MAKALAH BERMAIN DAN PERMAINAN BEBAS

Disusun Oleh :
Nama NIM Kelas : SUHARTI : : B / 30

Mata kuliah : PENGEMBANGAN BERMAIN

UNIVERSITAS RONGGOLAWE (UNIROW) PROGRAM STUDY PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DESEMBER 2009
i

ii .

Orang tua kami yang telah memberi dukungan baik moril maupun materiil 4. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima ksih sedalamdalamnya kepada : 1. Penulisan makalah ini dapat selesai dengan baik berkat bantuan dan dukungan berbagai pihak yang senantiasa memotivasi dan kritik membangun. atas petunjuk dan bimbingan serta hidayah-Nya. Meskipun ini sifatnya sederhana semoga bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan bagi penulis pada khususnya.KATA PENGANTAR Dengan mengucap puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2. makalh ini dapat kami selesaikan tepat pada waktunya. Pacitan. Serta teman-temanku yang telah memberi bantuan dan dukungan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif untuk perbaikan dan penyempurnaa lebih lanjut. Bapak Kepala Program pendidikan Anak Usia Dini Universitas Ronggolawe Tuban. Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari Mata Kuliah Perkembangan peserta didik. Ibu Maemunarsih.PD selaku dosen pembimbing 3. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. S. 17 Desember 2009 Penulis iii .

B.............. 5.................................................................................. D........ 3 Definisi Bermain.......................................... Manfaat Pembuatan Makalah A............. ....... 3.. 1........ 3 3 3 4 4 7 9 13 13 BAB III RAGAM PERMAINAN ANAK Bermain Bebas Bermain Terpimpin Kesimpulan Saran BAB IV PENUTUP . i ii iii ...... Manfaat Bermain....................................... A....................................... Karakteristik Bermain Anak............................................... Tujuan Pembuatan Makalah .. Pendapat Pakar Tentang Permainan................................................................................ BAB II KAJIAN TEORI Hakekat Bermain............... A.......... B...................................................... 2...............DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI A.................. BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang ............... ......................................................................... .... .................................................... ..................................................................................................... 4............................................ B........................................................ Tujuan Bermain atau Permainan........................... iv ..................... 1 2 2 2 Rumusan Masalah .............. C............... .....

Bermain memungkinkan anak-anak mengeksplorasi berbagai pengalaman dalam berbagai situasi dan sudut kehidupan. sosial. Bermain adalah sesuatu yang menyenangkan. Dengan demikian diharapkan. Anak-anak dilain pihak. hanya mengenal kegiatan bermain. Dengan ketrampilan dan kemampuannya yang masih serba terbatas anak melakukan aktivitas bermain (justru) untuk mendapatkan informasi tentang dunia sekitarnya serta tentang siapa dirinya. Bermain selalu menyenangkan dan tidak pernah menjadi beban. Kegiatan bermain memberi anak pengalaman berhadapan dengan masalah-masalah dan menganggapnya sebagai tantangan-tantangan yang menggairahkan. berbeda dengan bukan bermain. emosi. itulah bermain. Latar Belakang Kita semua gemar bermain terutama saat kita masih kanak-kanak. kita perhatikan saja wajah anak-anak bila wajah mereka menampilkan percikan air muka yang cerah dan berseri-seri. intelektual. dalam hal ini adalah bekerja atau aktifitas lain yang serius fungsional dan selalu dilakukan dalam rangka suatu hasil. Kendati bukan bekerja mempunyai fungsi tersendiri sebagai bagian dari keseimbangan kehidupannya. Apabila kita ingin memahami pengertian bermain. Bermain adalah aktifitas yang khas.BAB I PENDAHULUAN A. Bermain tidak memperdulikan hasil akhir tetapi yang lebih penting disini adalah proses bermain itu sendiri. Orang dewasa mengenal kegiatan “bekerja” selain kegiatan “bermain”. Hal ini disebabkan perbendaharaan antara kegiatan bekerja dan bermain pada masa kanak-kanak masih amat tipis. artinya yang ia lakukan bukanlah bermain. kegiatan bermain merupakan bagian yang penting dalam proses tumbuh kembangnya disemua bidang kehidupan diantaranya mencakup fisik. Dengan demikian. Bila anak sudah menganggap bermain sebagai suatu beban. kelak ia tumbuh menjadi orang 1 . Namun bila wajah mereka muram dan cemberut maka itu bukan lagi bermain.

Dapat dikatakan bahwa setiap anak yangsehat selalu mempunyai dorongan untuk bermain sehingga dapat dipastikan bahwa anak yang tidak bermainmain pada umumnya dalam keadaan sakit.dewasa yang optimistic dan kreatif dalam menghadapi kendala-kendala kehidupan. D. Para ahli berkesimpulan bahwa anak adalah makhluk yang aktif dan dinamis. Dalam kehidupan anak. Rumusan Masalah Berdasarkan paparan diatas. Kebutuhan-kebuthan jasmaniah dan rohaniahnya anak yang mendasari sebagian besar dipenuhi melalui bermain (kelompok) bermain sendiri maupun itu merupakan kebutuhan anak. imajinasi. Tujuan Pembuatan Makalah Tujuan pembuatan makalh ini adalah untuk tugas mata kuliah Pengembangan Peserta Didik. dalam makalah ini penulis menentukan rumusan masalah sebagai berikut : “Apakah permainan bebas dan terpimpin sudah dilakukan di PAUD / TK mengikuti aturan ada ?” C. 2 . jasmaniah maupun rohaniah. kemauan. bermain mempunyai arti yang sangat penting. B. motivasi. perasaan. Bermain bagi anak adalah mutlak diperlukan untuk mengembangkan daya cipta. dalam suasana riang gembira. makalah ini diharapkan dapat memberikan pengalaman dalam meningkatkan ketrampilan membuat makalah dan bertambah wawasan tentang berbagai permainan. Manfaat Pembuatan Makalah Adapun manfaat pembuatan makalah ini adalah : Bagi mahasiswa.

intelektual bahasa dan perilaku (psiksososial serta emosional) c. d. pengalaman dan hasil penelitian para ahli.BAB II KAJIAN TEORI A. d. Menanamkan kebiasaan disiplin dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari 3 Bermain relatif bebas dari aturan-aturan. b. c. baik fisik. b. 3. Hakekat Bermain 1. Anak terbiasa menggunakan seluruh aspek panca indranya sehingga terlatih dengan baik. kecuali anakBermain dilakukan seakan-akan kegiatan itu dalam Bermain lebih memfokuskanpada kegiatan atau anak membuat aturan mereka sendiri. Karakteristik Bermain Anak Karakteristik bermain anak antara lain : a. Anak memperoleh kesempatan mengembangkan potensi-potensi yang ada padanya. Tujuan Bermain atau Permainan Tujuan dari bermain atau permainan antara lain : a. 2. Secara alamiah memotivasi anak untuk mengetahui sesuatu lebih mendalam lagi. Memberikan peluang bagi anak untuk berkembang seutuhnya. bahwa bermain mempunyai arti sebagai berikut : a. Bermain memerlukan interaksi dan keterlibatan anak- . anak. kehidupan nyata (bermain drama) perbuatan dari pada hasil akhir produknya. Definisi Bermain Berdasarkan pengamatan.

5. suka bekerja sama menunjukkan Menanamkan budi pekerti yang baik Melatih anak untuk berani dan mempunyai rasa ingin Melatih anak untuk mencintai lingkungan dan ciptaan Melatih anak untuk mengeri berbagai konsep moral tahu yang besar yang mendasar. Frohel (abad 18) Menekankan pentingnya bermain dalam belajar. 2. Pendapat Pakar Tentang Permainan a. Menurutnya kegiatan bermain dan mainan yang dinikmati anak dapat digunakan untuk menarik perhatian serta mengembangkan pengetahuan mereka. 6. kepedulian c. b. jujur. 4. Joan Freman dan Utami Menandar (1995) 4 . e. Aristoteles Berpendapat bahwa anak-anak perlu didorong untuk bermain dengan apa yang mereka tekuni dewasa nanti. Tuhan f. benar. d. Melatih sikap ramah. Manfaat Bermain Bagi Anak Manfaat bermain bagi anak antara lain : 1. 3. seperti salah.b. adil dan fair 4. c. Pendidikan untuk anak perlu disesuaikan dengan minat serta tahap perkembangan anak. Bermain bermanfat mencerdaskan otak Bermain bermanfaat mengasah panca indra Bermain bermanfaat sebagai media terapi Bermain memacu kreatifitas Bermain bermanfaat untuk melatih empati Bermain itu melakukan penemuan 5.

baik fisik. Freud memandang bermain sebagai cara yang digunakan anak untuk mengatasi masalah. d. f. seseorang dapat Freud memandang bermain sama seperti fantasi atau lamunan. enam belas hakikat pembentukan hubungan antar pribadi 5 . dan berada dalam situasi keserasian. Meletakkan dasar pengembangan bahasa Mempunyai pengaruh yang unik dalam Mempunyai unsur berpetualang Memberikan dunia khayal yang disukai Memberikan kebebasan anak untuk Membantu pertumbuhan anak Merupakan kegiatan yang dilakukan Frank dan Theresia Caplan. memproyeksikan harapan maupun konflik pribadi. bertindak 4. 2. sosial. bermain 1. Melaluio Sigmund Freud bermain ataupun fantasi. 7. Denagn demikian bermain mempunyai efek katarsis yaitu anak dapat mengambil peran aktif sebagai pemasaran dalam memindahkan perasaan negatif ke objek atau orang pengganti. akan merekontroksi sebuah kreativitas. e. secara sukarela 3. moral dan emosional. Montessori (1961) Menggambarkan jika ketika anak bermain. didalamnya 6.. anak 5.Menyebutkan bahwa pada umumnya bermain merupakan suatu aktivitas yang membantu anak untuk mencapai perkembangan yang utuh. memanfaatkan bermain sebagai alat diagnosa terhadap masalah dan sarana mengobati jiwa anak yang dimanifestasikan dalam terapi bermain.

bermain memberikan suatu cara bagi anak untuk memajukan kecepatan masuknya perangsangan (stimulasi) baik dari luar maupun dari dalam yaitu aktivitas otak yang secara konstan memainkan kembali dan merekam pengalaman-pengalaman. g. perhatian 10. 6 . Singer Memberikan Memperluas kesempatan-kesempatan minat dan pemusatan untuk menguasai diri secara fisik Merupakan cara untuk menyelidiki sesuatu Merupakan cara untuk mempelajari peran Merupakan dinamis untuk belajar Menjernihkan pemikiran anak Dapat distruktur secara akademis Bermain. 13. 11. 14. 9. teutama bermain imajinatif sebagai kekuatan positif untuk perkembangan manusia. orang dewasa 12.8.

waktu. yaitu bermain bebas dan bermain terpimpin. ukuran kecil dan balok yang dapat dimainkan dimeja (table blocks) Balok meja biasanya terdiri dari balok-balok bujur sangkar berwarna atau polos. serta kebebasan. Kegiatan yang dilakukan membutuhkan pengaturan lingkungan bermain dan belajar serta alat-alat permaianan yang dibutuhkan.BAB III RAGAM PERMAINAN ANAK Aktivitas bermain merupakan suatu rangkaian usaha kegiatan di PAUD. A. Di PAUD dikenal dua kategori bermain. Kebebasan yang diberikan adalah kebebsana yang tertib. Kebebasan tersebut diarahkan pada tumbuhnya disiplin diri secara bertahap. Tugas guru dalam kegiatan bermain bebas adalah melakukan observasi terhadap anak-anak dan mendorong atau memotivasi anak untuk lebih aktif bermain. Dapat pula ditambahkan bentuk7 . seperti balok-balok ukuran besar. Bermain Bebas Dalam permainan bebas anak boleh memilih sendiri kegiatan yang diinginkannya serta alat-alat yang ingin digunakannya. didalam maupun diluar ruangan. Adapun contoh-contoh aktifitas bermain bebas baik didalam maupun diluar ruangan : Didalam Ruangan Saat bermain Bermain Balok balok anak-anak bebas mengeluarkan dan  menggunakan imajinasi serta keinginannya untuk menemukan agar dapat bermain dengan kreatif. Saat bermain bebas anak-anak membutuhkan tempat. yaitu kebebasan yang bertanggungjawab. Bermain bebas merupakan bentuk bermain aktif baik dengan alat maupun tanpa alat. yang dapat dimainkan secara individual atau berpasangan sambil duduk mengelilingi meja. Di PAUD hendaknya disediakan beberapa set dan jenis balok. peralatan bermain.

Kegiatan ini merupakan pembuka kegiatan fisik yang menarik dan mempunyai banyak manfaat. papan jungkit. pengawasan oleh guru sangat diperlukan. secara berurutan 5. biji-bijian. mozaik. Berbagai macam alat permainan manipulatif adalah papan hitung. Bermain Alat Manipulatif Alat manipulatif adalah semua alat permainan yang kecil dan dapat diletakkan diatas meja sehingga membuat anak terampil bekerja dan mengembangkan daya pikirnya. balok ukur. sendok es krim. papan jahit.bentuk lain untuk lebih menstimulasi daya cipta dan daya eksplorasi anak. 4. palang bertingkat. antara lain : 1. tutup botol. roncean. tubuh anak sendiri 8 Memberi kesadaran akan ruang bagi Dapat dipindah-pindahkan Tidak terlalu berat Menarik untuk anak-anak yang tidak Membantu anak-anak belajar dimana  berani memulai sesuatu memulai kegiatan dan bagaimana merencanakan gerakannya . jembatan goyang. Diluar Ruangan Halaman sekolah adalah tempat yang menyenangkan bagi anakanak. 2. benda-benda plastik. 3. jaring-jaring laba-laba dan lain-lain. Dibutuhkan kerjasama guru dalam mengawasi anak-anak saat bermain yang juga disesuaikan dengan luasnya area bermain. manikmanik. papan luncur. lotto. Mereka dapat bersosialisasi serta mengembangkan fisiknya baik dengan berlari maupun dengan memainkan alat lain yang disediakan seperti : ayunan. Ketika anak-anak bermain diluar. menara gelang. puzzle.

9 merupakan unsur terpenting dalam setiap . program motorik telah disusun. Permainan yang dirancang dengan baik dapat menjadi sarana pengembangan kemampuan anak 2. Permainan dengan angka 5. Permainan dengan nyanyian 6. Biasanya permainan dan alat permainan diciptakan ileh guru sendiri. menyeimbangkan Mendorong anak mengambil resiko Membantu guru mengenali anak-anak serta mengembangkan ketrampilan dalam yang memerlukan lebih banyak kesempatan untuk memanjat. Permainan dalam lingkaran 2. Aktifitas permainan terpimpin yang dapat membentu guru mencipta permainan. Oleh karena itu gru TK / PAUD harus kreatif mencipta (permainan dan alat) agar kegiatan pembelajaran tidak membosankan serta anak dan guru tidak mengalami kejenuhan. antar lain sebagai berikut : 1. yaitu berikut ini : 1. B. melainkan terikat pada peraturan permainan atau kegiatan tertentu. Permainan dengan alat 3. Permainan tanpa alat 4.6. Permainan mengasah panca indra Dasar pemikiran yang melandasi permainan yang baik dan sehat bagi perkembangan anak. Bermain Terpimpin Dalam kegiatan bermain terpimpin anak tidak bebas. Anak-anak permainan anak. Setiap anak mempunyai hak untuk mendapatkan pengalaman yang sehat dan bersifat positif 3. 7. Permainan bentuk lomba 7.

Permainan dengan alat 1. Anak yang mengoperkan bola berusaha agar bola yang dipegangnya tidak dapat disentuh saputangan sehingga suasana menjadi riuh. Bola dioperkan dari satu anak kepada anak lainnya yang berada dalam lingkaran 4. Anak yang berada diluar lingkaran berusaha menyentuh bola dengan sapu tangan yang dipegangnya. 5. 6. Anak memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi. Aktivitas bermain perlu dievaluasi secara berkala untuk melihat dampaknya bagi perkembangan anak (baik positif maupun negatif) Contoh aktifitas bermain terpimpin :  Permainan dalam lingkaran Sapu tangan dan bola 1. Anak-anak berdiri dalam lingkaran dengan jarak sekitar 1 meter 3. orang lain dan dunia sekelilingnya 6. Anak yang bolanya disentuh saputangan (ketika dipegang atau sedang dioper ) atau anak yang tidak dapat menangkap bola yang dioper kepadanya harus keluar dari lingkaran dan menggantikan anak yang memegang saputangan. Bola yang digunakan adalah bola besar (ukuran bola kaki) 2. Perilaku bermain dapat mempengaruhi pandangan anak mengenai dirinya sendiri. 7. anak dan guru 10 Mana Sepatuku Alat yang digunakan adalah sepatu anak-  . namun tidak boleh menyentuh anak-anak yang mengoperkan bola 5. Guru bertindak sebagai pemimpin di tengah lingkaran.4.

Misalnya. mengikutinya Bila pemimpin hanya mengatakan “tepuk tangan 3 kali” anak-anak tidak boleh anak-anak duduk dalam lingkaran menghadap ke tengah Ditengah berdiri seorang anak  - 11 . memanjang. 3. Semua sepatu dicampur dan diaduk-aduk dan diletakkan diujung ruangan. Guru selalu mengumpulkan kembali sepatu yang bertebaran ketika anak mencari sepatunya. Dengan adanya aba-aba guru anak terdepan Demikian seterusnya sampai anak terakhir Kelompok yang anggotanya terakhirnya kemudian tiap kelompok berbaris diatas garis berlari kearah sepatu berada. Diujung lainnya dibuat garis Anak-anak dibagi menjadi 2 kelompok. “kata polisi tepuk tangan 3 kali” 4. menjadi pemimpin 3. Anak tersebut memberi perintah kepada anak lain yang harus di laksanakan perintah tersebut didahului dengan “kata polisi”.2. 5. 7. mencari dan memakai sepatunya memakai sepatunya selesai labih dulu memakai sepatu adalah kelompok yang Sepatu dapat ditambahkan dengan sepatu anak-anak yang menonton. 2. 6. 4. Permainan tanpa alat Kata polisi 1. menang.

Kerjasama antar peserta sangat diperlukan untuk dapat menyelesaikan tugas dengan baik 7. Setelah anak mendengar aba-aba.5. anak habis 7. kemudian mulai mengatur barisan berderet ke samping sesuai urutan angka dalam kartu yang didapatnya 6. Alat yang digunakan adalah kartu angka (1-10) 3. Kata polisi dapat diganti dengan “kata bu guru” atau “kata ayah” sesuai kesepakatan bersama.  Permainan dengan angka Berbasis menurut angka 1. Bila ada yang melakukan perintah tersebut dia harus keluar dari lingkaran atau anak yang tidak melakukan perintah sesuai aba-aba atau salah melakukan “kata polisi” juga harus keluar dari lingkaran.  Permainan dengan nyanyian Bermain sepatu 1. Guru menebarkan kartu angka secara tertutup dilantai 5. 10 anak maju masuk ke dalam lingkaran yang sudah disiapkan 4. Permainan ini dimainkan sekurang-kurangnya 10 anak 2. anak-anak mengambil satu kartu angka.5 m 12 Begitu seterusnya sampai anak- . Kelompok yang lebih cepat menyusun barisan dengan urutan yang benar merupakan kelompok pemenang. 6. Agar ada tantangan dapat dimainkan oleh 2 dan atau 3 kelompok sekaligus dan guru harus mempersiapkan beberapa set kartu angka. Anak-anak melepas sepatu dan duduk dilantai membentuk lingkaran menghadap ke dalam dengan jarak 1.

lagu dinyanyikan 2 kali) 4. Dengan aba-aba guru. lagu makin dipercepat.  13 . Dan sebagainya. Anak yang mendapat sepatu guru didepannya harus berhenti bermain 5. Permainan dilanjutkan sampai hanya tertinggal satu pemain lagi. Salah satu anak sepatunya diganti sepatu guru 3. Setiap anak meletakkan sepatunya dihadapannya. Makin sedikit jumlah pemain. anak-anak mulai menyanyi dengan tempo biasa sambil menggeser sepatumya mengikuti irama lagu.2. Setelah lagu berakhir sepatu juga berhenti (satu putaran.

14 . Saran Disarankan kepada penulis selanjutnya untuk memperkaya lagi bahan rujukan yang digunakan untuk memperluas cakrawala ilmu yang didapat juga untuk memperkaya materi yang bisa dipelajari. B. Kesimpulan Dari pembahasan pada bab sebelumnya diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa permainan merupakan hal yang harus diajarkan kepada anak karena permainan merupakan dunia anak yang dapat menunjang pada kehidupannya di masa depan karena di dalam permainan itu sendiri terdapat proses belajar.BAB IV PENUTUP A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful