P. 1
Bentuk Dan Ukuran

Bentuk Dan Ukuran

|Views: 215|Likes:
Published by kall el
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PENANGANAN HASIL PERTANIAN Karakteristik Fisik Bahan Hasil Pertanian (Bentuk dan Ukuran)

Oleh: Nama NPM Hari, Tanggal Praktikum Sift/Kelompok Co. Ass : Riando Simbolon : 240110080040 : Selasa, 28 September 2010 : II/5 : Asri Widyasanti, STP. S. Rossalinda, STP.

LABORATORIUM TEKNIK PASCA PANEN JURUSAN TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2010

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Bahan-bahan hasil pertan
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PENANGANAN HASIL PERTANIAN Karakteristik Fisik Bahan Hasil Pertanian (Bentuk dan Ukuran)

Oleh: Nama NPM Hari, Tanggal Praktikum Sift/Kelompok Co. Ass : Riando Simbolon : 240110080040 : Selasa, 28 September 2010 : II/5 : Asri Widyasanti, STP. S. Rossalinda, STP.

LABORATORIUM TEKNIK PASCA PANEN JURUSAN TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2010

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Bahan-bahan hasil pertan

More info:

Published by: kall el on Sep 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/22/2015

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PENANGANAN HASIL PERTANIAN Karakteristik Fisik Bahan Hasil Pertanian (Bentuk dan Ukuran

)

Oleh: Nama NPM Hari, Tanggal Praktikum Sift/Kelompok Co. Ass : Riando Simbolon : 240110080040 : Selasa, 28 September 2010 : II/5 : Asri Widyasanti, STP. S. Rossalinda, STP.

LABORATORIUM TEKNIK PASCA PANEN JURUSAN TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2010

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Bahan-bahan hasil pertanian seringkali mengalami kerusakan baik di lahan maupun dalam proses penanganan pasca panen. Kerusakan-kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya faktor fisik, mekanik, termal, fisiologis dan kimia. Untuk mencegah kerusakan bahan hasil pertanian seminimal mungkin, diperlukan pengetahuan tentang karakterisrik (watak/sifat) teknik bahan hasil pertanian yang berkaitan dengan karakteristik fisik, mekanik dan termal. Selain itu pengetahuan tentang karakterisrik bahan hasil pertnaian diperlukan sebagai data dasar dalam :
y

Merancang bangun mesin-mesin pengolahan, menentukan bahan atau material konstruksinya, pengoperasian serta pengendaliannya,

y

Menganalisis dan menentukan efisiensi suatu mesin, maupun proses pengolahan.

y

Mengembangkan produk-produk olahan baru dari bahan berupa tanaman dan hewan.

y

Mengevaluasi serta mengawetkan mutu produk akhir. Ada banyak faktor yang mempangaruhi hasil pertanian, tetapi yang akan

dilakukan pada praktikum kali ini adalah mengenai pengukuran bentuk dan ukuran dari produk pertanian, sehingga dalam penangannnya sudah dibuat suatu standard yang nantinya untuk mempermudah penanganan produk tersebut sampai ke tangan konsumen dan mengurangi kerusakan yang akan terjadi selama masa pasca panen sampai ke tangan konsumen, sehingga kualitas akan semakin baik dan tentu saja harga dari bahan pertanian tersebut akan semakin tinggi.

1.2 Tujuan Praktikum 1. Menentukan bentuk suatu bahan hasil pertanian berdasarkan ukuran, kebundaran, kebulatan. 2. Menentukan hubungan antara bentuk suatu bahan hasil pertanian dengan volume dan luas permukaannya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bentuk dan ukuran Disain dan kinerja beberapa tipe mesin pertanian (misal, ayakan, mesin penabur, dll) sangat berkaitan dengan bentuk dan ukuran obyeknya. Bentuk-

bentuk dari biji-bijian, buah-buahan dan tanaman pada umumnya tidak beraturan (irregular), sedemikian sehingga jumlah data pengukuran yang sangat besar diperlukan untuk mendiskripsikannya secara akurat. Meski demikian, dari praktek pengukuran-pengukuran menunjukkan bahwa keragaman bentuk secara umum dapat dijelaskan dengan baik oleh poros orthogonal yang ditentukan sesuai tujuan biasanya dikarakteristikkan oleh panjang, lebar dan tebal. Pada beberapa kasus, karakteristik suatu produk cukup dinyatakan dengan dua atau bahkan satu dimensi saja. Ukuran bahan-bahan pertanian tidak seragam, melainkan tersebar disekitar nilai reratanya. Dengan demikian, sangatlah penting untuk menyatakan distribusi dari suatu ukuran disamping reratanya. Kualitas prosesing suatu bahan ( isal, m pencacahan dan penggilingan) ditentukan oleh rerata ukuran dan standar deviasi dari pruduk hasil proses. Secara umum, belum ditemukan suatu metode terapan untuk menyatakan dengan tepat bentuk dari produk-produk pertanian. Bentuk suatu tanaman dan produknya pada umumnya diperbandingkan dengan basis dimensi longitudinal dan penampang melintang, untuk memetakan bentuk-bentuk standarnya. Beberapa bentuk standar bahan pertanian telah ditetapkan misalnya untuk apel, persik, kentang. Bentuk dan ukuran adalah dua karakteristik yang tidak dapat dipisahkan dalam hal objek fisik bahan dan keduanya diperlukan untuk pendeskripsian karakteristik fisik suatu bahan secara jelas. Ada beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk menjelaskan bentuk dan ukuran dari suatu bahan hasil pertanian diantaranya bentuk acuan, kebundaran, kebulatan, dimensi sumbu bahan, serta kemiripan bahan hasil pertanian terhadap benda-benda geometri tertentu.

2.1 B

u Di l l t

cu

(Charted standard) t i t i i i i i t i li t t j t

charted standard

B t

(Charted Standard)

Dalam bent

acuan di enal beberapa i tilah yang dapat digunakan untuk

memeriksa suatu objek. istilah objek dari bentuk acuan dapat dilihat di tabel yang tertera dibawah ini : NO 1 2 BENTUK Bundar (round) Oblate DISKRIPSI Menyerupai bentuk bulatan (spheroid) Datar pada bagian pangkal dan pucuknya

3 4 5 6

Oblong Conic Ovate (bulat telur) Lopsided

Diameter vertikal > diameter horizontal Meruncing kearah bagian puncak Bentuk seperti telur dan melebar pada bagian pangkal Sumbu yang menghubungkan pangkal dan puncak tidak tegak lurus melainkan miring

7 8 9

Obovate Elliptical Truncate

Bulat telur terbalik Menyerupai bentuk (bulat panjang) Kedua ujungnya mendatar / persegi (kerucut terpotong)

10 11

Unequal Ribbed

Setengah bagian > dari yang lain (tidak seimbang) Sisi-sisi pada potongan melintang menyerupai sudutsudut

12 13

Regular (teratur) Irregular

Bagian horisontalnya menyerupai lingkaran Potongan horisontalnya tidak berbentuk lingkaran

Source : (Mohsenin, 1980) Komparasi visual bentuk suatu produk terhadap bentuk standar adalah sangat mudah tetapi tidak lepas dari kesalahan, tergantung dari subyektivitas pengamat. Karenanya, dalam kasus dimana teknologi proses sangat dipengaruhi oleh bentuk, penggunaan indek pengukuran yang obyektif sangat disarankan. Bentuk suatu produk mempengaruhi koefisien pengepakan kedalam kontainer. Gambar 3 memperlihatkan beberapa cara yang memungkinkan posisi suat item terhadap item lain. Koefisien pengepakan didefinisikan sebagai rasio volume bahan Vfr terhadap volume total V0, atau P ! V fr / V0

Gambar 2. Pengepakan buah-buahan dalam kontainer Nilai teoritis koefisien pengepakan dapat dihitung dengan mudah apabila bahan diasumsikan berbentuk bola (sphere). Untuk ketiga kasus pada Gb. 1,

diperoleh nilai-nilai sebagai berikut:

1

= /6 = 0.5236;

2

= /(3¥3) = 0.6046;

3

= ( ¥2)/6 = 0.7405. Dalam praktek, koefisien pengepakan dipengaruhi oleh penyimpangan bentuk item dari bentuk bola, perubahan betuk atau deformasi dan oleh kurang idealnya pengepakan pada dinding-dinding samping kontainer. Tujuan dari pengukuran indeks untuk membuat karakteristik suatu bentuk mungkin berbeda, tergantung bahan dan tujuan perlakuan. Indeks-indeks yang umum digunakan adalah kebulatan (roundness), rasio kebulatan (roundness ratio), kebundaran (sphericity), rasio aksial (axial ratio), derajat ketidaksamaan (degree of inequality), dll.

2.2 Kebundaran (Roundness) Kebundaran adalah suatu ukuran ketajaman sudut-sudut dari suatu benda padat. Nilai kebundaran suatu bahan berkisar dari 0 - 1. Apabila nilai kebundaran suatu bahan hasil pertanian mendekati 1, maka bentuk bahan tersebut mendekati bundar. Persamaan 1 : 

Dimana: Ap = luas permukaan proyeksi terbesar dari bahan dalam posisi bebas. Ac = luas permukaan lingkaran terkecil yang membatasi.

Persamaan 2:

Dimana : r = jari-jari lengkungan, N = jumlah sudut yang ada, R = jari-jari

lingkaran maksimum.

2.3 Kebulatan Sphericity) Sphericity dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara diameter bola yang mempunyai volume yang sama dengan objek dengan diameter bola terkecil yang dapat mengelilingi objek. Seperti halnya nilai kebundaran, nilai kebulatan suatu bahan juga berkisar antara 0-1. Apabila nilai kebulatan suatu bahan hasil pertanian mendekati 1 maka bahan tersebut mendekati bentuk bola (bulat). 
 

Dimana : a = sumbu terpanjang (sumbu mayor) b = sumbu terpanjang normal ke a (sumbu intermediate) c = sumbu terpanjang normal ke a dan b (sumbu minor

Dalam definisi lain Sphericity dapat juga dihitung dengan menggunakan persamaan sebagai berikut: Dimana : di = diameter lingkaran terbesar di dalam objek dc = diameter lingkaran terkecil yang membatasi objek

2.4 Pengukuran Dimensi Sumbu Bahan Untuk objek-objek berukuran kecil seperti biji-bijian, garis besar proyeksi dari setiap objek dapat diukur dengan menggunakan sebuah alat pembesar photo (photographics enlarger). Namun cara sederhana dapat pula dilakukan dengan metode proyeksi dengan menggunakan OHP (Overhead Projector).

2.5 Kemiripan Terhadap Benda-benda Geometri Selain membandingkan dengan bentuk standar, penentuan bentuk bahan hasil pertanian dapat juga ditentukan dengan melihat kemiripan dengan benda -

benda geometri tertentu, seperti bulat memanjang (prolate spheroid), bulat membujur (oblate spheroid), dan kerucut berputar atau silinder.

2.4.1 Bulat memanjang (Prolate spheroid) Bulat memanjang (prolate spheroid) adalah bentuk yang terjadi apabila sebuah bentuk elips berputar pada sumbu panjangnya. Contoh: buah lemon (sejenis jeruk sitrun).
V! 4 T .a.b 2 3

a.b sin 1 e e
1

S ! 2.T .b 2  2.T

Dimana : V = volume bahan S = luas permukaan bahan a = sumbu memanjang elips (major axes) b = sumbu membujur elips (minor axes) e = eksentrisitas
« ¨ b ¸2 » e ! ¬1  © ¹ ¼ ¬ ªaº ¼ ­ ½
2

2.4.2 Bulat membujur (Oblate spheroid) Bulat membujur (oblate spheroid) adalah bentuk yang terjadi kalau sebuah elips berputar pada sumbu pendeknya. Contoh: buah anggur.
V! 4 (T .a 2 .b) 3 b2 1  e ln e 1 e

S ! 2.T .a 2  T

2.4.3 Kerucut berputar atau silinder Kerucut berputar atau silinder adalah bentuk yang menyerupai kerucut atau silinder (tabung). Contoh: wortel, mentimun. V !
T 2 2 h r1  r1 .r2  r2 3

2

S ! 2 r1  r2 h 2  r1  r2

?

A
1

2

BAB III METODOLOGI

3.1 Alat dan Bahan 1) Alat 
     

: Jangka Sorong Penggaris Planimeter Jangka Keretas Milimeter Block Over Head Projector (OHP) Alat Tulis

2) Bahan : 
   

Kentang Tomat Wortel Jeruk Telur

3.2 Prosedur Percobaan 1. Menentukan kebundaran (roundness) kentang dan telur dengan

menggunakan OHP. a. b. c. Tempatkan bahan pada OHP sehingga dapat diproyeksikan. Gambarlah proyeksi bahan pada keretas millimeter block Tentukan luas proyeksi terbesar dari bahan dalam posisi bebas (Ap) dan luas lingkaran terkecil (Ac) yang membatasi proyeksi bahan (Ap) dengan planimeter. d. Hitunglah kebundaran (roundness) bahan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut : Dimana = Diameter dalam = Diameter luar

2. Menentukan kebulatan (sphericity) tomat dan kentang. a. Ukurlah sumbu-sumbu dari bahan yang terdiri dari sumbu a (sumbu terpanjang/mayor), b (sumbu pertengahaan/intermediet) dan c (sumbu terpendek/minor). b. Hitunglah kebulatan (sphericity) bahan dengan menggunkan

persamaan sebagai berikut : Dimana = sumbu terpanjang/mayor = sumbu pertengahan/intermediet =sumbu terpendek/minor Rumus ini hanya berlaku jika asumsi bahan berbentuk elips. 3. Menentukan volume dan luas permukaan permukaan teoritis jeruk dan wortel. a. b. Ukurlah sumbu a, b dan c dari bahan Tentukanlah kemiripan bahan terhadap bentuk-bentuk geometri : bulat memanjang (prolate spheroid), bulat membujur (oblate spheroid), dan kerucut berputar atau silinder. c. Hitunglah volume dan luas permukaan teoritis bahan dengan persamaan dibawah ini : 

Bulat Memanjang(Prolate Spheroid/PS) Keterangan : V = Volume S = Luas Permukaan a = Sumbu memanjang elips (major axes) b = Sumbu membujur elips (minor axes) e = Eksentritas 

Bulat Membujur ( Oblate Spheroid/OS) 

Kerucut Berputar atau Silinder (P) Keterangan : = Jari-jari bagian dasar kerucut = Jari-jari bagian puncak kerucut = Tinggi benda

BAB IV HASIL PERCOBAAN

Tabel Hasil Pengamatan Karakteristik Fisik Bahan Hasil Pertanian (Bentuk & Ukuran)

Tabel 1. Menentukan Kebundaran Roundness ) Kelompok Bahan 1 2 3 Kentang =1,92 cm =1,93 cm =3,65 cm =3,73 cm Telur =1,3 cm =4,167 cm  2,039 cm    

4 =1,1 cm =3,7cm

5 =2,267 cm =3,933 cm -

Dimana = Diameter dalam = Diameter luar 1. Kentang

2.

Telur

Tabel 2. Menentukan Kebulatan Sphericity ) Kelompok Bahan 1 2 3 Tomat =5,8 cm =5,915 cm =5,305 cm =5,725 cm c=5,070 cm =4,86 cm Kentang =8,4 cm =6,7 cm =5,1 cm                  

5 =6 cm =4,8 cm c=4,6 cm =8,7 cm =6,4 cm =7 cm

4 -

Dimana = sumbu terpanjang/mayor = sumbu pertengahan/intermediet = sumbu terpendek/minor 1. Tomat 
     

Bulat Membujur ( Oblate Spheroid/OS) 
   

  



2.

Kentang 
       

Bulat Memanjang(Prolate Spheroid/PS) 
     



Tabel 3. Menentukan Volume dan Luas Permukaan Teoritis Minimum Kelompok Bahan 1 2 3 4 5 =6,53 cm =6,855 cm =6,4 cm Jeruk =5,36 cm =5,275 cm =5,6 cm =0,57 =0,64 =0,48 =4,2 cm =3,2 cm Wortel =2,6 cm =2,3 cm =18 cm =18,3 cm            1. Jeruk Bulat Membujur ( Oblate Spheroid/OS)

a) Volume 
   

b) Luas Permukaan 
     

2. Wortel Kerucut Berputar atau Silinder (P) Keterangan : = Jari-jari bagian dasar kerucut = Jari-jari bagian puncak kerucut = Tinggi benda a) Volume 
     

b) Luas Permukaan 
      

BAB V PEMBAHASAN

Praktikum kali ini mahasiswa dihadapkan untuk mengetahui karakteristik fisik bahan hasil pertanian berdasarkan ukuran, kebundaran (roundness), kebulatan (sphericity), volume, dan luas permukaan. Sampel yang digunakan pada praktikum kali ini terdiri dari Kentang, Tomat, Wortel, Jeruk, Telur. Tahap awal praktikum, dimulai dengan mengukur kebundaran (roundness) dengan bahan praktikum yaitu kentang dan telur. Jari-jari dari kedua bahan tersebut diukur dengan menggunakan OHP, OHP tersebut dapat memproyeksikan benda yang tidak dapat diketahui jari-jari dalam maupun jari-jari luar. Proyeksi bahan dalam OHP tersebut digambar pada keretas millimeter block, pada tahap penggabaran ini, praktikan sedikit mengalami kesulitan karena bayangan proyeksi kurang kelas. Dalam menentukan Ap dan Ac harus benar-benar teliti, karena semakin teliti maka tingkat kebenaran dari nilai roundness dari suatu bahan akan semakin tinggi juga. Hasil pengukuran dan perhitungan didapatkan nilai kebundaran . Berdasarkan hasil

(roundness) pada kentang yaitu

dan telur yaitu

perhitungan menunujukkan bahwa objek memiliki kebundaran (roundness) yang masih jauh dari 1, dimana nilai 0 - 1 menunjukkan atau menyatakan nilai roundness. Karena nilai kebundaran yang begitu kecil, praktikan menduga pada saat melakukan penggambaran pada hasil proyeksi OHP, praktikan kurang teliti dalam menggambarkan hasil proyeksi ke millimeter blok dan juga praktikan kurang teliti pada saat membuat lingkaran untuk menentukan diameter pada tiaptiap posisi bahan pada saat setelah diproyeksikan yang mengakibatkan nilai kebundaran dari kedua bahan tersebut kecil, hal ini terlihat jelas pada nilai telur yang nilainya begitu kecil karena kurang dari 0,1. Roundness merupakan nilai ketajaman sudut-sudut dari bahan, semakin tinggi nilai roundness maka semakin kecil ketajaman sudutnya dan apabila selisih nilai Ap dan Ac semakin kecil maka bahan tersebut memiliki nilai kebundaran yang akan mendekati 1, jika mendekati nilai perhitungan mendekati angka 1 maka objek memiliki sifat bentuk bulat

penuh. Jadi kentang memiliki tingkat kebundaran paling tinggi jika dibandingkan dengan telur karena ketajaman sudut pada kentang sangat kecil. Pada perhitungan nilai kebulatan (sphericity), praktikan kembali

melakukan pengukuran untuk menentukan nilai koefisien a, b dan c dengan menggunakan jangka sorong. Bahan yang dipakai dalam perhitungan ini adalah tomat dan kentang. Hasil pengukuran dan perhitungan didapatkan nilai kebulatan (sphericity) pada tomat yaitu dan kentang yaitu . Berdasarkan hasil perhitungan

menunujukkan bahwa objek memiliki kebulatan (sphericity) yang mendekati nilai 1, dimana nilai 1 menunjukkan atau menyatakan bahwa objek atau bahan tersebut memiliki sifat bentuk bulat penuh. Tomat memiliki kebulatan yang lebih besar dari pada kentang karena perbandingan antara diameter luar (dc) dan diameter dalam (di) pada tomat lebih besar dibandingkan dengan kentang. Selain melakukan perhitungan kebulatan (sphericity) praktikan juga mengukur volume dan luas terhadap kedua bahan tersebut, nilai b untuk rumus perhitungan volume, eksentrisitas dan luas permukaan didapat dari nilai c pada bahan, karena nilai c pada bahan adalah nilai minor, jadi praktikan memakai nilai c sebagai nilai b pada rumus perhitungan volume, eksentrisitas dan luas permukaan. Masing-masing volume tomat 
 

dan luas permukaannya sebesar 

sedangkan volume kentang 

dan luas permukaannya sebesar

. Namun terdapat keganjalan yang tampak pada luas permukaan

kentang dengan nilai yang terlalu besar jika dibandingkan dengan volumenya, praktikan menduga terjadi kesalahan dalam menentukan nilai a,b dan c pada bahan kentang. Nilai eksentrisitas pada kedua bahan tersebut adalah untuk tomat sebesar dan kentang sebesar .

Pada pengukuran dan perhitungan untuk menentukan volume dan luas permukaan teoritis minimum, praktikan menggunakan bahanhasil pertanian seperti jeruk dan wortel. Untuk menentukan volume dan luas permukan pertama yang harus dilakukan adalah menentukan kemiripan kedua bahan tersebut, dari hasil pengamatan kemiripan, jeruk termasuk kedalam bentuk geometri bulat membujur (oblate spheroid) karena bentuk jeruk yang berputar pada sumbu pendeknya dan wortel termasuk kedalam bentuk geometri kerucut berputar,

karena bentuk wortel menyerupai kerucut. Setelah menentukan kemiripan bahan kemudian mencari nilai koefien a,b,dan c untuk jeruk dan nilai , 
dan

untuk

wortel. Dari hasil pengamatan dan perhitungan secara teoritis didapatkan nilai volume dan luas permukaan dari kedua bahan tersebut adalah volume Jeruk yaitu 


dan luas permukaanya 

sedangkan volume wortel yaitu  

dan luas permukaannya yaitu

. Dari data tersebut

diketahui volume dan luas permukaan jeruk yang palig besar dibandingkan dengan wortel. Volume dan luas produk akan semakin besar apabila nilai poros terpanjang ,poros pendek, diameter dan tinggi benda semakin besar. Besar nilai-nilai tersebut sangat bergantung pada varietas dari tanaman, serealia dan kacang-kacangan (seperti beras) memiliki volume dan luas permukaan yang lebih kecil apabila dibandingkan dengan tanaman hortikultura. Bahan Kentang Tomat Jeruk Wortel Telur Roundness Sphericity V (cm3 ) S (cm2) e

Berdasarkan data praktikum di dapat bahwa kentang memiliki kebundaran sekitar 29,2% dan kebulatan yang lebih mendekati bola (80%) sedangkan telur memiliki kebundaran sekitar (9%), dan tomat memili kebulatan sebesar (90%) sedangkan nilai eksentrisitas terbesar terdapat pada kentang.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan 

Berdasarkan hasil perhitungan menunujukkan bahwa kentang dan telur memiliki kebundaran (roundness) yang masih jauh dari 1, untuk kentang 29,2% dan telur 9%. 

Kentang memiliki tingkat kebundaran paling tinggi dibandingkan dengan telur karena ketajaman sudut pada kentang lebih besar dari pada telur. 

Berdasarkan hasil perhitungan menunujukkan bahwa tomat dan kentang memiliki kebulatan (sphericity) yang mendekati nilai 1, dimana nilai 1 menunjukkan atau menyatakan bahwa objek atau bahan tersebut memiliki sifat bentuk bulat penuh. Untuk tomat 90% dan kentang 80%. 

Tomat memiliki kebulatan yang lebih besar dari pada kentang karena perbandingan antara diameter luar (dc) dan diameter dalam (di) pada tomat lebih besar dibandingkan dengan kentang.  

Volume 

Jeruk 

yaitu

dan 


luas

, volume Wortel yaitu 

dan luas permukaannya

permukaanya  dan luas

yaitu permukaannya 

, volume Kentang yaitu yaitu , 

volume

Tomat 

dan luas permukaannya

yaitu  

Volume dan luas produk akan semakin besar apabila nilai poros terpanjang ,poros pendek, diameter dan tinggi benda semakin besar. 

Kentang dan Telur termasuk kedalam bentuk geometri Bulat memanjang (prolate spheroid) 

Jeruk dan Tomat termasuk kedalam bentuk geometri bulat membujur (oblate spheroid) 



Wortel termasuk kedalam bentuk geometri Kerucut berputar atau silinder. Perlakuan pengukuran bentuk dan ukuran pada kelima bahan masih kurang, karena ada beberapa bahan yang belum diukur untuk perhitungan, baik itu untuk kebundaran (roundness), kebulatan (sphericity) dan volume dan luas permukaan.

6.2 Saran Diperlukannya alat otomatis/electrik untuk melakukan praktikum, supaya hasil yang diinginkan tercapai dan mengurangi titik kritis pada saat melakukan pengukran. Hasil perhitungan bentuk dan ukuran didapat tentulah tidak 100% benar, yang menentukan persentase kebenaran dari perhitungan adalah ketelitian dalam menentukan dan mengukur nilai koefisien a,b,dan c. Semakin teliti maka tingkat kebenarannya semakin tinggi. Oleh karena itu ketepatan dalam membaca jangka sorong juga harus benar-benar teliti. Kerjasama antar tim atau kelompok sangat diperlukan dalam praktikum kali ini, karena akan sangat berpengaruh pada efektivitas dan efisiensi kerja.

DFTAR PUSTAKA Rusendi, Dadi.,et al. 2010. Penuntun Praktikum MK. Teknik Penanganan Hasil Pertanian. Jatiangor : Unpad. Rusendi, Dadi dan Asri Widyasanti. 2010. Karakteristik Bahan Hasil Pertanian. FTIP. Wilhelm. Luther R, Dwayne A. Suter, and Gerald H. Brusewitz. 2004. Physical Properties of Food Materials. Chapter 2 in Food & Process Engineering Technology, 23-52. St Joseph, Michigan : ASAE.(C) American Society of Agricultural Engineers. (Rev.Aug.2005) Mohsenin, N.N. 1980. Physical Properties of Plant and Animal Materials. Gordon and breach Science Publishers, New York. Comments are closed. Anonim. 2010. Sifat-sifat Fisik Bahan-Bahan Pertanian.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->