1

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

1. Latar Belakang Masalah

Manusia merupakan makhluk sosial yang pada dasarnya selalu membutuhkan interaksi dengan orang lain. Untuk dapat berinteraksi dengan orang lain, manusia membutuhkan alat , sarana , atau media yaitu bahasa. Dengan bahasa kita dapat menyampaikan keinginan , pendapat , dan perasaan kita. Agar dapat berinteraksi dengan baik, dibutuhkan kemampuan berbahasa yang baik pula. Selain itu, bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Kemampuan berbahasa yang baik dapat dicapai melalui pembelajaran bahasa. Pembelajaran bahasa adalah suatu proses memberi rangsangan belajar berbahasa kepada siswa dalam upaya siswa mencapai kemampuan berbahasa. Pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan.

2

Keterampilan berbahasa terdiri keterampilan berbahasa tulis dan keterampilan berbahasa lisan. Keterampilan berbahasa tulis terdiri dari keterampilan membaca dan menulis, sedangkan keterampilan berbahasa lisan terdiri dari keterampilan menyimak / mendengarkan dan berbicara. Berbicara dapat diartikan sebagai kemampuan mengucapkan bunyi – bunyi bahasa untuk mengekspresikan atau menyampaikan pikiran , gagasan , atau perasaan secara lisan ( Brown & Yule ,1983 ). Kegiatan berbicara tentunya melibatkan hadirnya orang kedua sebagai pemerhati atau penyimak. Oleh sebab itu Valette ( 1977 ) berpendapat bahwa berbicara merupakan kemampuan berbahasa yang bersifat sosial. Meskipun berbicara telah kita lakukan sehari – hari, bukan berarti pembelajaran bahasa aspek berbicara tanpa ada kendala. Sebagai guru kelas 1 di SD ........................ 2 Tahun Pelajaran 2007 / 2008, peneliti menemui hambatan dalam pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia aspek berbicara dengan kompetensi menjelaskan isi gambar tunggal atau gambar seri sederhana dengan bahasa yang mudah dimengerti. Masalah yang timbul adalah siswa belum terampil berbicara untuk menjelaskan isi gambar tunggal atau gambar seri sederhana dengan bahasa yang mudah dimengerti. Dari 36 siswa kelas 1 , hanya 6 siswa yang berani dan mampu menceritakan isi gambar tunggal dan gambar seri sederhana sehingga bisa dikatakan pembelajaran belum berhasil.

3

2. Identifikasi Masalah

Pada saat proses pembelajaran Bahasa Indonesia aspek berbicara di kelas satu SD ........................ 2 dengan kompetensi menjelaskan isi gambar tunggal dan gambar seri sederhana dengan bahasa yang mudah dimengerti, suasana kelas nampak pasif. Ketika diadakan evaluasi yang berupa tes perbuatan ( menceritakan isi gambar ) , hasilnya sangat mengecewakan karena hanya ada 6 orang dari 36 siswa yang berani dan mampu menceritakan gambar . Sisanya 30 orang siswa tidak berani berbicara untuk menceritakan / menjelaskan isi gambar. Berpijak dari kenyataan di atas peneliti berusaha melakukan refleksi atas ketidakberhasilan proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Dalam hal ini peneliti mengajak teman sejawat untuk berdiskusi guna menemukan penyebab ketidakberhasilan dalam proses pembelajaran. Di samping itu peneliti juga berkonsultasi dengan pembimbing untuk semakin memperdalam proses identifikasi. Dari hasil diskusi dan konsultasi tersebut peneliti dapat mengidentifikasi beberapa faktor yang menjadi penyebab ketidakberhasilan dalam proses pembelajaran, yaitu : a. Siswa kurang memahami contoh guru. b. Siswa tidak berani berbicara untuk menceritakan / menjelaskan isi gambar. c. Siswa pasif. d. Siswa tidak memiliki motivasi belajar.

4

3. Analisis Masalah

Setelah peneliti mengidentifikasi berbagai kekurangan yang dialami oleh siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia aspek berbicara kompetensi menjelaskan isi gambar tunggal dan gambar seri dengan bahasa yang mudah dimengerti, ditemukan bahwa proses pembelajaran tersebut belum berhasil. Untuk mengetahui secara lebih dalam penyebab ketidakberhasilan dalam proses pembelajaran tersebut peneliti melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan – pertanyaan yang berkenaan dengan proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Pertanyaan – pertanyaan tersebut meliputi : a. Apakah penjelasan dan contoh dari guru mudah dipahami ? b. Apakah guru mampu memotivasi berbicara? c. Apakah guru menggunakan alat peraga ? d. Apakah guru memberi waktu yang cuklup bagi siswa untuk berpikir dalam menyusun cerita / menjelaskan isi gambar ? e. Apakah guru memberi kesempatan kepada siswa untuk berlatih berbicara ? f. Apakah guru memberi respon positif terhadap kemampuan berbicara siswa ? sehingga siswa berani

Guru tidak memberi pada berlatih berbicara. Dengan imajinasi yang kreatif. Keberanian dan kemampuan siswa dalam berbicara untuk menceritakan / menjelaskan isi gambar tunggal dan seri dengan bahasa yang mudah dimengerti terkait juga dengan kreativitas siswa. Alat peraga / media yang digunakan kurang mendukung proses pembelajaran karena hanya mengandalkan gambar yang ada di buku siswa. yaitu : a. e. d. Kreativitas sangat menunjang untuk membuka imajinasi anak dalam dalam menceritakan gambar. tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. f. Guru harus mampu memberi motivasi pada siswa untuk membangkitkan kreativitasnya. Guru kurang bisa memberi motivasi pada siswa agar aktif c. Penjelasan dan contoh guru kurang dapat dipahami siswa . Guru kurang memberi waktu yang cukup bagi siswa untuk berpikir dalam menyusun cerita. Adapun ciri – ciri orang yang kreatif menurut Utami Munandar ( 1987 ) yaitu : kesempatan pada siswa untuk .5 Jawaban dari pertanyaan – pertanyaan di atas mengungkapkan berbagai kekurangan dalam proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. b. Guru kurang memberi respon positif terhadap kemampuan berbicara siswa.

Berani dalam pendapat dan keyakinan ( tidak ragu – ragu menyatakan pendapat meskipun mendapat kritik dan berani mempertahankan pendapat yang menjadi keyakinannya ). Bebas dalam berpikir. Kreativitas banyak berkaitan dengan lingkungan yang kondusif. Mempunyai minat yang luas. e. “ Bagaimana upaya guru dalam menerapkan metode kerja kelompok dan latihan untuk meningkatkan kemampuan . f. Mempunyai daya imajinasi yang kuat. j. g.6 a. h. Penuh semangat. d. Suasana pendidikan yang demokratis dan penuh kasih sayang menumbuhkan kreativitas pada anak. Rumusan Masalah Dengan melihat uraian dan sebab – sebab timbulnya masalah di atas . i. B. b. Mempunyai inisiatif. c. Bersifat ingin tahu. peneliti merumuskan masalah yang menjadi fokus dalam proses pembelajaran sebagai berikut: 1. Selalu ingin mendapat pengalaman – pengalaman baru. Berani mengambil resiko. Percaya pada diri sendiri.

Mendeskripsikan meningkatkan penerapan kemampuan metode berbicara latihan siswa untuk dalam menceritakan/menjelaskan isi gambar tunggal dan gambar seri dengan bahasa yang mudah dimengerti pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IB .7 berbicara siswa dalam menceritakan/ menjelaskan isi gambar tunggal dan gambar seri dengan bahasa yang mudah dimengerti pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IB ?” 2. Mendeskripsikan penerapan metode kerja kelompok untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa dalam menceritakan/menjelaskan isi gambar tunggal dan gambar seri dengan bahasa yang mudah dimengerti pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IB . Tujuan Penelitian Dari uraian tersebut di atas maka penelitian ini bertujuan untuk : 1. “ Apakah penerapan metode kerja kelompok dan latihan dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa dalam menceritakan/menjelaskan isi gambar tunggal dan gambar seri dengan bahasa yang mudah dimengerti pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IB ?” C. . 2.

d.8 3. Meningkatkan rasa setia kawan dan kerja sama melalui kerja kelompok. D. Memacu para guru untuk meningkatkan pengelolaan pembelajaran dengan metode yang bervariasi dan sarana yang mendukung. e. 2. . Meningkatkan prestasi akademik siswa . Bagi Guru : a. Meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Menganalisis dampak penerapan metode kerja kelompok dan metode latihan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa dalam menceritakan/menjelaskan isi gambar tunggal dan gambar seri dengan bahasa yang mudah dimengerti pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IB . Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi siswa. Membantu mengembangkan kreativitas dan imajinasi siswa. c. guru. 1. b. Meningkatkan keberanian siswa dalam berbicara mengungkapkan pendapat. Bagi Siswa : a. dan sekolah.

c. dan menyenangkan. Sebagai salah satu penunjang dalam penilaian akreditasi sekolah. Meningkatkan prestasi sekolah . Membantu sekolah untuk mencapai visi. c. e. Bagi Sekolah : a. kreatif. Sebagai referensi atau acuan apabila ada guru yang menjumpai kesulitan dalam masalah pembelajaran yang sama.9 b. sesuai dengan tuntutan perkembangan masa kini. 3. d. Mendorong para pembelajaran yang guru agar mereka dapat menerapkan inovatif. BAB 2 KAJIAN PUSTAKA . b. Membantu para guru untuk menciptakan proses pembelajaran yang aktif. misi. d. Sebagai salah satu unsur penunjang dalam penilaian portofolio untuk sertifikasi guru. dan tujuan sekolah. Meningkatkan mutu sekolah.

Di sekolah diajarkan beberapa komponen bahasa yang dirasa sulit oleh siswa sehingga bahasa Indonesia yang mulanya mudah dan menyenangkan berubah menjadi sesuatu yang sulit dan membosankan ( Goodman. 1986 ). sehingga ada anak yang menonjol berbicara dan mengungkapkan isi hatinya dengan bahasa yang runtut . Kesulitan ini disebabkan beberapa faktor. Dengan bahasa manusia dapat berhubungan dengan orang lain . Bahasa bukan hal yang sulit dipelajari. dan membosankan apalagi tanpa disertai penggunaan alat peraga yang menunjang proses pembelajaran. Kadang – kadang keterampilan berbicara dipengaruhi bakat. yaitu : a. kosakata yang luas. b. karena sejak kecil anak sudah terbiasa bergaul dengan bahasa ibunya. Guru yang kurang memahami metodologi pengajaran bahasa lisan yang sesuai dengan kondisi siswa . Kurikulum yang tidak mengajarkan Bahasa Indonesia secara terpadu tetapi terpisah – pisah menjadi sub – sub yang berdiri sendiri sehingga kadang – kadang tumpang tindih antara aspek yang satu dengan yang lainnya.10 Bahasa merupakan alat komunikasi utama dalam kehidupan umat manusia. serta mengutarakan perasaan kepada orang lain. Kesenangan anak berbicara kadang – kadang terkendala setelah anak memasuki bangku sekolah. dan tata bahasa yang benar. . menyatakan pendapat . sehingga pembelajaran cenderung monoton. tidak kreatif.

Kebiasaan untuk tidak berani mengeluarkan pendapat amat menghambat perkembangan kemampuan berbicara pada siswa. Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia Dalam rangka memperbaiki kualitas dan menyesuaikan diri dengan tuntutan jaman pemerintah memberlakukan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) yang diharapkan dapat membangkitkan peran siswa secara optimal dalam proses pembelajaran.upaya yang telah ditempuh dalam proses perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan dalam proses perbaikan pembelajaran pada siklus I dan siklus II sehingga tujuan perbaikan pembelajaran berhasil dicapai. sosial . budayanya . mengemukakan gagasan dan . Adapun hal – hal yang akan dikupas tentang : Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia . akibatnya waktu tersita untuk bersosialisasi dengan lingkungan. dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya . Dalam latar belakang standar kompetensi dan kompetensi dasar disebutkan bahwa bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual . Metode Latihan . dan budaya orang lain . dan Strategi Pembelajaran. Motivasi Belajar .11 c. Metode Kerja Kelompok . Siswa yang kurang mendukung tuntutan kurikulum. Banyak siswa yang ketika masuk kelas satu masih butuh penyesuaian yang cukup lama . Berikut ini peneliti akan memaparkan upaya . 1.

Menghargai dan bangga menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara. dan menulis. serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Memahami Bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan. Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan . d. berbicara. e. f. Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek – aspek mendengarkan. Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku. Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khasanah budaya dan intelektual manusia Indonesia. c. memperhalus budi pekerti . 2. b. berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imajinatif yang ada dalam dirinya. baik secara lisan maupun tulis. membaca . Tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas satu adalah sebagai berikut: a. Menggunakan Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual serta kematangan emosional dan sosial. Metode Latihan .12 perasaan .

Pusat perhatian utama telaah adalah fonologi dan morfologi. f. Pada premis tersebut pengajaran bahasa pada mulanya secara lisan . berbicara . pengajaran bahasa yang berpola pelatihan terus menerus beroperasi berdasarkan hal – hal sebagai berikut : a. Oleh karena itu bahasa – bahasa kedua haruslah dipelajari dalam urutan alamiah : menyimak . membaca . b. Dalam belajar bahasa siswa haruslah mulai dengan pola – pola bahasa bukan dengan belajar kaidah – kaidah ketatabahasaan secara deduktif. hal tersebut sesuai dengan premis teori pengulangan atau latihan terus – menerus. Latihan yang terus menerus secara tidak langsung akan melatih kemampuan siswa dalam memahami suatu pengetahuan. Menurut teori linguistik struktural / deskriptif . Semua bahasa asli dipelajari secara lisan sebelum kegiatan membaca terlaksana. Linguistik mencakup telaah pengulangan pola – pola bahasa. Bahasa diperoleh melalui mempelajari secara berulang – ulang pola – polanya.13 Dalam mencapai tujuan sesuai yang diamanatkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) hal yang sangat penting untuk dilakukan adalah banyaknya latihan . . c. d. Bahasa tulis merupakan bahasa kedua dari ujaran. Bahasa terutama sekali merupakan fenomena lisan. e. dan menulis. maka bila seorang guru menggali kemampuan siswa untuk berbicara untuk menceritakan atau menjelaskan sesuatu.

Hukum intensitas menyatakan bahwa semakin intensif suatu respon dipraktekkan maka semakin mantap hal itu dipelajari dan semakin lama pula akan diingat. 1988 ) dikemukakan hukum – hukum empiris belajar : a. Hukum latihan mengemukakan dengan tegas bahwa semakin sering suatu respon dipraktekkan maka semakin baik hal itu dipelajari dan semakin lama diingat. e. Hukum asimilasi menyatakan bahwa setiap kondisi yang baru terangsang justru cenderung menimbulkan respon yang sama dengan yang telah ditimbulkan oleh kondisi – kondisi yang sama pada masa lalu . Apabila latihan dilakukan secara terus – menerus maka .14 Menurut Ladc ( Henry Guntur Tarigan . Dari hukum –hukum di atas maka hukum latihan amat sesuai dengan sistem pembelajaran bahasa Indonesia terutama yang menyangkut aspek berbicara. c. Hukum dasar hubungan menyatakan bahwa dua pengalaman terjadi bersama – sama maka kemunculan yang satu akan mengingatkan kita kembali kepada yang satu lagi. d. Apabila suatu respon diikuti oleh peristiwa yang menjengkelkan maka respon itu dihindarkan . Hukum pengaruh menyatakan bahwa apabila suatu respon disertai atau diikuti oleh peristiwa – peristiwa yang memuaskan maka respon itu semakin diperkuat. b.

Kemampun belajar . 3. Menurut James O Whittaker ( 1970 ) motivasi adalah suatu istilah yang sifatnya luas yang digunakan dalam psikologi yang meliputi kondisi – kondisi atau keadaan internal yang mengaktifkan atau memberi kekuatan kepada organisme dan mengarahkan tingkah laku organisme untuk mencapai tujuan. Cita – cita atau aspirasi b. yaitu : a. Motivasi ini timbul akibat proses kimiawi fisiologik yang terdapat pada setiap orang . Latihan yang terus – menerus kadang – kadang sangat membosankan dan melelahkan siswa . Untuk mengatasi hal tersebut motivasi belajar harus selalu dihidupkan oleh guru agar pembelajaran bahasa Indonesia tidak membosankan dan target kurikulum dapat dicapai. Motivasi sekunder adalah motivasi yang diperoleh dari belajar melalui pengalaman . Motivasi primer adalah motivasi bawaan tidak dipelajari . Dari beberapa motivasi yang mendasari diri manusia untuk mencapai harapannya maka secara lebih terfokus akan dibahas faktor – faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa . Motivasi Belajar Menurut WS Winkel ( 1989 ) motivasi adalah daya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktifitas tertentu demi mencapai suatu tujuan tertentu. Di dalam diri seseorang ada dua motivasi yaitu motivasi primer dan motivasi sekunder.15 keterampilan berbicara dan menceritakan sesuatu berdasarkan obyek tertentu akan dapat dicapai .

2003 ) metode . Kondisi lingkungan e. Kondisi siswa d. Gilstrap dan WR Martin ( Prasetyo 2003 ) kerja kelompok sebagai kegiatan kelompok siswa yang biasanya berjumlah kecil yang diorganisir untuk kepentingan belajar. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menggali kemampuan berbicara untuk menceritakan atau menjelaskan isi gambar adalah metode kerja kelompok. Menurut Ulin Bukit Karo Karo ( Prasetyo . Menurut R.16 c.L. d. Mengembangkan cita – cita atau aspirasi siswa. Mengoptimalkan pemanfaatan pengalaman atau kemampuan yang telah dimiliki oleh siswa. Menurut Prasetyo ( 2003 ) metode kerja kelompok adalah suatu metode dimana siswa di dalam kelas dipandang sebagai suatu kelompok atau dibagi menjadi beberapa kelompok. Unsur . Mengoptimalkan penerapan prinsip – prinsip belajar. Metode Kerja Kelompok Untuk menunjang keberhasilan pembelajaran perlu digunakan metode yang sesuai dengan aspek yang menjadi bahasan. 4. Mengoptimalkan unsur – unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran. Upaya guru membelajarkan siswa Cara – cara yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa adalah sebagai berikut : a. b. c.unsur dinamis dalam belajar f.

variatif . b. c. bahwa belajar harus memiliki makna bagi peserta didik. Siswa memperoleh kesempatan yang luas untuk berbicara menceritakan sesuatu atau berekspresi sehingga metode kerja kelompok dapat merangsang siswa untu aktif dalam proses pembelajaran. Melalui kerja kelompok diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan prestasi terutama bagi siswa yang nilai belajarnya rendah. Menururt Rogers ( Wahyudi . dan komprehensif. d. Mengingat banyaknya persoalan yang tidak dapat dipecahkan sendiri maka metode kerja kelompok sangat sesuai untuk saling memberi dan menerima antar siswa. Proses dan hasil yang diperoleh dari kerja kelompok lebih kaya. Kerja kelompok sangat bermanfaat untuk menyalurkan dan mengarahkan kemampuannya.17 kerja kelompok adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dimana guru setelah mengelompokkan siswa menyuruh siswa mengerjakan tugas tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran. Siswa sebagai individu memiliki kemampuan yang berbeda – beda. 2004 ) pelibatan partisipasi siswa secara penuh dalam proses pembelajaran. Pengorganisasian bahan dan ide baru harus dalam kerangka kreatifitas belajar siswa sesuai dengan . Alasan –alasan perlunya seorang guru menggunakan metode kerja kelompok didasari oleh rasionalitas sebagai berikut : a.

Pengajaran keterampilan berbahasa lisan harus mampu menumbuhkan partisipasi aktif terbuka pada diri siswa. Raka Joni ( Ngatmini . Pengajaran keterampilan berbahasa lisan harus mempunyai tujuan yang jelas yang diketahui oleh guru dan siswa. Pengajaran keterampilan berbahasa lisan disusun dari yang sederhana ke yang lebih kompleks sesuai dengan tingkat perkembangan bahasa siswa. Dengan demikian strategi pembelajaran adalah kegiatan belajar mengajar yang dipilih guru yang memberi kemudahan siswa untuk dapat mencapai tujuan pengajaran secara efisien dan efektif. d. b. Di lain pihak belajar yang optimal akan terjadi manakala peserta didik berpartisipasi penuh serta memiliki tanggung jawab dalam bekerja. 5. Strategi Pembelajaran Menurut T. c. Artinya skor yang diperoleh siswa harus dipandang sebagai umpan balik bagi guru. . Pengajaran keterampilan berbahasa lisan harus benar – benar mengajar bukan menguji . 2005 ) strategi pembelajaran adalah pola umum perbuatan guru mengajar di dalam perwujudan proses belajar mengajar. Menurut Edi Sugito ( 1998 ) strategi yang dipakai untuk pembelajaran bahasa lisan atau berbicara agar mencapai sasarannya dilandasi oleh prinsip : a.18 memberi makna kepada peserta didik.

Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. menghayati . Guru seperti ini akan mampu membangun suasana belajar yang baik dan dapat memusatkan perhatian siswa pada materi pelajaran sehingga hasil belajar yang dicapai siswa lebih bermakna dan optimal. c. Mengembangkan kreativitas siswa secara individual maupun kelompok. Relevan dengan tujuan pembelajaran. f. Strategi pembelajaran yang dipakai untuk mengajarkan mata pelajaran Bahasa Indonesia aspek berbicara untuk menceritakan / menjelaskan isi gambar tunggal dan gambar seri sederhana dengan bahasa yang mudah dimengerti adalah Picture And Picture ( Widyaiswara LPMP Jawa Tengah ). Adapun langkah – langkah strategi pembelajaran Picture and Picture adalah sebagai berikut : . Menurut Edi Sugito ( 1998 ) strategi yang digunakan guru harus memenuhi kriteria sebagai berikut : a. mengetahui .19 Guru yang sudah mengenal . g. b. dan dapat menerapkan berbagai strategi pembelajaran berbahasa lisan memiliki rasa percaya diri yang kuat sehingga kerjanya di dalam kelas lebih meyakinkan. d. e. Menantang dan merangsang siswa untuk belajar. Memudahkan siswa memahami materi pelajaran. Mudah diterapkan dan tidak menuntut disediakannya peralatan yang rumit. Mengarahkan aktivitas belajar siswa kepada tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Dari alasan atau urutan gambar tersebut guru mulai menanamkan konsep atau materi sesuai dengan indikator hasil belajar yang ingin dicapai. f.Subyek Penelitian . Kesimpulan atau rangkuman. g. c. b. Menyajikan materi sebagai pengantar. e. Guru menunjuk atau memanggil siswa secara bergantian memasang atau mengurutkan gambar – gambar menjadi urutan yang logis. Guru menunjukkan atau memperlihatkan gambar – gambar yang berkaitan dengan indikator hasil belajar.20 a. Guru menyampaikan tujuan yang ingin dicapai. d. Guru menanyakan alasan – alasan pemikiran urutan gambar tersebut. BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN A.

... Siklus II dilaksanakan pada hari Selasa........ Bagi siswa yang orang tuanya menjadi buruh pabrik .. perhatian orang tua kepada anak...Dengan demikian latar belakang siswa amat beragam....Waktu Waktu pelaksanaan perbaikan pembelajaran adalah sebagai berikut : a.. Kawasan ini merupakan kawasan industri . Kondisi ini cukup menjadi .... 29 januari 2008 dengan alokasi waktu 2 X 35 menit ( 1 X pertemuan ) 3.... Karakteristik Siswa Siswa kelas I B SD ... 2. 21 Januari 2008 dengan alokasi waktu 2 X 35 menit ( 1X pertemuan ) b.... terutama dalam belajar boleh dikata kurang karena mereka berangkat kerja pagi dan pulang sampai rumah sudah malam . 18 % berdagang / wiraswasta ... 2 berjumlah 36 siswa yang terdiri dari 21 siswa perempuan dan 15 siswa laki – laki..21 1. SD ........ 2 terletak di jalur utama – Yogyakarta dan berada dekat jalur utama – Solo. sehingga 72 % orang tua siswa bekerja di pabrik. dan sisanya 10 % sebagai ABRI dan PNS........ Lokasi Perbaikan pembelajaran dilaksanakan di kelas I B pada semester 2 Tahun Pelajaran 2007/2008 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia aspek berbicara dengan kompetensi dasar menjelaskan isi gambar tunggal atau gambar seri sederhana dengan bahasa yang mudah dimengerti.. Siklus I dilaksanakan pada hari Senin. apalagi kalau mereka harus lembur.

peneliti merasakan adanya masalah dalam pembelajaran karena melihat rendahnya prestasi yang dicapai siswa . dan refleksi. Peneliti kemudian berdiskusi dengan teman sejawat dan berkonsultasi dengan pembimbing untuk mengidentifikasi. pola belajar . sementara yang kurang mendapat perhatian dari orang tua juga cukup banyak. B. .22 kendala bagi guru . menganalisis dan merumuskan masalah . sehingga nampak sekali kesenjangannya baik dari segi fasilitas belajar . Pelaksanaan Siklus 1 a. dan sikap sosial anak. pengamatan. Deskripsi Per Siklus Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus yang di setiap siklusnya terdiri dari 4 tahap yang meliputi perencanaan. 1. karena ada anak yang benar – benar diperhatikan oleh orang tuanya . Pembimbing membantu memperjelas masalah yang dihadapi peneliti untuk mencari jalan pemecahan masalah tersebut. pelaksanaan. Perencanaan 1) Setelah melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia aspek berbicara dengan kompetensi dasar menjelaskan isi gambar.

.......10. rekan guru .... ..23 2) Peneliti menyusun rencana perbaikan pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal .....00 – 08... 4) Peneliti merancang / menyusun alat evaluasi berupa tes formatif yang relevan dengan tujuan perbaikan pembelajaran serta menyiapkan alat peraga yang dibutuhkan dalam proses perbaikan pembelajaran. kegiatan inti . Pelaksanaan Setelah Rencana Perbaikan Pembelajaran I disetujui oleh pembimbing . serta di mana pengamat akan duduk untuk mengamati proses pelaksanaan perbaikan pembelajaran.aspek perbaikan yang perlu diamati ). dan kegiatan akhir ( RPP terlampir ). Rencana perbaikan pembelajaran Bahasa Indonesia siklus I dilaksanakan pada hari Senin. Adapun rekan sejawat yang menjadi pengamat adalah ... yaitu pukul 07. 21 Januari 2008 jam pelajaran 1 – 2 . seperti: fokus yang amati.. b. instrumen yang digunakan untuk memperoleh data ( aspek . 3) Peneliti berdiskusi dengan pengamat untuk menyepakati hal – hal berkenaan dengan proses observasi.... peneliti meminta ijin kepala sekolah untuk melakukan perbaikan pembelajaran .

.... 7) Siswa maju ke depan kelas menceritakan isi gambar. 3) Siswa diajak melihat gambar yang ada di buku Bahasa Indonesia .. 2) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu agar siswa berani dan mampu menjelaskan isi gambar .... 5) Siswa memperhatikan contoh guru cara menceritakan isi gambar. Dalam pelaksanaannya rekan sejawat duduk di belakang dan mengamati berlangsungnya proses perbaikan pembelajaran....... 6) Siswa berdiskusi berpasangan menyusun cerita berdasarkan isi gambar secara tertulis ... 8) Siswa bersama guru membuat kesimpulan bahwa menceritakan / menjelaskan isi gambar itu tidak sulit. Pengamat bertugas mengamati serta mencatat seluruh informasi mengenai proses pembelajaran dan mengisi lembar observasi yang aspek – aspeknya telah disepakati bersama dengan peneliti.24 dan mahasiswa .. 4) Siswa diajak bertanya jawab tentang gambar yang diamati..... Prosedur pelaksanaan perbaikan pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan skenario rencana perbaikan pembelajaran pembelajaran ( RPP ) yang telah disusun sebagai berikut : 1) Siswa diajak menyanyikan lagu “Bangun Tidur” setelah itu bertanya jawab tentang isi lagu dan kegiatan siswa di pagi hari setelah bangun tidur ( sesuai dengan tema yaitu tentang Kebersihan dan Kesehatan )... ..

2) Guru sudah memberi kesempatan/waktu yang cukup bagi siswa untuk berpikir dalam menyusun cerita berdasarkan gambar melalui kegiatan berpasangan. Dalam . 4) Guru kurang memberi motivasi bagi siswa agar berani maju menceritakan isi gambar ke depan kelas. Pengamatan Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh pengamat selama proses perbaikan pembelajaran berlangsung .25 9) Siswa diberi tugas untuk belajar menjelaskan isi gambar yang mereka lihat di rumah di hadapan orang tuanya. d. b. Refleksi Setelah rencana perbaikan pembelajaran I terlaksana peneliti melakukan refleksi atas tindakan perbaikan pembelajaran yang telah dilakukan. 3) Guru belum memberi kesempatan pada siswa untuk berlatih berbicara sebelum maju menjelaskan isi gambar tunggal. 6) Penggunaan alat bantu / media belum maksimal karena guru hanya mengandalkan gambar yang ada di buku siswa. diperoleh temuan sebagai berikut : 1) Dalam kegiatan awal guru sudah menyampaikan tujuan pembelajaran . 5) Pelaksanaan kerja kelompok belum maksimal. ada kelompok yang anggotanya semua pasif.

26 refleksi ini peneliti berdiskusi dengan teman sejawat sebagai pengamat dan berkonsultasi dengan pembimbing untuk mengkaji semua temuan .) Kelemahan yang muncul dalam tindakan perbaikan pembelajaran : a) Guru tidak memberi kesempatan pada siswa untuk berlatih berbicara sebelum maju ke depan kelas. ada kelompok yang semua anggotanya kemampuannya kurang sehingga kelompok tersebut nampak pasif. padahal pembelajaran ini tentang aspek berbicara yang membutuhkan banyak latihan. 2. b) Tema serta materi gambar relevan dengan situasi dan kondisi siswa sehari – hari sehingga mempermudah siswa dalam menjelaskan isi gambar. . guru kurang memberi respon positif terhadap siswa yang sudah berani maju berbicara untuk menjelaskan isi gambar sehingga siswa yang lain kurang termotivasi.) Kekuatan / kelebihan yang muncul dalam tindakan perbaikan pembe lajaran adalah sebagai berikut : a) Guru sudah mampu melaksanakan perbaikan pembelajaran sesuai rencana ( RPP ). c) Guru kurang teliti dalam mengelompokkan siswa. b) Guru kurang dapat memberi motivasi bagi siswa untuk berani maju ke depan kelas serta mampu menceritakan /menjelaskan isi gambar. 1. baik kekurangan maupun kelebihan proses perbaikan pembelajaran pada siklus I.

. Pelaksanaan Siklus II Berdasarkan hasil refleksi terhadap proses perbaikan pembelajaran pada siklus I. peneliti menyusun rencana perbaikan pembelajaran siklus II yang juga terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan. Selanjutnya hasil refleksi pada siklus I tersebut peneliti pergunakan untuk menyusun langkah –langkah perbaikan pembelajaran dalam siklus II. Perencanaan 1) Dari hasil refleksi terhadap proses perbaikan pembelajaran pada siklus I peneliti bersama dengan pengamat menemukan adanya kekurangan / kelemahan pada proses perbaikan pembelajaran siklus I. pelaksanaan. 3) Memaksimalkan penggunaan alat bantu/media dengan menerapkan strategi picture and picture . Di samping itu peneliti juga mencari upaya yang lebih tepat supaya pada perbaikan pembelajaran siklus II lebih berhasil. 2) Merancang perbaikan pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih menarik bagi siswa dengan penerapan metode diskusi dan latihan secara tepat sehingga hasil belajar dapat meningkat. 2. dan refleksi.27 d) Alat bantu/media yang digunakan kurang mendukung pembelajaran. a. pengamatan.

4) Siswa mendengarkan cerita dari guru berjudul “ Temanku Sakit”. 6) Guru memasang media gambar seri secara acak.00 – 18. 3) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. 5) Siswa diajak bertanya jawab tentang isi cerita. b. 7) Siswa maju secara bergantian mengurutkan gambar – gambar menjadi urutan yang logis. Pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan skenario pembelajaran yang telah disusun sebagai berikut: 1) Siswa diajak menyanyikan lagu “ O Ibu dan Ayah “ sambil memperagakan dengan gerakan mengikuti guru. . 5) Bersama pengamat menyusun alat observasi sebagai panduan dalam mengobservasi proses perbaikan pembelajaran pada siklus II. 2) Siswa menceritakan kegiatan mereka di pagi hari. 29 Januari 2008 pada pukul 07. 6) Merancang alat evaluasi yang berupa tes formatif. Pelaksanaan Rencana perbaikan pembelajaran siklus II dilaksanakan pada hari Selasa.10. 8) Guru menanyakan alasan – alasan pemikiran urutan gambar tersebut.28 4) Mencari upaya untuk memotivasi siswa agar berani dan mampu menjelaskan isi gambar.

29 9) Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. 14) Siswa diberi tugas ( PR ) untuk menceritakan gambar seri di hadapan orang tuanya. 11) Siswa berlatih berbicara dalam kelompok untuk menjelaskan / menceritakan gambar seri. 12) Siswa maju menceritakan gambar. 13) Siswa bersama guru menarik kesimpulan bahwa untuk dapat menceritakan gambar seri dengan baik diperlukan latihan terus menerus. Pengamatan Pengamat mengamati seluruh proses perbaikan pembelajaran pada siklus II dan mencatat semua temuan pada saat proses pembelajaran. c. Dari pengamatan tersebut diperoleh temuan sebagai berikut : 1) Dalam kegiatan awal guru sudah memberi motivasi agar siswa bersemangat dalam belajar dengan mengajak siswa bernyanyi sambil memperagakan gerakan. 2) Guru sudah menyampaikan tujuan pembelajaran. 10) Dalam kelompok siswa berdiskusi menulis cerita berdasarkan gambar seri. 3) Guru sudah memberi kesempatan/waktu yang cukup bagi siswa untuk berpikir dalam menyusun cerita gambar seri melalui diskusi kelompok. .

6) Pelaksanaan kerja kelompok sangat mendukung tercapainya tujuan pembelajaran karena guru telah membagi kelompok secara tepat. Refleksi Setelah perbaikan pembelajaran siklus II selesai peneliti dan pengamat berdiskusi mengenai pelaksanaan perbaikan. di mana siswa yang pandai dipisah dan dikelompokkan dengan siswa yang berkemampuan sedang dan kurang sehingga dengan kerja kelompok siswa yang kurang mampu merasa terbantu. . Hasil diskusi ini menjadi bahan refleksi bagi peneliti. Dari hasil diskusi diperoleh refleksi sebagai berikut : 1) Penampilan aktivitas perbaikan pada siklus I yang telah baik dipertahankan dan yang belum baik telah ditingkatkan pada siklus II. d. 7) Penggunaan strategi picture and picture sangat mendukung penggunaan alat peraga sehingga memperjelas pemahaman siswa dan mampu menarik minat siswa.30 4) Guru sudah memberi kesempatan bagi siswa untuk berlatih berbicara menceritakan isi gambar di dalam kelompok. 5) Guru telah memberi motivasi pada siswa agar berani maju untuk menceritakan isi gambar seri dengan memberi respon positif terhadap kemampuan berbicara siswa.

terlebih dengan strategi picture and picture yang mampu menarik minat siswa. Guru memberi respon positif terhadap kemampuan berbicara siswa meski sebenarnya siswa tersebut belum begitu terampil berbicara. Di samping itu siswa merasa bahwa hasil usahanya dihargai oleh guru. Dilihat dari hasil evaluasi belajar yang diperoleh siswa pada siklus II. Namun dengan respon yang positif ini memberi motivasi pada siswa tersebut dan yang lainnya sehingga berani maju untuk menceritakan gambar dengan bahasa yang mudah dimengerti.31 2) Guru telah menerapkan metode latihan secara berkelompok dengan baik. Metode ini sangat membantu terutama bagi siswa yang sedang dan kurang kemampuannya. Oleh karena itu proses perbaikan pembelajaran Bahasa Indonsia aspek berbicara kompetensi menjelaskan isi gambar tunggal dan gambar seri dengan bahasa yang mudah dimengerti dianggap sudah selesai. Metode ini juga meningkatkan rasa percaya diri pada siswa. . tingkat ketuntasan siswa sudah memenuhi kriteria ketuntasan minimal. 3) Guru dapat memberi motivasi pada siswa agar berani dan mampu menceritakan isi gambar seri. 4) Penggunaan alat bantu/ media sudah mendukung proses pembelajaran.

. Pencapaian hasil pada setiap siklus mencakup dua hal yaitu perbaikan kualitas pembelajaran yang dapat dilihat dari lembar observasi dan hasil belajar siswa pada hasil tes formatif.32 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam proses penelitian perbaikan pembelajaran ini peneliti telah melakukan perbaikan sebanyak dua siklus.

Deskripsi pelaksanaan tiap – tiap aktivitas perbaikan pembelajaran dan prestasi belajar siswa pada siklus I dan II akan dibahas sebagai berikut. sedangkan pengukuran prestasi belajar siswa menggunakan tes formatif baik untuk siklus I maupun II dengan rentang nilai 10 – 100. Untuk mengukur prestasi belajar siswa digunakan tes formatif untuk masing – masing siklus . A. . 1. Penilaian penampilan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan alat ukur rating scale dengan skala 1 – 5 .33 Pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siklus I dan siklus II pada hakekatnya sama yaitu penggunaan metode kerja kelompok dan latihan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia aspek berbicara dengan kompetensi menjelaskan isi gambar tunggal dan gambar seri dengan bahasa yang mudah dimengerti. Deskripsi per Siklus Pada setiap siklus disajikan data hasil observasi yang dilakukan oleh pengamat tentang aktivitas pembelajaran. Siklus I Pada pelaksanaan pembelajaran siklus I ditemukan kelebihan dan kekurangan sebagai berikut : a. Kekuatan / kelebihan yang muncul dalam tindakan perbaikan pembe lajaran : 1) Guru sudah mampu melaksanakan perbaikan pembelajaran sesuai rencana ( RPP ).

2) Guru kurang dapat memberi motivasi bagi siswa untuk berani maju ke depan kelas serta mampu menceritakan /menjelaskan isi gambar. Kelemahan yang muncul dalam tindakan perbaikan pembelajaran : 1) Guru tidak memberi kesempatan pada siswa untuk berlatih berbicara sebelum maju ke depan kelas. ada kelompok yang semua anggotanya kemampuannya kurang sehingga kelompok tersebut nampak pasif. 3) Guru kurang teliti dalam mengelompokkan siswa.34 2) Tema serta materi gambar relevan dengan situasi dan kondisi siswa sehari – hari sehingga mempermudah siswa dalam menjelaskan isi gambar. 4) Alat bantu/media yang digunakan kurang mendukung pembelajaran Dari observasi yang dilakukan oleh pengamat dengan lembar observasi dalam skala 1 – 5 dapat diketahui nilai rata – ratanya adalah 3. Ketuntasan belajar 80. Pengolahan Data . padahal pembelajaran ini tentang aspek berbicara yang membutuhkan banyak latihan.0.94 dalam skala 10 -100. a. b. guru kurang memberi respon positif terhadap siswa yang sudah berani maju berbicara untuk menjelaskan isi gambar sehingga siswa yang lain kurang termotivasi. Prestasi belajar siswa dalam tes formatif tergolong sedang dengan nilai rata –rata 71.5 %. Nilai terendah 10 dan tertinggi 100.

. 9) Siswa diberi tugas untuk belajar menjelaskan isi gambar yang mereka lihat di rumah di hadapan orang tuanya. 3) Siswa diajak melihat gambar yang ada di buku Bahasa Indonesia. 8) Siswa bersama guru membuat kesimpulan bahwa menceritakan / menjelaskan isi gambar itu tidak sulit. 6) Siswa berdiskusi berpasangan menyusun cerita berdasarkan isi gambar secara tertulis . 5) Siswa memperhatikan contoh guru cara menceritakan isi gambar.35 Sesuai dengan rencana perbaikan pembelajaran siklus I peneliti melakukan perbaikan pembelajaran melalui aktifitas sebagai berikut : 1) Siswa diajak menyanyikan lagu “Bangun Tidur” setelah itu bertanya jawab tentang isi lagu dan kegiatan siswa di pagi hari setelah bangun tidur ( sesuai dengan tema yaitu tentang Kebersihan dan Kesehatan ). Hasil perbaikan pembelajaran pada siklus satu dapat diketahui dari hasil observasi pengamat yang datanya dapat dilihat pada tabel berikut ini. 7) Siswa maju ke depan kelas menceritakan isi gambar. 4) Siswa diajak bertanya jawab tentang gambar yang diamati. 2) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu agar siswa berani dan mampu menjelaskan isi gambar .

Aspek Perbaikan Pembelajaran .36 Tabel 1 : Lembar observasi siklus satu LEMBAR OBSERVASI PERBAIKAN PEMBELAJARAN SIKLUS I Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari / Tanggal Fokus Observasi : Bahasa Indonesia :I/2 : Senin. 21 Januari 2008 : Penggunaan metode kerja kelompok dan latihan agar siswa berani dan mampu/terampil menjelaskan isi gambar tunggal Skala Nilai Keterangan No.

7. 6. 5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Guru memberi kesempatan pada siswa untuk berpikir dalam menyusun cerita Penggunaan alat peraga Siswa diberi kesempatan yang cukup untuk berlatih berbicara Guru memberi respon yang positif terhadap kemampuan berbicara siswa Penggunaan metode kerja kelompok berpasangan Guru mampu memberi motivasi Jumlah Nilai rata -rata Keterangan : 1 = kurang sekali 2 = kurang 3 = cukup 4 = baik 5 = baik sekali 2 3 4 √ √ 5 √ √ √ √ √ 2 3 2 3. 2. Tabel 2 : Nilai Hasil Tes Formatif Siklus I . 4. 3.0 Hasil belajar siswa dalam perbaikan pembelajaran siklus I mata pelajaran Bahasa Indonesia aspek berbicara dengan kompetensi menjelaskan isi gambar tunggal dan gambar seri sederhana dengan bahasa yang mudah dimengerti di kelas IB dapat dilihat pada tabel berikut ini .37 1 1.

Siswa dikelompokkan secara berpasangan. jumlah siswa yang mendapat nilai tertentu fX = jumlah siswa X nilai Dari tabel di atas dapat diketahui nilai rata – rata hasil tes formatif adalah 71.94. Penggunaan metode kerja kelompok Penggunaan metode ini kurang maksimal. b.94 f = frekuensi. . Deskripsi Temuan Pelaksanaan tiap – tiap aktivitas yang menjadi fokus perbaikan pembelajaran akan diuraikan sebagai berikut : 1. namun ada kelompok yang keduanya kemampuannya kurang sehingga keduanya pasif dan pada akhirnya tidak mampu berbicara untuk menceritakan gambar.rata Keterangan : X = Nilai F 4 9 7 7 4 1 _ 4 2 1 1 36 fX 400 810 560 490 240 50 _ 40 100 45 40 2590 71.38 X 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 50 45 40 Jumlah Rata .

tetapi dalam proses perbaikan pembelajaran ini tidak semua siswa mendapat kesempatan untuk berlatih berbicara. 5. Penggunaan alat peraga Alat peraga / media gambar yang digunakan dalam proses perbaikan pembelajaran kurang menarik karena hanya mengandalkan gambar yang ada di buku siswa. Langkah – langkah . pelaksanaan pembelajaran sudah berlangsung sesuai dengan rencana perbaikan siklus 1.39 2. 3. Guru juga telah mampu memanfaatkan waktu secara efisien. Pelaksanaan pembelajaran Secara umum. atau mungkin siswa bosan karena sudah pernah melihatnya sehingga sudah tertarik lagi. Pemberian Latihan Agar siswa terampil berbicara tentu saja membutuhkan latihan yang berulang -ulang. Pemberian Motivasi Guru kurang dapat memberi motivasi bagi siswa untuk berani maju dan menjelaskan / menceritakan isi gambar. sehingga ada kemungkinan siswa malas mengamati gambar yang kecil di bukunya . 4. guru kurang memberi respon positif terhadap siswa yang sudah berani maju berbicara untuk menjelaskan / menceritakan isi gambar sehingga siswa yang lain kurang termotivasi.

Hasil yang diraih siswa dalam perbaikan pembelajaran pada siklus I ini memang lebih baik ( meningkat ) daripada sebelum diadakan perbaikan.94. Metode ini sangat membantu terutama bagi siswa yang sedang dan kurang kemampuannya. Semua hal yang telah direncanakan sudah direalisasi dengan baik. Siklus II Perbaikan pembelajaran pada siklus II berjalan dengan lancar. .14 pada skala 1. 2) Guru telah menerapkan metode latihan secara berkelompok dengan baik. Pada akhir pembelajaran guru memberikan tes formatif bagi siswa dan dari hasil tes tersebut diketahui nilai rata – rata kelasnya adalah 71.5 dan prestasi belajar siswa pada tes formatif 85.0 pada skala 10 – 100. Pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus II ditemukan kelebihan – kelebihan sebagai berikut : 1) Penampilan aktivitas perbaikan pada siklus I yang telah baik dipertahankan dan yang belum baik telah ditingkatkan pada siklus II. Hasil observasi perbaikan pembelajaran siklus II 4. Metode ini juga meningkatkan rasa percaya diri pada siswa. Namun demikian belum begitu memuaskan karena masih ada 7 anak yang belum tuntas karena nilainya masih di bawah KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimal ).40 pembelajaran telah dilaksanakan sesuai dengan waktu yang sudah direncanakan. 2.

6) Guru memasang media gambar seri secara acak. Pengolahan Data Sesuai dengan tujuan perbaikan pembelajaran maka penulis melakukan aktivitas sebagai berikut : 1) Siswa diajak menyanyi “ O Ibu dan Ayah “ sambil memperagakan dengan gerakan mengikuti guru. a. Namun dengan respon yang positif ini memberi motivasi pada siswa tersebut dan yang lainnya sehingga berani maju dan menceritakan gambar. 4) Penggunaan alat bantu/ media sudah mendukung proses pembelajaran. 2) Siswa menceritakan kegiatan mereka di pagi hari. terlebih dengan strategi picture and picture yang mampu menarik minat siswa. Guru memberi respon positif terhadap kemampuan berbicara siswa meski sebenarnya siswa tersebut belum begitu terampil berbicara. 3) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Di samping itu siswa merasa bahwa hasil usahanya dihargai oleh guru.41 3) Guru dapat memberi motivasi pada siswa agar berani dan mampu menceritakan isi gambar seri. 4) Siswa mendengarkan cerita dari guru berjudul “ Temanku Sakit “ 5) Siswa diajak bertanya jawab tentang isi cerita. .

9) Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. 10) Dalam kelompok siswa berdiskusi menulis cerita berdasarkan gambar seri. 8) Guru menanyakan alasan – alasan pemikiran urutan gambar tersebut. Untuk melihat hasil perbaikan pembelajaran. 14) Siswa diberi tugas ( PR ) untuk menceritakan gambar seri di hadapan orang tuanya. 29 Januari 2008 : Penggunaan metode kerja kelompok dan latihan . 11) Siswa berlatih berbicara dalam kelompok untuk menjelaskan / menceritakan gambar seri. dapat dilihat nilai dari lembar observasi yang dilakukan pengamat sebagai berikut : Tabel 3 : Lembar Observasi Perbaikan Pembelajaran Siklus II LEMBAR OBSERVASI PERBAIKAN PEMBELAJARAN SIKLUS II Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari / Tanggal Fokus Observasi : Bahasa Indonesia :I/2 : Selasa. 12) Siswa maju menceritakan gambar.42 7) Siswa maju secara bergantian mengurutkan gambar – gambar menjadi urutan yang logis. 13) Siswa bersama guru menarik kesimpulan bahwa untuk dapat menceritakan gambar seri dengan baik diperlukan latihan terus menerus.

Aspek Perbaikan Pembelajaran 1 1. 6. 2. 5. 7. 4. 3.43 No.14 1 Keterangan Untuk mengetahui hasil belajar siswa melalui tes formatif dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 4 : : Nilai tes formatif perbaikan pembelajaran siklus II X 100 90 80 F 8 12 10 fX 800 1080 800 . Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Guru memberi kesempatan pada siswa untuk berpikir dalam menyusun cerita Penggunaan alat peraga dalam strategi picture and picture Siswa diberi kesempatan yang cukup untuk berlatih berbicara Guru memberi respon yang positif terhadap kemampuan berbicara siswa Penggunaan metode kerja kelompok Guru mampu memberi motivasi Jumlah Nilai rata -rata Keterangan : 1 = kurang sekali 2 = kurang 3 = cukup 4 = baik 5 = baik sekali Skala Nilai 2 3 4 5 √ √ √ √ √ √ √ 6 4.

rata Keterangan : X = Nilai 2 4 36 85.44 70 60 50 40 30 20 10 Jumlah Rata .14 Siklus I Siklus II Gambar1 Grafik hasil nilai observasi pembelajaran Bahasa Indonesia siklus I dan siklus II .0 140 240 3060 f = frekuensi. jumlah siswa yang mendapat nilai tertentu fX = jumlah siswa X nilai Untuk memperjelas hasil dari pengolahan data disajikan grafik diagram batang sebagai berikut : Grafik Nilai Observasi Siklus I dan II 5 4 3 2 1 0 Siklus I Siklus II 3 4.

Siklus II 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 88. Siklus I.45 Grafik Prestasi Belajar Siswa Pada Pra Siklus. Perbaikan Siklus I dan SiklusII.00 39.00 60. perbaikan siklus I dan siklus II Grafik Tingkat Ketuntasan Belajar Pra Pembelajaran.2 Siklus I Siklus II Tuntas Belum Tuntas Pra Pembelajaran Gambar 3: Grafik Tingkat Ketuntasan Belajar Pra pembelajaran.94 53.00 Pra Siklus Siklus I Siklus II Siklus I Siklus II Gambar 2 Grafik nilai rata –rata tes formatif Bahasa Indonesia pada pra pembelajaran.5 45. .88 85.5 11. Siklus I dan Siklus II 100 80 60 40 20 0 Pra Siklus 71.8 55.

0 6. Metode ini juga meningkatkan rasa percaya diri pada siswa. Siklus I dan Siklus II 35 30 25 20 20 15 10 5 5 0 0 ≤6.0<7.5 ≥7.5 ≥7. perbaikan siklus I dan siklus II.0 < Nilai 7.5 ≤6.0<7.5 ≤6.Deskripsi Temuan Pelaksanaan tiap – tiap aktivitas perbaikan pembelajaran yang menjadi pusat perhatian dalam observasi siklus II dapat dideskripsikan sebagai berikut : 1) Guru telah menerapkan metode latihan secara berkelompok dengan baik. .0<7.46 Grafik Rekapitulasi Hasil Belajar Bahasa Indonesia Pra Pembelajaran.0 6.5 32 Gambar 4: Grafik Rekapitulasi Hasil Tes Formatif Bahasa Indonesia pada pra pembelajaran. Metode ini sangat membantu terutama bagi siswa yang sedang dan kurang kemampuannya.5 Siklus I Siklus II Pra Pembelajaran 4 13 10 13 11 ≤ 6.0 6. b. Siswa sebelum menceritakan isi gambar di hadapan guru dan teman – temannya terlebih dulu diberi kesempatan untuk berlatih di dalam kelompoknya.0 6.5 ≥7.5 Nilai ≥ 7.

Kerja kelompok juga memberi kesempatan pada siswa untuk mendiskusikan isi gambar dan menyusun cerita berdasarkan gambar. siswa dikelompokkan secara merata. sesuai tema dan dekat dengan pengalaman sehari –hari siswa. 3) Guru dapat memberi motivasi pada siswa agar berani dan mampu menceritakan isi gambar seri. Hasil yang diraih siswa dalam perbaikan pembelajaran pada siklus dua ini lebih baik ( meningkat ) daripada perbaikan pada siklus satu. Namun dengan respon yang positif ini memberi motivasi pada siswa tersebut dan yang lainnya sehingga berani maju dan menceritakan gambar. 4) Penggunaan alat bantu/ media sudah mendukung proses pembelajaran. terlebih dengan strategi picture and picture yang mampu menarik minat siswa.8. siswa yang pandai disebar ke seluruh kelompok sehingga bisa menjadi tutor sebaya bagi temannya yang kurang mampu. Di samping itu siswa merasa bahwa hasil usahanya dihargai oleh guru. Pada akhir pembelajaran guru memberikan tes formatif bagi siswa dan dari hasil tes tersebut diketahui nilai rata – rata kelasnya adalah 88. Guru telah menggunakan gambar seri yang menarik. .47 2) Penerapan metode kerja kelompok sudah baik. Guru memberi respon positif terhadap kemampuan berbicara siswa meski sebenarnya siswa tersebut belum begitu terampil berbicara.

88 pada pra pembelajaran menjadi 71. Menurut Wahyudi ( 2004 ) belajar harus memiliki makna bagi peserta didik. Prosentase ketuntasan belajar pada pra pembelajaran 55% menjadi 60.8% pada siklus II.94 pada perbaikan pembelajaran siklus I dan meningkat lagi menjadi 85. Peningkatan prestasi belajar siswa terjadi karena peneliti secara konsekuen menerapkan aktivitas perbaikan pembelajaran seperti berikut ini : 1) Penggunan Metode Kerja Kelompok Dalam penelitian yang telah dilakukan metode kerja kelompok sangat menunjang proses pembelajaran.0 pada siklus II.Pembahasan Hasil Penelitian per Siklus Dari data pelaksanaan perbaikan pembelajaran dan prestasi belajar yang dicapai siswa pada tes formatif Bahasa Indonesia aspek berbicara kompetensi menjelaskan isi gambar tunggal dan gambar seri sederhana dengan bahasa yang mudah dimengerti di kelas IB Tahun Pelajaran 2007/2008 cenderung meningkat.14 pada skala 1-5 diukur dengan alat ukur rating scale. Prestasi belajar siswa juga menjadi lebih baik dari nilai rata – rata kelas 53. Penilaian observasi tentang perbaikan pembelajaran meningkat dari 3.5% pada perbaikan pembelajaran siklus I dan meningkat menjadi 88. Penggunaan metode kerja kelompok ternyata amat membantu peningkatan prestasi belajar siswa karena dengan metode kerja kelompok siswa yang lemah terbantu. Di lain pihak belajar optimal akan . Pengorganisasian bahan dan ide baru harus dalam kerangka memberi makna bagi peserta didik.48 B.00 menjadi 4.

49 terjadi manakala peserta didik berpartisipasi penuh serta memiliki tanggung jawab dalam belajar. Penerapan metode ini sesuai dengan rasionalitas penggunaannya yaitu : a. Proses dan hasil yang diperoleh dari kerja kelompok lebih kaya . Mengingat banyaknya persoalan yang tidak dapat dipecahkan sendiri maka metode kerja kelompok sangat sesuai untuk saling memberi dan menerima antar siswa. c. d. Menurut Sadiman ( 1987 ) penggunaan metode yang tepat akan meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai oleh indikator sebagai berikut : a) Hasil belajar itu tahan lama dan dapat digunakan dalam kehidupan oleh siswa. Kerja kelompok sangat bermanfaat untuk menyalurkan dan mengarahkan kemampuannya. variatif . Dari hasil penelitian metode kerja kelompok sangat membantu siswa dalam menyerap materi – materi pelajaran. Siswa memperoleh kesempatan kreatifitas belajar siswa sesuai dengan . dan komprehensif. Siswa sebagai individu memiliki kemampuan yang berbeda – beda. Melalui kerja kelompok diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan prestasi terutama bagi siswa yang nilai belajarnya rendah. b. b) Hasil itu merupakan pengetahuan asli atau otentik.

Bahasa tulis merupakan bahasa kedua dari ujaran. 3. 2. Menurut teori Linguistic Struktural Deskriptif yang dikemukakan oleh Henry Guntur Tarigan ( 1988 ) pengajaran bahasa yang berpola latihan terus menerus beroperasi berdasarkan prinsip bahwa bahasa merupakan fenomena lisan.50 yang luas untuk berbicara menceritakan sesuatu atau berekspresi sehingga metode kerja kelompok dapat merangsang siswa untu aktif dalam proses pembelajaran. Dari penelitian yang telah dilakukan apabila seorang guru akan menggali kemampuan siswa untuk berbicara untuk menceritakan/menjelaskan sesuatu sangat cocok menggunakan teori Linguistic Struktural Deskriptif.) Motivasi Belajar Dari penelitian yang telah dilakukan salah satu unsur yang menunjang keberhasilan proses pembelajaran adalah pemberian . ) Metode Latihan Metode latihan sangat dibutuhkan dalam meningkatkan Keterampilan berbicara pada siswa. Linguistik mencakup telah pengulangan pola – pola bahasa.1988 ) dikemukakan hokum empiris bahwa semakin sering sutu respon dipraktekkan maka semakin baik hal itu dipelajari dan semakin lama diingat. Sejalan dengan efektivitas metode latihan menurut Ladc ( Henry Guntur Tarigan .

Cara – cara yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa adalah sebagai berikut : a) Mengoptimalkan penerapan prinsip – prinsip belajar b) Mengoptimalkan unsur – unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran c) Mengoptimalkan pengalaman – pengalaman atau kemampuan yang telah dimiliki oleh siswa d) Mengembangkan cita – cita atau aspirasi siswa. 4)Strategi Pembelajaran Picture And Picture . Guru amat berperan dalam membangkitkan motivasi siswa sehingga siswa tertarik untuk terlibat aktif dalam pembelajaran dan berani mengungkapkan pendapat dan perasaannya. Dalam hal ini siswa menjadi berani untuk menjelaskan isi gambar sehingga tujuan pembelajaran tercapai.51 motivasi . Dari data tersebut pemberian motivasi dari guru dan penerapan tentang teori motivasi belajar amat mendukung keberhasilan perbaikan pembelajaran. Menurut WS Winkel ( 1989 ) motivasi adalah daya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan tertentu.

c) Pengajaran keterampilan berbahasa lisan harus mampu menumbuhkan partisipasi aktif terbuka pada diri siswa. Dari penelitian yang telah dilakukan penggunan strategi picture and picture ( LPMP Jawa Tengah 2006 ) sangat mendukung proses pembelajaran. Strategi picture and picture apabila diterapkan untuk mengajarkan Bahasa Indonesia dengan kompetensi menjelaskan/menceritakan isi gambar tunggal dan gambar seri . b) Pengajaran keterampilan berbahasa lisan disusun dari yang sederhana ke yang lebih kompleks sesuai dengan tingkat perkembangan bahasa siswa. Penggunaan strategi tersebut dilandasi oleh prinsip sebagai berikut : a) Pengajaran keterampilan berbahasa lisan harus mempunyai tujuan yang jelas yang diketahui oleh guru dan siswa. Pembelajaran Bahasa Indonesia aspek berbicara dengan kompetensi menjelaskan/menceritakan isi gambar tunggal dan gambar seri sederhana dengan bahasa yang mudah dimengerti sangat tepat menggunakan strategi pembelajaran yang dikemukakan oleh Edi Sugito ( 1998 ). d) Pengajaran keterampilan berbahasa lisan harus benar – benar mengajar bukan menguji.52 Dalam proses pembelajaran penerapan strategi amat berpengaruh tehadap keberhasilan pembelajaran.

terlihat dari peningkatan nilai rata – rata tes . Perbaikan pembelajaran Bahasa Indonesia aspek berbicara dengan kompetensi menjelaskan/menceritakan isi gambar tunggal dan gambar seri sederhana dengan bahasa yang mudah dimengerti di kelas IB Tahun Pelajaran 2007/2008 berjalan lancar sesuai dengan rencana.53 sederhana dengan bahasa yang mudah dimengerti sangat cocok serta menunjang proses pembelajaran. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT A. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan beberapa data dari kegiatan yang telah dilakukan. Prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dengan baik.

94 ) dan pada siklus II ( 85.5 % pada siklus I dan 88.54 formatif pra pembelajaran ( 53. Saran Tindak Lanjut .0 ) dan pada siklus II ( 4.8% pada siklus II. 2. Dengan penerapan metode kerja kelompok berbicara dan latihan dalam dalam Tahun Pelajaran meningkatkan kemampuan siswa menjelaskan/menceritakan isi gambar tunggal dan gambar seri sederhana dengan bahasa yang mudah dimengerti pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IB Tahun Pelajaran 2007/2008 berdampak signifikan.88 ) pada siklus I ( 71.00 ). Adapun hasil ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan dari 55 % pada pra pembelajaran menjadi 80. Dengan penerapan metode latihan dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa dalam menjelaskan/menceritakan isi gambar tunggal dan gambar seri sederhana dengan bahasa yang mudah dimengerti pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IB Tahun Pelajaran 2007/2008. Nampak pula peningkatan dalam nilai hasil observasi oleh pengamat pada siklus I ( 3. 3. B. Dengan penerapan metode kerja kelompok dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa dalam menjelaskan/menceritakan isi gambar tunggal dan gambar seri sederhana dengan bahasa yang mudah dimengerti pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IB 2007/2008.14 ). Adapun hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : 1.

Menggunakan strategi picture and picture 5. Memberikan motivasi belajar pada siswa 4. Menggunakan metode kerja kelompok 2. Menggunakan alat peraga yang menunjang proses pembelajaran Untuk menindaklanjuti penelitian ini mungkin di waktu mendatang dapat dilakukan penelitian lebih lanjut.55 Bertolak dari penelitian yang telah dilakukan maka peneliti menyampaikan saran kepada rekan – rekan guru apabila akan mengajarkan mata pelajaran Bahasa Indonesia aspek berbicara dengan kompetensi menjelaskan/menceritakan isi gambar tunggal dan gambar seri sederhana dengan bahasa yang mudah dimengerti agar mendapatkan hasil seperti yang diharapkan. . maka dapat menggunakan hasil – hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti sebagai berikut : 1. Semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat sebagai referensi bagi rekan – rekan guru khususnya guru kelas I apabila mengalami kesulitan pembelajaran yang sama dengan yang peneliti alami. Menggunakan metode latihan 3.

2007. Pengajaran Pemerolehan Bahasa. Guntur Tarigan Henry. Pembelajaran Terpadu. Dasar – dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Dirjen Dikdasmen. Sardiman AM. . Depdiknas.56 DAFTAR PUSTAKA Arikunto Suharsini. Jakarta: Universitas Terbu ka. Strategi dan Langkah – langkah Penelitian Pendidikan. 1998. Bandung: PT Remaja Rosda Karya. 1987. : IKIP PGRI Purwanto M. Psykologi Pendidikan. 1990. 1993. Hadi Subroto Tisno. Ngatmini. 1986. Jakarta: Rajawali Press. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Rahman Maman. : IKIP Press. Bandung: Angkasa. Jakarta: Bina Aksara. 1998. Ngalim. 2005. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Perencanaan Pengajaran.

G. Belajar dan Pembelajaran. : LPMP Jawa Tengah. Kapita Selekta Pendidikan SD. Yogyakarta: Universitas Sanata Darma. 2007. Perkembangan Peserta Didik. Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD. Wardani. Jakarta: Universitas Terbuka. Bimbingan Penyusunan Laporan Pemantapan Kemampuan Profesional ( PKP ). Pemantapan Kemampuan Profesional. Jakarta: Universitas Terbuka. 1996. Sumantri Mulyani.2007. 1997. Jakarta: Universitas Terbuka. Sutadi Rusda Koto.K. Jakarta: Universitas Terbuka. 2006. : UPBJJ . Pembaharuan Pembelajaran di SD. 1999. Pendidikan Dasar yang Demokratis. Sunaryo. 2006. Udin. Suparno Paul. Strategi Belajar Mengajar.57 Surya HM.A. 1997. Jakarta: Universitas Terbuka Widya Iswara LPMP Jawa Tengah. 2007. Jakarta: Universitas Terbuka. : IKIP Press. Santoso Puji. . I. 2007. Model Pembelajaran. Suprayekti.

percakapan sederhana. B. Standar Kompetensi : BERBICARA : 6.58 RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN ( Siklus 1 ) Mata Pelajaran Tema Kelas/ Semester Alokasi Waktu : Bahasa Indonesia : Kebersihan dan Kesehatan :1/2 : 2 X 35 menit A. perasaan. dan dongeng. Kompetensi Dasar : . Mengungkapkan pikiran. dan informasi secara lisan dengan gambar.

1 Menceritakan isi gambar tunggal.59 6. Langkah – Langkah Pembelajaran : 1. Kegiatan Inti : ( 60 menit ) a. Siswa berani dan mau maju ke depan kelas untuk menceritakan gambar. Kegiatan Awal : ( 5 menit ) a. b.) Tanya jawab tentang kegiatan siswa : • • Apa yang kamu lakukan setelah bangun tidur ? Apa saja benda yang kamu gunakan untuk mandi dan menggosokgigi ? c.) Siswa memperhatikan contoh guru cara menceritakan isi gambar.) Menyampaikan tujuan pembelajaran 2.1 Menjelaskan isi gambar tunggal atau gambar seri sederhana dengan bahasa yang mudah dimengerti.) Siswa diminta mengamati gambar di buku Bahasa Indonesia. Tujuan Perbaikan : 1. D. Indikator : 6. 2. Siswa mampu menceritakan isi gambar dengan bahasa yang mudah dimengerti. . C. E.1.) Menyanyikan lagu “ Bangun Tidur “ b.) Tanya jawab tentang gambar yang diamati : • • Apa yan kamu lihat dalam gambar ? Apa yang sedang dilakukan anak dalam gambar ? d.

Gambar anak yang sedang mencuci tangan..) Siswa diberi tugas ( PR ) untuk belajar menjelaskan isi gambar yang mereka lihat di rumah di hadapan orang tuanya. Akhir : . Sarana dan Sumber Belajar : 1. Kegiatan Akhir : ( 5 menit ) a. f. Evaluasi : 1. 3. Awal : 2.Buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SD Kelas I Aneka Ilmu halaman 71. Metode : 1. Proses : 3.) Siswa bersama guru menyimpulkan bahwa menceritakan gambar itu tidak sulit.) Evaluasi siswa maju ke depan kelas menceritakan isi gambar. Kerja Kelompok 2. Tanya jawab H. G.) Siswa diskusi berpasangan menceritakan isi gambar secara tertulis. 2. Latihan 3.60 e. b. F.

M.Pd. Dra.61 Jenis Tes : Perbuatan Alat Tes : Ceritakan isi gambar tunggal yang kamu amati ! ( Aspek Penilaian Terlampir ) Mengetahui Pembimbing . NIP 131692680 Tes Formatif Ceritakan isi gambar di bawah ini ! Siti Kadariyah . Eem Kurniasih. 21 Januari 2008 Guru Kelas 1 B.

21 Januari 2008 : Penggunaan Metode Kerja Kelompok dan Latihan 1 1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Guru memberi kesempatan pada siswa untuk berpikir dalam menyusun cerita Penggunaan alat peraga Siswa diberi kesempatan yang cukup untuk berlatih berbicara Guru memberi respon yang positif terhadap kemampuan berbicara siswa Penggunaan metode kerja kelompok berpasangan Guru mampu memberi motivasi Skala Nilai 2 3 4 5 √ √ √ √ √ √ √ Keterangan No. Aspek Perbaikan Pembelajaran . 3. 7. 2.62 LEMBAR OBSERVASI PERBAIKAN PEMBELAJARAN SIKLUS I Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari / Tanggal Fokus Observasi : Bahasa Indonesia :I/2 : Senin. 5. 4. 6.

1 Menjelaskan isi gambar tunggal atau gambar seri sederhana dengan bahasa yang mudah dimengerti. dan dongeng. perasaan.0 Pengamat. Standar Kompetensi : BERBICARA : 6. percakapan sederhana. Mengungkapkan pikiran. B. dan informasi secara lisan dengan gambar.63 Jumlah Nilai rata -rata Keterangan : 1 = kurang sekali 2 = kurang 3 = cukup 4 = baik 5 = baik sekali 2 3 2 3.Kompetensi Dasar : 6. . Theresia Seniwati RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN ( Siklus 2 ) Mata Pelajaran Tema Kelas/ Semester Alokasi Waktu : Bahasa Indonesia : Kebersihan dan Kesehatan :1/2 : 2 X 35 menit A.

Kegiatan Inti : (60 menit ) a. c. Indikator : 6.Tanya jawab isi cerita :  Siapa yang sakit dalam cerita tadi ?  Dia sakit apa ?  Siapa saja yang menengoknya ?  Apa yang diucapkan ketika menengok teman yang sakit ? c. .1.Tujuan Perbaikan : 1. 2. Kegiatan Awal : ( 5 menit ) a. Siswa dibagi beberapa kelompok g. i.Siswa mendengarkan cerita berjudul “Temanku Sakit” b. Siswa mampu menceritakan isi gambar dengan jelas. Menyampaikan tujuan pembelajaran. Siswa berani dan mau maju ke depan kelas untuk menceritakan gambar. Siswa berkelompok menulis cerita berdasarkan gambar seri. Guru memasang gambar seri secara acak d. Guru menanyakan alasan – alasan pemikiran urutan gambar tersebut f.1 Menceritakan isi gambar seri D. 2. Guru menjelaskan tugas yang harus dilaksanakan dalam kelompok h. E Langkah – Langkah Pembelajaran : 1.64 C. Siswa menceritakan kegiatan mereka di pagi hari. Siswa berlatih menceritakan gambar seri di kelompoknya. Menyanyi lagu “ O Ibu dan Ayah “ b. Siswa maju bergantian mengurutkan gambar – gambar menjadi urutan yang logis e.

Buku Lancar Membaca dan Menulis untuk SD Kelas I . Awal : 2.Strategi :  Picture And Picture H. Evaluasi : 1. Metode dan Strategi : 1. Tim Grasindo halaman 20 – 21 2.65 j. 4. F. Siswa maju menceritakan isi gambar seri.Metode :  Kerja kelompok  Latihan  Tanya jawab 2. Kegiatan Akhir : ( 5 menit )  Siswa bersama guru menyimpulkan bahwa untuk mampu/terampil menceritakan isi gambar seri dibutuhkan latihan yang terus menerus. Proses : Menilai proses diskusi kelompok . Sarana dan Sumber Belajar : 1.  Siswa diberi tugas untuk mengurutkan dan menceritakan gambar seri. Gambar seri tentang anak yang sedang sakit G.

Pd. NIP 131692680 Tes Formatif Ceritakan isi gambar seri di bawah ini ! Siti Kadariyah .66 3. 29 Januari 2008 Guru Kelas 1 B. M. Akhir : Jenis Tes : Perbuatan Alat Tes : Ceritakan isi gambar seri yang kamu amati ! ( Aspek penilaian terlampir ) Mengetahui Pembimbing . Eem Kurniasih. Dra.

67 LEMBAR OBSERVASI PERBAIKAN PEMBELAJARAN SIKLUS II Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari / Tanggal Fokus Observasi : Bahasa Indonesia :I/2 : Selasa. 3. 5. Aspek Perbaikan Pembelajaran . 2. 4. 6. 29 Januari 2008 : Penggunaan Metode Kerja Kelompok dan Latihan 1 1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Guru memberi kesempatan pada siswa untuk berpikir dalam menyusun cerita Penggunaan alat peraga dalam strategi picture to picture Siswa diberi kesempatan yang cukup untuk berlatih berbicara Guru memberi respon yang positif terhadap kemampuan berbicara siswa Penggunaan metode kerja Skala Nilai 2 3 4 5 √ √ √ √ √ √ Keterangan No.

Afif Fahrur R. 2. 9. 5. . 3.1 Menjelaskan isi gambar tunggal atau gambar seri sederhana dengan bahasa yang mudah dimengerti :1/2 : 2007/2008 ASPEK YANG DINILAI JUMLAH NILAI AKHI Keberani Kesesuaian Penggunaan SKOR R an Cerita dng. Theresia Seniwati LEMBAR PENILAIAN SEBELUM PERBAIKAN Mata Pelajaran Jenis Tes Kompetensi Dasar Kelas / Semester Tahun Pelajaran No. Agnes Wahyu P Agustina M. Aloysius Aryk P.14 1 Keterangan : 1 = kurang sekali 2 = kurang 3 = cukup 4 = baik 5 = baik sekali Pengamat.68 7. kelompok Guru mampu memberi motivasi Jumlah Nilai rata -rata √ 6 4. 8. 6. Andres Susanto Bintang Pradhana Bofly Ebenhaezer Brillian Prinanda Christina Elsa M. : Bahasa Indonesia : Perbuatan : 6. Bahasa gambar 10 10 10 10 10 10 10 10 10 30 30 30 90 90 20 30 30 80 80 20 30 20 70 70 20 30 30 80 80 10 10 10 20 20 30 70 70 Nama Siswa 1. 4. 7.

17.69 10. 16. Elisabeth Pilisra Ezra Julyan Dhita FX. 15. 34. 20. 32. Gracetia Ratna H. 33. 11. 10 20 10 10 30 20 20 20 30 30 30 10 10 20 20 20 10 20 20 30 10 20 20 10 20 10 20 20 30 20 20 30 30 30 30 20 30 30 30 30 30 30 20 20 20 30 30 30 30 30 40 40 40 30 30 30 30 30 40 20 20 20 20 10 70 10 10 90 70 70 80 100 100 100 10 10 70 80 80 10 80 80 100 10 70 60 10 60 10 60 10 70 10 10 90 70 70 80 100 100 100 10 10 70 80 80 10 80 80 100 10 70 60 10 60 10 60 Keterangan : Rentang Skor 1. 21. Yosefa Johan M. Monica D. Oktalya Ayu L. 18. 28. 13. Mareta Invika A. 22. Aditiya S. Gisella Destiny L Gisela Yonanda I. 23. 31. Yohanes W. Novia Indah P. 30. Oei. Aspek Keberanian Berani bercerita di depan kelas Berani bercerita di tempat duduk Tidak berani bercerita Skor Skor Skor : 30 : 20 : 10 2. 19. 35. 26. 27. 29. Petra Valentine N Restu Budi P. Ignatia Chavella Intan Sekarwangi Jeanicha Firstke Kiya Ambun A. Nikolas Reza P. Robertus Galuh A Stephani D. 24. 36. Aspek kesesuaian cerita dengan gambar Isi cerita sesuai dengan gambar Isi cerita kurang sesuai dengan gambar Isi cerita tidak sesuai dengan gambar Skor Skor Skor : 30 : 20 : 10 . Yanashia S. 25. Maya Antika Mayschell M. Meylina Tri H. 12. Maria Dhanis W. 14. Daniel Andre D.

bahasa mudah dimengerti Berbicara kurang lancar. Afif Fahrur R. Nama Siswa : Bahasa Indonesia : Perbuatan : 6. bahasa mudah dimengerti Berbicara kurang lancar. 4.1 Menjelaskan isi gambar tunggal atau gambar seri sederhana dengan bahasa yang mudah dimengerti :1/2 : 2007/2008 ASPEK YANG DINILAI JUMLAH NILAI AKHI Keberani Kesesuaian Penggunaan SKOR R an Cerita dng. 8. 5. Agnes Wahyu P Agustina M. 3. . 7. Andres Susanto Bintang Pradhana Bofly Ebenhaezer Brillian Prinanda Christina Elsa M. 2.70 3. 6. Aloysius Aryk P. Penggunaan Bahasa Berbicara dengan lancar. bahasa sulit dimengerti Skor Skor Skor : 40 : 30 : 20 NILAI AKHIR = JUMLAH SKOR YANG DIPEROLEH LEMBAR PENILAIAN PERBAIKAN I Mata Pelajaran Jenis Tes Kompetensi Dasar Kelas / Semester Tahun Pelajaran No. 9. Bahasa gambar 30 30 20 80 80 20 20 20 60 60 10 10 10 30 30 30 90 90 30 30 30 90 90 30 30 20 80 80 30 30 30 90 90 20 30 20 70 70 30 30 30 90 90 1.

31. Mareta Invika A. Petra Valentine N Restu Budi P. 26. 19. Nikolas Reza P. Yohanes W. Robertus Galuh A Stephani D. 28. 36. Ignatia Chavella Intan Sekarwangi Jeanicha Firstke Kiya Ambun A. 14. 34. Aditiya S. 22. 33. 15. 24. 20. Oei. Maya Antika Mayschell M. 13. Daniel Andre D. 25. 27. 32. 17. Elisabeth Pilisra Ezra Julyan Dhita FX. Monica D. 23. Yanashia S. Aspek kesesuaian cerita dengan gambar Isi cerita sesuai dengan gambar Isi cerita kurang sesuai dengan gambar Isi cerita tidak sesuai dengan gambar Skor Skor Skor : 30 : 20 : 10 . 16. 18. Gisella Destiny L Gisela Yonanda I. 10 30 10 20 30 20 20 20 30 30 30 30 30 30 30 30 20 30 30 30 30 30 20 20 20 10 20 20 10 30 20 30 30 30 30 30 20 10 20 30 30 30 30 30 30 10 30 30 20 30 30 30 20 30 30 30 30 40 40 40 20 20 30 30 30 20 30 30 40 20 20 20 20 20 20 10 80 10 50 90 70 80 80 100 100 100 70 60 80 90 90 70 90 90 100 60 80 70 60 70 10 70 10 80 10 50 90 70 80 80 100 100 100 70 60 80 90 90 70 90 90 100 60 80 70 60 70 10 70 Keterangan : Rentang Skor 1. Oktalya Ayu L. Meylina Tri H.71 10. Yosefa Johan M. 12. 35. Aspek Keberanian Berani bercerita di depan kelas Berani bercerita di tempat duduk Tidak berani bercerita Skor Skor Skor : 30 : 20 : 10 2. Gracetia Ratna H. Novia Indah P. 29. 11. Maria Dhanis W. 21. 30.

72

3. Penggunaan Bahasa Berbicara dengan lancar, bahasa mudah dimengerti Berbicara kurang lancar, bahasa mudah dimengerti Berbicara kurang lancar, bahasa sulit dimengerti Skor Skor Skor : 40 : 30 : 20

NILAI AKHIR = JUMLAH SKOR YANG DIPEROLEH

LEMBAR PENILAIAN PERBAIKAN II Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Jenis Tes : Perbuatan Kompetensi Dasar : 6.1 Menjelaskan isi gambar tunggal atau gambar seri sederhana dengan bahasa yang mudah dimengerti Kelas / Semester :1/2 Tahun Pelajaran : 2007/2008 No. Nama Siswa ASPEK YANG DINILAI JUMLAH NILAI AKHI Keberani Kesesuaian Penggunaan SKOR R an Cerita dng. Bahasa gambar 30 30 20 80 80 20 20 20 60 60 20 20 20 60 60 30 30 40 100 100 30 30 30 90 90 30 30 30 90 90 30 30 40 100 100 30 30 20 80 80 30 30 30 90 90

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Aloysius Aryk P. Afif Fahrur R. Agnes Wahyu P Agustina M. Andres Susanto Bintang Pradhana Bofly Ebenhaezer Brillian Prinanda Christina Elsa M.

73

10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36.

Daniel Andre D. Elisabeth Pilisra Ezra Julyan Dhita FX. Aditiya S. Gisella Destiny L Gisela Yonanda I. Gracetia Ratna H. Ignatia Chavella Intan Sekarwangi Jeanicha Firstke Kiya Ambun A. Mareta Invika A. Maya Antika Mayschell M. Maria Dhanis W. Meylina Tri H. Monica D. Nikolas Reza P. Novia Indah P. Oei, Yanashia S. Oktalya Ayu L. Petra Valentine N Restu Budi P. Robertus Galuh A Stephani D. Yohanes W. Yosefa Johan M.

20 30 20 20 30 30 20 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 20 30 20 30

30 30 20 20 30 20 30 30 30 30 30 30 20 20 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30

30 30 20 20 30 30 30 30 40 40 40 30 20 30 4 30 20 30 40 40 20 30 20 30 30 20 30

80 90 60 60 90 80 80 90 100 100 100 90 70 80 100 90 80 90 10 100 80 90 80 80 90 70 90

80 90 60 60 90 80 80 90 100 100 100 90 70 80 100 90 80 90 10 100 80 90 80 80 90 70 90

Keterangan : Rentang Skor 1. Aspek Keberanian Berani bercerita di depan kelas Berani bercerita di tempat duduk Tidak berani bercerita Skor Skor Skor : 30 : 20 : 10

2. Aspek kesesuaian cerita dengan gambar Isi cerita sesuai dengan gambar Isi cerita kurang sesuai dengan gambar Isi cerita tidak sesuai dengan gambar Skor Skor Skor : 30 : 20 : 10

74

3. Penggunaan Bahasa Berbicara dengan lancar, bahasa mudah dimengerti Berbicara kurang lancar, bahasa mudah dimengerti Berbicara kurang lancar, bahasa sulit dimengerti Skor Skor Skor : 40 : 30 : 20

NILAI AKHIR = JUMLAH SKOR YANG DIPEROLEH

DAFTAR NILAI DAN ANALISIS HASIL EVALUASI BELAJAR SEBELUM DAN SESUDAH PERBAIKAN PEMBELAJARAN . Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas / Semester : I / 2 Tahun Pelajaran : 2007 / 2008 Kompetensi Dasar: 6.1 Menjelaskan isi gambar tunggal atau gambar seri sederhana dengan bahasa yang mudah dimengerti No. Nama Siswa Nilai Sebelum Perbaikan N 10 10 10 90 80 70 80 T BT √ √ √ Nilai setelah Perbaikan 1 N T BT 80 √ 60 √ 10 √ 90 √ 90 √ 80 √ 90 √ Nilai setelah Perbaikan 2 N T BT 80 √ 60 √ 60 √ 100 √ 90 √ 90 √ 100 √

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Aloysius Aryk P. Afif Fahrur Rozi Agnes Wahyu Putri Agustina Melani W. Andres Susanto Bintang Pradhana K. Bofly Ebenhaezer

√ √ √ √

75

Eta Brillian Prinanda Christina Elsa Manuella 10. Daniel Andre Dwie K. 11. Elisabeth Pilisra A. 12. Ezra Julyan Dhita 13. FX. Aditiya Saputra 14. Gisella Destiny Luh P. 15. Gisela Yonanda Ines S. 16. Gracetia Ratna Honesty 17. Ignatia Chavella A. A. 18. Intan Sekarwangi 19. Jeanicha Firstke A. 20. Kiya Ambun Antro W. 21. Mareta Invika Anggani 22. Maya Antika 23. Mayschell Mahammed 24. Maria Dhanis W. 25. Meylina Tri Habsari 26. Monica Damayanti 27. Nikolas Reza Pratama 28. Novia Indah Puspita S. 29. Oei, Yanashia Siswo H 30. Oktalya Ayu Lestari 31. Petra Valentine N. 32. Restu Budi Pratama 33. Robertus Galuh A. 34. Stephani Delayunenta 35. Yohanes Wiryawan 36. Yosefa Johan Magandi a. Jumlah 8. 9.

10 70 10 70 10 10 90 70 70 80 100 100 100 10 10 70 80 80 10 80 80 100 10 70 60 10 60 10 60 194

√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 20 16

70 90 10 80 10 50 90 70 80 80 100 100 100 70 60 80 90 90 70 90 90 100 60 80 70 60 70 10 70 259

√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 29 7

80 90 80 90 60 60 90 80 80 90 100 100 100 90 70 80 100 90 80 90 100 100 80 90 80 80 90 70 90 306

√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 32 4

.. Demikian pernyataan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.....76 0 b.8 % BT : Belum Tuntas SURAT PERNYATAAN Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama NIM UPBJJ-UT Menyatakan bahwa : Nama Tempat mengajar Guru Kelas : Th... 2 :IA : Siti Kadariyah : 812 546 548 : Adalah teman sejawat yang akan membantu dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran... Tingkat Ketuntasan Klasikal Keterangan : N T : Nilai : Tuntas 53..94 80...88 55 % 0 71. Nilai Rata – rata Kelas c. Seniwati : SD . yang merupakan tugas mata kuliah PGSD 4412 Pemantapan Kemampuan Profesional ( PKP ).. 21 Januari 2008 ....... .5 % 0 85 88....

Th.77 Yang Membuat Pernyataan Teman Sejawat. Mahasiswa. Seniwati Siti Kadariyah .

78 .

79 .

80 .

81 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.