P. 1
Makalah Problem Solving

Makalah Problem Solving

|Views: 1,950|Likes:
Published by wusti

More info:

Published by: wusti on Sep 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/20/2013

pdf

text

original

PENGARUH KETERAMPILAN BERPROSES

MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING

TERHADAP HASIL BELAJAR POKOK BAHASAN SEGITIGA

PADA SISWA SMP N 15 SEMARANG

SKRIPSI

Diajukan dalam Rangka Penyelesaian Studi Strata I

untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh:

Nama

: Heni Susilowati

NIM

: 4101403571

Program Studi : Pendidikan Matematika

Jurusan

: Matematika

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2007

ABSTRAK

Heni Susilowati. 2007. Pengaruh Keterampilan Berproses Model Pembelajaran
Problem Solving Terhadap Hasil Belajar Pokok Bahasan Segitiga Pada Siswa
SMP N 15 Semarang
. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika.
Universitas Negeri Semarang.

Kata Kunci : Model Pembelajaran Problem Solving, Keterampilan Berproses,
Hasil Belajar.

Model Pembelajaran Problem Solving menjadi salah satu alternatif model
pembelajaran. Pembelajaran ini diawali dengan pemberian masalah kepada siswa
untuk dipecahkan, diharapkan dapat mencapai tujuan lebih baik. Melihat kondisi
pembelajaran matematika di SMP N 15 Semarang, diusulkan dalam penelitian ini
dilaksanakan pembelajaran matematika dengan model pembelajaran Problem
Solving. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Apakah ada pengaruh
keterampilan berproses model pembelajaran Problem Solving pada pokok bahasan
segitiga terhadap hasil belajar siswa SMP N 15 Semarang? (2) Apakah
pembelajaran matematika pokok bahasan segitiga dengan model pembelajaran
Problem Solving dapat mencapai ketuntasan belajar? Standar ketuntasan hasil
belajar yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah 68, sedangkan untuk
keterampilan berproses adalah 70. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk
mengetahui ada tidaknya pengaruh yang positif keterampilan berproses dengan
model pembelajaran Problem Solving terhadap hasil belajar (2) untuk mengetahui
apakah pembelajaran matematika dengan model Problem solving dapat mencapai
ketuntasan belajar.

Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII yang terdiri dari
tujuh kelas SMP N 15 Semarang dengan rataan 44 siswa. Sampel dilakukan
dengan Cluster random sampling untuk mengambil satu kelas yaitu VII G.
Variabel bebas adalah keterampilan berproses dan variabel terikat hasil belajar
dengan model pembelajaran problem solving. Cara pengambilan data dengan
lembar pengamatan dan tes. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan analisis
regresi dan analisis uji t satu sampel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai R2

sebesar 67,8% artinya
keterampilan berproses mempengaruhi hasil belajar sebesar 67,8% sedangkan
masih ada pengaruh variabel lain sebesar 32,2%. Pencapaian ketuntasan hasil
belajar 70,16 dan untuk keterampilan berproses 71,15.
Simpulan, (1) Adanya pengaruh yang positif antara keterampilan berproses
dengan model pembelajaran Problem Solving terhadap hasil belajar.
(2) Pembelajaran dengan model Problem Solving telah mencapai ketuntasan
belajar. Saran, pembelajaran di kelas sebaiknya lebih memberi kesempatan siswa
untuk aktif, di mana guru berfungsi sebagai fasilitator. Inovasi terhadap
pendekatan pembelajaran dapat dilakukan dengan mengevaluasi diri kondisi
setempat sehingga guru dapat memilih model pembelajaran yang tepat. Salah
satunya dengan menerapkan model pembelajaran problem solving.

ii

PENGESAHAN

SKRIPSI

PENGARUH KETERAMPILAN BERPROSES

MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING

TERHADAP HASIL BELAJAR POKOK BAHASAN SEGITIGA

PADA SISWA SMP N 15 SEMARANG

Skripsi ini telah dipertahankan dalam Sidang Panitia Ujian Skripsi
Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Semarang
Hari

: Selasa
Tanggal : 28 Agustus 2007

Panitia Ujian,

Ketua,

Sekretaris,

Drs. Kasmadi Imam S., M.S

Drs. Supriyono, M.Si

NIP. 130781011

NIP. 130815345

Pembimbing Utama

Penguji Utama

Prof. Dr. YL Sukestiyarno

Drs. Amin Suyitno, M.Pd.

NIP. 131404322

NIP. 130604211

Pembimbing Pendamping

Anggota Penguji I

Drs. Wardono, M.Si

Prof. Dr. YL Sukestiyarno

NIP. 131568905

NIP. 131404322

Anggota Penguji II

Drs. Wardono, M.Si
NIP. 131568905

iii

KATA PENGANTAR

Segala puji hanya bagi Allah SWT, dengan limpahan rahmat-Nya, sehingga

penulis dapat menyelesaikan skripsi berjudul “Pengaruh Keterampilan Berproses

Model Pembelajaran Problem Solving Terhadap Hasil Belajar Pokok Bahasan

Segitiga Pada Siswa SMP N 15 Semarang”, ini sebagai salah satu syarat untuk

mencapai gelar sarjana Pendidikan Matematika di Universitas Negeri Semarang.

Dalam menyusun skripsi ini, penulis memperoleh bantuan dan pengarahan

dari berbagai pihak. Untuk itu dengan rendah hati, penulis mengucapkan terima

kasih kepada:

1. Prof. Dr. Sudijono Sastroatmodjo, M.Si, Rektor Universitas Negeri Semarang,

2. Drs. Kasmadi Imam S., M.S, Dekan FMIPA Universitas Negeri Semarang,

3. Drs. Supriyono, M.Si, Ketua Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri

Semarang,

4. Prof. Dr. YL Sukestiyarno, Dosen pembimbing utama yang telah memberikan

bimbingan, arahan, dan saran kepada penulis selama penyusunan skripsi,

5. Drs.Wardono, M. Si, Dosen pembimbing pendamping yang telah memberikan

bimbingan, arahan, dan saran kepada penulis selama penyusunan skripsi,

6. Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri

Semarang yang telah memberikan bekal ilmu yang tidak ternilai harganya

selama belajar dan menuntut ilmu di Jurusan Matematika,

7. Endang Triningsih, S.Pd. MM, Kepala SMP N 15 Semarang yang telah

memberikan ijin penelitian,

vi

8. Nurhenny Marwiasih, S.Pd., Guru matematika kelas VII SMP N 15 Semarang

yang telah membantu terlaksananya penelitian ini,

9. Siswa-siswi kelas VII SMP N 15 Semarang tahun ajaran 2006/ 2007 atas

ketersediaanya menjadi responden dalam pengambilan data penelitian ini,

10. Bapak dan Ibu guru SMP N 15 Semarang atas segala bantuan yang diberikan,

11. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini yang tidak

dapat disebutkan satu persatu.

Dengan segala kekurangan dan keterbatasan, penulis menyadari bahwa

skripsi ini masih jauh dari sempurna. Harapan penulis, semoga skripsi ini dapat

memberikan manfaat dan kontribusi bagi pembaca yang budiman.

Semarang, Agustus 2007

Penulis

vii

MOTTO

Orang yang bahagia bukanlah orang yang berlimpah harta maupun

berpangkat tinggi, melainkan orang yang mampu dan selalu

mensyukuri nikmat-Nya sekecil apapun.

Dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan dzikir hidup menjadi

indah, dengan agama hidup menjadi terarah, dan dengan tali

silaturahmi hidup menjadi bergairah.

Sebaik-baiknya manusia diantaramu adalah orang yang paling banyak

manfaatnya bagi orang lain.

(HR. Bukhari dan Muslim)

PERSEMBAHAN

Skripsi ini kuperuntukkan kepada:
Ibu dan Bapak tercinta yang senantiasa memberikan kasih sayang dan doa tiada
henti-hentinya.
Adeku angga dan ningrum tersayang.
Kaka’q yang selalu memberikan semangat, terima kasih atas semuanya.

v

Sahabat-sahabatku (Kaozal, Decy, Jajo, Puji & Cah Trio ‘R’).
Teman-teman seperjuangan Pendidikan matematika 2003.

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMUPENGETAHUAN ALAM

KARTU BIMBINGAN SKRIPSI

Nama Mahasiswa

: Heni Susilowati

NIM

: 4101403571

Prodi

: Pend. Matematika

Pembimbing Utama

: Prof. Dr. YL Sukestiyarno
Pembimbing Pendamping : Drs. Wardono, M.Si

No Tanggal

Materi bimbingan

Hasil Bimbingan

Ttd
Pembimbing

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i

ABSTRAK ......................................................................................................... ii

PENGESAHAN ................................................................................................. iii

PERNYATAAN ................................................................................................. iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ..................................................................... v

KATA PENGANTAR ...................................................................................... vi

DAFTAR ISI ...................................................................................................... viii

DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... x

DAFTAR TABEL .............................................................................................. xii

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah ................................................................... 1

B. Rumusan Masalah ............................................................................ 6

C. Penegasan Istilah............................................................................... 6

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian ........................................................ 8

E. Sistematika Penulisan Skripsi .......................................................... 10

BAB II. LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

A. Landasan Teori ................................................................................. 12

1. Belajar dan Pembelajaran ........................................................... 12

2. Hasil Belajar ................................................................................ 14

3. Pembelajaran Problem Solving ................................................... 16

4. Keterampilan Berproses .............................................................. 20

viii

5. Ketuntasan Belajar ...................................................................... 23

B. Uraian Pokok Bahasan Segitiga ....................................................... 23

C. Contoh Model Pembelajaran Problem Solving................................. 29

D. Kerangka Berpikir ............................................................................ 30

E. Hipotesis............................................................................................ 33

BAB III. METODE PENELITIAN

A. Metode Penentuan Obyek Penelitian ............................................... 34

B. Metode Pengumpulan Data .............................................................. 36

C. Instrumen Penelitian......................................................................... 36

D. Analisis Uji Coba Instrumen Penelitian ........................................... 40

E. Analisis Data .................................................................................... 44

F. Hasil Uji Coba Instrumen Penelitian................................................ 49

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian................................................................................. 51

B. Pembahasan ...................................................................................... 57

BAB V. SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan .......................................................................................... 62

B. Saran.................................................................................................. 62

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 64

ix

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Masalah besar yang dihadapi oleh dunia pendidikan pada saat ini adalah

adanya krisis paradigma yang berupa kesenjangan dan ketidaksesuaian antara

tujuan yang ingin dicapai dan paradigma yang dipergunakan (Sumadi, 2005).

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan mutu

pendidikan matematika di Indonesia, namun sampai saat ini belum

memperoleh hasil yang optimal. Fenomena ini dapat dilihat dari indikator

hasil belajar, antara lain dari Nilai Ebtanas Murni (NEM) atau Nilai Ujian

Akhir Nasional (NUAN) matematika siswa yang masih rendah.

Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa berbagai pendekatan, gagasan

atau inovasi dalam dunia pendidikan matematika yang sampai saat ini

diterapkan secara luas ternyata belum dapat memberikan perubahan positif

yang berarti, baik dalam proses pembelajaran matematika di sekolah maupun

dalam meningkatkan mutu pendidikan matematika pada umumnya. Kesadaran

tentang pentingnya pendidikan yang dapat memberikan harapan dan

kemungkinan yang lebih baik di masa mendatang, telah mendorong berbagai

upaya dan perhatian seluruh lapisan masyarakat terhadap setiap gerak langkah

dan perkembangan dunia pendidikan. Pendidikan sebagai salah satu upaya

meningkatkan kualitas hidup manusia. Pada intinya pendidikan bertujuan

2

untuk memanusiakan manusia, mendewasakan, merubah tingkah laku serta

meningkatkan kualitas hidup.

Untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia, Pemerintah membuat

perubahan-perubahan baru diantaranya Kurikulum 2006 atau Kurikulum

Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang merupakan penyempurnaan dari

Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Kurikulum ini menekankan pada

kecakapan – kecakapan yang berguna untuk menghadapi permasalahan dalam

kehidupan. Kecakapan matematika merupakan bagian yang tak terpisahkan

dari kecakapan hidup dan diperlukan untuk dapat menghadapi dunia di

sekitarnya, serta untuk berhasil dalam karirnya. Kecakapan matematik yang

dimaksud meliputi pemahaman konsep, penalaran adatif, kemampuan

pemecahan masalah dan kemampuan berkomunikasi. Tujuan pendidikan

menengah menurut Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah

meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian akhlak mulia serta

keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

Pendidikan tidak hanya mengajarkan fakta dan konsep tetapi juga harus

membekali siswa untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan.

Kecakapan hidup seseorang tidak terjadi dengan sendirinya tetapi

melalui suatu proses yang terus berlanjut. Keberlanjutan perkembangan proses

belajar sebenarnya dapat diamati. Hal ini juga berlaku bagi siswa, dimana

perkembangan keterampilan berproses seorang siswa selama proses

pembelajaran dapat diikuti atau diamati. Saat kerjasama dengan orang lain,

mendengarkan dengan aktif, berani bertanya, mau menyampaikan pendapat

3

atau menjawab pertanyaan, dan kreatif dalam memecahkan masalah

merupakan salah satu ciri kecakapan hidup. Proses menuju ke arah kecakapan

hidup tersebut perlu suatu latihan serta membutuhkan suatu proses yang

disebut dengan keterampilan berproses.

Keterampilan berproses merupakan aspek yang sangat penting dalam

belajar matematika. Rendahnya keterampilan berproses akan mempengaruhi

hasil belajar siswa di sekolah, khususnya mengenai pemecahan masalah.

Dengan menggunakan keterampilan berproses, siswa akan mampu

menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep serta

menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan nilai. Seluruh tindakan dalam

proses belajar mengajar akan menciptakan kondisi belajar yang melibatkan

siswa aktif.

Matematika merupakan salah satu unsur dalam pendidikan. Mata

pelajaran matematika telah diperkenalkan kepada siswa sejak tingkat dasar

sampai ke jenjang yang lebih tinggi, namun demikian kegunaan matematika

bukan hanya memberikan kemampuan dalam perhitungan-perhitungan

kualitatif tetapi juga dalam penataan cara berpikir, terutama dalam

pembentukan kemampuan menganalisis, membuat sintesis, melakukan

evaluasi hingga kemampuan memecahkan masalah. Dengan kenyataan ini

bahwa matematika mempunyai potensi yang sangat besar dalam hal memacu

terjadinya perkembangan secara cermat dan tepat maupun dalam

mempersiapkan masyarakat yang mampu mengantisipasi perkembangan

dengan cara berpikir dan bersikap pula. Pembelajaran hendaknya lebih

4

menekankan pada bagaimana upaya guru mendorong atau memfasilitasi siswa

belajar, bukan pada apa yang dipelajari siswa. Jadi, pembelajaran matematika

merupakan upaya guru mendorong atau memfasilitasi siswa dalam

mengkonstruksi pemahamannya akan matematika. Keberhasilan guru dalam

pembelajaran bukan hanya dilihat dari hasil belajar siswa tetapi juga pada

proses dari pembelajaran tersebut.

Salah satu metode pembelajaran yang digunakan oleh guru di SMP N 15

Semarang adalah metode ekspositori. Keterampilan siswa selama

pembelajaran dengan metode ekspositori belum memuaskan karena

pembelajaran berlangsung satu arah saja. Guru tidak mengikutsertakan siswa

dalam pembelajaran. Kalaupun siswa diberi kesempatan untuk bertanya,

sedikit sekali yang melakukannya. Hal ini karena siswa masih takut atau

bingung mengenai apa yang akan ditanyakan. Selain itu siswa kurang terlatih

dalam mengembangkan ide-idenya di dalam memecahkan masalah. Siswa

masih minder atau pasif, belum mampu berpikir kritis dan berani

mengungkapkan pendapat. Dan dalam pembelajarannya kurang

memperhatikan keterampilan berproses siswa.

Salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan berproses belajar

siswa, khususnya mata pelajaran matematika adalah dengan menerapkan

model pembelajaran problem solving atau pemecahan masalah. Pemecahan

masalah merupakan bagian dari kurikulum matematika yang sangat penting

karena dalam proses pembelajaran maupun penyesuaian, siswa dimungkinkan

memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan serta keterampilan yang

5

sudah dimiliki untuk diterapkan pada pemecahan masalah yang bersifat tidak

rutin. Proses pemecahan masalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk

berperan aktif dalam mempelajari, mencari, dan menemukan sendiri informasi

atau data untuk diolah menjadi konsep, prinsip atau simpulan.

Ruang lingkup mata pelajaran matematika pada satuan pendidikan

SMP/MTs yang harus dikuasai siswa kelas VII SMP salah satunya adalah

tentang geometri dan pengukuran. Materi yang mendukung dalam penguasaan

geometri dan pengukuran salah satunya adalah pokok bahasan segitiga. Alasan

pemilihan materi segitiga dalam penelitian ini adalah karena geometri

merupakan materi yang abstrak dan memerlukan kemampuan pemecahan

masalah dan nantinya siswa juga diharapkan dapat mengembangkan

keterampilan berproses secara lisan maupun tulisan. Oleh karena itu, dalam

pembelajaran pokok bahasan segitiga diperlukan keterampilan berproses

dalam memecahkan masalah. Agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik,

siswa terlebih dahulu dilatih keterampilan-keterampilan proses memecahkan

masalah. Keterampilan-keterampilan tersebut antara lain mengajukan

pertanyaan, menjawab pertanyaan/menanggapi, menyampaikan ide/pendapat,

mendengarkan secara aktif, berada dalam tugas, dan sebagainya.

Dengan begitu peneliti merasa perlu melakukan penelitian dengan

judul PENGARUH KETERAMPILAN BERPROSES MODEL

PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING TERHADAP HASIL BELAJAR

POKOK BAHASAN SEGITIGA PADA SISWA SMP N 15 SEMARANG.

6

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->