BAB 1 DASAR EKONOMI

Tujuan : 1. Agar supaya mahasiswa mengerti bahwa ilmu ekonomi merupakan ilmu mengenai pilihan (change). 2. Mahasiswa dapat menjelaskan bahwa masyarakat bisa menentukan pilihan antara kebutuhan dalam mengkonsumsi dan memproduksi suatu barang, sehingga masyarakat tersebut bisa mengalokasikan sumber dayanya yang langka. Pembahasan Materi: • • • • • Definisi Teori Ekonomi Mikro Hukum Kelangkaan Barang dan Jasa Pernyataan Ekonomi Sebagai Dasar Pembentukan Teori Faktor-faktor Produksi

1

Pendahuluan Ilmu ekonomi membahas segala jenis pokok bahasan. Namun pada intinya ditujukan untuk memahami bagaimana masyarakat mengalokasikan mencoba menyelesaikan bermacam masalah kehidupan sehari-hari. Sebagai materi kuliah, maka ilmu ekonomi telah berusia berabad-abad. Adam Smith menerbitkan bukunya yang merupakan terobosan berjudul The wealth of Nations pada tahun 1776. Sumbangan Adam Smith tersebut adalah menganalisa bagaimana pasar mengatur kehidupan ekonomi dan memberikan pertumbuhan ekonomi yang cepat. Adam Smith memperlihatkan bahwa system harga dan pasar mampu mengkoordinir orang dan bisnis, tanpa diperlukan pengelolaan terpusat Salah satu sumber pengetahuan ekonomi yang utama adalah pengamatan atas berbagai peristiwa ekonomi, khususnya dari catatan historis. Misalnya inflasi, yaitu kenaikan harga-harga secara umum. Masyarakat umum, banker, maupun pimpinan partai politik sering khawatir terhadap dampak inflasi dan biasanya mengambil langka yang menyakitkan. Para ekonom menggunakan model-model untuk menjelaskan dan menganalisis keadaan ekonomi, dan dalam beberapa hal untuk meramalkan keadaan ekonomi masa mendatang. Definisi Teori Ekonomi Mikro Ilmu ekonomi merupakan suatu studi tentang perlaku masyarakat dalam menggunakan sumber daya yang langka dalam rangka memproduksi berbagai komoditi, dan menyalurkannya kepada berbagai individu dan kelompok yang ada dalam suatu masyarakat. Kelangkaan berarti tidak semua kebutuhan manusia dapat dipenuhi sehingga memaksa kita untuk membuat suatu pilihan. Teori Ekonomi Mikro atau teori harga adalah ilmu yang mempelajari arus barang dan jasa dari sektor perusahan ke sektor rumah tangga, komposisi serta bagaimana harga barang dan jasa dalam arus tersebut ditentukan. Teori Ekonomi Mikro juga mempelajari arus barang dan jasa sumber-sumber ekonomi dari pemilik sumber ekonomi ke perusahaan penghasil, kemana penggunaan sumber-sumber ini sumbeer dayanya yang langka itu. Dalam mempelajari implikai kelangkaan, ilmu ekonomi

2

mengalir dan bagaimana harga sumber-sumber tadi ditentukan. Teori ekonomi mikro mempelajari perilaku satuan ekonomi yang mencakup konsumen pekerja, investor, dan setiap individu yang memainkan peranan dalam berfungsinya perekonomian. Tujuan teori adalah untuk meramal dan menjelaskan segala sesuatu yang berhubungan dengan teori tersebut. Sebuah teori merupakan hipotesa yang telah berhasil diuji. Suatu hipotesa diuji bukan berdasarkan kenyataan asumsi melainkan atas kemampuannya untuk meramalkan dengan tepat dan menjelaskannya. Asumsi yang dipakai dalam teori ekonomi mikro adalah bahwa semua smber ekonomi sudah dimanfaatkan secara penuh. Bahasan Dalam Teori Ekonomi Mikro Antara lain: 1. Bagaimana dan mengapa perilaku satuan ekonomi membuat keputusan ekonomi? 2. Bagaimana perilaku satuan ekonomi berinteraksi membentuk satuan yang lebih besar yang terkait dengan pasar dan industri. 3. Perilaku penjual dan embeli dalam pasar. Bagaimana konsumen membuat keputusan pembelian dan bagaimana pilihan mereka terpengaruh oleh perubahan harga komoditas dan pendapatan? Bagaimana perusahan memutuskan untuk mempekerjakan sejumlah orang dalam menghasilkan sejumlah komoditaas? 4. Berbagai teknik analisis ekonomi mikro dan terapannya dalam menjelaskan fenomin keseharian. 5. Opportunity Cost yang timbul sebagai konsekuensi dari pilihan yang diambil. Opportunity Cost , menggambarkn biaya eksplisit dan implicit yang terkait dengan penggunaan beberapa sumberdaya dalam suatu cara tertentu.

3

Dari segi produsen. persoalan yang dihadapi adalah : dengan menggunakan pendapatan mereka.Permasalahan Pembuatan Pilihan PROBLEM EKONOMI • • • Masalah jarangnya (Scarcity) alat-alat untuk memenuhi kebutuhan Masalah Pemilihan (the Problem of Choise) Efisiensi (Efficiency) MUNCULNYA MASALAH PEMILIHAN • • • Alat pemuas kebutuhan terbatas Kebutuhan manusia tidak terbatas Kebutuhan disusun menurut derajat kepentingannya (terdesak/tak terdesak) Alat-alat pemuas kebutuhan digunakan dalam berbagai penggunaan yang berbeda-beda Pembuatan suatu pilihan akan muncul karena adanya keterbatasan yang • telah dibahas sebelumnya. Dari segi konsumen. karena adanya keterbatasan baik dari penggunaan sumberdaya yang ada maupun dalam mengkonsumsi baranr-barang yang dihasilkan. Biaya Oppurtunitas (konsep biaya alternatif/opportunity cost) 4 . Jenis barang dan jasa yang akan dijualnya dan jenis-jenis serta jumlah dan kombinasi factor-faktor produksi yang akan digunakannya untuk meminimumkan biaya produksi. persoalan yang dihadapi adalah: 1). Tingkat produksi yang paling memberi keuntungn kepada kegiatannya. 2). maka brang-barang dan jasa apakah yang perlu dibeli dan berapakah jumlahnya agar pembelian dan penggunaan barang-barang tersebut dapat memberikan kepuasan maksimum kepadanya dan keluarganya.

-. Manusia sendiri akan mengatur penggunaan sumberdaya sedemikian rupa agar dapat memenuhi keinginan sebanyak mungkin. Jika setiap barang dapat diproduksi dalam jumlah tidak terbatas.000.saya bisa bisa pergi rekresi ke suatu tempat atau bisa untuk membeli Sepatu. atau jika keinginan manusia dapat sepenuhnya dipenuhi. maka para ekonom mengatakan bahwa biaya oppurtunitaas dari berrekreasi saya adalah kesenangan menikmati sepatu baru... karena sumber daya yang langka. maka orang tidak perlu melakukan efisiensi penggunaan sumber-sumber daya yang langka.Dengan sebanyak Rp 200.. Hilangnya alternative tersebut disebut: biaya oppurtunitas (Opportunity Cost). sehingga kita harus menentukan barang mana yang ingin dibeli atau aktivitas mana yang akan kita kerjakan dengan waktu dan pendapatan yang terbatas. Dalam setiap kasus. karena orang ingin mengkonsumsi juh lebih banyak daripada yang dapat diproduksi oleh perekonomian yang bersangkutan.Apabila saya memutusakn untuk rekreasi. Ahli ekonomi mempelajari bagaimana barang diproduksi dan dikonsumsi. saya mempunyai pendapatan Rp 1. Masalah pokok dala perekonomian timbul karena adanya kelangkaan (scarcity) akibat dari ketidakseimbangan antara kebutuhan masyarakat dengan factor-faktor produksi yang tersedia. maka menentukan pilihan dalam banyak sekali kelangkaan memaksa kita kehilangan kesempatan untuk mengerjakan sesuatu yang lain. Kaum bisnis tidak perlu rewel terhadap pengggunaan buruh dan tidak perlu berusaha secara fisien dalam 5 .maka sekarang tinggal Rp 200.000.Kehidupan yang penuh dengan beragai pilihan.000. Misalnya. Semua kegiatan manusia baik perseorangan maupun kelompok/perusahaan untuk m emproduksi barang dan jasa maupun untuk mengkonsumsi yang ditujukan kepad usaha dalam memenuhi segala keinginan yang tidak terbatas dengan menggunakan sumberdaya yang serba terbatas dinamakan :Aktivitas Ekonomi.000.000. Adanya ketidak seimbangan akan menimbulkan aktifitaa ekonomi. Hukum Kelangkaan Inti dari ilmu ekonomi adalah terletak pada fakta kelangkaan. Setelah dikurangi pengeluaran –pengeluaran sebesar Rp 800. Ilmu ekonomi mikro mempelajari hubungan antara keinginan manusia dengan sumberdaya (economic resources).

Bahkan di Amerika Serikatpun yang sejauh ini perekonomiannya paling produktif. seperti pasir di gurun atau air di laut. barang serta jasa lain yang tidak terhitung jumlahnya. Semua ilmu ekonomi berpegang pada fakta pokok ini. pabrik yang aman dan jalan yang bersih. Akan tetapi belum ada masyarakat yang berhasil merealisir khayalan (utopia) kesempatan yang tanpa batas seperti itu. maka tidak seorangpun akan menaruh perhatian terhadap distribusi pendapatan antar orang atau antar kelas yang berbeda. Hal ini karena sumberdaya adalah terbatas. produksi yang dihasilkannya ternyata tidak cukup tinggi untuk memenuhi keinginan semua orang. Di sana tidak perlu penghematan konsumsi dan tentu saja ilmu ekonomi tidak akan menjadi ilmu yang penting lagi. tidak akan timbul barang ekonomi (economic goods) yaitu barang-barang yang penawarannya bersifat langka atau terbatas. Dalam perekonomian yang makmur.penggunaannya. khususnya di Afrika. m obil dan computer pribadi. ratusan juta orang menderita kekurangan makan dan kemiskinan materi. maka anda dengan cepat akan menemukan bahwa barang dan jasa yang tersedia tidak akan cukup untuk memenuhi bahkan sebagian kecil keinginan konsumsi setiap orang. Jika anda menggabungkan semua keinginan tersebut. Suatu penelitian tentang pola konsumsi mengungkapkan bahwa masyarakat menginginkan dan memerlukan pemanas maupun pendingin. waktu santai dan kebebasan pribadi. Di luar Amerika Serikat. sera pemerintah tidak perlu bersusah payah mengurusi pajak dan pengeluarannya Lebih jauh karena kita semua dapat memperoleh segala sesuatu seperti yang kita inginkan. Semua barang bersifat CumaCuma/gratis. seingga kita perlu mempelajari bagaimana masyarakat memilih dari daftar barang dan jasa 6 . Output nasonal kita harus jauh berlipat ganda supaya rata-rata masyarakat dapat hidup pada tingkat rata-rata kehidupan dokter atau pengusaha. Intisari ilmu ekonomi adalah kebenaran tak terbantah yang kita sebut dengan Hukum Kelangkaan. yang menyatakan bahwa semua barang bersifat terbatas karena sumberdaya yang diperlukan tidak cukup untuk menghasilkan semua barang yang ingin dikonsumsi manusia.

Jika kita ingin mengukur dampak harga mobil terhadap jumlah mobil yang dibeli . Definisi menjelaskan bahwa variable (suatu besaran yang nilainya dapat mengalami perubahan) yang sifat hubungannya akan diterangkn dalam teori. Variabel dibedakan menjadi 2 : yaitu variable endogenenus yaitu variable yang sifatnya diterangkan dalam teori yang berkaitan dan Variabel eksogeninus yaiu variable yang mempengaruhi variable endogeninus yang besarnya ditentukan oleh factor-faktor yang berada di luar teori yang berkaitan. Langkah kunci untuk mengisolsi dampak suatu variable tertentu adalah dengan menganggap hal lainnya tetap sama. harg bensin. Misalnya : dalam Hukum Permintaan. Sebagai contoh. hipotesis. dan lain-lain. Kegagalan Untuk Menjaga “hal-hal lainnya sama” atau Ceteris Paribus Sebagian besar permasalahan ekonomi melibatkan beberapa kekuatan yang saling berinteraksi pada saat yang sama. Variabel yang terkait dalam hukum permintaan adalah variable harga dan variable jumlah barang yang diminta (dibeli). harga bensin dan suku bunga serta variable lainnya tidak berubah. bagaimana komoditi yang berbeda diproduksi dan ditetapkan harganya. penghasilan konsumen. maka kita harus meneliti pengaruh perubahan harga mobil. artinya variable lainnya dianggap tetap tidak berubah. inilah arti dari “hal-hal lainnya sama” atau ceteri paribus dianggap tetap tidak berubah. Pemisalan dikenal sebagai Ceteris Paribus (berasal dari bahas latin) yang berarti hal-hal lainny tidak mengalami perubahan.yang tersedia. 7 . pemisalan (asumsi). apabila harga suatu barang berubah. 2. dan siapa yang memperoleh barang yang diproduksi masyarakat. Penyederhanaan tersebut dilakukan dengan membuat pemisahan (asumsi). jumlah penjualan mobil pada satu tahun tertentu ditentukan oleh harga mobil. Dalam Teori Ekonomi Mikro ada 4 unsur penting yaitu: definisi. 1. Kegiatan ekonomi dan kehidupan perekonomian sangatlah kompleks sehingga harus dibuat gambaran yang lebih sederhana harus dibuat gambaran yang lebih sederhana mengenai hubungan suatu peristiwa dengan factor yang mempengaruhinya. dan menganggap bahwa pendapatan konsumen. maka jumlah barang yang diminta akan berubah. dan pembuatan ramalan.

Dalam hal ini. Kemudian nilai variable Y akan mempengaruhi nilai berpengaruh secara tidak langsung terhadap variable Z. Menguji atau menyelidiki kebenaran pandangan yang dikemukakan teori-teori ekonomi (jika toeri itu benar. 2. adalah perubahan nilai variable X akan mempengaruhi nilai variable Y. Pembuatan ramalan bertujun untuk: 1. meramalkan keadaan yang berlaku sebagai landasan dalam merumuskan langkah-langkah untuk memperbaiki keadaan dalam perekonomian.3. Sifat hubungan langsung. 2. dan bagaimana berfungsinya suatu perekonomian. statistika memegang dua peranan penting yaitu: 1. Sifat hubungan tersebut dapat dibedakan menjadi langsung dan tidak langsung. Grafik berperan untuk memperlihatkan hubungan variable-variabel ekonomi secara visual. Atas dasar asumsi-asumsi tertentu. Menerapkan mengapa peristiwa-peristiwa tertentu berlaku. engapa bentuk peristiwanya seperti itu. Hipotesis adalah suatu pernyataan yang bersifat umum tentang bagaimana variable yang dibicarakan berhubungan antara satu dengan yang lain. Menyediakan berbagai jenis angka indeks untuk menunjukkan kecenderungan perkembangan variable ekonomi tertentu dari waktu ke waktu. merupakan perubahan dari nilai suatu variable yang dibicarakan tersebut akan langsung berpengaruh terhadap besarnya nilai variable lainnya. statistika dapat pula digunakan untuk menyatakan dengan lebig spesifik secara angka-angka sifat hubungan diantara variable-variabel dalam teori tersebut). sedangkan matematika berfungsi untuk menyatakan hubungan antara variable-variabel yang terkait dalam suatu fungsi matematis dan statistika berperan sebagai alat analisis untuk mengumpulkan fakta dan menguji kebenaran teori ekonomi. Alat-alat Analisis Dalam Ilmu Ekonomi Dalam ilmu ekonomi mikro memerlukan beberapa alat analisis untuk menerangkan beberapa teori dan menguji kebenaran teori tersebut. Sedangkan hubungan tidak langsung. Grafik merupakan alat analisa utama disamping matematika dan statistika. 8 .

dan bersamaan dengan itu akan timbul kelebihan produksi dari beberapa barang yang bisa dihasilkan oleh suatu keluarga. Kegiatan Pertukaran Kebutuhan adalah tujuan dan motivasi dari kegiatan produksi. membuat pakaian sendiri dan memenuhi segala kebutuhannya dengan upaya sendiri (sering disebut dengan tingkat hidup subsisten) hanya ada dua kegiatan ekonomi pokok yaitu : berproduksi dan berkonsumsi. kemudian meningkat terjadi antar kota dan meningkat lagi terjadi antar daerah. Pertukaran/perdagangan ini mula-mula berasal dari satu desa. Faktor penggerak bagi adanya aktivitas ekonomi adalah kebutuhan. Pada masa sekarang pertukaran ini lebih dikenal dengan perdagangan. Semakin maju suatu masyarakat. 9 . Kebutuhan adalah TUJUAN dan MOTIVASI dari kegiatan produksi. Kegiatan Konsumsi 3. konsumsi dan pertukaran. Apa yang diproduksikan dikonsumsikan sendiri. sehingga sampai saat ini kita mengenal pertukaran antar Negara (perdagangan internasional). Atau dengan kata lain Masyarakat subsisten adalah Masyarakat primitif di mana di dalamnya hanya ada 2 kegiatan ekonomi yaitu produksi dan konsumsi. Kegiatan Produksi 2. Kegiatan ekonomi pokok yang ketiga. dikonsumsi sendiri. maka timbul kebutuhan-kebutuhan diluar kemampuan keluarga sendiri untuk menghasilkannya. yaitu pertukaran. konsumsi dan pertukaran. Dalam masyarakat primitive dimana setiap keluarga menghasilkan makanan.Macam Kegiatan Ekonomi Kegiatan manusia dalam suatu masyarakat ada tiga macam kegiatan pokok: 1. Perkembangan pertukaran erat hubungannya dengan kemajuan dalam komunikasi. Jadi apa yang diproduksi.

Kita harus selalu melakukan “trade-off” Untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan biasanya kita hrs merelakan atau menyerahkan hal lain yang sesungguhnya juga bermanfaat bagi kita. Jika kita mempunyai banyak tujuan sebagian tujuan harus kita lepaskan demi mengejar tuj tertentu yang paling kita inginkan. Ada 10 ide atau prinsip dasar ekonomi. Kebanyakan ahli ekonomi memandang konsep kepuasan yang tidak terbatas ini sebagai suatu anggapan kerja. Yang dimaksudkan disini adalah bahwa secara total. bukan sebagai konsepsi manusia secara utuh. Pembuatan keputusan mengharuskan kita merelakan tujuan untuk memperoleh tujuan yang lain. yang biasanya selalu menginginkan kehidupan material yang lebih baik. dimana keputusan seseorang dibuat berdasarkan: 1. Dalam penerapannya ilmu ekonomi tidak bias lepas dari permasalahan moral ( yaitu: penilaian mengenai mana yang baik dan mana yang buruk).Kebutuhan Manusia Timbul dari: 1. minuman. tempat tinggal). Pada umumnya kebutuhan manusia tidak terbatas. Lain-lain kebutuhan yang khas bagi masing-masing perorangan. maka akan timbul kebutuhan yang lain lagi. Begitu satu macam kebutuhan terpenuhi/terpuaskan. 10 . Tanpa adanya kebutuhan tersebut diatas. pakaian. tetapi dilihat sebagai manusia seperti apa adanya. Ilmu Ekonomi mempunyai banyak aspek. Manusia tidak dilihat dari segi moral. Kebutuhan biologis untuk hidup (misalnya makanan. maka tidak ada alas an untuk berkegiatan ekonomi. kebutuhan manusia tidak akan terpuaskan. 3. hal ini bukan berarti bahwa secara kuantitatif satu macam kebutuhan (misalnya mkan) tidak bisa dipuaskan. Kebutuhan yang timbul dari peradaban dan kebudayaan manusia itu sendiri (misalnya keinginan punya rumah yang bagus). 2. Setiap aspek dapat dikenali sebagai elemen ilmu ekonomi karena berbagai aspekitu disatukan oleh beberapa ide atau prinsip dasar.

keputusan yang baik jika ia mengetahui berbagai kemungkinan/pilihan. Perubahan-perubahan marginal (marginal changes): Penyesuaian-penyesuaian kecil secara bertahap dalam pelaksanaan suatu rencana. Dalam banyak situasi kita dapat membuat keputusan terbaik jika kita mau berfikir secara bertahap. Kita harus senantiasa menyadari fakta trade off. Hanya saja biaya dari suatu pilihan tindakan biasanya tidak nampak seluruhnya pada saat kita pertama kali menjajaakukainya.Trade off yang hrs dihadapi masyarkat dewasa ini adalah trade off antara efisiensi dan pemerataan. Pemertaan (equity): Kondisi ideal ketika kesejahteraan ekonomi terbagi atau terdistribusikan secara adil diantara segenap anggota masyarakat. krn seseorang hanya akan dapat membuat keputusan. Pelajaran fundamental mengenai pembuatan keputusan di tingkat individual adalah bahwa: kita senantiasa menghadapi fakta “trade-off” antara 11 . Efisiensi (Efficiency): Kondisi ideal ketika sebuah masyarakat dapat memperoleh hasil atau manfaat yang maksimal dari penggunaaan segenap sumber daya langkanya. dimana para ekonom menyebutnya dengan istilah perubahan-perubahan marginal (marginal changes). 3. maka perilaku kita pun akan berubah setiap perhitungan biaya dan manfaat tersebut berubah. Kita bereaksi terhadap Insentif. Karena kita selalu membuat keputusan berdasarkan perbandingan segenap biaya dan manfaatnya. Orang rasional berfikir secara bertahap. Biaya oportunitas (opportunity cost): adalahan apa saja yang harus dikorbankan untuk memperoleh sesuatu yang lain. Banyak keputusan dalam hidup memerlukan penyesuaian-penyesuaian kecil secara bertahap dalam proses pelaksanaanya. Itu artinya kita selalu bereaksi atau tanggap terhadap insentif. 4. 2. Biaya adalah apa yang anda korbankan untuk memperoleh sesuatu Pembuatan keputusan mengharuskan kita membanding-bandingkan segenap biaya dan manfaat dari setiap pilihan tindakan.

berbagai pilihan alternative/pilihan tujuan. melalui perdagangan setiap pihak akan dapat melakukan spesialisasi. seolah-olah dibimbing oleh suatu kekuatan atau “tangan tak tampak” (insivible hand).bahwa pembuatan keputusan rasional senantiasa membandingkan manfaat marginal dengan biaya marginal. dan bahwa perilaku kita cenderung berubah sesuai dengan insentif yang ada. 12 . merumuskan bahwa semua rumah tangga dan perusahaan berinteraksi di pasar secara tertib. Meskipun selalu bersaing semua unit/pelaku ekonomi sesungguhnya terus menerus mengadakan pertukaran atau perdagangan. Perdagangan dapat menguntungkan semua pihak. 7. Jaring-jaring saling ketergantungan dan perdagangan tentu saja juga berlangsung dalam setiap masyarakat modern. Artinya pemerintah sesekali dapat mengintervensi pasar guna memperbesar ukuran kue ekonomi atau mengubah pembagian kue tersebut. 5. bahwa biaya suatu tindakan juga harus mencakup biaya berupa hilangnya kesempatan melakukan melakukan/memperoleh hal lain. Pasar ternyata mampu menjadi ajang pergumulan aneka keputusan dan kepentingan. Perekonomian Pasar (market economy): Suatu perekonomian yang mengalokasikan sumber-sumber dayanya melalui proses keputusan tersentralisir oleh sekian banyak perusahaan dan rumah tangga yang satu sama lain berinteraksi di pasar-pasar barang dan jasa. Setiap keluarga atau unit ekonomi akan diuntungkan oleh perdagangan. 6. Adam Smith (1776) dalam bukunya: The Wealth of Nations. Pasar secara umum adalah wahana yang baik untuk mengorganisasikan kegiatan ekonomi. bahkan dengan pola yang lebih kompleks. Pemerintah ada kalanya dapat memperbaiki hasil-hasil mekanisme pasar. Ada 2 alasan pokok mengapa pemerintah dapat/perlu melakukan campur tangan/intervensi terhadap pasar: yaitu demi mempromosikan efisiensi dan mempromosikan keseimbangan. sedemikian rupa sehingga dapat mengorganisasikan segenap kegiatan ekonomi demi mempromosikan kesejahteraan ekonomi bagi berbagai pihak yang terlibat.

Standar hidup di suatu Negara tergantung pada kemampuannya memproduksi barang dan jasa. Harga-harga meningkat jika pemerintah mencetak uang terlalu banyak. Pelajaran fundamental tentang interaksi antar manusia adalah bahwa perdagangan dapat memberikan keuntungan timbal-balik. Kuasa pasar (Market power): kemampuan suatu pelaku (atau sekelompok pelaku) ekonomi tunggal untuk mempengaruhi harga-harga yang berlaku di pasar. Masyarakat menhadapi trade-off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran. Jika pemerintah mencetak uang atau mengedarkan uang terlalu banyak. bahwa pasar secara umum merupakan wahana yang baik dalam mengkoordinasikan perdagangan/pertukaran antar manusia. maka nilai uang tersebut akan merosot. 8. 13 . Inflasi: Kenaikan tingkat harga secara keseluruhan dalam sebuah perekonomian. Yang dapat menjelaskan perbedaan standar hidup antar Negara dan antarwaktu adalah produktifitas. Namun ada kalanya tangan tak nampak tak berfungsi. 10. Produktifitas: Kuantitas barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu jam kerja dari seorang pekerja. 9. Eksternalitas: dampak tindakan-tindakan suatu pihak terhadap pihak lain. Kegagalan Pasar (market failure): Suatu situasi dimana pasar gagalmengalokasikan sumber daya secara efisien. sehingga timbullah kegagalan pasar. dan bahwa pemerintah berpotensi memperbaiki hasil-hasil yang dibuahkan pasar. Penyebab inflasi adalah pertumbuhan kuantitas uang yang beredar di masyarakat. Penyebab kegagalan pasar diantaranya adalah: eksternalitas dan kuasa pasar. jika terjadi kegagalan pasar atau jika hasil yang dibuahkan pasar kurang sesuai dengan rasa keadilan.Tangan tidak tampak biasanya mampu mengarahkan pasar-pasar untuk mengalokasikan sumber daya secara efisien.

Sumber Daya Alam (minyak bumi. Dalm proses ini. Pelajaran fundamental perihal perekonomian secara keseluruhan adalah: bahwa produktifitas merupakan tiang utama penopang standar hidup. Suatu perekonomian harus bisa menggunakan teknologi yang dimiliki untuk mengkombinasikan berbagai input untuk menghasilkan output. bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan sumber utama inflasi. air. garam termasuk si koki dan sebagainy kita sebut dengan input. Kepengusahaan/entrepreunership Teknologi tidak dianggap sebagai suatu sumber ekonomi tersendiri. Misalnya. Sedangkan output dalah semua barang dan jasa yang bermanfaat untuk konsumsi maupun untuk investasi (untuk proses produksi berikunya). Modal/capital (gedung. dan itu berarti lapangan kerja baru akan berkurang sehingga pengangguran pun bertambah. tetapi teknologi dianggap sudah terkandung di dalam summer-sumber ekonomi tersebut. Input dan Output Input adalah semua barang dan jasa yang digunakan olek sector ekonomi (misalnya perusahaan) untuk menyelenggarakan proses produksi. Sumber Daya Manusia 3. telur. Teknologi tercermin dalam kecekatan para pengusaha. ketrampilan dan keahlian para karyawan. dan sebagainya) 4. udara dan sebagainya) 2. Jika uang berkurang maka dana untuk investasi dan produksi pun menyusut. mesin. 14 . Dilema atau trade-off antara inflasi dan pengangguran ini disebut sebagai Kurva Philip (Philip curve): Trade-off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran. Input/factor-faktor produksi/ sumber-sumber ekonomi 1.Upaya meredam lonjakan inflasi seringkali mengakibatkan kenaikan sementara tingkat pengangguran. dan bahwa setiap masyarakat harus menghadapi (trade-off) jangka pendek antara inflasi dan pengangguran. uang. telur dadar. mimyak. Inflasi biasanya ditekan melalui pengurangan kuantitas uang. meskipun diperlukan dalam setiap proses produksi. Sedangkan outputnya adlah hidangan telur dadar yang siap dimakan.

gandum. Barang konsumsi. Jadi teknologi banyak berkaitan dengan kualitas sumber-sumber ekonomi. Jenis Barang 15 . Barang dapat dibedakan menjadi: 1). Kemajuan teknologi berarti peningkatan kualitas sumber-sumber ekonomi yang tersedia. misalnya makanan) 2). sepeda. Barang essensial (misalnya: sembilan bahan kebutuhan pokok). dan sebagainya)  Barang public (misalnya: mercusuar. Jembatan. 2. air hujan dan sebagainya. kulit sapi. Barang ekonomi (barang yang memerlukan usaha untuk memperolehnya. Barang mewah )misalnya Mobil. dan sebagainya). pakaian. karet. Barang setengah jadi (misalnya. dan sebagainya). emas). ubi. sinar matahari. 2). adalah: 1. yaitu barang yang langsung bisa dikonsumsi (misalnya: makanan. Sedangkan cara penggunaan barang dibagi menjadi:  Barang pribadi (misalnya: makanan. Barang inferior (misalnya: ikan asin. TV) 4. Barang ekonomi dibedakan menjadi: 1). Barang Cuma-Cuma yaitu barang yang dapat dinikmati tanpa melakukan kegiatan memproduksi seperti udara. dan sebagainya) dan sesuatu yang tidak dapat diraba serta tidak dapat dilihat (misalnya:oksigen. Output (barang dan jasa) Barang dapat dibedakan menjadi benda yang dapat diraba dan dilihat secara isik ( misalnya:buku. gas dan sebagainya). barang normal (misalnya: buku. pakaian. dan sebagainya) Jenis-jenis barang menurut kepentingan dalam kehidupan manusia. barang bekas).efisiensi mesin dan sebagainya. Dalam kondisi khusus barang Cuma-Cuma bisa berubah menjadi barang ekonomi. 3.

Pasar bebas merupakan cara yang terbaik dalam mengatur perekonomian. Artinya pemerintah tidak perlu melakukan banyak intervensi terhadap permasalahan tersebut. Common good yang dimiliki oleh negara dan tidak bersifat natural monopoly harus diprivatisasi. club good. Untuk itu. Club good sebagai barang yang tidak bersaing karena bukan merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat. common good. Yang termasuk dalam private good adalah benda yang memiliki nilai bersaing dan jumlahnya terbatas. Private good merupakan bentuk yang paling efisien dalam perekonomian. Eksternalitas yang dapat terjadi pada semua jenis barang (public. baik pada efisiensi alokasi maupun efisiensi produktivitas serta efisiensi sosial.Sebelum pemerintah melakukan intervensi dengan menetapkan suatu kebijakan terhadap berbagai barang. pada saat pasar bebas tidak memberikan hasil yang positif bagi masyarakat. club. Hampir seluruh negara menggunakan sistem pasar bebas. untuk itu pemerintah diharapkan tidak terlalu banyak mencampuri ketentuan pasar pada jenis barang ini. Kegagalan pasar terjadi pada saat pasar tidak memberikan efisiensi secara penuh. masalah public good dan ekternalitas dapat diselesaikan melalui mekanisme pasar. namun memiliki nilai bersaing. Permasalahan yang terjadi pada common good dapat diselesaikan dengan adanya hak kepemilikan sehingga dapat diperjual belikan secara individual. pemerintah harus dapat membedakan jenis barang-barang beserta permasalahannya. Club good merupakan barang yang tidak bersaing namun jumlahnya terbatas. pemerintah dapat mengambil tindakan dan mengubahnya. Jenis barang tersebut. yaitu public good. maka sebaiknya privatisasi tersebut dilakukan kepada masyarakat umum daripada secara individual. Common good adalah barang yang tersedia bagi masyarakat dalam jumlah tidak terbatas. Tanpa disadari. Namun. Jika biaya privatisasi tersebut menjadi masalah. dan private good. Munculnya ekternalitas disebabkan besarnya intervensi pemerintah. pemerintah diharapkan dapat mengurangi intervensinya dalam struktur pasar. dan private) dapat memberikan keuntungan maupun menimbulkan kerugian. common. 16 .

Sistem kartel tidak jauh berbeda dari monopoli karena beberapa perusahaan melakukan kerja sama dalam menjual produk-produk mereka. Faktor-faktor produksi. Selain itu. monopoli juga mengurangi pilihan konsumen terhadap suatu produk. Hal yang demikian dapat mengurangi persaingan. Namun setiap perusahaan memiliki merk pada produknya masing-masing sehingga perusahaan yang merk dagangnya sudah kuat akan dapat menguasai pasar Privatisasi merupakan suatu cara agar dapat meningkatkan persaingan dan menurunkan biaya. dan modal. yaitu public goods. serta yang dimiliki pegawai mengenai peluang usaha dan lapangan pekerjaan. jika beredar dalam jumlah yang tepat atau bahkan tidak beredar sama sekali akan menyebabkan sistem pasar tidak efisien sehingga terjadi kegagalan pasar. Informasi Konsumen Kurangnya informasi yang dimiliki konsumen mengenai produk yang tersedia di pasar. Intervensi pemerintah diperlukan untuk memperbaiki atau mengganti kerugian atas kegagalan pasar yang disebabkab oleh eksternalitas yang negatif. mengalokasikan sumber daya dengan lebih efisien. Berbagai jenis barang. Pasar monopoli dapat membatasi output yang dihasilkan untuk menjaga agar harga produk tetap tinggi. 17 . Para pemain pun dapat bebas keluar dan masuk ke dalam industri. tenaga kerja. Kartel biasanya terjadi pada pasar oligopoli. merupakan kegagalan informasi yang dapat menyebabkan kegagalan pasar. dan demerit goods. yang dimiliki produsen mengenai permintaan produk dan mengenai keberadaan pesaing. merit goods. Seorang monopolis mungkin saja akan mengembangkan kekuatan sosial dan politik lebih tinggi dari yang lain sehingga mengurangi efisiensi demokrasi dan keadilan dalam bersaing.Sistem pasar monopoli dapat menyebabkan kegagalan pasar. Privatisasi Pada pasar persaingan monopolistik terdapat banyak penjual dan pembeli serta berbagai jenis produk. seperti tanah. dan mencegah terjadinya monopoli.

Intangibility (tidak berwujud) 2). Inseparability (tidak dapat dipisahkan) 3). yaitu: 1). Variability (keragaman) 4).serta berbagai asset yang sudah tidak dapat digunakan. mengubah distribusi pendapatan dan kesejahtaraan dalam perekonomian nasional. meningkatkan skala ekonomis sehingga dapat menurunkan biaya. yang memiliki sifat tidak dapat bergerak. 18 . Jasa Jasa adalah intangible karena tidak berwujud. Perishability (tidak tahan lama). Jasa yang berkaitan dengan program pemasarannya. Untuk mencegah terjadinya kegagalan pasar pada sistem pasar bebas. dapat dilakukan dengan beberapa cara. antara lain: penetapan regulasi mengenai persaingan sehat oleh pemerintah. dan tidak dapat dicicipi. dan penetapan batas harga pasar tertinggi dan terendah yang dilakukan oleh pemerintah. Jasa merupakan layanan dari seseorang/instansi/organisasi yang akan memenuhi kebutuhan masyarakat. juga dapat menyebabkan terjadinya kegagalan pasar. tidak dapat dilihat. maka jasa mempunyai 4 karektiristik yang harus dipertimbangkan.

Mahasiswa dapat memahami segala masalah yang dihadapi masyarakat dan rumah tangga. Mekanisme Harga 3. Mahasiswa dapat membantu pemerintah dalam menunjang pertumbuhan dan memperbaiki kualitas hidup 3. Permasalahan Dasar Ekonomi 2. Pembahasan Materi: 1. Pemecahan Masalah diluar Mekanisme Harga 4. 2. Untuk menganalisis pola perilaku masyarakat. Peluang Teknologi Dalam Masyarakat 19 .BAB 2 ORGANISASI EKONOMI Tujuan : 1.

maupun negar industri yang sudah majupun pasti mengahadapi masalah ekonomi yang mendasar dan saling terkait. Dengan kata lain. suku di pedalaman Kalimantan. Bagaimana komoditi tersebut harus diproduksi? Bagaimana produksi ini dilakukan ? Oleh siapa produksi ini akan dilakukan? Gabungan faktorfaktor produksi yang bagaimana. Maksudnya adalah barang apa yang harus diproduksi dan dalam jumlah berapa.serta teknik produksi yang bagaimana produksi akan dilakukan? Siapakah yang harus bertani.Permasalahan Dasar Ekonomi Masyarakat apapun. apakah itu merupakan Negara komunis sekalipun. dan siapa pula yang harus mengajar? Apakah tenaga listrik akan diperoleh dari minyak atau batu bara? Apakah proses produksi tersebut akan dilakukan dengan cara padat karya atau padat modal? Dalam bentuk Kapitalis atau harus dimiliki oleh Negara? 3) For Whom/untuk siapa Siapakah yang akan menikmati dan akan memperoleh manfaat barang dan jasa di seluruh negeri ini? Bagaimana produksi nasional akan didistribusikan kepada setiap orang? Haruskah sedikit saja orang yang kaya dan apakah harus banyak sekali yang miskin? Haruskah pendapatan yang tinggi diterima oleh para 20 . berapa banyak barang dan jasa yang harus dibuat dalam perekonomian yang bersangkutan? Haruskah sekarang kita memproduksi pizza ataukah kemeja atau kedua-duanya atau memproduksi yang lainnya? Memproduksi kemeja berkualitas tinggi dalam jumlah sedikit atau kemeja murah dalam jumlah banyak? Haruskah kita memproduksi barang konsumsi dalam jumlah banyak atau hanya sedikit barang konsumsi dan lebih banyak barang investasi untuk hari esok?. 2) How/bagaimana. Ketiga masalah tersebut adalah sebagai berikut : 1) What/apa.

Gerak harga dari setiap barang dan jasa serta setiap factor produksi bisa memecahkan ketiga masalah ekonomi pokok dari suatu masyarakat dengan cara sebagai berikut: 1. tetapi berbagai system perekonomian yang berlainan selalu berusaha memecahkannya dengan cara yang berbeda. MEKANISME HARGA Mekanisme harga adalah proses yang berjalan atas dasar gaya kekuatan tarik menarik antara konsumen dan produsen yang bertemu di pasar. maka keuntungan juga turun. produksi turun. Misalnya dengan cara kebiasaan dan tradisi. karena adanya keuntungan yang relative lebih besar untuk barang yang naik harganya ini. Sebaliknya harga suatu barang turun apabila permintaan para konsumen melemah. insting. bahkan muncul produsen-produsen baru untuk barang tersebut (kegiatannya berpindah berproduksi barang-barang lain. Jika masyarakat menginginkan lebih banyak suatu barang. Akibatnya harga barang-barang tersebut naik. Hasil neto dari kekuatan tarik menarik tersebut menghasilkan terjadinya harga untuk setiap barang (di pasar barang) dan untuk setiap factor produksi (di pasar faktor produksi). komando dan sebaginya. Proses sebaliknya akan terjadi jika harga turun. maka akan tercermin pada adanya kenaikan permintaan konsumen untuk barang tersebut. Apabila harga barang turun. Pada suatu waktu. Namun bagi masyarakat yang sudah modern.manajer. harga suatu barang mungkin naik karena gaya tarik konsumen menjadi lebih kuat (jika konsumen minta lebih bnyak barang tersebut). Akibat selanjutnya adalah produsen tersebut cenderung utnuk memperbesar produksinya. masalah tersebut dipecahkan dengan mengandalkan pada mekanisme harga.Sehingga produksi total untuk barang ini bertambah. Jadi gerak 21 . sehingga penjual barang tersebut memperoleh keuntungan yang lebih besar. para pekerja atau para tuan tanah? Apakah orang yang tamak yang berhak mewarisi dunia ini? Apakah si pemalas boleh makan banyak ataukah harus ditelantarkan? Meskipun tiga masalah ini sangat mendasar dan umum terjadi pada semua corak perekonomian.

Barang dihasilkan dari proses pengkombinasian faktor-faktor produksi oleh produsen. apabila harga faktor produksi L naik. Kurva Isoquant adalah kurva yang menunjukkan berbagai kemungkinan kombinasi factor-faktor produksi untuk menghasilkan suatu tingkat output tertentu. maka produsen akan cenderung untuk menghemat penggunaan factor produksi L sehingga mereka akan 22 .harga-harga barang akan menentukan apa dan berapa setiap barang akan tersedia/diproduksikan di dalam perekonomian masyarakat tersebut. Contoh: Faktor produksi Kapital (K) dan Tenaga Kerja (L) K Ki A Kurva Isoquant K2 B O L1 L2 L Gambar: 1 Pada gambar 1 diatas. 2. Dalam ilmu ekonomi dianggap bahwa antara faktor-faktor produksi selalu ada kemungkinan untuk substitusi. Bil harga suatu faktor produksi naik. Kemungkinan ini terlihat pada konsep yang sering digunakan dalam ilmu ekonomi yaitu isoquant. maka produsen akan berusaha mengadakan penghematan penggunaan factor tersebut dan menggunakan lebih banyak factor produksi yang lain untuk proses produksinya.

memperbanyak penggunaan factor produksi K. kerja keras. Kemudian konsumen membayar harga barang-barang tersebut dri penghasilannya. Tingkat pendapatan yang tercipta dalam mekanisme pasar sepenuhnya didasarkan pada hal-hal yang berbau ekonomis. Distribusi pendapatan Mekanisme harga tidak selalu menjamin dipecahkannya masalah for whom secara adil. seperti nasib baik dalam berusaha. MASALAH YANG TIDAK BISA DIPECAHKAN OLEH MEKANISME HARGA ANTARA LAIN: 1). Sebaliknya jika harga K turun. bukan jatuh ke tangan orang yang paling membutuhkannya. Sedangkan penghasilan konsumen berasal dari penjualan jasa-jasa dari faktor produksi miliknya termasuk tenaganya sendiri pada produsen yang menggunakannya untuk proses produksi. Mekanisme harga bias memecahkan masalah For Whom. Penghasilan setiap orang tergantung pada berapa unit factor-faktor produksi yng dia miliki disamping harga setiap unit factor produksi. Jadi gerak harga faktor produksi menentukan kombinasi yang digunakan produsen dalam proses produksinya (disini harga faktor produksi disebut dapat memecahkan masalah How bagi masyarakat). 3) Barang-barang hasil produksi dijual oleh produsen kepada konsumen. Jdi harga factor produksi sekaligus merupakan penghasilan pemilik factor produksi untuk setiap unit factor produksi yang dijual/disewakan kepada produsen. Jadi apabila suatu waktu pola kepemilikan factorfaktor produksi antara warga masyarakat dianggap telah ad. Berbagai macam barang kebutuhan senantiasa jatuh ke tangan orang yang paling mampu membelinya. bias saja memperoleh 23 . maka gerak hargaharga barang dan harga-harga factor produksi (misalnya dengan adanya mekanisme harga) akan menentukan distribusi barang-barang yang dihasilkan dalam masyarakat. dan harga factor produksi. Disini produsen bergerak dari posisi B ke posisi A. Akibatnya distribusi pendapatan yang muncul akan mengakibatkan persoalan ketidak adilan. Pola distribusi penghasilan bersama-sama dengan harga barang-barang sangat menentukan pola distribusi barang antar warga masyarakat. Akibatnya kucing milik orang kay.

penemuan robot akan menyebabkan harga tenaga kerja merosot sekali. Dalam hal ini justru pasar telah berfungsi dengan baik. maka harga yang terbentuk tersebut 24 . Secara politis. Seringkali distribusi pendapatan dalam system pasar dipengaruhi oleh teknologi atau tingkat kelahiran. sementara itu sejumlah petani kaya yang merasa harga kentang kurang memadai. apalagi jika hal ini ditinjau dari segi etika. Apabila sebuah masyarakat demokratif tidak menyukai distribusi pendapatan yang begitu timpang.gizi yang lebih baik dari pada kucing yang dimiliki orang miskin. Pasar telah berjalan dengan logika internalnya yaitu meletakkan barang ke tangan orang yang punya uang.Apakah hal ini merupakan akibat dari kegagalan pasar? Jawabannya tidak. ketimpangan pendapatan tidak bisa diterima atau tidak isa sibiarkan. bahwa ketika itu pemerintah Ratu Victoria dari Inggris tidak berbuat apa-apa untuk membantu jutaananak-anak. Jadi system pasar yang paling efisien sekalipun dapat menimbulkan dampak negative. melainkan salah distribusi pendapatan. Misalnya saja. 2) Ketidaksempurnaan Pasar. demi menaikkan harga. serta menggeser 95 % pendapatan nasional kepada pemilik robot. maka ia harus mengambil langkah-langkah yang sekiranya diperlukan untuk mengubah distribusi pendapatan tersebut. yaitu ketimpangan pendapatan yang berlanjut pada ketimpangan kemakmuran. dengan seenaknya saja membakar hasil panen kentang mereka.yang diakibatkan oleh system pasar laissez faire. Suatu bangsa tidak harus meneerima begitu saja hasil-hasil yang dibuahkan oleh system pasar yang kompetitif. hal itu bukan salah pasar. Apaila terdapat perbedaan yng mencolok dalam hal kekuatan ekonomi ntara pihak-pihak yang bertransaksi di pasar. Jika suatu Negara membelajankan uang lebih banyak untuk memproduksi maknan hewan piaraan dari pada untuk membantu kalangan miskin untuk meneruskan pendidikan. wnita dan pria Irlandia yang tengah kelaparan. Setiap orang agaknya memang berhak mengkaji distribusi pendapatan yang ada dan ia boleh saja menganggapnya tidak adil. sehingga mengikis pendapatan pekerja. Misalnya saja ketimpangan pendapatan yang diciptakan oleh sistem pasar yang terjadi pada tahun 1848-1849.

Misalnya penanganan pertahanan nasional. ketertibaan. sehingga tidak ada perusahaan atau konsumen secara individual terdorong untuk melakukannya. Dalam kenyatan sehari-hari. Hal ini merupakn kegiatan ekonomi yang penanganannya tidak dapat diserahkan begitu saja kepada pihak swasta. Hal ini disebabkan manfat barang-barang tersebut begitu tersebar luas. maka tidak akan mencerminkan kebutuhan masyarakat yang sebenarnya (masalah what untuk barang-barang ini tidak bisa dipecahkan dengan baik). Disini kekuasaan monopoli cenderung akan menciptakan harga yang terlalu tinggi. dan sebagainya. Persaingan sempurna dalam suatu pasar timbul karena terdapatnya jumlah perusahaan yang jumlahnya banyak sekali sehingga tidak satupun perusahaan mampu mempengaruhi harga barang. baik yang dapat memberikan keuntungan besar. jauh melebihi biaya produksi. Penanganan produksi barang-barang ini oleh pabrik swasta tidak bias diharapkan akan muncul. atau kalaupun ada. namun jauh lebih sulit bagi pemerintah untuk mendorong pihak swasta untuk memproduksi dan membangun barang-barang publik. kesehatan. maupun yang dapat memberikan keuntungan kecil kepada masyarakat. akibatnya turunnya tingkat pembelanjaan/permintaan konumen di batas stndarnya yang efisien. yaitu barang-barang yang dapat digunakan masyarakat secara bersa-sama. sehingga masalah what dan how tidak bisa dipecahkan dengan baik. Harga pasar bagi barang-barang semacam ini tidak ada. 3) Barang-barang Kolektif. kecuali mungkin berjuta-juta petani yang secara perorangan hanya menghasilkan jumlah yang sangat sedikit dibandingkan secara keseluruhan dari hasil panen. Suatu penyimpangan utama dari persingan sempurna adalah persaingan tidak sempurna atau elemen-elemen monopoli. Mencegah setiap perusahaan untuk tidak membuang limbah dengan memberlakukan peraturan memang bisa dilaksanakan. Ada barang-barang yang hanya disediakan secara kolektif oleh masyarakat( misalnya: keamanan.tidak mencerminkan prioritas masyarakat secara wajar. 25 . hukum). hal ini berarti bahwa hampir semua pengusaha merupakan pesaing tidak sempurna.

Eksternalitas juga terjadi jika manfaat dari suatu aktivitas tidak sepenuhnya tertangkap dalam keuntungan sektor swasta. Dari contoh-contoh tersebut kita bias mengetahui bahwa ada transaksi ekonomi tanpa pembayaran atau pemberian imbalan/ganti rugi. maka masyarakat umum yang bukan anggota perusahaan itu ikut memetik manfaat berupa berkurangnya kemungkinan penyakit tadi menyebar dan menulari mereka. Misalnya ada sebuah perusahaan X yang membuang limbah kimia beracun ke sebuah sungai yng banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berenang dan memancing. Eksternalitas atau dampak imbasan (spillover effect) tercipta jika ada perusahaan atau pihak tertentu yang menimbulkan kerugian atau keuntungan kepada pihak lain di luar konteks pasar. bahan kimia dan bahan lainnya. Apabila imunitas itu berhasil terciptakan. Sebaliknya apabila ada Perusahaan Y mengadakan vaksinasi gratis kepada seluruh karyawannya untuk mencegah mereka terjangkit penyakit menular. Seiring dengan semakin padatnya penduduk. Yang terjadi kemudian adalah underprovision atau overprovision dari barang dan jasa. Mekanisme pasar tidak bisa memperhitungkan pengaruh-pengaruh social dan kegiatan ekonomi (misalnya pengaruh adanya suatu pabrik terhadap lingkungannya.4) Eksternalitas. Dalam hal ini intervensi pemerintah diperlukan untuk mengatur mekanisme pajak dan subsidi atau membuat dan menegakkan peraturan-peraturan yang bersifat mengontrol sektor swasta. Dalam hal ini bahwa perusahaan X itu telah menggunakan air bersih yang berharga dan langka tanpa membayar ganti rugi kepada masyarakat pemakai air yang telah dirugikan. berarti akan terus bertambahnya volume produksi energi. erosi tanah dan lain sebagainya. Eksternalitas dapat terjadi jika biaya yang seharusnya dari suatu aktivitas perekonomian tidak sepenuhnya tercerminkan dalam biaya yang dibayar oleh sector swasta. 26 . pelayanan pendidikan sedangkan overprovision mencakup kegiatan produksi yang menghasilkan polisi. Underprovision biasanya terjadi pada sektor-sektor seperti kesehatan masyarakat.

pemerintah berkewajiban mennjalankan fungsi-fungsi makro ekonomi dan meningkatkan pertumbuhan serta stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Di sinilah pemerintah harus bertindak. Dalam kenyataan mekanisme harga dan perencanaa digunakan bersma-sama. Tindakan-tindakan semacam ini disebut dengan perencanaan dalam arti luas. Dewasa ini berkat sumbangan intelektual yang sangat berharga dari John Maynard Keynes dan para penerusnya. Tentunya dengan porsi yang berbeda-beda bagi masing-masing Negara dan bagi waktu yang berbeda.sehingga akan berdampak imbasanpun meningkat. Sekarang ini Pemerintah bisa mempengaruhi tingkat output dan tingkat inflasi melalui pemanfaatan kebijakan fiscal dan kebijakan moneter secara cermat dan hati-hati. 5) Pengelolaan Perekonomian Secara Mikro Mekanisme pasar tidak bisa diandalkan untuk menstabilkan gejolak naik turunnya kegiatan ekonomi secara total/nasional. Peluang Teknologi Dalam Masyarakat 27 . karena keduanya saling melengkapi. yaitu melalui pajak serta pembelanjaannya dan kebijakan moneter untuk mempengaruhi suku bunga dan kondisi-kondisi perkreditan. Selain meningkatkan efisiensi dan pemerataan dan keadilan. Kekuasaan atau kebijakan fiscal adalah wewenang untuk mengenakan pajak dan mengadakan pembelanjaan. maka lambat laun berkembang\menjadi ancaman yang serius bagi masyarakat secara keseluruhan. Di sinilah perlunya tindakan-tindakan yang harus dirumuskan dan dijalankan secara sadar oleh masyarakat/Negara. Dalam kelima bidang ini mekanisme harga tidak bias diharpkan menyelesaikan permasalahan ekonomi secara otomatis dan secara baik. kita bisa mengetahui bagaimana cara mengendalikan ekses terburuk yang ditimbulkan oleh siklus usaha. yaitu Pemerintah harus mulai ikut campur tangan dengan membuat peraturan pada kegiatan ekonomi sebagai salah satu cara mengikis eksternalitas. Jika semula dampak itu kecil. Di luar bidang ini mekanisme harga masih efektif. kebijakan fiscal. Kebijkan-kebijakan makro ekonomi untuk menciptakan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi meliputi.

Ia harus memilih yang terbaik dari sekian banyak kemungkinan komposisi barang dan jasa yang harus didatangkan (masalah apa/what). PPF. dan harus memutuskan siapa yang berhak memperoleh barang dan jasa tersebut (masalah untuk siapa/for whom). kemudian ditanami jagung PPF merupakan menu pilihan yang tersedia bagi masyarakat yang bersangkutan. maka kita harus mengorbankan barang lainnya. Hukum kelangkaan yang menyatakan bahwa barang ekonomi selalu langka. Misalnya sebuah perekonomian yang menggunakan seluruh sumber dayanya untuk memproduksi barang kebutuhan sipil/umum (misalnya beras) maksimum yang dapat diproduksi per tahun. Karena persediaan sumber daya untuk menghasilkan berbagai macam barang dan jasa untuk konsumsi sangat terbatas. memperlihatkan jumlah produksi maksimum yang bisa dicapai oleh sebuah perkonomian. Batas Kemungkinan Produksi (Production Possibility Frontier/PPF) PPF berarti bahwa untuk memproduksi lebih banyak suatu barang. mencari teknik produksi yang paling baik (masalah bagaimana/how). 28 . Kenyataan seperti itu mebawa kita pada kenyataan bahwa jumlah barang lebih sedikit dari yang dibutuhkan. sehingga suatu perekonomian harus memnafaatkan sumber dayanya yang terbatas itu sebaik mungkin. serta tergantung pada efisiensi produktif yang digunakan. Kurva kemungkinan produksi turun miring dan dari kiri atas ke kanan bawah (lerengnya negatif): Dengan sumber daya yang terbatas (tertentu jumlahnya). karena masyarakat ingin mengkonsumsi lebih banyak dari kemampuan produksi suatu perekonomian. petani tersebut hanya dapat menambah produksi jagung hanya apabila mengalihkan sumber dayanya (tanah misalnya) dari ditanami padi. Jumlah maksimum beras tergantung pada sumber daya kuantitatif dan kualitatif perekonomian tersebut. bagaimana dan untuk siapa. sesuai dengan tingkat teknologi dan kuantitas input yang dimilikinya.Kita selalu terpaku pada masalaha fundamenta yang menyangkut apa.

dan titik C serta titik B semakin banyak jumlah produksi beras yang dikorbankan untuk menambah produksi senjata.Contoh: Kemungkinan A B C D E F Tabel 1 : Pada titik F. Untuk lebih jelasnya maka kita bisa lihat gambar Batas Kemungkinan Produksi dibawah ini: G 15 12963 ! ! ! ! !F 29 B U A B C K D E Alternatif Kemungkinan Produksi Beras Senjata (ribu ton) (ribu buah) 0 1 2 3 4 5 15 14 12 9 5 0 . titik D. Di antara kedua ekstrim tersebut. yaitu titik E. menunjukkan bahwa keadaan tersebut disebut ekstrim. adalah suatu keadaan ekstrim yang lain yaitu ketika semua sumber daya yang ada digunakan untuk memproduksi senjata. karena produksi semuanya berupa beras dan tidak ada produksi senjata sama sekali. Di titik A.

artinya bahwa sumber daya yang ada tidak dimanfaatkan secara penuh. B. seperti U. D. sedangkan setiap titik di dalam garis batas. C. yaitu selama perekonomian masih berada pada garis batas kemungkinan produksi 30 . System perekonomian bisa dikatakan efisien jika tidak satu pun barang tambahan yang bisa diproduksi tanpa mengurangi produksi barang yang lain. Efisien diartikan sebagai tidak adanya barang yang yang terbuang percuma atau penggunaan sumber daya ekonomi seefektif mungkin untuk memenuhi kebutuhan dsn keinginan masyarakat.dengan cara yang baik. Efisiensi Efisiensi adalah salah satu masalah pokok dalam ilmu ekonomi.0 1 2 3 4 5 Gambar 2: Kurva yang menghubungkan titik-titik kemungkinan produksi Garis-garis batas seperti A. Titik K yang ada diluar batas berart tidak mungkin bisa dicapai. Secara lebih spesifik. E dan F tersebut menggambarkan daftar pilihan yang tersedia bagi masyarakat untuk menentukan jumlah senjata dan beras tertentu pada jumlah sumber daya dan tingkat teknologi tertentu.

3. Mahasiswa dapat mengetahui model-model analitik perilaku manusia dalam ekonomi Pembahasan Materi: 1. Mahasiswa dapat mngetahui bagaimana hubungan antara perilaku manusia dengan teori Ekonomi Mikro 2. Mahasiswa dapat mngetahui konsep perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari 3.BAB 3 PERILAKU KONSUMEN Tujuan: 1. Surplus Konsumen Aplikasi Surplus Konsumen Pendekatan Marginal utility dan Pendekatan Ordinal 31 . Utility 2.

Konsumen konsisten. ada 3 pendekatan. sekilo beras. yaitu : Pendekatan Utilitas (utility approach). dan sebagainya. Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan maksimum 5. Mula-mula kita harus tahu adalah manfaat apa yang dicari oleh seorang konsumen dari pemakaian barang tersebut. pendekatan kurva indifferens (indifference kurve). Pendekatan yang digunakan dalam menganalisis penentuan pilihan konsumen. misalnya : kita mengukur isi volume air. Anggapan yang diperlukan disini adalah bahwa tingkat kepuasan konsumen bisa dikatakan lebih tinggi tau lebih rendah tanpa mengatakan berapa lebih tingginya atau berapa lebih rendahnya (Karena utility bersifat “ordinal”). Pendekatan yang dipakai dalam teori ordinal adalah indefference curve. artinya bila barang A lebih dipilih daripada B karena A lebih disukai daripada B. yaitu kurva yang menunjukkan kombinasi 2 (dua) macam barang konsumsi yang memberikan tingkat kepuasan sama. Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu 4. Asumsi dari pendekatan ini adalah: 1. Konsumen mempunyai pola preferensi terhadap barang yang disusun berdasarkan urutan besar kecilnya daya guna 3. tidak berlaku sebaliknya 32 . Konsumen rasional 2. yaitu konsepsi mengenai bagaimana perilaku tersebut terjadi dan dibentuk. B) Pendekatan Indifference Curve Pendekatan ini tidak memerlukan adanya anggapan bahwa kepuasan konsumen bisa diukur. A) Pendekatan Marginal Utility Pendekatan disini bertitik tolak pada anggapan bahwa kepuasan (utility) setiap konsumen bias diukur dengan uang atau dengan satuan lainnya (utility bersifat “cardinal”).Perilaku Konsumen Setiap orang memiliki model perilaku konsumen. dan yang terbaru adalah pendekatan atribut (attribute approach).

Kombinasi yang dibeli ini akan memberikan dayaguna yang tertinggi D) Pendekatan Atribut Pendekatan ini menganggap bahwa yang diperhatikan oleh konsumen bukan produk secara fisik . Yang dimaksud dengan atribut suatu barang adalah semua jasa yang dihasilkan dari penggunaan dan atau pemilikan barang tersebut. maka A lebih disukai daripada C C). artinya bila konsumen menyatakan A lebih disukai dari pada B dan B lebih disukai daripada C. Rasionalisasi. prestise. yaitu konsumen adalah rasional. 4. Asas transitif. Asumsi yang menjadi dasar berlakunya teori ini antara lain adalah: 1. 2. 33 . artinya bila A lebih disukai daripada B dan B lebih disukai daripada C. Konsumen akan menyisihkan sejumlah uang untuk pengeluarannya. Kurva permintaan dapat disusun secara langsung berdasarkan perilaku konsumen di pasar. tetapi atribut yang terkandung di dalam produk tersebut. Misalnya atribut dari sebuah mobil antara lain jasa pengangkutan.6. 3. Preferensi Nyata (Revealed Preference Hypothesis). juga mengandung pengertian bahwa jumlah barang banyak lebih disukai daripada barang sedikit. Berlaku hukum transitif. Konsisten artinya seperti biasanya apabila konsumen telah menentukan A lebih disukai daripada B maka dia tidak sekali-kali mengatakan bahwa B lebih disukai dari pada A. Kombinasi barang X dan Y yang sesungguhnya dibeli di pasar merupakan preferensi atas kombinasi barang tersebut. maka ia akan menyatakan juga bahwa A lebih disukai daripada C. Jumlah ini merupakan anggaran yang dapat dipergunakannya.

melainkan atribut yang melekat pada barang tersebut. serta operasionalisasinya lebih mudah. Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan yang maksimum yang dapat dinyatakan secara matematis sebagai berikut: 1) MU x Px = MU y Py 34 = …………… . kenyamanan. Dapat digunakan untuk banyak barang.Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Kelvin Lancaster pada tahun 1966. keamanan. sehingga lebih dapat dijelaskan tentang pilihan konsumen terhadap produk.privacy. maka tambahan kepuasan (marginal utility) yang diperoleh dari setiap satuan tambahan yang dikonsumsikan akan menurun. 2. sampai barang tersebut memberikan marginal utilitas yang besarnya dua kali lipat juga. Kita akan terlepas dari diskusi mengenai bagaimana mengukur daya guna suatu barang. 3. 3. yang merupakan asumsi dari pendekatan sebelumnya. Keseimbangan Konsumen Sebagaimana diketahui bahwa setiap konsumen selalu mencoba mencapai utilitas. Berlakunya Hukum Goossen “The law of Diminishing Marginal Utility” yaitu bahwa semakin banyak suatu barang dikonsumsikan. Pendekatan ini memandang suatu barang diminta konsumen bukan jumlahnya. Kesimpulannya adalah bahwa kita harus menata konsumsi yang memberikan kepuasan kepada kita. dan sebagainya. Pendekatan Marginal Utility Perilaku konsumen bisa diterangkan dengan menggunakan pendekatan Marginal Utility dengan anggapan: 1. Utility bisa diukur dengan uang 2. sehingga bersifat praktis dan lebih mendekati kenyataan. kepuasan atau kebahagiaan maksimum dari barang konsumsi yang dibelinya. Ada beberapa keunggulan pendekatan atribut antara lain : 1. Kita lebih baik tidak membeli suatu barang yang harganya dua kali lipat harga barang lain.

maka A indifference terhadap B. Y =I Keterangan: MU x = Marginal Utility/tambahan kepuasan dari barang X MU y = Marginal Utility/tmbahan kepusan dari barang Y Px Py X Y I = harga barang X = harga barang Y = jumlah barang X yang dibeli/dikonsumsi = jumlh barang Y yang dibeli/dikonsumsi = Income/pendapatan Pendekatan Indifference Curve Perilaku konsumen dapat diterangkan dengan menggunakan pendekatan indifference Curve dengan menganggap bahwa : 1) Konsumen mempunyai pola prefrensi terhadap barang-barang konsumsi yang bisa dinyatakan dalam bentuk indifferens map atau kumpulan dari indifferens curve. Fungsi Preferensi Fungsi preferensi adalah suatu sistem atau serangkaian kaidah dalam menentukan pilihan. A dan B misalnya konsumen bisa membuat peringkat sebagai berikut. A lebih disukai disukai daripada B. Setiap individu dianggap memiliki fungsi preferensi dengan ciri-ciri sebagai berikut : 1.berusaha mencapai kepuasan maksimum 4) Marginal Rate of Substitution (MRS) akan menurun setelah melampaui suatu tingkat utilitas tertentu. X = Py . Untuk setiap 2 kelompok barang.2) Px . pada tingkat kepuasan yang sama. B lebih disukai daripada A. MRS adalah jumlah barang Y yang bisa diganti oleh satu unit barang X. 35 . 2) Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu 3) Konsumen selalu.

3. Hal ini menunjukkan bahwa tidak mungkin diperoleh kepuasan yang sama pada suatu kurve indifferens yang berbeda. Indifference curve adalah kurva yang menghubungkan titik-titik konsumsi/pembelian barang-barang yang menghasilkan kepuasan yang sama.2. dan B lebih disukai daripada C. Marginal Rate of Substitution (MRS) pada Kurva Indifference Besarnya MRS sama dengan nilai negatif dari slope kurva indiffrens. karena konsumen tidak pernah terpuaskan. 3) 4) Indifference curve yang terletak di sebelah kanan atas menunjukkan bahwa tingkat kepuasannya lebih tinggi. maka MRS akan selalu positif. Artinya konsumen tidak lebih suka (prefer) kepada suatu titik dibandingkan dengan titik lain yang terletak pada kurve tersebut. Antara kurve yang satu dengan kurve yang lainnya tidak saling berpotongan. artinya jika A lebih disukai daripada B. Peringkat tersebut bersifat transitif. Konsumen selalu ingin mengkonsumsi jumlah barang yang lebih banyak. Ciri-ciri dari Indifference Curve adalah sebagai berikut: 1) Indifference curve mempunyai kemiringan yang negative/turun dari kiri atas ke kanan bawah. MRS = . 2) Cembung ke arah titik Origin Hal ini menunjukkan adanya perbedan proporsi jumlah yang harus ia korbankan untuk mengubah kombinasi jumlah masing-masing barang yang dikonsumsi.slope = . Konsumen hanya mampu membeli sejumlah -dY dX 36 . karena slope kurva indifferens kurve.ΔY = ΔX Garis anggaran (budged line) adalah garis yang menunjukkan jumlah barang yang dapat dibeli dengan sejumlah pendapatan atau anggaran tertentu. maka A lebih disukai daripada C. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen akan mengurangi konsumsi barang yang satu apabil ia akan menambah jumlah barang lain yang dikonsumsi.

I = X.barang yang terletak pada atau sebelah kiri garis anggaran. Dengan memberi batasan bahwa suatu barang adalah segala sesuatu.Px/Py Garis anggaran mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1.Py Slope garis anggaran = . maka cara ini dapat diterapkan di dalam permasalahan pilihan konsumen yang sangat luas. Berslope negatif 2. Kegunaan Kurva Indiferens Kurva ini dapat digunakan setiap saat jika kita ingin mencoba untuk menganalisis pilihan antara dua barang. Nilai dari garis anggaran semakin ke kanan semakin besar 4. Titik-titik sebelah kiri garis anggaran tersebut menunjukkan tingkat pengeluaran yang lebih rendah. Contoh: Qy daerah anggaran garis anggaran Qy Persamaan garis anggaran (I = pendapatan atau anggaran). SURPLUS KONSUMEN Surplus konsumen adalah kelebihan atau perbedaan antara kepuasan total atau total utility (yang dapat dinilai dengan uang) yang dinikmati oleh konumen dari mengkonsumsikan sejumlah barang tertentu dengan pengorbanan totalnya (yang dinilai dengan uang) untuk memperoleh atau mengkonsumsikan jumlah 37 . Px + Y. Berbentuk linier selama harga tidak berubah 3.Garis anggaran akan bergeser jika terjadi perubahan anggaran atau harga.

Surplus konsumen adalah selisih dari kedua area tersebut. ukuran kesejahteraan konsumen secara umum bukanlah dalam konteks kardinal digunakan secara sungguh-sungguh. Surplus konsumen merupakan instrumen yang paling sering digunkan dalam studi empiris untuk mengukur keejahteraan konsumen Dalam ekonomi kesejahteran terapan. Rp D Surplus Konsumen Px B O A X Keterangan gambar: Kurve permintaan. Surplus konsumen bisa juga diartikan dengan selisih (extra value) antara nilai uang yang sebetulnya konsumen ingin bayarkn dan nilai uang yang benar-benar dibayar oleh konsumen.barang tersebut. yaitu Px DB. Disini yang dipergunakan adalah pengukuran uang yang merefleksikan kesediaan untuk membayar dari sisi konsumen. yaitu OA kali harga OP x ( = area OP x BA). Arti pentingnya : Surplus konsumen menunjukkan keuntungan netto 38 . dimana sekaligus berhubungan dengan fungsi kegunaan. adalah kurva marginal Utility yang dinilai yang dinilai dengan uang. Pengorbanan totalnya (dalam uang) adalah jumlah uang yang ia bayarkan untuk memperoleh jumlah OA terrsebut. menurut pendekatan Marginal Utility. Jadi area OABD adalah total utility (dinilai dengan uang) yang diperoleh konsumen dari berkonsumsi barang X sebanyak OA.

Utilitas bagi pemakainya hanya tercermin sebagai surplus konsumen individu. Konsep surplus konsumen sangat berguna dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut barang public. Kita telah melihat bahwa udara dan air memiliki nilai ekonomis (hasil kali harga dengan kuantitas) yang kecil. Dari penelitian. jalan raya. atau perjalanan yang lebih aman. Dalam hal ini pemerintah.(dalam bentuk kepuasan) yang diperoleh konsumen karena pertukaran bebas dan spesialisasi dalam produksi memungkinkan si konsumen untuk membayar barangbarang dengan harga yang lebih rendah daripada nilai barang tersebut untuknya (yaitu: Kepuasan yang diperoleh). seperti pelabuhan udara.5 juta (10. Nilai yang diperoleh pengguna jalan itu. Disamping membantu menjelaskan kepada masyarakat mengenai kapan baiknya membangun jalan atau jembatan. sebaiknya membangun jalan tersebut jika biaya total surplus konsumen (yaitu $ 3. Area tersebut menunjukkan ukuran kesejahteraan secara signifikan. Untuk menghindari kesulitan antar pribadi. mungkin berbentuk penghematan waktu. maka jalan ini tidak mengasilkan pendapatan. Aplikasi Surplus Konsumen Surplus konsumen menunjukkan keuntungan yang diperoleh konsumen karena harga yang berlaku pada kondisi keseimbangan lebih rendah dari harga yang mereka mau membayarkannya. karena ukuran kesediaan untuk membayar merupakan perubahan kesejahteraan konsumen. konsep surplus konsumen juga mengungkapkan mengapa umumnya orang curiga akan penyamaan harga dengan nilai. kita asumsikan bahwa surplus konsumen tiap individu adlah $ 350 lebih rendah dari $3. meskipun total nilai ekonomisnya jauh 39 . Karena semua menggunakannya. asumsikan terdapata 10. yang diukur diukur oleh surplus konsumen setiap konsumen setiap individu.000 pemakai jalan yang identik dalam segala hal.5 juta) melebihi total biaya yang diperlukan. tamantaman.. Jadi surplus konsumen menunjukkan perbndingan yang berupa gambaran sebuah area yang dihitung dari: area dibawah kurva permintaan konsumen dan diatas garis harga. Misalnya : sedang dipertimbangkan pembuatan sebuah jalan raya bebas hambatan yang tanpa pungutan (free tol).000 kali $350).

Berapa banyak barang yang dapat dibeli dengan pendapatannya itu? Tanpa mesin-mesin. merka memperoleh kelebihan/ surplus utilitas dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. sehingga mereka bersedia 40 . Surplus konsumen mengukur tembahan utilitas yang diterima pada konsumen atas jumlah yang dibayarkan untuk komoditi tersebut. Karena konsumen membayar unit terakhir untuk semua unit yang dikonsumsi. Hanya saja sejalan dengan hokum utilitas marginal yang semakin berkurang. Jika ia dengan ketrampilan dan energinya dialihkan secara utuh ke sebuah pulau primitive. Surplus Produsen Surplus produsen adalah ukuran keuntungan yang diperoleh produsen karena harga harga yang terbentuk di pasar melebihi harga yang mau mereka tawarkan pada tingkat penjualan tertentu. Tanpa tenaga kerja lainnya dan terutama tanpa warisan pengetahuan teknologi dari generasi sebelumnya. kita membayar harga yang sama dengan utilitas marginal dari unit terdahulu adalah lebih besar disbanding unit terakhir sejalan dengan hukum utilitas marginal yang semakin berkurang. Untuk setiap butir telur atau tiap kaleng susu yang kita beli di pasar. unit terdahulu nilainya lebih tinggi dari unit yang kemudian. Atau surplus produsen adlah selisih (extra value) antara nilai uang yang benr-benar diterima oleh produsen untuk penjualannya sejumlah barang tertentu. Karena kita membayar sejumlah uang yang sama untuk setiap unit barang yang kita beli. Tanpa sumber daya yang melimpah. berapa banyak yang dapat ia hasilkan? Jelas bahwa kita ini menikmati kemasylahatan suatu dunia ekonomi yang bukan ciptaan kita. Pada dasarnya. sedangkan nilai intan dan mantel wool hanya sedikit di atas harga belinya. Kenyataan bahwa harga pasar ditentukan oleh utilitas marginal dan bukan oleh utilitas ditunjukkan oleh konsep surplus konsumen. Kita membayar untuk tiap unit berdasarkan nilai unit yang terakhir. Karena itu kita menikmati surplus dari tiap-tiap unit terdahulu. sejak unit pertama sampai unit terakhir. kita memperoleh surplus konsumen. Surplus produsen dapat ditinjau dari kondisi dimana jumlah yang ditawarkan masih sedikit. Sarnkan kepadanya agar tafakur sejenak.melampaui intan ataupun mantel dari wool. Surplus konsumen dari air dan udara besar sekali.

Rp S P-----------------------. 41 .Eq | A | | X D Pada gambar diatas. surplus produsen ditunjukkan oleh daerh yang diarsir yaitu daerah di sebelah kiri atas kurva penawaran. dan dibawah harga keeimbangan (Eq=Equlibrium).menawarkan sejumlah barang dengan harga yamg lebih rendah dari pada harga keseimbangan pasar. Jadi surplus produsen ini merupakan hubungan antara produsen dengan kurva permintaan.

Mahasiswa dapat mengetahui seberapa jauh pengaruh pajak dan subsidi terhadap tingkat permintaan dan penawaran. Kasus Perkecualian dalam Hukum Permintaan 4. Pembahasan Materi: 1. Hukum Permintaan 2. Bekerjanya Mekanisme Penawaran dan Permintaan 7. Elastisitas 42 . Aplikasai Konsep Permintaan dan Penawaran 6. 2. Mahasiswa dapat mengetahui bagaimana hubungan antara perilaku manusia dengan tingkat permintaan dan penawaran terhadap barang dan jasa.BAB 4 PERMINTAAN DAN PENAWARAN Tujuan : 1. Pergeseran Kurva Permintaan 3. Hukum Penawaran 5.

Konsumen mau membelinya karena komoditas tersebut dibutuhkan dan harganya sesuai dengan keinginan mereka. Teori permintaan menerangkan sifat dari permintaan seorang pembeli pada suatu komoditas (barang dan jasa). hubungan antar jumlah yang diminta dan harga. maka kegunaan komoditas tersebut akan semakin berkurang. Apabila harga suatu komoditas naik. Maka ceteris paribus jumlah barang yang diminta konsumen terhadap barangbarang turun”. Asumsi yang dipakai Teori Ekonomi Mikro 43 .mengalami kenaikan harga. Hukum permintaan :mengatakan bahwa “jika harga suatu barang naik. Dan sebaliknya jika harga barang tersebut turun.PERMINTAAN Permintaan dan penawaran suatu barang dan jasa berkaitan dengan interaksi antara pembeli dan penjual di pasar yang akan menentukan tingkat harga suatu barang dan jasa yang berlaku di pasar serta jumlah barang dan jasa tersebut yang akan diperjual belikan di pasar. 2. Ceteris paribus artinya : bahwa semua factor-faktor lain yang mempengaruhi jumlah yang diminta dianggap tidak berubah. Hipotesis tersebut didasarkanpada asumsi : 1. serta pembentukan kurva permintaan. Bila harga komoditas turun. maka orang akan mengurangi pembelian atas komoditaas lain dan menambah pembelian pada komoditas yang mengalami penurunan harga tersebut. serta komoditas tersebut berguna baginya. Suatu komoditas dihasilkan oleh perusahaan karena dibutuhkan oleh konsumen dank arena konsumen bersedia membelinya. Komoditas yang dikonsumsi mempunyai sifat yang khas yaitu semakin banyak komoditas yang dikonsumsi. para pembeli mencari komoditas lain yang dapat digunalan sebagai pengganti atas komoditas yang . Harga yang lebih rendah memungkinkan pembeli lain yang sebelumnya tidak mampu membeli komoditas tersebut untuk mulai membelinya. Interaksi tersebut dapat diterangkan dengan memahami teori permintaan dan teori penawaran.

asumsi yang dibuat berdasarkan model yang ditentukan ASUMSI UMUM Rasionalitas (Utility Maxsimum. Cost Minimum) Ceteris Paribus (hal-hal lain dianggap tetap atau konstan) Penyederhanaan (menggunakan grafik) ASUMSI KHUSUS Equilibrium Parsial Tidak adanya hambatan atas proses penyesuaian CONTOH ASUMSI: Ada banyak pembeli dan penjual di pasar dan semuanya adalah pengambil harga (price takers). Profit Maxsimum. Pembeli dan penjual berusaha untuk memaksimumkan kepuasan keuntungannya dari setiap transaksi yang terjadi. Data yang diperoleh dari daftar permintaan dapat digunakan untuk memnggambarkan sifat hubungan antara harga suatu komodita dengan jumlah komoditas yang diminta dalam suatu kurva permintaan. Setiap produsen bebas untuk keluar/masuk ke pasar. Seluruh barang adalah homogen. Pembeli dan penjual mempunyai informasi yang lengkap (sempurna) tentang pasar .Asumsi Umum. Asumsi Khusus Model Ekonomi. asumsi yang banyak dipakai oleh ekonomi mikro tetapi tidak selalu dipakai oleh teori-teori ekonomi yang lain. asumsi yang seringk digunakan oleh teori ekonomi mikro maupun teori ekonomi lainnya Asumsi khusus. Hubungan antara harga satuan komoditas yang mau dibayar pembeli dengan jumlah komoditas yang diminta pada berbagai tingkat harga dapat disusun dalam suatu tabel yang dikenal dengan :Daftar Permintaan. Contoh: 44 .

Daftar permintaan dan kurva permintaan Sepatu Bata.900 19.900 34.900 24.900 49. maka dapat dibuat suatu kurva permintaan sebagai berikut: Harga 49.900--------------------------------------- D 0 2 30 Q Kurva permintaan adalah : kurva yang menunjukkan alternative jumlah barang yang ingin dibeli pada berbagai tingkat harga dengan menganggap bahwa segala sesuatu yang lain dianggap konstan.900 Jumlah yang diminta (unit/pasang) 30 20 10 5 2 Atas dasar daftar permintaan. Tingkat harga dan jumlah sepatu bata yang diminta pada setiap tingkat harga. Sifat hubungan antara harga dan jumlah komoditas yang diminta adalah berlawanan arah (negatif).900----------- 9. sehingga kurva permintaan suatu komoditas bersudut negatif terhadap sumbu horisontal. adalah sebagai berikut: Harga per satuan (ribu rupiah) 9. 45 .

Kurva permintaan suatu barang dibuat berdasarkan atas berbagai kemungkinan harga barang itu. yaitu: 1. Ramalan mengenai keadaan di masa yang akan datang. Harga komoditas itu sendiri. Misalnya : fungsi permintaan individual akan komodity X adalah: Q dx = 8 – Px. Selera konsumen Atau ada pendapat lain yang mengatakan bahwa permintaan seseorang atau masyarakat terhadap suatu komoditas ditentukan oleh banyak factor. 2. Jumlah penduduk. Corak distribusi pendapatan dalam masyarakat 5. 7. Penghasilan konsumen 3. Harga komoditas lain yang berkaitan erat dengan komoditas tersebut. Pendapatan rumah tangga dan pendapatan rata-rata masyarakat. Harga barang lain yang berhubungan dengan barang tersebut 4. sedangkan factor lain yang dapat mempengaruhi permintaan terhadp barang tersebut dianggap konstan (ceteris paribus). Selera/citarasa masyarakat 6. 4. Harga barang itu sendiri 2. Menurut ilmu ekonomi tradisional ada beberapa factor yang dapat mempengaruhi permintaan suatu barang.Kurva permintaan menunjukkan: kurva yang menghubungkan titik-titik jumlah barang yang diminta oleh seluruh konsumen yang ada di pasar tersebut pada berbagai tingkat harga. 3. ceteris paribus Dengan mensubtitusikan berbagai harga X ke dalam fungsi permintaan ini. yaitu : 1. kita akan memperoleh kurva permintaan individu sebagai berikut : P x ($) Q dx 8 0 7 1 6 2 5 3 4 4 3 5 2 6 1 7 0 8 46 .

mobil.Dengan meletakkan setiap pasangan nilai pada suatu titik pada gambar dan menghubungkan titik-titiknya. maka akan diperoleh kurva Demand/permintaan individu terhadap komoditi X. jelas mempengaruhi kurva permintaan pasar. Jika pendapatan masyarakat meningkat. Harga dan tersedianya barang yang mirip (serupa) juga memperngaruhi permintaan suatu komoditi. Sebelumnya masih ada beberapa factor lain yang sangat penting yaitu pendapatan rata=rata. mobil? Sampai saat ini kita tidak memperhatikan pengaruh lain kecuali harga komoditi itu sendiri. termasuk buah apel. harga dan tersedianya barang serupa. dan lain-lain. selera individu dan beberapa pengaruh khusus. Px ($) 8 D 0 8 Qdx Kurva Permintaan Apa yang menentukan permintaan pasar jagung. jumlah populasi. Penduduk California sebesar 30 juta akan membeli apel dan mobil 30 kali lebih besar dari penduduk Kabupaten Jember yang hanya berjumlah 2 juta penduduk. Pendapatan rata-rata konsumen adalah factor penentu utama permintaan. Hubungan yang sangat penting terjadi antara barang subtitusi yaitu barang yang mempunyai fungsi yang sama. misalnya pena da 47 . Ukuran pasar yang antara lain diukur melalui populasi. hamper segala hal. maka orang cenderung lebih banyak.

Selera juga termasuk kebutuhan terkondisi (misalnya: rokok. terutama harga.pensil. Permintaan Industri dan Perusahaan Fungsi permintaan bisa ditentukan baik untuk industri secara keseluruhan maupun untuk perusahaan secara individual. Selain itu. mobil balap idaman). dapat menimbulkan dampak yang penting pada permintaan. Misalnya fungsi permintaan dari suatu perusahaan biaanya akan memasukkan harga dan biaya iklan dari perusahaan saingannya. Parameter untuk variabel-variabel tertentu akan berbeda pada kedua macam fungsi tersebut. tetapi berhubungan positif dengan harga yang ditetapkan oleh perusahaan saingannya. maka parameter-parameter untuk perusahaan dan industri tersebut akan identik. Selera dapat mengandung unsur tradisi atau agama (misalnya: makan daging babi sangat popular di Cina.Fungsi permintaan perusahaan lebih menekankan pada variabel independen yang menunjukkan perilaku para pesaing. Selera menunjukkan pengaruh sosial dan sejarah. barang tertentu umumnya memiliki factor khusus dengan latar belakang permintaanya. Permintaan terhadap produk akan meningkat dengan adanya tambahan biaya iklan yang dikeluarkan perusahaan tersebut. Permintaan terhadap produk suatu perusahaan berhubungan negatif dengan harganya sendiri. Jumlah penduduk akan mempengaruhi permintaan terhadap barang X. 48 . tetapi haram bagi islam). maka analisisjuga harus berbeda untuk kedua macam permintaan tersebut. Di samping unsure-unsur objektif tersebut. Akhirnya. tetapi bisa naik atau turun jika ada tambahan/pengurangan iklan dari perusahaan lainnya. harapan tentang kondisi ekonomi di masa mendatang.Oleh karena fungsi permintaan perusahaan dan industri berbeda. Permintaan barang A cenderung rendah jika harga barang substitusinya rendah. kita harus mencakupkan pula hal-hal lain yang sifatnya subjektif yang disebut: selera atau pilihan (preferensi). tetapi nilai parameter dalam fungsi permintaan barang X akan lebih kecil daripada fungsi permintaan industri tersebut. Apabila barang X tersebut menguasai pangsa pasar 100 persen (monopolis). Turunnya hujan mendukung permintaan akan pating(ikan). minyak dan gas alam.

Misalnya: jika pendapatan meningkat.Gerakan Sepanjang Kurva dan Pergeseran Kurva Perlu dibedakan antara perubahan permintaan dan perubahan jumlah yang diminta. Penurunan harga komoditas akan menaikkan jumlah barang yang diminta. setelah harga berubah. bukan pergeseran kurva permintaan. Perubahan permintaan akan menyebabkan pergeseran kurva permintaan. Perubahan permintaan terjadi jika salah satu unsur penentu kurva permintaan bergeser. Meningkatnya pendapatan akan meningkatkan permintaan. 49 . Pergeseran sepanjang kurva permintaan. Sebaliknya jika harga pizza yang dihadapi konsumen menurun dan hal lain adalah konstan. tetapi tidak semua barang “inferior” adalah “giffen”. Perubahan ini menunjukkan pergerakkan sepanjang kurva permintaan. Kasus Giffen Kasus ini terjadi bila efek pendapatan yang negative bagi barang-barang “inferior” begitu besarnya sehingga efek substitusi (substitution effect) yang selalu positif tidak bisa menutup pendapatan efek (income effect) yang negative tersebut. meningkatnya pembelian pizza bukan disebabkan oleh meningkatnya permintaan. konsumen cenderung mempbeli pizza lebih banyak. dan begitu sebaliknya. Perbedaan serupa berlaku juga pada pergeseran penawaran. Namun. Hal yang sama berlaku juga pada penawaran serta beberapa hubungan ekonomi lainnya. sedangkan perubahan jumlah yang diminta berarti perpindahan ke titik yang berbeda pada kurva permintaan yang sama. terjadi bila harga komoditaas yang diminta berubah (naik atau turun). tetapi karena kurva permintaan harga. Barang “Giffen” adalah barang inferior. maka pembelian pizza oleh konsumen meningkat pada setiap harga. dan kurva permintaan pizza akan bergeser ke luar. Kasus Perkecualian Ada tiga kasus dimana kurva permintaan yang menurun tidak berlaku: 1). Akibatnya penurunan harga barang X justru menurunkan jumlah barang X yang diminta konsumen.

Misalnya: Ada dua individu yang identik (1 & 2) di pasar.2). Kasus Barang-barang Prestise Untuk beberapa barang tertentu. maka semakin tinggi kepuasan konsumen yang diperoleh dari naiknya unsure prestise (jadi kenaikan permintaan sejalan dengan kenaikan harga barang tersebut). masing-masing dengan permintaan barang X sebesar Qdx = 8 – Px. Semakin tinggi harga barang tersebut. maka akan diikuti oleh kenaikan permintaan terhadap barang tersebut hari itu juga. sehingga permintan pasar = QDx diperoleh dengan cara sebagai berikut: 50 . sehingga jika hari ini ada kenaikan harga barang tersebut. kurva permintaan pasar terhadap suatu komoditi diperoleh dengan penjumlahan mendatar semua liku permintaan individual terhadap komoditi tersebut. pada berbagai harga laternatif. Jadi permintaan pasar suatu komoditi tergantung pada semua factor yang menentukan permintaan individu individual dan jumlah pembeli komoditi tersebut di pasar. Akibatnya kurva permintaannya naik. Permintaan agregatif terhadap suatu komoditi menunjukkan alternative jumlah suatu komoditi yang diminta per periode waktu. Permintaan Individu dan Permintaan Pasar Permintaan suatu komoditas dibedakan atas permintaan individu dan permintaan semua orang di pasar. Kasus Spekulasi yaitu apbila konsumen berharap bahwa harga barang untuk besok pagi naik lagi. maka kenaikan harga barang tersebut akan semakin diikuti oleh kenaikan permintaan. Akibatnya kurva permintaan juga naik. Dan semakin tinggi pula kesediaan konsumen untuk membayar harga yang lebih tinggi. misalnya permata bekas milik orang ternama akan dijual. oleh semua individu di pasar. Permintaan pasar diperoleh dari penjumlahan permintaan berbagai individu terhadap komoditas pada setiap tingkat harga. Secara geometris. 3).

--│----------d2 │ 0 4 8 Qd2 51 .Tabel: Px ($) 8 4 0 Qd1 0 4 8 Qd2 0 4 8 QDx 0 8 16 Px 8 ($) 8 4 0 -------.-----│-------d1 │ 4 8 Qd1 4 -------.

Px ($) 8 4 Dx = d1 + d2 0 4 8 12 16 Qdx Pengaruh Faktor Bukan Harga Terhadap Permintaan Hukum Permintaan hanya menekankan perhatian pada pengaruh harga komoditas yang diminta. Padahal. dapat dibedakan 2. Misalnya: Kopi dilengkapi dengan gula. Komoditas lainnya. sehingga perubahan permintaan terhadap salah satu komoditas tidak akan mempengaruhi permintaan komoditas lainnya. permintaan suatu komoditaas juga ditentukan oleh berbagai faktor lain. Dalam kaitannya dengan barang konsumsi. Misalnya: Teh dan Susu b. maka barang netral adalah 52 . yaitu suatu komoditas yang selalu digunakan bersamasama dengan komoditas lainnya. c. Komoditas pelengkap. Komoditas netral. komoditas yang dapat menggantikan fungsi dari komoditas lain sehingga harga komoditas pengganti dapat mempengaruhi permintaan komoditaas yang dapat digantikan tersebut. yaitu komoditas yang tidak mempunyai hubungan sama sekali dengan komoditas lainnya. Faktor-faktor tersebut antara lain: 1. Komoditas pengganti. yaitu : a.

dan sebaliknya. 3. d. yaitu barang yang sangat penting. dan sebagainya. Ramalan mengenai masa yang akan dating. yaitu barang yang permintaannya justru berkurang jika pendapatan seseorang naik. televise. artinya jika dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. 4. yaiu barang yng mengalami kenaikan permintaan seiring dengan naiknya pendapatan seseorang. Barang normal. 53 . c. perubahan distribusi pendapatan dapat mempengaruhi corak permintaan terhadap berbagai jenis komoditas. yaitu jenis barang yang dibeli orang apabila pedapatannya mereka sudah relative tinggi. Misalnya: perumahan. maka permintaan terhadap komoditi barang mewah dan barang sekunder akan meningkat. apabila pendapatan mereka naik. Jika konsentrasi pendapatan berada di kalangan kelas atas. maka permintaan terhadap komoditas tersebut akan meningkat juga. Cita rasa masyarakat. Misalnya. 2. dan sebaliknya: 6.barang konsumsi yang jumlah pemakaiannya tidak berubah walaupun pendapatan konsumen mengalami perubahan.dan sebagainya.dan sebagainya. maka mereka akan merubah kebiasaannya tersebut menjadi makan nasi. maka permintaan terhadap komoditas tersebutakan naik. dan sebaliknya. Misalnya. dan sebagainya. jika seseorang biasanya makan gaplek. Barang mewah. jika prospek suatu komoditaas di masa yang akan dating baik. air minum. pakaian. Misalnya: Kebutuhan pokok sehari-hari: beras. meliputi: a. Misalnya: Pemakaian garam untuk bumbu masak.beras. pertambahan penduduk biasanya diikuti dengan perkembangan terhadap permintaan suatu komoditas karena dalam kondisi seperti itu akan lebih banyak orang yang membutuhkan komoditas tersebut. Distribusi Pendapatan. b. Barang essensial. Pendapatan para pembeli. permata. Contoh: Mobil mewah. 5. Barang inferior (inferior Goods). apabila selera masyarakat terhadap suatu komoditas meningkat. Jumlah penduduk.

harga menjadi murah. produktifitas semakin besar. Dengan demikian terjadi perbedaan antara hukum penawaran dengan hokum permintaan Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah yang ditawarkan Seperti permintaan. c. ceteris paribus. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut : Q sx = f (Px). tingkat Hukum Penawaran Apabila harga naik. Penawaran komoditas pada beragai tingkat harga ditentukan oleh banyak faktor. Hukum ini juga tidak berlaku mutlak (cateris paribus). teknologi.PENAWARAN Penawaran seorang produsen terhadap suatu komoditi adalah jumlah suatu komoditi yang ingin dijual oleh seorang produsen dalam satu waktu tertentu merupakan fungsi atau tergantung pada harga komoditi tersebut. maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan berkurang/turun. Harapan keuntungan 54 . Teknologi Maju/mundurnya atau canggih tidaknya teknologi akan mempengaruhi jumlah penawaran. b. penawaran juga dipengaruhi oleh faktor lain. Makin canggih teknologi. jumlah yang ditawarkan meningkat dan sebaliknya. yaitu: Harga komoditas itu sendiri. yaitu: a. maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan meningkat/bertambah. Jika harga barang/jasa turun. Fungsi penawaran tersebut dibaca: jumlah komoditas yang ditawarkan merupakan fungsi dari harga barang tersebut. Biaya produksi (input) Tinggi/rendahnya biaya produksi akan mempengaruhi harga jual yang pada akhirnya akan mempengaruhi jumlah yang ditawarkan. sedangkan harga komoditas lain. dan lain-lain dianggap tetap tidak berubah. Hukum penawaran berbanding lurus dengan harga barang.

Hal ini karena hubungan antara komoditas dan jumlah yang ditawarkan berhubungan positi.30. Teori penawaran menerangkan sifat para penjual dalam menawarkan komoditas yang akan dijualnya. kurva bergeser ke kiri. Harapan harga masa yang akan datang Bagi produsen yang mampu menahan barang untuk dijual pada saat harga dianggap lebih menguntungkan.40. e. sehingga mempengaruhi jumlah penawaran. dan sebaliknya. d. Contoh : Pada saat harga Rp. yaitu kenaikan harga komodita diikuti dengan kenaikan jumlah yang ditawarkan. yang pada akhirnya akan meningkatkan keuntungan.00 jumlah barang yang ditawarkan 55 .00 jumlah unit yang ditawarkan sejumlah 40 unit. produsen akan menahan barang. Interaksi antara penjual dan pembeli akan menentukan harga keseimbangan atau harga pasar serta jumlah komoditas yang akan diperjualbelikan. besar kecilnya laba akan menentukan harga jual. Jika harga barang turun. Kurva Penawaran Kurva penawaran disini mempunyai kemiringan yang bergerak dari kiri bawah ke kanan atas. Pergeseran Kurva Penawaran Kurva penawaran akan mengalami pergeseran. Kebutuhan akan uang tunai Mendesak atau tidaknya kebutuhan uang tunai bagi perusahaan akan berpengaruh kepada harga jual yang akhirnya berpengaruh pada jumlah penawaran barang/jasa. maka jumlah penawaran akan berkurang. tergantung pada faktor yang mempengaruhinya. maka jumlah penawaran akan bertambah. sehingga kurva bergeser ke kanan. Keuntungan yang besar akan diperoleh jika harga barang murah. Jika harga barang naik. Pada saat harga naik menjadi Rp. sehingga jumlah penawaran meningkat.Tingkat keuntungan produsen.

Misalnya petani. Jadi kunci utama yang mendasari keputusan penawaran adalah biaya produksi. Program computer yang lebih baik untuk perputaran hasil panen.meningkat menjadi 60 unit. karena akan memberikan keuntungan lebih besar. sehingga produsen akan menawarkan barang dalam jumlah besar. hal yang paling mendasar untuk memahami perilaku penawaran bisnis adalah bahwa produsen menawarkan komoditi untuk memperoleh keuntungan. Sebaliknya. maka penawaran barang substitusi lain akan turun. sehingga biaya produksi berubah juga dan penawaranpun akan berubah. ketika harga jagung jatuh sampai di bawah ongkos produksi sebagaimana pernah terjadi di pertengahan tahun 1980-n.20. perbaikan system irigasi. terutama barang yang bersubstitusi satu dengan yang lainnya dalam proses produksi. maka untuk setiap kenaikan harga salah satu barang substitusi tersebut. Hal-hal yang mempengaruhi biaya produksi antara lain : teknologi dan biaya input. akan menawarkan jagung lebih banyak pada harga yang lebih tinggi. maka perusahaan akan memproduksi dalam jumlah kecil. kurva penawaran bergeser ke kiri. Hal yang sama. atau mungkin akan menghindari bisnis tersebut. Misalnya petani dapat menghasilkan gandum maupun jagung. Apabila biaya produksi suatu barang relative lebih rendah dibandingkan dengan harga pasar. Kemajuan teknologi sangat mempengaruhi biaya produksi. dan membiarkan ladangnya atau bahkan menjual ladangnya. Apabila harga produksi salah satu barang substitusi naik. Dalam pengujian berbagai kekuatan yang menentukan penawaran. tetapi harga input berubah. akan menyebabkan menurunnya penawaran barang yang lainnya. apabila teknologi tidak mengalami perubahan. kurve bergeser ke kanan. bukan untuk mencari kesenangan atau amal. 56 . maka hal ini akan memberikan keuntungan kepada produsen. Unsur penting lain yang mempengaruhi penawaran adalah harga barang yamh berkaitan erat.00 maka jumlah yang ditawarkan berkurang menjadi 25 unit. Pada saat harga turun menjadi Rp. akan menekan biaya produksi par petani dan akan menaikkan penawaran. petani menanam jenis tanaman lain. Sebaliknya apabila biaya produksi relative lebih tinggi dibandingkan dengan harga.

tanpa adanya peningkatan produktivitas dan efisiensi. antara lain: 1. Pengaruh Faktor-Faktor Bukan Harga Terhadap Penawaran Hukum Penawaran tidak hanya menekankan perhtian terhadap harga suatu komoditas terhadap jumlah komoditas yang ditawarkan. akan mempunyai dampak penting terhadap penentu penawaran. seperti komoditaas pengganti. tetapi juga ditentukan oleh berbagai faktor. Contoh factor khusus lainnya adalah ekspektasi/harapan harga dimasa yang akan dating. 2 Biaya untuk memperoleh faktor-faktor produksi. 3. Faktor penentu inovasi. umumnya berusaha memaksimumkan keuntungan sehingga mereka memanfaatkan kapasitas produksinya pada tingkat kapasitas yang mamaksimumkan keuntungannya. misalnya industri computer sangat dipengaruhi oleh jiwa inovasi yang tinggi untuk tetap menghasilkan produk baru. sehingga hal ini akan berakibat berkurangnya keuntungan produsen. yaitu hubungan suatu komoditas dengan berbagai jenis komoditaas lainnya.Faktor penentu penawaran barang lainnya adalah organisasi pasar. terakhir adalah factor-faktor khusus. komoditas pelengakap dan komoditas netral mempengaruhi penawaran terhadap suatu barang. persaingan pasar sempurna akan menghasilkan kemungkinan tingkat output paling tinggi pada setiap tingkat harga. 57 . Begitu jug adanya inovasi. kenaikan harga faktor produksi akan meningkatkan biaya produksi. mak harga setiap output akan naik. Beberapa industri seperti jalan kereta api dan telekomunikasi diatur oleh pemerintah. Apabila pasar dimonopoli. Tujuan perusahaan. Harga komoditas lain. Secara umum. seperti cuaca dan Cuaca sangat mempengaruhi terhadap pertanian. Turunnya tariff dan kuota barang luar negeri akan membuka pasar bagi produsen asing dan cenderung meningkatkan penawaran.

pajak.4. maka produsen merubah produksi serta kuantitas yang ditawarkannya. kuota. Penawaran juga akan meningkat. maka penawaran berubah dan kurva penawaran bergeser. harga factor produksi). selera konsumen. jika ada factor lain yang menyebabkan perubahan penawaran. harga komoditas lain. Memahami respon harga dan kualita suatu komoditas terhadap perubahan variable ekonomi (misalnya: perubahan teknologi. selain perubahan harga komoditi itu sendiri. penetapan upah minimum. subsidi. maka semua unsur-unsur tersebut akan meningkatkan penawaran mobil di Amerika Serikat pada setiap harga. Musim. misalnya jika perusahaan mobil Jepang diizinkan mengekspor mobil lebih banyak ke Amerika. Analisis permintaan dan penawaran merupakan alat yang penting untuk: 1. Pergeseran Kurva Penawaran Penawaran berubah karena perubahan factor lain. 4. Menunjukkan kebebasan yang diberikan pasar kepada konsumen dan produsen. harga. (kurvanya bergeser dari kiri ke kanan). maka akan menggeser kurva penawaran ke kanan. Menganalisis interaksi yang kompetitif antara penjual dengan pembeli dalam menghasilkan harga dan kuantitas suatu komoditas. apabila upah pekerja berkurang. Sebaliknya. atau jika Pemerintah menghilangkan beberapa peraturan pada industri mobil. 5. Tingkat teknologi. Penentu harga secara kompetitif dapat mengatur penawaran barang yang terbatas diantara mereka yang memiliki permintaan dan uang yang diperlukan. 3. dan sebagainya). Menganalisa efek berbagai intervensi kebijakan pemerintah di pasar (misalnya. apabila ada perbaikan teknologi. kemajuan teknologi dapat mengurangi biaya produksi sehingga harga satuan dari suatu komoditas yang dihasilkan dengan teknologi yang lebih baik akan dapat ditekan lebih rendah. namun penawaran dan kurva penawaran tidak bergeser. 58 . Misalnya ketika harga mobil berubah. 2. Pengaruh musim sangat terasa pada penawaran komoditas pertanian.

yaitu kelompok penjual yang memiliki perhitungan harga pokok di bawah harga pasar.Equilibrium/Keseimbangan Antara Penawaran dan Permintaan Harga keseimbangan atau harga pasar (Equilibrium Price) adalah tinggi rendahnya tingkat harga yang terjadi atas kesepakatan antara produsen/penawaran dengan konsumen atau permintaan. Pada harga keseimbangan produsen/penawaran bersedia melepas barang/jasa. c. Kita telah melihat bahwa perbedaan jumlah permintaan konsumen terhadap jagung. Pembeli super marginal. Penjual super marginal. 59 . mobil dan computer merupakan fungsi dan harga barang-barang tersebut. Pembeli marginal. d. Begitu juga jumlah yang ingin ditawarkan produsen akan tergantung pada harganya. Proses terbentuknya Harga Pasar Terbentuknya harga pasar dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran. yaitu kelompok pembeli yang memiliki kemampuan membeli di atas harga pasar. sedangkan permintaan/konsumen bersedia membayar harganya. yaitu kelompok pembeli yang mempunyai kemampuan membeli di bawah harga pasar. b. yang disebut Equilibrium Price. Dalam kurva harga keseimbangan terjadi titik temu antara kurva permintaan dan kurva penawaran. Penggolongan Pembeli dan Penjual Pembeli dan penjual dapat digolongkan berdasarkan perbandingan antara harga pasar dan harga pokok bagi penjual/produsen dan kemampuan membeli bagi konsumen/pembeli. Pembeli dan penjual dapat digolongkan: a. Pembeli sub marginal. Dengan bergesernya permintaan dan penawaran akan mengakibatkan bergesernya tingkat harga keseimbangan. yaitu kelompok pembeli yang memiliki kemampuan sama dengan harga pasar. Masing-masing faktor dapat menyebabkan bergesernya jumlah permintaan dan jumlah penawaran.

f. Tidak memperoleh keuntungan dan kerugian karena harga pokok sama dengan harga pasar serta kemampuan membeli sama dengan harga pasar. Terdapat pembeli/penjual yang menderita kerugian. yaitu kelompok penjual yang memiliki perhitungan harga pokok sama dengan harga pasar. selama factor lain tetap tidak berubah. Demikian pula besarnya stok tidak mengalami penumpukan maupun kekurangan ini menunjukkan bahwa sejumlah penwaran dan permintaan terpenuhi. Pembeli yang memiliki kemampuan membeli lebih tinggi (pembeli super marginal) mendapatkan premi konsumen. yaitu kelompok penjual yang memiliki perhitungan harga pokok di atas harga pasar. maka tidak ada kecnderungan harga untuk naik atau turun. baik konsumen maupun produsen merasa puas. Terdapat pembeli/penjual yang memperoleh keuntungan. Penjual sub marginal yang memiliki perhitungan harga pokok di atas harga pasar. Pada titik ini. c. Pada saat terjadinya keseimbangan.e. Penjual sub marginal. Terdapat pembeli dan penjual yang impas (Break Even Point). Dari penggolongan di atas dapat disimpulkan: a. Pada titik ini keseimbangan. transksi jelas. Keseimbangan pasar terjadi pada harga dan kuantitas ketika kekuatan penawaran dan permintaan seimbang. harga dan kuantitas cenderung tetap tidak berubah. jumlah barang yang akan dibeli oleh pembeli sama dengan jumlah yang akan dijual oleh penjual. b. Penjual yang memiliki perhitungan harga pokok di bawah harga pasar (penjual super marginal) mendapatkan premi produsen. Pembeli sub marginal yang memiliki kemampuan membeli di bawah harga pasar. Gabungan antara permintaan dan penawaran Kemungkinan harga($/kg) Kuantitas yang diminta (ribu ton /th) A B 5 4 9 10 Kuantitas yang ditawarkan (ribu ton/th) 18 16 Surplus Surplus Kondisi pasar Tekanan terhadap Harga Turun Turun 60 . Penjual marginal.

maka yang terjadi adalah konsumsi melebihi produksi.C D E 3 2 1 12 15 20 12 7 0 Ekuilibrium Netral Kekurangan Naik Kekurangan Naik Untuk mengetahui harga dan kuantitas pasar. maka harga jagung akan jatuh. tidak ada kecenderungan harga untuk naik atau turun. maka hal ini tidak akan bertahan lama. Apabila harga yang terjadi sebesar $ 2. hanya saja pada harga jagung sebesar $4. Demikian juga. Konsekuensi dari penetapan floor price adalah: 61 . maka konsumen dan produsen membuat keputusan yang sama sehingga permintaan yang diinginkan oleh konsumen tepat sama dengan produksi yang ditawarkan produsen. dengan maksud untuk menstabilkan pendapatan petani. Apabila kita mencoba harga $5 per kg. karena pada harga tersebut produsen akan menjual dengan harga 18 ribu ton per tahun. sedangkan konsumen hanya sedikit. Kita juga mengatakan bahwa harga sebesar $3 adalah harga yang menyeimbangkan pasar. sehingga stok jagung menumpuk. Ketidakseimbangan Pasar Ketidakseimbangan pasar umumnya terjadi karena adanya intervensi pemerintah dalam penentuan harga pasar. kita mencari harga yang merupakan titik temu antara jumlah yang ingin dibeli dan dijual. Pada harga keseimbangan $3. sehingga menyebabkan harga jagung naik. baik dengan penetapan harga terendah (floor price) dan harga tertinggi (ceiling price). akibatnya masyarakat berebut untuk mendapatkan sejumlah jagung yang diinginkan. sedangkan konsumen hanya akan membeli 9 ribu ton. Floor price adalah harga terendah yang ditetapkan pemerintah untuk komoditas pertanian. besarnya stok tidak mengalami penumpukan maupun kekurangan. Ini menunjukkan bahw sejumlah penawaran dan permintaan terpenuhi. Jumlah yang ditawarkan pada harga $5 lebih besar dibandingkan dengan jumlah permintaan. Pada harga tersebut stok jagung mulai kosong. yaitu sebesar 12 ribu ton. Jadi apabila jaumlah jagung terlalu banyak. baik konsumen maupun produsen merasa puas. transaksi jelas. Begitu juga untuk harga-harga jagung yang lainnya.

Pengaruh Pergeseran Kurva Penawaran dan Permintaan Analisis perangkat penawaran dan permintaan dapat memberikan informasi lain selain keseimbangan kuantitas dan harga. sebagimana halnya dengan perangkat analisis lainnya. Dampak dari price ceiling adalah : 1. Pada umumnya penetapan price ceiling berada dibawah harga pasar. Pada saa cuaca jelek.Menimbulkan kekurangan (shortage) di pasar. Menciptakan surplus di pasar Price ceiling adalah intervnsi pemerintah dalam menentukan harga suatu komoditi yang ditujukan untuk melindungi konsumen dengan cara menentukan batas atas harga suatu komoditas. Akan tetapi. sehingga pembeli akan berebut dan akan menyebabkan harga barang naik dan akhirnya akan mencapai keseimbangan. sehingga hal ini akan mengakibatkan timbulnya surplus (kelebihan) barang dan menekan harga untuk turun. Kita dapat menggunakan perangkat permintaan dan penawaran untuk menganalisis sejumlah persoalan mikro ekonomi yang penting. Penerapannya yang tepat atas kurva permintaan dan penawaran memerlukan banyak latihn guna menghindari agar supaya tidak terperosok ke dalam salah satu perangkap yang umum terdapat pada analisis ekonomi. Menaikkan jumlah yang ditawarkan 2). akan menyebabkan kekurangan barang. Hal yang serupa terjadi jika harga barang terlalu rendah.1). produsen akan menawarkan lebih banya dari yang ingin dibeli oleh konsumen. Salah satu penerapan yang 62 .Jumlah komoditas yang ditawarkan menurun 3. Meningkatkan jumlah komoditas yang diminta 2. karena itu kurva penawaran bergeser ke kiri. maka jumlah jagung yang ditawarkan oleh petani jagung pada setiap harga pasar menurun. Aplikasai Konsep Permintaan dan Penawaran Analisis permintaan dan penawaran merupakan salah satu perangkat ekonomi yang paling bermanfaat. Analisis dapat juga dipakai untuk memperkirakan dampak perbahan kondisi ekonomi terhadap harga dan kuantita. Pada harga di atas harga keseimbangan. Mengurangi permintaan 3).

sehingga terjadi persaingan yang ketat dalam industri penerbangan dan bangkrutnya prusahaan yang tidak dikelola secara baik. Oleh karena itu di setiap universitas selalu memberikan tes sebagai salah satu syarat untuk bisa diterima. Deregulasi dan biaya perjalanan dengan pesawat udara Sampai akhir tahun 1970-an. Akibatnya harga tiket terlalu tinggi. Pertanian merupakan bagian dari kegiatan ekonomi yang sangat penting baik di Negara maju maupun Negara Berkembang. sehingga banyak jalur penerbangan yang akhirnya terhenti. Aspek Ekonomi Pertanian Tidak ada sektor ekonomi yang paling menunjang studi mengenai dampak perubahan penawaran dan permintaan selain sektor pertanian yang bersifat persaingan sempurna. 2). Berbagai kritik yang dilontarkan bisa mendorong dilakukannya deregulaasi tahun 1980 dengan titik berat pada harga tiket dan ijin untuk melayani jalur domestic. Penawaran jumlah Dokter Peminat ke Fakultas kedokteran pada umumnya selalu jauh lebih banyak dari tempat tang tersedia. dan hanya dapat benar-benar dipahami melalui analisis permintaan dan penawaran yang dilakukan secara cermat. dan produknya selalu menjadi komoditi ekspor andalan bagi Negara-negara tersebut. yang merupakan salah satu cara pemerintah dalam melakukan intervensi pasar. Penerapan lainnya adalah efek dri perpajakan. Pembatasan jumlah yang bisa 63 . Badan Penerbangan Sipil membatasi persaingan antar perusahaan penerbangan dengan melarang masuknya beberapa perusahaan penerbangan ke hamper semua kota besar di Negara itu.menarik adalah masalah pertanian di mana penawaran dan permintaan memungkinkan kita untuk memahami ketidak stabilan pendapatan petani dan mengevaluasi kebijakan pemerintah yang diarahkan untuk meningkatkan pendapatan petani. Bekerjanya Mekanisme Penawaran dan Permintaan Kehidupan sehari-hari mencerminkan persoalan ekonomi yang tidak terhingga banyaknya. misalnya: 1).

perubahan pengeluaran untuk iklan. dan sebagainya. ELASTISITAS Elastisitas/kepekaan/response adalah derajat kepekaan jumlah yang diminta persatuan waktu yang disebabkan oleh perubahan salah satu faktor yang mempengaruhinya.diterima antara lain juga untuk menjaga mutu dokter yang dihasilkan. Bea masuk sebesar $2. Jadi harga maupun jumlah mobil buatan dalam negeri akan naik. Perusahaan maupun serikat buruh permobilan Amerika Serikat. Kondisi ekonomi dan bisnis selalu mengalami perubahan seperti perubahan pendapatan. Jadi tariff akan meningkatkan permintaan terhadap mobil produksi domestic. Kemudian dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat di Eropa dan Jepang aka membanjirlah mobil impor hingga mencapai daya serap sebesar 25 % terhadap pangsa pasar tahun 1980-an. Akibat dari pembatasan ini maka ada pergeseran kurva penawaran tenaga dokter yang jauh ke sebelah kiri. maka pembatasan tersebut akan menaikkan biaya kesehatan dan juga penghasilan para dokter. 3). Karena elastisitas harga permintaan untuk jasa perawatan kesehatan oleh dokter bersifat tidak elastis.000 akan mengurangi impor. perubahan harga. Tidak cukup untuk sekedar mengehatui apakah kuantitas permintaan atau penawaran akan naik atau turun sebagai akibat perubahan factor yang mempengaruhinya. 64 . yang benar-benar terpukul akibat munculnya pengangguran dan kapasitas produksi berlebih. hal ini terjadi karena harga barang substitusi mobil produksi dlam negeri(harga mobil impor) lebih tinggi setelah adanya tariff. Akibatnya harga mobil impor akan naik. dan jumlah barang yang diminta akan turun. Perubahan ini dapat bersifat absolute (dalam bentuk nilai) dan dapat bersifat relative (dalam bentuk persen). sehingga menggeser kurva penawaran ke atas dan ke kiri. mencoba mempengaruhi pemerintah untuk membatasi jumlah mobil buatan luar negeri. Salah satu cara yang diusulkan adalah dengan mengenakan bea masuk atas mobil impor. Penetapan Bea Masuk untuk Mobil Impor Sejak zaman Henry ford hingga tahun 1950-an Amerika Serikat mendominasi pasaran mobil dunia.

Besarnya derajat kepekaan dari hubungan tersebut ditunjukkan oleh koefisien elastisitas harga. biasanya disingkat dengan E h. Elastisitas Permintaan Terhadap Pendapatan Elastisitas Permintaan Yang dimksud dengan elaastisitas permintaan adalah persentase perubahan kuantitas yang diminta sebagai akibat dari perubahan nilai salah satu variable yang menentukan permintaan sebesar 1 %. Elastisitas Silang 4. Koefisien elastisitas harga (E h) adalah perbandingan antara persentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan besarnya persentase perubahan harganya. Elastisitas Permintaan 2. ceteris paribus. menunjukkan jumlah perubahan variable tersebut. X Q = Keterangan: Q = jumlah barang yang diminta X = variabel dalam fungsi permintaan Δ = delta.Ukuran kuantitatif yang menunjukkan seberapa besar pengaruh perubahan harga maupun faktor lain terhadap perubahan permintaan atau penawaran dari suatu komoditas disebut juga dengan istilah elaastisitas Ada 5 (lima) macam elastisitas yang sering digunakan: 1. Atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut: 65 . Persamaan untuk menghitung elastisitas adalah sebagai berikut: Elastisitas = Persentase perubahan Q = Δ Q/Q Persentase perubahan X Δ X/X ΔQ ΔX . Elastisitas Permintaan Terhadap Harga/elastisitas harga 3. Elastisitas harga adalah pengukuran tentang derajat kepekaan relative dari jumlah barang yang diminta sebagai akibat dari adanya perubahan tingkat harga.

PX ∂ PX QX . Apabila suatu barang yang mempunyai elastisitas lebih kecil dari satu atau E h < 1. E h = Keterangan: E h = koefisien elastisitas harga barang X PX = harga barang X QX= jumlah barang X yang diminta pada tingkat harga barang X sebesar PX. air minum) akan dibeli dalam jumlah yang relatif konstan pada tingkat harga berapapun. Untuk barang seperti itu tidak ada barang substitusinya 66 ∂ QX . c. Tanda minus (-) menunjukkan perubahan yang berlawanan arah antara harga dengan jumlah barang yang diminta. maka barang tersebut dikatakan mempunyai sifat in elastis. Apabila barang X mempunyai elastisita harga sebesar -2. Apabila suatu barang mempunyai elaastisitas sama dengan satu atau E=1. Seberapa jauh sesuatu barang dianggap sebagai kebutuhan pokok. ini berarti bahwa apabila harga barang X naik 1 %. Permintaan industri Mengapa elastisitas harga dari suatu produk lebih tinggi dari produk lainnya? Secara umum. Faktor-faktor Penentu Elastisitas Harga 1. Barang-barang kebutuhan pokok (misalnya:gram.E h = % ∆ QX % ∆ PX atau juga dapat ditulis . Suatu barang yang mempunyai elastisitas lebih besar dari satu atau E h > 1. selama tingkat harga tersebut wajar-wajar saja. Proporsi pendapatan yang dibelanjakan untuk suatu produk tertentu. maka barang tersebut dikatakan mempunyai sifat yang elastis. Ketersediaan barang-barang pengganti (substitusi). ada 3 alasan untuk membedakan elastisitas harga yaitu: a. Elastisitas harga dapat digunakan untuk mengukur derajat kepekaan perubahan jumlah barang yang diminta apabila harganya berubah. maka jumlah barang X yang diminta turun sebesar 2 %. maka barang tersebut dikatakan mempunyai sifat yang uniter elastis (unitary elasticity). b.

Pada sisi lain. Sehingga elstisitas permintaan akan lebih tinggi untuk barang-barang yang mahal (superior) daripada barang-barang yang harganya relatif murah. 2. Barang –barang lain misalnya semangka. Menetapkan harga produk Setiap perusahaan harus mengetahui elastisitas kurva permintaannya apabila perusahaannya akan menetapkan harga. tidak akan begitu peka terhadap harga. oleh karena itu permintaan terhadap semangka akan lebih dipengaruhi oleh harga. Seperti halnya permintaan barang-barang yang berharga tinggi yaitu barang mewah yang membutuhkan porsi pendapatan yang relatif lebih besar dari pendapatan para pembeli. kecuali pada pasar monopoli murni. permintaan terhadap produk-produk yang tidak begitu mahal.yang bisa menggantikan secara sempurna. Kegunaan Elastisitas Harga Elastisitas harga dapat digunakan untuk : 1. Apabila kebijaksanaan dilaksanakan. Permintaan Perusahaan Elastisitas harga dari kurva permintaan suatu perusahaan tidak sama dengan elastisitas harga dari kurva permintaan industri. Profitabilitas tergantung pada apakah MR (Marginal Revenue) 67 . elastisitas permintaan harga terhadap mobil akan lebih tinggi daripada elastisitas harga terhadap ban mobil. Msalnya perusahaan yang akan memaksimumkan labanya tidak akan pernah menurunkan harga produknya pada inelastis dari kurva permintannya. Oleh karena itu. sehingga secara relatif akan lebih peka terhadap harga. Yaitu kurva permintaan perusahaan juga merupakan kurva industrinya. Bahkan pada kisaran dimana permintaan adalah elastis. Persentase pendapatan yang kecil yang dibelanjakan untuk barang-barang ini tidak perlu terlalu difikirkan. meskipun diinginkan tetapi menghadapi persaingan yang lebih tinggi. karena penurunan harga akan menurunkan TR-nya pada waktu yang sama penurunan harga tersebut juga akan meningkatkan biaya produksi karena output akan meningkat. maka akan berakibat turunnya laba secara dramastis. maka suatu perusahaan tidak perlu untuk menurunkan harga untuk mengejar laba yang lebih besar.

Elastisitas harga bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: a. Kenaikan daging sapi membuat konsumen mengalihkan konsumsinya dari daging sapi ked aging ayam. maka permintaan daging ayam akan naik. Koefisien elastisitas silang (E s). antara dua macam barang adalah perbandingan antar persentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan pesentase perubahan harga barang lain yang berhubungan dengan barang tersebut. Apabila harga daging sapi naik. Elastisitas Silang adalah pengukuran tentang kepekaan relative dari jumlah barang yang diminta sebagai akibat dari adanya perubahan tingkat harga barang lain yang berhubungan dengan barang tersebut. Apakah pengaruh kenaikan harga sebesar 5 persen terhadap jumlah penjualan? b. Hubungan langsung antara harga suatu barang dengan kuantitas barang lainnya yang dibeli terjadi untuk semua produk yang bisa saling menggantikan (mensubstitusi). Berapa besar harga harus diturunkan untuk meningkatkan jumlah penjualan sebesar 20 persen? Elastisitas Silang Permintaan terhadap beberapa barang dipengaruhi oleh harha-harga barang lainnya. Py ∂ Py .yang dihasilkan oleh penurunan harga tersebut lebih besar daripada MC (Marginal Cost) yang disebabkan oleh tambahan produksi. misalnya daging ayam. Qx 68 . Misalnya : permintaan terhadap daging sapi berhubungan dengan harga dari barang substitusinya. Atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut : Es = % ∆ Qx % ∆ Py Atau dapat juga ditulis : Es Keterangan: E s = koefisien elastisitas silang antara barang X dan barang Y Py = harga barang Y = ∂ Qx . Besarnya derajat kepekaan dari hubungan tersebut ditunjukkan oleh koefisien elastisitas silangnya.

Qx = jumlah barang X yang diminta pada tingkat harga barang Y sebesar Py. 2. Apabila koefisien elastisitas antara barang X dan barang Y lebih besar dari nol (E s > 0) atau positif. Penting untuk suatu perusahaan untuk mengetahui bagaimana kemungkinan permintaan terhadap produknya dalam merespon perubahan harga barangbarang lain. Sedangkan apabila koefisien elastisita silang antara barang X dan barang Y lebih kecil dari nol (E s< 0) atau negatif. Konsep Elastisitas digunakan untuk dua tujuan utama: 1. maka meskipun perusahaan tersebut sebagai monopolis (satu-satunya penjual tunggal) maka perusahaan tersebut tidak akan bisa menaikkan harganya tanpa mengalami penurunan jumlah penjualannya. Salah satu karakteristik dari permintaan adalah kurangnya respons seketika dari konsumen 69 . Misalnya suatu perusahaan muncul untuk menguasai suatu pasar tertentu . maka hubungan antara kedua barang tersebut saling melengkapi (barang komplementer). dimana ia merupakan satuy-satunya pemasok (supplier) suatu barang di pasar tersebut. Elastisitas silang digunakan dalam sector industri untuk mengukur keterkaitan antar industri. dimana hubungan substitusi dan komplementer terjadi antara berbagai macam produk tersebut. Pengaruh Waktu Terhadap Elastisitas Waktu merupakan faktor penting dalam analisis permintaan. Apabila nilai elastisitas silang antara produk perusahaan tersebut dengan produk perusahaan lainnya yang berhubungan adalah besar dan positif . Penurunan jumlah penjualannya perusahaan tersebut akan dipasok oleh perusahaan-perusahaan lainnya yang memproduksi produkproduk substitusinya. Hal ini penting sekali terutama bagi perusahaan yang mempunyai lini produk (product line) yang luas. maka antara kedua barang tersebut saling mengganti (barang tersebut termaasuk barang substitusi). Informasi ini diperlukan untuk merumuskan strategi penetapan harga perusahaan tersebut dan untuk menganalisis risiko yang disebabkan oleh produk yang bermacam-macam.

Elastisitas Permintaan terhadap Pendapatan/ penghasilan Banyak barang yang permintaannya terutama sekali d itentukan oleh pendapatan. Dalam Jangka Panjang. Penduduk akan mengurangi pembelian AC (Air Condition). sector industri akan beralih ke sumber-sumber energi lainnya. Pendapatan seringkali sma pentingnya seperti halnya harga.atau akan pindah ke daerahdaerah lain yang tariff listriknya lebih murah. Konsumen seringkali bereaksi terlambat terhadap perubahan-perunbahan harga dan keadaan-keadaan lainnya di pasar. dalam hal ini dimisalkan kejadian pada permintaan terhadap tenaga listrik. Sama halnya juga . karena para pelanggan listrik akan mengurangi pemakaian lampu yang tidak diperlukan tetapi permintaan total terhadap listrik tetap tinggi. Tetapi hal tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama sebelum dampak tersebut secara penuh terasa. maka kita sekarang kita lihat pengaruhnya terhadap permintaan jumlah listrik yang diminta. biaya 70 . Akibatnya permintaan terhadap tenaga listrik dalam jangka pendek relatif inelastis. Apabila perusahaan listrik menaikkan tarifnya sebesar 30 %. Fenomina elastisitas jangka panjang yang lebih besar dari elastisitas jangka pendek ini terjadi untuk hampir semua factorfaktor yang menentukan permintaan. Alat-alat listrik yang akan dibeli oleh konsumen adalah alat-alat yang lebih hemat energi . oleh karena itu TR (Total Revenue) akan meningkat cukup tinggi. Dalam jangka waktu yang sangat pendek pengaruh tersebut sangat kecil. Oleh karena itu. dan akan menggunakan teknologi produksi yang hemat energi.di pasar. kenaikan tariff listrik tersebut mempunyai pengaruh yang cukup besar. lemari es dan alat-alat listrik lainnya. Harga-harga akan naik dan kuantitas yang diminta tidak akan turun banyak. Pelanggan listrik sangat tergantung pada alat-alat listrik yang dimiliki para pelanggan listrik tersebut dan pada peralatan yang digunakan oleh sektor industri dan komersial. pengaruh akhir dari kenaikan harga tersebut terhadap permintaan terhadap tenaga listrik akan cukup besar. Untuk melukiskan pengaruh yang terlambat atau tertinggal ini. tidak terpengaruh banyak. sehingga tindakan tersebut akan mengurangi permintaan terhadap tenaga listrik.

beras tidak terlalu peka terhadap perubahan pendapatan. ceteris paribus. Hal ini terutama sekali untuk barang-barang mewah seperti mobil sport.iklan. atau variable lainnya dalam fungsi permintaan. Hampir semua produk mempunyai elastisitaas pendapatan 71 . Sementara pada sisi lain. Dari beberapa konsep elastisitas dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi koefisien elaastisitasnya . permintaan terhadap barang-barang kebutuhan pokok seperti garam. maka semakin peka (responsive) terhadap perubahan jumlah barang yang diminta apabila terjadi perubahan nilai variable yang mempengaruhinya. maka barang X tersebut termasuk barang mewah. Koefisien elastisitas penghasilan suatu barang dapat digunakan untuk mengetahui jenis barang tersebut. Atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut : EM = % ∆ Qx % ∆M Atau dapat juga ditulis : EM = ∂ Qx M ∂ M Qx Keterangan: EM M Qx = koefisien elastisitas penghasilan barang X = penghasilan konsumen = jumlah barang X yang diminta pada tingkat harga barang Y sebesar PY. Apabila koefisien elaastisitaas penghasilan barang X lebih besar dari satu (E M > 1). Koefisien elatisitas penghasilan (E M) suatu barang adalah perbandingan antara persentae perubahan jumlah barang yang diminta dengan persentaae perubahan penghasilan konsumen. karya seni. permata dan sebagainya. Sedangkan apabila koefisien elastisitas penghailan barang X lebih kecil dari satu (E M < 1). Besarnya derajat kepekaan darihubungan tersebut ditunjukkan oleh koefisien elastisitaas penghasilan. maka barang X tersebut termaasuk barang kebutuhan pokok. Elastisitas pendapatan adalah suatu pengukuran tentang derajat kepekaan relative dari jumlah barang yang diminta sebagai akibat dari adanya perubahan penghasilan konsumen.

Elastisitas pendapatan yang rendah tersebut cocok untuk dunia bisnis yang relatif sedikit dipengaruhi kelesuan ekonomi. maka produsen barang tersebut tidak akan mendapatkan kenaikan pangsa yang proporsional atas kenaikan pendapatan nasional. Keadaan-keadaan tersebut mempunyai akan memperoleh bagian keuntungan yang lebih besar daripada proporsi kenaikan implikasi kebijaksanaan.5. Nilai dari suatu koefisien elastisitas itu penting. Sementara itu perusahaan yang menghadapi elastisitas pendapatan yang rendah tidak begitu peka terhadap tingkat kegiatan bisnis. Perusahaan yang fungsi permintaannya mempunyai elastisitas pendapatan yang tinggi akan mempunyai peluang untuk tumbuh dengan lebih baik dalam suatu perekonomian yang sedang berkembang. Hal ini berarti bahwa 1 persen kenaikan pendapatan akan menyebabkan permintaan terhadap produk tersebut meningkat sebesar 0. maka suatu industri tertentu pendapatan pemerintah. ada banyak perusahaan yang memproduksi barang dan jasa dengan elastisitas pendapatan yang tinggi yang mengandalkan usaha nasional. Elastisitas pendapatan juga bisa memainkan peranan penting dalam kegiatan pemasaran sebuah perusahaan. yang berarti pula permintaan terhadap produkproduk tersebut juga meningkat.yang positif. Misalnya. misalnya elastisitas pendapatan untuk suatu produk sebesar 0. Apabila EM <1 untuk suatu barang tertentu. hal ini menunjukkan bahwa perekonomian akan berkembang jika pendapatan nasional meningkat. Apabila EM > 0. Ia juga bisa mempengaruhi biaya iklan dan kegiatan promosi lainnya. Apabila pendapatan per kapita atau pendapatan rumah tangga merupakan suatu faktor penentu permintaan yang utama untuk suatu produk tertentu.sehingga ia berusaha memasuki suatu industri yang memberikan peluang untuk tumbuh secara lebih baik. maka hal tersebut bisa mempengaruhi lokasi dan sifat saluran penjualan. tetapi karena perusahaan tersebut tidak dapat mengharapkan untuk ambil bagian secara penuh dalam suatu perekonomian yang sedang tumbuh . Ini menunjukkan bahwa produk tersebut tidak akan bisa mempertahankan peranannya dalam perekonomian. Oleh karena itu perkiraan tentang kegiatan ekonomi secara keseluruhan juga berperanan penting dalam sistem perencanaan perusahaan perusahaan tersebut. baik bagi perusahaan-perusahaan maupun lembaga-lembaga 72 .5 persen.

akibatnya penerimaan total dari barang X tersebut turun. penawaran. Kenyataan ini akan mempersulit para petani untuk meningkatkan pendapatan mereka. maka penerimaan total (total revenue) dari barang tersebut akan berubah searah dengan perubahan harganya. maka jika ada kenaikan harga barang X mengakibatkan total penerimaan dari barang tersebut akan naik.promosinya pada para profesional muda. Antara permintaan. jika ada kenaikan harga barang . hukum dan obat-obatan. Hal tersebut terjadi terutama sekali disebabkan oleh adanya potensi perusahaan tersebut untuk meningkatkan usahanya pada masa depan sehingga pendapatan perusahaan itu meningkat. Misalnya koefisien elastisitaas harga barang X sama dengan satu. Misalnya sektor pertanian yang mempunyai permasalahan yang berkepanjangan karena elastisitas pendapatan untuk beberapa produk pertanian besarnya lebih kecil dari satu. 73 . maka penerimaan total dari barang X tersebut akan naik. Pada tingkat nasional. Misalnya koefisien elastisitaa harga barang X lebih besar dari satu (elastis). Begitu juga sebaliknya. seperti pada bidang bisnis. maka penerimaan total (total revenue) dari barang tersebut akan berubah berlawanan arah dengan perubahan harganya. maka penerimaan total (total revenue) dari barang tersebut tidak berubah dengan adanya perubahan harganya. 2) Suatu barang yang empunyai koefisien elastisitas harga lebih kecil dari satu (in elastis). Sebaliknya jika harga harga barang turun. konsep elastisitas pendapatan ini mempunyai peranan penting dalam eberapa bidang utama. Jadi apabila koefisien elastisitas harga barang X lebih kecil dari satu (in elaastis). maka penerimaan total dari barang tersebut tidak berubah (tetap). 3) Suatu barang yang mempunyai koeisien elaastisitaas harga sama dengan satu (unitary elasticity). serta koefisien elastisitas harga mempunyai hubungan sebagai berikut : 1) Suatu barang yang mempunyai koefisien elaastisitaas harga lebih besar dari satu (elastis). maka apabila harga barang X naik.

dan harga barang X dan harga barang Y sama dengan satu dolar. b. Berapa besar guna total yang diterima jika ia berada dalam keseimbangan? 74 . serta pendapatan individu tersebut sebesar $ 8 per periode waktu serta seluruhnya dibelanjakannya. a. Mengapa “untuk siapa diproduksi” merupakan suatu masalah dalam setiap perekonomian.SOAL LATIHAN 1. jelaskan. Andaikan hanya tersedia 2 macam barang saja yaitu X dan Y. Tunjukkan bagaiman individu tersebut membelanjakan pendapatannya untuk memaksimumkan guna totalnya. Q MUX MUY 1 11 19 2 10 17 3 9 15 4 8 13 5 7 12 6 6 10 7 5 8 8 4 6 total 60 100 Tabel diatas menunjukkan skedul guna marginal seorang individu terhadap komoditi X dan komoditi Y. 2.

a. serta guna batas masing-masing barang menurut seorang konsumen Barang X 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 MUx 50 45 40 35 30 25 20 15 10 5 Barang Y 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 MUy 40 36 32 28 24 20 16 12 8 4 a. Jika fungsi permintaan barang X adalah Qx = 20 – 4 Px. Harga barang X dan harga barang Y. Berapa besarnya elastisitaas titik dari barang tersebut? 4.500. Jelaskan Istilah-istilah dibawah ini: Marginal Utility Giffen goods Budget line Price Consumption Curve (PCC) Jelaskan perbedaan pengertian antara perubahan permintaan dan perubahan jumlah yang diminta.ingin membeli dua macam barang X dan Y. 6 . Nyatakan secara matematis syarat keseimbangan konsumen tersebut. dan jelaskan arti tanda positif dan negatif tersebut. c.. b. dimana Qx adalah kuantitas barang X yang diminta dan PX adalah harga barang X. Jelaskan pengertian elastisitas silang.c. 1. 75 . Apabila konsumen tersebut mempunyai pendapatan Rp. 5.000. d. 3. 4.

berapa banyak barang X dan barang Y yang dibeli agar kepuasannya maksimal.per buah. dan semua uang yang dimilikinya habis dibelanjakan ? b. menjadi Rp.200. maka total utility (TU) dapat dimaksimumkan dengan memaksimumkan utility (gun) yang diperoleh dari setiap dollar yang dibelanjakannya. 15. 100. Satuan guna yang akan diterima adalah sebesar 17.000. berapa banyak barang X dan barang Y yang dibeli agar kepuasannya maksimal. 1. barang dan jsa adalah langka dalam setiap perekonomian. ketiga dan keempt maupun dollar kelimanya sama seperti hal diatas yaitu untuk membeli satuan Y.000. maka ia hanya menerima 11 (sebelas) satuan guna. dan 12 satuan. yakni masing-masing sebesar Rp. sehingga guna yang 76 . 2. Marginal utility (MU) yang terus menerus turun. Kemudian tahap selanjutnya harus harus membelnjakan dollar kedua.Diketahui harga kedua macam barang tersebut sama.000. sedangkan harga barang X naik menjadi Rp. Akibatnya timbul suatu pilihan (choice). Jadi individu ini harus membelanjakan dollr pertamanya dari pendapatan yang diperolehnya untuk membeli satuan Y yang pertama.-. Selanjutnya dollar keenamnya untuk membelisatuan X.Sumber ekonomi.. Apabila konsumen tersebut pendapatannya berkurang. dan semua uang yang dimiliki habis dibelanjakan ? Penyelesaian soal 1. 13. 300.-. dan ia akan memperoleh 19(sembilan belas) satuan guna. Apabila ia membelanjakan dollar pertamanya untuk membeli satuan X yang pertama. a . dan harga barang Y tetap. “Untuk siapa diproduksi” menunjukkan berapa banyak yang diinginkan oleh setiap konsumen dalam memuaskan kebutuhannya. sehingga tidak ada suatu masyrakatpun yang dapat memuaskan semua apa yang diinginkan nya.

c. maka guna total yang akan diterima jumlahnya lebih kecil. b. Px Py 1 MU x = MU y = 10 Px .diterima sebesar 11 satuan guna. Qx + Py . Qy = 1 1 2 + 1 6 = 8 3. dengan rincian 2 satuan X dan 6 satuan Y.4 (4) = 4 Qx Px = -4 Px Qx Px Qx E xx = ∂ Qx ∂ Px = 4 77 . Hal ini mencerminkan bahwa kepuasan maksimum yang dapat diperoleh individu tersebut. Guna totl yang diterima individu tersebut sebesar 107. E xx Besarnya elastisitas titik (E xx) ditunjukkan oleh rumus sebagai berikut: = Apabila ∂ Qx ∂ Px Qx = 20 – 4 Px Px = 4 Maka Qx = 20 . Jika ia membelanjakan pendapatannya dengan memakai kombinai lain. Dollar ketujuh maupun dollar kedelpan ia harus membeli Y.

price Consumption Curve (PCC) adalah kurva yang menghubungkan titiktitik keseimbangan konsumen pada berbagai tingkat perbandingan harga. 2. a. Marginal Utility adalah tambahan kepuasan dalam mengkonsumsi suatu barang yang diperoleh dari menambah/ mengkonsumsi barang tersebut. Hukum Hasil Lebih yang Makin Berkurang 78 . BAB 5 PERILAKU PRODUSEN Tujuan. Mahasiswa dapat mengetahui dan menjelaskan konsep-konsep serta analisis dalam teori produksi Mahasiswa dapat mengetahui kaitan antara jumlah output dan input serta biaya yang harus ditanggung oleh produsen Mahasiswa mengetahui skala ekonomis produksi Pembahasan Materi: 1. di mana penghaasilan konsumen tetap/tidak berubah.4. 1. Marginal Product 3. b. Giffen goods adalah barang yang jumlah permintaannya berubah searah dengan perubahan harganya. Fungsi Produksi 2. c Budget line adalah garis anggaran yang menghubungkan titik-titik kombinasi barang yang dapat dibeli dengan sejumlah penghasilan tertentu. d. 3.

Hal ini 79 . Berapa output yang harus diproduksi 2.4. 1. Dalam persaingan tidak sempurn dan pasar monopoli. Perubahan Teknologi Fungsi Produksi Dalam teori ekonomi mikro seorang produsen atau pengusaha harus memutuskan dua macam keputusan. Semua itu diputuskan dengan menganggap bahwa produsen/pengusaha selalu berusaha mencapai keuntungan yang maksimum. ada satu keputusan lagi yang harus diambil seorang produsen yaitu harus menentukan harga outputnya. Dalam pasar persaingan sempurna harga output dan input ditentukan oleh pasar. Berapa dan dalam kombinasi bagaimana factor-faktor produksi atau input tersebut akan digunakan. yaitu . Asumsi dasar lainnya adalah bahwa produsen beroperasi dalam pasar persaingan sempurna.

Constant Cost Supply Untuk beberapa proses produksi dan dalam jangka panjang (long run) ada kasus dimana kenaikan produksi tidak mengakibatkan kenaikan ongkos produksi per unit. dimana ia harus memutuskan berbagai macam hal lain (seperti hutang piutang. Backward Bending Supply Ada kasus dimana kurve penawaran mempunyai slope yang negatif. Sebagai Perilaku Produsen Penawaran didefinisikan sebagai kuantitas barang yang ditawarkan di pasar pada berbagai tingkat harga. misal : 1). Kenaikan permintaan hanya berakibat kenaikan harga pasar tanpa adanya kenaikan volume transaksi pasar Harga dari suatu barang atau faktor produksi yang supplynya tidak bisa bertambah meskipun dalam jangka panjang disebut pure economic rent atau surplus. Kenaikan prmintaan mengakibatkan kenaikan volume transaksi tanpa diikuti oleh kenaikan oleh kenaikan harga pasar. karena orang lebih suka menikmati waktunya untuk tujuan-tujuan lain selain memperoleh penghasilan (yaitu untuk apa yang disebut "leisure") 80 . Kurva penawaran yang inelastis sempurna. 2). Sebaliknya. Kasus Khusus 1). Semua ini adalah penyerderhanaan dari perilaku seorang pengusaha dalam kenyataan.berlainan dengan pasar tidak sempurna dan monopoli. jika harga turun. Hukum penawaran menyatakan : bila harga sesuatu barang meningkat. atau dengan lain kata untuk mengundang lebih banyak barang yang ditawarkan ke pasar tidak perlu dengan kenaikan harga (bentuk penawaran horizontal). produsen cenderung akan mengurangi jumlah barang yang dijual. operasional produksi. 3). masalah perburuhan. maka produsen akan berusaha meningkatkan jumlah barang yang dijualnya. Contohnya faktor produksi tanah. dan lain-lain). bentuk kurve penawaran faktor produksi tenaga kerja sering dianggap : "back ward bending" karena setelah tingkat upah tertentu penawaran tenaga kerja justru menurun bila upah naik lagi. Penawaran.

Untuk barang-barang yang diproduksi dalam keadaan ini kurve supply adalah menurun dan Hukum Penawaran tidak berlaku : kenaikan permintaan menurunkan harga pasar dan menambah volume transaksi di pasar. Oleh karena itu. ada 2 macam hubungan antara input dengan output. kurve penawaran di masyarakat primitif dimana penghasilan berupa uang bukan tujuan primer kehidupan manusia. bahan-bahan baku dan lain-lain yang digunakan dalam suatu perusahaan. karena orang tidak lagi perlu bekerja sekeras semula. justru menunjukkan ongkos produksi per unit yang menurun bila volume produksi dinaikkan. 1. Setiap perbaikan teknologi seperti pemakaian komputer dalam proses pengendalian yang emungkinkan sebuah perusahaan mampu memproduksi sejumlah output tertentu dengan bahan baku.2). 4). kenaikan harga justru menurunkan penawaran. Fungsi produksi menentukan tingkat output maksimum yang bisa diproduksi dengan sejumlah input tertentu. Fungsi produksi ini ditentukan oleh teknologi yang digunakan dalam proses produksi. atau adanya program pelatihan yang bisa meningkatkan produktivitas tenaga kerja. oleh 81 . akan menghasilkan sebuah fungsi produksi yang baru. hubungan input/output untuk setiap sistem produksi merupakan suatu fungsi dari tingkat teknologi. peralatan. pabrik. tenaga kerja. energi dan tenaga kerja yang lebih sedikit. Hubungan antara output dengan beberapa input yang digunakan secara bersama-sama.Decreasing Cost Supply Ada beberapa proses produksi yang terutama dalam jang panjang. Dalam mempelajari fungsi produksi. jumlah input minimum yang diperlukan untuk memproduksi suatu tingkat output tertentu. Konsep returns to scale ini memainkan peranan penting dalam pengambilan suatu keputusan. Hubungan ini kita kenal sebagai karakteristik returns to scale dari sistem produksi. atau sebaliknya.Konsep ini mempengaruhi skala produksi yang optimal atau peluang produksi suatu perusahaan. Konsep ini juga mempengaruhi sifat persaingan dalam suatu industri.

Akan tetapi tingkat output tersebut semakin lama semakin berkurang sampai pada tingkat penggunaan jumlah input tertentu yang mengakibatkan output justru berkurang denganadanya penambahan input yang digunakan. 2. Hubungan antara output dengan variasi dari suatu input yang digunakan.karena itu konsep returns to scale juga merupakan suatu faktor yang menentukan tingkat profitabilitas dari suatu investasi. Hubungan antara jumlah barang yang dihasilkan dalam satu kegiatan produksi (output) dengan faktor-faktor produksi yang digunakan (input) dapat digunakan dengan menggunakan suatu kurva yang disebut dengan kurva produksi. yaitu suatu kegiatan roduksi di mana produsen tidak mampu mengubah input tetapnya. Proses 82 .edangkan input variable adalah input yang jumlahnya dapat berubah dalam suatu proses produksi atau dapat juga dikatakan bahwa input variable adalah input yang dalam jangka waktu relative pendek akan dapat berubah. sehingga kita akan menelaah hal ini terlebih dulu sebelum membahas permasalahan lainnya. Jadi produktivitas factor produksi ini merupakan dasar dalam penggunaan sumberdaya yang efisien dalam suatu system produksi. Oleh karena itu pemahaman tentang produktivitas factor produksi ini akan membantu kita dalam memahami konsep returns to scale secara mendalam. Dalam suatu proses produksi. Produktivitas dan penerimaan suatu factor produksi digunakan untuk menandai hubungan antara kuantitas suatu input yang digunakan secara individual dengan output yang dihasilkan. Suatu kegiatan produksi dalam jangka relative pendek. factor produksi (input) dapat dikelompokkan menjadi dua macam. sedangkan penambahan input variable akan dapat menambah jumlah output yang dihasilkan. Produktivitas factor produksi ini merupakan factor kunci dalam penentuan kombinasi input yang optimal atau proporsi input yang seharusnya digunakan untuk memproduksi suatu produk. Input tetap adalah input yang jumlahnya tetap dalam suatu proses produksi. Atau dapat juga dikatakan bahwa input tetap adalah input yang jumlahnya tidak dapat berubah. Kurva produksi dalah kurva yang menghubungkan titik-titik jumlah output yang dihailkan pada berbagai input yang digunakan pada teknologi tertentu. yaitu input tetap dan input variable.

Secara teoritis. tahap II.ini dikenal dengan tambahan hasil yang semakin berkurang (diminishing marginal retrn). rata-rata dan marginal dari sumberdaya yang kita gunakan dalam suatu sistem produksi. dan tahap III. kombinasi factor produksi (input) yang secara teknis rasional adalah kombinaasi input yang termaasuk dalam 83 . yaitu dikenal dengan 3 tahap. penambahan output tersebut akan semakin berkurang (dikenal dengan :The law of diminishing marginal product). Oleh karena itu proses optimasi memerlukan analisis hubungan antara nilai total dengan nilai marginal dari suatu fungsi. Penambahan tenaga kerja berikutnya akan menambah jumlah output yang dihasilkan. Konsep produk total ini digunakan untuk menggambarkan hubungan antara output dengan hanya satu input yang berubah-ubah yang digunakan dalam sebuah fungsi produksi. Dalam suatu proses produksi. Produk Total. akan tetapi pada tingkat penambahan input tertentu. Pada tahap awal dari kegiatan produksi tersebut igunakan tenaga kerja yang relative sedikit dibandingkan dengan input tanah yang tersedia untuk digarap. yaitu tahap I. Misalnya: Suatu kegiatan produksi di bidang pertanian yang menggunakan tanah sebagai input tetap dan tenaga kerja senbagai input varaiabel. Masing-masing tahapan produks tersebut menggambarkan tingkat kombinasi yang berbeda-beda. Produk total merupakan jumlah output total atau produk total yang dihasilkan dari penggunaan sejumlah tertentu sumberdaya dalam suatu sistem produksi. Dengan adanya penambahan tenaga kerja yang digunakan akan menambah jumlah output yang dihasilkan. Secara umum. produk total dari suatu fungsi faktor produksi bisa ditunjukkan sebagai sebuah fungsi yang menghubungkan output dengan jumlah sumberdaya yang digunakan.maka akan sangat berguna apabila produk total. Misalnya fungsi produksi: Q = f (X| Y = 2) artinya persamaan ini menghubungkan jumlah putput Q yaitu produk total dari X dengan jumlah Y yang digunakan sebesar 2 unit. Rata-rata dan Marginal Produktivitas faktor produksi atau tingkat penerimaan faktor produksi mempunyai peranan yang penting dalam proses penentuan kombinasi input yang optimal dalam suatu sistem produksi.

∆ TP = Perubahan produksi total = perubahan jumlah tenaga kerja ∆ L ∆TP ∆ L = ∂TP ∂L tahap I TP 84 . besarnya produksi rata-rata menurun. Produksi marginal dai input variable pada tingkat produksi tertentu dalam suatu kegiatan produksi adalah perbandingan antara tambahan-tambahan jumlah barang yang dapat dihasilkan dengan tambahan input variable sebanyak satu unit. Atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut: MP L = Keterangan: MP L = produksi marginal input tenaga kerja (Marginal Product of Labour). baik produktivitas input variable maupun harapan produksi secara teknis mencapai tingkat yang maksimal. sedangkan produksi marginal positif. Atau secra matematis dapat ditulis sebagai berikut : AP L = TP L Keterangan: AP L = Average Product of Labour (produksi rata-rata input tenaga kerja) TP L = Total Product (produksi total) = Labour (jumlah tenaga kerja).tahap II seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini. Produksi rata-rata input variable pada tingkat produksi tertentu dari suatu kegiatan produksi adalah jumlah output yang dihasilkan dibagi dengan jumlah input variable yang digunakan. Kombinasi input pada tahap produksi III. Hal ini disebabkan karena pada tahap produksi II.

produksi rata-rata (AP) dan produksi marginal (MP) pada suatu kegiatan produksi yang menggunakan satu macam input variable yaitu tenaga kerja (L). Penggunaan tenaga kerja lebih dari L1. maka akan mengakibatkan produksi rata-rata menurun. Apabila penambahan tenaga kerja tidak meningkatkan output. Pada tingkat penggunaan tenaga kerja ini peningkatan output maksimum dan menambah satu unit tenaga kerja terjadi pada titik belok kurva TP. Pada tingkat penggunaan tenaga kerja ini (L2) kurva MP L memotong sumbu datar. artinya pada tingkat penggunaan tenaga kerja tersebut (L2) . Pda keadaan ini kurva produksi marginal mencapai titik puncaknya (pada penggunaan tenaga kerja sebanyak L1). Pada tahap awal penggunaan sejumlah tenaga kerja (O-Lo) dapat meningkatkan jumlah output (total product/TP). Dimana saat ini kurva produksi marginal tenaga kerja (MP L) naik karena proporsi kenaikan jumlah output naik dengan beertambahnya satu unit tenaga kerja.tahap II TP tahap III APL 0 L0 L1 L2 L MP L Dari gambar diatas dapat dilihat hubungan antara kurva produksi total (TP). yaitu pada tingkat penggunaan tenaga kerja sebanyak L1. Hal ini ditunjukkan oleh bentuk kurva produksi ratarata (AP L) menurun. besrnya produksi marginal sama dengan nol. Produksi rata-rata tenaga kerja akan mencapai nilai maksimum pada jumlah penggunaan tenaga kerja di mna kurva produksi total (TP) yang di sebelah atas bersinggungan dengan garis lurus yang ditarik dari titik origin (titik potong antara sumbu datar dn sumbu tegak). Kondisi ini ditunjukkan oleh kurva TP yang mulai naik. proporsi kenaikan jumlah output semakin berkurang/lebih kecil dibandingkan dengan penambahan tenaga kerja pada jumlah sebelumnya. maka kurva TP maksimum. Kemudian pada tingkat penggunaan tenaga kerja tertentu (L0-L1). 85 .

tidak akan memotong sumbu datar pada tingkat penggunaan dua macam input variablel. maka output bisa ditingkatkan dengan cepat. Hukum ini menyatakan bahwa jika jumlah penggunaan satu input variable meningkat sementara jumlah penggunaan factor produksi lainnya tidak berubah. Spesialisasi kegiatan yang bisa menyertai kenaikan penegrjaan tenaga kerja tersebut merupakan faktor lain yang bisa juga meningkatkan MP tenaga kerja jika ada tambahan tenaga kerja yang digunakan. tetapi kemudian mulai menurun /berkurang. 86 . Perbaikan penggunaan modal yang disebabkan oleh pengerjaan tenaga kerja yang semakin banyak tersebut bisa meningkatkan MP (Marginal Product = meningkatnya output) setiap pekerja sampai pada batas tertentu dari tambahan tenaga kerja tersebut. maka pekerja itu harus melakukan semua kegiatan yang diperlukan untuk membuat mobil tersebut. Hubungan Fungsional antara jumlah input yang digunakan dengan jumlah output yang dihaasilkan dapat dijelaskan dengan kurva isoquant. hukum ini menyatakan bahwa MP dari factor produksi variable akhirnya akan menurun . dengan menganggap input modal tetap. Intensitas penggunaan sumberdaya modal meningkat dengan adanya tambahan input tenaga kerja tersebut dan kombinasi input menjadi lebih efisien. Apabila seorang pekerja ditugaskan untuk merakit mobil. Output dari kombinasi penggunaan tenaga kerja dan modal seperti itu akan sangat kecil.Kurva AP L. Kenaikan produktivitas marginal ini terjadi karena setiap tenaga kerja semakin mampu mengelola sejumlah barang modal yang digunakannya daripada jika jumlah tenaga kerja tersebut lebih sedikit. maka pada mulanya kenaikan penggunaan input tersebut akan menaikkan output. Kurva TP dan MP. Atau dengan kata lain . Namun apabila jada tambahan pekerja ke dalam kegiatan perakitan tersebut. Misalnya hal ini terjadi pada sebuah pabrik perakitan mobil. menunjukkan sifat yang kita kenal dengan istilah hukum kenaikan hasil yang berkurang (the law of diminishing returns). apabila input tersebut dikombinasikan dengan satu input lainnya atau lebih yang jumlahnya tetap. Isoquant berasal dari kata iso yang berarti sama dan quant yang artinya quantitas.

Tidak saling berpotongan antara isoquant yang satu dengan isoquant yang lain.6 1.5 3. Suatu kurva isoquant berbentuk cembung ke arah titik origin menunjukkan bahwa kemampuan untuk mengganti secara pisik (marginal rate of technical substitutions) antara input yang satu terhadap input tyang lain semakin lama semakin berkurang. Sedangkan kurva isoquant yang tidak saling memotong satu sama lainnya mengandung arti bahwa tidak mngkin ada dua macam kurva isoquant yang berbeda bisa menghasilkan tingkat output yang sama banyaknya. Cembung ke arah titik origin 3. Isoquant yang letaknya semakin jauh terhadap titik origin.8 L 4 3 4 5 6 7 8 9 Isoquan II K 13 10 7 5 4.2 3.8 1.5 87 .5 5. menunjukkan kombinasi yang menghaailkan output lebih banyak.5 L 6 5 6 7 8 9 10 11 Isoquan III K 15 12 9 7 6. Secara umum bentuk kurva isoquant dari kegiatan produksi mempunyai cirri-ciri sebagai berikut: 1. Tabel dibawah ini menyajikan titik-titik pada tiga isokuan yang Isoquan I L 2 1 2 3 4 5 6 7 K 11 8 5 3 2. Misalya: berbeda.3 1. 4.2 5.2 3.3 5.Kurva Isoquant adalah kurva yang menghubungkan berbagai titik kombinasi penggunaan dua input variable yang digunakan untuk menghasilkan sejumlah output tertentu. Kombinasi input yang relevan yang mempunyai kemiringan negatif 2.

tetapi menurun jika jumlah penggantian (substitusi) meningkat. Margianl Rate Of Technical Substitution (MRTS) MRTS bisa dinyatakan secara matematis sebagai berikut: MRTS = ΔY ΔX = Slope Isoquan MRTS tersebut biasanya tidak konstan. maka kita akan menemukan gambar seperti dibawah ini. III 6 II 4 I 2 0 2 4 6 8 10 12 14 L Perusahaan dapat memproduksi output sejumlah yang dicerminkan oleh isoquan I dengan menggunakan 8 K dan l L atau dengan menggunakan 5K dan 2 L atau kombinasi K dan L yang lain pada isoquan I Isoquan menunjukkan jumlah output secara kardinal.Dengan K 14 12 10 8 meletakkan titik pada pasangan sumbu yang sama serta menghubungkannya. 88 .

Isokuan berasal dari kata iso yang berarti sama dan quant yang berarti kuantitas. Misalnya dalam produksi tenaga listrik. Dalam keadaan seperti itu jumlah yang tepat dari setiap input dibutuhkan untuk menghasilkan sejumlah output tertentu. bahan bakar minyak yang digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik bisa merupakan contoh input yang bisa digantikan. Kurva isoquan berarti kurva yang menunjukkan semua kombinasi penggunaan input yang berbeda secara efisien untuk menghasilkan sejumlah output tertentu. penggunaan input-input tertentu bisa dengan mudah digantikan dengan inout lainnya. Di sini gas dan minyak bisa saling menggantikan secara sempurna dan isokuan merupakan garis lurus. Persamaan yang menunjukkan kombinasi input yang mengakibatkan ongkos minimum disebut dengan dalil. karena pada tingkat LCC tersebut. Produsen akan memperoleh laba yang maksimum apabila ia berproduksi dengan LCC dengan ketentuan bahwa perbandingan antara produksi marginal 89 . Kombinasi input yang mengakibatkan ongkos produksi minimum (pada tingkat LCC) belum tentu mendatangkan keuntungan yang maksimum bagi produsen tersebut. Dalam beberapa sistem produksi. produsen hanya mencapai ongkos produksi yang minimum saja. Least Cost Combination (LCC). Pada sisi lain dari substitusi input ini adalah sistem produksi di mana input saling melengkapi (komplementer) secara sempurna satu sama lain. Isokuan Produksi Input Y Q2 Q1 Input X Listrik bisa dihasilkan oleh minyak dan atau gas.

X2. yang dikenal dengan fungsi produksi “Cobb Douglas” Dari fungsi produksi tersebut dapat diketahui dengan mudah aspek-aspek produksi marginal. X3……………Xn. tingkat kemampuan 90 .secara fisik (marginal Phisical Product) setiap input dengan harga yang sama besar dan sama dengan seperharga output. Kegiatan produksi yang menggunakan dua macam input variable. X2………Xn = MPPx2 P x2 = MPPx3 Px3 = MPPxn P xn = 1 PQ Dalam suatu kegiatan produksi. P x1. Persamaan kurva isocost dalam suatu kegiatan produksi yang menggunakan input modal (K) dan input tenaga kerja (L) dengan anggaran (I) adalah sebagai berikut: P k.P xn PQ = harga output yang dihasilkan = harga input variable X1. P x2. P x3………. L = I Keterangan: Pk dan PL adalah harga input modal dan harga input tenaga kerja K. Atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut : Dalil keuntungan maksimum: MPP x1 P x1 Keterangan: MPP x1. kemampuan produsen dalam menyediakan input yang digunakan dibatasi oleh anggaran yang tersedia. Hubungan fungsional antara output dengan input erring digunakan fungsi produksi yang dikemukakan oleh Cobb dan Douglas. K + P L. Kemampuan produsen dalam menyediakan input yang digunakan dalam suatu kegiatan produksi digambarkan dengan suatu garis anggaran yang disebut dengan isocost.. MPP x2. produksi rata-rata. MPPxn = Marginal Physical Product Input variable X1. MPPx3. L = masing-masing adalah jumlah modal dan jumlah tenaga kerja yang dibeli I = anggaran yang tersedia untuk membeli input modal dan tenaga kerja dalam kegiatan produksi tersebut.

intensitas penggunaan input dapat dilihat dari angka perbandingan antara … dan β a. Semakin besar angka perbandingan antara . ∂Q ∂K =β Intensitas penggunaan input. Dalam model fungsi produksi Cobb Douglas. intensitas penggunaan input dan efisiensi suatu kegiatan produksi secara keseluruhan. maka kegiatan produksi tersebut lebih banyak menggunakan input tenaga kerja (labour intensive). K = jumlah tenaga kerja dan modal yang digunakan (input). Tingkat produksi marginal (MP) dari msing-masing input. Dari fungsi Cobb Douglas seperti contoh diata dapat diketahui beberapa aspek produksi sebagai berikut : 1. Bentuk umum fungsi Cobb Douglas dapat ditulis sebagai berikut : Misalnya dalam kegiatan produksi tersebut menggunakan dua macam input variable yaitu modal (K) dan tenaga kerja (L).batas untuk mengganti antara input yang satu dengan input yang lain. Q = kL α Kβ Yang menyatakan bahwa : Q k. = jumlah barang/jasa yang dihasilkan (output) = adalah konstanta L. Produksi marginal input (MPL) MP L = ∂L ∂ Q =α Produksi marginal input K (MP K) adalah : MP K = 2. 91 .

baja. Semakin kecil angka perbandingan antara α dan β . gandum. dengan aumsi semua input lain konstan. Apabila α + β = 1. maka fungsi produksi tersebut menunjukkan perubahan output dengan perbandingan yang sama besar dengan skalanya (constant return to scale). tanah. dengan asumsi semua input lainnya konstan. maka fungsi produksi tersebut menunjukkan perubahan output dengan perbandingan yang lebih kecil dari skalanya (decreashing return to scale).b. Kita dapat menghitung produk marginal untuk setiap input (tenaga kerja. 92 . bahwa produk marginal setiap unit input akan menurun sebanyak penambahan jumlah input yang bersangkutan. pupuk dan lain-lain) serta produk marginal dapat diterapkan pada setiap output (misalnya jagung. sedangkan tanah beerubahubah. b. 3. Produk marginal tanah adalah perubahan output total yang disediakan oleh tambahan 1 unit tanah. dan sebagainya). Derajat perubahan output apabila semua input variable berubah dengan proporsi yang sama. Marginal Product dan Hukum Hasil Lebih yang Makin Berkurang Menurut hukum hasil lebih yang makin berkurang (the law of diminishing returns) . c. Apabila α + β > 1. kedelai. Kita bisa menemukan bahwa semua input lainnya juga cenderung mengikuti hokum hail yang semakin berkurang (the law of diminiahing returns). Besar. kacang. a. air. maka fungsi produksi tersebut menunjukkan perubhan output dengan perbandingan yang lebih besar dari skalanya (increshing return to scale). mesin. Sekarang kita anggap bahwa tenaga kerja konstan. maka kegiatan produksi tersebut lebih banyak menggunakan input modal (capital intensive). Apabila α + β < 1.

karena tanaman telah mati lemas kebanyakan air. mesin. Tanah semakin sempit. Dalam meneerapkan hokum hasil lebih yang semakin berkurang terhadap produksi. Hukum hasil lebih yang makin berkurang telah ditemukan di berbagai penelitian empiris. bahwa hokum ini tidak barlaku untuk semua tingkat produksi input tenaga kerja pertama mungkin akan meningkatkan produk marginal. Unit pertama air sangatlah vital bagi kehidupan tanaman. Contoh teknis: misalnya saluran pipa minyak Sebuah illustrasi penting mengenai teori produksi dalam kehidupan bisnis modern yaitu pengangkutan minyak melalui saluran pipa. unit selanjutnya membuat tanaman menjadi sehat dan tumbuh besr. sedangkan tugas yang sedang dikerjakan dirasa semakin kurang penting. Transportasi minyak berpatokan pada prinsip fisik sederhana. kita harus selalu menekankan bahwa hokum ini merupakan hasil observasi empiris yang dilakukan secara luas dan teratur. sehingga tanaman membusuk dan tidak bisa dipanen.maka akhirnya tanah akan penuh dengan air. karena hanya diperlukan beberapa menit untuk menjalankan mesin dan mengangkut tenaga kerja ke lapangan. akan tetapi semakin banyak air yang disiramkan. input air terkhir (paling banyak) akan memberikan produk marginal yang negative. Selanjutnya perlu kita ingat. dan input lainnya yang berjumlah tetap. Kita tidak bisa menamakannya dengan hokum gravitasi yang telah dianggap sebagai kebenaran universal. maka tenaga kerja semakin sedikit memiliki factor produksi lain yang bekerja bersamanya. Hukum hasil lebih yang makin berkurang mudah dimengerti dengan mengamati input air. meskipun terdapat pula beberapa pengecualian. Pada kasus air. namun merupakan jalur kehidupan yang begitu penting dalam system perekonomian kita.Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa fungsi produksi umumnya tunduk pada hukum ini? Jawabannya adalah bahwa semakin banyak suatu input tertentu seperti tenaga kerja yang ditambahkan pada input anah. mesinpun dipekerjakan melmpaui batas. Oleh sebab itu kita harus selalu ingat bahwa hukum hasil lebih yang makin berkurang. merupakan suatu keteraturan empiris yang tunduk pada pengecualian. dan bukan merupakan hokum alam yang bersifat universal. Kita dapat mengemukakan sebuah contoh produksi yang menjelaskan hubungan antara kuantitas minyak 93 .

factor non variable seperti mesin dan peralatan. tetapi juga waktu. 3. Dalam jangka pendek. Periode singkat (momentary run) adalah periode waktu yang sangat pendek ketika kita tidak ada perubahan apapun dalam produksi. Kita dapat menggunakan studi tersebut untuk menunjukkan sifat fungsi produksi bersamaan dengan produk total dan produk marginal saluran pipa. Periode Jangka Panjang (long run) adalah ketika semua factor produksi. Selain itu.yaitu: 1. bahan baku dan modal. Saluran pipa tidak dapat dibangun hanya dalam waktu semalam. 2. Para ahli teknik yang mempelajari teknologi ini telah membuat pengukuran yang begitu cermat dan menemukan sejumlah hubungan numeris antara input dan output. tetapi kurang cukup lama untuk melakukan penyesuaian semua input. Periode Jangka Pendek (short run) adalah periode waktu ketika input variable seperti bahan baku dan tenaga kerja dapat disesuaikan. Petani tidak dapat mengubah hasil panennya di pertengahan musim. baik faktor variable maupun non variable yang digunakan oleh perusahaan bisa diubah. 94 . maka kita membedakan periode waktu yang berbeda. maka secara ekonomis modal tidak dapat diambil kembali dan tidak dapat dipindahkan ke lokasi lain/ditransfer ke penggunaan lain. dan sekali dibangun saluran tersebut akan bertahan untuk beberapa waktu lamanya. tidak dapat sepenuhnya disesuaikan ataupun dimodifikaasi. Untuk memperhitungkan peranan waktu dalam proses produksi dan biaya. sekali peralatan modal ditempatkan dalam bentuk bangunan beton dari suatu pabrik pembangkit tenaga di sungai atau pabrik petrokimia di suatu tempat. dan Jangka Panjang Produksi tidak hanya memerlukan tenaga kerja dan tanah. Jangka pendek.mentah (output) yang dianggap setiap hari melalui saluran pipa dan input yang ditunjukkan oleh ukuran pipa serta tenaga mesin pompa. termasuk buruh. Periode Singkat.

Di sini ada perbedaan antara inovasi produk (product innovation) dengan inovasi proses produksi (process innovation). Perubahan secara teknis menunjukkan bahwa perubahan-perubahan teknologi seperti penemuan produk baru. Inovasi produk terjadi apabila produk baru atau produk lama yang diperbaiki doperkenalkan di pasar. Perubahan teknologi menggeser fungsi produksi ke atas. Perubahan teknologi yang terjaadi belakangan ini meliputi pengembangan mikro elektronik yang memungkinkan dibuatnya stereo dan televisi portable. Dalam terminology produksi kita. atau jika outputnya sama dapat diproduksi dengan input yang lebih sedikit. perbaikan produk lama. perubahan teknologi terjadi jika fungsi produksi berubah. ataupun perubahan dalam proses produksi barang dan jasa.Perubahan Teknologi Sejarah ekonomi mencatat bahwa output meningkat lebih dari sepuluh kali lipat selama abad berputar. penemuan serat optic yang dapat menurunkan biaya serta memperbaiki ketahanannya dalam bidang telekomunikasi.. 95 . Perubahan teknologi terjadi jika pengatahuan rekayasa dan pengetahuan teknis baru memungkinkan lebih banya output yang bisa diproduksi dengan menggunakan input yang sama. Bagaimana perubahan teknologi bisa memperbaiki produktivitaa dan meningkatkan standar kehidupan. Namun variasi dan kualitas barang serta proses produksi juga telah mengalami perubahan. sedangkan inovasi proses terjadi bilamana teknik-teknik produksi perbaikan atau teknik-teknik produksi baru telah dikembangkan.

BAB 6 BIAYA DAN PENERIMAAN Tujuan: 1. Mahasiswa mampu menganalisis berbagai konsep biaya. Mahasiswa mengetahui pembuatan keputusan produksi dan penjualan atas dasar biaya dan harga barang. 2. 96 . 3. Mahasiswa dapat mengetahui kaitan antara jumlah output dan input serta biaya yang harus ditanggung oleh produsen.

maka tidak ada masalah dalam pendefinisian dan pengukuran biaya produk tersebut.Apabilaperusahaan menggunaan sumberdaya untuk memproduksi produk tertentu. Sebaliknya apabila barang tersebut disimpan beberapa waktu. Macam-macam Biaya Produksi 3. Pembahasan tentang biaya relvan tersebut didasarkan pada konsep penggunaan alternatif. Biaya yang akan digunakan untuk suatu periode tertentu disebut biaya relevan (relevant cost). Permintaan Input 4. Definisi Biaya 2. Sumberdaya ekonomi mempunya nilai karena sumberdaya tersebut bisa digunakan untuk memproduksi barang dan jasa. maka muncul masalah sepert berapa biaya penggunaan asset tersebut selama periode tertentu.Pembahasan Materi: 1. maka perusahaan 97 . tergantung pada bagaimana biaya tersebut digunakan. dan menggunakan roduk tersebut.Apabila kta membeli produk secara tunai. Keuntungan Biaya Istilah biaya isa diartikan bermacam-macam.

tersebut bisa juga menggunakan sumberdaya tersebut bagi penggunaan alternatif. Oleh karena itu konsep biaya oppurtunitas ini mengandung arti bahwa semua keputusan didasarkan pada pilihan di antara tindakan-tindakan alternatif. Jadi kitan harus memperluas analisis kita sampai analisis produktivitas ekonomis dari input tersebut (bukan hanya sekedar analisis produktivitas fisik). Begitu juga.Oleh karena itu perusahaan itu harus menetapkan tingkat harga yang besarnya minimal sama dengan sumberdaya itu dalam penggunaan alternatif tersebut. misalnya tenaga kerja. 98 input-input tersebut dalam menghasilkan penerimaan bagi . mobil. Biaya ppurtunitas dari sebuah sumberdaya ditentukan oleh nilai penggunaan alternatif yang terbaik dari sumberdaya tersebut. kegiatan produksi biasanya akan menghasilkan barang-barang dan jasa yang akan diperjual belikan di pasar. karena peralatan tersebut digunakan untuk memproduksi barang A. dan lain-lain. Sebuah pabrik pesawat terbang harus membayar suatu tingkat harga yang sama besarnya dengan nilai alternatif tersebut atau aluminium tersebut akan digunakan untuk memproduksi barang alternatif seperti peralatan masak. apabila sebuah perusahaan memiliki peralatan modal yang bisa digunakan untuk memproduksi barang A akan mencakup laba dari barang alternatif B yang tidak bisa diproduksi. kapital dari penjualan input-input tersebut. peralatan kantor.Oleh karena itu kita harus memperhatikan penerimaan yang diperoleh para pemilik berbagai input (faktor produksi). Peranan Penerimaan dan Biaya Dalam Produksi Untuk menjawab pertanyaan faktor-faktor apa saja yang menentukan kombinasi input yang optimal dalam kegiatan produksi? Dalam perekonomian yang sudah maju. bahan baku. Misalnya biaya untuk aluminium yang digunakan pabrik pesawat terbang. bukan hanya sekedar dikonsumsi oleh produsennya. tetapi bagaimana kemampuan pemiliknya. ditentukan oleh nilai aluminium tersebut untuk penggunaan-penggunaan alternatif.

maka MP tenaga kerja tersebut adalah 2.000. Dalam suatu fungsi biaya beranggapan bahwa harga input/factor produksi yang digunakan tidak berubah/tetap. Biaya produksi pada suatu kegiatan produksi jangka pendek dibedakan menjadi 2 macam : 99 .000 x 2 = Rp 2.000. dan MRP-nya sama dengan Rp1. misalnya dari milik pribadi sendiri (implicit cost). maka biaya yang harus ditanggung oleh produsen dalam suatu kegiatan produksi dapat dihubungkan dengan jumlah barang/jasa yang diproduksi. Kurva biaya produksi adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara jumlah biaya produksi yang dikeluarkan oleh seorang produsen (pada sumbu vertical) dan tingkat output (pada sumbu horizontal). Marginal Revenue Q = MP X . baik betul-betul dikeluarkan (eksplisit cost) maupun yang tidak betul-betul dikeluarkan. jika pertambahan 1 orang tenaga kerja bisa menghasilkan 2 unit output tambahan yang bisa dijual seharga Rp 1. MR Q MRP adalah nilai dari unit marginal suatu input yang digunakan untuk memproduksi suatu produk tertentu.00 Definisi Biaya Dalam pengertian ekonomi. Misalnya.00 per unit. Seperti halnya dengan produksi. yang dimaksud dengan biaya/ongkos adalah semua beban finansiil yang harus ditanggung oleh produsen untuk menghasilkan barang/jasa agar siap digunakan oleh konsumen.Perubahan dari hubungan fisik ke hubungan ekonomi ini dilakukan dengan cara mengalikan MP input dengan MR (penerimaan marginal) yang diperoleh dari penjualan output (barang/jasa) yang dihasilkan sehingga kita akan mendapatkan besaran yang dikenal sebagai marginal revenue product (MRP) dari input: Marginal Revenue Product dari Input X atau MRP X MRP X = Marginal Product X .000. Kurva yang menghubungkan titik-titik besarnya biaya produksi pada berbagai jumlah barang/jasa yang dihasilkan disebut :Kurva biaya. Kurva biaya produksi ini dapat diturunkan/diperoleh dari suatu fungsi biaya produksi.

bunga atas hutang. ATC = TC Q 100 . tenaga kerja. Misalnya : bahan baku. 5. AVC = TVC Q 6. adalah jumlah biaya yang tetap dibayar perusahaan/proddusen berapapun tingkat outputnya. Biaya Tetap (Fixed Cost) Biaya Variabel (Variabel Cost) Biaya tetap adalah biaya yang harus dikeluarkan suatu perusahaan . ongkos produksi dibagi menjadi : 1. harga mesin. adalah biaya tetap yang dibebankan pada setiap unit output. Average Variabel Cost (AVC) atau biaya variable rata-rata.1.adalah jumlah biaya-biaya yangberubah menurut tinggi rendahnya output yang diproduksikan. adalah biaya produksi dari setiap unit output yang dihasilkan. biaya tetap ini tidak dipengaruhi oleh setiap perubahan kuantitas output. Jumlah TFC adalah tetap untuk setiap tingkat output (biaya penyusutan. dan sebagainya). dan lain-lain. selain AFC yang dibebankan pada setiap unit output. Biaya Variabel adalah : biaya yang bervariasi sesuai dengan perubahan tingkat output. 2. adalah semua biaya-biaya. gaji pegawai tetap. Average Total Cost (ATC) atau biaya total rata-rata. Total Cost (TC) atau biaya total adalah penjumlahan dari biaya tetap dan biaya variable. meskipun tidak berproduksi. 2. TC = TFC + TVC 4. Secara garis besar segi biaya produksi dalam hubungannya dengan tingkat output. Misalnya : Pembayaran kontrak bangunan dan sewa peralatan. Average Fixed Cost (AFC) atau ongkos tetap rata-rat. Total Variabel Cost (TVC) atau biaya variable total. AFC = TFC Q (di mana Q = tingkat output). 3. Total Fixed Cost (TFC) atau biaya tetap total.

Demikin juga pada saat kurva produksi rata-rata (kurva AP) mencapai nilai maksimum. Jadi dalam satu set kurva biaya produksi yang lengkap. MC = ∆ TC = ∆C ∆TVC ∆Q = ∂ TC ∂Q di mana : ∂ TC ∂ Q ∆ TC = ∆Q = turunan pertama fungsi TC terhadap Q kenaikan biaya total = kenaikan jumlah output yang dihasilkan. Marginal Cost (MC) atau biaya Marginal. Fungsi biaya ini tergantung pada : (1) fungsi produksi dari perusahaan dan (2) fungsi penawaran pasar dari input-input yang digunakan perusahaan tersebut. yaitu pada saat biaya rata-rata minimum. pada saat kurva produksi marginal (kurva MP) mencapai nilai maksimum. adalah kenaikan dari total cost yang diakibatkan oleh diproduksinya tambahan satu unit output. sedangkan TC = TFC + TVC. Jadi kenaikan TC ini sama dengan kenaikan TVC yang diakibatkan oleh produksi 1 unit output tambahan. 101 . Dua fungsi biaya utama yang digunakan dalam pembuatan keputusan manajerial yaitu fungsi biaya jangka pendek yang digunakan dalam pembuatan keputusan operasional sehari-hari dan fungsi biaya jangka panjang yang biasanya digunakan untuk perencanaan jangka panjang.7. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya perpotongan kurva biaya rata-rata (kurva AC) dengan kurva biaya marginal (kurva MC) pada saat kurva AC minimum. dengan tidak menambah (atau mengurangi) TFC. Biaya Jangka Pendek dan jangka panjang Penggunaan konsep biaya relevan untuk pengambilan keputusan penentuan tingkat output dan harga secara tepat membutuhkan suatu pemahaman mengenai hubungan antara biaya dengan output dari suatu perusahaan. Dalam suatu kegiatan produksi dengan satu macam input variable. maka kurv biaya rata-rata (kurva AC) akan minimum. maka kurva biaya marginal (Kurva MC) mencapai nilai minimum. maka biaya rata-rata sama dengan biay marginal.

Dalam jangka panjang. keputusan-keputusan perusahaan tersebut dikendalai oleh pengeluaran-pengeluaran modal sebelumnya dan komitmen lainnya.Cara membedakan jangka panjang dan jangka pendek adalah : kalau jangka pendek didefinisikan sebagai suatu periode waktu di mana beberapa input bersifat tetap. suatu perusahaan tidak ada input tetap. Dalam jangka panjang. Selain itu sebagaimana kurvakurva biaya jangka pendek yaitu menggunakan kombinasi input yang optimal (least-cost combination) untuk memproduksi setiap tingkat output (pada skala pabrik tertentu). maka kurva-kurva biaya jangka panjang juga dibuat dengan menggunakan asunmsi bahwa sebuah pabrik yang optimal (pada tingkat teknologi tertentu digunakan untuk memproduksi tingkat output tertentu. Kumpulan dari biaya rat-rata jangka pendek akan membentuk kurva biaya rata-rata jangka panjang yang disebut : kurva amplop (envelope curve). Kurva produksi biaya jangka panjang bisa menunjukkan keadaan returns to scale dan ukuran pabrik yang optimal. perusahaan bisa menambah. 102 . Dalam jangka panjang. tidak ada pembatasan-pembatasan seperti itu. Dalam teori biaya produksi. Bentuk kurva biaya semacam ini merupakan cerminan dari berlakunya economies of scale dan diseconomies of scale. Hal ini menunjukkan bahwa pada setiap titik yang terdapat pada kurva biaya produksi jangka panjang. Oleh karena itu. Kurva biaya rata-rata jangka panjang merupakan kumpulan dari kurva biaya rata-rata jangka pendek.Oleh karena itu kurva biaya jangka panjang bisa digunakan untuk mengarahkan keputusan-keputusan perencanaan sebuah perusahaan. dalam periode jangka pendek. atau mengubah penggunaan faktor-faktor produksi tanpa batasan. produsen selalu berproduksi pada tingkat kombinasi penggunaan input yang menghasilkan biaya minimum (least cost combination). bentuk kurva biaya rata-rata jangka panjang pada tahap awal produksi beerbentuk cembung kea rah sumbu datar (sumbu yang ditempati jumlah output) dan selebihnya cembung ke atas membentuk huruf U. menurunkan. Kurva biaya rata-rata jangka panjang diturunkan dan titik-titik singgung antara kurva isoquant dan kurva isocost pada suatu tingkat penggunaan input variable tertentu. oleh karena itu semua biaya jangka panjang bersifat variabel.

Naiknya biaya produksi ini antara lain disebabkan oleh keterbatasan managerial pimpinan. harga input lebih murah. Sedangkan diseconomies of scale adalah naiknya biaya rata-rata jangka panjang yang diakibatkan diperluaskannya skala produksi. terjadi karena hubungan produksi dan hubungan pasar. di mama individu bisa ditugaskan untuk suatu pekerjaan tertentu.Rp TC Output Economies of scale adalah turunnya biaya produksi rata-rata jangka panjang sebagai akibat diperluaskannya skala produksi. Jika harga-harga input tidak dipengaruhi oleh jumlah sumberdaya yang dibeli. maka terjadi hubungan langsung antara biaya dengan produksi. akan menghasilkan kurva linier. Skala produksi yang ekonomis (economies of scale) yang menyebabkan biaya rata-rata jangka panjang atau long-run average cost (LRAC) menurun. 103 . Spesialisasi dalam penggunaan tenaga kerja merupakan salah satu faktor penting yang menghasilkan economies of scale. Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya pola produksi di mana mula-mula terjadi increasing returns to scale kemudian decreasing returns to scale. Turunnya biaya ini antara lain disebabkan oleh adanya pembagian kerja yang semakin baik. dari pada pekerja di perusahaan kecil. dan keahlian mereka untuk suatu jenis pekerjaan biasanya lebih rendah dari pada pekerja yang hanya berspesialisasi dalam satu jenis pekerjaan saja. Produktivitas tersebut akan menurunkan biaya produksi per unit untuk skala produksi yang lebih besar. Harga input yang konstan. Oleh karena itu seringkali produktivitas tenaga kerja lebih tinggi dalam suatu perusahaan besar. dan sebagainya. harga input naik. Para pekerja di sebuah perusahaan kecil biasanya melakukan berbagai pekerjaan. penekanan ongkos promosi/penurunan biaya promosi.

Masing-masing unsur dan definisinya adalah sebagai berikut: 1 Biaya tetap adalah pengeluaran yang diadakan oleh organisasi tanpa melihat jumlah produk yang dihasilkan. Unsur Dasar Analisa Pulang-Pokok Analisa pulang-pokok umumnya terdiri atas refleksi. pemeliharaan bangunan. pengeluaran untuk bunga pada uang yang dipinjam untuk membiayai pembelian peralatan. dan pembuatan keputusan relatif terhadap tujuh unsur pokok.Analisis Pulang Pokok (breakeven analysis) Analisis pulang pokok sering disebut analisis kontribusi laba. pembahasan. biaya bahan yang dibutuhkan untuk membuat produk. Contoh dari biaya tetap adalah pajak tanah. 2. merupakan teknik analisis penting yang digunakan untuk mempelajari hubungan antara biaya. 104 . penerimaan. Contoh dari biaya variabel adalah biaya pembungkusan produk. dan laba. pertimbangan. Biaya variabel Biaya variabel adalah pengeluaran yang berfluktuasi dengan jumlah produk yang dihasilkan. biaya yang berkaitan dengan pembungkusan produk untuk dikapalkan. Analisa pulang-pokok adalah proses menghasilkan informasi berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi. Teknik aljabar biasanya merupakan suatu alat yang lebih efisien dalam menganalisis masalah. Misalnya: P = harga jual per unit Q = jumlah yang diproduksi dan yang dijual TFC = Total Fixed Cost (Biaya tetap total) AVC = Average Variable Cost ( biaya variabel rata-rata) Analisa pulang-pokok adalah teknik untuk menentukan seberapa banyak satuan yang harus dijual atau seberapa banyak volume penjualan yang harus dicapai agar tercapai titik pulang-pokok (tidak rugi dan tidak untung).

Analisa Pulang-Pokok Aljabar Rumusan sederhana berikut ini umumnya digunakan untuk mentukan tingkat produksi dimana organisasi mengalami posisi pulang-pokok: PC BE P = P-VC dimana: BE P =(Break Even Point)= Tingkat produksi dimana perusahaan mengalami titik pulang-pokok FC = Biaya tetap produksi total P = harga dimana tiap unit individu dijual pada pembeli VC = Biaya variabel yang berkaitan dengan tiap produk yang dihasilkan dan dijual Dua langkah berurutan yang harus diikuti untuk menggunakan rumusan ini untuk 105 .3. analisa pulang-pokok grafik. 4. Pendapatan total adalah semua nilai rupiah penjualan yang terakumulasi dari penjualan produk. Sesungguhnya pendapatan total meningkat ketika lebih banyak produk yang terjual. Kerugian adalah jumlah biaya total produksi barang yang melebihi pendapatan total yang diperoleh dari penjualan barang tersebut. Tipe Analisa Pulang-Pokok Terdapat dua prosedur yang agak berbeda untuk menentukan titik pulang-pokok yangsama untuk sebuah organisasi: (1) (2) analisa pulang-pokok aljabar. Keuntungan didefinisikan sebagai jumlah pendapatan total yang melebihi biaya total dari produksi barang yang dijual. Biaya total adalah jumlah total biaya tetap dan biaya variabel yang berkaitan dengan produksi. 5.

Angka ini merupakan titik pulang-pokok dari perusahaan. kerugian potensial yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi. maka : Total Revanue (TR) = Total Cost (TC) Total Biaya (TC)= TFC + TVC Dalam analisis BEP digunakan asumsi dasar sbb : 1). Untuk menetukan berapa banyak harga jual dari tiap produk yang dijual bisa menutupi biaya tetap total yang timbul dari produksi semua barang. Jenis BEP 106 . Semua barang yang diproduksi laku terjual. Sehingga perusahaan tidak untung dan tidak rugi. Membagi sisa yang dihitung dari langkah pertama kepada biaya tetap total. Dasar dan prinsip analisis BEP Pada saat BEP. Gambar 3-1 adalah grafik analisa pulang-pokok untuk perusahaan penerbit buku teks diatas. Tujuan dari perhitungan ini adalah untuk menentukan berapa banyak produk yang harus dihasilkan dan dijual untuk menutupi biaya tetap.menghitung titik pulang-pokok. biaya variabel yang berkaitan dengan produksi tiap barang harus dikurangi dari harga dimana tiap barang tersebut akan dijual. Pertama. 2). Tujuan dari penghitungan ini adalah: 1). Harga dan biaya produksi tetap bila harga jual dan biaya berubah. volume penjualan dimana total penghasilan (TR) sama besarnya dengan total biaya (TC). 2). BEP adalah titik pulang pokok. atau tingkat produksi dimana perusahaan tidak mengalami kerugian dan juga tidak mengalami keuntungan Dalam kondisi BEP: Total Revenue (TR) = Total Cost (TC) Jika : TR=PQ dan TC = TFC+TVC Maka : dalam keadaan BEP PQ=TFC+TVC Artinya. Analisa Pulang-Pokok Grafik Analisa pulang-pokok grafik memerlukan pembuatan sebuah grafik yang menunjukkan semua unsur kritis dalam analisa pulang-pokok.

untuk perusahaan multi produk. Dalam analisa BEP ada beberapa hal yang perlu diketahui antara lain: 1). maka keadaan pulang pokok terjadi apabila R = C atau MR = MC atau total penghasilan dikurang total biaya sama dengan nol (TR – TC = 0) 2). Dapat digunakan untuk perusahaan baik yang single maupun multi product. Semua barang yang diproduksi laku terjual.hanya menghitung biaya tunai saja (cash expenses). In cash.Single Product. Analisa BEP juga suatu konsep yang digunakan untuk menganalisa jumlah minimum out put yang harus dihasilkan atau terjual agar perusahaan tidak mengalami kerugian. MANFAAT BEP 1). untuk perusahaan multi produk. Harga dan biaya produksi tetap bila harga jual dan biaya berubah. BEP yang gunakan untuk perusahaan yang menghasilkan satu jenis produk. Indikator kelayakan usaha 3). 2). Multi product. Analisa BEP adalah suatu teknik analisa untuk mempelajari hubungan antara biaya tetap dan biaya variabel. Dapat digunakan untuk perusahaan baik yang single maupun multi product. Kemudian dalam analisa BEP terdapat grafik BEP yang menunjukkan posisi perpotongan antara kurva TR dengan TC. (1) BEP SINGLE Q BEP = PRODUCT TFC 107 . Multi product. Pengawasan operasi Dalam analisis BEP digunakan asumsi dasar sbb : 1). Merencanakan operasi usaha 2).hanya menghitung biaya tunai saja (cash expenses). BEP yang gunakan untuk perusahaan yang menghasilkan satu jenis produk. In cash. Jenis BEP Single Product.

500 Potongan untuk Toko Buku = Rp 3.000. sebagai berikut : Total Biaya Tetap (TFC) Editing = Rp 5.000 Harga jual buku per eksemplar (unit) adalah Rp 35.000 Biaya Variabel Per unit (AVC) Kertas.000 Overhead = Rp 10.000.000 Rp 33.000. Dengan menggunakan data tersebut.000.000 Ilustrasi = Rp 10.cetak.000.000 Setting = Rp 8.dan jilid = Rp 18.000. carilah BEP nya.500 Adm dan Lainnya = Rp 3.600 Komisi penjualan = Rp 900 Royalti Pengarang = Rp 4.(P-AVC) Q SALES = TFC (1-(AVC)/P) Keterangan: Q BEP = BEP dalam unit Q SALES = BEP dalam penjualan (rupiah) P = Harga jual per unit AVC = Biaya variabel rata-rata TFC = Total biaya tetap Misalnya: Perusahaan penerbit Rocky memiliki rincian biaya untuk menerbitkan buku.000 Rp 29. Jawaban: Q BEP = TFC (P-AVC) 108 .

AVCi)/Pi dengan Shi Misalnya: Perusahaan Modern memproduksi dua jenis pakaian (X dan Y).000 Q Sales = TFC (2) BEP MULTI PRODUCT BEP Multi = TFC CMPt CMPt = Σ (Shi) (Pi .000 (Rp 35.000 (1-(Rp 29rb/Rp 35rb) Rp 192.000. Dengan rincian harga.000 AVCi Rp 80.AVCi) Pi Keterangan: BEP Multi = BEP Multi produk utk penjualan (Rp) TFC = Biaya tetap (TFC) Pi = Harga jual per unit utk produk ke i AVCi = Biaya variabel per unit produk ke I Shi = Persentase panjualan masing-masing produk terhadap penjualan total CMPt = Margin kontribusi. Dengan TFC sebesar Rp 260.000 Shi 40% 109 .000 Rp 6. biaya dan share penjualan sebagai berikut: Brg X Pi Rp 100.000 Q BEP = Rp 5.000. yaitu hasil kali antara rasio (Pi .000.500 (1-(AVC)/P) Q Sales = Q Sales = Rp 33.500.Q BEP = Rp 33.000.000.000-Rp 29.000) Q BEP = Rp 33.

000 0.Y Rp 80.000.000 Rp 56.26 CPMt = Rp 260. Mereka berhasrat untuk berproduksi karena ada permintaan terhadap output hasil proses produksi tersebut.000 50% Hitunglah : BEP Multi BEP sales masing-masing produk BEP unit masing-masing produk Jawaban: CMPt = 0.000 (3) BEP IN CASH SINGLE PRODUCT MULTI PRODUCTS Q BEP = (TFC-Penyusutan) (Pi-AVCi) Q Sales = (TFC-Penyusutan) (1AVCi/P i) CMPt = ∑ (Pi-AVCi) (Shi) Pi BEPMulti= (TFC-Penyusutan) CMPt BEP Multi = TFC Permintaan Input Permintaan terhadap input timbul karena produsen berhasrat melakukan proses produksi tertentu.26 = Rp 1.000.000. input atau factor produksi dimiliki oleh mereka yang tinggal di sektor rumah tangga dan digunakan (dibeli atau disewa) oleh sektor 110 . Di dalam pasar input atau pasar faktor produksi.

produksi. Di pasar input ini permintaan berasal dari sektor produksi, sedang penawaran dari sector rumahtangga. Permintaan terhadap output terjadi karena : 1. Produsen ingin melakukan proses produksi. 2. Konsumen memerlukan barang konsumsi (output) untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. 3. Memiliki daya beli (uang) yang berasal dari penjualan jasa input yang mereka miliki kepada sektor produksi. Sebaliknya sector produksi mampu membayar harg penggunaan jasa input tersebut karena menerima pembayaran dari sektor rumah tangga dari hasil penjualan outputnya. Input Antara dan Input Primer Dari segi suatu perusahaan, kita bisa membedakan dua macam input yaitu: 1. Input antara (intermediate inputs) 2. Input Primer (primary inputs) Input antara adalah input yang digunakan oleh suatu perusahaan yang merupakan output dari perusahaan lain, (misalnya kapas untuk pabrik tekstil, pupuk bagi petani dan sebagainya). Input primer adalah input yang bukan merupakan output perusahaan lain manapun dalam perekonomian (misalnya:tenaga kerja, tanah, capital, dan kepengusahaan). Jadi input primer identik dengan apa yang disebut factor-faktor produksi.

Permintaan Input Permintaan terhadap input timbul karena ada permintaan terhadap output. Sehingga permintaan akan input disebut sebagai 'derived demand' atau permintaan turunan. Permintaan akan output dianggap sebagai 'permintaan asil' karena timbul langsung dari adanya kebutuhan manusia.

111

Berapa banyak input yang "diminta" oleh seorang produsen tergangung kepada berapa besar output yang ia rencanakan untuk diproduksikan. Dan berapa besar oputput yang ia rencanakan tergantung kepada perhitungannya mengenai tingkat output mana yang diharapkan akan menghasilkan keuntungan maksimum baginya. Jadi jelas keputusan mengenai berapa input yang ia akan beli adalah sisi lain dari keputusannya mengenai berapa output yang ia akan produksikan, dan keduanya adalah hasil dari proses penentuan posisi keuntungan maksimum produsen tersebut. Rumus permintaan input : dx = VMPx = Px dimana : dx = permintaan akan input X VMPx = Value of Marginal Product dari X (MPPx yang dini lai dalam satuan uang). Px = harga input X Asumsi yang dipakai al : a. produsen dianggap sebagai pembeli "kecil" di pasar input X b. produsen beroperasi dalam persaingan sempurna di pasar outputnya. c. kurve VMP yang berlaku adalah bagian yang menurun (sebab bagian VMP yang menaik mencerminkan MPP yang menaik dan bagian ini tidak akan pernah dipilih produsen, yang disebut sebagai irrational stage). Monopoli/Monopolistis di Pasar Input Rumus permintaan input : MRPx = Px dimana : MRPx = Marginal Revenue Product dari X (MPPx yang dinilai atas dasar MRnya; bukan Pqnya; yaitu MPPx.MR). Px = harga input X Monopsomi di Pasar Input Pada kasus pasar input monopsoni dan pasar output monopoli berarti hanya ada 1 penjual input dan 1 pembeli; sehingga permintaan pasarnya sama. Disamping adanya kurve permintaan (=MRPx) produsen juga menghadapi kurve penawaran (supply) pasar akan X sebagai kurve supply input baginya. Karena tidak ada

112

pembeli lain di pasar ini, si produsen bisa meng'eksploitir' pasar bagi keuntungannya. Caranya : dalam pasar persaingan sempurna maka harga X sebesar Px dan jumlah yang ditransaksikan OX. Karena dalam hal ini terjadi pada pasar input monmopsoni maka keuntungan maksimum tercapai bila MFC = MVP, karena pasar outputnya merupakan pasar monopoli, persamaan berubah menjadi : MFC = MRP Pasar output antara adalah pasar output di dalam sector produksi sendiri (output suatu perusahaan dijual kepada perusahaan lain). Permintaan terhadap input timbul karena ada permintaan akan output, karena itulah mengapa permintaan terhadap input disebut oleh ahli ekonomi “Alfred Marshall” sebagai derived demand atau permintaan turunan. Sedangkan terhadap input itu sendiri dianggap sebagai “permintaan asli” karena timbul langsung dari adanya kebutuhan manusi. Jadi secara ringkas permintaan terhadap input dipengaruhi oleh : 1. Teknologi Kemajuan teknologi atau peningktan produktiitas suatu input menggeser permintaan terhadap input ke kanan. 2. Bentuk pasar Semakin sempurna persaingn dalam pasar output, semakin landai (semakin elastis) kurva permintaan terhadp output dan semakin elastis permintaan terhadap input. 4. Semua factor-faktor yang mempengaruhi permintaan konsumen (terhadap output), seperti selera, pendapatan/income, jumlah penduduk, harga barang lain, distribusi pendapatan. Apabila selera meningkat, income meningkat dan harga barang substitusi output naik, mak permintaan terhadap input yang digunakan dalam proses produksi barang tersebut meningkat (bergeser ke kanan). Sebaliknya akan terjadi apabila selera, income dan harga barang substitusi turun. Bagaimana seandainya si produsen adalah penjual tunggal (monopoli) di pasar outputnya dan pembeli tunggal (monopsoni) di pasar inputnya? Dalam hal ini

113

Sebagai pembanding. Ini berarti bahwa : 114 . Jadi perusahaan akan mengikuti aturan biaya yang paling rendah. misalnya dalam masalah penetapan upah minimum. sehingga posisi equilibrium produsen adalah di man MC = MR = AR = P = D. Apabila harga satu factor produksi turun. syarat tercapainya keuntungan yang maksimum adalah di mana MR = MC atau kurva MR berpotongan dengan kurva MC. anggap saja bahwa suatu peraturan upah minimum dikenakan pada paar tenaga kerja yang bersifat persaingan sempurna. Kasus Kurva Permintaan yang Horisontal Untuk kasus kurva permintaan (D) atau D = AR=P yang horizontal. Apabila ia sudah mencapi posisi ini maka dapat dikatakan bahwa ia telah berada pada posisi equilibrium. Suatu akibat yang wajar dari kaidah biaya terendah adalah kaidah substitusi.permintaan terhadap input dari produsen tersebut merupkan juga permintaan pasar akan input tersebut. Disebut posisi equilibrium. Tetapi karena dalam kasus permintaan yang horizontal. maka perusahaan akan beruntung apabila ia mensubstitusikan semua factor lainnya dengan factor produksi yang sekarang lebih murah. sehingga produk marginal per dollar input sama untuk semua input. sedangkan harga factor produksi lainnya tetap sama. karena pada posisi ini tidak ada kecenderungan baginya untuk mengubah output (dan harga output)-nya. yaitu slope dari TR = slope dari TC. Apabila ia akan mengurangi atau menambah volume output/penjualan. Aplikasi model monopsoni di pasar input. atau sama saja dengan MR = MC. karena hanya satu pembeli di pasar tersebut. maka keuntungan totalnya justru menurun. Keuntungan Maksimum Produsen dianggap selalu memilih tingkat output (Q) di mana ia bisa memperoleh keuntungan total yang maksimum. maka MR = AR = P = D.

MP L = PL MP X PX = MP n Pn BAB 7 PASAR DAN KESEIMBANGAN Tujuan : 115 .

7. 6. 4. Mahasiswa mampu menganalisis berbagai perubahan dalam industri maupun dalam dalam perusahaan. pasar merupakan suatu wujud abstrak dari suatu mekanisme ketika pihak pembeli dan penjual bertemu untuk 116 . Mahasiswa dapat mengetahui berbagai jenis pasar. 8. 3. 2. 2.1. Pembahasan Materi: 1. Mahasiswa dapat mengetahui dan mengerti bagaimana bentuk pasar ini diterapkan dan apa implikasinya terhadap barang dan jasa yang dihasilkan 3. 5. Definisi Pasar Jenis-jenis pasar Struktur pasar dan perilaku perusahaan persaingan sempurna Ciri dan elemen-elemen bentuk pasar persaingan sempurna Pasar persaingan tidak sempurna Struktur pasar dan perilaku perusahaan persaingan tidak sempurna Ciri dan elemen-elemen bentuk pasar persaingan tidak sempurna Faktor-faktor yang menimbulkan pasar persaingan tidak sempurna Definisi Pasar Dalam pengertian yang lebih umum.

mengadakan tukar menukar. Pasar bisa berupa tempat konkrit atau terpusat (misalnya pasar saham, obligasi, gandum), dimana gedung atau tempatnya khusus dan mudah dilihat), dan bisa pula tanpa wujud yang jelas atau tidak terpusat (misalnya pasar rumah atau mobil bekas dimana barang yang dijual tidak dikumpulkn di satu tempat khusus) atau bahkan bisa juga hanya berupa jaringan kabel dan perangkat elektronik (sebagian besar “pasar’ asset-asset finansiil dan jasa-jasa). Karakteristik yang paling penting agar sesuatu bisa disebut pasar adalah adanya pembeli dan penjual yang bertemu di suatu tempat dan tercipta transaksi yang melibatkan harga dan kuantitas. Jadi pasar adalah suatu mekanisme pada saat pembeli dan penjual suatu komoditi mengadakan interaksi untuk menentukan harga dan kuantitasnya. Dalam system pasar, apa saja memiliki harga yang merupakan nilai suatu barang dalam satuan mata uang. Harga mencerminkan kondisi di mana seorang atau perusahaan bersedia mengadakan tukar menukar secara sukarela. Selain itu, harga juga merupakan isyarat atau sinyal bagi pihak produsen maupun konsumen. Apabila konsumen menghendaki lebih banyak barang (misalnya bensin untuk menjalankan mobil-mobil mereka, maka tingkat permintaan bensinpun meningkat, jika penawarn menurun maka harga meningkat. Apa yang berlaku pada pasar barang konsumsi juga berlaku pada pasar factor produksi. Harga-harga mengkoordinir semua keputusan para produsen dan konsumen di suatu pasar. Tingkat harga yang lebih tinggi cenderung mengurangi pembelanjaan konsumen dan merangsang kenaikan produksi. Sebaliknya, tingkat harga yang lebih rendah cenderung untuk memperbanyak pembelanjaan konsumen dan menurunkan produksi. Harga merupakan poros penyeimbang dalam mekanisme pasar. Keseimbangan pasar adalah kondisi keseimbangan antara segenap pembeli dan penjual. Harga keseimbangan pasar adalah harga yang memuaskan atau menyeimbangkan keinginan pembeli dan penjual. Harga yang sesuai dengan kemampuan/kebutuhn pembeli pada dasarnya harus sama dengan kuantitas yang akan ditawarkan oleh penjual, harga itulah yang dapat mendatangkan

117

keseimbangan antara tingkat permintaan dan penawaran, sehingga apabila hal itu terjadi, maka pasar berada dalam kondisi ekuilibrium/keseimbangan. PERSAINGAN SEMPURNA Dalam teori ekonomi mikro sering dijumpai istilah pasar persingan murni (pure competition market) dan pasar persaingan sempurna (perfect competition market). Pada prinsipnya kedua jenis pasar ini sama dan perbedaannya relatif sedikit. Suatu pasar dikatakan sebagai pasar persaingan murni adalah pasar yang mempunyai cirri-ciri sebagai berikut: 1. Penjualnya banyak 2. Barang yang dijual bersifat homogen 3. Barang yang dijual seorang penjual merupakn bagian kecil dn seluruh barang yang ada di pasar tersebut. 4. Setiap penjual mempunyai kebebasan masuk atau keluar dari pasar. Sedangkan pasar persaingan sempurna adalah pasar yang mempunyai cirri-ciri seperti pasar persaingan murni, tetapi masih ad beberapa cirri-ciri yang harus dipenuhi yaitu: 1. Pengetahuan penjual dan pembeli tentang keadaan pasar persaingan sempurna lengkap 2. Mobilitas sumber ekonomi di seluruh pasar adalah bebas dan tidak ada hambatan.

Contoh pasar persaingan sempurna sangat jarang. Banyak pasar dalam sektor retail, jasa dan pertanian yang paling baik mendekati persaingan sempurna. Namun dalam sektor pertanian, program dukungan harga pemerintah mengubah mekanisme pasar. Perusahaan-perusahaan yang sangat besar jumlahnya dalam persaingan

118

sempurna secara tidak langsung menunjukkan bahwa masing-masing perusahaan individu sangat kecil perbandingannya tehadap keseluruhan pasar. Jadi apabila perusahaan satu menjadi besar secara signifikan, maka dia akan mendominasi pasar dan persaingan akan menjadi dihapuskan atau setidaknya berurang. Misalnya dalam produksi susu dari pertanian, perkebunan yang biasanya kecil. Mereka khususnya kecil dibandingkan dengan keseluruhan pasar susu. Perhatikan bahwa kadang besar, tapi bukan merupakan pertanian yang produktif. Produk dalam persaingan sempurna dinyatakan distandarisasi (atau homogen).Ini maksudnya adalah bahwa dia tidak membuat perbedaan apapun kepada konsumen tentang perusahaan tertentu yang menjual produk tersebut. Produk ini serupa, hal ini merupakan perbedaan utama antara persaingan sempurna dan persaingan monopolistik. Artinya ketika konsumen dapat mengenali beberapa perbedaan, maka perusahaan memperoleh kekuatan terhadap para konsumen ini. Susu merupakan produk yang seragam dan homogen. Tidak mungkin untuk membuat perbedaan antaar susu dari pertanian yang satu dengan pertanian yang lain. Untuk itu diharapkan Pemerintah harus membuat standar kualitas, kandungan lemak dan kebersihannya. Perusahaan dalam persaingan sempurna tidak memiliki kekuatan terhadap harga, mereka harus menjual pada harga pasar yang sedang berlaku. Perusahaan dalam persaingan sempurna disebut sebagai pengambil harga (price taker). Apabila perusahaan mencoba untuk menaikkan harga dengan jumlah produk yang sekecil mungkin, maka konsumen tidak akan membeli darinya, karena mereka dapat membeli produk yang sama dari perusahaan lain. Merendahkan harga juga tidak perlu karena perusahaan sudah bisa menjual seluruh hasil keluarannya pada harga yang sedang berlaku. Produksi pertanian dapat dimulai bagi sebagian besar panen dengan hanya menanam pada sebidang tanah. Misalnya, hal ini benar hanya untuk buah-buahan dan sayur-mayur, tetapi untuk beberapa produk seperti susu atau tembakau, pemerintah membatasi produksi karena kelebihan produk yang ada. Masuk dan keluar dari pasar persaingan sempurna, tidak terdapat hambatan. Kondisi ini menjamin bahwa tidak ada perusahaan yang akan mendomonasi pasar dan mengusir peusahaan-perusahaan lain. Begitu juga

119

hal itu merupaan harga ang berlaku di dalam pasar. artinya mempunyai hubungan terbalik terhadap harga.menjamin bahwa jumlah perusahaan. meskipun berubah akan tetap besar. Disini juga harga rata-rata merupakan kurva permintaan dan pendapatan total merupakan garis lurus yang condong keatas. Permintaan seperti itu secara grafik ditunjukkan dengan kurva permintaan horisontal. masih sama dengan harga yang sedang berlaku. atau pendapatan tambahan dari satu unit lagi yang terjual. Pendapatan marjinal. pelayanan purna jual atau garansi tidak penting dalam persaingan sempurna. maka perusahaan harus menjual volume output sehingga pendapatan total lebh besar dari biaya totalnya. Kurva pemintaan horisontal juga merupakan pendapatan marjinal untuk perusahaan dalam persaingan sempurna. yaitu tidak menjadi persoalan berapa kuantitas yang dijualm harga masih tetap sama. Permintaan perusahaan dalam persaingan sempurna sepenuhnya elastis. shingga permintaan menjadi horisontal. Seorang produsen susu yang mencoba untuk meningkatkan pendapatannya dengan cara menaikkan harga susu. permintaan susu kemungkinan menjadi condong ke bawah. Tindakan non-harga seperti periklanan. hal tersebut diberikan oleh harga yang dapat diterima oleh petani. Sebaliknya tindakan non-harga untuk seluruh industri bisa berguna. artinya perubahan harga yang sekecil mungkin mengakibatkan perubahan kuantitaas yang tidak terbatas sebenarnya. Dia juga menjamin bahwa jumlah perusahaan (meskipun berubah) akan tetap besar. Namun untuk produsen susu tunggal. Agar keuntungan maksimum. karena perusahaan bisa menjual seluruh output pada harga yang sedang berlaku. maka akan mendapatkan bahwa perusahaan yang akan mendominasi pasar dan mengusir perusahaan-perusahaan lain. dan mengadakan biaya tambahan hanya akan membuatnya tidak menguntungkan. Sebaliknya Jika 120 . Bagaimanapun juga asosiasi produsen susu atau distributor susu yang besar mungkin berada dalam posisi untuk menggunakan iklan dengan efektif. dan kebutuhan-kebutuhannya tidak diiklankan. Produsen susu tunggal tidak mungkin bisa mempengaruhi konsumsi susu secara luas. yang ditunjukkan secara grafik oleh kurva permntaan itu sendiri. Secara nasional.

Jika kurang satu unit yang diproduksi. Jika pendapatan marjinal berpotongan dengan biaya marjinal dibawah biaya variabel rata-rata.perusahaan gagal memperoleh laba. namun dia bisa mencoba dalam jangka pendek. Konsep pasar persaingan sempurna lebih luas dibandingkan dengan konsep pasar persaingan murni. Oleh karena itu dalam teori ekonomi mikro lebih sering digunakan istilah pasar persaingan sempurna. berarti pendapatan itu tidak cukup untuk menutup biaya tetap dan perusahaan harus ditutup. maka untuk menghasilkan pada tngkat penjualan dimana perbedaan antara biaya dan pendapatan. maka kejadian ini disebut break even point (titik impas). Memproduksi pada tingkat output dimana pendapatan marjinal sama dengan biaya marjinal artinya sama dengan laba maksimum. Keuntungan maksimum/kerugian minimum bagi seorang produsen yang beroperasi pada pasar persaingan sempurna dicapai apabila dipenuhi kondisi sebagai berikut: 1. Seorang produsen yang beroperasi pada pasar persaingan sempurna dikatakan pada kondisi keseimbangan apabila dari output yang ia jual dapat diperoleh keuntungan maksimum/kerugian minimum. maka perusahaan tersebut harus ditutup. Jika pendapatan total sama dengan biaya total. maka laba juga akan menjadi lebih kecil. hal ini disebabkan karena kelebihan biaya marjinal terhadap pendapatan marjinal. maka laba akan menjadi lebih kecil oleh kelebihan pendapatan marjinal terhadap biaya marjinal untuk unit yang terakhir tersebut. Apabila perusahaan memiliki pendapatan yang tidak cukup untuk menutup biaya tetapnya dalam jangka pendek. Ketentuan mengenai pendapatan marjinal = biaya marjinal dapat digunaan untuk meminimalkan kerugian. Harga output (P) sama dengan penerimaan marginal(MR) sama dengan biaya marginl (MC) atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut: P MR = ∆ TR = MR = = MC ∂ MC 121 . Aabila satu unit lagi yang diproduks. maka kerugiannya minimum. sama halnya seperti memaksimalkan laba.

Kemiringan kurva penerimaan marginal (slope MR) lebih kecil dari pada kemiringan kurva biaya marginal (slope MC). Analisa jangka pendek (short run). Dalam pembahasan mengenai bekerjany pasar persaingan sempurna dalam teori dibedakan antara lain : 1. • Semua perusahaan ada dalam posisi equilibrium • Jumlah total dari output perusahaan yang masing-masing berada pada posisi equilibrium tersebut sama dengan jumlah total yang dikehendaki konsumen. Dari perspektif jangka waktu analisa mengenai bekerjanya pasar persaingan sempurna dibedakan antara: 1. yaitu dengan menganggap bahwa setiap produsen tidak bisa menambah kapasitas pabriknya dan tidak mungkin bagi produsen-produsen baru untuk membangun pabrik baru. 2. Analisa jangka panjang (long run). 122 . disini dimungkinkan adanya baik perluasan kapasitas oleh perusahaan-peerusahaan yang telah ada maupun pembangunan pabrik-pabrik baru oleh pengusaha-pengusaha baru yang masuk ke dalam industri tersebut. Equilibrium pasar yaitu posisi keseimbangan antara penawaran dan permintaan di pasar tersebut. Equilibrium produsen secara individual 2. Produsen secara individual dikatakan mencapai posisi equilibrium jika keuntungan perusahaannya maksimum. Suatu pasar persaingan sempurna dikatakan mencapai posisi equilibrium jika.∆ Q MC = ∆ TC ∆Q = ∂ Q ∂ TC ∂Q 3.

Sedangkan apabila ia meneruskan usahanya. Karena apabila ia menutup usahanya. Sedangkan apabila ia meneruskan usahanya. kurva penawaran seorang produsen ditunjukkan oleh kurva biaya produksi marginal (kurva MC) ke kanan atas yang dimulai dari titik gulung tikar (shut down point) bagi produsen tersebut. maka ia akan rugi sebesar biaya tetapnya saja. Pada kondisi ini apabila produsen tetap berproduksi dan dapat menjual semua output yang dihasilkan. P MC B AC AVC P’ A 0 Qx Q P = MR = AR = D Titik gulung tikar (shut down point) bagi seorang produsen terjadi apabil harga output (P) sama dengan biaya variable rata-rata (AVC).Dalam pasar persaingan sempurna. 123 . maka ia akan rugi sebesar biaya tetap ditambah dengan sebagian biaya variable. yaitu selisih antara biaya variable rata-rata dengan harga output. Apabila harga output lebih kecil daripada biaya variable rata-rata (AVC). Kerugian sebesar biaya tetap itu juga dialami oleh produsen tersebut apabila ia tidak beroperasi. maka produsen tersebut lebih baik menutup usahanya. maka ia akan rugi sebesar biaya tetapnya saja. maka produsen tersebut akan rugi sebesar biaya tetapnya.

proses penyesuaian ke arah equilibrium berhenti. Bila harga turun sampai pada tingkat di mana P = LAC. yaitu kemungkinan adanya perluasan kapasitas yang ada. Yang ada adalah keuntungan normal (yang termasuk dihitung dalam LAC). juga ditentukan dengan arah yang sama seperti untuk jangka pendek. 124 . Keuntungan ini akan ada bila harga (jangka pendek) melebihi average cost jangka panjang (long run average cost atau LAC). dan masuknya perusahaan baru ke dalam industri (atau keluarnya perusahaan-perusahaan lama dari industri). Di sini baik pasar maupun perusahaan akan berada dalam posisi equilibrium/keseimbangan. Keuntungan normal tidak merangsang perluasan kapasitas maupun pendirian pabrik-pabrik baru. Keseimbangan produsen yang beroperasi pada pasar persaingan sempurna terjadi pada saat : P = MC = AR = D Keseimbangan jangka pnjang Equilibrium perusahaan dan equilibrium pasar jangka panjang. Akibat selanjutnya adalah kurva supply pasar bergeser ke kanan dan harga turun. Bedanya adalah dalam jangka panjang kita mempunyai dua factor tambahan yang mempengaruhi jalannya proses penyesuaian kearah posisi equilibrium. Jadi selama P > LAC. Perusahaan-perusahaan akan memperluas kapasitas pabriknya dan perusahaanperusahaan baru akan masuk ke dalam industri bila dan selama ada keuntungan yang bisa dinikmati produsen di dalam industri tersebut. selama itu pula da perusahaanperusahaan memperluas baru yang mendirikan pabrik-pabrik baru. karena pada keadaan ini tidak ada keuntungan lebih (exess profit). Tetapi perluasan kapasitas dan pendirin Pabrik-pabrik baru ini berakibat bertambahnya suplly yang ditawarkan di pasar. Kedua-duanya mempunyai mempunyai akibat menambah atau mengurangi supply pasar. maka tidak akan ada dorongan (insentif) perusahaanperusahaan untuk meperluas kapasitas pabrik maupun bagi perusahaan baru untuk mendirikan pabrik. Pada keadaan di man P LAC.Dengan demikian kurva permintaan seorang produsen yang beroperasi pada pasar persaingan sempurn adalah kurva MC yang terletak di sebelah atas kurva AVC dan mempunyai kemiringan (slope) yang positif.

3. Misalnya : perusahaan terlalu bear. hal ini berarti bahwa kita menaikkan volume produksi dengan menambah input-input bahan mentah.Kurva AC (SAC) maupun MC (SMC) dalam jangka pendek berbentuk “U” karena berlakunya “The law of diminishing returns”. Jika kita bergerak pad dan sepanjang kurva LAC ke kanan. skala perusahaan semakin besar kemungkinan mengadakan pembagian keerja (division of labour) di dalam perussahaan yang berakibat kenaikan produktivitas atau penurunan biaya per unit output. sehingga control yang efektif dari manajemen terhadap bekerjanya perusahaan mulai sulit untuk dilakukan. dan sebagainya serta kapasitas pabrik. Cara masuk perusahaan baru tersebut tidak dihalangi oleh hambatan-hambatan masuk apapun 125 . Faktor inilah yang menyebabkan LAC naik. Apabila kita memperbesar skala pabrik kita bisa bayangkan adanya kemungkinan peningkatan produktivitas (misalnya: mesin-mesin yang lebih besar. buruh. tetapi ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi Average Cost suatu perusahaan. atau sering juga dinamakan factor-faktor yang mengakibatkan increasing returns to scale. yaitu apabila ada skala perusahaan terus membesar. Semakin ke kanan semakin besar kapasitas/skala pabrik. 2. Laba ini akan menarik perusahaan-perusahaan baru untuk masuk ke dalam industri tersebut. Bentuk LAC juga berbentuk “U” bukan disebabkan oleh berlakunya hukum tersebut. Hal ini mencakup factor-faktor yang bekerja sebaliknya. maka laba murni akan timbul dalam perusahaan persaingan sempurna. maka mulai pada suatu tingkat ada kemungkinan timbul ketidak efisienan. Apabila permintaan menjadi diataas biaya total rata-rata minimum. Faktor-faktor tersebut adalah: 1. Economies of Scale. akibatnya produktivitas menurun dan biaya produksi per unit naik. Economies berarti penghematan ongkos produksi atau kenaikan produktivitas. Factor ini yang melandasi mengapa LAC mula-mula menurun. Dis economies of Scale atau decreashing returns to Scale.

maka persediaan total yang menurun mendorong harga-harga kembai naik. maka kerugian perusahaan akan mendorong beberapa perusahaan untuk meninggalkan industri tersebut. Apabila perusahaan-perusahaan keluar. Perusahaan baru tersebut akan meningkatkan jumlah persediaan pasar dan menyebabkan harga menjadi turun. dan efisiensi produktif. Efisiensi alokatif persaingan sempurna dapat diamati dalam titik keseimbangan jangka panjang dari seluruh perusahaan dalam industri tersebut. Hal ini berarti seluruh perusahaan dipaksa untuk memotong biaya mereka dan menggunakan teknologi terbaik yang tersedia untuk mendapatkan biaya total rata-rata minimum yang tidak lebih tinggi dari seluruh perusahaan lain dalam industri. Harga yang rendah mendorong permintaan bagi masing-masing perusahaan menuju kebawah atau bahkan dibawah titik keseimbangan minimum titik biaya total rata-rata. Kekurangan-kekurangan Persaingan Sempurna Disamping pengaruh ekonominya yang bermanfaat. Apabila permintaan menjadi dibawah biaya total rata-rata minimum. Persaingan sempurna diihat sebagai bentuk yang ideal atau optimum karena pengaruh ekonominya yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. yang berada pada biaya total rata-rata minimum. Harga yang meningkat tersebut mengangkat kurva permintaan untuk masing-masing perusahaan ada diatas titik keseimbangan. Sumber daya tersebut sebagian besar juga dialokasikan secara efisien diantara industri-industri. maka persaingan sempurna gagal untuk: 126 . Efisiensi produktif persaingan sempurna berasal dari kenyataan bahwa kuantitas yang diproduksi oleh masing-masing perusashaan adalah hanya dimana harga yang dibayar oleh masyarakat sama dengan biaya tambahan sumber daya (biaya marginal). karena perusahaan akan menawar untuk sumber daya ini sampai pada harga dimana konsumen mau membayarnya. Perusahaan yang keluar-masuk akan terus berlanjut sampai harga menjadi tetap sama dengan biaya rata-rata minimum. Kuantitas yang lebih banyak lagi tidak mungkin dapat diperoleh pada harga yang lebih rendah. yang berasal dari efisiensi alokatif.dalam industri persaingan sempurna. meskipun terdapat sedikit defisiensi.

berlaku dalam suatu industri. 4. PASAR PERSAINGAN TIDAK SEMPURNA Definisi: Persaingan tidak sempurna adalah apabila suatu perusahaan dapat mempengaruhi harga pasar produknya.1. karena kekurangan laba Menawarkan keragaman produk. karena tidak terdapat laba Merangsang kemajuan teknologi. Persaingan tidak sempurna. Kondisi biaya yang menguntunkan perusahaan persaingan tidak sempurna timbul apabila terdapat skala ekonomis yang cukup besar serta penurunan biaya. sehingga perusahaan kecil tersebut tidak dapat mempertahankan lagi kehidupannya. persaingan tidak sempurna mungkin berlaku jika terdapat rintangan yang mencegah para pesaing memasuki suatu industri. dan para pesaing lainnya tidak dapat meniru secara persis resep formulanya. maka perusahaan besar bisa memproduksi dengan biaya yang lebih murah dan menekan perusahaan kecil. Tetapi ada kasus lain sepeerti Misalnya beberapa produk industri telah terbentuk dengan baik oleh suatu image terhadap merk dan formula rahasia (misalnya:coca cola). 127 . sehingga jika hal ini tercipta. Jadi skala ekonomis yang besar akan menciptakan industri dengan sedikit penjual. Rintanganrintangan tersebut bisa timbul dari hukum atau peraturan pemerintah. Menyediakan pendapatan perbaikan apapun untuk ketidaksamaan distribusi 2. karena mereka distandarisasi. Disamping itu. Menghasilkan barang-barang masyarakat. 3. apabila masing-masing penjual mempunyai pengendalian terhadap harga produknya.

Beberapa Bentuk Persaingan Tidak Sempurna 1. Monopoli 2. Persekutuan 3. Oligopoli 4. Persaingan monopolistic MONOPOLI, Adalah hanya ada seorang penjual dengan kekuasaan monopoli. Disebut sebagai monopolis, yang berasal dari bahasa Yunani, (mono = satu, polist = penjual). Jadi monopoli berarti suatu keadaan di mana di dalam pasar hanya satu penjual sehingga tidak ada pihak lain yang menyainginya. (ini kasus monopoli murni). Dalam kenyataan, sulit untuk mendapatkan contoh dari suatu perusahaan monopoli murni, dimana sama sekali tidak ada unsure persaingan dari perusahaan lain. Apabila hanya ada satu penjual di pasar, sehingga tidak ada peersaingan langsung dari perusahaan lain, maka kemungkinan masih ada persaingan yang tidak langsung . Misalnya dari sebuah produk atau barang perusahaan lain yang bisa merupakan barang substitusi (meskipun substitusinya tidak sempurna) untuk barang yang dihaasilkan oleh monopoli. Karena adanya persaingan yang potensial inilah, maka pelaku seorang produsen monopoli tidak sebebas seperti apa yang digambarkan dalam persaingan monopoli murni. Demikian pula adanya campur tangan pemerintah bisa merupakan factor pembatas bagi kekuasaan monopoli suatu perusahaan. Apabila kita simpulkan, maka garis besar dari Monopoli sebagai berikut:
1.

Adalah suatu bentuk organisasi pasar dimana hanya terdapat 1 perusahaan yang menjual produk yang tidak memiliki substitusi yang dekat.

2.

Kurva permintaan yang dihadapi berlereng negatif

128

3.

Dapat memperoleh laba dalam jangka panjang (kebalikan dari Pasar Persaingan Sempurna)

129

Ciri-Ciri Pasar monopoli  1. Industri 1 (satu) perusahaan  2. Tidak mempunyai barang pengganti yang mirip  3. Hambatan masuk ke pasar sangat besar  4.Dapat mempengaruhi penentuan harga (price setter)  5. Promosi iklan kurang diperlukan Perusahaan Monopoli timbul karena beberapa alasan : 1. Penguasaan Bahan Mentah Strategis Kalau X adlah input utama untuk produk Y, maka penguasaan untuk sumbersumber X akan bisa menimbulkan perusahaan monopoli untuk barang Y, dengan jalan menolak penjualan X kepada perusahaan-perusahaan lain. Contoh : ALCOA 3. Hak Patent Hak patent merupakan suatu sumber terjadinya monopoli untuk terjadinya suatu macam barang tertentu atau cara produksi tertentu. Contoh : cellophane, (dupont) memiliki hak paten dlm proses produksinya, polaroid utk kamera foto langsung jadi. 3. Terbatasnya Pasar

130

ies o scale yang besar. air dan angkutan) 5. sehingga satu perusahaan saja sudah mampu memenuhi permintaan pasar. sehingga hanya bisa memberikan ruang hidup untuk satu perusahaan saja. kecuali hak monopoli milik pemerintah Seorang monopolis dapat menentukan harga jual di pasar bagi produk yang dihasilkannya sesuai dengan tingkat keuntungan yang diharapkan. Pemberian Hak Monopoli oleh Pemerintah. Dengan istilah lain.Terbatasnya pasar dibanding dengan skala minimum perusahaan. mka jumlah output yang terjadi lebih sedikit. kemungkina ada brg substitusi di pasar). Dengan istilah lain.  Seorang monopolis tdk memiliki kekuatan pasar yg tdk terbatas. tetap hanya ada satu penjual. Contoh : fasilitas layanan masyarakat (perusahaan listrik. Dari kenyataan ini maka dapat disimpulkan bahwa kurva permintaan pasar bagi produk seorang monopolis mempunyai kemiringan negative seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini P 131 . perusahaan didirikan sebagai penghasil atau distributor tunggal sebuah barang atau jasa. merupakan sumber lain. tetapi luas pasar yang terbatas. Karena pasar untuk suatu barang adalah terbatas. Apabila monopolis tersebut menginginkan harga jualnya tinggi. tetapi harus dibawah regulasi pemerintah. Akibatnya kalau ada perusahaan baru yang berminat masuk ke dalam pasar tersebut akan mengalami kesulitan dalam menjual barangnya.(mendapat saingan tdk langsung krn adanya produk lain. Contoh kantor pos. Jadi di dalam pasar.  Semua kekuatan monopoli brdsrkan hambatan masuk ke dlm pasar akan hilang dlm jk panjang. karena adanya econo. karena adanya economies of scale perusahaan saja.

artinya pada tingkat output tersebut ia akan memperoleh laba maksimum atau rugi minimum. Penerimaan Marginal (MR) sama dengan biaya marginal (MC) atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut : MR MR = MC = ∆ TR = ∆Q MC = ∆ TC = ∆Q ∂ Q ∂Q ∂ TC ∂TR 2.D O # MR # Q Jumlah barang yang diminta bebanding lurus dengan harganya. akan tetapi mempunyai kemiringan dua kali lebih besar. Akibatnya kurva penerimaan marginal (MR) mempunyai intersep yang sama dengan kurva permintaan. sedangkan penerimaan totalnya (TR) merupakan fungsi kuadrat.Peneriman total (TR) sama dengan harga (P) dikalikan dengan jumlah barang yang dijual (Q). Monopolis yang menggunakan lebih dari 132 . Seorang monopolis yang rasional akan selalu berusaha menghasilkan output dan kemudian menjualnya pada tingkat yang optimal. Keadaan ini jika dilihat pada sebuah grafik. Kemiringan kurva Penerimaan Marginal (slope MR) lebih kecil dari pada kemiringan kurca biaya marginal (slope MC). Tingkat output yang akan mendatangkan laba maksimum atau rugi minimum bagi seorang monopoilis adalah apabila terpenuhinya syarat sebagai berikut : 1. ditunjukkan oleh perpotongan antara kurva MR dengan kurva yang menaik.

. seorang monopolis dapat menjual outputnya dengan harga yang berbeda. Tingkat output optimum bagi monopolis yang melaksanakan diskriminasi harga terjadi pada saat : 1. MC 1 = MC 2=……= MCn = biaya marginl pabrik 1. MR = penerimaan marginal =…………. Kebijaksanaan ini disebut dengan kebijaksanaan diskriminasi harga (price discrimination policy).…. 2. Elastisitas permintaan pada kedua pasar tersebut berbeda. Kebijaksanaan diskriminasi harga ini dapat dilakukan oleh monopolis apabila: 1. Kebijaksanaan ini dapat diterapkan pada pasar yang sama dengan segmen pasar yang berbeda. Biasanya pasar yang permintaan lebih elastis akan menjual outputnya dengan harga lebih rendah. =MR2 =……MRn = MC 133 .= MC n = MR Pada pasar yang berbeda. Atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut: MC 1 = MC 2 Dimana. antara kedua pasar tersebut. baik secara teknis maupun secara ekonomis. Tujuan diskriminasi harga ini adalah untuk memperoleh laba oleh produsen.pabrik n. Monopolis benar-benar dapat memisahkan. Penerimaan Marginal (MR) masing-masing pasar sama dengan biaya marginal (MC)-nya.satu macam pabrik (multiplant monopolist) tingkat output optimum tercapai apabila biaya marginal untuk semu proses produksi sama dengan penerimaan margina (MR)-nya. pabrik 2. Atau secara matematis dapat ditulis: MR 1 Dimana.

1 ) e MC = Marginal Coct = biaya marginal MR1 = Penerimaan marginal pabrik 1 MR2 = Penerimaan marginal pabrik 2 e = elastisitas Jenis-jenis diskriminasi harga/dumping 1. tetapi mereka akan memperoleh keuntungan dengan menetapkan berbagai tingkat harga terhadap suatu product yang sama tersebut kepada konsumen yang berbeda. berbeda. artinya apabila si monopolis tidak mendapatkan keuntungan dari adanya kenaikan harga. pabrik 2….MC 1. = penerimaan marginal Slope MR 1 < Slope MC. dan seterusnya. MR2 MR = p ( 1. MC = MR1 = yang lain. Diskriminasi harga Adalah menjual suatu product yang sama dalam dua/lebih pasar dengan harga berbeda.pabrik n. agar supaya diskriminasi menguntungkan. dan Slope MR2 < slope MC. Sporadic dumping. Monopolist harus dapat memperthankn terpishnya pasar satu dengan Elastisitas permintaan pada masing-masing tingkat harga harus MR (marginal Revenue) msing-masing pasar sama. sehingga dijullah di pasar lain tanpa mengganggu pasar normalnya. MC2…. Syarat-syarat diskriminasi harga adalah sebagi berikut: 1. 134 . MR 2. 3. Tujuannya adalh untuk memperoleh keuntungan yang optimal. 2.MCn = biaya marginal pabrik 1. artinya dumping yang ditimbulkan karena suatu perusahaan sewaktu-waktu productnya tidak laku dijul di dalm negeri.

3. Ada unsure “Eksploitasi” oleh perusahaan-perusahaan monopoli terhadap. Monopoli dan Kesejahteraan Masyarakat Implikasi terhadap kesejahteraan masyarakat yang perlu diperhatikan adalah bahwa dalam pasar monopoli: 1. Keuntungan monopoli adalah keuntungan yang lebih dari pada keuntungan yang dianggap normal. karena harganya lebih rendh dari pada biaya rata-rata. yaitu volume produksi perusahan monopoli lebih rendah dari volume output yang dihasilkan dengan average cost yang minimum (hal ini terjadi daam persaingan sempurna jangka panjang). Predatory Dumping. yaitu dumping untuk merebut pasar dan meniadakan persaingan. a. Dibayarnya factor produksi dengan harga (MC) yang lebih rendah dari nilai pasar output yang dihasilkan (+P).2. Ada kemungkinan keuntungan monopoli tetap bisa dinikmati produsen monopoli dalam jangka panjang. misalnya bagi pemilik factor produksi tenaga kerja yaitu buruh dengan upah yang lebih rendah daripada sumbangan (dalam bentuk output) dari tenaga kerja tersebut jika dinilai dengan harga pasar yang 135 . 3. Konsumen. dengan ditetapkan harga jual (=P) di atas ongkos produksi dari unit terakhir outputnya (=MC). maka harga akan dinaikkan. Persistent dumping. Namun apabila pasar sudah dikuasai. 2. Dari segi masyarakat hal ini merupakan suatu pemborosan. Volume produksi lebih kecil dari volume output yang optimum. Pada awalnya memang perusahaan merugi. Jadi dalam pasar monopoli tidak memanfaatkan secara penuh adanya economies of scale. Psar monopoli bisa menciptakan ketidak adilan (yaitu mengapa produsen monopoli menerima keuntungan yang lebih besar dari pengusaha-pengusaha lain). Jadi dari segi distribusi penghasilan antar warga masyarakat. Pemilik factor produksi yang digunakan. b. artinya dumping kontinyu yang timbul pabil produsen secara kontinyu menjual product dengan harga lebih rendah di pasar satu dan harga yang lebih tinggi di pasar lainnya.

4. efisien. sehingg semua keuntungan yang diperolehnya merupakan Perusahaan perseorangan dalah perusahan yang diawasi dan dikelola oleh 136 . Misalnya perusahaan penerbangan pemerintah untuk menyaingi swasta.berlaku bagi output. dan pembatasan terhadap kekuasaan monopoli perusahaan tersebut. Misalnya menurunkan bea masuk atas barang yang serupa dengan product si monopolist. Kartel yang paling populer. Kartel dalah organisasi produsen barang dan jasa yang dimaksudkan untuk mendekte harga pasar. dengan membuat ketentuan-ketentuan khusus terhadap operasi perusahaan monopoli tersebut. Tetapi syarat mutlak dari cara ini adalah bahwa perusahaan Negara tersebut harus bisa bekerja dengan PERSEKUTUAN Persekutuan. Misalnya di Amerika ada undang-undang anti trust 2. Perusahaan perseorangan seseorang. sekarang lebih dikenal dengan nama kartel. Kebijakan Untuk Mengurangi Efek Negatif Monopolist antara lain : 1. Eksploitasi menjadi ganda apabila si monopolist juga menguasai pasar input. Pemerintah mendirikan perusahaan tandingan di dalam pasar tersebut. dengan tujuan untuk memberi persaingan kepada si monopolist dan membatasi kekuasaan monopolinya. BENTUK. sehingga barang-barang buatan luar negeri bisa memberikan persaingan. Membuka kran impor. misalnya OPEC (organisasi negara-negara produsen minyak.BENTUK PERUSAHAAN 1. 3. Mencegah timbulnya monopoli itu sendiri.

Tujuan perusahaan negara yaitu untuk membangun ekonomi nasional. Di dalam perseron komanditer (CV) dikenal adanya sekutu (ada 2 macam sekutu) . 4. Perusahaan Negara Adalah perusahaan yang bidang operasionalnya dan modalny secara keseluruhan dimiliki oleh negara.Lebih jauh di firma ini seluruh kekayaan pribadi merupakan jaminan berlangsungnya berjalannya perusahaan tersebut. Perseroan Komanditer Adalah suatu persekutuan yang didirikan oleh beberapa orang yang masingmasing menyerahkan sejumlah yang jumlhnya tidak perlu sama. Firma Firma adalah sebuah bentuk perkumpulan usah yang didirikan oleh beberap orang dengan menggunakan nma bersama. Disini semua anggota mempunyai tanggung jawab baik secara sendiri maupun secara bersama sama terhadap hutang piutang perusahaan terhadap pihak lain. artinya yitu orang-orang yang bersedia mengatur perusahaan. hak serta kewajibannya terpiah. yaitu orang-orang yang mempercayakan uangnya dan bertanggung jawab terbatas kepda kekayaan yng diikut sertakan di dalam perusahaan tersebut.. Sekutu komplementer. baik keuntungan maupun kerugian yang dideritanya. 137 .Legalitas seseorang memiliki keikut sertan dalam suatu perusahaan adalah dengan memiliki saham perusahaan. artinya tidak sampai mengorbankan harta pribadi eperti halnya Firma. Apabila salah satu dari anggota tersebut keluar.keuntungan pribadi. Ia juga menanggung semua risiko. antara yang mendirikan dan yang memiliki perusahaan tersebut. 5. 3. yaitu semakin banyak saham yang dimiliki seseorang. dimana masyarakatnya dil dan makmur. a. 2. maka firma tersebut secara otomatis bubar. b. Perseroan Terbatas Perseroan terbatas adalah suatu perushan yang kekayaannya. maka semakin besar pula andil dan kedudukan orang tersebut di dalam perusahaan. Sekutu komanditer. Hutang piutang hanya sebatas kepemilikan saham saja.

Perjan (Perusahaan Jawatan). Oligopoli  Adalah suatu bentuk organisasi pasar dimana penjual atas sebuah produk yg homogen dan terdiferensiasi jumlahnya sedikit. PD (Perusahaan Daerah). Perum dan Perjan bertujuan sosial (tidak mencari keuntungan). yaitu koperasi yang terdiri dari gabungan minimal 5 koperasi primer Gabungan koperasi. Banyak jenis koperasi yang ada sekarang ini. adalah gabungan dari minimal 3 gabungan koperasi. d. Koperasi Pusat. misalnya: koperasi produksi. dari minimal 20 orang. dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan para anggotanya. Koperasi Primer. c. yaitu koperasi yang terdiri OLIGOPOLI Arti kata Oligopoli adalah: beberapa penjual Oligopoli adalah suatu keadaan pasar dimana hanya ada beberapa (misalnya antara 2-10) perusahaan yang menguasai pasar. Koperasi Adalah suatu bentuk badn usaha yang operaionalny di bidang ekonomi. misalnya Persero dan PD adalah perusahaan yang keuntungan untuk negara. Perusahaan Pemerintah lainnya Perusahan pemerintah yang lain misalnya: Persero. b. Adapun masing-masing perusahaan tersebut mempunyai tujuan lain-lain. 138 . dan lain sebagainya. koperasi dibagi menjadi: a. 7.6. baik secara independent (sendiri-sendiri) maupun secara diam-diam saling bekerja sama. Menurut luas usahanya. koperasi simpan pinjam. adalh kopersi yang terdiri dari gabungan minimal 3 koperasi pusat Induk Koperasi. konsumsi. Perum (Perusahan Umum).

Contoh oligopoli paling banyak terjadi dlm sektor manufaktur Baja. terjadi duopoli (duopoly)  Jika produknya homogen disebut oligopoli murni (pure oligopoly)  Jika produknya terdiferensiasi disebut oligopoli terdiferensiasi (differentiated oligopoly). Beberapa perusahaan memiliki hak paten secara eksklusif 4. Sumber Terjadinya Oligopoli 1. aluminium dan semen bersifat homogen b. Memiliki pelanggan loyal 5. aluminium danbaja).Mobil dan barang eletronik mrpk produk terdifferensiasi c. Beberapa perusahaan memiliki/menguasai seluruh penawaran bahan baku 6. Perusahaan menentukan harga rendah untuk menghalangi perusahaan baru masuk ke industri . Jika Skala ekonomi yang bisa dicapai (jumlah output besar) sehingga dengan sedikit perusahaaan saja kebutuhan pasar sudah terpenuhi. 2. Karena perusshaan sedikit. 139 . Investasi modal yang besar dan input yang terspesialisasi (mobil. merupakan penghalang alamiah untuk masuk ke pasar 3. Jk hanya dua persh. setiap tindakan perusahaan akan mempengaruhi persh lain dlm industri tsb dan sebaliknya.

harganya bisa berubah-ubh dengan cepat tetpi dalm pasar oligopoli harganya cenderung tetap dan pada tahap tertentu harganya bisa naik.Perbedan pasar oligopol dengan psar persaingan sempurna adalah. di dalam pasar persaingan sempurna. terutama untuk menentukan harga pasar (biasanya hal ini harus dihindri karena bisa mempersempit perdagangan). Oligopoli bisa menumbuhkan persekutuan. mobil di Indonesia.Cournot menganggap“hanya ada 2 persh yg menjual mata air yg sama (identical spring water). 140 . Oligopoli dengan differensiasi produk (yaitu setiap perusahaan dengan merkmerk khusus tersendiri) . Akibatnya adalah siklus perpindahan dan tindakan balasan oleh duopolis tsb sampai masing-masing menjual sepertiga dati total output industri Oligopoli ada dua tipe: 1. misalnya: industri kosmetik. menganggap duopolis yg lain menghasilkan output yg konstan pd level tertentu. Dalm meningktkan keuntungan dilakukan cara memasang iklan dan adanya diversifikasi pasar. lebih dr 160 tahun yg lalu)  Model ini bermanfaat dlm oligopoli diantara persh yg saling bergantung erat. Model Cournot  Diperkenalkan oleh Augustin Cournot (perancis. Model Oligopoli 1. Para konsumen berdatangan ke mata air tsb dgn galon mereka sendiri shg MC adalah nol utk 2 persh tadi”  Asumsi perilaku dasar pd model ini ada pd setiap persh pd saat berusaha memaksimumkan laba.

maka semakin tidak tergantung kurva permintaan suatu perusahaan pada perilaku perusahaan lain. 2.Industri seng. Aluminium. Mungkin macam reaksi produsen-produsen lain adalah begitu luasnya. minyak bumi. Bertrand. masing-masing perusahaan tidak tahu persis reaksi apa yang akan diambil oleh produsen lain apabila salah satu produsen yang ada di dalam pasar melakukan kebijaksanaan. baja. Semakin besar tingkat differensiasi produk yang ada. Dalam pasar oligopoly. pipa. pada prinsipnya kita tidak bisa menggambarkan suatu kurva untuk seorang produsen oligopoly. Cournot.Barang-barang disebut differensiasi jika karakteristik penting barang tersebut bervariasi. permintaan patah (kinked Demand) dan stackelberg untuk model pasar oligopoly yang tidak bergabung. Kartel dan kepemimpinan untuk pasar oligopoly yang bergabung 141 . Chamberlin. hal ini mempunyai implikasi terhadap kurva permintaan seorang oligopolist. sehingga analisa mengenai perilaku produsen dalam industri. kecuali kalau kita tahu perilaku atau macam reaksi apa yang akan dilakukan produsen outputnya. (misalnya. Sebaliknya bila tingkat ketergantungan tersebut besar.) Ada tidaknya produk differensiasi mempengaruhi sampai berapa jauh permintaan untuk produk suau perusahaan tergantung pada perusahaan-perusahaan lain. Tingkat “ketergantungan” (interdenpendensi) antara perusahaan satu dengan yang lain. 2. Tanpa asumsi mengenai macam reaksi produsen-produsen lain tidak bisa dianalisa. Oleh karena itu ada beberapa model yang menggambarkan keadaan pasar oligopoly antara lain: 1. dan barang tersebut tidak ada barang pengganti yang mendekati. Semakin kecil ketergantungan tersebut semakin bisa lebih pasti digambarkan kurva permintaannya. sebagian besar produknya hampir homogen dan ukuran produsennya relative besar. Oligopoli tanpa ada differensiasi produk harus mengambil asumsi yang menyerderhanakan mengenai reaksi-reaksi perusahaan lain. Oligopoli tanpa differensiasi produk Biasanya dijumpai pada industri dasar.

maka secara umum dapat dikatakan 142 . sehingga keseimbangan stabil akan terganggu dan ini tidak bisa dipecahkan memlalui mekanisme pasar monopoli. Model Chamberlin pada pasar oligopoly dinyatakan bahwa keseimbangan stabil di pasar terjadi apabila pasar tersebut disepakati hanya ada satu tingkat harga. Penetapan harga ini bertujuan untuk mamaksimumkan keuntungan perusahaan masing-masing. Dalam model ini keseimbangan perusahaan ditentukan pada waktu garis permintaan yang dihadapi produsen yang berbentuk patah. maka akan semakin banyak pula jumlah output yang ditawarkan di pasar. maka masing-masing perusahaan akan menghasilkan output sebanyak . Hal ini disebabkan karena anggapan bahwa masing-masing produsen tidak pernah memanfaatkan pengalamanpengalamannya pada masa lalu. 1 n+1 atau n ( 1 n + 1 ) Dalam hal ini jelas bahwa semakin banyak perusahaan yang terdapat di pasar. Pasar oligopoly model patah diformulasikan oleh Sweezy. Hal ini karena model Chamberlin menganggap bahwa produsen menyadari diantara mereka ada saling ketergantungan satu dengan lainnya. Secara umum dapat dikatakan bahwa apabila di pasar ada n perusahaan. Krena pada tingkat ini berarti bahwa MR produsen sama besar dengan MC-nya. Dalam model ini juga menganggap bahwa tidak ad perusahaan baru yang masuk ke dalam pasar. apapun kebijaksanaan yang dilakukan pesaingnya. Output keseimbangan dalam model ini mendekati output keseimbangan pada pasar persaingan sempurna. dengan tingkat harga yang lebih murah.Dalam model Cournot dianggap bahwa barang yang dihasilkan bersifat homogen dan struktur biaya produksi marginal = 0. Dalam model Bertrand dianggap masing-masing perusahaan memperkirakan pesaingnya tetap mempertahankan tingkat harga jual output. Dalam model Bertrnad ini tidak mengarah pada tingkat keuntungan pasar yang maksimum serta pada tingkat yang lebih rendah daripada posisi itu.

Dengan membentuk kartel ini. Tetapi sebaliknya apabila I menaikkan harga jual. maka ia mengaharapkan produsen pesaingnya akan mengikuti kebijaksanaannya. Bentuk kurva permintaan yang patah adalah bentuk pencerminan dari adanya ketidak pastian oligopolies terhadap perkiraan perusahaan pesaing. Kartel adalah gabungan dari beberapa produsen yang menjual ouputnya di pasar oligopoly. maka posisi keseimbangan yang stabil akan terganggu. Hal ini berarti bahwa adanya perubahan struktur biaya produksi yang tidak akan berpengaruh terhadap tingkat output dan harga keseimbangan perusahaan. Namun apabil ada dua perusahaan yang kuat. Dalam keadaan ini kedua perusahaan tersebut akan bersaing untuk menjadi pemimpin di pasar yaitu dengan jalan perang harga (price war). yaitu apabila ia menurunkan tingkat harga jual. Perang harga ini akan terhenti apabila salah satu dari mereka bersedia jadi pengikut dan posisi keseimbangan stabil akan tercapai kembali. Tujuan dari kartel ini memaksimumkan keuntungan perusahaanprusahaan anggotanya. Model Stackelberg pada pasar oligopoly pada intinya beranggapan bahw adanya salah satu produsen yang cukup kuat posisinya. Ditinjau dari Segi Tujuannya. apabila ia menurunkan tingkat harga jual. Perusahaan yang kuat ini berfungsi sebagai pemimpin untuk menentukan posisi keseimbangan yang stabil. Kurva permintaan bagi perusahaan yang berbentuk patah mencerminkan bahwa perilaku oligopolist di pasar. maka ia mengharapkan pesaingnya tidak akan mengikuti kebijaksanaannya. dengan jalan menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang berlaku bagi seluruh perusahaan anggota kartel. sehingga ia dapat memaksa produsen lain untuk mengikuti segala l\ketentuannya.bahwa kurva MR dapat berpotongan dengan kurva MC di mana saja pada bagian kurva MR yang patah. maka kebijaksanaan-kebijaksanaan dapat diarahkan menyerupai pasar monopoli. Kartel dibedakan menjadi dua: 1. Kartel denga tujuan memaksimumkan keuntungan 143 . Model kurva permintaan yang patah ini dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa dalam paar oligopoly tingkat harga output yang terjadi di pasar cenderung tetap atau tidak berubah-ubah.

Pada prinsipnya posisi optimum dicapai pada tingkat output di mana MR kartel dipotong oleh MC-nya dari bawah. Penggabungan dengan model kepemimpinan harga oleh perusahaan yang bersifat barometris. Oligopoli dan Kesejahteraan Masyarakat 144 . 3. maka ada kecenderungan dari perusahaan-perusahaan anggota melanggar perjanjian yang telah disepakati. Keadaaan semacam ini mirip dengan pasar monopoli yang mempunyai beberapa pabrik (multiplant-monopoly). Kartel yang bertujuan membagi pasar. Bentuk lain dari penggabungan produsen yang menjual outputnya di pasar oligopoly adalah model kepemimpinan harga (price leadership). 2. Dalam model ini mengatakan bahwa perusahaan yang mempunyai posisi yang paling kuat akan bertindak sebagai leader (pemimpin). Dalam model kepemimpinan harga ada tiga macam bentuk penggabungan yaitu: 1. sedangkan perusahaan yang lain bertindak sebagai follower (pengikut). Apabila kewibawaan ini tidak ada. tetapi juga membagi jatah output yang harus diproduksi oleh masing-masing perusahaan anggota dan juga pembagian keuntungan diantara mereka. Keadaan ini yang akan mengakibatkan kegagalan kartel untuk mencapai tujuannya.2. Penggabungan dengan model kepemimmpinan harga oleh perusahaan yang dominant. Keberhasilan suatu kartel biasanya tergantung pada kewibawaan dari kartel di mata perusahaan-perusahaan anggotanya. Penggabungan dengan model kepemimpinan harga oleh perusahaan yang dengan struktur ongkos terendah. Biasanya masalah yang dihadapi oleh kartel bukan saja menentukan output yang dapat memaksimumkan keuntungan.

yaitu : 145 . 2. Kemungkinan adanya keuntungan yang terlalu besar (excess profit) yang dinikmati oleh para produsen oligopoly dalam jangka panjang. pengalaman dan penelitian menunjukkan bahwa justru dalam industriindustri oligopoly kita jumpai adanya inovasi dan penerapan teknologi baru yang paling pesat. Di lain pihak. Kemungkinan adnya ketidak efisienan produksi karena setiap produsen tidak beroperasi pada AC yang minimum. karena unsure persaingan antar perusahaan adalah cukup kuat (meskipun tidak dalam bentuk persaingan harga). Ketegaran harga (terutama ke bawah) sering dikatakan menunjang adanya inflasi yang kronis. Hal ini disebabkan karena perusahaan-perusahaan tersebut cukup besar dan mampu untuk menyediakan dana untuk pengembangan dan penelitian. 3. Kemungkinan adanya “eksploitasi” terhadap konsumen maupun buruh (karena P > MC) seperti dalam kasus monopoli. tetapi juga karena sulitnya merumuskan kebijaksanaan yang tepat. karena baik kurva permintaan maupun perilaku perusahaan-perusahaan oligopoly mengandung lebih banyak ketidak tentuan disbanding dengan sebuah perusahaan monopoli (yaitu target perusahaan lebih kabur). 4. Hal ini disebabkan bukan hanya karena jumlah perusahaan yang harus diawasi lebih banyak dari pada monopoli. cukup kuat pula (lebih kuat dari pada kasus monopoli) Secara umum bisa dikatakan bahwa kebijaksanaan-kebijaksanaan untuk mengurangi efek negative dari oligopoly tersebut lebih sulit dilaksanakan dari pada kebijaksanaan terhadap perusahaan monopoli.Efek kesejahteraan dari bentuk pasar oligopoly kurang lebih sama dengan monopoli. hal ini akan merugikan masyarakat secara makro. Namun demikian ada beberapa kebijaksanaan umum yang mungkin bisa diambil untuk mengurangi efek-efek negative tersebut. Disatu pihak oligopoly menimbulkan efek-efek negative dalam bentuk: 1. produk baru dan penurunan biaya produksi. sehingga dorongan untuk berlomban di bidang penemuan proses produksi baru.

Profesor George Stigler. Jadi monopolistic 146 . 3. dan penjual. mudah keluar masuk industri. produknya identik. sedangkan pada persaingan monopolistis produknya didifferensiasikan (tidak identik). Pemerintah harus menjaga agar hambatan-hambatan bagi perusahaan baru untuk masuk ke dalam industri/pasar oligopoly tersebut ditekan sampai sekecil-kecilnya. yang melarang adanya kerjasama diantara para pengusaha oligopoly (baik secara diam-diam atau secara terbuka) Adanya kera sama (collusion) tersebut akan dorongan untuk bersaing antara mereka sendiri di bidang harga maupun non harga maupun non harg dan sekaligus memperbesar kemampuan mereka untuk mengeksploitir konsumen dan buruh. 2. Tujuannya adalah agar perusahaan-perusahaan oligopoly yang telah ada merasakan adanya persaingan potensial yang lebih kuat sehingga mendorong mereka untuk berprilaku lebih kompetitif di bidang harga maupun non harga. misalnya Rokok). bukan untuk meningkatkan efisiensi produksi. dan perusahaan-perusahaan menganggap bahwa harga perusahaan lain dianggap tetap. PERSAINGAN MONOPOLISTIK Adalah suatu keadaan pasar yang ditandai oleh banyaknya industri pengecer (menjual produk-produk serupa tapi tidak sama. Persaingan monopolistis menyerupai persaingan sempurna dalam 3 hal (banyak pembeli. Diadakannya undang-undang (misalnya di Amerika Serikat: antitrust Law). Kemungkinan kebijaksanaan yang lebih drastic adalah mencoba merombak struktur pasar yang oligopolistic tersebut antara lain dengan menentukan batas maksimum dari ukuran suatu badan usaha dan melarang diadakannya penggabungan (merger) antara perusahaan-perussahaan yang telah ada. misalnya berpendapat bahwa seringkali merger dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dengan tujuan untuk menguasai pasar. Perbedaannya adalah pada persaingan sempurna.1.

dan model (misalnya pakaian). harga yang lebih murah karena memiliki kekuatan monopoli atas pesaing.Terdapat banyak penjual (unsur PPS)  2. ragam jenis. pasta gigi. lokasi. mutu. Ada prediksi yang cukup mengejutkan mengenai model ini bahwa 147 . tetapi kekuatan monopolinya terbatas karena banyak produk substitusi yang dekat)  3. dan sebagainya.  Perusahaan bersaing berdasarkan keunikan produk. Kita bisa pergi ke pom bensin X karena pompa bensin tersebut mengyenangkan dan menyediakan air bersih. Perbedaan yang ada dalam pasar monopolistic adalah muncul antara lain karena . Contoh : salon kecantikan. Produk terdiferensiasi (unsur Monopoli. Masing2 terlalu kecil untuk mempengaruhi pasar  4. Namun pompa bensin X hanyalah salah satu dari pompa bensin yang jumlahnya begitu banyak dan kita lihat bahwa bahan baker tersebut pada setiap pompa bensin tersebut hampir sama. Kegiatan promosi sangat aktif Model monopolistic memberikan wawasan penting dalam Kapitalisme Amerika.Merupakan bentuk organisasi pasar yang terletak diantara 2 jenis pasar yang ekstrim yaitu Pasar Persaingan Sempurna dan Monopoli. detergen.lokasi yg lebih baik. restoran dan lain lain. produk yang lebih bervariasi. Kasus klasik dari persaingan monopolistic adalah pasar eceran bahan bakar. Ciri2 Pasar Persaingan Monopolistik  1. pelayanan yang lebih baik. obat influenza. rokok.

ratusan cereal yang sebenarnya identik. para pengecam monopolistic melanjutkan kritikannya seperti. Industri-industri inilah yang sama sekali tidak kita butuhkan. yaitu senuanya dijual dengan harga yang jauh di atas biaya marginal. 148 . Persaingan Monopolistis Sebelum Perusahaan lain memasuki Industri P d • G B MC AC Harga A E MR 0 Kuantitas d 0 Gambar diatas menunjukkan bahwa Pesaing Monopolistis memproduksi banyak barang yang serupa. Karena harga berada di atas AC. Sebagian pakar ekonomi percaya bahwa inefisiensi sudah menjadi pembawaan persaingan monopolistic. tingkat keuntungan mungkin saja rendah atau nol. Dalam persaingan monopolistis. maka perusahaan tersebut mendapat keuntungan yaitu sebesar daerah ABGC. banyak perusahaan kecil yang menjual berbagai produk yang dideferensiasikan sehingga mempunyai permintaan yang miring ke bawah. Ekuilibrium terjadi ketika MR = MC pada titik E. dan harga pad titik G.industri yang bersaing secara tidak sempurna. IKA dipandang dari sudut ketidakefisienannya. Kita memiliki tempat ratusan ribu tempat penjualan eceran. Setiap perusahaan menganggap bahwa harga pesaingnya sudah tertentu (tetap).

Persaingan Monopolistis setelah Perusahaan Lain Memasuki Industri P MC Harga d’’ • MR’ G’ E’ d’’ AC Kebebasan pesaing monopolistis untuk memasuki pasar menurunkan keuntungan sampai nol. Penentuan Harga dan Output Jangka Pendek dalam Pasar Persaingan Monopolistik  Kurva Permintaan memiliki kemiringan negatif. Masuknya pesaing akan berhenti hanya jika setiap penjual telah dipaksa mencapai suatu garis persinggungan jangka panjang (tanpa keuntungan) seperti pada titik G’. dan sangat elastis terhadap perubahan harga (karena banyak produk substitusi)  Tingkat output terbaik dalam jangka pendek dicapai ketika MR=MC. Pada ekuilibrium jangka panjang. sepanjang P>AVC 149 . Kurva dd semula menguntungkan seorang penjual dalam gambar sebelumnya(Persaingan Monopolistis Sebelum Perusahaan lain memasuki Industri) akan bergeser ke kiri bawah karena masuknya para pesaing baru. harga tetap di atas MC. dan setiap produsen berada pada cabang sebelah kiri yang menurun dari kurva AC jangka panjangnya.

Bentuk-bentuk campur tangan pemerintah 3. MR=MC<P pada tingkat output terbaiknya BAB 8 KEBIJAKAN PEMERINTAH DAN PASAR BEBAS Tujuan: 1. P<ATC perusahaan rugi  Kurva permintaan negatif. P>ATC perusahaan laba. Mahasiswa mengetahui krakteristik pasar bebas Pembahasan Materi: 1. Mahasiswa dapat mengetahui tujuan kebijkan pemerintah 2. P=ATC perusahaan mencapai titik impas. Karakteristik pasar bebas 150 . Tujuan Kebijakan Harga 4. Tujuan campur tangan pemerintah 2. Jangka pada tingkat output terbaiknya. Mahasiswa mampu menganalisis implementasi penentuan harga 3.

Menjamin faktor produksi digunakan dan dialokasikan pada berbagai kegiatan ekonomi secara efisien 3. Mengurangi eksternalitas yang merugikan 2. Mengawasi kegiatan perusahaan agar tidak tumbuh menjadi perusahaan monopoli yang merugikan perekonomian 4.Tujuan campurtangan pemerintah 1. Menyediakan barang publik yang mencukupi 3. Memastikan pertumbuhan ekonomi diwujudkan dengan efisien Bentuk-bentuk campurtangan pemerintah 1. kenaikan harga dan pertumbuhan ekonomi 2. Secara langsung menjalankan beberapa kegiatan ekonomi 3. Melakukan kebijakan fiskal dan moneter Tujuan kebijakan pemerintah 1. Membuat dan melaksanakan peraturan dan undang-undang 2. Mengatasi ketidakmerataan distribusi pendapatan 151 . Menjamin terhindarnya penindasan dan ketidakseimbangan dalam masyarakat 5. Mengatasi masalah pengangguran.

Membuat dan melaksanakan Peraturan dan undang-undang Menciptakan suasana ekonomi dan sosial yang mengarah terciptanya sistem mekanisme pasar yang efisien dan lancar Memastikan agar persaingan dilakukan secara bebas dan menghindari terjadinya monopoli Secara langsung melakukan kegiatan ekonomi 1. kebijakan moneter diperkirakan dapat efektif secara penuh karena harga relatif kurang dipengaruhi oleh kondisi permintaan. yaitu kebijakan pemerintah dalam pengaturan jumlah uang yang beredar. Di lain pihak ongkos perusahaan bisa jadi turun melalui penurunan pembayaran bunga atas kredit perbankan. Agar bisa efektif. Menghasilkan barang publik 2. angkutan darat dll) Melakukan Kebijakan moneter dan fiskal Kebijakan moneter. Apabila suatu kebijakan moneter dapat secara efektif mempengaruhi permintaan 152 . nilai tukar. expected inflation. dan suku bunga. kebijakan moneter yang dipilih sebaiknya adalah yang efeknya terhadap struktur ongkos bersifat minimum. Kebijakan tersebut juga dapat meningkatkan ekspektasi inflasi baik secara langsung melalui sisi permintaan agregat maupun secara tidak langsung melalui peningkatan harga barang-barang tradable. Perlu suatu kajian lanjutan mengenai interaksi dari ketiga efek tersebut sehingga ada bukti secara kuantitatif tentang bagaimana kebijakan moneter mempengaruhi struktur ongkos perusahaan. Oleh karena itu efek bersih suatu kebijakan moneter terhadap struktur ongkos perusahaan sangat tergantung pada besaran efek nilai tukar dan ekspektasi inflasi yang berbanding terbalik dengan efek dari suku bunga. Kebijakan yang bersifat ekspansioner dapat menyebabkan terjadinya depresiasi yang pada gilirannya dapat menaikan harga-harga produk manufacturing melalui peningkatan harga bahan baku yang diimpor. Menghasilkan barang yang juga dapat dihasilkan oleh swasta (rumah sakit. Pengaruh kebijakan moneter terhadap struktur ongkos dapat dibagi menjadi tiga saluran. Dari sisi permintaan agregat.

Kebijakan fiskal secara umum digunakan untuk menjaga agar perekonomian berjalan stabil dan tumbuh sesuai dengan kondisi yang terjadi pada suatu waktu tertentu. Hal ini bukan berarti bahwa penyediaan jasa publik tidak menimbulkan biaya Dalam beberapa kasus. Fungsi kebijakan moneter 1). 2). Memeratakan distribusi pendapatan (misalnya diterapkan pajak progresif yaitu tingkat pajak yang semakin tinggi untuk pendapatan yang semakin tinggi. Pemerintah menyediakan jasa kepada masayarakat tanpa harus membayar.agregat. Kebijakan fiskal. meskipun pemerintah berkewajiban untuk menyediakan jasa tersebut kepada masayarakat. proses politik sangat diperlukan untuk menentukan: Berapa jumlah barang publik yang harus disediakan. Bagaimana implikasinya terhadap distribusi biaya yang akan menjadi tanggung jawab para individu Alasan mengapa pemerintah harus terlibat dalam penentuan harga barang: 1). maka pada gilirannya perubahan permintaan agregat tersebut akan lebih banyak berpengaruh terhadap output dan persediaan dibandingkan terhadap harga. Menggalakan kegiatan ekonomi (misal dimasa pengangguran) 3). TUJUAN KEBIJAKAN HARGA Secara umum. pemerintah tidak akan menjual jasanya kepada masyarakat.Meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya 2). Meningkatkan efisiensi penggunaan faktor produksi 3).Keadilan dalam distribusi pendapatan 153 . Memacu pertumbuhan ekonomi Fungsi kebijakan fiskal 1). Mengendalikan tingkat harga 2). yaitu kebijakan pemerintah dalam memungut pajak dan membelanjakanya dalam kegiatan-kegiatannya.

Misalnya. ketika. jalan akan dibangun diumumkan kepada masyarakat. 2). misalnya jalan. maka sebagaian konsumen akan mengatakan tidak membutuhkn jalan itu. barang yang ditransaksikan di pasar bersifat nonrival. maka konsumen bisa menyembunyikan kebutuhnnya. tidak lain adalah konsumen yang tidak mau ikut menanggung biaya pengadaan. sehingga kesempatan tersedianya barang di pasar sangat kecil Dalam hal ini pemerintah perlu turun tangan untuk menjamin bahwa manfaat eksternal juga harus dipertimbangkan Kebijakan harga oleh pemerintah biasanya mencakup tindakan-tindakan yang diperlukan dengan tujuan:  Pasar bekerja lebih baik  Terdapat perbaikan dalam arus informasi  Monopoli dapat dikurangi  Terdapat batasan bagi perusahaan-perusahaan baru yang masuk dalam pasar Pemenuhan Barang Publik Pasar terdiri dari empat komponen penting.Biasanya perusahaan hanya akan mempetimbangkan manfaat pribadi dalam menentukan berapa banyak barang yang harus disediaka. Kejadian tersebut disebut free rider. penjual bisa hanya satu. beberapa. yaitu. atau penumpang gelap. konsumen yang semula menyembunyikan kebutuhannya sekarang ikut menumpang lewat. Perilaku konsumen tersebut digambarkan sebagai kurve permintaan yang makin besar jumlah yang ingin dikonsumsi ketika harga semakin rendah. atau banyak. 154 . Adanya pembeli yang membentuk permintaan umum yang terdiri dari berbagai konsumen dengan aneka daya beli yang dimiliki. 1). perusahaan yang kurang efisien hnya akan berpartisipasi jika harga relatif tinggi. 3). ketika jalan itu terwujud. Perusahaan yang lebih efisien dapat tetap berpartisipasi ketika harga turun menjadi sangat rendah.Terdapat penjual yang melayani konsumen tersebut. yang berpartisipasi di pasar tergantung dari tingkat efisiensinya. Sebaliknya. Adanya harga dan kuantitas yang ditransaksikan di pasar tersebut. Jika. Akan tetapi.

pemerintah mempunyai tiga pilihan: 1).Diberikan secara gratis kepada konsumen Setiap alternatif keputusan yang diambil selalu ada konsekuensinya Dalam ekonomi. Pemerintah dapat memainkan peran dengan mengadakan barang tersebut dan memaksakan pembayaran produksinya kepada seluruh warga negara. kelompok pertama adalah kelompok pnduduk miskin dengan permintaan yang lebih rendah. Hal tersebut diatas menunjukkan bahwa pasar dalam pengertian yang biasa tidak dapat memecahkan masalah pengadaan barang yang konsumsinya bersifat nonrival. PENENTUAN HARGA BARANG PUBLIK Penentuan harga barang publik oleh pemerintah sangat tergantung dari tujuannya. Pertemuan kurve agregat dengan kurva suplai yang tidak lain adalah pemerintah menunjukkan harga jual dan kuantitas listrik yang harus diproduksi. Permintaan listrik agregate dari dua kelompok dapat digambarkan sebagai penjumlahan kedua kurve permintaan.Dapat dijual dengan harga pasar 2). kurve permintaan penduduk tersebut berada pada level yang lebih rendah. Kelompok kedua. penduduk yng lebih kaya mengekpresikan kurve permintaan yang lebih tinggi. Supaya terpenuhi asas adil. harga tersebut diberlakukan berbeda kepada kelompok miskin dan kelompok kaya. Kelompok miskin dipungut lebih rendah dan kelompok kaya dipungut lebih tinggi.4). Sama seperti no3 diatas. Pengadaan barang konsumsi berasama yang bersifat nonrival. sekaligus menunjukkan tingginya biaya untuk menghasilkan barang tersebut oleh produsen 155 . dalam kaitannya dengan penyediaan barang dan jasa. Sebagai contoh terdapat sebuah pemerintah dengan dua kelompok penduduk untuk pengadaan sutu barang publik – misalnya lampu jalan. harus melibatkan pemerintah. tingkat harga merupakan suatu tanda tingginya nilai dimana konsumen bersedia untuk membayar atas barang/jasa yang dihasilkan oleh produsen.Dijual dengan tingkat harga tertentu yang berbeda dengan harga pasar 3).

Harga terendah (floor). Harga tertinggi (ceiling). Langkah yang biasanya diambil oleh pemerintah adalah menentukan: 1). tujunnya untuk melindungai produsen 2). Di satu sisi konsumen ingin harga pangan murah. penyesuaian produksi akan mengikuti pola Cobweb Theorem (sarang labalaba) KEBIJAKAN PENYANGGA (Buffer Stock Policy) Dalam perumusan kebijakan harga biasanya pemerintah dihadapakan pada dilema kepentingan.Dalam mekanisme pasar persaingan sempurna. pemerintah akan dapat mempengaruhi jumlah produksi yang dihasilkan. pada tingkat equilibrium. apabila konsumen ingin memaksimalkan kepuasannya. tujuannya untuk melindungi konsumen Keberhasilan kebijakan ini tergantung dari ketersediaan dana untuk operasi (market operation) 156 . seperti barang pertanian Peningkatan harga (untuk produk pertanian) akan mendorong peningkatan penawaran. p = MC = MR sehingga. konsumen akan membeli barang-barang sampai kondisi equilibrium tersebut tercapai IMPLEMENTASI PENENTUAN HARGA Tujuan khusus dari kebijakan penentuan harga adalah:  Mendorong produksi  Memelihara kestabilan Ada dua pendekatan yang dapat digunakan untuk melakukan analisis penyediaan produk pertanian:  Kebijakan harga positif  Kebijakan harga negatif Dengan mengubah harga. Namun apabila peningkatan penawaran membutuhkan tenggang waktu. Pemerintah perlu melindungi kedua kepentingan tersebut agar konsumen dan produsen tidak menderita. di lain sisi produsen ingin agar produksinya terjual dengan harga yang layak.

yang dijadikan referensi dalam usaha menemukenali dan merangkum pandangan mengenai fungsi ekonomi pemerintah. Fungsi-fungsi tersebut menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah pusat. Fungsi alokasi 2). Pengertian penyerahan desentralisasi. Fungsi distribusi 3). 157 .Fungsi stabilisasi. devaluasi). fungsi distribusi dan fungsi stabilisasi.TINJAUAN TENTANG FUNGSI EKONOMI PEMERINTAH Fungsi ekonomi pemerintah terdiri dari tiga fungsi pokok. Masing-masing fungsi memiliki keterkaitan yang berbeda dalam perlakuanmya. Fungsi distribusi memiliki keterkaitan erat dengan perataan kesejahteraan masyarakat dalam arti proporsial tetap menjadi perhatian dalam rangka mendorong tercapainya pertumbuhan yang optimal. dan kebijakan fiskal (keseragaman perpajakan). seperti dikemukakan sebagai berikut : Fungsi alokasi memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan penyediaan dan pelayanan barang-barang publik yang peruntukannya secara komunal dan tidak dapat dimiliki secara perorangan. Melalui tinjauan ini dikemukakan pandangan ekonomi tentang fungsi alokasi. daerah adalah untuk sebagian kewenangannya kepada pemerintah melaksanakan fungsi alokasi. dibidang ekonomi pemerintah. yang ditujukan untuk mengatur dan mengurus perekonomian daerah dalam rangka menciptakan stabilitas perekonomian secara nasional. contohnya seperti kebijakan yang mengatur variable ekonomi makro yang menggunakan instrumen kebijakan moneter (pencetakan uang. distribusi dan stabilisasi. yaitu: 1). namun untuk menuju kepada sistem pemerintahan yang efektif dan efisiens sebagian besar wewenang dan tanggung jawab pemerintah pusat didesentralisasikan kepada pemerintah daerah dan tetap menajdi wewenang dan tanggung jawab pemerintah pusat.

1986 (dalam Syahrir. Menurut Stiglitz. menyebutkan bahwa barang-barang publik dibatasi oleh dua sifat yaitu: Konsumsinya tidak dapat dibagi-bagi Tidak dapat dibagi-bagikan kepada orang-perorang. misalnya pasar jauh dari persaingan sempurna maka pemerintah akan turut campur tangan dalam pengalkasian sumberdaya. Barng publik lokal adalah barangbarang yang menurut penyediaannya oleh pemerintah daerah dan secara tehnologi layak & perolehan keuntungannya dinikmati oleh penduduk setempat. 1986 : hal 4). Sedangkan barang publik nasional adalah barang-barang yang penyediaannya oleh pemerintah pusat dengan perolehan keuntungan yang dinikmati oleh selain penduduk setempat juga masyarakat dalam suatu negara. disebutkan ada 2 (dua) elemen yang selalu ada pada setiap barang publik. Dalam hal produksi atau konsumsi sesuatu barang dan jasa menimbulkan biaya atau memberikan keuntungan eksternal terhadap produsen atau konsumen lain 158 . Hal ini karena sangat terkait erat dengan barang-barang publik yang nilainya sangat besar. Fungsi Alokasi Kewenangan ekonomi yang paling utama dan memperoleh porsi yang terbesar bagi pemerintah daerah adalah fungsi alokasi. Sedangkan menurut King (1984 : hal 10). barang publik ini dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu. Disini bila kejadiannya berbeda dengan asumsi. barang publik lokal dan barang publik nasional. Menurut penyediaannya. yaitu: Tidak dimungkinkannya menjatah barang-barang publik bagi setiap individu (orang-perorang). Terdapat beberapa alasan yang melandasi adanya intervensi pemerintah dalam pengalokasian sumber daya sebagai dikemukakan berikut ini : Ekonomi kompetitif yang sempurna dengan asumsi-asumsi tertentu bahwa akan menjamin alokasi sumberdaya secara optimal.Fungsi sdtabilisasi memiliki keterkaitan erat dengan fungsi mengatur variable ekonomi makro dengan sasaran untuk mencapai stabilitas ekonomi secara nasional. Sangat sulit untuk menjatah dan membagi-bagikan barang publik.

Melalui desentralisasi secara umum akan dapat menumbuhkan inovasi dan menghasilkan eksperimentasi barang-barang publik.maka pemerintah akan turut campur tangan dengan mengatur pajak dan subsidi terhadap barang-barang tersebut. jika dibandingkan apabila dilakukan dengan sistem sentralisasi. birokrat pada tingkat bawah memiliki pengetahuan yang lebih tentang keinginan penduduknya. Alasan-alasan yang mendukung peran alokasi oleh pemerintah daerah adalah : Kemungkinan besar akan terjadi perpindahan penduduk ke daerah lain. Desentralisasi akan dapat menjamin kontrol yang lebih demokratis terhadap aparat. namun berbeda halnya bila penyediaan oleh pemerintah pusat ada kemungkinan penyediaannya secara seragam dengan daerah lainnya yang hal ini dapat terjadi kurang sesuai dengan selera penduduk setempat. Ada kecenderungan bahwa pemerintah mendorong konsumsi barang-barang yang dikonsumsi dalam jumlah banyak (merit) melalui penyediaan dengan subsidi. Menurut King. Akan tetapi diakui ada 159 . Pemerintah dari berbagai tingkatan harus saling bekerjasama dan jika salah satunya mengabaikan keingninan warganya maka mereka dapat melakukan tekanan pada pemerintah. yaitu : Dalam sistem pemerintahan yang bertingkat. manakala mereka merasa tidak puas dengan pelayanan yang diperoleh didaerahnya. harga nol atau dengan memberikan perangsang kepada pihak swasta untuk penyediaannya. dan mengatur tingkat produksi eksternal dengan cara lain. Penyediaan oleh daerah menghasilkan barang dan jasa publik lokal yang lebih efisien dan penduduk menjadi lebih sadar akan biaya pelayanan. ada 4 (empat) alasan mengapa penyediaan oleh daerah lebih berkesuaian dengan keinginan penduduknya. Penyediaan yang dilakukan oleh daerah akan lebih sesuai dengan kebutuhan dan selera penduduk setempat. Sebaliknya pemerintah juga cenderung menghambat konsumsi barang-barang yang dikonsumsi dalam jumlah sedikit (demirit) melalui kebijaksanaan pajak. hal ini akan menimbulkan masalah yang terkait dengan penyediaan lokal. 1984.

beberapa kelemahan yang dinilai kurang mendorong pelayanan yang efisien. Kemungkinan terjadinya pengeluaran yang berlebihan dari dana pinjaman/hutang yang berlebihan Kemungkinan terjadinya penyediaan yang berlebihan atas kegiatan ekonomi yang dibiayai dari pungutan pajak. Pemerintah daerah mungkin mengabaikan keuntungan yang diperoleh dari faktor eksternal bagi mereka yang bukan penduduk setempat sehingga kurang penyediaan pelayanan bagi mereka padahal berpotensi mendatangkan keuntungan. yang kemungkinannya dapat terjadi karena kurangnya pengalaman mengatur pengeluaran oleh pemerintah daerah. sehingga untuk menajmin stabilitas secara nasional perlu dilakukan pengendalian dan pengawasan yang intensif dari pemerintah pusat. Hal ini diperkuat dengan adanya beberapa alasan berikut ini : Kemungkinan terjadinya eksport. dilain pihak kesejahteraan penduduk kurang mendapat perhatian. dapat terjadi keberadaan dan kemampuan pemerintah daerah dalam mengembangkan daerahnya menajdi ancaman dan kendala bagi pemerintah pusat di dalam menentukan kebijaksanaan. Fungsi Distribusi 160 . Selain itu dari sisi persaingan. Masalah lain yang kemungkinan timbul dalam kaitan dengan desentralisasi fungsi alokasi ini adalah dengan cara apa dan bagaimana menggali potensi pajak yang sesuai untuk pemerintah daerahnya. Pemerintah daerah kurang intensif menggali potensi yang berkembang dari penyediaan pelayanan. Kemungkinan terjadinya pengeluaran yang berlebih oleh birokrat dalam usahanya memaksimalkan kesejahteraan mereka. Kemungkinan terjadinya penyediaan pelayanan kurang efisien sebagai akibat dari upaya menarik industri ke daerah atau menahan industri yang telah ada. dimana beberapa beban pajak lokal dialihkan kepada bukan penduduk setempat. Efisiensi penyediaan pelayanan publik yang rendah.

1984 : hal 35). tingkat retribusi yang optimal akan lebih besar terjadi di daerah-daerah yang citrarasa pembayar pajaknya mendukung distribusi.Fungsi distribusi dalam fungsi ekonomi pemerintah adalah sangat terkait erat dengan pemerataan kesejahteraan bagi penduduk di daerah yang bersangkutan dan terdistribusi secara proposial dengan pengertian bahwa daerah yang satu dimungkinkan tidak sama tingkat kesejahteraannya dengan daerah yang lainnya karena akan sangat dipengaruhi oleh keberadaan dan kemampuan daerahnya masing-masing. Kecilnya kewenangan dan dukungan yang dilimpahkan oleh pemerintah pusat dalam fungsi distribusi ini adalah didasarkan pada asumsi bahwa bila pelimpahan kewenangan dan dukungan pemerintah pusat cukup besar maka dikhawatirkan akan menimbulkan masalah yang berkaitan dengan distribusi pendapatan yang seragam dibeberapa daerah karena akan kurang memberikan inovasi dan rangsangan untuk mengembangkan potensi sumberdaya yang dimiliki atau yang tersedia di daerahnya. Menurut Paully (1973. (1984 : hal 32). hal ini dianggap akan membuka peluang timbulnya masalah baru yang berkaitan dengan migrasi penduduk. Sedangkan menurut King (1984 : hal 33) harus ada suatu kebijakan dasar retribusi nasional dan pemerintah daerah seharusnya diijinkan untuk mengubah derajat distribusi diwilayahnya. 161 . Disisi lain bahwa kebijaksanaan retribusi tunggal yang seragam didasarkan pada rasa kekhawatiran bahwa bila diberlakukan kebijaksanaan yang tak seragam dan desentralisasi akan menyebabkan berpindahnya sebagian penduduk daerah tersebut kedaerah lain yang menjanjikan penghasilan yang lebih besar dibandingkan didaerah asal. Kewenangan dan dukungan terhadap peran pemerintah daerah dalam fungsi distribusi ini tidak sebesar kewenangan dan dukungan dalam fungsi alokasi sebagaimana dikemukakan oleh King. Fungsi stabilisasi ini berkaitan erat dengan fungsi mengatur variabel ekonomi makro dengan instrumen kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Fungsi Stabilitas Sesuai dengan nama stabilisasi maka fungsi stabilisasi ini dimaksudkan untuk menciptakan stabilitas ekonomi suatu negara. dalam bukunya King.

Memberi peluang yang optimal bagi perwujudan kebebasan manusia. konsekuen dan objektif. Adanya perlakuan yang sama dan fair bagi semua pelaku bisnis. 3). maka pemerintah pusat akan mengalami kesulitan dalam mengendalikan kestabilan harga-harga maupun tingkat inflasi yang terjadi didaerah. 2). 4). Contoh riil dalam kebijakan moneter.Diantara ketiga fungsi ekonomi pemerintah. jika kebijakan moneter didesentralisasikan maka masing-masing pemerintah daerah akan mempunyai kewenangan melakukan kebijakan tersebut sesuai dengan kebutuhannya bahkan keinginannya. Pendapat yang Mendukung: 162 . Ada peluang yang optimal bagi persaingan bebas yang sehat dan fair. transparan. Dan dalam hal kebijakan fiskal jika didesentralisasikan maka akan terjadi perbedaan penetapan pajak dan pengeluaran. Bila masing-masing daerah diberikan kewenangan mencetak uang sesuai keinginan ataupun kebutuhan daerahnya. Adanya pemerataan ekonomi. PASAR BEBAS Karakteristik Pasar Bebas adalah: 1). sebagai akibatnya adalah akan terjadi migrasi penduduk dari satu daerah ke daerah lainnya yang memberikan peluang untuk memperoleh penghasilan yang lebih besar. Disamping itu kecilnya kewenangan dan dukungan peran pemerintah daerah dalam fungsi stabilisasi. disebabkan akan adanya efek sampingan yang timbul akibat penggunaan instrumen yaitu kebijakan moneter dan kebijakan fiskal untuk mengontrol variabel ekonomi makro dan efek langsung dari penggunaan instrumen tersebut. Hal ini dilandasi oleh pemikiran bahwa fungsi stabilisasi berbeda antar satu daerah dengan daerah lain dalam suatu negara. Ada aturan yang fair. 5). fungsi stabilisasi ini merupakan yang paling kecil kewenangan dan dukungannya terhadap peran pemerintah daerah dan bahkan hampir tak mendapatkan bagian untuk berperan dalam fungsi stabilisasi ini.

Konflik antara hak negati dan positif. yang meyakini sistem kapitalis menciptakan 163 . Karl Marx (1818-1883) Karl marx.prinsip keadilan. yang didasarkan pada teori2 utilitarian. Konflik antara hak menurut Locke dengan prinsip. setiap individu bebas mempertukarkan barang secara sukarela tanpa paksaan pemerintah. Pasar Bebas dan Hak:John Locke (1632-704). yang didasarkan pada teori hak moral. Individu dibiarkan bebas mencari kepentingannya sendiri di pasar bebas karena akan akan diarahkan menuju kesejahteraan publik oleh sebuah “tangan tak terlihat”. Kritik terhadap pendapat Adam Smith: Argumen utilitarian didasarkan pada asumsi-asumsi yang tidak realistis. 3). Hak atas kebebasan. Utilitas Pasar Bebas: Adam Smith (1723-1790) Pasar tak teregulasi dan properti pribadi akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar dari peraturan apapun yang diberlakukan. Menjamin bahwa ekonomi akan menghasilkan apa yang diinginkan konsumen dengan harga murah dan sumber daya yang efisien sehingga utilitas ekonomi masyarakat dapat dimaksimalkan. merupakan pendukung sistem pasar bebas tak teregulasi. Kritik atas Hak John Locke 1). II. Asumsi bahwa individu memiliki hak alami 2).II. Asumsi individualistik yang dibuat Locke serta konfliknya dengan kewajiban untuk memberikan perhatian.Dua hak alami yang dilindungi pasar bebas yaitu: hak atas kebebasan dan hak atas properti. Hak atas properti. Pendapat yang Menolak. 4). Adam Smith. setiap inidvidu bebas memutuskan apa yang akan dilakukan dengan apa yang dimilikinya tanpa intervensi pemerintah. John Locke.

Kebaikan ekonomi pasar bebas 1). efisiensi ini dicapai apabila perusahaan beroperasi sedemikian rupa sehingga tingkat harga sama dengan biaya marjinal 2. Kebebasan pelaku ekonomi memilih bidang usahanya Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi 1. Efisiensi Alokatif. Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kuat 1). Faktor produksi digunakan dengan efisien 2). Produktifitas dipacu karena diantara mereka bersaing dengan sangat ketat (timbul inovasi dalam banyak aspek) 164 . Kedua efisiensi ini dicapai hanya pada pasar persaingan sempurna (pasar bebas). Kegiatan ekonomi dalam pasaran diatur dan diselaraskan dengan efisien 3). Kebebasan berusaha mengakibatkan produsen bekerja dengan efisien dan lebih giat 2).  Mengasingkan pekerja dari aktivitasnya sendiri. dicapai jika perusahaan beroperasi dengan biaya yang paling minimum yaitu bagian terendah dari AC (average cost).  Kapitalisme mengasingkan orang-orang dari diri mereka sendiri.  Mengasingkan manusia satu sama lain dengan memisahkan ke dalam kelas-kelas sosial yang bertentangan. Kritik terhadap sistem kapitalis: Hasil usaha pekerja dikuasai orang lain. Efisiensi produktif. ketidakadilan.  Penentang utama sistem properti pribadi dan pasar bebas. Kegiatan ekonomi berlangsung selaras dan efisien Dalam persaingan sempurna setiap terjadi ketidakselarasan (misal kelebihan output) maka tanpa menunggu perintah dari pemerintah para pelaku pasar akan menyesuaikan posisinya. Pertumbuhan ekonomi yang kuat 4).

Biaya pribadi. Distribusi pendapatan tidak merata Akibat eksternal yang merugikan 1). yaitu biaya yang dikeluarkan produsen untuk membeli faktor produksi berkaitan dengan proses produksinya. yaitu yaitu biaya pribadi ditambah biaya yang ditanggung masyarakat akibat proses produksi yang dilakukan suatu perusahaan. Kegagalan membuat penyesuaian dengan efisien 5. 3).) Barang merit.Kelemahan Ekonomi Pasar Bebas 1. yaitu barang yang penggunaannya dilakukan bersama (misalnya: jalan raya. Kekurangan barang publik dan barang merit 3. Biaya sosial. pengamatan cuaca dll. misal rokok) atau digalakan produksinya (merit goods. Manfaat sosial bersih (social net benefit) muncul jika eksternalitas yang menguntungkan melebihi eksternalitas biaya Kekurangan barang publik dan barang merit Barang publik. Akibat ekstern (eksternalitas) yang merugikan 2. Mewujudkan kekuasaan monopoli dalam pasar 4. misalnya: pendidikan) 165 . jasa keamanan umum/polisi. yaitu suatu barang yang karena alasan tertentu perlu dikontrol (merit bad. 2). Eksternalitas yang merugikan muncul jika biaya sosial melebihi biaya pribadi Manfaat sosial bersih (social net benefit) muncul jika eksternalitas yang menguntungkan melebihi eksternalitas biaya 4).

Dampak perdagangan bebas pada kesejahteraan usaha kecil/mikro Apabila banyak rakitan teknologi budidaya tanaman pertanin diadopsi oleh petani. Secara teoritis. struktur pasar untuk bermacam-macam industri pengolahn yang menggunakan bahan baku produk pertanian. Berlakunya sistem perdagangan bebas secara mekanisme pasar akan berdampak pada harga dan produk tersebut. sehingga produksi nsional meningkat juga. sehingga harga produk pertanian di pasar akan turun. maka produksi akan meningkat. bis dilihat pada gambar berikut: MO T P1 Po P2 G 0 P = price/harga Q=quantitas/jumlah S =Supply/penawaran S E MR D Q 166 .

D= Demand/permintaan MR =marginal revenue/tambahan penghasilan Apabila aumsi yang digunakan adalah: biaya pemasarn sebesar nol. tentu didasarkan atas beberapn alasan yang ditemukan melalui pengamatan nyata dan 167 . Mengapa harus UKM yang menjadi sorotan utama. Sedangkan produsen bahan baku/ petaninya mengalami kerugian sebesar GET. artinya ia berusaha umtuk memksimumkan keuntungannya. Untuk itulah. daripada hanya satu kekuatan pasar saja (monopoli atau monopsoni saja). Industri pengolahan dalam membeli bahan baku produk pertanian dri produsen dan menjualny berupa produk olahan kepada konsumen. Produk olahan akan dijual sebesar P2. Jadi kehilangan kesejahteraan yang ditanggung oleh mayarakat lebih besar karena adanya dua kekuatan pasar monopoli dan monopsoni. maka pembuat kebijakan haruslah mendukung kemitraan dalam agroindustri yang berkelanjutan. Industri pengolahan pda kondisi ini akan berupa monopolistik dalam menjual produk olahan kepada konsumen. Kerugian yang ditnggung masyarakat adalah sebesar sama besar sebagaimana kerugian yang ditanggung petani. Apabila dilanjutkan dengan pertanyaan bagaimana kesiapan atau kesanggupan produsen kita untuk menjawab pertanyaan tersebut akan mendapat kajian dalam uraian ini. Berdasar pada kajian evaluatif terhadap performa kinerja pelaku-pelaku usaha kita khususnya usaha kecil dan menengah (UKM). sedangkan harga bahan baku sebesar P3 ( yaitu perpotongan antara MO dan MR. dalam uraian ini. dan bertindak sebagai monopsonistik dalam membeli bahan baku dari produsen/petani. Monopolistik dan monopsonistik dri pihak industri pengolahan akan memperoleh kelebihan keuntungan sebesar P1P2GT.

Terbukti Usaha Kecil dan Menengah serta Koperasi mampu menyerap 99. Kenyataan yang dapat dilihat. sedangkan industri kecil dan menengah terbukti dapat bertahan dan bahkan bertumbuh yang ditunjukkan dengan pertambahan nilai ekspor oleh usaha kecil menengah hampir tiga kali lipat (276%).kajian / penelitian oleh berbagai pihak (pemerintah dan swasta. • Lebih tahan dalam menghadapi gejolak ekonomi yang terjadi. seperti halnya dalam masa-masa kriisis saat ini dimana industri besar banyak mengalami kejatuhan. Kantor Menteri Negara Koperasi dan UKM tahun 2001). 168 . Input produksinya bertumpu pada sumber daya alam lokal. • • • Prosesingnya 89. serta koperasi dari sebesar Rp. perguruan tinggi) yang menyatakan: • Usaha kecil dan menegah memiliki populasi. 27.66 triliun pacta tahun 2001 (sumber : Deputi Pemasaran dan Jaringan Usaha. Pada umumnya menghasilkan barang-barang substitusi barang impor dan bersifat barang-barang konsumsi serta berpotensi ekspor. Sedangkan usaha besar hanya tumbuh 197% (Deputi Pemasaran dan Jaringan Usaha.9 % membutuhkan teknologi sederhana dan bersifat padat karya. Kantor Menteri Negara Koperasi. penyebaran menurut wilayah dan sektor / sub-sektor yang relatif lebih besar dibanding usaha besar.29 uiliun tahun 1997 meningkat menjadi Rp. dimana dalam kurun waktu 4 tahun (tahun 1997 -2001) terjadi peningkatan total ekspor Pengusaha kecil dan menengah. 3.4 % dari angkatan kerja. • Peranan usaha kecil dan menengah dalam pembentukan Produk Domestik Bruto cukup strategis. Beberapa alasan yang disebut ini penulis mengartikannya sebagai masukan (input) bagi UKM dalam usahanya untuk memposisikan dirinya dalam era perdagangan bebas. Usaha Kecil dan Menengah tahun 2001).

Kelemahan dalmn teknologi produksi ini akan dapat mempengaruhi kemampuan untuk mencapai skala ekonomis disamping pengaruh keterbatasan input produksi berupa bahan baku dan modal.No. • Penguasaan teknologi produksi yang relatif sangat beragam akan dapat mempengaruhi produktivitas. sehingga meningkatkan biaya transformasi sumberdaya antar regional. • Dengan berlakunya UU. Hal ini akan membutuhkan dana yang cukup besar serta hasilnya tidak untuk jangka pendek. • Kurangnya capital yang dimiliki oleh pemerintah daerah yang akan dipergunakan dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan usahn melalui penyediaan sarana dan prasarana yang bersifat supporting dan penanganan usaha-usahn yang memerlukan capital yang cukup besar dinllina usaha kecil dan menengah tidak mampu mengelolanya.kota besar untuk kembali ke daerah disebabkan insentif yang kurang menjanjikan dari daerah. Bagi wilayah yang potensi sumberdayanya kurang memiliki nilni ekonomis atau bahkan kurnng atau tidak memiliki tentunyn aknn mempengaruhi kinerja produk yatlg ditatlgnni oleh wilayah tersebut.Selanjutnya penulis akann mencoba mengemukakan beberapa isu kritis bagi UKM yang juga dapat mempengaruhi kinerja Usaha Kecil Menengah. • Bagi wilayah yang telah memiliki sumberdaya yang selama ini belum atau kurang dieksploitir berarti dalatn rencana pemanfaatannya masih harus memerlukan upaya-upaya yang sangat mendasar dan berkelanjutan.25 / 1999 aknn dapat menambah tajamnya persaingan dalam pemanfaatan sumberdaya antar usaha domestik. 169 .No. • Masih kurang tertariknya rninat sumberdaya manusia yang telah terdidik dan memiliki kemampuan (keahlian) ymlg terpusat di kota.22 / 1999 dan UU.

Thailand. Pelaku bisnis yang kurang atau tidak mampu mengakomodirnya atau mereka yang tidak mampu menjawab tantangan tersebut. sepatu. perdagangan bebas dapat menjadi ancaman. Malaysia di samping produk-produk dari negara Jepang yang memang sudah lebih dulu unggul. Adapun negara-negara yang telah eksis dipasar dalam negeri adalah Korea. Persaingan yang ketatpun antara negara-negara sedang berkembang sudah dan sedang tcrjadi.Masa perdagangan bebas bukan berarti menjadi momok atau ganjalan yang harus ditakuti oleh pelaku usaha. khususnya untuk produk-produk industri ringan seperti tekstil. efisien dan efektif agar dapat bersaing di pasar bebas. Sebagai landasan bahasan guna menghasilkan sesuatu sebagai sumbangan pemikiran yang dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi UKM dalam pertarungmmya di pasar global sebagaimana yang dikemukakan oleh M. REFERENSI TEORITIS Proses liberalisasi perdagangan dunia akhir-akhir ini baik secara regional (lokal) maupun internasional menyebabkan persaingan global yang semakin ketal dan bahkan dapat menuju "hyper competitive". Kembali pada persoalan dan bahasan pokok. agro industri dan lainnya. tcrutama produk-produk elektronik. China. Memang diakui bahwa perdagangan bebas akan membawa konsekuensi logis bagi setiap negara. produsen atau bagi setiap pelaku usaha sebab perdagangan bebas akan menuju terciptanya era "Persaingan Liberalisasi" (Competitive Liberalization). "bagaimana atau sejauh mana" prospektif UKM unluk dapat menghadapi tantangan dan peluang tersebut hingga dapat berkompetisi dan dapat memenangkan pasar global. dimana masing-masing negara. akan tetapi UKM sebagai usahawan harus mampu melihat masa itu sebagai peluang dan sekaligus menjadi tantangan. Porter. otomotif dan lainnya. 170 . pengusaha atau pelaku bisnis masing-masing akan bekerja secara produktif.

saling bergantung dan saling mempengaruhi dapat dilihat dalam gambar berkut : 171 .Thn. Bagaimana keempat faktor ini saling berinteraksi. pertumbuhan pasar. dan trend permintaan pasar internasional c. Yaitu menjaga hubungan antara produsen dan pemasok (supplier) dengan menjaga dall mempertahankan lulai-nilai hubungan yang saling menguntungkan (value chain). Skala dan jumlah permintaan dalam negeri. Related & Supporting Industry. Yaitu sumber daya (resources) yang dimiliki oleh suatu negara meliputi: Sumber Daya Manusia (human resources). Kondisi persaingan termasuk persaingan dalam negeri. Ilmu Pengetahuan dnn Teknologi (knowledge resoulrces). dan kondisi permintaan dimaksud meliputi : Konsumsi dalam negeri. Factor Condition. 1997. Permodalan (capitall resources) dan Prasarana (infrastructure resources) b. Demand Condition. Permintaan sebagai salah sarli faktor penting dalam menunjang keunggulan daya saing. d. Firm Strategy. Sumber Daya Alam (physical resources). Yaitu strategi yang mcnyangkut struktur kelembagaan dan pennodalan serta kondisi persaingan. Porter menawarkall kata kunci dalam memenm1gkan persaingan global yaitu "Competitive Adventage of Nation" Keunggulan bersaing suatu bangsa yang ditunjang oleh 4 faktor penentu yaitu: a.

Faktor ini juga turut mempengaruhi keputusan investor asing untuk 172 . FAKTOR CONDITIONS Sumberdaya Kualitas pengelolaan usaha oleh sumberdaya manusia yang berkiprah dalam dunia usaha kecil menurut hasil survey yang dikemukakan oleh Tim Lembaga Penelitian IPB dalanl Lokakarya Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Lokal Oalam Rangka Otonomi Daerah. a.IMPLIKASI TEORITIS DAN TINJAUAN PRESPEKTIF Dengan mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Porter diatas berikut penulis akan melakukan bahasan tentang bagaimana faktor-faktor kunci tersebut dapat dipahami. Tentunya solusi untuk itu adalah perlunya lembaga pelatihan yang dapat merubah dan mengarahkan perilaku agar sesuai dengan tuntutan bisnis. Selain dari sisi kualitas tenaga kerja sisi kuantitas atau jumlah tenaga kerja yang tersedia juga sanggat mendukung peningkatan usaha-usaha yang bersifat padat karya. Yang perlu mendapat perhatian adalah tentang adanya perilaku bisnis yang kurang mendukung. diarbsobsi dan diberlakukan oleh pelaku usaha (UKM) yang dihubungkan dcngan kondisi riilnya. di Jakarta paska bulan Pebruari 2001 dinyatakan dalam kategori baik.

Sumberdaya Alam Migas. Kimia dan hasil tambang lainnya seperti yang dilakukan oleh Freeport.masing wilayah harus menyadari apakah lebih baik memproduksi atau membeli tentunya dengan dasar pertimbangan yang disebut di atas. Akibatnya kita kurang dan bahkan tidak mendapatkan nilai tambah dan nilai garda (multyflier effect) atas olahan tersebut. Sebagai contoh. Sebagai bahan pembanding boleh kita melihat bagaimana kemajuan industri padat karya yang dilakukan oleh negara China. karena masing-masing wilayah memproduksi barang yang ekonomis. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 173 . dengan memperhatikan biaya produksi yang ikut mendukung pcncapaian keunggulan komperative. yang merupakan salah satu aset yang selama ini kita andalkan telah berkurang. Bagaimana pemerintah daerah dapat menyikapi fenomena ini tentu termasuk juga mempengaruhi kesiapannya dalam menjalankan peningkatan ekonomi wilayah. Sumberdaya alam mumi selama ini lebih banyak digunakan sebagai input produksi bagi industri-industri besar termasuk logamn dan kimia. Sumber daya alam Indonesia pada umumnya masih berupa sumber daya alam murni yang masih harus memerlukan olahan lebih lanjut untuk mendapatkan dan menambah nilai ekonomis. elektronik dan sepeda motor) yang membanjiri pasar Indonesia saat ini adalah merupakan hasil industri padat karya. yang selama ini Indonesia mengekspomya dalam bentuk murni sedangkan pengolahan selanjutnya dilakukan di negara lain. Hal lain yang berhubungan dengan sumber daya alam ini yaitu terjadinya keragaman pemilikan sumberdaya alam di masing-masing wilayah (daerah) sehingga diperlukan kejelian dalam menetapkan usaha strategis atau produk unggulan di masing-masing wilayah. Pertamina dan sebagian usaha perikanan. Akan tetapi perlu kita renungkan kembali terjadinya eksodus tenaga kerja padat karya secara besar-besaran ke berbagai negara padat karya ke berbagai negara. agar tercipta kondisi kompetisi yang saling menguntungkan. dimana menurut realita bahwa produk-produk (tekstil. Sedangkan sumberdaya yang selama ini dikelola oleh industri kecil dan menengah lebih banyak sumberdaya yang bersifat hasil ikutan dari industri besar. Dengan kata lain masing.bcrkiprah dalam dunia usaha di Indonesia.

Sumber kapital yang dimiliki oleh pemerintah daerah selama ini lebih banyak bersumber dari pemerintah pusat. Sehingga produk-produk yang kita miliki yang tadinya memiliki keunggulan komparative tidak tereksploitir seperti argo industri pertanian dan perkebunan. karena teknologi merupakan hasil penerapan ilmu pengetahuan. maka penulis lebih memfokuskan uraian mengenai kondisi permodalan yang ada di daerah nota bene pemerintah daerah. juga industri kerajinan. Rasionalnya bahwa pemerintah daerah bersumber dari pendaptan daerah yang diperoleh atas penyediaan barang dan jasa. Kelemahan yang ada selama ini. Permodalan Untuk menghindari rasa apriori tentang permasalahan permodalan ini. yaitu penyebaran atau distribusi Iptek di wilayah-wilayah juga bervariasi menurut kuantitas dan frekuensi aktivitas pembangunan yang telah berjalan di rnasing-masing wilayah. Data yang diperoleh dari pusat ini secara rational tidak akan mungkin dapat menghasilkan simpanan karena penetapan besarnya dilakukan melalui pcndekatan biaya. adalah pembangunan Iptek dilakukan hanya untuk mengejar prestige di mata Internasional. 174 . Artinya bahwa jumlah dana yang diterim tersebut akan dialokasikan untuk membiayai aktivitas yang telah ditetapkan dalam prinsip berimbng. Harus kita terima bahwa faktor Iptek masih memerlukan perjuangan yang sangat panjang. Akan tetapi sesuai dengan sistem yang dipakai adalah penerimaan daerah yang bersumbcr dari barang dan jasa ini tersentralisir di pusat dan didistribusikan lagi ke daerah melalui aktivitas riel dan pelayanan masyarakat berupa penyediaan infrastruktur dan dana lainnya seperti fasilitas umurn dan sosial. perikanan dan peternakan. Persoalan lain juga sarna seperti pemilikan surnberdaya alam yang dikemukakan di atas. Terjadinya pengerahan dana yang sangat besar untuk pemilikan peralatall modal tidak rnendukung input produksi industri kecil.Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) mengandung makna yang tidak terpisahkan. yang jumlahnya dilakukan atas dasar pendekatan aktivitas pembangunan daerah.

Dengan dernikian sudah dapat diperkirakan kondisi capital daerah secara umurn saat ini. Hady. Kemudahan akses yang ditunjang oleh ketersediaan jalan yang merupakan alat transportasi akan memperlancar penyaluran dan distribusi bahan dan hasilbasil olahan. akan tetapi kondisi lernbaga keuangan clan perbankan saat ini sarna halnya dengan yang dialami oleh sektor riel. Prasarana Prasarana merupakan partisipasi pemerintah dalam upaya mendorong lancarrrya aktivitas ekonomi terutama menyangkut pembukan jalan ke sentra-sentra produksi pasar. Pembukaan jalan penghu. Untuk kedua fasilitas ini kerjasama antar pemerintah dan swasta sangat dibutuhkan. Alternatif lain yang menjadi harapan untuk rnendapatkan dana penyanggah (revolving fund) dan penggerak (starting fttnd) bagi aktivitas ekonomi di daerah adalah masing-rnasing daerah harus rnenciptakan kondisi ekonorni menjadi menalik (favorable) bagi investor/penanam modal asing (H. Menarik berarti bukan hanya dari segi substansi bisnis akan tetapi lebih menyangkut kenyamanan menyeluruh sebagaimana yang tersebut dalam indikator Country Risk sebagai salah satu pertirnbangan bagi investor asing. 1996). akan tetapi perlu 175 . Penyediaan jalan lebih diharapkan kepada pemerintah sedangkan transportasi biasanya ditangani oleh swasta. Artinya bahwa untuk menjumlahkan fungsinya sebagai lembaga penarik dan penyalurkan dana akan bertindak sangat selektif dengan prinsip nyaman dan cepat kembali.bung illltara sentra produksi dilll pasar hendak11ya dapat memperhatikan mallfaat ganda terhadap mullculnya aktivitas ekonoll1i masyarakat disepanjLtng jalan tersebut. Hasil survei menunjukkan bahwa pada umumnya kondisi prasarana jalan dan alat komunikasi sudah menmdai terutama antar kota/propinsi. apabila dihubungkan dengan tuntutan pernbangunan ekonorni daerah. Seharusnya peranan lembaga keuangan dan perbankan dapat menjadi tumpuan dalam rnengatasi kendala perrnodalan ini. yang berarti memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berpLiftisipasi dalatn peningkatatl ekonomi sesuai dengilll batas kemampuan masing-masing.

Angka-angka statistik menyatakan bahwa UKM telah ikut ambil bagian dalam mengisi pasar atau permintaan luar negeri dengan menyediakan bahan olahan.kecilnya penerimaan dari jenis pasar tersebut. Tujuan yang ingin dicapai oleh setiap negara dalam memasuki pasar dunia adalah untuk mendapatkan manfaat perdagangan internasional (gain from trade). yaitu pemlintaan dalam negeri dan permintaan pasar luar negeri. fisik dan rupiah yang diperoleh dapat merupakan indikator semakin baiknya posisi UKM dalam pasar dunia. b. Demikian halnya dengan industri atau dunia usaha. Baik nilai. Semakin besar permintaan berarti semakin besar pangsa pasarnya. akan menjadi sia-sia kesiapan semua faktor-fator produksinya apabila permintaan sudah tidak ada lagi. Sebagai contoh 176 . Pennintaan dapat dilihat dari dua sisi yang sekaligus menjadi sasaran pasar bagi pelaku usaha. Apakah memilih memenuhi permintaan dalam negeri dan luar negeri (dua-duanya) atau Apakah memilih salah satu. Dengan demikian salah satu tolok ukur kinerja usaha adalah besarnya permintaan yang dinyatakan dalam besaran pangsa pasar. Untuk itu pemenuhan akan kebutuhan dalan negeri melalui swasembada tetap menjadi faktor pertimbangan. Dasar pertimbanganya tentu didasarkan atas besar. Yang perlu mendapat perhatian adalah apabila terjadi peningkatan ekspor diberbagai sektor. Setiap pengusaha akan didapkan pada pemikiran dalam pengambilan keputusan atau pilihan. Kembali pada keunggulan kompetitive yang berarti dipasar dunia kita boleh unggul akan tetapi juga harus diimbangi dengan penyediaan barang dalam memenuhi pennintaan dalam negeri. DEMAND CONDITIONS Permintaan merupakan nafas kehidupan bagi semua usaha (industri).ditingkatkan mengingat pertambahan jurnlall alat transportasi yang kurang seimbang dengan kapasitas jalan yang tersedia. bagaimana dengan impornya Karena perdagangan bebas bukan hanya kita lihatdari satu sisi akan tetapi kedua sisi (ekspor-impor).

rencana masuknya ayam dari negara USA ke Indonesia dengan harga yang sangat rendah dibanding dengan harga daging dalam negeri. Dalam perhitungan bisnis kita saat ini tidal akan bisa menyediakan harga seperti yang ditawarkan USA yang juga didukung oleh kwalitas dan higenisnya. Dengan berbagai alasan yang sangat diplomatis kita menolak. akan tetapi suatu saat alasan apapun yang kita akan buat bertujuan untuk melindungi usaha dalam negeri baik secara langsung maupun tidak itu telah melanggar komitmen perdagangan bebas, akibatnya kita akan mendapatkan sanksi yang resikonya jauh lebih besar dibanding resiko yang kita dapatkan apabila kita menerima tawaran impor tadi. Artinya kalau kita nenerima masuknya ayam dari pasar Iuar resikonya hanya terjadi pada produsen daging ayam. Asumsi kita produsen belum siap beralih belum mampu menciptakal produk yang kompetitive. Solusinya adalah pertama produsen harus berusaha agar tercipta barang yang mampu bersaing dalam hal harga. Kedua pengusaha tersebut keluar dari pasar dan mencari usaha yang bisa menghasilkan produk ran kompetitive. Keputusan seperti ini adalah yang terbuka atau bebas. Akan tetapi, apabila kita tolak dengan alasan diatas, maka semua produk kita yang masuk dalam pasar internasional akan mendapatkan sanksi.

c. RELATED & SUPPORTING CONDITIONS Hubungan Industri industri dengan pamasok bahan baku sangat menemukan keIangsungan prosesingnya. Hubungan yang dimaksud adalah hubungill1 yang dapat memberikan rasa nyaman terhadap pemasoknya. Rasa nyaman ini dapat berupa adanya jaminan harga clan kontuinitas permintaan terhadap bahan baku. Masih dapat kita ingat munculnya kasus-kasus yang dialami usaha kecil baik sebagai individu maupun sebagai kelompok yang tergabung dalam kelompokkelompok usaha peternak sapi perah, PIR kelapa sawit, TRI, petani cengkeh, petani jeruk. Pemasok yang disebut ini memiliki posisi tawar yang sangat lemah yang secara semu tercipta oleh kekuatan yang dimiliki industri skala besar. Usaha-usaha

177

perlindungan dari pemerintah dengan menerbitkan berbagai kebijakan seperti pola-pola kemitraan tak pemah menyelesaikan permasalahan. Hal ini dikarenakan kebijakan yang ada tersebut kurang menyentuh permasalahan yang sangat mendasar. Pendekatan yang dilakukan lebih didasarkan atas kepentingan kelangsungan industri. Kasus yang pernah terjadi hendaknya menjadi perhatian selanjutnya lnisalnya; untuk menjaga stabilitas harga pasokan susu terjadi pembuangan susu hasil produksi petani. Terjadinya gejolak harga cengkeh, terjadi instruksi penebangan pohon cengkeh, terjadinya spekulasi harga jeruk oleh penaInpung/pemasar tunggal, terjadinya pembusukan jeruk dari petani. Demikian halnya yang terjadi di pabrik gula, kelapa sawit dan kasus- kasus lainnya termasuk penetapan harga dasar gabah yang sampai saat ini tetap menjadi permasalahan yang tak pernah berakhir. Hubungan yang nyaman antara pemasok input produksi dengan pihak industri bukan persoalan sesaat, akan tetapi jauh ke depan. Sungguh akan bisa menjadi pennasalal1an barn apabila di era perdagangan bebas ini, input produksi yang kita miliki juga harus menjadi komoditi ekspor karena terciptanya peluang bagi pemasok untuk mencari pasaI' yang kompetitive.

Persyaratan Strategi Fokus Konsep Potier yang selalu didasarkan atas aplikasi teori dengan praktek bisnis tidak diragukan lagi, dimana salah satunya adalah menyangkut hubungan antara pemasok dengan pihak industri yang digambarkan dalam bentuk rantai nilai (value chain) dia menekankan adanya nilai-nilai yang disepakati untuk dipertahankml dan dijaga kelangsungannya oleh kedua belah pihak (muttually). d. FIRM STRATEGY Kita sekarang sedang berada pada masa yang penuh dinamika dengan pergerakan yang sangat tinggi dan cepat yang terjadi dalam semua aspek kehidupan. John Naisbitt menyebutnya sebagai the most exciting decade, sedangkan Ravi Batra menyebutnya sebagai the cade of great depression. Dunia usaha saat ini telah bergerak menjadi satu pasar dunia dengan ciri pasar yang 178

efisien dan transparan mencakup daerah antar daerah dan negara antar negara. Daerah atau negara yang tidak dapat efisien dan transparan akan terlindas oleh dinamika yang berjalan begitu cepatnya. Untuk itu kembali Porter menawarkan tiga strategi pilillan yang disebut strategi generik (Generic strategies) dalam menghadapi posisi yang demikian. Penulis mengangkat satu dari strategi tersebut yang dianggap relevan dalam menghadapi persaingan di pasar dunia dan dunia usaha kita mempunyai kapasistas untuk mencapainya. Strategi tersebut adalah strategi fokus. Strategi ini mengandung dua varian yaitu fokus biaya (overall cost leadership) dan diferensiasi (differentiation), dengan memenuhi beberapa persyaratan. Persyaratan ini merupakan pilihan bagi setiap satuan pelaku bisnis baik pemerintah daerah dalam perannya sebagai pelaku usaha dalam perusahaan yang dikelola pemerintah daerah ataupun dalam menjalankan perannya sebagai lembaga / instansi sebagai stimulator dan supporting bagi aktivitas ekonomi daerah secara umum.

179

serta melibatkan semua unsur yang terkait dengan memanfaatkan potensi sumberdaya yang ada. Terobosan Thailand dalam dunia agribisnis bukan hanya berhasil meningkatkan kemapanan sektor agribisnis dalam ekonomi nasional Thailand. regional maupun internasional. sayur-sayuran. karet (8) dan produk perikanan kalengan(10). dan tanaman hias) mendapat pengakuan internasional dalam satu dasa warsa terakhir di abad ke 20 ini. baik di pasar domestik. Thailand dikenal pula sebagai negara penghasil Hortikultura dan diakui bahwa Thailand telah berhasil pengembangkan agribisnis buah-buahan dan sayur-sayuran. tetapi juga berhasil meningkatkan citra positif Thailand sebagai pelopor pengembangan agribisnis di kawasan ASEAN. disebutkan bahwa dalam kurun waktu 19901994. padi/beras (7). Perkembangan sektor agribisnis tersebut merupakan hasil kerja keras dengan perencanaan yang matang dan terpadu. yaitu udang (peringkat 5). empat komoditas agribisnis yang berhasil menduduki peringkat 10 besar komoditas ekspor Thailand. 180 .Pola kemitraan agroindustri dalam era perdagangan bebas Agribisnis Hortikultura Thailand Thailand dikenal dunia sebagai negeri Gajah Putih. khususnya dalam pengembangan komoditas hortikultura (buah-buahan. Perkembangan tersebut didukung oleh komitmen tinggi dari semua pihak yang berkompeten untuk mewujudkan sisten agribisnis Thailand yang tangguh dan kompetitif. Sistem agribisnis Thailand. Namun di sejumlah Negara termasuk di Indonesia. Dari laporan ekspor yang dikeluarkan oleh Departmen of Business and Economics Thailand (1995). Komoditas buah-buahan dan sayur-sayuran telah menjadi komoditas potensial ekspor Thailand. di samping produk-produk agribinis lainnya seperti daging dan ternak unggas.

dukungan dari Menteri Pertanian dan Koperasi dan Universitas Kasetsart sebagai institusi pendidikan tinggi pertanian yang terkenal. terutama dalam melakukan terobosan riset rekayasa pertanian dan bioteknologi. Keunggulan dalam memfungsikan Badan Penyuluhan Pertanian Daerah (BPPD). Dengan kata lain.Misalnya. Thailand memiliki keunggulan di bidang penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan bibit unggul melalui rekayasa bioteknologi. sehingga pengembangannya diarahkan untuk komoditas-komoditas potensial tersebut. dan selanjutnya informasi tersebut disebarkan melalui media massa dan lembaga-lembaga terkait seperti BPPD. Hal ini dimaksudkan untuk menurunkan biaya produksi. melalui pembiayaan dengan kredit berbunga rendah. Demikian pula dukungan dari lembaga keuangan dan pembiayaan seperti Bank of Agriculture and Agricultural Cooperation (BAAC). 3. Untuk tujuan penetrasi tersebut. terutama untuk menembus pasar luar negeri. mungkin berguna sebagai informasi bagi pengembangan agribisnis di Indonesia pada umumnya. maka semua perwakilan Thailand di luar negeri ditugaskan melakukan market intelejent untuk mengumpulkan informasi pemasaran. 4. 181 . Keunggulan Pengembangan Agribisnis Thailand Berikut ini dipaparkan beberapa keunggulan sistem pengembangan agribisnis Thailand. selain berfungsi sebagai sarana bimbingan pertanian. juga sebagai sarana penyedia informasi pasar bagi petani dalam kaitannya dengan perencanaan jenis dan kuantitas produksi. terutama pasar ekspor. sebagai berikut: 1. Keunggulan dalam mengidentifikasi komoditas yang memiliki prospek bisnis dan pertumbuhan pasar yang tinggi. 2. Keunggulan dalam memainkan strategi pemasaran yang andal dan efektif untuk penetrasi pasar. Thailand lebih memfokuskan pengembangan pada beberapa komoditas yang memiliki prospek bisnis tinggi. bioproses dan kultur jaringan. akhirnya harga produksi menjadi lebih rendah (low cost) sehingga lebih kompetitif di pasar domestik dan di pasar internasional.

Thailand memiliki kiat-kiat khusus di bidang pemasaran produk-produk agribisnis. termasuk Indonesia. pengalengan dan pengemasan. intervensi pemerintah dalam pengaturan pasar relatif kecil. 182 . dengan tujuan untuk menciptakan kegunaan (utility). antara lain: 1. dan menelaah peluangpeluang pasar yang potensial di negeri masing-masing tempat mereka bertugas. Dengan kata lain perbedaan antara harga yang dibayar konsumen dan harga yang diterima petani (harga produsen) relatif kecil. tidaklah berlebihan jika pengembangan sisten agribisnis di Thailand patut dicontoh oleh negara-negara lain. Kemampuan yang tinggi untuk mempendek rantai pemasaran komoditas. memungkinkan produk-produk pertanian dan hasil olahannya dapat bertahan lebih lama dan menjangkau pasar lebih jauh.5. 6. walaupun pihak perbankan memiliki komitmen yang tinggi untuk menjalankan kebijakan tersebut. terutama yang disediakan oleh BAAC. Kiat-Kiat Pemasaran Produk Agribisnis Thailand Sukses ekspor hortikultura Thailand menggambarkan bahwa banyak elemen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan agribisnis. terutama kegunaan waktu (timeutility) dan kegunaan bentuk (form utility) melalui upaya pengolahan. Kredit pertanian yang berbunga rendah dan tanpa agunan. Perwakilan Thailand di luar negeri ditugaskan untuk melakukan market intelejent untuk mengumpulkan informasi pemasaran. Dengan demikian. intervensi pemerintah Thailand relatif kecil. Pemerintah Thailand lebih banyak berperan sebagai fasilitator dan controller dari pada sebagai regulator system pemasaran. sehingga marjin pemasaran relatif rendah. kecuali dalam hal penyaluran kredit pertanian yang tetap diintervensi dengan berbagai kebijakan. Dalam usaha merambah pasar luar negeri. Keunggulan-keunggulan tersebut secara terpadu menciptakan kekuatan sinergik untuk mencapai integritas sistem komoditas agribisnis yang tinggi. Di samping itu. Sistem pengembangan agribisnis diarahkan ke integrasi dengan agroindustri hilir. Dalam hal penyaluran kredit perbankan. Dengan penciptaan kegunaan waktu dan bentuk. 7. sehingga integrasi vertikal sistem komoditas beroperasi dengan efisien. yang memungkinkan mekanisme pasar dapat berjalan dan efisiensi sistem pemasaran dapat tercipta.

melalui penampilan gambar-gambar dan profil komoditasnya yang indah.2. baik dengan atau tanpa membukan L/C. (e) upaya untuk mempromosikan daerah produsen baru bagi masyarakat dari daerah lain terus digalakkan melalui pameran produk. demonstrasi bunga hias dan penawaran pasar. (f) kerjasama terpadu antara pengusaha. 183 . (c) menghidangkan berbagai produk makanan. perkenalan personal bisnis. (d) brosur dan leaflet yang indah dan lengkap menggambarkan profil komoditas yang mudah diperoleh di mana-mana. Upaya memperkenalkan produk agribisnis dan makanan khas Thailand dilakukan dengan cara: (a) masyarakat Thailand di luar negeri mengundang rekan-rekannya untuk acara seremonial sambil menikmati makanan khas Thailand. 4. serta mempelajari peluang-peluang kerjasama. di mana ide-ide dan motivasi pengusaha berkembang dengan mendapat dukungan dari pemerintah untuk merealisasikannya. masyarakat dan pemerintah sangat langgeng dan berkesimbangungan. (b) mendirikan restoran-restoran khas Thailand di luar negeri yang dilengkapi dengan acara kesenian Thailand. di mana promosinya dibantu oleh masyarakat Thailand di sekitar restoran tersebut. Frekuensi keikutsertaan pengusaha agribisnis dalam trade fair di luar negeri semakin ditingkatkan dengan tujuan promosi dan perkenalan produk. dengan harapan memperkenalkan potensi pengembangan daerah produsen baru tersebut kepada masyarakat di daerah lain. buah-buahan serta penampilan hiasan bunga pada semua acara kenegaraan. Promosi di dalam negeri Thailand dilakukan melalui: (a) agrowisata. (b) kerjasama antara restoran dengan perusahaan biro perjalan untuk memasukkan acara makan malam dalam rangkaian acara yang dijadwalkan. terutama orchid farm yang menampilkan teknik budidaya. 3. (d) pasar swalayan di luar negeri dipasok dengan air cargo delivery dan sistem konsinyasi. (c) kerjasama antara media masa dengan pengusaha agribisnis untuk mempromosikan produk-produk agribisnis Thailand dengan biaya yang rendah.

Yang sangat penting adalah kegiatan agen-agen yang secara langsung melayani industri. Koordinasi antara instansi pemerintah dengan asoiasi-asosiasi sangat baik. Federation of Thai-industry Assoiation (FTA). dan teknik pengemasan. Kebijakan kargo udara. keberhasilan. selain menjaga mutu yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa sukses ekspor produk agribisnis Thailand merupakan hasil kerja keras bertahun-tahun yang melibatkan banyak pihak (dari raja/ratu sampai pekerja agribisnis. Kebijakan pemerintah secara realistik dikaitkan dengan kemampuan dan kebutuhan industri. sehingga kinerja agribisnis di Indonesia dalam hal pemasaran produk agribisnis/agroindustri dapat ditingkatkan. 6. dan dari pemerintah/lembaga keuangan sampai pengusaha). Berbagai kiat positif tersebut diharapkan dapat menjadi pelajaran dan pertimbangan dalam perencanaan dan pelaksanaan pengembangan agribisnis yang berorientasi pada pasar global. ongkos ditetapkan pada tingkat yang kompetitif. dan fasilitas cold storage diatur untuk pengiriman. Dengan demikian pengawasan mutu produk menjadi suatu strategi penting untuk meraih pangsa pasar yang besar. Berbagai masukan yang berharga dari asosiasi-asosiasi tersebut menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan yang berkaitan dengan upaya meningkatkan pangsa pasar produk agribisnis dan agroindustri serta dukungan pendanaan yang cukup. di samping kebijakan-kebijakan yang langsung berpengaruh terhadap perdagangan dan ekspor komoditas.5. Peningkatan kinerja pemasaran tersebut diharapkan akan mendorong peningkatan produktivitas 184 . Penampilan dan mutu produk mendapat perhatian serius dalam upaya menembus persaingan di pasar global. Salah satu elemen penting dari keseluruhan strategi adalah keterlibatan Thai Airways secara aktif untuk meningkatkan usaha-usaha itu. dari dosen/peneliti sampai masyarakat umum. dan Thailand Banking Assosiation (TBA). Segala upaya yang terusmenerus itu selalu berorientasi pada pasar. di samping upaya-upaya yang mengefisienkan operasi sistem komoditas. 7. terutama dengan board of trade (BOT). Penampilan produk meliputi penyempurnaan tingkat keseragaman bentuk dan warna. Perusahaan penerbangan itu menyediakan ruang istimewa yang dialokasikan untuk barang-barang yang tak tahan lama.

Mc Graw-Hill Kogkusha. 1982. Pembiayaan Pemerintah Daerah : Praktek-praktek Internasional dan Relevansinya bagi Negara Dunia Ketiga. (terjemahan oleh Amalluah. Ekonomi Manajerial. DAFTAR PUSTAKA Arsyad. 1988. khususnya petani. 1971. yang selanjutnya akan berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Boediono. Ekonomi Mikro Terapan Untuk Manajemen Bisnis.. Ekonomi Mikro. Microeconomic Theory. Yogyakarta. BPFE-Yogyakarta Billas. Davey. Lincolon.1999. Richard A.agribisnis di Indonesia. penerbit UI Jakarta. Amin & Pakpahan). K. 185 .

Bungaran. Sjahrir. Prisma. “Kumpulan Pemikiran Agribisnis: Paradigma Baru Pembangunan Ekonomi Berbasis Pertanian”. 1995. 186 . Gramedia. 12. Applied Economics and Public Policy. Mikro Ekonomi.Just Richard E. BPFE-Yogyakarta. Ekonomi Mikro-Makro. 1991. Aplikasi Teori Ekonomi Mikro. Sudarman & Algifari. PrenticeHll. 1998. New Jersey. BPFE.2002. no. Yayasan Persada Mulia Indonesia Samuelson & Nordhus. Erlangga. 1974. Teori Ekonomi Mikro. Wijaya F & Sudarman A. Jakarta. Saragih.1982. Englewood Clifts. 1986. Pelayanan dan Jasa-jasa Publik : Telaah Ekonomi serta Implikasi Sosial Politik. Ekonomi Manajerial.Inc. Sunaryo T. Yogyakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful