P. 1
Makalah Matematika

Makalah Matematika

|Views: 1,822|Likes:
Published by Mukhlis Mukhlis

More info:

Published by: Mukhlis Mukhlis on Sep 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2012

pdf

text

original

Fungsi

Dalam berbagai aplikasi, korespondensi/hubungan antara dua himpunan sering

4 terjadi. Sebagai contoh, volume bola dengan jari-jari r diberikan oleh relasi V ! T r 3 . 3
Contoh yang lain, tempat kedudukan titik-titik ( x, y ) yang jaraknya 1 satuan dari titik pangkal O adalah x 2  y 2 ! 1 . Ada hal penting yang bisa dipetik dari contoh di atas. Misalkan X menyatakan himpunan semua absis lebih dari atau sama dengan 1 dan kurang dari atau sama dengan 1, sedangkan Y himpunan ordinat lebih dari atau sama dengan 1 dan kurang dari atau sama dengan 1. Maka elemen-elemen pada X berkorespondensi dengan satu atau lebih elemen pada Y. Selanjutnya, korespondensi x 2  y 2 ! 1 disebut relasi dari X ke Y. Secara umum, apabila A dan B masing-masing himpunan yang tidak kosong maka relasi dari A ke B didefinisikan sebagai himpunan tak kosong R Ž A v B . A a1 a2 a3 B b1 b2 b3 b4

Relasi dari himpunan A ke B

Jika R adalah relasi dari A ke B dan x  A berelasi R dengan y  B maka ditulis:
(a, b)

Apabila diperhatikan secara seksama, ternyata dua contoh di atas mempunyai perbedaan yang mendasar. Pada contoh yang pertama setiap r " 0 menentukan tepat satu

V " . Sementara pada contoh yang ke dua, setiap x [ , ] berelasi dengan beberapa

¡

 

R

atau

aRb

atau

b ! R (a)

1

(dalam hal ini dua) nilai x fungsi.

Definisi Diketahui R relasi dari A ke B. Apabila setiap x  A berelasi R dengan tepat satu y  B maka R disebut fungsi dari A ke B. Jadi, relasi R dari A ke B disebut fungsi jika untuk setiap x  A terdapat tepat satu y  B sehingga b ! R (a ) . Sebagai contoh, misalkan

merupakan fungsi dari X ke Y, karena setiap anggota X berelasi dengan tepat satu anggota Y.

( Demikian pula, himpunan _1, 6), (2, 3)a merupakan fungsi dari X ke Y. Sementara himpunan

_1, 3), (1, 6), (2, 3)a bukan merupakan fungsi dari X ke Y, karena ada anggota X, yaitu 1, yang (
menentukan lebih dari satu nilai di Y. Fungsi dinyatakan dengan huruf-huruf: f, g, h, F, H, dst. Selanjutnya, apabila f merupakan fungsi dari himpunan A ke himpunan B, maka dituliskan: f:ApB Dalam hal ini, himpunan A dinamakan domain atau dae ah definisi atau dae ah asal, sedangkan himpunan B dinamakan kodomain atau dae ah kawan fungsi f. Domain fungsi f ditulis dengan notasi Df, dan apabila tidak disebutkan maka disepakati bahwa domain fungsi f adalah himpunan terbesar di dalam R sehingga f terdefinisikan atau ada. Jadi:

x f ! _ R

: f ( x) ada ( terde inisikan)a
range atau

Himpunan semua anggota B yang mempunyai kawan di A dinamakan daerah hasil fungsi f, ditulis R f atau Im(f) (Perhatikan Gambar 2.1.2). A B

Rf

Gambar

£

£

£

¢ 

1, 1 yang berbeda. Relasi seperti pada contoh pertama disebut

X ! _, 2adan Y ! _ , 6a. 1 3

Himpunan

_1, 3), (2, 3)a (

¤

2

Fungsi Injektif. A B x f y f fungsi dari himpunan A ke B. x dan y masing-masing dinamakan variable bebas dan variabel tak bebas. Apabila setiap anggota himpunan B mempunyai yang kawan di A.1. (i). maka f disebut fungsi injektif atau fungsi 1-1 (into function). maka dikatakan y merupakan bayangan x oleh f atau y merupakan nilai fungsi f di x dan ditulis y = f(x). A B a1 a2 a3 b1 b2 b3 b4 b5 Fungsi injektif dari A ke B 3 . Fungsi Surjektif. kawannya tunggal. dan Fungsi Bijektif Berikut diberikan beberapa fungsi yang memenuhi syarat-syarat tertentu .Jika pada fungsi f : A p B . A a1 a2 a3 a4 B b1 b2 b3 Gambar 2. Apabila setiap anggota himpunan B mempunyai kawan anggota himpunan A. sebarang elemen x  A mempunyai kawan y  B. Sedangkan y = f(x) disebut rumus fungsi f. Selanjutnya. Diberikan fungsi f : A p B .4 f fungsi surjektif dari himpunan A ke himpunan B (ii). maka f disebut fungsi surjektif atau fungsi pada (onto function).

    © f ( )( x) g f ( x) . invers suatu fungsi belum tentu merupakan fungsi. a § ¨ § ¨ ¦ ¥ . Jika setiap anggota himpunan B mempunyai tepat satu kawan di A maka f disebut fungsi bijektif atau korespodensi 1-1. asalkan g ( x) { 0 g ( x) _ x 0 . perhatikan Gambar 2. Pada umumnya. A B a1 a2 a3 a4 b1 b2 b3 b4 Gambar Korespondensi 1 ± 1. hasil kali skalar E f .(iii). kecuali untuk f g . D f g D f ‰ Dg : g ( x) Fungsi Invers Diberikan fungsi : X p Y . hasil kali berikut: ( f  )( x) ! f ( x )  ( x ) (E f )( x ) ! E f ( x ) ( f  )( x) ! f ( x )  ( x) (f )( x) ! f ( x ) ( x) Domain masing-masing fungsi di atas adalah irisan domain f dan domain g. Sebagai contoh. selisih f  g . Kebalikan (invers) fungsi f adalah relasi g dari Y ke X. Operasi Pada Fungsi Diberikan skalar real E dan fungsi-fungsi f dan g.7 di bawah ini. Jumlahan f  g .g . dan hasil bagi f g masing-masing didefinisikan sebagai ¦ 4 . Mudah dipahami bahwa korespondensi 1-1 adalah fungsi surjektif sekaligus injektif.1.

Apabila g ( x )  D f maka f dapat dikerjakan pada g (x ) dan diperoleh fungsi baru h( x ) ! f ( g ( x )) . Ambil sebarang x  D g . ditulis f Q . Diketahui f dan g sebarang dua fungsi. yaitu rumus fungsi yang pertama disebutkan.A f B Gambar Apabila f : X p Y merupakan korespondensi 1 1. maka mudah ditunjukkan bahwa invers f juga merupakan fungsi. Ini disebut fungsi komposisi dari f dan g. Fungsi ini disebut fungsi invers. X f x y Y Gambar Jadi: 1 Fungsi Komposisi Perhatikan fungsi y x2 1 . Secara umum dapat diterangkan sebagai berikut. Proses demikian ini disebut komposisi. Perhatikan Gambar berikut. ditulis dengan notasi f 1 . g   x! ( y)  y ! ( x) dengan  Df ! R f dan R f 1 f     ! Df dan 5 . Apabila didefinisikan y ! f (u ) ! u u g ( x) x 2  1 maka dengan substitusi diperoleh y ! f (u ) ! f ( g ( x)) ! x 2  1 .

g Definisi Fungsi komposisi dari f dan g. didefinisikan sebagai: . ditulis f Q .

1. selisih. pangkat. dsb. Fungsi yang bukan fungsi aljabar disebut fungsi transenden. hasil bagi. g dengan domain D f Q x D g g ( x) D f . Fungsi Aljabar (b). Himpunan ( x.9 Fungsi komposisi Grafik Fungsi Diberikan fungsi f. ataupun akar fungsi-fungsi suku banyak. Fungsi Transenden Fungsi f disebut fungsi aljabar jika f dapat dinyatakan sebagai jumlahan. hasil kali. f Q ( x) ! f ( g ( x)) . a . fungsi logaritma. x Grafik Fungsi Dalam Sistem Koordinat Kartesius Dalam sistem koordinat kartesius fungsi dapat dibagi menjadi: (a). fungsi f dengan rumus: f ( x) 3x  x 2 ( x  1) 2 3 x2  1 merupakan fungsi aljabar. Beberapa contoh fungsi transenden adalah fungsi trigonometri. y ) : y f ( x). 6 ! " _ $ % # % & _ a fQ g x z ! f ( g ( x )) f fQ g D f disebut grafik fungsi f. Sebagai contoh. g y! x g Gambar 2.

dan range dari pemetaan pada gambar di bawah. f e ! 2. f (3) ! 10. f (2) ! 5. 3. f (1) ! 2. f (1) ! 2. 4.1. Kodomain adalah B = {1. 4) 2. dan Range adalah H = {1. 5}. f i ! 3. 2. Kodomain adalah R = himpunan bilangan real. f (0) ! 1. Tentukan domain. f o ! 4. f (2) ! 5 f (3) ! 10. a e i o 1 2 3 4 5 Jawab: Diagram disamping adalah pemetaan f : A p B . 2. f : R p R 7 . Dan range adalah H = {y ` y u 1 dan y  R). Tentukan domain dan kodomain. dengan: Domain adalah A = {a. ' x 2  1. 3. o}. dan range dari f ( x) Jawab: Domain adalah R = himpunan bilangan real. f a ! 1. e. kodomain. i.

go f Jawab a. 1  6 ! 2 5. g : R p R dengan f x ! x  dan g x ! x  a. go f x b. atau  e x e . 2  ! og x 2x  1 dan g  x ! x  x Jawab : A 6. Misal f : R p R. 4. f og x ! f g x ! f x ! x 1 ! x  4x  4  ! x  x  c. c.12  1) ! g (3) ! 3  2 ! 5 d.3. Misal f : R p R dengan f x Jawab: Supaya f : R p R dengan f x  x tentukan domain dari fungsi f  x maka haruslah 1  x 2 u . Misal f : R p R dengan f ( x  2) ! x 2  x . f (x ) b) f k) Jawab: a. ( f o )( ) ! f ( ( )) ! f (  2) ! f (3) ! Jadi g o f x { . x u x e atau ( x  1)( x  1) e Jadi. f ( x) ! x 2  x  maka f (k ) ! k 2  k  f (1) ! 12  5 . f og 8 . Diketahui h x ! g o f x dengan f ( x ) ! Tentukan h 1 ( x) 8 B 8 6 8 0 ( 1 ) 7 5 5 5 @ 9 7 32 4 5 9 7 2 3 c) f ) Tentukan d. domain fungsi tersebut adalah  e x e . ( g o f )(1) ! g ( f (1)) ! g (2 . Tentukan : a. f og x c. ( o f )( x) ! ( f ( x)) ! (2 x 2  1) ! (2 x 2  1)  2 ! 2 x 2  3 b. Misal y ! x  maka ! y maka Karena f (  2) ! 2  f ( y ) ! ( y  2) 2  ( y  2) ! y 2  4 y  4  y  2 ! y 2  y  Maka kita peroleh f ( x) ! x 2  x  b.

maka penyelesaiannya adalah 1 x e atau x u Untuk x = -1 tidak memenuhi karena nilai ini membuat penyebut nol. substitusi ke pertidaksamaan Daerah yang memenuhi adalah daerah yang positif. maka f a  b  c ! Jawab : f ( x) ! 3 x f (a  2b  c) ! 3a  2b c 3a . Fungsi f dengan rumus f ( x) ! Jawab : ( x) ! x x x x x x terdefenisi apabila e   x x x x ! dan x Nilai-nilai x yang membuat pembilang dan penyebut nol (akar-akarnya) adalah: Garis bilangan : Ambil x = 2. (3b ) 2 ! 3c 3c f (a)( f (b)) 2 ! f (c) ! x2  x terdefenisi pada himpunan «. 9 I x ! 1 5 -1 ‡ 5 1 ‡ H D RQ D Jika f x ! CE x p f x x ! x x F P S G u 2(2  1) 2 ! " 0 atau ‡ 2 1 3 . Jika f ( x) ! 3 x .Jika h x ! g o f maka h 1 ( x) ! ( f 1 o g 1 )( x) h 1 ( x) ! ( f 1 o g 1 )( x) ! ( f 1 ( g 1 ( x)) ! f 1 ( x  4) ! 3( x  4) x ! ( x  4)  2 x 7. 32b 3a . x 1 8.

Jika f x ! x  Jawab : f ( x) ! x  2 maka f x f x 2 f ( x 2 )  3[ f ( x )]2  f ( x ) ! 2( x 2  2)  3( x  2) 2  ( x  2) ! 2 x 2  4  3( x 2  4 x  4)  x  2 !  x 2  11x  14 1 . A = {x ` x< .1}. B dan C adalah himpunan bilangan real. Diketahui f ( x ) ! x  1 dan g x ! Jawab : x  g x ! x  g x ! x  x ! x 11. f : A p B dengan f x x g : B p C dengan g ( x) ! x dan h! go f :ApC Bila x di A dipetakan ke 64 di C maka x ! Jawab : f x ! x g x !x h x ! go f x !g f x !g x ! x h x !   i ii x x x x ! !s ! ! x! x! Karena A = {x ` x < -1} maka x = -7 UT U T f x ! Fungsi f  g x ! a b c b a c c ` c Y WX ` b b b b ` c b c b V c b V 1 .9.

.x 12.. Jika ditentukan f ( x ) Jawab : h e d 3x  adalah «. Fungsi invers dari f x Jawab : f x x x y x x Misal y( x  ) ! x  xy  y ! x  xy  x ! y  x( y  ) ! y  x y p f  ( x) ! x! x y Invers dari fungsi seperti di atas dapat ditentukan dengan menggunakan rumus : Jika f ( x)  dx  b ax  b maka f 1 ( x ) ! cx  d cx  a f ( x) ! x 3x  4 p f 1 ( x) ! x 2x  1 4x  1 dengan x  R dan x { .. x 1 p g i f 11 . x 14. maka fungsi invers f 1 ( x) ! . Jika f ( x) ! 2 x dan f g x !   Jawab : maka g x ! f ( x) ! 2 x p f ( g ( x)) ! 2 g ( x) x f ( g ( x)) !   (diket hui ) 2 x p 2 g ( x) !   2 x   !  x  ! ( x  2) g ( x) ! 2 2 4 2 4 13.

Dari gambar di bawah ini yang merupakan grafik fungsi yang mempunyai fungsi invers adalah«. Cara – • “ … † 1 (ruas kiri dan kanan dipangkatkan 5) w 4x  maka f  x x4 x x (ruas kiri dan kanan dipangkatkan 1/3) X r 12  x ax  b maka f  ( x ) ! cx  d cx  a s t v x q ˆ  ƒ‚ „ ’” ’ ‘ €y  ‰ u – ‡ .Ingat bahwa: jika f ( x) Untuk f ( x ) 15. Jawab : Y Fungsi yang mempunyai fungsi invers adalah fungsi yang berkorespondensi satu-satu. Hanya grafik (D) saja yang merupakan fungsi yang berkorespondensi satu-satu. f x ! x   Misal y ! x y ! (1  x ) ( y  2) ! 1  x y  x x 1  ( y  2) x!  y2   f  x !  y2 ? 5 3 A ? 5 3 A 16. Invers dari f x ! 1  x Jawab : 1 5  adalah «.

apabila garis tersebut hanya memotong kurva disatu titik.. f o Jawab : p 1 ( x  3)  1 m n g x ! x j f ( x) ! maka f   x ! x 1 4 x dan g ( x ) ! l l k x x ! x x h ih ! f  x  x x x 15 untuk x > x — ˜ x x x { dan g ( x) ! x  e f ed g f ™ g o p qr s qr dengan demikian 13 .. Misalkan f x ! x  untuk x > x ! untuk x = «.. 17. Jawab : Ingat bahwa : f ( x)  dx  b ax  b maka f 1 ( x ) ! cx  d cx  d a (  b) g ( x) ! ax  b maka g  ( ) ! of  x ! f x  maka g f x 1 ! f 1 g 1 x ! f  x 18. maka fungsinya mempunyai fungsi invers. Fungsi f : R p R dan g : R p R dirumuskan dengan f ( x ) maka ( g ( f ( x)) 1 ! .memeriksanya yaitu dengan membuat garis sejajar sumbu X dan sumbu Y.

f ( x) ! x  2   y ! x  2 x ! y  2   f 1 ( x ) ! x  2 1 1   y! g ( x) ! x x 1 1   g 1 ( x ) ! x! y x (f 1 o g 1 )( x ) ! 1 f 1 [ g 1 ( x)] ! 1 1 f 1 ( ) ! 1 x 1 2 !1 x 1 !3  x ! x Cara lain: Ingat bahwa : ( f 1 o g 1 )( x) ! ( g o f ) 1 ( x) Karena f  Jika ( g o f ) 1 ( x) ! 1 maka ( g o f )(1) ! x Dengan demikian: x ! ( g o f )(1) ! g ( f (1)) ! g (1  2) ! g ! 3 15 ! ! 19. Jika f ( x ) ! 5 x dan g ( x) ! x  untuk x { maka f 1 ( g ( x 2 )  3) ! Jawab : g ( x) ! x 2  3 ! f 1 f 1[ g ( x 2 )  3] ! f 1[( x 2 ) 2  3  3 (x 4 ) ! 5 log x 4 ! 4 5 log x w w f ( x) ! 5 x y ! 5x x ! 5 log y f 1 ( x) ! 5 log x v t u t o  x ! maka ( g o f ) 1 ( x) ! 1 14 .

untuk x an lain { x  ) . ( . (24) Jika f(x) = x dan g(x) = 2x 1. f ( )  f ( ) . 1) (4) (2. (-1. 4) 2  Jawaban:   (1). maka titik (x. (57)Diketahui fungsi Jawaban:   ) . 1) 1 = (2 ± 1)2 = 1 (benar) (benar) (benar) 15 { { z y 2 . 9) 9 = (2 (-1) ± 1)2 = 9 (2). dan dan f-1(x) adalah invers fungsi f(x). y) yang memenuhi y =(f o g)(x) adalah (1) (-1. Tuliskanlah rumus 23.Maka f Jawab : f  f f ! f ( ) . (64)Diketahui f(x 1) = f-1(2x-1) ! Jawaban: . (1. (( )  )  ( ( )  )(   dan f-1 adalah invers dari f. 9) (3) (1. 1) (2) (0. f ( ) ! ( ! ! 21. Misalkan f (x ) ! 2 x 1 jika x 1 2 x  1. 1) 1 = ( ± 1)2 = 1 (3). Nilai f-1(1) =  22.

Suatu jumlahan memiliki arti apabila masing-masing sukunya terdefinsikan. Tentukan domainnya. 4) 24. Sehingga: 1 ® ¾ D f ! ¯x  R :  ln( x 2  x  6) ada ¿ x5 ° À 1 ¾ ® ! ¯x  R : ada dan ln( x 2  x  6) ada ¿ x5 À ° ! x  R : x  5 { 0 dan ( x 2  x  6) " 0 x ! _  R : x { 5 dan ( x 2 atau x " 3)a x x ! _  R : x { 5 dan x 2aatau _  R : x { 5 dan x " 3)a = g  _ a Š  Š g . Suatu hasil bagi akan memiliki arti apabila penyebut tidak nol. (2. f x !  x x x a. (28) Jika f(x) = Jawaban:  4 = (4 ± 1)2 = 9 dan (f o g)(x) = (salah) . f ( x) ! Jawaban: x b. f ( x) x x 1 2 c.0] Š (1. Karena akar suatu bilangan ada hanya apabila bilangan tersebut tak negatif. maka: f u0 x2 1 x2 1 x ! _ R :  1 x e 0 atau x " 1a! (1.(4).  a. g). ! x R: ada ! x R : c. 25. maka g(x 3) = Jadi. b. … † ‡ ˆ … „Š‰ † ‡ ƒ „ ˆ „Š‰ ‚ Df x ~ ~  € ‚ ‚  ® ¯ R : ° 1 ¾ terdefinis ikan ¿ 2 À _ R : 2 0a R { 2} x } | ‹ ‚  16 . Oleh karena itu.

(1 x ) 2  b. f ( x  ) ! ( x  )  ( x  ) ! x  c.26. f  Penyelesaian: a. f ( ) ! . f x  c. maka tentukan: a. f x d.( )  (  ) ! . f x  ( x 1 ! 3 x2  x . f (1 x) ! 3. Jika f ( x) ! x 2  (1 x) . 1x . b.

f . d.( x  (( x) 2  1 ( x  ( x) . Jika f dan g masing-masing: f ( x) ! x  1 maka tentukan: f  g . 27. f ( x  ( x) ! 3. f  g .g . dan f g beserta domainnya. Penyelesaian: .( x  ( x) 2  1 ( x  ( x) ! 3 x 2  6 x.

f  ( x) ! x 1  .

f .

maka f  g . dan f g masing-masing mempunyai domain: [1. g) .g . x 1 28. f  g . g) dan ! R  { } .f  Karena f ! [1. f . Tentukan f 1 jika diketahui f ( x) ! 1  . 3x  2 Penyelesaian: y ! f ( x) ! 1   1 y ! x 1 3x  2 x 1 3x  2 Ž Ž 1 x5 .

( x) ! x  1. f . 1 x5    Œ x  (x  ) . g ( x) ! 1 x5 ( x) ! x 1  x 1 x5 1 x5 Ž Ž ( x) !  17 .

Untuk x " 0 . Untuk x jika x 0 jika x ! 0 jika x " 0 0 . y ! f ( x) ! 1 x 1 1 ! 1 1 y 1 x! 1 1 y 1 ! ! f 1 ( y ) y y Selanjutnya. Jadi. Sehingga. (ii). (iii). dari (i). Tentukan inversnya jika diketahui: ® x ± ± ± 1 f ( x) ! ¯ ± ± 1 ± 1 x ° Penyelesaian: (i). Untuk x ! 0 . (1  y )( x  2) ! x  1  x  xy  2 y  2 ! x  1  2 x  xy ! 2 y  2y   ! f 1 ( y ) x! 2 y 2x  3 1 . f ( x) ! 2  3x 29. dan (iii) diperoleh: ‘ (ii). f ( ) ! 1 . Sehingga: x !  y ! f 1 ( y) y"0 f 1 (1) . diperoleh: 0 18 . y ! f ( x) !  x " 0 .

30. g Q a. g a. . f Q Penyelesaian: f b. Jika f(x) = x2 dan g(x) = x1 maka tentukan fungsi-fungsi berikut beserta domainnya.® x ± ± ± 1 f ( x) ! ¯ ±  ± 1 x ± x ° ika x " ika x ! 1 ika x 1 . g Q f c. f Q g d.

f Q ( x ) ! f ( g ( x)) ! f ( x  1) ! ( x  1) 2 . . dengan domain D f Q ! R . g g b.

g Q ( x) ! g ( f ( x)) ! g ( x 2 ) ! x 2  1 . . f f c. dengan domain D g Q ! R .

f Q ( x) ! f ( f ( x)) ! f ( x 2 ) ! x 4 . dengan domain D f Q ! R . . f f d.

f b. g a. g Q . Jika f ( x) ! 1  x 2 dan g ( x ) ! 2 x 2 maka tentukan fungsi-fungsi berikut ini beserta domainnya. dengan domain g 31.g Q ( x ) ! g ( g ( x )) ! g ( x  1) ! ( x  1)  1 ! x  2 . f Q Penyelesaian: a.

dengan domain: f Q ! x g g : g ( x)  1 1 ¾. ® ! x  R : e x 2 e 1 2 ! ¯x  R : 2¿ 2exe 2 À 2 ° b. f Q ( x ) ! g f ( g ( x )) ! f ( 2 x 2 ) ! 1  ( 2 x 2 ) 2 ! 1  4 x 4 . _ .

g Qf ( x) ! g ( f ( x)) ! g ( 1  x 2 ) ! 2(1  x 2 ) . dengan domain: D g Q ! x  D f : f ( x )  D g ! _  R :  1 e x e 1a. “ 19 . x f _ “ “ _ f ! x  R :  1 e 2x a_ 2 e1 a a a ’ gQ g !R .

1  1 ! 1 . untuk 1 2 e x e 1.Untuk x e 1 . ( f Q )( x) ! f ( g ( x)) !  g ( x) !  ( 2 x  ) ! 2 x g (b). Karena g ( x ) e 1 . maka dapat dibedakan 0 . ( x ) ! 2 x  1 2. untuk x 1 2 diperoleh: ( f Q )( x) ! f ( g ( x)) ! 1 g ( x) ! 1 (2 x  1) g Dari (i) dan (ii). Untuk x " 1 . Hal ini berakibat. 0 e g ( x) e 1 apabila 0 e 2 x 1 e 1 atau 1 2 e x e 1 .g 32. diperoleh: x ® ± x  ± ± ± 2x g ( f Q )( x) ! ¯ ± ± ±2x  ± ° ji ji ji — • ” – x" 2e xe x 2 2 . g ( x ) 0 apabila 2 x  1 0 atau x 1 2 . Selanjutnya. jika x u 0 jika x 0 ®x ± 1 x ± g ( x) ! ¯ ±x  1 2 ± ° ji ji x "1 x e1 ( x) ! x x  ! !  " " 0 . Jadi. Sehingga: x x x x x 1 g ( f Q )( x ) ! f ( g ( x)) ! 1  g ( x) ! 1  (ii). Tentukan f Q jika diketahui: 1 ® x ± f ( x) ! ¯ ±x 1 ° Penyelesaian: (i). menjadi 0 e g ( x) e 1 dan g ( x ) (a).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->