1. Arus bolak-balik (a.c.

) dan Voltase Pada rangkaian searah, dc (direct current) polaritasnya selalu sama; potensialnya selalu tetap positif pada satu sisi dan negative di sisi lain, dan arus selalu mengalir pada arah yang sama. Sedang pada rangkaian a.c.( alternating circuit) polaritasnya berbolak-balik dan berosilasi secara cepat. Untuk sistem daya di Indonesia, frekuensi a.c. adalah 50 hertz (Hz) atau 50 siklus per detik, artinya arah voltase dan arus berbolik-balik 50 kali setiap detik Dalam penggunaan a.c. dimungkinkan menaikkan ataupun menurunkan tegangan dengan transformator dengan jaminan keselamatan. Sedangkan d.c. meskipun memungkinkan pengubahan voltase namun memerlukan peralatan yang lebih rumit dan mahal. Osilasi voltase dan arus pada sistem a.c. dimodelkan dalam kurva sinusoidal, artinya secara matematika dideskrepsikan sebagai fungsi trigonometri sin atau cosin. Pada fungsi ini waktu tidak bersatuan detik atau menit tetapi dalam satuan sudut (angle). Gambar. 1. Fungsi sinus f(t) = A sin ( t) vs sudut/waktu Parameter dari fungsi sinusoidal adalah : 1. Amplitudo; harga maksimum atau ketinggian kurva.(total jarak adalah dua kali amplitudo). 2. Frekuensi ; jumlah asilasi total per unit waktu ( bisa pula diterjemahkan sebagai kebalikan frekuensi , yaitu periode) 3. Phase; mengindikasikan starting point dari kurva sinusoid, dengan kata lain sudut phase menspesifikasikan suatu sudut dimana kurva didepan atau dibelakang dari waktu seharusnya mulai, yaitu nol. Phase disimbolkan dengan huruf (phi kecil). Frekuensi sebagai fungsi sinusoidal sering disebut sebagai angular frequency (radian/detik). Disimbolkan dengan huruf (omega kecil). Misalkan frekuensi 60 Hz , maka : = 60 siklus/detik x 2 radian/siklus = 377 rad/detik

Arus bolak-balik sebagai fungsi waktu dapat dituliskan sebagai fungsi sinusoidal : I(t) = Imax (sin t +
I)

Kuantitas Imax adalh harga maksimumnya atau amplitude arus. Arus akan berosilasi antara harga Imax dan ±Imax. waktu dalam detik dikalikan angular frekuensui memberikan satuan radian. Gambar 2. sinusoida arus bolak-balik tanpa penambahan phase Gambar 3. sinusoida arus bolak-balik dengan penambahan phase Sama seperti arus, maka voltase dituliskan sebagai :

V(t) = Vmax (sin t +

V)

Subscripts pada phase menunjukkan bahwa arus dan voltase berbeda phase. 1. Harga rms Harga rms sebenarnya adalah harga rata-rata. Karena kurva sinusoidal terdiri dari positif pada separoh bagian dan negative pada separoh yang lain, maka harga rata-ratanya NOL, untuk itu digunkan rms (root mean square). rms = = = 0,707 Gambar 4. Penurunan harga rms Contoh : Jika 120 V adalah harga rms tegangan rumah, berapakah amplitudonya ? Solusi : Rms = 0,707 Vmax, maka Vmax = 120 V / 0,707 = 167,7 Volt 1. C. Reaktansi (Reactance) Review hukum Ohm : V=IxR V= tegangan I = arus R = resistan = .l/A²±properti dari suatu material atau komponen electrik untuk menghambat aliran arus searah. Sedangkan reaktan adalah property suatu komponen untuk mempengaruhi voltase dan arus bolak-balik. Ada dua tipe reaktansi, yaitu reaktansi induktif dan reaktansi kapasitif. Sedangkan gabungan kombinasi reaktansi dan resistansi yang mendeskrepsikan kondisi keseluruhan dari komponen dalam rangkaian disebut impedansi (impedance). Reaktansi, resistansi dan impedansi semua bersatuan Ohm ( ). 1. Reaktansi induktif ; Peralatan induktif adalah lilitan kawat, disebut induktor atau solenoid.

Fungsinya berdasar bukti fisik bahwa arus memproduksi suatu medan magnet disekelilingnya (right hand rule). Penjumlahan

bersatuan henry (H) ) XL = . Reaktansi kapasitif Tipe reaktansi yang lain adalah reaktansi kapasitif.c. mereka akan cenderung . Fungsinya V(t) = Vmax (sin t ) dan I(t) = Imax (sin t ± /2) Ketika lilitan kawat ini ditempatkan pada rangkaian a. ditulis XL. Gambar 5.L Penurunan tegangan (V) melalui suatu induktor adalh hasil perkalain induktansinya L dan laju perubahan arus I melaluinya. Artinya.c. Akibatnya akan membuat arus tertinggal (lagging) dibelakang tegangan sejauh seperempat siklus atau 90 . yang merupakan hasil perkalian frekuensi angular dan kapasitansi. Arus tertinggal 90o dari voltase. Tanda negative menunjukkan effek yang berlawanan terhadap induktor. Komponen dasar kapasitif adalah kapasitor. hal inilah bagaimana elektromagnet terbentuk. Plat ini dapat membawa muatan listrik dengan pengisian yang berlawanan. Gambar 7. memungkinkan mengumpulkan muatan yang besar pada masing-masing plat. sangat dekat tapi tidak menyentuh.c. Hal ini dikarenakan penurunan kapasitansi berarti bahwa plat-plat tersebut berkurang efektifitasnya dalam mendukung medan listrik untuk mentransmisikan segala sesuatu. Konsep dasar kapasitor Reaktansi kapasitif ditulis X atau XC. Arah arus induksi ini berlawanan dengan arus yang memproduksi medan magnet. Arus induksi ini proportional dengan perubahan medan magnet. Suatu kapasitor terdiri dari dua permukaan penghantar atau plat yang saling berhadapan dan dipisahkan oleh gap kecil. fakta fisik kedua adalah perubahan medan magnet pada kawat induktor menginduksi suatu arus untuk mengalir melalui kawat ini.medan dapat diperkuat dengan memasukkan material berpermeabilitas tinggi (sebagai contoh besi) kedalam lilitan. Dengan pengisian yang berlawanan pada plate berbeda. yang ditulis dengan C dan bersatuan farad (F). V=L 2. Karena medan magnet berubah secara kontinu maka akan menginduksi arus yang lain di dalam kawat. dan induktansi (L. Dasar induktor atau solenoid Gambar 6. diekpresikan oleh reaktansinya. jika induktif dan kapasitif saling ditambahkan. XC = Persamaan tersebut menunjukkan bahwa besarnya reaktansi kapasitif (abaikan tanda negative) meningkat seiring menurunnya dan kapasitansi (C).. Reaktansi induktif adalah hasil frekuensi angular a. 0 Efek dari induktor pada rangkaian a.

merupakan kombinasi antara reaktansi dan resistansi namun bukan merupakan penjumlahan antara R dan X.c. Y = G + Bj Dengan :G = konduktansi (G = R/Z2). Besarnya C = 3 + j4 pada bidang complex 4. Z = R + jX Review Bilangan Complex j = . Sebuah kumparan dengan induktansi 0. 50 Hz dipasang ke ujung-ujung gabungannya.mentiadakan. B = suseptansi (B = X/Z2) Tugas Kerjakan tugas Berikut secara mandiri : Sebuah tahanan yang besarnya 12 Ohm dan sebuah kapasitansi yang besarnya 300 mikroFarad dihubungkan secara seri. Suatu sumber 1 fase sebesar 240 V. Admitansi (Y). Dituliskan sebagai Z.5 henry dan tahanan 8 Ohm adalah parallel dengan komponen-komponen ini. Suatu . suatu kapasitor akan menyebabkan perbedaan phase kapasitansi murni menyebabkan arus mendahului (leading) voltase 900. terdapat persamaan hubungan antara arus.Invers dari impedansi complex . dimana bagian realnya adalah R dan bagian imajinernya adalah X. Hitung arus pada masing-masing rangkaian Hitung arus total Jawaban : antara arus dan voltase dalam rangkaian a. Gambar. yaitu : I =C 3. Seperti halnya di induktor. voltase untuk kapasitor. Arus mendahului voltase 90o Analog dengan induktor. j2 = -1 Gambar 9. 8. Impedansi. Z adalah penjumlahan vector antara R dan X pada bidang complex.

umumnya bersatuan VA ( Volt Ampere ) atau kVA (kilo Volt Ampere) disebut sebagai apparent power. sebuah kumparan induktif memerlukan arus 13.8 (leading) = 0. arus bertambah menjadi 16. cos Soal tambahan : Bila di suplai dengan tegangan 240 V satu fase.10 Vektor voltase pada rangkaian seri RLC Gambar.V = I2.11 Vektor arus pada rangkaian parallel RLC Perkalian antara Voltase dan Arus untuk rangkaian a.62 A. Sedangkan Daya Transmisi umum digunakan persamaan P = I.05 H) B. P = I.62 A.3 . Satuan umumnya adalah watts (W).526 A .2 .c. Cara pengukuran rangkaian a. . Sedangkan daya sesungguhnya pengukurannya mengunakan wattmeter. yang bersifat resistive murni. tapi perlu dibedakan antara Daya Dissipasi dan Daya Transmisi.R. Hitung tahanan dan induktansi kumparan ? ( 17. atau rangkaian a. disebut sebagai true power.c.V. sangat perlu mengetahui ratio antara true power dengan apparent power yang kemudian ratio ini disebut sebagai FAKTOR DAYA (Power Factor). Faktor daya ( cos 1) = 0. (Dissipasi diindikasikan sebagai energi listrik yang diubah menjadi energi panas).c. 0.R (Watt) Meskipun persamaan diatas sama. I2= 1. 50 Hz.Z1= 16 . Daya Listrik (Electric Power) Power adalah ENERGI per SATUAN WAKTU. Persamaan DAYA diatas merupakan persaman untuk rangkaian d. Gambar.75 (leading) 2) Z2= 157. Untuk sistem daya rangkaian a. Faktor daya ( cos = 0. I1= 15 A .1 A . Untuk Daya Dissipasi umum dipakai persamaan P = I2.c.c adalah pengalian antara bacaan Voltase dengan bacaan Arus.05 (lagging) Itot=14. Jika frekuensi sumber diubah 40 Hz.

Putar tombol pemilih multimeter pada kedudukan volmeter dc 10 volt. Mengukur tegangan efektif sumber arus bolak balik Putar tombol pemilih multimeter pada kedudukan pengukuran voltmeter ac. Ukur dan catat tegangan yang keluar dari sekunder trafo. Berbedakah hasilnya? Jelaskan hasil dan jawaban anda! 2. Nyalakan sumber arus searah dan ukurlah beda potensial anatara titik S-T (Ujung-ujung induktor Vl) T-U (ujung-ujung rsistor VR) dan S-U (ujung-ujung induktor tegangan yang keluar dari sumber VS) dengan volmeter dan baca arusnya melalui miliampermeter. Ukur dan catat hamabatan induktor Rl dan hambatan resistor R dengan multimeter. tetapi dalam gambar 5 di atas sumber arus searah diganti dengan sumber arus bolak-balik 1 2 volt dan miliampermeter dc diganti dengan miliampermeter AC. Ulangi dengan cara membalikan probe multimeter tersebut. o o o Pengukuran dilakukan dengan dengan multimeter setelah disesuaikan tombol pemilihnya untuk pengukuran tegangan AC lakukan pengukuran 2 kali dengan membalikan probenya.1. bagaimana pengaruh induktor dalam arus searah ? apakah dalam hal ini hukum ohm masih berlaku? alasan? hitunglah rekatansi induktif dari rangkaian dia atas 3. catat hasil rata-rata nya dari data yang diperoleh . Dari data yang diperoleh. Mengukur impedansi rangkaian arus bolak balik Ambil induktor dan resistor 100 ohm. Putar tombol pemilih multimeter pada kedudukan pengukuran ohmmeter dan tera kalibarsi kedudkukan nol ohm dengan cara menempelkan probe-probenya. 50 volt. ulangi percobaa. Susun rangkaian berikut.

o Bagaimanakapasitor dalam arus searah? 7. Ukur dan catat potensial VR.VL. hitunglah reaktansi kapasitifnya. Ulangi pengamatan pengukuran dengan mengganti sumber arus searah dengan sumber arus bolak-balik dari bagian sekunder trafo. Vc dan V sumber dengan multimeter dan arus di baca melalui miliamperemeter AC. Susun rangkaian berikut o o o 5. 10. dengan voltmeter DC dan baca arusnya melalui miliamperemeter. miliamperemeter DC diganti dengan miliampermeter Ac . 8. Jangan lupa memutar tombol pemilih multimeter untuk pengukuran yang sesuai. dan impedansi rangkaian di atas. hitunglah reaktansi kapasitif dan impedansi rangkaian di atas. . Dari data yang diperoleh. 6.hitunglah reaktansi induktif dan impedansi rangkaian diatas bandingkanlah denga hasil 2 berilah ulasannya! dalam kasus ini apakah hukum ohm masih berlaku ? alasan! 4. Lepaskankomponen C dari rangkaian dan ukur hamabatanya Rc dengan ohmmeter dalam multimeter anda. Dari data yang diperoleh. Dari data yang diperoleh hitunglah reaktansi kapasitif dan impedansi rangkaian di atas. Nyalakan sumber arus searah dan ukurlah beda potensial anatara titik ST (ujung-ujung kapasitor VC) ujung-ujung resistor VR. reaktansi induktif. Susun rangkaian bolak balik sebagai berikut 9.

Buat rangkaian seperti gambar di bawah ini: . Resonansi rangkaian RLC: Susunlah rangkain sebagai berikut ini: mA= miliampermeter SG= signal generator. pembangkit signal V= multimeter/voltmeter AC Catat harga mA dan V yang terbaca untuk haraga C tertentu atau frekuensi signal tertentu. Bagaimanakah seharusnya menurut anda tentang keadaan ini? 13. demikian pula buat grafik anatra nilai mA terhadap frekuensi. Ulangi pengamatan anda samapai 10 kali unutk haraga C yang berbeda atay frekuensi yang berbeda. 14. Tuliskan pendapat anda tentang hal ini. Apakah Vs=VR + VL + Vc 12. Gambarkan grafik nilai V terhadap kapasitansi atau V terhadap frekuensi.11.

Catat harga mA dan V yang terbaca unutk harga C tertentu atau frekuensi tertentu. SG=signal generator mA=miliamperemeter V=multimeter/volmeter AC 16. Ulangi pengamatan anda samapai 10 kali unutk haraga C yang berbeda atay frekuensi yang berbeda. Suatu sifat yang menjadi ciri khas arus bolak-balik. 17. Tuliskan pendapat anda tentang hal ini.15. . demikian pula buat grafik anatra nilai mA terhadap frekuensi. Gambarkan grafik nilai V terhadap kapasitansi atau V terhadap frekuensi. telah diketahui bahwa generator arus bolak-balik sebagai sumber tenaga listrik yang mempunyai GGL : E = Emax sin t Persamaan di atas jelas-jelas menunjukkan bahwa GGL arus bolak-balik berubah secara sinusoidal.

f dan t. 4. Gambar arti arus dan tegangan yang dikuadratkan. 2.Dalam menyatakan harga tegangan AC ada beberapa besaran yang digunakan. kumparan persegi panjang yang diputar dalam medan magnetik akan membangkitkan Gaya Gerak Listrik (GGL) sebesar : . Arus dan tegangan sinusoidal. amplitudo tegangan adalah Emax. Dalam persamaan : E = Emax sin 2 ft. Dalam generator. Gambar arus dan tegangan bolak-balik. Tegangan rata-rata (Average Value). Tegangan efektif atau tegangan rms (root-mean-square) yaitu harga tegangan yang dapat diamati langsung dalam skala alat ukurnya. 3. 5. Jadi Epp = 2 Emax. Tegangan puncak-kepuncak (Peak-to-peak) yang dinyatakan dengan Epp ialah beda antara tegangan minimum dan tegangan maksimum. Tegangan sesaat : Yaitu tegangan pada suatu saat t yang dapat dihitung dari persamaan E = Emax sin 2 ft jika kita tahu Emax. Amplitudo tegangan Emax : Yaitu harga maksimum tegangan. yaitu : 1.

Bentuk kurva ini disebut bentuk sinusoidal gambar. Oleh sebab itu untuk penggunaan yang praktis diperlukan besaran listrik bolak-balik yang tetap. Harga efektif arus bolak-balik ialah harga arus bolak-balik yang dapat menghasilkan panas yang sama dalam penghantar yang sama dan dalam waktu yang seperti arus searah. Harga Efektif Arus Bolak-balik. Ternyata besar kuat arus dan tegangan efektifnya masing-masing : Ieff = [ ]½ Ief = = 0. baik tegangan maupun kuat arusnya berubah-ubah secara periodik. yaitu harga efektif.707 Imax . Dalam rangkaian arus bolak-balik. Bentuk kurva yang dihasilkan persamaan ini dapat kita lihat di layar Osiloskop.E = Em sin t Dengan demikian bentuk arus dan tegangan bolak-balik seperti persamaan di atas yaitu : i = Im sin v = vm sin t t im dan vm adalah arus maksimum dan tegangan maksimum.

besar tegangan pada hambatan berubah-ubah secara sinusoidal. demikian juga kuat arusnya. Resistor dalam rangkaian arus bolak-balik. kuat arus akan mengalir bila : V=L V=L V= L Imax. artinya pada saat tegangan maksimum.Vef = = 0. Antara kuat arus dan tegangan tidak ada perbedaan fase. Andaikan kuat arus yang melewati kumparan adalah I = Imax sin diabaikan I. kuat arusnya mencapai harga maksimum pula. Karena hambatan kumparan Besar GGL induksi yang terjadi pada kumparan E1 = -L Bila tegangan antara AB adalah V. cos t .707 Vmax Kuat arus dan tegangan yang terukur oleh alat ukur listrik menyatakan harga efektifnya. Kumparan induktif dalam rangkaian arus bolak-balik.R = 0 t. Bila hambatan murni sebesar R berada dalam rangkaian arus bolak-balik.

V t. daripada tegangan. muatan I= I= = C. Andaikan tegangan antara keping-keping capasitor oada suatu saat V = Vmax sin capasitor saat itu : Q = C. dalam hal ini kuat arus lebih .Jadi antara tegangan pada kumparan dengan kuat arusnya terdapat perbedaan fase ini tegangan mendahului kuat arus. dalam hal Capasitor Dalam Rangkaian Arus Bolak-balik. .Vmax cos t Jadi antara tegangan dan kuat arus terdapat perbedaan fase dahulu Reaktansi.

Reaktansi = 1. kumparan induktif dan capasitor merupakan hambatan bagi arus bolak-balik. . L dalam Henry. Untuk membedakan hambatan kumparan induktif dan capasitor dari hambatan resistor. maka hambatan kumparan induktif disebut Reaktansi Induktif dan hambatan capasitor disebut Reaktansi Capasitif. Reaktansi Induktif (XL) XL = = XL = XL dalam ohm.Disamping resistor.

Menurut hukum ohm. Reaktansi Capasitif (XC) XC = = = XC = XC dalam ohm. reaktansi induktif. kumparan induktif L dan capasitor C. dan reaktansi capasitif. tegangan antara ujung-ujung rangkaian : V = VR + VL + VC Dengan penjumlahan vektor diperoleh : IZ = . kita tinjau rangkaian arus bolak-balik yang didalamnya tersusun resistor R. Impedansi (Z) Sebuah penghantar dalam rangkaian arus bolak-balik memiliki hambatan. Untuk menyederhanakan permasalahan.1. C dalam Farad. kumparan R.

demikian juga Bila XL>XC atau VL>VC. induktif. maka rangkaian bersifat positif. Ini berarti tegangan mendahului kuat arus. tg positif. .Z= Z disebut Impedansi Tg = = Ada tiga kemungkinan yang bersangkutan dengan rangkaian RLC seri yaitu : 1.

nilai negatif. negatif. Resonansi Jika tercapai keadaan yang demikian. Besarnya frekuensi resonansi dapat dicari sebagai berikut : XL = XC wL = w2 = . Demikian juga untuk harga V= = 0 dan = 0. tg tegangan dan kuat arus fasenya sama. nilai Z = R. Bila XL=XC atau VL=VC. tg Ini berarti kuat arus mendahului tegangan. Bila XL<XC atau VL<VC. maka rangkaian bersifat Kapasitif. maka rangkaian bersifat resonansi. frekuensi arusnya disebut frekuensi resonansi seri. ini berarti 3.2. amplitudo kuat arus mempunyai nilai terbesar.

Bila saklar ditutup mengalir arus sesuai arah jarum jam. Jadi dalam rangkaian LC timbul getaran listrik yang frekuensinya : f = . tegangan C turun sampai nol. Getaran listrik adalah arus bolak-balik dengan frekuensi tinggi. L induktansi kumparan dalam Henry dan C kapasitas capasitor dalam Farad. Bersamaan dengan aliran arus listrik timbul medan magnetik didalam kumparan L. Karenanya dalam rangkaian mengalir arus listrik yang arahnya berlawanan dengan arah putar jarum jam. Medan magnetik lenyap seketika pada saat tegangan C sama dengan nol. Getaran Listrik Dalam Rangkaian LC. Getaran listrik dapat dibangkitkan dalam rangkaian LC. Kapasitor C dimuati sampai tegangan maksimum. akibatnya tegangan C naik kembali secara berlawanan. Bersamaan dengan itu timbul GGL induksi.f= atau T = f adalah frekuensi dalam cycles/det.

Suatu kumparan terdiri dari 10 lilitan diputar dalam medan magnet dengan frekwensi 50 Hz. Tentukan : a.8 volt. (1 weber = 108 maxwell) Tentukan : a. Impedansinya.28 volt) 03. Kecepatan angulernya 100 p rad/s. 60o dengan garis gaya medan magnet. (10-2 p volt) b. Generator AC menggunakan kumparan dengan 100 lilitan dan luas permukaan 10 cm2. ( ½ Frekwensinya.LATIHAN SOAL 01. (50 Hz) 02. (10-2 p sin 100 p. 30o. Besar tegangan tersebut pada saat kumparan membuat sudut 0o. (25. Kumparan diputar dalam medan magnet dengan induksi magnetic 10-3 tesla.105 maxwell.(4 p sin 100 p.t) b. d. Tentukanlah : a.56 volt 10.14 Henry dan hambatan 12 ohm dihubungkan seri pada tegangan 110 volt dengan frekwensi 25 Hz. sehingga menghasilkan fluks maksmum sebesar 4. tegangan maksimumnya.t 10-2 p volt ) Tegangan efektifnya. Kumparan dengan induktansi 0. persamaan tegangan c. 6. persamaan tegangan induksi sebagi fungsi dari waktu. (12.1 ohm) .

10-4 farad) 07. Suatu rangkaian R-L dihubungkan pada tegangan AC dari 350 volt.33o) 04. b. (7 A) Beda potensial antara ujung-ujung resistor. (53o) 05. Tentukan kapasitas kapasitor tersebut. Tentukan reaktansi induktifnya. Jika reaktansi kapasitor 40 ohm. Arus pada kumparan. dan arus mempunyai frekwensi 200/p Hz. (210 volt) . c. maka tentukan : a.4 A) Sudut fase antara arus dan tegangan dalam rangkaian. dipasang pada arus bolak-balik yang berfrekwensi 50 Hz.b. jika reaktansi kapasitifnya 25 ohm. c. maka tentukan : a. (61. (4. Sebuah kapasitor dihubungkan seri dengan resistor dari 30 ohm dan dipasang pada tegangan AC dari 220 volt. (5. (1570 ohm) 06. Sebuah kumparan mempunyai induktansi diri 5 Henry. Bila diketahui besar hambatan murni = 30 ohm dan reaktansi induktif = 40 ohm. arus pada rangkaian. Sebuah kapasitor dipasang pada arus bolak-balik dari generator yang rotornya melakukan putaran dengan kecepatan anguler 80 rad/s. Impedansinya.38 amper) Sudut fasenya. (4. (50 ohm) Arus pada inductor. b.

5 henry dipasang pada sumber tegangan bolak-balik yang berfrekwensi 50 Hz dan mempunyai tegangan maksimum 157 volt.1 henry) 08.t ± ½ p) Amper 09. (0. Beda potensial antara ujung-ujung inductor. Tentukan: a. (157 ohm) Arus maksimum yang melalui kumparan tersebut. b.8 A) . (0. (1 A) Tuliskan persamaan arusnya. (I = sin (100 p. f.. b. (1470 watt) Induktansi daripada inductor. Sebuah kapasitor dengan 40 mF dipasang pada sumber tegangan bolak-balik dengan kecepatan anguler 250 rad/s dan bertegangan maksmum 80 volt. Tentukan : a.d. Kumparan dengan induktansi diri 0. e. reaktansi induktifnya. c. (280 vlt) Banyak tenaga yang dipakai oleh rangkaian. (100 ohm) Arus maksimum yang melalui kapasitor. Reaktansi kapasitifnya.

(I = 0. (0. maka tentukanlah : a.19 H) .8 sin(250t + ½ p) amper 10. Jika kuat arus yang ditimbulkan adalah 2. b. impedansinya. Persamaan arusnya. (50 ohm) Induktansi diri dari induktor. Dari suatu rangkaian R-L-C dihubungkan dengan sumber tegangan arus bolak-balik dari 120 volt dan berfrekwensi 50 Hz.c. jika reaktansi kapasitifnya 20 ohm.4 amper dan besarnya hambatan murni 30 ohm.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful