P. 1
e Learning

e Learning

|Views: 1,183|Likes:
Published by Muhammad Akbar Amin

More info:

Published by: Muhammad Akbar Amin on Sep 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/14/2013

pdf

text

original

BAB 1 DASAR EKONOMI

Tujuan : 1. Agar supaya mahasiswa mengerti bahwa ilmu ekonomi merupakan ilmu mengenai pilihan (change). 2. Mahasiswa dapat menjelaskan bahwa masyarakat bisa menentukan pilihan antara kebutuhan dalam mengkonsumsi dan memproduksi suatu barang, sehingga masyarakat tersebut bisa mengalokasikan sumber dayanya yang langka. Pembahasan Materi: • • • • • Definisi Teori Ekonomi Mikro Hukum Kelangkaan Barang dan Jasa Pernyataan Ekonomi Sebagai Dasar Pembentukan Teori Faktor-faktor Produksi

1

Pendahuluan Ilmu ekonomi membahas segala jenis pokok bahasan. Namun pada intinya ditujukan untuk memahami bagaimana masyarakat mengalokasikan mencoba menyelesaikan bermacam masalah kehidupan sehari-hari. Sebagai materi kuliah, maka ilmu ekonomi telah berusia berabad-abad. Adam Smith menerbitkan bukunya yang merupakan terobosan berjudul The wealth of Nations pada tahun 1776. Sumbangan Adam Smith tersebut adalah menganalisa bagaimana pasar mengatur kehidupan ekonomi dan memberikan pertumbuhan ekonomi yang cepat. Adam Smith memperlihatkan bahwa system harga dan pasar mampu mengkoordinir orang dan bisnis, tanpa diperlukan pengelolaan terpusat Salah satu sumber pengetahuan ekonomi yang utama adalah pengamatan atas berbagai peristiwa ekonomi, khususnya dari catatan historis. Misalnya inflasi, yaitu kenaikan harga-harga secara umum. Masyarakat umum, banker, maupun pimpinan partai politik sering khawatir terhadap dampak inflasi dan biasanya mengambil langka yang menyakitkan. Para ekonom menggunakan model-model untuk menjelaskan dan menganalisis keadaan ekonomi, dan dalam beberapa hal untuk meramalkan keadaan ekonomi masa mendatang. Definisi Teori Ekonomi Mikro Ilmu ekonomi merupakan suatu studi tentang perlaku masyarakat dalam menggunakan sumber daya yang langka dalam rangka memproduksi berbagai komoditi, dan menyalurkannya kepada berbagai individu dan kelompok yang ada dalam suatu masyarakat. Kelangkaan berarti tidak semua kebutuhan manusia dapat dipenuhi sehingga memaksa kita untuk membuat suatu pilihan. Teori Ekonomi Mikro atau teori harga adalah ilmu yang mempelajari arus barang dan jasa dari sektor perusahan ke sektor rumah tangga, komposisi serta bagaimana harga barang dan jasa dalam arus tersebut ditentukan. Teori Ekonomi Mikro juga mempelajari arus barang dan jasa sumber-sumber ekonomi dari pemilik sumber ekonomi ke perusahaan penghasil, kemana penggunaan sumber-sumber ini sumbeer dayanya yang langka itu. Dalam mempelajari implikai kelangkaan, ilmu ekonomi

2

mengalir dan bagaimana harga sumber-sumber tadi ditentukan. Teori ekonomi mikro mempelajari perilaku satuan ekonomi yang mencakup konsumen pekerja, investor, dan setiap individu yang memainkan peranan dalam berfungsinya perekonomian. Tujuan teori adalah untuk meramal dan menjelaskan segala sesuatu yang berhubungan dengan teori tersebut. Sebuah teori merupakan hipotesa yang telah berhasil diuji. Suatu hipotesa diuji bukan berdasarkan kenyataan asumsi melainkan atas kemampuannya untuk meramalkan dengan tepat dan menjelaskannya. Asumsi yang dipakai dalam teori ekonomi mikro adalah bahwa semua smber ekonomi sudah dimanfaatkan secara penuh. Bahasan Dalam Teori Ekonomi Mikro Antara lain: 1. Bagaimana dan mengapa perilaku satuan ekonomi membuat keputusan ekonomi? 2. Bagaimana perilaku satuan ekonomi berinteraksi membentuk satuan yang lebih besar yang terkait dengan pasar dan industri. 3. Perilaku penjual dan embeli dalam pasar. Bagaimana konsumen membuat keputusan pembelian dan bagaimana pilihan mereka terpengaruh oleh perubahan harga komoditas dan pendapatan? Bagaimana perusahan memutuskan untuk mempekerjakan sejumlah orang dalam menghasilkan sejumlah komoditaas? 4. Berbagai teknik analisis ekonomi mikro dan terapannya dalam menjelaskan fenomin keseharian. 5. Opportunity Cost yang timbul sebagai konsekuensi dari pilihan yang diambil. Opportunity Cost , menggambarkn biaya eksplisit dan implicit yang terkait dengan penggunaan beberapa sumberdaya dalam suatu cara tertentu.

3

karena adanya keterbatasan baik dari penggunaan sumberdaya yang ada maupun dalam mengkonsumsi baranr-barang yang dihasilkan. maka brang-barang dan jasa apakah yang perlu dibeli dan berapakah jumlahnya agar pembelian dan penggunaan barang-barang tersebut dapat memberikan kepuasan maksimum kepadanya dan keluarganya. 2). Tingkat produksi yang paling memberi keuntungn kepada kegiatannya.Permasalahan Pembuatan Pilihan PROBLEM EKONOMI • • • Masalah jarangnya (Scarcity) alat-alat untuk memenuhi kebutuhan Masalah Pemilihan (the Problem of Choise) Efisiensi (Efficiency) MUNCULNYA MASALAH PEMILIHAN • • • Alat pemuas kebutuhan terbatas Kebutuhan manusia tidak terbatas Kebutuhan disusun menurut derajat kepentingannya (terdesak/tak terdesak) Alat-alat pemuas kebutuhan digunakan dalam berbagai penggunaan yang berbeda-beda Pembuatan suatu pilihan akan muncul karena adanya keterbatasan yang • telah dibahas sebelumnya. Biaya Oppurtunitas (konsep biaya alternatif/opportunity cost) 4 . Dari segi konsumen. Jenis barang dan jasa yang akan dijualnya dan jenis-jenis serta jumlah dan kombinasi factor-faktor produksi yang akan digunakannya untuk meminimumkan biaya produksi. persoalan yang dihadapi adalah: 1). persoalan yang dihadapi adalah : dengan menggunakan pendapatan mereka. Dari segi produsen.

000. Ilmu ekonomi mikro mempelajari hubungan antara keinginan manusia dengan sumberdaya (economic resources). Manusia sendiri akan mengatur penggunaan sumberdaya sedemikian rupa agar dapat memenuhi keinginan sebanyak mungkin. karena orang ingin mengkonsumsi juh lebih banyak daripada yang dapat diproduksi oleh perekonomian yang bersangkutan. Setelah dikurangi pengeluaran –pengeluaran sebesar Rp 800.000..000. Hilangnya alternative tersebut disebut: biaya oppurtunitas (Opportunity Cost). Misalnya.saya bisa bisa pergi rekresi ke suatu tempat atau bisa untuk membeli Sepatu.Kehidupan yang penuh dengan beragai pilihan. maka para ekonom mengatakan bahwa biaya oppurtunitaas dari berrekreasi saya adalah kesenangan menikmati sepatu baru. Jika setiap barang dapat diproduksi dalam jumlah tidak terbatas.-. saya mempunyai pendapatan Rp 1. maka orang tidak perlu melakukan efisiensi penggunaan sumber-sumber daya yang langka.Dengan sebanyak Rp 200.000. Kaum bisnis tidak perlu rewel terhadap pengggunaan buruh dan tidak perlu berusaha secara fisien dalam 5 . atau jika keinginan manusia dapat sepenuhnya dipenuhi.000. Masalah pokok dala perekonomian timbul karena adanya kelangkaan (scarcity) akibat dari ketidakseimbangan antara kebutuhan masyarakat dengan factor-faktor produksi yang tersedia. sehingga kita harus menentukan barang mana yang ingin dibeli atau aktivitas mana yang akan kita kerjakan dengan waktu dan pendapatan yang terbatas.maka sekarang tinggal Rp 200.. Adanya ketidak seimbangan akan menimbulkan aktifitaa ekonomi. maka menentukan pilihan dalam banyak sekali kelangkaan memaksa kita kehilangan kesempatan untuk mengerjakan sesuatu yang lain. karena sumber daya yang langka. Semua kegiatan manusia baik perseorangan maupun kelompok/perusahaan untuk m emproduksi barang dan jasa maupun untuk mengkonsumsi yang ditujukan kepad usaha dalam memenuhi segala keinginan yang tidak terbatas dengan menggunakan sumberdaya yang serba terbatas dinamakan :Aktivitas Ekonomi.. Ahli ekonomi mempelajari bagaimana barang diproduksi dan dikonsumsi. Hukum Kelangkaan Inti dari ilmu ekonomi adalah terletak pada fakta kelangkaan.Apabila saya memutusakn untuk rekreasi. Dalam setiap kasus.

maka anda dengan cepat akan menemukan bahwa barang dan jasa yang tersedia tidak akan cukup untuk memenuhi bahkan sebagian kecil keinginan konsumsi setiap orang.penggunaannya. seperti pasir di gurun atau air di laut. barang serta jasa lain yang tidak terhitung jumlahnya. ratusan juta orang menderita kekurangan makan dan kemiskinan materi. sera pemerintah tidak perlu bersusah payah mengurusi pajak dan pengeluarannya Lebih jauh karena kita semua dapat memperoleh segala sesuatu seperti yang kita inginkan. Di luar Amerika Serikat. Dalam perekonomian yang makmur. khususnya di Afrika. m obil dan computer pribadi. Jika anda menggabungkan semua keinginan tersebut. produksi yang dihasilkannya ternyata tidak cukup tinggi untuk memenuhi keinginan semua orang. seingga kita perlu mempelajari bagaimana masyarakat memilih dari daftar barang dan jasa 6 . Akan tetapi belum ada masyarakat yang berhasil merealisir khayalan (utopia) kesempatan yang tanpa batas seperti itu. Semua ilmu ekonomi berpegang pada fakta pokok ini. tidak akan timbul barang ekonomi (economic goods) yaitu barang-barang yang penawarannya bersifat langka atau terbatas. pabrik yang aman dan jalan yang bersih. Bahkan di Amerika Serikatpun yang sejauh ini perekonomiannya paling produktif. Suatu penelitian tentang pola konsumsi mengungkapkan bahwa masyarakat menginginkan dan memerlukan pemanas maupun pendingin. Hal ini karena sumberdaya adalah terbatas. Intisari ilmu ekonomi adalah kebenaran tak terbantah yang kita sebut dengan Hukum Kelangkaan. Output nasonal kita harus jauh berlipat ganda supaya rata-rata masyarakat dapat hidup pada tingkat rata-rata kehidupan dokter atau pengusaha. Semua barang bersifat CumaCuma/gratis. waktu santai dan kebebasan pribadi. yang menyatakan bahwa semua barang bersifat terbatas karena sumberdaya yang diperlukan tidak cukup untuk menghasilkan semua barang yang ingin dikonsumsi manusia. maka tidak seorangpun akan menaruh perhatian terhadap distribusi pendapatan antar orang atau antar kelas yang berbeda. Di sana tidak perlu penghematan konsumsi dan tentu saja ilmu ekonomi tidak akan menjadi ilmu yang penting lagi.

dan siapa yang memperoleh barang yang diproduksi masyarakat. pemisalan (asumsi). dan pembuatan ramalan. Kegagalan Untuk Menjaga “hal-hal lainnya sama” atau Ceteris Paribus Sebagian besar permasalahan ekonomi melibatkan beberapa kekuatan yang saling berinteraksi pada saat yang sama. dan menganggap bahwa pendapatan konsumen. penghasilan konsumen. Penyederhanaan tersebut dilakukan dengan membuat pemisahan (asumsi). inilah arti dari “hal-hal lainnya sama” atau ceteri paribus dianggap tetap tidak berubah. Sebagai contoh. Definisi menjelaskan bahwa variable (suatu besaran yang nilainya dapat mengalami perubahan) yang sifat hubungannya akan diterangkn dalam teori. maka jumlah barang yang diminta akan berubah. 7 .yang tersedia. Variabel dibedakan menjadi 2 : yaitu variable endogenenus yaitu variable yang sifatnya diterangkan dalam teori yang berkaitan dan Variabel eksogeninus yaiu variable yang mempengaruhi variable endogeninus yang besarnya ditentukan oleh factor-faktor yang berada di luar teori yang berkaitan. Variabel yang terkait dalam hukum permintaan adalah variable harga dan variable jumlah barang yang diminta (dibeli). hipotesis. 2. dan lain-lain. artinya variable lainnya dianggap tetap tidak berubah. Kegiatan ekonomi dan kehidupan perekonomian sangatlah kompleks sehingga harus dibuat gambaran yang lebih sederhana harus dibuat gambaran yang lebih sederhana mengenai hubungan suatu peristiwa dengan factor yang mempengaruhinya. Pemisalan dikenal sebagai Ceteris Paribus (berasal dari bahas latin) yang berarti hal-hal lainny tidak mengalami perubahan. Dalam Teori Ekonomi Mikro ada 4 unsur penting yaitu: definisi. jumlah penjualan mobil pada satu tahun tertentu ditentukan oleh harga mobil. harg bensin. harga bensin dan suku bunga serta variable lainnya tidak berubah. apabila harga suatu barang berubah. bagaimana komoditi yang berbeda diproduksi dan ditetapkan harganya. Langkah kunci untuk mengisolsi dampak suatu variable tertentu adalah dengan menganggap hal lainnya tetap sama. maka kita harus meneliti pengaruh perubahan harga mobil. Misalnya : dalam Hukum Permintaan. 1. Jika kita ingin mengukur dampak harga mobil terhadap jumlah mobil yang dibeli .

Kemudian nilai variable Y akan mempengaruhi nilai berpengaruh secara tidak langsung terhadap variable Z. Hipotesis adalah suatu pernyataan yang bersifat umum tentang bagaimana variable yang dibicarakan berhubungan antara satu dengan yang lain. Menguji atau menyelidiki kebenaran pandangan yang dikemukakan teori-teori ekonomi (jika toeri itu benar. Atas dasar asumsi-asumsi tertentu. Sifat hubungan tersebut dapat dibedakan menjadi langsung dan tidak langsung. Dalam hal ini. Grafik berperan untuk memperlihatkan hubungan variable-variabel ekonomi secara visual. 2. Grafik merupakan alat analisa utama disamping matematika dan statistika. 2. 8 . dan bagaimana berfungsinya suatu perekonomian. sedangkan matematika berfungsi untuk menyatakan hubungan antara variable-variabel yang terkait dalam suatu fungsi matematis dan statistika berperan sebagai alat analisis untuk mengumpulkan fakta dan menguji kebenaran teori ekonomi. statistika dapat pula digunakan untuk menyatakan dengan lebig spesifik secara angka-angka sifat hubungan diantara variable-variabel dalam teori tersebut). engapa bentuk peristiwanya seperti itu. meramalkan keadaan yang berlaku sebagai landasan dalam merumuskan langkah-langkah untuk memperbaiki keadaan dalam perekonomian. Sifat hubungan langsung.3. Sedangkan hubungan tidak langsung. statistika memegang dua peranan penting yaitu: 1. merupakan perubahan dari nilai suatu variable yang dibicarakan tersebut akan langsung berpengaruh terhadap besarnya nilai variable lainnya. adalah perubahan nilai variable X akan mempengaruhi nilai variable Y. Menyediakan berbagai jenis angka indeks untuk menunjukkan kecenderungan perkembangan variable ekonomi tertentu dari waktu ke waktu. Menerapkan mengapa peristiwa-peristiwa tertentu berlaku. Alat-alat Analisis Dalam Ilmu Ekonomi Dalam ilmu ekonomi mikro memerlukan beberapa alat analisis untuk menerangkan beberapa teori dan menguji kebenaran teori tersebut. Pembuatan ramalan bertujun untuk: 1.

Macam Kegiatan Ekonomi Kegiatan manusia dalam suatu masyarakat ada tiga macam kegiatan pokok: 1. Kebutuhan adalah TUJUAN dan MOTIVASI dari kegiatan produksi. Perkembangan pertukaran erat hubungannya dengan kemajuan dalam komunikasi. Pada masa sekarang pertukaran ini lebih dikenal dengan perdagangan. dikonsumsi sendiri. Kegiatan ekonomi pokok yang ketiga. Atau dengan kata lain Masyarakat subsisten adalah Masyarakat primitif di mana di dalamnya hanya ada 2 kegiatan ekonomi yaitu produksi dan konsumsi. konsumsi dan pertukaran. dan bersamaan dengan itu akan timbul kelebihan produksi dari beberapa barang yang bisa dihasilkan oleh suatu keluarga. Kegiatan Konsumsi 3. membuat pakaian sendiri dan memenuhi segala kebutuhannya dengan upaya sendiri (sering disebut dengan tingkat hidup subsisten) hanya ada dua kegiatan ekonomi pokok yaitu : berproduksi dan berkonsumsi. Jadi apa yang diproduksi. 9 . Kegiatan Pertukaran Kebutuhan adalah tujuan dan motivasi dari kegiatan produksi. Apa yang diproduksikan dikonsumsikan sendiri. sehingga sampai saat ini kita mengenal pertukaran antar Negara (perdagangan internasional). Faktor penggerak bagi adanya aktivitas ekonomi adalah kebutuhan. yaitu pertukaran. konsumsi dan pertukaran. Dalam masyarakat primitive dimana setiap keluarga menghasilkan makanan. maka timbul kebutuhan-kebutuhan diluar kemampuan keluarga sendiri untuk menghasilkannya. kemudian meningkat terjadi antar kota dan meningkat lagi terjadi antar daerah. Kegiatan Produksi 2. Semakin maju suatu masyarakat. Pertukaran/perdagangan ini mula-mula berasal dari satu desa.

Setiap aspek dapat dikenali sebagai elemen ilmu ekonomi karena berbagai aspekitu disatukan oleh beberapa ide atau prinsip dasar. dimana keputusan seseorang dibuat berdasarkan: 1. Begitu satu macam kebutuhan terpenuhi/terpuaskan. Ilmu Ekonomi mempunyai banyak aspek. Manusia tidak dilihat dari segi moral. Kebanyakan ahli ekonomi memandang konsep kepuasan yang tidak terbatas ini sebagai suatu anggapan kerja. hal ini bukan berarti bahwa secara kuantitatif satu macam kebutuhan (misalnya mkan) tidak bisa dipuaskan. Kebutuhan yang timbul dari peradaban dan kebudayaan manusia itu sendiri (misalnya keinginan punya rumah yang bagus). minuman. Ada 10 ide atau prinsip dasar ekonomi. Pembuatan keputusan mengharuskan kita merelakan tujuan untuk memperoleh tujuan yang lain. Pada umumnya kebutuhan manusia tidak terbatas. 10 . Tanpa adanya kebutuhan tersebut diatas. yang biasanya selalu menginginkan kehidupan material yang lebih baik. 3. bukan sebagai konsepsi manusia secara utuh. Dalam penerapannya ilmu ekonomi tidak bias lepas dari permasalahan moral ( yaitu: penilaian mengenai mana yang baik dan mana yang buruk).Kebutuhan Manusia Timbul dari: 1. Jika kita mempunyai banyak tujuan sebagian tujuan harus kita lepaskan demi mengejar tuj tertentu yang paling kita inginkan. Kebutuhan biologis untuk hidup (misalnya makanan. tempat tinggal). pakaian. tetapi dilihat sebagai manusia seperti apa adanya. Yang dimaksudkan disini adalah bahwa secara total. Kita harus selalu melakukan “trade-off” Untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan biasanya kita hrs merelakan atau menyerahkan hal lain yang sesungguhnya juga bermanfaat bagi kita. kebutuhan manusia tidak akan terpuaskan. maka akan timbul kebutuhan yang lain lagi. 2. maka tidak ada alas an untuk berkegiatan ekonomi. Lain-lain kebutuhan yang khas bagi masing-masing perorangan.

Trade off yang hrs dihadapi masyarkat dewasa ini adalah trade off antara efisiensi dan pemerataan. Pelajaran fundamental mengenai pembuatan keputusan di tingkat individual adalah bahwa: kita senantiasa menghadapi fakta “trade-off” antara 11 . Kita harus senantiasa menyadari fakta trade off. Perubahan-perubahan marginal (marginal changes): Penyesuaian-penyesuaian kecil secara bertahap dalam pelaksanaan suatu rencana. Itu artinya kita selalu bereaksi atau tanggap terhadap insentif. 2.keputusan yang baik jika ia mengetahui berbagai kemungkinan/pilihan. maka perilaku kita pun akan berubah setiap perhitungan biaya dan manfaat tersebut berubah. Hanya saja biaya dari suatu pilihan tindakan biasanya tidak nampak seluruhnya pada saat kita pertama kali menjajaakukainya. Efisiensi (Efficiency): Kondisi ideal ketika sebuah masyarakat dapat memperoleh hasil atau manfaat yang maksimal dari penggunaaan segenap sumber daya langkanya. krn seseorang hanya akan dapat membuat keputusan. 4. Biaya adalah apa yang anda korbankan untuk memperoleh sesuatu Pembuatan keputusan mengharuskan kita membanding-bandingkan segenap biaya dan manfaat dari setiap pilihan tindakan. Orang rasional berfikir secara bertahap. Banyak keputusan dalam hidup memerlukan penyesuaian-penyesuaian kecil secara bertahap dalam proses pelaksanaanya. Biaya oportunitas (opportunity cost): adalahan apa saja yang harus dikorbankan untuk memperoleh sesuatu yang lain. Kita bereaksi terhadap Insentif. Karena kita selalu membuat keputusan berdasarkan perbandingan segenap biaya dan manfaatnya. dimana para ekonom menyebutnya dengan istilah perubahan-perubahan marginal (marginal changes). Dalam banyak situasi kita dapat membuat keputusan terbaik jika kita mau berfikir secara bertahap. 3. Pemertaan (equity): Kondisi ideal ketika kesejahteraan ekonomi terbagi atau terdistribusikan secara adil diantara segenap anggota masyarakat.

7. Pemerintah ada kalanya dapat memperbaiki hasil-hasil mekanisme pasar. sedemikian rupa sehingga dapat mengorganisasikan segenap kegiatan ekonomi demi mempromosikan kesejahteraan ekonomi bagi berbagai pihak yang terlibat. Adam Smith (1776) dalam bukunya: The Wealth of Nations. 6. seolah-olah dibimbing oleh suatu kekuatan atau “tangan tak tampak” (insivible hand). Ada 2 alasan pokok mengapa pemerintah dapat/perlu melakukan campur tangan/intervensi terhadap pasar: yaitu demi mempromosikan efisiensi dan mempromosikan keseimbangan. Perekonomian Pasar (market economy): Suatu perekonomian yang mengalokasikan sumber-sumber dayanya melalui proses keputusan tersentralisir oleh sekian banyak perusahaan dan rumah tangga yang satu sama lain berinteraksi di pasar-pasar barang dan jasa. 12 . Setiap keluarga atau unit ekonomi akan diuntungkan oleh perdagangan.bahwa pembuatan keputusan rasional senantiasa membandingkan manfaat marginal dengan biaya marginal. merumuskan bahwa semua rumah tangga dan perusahaan berinteraksi di pasar secara tertib. Perdagangan dapat menguntungkan semua pihak. dan bahwa perilaku kita cenderung berubah sesuai dengan insentif yang ada. Artinya pemerintah sesekali dapat mengintervensi pasar guna memperbesar ukuran kue ekonomi atau mengubah pembagian kue tersebut. 5. bahwa biaya suatu tindakan juga harus mencakup biaya berupa hilangnya kesempatan melakukan melakukan/memperoleh hal lain. melalui perdagangan setiap pihak akan dapat melakukan spesialisasi. Pasar ternyata mampu menjadi ajang pergumulan aneka keputusan dan kepentingan.berbagai pilihan alternative/pilihan tujuan. Meskipun selalu bersaing semua unit/pelaku ekonomi sesungguhnya terus menerus mengadakan pertukaran atau perdagangan. Jaring-jaring saling ketergantungan dan perdagangan tentu saja juga berlangsung dalam setiap masyarakat modern. bahkan dengan pola yang lebih kompleks. Pasar secara umum adalah wahana yang baik untuk mengorganisasikan kegiatan ekonomi.

Eksternalitas: dampak tindakan-tindakan suatu pihak terhadap pihak lain. bahwa pasar secara umum merupakan wahana yang baik dalam mengkoordinasikan perdagangan/pertukaran antar manusia. Masyarakat menhadapi trade-off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran. Inflasi: Kenaikan tingkat harga secara keseluruhan dalam sebuah perekonomian.Tangan tidak tampak biasanya mampu mengarahkan pasar-pasar untuk mengalokasikan sumber daya secara efisien. Penyebab kegagalan pasar diantaranya adalah: eksternalitas dan kuasa pasar. Yang dapat menjelaskan perbedaan standar hidup antar Negara dan antarwaktu adalah produktifitas. 13 . Produktifitas: Kuantitas barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu jam kerja dari seorang pekerja. 8. maka nilai uang tersebut akan merosot. Jika pemerintah mencetak uang atau mengedarkan uang terlalu banyak. dan bahwa pemerintah berpotensi memperbaiki hasil-hasil yang dibuahkan pasar. Namun ada kalanya tangan tak nampak tak berfungsi. Harga-harga meningkat jika pemerintah mencetak uang terlalu banyak. 10. Standar hidup di suatu Negara tergantung pada kemampuannya memproduksi barang dan jasa. jika terjadi kegagalan pasar atau jika hasil yang dibuahkan pasar kurang sesuai dengan rasa keadilan. Kuasa pasar (Market power): kemampuan suatu pelaku (atau sekelompok pelaku) ekonomi tunggal untuk mempengaruhi harga-harga yang berlaku di pasar. Penyebab inflasi adalah pertumbuhan kuantitas uang yang beredar di masyarakat. 9. Pelajaran fundamental tentang interaksi antar manusia adalah bahwa perdagangan dapat memberikan keuntungan timbal-balik. Kegagalan Pasar (market failure): Suatu situasi dimana pasar gagalmengalokasikan sumber daya secara efisien. sehingga timbullah kegagalan pasar.

air. mesin. Input/factor-faktor produksi/ sumber-sumber ekonomi 1. telur. Sedangkan output dalah semua barang dan jasa yang bermanfaat untuk konsumsi maupun untuk investasi (untuk proses produksi berikunya). Teknologi tercermin dalam kecekatan para pengusaha. uang. Kepengusahaan/entrepreunership Teknologi tidak dianggap sebagai suatu sumber ekonomi tersendiri. Modal/capital (gedung. Dilema atau trade-off antara inflasi dan pengangguran ini disebut sebagai Kurva Philip (Philip curve): Trade-off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran. mimyak. Jika uang berkurang maka dana untuk investasi dan produksi pun menyusut. dan itu berarti lapangan kerja baru akan berkurang sehingga pengangguran pun bertambah. bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan sumber utama inflasi. Suatu perekonomian harus bisa menggunakan teknologi yang dimiliki untuk mengkombinasikan berbagai input untuk menghasilkan output. tetapi teknologi dianggap sudah terkandung di dalam summer-sumber ekonomi tersebut. Sumber Daya Manusia 3. garam termasuk si koki dan sebagainy kita sebut dengan input. Sedangkan outputnya adlah hidangan telur dadar yang siap dimakan.Upaya meredam lonjakan inflasi seringkali mengakibatkan kenaikan sementara tingkat pengangguran. Pelajaran fundamental perihal perekonomian secara keseluruhan adalah: bahwa produktifitas merupakan tiang utama penopang standar hidup. Misalnya. Input dan Output Input adalah semua barang dan jasa yang digunakan olek sector ekonomi (misalnya perusahaan) untuk menyelenggarakan proses produksi. meskipun diperlukan dalam setiap proses produksi. telur dadar. dan bahwa setiap masyarakat harus menghadapi (trade-off) jangka pendek antara inflasi dan pengangguran. Sumber Daya Alam (minyak bumi. 14 . dan sebagainya) 4. ketrampilan dan keahlian para karyawan. Inflasi biasanya ditekan melalui pengurangan kuantitas uang. udara dan sebagainya) 2. Dalm proses ini.

sepeda. Jadi teknologi banyak berkaitan dengan kualitas sumber-sumber ekonomi. Barang konsumsi. gandum. air hujan dan sebagainya. Jembatan. Barang dapat dibedakan menjadi: 1). kulit sapi. yaitu barang yang langsung bisa dikonsumsi (misalnya: makanan. dan sebagainya) dan sesuatu yang tidak dapat diraba serta tidak dapat dilihat (misalnya:oksigen. Barang ekonomi (barang yang memerlukan usaha untuk memperolehnya. dan sebagainya)  Barang public (misalnya: mercusuar. Barang Cuma-Cuma yaitu barang yang dapat dinikmati tanpa melakukan kegiatan memproduksi seperti udara. misalnya makanan) 2). Barang essensial (misalnya: sembilan bahan kebutuhan pokok). ubi. pakaian. Barang inferior (misalnya: ikan asin. 3. Dalam kondisi khusus barang Cuma-Cuma bisa berubah menjadi barang ekonomi. Sedangkan cara penggunaan barang dibagi menjadi:  Barang pribadi (misalnya: makanan. Jenis Barang 15 . emas). pakaian. dan sebagainya). 2). Output (barang dan jasa) Barang dapat dibedakan menjadi benda yang dapat diraba dan dilihat secara isik ( misalnya:buku.efisiensi mesin dan sebagainya. barang bekas). TV) 4. dan sebagainya). 2. gas dan sebagainya). karet. Barang mewah )misalnya Mobil. barang normal (misalnya: buku. Kemajuan teknologi berarti peningkatan kualitas sumber-sumber ekonomi yang tersedia. sinar matahari. Barang ekonomi dibedakan menjadi: 1). Barang setengah jadi (misalnya. dan sebagainya) Jenis-jenis barang menurut kepentingan dalam kehidupan manusia. adalah: 1.

Eksternalitas yang dapat terjadi pada semua jenis barang (public. yaitu public good. Common good adalah barang yang tersedia bagi masyarakat dalam jumlah tidak terbatas. untuk itu pemerintah diharapkan tidak terlalu banyak mencampuri ketentuan pasar pada jenis barang ini. Hampir seluruh negara menggunakan sistem pasar bebas. Munculnya ekternalitas disebabkan besarnya intervensi pemerintah.Sebelum pemerintah melakukan intervensi dengan menetapkan suatu kebijakan terhadap berbagai barang. dan private) dapat memberikan keuntungan maupun menimbulkan kerugian. Jika biaya privatisasi tersebut menjadi masalah. club. baik pada efisiensi alokasi maupun efisiensi produktivitas serta efisiensi sosial. pemerintah dapat mengambil tindakan dan mengubahnya. Kegagalan pasar terjadi pada saat pasar tidak memberikan efisiensi secara penuh. club good. pemerintah harus dapat membedakan jenis barang-barang beserta permasalahannya. namun memiliki nilai bersaing. Permasalahan yang terjadi pada common good dapat diselesaikan dengan adanya hak kepemilikan sehingga dapat diperjual belikan secara individual. masalah public good dan ekternalitas dapat diselesaikan melalui mekanisme pasar. Common good yang dimiliki oleh negara dan tidak bersifat natural monopoly harus diprivatisasi. Club good merupakan barang yang tidak bersaing namun jumlahnya terbatas. Artinya pemerintah tidak perlu melakukan banyak intervensi terhadap permasalahan tersebut. Namun. Pasar bebas merupakan cara yang terbaik dalam mengatur perekonomian. Untuk itu. dan private good. Jenis barang tersebut. Tanpa disadari. Private good merupakan bentuk yang paling efisien dalam perekonomian. pemerintah diharapkan dapat mengurangi intervensinya dalam struktur pasar. common. common good. Club good sebagai barang yang tidak bersaing karena bukan merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat. pada saat pasar bebas tidak memberikan hasil yang positif bagi masyarakat. 16 . Yang termasuk dalam private good adalah benda yang memiliki nilai bersaing dan jumlahnya terbatas. maka sebaiknya privatisasi tersebut dilakukan kepada masyarakat umum daripada secara individual.

dan modal. seperti tanah. Selain itu. Faktor-faktor produksi. Namun setiap perusahaan memiliki merk pada produknya masing-masing sehingga perusahaan yang merk dagangnya sudah kuat akan dapat menguasai pasar Privatisasi merupakan suatu cara agar dapat meningkatkan persaingan dan menurunkan biaya. jika beredar dalam jumlah yang tepat atau bahkan tidak beredar sama sekali akan menyebabkan sistem pasar tidak efisien sehingga terjadi kegagalan pasar. monopoli juga mengurangi pilihan konsumen terhadap suatu produk. Intervensi pemerintah diperlukan untuk memperbaiki atau mengganti kerugian atas kegagalan pasar yang disebabkab oleh eksternalitas yang negatif. Seorang monopolis mungkin saja akan mengembangkan kekuatan sosial dan politik lebih tinggi dari yang lain sehingga mengurangi efisiensi demokrasi dan keadilan dalam bersaing. Berbagai jenis barang. Hal yang demikian dapat mengurangi persaingan. Sistem kartel tidak jauh berbeda dari monopoli karena beberapa perusahaan melakukan kerja sama dalam menjual produk-produk mereka. Para pemain pun dapat bebas keluar dan masuk ke dalam industri. Pasar monopoli dapat membatasi output yang dihasilkan untuk menjaga agar harga produk tetap tinggi. mengalokasikan sumber daya dengan lebih efisien. dan demerit goods. tenaga kerja. Privatisasi Pada pasar persaingan monopolistik terdapat banyak penjual dan pembeli serta berbagai jenis produk. yang dimiliki produsen mengenai permintaan produk dan mengenai keberadaan pesaing. dan mencegah terjadinya monopoli. yaitu public goods. Informasi Konsumen Kurangnya informasi yang dimiliki konsumen mengenai produk yang tersedia di pasar. 17 . serta yang dimiliki pegawai mengenai peluang usaha dan lapangan pekerjaan. merupakan kegagalan informasi yang dapat menyebabkan kegagalan pasar. Kartel biasanya terjadi pada pasar oligopoli.Sistem pasar monopoli dapat menyebabkan kegagalan pasar. merit goods.

Intangibility (tidak berwujud) 2). meningkatkan skala ekonomis sehingga dapat menurunkan biaya. tidak dapat dilihat. Jasa Jasa adalah intangible karena tidak berwujud. dan penetapan batas harga pasar tertinggi dan terendah yang dilakukan oleh pemerintah. dan tidak dapat dicicipi. maka jasa mempunyai 4 karektiristik yang harus dipertimbangkan. 18 . dapat dilakukan dengan beberapa cara. juga dapat menyebabkan terjadinya kegagalan pasar. Jasa merupakan layanan dari seseorang/instansi/organisasi yang akan memenuhi kebutuhan masyarakat. Perishability (tidak tahan lama). Variability (keragaman) 4).serta berbagai asset yang sudah tidak dapat digunakan. mengubah distribusi pendapatan dan kesejahtaraan dalam perekonomian nasional. antara lain: penetapan regulasi mengenai persaingan sehat oleh pemerintah. yaitu: 1). yang memiliki sifat tidak dapat bergerak. Untuk mencegah terjadinya kegagalan pasar pada sistem pasar bebas. Jasa yang berkaitan dengan program pemasarannya. Inseparability (tidak dapat dipisahkan) 3).

Mahasiswa dapat membantu pemerintah dalam menunjang pertumbuhan dan memperbaiki kualitas hidup 3. Mahasiswa dapat memahami segala masalah yang dihadapi masyarakat dan rumah tangga. Untuk menganalisis pola perilaku masyarakat. Peluang Teknologi Dalam Masyarakat 19 .BAB 2 ORGANISASI EKONOMI Tujuan : 1. Permasalahan Dasar Ekonomi 2. Mekanisme Harga 3. Pemecahan Masalah diluar Mekanisme Harga 4. 2. Pembahasan Materi: 1.

Dengan kata lain. apakah itu merupakan Negara komunis sekalipun. Maksudnya adalah barang apa yang harus diproduksi dan dalam jumlah berapa. suku di pedalaman Kalimantan.Permasalahan Dasar Ekonomi Masyarakat apapun. dan siapa pula yang harus mengajar? Apakah tenaga listrik akan diperoleh dari minyak atau batu bara? Apakah proses produksi tersebut akan dilakukan dengan cara padat karya atau padat modal? Dalam bentuk Kapitalis atau harus dimiliki oleh Negara? 3) For Whom/untuk siapa Siapakah yang akan menikmati dan akan memperoleh manfaat barang dan jasa di seluruh negeri ini? Bagaimana produksi nasional akan didistribusikan kepada setiap orang? Haruskah sedikit saja orang yang kaya dan apakah harus banyak sekali yang miskin? Haruskah pendapatan yang tinggi diterima oleh para 20 . 2) How/bagaimana. maupun negar industri yang sudah majupun pasti mengahadapi masalah ekonomi yang mendasar dan saling terkait. berapa banyak barang dan jasa yang harus dibuat dalam perekonomian yang bersangkutan? Haruskah sekarang kita memproduksi pizza ataukah kemeja atau kedua-duanya atau memproduksi yang lainnya? Memproduksi kemeja berkualitas tinggi dalam jumlah sedikit atau kemeja murah dalam jumlah banyak? Haruskah kita memproduksi barang konsumsi dalam jumlah banyak atau hanya sedikit barang konsumsi dan lebih banyak barang investasi untuk hari esok?.serta teknik produksi yang bagaimana produksi akan dilakukan? Siapakah yang harus bertani. Ketiga masalah tersebut adalah sebagai berikut : 1) What/apa. Bagaimana komoditi tersebut harus diproduksi? Bagaimana produksi ini dilakukan ? Oleh siapa produksi ini akan dilakukan? Gabungan faktorfaktor produksi yang bagaimana.

manajer. Hasil neto dari kekuatan tarik menarik tersebut menghasilkan terjadinya harga untuk setiap barang (di pasar barang) dan untuk setiap factor produksi (di pasar faktor produksi). karena adanya keuntungan yang relative lebih besar untuk barang yang naik harganya ini. Gerak harga dari setiap barang dan jasa serta setiap factor produksi bisa memecahkan ketiga masalah ekonomi pokok dari suatu masyarakat dengan cara sebagai berikut: 1. MEKANISME HARGA Mekanisme harga adalah proses yang berjalan atas dasar gaya kekuatan tarik menarik antara konsumen dan produsen yang bertemu di pasar.Sehingga produksi total untuk barang ini bertambah. Jika masyarakat menginginkan lebih banyak suatu barang. komando dan sebaginya. Pada suatu waktu. Jadi gerak 21 . maka akan tercermin pada adanya kenaikan permintaan konsumen untuk barang tersebut. sehingga penjual barang tersebut memperoleh keuntungan yang lebih besar. Akibat selanjutnya adalah produsen tersebut cenderung utnuk memperbesar produksinya. Namun bagi masyarakat yang sudah modern. tetapi berbagai system perekonomian yang berlainan selalu berusaha memecahkannya dengan cara yang berbeda. produksi turun. maka keuntungan juga turun. Apabila harga barang turun. harga suatu barang mungkin naik karena gaya tarik konsumen menjadi lebih kuat (jika konsumen minta lebih bnyak barang tersebut). masalah tersebut dipecahkan dengan mengandalkan pada mekanisme harga. Proses sebaliknya akan terjadi jika harga turun. insting. para pekerja atau para tuan tanah? Apakah orang yang tamak yang berhak mewarisi dunia ini? Apakah si pemalas boleh makan banyak ataukah harus ditelantarkan? Meskipun tiga masalah ini sangat mendasar dan umum terjadi pada semua corak perekonomian. Akibatnya harga barang-barang tersebut naik. Misalnya dengan cara kebiasaan dan tradisi. Sebaliknya harga suatu barang turun apabila permintaan para konsumen melemah. bahkan muncul produsen-produsen baru untuk barang tersebut (kegiatannya berpindah berproduksi barang-barang lain.

maka produsen akan cenderung untuk menghemat penggunaan factor produksi L sehingga mereka akan 22 . Dalam ilmu ekonomi dianggap bahwa antara faktor-faktor produksi selalu ada kemungkinan untuk substitusi. Kemungkinan ini terlihat pada konsep yang sering digunakan dalam ilmu ekonomi yaitu isoquant. Contoh: Faktor produksi Kapital (K) dan Tenaga Kerja (L) K Ki A Kurva Isoquant K2 B O L1 L2 L Gambar: 1 Pada gambar 1 diatas. Barang dihasilkan dari proses pengkombinasian faktor-faktor produksi oleh produsen.harga-harga barang akan menentukan apa dan berapa setiap barang akan tersedia/diproduksikan di dalam perekonomian masyarakat tersebut. 2. Kurva Isoquant adalah kurva yang menunjukkan berbagai kemungkinan kombinasi factor-faktor produksi untuk menghasilkan suatu tingkat output tertentu. maka produsen akan berusaha mengadakan penghematan penggunaan factor tersebut dan menggunakan lebih banyak factor produksi yang lain untuk proses produksinya. Bil harga suatu faktor produksi naik. apabila harga faktor produksi L naik.

memperbanyak penggunaan factor produksi K. Berbagai macam barang kebutuhan senantiasa jatuh ke tangan orang yang paling mampu membelinya. Jdi harga factor produksi sekaligus merupakan penghasilan pemilik factor produksi untuk setiap unit factor produksi yang dijual/disewakan kepada produsen. dan harga factor produksi. seperti nasib baik dalam berusaha. 3) Barang-barang hasil produksi dijual oleh produsen kepada konsumen. bias saja memperoleh 23 . Jadi apabila suatu waktu pola kepemilikan factorfaktor produksi antara warga masyarakat dianggap telah ad. Sedangkan penghasilan konsumen berasal dari penjualan jasa-jasa dari faktor produksi miliknya termasuk tenaganya sendiri pada produsen yang menggunakannya untuk proses produksi. Tingkat pendapatan yang tercipta dalam mekanisme pasar sepenuhnya didasarkan pada hal-hal yang berbau ekonomis. Pola distribusi penghasilan bersama-sama dengan harga barang-barang sangat menentukan pola distribusi barang antar warga masyarakat. Kemudian konsumen membayar harga barang-barang tersebut dri penghasilannya. Penghasilan setiap orang tergantung pada berapa unit factor-faktor produksi yng dia miliki disamping harga setiap unit factor produksi. kerja keras. Jadi gerak harga faktor produksi menentukan kombinasi yang digunakan produsen dalam proses produksinya (disini harga faktor produksi disebut dapat memecahkan masalah How bagi masyarakat). Akibatnya distribusi pendapatan yang muncul akan mengakibatkan persoalan ketidak adilan. maka gerak hargaharga barang dan harga-harga factor produksi (misalnya dengan adanya mekanisme harga) akan menentukan distribusi barang-barang yang dihasilkan dalam masyarakat. Disini produsen bergerak dari posisi B ke posisi A. Mekanisme harga bias memecahkan masalah For Whom. MASALAH YANG TIDAK BISA DIPECAHKAN OLEH MEKANISME HARGA ANTARA LAIN: 1). Sebaliknya jika harga K turun. bukan jatuh ke tangan orang yang paling membutuhkannya. Distribusi pendapatan Mekanisme harga tidak selalu menjamin dipecahkannya masalah for whom secara adil. Akibatnya kucing milik orang kay.

demi menaikkan harga. sementara itu sejumlah petani kaya yang merasa harga kentang kurang memadai. melainkan salah distribusi pendapatan. Suatu bangsa tidak harus meneerima begitu saja hasil-hasil yang dibuahkan oleh system pasar yang kompetitif. bahwa ketika itu pemerintah Ratu Victoria dari Inggris tidak berbuat apa-apa untuk membantu jutaananak-anak. sehingga mengikis pendapatan pekerja. Misalnya saja.yang diakibatkan oleh system pasar laissez faire. Apabila sebuah masyarakat demokratif tidak menyukai distribusi pendapatan yang begitu timpang. penemuan robot akan menyebabkan harga tenaga kerja merosot sekali. 2) Ketidaksempurnaan Pasar. Secara politis. Jika suatu Negara membelajankan uang lebih banyak untuk memproduksi maknan hewan piaraan dari pada untuk membantu kalangan miskin untuk meneruskan pendidikan.Apakah hal ini merupakan akibat dari kegagalan pasar? Jawabannya tidak. ketimpangan pendapatan tidak bisa diterima atau tidak isa sibiarkan. Apaila terdapat perbedaan yng mencolok dalam hal kekuatan ekonomi ntara pihak-pihak yang bertransaksi di pasar. apalagi jika hal ini ditinjau dari segi etika. dengan seenaknya saja membakar hasil panen kentang mereka.gizi yang lebih baik dari pada kucing yang dimiliki orang miskin. hal itu bukan salah pasar. maka harga yang terbentuk tersebut 24 . Jadi system pasar yang paling efisien sekalipun dapat menimbulkan dampak negative. Setiap orang agaknya memang berhak mengkaji distribusi pendapatan yang ada dan ia boleh saja menganggapnya tidak adil. yaitu ketimpangan pendapatan yang berlanjut pada ketimpangan kemakmuran. Misalnya saja ketimpangan pendapatan yang diciptakan oleh sistem pasar yang terjadi pada tahun 1848-1849. wnita dan pria Irlandia yang tengah kelaparan. maka ia harus mengambil langkah-langkah yang sekiranya diperlukan untuk mengubah distribusi pendapatan tersebut. Pasar telah berjalan dengan logika internalnya yaitu meletakkan barang ke tangan orang yang punya uang. serta menggeser 95 % pendapatan nasional kepada pemilik robot. Seringkali distribusi pendapatan dalam system pasar dipengaruhi oleh teknologi atau tingkat kelahiran. Dalam hal ini justru pasar telah berfungsi dengan baik.

Penanganan produksi barang-barang ini oleh pabrik swasta tidak bias diharapkan akan muncul. dan sebagainya. atau kalaupun ada. 3) Barang-barang Kolektif. jauh melebihi biaya produksi. Dalam kenyatan sehari-hari.tidak mencerminkan prioritas masyarakat secara wajar. Ada barang-barang yang hanya disediakan secara kolektif oleh masyarakat( misalnya: keamanan. kesehatan. sehingga masalah what dan how tidak bisa dipecahkan dengan baik. Hal ini merupakn kegiatan ekonomi yang penanganannya tidak dapat diserahkan begitu saja kepada pihak swasta. Harga pasar bagi barang-barang semacam ini tidak ada. Persaingan sempurna dalam suatu pasar timbul karena terdapatnya jumlah perusahaan yang jumlahnya banyak sekali sehingga tidak satupun perusahaan mampu mempengaruhi harga barang. maka tidak akan mencerminkan kebutuhan masyarakat yang sebenarnya (masalah what untuk barang-barang ini tidak bisa dipecahkan dengan baik). sehingga tidak ada perusahaan atau konsumen secara individual terdorong untuk melakukannya. baik yang dapat memberikan keuntungan besar. 25 . Disini kekuasaan monopoli cenderung akan menciptakan harga yang terlalu tinggi. ketertibaan. Mencegah setiap perusahaan untuk tidak membuang limbah dengan memberlakukan peraturan memang bisa dilaksanakan. Suatu penyimpangan utama dari persingan sempurna adalah persaingan tidak sempurna atau elemen-elemen monopoli. namun jauh lebih sulit bagi pemerintah untuk mendorong pihak swasta untuk memproduksi dan membangun barang-barang publik. akibatnya turunnya tingkat pembelanjaan/permintaan konumen di batas stndarnya yang efisien. yaitu barang-barang yang dapat digunakan masyarakat secara bersa-sama. Hal ini disebabkan manfat barang-barang tersebut begitu tersebar luas. maupun yang dapat memberikan keuntungan kecil kepada masyarakat. kecuali mungkin berjuta-juta petani yang secara perorangan hanya menghasilkan jumlah yang sangat sedikit dibandingkan secara keseluruhan dari hasil panen. hal ini berarti bahwa hampir semua pengusaha merupakan pesaing tidak sempurna. hukum). Misalnya penanganan pertahanan nasional.

Misalnya ada sebuah perusahaan X yang membuang limbah kimia beracun ke sebuah sungai yng banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berenang dan memancing. berarti akan terus bertambahnya volume produksi energi. bahan kimia dan bahan lainnya. Eksternalitas atau dampak imbasan (spillover effect) tercipta jika ada perusahaan atau pihak tertentu yang menimbulkan kerugian atau keuntungan kepada pihak lain di luar konteks pasar. Seiring dengan semakin padatnya penduduk. Yang terjadi kemudian adalah underprovision atau overprovision dari barang dan jasa. Mekanisme pasar tidak bisa memperhitungkan pengaruh-pengaruh social dan kegiatan ekonomi (misalnya pengaruh adanya suatu pabrik terhadap lingkungannya. Sebaliknya apabila ada Perusahaan Y mengadakan vaksinasi gratis kepada seluruh karyawannya untuk mencegah mereka terjangkit penyakit menular. Dalam hal ini intervensi pemerintah diperlukan untuk mengatur mekanisme pajak dan subsidi atau membuat dan menegakkan peraturan-peraturan yang bersifat mengontrol sektor swasta. pelayanan pendidikan sedangkan overprovision mencakup kegiatan produksi yang menghasilkan polisi.4) Eksternalitas. Dalam hal ini bahwa perusahaan X itu telah menggunakan air bersih yang berharga dan langka tanpa membayar ganti rugi kepada masyarakat pemakai air yang telah dirugikan. Eksternalitas juga terjadi jika manfaat dari suatu aktivitas tidak sepenuhnya tertangkap dalam keuntungan sektor swasta. Eksternalitas dapat terjadi jika biaya yang seharusnya dari suatu aktivitas perekonomian tidak sepenuhnya tercerminkan dalam biaya yang dibayar oleh sector swasta. Apabila imunitas itu berhasil terciptakan. maka masyarakat umum yang bukan anggota perusahaan itu ikut memetik manfaat berupa berkurangnya kemungkinan penyakit tadi menyebar dan menulari mereka. erosi tanah dan lain sebagainya. 26 . Underprovision biasanya terjadi pada sektor-sektor seperti kesehatan masyarakat. Dari contoh-contoh tersebut kita bias mengetahui bahwa ada transaksi ekonomi tanpa pembayaran atau pemberian imbalan/ganti rugi.

Di luar bidang ini mekanisme harga masih efektif. Tentunya dengan porsi yang berbeda-beda bagi masing-masing Negara dan bagi waktu yang berbeda. Tindakan-tindakan semacam ini disebut dengan perencanaan dalam arti luas. kita bisa mengetahui bagaimana cara mengendalikan ekses terburuk yang ditimbulkan oleh siklus usaha. Dewasa ini berkat sumbangan intelektual yang sangat berharga dari John Maynard Keynes dan para penerusnya. kebijakan fiscal. Dalam kelima bidang ini mekanisme harga tidak bias diharpkan menyelesaikan permasalahan ekonomi secara otomatis dan secara baik. Peluang Teknologi Dalam Masyarakat 27 .sehingga akan berdampak imbasanpun meningkat. Kebijkan-kebijakan makro ekonomi untuk menciptakan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi meliputi. Di sinilah pemerintah harus bertindak. maka lambat laun berkembang\menjadi ancaman yang serius bagi masyarakat secara keseluruhan. Dalam kenyataan mekanisme harga dan perencanaa digunakan bersma-sama. Sekarang ini Pemerintah bisa mempengaruhi tingkat output dan tingkat inflasi melalui pemanfaatan kebijakan fiscal dan kebijakan moneter secara cermat dan hati-hati. yaitu Pemerintah harus mulai ikut campur tangan dengan membuat peraturan pada kegiatan ekonomi sebagai salah satu cara mengikis eksternalitas. Jika semula dampak itu kecil. Kekuasaan atau kebijakan fiscal adalah wewenang untuk mengenakan pajak dan mengadakan pembelanjaan. Di sinilah perlunya tindakan-tindakan yang harus dirumuskan dan dijalankan secara sadar oleh masyarakat/Negara. pemerintah berkewajiban mennjalankan fungsi-fungsi makro ekonomi dan meningkatkan pertumbuhan serta stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Selain meningkatkan efisiensi dan pemerataan dan keadilan. 5) Pengelolaan Perekonomian Secara Mikro Mekanisme pasar tidak bisa diandalkan untuk menstabilkan gejolak naik turunnya kegiatan ekonomi secara total/nasional. yaitu melalui pajak serta pembelanjaannya dan kebijakan moneter untuk mempengaruhi suku bunga dan kondisi-kondisi perkreditan. karena keduanya saling melengkapi.

Misalnya sebuah perekonomian yang menggunakan seluruh sumber dayanya untuk memproduksi barang kebutuhan sipil/umum (misalnya beras) maksimum yang dapat diproduksi per tahun. Kenyataan seperti itu mebawa kita pada kenyataan bahwa jumlah barang lebih sedikit dari yang dibutuhkan. Ia harus memilih yang terbaik dari sekian banyak kemungkinan komposisi barang dan jasa yang harus didatangkan (masalah apa/what). Karena persediaan sumber daya untuk menghasilkan berbagai macam barang dan jasa untuk konsumsi sangat terbatas. sehingga suatu perekonomian harus memnafaatkan sumber dayanya yang terbatas itu sebaik mungkin. bagaimana dan untuk siapa. Batas Kemungkinan Produksi (Production Possibility Frontier/PPF) PPF berarti bahwa untuk memproduksi lebih banyak suatu barang. Hukum kelangkaan yang menyatakan bahwa barang ekonomi selalu langka. memperlihatkan jumlah produksi maksimum yang bisa dicapai oleh sebuah perkonomian.Kita selalu terpaku pada masalaha fundamenta yang menyangkut apa. 28 . Jumlah maksimum beras tergantung pada sumber daya kuantitatif dan kualitatif perekonomian tersebut. serta tergantung pada efisiensi produktif yang digunakan. sesuai dengan tingkat teknologi dan kuantitas input yang dimilikinya. Kurva kemungkinan produksi turun miring dan dari kiri atas ke kanan bawah (lerengnya negatif): Dengan sumber daya yang terbatas (tertentu jumlahnya). PPF. petani tersebut hanya dapat menambah produksi jagung hanya apabila mengalihkan sumber dayanya (tanah misalnya) dari ditanami padi. maka kita harus mengorbankan barang lainnya. kemudian ditanami jagung PPF merupakan menu pilihan yang tersedia bagi masyarakat yang bersangkutan. dan harus memutuskan siapa yang berhak memperoleh barang dan jasa tersebut (masalah untuk siapa/for whom). karena masyarakat ingin mengkonsumsi lebih banyak dari kemampuan produksi suatu perekonomian. mencari teknik produksi yang paling baik (masalah bagaimana/how).

menunjukkan bahwa keadaan tersebut disebut ekstrim. titik D. Untuk lebih jelasnya maka kita bisa lihat gambar Batas Kemungkinan Produksi dibawah ini: G 15 12963 ! ! ! ! !F 29 B U A B C K D E Alternatif Kemungkinan Produksi Beras Senjata (ribu ton) (ribu buah) 0 1 2 3 4 5 15 14 12 9 5 0 .Contoh: Kemungkinan A B C D E F Tabel 1 : Pada titik F. adalah suatu keadaan ekstrim yang lain yaitu ketika semua sumber daya yang ada digunakan untuk memproduksi senjata. Di titik A. Di antara kedua ekstrim tersebut. yaitu titik E. karena produksi semuanya berupa beras dan tidak ada produksi senjata sama sekali. dan titik C serta titik B semakin banyak jumlah produksi beras yang dikorbankan untuk menambah produksi senjata.

sedangkan setiap titik di dalam garis batas. D. System perekonomian bisa dikatakan efisien jika tidak satu pun barang tambahan yang bisa diproduksi tanpa mengurangi produksi barang yang lain. E dan F tersebut menggambarkan daftar pilihan yang tersedia bagi masyarakat untuk menentukan jumlah senjata dan beras tertentu pada jumlah sumber daya dan tingkat teknologi tertentu. seperti U. Efisiensi Efisiensi adalah salah satu masalah pokok dalam ilmu ekonomi. B. artinya bahwa sumber daya yang ada tidak dimanfaatkan secara penuh. Titik K yang ada diluar batas berart tidak mungkin bisa dicapai.dengan cara yang baik. C. yaitu selama perekonomian masih berada pada garis batas kemungkinan produksi 30 . Secara lebih spesifik. Efisien diartikan sebagai tidak adanya barang yang yang terbuang percuma atau penggunaan sumber daya ekonomi seefektif mungkin untuk memenuhi kebutuhan dsn keinginan masyarakat.0 1 2 3 4 5 Gambar 2: Kurva yang menghubungkan titik-titik kemungkinan produksi Garis-garis batas seperti A.

BAB 3 PERILAKU KONSUMEN Tujuan: 1. Utility 2. Mahasiswa dapat mngetahui bagaimana hubungan antara perilaku manusia dengan teori Ekonomi Mikro 2. Mahasiswa dapat mengetahui model-model analitik perilaku manusia dalam ekonomi Pembahasan Materi: 1. Mahasiswa dapat mngetahui konsep perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari 3. 3. Surplus Konsumen Aplikasi Surplus Konsumen Pendekatan Marginal utility dan Pendekatan Ordinal 31 .

Konsumen mempunyai pola preferensi terhadap barang yang disusun berdasarkan urutan besar kecilnya daya guna 3. Konsumen rasional 2. yaitu kurva yang menunjukkan kombinasi 2 (dua) macam barang konsumsi yang memberikan tingkat kepuasan sama. yaitu konsepsi mengenai bagaimana perilaku tersebut terjadi dan dibentuk. Pendekatan yang digunakan dalam menganalisis penentuan pilihan konsumen.Perilaku Konsumen Setiap orang memiliki model perilaku konsumen. tidak berlaku sebaliknya 32 . Mula-mula kita harus tahu adalah manfaat apa yang dicari oleh seorang konsumen dari pemakaian barang tersebut. A) Pendekatan Marginal Utility Pendekatan disini bertitik tolak pada anggapan bahwa kepuasan (utility) setiap konsumen bias diukur dengan uang atau dengan satuan lainnya (utility bersifat “cardinal”). dan sebagainya. sekilo beras. ada 3 pendekatan. artinya bila barang A lebih dipilih daripada B karena A lebih disukai daripada B. B) Pendekatan Indifference Curve Pendekatan ini tidak memerlukan adanya anggapan bahwa kepuasan konsumen bisa diukur. Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu 4. yaitu : Pendekatan Utilitas (utility approach). Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan maksimum 5. dan yang terbaru adalah pendekatan atribut (attribute approach). misalnya : kita mengukur isi volume air. Pendekatan yang dipakai dalam teori ordinal adalah indefference curve. Konsumen konsisten. Asumsi dari pendekatan ini adalah: 1. pendekatan kurva indifferens (indifference kurve). Anggapan yang diperlukan disini adalah bahwa tingkat kepuasan konsumen bisa dikatakan lebih tinggi tau lebih rendah tanpa mengatakan berapa lebih tingginya atau berapa lebih rendahnya (Karena utility bersifat “ordinal”).

Kombinasi yang dibeli ini akan memberikan dayaguna yang tertinggi D) Pendekatan Atribut Pendekatan ini menganggap bahwa yang diperhatikan oleh konsumen bukan produk secara fisik . Misalnya atribut dari sebuah mobil antara lain jasa pengangkutan. artinya bila A lebih disukai daripada B dan B lebih disukai daripada C. prestise. maka A lebih disukai daripada C C). Preferensi Nyata (Revealed Preference Hypothesis). Kombinasi barang X dan Y yang sesungguhnya dibeli di pasar merupakan preferensi atas kombinasi barang tersebut. Berlaku hukum transitif. yaitu konsumen adalah rasional. Kurva permintaan dapat disusun secara langsung berdasarkan perilaku konsumen di pasar. 3. tetapi atribut yang terkandung di dalam produk tersebut. Asumsi yang menjadi dasar berlakunya teori ini antara lain adalah: 1. maka ia akan menyatakan juga bahwa A lebih disukai daripada C. Asas transitif. 2. juga mengandung pengertian bahwa jumlah barang banyak lebih disukai daripada barang sedikit. Konsisten artinya seperti biasanya apabila konsumen telah menentukan A lebih disukai daripada B maka dia tidak sekali-kali mengatakan bahwa B lebih disukai dari pada A.6. artinya bila konsumen menyatakan A lebih disukai dari pada B dan B lebih disukai daripada C. 4. 33 . Jumlah ini merupakan anggaran yang dapat dipergunakannya. Yang dimaksud dengan atribut suatu barang adalah semua jasa yang dihasilkan dari penggunaan dan atau pemilikan barang tersebut. Konsumen akan menyisihkan sejumlah uang untuk pengeluarannya. Rasionalisasi.

kepuasan atau kebahagiaan maksimum dari barang konsumsi yang dibelinya. Kita lebih baik tidak membeli suatu barang yang harganya dua kali lipat harga barang lain.privacy. sampai barang tersebut memberikan marginal utilitas yang besarnya dua kali lipat juga.Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Kelvin Lancaster pada tahun 1966. Berlakunya Hukum Goossen “The law of Diminishing Marginal Utility” yaitu bahwa semakin banyak suatu barang dikonsumsikan. yang merupakan asumsi dari pendekatan sebelumnya. Pendekatan ini memandang suatu barang diminta konsumen bukan jumlahnya. 2. Dapat digunakan untuk banyak barang. Kesimpulannya adalah bahwa kita harus menata konsumsi yang memberikan kepuasan kepada kita. kenyamanan. dan sebagainya. Ada beberapa keunggulan pendekatan atribut antara lain : 1. 3. 3. maka tambahan kepuasan (marginal utility) yang diperoleh dari setiap satuan tambahan yang dikonsumsikan akan menurun. melainkan atribut yang melekat pada barang tersebut. serta operasionalisasinya lebih mudah. Pendekatan Marginal Utility Perilaku konsumen bisa diterangkan dengan menggunakan pendekatan Marginal Utility dengan anggapan: 1. sehingga lebih dapat dijelaskan tentang pilihan konsumen terhadap produk. Utility bisa diukur dengan uang 2. Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan yang maksimum yang dapat dinyatakan secara matematis sebagai berikut: 1) MU x Px = MU y Py 34 = …………… . keamanan. sehingga bersifat praktis dan lebih mendekati kenyataan. Keseimbangan Konsumen Sebagaimana diketahui bahwa setiap konsumen selalu mencoba mencapai utilitas. Kita akan terlepas dari diskusi mengenai bagaimana mengukur daya guna suatu barang.

maka A indifference terhadap B. A dan B misalnya konsumen bisa membuat peringkat sebagai berikut. B lebih disukai daripada A. pada tingkat kepuasan yang sama. Y =I Keterangan: MU x = Marginal Utility/tambahan kepuasan dari barang X MU y = Marginal Utility/tmbahan kepusan dari barang Y Px Py X Y I = harga barang X = harga barang Y = jumlah barang X yang dibeli/dikonsumsi = jumlh barang Y yang dibeli/dikonsumsi = Income/pendapatan Pendekatan Indifference Curve Perilaku konsumen dapat diterangkan dengan menggunakan pendekatan indifference Curve dengan menganggap bahwa : 1) Konsumen mempunyai pola prefrensi terhadap barang-barang konsumsi yang bisa dinyatakan dalam bentuk indifferens map atau kumpulan dari indifferens curve. A lebih disukai disukai daripada B.2) Px . MRS adalah jumlah barang Y yang bisa diganti oleh satu unit barang X. X = Py . Untuk setiap 2 kelompok barang. Fungsi Preferensi Fungsi preferensi adalah suatu sistem atau serangkaian kaidah dalam menentukan pilihan.berusaha mencapai kepuasan maksimum 4) Marginal Rate of Substitution (MRS) akan menurun setelah melampaui suatu tingkat utilitas tertentu. Setiap individu dianggap memiliki fungsi preferensi dengan ciri-ciri sebagai berikut : 1. 2) Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu 3) Konsumen selalu. 35 .

Ciri-ciri dari Indifference Curve adalah sebagai berikut: 1) Indifference curve mempunyai kemiringan yang negative/turun dari kiri atas ke kanan bawah. maka MRS akan selalu positif.ΔY = ΔX Garis anggaran (budged line) adalah garis yang menunjukkan jumlah barang yang dapat dibeli dengan sejumlah pendapatan atau anggaran tertentu. Peringkat tersebut bersifat transitif. Artinya konsumen tidak lebih suka (prefer) kepada suatu titik dibandingkan dengan titik lain yang terletak pada kurve tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen akan mengurangi konsumsi barang yang satu apabil ia akan menambah jumlah barang lain yang dikonsumsi. 3) 4) Indifference curve yang terletak di sebelah kanan atas menunjukkan bahwa tingkat kepuasannya lebih tinggi. Konsumen selalu ingin mengkonsumsi jumlah barang yang lebih banyak. Marginal Rate of Substitution (MRS) pada Kurva Indifference Besarnya MRS sama dengan nilai negatif dari slope kurva indiffrens. maka A lebih disukai daripada C. Konsumen hanya mampu membeli sejumlah -dY dX 36 . karena slope kurva indifferens kurve. Hal ini menunjukkan bahwa tidak mungkin diperoleh kepuasan yang sama pada suatu kurve indifferens yang berbeda. karena konsumen tidak pernah terpuaskan. MRS = . artinya jika A lebih disukai daripada B. 3.2. Indifference curve adalah kurva yang menghubungkan titik-titik konsumsi/pembelian barang-barang yang menghasilkan kepuasan yang sama. dan B lebih disukai daripada C. Antara kurve yang satu dengan kurve yang lainnya tidak saling berpotongan. 2) Cembung ke arah titik Origin Hal ini menunjukkan adanya perbedan proporsi jumlah yang harus ia korbankan untuk mengubah kombinasi jumlah masing-masing barang yang dikonsumsi.slope = .

Titik-titik sebelah kiri garis anggaran tersebut menunjukkan tingkat pengeluaran yang lebih rendah. SURPLUS KONSUMEN Surplus konsumen adalah kelebihan atau perbedaan antara kepuasan total atau total utility (yang dapat dinilai dengan uang) yang dinikmati oleh konumen dari mengkonsumsikan sejumlah barang tertentu dengan pengorbanan totalnya (yang dinilai dengan uang) untuk memperoleh atau mengkonsumsikan jumlah 37 .barang yang terletak pada atau sebelah kiri garis anggaran.Py Slope garis anggaran = .Px/Py Garis anggaran mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. maka cara ini dapat diterapkan di dalam permasalahan pilihan konsumen yang sangat luas. Kegunaan Kurva Indiferens Kurva ini dapat digunakan setiap saat jika kita ingin mencoba untuk menganalisis pilihan antara dua barang. I = X.Garis anggaran akan bergeser jika terjadi perubahan anggaran atau harga. Contoh: Qy daerah anggaran garis anggaran Qy Persamaan garis anggaran (I = pendapatan atau anggaran). Nilai dari garis anggaran semakin ke kanan semakin besar 4. Px + Y. Berbentuk linier selama harga tidak berubah 3. Dengan memberi batasan bahwa suatu barang adalah segala sesuatu. Berslope negatif 2.

Surplus konsumen bisa juga diartikan dengan selisih (extra value) antara nilai uang yang sebetulnya konsumen ingin bayarkn dan nilai uang yang benar-benar dibayar oleh konsumen. adalah kurva marginal Utility yang dinilai yang dinilai dengan uang. Jadi area OABD adalah total utility (dinilai dengan uang) yang diperoleh konsumen dari berkonsumsi barang X sebanyak OA. Surplus konsumen merupakan instrumen yang paling sering digunkan dalam studi empiris untuk mengukur keejahteraan konsumen Dalam ekonomi kesejahteran terapan. menurut pendekatan Marginal Utility. Rp D Surplus Konsumen Px B O A X Keterangan gambar: Kurve permintaan. yaitu Px DB. Arti pentingnya : Surplus konsumen menunjukkan keuntungan netto 38 . Disini yang dipergunakan adalah pengukuran uang yang merefleksikan kesediaan untuk membayar dari sisi konsumen.barang tersebut. Pengorbanan totalnya (dalam uang) adalah jumlah uang yang ia bayarkan untuk memperoleh jumlah OA terrsebut. yaitu OA kali harga OP x ( = area OP x BA). dimana sekaligus berhubungan dengan fungsi kegunaan. ukuran kesejahteraan konsumen secara umum bukanlah dalam konteks kardinal digunakan secara sungguh-sungguh. Surplus konsumen adalah selisih dari kedua area tersebut.

Nilai yang diperoleh pengguna jalan itu. asumsikan terdapata 10. tamantaman. karena ukuran kesediaan untuk membayar merupakan perubahan kesejahteraan konsumen.5 juta) melebihi total biaya yang diperlukan. Kita telah melihat bahwa udara dan air memiliki nilai ekonomis (hasil kali harga dengan kuantitas) yang kecil.000 pemakai jalan yang identik dalam segala hal. Untuk menghindari kesulitan antar pribadi. yang diukur diukur oleh surplus konsumen setiap konsumen setiap individu. maka jalan ini tidak mengasilkan pendapatan. seperti pelabuhan udara. jalan raya.(dalam bentuk kepuasan) yang diperoleh konsumen karena pertukaran bebas dan spesialisasi dalam produksi memungkinkan si konsumen untuk membayar barangbarang dengan harga yang lebih rendah daripada nilai barang tersebut untuknya (yaitu: Kepuasan yang diperoleh). konsep surplus konsumen juga mengungkapkan mengapa umumnya orang curiga akan penyamaan harga dengan nilai. mungkin berbentuk penghematan waktu. Dari penelitian. kita asumsikan bahwa surplus konsumen tiap individu adlah $ 350 lebih rendah dari $3. Aplikasi Surplus Konsumen Surplus konsumen menunjukkan keuntungan yang diperoleh konsumen karena harga yang berlaku pada kondisi keseimbangan lebih rendah dari harga yang mereka mau membayarkannya..5 juta (10. meskipun total nilai ekonomisnya jauh 39 . Utilitas bagi pemakainya hanya tercermin sebagai surplus konsumen individu. Konsep surplus konsumen sangat berguna dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut barang public. Jadi surplus konsumen menunjukkan perbndingan yang berupa gambaran sebuah area yang dihitung dari: area dibawah kurva permintaan konsumen dan diatas garis harga. Karena semua menggunakannya. sebaiknya membangun jalan tersebut jika biaya total surplus konsumen (yaitu $ 3. Dalam hal ini pemerintah. Misalnya : sedang dipertimbangkan pembuatan sebuah jalan raya bebas hambatan yang tanpa pungutan (free tol).000 kali $350). atau perjalanan yang lebih aman. Disamping membantu menjelaskan kepada masyarakat mengenai kapan baiknya membangun jalan atau jembatan. Area tersebut menunjukkan ukuran kesejahteraan secara signifikan.

sehingga mereka bersedia 40 . Hanya saja sejalan dengan hokum utilitas marginal yang semakin berkurang. Sarnkan kepadanya agar tafakur sejenak. Jika ia dengan ketrampilan dan energinya dialihkan secara utuh ke sebuah pulau primitive. Untuk setiap butir telur atau tiap kaleng susu yang kita beli di pasar.melampaui intan ataupun mantel dari wool. Karena kita membayar sejumlah uang yang sama untuk setiap unit barang yang kita beli. kita membayar harga yang sama dengan utilitas marginal dari unit terdahulu adalah lebih besar disbanding unit terakhir sejalan dengan hukum utilitas marginal yang semakin berkurang. Pada dasarnya. merka memperoleh kelebihan/ surplus utilitas dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. kita memperoleh surplus konsumen. Tanpa tenaga kerja lainnya dan terutama tanpa warisan pengetahuan teknologi dari generasi sebelumnya. Karena konsumen membayar unit terakhir untuk semua unit yang dikonsumsi. Atau surplus produsen adlah selisih (extra value) antara nilai uang yang benr-benar diterima oleh produsen untuk penjualannya sejumlah barang tertentu. Surplus konsumen mengukur tembahan utilitas yang diterima pada konsumen atas jumlah yang dibayarkan untuk komoditi tersebut. Karena itu kita menikmati surplus dari tiap-tiap unit terdahulu. sejak unit pertama sampai unit terakhir. Berapa banyak barang yang dapat dibeli dengan pendapatannya itu? Tanpa mesin-mesin. Tanpa sumber daya yang melimpah. Kenyataan bahwa harga pasar ditentukan oleh utilitas marginal dan bukan oleh utilitas ditunjukkan oleh konsep surplus konsumen. Kita membayar untuk tiap unit berdasarkan nilai unit yang terakhir. Surplus produsen dapat ditinjau dari kondisi dimana jumlah yang ditawarkan masih sedikit. Surplus Produsen Surplus produsen adalah ukuran keuntungan yang diperoleh produsen karena harga harga yang terbentuk di pasar melebihi harga yang mau mereka tawarkan pada tingkat penjualan tertentu. Surplus konsumen dari air dan udara besar sekali. berapa banyak yang dapat ia hasilkan? Jelas bahwa kita ini menikmati kemasylahatan suatu dunia ekonomi yang bukan ciptaan kita. sedangkan nilai intan dan mantel wool hanya sedikit di atas harga belinya. unit terdahulu nilainya lebih tinggi dari unit yang kemudian.

surplus produsen ditunjukkan oleh daerh yang diarsir yaitu daerah di sebelah kiri atas kurva penawaran. Rp S P-----------------------.Eq | A | | X D Pada gambar diatas.menawarkan sejumlah barang dengan harga yamg lebih rendah dari pada harga keseimbangan pasar. dan dibawah harga keeimbangan (Eq=Equlibrium). 41 . Jadi surplus produsen ini merupakan hubungan antara produsen dengan kurva permintaan.

Mahasiswa dapat mengetahui seberapa jauh pengaruh pajak dan subsidi terhadap tingkat permintaan dan penawaran. Kasus Perkecualian dalam Hukum Permintaan 4. Pergeseran Kurva Permintaan 3. Elastisitas 42 . Hukum Penawaran 5.BAB 4 PERMINTAAN DAN PENAWARAN Tujuan : 1. Mahasiswa dapat mengetahui bagaimana hubungan antara perilaku manusia dengan tingkat permintaan dan penawaran terhadap barang dan jasa. 2. Aplikasai Konsep Permintaan dan Penawaran 6. Bekerjanya Mekanisme Penawaran dan Permintaan 7. Hukum Permintaan 2. Pembahasan Materi: 1.

Teori permintaan menerangkan sifat dari permintaan seorang pembeli pada suatu komoditas (barang dan jasa). maka orang akan mengurangi pembelian atas komoditaas lain dan menambah pembelian pada komoditas yang mengalami penurunan harga tersebut. Hipotesis tersebut didasarkanpada asumsi : 1. serta pembentukan kurva permintaan. 2. Ceteris paribus artinya : bahwa semua factor-faktor lain yang mempengaruhi jumlah yang diminta dianggap tidak berubah.mengalami kenaikan harga. Komoditas yang dikonsumsi mempunyai sifat yang khas yaitu semakin banyak komoditas yang dikonsumsi. maka kegunaan komoditas tersebut akan semakin berkurang. Konsumen mau membelinya karena komoditas tersebut dibutuhkan dan harganya sesuai dengan keinginan mereka. Dan sebaliknya jika harga barang tersebut turun. Harga yang lebih rendah memungkinkan pembeli lain yang sebelumnya tidak mampu membeli komoditas tersebut untuk mulai membelinya. Interaksi tersebut dapat diterangkan dengan memahami teori permintaan dan teori penawaran.PERMINTAAN Permintaan dan penawaran suatu barang dan jasa berkaitan dengan interaksi antara pembeli dan penjual di pasar yang akan menentukan tingkat harga suatu barang dan jasa yang berlaku di pasar serta jumlah barang dan jasa tersebut yang akan diperjual belikan di pasar. Hukum permintaan :mengatakan bahwa “jika harga suatu barang naik. Asumsi yang dipakai Teori Ekonomi Mikro 43 . serta komoditas tersebut berguna baginya. Bila harga komoditas turun. hubungan antar jumlah yang diminta dan harga. Apabila harga suatu komoditas naik. Maka ceteris paribus jumlah barang yang diminta konsumen terhadap barangbarang turun”. Suatu komoditas dihasilkan oleh perusahaan karena dibutuhkan oleh konsumen dank arena konsumen bersedia membelinya. para pembeli mencari komoditas lain yang dapat digunalan sebagai pengganti atas komoditas yang .

asumsi yang dibuat berdasarkan model yang ditentukan ASUMSI UMUM Rasionalitas (Utility Maxsimum. Profit Maxsimum. Pembeli dan penjual mempunyai informasi yang lengkap (sempurna) tentang pasar . Asumsi Khusus Model Ekonomi. Data yang diperoleh dari daftar permintaan dapat digunakan untuk memnggambarkan sifat hubungan antara harga suatu komodita dengan jumlah komoditas yang diminta dalam suatu kurva permintaan. Pembeli dan penjual berusaha untuk memaksimumkan kepuasan keuntungannya dari setiap transaksi yang terjadi. Contoh: 44 . Cost Minimum) Ceteris Paribus (hal-hal lain dianggap tetap atau konstan) Penyederhanaan (menggunakan grafik) ASUMSI KHUSUS Equilibrium Parsial Tidak adanya hambatan atas proses penyesuaian CONTOH ASUMSI: Ada banyak pembeli dan penjual di pasar dan semuanya adalah pengambil harga (price takers). Seluruh barang adalah homogen. asumsi yang seringk digunakan oleh teori ekonomi mikro maupun teori ekonomi lainnya Asumsi khusus. Hubungan antara harga satuan komoditas yang mau dibayar pembeli dengan jumlah komoditas yang diminta pada berbagai tingkat harga dapat disusun dalam suatu tabel yang dikenal dengan :Daftar Permintaan. Setiap produsen bebas untuk keluar/masuk ke pasar. asumsi yang banyak dipakai oleh ekonomi mikro tetapi tidak selalu dipakai oleh teori-teori ekonomi yang lain.Asumsi Umum.

adalah sebagai berikut: Harga per satuan (ribu rupiah) 9.900 49.Daftar permintaan dan kurva permintaan Sepatu Bata.900--------------------------------------- D 0 2 30 Q Kurva permintaan adalah : kurva yang menunjukkan alternative jumlah barang yang ingin dibeli pada berbagai tingkat harga dengan menganggap bahwa segala sesuatu yang lain dianggap konstan.900----------- 9. Sifat hubungan antara harga dan jumlah komoditas yang diminta adalah berlawanan arah (negatif).900 19. 45 . Tingkat harga dan jumlah sepatu bata yang diminta pada setiap tingkat harga.900 Jumlah yang diminta (unit/pasang) 30 20 10 5 2 Atas dasar daftar permintaan. maka dapat dibuat suatu kurva permintaan sebagai berikut: Harga 49. sehingga kurva permintaan suatu komoditas bersudut negatif terhadap sumbu horisontal.900 34.900 24.

Penghasilan konsumen 3. Corak distribusi pendapatan dalam masyarakat 5. Jumlah penduduk. 7.Kurva permintaan menunjukkan: kurva yang menghubungkan titik-titik jumlah barang yang diminta oleh seluruh konsumen yang ada di pasar tersebut pada berbagai tingkat harga. yaitu : 1. Selera konsumen Atau ada pendapat lain yang mengatakan bahwa permintaan seseorang atau masyarakat terhadap suatu komoditas ditentukan oleh banyak factor. Harga barang itu sendiri 2. Harga komoditas itu sendiri. Selera/citarasa masyarakat 6. Harga barang lain yang berhubungan dengan barang tersebut 4. 4. sedangkan factor lain yang dapat mempengaruhi permintaan terhadp barang tersebut dianggap konstan (ceteris paribus). Misalnya : fungsi permintaan individual akan komodity X adalah: Q dx = 8 – Px. Menurut ilmu ekonomi tradisional ada beberapa factor yang dapat mempengaruhi permintaan suatu barang. kita akan memperoleh kurva permintaan individu sebagai berikut : P x ($) Q dx 8 0 7 1 6 2 5 3 4 4 3 5 2 6 1 7 0 8 46 . 2. yaitu: 1. Harga komoditas lain yang berkaitan erat dengan komoditas tersebut. Ramalan mengenai keadaan di masa yang akan datang. Kurva permintaan suatu barang dibuat berdasarkan atas berbagai kemungkinan harga barang itu. Pendapatan rumah tangga dan pendapatan rata-rata masyarakat. ceteris paribus Dengan mensubtitusikan berbagai harga X ke dalam fungsi permintaan ini. 3.

mobil. hamper segala hal. Pendapatan rata-rata konsumen adalah factor penentu utama permintaan. maka orang cenderung lebih banyak. Penduduk California sebesar 30 juta akan membeli apel dan mobil 30 kali lebih besar dari penduduk Kabupaten Jember yang hanya berjumlah 2 juta penduduk. Harga dan tersedianya barang yang mirip (serupa) juga memperngaruhi permintaan suatu komoditi. Sebelumnya masih ada beberapa factor lain yang sangat penting yaitu pendapatan rata=rata. mobil? Sampai saat ini kita tidak memperhatikan pengaruh lain kecuali harga komoditi itu sendiri. jumlah populasi. Jika pendapatan masyarakat meningkat. misalnya pena da 47 . Px ($) 8 D 0 8 Qdx Kurva Permintaan Apa yang menentukan permintaan pasar jagung. maka akan diperoleh kurva Demand/permintaan individu terhadap komoditi X. termasuk buah apel. jelas mempengaruhi kurva permintaan pasar. Ukuran pasar yang antara lain diukur melalui populasi. dan lain-lain. Hubungan yang sangat penting terjadi antara barang subtitusi yaitu barang yang mempunyai fungsi yang sama. selera individu dan beberapa pengaruh khusus. harga dan tersedianya barang serupa.Dengan meletakkan setiap pasangan nilai pada suatu titik pada gambar dan menghubungkan titik-titiknya.

tetapi bisa naik atau turun jika ada tambahan/pengurangan iklan dari perusahaan lainnya. maka parameter-parameter untuk perusahaan dan industri tersebut akan identik. kita harus mencakupkan pula hal-hal lain yang sifatnya subjektif yang disebut: selera atau pilihan (preferensi). Selain itu. Apabila barang X tersebut menguasai pangsa pasar 100 persen (monopolis).pensil. Turunnya hujan mendukung permintaan akan pating(ikan). Permintaan barang A cenderung rendah jika harga barang substitusinya rendah. Permintaan terhadap produk akan meningkat dengan adanya tambahan biaya iklan yang dikeluarkan perusahaan tersebut. Selera juga termasuk kebutuhan terkondisi (misalnya: rokok. Misalnya fungsi permintaan dari suatu perusahaan biaanya akan memasukkan harga dan biaya iklan dari perusahaan saingannya. harapan tentang kondisi ekonomi di masa mendatang. tetapi nilai parameter dalam fungsi permintaan barang X akan lebih kecil daripada fungsi permintaan industri tersebut. Akhirnya. Selera menunjukkan pengaruh sosial dan sejarah. Permintaan Industri dan Perusahaan Fungsi permintaan bisa ditentukan baik untuk industri secara keseluruhan maupun untuk perusahaan secara individual. Di samping unsure-unsur objektif tersebut. mobil balap idaman).Fungsi permintaan perusahaan lebih menekankan pada variabel independen yang menunjukkan perilaku para pesaing. minyak dan gas alam. Parameter untuk variabel-variabel tertentu akan berbeda pada kedua macam fungsi tersebut. Selera dapat mengandung unsur tradisi atau agama (misalnya: makan daging babi sangat popular di Cina. tetapi berhubungan positif dengan harga yang ditetapkan oleh perusahaan saingannya. 48 . maka analisisjuga harus berbeda untuk kedua macam permintaan tersebut. terutama harga.Oleh karena fungsi permintaan perusahaan dan industri berbeda. dapat menimbulkan dampak yang penting pada permintaan. tetapi haram bagi islam). barang tertentu umumnya memiliki factor khusus dengan latar belakang permintaanya. Jumlah penduduk akan mempengaruhi permintaan terhadap barang X. Permintaan terhadap produk suatu perusahaan berhubungan negatif dengan harganya sendiri.

Hal yang sama berlaku juga pada penawaran serta beberapa hubungan ekonomi lainnya.Gerakan Sepanjang Kurva dan Pergeseran Kurva Perlu dibedakan antara perubahan permintaan dan perubahan jumlah yang diminta. terjadi bila harga komoditaas yang diminta berubah (naik atau turun). meningkatnya pembelian pizza bukan disebabkan oleh meningkatnya permintaan. maka pembelian pizza oleh konsumen meningkat pada setiap harga. Kasus Perkecualian Ada tiga kasus dimana kurva permintaan yang menurun tidak berlaku: 1). Kasus Giffen Kasus ini terjadi bila efek pendapatan yang negative bagi barang-barang “inferior” begitu besarnya sehingga efek substitusi (substitution effect) yang selalu positif tidak bisa menutup pendapatan efek (income effect) yang negative tersebut. Perubahan permintaan terjadi jika salah satu unsur penentu kurva permintaan bergeser. Perbedaan serupa berlaku juga pada pergeseran penawaran. dan begitu sebaliknya. Barang “Giffen” adalah barang inferior. tetapi tidak semua barang “inferior” adalah “giffen”. sedangkan perubahan jumlah yang diminta berarti perpindahan ke titik yang berbeda pada kurva permintaan yang sama. Akibatnya penurunan harga barang X justru menurunkan jumlah barang X yang diminta konsumen. bukan pergeseran kurva permintaan. Sebaliknya jika harga pizza yang dihadapi konsumen menurun dan hal lain adalah konstan. Namun. Perubahan ini menunjukkan pergerakkan sepanjang kurva permintaan. setelah harga berubah. 49 . Perubahan permintaan akan menyebabkan pergeseran kurva permintaan. Penurunan harga komoditas akan menaikkan jumlah barang yang diminta. konsumen cenderung mempbeli pizza lebih banyak. tetapi karena kurva permintaan harga. Pergeseran sepanjang kurva permintaan. Meningkatnya pendapatan akan meningkatkan permintaan. Misalnya: jika pendapatan meningkat. dan kurva permintaan pizza akan bergeser ke luar.

maka semakin tinggi kepuasan konsumen yang diperoleh dari naiknya unsure prestise (jadi kenaikan permintaan sejalan dengan kenaikan harga barang tersebut). Akibatnya kurva permintaan juga naik. sehingga permintan pasar = QDx diperoleh dengan cara sebagai berikut: 50 . Misalnya: Ada dua individu yang identik (1 & 2) di pasar.2). Kasus Barang-barang Prestise Untuk beberapa barang tertentu. misalnya permata bekas milik orang ternama akan dijual. Dan semakin tinggi pula kesediaan konsumen untuk membayar harga yang lebih tinggi. Jadi permintaan pasar suatu komoditi tergantung pada semua factor yang menentukan permintaan individu individual dan jumlah pembeli komoditi tersebut di pasar. Semakin tinggi harga barang tersebut. oleh semua individu di pasar. Kasus Spekulasi yaitu apbila konsumen berharap bahwa harga barang untuk besok pagi naik lagi. Permintaan Individu dan Permintaan Pasar Permintaan suatu komoditas dibedakan atas permintaan individu dan permintaan semua orang di pasar. maka akan diikuti oleh kenaikan permintaan terhadap barang tersebut hari itu juga. 3). Permintaan pasar diperoleh dari penjumlahan permintaan berbagai individu terhadap komoditas pada setiap tingkat harga. maka kenaikan harga barang tersebut akan semakin diikuti oleh kenaikan permintaan. sehingga jika hari ini ada kenaikan harga barang tersebut. masing-masing dengan permintaan barang X sebesar Qdx = 8 – Px. Akibatnya kurva permintaannya naik. pada berbagai harga laternatif. kurva permintaan pasar terhadap suatu komoditi diperoleh dengan penjumlahan mendatar semua liku permintaan individual terhadap komoditi tersebut. Secara geometris. Permintaan agregatif terhadap suatu komoditi menunjukkan alternative jumlah suatu komoditi yang diminta per periode waktu.

--│----------d2 │ 0 4 8 Qd2 51 .Tabel: Px ($) 8 4 0 Qd1 0 4 8 Qd2 0 4 8 QDx 0 8 16 Px 8 ($) 8 4 0 -------.-----│-------d1 │ 4 8 Qd1 4 -------.

Faktor-faktor tersebut antara lain: 1. maka barang netral adalah 52 . Misalnya: Kopi dilengkapi dengan gula. permintaan suatu komoditaas juga ditentukan oleh berbagai faktor lain. yaitu suatu komoditas yang selalu digunakan bersamasama dengan komoditas lainnya. dapat dibedakan 2. Komoditas pelengkap. yaitu : a. komoditas yang dapat menggantikan fungsi dari komoditas lain sehingga harga komoditas pengganti dapat mempengaruhi permintaan komoditaas yang dapat digantikan tersebut. Misalnya: Teh dan Susu b. Dalam kaitannya dengan barang konsumsi. sehingga perubahan permintaan terhadap salah satu komoditas tidak akan mempengaruhi permintaan komoditas lainnya. Komoditas lainnya. Padahal. yaitu komoditas yang tidak mempunyai hubungan sama sekali dengan komoditas lainnya. Komoditas netral. Komoditas pengganti.Px ($) 8 4 Dx = d1 + d2 0 4 8 12 16 Qdx Pengaruh Faktor Bukan Harga Terhadap Permintaan Hukum Permintaan hanya menekankan perhatian pada pengaruh harga komoditas yang diminta. c.

Cita rasa masyarakat. artinya jika dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.barang konsumsi yang jumlah pemakaiannya tidak berubah walaupun pendapatan konsumen mengalami perubahan. dan sebagainya. jika seseorang biasanya makan gaplek. apabila pendapatan mereka naik. Misalnya. Misalnya. permata.beras. Jika konsentrasi pendapatan berada di kalangan kelas atas. yaitu jenis barang yang dibeli orang apabila pedapatannya mereka sudah relative tinggi. apabila selera masyarakat terhadap suatu komoditas meningkat. maka permintaan terhadap komoditas tersebutakan naik. Jumlah penduduk. Barang normal. meliputi: a. jika prospek suatu komoditaas di masa yang akan dating baik. air minum. Contoh: Mobil mewah. c. d. dan sebaliknya.dan sebagainya. Misalnya: Pemakaian garam untuk bumbu masak. yaiu barang yng mengalami kenaikan permintaan seiring dengan naiknya pendapatan seseorang. b. maka permintaan terhadap komoditi barang mewah dan barang sekunder akan meningkat. 2. 5. dan sebaliknya: 6. 4. dan sebagainya. Misalnya: perumahan. Ramalan mengenai masa yang akan dating. Barang essensial.dan sebagainya. televise. pertambahan penduduk biasanya diikuti dengan perkembangan terhadap permintaan suatu komoditas karena dalam kondisi seperti itu akan lebih banyak orang yang membutuhkan komoditas tersebut. maka permintaan terhadap komoditas tersebut akan meningkat juga. perubahan distribusi pendapatan dapat mempengaruhi corak permintaan terhadap berbagai jenis komoditas. dan sebaliknya. 3. yaitu barang yang permintaannya justru berkurang jika pendapatan seseorang naik. pakaian. maka mereka akan merubah kebiasaannya tersebut menjadi makan nasi. Pendapatan para pembeli. Misalnya: Kebutuhan pokok sehari-hari: beras. Barang inferior (inferior Goods). Distribusi Pendapatan. yaitu barang yang sangat penting. Barang mewah. 53 .

yaitu: Harga komoditas itu sendiri. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut : Q sx = f (Px). harga menjadi murah. produktifitas semakin besar. Hukum penawaran berbanding lurus dengan harga barang. tingkat Hukum Penawaran Apabila harga naik. Makin canggih teknologi. b. yaitu: a. Dengan demikian terjadi perbedaan antara hukum penawaran dengan hokum permintaan Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah yang ditawarkan Seperti permintaan. Harapan keuntungan 54 . Jika harga barang/jasa turun. jumlah yang ditawarkan meningkat dan sebaliknya. Penawaran komoditas pada beragai tingkat harga ditentukan oleh banyak faktor. sedangkan harga komoditas lain. Biaya produksi (input) Tinggi/rendahnya biaya produksi akan mempengaruhi harga jual yang pada akhirnya akan mempengaruhi jumlah yang ditawarkan. maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan berkurang/turun. Fungsi penawaran tersebut dibaca: jumlah komoditas yang ditawarkan merupakan fungsi dari harga barang tersebut. Hukum ini juga tidak berlaku mutlak (cateris paribus). penawaran juga dipengaruhi oleh faktor lain. ceteris paribus. Teknologi Maju/mundurnya atau canggih tidaknya teknologi akan mempengaruhi jumlah penawaran. dan lain-lain dianggap tetap tidak berubah.PENAWARAN Penawaran seorang produsen terhadap suatu komoditi adalah jumlah suatu komoditi yang ingin dijual oleh seorang produsen dalam satu waktu tertentu merupakan fungsi atau tergantung pada harga komoditi tersebut. teknologi. maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan meningkat/bertambah. c.

Interaksi antara penjual dan pembeli akan menentukan harga keseimbangan atau harga pasar serta jumlah komoditas yang akan diperjualbelikan. Contoh : Pada saat harga Rp. e. kurva bergeser ke kiri.40. yang pada akhirnya akan meningkatkan keuntungan. sehingga kurva bergeser ke kanan.30. Kebutuhan akan uang tunai Mendesak atau tidaknya kebutuhan uang tunai bagi perusahaan akan berpengaruh kepada harga jual yang akhirnya berpengaruh pada jumlah penawaran barang/jasa. Keuntungan yang besar akan diperoleh jika harga barang murah. Teori penawaran menerangkan sifat para penjual dalam menawarkan komoditas yang akan dijualnya. Pergeseran Kurva Penawaran Kurva penawaran akan mengalami pergeseran.00 jumlah unit yang ditawarkan sejumlah 40 unit.Tingkat keuntungan produsen. sehingga mempengaruhi jumlah penawaran. Jika harga barang naik. Pada saat harga naik menjadi Rp. maka jumlah penawaran akan bertambah. produsen akan menahan barang. tergantung pada faktor yang mempengaruhinya. sehingga jumlah penawaran meningkat. Kurva Penawaran Kurva penawaran disini mempunyai kemiringan yang bergerak dari kiri bawah ke kanan atas. Hal ini karena hubungan antara komoditas dan jumlah yang ditawarkan berhubungan positi. Jika harga barang turun. maka jumlah penawaran akan berkurang. besar kecilnya laba akan menentukan harga jual. yaitu kenaikan harga komodita diikuti dengan kenaikan jumlah yang ditawarkan. Harapan harga masa yang akan datang Bagi produsen yang mampu menahan barang untuk dijual pada saat harga dianggap lebih menguntungkan.00 jumlah barang yang ditawarkan 55 . dan sebaliknya. d.

Jadi kunci utama yang mendasari keputusan penawaran adalah biaya produksi. Kemajuan teknologi sangat mempengaruhi biaya produksi. maka penawaran barang substitusi lain akan turun. Sebaliknya apabila biaya produksi relative lebih tinggi dibandingkan dengan harga. 56 . Hal-hal yang mempengaruhi biaya produksi antara lain : teknologi dan biaya input. Hal yang sama. maka perusahaan akan memproduksi dalam jumlah kecil. Dalam pengujian berbagai kekuatan yang menentukan penawaran. petani menanam jenis tanaman lain. Misalnya petani. Pada saat harga turun menjadi Rp. sehingga produsen akan menawarkan barang dalam jumlah besar. apabila teknologi tidak mengalami perubahan. Sebaliknya. akan menekan biaya produksi par petani dan akan menaikkan penawaran. tetapi harga input berubah. dan membiarkan ladangnya atau bahkan menjual ladangnya.00 maka jumlah yang ditawarkan berkurang menjadi 25 unit. hal yang paling mendasar untuk memahami perilaku penawaran bisnis adalah bahwa produsen menawarkan komoditi untuk memperoleh keuntungan. maka untuk setiap kenaikan harga salah satu barang substitusi tersebut. akan menyebabkan menurunnya penawaran barang yang lainnya. perbaikan system irigasi. sehingga biaya produksi berubah juga dan penawaranpun akan berubah. maka hal ini akan memberikan keuntungan kepada produsen. Apabila biaya produksi suatu barang relative lebih rendah dibandingkan dengan harga pasar. kurve bergeser ke kanan. ketika harga jagung jatuh sampai di bawah ongkos produksi sebagaimana pernah terjadi di pertengahan tahun 1980-n.20. Unsur penting lain yang mempengaruhi penawaran adalah harga barang yamh berkaitan erat. karena akan memberikan keuntungan lebih besar. Misalnya petani dapat menghasilkan gandum maupun jagung.meningkat menjadi 60 unit. bukan untuk mencari kesenangan atau amal. terutama barang yang bersubstitusi satu dengan yang lainnya dalam proses produksi. akan menawarkan jagung lebih banyak pada harga yang lebih tinggi. Apabila harga produksi salah satu barang substitusi naik. kurva penawaran bergeser ke kiri. atau mungkin akan menghindari bisnis tersebut. Program computer yang lebih baik untuk perputaran hasil panen.

Beberapa industri seperti jalan kereta api dan telekomunikasi diatur oleh pemerintah. 2 Biaya untuk memperoleh faktor-faktor produksi. Begitu jug adanya inovasi. Secara umum. antara lain: 1. umumnya berusaha memaksimumkan keuntungan sehingga mereka memanfaatkan kapasitas produksinya pada tingkat kapasitas yang mamaksimumkan keuntungannya. seperti cuaca dan Cuaca sangat mempengaruhi terhadap pertanian. seperti komoditaas pengganti. sehingga hal ini akan berakibat berkurangnya keuntungan produsen. Harga komoditas lain. Faktor penentu inovasi. 3. komoditas pelengakap dan komoditas netral mempengaruhi penawaran terhadap suatu barang. Turunnya tariff dan kuota barang luar negeri akan membuka pasar bagi produsen asing dan cenderung meningkatkan penawaran. persaingan pasar sempurna akan menghasilkan kemungkinan tingkat output paling tinggi pada setiap tingkat harga.Faktor penentu penawaran barang lainnya adalah organisasi pasar. Tujuan perusahaan. Apabila pasar dimonopoli. yaitu hubungan suatu komoditas dengan berbagai jenis komoditaas lainnya. mak harga setiap output akan naik. Contoh factor khusus lainnya adalah ekspektasi/harapan harga dimasa yang akan dating. Pengaruh Faktor-Faktor Bukan Harga Terhadap Penawaran Hukum Penawaran tidak hanya menekankan perhtian terhadap harga suatu komoditas terhadap jumlah komoditas yang ditawarkan. 57 . kenaikan harga faktor produksi akan meningkatkan biaya produksi. terakhir adalah factor-faktor khusus. misalnya industri computer sangat dipengaruhi oleh jiwa inovasi yang tinggi untuk tetap menghasilkan produk baru. akan mempunyai dampak penting terhadap penentu penawaran. tetapi juga ditentukan oleh berbagai faktor. tanpa adanya peningkatan produktivitas dan efisiensi.

harga. misalnya jika perusahaan mobil Jepang diizinkan mengekspor mobil lebih banyak ke Amerika. 4. maka penawaran berubah dan kurva penawaran bergeser. apabila upah pekerja berkurang. 3. selain perubahan harga komoditi itu sendiri. dan sebagainya). Analisis permintaan dan penawaran merupakan alat yang penting untuk: 1. apabila ada perbaikan teknologi. Memahami respon harga dan kualita suatu komoditas terhadap perubahan variable ekonomi (misalnya: perubahan teknologi. Sebaliknya. subsidi. jika ada factor lain yang menyebabkan perubahan penawaran. maka semua unsur-unsur tersebut akan meningkatkan penawaran mobil di Amerika Serikat pada setiap harga. Menganalisis interaksi yang kompetitif antara penjual dengan pembeli dalam menghasilkan harga dan kuantitas suatu komoditas. Tingkat teknologi. Misalnya ketika harga mobil berubah. 5. Penawaran juga akan meningkat. Menunjukkan kebebasan yang diberikan pasar kepada konsumen dan produsen. 58 . kuota. maka akan menggeser kurva penawaran ke kanan. Penentu harga secara kompetitif dapat mengatur penawaran barang yang terbatas diantara mereka yang memiliki permintaan dan uang yang diperlukan. maka produsen merubah produksi serta kuantitas yang ditawarkannya. Musim. pajak.4. penetapan upah minimum. namun penawaran dan kurva penawaran tidak bergeser. Menganalisa efek berbagai intervensi kebijakan pemerintah di pasar (misalnya. kemajuan teknologi dapat mengurangi biaya produksi sehingga harga satuan dari suatu komoditas yang dihasilkan dengan teknologi yang lebih baik akan dapat ditekan lebih rendah. Pengaruh musim sangat terasa pada penawaran komoditas pertanian. harga komoditas lain. Pergeseran Kurva Penawaran Penawaran berubah karena perubahan factor lain. selera konsumen. (kurvanya bergeser dari kiri ke kanan). atau jika Pemerintah menghilangkan beberapa peraturan pada industri mobil. 2. harga factor produksi).

d. yaitu kelompok pembeli yang mempunyai kemampuan membeli di bawah harga pasar. Dengan bergesernya permintaan dan penawaran akan mengakibatkan bergesernya tingkat harga keseimbangan. yaitu kelompok pembeli yang memiliki kemampuan sama dengan harga pasar. Penggolongan Pembeli dan Penjual Pembeli dan penjual dapat digolongkan berdasarkan perbandingan antara harga pasar dan harga pokok bagi penjual/produsen dan kemampuan membeli bagi konsumen/pembeli. Begitu juga jumlah yang ingin ditawarkan produsen akan tergantung pada harganya.Equilibrium/Keseimbangan Antara Penawaran dan Permintaan Harga keseimbangan atau harga pasar (Equilibrium Price) adalah tinggi rendahnya tingkat harga yang terjadi atas kesepakatan antara produsen/penawaran dengan konsumen atau permintaan. yaitu kelompok penjual yang memiliki perhitungan harga pokok di bawah harga pasar. Proses terbentuknya Harga Pasar Terbentuknya harga pasar dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran. sedangkan permintaan/konsumen bersedia membayar harganya. yaitu kelompok pembeli yang memiliki kemampuan membeli di atas harga pasar. Masing-masing faktor dapat menyebabkan bergesernya jumlah permintaan dan jumlah penawaran. c. Penjual super marginal. 59 . Pembeli dan penjual dapat digolongkan: a. Dalam kurva harga keseimbangan terjadi titik temu antara kurva permintaan dan kurva penawaran. Kita telah melihat bahwa perbedaan jumlah permintaan konsumen terhadap jagung. Pembeli super marginal. Pembeli sub marginal. Pembeli marginal. Pada harga keseimbangan produsen/penawaran bersedia melepas barang/jasa. b. yang disebut Equilibrium Price. mobil dan computer merupakan fungsi dan harga barang-barang tersebut.

harga dan kuantitas cenderung tetap tidak berubah. transksi jelas. Pada saat terjadinya keseimbangan.e. c. Terdapat pembeli dan penjual yang impas (Break Even Point). Penjual yang memiliki perhitungan harga pokok di bawah harga pasar (penjual super marginal) mendapatkan premi produsen. Pada titik ini keseimbangan. baik konsumen maupun produsen merasa puas. Terdapat pembeli/penjual yang memperoleh keuntungan. f. b. Demikian pula besarnya stok tidak mengalami penumpukan maupun kekurangan ini menunjukkan bahwa sejumlah penwaran dan permintaan terpenuhi. Gabungan antara permintaan dan penawaran Kemungkinan harga($/kg) Kuantitas yang diminta (ribu ton /th) A B 5 4 9 10 Kuantitas yang ditawarkan (ribu ton/th) 18 16 Surplus Surplus Kondisi pasar Tekanan terhadap Harga Turun Turun 60 . jumlah barang yang akan dibeli oleh pembeli sama dengan jumlah yang akan dijual oleh penjual. Pembeli yang memiliki kemampuan membeli lebih tinggi (pembeli super marginal) mendapatkan premi konsumen. Penjual sub marginal yang memiliki perhitungan harga pokok di atas harga pasar. Keseimbangan pasar terjadi pada harga dan kuantitas ketika kekuatan penawaran dan permintaan seimbang. Tidak memperoleh keuntungan dan kerugian karena harga pokok sama dengan harga pasar serta kemampuan membeli sama dengan harga pasar. Penjual marginal. Dari penggolongan di atas dapat disimpulkan: a. yaitu kelompok penjual yang memiliki perhitungan harga pokok di atas harga pasar. Terdapat pembeli/penjual yang menderita kerugian. selama factor lain tetap tidak berubah. Pembeli sub marginal yang memiliki kemampuan membeli di bawah harga pasar. yaitu kelompok penjual yang memiliki perhitungan harga pokok sama dengan harga pasar. Pada titik ini. Penjual sub marginal. maka tidak ada kecnderungan harga untuk naik atau turun.

Konsekuensi dari penetapan floor price adalah: 61 . dengan maksud untuk menstabilkan pendapatan petani. besarnya stok tidak mengalami penumpukan maupun kekurangan. baik konsumen maupun produsen merasa puas. kita mencari harga yang merupakan titik temu antara jumlah yang ingin dibeli dan dijual. transaksi jelas. Ini menunjukkan bahw sejumlah penawaran dan permintaan terpenuhi. baik dengan penetapan harga terendah (floor price) dan harga tertinggi (ceiling price). hanya saja pada harga jagung sebesar $4. Pada harga keseimbangan $3. Apabila harga yang terjadi sebesar $ 2. maka hal ini tidak akan bertahan lama. sehingga stok jagung menumpuk. Floor price adalah harga terendah yang ditetapkan pemerintah untuk komoditas pertanian. tidak ada kecenderungan harga untuk naik atau turun. maka harga jagung akan jatuh. akibatnya masyarakat berebut untuk mendapatkan sejumlah jagung yang diinginkan. Pada harga tersebut stok jagung mulai kosong. sedangkan konsumen hanya sedikit. Kita juga mengatakan bahwa harga sebesar $3 adalah harga yang menyeimbangkan pasar. maka yang terjadi adalah konsumsi melebihi produksi. sehingga menyebabkan harga jagung naik. Apabila kita mencoba harga $5 per kg. Ketidakseimbangan Pasar Ketidakseimbangan pasar umumnya terjadi karena adanya intervensi pemerintah dalam penentuan harga pasar. maka konsumen dan produsen membuat keputusan yang sama sehingga permintaan yang diinginkan oleh konsumen tepat sama dengan produksi yang ditawarkan produsen. Jumlah yang ditawarkan pada harga $5 lebih besar dibandingkan dengan jumlah permintaan. yaitu sebesar 12 ribu ton.C D E 3 2 1 12 15 20 12 7 0 Ekuilibrium Netral Kekurangan Naik Kekurangan Naik Untuk mengetahui harga dan kuantitas pasar. Begitu juga untuk harga-harga jagung yang lainnya. Demikian juga. sedangkan konsumen hanya akan membeli 9 ribu ton. karena pada harga tersebut produsen akan menjual dengan harga 18 ribu ton per tahun. Jadi apabila jaumlah jagung terlalu banyak.

Aplikasai Konsep Permintaan dan Penawaran Analisis permintaan dan penawaran merupakan salah satu perangkat ekonomi yang paling bermanfaat.Jumlah komoditas yang ditawarkan menurun 3. Analisis dapat juga dipakai untuk memperkirakan dampak perbahan kondisi ekonomi terhadap harga dan kuantita. produsen akan menawarkan lebih banya dari yang ingin dibeli oleh konsumen. Kita dapat menggunakan perangkat permintaan dan penawaran untuk menganalisis sejumlah persoalan mikro ekonomi yang penting. Mengurangi permintaan 3). karena itu kurva penawaran bergeser ke kiri. Pada saa cuaca jelek. Pada umumnya penetapan price ceiling berada dibawah harga pasar. maka jumlah jagung yang ditawarkan oleh petani jagung pada setiap harga pasar menurun. sehingga hal ini akan mengakibatkan timbulnya surplus (kelebihan) barang dan menekan harga untuk turun. Penerapannya yang tepat atas kurva permintaan dan penawaran memerlukan banyak latihn guna menghindari agar supaya tidak terperosok ke dalam salah satu perangkap yang umum terdapat pada analisis ekonomi. Salah satu penerapan yang 62 . Menaikkan jumlah yang ditawarkan 2). Akan tetapi. Pada harga di atas harga keseimbangan.Menimbulkan kekurangan (shortage) di pasar. akan menyebabkan kekurangan barang. Meningkatkan jumlah komoditas yang diminta 2. Hal yang serupa terjadi jika harga barang terlalu rendah. Dampak dari price ceiling adalah : 1. Menciptakan surplus di pasar Price ceiling adalah intervnsi pemerintah dalam menentukan harga suatu komoditi yang ditujukan untuk melindungi konsumen dengan cara menentukan batas atas harga suatu komoditas. sebagimana halnya dengan perangkat analisis lainnya. sehingga pembeli akan berebut dan akan menyebabkan harga barang naik dan akhirnya akan mencapai keseimbangan.1). Pengaruh Pergeseran Kurva Penawaran dan Permintaan Analisis perangkat penawaran dan permintaan dapat memberikan informasi lain selain keseimbangan kuantitas dan harga.

Badan Penerbangan Sipil membatasi persaingan antar perusahaan penerbangan dengan melarang masuknya beberapa perusahaan penerbangan ke hamper semua kota besar di Negara itu. Aspek Ekonomi Pertanian Tidak ada sektor ekonomi yang paling menunjang studi mengenai dampak perubahan penawaran dan permintaan selain sektor pertanian yang bersifat persaingan sempurna. dan hanya dapat benar-benar dipahami melalui analisis permintaan dan penawaran yang dilakukan secara cermat. Akibatnya harga tiket terlalu tinggi. 2).menarik adalah masalah pertanian di mana penawaran dan permintaan memungkinkan kita untuk memahami ketidak stabilan pendapatan petani dan mengevaluasi kebijakan pemerintah yang diarahkan untuk meningkatkan pendapatan petani. sehingga banyak jalur penerbangan yang akhirnya terhenti. Oleh karena itu di setiap universitas selalu memberikan tes sebagai salah satu syarat untuk bisa diterima. Bekerjanya Mekanisme Penawaran dan Permintaan Kehidupan sehari-hari mencerminkan persoalan ekonomi yang tidak terhingga banyaknya. dan produknya selalu menjadi komoditi ekspor andalan bagi Negara-negara tersebut. misalnya: 1). Berbagai kritik yang dilontarkan bisa mendorong dilakukannya deregulaasi tahun 1980 dengan titik berat pada harga tiket dan ijin untuk melayani jalur domestic. Penerapan lainnya adalah efek dri perpajakan. sehingga terjadi persaingan yang ketat dalam industri penerbangan dan bangkrutnya prusahaan yang tidak dikelola secara baik. Deregulasi dan biaya perjalanan dengan pesawat udara Sampai akhir tahun 1970-an. Penawaran jumlah Dokter Peminat ke Fakultas kedokteran pada umumnya selalu jauh lebih banyak dari tempat tang tersedia. Pembatasan jumlah yang bisa 63 . Pertanian merupakan bagian dari kegiatan ekonomi yang sangat penting baik di Negara maju maupun Negara Berkembang. yang merupakan salah satu cara pemerintah dalam melakukan intervensi pasar.

Karena elastisitas harga permintaan untuk jasa perawatan kesehatan oleh dokter bersifat tidak elastis. Kemudian dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat di Eropa dan Jepang aka membanjirlah mobil impor hingga mencapai daya serap sebesar 25 % terhadap pangsa pasar tahun 1980-an. dan sebagainya. Akibatnya harga mobil impor akan naik. perubahan harga. dan jumlah barang yang diminta akan turun. Bea masuk sebesar $2. Jadi tariff akan meningkatkan permintaan terhadap mobil produksi domestic. sehingga menggeser kurva penawaran ke atas dan ke kiri. Perubahan ini dapat bersifat absolute (dalam bentuk nilai) dan dapat bersifat relative (dalam bentuk persen). hal ini terjadi karena harga barang substitusi mobil produksi dlam negeri(harga mobil impor) lebih tinggi setelah adanya tariff. Salah satu cara yang diusulkan adalah dengan mengenakan bea masuk atas mobil impor. Penetapan Bea Masuk untuk Mobil Impor Sejak zaman Henry ford hingga tahun 1950-an Amerika Serikat mendominasi pasaran mobil dunia.000 akan mengurangi impor. Kondisi ekonomi dan bisnis selalu mengalami perubahan seperti perubahan pendapatan. Tidak cukup untuk sekedar mengehatui apakah kuantitas permintaan atau penawaran akan naik atau turun sebagai akibat perubahan factor yang mempengaruhinya. yang benar-benar terpukul akibat munculnya pengangguran dan kapasitas produksi berlebih. 64 . mencoba mempengaruhi pemerintah untuk membatasi jumlah mobil buatan luar negeri. Perusahaan maupun serikat buruh permobilan Amerika Serikat. 3). perubahan pengeluaran untuk iklan. maka pembatasan tersebut akan menaikkan biaya kesehatan dan juga penghasilan para dokter. Jadi harga maupun jumlah mobil buatan dalam negeri akan naik. Akibat dari pembatasan ini maka ada pergeseran kurva penawaran tenaga dokter yang jauh ke sebelah kiri.diterima antara lain juga untuk menjaga mutu dokter yang dihasilkan. ELASTISITAS Elastisitas/kepekaan/response adalah derajat kepekaan jumlah yang diminta persatuan waktu yang disebabkan oleh perubahan salah satu faktor yang mempengaruhinya.

Elastisitas Permintaan 2. Elastisitas Permintaan Terhadap Pendapatan Elastisitas Permintaan Yang dimksud dengan elaastisitas permintaan adalah persentase perubahan kuantitas yang diminta sebagai akibat dari perubahan nilai salah satu variable yang menentukan permintaan sebesar 1 %. menunjukkan jumlah perubahan variable tersebut. Atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut: 65 . Elastisitas Permintaan Terhadap Harga/elastisitas harga 3. Elastisitas Silang 4. Besarnya derajat kepekaan dari hubungan tersebut ditunjukkan oleh koefisien elastisitas harga. Elastisitas harga adalah pengukuran tentang derajat kepekaan relative dari jumlah barang yang diminta sebagai akibat dari adanya perubahan tingkat harga.Ukuran kuantitatif yang menunjukkan seberapa besar pengaruh perubahan harga maupun faktor lain terhadap perubahan permintaan atau penawaran dari suatu komoditas disebut juga dengan istilah elaastisitas Ada 5 (lima) macam elastisitas yang sering digunakan: 1. X Q = Keterangan: Q = jumlah barang yang diminta X = variabel dalam fungsi permintaan Δ = delta. biasanya disingkat dengan E h. ceteris paribus. Persamaan untuk menghitung elastisitas adalah sebagai berikut: Elastisitas = Persentase perubahan Q = Δ Q/Q Persentase perubahan X Δ X/X ΔQ ΔX . Koefisien elastisitas harga (E h) adalah perbandingan antara persentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan besarnya persentase perubahan harganya.

Apabila barang X mempunyai elastisita harga sebesar -2. air minum) akan dibeli dalam jumlah yang relatif konstan pada tingkat harga berapapun. PX ∂ PX QX . E h = Keterangan: E h = koefisien elastisitas harga barang X PX = harga barang X QX= jumlah barang X yang diminta pada tingkat harga barang X sebesar PX. c. Faktor-faktor Penentu Elastisitas Harga 1. selama tingkat harga tersebut wajar-wajar saja. ini berarti bahwa apabila harga barang X naik 1 %. maka barang tersebut dikatakan mempunyai sifat yang uniter elastis (unitary elasticity). Apabila suatu barang yang mempunyai elastisitas lebih kecil dari satu atau E h < 1. ada 3 alasan untuk membedakan elastisitas harga yaitu: a. Untuk barang seperti itu tidak ada barang substitusinya 66 ∂ QX . Barang-barang kebutuhan pokok (misalnya:gram. Seberapa jauh sesuatu barang dianggap sebagai kebutuhan pokok. Suatu barang yang mempunyai elastisitas lebih besar dari satu atau E h > 1. maka jumlah barang X yang diminta turun sebesar 2 %. Elastisitas harga dapat digunakan untuk mengukur derajat kepekaan perubahan jumlah barang yang diminta apabila harganya berubah. Permintaan industri Mengapa elastisitas harga dari suatu produk lebih tinggi dari produk lainnya? Secara umum. Tanda minus (-) menunjukkan perubahan yang berlawanan arah antara harga dengan jumlah barang yang diminta. Proporsi pendapatan yang dibelanjakan untuk suatu produk tertentu. maka barang tersebut dikatakan mempunyai sifat in elastis. b. Apabila suatu barang mempunyai elaastisitas sama dengan satu atau E=1.E h = % ∆ QX % ∆ PX atau juga dapat ditulis . maka barang tersebut dikatakan mempunyai sifat yang elastis. Ketersediaan barang-barang pengganti (substitusi).

yang bisa menggantikan secara sempurna. Seperti halnya permintaan barang-barang yang berharga tinggi yaitu barang mewah yang membutuhkan porsi pendapatan yang relatif lebih besar dari pendapatan para pembeli. Menetapkan harga produk Setiap perusahaan harus mengetahui elastisitas kurva permintaannya apabila perusahaannya akan menetapkan harga. maka akan berakibat turunnya laba secara dramastis. Permintaan Perusahaan Elastisitas harga dari kurva permintaan suatu perusahaan tidak sama dengan elastisitas harga dari kurva permintaan industri. Yaitu kurva permintaan perusahaan juga merupakan kurva industrinya. Apabila kebijaksanaan dilaksanakan. tidak akan begitu peka terhadap harga. sehingga secara relatif akan lebih peka terhadap harga. Sehingga elstisitas permintaan akan lebih tinggi untuk barang-barang yang mahal (superior) daripada barang-barang yang harganya relatif murah. Pada sisi lain. karena penurunan harga akan menurunkan TR-nya pada waktu yang sama penurunan harga tersebut juga akan meningkatkan biaya produksi karena output akan meningkat. Oleh karena itu. oleh karena itu permintaan terhadap semangka akan lebih dipengaruhi oleh harga. Bahkan pada kisaran dimana permintaan adalah elastis. Msalnya perusahaan yang akan memaksimumkan labanya tidak akan pernah menurunkan harga produknya pada inelastis dari kurva permintannya. Barang –barang lain misalnya semangka. meskipun diinginkan tetapi menghadapi persaingan yang lebih tinggi. 2. permintaan terhadap produk-produk yang tidak begitu mahal. kecuali pada pasar monopoli murni. elastisitas permintaan harga terhadap mobil akan lebih tinggi daripada elastisitas harga terhadap ban mobil. maka suatu perusahaan tidak perlu untuk menurunkan harga untuk mengejar laba yang lebih besar. Kegunaan Elastisitas Harga Elastisitas harga dapat digunakan untuk : 1. Profitabilitas tergantung pada apakah MR (Marginal Revenue) 67 . Persentase pendapatan yang kecil yang dibelanjakan untuk barang-barang ini tidak perlu terlalu difikirkan.

Py ∂ Py . antara dua macam barang adalah perbandingan antar persentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan pesentase perubahan harga barang lain yang berhubungan dengan barang tersebut. Apabila harga daging sapi naik. Koefisien elastisitas silang (E s).yang dihasilkan oleh penurunan harga tersebut lebih besar daripada MC (Marginal Cost) yang disebabkan oleh tambahan produksi. Elastisitas Silang adalah pengukuran tentang kepekaan relative dari jumlah barang yang diminta sebagai akibat dari adanya perubahan tingkat harga barang lain yang berhubungan dengan barang tersebut. Besarnya derajat kepekaan dari hubungan tersebut ditunjukkan oleh koefisien elastisitas silangnya. Atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut : Es = % ∆ Qx % ∆ Py Atau dapat juga ditulis : Es Keterangan: E s = koefisien elastisitas silang antara barang X dan barang Y Py = harga barang Y = ∂ Qx . maka permintaan daging ayam akan naik. Hubungan langsung antara harga suatu barang dengan kuantitas barang lainnya yang dibeli terjadi untuk semua produk yang bisa saling menggantikan (mensubstitusi). Elastisitas harga bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: a. misalnya daging ayam. Misalnya : permintaan terhadap daging sapi berhubungan dengan harga dari barang substitusinya. Apakah pengaruh kenaikan harga sebesar 5 persen terhadap jumlah penjualan? b. Qx 68 . Kenaikan daging sapi membuat konsumen mengalihkan konsumsinya dari daging sapi ked aging ayam. Berapa besar harga harus diturunkan untuk meningkatkan jumlah penjualan sebesar 20 persen? Elastisitas Silang Permintaan terhadap beberapa barang dipengaruhi oleh harha-harga barang lainnya.

dimana hubungan substitusi dan komplementer terjadi antara berbagai macam produk tersebut. Elastisitas silang digunakan dalam sector industri untuk mengukur keterkaitan antar industri. Hal ini penting sekali terutama bagi perusahaan yang mempunyai lini produk (product line) yang luas. Salah satu karakteristik dari permintaan adalah kurangnya respons seketika dari konsumen 69 . Informasi ini diperlukan untuk merumuskan strategi penetapan harga perusahaan tersebut dan untuk menganalisis risiko yang disebabkan oleh produk yang bermacam-macam. Sedangkan apabila koefisien elastisita silang antara barang X dan barang Y lebih kecil dari nol (E s< 0) atau negatif. Pengaruh Waktu Terhadap Elastisitas Waktu merupakan faktor penting dalam analisis permintaan. Konsep Elastisitas digunakan untuk dua tujuan utama: 1. maka hubungan antara kedua barang tersebut saling melengkapi (barang komplementer). dimana ia merupakan satuy-satunya pemasok (supplier) suatu barang di pasar tersebut. Penting untuk suatu perusahaan untuk mengetahui bagaimana kemungkinan permintaan terhadap produknya dalam merespon perubahan harga barangbarang lain. Penurunan jumlah penjualannya perusahaan tersebut akan dipasok oleh perusahaan-perusahaan lainnya yang memproduksi produkproduk substitusinya. Apabila koefisien elastisitas antara barang X dan barang Y lebih besar dari nol (E s > 0) atau positif. maka meskipun perusahaan tersebut sebagai monopolis (satu-satunya penjual tunggal) maka perusahaan tersebut tidak akan bisa menaikkan harganya tanpa mengalami penurunan jumlah penjualannya. Apabila nilai elastisitas silang antara produk perusahaan tersebut dengan produk perusahaan lainnya yang berhubungan adalah besar dan positif .Qx = jumlah barang X yang diminta pada tingkat harga barang Y sebesar Py. Misalnya suatu perusahaan muncul untuk menguasai suatu pasar tertentu . 2. maka antara kedua barang tersebut saling mengganti (barang tersebut termaasuk barang substitusi).

Penduduk akan mengurangi pembelian AC (Air Condition). Alat-alat listrik yang akan dibeli oleh konsumen adalah alat-alat yang lebih hemat energi . Pendapatan seringkali sma pentingnya seperti halnya harga. lemari es dan alat-alat listrik lainnya. Fenomina elastisitas jangka panjang yang lebih besar dari elastisitas jangka pendek ini terjadi untuk hampir semua factorfaktor yang menentukan permintaan. Konsumen seringkali bereaksi terlambat terhadap perubahan-perunbahan harga dan keadaan-keadaan lainnya di pasar. karena para pelanggan listrik akan mengurangi pemakaian lampu yang tidak diperlukan tetapi permintaan total terhadap listrik tetap tinggi. Elastisitas Permintaan terhadap Pendapatan/ penghasilan Banyak barang yang permintaannya terutama sekali d itentukan oleh pendapatan. Akibatnya permintaan terhadap tenaga listrik dalam jangka pendek relatif inelastis. Sama halnya juga . maka kita sekarang kita lihat pengaruhnya terhadap permintaan jumlah listrik yang diminta. pengaruh akhir dari kenaikan harga tersebut terhadap permintaan terhadap tenaga listrik akan cukup besar. sector industri akan beralih ke sumber-sumber energi lainnya. sehingga tindakan tersebut akan mengurangi permintaan terhadap tenaga listrik.di pasar. Dalam jangka waktu yang sangat pendek pengaruh tersebut sangat kecil. kenaikan tariff listrik tersebut mempunyai pengaruh yang cukup besar.atau akan pindah ke daerahdaerah lain yang tariff listriknya lebih murah. Apabila perusahaan listrik menaikkan tarifnya sebesar 30 %. dan akan menggunakan teknologi produksi yang hemat energi. Tetapi hal tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama sebelum dampak tersebut secara penuh terasa. Dalam Jangka Panjang. dalam hal ini dimisalkan kejadian pada permintaan terhadap tenaga listrik. Pelanggan listrik sangat tergantung pada alat-alat listrik yang dimiliki para pelanggan listrik tersebut dan pada peralatan yang digunakan oleh sektor industri dan komersial. biaya 70 . tidak terpengaruh banyak. Untuk melukiskan pengaruh yang terlambat atau tertinggal ini. Harga-harga akan naik dan kuantitas yang diminta tidak akan turun banyak. oleh karena itu TR (Total Revenue) akan meningkat cukup tinggi. Oleh karena itu.

iklan. Apabila koefisien elaastisitaas penghasilan barang X lebih besar dari satu (E M > 1). maka barang X tersebut termasuk barang mewah. Koefisien elastisitas penghasilan suatu barang dapat digunakan untuk mengetahui jenis barang tersebut. Hal ini terutama sekali untuk barang-barang mewah seperti mobil sport. permata dan sebagainya. Koefisien elatisitas penghasilan (E M) suatu barang adalah perbandingan antara persentae perubahan jumlah barang yang diminta dengan persentaae perubahan penghasilan konsumen. Elastisitas pendapatan adalah suatu pengukuran tentang derajat kepekaan relative dari jumlah barang yang diminta sebagai akibat dari adanya perubahan penghasilan konsumen. permintaan terhadap barang-barang kebutuhan pokok seperti garam. ceteris paribus. Hampir semua produk mempunyai elastisitaas pendapatan 71 . atau variable lainnya dalam fungsi permintaan. Atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut : EM = % ∆ Qx % ∆M Atau dapat juga ditulis : EM = ∂ Qx M ∂ M Qx Keterangan: EM M Qx = koefisien elastisitas penghasilan barang X = penghasilan konsumen = jumlah barang X yang diminta pada tingkat harga barang Y sebesar PY. Sedangkan apabila koefisien elastisitas penghailan barang X lebih kecil dari satu (E M < 1). Sementara pada sisi lain. karya seni. maka barang X tersebut termaasuk barang kebutuhan pokok. Besarnya derajat kepekaan darihubungan tersebut ditunjukkan oleh koefisien elastisitaas penghasilan. maka semakin peka (responsive) terhadap perubahan jumlah barang yang diminta apabila terjadi perubahan nilai variable yang mempengaruhinya. beras tidak terlalu peka terhadap perubahan pendapatan. Dari beberapa konsep elastisitas dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi koefisien elaastisitasnya .

Keadaan-keadaan tersebut mempunyai akan memperoleh bagian keuntungan yang lebih besar daripada proporsi kenaikan implikasi kebijaksanaan. ada banyak perusahaan yang memproduksi barang dan jasa dengan elastisitas pendapatan yang tinggi yang mengandalkan usaha nasional. maka produsen barang tersebut tidak akan mendapatkan kenaikan pangsa yang proporsional atas kenaikan pendapatan nasional. Oleh karena itu perkiraan tentang kegiatan ekonomi secara keseluruhan juga berperanan penting dalam sistem perencanaan perusahaan perusahaan tersebut. Nilai dari suatu koefisien elastisitas itu penting. yang berarti pula permintaan terhadap produkproduk tersebut juga meningkat. Elastisitas pendapatan yang rendah tersebut cocok untuk dunia bisnis yang relatif sedikit dipengaruhi kelesuan ekonomi. Ini menunjukkan bahwa produk tersebut tidak akan bisa mempertahankan peranannya dalam perekonomian.5 persen. Ia juga bisa mempengaruhi biaya iklan dan kegiatan promosi lainnya. Misalnya. baik bagi perusahaan-perusahaan maupun lembaga-lembaga 72 . Apabila EM <1 untuk suatu barang tertentu. Sementara itu perusahaan yang menghadapi elastisitas pendapatan yang rendah tidak begitu peka terhadap tingkat kegiatan bisnis. maka hal tersebut bisa mempengaruhi lokasi dan sifat saluran penjualan.yang positif.5. maka suatu industri tertentu pendapatan pemerintah. hal ini menunjukkan bahwa perekonomian akan berkembang jika pendapatan nasional meningkat. Apabila EM > 0. tetapi karena perusahaan tersebut tidak dapat mengharapkan untuk ambil bagian secara penuh dalam suatu perekonomian yang sedang tumbuh .sehingga ia berusaha memasuki suatu industri yang memberikan peluang untuk tumbuh secara lebih baik. Perusahaan yang fungsi permintaannya mempunyai elastisitas pendapatan yang tinggi akan mempunyai peluang untuk tumbuh dengan lebih baik dalam suatu perekonomian yang sedang berkembang. Hal ini berarti bahwa 1 persen kenaikan pendapatan akan menyebabkan permintaan terhadap produk tersebut meningkat sebesar 0. Elastisitas pendapatan juga bisa memainkan peranan penting dalam kegiatan pemasaran sebuah perusahaan. misalnya elastisitas pendapatan untuk suatu produk sebesar 0. Apabila pendapatan per kapita atau pendapatan rumah tangga merupakan suatu faktor penentu permintaan yang utama untuk suatu produk tertentu.

maka penerimaan total (total revenue) dari barang tersebut tidak berubah dengan adanya perubahan harganya. Pada tingkat nasional. hukum dan obat-obatan. Misalnya sektor pertanian yang mempunyai permasalahan yang berkepanjangan karena elastisitas pendapatan untuk beberapa produk pertanian besarnya lebih kecil dari satu. akibatnya penerimaan total dari barang X tersebut turun. maka penerimaan total dari barang tersebut tidak berubah (tetap). maka penerimaan total (total revenue) dari barang tersebut akan berubah berlawanan arah dengan perubahan harganya. Misalnya koefisien elastisitaa harga barang X lebih besar dari satu (elastis). Sebaliknya jika harga harga barang turun. Begitu juga sebaliknya. 3) Suatu barang yang mempunyai koeisien elaastisitaas harga sama dengan satu (unitary elasticity). Antara permintaan. maka jika ada kenaikan harga barang X mengakibatkan total penerimaan dari barang tersebut akan naik. seperti pada bidang bisnis. jika ada kenaikan harga barang . konsep elastisitas pendapatan ini mempunyai peranan penting dalam eberapa bidang utama. Misalnya koefisien elastisitaas harga barang X sama dengan satu. Hal tersebut terjadi terutama sekali disebabkan oleh adanya potensi perusahaan tersebut untuk meningkatkan usahanya pada masa depan sehingga pendapatan perusahaan itu meningkat. Kenyataan ini akan mempersulit para petani untuk meningkatkan pendapatan mereka. maka penerimaan total (total revenue) dari barang tersebut akan berubah searah dengan perubahan harganya.promosinya pada para profesional muda. penawaran. maka apabila harga barang X naik. maka penerimaan total dari barang X tersebut akan naik. Jadi apabila koefisien elastisitas harga barang X lebih kecil dari satu (in elaastis). 2) Suatu barang yang empunyai koefisien elastisitas harga lebih kecil dari satu (in elastis). 73 . serta koefisien elastisitas harga mempunyai hubungan sebagai berikut : 1) Suatu barang yang mempunyai koefisien elaastisitaas harga lebih besar dari satu (elastis).

Tunjukkan bagaiman individu tersebut membelanjakan pendapatannya untuk memaksimumkan guna totalnya. a. Berapa besar guna total yang diterima jika ia berada dalam keseimbangan? 74 . 2. jelaskan.SOAL LATIHAN 1. b. Andaikan hanya tersedia 2 macam barang saja yaitu X dan Y. Mengapa “untuk siapa diproduksi” merupakan suatu masalah dalam setiap perekonomian. serta pendapatan individu tersebut sebesar $ 8 per periode waktu serta seluruhnya dibelanjakannya. Q MUX MUY 1 11 19 2 10 17 3 9 15 4 8 13 5 7 12 6 6 10 7 5 8 8 4 6 total 60 100 Tabel diatas menunjukkan skedul guna marginal seorang individu terhadap komoditi X dan komoditi Y. dan harga barang X dan harga barang Y sama dengan satu dolar.

6 . a.. Jika fungsi permintaan barang X adalah Qx = 20 – 4 Px.ingin membeli dua macam barang X dan Y. 3. Nyatakan secara matematis syarat keseimbangan konsumen tersebut. dan jelaskan arti tanda positif dan negatif tersebut. serta guna batas masing-masing barang menurut seorang konsumen Barang X 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 MUx 50 45 40 35 30 25 20 15 10 5 Barang Y 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 MUy 40 36 32 28 24 20 16 12 8 4 a. c.000. Jelaskan Istilah-istilah dibawah ini: Marginal Utility Giffen goods Budget line Price Consumption Curve (PCC) Jelaskan perbedaan pengertian antara perubahan permintaan dan perubahan jumlah yang diminta. 5. Harga barang X dan harga barang Y. b. Jelaskan pengertian elastisitas silang. 4. 1. Berapa besarnya elastisitaas titik dari barang tersebut? 4. 75 .500. dimana Qx adalah kuantitas barang X yang diminta dan PX adalah harga barang X.c. Apabila konsumen tersebut mempunyai pendapatan Rp. d.

1. dan harga barang Y tetap. dan 12 satuan. 300. berapa banyak barang X dan barang Y yang dibeli agar kepuasannya maksimal. 13. dan semua uang yang dimiliki habis dibelanjakan ? Penyelesaian soal 1. Marginal utility (MU) yang terus menerus turun.-. sehingga guna yang 76 . Apabila ia membelanjakan dollar pertamanya untuk membeli satuan X yang pertama. 100.000.Sumber ekonomi. Apabila konsumen tersebut pendapatannya berkurang.000. Kemudian tahap selanjutnya harus harus membelnjakan dollar kedua. ketiga dan keempt maupun dollar kelimanya sama seperti hal diatas yaitu untuk membeli satuan Y. maka total utility (TU) dapat dimaksimumkan dengan memaksimumkan utility (gun) yang diperoleh dari setiap dollar yang dibelanjakannya. Selanjutnya dollar keenamnya untuk membelisatuan X. sedangkan harga barang X naik menjadi Rp. berapa banyak barang X dan barang Y yang dibeli agar kepuasannya maksimal.-. dan semua uang yang dimilikinya habis dibelanjakan ? b. 2.Diketahui harga kedua macam barang tersebut sama. yakni masing-masing sebesar Rp.. Jadi individu ini harus membelanjakan dollr pertamanya dari pendapatan yang diperolehnya untuk membeli satuan Y yang pertama. 15. sehingga tidak ada suatu masyrakatpun yang dapat memuaskan semua apa yang diinginkan nya. a . menjadi Rp.200. “Untuk siapa diproduksi” menunjukkan berapa banyak yang diinginkan oleh setiap konsumen dalam memuaskan kebutuhannya. Satuan guna yang akan diterima adalah sebesar 17. maka ia hanya menerima 11 (sebelas) satuan guna. Akibatnya timbul suatu pilihan (choice).000. dan ia akan memperoleh 19(sembilan belas) satuan guna.per buah. barang dan jsa adalah langka dalam setiap perekonomian.

dengan rincian 2 satuan X dan 6 satuan Y. Dollar ketujuh maupun dollar kedelpan ia harus membeli Y. E xx Besarnya elastisitas titik (E xx) ditunjukkan oleh rumus sebagai berikut: = Apabila ∂ Qx ∂ Px Qx = 20 – 4 Px Px = 4 Maka Qx = 20 . b.4 (4) = 4 Qx Px = -4 Px Qx Px Qx E xx = ∂ Qx ∂ Px = 4 77 . Hal ini mencerminkan bahwa kepuasan maksimum yang dapat diperoleh individu tersebut. Guna totl yang diterima individu tersebut sebesar 107. Qx + Py . maka guna total yang akan diterima jumlahnya lebih kecil. c. Qy = 1 1 2 + 1 6 = 8 3.diterima sebesar 11 satuan guna. Px Py 1 MU x = MU y = 10 Px . Jika ia membelanjakan pendapatannya dengan memakai kombinai lain.

Mahasiswa dapat mengetahui dan menjelaskan konsep-konsep serta analisis dalam teori produksi Mahasiswa dapat mengetahui kaitan antara jumlah output dan input serta biaya yang harus ditanggung oleh produsen Mahasiswa mengetahui skala ekonomis produksi Pembahasan Materi: 1. Hukum Hasil Lebih yang Makin Berkurang 78 . d. 3. b. Giffen goods adalah barang yang jumlah permintaannya berubah searah dengan perubahan harganya. Marginal Utility adalah tambahan kepuasan dalam mengkonsumsi suatu barang yang diperoleh dari menambah/ mengkonsumsi barang tersebut. 2. Fungsi Produksi 2.price Consumption Curve (PCC) adalah kurva yang menghubungkan titiktitik keseimbangan konsumen pada berbagai tingkat perbandingan harga. di mana penghaasilan konsumen tetap/tidak berubah. 1. Marginal Product 3.4. c Budget line adalah garis anggaran yang menghubungkan titik-titik kombinasi barang yang dapat dibeli dengan sejumlah penghasilan tertentu. a. BAB 5 PERILAKU PRODUSEN Tujuan.

Perubahan Teknologi Fungsi Produksi Dalam teori ekonomi mikro seorang produsen atau pengusaha harus memutuskan dua macam keputusan. Hal ini 79 .4. yaitu . Asumsi dasar lainnya adalah bahwa produsen beroperasi dalam pasar persaingan sempurna. Semua itu diputuskan dengan menganggap bahwa produsen/pengusaha selalu berusaha mencapai keuntungan yang maksimum. ada satu keputusan lagi yang harus diambil seorang produsen yaitu harus menentukan harga outputnya. 1. Berapa output yang harus diproduksi 2. Dalam persaingan tidak sempurn dan pasar monopoli. Berapa dan dalam kombinasi bagaimana factor-faktor produksi atau input tersebut akan digunakan. Dalam pasar persaingan sempurna harga output dan input ditentukan oleh pasar.

misal : 1). Hukum penawaran menyatakan : bila harga sesuatu barang meningkat. produsen cenderung akan mengurangi jumlah barang yang dijual. 2). Constant Cost Supply Untuk beberapa proses produksi dan dalam jangka panjang (long run) ada kasus dimana kenaikan produksi tidak mengakibatkan kenaikan ongkos produksi per unit. Semua ini adalah penyerderhanaan dari perilaku seorang pengusaha dalam kenyataan. dimana ia harus memutuskan berbagai macam hal lain (seperti hutang piutang. Kenaikan permintaan hanya berakibat kenaikan harga pasar tanpa adanya kenaikan volume transaksi pasar Harga dari suatu barang atau faktor produksi yang supplynya tidak bisa bertambah meskipun dalam jangka panjang disebut pure economic rent atau surplus. operasional produksi. karena orang lebih suka menikmati waktunya untuk tujuan-tujuan lain selain memperoleh penghasilan (yaitu untuk apa yang disebut "leisure") 80 . bentuk kurve penawaran faktor produksi tenaga kerja sering dianggap : "back ward bending" karena setelah tingkat upah tertentu penawaran tenaga kerja justru menurun bila upah naik lagi. Sebaliknya. Kenaikan prmintaan mengakibatkan kenaikan volume transaksi tanpa diikuti oleh kenaikan oleh kenaikan harga pasar. Sebagai Perilaku Produsen Penawaran didefinisikan sebagai kuantitas barang yang ditawarkan di pasar pada berbagai tingkat harga. jika harga turun. Penawaran. Backward Bending Supply Ada kasus dimana kurve penawaran mempunyai slope yang negatif. atau dengan lain kata untuk mengundang lebih banyak barang yang ditawarkan ke pasar tidak perlu dengan kenaikan harga (bentuk penawaran horizontal). Contohnya faktor produksi tanah.berlainan dengan pasar tidak sempurna dan monopoli. Kurva penawaran yang inelastis sempurna. 3). dan lain-lain). maka produsen akan berusaha meningkatkan jumlah barang yang dijualnya. Kasus Khusus 1). masalah perburuhan.

atau adanya program pelatihan yang bisa meningkatkan produktivitas tenaga kerja. 4). Hubungan antara output dengan beberapa input yang digunakan secara bersama-sama. kenaikan harga justru menurunkan penawaran. peralatan. hubungan input/output untuk setiap sistem produksi merupakan suatu fungsi dari tingkat teknologi. Hubungan ini kita kenal sebagai karakteristik returns to scale dari sistem produksi.2). 1. jumlah input minimum yang diperlukan untuk memproduksi suatu tingkat output tertentu. ada 2 macam hubungan antara input dengan output. Konsep returns to scale ini memainkan peranan penting dalam pengambilan suatu keputusan. bahan-bahan baku dan lain-lain yang digunakan dalam suatu perusahaan. Konsep ini juga mempengaruhi sifat persaingan dalam suatu industri.Decreasing Cost Supply Ada beberapa proses produksi yang terutama dalam jang panjang. Oleh karena itu. pabrik. Setiap perbaikan teknologi seperti pemakaian komputer dalam proses pengendalian yang emungkinkan sebuah perusahaan mampu memproduksi sejumlah output tertentu dengan bahan baku. Fungsi produksi menentukan tingkat output maksimum yang bisa diproduksi dengan sejumlah input tertentu. oleh 81 . Dalam mempelajari fungsi produksi. akan menghasilkan sebuah fungsi produksi yang baru. Fungsi produksi ini ditentukan oleh teknologi yang digunakan dalam proses produksi. Untuk barang-barang yang diproduksi dalam keadaan ini kurve supply adalah menurun dan Hukum Penawaran tidak berlaku : kenaikan permintaan menurunkan harga pasar dan menambah volume transaksi di pasar. energi dan tenaga kerja yang lebih sedikit.Konsep ini mempengaruhi skala produksi yang optimal atau peluang produksi suatu perusahaan. tenaga kerja. atau sebaliknya. justru menunjukkan ongkos produksi per unit yang menurun bila volume produksi dinaikkan. karena orang tidak lagi perlu bekerja sekeras semula. kurve penawaran di masyarakat primitif dimana penghasilan berupa uang bukan tujuan primer kehidupan manusia.

2. yaitu suatu kegiatan roduksi di mana produsen tidak mampu mengubah input tetapnya. Suatu kegiatan produksi dalam jangka relative pendek. yaitu input tetap dan input variable. Proses 82 . Atau dapat juga dikatakan bahwa input tetap adalah input yang jumlahnya tidak dapat berubah. Produktivitas factor produksi ini merupakan factor kunci dalam penentuan kombinasi input yang optimal atau proporsi input yang seharusnya digunakan untuk memproduksi suatu produk. Akan tetapi tingkat output tersebut semakin lama semakin berkurang sampai pada tingkat penggunaan jumlah input tertentu yang mengakibatkan output justru berkurang denganadanya penambahan input yang digunakan. Kurva produksi dalah kurva yang menghubungkan titik-titik jumlah output yang dihailkan pada berbagai input yang digunakan pada teknologi tertentu. sedangkan penambahan input variable akan dapat menambah jumlah output yang dihasilkan. sehingga kita akan menelaah hal ini terlebih dulu sebelum membahas permasalahan lainnya. Oleh karena itu pemahaman tentang produktivitas factor produksi ini akan membantu kita dalam memahami konsep returns to scale secara mendalam. Dalam suatu proses produksi.edangkan input variable adalah input yang jumlahnya dapat berubah dalam suatu proses produksi atau dapat juga dikatakan bahwa input variable adalah input yang dalam jangka waktu relative pendek akan dapat berubah. Jadi produktivitas factor produksi ini merupakan dasar dalam penggunaan sumberdaya yang efisien dalam suatu system produksi. factor produksi (input) dapat dikelompokkan menjadi dua macam. Produktivitas dan penerimaan suatu factor produksi digunakan untuk menandai hubungan antara kuantitas suatu input yang digunakan secara individual dengan output yang dihasilkan.karena itu konsep returns to scale juga merupakan suatu faktor yang menentukan tingkat profitabilitas dari suatu investasi. Hubungan antara jumlah barang yang dihasilkan dalam satu kegiatan produksi (output) dengan faktor-faktor produksi yang digunakan (input) dapat digunakan dengan menggunakan suatu kurva yang disebut dengan kurva produksi. Input tetap adalah input yang jumlahnya tetap dalam suatu proses produksi. Hubungan antara output dengan variasi dari suatu input yang digunakan.

kombinasi factor produksi (input) yang secara teknis rasional adalah kombinaasi input yang termaasuk dalam 83 . Dalam suatu proses produksi. Produk Total. Konsep produk total ini digunakan untuk menggambarkan hubungan antara output dengan hanya satu input yang berubah-ubah yang digunakan dalam sebuah fungsi produksi. Misalnya: Suatu kegiatan produksi di bidang pertanian yang menggunakan tanah sebagai input tetap dan tenaga kerja senbagai input varaiabel.maka akan sangat berguna apabila produk total. dan tahap III. Secara teoritis. Rata-rata dan Marginal Produktivitas faktor produksi atau tingkat penerimaan faktor produksi mempunyai peranan yang penting dalam proses penentuan kombinasi input yang optimal dalam suatu sistem produksi. penambahan output tersebut akan semakin berkurang (dikenal dengan :The law of diminishing marginal product). Masing-masing tahapan produks tersebut menggambarkan tingkat kombinasi yang berbeda-beda. rata-rata dan marginal dari sumberdaya yang kita gunakan dalam suatu sistem produksi. Pada tahap awal dari kegiatan produksi tersebut igunakan tenaga kerja yang relative sedikit dibandingkan dengan input tanah yang tersedia untuk digarap.ini dikenal dengan tambahan hasil yang semakin berkurang (diminishing marginal retrn). Dengan adanya penambahan tenaga kerja yang digunakan akan menambah jumlah output yang dihasilkan. Penambahan tenaga kerja berikutnya akan menambah jumlah output yang dihasilkan. Produk total merupakan jumlah output total atau produk total yang dihasilkan dari penggunaan sejumlah tertentu sumberdaya dalam suatu sistem produksi. yaitu dikenal dengan 3 tahap. Oleh karena itu proses optimasi memerlukan analisis hubungan antara nilai total dengan nilai marginal dari suatu fungsi. yaitu tahap I. produk total dari suatu fungsi faktor produksi bisa ditunjukkan sebagai sebuah fungsi yang menghubungkan output dengan jumlah sumberdaya yang digunakan. tahap II. Secara umum. Misalnya fungsi produksi: Q = f (X| Y = 2) artinya persamaan ini menghubungkan jumlah putput Q yaitu produk total dari X dengan jumlah Y yang digunakan sebesar 2 unit. akan tetapi pada tingkat penambahan input tertentu.

Produksi marginal dai input variable pada tingkat produksi tertentu dalam suatu kegiatan produksi adalah perbandingan antara tambahan-tambahan jumlah barang yang dapat dihasilkan dengan tambahan input variable sebanyak satu unit. besarnya produksi rata-rata menurun.tahap II seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini. Kombinasi input pada tahap produksi III. sedangkan produksi marginal positif. Produksi rata-rata input variable pada tingkat produksi tertentu dari suatu kegiatan produksi adalah jumlah output yang dihasilkan dibagi dengan jumlah input variable yang digunakan. baik produktivitas input variable maupun harapan produksi secara teknis mencapai tingkat yang maksimal. Atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut: MP L = Keterangan: MP L = produksi marginal input tenaga kerja (Marginal Product of Labour). Atau secra matematis dapat ditulis sebagai berikut : AP L = TP L Keterangan: AP L = Average Product of Labour (produksi rata-rata input tenaga kerja) TP L = Total Product (produksi total) = Labour (jumlah tenaga kerja). Hal ini disebabkan karena pada tahap produksi II. ∆ TP = Perubahan produksi total = perubahan jumlah tenaga kerja ∆ L ∆TP ∆ L = ∂TP ∂L tahap I TP 84 .

produksi rata-rata (AP) dan produksi marginal (MP) pada suatu kegiatan produksi yang menggunakan satu macam input variable yaitu tenaga kerja (L). maka kurva TP maksimum. Pada tingkat penggunaan tenaga kerja ini (L2) kurva MP L memotong sumbu datar. Apabila penambahan tenaga kerja tidak meningkatkan output. Kondisi ini ditunjukkan oleh kurva TP yang mulai naik. Dimana saat ini kurva produksi marginal tenaga kerja (MP L) naik karena proporsi kenaikan jumlah output naik dengan beertambahnya satu unit tenaga kerja. Hal ini ditunjukkan oleh bentuk kurva produksi ratarata (AP L) menurun. Pda keadaan ini kurva produksi marginal mencapai titik puncaknya (pada penggunaan tenaga kerja sebanyak L1). besrnya produksi marginal sama dengan nol. Pada tahap awal penggunaan sejumlah tenaga kerja (O-Lo) dapat meningkatkan jumlah output (total product/TP). yaitu pada tingkat penggunaan tenaga kerja sebanyak L1. Kemudian pada tingkat penggunaan tenaga kerja tertentu (L0-L1). 85 . maka akan mengakibatkan produksi rata-rata menurun.tahap II TP tahap III APL 0 L0 L1 L2 L MP L Dari gambar diatas dapat dilihat hubungan antara kurva produksi total (TP). Pada tingkat penggunaan tenaga kerja ini peningkatan output maksimum dan menambah satu unit tenaga kerja terjadi pada titik belok kurva TP. Penggunaan tenaga kerja lebih dari L1. proporsi kenaikan jumlah output semakin berkurang/lebih kecil dibandingkan dengan penambahan tenaga kerja pada jumlah sebelumnya. Produksi rata-rata tenaga kerja akan mencapai nilai maksimum pada jumlah penggunaan tenaga kerja di mna kurva produksi total (TP) yang di sebelah atas bersinggungan dengan garis lurus yang ditarik dari titik origin (titik potong antara sumbu datar dn sumbu tegak). artinya pada tingkat penggunaan tenaga kerja tersebut (L2) .

Misalnya hal ini terjadi pada sebuah pabrik perakitan mobil. apabila input tersebut dikombinasikan dengan satu input lainnya atau lebih yang jumlahnya tetap. Kenaikan produktivitas marginal ini terjadi karena setiap tenaga kerja semakin mampu mengelola sejumlah barang modal yang digunakannya daripada jika jumlah tenaga kerja tersebut lebih sedikit. maka pada mulanya kenaikan penggunaan input tersebut akan menaikkan output.Kurva AP L. Perbaikan penggunaan modal yang disebabkan oleh pengerjaan tenaga kerja yang semakin banyak tersebut bisa meningkatkan MP (Marginal Product = meningkatnya output) setiap pekerja sampai pada batas tertentu dari tambahan tenaga kerja tersebut. Spesialisasi kegiatan yang bisa menyertai kenaikan penegrjaan tenaga kerja tersebut merupakan faktor lain yang bisa juga meningkatkan MP tenaga kerja jika ada tambahan tenaga kerja yang digunakan. maka output bisa ditingkatkan dengan cepat. Namun apabila jada tambahan pekerja ke dalam kegiatan perakitan tersebut. tetapi kemudian mulai menurun /berkurang. Hubungan Fungsional antara jumlah input yang digunakan dengan jumlah output yang dihaasilkan dapat dijelaskan dengan kurva isoquant. Apabila seorang pekerja ditugaskan untuk merakit mobil. Output dari kombinasi penggunaan tenaga kerja dan modal seperti itu akan sangat kecil. Isoquant berasal dari kata iso yang berarti sama dan quant yang artinya quantitas. dengan menganggap input modal tetap. 86 . Hukum ini menyatakan bahwa jika jumlah penggunaan satu input variable meningkat sementara jumlah penggunaan factor produksi lainnya tidak berubah. Kurva TP dan MP. maka pekerja itu harus melakukan semua kegiatan yang diperlukan untuk membuat mobil tersebut. tidak akan memotong sumbu datar pada tingkat penggunaan dua macam input variablel. menunjukkan sifat yang kita kenal dengan istilah hukum kenaikan hasil yang berkurang (the law of diminishing returns). Atau dengan kata lain . hukum ini menyatakan bahwa MP dari factor produksi variable akhirnya akan menurun . Intensitas penggunaan sumberdaya modal meningkat dengan adanya tambahan input tenaga kerja tersebut dan kombinasi input menjadi lebih efisien.

Sedangkan kurva isoquant yang tidak saling memotong satu sama lainnya mengandung arti bahwa tidak mngkin ada dua macam kurva isoquant yang berbeda bisa menghasilkan tingkat output yang sama banyaknya. Kombinasi input yang relevan yang mempunyai kemiringan negatif 2.3 1.6 1. 4. Misalya: berbeda.2 5. Tabel dibawah ini menyajikan titik-titik pada tiga isokuan yang Isoquan I L 2 1 2 3 4 5 6 7 K 11 8 5 3 2. Tidak saling berpotongan antara isoquant yang satu dengan isoquant yang lain.8 L 4 3 4 5 6 7 8 9 Isoquan II K 13 10 7 5 4.5 3.5 87 .8 1.3 5. Isoquant yang letaknya semakin jauh terhadap titik origin. menunjukkan kombinasi yang menghaailkan output lebih banyak.2 3. Cembung ke arah titik origin 3. Secara umum bentuk kurva isoquant dari kegiatan produksi mempunyai cirri-ciri sebagai berikut: 1.Kurva Isoquant adalah kurva yang menghubungkan berbagai titik kombinasi penggunaan dua input variable yang digunakan untuk menghasilkan sejumlah output tertentu. Suatu kurva isoquant berbentuk cembung ke arah titik origin menunjukkan bahwa kemampuan untuk mengganti secara pisik (marginal rate of technical substitutions) antara input yang satu terhadap input tyang lain semakin lama semakin berkurang.5 L 6 5 6 7 8 9 10 11 Isoquan III K 15 12 9 7 6.5 5.2 3.

Dengan K 14 12 10 8 meletakkan titik pada pasangan sumbu yang sama serta menghubungkannya. III 6 II 4 I 2 0 2 4 6 8 10 12 14 L Perusahaan dapat memproduksi output sejumlah yang dicerminkan oleh isoquan I dengan menggunakan 8 K dan l L atau dengan menggunakan 5K dan 2 L atau kombinasi K dan L yang lain pada isoquan I Isoquan menunjukkan jumlah output secara kardinal. maka kita akan menemukan gambar seperti dibawah ini. 88 . Margianl Rate Of Technical Substitution (MRTS) MRTS bisa dinyatakan secara matematis sebagai berikut: MRTS = ΔY ΔX = Slope Isoquan MRTS tersebut biasanya tidak konstan. tetapi menurun jika jumlah penggantian (substitusi) meningkat.

Misalnya dalam produksi tenaga listrik. Persamaan yang menunjukkan kombinasi input yang mengakibatkan ongkos minimum disebut dengan dalil. Kurva isoquan berarti kurva yang menunjukkan semua kombinasi penggunaan input yang berbeda secara efisien untuk menghasilkan sejumlah output tertentu. karena pada tingkat LCC tersebut. Isokuan Produksi Input Y Q2 Q1 Input X Listrik bisa dihasilkan oleh minyak dan atau gas. Di sini gas dan minyak bisa saling menggantikan secara sempurna dan isokuan merupakan garis lurus. Least Cost Combination (LCC).Isokuan berasal dari kata iso yang berarti sama dan quant yang berarti kuantitas. Kombinasi input yang mengakibatkan ongkos produksi minimum (pada tingkat LCC) belum tentu mendatangkan keuntungan yang maksimum bagi produsen tersebut. Produsen akan memperoleh laba yang maksimum apabila ia berproduksi dengan LCC dengan ketentuan bahwa perbandingan antara produksi marginal 89 . Dalam keadaan seperti itu jumlah yang tepat dari setiap input dibutuhkan untuk menghasilkan sejumlah output tertentu. Pada sisi lain dari substitusi input ini adalah sistem produksi di mana input saling melengkapi (komplementer) secara sempurna satu sama lain. penggunaan input-input tertentu bisa dengan mudah digantikan dengan inout lainnya. bahan bakar minyak yang digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik bisa merupakan contoh input yang bisa digantikan. produsen hanya mencapai ongkos produksi yang minimum saja. Dalam beberapa sistem produksi.

P x1.P xn PQ = harga output yang dihasilkan = harga input variable X1.. X2………Xn = MPPx2 P x2 = MPPx3 Px3 = MPPxn P xn = 1 PQ Dalam suatu kegiatan produksi. L = masing-masing adalah jumlah modal dan jumlah tenaga kerja yang dibeli I = anggaran yang tersedia untuk membeli input modal dan tenaga kerja dalam kegiatan produksi tersebut. X2. Kemampuan produsen dalam menyediakan input yang digunakan dalam suatu kegiatan produksi digambarkan dengan suatu garis anggaran yang disebut dengan isocost. yang dikenal dengan fungsi produksi “Cobb Douglas” Dari fungsi produksi tersebut dapat diketahui dengan mudah aspek-aspek produksi marginal. Atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut : Dalil keuntungan maksimum: MPP x1 P x1 Keterangan: MPP x1. Hubungan fungsional antara output dengan input erring digunakan fungsi produksi yang dikemukakan oleh Cobb dan Douglas. MPPxn = Marginal Physical Product Input variable X1. produksi rata-rata. X3……………Xn. Persamaan kurva isocost dalam suatu kegiatan produksi yang menggunakan input modal (K) dan input tenaga kerja (L) dengan anggaran (I) adalah sebagai berikut: P k. L = I Keterangan: Pk dan PL adalah harga input modal dan harga input tenaga kerja K. MPPx3. Kegiatan produksi yang menggunakan dua macam input variable. MPP x2. kemampuan produsen dalam menyediakan input yang digunakan dibatasi oleh anggaran yang tersedia. P x3………. tingkat kemampuan 90 .secara fisik (marginal Phisical Product) setiap input dengan harga yang sama besar dan sama dengan seperharga output. K + P L. P x2.

batas untuk mengganti antara input yang satu dengan input yang lain. intensitas penggunaan input dapat dilihat dari angka perbandingan antara … dan β a. ∂Q ∂K =β Intensitas penggunaan input. Dari fungsi Cobb Douglas seperti contoh diata dapat diketahui beberapa aspek produksi sebagai berikut : 1. Bentuk umum fungsi Cobb Douglas dapat ditulis sebagai berikut : Misalnya dalam kegiatan produksi tersebut menggunakan dua macam input variable yaitu modal (K) dan tenaga kerja (L). Dalam model fungsi produksi Cobb Douglas. = jumlah barang/jasa yang dihasilkan (output) = adalah konstanta L. Tingkat produksi marginal (MP) dari msing-masing input. Semakin besar angka perbandingan antara . Produksi marginal input (MPL) MP L = ∂L ∂ Q =α Produksi marginal input K (MP K) adalah : MP K = 2. intensitas penggunaan input dan efisiensi suatu kegiatan produksi secara keseluruhan. K = jumlah tenaga kerja dan modal yang digunakan (input). 91 . maka kegiatan produksi tersebut lebih banyak menggunakan input tenaga kerja (labour intensive). Q = kL α Kβ Yang menyatakan bahwa : Q k.

dan sebagainya). 3. tanah. dengan asumsi semua input lainnya konstan. a.b. kacang. b. maka fungsi produksi tersebut menunjukkan perubahan output dengan perbandingan yang sama besar dengan skalanya (constant return to scale). maka fungsi produksi tersebut menunjukkan perubahan output dengan perbandingan yang lebih kecil dari skalanya (decreashing return to scale). Apabila α + β < 1. kedelai. mesin. dengan aumsi semua input lain konstan. Marginal Product dan Hukum Hasil Lebih yang Makin Berkurang Menurut hukum hasil lebih yang makin berkurang (the law of diminishing returns) . Derajat perubahan output apabila semua input variable berubah dengan proporsi yang sama. 92 . Besar. c. bahwa produk marginal setiap unit input akan menurun sebanyak penambahan jumlah input yang bersangkutan. Kita bisa menemukan bahwa semua input lainnya juga cenderung mengikuti hokum hail yang semakin berkurang (the law of diminiahing returns). maka kegiatan produksi tersebut lebih banyak menggunakan input modal (capital intensive). air. sedangkan tanah beerubahubah. Semakin kecil angka perbandingan antara α dan β . gandum. baja. Kita dapat menghitung produk marginal untuk setiap input (tenaga kerja. Apabila α + β > 1. pupuk dan lain-lain) serta produk marginal dapat diterapkan pada setiap output (misalnya jagung. maka fungsi produksi tersebut menunjukkan perubhan output dengan perbandingan yang lebih besar dari skalanya (increshing return to scale). Sekarang kita anggap bahwa tenaga kerja konstan. Produk marginal tanah adalah perubahan output total yang disediakan oleh tambahan 1 unit tanah. Apabila α + β = 1.

Unit pertama air sangatlah vital bagi kehidupan tanaman.Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa fungsi produksi umumnya tunduk pada hukum ini? Jawabannya adalah bahwa semakin banyak suatu input tertentu seperti tenaga kerja yang ditambahkan pada input anah. mesin. merupakan suatu keteraturan empiris yang tunduk pada pengecualian. dan bukan merupakan hokum alam yang bersifat universal. karena tanaman telah mati lemas kebanyakan air. akan tetapi semakin banyak air yang disiramkan. sehingga tanaman membusuk dan tidak bisa dipanen. Hukum hasil lebih yang makin berkurang mudah dimengerti dengan mengamati input air. kita harus selalu menekankan bahwa hokum ini merupakan hasil observasi empiris yang dilakukan secara luas dan teratur. Kita dapat mengemukakan sebuah contoh produksi yang menjelaskan hubungan antara kuantitas minyak 93 . meskipun terdapat pula beberapa pengecualian. Contoh teknis: misalnya saluran pipa minyak Sebuah illustrasi penting mengenai teori produksi dalam kehidupan bisnis modern yaitu pengangkutan minyak melalui saluran pipa. Hukum hasil lebih yang makin berkurang telah ditemukan di berbagai penelitian empiris. maka tenaga kerja semakin sedikit memiliki factor produksi lain yang bekerja bersamanya. Pada kasus air. mesinpun dipekerjakan melmpaui batas. dan input lainnya yang berjumlah tetap. bahwa hokum ini tidak barlaku untuk semua tingkat produksi input tenaga kerja pertama mungkin akan meningkatkan produk marginal. Dalam meneerapkan hokum hasil lebih yang semakin berkurang terhadap produksi. Selanjutnya perlu kita ingat. karena hanya diperlukan beberapa menit untuk menjalankan mesin dan mengangkut tenaga kerja ke lapangan. unit selanjutnya membuat tanaman menjadi sehat dan tumbuh besr. input air terkhir (paling banyak) akan memberikan produk marginal yang negative.maka akhirnya tanah akan penuh dengan air. Kita tidak bisa menamakannya dengan hokum gravitasi yang telah dianggap sebagai kebenaran universal. Transportasi minyak berpatokan pada prinsip fisik sederhana. Tanah semakin sempit. Oleh sebab itu kita harus selalu ingat bahwa hukum hasil lebih yang makin berkurang. sedangkan tugas yang sedang dikerjakan dirasa semakin kurang penting. namun merupakan jalur kehidupan yang begitu penting dalam system perekonomian kita.

maka kita membedakan periode waktu yang berbeda. Periode singkat (momentary run) adalah periode waktu yang sangat pendek ketika kita tidak ada perubahan apapun dalam produksi. tidak dapat sepenuhnya disesuaikan ataupun dimodifikaasi. baik faktor variable maupun non variable yang digunakan oleh perusahaan bisa diubah. Periode Jangka Panjang (long run) adalah ketika semua factor produksi. 3. 2. bahan baku dan modal. Jangka pendek. Kita dapat menggunakan studi tersebut untuk menunjukkan sifat fungsi produksi bersamaan dengan produk total dan produk marginal saluran pipa. termasuk buruh. dan sekali dibangun saluran tersebut akan bertahan untuk beberapa waktu lamanya. Periode Singkat. Selain itu. Untuk memperhitungkan peranan waktu dalam proses produksi dan biaya. tetapi juga waktu. Dalam jangka pendek. dan Jangka Panjang Produksi tidak hanya memerlukan tenaga kerja dan tanah. Saluran pipa tidak dapat dibangun hanya dalam waktu semalam.yaitu: 1. 94 . Petani tidak dapat mengubah hasil panennya di pertengahan musim. Para ahli teknik yang mempelajari teknologi ini telah membuat pengukuran yang begitu cermat dan menemukan sejumlah hubungan numeris antara input dan output. sekali peralatan modal ditempatkan dalam bentuk bangunan beton dari suatu pabrik pembangkit tenaga di sungai atau pabrik petrokimia di suatu tempat. tetapi kurang cukup lama untuk melakukan penyesuaian semua input. factor non variable seperti mesin dan peralatan. Periode Jangka Pendek (short run) adalah periode waktu ketika input variable seperti bahan baku dan tenaga kerja dapat disesuaikan.mentah (output) yang dianggap setiap hari melalui saluran pipa dan input yang ditunjukkan oleh ukuran pipa serta tenaga mesin pompa. maka secara ekonomis modal tidak dapat diambil kembali dan tidak dapat dipindahkan ke lokasi lain/ditransfer ke penggunaan lain.

perubahan teknologi terjadi jika fungsi produksi berubah. Namun variasi dan kualitas barang serta proses produksi juga telah mengalami perubahan.. Perubahan secara teknis menunjukkan bahwa perubahan-perubahan teknologi seperti penemuan produk baru. 95 . atau jika outputnya sama dapat diproduksi dengan input yang lebih sedikit. perbaikan produk lama. Inovasi produk terjadi apabila produk baru atau produk lama yang diperbaiki doperkenalkan di pasar.Perubahan Teknologi Sejarah ekonomi mencatat bahwa output meningkat lebih dari sepuluh kali lipat selama abad berputar. Perubahan teknologi terjadi jika pengatahuan rekayasa dan pengetahuan teknis baru memungkinkan lebih banya output yang bisa diproduksi dengan menggunakan input yang sama. sedangkan inovasi proses terjadi bilamana teknik-teknik produksi perbaikan atau teknik-teknik produksi baru telah dikembangkan. penemuan serat optic yang dapat menurunkan biaya serta memperbaiki ketahanannya dalam bidang telekomunikasi. Bagaimana perubahan teknologi bisa memperbaiki produktivitaa dan meningkatkan standar kehidupan. Dalam terminology produksi kita. Di sini ada perbedaan antara inovasi produk (product innovation) dengan inovasi proses produksi (process innovation). Perubahan teknologi yang terjaadi belakangan ini meliputi pengembangan mikro elektronik yang memungkinkan dibuatnya stereo dan televisi portable. Perubahan teknologi menggeser fungsi produksi ke atas. ataupun perubahan dalam proses produksi barang dan jasa.

96 . Mahasiswa mampu menganalisis berbagai konsep biaya. 3. 2.BAB 6 BIAYA DAN PENERIMAAN Tujuan: 1. Mahasiswa dapat mengetahui kaitan antara jumlah output dan input serta biaya yang harus ditanggung oleh produsen. Mahasiswa mengetahui pembuatan keputusan produksi dan penjualan atas dasar biaya dan harga barang.

Sebaliknya apabila barang tersebut disimpan beberapa waktu. maka tidak ada masalah dalam pendefinisian dan pengukuran biaya produk tersebut. maka muncul masalah sepert berapa biaya penggunaan asset tersebut selama periode tertentu. dan menggunakan roduk tersebut. tergantung pada bagaimana biaya tersebut digunakan.Pembahasan Materi: 1. maka perusahaan 97 .Apabilaperusahaan menggunaan sumberdaya untuk memproduksi produk tertentu. Permintaan Input 4. Sumberdaya ekonomi mempunya nilai karena sumberdaya tersebut bisa digunakan untuk memproduksi barang dan jasa. Biaya yang akan digunakan untuk suatu periode tertentu disebut biaya relevan (relevant cost). Macam-macam Biaya Produksi 3. Keuntungan Biaya Istilah biaya isa diartikan bermacam-macam. Definisi Biaya 2. Pembahasan tentang biaya relvan tersebut didasarkan pada konsep penggunaan alternatif.Apabila kta membeli produk secara tunai.

Biaya ppurtunitas dari sebuah sumberdaya ditentukan oleh nilai penggunaan alternatif yang terbaik dari sumberdaya tersebut. kapital dari penjualan input-input tersebut. bukan hanya sekedar dikonsumsi oleh produsennya. mobil. karena peralatan tersebut digunakan untuk memproduksi barang A. Peranan Penerimaan dan Biaya Dalam Produksi Untuk menjawab pertanyaan faktor-faktor apa saja yang menentukan kombinasi input yang optimal dalam kegiatan produksi? Dalam perekonomian yang sudah maju.Oleh karena itu perusahaan itu harus menetapkan tingkat harga yang besarnya minimal sama dengan sumberdaya itu dalam penggunaan alternatif tersebut. misalnya tenaga kerja. Oleh karena itu konsep biaya oppurtunitas ini mengandung arti bahwa semua keputusan didasarkan pada pilihan di antara tindakan-tindakan alternatif. peralatan kantor. Misalnya biaya untuk aluminium yang digunakan pabrik pesawat terbang. 98 input-input tersebut dalam menghasilkan penerimaan bagi . Jadi kitan harus memperluas analisis kita sampai analisis produktivitas ekonomis dari input tersebut (bukan hanya sekedar analisis produktivitas fisik). kegiatan produksi biasanya akan menghasilkan barang-barang dan jasa yang akan diperjual belikan di pasar. ditentukan oleh nilai aluminium tersebut untuk penggunaan-penggunaan alternatif. Begitu juga. apabila sebuah perusahaan memiliki peralatan modal yang bisa digunakan untuk memproduksi barang A akan mencakup laba dari barang alternatif B yang tidak bisa diproduksi. Sebuah pabrik pesawat terbang harus membayar suatu tingkat harga yang sama besarnya dengan nilai alternatif tersebut atau aluminium tersebut akan digunakan untuk memproduksi barang alternatif seperti peralatan masak. bahan baku.tersebut bisa juga menggunakan sumberdaya tersebut bagi penggunaan alternatif. tetapi bagaimana kemampuan pemiliknya. dan lain-lain.Oleh karena itu kita harus memperhatikan penerimaan yang diperoleh para pemilik berbagai input (faktor produksi).

jika pertambahan 1 orang tenaga kerja bisa menghasilkan 2 unit output tambahan yang bisa dijual seharga Rp 1. Dalam suatu fungsi biaya beranggapan bahwa harga input/factor produksi yang digunakan tidak berubah/tetap. maka biaya yang harus ditanggung oleh produsen dalam suatu kegiatan produksi dapat dihubungkan dengan jumlah barang/jasa yang diproduksi. MR Q MRP adalah nilai dari unit marginal suatu input yang digunakan untuk memproduksi suatu produk tertentu.000. yang dimaksud dengan biaya/ongkos adalah semua beban finansiil yang harus ditanggung oleh produsen untuk menghasilkan barang/jasa agar siap digunakan oleh konsumen. Seperti halnya dengan produksi.000.00 Definisi Biaya Dalam pengertian ekonomi.00 per unit. Biaya produksi pada suatu kegiatan produksi jangka pendek dibedakan menjadi 2 macam : 99 . Kurva biaya produksi adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara jumlah biaya produksi yang dikeluarkan oleh seorang produsen (pada sumbu vertical) dan tingkat output (pada sumbu horizontal). misalnya dari milik pribadi sendiri (implicit cost).000 x 2 = Rp 2. Marginal Revenue Q = MP X . Misalnya. Kurva biaya produksi ini dapat diturunkan/diperoleh dari suatu fungsi biaya produksi. maka MP tenaga kerja tersebut adalah 2. baik betul-betul dikeluarkan (eksplisit cost) maupun yang tidak betul-betul dikeluarkan.Perubahan dari hubungan fisik ke hubungan ekonomi ini dilakukan dengan cara mengalikan MP input dengan MR (penerimaan marginal) yang diperoleh dari penjualan output (barang/jasa) yang dihasilkan sehingga kita akan mendapatkan besaran yang dikenal sebagai marginal revenue product (MRP) dari input: Marginal Revenue Product dari Input X atau MRP X MRP X = Marginal Product X . Kurva yang menghubungkan titik-titik besarnya biaya produksi pada berbagai jumlah barang/jasa yang dihasilkan disebut :Kurva biaya. dan MRP-nya sama dengan Rp1.000.

ongkos produksi dibagi menjadi : 1. Total Variabel Cost (TVC) atau biaya variable total. AFC = TFC Q (di mana Q = tingkat output). Total Cost (TC) atau biaya total adalah penjumlahan dari biaya tetap dan biaya variable.1. harga mesin. 2. gaji pegawai tetap. 2. AVC = TVC Q 6. ATC = TC Q 100 . dan lain-lain. Jumlah TFC adalah tetap untuk setiap tingkat output (biaya penyusutan. Average Fixed Cost (AFC) atau ongkos tetap rata-rat. Average Variabel Cost (AVC) atau biaya variable rata-rata. adalah semua biaya-biaya. TC = TFC + TVC 4.adalah jumlah biaya-biaya yangberubah menurut tinggi rendahnya output yang diproduksikan. adalah jumlah biaya yang tetap dibayar perusahaan/proddusen berapapun tingkat outputnya. Biaya Tetap (Fixed Cost) Biaya Variabel (Variabel Cost) Biaya tetap adalah biaya yang harus dikeluarkan suatu perusahaan . Misalnya : bahan baku. Average Total Cost (ATC) atau biaya total rata-rata. bunga atas hutang. adalah biaya tetap yang dibebankan pada setiap unit output. selain AFC yang dibebankan pada setiap unit output. Biaya Variabel adalah : biaya yang bervariasi sesuai dengan perubahan tingkat output. Misalnya : Pembayaran kontrak bangunan dan sewa peralatan. tenaga kerja. 5. biaya tetap ini tidak dipengaruhi oleh setiap perubahan kuantitas output. Secara garis besar segi biaya produksi dalam hubungannya dengan tingkat output. meskipun tidak berproduksi. adalah biaya produksi dari setiap unit output yang dihasilkan. dan sebagainya). 3. Total Fixed Cost (TFC) atau biaya tetap total.

Jadi dalam satu set kurva biaya produksi yang lengkap. MC = ∆ TC = ∆C ∆TVC ∆Q = ∂ TC ∂Q di mana : ∂ TC ∂ Q ∆ TC = ∆Q = turunan pertama fungsi TC terhadap Q kenaikan biaya total = kenaikan jumlah output yang dihasilkan. Demikin juga pada saat kurva produksi rata-rata (kurva AP) mencapai nilai maksimum. pada saat kurva produksi marginal (kurva MP) mencapai nilai maksimum. Marginal Cost (MC) atau biaya Marginal. maka kurv biaya rata-rata (kurva AC) akan minimum. adalah kenaikan dari total cost yang diakibatkan oleh diproduksinya tambahan satu unit output. Dalam suatu kegiatan produksi dengan satu macam input variable. yaitu pada saat biaya rata-rata minimum. 101 . dengan tidak menambah (atau mengurangi) TFC. Biaya Jangka Pendek dan jangka panjang Penggunaan konsep biaya relevan untuk pengambilan keputusan penentuan tingkat output dan harga secara tepat membutuhkan suatu pemahaman mengenai hubungan antara biaya dengan output dari suatu perusahaan.7. Jadi kenaikan TC ini sama dengan kenaikan TVC yang diakibatkan oleh produksi 1 unit output tambahan. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya perpotongan kurva biaya rata-rata (kurva AC) dengan kurva biaya marginal (kurva MC) pada saat kurva AC minimum. maka kurva biaya marginal (Kurva MC) mencapai nilai minimum. Dua fungsi biaya utama yang digunakan dalam pembuatan keputusan manajerial yaitu fungsi biaya jangka pendek yang digunakan dalam pembuatan keputusan operasional sehari-hari dan fungsi biaya jangka panjang yang biasanya digunakan untuk perencanaan jangka panjang. sedangkan TC = TFC + TVC. maka biaya rata-rata sama dengan biay marginal. Fungsi biaya ini tergantung pada : (1) fungsi produksi dari perusahaan dan (2) fungsi penawaran pasar dari input-input yang digunakan perusahaan tersebut.

Bentuk kurva biaya semacam ini merupakan cerminan dari berlakunya economies of scale dan diseconomies of scale. produsen selalu berproduksi pada tingkat kombinasi penggunaan input yang menghasilkan biaya minimum (least cost combination). keputusan-keputusan perusahaan tersebut dikendalai oleh pengeluaran-pengeluaran modal sebelumnya dan komitmen lainnya.Dalam jangka panjang. Kurva produksi biaya jangka panjang bisa menunjukkan keadaan returns to scale dan ukuran pabrik yang optimal. Hal ini menunjukkan bahwa pada setiap titik yang terdapat pada kurva biaya produksi jangka panjang. Selain itu sebagaimana kurvakurva biaya jangka pendek yaitu menggunakan kombinasi input yang optimal (least-cost combination) untuk memproduksi setiap tingkat output (pada skala pabrik tertentu). Dalam teori biaya produksi. tidak ada pembatasan-pembatasan seperti itu. perusahaan bisa menambah. bentuk kurva biaya rata-rata jangka panjang pada tahap awal produksi beerbentuk cembung kea rah sumbu datar (sumbu yang ditempati jumlah output) dan selebihnya cembung ke atas membentuk huruf U. Dalam jangka panjang. Oleh karena itu. Dalam jangka panjang. Kurva biaya rata-rata jangka panjang merupakan kumpulan dari kurva biaya rata-rata jangka pendek. oleh karena itu semua biaya jangka panjang bersifat variabel. menurunkan. Kurva biaya rata-rata jangka panjang diturunkan dan titik-titik singgung antara kurva isoquant dan kurva isocost pada suatu tingkat penggunaan input variable tertentu.Oleh karena itu kurva biaya jangka panjang bisa digunakan untuk mengarahkan keputusan-keputusan perencanaan sebuah perusahaan. dalam periode jangka pendek. atau mengubah penggunaan faktor-faktor produksi tanpa batasan. maka kurva-kurva biaya jangka panjang juga dibuat dengan menggunakan asunmsi bahwa sebuah pabrik yang optimal (pada tingkat teknologi tertentu digunakan untuk memproduksi tingkat output tertentu. suatu perusahaan tidak ada input tetap.Cara membedakan jangka panjang dan jangka pendek adalah : kalau jangka pendek didefinisikan sebagai suatu periode waktu di mana beberapa input bersifat tetap. 102 . Kumpulan dari biaya rat-rata jangka pendek akan membentuk kurva biaya rata-rata jangka panjang yang disebut : kurva amplop (envelope curve).

maka terjadi hubungan langsung antara biaya dengan produksi. Turunnya biaya ini antara lain disebabkan oleh adanya pembagian kerja yang semakin baik.Rp TC Output Economies of scale adalah turunnya biaya produksi rata-rata jangka panjang sebagai akibat diperluaskannya skala produksi. dari pada pekerja di perusahaan kecil. dan sebagainya. Produktivitas tersebut akan menurunkan biaya produksi per unit untuk skala produksi yang lebih besar. harga input lebih murah. Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya pola produksi di mana mula-mula terjadi increasing returns to scale kemudian decreasing returns to scale. terjadi karena hubungan produksi dan hubungan pasar. Sedangkan diseconomies of scale adalah naiknya biaya rata-rata jangka panjang yang diakibatkan diperluaskannya skala produksi. Para pekerja di sebuah perusahaan kecil biasanya melakukan berbagai pekerjaan. Oleh karena itu seringkali produktivitas tenaga kerja lebih tinggi dalam suatu perusahaan besar. dan keahlian mereka untuk suatu jenis pekerjaan biasanya lebih rendah dari pada pekerja yang hanya berspesialisasi dalam satu jenis pekerjaan saja. di mama individu bisa ditugaskan untuk suatu pekerjaan tertentu. akan menghasilkan kurva linier. harga input naik. 103 . Jika harga-harga input tidak dipengaruhi oleh jumlah sumberdaya yang dibeli. Skala produksi yang ekonomis (economies of scale) yang menyebabkan biaya rata-rata jangka panjang atau long-run average cost (LRAC) menurun. Spesialisasi dalam penggunaan tenaga kerja merupakan salah satu faktor penting yang menghasilkan economies of scale. penekanan ongkos promosi/penurunan biaya promosi. Harga input yang konstan. Naiknya biaya produksi ini antara lain disebabkan oleh keterbatasan managerial pimpinan.

penerimaan.Analisis Pulang Pokok (breakeven analysis) Analisis pulang pokok sering disebut analisis kontribusi laba. Contoh dari biaya variabel adalah biaya pembungkusan produk. Misalnya: P = harga jual per unit Q = jumlah yang diproduksi dan yang dijual TFC = Total Fixed Cost (Biaya tetap total) AVC = Average Variable Cost ( biaya variabel rata-rata) Analisa pulang-pokok adalah teknik untuk menentukan seberapa banyak satuan yang harus dijual atau seberapa banyak volume penjualan yang harus dicapai agar tercapai titik pulang-pokok (tidak rugi dan tidak untung). 2. biaya bahan yang dibutuhkan untuk membuat produk. 104 . Unsur Dasar Analisa Pulang-Pokok Analisa pulang-pokok umumnya terdiri atas refleksi. pembahasan. Analisa pulang-pokok adalah proses menghasilkan informasi berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi. Biaya variabel Biaya variabel adalah pengeluaran yang berfluktuasi dengan jumlah produk yang dihasilkan. pertimbangan. merupakan teknik analisis penting yang digunakan untuk mempelajari hubungan antara biaya. dan pembuatan keputusan relatif terhadap tujuh unsur pokok. Teknik aljabar biasanya merupakan suatu alat yang lebih efisien dalam menganalisis masalah. pemeliharaan bangunan. pengeluaran untuk bunga pada uang yang dipinjam untuk membiayai pembelian peralatan. Contoh dari biaya tetap adalah pajak tanah. dan laba. Masing-masing unsur dan definisinya adalah sebagai berikut: 1 Biaya tetap adalah pengeluaran yang diadakan oleh organisasi tanpa melihat jumlah produk yang dihasilkan. biaya yang berkaitan dengan pembungkusan produk untuk dikapalkan.

5. 4. Tipe Analisa Pulang-Pokok Terdapat dua prosedur yang agak berbeda untuk menentukan titik pulang-pokok yangsama untuk sebuah organisasi: (1) (2) analisa pulang-pokok aljabar.3. Biaya total adalah jumlah total biaya tetap dan biaya variabel yang berkaitan dengan produksi. Keuntungan didefinisikan sebagai jumlah pendapatan total yang melebihi biaya total dari produksi barang yang dijual. analisa pulang-pokok grafik. Kerugian adalah jumlah biaya total produksi barang yang melebihi pendapatan total yang diperoleh dari penjualan barang tersebut. Analisa Pulang-Pokok Aljabar Rumusan sederhana berikut ini umumnya digunakan untuk mentukan tingkat produksi dimana organisasi mengalami posisi pulang-pokok: PC BE P = P-VC dimana: BE P =(Break Even Point)= Tingkat produksi dimana perusahaan mengalami titik pulang-pokok FC = Biaya tetap produksi total P = harga dimana tiap unit individu dijual pada pembeli VC = Biaya variabel yang berkaitan dengan tiap produk yang dihasilkan dan dijual Dua langkah berurutan yang harus diikuti untuk menggunakan rumusan ini untuk 105 . Sesungguhnya pendapatan total meningkat ketika lebih banyak produk yang terjual. Pendapatan total adalah semua nilai rupiah penjualan yang terakumulasi dari penjualan produk.

Membagi sisa yang dihitung dari langkah pertama kepada biaya tetap total. kerugian potensial yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi. Pertama. Sehingga perusahaan tidak untung dan tidak rugi. Angka ini merupakan titik pulang-pokok dari perusahaan. Tujuan dari penghitungan ini adalah: 1). 2). Harga dan biaya produksi tetap bila harga jual dan biaya berubah. volume penjualan dimana total penghasilan (TR) sama besarnya dengan total biaya (TC). biaya variabel yang berkaitan dengan produksi tiap barang harus dikurangi dari harga dimana tiap barang tersebut akan dijual. Gambar 3-1 adalah grafik analisa pulang-pokok untuk perusahaan penerbit buku teks diatas. atau tingkat produksi dimana perusahaan tidak mengalami kerugian dan juga tidak mengalami keuntungan Dalam kondisi BEP: Total Revenue (TR) = Total Cost (TC) Jika : TR=PQ dan TC = TFC+TVC Maka : dalam keadaan BEP PQ=TFC+TVC Artinya. Dasar dan prinsip analisis BEP Pada saat BEP. BEP adalah titik pulang pokok. Analisa Pulang-Pokok Grafik Analisa pulang-pokok grafik memerlukan pembuatan sebuah grafik yang menunjukkan semua unsur kritis dalam analisa pulang-pokok. 2). Jenis BEP 106 . Semua barang yang diproduksi laku terjual. Untuk menetukan berapa banyak harga jual dari tiap produk yang dijual bisa menutupi biaya tetap total yang timbul dari produksi semua barang. Tujuan dari perhitungan ini adalah untuk menentukan berapa banyak produk yang harus dihasilkan dan dijual untuk menutupi biaya tetap. maka : Total Revanue (TR) = Total Cost (TC) Total Biaya (TC)= TFC + TVC Dalam analisis BEP digunakan asumsi dasar sbb : 1).menghitung titik pulang-pokok.

maka keadaan pulang pokok terjadi apabila R = C atau MR = MC atau total penghasilan dikurang total biaya sama dengan nol (TR – TC = 0) 2). Multi product. Jenis BEP Single Product.hanya menghitung biaya tunai saja (cash expenses). Dapat digunakan untuk perusahaan baik yang single maupun multi product.Single Product. Dalam analisa BEP ada beberapa hal yang perlu diketahui antara lain: 1). In cash. BEP yang gunakan untuk perusahaan yang menghasilkan satu jenis produk. Pengawasan operasi Dalam analisis BEP digunakan asumsi dasar sbb : 1). Analisa BEP juga suatu konsep yang digunakan untuk menganalisa jumlah minimum out put yang harus dihasilkan atau terjual agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Merencanakan operasi usaha 2). 2). MANFAAT BEP 1). Indikator kelayakan usaha 3). In cash. BEP yang gunakan untuk perusahaan yang menghasilkan satu jenis produk. untuk perusahaan multi produk. (1) BEP SINGLE Q BEP = PRODUCT TFC 107 .hanya menghitung biaya tunai saja (cash expenses). Harga dan biaya produksi tetap bila harga jual dan biaya berubah. Kemudian dalam analisa BEP terdapat grafik BEP yang menunjukkan posisi perpotongan antara kurva TR dengan TC. Semua barang yang diproduksi laku terjual. Multi product. Dapat digunakan untuk perusahaan baik yang single maupun multi product. untuk perusahaan multi produk. Analisa BEP adalah suatu teknik analisa untuk mempelajari hubungan antara biaya tetap dan biaya variabel.

carilah BEP nya.500 Adm dan Lainnya = Rp 3.000 Setting = Rp 8.000.000.000 Rp 29. Dengan menggunakan data tersebut.cetak.000.000 Ilustrasi = Rp 10.000 Harga jual buku per eksemplar (unit) adalah Rp 35.500 Potongan untuk Toko Buku = Rp 3. Jawaban: Q BEP = TFC (P-AVC) 108 .600 Komisi penjualan = Rp 900 Royalti Pengarang = Rp 4. sebagai berikut : Total Biaya Tetap (TFC) Editing = Rp 5.000.000 Overhead = Rp 10.dan jilid = Rp 18.000.000 Rp 33.000.(P-AVC) Q SALES = TFC (1-(AVC)/P) Keterangan: Q BEP = BEP dalam unit Q SALES = BEP dalam penjualan (rupiah) P = Harga jual per unit AVC = Biaya variabel rata-rata TFC = Total biaya tetap Misalnya: Perusahaan penerbit Rocky memiliki rincian biaya untuk menerbitkan buku.000 Biaya Variabel Per unit (AVC) Kertas.

000. Dengan TFC sebesar Rp 260.000.Q BEP = Rp 33.000 (1-(Rp 29rb/Rp 35rb) Rp 192.000 Shi 40% 109 .000 Q Sales = TFC (2) BEP MULTI PRODUCT BEP Multi = TFC CMPt CMPt = Σ (Shi) (Pi .500 (1-(AVC)/P) Q Sales = Q Sales = Rp 33. yaitu hasil kali antara rasio (Pi .000.000-Rp 29.000.000 Q BEP = Rp 5. biaya dan share penjualan sebagai berikut: Brg X Pi Rp 100.000 AVCi Rp 80. Dengan rincian harga.AVCi)/Pi dengan Shi Misalnya: Perusahaan Modern memproduksi dua jenis pakaian (X dan Y).500.AVCi) Pi Keterangan: BEP Multi = BEP Multi produk utk penjualan (Rp) TFC = Biaya tetap (TFC) Pi = Harga jual per unit utk produk ke i AVCi = Biaya variabel per unit produk ke I Shi = Persentase panjualan masing-masing produk terhadap penjualan total CMPt = Margin kontribusi.000 (Rp 35.000) Q BEP = Rp 33.000 Rp 6.000.

input atau factor produksi dimiliki oleh mereka yang tinggal di sektor rumah tangga dan digunakan (dibeli atau disewa) oleh sektor 110 .26 = Rp 1. Di dalam pasar input atau pasar faktor produksi.Y Rp 80.000 Rp 56.000 (3) BEP IN CASH SINGLE PRODUCT MULTI PRODUCTS Q BEP = (TFC-Penyusutan) (Pi-AVCi) Q Sales = (TFC-Penyusutan) (1AVCi/P i) CMPt = ∑ (Pi-AVCi) (Shi) Pi BEPMulti= (TFC-Penyusutan) CMPt BEP Multi = TFC Permintaan Input Permintaan terhadap input timbul karena produsen berhasrat melakukan proses produksi tertentu.000.000.000 0.000.000 50% Hitunglah : BEP Multi BEP sales masing-masing produk BEP unit masing-masing produk Jawaban: CMPt = 0. Mereka berhasrat untuk berproduksi karena ada permintaan terhadap output hasil proses produksi tersebut.26 CPMt = Rp 260.

produksi. Di pasar input ini permintaan berasal dari sektor produksi, sedang penawaran dari sector rumahtangga. Permintaan terhadap output terjadi karena : 1. Produsen ingin melakukan proses produksi. 2. Konsumen memerlukan barang konsumsi (output) untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. 3. Memiliki daya beli (uang) yang berasal dari penjualan jasa input yang mereka miliki kepada sektor produksi. Sebaliknya sector produksi mampu membayar harg penggunaan jasa input tersebut karena menerima pembayaran dari sektor rumah tangga dari hasil penjualan outputnya. Input Antara dan Input Primer Dari segi suatu perusahaan, kita bisa membedakan dua macam input yaitu: 1. Input antara (intermediate inputs) 2. Input Primer (primary inputs) Input antara adalah input yang digunakan oleh suatu perusahaan yang merupakan output dari perusahaan lain, (misalnya kapas untuk pabrik tekstil, pupuk bagi petani dan sebagainya). Input primer adalah input yang bukan merupakan output perusahaan lain manapun dalam perekonomian (misalnya:tenaga kerja, tanah, capital, dan kepengusahaan). Jadi input primer identik dengan apa yang disebut factor-faktor produksi.

Permintaan Input Permintaan terhadap input timbul karena ada permintaan terhadap output. Sehingga permintaan akan input disebut sebagai 'derived demand' atau permintaan turunan. Permintaan akan output dianggap sebagai 'permintaan asil' karena timbul langsung dari adanya kebutuhan manusia.

111

Berapa banyak input yang "diminta" oleh seorang produsen tergangung kepada berapa besar output yang ia rencanakan untuk diproduksikan. Dan berapa besar oputput yang ia rencanakan tergantung kepada perhitungannya mengenai tingkat output mana yang diharapkan akan menghasilkan keuntungan maksimum baginya. Jadi jelas keputusan mengenai berapa input yang ia akan beli adalah sisi lain dari keputusannya mengenai berapa output yang ia akan produksikan, dan keduanya adalah hasil dari proses penentuan posisi keuntungan maksimum produsen tersebut. Rumus permintaan input : dx = VMPx = Px dimana : dx = permintaan akan input X VMPx = Value of Marginal Product dari X (MPPx yang dini lai dalam satuan uang). Px = harga input X Asumsi yang dipakai al : a. produsen dianggap sebagai pembeli "kecil" di pasar input X b. produsen beroperasi dalam persaingan sempurna di pasar outputnya. c. kurve VMP yang berlaku adalah bagian yang menurun (sebab bagian VMP yang menaik mencerminkan MPP yang menaik dan bagian ini tidak akan pernah dipilih produsen, yang disebut sebagai irrational stage). Monopoli/Monopolistis di Pasar Input Rumus permintaan input : MRPx = Px dimana : MRPx = Marginal Revenue Product dari X (MPPx yang dinilai atas dasar MRnya; bukan Pqnya; yaitu MPPx.MR). Px = harga input X Monopsomi di Pasar Input Pada kasus pasar input monopsoni dan pasar output monopoli berarti hanya ada 1 penjual input dan 1 pembeli; sehingga permintaan pasarnya sama. Disamping adanya kurve permintaan (=MRPx) produsen juga menghadapi kurve penawaran (supply) pasar akan X sebagai kurve supply input baginya. Karena tidak ada

112

pembeli lain di pasar ini, si produsen bisa meng'eksploitir' pasar bagi keuntungannya. Caranya : dalam pasar persaingan sempurna maka harga X sebesar Px dan jumlah yang ditransaksikan OX. Karena dalam hal ini terjadi pada pasar input monmopsoni maka keuntungan maksimum tercapai bila MFC = MVP, karena pasar outputnya merupakan pasar monopoli, persamaan berubah menjadi : MFC = MRP Pasar output antara adalah pasar output di dalam sector produksi sendiri (output suatu perusahaan dijual kepada perusahaan lain). Permintaan terhadap input timbul karena ada permintaan akan output, karena itulah mengapa permintaan terhadap input disebut oleh ahli ekonomi “Alfred Marshall” sebagai derived demand atau permintaan turunan. Sedangkan terhadap input itu sendiri dianggap sebagai “permintaan asli” karena timbul langsung dari adanya kebutuhan manusi. Jadi secara ringkas permintaan terhadap input dipengaruhi oleh : 1. Teknologi Kemajuan teknologi atau peningktan produktiitas suatu input menggeser permintaan terhadap input ke kanan. 2. Bentuk pasar Semakin sempurna persaingn dalam pasar output, semakin landai (semakin elastis) kurva permintaan terhadp output dan semakin elastis permintaan terhadap input. 4. Semua factor-faktor yang mempengaruhi permintaan konsumen (terhadap output), seperti selera, pendapatan/income, jumlah penduduk, harga barang lain, distribusi pendapatan. Apabila selera meningkat, income meningkat dan harga barang substitusi output naik, mak permintaan terhadap input yang digunakan dalam proses produksi barang tersebut meningkat (bergeser ke kanan). Sebaliknya akan terjadi apabila selera, income dan harga barang substitusi turun. Bagaimana seandainya si produsen adalah penjual tunggal (monopoli) di pasar outputnya dan pembeli tunggal (monopsoni) di pasar inputnya? Dalam hal ini

113

permintaan terhadap input dari produsen tersebut merupkan juga permintaan pasar akan input tersebut. karena pada posisi ini tidak ada kecenderungan baginya untuk mengubah output (dan harga output)-nya. Apabila ia sudah mencapi posisi ini maka dapat dikatakan bahwa ia telah berada pada posisi equilibrium. Suatu akibat yang wajar dari kaidah biaya terendah adalah kaidah substitusi. Apabila harga satu factor produksi turun. Disebut posisi equilibrium. maka MR = AR = P = D. Apabila ia akan mengurangi atau menambah volume output/penjualan. Jadi perusahaan akan mengikuti aturan biaya yang paling rendah. misalnya dalam masalah penetapan upah minimum. Aplikasi model monopsoni di pasar input. Sebagai pembanding. Kasus Kurva Permintaan yang Horisontal Untuk kasus kurva permintaan (D) atau D = AR=P yang horizontal. Ini berarti bahwa : 114 . atau sama saja dengan MR = MC. syarat tercapainya keuntungan yang maksimum adalah di mana MR = MC atau kurva MR berpotongan dengan kurva MC. yaitu slope dari TR = slope dari TC. sedangkan harga factor produksi lainnya tetap sama. Keuntungan Maksimum Produsen dianggap selalu memilih tingkat output (Q) di mana ia bisa memperoleh keuntungan total yang maksimum. maka keuntungan totalnya justru menurun. sehingga produk marginal per dollar input sama untuk semua input. maka perusahaan akan beruntung apabila ia mensubstitusikan semua factor lainnya dengan factor produksi yang sekarang lebih murah. Tetapi karena dalam kasus permintaan yang horizontal. karena hanya satu pembeli di pasar tersebut. sehingga posisi equilibrium produsen adalah di man MC = MR = AR = P = D. anggap saja bahwa suatu peraturan upah minimum dikenakan pada paar tenaga kerja yang bersifat persaingan sempurna.

MP L = PL MP X PX = MP n Pn BAB 7 PASAR DAN KESEIMBANGAN Tujuan : 115 .

1. Pembahasan Materi: 1. 3. 2. Mahasiswa dapat mengetahui berbagai jenis pasar. 4. pasar merupakan suatu wujud abstrak dari suatu mekanisme ketika pihak pembeli dan penjual bertemu untuk 116 . Mahasiswa mampu menganalisis berbagai perubahan dalam industri maupun dalam dalam perusahaan. 2. Mahasiswa dapat mengetahui dan mengerti bagaimana bentuk pasar ini diterapkan dan apa implikasinya terhadap barang dan jasa yang dihasilkan 3. 6. 5. 8. Definisi Pasar Jenis-jenis pasar Struktur pasar dan perilaku perusahaan persaingan sempurna Ciri dan elemen-elemen bentuk pasar persaingan sempurna Pasar persaingan tidak sempurna Struktur pasar dan perilaku perusahaan persaingan tidak sempurna Ciri dan elemen-elemen bentuk pasar persaingan tidak sempurna Faktor-faktor yang menimbulkan pasar persaingan tidak sempurna Definisi Pasar Dalam pengertian yang lebih umum. 7.

mengadakan tukar menukar. Pasar bisa berupa tempat konkrit atau terpusat (misalnya pasar saham, obligasi, gandum), dimana gedung atau tempatnya khusus dan mudah dilihat), dan bisa pula tanpa wujud yang jelas atau tidak terpusat (misalnya pasar rumah atau mobil bekas dimana barang yang dijual tidak dikumpulkn di satu tempat khusus) atau bahkan bisa juga hanya berupa jaringan kabel dan perangkat elektronik (sebagian besar “pasar’ asset-asset finansiil dan jasa-jasa). Karakteristik yang paling penting agar sesuatu bisa disebut pasar adalah adanya pembeli dan penjual yang bertemu di suatu tempat dan tercipta transaksi yang melibatkan harga dan kuantitas. Jadi pasar adalah suatu mekanisme pada saat pembeli dan penjual suatu komoditi mengadakan interaksi untuk menentukan harga dan kuantitasnya. Dalam system pasar, apa saja memiliki harga yang merupakan nilai suatu barang dalam satuan mata uang. Harga mencerminkan kondisi di mana seorang atau perusahaan bersedia mengadakan tukar menukar secara sukarela. Selain itu, harga juga merupakan isyarat atau sinyal bagi pihak produsen maupun konsumen. Apabila konsumen menghendaki lebih banyak barang (misalnya bensin untuk menjalankan mobil-mobil mereka, maka tingkat permintaan bensinpun meningkat, jika penawarn menurun maka harga meningkat. Apa yang berlaku pada pasar barang konsumsi juga berlaku pada pasar factor produksi. Harga-harga mengkoordinir semua keputusan para produsen dan konsumen di suatu pasar. Tingkat harga yang lebih tinggi cenderung mengurangi pembelanjaan konsumen dan merangsang kenaikan produksi. Sebaliknya, tingkat harga yang lebih rendah cenderung untuk memperbanyak pembelanjaan konsumen dan menurunkan produksi. Harga merupakan poros penyeimbang dalam mekanisme pasar. Keseimbangan pasar adalah kondisi keseimbangan antara segenap pembeli dan penjual. Harga keseimbangan pasar adalah harga yang memuaskan atau menyeimbangkan keinginan pembeli dan penjual. Harga yang sesuai dengan kemampuan/kebutuhn pembeli pada dasarnya harus sama dengan kuantitas yang akan ditawarkan oleh penjual, harga itulah yang dapat mendatangkan

117

keseimbangan antara tingkat permintaan dan penawaran, sehingga apabila hal itu terjadi, maka pasar berada dalam kondisi ekuilibrium/keseimbangan. PERSAINGAN SEMPURNA Dalam teori ekonomi mikro sering dijumpai istilah pasar persingan murni (pure competition market) dan pasar persaingan sempurna (perfect competition market). Pada prinsipnya kedua jenis pasar ini sama dan perbedaannya relatif sedikit. Suatu pasar dikatakan sebagai pasar persaingan murni adalah pasar yang mempunyai cirri-ciri sebagai berikut: 1. Penjualnya banyak 2. Barang yang dijual bersifat homogen 3. Barang yang dijual seorang penjual merupakn bagian kecil dn seluruh barang yang ada di pasar tersebut. 4. Setiap penjual mempunyai kebebasan masuk atau keluar dari pasar. Sedangkan pasar persaingan sempurna adalah pasar yang mempunyai cirri-ciri seperti pasar persaingan murni, tetapi masih ad beberapa cirri-ciri yang harus dipenuhi yaitu: 1. Pengetahuan penjual dan pembeli tentang keadaan pasar persaingan sempurna lengkap 2. Mobilitas sumber ekonomi di seluruh pasar adalah bebas dan tidak ada hambatan.

Contoh pasar persaingan sempurna sangat jarang. Banyak pasar dalam sektor retail, jasa dan pertanian yang paling baik mendekati persaingan sempurna. Namun dalam sektor pertanian, program dukungan harga pemerintah mengubah mekanisme pasar. Perusahaan-perusahaan yang sangat besar jumlahnya dalam persaingan

118

sempurna secara tidak langsung menunjukkan bahwa masing-masing perusahaan individu sangat kecil perbandingannya tehadap keseluruhan pasar. Jadi apabila perusahaan satu menjadi besar secara signifikan, maka dia akan mendominasi pasar dan persaingan akan menjadi dihapuskan atau setidaknya berurang. Misalnya dalam produksi susu dari pertanian, perkebunan yang biasanya kecil. Mereka khususnya kecil dibandingkan dengan keseluruhan pasar susu. Perhatikan bahwa kadang besar, tapi bukan merupakan pertanian yang produktif. Produk dalam persaingan sempurna dinyatakan distandarisasi (atau homogen).Ini maksudnya adalah bahwa dia tidak membuat perbedaan apapun kepada konsumen tentang perusahaan tertentu yang menjual produk tersebut. Produk ini serupa, hal ini merupakan perbedaan utama antara persaingan sempurna dan persaingan monopolistik. Artinya ketika konsumen dapat mengenali beberapa perbedaan, maka perusahaan memperoleh kekuatan terhadap para konsumen ini. Susu merupakan produk yang seragam dan homogen. Tidak mungkin untuk membuat perbedaan antaar susu dari pertanian yang satu dengan pertanian yang lain. Untuk itu diharapkan Pemerintah harus membuat standar kualitas, kandungan lemak dan kebersihannya. Perusahaan dalam persaingan sempurna tidak memiliki kekuatan terhadap harga, mereka harus menjual pada harga pasar yang sedang berlaku. Perusahaan dalam persaingan sempurna disebut sebagai pengambil harga (price taker). Apabila perusahaan mencoba untuk menaikkan harga dengan jumlah produk yang sekecil mungkin, maka konsumen tidak akan membeli darinya, karena mereka dapat membeli produk yang sama dari perusahaan lain. Merendahkan harga juga tidak perlu karena perusahaan sudah bisa menjual seluruh hasil keluarannya pada harga yang sedang berlaku. Produksi pertanian dapat dimulai bagi sebagian besar panen dengan hanya menanam pada sebidang tanah. Misalnya, hal ini benar hanya untuk buah-buahan dan sayur-mayur, tetapi untuk beberapa produk seperti susu atau tembakau, pemerintah membatasi produksi karena kelebihan produk yang ada. Masuk dan keluar dari pasar persaingan sempurna, tidak terdapat hambatan. Kondisi ini menjamin bahwa tidak ada perusahaan yang akan mendomonasi pasar dan mengusir peusahaan-perusahaan lain. Begitu juga

119

meskipun berubah akan tetap besar. karena perusahaan bisa menjual seluruh output pada harga yang sedang berlaku. shingga permintaan menjadi horisontal. artinya mempunyai hubungan terbalik terhadap harga. Secara nasional. Agar keuntungan maksimum. Sebaliknya Jika 120 . hal itu merupaan harga ang berlaku di dalam pasar. atau pendapatan tambahan dari satu unit lagi yang terjual. Permintaan seperti itu secara grafik ditunjukkan dengan kurva permintaan horisontal. pelayanan purna jual atau garansi tidak penting dalam persaingan sempurna. Sebaliknya tindakan non-harga untuk seluruh industri bisa berguna. dan mengadakan biaya tambahan hanya akan membuatnya tidak menguntungkan. maka akan mendapatkan bahwa perusahaan yang akan mendominasi pasar dan mengusir perusahaan-perusahaan lain. hal tersebut diberikan oleh harga yang dapat diterima oleh petani. artinya perubahan harga yang sekecil mungkin mengakibatkan perubahan kuantitaas yang tidak terbatas sebenarnya. Bagaimanapun juga asosiasi produsen susu atau distributor susu yang besar mungkin berada dalam posisi untuk menggunakan iklan dengan efektif. Produsen susu tunggal tidak mungkin bisa mempengaruhi konsumsi susu secara luas. permintaan susu kemungkinan menjadi condong ke bawah. Permintaan perusahaan dalam persaingan sempurna sepenuhnya elastis. Tindakan non-harga seperti periklanan. Pendapatan marjinal. yang ditunjukkan secara grafik oleh kurva permntaan itu sendiri. Dia juga menjamin bahwa jumlah perusahaan (meskipun berubah) akan tetap besar. Namun untuk produsen susu tunggal. Disini juga harga rata-rata merupakan kurva permintaan dan pendapatan total merupakan garis lurus yang condong keatas. maka perusahaan harus menjual volume output sehingga pendapatan total lebh besar dari biaya totalnya.menjamin bahwa jumlah perusahaan. masih sama dengan harga yang sedang berlaku. dan kebutuhan-kebutuhannya tidak diiklankan. Seorang produsen susu yang mencoba untuk meningkatkan pendapatannya dengan cara menaikkan harga susu. yaitu tidak menjadi persoalan berapa kuantitas yang dijualm harga masih tetap sama. Kurva pemintaan horisontal juga merupakan pendapatan marjinal untuk perusahaan dalam persaingan sempurna.

perusahaan gagal memperoleh laba. Jika pendapatan marjinal berpotongan dengan biaya marjinal dibawah biaya variabel rata-rata. Oleh karena itu dalam teori ekonomi mikro lebih sering digunakan istilah pasar persaingan sempurna. Jika pendapatan total sama dengan biaya total. maka kerugiannya minimum. maka laba juga akan menjadi lebih kecil. berarti pendapatan itu tidak cukup untuk menutup biaya tetap dan perusahaan harus ditutup. maka kejadian ini disebut break even point (titik impas). Harga output (P) sama dengan penerimaan marginal(MR) sama dengan biaya marginl (MC) atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut: P MR = ∆ TR = MR = = MC ∂ MC 121 . sama halnya seperti memaksimalkan laba. Memproduksi pada tingkat output dimana pendapatan marjinal sama dengan biaya marjinal artinya sama dengan laba maksimum. maka untuk menghasilkan pada tngkat penjualan dimana perbedaan antara biaya dan pendapatan. maka perusahaan tersebut harus ditutup. Aabila satu unit lagi yang diproduks.Jika kurang satu unit yang diproduksi. namun dia bisa mencoba dalam jangka pendek. Keuntungan maksimum/kerugian minimum bagi seorang produsen yang beroperasi pada pasar persaingan sempurna dicapai apabila dipenuhi kondisi sebagai berikut: 1. Konsep pasar persaingan sempurna lebih luas dibandingkan dengan konsep pasar persaingan murni. Ketentuan mengenai pendapatan marjinal = biaya marjinal dapat digunaan untuk meminimalkan kerugian. Seorang produsen yang beroperasi pada pasar persaingan sempurna dikatakan pada kondisi keseimbangan apabila dari output yang ia jual dapat diperoleh keuntungan maksimum/kerugian minimum. hal ini disebabkan karena kelebihan biaya marjinal terhadap pendapatan marjinal. maka laba akan menjadi lebih kecil oleh kelebihan pendapatan marjinal terhadap biaya marjinal untuk unit yang terakhir tersebut. Apabila perusahaan memiliki pendapatan yang tidak cukup untuk menutup biaya tetapnya dalam jangka pendek.

Dalam pembahasan mengenai bekerjany pasar persaingan sempurna dalam teori dibedakan antara lain : 1. Produsen secara individual dikatakan mencapai posisi equilibrium jika keuntungan perusahaannya maksimum. Equilibrium pasar yaitu posisi keseimbangan antara penawaran dan permintaan di pasar tersebut. Kemiringan kurva penerimaan marginal (slope MR) lebih kecil dari pada kemiringan kurva biaya marginal (slope MC).∆ Q MC = ∆ TC ∆Q = ∂ Q ∂ TC ∂Q 3. Equilibrium produsen secara individual 2. yaitu dengan menganggap bahwa setiap produsen tidak bisa menambah kapasitas pabriknya dan tidak mungkin bagi produsen-produsen baru untuk membangun pabrik baru. 122 . Suatu pasar persaingan sempurna dikatakan mencapai posisi equilibrium jika. disini dimungkinkan adanya baik perluasan kapasitas oleh perusahaan-peerusahaan yang telah ada maupun pembangunan pabrik-pabrik baru oleh pengusaha-pengusaha baru yang masuk ke dalam industri tersebut. 2. Analisa jangka pendek (short run). Analisa jangka panjang (long run). Dari perspektif jangka waktu analisa mengenai bekerjanya pasar persaingan sempurna dibedakan antara: 1. • Semua perusahaan ada dalam posisi equilibrium • Jumlah total dari output perusahaan yang masing-masing berada pada posisi equilibrium tersebut sama dengan jumlah total yang dikehendaki konsumen.

yaitu selisih antara biaya variable rata-rata dengan harga output. kurva penawaran seorang produsen ditunjukkan oleh kurva biaya produksi marginal (kurva MC) ke kanan atas yang dimulai dari titik gulung tikar (shut down point) bagi produsen tersebut. 123 . maka ia akan rugi sebesar biaya tetapnya saja. maka ia akan rugi sebesar biaya tetap ditambah dengan sebagian biaya variable. maka ia akan rugi sebesar biaya tetapnya saja. Apabila harga output lebih kecil daripada biaya variable rata-rata (AVC). Sedangkan apabila ia meneruskan usahanya. Karena apabila ia menutup usahanya. Pada kondisi ini apabila produsen tetap berproduksi dan dapat menjual semua output yang dihasilkan. P MC B AC AVC P’ A 0 Qx Q P = MR = AR = D Titik gulung tikar (shut down point) bagi seorang produsen terjadi apabil harga output (P) sama dengan biaya variable rata-rata (AVC). Sedangkan apabila ia meneruskan usahanya.Dalam pasar persaingan sempurna. maka produsen tersebut lebih baik menutup usahanya. maka produsen tersebut akan rugi sebesar biaya tetapnya. Kerugian sebesar biaya tetap itu juga dialami oleh produsen tersebut apabila ia tidak beroperasi.

dan masuknya perusahaan baru ke dalam industri (atau keluarnya perusahaan-perusahaan lama dari industri). 124 . Keseimbangan produsen yang beroperasi pada pasar persaingan sempurna terjadi pada saat : P = MC = AR = D Keseimbangan jangka pnjang Equilibrium perusahaan dan equilibrium pasar jangka panjang. Bila harga turun sampai pada tingkat di mana P = LAC. Kedua-duanya mempunyai mempunyai akibat menambah atau mengurangi supply pasar. Perusahaan-perusahaan akan memperluas kapasitas pabriknya dan perusahaanperusahaan baru akan masuk ke dalam industri bila dan selama ada keuntungan yang bisa dinikmati produsen di dalam industri tersebut. Keuntungan ini akan ada bila harga (jangka pendek) melebihi average cost jangka panjang (long run average cost atau LAC). Keuntungan normal tidak merangsang perluasan kapasitas maupun pendirian pabrik-pabrik baru. maka tidak akan ada dorongan (insentif) perusahaanperusahaan untuk meperluas kapasitas pabrik maupun bagi perusahaan baru untuk mendirikan pabrik. selama itu pula da perusahaanperusahaan memperluas baru yang mendirikan pabrik-pabrik baru. Bedanya adalah dalam jangka panjang kita mempunyai dua factor tambahan yang mempengaruhi jalannya proses penyesuaian kearah posisi equilibrium. karena pada keadaan ini tidak ada keuntungan lebih (exess profit). yaitu kemungkinan adanya perluasan kapasitas yang ada.Dengan demikian kurva permintaan seorang produsen yang beroperasi pada pasar persaingan sempurn adalah kurva MC yang terletak di sebelah atas kurva AVC dan mempunyai kemiringan (slope) yang positif. Yang ada adalah keuntungan normal (yang termasuk dihitung dalam LAC). Di sini baik pasar maupun perusahaan akan berada dalam posisi equilibrium/keseimbangan. Jadi selama P > LAC. juga ditentukan dengan arah yang sama seperti untuk jangka pendek. proses penyesuaian ke arah equilibrium berhenti. Pada keadaan di man P LAC. Akibat selanjutnya adalah kurva supply pasar bergeser ke kanan dan harga turun. Tetapi perluasan kapasitas dan pendirin Pabrik-pabrik baru ini berakibat bertambahnya suplly yang ditawarkan di pasar.

Factor ini yang melandasi mengapa LAC mula-mula menurun. atau sering juga dinamakan factor-faktor yang mengakibatkan increasing returns to scale. maka mulai pada suatu tingkat ada kemungkinan timbul ketidak efisienan. skala perusahaan semakin besar kemungkinan mengadakan pembagian keerja (division of labour) di dalam perussahaan yang berakibat kenaikan produktivitas atau penurunan biaya per unit output. yaitu apabila ada skala perusahaan terus membesar. hal ini berarti bahwa kita menaikkan volume produksi dengan menambah input-input bahan mentah. akibatnya produktivitas menurun dan biaya produksi per unit naik. maka laba murni akan timbul dalam perusahaan persaingan sempurna. Apabila kita memperbesar skala pabrik kita bisa bayangkan adanya kemungkinan peningkatan produktivitas (misalnya: mesin-mesin yang lebih besar. dan sebagainya serta kapasitas pabrik. Dis economies of Scale atau decreashing returns to Scale. buruh. Semakin ke kanan semakin besar kapasitas/skala pabrik. Apabila permintaan menjadi diataas biaya total rata-rata minimum. 2. Misalnya : perusahaan terlalu bear. tetapi ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi Average Cost suatu perusahaan. Laba ini akan menarik perusahaan-perusahaan baru untuk masuk ke dalam industri tersebut. Hal ini mencakup factor-faktor yang bekerja sebaliknya. Cara masuk perusahaan baru tersebut tidak dihalangi oleh hambatan-hambatan masuk apapun 125 . Faktor-faktor tersebut adalah: 1. Economies berarti penghematan ongkos produksi atau kenaikan produktivitas. Faktor inilah yang menyebabkan LAC naik. sehingga control yang efektif dari manajemen terhadap bekerjanya perusahaan mulai sulit untuk dilakukan.Kurva AC (SAC) maupun MC (SMC) dalam jangka pendek berbentuk “U” karena berlakunya “The law of diminishing returns”. 3. Economies of Scale. Jika kita bergerak pad dan sepanjang kurva LAC ke kanan. Bentuk LAC juga berbentuk “U” bukan disebabkan oleh berlakunya hukum tersebut.

Apabila permintaan menjadi dibawah biaya total rata-rata minimum. Kekurangan-kekurangan Persaingan Sempurna Disamping pengaruh ekonominya yang bermanfaat. Persaingan sempurna diihat sebagai bentuk yang ideal atau optimum karena pengaruh ekonominya yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. karena perusahaan akan menawar untuk sumber daya ini sampai pada harga dimana konsumen mau membayarnya. maka kerugian perusahaan akan mendorong beberapa perusahaan untuk meninggalkan industri tersebut. maka persaingan sempurna gagal untuk: 126 . Efisiensi alokatif persaingan sempurna dapat diamati dalam titik keseimbangan jangka panjang dari seluruh perusahaan dalam industri tersebut. Harga yang meningkat tersebut mengangkat kurva permintaan untuk masing-masing perusahaan ada diatas titik keseimbangan. Hal ini berarti seluruh perusahaan dipaksa untuk memotong biaya mereka dan menggunakan teknologi terbaik yang tersedia untuk mendapatkan biaya total rata-rata minimum yang tidak lebih tinggi dari seluruh perusahaan lain dalam industri.dalam industri persaingan sempurna. yang berada pada biaya total rata-rata minimum. Efisiensi produktif persaingan sempurna berasal dari kenyataan bahwa kuantitas yang diproduksi oleh masing-masing perusashaan adalah hanya dimana harga yang dibayar oleh masyarakat sama dengan biaya tambahan sumber daya (biaya marginal). meskipun terdapat sedikit defisiensi. Harga yang rendah mendorong permintaan bagi masing-masing perusahaan menuju kebawah atau bahkan dibawah titik keseimbangan minimum titik biaya total rata-rata. Perusahaan baru tersebut akan meningkatkan jumlah persediaan pasar dan menyebabkan harga menjadi turun. Kuantitas yang lebih banyak lagi tidak mungkin dapat diperoleh pada harga yang lebih rendah. Sumber daya tersebut sebagian besar juga dialokasikan secara efisien diantara industri-industri. maka persediaan total yang menurun mendorong harga-harga kembai naik. dan efisiensi produktif. yang berasal dari efisiensi alokatif. Perusahaan yang keluar-masuk akan terus berlanjut sampai harga menjadi tetap sama dengan biaya rata-rata minimum. Apabila perusahaan-perusahaan keluar.

Tetapi ada kasus lain sepeerti Misalnya beberapa produk industri telah terbentuk dengan baik oleh suatu image terhadap merk dan formula rahasia (misalnya:coca cola). Menghasilkan barang-barang masyarakat. dan para pesaing lainnya tidak dapat meniru secara persis resep formulanya. Kondisi biaya yang menguntunkan perusahaan persaingan tidak sempurna timbul apabila terdapat skala ekonomis yang cukup besar serta penurunan biaya. 127 . sehingga jika hal ini tercipta. persaingan tidak sempurna mungkin berlaku jika terdapat rintangan yang mencegah para pesaing memasuki suatu industri.1. maka perusahaan besar bisa memproduksi dengan biaya yang lebih murah dan menekan perusahaan kecil. karena tidak terdapat laba Merangsang kemajuan teknologi. 4. Menyediakan pendapatan perbaikan apapun untuk ketidaksamaan distribusi 2. apabila masing-masing penjual mempunyai pengendalian terhadap harga produknya. karena mereka distandarisasi. Rintanganrintangan tersebut bisa timbul dari hukum atau peraturan pemerintah. PASAR PERSAINGAN TIDAK SEMPURNA Definisi: Persaingan tidak sempurna adalah apabila suatu perusahaan dapat mempengaruhi harga pasar produknya. Jadi skala ekonomis yang besar akan menciptakan industri dengan sedikit penjual. 3. karena kekurangan laba Menawarkan keragaman produk. sehingga perusahaan kecil tersebut tidak dapat mempertahankan lagi kehidupannya. Persaingan tidak sempurna. Disamping itu. berlaku dalam suatu industri.

Beberapa Bentuk Persaingan Tidak Sempurna 1. Monopoli 2. Persekutuan 3. Oligopoli 4. Persaingan monopolistic MONOPOLI, Adalah hanya ada seorang penjual dengan kekuasaan monopoli. Disebut sebagai monopolis, yang berasal dari bahasa Yunani, (mono = satu, polist = penjual). Jadi monopoli berarti suatu keadaan di mana di dalam pasar hanya satu penjual sehingga tidak ada pihak lain yang menyainginya. (ini kasus monopoli murni). Dalam kenyataan, sulit untuk mendapatkan contoh dari suatu perusahaan monopoli murni, dimana sama sekali tidak ada unsure persaingan dari perusahaan lain. Apabila hanya ada satu penjual di pasar, sehingga tidak ada peersaingan langsung dari perusahaan lain, maka kemungkinan masih ada persaingan yang tidak langsung . Misalnya dari sebuah produk atau barang perusahaan lain yang bisa merupakan barang substitusi (meskipun substitusinya tidak sempurna) untuk barang yang dihaasilkan oleh monopoli. Karena adanya persaingan yang potensial inilah, maka pelaku seorang produsen monopoli tidak sebebas seperti apa yang digambarkan dalam persaingan monopoli murni. Demikian pula adanya campur tangan pemerintah bisa merupakan factor pembatas bagi kekuasaan monopoli suatu perusahaan. Apabila kita simpulkan, maka garis besar dari Monopoli sebagai berikut:
1.

Adalah suatu bentuk organisasi pasar dimana hanya terdapat 1 perusahaan yang menjual produk yang tidak memiliki substitusi yang dekat.

2.

Kurva permintaan yang dihadapi berlereng negatif

128

3.

Dapat memperoleh laba dalam jangka panjang (kebalikan dari Pasar Persaingan Sempurna)

129

Ciri-Ciri Pasar monopoli  1. Industri 1 (satu) perusahaan  2. Tidak mempunyai barang pengganti yang mirip  3. Hambatan masuk ke pasar sangat besar  4.Dapat mempengaruhi penentuan harga (price setter)  5. Promosi iklan kurang diperlukan Perusahaan Monopoli timbul karena beberapa alasan : 1. Penguasaan Bahan Mentah Strategis Kalau X adlah input utama untuk produk Y, maka penguasaan untuk sumbersumber X akan bisa menimbulkan perusahaan monopoli untuk barang Y, dengan jalan menolak penjualan X kepada perusahaan-perusahaan lain. Contoh : ALCOA 3. Hak Patent Hak patent merupakan suatu sumber terjadinya monopoli untuk terjadinya suatu macam barang tertentu atau cara produksi tertentu. Contoh : cellophane, (dupont) memiliki hak paten dlm proses produksinya, polaroid utk kamera foto langsung jadi. 3. Terbatasnya Pasar

130

sehingga satu perusahaan saja sudah mampu memenuhi permintaan pasar.(mendapat saingan tdk langsung krn adanya produk lain.  Seorang monopolis tdk memiliki kekuatan pasar yg tdk terbatas.ies o scale yang besar. Karena pasar untuk suatu barang adalah terbatas.  Semua kekuatan monopoli brdsrkan hambatan masuk ke dlm pasar akan hilang dlm jk panjang. Jadi di dalam pasar. kemungkina ada brg substitusi di pasar). Contoh : fasilitas layanan masyarakat (perusahaan listrik. kecuali hak monopoli milik pemerintah Seorang monopolis dapat menentukan harga jual di pasar bagi produk yang dihasilkannya sesuai dengan tingkat keuntungan yang diharapkan.Terbatasnya pasar dibanding dengan skala minimum perusahaan. karena adanya economies of scale perusahaan saja. Dari kenyataan ini maka dapat disimpulkan bahwa kurva permintaan pasar bagi produk seorang monopolis mempunyai kemiringan negative seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini P 131 . Pemberian Hak Monopoli oleh Pemerintah. Apabila monopolis tersebut menginginkan harga jualnya tinggi. air dan angkutan) 5. merupakan sumber lain. Dengan istilah lain. tetapi harus dibawah regulasi pemerintah. sehingga hanya bisa memberikan ruang hidup untuk satu perusahaan saja. karena adanya econo. Dengan istilah lain. mka jumlah output yang terjadi lebih sedikit. perusahaan didirikan sebagai penghasil atau distributor tunggal sebuah barang atau jasa. tetapi luas pasar yang terbatas. Contoh kantor pos. tetap hanya ada satu penjual. Akibatnya kalau ada perusahaan baru yang berminat masuk ke dalam pasar tersebut akan mengalami kesulitan dalam menjual barangnya.

D O # MR # Q Jumlah barang yang diminta bebanding lurus dengan harganya. Keadaan ini jika dilihat pada sebuah grafik. akan tetapi mempunyai kemiringan dua kali lebih besar. Seorang monopolis yang rasional akan selalu berusaha menghasilkan output dan kemudian menjualnya pada tingkat yang optimal. sedangkan penerimaan totalnya (TR) merupakan fungsi kuadrat.Peneriman total (TR) sama dengan harga (P) dikalikan dengan jumlah barang yang dijual (Q). Akibatnya kurva penerimaan marginal (MR) mempunyai intersep yang sama dengan kurva permintaan. Tingkat output yang akan mendatangkan laba maksimum atau rugi minimum bagi seorang monopoilis adalah apabila terpenuhinya syarat sebagai berikut : 1. ditunjukkan oleh perpotongan antara kurva MR dengan kurva yang menaik. Penerimaan Marginal (MR) sama dengan biaya marginal (MC) atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut : MR MR = MC = ∆ TR = ∆Q MC = ∆ TC = ∆Q ∂ Q ∂Q ∂ TC ∂TR 2. artinya pada tingkat output tersebut ia akan memperoleh laba maksimum atau rugi minimum. Monopolis yang menggunakan lebih dari 132 . Kemiringan kurva Penerimaan Marginal (slope MR) lebih kecil dari pada kemiringan kurca biaya marginal (slope MC).

MR = penerimaan marginal =…………. Biasanya pasar yang permintaan lebih elastis akan menjual outputnya dengan harga lebih rendah. Elastisitas permintaan pada kedua pasar tersebut berbeda.pabrik n.satu macam pabrik (multiplant monopolist) tingkat output optimum tercapai apabila biaya marginal untuk semu proses produksi sama dengan penerimaan margina (MR)-nya. baik secara teknis maupun secara ekonomis.= MC n = MR Pada pasar yang berbeda. Kebijaksanaan ini dapat diterapkan pada pasar yang sama dengan segmen pasar yang berbeda. pabrik 2.…. 2. MC 1 = MC 2=……= MCn = biaya marginl pabrik 1. Atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut: MC 1 = MC 2 Dimana.. Kebijaksanaan diskriminasi harga ini dapat dilakukan oleh monopolis apabila: 1. Atau secara matematis dapat ditulis: MR 1 Dimana. Tingkat output optimum bagi monopolis yang melaksanakan diskriminasi harga terjadi pada saat : 1. seorang monopolis dapat menjual outputnya dengan harga yang berbeda. Penerimaan Marginal (MR) masing-masing pasar sama dengan biaya marginal (MC)-nya. =MR2 =……MRn = MC 133 . Tujuan diskriminasi harga ini adalah untuk memperoleh laba oleh produsen. antara kedua pasar tersebut. Kebijaksanaan ini disebut dengan kebijaksanaan diskriminasi harga (price discrimination policy). Monopolis benar-benar dapat memisahkan.

3. MC2…. Syarat-syarat diskriminasi harga adalah sebagi berikut: 1. dan Slope MR2 < slope MC. agar supaya diskriminasi menguntungkan. artinya apabila si monopolis tidak mendapatkan keuntungan dari adanya kenaikan harga. sehingga dijullah di pasar lain tanpa mengganggu pasar normalnya.1 ) e MC = Marginal Coct = biaya marginal MR1 = Penerimaan marginal pabrik 1 MR2 = Penerimaan marginal pabrik 2 e = elastisitas Jenis-jenis diskriminasi harga/dumping 1. 134 .MCn = biaya marginal pabrik 1. berbeda. 2. Sporadic dumping. artinya dumping yang ditimbulkan karena suatu perusahaan sewaktu-waktu productnya tidak laku dijul di dalm negeri. Diskriminasi harga Adalah menjual suatu product yang sama dalam dua/lebih pasar dengan harga berbeda. = penerimaan marginal Slope MR 1 < Slope MC. pabrik 2…. MR 2. dan seterusnya. Monopolist harus dapat memperthankn terpishnya pasar satu dengan Elastisitas permintaan pada masing-masing tingkat harga harus MR (marginal Revenue) msing-masing pasar sama.MC 1. Tujuannya adalh untuk memperoleh keuntungan yang optimal. MC = MR1 = yang lain.pabrik n. MR2 MR = p ( 1. tetapi mereka akan memperoleh keuntungan dengan menetapkan berbagai tingkat harga terhadap suatu product yang sama tersebut kepada konsumen yang berbeda.

Namun apabila pasar sudah dikuasai. Konsumen. Jadi dalam pasar monopoli tidak memanfaatkan secara penuh adanya economies of scale. yaitu volume produksi perusahan monopoli lebih rendah dari volume output yang dihasilkan dengan average cost yang minimum (hal ini terjadi daam persaingan sempurna jangka panjang). 3. a. artinya dumping kontinyu yang timbul pabil produsen secara kontinyu menjual product dengan harga lebih rendah di pasar satu dan harga yang lebih tinggi di pasar lainnya. Pemilik factor produksi yang digunakan. misalnya bagi pemilik factor produksi tenaga kerja yaitu buruh dengan upah yang lebih rendah daripada sumbangan (dalam bentuk output) dari tenaga kerja tersebut jika dinilai dengan harga pasar yang 135 . Dibayarnya factor produksi dengan harga (MC) yang lebih rendah dari nilai pasar output yang dihasilkan (+P). b. Keuntungan monopoli adalah keuntungan yang lebih dari pada keuntungan yang dianggap normal.2. maka harga akan dinaikkan. Monopoli dan Kesejahteraan Masyarakat Implikasi terhadap kesejahteraan masyarakat yang perlu diperhatikan adalah bahwa dalam pasar monopoli: 1. Psar monopoli bisa menciptakan ketidak adilan (yaitu mengapa produsen monopoli menerima keuntungan yang lebih besar dari pengusaha-pengusaha lain). Pada awalnya memang perusahaan merugi. Volume produksi lebih kecil dari volume output yang optimum. yaitu dumping untuk merebut pasar dan meniadakan persaingan. 3. Ada unsure “Eksploitasi” oleh perusahaan-perusahaan monopoli terhadap. 2. Ada kemungkinan keuntungan monopoli tetap bisa dinikmati produsen monopoli dalam jangka panjang. dengan ditetapkan harga jual (=P) di atas ongkos produksi dari unit terakhir outputnya (=MC). Persistent dumping. karena harganya lebih rendh dari pada biaya rata-rata. Dari segi masyarakat hal ini merupakan suatu pemborosan. Predatory Dumping. Jadi dari segi distribusi penghasilan antar warga masyarakat.

Membuka kran impor. Misalnya perusahaan penerbangan pemerintah untuk menyaingi swasta. Misalnya di Amerika ada undang-undang anti trust 2. Mencegah timbulnya monopoli itu sendiri. Tetapi syarat mutlak dari cara ini adalah bahwa perusahaan Negara tersebut harus bisa bekerja dengan PERSEKUTUAN Persekutuan. sehingga barang-barang buatan luar negeri bisa memberikan persaingan.berlaku bagi output.BENTUK PERUSAHAAN 1. dengan membuat ketentuan-ketentuan khusus terhadap operasi perusahaan monopoli tersebut. misalnya OPEC (organisasi negara-negara produsen minyak. dan pembatasan terhadap kekuasaan monopoli perusahaan tersebut. Kartel yang paling populer. Pemerintah mendirikan perusahaan tandingan di dalam pasar tersebut. 4. 3. Kebijakan Untuk Mengurangi Efek Negatif Monopolist antara lain : 1. BENTUK. Perusahaan perseorangan seseorang. efisien. sekarang lebih dikenal dengan nama kartel. dengan tujuan untuk memberi persaingan kepada si monopolist dan membatasi kekuasaan monopolinya. sehingg semua keuntungan yang diperolehnya merupakan Perusahaan perseorangan dalah perusahan yang diawasi dan dikelola oleh 136 . Kartel dalah organisasi produsen barang dan jasa yang dimaksudkan untuk mendekte harga pasar. Misalnya menurunkan bea masuk atas barang yang serupa dengan product si monopolist. Eksploitasi menjadi ganda apabila si monopolist juga menguasai pasar input.

4. artinya tidak sampai mengorbankan harta pribadi eperti halnya Firma.. baik keuntungan maupun kerugian yang dideritanya. dimana masyarakatnya dil dan makmur. Firma Firma adalah sebuah bentuk perkumpulan usah yang didirikan oleh beberap orang dengan menggunakan nma bersama. 2. Perseroan Komanditer Adalah suatu persekutuan yang didirikan oleh beberapa orang yang masingmasing menyerahkan sejumlah yang jumlhnya tidak perlu sama. 137 . Ia juga menanggung semua risiko. yaitu orang-orang yang mempercayakan uangnya dan bertanggung jawab terbatas kepda kekayaan yng diikut sertakan di dalam perusahaan tersebut. Sekutu komanditer.keuntungan pribadi. Perseroan Terbatas Perseroan terbatas adalah suatu perushan yang kekayaannya. maka firma tersebut secara otomatis bubar. Disini semua anggota mempunyai tanggung jawab baik secara sendiri maupun secara bersama sama terhadap hutang piutang perusahaan terhadap pihak lain. Apabila salah satu dari anggota tersebut keluar. a. 3. Perusahaan Negara Adalah perusahaan yang bidang operasionalnya dan modalny secara keseluruhan dimiliki oleh negara.Lebih jauh di firma ini seluruh kekayaan pribadi merupakan jaminan berlangsungnya berjalannya perusahaan tersebut. Tujuan perusahaan negara yaitu untuk membangun ekonomi nasional. Sekutu komplementer. yaitu semakin banyak saham yang dimiliki seseorang. hak serta kewajibannya terpiah. antara yang mendirikan dan yang memiliki perusahaan tersebut. b.Legalitas seseorang memiliki keikut sertan dalam suatu perusahaan adalah dengan memiliki saham perusahaan. maka semakin besar pula andil dan kedudukan orang tersebut di dalam perusahaan. Hutang piutang hanya sebatas kepemilikan saham saja. artinya yitu orang-orang yang bersedia mengatur perusahaan. Di dalam perseron komanditer (CV) dikenal adanya sekutu (ada 2 macam sekutu) . 5.

Perum (Perusahan Umum). Menurut luas usahanya. Banyak jenis koperasi yang ada sekarang ini. misalnya Persero dan PD adalah perusahaan yang keuntungan untuk negara. adalh kopersi yang terdiri dari gabungan minimal 3 koperasi pusat Induk Koperasi. baik secara independent (sendiri-sendiri) maupun secara diam-diam saling bekerja sama. dan lain sebagainya. Perum dan Perjan bertujuan sosial (tidak mencari keuntungan). Perjan (Perusahaan Jawatan). misalnya: koperasi produksi. 7. d. dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan para anggotanya. Perusahaan Pemerintah lainnya Perusahan pemerintah yang lain misalnya: Persero. PD (Perusahaan Daerah). c.6. yaitu koperasi yang terdiri dari gabungan minimal 5 koperasi primer Gabungan koperasi. Koperasi Pusat. konsumsi. Koperasi Adalah suatu bentuk badn usaha yang operaionalny di bidang ekonomi. Adapun masing-masing perusahaan tersebut mempunyai tujuan lain-lain. 138 . adalah gabungan dari minimal 3 gabungan koperasi. yaitu koperasi yang terdiri OLIGOPOLI Arti kata Oligopoli adalah: beberapa penjual Oligopoli adalah suatu keadaan pasar dimana hanya ada beberapa (misalnya antara 2-10) perusahaan yang menguasai pasar. b. koperasi dibagi menjadi: a. Koperasi Primer. koperasi simpan pinjam. dari minimal 20 orang. Oligopoli  Adalah suatu bentuk organisasi pasar dimana penjual atas sebuah produk yg homogen dan terdiferensiasi jumlahnya sedikit.

aluminium danbaja). terjadi duopoli (duopoly)  Jika produknya homogen disebut oligopoli murni (pure oligopoly)  Jika produknya terdiferensiasi disebut oligopoli terdiferensiasi (differentiated oligopoly). Jk hanya dua persh. 2. Perusahaan menentukan harga rendah untuk menghalangi perusahaan baru masuk ke industri . merupakan penghalang alamiah untuk masuk ke pasar 3. Beberapa perusahaan memiliki/menguasai seluruh penawaran bahan baku 6. Beberapa perusahaan memiliki hak paten secara eksklusif 4. Investasi modal yang besar dan input yang terspesialisasi (mobil. setiap tindakan perusahaan akan mempengaruhi persh lain dlm industri tsb dan sebaliknya. Sumber Terjadinya Oligopoli 1. Memiliki pelanggan loyal 5. Jika Skala ekonomi yang bisa dicapai (jumlah output besar) sehingga dengan sedikit perusahaaan saja kebutuhan pasar sudah terpenuhi. Karena perusshaan sedikit. Contoh oligopoli paling banyak terjadi dlm sektor manufaktur Baja. 139 . aluminium dan semen bersifat homogen b.Mobil dan barang eletronik mrpk produk terdifferensiasi c.

Oligopoli dengan differensiasi produk (yaitu setiap perusahaan dengan merkmerk khusus tersendiri) . Dalm meningktkan keuntungan dilakukan cara memasang iklan dan adanya diversifikasi pasar. Oligopoli bisa menumbuhkan persekutuan. Model Cournot  Diperkenalkan oleh Augustin Cournot (perancis. 140 . terutama untuk menentukan harga pasar (biasanya hal ini harus dihindri karena bisa mempersempit perdagangan). menganggap duopolis yg lain menghasilkan output yg konstan pd level tertentu.Cournot menganggap“hanya ada 2 persh yg menjual mata air yg sama (identical spring water). Model Oligopoli 1. harganya bisa berubah-ubh dengan cepat tetpi dalm pasar oligopoli harganya cenderung tetap dan pada tahap tertentu harganya bisa naik. Akibatnya adalah siklus perpindahan dan tindakan balasan oleh duopolis tsb sampai masing-masing menjual sepertiga dati total output industri Oligopoli ada dua tipe: 1. Para konsumen berdatangan ke mata air tsb dgn galon mereka sendiri shg MC adalah nol utk 2 persh tadi”  Asumsi perilaku dasar pd model ini ada pd setiap persh pd saat berusaha memaksimumkan laba. di dalam pasar persaingan sempurna.Perbedan pasar oligopol dengan psar persaingan sempurna adalah. misalnya: industri kosmetik. lebih dr 160 tahun yg lalu)  Model ini bermanfaat dlm oligopoli diantara persh yg saling bergantung erat. mobil di Indonesia.

hal ini mempunyai implikasi terhadap kurva permintaan seorang oligopolist.Industri seng. dan barang tersebut tidak ada barang pengganti yang mendekati. permintaan patah (kinked Demand) dan stackelberg untuk model pasar oligopoly yang tidak bergabung. Chamberlin. Kartel dan kepemimpinan untuk pasar oligopoly yang bergabung 141 . sebagian besar produknya hampir homogen dan ukuran produsennya relative besar.) Ada tidaknya produk differensiasi mempengaruhi sampai berapa jauh permintaan untuk produk suau perusahaan tergantung pada perusahaan-perusahaan lain. Bertrand. Semakin kecil ketergantungan tersebut semakin bisa lebih pasti digambarkan kurva permintaannya. pada prinsipnya kita tidak bisa menggambarkan suatu kurva untuk seorang produsen oligopoly. maka semakin tidak tergantung kurva permintaan suatu perusahaan pada perilaku perusahaan lain. Sebaliknya bila tingkat ketergantungan tersebut besar. (misalnya. Tingkat “ketergantungan” (interdenpendensi) antara perusahaan satu dengan yang lain. kecuali kalau kita tahu perilaku atau macam reaksi apa yang akan dilakukan produsen outputnya.Barang-barang disebut differensiasi jika karakteristik penting barang tersebut bervariasi. baja. Cournot. 2. minyak bumi. 2. Oligopoli tanpa differensiasi produk Biasanya dijumpai pada industri dasar. sehingga analisa mengenai perilaku produsen dalam industri. Semakin besar tingkat differensiasi produk yang ada. pipa. Tanpa asumsi mengenai macam reaksi produsen-produsen lain tidak bisa dianalisa. masing-masing perusahaan tidak tahu persis reaksi apa yang akan diambil oleh produsen lain apabila salah satu produsen yang ada di dalam pasar melakukan kebijaksanaan. Mungkin macam reaksi produsen-produsen lain adalah begitu luasnya. Dalam pasar oligopoly. Oligopoli tanpa ada differensiasi produk harus mengambil asumsi yang menyerderhanakan mengenai reaksi-reaksi perusahaan lain. Aluminium. Oleh karena itu ada beberapa model yang menggambarkan keadaan pasar oligopoly antara lain: 1.

maka masing-masing perusahaan akan menghasilkan output sebanyak . maka secara umum dapat dikatakan 142 . Hal ini disebabkan karena anggapan bahwa masing-masing produsen tidak pernah memanfaatkan pengalamanpengalamannya pada masa lalu. 1 n+1 atau n ( 1 n + 1 ) Dalam hal ini jelas bahwa semakin banyak perusahaan yang terdapat di pasar. Hal ini karena model Chamberlin menganggap bahwa produsen menyadari diantara mereka ada saling ketergantungan satu dengan lainnya. Secara umum dapat dikatakan bahwa apabila di pasar ada n perusahaan. Pasar oligopoly model patah diformulasikan oleh Sweezy. dengan tingkat harga yang lebih murah. Dalam model ini juga menganggap bahwa tidak ad perusahaan baru yang masuk ke dalam pasar. maka akan semakin banyak pula jumlah output yang ditawarkan di pasar. Dalam model Bertrnad ini tidak mengarah pada tingkat keuntungan pasar yang maksimum serta pada tingkat yang lebih rendah daripada posisi itu. Model Chamberlin pada pasar oligopoly dinyatakan bahwa keseimbangan stabil di pasar terjadi apabila pasar tersebut disepakati hanya ada satu tingkat harga.Dalam model Cournot dianggap bahwa barang yang dihasilkan bersifat homogen dan struktur biaya produksi marginal = 0. Dalam model ini keseimbangan perusahaan ditentukan pada waktu garis permintaan yang dihadapi produsen yang berbentuk patah. Dalam model Bertrand dianggap masing-masing perusahaan memperkirakan pesaingnya tetap mempertahankan tingkat harga jual output. Output keseimbangan dalam model ini mendekati output keseimbangan pada pasar persaingan sempurna. Penetapan harga ini bertujuan untuk mamaksimumkan keuntungan perusahaan masing-masing. Krena pada tingkat ini berarti bahwa MR produsen sama besar dengan MC-nya. apapun kebijaksanaan yang dilakukan pesaingnya. sehingga keseimbangan stabil akan terganggu dan ini tidak bisa dipecahkan memlalui mekanisme pasar monopoli.

Model kurva permintaan yang patah ini dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa dalam paar oligopoly tingkat harga output yang terjadi di pasar cenderung tetap atau tidak berubah-ubah. maka ia mengharapkan pesaingnya tidak akan mengikuti kebijaksanaannya. Bentuk kurva permintaan yang patah adalah bentuk pencerminan dari adanya ketidak pastian oligopolies terhadap perkiraan perusahaan pesaing.bahwa kurva MR dapat berpotongan dengan kurva MC di mana saja pada bagian kurva MR yang patah. sehingga ia dapat memaksa produsen lain untuk mengikuti segala l\ketentuannya. Perusahaan yang kuat ini berfungsi sebagai pemimpin untuk menentukan posisi keseimbangan yang stabil. apabila ia menurunkan tingkat harga jual. Perang harga ini akan terhenti apabila salah satu dari mereka bersedia jadi pengikut dan posisi keseimbangan stabil akan tercapai kembali. yaitu apabila ia menurunkan tingkat harga jual. Kartel dibedakan menjadi dua: 1. Model Stackelberg pada pasar oligopoly pada intinya beranggapan bahw adanya salah satu produsen yang cukup kuat posisinya. Kartel adalah gabungan dari beberapa produsen yang menjual ouputnya di pasar oligopoly. Hal ini berarti bahwa adanya perubahan struktur biaya produksi yang tidak akan berpengaruh terhadap tingkat output dan harga keseimbangan perusahaan. Namun apabil ada dua perusahaan yang kuat. Tetapi sebaliknya apabila I menaikkan harga jual. Kurva permintaan bagi perusahaan yang berbentuk patah mencerminkan bahwa perilaku oligopolist di pasar. Kartel denga tujuan memaksimumkan keuntungan 143 . Dalam keadaan ini kedua perusahaan tersebut akan bersaing untuk menjadi pemimpin di pasar yaitu dengan jalan perang harga (price war). Ditinjau dari Segi Tujuannya. dengan jalan menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang berlaku bagi seluruh perusahaan anggota kartel. Dengan membentuk kartel ini. maka ia mengaharapkan produsen pesaingnya akan mengikuti kebijaksanaannya. maka kebijaksanaan-kebijaksanaan dapat diarahkan menyerupai pasar monopoli. maka posisi keseimbangan yang stabil akan terganggu. Tujuan dari kartel ini memaksimumkan keuntungan perusahaanprusahaan anggotanya.

Oligopoli dan Kesejahteraan Masyarakat 144 . Keadaan ini yang akan mengakibatkan kegagalan kartel untuk mencapai tujuannya. Keadaaan semacam ini mirip dengan pasar monopoli yang mempunyai beberapa pabrik (multiplant-monopoly). Penggabungan dengan model kepemimpinan harga oleh perusahaan yang dengan struktur ongkos terendah. Pada prinsipnya posisi optimum dicapai pada tingkat output di mana MR kartel dipotong oleh MC-nya dari bawah. sedangkan perusahaan yang lain bertindak sebagai follower (pengikut). maka ada kecenderungan dari perusahaan-perusahaan anggota melanggar perjanjian yang telah disepakati. Penggabungan dengan model kepemimpinan harga oleh perusahaan yang bersifat barometris.2. Dalam model ini mengatakan bahwa perusahaan yang mempunyai posisi yang paling kuat akan bertindak sebagai leader (pemimpin). Biasanya masalah yang dihadapi oleh kartel bukan saja menentukan output yang dapat memaksimumkan keuntungan. Keberhasilan suatu kartel biasanya tergantung pada kewibawaan dari kartel di mata perusahaan-perusahaan anggotanya. Kartel yang bertujuan membagi pasar. Bentuk lain dari penggabungan produsen yang menjual outputnya di pasar oligopoly adalah model kepemimpinan harga (price leadership). 3. Dalam model kepemimpinan harga ada tiga macam bentuk penggabungan yaitu: 1. Penggabungan dengan model kepemimmpinan harga oleh perusahaan yang dominant. 2. tetapi juga membagi jatah output yang harus diproduksi oleh masing-masing perusahaan anggota dan juga pembagian keuntungan diantara mereka. Apabila kewibawaan ini tidak ada.

Kemungkinan adanya keuntungan yang terlalu besar (excess profit) yang dinikmati oleh para produsen oligopoly dalam jangka panjang. tetapi juga karena sulitnya merumuskan kebijaksanaan yang tepat. yaitu : 145 . sehingga dorongan untuk berlomban di bidang penemuan proses produksi baru.Efek kesejahteraan dari bentuk pasar oligopoly kurang lebih sama dengan monopoli. Disatu pihak oligopoly menimbulkan efek-efek negative dalam bentuk: 1. Kemungkinan adnya ketidak efisienan produksi karena setiap produsen tidak beroperasi pada AC yang minimum. 4. Hal ini disebabkan bukan hanya karena jumlah perusahaan yang harus diawasi lebih banyak dari pada monopoli. pengalaman dan penelitian menunjukkan bahwa justru dalam industriindustri oligopoly kita jumpai adanya inovasi dan penerapan teknologi baru yang paling pesat. 2. hal ini akan merugikan masyarakat secara makro. Kemungkinan adanya “eksploitasi” terhadap konsumen maupun buruh (karena P > MC) seperti dalam kasus monopoli. cukup kuat pula (lebih kuat dari pada kasus monopoli) Secara umum bisa dikatakan bahwa kebijaksanaan-kebijaksanaan untuk mengurangi efek negative dari oligopoly tersebut lebih sulit dilaksanakan dari pada kebijaksanaan terhadap perusahaan monopoli. karena unsure persaingan antar perusahaan adalah cukup kuat (meskipun tidak dalam bentuk persaingan harga). produk baru dan penurunan biaya produksi. karena baik kurva permintaan maupun perilaku perusahaan-perusahaan oligopoly mengandung lebih banyak ketidak tentuan disbanding dengan sebuah perusahaan monopoli (yaitu target perusahaan lebih kabur). 3. Namun demikian ada beberapa kebijaksanaan umum yang mungkin bisa diambil untuk mengurangi efek-efek negative tersebut. Di lain pihak. Ketegaran harga (terutama ke bawah) sering dikatakan menunjang adanya inflasi yang kronis. Hal ini disebabkan karena perusahaan-perusahaan tersebut cukup besar dan mampu untuk menyediakan dana untuk pengembangan dan penelitian.

produknya identik. dan perusahaan-perusahaan menganggap bahwa harga perusahaan lain dianggap tetap. PERSAINGAN MONOPOLISTIK Adalah suatu keadaan pasar yang ditandai oleh banyaknya industri pengecer (menjual produk-produk serupa tapi tidak sama. Persaingan monopolistis menyerupai persaingan sempurna dalam 3 hal (banyak pembeli. misalnya berpendapat bahwa seringkali merger dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dengan tujuan untuk menguasai pasar. Profesor George Stigler. 3. Kemungkinan kebijaksanaan yang lebih drastic adalah mencoba merombak struktur pasar yang oligopolistic tersebut antara lain dengan menentukan batas maksimum dari ukuran suatu badan usaha dan melarang diadakannya penggabungan (merger) antara perusahaan-perussahaan yang telah ada. misalnya Rokok). yang melarang adanya kerjasama diantara para pengusaha oligopoly (baik secara diam-diam atau secara terbuka) Adanya kera sama (collusion) tersebut akan dorongan untuk bersaing antara mereka sendiri di bidang harga maupun non harga maupun non harg dan sekaligus memperbesar kemampuan mereka untuk mengeksploitir konsumen dan buruh. Pemerintah harus menjaga agar hambatan-hambatan bagi perusahaan baru untuk masuk ke dalam industri/pasar oligopoly tersebut ditekan sampai sekecil-kecilnya. dan penjual. Diadakannya undang-undang (misalnya di Amerika Serikat: antitrust Law).1. Jadi monopolistic 146 . bukan untuk meningkatkan efisiensi produksi. 2. sedangkan pada persaingan monopolistis produknya didifferensiasikan (tidak identik). Tujuannya adalah agar perusahaan-perusahaan oligopoly yang telah ada merasakan adanya persaingan potensial yang lebih kuat sehingga mendorong mereka untuk berprilaku lebih kompetitif di bidang harga maupun non harga. mudah keluar masuk industri. Perbedaannya adalah pada persaingan sempurna.

Produk terdiferensiasi (unsur Monopoli. lokasi. Kita bisa pergi ke pom bensin X karena pompa bensin tersebut mengyenangkan dan menyediakan air bersih. Masing2 terlalu kecil untuk mempengaruhi pasar  4.lokasi yg lebih baik.  Perusahaan bersaing berdasarkan keunikan produk. dan sebagainya. Kegiatan promosi sangat aktif Model monopolistic memberikan wawasan penting dalam Kapitalisme Amerika. detergen. mutu. dan model (misalnya pakaian).Merupakan bentuk organisasi pasar yang terletak diantara 2 jenis pasar yang ekstrim yaitu Pasar Persaingan Sempurna dan Monopoli. pelayanan yang lebih baik. harga yang lebih murah karena memiliki kekuatan monopoli atas pesaing.Terdapat banyak penjual (unsur PPS)  2. Kasus klasik dari persaingan monopolistic adalah pasar eceran bahan bakar. pasta gigi. Ciri2 Pasar Persaingan Monopolistik  1. tetapi kekuatan monopolinya terbatas karena banyak produk substitusi yang dekat)  3. produk yang lebih bervariasi. Perbedaan yang ada dalam pasar monopolistic adalah muncul antara lain karena . restoran dan lain lain. ragam jenis. Namun pompa bensin X hanyalah salah satu dari pompa bensin yang jumlahnya begitu banyak dan kita lihat bahwa bahan baker tersebut pada setiap pompa bensin tersebut hampir sama. Contoh : salon kecantikan. obat influenza. Ada prediksi yang cukup mengejutkan mengenai model ini bahwa 147 . rokok.

148 . ratusan cereal yang sebenarnya identik. dan harga pad titik G. Industri-industri inilah yang sama sekali tidak kita butuhkan.industri yang bersaing secara tidak sempurna. Kita memiliki tempat ratusan ribu tempat penjualan eceran. Ekuilibrium terjadi ketika MR = MC pada titik E. Dalam persaingan monopolistis. Sebagian pakar ekonomi percaya bahwa inefisiensi sudah menjadi pembawaan persaingan monopolistic. tingkat keuntungan mungkin saja rendah atau nol. Setiap perusahaan menganggap bahwa harga pesaingnya sudah tertentu (tetap). IKA dipandang dari sudut ketidakefisienannya. Karena harga berada di atas AC. yaitu senuanya dijual dengan harga yang jauh di atas biaya marginal. para pengecam monopolistic melanjutkan kritikannya seperti. maka perusahaan tersebut mendapat keuntungan yaitu sebesar daerah ABGC. Persaingan Monopolistis Sebelum Perusahaan lain memasuki Industri P d • G B MC AC Harga A E MR 0 Kuantitas d 0 Gambar diatas menunjukkan bahwa Pesaing Monopolistis memproduksi banyak barang yang serupa. banyak perusahaan kecil yang menjual berbagai produk yang dideferensiasikan sehingga mempunyai permintaan yang miring ke bawah.

harga tetap di atas MC. Pada ekuilibrium jangka panjang. sepanjang P>AVC 149 . Masuknya pesaing akan berhenti hanya jika setiap penjual telah dipaksa mencapai suatu garis persinggungan jangka panjang (tanpa keuntungan) seperti pada titik G’. dan setiap produsen berada pada cabang sebelah kiri yang menurun dari kurva AC jangka panjangnya. Kurva dd semula menguntungkan seorang penjual dalam gambar sebelumnya(Persaingan Monopolistis Sebelum Perusahaan lain memasuki Industri) akan bergeser ke kiri bawah karena masuknya para pesaing baru. dan sangat elastis terhadap perubahan harga (karena banyak produk substitusi)  Tingkat output terbaik dalam jangka pendek dicapai ketika MR=MC.Persaingan Monopolistis setelah Perusahaan Lain Memasuki Industri P MC Harga d’’ • MR’ G’ E’ d’’ AC Kebebasan pesaing monopolistis untuk memasuki pasar menurunkan keuntungan sampai nol. Penentuan Harga dan Output Jangka Pendek dalam Pasar Persaingan Monopolistik  Kurva Permintaan memiliki kemiringan negatif.

Karakteristik pasar bebas 150 . Mahasiswa dapat mengetahui tujuan kebijkan pemerintah 2. Jangka pada tingkat output terbaiknya. Tujuan campur tangan pemerintah 2. Mahasiswa mampu menganalisis implementasi penentuan harga 3. MR=MC<P pada tingkat output terbaiknya BAB 8 KEBIJAKAN PEMERINTAH DAN PASAR BEBAS Tujuan: 1. P<ATC perusahaan rugi  Kurva permintaan negatif. Tujuan Kebijakan Harga 4. P>ATC perusahaan laba. Bentuk-bentuk campur tangan pemerintah 3. Mahasiswa mengetahui krakteristik pasar bebas Pembahasan Materi: 1. P=ATC perusahaan mencapai titik impas.

Tujuan campurtangan pemerintah 1. Secara langsung menjalankan beberapa kegiatan ekonomi 3. Melakukan kebijakan fiskal dan moneter Tujuan kebijakan pemerintah 1. Memastikan pertumbuhan ekonomi diwujudkan dengan efisien Bentuk-bentuk campurtangan pemerintah 1. kenaikan harga dan pertumbuhan ekonomi 2. Menyediakan barang publik yang mencukupi 3. Mengatasi ketidakmerataan distribusi pendapatan 151 . Membuat dan melaksanakan peraturan dan undang-undang 2. Menjamin terhindarnya penindasan dan ketidakseimbangan dalam masyarakat 5. Mengatasi masalah pengangguran. Mengawasi kegiatan perusahaan agar tidak tumbuh menjadi perusahaan monopoli yang merugikan perekonomian 4. Mengurangi eksternalitas yang merugikan 2. Menjamin faktor produksi digunakan dan dialokasikan pada berbagai kegiatan ekonomi secara efisien 3.

yaitu kebijakan pemerintah dalam pengaturan jumlah uang yang beredar. Apabila suatu kebijakan moneter dapat secara efektif mempengaruhi permintaan 152 . Menghasilkan barang publik 2. dan suku bunga. Menghasilkan barang yang juga dapat dihasilkan oleh swasta (rumah sakit. Perlu suatu kajian lanjutan mengenai interaksi dari ketiga efek tersebut sehingga ada bukti secara kuantitatif tentang bagaimana kebijakan moneter mempengaruhi struktur ongkos perusahaan. Kebijakan tersebut juga dapat meningkatkan ekspektasi inflasi baik secara langsung melalui sisi permintaan agregat maupun secara tidak langsung melalui peningkatan harga barang-barang tradable. nilai tukar. kebijakan moneter yang dipilih sebaiknya adalah yang efeknya terhadap struktur ongkos bersifat minimum. Dari sisi permintaan agregat.Membuat dan melaksanakan Peraturan dan undang-undang Menciptakan suasana ekonomi dan sosial yang mengarah terciptanya sistem mekanisme pasar yang efisien dan lancar Memastikan agar persaingan dilakukan secara bebas dan menghindari terjadinya monopoli Secara langsung melakukan kegiatan ekonomi 1. Di lain pihak ongkos perusahaan bisa jadi turun melalui penurunan pembayaran bunga atas kredit perbankan. expected inflation. Oleh karena itu efek bersih suatu kebijakan moneter terhadap struktur ongkos perusahaan sangat tergantung pada besaran efek nilai tukar dan ekspektasi inflasi yang berbanding terbalik dengan efek dari suku bunga. Kebijakan yang bersifat ekspansioner dapat menyebabkan terjadinya depresiasi yang pada gilirannya dapat menaikan harga-harga produk manufacturing melalui peningkatan harga bahan baku yang diimpor. Pengaruh kebijakan moneter terhadap struktur ongkos dapat dibagi menjadi tiga saluran. kebijakan moneter diperkirakan dapat efektif secara penuh karena harga relatif kurang dipengaruhi oleh kondisi permintaan. angkutan darat dll) Melakukan Kebijakan moneter dan fiskal Kebijakan moneter. Agar bisa efektif.

Bagaimana implikasinya terhadap distribusi biaya yang akan menjadi tanggung jawab para individu Alasan mengapa pemerintah harus terlibat dalam penentuan harga barang: 1). Hal ini bukan berarti bahwa penyediaan jasa publik tidak menimbulkan biaya Dalam beberapa kasus. Memacu pertumbuhan ekonomi Fungsi kebijakan fiskal 1). Fungsi kebijakan moneter 1). proses politik sangat diperlukan untuk menentukan: Berapa jumlah barang publik yang harus disediakan. 2). TUJUAN KEBIJAKAN HARGA Secara umum. pemerintah tidak akan menjual jasanya kepada masyarakat. Kebijakan fiskal. Menggalakan kegiatan ekonomi (misal dimasa pengangguran) 3). Kebijakan fiskal secara umum digunakan untuk menjaga agar perekonomian berjalan stabil dan tumbuh sesuai dengan kondisi yang terjadi pada suatu waktu tertentu. Meningkatkan efisiensi penggunaan faktor produksi 3). Mengendalikan tingkat harga 2). maka pada gilirannya perubahan permintaan agregat tersebut akan lebih banyak berpengaruh terhadap output dan persediaan dibandingkan terhadap harga.Meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya 2). yaitu kebijakan pemerintah dalam memungut pajak dan membelanjakanya dalam kegiatan-kegiatannya.Keadilan dalam distribusi pendapatan 153 . Pemerintah menyediakan jasa kepada masayarakat tanpa harus membayar. meskipun pemerintah berkewajiban untuk menyediakan jasa tersebut kepada masayarakat. Memeratakan distribusi pendapatan (misalnya diterapkan pajak progresif yaitu tingkat pajak yang semakin tinggi untuk pendapatan yang semakin tinggi.agregat.

1). penjual bisa hanya satu. Akan tetapi. jalan akan dibangun diumumkan kepada masyarakat.Biasanya perusahaan hanya akan mempetimbangkan manfaat pribadi dalam menentukan berapa banyak barang yang harus disediaka. barang yang ditransaksikan di pasar bersifat nonrival. Perilaku konsumen tersebut digambarkan sebagai kurve permintaan yang makin besar jumlah yang ingin dikonsumsi ketika harga semakin rendah. sehingga kesempatan tersedianya barang di pasar sangat kecil Dalam hal ini pemerintah perlu turun tangan untuk menjamin bahwa manfaat eksternal juga harus dipertimbangkan Kebijakan harga oleh pemerintah biasanya mencakup tindakan-tindakan yang diperlukan dengan tujuan:  Pasar bekerja lebih baik  Terdapat perbaikan dalam arus informasi  Monopoli dapat dikurangi  Terdapat batasan bagi perusahaan-perusahaan baru yang masuk dalam pasar Pemenuhan Barang Publik Pasar terdiri dari empat komponen penting. tidak lain adalah konsumen yang tidak mau ikut menanggung biaya pengadaan. Adanya pembeli yang membentuk permintaan umum yang terdiri dari berbagai konsumen dengan aneka daya beli yang dimiliki. ketika. beberapa.Terdapat penjual yang melayani konsumen tersebut. ketika jalan itu terwujud. atau banyak. maka sebagaian konsumen akan mengatakan tidak membutuhkn jalan itu. Misalnya. maka konsumen bisa menyembunyikan kebutuhnnya. Kejadian tersebut disebut free rider. Sebaliknya. Adanya harga dan kuantitas yang ditransaksikan di pasar tersebut. perusahaan yang kurang efisien hnya akan berpartisipasi jika harga relatif tinggi. yaitu. 2). yang berpartisipasi di pasar tergantung dari tingkat efisiensinya. konsumen yang semula menyembunyikan kebutuhannya sekarang ikut menumpang lewat. Perusahaan yang lebih efisien dapat tetap berpartisipasi ketika harga turun menjadi sangat rendah. misalnya jalan. 154 . atau penumpang gelap. Jika. 3).

Kelompok miskin dipungut lebih rendah dan kelompok kaya dipungut lebih tinggi. Pengadaan barang konsumsi berasama yang bersifat nonrival. Pemerintah dapat memainkan peran dengan mengadakan barang tersebut dan memaksakan pembayaran produksinya kepada seluruh warga negara. penduduk yng lebih kaya mengekpresikan kurve permintaan yang lebih tinggi. Permintaan listrik agregate dari dua kelompok dapat digambarkan sebagai penjumlahan kedua kurve permintaan. Kelompok kedua. Hal tersebut diatas menunjukkan bahwa pasar dalam pengertian yang biasa tidak dapat memecahkan masalah pengadaan barang yang konsumsinya bersifat nonrival. kurve permintaan penduduk tersebut berada pada level yang lebih rendah. PENENTUAN HARGA BARANG PUBLIK Penentuan harga barang publik oleh pemerintah sangat tergantung dari tujuannya. harus melibatkan pemerintah. pemerintah mempunyai tiga pilihan: 1). tingkat harga merupakan suatu tanda tingginya nilai dimana konsumen bersedia untuk membayar atas barang/jasa yang dihasilkan oleh produsen. harga tersebut diberlakukan berbeda kepada kelompok miskin dan kelompok kaya. dalam kaitannya dengan penyediaan barang dan jasa.4). Sebagai contoh terdapat sebuah pemerintah dengan dua kelompok penduduk untuk pengadaan sutu barang publik – misalnya lampu jalan.Dijual dengan tingkat harga tertentu yang berbeda dengan harga pasar 3).Dapat dijual dengan harga pasar 2). Supaya terpenuhi asas adil. Pertemuan kurve agregat dengan kurva suplai yang tidak lain adalah pemerintah menunjukkan harga jual dan kuantitas listrik yang harus diproduksi.Diberikan secara gratis kepada konsumen Setiap alternatif keputusan yang diambil selalu ada konsekuensinya Dalam ekonomi. kelompok pertama adalah kelompok pnduduk miskin dengan permintaan yang lebih rendah. sekaligus menunjukkan tingginya biaya untuk menghasilkan barang tersebut oleh produsen 155 . Sama seperti no3 diatas.

seperti barang pertanian Peningkatan harga (untuk produk pertanian) akan mendorong peningkatan penawaran. Langkah yang biasanya diambil oleh pemerintah adalah menentukan: 1). pada tingkat equilibrium. p = MC = MR sehingga. konsumen akan membeli barang-barang sampai kondisi equilibrium tersebut tercapai IMPLEMENTASI PENENTUAN HARGA Tujuan khusus dari kebijakan penentuan harga adalah:  Mendorong produksi  Memelihara kestabilan Ada dua pendekatan yang dapat digunakan untuk melakukan analisis penyediaan produk pertanian:  Kebijakan harga positif  Kebijakan harga negatif Dengan mengubah harga.Dalam mekanisme pasar persaingan sempurna. di lain sisi produsen ingin agar produksinya terjual dengan harga yang layak. Harga terendah (floor). Namun apabila peningkatan penawaran membutuhkan tenggang waktu. penyesuaian produksi akan mengikuti pola Cobweb Theorem (sarang labalaba) KEBIJAKAN PENYANGGA (Buffer Stock Policy) Dalam perumusan kebijakan harga biasanya pemerintah dihadapakan pada dilema kepentingan. apabila konsumen ingin memaksimalkan kepuasannya. pemerintah akan dapat mempengaruhi jumlah produksi yang dihasilkan. tujunnya untuk melindungai produsen 2). tujuannya untuk melindungi konsumen Keberhasilan kebijakan ini tergantung dari ketersediaan dana untuk operasi (market operation) 156 . Di satu sisi konsumen ingin harga pangan murah. Harga tertinggi (ceiling). Pemerintah perlu melindungi kedua kepentingan tersebut agar konsumen dan produsen tidak menderita.

dibidang ekonomi pemerintah. Fungsi-fungsi tersebut menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah pusat. Fungsi alokasi 2). Fungsi distribusi memiliki keterkaitan erat dengan perataan kesejahteraan masyarakat dalam arti proporsial tetap menjadi perhatian dalam rangka mendorong tercapainya pertumbuhan yang optimal. Pengertian penyerahan desentralisasi.Fungsi stabilisasi. contohnya seperti kebijakan yang mengatur variable ekonomi makro yang menggunakan instrumen kebijakan moneter (pencetakan uang. yaitu: 1). fungsi distribusi dan fungsi stabilisasi. dan kebijakan fiskal (keseragaman perpajakan). yang dijadikan referensi dalam usaha menemukenali dan merangkum pandangan mengenai fungsi ekonomi pemerintah. Masing-masing fungsi memiliki keterkaitan yang berbeda dalam perlakuanmya. yang ditujukan untuk mengatur dan mengurus perekonomian daerah dalam rangka menciptakan stabilitas perekonomian secara nasional. namun untuk menuju kepada sistem pemerintahan yang efektif dan efisiens sebagian besar wewenang dan tanggung jawab pemerintah pusat didesentralisasikan kepada pemerintah daerah dan tetap menajdi wewenang dan tanggung jawab pemerintah pusat. Fungsi distribusi 3). devaluasi). distribusi dan stabilisasi. seperti dikemukakan sebagai berikut : Fungsi alokasi memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan penyediaan dan pelayanan barang-barang publik yang peruntukannya secara komunal dan tidak dapat dimiliki secara perorangan. Melalui tinjauan ini dikemukakan pandangan ekonomi tentang fungsi alokasi. daerah adalah untuk sebagian kewenangannya kepada pemerintah melaksanakan fungsi alokasi. 157 .TINJAUAN TENTANG FUNGSI EKONOMI PEMERINTAH Fungsi ekonomi pemerintah terdiri dari tiga fungsi pokok.

Menurut penyediaannya. Menurut Stiglitz. Barng publik lokal adalah barangbarang yang menurut penyediaannya oleh pemerintah daerah dan secara tehnologi layak & perolehan keuntungannya dinikmati oleh penduduk setempat. barang publik ini dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu. Dalam hal produksi atau konsumsi sesuatu barang dan jasa menimbulkan biaya atau memberikan keuntungan eksternal terhadap produsen atau konsumen lain 158 . disebutkan ada 2 (dua) elemen yang selalu ada pada setiap barang publik. yaitu: Tidak dimungkinkannya menjatah barang-barang publik bagi setiap individu (orang-perorang). 1986 : hal 4). Sedangkan barang publik nasional adalah barang-barang yang penyediaannya oleh pemerintah pusat dengan perolehan keuntungan yang dinikmati oleh selain penduduk setempat juga masyarakat dalam suatu negara.Fungsi sdtabilisasi memiliki keterkaitan erat dengan fungsi mengatur variable ekonomi makro dengan sasaran untuk mencapai stabilitas ekonomi secara nasional. Sedangkan menurut King (1984 : hal 10). Sangat sulit untuk menjatah dan membagi-bagikan barang publik. misalnya pasar jauh dari persaingan sempurna maka pemerintah akan turut campur tangan dalam pengalkasian sumberdaya. Fungsi Alokasi Kewenangan ekonomi yang paling utama dan memperoleh porsi yang terbesar bagi pemerintah daerah adalah fungsi alokasi. menyebutkan bahwa barang-barang publik dibatasi oleh dua sifat yaitu: Konsumsinya tidak dapat dibagi-bagi Tidak dapat dibagi-bagikan kepada orang-perorang. barang publik lokal dan barang publik nasional. Disini bila kejadiannya berbeda dengan asumsi. Hal ini karena sangat terkait erat dengan barang-barang publik yang nilainya sangat besar. Terdapat beberapa alasan yang melandasi adanya intervensi pemerintah dalam pengalokasian sumber daya sebagai dikemukakan berikut ini : Ekonomi kompetitif yang sempurna dengan asumsi-asumsi tertentu bahwa akan menjamin alokasi sumberdaya secara optimal. 1986 (dalam Syahrir.

manakala mereka merasa tidak puas dengan pelayanan yang diperoleh didaerahnya. jika dibandingkan apabila dilakukan dengan sistem sentralisasi. Sebaliknya pemerintah juga cenderung menghambat konsumsi barang-barang yang dikonsumsi dalam jumlah sedikit (demirit) melalui kebijaksanaan pajak. 1984.maka pemerintah akan turut campur tangan dengan mengatur pajak dan subsidi terhadap barang-barang tersebut. Desentralisasi akan dapat menjamin kontrol yang lebih demokratis terhadap aparat. Penyediaan yang dilakukan oleh daerah akan lebih sesuai dengan kebutuhan dan selera penduduk setempat. Penyediaan oleh daerah menghasilkan barang dan jasa publik lokal yang lebih efisien dan penduduk menjadi lebih sadar akan biaya pelayanan. Menurut King. namun berbeda halnya bila penyediaan oleh pemerintah pusat ada kemungkinan penyediaannya secara seragam dengan daerah lainnya yang hal ini dapat terjadi kurang sesuai dengan selera penduduk setempat. Pemerintah dari berbagai tingkatan harus saling bekerjasama dan jika salah satunya mengabaikan keingninan warganya maka mereka dapat melakukan tekanan pada pemerintah. yaitu : Dalam sistem pemerintahan yang bertingkat. harga nol atau dengan memberikan perangsang kepada pihak swasta untuk penyediaannya. birokrat pada tingkat bawah memiliki pengetahuan yang lebih tentang keinginan penduduknya. Melalui desentralisasi secara umum akan dapat menumbuhkan inovasi dan menghasilkan eksperimentasi barang-barang publik. dan mengatur tingkat produksi eksternal dengan cara lain. Alasan-alasan yang mendukung peran alokasi oleh pemerintah daerah adalah : Kemungkinan besar akan terjadi perpindahan penduduk ke daerah lain. Akan tetapi diakui ada 159 . hal ini akan menimbulkan masalah yang terkait dengan penyediaan lokal. Ada kecenderungan bahwa pemerintah mendorong konsumsi barang-barang yang dikonsumsi dalam jumlah banyak (merit) melalui penyediaan dengan subsidi. ada 4 (empat) alasan mengapa penyediaan oleh daerah lebih berkesuaian dengan keinginan penduduknya.

dimana beberapa beban pajak lokal dialihkan kepada bukan penduduk setempat. Hal ini diperkuat dengan adanya beberapa alasan berikut ini : Kemungkinan terjadinya eksport. Pemerintah daerah kurang intensif menggali potensi yang berkembang dari penyediaan pelayanan. Kemungkinan terjadinya penyediaan pelayanan kurang efisien sebagai akibat dari upaya menarik industri ke daerah atau menahan industri yang telah ada. dilain pihak kesejahteraan penduduk kurang mendapat perhatian. Kemungkinan terjadinya pengeluaran yang berlebih oleh birokrat dalam usahanya memaksimalkan kesejahteraan mereka. Selain itu dari sisi persaingan. Pemerintah daerah mungkin mengabaikan keuntungan yang diperoleh dari faktor eksternal bagi mereka yang bukan penduduk setempat sehingga kurang penyediaan pelayanan bagi mereka padahal berpotensi mendatangkan keuntungan. yang kemungkinannya dapat terjadi karena kurangnya pengalaman mengatur pengeluaran oleh pemerintah daerah. sehingga untuk menajmin stabilitas secara nasional perlu dilakukan pengendalian dan pengawasan yang intensif dari pemerintah pusat. Efisiensi penyediaan pelayanan publik yang rendah. Fungsi Distribusi 160 . Kemungkinan terjadinya pengeluaran yang berlebihan dari dana pinjaman/hutang yang berlebihan Kemungkinan terjadinya penyediaan yang berlebihan atas kegiatan ekonomi yang dibiayai dari pungutan pajak. dapat terjadi keberadaan dan kemampuan pemerintah daerah dalam mengembangkan daerahnya menajdi ancaman dan kendala bagi pemerintah pusat di dalam menentukan kebijaksanaan. Masalah lain yang kemungkinan timbul dalam kaitan dengan desentralisasi fungsi alokasi ini adalah dengan cara apa dan bagaimana menggali potensi pajak yang sesuai untuk pemerintah daerahnya.beberapa kelemahan yang dinilai kurang mendorong pelayanan yang efisien.

Menurut Paully (1973. hal ini dianggap akan membuka peluang timbulnya masalah baru yang berkaitan dengan migrasi penduduk. Kewenangan dan dukungan terhadap peran pemerintah daerah dalam fungsi distribusi ini tidak sebesar kewenangan dan dukungan dalam fungsi alokasi sebagaimana dikemukakan oleh King. Fungsi stabilisasi ini berkaitan erat dengan fungsi mengatur variabel ekonomi makro dengan instrumen kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. dalam bukunya King. (1984 : hal 32). tingkat retribusi yang optimal akan lebih besar terjadi di daerah-daerah yang citrarasa pembayar pajaknya mendukung distribusi. Kecilnya kewenangan dan dukungan yang dilimpahkan oleh pemerintah pusat dalam fungsi distribusi ini adalah didasarkan pada asumsi bahwa bila pelimpahan kewenangan dan dukungan pemerintah pusat cukup besar maka dikhawatirkan akan menimbulkan masalah yang berkaitan dengan distribusi pendapatan yang seragam dibeberapa daerah karena akan kurang memberikan inovasi dan rangsangan untuk mengembangkan potensi sumberdaya yang dimiliki atau yang tersedia di daerahnya.Fungsi distribusi dalam fungsi ekonomi pemerintah adalah sangat terkait erat dengan pemerataan kesejahteraan bagi penduduk di daerah yang bersangkutan dan terdistribusi secara proposial dengan pengertian bahwa daerah yang satu dimungkinkan tidak sama tingkat kesejahteraannya dengan daerah yang lainnya karena akan sangat dipengaruhi oleh keberadaan dan kemampuan daerahnya masing-masing. 1984 : hal 35). Fungsi Stabilitas Sesuai dengan nama stabilisasi maka fungsi stabilisasi ini dimaksudkan untuk menciptakan stabilitas ekonomi suatu negara. 161 . Sedangkan menurut King (1984 : hal 33) harus ada suatu kebijakan dasar retribusi nasional dan pemerintah daerah seharusnya diijinkan untuk mengubah derajat distribusi diwilayahnya. Disisi lain bahwa kebijaksanaan retribusi tunggal yang seragam didasarkan pada rasa kekhawatiran bahwa bila diberlakukan kebijaksanaan yang tak seragam dan desentralisasi akan menyebabkan berpindahnya sebagian penduduk daerah tersebut kedaerah lain yang menjanjikan penghasilan yang lebih besar dibandingkan didaerah asal.

Ada aturan yang fair. 4). sebagai akibatnya adalah akan terjadi migrasi penduduk dari satu daerah ke daerah lainnya yang memberikan peluang untuk memperoleh penghasilan yang lebih besar. Pendapat yang Mendukung: 162 . Adanya pemerataan ekonomi. Hal ini dilandasi oleh pemikiran bahwa fungsi stabilisasi berbeda antar satu daerah dengan daerah lain dalam suatu negara. maka pemerintah pusat akan mengalami kesulitan dalam mengendalikan kestabilan harga-harga maupun tingkat inflasi yang terjadi didaerah. 3). jika kebijakan moneter didesentralisasikan maka masing-masing pemerintah daerah akan mempunyai kewenangan melakukan kebijakan tersebut sesuai dengan kebutuhannya bahkan keinginannya. Dan dalam hal kebijakan fiskal jika didesentralisasikan maka akan terjadi perbedaan penetapan pajak dan pengeluaran.Diantara ketiga fungsi ekonomi pemerintah. transparan. 2). Adanya perlakuan yang sama dan fair bagi semua pelaku bisnis. Disamping itu kecilnya kewenangan dan dukungan peran pemerintah daerah dalam fungsi stabilisasi. konsekuen dan objektif. Memberi peluang yang optimal bagi perwujudan kebebasan manusia. fungsi stabilisasi ini merupakan yang paling kecil kewenangan dan dukungannya terhadap peran pemerintah daerah dan bahkan hampir tak mendapatkan bagian untuk berperan dalam fungsi stabilisasi ini. Bila masing-masing daerah diberikan kewenangan mencetak uang sesuai keinginan ataupun kebutuhan daerahnya. 5). Ada peluang yang optimal bagi persaingan bebas yang sehat dan fair. PASAR BEBAS Karakteristik Pasar Bebas adalah: 1). Contoh riil dalam kebijakan moneter. disebabkan akan adanya efek sampingan yang timbul akibat penggunaan instrumen yaitu kebijakan moneter dan kebijakan fiskal untuk mengontrol variabel ekonomi makro dan efek langsung dari penggunaan instrumen tersebut.

Adam Smith. merupakan pendukung sistem pasar bebas tak teregulasi. Konflik antara hak menurut Locke dengan prinsip. Kritik atas Hak John Locke 1). Asumsi bahwa individu memiliki hak alami 2). Menjamin bahwa ekonomi akan menghasilkan apa yang diinginkan konsumen dengan harga murah dan sumber daya yang efisien sehingga utilitas ekonomi masyarakat dapat dimaksimalkan. Konflik antara hak negati dan positif. 3). II.Dua hak alami yang dilindungi pasar bebas yaitu: hak atas kebebasan dan hak atas properti. Individu dibiarkan bebas mencari kepentingannya sendiri di pasar bebas karena akan akan diarahkan menuju kesejahteraan publik oleh sebuah “tangan tak terlihat”.prinsip keadilan. 4). John Locke. setiap inidvidu bebas memutuskan apa yang akan dilakukan dengan apa yang dimilikinya tanpa intervensi pemerintah. Asumsi individualistik yang dibuat Locke serta konfliknya dengan kewajiban untuk memberikan perhatian.II. yang didasarkan pada teori2 utilitarian. yang meyakini sistem kapitalis menciptakan 163 . Kritik terhadap pendapat Adam Smith: Argumen utilitarian didasarkan pada asumsi-asumsi yang tidak realistis. Utilitas Pasar Bebas: Adam Smith (1723-1790) Pasar tak teregulasi dan properti pribadi akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar dari peraturan apapun yang diberlakukan. Hak atas kebebasan. setiap individu bebas mempertukarkan barang secara sukarela tanpa paksaan pemerintah. Pendapat yang Menolak. Pasar Bebas dan Hak:John Locke (1632-704). Karl Marx (1818-1883) Karl marx. yang didasarkan pada teori hak moral. Hak atas properti.

Produktifitas dipacu karena diantara mereka bersaing dengan sangat ketat (timbul inovasi dalam banyak aspek) 164 . Kegiatan ekonomi dalam pasaran diatur dan diselaraskan dengan efisien 3).  Mengasingkan manusia satu sama lain dengan memisahkan ke dalam kelas-kelas sosial yang bertentangan. efisiensi ini dicapai apabila perusahaan beroperasi sedemikian rupa sehingga tingkat harga sama dengan biaya marjinal 2. Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kuat 1). ketidakadilan. Efisiensi Alokatif. Faktor produksi digunakan dengan efisien 2). Pertumbuhan ekonomi yang kuat 4). Kebebasan berusaha mengakibatkan produsen bekerja dengan efisien dan lebih giat 2). dicapai jika perusahaan beroperasi dengan biaya yang paling minimum yaitu bagian terendah dari AC (average cost). Kebebasan pelaku ekonomi memilih bidang usahanya Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi 1. Kegiatan ekonomi berlangsung selaras dan efisien Dalam persaingan sempurna setiap terjadi ketidakselarasan (misal kelebihan output) maka tanpa menunggu perintah dari pemerintah para pelaku pasar akan menyesuaikan posisinya.  Mengasingkan pekerja dari aktivitasnya sendiri. Efisiensi produktif.  Kapitalisme mengasingkan orang-orang dari diri mereka sendiri. Kebaikan ekonomi pasar bebas 1). Kritik terhadap sistem kapitalis: Hasil usaha pekerja dikuasai orang lain.  Penentang utama sistem properti pribadi dan pasar bebas. Kedua efisiensi ini dicapai hanya pada pasar persaingan sempurna (pasar bebas).

misalnya: pendidikan) 165 . Distribusi pendapatan tidak merata Akibat eksternal yang merugikan 1). Biaya pribadi. Biaya sosial. jasa keamanan umum/polisi. yaitu barang yang penggunaannya dilakukan bersama (misalnya: jalan raya. yaitu suatu barang yang karena alasan tertentu perlu dikontrol (merit bad. 2). Manfaat sosial bersih (social net benefit) muncul jika eksternalitas yang menguntungkan melebihi eksternalitas biaya Kekurangan barang publik dan barang merit Barang publik.Kelemahan Ekonomi Pasar Bebas 1. Kekurangan barang publik dan barang merit 3. Eksternalitas yang merugikan muncul jika biaya sosial melebihi biaya pribadi Manfaat sosial bersih (social net benefit) muncul jika eksternalitas yang menguntungkan melebihi eksternalitas biaya 4). Kegagalan membuat penyesuaian dengan efisien 5.) Barang merit. 3). pengamatan cuaca dll. misal rokok) atau digalakan produksinya (merit goods. Akibat ekstern (eksternalitas) yang merugikan 2. yaitu biaya yang dikeluarkan produsen untuk membeli faktor produksi berkaitan dengan proses produksinya. Mewujudkan kekuasaan monopoli dalam pasar 4. yaitu yaitu biaya pribadi ditambah biaya yang ditanggung masyarakat akibat proses produksi yang dilakukan suatu perusahaan.

maka produksi akan meningkat.Dampak perdagangan bebas pada kesejahteraan usaha kecil/mikro Apabila banyak rakitan teknologi budidaya tanaman pertanin diadopsi oleh petani. sehingga harga produk pertanian di pasar akan turun. sehingga produksi nsional meningkat juga. struktur pasar untuk bermacam-macam industri pengolahn yang menggunakan bahan baku produk pertanian. Berlakunya sistem perdagangan bebas secara mekanisme pasar akan berdampak pada harga dan produk tersebut. Secara teoritis. bis dilihat pada gambar berikut: MO T P1 Po P2 G 0 P = price/harga Q=quantitas/jumlah S =Supply/penawaran S E MR D Q 166 .

Jadi kehilangan kesejahteraan yang ditanggung oleh mayarakat lebih besar karena adanya dua kekuatan pasar monopoli dan monopsoni. maka pembuat kebijakan haruslah mendukung kemitraan dalam agroindustri yang berkelanjutan. dan bertindak sebagai monopsonistik dalam membeli bahan baku dari produsen/petani. Produk olahan akan dijual sebesar P2. Apabila dilanjutkan dengan pertanyaan bagaimana kesiapan atau kesanggupan produsen kita untuk menjawab pertanyaan tersebut akan mendapat kajian dalam uraian ini. Industri pengolahan pda kondisi ini akan berupa monopolistik dalam menjual produk olahan kepada konsumen. Mengapa harus UKM yang menjadi sorotan utama. Monopolistik dan monopsonistik dri pihak industri pengolahan akan memperoleh kelebihan keuntungan sebesar P1P2GT. Kerugian yang ditnggung masyarakat adalah sebesar sama besar sebagaimana kerugian yang ditanggung petani. tentu didasarkan atas beberapn alasan yang ditemukan melalui pengamatan nyata dan 167 . sedangkan harga bahan baku sebesar P3 ( yaitu perpotongan antara MO dan MR. Berdasar pada kajian evaluatif terhadap performa kinerja pelaku-pelaku usaha kita khususnya usaha kecil dan menengah (UKM). daripada hanya satu kekuatan pasar saja (monopoli atau monopsoni saja). dalam uraian ini. Industri pengolahan dalam membeli bahan baku produk pertanian dri produsen dan menjualny berupa produk olahan kepada konsumen. Untuk itulah. artinya ia berusaha umtuk memksimumkan keuntungannya. Sedangkan produsen bahan baku/ petaninya mengalami kerugian sebesar GET.D= Demand/permintaan MR =marginal revenue/tambahan penghasilan Apabila aumsi yang digunakan adalah: biaya pemasarn sebesar nol.

sedangkan industri kecil dan menengah terbukti dapat bertahan dan bahkan bertumbuh yang ditunjukkan dengan pertambahan nilai ekspor oleh usaha kecil menengah hampir tiga kali lipat (276%). Pada umumnya menghasilkan barang-barang substitusi barang impor dan bersifat barang-barang konsumsi serta berpotensi ekspor. Usaha Kecil dan Menengah tahun 2001). serta koperasi dari sebesar Rp. • Peranan usaha kecil dan menengah dalam pembentukan Produk Domestik Bruto cukup strategis. perguruan tinggi) yang menyatakan: • Usaha kecil dan menegah memiliki populasi. 3. Kantor Menteri Negara Koperasi dan UKM tahun 2001).66 triliun pacta tahun 2001 (sumber : Deputi Pemasaran dan Jaringan Usaha. Input produksinya bertumpu pada sumber daya alam lokal.9 % membutuhkan teknologi sederhana dan bersifat padat karya. • Lebih tahan dalam menghadapi gejolak ekonomi yang terjadi. Sedangkan usaha besar hanya tumbuh 197% (Deputi Pemasaran dan Jaringan Usaha. 27. • • • Prosesingnya 89.kajian / penelitian oleh berbagai pihak (pemerintah dan swasta. seperti halnya dalam masa-masa kriisis saat ini dimana industri besar banyak mengalami kejatuhan. 168 . penyebaran menurut wilayah dan sektor / sub-sektor yang relatif lebih besar dibanding usaha besar.29 uiliun tahun 1997 meningkat menjadi Rp. Kantor Menteri Negara Koperasi. Terbukti Usaha Kecil dan Menengah serta Koperasi mampu menyerap 99.4 % dari angkatan kerja. Beberapa alasan yang disebut ini penulis mengartikannya sebagai masukan (input) bagi UKM dalam usahanya untuk memposisikan dirinya dalam era perdagangan bebas. Kenyataan yang dapat dilihat. dimana dalam kurun waktu 4 tahun (tahun 1997 -2001) terjadi peningkatan total ekspor Pengusaha kecil dan menengah.

Bagi wilayah yang potensi sumberdayanya kurang memiliki nilni ekonomis atau bahkan kurnng atau tidak memiliki tentunyn aknn mempengaruhi kinerja produk yatlg ditatlgnni oleh wilayah tersebut.No. Hal ini akan membutuhkan dana yang cukup besar serta hasilnya tidak untuk jangka pendek. • Bagi wilayah yang telah memiliki sumberdaya yang selama ini belum atau kurang dieksploitir berarti dalatn rencana pemanfaatannya masih harus memerlukan upaya-upaya yang sangat mendasar dan berkelanjutan. 169 . • Masih kurang tertariknya rninat sumberdaya manusia yang telah terdidik dan memiliki kemampuan (keahlian) ymlg terpusat di kota. Kelemahan dalmn teknologi produksi ini akan dapat mempengaruhi kemampuan untuk mencapai skala ekonomis disamping pengaruh keterbatasan input produksi berupa bahan baku dan modal. sehingga meningkatkan biaya transformasi sumberdaya antar regional.kota besar untuk kembali ke daerah disebabkan insentif yang kurang menjanjikan dari daerah. • Dengan berlakunya UU. • Kurangnya capital yang dimiliki oleh pemerintah daerah yang akan dipergunakan dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan usahn melalui penyediaan sarana dan prasarana yang bersifat supporting dan penanganan usaha-usahn yang memerlukan capital yang cukup besar dinllina usaha kecil dan menengah tidak mampu mengelolanya.25 / 1999 aknn dapat menambah tajamnya persaingan dalam pemanfaatan sumberdaya antar usaha domestik.No.22 / 1999 dan UU. • Penguasaan teknologi produksi yang relatif sangat beragam akan dapat mempengaruhi produktivitas.Selanjutnya penulis akann mencoba mengemukakan beberapa isu kritis bagi UKM yang juga dapat mempengaruhi kinerja Usaha Kecil Menengah.

efisien dan efektif agar dapat bersaing di pasar bebas. perdagangan bebas dapat menjadi ancaman. otomotif dan lainnya. khususnya untuk produk-produk industri ringan seperti tekstil. Porter. Adapun negara-negara yang telah eksis dipasar dalam negeri adalah Korea. "bagaimana atau sejauh mana" prospektif UKM unluk dapat menghadapi tantangan dan peluang tersebut hingga dapat berkompetisi dan dapat memenangkan pasar global. China. pengusaha atau pelaku bisnis masing-masing akan bekerja secara produktif. Persaingan yang ketatpun antara negara-negara sedang berkembang sudah dan sedang tcrjadi. Kembali pada persoalan dan bahasan pokok. dimana masing-masing negara. Thailand. Malaysia di samping produk-produk dari negara Jepang yang memang sudah lebih dulu unggul. tcrutama produk-produk elektronik. 170 . produsen atau bagi setiap pelaku usaha sebab perdagangan bebas akan menuju terciptanya era "Persaingan Liberalisasi" (Competitive Liberalization).Masa perdagangan bebas bukan berarti menjadi momok atau ganjalan yang harus ditakuti oleh pelaku usaha. Pelaku bisnis yang kurang atau tidak mampu mengakomodirnya atau mereka yang tidak mampu menjawab tantangan tersebut. sepatu. REFERENSI TEORITIS Proses liberalisasi perdagangan dunia akhir-akhir ini baik secara regional (lokal) maupun internasional menyebabkan persaingan global yang semakin ketal dan bahkan dapat menuju "hyper competitive". agro industri dan lainnya. Sebagai landasan bahasan guna menghasilkan sesuatu sebagai sumbangan pemikiran yang dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi UKM dalam pertarungmmya di pasar global sebagaimana yang dikemukakan oleh M. akan tetapi UKM sebagai usahawan harus mampu melihat masa itu sebagai peluang dan sekaligus menjadi tantangan. Memang diakui bahwa perdagangan bebas akan membawa konsekuensi logis bagi setiap negara.

pertumbuhan pasar. Factor Condition. Demand Condition. Kondisi persaingan termasuk persaingan dalam negeri. Related & Supporting Industry. Porter menawarkall kata kunci dalam memenm1gkan persaingan global yaitu "Competitive Adventage of Nation" Keunggulan bersaing suatu bangsa yang ditunjang oleh 4 faktor penentu yaitu: a. Skala dan jumlah permintaan dalam negeri. Yaitu sumber daya (resources) yang dimiliki oleh suatu negara meliputi: Sumber Daya Manusia (human resources). Sumber Daya Alam (physical resources). Permintaan sebagai salah sarli faktor penting dalam menunjang keunggulan daya saing. Ilmu Pengetahuan dnn Teknologi (knowledge resoulrces). d. 1997. Yaitu strategi yang mcnyangkut struktur kelembagaan dan pennodalan serta kondisi persaingan. dan trend permintaan pasar internasional c. Yaitu menjaga hubungan antara produsen dan pemasok (supplier) dengan menjaga dall mempertahankan lulai-nilai hubungan yang saling menguntungkan (value chain). saling bergantung dan saling mempengaruhi dapat dilihat dalam gambar berkut : 171 . Permodalan (capitall resources) dan Prasarana (infrastructure resources) b. Firm Strategy. dan kondisi permintaan dimaksud meliputi : Konsumsi dalam negeri.Thn. Bagaimana keempat faktor ini saling berinteraksi.

a. Yang perlu mendapat perhatian adalah tentang adanya perilaku bisnis yang kurang mendukung. di Jakarta paska bulan Pebruari 2001 dinyatakan dalam kategori baik.IMPLIKASI TEORITIS DAN TINJAUAN PRESPEKTIF Dengan mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Porter diatas berikut penulis akan melakukan bahasan tentang bagaimana faktor-faktor kunci tersebut dapat dipahami. Selain dari sisi kualitas tenaga kerja sisi kuantitas atau jumlah tenaga kerja yang tersedia juga sanggat mendukung peningkatan usaha-usaha yang bersifat padat karya. Tentunya solusi untuk itu adalah perlunya lembaga pelatihan yang dapat merubah dan mengarahkan perilaku agar sesuai dengan tuntutan bisnis. FAKTOR CONDITIONS Sumberdaya Kualitas pengelolaan usaha oleh sumberdaya manusia yang berkiprah dalam dunia usaha kecil menurut hasil survey yang dikemukakan oleh Tim Lembaga Penelitian IPB dalanl Lokakarya Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Lokal Oalam Rangka Otonomi Daerah. Faktor ini juga turut mempengaruhi keputusan investor asing untuk 172 . diarbsobsi dan diberlakukan oleh pelaku usaha (UKM) yang dihubungkan dcngan kondisi riilnya.

Sedangkan sumberdaya yang selama ini dikelola oleh industri kecil dan menengah lebih banyak sumberdaya yang bersifat hasil ikutan dari industri besar.bcrkiprah dalam dunia usaha di Indonesia. Hal lain yang berhubungan dengan sumber daya alam ini yaitu terjadinya keragaman pemilikan sumberdaya alam di masing-masing wilayah (daerah) sehingga diperlukan kejelian dalam menetapkan usaha strategis atau produk unggulan di masing-masing wilayah. Pertamina dan sebagian usaha perikanan. agar tercipta kondisi kompetisi yang saling menguntungkan. karena masing-masing wilayah memproduksi barang yang ekonomis. yang selama ini Indonesia mengekspomya dalam bentuk murni sedangkan pengolahan selanjutnya dilakukan di negara lain. dimana menurut realita bahwa produk-produk (tekstil. Akan tetapi perlu kita renungkan kembali terjadinya eksodus tenaga kerja padat karya secara besar-besaran ke berbagai negara padat karya ke berbagai negara. Sumberdaya alam mumi selama ini lebih banyak digunakan sebagai input produksi bagi industri-industri besar termasuk logamn dan kimia. Sumber daya alam Indonesia pada umumnya masih berupa sumber daya alam murni yang masih harus memerlukan olahan lebih lanjut untuk mendapatkan dan menambah nilai ekonomis. Sumberdaya Alam Migas. Bagaimana pemerintah daerah dapat menyikapi fenomena ini tentu termasuk juga mempengaruhi kesiapannya dalam menjalankan peningkatan ekonomi wilayah. Akibatnya kita kurang dan bahkan tidak mendapatkan nilai tambah dan nilai garda (multyflier effect) atas olahan tersebut. elektronik dan sepeda motor) yang membanjiri pasar Indonesia saat ini adalah merupakan hasil industri padat karya. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 173 . yang merupakan salah satu aset yang selama ini kita andalkan telah berkurang.masing wilayah harus menyadari apakah lebih baik memproduksi atau membeli tentunya dengan dasar pertimbangan yang disebut di atas. Sebagai bahan pembanding boleh kita melihat bagaimana kemajuan industri padat karya yang dilakukan oleh negara China. dengan memperhatikan biaya produksi yang ikut mendukung pcncapaian keunggulan komperative. Sebagai contoh. Kimia dan hasil tambang lainnya seperti yang dilakukan oleh Freeport. Dengan kata lain masing.

Akan tetapi sesuai dengan sistem yang dipakai adalah penerimaan daerah yang bersumbcr dari barang dan jasa ini tersentralisir di pusat dan didistribusikan lagi ke daerah melalui aktivitas riel dan pelayanan masyarakat berupa penyediaan infrastruktur dan dana lainnya seperti fasilitas umurn dan sosial. Sehingga produk-produk yang kita miliki yang tadinya memiliki keunggulan komparative tidak tereksploitir seperti argo industri pertanian dan perkebunan. Harus kita terima bahwa faktor Iptek masih memerlukan perjuangan yang sangat panjang. yaitu penyebaran atau distribusi Iptek di wilayah-wilayah juga bervariasi menurut kuantitas dan frekuensi aktivitas pembangunan yang telah berjalan di rnasing-masing wilayah. adalah pembangunan Iptek dilakukan hanya untuk mengejar prestige di mata Internasional. yang jumlahnya dilakukan atas dasar pendekatan aktivitas pembangunan daerah. Sumber kapital yang dimiliki oleh pemerintah daerah selama ini lebih banyak bersumber dari pemerintah pusat. Rasionalnya bahwa pemerintah daerah bersumber dari pendaptan daerah yang diperoleh atas penyediaan barang dan jasa. Permodalan Untuk menghindari rasa apriori tentang permasalahan permodalan ini. karena teknologi merupakan hasil penerapan ilmu pengetahuan. Data yang diperoleh dari pusat ini secara rational tidak akan mungkin dapat menghasilkan simpanan karena penetapan besarnya dilakukan melalui pcndekatan biaya. perikanan dan peternakan. Kelemahan yang ada selama ini. Persoalan lain juga sarna seperti pemilikan surnberdaya alam yang dikemukakan di atas. 174 .Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) mengandung makna yang tidak terpisahkan. juga industri kerajinan. maka penulis lebih memfokuskan uraian mengenai kondisi permodalan yang ada di daerah nota bene pemerintah daerah. Artinya bahwa jumlah dana yang diterim tersebut akan dialokasikan untuk membiayai aktivitas yang telah ditetapkan dalam prinsip berimbng. Terjadinya pengerahan dana yang sangat besar untuk pemilikan peralatall modal tidak rnendukung input produksi industri kecil.

akan tetapi perlu 175 . 1996). Seharusnya peranan lembaga keuangan dan perbankan dapat menjadi tumpuan dalam rnengatasi kendala perrnodalan ini. yang berarti memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berpLiftisipasi dalatn peningkatatl ekonomi sesuai dengilll batas kemampuan masing-masing. akan tetapi kondisi lernbaga keuangan clan perbankan saat ini sarna halnya dengan yang dialami oleh sektor riel. Kemudahan akses yang ditunjang oleh ketersediaan jalan yang merupakan alat transportasi akan memperlancar penyaluran dan distribusi bahan dan hasilbasil olahan. Prasarana Prasarana merupakan partisipasi pemerintah dalam upaya mendorong lancarrrya aktivitas ekonomi terutama menyangkut pembukan jalan ke sentra-sentra produksi pasar.bung illltara sentra produksi dilll pasar hendak11ya dapat memperhatikan mallfaat ganda terhadap mullculnya aktivitas ekonoll1i masyarakat disepanjLtng jalan tersebut. Untuk kedua fasilitas ini kerjasama antar pemerintah dan swasta sangat dibutuhkan. Hasil survei menunjukkan bahwa pada umumnya kondisi prasarana jalan dan alat komunikasi sudah menmdai terutama antar kota/propinsi. Artinya bahwa untuk menjumlahkan fungsinya sebagai lembaga penarik dan penyalurkan dana akan bertindak sangat selektif dengan prinsip nyaman dan cepat kembali. Pembukaan jalan penghu. apabila dihubungkan dengan tuntutan pernbangunan ekonorni daerah. Hady. Menarik berarti bukan hanya dari segi substansi bisnis akan tetapi lebih menyangkut kenyamanan menyeluruh sebagaimana yang tersebut dalam indikator Country Risk sebagai salah satu pertirnbangan bagi investor asing. Penyediaan jalan lebih diharapkan kepada pemerintah sedangkan transportasi biasanya ditangani oleh swasta. Alternatif lain yang menjadi harapan untuk rnendapatkan dana penyanggah (revolving fund) dan penggerak (starting fttnd) bagi aktivitas ekonomi di daerah adalah masing-rnasing daerah harus rnenciptakan kondisi ekonorni menjadi menalik (favorable) bagi investor/penanam modal asing (H.Dengan dernikian sudah dapat diperkirakan kondisi capital daerah secara umurn saat ini.

Kembali pada keunggulan kompetitive yang berarti dipasar dunia kita boleh unggul akan tetapi juga harus diimbangi dengan penyediaan barang dalam memenuhi pennintaan dalam negeri. Semakin besar permintaan berarti semakin besar pangsa pasarnya. Setiap pengusaha akan didapkan pada pemikiran dalam pengambilan keputusan atau pilihan. fisik dan rupiah yang diperoleh dapat merupakan indikator semakin baiknya posisi UKM dalam pasar dunia. Angka-angka statistik menyatakan bahwa UKM telah ikut ambil bagian dalam mengisi pasar atau permintaan luar negeri dengan menyediakan bahan olahan. Baik nilai. DEMAND CONDITIONS Permintaan merupakan nafas kehidupan bagi semua usaha (industri). b. Untuk itu pemenuhan akan kebutuhan dalan negeri melalui swasembada tetap menjadi faktor pertimbangan. Yang perlu mendapat perhatian adalah apabila terjadi peningkatan ekspor diberbagai sektor. Apakah memilih memenuhi permintaan dalam negeri dan luar negeri (dua-duanya) atau Apakah memilih salah satu.kecilnya penerimaan dari jenis pasar tersebut. bagaimana dengan impornya Karena perdagangan bebas bukan hanya kita lihatdari satu sisi akan tetapi kedua sisi (ekspor-impor). Dengan demikian salah satu tolok ukur kinerja usaha adalah besarnya permintaan yang dinyatakan dalam besaran pangsa pasar. akan menjadi sia-sia kesiapan semua faktor-fator produksinya apabila permintaan sudah tidak ada lagi. Tujuan yang ingin dicapai oleh setiap negara dalam memasuki pasar dunia adalah untuk mendapatkan manfaat perdagangan internasional (gain from trade). yaitu pemlintaan dalam negeri dan permintaan pasar luar negeri. Demikian halnya dengan industri atau dunia usaha. Pennintaan dapat dilihat dari dua sisi yang sekaligus menjadi sasaran pasar bagi pelaku usaha. Dasar pertimbanganya tentu didasarkan atas besar. Sebagai contoh 176 .ditingkatkan mengingat pertambahan jurnlall alat transportasi yang kurang seimbang dengan kapasitas jalan yang tersedia.

rencana masuknya ayam dari negara USA ke Indonesia dengan harga yang sangat rendah dibanding dengan harga daging dalam negeri. Dalam perhitungan bisnis kita saat ini tidal akan bisa menyediakan harga seperti yang ditawarkan USA yang juga didukung oleh kwalitas dan higenisnya. Dengan berbagai alasan yang sangat diplomatis kita menolak. akan tetapi suatu saat alasan apapun yang kita akan buat bertujuan untuk melindungi usaha dalam negeri baik secara langsung maupun tidak itu telah melanggar komitmen perdagangan bebas, akibatnya kita akan mendapatkan sanksi yang resikonya jauh lebih besar dibanding resiko yang kita dapatkan apabila kita menerima tawaran impor tadi. Artinya kalau kita nenerima masuknya ayam dari pasar Iuar resikonya hanya terjadi pada produsen daging ayam. Asumsi kita produsen belum siap beralih belum mampu menciptakal produk yang kompetitive. Solusinya adalah pertama produsen harus berusaha agar tercipta barang yang mampu bersaing dalam hal harga. Kedua pengusaha tersebut keluar dari pasar dan mencari usaha yang bisa menghasilkan produk ran kompetitive. Keputusan seperti ini adalah yang terbuka atau bebas. Akan tetapi, apabila kita tolak dengan alasan diatas, maka semua produk kita yang masuk dalam pasar internasional akan mendapatkan sanksi.

c. RELATED & SUPPORTING CONDITIONS Hubungan Industri industri dengan pamasok bahan baku sangat menemukan keIangsungan prosesingnya. Hubungan yang dimaksud adalah hubungill1 yang dapat memberikan rasa nyaman terhadap pemasoknya. Rasa nyaman ini dapat berupa adanya jaminan harga clan kontuinitas permintaan terhadap bahan baku. Masih dapat kita ingat munculnya kasus-kasus yang dialami usaha kecil baik sebagai individu maupun sebagai kelompok yang tergabung dalam kelompokkelompok usaha peternak sapi perah, PIR kelapa sawit, TRI, petani cengkeh, petani jeruk. Pemasok yang disebut ini memiliki posisi tawar yang sangat lemah yang secara semu tercipta oleh kekuatan yang dimiliki industri skala besar. Usaha-usaha

177

perlindungan dari pemerintah dengan menerbitkan berbagai kebijakan seperti pola-pola kemitraan tak pemah menyelesaikan permasalahan. Hal ini dikarenakan kebijakan yang ada tersebut kurang menyentuh permasalahan yang sangat mendasar. Pendekatan yang dilakukan lebih didasarkan atas kepentingan kelangsungan industri. Kasus yang pernah terjadi hendaknya menjadi perhatian selanjutnya lnisalnya; untuk menjaga stabilitas harga pasokan susu terjadi pembuangan susu hasil produksi petani. Terjadinya gejolak harga cengkeh, terjadi instruksi penebangan pohon cengkeh, terjadinya spekulasi harga jeruk oleh penaInpung/pemasar tunggal, terjadinya pembusukan jeruk dari petani. Demikian halnya yang terjadi di pabrik gula, kelapa sawit dan kasus- kasus lainnya termasuk penetapan harga dasar gabah yang sampai saat ini tetap menjadi permasalahan yang tak pernah berakhir. Hubungan yang nyaman antara pemasok input produksi dengan pihak industri bukan persoalan sesaat, akan tetapi jauh ke depan. Sungguh akan bisa menjadi pennasalal1an barn apabila di era perdagangan bebas ini, input produksi yang kita miliki juga harus menjadi komoditi ekspor karena terciptanya peluang bagi pemasok untuk mencari pasaI' yang kompetitive.

Persyaratan Strategi Fokus Konsep Potier yang selalu didasarkan atas aplikasi teori dengan praktek bisnis tidak diragukan lagi, dimana salah satunya adalah menyangkut hubungan antara pemasok dengan pihak industri yang digambarkan dalam bentuk rantai nilai (value chain) dia menekankan adanya nilai-nilai yang disepakati untuk dipertahankml dan dijaga kelangsungannya oleh kedua belah pihak (muttually). d. FIRM STRATEGY Kita sekarang sedang berada pada masa yang penuh dinamika dengan pergerakan yang sangat tinggi dan cepat yang terjadi dalam semua aspek kehidupan. John Naisbitt menyebutnya sebagai the most exciting decade, sedangkan Ravi Batra menyebutnya sebagai the cade of great depression. Dunia usaha saat ini telah bergerak menjadi satu pasar dunia dengan ciri pasar yang 178

efisien dan transparan mencakup daerah antar daerah dan negara antar negara. Daerah atau negara yang tidak dapat efisien dan transparan akan terlindas oleh dinamika yang berjalan begitu cepatnya. Untuk itu kembali Porter menawarkan tiga strategi pilillan yang disebut strategi generik (Generic strategies) dalam menghadapi posisi yang demikian. Penulis mengangkat satu dari strategi tersebut yang dianggap relevan dalam menghadapi persaingan di pasar dunia dan dunia usaha kita mempunyai kapasistas untuk mencapainya. Strategi tersebut adalah strategi fokus. Strategi ini mengandung dua varian yaitu fokus biaya (overall cost leadership) dan diferensiasi (differentiation), dengan memenuhi beberapa persyaratan. Persyaratan ini merupakan pilihan bagi setiap satuan pelaku bisnis baik pemerintah daerah dalam perannya sebagai pelaku usaha dalam perusahaan yang dikelola pemerintah daerah ataupun dalam menjalankan perannya sebagai lembaga / instansi sebagai stimulator dan supporting bagi aktivitas ekonomi daerah secara umum.

179

Perkembangan sektor agribisnis tersebut merupakan hasil kerja keras dengan perencanaan yang matang dan terpadu. khususnya dalam pengembangan komoditas hortikultura (buah-buahan. Sistem agribisnis Thailand. Dari laporan ekspor yang dikeluarkan oleh Departmen of Business and Economics Thailand (1995). Namun di sejumlah Negara termasuk di Indonesia. Perkembangan tersebut didukung oleh komitmen tinggi dari semua pihak yang berkompeten untuk mewujudkan sisten agribisnis Thailand yang tangguh dan kompetitif. empat komoditas agribisnis yang berhasil menduduki peringkat 10 besar komoditas ekspor Thailand. tetapi juga berhasil meningkatkan citra positif Thailand sebagai pelopor pengembangan agribisnis di kawasan ASEAN. 180 . regional maupun internasional. dan tanaman hias) mendapat pengakuan internasional dalam satu dasa warsa terakhir di abad ke 20 ini. yaitu udang (peringkat 5). serta melibatkan semua unsur yang terkait dengan memanfaatkan potensi sumberdaya yang ada. disebutkan bahwa dalam kurun waktu 19901994. Terobosan Thailand dalam dunia agribisnis bukan hanya berhasil meningkatkan kemapanan sektor agribisnis dalam ekonomi nasional Thailand. sayur-sayuran. Komoditas buah-buahan dan sayur-sayuran telah menjadi komoditas potensial ekspor Thailand. baik di pasar domestik. di samping produk-produk agribinis lainnya seperti daging dan ternak unggas. karet (8) dan produk perikanan kalengan(10). padi/beras (7).Pola kemitraan agroindustri dalam era perdagangan bebas Agribisnis Hortikultura Thailand Thailand dikenal dunia sebagai negeri Gajah Putih. Thailand dikenal pula sebagai negara penghasil Hortikultura dan diakui bahwa Thailand telah berhasil pengembangkan agribisnis buah-buahan dan sayur-sayuran.

3. Dengan kata lain. juga sebagai sarana penyedia informasi pasar bagi petani dalam kaitannya dengan perencanaan jenis dan kuantitas produksi. Keunggulan dalam memfungsikan Badan Penyuluhan Pertanian Daerah (BPPD). Thailand lebih memfokuskan pengembangan pada beberapa komoditas yang memiliki prospek bisnis tinggi. sehingga pengembangannya diarahkan untuk komoditas-komoditas potensial tersebut. bioproses dan kultur jaringan. Thailand memiliki keunggulan di bidang penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan bibit unggul melalui rekayasa bioteknologi. sebagai berikut: 1. Keunggulan dalam mengidentifikasi komoditas yang memiliki prospek bisnis dan pertumbuhan pasar yang tinggi. selain berfungsi sebagai sarana bimbingan pertanian. 181 . Keunggulan dalam memainkan strategi pemasaran yang andal dan efektif untuk penetrasi pasar. Keunggulan Pengembangan Agribisnis Thailand Berikut ini dipaparkan beberapa keunggulan sistem pengembangan agribisnis Thailand. Demikian pula dukungan dari lembaga keuangan dan pembiayaan seperti Bank of Agriculture and Agricultural Cooperation (BAAC). melalui pembiayaan dengan kredit berbunga rendah. Hal ini dimaksudkan untuk menurunkan biaya produksi. mungkin berguna sebagai informasi bagi pengembangan agribisnis di Indonesia pada umumnya. terutama pasar ekspor. terutama untuk menembus pasar luar negeri. dan selanjutnya informasi tersebut disebarkan melalui media massa dan lembaga-lembaga terkait seperti BPPD. 2. dukungan dari Menteri Pertanian dan Koperasi dan Universitas Kasetsart sebagai institusi pendidikan tinggi pertanian yang terkenal. akhirnya harga produksi menjadi lebih rendah (low cost) sehingga lebih kompetitif di pasar domestik dan di pasar internasional. maka semua perwakilan Thailand di luar negeri ditugaskan melakukan market intelejent untuk mengumpulkan informasi pemasaran.Misalnya. terutama dalam melakukan terobosan riset rekayasa pertanian dan bioteknologi. 4. Untuk tujuan penetrasi tersebut.

Kiat-Kiat Pemasaran Produk Agribisnis Thailand Sukses ekspor hortikultura Thailand menggambarkan bahwa banyak elemen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan agribisnis. Di samping itu. Dengan demikian. 7. walaupun pihak perbankan memiliki komitmen yang tinggi untuk menjalankan kebijakan tersebut. Kemampuan yang tinggi untuk mempendek rantai pemasaran komoditas. Dengan penciptaan kegunaan waktu dan bentuk. terutama yang disediakan oleh BAAC. dan menelaah peluangpeluang pasar yang potensial di negeri masing-masing tempat mereka bertugas. Perwakilan Thailand di luar negeri ditugaskan untuk melakukan market intelejent untuk mengumpulkan informasi pemasaran. antara lain: 1. tidaklah berlebihan jika pengembangan sisten agribisnis di Thailand patut dicontoh oleh negara-negara lain. dengan tujuan untuk menciptakan kegunaan (utility). memungkinkan produk-produk pertanian dan hasil olahannya dapat bertahan lebih lama dan menjangkau pasar lebih jauh. Dalam usaha merambah pasar luar negeri. sehingga integrasi vertikal sistem komoditas beroperasi dengan efisien. intervensi pemerintah Thailand relatif kecil. sehingga marjin pemasaran relatif rendah. Kredit pertanian yang berbunga rendah dan tanpa agunan. Dengan kata lain perbedaan antara harga yang dibayar konsumen dan harga yang diterima petani (harga produsen) relatif kecil. 182 . Dalam hal penyaluran kredit perbankan. pengalengan dan pengemasan. terutama kegunaan waktu (timeutility) dan kegunaan bentuk (form utility) melalui upaya pengolahan. intervensi pemerintah dalam pengaturan pasar relatif kecil. yang memungkinkan mekanisme pasar dapat berjalan dan efisiensi sistem pemasaran dapat tercipta. 6. Pemerintah Thailand lebih banyak berperan sebagai fasilitator dan controller dari pada sebagai regulator system pemasaran. Sistem pengembangan agribisnis diarahkan ke integrasi dengan agroindustri hilir. kecuali dalam hal penyaluran kredit pertanian yang tetap diintervensi dengan berbagai kebijakan. termasuk Indonesia. Thailand memiliki kiat-kiat khusus di bidang pemasaran produk-produk agribisnis.5. Keunggulan-keunggulan tersebut secara terpadu menciptakan kekuatan sinergik untuk mencapai integritas sistem komoditas agribisnis yang tinggi.

(c) menghidangkan berbagai produk makanan. Promosi di dalam negeri Thailand dilakukan melalui: (a) agrowisata. di mana ide-ide dan motivasi pengusaha berkembang dengan mendapat dukungan dari pemerintah untuk merealisasikannya. (f) kerjasama terpadu antara pengusaha. terutama orchid farm yang menampilkan teknik budidaya. 183 . di mana promosinya dibantu oleh masyarakat Thailand di sekitar restoran tersebut. dengan harapan memperkenalkan potensi pengembangan daerah produsen baru tersebut kepada masyarakat di daerah lain. (d) pasar swalayan di luar negeri dipasok dengan air cargo delivery dan sistem konsinyasi. Frekuensi keikutsertaan pengusaha agribisnis dalam trade fair di luar negeri semakin ditingkatkan dengan tujuan promosi dan perkenalan produk. serta mempelajari peluang-peluang kerjasama. (b) kerjasama antara restoran dengan perusahaan biro perjalan untuk memasukkan acara makan malam dalam rangkaian acara yang dijadwalkan.2. 4. demonstrasi bunga hias dan penawaran pasar. (c) kerjasama antara media masa dengan pengusaha agribisnis untuk mempromosikan produk-produk agribisnis Thailand dengan biaya yang rendah. buah-buahan serta penampilan hiasan bunga pada semua acara kenegaraan. (b) mendirikan restoran-restoran khas Thailand di luar negeri yang dilengkapi dengan acara kesenian Thailand. masyarakat dan pemerintah sangat langgeng dan berkesimbangungan. Upaya memperkenalkan produk agribisnis dan makanan khas Thailand dilakukan dengan cara: (a) masyarakat Thailand di luar negeri mengundang rekan-rekannya untuk acara seremonial sambil menikmati makanan khas Thailand. 3. baik dengan atau tanpa membukan L/C. melalui penampilan gambar-gambar dan profil komoditasnya yang indah. (d) brosur dan leaflet yang indah dan lengkap menggambarkan profil komoditas yang mudah diperoleh di mana-mana. perkenalan personal bisnis. (e) upaya untuk mempromosikan daerah produsen baru bagi masyarakat dari daerah lain terus digalakkan melalui pameran produk.

dan Thailand Banking Assosiation (TBA). dari dosen/peneliti sampai masyarakat umum. Yang sangat penting adalah kegiatan agen-agen yang secara langsung melayani industri. dan dari pemerintah/lembaga keuangan sampai pengusaha). Perusahaan penerbangan itu menyediakan ruang istimewa yang dialokasikan untuk barang-barang yang tak tahan lama. Berbagai masukan yang berharga dari asosiasi-asosiasi tersebut menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan yang berkaitan dengan upaya meningkatkan pangsa pasar produk agribisnis dan agroindustri serta dukungan pendanaan yang cukup. sehingga kinerja agribisnis di Indonesia dalam hal pemasaran produk agribisnis/agroindustri dapat ditingkatkan. ongkos ditetapkan pada tingkat yang kompetitif. Penampilan produk meliputi penyempurnaan tingkat keseragaman bentuk dan warna. terutama dengan board of trade (BOT). Peningkatan kinerja pemasaran tersebut diharapkan akan mendorong peningkatan produktivitas 184 .5. Penampilan dan mutu produk mendapat perhatian serius dalam upaya menembus persaingan di pasar global. 6. selain menjaga mutu yang tinggi. Koordinasi antara instansi pemerintah dengan asoiasi-asosiasi sangat baik. dan teknik pengemasan. Berbagai kiat positif tersebut diharapkan dapat menjadi pelajaran dan pertimbangan dalam perencanaan dan pelaksanaan pengembangan agribisnis yang berorientasi pada pasar global. Kebijakan kargo udara. 7. di samping kebijakan-kebijakan yang langsung berpengaruh terhadap perdagangan dan ekspor komoditas. Kebijakan pemerintah secara realistik dikaitkan dengan kemampuan dan kebutuhan industri. Segala upaya yang terusmenerus itu selalu berorientasi pada pasar. keberhasilan. Federation of Thai-industry Assoiation (FTA). di samping upaya-upaya yang mengefisienkan operasi sistem komoditas. Dengan demikian pengawasan mutu produk menjadi suatu strategi penting untuk meraih pangsa pasar yang besar. Salah satu elemen penting dari keseluruhan strategi adalah keterlibatan Thai Airways secara aktif untuk meningkatkan usaha-usaha itu. Hal ini menunjukkan bahwa sukses ekspor produk agribisnis Thailand merupakan hasil kerja keras bertahun-tahun yang melibatkan banyak pihak (dari raja/ratu sampai pekerja agribisnis. dan fasilitas cold storage diatur untuk pengiriman.

agribisnis di Indonesia. Richard A. penerbit UI Jakarta. 1988. (terjemahan oleh Amalluah. Microeconomic Theory. Ekonomi Mikro. Yogyakarta. Ekonomi Manajerial. BPFE-Yogyakarta Billas. 1971. Ekonomi Mikro Terapan Untuk Manajemen Bisnis. Pembiayaan Pemerintah Daerah : Praktek-praktek Internasional dan Relevansinya bagi Negara Dunia Ketiga.1999. 1982. K. 185 . khususnya petani. Davey. yang selanjutnya akan berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Lincolon. Boediono. DAFTAR PUSTAKA Arsyad. Mc Graw-Hill Kogkusha. Amin & Pakpahan)..

Saragih. 1991. Teori Ekonomi Mikro. Gramedia. Sunaryo T. Aplikasi Teori Ekonomi Mikro. BPFE. Englewood Clifts. 12. 1995. “Kumpulan Pemikiran Agribisnis: Paradigma Baru Pembangunan Ekonomi Berbasis Pertanian”. Wijaya F & Sudarman A. 1986. Ekonomi Mikro-Makro. Yogyakarta. 1974. no. Applied Economics and Public Policy. Pelayanan dan Jasa-jasa Publik : Telaah Ekonomi serta Implikasi Sosial Politik.1982. Mikro Ekonomi. Jakarta. Ekonomi Manajerial. 1998.2002. 186 . Sudarman & Algifari.Just Richard E. New Jersey. Bungaran. BPFE-Yogyakarta. PrenticeHll.Inc. Erlangga. Sjahrir. Yayasan Persada Mulia Indonesia Samuelson & Nordhus. Prisma.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->