabrik (department layout). Luas yang memadai bagi tiap stasiun kerja Jika kedua template selesai dibuat perlu pemberian warna setiap ruangan atau setiap kegitan. bagian produksi berbeda warna dengan bagian kantor. Mesin (machine layout). dst. DPW merupakan template secara global informasi yang dapat dilihat hanya pemanfaatan area. template dari fasilitas produksi dan area kerja merupakan elemen dasar yang sangat penting untuk melihat kelancaran proses produksi. Susunan ruang dan gang Kegiatan dengan kriteria khusus dapat diletakkan dengan tepat Kemudahan pengendalian produksi Memperhatikan syarat-syarat kesehatan dan keselamatan kerja Mematuhi syarat bangunan dan ketentuan wilayah 10. 162 . material. Hal ini bertujuan agar template lebih informatif. posisi mesin dan operator.

Selain itu pembuatan 163 . Tata letak bagian produksi. 2. antara lain: 1.Perancangan tata letak fasilitas merupakan suatu proses perancangan (design) dan pengaturan letak fasilitas fisik untuk menciptakan keterkaitan antara pekerja. Tujuan utama dalam template industri adalah untuk memberikan informasi-informasi mengenai tata letak pabrik. aliran bahan. sarana olah raga. Template pabrik sebagai visualisasi fasilitas produksi yang sudah ada (the existing arrangement) 2. ekonomis dan aman. pabrikasi. 4. stasiun kerja. misalnya jalan. yakni: 1. kantin. dan keterangan lainnya. shipping. aliran informasi dan metode yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan peusahaan secara efisien. assembling. Tata letak tentang aliran bahan. dan lain-lain. Maka dari itu pada praktikum ini akan dilakukan pembuatan dua jenis template industri. Pengaturan fasilitas-fasilitas pabrik tersebut memanfaatkan luas area (space) dari ruang produksi pabrik untuk penempatan mesin atau fasilitas penunjang produksi lain yang diplotkan dalam sebuah template. Aliran setiap material. Template pabrik sebagai visualisasi tata letak pabrik yang baru (the new plant layout). Menaikkan output produksi Mengurangi waktu tunggu operasi produksi (delay) Mengurangi proses pemindahan bahan (material handling) Secara umum bisa dibilang bahwa desain template ikut menentukan efisiensi dalam proses produksi dan ikut mempengaruhi berapa lama kelangsungan atau kesuksesan kerja suatu industri. posisi mesin dan operator. misalnya receiving. Desain template pabrik yang baik dapat memberikan beberapa keuntungan dalam sistem produksi. Tata letak pelayanan yang ada di pabrik. 3. 2. Informasi yang dapat dilihat pada template: 1. mulai dari receiving sampai dengan shipping. 3.

164 . Tata letak baru menunjukan perbaikan dengan adanya selisih sebesar 72. Aliran bahan tata letak sesudah juga menunjukkan tidak adanya back tracking.995 m. Hal ini terbukti dengan perhitungan jarak perpindahan sebelum sepanjang 150. Jarak perpindahan bahan pada tata letak awal memiliki jarak yang lebih panjang dibandingkan tata letak baru.template pabrik yang baik bisa mempermudah dalam proses pengawasan tata letak.125 m dan sesudah dilakukan perbaikan menjadi 77. Selain itu. Aliran bahan pada tata letak awal tidak menunjukkan adanya back tracking. Selain itu.13 m. template hasil evaluasi diarahkan pada tipe Ushaped. Jarak perpindahan yang semakin pendek akan membuat space atau tempat yang ada lebih optimal. pekerja juga tidak akan cepat mengalami kelelahan karena membawa beban tidak terlalu jauh dan lama.

dan Kue yang dirancang lebih efisien dari pada template sebelum karena dapat mengurangi jarak perpindahan. Untuk tahun depan. B. Kesimpulan Template baru Industri Salma. sebaiknya praktikum dibagi menjadi beberapa shift agar suasana lebih kondusif. Saran Asisten sudah semakin baik dan semakin lancar dalam memberikan penjelasan dan nilai.BAB V PENUTUP A. Roti. 165 .

M. Dalam http://webcache.id/2010/01/30/perencanaa n-tata-letak-suatu-perusahaan/+layout+template+ruangan+industri+adalah &cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id&lr=lang_id. 1990. 2010. 166 . 1th Edition Facility Planning.DAFTAR PUSTAKA Apple. Ergonomi : Studi Gerak dan Waktu. Howard P. John Wiley & Sons.ac. The Psychophysical Approach to Material Handling Task Design. 42. Tomkins. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. 1988. Diakses pada tanggal 13 Mei 2010 pukul 10.umm. Ayoub. Naehring. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Emerson. P.. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. Sritomo. White John A. Origins of Industrial Engineering: The Early Years of a Professions. Ergonomic Vol. JM.E..googleusercontent. 1996. M. Atlanta.com/search?q =cache:GheEFR80sWoJ:astika. -----------------------------.student. 1999. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ke-3. Astika. James A. 1984. Wignjosoebroto.24 WIB. USA. and Dampsey. 1. II. No. G. Bandung: ITB. and Douglas C. pp: 17 – 31. 2000. NorcrossGeorgia: Industrial Engineering & Management Press.

LAMPIRAN 167 .

Nika Awalistyaningrum 2. Hety Handayani Hidayat (9118) (9127) (9131) Asisten : Khusnul Khotimah LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 168 .LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN ACARA IX ANALISIS TATA LETAK HASIL RANCANGAN Disusun oleh: Kelompok 10 1. Esti Rumaningsih 3.

keterkaitan kegiatan dan kenyamanan kerja secara teoritis. Peralatan produksi yang canggih dan mahal harganya akan tidak berarti apa-apa akibat perencanaan tata letak yang sembarangan. aktivitas produksi suatu industri harus berlangsung dalam jangka waktu yang panjang dengan tata letak yang tidak berubah-rubah sehingga maka kekeliruan yang dibuat dalam perencanaan tata letak dapat menyebabkan kerugian yang tidak kecil. Bahkan. dalam jangka panjang tata letak pabrik dapat menjaga kelangsungan hidup suatu perusahaan. Tata letak pabrik yang terencana dengan baik akan ikut menentukan efektivitas kegiatan produksi. B. Tujuan Praktikum Praktikan dapat melakukan evaluasi hasil rancangan tata letak menggunakan kriteria jarak perpindahan. Sebaliknya. Latar Belakang Pengaturan fasilitas berperan penting dalam kelancaran proses produksi. Pada dasarnya. Tata letak pabrik merupakan suatu landasan utama dalam dunia industri. aman dan nyaman.BAB I PENDAHULUAN A. Pengaturan fasilitas yang baik dapat mendorong tercapainya suatu aliran bahan yang teratur. jumlah back tracking. Oleh sebab itu. kesalahan pengaturan fasilitas akan berdampak negatif secara terus menerus yang berakibat pada ketidakteraturan sistem produksi. analisis pada denah tata letak hasil rancangan industri “Salma. Roti dan Kue” perlu dilakukan dan dibandingkan dengan tata letak awal. 169 .

Mengurangi kemacetan dan kesimpangsiuran 7. Semua area yang ada dimanfaatkan secara efektif dan efisien 170 . aliran bahan. 2003): 1. dapat diperoleh harga produk yang rendah. service.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengaturan fasilitas pabrik memegang peranan penting dalam kelancaran proses produksi. dan fasilitas produksi 6. 2. Penghematan penggunaan area (produksi. tenaga kerja. aman dan nyaman. 1992). dan sebagainya) 5. Mengurangi waktu tunggu 3. Aliran kerja berlangsung secara normal 4. Menaikkan output produksi 2. Peningkatan pendaya gunaan pemakaian mesin. Keberhasilan perusahaan secara profit merupakan refleksi langsung dari kelancaran proses produksi dan pemindahan bahan yang ditangani secara bijaksana. Integrasi secara menyeluruh semua faktor yang mempengaruhi faktor produksi. Memperbaiki moral dan kepuasaan kerja dan lain-lain yang pada dasarnya kesemuanya itu akan bias meningkatkan produktivitas kerja dan mengurangi biaya operasi. 3. Adapun pengaturan tata letak pabrik yang baik akan memberikan manfaat dalam sistem produksi. yaitu (Anonim 2. Jarak perpindahan bahan diusahakan seminimal mungkin. antara lain (Anonim 2. sehingga akan tercapai suatu aliran kerja yang teratur. dan orang-orang yang bekerja di masing-masing stasiun kerja (Tompkins. sehingga akan menghasilkan output yang optimal. sehinga mampu bersaing di pasar bebas Dalam perencanaan tata letak pabrik ada enam prinsip dasar yang bisa dipakai. Mengurangi proses pemindahan bahan 4. peralatan. Tata letak pabrik berhubungan dengan perencanaan dan pengaturan tata letak mesin. gudang. 2003): 1.

5. Pemakaian tenaga kerja seefektif mungkin Penggunaan tenaga kerja pada pabrik berhubungan dengan desain plant layout yang ada. Meminimalisasi pemindahan bahan menggunakan system manual. dengan desain plant baik maka penggunaan tenaga kerja menjadi lebih efektif. 2.5. Mengusahakan biaya atau investasi serendah mungkin. Tenaga kerja yang efektif dan efisien diperoleh dengan cara : a. Mengatur keseimbangan antara waktu operasi produksi dan bebas dari masing-masing departemen atau mesin adalah bagian kerja dan mereka bertanggung jawab terhadap desain tata letak pabrik. Penggunaan lantai produksi dengan optimal Lantai produksi yng ada harus digunakan seoptimal mungkin. peralatan. b. Pengaturan tata letak harus fleksibel Tujuan perancangan tata letak. ruang gerak karyawan dan aliran bahan. c. 7. Dengan plant layout yang baik dapat diperoleh luas lantai yang seminimal mungkin. Luas lantai pada umumnya dipergunakan untuk kebutuhan instalasi mesin. 171 . 3. bahan. Flexibility Perubahan jumlah dan bentuk produksi penting diperhatikan dalam layout. Menjaga turnover dalam proses. Perbaikan pada susunan mesin. 2003): 1. karena hal ini berhubungan dengan biaya. 6. d. Meminimalisasi material handling. Susunan mesin dan peralatan yang baik dalam pabrik dapat mengurangi jumlah mesin terutama mesin yang sejenis berjumlah banyak. 4. Merencanakan kegiatan pemeliharan yang baik sehingga dapat dihasilkan mutu kerja yang efektif. Kepuasan kerja dan rasa aman bagi pekerja dijaga sebaik-baiknya 6. Melancarkan proses pengolahan dengan cara a. yaitu (Anonim 1. Merencanakan aliran bahan sedemikian rupa sehingga setiap aliran bahan dapat berjalan dengan baik. dan operator. Pengurangan penundaan yang mungkin terjadi.

kejadian-kejadian tentang masa datang. kelayakan ekonomis untuk menambah bangunan yang telah ada. dan lain-lain. aspek estetis. keuntungan perluasan daripada tapak baru. rencana induk. dan lain-lain. biaya sekarang dibanding nanti. biaya pemindahan ke ruangan baru. dan lain-lain. ukuran tapak. Yang berhubungan dengan tapak Kesiapan pada tapak yang ada dibanding tapak yang baru. Mengusahakan keseimbangan antara mesin dan operator sehingga tidak ada salah satu faktor baik mesin atau operator mengalami idle. Menyediakan lingkunagn kerja yang memadai seperti pengaturan letak penerangan. suku bunga. 1990): 1. Bagaimanapun. c. dan kemungkinan mempunyai bangunan yang terlalu luas atau terlalu kecil dapat menyebabkan konsekuensi ekonomis yang serius.b. Tetapi jika keuangan memungkinkan. Jika bangunan yang terlalu kecil dapat mengakibatkan pembagian yang ketat. 2. d. jarak dari operasi perusahaan lainnya. biaya pembangunan sekarang dibanding nanti. kelebihan ruangan tidak akan memberikan akibat yang terlalu serius. perlu tidaknya seluruh fasilatas berada dalam satu lokasi. 172 . ketentuan kewilayahan. keluasan perluasan yang dibutuhkan. ventilasi. Oleh karena itu. gambaran topografi. biaya penambahan dibanding bangunan baru. karena kelebihan ruangan dapat disewakan sampai saat diperlukan sendiri. 3. batasan-batsan hukum. terdapat faktor-faktor pertimbangan perencanaan perluasan (Apple. Pengawasan secara rutin terhadap kinerja para karyawan. Biaya Ketersediaan modal. e. jalan. tatanan yang berdekatan. produksi yang kurang efisien. dan keselamatan kerja terjamin. gangguan fasilitas yang ada. ramalan penjualan. kecenderungan ekonomi. dan kebutuhan akan tambahan bangunan yang terpisah akan terlalu cepat. Mengurangi faktor yang mengakibatkan tenaga kerja banyak berjalan dalam lantai produksi. peluang perubahan produk dan lintasnya. Umum Jadwal waktu.

kemudahan pemindahan dinding. 3. arah kelayakan perluasan. 9. 4. 8. Penambahan produk baru. perluasan wilayah pelayanan untuk menyesuaikan dengan perluasan produksi. 5. 10. Perubahan metode produksi. Memindahkan satu departemen. dan lain-lain. Yang berhubungan dengan bangunan Jenis tatanan. 6. Penilaian tata letak biasanya menggunakan cara pengukuran dan penentuan kelebihan dan kekurangan design tata letak. jarak antar tiang. 173 . jumlah lantai. tinggi ruangan. 1996): 1. 2. Penambahan departemen baru. lokasi pintu. ukuran bangunan. Perluasan departemen. maka tata letak akan jauh lebih efektif. Perubahan rancangan. ketentuan-ketentuan bangunan. 7.4. Di antara penanganan tata letak yang sering digunakan adalah (Wingjosoebroto. jenis bangunan. Peremajaan peralatan yang rusak. Perencanaan fasilitas baru. Dengan mempertimbangkan masukan-masukan yang tepat dan merancang susunan yang dapat merealisasikan masukan tersebut. Pengurangan departemen. Penurunan biaya.

4. Buat diagram aliran dari tata letak perbaikan hasil rancangan. 3. 2. Kriteria Jarak perpindahan barang Jumlah backtracking Jumlah kegiatan yang tidak terpenuhinya keterkaitan A Jumlah kegiatan yang tidak terpenuhinya keterkaitan E Tata Letak Sebelum Sesudah Keterangan 4. 5. nilai – sebaliknya). Alat dan Bahan 1. 1. Bahas hasilnya. Prosedur Praktikum 1.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Gunakan peta keterkaitan kegiatan di acara VII untuk mengevaluasi tata letak hasil rancangan. 3. Roti dan Kue” B. 3. bandingkan dengan tata letak awal (sebelum diperbaiki: acara I). Hitung jarak perpindahan bahan dan back tracking. 6. No. 4. Roti dan Kue” Peta keterkaitan kegiatan industri ”Salma. Roti dan Kue” Diagram aliran bahan industri ”Salma. 2. Tuliskan kegiatan-kegiatan yang peletakannya memenuhi dan tidak memenuhi kriteria kedekatan pada peta keterkaitan kegiatan. 2. Alat tulis Kalkulator Denah awal industri ”Salma. 5. 174 . Hitung perubahan yang terjadi (nilai + menunjukkan hasil rancangan menjadi jauh perpindahan bahannya dan jumlah back tracking lebih banyak.

5. Kenyamanan tata letak bagi karyawan Jumlah dinding permanen yang harus dirobohkan (m panjang) Jumlah dinding yang harus dibangun (m panjang) 6. 175 . 7.

Kriteria Tata Letak Sebelum 150. penataan rapi dan sudah dipisahkan menurut jenisnya • Ruang administrasi dekat dengan 1. 0m 12.55 m 7. Tata Letak Usulan Kelebihan: • Penambahan taman pada area parkir • Ruang administrasi berkonsep plant office • Ruang Produksi I digabung dengan 176 .BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Jarak perpindahan barang Jumlah backtracking Jumlah kegiatan yang tidak terpenuhinya keterkaitan A Jumlah kegiatan yang tidak terpenuhinya keterkaitan E Kenyamanan tata letak bagi karyawan Jumlah dinding permanen yang harus dirobohkan (m panjang) Jumlah dinding yang harus dibangun (m panjang) 0 4 4. 2. Kelebihan: • Area parker luas. 3.995 m 1. sudah di-conblock • Area outlet luas. dengan selisih 72.13 m 0 0 Keterangan Lebih baik. 0m 17. Hasil Tabel Analisis Tata Letak Hasil Rancangan “Salma. + ++ 6. 125 m 0 Sesudah 77. 2 5. Roti dan Kue” No.3 m Hasil Evaluasi yang Tidak Tercantum dalam Tabel Analisis Tata Letak Hasil Rancangan Tata Letak Sekarang 1.

sehingga supplier bisa langsung bertemu dengan manajer. Penerangan cukup • Gudang cukup strategis karena dekat pintu keluar masuk.pintu keluar. Efisiensi ruang • Ruang Propduksi I berdekatan dengan Outlet sehingga pembeli dapat melihat proses produksi. Kekurangan: • Area parker tanpa pagar. Peletakan bahanbahan sudah cukup bagus • Gudang produksi II dekat ruang produksi I • Pencahayaan dapur bagus • Letak kamar mandi strategis dan bersih • Terletak kamar di tempat yang strategis dan terdapat hiburan 2. dikhawatirkan kendaraan dapat hilang karena tidak ada penjaga • rak yang terbuka sehingga memperluas peluang terjadinya kontaminasi • Ruang administrasi tidak bersekat • Ruang Produksi I sempit • Pintu gudang selalu terbuka • Ruang Produksi II sempit dan kurang penerangan 2. ruang produksi II sehingga jarak perpindahan lebih pendek • Tetap mempertahankan kelebihan tata letak sekarang Kekurangan: • Kamar Mandi masih terletak dekat ruang produksi 177 .

Jarak perpindahan barang pada template sekarang sejauh 150. dan Kue semua perpindahan dilakukan dengan manual. Pada template baru ini. Secara garis besar. Kriteria yang lain ialah ditinjau dari kenyamanan bagi karyawan. terjadi penurunan penyimpangan yakni berkurang menjadi dua. Template sebelum dan sesudah memilki persamaan yakni tidak terdapat back-tracking. keterkaitan kegiatan. pengurangan ini sangat membantu pekerja. Baik tempalate sebelum maupun sesudah keterkaitan mutlak semua dapat terpenuhi.55 m dan perlu menambah tembok kembali sepanjang 12.995 m perpindahan dengan Template usulan. Dengan demikian terjadi pengurangan 72. akan tetapi dengan template baru kenyamanan dapat lebih ditingkatkan. Pembahasan Selaras dengan judul dari praktikum acara IX ini yakni Analisis Tata Letak Hasil Rancangan. Walaupun tidak terlalu signifikan. Dengan perbaikan. Akan tetapi. Hal ini dikarenakan dalam industri Salma.13 m. Begitu juga dengan jumlah keterkaitan yang tidak terpenuhinya keterkaitan A (mutlak).3 m. Hal ini merupakan tindakan antisipasi agar perbaikan ini lebih realistis untuk diterapkan dalam industri. Karyawan telah merasa nyaman dengan template sekarang. Roti. jumlah back-tracking. perlu merobohkan tembok sepanjang 17. Evaluasi terhadap hasil rancangan perlu dilakukan untuk mengetahui perubahan perbaikan yang terjadi dibandingkan dengan tata letak yang ada sekarang.125 m sedangkan setelah perbaikan menjadi 77. serta kenyamanan kerja secara teoritis. Hal ini menunjukkan bahwa template yang ada sudah cukup baik dan tetap dapat dipertahankan pada pembuatan template baru. praktikum ini bertujuan untuk menganalisis hasil rancangan tata letak dengan kriteria jarak perpindahan.B. pada template lama terdapat empat keterkaitan E (sangat penting) yang tidak terpenuhi. Sehingga efisisensi perpindahan dapat menurunkan tingkat kelelahan pekerja dan meningkatkan produktivitas. perbaikan yang dilakukan berkonsep plant office yakni penambahan taman di area parkir dan penggunaan tanaman pot sebagai pem- 178 .

Selain itu. Roti. diharapkan dengan menerapan konsep ini. 179 . pelanggan dapat merasa lebih nyaman dengan penambahan nilai estetika ini. Lebih jauh. Hal ini merupakan bentuk kepedulian terhadap isu pemanasan global serta adanya kesadaran bahwa tanaman dapat menjadi sumber energi dan inspirasi bagi karyawan. perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan omset penjualan dari Salma.batas ruang administrasi. dan Kue.

sebaiknya praktikum dibagi menjadi beberapa shift agar suasana lebih kondusif. Selin itu.BAB V PENUTUP A. diperoleh hasil bahwa tata letak hasil rancangan lebih baik dari tata letak awal. Untuk tahun depan. dan kenyamanan kerja secara teoritis. perlu penambahan biaya untuk menerapkan konsep plant office. Kesimpulan Berdasarkan analisis hasil rancangan tata letak menggunakan kriteria jarak perpindahan. keterkaitan kegiatan. B. Akan tetapi perlu dilakukan perobohan dinding permanen sepanjang 17.55 m. 180 . Saran Asisten sudah semakin baik dan semakin lancar dalam memberikan penjelasan dan nilai. jumlah backtracking.

id/viewer.petr a. New York: John Wiley & Sons Inc. Facilities Planning. Anonim 2. M. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Dalam http://himathrik2.y=0&qual=high&fname =/jiunkpe/s1/tmi/2003/jiunkpe-ns-s1-2003-25499153-3875-atm-chapter2. Bandung. 181 . 1992. Dalam http://digilib. Diakses hari Selasa tanggal 11 Mei 2010 pukul 21. Tompkins. 2003. Perencanaan Tata Letak dan Fasilitas.31 WIB.php?page=1&submit. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan.htm. 2003. Sritomo.34 WIB.tripod. J. 1996. ITB.co m/tataletakpabrik.ac. JM.x=0&submit. Mengatur Tata Letak Pabrik. 1990. Surabaya: Penerbit Institut Teknologi Sepuluh November. Wignjosoebroto.DAFTAR PUSTAKA Anonim 1. Diakses hari Selasa tanggal 11 Mei 2010 pukul 21. Apple.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful