BAB 1 DASAR EKONOMI

Tujuan : 1. Agar supaya mahasiswa mengerti bahwa ilmu ekonomi merupakan ilmu mengenai pilihan (change). 2. Mahasiswa dapat menjelaskan bahwa masyarakat bisa menentukan pilihan antara kebutuhan dalam mengkonsumsi dan memproduksi suatu barang, sehingga masyarakat tersebut bisa mengalokasikan sumber dayanya yang langka. Pembahasan Materi: • • • • • Definisi Teori Ekonomi Mikro Hukum Kelangkaan Barang dan Jasa Pernyataan Ekonomi Sebagai Dasar Pembentukan Teori Faktor-faktor Produksi

1

Pendahuluan Ilmu ekonomi membahas segala jenis pokok bahasan. Namun pada intinya ditujukan untuk memahami bagaimana masyarakat mengalokasikan mencoba menyelesaikan bermacam masalah kehidupan sehari-hari. Sebagai materi kuliah, maka ilmu ekonomi telah berusia berabad-abad. Adam Smith menerbitkan bukunya yang merupakan terobosan berjudul The wealth of Nations pada tahun 1776. Sumbangan Adam Smith tersebut adalah menganalisa bagaimana pasar mengatur kehidupan ekonomi dan memberikan pertumbuhan ekonomi yang cepat. Adam Smith memperlihatkan bahwa system harga dan pasar mampu mengkoordinir orang dan bisnis, tanpa diperlukan pengelolaan terpusat Salah satu sumber pengetahuan ekonomi yang utama adalah pengamatan atas berbagai peristiwa ekonomi, khususnya dari catatan historis. Misalnya inflasi, yaitu kenaikan harga-harga secara umum. Masyarakat umum, banker, maupun pimpinan partai politik sering khawatir terhadap dampak inflasi dan biasanya mengambil langka yang menyakitkan. Para ekonom menggunakan model-model untuk menjelaskan dan menganalisis keadaan ekonomi, dan dalam beberapa hal untuk meramalkan keadaan ekonomi masa mendatang. Definisi Teori Ekonomi Mikro Ilmu ekonomi merupakan suatu studi tentang perlaku masyarakat dalam menggunakan sumber daya yang langka dalam rangka memproduksi berbagai komoditi, dan menyalurkannya kepada berbagai individu dan kelompok yang ada dalam suatu masyarakat. Kelangkaan berarti tidak semua kebutuhan manusia dapat dipenuhi sehingga memaksa kita untuk membuat suatu pilihan. Teori Ekonomi Mikro atau teori harga adalah ilmu yang mempelajari arus barang dan jasa dari sektor perusahan ke sektor rumah tangga, komposisi serta bagaimana harga barang dan jasa dalam arus tersebut ditentukan. Teori Ekonomi Mikro juga mempelajari arus barang dan jasa sumber-sumber ekonomi dari pemilik sumber ekonomi ke perusahaan penghasil, kemana penggunaan sumber-sumber ini sumbeer dayanya yang langka itu. Dalam mempelajari implikai kelangkaan, ilmu ekonomi

2

mengalir dan bagaimana harga sumber-sumber tadi ditentukan. Teori ekonomi mikro mempelajari perilaku satuan ekonomi yang mencakup konsumen pekerja, investor, dan setiap individu yang memainkan peranan dalam berfungsinya perekonomian. Tujuan teori adalah untuk meramal dan menjelaskan segala sesuatu yang berhubungan dengan teori tersebut. Sebuah teori merupakan hipotesa yang telah berhasil diuji. Suatu hipotesa diuji bukan berdasarkan kenyataan asumsi melainkan atas kemampuannya untuk meramalkan dengan tepat dan menjelaskannya. Asumsi yang dipakai dalam teori ekonomi mikro adalah bahwa semua smber ekonomi sudah dimanfaatkan secara penuh. Bahasan Dalam Teori Ekonomi Mikro Antara lain: 1. Bagaimana dan mengapa perilaku satuan ekonomi membuat keputusan ekonomi? 2. Bagaimana perilaku satuan ekonomi berinteraksi membentuk satuan yang lebih besar yang terkait dengan pasar dan industri. 3. Perilaku penjual dan embeli dalam pasar. Bagaimana konsumen membuat keputusan pembelian dan bagaimana pilihan mereka terpengaruh oleh perubahan harga komoditas dan pendapatan? Bagaimana perusahan memutuskan untuk mempekerjakan sejumlah orang dalam menghasilkan sejumlah komoditaas? 4. Berbagai teknik analisis ekonomi mikro dan terapannya dalam menjelaskan fenomin keseharian. 5. Opportunity Cost yang timbul sebagai konsekuensi dari pilihan yang diambil. Opportunity Cost , menggambarkn biaya eksplisit dan implicit yang terkait dengan penggunaan beberapa sumberdaya dalam suatu cara tertentu.

3

Tingkat produksi yang paling memberi keuntungn kepada kegiatannya. persoalan yang dihadapi adalah : dengan menggunakan pendapatan mereka. Dari segi konsumen. Dari segi produsen. Biaya Oppurtunitas (konsep biaya alternatif/opportunity cost) 4 . karena adanya keterbatasan baik dari penggunaan sumberdaya yang ada maupun dalam mengkonsumsi baranr-barang yang dihasilkan. persoalan yang dihadapi adalah: 1).Permasalahan Pembuatan Pilihan PROBLEM EKONOMI • • • Masalah jarangnya (Scarcity) alat-alat untuk memenuhi kebutuhan Masalah Pemilihan (the Problem of Choise) Efisiensi (Efficiency) MUNCULNYA MASALAH PEMILIHAN • • • Alat pemuas kebutuhan terbatas Kebutuhan manusia tidak terbatas Kebutuhan disusun menurut derajat kepentingannya (terdesak/tak terdesak) Alat-alat pemuas kebutuhan digunakan dalam berbagai penggunaan yang berbeda-beda Pembuatan suatu pilihan akan muncul karena adanya keterbatasan yang • telah dibahas sebelumnya. 2). Jenis barang dan jasa yang akan dijualnya dan jenis-jenis serta jumlah dan kombinasi factor-faktor produksi yang akan digunakannya untuk meminimumkan biaya produksi. maka brang-barang dan jasa apakah yang perlu dibeli dan berapakah jumlahnya agar pembelian dan penggunaan barang-barang tersebut dapat memberikan kepuasan maksimum kepadanya dan keluarganya.

maka orang tidak perlu melakukan efisiensi penggunaan sumber-sumber daya yang langka. Misalnya.. sehingga kita harus menentukan barang mana yang ingin dibeli atau aktivitas mana yang akan kita kerjakan dengan waktu dan pendapatan yang terbatas. Manusia sendiri akan mengatur penggunaan sumberdaya sedemikian rupa agar dapat memenuhi keinginan sebanyak mungkin. Ilmu ekonomi mikro mempelajari hubungan antara keinginan manusia dengan sumberdaya (economic resources).maka sekarang tinggal Rp 200.Apabila saya memutusakn untuk rekreasi. karena orang ingin mengkonsumsi juh lebih banyak daripada yang dapat diproduksi oleh perekonomian yang bersangkutan.000.-.000. Hilangnya alternative tersebut disebut: biaya oppurtunitas (Opportunity Cost).Dengan sebanyak Rp 200.Kehidupan yang penuh dengan beragai pilihan. atau jika keinginan manusia dapat sepenuhnya dipenuhi. Setelah dikurangi pengeluaran –pengeluaran sebesar Rp 800.000. Hukum Kelangkaan Inti dari ilmu ekonomi adalah terletak pada fakta kelangkaan. Ahli ekonomi mempelajari bagaimana barang diproduksi dan dikonsumsi. Masalah pokok dala perekonomian timbul karena adanya kelangkaan (scarcity) akibat dari ketidakseimbangan antara kebutuhan masyarakat dengan factor-faktor produksi yang tersedia. Dalam setiap kasus.. Jika setiap barang dapat diproduksi dalam jumlah tidak terbatas.saya bisa bisa pergi rekresi ke suatu tempat atau bisa untuk membeli Sepatu. Adanya ketidak seimbangan akan menimbulkan aktifitaa ekonomi. maka menentukan pilihan dalam banyak sekali kelangkaan memaksa kita kehilangan kesempatan untuk mengerjakan sesuatu yang lain. Semua kegiatan manusia baik perseorangan maupun kelompok/perusahaan untuk m emproduksi barang dan jasa maupun untuk mengkonsumsi yang ditujukan kepad usaha dalam memenuhi segala keinginan yang tidak terbatas dengan menggunakan sumberdaya yang serba terbatas dinamakan :Aktivitas Ekonomi. karena sumber daya yang langka.. maka para ekonom mengatakan bahwa biaya oppurtunitaas dari berrekreasi saya adalah kesenangan menikmati sepatu baru. saya mempunyai pendapatan Rp 1.000. Kaum bisnis tidak perlu rewel terhadap pengggunaan buruh dan tidak perlu berusaha secara fisien dalam 5 .000.

khususnya di Afrika. produksi yang dihasilkannya ternyata tidak cukup tinggi untuk memenuhi keinginan semua orang. maka tidak seorangpun akan menaruh perhatian terhadap distribusi pendapatan antar orang atau antar kelas yang berbeda. tidak akan timbul barang ekonomi (economic goods) yaitu barang-barang yang penawarannya bersifat langka atau terbatas. pabrik yang aman dan jalan yang bersih. Intisari ilmu ekonomi adalah kebenaran tak terbantah yang kita sebut dengan Hukum Kelangkaan. Dalam perekonomian yang makmur. Semua barang bersifat CumaCuma/gratis. waktu santai dan kebebasan pribadi. ratusan juta orang menderita kekurangan makan dan kemiskinan materi. Semua ilmu ekonomi berpegang pada fakta pokok ini.penggunaannya. seperti pasir di gurun atau air di laut. Di luar Amerika Serikat. Di sana tidak perlu penghematan konsumsi dan tentu saja ilmu ekonomi tidak akan menjadi ilmu yang penting lagi. Output nasonal kita harus jauh berlipat ganda supaya rata-rata masyarakat dapat hidup pada tingkat rata-rata kehidupan dokter atau pengusaha. Bahkan di Amerika Serikatpun yang sejauh ini perekonomiannya paling produktif. m obil dan computer pribadi. Hal ini karena sumberdaya adalah terbatas. maka anda dengan cepat akan menemukan bahwa barang dan jasa yang tersedia tidak akan cukup untuk memenuhi bahkan sebagian kecil keinginan konsumsi setiap orang. Suatu penelitian tentang pola konsumsi mengungkapkan bahwa masyarakat menginginkan dan memerlukan pemanas maupun pendingin. sera pemerintah tidak perlu bersusah payah mengurusi pajak dan pengeluarannya Lebih jauh karena kita semua dapat memperoleh segala sesuatu seperti yang kita inginkan. yang menyatakan bahwa semua barang bersifat terbatas karena sumberdaya yang diperlukan tidak cukup untuk menghasilkan semua barang yang ingin dikonsumsi manusia. barang serta jasa lain yang tidak terhitung jumlahnya. Jika anda menggabungkan semua keinginan tersebut. Akan tetapi belum ada masyarakat yang berhasil merealisir khayalan (utopia) kesempatan yang tanpa batas seperti itu. seingga kita perlu mempelajari bagaimana masyarakat memilih dari daftar barang dan jasa 6 .

Sebagai contoh. maka jumlah barang yang diminta akan berubah. Langkah kunci untuk mengisolsi dampak suatu variable tertentu adalah dengan menganggap hal lainnya tetap sama.yang tersedia. inilah arti dari “hal-hal lainnya sama” atau ceteri paribus dianggap tetap tidak berubah. Kegagalan Untuk Menjaga “hal-hal lainnya sama” atau Ceteris Paribus Sebagian besar permasalahan ekonomi melibatkan beberapa kekuatan yang saling berinteraksi pada saat yang sama. dan pembuatan ramalan. harg bensin. Penyederhanaan tersebut dilakukan dengan membuat pemisahan (asumsi). jumlah penjualan mobil pada satu tahun tertentu ditentukan oleh harga mobil. 2. Variabel dibedakan menjadi 2 : yaitu variable endogenenus yaitu variable yang sifatnya diterangkan dalam teori yang berkaitan dan Variabel eksogeninus yaiu variable yang mempengaruhi variable endogeninus yang besarnya ditentukan oleh factor-faktor yang berada di luar teori yang berkaitan. harga bensin dan suku bunga serta variable lainnya tidak berubah. 7 . pemisalan (asumsi). artinya variable lainnya dianggap tetap tidak berubah. Jika kita ingin mengukur dampak harga mobil terhadap jumlah mobil yang dibeli . maka kita harus meneliti pengaruh perubahan harga mobil. penghasilan konsumen. dan lain-lain. hipotesis. Misalnya : dalam Hukum Permintaan. 1. Pemisalan dikenal sebagai Ceteris Paribus (berasal dari bahas latin) yang berarti hal-hal lainny tidak mengalami perubahan. dan siapa yang memperoleh barang yang diproduksi masyarakat. Definisi menjelaskan bahwa variable (suatu besaran yang nilainya dapat mengalami perubahan) yang sifat hubungannya akan diterangkn dalam teori. Variabel yang terkait dalam hukum permintaan adalah variable harga dan variable jumlah barang yang diminta (dibeli). apabila harga suatu barang berubah. bagaimana komoditi yang berbeda diproduksi dan ditetapkan harganya. Kegiatan ekonomi dan kehidupan perekonomian sangatlah kompleks sehingga harus dibuat gambaran yang lebih sederhana harus dibuat gambaran yang lebih sederhana mengenai hubungan suatu peristiwa dengan factor yang mempengaruhinya. Dalam Teori Ekonomi Mikro ada 4 unsur penting yaitu: definisi. dan menganggap bahwa pendapatan konsumen.

adalah perubahan nilai variable X akan mempengaruhi nilai variable Y. Kemudian nilai variable Y akan mempengaruhi nilai berpengaruh secara tidak langsung terhadap variable Z. Sifat hubungan langsung. Pembuatan ramalan bertujun untuk: 1. engapa bentuk peristiwanya seperti itu. Grafik merupakan alat analisa utama disamping matematika dan statistika. 2. statistika memegang dua peranan penting yaitu: 1. dan bagaimana berfungsinya suatu perekonomian. Alat-alat Analisis Dalam Ilmu Ekonomi Dalam ilmu ekonomi mikro memerlukan beberapa alat analisis untuk menerangkan beberapa teori dan menguji kebenaran teori tersebut. Menguji atau menyelidiki kebenaran pandangan yang dikemukakan teori-teori ekonomi (jika toeri itu benar. Sedangkan hubungan tidak langsung. merupakan perubahan dari nilai suatu variable yang dibicarakan tersebut akan langsung berpengaruh terhadap besarnya nilai variable lainnya. Grafik berperan untuk memperlihatkan hubungan variable-variabel ekonomi secara visual. Hipotesis adalah suatu pernyataan yang bersifat umum tentang bagaimana variable yang dibicarakan berhubungan antara satu dengan yang lain. Menerapkan mengapa peristiwa-peristiwa tertentu berlaku. 8 . statistika dapat pula digunakan untuk menyatakan dengan lebig spesifik secara angka-angka sifat hubungan diantara variable-variabel dalam teori tersebut). Menyediakan berbagai jenis angka indeks untuk menunjukkan kecenderungan perkembangan variable ekonomi tertentu dari waktu ke waktu. 2. meramalkan keadaan yang berlaku sebagai landasan dalam merumuskan langkah-langkah untuk memperbaiki keadaan dalam perekonomian. Dalam hal ini. Atas dasar asumsi-asumsi tertentu. sedangkan matematika berfungsi untuk menyatakan hubungan antara variable-variabel yang terkait dalam suatu fungsi matematis dan statistika berperan sebagai alat analisis untuk mengumpulkan fakta dan menguji kebenaran teori ekonomi. Sifat hubungan tersebut dapat dibedakan menjadi langsung dan tidak langsung.3.

9 . membuat pakaian sendiri dan memenuhi segala kebutuhannya dengan upaya sendiri (sering disebut dengan tingkat hidup subsisten) hanya ada dua kegiatan ekonomi pokok yaitu : berproduksi dan berkonsumsi. dan bersamaan dengan itu akan timbul kelebihan produksi dari beberapa barang yang bisa dihasilkan oleh suatu keluarga. dikonsumsi sendiri. Kegiatan Pertukaran Kebutuhan adalah tujuan dan motivasi dari kegiatan produksi. Kegiatan ekonomi pokok yang ketiga. Jadi apa yang diproduksi. konsumsi dan pertukaran. Semakin maju suatu masyarakat.Macam Kegiatan Ekonomi Kegiatan manusia dalam suatu masyarakat ada tiga macam kegiatan pokok: 1. Dalam masyarakat primitive dimana setiap keluarga menghasilkan makanan. Pada masa sekarang pertukaran ini lebih dikenal dengan perdagangan. Atau dengan kata lain Masyarakat subsisten adalah Masyarakat primitif di mana di dalamnya hanya ada 2 kegiatan ekonomi yaitu produksi dan konsumsi. Faktor penggerak bagi adanya aktivitas ekonomi adalah kebutuhan. kemudian meningkat terjadi antar kota dan meningkat lagi terjadi antar daerah. Kegiatan Produksi 2. yaitu pertukaran. maka timbul kebutuhan-kebutuhan diluar kemampuan keluarga sendiri untuk menghasilkannya. Apa yang diproduksikan dikonsumsikan sendiri. Pertukaran/perdagangan ini mula-mula berasal dari satu desa. sehingga sampai saat ini kita mengenal pertukaran antar Negara (perdagangan internasional). Kegiatan Konsumsi 3. Perkembangan pertukaran erat hubungannya dengan kemajuan dalam komunikasi. konsumsi dan pertukaran. Kebutuhan adalah TUJUAN dan MOTIVASI dari kegiatan produksi.

Kebanyakan ahli ekonomi memandang konsep kepuasan yang tidak terbatas ini sebagai suatu anggapan kerja. Pada umumnya kebutuhan manusia tidak terbatas. Tanpa adanya kebutuhan tersebut diatas. Ada 10 ide atau prinsip dasar ekonomi. pakaian. 10 . Dalam penerapannya ilmu ekonomi tidak bias lepas dari permasalahan moral ( yaitu: penilaian mengenai mana yang baik dan mana yang buruk). Ilmu Ekonomi mempunyai banyak aspek. minuman. Jika kita mempunyai banyak tujuan sebagian tujuan harus kita lepaskan demi mengejar tuj tertentu yang paling kita inginkan. dimana keputusan seseorang dibuat berdasarkan: 1. 2. yang biasanya selalu menginginkan kehidupan material yang lebih baik. Setiap aspek dapat dikenali sebagai elemen ilmu ekonomi karena berbagai aspekitu disatukan oleh beberapa ide atau prinsip dasar. kebutuhan manusia tidak akan terpuaskan. maka akan timbul kebutuhan yang lain lagi. maka tidak ada alas an untuk berkegiatan ekonomi. Pembuatan keputusan mengharuskan kita merelakan tujuan untuk memperoleh tujuan yang lain. Kebutuhan yang timbul dari peradaban dan kebudayaan manusia itu sendiri (misalnya keinginan punya rumah yang bagus). Manusia tidak dilihat dari segi moral. 3.Kebutuhan Manusia Timbul dari: 1. Kebutuhan biologis untuk hidup (misalnya makanan. Begitu satu macam kebutuhan terpenuhi/terpuaskan. bukan sebagai konsepsi manusia secara utuh. tempat tinggal). tetapi dilihat sebagai manusia seperti apa adanya. Lain-lain kebutuhan yang khas bagi masing-masing perorangan. hal ini bukan berarti bahwa secara kuantitatif satu macam kebutuhan (misalnya mkan) tidak bisa dipuaskan. Kita harus selalu melakukan “trade-off” Untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan biasanya kita hrs merelakan atau menyerahkan hal lain yang sesungguhnya juga bermanfaat bagi kita. Yang dimaksudkan disini adalah bahwa secara total.

Orang rasional berfikir secara bertahap. Banyak keputusan dalam hidup memerlukan penyesuaian-penyesuaian kecil secara bertahap dalam proses pelaksanaanya. Pelajaran fundamental mengenai pembuatan keputusan di tingkat individual adalah bahwa: kita senantiasa menghadapi fakta “trade-off” antara 11 . Efisiensi (Efficiency): Kondisi ideal ketika sebuah masyarakat dapat memperoleh hasil atau manfaat yang maksimal dari penggunaaan segenap sumber daya langkanya. Itu artinya kita selalu bereaksi atau tanggap terhadap insentif. Biaya oportunitas (opportunity cost): adalahan apa saja yang harus dikorbankan untuk memperoleh sesuatu yang lain. 4. 2. 3. Karena kita selalu membuat keputusan berdasarkan perbandingan segenap biaya dan manfaatnya. Dalam banyak situasi kita dapat membuat keputusan terbaik jika kita mau berfikir secara bertahap. Biaya adalah apa yang anda korbankan untuk memperoleh sesuatu Pembuatan keputusan mengharuskan kita membanding-bandingkan segenap biaya dan manfaat dari setiap pilihan tindakan. Perubahan-perubahan marginal (marginal changes): Penyesuaian-penyesuaian kecil secara bertahap dalam pelaksanaan suatu rencana. dimana para ekonom menyebutnya dengan istilah perubahan-perubahan marginal (marginal changes). krn seseorang hanya akan dapat membuat keputusan.Trade off yang hrs dihadapi masyarkat dewasa ini adalah trade off antara efisiensi dan pemerataan.keputusan yang baik jika ia mengetahui berbagai kemungkinan/pilihan. maka perilaku kita pun akan berubah setiap perhitungan biaya dan manfaat tersebut berubah. Pemertaan (equity): Kondisi ideal ketika kesejahteraan ekonomi terbagi atau terdistribusikan secara adil diantara segenap anggota masyarakat. Kita harus senantiasa menyadari fakta trade off. Kita bereaksi terhadap Insentif. Hanya saja biaya dari suatu pilihan tindakan biasanya tidak nampak seluruhnya pada saat kita pertama kali menjajaakukainya.

seolah-olah dibimbing oleh suatu kekuatan atau “tangan tak tampak” (insivible hand). bahwa biaya suatu tindakan juga harus mencakup biaya berupa hilangnya kesempatan melakukan melakukan/memperoleh hal lain. Pasar ternyata mampu menjadi ajang pergumulan aneka keputusan dan kepentingan. Perdagangan dapat menguntungkan semua pihak. 6. Artinya pemerintah sesekali dapat mengintervensi pasar guna memperbesar ukuran kue ekonomi atau mengubah pembagian kue tersebut. Jaring-jaring saling ketergantungan dan perdagangan tentu saja juga berlangsung dalam setiap masyarakat modern.bahwa pembuatan keputusan rasional senantiasa membandingkan manfaat marginal dengan biaya marginal. 5. melalui perdagangan setiap pihak akan dapat melakukan spesialisasi. Setiap keluarga atau unit ekonomi akan diuntungkan oleh perdagangan. Perekonomian Pasar (market economy): Suatu perekonomian yang mengalokasikan sumber-sumber dayanya melalui proses keputusan tersentralisir oleh sekian banyak perusahaan dan rumah tangga yang satu sama lain berinteraksi di pasar-pasar barang dan jasa. sedemikian rupa sehingga dapat mengorganisasikan segenap kegiatan ekonomi demi mempromosikan kesejahteraan ekonomi bagi berbagai pihak yang terlibat. Ada 2 alasan pokok mengapa pemerintah dapat/perlu melakukan campur tangan/intervensi terhadap pasar: yaitu demi mempromosikan efisiensi dan mempromosikan keseimbangan.berbagai pilihan alternative/pilihan tujuan. Adam Smith (1776) dalam bukunya: The Wealth of Nations. 7. 12 . merumuskan bahwa semua rumah tangga dan perusahaan berinteraksi di pasar secara tertib. bahkan dengan pola yang lebih kompleks. Meskipun selalu bersaing semua unit/pelaku ekonomi sesungguhnya terus menerus mengadakan pertukaran atau perdagangan. Pasar secara umum adalah wahana yang baik untuk mengorganisasikan kegiatan ekonomi. dan bahwa perilaku kita cenderung berubah sesuai dengan insentif yang ada. Pemerintah ada kalanya dapat memperbaiki hasil-hasil mekanisme pasar.

Produktifitas: Kuantitas barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu jam kerja dari seorang pekerja. Eksternalitas: dampak tindakan-tindakan suatu pihak terhadap pihak lain. dan bahwa pemerintah berpotensi memperbaiki hasil-hasil yang dibuahkan pasar. bahwa pasar secara umum merupakan wahana yang baik dalam mengkoordinasikan perdagangan/pertukaran antar manusia.Tangan tidak tampak biasanya mampu mengarahkan pasar-pasar untuk mengalokasikan sumber daya secara efisien. Inflasi: Kenaikan tingkat harga secara keseluruhan dalam sebuah perekonomian. 8. maka nilai uang tersebut akan merosot. Standar hidup di suatu Negara tergantung pada kemampuannya memproduksi barang dan jasa. Harga-harga meningkat jika pemerintah mencetak uang terlalu banyak. jika terjadi kegagalan pasar atau jika hasil yang dibuahkan pasar kurang sesuai dengan rasa keadilan. 9. 13 . 10. Penyebab kegagalan pasar diantaranya adalah: eksternalitas dan kuasa pasar. Namun ada kalanya tangan tak nampak tak berfungsi. Jika pemerintah mencetak uang atau mengedarkan uang terlalu banyak. Penyebab inflasi adalah pertumbuhan kuantitas uang yang beredar di masyarakat. Kegagalan Pasar (market failure): Suatu situasi dimana pasar gagalmengalokasikan sumber daya secara efisien. Pelajaran fundamental tentang interaksi antar manusia adalah bahwa perdagangan dapat memberikan keuntungan timbal-balik. Masyarakat menhadapi trade-off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran. sehingga timbullah kegagalan pasar. Kuasa pasar (Market power): kemampuan suatu pelaku (atau sekelompok pelaku) ekonomi tunggal untuk mempengaruhi harga-harga yang berlaku di pasar. Yang dapat menjelaskan perbedaan standar hidup antar Negara dan antarwaktu adalah produktifitas.

Inflasi biasanya ditekan melalui pengurangan kuantitas uang. Jika uang berkurang maka dana untuk investasi dan produksi pun menyusut. uang. Suatu perekonomian harus bisa menggunakan teknologi yang dimiliki untuk mengkombinasikan berbagai input untuk menghasilkan output. telur. Modal/capital (gedung. Pelajaran fundamental perihal perekonomian secara keseluruhan adalah: bahwa produktifitas merupakan tiang utama penopang standar hidup. dan itu berarti lapangan kerja baru akan berkurang sehingga pengangguran pun bertambah. air. Teknologi tercermin dalam kecekatan para pengusaha. telur dadar. udara dan sebagainya) 2.Upaya meredam lonjakan inflasi seringkali mengakibatkan kenaikan sementara tingkat pengangguran. tetapi teknologi dianggap sudah terkandung di dalam summer-sumber ekonomi tersebut. Sedangkan output dalah semua barang dan jasa yang bermanfaat untuk konsumsi maupun untuk investasi (untuk proses produksi berikunya). Kepengusahaan/entrepreunership Teknologi tidak dianggap sebagai suatu sumber ekonomi tersendiri. ketrampilan dan keahlian para karyawan. bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan sumber utama inflasi. meskipun diperlukan dalam setiap proses produksi. dan sebagainya) 4. Misalnya. 14 . Input/factor-faktor produksi/ sumber-sumber ekonomi 1. mesin. Sumber Daya Manusia 3. Dilema atau trade-off antara inflasi dan pengangguran ini disebut sebagai Kurva Philip (Philip curve): Trade-off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran. Sumber Daya Alam (minyak bumi. dan bahwa setiap masyarakat harus menghadapi (trade-off) jangka pendek antara inflasi dan pengangguran. mimyak. Dalm proses ini. Sedangkan outputnya adlah hidangan telur dadar yang siap dimakan. garam termasuk si koki dan sebagainy kita sebut dengan input. Input dan Output Input adalah semua barang dan jasa yang digunakan olek sector ekonomi (misalnya perusahaan) untuk menyelenggarakan proses produksi.

Barang ekonomi dibedakan menjadi: 1). Kemajuan teknologi berarti peningkatan kualitas sumber-sumber ekonomi yang tersedia. dan sebagainya) dan sesuatu yang tidak dapat diraba serta tidak dapat dilihat (misalnya:oksigen. Jembatan. adalah: 1. barang normal (misalnya: buku. Barang konsumsi. ubi. kulit sapi. misalnya makanan) 2). dan sebagainya). Sedangkan cara penggunaan barang dibagi menjadi:  Barang pribadi (misalnya: makanan. Jadi teknologi banyak berkaitan dengan kualitas sumber-sumber ekonomi. 2. Dalam kondisi khusus barang Cuma-Cuma bisa berubah menjadi barang ekonomi. 2). gas dan sebagainya). dan sebagainya).efisiensi mesin dan sebagainya. air hujan dan sebagainya. dan sebagainya) Jenis-jenis barang menurut kepentingan dalam kehidupan manusia. pakaian. dan sebagainya)  Barang public (misalnya: mercusuar. pakaian. yaitu barang yang langsung bisa dikonsumsi (misalnya: makanan. Output (barang dan jasa) Barang dapat dibedakan menjadi benda yang dapat diraba dan dilihat secara isik ( misalnya:buku. Barang ekonomi (barang yang memerlukan usaha untuk memperolehnya. gandum. Barang dapat dibedakan menjadi: 1). emas). TV) 4. Jenis Barang 15 . Barang mewah )misalnya Mobil. karet. Barang Cuma-Cuma yaitu barang yang dapat dinikmati tanpa melakukan kegiatan memproduksi seperti udara. sinar matahari. 3. barang bekas). Barang inferior (misalnya: ikan asin. Barang essensial (misalnya: sembilan bahan kebutuhan pokok). Barang setengah jadi (misalnya. sepeda.

namun memiliki nilai bersaing. Pasar bebas merupakan cara yang terbaik dalam mengatur perekonomian. Namun. baik pada efisiensi alokasi maupun efisiensi produktivitas serta efisiensi sosial. Eksternalitas yang dapat terjadi pada semua jenis barang (public. Common good yang dimiliki oleh negara dan tidak bersifat natural monopoly harus diprivatisasi. maka sebaiknya privatisasi tersebut dilakukan kepada masyarakat umum daripada secara individual. Tanpa disadari. Club good sebagai barang yang tidak bersaing karena bukan merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat. untuk itu pemerintah diharapkan tidak terlalu banyak mencampuri ketentuan pasar pada jenis barang ini. Common good adalah barang yang tersedia bagi masyarakat dalam jumlah tidak terbatas. club good. Jika biaya privatisasi tersebut menjadi masalah. Munculnya ekternalitas disebabkan besarnya intervensi pemerintah. 16 . common. club. Private good merupakan bentuk yang paling efisien dalam perekonomian.Sebelum pemerintah melakukan intervensi dengan menetapkan suatu kebijakan terhadap berbagai barang. Yang termasuk dalam private good adalah benda yang memiliki nilai bersaing dan jumlahnya terbatas. Club good merupakan barang yang tidak bersaing namun jumlahnya terbatas. Kegagalan pasar terjadi pada saat pasar tidak memberikan efisiensi secara penuh. Artinya pemerintah tidak perlu melakukan banyak intervensi terhadap permasalahan tersebut. dan private) dapat memberikan keuntungan maupun menimbulkan kerugian. yaitu public good. Untuk itu. pemerintah diharapkan dapat mengurangi intervensinya dalam struktur pasar. pemerintah dapat mengambil tindakan dan mengubahnya. pada saat pasar bebas tidak memberikan hasil yang positif bagi masyarakat. dan private good. Jenis barang tersebut. Permasalahan yang terjadi pada common good dapat diselesaikan dengan adanya hak kepemilikan sehingga dapat diperjual belikan secara individual. pemerintah harus dapat membedakan jenis barang-barang beserta permasalahannya. common good. Hampir seluruh negara menggunakan sistem pasar bebas. masalah public good dan ekternalitas dapat diselesaikan melalui mekanisme pasar.

Privatisasi Pada pasar persaingan monopolistik terdapat banyak penjual dan pembeli serta berbagai jenis produk. Informasi Konsumen Kurangnya informasi yang dimiliki konsumen mengenai produk yang tersedia di pasar. seperti tanah. Berbagai jenis barang. Sistem kartel tidak jauh berbeda dari monopoli karena beberapa perusahaan melakukan kerja sama dalam menjual produk-produk mereka. Hal yang demikian dapat mengurangi persaingan. Pasar monopoli dapat membatasi output yang dihasilkan untuk menjaga agar harga produk tetap tinggi. Faktor-faktor produksi. monopoli juga mengurangi pilihan konsumen terhadap suatu produk. Selain itu. merit goods.Sistem pasar monopoli dapat menyebabkan kegagalan pasar. yang dimiliki produsen mengenai permintaan produk dan mengenai keberadaan pesaing. tenaga kerja. serta yang dimiliki pegawai mengenai peluang usaha dan lapangan pekerjaan. merupakan kegagalan informasi yang dapat menyebabkan kegagalan pasar. dan modal. jika beredar dalam jumlah yang tepat atau bahkan tidak beredar sama sekali akan menyebabkan sistem pasar tidak efisien sehingga terjadi kegagalan pasar. Intervensi pemerintah diperlukan untuk memperbaiki atau mengganti kerugian atas kegagalan pasar yang disebabkab oleh eksternalitas yang negatif. 17 . Seorang monopolis mungkin saja akan mengembangkan kekuatan sosial dan politik lebih tinggi dari yang lain sehingga mengurangi efisiensi demokrasi dan keadilan dalam bersaing. Kartel biasanya terjadi pada pasar oligopoli. dan demerit goods. Namun setiap perusahaan memiliki merk pada produknya masing-masing sehingga perusahaan yang merk dagangnya sudah kuat akan dapat menguasai pasar Privatisasi merupakan suatu cara agar dapat meningkatkan persaingan dan menurunkan biaya. mengalokasikan sumber daya dengan lebih efisien. dan mencegah terjadinya monopoli. yaitu public goods. Para pemain pun dapat bebas keluar dan masuk ke dalam industri.

Jasa yang berkaitan dengan program pemasarannya. juga dapat menyebabkan terjadinya kegagalan pasar. dan penetapan batas harga pasar tertinggi dan terendah yang dilakukan oleh pemerintah. Variability (keragaman) 4). Untuk mencegah terjadinya kegagalan pasar pada sistem pasar bebas. Intangibility (tidak berwujud) 2). yaitu: 1). antara lain: penetapan regulasi mengenai persaingan sehat oleh pemerintah. yang memiliki sifat tidak dapat bergerak. tidak dapat dilihat. Jasa merupakan layanan dari seseorang/instansi/organisasi yang akan memenuhi kebutuhan masyarakat. mengubah distribusi pendapatan dan kesejahtaraan dalam perekonomian nasional. dapat dilakukan dengan beberapa cara. meningkatkan skala ekonomis sehingga dapat menurunkan biaya.serta berbagai asset yang sudah tidak dapat digunakan. Perishability (tidak tahan lama). Inseparability (tidak dapat dipisahkan) 3). Jasa Jasa adalah intangible karena tidak berwujud. 18 . dan tidak dapat dicicipi. maka jasa mempunyai 4 karektiristik yang harus dipertimbangkan.

Pembahasan Materi: 1. 2. Permasalahan Dasar Ekonomi 2. Pemecahan Masalah diluar Mekanisme Harga 4.BAB 2 ORGANISASI EKONOMI Tujuan : 1. Mahasiswa dapat membantu pemerintah dalam menunjang pertumbuhan dan memperbaiki kualitas hidup 3. Mahasiswa dapat memahami segala masalah yang dihadapi masyarakat dan rumah tangga. Untuk menganalisis pola perilaku masyarakat. Peluang Teknologi Dalam Masyarakat 19 . Mekanisme Harga 3.

suku di pedalaman Kalimantan. Bagaimana komoditi tersebut harus diproduksi? Bagaimana produksi ini dilakukan ? Oleh siapa produksi ini akan dilakukan? Gabungan faktorfaktor produksi yang bagaimana. Dengan kata lain. apakah itu merupakan Negara komunis sekalipun. dan siapa pula yang harus mengajar? Apakah tenaga listrik akan diperoleh dari minyak atau batu bara? Apakah proses produksi tersebut akan dilakukan dengan cara padat karya atau padat modal? Dalam bentuk Kapitalis atau harus dimiliki oleh Negara? 3) For Whom/untuk siapa Siapakah yang akan menikmati dan akan memperoleh manfaat barang dan jasa di seluruh negeri ini? Bagaimana produksi nasional akan didistribusikan kepada setiap orang? Haruskah sedikit saja orang yang kaya dan apakah harus banyak sekali yang miskin? Haruskah pendapatan yang tinggi diterima oleh para 20 .serta teknik produksi yang bagaimana produksi akan dilakukan? Siapakah yang harus bertani. maupun negar industri yang sudah majupun pasti mengahadapi masalah ekonomi yang mendasar dan saling terkait. berapa banyak barang dan jasa yang harus dibuat dalam perekonomian yang bersangkutan? Haruskah sekarang kita memproduksi pizza ataukah kemeja atau kedua-duanya atau memproduksi yang lainnya? Memproduksi kemeja berkualitas tinggi dalam jumlah sedikit atau kemeja murah dalam jumlah banyak? Haruskah kita memproduksi barang konsumsi dalam jumlah banyak atau hanya sedikit barang konsumsi dan lebih banyak barang investasi untuk hari esok?. Ketiga masalah tersebut adalah sebagai berikut : 1) What/apa. 2) How/bagaimana.Permasalahan Dasar Ekonomi Masyarakat apapun. Maksudnya adalah barang apa yang harus diproduksi dan dalam jumlah berapa.

produksi turun. insting. Proses sebaliknya akan terjadi jika harga turun. Sebaliknya harga suatu barang turun apabila permintaan para konsumen melemah. harga suatu barang mungkin naik karena gaya tarik konsumen menjadi lebih kuat (jika konsumen minta lebih bnyak barang tersebut). Gerak harga dari setiap barang dan jasa serta setiap factor produksi bisa memecahkan ketiga masalah ekonomi pokok dari suatu masyarakat dengan cara sebagai berikut: 1. MEKANISME HARGA Mekanisme harga adalah proses yang berjalan atas dasar gaya kekuatan tarik menarik antara konsumen dan produsen yang bertemu di pasar. Hasil neto dari kekuatan tarik menarik tersebut menghasilkan terjadinya harga untuk setiap barang (di pasar barang) dan untuk setiap factor produksi (di pasar faktor produksi). tetapi berbagai system perekonomian yang berlainan selalu berusaha memecahkannya dengan cara yang berbeda. Namun bagi masyarakat yang sudah modern. masalah tersebut dipecahkan dengan mengandalkan pada mekanisme harga. sehingga penjual barang tersebut memperoleh keuntungan yang lebih besar. karena adanya keuntungan yang relative lebih besar untuk barang yang naik harganya ini.Sehingga produksi total untuk barang ini bertambah. Pada suatu waktu. Akibatnya harga barang-barang tersebut naik. komando dan sebaginya. para pekerja atau para tuan tanah? Apakah orang yang tamak yang berhak mewarisi dunia ini? Apakah si pemalas boleh makan banyak ataukah harus ditelantarkan? Meskipun tiga masalah ini sangat mendasar dan umum terjadi pada semua corak perekonomian. Jika masyarakat menginginkan lebih banyak suatu barang. Akibat selanjutnya adalah produsen tersebut cenderung utnuk memperbesar produksinya. bahkan muncul produsen-produsen baru untuk barang tersebut (kegiatannya berpindah berproduksi barang-barang lain. maka akan tercermin pada adanya kenaikan permintaan konsumen untuk barang tersebut. maka keuntungan juga turun. Misalnya dengan cara kebiasaan dan tradisi.manajer. Apabila harga barang turun. Jadi gerak 21 .

maka produsen akan cenderung untuk menghemat penggunaan factor produksi L sehingga mereka akan 22 .harga-harga barang akan menentukan apa dan berapa setiap barang akan tersedia/diproduksikan di dalam perekonomian masyarakat tersebut. maka produsen akan berusaha mengadakan penghematan penggunaan factor tersebut dan menggunakan lebih banyak factor produksi yang lain untuk proses produksinya. Bil harga suatu faktor produksi naik. apabila harga faktor produksi L naik. Kemungkinan ini terlihat pada konsep yang sering digunakan dalam ilmu ekonomi yaitu isoquant. Barang dihasilkan dari proses pengkombinasian faktor-faktor produksi oleh produsen. Kurva Isoquant adalah kurva yang menunjukkan berbagai kemungkinan kombinasi factor-faktor produksi untuk menghasilkan suatu tingkat output tertentu. Contoh: Faktor produksi Kapital (K) dan Tenaga Kerja (L) K Ki A Kurva Isoquant K2 B O L1 L2 L Gambar: 1 Pada gambar 1 diatas. 2. Dalam ilmu ekonomi dianggap bahwa antara faktor-faktor produksi selalu ada kemungkinan untuk substitusi.

Penghasilan setiap orang tergantung pada berapa unit factor-faktor produksi yng dia miliki disamping harga setiap unit factor produksi. Jadi gerak harga faktor produksi menentukan kombinasi yang digunakan produsen dalam proses produksinya (disini harga faktor produksi disebut dapat memecahkan masalah How bagi masyarakat). Sedangkan penghasilan konsumen berasal dari penjualan jasa-jasa dari faktor produksi miliknya termasuk tenaganya sendiri pada produsen yang menggunakannya untuk proses produksi. Kemudian konsumen membayar harga barang-barang tersebut dri penghasilannya. Akibatnya distribusi pendapatan yang muncul akan mengakibatkan persoalan ketidak adilan. seperti nasib baik dalam berusaha. 3) Barang-barang hasil produksi dijual oleh produsen kepada konsumen. Pola distribusi penghasilan bersama-sama dengan harga barang-barang sangat menentukan pola distribusi barang antar warga masyarakat. dan harga factor produksi. MASALAH YANG TIDAK BISA DIPECAHKAN OLEH MEKANISME HARGA ANTARA LAIN: 1). Jdi harga factor produksi sekaligus merupakan penghasilan pemilik factor produksi untuk setiap unit factor produksi yang dijual/disewakan kepada produsen. Akibatnya kucing milik orang kay. maka gerak hargaharga barang dan harga-harga factor produksi (misalnya dengan adanya mekanisme harga) akan menentukan distribusi barang-barang yang dihasilkan dalam masyarakat. bias saja memperoleh 23 . Berbagai macam barang kebutuhan senantiasa jatuh ke tangan orang yang paling mampu membelinya. Distribusi pendapatan Mekanisme harga tidak selalu menjamin dipecahkannya masalah for whom secara adil. Tingkat pendapatan yang tercipta dalam mekanisme pasar sepenuhnya didasarkan pada hal-hal yang berbau ekonomis. Mekanisme harga bias memecahkan masalah For Whom. Disini produsen bergerak dari posisi B ke posisi A. Jadi apabila suatu waktu pola kepemilikan factorfaktor produksi antara warga masyarakat dianggap telah ad. Sebaliknya jika harga K turun.memperbanyak penggunaan factor produksi K. kerja keras. bukan jatuh ke tangan orang yang paling membutuhkannya.

sehingga mengikis pendapatan pekerja. bahwa ketika itu pemerintah Ratu Victoria dari Inggris tidak berbuat apa-apa untuk membantu jutaananak-anak. demi menaikkan harga. maka harga yang terbentuk tersebut 24 . hal itu bukan salah pasar. maka ia harus mengambil langkah-langkah yang sekiranya diperlukan untuk mengubah distribusi pendapatan tersebut. Dalam hal ini justru pasar telah berfungsi dengan baik. yaitu ketimpangan pendapatan yang berlanjut pada ketimpangan kemakmuran. 2) Ketidaksempurnaan Pasar. Jika suatu Negara membelajankan uang lebih banyak untuk memproduksi maknan hewan piaraan dari pada untuk membantu kalangan miskin untuk meneruskan pendidikan. ketimpangan pendapatan tidak bisa diterima atau tidak isa sibiarkan.gizi yang lebih baik dari pada kucing yang dimiliki orang miskin. Jadi system pasar yang paling efisien sekalipun dapat menimbulkan dampak negative. Misalnya saja ketimpangan pendapatan yang diciptakan oleh sistem pasar yang terjadi pada tahun 1848-1849. penemuan robot akan menyebabkan harga tenaga kerja merosot sekali. melainkan salah distribusi pendapatan. Setiap orang agaknya memang berhak mengkaji distribusi pendapatan yang ada dan ia boleh saja menganggapnya tidak adil. apalagi jika hal ini ditinjau dari segi etika. Pasar telah berjalan dengan logika internalnya yaitu meletakkan barang ke tangan orang yang punya uang. Apabila sebuah masyarakat demokratif tidak menyukai distribusi pendapatan yang begitu timpang. Misalnya saja. wnita dan pria Irlandia yang tengah kelaparan. Secara politis. sementara itu sejumlah petani kaya yang merasa harga kentang kurang memadai. Suatu bangsa tidak harus meneerima begitu saja hasil-hasil yang dibuahkan oleh system pasar yang kompetitif. dengan seenaknya saja membakar hasil panen kentang mereka. Seringkali distribusi pendapatan dalam system pasar dipengaruhi oleh teknologi atau tingkat kelahiran. serta menggeser 95 % pendapatan nasional kepada pemilik robot. Apaila terdapat perbedaan yng mencolok dalam hal kekuatan ekonomi ntara pihak-pihak yang bertransaksi di pasar.yang diakibatkan oleh system pasar laissez faire.Apakah hal ini merupakan akibat dari kegagalan pasar? Jawabannya tidak.

yaitu barang-barang yang dapat digunakan masyarakat secara bersa-sama. Misalnya penanganan pertahanan nasional. maka tidak akan mencerminkan kebutuhan masyarakat yang sebenarnya (masalah what untuk barang-barang ini tidak bisa dipecahkan dengan baik). sehingga masalah what dan how tidak bisa dipecahkan dengan baik.tidak mencerminkan prioritas masyarakat secara wajar. kesehatan. Hal ini disebabkan manfat barang-barang tersebut begitu tersebar luas. Disini kekuasaan monopoli cenderung akan menciptakan harga yang terlalu tinggi. namun jauh lebih sulit bagi pemerintah untuk mendorong pihak swasta untuk memproduksi dan membangun barang-barang publik. Mencegah setiap perusahaan untuk tidak membuang limbah dengan memberlakukan peraturan memang bisa dilaksanakan. sehingga tidak ada perusahaan atau konsumen secara individual terdorong untuk melakukannya. akibatnya turunnya tingkat pembelanjaan/permintaan konumen di batas stndarnya yang efisien. baik yang dapat memberikan keuntungan besar. Persaingan sempurna dalam suatu pasar timbul karena terdapatnya jumlah perusahaan yang jumlahnya banyak sekali sehingga tidak satupun perusahaan mampu mempengaruhi harga barang. atau kalaupun ada. Hal ini merupakn kegiatan ekonomi yang penanganannya tidak dapat diserahkan begitu saja kepada pihak swasta. 25 . hukum). dan sebagainya. Suatu penyimpangan utama dari persingan sempurna adalah persaingan tidak sempurna atau elemen-elemen monopoli. Ada barang-barang yang hanya disediakan secara kolektif oleh masyarakat( misalnya: keamanan. maupun yang dapat memberikan keuntungan kecil kepada masyarakat. Dalam kenyatan sehari-hari. Harga pasar bagi barang-barang semacam ini tidak ada. 3) Barang-barang Kolektif. hal ini berarti bahwa hampir semua pengusaha merupakan pesaing tidak sempurna. ketertibaan. Penanganan produksi barang-barang ini oleh pabrik swasta tidak bias diharapkan akan muncul. kecuali mungkin berjuta-juta petani yang secara perorangan hanya menghasilkan jumlah yang sangat sedikit dibandingkan secara keseluruhan dari hasil panen. jauh melebihi biaya produksi.

Misalnya ada sebuah perusahaan X yang membuang limbah kimia beracun ke sebuah sungai yng banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berenang dan memancing. 26 . Mekanisme pasar tidak bisa memperhitungkan pengaruh-pengaruh social dan kegiatan ekonomi (misalnya pengaruh adanya suatu pabrik terhadap lingkungannya. Eksternalitas dapat terjadi jika biaya yang seharusnya dari suatu aktivitas perekonomian tidak sepenuhnya tercerminkan dalam biaya yang dibayar oleh sector swasta. Sebaliknya apabila ada Perusahaan Y mengadakan vaksinasi gratis kepada seluruh karyawannya untuk mencegah mereka terjangkit penyakit menular. maka masyarakat umum yang bukan anggota perusahaan itu ikut memetik manfaat berupa berkurangnya kemungkinan penyakit tadi menyebar dan menulari mereka. pelayanan pendidikan sedangkan overprovision mencakup kegiatan produksi yang menghasilkan polisi. Seiring dengan semakin padatnya penduduk. erosi tanah dan lain sebagainya. Dari contoh-contoh tersebut kita bias mengetahui bahwa ada transaksi ekonomi tanpa pembayaran atau pemberian imbalan/ganti rugi. Dalam hal ini bahwa perusahaan X itu telah menggunakan air bersih yang berharga dan langka tanpa membayar ganti rugi kepada masyarakat pemakai air yang telah dirugikan. Eksternalitas juga terjadi jika manfaat dari suatu aktivitas tidak sepenuhnya tertangkap dalam keuntungan sektor swasta. Dalam hal ini intervensi pemerintah diperlukan untuk mengatur mekanisme pajak dan subsidi atau membuat dan menegakkan peraturan-peraturan yang bersifat mengontrol sektor swasta.4) Eksternalitas. Underprovision biasanya terjadi pada sektor-sektor seperti kesehatan masyarakat. Yang terjadi kemudian adalah underprovision atau overprovision dari barang dan jasa. Eksternalitas atau dampak imbasan (spillover effect) tercipta jika ada perusahaan atau pihak tertentu yang menimbulkan kerugian atau keuntungan kepada pihak lain di luar konteks pasar. Apabila imunitas itu berhasil terciptakan. berarti akan terus bertambahnya volume produksi energi. bahan kimia dan bahan lainnya.

Dewasa ini berkat sumbangan intelektual yang sangat berharga dari John Maynard Keynes dan para penerusnya. Dalam kelima bidang ini mekanisme harga tidak bias diharpkan menyelesaikan permasalahan ekonomi secara otomatis dan secara baik. Dalam kenyataan mekanisme harga dan perencanaa digunakan bersma-sama. pemerintah berkewajiban mennjalankan fungsi-fungsi makro ekonomi dan meningkatkan pertumbuhan serta stabilitas ekonomi secara keseluruhan. maka lambat laun berkembang\menjadi ancaman yang serius bagi masyarakat secara keseluruhan. Peluang Teknologi Dalam Masyarakat 27 . karena keduanya saling melengkapi. kebijakan fiscal. Tindakan-tindakan semacam ini disebut dengan perencanaan dalam arti luas. Kebijkan-kebijakan makro ekonomi untuk menciptakan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi meliputi. kita bisa mengetahui bagaimana cara mengendalikan ekses terburuk yang ditimbulkan oleh siklus usaha. Di sinilah perlunya tindakan-tindakan yang harus dirumuskan dan dijalankan secara sadar oleh masyarakat/Negara. Di luar bidang ini mekanisme harga masih efektif.sehingga akan berdampak imbasanpun meningkat. 5) Pengelolaan Perekonomian Secara Mikro Mekanisme pasar tidak bisa diandalkan untuk menstabilkan gejolak naik turunnya kegiatan ekonomi secara total/nasional. Kekuasaan atau kebijakan fiscal adalah wewenang untuk mengenakan pajak dan mengadakan pembelanjaan. Jika semula dampak itu kecil. yaitu Pemerintah harus mulai ikut campur tangan dengan membuat peraturan pada kegiatan ekonomi sebagai salah satu cara mengikis eksternalitas. Di sinilah pemerintah harus bertindak. Tentunya dengan porsi yang berbeda-beda bagi masing-masing Negara dan bagi waktu yang berbeda. Selain meningkatkan efisiensi dan pemerataan dan keadilan. yaitu melalui pajak serta pembelanjaannya dan kebijakan moneter untuk mempengaruhi suku bunga dan kondisi-kondisi perkreditan. Sekarang ini Pemerintah bisa mempengaruhi tingkat output dan tingkat inflasi melalui pemanfaatan kebijakan fiscal dan kebijakan moneter secara cermat dan hati-hati.

mencari teknik produksi yang paling baik (masalah bagaimana/how). memperlihatkan jumlah produksi maksimum yang bisa dicapai oleh sebuah perkonomian. PPF.Kita selalu terpaku pada masalaha fundamenta yang menyangkut apa. kemudian ditanami jagung PPF merupakan menu pilihan yang tersedia bagi masyarakat yang bersangkutan. Hukum kelangkaan yang menyatakan bahwa barang ekonomi selalu langka. sesuai dengan tingkat teknologi dan kuantitas input yang dimilikinya. Misalnya sebuah perekonomian yang menggunakan seluruh sumber dayanya untuk memproduksi barang kebutuhan sipil/umum (misalnya beras) maksimum yang dapat diproduksi per tahun. karena masyarakat ingin mengkonsumsi lebih banyak dari kemampuan produksi suatu perekonomian. Kurva kemungkinan produksi turun miring dan dari kiri atas ke kanan bawah (lerengnya negatif): Dengan sumber daya yang terbatas (tertentu jumlahnya). Batas Kemungkinan Produksi (Production Possibility Frontier/PPF) PPF berarti bahwa untuk memproduksi lebih banyak suatu barang. Jumlah maksimum beras tergantung pada sumber daya kuantitatif dan kualitatif perekonomian tersebut. serta tergantung pada efisiensi produktif yang digunakan. maka kita harus mengorbankan barang lainnya. petani tersebut hanya dapat menambah produksi jagung hanya apabila mengalihkan sumber dayanya (tanah misalnya) dari ditanami padi. dan harus memutuskan siapa yang berhak memperoleh barang dan jasa tersebut (masalah untuk siapa/for whom). 28 . sehingga suatu perekonomian harus memnafaatkan sumber dayanya yang terbatas itu sebaik mungkin. Kenyataan seperti itu mebawa kita pada kenyataan bahwa jumlah barang lebih sedikit dari yang dibutuhkan. Ia harus memilih yang terbaik dari sekian banyak kemungkinan komposisi barang dan jasa yang harus didatangkan (masalah apa/what). Karena persediaan sumber daya untuk menghasilkan berbagai macam barang dan jasa untuk konsumsi sangat terbatas. bagaimana dan untuk siapa.

adalah suatu keadaan ekstrim yang lain yaitu ketika semua sumber daya yang ada digunakan untuk memproduksi senjata. dan titik C serta titik B semakin banyak jumlah produksi beras yang dikorbankan untuk menambah produksi senjata. menunjukkan bahwa keadaan tersebut disebut ekstrim. Untuk lebih jelasnya maka kita bisa lihat gambar Batas Kemungkinan Produksi dibawah ini: G 15 12963 ! ! ! ! !F 29 B U A B C K D E Alternatif Kemungkinan Produksi Beras Senjata (ribu ton) (ribu buah) 0 1 2 3 4 5 15 14 12 9 5 0 . karena produksi semuanya berupa beras dan tidak ada produksi senjata sama sekali.Contoh: Kemungkinan A B C D E F Tabel 1 : Pada titik F. Di titik A. yaitu titik E. Di antara kedua ekstrim tersebut. titik D.

sedangkan setiap titik di dalam garis batas. Efisiensi Efisiensi adalah salah satu masalah pokok dalam ilmu ekonomi. C. Efisien diartikan sebagai tidak adanya barang yang yang terbuang percuma atau penggunaan sumber daya ekonomi seefektif mungkin untuk memenuhi kebutuhan dsn keinginan masyarakat. seperti U. artinya bahwa sumber daya yang ada tidak dimanfaatkan secara penuh. System perekonomian bisa dikatakan efisien jika tidak satu pun barang tambahan yang bisa diproduksi tanpa mengurangi produksi barang yang lain.0 1 2 3 4 5 Gambar 2: Kurva yang menghubungkan titik-titik kemungkinan produksi Garis-garis batas seperti A. D. B. Secara lebih spesifik. E dan F tersebut menggambarkan daftar pilihan yang tersedia bagi masyarakat untuk menentukan jumlah senjata dan beras tertentu pada jumlah sumber daya dan tingkat teknologi tertentu. yaitu selama perekonomian masih berada pada garis batas kemungkinan produksi 30 . Titik K yang ada diluar batas berart tidak mungkin bisa dicapai.dengan cara yang baik.

BAB 3 PERILAKU KONSUMEN Tujuan: 1. Mahasiswa dapat mngetahui bagaimana hubungan antara perilaku manusia dengan teori Ekonomi Mikro 2. Surplus Konsumen Aplikasi Surplus Konsumen Pendekatan Marginal utility dan Pendekatan Ordinal 31 . Utility 2. 3. Mahasiswa dapat mngetahui konsep perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari 3. Mahasiswa dapat mengetahui model-model analitik perilaku manusia dalam ekonomi Pembahasan Materi: 1.

yaitu : Pendekatan Utilitas (utility approach). Anggapan yang diperlukan disini adalah bahwa tingkat kepuasan konsumen bisa dikatakan lebih tinggi tau lebih rendah tanpa mengatakan berapa lebih tingginya atau berapa lebih rendahnya (Karena utility bersifat “ordinal”). artinya bila barang A lebih dipilih daripada B karena A lebih disukai daripada B. Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu 4. Pendekatan yang digunakan dalam menganalisis penentuan pilihan konsumen. misalnya : kita mengukur isi volume air. sekilo beras. yaitu kurva yang menunjukkan kombinasi 2 (dua) macam barang konsumsi yang memberikan tingkat kepuasan sama. dan yang terbaru adalah pendekatan atribut (attribute approach). ada 3 pendekatan. Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan maksimum 5. B) Pendekatan Indifference Curve Pendekatan ini tidak memerlukan adanya anggapan bahwa kepuasan konsumen bisa diukur. Mula-mula kita harus tahu adalah manfaat apa yang dicari oleh seorang konsumen dari pemakaian barang tersebut. Pendekatan yang dipakai dalam teori ordinal adalah indefference curve. Konsumen rasional 2. pendekatan kurva indifferens (indifference kurve). yaitu konsepsi mengenai bagaimana perilaku tersebut terjadi dan dibentuk. Konsumen konsisten. dan sebagainya. A) Pendekatan Marginal Utility Pendekatan disini bertitik tolak pada anggapan bahwa kepuasan (utility) setiap konsumen bias diukur dengan uang atau dengan satuan lainnya (utility bersifat “cardinal”). tidak berlaku sebaliknya 32 . Konsumen mempunyai pola preferensi terhadap barang yang disusun berdasarkan urutan besar kecilnya daya guna 3. Asumsi dari pendekatan ini adalah: 1.Perilaku Konsumen Setiap orang memiliki model perilaku konsumen.

Konsumen akan menyisihkan sejumlah uang untuk pengeluarannya. 2. Kombinasi barang X dan Y yang sesungguhnya dibeli di pasar merupakan preferensi atas kombinasi barang tersebut. yaitu konsumen adalah rasional. Asas transitif. Kurva permintaan dapat disusun secara langsung berdasarkan perilaku konsumen di pasar. maka ia akan menyatakan juga bahwa A lebih disukai daripada C. juga mengandung pengertian bahwa jumlah barang banyak lebih disukai daripada barang sedikit. Preferensi Nyata (Revealed Preference Hypothesis). Yang dimaksud dengan atribut suatu barang adalah semua jasa yang dihasilkan dari penggunaan dan atau pemilikan barang tersebut. 33 . Misalnya atribut dari sebuah mobil antara lain jasa pengangkutan. tetapi atribut yang terkandung di dalam produk tersebut. Rasionalisasi. 3. Konsisten artinya seperti biasanya apabila konsumen telah menentukan A lebih disukai daripada B maka dia tidak sekali-kali mengatakan bahwa B lebih disukai dari pada A. maka A lebih disukai daripada C C). artinya bila konsumen menyatakan A lebih disukai dari pada B dan B lebih disukai daripada C.6. prestise. Kombinasi yang dibeli ini akan memberikan dayaguna yang tertinggi D) Pendekatan Atribut Pendekatan ini menganggap bahwa yang diperhatikan oleh konsumen bukan produk secara fisik . Jumlah ini merupakan anggaran yang dapat dipergunakannya. Asumsi yang menjadi dasar berlakunya teori ini antara lain adalah: 1. artinya bila A lebih disukai daripada B dan B lebih disukai daripada C. 4. Berlaku hukum transitif.

Kita lebih baik tidak membeli suatu barang yang harganya dua kali lipat harga barang lain. 2. melainkan atribut yang melekat pada barang tersebut. sampai barang tersebut memberikan marginal utilitas yang besarnya dua kali lipat juga. sehingga lebih dapat dijelaskan tentang pilihan konsumen terhadap produk. Ada beberapa keunggulan pendekatan atribut antara lain : 1. keamanan. Kesimpulannya adalah bahwa kita harus menata konsumsi yang memberikan kepuasan kepada kita. Pendekatan ini memandang suatu barang diminta konsumen bukan jumlahnya. sehingga bersifat praktis dan lebih mendekati kenyataan. serta operasionalisasinya lebih mudah. Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan yang maksimum yang dapat dinyatakan secara matematis sebagai berikut: 1) MU x Px = MU y Py 34 = …………… .Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Kelvin Lancaster pada tahun 1966. Utility bisa diukur dengan uang 2. dan sebagainya. 3. Dapat digunakan untuk banyak barang. yang merupakan asumsi dari pendekatan sebelumnya. Kita akan terlepas dari diskusi mengenai bagaimana mengukur daya guna suatu barang. Berlakunya Hukum Goossen “The law of Diminishing Marginal Utility” yaitu bahwa semakin banyak suatu barang dikonsumsikan. Keseimbangan Konsumen Sebagaimana diketahui bahwa setiap konsumen selalu mencoba mencapai utilitas. 3. kenyamanan. Pendekatan Marginal Utility Perilaku konsumen bisa diterangkan dengan menggunakan pendekatan Marginal Utility dengan anggapan: 1. maka tambahan kepuasan (marginal utility) yang diperoleh dari setiap satuan tambahan yang dikonsumsikan akan menurun.privacy. kepuasan atau kebahagiaan maksimum dari barang konsumsi yang dibelinya.

Y =I Keterangan: MU x = Marginal Utility/tambahan kepuasan dari barang X MU y = Marginal Utility/tmbahan kepusan dari barang Y Px Py X Y I = harga barang X = harga barang Y = jumlah barang X yang dibeli/dikonsumsi = jumlh barang Y yang dibeli/dikonsumsi = Income/pendapatan Pendekatan Indifference Curve Perilaku konsumen dapat diterangkan dengan menggunakan pendekatan indifference Curve dengan menganggap bahwa : 1) Konsumen mempunyai pola prefrensi terhadap barang-barang konsumsi yang bisa dinyatakan dalam bentuk indifferens map atau kumpulan dari indifferens curve. MRS adalah jumlah barang Y yang bisa diganti oleh satu unit barang X. Fungsi Preferensi Fungsi preferensi adalah suatu sistem atau serangkaian kaidah dalam menentukan pilihan. B lebih disukai daripada A.berusaha mencapai kepuasan maksimum 4) Marginal Rate of Substitution (MRS) akan menurun setelah melampaui suatu tingkat utilitas tertentu. pada tingkat kepuasan yang sama. X = Py . Untuk setiap 2 kelompok barang. 2) Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu 3) Konsumen selalu. maka A indifference terhadap B. A lebih disukai disukai daripada B. Setiap individu dianggap memiliki fungsi preferensi dengan ciri-ciri sebagai berikut : 1.2) Px . 35 . A dan B misalnya konsumen bisa membuat peringkat sebagai berikut.

maka MRS akan selalu positif. Peringkat tersebut bersifat transitif. Ciri-ciri dari Indifference Curve adalah sebagai berikut: 1) Indifference curve mempunyai kemiringan yang negative/turun dari kiri atas ke kanan bawah.2. 3) 4) Indifference curve yang terletak di sebelah kanan atas menunjukkan bahwa tingkat kepuasannya lebih tinggi. Konsumen hanya mampu membeli sejumlah -dY dX 36 . Marginal Rate of Substitution (MRS) pada Kurva Indifference Besarnya MRS sama dengan nilai negatif dari slope kurva indiffrens.ΔY = ΔX Garis anggaran (budged line) adalah garis yang menunjukkan jumlah barang yang dapat dibeli dengan sejumlah pendapatan atau anggaran tertentu. Indifference curve adalah kurva yang menghubungkan titik-titik konsumsi/pembelian barang-barang yang menghasilkan kepuasan yang sama. Antara kurve yang satu dengan kurve yang lainnya tidak saling berpotongan. karena konsumen tidak pernah terpuaskan. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen akan mengurangi konsumsi barang yang satu apabil ia akan menambah jumlah barang lain yang dikonsumsi. karena slope kurva indifferens kurve. 2) Cembung ke arah titik Origin Hal ini menunjukkan adanya perbedan proporsi jumlah yang harus ia korbankan untuk mengubah kombinasi jumlah masing-masing barang yang dikonsumsi.slope = . maka A lebih disukai daripada C. artinya jika A lebih disukai daripada B. Konsumen selalu ingin mengkonsumsi jumlah barang yang lebih banyak. Artinya konsumen tidak lebih suka (prefer) kepada suatu titik dibandingkan dengan titik lain yang terletak pada kurve tersebut. 3. Hal ini menunjukkan bahwa tidak mungkin diperoleh kepuasan yang sama pada suatu kurve indifferens yang berbeda. dan B lebih disukai daripada C. MRS = .

Garis anggaran akan bergeser jika terjadi perubahan anggaran atau harga. Px + Y. SURPLUS KONSUMEN Surplus konsumen adalah kelebihan atau perbedaan antara kepuasan total atau total utility (yang dapat dinilai dengan uang) yang dinikmati oleh konumen dari mengkonsumsikan sejumlah barang tertentu dengan pengorbanan totalnya (yang dinilai dengan uang) untuk memperoleh atau mengkonsumsikan jumlah 37 . Titik-titik sebelah kiri garis anggaran tersebut menunjukkan tingkat pengeluaran yang lebih rendah. Nilai dari garis anggaran semakin ke kanan semakin besar 4. I = X.barang yang terletak pada atau sebelah kiri garis anggaran. Kegunaan Kurva Indiferens Kurva ini dapat digunakan setiap saat jika kita ingin mencoba untuk menganalisis pilihan antara dua barang. maka cara ini dapat diterapkan di dalam permasalahan pilihan konsumen yang sangat luas. Berslope negatif 2. Contoh: Qy daerah anggaran garis anggaran Qy Persamaan garis anggaran (I = pendapatan atau anggaran).Py Slope garis anggaran = . Dengan memberi batasan bahwa suatu barang adalah segala sesuatu. Berbentuk linier selama harga tidak berubah 3.Px/Py Garis anggaran mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1.

Surplus konsumen merupakan instrumen yang paling sering digunkan dalam studi empiris untuk mengukur keejahteraan konsumen Dalam ekonomi kesejahteran terapan. menurut pendekatan Marginal Utility. adalah kurva marginal Utility yang dinilai yang dinilai dengan uang. Pengorbanan totalnya (dalam uang) adalah jumlah uang yang ia bayarkan untuk memperoleh jumlah OA terrsebut. Rp D Surplus Konsumen Px B O A X Keterangan gambar: Kurve permintaan. yaitu Px DB. Surplus konsumen bisa juga diartikan dengan selisih (extra value) antara nilai uang yang sebetulnya konsumen ingin bayarkn dan nilai uang yang benar-benar dibayar oleh konsumen. dimana sekaligus berhubungan dengan fungsi kegunaan. Arti pentingnya : Surplus konsumen menunjukkan keuntungan netto 38 .barang tersebut. Jadi area OABD adalah total utility (dinilai dengan uang) yang diperoleh konsumen dari berkonsumsi barang X sebanyak OA. Surplus konsumen adalah selisih dari kedua area tersebut. Disini yang dipergunakan adalah pengukuran uang yang merefleksikan kesediaan untuk membayar dari sisi konsumen. ukuran kesejahteraan konsumen secara umum bukanlah dalam konteks kardinal digunakan secara sungguh-sungguh. yaitu OA kali harga OP x ( = area OP x BA).

Dalam hal ini pemerintah. Misalnya : sedang dipertimbangkan pembuatan sebuah jalan raya bebas hambatan yang tanpa pungutan (free tol). seperti pelabuhan udara.5 juta (10. Konsep surplus konsumen sangat berguna dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut barang public. maka jalan ini tidak mengasilkan pendapatan.5 juta) melebihi total biaya yang diperlukan. Disamping membantu menjelaskan kepada masyarakat mengenai kapan baiknya membangun jalan atau jembatan. karena ukuran kesediaan untuk membayar merupakan perubahan kesejahteraan konsumen. yang diukur diukur oleh surplus konsumen setiap konsumen setiap individu. Nilai yang diperoleh pengguna jalan itu.. konsep surplus konsumen juga mengungkapkan mengapa umumnya orang curiga akan penyamaan harga dengan nilai. Dari penelitian. Karena semua menggunakannya. tamantaman.000 kali $350). mungkin berbentuk penghematan waktu. Area tersebut menunjukkan ukuran kesejahteraan secara signifikan. Utilitas bagi pemakainya hanya tercermin sebagai surplus konsumen individu.000 pemakai jalan yang identik dalam segala hal. asumsikan terdapata 10. Aplikasi Surplus Konsumen Surplus konsumen menunjukkan keuntungan yang diperoleh konsumen karena harga yang berlaku pada kondisi keseimbangan lebih rendah dari harga yang mereka mau membayarkannya. Kita telah melihat bahwa udara dan air memiliki nilai ekonomis (hasil kali harga dengan kuantitas) yang kecil. meskipun total nilai ekonomisnya jauh 39 . kita asumsikan bahwa surplus konsumen tiap individu adlah $ 350 lebih rendah dari $3. Untuk menghindari kesulitan antar pribadi. Jadi surplus konsumen menunjukkan perbndingan yang berupa gambaran sebuah area yang dihitung dari: area dibawah kurva permintaan konsumen dan diatas garis harga.(dalam bentuk kepuasan) yang diperoleh konsumen karena pertukaran bebas dan spesialisasi dalam produksi memungkinkan si konsumen untuk membayar barangbarang dengan harga yang lebih rendah daripada nilai barang tersebut untuknya (yaitu: Kepuasan yang diperoleh). jalan raya. atau perjalanan yang lebih aman. sebaiknya membangun jalan tersebut jika biaya total surplus konsumen (yaitu $ 3.

Surplus konsumen mengukur tembahan utilitas yang diterima pada konsumen atas jumlah yang dibayarkan untuk komoditi tersebut. Kenyataan bahwa harga pasar ditentukan oleh utilitas marginal dan bukan oleh utilitas ditunjukkan oleh konsep surplus konsumen. Jika ia dengan ketrampilan dan energinya dialihkan secara utuh ke sebuah pulau primitive. Kita membayar untuk tiap unit berdasarkan nilai unit yang terakhir. berapa banyak yang dapat ia hasilkan? Jelas bahwa kita ini menikmati kemasylahatan suatu dunia ekonomi yang bukan ciptaan kita. Berapa banyak barang yang dapat dibeli dengan pendapatannya itu? Tanpa mesin-mesin. Surplus Produsen Surplus produsen adalah ukuran keuntungan yang diperoleh produsen karena harga harga yang terbentuk di pasar melebihi harga yang mau mereka tawarkan pada tingkat penjualan tertentu. unit terdahulu nilainya lebih tinggi dari unit yang kemudian. Tanpa tenaga kerja lainnya dan terutama tanpa warisan pengetahuan teknologi dari generasi sebelumnya. Karena kita membayar sejumlah uang yang sama untuk setiap unit barang yang kita beli.melampaui intan ataupun mantel dari wool. Pada dasarnya. Untuk setiap butir telur atau tiap kaleng susu yang kita beli di pasar. Sarnkan kepadanya agar tafakur sejenak. Karena konsumen membayar unit terakhir untuk semua unit yang dikonsumsi. Atau surplus produsen adlah selisih (extra value) antara nilai uang yang benr-benar diterima oleh produsen untuk penjualannya sejumlah barang tertentu. sejak unit pertama sampai unit terakhir. merka memperoleh kelebihan/ surplus utilitas dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. Hanya saja sejalan dengan hokum utilitas marginal yang semakin berkurang. sedangkan nilai intan dan mantel wool hanya sedikit di atas harga belinya. sehingga mereka bersedia 40 . kita membayar harga yang sama dengan utilitas marginal dari unit terdahulu adalah lebih besar disbanding unit terakhir sejalan dengan hukum utilitas marginal yang semakin berkurang. Karena itu kita menikmati surplus dari tiap-tiap unit terdahulu. Surplus konsumen dari air dan udara besar sekali. kita memperoleh surplus konsumen. Tanpa sumber daya yang melimpah. Surplus produsen dapat ditinjau dari kondisi dimana jumlah yang ditawarkan masih sedikit.

menawarkan sejumlah barang dengan harga yamg lebih rendah dari pada harga keseimbangan pasar. 41 . dan dibawah harga keeimbangan (Eq=Equlibrium). Rp S P-----------------------.Eq | A | | X D Pada gambar diatas. Jadi surplus produsen ini merupakan hubungan antara produsen dengan kurva permintaan. surplus produsen ditunjukkan oleh daerh yang diarsir yaitu daerah di sebelah kiri atas kurva penawaran.

Hukum Permintaan 2. Elastisitas 42 .BAB 4 PERMINTAAN DAN PENAWARAN Tujuan : 1. Mahasiswa dapat mengetahui seberapa jauh pengaruh pajak dan subsidi terhadap tingkat permintaan dan penawaran. Aplikasai Konsep Permintaan dan Penawaran 6. Pembahasan Materi: 1. Pergeseran Kurva Permintaan 3. Mahasiswa dapat mengetahui bagaimana hubungan antara perilaku manusia dengan tingkat permintaan dan penawaran terhadap barang dan jasa. Hukum Penawaran 5. 2. Kasus Perkecualian dalam Hukum Permintaan 4. Bekerjanya Mekanisme Penawaran dan Permintaan 7.

Dan sebaliknya jika harga barang tersebut turun. Suatu komoditas dihasilkan oleh perusahaan karena dibutuhkan oleh konsumen dank arena konsumen bersedia membelinya. hubungan antar jumlah yang diminta dan harga. Maka ceteris paribus jumlah barang yang diminta konsumen terhadap barangbarang turun”. Hipotesis tersebut didasarkanpada asumsi : 1. maka orang akan mengurangi pembelian atas komoditaas lain dan menambah pembelian pada komoditas yang mengalami penurunan harga tersebut. Interaksi tersebut dapat diterangkan dengan memahami teori permintaan dan teori penawaran. maka kegunaan komoditas tersebut akan semakin berkurang. Hukum permintaan :mengatakan bahwa “jika harga suatu barang naik.mengalami kenaikan harga. Apabila harga suatu komoditas naik. 2. para pembeli mencari komoditas lain yang dapat digunalan sebagai pengganti atas komoditas yang . Teori permintaan menerangkan sifat dari permintaan seorang pembeli pada suatu komoditas (barang dan jasa). serta komoditas tersebut berguna baginya. Bila harga komoditas turun.PERMINTAAN Permintaan dan penawaran suatu barang dan jasa berkaitan dengan interaksi antara pembeli dan penjual di pasar yang akan menentukan tingkat harga suatu barang dan jasa yang berlaku di pasar serta jumlah barang dan jasa tersebut yang akan diperjual belikan di pasar. Ceteris paribus artinya : bahwa semua factor-faktor lain yang mempengaruhi jumlah yang diminta dianggap tidak berubah. Komoditas yang dikonsumsi mempunyai sifat yang khas yaitu semakin banyak komoditas yang dikonsumsi. Asumsi yang dipakai Teori Ekonomi Mikro 43 . Harga yang lebih rendah memungkinkan pembeli lain yang sebelumnya tidak mampu membeli komoditas tersebut untuk mulai membelinya. Konsumen mau membelinya karena komoditas tersebut dibutuhkan dan harganya sesuai dengan keinginan mereka. serta pembentukan kurva permintaan.

Data yang diperoleh dari daftar permintaan dapat digunakan untuk memnggambarkan sifat hubungan antara harga suatu komodita dengan jumlah komoditas yang diminta dalam suatu kurva permintaan. asumsi yang banyak dipakai oleh ekonomi mikro tetapi tidak selalu dipakai oleh teori-teori ekonomi yang lain. Setiap produsen bebas untuk keluar/masuk ke pasar. asumsi yang seringk digunakan oleh teori ekonomi mikro maupun teori ekonomi lainnya Asumsi khusus. Seluruh barang adalah homogen. Cost Minimum) Ceteris Paribus (hal-hal lain dianggap tetap atau konstan) Penyederhanaan (menggunakan grafik) ASUMSI KHUSUS Equilibrium Parsial Tidak adanya hambatan atas proses penyesuaian CONTOH ASUMSI: Ada banyak pembeli dan penjual di pasar dan semuanya adalah pengambil harga (price takers). asumsi yang dibuat berdasarkan model yang ditentukan ASUMSI UMUM Rasionalitas (Utility Maxsimum. Pembeli dan penjual mempunyai informasi yang lengkap (sempurna) tentang pasar . Hubungan antara harga satuan komoditas yang mau dibayar pembeli dengan jumlah komoditas yang diminta pada berbagai tingkat harga dapat disusun dalam suatu tabel yang dikenal dengan :Daftar Permintaan. Pembeli dan penjual berusaha untuk memaksimumkan kepuasan keuntungannya dari setiap transaksi yang terjadi.Asumsi Umum. Asumsi Khusus Model Ekonomi. Contoh: 44 . Profit Maxsimum.

900--------------------------------------- D 0 2 30 Q Kurva permintaan adalah : kurva yang menunjukkan alternative jumlah barang yang ingin dibeli pada berbagai tingkat harga dengan menganggap bahwa segala sesuatu yang lain dianggap konstan. Tingkat harga dan jumlah sepatu bata yang diminta pada setiap tingkat harga. Sifat hubungan antara harga dan jumlah komoditas yang diminta adalah berlawanan arah (negatif).900 34.900----------- 9. 45 .900 49.900 24. sehingga kurva permintaan suatu komoditas bersudut negatif terhadap sumbu horisontal. maka dapat dibuat suatu kurva permintaan sebagai berikut: Harga 49.Daftar permintaan dan kurva permintaan Sepatu Bata.900 19.900 Jumlah yang diminta (unit/pasang) 30 20 10 5 2 Atas dasar daftar permintaan. adalah sebagai berikut: Harga per satuan (ribu rupiah) 9.

3. Harga barang itu sendiri 2. 7. 2. yaitu: 1. Misalnya : fungsi permintaan individual akan komodity X adalah: Q dx = 8 – Px. yaitu : 1. Selera konsumen Atau ada pendapat lain yang mengatakan bahwa permintaan seseorang atau masyarakat terhadap suatu komoditas ditentukan oleh banyak factor. Jumlah penduduk. Corak distribusi pendapatan dalam masyarakat 5. Kurva permintaan suatu barang dibuat berdasarkan atas berbagai kemungkinan harga barang itu. Menurut ilmu ekonomi tradisional ada beberapa factor yang dapat mempengaruhi permintaan suatu barang. Pendapatan rumah tangga dan pendapatan rata-rata masyarakat. ceteris paribus Dengan mensubtitusikan berbagai harga X ke dalam fungsi permintaan ini. sedangkan factor lain yang dapat mempengaruhi permintaan terhadp barang tersebut dianggap konstan (ceteris paribus). Harga barang lain yang berhubungan dengan barang tersebut 4. Penghasilan konsumen 3. kita akan memperoleh kurva permintaan individu sebagai berikut : P x ($) Q dx 8 0 7 1 6 2 5 3 4 4 3 5 2 6 1 7 0 8 46 . Selera/citarasa masyarakat 6. Ramalan mengenai keadaan di masa yang akan datang.Kurva permintaan menunjukkan: kurva yang menghubungkan titik-titik jumlah barang yang diminta oleh seluruh konsumen yang ada di pasar tersebut pada berbagai tingkat harga. Harga komoditas itu sendiri. Harga komoditas lain yang berkaitan erat dengan komoditas tersebut. 4.

Penduduk California sebesar 30 juta akan membeli apel dan mobil 30 kali lebih besar dari penduduk Kabupaten Jember yang hanya berjumlah 2 juta penduduk. mobil. selera individu dan beberapa pengaruh khusus.Dengan meletakkan setiap pasangan nilai pada suatu titik pada gambar dan menghubungkan titik-titiknya. Px ($) 8 D 0 8 Qdx Kurva Permintaan Apa yang menentukan permintaan pasar jagung. hamper segala hal. Harga dan tersedianya barang yang mirip (serupa) juga memperngaruhi permintaan suatu komoditi. Pendapatan rata-rata konsumen adalah factor penentu utama permintaan. Sebelumnya masih ada beberapa factor lain yang sangat penting yaitu pendapatan rata=rata. misalnya pena da 47 . Jika pendapatan masyarakat meningkat. maka akan diperoleh kurva Demand/permintaan individu terhadap komoditi X. Ukuran pasar yang antara lain diukur melalui populasi. maka orang cenderung lebih banyak. jelas mempengaruhi kurva permintaan pasar. harga dan tersedianya barang serupa. Hubungan yang sangat penting terjadi antara barang subtitusi yaitu barang yang mempunyai fungsi yang sama. mobil? Sampai saat ini kita tidak memperhatikan pengaruh lain kecuali harga komoditi itu sendiri. dan lain-lain. termasuk buah apel. jumlah populasi.

Permintaan terhadap produk akan meningkat dengan adanya tambahan biaya iklan yang dikeluarkan perusahaan tersebut.Oleh karena fungsi permintaan perusahaan dan industri berbeda. Di samping unsure-unsur objektif tersebut. maka analisisjuga harus berbeda untuk kedua macam permintaan tersebut. Permintaan terhadap produk suatu perusahaan berhubungan negatif dengan harganya sendiri. Selera menunjukkan pengaruh sosial dan sejarah. Misalnya fungsi permintaan dari suatu perusahaan biaanya akan memasukkan harga dan biaya iklan dari perusahaan saingannya. maka parameter-parameter untuk perusahaan dan industri tersebut akan identik.Fungsi permintaan perusahaan lebih menekankan pada variabel independen yang menunjukkan perilaku para pesaing. kita harus mencakupkan pula hal-hal lain yang sifatnya subjektif yang disebut: selera atau pilihan (preferensi). Turunnya hujan mendukung permintaan akan pating(ikan). 48 . terutama harga. tetapi bisa naik atau turun jika ada tambahan/pengurangan iklan dari perusahaan lainnya. Selera juga termasuk kebutuhan terkondisi (misalnya: rokok. tetapi berhubungan positif dengan harga yang ditetapkan oleh perusahaan saingannya. Permintaan barang A cenderung rendah jika harga barang substitusinya rendah. Akhirnya.pensil. tetapi haram bagi islam). harapan tentang kondisi ekonomi di masa mendatang. Jumlah penduduk akan mempengaruhi permintaan terhadap barang X. Apabila barang X tersebut menguasai pangsa pasar 100 persen (monopolis). barang tertentu umumnya memiliki factor khusus dengan latar belakang permintaanya. Selain itu. Permintaan Industri dan Perusahaan Fungsi permintaan bisa ditentukan baik untuk industri secara keseluruhan maupun untuk perusahaan secara individual. tetapi nilai parameter dalam fungsi permintaan barang X akan lebih kecil daripada fungsi permintaan industri tersebut. mobil balap idaman). dapat menimbulkan dampak yang penting pada permintaan. Selera dapat mengandung unsur tradisi atau agama (misalnya: makan daging babi sangat popular di Cina. Parameter untuk variabel-variabel tertentu akan berbeda pada kedua macam fungsi tersebut. minyak dan gas alam.

Kasus Perkecualian Ada tiga kasus dimana kurva permintaan yang menurun tidak berlaku: 1). sedangkan perubahan jumlah yang diminta berarti perpindahan ke titik yang berbeda pada kurva permintaan yang sama.Gerakan Sepanjang Kurva dan Pergeseran Kurva Perlu dibedakan antara perubahan permintaan dan perubahan jumlah yang diminta. Kasus Giffen Kasus ini terjadi bila efek pendapatan yang negative bagi barang-barang “inferior” begitu besarnya sehingga efek substitusi (substitution effect) yang selalu positif tidak bisa menutup pendapatan efek (income effect) yang negative tersebut. Akibatnya penurunan harga barang X justru menurunkan jumlah barang X yang diminta konsumen. konsumen cenderung mempbeli pizza lebih banyak. Namun. Perbedaan serupa berlaku juga pada pergeseran penawaran. maka pembelian pizza oleh konsumen meningkat pada setiap harga. Perubahan ini menunjukkan pergerakkan sepanjang kurva permintaan. Misalnya: jika pendapatan meningkat. Barang “Giffen” adalah barang inferior. Hal yang sama berlaku juga pada penawaran serta beberapa hubungan ekonomi lainnya. terjadi bila harga komoditaas yang diminta berubah (naik atau turun). setelah harga berubah. Perubahan permintaan terjadi jika salah satu unsur penentu kurva permintaan bergeser. tetapi karena kurva permintaan harga. Perubahan permintaan akan menyebabkan pergeseran kurva permintaan. Penurunan harga komoditas akan menaikkan jumlah barang yang diminta. 49 . Sebaliknya jika harga pizza yang dihadapi konsumen menurun dan hal lain adalah konstan. Meningkatnya pendapatan akan meningkatkan permintaan. Pergeseran sepanjang kurva permintaan. meningkatnya pembelian pizza bukan disebabkan oleh meningkatnya permintaan. bukan pergeseran kurva permintaan. dan begitu sebaliknya. tetapi tidak semua barang “inferior” adalah “giffen”. dan kurva permintaan pizza akan bergeser ke luar.

maka kenaikan harga barang tersebut akan semakin diikuti oleh kenaikan permintaan.2). Permintaan Individu dan Permintaan Pasar Permintaan suatu komoditas dibedakan atas permintaan individu dan permintaan semua orang di pasar. sehingga permintan pasar = QDx diperoleh dengan cara sebagai berikut: 50 . Akibatnya kurva permintaannya naik. Semakin tinggi harga barang tersebut. Jadi permintaan pasar suatu komoditi tergantung pada semua factor yang menentukan permintaan individu individual dan jumlah pembeli komoditi tersebut di pasar. kurva permintaan pasar terhadap suatu komoditi diperoleh dengan penjumlahan mendatar semua liku permintaan individual terhadap komoditi tersebut. maka akan diikuti oleh kenaikan permintaan terhadap barang tersebut hari itu juga. sehingga jika hari ini ada kenaikan harga barang tersebut. 3). masing-masing dengan permintaan barang X sebesar Qdx = 8 – Px. Permintaan pasar diperoleh dari penjumlahan permintaan berbagai individu terhadap komoditas pada setiap tingkat harga. pada berbagai harga laternatif. Secara geometris. Akibatnya kurva permintaan juga naik. oleh semua individu di pasar. Dan semakin tinggi pula kesediaan konsumen untuk membayar harga yang lebih tinggi. Kasus Barang-barang Prestise Untuk beberapa barang tertentu. Permintaan agregatif terhadap suatu komoditi menunjukkan alternative jumlah suatu komoditi yang diminta per periode waktu. maka semakin tinggi kepuasan konsumen yang diperoleh dari naiknya unsure prestise (jadi kenaikan permintaan sejalan dengan kenaikan harga barang tersebut). Misalnya: Ada dua individu yang identik (1 & 2) di pasar. Kasus Spekulasi yaitu apbila konsumen berharap bahwa harga barang untuk besok pagi naik lagi. misalnya permata bekas milik orang ternama akan dijual.

--│----------d2 │ 0 4 8 Qd2 51 .Tabel: Px ($) 8 4 0 Qd1 0 4 8 Qd2 0 4 8 QDx 0 8 16 Px 8 ($) 8 4 0 -------.-----│-------d1 │ 4 8 Qd1 4 -------.

Komoditas lainnya. Misalnya: Kopi dilengkapi dengan gula. yaitu : a. yaitu komoditas yang tidak mempunyai hubungan sama sekali dengan komoditas lainnya. dapat dibedakan 2. Komoditas netral. Komoditas pengganti. maka barang netral adalah 52 . sehingga perubahan permintaan terhadap salah satu komoditas tidak akan mempengaruhi permintaan komoditas lainnya. Komoditas pelengkap. c. permintaan suatu komoditaas juga ditentukan oleh berbagai faktor lain. yaitu suatu komoditas yang selalu digunakan bersamasama dengan komoditas lainnya. komoditas yang dapat menggantikan fungsi dari komoditas lain sehingga harga komoditas pengganti dapat mempengaruhi permintaan komoditaas yang dapat digantikan tersebut. Dalam kaitannya dengan barang konsumsi. Misalnya: Teh dan Susu b. Padahal.Px ($) 8 4 Dx = d1 + d2 0 4 8 12 16 Qdx Pengaruh Faktor Bukan Harga Terhadap Permintaan Hukum Permintaan hanya menekankan perhatian pada pengaruh harga komoditas yang diminta. Faktor-faktor tersebut antara lain: 1.

dan sebagainya. Barang essensial. dan sebaliknya. jika prospek suatu komoditaas di masa yang akan dating baik. pakaian. air minum. permata. maka permintaan terhadap komoditas tersebutakan naik. dan sebaliknya: 6. televise. 5. meliputi: a. dan sebagainya. d. c.barang konsumsi yang jumlah pemakaiannya tidak berubah walaupun pendapatan konsumen mengalami perubahan.beras. Misalnya. Barang inferior (inferior Goods). Jumlah penduduk. Misalnya: perumahan. apabila selera masyarakat terhadap suatu komoditas meningkat. jika seseorang biasanya makan gaplek. Pendapatan para pembeli. pertambahan penduduk biasanya diikuti dengan perkembangan terhadap permintaan suatu komoditas karena dalam kondisi seperti itu akan lebih banyak orang yang membutuhkan komoditas tersebut. Contoh: Mobil mewah. apabila pendapatan mereka naik.dan sebagainya. Cita rasa masyarakat. 4. yaitu barang yang permintaannya justru berkurang jika pendapatan seseorang naik. Misalnya. Ramalan mengenai masa yang akan dating. dan sebaliknya. maka mereka akan merubah kebiasaannya tersebut menjadi makan nasi. yaitu barang yang sangat penting. maka permintaan terhadap komoditas tersebut akan meningkat juga. b. Jika konsentrasi pendapatan berada di kalangan kelas atas. dan sebagainya. perubahan distribusi pendapatan dapat mempengaruhi corak permintaan terhadap berbagai jenis komoditas. yaiu barang yng mengalami kenaikan permintaan seiring dengan naiknya pendapatan seseorang. Misalnya: Pemakaian garam untuk bumbu masak. 53 . maka permintaan terhadap komoditi barang mewah dan barang sekunder akan meningkat. Misalnya: Kebutuhan pokok sehari-hari: beras. 3. Barang mewah. Distribusi Pendapatan. yaitu jenis barang yang dibeli orang apabila pedapatannya mereka sudah relative tinggi. artinya jika dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. 2. Barang normal.

maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan berkurang/turun. teknologi. ceteris paribus. penawaran juga dipengaruhi oleh faktor lain. harga menjadi murah. b. c. Teknologi Maju/mundurnya atau canggih tidaknya teknologi akan mempengaruhi jumlah penawaran. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut : Q sx = f (Px). Hukum ini juga tidak berlaku mutlak (cateris paribus). Makin canggih teknologi. Jika harga barang/jasa turun.PENAWARAN Penawaran seorang produsen terhadap suatu komoditi adalah jumlah suatu komoditi yang ingin dijual oleh seorang produsen dalam satu waktu tertentu merupakan fungsi atau tergantung pada harga komoditi tersebut. Dengan demikian terjadi perbedaan antara hukum penawaran dengan hokum permintaan Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah yang ditawarkan Seperti permintaan. dan lain-lain dianggap tetap tidak berubah. Penawaran komoditas pada beragai tingkat harga ditentukan oleh banyak faktor. jumlah yang ditawarkan meningkat dan sebaliknya. yaitu: Harga komoditas itu sendiri. Biaya produksi (input) Tinggi/rendahnya biaya produksi akan mempengaruhi harga jual yang pada akhirnya akan mempengaruhi jumlah yang ditawarkan. tingkat Hukum Penawaran Apabila harga naik. yaitu: a. Fungsi penawaran tersebut dibaca: jumlah komoditas yang ditawarkan merupakan fungsi dari harga barang tersebut. Hukum penawaran berbanding lurus dengan harga barang. produktifitas semakin besar. sedangkan harga komoditas lain. Harapan keuntungan 54 . maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan meningkat/bertambah.

maka jumlah penawaran akan bertambah.40. yang pada akhirnya akan meningkatkan keuntungan. Contoh : Pada saat harga Rp. Jika harga barang turun. e.Tingkat keuntungan produsen. Pada saat harga naik menjadi Rp. Kurva Penawaran Kurva penawaran disini mempunyai kemiringan yang bergerak dari kiri bawah ke kanan atas. sehingga mempengaruhi jumlah penawaran. d. Hal ini karena hubungan antara komoditas dan jumlah yang ditawarkan berhubungan positi. sehingga kurva bergeser ke kanan. Harapan harga masa yang akan datang Bagi produsen yang mampu menahan barang untuk dijual pada saat harga dianggap lebih menguntungkan. Jika harga barang naik. Keuntungan yang besar akan diperoleh jika harga barang murah. Pergeseran Kurva Penawaran Kurva penawaran akan mengalami pergeseran. Kebutuhan akan uang tunai Mendesak atau tidaknya kebutuhan uang tunai bagi perusahaan akan berpengaruh kepada harga jual yang akhirnya berpengaruh pada jumlah penawaran barang/jasa. yaitu kenaikan harga komodita diikuti dengan kenaikan jumlah yang ditawarkan. sehingga jumlah penawaran meningkat. produsen akan menahan barang.30. Interaksi antara penjual dan pembeli akan menentukan harga keseimbangan atau harga pasar serta jumlah komoditas yang akan diperjualbelikan. maka jumlah penawaran akan berkurang. kurva bergeser ke kiri.00 jumlah barang yang ditawarkan 55 . tergantung pada faktor yang mempengaruhinya. Teori penawaran menerangkan sifat para penjual dalam menawarkan komoditas yang akan dijualnya. besar kecilnya laba akan menentukan harga jual. dan sebaliknya.00 jumlah unit yang ditawarkan sejumlah 40 unit.

petani menanam jenis tanaman lain. akan menekan biaya produksi par petani dan akan menaikkan penawaran. terutama barang yang bersubstitusi satu dengan yang lainnya dalam proses produksi.meningkat menjadi 60 unit. sehingga biaya produksi berubah juga dan penawaranpun akan berubah. karena akan memberikan keuntungan lebih besar. maka hal ini akan memberikan keuntungan kepada produsen. maka untuk setiap kenaikan harga salah satu barang substitusi tersebut. apabila teknologi tidak mengalami perubahan. maka penawaran barang substitusi lain akan turun.00 maka jumlah yang ditawarkan berkurang menjadi 25 unit. 56 . Apabila harga produksi salah satu barang substitusi naik. Dalam pengujian berbagai kekuatan yang menentukan penawaran. dan membiarkan ladangnya atau bahkan menjual ladangnya. akan menyebabkan menurunnya penawaran barang yang lainnya. Hal yang sama. maka perusahaan akan memproduksi dalam jumlah kecil. sehingga produsen akan menawarkan barang dalam jumlah besar. Hal-hal yang mempengaruhi biaya produksi antara lain : teknologi dan biaya input. atau mungkin akan menghindari bisnis tersebut. tetapi harga input berubah. Pada saat harga turun menjadi Rp. kurva penawaran bergeser ke kiri. Sebaliknya. akan menawarkan jagung lebih banyak pada harga yang lebih tinggi. kurve bergeser ke kanan. Misalnya petani. perbaikan system irigasi. Apabila biaya produksi suatu barang relative lebih rendah dibandingkan dengan harga pasar. Misalnya petani dapat menghasilkan gandum maupun jagung. Jadi kunci utama yang mendasari keputusan penawaran adalah biaya produksi. hal yang paling mendasar untuk memahami perilaku penawaran bisnis adalah bahwa produsen menawarkan komoditi untuk memperoleh keuntungan. Unsur penting lain yang mempengaruhi penawaran adalah harga barang yamh berkaitan erat. ketika harga jagung jatuh sampai di bawah ongkos produksi sebagaimana pernah terjadi di pertengahan tahun 1980-n. Program computer yang lebih baik untuk perputaran hasil panen. Kemajuan teknologi sangat mempengaruhi biaya produksi. Sebaliknya apabila biaya produksi relative lebih tinggi dibandingkan dengan harga.20. bukan untuk mencari kesenangan atau amal.

Turunnya tariff dan kuota barang luar negeri akan membuka pasar bagi produsen asing dan cenderung meningkatkan penawaran. Tujuan perusahaan. sehingga hal ini akan berakibat berkurangnya keuntungan produsen.Faktor penentu penawaran barang lainnya adalah organisasi pasar. 57 . Begitu jug adanya inovasi. Apabila pasar dimonopoli. antara lain: 1. persaingan pasar sempurna akan menghasilkan kemungkinan tingkat output paling tinggi pada setiap tingkat harga. misalnya industri computer sangat dipengaruhi oleh jiwa inovasi yang tinggi untuk tetap menghasilkan produk baru. akan mempunyai dampak penting terhadap penentu penawaran. Harga komoditas lain. mak harga setiap output akan naik. umumnya berusaha memaksimumkan keuntungan sehingga mereka memanfaatkan kapasitas produksinya pada tingkat kapasitas yang mamaksimumkan keuntungannya. 3. kenaikan harga faktor produksi akan meningkatkan biaya produksi. Secara umum. seperti komoditaas pengganti. Beberapa industri seperti jalan kereta api dan telekomunikasi diatur oleh pemerintah. seperti cuaca dan Cuaca sangat mempengaruhi terhadap pertanian. Contoh factor khusus lainnya adalah ekspektasi/harapan harga dimasa yang akan dating. Faktor penentu inovasi. komoditas pelengakap dan komoditas netral mempengaruhi penawaran terhadap suatu barang. yaitu hubungan suatu komoditas dengan berbagai jenis komoditaas lainnya. terakhir adalah factor-faktor khusus. tetapi juga ditentukan oleh berbagai faktor. 2 Biaya untuk memperoleh faktor-faktor produksi. tanpa adanya peningkatan produktivitas dan efisiensi. Pengaruh Faktor-Faktor Bukan Harga Terhadap Penawaran Hukum Penawaran tidak hanya menekankan perhtian terhadap harga suatu komoditas terhadap jumlah komoditas yang ditawarkan.

harga komoditas lain. misalnya jika perusahaan mobil Jepang diizinkan mengekspor mobil lebih banyak ke Amerika. 3. pajak. harga. 5. kuota. namun penawaran dan kurva penawaran tidak bergeser. kemajuan teknologi dapat mengurangi biaya produksi sehingga harga satuan dari suatu komoditas yang dihasilkan dengan teknologi yang lebih baik akan dapat ditekan lebih rendah. 2. apabila ada perbaikan teknologi. Menunjukkan kebebasan yang diberikan pasar kepada konsumen dan produsen. selain perubahan harga komoditi itu sendiri. Penentu harga secara kompetitif dapat mengatur penawaran barang yang terbatas diantara mereka yang memiliki permintaan dan uang yang diperlukan. apabila upah pekerja berkurang. Menganalisis interaksi yang kompetitif antara penjual dengan pembeli dalam menghasilkan harga dan kuantitas suatu komoditas. maka produsen merubah produksi serta kuantitas yang ditawarkannya. Memahami respon harga dan kualita suatu komoditas terhadap perubahan variable ekonomi (misalnya: perubahan teknologi. subsidi. selera konsumen. 58 . Analisis permintaan dan penawaran merupakan alat yang penting untuk: 1. Penawaran juga akan meningkat. Sebaliknya. maka penawaran berubah dan kurva penawaran bergeser. atau jika Pemerintah menghilangkan beberapa peraturan pada industri mobil. Pengaruh musim sangat terasa pada penawaran komoditas pertanian. (kurvanya bergeser dari kiri ke kanan). Menganalisa efek berbagai intervensi kebijakan pemerintah di pasar (misalnya. penetapan upah minimum. maka semua unsur-unsur tersebut akan meningkatkan penawaran mobil di Amerika Serikat pada setiap harga. harga factor produksi). jika ada factor lain yang menyebabkan perubahan penawaran. dan sebagainya). Tingkat teknologi. Musim.4. Pergeseran Kurva Penawaran Penawaran berubah karena perubahan factor lain. maka akan menggeser kurva penawaran ke kanan. Misalnya ketika harga mobil berubah. 4.

d. b. Pada harga keseimbangan produsen/penawaran bersedia melepas barang/jasa. Proses terbentuknya Harga Pasar Terbentuknya harga pasar dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran. Pembeli super marginal. yaitu kelompok penjual yang memiliki perhitungan harga pokok di bawah harga pasar. Kita telah melihat bahwa perbedaan jumlah permintaan konsumen terhadap jagung. Pembeli marginal. Penggolongan Pembeli dan Penjual Pembeli dan penjual dapat digolongkan berdasarkan perbandingan antara harga pasar dan harga pokok bagi penjual/produsen dan kemampuan membeli bagi konsumen/pembeli. c. 59 . Begitu juga jumlah yang ingin ditawarkan produsen akan tergantung pada harganya. Dengan bergesernya permintaan dan penawaran akan mengakibatkan bergesernya tingkat harga keseimbangan. Penjual super marginal. yaitu kelompok pembeli yang memiliki kemampuan membeli di atas harga pasar. Dalam kurva harga keseimbangan terjadi titik temu antara kurva permintaan dan kurva penawaran.Equilibrium/Keseimbangan Antara Penawaran dan Permintaan Harga keseimbangan atau harga pasar (Equilibrium Price) adalah tinggi rendahnya tingkat harga yang terjadi atas kesepakatan antara produsen/penawaran dengan konsumen atau permintaan. Masing-masing faktor dapat menyebabkan bergesernya jumlah permintaan dan jumlah penawaran. yaitu kelompok pembeli yang memiliki kemampuan sama dengan harga pasar. yang disebut Equilibrium Price. Pembeli sub marginal. Pembeli dan penjual dapat digolongkan: a. sedangkan permintaan/konsumen bersedia membayar harganya. yaitu kelompok pembeli yang mempunyai kemampuan membeli di bawah harga pasar. mobil dan computer merupakan fungsi dan harga barang-barang tersebut.

Terdapat pembeli dan penjual yang impas (Break Even Point). Pada titik ini. yaitu kelompok penjual yang memiliki perhitungan harga pokok sama dengan harga pasar. maka tidak ada kecnderungan harga untuk naik atau turun. Penjual yang memiliki perhitungan harga pokok di bawah harga pasar (penjual super marginal) mendapatkan premi produsen. Pembeli yang memiliki kemampuan membeli lebih tinggi (pembeli super marginal) mendapatkan premi konsumen. Pembeli sub marginal yang memiliki kemampuan membeli di bawah harga pasar. Tidak memperoleh keuntungan dan kerugian karena harga pokok sama dengan harga pasar serta kemampuan membeli sama dengan harga pasar. Keseimbangan pasar terjadi pada harga dan kuantitas ketika kekuatan penawaran dan permintaan seimbang. Penjual sub marginal. jumlah barang yang akan dibeli oleh pembeli sama dengan jumlah yang akan dijual oleh penjual. b.e. Pada saat terjadinya keseimbangan. transksi jelas. Penjual marginal. Gabungan antara permintaan dan penawaran Kemungkinan harga($/kg) Kuantitas yang diminta (ribu ton /th) A B 5 4 9 10 Kuantitas yang ditawarkan (ribu ton/th) 18 16 Surplus Surplus Kondisi pasar Tekanan terhadap Harga Turun Turun 60 . harga dan kuantitas cenderung tetap tidak berubah. f. Terdapat pembeli/penjual yang menderita kerugian. Pada titik ini keseimbangan. c. Demikian pula besarnya stok tidak mengalami penumpukan maupun kekurangan ini menunjukkan bahwa sejumlah penwaran dan permintaan terpenuhi. selama factor lain tetap tidak berubah. Penjual sub marginal yang memiliki perhitungan harga pokok di atas harga pasar. baik konsumen maupun produsen merasa puas. Dari penggolongan di atas dapat disimpulkan: a. yaitu kelompok penjual yang memiliki perhitungan harga pokok di atas harga pasar. Terdapat pembeli/penjual yang memperoleh keuntungan.

Jumlah yang ditawarkan pada harga $5 lebih besar dibandingkan dengan jumlah permintaan. Demikian juga. sedangkan konsumen hanya sedikit. baik dengan penetapan harga terendah (floor price) dan harga tertinggi (ceiling price). sehingga menyebabkan harga jagung naik. tidak ada kecenderungan harga untuk naik atau turun. Ketidakseimbangan Pasar Ketidakseimbangan pasar umumnya terjadi karena adanya intervensi pemerintah dalam penentuan harga pasar. Begitu juga untuk harga-harga jagung yang lainnya. yaitu sebesar 12 ribu ton. Ini menunjukkan bahw sejumlah penawaran dan permintaan terpenuhi. maka konsumen dan produsen membuat keputusan yang sama sehingga permintaan yang diinginkan oleh konsumen tepat sama dengan produksi yang ditawarkan produsen. Kita juga mengatakan bahwa harga sebesar $3 adalah harga yang menyeimbangkan pasar. Floor price adalah harga terendah yang ditetapkan pemerintah untuk komoditas pertanian. akibatnya masyarakat berebut untuk mendapatkan sejumlah jagung yang diinginkan. hanya saja pada harga jagung sebesar $4. Jadi apabila jaumlah jagung terlalu banyak. sehingga stok jagung menumpuk. transaksi jelas. maka yang terjadi adalah konsumsi melebihi produksi. Pada harga tersebut stok jagung mulai kosong. kita mencari harga yang merupakan titik temu antara jumlah yang ingin dibeli dan dijual. Pada harga keseimbangan $3. baik konsumen maupun produsen merasa puas. Apabila harga yang terjadi sebesar $ 2. dengan maksud untuk menstabilkan pendapatan petani. maka harga jagung akan jatuh. maka hal ini tidak akan bertahan lama. besarnya stok tidak mengalami penumpukan maupun kekurangan.C D E 3 2 1 12 15 20 12 7 0 Ekuilibrium Netral Kekurangan Naik Kekurangan Naik Untuk mengetahui harga dan kuantitas pasar. karena pada harga tersebut produsen akan menjual dengan harga 18 ribu ton per tahun. Konsekuensi dari penetapan floor price adalah: 61 . Apabila kita mencoba harga $5 per kg. sedangkan konsumen hanya akan membeli 9 ribu ton.

Menimbulkan kekurangan (shortage) di pasar. sehingga hal ini akan mengakibatkan timbulnya surplus (kelebihan) barang dan menekan harga untuk turun. Hal yang serupa terjadi jika harga barang terlalu rendah. Meningkatkan jumlah komoditas yang diminta 2. Pada umumnya penetapan price ceiling berada dibawah harga pasar. Dampak dari price ceiling adalah : 1. Menciptakan surplus di pasar Price ceiling adalah intervnsi pemerintah dalam menentukan harga suatu komoditi yang ditujukan untuk melindungi konsumen dengan cara menentukan batas atas harga suatu komoditas. Menaikkan jumlah yang ditawarkan 2). Analisis dapat juga dipakai untuk memperkirakan dampak perbahan kondisi ekonomi terhadap harga dan kuantita.1). produsen akan menawarkan lebih banya dari yang ingin dibeli oleh konsumen. Kita dapat menggunakan perangkat permintaan dan penawaran untuk menganalisis sejumlah persoalan mikro ekonomi yang penting. Aplikasai Konsep Permintaan dan Penawaran Analisis permintaan dan penawaran merupakan salah satu perangkat ekonomi yang paling bermanfaat. Pada harga di atas harga keseimbangan. Mengurangi permintaan 3). Pada saa cuaca jelek. sehingga pembeli akan berebut dan akan menyebabkan harga barang naik dan akhirnya akan mencapai keseimbangan. Penerapannya yang tepat atas kurva permintaan dan penawaran memerlukan banyak latihn guna menghindari agar supaya tidak terperosok ke dalam salah satu perangkap yang umum terdapat pada analisis ekonomi. akan menyebabkan kekurangan barang. Akan tetapi. karena itu kurva penawaran bergeser ke kiri. Pengaruh Pergeseran Kurva Penawaran dan Permintaan Analisis perangkat penawaran dan permintaan dapat memberikan informasi lain selain keseimbangan kuantitas dan harga. Salah satu penerapan yang 62 .Jumlah komoditas yang ditawarkan menurun 3. sebagimana halnya dengan perangkat analisis lainnya. maka jumlah jagung yang ditawarkan oleh petani jagung pada setiap harga pasar menurun.

Bekerjanya Mekanisme Penawaran dan Permintaan Kehidupan sehari-hari mencerminkan persoalan ekonomi yang tidak terhingga banyaknya. Berbagai kritik yang dilontarkan bisa mendorong dilakukannya deregulaasi tahun 1980 dengan titik berat pada harga tiket dan ijin untuk melayani jalur domestic. sehingga banyak jalur penerbangan yang akhirnya terhenti. dan produknya selalu menjadi komoditi ekspor andalan bagi Negara-negara tersebut. Akibatnya harga tiket terlalu tinggi. Aspek Ekonomi Pertanian Tidak ada sektor ekonomi yang paling menunjang studi mengenai dampak perubahan penawaran dan permintaan selain sektor pertanian yang bersifat persaingan sempurna. Penerapan lainnya adalah efek dri perpajakan.menarik adalah masalah pertanian di mana penawaran dan permintaan memungkinkan kita untuk memahami ketidak stabilan pendapatan petani dan mengevaluasi kebijakan pemerintah yang diarahkan untuk meningkatkan pendapatan petani. 2). Penawaran jumlah Dokter Peminat ke Fakultas kedokteran pada umumnya selalu jauh lebih banyak dari tempat tang tersedia. dan hanya dapat benar-benar dipahami melalui analisis permintaan dan penawaran yang dilakukan secara cermat. Deregulasi dan biaya perjalanan dengan pesawat udara Sampai akhir tahun 1970-an. misalnya: 1). Badan Penerbangan Sipil membatasi persaingan antar perusahaan penerbangan dengan melarang masuknya beberapa perusahaan penerbangan ke hamper semua kota besar di Negara itu. Oleh karena itu di setiap universitas selalu memberikan tes sebagai salah satu syarat untuk bisa diterima. Pembatasan jumlah yang bisa 63 . sehingga terjadi persaingan yang ketat dalam industri penerbangan dan bangkrutnya prusahaan yang tidak dikelola secara baik. yang merupakan salah satu cara pemerintah dalam melakukan intervensi pasar. Pertanian merupakan bagian dari kegiatan ekonomi yang sangat penting baik di Negara maju maupun Negara Berkembang.

dan jumlah barang yang diminta akan turun. Bea masuk sebesar $2. Jadi harga maupun jumlah mobil buatan dalam negeri akan naik. dan sebagainya. Akibatnya harga mobil impor akan naik.diterima antara lain juga untuk menjaga mutu dokter yang dihasilkan. perubahan harga. sehingga menggeser kurva penawaran ke atas dan ke kiri. Perusahaan maupun serikat buruh permobilan Amerika Serikat. perubahan pengeluaran untuk iklan. Karena elastisitas harga permintaan untuk jasa perawatan kesehatan oleh dokter bersifat tidak elastis. Akibat dari pembatasan ini maka ada pergeseran kurva penawaran tenaga dokter yang jauh ke sebelah kiri. Salah satu cara yang diusulkan adalah dengan mengenakan bea masuk atas mobil impor. 64 . Jadi tariff akan meningkatkan permintaan terhadap mobil produksi domestic. Penetapan Bea Masuk untuk Mobil Impor Sejak zaman Henry ford hingga tahun 1950-an Amerika Serikat mendominasi pasaran mobil dunia. hal ini terjadi karena harga barang substitusi mobil produksi dlam negeri(harga mobil impor) lebih tinggi setelah adanya tariff. Kemudian dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat di Eropa dan Jepang aka membanjirlah mobil impor hingga mencapai daya serap sebesar 25 % terhadap pangsa pasar tahun 1980-an. yang benar-benar terpukul akibat munculnya pengangguran dan kapasitas produksi berlebih.000 akan mengurangi impor. 3). mencoba mempengaruhi pemerintah untuk membatasi jumlah mobil buatan luar negeri. Perubahan ini dapat bersifat absolute (dalam bentuk nilai) dan dapat bersifat relative (dalam bentuk persen). ELASTISITAS Elastisitas/kepekaan/response adalah derajat kepekaan jumlah yang diminta persatuan waktu yang disebabkan oleh perubahan salah satu faktor yang mempengaruhinya. maka pembatasan tersebut akan menaikkan biaya kesehatan dan juga penghasilan para dokter. Tidak cukup untuk sekedar mengehatui apakah kuantitas permintaan atau penawaran akan naik atau turun sebagai akibat perubahan factor yang mempengaruhinya. Kondisi ekonomi dan bisnis selalu mengalami perubahan seperti perubahan pendapatan.

Ukuran kuantitatif yang menunjukkan seberapa besar pengaruh perubahan harga maupun faktor lain terhadap perubahan permintaan atau penawaran dari suatu komoditas disebut juga dengan istilah elaastisitas Ada 5 (lima) macam elastisitas yang sering digunakan: 1. Koefisien elastisitas harga (E h) adalah perbandingan antara persentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan besarnya persentase perubahan harganya. Elastisitas Silang 4. Elastisitas harga adalah pengukuran tentang derajat kepekaan relative dari jumlah barang yang diminta sebagai akibat dari adanya perubahan tingkat harga. X Q = Keterangan: Q = jumlah barang yang diminta X = variabel dalam fungsi permintaan Δ = delta. biasanya disingkat dengan E h. Atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut: 65 . Elastisitas Permintaan Terhadap Pendapatan Elastisitas Permintaan Yang dimksud dengan elaastisitas permintaan adalah persentase perubahan kuantitas yang diminta sebagai akibat dari perubahan nilai salah satu variable yang menentukan permintaan sebesar 1 %. Persamaan untuk menghitung elastisitas adalah sebagai berikut: Elastisitas = Persentase perubahan Q = Δ Q/Q Persentase perubahan X Δ X/X ΔQ ΔX . Elastisitas Permintaan Terhadap Harga/elastisitas harga 3. menunjukkan jumlah perubahan variable tersebut. Besarnya derajat kepekaan dari hubungan tersebut ditunjukkan oleh koefisien elastisitas harga. Elastisitas Permintaan 2. ceteris paribus.

maka barang tersebut dikatakan mempunyai sifat in elastis. air minum) akan dibeli dalam jumlah yang relatif konstan pada tingkat harga berapapun. E h = Keterangan: E h = koefisien elastisitas harga barang X PX = harga barang X QX= jumlah barang X yang diminta pada tingkat harga barang X sebesar PX. Tanda minus (-) menunjukkan perubahan yang berlawanan arah antara harga dengan jumlah barang yang diminta. Untuk barang seperti itu tidak ada barang substitusinya 66 ∂ QX . Elastisitas harga dapat digunakan untuk mengukur derajat kepekaan perubahan jumlah barang yang diminta apabila harganya berubah. Apabila barang X mempunyai elastisita harga sebesar -2. maka barang tersebut dikatakan mempunyai sifat yang uniter elastis (unitary elasticity). Proporsi pendapatan yang dibelanjakan untuk suatu produk tertentu. ini berarti bahwa apabila harga barang X naik 1 %. PX ∂ PX QX . ada 3 alasan untuk membedakan elastisitas harga yaitu: a. c. Seberapa jauh sesuatu barang dianggap sebagai kebutuhan pokok. maka jumlah barang X yang diminta turun sebesar 2 %. maka barang tersebut dikatakan mempunyai sifat yang elastis. Suatu barang yang mempunyai elastisitas lebih besar dari satu atau E h > 1. selama tingkat harga tersebut wajar-wajar saja. Faktor-faktor Penentu Elastisitas Harga 1. Apabila suatu barang mempunyai elaastisitas sama dengan satu atau E=1. Apabila suatu barang yang mempunyai elastisitas lebih kecil dari satu atau E h < 1. Permintaan industri Mengapa elastisitas harga dari suatu produk lebih tinggi dari produk lainnya? Secara umum. Barang-barang kebutuhan pokok (misalnya:gram. b.E h = % ∆ QX % ∆ PX atau juga dapat ditulis . Ketersediaan barang-barang pengganti (substitusi).

Kegunaan Elastisitas Harga Elastisitas harga dapat digunakan untuk : 1. Menetapkan harga produk Setiap perusahaan harus mengetahui elastisitas kurva permintaannya apabila perusahaannya akan menetapkan harga. Bahkan pada kisaran dimana permintaan adalah elastis.yang bisa menggantikan secara sempurna. Pada sisi lain. elastisitas permintaan harga terhadap mobil akan lebih tinggi daripada elastisitas harga terhadap ban mobil. maka akan berakibat turunnya laba secara dramastis. sehingga secara relatif akan lebih peka terhadap harga. permintaan terhadap produk-produk yang tidak begitu mahal. tidak akan begitu peka terhadap harga. Persentase pendapatan yang kecil yang dibelanjakan untuk barang-barang ini tidak perlu terlalu difikirkan. 2. Msalnya perusahaan yang akan memaksimumkan labanya tidak akan pernah menurunkan harga produknya pada inelastis dari kurva permintannya. oleh karena itu permintaan terhadap semangka akan lebih dipengaruhi oleh harga. Sehingga elstisitas permintaan akan lebih tinggi untuk barang-barang yang mahal (superior) daripada barang-barang yang harganya relatif murah. Oleh karena itu. Yaitu kurva permintaan perusahaan juga merupakan kurva industrinya. kecuali pada pasar monopoli murni. Seperti halnya permintaan barang-barang yang berharga tinggi yaitu barang mewah yang membutuhkan porsi pendapatan yang relatif lebih besar dari pendapatan para pembeli. karena penurunan harga akan menurunkan TR-nya pada waktu yang sama penurunan harga tersebut juga akan meningkatkan biaya produksi karena output akan meningkat. Apabila kebijaksanaan dilaksanakan. maka suatu perusahaan tidak perlu untuk menurunkan harga untuk mengejar laba yang lebih besar. Permintaan Perusahaan Elastisitas harga dari kurva permintaan suatu perusahaan tidak sama dengan elastisitas harga dari kurva permintaan industri. Profitabilitas tergantung pada apakah MR (Marginal Revenue) 67 . meskipun diinginkan tetapi menghadapi persaingan yang lebih tinggi. Barang –barang lain misalnya semangka.

Kenaikan daging sapi membuat konsumen mengalihkan konsumsinya dari daging sapi ked aging ayam. Elastisitas Silang adalah pengukuran tentang kepekaan relative dari jumlah barang yang diminta sebagai akibat dari adanya perubahan tingkat harga barang lain yang berhubungan dengan barang tersebut. Apabila harga daging sapi naik. antara dua macam barang adalah perbandingan antar persentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan pesentase perubahan harga barang lain yang berhubungan dengan barang tersebut. Apakah pengaruh kenaikan harga sebesar 5 persen terhadap jumlah penjualan? b. Besarnya derajat kepekaan dari hubungan tersebut ditunjukkan oleh koefisien elastisitas silangnya.yang dihasilkan oleh penurunan harga tersebut lebih besar daripada MC (Marginal Cost) yang disebabkan oleh tambahan produksi. Misalnya : permintaan terhadap daging sapi berhubungan dengan harga dari barang substitusinya. Hubungan langsung antara harga suatu barang dengan kuantitas barang lainnya yang dibeli terjadi untuk semua produk yang bisa saling menggantikan (mensubstitusi). Elastisitas harga bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: a. Py ∂ Py . Berapa besar harga harus diturunkan untuk meningkatkan jumlah penjualan sebesar 20 persen? Elastisitas Silang Permintaan terhadap beberapa barang dipengaruhi oleh harha-harga barang lainnya. maka permintaan daging ayam akan naik. misalnya daging ayam. Koefisien elastisitas silang (E s). Qx 68 . Atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut : Es = % ∆ Qx % ∆ Py Atau dapat juga ditulis : Es Keterangan: E s = koefisien elastisitas silang antara barang X dan barang Y Py = harga barang Y = ∂ Qx .

Pengaruh Waktu Terhadap Elastisitas Waktu merupakan faktor penting dalam analisis permintaan. Informasi ini diperlukan untuk merumuskan strategi penetapan harga perusahaan tersebut dan untuk menganalisis risiko yang disebabkan oleh produk yang bermacam-macam. Apabila koefisien elastisitas antara barang X dan barang Y lebih besar dari nol (E s > 0) atau positif.Qx = jumlah barang X yang diminta pada tingkat harga barang Y sebesar Py. Sedangkan apabila koefisien elastisita silang antara barang X dan barang Y lebih kecil dari nol (E s< 0) atau negatif. dimana hubungan substitusi dan komplementer terjadi antara berbagai macam produk tersebut. maka antara kedua barang tersebut saling mengganti (barang tersebut termaasuk barang substitusi). Apabila nilai elastisitas silang antara produk perusahaan tersebut dengan produk perusahaan lainnya yang berhubungan adalah besar dan positif . dimana ia merupakan satuy-satunya pemasok (supplier) suatu barang di pasar tersebut. Penurunan jumlah penjualannya perusahaan tersebut akan dipasok oleh perusahaan-perusahaan lainnya yang memproduksi produkproduk substitusinya. Misalnya suatu perusahaan muncul untuk menguasai suatu pasar tertentu . Elastisitas silang digunakan dalam sector industri untuk mengukur keterkaitan antar industri. maka hubungan antara kedua barang tersebut saling melengkapi (barang komplementer). Hal ini penting sekali terutama bagi perusahaan yang mempunyai lini produk (product line) yang luas. 2. maka meskipun perusahaan tersebut sebagai monopolis (satu-satunya penjual tunggal) maka perusahaan tersebut tidak akan bisa menaikkan harganya tanpa mengalami penurunan jumlah penjualannya. Salah satu karakteristik dari permintaan adalah kurangnya respons seketika dari konsumen 69 . Penting untuk suatu perusahaan untuk mengetahui bagaimana kemungkinan permintaan terhadap produknya dalam merespon perubahan harga barangbarang lain. Konsep Elastisitas digunakan untuk dua tujuan utama: 1.

Dalam Jangka Panjang. oleh karena itu TR (Total Revenue) akan meningkat cukup tinggi. dalam hal ini dimisalkan kejadian pada permintaan terhadap tenaga listrik. biaya 70 . Harga-harga akan naik dan kuantitas yang diminta tidak akan turun banyak. Fenomina elastisitas jangka panjang yang lebih besar dari elastisitas jangka pendek ini terjadi untuk hampir semua factorfaktor yang menentukan permintaan. karena para pelanggan listrik akan mengurangi pemakaian lampu yang tidak diperlukan tetapi permintaan total terhadap listrik tetap tinggi. Sama halnya juga . Oleh karena itu. maka kita sekarang kita lihat pengaruhnya terhadap permintaan jumlah listrik yang diminta. pengaruh akhir dari kenaikan harga tersebut terhadap permintaan terhadap tenaga listrik akan cukup besar. Penduduk akan mengurangi pembelian AC (Air Condition). sehingga tindakan tersebut akan mengurangi permintaan terhadap tenaga listrik. Pelanggan listrik sangat tergantung pada alat-alat listrik yang dimiliki para pelanggan listrik tersebut dan pada peralatan yang digunakan oleh sektor industri dan komersial. dan akan menggunakan teknologi produksi yang hemat energi. Alat-alat listrik yang akan dibeli oleh konsumen adalah alat-alat yang lebih hemat energi . Untuk melukiskan pengaruh yang terlambat atau tertinggal ini. tidak terpengaruh banyak. Akibatnya permintaan terhadap tenaga listrik dalam jangka pendek relatif inelastis. Apabila perusahaan listrik menaikkan tarifnya sebesar 30 %. Pendapatan seringkali sma pentingnya seperti halnya harga. Tetapi hal tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama sebelum dampak tersebut secara penuh terasa. Elastisitas Permintaan terhadap Pendapatan/ penghasilan Banyak barang yang permintaannya terutama sekali d itentukan oleh pendapatan. sector industri akan beralih ke sumber-sumber energi lainnya. Dalam jangka waktu yang sangat pendek pengaruh tersebut sangat kecil.di pasar. kenaikan tariff listrik tersebut mempunyai pengaruh yang cukup besar.atau akan pindah ke daerahdaerah lain yang tariff listriknya lebih murah. Konsumen seringkali bereaksi terlambat terhadap perubahan-perunbahan harga dan keadaan-keadaan lainnya di pasar. lemari es dan alat-alat listrik lainnya.

Atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut : EM = % ∆ Qx % ∆M Atau dapat juga ditulis : EM = ∂ Qx M ∂ M Qx Keterangan: EM M Qx = koefisien elastisitas penghasilan barang X = penghasilan konsumen = jumlah barang X yang diminta pada tingkat harga barang Y sebesar PY. atau variable lainnya dalam fungsi permintaan. Besarnya derajat kepekaan darihubungan tersebut ditunjukkan oleh koefisien elastisitaas penghasilan. Sementara pada sisi lain. maka barang X tersebut termasuk barang mewah. Hampir semua produk mempunyai elastisitaas pendapatan 71 . Apabila koefisien elaastisitaas penghasilan barang X lebih besar dari satu (E M > 1).iklan. maka semakin peka (responsive) terhadap perubahan jumlah barang yang diminta apabila terjadi perubahan nilai variable yang mempengaruhinya. karya seni. ceteris paribus. maka barang X tersebut termaasuk barang kebutuhan pokok. beras tidak terlalu peka terhadap perubahan pendapatan. Koefisien elastisitas penghasilan suatu barang dapat digunakan untuk mengetahui jenis barang tersebut. Hal ini terutama sekali untuk barang-barang mewah seperti mobil sport. permata dan sebagainya. Dari beberapa konsep elastisitas dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi koefisien elaastisitasnya . Sedangkan apabila koefisien elastisitas penghailan barang X lebih kecil dari satu (E M < 1). Koefisien elatisitas penghasilan (E M) suatu barang adalah perbandingan antara persentae perubahan jumlah barang yang diminta dengan persentaae perubahan penghasilan konsumen. Elastisitas pendapatan adalah suatu pengukuran tentang derajat kepekaan relative dari jumlah barang yang diminta sebagai akibat dari adanya perubahan penghasilan konsumen. permintaan terhadap barang-barang kebutuhan pokok seperti garam.

yang berarti pula permintaan terhadap produkproduk tersebut juga meningkat. hal ini menunjukkan bahwa perekonomian akan berkembang jika pendapatan nasional meningkat. Sementara itu perusahaan yang menghadapi elastisitas pendapatan yang rendah tidak begitu peka terhadap tingkat kegiatan bisnis. maka produsen barang tersebut tidak akan mendapatkan kenaikan pangsa yang proporsional atas kenaikan pendapatan nasional. Apabila EM > 0. Ini menunjukkan bahwa produk tersebut tidak akan bisa mempertahankan peranannya dalam perekonomian.sehingga ia berusaha memasuki suatu industri yang memberikan peluang untuk tumbuh secara lebih baik. maka suatu industri tertentu pendapatan pemerintah. Apabila pendapatan per kapita atau pendapatan rumah tangga merupakan suatu faktor penentu permintaan yang utama untuk suatu produk tertentu. ada banyak perusahaan yang memproduksi barang dan jasa dengan elastisitas pendapatan yang tinggi yang mengandalkan usaha nasional. tetapi karena perusahaan tersebut tidak dapat mengharapkan untuk ambil bagian secara penuh dalam suatu perekonomian yang sedang tumbuh . Elastisitas pendapatan juga bisa memainkan peranan penting dalam kegiatan pemasaran sebuah perusahaan. baik bagi perusahaan-perusahaan maupun lembaga-lembaga 72 . Perusahaan yang fungsi permintaannya mempunyai elastisitas pendapatan yang tinggi akan mempunyai peluang untuk tumbuh dengan lebih baik dalam suatu perekonomian yang sedang berkembang. Ia juga bisa mempengaruhi biaya iklan dan kegiatan promosi lainnya.yang positif. Oleh karena itu perkiraan tentang kegiatan ekonomi secara keseluruhan juga berperanan penting dalam sistem perencanaan perusahaan perusahaan tersebut. Misalnya. misalnya elastisitas pendapatan untuk suatu produk sebesar 0.5 persen. Elastisitas pendapatan yang rendah tersebut cocok untuk dunia bisnis yang relatif sedikit dipengaruhi kelesuan ekonomi. Nilai dari suatu koefisien elastisitas itu penting.5. Keadaan-keadaan tersebut mempunyai akan memperoleh bagian keuntungan yang lebih besar daripada proporsi kenaikan implikasi kebijaksanaan. Hal ini berarti bahwa 1 persen kenaikan pendapatan akan menyebabkan permintaan terhadap produk tersebut meningkat sebesar 0. Apabila EM <1 untuk suatu barang tertentu. maka hal tersebut bisa mempengaruhi lokasi dan sifat saluran penjualan.

Hal tersebut terjadi terutama sekali disebabkan oleh adanya potensi perusahaan tersebut untuk meningkatkan usahanya pada masa depan sehingga pendapatan perusahaan itu meningkat. 3) Suatu barang yang mempunyai koeisien elaastisitaas harga sama dengan satu (unitary elasticity). maka penerimaan total (total revenue) dari barang tersebut tidak berubah dengan adanya perubahan harganya. Pada tingkat nasional. Misalnya koefisien elastisitaa harga barang X lebih besar dari satu (elastis). Sebaliknya jika harga harga barang turun. Begitu juga sebaliknya. Jadi apabila koefisien elastisitas harga barang X lebih kecil dari satu (in elaastis). maka penerimaan total dari barang tersebut tidak berubah (tetap). hukum dan obat-obatan. konsep elastisitas pendapatan ini mempunyai peranan penting dalam eberapa bidang utama. maka apabila harga barang X naik. akibatnya penerimaan total dari barang X tersebut turun. maka penerimaan total (total revenue) dari barang tersebut akan berubah searah dengan perubahan harganya. Antara permintaan. Misalnya sektor pertanian yang mempunyai permasalahan yang berkepanjangan karena elastisitas pendapatan untuk beberapa produk pertanian besarnya lebih kecil dari satu. 73 .promosinya pada para profesional muda. Kenyataan ini akan mempersulit para petani untuk meningkatkan pendapatan mereka. 2) Suatu barang yang empunyai koefisien elastisitas harga lebih kecil dari satu (in elastis). seperti pada bidang bisnis. maka jika ada kenaikan harga barang X mengakibatkan total penerimaan dari barang tersebut akan naik. jika ada kenaikan harga barang . penawaran. maka penerimaan total (total revenue) dari barang tersebut akan berubah berlawanan arah dengan perubahan harganya. maka penerimaan total dari barang X tersebut akan naik. Misalnya koefisien elastisitaas harga barang X sama dengan satu. serta koefisien elastisitas harga mempunyai hubungan sebagai berikut : 1) Suatu barang yang mempunyai koefisien elaastisitaas harga lebih besar dari satu (elastis).

Q MUX MUY 1 11 19 2 10 17 3 9 15 4 8 13 5 7 12 6 6 10 7 5 8 8 4 6 total 60 100 Tabel diatas menunjukkan skedul guna marginal seorang individu terhadap komoditi X dan komoditi Y. Andaikan hanya tersedia 2 macam barang saja yaitu X dan Y. a. Berapa besar guna total yang diterima jika ia berada dalam keseimbangan? 74 . serta pendapatan individu tersebut sebesar $ 8 per periode waktu serta seluruhnya dibelanjakannya. Tunjukkan bagaiman individu tersebut membelanjakan pendapatannya untuk memaksimumkan guna totalnya. Mengapa “untuk siapa diproduksi” merupakan suatu masalah dalam setiap perekonomian. b.SOAL LATIHAN 1. dan harga barang X dan harga barang Y sama dengan satu dolar. jelaskan. 2.

a.. dimana Qx adalah kuantitas barang X yang diminta dan PX adalah harga barang X.c. serta guna batas masing-masing barang menurut seorang konsumen Barang X 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 MUx 50 45 40 35 30 25 20 15 10 5 Barang Y 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 MUy 40 36 32 28 24 20 16 12 8 4 a. Jika fungsi permintaan barang X adalah Qx = 20 – 4 Px. c. Apabila konsumen tersebut mempunyai pendapatan Rp. Nyatakan secara matematis syarat keseimbangan konsumen tersebut.500. 1. b. Berapa besarnya elastisitaas titik dari barang tersebut? 4. d.000. dan jelaskan arti tanda positif dan negatif tersebut. Harga barang X dan harga barang Y. 75 . Jelaskan pengertian elastisitas silang. 5.ingin membeli dua macam barang X dan Y. Jelaskan Istilah-istilah dibawah ini: Marginal Utility Giffen goods Budget line Price Consumption Curve (PCC) Jelaskan perbedaan pengertian antara perubahan permintaan dan perubahan jumlah yang diminta. 4. 6 . 3.

dan ia akan memperoleh 19(sembilan belas) satuan guna.000..-. 15. Akibatnya timbul suatu pilihan (choice). 2. maka total utility (TU) dapat dimaksimumkan dengan memaksimumkan utility (gun) yang diperoleh dari setiap dollar yang dibelanjakannya. dan semua uang yang dimiliki habis dibelanjakan ? Penyelesaian soal 1. 300.Diketahui harga kedua macam barang tersebut sama. barang dan jsa adalah langka dalam setiap perekonomian. yakni masing-masing sebesar Rp.-.000. sehingga guna yang 76 . Apabila konsumen tersebut pendapatannya berkurang. Marginal utility (MU) yang terus menerus turun. dan semua uang yang dimilikinya habis dibelanjakan ? b. Satuan guna yang akan diterima adalah sebesar 17. berapa banyak barang X dan barang Y yang dibeli agar kepuasannya maksimal. dan 12 satuan. Jadi individu ini harus membelanjakan dollr pertamanya dari pendapatan yang diperolehnya untuk membeli satuan Y yang pertama. maka ia hanya menerima 11 (sebelas) satuan guna. ketiga dan keempt maupun dollar kelimanya sama seperti hal diatas yaitu untuk membeli satuan Y. sedangkan harga barang X naik menjadi Rp. berapa banyak barang X dan barang Y yang dibeli agar kepuasannya maksimal. menjadi Rp. a . “Untuk siapa diproduksi” menunjukkan berapa banyak yang diinginkan oleh setiap konsumen dalam memuaskan kebutuhannya. dan harga barang Y tetap.per buah. Apabila ia membelanjakan dollar pertamanya untuk membeli satuan X yang pertama. 100.000. Kemudian tahap selanjutnya harus harus membelnjakan dollar kedua.200.Sumber ekonomi. sehingga tidak ada suatu masyrakatpun yang dapat memuaskan semua apa yang diinginkan nya. 13. 1. Selanjutnya dollar keenamnya untuk membelisatuan X.

c.diterima sebesar 11 satuan guna. Qy = 1 1 2 + 1 6 = 8 3. b. Qx + Py .4 (4) = 4 Qx Px = -4 Px Qx Px Qx E xx = ∂ Qx ∂ Px = 4 77 . Guna totl yang diterima individu tersebut sebesar 107. Jika ia membelanjakan pendapatannya dengan memakai kombinai lain. Px Py 1 MU x = MU y = 10 Px . maka guna total yang akan diterima jumlahnya lebih kecil. dengan rincian 2 satuan X dan 6 satuan Y. Dollar ketujuh maupun dollar kedelpan ia harus membeli Y. Hal ini mencerminkan bahwa kepuasan maksimum yang dapat diperoleh individu tersebut. E xx Besarnya elastisitas titik (E xx) ditunjukkan oleh rumus sebagai berikut: = Apabila ∂ Qx ∂ Px Qx = 20 – 4 Px Px = 4 Maka Qx = 20 .

Fungsi Produksi 2. 3. 2.price Consumption Curve (PCC) adalah kurva yang menghubungkan titiktitik keseimbangan konsumen pada berbagai tingkat perbandingan harga. Mahasiswa dapat mengetahui dan menjelaskan konsep-konsep serta analisis dalam teori produksi Mahasiswa dapat mengetahui kaitan antara jumlah output dan input serta biaya yang harus ditanggung oleh produsen Mahasiswa mengetahui skala ekonomis produksi Pembahasan Materi: 1. d. 1. Marginal Utility adalah tambahan kepuasan dalam mengkonsumsi suatu barang yang diperoleh dari menambah/ mengkonsumsi barang tersebut. Giffen goods adalah barang yang jumlah permintaannya berubah searah dengan perubahan harganya. Hukum Hasil Lebih yang Makin Berkurang 78 . a. c Budget line adalah garis anggaran yang menghubungkan titik-titik kombinasi barang yang dapat dibeli dengan sejumlah penghasilan tertentu. di mana penghaasilan konsumen tetap/tidak berubah. BAB 5 PERILAKU PRODUSEN Tujuan. Marginal Product 3. b.4.

Asumsi dasar lainnya adalah bahwa produsen beroperasi dalam pasar persaingan sempurna. Perubahan Teknologi Fungsi Produksi Dalam teori ekonomi mikro seorang produsen atau pengusaha harus memutuskan dua macam keputusan. yaitu . Hal ini 79 . Berapa dan dalam kombinasi bagaimana factor-faktor produksi atau input tersebut akan digunakan. Dalam persaingan tidak sempurn dan pasar monopoli. Dalam pasar persaingan sempurna harga output dan input ditentukan oleh pasar. Semua itu diputuskan dengan menganggap bahwa produsen/pengusaha selalu berusaha mencapai keuntungan yang maksimum. 1. ada satu keputusan lagi yang harus diambil seorang produsen yaitu harus menentukan harga outputnya.4. Berapa output yang harus diproduksi 2.

dimana ia harus memutuskan berbagai macam hal lain (seperti hutang piutang. Penawaran. Backward Bending Supply Ada kasus dimana kurve penawaran mempunyai slope yang negatif. Semua ini adalah penyerderhanaan dari perilaku seorang pengusaha dalam kenyataan. bentuk kurve penawaran faktor produksi tenaga kerja sering dianggap : "back ward bending" karena setelah tingkat upah tertentu penawaran tenaga kerja justru menurun bila upah naik lagi. operasional produksi. produsen cenderung akan mengurangi jumlah barang yang dijual. misal : 1). karena orang lebih suka menikmati waktunya untuk tujuan-tujuan lain selain memperoleh penghasilan (yaitu untuk apa yang disebut "leisure") 80 . Sebaliknya. jika harga turun. 3). Contohnya faktor produksi tanah. Kenaikan prmintaan mengakibatkan kenaikan volume transaksi tanpa diikuti oleh kenaikan oleh kenaikan harga pasar. atau dengan lain kata untuk mengundang lebih banyak barang yang ditawarkan ke pasar tidak perlu dengan kenaikan harga (bentuk penawaran horizontal).berlainan dengan pasar tidak sempurna dan monopoli. Kurva penawaran yang inelastis sempurna. Hukum penawaran menyatakan : bila harga sesuatu barang meningkat. Kasus Khusus 1). maka produsen akan berusaha meningkatkan jumlah barang yang dijualnya. Kenaikan permintaan hanya berakibat kenaikan harga pasar tanpa adanya kenaikan volume transaksi pasar Harga dari suatu barang atau faktor produksi yang supplynya tidak bisa bertambah meskipun dalam jangka panjang disebut pure economic rent atau surplus. dan lain-lain). masalah perburuhan. Sebagai Perilaku Produsen Penawaran didefinisikan sebagai kuantitas barang yang ditawarkan di pasar pada berbagai tingkat harga. Constant Cost Supply Untuk beberapa proses produksi dan dalam jangka panjang (long run) ada kasus dimana kenaikan produksi tidak mengakibatkan kenaikan ongkos produksi per unit. 2).

Dalam mempelajari fungsi produksi. akan menghasilkan sebuah fungsi produksi yang baru. bahan-bahan baku dan lain-lain yang digunakan dalam suatu perusahaan.2). jumlah input minimum yang diperlukan untuk memproduksi suatu tingkat output tertentu. peralatan.Konsep ini mempengaruhi skala produksi yang optimal atau peluang produksi suatu perusahaan. kenaikan harga justru menurunkan penawaran. hubungan input/output untuk setiap sistem produksi merupakan suatu fungsi dari tingkat teknologi. Setiap perbaikan teknologi seperti pemakaian komputer dalam proses pengendalian yang emungkinkan sebuah perusahaan mampu memproduksi sejumlah output tertentu dengan bahan baku. energi dan tenaga kerja yang lebih sedikit. Konsep ini juga mempengaruhi sifat persaingan dalam suatu industri. Konsep returns to scale ini memainkan peranan penting dalam pengambilan suatu keputusan.Decreasing Cost Supply Ada beberapa proses produksi yang terutama dalam jang panjang. Hubungan antara output dengan beberapa input yang digunakan secara bersama-sama. Fungsi produksi menentukan tingkat output maksimum yang bisa diproduksi dengan sejumlah input tertentu. Oleh karena itu. karena orang tidak lagi perlu bekerja sekeras semula. 1. atau sebaliknya. 4). kurve penawaran di masyarakat primitif dimana penghasilan berupa uang bukan tujuan primer kehidupan manusia. Hubungan ini kita kenal sebagai karakteristik returns to scale dari sistem produksi. tenaga kerja. pabrik. Untuk barang-barang yang diproduksi dalam keadaan ini kurve supply adalah menurun dan Hukum Penawaran tidak berlaku : kenaikan permintaan menurunkan harga pasar dan menambah volume transaksi di pasar. atau adanya program pelatihan yang bisa meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Fungsi produksi ini ditentukan oleh teknologi yang digunakan dalam proses produksi. justru menunjukkan ongkos produksi per unit yang menurun bila volume produksi dinaikkan. oleh 81 . ada 2 macam hubungan antara input dengan output.

Dalam suatu proses produksi. sehingga kita akan menelaah hal ini terlebih dulu sebelum membahas permasalahan lainnya. Proses 82 . Suatu kegiatan produksi dalam jangka relative pendek. yaitu suatu kegiatan roduksi di mana produsen tidak mampu mengubah input tetapnya. Input tetap adalah input yang jumlahnya tetap dalam suatu proses produksi. sedangkan penambahan input variable akan dapat menambah jumlah output yang dihasilkan. Hubungan antara output dengan variasi dari suatu input yang digunakan. Jadi produktivitas factor produksi ini merupakan dasar dalam penggunaan sumberdaya yang efisien dalam suatu system produksi. Atau dapat juga dikatakan bahwa input tetap adalah input yang jumlahnya tidak dapat berubah. factor produksi (input) dapat dikelompokkan menjadi dua macam. Kurva produksi dalah kurva yang menghubungkan titik-titik jumlah output yang dihailkan pada berbagai input yang digunakan pada teknologi tertentu. Oleh karena itu pemahaman tentang produktivitas factor produksi ini akan membantu kita dalam memahami konsep returns to scale secara mendalam. Akan tetapi tingkat output tersebut semakin lama semakin berkurang sampai pada tingkat penggunaan jumlah input tertentu yang mengakibatkan output justru berkurang denganadanya penambahan input yang digunakan.edangkan input variable adalah input yang jumlahnya dapat berubah dalam suatu proses produksi atau dapat juga dikatakan bahwa input variable adalah input yang dalam jangka waktu relative pendek akan dapat berubah. Produktivitas factor produksi ini merupakan factor kunci dalam penentuan kombinasi input yang optimal atau proporsi input yang seharusnya digunakan untuk memproduksi suatu produk. Hubungan antara jumlah barang yang dihasilkan dalam satu kegiatan produksi (output) dengan faktor-faktor produksi yang digunakan (input) dapat digunakan dengan menggunakan suatu kurva yang disebut dengan kurva produksi.karena itu konsep returns to scale juga merupakan suatu faktor yang menentukan tingkat profitabilitas dari suatu investasi. 2. Produktivitas dan penerimaan suatu factor produksi digunakan untuk menandai hubungan antara kuantitas suatu input yang digunakan secara individual dengan output yang dihasilkan. yaitu input tetap dan input variable.

Rata-rata dan Marginal Produktivitas faktor produksi atau tingkat penerimaan faktor produksi mempunyai peranan yang penting dalam proses penentuan kombinasi input yang optimal dalam suatu sistem produksi. Produk Total. Pada tahap awal dari kegiatan produksi tersebut igunakan tenaga kerja yang relative sedikit dibandingkan dengan input tanah yang tersedia untuk digarap. Produk total merupakan jumlah output total atau produk total yang dihasilkan dari penggunaan sejumlah tertentu sumberdaya dalam suatu sistem produksi. produk total dari suatu fungsi faktor produksi bisa ditunjukkan sebagai sebuah fungsi yang menghubungkan output dengan jumlah sumberdaya yang digunakan. Konsep produk total ini digunakan untuk menggambarkan hubungan antara output dengan hanya satu input yang berubah-ubah yang digunakan dalam sebuah fungsi produksi. dan tahap III. Dalam suatu proses produksi. kombinasi factor produksi (input) yang secara teknis rasional adalah kombinaasi input yang termaasuk dalam 83 . yaitu dikenal dengan 3 tahap. yaitu tahap I. tahap II. Masing-masing tahapan produks tersebut menggambarkan tingkat kombinasi yang berbeda-beda. Secara teoritis. Dengan adanya penambahan tenaga kerja yang digunakan akan menambah jumlah output yang dihasilkan.ini dikenal dengan tambahan hasil yang semakin berkurang (diminishing marginal retrn). Secara umum. Oleh karena itu proses optimasi memerlukan analisis hubungan antara nilai total dengan nilai marginal dari suatu fungsi. penambahan output tersebut akan semakin berkurang (dikenal dengan :The law of diminishing marginal product). Penambahan tenaga kerja berikutnya akan menambah jumlah output yang dihasilkan. akan tetapi pada tingkat penambahan input tertentu. Misalnya fungsi produksi: Q = f (X| Y = 2) artinya persamaan ini menghubungkan jumlah putput Q yaitu produk total dari X dengan jumlah Y yang digunakan sebesar 2 unit. rata-rata dan marginal dari sumberdaya yang kita gunakan dalam suatu sistem produksi. Misalnya: Suatu kegiatan produksi di bidang pertanian yang menggunakan tanah sebagai input tetap dan tenaga kerja senbagai input varaiabel.maka akan sangat berguna apabila produk total.

Kombinasi input pada tahap produksi III. Atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut: MP L = Keterangan: MP L = produksi marginal input tenaga kerja (Marginal Product of Labour). ∆ TP = Perubahan produksi total = perubahan jumlah tenaga kerja ∆ L ∆TP ∆ L = ∂TP ∂L tahap I TP 84 .tahap II seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini. sedangkan produksi marginal positif. baik produktivitas input variable maupun harapan produksi secara teknis mencapai tingkat yang maksimal. Atau secra matematis dapat ditulis sebagai berikut : AP L = TP L Keterangan: AP L = Average Product of Labour (produksi rata-rata input tenaga kerja) TP L = Total Product (produksi total) = Labour (jumlah tenaga kerja). Hal ini disebabkan karena pada tahap produksi II. besarnya produksi rata-rata menurun. Produksi rata-rata input variable pada tingkat produksi tertentu dari suatu kegiatan produksi adalah jumlah output yang dihasilkan dibagi dengan jumlah input variable yang digunakan. Produksi marginal dai input variable pada tingkat produksi tertentu dalam suatu kegiatan produksi adalah perbandingan antara tambahan-tambahan jumlah barang yang dapat dihasilkan dengan tambahan input variable sebanyak satu unit.

proporsi kenaikan jumlah output semakin berkurang/lebih kecil dibandingkan dengan penambahan tenaga kerja pada jumlah sebelumnya. Penggunaan tenaga kerja lebih dari L1. 85 . maka akan mengakibatkan produksi rata-rata menurun. Apabila penambahan tenaga kerja tidak meningkatkan output. artinya pada tingkat penggunaan tenaga kerja tersebut (L2) . Pada tingkat penggunaan tenaga kerja ini (L2) kurva MP L memotong sumbu datar. Hal ini ditunjukkan oleh bentuk kurva produksi ratarata (AP L) menurun.tahap II TP tahap III APL 0 L0 L1 L2 L MP L Dari gambar diatas dapat dilihat hubungan antara kurva produksi total (TP). yaitu pada tingkat penggunaan tenaga kerja sebanyak L1. Pada tahap awal penggunaan sejumlah tenaga kerja (O-Lo) dapat meningkatkan jumlah output (total product/TP). produksi rata-rata (AP) dan produksi marginal (MP) pada suatu kegiatan produksi yang menggunakan satu macam input variable yaitu tenaga kerja (L). Kondisi ini ditunjukkan oleh kurva TP yang mulai naik. Kemudian pada tingkat penggunaan tenaga kerja tertentu (L0-L1). Pada tingkat penggunaan tenaga kerja ini peningkatan output maksimum dan menambah satu unit tenaga kerja terjadi pada titik belok kurva TP. maka kurva TP maksimum. besrnya produksi marginal sama dengan nol. Dimana saat ini kurva produksi marginal tenaga kerja (MP L) naik karena proporsi kenaikan jumlah output naik dengan beertambahnya satu unit tenaga kerja. Pda keadaan ini kurva produksi marginal mencapai titik puncaknya (pada penggunaan tenaga kerja sebanyak L1). Produksi rata-rata tenaga kerja akan mencapai nilai maksimum pada jumlah penggunaan tenaga kerja di mna kurva produksi total (TP) yang di sebelah atas bersinggungan dengan garis lurus yang ditarik dari titik origin (titik potong antara sumbu datar dn sumbu tegak).

Kenaikan produktivitas marginal ini terjadi karena setiap tenaga kerja semakin mampu mengelola sejumlah barang modal yang digunakannya daripada jika jumlah tenaga kerja tersebut lebih sedikit. tetapi kemudian mulai menurun /berkurang. apabila input tersebut dikombinasikan dengan satu input lainnya atau lebih yang jumlahnya tetap. dengan menganggap input modal tetap.Kurva AP L. Perbaikan penggunaan modal yang disebabkan oleh pengerjaan tenaga kerja yang semakin banyak tersebut bisa meningkatkan MP (Marginal Product = meningkatnya output) setiap pekerja sampai pada batas tertentu dari tambahan tenaga kerja tersebut. Hubungan Fungsional antara jumlah input yang digunakan dengan jumlah output yang dihaasilkan dapat dijelaskan dengan kurva isoquant. Kurva TP dan MP. maka pekerja itu harus melakukan semua kegiatan yang diperlukan untuk membuat mobil tersebut. menunjukkan sifat yang kita kenal dengan istilah hukum kenaikan hasil yang berkurang (the law of diminishing returns). Apabila seorang pekerja ditugaskan untuk merakit mobil. Namun apabila jada tambahan pekerja ke dalam kegiatan perakitan tersebut. Intensitas penggunaan sumberdaya modal meningkat dengan adanya tambahan input tenaga kerja tersebut dan kombinasi input menjadi lebih efisien. Spesialisasi kegiatan yang bisa menyertai kenaikan penegrjaan tenaga kerja tersebut merupakan faktor lain yang bisa juga meningkatkan MP tenaga kerja jika ada tambahan tenaga kerja yang digunakan. Atau dengan kata lain . maka pada mulanya kenaikan penggunaan input tersebut akan menaikkan output. Output dari kombinasi penggunaan tenaga kerja dan modal seperti itu akan sangat kecil. Misalnya hal ini terjadi pada sebuah pabrik perakitan mobil. maka output bisa ditingkatkan dengan cepat. Hukum ini menyatakan bahwa jika jumlah penggunaan satu input variable meningkat sementara jumlah penggunaan factor produksi lainnya tidak berubah. tidak akan memotong sumbu datar pada tingkat penggunaan dua macam input variablel. 86 . hukum ini menyatakan bahwa MP dari factor produksi variable akhirnya akan menurun . Isoquant berasal dari kata iso yang berarti sama dan quant yang artinya quantitas.

2 3.5 L 6 5 6 7 8 9 10 11 Isoquan III K 15 12 9 7 6.5 87 .2 3.5 5. Suatu kurva isoquant berbentuk cembung ke arah titik origin menunjukkan bahwa kemampuan untuk mengganti secara pisik (marginal rate of technical substitutions) antara input yang satu terhadap input tyang lain semakin lama semakin berkurang. Tabel dibawah ini menyajikan titik-titik pada tiga isokuan yang Isoquan I L 2 1 2 3 4 5 6 7 K 11 8 5 3 2. Cembung ke arah titik origin 3. Isoquant yang letaknya semakin jauh terhadap titik origin. Misalya: berbeda.3 5.Kurva Isoquant adalah kurva yang menghubungkan berbagai titik kombinasi penggunaan dua input variable yang digunakan untuk menghasilkan sejumlah output tertentu.5 3.8 1.8 L 4 3 4 5 6 7 8 9 Isoquan II K 13 10 7 5 4.3 1. Kombinasi input yang relevan yang mempunyai kemiringan negatif 2.2 5.6 1. Sedangkan kurva isoquant yang tidak saling memotong satu sama lainnya mengandung arti bahwa tidak mngkin ada dua macam kurva isoquant yang berbeda bisa menghasilkan tingkat output yang sama banyaknya. 4. menunjukkan kombinasi yang menghaailkan output lebih banyak. Tidak saling berpotongan antara isoquant yang satu dengan isoquant yang lain. Secara umum bentuk kurva isoquant dari kegiatan produksi mempunyai cirri-ciri sebagai berikut: 1.

88 . III 6 II 4 I 2 0 2 4 6 8 10 12 14 L Perusahaan dapat memproduksi output sejumlah yang dicerminkan oleh isoquan I dengan menggunakan 8 K dan l L atau dengan menggunakan 5K dan 2 L atau kombinasi K dan L yang lain pada isoquan I Isoquan menunjukkan jumlah output secara kardinal. Margianl Rate Of Technical Substitution (MRTS) MRTS bisa dinyatakan secara matematis sebagai berikut: MRTS = ΔY ΔX = Slope Isoquan MRTS tersebut biasanya tidak konstan. maka kita akan menemukan gambar seperti dibawah ini. tetapi menurun jika jumlah penggantian (substitusi) meningkat.Dengan K 14 12 10 8 meletakkan titik pada pasangan sumbu yang sama serta menghubungkannya.

Persamaan yang menunjukkan kombinasi input yang mengakibatkan ongkos minimum disebut dengan dalil.Isokuan berasal dari kata iso yang berarti sama dan quant yang berarti kuantitas. Isokuan Produksi Input Y Q2 Q1 Input X Listrik bisa dihasilkan oleh minyak dan atau gas. Kombinasi input yang mengakibatkan ongkos produksi minimum (pada tingkat LCC) belum tentu mendatangkan keuntungan yang maksimum bagi produsen tersebut. Produsen akan memperoleh laba yang maksimum apabila ia berproduksi dengan LCC dengan ketentuan bahwa perbandingan antara produksi marginal 89 . Least Cost Combination (LCC). produsen hanya mencapai ongkos produksi yang minimum saja. Pada sisi lain dari substitusi input ini adalah sistem produksi di mana input saling melengkapi (komplementer) secara sempurna satu sama lain. penggunaan input-input tertentu bisa dengan mudah digantikan dengan inout lainnya. Dalam beberapa sistem produksi. karena pada tingkat LCC tersebut. Dalam keadaan seperti itu jumlah yang tepat dari setiap input dibutuhkan untuk menghasilkan sejumlah output tertentu. bahan bakar minyak yang digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik bisa merupakan contoh input yang bisa digantikan. Misalnya dalam produksi tenaga listrik. Kurva isoquan berarti kurva yang menunjukkan semua kombinasi penggunaan input yang berbeda secara efisien untuk menghasilkan sejumlah output tertentu. Di sini gas dan minyak bisa saling menggantikan secara sempurna dan isokuan merupakan garis lurus.

yang dikenal dengan fungsi produksi “Cobb Douglas” Dari fungsi produksi tersebut dapat diketahui dengan mudah aspek-aspek produksi marginal. X2..secara fisik (marginal Phisical Product) setiap input dengan harga yang sama besar dan sama dengan seperharga output. L = I Keterangan: Pk dan PL adalah harga input modal dan harga input tenaga kerja K. P x2. P x3………. Hubungan fungsional antara output dengan input erring digunakan fungsi produksi yang dikemukakan oleh Cobb dan Douglas. X3……………Xn. MPPx3. X2………Xn = MPPx2 P x2 = MPPx3 Px3 = MPPxn P xn = 1 PQ Dalam suatu kegiatan produksi. Kegiatan produksi yang menggunakan dua macam input variable. MPPxn = Marginal Physical Product Input variable X1. tingkat kemampuan 90 . kemampuan produsen dalam menyediakan input yang digunakan dibatasi oleh anggaran yang tersedia. produksi rata-rata. P x1. K + P L. Atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut : Dalil keuntungan maksimum: MPP x1 P x1 Keterangan: MPP x1. Persamaan kurva isocost dalam suatu kegiatan produksi yang menggunakan input modal (K) dan input tenaga kerja (L) dengan anggaran (I) adalah sebagai berikut: P k.P xn PQ = harga output yang dihasilkan = harga input variable X1. L = masing-masing adalah jumlah modal dan jumlah tenaga kerja yang dibeli I = anggaran yang tersedia untuk membeli input modal dan tenaga kerja dalam kegiatan produksi tersebut. Kemampuan produsen dalam menyediakan input yang digunakan dalam suatu kegiatan produksi digambarkan dengan suatu garis anggaran yang disebut dengan isocost. MPP x2.

Tingkat produksi marginal (MP) dari msing-masing input. intensitas penggunaan input dan efisiensi suatu kegiatan produksi secara keseluruhan. maka kegiatan produksi tersebut lebih banyak menggunakan input tenaga kerja (labour intensive). Semakin besar angka perbandingan antara . Dari fungsi Cobb Douglas seperti contoh diata dapat diketahui beberapa aspek produksi sebagai berikut : 1. Dalam model fungsi produksi Cobb Douglas.batas untuk mengganti antara input yang satu dengan input yang lain. intensitas penggunaan input dapat dilihat dari angka perbandingan antara … dan β a. ∂Q ∂K =β Intensitas penggunaan input. 91 . Bentuk umum fungsi Cobb Douglas dapat ditulis sebagai berikut : Misalnya dalam kegiatan produksi tersebut menggunakan dua macam input variable yaitu modal (K) dan tenaga kerja (L). Q = kL α Kβ Yang menyatakan bahwa : Q k. Produksi marginal input (MPL) MP L = ∂L ∂ Q =α Produksi marginal input K (MP K) adalah : MP K = 2. = jumlah barang/jasa yang dihasilkan (output) = adalah konstanta L. K = jumlah tenaga kerja dan modal yang digunakan (input).

Derajat perubahan output apabila semua input variable berubah dengan proporsi yang sama. Apabila α + β = 1. b. a. dengan aumsi semua input lain konstan. kacang. Kita dapat menghitung produk marginal untuk setiap input (tenaga kerja. mesin.b. gandum. Produk marginal tanah adalah perubahan output total yang disediakan oleh tambahan 1 unit tanah. maka fungsi produksi tersebut menunjukkan perubahan output dengan perbandingan yang sama besar dengan skalanya (constant return to scale). kedelai. Marginal Product dan Hukum Hasil Lebih yang Makin Berkurang Menurut hukum hasil lebih yang makin berkurang (the law of diminishing returns) . Apabila α + β > 1. Semakin kecil angka perbandingan antara α dan β . 3. dan sebagainya). bahwa produk marginal setiap unit input akan menurun sebanyak penambahan jumlah input yang bersangkutan. baja. maka kegiatan produksi tersebut lebih banyak menggunakan input modal (capital intensive). Apabila α + β < 1. Sekarang kita anggap bahwa tenaga kerja konstan. tanah. dengan asumsi semua input lainnya konstan. Kita bisa menemukan bahwa semua input lainnya juga cenderung mengikuti hokum hail yang semakin berkurang (the law of diminiahing returns). maka fungsi produksi tersebut menunjukkan perubhan output dengan perbandingan yang lebih besar dari skalanya (increshing return to scale). Besar. maka fungsi produksi tersebut menunjukkan perubahan output dengan perbandingan yang lebih kecil dari skalanya (decreashing return to scale). pupuk dan lain-lain) serta produk marginal dapat diterapkan pada setiap output (misalnya jagung. sedangkan tanah beerubahubah. 92 . air. c.

dan input lainnya yang berjumlah tetap. karena hanya diperlukan beberapa menit untuk menjalankan mesin dan mengangkut tenaga kerja ke lapangan. Kita dapat mengemukakan sebuah contoh produksi yang menjelaskan hubungan antara kuantitas minyak 93 . akan tetapi semakin banyak air yang disiramkan. mesinpun dipekerjakan melmpaui batas. Hukum hasil lebih yang makin berkurang telah ditemukan di berbagai penelitian empiris. Dalam meneerapkan hokum hasil lebih yang semakin berkurang terhadap produksi. Unit pertama air sangatlah vital bagi kehidupan tanaman. meskipun terdapat pula beberapa pengecualian. Tanah semakin sempit. kita harus selalu menekankan bahwa hokum ini merupakan hasil observasi empiris yang dilakukan secara luas dan teratur. unit selanjutnya membuat tanaman menjadi sehat dan tumbuh besr. karena tanaman telah mati lemas kebanyakan air. Contoh teknis: misalnya saluran pipa minyak Sebuah illustrasi penting mengenai teori produksi dalam kehidupan bisnis modern yaitu pengangkutan minyak melalui saluran pipa. sedangkan tugas yang sedang dikerjakan dirasa semakin kurang penting. Oleh sebab itu kita harus selalu ingat bahwa hukum hasil lebih yang makin berkurang. maka tenaga kerja semakin sedikit memiliki factor produksi lain yang bekerja bersamanya. input air terkhir (paling banyak) akan memberikan produk marginal yang negative. Pada kasus air.Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa fungsi produksi umumnya tunduk pada hukum ini? Jawabannya adalah bahwa semakin banyak suatu input tertentu seperti tenaga kerja yang ditambahkan pada input anah. Hukum hasil lebih yang makin berkurang mudah dimengerti dengan mengamati input air. Transportasi minyak berpatokan pada prinsip fisik sederhana. Kita tidak bisa menamakannya dengan hokum gravitasi yang telah dianggap sebagai kebenaran universal.maka akhirnya tanah akan penuh dengan air. mesin. merupakan suatu keteraturan empiris yang tunduk pada pengecualian. namun merupakan jalur kehidupan yang begitu penting dalam system perekonomian kita. dan bukan merupakan hokum alam yang bersifat universal. sehingga tanaman membusuk dan tidak bisa dipanen. bahwa hokum ini tidak barlaku untuk semua tingkat produksi input tenaga kerja pertama mungkin akan meningkatkan produk marginal. Selanjutnya perlu kita ingat.

94 . 3. 2. Jangka pendek. tidak dapat sepenuhnya disesuaikan ataupun dimodifikaasi. dan Jangka Panjang Produksi tidak hanya memerlukan tenaga kerja dan tanah. Dalam jangka pendek. tetapi juga waktu. baik faktor variable maupun non variable yang digunakan oleh perusahaan bisa diubah. tetapi kurang cukup lama untuk melakukan penyesuaian semua input. Selain itu. Kita dapat menggunakan studi tersebut untuk menunjukkan sifat fungsi produksi bersamaan dengan produk total dan produk marginal saluran pipa. dan sekali dibangun saluran tersebut akan bertahan untuk beberapa waktu lamanya. factor non variable seperti mesin dan peralatan. bahan baku dan modal. termasuk buruh. Periode Jangka Panjang (long run) adalah ketika semua factor produksi. Periode Singkat. Para ahli teknik yang mempelajari teknologi ini telah membuat pengukuran yang begitu cermat dan menemukan sejumlah hubungan numeris antara input dan output. Saluran pipa tidak dapat dibangun hanya dalam waktu semalam. Petani tidak dapat mengubah hasil panennya di pertengahan musim.mentah (output) yang dianggap setiap hari melalui saluran pipa dan input yang ditunjukkan oleh ukuran pipa serta tenaga mesin pompa. Untuk memperhitungkan peranan waktu dalam proses produksi dan biaya. Periode Jangka Pendek (short run) adalah periode waktu ketika input variable seperti bahan baku dan tenaga kerja dapat disesuaikan. sekali peralatan modal ditempatkan dalam bentuk bangunan beton dari suatu pabrik pembangkit tenaga di sungai atau pabrik petrokimia di suatu tempat. Periode singkat (momentary run) adalah periode waktu yang sangat pendek ketika kita tidak ada perubahan apapun dalam produksi. maka kita membedakan periode waktu yang berbeda.yaitu: 1. maka secara ekonomis modal tidak dapat diambil kembali dan tidak dapat dipindahkan ke lokasi lain/ditransfer ke penggunaan lain.

Perubahan teknologi menggeser fungsi produksi ke atas. Di sini ada perbedaan antara inovasi produk (product innovation) dengan inovasi proses produksi (process innovation). sedangkan inovasi proses terjadi bilamana teknik-teknik produksi perbaikan atau teknik-teknik produksi baru telah dikembangkan. perubahan teknologi terjadi jika fungsi produksi berubah. perbaikan produk lama.Perubahan Teknologi Sejarah ekonomi mencatat bahwa output meningkat lebih dari sepuluh kali lipat selama abad berputar. Bagaimana perubahan teknologi bisa memperbaiki produktivitaa dan meningkatkan standar kehidupan.. Perubahan teknologi terjadi jika pengatahuan rekayasa dan pengetahuan teknis baru memungkinkan lebih banya output yang bisa diproduksi dengan menggunakan input yang sama. Dalam terminology produksi kita. penemuan serat optic yang dapat menurunkan biaya serta memperbaiki ketahanannya dalam bidang telekomunikasi. Namun variasi dan kualitas barang serta proses produksi juga telah mengalami perubahan. Inovasi produk terjadi apabila produk baru atau produk lama yang diperbaiki doperkenalkan di pasar. Perubahan teknologi yang terjaadi belakangan ini meliputi pengembangan mikro elektronik yang memungkinkan dibuatnya stereo dan televisi portable. Perubahan secara teknis menunjukkan bahwa perubahan-perubahan teknologi seperti penemuan produk baru. 95 . ataupun perubahan dalam proses produksi barang dan jasa. atau jika outputnya sama dapat diproduksi dengan input yang lebih sedikit.

Mahasiswa mengetahui pembuatan keputusan produksi dan penjualan atas dasar biaya dan harga barang. 96 . 2. Mahasiswa mampu menganalisis berbagai konsep biaya.BAB 6 BIAYA DAN PENERIMAAN Tujuan: 1. Mahasiswa dapat mengetahui kaitan antara jumlah output dan input serta biaya yang harus ditanggung oleh produsen. 3.

Definisi Biaya 2. Sebaliknya apabila barang tersebut disimpan beberapa waktu. Pembahasan tentang biaya relvan tersebut didasarkan pada konsep penggunaan alternatif. Biaya yang akan digunakan untuk suatu periode tertentu disebut biaya relevan (relevant cost).Apabila kta membeli produk secara tunai. maka tidak ada masalah dalam pendefinisian dan pengukuran biaya produk tersebut.Pembahasan Materi: 1. maka perusahaan 97 .Apabilaperusahaan menggunaan sumberdaya untuk memproduksi produk tertentu. Macam-macam Biaya Produksi 3. Permintaan Input 4. tergantung pada bagaimana biaya tersebut digunakan. dan menggunakan roduk tersebut. Sumberdaya ekonomi mempunya nilai karena sumberdaya tersebut bisa digunakan untuk memproduksi barang dan jasa. Keuntungan Biaya Istilah biaya isa diartikan bermacam-macam. maka muncul masalah sepert berapa biaya penggunaan asset tersebut selama periode tertentu.

tetapi bagaimana kemampuan pemiliknya. kegiatan produksi biasanya akan menghasilkan barang-barang dan jasa yang akan diperjual belikan di pasar. Sebuah pabrik pesawat terbang harus membayar suatu tingkat harga yang sama besarnya dengan nilai alternatif tersebut atau aluminium tersebut akan digunakan untuk memproduksi barang alternatif seperti peralatan masak. 98 input-input tersebut dalam menghasilkan penerimaan bagi . peralatan kantor.Oleh karena itu perusahaan itu harus menetapkan tingkat harga yang besarnya minimal sama dengan sumberdaya itu dalam penggunaan alternatif tersebut. dan lain-lain. kapital dari penjualan input-input tersebut. Begitu juga. Peranan Penerimaan dan Biaya Dalam Produksi Untuk menjawab pertanyaan faktor-faktor apa saja yang menentukan kombinasi input yang optimal dalam kegiatan produksi? Dalam perekonomian yang sudah maju. Jadi kitan harus memperluas analisis kita sampai analisis produktivitas ekonomis dari input tersebut (bukan hanya sekedar analisis produktivitas fisik). mobil. apabila sebuah perusahaan memiliki peralatan modal yang bisa digunakan untuk memproduksi barang A akan mencakup laba dari barang alternatif B yang tidak bisa diproduksi. karena peralatan tersebut digunakan untuk memproduksi barang A. Misalnya biaya untuk aluminium yang digunakan pabrik pesawat terbang. Biaya ppurtunitas dari sebuah sumberdaya ditentukan oleh nilai penggunaan alternatif yang terbaik dari sumberdaya tersebut. bukan hanya sekedar dikonsumsi oleh produsennya. ditentukan oleh nilai aluminium tersebut untuk penggunaan-penggunaan alternatif.Oleh karena itu kita harus memperhatikan penerimaan yang diperoleh para pemilik berbagai input (faktor produksi).tersebut bisa juga menggunakan sumberdaya tersebut bagi penggunaan alternatif. bahan baku. misalnya tenaga kerja. Oleh karena itu konsep biaya oppurtunitas ini mengandung arti bahwa semua keputusan didasarkan pada pilihan di antara tindakan-tindakan alternatif.

Dalam suatu fungsi biaya beranggapan bahwa harga input/factor produksi yang digunakan tidak berubah/tetap.00 Definisi Biaya Dalam pengertian ekonomi. MR Q MRP adalah nilai dari unit marginal suatu input yang digunakan untuk memproduksi suatu produk tertentu. Kurva yang menghubungkan titik-titik besarnya biaya produksi pada berbagai jumlah barang/jasa yang dihasilkan disebut :Kurva biaya. Misalnya. jika pertambahan 1 orang tenaga kerja bisa menghasilkan 2 unit output tambahan yang bisa dijual seharga Rp 1. Seperti halnya dengan produksi. baik betul-betul dikeluarkan (eksplisit cost) maupun yang tidak betul-betul dikeluarkan.Perubahan dari hubungan fisik ke hubungan ekonomi ini dilakukan dengan cara mengalikan MP input dengan MR (penerimaan marginal) yang diperoleh dari penjualan output (barang/jasa) yang dihasilkan sehingga kita akan mendapatkan besaran yang dikenal sebagai marginal revenue product (MRP) dari input: Marginal Revenue Product dari Input X atau MRP X MRP X = Marginal Product X . misalnya dari milik pribadi sendiri (implicit cost).000. dan MRP-nya sama dengan Rp1. yang dimaksud dengan biaya/ongkos adalah semua beban finansiil yang harus ditanggung oleh produsen untuk menghasilkan barang/jasa agar siap digunakan oleh konsumen. Biaya produksi pada suatu kegiatan produksi jangka pendek dibedakan menjadi 2 macam : 99 . maka biaya yang harus ditanggung oleh produsen dalam suatu kegiatan produksi dapat dihubungkan dengan jumlah barang/jasa yang diproduksi. Kurva biaya produksi adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara jumlah biaya produksi yang dikeluarkan oleh seorang produsen (pada sumbu vertical) dan tingkat output (pada sumbu horizontal). Kurva biaya produksi ini dapat diturunkan/diperoleh dari suatu fungsi biaya produksi.000. Marginal Revenue Q = MP X .00 per unit.000 x 2 = Rp 2.000. maka MP tenaga kerja tersebut adalah 2.

ATC = TC Q 100 . AFC = TFC Q (di mana Q = tingkat output). AVC = TVC Q 6. Misalnya : bahan baku. dan lain-lain. adalah biaya produksi dari setiap unit output yang dihasilkan. Average Total Cost (ATC) atau biaya total rata-rata. 2. Misalnya : Pembayaran kontrak bangunan dan sewa peralatan. dan sebagainya). Biaya Variabel adalah : biaya yang bervariasi sesuai dengan perubahan tingkat output. ongkos produksi dibagi menjadi : 1. Biaya Tetap (Fixed Cost) Biaya Variabel (Variabel Cost) Biaya tetap adalah biaya yang harus dikeluarkan suatu perusahaan . 3. Total Variabel Cost (TVC) atau biaya variable total. selain AFC yang dibebankan pada setiap unit output. adalah biaya tetap yang dibebankan pada setiap unit output.1. meskipun tidak berproduksi. Total Fixed Cost (TFC) atau biaya tetap total. TC = TFC + TVC 4. Jumlah TFC adalah tetap untuk setiap tingkat output (biaya penyusutan. Total Cost (TC) atau biaya total adalah penjumlahan dari biaya tetap dan biaya variable. Average Fixed Cost (AFC) atau ongkos tetap rata-rat. adalah jumlah biaya yang tetap dibayar perusahaan/proddusen berapapun tingkat outputnya. bunga atas hutang. 2. gaji pegawai tetap. Average Variabel Cost (AVC) atau biaya variable rata-rata. tenaga kerja. Secara garis besar segi biaya produksi dalam hubungannya dengan tingkat output.adalah jumlah biaya-biaya yangberubah menurut tinggi rendahnya output yang diproduksikan. harga mesin. biaya tetap ini tidak dipengaruhi oleh setiap perubahan kuantitas output. adalah semua biaya-biaya. 5.

maka biaya rata-rata sama dengan biay marginal. 101 . Demikin juga pada saat kurva produksi rata-rata (kurva AP) mencapai nilai maksimum. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya perpotongan kurva biaya rata-rata (kurva AC) dengan kurva biaya marginal (kurva MC) pada saat kurva AC minimum. Marginal Cost (MC) atau biaya Marginal. Fungsi biaya ini tergantung pada : (1) fungsi produksi dari perusahaan dan (2) fungsi penawaran pasar dari input-input yang digunakan perusahaan tersebut. MC = ∆ TC = ∆C ∆TVC ∆Q = ∂ TC ∂Q di mana : ∂ TC ∂ Q ∆ TC = ∆Q = turunan pertama fungsi TC terhadap Q kenaikan biaya total = kenaikan jumlah output yang dihasilkan. sedangkan TC = TFC + TVC. dengan tidak menambah (atau mengurangi) TFC. Dua fungsi biaya utama yang digunakan dalam pembuatan keputusan manajerial yaitu fungsi biaya jangka pendek yang digunakan dalam pembuatan keputusan operasional sehari-hari dan fungsi biaya jangka panjang yang biasanya digunakan untuk perencanaan jangka panjang. adalah kenaikan dari total cost yang diakibatkan oleh diproduksinya tambahan satu unit output. Jadi kenaikan TC ini sama dengan kenaikan TVC yang diakibatkan oleh produksi 1 unit output tambahan. pada saat kurva produksi marginal (kurva MP) mencapai nilai maksimum. yaitu pada saat biaya rata-rata minimum.7. Biaya Jangka Pendek dan jangka panjang Penggunaan konsep biaya relevan untuk pengambilan keputusan penentuan tingkat output dan harga secara tepat membutuhkan suatu pemahaman mengenai hubungan antara biaya dengan output dari suatu perusahaan. maka kurv biaya rata-rata (kurva AC) akan minimum. Dalam suatu kegiatan produksi dengan satu macam input variable. Jadi dalam satu set kurva biaya produksi yang lengkap. maka kurva biaya marginal (Kurva MC) mencapai nilai minimum.

oleh karena itu semua biaya jangka panjang bersifat variabel. Dalam jangka panjang. tidak ada pembatasan-pembatasan seperti itu. Kumpulan dari biaya rat-rata jangka pendek akan membentuk kurva biaya rata-rata jangka panjang yang disebut : kurva amplop (envelope curve). 102 . Kurva produksi biaya jangka panjang bisa menunjukkan keadaan returns to scale dan ukuran pabrik yang optimal.Cara membedakan jangka panjang dan jangka pendek adalah : kalau jangka pendek didefinisikan sebagai suatu periode waktu di mana beberapa input bersifat tetap.Dalam jangka panjang. bentuk kurva biaya rata-rata jangka panjang pada tahap awal produksi beerbentuk cembung kea rah sumbu datar (sumbu yang ditempati jumlah output) dan selebihnya cembung ke atas membentuk huruf U. atau mengubah penggunaan faktor-faktor produksi tanpa batasan. maka kurva-kurva biaya jangka panjang juga dibuat dengan menggunakan asunmsi bahwa sebuah pabrik yang optimal (pada tingkat teknologi tertentu digunakan untuk memproduksi tingkat output tertentu. Kurva biaya rata-rata jangka panjang diturunkan dan titik-titik singgung antara kurva isoquant dan kurva isocost pada suatu tingkat penggunaan input variable tertentu.Oleh karena itu kurva biaya jangka panjang bisa digunakan untuk mengarahkan keputusan-keputusan perencanaan sebuah perusahaan. Bentuk kurva biaya semacam ini merupakan cerminan dari berlakunya economies of scale dan diseconomies of scale. suatu perusahaan tidak ada input tetap. perusahaan bisa menambah. dalam periode jangka pendek. Oleh karena itu. menurunkan. produsen selalu berproduksi pada tingkat kombinasi penggunaan input yang menghasilkan biaya minimum (least cost combination). Selain itu sebagaimana kurvakurva biaya jangka pendek yaitu menggunakan kombinasi input yang optimal (least-cost combination) untuk memproduksi setiap tingkat output (pada skala pabrik tertentu). Kurva biaya rata-rata jangka panjang merupakan kumpulan dari kurva biaya rata-rata jangka pendek. Hal ini menunjukkan bahwa pada setiap titik yang terdapat pada kurva biaya produksi jangka panjang. Dalam jangka panjang. keputusan-keputusan perusahaan tersebut dikendalai oleh pengeluaran-pengeluaran modal sebelumnya dan komitmen lainnya. Dalam teori biaya produksi.

103 . dan sebagainya. dan keahlian mereka untuk suatu jenis pekerjaan biasanya lebih rendah dari pada pekerja yang hanya berspesialisasi dalam satu jenis pekerjaan saja. Sedangkan diseconomies of scale adalah naiknya biaya rata-rata jangka panjang yang diakibatkan diperluaskannya skala produksi. Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya pola produksi di mana mula-mula terjadi increasing returns to scale kemudian decreasing returns to scale. Skala produksi yang ekonomis (economies of scale) yang menyebabkan biaya rata-rata jangka panjang atau long-run average cost (LRAC) menurun. Spesialisasi dalam penggunaan tenaga kerja merupakan salah satu faktor penting yang menghasilkan economies of scale. akan menghasilkan kurva linier. maka terjadi hubungan langsung antara biaya dengan produksi. Jika harga-harga input tidak dipengaruhi oleh jumlah sumberdaya yang dibeli. di mama individu bisa ditugaskan untuk suatu pekerjaan tertentu. Para pekerja di sebuah perusahaan kecil biasanya melakukan berbagai pekerjaan. Harga input yang konstan. dari pada pekerja di perusahaan kecil. penekanan ongkos promosi/penurunan biaya promosi. Oleh karena itu seringkali produktivitas tenaga kerja lebih tinggi dalam suatu perusahaan besar. Turunnya biaya ini antara lain disebabkan oleh adanya pembagian kerja yang semakin baik. terjadi karena hubungan produksi dan hubungan pasar. Produktivitas tersebut akan menurunkan biaya produksi per unit untuk skala produksi yang lebih besar. Naiknya biaya produksi ini antara lain disebabkan oleh keterbatasan managerial pimpinan. harga input naik.Rp TC Output Economies of scale adalah turunnya biaya produksi rata-rata jangka panjang sebagai akibat diperluaskannya skala produksi. harga input lebih murah.

dan laba. pengeluaran untuk bunga pada uang yang dipinjam untuk membiayai pembelian peralatan. 2. biaya yang berkaitan dengan pembungkusan produk untuk dikapalkan. Masing-masing unsur dan definisinya adalah sebagai berikut: 1 Biaya tetap adalah pengeluaran yang diadakan oleh organisasi tanpa melihat jumlah produk yang dihasilkan. merupakan teknik analisis penting yang digunakan untuk mempelajari hubungan antara biaya. dan pembuatan keputusan relatif terhadap tujuh unsur pokok. Teknik aljabar biasanya merupakan suatu alat yang lebih efisien dalam menganalisis masalah. Unsur Dasar Analisa Pulang-Pokok Analisa pulang-pokok umumnya terdiri atas refleksi. pembahasan. Misalnya: P = harga jual per unit Q = jumlah yang diproduksi dan yang dijual TFC = Total Fixed Cost (Biaya tetap total) AVC = Average Variable Cost ( biaya variabel rata-rata) Analisa pulang-pokok adalah teknik untuk menentukan seberapa banyak satuan yang harus dijual atau seberapa banyak volume penjualan yang harus dicapai agar tercapai titik pulang-pokok (tidak rugi dan tidak untung). Analisa pulang-pokok adalah proses menghasilkan informasi berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi.Analisis Pulang Pokok (breakeven analysis) Analisis pulang pokok sering disebut analisis kontribusi laba. Biaya variabel Biaya variabel adalah pengeluaran yang berfluktuasi dengan jumlah produk yang dihasilkan. Contoh dari biaya variabel adalah biaya pembungkusan produk. biaya bahan yang dibutuhkan untuk membuat produk. penerimaan. pertimbangan. pemeliharaan bangunan. Contoh dari biaya tetap adalah pajak tanah. 104 .

4. Analisa Pulang-Pokok Aljabar Rumusan sederhana berikut ini umumnya digunakan untuk mentukan tingkat produksi dimana organisasi mengalami posisi pulang-pokok: PC BE P = P-VC dimana: BE P =(Break Even Point)= Tingkat produksi dimana perusahaan mengalami titik pulang-pokok FC = Biaya tetap produksi total P = harga dimana tiap unit individu dijual pada pembeli VC = Biaya variabel yang berkaitan dengan tiap produk yang dihasilkan dan dijual Dua langkah berurutan yang harus diikuti untuk menggunakan rumusan ini untuk 105 . 5.3. Sesungguhnya pendapatan total meningkat ketika lebih banyak produk yang terjual. Keuntungan didefinisikan sebagai jumlah pendapatan total yang melebihi biaya total dari produksi barang yang dijual. Pendapatan total adalah semua nilai rupiah penjualan yang terakumulasi dari penjualan produk. Tipe Analisa Pulang-Pokok Terdapat dua prosedur yang agak berbeda untuk menentukan titik pulang-pokok yangsama untuk sebuah organisasi: (1) (2) analisa pulang-pokok aljabar. Kerugian adalah jumlah biaya total produksi barang yang melebihi pendapatan total yang diperoleh dari penjualan barang tersebut. analisa pulang-pokok grafik. Biaya total adalah jumlah total biaya tetap dan biaya variabel yang berkaitan dengan produksi.

biaya variabel yang berkaitan dengan produksi tiap barang harus dikurangi dari harga dimana tiap barang tersebut akan dijual. maka : Total Revanue (TR) = Total Cost (TC) Total Biaya (TC)= TFC + TVC Dalam analisis BEP digunakan asumsi dasar sbb : 1). BEP adalah titik pulang pokok. kerugian potensial yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi. Angka ini merupakan titik pulang-pokok dari perusahaan. Membagi sisa yang dihitung dari langkah pertama kepada biaya tetap total. Sehingga perusahaan tidak untung dan tidak rugi. Pertama. Tujuan dari perhitungan ini adalah untuk menentukan berapa banyak produk yang harus dihasilkan dan dijual untuk menutupi biaya tetap. 2). Analisa Pulang-Pokok Grafik Analisa pulang-pokok grafik memerlukan pembuatan sebuah grafik yang menunjukkan semua unsur kritis dalam analisa pulang-pokok. Semua barang yang diproduksi laku terjual.menghitung titik pulang-pokok. atau tingkat produksi dimana perusahaan tidak mengalami kerugian dan juga tidak mengalami keuntungan Dalam kondisi BEP: Total Revenue (TR) = Total Cost (TC) Jika : TR=PQ dan TC = TFC+TVC Maka : dalam keadaan BEP PQ=TFC+TVC Artinya. Untuk menetukan berapa banyak harga jual dari tiap produk yang dijual bisa menutupi biaya tetap total yang timbul dari produksi semua barang. Gambar 3-1 adalah grafik analisa pulang-pokok untuk perusahaan penerbit buku teks diatas. Jenis BEP 106 . Harga dan biaya produksi tetap bila harga jual dan biaya berubah. volume penjualan dimana total penghasilan (TR) sama besarnya dengan total biaya (TC). Tujuan dari penghitungan ini adalah: 1). 2). Dasar dan prinsip analisis BEP Pada saat BEP.

MANFAAT BEP 1). Multi product. In cash. Analisa BEP juga suatu konsep yang digunakan untuk menganalisa jumlah minimum out put yang harus dihasilkan atau terjual agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Dapat digunakan untuk perusahaan baik yang single maupun multi product. untuk perusahaan multi produk. Pengawasan operasi Dalam analisis BEP digunakan asumsi dasar sbb : 1). Jenis BEP Single Product. BEP yang gunakan untuk perusahaan yang menghasilkan satu jenis produk. 2). untuk perusahaan multi produk.hanya menghitung biaya tunai saja (cash expenses). Dapat digunakan untuk perusahaan baik yang single maupun multi product. Dalam analisa BEP ada beberapa hal yang perlu diketahui antara lain: 1). Multi product. Semua barang yang diproduksi laku terjual. Indikator kelayakan usaha 3).hanya menghitung biaya tunai saja (cash expenses).Single Product. (1) BEP SINGLE Q BEP = PRODUCT TFC 107 . Kemudian dalam analisa BEP terdapat grafik BEP yang menunjukkan posisi perpotongan antara kurva TR dengan TC. Analisa BEP adalah suatu teknik analisa untuk mempelajari hubungan antara biaya tetap dan biaya variabel. In cash. Harga dan biaya produksi tetap bila harga jual dan biaya berubah. BEP yang gunakan untuk perusahaan yang menghasilkan satu jenis produk. maka keadaan pulang pokok terjadi apabila R = C atau MR = MC atau total penghasilan dikurang total biaya sama dengan nol (TR – TC = 0) 2). Merencanakan operasi usaha 2).

000 Ilustrasi = Rp 10. Jawaban: Q BEP = TFC (P-AVC) 108 .000 Harga jual buku per eksemplar (unit) adalah Rp 35.500 Adm dan Lainnya = Rp 3.000.000 Rp 29.600 Komisi penjualan = Rp 900 Royalti Pengarang = Rp 4.dan jilid = Rp 18.cetak.000.000.000 Overhead = Rp 10.000 Biaya Variabel Per unit (AVC) Kertas.000 Setting = Rp 8. carilah BEP nya. sebagai berikut : Total Biaya Tetap (TFC) Editing = Rp 5.500 Potongan untuk Toko Buku = Rp 3. Dengan menggunakan data tersebut.000.000.000 Rp 33.(P-AVC) Q SALES = TFC (1-(AVC)/P) Keterangan: Q BEP = BEP dalam unit Q SALES = BEP dalam penjualan (rupiah) P = Harga jual per unit AVC = Biaya variabel rata-rata TFC = Total biaya tetap Misalnya: Perusahaan penerbit Rocky memiliki rincian biaya untuk menerbitkan buku.000.

Dengan TFC sebesar Rp 260.Q BEP = Rp 33. yaitu hasil kali antara rasio (Pi .500 (1-(AVC)/P) Q Sales = Q Sales = Rp 33.000-Rp 29.AVCi) Pi Keterangan: BEP Multi = BEP Multi produk utk penjualan (Rp) TFC = Biaya tetap (TFC) Pi = Harga jual per unit utk produk ke i AVCi = Biaya variabel per unit produk ke I Shi = Persentase panjualan masing-masing produk terhadap penjualan total CMPt = Margin kontribusi.AVCi)/Pi dengan Shi Misalnya: Perusahaan Modern memproduksi dua jenis pakaian (X dan Y).000 Q BEP = Rp 5.000 Shi 40% 109 .000 (1-(Rp 29rb/Rp 35rb) Rp 192.000.000.000.500.000.000 Q Sales = TFC (2) BEP MULTI PRODUCT BEP Multi = TFC CMPt CMPt = Σ (Shi) (Pi .000 (Rp 35. biaya dan share penjualan sebagai berikut: Brg X Pi Rp 100.000) Q BEP = Rp 33.000 Rp 6. Dengan rincian harga.000 AVCi Rp 80.000.

26 = Rp 1. Mereka berhasrat untuk berproduksi karena ada permintaan terhadap output hasil proses produksi tersebut.000 (3) BEP IN CASH SINGLE PRODUCT MULTI PRODUCTS Q BEP = (TFC-Penyusutan) (Pi-AVCi) Q Sales = (TFC-Penyusutan) (1AVCi/P i) CMPt = ∑ (Pi-AVCi) (Shi) Pi BEPMulti= (TFC-Penyusutan) CMPt BEP Multi = TFC Permintaan Input Permintaan terhadap input timbul karena produsen berhasrat melakukan proses produksi tertentu.Y Rp 80.000 0.000.000.26 CPMt = Rp 260.000.000 50% Hitunglah : BEP Multi BEP sales masing-masing produk BEP unit masing-masing produk Jawaban: CMPt = 0.000 Rp 56. input atau factor produksi dimiliki oleh mereka yang tinggal di sektor rumah tangga dan digunakan (dibeli atau disewa) oleh sektor 110 . Di dalam pasar input atau pasar faktor produksi.

produksi. Di pasar input ini permintaan berasal dari sektor produksi, sedang penawaran dari sector rumahtangga. Permintaan terhadap output terjadi karena : 1. Produsen ingin melakukan proses produksi. 2. Konsumen memerlukan barang konsumsi (output) untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. 3. Memiliki daya beli (uang) yang berasal dari penjualan jasa input yang mereka miliki kepada sektor produksi. Sebaliknya sector produksi mampu membayar harg penggunaan jasa input tersebut karena menerima pembayaran dari sektor rumah tangga dari hasil penjualan outputnya. Input Antara dan Input Primer Dari segi suatu perusahaan, kita bisa membedakan dua macam input yaitu: 1. Input antara (intermediate inputs) 2. Input Primer (primary inputs) Input antara adalah input yang digunakan oleh suatu perusahaan yang merupakan output dari perusahaan lain, (misalnya kapas untuk pabrik tekstil, pupuk bagi petani dan sebagainya). Input primer adalah input yang bukan merupakan output perusahaan lain manapun dalam perekonomian (misalnya:tenaga kerja, tanah, capital, dan kepengusahaan). Jadi input primer identik dengan apa yang disebut factor-faktor produksi.

Permintaan Input Permintaan terhadap input timbul karena ada permintaan terhadap output. Sehingga permintaan akan input disebut sebagai 'derived demand' atau permintaan turunan. Permintaan akan output dianggap sebagai 'permintaan asil' karena timbul langsung dari adanya kebutuhan manusia.

111

Berapa banyak input yang "diminta" oleh seorang produsen tergangung kepada berapa besar output yang ia rencanakan untuk diproduksikan. Dan berapa besar oputput yang ia rencanakan tergantung kepada perhitungannya mengenai tingkat output mana yang diharapkan akan menghasilkan keuntungan maksimum baginya. Jadi jelas keputusan mengenai berapa input yang ia akan beli adalah sisi lain dari keputusannya mengenai berapa output yang ia akan produksikan, dan keduanya adalah hasil dari proses penentuan posisi keuntungan maksimum produsen tersebut. Rumus permintaan input : dx = VMPx = Px dimana : dx = permintaan akan input X VMPx = Value of Marginal Product dari X (MPPx yang dini lai dalam satuan uang). Px = harga input X Asumsi yang dipakai al : a. produsen dianggap sebagai pembeli "kecil" di pasar input X b. produsen beroperasi dalam persaingan sempurna di pasar outputnya. c. kurve VMP yang berlaku adalah bagian yang menurun (sebab bagian VMP yang menaik mencerminkan MPP yang menaik dan bagian ini tidak akan pernah dipilih produsen, yang disebut sebagai irrational stage). Monopoli/Monopolistis di Pasar Input Rumus permintaan input : MRPx = Px dimana : MRPx = Marginal Revenue Product dari X (MPPx yang dinilai atas dasar MRnya; bukan Pqnya; yaitu MPPx.MR). Px = harga input X Monopsomi di Pasar Input Pada kasus pasar input monopsoni dan pasar output monopoli berarti hanya ada 1 penjual input dan 1 pembeli; sehingga permintaan pasarnya sama. Disamping adanya kurve permintaan (=MRPx) produsen juga menghadapi kurve penawaran (supply) pasar akan X sebagai kurve supply input baginya. Karena tidak ada

112

pembeli lain di pasar ini, si produsen bisa meng'eksploitir' pasar bagi keuntungannya. Caranya : dalam pasar persaingan sempurna maka harga X sebesar Px dan jumlah yang ditransaksikan OX. Karena dalam hal ini terjadi pada pasar input monmopsoni maka keuntungan maksimum tercapai bila MFC = MVP, karena pasar outputnya merupakan pasar monopoli, persamaan berubah menjadi : MFC = MRP Pasar output antara adalah pasar output di dalam sector produksi sendiri (output suatu perusahaan dijual kepada perusahaan lain). Permintaan terhadap input timbul karena ada permintaan akan output, karena itulah mengapa permintaan terhadap input disebut oleh ahli ekonomi “Alfred Marshall” sebagai derived demand atau permintaan turunan. Sedangkan terhadap input itu sendiri dianggap sebagai “permintaan asli” karena timbul langsung dari adanya kebutuhan manusi. Jadi secara ringkas permintaan terhadap input dipengaruhi oleh : 1. Teknologi Kemajuan teknologi atau peningktan produktiitas suatu input menggeser permintaan terhadap input ke kanan. 2. Bentuk pasar Semakin sempurna persaingn dalam pasar output, semakin landai (semakin elastis) kurva permintaan terhadp output dan semakin elastis permintaan terhadap input. 4. Semua factor-faktor yang mempengaruhi permintaan konsumen (terhadap output), seperti selera, pendapatan/income, jumlah penduduk, harga barang lain, distribusi pendapatan. Apabila selera meningkat, income meningkat dan harga barang substitusi output naik, mak permintaan terhadap input yang digunakan dalam proses produksi barang tersebut meningkat (bergeser ke kanan). Sebaliknya akan terjadi apabila selera, income dan harga barang substitusi turun. Bagaimana seandainya si produsen adalah penjual tunggal (monopoli) di pasar outputnya dan pembeli tunggal (monopsoni) di pasar inputnya? Dalam hal ini

113

Sebagai pembanding. maka perusahaan akan beruntung apabila ia mensubstitusikan semua factor lainnya dengan factor produksi yang sekarang lebih murah. yaitu slope dari TR = slope dari TC.permintaan terhadap input dari produsen tersebut merupkan juga permintaan pasar akan input tersebut. Jadi perusahaan akan mengikuti aturan biaya yang paling rendah. sehingga posisi equilibrium produsen adalah di man MC = MR = AR = P = D. misalnya dalam masalah penetapan upah minimum. Suatu akibat yang wajar dari kaidah biaya terendah adalah kaidah substitusi. Keuntungan Maksimum Produsen dianggap selalu memilih tingkat output (Q) di mana ia bisa memperoleh keuntungan total yang maksimum. Aplikasi model monopsoni di pasar input. Tetapi karena dalam kasus permintaan yang horizontal. Kasus Kurva Permintaan yang Horisontal Untuk kasus kurva permintaan (D) atau D = AR=P yang horizontal. Ini berarti bahwa : 114 . Apabila ia sudah mencapi posisi ini maka dapat dikatakan bahwa ia telah berada pada posisi equilibrium. Apabila ia akan mengurangi atau menambah volume output/penjualan. atau sama saja dengan MR = MC. Apabila harga satu factor produksi turun. anggap saja bahwa suatu peraturan upah minimum dikenakan pada paar tenaga kerja yang bersifat persaingan sempurna. karena hanya satu pembeli di pasar tersebut. karena pada posisi ini tidak ada kecenderungan baginya untuk mengubah output (dan harga output)-nya. Disebut posisi equilibrium. sedangkan harga factor produksi lainnya tetap sama. sehingga produk marginal per dollar input sama untuk semua input. maka keuntungan totalnya justru menurun. syarat tercapainya keuntungan yang maksimum adalah di mana MR = MC atau kurva MR berpotongan dengan kurva MC. maka MR = AR = P = D.

MP L = PL MP X PX = MP n Pn BAB 7 PASAR DAN KESEIMBANGAN Tujuan : 115 .

pasar merupakan suatu wujud abstrak dari suatu mekanisme ketika pihak pembeli dan penjual bertemu untuk 116 . Mahasiswa dapat mengetahui berbagai jenis pasar. 4. Mahasiswa dapat mengetahui dan mengerti bagaimana bentuk pasar ini diterapkan dan apa implikasinya terhadap barang dan jasa yang dihasilkan 3. 2. 5. Pembahasan Materi: 1. 7. Mahasiswa mampu menganalisis berbagai perubahan dalam industri maupun dalam dalam perusahaan. 3. 6.1. 8. Definisi Pasar Jenis-jenis pasar Struktur pasar dan perilaku perusahaan persaingan sempurna Ciri dan elemen-elemen bentuk pasar persaingan sempurna Pasar persaingan tidak sempurna Struktur pasar dan perilaku perusahaan persaingan tidak sempurna Ciri dan elemen-elemen bentuk pasar persaingan tidak sempurna Faktor-faktor yang menimbulkan pasar persaingan tidak sempurna Definisi Pasar Dalam pengertian yang lebih umum. 2.

mengadakan tukar menukar. Pasar bisa berupa tempat konkrit atau terpusat (misalnya pasar saham, obligasi, gandum), dimana gedung atau tempatnya khusus dan mudah dilihat), dan bisa pula tanpa wujud yang jelas atau tidak terpusat (misalnya pasar rumah atau mobil bekas dimana barang yang dijual tidak dikumpulkn di satu tempat khusus) atau bahkan bisa juga hanya berupa jaringan kabel dan perangkat elektronik (sebagian besar “pasar’ asset-asset finansiil dan jasa-jasa). Karakteristik yang paling penting agar sesuatu bisa disebut pasar adalah adanya pembeli dan penjual yang bertemu di suatu tempat dan tercipta transaksi yang melibatkan harga dan kuantitas. Jadi pasar adalah suatu mekanisme pada saat pembeli dan penjual suatu komoditi mengadakan interaksi untuk menentukan harga dan kuantitasnya. Dalam system pasar, apa saja memiliki harga yang merupakan nilai suatu barang dalam satuan mata uang. Harga mencerminkan kondisi di mana seorang atau perusahaan bersedia mengadakan tukar menukar secara sukarela. Selain itu, harga juga merupakan isyarat atau sinyal bagi pihak produsen maupun konsumen. Apabila konsumen menghendaki lebih banyak barang (misalnya bensin untuk menjalankan mobil-mobil mereka, maka tingkat permintaan bensinpun meningkat, jika penawarn menurun maka harga meningkat. Apa yang berlaku pada pasar barang konsumsi juga berlaku pada pasar factor produksi. Harga-harga mengkoordinir semua keputusan para produsen dan konsumen di suatu pasar. Tingkat harga yang lebih tinggi cenderung mengurangi pembelanjaan konsumen dan merangsang kenaikan produksi. Sebaliknya, tingkat harga yang lebih rendah cenderung untuk memperbanyak pembelanjaan konsumen dan menurunkan produksi. Harga merupakan poros penyeimbang dalam mekanisme pasar. Keseimbangan pasar adalah kondisi keseimbangan antara segenap pembeli dan penjual. Harga keseimbangan pasar adalah harga yang memuaskan atau menyeimbangkan keinginan pembeli dan penjual. Harga yang sesuai dengan kemampuan/kebutuhn pembeli pada dasarnya harus sama dengan kuantitas yang akan ditawarkan oleh penjual, harga itulah yang dapat mendatangkan

117

keseimbangan antara tingkat permintaan dan penawaran, sehingga apabila hal itu terjadi, maka pasar berada dalam kondisi ekuilibrium/keseimbangan. PERSAINGAN SEMPURNA Dalam teori ekonomi mikro sering dijumpai istilah pasar persingan murni (pure competition market) dan pasar persaingan sempurna (perfect competition market). Pada prinsipnya kedua jenis pasar ini sama dan perbedaannya relatif sedikit. Suatu pasar dikatakan sebagai pasar persaingan murni adalah pasar yang mempunyai cirri-ciri sebagai berikut: 1. Penjualnya banyak 2. Barang yang dijual bersifat homogen 3. Barang yang dijual seorang penjual merupakn bagian kecil dn seluruh barang yang ada di pasar tersebut. 4. Setiap penjual mempunyai kebebasan masuk atau keluar dari pasar. Sedangkan pasar persaingan sempurna adalah pasar yang mempunyai cirri-ciri seperti pasar persaingan murni, tetapi masih ad beberapa cirri-ciri yang harus dipenuhi yaitu: 1. Pengetahuan penjual dan pembeli tentang keadaan pasar persaingan sempurna lengkap 2. Mobilitas sumber ekonomi di seluruh pasar adalah bebas dan tidak ada hambatan.

Contoh pasar persaingan sempurna sangat jarang. Banyak pasar dalam sektor retail, jasa dan pertanian yang paling baik mendekati persaingan sempurna. Namun dalam sektor pertanian, program dukungan harga pemerintah mengubah mekanisme pasar. Perusahaan-perusahaan yang sangat besar jumlahnya dalam persaingan

118

sempurna secara tidak langsung menunjukkan bahwa masing-masing perusahaan individu sangat kecil perbandingannya tehadap keseluruhan pasar. Jadi apabila perusahaan satu menjadi besar secara signifikan, maka dia akan mendominasi pasar dan persaingan akan menjadi dihapuskan atau setidaknya berurang. Misalnya dalam produksi susu dari pertanian, perkebunan yang biasanya kecil. Mereka khususnya kecil dibandingkan dengan keseluruhan pasar susu. Perhatikan bahwa kadang besar, tapi bukan merupakan pertanian yang produktif. Produk dalam persaingan sempurna dinyatakan distandarisasi (atau homogen).Ini maksudnya adalah bahwa dia tidak membuat perbedaan apapun kepada konsumen tentang perusahaan tertentu yang menjual produk tersebut. Produk ini serupa, hal ini merupakan perbedaan utama antara persaingan sempurna dan persaingan monopolistik. Artinya ketika konsumen dapat mengenali beberapa perbedaan, maka perusahaan memperoleh kekuatan terhadap para konsumen ini. Susu merupakan produk yang seragam dan homogen. Tidak mungkin untuk membuat perbedaan antaar susu dari pertanian yang satu dengan pertanian yang lain. Untuk itu diharapkan Pemerintah harus membuat standar kualitas, kandungan lemak dan kebersihannya. Perusahaan dalam persaingan sempurna tidak memiliki kekuatan terhadap harga, mereka harus menjual pada harga pasar yang sedang berlaku. Perusahaan dalam persaingan sempurna disebut sebagai pengambil harga (price taker). Apabila perusahaan mencoba untuk menaikkan harga dengan jumlah produk yang sekecil mungkin, maka konsumen tidak akan membeli darinya, karena mereka dapat membeli produk yang sama dari perusahaan lain. Merendahkan harga juga tidak perlu karena perusahaan sudah bisa menjual seluruh hasil keluarannya pada harga yang sedang berlaku. Produksi pertanian dapat dimulai bagi sebagian besar panen dengan hanya menanam pada sebidang tanah. Misalnya, hal ini benar hanya untuk buah-buahan dan sayur-mayur, tetapi untuk beberapa produk seperti susu atau tembakau, pemerintah membatasi produksi karena kelebihan produk yang ada. Masuk dan keluar dari pasar persaingan sempurna, tidak terdapat hambatan. Kondisi ini menjamin bahwa tidak ada perusahaan yang akan mendomonasi pasar dan mengusir peusahaan-perusahaan lain. Begitu juga

119

shingga permintaan menjadi horisontal. artinya mempunyai hubungan terbalik terhadap harga. Bagaimanapun juga asosiasi produsen susu atau distributor susu yang besar mungkin berada dalam posisi untuk menggunakan iklan dengan efektif. Sebaliknya tindakan non-harga untuk seluruh industri bisa berguna.menjamin bahwa jumlah perusahaan. artinya perubahan harga yang sekecil mungkin mengakibatkan perubahan kuantitaas yang tidak terbatas sebenarnya. maka akan mendapatkan bahwa perusahaan yang akan mendominasi pasar dan mengusir perusahaan-perusahaan lain. maka perusahaan harus menjual volume output sehingga pendapatan total lebh besar dari biaya totalnya. hal tersebut diberikan oleh harga yang dapat diterima oleh petani. Seorang produsen susu yang mencoba untuk meningkatkan pendapatannya dengan cara menaikkan harga susu. hal itu merupaan harga ang berlaku di dalam pasar. Disini juga harga rata-rata merupakan kurva permintaan dan pendapatan total merupakan garis lurus yang condong keatas. yang ditunjukkan secara grafik oleh kurva permntaan itu sendiri. Agar keuntungan maksimum. dan kebutuhan-kebutuhannya tidak diiklankan. Permintaan perusahaan dalam persaingan sempurna sepenuhnya elastis. atau pendapatan tambahan dari satu unit lagi yang terjual. pelayanan purna jual atau garansi tidak penting dalam persaingan sempurna. meskipun berubah akan tetap besar. Produsen susu tunggal tidak mungkin bisa mempengaruhi konsumsi susu secara luas. Dia juga menjamin bahwa jumlah perusahaan (meskipun berubah) akan tetap besar. Pendapatan marjinal. Kurva pemintaan horisontal juga merupakan pendapatan marjinal untuk perusahaan dalam persaingan sempurna. Permintaan seperti itu secara grafik ditunjukkan dengan kurva permintaan horisontal. karena perusahaan bisa menjual seluruh output pada harga yang sedang berlaku. dan mengadakan biaya tambahan hanya akan membuatnya tidak menguntungkan. yaitu tidak menjadi persoalan berapa kuantitas yang dijualm harga masih tetap sama. Sebaliknya Jika 120 . Tindakan non-harga seperti periklanan. masih sama dengan harga yang sedang berlaku. Namun untuk produsen susu tunggal. permintaan susu kemungkinan menjadi condong ke bawah. Secara nasional.

namun dia bisa mencoba dalam jangka pendek. maka laba akan menjadi lebih kecil oleh kelebihan pendapatan marjinal terhadap biaya marjinal untuk unit yang terakhir tersebut. Jika pendapatan marjinal berpotongan dengan biaya marjinal dibawah biaya variabel rata-rata. Ketentuan mengenai pendapatan marjinal = biaya marjinal dapat digunaan untuk meminimalkan kerugian. Aabila satu unit lagi yang diproduks. maka perusahaan tersebut harus ditutup.perusahaan gagal memperoleh laba. maka laba juga akan menjadi lebih kecil. maka kejadian ini disebut break even point (titik impas). Harga output (P) sama dengan penerimaan marginal(MR) sama dengan biaya marginl (MC) atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut: P MR = ∆ TR = MR = = MC ∂ MC 121 . Oleh karena itu dalam teori ekonomi mikro lebih sering digunakan istilah pasar persaingan sempurna. Keuntungan maksimum/kerugian minimum bagi seorang produsen yang beroperasi pada pasar persaingan sempurna dicapai apabila dipenuhi kondisi sebagai berikut: 1. hal ini disebabkan karena kelebihan biaya marjinal terhadap pendapatan marjinal. Seorang produsen yang beroperasi pada pasar persaingan sempurna dikatakan pada kondisi keseimbangan apabila dari output yang ia jual dapat diperoleh keuntungan maksimum/kerugian minimum. maka untuk menghasilkan pada tngkat penjualan dimana perbedaan antara biaya dan pendapatan.Jika kurang satu unit yang diproduksi. Memproduksi pada tingkat output dimana pendapatan marjinal sama dengan biaya marjinal artinya sama dengan laba maksimum. Apabila perusahaan memiliki pendapatan yang tidak cukup untuk menutup biaya tetapnya dalam jangka pendek. maka kerugiannya minimum. Jika pendapatan total sama dengan biaya total. sama halnya seperti memaksimalkan laba. Konsep pasar persaingan sempurna lebih luas dibandingkan dengan konsep pasar persaingan murni. berarti pendapatan itu tidak cukup untuk menutup biaya tetap dan perusahaan harus ditutup.

Dalam pembahasan mengenai bekerjany pasar persaingan sempurna dalam teori dibedakan antara lain : 1. Analisa jangka pendek (short run). Equilibrium pasar yaitu posisi keseimbangan antara penawaran dan permintaan di pasar tersebut. • Semua perusahaan ada dalam posisi equilibrium • Jumlah total dari output perusahaan yang masing-masing berada pada posisi equilibrium tersebut sama dengan jumlah total yang dikehendaki konsumen. Suatu pasar persaingan sempurna dikatakan mencapai posisi equilibrium jika. Kemiringan kurva penerimaan marginal (slope MR) lebih kecil dari pada kemiringan kurva biaya marginal (slope MC). Equilibrium produsen secara individual 2. Produsen secara individual dikatakan mencapai posisi equilibrium jika keuntungan perusahaannya maksimum.∆ Q MC = ∆ TC ∆Q = ∂ Q ∂ TC ∂Q 3. Analisa jangka panjang (long run). Dari perspektif jangka waktu analisa mengenai bekerjanya pasar persaingan sempurna dibedakan antara: 1. 2. disini dimungkinkan adanya baik perluasan kapasitas oleh perusahaan-peerusahaan yang telah ada maupun pembangunan pabrik-pabrik baru oleh pengusaha-pengusaha baru yang masuk ke dalam industri tersebut. 122 . yaitu dengan menganggap bahwa setiap produsen tidak bisa menambah kapasitas pabriknya dan tidak mungkin bagi produsen-produsen baru untuk membangun pabrik baru.

maka produsen tersebut lebih baik menutup usahanya. Sedangkan apabila ia meneruskan usahanya. Sedangkan apabila ia meneruskan usahanya. yaitu selisih antara biaya variable rata-rata dengan harga output. Apabila harga output lebih kecil daripada biaya variable rata-rata (AVC). kurva penawaran seorang produsen ditunjukkan oleh kurva biaya produksi marginal (kurva MC) ke kanan atas yang dimulai dari titik gulung tikar (shut down point) bagi produsen tersebut. maka ia akan rugi sebesar biaya tetap ditambah dengan sebagian biaya variable. 123 . maka ia akan rugi sebesar biaya tetapnya saja. Karena apabila ia menutup usahanya. Pada kondisi ini apabila produsen tetap berproduksi dan dapat menjual semua output yang dihasilkan.Dalam pasar persaingan sempurna. maka produsen tersebut akan rugi sebesar biaya tetapnya. P MC B AC AVC P’ A 0 Qx Q P = MR = AR = D Titik gulung tikar (shut down point) bagi seorang produsen terjadi apabil harga output (P) sama dengan biaya variable rata-rata (AVC). Kerugian sebesar biaya tetap itu juga dialami oleh produsen tersebut apabila ia tidak beroperasi. maka ia akan rugi sebesar biaya tetapnya saja.

124 . Akibat selanjutnya adalah kurva supply pasar bergeser ke kanan dan harga turun. dan masuknya perusahaan baru ke dalam industri (atau keluarnya perusahaan-perusahaan lama dari industri). yaitu kemungkinan adanya perluasan kapasitas yang ada. Keseimbangan produsen yang beroperasi pada pasar persaingan sempurna terjadi pada saat : P = MC = AR = D Keseimbangan jangka pnjang Equilibrium perusahaan dan equilibrium pasar jangka panjang. Keuntungan ini akan ada bila harga (jangka pendek) melebihi average cost jangka panjang (long run average cost atau LAC). Yang ada adalah keuntungan normal (yang termasuk dihitung dalam LAC). Jadi selama P > LAC. selama itu pula da perusahaanperusahaan memperluas baru yang mendirikan pabrik-pabrik baru. Kedua-duanya mempunyai mempunyai akibat menambah atau mengurangi supply pasar. Bedanya adalah dalam jangka panjang kita mempunyai dua factor tambahan yang mempengaruhi jalannya proses penyesuaian kearah posisi equilibrium. Bila harga turun sampai pada tingkat di mana P = LAC. karena pada keadaan ini tidak ada keuntungan lebih (exess profit).Dengan demikian kurva permintaan seorang produsen yang beroperasi pada pasar persaingan sempurn adalah kurva MC yang terletak di sebelah atas kurva AVC dan mempunyai kemiringan (slope) yang positif. Tetapi perluasan kapasitas dan pendirin Pabrik-pabrik baru ini berakibat bertambahnya suplly yang ditawarkan di pasar. juga ditentukan dengan arah yang sama seperti untuk jangka pendek. Perusahaan-perusahaan akan memperluas kapasitas pabriknya dan perusahaanperusahaan baru akan masuk ke dalam industri bila dan selama ada keuntungan yang bisa dinikmati produsen di dalam industri tersebut. Pada keadaan di man P LAC. proses penyesuaian ke arah equilibrium berhenti. maka tidak akan ada dorongan (insentif) perusahaanperusahaan untuk meperluas kapasitas pabrik maupun bagi perusahaan baru untuk mendirikan pabrik. Keuntungan normal tidak merangsang perluasan kapasitas maupun pendirian pabrik-pabrik baru. Di sini baik pasar maupun perusahaan akan berada dalam posisi equilibrium/keseimbangan.

skala perusahaan semakin besar kemungkinan mengadakan pembagian keerja (division of labour) di dalam perussahaan yang berakibat kenaikan produktivitas atau penurunan biaya per unit output. Hal ini mencakup factor-faktor yang bekerja sebaliknya. sehingga control yang efektif dari manajemen terhadap bekerjanya perusahaan mulai sulit untuk dilakukan. buruh. Misalnya : perusahaan terlalu bear. maka laba murni akan timbul dalam perusahaan persaingan sempurna. Jika kita bergerak pad dan sepanjang kurva LAC ke kanan. Apabila permintaan menjadi diataas biaya total rata-rata minimum. 2. Faktor inilah yang menyebabkan LAC naik. akibatnya produktivitas menurun dan biaya produksi per unit naik. Economies of Scale. Factor ini yang melandasi mengapa LAC mula-mula menurun. Cara masuk perusahaan baru tersebut tidak dihalangi oleh hambatan-hambatan masuk apapun 125 . tetapi ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi Average Cost suatu perusahaan. Apabila kita memperbesar skala pabrik kita bisa bayangkan adanya kemungkinan peningkatan produktivitas (misalnya: mesin-mesin yang lebih besar. Dis economies of Scale atau decreashing returns to Scale. maka mulai pada suatu tingkat ada kemungkinan timbul ketidak efisienan. atau sering juga dinamakan factor-faktor yang mengakibatkan increasing returns to scale. Bentuk LAC juga berbentuk “U” bukan disebabkan oleh berlakunya hukum tersebut. Semakin ke kanan semakin besar kapasitas/skala pabrik. Economies berarti penghematan ongkos produksi atau kenaikan produktivitas. 3. Laba ini akan menarik perusahaan-perusahaan baru untuk masuk ke dalam industri tersebut.Kurva AC (SAC) maupun MC (SMC) dalam jangka pendek berbentuk “U” karena berlakunya “The law of diminishing returns”. Faktor-faktor tersebut adalah: 1. yaitu apabila ada skala perusahaan terus membesar. hal ini berarti bahwa kita menaikkan volume produksi dengan menambah input-input bahan mentah. dan sebagainya serta kapasitas pabrik.

yang berada pada biaya total rata-rata minimum. Sumber daya tersebut sebagian besar juga dialokasikan secara efisien diantara industri-industri. Apabila permintaan menjadi dibawah biaya total rata-rata minimum. Persaingan sempurna diihat sebagai bentuk yang ideal atau optimum karena pengaruh ekonominya yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Efisiensi alokatif persaingan sempurna dapat diamati dalam titik keseimbangan jangka panjang dari seluruh perusahaan dalam industri tersebut. maka persediaan total yang menurun mendorong harga-harga kembai naik. maka persaingan sempurna gagal untuk: 126 . yang berasal dari efisiensi alokatif. Kekurangan-kekurangan Persaingan Sempurna Disamping pengaruh ekonominya yang bermanfaat. Perusahaan baru tersebut akan meningkatkan jumlah persediaan pasar dan menyebabkan harga menjadi turun. Efisiensi produktif persaingan sempurna berasal dari kenyataan bahwa kuantitas yang diproduksi oleh masing-masing perusashaan adalah hanya dimana harga yang dibayar oleh masyarakat sama dengan biaya tambahan sumber daya (biaya marginal). meskipun terdapat sedikit defisiensi. dan efisiensi produktif.dalam industri persaingan sempurna. Harga yang meningkat tersebut mengangkat kurva permintaan untuk masing-masing perusahaan ada diatas titik keseimbangan. Apabila perusahaan-perusahaan keluar. karena perusahaan akan menawar untuk sumber daya ini sampai pada harga dimana konsumen mau membayarnya. Kuantitas yang lebih banyak lagi tidak mungkin dapat diperoleh pada harga yang lebih rendah. Hal ini berarti seluruh perusahaan dipaksa untuk memotong biaya mereka dan menggunakan teknologi terbaik yang tersedia untuk mendapatkan biaya total rata-rata minimum yang tidak lebih tinggi dari seluruh perusahaan lain dalam industri. Perusahaan yang keluar-masuk akan terus berlanjut sampai harga menjadi tetap sama dengan biaya rata-rata minimum. Harga yang rendah mendorong permintaan bagi masing-masing perusahaan menuju kebawah atau bahkan dibawah titik keseimbangan minimum titik biaya total rata-rata. maka kerugian perusahaan akan mendorong beberapa perusahaan untuk meninggalkan industri tersebut.

127 . Jadi skala ekonomis yang besar akan menciptakan industri dengan sedikit penjual. sehingga jika hal ini tercipta. karena kekurangan laba Menawarkan keragaman produk. karena mereka distandarisasi. 4. maka perusahaan besar bisa memproduksi dengan biaya yang lebih murah dan menekan perusahaan kecil. Kondisi biaya yang menguntunkan perusahaan persaingan tidak sempurna timbul apabila terdapat skala ekonomis yang cukup besar serta penurunan biaya. karena tidak terdapat laba Merangsang kemajuan teknologi. Disamping itu. Menghasilkan barang-barang masyarakat. apabila masing-masing penjual mempunyai pengendalian terhadap harga produknya. sehingga perusahaan kecil tersebut tidak dapat mempertahankan lagi kehidupannya. PASAR PERSAINGAN TIDAK SEMPURNA Definisi: Persaingan tidak sempurna adalah apabila suatu perusahaan dapat mempengaruhi harga pasar produknya. Menyediakan pendapatan perbaikan apapun untuk ketidaksamaan distribusi 2. Tetapi ada kasus lain sepeerti Misalnya beberapa produk industri telah terbentuk dengan baik oleh suatu image terhadap merk dan formula rahasia (misalnya:coca cola). persaingan tidak sempurna mungkin berlaku jika terdapat rintangan yang mencegah para pesaing memasuki suatu industri. berlaku dalam suatu industri. dan para pesaing lainnya tidak dapat meniru secara persis resep formulanya. Persaingan tidak sempurna.1. 3. Rintanganrintangan tersebut bisa timbul dari hukum atau peraturan pemerintah.

Beberapa Bentuk Persaingan Tidak Sempurna 1. Monopoli 2. Persekutuan 3. Oligopoli 4. Persaingan monopolistic MONOPOLI, Adalah hanya ada seorang penjual dengan kekuasaan monopoli. Disebut sebagai monopolis, yang berasal dari bahasa Yunani, (mono = satu, polist = penjual). Jadi monopoli berarti suatu keadaan di mana di dalam pasar hanya satu penjual sehingga tidak ada pihak lain yang menyainginya. (ini kasus monopoli murni). Dalam kenyataan, sulit untuk mendapatkan contoh dari suatu perusahaan monopoli murni, dimana sama sekali tidak ada unsure persaingan dari perusahaan lain. Apabila hanya ada satu penjual di pasar, sehingga tidak ada peersaingan langsung dari perusahaan lain, maka kemungkinan masih ada persaingan yang tidak langsung . Misalnya dari sebuah produk atau barang perusahaan lain yang bisa merupakan barang substitusi (meskipun substitusinya tidak sempurna) untuk barang yang dihaasilkan oleh monopoli. Karena adanya persaingan yang potensial inilah, maka pelaku seorang produsen monopoli tidak sebebas seperti apa yang digambarkan dalam persaingan monopoli murni. Demikian pula adanya campur tangan pemerintah bisa merupakan factor pembatas bagi kekuasaan monopoli suatu perusahaan. Apabila kita simpulkan, maka garis besar dari Monopoli sebagai berikut:
1.

Adalah suatu bentuk organisasi pasar dimana hanya terdapat 1 perusahaan yang menjual produk yang tidak memiliki substitusi yang dekat.

2.

Kurva permintaan yang dihadapi berlereng negatif

128

3.

Dapat memperoleh laba dalam jangka panjang (kebalikan dari Pasar Persaingan Sempurna)

129

Ciri-Ciri Pasar monopoli  1. Industri 1 (satu) perusahaan  2. Tidak mempunyai barang pengganti yang mirip  3. Hambatan masuk ke pasar sangat besar  4.Dapat mempengaruhi penentuan harga (price setter)  5. Promosi iklan kurang diperlukan Perusahaan Monopoli timbul karena beberapa alasan : 1. Penguasaan Bahan Mentah Strategis Kalau X adlah input utama untuk produk Y, maka penguasaan untuk sumbersumber X akan bisa menimbulkan perusahaan monopoli untuk barang Y, dengan jalan menolak penjualan X kepada perusahaan-perusahaan lain. Contoh : ALCOA 3. Hak Patent Hak patent merupakan suatu sumber terjadinya monopoli untuk terjadinya suatu macam barang tertentu atau cara produksi tertentu. Contoh : cellophane, (dupont) memiliki hak paten dlm proses produksinya, polaroid utk kamera foto langsung jadi. 3. Terbatasnya Pasar

130

mka jumlah output yang terjadi lebih sedikit. tetapi harus dibawah regulasi pemerintah. karena adanya economies of scale perusahaan saja. tetap hanya ada satu penjual. merupakan sumber lain. Contoh kantor pos.(mendapat saingan tdk langsung krn adanya produk lain.Terbatasnya pasar dibanding dengan skala minimum perusahaan. Akibatnya kalau ada perusahaan baru yang berminat masuk ke dalam pasar tersebut akan mengalami kesulitan dalam menjual barangnya. kemungkina ada brg substitusi di pasar). Dari kenyataan ini maka dapat disimpulkan bahwa kurva permintaan pasar bagi produk seorang monopolis mempunyai kemiringan negative seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini P 131 . tetapi luas pasar yang terbatas. perusahaan didirikan sebagai penghasil atau distributor tunggal sebuah barang atau jasa. sehingga satu perusahaan saja sudah mampu memenuhi permintaan pasar. Dengan istilah lain. karena adanya econo. Contoh : fasilitas layanan masyarakat (perusahaan listrik. Pemberian Hak Monopoli oleh Pemerintah.  Semua kekuatan monopoli brdsrkan hambatan masuk ke dlm pasar akan hilang dlm jk panjang. Karena pasar untuk suatu barang adalah terbatas. Jadi di dalam pasar.ies o scale yang besar. Dengan istilah lain. air dan angkutan) 5. kecuali hak monopoli milik pemerintah Seorang monopolis dapat menentukan harga jual di pasar bagi produk yang dihasilkannya sesuai dengan tingkat keuntungan yang diharapkan.  Seorang monopolis tdk memiliki kekuatan pasar yg tdk terbatas. Apabila monopolis tersebut menginginkan harga jualnya tinggi. sehingga hanya bisa memberikan ruang hidup untuk satu perusahaan saja.

akan tetapi mempunyai kemiringan dua kali lebih besar. Keadaan ini jika dilihat pada sebuah grafik.D O # MR # Q Jumlah barang yang diminta bebanding lurus dengan harganya. artinya pada tingkat output tersebut ia akan memperoleh laba maksimum atau rugi minimum. Seorang monopolis yang rasional akan selalu berusaha menghasilkan output dan kemudian menjualnya pada tingkat yang optimal. Akibatnya kurva penerimaan marginal (MR) mempunyai intersep yang sama dengan kurva permintaan. Kemiringan kurva Penerimaan Marginal (slope MR) lebih kecil dari pada kemiringan kurca biaya marginal (slope MC).Peneriman total (TR) sama dengan harga (P) dikalikan dengan jumlah barang yang dijual (Q). sedangkan penerimaan totalnya (TR) merupakan fungsi kuadrat. ditunjukkan oleh perpotongan antara kurva MR dengan kurva yang menaik. Tingkat output yang akan mendatangkan laba maksimum atau rugi minimum bagi seorang monopoilis adalah apabila terpenuhinya syarat sebagai berikut : 1. Penerimaan Marginal (MR) sama dengan biaya marginal (MC) atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut : MR MR = MC = ∆ TR = ∆Q MC = ∆ TC = ∆Q ∂ Q ∂Q ∂ TC ∂TR 2. Monopolis yang menggunakan lebih dari 132 .

Tingkat output optimum bagi monopolis yang melaksanakan diskriminasi harga terjadi pada saat : 1.= MC n = MR Pada pasar yang berbeda. Tujuan diskriminasi harga ini adalah untuk memperoleh laba oleh produsen. baik secara teknis maupun secara ekonomis.satu macam pabrik (multiplant monopolist) tingkat output optimum tercapai apabila biaya marginal untuk semu proses produksi sama dengan penerimaan margina (MR)-nya. Elastisitas permintaan pada kedua pasar tersebut berbeda. 2.…. MR = penerimaan marginal =………….pabrik n. Kebijaksanaan ini dapat diterapkan pada pasar yang sama dengan segmen pasar yang berbeda. Biasanya pasar yang permintaan lebih elastis akan menjual outputnya dengan harga lebih rendah. pabrik 2. Monopolis benar-benar dapat memisahkan. Penerimaan Marginal (MR) masing-masing pasar sama dengan biaya marginal (MC)-nya. antara kedua pasar tersebut. seorang monopolis dapat menjual outputnya dengan harga yang berbeda. Kebijaksanaan ini disebut dengan kebijaksanaan diskriminasi harga (price discrimination policy). Atau secara matematis dapat ditulis: MR 1 Dimana. =MR2 =……MRn = MC 133 . Atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut: MC 1 = MC 2 Dimana.. Kebijaksanaan diskriminasi harga ini dapat dilakukan oleh monopolis apabila: 1. MC 1 = MC 2=……= MCn = biaya marginl pabrik 1.

sehingga dijullah di pasar lain tanpa mengganggu pasar normalnya. MC = MR1 = yang lain.MCn = biaya marginal pabrik 1. = penerimaan marginal Slope MR 1 < Slope MC. 2. 134 . dan seterusnya. Diskriminasi harga Adalah menjual suatu product yang sama dalam dua/lebih pasar dengan harga berbeda. agar supaya diskriminasi menguntungkan. Syarat-syarat diskriminasi harga adalah sebagi berikut: 1. MC2…. dan Slope MR2 < slope MC. pabrik 2…. MR2 MR = p ( 1. artinya apabila si monopolis tidak mendapatkan keuntungan dari adanya kenaikan harga. 3. Monopolist harus dapat memperthankn terpishnya pasar satu dengan Elastisitas permintaan pada masing-masing tingkat harga harus MR (marginal Revenue) msing-masing pasar sama. berbeda.1 ) e MC = Marginal Coct = biaya marginal MR1 = Penerimaan marginal pabrik 1 MR2 = Penerimaan marginal pabrik 2 e = elastisitas Jenis-jenis diskriminasi harga/dumping 1. MR 2.MC 1. artinya dumping yang ditimbulkan karena suatu perusahaan sewaktu-waktu productnya tidak laku dijul di dalm negeri.pabrik n. Tujuannya adalh untuk memperoleh keuntungan yang optimal. tetapi mereka akan memperoleh keuntungan dengan menetapkan berbagai tingkat harga terhadap suatu product yang sama tersebut kepada konsumen yang berbeda. Sporadic dumping.

yaitu dumping untuk merebut pasar dan meniadakan persaingan. Monopoli dan Kesejahteraan Masyarakat Implikasi terhadap kesejahteraan masyarakat yang perlu diperhatikan adalah bahwa dalam pasar monopoli: 1. Konsumen. Keuntungan monopoli adalah keuntungan yang lebih dari pada keuntungan yang dianggap normal. 3. Namun apabila pasar sudah dikuasai. b. misalnya bagi pemilik factor produksi tenaga kerja yaitu buruh dengan upah yang lebih rendah daripada sumbangan (dalam bentuk output) dari tenaga kerja tersebut jika dinilai dengan harga pasar yang 135 . Volume produksi lebih kecil dari volume output yang optimum. dengan ditetapkan harga jual (=P) di atas ongkos produksi dari unit terakhir outputnya (=MC). Jadi dari segi distribusi penghasilan antar warga masyarakat. karena harganya lebih rendh dari pada biaya rata-rata. Pemilik factor produksi yang digunakan. Persistent dumping. 2. Psar monopoli bisa menciptakan ketidak adilan (yaitu mengapa produsen monopoli menerima keuntungan yang lebih besar dari pengusaha-pengusaha lain). Dari segi masyarakat hal ini merupakan suatu pemborosan. Jadi dalam pasar monopoli tidak memanfaatkan secara penuh adanya economies of scale. Ada kemungkinan keuntungan monopoli tetap bisa dinikmati produsen monopoli dalam jangka panjang. yaitu volume produksi perusahan monopoli lebih rendah dari volume output yang dihasilkan dengan average cost yang minimum (hal ini terjadi daam persaingan sempurna jangka panjang). artinya dumping kontinyu yang timbul pabil produsen secara kontinyu menjual product dengan harga lebih rendah di pasar satu dan harga yang lebih tinggi di pasar lainnya. 3. a. Ada unsure “Eksploitasi” oleh perusahaan-perusahaan monopoli terhadap. Dibayarnya factor produksi dengan harga (MC) yang lebih rendah dari nilai pasar output yang dihasilkan (+P). maka harga akan dinaikkan. Pada awalnya memang perusahaan merugi.2. Predatory Dumping.

Kartel dalah organisasi produsen barang dan jasa yang dimaksudkan untuk mendekte harga pasar. 3. Perusahaan perseorangan seseorang. Misalnya di Amerika ada undang-undang anti trust 2. sehingga barang-barang buatan luar negeri bisa memberikan persaingan. misalnya OPEC (organisasi negara-negara produsen minyak.BENTUK PERUSAHAAN 1. dan pembatasan terhadap kekuasaan monopoli perusahaan tersebut. Kartel yang paling populer. Mencegah timbulnya monopoli itu sendiri. sehingg semua keuntungan yang diperolehnya merupakan Perusahaan perseorangan dalah perusahan yang diawasi dan dikelola oleh 136 . dengan membuat ketentuan-ketentuan khusus terhadap operasi perusahaan monopoli tersebut. 4. Misalnya menurunkan bea masuk atas barang yang serupa dengan product si monopolist. Membuka kran impor. Kebijakan Untuk Mengurangi Efek Negatif Monopolist antara lain : 1. sekarang lebih dikenal dengan nama kartel. Tetapi syarat mutlak dari cara ini adalah bahwa perusahaan Negara tersebut harus bisa bekerja dengan PERSEKUTUAN Persekutuan. Pemerintah mendirikan perusahaan tandingan di dalam pasar tersebut. dengan tujuan untuk memberi persaingan kepada si monopolist dan membatasi kekuasaan monopolinya. Misalnya perusahaan penerbangan pemerintah untuk menyaingi swasta. BENTUK.berlaku bagi output. Eksploitasi menjadi ganda apabila si monopolist juga menguasai pasar input. efisien.

Firma Firma adalah sebuah bentuk perkumpulan usah yang didirikan oleh beberap orang dengan menggunakan nma bersama. a. Perseroan Komanditer Adalah suatu persekutuan yang didirikan oleh beberapa orang yang masingmasing menyerahkan sejumlah yang jumlhnya tidak perlu sama. yaitu semakin banyak saham yang dimiliki seseorang. 137 . Disini semua anggota mempunyai tanggung jawab baik secara sendiri maupun secara bersama sama terhadap hutang piutang perusahaan terhadap pihak lain. 2. b. hak serta kewajibannya terpiah.keuntungan pribadi. Tujuan perusahaan negara yaitu untuk membangun ekonomi nasional. 4. antara yang mendirikan dan yang memiliki perusahaan tersebut. Perseroan Terbatas Perseroan terbatas adalah suatu perushan yang kekayaannya. 3. 5. Ia juga menanggung semua risiko. maka semakin besar pula andil dan kedudukan orang tersebut di dalam perusahaan. artinya yitu orang-orang yang bersedia mengatur perusahaan.Lebih jauh di firma ini seluruh kekayaan pribadi merupakan jaminan berlangsungnya berjalannya perusahaan tersebut.Legalitas seseorang memiliki keikut sertan dalam suatu perusahaan adalah dengan memiliki saham perusahaan. artinya tidak sampai mengorbankan harta pribadi eperti halnya Firma. Sekutu komplementer. Di dalam perseron komanditer (CV) dikenal adanya sekutu (ada 2 macam sekutu) . dimana masyarakatnya dil dan makmur. Sekutu komanditer.. Hutang piutang hanya sebatas kepemilikan saham saja. Apabila salah satu dari anggota tersebut keluar. Perusahaan Negara Adalah perusahaan yang bidang operasionalnya dan modalny secara keseluruhan dimiliki oleh negara. maka firma tersebut secara otomatis bubar. baik keuntungan maupun kerugian yang dideritanya. yaitu orang-orang yang mempercayakan uangnya dan bertanggung jawab terbatas kepda kekayaan yng diikut sertakan di dalam perusahaan tersebut.

PD (Perusahaan Daerah). Koperasi Primer. Adapun masing-masing perusahaan tersebut mempunyai tujuan lain-lain. Koperasi Pusat. adalah gabungan dari minimal 3 gabungan koperasi. Perjan (Perusahaan Jawatan). Banyak jenis koperasi yang ada sekarang ini. Oligopoli  Adalah suatu bentuk organisasi pasar dimana penjual atas sebuah produk yg homogen dan terdiferensiasi jumlahnya sedikit. yaitu koperasi yang terdiri dari gabungan minimal 5 koperasi primer Gabungan koperasi. dari minimal 20 orang. 138 . konsumsi. koperasi simpan pinjam. dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan para anggotanya. b. misalnya Persero dan PD adalah perusahaan yang keuntungan untuk negara. dan lain sebagainya. koperasi dibagi menjadi: a. Koperasi Adalah suatu bentuk badn usaha yang operaionalny di bidang ekonomi.6. Menurut luas usahanya. adalh kopersi yang terdiri dari gabungan minimal 3 koperasi pusat Induk Koperasi. c. misalnya: koperasi produksi. 7. Perusahaan Pemerintah lainnya Perusahan pemerintah yang lain misalnya: Persero. yaitu koperasi yang terdiri OLIGOPOLI Arti kata Oligopoli adalah: beberapa penjual Oligopoli adalah suatu keadaan pasar dimana hanya ada beberapa (misalnya antara 2-10) perusahaan yang menguasai pasar. Perum dan Perjan bertujuan sosial (tidak mencari keuntungan). Perum (Perusahan Umum). baik secara independent (sendiri-sendiri) maupun secara diam-diam saling bekerja sama. d.

setiap tindakan perusahaan akan mempengaruhi persh lain dlm industri tsb dan sebaliknya. Beberapa perusahaan memiliki hak paten secara eksklusif 4. aluminium danbaja). Jk hanya dua persh. Jika Skala ekonomi yang bisa dicapai (jumlah output besar) sehingga dengan sedikit perusahaaan saja kebutuhan pasar sudah terpenuhi. Memiliki pelanggan loyal 5. 139 . Sumber Terjadinya Oligopoli 1. Perusahaan menentukan harga rendah untuk menghalangi perusahaan baru masuk ke industri . merupakan penghalang alamiah untuk masuk ke pasar 3. Contoh oligopoli paling banyak terjadi dlm sektor manufaktur Baja. 2.Mobil dan barang eletronik mrpk produk terdifferensiasi c. aluminium dan semen bersifat homogen b. Karena perusshaan sedikit. Beberapa perusahaan memiliki/menguasai seluruh penawaran bahan baku 6. terjadi duopoli (duopoly)  Jika produknya homogen disebut oligopoli murni (pure oligopoly)  Jika produknya terdiferensiasi disebut oligopoli terdiferensiasi (differentiated oligopoly). Investasi modal yang besar dan input yang terspesialisasi (mobil.

Para konsumen berdatangan ke mata air tsb dgn galon mereka sendiri shg MC adalah nol utk 2 persh tadi”  Asumsi perilaku dasar pd model ini ada pd setiap persh pd saat berusaha memaksimumkan laba. Model Cournot  Diperkenalkan oleh Augustin Cournot (perancis. menganggap duopolis yg lain menghasilkan output yg konstan pd level tertentu. Akibatnya adalah siklus perpindahan dan tindakan balasan oleh duopolis tsb sampai masing-masing menjual sepertiga dati total output industri Oligopoli ada dua tipe: 1. lebih dr 160 tahun yg lalu)  Model ini bermanfaat dlm oligopoli diantara persh yg saling bergantung erat. terutama untuk menentukan harga pasar (biasanya hal ini harus dihindri karena bisa mempersempit perdagangan). Dalm meningktkan keuntungan dilakukan cara memasang iklan dan adanya diversifikasi pasar. Oligopoli dengan differensiasi produk (yaitu setiap perusahaan dengan merkmerk khusus tersendiri) . mobil di Indonesia. 140 . di dalam pasar persaingan sempurna. harganya bisa berubah-ubh dengan cepat tetpi dalm pasar oligopoli harganya cenderung tetap dan pada tahap tertentu harganya bisa naik.Perbedan pasar oligopol dengan psar persaingan sempurna adalah. misalnya: industri kosmetik. Oligopoli bisa menumbuhkan persekutuan.Cournot menganggap“hanya ada 2 persh yg menjual mata air yg sama (identical spring water). Model Oligopoli 1.

permintaan patah (kinked Demand) dan stackelberg untuk model pasar oligopoly yang tidak bergabung. baja. Tingkat “ketergantungan” (interdenpendensi) antara perusahaan satu dengan yang lain.) Ada tidaknya produk differensiasi mempengaruhi sampai berapa jauh permintaan untuk produk suau perusahaan tergantung pada perusahaan-perusahaan lain. pada prinsipnya kita tidak bisa menggambarkan suatu kurva untuk seorang produsen oligopoly. minyak bumi. sebagian besar produknya hampir homogen dan ukuran produsennya relative besar.Barang-barang disebut differensiasi jika karakteristik penting barang tersebut bervariasi. Tanpa asumsi mengenai macam reaksi produsen-produsen lain tidak bisa dianalisa. 2. Aluminium. Oligopoli tanpa differensiasi produk Biasanya dijumpai pada industri dasar. Oleh karena itu ada beberapa model yang menggambarkan keadaan pasar oligopoly antara lain: 1. kecuali kalau kita tahu perilaku atau macam reaksi apa yang akan dilakukan produsen outputnya. Kartel dan kepemimpinan untuk pasar oligopoly yang bergabung 141 . 2. Bertrand. sehingga analisa mengenai perilaku produsen dalam industri. maka semakin tidak tergantung kurva permintaan suatu perusahaan pada perilaku perusahaan lain. Semakin kecil ketergantungan tersebut semakin bisa lebih pasti digambarkan kurva permintaannya. Oligopoli tanpa ada differensiasi produk harus mengambil asumsi yang menyerderhanakan mengenai reaksi-reaksi perusahaan lain. Chamberlin. Semakin besar tingkat differensiasi produk yang ada. Sebaliknya bila tingkat ketergantungan tersebut besar. pipa. Mungkin macam reaksi produsen-produsen lain adalah begitu luasnya. Dalam pasar oligopoly.Industri seng. Cournot. masing-masing perusahaan tidak tahu persis reaksi apa yang akan diambil oleh produsen lain apabila salah satu produsen yang ada di dalam pasar melakukan kebijaksanaan. hal ini mempunyai implikasi terhadap kurva permintaan seorang oligopolist. dan barang tersebut tidak ada barang pengganti yang mendekati. (misalnya.

Model Chamberlin pada pasar oligopoly dinyatakan bahwa keseimbangan stabil di pasar terjadi apabila pasar tersebut disepakati hanya ada satu tingkat harga. Dalam model Bertrnad ini tidak mengarah pada tingkat keuntungan pasar yang maksimum serta pada tingkat yang lebih rendah daripada posisi itu. Pasar oligopoly model patah diformulasikan oleh Sweezy. Krena pada tingkat ini berarti bahwa MR produsen sama besar dengan MC-nya. 1 n+1 atau n ( 1 n + 1 ) Dalam hal ini jelas bahwa semakin banyak perusahaan yang terdapat di pasar.Dalam model Cournot dianggap bahwa barang yang dihasilkan bersifat homogen dan struktur biaya produksi marginal = 0. maka masing-masing perusahaan akan menghasilkan output sebanyak . Hal ini disebabkan karena anggapan bahwa masing-masing produsen tidak pernah memanfaatkan pengalamanpengalamannya pada masa lalu. sehingga keseimbangan stabil akan terganggu dan ini tidak bisa dipecahkan memlalui mekanisme pasar monopoli. Penetapan harga ini bertujuan untuk mamaksimumkan keuntungan perusahaan masing-masing. Hal ini karena model Chamberlin menganggap bahwa produsen menyadari diantara mereka ada saling ketergantungan satu dengan lainnya. maka akan semakin banyak pula jumlah output yang ditawarkan di pasar. apapun kebijaksanaan yang dilakukan pesaingnya. Dalam model ini juga menganggap bahwa tidak ad perusahaan baru yang masuk ke dalam pasar. Secara umum dapat dikatakan bahwa apabila di pasar ada n perusahaan. Output keseimbangan dalam model ini mendekati output keseimbangan pada pasar persaingan sempurna. dengan tingkat harga yang lebih murah. Dalam model Bertrand dianggap masing-masing perusahaan memperkirakan pesaingnya tetap mempertahankan tingkat harga jual output. maka secara umum dapat dikatakan 142 . Dalam model ini keseimbangan perusahaan ditentukan pada waktu garis permintaan yang dihadapi produsen yang berbentuk patah.

Ditinjau dari Segi Tujuannya. maka ia mengharapkan pesaingnya tidak akan mengikuti kebijaksanaannya. maka ia mengaharapkan produsen pesaingnya akan mengikuti kebijaksanaannya. Model Stackelberg pada pasar oligopoly pada intinya beranggapan bahw adanya salah satu produsen yang cukup kuat posisinya. Dalam keadaan ini kedua perusahaan tersebut akan bersaing untuk menjadi pemimpin di pasar yaitu dengan jalan perang harga (price war). Kartel adalah gabungan dari beberapa produsen yang menjual ouputnya di pasar oligopoly. Namun apabil ada dua perusahaan yang kuat. Kurva permintaan bagi perusahaan yang berbentuk patah mencerminkan bahwa perilaku oligopolist di pasar. maka posisi keseimbangan yang stabil akan terganggu. Tujuan dari kartel ini memaksimumkan keuntungan perusahaanprusahaan anggotanya. Tetapi sebaliknya apabila I menaikkan harga jual. Kartel dibedakan menjadi dua: 1. Bentuk kurva permintaan yang patah adalah bentuk pencerminan dari adanya ketidak pastian oligopolies terhadap perkiraan perusahaan pesaing. apabila ia menurunkan tingkat harga jual. Perang harga ini akan terhenti apabila salah satu dari mereka bersedia jadi pengikut dan posisi keseimbangan stabil akan tercapai kembali. Kartel denga tujuan memaksimumkan keuntungan 143 .bahwa kurva MR dapat berpotongan dengan kurva MC di mana saja pada bagian kurva MR yang patah. sehingga ia dapat memaksa produsen lain untuk mengikuti segala l\ketentuannya. Model kurva permintaan yang patah ini dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa dalam paar oligopoly tingkat harga output yang terjadi di pasar cenderung tetap atau tidak berubah-ubah. dengan jalan menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang berlaku bagi seluruh perusahaan anggota kartel. Perusahaan yang kuat ini berfungsi sebagai pemimpin untuk menentukan posisi keseimbangan yang stabil. yaitu apabila ia menurunkan tingkat harga jual. Hal ini berarti bahwa adanya perubahan struktur biaya produksi yang tidak akan berpengaruh terhadap tingkat output dan harga keseimbangan perusahaan. maka kebijaksanaan-kebijaksanaan dapat diarahkan menyerupai pasar monopoli. Dengan membentuk kartel ini.

Penggabungan dengan model kepemimpinan harga oleh perusahaan yang dengan struktur ongkos terendah. sedangkan perusahaan yang lain bertindak sebagai follower (pengikut). maka ada kecenderungan dari perusahaan-perusahaan anggota melanggar perjanjian yang telah disepakati. Pada prinsipnya posisi optimum dicapai pada tingkat output di mana MR kartel dipotong oleh MC-nya dari bawah. tetapi juga membagi jatah output yang harus diproduksi oleh masing-masing perusahaan anggota dan juga pembagian keuntungan diantara mereka. Bentuk lain dari penggabungan produsen yang menjual outputnya di pasar oligopoly adalah model kepemimpinan harga (price leadership). Penggabungan dengan model kepemimmpinan harga oleh perusahaan yang dominant. 3. Dalam model ini mengatakan bahwa perusahaan yang mempunyai posisi yang paling kuat akan bertindak sebagai leader (pemimpin). 2. Kartel yang bertujuan membagi pasar. Keadaan ini yang akan mengakibatkan kegagalan kartel untuk mencapai tujuannya. Apabila kewibawaan ini tidak ada.2. Keberhasilan suatu kartel biasanya tergantung pada kewibawaan dari kartel di mata perusahaan-perusahaan anggotanya. Dalam model kepemimpinan harga ada tiga macam bentuk penggabungan yaitu: 1. Keadaaan semacam ini mirip dengan pasar monopoli yang mempunyai beberapa pabrik (multiplant-monopoly). Oligopoli dan Kesejahteraan Masyarakat 144 . Penggabungan dengan model kepemimpinan harga oleh perusahaan yang bersifat barometris. Biasanya masalah yang dihadapi oleh kartel bukan saja menentukan output yang dapat memaksimumkan keuntungan.

karena unsure persaingan antar perusahaan adalah cukup kuat (meskipun tidak dalam bentuk persaingan harga). karena baik kurva permintaan maupun perilaku perusahaan-perusahaan oligopoly mengandung lebih banyak ketidak tentuan disbanding dengan sebuah perusahaan monopoli (yaitu target perusahaan lebih kabur). hal ini akan merugikan masyarakat secara makro. sehingga dorongan untuk berlomban di bidang penemuan proses produksi baru. produk baru dan penurunan biaya produksi. pengalaman dan penelitian menunjukkan bahwa justru dalam industriindustri oligopoly kita jumpai adanya inovasi dan penerapan teknologi baru yang paling pesat. Disatu pihak oligopoly menimbulkan efek-efek negative dalam bentuk: 1. Kemungkinan adnya ketidak efisienan produksi karena setiap produsen tidak beroperasi pada AC yang minimum. 4. yaitu : 145 . Hal ini disebabkan bukan hanya karena jumlah perusahaan yang harus diawasi lebih banyak dari pada monopoli. Kemungkinan adanya keuntungan yang terlalu besar (excess profit) yang dinikmati oleh para produsen oligopoly dalam jangka panjang. cukup kuat pula (lebih kuat dari pada kasus monopoli) Secara umum bisa dikatakan bahwa kebijaksanaan-kebijaksanaan untuk mengurangi efek negative dari oligopoly tersebut lebih sulit dilaksanakan dari pada kebijaksanaan terhadap perusahaan monopoli. Di lain pihak.Efek kesejahteraan dari bentuk pasar oligopoly kurang lebih sama dengan monopoli. Kemungkinan adanya “eksploitasi” terhadap konsumen maupun buruh (karena P > MC) seperti dalam kasus monopoli. Hal ini disebabkan karena perusahaan-perusahaan tersebut cukup besar dan mampu untuk menyediakan dana untuk pengembangan dan penelitian. Namun demikian ada beberapa kebijaksanaan umum yang mungkin bisa diambil untuk mengurangi efek-efek negative tersebut. tetapi juga karena sulitnya merumuskan kebijaksanaan yang tepat. Ketegaran harga (terutama ke bawah) sering dikatakan menunjang adanya inflasi yang kronis. 3. 2.

Diadakannya undang-undang (misalnya di Amerika Serikat: antitrust Law). misalnya Rokok). yang melarang adanya kerjasama diantara para pengusaha oligopoly (baik secara diam-diam atau secara terbuka) Adanya kera sama (collusion) tersebut akan dorongan untuk bersaing antara mereka sendiri di bidang harga maupun non harga maupun non harg dan sekaligus memperbesar kemampuan mereka untuk mengeksploitir konsumen dan buruh. dan perusahaan-perusahaan menganggap bahwa harga perusahaan lain dianggap tetap. Kemungkinan kebijaksanaan yang lebih drastic adalah mencoba merombak struktur pasar yang oligopolistic tersebut antara lain dengan menentukan batas maksimum dari ukuran suatu badan usaha dan melarang diadakannya penggabungan (merger) antara perusahaan-perussahaan yang telah ada. 3. produknya identik. Pemerintah harus menjaga agar hambatan-hambatan bagi perusahaan baru untuk masuk ke dalam industri/pasar oligopoly tersebut ditekan sampai sekecil-kecilnya. Perbedaannya adalah pada persaingan sempurna. Jadi monopolistic 146 . PERSAINGAN MONOPOLISTIK Adalah suatu keadaan pasar yang ditandai oleh banyaknya industri pengecer (menjual produk-produk serupa tapi tidak sama. bukan untuk meningkatkan efisiensi produksi. 2. sedangkan pada persaingan monopolistis produknya didifferensiasikan (tidak identik). dan penjual. mudah keluar masuk industri.1. misalnya berpendapat bahwa seringkali merger dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dengan tujuan untuk menguasai pasar. Persaingan monopolistis menyerupai persaingan sempurna dalam 3 hal (banyak pembeli. Tujuannya adalah agar perusahaan-perusahaan oligopoly yang telah ada merasakan adanya persaingan potensial yang lebih kuat sehingga mendorong mereka untuk berprilaku lebih kompetitif di bidang harga maupun non harga. Profesor George Stigler.

Ada prediksi yang cukup mengejutkan mengenai model ini bahwa 147 . pelayanan yang lebih baik. detergen. Masing2 terlalu kecil untuk mempengaruhi pasar  4.lokasi yg lebih baik. lokasi. Perbedaan yang ada dalam pasar monopolistic adalah muncul antara lain karena . Kasus klasik dari persaingan monopolistic adalah pasar eceran bahan bakar. tetapi kekuatan monopolinya terbatas karena banyak produk substitusi yang dekat)  3. harga yang lebih murah karena memiliki kekuatan monopoli atas pesaing. Ciri2 Pasar Persaingan Monopolistik  1. Contoh : salon kecantikan. restoran dan lain lain. Produk terdiferensiasi (unsur Monopoli. produk yang lebih bervariasi. pasta gigi. Kegiatan promosi sangat aktif Model monopolistic memberikan wawasan penting dalam Kapitalisme Amerika. obat influenza.  Perusahaan bersaing berdasarkan keunikan produk. Kita bisa pergi ke pom bensin X karena pompa bensin tersebut mengyenangkan dan menyediakan air bersih. dan sebagainya. dan model (misalnya pakaian).Terdapat banyak penjual (unsur PPS)  2. ragam jenis.Merupakan bentuk organisasi pasar yang terletak diantara 2 jenis pasar yang ekstrim yaitu Pasar Persaingan Sempurna dan Monopoli. mutu. Namun pompa bensin X hanyalah salah satu dari pompa bensin yang jumlahnya begitu banyak dan kita lihat bahwa bahan baker tersebut pada setiap pompa bensin tersebut hampir sama. rokok.

banyak perusahaan kecil yang menjual berbagai produk yang dideferensiasikan sehingga mempunyai permintaan yang miring ke bawah. tingkat keuntungan mungkin saja rendah atau nol. ratusan cereal yang sebenarnya identik. Ekuilibrium terjadi ketika MR = MC pada titik E. Setiap perusahaan menganggap bahwa harga pesaingnya sudah tertentu (tetap). Sebagian pakar ekonomi percaya bahwa inefisiensi sudah menjadi pembawaan persaingan monopolistic. Dalam persaingan monopolistis. para pengecam monopolistic melanjutkan kritikannya seperti. yaitu senuanya dijual dengan harga yang jauh di atas biaya marginal. dan harga pad titik G. maka perusahaan tersebut mendapat keuntungan yaitu sebesar daerah ABGC. Karena harga berada di atas AC. 148 . Industri-industri inilah yang sama sekali tidak kita butuhkan. Kita memiliki tempat ratusan ribu tempat penjualan eceran. Persaingan Monopolistis Sebelum Perusahaan lain memasuki Industri P d • G B MC AC Harga A E MR 0 Kuantitas d 0 Gambar diatas menunjukkan bahwa Pesaing Monopolistis memproduksi banyak barang yang serupa.industri yang bersaing secara tidak sempurna. IKA dipandang dari sudut ketidakefisienannya.

Kurva dd semula menguntungkan seorang penjual dalam gambar sebelumnya(Persaingan Monopolistis Sebelum Perusahaan lain memasuki Industri) akan bergeser ke kiri bawah karena masuknya para pesaing baru. sepanjang P>AVC 149 .Persaingan Monopolistis setelah Perusahaan Lain Memasuki Industri P MC Harga d’’ • MR’ G’ E’ d’’ AC Kebebasan pesaing monopolistis untuk memasuki pasar menurunkan keuntungan sampai nol. dan setiap produsen berada pada cabang sebelah kiri yang menurun dari kurva AC jangka panjangnya. Masuknya pesaing akan berhenti hanya jika setiap penjual telah dipaksa mencapai suatu garis persinggungan jangka panjang (tanpa keuntungan) seperti pada titik G’. dan sangat elastis terhadap perubahan harga (karena banyak produk substitusi)  Tingkat output terbaik dalam jangka pendek dicapai ketika MR=MC. harga tetap di atas MC. Pada ekuilibrium jangka panjang. Penentuan Harga dan Output Jangka Pendek dalam Pasar Persaingan Monopolistik  Kurva Permintaan memiliki kemiringan negatif.

P>ATC perusahaan laba. Karakteristik pasar bebas 150 . P=ATC perusahaan mencapai titik impas. Bentuk-bentuk campur tangan pemerintah 3. Jangka pada tingkat output terbaiknya. MR=MC<P pada tingkat output terbaiknya BAB 8 KEBIJAKAN PEMERINTAH DAN PASAR BEBAS Tujuan: 1. P<ATC perusahaan rugi  Kurva permintaan negatif. Tujuan Kebijakan Harga 4. Tujuan campur tangan pemerintah 2. Mahasiswa mengetahui krakteristik pasar bebas Pembahasan Materi: 1. Mahasiswa dapat mengetahui tujuan kebijkan pemerintah 2. Mahasiswa mampu menganalisis implementasi penentuan harga 3.

Mengatasi masalah pengangguran. kenaikan harga dan pertumbuhan ekonomi 2. Menjamin terhindarnya penindasan dan ketidakseimbangan dalam masyarakat 5. Menyediakan barang publik yang mencukupi 3. Mengawasi kegiatan perusahaan agar tidak tumbuh menjadi perusahaan monopoli yang merugikan perekonomian 4.Tujuan campurtangan pemerintah 1. Mengatasi ketidakmerataan distribusi pendapatan 151 . Secara langsung menjalankan beberapa kegiatan ekonomi 3. Membuat dan melaksanakan peraturan dan undang-undang 2. Melakukan kebijakan fiskal dan moneter Tujuan kebijakan pemerintah 1. Mengurangi eksternalitas yang merugikan 2. Memastikan pertumbuhan ekonomi diwujudkan dengan efisien Bentuk-bentuk campurtangan pemerintah 1. Menjamin faktor produksi digunakan dan dialokasikan pada berbagai kegiatan ekonomi secara efisien 3.

expected inflation. Pengaruh kebijakan moneter terhadap struktur ongkos dapat dibagi menjadi tiga saluran. kebijakan moneter yang dipilih sebaiknya adalah yang efeknya terhadap struktur ongkos bersifat minimum. yaitu kebijakan pemerintah dalam pengaturan jumlah uang yang beredar. dan suku bunga. nilai tukar. Perlu suatu kajian lanjutan mengenai interaksi dari ketiga efek tersebut sehingga ada bukti secara kuantitatif tentang bagaimana kebijakan moneter mempengaruhi struktur ongkos perusahaan. Dari sisi permintaan agregat. Menghasilkan barang yang juga dapat dihasilkan oleh swasta (rumah sakit. Menghasilkan barang publik 2. angkutan darat dll) Melakukan Kebijakan moneter dan fiskal Kebijakan moneter. Agar bisa efektif. Apabila suatu kebijakan moneter dapat secara efektif mempengaruhi permintaan 152 . kebijakan moneter diperkirakan dapat efektif secara penuh karena harga relatif kurang dipengaruhi oleh kondisi permintaan. Kebijakan tersebut juga dapat meningkatkan ekspektasi inflasi baik secara langsung melalui sisi permintaan agregat maupun secara tidak langsung melalui peningkatan harga barang-barang tradable. Kebijakan yang bersifat ekspansioner dapat menyebabkan terjadinya depresiasi yang pada gilirannya dapat menaikan harga-harga produk manufacturing melalui peningkatan harga bahan baku yang diimpor. Di lain pihak ongkos perusahaan bisa jadi turun melalui penurunan pembayaran bunga atas kredit perbankan.Membuat dan melaksanakan Peraturan dan undang-undang Menciptakan suasana ekonomi dan sosial yang mengarah terciptanya sistem mekanisme pasar yang efisien dan lancar Memastikan agar persaingan dilakukan secara bebas dan menghindari terjadinya monopoli Secara langsung melakukan kegiatan ekonomi 1. Oleh karena itu efek bersih suatu kebijakan moneter terhadap struktur ongkos perusahaan sangat tergantung pada besaran efek nilai tukar dan ekspektasi inflasi yang berbanding terbalik dengan efek dari suku bunga.

Keadilan dalam distribusi pendapatan 153 . TUJUAN KEBIJAKAN HARGA Secara umum. proses politik sangat diperlukan untuk menentukan: Berapa jumlah barang publik yang harus disediakan. Memacu pertumbuhan ekonomi Fungsi kebijakan fiskal 1). Meningkatkan efisiensi penggunaan faktor produksi 3). Mengendalikan tingkat harga 2). maka pada gilirannya perubahan permintaan agregat tersebut akan lebih banyak berpengaruh terhadap output dan persediaan dibandingkan terhadap harga.Meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya 2). meskipun pemerintah berkewajiban untuk menyediakan jasa tersebut kepada masayarakat. Bagaimana implikasinya terhadap distribusi biaya yang akan menjadi tanggung jawab para individu Alasan mengapa pemerintah harus terlibat dalam penentuan harga barang: 1). Hal ini bukan berarti bahwa penyediaan jasa publik tidak menimbulkan biaya Dalam beberapa kasus. Memeratakan distribusi pendapatan (misalnya diterapkan pajak progresif yaitu tingkat pajak yang semakin tinggi untuk pendapatan yang semakin tinggi.agregat. Fungsi kebijakan moneter 1). pemerintah tidak akan menjual jasanya kepada masyarakat. yaitu kebijakan pemerintah dalam memungut pajak dan membelanjakanya dalam kegiatan-kegiatannya. Kebijakan fiskal secara umum digunakan untuk menjaga agar perekonomian berjalan stabil dan tumbuh sesuai dengan kondisi yang terjadi pada suatu waktu tertentu. 2). Pemerintah menyediakan jasa kepada masayarakat tanpa harus membayar. Menggalakan kegiatan ekonomi (misal dimasa pengangguran) 3). Kebijakan fiskal.

ketika jalan itu terwujud. ketika. konsumen yang semula menyembunyikan kebutuhannya sekarang ikut menumpang lewat. perusahaan yang kurang efisien hnya akan berpartisipasi jika harga relatif tinggi. sehingga kesempatan tersedianya barang di pasar sangat kecil Dalam hal ini pemerintah perlu turun tangan untuk menjamin bahwa manfaat eksternal juga harus dipertimbangkan Kebijakan harga oleh pemerintah biasanya mencakup tindakan-tindakan yang diperlukan dengan tujuan:  Pasar bekerja lebih baik  Terdapat perbaikan dalam arus informasi  Monopoli dapat dikurangi  Terdapat batasan bagi perusahaan-perusahaan baru yang masuk dalam pasar Pemenuhan Barang Publik Pasar terdiri dari empat komponen penting. atau penumpang gelap. Adanya harga dan kuantitas yang ditransaksikan di pasar tersebut. Kejadian tersebut disebut free rider. barang yang ditransaksikan di pasar bersifat nonrival. beberapa.Terdapat penjual yang melayani konsumen tersebut. yang berpartisipasi di pasar tergantung dari tingkat efisiensinya. jalan akan dibangun diumumkan kepada masyarakat. 2). 1). tidak lain adalah konsumen yang tidak mau ikut menanggung biaya pengadaan. 3). Jika. Perilaku konsumen tersebut digambarkan sebagai kurve permintaan yang makin besar jumlah yang ingin dikonsumsi ketika harga semakin rendah. Akan tetapi. Perusahaan yang lebih efisien dapat tetap berpartisipasi ketika harga turun menjadi sangat rendah. atau banyak.Biasanya perusahaan hanya akan mempetimbangkan manfaat pribadi dalam menentukan berapa banyak barang yang harus disediaka. yaitu. 154 . penjual bisa hanya satu. Misalnya. Sebaliknya. maka sebagaian konsumen akan mengatakan tidak membutuhkn jalan itu. Adanya pembeli yang membentuk permintaan umum yang terdiri dari berbagai konsumen dengan aneka daya beli yang dimiliki. maka konsumen bisa menyembunyikan kebutuhnnya. misalnya jalan.

penduduk yng lebih kaya mengekpresikan kurve permintaan yang lebih tinggi. harus melibatkan pemerintah. Sama seperti no3 diatas. PENENTUAN HARGA BARANG PUBLIK Penentuan harga barang publik oleh pemerintah sangat tergantung dari tujuannya. sekaligus menunjukkan tingginya biaya untuk menghasilkan barang tersebut oleh produsen 155 . Permintaan listrik agregate dari dua kelompok dapat digambarkan sebagai penjumlahan kedua kurve permintaan.Dijual dengan tingkat harga tertentu yang berbeda dengan harga pasar 3). Hal tersebut diatas menunjukkan bahwa pasar dalam pengertian yang biasa tidak dapat memecahkan masalah pengadaan barang yang konsumsinya bersifat nonrival. pemerintah mempunyai tiga pilihan: 1).Diberikan secara gratis kepada konsumen Setiap alternatif keputusan yang diambil selalu ada konsekuensinya Dalam ekonomi. Pemerintah dapat memainkan peran dengan mengadakan barang tersebut dan memaksakan pembayaran produksinya kepada seluruh warga negara. Pengadaan barang konsumsi berasama yang bersifat nonrival. Sebagai contoh terdapat sebuah pemerintah dengan dua kelompok penduduk untuk pengadaan sutu barang publik – misalnya lampu jalan. Supaya terpenuhi asas adil. Kelompok kedua.Dapat dijual dengan harga pasar 2). dalam kaitannya dengan penyediaan barang dan jasa. harga tersebut diberlakukan berbeda kepada kelompok miskin dan kelompok kaya. kurve permintaan penduduk tersebut berada pada level yang lebih rendah. kelompok pertama adalah kelompok pnduduk miskin dengan permintaan yang lebih rendah. tingkat harga merupakan suatu tanda tingginya nilai dimana konsumen bersedia untuk membayar atas barang/jasa yang dihasilkan oleh produsen. Pertemuan kurve agregat dengan kurva suplai yang tidak lain adalah pemerintah menunjukkan harga jual dan kuantitas listrik yang harus diproduksi. Kelompok miskin dipungut lebih rendah dan kelompok kaya dipungut lebih tinggi.4).

Di satu sisi konsumen ingin harga pangan murah. Pemerintah perlu melindungi kedua kepentingan tersebut agar konsumen dan produsen tidak menderita. pemerintah akan dapat mempengaruhi jumlah produksi yang dihasilkan.Dalam mekanisme pasar persaingan sempurna. Harga terendah (floor). Namun apabila peningkatan penawaran membutuhkan tenggang waktu. di lain sisi produsen ingin agar produksinya terjual dengan harga yang layak. p = MC = MR sehingga. tujunnya untuk melindungai produsen 2). tujuannya untuk melindungi konsumen Keberhasilan kebijakan ini tergantung dari ketersediaan dana untuk operasi (market operation) 156 . Harga tertinggi (ceiling). penyesuaian produksi akan mengikuti pola Cobweb Theorem (sarang labalaba) KEBIJAKAN PENYANGGA (Buffer Stock Policy) Dalam perumusan kebijakan harga biasanya pemerintah dihadapakan pada dilema kepentingan. Langkah yang biasanya diambil oleh pemerintah adalah menentukan: 1). konsumen akan membeli barang-barang sampai kondisi equilibrium tersebut tercapai IMPLEMENTASI PENENTUAN HARGA Tujuan khusus dari kebijakan penentuan harga adalah:  Mendorong produksi  Memelihara kestabilan Ada dua pendekatan yang dapat digunakan untuk melakukan analisis penyediaan produk pertanian:  Kebijakan harga positif  Kebijakan harga negatif Dengan mengubah harga. seperti barang pertanian Peningkatan harga (untuk produk pertanian) akan mendorong peningkatan penawaran. apabila konsumen ingin memaksimalkan kepuasannya. pada tingkat equilibrium.

Fungsi distribusi 3). Masing-masing fungsi memiliki keterkaitan yang berbeda dalam perlakuanmya. Melalui tinjauan ini dikemukakan pandangan ekonomi tentang fungsi alokasi. contohnya seperti kebijakan yang mengatur variable ekonomi makro yang menggunakan instrumen kebijakan moneter (pencetakan uang. Fungsi-fungsi tersebut menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah pusat. Pengertian penyerahan desentralisasi. devaluasi). dan kebijakan fiskal (keseragaman perpajakan). distribusi dan stabilisasi.TINJAUAN TENTANG FUNGSI EKONOMI PEMERINTAH Fungsi ekonomi pemerintah terdiri dari tiga fungsi pokok. seperti dikemukakan sebagai berikut : Fungsi alokasi memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan penyediaan dan pelayanan barang-barang publik yang peruntukannya secara komunal dan tidak dapat dimiliki secara perorangan. Fungsi alokasi 2). fungsi distribusi dan fungsi stabilisasi. namun untuk menuju kepada sistem pemerintahan yang efektif dan efisiens sebagian besar wewenang dan tanggung jawab pemerintah pusat didesentralisasikan kepada pemerintah daerah dan tetap menajdi wewenang dan tanggung jawab pemerintah pusat.Fungsi stabilisasi. yaitu: 1). yang ditujukan untuk mengatur dan mengurus perekonomian daerah dalam rangka menciptakan stabilitas perekonomian secara nasional. Fungsi distribusi memiliki keterkaitan erat dengan perataan kesejahteraan masyarakat dalam arti proporsial tetap menjadi perhatian dalam rangka mendorong tercapainya pertumbuhan yang optimal. yang dijadikan referensi dalam usaha menemukenali dan merangkum pandangan mengenai fungsi ekonomi pemerintah. dibidang ekonomi pemerintah. daerah adalah untuk sebagian kewenangannya kepada pemerintah melaksanakan fungsi alokasi. 157 .

menyebutkan bahwa barang-barang publik dibatasi oleh dua sifat yaitu: Konsumsinya tidak dapat dibagi-bagi Tidak dapat dibagi-bagikan kepada orang-perorang. barang publik lokal dan barang publik nasional. Menurut penyediaannya. misalnya pasar jauh dari persaingan sempurna maka pemerintah akan turut campur tangan dalam pengalkasian sumberdaya. barang publik ini dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu. Hal ini karena sangat terkait erat dengan barang-barang publik yang nilainya sangat besar. yaitu: Tidak dimungkinkannya menjatah barang-barang publik bagi setiap individu (orang-perorang).Fungsi sdtabilisasi memiliki keterkaitan erat dengan fungsi mengatur variable ekonomi makro dengan sasaran untuk mencapai stabilitas ekonomi secara nasional. Barng publik lokal adalah barangbarang yang menurut penyediaannya oleh pemerintah daerah dan secara tehnologi layak & perolehan keuntungannya dinikmati oleh penduduk setempat. 1986 (dalam Syahrir. Sangat sulit untuk menjatah dan membagi-bagikan barang publik. Fungsi Alokasi Kewenangan ekonomi yang paling utama dan memperoleh porsi yang terbesar bagi pemerintah daerah adalah fungsi alokasi. disebutkan ada 2 (dua) elemen yang selalu ada pada setiap barang publik. Sedangkan barang publik nasional adalah barang-barang yang penyediaannya oleh pemerintah pusat dengan perolehan keuntungan yang dinikmati oleh selain penduduk setempat juga masyarakat dalam suatu negara. Dalam hal produksi atau konsumsi sesuatu barang dan jasa menimbulkan biaya atau memberikan keuntungan eksternal terhadap produsen atau konsumen lain 158 . Sedangkan menurut King (1984 : hal 10). Terdapat beberapa alasan yang melandasi adanya intervensi pemerintah dalam pengalokasian sumber daya sebagai dikemukakan berikut ini : Ekonomi kompetitif yang sempurna dengan asumsi-asumsi tertentu bahwa akan menjamin alokasi sumberdaya secara optimal. Menurut Stiglitz. 1986 : hal 4). Disini bila kejadiannya berbeda dengan asumsi.

harga nol atau dengan memberikan perangsang kepada pihak swasta untuk penyediaannya. Ada kecenderungan bahwa pemerintah mendorong konsumsi barang-barang yang dikonsumsi dalam jumlah banyak (merit) melalui penyediaan dengan subsidi. Melalui desentralisasi secara umum akan dapat menumbuhkan inovasi dan menghasilkan eksperimentasi barang-barang publik. dan mengatur tingkat produksi eksternal dengan cara lain. Pemerintah dari berbagai tingkatan harus saling bekerjasama dan jika salah satunya mengabaikan keingninan warganya maka mereka dapat melakukan tekanan pada pemerintah. Akan tetapi diakui ada 159 . Menurut King. namun berbeda halnya bila penyediaan oleh pemerintah pusat ada kemungkinan penyediaannya secara seragam dengan daerah lainnya yang hal ini dapat terjadi kurang sesuai dengan selera penduduk setempat.maka pemerintah akan turut campur tangan dengan mengatur pajak dan subsidi terhadap barang-barang tersebut. Penyediaan yang dilakukan oleh daerah akan lebih sesuai dengan kebutuhan dan selera penduduk setempat. birokrat pada tingkat bawah memiliki pengetahuan yang lebih tentang keinginan penduduknya. jika dibandingkan apabila dilakukan dengan sistem sentralisasi. Alasan-alasan yang mendukung peran alokasi oleh pemerintah daerah adalah : Kemungkinan besar akan terjadi perpindahan penduduk ke daerah lain. Desentralisasi akan dapat menjamin kontrol yang lebih demokratis terhadap aparat. Sebaliknya pemerintah juga cenderung menghambat konsumsi barang-barang yang dikonsumsi dalam jumlah sedikit (demirit) melalui kebijaksanaan pajak. ada 4 (empat) alasan mengapa penyediaan oleh daerah lebih berkesuaian dengan keinginan penduduknya. yaitu : Dalam sistem pemerintahan yang bertingkat. Penyediaan oleh daerah menghasilkan barang dan jasa publik lokal yang lebih efisien dan penduduk menjadi lebih sadar akan biaya pelayanan. 1984. hal ini akan menimbulkan masalah yang terkait dengan penyediaan lokal. manakala mereka merasa tidak puas dengan pelayanan yang diperoleh didaerahnya.

Kemungkinan terjadinya pengeluaran yang berlebihan dari dana pinjaman/hutang yang berlebihan Kemungkinan terjadinya penyediaan yang berlebihan atas kegiatan ekonomi yang dibiayai dari pungutan pajak. yang kemungkinannya dapat terjadi karena kurangnya pengalaman mengatur pengeluaran oleh pemerintah daerah. Selain itu dari sisi persaingan. Hal ini diperkuat dengan adanya beberapa alasan berikut ini : Kemungkinan terjadinya eksport. dapat terjadi keberadaan dan kemampuan pemerintah daerah dalam mengembangkan daerahnya menajdi ancaman dan kendala bagi pemerintah pusat di dalam menentukan kebijaksanaan. Pemerintah daerah mungkin mengabaikan keuntungan yang diperoleh dari faktor eksternal bagi mereka yang bukan penduduk setempat sehingga kurang penyediaan pelayanan bagi mereka padahal berpotensi mendatangkan keuntungan.beberapa kelemahan yang dinilai kurang mendorong pelayanan yang efisien. Masalah lain yang kemungkinan timbul dalam kaitan dengan desentralisasi fungsi alokasi ini adalah dengan cara apa dan bagaimana menggali potensi pajak yang sesuai untuk pemerintah daerahnya. Efisiensi penyediaan pelayanan publik yang rendah. Pemerintah daerah kurang intensif menggali potensi yang berkembang dari penyediaan pelayanan. Kemungkinan terjadinya penyediaan pelayanan kurang efisien sebagai akibat dari upaya menarik industri ke daerah atau menahan industri yang telah ada. sehingga untuk menajmin stabilitas secara nasional perlu dilakukan pengendalian dan pengawasan yang intensif dari pemerintah pusat. Fungsi Distribusi 160 . dilain pihak kesejahteraan penduduk kurang mendapat perhatian. Kemungkinan terjadinya pengeluaran yang berlebih oleh birokrat dalam usahanya memaksimalkan kesejahteraan mereka. dimana beberapa beban pajak lokal dialihkan kepada bukan penduduk setempat.

Menurut Paully (1973. hal ini dianggap akan membuka peluang timbulnya masalah baru yang berkaitan dengan migrasi penduduk. (1984 : hal 32). Sedangkan menurut King (1984 : hal 33) harus ada suatu kebijakan dasar retribusi nasional dan pemerintah daerah seharusnya diijinkan untuk mengubah derajat distribusi diwilayahnya. Disisi lain bahwa kebijaksanaan retribusi tunggal yang seragam didasarkan pada rasa kekhawatiran bahwa bila diberlakukan kebijaksanaan yang tak seragam dan desentralisasi akan menyebabkan berpindahnya sebagian penduduk daerah tersebut kedaerah lain yang menjanjikan penghasilan yang lebih besar dibandingkan didaerah asal. Fungsi stabilisasi ini berkaitan erat dengan fungsi mengatur variabel ekonomi makro dengan instrumen kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Fungsi Stabilitas Sesuai dengan nama stabilisasi maka fungsi stabilisasi ini dimaksudkan untuk menciptakan stabilitas ekonomi suatu negara. Kecilnya kewenangan dan dukungan yang dilimpahkan oleh pemerintah pusat dalam fungsi distribusi ini adalah didasarkan pada asumsi bahwa bila pelimpahan kewenangan dan dukungan pemerintah pusat cukup besar maka dikhawatirkan akan menimbulkan masalah yang berkaitan dengan distribusi pendapatan yang seragam dibeberapa daerah karena akan kurang memberikan inovasi dan rangsangan untuk mengembangkan potensi sumberdaya yang dimiliki atau yang tersedia di daerahnya. dalam bukunya King. tingkat retribusi yang optimal akan lebih besar terjadi di daerah-daerah yang citrarasa pembayar pajaknya mendukung distribusi. 161 . 1984 : hal 35). Kewenangan dan dukungan terhadap peran pemerintah daerah dalam fungsi distribusi ini tidak sebesar kewenangan dan dukungan dalam fungsi alokasi sebagaimana dikemukakan oleh King.Fungsi distribusi dalam fungsi ekonomi pemerintah adalah sangat terkait erat dengan pemerataan kesejahteraan bagi penduduk di daerah yang bersangkutan dan terdistribusi secara proposial dengan pengertian bahwa daerah yang satu dimungkinkan tidak sama tingkat kesejahteraannya dengan daerah yang lainnya karena akan sangat dipengaruhi oleh keberadaan dan kemampuan daerahnya masing-masing.

Dan dalam hal kebijakan fiskal jika didesentralisasikan maka akan terjadi perbedaan penetapan pajak dan pengeluaran. Ada peluang yang optimal bagi persaingan bebas yang sehat dan fair. maka pemerintah pusat akan mengalami kesulitan dalam mengendalikan kestabilan harga-harga maupun tingkat inflasi yang terjadi didaerah. konsekuen dan objektif. Memberi peluang yang optimal bagi perwujudan kebebasan manusia. 3). jika kebijakan moneter didesentralisasikan maka masing-masing pemerintah daerah akan mempunyai kewenangan melakukan kebijakan tersebut sesuai dengan kebutuhannya bahkan keinginannya. Ada aturan yang fair. Bila masing-masing daerah diberikan kewenangan mencetak uang sesuai keinginan ataupun kebutuhan daerahnya. Adanya perlakuan yang sama dan fair bagi semua pelaku bisnis. Contoh riil dalam kebijakan moneter. fungsi stabilisasi ini merupakan yang paling kecil kewenangan dan dukungannya terhadap peran pemerintah daerah dan bahkan hampir tak mendapatkan bagian untuk berperan dalam fungsi stabilisasi ini. Pendapat yang Mendukung: 162 . Hal ini dilandasi oleh pemikiran bahwa fungsi stabilisasi berbeda antar satu daerah dengan daerah lain dalam suatu negara. disebabkan akan adanya efek sampingan yang timbul akibat penggunaan instrumen yaitu kebijakan moneter dan kebijakan fiskal untuk mengontrol variabel ekonomi makro dan efek langsung dari penggunaan instrumen tersebut.Diantara ketiga fungsi ekonomi pemerintah. PASAR BEBAS Karakteristik Pasar Bebas adalah: 1). 2). Adanya pemerataan ekonomi. sebagai akibatnya adalah akan terjadi migrasi penduduk dari satu daerah ke daerah lainnya yang memberikan peluang untuk memperoleh penghasilan yang lebih besar. Disamping itu kecilnya kewenangan dan dukungan peran pemerintah daerah dalam fungsi stabilisasi. 5). 4). transparan.

merupakan pendukung sistem pasar bebas tak teregulasi. Menjamin bahwa ekonomi akan menghasilkan apa yang diinginkan konsumen dengan harga murah dan sumber daya yang efisien sehingga utilitas ekonomi masyarakat dapat dimaksimalkan. setiap individu bebas mempertukarkan barang secara sukarela tanpa paksaan pemerintah. setiap inidvidu bebas memutuskan apa yang akan dilakukan dengan apa yang dimilikinya tanpa intervensi pemerintah. Adam Smith. Individu dibiarkan bebas mencari kepentingannya sendiri di pasar bebas karena akan akan diarahkan menuju kesejahteraan publik oleh sebuah “tangan tak terlihat”. yang didasarkan pada teori hak moral. Konflik antara hak negati dan positif. 4).II. II. Hak atas kebebasan.prinsip keadilan.Dua hak alami yang dilindungi pasar bebas yaitu: hak atas kebebasan dan hak atas properti. Pasar Bebas dan Hak:John Locke (1632-704). Kritik terhadap pendapat Adam Smith: Argumen utilitarian didasarkan pada asumsi-asumsi yang tidak realistis. Asumsi bahwa individu memiliki hak alami 2). 3). yang didasarkan pada teori2 utilitarian. Konflik antara hak menurut Locke dengan prinsip. John Locke. Kritik atas Hak John Locke 1). Karl Marx (1818-1883) Karl marx. yang meyakini sistem kapitalis menciptakan 163 . Asumsi individualistik yang dibuat Locke serta konfliknya dengan kewajiban untuk memberikan perhatian. Utilitas Pasar Bebas: Adam Smith (1723-1790) Pasar tak teregulasi dan properti pribadi akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar dari peraturan apapun yang diberlakukan. Hak atas properti. Pendapat yang Menolak.

Produktifitas dipacu karena diantara mereka bersaing dengan sangat ketat (timbul inovasi dalam banyak aspek) 164 . Kebebasan pelaku ekonomi memilih bidang usahanya Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi 1. Faktor produksi digunakan dengan efisien 2). Kegiatan ekonomi dalam pasaran diatur dan diselaraskan dengan efisien 3). Kegiatan ekonomi berlangsung selaras dan efisien Dalam persaingan sempurna setiap terjadi ketidakselarasan (misal kelebihan output) maka tanpa menunggu perintah dari pemerintah para pelaku pasar akan menyesuaikan posisinya. Kedua efisiensi ini dicapai hanya pada pasar persaingan sempurna (pasar bebas). Efisiensi produktif. Kebebasan berusaha mengakibatkan produsen bekerja dengan efisien dan lebih giat 2). dicapai jika perusahaan beroperasi dengan biaya yang paling minimum yaitu bagian terendah dari AC (average cost). ketidakadilan. Efisiensi Alokatif. Kebaikan ekonomi pasar bebas 1). Kritik terhadap sistem kapitalis: Hasil usaha pekerja dikuasai orang lain. efisiensi ini dicapai apabila perusahaan beroperasi sedemikian rupa sehingga tingkat harga sama dengan biaya marjinal 2.  Mengasingkan pekerja dari aktivitasnya sendiri. Pertumbuhan ekonomi yang kuat 4). Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kuat 1).  Mengasingkan manusia satu sama lain dengan memisahkan ke dalam kelas-kelas sosial yang bertentangan.  Penentang utama sistem properti pribadi dan pasar bebas.  Kapitalisme mengasingkan orang-orang dari diri mereka sendiri.

misal rokok) atau digalakan produksinya (merit goods. 2). yaitu biaya yang dikeluarkan produsen untuk membeli faktor produksi berkaitan dengan proses produksinya.) Barang merit. Distribusi pendapatan tidak merata Akibat eksternal yang merugikan 1). Manfaat sosial bersih (social net benefit) muncul jika eksternalitas yang menguntungkan melebihi eksternalitas biaya Kekurangan barang publik dan barang merit Barang publik. Eksternalitas yang merugikan muncul jika biaya sosial melebihi biaya pribadi Manfaat sosial bersih (social net benefit) muncul jika eksternalitas yang menguntungkan melebihi eksternalitas biaya 4).Kelemahan Ekonomi Pasar Bebas 1. Akibat ekstern (eksternalitas) yang merugikan 2. misalnya: pendidikan) 165 . yaitu yaitu biaya pribadi ditambah biaya yang ditanggung masyarakat akibat proses produksi yang dilakukan suatu perusahaan. Biaya sosial. 3). yaitu suatu barang yang karena alasan tertentu perlu dikontrol (merit bad. Kekurangan barang publik dan barang merit 3. yaitu barang yang penggunaannya dilakukan bersama (misalnya: jalan raya. Mewujudkan kekuasaan monopoli dalam pasar 4. jasa keamanan umum/polisi. Biaya pribadi. Kegagalan membuat penyesuaian dengan efisien 5. pengamatan cuaca dll.

Dampak perdagangan bebas pada kesejahteraan usaha kecil/mikro Apabila banyak rakitan teknologi budidaya tanaman pertanin diadopsi oleh petani. Secara teoritis. struktur pasar untuk bermacam-macam industri pengolahn yang menggunakan bahan baku produk pertanian. sehingga produksi nsional meningkat juga. sehingga harga produk pertanian di pasar akan turun. bis dilihat pada gambar berikut: MO T P1 Po P2 G 0 P = price/harga Q=quantitas/jumlah S =Supply/penawaran S E MR D Q 166 . Berlakunya sistem perdagangan bebas secara mekanisme pasar akan berdampak pada harga dan produk tersebut. maka produksi akan meningkat.

Sedangkan produsen bahan baku/ petaninya mengalami kerugian sebesar GET. Industri pengolahan dalam membeli bahan baku produk pertanian dri produsen dan menjualny berupa produk olahan kepada konsumen. Untuk itulah. dan bertindak sebagai monopsonistik dalam membeli bahan baku dari produsen/petani. Monopolistik dan monopsonistik dri pihak industri pengolahan akan memperoleh kelebihan keuntungan sebesar P1P2GT. Berdasar pada kajian evaluatif terhadap performa kinerja pelaku-pelaku usaha kita khususnya usaha kecil dan menengah (UKM). sedangkan harga bahan baku sebesar P3 ( yaitu perpotongan antara MO dan MR.D= Demand/permintaan MR =marginal revenue/tambahan penghasilan Apabila aumsi yang digunakan adalah: biaya pemasarn sebesar nol. dalam uraian ini. Kerugian yang ditnggung masyarakat adalah sebesar sama besar sebagaimana kerugian yang ditanggung petani. Mengapa harus UKM yang menjadi sorotan utama. tentu didasarkan atas beberapn alasan yang ditemukan melalui pengamatan nyata dan 167 . artinya ia berusaha umtuk memksimumkan keuntungannya. maka pembuat kebijakan haruslah mendukung kemitraan dalam agroindustri yang berkelanjutan. Produk olahan akan dijual sebesar P2. Industri pengolahan pda kondisi ini akan berupa monopolistik dalam menjual produk olahan kepada konsumen. Apabila dilanjutkan dengan pertanyaan bagaimana kesiapan atau kesanggupan produsen kita untuk menjawab pertanyaan tersebut akan mendapat kajian dalam uraian ini. daripada hanya satu kekuatan pasar saja (monopoli atau monopsoni saja). Jadi kehilangan kesejahteraan yang ditanggung oleh mayarakat lebih besar karena adanya dua kekuatan pasar monopoli dan monopsoni.

kajian / penelitian oleh berbagai pihak (pemerintah dan swasta. Sedangkan usaha besar hanya tumbuh 197% (Deputi Pemasaran dan Jaringan Usaha. • Peranan usaha kecil dan menengah dalam pembentukan Produk Domestik Bruto cukup strategis.9 % membutuhkan teknologi sederhana dan bersifat padat karya. sedangkan industri kecil dan menengah terbukti dapat bertahan dan bahkan bertumbuh yang ditunjukkan dengan pertambahan nilai ekspor oleh usaha kecil menengah hampir tiga kali lipat (276%). serta koperasi dari sebesar Rp.66 triliun pacta tahun 2001 (sumber : Deputi Pemasaran dan Jaringan Usaha. dimana dalam kurun waktu 4 tahun (tahun 1997 -2001) terjadi peningkatan total ekspor Pengusaha kecil dan menengah. • • • Prosesingnya 89. Kantor Menteri Negara Koperasi dan UKM tahun 2001). Kantor Menteri Negara Koperasi. • Lebih tahan dalam menghadapi gejolak ekonomi yang terjadi. perguruan tinggi) yang menyatakan: • Usaha kecil dan menegah memiliki populasi.4 % dari angkatan kerja. 27. 168 . Input produksinya bertumpu pada sumber daya alam lokal. Beberapa alasan yang disebut ini penulis mengartikannya sebagai masukan (input) bagi UKM dalam usahanya untuk memposisikan dirinya dalam era perdagangan bebas.29 uiliun tahun 1997 meningkat menjadi Rp. Usaha Kecil dan Menengah tahun 2001). 3. Pada umumnya menghasilkan barang-barang substitusi barang impor dan bersifat barang-barang konsumsi serta berpotensi ekspor. Kenyataan yang dapat dilihat. Terbukti Usaha Kecil dan Menengah serta Koperasi mampu menyerap 99. penyebaran menurut wilayah dan sektor / sub-sektor yang relatif lebih besar dibanding usaha besar. seperti halnya dalam masa-masa kriisis saat ini dimana industri besar banyak mengalami kejatuhan.

• Dengan berlakunya UU. • Penguasaan teknologi produksi yang relatif sangat beragam akan dapat mempengaruhi produktivitas. • Masih kurang tertariknya rninat sumberdaya manusia yang telah terdidik dan memiliki kemampuan (keahlian) ymlg terpusat di kota. • Kurangnya capital yang dimiliki oleh pemerintah daerah yang akan dipergunakan dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan usahn melalui penyediaan sarana dan prasarana yang bersifat supporting dan penanganan usaha-usahn yang memerlukan capital yang cukup besar dinllina usaha kecil dan menengah tidak mampu mengelolanya.No.kota besar untuk kembali ke daerah disebabkan insentif yang kurang menjanjikan dari daerah. Kelemahan dalmn teknologi produksi ini akan dapat mempengaruhi kemampuan untuk mencapai skala ekonomis disamping pengaruh keterbatasan input produksi berupa bahan baku dan modal. 169 . Hal ini akan membutuhkan dana yang cukup besar serta hasilnya tidak untuk jangka pendek. sehingga meningkatkan biaya transformasi sumberdaya antar regional.22 / 1999 dan UU.Selanjutnya penulis akann mencoba mengemukakan beberapa isu kritis bagi UKM yang juga dapat mempengaruhi kinerja Usaha Kecil Menengah. Bagi wilayah yang potensi sumberdayanya kurang memiliki nilni ekonomis atau bahkan kurnng atau tidak memiliki tentunyn aknn mempengaruhi kinerja produk yatlg ditatlgnni oleh wilayah tersebut. • Bagi wilayah yang telah memiliki sumberdaya yang selama ini belum atau kurang dieksploitir berarti dalatn rencana pemanfaatannya masih harus memerlukan upaya-upaya yang sangat mendasar dan berkelanjutan.25 / 1999 aknn dapat menambah tajamnya persaingan dalam pemanfaatan sumberdaya antar usaha domestik.No.

REFERENSI TEORITIS Proses liberalisasi perdagangan dunia akhir-akhir ini baik secara regional (lokal) maupun internasional menyebabkan persaingan global yang semakin ketal dan bahkan dapat menuju "hyper competitive". Pelaku bisnis yang kurang atau tidak mampu mengakomodirnya atau mereka yang tidak mampu menjawab tantangan tersebut. agro industri dan lainnya. dimana masing-masing negara.Masa perdagangan bebas bukan berarti menjadi momok atau ganjalan yang harus ditakuti oleh pelaku usaha. Memang diakui bahwa perdagangan bebas akan membawa konsekuensi logis bagi setiap negara. tcrutama produk-produk elektronik. Sebagai landasan bahasan guna menghasilkan sesuatu sebagai sumbangan pemikiran yang dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi UKM dalam pertarungmmya di pasar global sebagaimana yang dikemukakan oleh M. perdagangan bebas dapat menjadi ancaman. produsen atau bagi setiap pelaku usaha sebab perdagangan bebas akan menuju terciptanya era "Persaingan Liberalisasi" (Competitive Liberalization). efisien dan efektif agar dapat bersaing di pasar bebas. China. otomotif dan lainnya. pengusaha atau pelaku bisnis masing-masing akan bekerja secara produktif. Malaysia di samping produk-produk dari negara Jepang yang memang sudah lebih dulu unggul. Kembali pada persoalan dan bahasan pokok. Porter. Adapun negara-negara yang telah eksis dipasar dalam negeri adalah Korea. sepatu. Thailand. 170 . Persaingan yang ketatpun antara negara-negara sedang berkembang sudah dan sedang tcrjadi. khususnya untuk produk-produk industri ringan seperti tekstil. "bagaimana atau sejauh mana" prospektif UKM unluk dapat menghadapi tantangan dan peluang tersebut hingga dapat berkompetisi dan dapat memenangkan pasar global. akan tetapi UKM sebagai usahawan harus mampu melihat masa itu sebagai peluang dan sekaligus menjadi tantangan.

d. 1997. Yaitu menjaga hubungan antara produsen dan pemasok (supplier) dengan menjaga dall mempertahankan lulai-nilai hubungan yang saling menguntungkan (value chain). dan kondisi permintaan dimaksud meliputi : Konsumsi dalam negeri. Permintaan sebagai salah sarli faktor penting dalam menunjang keunggulan daya saing. pertumbuhan pasar. Bagaimana keempat faktor ini saling berinteraksi. Demand Condition. Kondisi persaingan termasuk persaingan dalam negeri. saling bergantung dan saling mempengaruhi dapat dilihat dalam gambar berkut : 171 . dan trend permintaan pasar internasional c.Thn. Factor Condition. Permodalan (capitall resources) dan Prasarana (infrastructure resources) b. Porter menawarkall kata kunci dalam memenm1gkan persaingan global yaitu "Competitive Adventage of Nation" Keunggulan bersaing suatu bangsa yang ditunjang oleh 4 faktor penentu yaitu: a. Ilmu Pengetahuan dnn Teknologi (knowledge resoulrces). Related & Supporting Industry. Yaitu strategi yang mcnyangkut struktur kelembagaan dan pennodalan serta kondisi persaingan. Firm Strategy. Skala dan jumlah permintaan dalam negeri. Sumber Daya Alam (physical resources). Yaitu sumber daya (resources) yang dimiliki oleh suatu negara meliputi: Sumber Daya Manusia (human resources).

Selain dari sisi kualitas tenaga kerja sisi kuantitas atau jumlah tenaga kerja yang tersedia juga sanggat mendukung peningkatan usaha-usaha yang bersifat padat karya. Yang perlu mendapat perhatian adalah tentang adanya perilaku bisnis yang kurang mendukung. a. di Jakarta paska bulan Pebruari 2001 dinyatakan dalam kategori baik. Faktor ini juga turut mempengaruhi keputusan investor asing untuk 172 . Tentunya solusi untuk itu adalah perlunya lembaga pelatihan yang dapat merubah dan mengarahkan perilaku agar sesuai dengan tuntutan bisnis. diarbsobsi dan diberlakukan oleh pelaku usaha (UKM) yang dihubungkan dcngan kondisi riilnya.IMPLIKASI TEORITIS DAN TINJAUAN PRESPEKTIF Dengan mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Porter diatas berikut penulis akan melakukan bahasan tentang bagaimana faktor-faktor kunci tersebut dapat dipahami. FAKTOR CONDITIONS Sumberdaya Kualitas pengelolaan usaha oleh sumberdaya manusia yang berkiprah dalam dunia usaha kecil menurut hasil survey yang dikemukakan oleh Tim Lembaga Penelitian IPB dalanl Lokakarya Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Lokal Oalam Rangka Otonomi Daerah.

Dengan kata lain masing. Sumberdaya alam mumi selama ini lebih banyak digunakan sebagai input produksi bagi industri-industri besar termasuk logamn dan kimia. Sumber daya alam Indonesia pada umumnya masih berupa sumber daya alam murni yang masih harus memerlukan olahan lebih lanjut untuk mendapatkan dan menambah nilai ekonomis. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 173 . Hal lain yang berhubungan dengan sumber daya alam ini yaitu terjadinya keragaman pemilikan sumberdaya alam di masing-masing wilayah (daerah) sehingga diperlukan kejelian dalam menetapkan usaha strategis atau produk unggulan di masing-masing wilayah. agar tercipta kondisi kompetisi yang saling menguntungkan. yang merupakan salah satu aset yang selama ini kita andalkan telah berkurang. Sebagai contoh. Pertamina dan sebagian usaha perikanan. Bagaimana pemerintah daerah dapat menyikapi fenomena ini tentu termasuk juga mempengaruhi kesiapannya dalam menjalankan peningkatan ekonomi wilayah. karena masing-masing wilayah memproduksi barang yang ekonomis. Akan tetapi perlu kita renungkan kembali terjadinya eksodus tenaga kerja padat karya secara besar-besaran ke berbagai negara padat karya ke berbagai negara. dimana menurut realita bahwa produk-produk (tekstil. elektronik dan sepeda motor) yang membanjiri pasar Indonesia saat ini adalah merupakan hasil industri padat karya. Kimia dan hasil tambang lainnya seperti yang dilakukan oleh Freeport.masing wilayah harus menyadari apakah lebih baik memproduksi atau membeli tentunya dengan dasar pertimbangan yang disebut di atas. Sedangkan sumberdaya yang selama ini dikelola oleh industri kecil dan menengah lebih banyak sumberdaya yang bersifat hasil ikutan dari industri besar. Akibatnya kita kurang dan bahkan tidak mendapatkan nilai tambah dan nilai garda (multyflier effect) atas olahan tersebut. dengan memperhatikan biaya produksi yang ikut mendukung pcncapaian keunggulan komperative. Sebagai bahan pembanding boleh kita melihat bagaimana kemajuan industri padat karya yang dilakukan oleh negara China. yang selama ini Indonesia mengekspomya dalam bentuk murni sedangkan pengolahan selanjutnya dilakukan di negara lain. Sumberdaya Alam Migas.bcrkiprah dalam dunia usaha di Indonesia.

Artinya bahwa jumlah dana yang diterim tersebut akan dialokasikan untuk membiayai aktivitas yang telah ditetapkan dalam prinsip berimbng. Kelemahan yang ada selama ini. adalah pembangunan Iptek dilakukan hanya untuk mengejar prestige di mata Internasional. Akan tetapi sesuai dengan sistem yang dipakai adalah penerimaan daerah yang bersumbcr dari barang dan jasa ini tersentralisir di pusat dan didistribusikan lagi ke daerah melalui aktivitas riel dan pelayanan masyarakat berupa penyediaan infrastruktur dan dana lainnya seperti fasilitas umurn dan sosial. yang jumlahnya dilakukan atas dasar pendekatan aktivitas pembangunan daerah. juga industri kerajinan. maka penulis lebih memfokuskan uraian mengenai kondisi permodalan yang ada di daerah nota bene pemerintah daerah. Persoalan lain juga sarna seperti pemilikan surnberdaya alam yang dikemukakan di atas. Data yang diperoleh dari pusat ini secara rational tidak akan mungkin dapat menghasilkan simpanan karena penetapan besarnya dilakukan melalui pcndekatan biaya. yaitu penyebaran atau distribusi Iptek di wilayah-wilayah juga bervariasi menurut kuantitas dan frekuensi aktivitas pembangunan yang telah berjalan di rnasing-masing wilayah. karena teknologi merupakan hasil penerapan ilmu pengetahuan. Sumber kapital yang dimiliki oleh pemerintah daerah selama ini lebih banyak bersumber dari pemerintah pusat. Permodalan Untuk menghindari rasa apriori tentang permasalahan permodalan ini. Sehingga produk-produk yang kita miliki yang tadinya memiliki keunggulan komparative tidak tereksploitir seperti argo industri pertanian dan perkebunan. Terjadinya pengerahan dana yang sangat besar untuk pemilikan peralatall modal tidak rnendukung input produksi industri kecil. perikanan dan peternakan. 174 . Harus kita terima bahwa faktor Iptek masih memerlukan perjuangan yang sangat panjang.Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) mengandung makna yang tidak terpisahkan. Rasionalnya bahwa pemerintah daerah bersumber dari pendaptan daerah yang diperoleh atas penyediaan barang dan jasa.

apabila dihubungkan dengan tuntutan pernbangunan ekonorni daerah. Hady. akan tetapi perlu 175 . Hasil survei menunjukkan bahwa pada umumnya kondisi prasarana jalan dan alat komunikasi sudah menmdai terutama antar kota/propinsi. Artinya bahwa untuk menjumlahkan fungsinya sebagai lembaga penarik dan penyalurkan dana akan bertindak sangat selektif dengan prinsip nyaman dan cepat kembali. yang berarti memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berpLiftisipasi dalatn peningkatatl ekonomi sesuai dengilll batas kemampuan masing-masing. Prasarana Prasarana merupakan partisipasi pemerintah dalam upaya mendorong lancarrrya aktivitas ekonomi terutama menyangkut pembukan jalan ke sentra-sentra produksi pasar. 1996).bung illltara sentra produksi dilll pasar hendak11ya dapat memperhatikan mallfaat ganda terhadap mullculnya aktivitas ekonoll1i masyarakat disepanjLtng jalan tersebut. Penyediaan jalan lebih diharapkan kepada pemerintah sedangkan transportasi biasanya ditangani oleh swasta. Untuk kedua fasilitas ini kerjasama antar pemerintah dan swasta sangat dibutuhkan. akan tetapi kondisi lernbaga keuangan clan perbankan saat ini sarna halnya dengan yang dialami oleh sektor riel. Kemudahan akses yang ditunjang oleh ketersediaan jalan yang merupakan alat transportasi akan memperlancar penyaluran dan distribusi bahan dan hasilbasil olahan.Dengan dernikian sudah dapat diperkirakan kondisi capital daerah secara umurn saat ini. Alternatif lain yang menjadi harapan untuk rnendapatkan dana penyanggah (revolving fund) dan penggerak (starting fttnd) bagi aktivitas ekonomi di daerah adalah masing-rnasing daerah harus rnenciptakan kondisi ekonorni menjadi menalik (favorable) bagi investor/penanam modal asing (H. Menarik berarti bukan hanya dari segi substansi bisnis akan tetapi lebih menyangkut kenyamanan menyeluruh sebagaimana yang tersebut dalam indikator Country Risk sebagai salah satu pertirnbangan bagi investor asing. Seharusnya peranan lembaga keuangan dan perbankan dapat menjadi tumpuan dalam rnengatasi kendala perrnodalan ini. Pembukaan jalan penghu.

akan menjadi sia-sia kesiapan semua faktor-fator produksinya apabila permintaan sudah tidak ada lagi. Untuk itu pemenuhan akan kebutuhan dalan negeri melalui swasembada tetap menjadi faktor pertimbangan. Tujuan yang ingin dicapai oleh setiap negara dalam memasuki pasar dunia adalah untuk mendapatkan manfaat perdagangan internasional (gain from trade). Pennintaan dapat dilihat dari dua sisi yang sekaligus menjadi sasaran pasar bagi pelaku usaha. Dasar pertimbanganya tentu didasarkan atas besar. Apakah memilih memenuhi permintaan dalam negeri dan luar negeri (dua-duanya) atau Apakah memilih salah satu. Baik nilai. Semakin besar permintaan berarti semakin besar pangsa pasarnya.ditingkatkan mengingat pertambahan jurnlall alat transportasi yang kurang seimbang dengan kapasitas jalan yang tersedia. b. fisik dan rupiah yang diperoleh dapat merupakan indikator semakin baiknya posisi UKM dalam pasar dunia. DEMAND CONDITIONS Permintaan merupakan nafas kehidupan bagi semua usaha (industri). Yang perlu mendapat perhatian adalah apabila terjadi peningkatan ekspor diberbagai sektor. Demikian halnya dengan industri atau dunia usaha. yaitu pemlintaan dalam negeri dan permintaan pasar luar negeri. Sebagai contoh 176 . Setiap pengusaha akan didapkan pada pemikiran dalam pengambilan keputusan atau pilihan. Kembali pada keunggulan kompetitive yang berarti dipasar dunia kita boleh unggul akan tetapi juga harus diimbangi dengan penyediaan barang dalam memenuhi pennintaan dalam negeri.kecilnya penerimaan dari jenis pasar tersebut. Angka-angka statistik menyatakan bahwa UKM telah ikut ambil bagian dalam mengisi pasar atau permintaan luar negeri dengan menyediakan bahan olahan. Dengan demikian salah satu tolok ukur kinerja usaha adalah besarnya permintaan yang dinyatakan dalam besaran pangsa pasar. bagaimana dengan impornya Karena perdagangan bebas bukan hanya kita lihatdari satu sisi akan tetapi kedua sisi (ekspor-impor).

rencana masuknya ayam dari negara USA ke Indonesia dengan harga yang sangat rendah dibanding dengan harga daging dalam negeri. Dalam perhitungan bisnis kita saat ini tidal akan bisa menyediakan harga seperti yang ditawarkan USA yang juga didukung oleh kwalitas dan higenisnya. Dengan berbagai alasan yang sangat diplomatis kita menolak. akan tetapi suatu saat alasan apapun yang kita akan buat bertujuan untuk melindungi usaha dalam negeri baik secara langsung maupun tidak itu telah melanggar komitmen perdagangan bebas, akibatnya kita akan mendapatkan sanksi yang resikonya jauh lebih besar dibanding resiko yang kita dapatkan apabila kita menerima tawaran impor tadi. Artinya kalau kita nenerima masuknya ayam dari pasar Iuar resikonya hanya terjadi pada produsen daging ayam. Asumsi kita produsen belum siap beralih belum mampu menciptakal produk yang kompetitive. Solusinya adalah pertama produsen harus berusaha agar tercipta barang yang mampu bersaing dalam hal harga. Kedua pengusaha tersebut keluar dari pasar dan mencari usaha yang bisa menghasilkan produk ran kompetitive. Keputusan seperti ini adalah yang terbuka atau bebas. Akan tetapi, apabila kita tolak dengan alasan diatas, maka semua produk kita yang masuk dalam pasar internasional akan mendapatkan sanksi.

c. RELATED & SUPPORTING CONDITIONS Hubungan Industri industri dengan pamasok bahan baku sangat menemukan keIangsungan prosesingnya. Hubungan yang dimaksud adalah hubungill1 yang dapat memberikan rasa nyaman terhadap pemasoknya. Rasa nyaman ini dapat berupa adanya jaminan harga clan kontuinitas permintaan terhadap bahan baku. Masih dapat kita ingat munculnya kasus-kasus yang dialami usaha kecil baik sebagai individu maupun sebagai kelompok yang tergabung dalam kelompokkelompok usaha peternak sapi perah, PIR kelapa sawit, TRI, petani cengkeh, petani jeruk. Pemasok yang disebut ini memiliki posisi tawar yang sangat lemah yang secara semu tercipta oleh kekuatan yang dimiliki industri skala besar. Usaha-usaha

177

perlindungan dari pemerintah dengan menerbitkan berbagai kebijakan seperti pola-pola kemitraan tak pemah menyelesaikan permasalahan. Hal ini dikarenakan kebijakan yang ada tersebut kurang menyentuh permasalahan yang sangat mendasar. Pendekatan yang dilakukan lebih didasarkan atas kepentingan kelangsungan industri. Kasus yang pernah terjadi hendaknya menjadi perhatian selanjutnya lnisalnya; untuk menjaga stabilitas harga pasokan susu terjadi pembuangan susu hasil produksi petani. Terjadinya gejolak harga cengkeh, terjadi instruksi penebangan pohon cengkeh, terjadinya spekulasi harga jeruk oleh penaInpung/pemasar tunggal, terjadinya pembusukan jeruk dari petani. Demikian halnya yang terjadi di pabrik gula, kelapa sawit dan kasus- kasus lainnya termasuk penetapan harga dasar gabah yang sampai saat ini tetap menjadi permasalahan yang tak pernah berakhir. Hubungan yang nyaman antara pemasok input produksi dengan pihak industri bukan persoalan sesaat, akan tetapi jauh ke depan. Sungguh akan bisa menjadi pennasalal1an barn apabila di era perdagangan bebas ini, input produksi yang kita miliki juga harus menjadi komoditi ekspor karena terciptanya peluang bagi pemasok untuk mencari pasaI' yang kompetitive.

Persyaratan Strategi Fokus Konsep Potier yang selalu didasarkan atas aplikasi teori dengan praktek bisnis tidak diragukan lagi, dimana salah satunya adalah menyangkut hubungan antara pemasok dengan pihak industri yang digambarkan dalam bentuk rantai nilai (value chain) dia menekankan adanya nilai-nilai yang disepakati untuk dipertahankml dan dijaga kelangsungannya oleh kedua belah pihak (muttually). d. FIRM STRATEGY Kita sekarang sedang berada pada masa yang penuh dinamika dengan pergerakan yang sangat tinggi dan cepat yang terjadi dalam semua aspek kehidupan. John Naisbitt menyebutnya sebagai the most exciting decade, sedangkan Ravi Batra menyebutnya sebagai the cade of great depression. Dunia usaha saat ini telah bergerak menjadi satu pasar dunia dengan ciri pasar yang 178

efisien dan transparan mencakup daerah antar daerah dan negara antar negara. Daerah atau negara yang tidak dapat efisien dan transparan akan terlindas oleh dinamika yang berjalan begitu cepatnya. Untuk itu kembali Porter menawarkan tiga strategi pilillan yang disebut strategi generik (Generic strategies) dalam menghadapi posisi yang demikian. Penulis mengangkat satu dari strategi tersebut yang dianggap relevan dalam menghadapi persaingan di pasar dunia dan dunia usaha kita mempunyai kapasistas untuk mencapainya. Strategi tersebut adalah strategi fokus. Strategi ini mengandung dua varian yaitu fokus biaya (overall cost leadership) dan diferensiasi (differentiation), dengan memenuhi beberapa persyaratan. Persyaratan ini merupakan pilihan bagi setiap satuan pelaku bisnis baik pemerintah daerah dalam perannya sebagai pelaku usaha dalam perusahaan yang dikelola pemerintah daerah ataupun dalam menjalankan perannya sebagai lembaga / instansi sebagai stimulator dan supporting bagi aktivitas ekonomi daerah secara umum.

179

di samping produk-produk agribinis lainnya seperti daging dan ternak unggas. Thailand dikenal pula sebagai negara penghasil Hortikultura dan diakui bahwa Thailand telah berhasil pengembangkan agribisnis buah-buahan dan sayur-sayuran. Sistem agribisnis Thailand. karet (8) dan produk perikanan kalengan(10). Namun di sejumlah Negara termasuk di Indonesia. serta melibatkan semua unsur yang terkait dengan memanfaatkan potensi sumberdaya yang ada. Dari laporan ekspor yang dikeluarkan oleh Departmen of Business and Economics Thailand (1995). disebutkan bahwa dalam kurun waktu 19901994. Perkembangan sektor agribisnis tersebut merupakan hasil kerja keras dengan perencanaan yang matang dan terpadu. dan tanaman hias) mendapat pengakuan internasional dalam satu dasa warsa terakhir di abad ke 20 ini. Perkembangan tersebut didukung oleh komitmen tinggi dari semua pihak yang berkompeten untuk mewujudkan sisten agribisnis Thailand yang tangguh dan kompetitif. yaitu udang (peringkat 5). sayur-sayuran. Komoditas buah-buahan dan sayur-sayuran telah menjadi komoditas potensial ekspor Thailand. khususnya dalam pengembangan komoditas hortikultura (buah-buahan. baik di pasar domestik. padi/beras (7). empat komoditas agribisnis yang berhasil menduduki peringkat 10 besar komoditas ekspor Thailand. regional maupun internasional.Pola kemitraan agroindustri dalam era perdagangan bebas Agribisnis Hortikultura Thailand Thailand dikenal dunia sebagai negeri Gajah Putih. 180 . Terobosan Thailand dalam dunia agribisnis bukan hanya berhasil meningkatkan kemapanan sektor agribisnis dalam ekonomi nasional Thailand. tetapi juga berhasil meningkatkan citra positif Thailand sebagai pelopor pengembangan agribisnis di kawasan ASEAN.

Keunggulan dalam memainkan strategi pemasaran yang andal dan efektif untuk penetrasi pasar. 4. Hal ini dimaksudkan untuk menurunkan biaya produksi. dan selanjutnya informasi tersebut disebarkan melalui media massa dan lembaga-lembaga terkait seperti BPPD. juga sebagai sarana penyedia informasi pasar bagi petani dalam kaitannya dengan perencanaan jenis dan kuantitas produksi. terutama pasar ekspor. Keunggulan Pengembangan Agribisnis Thailand Berikut ini dipaparkan beberapa keunggulan sistem pengembangan agribisnis Thailand. 181 . dukungan dari Menteri Pertanian dan Koperasi dan Universitas Kasetsart sebagai institusi pendidikan tinggi pertanian yang terkenal. terutama untuk menembus pasar luar negeri. Keunggulan dalam mengidentifikasi komoditas yang memiliki prospek bisnis dan pertumbuhan pasar yang tinggi. selain berfungsi sebagai sarana bimbingan pertanian. 3. 2. sebagai berikut: 1. Demikian pula dukungan dari lembaga keuangan dan pembiayaan seperti Bank of Agriculture and Agricultural Cooperation (BAAC). Thailand lebih memfokuskan pengembangan pada beberapa komoditas yang memiliki prospek bisnis tinggi. mungkin berguna sebagai informasi bagi pengembangan agribisnis di Indonesia pada umumnya. melalui pembiayaan dengan kredit berbunga rendah.Misalnya. Untuk tujuan penetrasi tersebut. bioproses dan kultur jaringan. Dengan kata lain. terutama dalam melakukan terobosan riset rekayasa pertanian dan bioteknologi. Keunggulan dalam memfungsikan Badan Penyuluhan Pertanian Daerah (BPPD). Thailand memiliki keunggulan di bidang penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan bibit unggul melalui rekayasa bioteknologi. maka semua perwakilan Thailand di luar negeri ditugaskan melakukan market intelejent untuk mengumpulkan informasi pemasaran. sehingga pengembangannya diarahkan untuk komoditas-komoditas potensial tersebut. akhirnya harga produksi menjadi lebih rendah (low cost) sehingga lebih kompetitif di pasar domestik dan di pasar internasional.

Dengan penciptaan kegunaan waktu dan bentuk. Dengan demikian. dengan tujuan untuk menciptakan kegunaan (utility). Thailand memiliki kiat-kiat khusus di bidang pemasaran produk-produk agribisnis. Sistem pengembangan agribisnis diarahkan ke integrasi dengan agroindustri hilir. 182 .5. intervensi pemerintah Thailand relatif kecil. kecuali dalam hal penyaluran kredit pertanian yang tetap diintervensi dengan berbagai kebijakan. terutama yang disediakan oleh BAAC. sehingga marjin pemasaran relatif rendah. Perwakilan Thailand di luar negeri ditugaskan untuk melakukan market intelejent untuk mengumpulkan informasi pemasaran. yang memungkinkan mekanisme pasar dapat berjalan dan efisiensi sistem pemasaran dapat tercipta. Dalam hal penyaluran kredit perbankan. dan menelaah peluangpeluang pasar yang potensial di negeri masing-masing tempat mereka bertugas. Kredit pertanian yang berbunga rendah dan tanpa agunan. memungkinkan produk-produk pertanian dan hasil olahannya dapat bertahan lebih lama dan menjangkau pasar lebih jauh. Kemampuan yang tinggi untuk mempendek rantai pemasaran komoditas. Dalam usaha merambah pasar luar negeri. walaupun pihak perbankan memiliki komitmen yang tinggi untuk menjalankan kebijakan tersebut. sehingga integrasi vertikal sistem komoditas beroperasi dengan efisien. antara lain: 1. intervensi pemerintah dalam pengaturan pasar relatif kecil. termasuk Indonesia. Dengan kata lain perbedaan antara harga yang dibayar konsumen dan harga yang diterima petani (harga produsen) relatif kecil. 7. terutama kegunaan waktu (timeutility) dan kegunaan bentuk (form utility) melalui upaya pengolahan. Keunggulan-keunggulan tersebut secara terpadu menciptakan kekuatan sinergik untuk mencapai integritas sistem komoditas agribisnis yang tinggi. Pemerintah Thailand lebih banyak berperan sebagai fasilitator dan controller dari pada sebagai regulator system pemasaran. 6. Kiat-Kiat Pemasaran Produk Agribisnis Thailand Sukses ekspor hortikultura Thailand menggambarkan bahwa banyak elemen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan agribisnis. pengalengan dan pengemasan. Di samping itu. tidaklah berlebihan jika pengembangan sisten agribisnis di Thailand patut dicontoh oleh negara-negara lain.

Promosi di dalam negeri Thailand dilakukan melalui: (a) agrowisata. buah-buahan serta penampilan hiasan bunga pada semua acara kenegaraan. (d) brosur dan leaflet yang indah dan lengkap menggambarkan profil komoditas yang mudah diperoleh di mana-mana. (d) pasar swalayan di luar negeri dipasok dengan air cargo delivery dan sistem konsinyasi. perkenalan personal bisnis. dengan harapan memperkenalkan potensi pengembangan daerah produsen baru tersebut kepada masyarakat di daerah lain. terutama orchid farm yang menampilkan teknik budidaya. serta mempelajari peluang-peluang kerjasama. (e) upaya untuk mempromosikan daerah produsen baru bagi masyarakat dari daerah lain terus digalakkan melalui pameran produk. Frekuensi keikutsertaan pengusaha agribisnis dalam trade fair di luar negeri semakin ditingkatkan dengan tujuan promosi dan perkenalan produk. (f) kerjasama terpadu antara pengusaha. masyarakat dan pemerintah sangat langgeng dan berkesimbangungan. melalui penampilan gambar-gambar dan profil komoditasnya yang indah. di mana promosinya dibantu oleh masyarakat Thailand di sekitar restoran tersebut. 183 . (c) menghidangkan berbagai produk makanan. (c) kerjasama antara media masa dengan pengusaha agribisnis untuk mempromosikan produk-produk agribisnis Thailand dengan biaya yang rendah. 4. 3. baik dengan atau tanpa membukan L/C. demonstrasi bunga hias dan penawaran pasar. (b) mendirikan restoran-restoran khas Thailand di luar negeri yang dilengkapi dengan acara kesenian Thailand. di mana ide-ide dan motivasi pengusaha berkembang dengan mendapat dukungan dari pemerintah untuk merealisasikannya. Upaya memperkenalkan produk agribisnis dan makanan khas Thailand dilakukan dengan cara: (a) masyarakat Thailand di luar negeri mengundang rekan-rekannya untuk acara seremonial sambil menikmati makanan khas Thailand.2. (b) kerjasama antara restoran dengan perusahaan biro perjalan untuk memasukkan acara makan malam dalam rangkaian acara yang dijadwalkan.

selain menjaga mutu yang tinggi. dan dari pemerintah/lembaga keuangan sampai pengusaha).5. Federation of Thai-industry Assoiation (FTA). dan Thailand Banking Assosiation (TBA). Berbagai kiat positif tersebut diharapkan dapat menjadi pelajaran dan pertimbangan dalam perencanaan dan pelaksanaan pengembangan agribisnis yang berorientasi pada pasar global. Penampilan produk meliputi penyempurnaan tingkat keseragaman bentuk dan warna. Peningkatan kinerja pemasaran tersebut diharapkan akan mendorong peningkatan produktivitas 184 . ongkos ditetapkan pada tingkat yang kompetitif. Koordinasi antara instansi pemerintah dengan asoiasi-asosiasi sangat baik. di samping upaya-upaya yang mengefisienkan operasi sistem komoditas. dan teknik pengemasan. Segala upaya yang terusmenerus itu selalu berorientasi pada pasar. Kebijakan kargo udara. Berbagai masukan yang berharga dari asosiasi-asosiasi tersebut menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan yang berkaitan dengan upaya meningkatkan pangsa pasar produk agribisnis dan agroindustri serta dukungan pendanaan yang cukup. terutama dengan board of trade (BOT). Salah satu elemen penting dari keseluruhan strategi adalah keterlibatan Thai Airways secara aktif untuk meningkatkan usaha-usaha itu. 6. sehingga kinerja agribisnis di Indonesia dalam hal pemasaran produk agribisnis/agroindustri dapat ditingkatkan. Penampilan dan mutu produk mendapat perhatian serius dalam upaya menembus persaingan di pasar global. Hal ini menunjukkan bahwa sukses ekspor produk agribisnis Thailand merupakan hasil kerja keras bertahun-tahun yang melibatkan banyak pihak (dari raja/ratu sampai pekerja agribisnis. Kebijakan pemerintah secara realistik dikaitkan dengan kemampuan dan kebutuhan industri. 7. Yang sangat penting adalah kegiatan agen-agen yang secara langsung melayani industri. Dengan demikian pengawasan mutu produk menjadi suatu strategi penting untuk meraih pangsa pasar yang besar. di samping kebijakan-kebijakan yang langsung berpengaruh terhadap perdagangan dan ekspor komoditas. Perusahaan penerbangan itu menyediakan ruang istimewa yang dialokasikan untuk barang-barang yang tak tahan lama. dari dosen/peneliti sampai masyarakat umum. keberhasilan. dan fasilitas cold storage diatur untuk pengiriman.

Boediono. Richard A. 1982. Ekonomi Manajerial. khususnya petani. Ekonomi Mikro. Microeconomic Theory. Ekonomi Mikro Terapan Untuk Manajemen Bisnis. K. Mc Graw-Hill Kogkusha. DAFTAR PUSTAKA Arsyad. 1988. Amin & Pakpahan). Pembiayaan Pemerintah Daerah : Praktek-praktek Internasional dan Relevansinya bagi Negara Dunia Ketiga. Davey.. penerbit UI Jakarta. yang selanjutnya akan berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. BPFE-Yogyakarta Billas. Lincolon.1999.agribisnis di Indonesia. (terjemahan oleh Amalluah. 1971. 185 . Yogyakarta.

Pelayanan dan Jasa-jasa Publik : Telaah Ekonomi serta Implikasi Sosial Politik. Wijaya F & Sudarman A. 1995. Englewood Clifts.2002. Jakarta. 186 . 1974. no. Bungaran. Saragih. Prisma. Teori Ekonomi Mikro. Aplikasi Teori Ekonomi Mikro.Inc. BPFE-Yogyakarta. Ekonomi Mikro-Makro. Mikro Ekonomi. Sjahrir. Gramedia. Sudarman & Algifari. Erlangga. BPFE. 12. 1986. Yayasan Persada Mulia Indonesia Samuelson & Nordhus. Applied Economics and Public Policy. Sunaryo T. PrenticeHll. “Kumpulan Pemikiran Agribisnis: Paradigma Baru Pembangunan Ekonomi Berbasis Pertanian”. 1991. 1998. New Jersey.Just Richard E. Yogyakarta.1982. Ekonomi Manajerial.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful