P. 1
perencanaan regional New

perencanaan regional New

|Views: 596|Likes:
Published by andi heru susanto
perencaan regional
perencaan regional

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: andi heru susanto on Sep 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2013

pdf

text

original

Materi Kerkuliahan

Perencanaan Regional
Andi Heru Susanto. S.Sos.,M.Si

2010

Pentingnya Dimensi Wilayah (Regional)
Wilayah Lokasi suatu kegiatan pembangunan atau kegiatan ekonomi seperti industri atau pabrik, perusahaan, fasilitas umum.

Pembangunan Penentuan Wilayah / lokasi Dilakukan dengan salah / kurang tepat maka hasil yg di capai tdk produktip dan efisien

Dilakukan secara tepat, maka akan berlangsung secara efektif dan efisien

Pembangunan
Bahan mentah dan wilayah pasarnya Biaya transport rendah Sumber tenaga kerja yg relatif banyak dan murah Sumber daya air dan energi yg cukup besar Penghematan lokasional

Apa ?, Bagaiman ?, Untuk siapa ?, Dimana ?

1. Penentuan lansekap ekonomi

2. Introduksi konsep wilayah

5. Persoalan kebijakan wilayah

5 Permasalah utama tata ruang wilayah

3. Menganalisis interaksi antar wilayah

4. Keseimbangan antar wilayah

Implikasi Ekonomi Dimensi Tata Ruang Wilayah
Menurut teori tahapan (Friedrich Lish, 1841), bahwa pembangunan ekonomi akan berkembang mengikuti alur evolusi tunggal sebagai berikut :

1. 2. 3.

4.

Kebudayaan primitif, dimana suku-suku yang berkelana dan keluarga yang mencukupi dirinya sendiri sebagai bercocok tanam. Feodalisme, secara berangsur dengan bertambah sempitnya ruang kehidupan, prekonomian primitif berevolusi menjadi feodalisme. Kapitalisme. Kapitalisme berakhir pada masa renaisance dan reformasi menghasilkan revolusi industri, petani meninggalkan tanahnya dan pergi ke kota menjadi prolentar. Sosialisme dan komunisme, kapitalisme dianggap sebagai tahapan peralihan saja, yang nantinya akan digantikan oleh sosialisme atau komunisme, sebagaimana kapitasime menggantikan feodalisme.

Sebagai acuan untuk mengetahui perkembangan pembagunan

Konsep Wilayah dalam Analisis Teoretik
Menurut Aristoteles, sesuai logika maka konsep wilayah dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu :

Wilayah Homogen

Wilayah Polarisasi

Wilayah Perencanan

suatu konsep yang menganggap bahwa wilayah geografis dapat dikaitkan bersama-sama menjadi sebuah wilayah tunggal apabila wilayah tersebut mempunyai ciri atau karakteristik yang sama.

Konsentrasi penduduk ditempat-tempat tertentu akan mengakibatkan munculnya kota-kota besar, menengah dan kota-kota kecil lainnya, sedangkan penduduk di daerah pedesaan relatif jarang

Wilayah perencanaan merupakan satuan wilayah pengembangan, dimana programprogram pembangunan dilaksanakan

Mengembangkan Konsep Tata Ruang Wilayah
Tata Ruang Wilayah
Lingkungan tradisional dari kehidupan manusia, mempunyai ketentuan dan kemampuan sendiri untuk mengatur kegiatan penduduknya yang dianggap sebagai salah satu sasaran pembangunan

Tata Ruang Wilayah Ekonomi

Tata Ruang Wilayah Geografis

Tata Ruang Wilayah Matematik

Lebih bersifat oprasional misalnya dikaitkan dengan investasi, modal, jaringan transportasi, industri dan teknologi pertanian.

Alam yang menjadi perhatian pembangunan

Bersifat abstrak dan tidak ada hubungannya dengan geografis

Kaitan antar ketiga jenis tata ruang wilayah tersebut

Tata Ruang Wilayah Matematik (bersifat abstrak)

Diaplikasikan pada

Tata Ruang Wilayah Geografis (lokasi sumber daya alam)

Dimanfaatkan untuk

Tata Ruang Wilayah Ekonomi (utk kebutuhan manusia)

Beberapa Klasifikasi Wilayah Lainnya
1. 2. 3. 4. Wilayah-wilayah yang berpendapatan per kapita rendah dan kurang berkembang atau low per capita incame and stagnant regions (LS) Wilayah-wilayah yang berpendapatan per kapita tinggi tetapi kurang berkembang atau high per capita incame and stagnant regions (HS) Wilayah-wilayah yang berpendapatan per kapita rendah tetapi bekembang atau low per capita incame and growing regions (LG) Wilayah-wilayah yang berpendapatan per kapita tinggi dan berkembang atau high per capita incame and growing regions (HG)

Sebagai dasar kebijakan pembangunan

Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh mobilitas internal sumberdaya penduduk, modal, dan faktor produksi lainnya. Demikian dengan arus perdagangan antar wilayah apakah memberikan manfaat atau sebaiknya.

Proses dan Teori Pertumbuhan Wilayah
Pertumbuhan dari Dalam

Organisasi
Pimpinan proyek dengan pelaksana proyek secara struktural Interaksi Pimpinan dengan pelaksana proyek Hubungan Fungsional (interakasi antar sub sistem)

Hubungan Strukturan (keterkaitan antar sektor)

Pertumbuhan dari Luar

Pert umbuhan Angkatan Kerja

Investasi

Inovasi (Kemajuan Teknologi)

Sumber Daya Alam

Organisasi

Teori Basis Ekspor

Suatu wilayah berkembang sebagai akibat dari spesialisasi dalam kegiatan ekspor

Peningkatan Pendapatan

Kegiatan Ekspor

Kemampuan Pembiayaan Mandiri

Kemampuan Untuk Pengembangan Wilayah Secara Mandiri

Teori Sektor

Teori Sektor

Peranan Industri Manufaktur

Teori Basis Ekspor

Teori Sektor

Pertumbuhan Wilayah

Teori Daerah / Wilayah Inti

John Friedmann

Disekitar daerah inti terdapat daerah-daerah pinggiran atau periphery regions. Daerah ± daerah pinggiran seringkali disebut pula daerah-daerah pedalaman atau daerah-daerah disekitarnya.

Daerah Inti

Daerah Pinggiran

Pengembangan dipandang sebagai proses inovasi yang diskontinyu tetapi komulatif yang berasal dari pada sejumlah kecil pusat-pusat perubahan, yang teletak pada titik-titik interaksi yang mempunyai potensi interaksi tetinggi. Pembangunan inovatif cenderung menyebar ke bawah dan keluar dari pusat-pusat tersebut ke daerah-daerah yang mempunyai potensi interaksi yang lebih rendah.

Daerah Inti

Daerah Pinggiran

Daerah inti mengkonsolidasikan dominasinya terhadap daerahdaerah pinggiran dilaksanakan melalui pengaruh-pengaruh umpan balik pertumbuhan daerah inti yang terdiri dari : 1. Pengaruh dominasi yaitu melemahnya perekonomian di daerah pinggiran sebagai akibat dari mengalirnya sumber-sumber alam, manusia dan modal ke daerah inti. 2. Pengaruh informasi yaitu peningkatkan dalam interaksi potensial untuk menunjang pembangunan 3. Pengaruh psykologi yaitu penciptaan kondisi yg menggairahkan untuk melajutkan kegiatan inovatif secara lebih nyata. 4. Pengaruh mata rantai yaitu kecenderungan inovasi-inovasi untuk menghasilkan inovasi lainnya. 5. Pengaruh produksi yaitu penciptaan struktur balas jasa yang menarik untuk kegiatan-kegiatan inovasi

5 Preposisi utama peranan daerah inti dalam pembangunan

1. Daerah mengatur keterhubungan dan ketergantungan daerah-daerah disekitarnya melalui sistem suplai, pasar dan daerah administratif 2. Daerah inti meneruskan secara sistimatis dorongan-dorongan inovasi ke darah-daerah disekitarnya yang terletak dalam wilayah pengaruhnya. 3. Pada suatu titik tertentu pertumbuhan daerah inti mendapat dampak yang positip kepada daerah pinggiran. 4. Hirarki daerah-daerah inti ditetapkan berdasar kedudukan fungsional masing-masing meliputi karakteristik secara terperinci dan prestasinya. 5. Kemungkinan inovasi akan ditingkatkan ke seluruh daerah sistem spasial dengan cara mengembangkan pertukaran informasi.

Strategi Pembangunan yang Berkiblat ke Luar dan ke Dalam

Sektor perdagangan luar negeri dapat memainkan peranan sebagai motor pertumbuhan.

Luar Organisasi Organisasi
Mengembangkan industri di dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap barang-barang yang tadinya impor menjadi pengekspor.

Keterkaitan Pedesaan dan Perkotaan Pengantar

. . . .

Pro insi Kota ad a Ka aten Kel ra an / esa

Landasan Penentuan Keterkaitan Pedesaan dan Perkotaan

1. Urbanisasi 2. Teori Basis Perkotaan (urban base theory) 3. Hukum Reilly (untuk menentukan luas wilayah pengaruh suatu pusat) 4. Daerah Pedesaan dan Daerah Perkotaan 5. Wilayah Inti dan Wilayah Pinggiran

Kelemahan Sistem Perencanaan dan Pembangunan Masa Lalu
Pembangunan Belum berjalan Optimal

Kabupaten / Desa

1. Musyawarah Pembangunan Desa. 2. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat 3. Kepala Desa

Buttom up planning Diharapkan dapat optimal

Konsep Perencanaan Botton Up Planning

Anggaran terbatas, program pembangunan relatif banyak

Konsep pembangunan Populis

Keberpihakan kepada golongan kecil dan mengakar pada masyarakat bawah

Pemberdayaan masyarakat yang aspiratif dan apresiatif dengan melibatkan seluruh proses pembangunan secara menyeluruh

1. Penentuan prioritas pembangunan yang diusulkan penentuan prioritas program pembangunan harus dilakukan berdasarkan kriteria dan terukur 2. Didukung oleh partisapasi masyarakat untuk menunjang implementasi program pembangunan

Studi Cepat dan Intensif

Tujuan
1. Menganalisis keadaan kabupaten / lokasi pada saat ini. 2. Mengeksplorasi masalah kelembagaan, sosial ekonomi, lingkungan dan infrastruktur potensi pembangunan yg dimiliki. 3. Mengindentifikasi hambatan yang dihadapi 4. Mengindentifikasi kekuatan dan kelemahan 5. Mengindentifikasi pusat pelayanan 6. Menyusun rekomendasi garis besar kebijakan pembangunan pedesaan. 7. Menyusun program pembangunan yang merefleksikan kebutuhan masyarakat.

Dilandasi oleh sasaran pertumbuhan yang tinggi lewat peningkatan produktivitas dan kompleksitas produksi

onsep embangunan t -

Pendekatan Partisipatif

Kelemahan Top Down Planning

Keterlibatan dan pelibatan anggota masyarakat dalam pembangunan meliputi kegiatan dalam perencanaan dan pelaksanaan program atau proyek pembangunan yang dikerjakan di masyarakat lokal

Button Up Plannig

1. Kepentingan Masyarakat, banyak program pembangunan disusun dengan tidak memperhatikan kebutuhan dan kehendak masyarakat lokal secara luas. 2. Lingkungan Sosial dan Budaya, program pembangunan dijalani bertentangan dengan nilai kehidupan sosial dan budaya, dan lebih menekankan aspek fisik dan ekonomi 3. Ekologi fisik, program pembangunan menimbulkan dampak negatif sehingga merusak ekologi fisik.

Aspek Tata Ruang Ekonomi Pedesaan 1. 2. Peningkatan pembangunan pedesaan diharapkan dapat memeratakan pembangunan diseluruh pelosok wilayah pedesaan. Kesenjangan pertumbuhan antar desa (pedesaan) diupayakan makin menurun sehingga makin mantap terwujudnya pembangunan pedesaan

Keseluruhan pembangunan diharapkan mencakup aspek spasial (tata ruang) Memberikan dasar pada pencapaian keserasian dan optimaliasasi dalam pemanfaatan ruang sesuai fungsi masing-masing kawasan pedesaan

Diperlukan upaya menata ruang masing-masing desa dan mengikuti strategi pengembangan pola tata ruang kabupaten

Pada Tingkat Makro

Diarahkan untuk mengatur pemanfaatan lahan dengan mengacu pada rencana tata ruang untuk mendukung keserasian perkembangan sistem pemukiman dan pusat-pusat layanan (pertumbuhan) di tingkat desa

Diarahkan pd penataan ruang pedesaan yg ditujukan kepada upaya untuk meningkatkan kontribusi sumberdaya lahan secara optimal terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan masyarakat.

Pusat konsentrasi pemukiman penduduk dan beberapa fasilitas layanan ekonomi dan sosial sehingga intensitas arus barang dan jasa relatif tinggi

Permasalahan Pengembangan Ekonomi Pedesaan

1. Belum meratanya distribusi faktor produksi dan prasarana (fisik dan non fisik) ke seluruh desa. 2. Masih terdapatnya desa dan kawasan pedesaan yang tertinggal akibat manajemen pembangunan yg cenderung berorientasi pada sentralisasi dan adanya pertumbuhan ekonomi di pusatpusat daerah pedesaan yang maju. 3. Belum optimalnya pemanfaatan ekonomi pedesaan yang bertumpu pada keunggulan geografis dan intelektual lokal sebagai basis ekonomi dalam pembangunan pedesaan 4. Belum optimalnya keterlibatan masyarakat secara aktif dalam proses pembangunan pedesaan

Tantangan Pengembangan Ekonomi Pedesaan

. Tantangan nt k me j dkan keseimbangan antar desa ait meng a akan eningkatan en ediaan jaringan rasarana ang terintegrasi, dan erbaikan iklim sa a rod ksi dan emasaran serta kelancaran aliran in estasi, se ingga terci tan a keterkaitan ekonomi antar ila a secara lebi intensif.
Mendorong erkembangan desa dan ka asan tertinggal dengan memanfaatan otensi s mber da a alam dan man sia ang masi bel m tergali

. Tantangan engembangan ekonomi ang s da ada ait enembangan efesien dan efektifitas manajemen, elibatan sel r kom onen mas arakat edesaan , Pemanfaatan teknologi te at g na, iklim sa a ang kond sif. . Tantangan dalam ke ngg lan geografis ait da a d k ng lingk ngan dan edesaan ka asitas s mber da a alam ( embang nan ekonomi ber a asan lingk ngan ang berkelanj tan)

Strategi Kebijakan dan Program Ekonomi Pedesaan
1. Meningkatkan aksesibilitas untuk memperlancar aliran investasi, produksi dan distribusi untuk menciptakan keterkaitan ekonomi antar desa yang saling melengkapi dan saling menunjang. 2. Mendorong pemanfaatan potensi sumber daya alam yang belum tergali di kawasan pedesaan yang relatif tertinggal dan menciptakan perkembangan kawasan pedesaan baru yang berpotensi dalam pertumbuhanb ekonomi pedesaan. 3. Meningkatkan kelangsungan kegiatan usaha yang sudah ada di sentral-sentral produksi di daerah pedesaan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dalam sistim perekonomian pedesaan. 4. Meningkatkan kemampuan pemerintah desa dalam menarik investasi dan meningkatkan kegiatan produksi berdasarkan keunggulan komperatif dan kompetitip sesuai dengan potensi sumber daya. Prioritas Utama 1. Pengembangan jaringan prasarana dan sarana antar pedesaan 2. Pengembangan kawasan pedesaan tertinggal 3. Pengembangan kawasan cepat tumbuh

Konsep Pembangunan Kawasan Pedesaan

Desa Pusat Pertumbuhan (DPP) dan Kawasan Terpilih Pusat Pengembangan Desa (KTP2D) Agropolitan District

Desa

Kota

60% Jmlh Pend. Nas

Suplai 1. Tenaga Kerja. 2. Bahan Pangan

Skenario Pembangunan Secara Normatif dan Bersifat Spasial

Masa Lalu

Masa yg akan datang

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan penekanan pada pembangunan pertanian dan industri

Skenario normatif, yang mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang tidak terlalu tinggi dan tetap menekankan pada pembangunan pertanian, perluasan lapangan kerja, peningkatan pendapatan petani dan penguatan kelembagaan pedesaan.

Terjadi kesenjangan sosial

Desa Pusat Pertumbuhan (DPP)

Merupakan pusat pelayanan kecil yang mempunyai keterhubungan ekonomi, sosial dan geografis secara langsung dengan sebagaian besar penduduk di sekitar DPP dalam lingkup suatu kawasan pedesaan yang lebih luas.
Permasalahan yg timbul

1. Apakah pola pusat-pusat lokal telah serasi atau belum bila dikaitkan dengan kebijakan regional 2. Pusat pertumbuhan desa mana yang seharusnya dipilih dalam konteks konfigurasi pusat-pusat desa yang efektif dalam lingkup kabupaten

Pusat Desa Desa Pusat Pertumbuhan Batas desa Batas KTP2D

Agropolitan

Kota pertanian yang mempunyai jumlah penduduk berada pada ukuran besaran kota yang relatif kecil tetapi cukup kuat peranannya dalam urutan distribusi ukuran kota secara regional / propinsi (10.000-20.000 jiwa), kira-kira sebesar ibu kota kabupaten.

Kota Agropolitan terbentuk sekitar kotakota kabupaten

Kota Agropolitan yang relatif besar dapat merupakan ibu kota kabupaten (di luar pulau jawa)

Kebijakan Pembangunan Spasial

Untuk menekan kesenjangan spasial sekecil mungkin, yaitu kesenjangan atau disparitas antara daerah perkotaan dengan daerah pedesaan, antara desa yang maju dan desa yang kurang maju, antara daerah yang mempunyai aksebilitas yang tinggi dengan daerah-daerah yang terpencil atau terisolasi. Faktor penyelesaian

Penyediaan prasarana jalan dan memperbanyak pusat-pusat pedesaan

Prinsip dan Azas Penataan Ruang Pedesaan

Prinsip

Azas

Pemanfaatan ruang bagi semua kegiatan dan kepentingan secara terpadu, efektif, dan efesien, serasi, seimbang, berkelanjutan, berkeadilan, dan berpelindungan hukum

1. Kesesuaian fisik, mengandung pengertian kelestarian lingkungan hidup. 2. Kesesuaian ekonomi, dalam bentuk sinergi pemanfaatan ruang dapat saling mendukung satu sama lain sehingga dapat dicapai pola pemanfaatan yang terpadu, berdaya guna dan berhasil guna, serasi, selaras dan seimbang. 3. Kesesuaian sosial dalam bentuk kaidah demokratisasi pemanfaatan ruang yang sekaligus merupakan penjabaran azas keterbukaan, persamaan, keadilan dan perlindungan hukum yang dapat menjamin aksebilitas secara proposional dari setiap anggota masyarakat terhadap setiap bentuk pemanfaatan ruang.

Permasalahan Dalam Penataan Ruang

1. Kurangnya koordinasi antar instansi pengelolaan tata ruang. 2. Masih kurangnya SDM yang memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai penataan ruang. 3. Masyarakat belum memahami manfaat penataan ruang terhadap keberlangsungan kegiatan-kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat secara lancar, produktif, efektif dan efisien. Sasaran Terciptanya pola tata ruang pedesaan yang mantap dan dinamis sebagai wadah berlangsungnya interaksi antara sumber daya alam dan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya di daerah pedesaan, dan harus memperhatikan  Penempatan prasarana fisik (jalan irigasi), fasilitas pelayanan ekonomi (pasar, terminal, pertokoan), dan fasilitas sosial yang melayani aksebilitas dan kebutuhan penduduk.  Tempat pemukiman penduduk yang tersebar.  Lokasi berbagai usaha dan kegiatan yang bersifat menyebar dan memusat.  Terdapat pusat-pusat pelayanan dan pertumbuhan pedesaan .

Orientasi Pembangunan Pedesaan

1. Pemantapan ketahanan pangan 2. Penciptaan kegiatan ekonomi lokal secara luas 3. Peningkatan dan memperluas lapangan kerja 4. Penguatan kelembagaan pedesaan, baik kelembagaan ekonomi dan sosial 5. Peningkatan keswadayaan masyarakat. 6. Peningkatan partisipasi masyarakat 7. Meningkatkan kelestarian lingkungan hidup pedesaan

Konsep Pembangunan Masyarakat

Tahun 60-an

Tahun 90-an

1. Azas pembangunan integral adalah pembangunan yang seimbang di semua sektor pembangunan. 2. Azas kekuatan sendiri, tidak mengharapkan bantuan dari pemerintah 3. Azas permufakatan, pembangunan harus benar-benar dapat dirasakan bagi masyarakat yang bersangkutan.

1. Community Empowering 2. Community Based Reources Management. 3. Community Based Deveploment Management

Harus diupayakan terdapat hubungan timbal balik bagi pihak yang menyusun program pembangunan dan masyarakat

Batasan Community Development

Upaya untuk meningkatkan partisipasi dan rasa memiliki terhadap program yang dilaksanakan, dan harus mengandung unsur pemberdayaan masyarakat

Paradigma Community Development

Pembangunan berazaskan pemerataan dan penanggulangan kemiskinan

Pembangunan partisipasi pelaku pembangunan ekonomi masyarakat yang menuntut kerangka perencanaan pembangunan spasial (tata ruang)

Berkaitan dengan peningkatan partisipasi dan produktivitas penduduk/masyarakat. 1. Bagaimana dapat mendorong partisipasi masyarakat, terutama keluarga berpendapatan rendah dalam proses pembangunan. 2. Bagaimana dapat menciptakan dan meningkatkan kegiatan perekonomian antar sektor di tingkat pedesaan dan antar pedesaan. 3. Bagaimana dapat menyusun perencanaan dan program pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat pedesaan. 4. Bagaimana mengaktualisasikan peran serta masyarakat yang telah lama melembaga di tengah tradisi masyarakat, seperti gotong royong, rembuk desa dll.

Prinsip Community Development

1. 2. 3. 4. 5.

Transparansi (keterbukaan) Partisipatif Dapat dinikmati masyarakat Dapat dipertanggung jawabkan Kerkelanjutan

Pendekatan Community Development

Multisektoral, partisipatip berdasarkan pada semangat kemandirian, berwawasan lingkungan dan berkelanjutan serta melaksanakan memanfaatkan sumber daya pembangunan secara serasi, selaras dan sinergis sehingga tercapai optimalitas

Strategi Pembangunan Masyarakat

1. Strategi Pembangunan 2. Strategi Kesejahteraan 3. Strategi yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat 4. Strategi terpadu atau strategi yang menyeluruh

Tujuan Kebijakan Dalam Pembangunan

1. Terciptanya kondisi umum yang mendorong pembangunan 2. Termanfaatkannya potensi sumber daya sehingga memberikan manfaat bagi pembangunan oleh pemerintah setempat, dunia usaha dan masyarakat. 3. Terlaksananya sejumlah investasi dalam berbagai sektor 4. Terlaksananya langkah dalam rangka memberikan kemudahan dan dorongan bagi kegiatan dan investasi swasta. Strategi Kebijakan Pembangunan Pedesaan

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Pengembangan kelembagaan ekonomi pedesaan Pengembangan sumber daya masyarakat Pembangunan prasarana dan sarana Pemantapan kapasitas masyarakat dalam pengolaan lahan dan air Pengembangan kapasitas aparat pemerintah dan lembaga masyarakat Menciptakan iklim sosial yang membuka pengembangan peduli pengawasan masyarakat pedesaan

Perencanaan Pembangunan Masyarakat Partisipatif

Manfaat

1. Anggota masyarakat mampu secara kritis menilai lingkungan sosial ekonominya dan mampu mengindentifikasi bidang-bidang/sektor-sektor yang perlu dilakukan dan diperbaiki dengan demikian diketahui arah pembangunan masa depat masyarakatnya. 2. Anggota masyarakat dapat berperan serta dalam perencanaan masa depan masyarakatnya tanpa memerlukan bantuan para pakar atau instansi perencanaan pembangunan. 3. Masyarakat dapat menghimpun sumber dana dari kalangan anggota masyarakat untuk mewujudkan tujuan pembangunan yang dikehendaki masyarakat.

Pembangunan Masyarakat Komprehensif Alasan, Mengapa Menjadi Penting

1. Memberikan arah pencapaian sasaran dan tujuan pembangunan masyarakat secara optimal dan berkelanjutan. 2. Membantu mengsinkronisasikan kepentingan berbagai unsur masyarakat, dengan demikian dapat memberikan manfaat serentak dan serempak kepada seluruh kelompok masyarakat dan pelaku pembangunan. 3. Dapat mengantisipasi terjadinya setiap perubahan internal dan regioal dan lokal, dengan demikian dapat menentukan langkah dan tindakan bagaimana memanfaatkan peluang dan mengatasi tantangan secara menyeluruh. 4. Berhubungan dengan efektivitas dan efesiensi secara persepektif adalah bagaimana mendorong kesimbangan pembangunan ekonomi dan sosial jangka panjang.

Konsep Kota
Peranana Kota-Kota Dalam Kemajuan Ekonomi Dilihat dari fungsinya yaitu :

1. Meningkatkan spesialisasi berbagai fungsi menyebabkan bertambah tingginya ketergantungan diantara semua bagian-bagian yang berbeda ; kota merupakan konsentrasi berbagai jenis kegiatan yang saling ketergantungan satu sama lainnya, keadaan ini mendorong berkembangan pembangunan lebih meningkat lagi. 2. Dengan adanya penghematan eksternal dan tingkat aksebilitas internal dan eksternal yg tinggi mendorong inovasi dan penyebaran pengaruhnya bukan hanya di dalam kota tetapi juga diseluruh daerah.

Analisis Aglomerasi dan Polarisasi
Pertumbuhan Ekonomi Secara Geografis

Disistribusikan

Seluruh Wilayah

Kecuali

Konsep

Beberapa jenis produksi, didekatkan pada sumber bahan baku
Saling Mendukung

Aglomerasi Dan Polarisasi

Aglomerasi

Polarisasi

Mengelompokan kegiatan-kegiatan ekonomi pada suatu lokasi tertentu

Pengelmpokan proses kegiatan selama jangka aktu tertentu

Aglomerasi diinterprestasikan akibat proses Polarisasai

Muncul-nya kutub2 pertumbu-han baru

Penentu Kebijakan dan Perencana-an

Memperhatikan 2 titik yg berbeda

KOTA

Sebagai suatu permukaan wilayah dimana terdapat pemusatan (konsentrasi) penduduk dengan berbagai jenis kegiatan ekonomi, sosial budaya dan administrasi pemerintahan.

1. 2. 3. 4.

Meliputi lahan geografis utamanya untuk pemukiman. Berpenduduk relatif banyak (besar) Diatas lahan relatif terbatas luasnya Mata pencarian penduduk didominasi oleh kegiatan non pertanian 5. Sebagaian besar mata pencarian didominisi pada sektor jasa atau sektor tersier (perdagangan, transportasi, keuangan, perbankan, pendidikan, kesehatan dan jasa lain) 6. Sektor pengolaan atau sektor sekunder ( industri dan manufactur) 7. Pola hubungan antar individu dalam masyarakat dapat dikatakan lebih bersifat rasional, ekonomis dan individualistis.

Pengembangan Kota Konsep Kota Mendatar / Horisontal Konsep Kota Menjulang ke Atas / Vertical Citi

1. Pemanfaatan lahan kota semakin luas dan jauh dari dari pusat kota, hal ini berpengaruh terhadap nilai lahan perkotaan, semakin dekat semakin mahal nilainya. 2. Mengikuti pola konsentris, yaitu akan terbentuk kota-kota baru disekitar pusat kota utama. 3. Terdapat faktor aksebilitas, kemudahan pengangkutan, kemudahan lainnya, kondisi lingkungan faktor mempengaruhi harga (nilai) lahan

1. Merupakan kota berskala besar 2. Pembangunan gedung dan perumahan sangat padat dan banyak bertingkat tinggi sebagai akibat sulitnya lahan yang diperlukan.

Kota Metropolitan, Kota Satelit dan Kota Mandiri

Kota Metropolitan

Kota Satelit

Kota Mandiri

Kota yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 1 juta jiwa. Berkembang pesat karena arus urbanisasi. Dekat dengan pusat-pusat ekonomi

Kota yang teletak dipinggir (disekitar) berdekatan dengan kota pusat, yang secara ekonomi, sosial, administrasi dan politis masih tergantung pada kota terbesar

Kota yang letaknya tidak selalu berdekatan dengan pusat kota, dan masih dalam lingkup kota metropotitan. Memiliki berbagai fasilitas kota yang mampu melayani kebutuhan warga kotanya dengan tidak tergantuk dgn kota pusat

Kota Pertanian, Kota Pariwisata dan Kota Taman

Kota Pertanian

Kota Pariwisata

Kota Taman

Berpenduduk sekitar 20 ribu jiwa, berada ditengah ladang (sawah) mempunyai radius dengan tentangga 10 Km. Kegiatan ekonominya berdasarkan perdagangan hasil pertanian.

Pemukiman yang dibangun terutama untuk rekreasi termasuk kegiatan bersifat fisik, mental, dan budaya. Umumnya tersedia fasilitas penginapan toko cendramata. Dibangun ditempat-tempat udara sejuk.

Kota yang dirancang memperbaiki mutu lingkungan hidup kota industri yang dirasakan iklim nya semakin buruk. Prinsipnya : 1. Lahan dikendalikan pemerintah. 2. Didesain dgn cermat lengkap dgn unsur kota 3. Terdapat lingkaran hijau.

Kota Danau dan Kota Pantai

Kota Danau

Kota Pantai

Kota yang mementingkan kondisi lingkungan hidup perkotaan yang bersih. Kota danau terdiri daerah perbukitan yang memiliki dataran rendah yg dimungkinkan untuk dibangun danau sebagai penampungan air hujan sebagai penanggulangan banjir

Kota pantai adalah kota yang terletak di tepi pantai Penduduk dapat berkembang karena pemanfaatan sumber daya kelautan. Terdapat fasilitas penggubung dan strategis untuk pertahanan

Kota Baru dan Kota Baru di Kota Kota Baru (kota kecil) Kota Baru di Kota

Adalah kota yang dibangun dari ada sampai menjadi suatu kota yang siap huni Lokasinya dapat berada di bagian dari kota lama atau berada diluarnya.

Kota baru di kota merupakan bagian kota yang dibongkar dan dibangun kembali hingga suatu kota baru yang lengkap dengan fasilitas perkotaan

Beberapa Isu dan Masalah Dalam Pembangunan Perkotaan Fungsi dan Peranan Kota 1. Merupakan wadah konsentrasi pemukiman penduduk dan berbagai kegiatan ekonomi dan sosial. 2. Merupakan pintu gerbang masuknya segala pengaruh dan kemajuan yang berasal dari luar.

KEBUTUHAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. Penyediaan perumahan Lapangan kerja Pendidikan Kesehatan Rekreasi Fasilitas pelayanan kota 1. 2. 3. 4.

KEGIATAN Kegiatan dibidang ekonomi Kegiatan dibidang sosial Kegiatan dibidang budaya Kegiatan dibidang administrasi pemerintahan, dan 5. Kegiatan dibidang politik

Semakin bertambah dan meningkat , disisi lain keterbatasan sumberdaya lahan perkotaan.

Masalah

PENATALAKSANAAN LAHAN YG HARMONIS DAN DINAMIS

Salah satu isu dalam pembangunan perkotaan yg akan dihadapi pada saat ini dan dimasa yang akan datang

Pembangunan prasana perkotaan Kualitas pelayanan umum Meningkatkan peranan sektor swasta dalam pengadaan pelayanan umum / pembangunan perumahan rakyat

Penatalaksanaan Lahan Perkotaan Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTR/K) Pada dasarnya untuk menentukan : 1. Kawasan Lindung 2. Kawasan Budidaya a. Bersifat komsuntif yaitu untuk pemukiman b. Bersifat produktif yaitu kegiatan industri, perdangangan, transportasi dan pariwisata. dll

4 unsur yg harus dilaksanakan

1. Arah pengembangan berisikan , ekonomi sosial dan fisik. 2. Struktur tata ruang berisikan tata jenjang pusat pelayanan dan jaringan transportasi antar pusat layanan di wilayah perkotaan yg bersangkutan. 3. Rencana alokasi pemanfaatan ruang berisikan pengaturan lokasi kegiatan. 4. Rencana tahapan pelaksanaan pembangunan jangka panjang yaitu berisikan paket indikasi program.

Pemilihan Lokasi Perumaha

Dipengaruhi oleh biaya perjalanan ke tempat pekerjaan

Kondisi dan kesesuaian daerah dan lingkungan sebagai penentu utama lokasi pemukiman

Lokasi yang baik adalah mendekati tempat-tempat yang memiliki fasilitas pelayanan umum dan kemudahan yang lengkap

Pembangunan Perumahan Rakyat Masalah Perumahan Rakyat

Kebijakan Perumahan Nasional

Bertujuan untuk mewujudkan pembangunan perumahan rakyat (rumah sederhana)

Program Perbaikan Kampung

Pemerintah kota memberikan bantuan teknis dalam pengadaan prasarana (jalan, drainasi dan sebagainya) dan membatu menciptakan pembiayaan jangka panjang

Ciri Penggunaan Perumahan Pada dasarnya untuk menentukan : 1. Perumahan sebagai barang konsumsi masyarakat 2. Perumahan sebagai sarana untuk memperbaiki keadaan kesehatan. 3. Perumahan sebagai kegiatan sektor ekonomi 4. Perumahan sebagai pemacu atau peransang tabungan dan investasi 5. Perumahan sebagai faktor penunjang tidak langsung terhadap pendapatan dan produksi. 6. Perumahan sebagai toko dan industri 7. Perumahan sebagai pendapatan sewa 8. Perumahan sebagai kekayaan keuangan.

Kebutuhan dan Ketersediaan Prasarana dan Sarana Perkotaan Faktor Daya Tarik Kota

Urbanisasi Yg Terus Meningkat

Kebutuhan desa tdk tercukupi

KOTA
1. Sulitnya Pekerjaan 2. Sulitnya Tempat Tinggal 3. Sulitnya Pengaturan Sistim Administrasi 4. Sulitnya Menciptakan Budaya Tertib dan Bersih

Pembangunan Sarana Prasarana

Harus mengupayakan ketersediaan dalam kapasitas yang cukup dan mutu pelayanan yang memadai

Paradigma Baru

Pendekatan yg Serasi

Paradigma Baru 1. Pembangunan dan pelayanan umum dilakukan secara. a) Kemitraan antara pemerintah, swasta dan masyarakat. b) Partisipasi masyarakat c) Transparansi d) Akuntabilitas e) Desentralisasi f) Pengurangan peran pemerintah g) Pembangunan diarahkan untuk seluruh masyarakat h) Akseptabilitas oleh penerima manfaat. 2. Dalam pembangunan telah dilakukan pembaharuan yang diarahkan a) Dari sistem sentralisasi ke desentralisasi b) Pembangunan (daerah) berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan pasar c) Fungsi pemerintah pusat bukan sebagai penyedia tetapi fasilitator dan pelayan. d) Pembangunan berbasis pada masyarakat. e) Pembangunan tidak harus seragam tetapi harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan budaya lokal. f) Pembangunan yang berkeadilan sosial, artinya harus memperhatikan kebutuhan dan kemampuan seluruh masyarakat.

Pendekatan Yg Serasi

Pendekatan prasarana dan sarana serta penyelenggaraan pelayanan umum dilaksanakan secara : 1. 2. 3. 4. 5. Berorientasi pada permintaan dan suplai Berorientasi pada pembangunan masa depan Perencanaan pembangunan disusun dari bawah Menerapkan prinsip 3 E (ekonomis, efisien dan efektip) Menerapkan pendekatan konprehensif, multi sektor, partisipatif, berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

spasial,

Visi dan Misi Pembangunan

1. Visi adalah sebagai ungkapan cita-cita mengenai kondisi ideal masa depan yang diinginkan untuk diwujudkan. 2. Misi adalah tugas yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Kebijakan dan Strategi Pembangunan

Keadaan Dan Masalah Perkotaan Secara Umum

1. Keadaan lingkungan fisik perkotaan (urban setting) kurang memadai. 2. Perencanaan dan program pembangunan kota serta koordinasi pelaksanaannya masih mengalami kelemahan. 3. Sarana penunjang yang tersedia seringkali belum dimanfaatkan sepenuhnya. 4. Partisipasi masyarakat dari lapisan atas sampai lapisan bawah untuk menunjang pembangunan kota belum dikembangkan secara luas. 5. Norma-norma tatatertib pergaulan sosial, tertib hukum dan ketertiban masyarakat ternyata kurang efektif.

Ruang Lingkup Perencanaan Kota

1. 2. 3. 4. 5.

Pembangunan ekonomi perkotaan Pembangunan masyarakat Reakreasi dan tata ruang terbuka Perumahan Perbaikan transportasi

Peranan Pemerintah Kota

Menentukan arah dan kebijakan pengembangan kota yang disusun dalam suatu rencana pembangunan kota yang serasi dan aplikatif

1. Penggunaan lahan perkotaan 2. Pengembangan jaringan dan sistim transportasi dan infrastruktur perkotaan lainnya. 3. Mengembangkan partisipasi masyarakat luas dalam pelaksanaan pembangunan. 4. Pembinaan aparatur pemerintahan kota

Peranan Pemerintah Kota

1. Mengusahakan keseimbangan antara kota-kota dengan kawasankawasan ekonomi yang dilayaninya, serta antara kota yang satu dengan yang lain. 2. Mendorong perwujudan dan perkembangan jaringan pusat pertumbuhan kota, terutama dalam upaya meningkatkan peranan kota menengah dan kecil untuk menampung dan mengarahkan arus urbanisasi. 3. Meningkatkan mutu dan jumlah fasilitas pelayanan umum kota serta kemampuan administrasi dan pengelolaan kota sesuai dengan fungsi dan peranan kota yang bersangkutan. 4. Menciptakan iklim yang menggairahkan kegiatan ekonomi dengan mengadakan perbaikan kondisi permukiman, penentuan lokasi kegiatan industri yang tepat, mendorong inisiatif dan usaha swasta sejauh mungkin serta pengembangan usaha lainnya dalam rangka penciptaan kerja di wilayah perkotaan

Pembangunan Sarana dan Prasarana Perkotaan

No

Pertanyaan Pembangunan Dasar

Tujuan

Aplikasi Pada Pembangunan Perkotaan

Pihak Terkait

1.

Dimana kita sekarang ? (Where are we now

Untuk mengetahui kondisi eksisting dan melakukan analisis SWOT

Hasil evaluasi pembangunan 1. Eksekutif perkotaan (dan pedesaan) tahun(pemkot) tahun sebelumnya, pada sekarang 2. Legislatif dan kecenderungan perubahan (DPRD) masa depan 3. Masyrkat Kondisi ideal kota dan pemerintahan kota pada masa 5 tahun mendatang 1. Eksekutif (pemkot) 2. Legislatif (DPRD) 3. Masyrkat 1. Eksekutif (pemkot) 2. Legislatif (DPRD) 3. Masyrkat

2.

Hendak kemana kita ? (Where are we going)

Perumusan Visi, Misi dan Tujuan

3.

Bagaimana kita sampai ke sana? (How do we get ther)

Penyusunan kebijakan dan strategi

Cara / metoda pencapaian Visi, Misi dan tujuan pembangunan perkotaan

No

Pertanyaan Pembangunan Dasar

Tujuan

Aplikasi Pada Pembangunan Perkotaan

Pihak Terkait

4

Apa desein teknis (cetak biru) untuk melaksanakan kebijakan dan strategi ? (What is our blueprint for action) Apakah kita sudah pada jalan yang benar (Who do we know if we are on the right track

Penyusunan program

Repelita / Propeda, rencana dan pembangunan sasaran tahunan.

1. Eksekutif (pemkot) 2. Legislatif (DPRD) 3. Masyrkat

5.

Pengawasan dan pengendalian serta evaluasi 

Pengawasan publik  Evaluasi kinerja  Rekomendasi Kebijakan

1. Eksekutif (pemkot) 2. Legislatif (DPRD) 3. Masyrkat

Strategi dan Kebijakan Pembangunan Prasarana dan Sarana Menurut Klasifikasi Karakteristik Kota
Klasifikasi / Karakteristik Srategi Kebijakan

I. Ketersediaan Penguatan pembangunan prasarana dan sarana prasarana dan sarana diatas rata-rata dan kinerja pembangunan di atas rata-rata

1. Optimalisasi manfaat prasarana dan sarana. 2. Perluasan sarana dan prasarana 3. Penciptaan iklim investasi, peningkatan kapasitas sarana dan prasarana 4. Pengembangan akses ke jaringan teknologi 1. Peningkatan investasi pemerintah di bidang sarana dan prasarana 2. Pemerataan akses pelayanan sarana dan prasarana 3. Peningkatan koordinasi antar sektor 4. Peningkatan investasi swasta dalam pembangunan sarana dan prasarana ekokomi. 5. Peningkatan dan perluasan kapasitas sarana dan prasarana.

II. Ketersediaan Perluasan pembangunan prasarana dan sarana prasarana dan sarana kinerja pembangunan di atas rata-rata

Klasifikasi / Karakteristik

Srategi

Kebijakan

III. Ketersediaan prasarana dan sarana kurang kinerja pembangunan di bawah rata-rata

Percepatan pembangunan prasarana dan sarana

1. Peningkatan investasi pemerintah dibidang sarana dan prasarana dasar dan ekonomi 2. Pemerataan pelayanan sarana dan prasarana terutama ke bagian wilayah perkotaan yang kurang berkembang (pinggiran) 1. Optimalisasi manfaat sarana dan prasarana . 2. Peningkatan koodinasi antar sektor 3. Peningkatan investasi swasta dalam pembangunan sarana dan prasarana ekonomi. 4. Promosi investasi

II. Ketersediaan Optimalisasi prasarana dan sarana pembangunan kurang kinerja pembangunan di bawah rata-rata

Kualitas Jasa Pelayanan Umum 9 komponen

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Kegiatan pelayanan yang dikehendaki Dampak negatif dalam penyediaan / pengadaan pelayanan Kuantitas pelayanan yang cukup Distribusi pelayanan yang adil Respek penduduk yang menikmati / memperoleh pelayanan Waktu respons dalam penyediaan pelayanan Jumlah penduduk yang menggunakan pelayanan Persepsi penduduk mengenai kepuasan mereka terhadap suatu pelayanan 9. Efisiensi (produktivitas dan biaya) pengadaan pelayanan

Peran Swasta Dalam Pengelolaan Jasa Pelayanan Umum

1. Kecenderungan bertambah luasnya tugas yang ditangani oleh Pemerintah Daerah (kota) dalam penyediaan sarana prasarana, pelayanan umum, baik bersifat rutin maupun pembangunan, maka konsekuensinya diperlukan penyediaan dana pembiayaan dalam jumlah besar. 2. Ketidakmampuan Pemerintah Daerah (Kota) melayani permintaan masyarakat perkotaan yang semakin meningkat kepada pelayanan umum. 3. Terdapat kecenderungan bahwa dampak birokrasi pemerintah dalam berbagai tugas kewajiban Pemerintah Daerah, termasuk didalamnya pengelolaan pelayanan yang kurang efisien.

Kelemahan Perusahaan Daerah

1. Keterbatasan dana atau anggaran, sehingga membatasi upaya peningkatan efiesiensi, peningkatan mutu pelayanan dan perluasan usaha. 2. Personil yang cukup banyak jumlahnya tetapi kurang memiliki keterampilan yang tangguh sehingga hasil kerjanya tidak produktif 3. Tata kerja yang mendasarkan pada senioritas. 4. Kurangnya penerapan sistim intensif (perangsang) keadaan ini mengakibatkan para karyawan kurang bergairah untuk meningkatkan prestasi kerja. 5. Prosedur keuangan yang tidak singkat dan lamban, menyebabkan pelaksanaan pembangunan dan kegiatan pelayanan umum yang dilaksanakan kurang lancar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->