P. 1
Makalah Ushul Fiqh

Makalah Ushul Fiqh

|Views: 1,261|Likes:
Published by zed

More info:

Published by: zed on Sep 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/29/2013

pdf

text

original

1.

Pengertian, tuiuan, ruang lingkup dan perkembangan ushul Iiqh
a. Pengertian ushul Iiqh secara etimologi dan terminology
Jawab:
Ɗ-¹---Ǝ¹' '+Ǝ¹~ſ .~ Ɗ-~¹·¹' Ɗ-=~¹' »'´=`'Ƈ »¹·¹' ·+· Ɗ·¹¹' .· ·--¹' .·-`'
Artinya:
'Ushul fiqh menurut bahasa adalah suatu ilmu vang membahas tentang hukum-hukum
svarivah tentang suatu perbuatan dari suatu dalil-dalil vang terperinci.¨
.Ǝ¹' Ə·=ƈ¹'· ~='·-¹'Ƈ »¹·¹' ·- ´ .=Ƃ~¹' -`=-`' .· ·--¹' .·-' »¹··
- ·' Ɗ-¹---Ǝ¹' '+Ǝ¹~' .~ Ɗ-¹~·¹' Ɗ-=~¹' »'´=`' Ɖ~'-Ǝ~' .~ '+Ƈ .-·Ǝ- .
Ɗ-=~¹' »'´=`' Ɖ~'-Ǝ~' .¹' '+Ƈ .-·Ǝ- .Ǝ¹' Ə·=ƈ¹'· ~='·-¹' Ɗ=·~=~
Ɗ-¹--Ǝ¹' '+Ǝ¹~' .~ Ɗ-~¹·¹' .
Artinya:
'Ilmu ushul fiqh istilah adalah ilmu tentang kaidah-kaidah dan pembahasan-pembahasan
vang merupakan cara untuk menemukan hukum-hukum svara vang amalivah dari dalil-
dalilnva secara rinci atau kumpulan-kumpulan kaidah dan pembahasan vang merupakan
cara untuk menemukan (mengambil) hukum svara vang amalivah dalil-dalilnva secara
rinci.¨
b. %uiuan mempelaiari ushul Iiqh menurut Abdul Wahab Khallab adalah:
'~ſ· --= .~ .¹´¹' .=~¹' .-¹~¹' ·+· ·--¹' .·-' »¹= .· -=ƈ¹' -·-·~
Ɗ-¹´¹' »'´=`' .~ ·Ƈ ƌƈ`- '~ .
Artinya:
'%uiuan pembahasan ushul fiqh ialah dalil-dalil svara vang umum vang akan
menetapkan hukum-hukum vang kulli atau umum.¨
Ushul Iiqh mempunyai peranan yang sangat penting di dalam ilmu syar`iy, karena
hukum syar`iy sebagian hanya mengatur permasalahan secara pokok-pokoknya dan tidak
secara mendetail. Hal ini adalah waiar karena hukum syar`iy berlaku sampai zaman.
Padahal di dalam kehidupan manusia selalu akan teriadi perubahan tata sosial
masyarakat, sehingga selalu muncul persoalan-persoalan baru di dalam masyarakat.
Ruang lingkup kaiian ushul Iiqh sebagai berikut:
1. Sumber-sumber hukum syara`, baik yang disepakati seperti al-Qur`an dan Sunnah
maupun yang diperselisihkan, seperti istihsan dan mashlahah mursalah.
2. Pembahasan tentang iitihad, yakni syarat-syarat dan siIat-siIat orang yang melakukan
iitihad.
3. Mencarikan ialan keluar dari dua dalil yang bertentangan secara zahir, ayat dengan
ayat atau sunah dengan sunah, dan lain-lain.
4. Pembahasan hukum syara` yang meliputi syarat-syarat dan macam-macamnya, baik
yang bersiIat tuntunan, larangan, pilihan atau keringanan (rukhsah). Juga dibahas
tentang hukum, hakim, mahkum alaih (orang yang dibebani), dan lain-lain.
5. Pembahasan kaidah-kaidah yang akan digunakan dalam menginstinbath hukum dan
cara menggunakannya.
Ilmu ushul Iiqh tumbuh dan berkembang dengan tetap berpiiak pada al-Qur`an dan
Sunah. Dengan kata lain, ushul Iiqh tidak timbul dengan sendirinya tetapi benih-benihnya
sudah ada seiak zaman Rasulullah dan sahabat masalah utama yang meniadi bagian ushul
Iiqh, seperti iitihad, qiyas, nasakh, dan takhsis sudah ada pada zaman Rasulullah dan
sahabat.
Salah satu pendorong diperlukannya pembukuan ushul Iiqh adalah perkembangan
wilayah Islam yang semakin luas, sehingga tidak iarang menyebabkan timbulnya yang
sangat membutuhkan kaidah-kaidah hukum yang sudah dibukukan untuk diiadikan
ruiukan dalam menggali dan menetapkan hukum.
Golongan HanaIiyah misalnya, mengklaim bahwa yang pertama-tama menyusun
ilmu ushul Iiqh ialah Abu HanaIiyah, Abu YusuI Muhammad Ibnu Ali Al-Hasan. Alasan
mereka bahwa Abu HaniIah merupakan orang yang pertama menielaskan metode
istinbath dalam bukunya Ar-Ra`y. Dan Abu YusuI adalah orang yang pertama menyusun
ushul Iiqh dalam mazhab HanaIi, demikian pula Muhammad Al-Hasan telah menyusun
kitab ushul Iiqh sebelum Asy-SyaIi`i, bahkan Asy-SyaIi`i berguru kepadanya.
Golongan Malikiyah iuga mengklaim bahwa Imam Malik adalah orang pertama
yang berbicara tentang ushul Iiqh. Namun, mereka tidak mengklaim bahwa Imam Malik
sebagai orang pertama yang menyusun kitab ushul Iiqh. Pengakuan bahwa Imam Malik
sebagai perinci ushul Iiqh, menurut Abdul Wahab Ibrahim Sulaiman dapat saya terima
begitu pula, Syi`ah Imamiyah yang mengklaim bahwa orang yang pertama yang
menyusun kitab ushul Iiqh adalah Muhammad al-Baqir Ibnu Ali Ibnu Zain al-Abidin,
kemudian diteruskan oleh puteranya Imam Abu Abdillah Ja`Iar as-Shadiq. Pernyataan ini
diungkapkan oleh As`ad Haidar, bahwa Imam Baqir adalah peletak dasar dan perintis
ushul Iiqh. Dan orang yang pertama yang menyusunnya adalah al-Hisyam Ibnu al-Hakam
yang menulis kitab al-Ahfaz, di dalamnya terdapat uraian sangat penting dalam ilmu
ushul. Pendapat tersebut, diperielas lagi oleh Yunus ibnu ar-rahman yang menulis kitab
al-Iktilaf al-Hadits wa Masailah yang menguraikan pertentangan antara dua hadits dan
masalah perpaduan serta pen-tariihan-nya. Setelah itu, berkembanglah ushul Iiqh yang
luas.

Golongan SyaIi`iyah mengklaim bahwa Imam SyaIi`i-lah orang pertama yang
menyusun kitab ushul Iiqh. Hal ini diungkapkan oleh Allamah Jama` ad-Din Abd
arRahman ibnu Hasan al-Ansawani. Menurutnya, %idak diperselisihkan lagi Imam
SyaIi`i adalah tokoh besar yang pertama-tama menyusun kitab dalam ilmu ini, yaitu kitab
yang tidak asing lagi dan sampai kepada kita sekarang, yakni kitab ar-Risalah.
%ahapan-tahapan perkembangan ushul Iiqh secara garis besar, yaitu tahap awal
(abad 3 H) di bawah pemerintahan Abbasiyah, tahap perkembangan (abad 4 H) pada abad
ini dinasti Abbasiyah terpecah-pecah meniadi daulah-daulah kecil. %ahap
penyempurnaan (abad 5-6 H).

2. Lima buah kaidah pokok menurut ulama ushul di bawah ini:
1 . '-~-'-~Ƈ ·~`'
2 . .'´-` .---¹' =~¹'Ƈ
3 . -~-Ǝ¹' Ɔ-¹=- Ɗ-~~¹'
4 . .'´- -¹'
5 . Ɗ~´=~ Ɖ~'·¹'
Jawab:
'-~-'-~Ƈ ·~`'artinya segala perbuatan yang dicakup oleh perkara, yaitu dengan niat,
landasan.
a. ''-~-'-~Ƈ ·~`'¨ setiap perkara tergantung kepada maksud mengeriakan¨ qaidah
ini memberikan pengertian bahwa setiap amal perbuatan manusia, baik yang berwuiud
perkataan maupun perbuatan diukur menurut niat si pelaku. Untuk mengetahui seiauh
mana niat pelaku, haruslah dilihat adanya qarinah-qarinah yang dapat diiadikan petuniuk
untuk mengetahui ienis niat dari pelakunya. Landasan rumusan qaidah ini adalah QS: al-
Bayinah: 5, Ali Imran: 145.
1) 'Ɗ--¹'Ƈ `ƃ -'·¹`'¨ %iada pahala kecuali dengan niat.
Qaidah ini termasuk salah satu dari qaidah enam yang dirumuskan oleh Zainal
Abidin ibn Ibrahim al-Mishri sebagai qaidah pokok yang kemudian oleh ulama
selaniutnya hanya diambil lima saia dan ditinggalkan qaidah ini dan dicukupkan
dengan qaidah pertama.
2) '.-'ƈ~¹'· ='-¹`¹ ` .-'·~¹'· ~-'-~¹¹ ~·-·¹' -· ƈ·¹'¨ Yang dianggap
(dinilai) dalam aqad adalah maksud-maksud dan makna-makna, bukan laIazh-laIazh
dan bentuk-bentuk perkataan.
Bila teriadi suatu perbedaan pendapat dalam suatu transaksi antara maksud pembuat
dengan laIaz yang diucapkan, maka yang harus dipegangi ialah maksud pembuatan
transaksi, selama maksud itu diketahui.
b. =~¹'Ƈ .'´-` .---¹'
1) Pengertian
Yang dimaksud dengan 'Yakin¨ adalah:
.-¹~¹'· =-¹'Ƈ 'ƎƇ'` .'´ '~ ·- .---¹'
Artinya:
'sesuatu yang tetap, baik dengan penganalisaan maupun dengan dalil¨. (Abdul Muiib,
1980: 25)
Sedangkan yang dimaksud dengan 'syak¨ sebagai berikut:
-'·-¹' .· = .·'~ƍ ·~ ·~~=· Ƌ·ƈ`¹' .-Ƈ '~~Ǝ~ .'´ '~ ·- =~¹'
=`' .¹= '~-~=' --=ƍ .·~ -'==¹'·
Artinya:
'$esuatu vang tidak menentu antara ada dan tiada. dan dalam ketidak tentuan itu
sama antara batas kebenaran dan kesalahan. tanpa dapat dimenangkan salah
satunva.¨ (Abdul Muiib, 1980: 25-26)
2) Dasar-dasar Nash Kaidah
Sabda Nabi SAW:
`· ` »' .-~ ·-~ -=' ·-¹= .´~ -'· '--~ ·-=Ƈ .· »´~=' ~=· '~'
'=- ~=- ·' 'ƍ·- ·~~- .Ǝ= ~=~~¹' .~ .==- ) -'· .Ƈ' .= »¹~~
Ɖ-- (
Artinya:
'(Apabila di antara kalian menemukan sesuatu di dalam perut kemudian sangsi
apakah telah keluar sesuatu dari perutnva atau belum. maka ianganlah keluar dari
mesiid sehingga mendengar suara atau mendapatkan baunva)¨. (HR. Muslim dari
Abu Harun)
Kandungan hadits ini menielaskan bahwa seseorang yang semula suci, kemudian ia
ragu-ragu apakah ia mengeluarkan angin atau belum, maka ia harus dianggap masih
dalam keadaan suci. Karena keadaan inilah yang sudah meyakinkan tentang
kesuciannya semula, sedangkan keragu-raguan itu baru timbul kemudian. Suatu
keyakinan yang sudah matap merupakan kekuatan yang tidak mudah digoyahkan oleh
keragu-raguan. Kecuali keraguan itu sudah berubah siIatnya meniadi keyakinan.
»´~- »¹· ·ƍ`- .· »´~=' =~ '~' =~¹' -=-¹· '·Ƈ' ·' '```' .¹-
.--Ǝ~' '~ .¹= .ƈ-¹· ) .~=¹' ~ƈ= .= ¸~~Ǝ¹' -'· (
Artinya:
'(Apabila salah seorang di antara kalian ragu-ragu dalam mengeriakan shalat tidak
tahu berapa rakaat vang telah dikeriakan tiga atau empat rakaat. maka buanglah
keraguan itu dan berpeganglah kepada apa vang divakini (vang paling sedikit).¨
(HR. %hurmudi dari Abdurrahman)
Pada kedua dalil itu disebutkan bahwa keyakinan tidak dapat dihilangkan dengan
keraguan. Misalnya seseorang ragu-ragu dengan beberapa rakaat yang ia lakukan
dalam shalatnya, maka yang yakin adalah rakaat yang paling sedikit, karena yang
paling sedikit itu yang yakin sedang yang paling banyak merupakan yang diragu-
ragukan.
c. -~-Ǝ¹' Ɔ-¹=- Ɗ-~~¹'
' Kesukaran itu dapat menarik kemudahan¨
1) Pengertian
Artinya dari kaidah ini adalah suatu kesusahan mengharuskan adanya kemudahan.
Maksudnya, suatu hkum yang mengandung kesusahan dalam pelaksanaannya baik
kepada badan, iiwa, ataupun harta seorang mukallaI, diringankan sehingga tidak
memudharatkan lagi. Keringanan tersebut dalam Islam dikenal dengan istilah
rukhsah.


2) Dasar-dasar Nash Kaidah
Firman Allah SW%:
~·¹' »´Ƈ ~-- `· ~-¹' »´Ƈ -' ~-- ) Ɖ-ƈ¹' : 185 (
Artinya:
'Allah menghendaki kemudahan bagi kalian. dan Dia tidak menghendaki kesukaran
bagi kalian¨.
-= .~ .-~¹' .· »´-¹= .·= '~· ) -=¹' : 78 (
Artinya:
'Dan Dia tidak meniadikan untuk kamu dalam agama suatu kesulitan¨.
Ɗ=~~¹' Ɗ---=¹' -' .¹' .-~¹' Ɔ=' ~- .-~¹'
Artinya:
'Agama itu memudahkan agama vang disenangi Allah $% adalah agama vang
benar dan mudah).¨ (HR. Bukhari dari Abu Hurairah)
d. .'´- -¹'
Artinya: 'Kemudharatan itu harus dihilangkan¨
Arti qaidah ini adalah suatu kerusakan atau kemaIsadatan itu dihilangkan. Dengan kata
lain qaidah ini menuniukkan bahwa berbuat kerusakan itu tidak dibolehkan dalam agama
Islam. Adapun yang berkaitan dengan ketetentuan Allah, sehingga kerusakan itu
menimpa seseorang kedudukannya meniadi lain, bahkan bisa dianggap sebagai bagian
dari keimanan terhadap qadha dan qadarnya Allah SW%. Karena segala sesuatu meniadi
boleh bagi Allah SW%. Dan dari-Nya lah kemanIaatan.



Sumber kaidah .'´- -¹'
Qaidah ini disimpulkan dari beberapa ayat dan hadits yang diantaranya sebagai berikut:
.`' .· '·~~-ƍ `·
Artinya:
'Dan ianganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi ...¨
.-~~-~¹' Ɔ=- ` -' .ƃ .`' .· ~'~-¹' ·ƈƍ `· .


Artinya:
'Dan ianganlah kamu berbuat kerusakan (di muka) bumi. sesungguhnva Allah tidak
menvukai orang-orang vang berbuat kerusakan.¨ (Q.S. Al-Qashash: 77)
Firman Allah SW%, dalam surat Al-Baqarah ayat 231:
'·~Ǝ·Ǝ¹ ''- .-·´~~ƍ `·
Artinya:
'Janganlah kamu meruiuk mereka untuk memberi kemudharatan.¨ (Q.S. Al-Baqarah:
231)
Firman Allah SW%, dalam surat An-Nisa 4:12
... '-~ -= .-~ ·ſ '+Ƈ .-·- Ɗ--· .·Ƈ .~
Artinya:
'$esudah dipenuhi wasiat vang dibuat olehnva atau sesudahnva dibavar hutangnva
dengan tidak memberi mudharat.¨ (Q.S. An-Nisa: 12)


Hadits yang diriwayatkan Imam Malik
·-¹= -' ·~ ·~ .~· -' Ɖ- - .~ -`· - `

Artinya:
'%idak boleh memudharatkan dan dimudharatkan. barangsiapa memudharatkan maka
Allah $%. akan memudharatkannva. dan siapa saia vang menvusahkan. maka Allah
akan menvusahkannva.¨ (HR. Imam Malik)
Hadits yang meriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim:
·-¹= -' ·~ ·~ .=· ·Ƈ -' Ɖ- '- .~
Artinya:
'Barangsiapa vang memudharatkan (orang lain). maka Allah akan memudharatkannva.
dan barangsiapa vang menvusahkan (orang lain). maka Allah menvusahkannva.¨ (HR.
Bukhari dan Muslim)
Hadits riwayat %urmudzi:
·--·- `'~ ·´ƍ -~¹' »`~' .~= .~
Artinya:
'Diantara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan apa vang tidak bermanfaat.¨
(HR. %irmidzi)
e. Ɗ~´=~ Ɖ~'·¹'
'Adat kebiasaan dapat ditetapkan sebagai hukum¨
Qaidah ini dirumuskan berdasarkan Iirman Allah QS 7:91 yang artinya 'Dan suruhlah
mengeriakan yang ma`ruI serta berpalinglah dari orang yang bodoh¨. Adapun batasan
suatu perbuatan dikatakan adat, para Iuqaha memberikan deIinisi : UrI ialah apa yang
dikenal oleh manusia dan berlaku padanya, baik berupa perkataan, perbuatan ataupun
meninggalkan sesuatu.
Dari qaidah kelima ini keluar beberapa qa`idah yaitu :
1. ''+Ƈ .~·¹' Ɔ=- Ɗ== .'-¹' .'~·Ǝ~'¨ 'Apa yang diperbuat oreang
banyak, merupakan huiiah yang waiib diamalkan.
Qaidah ini adalah merupakan pengertian yang berasal dari qaidah : Al-Adatu
Muhakkamah yaitu segala sesuatu yang telah biasa dikeriakan oleh masyarakat
adalah bisa meniadi patokan.¨
2. '.'~´`' -·ƎƇ »'´=`' -·ƍ ´-- `¨ '%idak dapat diingkari adanya
perubahan perubahan hukum akibat berubah masa.¨ Hal ini mempunyai
pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan suatu hukum yang didasarkan pada
kemaslahan itu, suatu hukum yang pada masa loampau didasarkan pada
kemaslahatan pada masa itu.
3. '-'==¹'´ -'Ǝ´¹'¨'%ulisan itu sama dengan ucapan '
Maksud daripada qa`idah ini adalah : bahwa pada suatu keterangan ataupun
yang lainnya yang diterangkan dalam bentuk tulisan mempunyai kekuatan
hukum yang sama dengan ucapan lisan.
4. '.-¹'Ƈ .--·Ǝ¹'´ -·¹'Ƈ .--·Ǝ¹'¨ 'Menentukan dengan dasar urI seperti
menentukan dengan berdasarkan nash.¨ Satu penetapan hukum berdasarkan urI
(adat) yang telah memenuhi syarat-syarat sebagai unsur hukum. Maka
kedudukannya dengan pendekatan hukum yang didasarkan nash.


3. DeIinisi dari illat, macam dan pembagiannya menurut ulama ushul, sebagaimana cara-cara
mengetahuainya adalah:

Illat
a. Pengertian Illat
Secara etimologi illat berarti 'nama bagi sesuatu yang menyebabkan berubahnya
keadaan sesuatu yang lain dengan keberadaannya.¨ Misalnya, penyakit itu dikatakan
illat, karena dengan adanya 'penyakit¨ tersebut tubuh manusia berubah dari sehat
meniadi sakit. Oleh sebab itu apabila dikatakan .`· .Ǝ=ƃ, maka hal itu berarti
keadaannya berubah dari sehat meniadi sakit.
Secara terminologi, terdapat beberapa deIinisi illat yang dikemukakan ulama
ushul Iiqh. Mayoritas ulama HanaIiyyah, sebagian ulama Hanabilah dan Imam Baidhawi
(tokoh ulama Iiqh SyaIi`iyah), merumuskan deIinisi illat dengan:
»´=¹¹ -´ ·~¹' --·¹'
Artinya:
'$uatu sifat (vang berfungsi) sebagai pengenal bagi suatu hukum.¨
Imam Ghazali, mengemukakan deIinisi illat sebagai berikut:
»´=¹' .· `Ƃ~¹' Ƌ'~¹'Ƈ ` .¹'·ƍ ·¹·=Ƈ
Artinya:
'$ifat vang berpengaruh terhadap hukum. bukan karena zatnva. melainkan atas
perbuatan $vafii.¨
Menurutnya, illat itu bukanlah hukum, tetapi merupakan penyebab adanya
hukum, dalam arti: adanya suatu illat menyebabkan munculkan hukum. Pada dasarnya
deIinisi yang dikemukakan al-Ghazali ini tidak berbeda dengan deIinisi di atas. Akan
tetapi, al-Ghazali berpendapat bahwa pengaruh illat terhadap hukum bukan dengan
sendirinya, melainkan harus karena dengan izin Allah. Maksudnya, Allah-lah yang
meniadikan illat itu berpengaruh terhadap hukum. Misalnya, waiibnya hukuman potong
tangan bagi pencuri, disebabkan perbuatan mencuri yang dilakukan. Akan tetapi,
hukuman potong tangan itu sendiri pada hakekatnya merupakan kehendak Allah, bukan
semata-mata karena perbuatan mencuri itu sendiri. Contoh lain, seorang pembunuh
terhalang mendapatkan warisan dari harta orang yang ia bunuh, disebabkan pembunuhan
yang ia lakukan. Dalam kasus ini, bukan karena membunuh semata-mata -yang meniadi
illat- yang menyebabkan ia tidak mendapatkan warisan, tetapi atas perbuatan dari
kehendak Allah. Dengan demikian, illat dalam kedua deIinisi di atas hanya merupakan
indikasi, penyebab dan motiv dalam suatu hukuman, yang dapat diiadikan ukuran untuk
mengetahui suatu hukum.
SaiIuddin al-Amidi mengatakan illat itu adalah ·-¹= -='ƈ¹'(motiv terhadap hukum).
Maksudnya, illat itu mengandung hikmah yang layak meniadi tuiuan syari` dalam
menetapkan suatu hukum.
b. Macam-macam Illat
Para ulama ushul Iiqh mengemukakan pembagian illat itu dari berbagai segi, di
antaranya adalah dari segi cara mendapatkannya dan dari segi bisa atau tidaknya illat itu
diterapkan pada kasus hukum lainnya.
Dari segi cara mendapatkannya, illat itu, menurut ulama ushul Iiqh ada dua macam,
yaitu al-illah al-manshushah (Ɗ-·--~¹' Ɗ¹·¹') dan al-illah al-mustanbathah ( Ɗ¹·¹'
Ɗ=ƈ-Ǝ~~¹').
Al-Illah al-manshushah adalah illat yang dikandung langsung oleh nash. Misalnya,
dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW bersabda:
»·=¹ '-~ƃ .= »´Ǝ-+- ƌ-´ Ɗ·'~¹' .=' .~ .='-`'

Artinya:
'Dahulu saya melarang kamu menyimpan daging korban untuk kepentingan al-daffah
(para tamu dari perkampungan Badui yang datang ke Madinah yang membutuhkan
daging korban), sekarang simpanlah daging itu. (HR. Al-Bukhari, Muslim, al-Nasa`i, al-
%irmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Maiah)
c. Cara-cara mengetahui illat
Para ulama ushul Iiqh menetapkan bahwa illat suatu hukum dapat diketahui:
1) Melalui nash, baik ayat-ayat al-Qur`an maupun Sunnah Rasulullah SAW.
Adakalanya illat yang terdapat dalam nash itu bersiIat pasti dan adakalanya illat itu
ielas, tetapi mengandung kemungkinan yang lain. Contoh illat yang pasti dapat
dilihat dalam Iirman Allah pada surat al-Hasyr, 57:7:
.Ƈ-¹' .~¹· .·~¹'· ·¹¹· .-¹' .-' .~ ·¹·~ .¹= -' -'·' '~
»´-~ -'--=`' .-Ƈ Ɗ¹·~ .·´- ` .´ .-ƈ~¹' .Ƈ'· .-´'~~¹'· .~'Ǝ-¹'· .
Artinya:
'Dan apa saia harta rampasan vang diberikan Allah kepada Rasul-Nva vang
berasal dari penduduk kota-kota. maka adalah untuk Allah. Rasul. kerabat Rasul.
anak-anak vatim. orang-orang miskin dan orang-orang vang dalam perialanan.
supava harta itu iangan hanva beredar di antara orang-orang kava di antara kamu
saia ...¨
2) Cara kedua untuk mengetahui illat suatu hukum adalah melalui iima`. Melalui
iima`, diketahui siIat tertentu yang terdapat dalam hukum syara` yang meniadi illat
hukum itu. Misalnya, yang meniadi illat perwalian terhadap anak kecil dalam
masalah harta adalah karena 'masih kecil.¨ Illat ini diqiyaskan kepada perwalian
dalam masalah nikah.
3) Melalui al-ima wa al-tanbih (·-ƈ-Ǝ¹'· -'~-`'), yaitu penyertaan siIat dengan
hukum dan disebutkan dalam laIal, tetapi ada iuga ulama Iiqh yang menyatakan
bahwa penyebutan siIat ini bisa diistinbatkan. Adapun hukum yang menyertai siIat
itu bisa ditetapkan melalui nash dan bisa pula hukum yang ditetapkan melalui
iitihad. Penetapan illat melalui al-ima wa al-tanbih ini terdapat beberapa bentuk, di
antaranya:
(a) Penetapan hukum oleh syar`i setelah mendengar suatu siIat. Hal ini mengandung
pengertian bahwa siIat yang menimbulkan hukum itu meniadi`illat utuk hukum
tersebut. Misalnya, ketika seorang Arab Baui menyatakan bahwa Nabi SAW
bahwa ia telah mencampuri isterinya di siang hari bulan Ramadhan, Nabi SAW
bersabda: 'merdekakanlah seorang budak¨. Penetapan hukum waiib
memerdekakan budak tersebut muncul setelah Arab Badui itu mengatakan bahwa
ia telah membatalkan puasanya dengan mencampuri isterinya di siang hari bulan
Ramadhan. Hal ini menuniukkan bahwa perbuatan tersebut meniadi illat
diberlakukannya hukum waiib memerdekakan seorang hamba sahaya.
(b) Penyebutan siIat oleh syar`i dalam hukum yang memberi petuniuk bahwa siIat
yang disebutkan bersama hukum itu adalah illat untuk hukum tersebut.
Misalnya, rasulullah SAW mengatakan:
.'ƈ-= ·-· .-'-¹' .--- `
Artinya:
'(seorang hakim tidak boleh memutuskan perkara dalam keadaan marah.¨ (HR.
Al-Bukhari dan Muslim)
SiIat marah yang menyertai hukum merupakan illat bagi dilarangnya hakim
memutuskan perkara.
(c) Pembedaan dua hukum yang disebabkannya adanya siIat, syarat, mani
(halangan), atau pengecualian; baik kedua hukum yang dibedakan itu disebut
secara ielas, atau hanya satu hukum saia yang disebutkan secara ielas.
4) Melalui al-sibr wa al-taqsim (»-~-Ǝ¹'· ƈ~¹'). Sibr adalah penelitian dan
penguiian yang dilakukan muitahid terhadap beberapa siIat yang terdalam suatu
hukum. Apakah siIat tersebut layak untuk diiadikan illat hukum atau tidak.
Kemudian muitahid mengambil salah satu siIat yang menurutnya paling tepat
diiadikan illat dan meninggalkan siIat-siIat lainnya.
Adapun taqsim adalah upaya muitahid dalam membatasi illat pada satu siIat dari
beberapa siIat yang dikandung oleh suatu nash. Oleh sebab itu, dengan cara al-sibr
wa al-taqsim kemungkinan berbedanya illat suatu hukum dalam pandangan
beberapa orang muitahid yang melakukannya, adalah waiar, disebabkan kualitas
analisis dan penguiian yang mereka lakukan. Misalnya, dalam menentukan illat
perwalian dalam nikah terhadap anak kecil yang dikemukakan di atas, seorang
muitahid melihat beberapa siIat yang mungkin diiadikan illat, seperti karena ia
masih kecil atau karena ia masih perawan (belum pernah kawin). Penentuan illat
dalam kasus ini antara siIat masih kecil dengan siIat masih perawan bisa
menimbulkan perbedaan pandangan di kalangan para muitahid. Ada yang melihat
siIat 'masih kecil¨ lebih tepat diiadikan illat. Akan tetapi, muitahid lain meniadikan
siIat 'masih perawan¨ sebagai illat, dan siIat 'masih kecil¨ tidak cocok diiadikan
illat, akrena wanita yang telah ianda, sekalipun masih kecil, tidak bisa dipaksa oleh
walinya untuk kawin, sesuai dengan kandungan hadits:
'+-¹· .~ '+~--Ƈ ·=ſ »-`'

Artinya:
'Janda lebih berhak terhadap dirinva dari walinva.¨ (HR. Muslim)
Cara untuk memilih dan memilah siIat yang akan diiadikan illat itu dapat dilakukan
dengan tiga cara, yaitu:
(a) Muitahid tersebut melihat bahwa siIat yang dipilihnya ternyata telah membentuk
suatu hukum, sedangkan siIat yang lainnya tidak demikian. Cara seperti ini
disebut para ahli ushul Iiqh dengan ilgha (-'·¹`').
(b) SiIat yang tidak dipakai sebagai illat tersebut memang siIat yang tidak diterima
oleh syara`. Misalnya, siIat laki-laki dan wanita dalam masalah memerdekakan
budak. SiIat laki-laki dan wanita memang siIat yang menentukan dalam masalah
persaksian, peradilan dan perwalian. Akan tetapi, menurut ulama ushul Iiqh, siIat
laki-laki dan wanita dalam masalah memerdekakan nudak tidak bisa diiadikan
illat, akrena baik budak laki-laki maupun wanita, sama-sama harus
dimerdekakan.
(c) Muitahid itu sendiri tidak melihat adanya keterkaitan dan kesesuaian
(munasabah) siIat itu dengan hukum yang dibahas, karena syara` tidak
meniadikannya sebagai siIat yang dapat meniadi illat dalam kasus hukum apa
pun.
5) Munasabah (Ɗƈ~'-~¹'), yaitu siIat nyata yang terdapat pada suatu hukum, dapat
diukur dan dapat dinalar, merupakan tuiuan yang dikandung hukum itu, yaitu berupa
pencapaian terhadap suatu kemaslahatan atau penolakan terhadap kemudharatan.
Munasabah ini disebut iuga oleh para ahli ushul Iiqh dengan ikhalah (Ɗ¹'=`') yang
artinya: diduga bahwa suatu siIat itu merupakan (illat) hukum, atau disebut iuga
dengan mashlahah (Ɗ=¹-~¹'/kemaslahatan), atau riavah al-maqashid mashlahah
(~-'-~¹' Ɗ-'=/pemeliharaan tuiuan-tuiuan syara`), atau disebut iuga dengan
takhrii al-manath (='-~¹' --=ƍ/mendapatkan illat pada hukum
ashl semata-mata mengaitkan antara munasabah dengan hukum).
Contoh munasabah, adalah perbuatan zina. Perzinaan itu merupakan suatu siIat
perbuatan yang dapat diukur dan menurut nalar seialan dengan hukum
diharamkannya zina tersebut, untuk suatu kemaslahatan, yaitu memelihara
keturunan, atau untuk menolak kemudharatan/kemaIsadhatan, beberapa
tercampurnya nasab dan tidak dapat membedakan suatu keturunan.
Munasabah, apabila dilihat dari segi layak atau tidaknya diiadikan illat, menurut
para ulama ushul Iiqh ada tiga macam, yaitu:
(a) Al-Munasib al-Mulghi (.·¹~¹' Ɔ~'-~¹'), yaitu siIat yang menurut pandangan
muitahid mengandung kemaslahatan, tetapi ada nash hukum yang menolaknya.
Misalnya, menetapkan kaIIarah puasa dua bulan berturut-turut bagi orang kaya
yang melakukan hubungan suami isteri di siang hari bulan Ramadhan. Pada
dasarnya penetapan puasa dua bulan berturut-turut sebagai kaIIarah bagi orang
kaya yang melakukan hubungan suami isteri di siang hari bulan ramadhan
mengandung kemaslahatan, yaitu agar bisa mencegahnya melakukan hal yang
sama, karena iika dikenakan kaIIarah memerdekakan mudak, bagi orang kaya
tidak akan mempengaruhi sikapnya, disebabkan ia orang kaya sehingga berapa
pun banyak budak bisa ia merdekakan. Akan tetapi, sesuai dengan nash, kaIIarah
untuk kasus seperti ini harus dilakukan secara berturut-turut; dimulai dari
memerdekakan budak, iika tidak mampu puasa dua bulan berturut-turut, dan
apabila iuga tidak mampu, maka memberi makan 60 orang miskin. Oleh sebab
itu, mendahulukan puasa berurut-turut secara langsung dianggap bertentangan
dengan nash.
(b) Al-Munasib al-Mutabar (ƈƎ·~¹' Ɔ~'-~¹'), yaitu munasabah yang didukung
oleh syara`, yaitu siIat al-munasabah itu dipergunakan syara` sebagai illat
dalam hukum. Munasabah seperti ini ada empat macam, yaitu:
(1) Materi siIat itu sendiri terdapat pada materi hukum, seperti siIat
memabukkan terdapat dalam khamar.
(2) Jenis siIat itu terdapat pada ienis hukum, seperti haid menyebabkan seorang
wanita meninggalkan shalat, akrena adanya masvaqqah seorang wanita
meninggalkan shalat, karena adanya masyaqqah untuk mengulang beberapa
shalat yang mereka tinggalkan. Hal yang sama iuga terdapat pada hukum
lainnya, yaitu safar (perialanan) merupakan illat untuk mengqashar
(meringkas) dan meniama` shalat, karena adanya masyaqqah dalam
perialanan itu. Dengan demikian, bagi orang haid dan orang yang dalam
perialanan terdapat ienis siIat yang sama, yaitu mayaqqah. Oleh sebab itu,
keringanan untuk mengqashar dan meniama` shalat serta keringanan untuk
meninggalkan shalat tanpa qadha (waiib mengganti) bagi orang haid, sama-
sama berada dalam satu ienis siIat.
(3) Materi siIat itu terdapat dalam ienis hukum. Misalnya, hak perwalian dalam
nikah, menurut seorang muitahid adalah karena ia masih kecil, seperti yang
terdapat dalam haditd:
'+-¹· `ƃ Ɖ-·-¹' ´ƈ¹' -·´-`
Artinya:
'adis kecil tidak boleh kawin melainkan dikawinkan walinva¨. (HR.
Muslim, Abu Daud dan al-Nasa`i)
Lalu muitahid tersebut mencari bandingannya dalam hukum lain. %ernyata ada
iuga hukum lain yang meniadikan 'leadaan masih kecil¨ itu sebagai illat, yaitu
perwalian dalam masalah harta. Oleh sebab itu, materi siIat yang meniadikan
illat itu terdapat pula dalam ienis hukum lain.
(4) Jenis siIat itu terdapat dalam ienis hukum. Misalnya, apabila hari huian
dibolehkan meniama`shalat, karena huian itu, menurut penelitian seorang
muitahid, membawa kepada suatu masyaqqah (kesulitan), dan kesulitan ini
seialan dengan hukum bolehnya iama` tersebut. Lalu muitahid tersebut
mencari ienis kesulitan yang sama dalam hukum syara` lain, dan ternyata ia
temukan bahwa saIar meniadi illat dibolehkan meniama` shalat. Huian dan
saIar sama-sama berada dalam satu ienis, yaitu masyaqqah.
(c) Al-Munasib al-Mursal (.~~¹' Ɔ~'-~¹'), yaitu suatu siIat yang tidak didukung
oleh nash yang bersiIat rinci, tetapi iuga tidak ditolak oleh syara`, namun, siIat
ini mengandung suatu kemaslahatan yang didukung oleh seiumlah makna nash.
Menurut ulama Malikiyyah dan Hanabilah, siIat seperti ini dapat diiadikan illat,
dengan alasan bahwa sekalipun nash secara rinci tidak ada yang mendukung
siIat ini, namun, siIat ini didukung oleh seiumlah makna nash. Pendapat mereka
ini iuga diterima oleh Imam al-Ghazali, dengan syarat bahwa kemaslahatannya
bersiIat dharuri, pasti, dan universal. Akan tetapi, menurut ulama HanaIiyyah
dan SyaIi`iyyah tidak dapat diiadikan illat hukum, karena tidak didukung secara
langsung oleh nash yang rinci.
6) Cara keenam dalam mencari illat adalah melalui tanqih al-manath (='-~¹' ----ƍ),
yaitu upaya seorang muitahid dalam menentukan illat dari berbagai siIat yang
diiadikan illat oleh syara` dalam berbagai hukum. Dengan demikian, siIat yang
dipilih untuk diiadikan illat itu dalah siIat-siIat yang terdapat dalam nash. Misalnya,
meniadikan illat kaIIarat bagi orang yang melakukan hubungan suami isteri pada
siang hari bulan Ramadhan. Seorang muitahid melihat bahwa nash hadits yang
membicarakan kaIIarat orang yang bersenggama di siang hari Ramadhan itu
mengisyaratkan beberapa siIat yang bisa diiadikan illat dalam kasus ini, seperti
pelakunya orang Arab, yang disenggamai itu seorang wanita, dan yang disenggamai
itu isterinya sendiri. Akan tetapi, tiga siIat yang disebutkan ini menurut nalar seorang
muitahid tidak tepat diiadikan illat, karena hukum itu harus berlaku secara umum,
bukan khusus terhadap orang Arab saia, senggama dengan bukan isteri dan bukan
seorang wanita, mestinya hukumannya lebih berat. Oleh karena itu, ketiga siIat ini,
menurutnya tidak dapat diiadikan illat, karena siIatnya berlaku khusus. Agar illat
dan hukumnya berlaku umum, maka muitahid tersebut memilih 'siIat senggama di
siang hari Ramadhan¨ itulah yang paling tepat. Pemilihan dan pemilahan illat yang
diisyaratkan nash ini, oleh para ulama ushul Iiqh disebut dengan tanqih
al-manath.
7) At-%ard (~=¹'), yaitu penyertaan hukum dengan siIat tanpa adanya keserasian
antara keduanya. Misalnya, dikatakan 'hukumlah orang pincang itu¨. Dalam
pernyataan ini perintah menghukum tidak ada kaitannya dengan siIat orang yang
dihukum, yaitu pincang. Oleh karena itu, terdapat perbedaan pendapat ulama ushul
Iiqh tentang bisa tidaknya tard diiadikan sebagai salah satu cara menetapkan illat.
SaiIuddin al-Amidi mengemukakan bahwa pendapat terkuat menyatakan bahwa tard
tidak bisa dipakai sebagai salah satu cara untuk menetapkan illat. Sebagian ulama
ushul Iiqh lainnya, di antaranya dari kalangan Mu`tazilah, menyatakan thard dapat
diiadikan suatu cara untuk menetapkan illat.
8) Al-Syabah (·ƈ~¹'), yaitu siIat yang mempunyai keserupaan, al-syabah ini,
menurut para ulama ushul Iiqh, ada dua bentuk, yaitu:
(a) Melakukan qiyas kesamaan yang dominan dalam hukum dan siIat, yaitu
mengkaitkan Iuru yang mempunyai bentuk kesamaan dengan dua hukum asl-ashl.
%etapi, kemiripannya dengan salah satu siIat lebih dominan dibandingkan dengan
siIat lainnya. Contohnya, menyamakan hamba shaya dengan harta, karena
statusnya yang bisa dimiliki, atau menyamakan hamba sahaya dengan orang
merdeka, disebabkan keduanya adalah manusia. Dalam persoalan ganti rugi
akibat suatu tindakan hukum yang dilakukan seorang hamba sahaya, siIat
kesamaannya dengan orang merdeka lebih dominan dibanding sebagai sesuatu
yang dimiliki. Artinya, apabila kesamaannya dengan harta yang dimiliki lebih
dominan, maka ganti rugi terhadap kelalaiannya tidak dapat dituntut. Oleh sebab
itu, dalam kasus ganti rugi ini, hamba sahaya lebih mirip dan lebih dominan
kesamaannya dengan orang merdeka, sehingga tindakan hukumnya harus
dipertanggung iawabkan.
(b) Qiyas shuri atau qiyas yang semu, yaitu mengqiyaskan sesuatu kepada yang lain
semata-mata karenha kesamaan bentuknya. Contohnya, menyamakan kuda
dengan keledai dalam kaitannya dengan masalah zkat, sehingga apabila keledai
tidak waiib dikenai zakat, maka kuda pun tidak waiib dikenai zakat.
Dalam menempatkan syabah sebagai salah satu cara dalam menetapkan illat,
terdapat perbedaan para ulama ushul Iiqh. Imam al-SyaIi`i berpendapat bahwa
apabila tidak dapat menggunakan illat karena tidak ada unsur kesesuaian antara
suatu siIat dan hukum, maka al-syabah dapat diiadikan illat. Yaiuddin Abdul
Wahhab al-Subki, menempatkan syabah antara munasabah dengan thard, karena
dari satu sisi syabah tidak mengandung unsur munasabah (kesesuaian), di pihak
lain syara` secara universal dapat menerimanya. Akan tetapi, al-ShairaIi (tokoh
ushul Iiqh SyaIi`iyyah), menolak syabah sebagai salah satu cara dalam
menetapkan illat. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (tokoh ushul Iiqh Hanbali), iuga
menolak syabah sebagai salah satu cara menetapkan illat hukum, karena syabah,
hanya bersiIat semua dan tidak nyata.
9) Dauran (.'·~¹'), suatu keadaan di mana ditemukan hukum apabila bertemu siIat
dan tidak terdapat hukum ketika siIat tidak ditemukan. Hal ini menuniukkan bahwa
siIat yang selalu menyertai hukum itu adalah illat hukum.
Dalam menetapkan dauran sebagai salah satu cara menemukan illat, para ulama ushul
Iiqh iuga berbeda pendapat. Al-Bannani dalam kitabnya, $varh al-Mahalli ala Jami al-
Jawami, mengatakan bahwa pendapat terkuat yang dianut ulama ushul Iiqh adalah
bahwa dauran bisa diiadikan salah satu cara menemukan illat, tetapi hanya dalam
kualitas yang zhanni, tidak qathi. Namun, ada iuga ulama ushul Iiqh lainnya yang
mengatakan bahwa dauran dapat digunakan untuk menemukan illat secara qathi.
10) Ilgha al-Fariq (·'-¹' -'·¹ƃ), yaitu terdapat titik perbedaan antara siIat dengan
hukum, tetapi titik perbedaan itu dibuang, sehingga yang tinggal hanya
kesamaannya. Contohnya Iirman Allah dalam surah al-Nisa, 4: 101:
Ɖ`-¹' '·--ƍ .ſ »´-¹= -'-= `· .`' .· »ƎƇ- '~ƃ·




Artinya:
'Dan apabila kamu bepergian di muka bumi. maka tidaklah mengapa kamu
mengqasharkan (meringkas) shalat (mu).¨
Apabila diperhatikan kalimat yang digunakan dalam ayat ini, maka khitab dalam ayat itu
secara zhahir dituiukan kepada kaum lelaki, karena Allah menggunakan kalimat
'dharabtum¨. Oleh sebab itu, secara shahir ayat ini mengandung makna lelaki yang
melakukan perialanan di atas bumi boleh mengqashar shalat. Namun, apakah dengan
demikian wanita tidak boleh mengqashar shalat apabila melakukan perialanan?
Dalam kasus-kasus tertentu, memang wanita dibedakan dengan pria, misalnya, dalam
masalah perwalian dan kesaksian. Wanita tidak boleh meniadi wali nikah dan wanita
tidak boleh meniadi saksi dalam kasus perzinahan. Akan tetapi, kasus-kasus seperti ini
sangat terbatas; di samping dalam maslaah ibadah antara pria dan wanita tidak ada
bedanya. Oleh sebab itu, sekalipun dalam beberapa kasus pria dibedakan dengan wanita,
namun dalam masalah ibdah tidak ada perbedaan kelamin; karena wanita pun boleh
mengqashar shalat dalam perialanan. Artinya perbedaan siIat tersebut disingkirkan,
sehingga yang tinggal hanya persamaan antara pria dan wanita saia.

4. Pengertian %a`arudh Adhillah
Secara etimologi, ta`arud berarti pertentangan dan al-adhillah iamak dari dalil yang
berarti alasan atau argumen.
Secara terminologi:
a. Imam Syaukani mendeIinisikan dengan suatu dalil yang menentukan hukum tertentu
terhadap satu persoalan. Sedangkan dalil lain menentukan hukum yang berbeda dengan
hukum tersebut.
b. Kamal ibn al-Humam dan al-%aItah Zani keduanya mendeIinisikan sebagai pertentangan
dua dalil yang tidak mungkin dibakukan pengkompromian antara keduanya.
c. Ali Hasaballah mendeIinisikan teriadinya pertentangan hukum yang dikandunI satu dalil
dengan hukum yang dikandung dalil lainnya, yang kedua dalil tersebut berada dalam satu
deraiat (antara ayat dengan ayat, sunnah dengan sunnah)
Dari deIinisi di atas, dapat diketahui bahwa persoalan ta`arudh al-adillah dibahas para ulama
ketika ada pertentangan antara dua dalil atau antara satu dalil dengan dalil lainnya secara
zahir pada deraiat yang sama.
Cara penyelesaian ta`arudh al-adillah :
a. Menurut SyaIi`iyah, Malikiyyah dan Zhahiriyah
1) Jamu` wa al-%auIiq
Yaitu mengkompromikan kedua dalil tersebut dengan alasan kaidah
menyatakan, 'mengamalkan kedua dalil baik daripada meninggalkan atau
mengabaikan dalil yang lain¨. Untuk mengkompromikan dua dalil yang bertentangan
ada tiga cara:
(a) Membagi kedua hukum yang bertentangan.
(b) Memilih suatu salah satu hukum.
(c) Mengambil dalil yang lebih khusus.
2) %ariih
Yaitu menguatkan salah satu dalil atas dalil lainnya yakni memilih mana dalil
yang kuat di antara dalil yang tampaknya berlawanan.
3) Nasakh
4) %atsaqut al-dalilain.
Yaitu meninggalkan kedua dalil dan beriitihad dengan dalil yang kualitasnya
lebih rendah.
b. Menurut HanaIiyah dan Hanabilah
Para ulama HanaIiyah berpendapat bahwa cara menyelesaikan antara dua masalah yang
saling bertentangan sebagai berikut:

1) Nasakh
Yaitu membatalkan dalil yang sudah ada dengan didasarkan pada dalil yang
datang kemudian yang mengandung hukum yang berbeda.
2) %ariih
Yaitu menguatkan salah satu dalil dari dua dalil yang bertentangan.
3) Al-iam` wa At-%auIiq
Yaitu mengkompromikan dalil-dalil yang bertentangan setelah mengumpulkan
keduanya.
4) %asaqut Ad-Dalilain
Yaitu menggugurkan kedua dalil yang bertentangan dan mencari yang lebih
rendah.

5. Intisari dari Makalah Saya adalah:
a. %a`arudh Al-Adillahyaitu kontradiksi dua dalil dalam satu hukum atau pertentangan dua
dalil atau lebih dalam satu masalah di mana pertentangan itu satu sama lainnya tidak
bersesuaian.
b. Apabila kita menemukan adanya dua dalil bertentangan, maka ia dapat menggunakan dua
cara penyelesainnya. Kedua cara itu, dikemukakan masing-masing oleh ulama
HanaIiyyah dan ulama SyaIi`iyyah. Ada berbagai macam penyelesaian ta`arudh al-
Adillah ini menurut ulama HanaIiyyah dan Hanabilah. Ada iuga menurut SyaIi`iyyah,
Malikiyyah dan Zhahiriyyah.
Kasus hukumnya tentang :
a. Diraiihkan zahirnya
Sesudah menerangkan siapa-siapa yang haram dinikahi, maka Allah SW%
mengemukakan:
»´¹~ -Ž· '~ »´¹ .=' ) -'~-¹' : 24 (

Artinya:
'Dihalalkan bagimu apa vang sebaik itu.¨
Isinya : Boleh nikah lebih dari empat orang.
Nash yang menentangnya :
.·Ƈ· .`¹`· .-`~ -'~-¹' .~ »´¹ -'= '~ '·=´-'· ) . -'~-¹' : 2 (
Artinya:
'Nikahilah yang baik bagimu dari wanita dua-dua, tiga-tiga, dan empat-empat.¨
Nash ini menerangkan haram nikah lebih dari empat orang. Ini dinamakan raiih.
b. Diraiihkan nashnya
Menurut nashnya
Firman Allah mengenai wanita mustahadah:
Ɖ`- .´¹ ƀ-·Ǝƍ Ɗ-'=Ǝ~~¹' ) ~~ -'· ~·'~ ·Ƈ'· »¹ (
Artinya:
'anita mustahadah harus berwudhu untuk tiap shalatnva.¨
Isinya; bahwa wanita itu harus berwudhu tiap shalat walaupun hanya dalam satu waktu.
DitaIsirkan orang, wanita mustahadah harus (waiib) berwudhu untuk tiap shalatnya,
walaupun lebih dari satu shalat padanya.









DAF%AR PUS%AKA


Aminuddin, Khairul Umam dan A. Achyar, Ushul Fiqh II. Fakultas Syari`ah, Bandung, Pustaka
Setia, 1989.

Departemen Agama, Ushul Fiqih II. Qaidah-qaidah Fiqh dan Iitihad. Jakarta,Depag, 1986.

DiaIar, Muhammadiyah, Pengantar Ilmu Fiqh. Jakarta, Kalam Mulia, 1993.

Haroen, Nasrun, Ushul Fiqh. Jakarta, P%. Logos Wacana Ilmu, 1997.

Karim, A. SyaIi`i, Fiqih Ushul Fiqh. Bandung, Pustaka Setia, 1997.

KhallaI, Abdul Wahab, Ushul Fiqh.

Rahman, Mukhtar Yahya dan Fachur, Dasar-dasar Pembinaan Hukum Fiqh Islam. Bandung,
P%. Al-Ma`ariI, 1983.

RaIi`i, Moh., Ushul Fiqh. Bandung, Al-Ma`ariI, 1973.

SW, Zarkasyi Abdul Salim dan Oman Fathurrohman, Pengantar Ilmu Fiqh-Ushul Fiqh.
Yogyakarta, CV. Bina Usaha, 1986.

SyaIi`i, Rahmat, Ilmu Ushul Fiqh. Bandung, Pustaka Setia, 1998.

Usman, Muclis, Qaidah-qaidah Ushulivah dan Fiqhivah. Jakarta, P%. RaiaGraIindo
Persada, 1983.

Zahrah, Muhammad Abu, ) .Ƈ·¹' ´-¹' '~ ( Ɗ--¹' .·-'

Muhammad Abu Zahrah, ) .Ƈ·¹' ´-¹' '~ ( Ɗ--¹' .·-' , h. 6.
Abdul Wahab KhallaI, Ushul Fiqh. h. 12.
A. SyaIi`i Karim, Fiqih Ushul Fiqh. (Bandung: Pustaka Setia, 1997), h. 28.
Zarkasyi Abdul Salim dan Oman Fathurrohman SW, Pengantar Ilmu Fiqh-Ushul Fiqh.
(Yogyakarta: CV. Bina Usaha, 1986), h. 83.
Rahmat SyaIi`i, Ilmu Ushul Fiqh. (Bandung: Pustaka Setia, 1998), h. 23.
Departemen Agama, Ushul Fiqih II. Qaidah-qaidah Fiqh dan Iitihad. (Jakarta:Depag,
1986), h. 180.
Muclis Usman, Qaidah-qaidah Ushulivah dan Fiqhivah. (Jakarta: P%. RaiaGraIindo
Persada, 1983), h. 115.
Mukhtar Yahya dan Fachur Rahman, Dasar-dasar Pembinaan Hukum Fiqh Islam.
(Bandung: P%. Al-Ma`ariI, 1983), h. 497.
Rahmat SyaIi`i, Ilmu Ushul Fiqh. (Bandung: Pustaka Setia, 1999), h. 284.
Ibid.. h. 287-288.
Muhammadiyah DiaIar, Pengantar Ilmu Fiqh. (Jakarta: Kalam Mulia, 1993), h. 135-
136.
Departemen Agama, op. cit..ih. 213.
Nasrun Haroen, Ushul Fiqh. (Jakarta: P%. Logos Wacana Ilmu, 1997), h. 76-95.
Khairul Umam dan A. Achyar Aminuddin, Ushul Fiqh II. Fakultas Syari`ah, (Bandung:
Pustaka Setia, 1989), h. 184.
Nasrun Haroen, op.cit.. h. 176-173.

793, %::,3 502-,,8,3 :8: 16 ,, /,
/, 8,7,  ,3 :2:2 ,3 ,,3 20309,5,3::2 
::2,3:,9,::2:2  &8: 16 2025:3,507,3,3 ,38,3,950393//,,2 2:8,7  ,703, ::28,7 80-,,3,3,203,9:75072,8,,,380.,7,544
5443,/,39/, 80.,7, 203/09,  , 3 ,/,, ,,7 ,703, ::2 8,7  -07,: 8,25, ,2,3  !,/,, / /,,2 0/:5,3 2,3:8, 80,: ,,3 907,/ 507:-,,3 9,9, 848, 2,8,7,,9 803,80,:2:3.:50784,,3
50784,,3-,7://,,22,8,7,,9  #:,33:5,,3:8:1680-,,-07:9   $:2-07
8:2-07 ::2 8,7,  -, ,3 /805,,9 805079 ,
":7 ,3 /,3 $:33, 2,:5:3,3/507808,3 805079898,3/,32,8,,2:78,,    !02-,,8,39039,39,/ ,38,7,9
8,7,9/,381,9
81,947,3,320,:,3 9,/    03.,7,3 ,,3 0:,7 /,7 /:, /, ,3 -079039,3,3 80.,7, ,7  ,,9 /03,3 ,,9,9,:8:3,/03,38:3, /,3,3 
,3    !02-,,8,3 ::2 8,7,  ,3 205:98,7,9
8,7,9/,3 2,.,2
2,.,23,  -, ,3 -0781,9 9:39:3,3  ,7,3,3  5,3 ,9,: 073,3,3 7:8,  :, /-,,8 9039,3::2 ,2 2,:2,, 47,3,3/-0-,3 /,3,3 
,3    !02-,,8,3 ,/, 
,/, ,3 ,,3 /:3,,3 /,,2 2033893-,9 ::2 /,3 .,7,203:3,,33,  2::8:169:2-:/,3-0702-,3/03,3909,5-075,5,/,,
":7 ,3/,3 $:3, 03,3,9,,3 :8:169/,92-:/03,3803/73,909,5-03
-033, 8:/,,/,80,,2,3#,8::,/,38,,-,92,8,,:9,2,,3203,/-,,3:8: 16  805079 9,/  6,8  3,8,  /,3 9,88 8:/, ,/, 5,/, ,2,3 #,8::, /,3 8,,-,9 

$,, 8,9: 503/4743 /507:,33, 502-::,3 :8: 16 ,/,, 50702-,3,3 ,, 8,2 ,3 802,3 :,8  803, 9/, ,7,3 2030-,-,3 92-:3, ,3 8,3,9 202-:9:,3 ,/, 
,/, ::2 ,3 8:/, /-::,3 :39: /,/,3 7::,3/,,2203,/,320309,5,3::2  443,3 ,3,1, 28,3,  203,2 -,, ,3 5079,2,
9,2, 203:8:3 2::8:16,,-:,3,1, -::8:1:,22,/-3: 
,8,3 ,8,3 2070, -,, -: ,31, 207:5,,3 47,3 ,3 5079,2, 2030,8,3 2094/0 893-,9/,,2-::3,7
#,  ,3-::8:1,/,,47,3,35079,2,203:8:3 :8: 16 /,,2 2,,- ,3,1  /02,3 5:, :,22,/  
,8,3 90, 203:8:3 9,-:8:1680-0:28
$,1  -,,38
$,1 -07:7:05,/,3,  443,3 ,, :, 203,2 -,, 2,2 , ,/,, 47,3 5079,2, ,3-07-.,7,9039,3:8:16 ,2:3 2070,9/,203,2-,,2,2, 80-,,47,35079,2, ,3 203:8:39,-:8: 16 !03,:,3 -,,2,2, 80-,, 5073. :8: 16  203:7:9 -/: ,,- -7,2 $:,2,3 /,5,9 8,, 9072, -09: 5:,  $ , 2,2, ,3 203,2 -,, 47,3 ,3 5079,2, ,3 203:8:3 9,- :8: 16 ,/,, :,22,/ , 
,67 -3:  -3: ,3 , 
-/3  02:/,3/907:8,3405:907,3,2,2-:-/,, 1,7,8
$,/6 !073,9,,33 /:3,5,3 40 8 ,/ ,/,7  -,, 2,2 ,67 ,/,, 5009, /,8,7 /,3 507398 :8:16 ,347,3,35079,2,,3203:8:33,,/,,, 
8,2-3:, 
,,2 ,3 203:8 9,- , 
1,  / /,,23, 907/,5,9 :7,,3 8,3,9 50393 /,,2 2: :8: !03/,5,990780-:9 /5070,8 ,40 :3:8 -3:,7
7,2,3 ,3 203:89,- , 
9,1 , 
,/98 , ,8,, ,3 203:7,,3 5079039,3,3 ,39,7, /:, ,/98 /,3 2,8,, 5075,/:,3 8079, 503
9,7,3
3,  $090, 9:  -0702-,3, :8: 16 ,3 :,8   443,3 $,1 , 203,2 -,, 2,2 $,1  
, 47,3 5079,2, ,3 203:8:3 9,- :8: 16  , 3 /:3,5,3 40 ,2, ,2,  ,/ 
3 -/ ,7#,2,3 -3: ,8,3 , 
38,,3  03:7:93,  %/, /507808,3 , 2,2

3 .22:3 .9:/03. 907.83./././.5020739...3..-  && . 6./ /./.-./.507-:.3  6./ 5. .8:/ 20307.9  && &  809.3 9.9/./.25..   &.3 50702-..36.3--.944-08.7.3 -.3 . .7 #8.:.././.35079.5 ..89 --.73. .:3./.1 .2.: 2..:8:/-.  -.: 80.5 507.3.3 . 809./ 3 /3.3  .3  &&  &   &     && &  &  &&  &&   .3 /::7 203:7:9 3.-..3:8."$. 27.7...9..3/./.3 2.9.. 9.2.73..5.5 503025:73./.8.3. 0./     2.7  .3.9.3/.9.9.-.-:..80.7. /.9 8 50...05.-/.. .39/.:. 3 202-07.3 503079. 203.3.9/.793.37:2:8..3 :8: 16 80...39./ /-.3.8. 9.5.9:9..3/.5 .3 -07::/ 507.3 3.3 .7:8.750.:0383.-.- .39:3 05. .3/.  %.3509:3: :39:20309.9.. 2.950.78 -08.2. 50.3 2.550702-.2.  . 80.5.544203:7:9:.-.7. 90750.:540507.7.3.:5:3 507-:.: ./..$.38..  %.:  &39: 20309.8. 507-:.6.203:8:39..8..3  .9: 9.

/. /.2. 544 .3.5079.3 ./.2.3/:.3503.5 -../.3 .. 2..8://03. 80-.9:.0.8:/502-:./8:.28:.8.. .9  ". .3 /93./.3.8.::5.3 .  -/::.907.3 ..3503/.32. /.8: 8.:5:3/03. ./.3:93.32.3.3.39.8://03.2.9: /.5.3 /.. 3 /.9/.3.3 8.36.3 /03.3 .33.9:97..1.3/.9 /03.5..3-039: -039:507...3 02:/. 8./03. 03.2 .38.. 3 9072.3 97.    $0/. 80. -/3 -3 -7.3. /.2.5 /3.3909.3  2.3  .9:507-0/. -:.8:/9:/09.9.2.2 ..8:/ 2./.8:/502-:. 808:.7 6. 8./../03.3../. 6.:  - &   && !03079.6.3/2.7.    & & &  && & &   &  .  && 793.3 /.3/2.8://.3.2- 2.9.-07:9 & &'&&& &&&&   '& & & &&  &&&' && . 2.5.1.3 40 . 87 80-.3 /7:2:8.38./..2.1..7:8/50.3 6.  &  &&& %.3.:.3 40 :. /.8 80.. .3 .2.

39.3..38:/.3 8:/.2.7 8:.7/.: 7.3 8.7 /. .  .39.  /./0.5. $.3 9: 8.3 3.2 09/.3 0.  -/::.-$   & &  '&   & &&    & ' &&  &   &  &  & &     & '  793.3.3 -.3 ../.8.3 08:. 802:.0:.3 9/..5.:-0:2 2. .93. 203039: .3  $:.-07:-. &  &&  &&  . 0.07.: 203/.3 8:..9 /203. -.3 07.0:. 9039:.3 802:.5207:5.3/:3.8 0-03.3 /.: 7.90.340 07.7..9.3.7: 92-: 02:/.  02:/.  80/.35.3.7.3 /.: 7. /. 8.3./4.203.:.3 9039.9:3.2030:. 20.39:8:/.3 .2 0.. 5./98 3 2030..9: / /.39/. ...5.:..  #  :82 /.3.8.7:3  .9.3 08.2 507:9 02:/.38 .3 -.5..9: 0.9.81./..7 208/ 803. / ..3   &  & & & &''&       &  &&  793.:.9.30:. .3 9: -.9..3 8.8...3 808:./.3.9: .8.33. /..3 9.7.7 -:.33.7:8/. $08:.7808:.7.39.52./.7.3.8 /.2:/.9. 7. 8:.:-0:2 2..:.7.:3.3.7./.793.. 808047.9...2. .      ..7507:93.703.3 20302:.3.3  9.3.-/.-.3 . 203/03.9:/.:..

.3 80/9  .3  .7.3.3  8. 3 . 9: /80-:9.9.220307...3 7.7..3 203.: /03.9 7../.3 /7. .2 8. /. 8047.9 .703.3 793..:.: 7.3. 0/:.. 07.7-/:77.38.3 . 202:/.3 -0-07..8.9 .9.99/.7. 7. 72.3.3.3 90...9: :2 . -.3 /.:.3 ..3  !. /07.8./. 808047. 02:/.3 . .3..3 80/./. 0.3 /.9.8047.93./. 05. .39.3 80/9 9: .79.2 /03././.3 5..7.3 5.2.3 .3.8./. .7 /.... /03.:/.1  /73. 05..5. 9.:. /.7:8..3 .  2.. 207:5.3 -0750.37.3 9: /.3 07..9: 08:8./. /.: 7.  .:5:3 ./.2 8..5.3 5. 8:.3 /03.3  .39:/..3 -.3 .3    !03079.  &  & 08:.8.5.3 90780-:9 /.9 .5.3 9/.-..3/:3 08:8.3. .3/.: 025.   & & & %& .33. -:.3 /. 7.  073.:.3 89...3.8.3 -.3 2:.3 ..5...3  .$%  793..702:/.3 203.3.. 9/.3 9. 7.9 /.      .8:/3. .: -07.3.9  2.3 .3. -.7 .3 .2 50.3 80/9  # %:72://.  8:.3 5..9203.3 803.: 7.5. 7:8.

 -.203.3 -. .9. 203.3 .8:.9.3 /.2./ -40-.&& '& '&'& & &%&&& && .3 .2.3   793.3 0/:/:.8:. /.02..808:..3 /803./..-07-:.  # :.7..39:9/.3/.. 02:/.702.18.20303/..7-::7.9:203. 9: 202:/.9.3907.7/.3   793.2.3-.3 03.3  -.08:./.2.7/.3-./.2  /.33.:02.3.3 0909039:.5 80-..39:./..2.3 . 07:8.80. .3:39:.3/../-40.9.$% . 808047..20303/.32:/./.. 8..3.9.7 ..3     $:2-07. ../..9:07:8..5:3 .3./.907:8.3 -07..3../.9.3 /03..3 /..02:/.2. 3.3203:3:.  803.3 9:/.9/.3.7./.9/./.7:8/.7.. ..3.9:08:9..36../.2:/. .3  796..3 -8. .31.  / && 793.73.3.3 -03.36. $% .703.3 9: 20325..2..$% .3.56./ .

3  " $   .9.3-07-:..2:202-:.3  " $  ".3/.7.3..3.47.3/..6.  -:2  808:3:3./98.907:8.3.3/825:.". .7-0-07.7..   72.9  & 793.3. .3. ..3.3.28:7.-:2   &   793.3..3 47.6. 203:.3.-07:9  && 793. .9 .  %& &&&   &&  &    .9/.3.5.  & 793.. :39: 202-07 02:/./.8.$% /.93 8.9 07:8.28:7.3.3 / 2:.7.39..$% /... . 9/.7. .2: -07-:.907:8.80-..3/2:.2: 207:: 2070.3 .3.8  72.

7/.3:82  %& 793.340:.3:82  .3202:/.3.7.    . . /-.3 202:/.3  2.7.5.9.2.9.  .5./987.  # 2.3.7.2..  %&%&  793.7..3 /. -40 202:/.5.  %& & && .3203:8.3  -.7/. $%  .3 2.7...  /.32.33..3 2.33. %/.  #  :.3 47.7 :9.7..3/7.7.33.9.5..3-.3 47. /503: .3. .8..3 2. /03.7.9%:72:/  & 793.3 /-:.39/.3207.7.$08:/.33.3202:/..38.  /./98.: 808:/..9.3203:8.38...202-072:/.9 403. ..9.9. 202:/.9  " $ 3 8. . 8.3 /2:/... .9 .3 203:8.9..9..3 8..203:8..38.9. ./98..33..7.

8.3  ./. -075..55079:2-:. 40 2. ..3.380-.3 2.3-08.:5:3 2033.3808:.3 172..3 .94.3//.. 3 /7:2:8.9/909.3 .3:.8.3./03.9: ::2 ..7 47.35.9 5././.7:.31..3 5. 4. 207:5.3:.  .3 -4/4  /. 207:5.9 .9:::2.3402.5./.   /.8.3 8:.3/.38047.3 503079.3 8:7:.5. /.32:82. 3 .3  "..9:507-:.9 /3.9...-.9:  ..9:80.9.3 .6./07.3.3 ::2 . /.3. 507:-.7../.8.35.7./.7 .9:    &&&&& & %:8.3 .-/.5.7.39.5:3 -./5. /../. "$  .2.25.3 5.8.  -.7 6.-8./.2.3..8.3:8.::2  ".-. 503. /.9.3  507-:.9 -07:-.5.793.3 -.5.3 -07/...3 /507-:. -07:5...3..9: :../.2.3    &&   &&      %/..3 .38:.3 .5.3/.. 20307.76.8..9.7907.90-.8. 202-07.203.808:.1:6.: //./.0-..9../..3.9.9:   &  &   && & &  5.3/0138  &71 .7.8..30:.9  # %72/  0   && /.39:8.8.8./.3 -07.8.3 507:-. 7:1 8079. . 02.3 9:  8:..3 /03./.7-0-07.39/. 3 2025:3.2.../.2033..390. 2.9 470..7. 02.8.7. /.9:.5.02.9./. 507.-072.: 5. 2.3 -07.. .

7.7 80.3 ::2.3:.7.3   &&  .. /. .7 .-. 3 .2 -039: 9:8. 9: -07.7./.33.2.5.1.5.75.7.3 :71 ..  503./03....16$..2/.2.3:8.9 80-.3503/0.7 :71805079 203039:.3 /. 80-.3 /907.5.8.:.-.. /...7./.  ..3-07:-. /03./. 0:.  8.2.7. 944:.  -. :8:16 .33. 207:2:8.9/03.9  0 80-.9..3 /03.3./.7..3 /02:. !03079. 9072344  907/.9  ..9.8./8.9-07.9203.3:.3 ./.780.2.3::2.33./..09244 .33.2.8      0138/./03./. 503.3 .:5:3 .9  $0.2.3::2-07/.79 0. -07:-.3/03..9  90780-:9 9:-: 2.2./ 8.9 -0-07.7..38.3     2.38. :38:7 ::2  . 5.3 .33.33.5.8 $.3 .9 ..79 3..3/0138 . /.3-07/.3 0-07.3.3502-. /0138 .3.3 2025:3.3 90..9: 0907.-07:-.3/03.9: .33. 0/:/:./. 0. 20309.- 9: .9 203.3 .3.8:.5.3 :.8.9 8.3 808:.3    &  &&  &  03039:.. 6.-./.9.3... 20203: 8..3.9 9: /.9:.2.3//.3/./.479.8:/ /.9.-..32./..3 .8.3./.9 $0.203:7:9:.:8: 80-..9:50309.9 2..9.3.. .9  .3.9 . .1 .808:.7.2.32030-. 8:.703.

3 .  .9:::2  2.5  ./.3 ./0138/. $:.354943 9. -07503/.3 .980-.- .-/.-.1://3.9/.2.3 .:.9:::2  .3.78.  '& && &  &' & & 249.9: ..3 203.9.793.3.50303.9 9: -:.8  . 2.28:.3 .9/.7.3 -.703. .93. 9/. /0138 .3.703...-.7  /.3 /02:.8 507-:./ 9::.-07:9  793.99:-07503.9.3 /03.207:5.9 907.:7  /80-.3  .20/:.  20./.79.3-071:38 80-.5.:.5.8 507-:. -:.2 20309. 203.3 502-:3: 907.-. ::2 /.3.3 203.9 -... -07-0/.8:/3.907.9.2.8 5030-.7: .:7 9: 803/7  4394 .5 ::2  -:.3549439.99:.5 . 507-:.. .9.3 2030-.3.3.3 909.73..5::2 8.3003/. 2.3 .9 .9 2030-.3 909./.:7 .3  8047.  .5 207:5.9.93. $1..9..3 507-:.3/02.3.3.3502-:3:.3 203.5  ::2.3 .5 ::2 -:..1   03:7:93.79. .3249. 03. ::2  909. .3 3 .5.3.8:.5.::2.8. ./.47.3 802.5.3..:.3::7.-..-:3: /80-.703.0.. 20302:.3203.3 . 203/.202-:3:802.3 ./.3 2:3. .8:.3 .3::2 !.. 2/203./.9.38:.9 9: 203. ../.9..9:81../..9.9.-3.3 .9.3 -07503.207:5.3 .9.7: 907.3 /. 503.5::2  .3.. .9./.. 503./.2.3./ .:8:.3 5030-.7 003/.78. /03.7:8 ..-.  .3$.3 /0138 / .3 8. /03.3 3/.9  .8:83 -:...3/0138 ./.3.3/:3 2.3  909.9:::2  $.703.  20.3  .9:::2. 3 9/././.3 /.7:907.8.9 .3/.3:39: 20309.9.  .3203/.8:/3..3/.3 803/73.39:803/75.9. .3.

3 .  .9.8::.3..:8:1620309.:: 8.87  ./.  .3 .9 !.7. .3/:3 ./.5 203. /.7 :82 ..7.9./: .8.. /:.. 2. .7. .2172..33.9..7.2 .20309.8:8::2.:5:3 $:33.-/.3 /.5. .9 .8  -... 2:89..3 0 . :8: 16 20302:.9 !..   793. 80  / .11.$-078.3 2.9 9:  203:7:9 :.://.7.3 .3.7.2.98:.3 /.3 .3907/././.2 2.... #.9:. .33.2.5.25:3.3. .5.9:::2/.7.3  4394 ..3 :39: 050393.- .9 ..3 /. .39:  #  :.9 .7.5.: .280-:..3.3 80.9./...5..3 .8  8. ":7 .3 202-:9:.203/. . .9 /.7....  .9.89:-0781.. 2..347-.7 507. 9.2.95.3.5.8  909.2  .3-.9#././. & & /./. .:9/.3 502-.780..3 5.3. 5.3.3/. 203/. . 20.  /.3 .89 /.  ../3.: 3. .:   &&'&&&&    0./.89/.:. $  /..9.33. :.7.7.38:3 40 3.7 80 ..2: /.3-3:.9/. .3.99: 0.5.. ..5.780-8.39.38:8.2: 20325.8:7.9/.3.9/09.. %72/ -:.23..38:8.3825.9 .35.3-. 2.3 /.9. .3/:3 02:33.9 9: /. .99: /907.3 47-.8::.7 -07-. :8: 16 .  &   &   .

.9 :9: ::2 90780-:9  8.8..3 -.9: 503079.3.  .3./:9:203.920..: ..3 .8.3 907.3 283 /. .3./ . 2.3 /80-:9.9:81.3 ::2 ..7.9.  2./ . 8047. 8../893-.5.39.8: .: 3.3.-.2 507.:8090.3 ::2 9: 203.3-3907/. .: .5:3 ::2 .3  8:5.. ..3 .2: 8.2 .      & &&&& & .3 .3 /909.3-    & &&  .- .3 81.9...90.5. 0. .3 203.  09...3 .  !0309.5030-:9.3 -07..-070/.79..79.3 /..3/:3 503079.  . ./. .3 -:/..7.3 20.2::28.8.: 203.  !0309./8..: 9./03. 507..8. .  0.   0. .9 #.3 /. 81.. 16 .3 05.3 ::2 /.3. 05.5. .25:789073..90.3 /.9 3 -8.7. #..81.9 .203/03.3./.5 . .9/.8././.7 503/:/: 49. 7. 9.79. &  &  & &    %& && &  && 793.-$ -078.:.3. :.9:.7-:.5. /.47./.3.9 ::2 9:  8.9: ::2 .  909.39..7 8090..- 20207/0.5 .39./.92  47.9 3 /6.3 203.-/.3-.3 47.- $ -.2.3 47./ !0309.9 .9 9: -8..3.3 . ./. . .25./8.:81.3203. 203./.3 /-07.5.3 2032-:.25:7 89073. 20..3.-.202-. .3.: 2.9 8:.3. 0/:.7.5.7/. 5:.8.2. 8047. 207/0.  .  #.3  /.3 ./. .5.2 2.7.9 507.3-:/..3#.3 -8.35:.3 47./ .9.9 /03. .3907/. /. :39: . :39: 20309. 49..3.3203.1.3203.8:  07.22.3 203079.3 47.. 9. 2.9.8 0.99079039:. /909.3 .. /09.. :.5.: 2.3 7.3 .3.90780-:92:3.9-0-07.3 -..3 20. ::2 .78:...8 /.3::2408.5.. 2.9.7 -:.381.3.703.8:  .3 -.7..-039: / .

/.  && !02-0/../..9  2.3 :.: 5030.3 -.3507./.. 8.  .88 /. .33../.8 .:.-. 81.32.9  8.7.9 .3 /80-:9. 8-7 .3 9: /80-:9 80.8  8047.-.5 .8 . 81.5 -0-07.3 503:.7../.3 /02:..3 .29/.3/:3408:.682 ..: .3  8..3.8.3.3/80-:9..3 -0-07./. 9.3 .. .::2.9 /-07. 7. .3 81./.9. ::2 207:5.9.3  .3 /. 81.:./. 2:9. :39: /.2 3.2.#.3 503:. !030-:9.3 2:9.. .5. 8.3 2070.:.3./. 81.33..9.3.3 90780-:9 203.  #   :..9 .9:3.3./.3 / .9: 81.: 9/.0.3 /-0/...2 203039:. .2.5.9:::28.9: 81.38047. ./.:../. 907.7...33.:. /. 507-:./ .9.3.3.33. ::2 ..3 203079.3 907/.3 2:9.33.0.  /.81.8  080-./ 203. ::2 .9: ::2 /.3.7. 9.7  /.9 90780-:9 .7.9.3507./ 907..3  ./.7 -0-07.7/.2 5.3 -..7./ .  .9.. 8-7 .682 02:33.:..3/.9.. 3 203:3:.9 .380.2 202:9:8.682   &  &  $-7 .  /..3.2 202-..9 ::2 .3 . 50309.9 8:.381.9..3 20. :5.7.3  .9 -.  02:/.3 -078.9 /.3.3 203:7:93.7.5.9 507.  .9.3:82  $1..3 2:9.9 5.9: ::2  5.2- 8. .- 9: /03.9 2. 0.3 905.2 8:.2-. 0/:..3 202-07 509:3: -.$203.3 /:. 47.7.8 .3.7  /80-....3 .9 :39: ::2 90780-:9  8..9 .9/.-40202:9:8.3.3 /.2 ::2 .3/. 8047.3 /.3 .3 .5:3 9.9 81.8   0./ /.8.. ..8::.3  & 793. 5.-20207/0.3 /80-.9 40 8..32033. .3 .20.3 -07-0/. ::2 9: .9 /. ..

.3 .3203039:.2.3.-8.80.5:32.9  .3.33.9-.39. 805079 3 /80-:95.2.3 81.39.39.  9/.2:9.3/.3/..3 5./  /.3202.3/:3.3. 20207/0.9 2.: .3 20. -8.381./. 5078. .. /..3 507.8.39.3 ./.3.:39:202/.390.3 .3 5.0--07././. . .8.9 81././.3 / .9.80-.8 0.3 -0:2 5073.9  805079 .9 .3 81.39.2 2.9 .8 0.. 81.81./...202-039: 8:..9 2.3 . .7. 2032-:.3. .. . 8.39/.2 2. /.9 . 9/.. /.9: ::2  80/.3 -:/./.3 3:/.7.90.8 0.4.3909.3..7:8 /207/0.3 808:.8 507.381.9.9073.9..3 -8.9 .9 .3 .:./.3  . 2.9: .3 2:33 /.9 2. 9/.3 . -:/. 20207/0.8.39...9 2.. 2. . 80.:8:16/03.9. .5 203:7:9:.3/.3.9.5 2:9.7..3507. 2. /.3 . .3. . 40 8. .   & &&  . /.9 2.9.3 .3 81.703. 2:9. $1.7.3.. 9/.3 81.9 .3  80-. :9. .99:/.3 /03.3909.39/.3  .8. 81.:39:. .703.2.9/.  8.  81.9 /.3/.3 507-0/.990780-:9202..907.703.:5:3 .8.80.9..81. ./5.3 .:8:16 81./9072. ../5.3 ./.  # :82  .9.3203.2 .9/. $1.8 507.8 507. /03.3/.7.9 -0-07./90780-:920. /02./ 20.3/.7.3.5/73.3  !03039:.5...40 .7. 0-905.4 /../..202. -.5.9  /.703..8:8 3 .7.39. .3/53.3..  8./03.22./98  &&  793..

9/3.3 ::2 .8:8 ::2 ./.3 /. 203.5 8:.8.3 /-.9.3 /.9 9: /03. .3/:3::29: .9: 81.9. 503. //:.8.-. 8:.9 5./ .3./.  :9.-.9.5..  81.703..3 907/../.  9/.9 203.9: 81.3 2.3 .3  :3. && . 8./ 9: 803/7 9/.3/.9: 02.9 /::7/. /03.7.9 /.3 907.3 2:3. -.9 .9 3.5.9 . 80-.3/.. 0907.7 207:5.405.3 .39::.2 .3 907.793.: /80-:9 :.33..8.3.:8:16/03. 81./.9:-07:5.5 02:/..8.5..3/80-:9:. 20.9  ::2  .3.3 0808:.9.. 5:3   :3.5.7..: 5034..5.  &&  ....-.3 ..7. 8:.5.9.8.9: ::2  /.8  ../. &.9 9: 207:5..9.

9.3 . /03..8/ 2.02.9.  .9 5.9. ::2 && &..8. ./. 2.8.6.: 7 .: /80-:9 :.3  ..

9.3 9::. 2.7.3 8.3.7 .3 9::.5020.9  && ' ..7.

7..9 507-:.3 8:. 2.8.3 /.3 3./.9.9.9: 81.3..  .7.8..3 ::2 /.9.203.39.3 .9.2:3. 09:7:3.33.9 /::7 /.3 .7.7.9.3.9.-.7 80.8.203/.5.3  .2.9: 02...3 9: 207:5.  !073.9.3 203:7:9 3. 02:/.8802.3 /03.9.3::2  4394 2:3.: :39: 2034. 507-:.9./03. 3. 90780-:9  :39: 8:.3  .-..5.9: 2020.

3/.3 .3  !.. /.-. . -:../.  20309.8.2 8907 / 8.3 . 47.3.3 . /:. -.3/:302..3 #.2.3 8:./.5.9 /. :  & && .2.9  203:7:9 5.7.  8.7. /:.8 ::2 .3 2:9.7 80 .5. 907.8.9:81.3  -0-07.:8:16.: 9/.18. .9:09:7:3.9.8.3  :3. 5:. 3.3.38:.3 909././.3 :-:3..:.11. -:.11.5. 47.3 -079:7:9 9:7:9 -.3 -079:7:9 9:7:9 80-./ 203. .8.3.3 20.8-.9.  :3.73.-/.25:73.9.8./.02./.-.5.. /..8.9. 50309.7 -:.3 . /.:..3203:7:95.3.3.3 .9202-0/.9.2.5.5.39/..9: .3 2034.2 ./.3 5:.7.  .

7:8 /.2.2 . 8.3 203.9 .8050793.5 -079039./.9: 2.9/./. 8..:./  8..3 2070.33.-.9: .8.. .3 ./03.9:   . 2:3.-.2 8907 / 8.. : 9.9 5.3.3 8.-.3 8. 2. 803.025. .99.99:907/.7 -8.  ...- 203.9 202. -:.3  ..7. 6.3  207:5.9: 2:3.3 8. :.3 -0-07.9/.7.92.7 2073.3909. 5:3-.8.53.2.5.8.. .5.7 /. :39: .9  .-:/...3.3.5. 47.3.8.3 /03.39  -. 93..8  /.3 9:  03.703..5.. 073.-. 20.8.  ..3 . 47.3./.3 .8  .66. 8047..- 9:  203/.3..9: 81.3907/..3 ..3 203.0. 907/.3 5:. 47.8 . ./.. :.9 .703.3.7 -:.3 203.8.3 . . 20207/0.2. 9/.3.11..3//::3 40 8.5 808:.8.33. 9/.  . :39: 203:.2.7 507./. .. /03.2 507.9 038 81.703.9  .9.3.::.-.39..3 . .-..3 -:/.3 80..8.2.-./.3 8.2.95./2030-.  0 80-.33.2.5.5.9 8079..207/0.39.:.  . ::2 .2. .3.5.38047.038::2 805079.2::2 :3..35..8:8 805079 3 ..7. 2.3 ./.3 ..8-.. .  80-.9 :39: 2036.703.2.2 507.-8. /.66.3 . /:.25:  2.3.3 /02.9  ././. .3 8:.3 -079:7:9 9:7:9  /..3  ..-:. 202-07 2.- 9:  073.9 /. 2033.3 8.7  & && . /.3  -.3 :39: 2036. -079:7:9 9:7:9 /2:.3 907/.  /80-.3 .3 .3 /. 2033./.3 .3 :-:3..3 .3 2:/.66.25: 5:.3 7..3 8. 2..28.-07.5./..  :3. 47..9 5.:. -07:7:9 9:7:9 80.3 47.3 47.3 ./ /.7. .7: 8. 2.1..66. .3 283  080-..  .8.3/:3 02.7 20207/0.3 :39: 2033.3 8.11.3 202503. -07.38:3 /.9 .907 81.  -.9: 8.8.7.8. 9: /507:3.3 20. 203.3.7.9 9: 803/7 907/..2.7    03881. 2.907 ::2  805079 81.  8.  8.9  . 2.9:03881.

3 -..3 203/::3 81. 8:./.1.3. .3 203. .3 /.9 /.  .98050793/.3 907/.9 .3 8.3.99:907/..9:038 .3 203.. 9/.3..3 8.3 /-40.7:7  5. 909.3 .  ..8 80.  . -40 .3 . .9: 507.9 9: 907/.9:81./ 90780-:9 203.9 -. 8.- 9:  2. 2.33.3.9./  202-. 80.  0 80-.9 /.1..7.9/. .92070.2. .3 8047.80.9.9  ....2./. 40 2. 8.  .703.3.3 2.3 0.-. .  #  :82 -:.3.3 2:9.3.5.8 !03/.5  203:7:9 :..3./.7. .  90780-:9  .-07.3 .39/.2 ::2 .5.907 81./. 3 :. .078. /.8.7.3/3. ..2 . 902:.-.3  /.78.2:3 81. 81..9:8:.2:3 81..40 8.2. :../.3 /03.2 038 ::2  8. :./.2.9 /-40.1.3 9:  203:7:9 50309./8 0. .2.703.3 -.://.2. -0781..9:02. :78.3 .5.3 2:9.8 0.5.3 203.89  /.8. .3. .2 ::2 8.  203:7:9 8047.3/././.3 . 73.79..  805079 .2./9/  & 793.9  :. 02.9  /03..3 /.3./.8.2./..3 -0781.3 /.  /03.9.2038::2.3 08:9.8... 8.: 2:9.9 .  3.9 3203.973.9/.3... .8.3 203. 08:9.2.5.3 3 80./.7 :..   .5 :.3. /9072.5:3 3.3 909.8  03:7:9:..8 . .39073.28.3.7.3 /. ::2 ..38.90781.2 2.  8..507.3     & &' 038 81./ .93//::34080:2.99:907/.5.9/.  9: 80-.7 -.3//::34080:2.3 .66.3 20.33.7 03808:9.9/./.3 :3.2038::2 8./.2..//::3 40 3. & && . .95:.8.9.  ..  :3.8-.8./ .9..: 2:9..2.9: 2.9:2.66./ 90780-:9 203.93 3./94. .2 3.3.5..3 ::2 -403. 9/. 05.7 203.3/:38:.3  %073.

..9.7.9:.9  &&  . -8.9 /..11.3 .9907:.23.9203.3 8907 /.36 .3 .9  $0-.1 .9.3 :8:8 907.9 .3-..2 8907 5. 9/. 8.9.9   9 %.//::380....9 .9 .3 : 9. 47.9. 8.3.3.93. :8: 16 /80-:9 /03.7. 8047./ 20./98 .37.3 .3 /8.3 53. 8.3./.3 .2.:9.3 3 50739.35.5 9.33203:7:93.39.: :8:8  .9.2. 9: 09.3 202-. 80-.9.2 203039:.003.3.9./ /.3 .9 -..3 20.7..9 .7..3 /5:39:/.38:.5.3 . 2./.78047.9: ..2203.3 -0-07./.   .3503/.5.39.9/.9/. ..3 -:.3 .9::2 .3/./..:80. 8.2 .::2:2  2.5.7:8 -07..3-.. 9/./.- 8.9 /. :. -07. 8.2.11.9: .9.9 .3$. .. . :8: 16 ./.2 5073./.3 /02. 0- -07.:.3.7 -:.2.9  0.9 !02././. 2/20302:.3 9:  .373./9/.3.9.20.7.2/./. / 8./.1://3.703...2.9.  8.. /03. 81..9 /..47.3 .3 /.9 47.3 2:9. 0807.3 8047.9/.9: :5.99:/.8.3 3.703.9507-0/.  803.7.3 .3 8:.7.7.39..3.9/. ::2  03.3905./ 8. ::2 9: .3 9.8 3  40 5...2.9 81. 9:89073.3 .2.3 .:3..2..38:3403.8.2.3.503/. 81.5.9803.3 ::2 /03.3 -8. -07.3 2:9.  /. 9: 907/../.3.:2:2  -:.3 ..9 3  203:7:93.35.  /..3 ::2..3 ::23.33. /.:39:20309.3 .3.81.7.3/80-:9.9:./90780-:9 202 81..703.7./.3 -8..33./.5.7.7/ /..2 -07-.8 ..3 7.3502. /.5.3 -:./.3  81.803/7 .9 /.3 .5.3 .8:8 3  805079 50.3/803.  203.33.9 -. /.2.9 40 8. :39:20309.7.7#././.5 47.81.3 .7 .7.3 #.3 81..:8: 16 9039..3/803.3 /::2  .703..3.3 . /03.905.9/.9. ::2. 47.3907/.7 #.9.703.9  .9: 503079.39.9:53.36.9 /.9 47. /5.9 9..3 9: 2038.7 . 9.3 9. 2:9..3 .3 9:.3 2:9. .3 81.3 :-:3.7.7/  &  ../.3909..9  $.3 -07803.  20893. /. 81.7 -07-.  203.3  $047.9  ..9:8047.  / ..3.3  0..3./.8 8.3 80-.3 :.7 . 3. 20309..5.. 0/:. 203::2 9/. 2.5. 81.2.5.3 .7.5.7/ 9/.7/ /.

8:8 .3 /5. 8...703.33.2 ::2 /.3 47.703. 0807:5. 9/.. 8.9 -.79. .78.3 8.3 47.3.5.  &  .3 ..9 203072.8.3 .7./. 8.2. 8.3 .3 81..2-.39.  2034.9.9:2036./03..3 08.3 207/0..9: 203. 2.1 944 :8: 16 $.9.3 . 08..3 5.9  803. 8.9 507-0/.9 /.2. .-/03.  203..7.39 7: 3  .:8:16 ..3 81.8 08. /03.3:8./:.50.3. 8..8.3:3.8. 93/.  .3 802.3 207/0.  80.9  . /...7. /.79.2 20309.3  . :3.3 .8 . ".2 .. /03.9: .: 203.5  ../. 8.2.2.-. 8.3 8047.  .3 .3.9..7.5 0275.-.9: 81.9:81.397:907.-.9/..39..3 .-.3-..3 . /03. 3  203:7:95.33.  0.  :..2 203025. 8..9/..3802: .9: 81...88:7..-....5.3 /2 0- /423. 808:.90-/423.  .-039:08..  43943.3 6.3 /. $..3  . 08.3 ...- 9:  /.3 -8. 00/.-.9203:3.3 /-.33. 0- 275 /. 0808:.33.5. /03.9...9  -3: "..  43943.9  907/.9: 93/.3 ::2 . $:-  203025.. .9 2. :. /. .8.9.-.703.2..9:05.:. 203.8.3 47. ..5.2 .2.703.-. 8.9 .9/. /2  .:.:6.2-.-./03.-./.  203..-039: .3 00/.9:88 8.  803.9 08. 8.9...9  .1  -07503/. . $..-.38..8.3 2. 89..5. /.3 /423.9: .3 2. .3 -039:3.9: .-/03.5.1 ..-.3 .33.9/.38.9/9:39:9  080-.2.2-. :8: 16  2.3 0- /423.33.:.::2.3/03.2-..5.-.://3 -/: .9..2 20309. 2.3/3.7.-..3 8.7.5.2 .31:7:. /.-.2. 0- /423.9:83.2.3/3 80-..32025:3.  81.  /80-.3 207/0.078.5.9  .9 .5. /03.:38:70808:.:./.  ..7/ .2. 8:... 80-.3/:./.3 0/:.2 50784. .5.2:3. .3 /2  793.9.   $.3 :/. .3 ::2  2.3 ::23.39./. /.3..3/03..9 8:.8  %09.3 ./.:/..3 /.7. . /03.7.9: . /03.33.3808:..-.2..9.3/-.3 2025:3.7.3 909..7:8 /5079.2 .9 /.3/:3:38:7 2:3.39 7: .. 944 :8: 16 ./. . 80-..5:39/.

9/:3.3 ./..20309..   .3 9: /-:.7.. 203.380.3  803.76 && &  .9:.9.3 203.8.2.5.3 -8.5.2034.3/. ..33.33  9/.8.980.3 .5. ..:7.3.39...3 .5...9.3.7.2 :.28:7.-.80-.3 .5.9::209. 8.5.-..9: 907/. -.3 2073.33.3/2. . 81..-.9  ..3 ::2  909.6.33..:203079. .7.:8: 16:./.5.3 /. 20302:.9     ..8./902:.2..7.9 2:  &&  &'& &  .9:.2 .8 8. :. 8.8 .3.3-.9 /.2  203.3 .3/.3203:3:..9802:.3 ./.7. /.3  && 8:. .9 5. /.9.99/. ./.7.2:3  .:7.3-./.-07902:81.5 99 507-0/... /.. -:2  2.2: -0507..8.9   .2.3:9 :..81. .3 8.3 . :8: 16 .. 8.3 93.-07-0/.172.:7. :8: 16 . 6.9./.3::2.3 -.9:0.39/. . :.9  909.3 . 20302:.9: . 08...-3.5..-0781.-.9::2 .7..9 /03. 9/..::29:..7./902:.  .9 907:.2. .        793.503/.3:39:20302:.5.9 .703.3.29.9 99 507-0/. ./.3 80-.3 / 2:.3/.5. $. 43943.:.8.. .3...3.2 20309.9.8./. ..5 ..:7.9::2  .2: 2036.907/. 81..39/. 503/.

.  /. .3 0.23 .380-. /03. .9/03.393..253/. .3.3 81../.3 05.  ..3 20.3. /03.3.:.3 -07-0/.3. %./ 8.703.2.5.8./. 09244  9.8.8 -:2 -40 2036.7://.7:203  $0.57.3 /02.2.39.3 / .3.3 /. 5:3 -40 2036.8/8.-402036. 9/..  080-.3/03.3.2/.3 .3 08. .7.- 9:  80.  .3  .8:8 805079 3 8.7..2 507. 8..30/:.7 8.3/:318.3 203039:..79 5079039.39.5 8.203/0138.39.3.-./.2.39.3 ::2 ..8.3.90780-:9-07.8.8..8:8 9079039:  202.9./3.  28.3.5079039.-9:2  0 80-. 203:3././ .. /..3/:3 2. ..3 ..99: 80.8/./..3 .9: /.8:857.9072344 . 9/.8..3 /.28.8./.22.79.78.. -/.8.5078..2:3  .9.30/:.2. :2.3 ::2 9079039: 907.39.7.:.9:/.7. /-0/.3.9907-.5.9./.9/./03.9 3 203. ..2 2.  ..3::2.. 0.3...3 /.3503425742.3.3507..2 .3 /03...33.  .19.-..-./-0/. 507-0/. -0/.3 /03...3909.7.39/.39.9 /./.8:85073.9: 50784.3 ::290780-:9  -  .3  .-3.39.-/.38:33.7 /.3/:3/.39.2-0-07..3./..-9: 80.3 203/0138.. /03.9/.3%.3 /:.2 2.7.3.3. 9/.9.5 .9.39.9 8:33.:2 0../507..7 /9::.7.:.0/:. 507.3 8:.. .39.2:33/-. /.2.9 /.3::2.. .3 203039:.9  .9 90780-:9 /837..5.3.  2.:.3... $0.3907.8.9: /07. 3.93 2.3..3..5:3/.3..39.  3.8:8 .3/.39./.3  793.    !03079.3.3.3/.7 .9.7:/ -07. -40 203.703.2..3 .203/0138.5. .8:8 .3/:3. .:.2./. .3  803.3 57.7.20. .8.7.3 . ..2:3 /. 507-0/.9... .3.3./...3/..57.3 -07...2.5079039.2 $...-.9 ..3  $0/.7 8.3 507. -40 203.

 0-703/.39.:.  .9: /.9: 2033.9: 203:. 90780-:9 /03.8 /. 8.38.3 .75.50784.8.3.39... /.9:8.75./ /03.9: 203425742.39.1.9.3 ..3.3.6:9.. /03. 02-.: 203. 203.7.7. .::2.. /.3  .5.2. .3 0/:.7.3. 03.9.3 . .39.3/:..3. .3   ./.  - 03:7:9.. .2: ..3:.3-079039.39.98. 203.. %. 03:7:9$.-.3.2-/.8.9.:-.3 202 2. . /.7:/....7:/.9/. ./..3  .2./.9. ./.: ..30-:8:8   %.7. -./.3  ./.3-079039.3/.9. /.3 :. /. .2. /././.7. . /:.3 0/:.3. 5079039..3. ... 8.33. ...33.8.9.3 0/:.3 /.-.-07.9/09.7.3 8.  %.:16 .1 .7. .25.. /.9. .85.9.0/:.3 /.  ..7/0138/./. 80.9..3 &39:203425742.39.3.3 -079.3 .7.3.8 /.7 . 09./-. 2033../. .9: /./07. /.3 .503008./...3.9:::2  .83.028:. .

9: 202-.. -07-. ..3.83 40 :.-07:9   .3 /.380-.3..  /.2.3 2. $./.8. /.2.9:203:.9.9./..  %.. .: 0- /.3 /.33.  0/:.2./.8..7 ...   %.3203.9: 203::7.3/:3::2..9. .3 9./.8. .3 0/:.9203:3. .8..3 /.3.3.7.9-././:. /. .9: 8...9:4397. .3 5.3.9: 2.:5079039.5..7.9.7.. . .    398.3-079039.2.-. ..2 . 9:  /02:.5.7/.7 ..1.3    .9: 203425742.3 8090. .3 //.3.2 503008. 503008.:. 5079039.$.../.3 -079039./..   %.9:/. / 2.1./:./.3.3 -079039.1 .7/:.302:/. .3.39. -07503/.!.9.8.3. /./.7:/ /.3 2../.8..3  - 5.3-079039.3 :. 9/.3 8.3 0/:.7:/ .3/:. 203008.7.3 0- 703/. 2..2 8.7.6:9/ .7..:16 .3.9:::2. .83 2.7.. 2. /03.-079039..38. -07808:./8/:.3-07-0/.3 .3 9: 8.3 203.3.3/:..3.3. .. . ..3 /.33.9.3 8:/..3. 203:25:.28...3..9 %. /. /.20302:.

..9:  83. .33. 7.3.2:.  2. . 8.  - 7.1 ..5. . /.0-/.83.-.7.9 025.-.2.8320307. :. 3 203:7:9 :.3 .1. /:.7..403.8:8::23.20303.947.73.2. 9.39. $% 20302:. 203:7:9 $.33.5.380-.2:89.  /.3 .7.3.3203039.2 /3. .3 8.7.9  .3.3   793.3.9039.3.. 03:7:93.7025..3.947.3.3.3 3/3.3  . /.23./.  793./:.  ... 20307./..5.37.7025.  .3-.8.. &&  && &&   '''&&&&&&& . 72.0-/./.. $08:/.. .2:/.83.3 .39. 9.3-..3025.

/.9:  9...7:8-07:/:9. .-.78.93.:5:3..95. & &&     & & .5 8.9..9:..3.2:89.28.39.  .. -07:/: :39: 9.9:8.3. 2:89.3  .39. 793.39..:5:30-/../.187.93.3 47.9:.7:8-07:/::39:9...58./..  83..58.           %#!&$%   ../.7:8 .

.2..23://3 .&8:6   #. .3/:3 !:89.39. .39.2  .    .3  :.    .8$.79./..$09..79.3/:3 !:89.3/:3  ..1 -/:.3 .22. 05.1.7 !02-3.    $././.8  ".   .2:    ..71    $  .    &82.  .&8.72  $..3  :9.71    #. $09..3 ::2 6 8.87:3 &8:6 ...2:.8.7403 . !% 448.8.79.79.3/:3 !:89. /.. 6. /.7 /.1  6&8:6 . &8:6 ".7:&2./.2/../ .. ..3.8 -/: $.. 6. &8:.    .39.9 2:&8:6 ./. ' 3.7 &8:6 . .72:6 .  !%  #.:7  ....3 6.3  !03.7 2: 6 &8: 6  4..2 /.79.7./.3 .6/.3 .7..7 .1  #.2.1  4 &8:6 .3 2.:9.13/4 !078.3/:3  !%  .7 .    05.2.$09.9:7742. !03.7 :.790203.

45 .3 6.7 . /./...79.39. 6.7 2: 6  .8$.     #.7.7 23://3 &8:6 .3.05.2.3/:3!:89.7..     -/     :.71     #.9      .72 6&8:6  .1. :.7  !03.3/:3 !:89.:7 #.7.3 $  !03.7 .2 /.. &8:.1  2:&8:6  .      :.7 !02-3.7:&2.7 2: 6 &8: 6  4.2. 6 /.3  ..8 -/: $.9    .2.         05..  .79..3 .3/:3!%  .  &8: 6   ".!% 448.     .3/:3!:89.39.$09.8 &82.7403 45 .2 :.87:3.1 .3  .2/.790203 .$09. !%  #.87:3.' 3.     :9..3 .79.2:      .9:7742.&8.     05./..7403 &8:6  ./-:  &&  &&&   :.-.9$.1 &8:6     $.22../  ./. .3 ::2 6 8.1  2:&8:6  .13/4 !078..2..     . .22.$09.$09../.79.3  "../.3 2.8.:9./../-:. . 6.9$. /.8..3 9.7.2  .3/:3!:89.2...  .  &&  &&&    -/:..79.22..790203. .7 /.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->