BAB 1 DASAR EKONOMI

Tujuan : 1. Agar supaya mahasiswa mengerti bahwa ilmu ekonomi merupakan ilmu mengenai pilihan (change). 2. Mahasiswa dapat menjelaskan bahwa masyarakat bisa menentukan pilihan antara kebutuhan dalam mengkonsumsi dan memproduksi suatu barang, sehingga masyarakat tersebut bisa mengalokasikan sumber dayanya yang langka. Pembahasan Materi: • • • • • Definisi Teori Ekonomi Mikro Hukum Kelangkaan Barang dan Jasa Pernyataan Ekonomi Sebagai Dasar Pembentukan Teori Faktor-faktor Produksi

1

Pendahuluan Ilmu ekonomi membahas segala jenis pokok bahasan. Namun pada intinya ditujukan untuk memahami bagaimana masyarakat mengalokasikan mencoba menyelesaikan bermacam masalah kehidupan sehari-hari. Sebagai materi kuliah, maka ilmu ekonomi telah berusia berabad-abad. Adam Smith menerbitkan bukunya yang merupakan terobosan berjudul The wealth of Nations pada tahun 1776. Sumbangan Adam Smith tersebut adalah menganalisa bagaimana pasar mengatur kehidupan ekonomi dan memberikan pertumbuhan ekonomi yang cepat. Adam Smith memperlihatkan bahwa system harga dan pasar mampu mengkoordinir orang dan bisnis, tanpa diperlukan pengelolaan terpusat Salah satu sumber pengetahuan ekonomi yang utama adalah pengamatan atas berbagai peristiwa ekonomi, khususnya dari catatan historis. Misalnya inflasi, yaitu kenaikan harga-harga secara umum. Masyarakat umum, banker, maupun pimpinan partai politik sering khawatir terhadap dampak inflasi dan biasanya mengambil langka yang menyakitkan. Para ekonom menggunakan model-model untuk menjelaskan dan menganalisis keadaan ekonomi, dan dalam beberapa hal untuk meramalkan keadaan ekonomi masa mendatang. Definisi Teori Ekonomi Mikro Ilmu ekonomi merupakan suatu studi tentang perlaku masyarakat dalam menggunakan sumber daya yang langka dalam rangka memproduksi berbagai komoditi, dan menyalurkannya kepada berbagai individu dan kelompok yang ada dalam suatu masyarakat. Kelangkaan berarti tidak semua kebutuhan manusia dapat dipenuhi sehingga memaksa kita untuk membuat suatu pilihan. Teori Ekonomi Mikro atau teori harga adalah ilmu yang mempelajari arus barang dan jasa dari sektor perusahan ke sektor rumah tangga, komposisi serta bagaimana harga barang dan jasa dalam arus tersebut ditentukan. Teori Ekonomi Mikro juga mempelajari arus barang dan jasa sumber-sumber ekonomi dari pemilik sumber ekonomi ke perusahaan penghasil, kemana penggunaan sumber-sumber ini sumbeer dayanya yang langka itu. Dalam mempelajari implikai kelangkaan, ilmu ekonomi

2

mengalir dan bagaimana harga sumber-sumber tadi ditentukan. Teori ekonomi mikro mempelajari perilaku satuan ekonomi yang mencakup konsumen pekerja, investor, dan setiap individu yang memainkan peranan dalam berfungsinya perekonomian. Tujuan teori adalah untuk meramal dan menjelaskan segala sesuatu yang berhubungan dengan teori tersebut. Sebuah teori merupakan hipotesa yang telah berhasil diuji. Suatu hipotesa diuji bukan berdasarkan kenyataan asumsi melainkan atas kemampuannya untuk meramalkan dengan tepat dan menjelaskannya. Asumsi yang dipakai dalam teori ekonomi mikro adalah bahwa semua smber ekonomi sudah dimanfaatkan secara penuh. Bahasan Dalam Teori Ekonomi Mikro Antara lain: 1. Bagaimana dan mengapa perilaku satuan ekonomi membuat keputusan ekonomi? 2. Bagaimana perilaku satuan ekonomi berinteraksi membentuk satuan yang lebih besar yang terkait dengan pasar dan industri. 3. Perilaku penjual dan embeli dalam pasar. Bagaimana konsumen membuat keputusan pembelian dan bagaimana pilihan mereka terpengaruh oleh perubahan harga komoditas dan pendapatan? Bagaimana perusahan memutuskan untuk mempekerjakan sejumlah orang dalam menghasilkan sejumlah komoditaas? 4. Berbagai teknik analisis ekonomi mikro dan terapannya dalam menjelaskan fenomin keseharian. 5. Opportunity Cost yang timbul sebagai konsekuensi dari pilihan yang diambil. Opportunity Cost , menggambarkn biaya eksplisit dan implicit yang terkait dengan penggunaan beberapa sumberdaya dalam suatu cara tertentu.

3

Jenis barang dan jasa yang akan dijualnya dan jenis-jenis serta jumlah dan kombinasi factor-faktor produksi yang akan digunakannya untuk meminimumkan biaya produksi. maka brang-barang dan jasa apakah yang perlu dibeli dan berapakah jumlahnya agar pembelian dan penggunaan barang-barang tersebut dapat memberikan kepuasan maksimum kepadanya dan keluarganya. Biaya Oppurtunitas (konsep biaya alternatif/opportunity cost) 4 . Dari segi produsen. Tingkat produksi yang paling memberi keuntungn kepada kegiatannya.Permasalahan Pembuatan Pilihan PROBLEM EKONOMI • • • Masalah jarangnya (Scarcity) alat-alat untuk memenuhi kebutuhan Masalah Pemilihan (the Problem of Choise) Efisiensi (Efficiency) MUNCULNYA MASALAH PEMILIHAN • • • Alat pemuas kebutuhan terbatas Kebutuhan manusia tidak terbatas Kebutuhan disusun menurut derajat kepentingannya (terdesak/tak terdesak) Alat-alat pemuas kebutuhan digunakan dalam berbagai penggunaan yang berbeda-beda Pembuatan suatu pilihan akan muncul karena adanya keterbatasan yang • telah dibahas sebelumnya. Dari segi konsumen. 2). persoalan yang dihadapi adalah : dengan menggunakan pendapatan mereka. karena adanya keterbatasan baik dari penggunaan sumberdaya yang ada maupun dalam mengkonsumsi baranr-barang yang dihasilkan. persoalan yang dihadapi adalah: 1).

Ahli ekonomi mempelajari bagaimana barang diproduksi dan dikonsumsi. Dalam setiap kasus.saya bisa bisa pergi rekresi ke suatu tempat atau bisa untuk membeli Sepatu. Kaum bisnis tidak perlu rewel terhadap pengggunaan buruh dan tidak perlu berusaha secara fisien dalam 5 .000. sehingga kita harus menentukan barang mana yang ingin dibeli atau aktivitas mana yang akan kita kerjakan dengan waktu dan pendapatan yang terbatas. Manusia sendiri akan mengatur penggunaan sumberdaya sedemikian rupa agar dapat memenuhi keinginan sebanyak mungkin.000.Kehidupan yang penuh dengan beragai pilihan..Apabila saya memutusakn untuk rekreasi.. maka para ekonom mengatakan bahwa biaya oppurtunitaas dari berrekreasi saya adalah kesenangan menikmati sepatu baru. Setelah dikurangi pengeluaran –pengeluaran sebesar Rp 800. Ilmu ekonomi mikro mempelajari hubungan antara keinginan manusia dengan sumberdaya (economic resources). atau jika keinginan manusia dapat sepenuhnya dipenuhi. maka orang tidak perlu melakukan efisiensi penggunaan sumber-sumber daya yang langka.000. maka menentukan pilihan dalam banyak sekali kelangkaan memaksa kita kehilangan kesempatan untuk mengerjakan sesuatu yang lain. Hilangnya alternative tersebut disebut: biaya oppurtunitas (Opportunity Cost). Masalah pokok dala perekonomian timbul karena adanya kelangkaan (scarcity) akibat dari ketidakseimbangan antara kebutuhan masyarakat dengan factor-faktor produksi yang tersedia. Adanya ketidak seimbangan akan menimbulkan aktifitaa ekonomi. karena sumber daya yang langka.Dengan sebanyak Rp 200.000. Misalnya.maka sekarang tinggal Rp 200. Hukum Kelangkaan Inti dari ilmu ekonomi adalah terletak pada fakta kelangkaan. Jika setiap barang dapat diproduksi dalam jumlah tidak terbatas. Semua kegiatan manusia baik perseorangan maupun kelompok/perusahaan untuk m emproduksi barang dan jasa maupun untuk mengkonsumsi yang ditujukan kepad usaha dalam memenuhi segala keinginan yang tidak terbatas dengan menggunakan sumberdaya yang serba terbatas dinamakan :Aktivitas Ekonomi. saya mempunyai pendapatan Rp 1.000..-. karena orang ingin mengkonsumsi juh lebih banyak daripada yang dapat diproduksi oleh perekonomian yang bersangkutan.

Akan tetapi belum ada masyarakat yang berhasil merealisir khayalan (utopia) kesempatan yang tanpa batas seperti itu. maka anda dengan cepat akan menemukan bahwa barang dan jasa yang tersedia tidak akan cukup untuk memenuhi bahkan sebagian kecil keinginan konsumsi setiap orang. tidak akan timbul barang ekonomi (economic goods) yaitu barang-barang yang penawarannya bersifat langka atau terbatas. maka tidak seorangpun akan menaruh perhatian terhadap distribusi pendapatan antar orang atau antar kelas yang berbeda. Semua barang bersifat CumaCuma/gratis. pabrik yang aman dan jalan yang bersih. waktu santai dan kebebasan pribadi. Semua ilmu ekonomi berpegang pada fakta pokok ini.penggunaannya. Intisari ilmu ekonomi adalah kebenaran tak terbantah yang kita sebut dengan Hukum Kelangkaan. ratusan juta orang menderita kekurangan makan dan kemiskinan materi. Di sana tidak perlu penghematan konsumsi dan tentu saja ilmu ekonomi tidak akan menjadi ilmu yang penting lagi. Hal ini karena sumberdaya adalah terbatas. barang serta jasa lain yang tidak terhitung jumlahnya. seperti pasir di gurun atau air di laut. Dalam perekonomian yang makmur. Output nasonal kita harus jauh berlipat ganda supaya rata-rata masyarakat dapat hidup pada tingkat rata-rata kehidupan dokter atau pengusaha. Di luar Amerika Serikat. sera pemerintah tidak perlu bersusah payah mengurusi pajak dan pengeluarannya Lebih jauh karena kita semua dapat memperoleh segala sesuatu seperti yang kita inginkan. seingga kita perlu mempelajari bagaimana masyarakat memilih dari daftar barang dan jasa 6 . Bahkan di Amerika Serikatpun yang sejauh ini perekonomiannya paling produktif. Jika anda menggabungkan semua keinginan tersebut. khususnya di Afrika. produksi yang dihasilkannya ternyata tidak cukup tinggi untuk memenuhi keinginan semua orang. m obil dan computer pribadi. Suatu penelitian tentang pola konsumsi mengungkapkan bahwa masyarakat menginginkan dan memerlukan pemanas maupun pendingin. yang menyatakan bahwa semua barang bersifat terbatas karena sumberdaya yang diperlukan tidak cukup untuk menghasilkan semua barang yang ingin dikonsumsi manusia.

Kegiatan ekonomi dan kehidupan perekonomian sangatlah kompleks sehingga harus dibuat gambaran yang lebih sederhana harus dibuat gambaran yang lebih sederhana mengenai hubungan suatu peristiwa dengan factor yang mempengaruhinya.yang tersedia. dan pembuatan ramalan. Jika kita ingin mengukur dampak harga mobil terhadap jumlah mobil yang dibeli . Kegagalan Untuk Menjaga “hal-hal lainnya sama” atau Ceteris Paribus Sebagian besar permasalahan ekonomi melibatkan beberapa kekuatan yang saling berinteraksi pada saat yang sama. Variabel dibedakan menjadi 2 : yaitu variable endogenenus yaitu variable yang sifatnya diterangkan dalam teori yang berkaitan dan Variabel eksogeninus yaiu variable yang mempengaruhi variable endogeninus yang besarnya ditentukan oleh factor-faktor yang berada di luar teori yang berkaitan. maka jumlah barang yang diminta akan berubah. pemisalan (asumsi). harg bensin. Penyederhanaan tersebut dilakukan dengan membuat pemisahan (asumsi). jumlah penjualan mobil pada satu tahun tertentu ditentukan oleh harga mobil. Langkah kunci untuk mengisolsi dampak suatu variable tertentu adalah dengan menganggap hal lainnya tetap sama. apabila harga suatu barang berubah. Dalam Teori Ekonomi Mikro ada 4 unsur penting yaitu: definisi. bagaimana komoditi yang berbeda diproduksi dan ditetapkan harganya. Misalnya : dalam Hukum Permintaan. Variabel yang terkait dalam hukum permintaan adalah variable harga dan variable jumlah barang yang diminta (dibeli). penghasilan konsumen. 7 . 2. harga bensin dan suku bunga serta variable lainnya tidak berubah. maka kita harus meneliti pengaruh perubahan harga mobil. 1. Sebagai contoh. Pemisalan dikenal sebagai Ceteris Paribus (berasal dari bahas latin) yang berarti hal-hal lainny tidak mengalami perubahan. artinya variable lainnya dianggap tetap tidak berubah. hipotesis. dan lain-lain. Definisi menjelaskan bahwa variable (suatu besaran yang nilainya dapat mengalami perubahan) yang sifat hubungannya akan diterangkn dalam teori. dan menganggap bahwa pendapatan konsumen. inilah arti dari “hal-hal lainnya sama” atau ceteri paribus dianggap tetap tidak berubah. dan siapa yang memperoleh barang yang diproduksi masyarakat.

Pembuatan ramalan bertujun untuk: 1. Atas dasar asumsi-asumsi tertentu. 2. Menguji atau menyelidiki kebenaran pandangan yang dikemukakan teori-teori ekonomi (jika toeri itu benar.3. 2. Dalam hal ini. adalah perubahan nilai variable X akan mempengaruhi nilai variable Y. Sedangkan hubungan tidak langsung. Menyediakan berbagai jenis angka indeks untuk menunjukkan kecenderungan perkembangan variable ekonomi tertentu dari waktu ke waktu. Hipotesis adalah suatu pernyataan yang bersifat umum tentang bagaimana variable yang dibicarakan berhubungan antara satu dengan yang lain. statistika memegang dua peranan penting yaitu: 1. Grafik berperan untuk memperlihatkan hubungan variable-variabel ekonomi secara visual. engapa bentuk peristiwanya seperti itu. Sifat hubungan tersebut dapat dibedakan menjadi langsung dan tidak langsung. meramalkan keadaan yang berlaku sebagai landasan dalam merumuskan langkah-langkah untuk memperbaiki keadaan dalam perekonomian. Kemudian nilai variable Y akan mempengaruhi nilai berpengaruh secara tidak langsung terhadap variable Z. 8 . Menerapkan mengapa peristiwa-peristiwa tertentu berlaku. sedangkan matematika berfungsi untuk menyatakan hubungan antara variable-variabel yang terkait dalam suatu fungsi matematis dan statistika berperan sebagai alat analisis untuk mengumpulkan fakta dan menguji kebenaran teori ekonomi. Sifat hubungan langsung. merupakan perubahan dari nilai suatu variable yang dibicarakan tersebut akan langsung berpengaruh terhadap besarnya nilai variable lainnya. Grafik merupakan alat analisa utama disamping matematika dan statistika. dan bagaimana berfungsinya suatu perekonomian. Alat-alat Analisis Dalam Ilmu Ekonomi Dalam ilmu ekonomi mikro memerlukan beberapa alat analisis untuk menerangkan beberapa teori dan menguji kebenaran teori tersebut. statistika dapat pula digunakan untuk menyatakan dengan lebig spesifik secara angka-angka sifat hubungan diantara variable-variabel dalam teori tersebut).

Kegiatan Pertukaran Kebutuhan adalah tujuan dan motivasi dari kegiatan produksi. Apa yang diproduksikan dikonsumsikan sendiri. dan bersamaan dengan itu akan timbul kelebihan produksi dari beberapa barang yang bisa dihasilkan oleh suatu keluarga. kemudian meningkat terjadi antar kota dan meningkat lagi terjadi antar daerah. yaitu pertukaran. 9 . sehingga sampai saat ini kita mengenal pertukaran antar Negara (perdagangan internasional). Pertukaran/perdagangan ini mula-mula berasal dari satu desa. Jadi apa yang diproduksi. Kegiatan ekonomi pokok yang ketiga. maka timbul kebutuhan-kebutuhan diluar kemampuan keluarga sendiri untuk menghasilkannya. membuat pakaian sendiri dan memenuhi segala kebutuhannya dengan upaya sendiri (sering disebut dengan tingkat hidup subsisten) hanya ada dua kegiatan ekonomi pokok yaitu : berproduksi dan berkonsumsi. Kegiatan Produksi 2. konsumsi dan pertukaran.Macam Kegiatan Ekonomi Kegiatan manusia dalam suatu masyarakat ada tiga macam kegiatan pokok: 1. dikonsumsi sendiri. Kebutuhan adalah TUJUAN dan MOTIVASI dari kegiatan produksi. Faktor penggerak bagi adanya aktivitas ekonomi adalah kebutuhan. Atau dengan kata lain Masyarakat subsisten adalah Masyarakat primitif di mana di dalamnya hanya ada 2 kegiatan ekonomi yaitu produksi dan konsumsi. Semakin maju suatu masyarakat. Kegiatan Konsumsi 3. konsumsi dan pertukaran. Perkembangan pertukaran erat hubungannya dengan kemajuan dalam komunikasi. Pada masa sekarang pertukaran ini lebih dikenal dengan perdagangan. Dalam masyarakat primitive dimana setiap keluarga menghasilkan makanan.

bukan sebagai konsepsi manusia secara utuh. Yang dimaksudkan disini adalah bahwa secara total. Kita harus selalu melakukan “trade-off” Untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan biasanya kita hrs merelakan atau menyerahkan hal lain yang sesungguhnya juga bermanfaat bagi kita. hal ini bukan berarti bahwa secara kuantitatif satu macam kebutuhan (misalnya mkan) tidak bisa dipuaskan. Setiap aspek dapat dikenali sebagai elemen ilmu ekonomi karena berbagai aspekitu disatukan oleh beberapa ide atau prinsip dasar. yang biasanya selalu menginginkan kehidupan material yang lebih baik. pakaian. tempat tinggal). 3. Tanpa adanya kebutuhan tersebut diatas. 2. Kebutuhan biologis untuk hidup (misalnya makanan. Pada umumnya kebutuhan manusia tidak terbatas. Lain-lain kebutuhan yang khas bagi masing-masing perorangan. tetapi dilihat sebagai manusia seperti apa adanya. minuman.Kebutuhan Manusia Timbul dari: 1. dimana keputusan seseorang dibuat berdasarkan: 1. Jika kita mempunyai banyak tujuan sebagian tujuan harus kita lepaskan demi mengejar tuj tertentu yang paling kita inginkan. maka tidak ada alas an untuk berkegiatan ekonomi. Pembuatan keputusan mengharuskan kita merelakan tujuan untuk memperoleh tujuan yang lain. Dalam penerapannya ilmu ekonomi tidak bias lepas dari permasalahan moral ( yaitu: penilaian mengenai mana yang baik dan mana yang buruk). Ilmu Ekonomi mempunyai banyak aspek. Kebanyakan ahli ekonomi memandang konsep kepuasan yang tidak terbatas ini sebagai suatu anggapan kerja. Begitu satu macam kebutuhan terpenuhi/terpuaskan. Manusia tidak dilihat dari segi moral. 10 . Ada 10 ide atau prinsip dasar ekonomi. maka akan timbul kebutuhan yang lain lagi. kebutuhan manusia tidak akan terpuaskan. Kebutuhan yang timbul dari peradaban dan kebudayaan manusia itu sendiri (misalnya keinginan punya rumah yang bagus).

Kita bereaksi terhadap Insentif. Banyak keputusan dalam hidup memerlukan penyesuaian-penyesuaian kecil secara bertahap dalam proses pelaksanaanya.keputusan yang baik jika ia mengetahui berbagai kemungkinan/pilihan. Perubahan-perubahan marginal (marginal changes): Penyesuaian-penyesuaian kecil secara bertahap dalam pelaksanaan suatu rencana. Orang rasional berfikir secara bertahap. 4. krn seseorang hanya akan dapat membuat keputusan. Hanya saja biaya dari suatu pilihan tindakan biasanya tidak nampak seluruhnya pada saat kita pertama kali menjajaakukainya. Pelajaran fundamental mengenai pembuatan keputusan di tingkat individual adalah bahwa: kita senantiasa menghadapi fakta “trade-off” antara 11 . Kita harus senantiasa menyadari fakta trade off.Trade off yang hrs dihadapi masyarkat dewasa ini adalah trade off antara efisiensi dan pemerataan. Pemertaan (equity): Kondisi ideal ketika kesejahteraan ekonomi terbagi atau terdistribusikan secara adil diantara segenap anggota masyarakat. maka perilaku kita pun akan berubah setiap perhitungan biaya dan manfaat tersebut berubah. Biaya oportunitas (opportunity cost): adalahan apa saja yang harus dikorbankan untuk memperoleh sesuatu yang lain. Itu artinya kita selalu bereaksi atau tanggap terhadap insentif. 2. Dalam banyak situasi kita dapat membuat keputusan terbaik jika kita mau berfikir secara bertahap. Efisiensi (Efficiency): Kondisi ideal ketika sebuah masyarakat dapat memperoleh hasil atau manfaat yang maksimal dari penggunaaan segenap sumber daya langkanya. Karena kita selalu membuat keputusan berdasarkan perbandingan segenap biaya dan manfaatnya. Biaya adalah apa yang anda korbankan untuk memperoleh sesuatu Pembuatan keputusan mengharuskan kita membanding-bandingkan segenap biaya dan manfaat dari setiap pilihan tindakan. dimana para ekonom menyebutnya dengan istilah perubahan-perubahan marginal (marginal changes). 3.

bahwa biaya suatu tindakan juga harus mencakup biaya berupa hilangnya kesempatan melakukan melakukan/memperoleh hal lain. Adam Smith (1776) dalam bukunya: The Wealth of Nations. Pasar secara umum adalah wahana yang baik untuk mengorganisasikan kegiatan ekonomi. 12 . melalui perdagangan setiap pihak akan dapat melakukan spesialisasi. dan bahwa perilaku kita cenderung berubah sesuai dengan insentif yang ada. sedemikian rupa sehingga dapat mengorganisasikan segenap kegiatan ekonomi demi mempromosikan kesejahteraan ekonomi bagi berbagai pihak yang terlibat. Pemerintah ada kalanya dapat memperbaiki hasil-hasil mekanisme pasar. Jaring-jaring saling ketergantungan dan perdagangan tentu saja juga berlangsung dalam setiap masyarakat modern. Pasar ternyata mampu menjadi ajang pergumulan aneka keputusan dan kepentingan. Perekonomian Pasar (market economy): Suatu perekonomian yang mengalokasikan sumber-sumber dayanya melalui proses keputusan tersentralisir oleh sekian banyak perusahaan dan rumah tangga yang satu sama lain berinteraksi di pasar-pasar barang dan jasa. 7. 6. Perdagangan dapat menguntungkan semua pihak.berbagai pilihan alternative/pilihan tujuan. Artinya pemerintah sesekali dapat mengintervensi pasar guna memperbesar ukuran kue ekonomi atau mengubah pembagian kue tersebut. bahkan dengan pola yang lebih kompleks. Meskipun selalu bersaing semua unit/pelaku ekonomi sesungguhnya terus menerus mengadakan pertukaran atau perdagangan. 5. seolah-olah dibimbing oleh suatu kekuatan atau “tangan tak tampak” (insivible hand).bahwa pembuatan keputusan rasional senantiasa membandingkan manfaat marginal dengan biaya marginal. Ada 2 alasan pokok mengapa pemerintah dapat/perlu melakukan campur tangan/intervensi terhadap pasar: yaitu demi mempromosikan efisiensi dan mempromosikan keseimbangan. Setiap keluarga atau unit ekonomi akan diuntungkan oleh perdagangan. merumuskan bahwa semua rumah tangga dan perusahaan berinteraksi di pasar secara tertib.

Kuasa pasar (Market power): kemampuan suatu pelaku (atau sekelompok pelaku) ekonomi tunggal untuk mempengaruhi harga-harga yang berlaku di pasar. Penyebab inflasi adalah pertumbuhan kuantitas uang yang beredar di masyarakat. Standar hidup di suatu Negara tergantung pada kemampuannya memproduksi barang dan jasa. Penyebab kegagalan pasar diantaranya adalah: eksternalitas dan kuasa pasar. 8. Kegagalan Pasar (market failure): Suatu situasi dimana pasar gagalmengalokasikan sumber daya secara efisien. dan bahwa pemerintah berpotensi memperbaiki hasil-hasil yang dibuahkan pasar. Jika pemerintah mencetak uang atau mengedarkan uang terlalu banyak. bahwa pasar secara umum merupakan wahana yang baik dalam mengkoordinasikan perdagangan/pertukaran antar manusia. jika terjadi kegagalan pasar atau jika hasil yang dibuahkan pasar kurang sesuai dengan rasa keadilan. Inflasi: Kenaikan tingkat harga secara keseluruhan dalam sebuah perekonomian. sehingga timbullah kegagalan pasar. 13 . Eksternalitas: dampak tindakan-tindakan suatu pihak terhadap pihak lain. Yang dapat menjelaskan perbedaan standar hidup antar Negara dan antarwaktu adalah produktifitas. Masyarakat menhadapi trade-off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran. 10. Harga-harga meningkat jika pemerintah mencetak uang terlalu banyak. Namun ada kalanya tangan tak nampak tak berfungsi. 9.Tangan tidak tampak biasanya mampu mengarahkan pasar-pasar untuk mengalokasikan sumber daya secara efisien. maka nilai uang tersebut akan merosot. Produktifitas: Kuantitas barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu jam kerja dari seorang pekerja. Pelajaran fundamental tentang interaksi antar manusia adalah bahwa perdagangan dapat memberikan keuntungan timbal-balik.

udara dan sebagainya) 2. 14 . dan sebagainya) 4. telur dadar. mimyak. mesin. Suatu perekonomian harus bisa menggunakan teknologi yang dimiliki untuk mengkombinasikan berbagai input untuk menghasilkan output. Misalnya. Input dan Output Input adalah semua barang dan jasa yang digunakan olek sector ekonomi (misalnya perusahaan) untuk menyelenggarakan proses produksi. Dalm proses ini. Teknologi tercermin dalam kecekatan para pengusaha. dan itu berarti lapangan kerja baru akan berkurang sehingga pengangguran pun bertambah. bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan sumber utama inflasi. tetapi teknologi dianggap sudah terkandung di dalam summer-sumber ekonomi tersebut. Dilema atau trade-off antara inflasi dan pengangguran ini disebut sebagai Kurva Philip (Philip curve): Trade-off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran. garam termasuk si koki dan sebagainy kita sebut dengan input. Input/factor-faktor produksi/ sumber-sumber ekonomi 1. Jika uang berkurang maka dana untuk investasi dan produksi pun menyusut. meskipun diperlukan dalam setiap proses produksi. Modal/capital (gedung. Sumber Daya Alam (minyak bumi. Sedangkan output dalah semua barang dan jasa yang bermanfaat untuk konsumsi maupun untuk investasi (untuk proses produksi berikunya). Kepengusahaan/entrepreunership Teknologi tidak dianggap sebagai suatu sumber ekonomi tersendiri. Inflasi biasanya ditekan melalui pengurangan kuantitas uang. uang. dan bahwa setiap masyarakat harus menghadapi (trade-off) jangka pendek antara inflasi dan pengangguran. telur. air. Sumber Daya Manusia 3. Pelajaran fundamental perihal perekonomian secara keseluruhan adalah: bahwa produktifitas merupakan tiang utama penopang standar hidup. ketrampilan dan keahlian para karyawan. Sedangkan outputnya adlah hidangan telur dadar yang siap dimakan.Upaya meredam lonjakan inflasi seringkali mengakibatkan kenaikan sementara tingkat pengangguran.

Barang Cuma-Cuma yaitu barang yang dapat dinikmati tanpa melakukan kegiatan memproduksi seperti udara. Barang dapat dibedakan menjadi: 1). Barang inferior (misalnya: ikan asin. pakaian. Output (barang dan jasa) Barang dapat dibedakan menjadi benda yang dapat diraba dan dilihat secara isik ( misalnya:buku. Sedangkan cara penggunaan barang dibagi menjadi:  Barang pribadi (misalnya: makanan. Barang setengah jadi (misalnya. Barang konsumsi. Barang mewah )misalnya Mobil. sepeda. misalnya makanan) 2). Barang ekonomi dibedakan menjadi: 1). barang normal (misalnya: buku. kulit sapi. 3. air hujan dan sebagainya. dan sebagainya) dan sesuatu yang tidak dapat diraba serta tidak dapat dilihat (misalnya:oksigen. karet. gandum. emas). barang bekas). Dalam kondisi khusus barang Cuma-Cuma bisa berubah menjadi barang ekonomi. 2). Jadi teknologi banyak berkaitan dengan kualitas sumber-sumber ekonomi. dan sebagainya) Jenis-jenis barang menurut kepentingan dalam kehidupan manusia. pakaian. sinar matahari. ubi. Jenis Barang 15 . gas dan sebagainya). adalah: 1. Jembatan.efisiensi mesin dan sebagainya. Barang ekonomi (barang yang memerlukan usaha untuk memperolehnya. yaitu barang yang langsung bisa dikonsumsi (misalnya: makanan. Barang essensial (misalnya: sembilan bahan kebutuhan pokok). dan sebagainya). dan sebagainya). dan sebagainya)  Barang public (misalnya: mercusuar. 2. Kemajuan teknologi berarti peningkatan kualitas sumber-sumber ekonomi yang tersedia. TV) 4.

untuk itu pemerintah diharapkan tidak terlalu banyak mencampuri ketentuan pasar pada jenis barang ini. common good. Hampir seluruh negara menggunakan sistem pasar bebas. Tanpa disadari. Namun. Artinya pemerintah tidak perlu melakukan banyak intervensi terhadap permasalahan tersebut. Pasar bebas merupakan cara yang terbaik dalam mengatur perekonomian. namun memiliki nilai bersaing.Sebelum pemerintah melakukan intervensi dengan menetapkan suatu kebijakan terhadap berbagai barang. Common good adalah barang yang tersedia bagi masyarakat dalam jumlah tidak terbatas. pemerintah dapat mengambil tindakan dan mengubahnya. dan private) dapat memberikan keuntungan maupun menimbulkan kerugian. club. Eksternalitas yang dapat terjadi pada semua jenis barang (public. baik pada efisiensi alokasi maupun efisiensi produktivitas serta efisiensi sosial. yaitu public good. 16 . Club good merupakan barang yang tidak bersaing namun jumlahnya terbatas. Jika biaya privatisasi tersebut menjadi masalah. Jenis barang tersebut. Common good yang dimiliki oleh negara dan tidak bersifat natural monopoly harus diprivatisasi. maka sebaiknya privatisasi tersebut dilakukan kepada masyarakat umum daripada secara individual. club good. pemerintah harus dapat membedakan jenis barang-barang beserta permasalahannya. dan private good. pemerintah diharapkan dapat mengurangi intervensinya dalam struktur pasar. Kegagalan pasar terjadi pada saat pasar tidak memberikan efisiensi secara penuh. Yang termasuk dalam private good adalah benda yang memiliki nilai bersaing dan jumlahnya terbatas. masalah public good dan ekternalitas dapat diselesaikan melalui mekanisme pasar. pada saat pasar bebas tidak memberikan hasil yang positif bagi masyarakat. Munculnya ekternalitas disebabkan besarnya intervensi pemerintah. common. Private good merupakan bentuk yang paling efisien dalam perekonomian. Untuk itu. Permasalahan yang terjadi pada common good dapat diselesaikan dengan adanya hak kepemilikan sehingga dapat diperjual belikan secara individual. Club good sebagai barang yang tidak bersaing karena bukan merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat.

dan mencegah terjadinya monopoli. Hal yang demikian dapat mengurangi persaingan. dan modal. 17 . merit goods. merupakan kegagalan informasi yang dapat menyebabkan kegagalan pasar. Seorang monopolis mungkin saja akan mengembangkan kekuatan sosial dan politik lebih tinggi dari yang lain sehingga mengurangi efisiensi demokrasi dan keadilan dalam bersaing. Selain itu. Pasar monopoli dapat membatasi output yang dihasilkan untuk menjaga agar harga produk tetap tinggi. jika beredar dalam jumlah yang tepat atau bahkan tidak beredar sama sekali akan menyebabkan sistem pasar tidak efisien sehingga terjadi kegagalan pasar. mengalokasikan sumber daya dengan lebih efisien. Intervensi pemerintah diperlukan untuk memperbaiki atau mengganti kerugian atas kegagalan pasar yang disebabkab oleh eksternalitas yang negatif. seperti tanah. Kartel biasanya terjadi pada pasar oligopoli. yang dimiliki produsen mengenai permintaan produk dan mengenai keberadaan pesaing. Faktor-faktor produksi. dan demerit goods. Berbagai jenis barang. Informasi Konsumen Kurangnya informasi yang dimiliki konsumen mengenai produk yang tersedia di pasar. Para pemain pun dapat bebas keluar dan masuk ke dalam industri. Sistem kartel tidak jauh berbeda dari monopoli karena beberapa perusahaan melakukan kerja sama dalam menjual produk-produk mereka. serta yang dimiliki pegawai mengenai peluang usaha dan lapangan pekerjaan. yaitu public goods. Namun setiap perusahaan memiliki merk pada produknya masing-masing sehingga perusahaan yang merk dagangnya sudah kuat akan dapat menguasai pasar Privatisasi merupakan suatu cara agar dapat meningkatkan persaingan dan menurunkan biaya. Privatisasi Pada pasar persaingan monopolistik terdapat banyak penjual dan pembeli serta berbagai jenis produk. tenaga kerja. monopoli juga mengurangi pilihan konsumen terhadap suatu produk.Sistem pasar monopoli dapat menyebabkan kegagalan pasar.

meningkatkan skala ekonomis sehingga dapat menurunkan biaya. Jasa yang berkaitan dengan program pemasarannya. juga dapat menyebabkan terjadinya kegagalan pasar. Jasa merupakan layanan dari seseorang/instansi/organisasi yang akan memenuhi kebutuhan masyarakat. Inseparability (tidak dapat dipisahkan) 3). dapat dilakukan dengan beberapa cara. Variability (keragaman) 4). Jasa Jasa adalah intangible karena tidak berwujud. 18 . yang memiliki sifat tidak dapat bergerak. maka jasa mempunyai 4 karektiristik yang harus dipertimbangkan. yaitu: 1). antara lain: penetapan regulasi mengenai persaingan sehat oleh pemerintah.serta berbagai asset yang sudah tidak dapat digunakan. Intangibility (tidak berwujud) 2). tidak dapat dilihat. dan penetapan batas harga pasar tertinggi dan terendah yang dilakukan oleh pemerintah. mengubah distribusi pendapatan dan kesejahtaraan dalam perekonomian nasional. Untuk mencegah terjadinya kegagalan pasar pada sistem pasar bebas. Perishability (tidak tahan lama). dan tidak dapat dicicipi.

Mahasiswa dapat membantu pemerintah dalam menunjang pertumbuhan dan memperbaiki kualitas hidup 3. Pembahasan Materi: 1. Mekanisme Harga 3. Mahasiswa dapat memahami segala masalah yang dihadapi masyarakat dan rumah tangga.BAB 2 ORGANISASI EKONOMI Tujuan : 1. Pemecahan Masalah diluar Mekanisme Harga 4. Peluang Teknologi Dalam Masyarakat 19 . Untuk menganalisis pola perilaku masyarakat. 2. Permasalahan Dasar Ekonomi 2.

apakah itu merupakan Negara komunis sekalipun. Maksudnya adalah barang apa yang harus diproduksi dan dalam jumlah berapa.serta teknik produksi yang bagaimana produksi akan dilakukan? Siapakah yang harus bertani. dan siapa pula yang harus mengajar? Apakah tenaga listrik akan diperoleh dari minyak atau batu bara? Apakah proses produksi tersebut akan dilakukan dengan cara padat karya atau padat modal? Dalam bentuk Kapitalis atau harus dimiliki oleh Negara? 3) For Whom/untuk siapa Siapakah yang akan menikmati dan akan memperoleh manfaat barang dan jasa di seluruh negeri ini? Bagaimana produksi nasional akan didistribusikan kepada setiap orang? Haruskah sedikit saja orang yang kaya dan apakah harus banyak sekali yang miskin? Haruskah pendapatan yang tinggi diterima oleh para 20 . Bagaimana komoditi tersebut harus diproduksi? Bagaimana produksi ini dilakukan ? Oleh siapa produksi ini akan dilakukan? Gabungan faktorfaktor produksi yang bagaimana.Permasalahan Dasar Ekonomi Masyarakat apapun. Ketiga masalah tersebut adalah sebagai berikut : 1) What/apa. suku di pedalaman Kalimantan. maupun negar industri yang sudah majupun pasti mengahadapi masalah ekonomi yang mendasar dan saling terkait. 2) How/bagaimana. Dengan kata lain. berapa banyak barang dan jasa yang harus dibuat dalam perekonomian yang bersangkutan? Haruskah sekarang kita memproduksi pizza ataukah kemeja atau kedua-duanya atau memproduksi yang lainnya? Memproduksi kemeja berkualitas tinggi dalam jumlah sedikit atau kemeja murah dalam jumlah banyak? Haruskah kita memproduksi barang konsumsi dalam jumlah banyak atau hanya sedikit barang konsumsi dan lebih banyak barang investasi untuk hari esok?.

manajer. Gerak harga dari setiap barang dan jasa serta setiap factor produksi bisa memecahkan ketiga masalah ekonomi pokok dari suatu masyarakat dengan cara sebagai berikut: 1. Akibat selanjutnya adalah produsen tersebut cenderung utnuk memperbesar produksinya. MEKANISME HARGA Mekanisme harga adalah proses yang berjalan atas dasar gaya kekuatan tarik menarik antara konsumen dan produsen yang bertemu di pasar. bahkan muncul produsen-produsen baru untuk barang tersebut (kegiatannya berpindah berproduksi barang-barang lain. komando dan sebaginya. karena adanya keuntungan yang relative lebih besar untuk barang yang naik harganya ini. Jika masyarakat menginginkan lebih banyak suatu barang. para pekerja atau para tuan tanah? Apakah orang yang tamak yang berhak mewarisi dunia ini? Apakah si pemalas boleh makan banyak ataukah harus ditelantarkan? Meskipun tiga masalah ini sangat mendasar dan umum terjadi pada semua corak perekonomian. harga suatu barang mungkin naik karena gaya tarik konsumen menjadi lebih kuat (jika konsumen minta lebih bnyak barang tersebut). maka akan tercermin pada adanya kenaikan permintaan konsumen untuk barang tersebut. Proses sebaliknya akan terjadi jika harga turun. maka keuntungan juga turun. masalah tersebut dipecahkan dengan mengandalkan pada mekanisme harga. Hasil neto dari kekuatan tarik menarik tersebut menghasilkan terjadinya harga untuk setiap barang (di pasar barang) dan untuk setiap factor produksi (di pasar faktor produksi).Sehingga produksi total untuk barang ini bertambah. Apabila harga barang turun. tetapi berbagai system perekonomian yang berlainan selalu berusaha memecahkannya dengan cara yang berbeda. Akibatnya harga barang-barang tersebut naik. Jadi gerak 21 . Namun bagi masyarakat yang sudah modern. insting. Pada suatu waktu. produksi turun. Misalnya dengan cara kebiasaan dan tradisi. sehingga penjual barang tersebut memperoleh keuntungan yang lebih besar. Sebaliknya harga suatu barang turun apabila permintaan para konsumen melemah.

Kurva Isoquant adalah kurva yang menunjukkan berbagai kemungkinan kombinasi factor-faktor produksi untuk menghasilkan suatu tingkat output tertentu. apabila harga faktor produksi L naik. 2. Kemungkinan ini terlihat pada konsep yang sering digunakan dalam ilmu ekonomi yaitu isoquant. Barang dihasilkan dari proses pengkombinasian faktor-faktor produksi oleh produsen. Dalam ilmu ekonomi dianggap bahwa antara faktor-faktor produksi selalu ada kemungkinan untuk substitusi. maka produsen akan berusaha mengadakan penghematan penggunaan factor tersebut dan menggunakan lebih banyak factor produksi yang lain untuk proses produksinya. Contoh: Faktor produksi Kapital (K) dan Tenaga Kerja (L) K Ki A Kurva Isoquant K2 B O L1 L2 L Gambar: 1 Pada gambar 1 diatas.harga-harga barang akan menentukan apa dan berapa setiap barang akan tersedia/diproduksikan di dalam perekonomian masyarakat tersebut. maka produsen akan cenderung untuk menghemat penggunaan factor produksi L sehingga mereka akan 22 . Bil harga suatu faktor produksi naik.

Penghasilan setiap orang tergantung pada berapa unit factor-faktor produksi yng dia miliki disamping harga setiap unit factor produksi. Sedangkan penghasilan konsumen berasal dari penjualan jasa-jasa dari faktor produksi miliknya termasuk tenaganya sendiri pada produsen yang menggunakannya untuk proses produksi. Tingkat pendapatan yang tercipta dalam mekanisme pasar sepenuhnya didasarkan pada hal-hal yang berbau ekonomis. Pola distribusi penghasilan bersama-sama dengan harga barang-barang sangat menentukan pola distribusi barang antar warga masyarakat. Kemudian konsumen membayar harga barang-barang tersebut dri penghasilannya.memperbanyak penggunaan factor produksi K. Jdi harga factor produksi sekaligus merupakan penghasilan pemilik factor produksi untuk setiap unit factor produksi yang dijual/disewakan kepada produsen. maka gerak hargaharga barang dan harga-harga factor produksi (misalnya dengan adanya mekanisme harga) akan menentukan distribusi barang-barang yang dihasilkan dalam masyarakat. Mekanisme harga bias memecahkan masalah For Whom. bukan jatuh ke tangan orang yang paling membutuhkannya. Berbagai macam barang kebutuhan senantiasa jatuh ke tangan orang yang paling mampu membelinya. Akibatnya distribusi pendapatan yang muncul akan mengakibatkan persoalan ketidak adilan. dan harga factor produksi. Jadi gerak harga faktor produksi menentukan kombinasi yang digunakan produsen dalam proses produksinya (disini harga faktor produksi disebut dapat memecahkan masalah How bagi masyarakat). Disini produsen bergerak dari posisi B ke posisi A. kerja keras. Jadi apabila suatu waktu pola kepemilikan factorfaktor produksi antara warga masyarakat dianggap telah ad. MASALAH YANG TIDAK BISA DIPECAHKAN OLEH MEKANISME HARGA ANTARA LAIN: 1). Akibatnya kucing milik orang kay. 3) Barang-barang hasil produksi dijual oleh produsen kepada konsumen. Sebaliknya jika harga K turun. bias saja memperoleh 23 . seperti nasib baik dalam berusaha. Distribusi pendapatan Mekanisme harga tidak selalu menjamin dipecahkannya masalah for whom secara adil.

Apabila sebuah masyarakat demokratif tidak menyukai distribusi pendapatan yang begitu timpang. ketimpangan pendapatan tidak bisa diterima atau tidak isa sibiarkan. yaitu ketimpangan pendapatan yang berlanjut pada ketimpangan kemakmuran. wnita dan pria Irlandia yang tengah kelaparan. penemuan robot akan menyebabkan harga tenaga kerja merosot sekali. Secara politis. Apaila terdapat perbedaan yng mencolok dalam hal kekuatan ekonomi ntara pihak-pihak yang bertransaksi di pasar.yang diakibatkan oleh system pasar laissez faire. Suatu bangsa tidak harus meneerima begitu saja hasil-hasil yang dibuahkan oleh system pasar yang kompetitif. 2) Ketidaksempurnaan Pasar. maka ia harus mengambil langkah-langkah yang sekiranya diperlukan untuk mengubah distribusi pendapatan tersebut. sementara itu sejumlah petani kaya yang merasa harga kentang kurang memadai. serta menggeser 95 % pendapatan nasional kepada pemilik robot. Setiap orang agaknya memang berhak mengkaji distribusi pendapatan yang ada dan ia boleh saja menganggapnya tidak adil.gizi yang lebih baik dari pada kucing yang dimiliki orang miskin. maka harga yang terbentuk tersebut 24 . Jika suatu Negara membelajankan uang lebih banyak untuk memproduksi maknan hewan piaraan dari pada untuk membantu kalangan miskin untuk meneruskan pendidikan. bahwa ketika itu pemerintah Ratu Victoria dari Inggris tidak berbuat apa-apa untuk membantu jutaananak-anak. Misalnya saja ketimpangan pendapatan yang diciptakan oleh sistem pasar yang terjadi pada tahun 1848-1849. Pasar telah berjalan dengan logika internalnya yaitu meletakkan barang ke tangan orang yang punya uang. sehingga mengikis pendapatan pekerja.Apakah hal ini merupakan akibat dari kegagalan pasar? Jawabannya tidak. dengan seenaknya saja membakar hasil panen kentang mereka. apalagi jika hal ini ditinjau dari segi etika. hal itu bukan salah pasar. Dalam hal ini justru pasar telah berfungsi dengan baik. demi menaikkan harga. melainkan salah distribusi pendapatan. Seringkali distribusi pendapatan dalam system pasar dipengaruhi oleh teknologi atau tingkat kelahiran. Jadi system pasar yang paling efisien sekalipun dapat menimbulkan dampak negative. Misalnya saja.

jauh melebihi biaya produksi. Dalam kenyatan sehari-hari. Mencegah setiap perusahaan untuk tidak membuang limbah dengan memberlakukan peraturan memang bisa dilaksanakan. hukum). Hal ini merupakn kegiatan ekonomi yang penanganannya tidak dapat diserahkan begitu saja kepada pihak swasta. kesehatan. Disini kekuasaan monopoli cenderung akan menciptakan harga yang terlalu tinggi. hal ini berarti bahwa hampir semua pengusaha merupakan pesaing tidak sempurna. sehingga masalah what dan how tidak bisa dipecahkan dengan baik. dan sebagainya. ketertibaan. sehingga tidak ada perusahaan atau konsumen secara individual terdorong untuk melakukannya. Misalnya penanganan pertahanan nasional. Ada barang-barang yang hanya disediakan secara kolektif oleh masyarakat( misalnya: keamanan. Penanganan produksi barang-barang ini oleh pabrik swasta tidak bias diharapkan akan muncul. kecuali mungkin berjuta-juta petani yang secara perorangan hanya menghasilkan jumlah yang sangat sedikit dibandingkan secara keseluruhan dari hasil panen. akibatnya turunnya tingkat pembelanjaan/permintaan konumen di batas stndarnya yang efisien. Persaingan sempurna dalam suatu pasar timbul karena terdapatnya jumlah perusahaan yang jumlahnya banyak sekali sehingga tidak satupun perusahaan mampu mempengaruhi harga barang. Suatu penyimpangan utama dari persingan sempurna adalah persaingan tidak sempurna atau elemen-elemen monopoli. baik yang dapat memberikan keuntungan besar. maupun yang dapat memberikan keuntungan kecil kepada masyarakat. Harga pasar bagi barang-barang semacam ini tidak ada. atau kalaupun ada. namun jauh lebih sulit bagi pemerintah untuk mendorong pihak swasta untuk memproduksi dan membangun barang-barang publik. yaitu barang-barang yang dapat digunakan masyarakat secara bersa-sama.tidak mencerminkan prioritas masyarakat secara wajar. maka tidak akan mencerminkan kebutuhan masyarakat yang sebenarnya (masalah what untuk barang-barang ini tidak bisa dipecahkan dengan baik). 3) Barang-barang Kolektif. Hal ini disebabkan manfat barang-barang tersebut begitu tersebar luas. 25 .

Underprovision biasanya terjadi pada sektor-sektor seperti kesehatan masyarakat. maka masyarakat umum yang bukan anggota perusahaan itu ikut memetik manfaat berupa berkurangnya kemungkinan penyakit tadi menyebar dan menulari mereka. Eksternalitas dapat terjadi jika biaya yang seharusnya dari suatu aktivitas perekonomian tidak sepenuhnya tercerminkan dalam biaya yang dibayar oleh sector swasta. Dalam hal ini bahwa perusahaan X itu telah menggunakan air bersih yang berharga dan langka tanpa membayar ganti rugi kepada masyarakat pemakai air yang telah dirugikan. bahan kimia dan bahan lainnya. Mekanisme pasar tidak bisa memperhitungkan pengaruh-pengaruh social dan kegiatan ekonomi (misalnya pengaruh adanya suatu pabrik terhadap lingkungannya. Eksternalitas juga terjadi jika manfaat dari suatu aktivitas tidak sepenuhnya tertangkap dalam keuntungan sektor swasta. Apabila imunitas itu berhasil terciptakan. pelayanan pendidikan sedangkan overprovision mencakup kegiatan produksi yang menghasilkan polisi. 26 . Dari contoh-contoh tersebut kita bias mengetahui bahwa ada transaksi ekonomi tanpa pembayaran atau pemberian imbalan/ganti rugi. Seiring dengan semakin padatnya penduduk. Eksternalitas atau dampak imbasan (spillover effect) tercipta jika ada perusahaan atau pihak tertentu yang menimbulkan kerugian atau keuntungan kepada pihak lain di luar konteks pasar. Dalam hal ini intervensi pemerintah diperlukan untuk mengatur mekanisme pajak dan subsidi atau membuat dan menegakkan peraturan-peraturan yang bersifat mengontrol sektor swasta. erosi tanah dan lain sebagainya. berarti akan terus bertambahnya volume produksi energi.4) Eksternalitas. Yang terjadi kemudian adalah underprovision atau overprovision dari barang dan jasa. Misalnya ada sebuah perusahaan X yang membuang limbah kimia beracun ke sebuah sungai yng banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berenang dan memancing. Sebaliknya apabila ada Perusahaan Y mengadakan vaksinasi gratis kepada seluruh karyawannya untuk mencegah mereka terjangkit penyakit menular.

Selain meningkatkan efisiensi dan pemerataan dan keadilan. 5) Pengelolaan Perekonomian Secara Mikro Mekanisme pasar tidak bisa diandalkan untuk menstabilkan gejolak naik turunnya kegiatan ekonomi secara total/nasional. Dalam kelima bidang ini mekanisme harga tidak bias diharpkan menyelesaikan permasalahan ekonomi secara otomatis dan secara baik. Sekarang ini Pemerintah bisa mempengaruhi tingkat output dan tingkat inflasi melalui pemanfaatan kebijakan fiscal dan kebijakan moneter secara cermat dan hati-hati. Kekuasaan atau kebijakan fiscal adalah wewenang untuk mengenakan pajak dan mengadakan pembelanjaan.sehingga akan berdampak imbasanpun meningkat. yaitu melalui pajak serta pembelanjaannya dan kebijakan moneter untuk mempengaruhi suku bunga dan kondisi-kondisi perkreditan. Di sinilah perlunya tindakan-tindakan yang harus dirumuskan dan dijalankan secara sadar oleh masyarakat/Negara. kita bisa mengetahui bagaimana cara mengendalikan ekses terburuk yang ditimbulkan oleh siklus usaha. karena keduanya saling melengkapi. Kebijkan-kebijakan makro ekonomi untuk menciptakan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi meliputi. Dewasa ini berkat sumbangan intelektual yang sangat berharga dari John Maynard Keynes dan para penerusnya. Dalam kenyataan mekanisme harga dan perencanaa digunakan bersma-sama. pemerintah berkewajiban mennjalankan fungsi-fungsi makro ekonomi dan meningkatkan pertumbuhan serta stabilitas ekonomi secara keseluruhan. maka lambat laun berkembang\menjadi ancaman yang serius bagi masyarakat secara keseluruhan. Jika semula dampak itu kecil. Di luar bidang ini mekanisme harga masih efektif. kebijakan fiscal. yaitu Pemerintah harus mulai ikut campur tangan dengan membuat peraturan pada kegiatan ekonomi sebagai salah satu cara mengikis eksternalitas. Peluang Teknologi Dalam Masyarakat 27 . Tentunya dengan porsi yang berbeda-beda bagi masing-masing Negara dan bagi waktu yang berbeda. Di sinilah pemerintah harus bertindak. Tindakan-tindakan semacam ini disebut dengan perencanaan dalam arti luas.

Kurva kemungkinan produksi turun miring dan dari kiri atas ke kanan bawah (lerengnya negatif): Dengan sumber daya yang terbatas (tertentu jumlahnya). petani tersebut hanya dapat menambah produksi jagung hanya apabila mengalihkan sumber dayanya (tanah misalnya) dari ditanami padi. Ia harus memilih yang terbaik dari sekian banyak kemungkinan komposisi barang dan jasa yang harus didatangkan (masalah apa/what). mencari teknik produksi yang paling baik (masalah bagaimana/how). Hukum kelangkaan yang menyatakan bahwa barang ekonomi selalu langka. bagaimana dan untuk siapa. Misalnya sebuah perekonomian yang menggunakan seluruh sumber dayanya untuk memproduksi barang kebutuhan sipil/umum (misalnya beras) maksimum yang dapat diproduksi per tahun. Kenyataan seperti itu mebawa kita pada kenyataan bahwa jumlah barang lebih sedikit dari yang dibutuhkan. maka kita harus mengorbankan barang lainnya. serta tergantung pada efisiensi produktif yang digunakan. Karena persediaan sumber daya untuk menghasilkan berbagai macam barang dan jasa untuk konsumsi sangat terbatas. karena masyarakat ingin mengkonsumsi lebih banyak dari kemampuan produksi suatu perekonomian. sesuai dengan tingkat teknologi dan kuantitas input yang dimilikinya. kemudian ditanami jagung PPF merupakan menu pilihan yang tersedia bagi masyarakat yang bersangkutan. memperlihatkan jumlah produksi maksimum yang bisa dicapai oleh sebuah perkonomian. Jumlah maksimum beras tergantung pada sumber daya kuantitatif dan kualitatif perekonomian tersebut.Kita selalu terpaku pada masalaha fundamenta yang menyangkut apa. dan harus memutuskan siapa yang berhak memperoleh barang dan jasa tersebut (masalah untuk siapa/for whom). sehingga suatu perekonomian harus memnafaatkan sumber dayanya yang terbatas itu sebaik mungkin. 28 . PPF. Batas Kemungkinan Produksi (Production Possibility Frontier/PPF) PPF berarti bahwa untuk memproduksi lebih banyak suatu barang.

yaitu titik E. titik D.Contoh: Kemungkinan A B C D E F Tabel 1 : Pada titik F. adalah suatu keadaan ekstrim yang lain yaitu ketika semua sumber daya yang ada digunakan untuk memproduksi senjata. dan titik C serta titik B semakin banyak jumlah produksi beras yang dikorbankan untuk menambah produksi senjata. Di titik A. Untuk lebih jelasnya maka kita bisa lihat gambar Batas Kemungkinan Produksi dibawah ini: G 15 12963 ! ! ! ! !F 29 B U A B C K D E Alternatif Kemungkinan Produksi Beras Senjata (ribu ton) (ribu buah) 0 1 2 3 4 5 15 14 12 9 5 0 . Di antara kedua ekstrim tersebut. karena produksi semuanya berupa beras dan tidak ada produksi senjata sama sekali. menunjukkan bahwa keadaan tersebut disebut ekstrim.

System perekonomian bisa dikatakan efisien jika tidak satu pun barang tambahan yang bisa diproduksi tanpa mengurangi produksi barang yang lain.dengan cara yang baik. seperti U. C. Secara lebih spesifik. yaitu selama perekonomian masih berada pada garis batas kemungkinan produksi 30 . Efisiensi Efisiensi adalah salah satu masalah pokok dalam ilmu ekonomi. E dan F tersebut menggambarkan daftar pilihan yang tersedia bagi masyarakat untuk menentukan jumlah senjata dan beras tertentu pada jumlah sumber daya dan tingkat teknologi tertentu.0 1 2 3 4 5 Gambar 2: Kurva yang menghubungkan titik-titik kemungkinan produksi Garis-garis batas seperti A. sedangkan setiap titik di dalam garis batas. Titik K yang ada diluar batas berart tidak mungkin bisa dicapai. Efisien diartikan sebagai tidak adanya barang yang yang terbuang percuma atau penggunaan sumber daya ekonomi seefektif mungkin untuk memenuhi kebutuhan dsn keinginan masyarakat. artinya bahwa sumber daya yang ada tidak dimanfaatkan secara penuh. D. B.

3. Mahasiswa dapat mngetahui bagaimana hubungan antara perilaku manusia dengan teori Ekonomi Mikro 2. Utility 2. Mahasiswa dapat mengetahui model-model analitik perilaku manusia dalam ekonomi Pembahasan Materi: 1. Surplus Konsumen Aplikasi Surplus Konsumen Pendekatan Marginal utility dan Pendekatan Ordinal 31 . Mahasiswa dapat mngetahui konsep perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari 3.BAB 3 PERILAKU KONSUMEN Tujuan: 1.

sekilo beras. B) Pendekatan Indifference Curve Pendekatan ini tidak memerlukan adanya anggapan bahwa kepuasan konsumen bisa diukur. artinya bila barang A lebih dipilih daripada B karena A lebih disukai daripada B. A) Pendekatan Marginal Utility Pendekatan disini bertitik tolak pada anggapan bahwa kepuasan (utility) setiap konsumen bias diukur dengan uang atau dengan satuan lainnya (utility bersifat “cardinal”). Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan maksimum 5. Pendekatan yang dipakai dalam teori ordinal adalah indefference curve. yaitu konsepsi mengenai bagaimana perilaku tersebut terjadi dan dibentuk.Perilaku Konsumen Setiap orang memiliki model perilaku konsumen. Konsumen mempunyai pola preferensi terhadap barang yang disusun berdasarkan urutan besar kecilnya daya guna 3. yaitu kurva yang menunjukkan kombinasi 2 (dua) macam barang konsumsi yang memberikan tingkat kepuasan sama. Konsumen rasional 2. Asumsi dari pendekatan ini adalah: 1. Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu 4. Konsumen konsisten. tidak berlaku sebaliknya 32 . ada 3 pendekatan. dan yang terbaru adalah pendekatan atribut (attribute approach). yaitu : Pendekatan Utilitas (utility approach). Mula-mula kita harus tahu adalah manfaat apa yang dicari oleh seorang konsumen dari pemakaian barang tersebut. misalnya : kita mengukur isi volume air. Anggapan yang diperlukan disini adalah bahwa tingkat kepuasan konsumen bisa dikatakan lebih tinggi tau lebih rendah tanpa mengatakan berapa lebih tingginya atau berapa lebih rendahnya (Karena utility bersifat “ordinal”). Pendekatan yang digunakan dalam menganalisis penentuan pilihan konsumen. dan sebagainya. pendekatan kurva indifferens (indifference kurve).

4. Preferensi Nyata (Revealed Preference Hypothesis). maka ia akan menyatakan juga bahwa A lebih disukai daripada C. artinya bila A lebih disukai daripada B dan B lebih disukai daripada C. tetapi atribut yang terkandung di dalam produk tersebut. Asas transitif. Misalnya atribut dari sebuah mobil antara lain jasa pengangkutan. artinya bila konsumen menyatakan A lebih disukai dari pada B dan B lebih disukai daripada C. 2. Kombinasi barang X dan Y yang sesungguhnya dibeli di pasar merupakan preferensi atas kombinasi barang tersebut. Konsisten artinya seperti biasanya apabila konsumen telah menentukan A lebih disukai daripada B maka dia tidak sekali-kali mengatakan bahwa B lebih disukai dari pada A. 33 . prestise. Kurva permintaan dapat disusun secara langsung berdasarkan perilaku konsumen di pasar. Jumlah ini merupakan anggaran yang dapat dipergunakannya. Kombinasi yang dibeli ini akan memberikan dayaguna yang tertinggi D) Pendekatan Atribut Pendekatan ini menganggap bahwa yang diperhatikan oleh konsumen bukan produk secara fisik . Berlaku hukum transitif. yaitu konsumen adalah rasional. Rasionalisasi. Yang dimaksud dengan atribut suatu barang adalah semua jasa yang dihasilkan dari penggunaan dan atau pemilikan barang tersebut. Asumsi yang menjadi dasar berlakunya teori ini antara lain adalah: 1. juga mengandung pengertian bahwa jumlah barang banyak lebih disukai daripada barang sedikit. 3. maka A lebih disukai daripada C C).6. Konsumen akan menyisihkan sejumlah uang untuk pengeluarannya.

Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Kelvin Lancaster pada tahun 1966. sehingga bersifat praktis dan lebih mendekati kenyataan. 2. maka tambahan kepuasan (marginal utility) yang diperoleh dari setiap satuan tambahan yang dikonsumsikan akan menurun. 3. Kesimpulannya adalah bahwa kita harus menata konsumsi yang memberikan kepuasan kepada kita.privacy. sampai barang tersebut memberikan marginal utilitas yang besarnya dua kali lipat juga. Ada beberapa keunggulan pendekatan atribut antara lain : 1. Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan yang maksimum yang dapat dinyatakan secara matematis sebagai berikut: 1) MU x Px = MU y Py 34 = …………… . 3. sehingga lebih dapat dijelaskan tentang pilihan konsumen terhadap produk. melainkan atribut yang melekat pada barang tersebut. kepuasan atau kebahagiaan maksimum dari barang konsumsi yang dibelinya. Keseimbangan Konsumen Sebagaimana diketahui bahwa setiap konsumen selalu mencoba mencapai utilitas. kenyamanan. keamanan. serta operasionalisasinya lebih mudah. Dapat digunakan untuk banyak barang. Utility bisa diukur dengan uang 2. Berlakunya Hukum Goossen “The law of Diminishing Marginal Utility” yaitu bahwa semakin banyak suatu barang dikonsumsikan. Kita lebih baik tidak membeli suatu barang yang harganya dua kali lipat harga barang lain. dan sebagainya. Pendekatan ini memandang suatu barang diminta konsumen bukan jumlahnya. Kita akan terlepas dari diskusi mengenai bagaimana mengukur daya guna suatu barang. yang merupakan asumsi dari pendekatan sebelumnya. Pendekatan Marginal Utility Perilaku konsumen bisa diterangkan dengan menggunakan pendekatan Marginal Utility dengan anggapan: 1.

Setiap individu dianggap memiliki fungsi preferensi dengan ciri-ciri sebagai berikut : 1. X = Py . Fungsi Preferensi Fungsi preferensi adalah suatu sistem atau serangkaian kaidah dalam menentukan pilihan. maka A indifference terhadap B. B lebih disukai daripada A.berusaha mencapai kepuasan maksimum 4) Marginal Rate of Substitution (MRS) akan menurun setelah melampaui suatu tingkat utilitas tertentu. A dan B misalnya konsumen bisa membuat peringkat sebagai berikut.2) Px . Y =I Keterangan: MU x = Marginal Utility/tambahan kepuasan dari barang X MU y = Marginal Utility/tmbahan kepusan dari barang Y Px Py X Y I = harga barang X = harga barang Y = jumlah barang X yang dibeli/dikonsumsi = jumlh barang Y yang dibeli/dikonsumsi = Income/pendapatan Pendekatan Indifference Curve Perilaku konsumen dapat diterangkan dengan menggunakan pendekatan indifference Curve dengan menganggap bahwa : 1) Konsumen mempunyai pola prefrensi terhadap barang-barang konsumsi yang bisa dinyatakan dalam bentuk indifferens map atau kumpulan dari indifferens curve. 2) Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu 3) Konsumen selalu. A lebih disukai disukai daripada B. pada tingkat kepuasan yang sama. Untuk setiap 2 kelompok barang. 35 . MRS adalah jumlah barang Y yang bisa diganti oleh satu unit barang X.

Peringkat tersebut bersifat transitif. dan B lebih disukai daripada C. Hal ini menunjukkan bahwa tidak mungkin diperoleh kepuasan yang sama pada suatu kurve indifferens yang berbeda. artinya jika A lebih disukai daripada B. 3. Konsumen selalu ingin mengkonsumsi jumlah barang yang lebih banyak. maka A lebih disukai daripada C.ΔY = ΔX Garis anggaran (budged line) adalah garis yang menunjukkan jumlah barang yang dapat dibeli dengan sejumlah pendapatan atau anggaran tertentu. Artinya konsumen tidak lebih suka (prefer) kepada suatu titik dibandingkan dengan titik lain yang terletak pada kurve tersebut. Marginal Rate of Substitution (MRS) pada Kurva Indifference Besarnya MRS sama dengan nilai negatif dari slope kurva indiffrens. Indifference curve adalah kurva yang menghubungkan titik-titik konsumsi/pembelian barang-barang yang menghasilkan kepuasan yang sama. MRS = . Ciri-ciri dari Indifference Curve adalah sebagai berikut: 1) Indifference curve mempunyai kemiringan yang negative/turun dari kiri atas ke kanan bawah.slope = . maka MRS akan selalu positif. 3) 4) Indifference curve yang terletak di sebelah kanan atas menunjukkan bahwa tingkat kepuasannya lebih tinggi. Konsumen hanya mampu membeli sejumlah -dY dX 36 . karena slope kurva indifferens kurve. Antara kurve yang satu dengan kurve yang lainnya tidak saling berpotongan. 2) Cembung ke arah titik Origin Hal ini menunjukkan adanya perbedan proporsi jumlah yang harus ia korbankan untuk mengubah kombinasi jumlah masing-masing barang yang dikonsumsi. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen akan mengurangi konsumsi barang yang satu apabil ia akan menambah jumlah barang lain yang dikonsumsi. karena konsumen tidak pernah terpuaskan.2.

Berslope negatif 2. maka cara ini dapat diterapkan di dalam permasalahan pilihan konsumen yang sangat luas. SURPLUS KONSUMEN Surplus konsumen adalah kelebihan atau perbedaan antara kepuasan total atau total utility (yang dapat dinilai dengan uang) yang dinikmati oleh konumen dari mengkonsumsikan sejumlah barang tertentu dengan pengorbanan totalnya (yang dinilai dengan uang) untuk memperoleh atau mengkonsumsikan jumlah 37 .Py Slope garis anggaran = .Px/Py Garis anggaran mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. Kegunaan Kurva Indiferens Kurva ini dapat digunakan setiap saat jika kita ingin mencoba untuk menganalisis pilihan antara dua barang. Berbentuk linier selama harga tidak berubah 3. Dengan memberi batasan bahwa suatu barang adalah segala sesuatu.Garis anggaran akan bergeser jika terjadi perubahan anggaran atau harga. Nilai dari garis anggaran semakin ke kanan semakin besar 4.barang yang terletak pada atau sebelah kiri garis anggaran. Titik-titik sebelah kiri garis anggaran tersebut menunjukkan tingkat pengeluaran yang lebih rendah. Px + Y. I = X. Contoh: Qy daerah anggaran garis anggaran Qy Persamaan garis anggaran (I = pendapatan atau anggaran).

adalah kurva marginal Utility yang dinilai yang dinilai dengan uang. Surplus konsumen merupakan instrumen yang paling sering digunkan dalam studi empiris untuk mengukur keejahteraan konsumen Dalam ekonomi kesejahteran terapan. Surplus konsumen adalah selisih dari kedua area tersebut. yaitu OA kali harga OP x ( = area OP x BA). dimana sekaligus berhubungan dengan fungsi kegunaan. Pengorbanan totalnya (dalam uang) adalah jumlah uang yang ia bayarkan untuk memperoleh jumlah OA terrsebut. Arti pentingnya : Surplus konsumen menunjukkan keuntungan netto 38 . Jadi area OABD adalah total utility (dinilai dengan uang) yang diperoleh konsumen dari berkonsumsi barang X sebanyak OA. Surplus konsumen bisa juga diartikan dengan selisih (extra value) antara nilai uang yang sebetulnya konsumen ingin bayarkn dan nilai uang yang benar-benar dibayar oleh konsumen. Disini yang dipergunakan adalah pengukuran uang yang merefleksikan kesediaan untuk membayar dari sisi konsumen. ukuran kesejahteraan konsumen secara umum bukanlah dalam konteks kardinal digunakan secara sungguh-sungguh.barang tersebut. Rp D Surplus Konsumen Px B O A X Keterangan gambar: Kurve permintaan. menurut pendekatan Marginal Utility. yaitu Px DB.

Konsep surplus konsumen sangat berguna dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut barang public. Untuk menghindari kesulitan antar pribadi. Misalnya : sedang dipertimbangkan pembuatan sebuah jalan raya bebas hambatan yang tanpa pungutan (free tol). Area tersebut menunjukkan ukuran kesejahteraan secara signifikan. Utilitas bagi pemakainya hanya tercermin sebagai surplus konsumen individu. Kita telah melihat bahwa udara dan air memiliki nilai ekonomis (hasil kali harga dengan kuantitas) yang kecil. sebaiknya membangun jalan tersebut jika biaya total surplus konsumen (yaitu $ 3. Dalam hal ini pemerintah. Jadi surplus konsumen menunjukkan perbndingan yang berupa gambaran sebuah area yang dihitung dari: area dibawah kurva permintaan konsumen dan diatas garis harga.000 pemakai jalan yang identik dalam segala hal. kita asumsikan bahwa surplus konsumen tiap individu adlah $ 350 lebih rendah dari $3. seperti pelabuhan udara.5 juta) melebihi total biaya yang diperlukan. asumsikan terdapata 10. yang diukur diukur oleh surplus konsumen setiap konsumen setiap individu. meskipun total nilai ekonomisnya jauh 39 .000 kali $350).. mungkin berbentuk penghematan waktu.5 juta (10. karena ukuran kesediaan untuk membayar merupakan perubahan kesejahteraan konsumen. Aplikasi Surplus Konsumen Surplus konsumen menunjukkan keuntungan yang diperoleh konsumen karena harga yang berlaku pada kondisi keseimbangan lebih rendah dari harga yang mereka mau membayarkannya. Disamping membantu menjelaskan kepada masyarakat mengenai kapan baiknya membangun jalan atau jembatan.(dalam bentuk kepuasan) yang diperoleh konsumen karena pertukaran bebas dan spesialisasi dalam produksi memungkinkan si konsumen untuk membayar barangbarang dengan harga yang lebih rendah daripada nilai barang tersebut untuknya (yaitu: Kepuasan yang diperoleh). Dari penelitian. jalan raya. maka jalan ini tidak mengasilkan pendapatan. tamantaman. konsep surplus konsumen juga mengungkapkan mengapa umumnya orang curiga akan penyamaan harga dengan nilai. atau perjalanan yang lebih aman. Karena semua menggunakannya. Nilai yang diperoleh pengguna jalan itu.

Surplus Produsen Surplus produsen adalah ukuran keuntungan yang diperoleh produsen karena harga harga yang terbentuk di pasar melebihi harga yang mau mereka tawarkan pada tingkat penjualan tertentu. Jika ia dengan ketrampilan dan energinya dialihkan secara utuh ke sebuah pulau primitive. Tanpa tenaga kerja lainnya dan terutama tanpa warisan pengetahuan teknologi dari generasi sebelumnya. Karena kita membayar sejumlah uang yang sama untuk setiap unit barang yang kita beli. Surplus konsumen mengukur tembahan utilitas yang diterima pada konsumen atas jumlah yang dibayarkan untuk komoditi tersebut. Sarnkan kepadanya agar tafakur sejenak. Karena itu kita menikmati surplus dari tiap-tiap unit terdahulu. Hanya saja sejalan dengan hokum utilitas marginal yang semakin berkurang. kita membayar harga yang sama dengan utilitas marginal dari unit terdahulu adalah lebih besar disbanding unit terakhir sejalan dengan hukum utilitas marginal yang semakin berkurang. sedangkan nilai intan dan mantel wool hanya sedikit di atas harga belinya. berapa banyak yang dapat ia hasilkan? Jelas bahwa kita ini menikmati kemasylahatan suatu dunia ekonomi yang bukan ciptaan kita. sehingga mereka bersedia 40 . Pada dasarnya. unit terdahulu nilainya lebih tinggi dari unit yang kemudian. Kita membayar untuk tiap unit berdasarkan nilai unit yang terakhir. Berapa banyak barang yang dapat dibeli dengan pendapatannya itu? Tanpa mesin-mesin. Untuk setiap butir telur atau tiap kaleng susu yang kita beli di pasar. kita memperoleh surplus konsumen.melampaui intan ataupun mantel dari wool. Surplus produsen dapat ditinjau dari kondisi dimana jumlah yang ditawarkan masih sedikit. Atau surplus produsen adlah selisih (extra value) antara nilai uang yang benr-benar diterima oleh produsen untuk penjualannya sejumlah barang tertentu. Surplus konsumen dari air dan udara besar sekali. Tanpa sumber daya yang melimpah. merka memperoleh kelebihan/ surplus utilitas dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. sejak unit pertama sampai unit terakhir. Kenyataan bahwa harga pasar ditentukan oleh utilitas marginal dan bukan oleh utilitas ditunjukkan oleh konsep surplus konsumen. Karena konsumen membayar unit terakhir untuk semua unit yang dikonsumsi.

Rp S P-----------------------.menawarkan sejumlah barang dengan harga yamg lebih rendah dari pada harga keseimbangan pasar.Eq | A | | X D Pada gambar diatas. 41 . Jadi surplus produsen ini merupakan hubungan antara produsen dengan kurva permintaan. dan dibawah harga keeimbangan (Eq=Equlibrium). surplus produsen ditunjukkan oleh daerh yang diarsir yaitu daerah di sebelah kiri atas kurva penawaran.

Aplikasai Konsep Permintaan dan Penawaran 6. Hukum Permintaan 2. Mahasiswa dapat mengetahui bagaimana hubungan antara perilaku manusia dengan tingkat permintaan dan penawaran terhadap barang dan jasa. Mahasiswa dapat mengetahui seberapa jauh pengaruh pajak dan subsidi terhadap tingkat permintaan dan penawaran. Hukum Penawaran 5. Pembahasan Materi: 1. Pergeseran Kurva Permintaan 3. Kasus Perkecualian dalam Hukum Permintaan 4. 2.BAB 4 PERMINTAAN DAN PENAWARAN Tujuan : 1. Elastisitas 42 . Bekerjanya Mekanisme Penawaran dan Permintaan 7.

Interaksi tersebut dapat diterangkan dengan memahami teori permintaan dan teori penawaran. serta komoditas tersebut berguna baginya.mengalami kenaikan harga. hubungan antar jumlah yang diminta dan harga. Dan sebaliknya jika harga barang tersebut turun. maka orang akan mengurangi pembelian atas komoditaas lain dan menambah pembelian pada komoditas yang mengalami penurunan harga tersebut. Bila harga komoditas turun. Apabila harga suatu komoditas naik.PERMINTAAN Permintaan dan penawaran suatu barang dan jasa berkaitan dengan interaksi antara pembeli dan penjual di pasar yang akan menentukan tingkat harga suatu barang dan jasa yang berlaku di pasar serta jumlah barang dan jasa tersebut yang akan diperjual belikan di pasar. Suatu komoditas dihasilkan oleh perusahaan karena dibutuhkan oleh konsumen dank arena konsumen bersedia membelinya. Komoditas yang dikonsumsi mempunyai sifat yang khas yaitu semakin banyak komoditas yang dikonsumsi. Hipotesis tersebut didasarkanpada asumsi : 1. Teori permintaan menerangkan sifat dari permintaan seorang pembeli pada suatu komoditas (barang dan jasa). Asumsi yang dipakai Teori Ekonomi Mikro 43 . Ceteris paribus artinya : bahwa semua factor-faktor lain yang mempengaruhi jumlah yang diminta dianggap tidak berubah. Konsumen mau membelinya karena komoditas tersebut dibutuhkan dan harganya sesuai dengan keinginan mereka. para pembeli mencari komoditas lain yang dapat digunalan sebagai pengganti atas komoditas yang . Hukum permintaan :mengatakan bahwa “jika harga suatu barang naik. Harga yang lebih rendah memungkinkan pembeli lain yang sebelumnya tidak mampu membeli komoditas tersebut untuk mulai membelinya. serta pembentukan kurva permintaan. Maka ceteris paribus jumlah barang yang diminta konsumen terhadap barangbarang turun”. 2. maka kegunaan komoditas tersebut akan semakin berkurang.

asumsi yang dibuat berdasarkan model yang ditentukan ASUMSI UMUM Rasionalitas (Utility Maxsimum. Pembeli dan penjual mempunyai informasi yang lengkap (sempurna) tentang pasar . Setiap produsen bebas untuk keluar/masuk ke pasar. Profit Maxsimum. Pembeli dan penjual berusaha untuk memaksimumkan kepuasan keuntungannya dari setiap transaksi yang terjadi.Asumsi Umum. Seluruh barang adalah homogen. asumsi yang banyak dipakai oleh ekonomi mikro tetapi tidak selalu dipakai oleh teori-teori ekonomi yang lain. Asumsi Khusus Model Ekonomi. Cost Minimum) Ceteris Paribus (hal-hal lain dianggap tetap atau konstan) Penyederhanaan (menggunakan grafik) ASUMSI KHUSUS Equilibrium Parsial Tidak adanya hambatan atas proses penyesuaian CONTOH ASUMSI: Ada banyak pembeli dan penjual di pasar dan semuanya adalah pengambil harga (price takers). Data yang diperoleh dari daftar permintaan dapat digunakan untuk memnggambarkan sifat hubungan antara harga suatu komodita dengan jumlah komoditas yang diminta dalam suatu kurva permintaan. Contoh: 44 . Hubungan antara harga satuan komoditas yang mau dibayar pembeli dengan jumlah komoditas yang diminta pada berbagai tingkat harga dapat disusun dalam suatu tabel yang dikenal dengan :Daftar Permintaan. asumsi yang seringk digunakan oleh teori ekonomi mikro maupun teori ekonomi lainnya Asumsi khusus.

Sifat hubungan antara harga dan jumlah komoditas yang diminta adalah berlawanan arah (negatif).900----------- 9.900 24. maka dapat dibuat suatu kurva permintaan sebagai berikut: Harga 49.900--------------------------------------- D 0 2 30 Q Kurva permintaan adalah : kurva yang menunjukkan alternative jumlah barang yang ingin dibeli pada berbagai tingkat harga dengan menganggap bahwa segala sesuatu yang lain dianggap konstan.900 34.900 19. 45 .900 49. Tingkat harga dan jumlah sepatu bata yang diminta pada setiap tingkat harga.Daftar permintaan dan kurva permintaan Sepatu Bata.900 Jumlah yang diminta (unit/pasang) 30 20 10 5 2 Atas dasar daftar permintaan. sehingga kurva permintaan suatu komoditas bersudut negatif terhadap sumbu horisontal. adalah sebagai berikut: Harga per satuan (ribu rupiah) 9.

Misalnya : fungsi permintaan individual akan komodity X adalah: Q dx = 8 – Px. kita akan memperoleh kurva permintaan individu sebagai berikut : P x ($) Q dx 8 0 7 1 6 2 5 3 4 4 3 5 2 6 1 7 0 8 46 . Menurut ilmu ekonomi tradisional ada beberapa factor yang dapat mempengaruhi permintaan suatu barang.Kurva permintaan menunjukkan: kurva yang menghubungkan titik-titik jumlah barang yang diminta oleh seluruh konsumen yang ada di pasar tersebut pada berbagai tingkat harga. ceteris paribus Dengan mensubtitusikan berbagai harga X ke dalam fungsi permintaan ini. yaitu : 1. 4. Pendapatan rumah tangga dan pendapatan rata-rata masyarakat. Harga komoditas lain yang berkaitan erat dengan komoditas tersebut. Kurva permintaan suatu barang dibuat berdasarkan atas berbagai kemungkinan harga barang itu. 3. Selera konsumen Atau ada pendapat lain yang mengatakan bahwa permintaan seseorang atau masyarakat terhadap suatu komoditas ditentukan oleh banyak factor. Penghasilan konsumen 3. Selera/citarasa masyarakat 6. yaitu: 1. Harga barang lain yang berhubungan dengan barang tersebut 4. Ramalan mengenai keadaan di masa yang akan datang. Corak distribusi pendapatan dalam masyarakat 5. Harga barang itu sendiri 2. 7. Jumlah penduduk. 2. sedangkan factor lain yang dapat mempengaruhi permintaan terhadp barang tersebut dianggap konstan (ceteris paribus). Harga komoditas itu sendiri.

Sebelumnya masih ada beberapa factor lain yang sangat penting yaitu pendapatan rata=rata.Dengan meletakkan setiap pasangan nilai pada suatu titik pada gambar dan menghubungkan titik-titiknya. jelas mempengaruhi kurva permintaan pasar. Pendapatan rata-rata konsumen adalah factor penentu utama permintaan. termasuk buah apel. dan lain-lain. selera individu dan beberapa pengaruh khusus. mobil? Sampai saat ini kita tidak memperhatikan pengaruh lain kecuali harga komoditi itu sendiri. Jika pendapatan masyarakat meningkat. harga dan tersedianya barang serupa. hamper segala hal. Penduduk California sebesar 30 juta akan membeli apel dan mobil 30 kali lebih besar dari penduduk Kabupaten Jember yang hanya berjumlah 2 juta penduduk. Hubungan yang sangat penting terjadi antara barang subtitusi yaitu barang yang mempunyai fungsi yang sama. mobil. Harga dan tersedianya barang yang mirip (serupa) juga memperngaruhi permintaan suatu komoditi. maka orang cenderung lebih banyak. misalnya pena da 47 . Px ($) 8 D 0 8 Qdx Kurva Permintaan Apa yang menentukan permintaan pasar jagung. jumlah populasi. Ukuran pasar yang antara lain diukur melalui populasi. maka akan diperoleh kurva Demand/permintaan individu terhadap komoditi X.

Selera dapat mengandung unsur tradisi atau agama (misalnya: makan daging babi sangat popular di Cina.Oleh karena fungsi permintaan perusahaan dan industri berbeda. tetapi haram bagi islam). Di samping unsure-unsur objektif tersebut. Jumlah penduduk akan mempengaruhi permintaan terhadap barang X. Misalnya fungsi permintaan dari suatu perusahaan biaanya akan memasukkan harga dan biaya iklan dari perusahaan saingannya. Apabila barang X tersebut menguasai pangsa pasar 100 persen (monopolis). Permintaan terhadap produk akan meningkat dengan adanya tambahan biaya iklan yang dikeluarkan perusahaan tersebut. Parameter untuk variabel-variabel tertentu akan berbeda pada kedua macam fungsi tersebut. Selain itu. Permintaan barang A cenderung rendah jika harga barang substitusinya rendah. maka analisisjuga harus berbeda untuk kedua macam permintaan tersebut. tetapi bisa naik atau turun jika ada tambahan/pengurangan iklan dari perusahaan lainnya. Permintaan Industri dan Perusahaan Fungsi permintaan bisa ditentukan baik untuk industri secara keseluruhan maupun untuk perusahaan secara individual. Turunnya hujan mendukung permintaan akan pating(ikan). tetapi berhubungan positif dengan harga yang ditetapkan oleh perusahaan saingannya. kita harus mencakupkan pula hal-hal lain yang sifatnya subjektif yang disebut: selera atau pilihan (preferensi). dapat menimbulkan dampak yang penting pada permintaan.Fungsi permintaan perusahaan lebih menekankan pada variabel independen yang menunjukkan perilaku para pesaing. harapan tentang kondisi ekonomi di masa mendatang. Selera juga termasuk kebutuhan terkondisi (misalnya: rokok. maka parameter-parameter untuk perusahaan dan industri tersebut akan identik. mobil balap idaman). minyak dan gas alam. Permintaan terhadap produk suatu perusahaan berhubungan negatif dengan harganya sendiri. Selera menunjukkan pengaruh sosial dan sejarah.pensil. Akhirnya. tetapi nilai parameter dalam fungsi permintaan barang X akan lebih kecil daripada fungsi permintaan industri tersebut. barang tertentu umumnya memiliki factor khusus dengan latar belakang permintaanya. terutama harga. 48 .

Namun. Misalnya: jika pendapatan meningkat. Penurunan harga komoditas akan menaikkan jumlah barang yang diminta. dan begitu sebaliknya. Perubahan ini menunjukkan pergerakkan sepanjang kurva permintaan. meningkatnya pembelian pizza bukan disebabkan oleh meningkatnya permintaan. terjadi bila harga komoditaas yang diminta berubah (naik atau turun). Barang “Giffen” adalah barang inferior. Kasus Giffen Kasus ini terjadi bila efek pendapatan yang negative bagi barang-barang “inferior” begitu besarnya sehingga efek substitusi (substitution effect) yang selalu positif tidak bisa menutup pendapatan efek (income effect) yang negative tersebut. Kasus Perkecualian Ada tiga kasus dimana kurva permintaan yang menurun tidak berlaku: 1). 49 . setelah harga berubah. tetapi karena kurva permintaan harga. maka pembelian pizza oleh konsumen meningkat pada setiap harga. Hal yang sama berlaku juga pada penawaran serta beberapa hubungan ekonomi lainnya. Meningkatnya pendapatan akan meningkatkan permintaan. sedangkan perubahan jumlah yang diminta berarti perpindahan ke titik yang berbeda pada kurva permintaan yang sama. Akibatnya penurunan harga barang X justru menurunkan jumlah barang X yang diminta konsumen. konsumen cenderung mempbeli pizza lebih banyak. Perbedaan serupa berlaku juga pada pergeseran penawaran. Perubahan permintaan terjadi jika salah satu unsur penentu kurva permintaan bergeser. Sebaliknya jika harga pizza yang dihadapi konsumen menurun dan hal lain adalah konstan. dan kurva permintaan pizza akan bergeser ke luar.Gerakan Sepanjang Kurva dan Pergeseran Kurva Perlu dibedakan antara perubahan permintaan dan perubahan jumlah yang diminta. Pergeseran sepanjang kurva permintaan. tetapi tidak semua barang “inferior” adalah “giffen”. bukan pergeseran kurva permintaan. Perubahan permintaan akan menyebabkan pergeseran kurva permintaan.

kurva permintaan pasar terhadap suatu komoditi diperoleh dengan penjumlahan mendatar semua liku permintaan individual terhadap komoditi tersebut. Secara geometris. Kasus Barang-barang Prestise Untuk beberapa barang tertentu. Dan semakin tinggi pula kesediaan konsumen untuk membayar harga yang lebih tinggi. Misalnya: Ada dua individu yang identik (1 & 2) di pasar. Akibatnya kurva permintaan juga naik. Semakin tinggi harga barang tersebut. sehingga jika hari ini ada kenaikan harga barang tersebut. misalnya permata bekas milik orang ternama akan dijual. Permintaan Individu dan Permintaan Pasar Permintaan suatu komoditas dibedakan atas permintaan individu dan permintaan semua orang di pasar. Kasus Spekulasi yaitu apbila konsumen berharap bahwa harga barang untuk besok pagi naik lagi. sehingga permintan pasar = QDx diperoleh dengan cara sebagai berikut: 50 . Jadi permintaan pasar suatu komoditi tergantung pada semua factor yang menentukan permintaan individu individual dan jumlah pembeli komoditi tersebut di pasar. 3). oleh semua individu di pasar. Akibatnya kurva permintaannya naik.2). Permintaan agregatif terhadap suatu komoditi menunjukkan alternative jumlah suatu komoditi yang diminta per periode waktu. Permintaan pasar diperoleh dari penjumlahan permintaan berbagai individu terhadap komoditas pada setiap tingkat harga. maka semakin tinggi kepuasan konsumen yang diperoleh dari naiknya unsure prestise (jadi kenaikan permintaan sejalan dengan kenaikan harga barang tersebut). pada berbagai harga laternatif. maka kenaikan harga barang tersebut akan semakin diikuti oleh kenaikan permintaan. maka akan diikuti oleh kenaikan permintaan terhadap barang tersebut hari itu juga. masing-masing dengan permintaan barang X sebesar Qdx = 8 – Px.

Tabel: Px ($) 8 4 0 Qd1 0 4 8 Qd2 0 4 8 QDx 0 8 16 Px 8 ($) 8 4 0 -------.--│----------d2 │ 0 4 8 Qd2 51 .-----│-------d1 │ 4 8 Qd1 4 -------.

Komoditas pengganti. yaitu suatu komoditas yang selalu digunakan bersamasama dengan komoditas lainnya. Misalnya: Kopi dilengkapi dengan gula. dapat dibedakan 2. sehingga perubahan permintaan terhadap salah satu komoditas tidak akan mempengaruhi permintaan komoditas lainnya. maka barang netral adalah 52 . Misalnya: Teh dan Susu b. Padahal. komoditas yang dapat menggantikan fungsi dari komoditas lain sehingga harga komoditas pengganti dapat mempengaruhi permintaan komoditaas yang dapat digantikan tersebut. Dalam kaitannya dengan barang konsumsi. yaitu komoditas yang tidak mempunyai hubungan sama sekali dengan komoditas lainnya. c. Faktor-faktor tersebut antara lain: 1. Komoditas netral. permintaan suatu komoditaas juga ditentukan oleh berbagai faktor lain. Komoditas lainnya. yaitu : a. Komoditas pelengkap.Px ($) 8 4 Dx = d1 + d2 0 4 8 12 16 Qdx Pengaruh Faktor Bukan Harga Terhadap Permintaan Hukum Permintaan hanya menekankan perhatian pada pengaruh harga komoditas yang diminta.

dan sebagainya. maka permintaan terhadap komoditas tersebut akan meningkat juga. perubahan distribusi pendapatan dapat mempengaruhi corak permintaan terhadap berbagai jenis komoditas. c. Jika konsentrasi pendapatan berada di kalangan kelas atas. air minum. meliputi: a. yaiu barang yng mengalami kenaikan permintaan seiring dengan naiknya pendapatan seseorang. Misalnya. Barang essensial. dan sebagainya. Misalnya: Kebutuhan pokok sehari-hari: beras. Cita rasa masyarakat. Contoh: Mobil mewah.beras. pakaian. 3. Barang normal. maka permintaan terhadap komoditas tersebutakan naik. jika seseorang biasanya makan gaplek. Barang inferior (inferior Goods). Barang mewah. apabila selera masyarakat terhadap suatu komoditas meningkat. d. artinya jika dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. televise. Misalnya. 4. maka permintaan terhadap komoditi barang mewah dan barang sekunder akan meningkat. Pendapatan para pembeli. dan sebaliknya: 6. Jumlah penduduk. yaitu barang yang permintaannya justru berkurang jika pendapatan seseorang naik.dan sebagainya. maka mereka akan merubah kebiasaannya tersebut menjadi makan nasi. pertambahan penduduk biasanya diikuti dengan perkembangan terhadap permintaan suatu komoditas karena dalam kondisi seperti itu akan lebih banyak orang yang membutuhkan komoditas tersebut. Distribusi Pendapatan. 2. dan sebaliknya. Ramalan mengenai masa yang akan dating. apabila pendapatan mereka naik. b. 53 . Misalnya: perumahan. 5.barang konsumsi yang jumlah pemakaiannya tidak berubah walaupun pendapatan konsumen mengalami perubahan. jika prospek suatu komoditaas di masa yang akan dating baik. dan sebaliknya.dan sebagainya. yaitu jenis barang yang dibeli orang apabila pedapatannya mereka sudah relative tinggi. permata. yaitu barang yang sangat penting. Misalnya: Pemakaian garam untuk bumbu masak.

Hukum ini juga tidak berlaku mutlak (cateris paribus). jumlah yang ditawarkan meningkat dan sebaliknya. Penawaran komoditas pada beragai tingkat harga ditentukan oleh banyak faktor. maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan berkurang/turun. Fungsi penawaran tersebut dibaca: jumlah komoditas yang ditawarkan merupakan fungsi dari harga barang tersebut. Dengan demikian terjadi perbedaan antara hukum penawaran dengan hokum permintaan Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah yang ditawarkan Seperti permintaan. tingkat Hukum Penawaran Apabila harga naik. sedangkan harga komoditas lain. b. penawaran juga dipengaruhi oleh faktor lain. c. Teknologi Maju/mundurnya atau canggih tidaknya teknologi akan mempengaruhi jumlah penawaran. Harapan keuntungan 54 . Makin canggih teknologi. produktifitas semakin besar. yaitu: a. yaitu: Harga komoditas itu sendiri. harga menjadi murah. ceteris paribus.PENAWARAN Penawaran seorang produsen terhadap suatu komoditi adalah jumlah suatu komoditi yang ingin dijual oleh seorang produsen dalam satu waktu tertentu merupakan fungsi atau tergantung pada harga komoditi tersebut. Hukum penawaran berbanding lurus dengan harga barang. Jika harga barang/jasa turun. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut : Q sx = f (Px). teknologi. Biaya produksi (input) Tinggi/rendahnya biaya produksi akan mempengaruhi harga jual yang pada akhirnya akan mempengaruhi jumlah yang ditawarkan. dan lain-lain dianggap tetap tidak berubah. maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan meningkat/bertambah.

produsen akan menahan barang. sehingga jumlah penawaran meningkat.Tingkat keuntungan produsen. Kurva Penawaran Kurva penawaran disini mempunyai kemiringan yang bergerak dari kiri bawah ke kanan atas. Pada saat harga naik menjadi Rp. Pergeseran Kurva Penawaran Kurva penawaran akan mengalami pergeseran.30. Jika harga barang turun. dan sebaliknya.00 jumlah barang yang ditawarkan 55 . Keuntungan yang besar akan diperoleh jika harga barang murah. yaitu kenaikan harga komodita diikuti dengan kenaikan jumlah yang ditawarkan. maka jumlah penawaran akan bertambah. Contoh : Pada saat harga Rp. besar kecilnya laba akan menentukan harga jual. Interaksi antara penjual dan pembeli akan menentukan harga keseimbangan atau harga pasar serta jumlah komoditas yang akan diperjualbelikan.00 jumlah unit yang ditawarkan sejumlah 40 unit. Hal ini karena hubungan antara komoditas dan jumlah yang ditawarkan berhubungan positi. Jika harga barang naik. Harapan harga masa yang akan datang Bagi produsen yang mampu menahan barang untuk dijual pada saat harga dianggap lebih menguntungkan.40. sehingga mempengaruhi jumlah penawaran. Teori penawaran menerangkan sifat para penjual dalam menawarkan komoditas yang akan dijualnya. Kebutuhan akan uang tunai Mendesak atau tidaknya kebutuhan uang tunai bagi perusahaan akan berpengaruh kepada harga jual yang akhirnya berpengaruh pada jumlah penawaran barang/jasa. tergantung pada faktor yang mempengaruhinya. d. yang pada akhirnya akan meningkatkan keuntungan. maka jumlah penawaran akan berkurang. kurva bergeser ke kiri. sehingga kurva bergeser ke kanan. e.

perbaikan system irigasi. tetapi harga input berubah. hal yang paling mendasar untuk memahami perilaku penawaran bisnis adalah bahwa produsen menawarkan komoditi untuk memperoleh keuntungan. maka penawaran barang substitusi lain akan turun. terutama barang yang bersubstitusi satu dengan yang lainnya dalam proses produksi. karena akan memberikan keuntungan lebih besar.20. Sebaliknya. akan menekan biaya produksi par petani dan akan menaikkan penawaran. Misalnya petani dapat menghasilkan gandum maupun jagung. Apabila biaya produksi suatu barang relative lebih rendah dibandingkan dengan harga pasar. Pada saat harga turun menjadi Rp. sehingga produsen akan menawarkan barang dalam jumlah besar. maka perusahaan akan memproduksi dalam jumlah kecil. akan menawarkan jagung lebih banyak pada harga yang lebih tinggi. apabila teknologi tidak mengalami perubahan. Hal yang sama. sehingga biaya produksi berubah juga dan penawaranpun akan berubah. kurva penawaran bergeser ke kiri. dan membiarkan ladangnya atau bahkan menjual ladangnya. Dalam pengujian berbagai kekuatan yang menentukan penawaran. atau mungkin akan menghindari bisnis tersebut. Jadi kunci utama yang mendasari keputusan penawaran adalah biaya produksi. bukan untuk mencari kesenangan atau amal. maka untuk setiap kenaikan harga salah satu barang substitusi tersebut.00 maka jumlah yang ditawarkan berkurang menjadi 25 unit. Kemajuan teknologi sangat mempengaruhi biaya produksi. Unsur penting lain yang mempengaruhi penawaran adalah harga barang yamh berkaitan erat. Hal-hal yang mempengaruhi biaya produksi antara lain : teknologi dan biaya input. kurve bergeser ke kanan. Apabila harga produksi salah satu barang substitusi naik. 56 . maka hal ini akan memberikan keuntungan kepada produsen. ketika harga jagung jatuh sampai di bawah ongkos produksi sebagaimana pernah terjadi di pertengahan tahun 1980-n. Misalnya petani. Sebaliknya apabila biaya produksi relative lebih tinggi dibandingkan dengan harga.meningkat menjadi 60 unit. petani menanam jenis tanaman lain. Program computer yang lebih baik untuk perputaran hasil panen. akan menyebabkan menurunnya penawaran barang yang lainnya.

57 . misalnya industri computer sangat dipengaruhi oleh jiwa inovasi yang tinggi untuk tetap menghasilkan produk baru. seperti cuaca dan Cuaca sangat mempengaruhi terhadap pertanian.Faktor penentu penawaran barang lainnya adalah organisasi pasar. Begitu jug adanya inovasi. Tujuan perusahaan. persaingan pasar sempurna akan menghasilkan kemungkinan tingkat output paling tinggi pada setiap tingkat harga. tetapi juga ditentukan oleh berbagai faktor. antara lain: 1. Pengaruh Faktor-Faktor Bukan Harga Terhadap Penawaran Hukum Penawaran tidak hanya menekankan perhtian terhadap harga suatu komoditas terhadap jumlah komoditas yang ditawarkan. kenaikan harga faktor produksi akan meningkatkan biaya produksi. Contoh factor khusus lainnya adalah ekspektasi/harapan harga dimasa yang akan dating. 2 Biaya untuk memperoleh faktor-faktor produksi. Harga komoditas lain. Turunnya tariff dan kuota barang luar negeri akan membuka pasar bagi produsen asing dan cenderung meningkatkan penawaran. terakhir adalah factor-faktor khusus. akan mempunyai dampak penting terhadap penentu penawaran. Secara umum. 3. sehingga hal ini akan berakibat berkurangnya keuntungan produsen. mak harga setiap output akan naik. Apabila pasar dimonopoli. Faktor penentu inovasi. Beberapa industri seperti jalan kereta api dan telekomunikasi diatur oleh pemerintah. yaitu hubungan suatu komoditas dengan berbagai jenis komoditaas lainnya. seperti komoditaas pengganti. tanpa adanya peningkatan produktivitas dan efisiensi. umumnya berusaha memaksimumkan keuntungan sehingga mereka memanfaatkan kapasitas produksinya pada tingkat kapasitas yang mamaksimumkan keuntungannya. komoditas pelengakap dan komoditas netral mempengaruhi penawaran terhadap suatu barang.

Analisis permintaan dan penawaran merupakan alat yang penting untuk: 1. pajak. atau jika Pemerintah menghilangkan beberapa peraturan pada industri mobil. Pengaruh musim sangat terasa pada penawaran komoditas pertanian. Menganalisa efek berbagai intervensi kebijakan pemerintah di pasar (misalnya. apabila upah pekerja berkurang. namun penawaran dan kurva penawaran tidak bergeser. 58 . (kurvanya bergeser dari kiri ke kanan).4. penetapan upah minimum. 3. harga factor produksi). Menunjukkan kebebasan yang diberikan pasar kepada konsumen dan produsen. Misalnya ketika harga mobil berubah. dan sebagainya). subsidi. kuota. Penentu harga secara kompetitif dapat mengatur penawaran barang yang terbatas diantara mereka yang memiliki permintaan dan uang yang diperlukan. Memahami respon harga dan kualita suatu komoditas terhadap perubahan variable ekonomi (misalnya: perubahan teknologi. maka penawaran berubah dan kurva penawaran bergeser. jika ada factor lain yang menyebabkan perubahan penawaran. Menganalisis interaksi yang kompetitif antara penjual dengan pembeli dalam menghasilkan harga dan kuantitas suatu komoditas. harga. Musim. kemajuan teknologi dapat mengurangi biaya produksi sehingga harga satuan dari suatu komoditas yang dihasilkan dengan teknologi yang lebih baik akan dapat ditekan lebih rendah. misalnya jika perusahaan mobil Jepang diizinkan mengekspor mobil lebih banyak ke Amerika. Pergeseran Kurva Penawaran Penawaran berubah karena perubahan factor lain. harga komoditas lain. maka semua unsur-unsur tersebut akan meningkatkan penawaran mobil di Amerika Serikat pada setiap harga. Penawaran juga akan meningkat. 4. 2. selain perubahan harga komoditi itu sendiri. maka akan menggeser kurva penawaran ke kanan. Sebaliknya. Tingkat teknologi. apabila ada perbaikan teknologi. maka produsen merubah produksi serta kuantitas yang ditawarkannya. selera konsumen. 5.

Pembeli marginal. mobil dan computer merupakan fungsi dan harga barang-barang tersebut. 59 . b. c. Dengan bergesernya permintaan dan penawaran akan mengakibatkan bergesernya tingkat harga keseimbangan. yaitu kelompok pembeli yang memiliki kemampuan sama dengan harga pasar. yaitu kelompok pembeli yang memiliki kemampuan membeli di atas harga pasar. Proses terbentuknya Harga Pasar Terbentuknya harga pasar dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran. yang disebut Equilibrium Price. sedangkan permintaan/konsumen bersedia membayar harganya. yaitu kelompok penjual yang memiliki perhitungan harga pokok di bawah harga pasar. Pembeli dan penjual dapat digolongkan: a. yaitu kelompok pembeli yang mempunyai kemampuan membeli di bawah harga pasar. Pembeli super marginal. Penggolongan Pembeli dan Penjual Pembeli dan penjual dapat digolongkan berdasarkan perbandingan antara harga pasar dan harga pokok bagi penjual/produsen dan kemampuan membeli bagi konsumen/pembeli. Pada harga keseimbangan produsen/penawaran bersedia melepas barang/jasa. Dalam kurva harga keseimbangan terjadi titik temu antara kurva permintaan dan kurva penawaran. Kita telah melihat bahwa perbedaan jumlah permintaan konsumen terhadap jagung.Equilibrium/Keseimbangan Antara Penawaran dan Permintaan Harga keseimbangan atau harga pasar (Equilibrium Price) adalah tinggi rendahnya tingkat harga yang terjadi atas kesepakatan antara produsen/penawaran dengan konsumen atau permintaan. Penjual super marginal. Masing-masing faktor dapat menyebabkan bergesernya jumlah permintaan dan jumlah penawaran. Pembeli sub marginal. d. Begitu juga jumlah yang ingin ditawarkan produsen akan tergantung pada harganya.

Pada titik ini. maka tidak ada kecnderungan harga untuk naik atau turun. jumlah barang yang akan dibeli oleh pembeli sama dengan jumlah yang akan dijual oleh penjual. transksi jelas. f.e. Pembeli yang memiliki kemampuan membeli lebih tinggi (pembeli super marginal) mendapatkan premi konsumen. yaitu kelompok penjual yang memiliki perhitungan harga pokok sama dengan harga pasar. Penjual marginal. Pembeli sub marginal yang memiliki kemampuan membeli di bawah harga pasar. selama factor lain tetap tidak berubah. c. Penjual sub marginal yang memiliki perhitungan harga pokok di atas harga pasar. Penjual yang memiliki perhitungan harga pokok di bawah harga pasar (penjual super marginal) mendapatkan premi produsen. yaitu kelompok penjual yang memiliki perhitungan harga pokok di atas harga pasar. Keseimbangan pasar terjadi pada harga dan kuantitas ketika kekuatan penawaran dan permintaan seimbang. Gabungan antara permintaan dan penawaran Kemungkinan harga($/kg) Kuantitas yang diminta (ribu ton /th) A B 5 4 9 10 Kuantitas yang ditawarkan (ribu ton/th) 18 16 Surplus Surplus Kondisi pasar Tekanan terhadap Harga Turun Turun 60 . Tidak memperoleh keuntungan dan kerugian karena harga pokok sama dengan harga pasar serta kemampuan membeli sama dengan harga pasar. Demikian pula besarnya stok tidak mengalami penumpukan maupun kekurangan ini menunjukkan bahwa sejumlah penwaran dan permintaan terpenuhi. Penjual sub marginal. Terdapat pembeli/penjual yang menderita kerugian. b. Terdapat pembeli/penjual yang memperoleh keuntungan. Pada saat terjadinya keseimbangan. baik konsumen maupun produsen merasa puas. Pada titik ini keseimbangan. Dari penggolongan di atas dapat disimpulkan: a. harga dan kuantitas cenderung tetap tidak berubah. Terdapat pembeli dan penjual yang impas (Break Even Point).

dengan maksud untuk menstabilkan pendapatan petani. maka harga jagung akan jatuh. Jadi apabila jaumlah jagung terlalu banyak. baik konsumen maupun produsen merasa puas. Pada harga keseimbangan $3. Ini menunjukkan bahw sejumlah penawaran dan permintaan terpenuhi. hanya saja pada harga jagung sebesar $4. Demikian juga. Ketidakseimbangan Pasar Ketidakseimbangan pasar umumnya terjadi karena adanya intervensi pemerintah dalam penentuan harga pasar. akibatnya masyarakat berebut untuk mendapatkan sejumlah jagung yang diinginkan. yaitu sebesar 12 ribu ton. maka yang terjadi adalah konsumsi melebihi produksi. kita mencari harga yang merupakan titik temu antara jumlah yang ingin dibeli dan dijual. Apabila harga yang terjadi sebesar $ 2. Floor price adalah harga terendah yang ditetapkan pemerintah untuk komoditas pertanian. Jumlah yang ditawarkan pada harga $5 lebih besar dibandingkan dengan jumlah permintaan. Kita juga mengatakan bahwa harga sebesar $3 adalah harga yang menyeimbangkan pasar. Begitu juga untuk harga-harga jagung yang lainnya. Pada harga tersebut stok jagung mulai kosong. sehingga stok jagung menumpuk.C D E 3 2 1 12 15 20 12 7 0 Ekuilibrium Netral Kekurangan Naik Kekurangan Naik Untuk mengetahui harga dan kuantitas pasar. sedangkan konsumen hanya akan membeli 9 ribu ton. Konsekuensi dari penetapan floor price adalah: 61 . maka hal ini tidak akan bertahan lama. tidak ada kecenderungan harga untuk naik atau turun. sedangkan konsumen hanya sedikit. maka konsumen dan produsen membuat keputusan yang sama sehingga permintaan yang diinginkan oleh konsumen tepat sama dengan produksi yang ditawarkan produsen. baik dengan penetapan harga terendah (floor price) dan harga tertinggi (ceiling price). karena pada harga tersebut produsen akan menjual dengan harga 18 ribu ton per tahun. Apabila kita mencoba harga $5 per kg. besarnya stok tidak mengalami penumpukan maupun kekurangan. transaksi jelas. sehingga menyebabkan harga jagung naik.

maka jumlah jagung yang ditawarkan oleh petani jagung pada setiap harga pasar menurun. Menciptakan surplus di pasar Price ceiling adalah intervnsi pemerintah dalam menentukan harga suatu komoditi yang ditujukan untuk melindungi konsumen dengan cara menentukan batas atas harga suatu komoditas.Jumlah komoditas yang ditawarkan menurun 3.1). produsen akan menawarkan lebih banya dari yang ingin dibeli oleh konsumen. Pengaruh Pergeseran Kurva Penawaran dan Permintaan Analisis perangkat penawaran dan permintaan dapat memberikan informasi lain selain keseimbangan kuantitas dan harga. akan menyebabkan kekurangan barang. Mengurangi permintaan 3). Penerapannya yang tepat atas kurva permintaan dan penawaran memerlukan banyak latihn guna menghindari agar supaya tidak terperosok ke dalam salah satu perangkap yang umum terdapat pada analisis ekonomi. Pada saa cuaca jelek. sehingga hal ini akan mengakibatkan timbulnya surplus (kelebihan) barang dan menekan harga untuk turun. Hal yang serupa terjadi jika harga barang terlalu rendah. sehingga pembeli akan berebut dan akan menyebabkan harga barang naik dan akhirnya akan mencapai keseimbangan. Akan tetapi. Analisis dapat juga dipakai untuk memperkirakan dampak perbahan kondisi ekonomi terhadap harga dan kuantita. Pada harga di atas harga keseimbangan. Menaikkan jumlah yang ditawarkan 2). sebagimana halnya dengan perangkat analisis lainnya. karena itu kurva penawaran bergeser ke kiri. Salah satu penerapan yang 62 . Meningkatkan jumlah komoditas yang diminta 2. Pada umumnya penetapan price ceiling berada dibawah harga pasar. Dampak dari price ceiling adalah : 1. Aplikasai Konsep Permintaan dan Penawaran Analisis permintaan dan penawaran merupakan salah satu perangkat ekonomi yang paling bermanfaat.Menimbulkan kekurangan (shortage) di pasar. Kita dapat menggunakan perangkat permintaan dan penawaran untuk menganalisis sejumlah persoalan mikro ekonomi yang penting.

Penawaran jumlah Dokter Peminat ke Fakultas kedokteran pada umumnya selalu jauh lebih banyak dari tempat tang tersedia. dan hanya dapat benar-benar dipahami melalui analisis permintaan dan penawaran yang dilakukan secara cermat. Akibatnya harga tiket terlalu tinggi. Berbagai kritik yang dilontarkan bisa mendorong dilakukannya deregulaasi tahun 1980 dengan titik berat pada harga tiket dan ijin untuk melayani jalur domestic. sehingga terjadi persaingan yang ketat dalam industri penerbangan dan bangkrutnya prusahaan yang tidak dikelola secara baik. misalnya: 1). Badan Penerbangan Sipil membatasi persaingan antar perusahaan penerbangan dengan melarang masuknya beberapa perusahaan penerbangan ke hamper semua kota besar di Negara itu. Pertanian merupakan bagian dari kegiatan ekonomi yang sangat penting baik di Negara maju maupun Negara Berkembang. 2).menarik adalah masalah pertanian di mana penawaran dan permintaan memungkinkan kita untuk memahami ketidak stabilan pendapatan petani dan mengevaluasi kebijakan pemerintah yang diarahkan untuk meningkatkan pendapatan petani. Pembatasan jumlah yang bisa 63 . Deregulasi dan biaya perjalanan dengan pesawat udara Sampai akhir tahun 1970-an. yang merupakan salah satu cara pemerintah dalam melakukan intervensi pasar. Bekerjanya Mekanisme Penawaran dan Permintaan Kehidupan sehari-hari mencerminkan persoalan ekonomi yang tidak terhingga banyaknya. sehingga banyak jalur penerbangan yang akhirnya terhenti. dan produknya selalu menjadi komoditi ekspor andalan bagi Negara-negara tersebut. Penerapan lainnya adalah efek dri perpajakan. Aspek Ekonomi Pertanian Tidak ada sektor ekonomi yang paling menunjang studi mengenai dampak perubahan penawaran dan permintaan selain sektor pertanian yang bersifat persaingan sempurna. Oleh karena itu di setiap universitas selalu memberikan tes sebagai salah satu syarat untuk bisa diterima.

dan sebagainya. 64 . Jadi harga maupun jumlah mobil buatan dalam negeri akan naik. Perubahan ini dapat bersifat absolute (dalam bentuk nilai) dan dapat bersifat relative (dalam bentuk persen). Penetapan Bea Masuk untuk Mobil Impor Sejak zaman Henry ford hingga tahun 1950-an Amerika Serikat mendominasi pasaran mobil dunia. mencoba mempengaruhi pemerintah untuk membatasi jumlah mobil buatan luar negeri. sehingga menggeser kurva penawaran ke atas dan ke kiri. 3). dan jumlah barang yang diminta akan turun. Perusahaan maupun serikat buruh permobilan Amerika Serikat. Akibatnya harga mobil impor akan naik. yang benar-benar terpukul akibat munculnya pengangguran dan kapasitas produksi berlebih. Karena elastisitas harga permintaan untuk jasa perawatan kesehatan oleh dokter bersifat tidak elastis. ELASTISITAS Elastisitas/kepekaan/response adalah derajat kepekaan jumlah yang diminta persatuan waktu yang disebabkan oleh perubahan salah satu faktor yang mempengaruhinya. Jadi tariff akan meningkatkan permintaan terhadap mobil produksi domestic. Salah satu cara yang diusulkan adalah dengan mengenakan bea masuk atas mobil impor. Akibat dari pembatasan ini maka ada pergeseran kurva penawaran tenaga dokter yang jauh ke sebelah kiri. Kondisi ekonomi dan bisnis selalu mengalami perubahan seperti perubahan pendapatan. perubahan pengeluaran untuk iklan. Tidak cukup untuk sekedar mengehatui apakah kuantitas permintaan atau penawaran akan naik atau turun sebagai akibat perubahan factor yang mempengaruhinya.diterima antara lain juga untuk menjaga mutu dokter yang dihasilkan.000 akan mengurangi impor. maka pembatasan tersebut akan menaikkan biaya kesehatan dan juga penghasilan para dokter. Bea masuk sebesar $2. perubahan harga. hal ini terjadi karena harga barang substitusi mobil produksi dlam negeri(harga mobil impor) lebih tinggi setelah adanya tariff. Kemudian dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat di Eropa dan Jepang aka membanjirlah mobil impor hingga mencapai daya serap sebesar 25 % terhadap pangsa pasar tahun 1980-an.

Ukuran kuantitatif yang menunjukkan seberapa besar pengaruh perubahan harga maupun faktor lain terhadap perubahan permintaan atau penawaran dari suatu komoditas disebut juga dengan istilah elaastisitas Ada 5 (lima) macam elastisitas yang sering digunakan: 1. Besarnya derajat kepekaan dari hubungan tersebut ditunjukkan oleh koefisien elastisitas harga. Koefisien elastisitas harga (E h) adalah perbandingan antara persentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan besarnya persentase perubahan harganya. Elastisitas Permintaan Terhadap Pendapatan Elastisitas Permintaan Yang dimksud dengan elaastisitas permintaan adalah persentase perubahan kuantitas yang diminta sebagai akibat dari perubahan nilai salah satu variable yang menentukan permintaan sebesar 1 %. Elastisitas Permintaan 2. Elastisitas Silang 4. Elastisitas Permintaan Terhadap Harga/elastisitas harga 3. menunjukkan jumlah perubahan variable tersebut. Atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut: 65 . ceteris paribus. X Q = Keterangan: Q = jumlah barang yang diminta X = variabel dalam fungsi permintaan Δ = delta. Elastisitas harga adalah pengukuran tentang derajat kepekaan relative dari jumlah barang yang diminta sebagai akibat dari adanya perubahan tingkat harga. biasanya disingkat dengan E h. Persamaan untuk menghitung elastisitas adalah sebagai berikut: Elastisitas = Persentase perubahan Q = Δ Q/Q Persentase perubahan X Δ X/X ΔQ ΔX .

maka jumlah barang X yang diminta turun sebesar 2 %. maka barang tersebut dikatakan mempunyai sifat yang uniter elastis (unitary elasticity). Apabila suatu barang mempunyai elaastisitas sama dengan satu atau E=1. Seberapa jauh sesuatu barang dianggap sebagai kebutuhan pokok. Tanda minus (-) menunjukkan perubahan yang berlawanan arah antara harga dengan jumlah barang yang diminta. Faktor-faktor Penentu Elastisitas Harga 1. Permintaan industri Mengapa elastisitas harga dari suatu produk lebih tinggi dari produk lainnya? Secara umum. PX ∂ PX QX . Elastisitas harga dapat digunakan untuk mengukur derajat kepekaan perubahan jumlah barang yang diminta apabila harganya berubah. b. selama tingkat harga tersebut wajar-wajar saja. c. maka barang tersebut dikatakan mempunyai sifat yang elastis. Apabila suatu barang yang mempunyai elastisitas lebih kecil dari satu atau E h < 1. ini berarti bahwa apabila harga barang X naik 1 %. Proporsi pendapatan yang dibelanjakan untuk suatu produk tertentu. Ketersediaan barang-barang pengganti (substitusi). Suatu barang yang mempunyai elastisitas lebih besar dari satu atau E h > 1. air minum) akan dibeli dalam jumlah yang relatif konstan pada tingkat harga berapapun. Untuk barang seperti itu tidak ada barang substitusinya 66 ∂ QX . ada 3 alasan untuk membedakan elastisitas harga yaitu: a. Apabila barang X mempunyai elastisita harga sebesar -2. E h = Keterangan: E h = koefisien elastisitas harga barang X PX = harga barang X QX= jumlah barang X yang diminta pada tingkat harga barang X sebesar PX. maka barang tersebut dikatakan mempunyai sifat in elastis.E h = % ∆ QX % ∆ PX atau juga dapat ditulis . Barang-barang kebutuhan pokok (misalnya:gram.

Menetapkan harga produk Setiap perusahaan harus mengetahui elastisitas kurva permintaannya apabila perusahaannya akan menetapkan harga. tidak akan begitu peka terhadap harga. Sehingga elstisitas permintaan akan lebih tinggi untuk barang-barang yang mahal (superior) daripada barang-barang yang harganya relatif murah. permintaan terhadap produk-produk yang tidak begitu mahal. Apabila kebijaksanaan dilaksanakan. Barang –barang lain misalnya semangka. Permintaan Perusahaan Elastisitas harga dari kurva permintaan suatu perusahaan tidak sama dengan elastisitas harga dari kurva permintaan industri. Profitabilitas tergantung pada apakah MR (Marginal Revenue) 67 . Bahkan pada kisaran dimana permintaan adalah elastis. Msalnya perusahaan yang akan memaksimumkan labanya tidak akan pernah menurunkan harga produknya pada inelastis dari kurva permintannya. maka akan berakibat turunnya laba secara dramastis. sehingga secara relatif akan lebih peka terhadap harga. Pada sisi lain. oleh karena itu permintaan terhadap semangka akan lebih dipengaruhi oleh harga. kecuali pada pasar monopoli murni. elastisitas permintaan harga terhadap mobil akan lebih tinggi daripada elastisitas harga terhadap ban mobil. Yaitu kurva permintaan perusahaan juga merupakan kurva industrinya. Seperti halnya permintaan barang-barang yang berharga tinggi yaitu barang mewah yang membutuhkan porsi pendapatan yang relatif lebih besar dari pendapatan para pembeli. karena penurunan harga akan menurunkan TR-nya pada waktu yang sama penurunan harga tersebut juga akan meningkatkan biaya produksi karena output akan meningkat. 2. Oleh karena itu. maka suatu perusahaan tidak perlu untuk menurunkan harga untuk mengejar laba yang lebih besar. Kegunaan Elastisitas Harga Elastisitas harga dapat digunakan untuk : 1.yang bisa menggantikan secara sempurna. meskipun diinginkan tetapi menghadapi persaingan yang lebih tinggi. Persentase pendapatan yang kecil yang dibelanjakan untuk barang-barang ini tidak perlu terlalu difikirkan.

Hubungan langsung antara harga suatu barang dengan kuantitas barang lainnya yang dibeli terjadi untuk semua produk yang bisa saling menggantikan (mensubstitusi). Py ∂ Py . Elastisitas harga bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: a. Apakah pengaruh kenaikan harga sebesar 5 persen terhadap jumlah penjualan? b. Koefisien elastisitas silang (E s). misalnya daging ayam. maka permintaan daging ayam akan naik. Atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut : Es = % ∆ Qx % ∆ Py Atau dapat juga ditulis : Es Keterangan: E s = koefisien elastisitas silang antara barang X dan barang Y Py = harga barang Y = ∂ Qx . Misalnya : permintaan terhadap daging sapi berhubungan dengan harga dari barang substitusinya.yang dihasilkan oleh penurunan harga tersebut lebih besar daripada MC (Marginal Cost) yang disebabkan oleh tambahan produksi. Kenaikan daging sapi membuat konsumen mengalihkan konsumsinya dari daging sapi ked aging ayam. Berapa besar harga harus diturunkan untuk meningkatkan jumlah penjualan sebesar 20 persen? Elastisitas Silang Permintaan terhadap beberapa barang dipengaruhi oleh harha-harga barang lainnya. Besarnya derajat kepekaan dari hubungan tersebut ditunjukkan oleh koefisien elastisitas silangnya. Apabila harga daging sapi naik. Elastisitas Silang adalah pengukuran tentang kepekaan relative dari jumlah barang yang diminta sebagai akibat dari adanya perubahan tingkat harga barang lain yang berhubungan dengan barang tersebut. Qx 68 . antara dua macam barang adalah perbandingan antar persentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan pesentase perubahan harga barang lain yang berhubungan dengan barang tersebut.

Penting untuk suatu perusahaan untuk mengetahui bagaimana kemungkinan permintaan terhadap produknya dalam merespon perubahan harga barangbarang lain. Hal ini penting sekali terutama bagi perusahaan yang mempunyai lini produk (product line) yang luas. Salah satu karakteristik dari permintaan adalah kurangnya respons seketika dari konsumen 69 . 2. Sedangkan apabila koefisien elastisita silang antara barang X dan barang Y lebih kecil dari nol (E s< 0) atau negatif. Apabila koefisien elastisitas antara barang X dan barang Y lebih besar dari nol (E s > 0) atau positif. Penurunan jumlah penjualannya perusahaan tersebut akan dipasok oleh perusahaan-perusahaan lainnya yang memproduksi produkproduk substitusinya. maka antara kedua barang tersebut saling mengganti (barang tersebut termaasuk barang substitusi). dimana hubungan substitusi dan komplementer terjadi antara berbagai macam produk tersebut. maka hubungan antara kedua barang tersebut saling melengkapi (barang komplementer). Elastisitas silang digunakan dalam sector industri untuk mengukur keterkaitan antar industri. maka meskipun perusahaan tersebut sebagai monopolis (satu-satunya penjual tunggal) maka perusahaan tersebut tidak akan bisa menaikkan harganya tanpa mengalami penurunan jumlah penjualannya. dimana ia merupakan satuy-satunya pemasok (supplier) suatu barang di pasar tersebut. Konsep Elastisitas digunakan untuk dua tujuan utama: 1. Informasi ini diperlukan untuk merumuskan strategi penetapan harga perusahaan tersebut dan untuk menganalisis risiko yang disebabkan oleh produk yang bermacam-macam.Qx = jumlah barang X yang diminta pada tingkat harga barang Y sebesar Py. Misalnya suatu perusahaan muncul untuk menguasai suatu pasar tertentu . Pengaruh Waktu Terhadap Elastisitas Waktu merupakan faktor penting dalam analisis permintaan. Apabila nilai elastisitas silang antara produk perusahaan tersebut dengan produk perusahaan lainnya yang berhubungan adalah besar dan positif .

Harga-harga akan naik dan kuantitas yang diminta tidak akan turun banyak. sector industri akan beralih ke sumber-sumber energi lainnya. karena para pelanggan listrik akan mengurangi pemakaian lampu yang tidak diperlukan tetapi permintaan total terhadap listrik tetap tinggi. Akibatnya permintaan terhadap tenaga listrik dalam jangka pendek relatif inelastis. kenaikan tariff listrik tersebut mempunyai pengaruh yang cukup besar. oleh karena itu TR (Total Revenue) akan meningkat cukup tinggi. pengaruh akhir dari kenaikan harga tersebut terhadap permintaan terhadap tenaga listrik akan cukup besar. lemari es dan alat-alat listrik lainnya. dalam hal ini dimisalkan kejadian pada permintaan terhadap tenaga listrik. Fenomina elastisitas jangka panjang yang lebih besar dari elastisitas jangka pendek ini terjadi untuk hampir semua factorfaktor yang menentukan permintaan. Dalam Jangka Panjang. Alat-alat listrik yang akan dibeli oleh konsumen adalah alat-alat yang lebih hemat energi . Sama halnya juga . Apabila perusahaan listrik menaikkan tarifnya sebesar 30 %.atau akan pindah ke daerahdaerah lain yang tariff listriknya lebih murah. Penduduk akan mengurangi pembelian AC (Air Condition). Oleh karena itu. Konsumen seringkali bereaksi terlambat terhadap perubahan-perunbahan harga dan keadaan-keadaan lainnya di pasar. Elastisitas Permintaan terhadap Pendapatan/ penghasilan Banyak barang yang permintaannya terutama sekali d itentukan oleh pendapatan. Untuk melukiskan pengaruh yang terlambat atau tertinggal ini. Pelanggan listrik sangat tergantung pada alat-alat listrik yang dimiliki para pelanggan listrik tersebut dan pada peralatan yang digunakan oleh sektor industri dan komersial. biaya 70 . tidak terpengaruh banyak. Pendapatan seringkali sma pentingnya seperti halnya harga. Tetapi hal tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama sebelum dampak tersebut secara penuh terasa.di pasar. Dalam jangka waktu yang sangat pendek pengaruh tersebut sangat kecil. maka kita sekarang kita lihat pengaruhnya terhadap permintaan jumlah listrik yang diminta. dan akan menggunakan teknologi produksi yang hemat energi. sehingga tindakan tersebut akan mengurangi permintaan terhadap tenaga listrik.

ceteris paribus. Hampir semua produk mempunyai elastisitaas pendapatan 71 . Dari beberapa konsep elastisitas dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi koefisien elaastisitasnya . beras tidak terlalu peka terhadap perubahan pendapatan. maka barang X tersebut termasuk barang mewah.iklan. Sedangkan apabila koefisien elastisitas penghailan barang X lebih kecil dari satu (E M < 1). Sementara pada sisi lain. Hal ini terutama sekali untuk barang-barang mewah seperti mobil sport. atau variable lainnya dalam fungsi permintaan. permata dan sebagainya. permintaan terhadap barang-barang kebutuhan pokok seperti garam. Koefisien elastisitas penghasilan suatu barang dapat digunakan untuk mengetahui jenis barang tersebut. Apabila koefisien elaastisitaas penghasilan barang X lebih besar dari satu (E M > 1). maka semakin peka (responsive) terhadap perubahan jumlah barang yang diminta apabila terjadi perubahan nilai variable yang mempengaruhinya. karya seni. Besarnya derajat kepekaan darihubungan tersebut ditunjukkan oleh koefisien elastisitaas penghasilan. Koefisien elatisitas penghasilan (E M) suatu barang adalah perbandingan antara persentae perubahan jumlah barang yang diminta dengan persentaae perubahan penghasilan konsumen. Elastisitas pendapatan adalah suatu pengukuran tentang derajat kepekaan relative dari jumlah barang yang diminta sebagai akibat dari adanya perubahan penghasilan konsumen. maka barang X tersebut termaasuk barang kebutuhan pokok. Atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut : EM = % ∆ Qx % ∆M Atau dapat juga ditulis : EM = ∂ Qx M ∂ M Qx Keterangan: EM M Qx = koefisien elastisitas penghasilan barang X = penghasilan konsumen = jumlah barang X yang diminta pada tingkat harga barang Y sebesar PY.

misalnya elastisitas pendapatan untuk suatu produk sebesar 0. Ini menunjukkan bahwa produk tersebut tidak akan bisa mempertahankan peranannya dalam perekonomian. yang berarti pula permintaan terhadap produkproduk tersebut juga meningkat. maka produsen barang tersebut tidak akan mendapatkan kenaikan pangsa yang proporsional atas kenaikan pendapatan nasional.5. ada banyak perusahaan yang memproduksi barang dan jasa dengan elastisitas pendapatan yang tinggi yang mengandalkan usaha nasional. Keadaan-keadaan tersebut mempunyai akan memperoleh bagian keuntungan yang lebih besar daripada proporsi kenaikan implikasi kebijaksanaan.yang positif. Ia juga bisa mempengaruhi biaya iklan dan kegiatan promosi lainnya. Apabila EM > 0. maka suatu industri tertentu pendapatan pemerintah. Sementara itu perusahaan yang menghadapi elastisitas pendapatan yang rendah tidak begitu peka terhadap tingkat kegiatan bisnis. baik bagi perusahaan-perusahaan maupun lembaga-lembaga 72 .5 persen. Hal ini berarti bahwa 1 persen kenaikan pendapatan akan menyebabkan permintaan terhadap produk tersebut meningkat sebesar 0. Elastisitas pendapatan yang rendah tersebut cocok untuk dunia bisnis yang relatif sedikit dipengaruhi kelesuan ekonomi. Apabila pendapatan per kapita atau pendapatan rumah tangga merupakan suatu faktor penentu permintaan yang utama untuk suatu produk tertentu. Misalnya.sehingga ia berusaha memasuki suatu industri yang memberikan peluang untuk tumbuh secara lebih baik. Perusahaan yang fungsi permintaannya mempunyai elastisitas pendapatan yang tinggi akan mempunyai peluang untuk tumbuh dengan lebih baik dalam suatu perekonomian yang sedang berkembang. Oleh karena itu perkiraan tentang kegiatan ekonomi secara keseluruhan juga berperanan penting dalam sistem perencanaan perusahaan perusahaan tersebut. Nilai dari suatu koefisien elastisitas itu penting. maka hal tersebut bisa mempengaruhi lokasi dan sifat saluran penjualan. hal ini menunjukkan bahwa perekonomian akan berkembang jika pendapatan nasional meningkat. Elastisitas pendapatan juga bisa memainkan peranan penting dalam kegiatan pemasaran sebuah perusahaan. Apabila EM <1 untuk suatu barang tertentu. tetapi karena perusahaan tersebut tidak dapat mengharapkan untuk ambil bagian secara penuh dalam suatu perekonomian yang sedang tumbuh .

maka penerimaan total (total revenue) dari barang tersebut akan berubah berlawanan arah dengan perubahan harganya. Antara permintaan. Begitu juga sebaliknya. Pada tingkat nasional. Misalnya sektor pertanian yang mempunyai permasalahan yang berkepanjangan karena elastisitas pendapatan untuk beberapa produk pertanian besarnya lebih kecil dari satu. maka apabila harga barang X naik. Misalnya koefisien elastisitaas harga barang X sama dengan satu. Jadi apabila koefisien elastisitas harga barang X lebih kecil dari satu (in elaastis). konsep elastisitas pendapatan ini mempunyai peranan penting dalam eberapa bidang utama. 73 . maka penerimaan total dari barang X tersebut akan naik. seperti pada bidang bisnis. akibatnya penerimaan total dari barang X tersebut turun. maka penerimaan total dari barang tersebut tidak berubah (tetap). Hal tersebut terjadi terutama sekali disebabkan oleh adanya potensi perusahaan tersebut untuk meningkatkan usahanya pada masa depan sehingga pendapatan perusahaan itu meningkat. maka jika ada kenaikan harga barang X mengakibatkan total penerimaan dari barang tersebut akan naik. penawaran. maka penerimaan total (total revenue) dari barang tersebut akan berubah searah dengan perubahan harganya. serta koefisien elastisitas harga mempunyai hubungan sebagai berikut : 1) Suatu barang yang mempunyai koefisien elaastisitaas harga lebih besar dari satu (elastis). 2) Suatu barang yang empunyai koefisien elastisitas harga lebih kecil dari satu (in elastis). hukum dan obat-obatan.promosinya pada para profesional muda. maka penerimaan total (total revenue) dari barang tersebut tidak berubah dengan adanya perubahan harganya. jika ada kenaikan harga barang . 3) Suatu barang yang mempunyai koeisien elaastisitaas harga sama dengan satu (unitary elasticity). Sebaliknya jika harga harga barang turun. Kenyataan ini akan mempersulit para petani untuk meningkatkan pendapatan mereka. Misalnya koefisien elastisitaa harga barang X lebih besar dari satu (elastis).

Tunjukkan bagaiman individu tersebut membelanjakan pendapatannya untuk memaksimumkan guna totalnya. jelaskan. serta pendapatan individu tersebut sebesar $ 8 per periode waktu serta seluruhnya dibelanjakannya. 2.SOAL LATIHAN 1. a. b. Mengapa “untuk siapa diproduksi” merupakan suatu masalah dalam setiap perekonomian. Andaikan hanya tersedia 2 macam barang saja yaitu X dan Y. Berapa besar guna total yang diterima jika ia berada dalam keseimbangan? 74 . Q MUX MUY 1 11 19 2 10 17 3 9 15 4 8 13 5 7 12 6 6 10 7 5 8 8 4 6 total 60 100 Tabel diatas menunjukkan skedul guna marginal seorang individu terhadap komoditi X dan komoditi Y. dan harga barang X dan harga barang Y sama dengan satu dolar.

Jelaskan pengertian elastisitas silang. Nyatakan secara matematis syarat keseimbangan konsumen tersebut.c.500. 4.000. dan jelaskan arti tanda positif dan negatif tersebut. Harga barang X dan harga barang Y. 3. Jelaskan Istilah-istilah dibawah ini: Marginal Utility Giffen goods Budget line Price Consumption Curve (PCC) Jelaskan perbedaan pengertian antara perubahan permintaan dan perubahan jumlah yang diminta.. Berapa besarnya elastisitaas titik dari barang tersebut? 4. c. dimana Qx adalah kuantitas barang X yang diminta dan PX adalah harga barang X. 75 . 1. a. serta guna batas masing-masing barang menurut seorang konsumen Barang X 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 MUx 50 45 40 35 30 25 20 15 10 5 Barang Y 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 MUy 40 36 32 28 24 20 16 12 8 4 a. b. Jika fungsi permintaan barang X adalah Qx = 20 – 4 Px. d. 6 .ingin membeli dua macam barang X dan Y. Apabila konsumen tersebut mempunyai pendapatan Rp. 5.

15. 2. maka ia hanya menerima 11 (sebelas) satuan guna. 300. “Untuk siapa diproduksi” menunjukkan berapa banyak yang diinginkan oleh setiap konsumen dalam memuaskan kebutuhannya. dan ia akan memperoleh 19(sembilan belas) satuan guna. sehingga guna yang 76 . yakni masing-masing sebesar Rp.-. a . berapa banyak barang X dan barang Y yang dibeli agar kepuasannya maksimal. dan semua uang yang dimiliki habis dibelanjakan ? Penyelesaian soal 1. Selanjutnya dollar keenamnya untuk membelisatuan X. Marginal utility (MU) yang terus menerus turun. ketiga dan keempt maupun dollar kelimanya sama seperti hal diatas yaitu untuk membeli satuan Y. Apabila konsumen tersebut pendapatannya berkurang. Satuan guna yang akan diterima adalah sebesar 17.000.200.000. menjadi Rp. berapa banyak barang X dan barang Y yang dibeli agar kepuasannya maksimal.-. dan harga barang Y tetap. Jadi individu ini harus membelanjakan dollr pertamanya dari pendapatan yang diperolehnya untuk membeli satuan Y yang pertama.Diketahui harga kedua macam barang tersebut sama. maka total utility (TU) dapat dimaksimumkan dengan memaksimumkan utility (gun) yang diperoleh dari setiap dollar yang dibelanjakannya. 1. Apabila ia membelanjakan dollar pertamanya untuk membeli satuan X yang pertama.000. dan 12 satuan. 100. 13. Akibatnya timbul suatu pilihan (choice). dan semua uang yang dimilikinya habis dibelanjakan ? b. sehingga tidak ada suatu masyrakatpun yang dapat memuaskan semua apa yang diinginkan nya. barang dan jsa adalah langka dalam setiap perekonomian. Kemudian tahap selanjutnya harus harus membelnjakan dollar kedua.. sedangkan harga barang X naik menjadi Rp.per buah.Sumber ekonomi.

Guna totl yang diterima individu tersebut sebesar 107. Qy = 1 1 2 + 1 6 = 8 3. dengan rincian 2 satuan X dan 6 satuan Y. Qx + Py . b. E xx Besarnya elastisitas titik (E xx) ditunjukkan oleh rumus sebagai berikut: = Apabila ∂ Qx ∂ Px Qx = 20 – 4 Px Px = 4 Maka Qx = 20 . Jika ia membelanjakan pendapatannya dengan memakai kombinai lain.diterima sebesar 11 satuan guna. maka guna total yang akan diterima jumlahnya lebih kecil. Hal ini mencerminkan bahwa kepuasan maksimum yang dapat diperoleh individu tersebut. Dollar ketujuh maupun dollar kedelpan ia harus membeli Y. Px Py 1 MU x = MU y = 10 Px .4 (4) = 4 Qx Px = -4 Px Qx Px Qx E xx = ∂ Qx ∂ Px = 4 77 . c.

1. b. Fungsi Produksi 2.4. d. di mana penghaasilan konsumen tetap/tidak berubah. Marginal Utility adalah tambahan kepuasan dalam mengkonsumsi suatu barang yang diperoleh dari menambah/ mengkonsumsi barang tersebut. Giffen goods adalah barang yang jumlah permintaannya berubah searah dengan perubahan harganya. 2. Hukum Hasil Lebih yang Makin Berkurang 78 . BAB 5 PERILAKU PRODUSEN Tujuan. Marginal Product 3. c Budget line adalah garis anggaran yang menghubungkan titik-titik kombinasi barang yang dapat dibeli dengan sejumlah penghasilan tertentu. 3. a. Mahasiswa dapat mengetahui dan menjelaskan konsep-konsep serta analisis dalam teori produksi Mahasiswa dapat mengetahui kaitan antara jumlah output dan input serta biaya yang harus ditanggung oleh produsen Mahasiswa mengetahui skala ekonomis produksi Pembahasan Materi: 1.price Consumption Curve (PCC) adalah kurva yang menghubungkan titiktitik keseimbangan konsumen pada berbagai tingkat perbandingan harga.

Berapa dan dalam kombinasi bagaimana factor-faktor produksi atau input tersebut akan digunakan. Dalam persaingan tidak sempurn dan pasar monopoli. Hal ini 79 . Berapa output yang harus diproduksi 2.4. Dalam pasar persaingan sempurna harga output dan input ditentukan oleh pasar. yaitu . Perubahan Teknologi Fungsi Produksi Dalam teori ekonomi mikro seorang produsen atau pengusaha harus memutuskan dua macam keputusan. Semua itu diputuskan dengan menganggap bahwa produsen/pengusaha selalu berusaha mencapai keuntungan yang maksimum. 1. Asumsi dasar lainnya adalah bahwa produsen beroperasi dalam pasar persaingan sempurna. ada satu keputusan lagi yang harus diambil seorang produsen yaitu harus menentukan harga outputnya.

karena orang lebih suka menikmati waktunya untuk tujuan-tujuan lain selain memperoleh penghasilan (yaitu untuk apa yang disebut "leisure") 80 . operasional produksi. Kasus Khusus 1). misal : 1). dan lain-lain). masalah perburuhan. 3). Backward Bending Supply Ada kasus dimana kurve penawaran mempunyai slope yang negatif. Constant Cost Supply Untuk beberapa proses produksi dan dalam jangka panjang (long run) ada kasus dimana kenaikan produksi tidak mengakibatkan kenaikan ongkos produksi per unit. Kenaikan permintaan hanya berakibat kenaikan harga pasar tanpa adanya kenaikan volume transaksi pasar Harga dari suatu barang atau faktor produksi yang supplynya tidak bisa bertambah meskipun dalam jangka panjang disebut pure economic rent atau surplus. Semua ini adalah penyerderhanaan dari perilaku seorang pengusaha dalam kenyataan. maka produsen akan berusaha meningkatkan jumlah barang yang dijualnya.berlainan dengan pasar tidak sempurna dan monopoli. Sebaliknya. bentuk kurve penawaran faktor produksi tenaga kerja sering dianggap : "back ward bending" karena setelah tingkat upah tertentu penawaran tenaga kerja justru menurun bila upah naik lagi. 2). Sebagai Perilaku Produsen Penawaran didefinisikan sebagai kuantitas barang yang ditawarkan di pasar pada berbagai tingkat harga. Penawaran. Kenaikan prmintaan mengakibatkan kenaikan volume transaksi tanpa diikuti oleh kenaikan oleh kenaikan harga pasar. produsen cenderung akan mengurangi jumlah barang yang dijual. Contohnya faktor produksi tanah. dimana ia harus memutuskan berbagai macam hal lain (seperti hutang piutang. Hukum penawaran menyatakan : bila harga sesuatu barang meningkat. atau dengan lain kata untuk mengundang lebih banyak barang yang ditawarkan ke pasar tidak perlu dengan kenaikan harga (bentuk penawaran horizontal). Kurva penawaran yang inelastis sempurna. jika harga turun.

oleh 81 . hubungan input/output untuk setiap sistem produksi merupakan suatu fungsi dari tingkat teknologi.Konsep ini mempengaruhi skala produksi yang optimal atau peluang produksi suatu perusahaan. Setiap perbaikan teknologi seperti pemakaian komputer dalam proses pengendalian yang emungkinkan sebuah perusahaan mampu memproduksi sejumlah output tertentu dengan bahan baku. Konsep returns to scale ini memainkan peranan penting dalam pengambilan suatu keputusan. Hubungan ini kita kenal sebagai karakteristik returns to scale dari sistem produksi. 4). Dalam mempelajari fungsi produksi. Fungsi produksi menentukan tingkat output maksimum yang bisa diproduksi dengan sejumlah input tertentu.2). peralatan. 1.Decreasing Cost Supply Ada beberapa proses produksi yang terutama dalam jang panjang. kenaikan harga justru menurunkan penawaran. Konsep ini juga mempengaruhi sifat persaingan dalam suatu industri. karena orang tidak lagi perlu bekerja sekeras semula. Fungsi produksi ini ditentukan oleh teknologi yang digunakan dalam proses produksi. energi dan tenaga kerja yang lebih sedikit. Untuk barang-barang yang diproduksi dalam keadaan ini kurve supply adalah menurun dan Hukum Penawaran tidak berlaku : kenaikan permintaan menurunkan harga pasar dan menambah volume transaksi di pasar. ada 2 macam hubungan antara input dengan output. justru menunjukkan ongkos produksi per unit yang menurun bila volume produksi dinaikkan. atau sebaliknya. jumlah input minimum yang diperlukan untuk memproduksi suatu tingkat output tertentu. kurve penawaran di masyarakat primitif dimana penghasilan berupa uang bukan tujuan primer kehidupan manusia. Oleh karena itu. atau adanya program pelatihan yang bisa meningkatkan produktivitas tenaga kerja. akan menghasilkan sebuah fungsi produksi yang baru. pabrik. Hubungan antara output dengan beberapa input yang digunakan secara bersama-sama. bahan-bahan baku dan lain-lain yang digunakan dalam suatu perusahaan. tenaga kerja.

2. Atau dapat juga dikatakan bahwa input tetap adalah input yang jumlahnya tidak dapat berubah.edangkan input variable adalah input yang jumlahnya dapat berubah dalam suatu proses produksi atau dapat juga dikatakan bahwa input variable adalah input yang dalam jangka waktu relative pendek akan dapat berubah. Proses 82 . Hubungan antara jumlah barang yang dihasilkan dalam satu kegiatan produksi (output) dengan faktor-faktor produksi yang digunakan (input) dapat digunakan dengan menggunakan suatu kurva yang disebut dengan kurva produksi.karena itu konsep returns to scale juga merupakan suatu faktor yang menentukan tingkat profitabilitas dari suatu investasi. Hubungan antara output dengan variasi dari suatu input yang digunakan. sehingga kita akan menelaah hal ini terlebih dulu sebelum membahas permasalahan lainnya. Dalam suatu proses produksi. Produktivitas dan penerimaan suatu factor produksi digunakan untuk menandai hubungan antara kuantitas suatu input yang digunakan secara individual dengan output yang dihasilkan. Produktivitas factor produksi ini merupakan factor kunci dalam penentuan kombinasi input yang optimal atau proporsi input yang seharusnya digunakan untuk memproduksi suatu produk. yaitu input tetap dan input variable. Jadi produktivitas factor produksi ini merupakan dasar dalam penggunaan sumberdaya yang efisien dalam suatu system produksi. Oleh karena itu pemahaman tentang produktivitas factor produksi ini akan membantu kita dalam memahami konsep returns to scale secara mendalam. Akan tetapi tingkat output tersebut semakin lama semakin berkurang sampai pada tingkat penggunaan jumlah input tertentu yang mengakibatkan output justru berkurang denganadanya penambahan input yang digunakan. yaitu suatu kegiatan roduksi di mana produsen tidak mampu mengubah input tetapnya. Suatu kegiatan produksi dalam jangka relative pendek. factor produksi (input) dapat dikelompokkan menjadi dua macam. Kurva produksi dalah kurva yang menghubungkan titik-titik jumlah output yang dihailkan pada berbagai input yang digunakan pada teknologi tertentu. Input tetap adalah input yang jumlahnya tetap dalam suatu proses produksi. sedangkan penambahan input variable akan dapat menambah jumlah output yang dihasilkan.

yaitu dikenal dengan 3 tahap. tahap II. produk total dari suatu fungsi faktor produksi bisa ditunjukkan sebagai sebuah fungsi yang menghubungkan output dengan jumlah sumberdaya yang digunakan. Pada tahap awal dari kegiatan produksi tersebut igunakan tenaga kerja yang relative sedikit dibandingkan dengan input tanah yang tersedia untuk digarap. dan tahap III. Misalnya fungsi produksi: Q = f (X| Y = 2) artinya persamaan ini menghubungkan jumlah putput Q yaitu produk total dari X dengan jumlah Y yang digunakan sebesar 2 unit. Konsep produk total ini digunakan untuk menggambarkan hubungan antara output dengan hanya satu input yang berubah-ubah yang digunakan dalam sebuah fungsi produksi. penambahan output tersebut akan semakin berkurang (dikenal dengan :The law of diminishing marginal product).maka akan sangat berguna apabila produk total. Penambahan tenaga kerja berikutnya akan menambah jumlah output yang dihasilkan. akan tetapi pada tingkat penambahan input tertentu.ini dikenal dengan tambahan hasil yang semakin berkurang (diminishing marginal retrn). Produk total merupakan jumlah output total atau produk total yang dihasilkan dari penggunaan sejumlah tertentu sumberdaya dalam suatu sistem produksi. Secara teoritis. Dengan adanya penambahan tenaga kerja yang digunakan akan menambah jumlah output yang dihasilkan. yaitu tahap I. Oleh karena itu proses optimasi memerlukan analisis hubungan antara nilai total dengan nilai marginal dari suatu fungsi. kombinasi factor produksi (input) yang secara teknis rasional adalah kombinaasi input yang termaasuk dalam 83 . Masing-masing tahapan produks tersebut menggambarkan tingkat kombinasi yang berbeda-beda. rata-rata dan marginal dari sumberdaya yang kita gunakan dalam suatu sistem produksi. Misalnya: Suatu kegiatan produksi di bidang pertanian yang menggunakan tanah sebagai input tetap dan tenaga kerja senbagai input varaiabel. Dalam suatu proses produksi. Produk Total. Secara umum. Rata-rata dan Marginal Produktivitas faktor produksi atau tingkat penerimaan faktor produksi mempunyai peranan yang penting dalam proses penentuan kombinasi input yang optimal dalam suatu sistem produksi.

Produksi rata-rata input variable pada tingkat produksi tertentu dari suatu kegiatan produksi adalah jumlah output yang dihasilkan dibagi dengan jumlah input variable yang digunakan. ∆ TP = Perubahan produksi total = perubahan jumlah tenaga kerja ∆ L ∆TP ∆ L = ∂TP ∂L tahap I TP 84 . sedangkan produksi marginal positif.tahap II seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini. Kombinasi input pada tahap produksi III. Atau secra matematis dapat ditulis sebagai berikut : AP L = TP L Keterangan: AP L = Average Product of Labour (produksi rata-rata input tenaga kerja) TP L = Total Product (produksi total) = Labour (jumlah tenaga kerja). Produksi marginal dai input variable pada tingkat produksi tertentu dalam suatu kegiatan produksi adalah perbandingan antara tambahan-tambahan jumlah barang yang dapat dihasilkan dengan tambahan input variable sebanyak satu unit. baik produktivitas input variable maupun harapan produksi secara teknis mencapai tingkat yang maksimal. Hal ini disebabkan karena pada tahap produksi II. besarnya produksi rata-rata menurun. Atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut: MP L = Keterangan: MP L = produksi marginal input tenaga kerja (Marginal Product of Labour).

Pda keadaan ini kurva produksi marginal mencapai titik puncaknya (pada penggunaan tenaga kerja sebanyak L1). maka kurva TP maksimum. Apabila penambahan tenaga kerja tidak meningkatkan output. Pada tingkat penggunaan tenaga kerja ini (L2) kurva MP L memotong sumbu datar. artinya pada tingkat penggunaan tenaga kerja tersebut (L2) . Produksi rata-rata tenaga kerja akan mencapai nilai maksimum pada jumlah penggunaan tenaga kerja di mna kurva produksi total (TP) yang di sebelah atas bersinggungan dengan garis lurus yang ditarik dari titik origin (titik potong antara sumbu datar dn sumbu tegak). besrnya produksi marginal sama dengan nol. Penggunaan tenaga kerja lebih dari L1. Pada tahap awal penggunaan sejumlah tenaga kerja (O-Lo) dapat meningkatkan jumlah output (total product/TP). proporsi kenaikan jumlah output semakin berkurang/lebih kecil dibandingkan dengan penambahan tenaga kerja pada jumlah sebelumnya. yaitu pada tingkat penggunaan tenaga kerja sebanyak L1. Dimana saat ini kurva produksi marginal tenaga kerja (MP L) naik karena proporsi kenaikan jumlah output naik dengan beertambahnya satu unit tenaga kerja. Kondisi ini ditunjukkan oleh kurva TP yang mulai naik. produksi rata-rata (AP) dan produksi marginal (MP) pada suatu kegiatan produksi yang menggunakan satu macam input variable yaitu tenaga kerja (L). maka akan mengakibatkan produksi rata-rata menurun. Pada tingkat penggunaan tenaga kerja ini peningkatan output maksimum dan menambah satu unit tenaga kerja terjadi pada titik belok kurva TP. Hal ini ditunjukkan oleh bentuk kurva produksi ratarata (AP L) menurun.tahap II TP tahap III APL 0 L0 L1 L2 L MP L Dari gambar diatas dapat dilihat hubungan antara kurva produksi total (TP). Kemudian pada tingkat penggunaan tenaga kerja tertentu (L0-L1). 85 .

Kenaikan produktivitas marginal ini terjadi karena setiap tenaga kerja semakin mampu mengelola sejumlah barang modal yang digunakannya daripada jika jumlah tenaga kerja tersebut lebih sedikit. Hukum ini menyatakan bahwa jika jumlah penggunaan satu input variable meningkat sementara jumlah penggunaan factor produksi lainnya tidak berubah. Hubungan Fungsional antara jumlah input yang digunakan dengan jumlah output yang dihaasilkan dapat dijelaskan dengan kurva isoquant. Spesialisasi kegiatan yang bisa menyertai kenaikan penegrjaan tenaga kerja tersebut merupakan faktor lain yang bisa juga meningkatkan MP tenaga kerja jika ada tambahan tenaga kerja yang digunakan. Namun apabila jada tambahan pekerja ke dalam kegiatan perakitan tersebut. dengan menganggap input modal tetap. Kurva TP dan MP. maka pekerja itu harus melakukan semua kegiatan yang diperlukan untuk membuat mobil tersebut. maka output bisa ditingkatkan dengan cepat. Intensitas penggunaan sumberdaya modal meningkat dengan adanya tambahan input tenaga kerja tersebut dan kombinasi input menjadi lebih efisien. 86 . apabila input tersebut dikombinasikan dengan satu input lainnya atau lebih yang jumlahnya tetap. tetapi kemudian mulai menurun /berkurang. Apabila seorang pekerja ditugaskan untuk merakit mobil. Output dari kombinasi penggunaan tenaga kerja dan modal seperti itu akan sangat kecil.Kurva AP L. Misalnya hal ini terjadi pada sebuah pabrik perakitan mobil. Atau dengan kata lain . hukum ini menyatakan bahwa MP dari factor produksi variable akhirnya akan menurun . Isoquant berasal dari kata iso yang berarti sama dan quant yang artinya quantitas. Perbaikan penggunaan modal yang disebabkan oleh pengerjaan tenaga kerja yang semakin banyak tersebut bisa meningkatkan MP (Marginal Product = meningkatnya output) setiap pekerja sampai pada batas tertentu dari tambahan tenaga kerja tersebut. maka pada mulanya kenaikan penggunaan input tersebut akan menaikkan output. tidak akan memotong sumbu datar pada tingkat penggunaan dua macam input variablel. menunjukkan sifat yang kita kenal dengan istilah hukum kenaikan hasil yang berkurang (the law of diminishing returns).

Isoquant yang letaknya semakin jauh terhadap titik origin. Suatu kurva isoquant berbentuk cembung ke arah titik origin menunjukkan bahwa kemampuan untuk mengganti secara pisik (marginal rate of technical substitutions) antara input yang satu terhadap input tyang lain semakin lama semakin berkurang. menunjukkan kombinasi yang menghaailkan output lebih banyak. Kombinasi input yang relevan yang mempunyai kemiringan negatif 2. Tidak saling berpotongan antara isoquant yang satu dengan isoquant yang lain.5 87 . Secara umum bentuk kurva isoquant dari kegiatan produksi mempunyai cirri-ciri sebagai berikut: 1.5 L 6 5 6 7 8 9 10 11 Isoquan III K 15 12 9 7 6.8 1.Kurva Isoquant adalah kurva yang menghubungkan berbagai titik kombinasi penggunaan dua input variable yang digunakan untuk menghasilkan sejumlah output tertentu. Sedangkan kurva isoquant yang tidak saling memotong satu sama lainnya mengandung arti bahwa tidak mngkin ada dua macam kurva isoquant yang berbeda bisa menghasilkan tingkat output yang sama banyaknya. 4.5 3. Tabel dibawah ini menyajikan titik-titik pada tiga isokuan yang Isoquan I L 2 1 2 3 4 5 6 7 K 11 8 5 3 2.2 5.6 1.8 L 4 3 4 5 6 7 8 9 Isoquan II K 13 10 7 5 4. Cembung ke arah titik origin 3. Misalya: berbeda.3 5.2 3.2 3.5 5.3 1.

Dengan K 14 12 10 8 meletakkan titik pada pasangan sumbu yang sama serta menghubungkannya. tetapi menurun jika jumlah penggantian (substitusi) meningkat. Margianl Rate Of Technical Substitution (MRTS) MRTS bisa dinyatakan secara matematis sebagai berikut: MRTS = ΔY ΔX = Slope Isoquan MRTS tersebut biasanya tidak konstan. maka kita akan menemukan gambar seperti dibawah ini. 88 . III 6 II 4 I 2 0 2 4 6 8 10 12 14 L Perusahaan dapat memproduksi output sejumlah yang dicerminkan oleh isoquan I dengan menggunakan 8 K dan l L atau dengan menggunakan 5K dan 2 L atau kombinasi K dan L yang lain pada isoquan I Isoquan menunjukkan jumlah output secara kardinal.

Isokuan Produksi Input Y Q2 Q1 Input X Listrik bisa dihasilkan oleh minyak dan atau gas. produsen hanya mencapai ongkos produksi yang minimum saja. Persamaan yang menunjukkan kombinasi input yang mengakibatkan ongkos minimum disebut dengan dalil. karena pada tingkat LCC tersebut. Misalnya dalam produksi tenaga listrik.Isokuan berasal dari kata iso yang berarti sama dan quant yang berarti kuantitas. Dalam beberapa sistem produksi. Dalam keadaan seperti itu jumlah yang tepat dari setiap input dibutuhkan untuk menghasilkan sejumlah output tertentu. Least Cost Combination (LCC). Produsen akan memperoleh laba yang maksimum apabila ia berproduksi dengan LCC dengan ketentuan bahwa perbandingan antara produksi marginal 89 . Pada sisi lain dari substitusi input ini adalah sistem produksi di mana input saling melengkapi (komplementer) secara sempurna satu sama lain. Kombinasi input yang mengakibatkan ongkos produksi minimum (pada tingkat LCC) belum tentu mendatangkan keuntungan yang maksimum bagi produsen tersebut. Kurva isoquan berarti kurva yang menunjukkan semua kombinasi penggunaan input yang berbeda secara efisien untuk menghasilkan sejumlah output tertentu. Di sini gas dan minyak bisa saling menggantikan secara sempurna dan isokuan merupakan garis lurus. penggunaan input-input tertentu bisa dengan mudah digantikan dengan inout lainnya. bahan bakar minyak yang digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik bisa merupakan contoh input yang bisa digantikan.

yang dikenal dengan fungsi produksi “Cobb Douglas” Dari fungsi produksi tersebut dapat diketahui dengan mudah aspek-aspek produksi marginal. MPP x2. L = I Keterangan: Pk dan PL adalah harga input modal dan harga input tenaga kerja K. P x3………. Kegiatan produksi yang menggunakan dua macam input variable. P x2. K + P L. P x1. produksi rata-rata. Persamaan kurva isocost dalam suatu kegiatan produksi yang menggunakan input modal (K) dan input tenaga kerja (L) dengan anggaran (I) adalah sebagai berikut: P k.. Atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut : Dalil keuntungan maksimum: MPP x1 P x1 Keterangan: MPP x1. kemampuan produsen dalam menyediakan input yang digunakan dibatasi oleh anggaran yang tersedia. X3……………Xn. L = masing-masing adalah jumlah modal dan jumlah tenaga kerja yang dibeli I = anggaran yang tersedia untuk membeli input modal dan tenaga kerja dalam kegiatan produksi tersebut. X2. MPPx3.secara fisik (marginal Phisical Product) setiap input dengan harga yang sama besar dan sama dengan seperharga output. Kemampuan produsen dalam menyediakan input yang digunakan dalam suatu kegiatan produksi digambarkan dengan suatu garis anggaran yang disebut dengan isocost. MPPxn = Marginal Physical Product Input variable X1.P xn PQ = harga output yang dihasilkan = harga input variable X1. tingkat kemampuan 90 . X2………Xn = MPPx2 P x2 = MPPx3 Px3 = MPPxn P xn = 1 PQ Dalam suatu kegiatan produksi. Hubungan fungsional antara output dengan input erring digunakan fungsi produksi yang dikemukakan oleh Cobb dan Douglas.

Dalam model fungsi produksi Cobb Douglas. Bentuk umum fungsi Cobb Douglas dapat ditulis sebagai berikut : Misalnya dalam kegiatan produksi tersebut menggunakan dua macam input variable yaitu modal (K) dan tenaga kerja (L). = jumlah barang/jasa yang dihasilkan (output) = adalah konstanta L.batas untuk mengganti antara input yang satu dengan input yang lain. intensitas penggunaan input dan efisiensi suatu kegiatan produksi secara keseluruhan. Tingkat produksi marginal (MP) dari msing-masing input. Dari fungsi Cobb Douglas seperti contoh diata dapat diketahui beberapa aspek produksi sebagai berikut : 1. intensitas penggunaan input dapat dilihat dari angka perbandingan antara … dan β a. ∂Q ∂K =β Intensitas penggunaan input. Semakin besar angka perbandingan antara . 91 . maka kegiatan produksi tersebut lebih banyak menggunakan input tenaga kerja (labour intensive). K = jumlah tenaga kerja dan modal yang digunakan (input). Produksi marginal input (MPL) MP L = ∂L ∂ Q =α Produksi marginal input K (MP K) adalah : MP K = 2. Q = kL α Kβ Yang menyatakan bahwa : Q k.

Apabila α + β = 1. maka fungsi produksi tersebut menunjukkan perubhan output dengan perbandingan yang lebih besar dari skalanya (increshing return to scale).b. dan sebagainya). mesin. kacang. Besar. Sekarang kita anggap bahwa tenaga kerja konstan. a. air. Kita bisa menemukan bahwa semua input lainnya juga cenderung mengikuti hokum hail yang semakin berkurang (the law of diminiahing returns). 3. bahwa produk marginal setiap unit input akan menurun sebanyak penambahan jumlah input yang bersangkutan. gandum. Apabila α + β > 1. kedelai. Apabila α + β < 1. Semakin kecil angka perbandingan antara α dan β . dengan asumsi semua input lainnya konstan. dengan aumsi semua input lain konstan. maka kegiatan produksi tersebut lebih banyak menggunakan input modal (capital intensive). maka fungsi produksi tersebut menunjukkan perubahan output dengan perbandingan yang sama besar dengan skalanya (constant return to scale). Produk marginal tanah adalah perubahan output total yang disediakan oleh tambahan 1 unit tanah. maka fungsi produksi tersebut menunjukkan perubahan output dengan perbandingan yang lebih kecil dari skalanya (decreashing return to scale). Derajat perubahan output apabila semua input variable berubah dengan proporsi yang sama. tanah. baja. pupuk dan lain-lain) serta produk marginal dapat diterapkan pada setiap output (misalnya jagung. 92 . Kita dapat menghitung produk marginal untuk setiap input (tenaga kerja. Marginal Product dan Hukum Hasil Lebih yang Makin Berkurang Menurut hukum hasil lebih yang makin berkurang (the law of diminishing returns) . sedangkan tanah beerubahubah. b. c.

karena hanya diperlukan beberapa menit untuk menjalankan mesin dan mengangkut tenaga kerja ke lapangan. Unit pertama air sangatlah vital bagi kehidupan tanaman. Hukum hasil lebih yang makin berkurang telah ditemukan di berbagai penelitian empiris. Tanah semakin sempit. bahwa hokum ini tidak barlaku untuk semua tingkat produksi input tenaga kerja pertama mungkin akan meningkatkan produk marginal. Hukum hasil lebih yang makin berkurang mudah dimengerti dengan mengamati input air. dan input lainnya yang berjumlah tetap. mesin. Pada kasus air. akan tetapi semakin banyak air yang disiramkan. mesinpun dipekerjakan melmpaui batas. namun merupakan jalur kehidupan yang begitu penting dalam system perekonomian kita. unit selanjutnya membuat tanaman menjadi sehat dan tumbuh besr. Oleh sebab itu kita harus selalu ingat bahwa hukum hasil lebih yang makin berkurang. sedangkan tugas yang sedang dikerjakan dirasa semakin kurang penting. Selanjutnya perlu kita ingat.maka akhirnya tanah akan penuh dengan air.Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa fungsi produksi umumnya tunduk pada hukum ini? Jawabannya adalah bahwa semakin banyak suatu input tertentu seperti tenaga kerja yang ditambahkan pada input anah. Kita tidak bisa menamakannya dengan hokum gravitasi yang telah dianggap sebagai kebenaran universal. meskipun terdapat pula beberapa pengecualian. input air terkhir (paling banyak) akan memberikan produk marginal yang negative. karena tanaman telah mati lemas kebanyakan air. Kita dapat mengemukakan sebuah contoh produksi yang menjelaskan hubungan antara kuantitas minyak 93 . kita harus selalu menekankan bahwa hokum ini merupakan hasil observasi empiris yang dilakukan secara luas dan teratur. Transportasi minyak berpatokan pada prinsip fisik sederhana. dan bukan merupakan hokum alam yang bersifat universal. Contoh teknis: misalnya saluran pipa minyak Sebuah illustrasi penting mengenai teori produksi dalam kehidupan bisnis modern yaitu pengangkutan minyak melalui saluran pipa. Dalam meneerapkan hokum hasil lebih yang semakin berkurang terhadap produksi. merupakan suatu keteraturan empiris yang tunduk pada pengecualian. sehingga tanaman membusuk dan tidak bisa dipanen. maka tenaga kerja semakin sedikit memiliki factor produksi lain yang bekerja bersamanya.

Periode singkat (momentary run) adalah periode waktu yang sangat pendek ketika kita tidak ada perubahan apapun dalam produksi. Periode Singkat.mentah (output) yang dianggap setiap hari melalui saluran pipa dan input yang ditunjukkan oleh ukuran pipa serta tenaga mesin pompa. 3. tetapi kurang cukup lama untuk melakukan penyesuaian semua input. Petani tidak dapat mengubah hasil panennya di pertengahan musim. bahan baku dan modal. Para ahli teknik yang mempelajari teknologi ini telah membuat pengukuran yang begitu cermat dan menemukan sejumlah hubungan numeris antara input dan output.yaitu: 1. Kita dapat menggunakan studi tersebut untuk menunjukkan sifat fungsi produksi bersamaan dengan produk total dan produk marginal saluran pipa. dan sekali dibangun saluran tersebut akan bertahan untuk beberapa waktu lamanya. baik faktor variable maupun non variable yang digunakan oleh perusahaan bisa diubah. tetapi juga waktu. 2. tidak dapat sepenuhnya disesuaikan ataupun dimodifikaasi. Periode Jangka Pendek (short run) adalah periode waktu ketika input variable seperti bahan baku dan tenaga kerja dapat disesuaikan. maka kita membedakan periode waktu yang berbeda. dan Jangka Panjang Produksi tidak hanya memerlukan tenaga kerja dan tanah. Periode Jangka Panjang (long run) adalah ketika semua factor produksi. Selain itu. Untuk memperhitungkan peranan waktu dalam proses produksi dan biaya. maka secara ekonomis modal tidak dapat diambil kembali dan tidak dapat dipindahkan ke lokasi lain/ditransfer ke penggunaan lain. termasuk buruh. Saluran pipa tidak dapat dibangun hanya dalam waktu semalam. Jangka pendek. sekali peralatan modal ditempatkan dalam bentuk bangunan beton dari suatu pabrik pembangkit tenaga di sungai atau pabrik petrokimia di suatu tempat. 94 . factor non variable seperti mesin dan peralatan. Dalam jangka pendek.

ataupun perubahan dalam proses produksi barang dan jasa. sedangkan inovasi proses terjadi bilamana teknik-teknik produksi perbaikan atau teknik-teknik produksi baru telah dikembangkan. Perubahan teknologi yang terjaadi belakangan ini meliputi pengembangan mikro elektronik yang memungkinkan dibuatnya stereo dan televisi portable. Dalam terminology produksi kita. Bagaimana perubahan teknologi bisa memperbaiki produktivitaa dan meningkatkan standar kehidupan. Perubahan secara teknis menunjukkan bahwa perubahan-perubahan teknologi seperti penemuan produk baru. atau jika outputnya sama dapat diproduksi dengan input yang lebih sedikit. perbaikan produk lama. Inovasi produk terjadi apabila produk baru atau produk lama yang diperbaiki doperkenalkan di pasar..Perubahan Teknologi Sejarah ekonomi mencatat bahwa output meningkat lebih dari sepuluh kali lipat selama abad berputar. 95 . perubahan teknologi terjadi jika fungsi produksi berubah. penemuan serat optic yang dapat menurunkan biaya serta memperbaiki ketahanannya dalam bidang telekomunikasi. Perubahan teknologi menggeser fungsi produksi ke atas. Namun variasi dan kualitas barang serta proses produksi juga telah mengalami perubahan. Di sini ada perbedaan antara inovasi produk (product innovation) dengan inovasi proses produksi (process innovation). Perubahan teknologi terjadi jika pengatahuan rekayasa dan pengetahuan teknis baru memungkinkan lebih banya output yang bisa diproduksi dengan menggunakan input yang sama.

BAB 6 BIAYA DAN PENERIMAAN Tujuan: 1. 3. 96 . Mahasiswa mengetahui pembuatan keputusan produksi dan penjualan atas dasar biaya dan harga barang. Mahasiswa dapat mengetahui kaitan antara jumlah output dan input serta biaya yang harus ditanggung oleh produsen. 2. Mahasiswa mampu menganalisis berbagai konsep biaya.

Permintaan Input 4.Apabilaperusahaan menggunaan sumberdaya untuk memproduksi produk tertentu. maka tidak ada masalah dalam pendefinisian dan pengukuran biaya produk tersebut.Pembahasan Materi: 1.Apabila kta membeli produk secara tunai. maka muncul masalah sepert berapa biaya penggunaan asset tersebut selama periode tertentu. Macam-macam Biaya Produksi 3. maka perusahaan 97 . Biaya yang akan digunakan untuk suatu periode tertentu disebut biaya relevan (relevant cost). Definisi Biaya 2. Sebaliknya apabila barang tersebut disimpan beberapa waktu. Pembahasan tentang biaya relvan tersebut didasarkan pada konsep penggunaan alternatif. tergantung pada bagaimana biaya tersebut digunakan. Sumberdaya ekonomi mempunya nilai karena sumberdaya tersebut bisa digunakan untuk memproduksi barang dan jasa. Keuntungan Biaya Istilah biaya isa diartikan bermacam-macam. dan menggunakan roduk tersebut.

dan lain-lain.Oleh karena itu perusahaan itu harus menetapkan tingkat harga yang besarnya minimal sama dengan sumberdaya itu dalam penggunaan alternatif tersebut. tetapi bagaimana kemampuan pemiliknya. Jadi kitan harus memperluas analisis kita sampai analisis produktivitas ekonomis dari input tersebut (bukan hanya sekedar analisis produktivitas fisik). mobil. peralatan kantor. misalnya tenaga kerja.Oleh karena itu kita harus memperhatikan penerimaan yang diperoleh para pemilik berbagai input (faktor produksi). Biaya ppurtunitas dari sebuah sumberdaya ditentukan oleh nilai penggunaan alternatif yang terbaik dari sumberdaya tersebut. kegiatan produksi biasanya akan menghasilkan barang-barang dan jasa yang akan diperjual belikan di pasar. karena peralatan tersebut digunakan untuk memproduksi barang A. Begitu juga. 98 input-input tersebut dalam menghasilkan penerimaan bagi . ditentukan oleh nilai aluminium tersebut untuk penggunaan-penggunaan alternatif. bahan baku.tersebut bisa juga menggunakan sumberdaya tersebut bagi penggunaan alternatif. bukan hanya sekedar dikonsumsi oleh produsennya. Sebuah pabrik pesawat terbang harus membayar suatu tingkat harga yang sama besarnya dengan nilai alternatif tersebut atau aluminium tersebut akan digunakan untuk memproduksi barang alternatif seperti peralatan masak. Peranan Penerimaan dan Biaya Dalam Produksi Untuk menjawab pertanyaan faktor-faktor apa saja yang menentukan kombinasi input yang optimal dalam kegiatan produksi? Dalam perekonomian yang sudah maju. Misalnya biaya untuk aluminium yang digunakan pabrik pesawat terbang. Oleh karena itu konsep biaya oppurtunitas ini mengandung arti bahwa semua keputusan didasarkan pada pilihan di antara tindakan-tindakan alternatif. apabila sebuah perusahaan memiliki peralatan modal yang bisa digunakan untuk memproduksi barang A akan mencakup laba dari barang alternatif B yang tidak bisa diproduksi. kapital dari penjualan input-input tersebut.

000. maka biaya yang harus ditanggung oleh produsen dalam suatu kegiatan produksi dapat dihubungkan dengan jumlah barang/jasa yang diproduksi.Perubahan dari hubungan fisik ke hubungan ekonomi ini dilakukan dengan cara mengalikan MP input dengan MR (penerimaan marginal) yang diperoleh dari penjualan output (barang/jasa) yang dihasilkan sehingga kita akan mendapatkan besaran yang dikenal sebagai marginal revenue product (MRP) dari input: Marginal Revenue Product dari Input X atau MRP X MRP X = Marginal Product X . dan MRP-nya sama dengan Rp1.000 x 2 = Rp 2. Kurva biaya produksi adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara jumlah biaya produksi yang dikeluarkan oleh seorang produsen (pada sumbu vertical) dan tingkat output (pada sumbu horizontal). maka MP tenaga kerja tersebut adalah 2. baik betul-betul dikeluarkan (eksplisit cost) maupun yang tidak betul-betul dikeluarkan.00 per unit.000.00 Definisi Biaya Dalam pengertian ekonomi. MR Q MRP adalah nilai dari unit marginal suatu input yang digunakan untuk memproduksi suatu produk tertentu. Kurva yang menghubungkan titik-titik besarnya biaya produksi pada berbagai jumlah barang/jasa yang dihasilkan disebut :Kurva biaya.000. Biaya produksi pada suatu kegiatan produksi jangka pendek dibedakan menjadi 2 macam : 99 . Dalam suatu fungsi biaya beranggapan bahwa harga input/factor produksi yang digunakan tidak berubah/tetap. yang dimaksud dengan biaya/ongkos adalah semua beban finansiil yang harus ditanggung oleh produsen untuk menghasilkan barang/jasa agar siap digunakan oleh konsumen. Seperti halnya dengan produksi. misalnya dari milik pribadi sendiri (implicit cost). jika pertambahan 1 orang tenaga kerja bisa menghasilkan 2 unit output tambahan yang bisa dijual seharga Rp 1. Marginal Revenue Q = MP X . Kurva biaya produksi ini dapat diturunkan/diperoleh dari suatu fungsi biaya produksi. Misalnya.

TC = TFC + TVC 4. AFC = TFC Q (di mana Q = tingkat output). biaya tetap ini tidak dipengaruhi oleh setiap perubahan kuantitas output. meskipun tidak berproduksi. Misalnya : bahan baku. selain AFC yang dibebankan pada setiap unit output. tenaga kerja. gaji pegawai tetap. harga mesin. 3. ongkos produksi dibagi menjadi : 1. adalah biaya produksi dari setiap unit output yang dihasilkan. Average Variabel Cost (AVC) atau biaya variable rata-rata. adalah biaya tetap yang dibebankan pada setiap unit output. dan sebagainya). Average Fixed Cost (AFC) atau ongkos tetap rata-rat.1. Biaya Variabel adalah : biaya yang bervariasi sesuai dengan perubahan tingkat output. adalah jumlah biaya yang tetap dibayar perusahaan/proddusen berapapun tingkat outputnya. bunga atas hutang. AVC = TVC Q 6. Total Cost (TC) atau biaya total adalah penjumlahan dari biaya tetap dan biaya variable. Misalnya : Pembayaran kontrak bangunan dan sewa peralatan. Jumlah TFC adalah tetap untuk setiap tingkat output (biaya penyusutan. Total Fixed Cost (TFC) atau biaya tetap total. Average Total Cost (ATC) atau biaya total rata-rata. 2. Biaya Tetap (Fixed Cost) Biaya Variabel (Variabel Cost) Biaya tetap adalah biaya yang harus dikeluarkan suatu perusahaan . Secara garis besar segi biaya produksi dalam hubungannya dengan tingkat output. 2. ATC = TC Q 100 .adalah jumlah biaya-biaya yangberubah menurut tinggi rendahnya output yang diproduksikan. adalah semua biaya-biaya. 5. Total Variabel Cost (TVC) atau biaya variable total. dan lain-lain.

maka biaya rata-rata sama dengan biay marginal. MC = ∆ TC = ∆C ∆TVC ∆Q = ∂ TC ∂Q di mana : ∂ TC ∂ Q ∆ TC = ∆Q = turunan pertama fungsi TC terhadap Q kenaikan biaya total = kenaikan jumlah output yang dihasilkan. Jadi dalam satu set kurva biaya produksi yang lengkap. Demikin juga pada saat kurva produksi rata-rata (kurva AP) mencapai nilai maksimum. Jadi kenaikan TC ini sama dengan kenaikan TVC yang diakibatkan oleh produksi 1 unit output tambahan. Dalam suatu kegiatan produksi dengan satu macam input variable. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya perpotongan kurva biaya rata-rata (kurva AC) dengan kurva biaya marginal (kurva MC) pada saat kurva AC minimum. 101 . sedangkan TC = TFC + TVC. yaitu pada saat biaya rata-rata minimum. Dua fungsi biaya utama yang digunakan dalam pembuatan keputusan manajerial yaitu fungsi biaya jangka pendek yang digunakan dalam pembuatan keputusan operasional sehari-hari dan fungsi biaya jangka panjang yang biasanya digunakan untuk perencanaan jangka panjang. Biaya Jangka Pendek dan jangka panjang Penggunaan konsep biaya relevan untuk pengambilan keputusan penentuan tingkat output dan harga secara tepat membutuhkan suatu pemahaman mengenai hubungan antara biaya dengan output dari suatu perusahaan. adalah kenaikan dari total cost yang diakibatkan oleh diproduksinya tambahan satu unit output. pada saat kurva produksi marginal (kurva MP) mencapai nilai maksimum. Fungsi biaya ini tergantung pada : (1) fungsi produksi dari perusahaan dan (2) fungsi penawaran pasar dari input-input yang digunakan perusahaan tersebut.7. maka kurv biaya rata-rata (kurva AC) akan minimum. Marginal Cost (MC) atau biaya Marginal. dengan tidak menambah (atau mengurangi) TFC. maka kurva biaya marginal (Kurva MC) mencapai nilai minimum.

Oleh karena itu. dalam periode jangka pendek. suatu perusahaan tidak ada input tetap. Hal ini menunjukkan bahwa pada setiap titik yang terdapat pada kurva biaya produksi jangka panjang. Dalam teori biaya produksi. Kumpulan dari biaya rat-rata jangka pendek akan membentuk kurva biaya rata-rata jangka panjang yang disebut : kurva amplop (envelope curve). oleh karena itu semua biaya jangka panjang bersifat variabel. produsen selalu berproduksi pada tingkat kombinasi penggunaan input yang menghasilkan biaya minimum (least cost combination). Bentuk kurva biaya semacam ini merupakan cerminan dari berlakunya economies of scale dan diseconomies of scale. Selain itu sebagaimana kurvakurva biaya jangka pendek yaitu menggunakan kombinasi input yang optimal (least-cost combination) untuk memproduksi setiap tingkat output (pada skala pabrik tertentu).Oleh karena itu kurva biaya jangka panjang bisa digunakan untuk mengarahkan keputusan-keputusan perencanaan sebuah perusahaan. Dalam jangka panjang. Kurva produksi biaya jangka panjang bisa menunjukkan keadaan returns to scale dan ukuran pabrik yang optimal. perusahaan bisa menambah. menurunkan.Dalam jangka panjang. keputusan-keputusan perusahaan tersebut dikendalai oleh pengeluaran-pengeluaran modal sebelumnya dan komitmen lainnya. 102 . Dalam jangka panjang. maka kurva-kurva biaya jangka panjang juga dibuat dengan menggunakan asunmsi bahwa sebuah pabrik yang optimal (pada tingkat teknologi tertentu digunakan untuk memproduksi tingkat output tertentu. Kurva biaya rata-rata jangka panjang merupakan kumpulan dari kurva biaya rata-rata jangka pendek. tidak ada pembatasan-pembatasan seperti itu. Kurva biaya rata-rata jangka panjang diturunkan dan titik-titik singgung antara kurva isoquant dan kurva isocost pada suatu tingkat penggunaan input variable tertentu.Cara membedakan jangka panjang dan jangka pendek adalah : kalau jangka pendek didefinisikan sebagai suatu periode waktu di mana beberapa input bersifat tetap. bentuk kurva biaya rata-rata jangka panjang pada tahap awal produksi beerbentuk cembung kea rah sumbu datar (sumbu yang ditempati jumlah output) dan selebihnya cembung ke atas membentuk huruf U. atau mengubah penggunaan faktor-faktor produksi tanpa batasan.

penekanan ongkos promosi/penurunan biaya promosi. Spesialisasi dalam penggunaan tenaga kerja merupakan salah satu faktor penting yang menghasilkan economies of scale. Para pekerja di sebuah perusahaan kecil biasanya melakukan berbagai pekerjaan. Turunnya biaya ini antara lain disebabkan oleh adanya pembagian kerja yang semakin baik. dan keahlian mereka untuk suatu jenis pekerjaan biasanya lebih rendah dari pada pekerja yang hanya berspesialisasi dalam satu jenis pekerjaan saja. Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya pola produksi di mana mula-mula terjadi increasing returns to scale kemudian decreasing returns to scale. Sedangkan diseconomies of scale adalah naiknya biaya rata-rata jangka panjang yang diakibatkan diperluaskannya skala produksi. Produktivitas tersebut akan menurunkan biaya produksi per unit untuk skala produksi yang lebih besar. terjadi karena hubungan produksi dan hubungan pasar. di mama individu bisa ditugaskan untuk suatu pekerjaan tertentu. dan sebagainya. Jika harga-harga input tidak dipengaruhi oleh jumlah sumberdaya yang dibeli. akan menghasilkan kurva linier. Oleh karena itu seringkali produktivitas tenaga kerja lebih tinggi dalam suatu perusahaan besar. dari pada pekerja di perusahaan kecil. 103 . harga input lebih murah.Rp TC Output Economies of scale adalah turunnya biaya produksi rata-rata jangka panjang sebagai akibat diperluaskannya skala produksi. Harga input yang konstan. harga input naik. Naiknya biaya produksi ini antara lain disebabkan oleh keterbatasan managerial pimpinan. Skala produksi yang ekonomis (economies of scale) yang menyebabkan biaya rata-rata jangka panjang atau long-run average cost (LRAC) menurun. maka terjadi hubungan langsung antara biaya dengan produksi.

dan pembuatan keputusan relatif terhadap tujuh unsur pokok. Analisa pulang-pokok adalah proses menghasilkan informasi berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi.Analisis Pulang Pokok (breakeven analysis) Analisis pulang pokok sering disebut analisis kontribusi laba. Biaya variabel Biaya variabel adalah pengeluaran yang berfluktuasi dengan jumlah produk yang dihasilkan. dan laba. biaya yang berkaitan dengan pembungkusan produk untuk dikapalkan. biaya bahan yang dibutuhkan untuk membuat produk. Masing-masing unsur dan definisinya adalah sebagai berikut: 1 Biaya tetap adalah pengeluaran yang diadakan oleh organisasi tanpa melihat jumlah produk yang dihasilkan. Contoh dari biaya variabel adalah biaya pembungkusan produk. pembahasan. 104 . Misalnya: P = harga jual per unit Q = jumlah yang diproduksi dan yang dijual TFC = Total Fixed Cost (Biaya tetap total) AVC = Average Variable Cost ( biaya variabel rata-rata) Analisa pulang-pokok adalah teknik untuk menentukan seberapa banyak satuan yang harus dijual atau seberapa banyak volume penjualan yang harus dicapai agar tercapai titik pulang-pokok (tidak rugi dan tidak untung). pertimbangan. pemeliharaan bangunan. Teknik aljabar biasanya merupakan suatu alat yang lebih efisien dalam menganalisis masalah. 2. pengeluaran untuk bunga pada uang yang dipinjam untuk membiayai pembelian peralatan. Unsur Dasar Analisa Pulang-Pokok Analisa pulang-pokok umumnya terdiri atas refleksi. penerimaan. merupakan teknik analisis penting yang digunakan untuk mempelajari hubungan antara biaya. Contoh dari biaya tetap adalah pajak tanah.

Pendapatan total adalah semua nilai rupiah penjualan yang terakumulasi dari penjualan produk. Biaya total adalah jumlah total biaya tetap dan biaya variabel yang berkaitan dengan produksi. Kerugian adalah jumlah biaya total produksi barang yang melebihi pendapatan total yang diperoleh dari penjualan barang tersebut. Sesungguhnya pendapatan total meningkat ketika lebih banyak produk yang terjual.3. Tipe Analisa Pulang-Pokok Terdapat dua prosedur yang agak berbeda untuk menentukan titik pulang-pokok yangsama untuk sebuah organisasi: (1) (2) analisa pulang-pokok aljabar. analisa pulang-pokok grafik. Analisa Pulang-Pokok Aljabar Rumusan sederhana berikut ini umumnya digunakan untuk mentukan tingkat produksi dimana organisasi mengalami posisi pulang-pokok: PC BE P = P-VC dimana: BE P =(Break Even Point)= Tingkat produksi dimana perusahaan mengalami titik pulang-pokok FC = Biaya tetap produksi total P = harga dimana tiap unit individu dijual pada pembeli VC = Biaya variabel yang berkaitan dengan tiap produk yang dihasilkan dan dijual Dua langkah berurutan yang harus diikuti untuk menggunakan rumusan ini untuk 105 . 4. 5. Keuntungan didefinisikan sebagai jumlah pendapatan total yang melebihi biaya total dari produksi barang yang dijual.

volume penjualan dimana total penghasilan (TR) sama besarnya dengan total biaya (TC). maka : Total Revanue (TR) = Total Cost (TC) Total Biaya (TC)= TFC + TVC Dalam analisis BEP digunakan asumsi dasar sbb : 1). Harga dan biaya produksi tetap bila harga jual dan biaya berubah. Analisa Pulang-Pokok Grafik Analisa pulang-pokok grafik memerlukan pembuatan sebuah grafik yang menunjukkan semua unsur kritis dalam analisa pulang-pokok. biaya variabel yang berkaitan dengan produksi tiap barang harus dikurangi dari harga dimana tiap barang tersebut akan dijual. Pertama. Angka ini merupakan titik pulang-pokok dari perusahaan. Untuk menetukan berapa banyak harga jual dari tiap produk yang dijual bisa menutupi biaya tetap total yang timbul dari produksi semua barang. Jenis BEP 106 . 2). Gambar 3-1 adalah grafik analisa pulang-pokok untuk perusahaan penerbit buku teks diatas. Sehingga perusahaan tidak untung dan tidak rugi. Membagi sisa yang dihitung dari langkah pertama kepada biaya tetap total. BEP adalah titik pulang pokok. Tujuan dari penghitungan ini adalah: 1). kerugian potensial yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi. 2). Dasar dan prinsip analisis BEP Pada saat BEP. Semua barang yang diproduksi laku terjual.menghitung titik pulang-pokok. Tujuan dari perhitungan ini adalah untuk menentukan berapa banyak produk yang harus dihasilkan dan dijual untuk menutupi biaya tetap. atau tingkat produksi dimana perusahaan tidak mengalami kerugian dan juga tidak mengalami keuntungan Dalam kondisi BEP: Total Revenue (TR) = Total Cost (TC) Jika : TR=PQ dan TC = TFC+TVC Maka : dalam keadaan BEP PQ=TFC+TVC Artinya.

Dapat digunakan untuk perusahaan baik yang single maupun multi product. Harga dan biaya produksi tetap bila harga jual dan biaya berubah. Dapat digunakan untuk perusahaan baik yang single maupun multi product.Single Product. Multi product. Multi product. Indikator kelayakan usaha 3). Analisa BEP juga suatu konsep yang digunakan untuk menganalisa jumlah minimum out put yang harus dihasilkan atau terjual agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Pengawasan operasi Dalam analisis BEP digunakan asumsi dasar sbb : 1). MANFAAT BEP 1). (1) BEP SINGLE Q BEP = PRODUCT TFC 107 . In cash. Analisa BEP adalah suatu teknik analisa untuk mempelajari hubungan antara biaya tetap dan biaya variabel. 2). BEP yang gunakan untuk perusahaan yang menghasilkan satu jenis produk. maka keadaan pulang pokok terjadi apabila R = C atau MR = MC atau total penghasilan dikurang total biaya sama dengan nol (TR – TC = 0) 2). Jenis BEP Single Product. untuk perusahaan multi produk. In cash. BEP yang gunakan untuk perusahaan yang menghasilkan satu jenis produk. Kemudian dalam analisa BEP terdapat grafik BEP yang menunjukkan posisi perpotongan antara kurva TR dengan TC.hanya menghitung biaya tunai saja (cash expenses). untuk perusahaan multi produk. Merencanakan operasi usaha 2). Dalam analisa BEP ada beberapa hal yang perlu diketahui antara lain: 1).hanya menghitung biaya tunai saja (cash expenses). Semua barang yang diproduksi laku terjual.

Dengan menggunakan data tersebut.000.cetak.000 Ilustrasi = Rp 10. carilah BEP nya.000 Biaya Variabel Per unit (AVC) Kertas.500 Adm dan Lainnya = Rp 3.000 Rp 29.600 Komisi penjualan = Rp 900 Royalti Pengarang = Rp 4.(P-AVC) Q SALES = TFC (1-(AVC)/P) Keterangan: Q BEP = BEP dalam unit Q SALES = BEP dalam penjualan (rupiah) P = Harga jual per unit AVC = Biaya variabel rata-rata TFC = Total biaya tetap Misalnya: Perusahaan penerbit Rocky memiliki rincian biaya untuk menerbitkan buku.dan jilid = Rp 18.000.000 Rp 33.000. sebagai berikut : Total Biaya Tetap (TFC) Editing = Rp 5.000 Overhead = Rp 10.000.000 Setting = Rp 8.000.000.000 Harga jual buku per eksemplar (unit) adalah Rp 35.500 Potongan untuk Toko Buku = Rp 3. Jawaban: Q BEP = TFC (P-AVC) 108 .

000.000 Q Sales = TFC (2) BEP MULTI PRODUCT BEP Multi = TFC CMPt CMPt = Σ (Shi) (Pi .000 Shi 40% 109 . yaitu hasil kali antara rasio (Pi .AVCi) Pi Keterangan: BEP Multi = BEP Multi produk utk penjualan (Rp) TFC = Biaya tetap (TFC) Pi = Harga jual per unit utk produk ke i AVCi = Biaya variabel per unit produk ke I Shi = Persentase panjualan masing-masing produk terhadap penjualan total CMPt = Margin kontribusi. Dengan TFC sebesar Rp 260.000 AVCi Rp 80.000 Rp 6.Q BEP = Rp 33.000 (Rp 35.000.500 (1-(AVC)/P) Q Sales = Q Sales = Rp 33. Dengan rincian harga.000.000-Rp 29.000 (1-(Rp 29rb/Rp 35rb) Rp 192.000) Q BEP = Rp 33.000 Q BEP = Rp 5. biaya dan share penjualan sebagai berikut: Brg X Pi Rp 100.500.000.000.AVCi)/Pi dengan Shi Misalnya: Perusahaan Modern memproduksi dua jenis pakaian (X dan Y).

Mereka berhasrat untuk berproduksi karena ada permintaan terhadap output hasil proses produksi tersebut. input atau factor produksi dimiliki oleh mereka yang tinggal di sektor rumah tangga dan digunakan (dibeli atau disewa) oleh sektor 110 .000 Rp 56.26 CPMt = Rp 260.26 = Rp 1.000 (3) BEP IN CASH SINGLE PRODUCT MULTI PRODUCTS Q BEP = (TFC-Penyusutan) (Pi-AVCi) Q Sales = (TFC-Penyusutan) (1AVCi/P i) CMPt = ∑ (Pi-AVCi) (Shi) Pi BEPMulti= (TFC-Penyusutan) CMPt BEP Multi = TFC Permintaan Input Permintaan terhadap input timbul karena produsen berhasrat melakukan proses produksi tertentu.000 0.Y Rp 80.000 50% Hitunglah : BEP Multi BEP sales masing-masing produk BEP unit masing-masing produk Jawaban: CMPt = 0.000. Di dalam pasar input atau pasar faktor produksi.000.000.

produksi. Di pasar input ini permintaan berasal dari sektor produksi, sedang penawaran dari sector rumahtangga. Permintaan terhadap output terjadi karena : 1. Produsen ingin melakukan proses produksi. 2. Konsumen memerlukan barang konsumsi (output) untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. 3. Memiliki daya beli (uang) yang berasal dari penjualan jasa input yang mereka miliki kepada sektor produksi. Sebaliknya sector produksi mampu membayar harg penggunaan jasa input tersebut karena menerima pembayaran dari sektor rumah tangga dari hasil penjualan outputnya. Input Antara dan Input Primer Dari segi suatu perusahaan, kita bisa membedakan dua macam input yaitu: 1. Input antara (intermediate inputs) 2. Input Primer (primary inputs) Input antara adalah input yang digunakan oleh suatu perusahaan yang merupakan output dari perusahaan lain, (misalnya kapas untuk pabrik tekstil, pupuk bagi petani dan sebagainya). Input primer adalah input yang bukan merupakan output perusahaan lain manapun dalam perekonomian (misalnya:tenaga kerja, tanah, capital, dan kepengusahaan). Jadi input primer identik dengan apa yang disebut factor-faktor produksi.

Permintaan Input Permintaan terhadap input timbul karena ada permintaan terhadap output. Sehingga permintaan akan input disebut sebagai 'derived demand' atau permintaan turunan. Permintaan akan output dianggap sebagai 'permintaan asil' karena timbul langsung dari adanya kebutuhan manusia.

111

Berapa banyak input yang "diminta" oleh seorang produsen tergangung kepada berapa besar output yang ia rencanakan untuk diproduksikan. Dan berapa besar oputput yang ia rencanakan tergantung kepada perhitungannya mengenai tingkat output mana yang diharapkan akan menghasilkan keuntungan maksimum baginya. Jadi jelas keputusan mengenai berapa input yang ia akan beli adalah sisi lain dari keputusannya mengenai berapa output yang ia akan produksikan, dan keduanya adalah hasil dari proses penentuan posisi keuntungan maksimum produsen tersebut. Rumus permintaan input : dx = VMPx = Px dimana : dx = permintaan akan input X VMPx = Value of Marginal Product dari X (MPPx yang dini lai dalam satuan uang). Px = harga input X Asumsi yang dipakai al : a. produsen dianggap sebagai pembeli "kecil" di pasar input X b. produsen beroperasi dalam persaingan sempurna di pasar outputnya. c. kurve VMP yang berlaku adalah bagian yang menurun (sebab bagian VMP yang menaik mencerminkan MPP yang menaik dan bagian ini tidak akan pernah dipilih produsen, yang disebut sebagai irrational stage). Monopoli/Monopolistis di Pasar Input Rumus permintaan input : MRPx = Px dimana : MRPx = Marginal Revenue Product dari X (MPPx yang dinilai atas dasar MRnya; bukan Pqnya; yaitu MPPx.MR). Px = harga input X Monopsomi di Pasar Input Pada kasus pasar input monopsoni dan pasar output monopoli berarti hanya ada 1 penjual input dan 1 pembeli; sehingga permintaan pasarnya sama. Disamping adanya kurve permintaan (=MRPx) produsen juga menghadapi kurve penawaran (supply) pasar akan X sebagai kurve supply input baginya. Karena tidak ada

112

pembeli lain di pasar ini, si produsen bisa meng'eksploitir' pasar bagi keuntungannya. Caranya : dalam pasar persaingan sempurna maka harga X sebesar Px dan jumlah yang ditransaksikan OX. Karena dalam hal ini terjadi pada pasar input monmopsoni maka keuntungan maksimum tercapai bila MFC = MVP, karena pasar outputnya merupakan pasar monopoli, persamaan berubah menjadi : MFC = MRP Pasar output antara adalah pasar output di dalam sector produksi sendiri (output suatu perusahaan dijual kepada perusahaan lain). Permintaan terhadap input timbul karena ada permintaan akan output, karena itulah mengapa permintaan terhadap input disebut oleh ahli ekonomi “Alfred Marshall” sebagai derived demand atau permintaan turunan. Sedangkan terhadap input itu sendiri dianggap sebagai “permintaan asli” karena timbul langsung dari adanya kebutuhan manusi. Jadi secara ringkas permintaan terhadap input dipengaruhi oleh : 1. Teknologi Kemajuan teknologi atau peningktan produktiitas suatu input menggeser permintaan terhadap input ke kanan. 2. Bentuk pasar Semakin sempurna persaingn dalam pasar output, semakin landai (semakin elastis) kurva permintaan terhadp output dan semakin elastis permintaan terhadap input. 4. Semua factor-faktor yang mempengaruhi permintaan konsumen (terhadap output), seperti selera, pendapatan/income, jumlah penduduk, harga barang lain, distribusi pendapatan. Apabila selera meningkat, income meningkat dan harga barang substitusi output naik, mak permintaan terhadap input yang digunakan dalam proses produksi barang tersebut meningkat (bergeser ke kanan). Sebaliknya akan terjadi apabila selera, income dan harga barang substitusi turun. Bagaimana seandainya si produsen adalah penjual tunggal (monopoli) di pasar outputnya dan pembeli tunggal (monopsoni) di pasar inputnya? Dalam hal ini

113

Apabila ia akan mengurangi atau menambah volume output/penjualan. misalnya dalam masalah penetapan upah minimum. Tetapi karena dalam kasus permintaan yang horizontal. yaitu slope dari TR = slope dari TC. Jadi perusahaan akan mengikuti aturan biaya yang paling rendah. Kasus Kurva Permintaan yang Horisontal Untuk kasus kurva permintaan (D) atau D = AR=P yang horizontal. maka perusahaan akan beruntung apabila ia mensubstitusikan semua factor lainnya dengan factor produksi yang sekarang lebih murah. Ini berarti bahwa : 114 . anggap saja bahwa suatu peraturan upah minimum dikenakan pada paar tenaga kerja yang bersifat persaingan sempurna. syarat tercapainya keuntungan yang maksimum adalah di mana MR = MC atau kurva MR berpotongan dengan kurva MC. maka keuntungan totalnya justru menurun. karena pada posisi ini tidak ada kecenderungan baginya untuk mengubah output (dan harga output)-nya. Aplikasi model monopsoni di pasar input. Apabila harga satu factor produksi turun. sedangkan harga factor produksi lainnya tetap sama. Keuntungan Maksimum Produsen dianggap selalu memilih tingkat output (Q) di mana ia bisa memperoleh keuntungan total yang maksimum. Disebut posisi equilibrium. atau sama saja dengan MR = MC.permintaan terhadap input dari produsen tersebut merupkan juga permintaan pasar akan input tersebut. maka MR = AR = P = D. Suatu akibat yang wajar dari kaidah biaya terendah adalah kaidah substitusi. Apabila ia sudah mencapi posisi ini maka dapat dikatakan bahwa ia telah berada pada posisi equilibrium. sehingga posisi equilibrium produsen adalah di man MC = MR = AR = P = D. Sebagai pembanding. sehingga produk marginal per dollar input sama untuk semua input. karena hanya satu pembeli di pasar tersebut.

MP L = PL MP X PX = MP n Pn BAB 7 PASAR DAN KESEIMBANGAN Tujuan : 115 .

Pembahasan Materi: 1. Mahasiswa mampu menganalisis berbagai perubahan dalam industri maupun dalam dalam perusahaan. 5. Mahasiswa dapat mengetahui berbagai jenis pasar. Mahasiswa dapat mengetahui dan mengerti bagaimana bentuk pasar ini diterapkan dan apa implikasinya terhadap barang dan jasa yang dihasilkan 3. 7. 6. 3. pasar merupakan suatu wujud abstrak dari suatu mekanisme ketika pihak pembeli dan penjual bertemu untuk 116 . 4. 8. 2. 2.1. Definisi Pasar Jenis-jenis pasar Struktur pasar dan perilaku perusahaan persaingan sempurna Ciri dan elemen-elemen bentuk pasar persaingan sempurna Pasar persaingan tidak sempurna Struktur pasar dan perilaku perusahaan persaingan tidak sempurna Ciri dan elemen-elemen bentuk pasar persaingan tidak sempurna Faktor-faktor yang menimbulkan pasar persaingan tidak sempurna Definisi Pasar Dalam pengertian yang lebih umum.

mengadakan tukar menukar. Pasar bisa berupa tempat konkrit atau terpusat (misalnya pasar saham, obligasi, gandum), dimana gedung atau tempatnya khusus dan mudah dilihat), dan bisa pula tanpa wujud yang jelas atau tidak terpusat (misalnya pasar rumah atau mobil bekas dimana barang yang dijual tidak dikumpulkn di satu tempat khusus) atau bahkan bisa juga hanya berupa jaringan kabel dan perangkat elektronik (sebagian besar “pasar’ asset-asset finansiil dan jasa-jasa). Karakteristik yang paling penting agar sesuatu bisa disebut pasar adalah adanya pembeli dan penjual yang bertemu di suatu tempat dan tercipta transaksi yang melibatkan harga dan kuantitas. Jadi pasar adalah suatu mekanisme pada saat pembeli dan penjual suatu komoditi mengadakan interaksi untuk menentukan harga dan kuantitasnya. Dalam system pasar, apa saja memiliki harga yang merupakan nilai suatu barang dalam satuan mata uang. Harga mencerminkan kondisi di mana seorang atau perusahaan bersedia mengadakan tukar menukar secara sukarela. Selain itu, harga juga merupakan isyarat atau sinyal bagi pihak produsen maupun konsumen. Apabila konsumen menghendaki lebih banyak barang (misalnya bensin untuk menjalankan mobil-mobil mereka, maka tingkat permintaan bensinpun meningkat, jika penawarn menurun maka harga meningkat. Apa yang berlaku pada pasar barang konsumsi juga berlaku pada pasar factor produksi. Harga-harga mengkoordinir semua keputusan para produsen dan konsumen di suatu pasar. Tingkat harga yang lebih tinggi cenderung mengurangi pembelanjaan konsumen dan merangsang kenaikan produksi. Sebaliknya, tingkat harga yang lebih rendah cenderung untuk memperbanyak pembelanjaan konsumen dan menurunkan produksi. Harga merupakan poros penyeimbang dalam mekanisme pasar. Keseimbangan pasar adalah kondisi keseimbangan antara segenap pembeli dan penjual. Harga keseimbangan pasar adalah harga yang memuaskan atau menyeimbangkan keinginan pembeli dan penjual. Harga yang sesuai dengan kemampuan/kebutuhn pembeli pada dasarnya harus sama dengan kuantitas yang akan ditawarkan oleh penjual, harga itulah yang dapat mendatangkan

117

keseimbangan antara tingkat permintaan dan penawaran, sehingga apabila hal itu terjadi, maka pasar berada dalam kondisi ekuilibrium/keseimbangan. PERSAINGAN SEMPURNA Dalam teori ekonomi mikro sering dijumpai istilah pasar persingan murni (pure competition market) dan pasar persaingan sempurna (perfect competition market). Pada prinsipnya kedua jenis pasar ini sama dan perbedaannya relatif sedikit. Suatu pasar dikatakan sebagai pasar persaingan murni adalah pasar yang mempunyai cirri-ciri sebagai berikut: 1. Penjualnya banyak 2. Barang yang dijual bersifat homogen 3. Barang yang dijual seorang penjual merupakn bagian kecil dn seluruh barang yang ada di pasar tersebut. 4. Setiap penjual mempunyai kebebasan masuk atau keluar dari pasar. Sedangkan pasar persaingan sempurna adalah pasar yang mempunyai cirri-ciri seperti pasar persaingan murni, tetapi masih ad beberapa cirri-ciri yang harus dipenuhi yaitu: 1. Pengetahuan penjual dan pembeli tentang keadaan pasar persaingan sempurna lengkap 2. Mobilitas sumber ekonomi di seluruh pasar adalah bebas dan tidak ada hambatan.

Contoh pasar persaingan sempurna sangat jarang. Banyak pasar dalam sektor retail, jasa dan pertanian yang paling baik mendekati persaingan sempurna. Namun dalam sektor pertanian, program dukungan harga pemerintah mengubah mekanisme pasar. Perusahaan-perusahaan yang sangat besar jumlahnya dalam persaingan

118

sempurna secara tidak langsung menunjukkan bahwa masing-masing perusahaan individu sangat kecil perbandingannya tehadap keseluruhan pasar. Jadi apabila perusahaan satu menjadi besar secara signifikan, maka dia akan mendominasi pasar dan persaingan akan menjadi dihapuskan atau setidaknya berurang. Misalnya dalam produksi susu dari pertanian, perkebunan yang biasanya kecil. Mereka khususnya kecil dibandingkan dengan keseluruhan pasar susu. Perhatikan bahwa kadang besar, tapi bukan merupakan pertanian yang produktif. Produk dalam persaingan sempurna dinyatakan distandarisasi (atau homogen).Ini maksudnya adalah bahwa dia tidak membuat perbedaan apapun kepada konsumen tentang perusahaan tertentu yang menjual produk tersebut. Produk ini serupa, hal ini merupakan perbedaan utama antara persaingan sempurna dan persaingan monopolistik. Artinya ketika konsumen dapat mengenali beberapa perbedaan, maka perusahaan memperoleh kekuatan terhadap para konsumen ini. Susu merupakan produk yang seragam dan homogen. Tidak mungkin untuk membuat perbedaan antaar susu dari pertanian yang satu dengan pertanian yang lain. Untuk itu diharapkan Pemerintah harus membuat standar kualitas, kandungan lemak dan kebersihannya. Perusahaan dalam persaingan sempurna tidak memiliki kekuatan terhadap harga, mereka harus menjual pada harga pasar yang sedang berlaku. Perusahaan dalam persaingan sempurna disebut sebagai pengambil harga (price taker). Apabila perusahaan mencoba untuk menaikkan harga dengan jumlah produk yang sekecil mungkin, maka konsumen tidak akan membeli darinya, karena mereka dapat membeli produk yang sama dari perusahaan lain. Merendahkan harga juga tidak perlu karena perusahaan sudah bisa menjual seluruh hasil keluarannya pada harga yang sedang berlaku. Produksi pertanian dapat dimulai bagi sebagian besar panen dengan hanya menanam pada sebidang tanah. Misalnya, hal ini benar hanya untuk buah-buahan dan sayur-mayur, tetapi untuk beberapa produk seperti susu atau tembakau, pemerintah membatasi produksi karena kelebihan produk yang ada. Masuk dan keluar dari pasar persaingan sempurna, tidak terdapat hambatan. Kondisi ini menjamin bahwa tidak ada perusahaan yang akan mendomonasi pasar dan mengusir peusahaan-perusahaan lain. Begitu juga

119

Pendapatan marjinal. pelayanan purna jual atau garansi tidak penting dalam persaingan sempurna. meskipun berubah akan tetap besar. karena perusahaan bisa menjual seluruh output pada harga yang sedang berlaku. Permintaan perusahaan dalam persaingan sempurna sepenuhnya elastis. Kurva pemintaan horisontal juga merupakan pendapatan marjinal untuk perusahaan dalam persaingan sempurna. Disini juga harga rata-rata merupakan kurva permintaan dan pendapatan total merupakan garis lurus yang condong keatas. maka perusahaan harus menjual volume output sehingga pendapatan total lebh besar dari biaya totalnya. hal itu merupaan harga ang berlaku di dalam pasar. Tindakan non-harga seperti periklanan. atau pendapatan tambahan dari satu unit lagi yang terjual. dan mengadakan biaya tambahan hanya akan membuatnya tidak menguntungkan. Agar keuntungan maksimum. permintaan susu kemungkinan menjadi condong ke bawah. Seorang produsen susu yang mencoba untuk meningkatkan pendapatannya dengan cara menaikkan harga susu. masih sama dengan harga yang sedang berlaku. Namun untuk produsen susu tunggal. shingga permintaan menjadi horisontal. hal tersebut diberikan oleh harga yang dapat diterima oleh petani. yaitu tidak menjadi persoalan berapa kuantitas yang dijualm harga masih tetap sama. Secara nasional. Dia juga menjamin bahwa jumlah perusahaan (meskipun berubah) akan tetap besar. Sebaliknya Jika 120 . Sebaliknya tindakan non-harga untuk seluruh industri bisa berguna. artinya mempunyai hubungan terbalik terhadap harga. artinya perubahan harga yang sekecil mungkin mengakibatkan perubahan kuantitaas yang tidak terbatas sebenarnya. Bagaimanapun juga asosiasi produsen susu atau distributor susu yang besar mungkin berada dalam posisi untuk menggunakan iklan dengan efektif. Permintaan seperti itu secara grafik ditunjukkan dengan kurva permintaan horisontal. dan kebutuhan-kebutuhannya tidak diiklankan. maka akan mendapatkan bahwa perusahaan yang akan mendominasi pasar dan mengusir perusahaan-perusahaan lain.menjamin bahwa jumlah perusahaan. Produsen susu tunggal tidak mungkin bisa mempengaruhi konsumsi susu secara luas. yang ditunjukkan secara grafik oleh kurva permntaan itu sendiri.

perusahaan gagal memperoleh laba. Oleh karena itu dalam teori ekonomi mikro lebih sering digunakan istilah pasar persaingan sempurna. Aabila satu unit lagi yang diproduks. Jika pendapatan marjinal berpotongan dengan biaya marjinal dibawah biaya variabel rata-rata. namun dia bisa mencoba dalam jangka pendek. Memproduksi pada tingkat output dimana pendapatan marjinal sama dengan biaya marjinal artinya sama dengan laba maksimum. maka untuk menghasilkan pada tngkat penjualan dimana perbedaan antara biaya dan pendapatan. Apabila perusahaan memiliki pendapatan yang tidak cukup untuk menutup biaya tetapnya dalam jangka pendek. Seorang produsen yang beroperasi pada pasar persaingan sempurna dikatakan pada kondisi keseimbangan apabila dari output yang ia jual dapat diperoleh keuntungan maksimum/kerugian minimum. maka perusahaan tersebut harus ditutup. Jika pendapatan total sama dengan biaya total. Ketentuan mengenai pendapatan marjinal = biaya marjinal dapat digunaan untuk meminimalkan kerugian. sama halnya seperti memaksimalkan laba. maka laba juga akan menjadi lebih kecil. maka laba akan menjadi lebih kecil oleh kelebihan pendapatan marjinal terhadap biaya marjinal untuk unit yang terakhir tersebut. hal ini disebabkan karena kelebihan biaya marjinal terhadap pendapatan marjinal. berarti pendapatan itu tidak cukup untuk menutup biaya tetap dan perusahaan harus ditutup. Konsep pasar persaingan sempurna lebih luas dibandingkan dengan konsep pasar persaingan murni. Keuntungan maksimum/kerugian minimum bagi seorang produsen yang beroperasi pada pasar persaingan sempurna dicapai apabila dipenuhi kondisi sebagai berikut: 1.Jika kurang satu unit yang diproduksi. maka kerugiannya minimum. Harga output (P) sama dengan penerimaan marginal(MR) sama dengan biaya marginl (MC) atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut: P MR = ∆ TR = MR = = MC ∂ MC 121 . maka kejadian ini disebut break even point (titik impas).

Equilibrium pasar yaitu posisi keseimbangan antara penawaran dan permintaan di pasar tersebut. 122 . disini dimungkinkan adanya baik perluasan kapasitas oleh perusahaan-peerusahaan yang telah ada maupun pembangunan pabrik-pabrik baru oleh pengusaha-pengusaha baru yang masuk ke dalam industri tersebut. • Semua perusahaan ada dalam posisi equilibrium • Jumlah total dari output perusahaan yang masing-masing berada pada posisi equilibrium tersebut sama dengan jumlah total yang dikehendaki konsumen. Analisa jangka panjang (long run). yaitu dengan menganggap bahwa setiap produsen tidak bisa menambah kapasitas pabriknya dan tidak mungkin bagi produsen-produsen baru untuk membangun pabrik baru. 2.∆ Q MC = ∆ TC ∆Q = ∂ Q ∂ TC ∂Q 3. Produsen secara individual dikatakan mencapai posisi equilibrium jika keuntungan perusahaannya maksimum. Suatu pasar persaingan sempurna dikatakan mencapai posisi equilibrium jika. Dalam pembahasan mengenai bekerjany pasar persaingan sempurna dalam teori dibedakan antara lain : 1. Equilibrium produsen secara individual 2. Analisa jangka pendek (short run). Kemiringan kurva penerimaan marginal (slope MR) lebih kecil dari pada kemiringan kurva biaya marginal (slope MC). Dari perspektif jangka waktu analisa mengenai bekerjanya pasar persaingan sempurna dibedakan antara: 1.

maka ia akan rugi sebesar biaya tetapnya saja. Kerugian sebesar biaya tetap itu juga dialami oleh produsen tersebut apabila ia tidak beroperasi. P MC B AC AVC P’ A 0 Qx Q P = MR = AR = D Titik gulung tikar (shut down point) bagi seorang produsen terjadi apabil harga output (P) sama dengan biaya variable rata-rata (AVC). Sedangkan apabila ia meneruskan usahanya. maka ia akan rugi sebesar biaya tetapnya saja. 123 . maka produsen tersebut lebih baik menutup usahanya. Karena apabila ia menutup usahanya. Apabila harga output lebih kecil daripada biaya variable rata-rata (AVC). Pada kondisi ini apabila produsen tetap berproduksi dan dapat menjual semua output yang dihasilkan. maka ia akan rugi sebesar biaya tetap ditambah dengan sebagian biaya variable. Sedangkan apabila ia meneruskan usahanya.Dalam pasar persaingan sempurna. yaitu selisih antara biaya variable rata-rata dengan harga output. kurva penawaran seorang produsen ditunjukkan oleh kurva biaya produksi marginal (kurva MC) ke kanan atas yang dimulai dari titik gulung tikar (shut down point) bagi produsen tersebut. maka produsen tersebut akan rugi sebesar biaya tetapnya.

proses penyesuaian ke arah equilibrium berhenti. Bedanya adalah dalam jangka panjang kita mempunyai dua factor tambahan yang mempengaruhi jalannya proses penyesuaian kearah posisi equilibrium. karena pada keadaan ini tidak ada keuntungan lebih (exess profit). yaitu kemungkinan adanya perluasan kapasitas yang ada.Dengan demikian kurva permintaan seorang produsen yang beroperasi pada pasar persaingan sempurn adalah kurva MC yang terletak di sebelah atas kurva AVC dan mempunyai kemiringan (slope) yang positif. Perusahaan-perusahaan akan memperluas kapasitas pabriknya dan perusahaanperusahaan baru akan masuk ke dalam industri bila dan selama ada keuntungan yang bisa dinikmati produsen di dalam industri tersebut. Jadi selama P > LAC. Bila harga turun sampai pada tingkat di mana P = LAC. maka tidak akan ada dorongan (insentif) perusahaanperusahaan untuk meperluas kapasitas pabrik maupun bagi perusahaan baru untuk mendirikan pabrik. selama itu pula da perusahaanperusahaan memperluas baru yang mendirikan pabrik-pabrik baru. Di sini baik pasar maupun perusahaan akan berada dalam posisi equilibrium/keseimbangan. Keuntungan ini akan ada bila harga (jangka pendek) melebihi average cost jangka panjang (long run average cost atau LAC). dan masuknya perusahaan baru ke dalam industri (atau keluarnya perusahaan-perusahaan lama dari industri). Keseimbangan produsen yang beroperasi pada pasar persaingan sempurna terjadi pada saat : P = MC = AR = D Keseimbangan jangka pnjang Equilibrium perusahaan dan equilibrium pasar jangka panjang. Pada keadaan di man P LAC. juga ditentukan dengan arah yang sama seperti untuk jangka pendek. Yang ada adalah keuntungan normal (yang termasuk dihitung dalam LAC). Kedua-duanya mempunyai mempunyai akibat menambah atau mengurangi supply pasar. 124 . Akibat selanjutnya adalah kurva supply pasar bergeser ke kanan dan harga turun. Tetapi perluasan kapasitas dan pendirin Pabrik-pabrik baru ini berakibat bertambahnya suplly yang ditawarkan di pasar. Keuntungan normal tidak merangsang perluasan kapasitas maupun pendirian pabrik-pabrik baru.

tetapi ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi Average Cost suatu perusahaan. Faktor-faktor tersebut adalah: 1. Dis economies of Scale atau decreashing returns to Scale. maka mulai pada suatu tingkat ada kemungkinan timbul ketidak efisienan. Hal ini mencakup factor-faktor yang bekerja sebaliknya. Apabila kita memperbesar skala pabrik kita bisa bayangkan adanya kemungkinan peningkatan produktivitas (misalnya: mesin-mesin yang lebih besar. Faktor inilah yang menyebabkan LAC naik.Kurva AC (SAC) maupun MC (SMC) dalam jangka pendek berbentuk “U” karena berlakunya “The law of diminishing returns”. maka laba murni akan timbul dalam perusahaan persaingan sempurna. atau sering juga dinamakan factor-faktor yang mengakibatkan increasing returns to scale. skala perusahaan semakin besar kemungkinan mengadakan pembagian keerja (division of labour) di dalam perussahaan yang berakibat kenaikan produktivitas atau penurunan biaya per unit output. dan sebagainya serta kapasitas pabrik. Bentuk LAC juga berbentuk “U” bukan disebabkan oleh berlakunya hukum tersebut. akibatnya produktivitas menurun dan biaya produksi per unit naik. yaitu apabila ada skala perusahaan terus membesar. Jika kita bergerak pad dan sepanjang kurva LAC ke kanan. sehingga control yang efektif dari manajemen terhadap bekerjanya perusahaan mulai sulit untuk dilakukan. Factor ini yang melandasi mengapa LAC mula-mula menurun. Economies berarti penghematan ongkos produksi atau kenaikan produktivitas. 2. Cara masuk perusahaan baru tersebut tidak dihalangi oleh hambatan-hambatan masuk apapun 125 . hal ini berarti bahwa kita menaikkan volume produksi dengan menambah input-input bahan mentah. Apabila permintaan menjadi diataas biaya total rata-rata minimum. Semakin ke kanan semakin besar kapasitas/skala pabrik. 3. Laba ini akan menarik perusahaan-perusahaan baru untuk masuk ke dalam industri tersebut. Economies of Scale. buruh. Misalnya : perusahaan terlalu bear.

Kekurangan-kekurangan Persaingan Sempurna Disamping pengaruh ekonominya yang bermanfaat. Sumber daya tersebut sebagian besar juga dialokasikan secara efisien diantara industri-industri. Apabila permintaan menjadi dibawah biaya total rata-rata minimum. karena perusahaan akan menawar untuk sumber daya ini sampai pada harga dimana konsumen mau membayarnya. yang berada pada biaya total rata-rata minimum. maka persaingan sempurna gagal untuk: 126 . meskipun terdapat sedikit defisiensi. Harga yang rendah mendorong permintaan bagi masing-masing perusahaan menuju kebawah atau bahkan dibawah titik keseimbangan minimum titik biaya total rata-rata. Efisiensi produktif persaingan sempurna berasal dari kenyataan bahwa kuantitas yang diproduksi oleh masing-masing perusashaan adalah hanya dimana harga yang dibayar oleh masyarakat sama dengan biaya tambahan sumber daya (biaya marginal). Perusahaan baru tersebut akan meningkatkan jumlah persediaan pasar dan menyebabkan harga menjadi turun. dan efisiensi produktif. Kuantitas yang lebih banyak lagi tidak mungkin dapat diperoleh pada harga yang lebih rendah. Perusahaan yang keluar-masuk akan terus berlanjut sampai harga menjadi tetap sama dengan biaya rata-rata minimum. Apabila perusahaan-perusahaan keluar. yang berasal dari efisiensi alokatif. Harga yang meningkat tersebut mengangkat kurva permintaan untuk masing-masing perusahaan ada diatas titik keseimbangan. Hal ini berarti seluruh perusahaan dipaksa untuk memotong biaya mereka dan menggunakan teknologi terbaik yang tersedia untuk mendapatkan biaya total rata-rata minimum yang tidak lebih tinggi dari seluruh perusahaan lain dalam industri. Efisiensi alokatif persaingan sempurna dapat diamati dalam titik keseimbangan jangka panjang dari seluruh perusahaan dalam industri tersebut.dalam industri persaingan sempurna. Persaingan sempurna diihat sebagai bentuk yang ideal atau optimum karena pengaruh ekonominya yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. maka kerugian perusahaan akan mendorong beberapa perusahaan untuk meninggalkan industri tersebut. maka persediaan total yang menurun mendorong harga-harga kembai naik.

berlaku dalam suatu industri.1. persaingan tidak sempurna mungkin berlaku jika terdapat rintangan yang mencegah para pesaing memasuki suatu industri. Kondisi biaya yang menguntunkan perusahaan persaingan tidak sempurna timbul apabila terdapat skala ekonomis yang cukup besar serta penurunan biaya. Persaingan tidak sempurna. karena kekurangan laba Menawarkan keragaman produk. 4. 127 . Jadi skala ekonomis yang besar akan menciptakan industri dengan sedikit penjual. sehingga jika hal ini tercipta. PASAR PERSAINGAN TIDAK SEMPURNA Definisi: Persaingan tidak sempurna adalah apabila suatu perusahaan dapat mempengaruhi harga pasar produknya. Menghasilkan barang-barang masyarakat. karena tidak terdapat laba Merangsang kemajuan teknologi. Menyediakan pendapatan perbaikan apapun untuk ketidaksamaan distribusi 2. dan para pesaing lainnya tidak dapat meniru secara persis resep formulanya. karena mereka distandarisasi. maka perusahaan besar bisa memproduksi dengan biaya yang lebih murah dan menekan perusahaan kecil. 3. Disamping itu. Tetapi ada kasus lain sepeerti Misalnya beberapa produk industri telah terbentuk dengan baik oleh suatu image terhadap merk dan formula rahasia (misalnya:coca cola). apabila masing-masing penjual mempunyai pengendalian terhadap harga produknya. sehingga perusahaan kecil tersebut tidak dapat mempertahankan lagi kehidupannya. Rintanganrintangan tersebut bisa timbul dari hukum atau peraturan pemerintah.

Beberapa Bentuk Persaingan Tidak Sempurna 1. Monopoli 2. Persekutuan 3. Oligopoli 4. Persaingan monopolistic MONOPOLI, Adalah hanya ada seorang penjual dengan kekuasaan monopoli. Disebut sebagai monopolis, yang berasal dari bahasa Yunani, (mono = satu, polist = penjual). Jadi monopoli berarti suatu keadaan di mana di dalam pasar hanya satu penjual sehingga tidak ada pihak lain yang menyainginya. (ini kasus monopoli murni). Dalam kenyataan, sulit untuk mendapatkan contoh dari suatu perusahaan monopoli murni, dimana sama sekali tidak ada unsure persaingan dari perusahaan lain. Apabila hanya ada satu penjual di pasar, sehingga tidak ada peersaingan langsung dari perusahaan lain, maka kemungkinan masih ada persaingan yang tidak langsung . Misalnya dari sebuah produk atau barang perusahaan lain yang bisa merupakan barang substitusi (meskipun substitusinya tidak sempurna) untuk barang yang dihaasilkan oleh monopoli. Karena adanya persaingan yang potensial inilah, maka pelaku seorang produsen monopoli tidak sebebas seperti apa yang digambarkan dalam persaingan monopoli murni. Demikian pula adanya campur tangan pemerintah bisa merupakan factor pembatas bagi kekuasaan monopoli suatu perusahaan. Apabila kita simpulkan, maka garis besar dari Monopoli sebagai berikut:
1.

Adalah suatu bentuk organisasi pasar dimana hanya terdapat 1 perusahaan yang menjual produk yang tidak memiliki substitusi yang dekat.

2.

Kurva permintaan yang dihadapi berlereng negatif

128

3.

Dapat memperoleh laba dalam jangka panjang (kebalikan dari Pasar Persaingan Sempurna)

129

Ciri-Ciri Pasar monopoli  1. Industri 1 (satu) perusahaan  2. Tidak mempunyai barang pengganti yang mirip  3. Hambatan masuk ke pasar sangat besar  4.Dapat mempengaruhi penentuan harga (price setter)  5. Promosi iklan kurang diperlukan Perusahaan Monopoli timbul karena beberapa alasan : 1. Penguasaan Bahan Mentah Strategis Kalau X adlah input utama untuk produk Y, maka penguasaan untuk sumbersumber X akan bisa menimbulkan perusahaan monopoli untuk barang Y, dengan jalan menolak penjualan X kepada perusahaan-perusahaan lain. Contoh : ALCOA 3. Hak Patent Hak patent merupakan suatu sumber terjadinya monopoli untuk terjadinya suatu macam barang tertentu atau cara produksi tertentu. Contoh : cellophane, (dupont) memiliki hak paten dlm proses produksinya, polaroid utk kamera foto langsung jadi. 3. Terbatasnya Pasar

130

 Semua kekuatan monopoli brdsrkan hambatan masuk ke dlm pasar akan hilang dlm jk panjang. karena adanya economies of scale perusahaan saja. Dengan istilah lain. Contoh : fasilitas layanan masyarakat (perusahaan listrik. tetapi luas pasar yang terbatas. Apabila monopolis tersebut menginginkan harga jualnya tinggi. perusahaan didirikan sebagai penghasil atau distributor tunggal sebuah barang atau jasa. Akibatnya kalau ada perusahaan baru yang berminat masuk ke dalam pasar tersebut akan mengalami kesulitan dalam menjual barangnya. Pemberian Hak Monopoli oleh Pemerintah.(mendapat saingan tdk langsung krn adanya produk lain. mka jumlah output yang terjadi lebih sedikit. tetap hanya ada satu penjual. karena adanya econo. Contoh kantor pos. merupakan sumber lain.ies o scale yang besar.  Seorang monopolis tdk memiliki kekuatan pasar yg tdk terbatas. Karena pasar untuk suatu barang adalah terbatas.Terbatasnya pasar dibanding dengan skala minimum perusahaan. Dari kenyataan ini maka dapat disimpulkan bahwa kurva permintaan pasar bagi produk seorang monopolis mempunyai kemiringan negative seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini P 131 . sehingga hanya bisa memberikan ruang hidup untuk satu perusahaan saja. tetapi harus dibawah regulasi pemerintah. sehingga satu perusahaan saja sudah mampu memenuhi permintaan pasar. kemungkina ada brg substitusi di pasar). air dan angkutan) 5. Dengan istilah lain. kecuali hak monopoli milik pemerintah Seorang monopolis dapat menentukan harga jual di pasar bagi produk yang dihasilkannya sesuai dengan tingkat keuntungan yang diharapkan. Jadi di dalam pasar.

ditunjukkan oleh perpotongan antara kurva MR dengan kurva yang menaik. Monopolis yang menggunakan lebih dari 132 .Peneriman total (TR) sama dengan harga (P) dikalikan dengan jumlah barang yang dijual (Q). Seorang monopolis yang rasional akan selalu berusaha menghasilkan output dan kemudian menjualnya pada tingkat yang optimal. akan tetapi mempunyai kemiringan dua kali lebih besar. Akibatnya kurva penerimaan marginal (MR) mempunyai intersep yang sama dengan kurva permintaan. Keadaan ini jika dilihat pada sebuah grafik. Kemiringan kurva Penerimaan Marginal (slope MR) lebih kecil dari pada kemiringan kurca biaya marginal (slope MC). Penerimaan Marginal (MR) sama dengan biaya marginal (MC) atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut : MR MR = MC = ∆ TR = ∆Q MC = ∆ TC = ∆Q ∂ Q ∂Q ∂ TC ∂TR 2.D O # MR # Q Jumlah barang yang diminta bebanding lurus dengan harganya. Tingkat output yang akan mendatangkan laba maksimum atau rugi minimum bagi seorang monopoilis adalah apabila terpenuhinya syarat sebagai berikut : 1. sedangkan penerimaan totalnya (TR) merupakan fungsi kuadrat. artinya pada tingkat output tersebut ia akan memperoleh laba maksimum atau rugi minimum.

MR = penerimaan marginal =………….pabrik n.. Elastisitas permintaan pada kedua pasar tersebut berbeda. baik secara teknis maupun secara ekonomis. pabrik 2.satu macam pabrik (multiplant monopolist) tingkat output optimum tercapai apabila biaya marginal untuk semu proses produksi sama dengan penerimaan margina (MR)-nya. Kebijaksanaan ini dapat diterapkan pada pasar yang sama dengan segmen pasar yang berbeda. =MR2 =……MRn = MC 133 . Atau secara matematis dapat ditulis: MR 1 Dimana. Tujuan diskriminasi harga ini adalah untuk memperoleh laba oleh produsen. Biasanya pasar yang permintaan lebih elastis akan menjual outputnya dengan harga lebih rendah. antara kedua pasar tersebut. seorang monopolis dapat menjual outputnya dengan harga yang berbeda. Penerimaan Marginal (MR) masing-masing pasar sama dengan biaya marginal (MC)-nya. 2. Atau secara matematis dapat ditulis sebagai berikut: MC 1 = MC 2 Dimana. Kebijaksanaan diskriminasi harga ini dapat dilakukan oleh monopolis apabila: 1.= MC n = MR Pada pasar yang berbeda. MC 1 = MC 2=……= MCn = biaya marginl pabrik 1. Kebijaksanaan ini disebut dengan kebijaksanaan diskriminasi harga (price discrimination policy). Monopolis benar-benar dapat memisahkan. Tingkat output optimum bagi monopolis yang melaksanakan diskriminasi harga terjadi pada saat : 1.….

3.MCn = biaya marginal pabrik 1. sehingga dijullah di pasar lain tanpa mengganggu pasar normalnya. MC2…. Diskriminasi harga Adalah menjual suatu product yang sama dalam dua/lebih pasar dengan harga berbeda.MC 1. 134 . dan seterusnya. Syarat-syarat diskriminasi harga adalah sebagi berikut: 1. tetapi mereka akan memperoleh keuntungan dengan menetapkan berbagai tingkat harga terhadap suatu product yang sama tersebut kepada konsumen yang berbeda. artinya apabila si monopolis tidak mendapatkan keuntungan dari adanya kenaikan harga. MR2 MR = p ( 1. berbeda. = penerimaan marginal Slope MR 1 < Slope MC. MR 2. Tujuannya adalh untuk memperoleh keuntungan yang optimal. 2. agar supaya diskriminasi menguntungkan. Monopolist harus dapat memperthankn terpishnya pasar satu dengan Elastisitas permintaan pada masing-masing tingkat harga harus MR (marginal Revenue) msing-masing pasar sama. Sporadic dumping. MC = MR1 = yang lain. pabrik 2…. artinya dumping yang ditimbulkan karena suatu perusahaan sewaktu-waktu productnya tidak laku dijul di dalm negeri.1 ) e MC = Marginal Coct = biaya marginal MR1 = Penerimaan marginal pabrik 1 MR2 = Penerimaan marginal pabrik 2 e = elastisitas Jenis-jenis diskriminasi harga/dumping 1.pabrik n. dan Slope MR2 < slope MC.

Pemilik factor produksi yang digunakan. Ada kemungkinan keuntungan monopoli tetap bisa dinikmati produsen monopoli dalam jangka panjang. Jadi dari segi distribusi penghasilan antar warga masyarakat. Namun apabila pasar sudah dikuasai. 3. Keuntungan monopoli adalah keuntungan yang lebih dari pada keuntungan yang dianggap normal. Ada unsure “Eksploitasi” oleh perusahaan-perusahaan monopoli terhadap. 3. Dari segi masyarakat hal ini merupakan suatu pemborosan. maka harga akan dinaikkan. Predatory Dumping. artinya dumping kontinyu yang timbul pabil produsen secara kontinyu menjual product dengan harga lebih rendah di pasar satu dan harga yang lebih tinggi di pasar lainnya. Psar monopoli bisa menciptakan ketidak adilan (yaitu mengapa produsen monopoli menerima keuntungan yang lebih besar dari pengusaha-pengusaha lain). a. dengan ditetapkan harga jual (=P) di atas ongkos produksi dari unit terakhir outputnya (=MC). Dibayarnya factor produksi dengan harga (MC) yang lebih rendah dari nilai pasar output yang dihasilkan (+P). misalnya bagi pemilik factor produksi tenaga kerja yaitu buruh dengan upah yang lebih rendah daripada sumbangan (dalam bentuk output) dari tenaga kerja tersebut jika dinilai dengan harga pasar yang 135 . 2. Persistent dumping. b. yaitu dumping untuk merebut pasar dan meniadakan persaingan. karena harganya lebih rendh dari pada biaya rata-rata.2. Volume produksi lebih kecil dari volume output yang optimum. Jadi dalam pasar monopoli tidak memanfaatkan secara penuh adanya economies of scale. Konsumen. yaitu volume produksi perusahan monopoli lebih rendah dari volume output yang dihasilkan dengan average cost yang minimum (hal ini terjadi daam persaingan sempurna jangka panjang). Monopoli dan Kesejahteraan Masyarakat Implikasi terhadap kesejahteraan masyarakat yang perlu diperhatikan adalah bahwa dalam pasar monopoli: 1. Pada awalnya memang perusahaan merugi.

Pemerintah mendirikan perusahaan tandingan di dalam pasar tersebut. dan pembatasan terhadap kekuasaan monopoli perusahaan tersebut. misalnya OPEC (organisasi negara-negara produsen minyak. 3. sehingg semua keuntungan yang diperolehnya merupakan Perusahaan perseorangan dalah perusahan yang diawasi dan dikelola oleh 136 . sehingga barang-barang buatan luar negeri bisa memberikan persaingan. Kartel yang paling populer. Misalnya menurunkan bea masuk atas barang yang serupa dengan product si monopolist. Mencegah timbulnya monopoli itu sendiri. Misalnya perusahaan penerbangan pemerintah untuk menyaingi swasta. Misalnya di Amerika ada undang-undang anti trust 2. Membuka kran impor. Tetapi syarat mutlak dari cara ini adalah bahwa perusahaan Negara tersebut harus bisa bekerja dengan PERSEKUTUAN Persekutuan. sekarang lebih dikenal dengan nama kartel.berlaku bagi output. dengan membuat ketentuan-ketentuan khusus terhadap operasi perusahaan monopoli tersebut. efisien. 4. Eksploitasi menjadi ganda apabila si monopolist juga menguasai pasar input. dengan tujuan untuk memberi persaingan kepada si monopolist dan membatasi kekuasaan monopolinya. BENTUK.BENTUK PERUSAHAAN 1. Kebijakan Untuk Mengurangi Efek Negatif Monopolist antara lain : 1. Perusahaan perseorangan seseorang. Kartel dalah organisasi produsen barang dan jasa yang dimaksudkan untuk mendekte harga pasar.

4. Apabila salah satu dari anggota tersebut keluar. Firma Firma adalah sebuah bentuk perkumpulan usah yang didirikan oleh beberap orang dengan menggunakan nma bersama. antara yang mendirikan dan yang memiliki perusahaan tersebut. hak serta kewajibannya terpiah. 5. maka firma tersebut secara otomatis bubar. artinya tidak sampai mengorbankan harta pribadi eperti halnya Firma. b.. baik keuntungan maupun kerugian yang dideritanya. 2. Perusahaan Negara Adalah perusahaan yang bidang operasionalnya dan modalny secara keseluruhan dimiliki oleh negara. Disini semua anggota mempunyai tanggung jawab baik secara sendiri maupun secara bersama sama terhadap hutang piutang perusahaan terhadap pihak lain. yaitu orang-orang yang mempercayakan uangnya dan bertanggung jawab terbatas kepda kekayaan yng diikut sertakan di dalam perusahaan tersebut. a. Sekutu komplementer. 137 .Lebih jauh di firma ini seluruh kekayaan pribadi merupakan jaminan berlangsungnya berjalannya perusahaan tersebut. Perseroan Komanditer Adalah suatu persekutuan yang didirikan oleh beberapa orang yang masingmasing menyerahkan sejumlah yang jumlhnya tidak perlu sama. Hutang piutang hanya sebatas kepemilikan saham saja. Tujuan perusahaan negara yaitu untuk membangun ekonomi nasional. yaitu semakin banyak saham yang dimiliki seseorang. dimana masyarakatnya dil dan makmur. Di dalam perseron komanditer (CV) dikenal adanya sekutu (ada 2 macam sekutu) .Legalitas seseorang memiliki keikut sertan dalam suatu perusahaan adalah dengan memiliki saham perusahaan. Ia juga menanggung semua risiko. Sekutu komanditer. maka semakin besar pula andil dan kedudukan orang tersebut di dalam perusahaan. artinya yitu orang-orang yang bersedia mengatur perusahaan. Perseroan Terbatas Perseroan terbatas adalah suatu perushan yang kekayaannya. 3.keuntungan pribadi.

6. adalh kopersi yang terdiri dari gabungan minimal 3 koperasi pusat Induk Koperasi. Oligopoli  Adalah suatu bentuk organisasi pasar dimana penjual atas sebuah produk yg homogen dan terdiferensiasi jumlahnya sedikit. Koperasi Pusat. Koperasi Adalah suatu bentuk badn usaha yang operaionalny di bidang ekonomi. Perum dan Perjan bertujuan sosial (tidak mencari keuntungan). koperasi simpan pinjam. Banyak jenis koperasi yang ada sekarang ini. d. Perjan (Perusahaan Jawatan). Perusahaan Pemerintah lainnya Perusahan pemerintah yang lain misalnya: Persero. 7. PD (Perusahaan Daerah). Koperasi Primer. 138 . b. Menurut luas usahanya. baik secara independent (sendiri-sendiri) maupun secara diam-diam saling bekerja sama. yaitu koperasi yang terdiri dari gabungan minimal 5 koperasi primer Gabungan koperasi. Perum (Perusahan Umum). dari minimal 20 orang. yaitu koperasi yang terdiri OLIGOPOLI Arti kata Oligopoli adalah: beberapa penjual Oligopoli adalah suatu keadaan pasar dimana hanya ada beberapa (misalnya antara 2-10) perusahaan yang menguasai pasar. c. konsumsi. dan lain sebagainya. misalnya Persero dan PD adalah perusahaan yang keuntungan untuk negara. dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan para anggotanya. Adapun masing-masing perusahaan tersebut mempunyai tujuan lain-lain. adalah gabungan dari minimal 3 gabungan koperasi. koperasi dibagi menjadi: a. misalnya: koperasi produksi.

Mobil dan barang eletronik mrpk produk terdifferensiasi c. merupakan penghalang alamiah untuk masuk ke pasar 3. 2. Jk hanya dua persh. Karena perusshaan sedikit. 139 . Memiliki pelanggan loyal 5. Investasi modal yang besar dan input yang terspesialisasi (mobil. terjadi duopoli (duopoly)  Jika produknya homogen disebut oligopoli murni (pure oligopoly)  Jika produknya terdiferensiasi disebut oligopoli terdiferensiasi (differentiated oligopoly). Perusahaan menentukan harga rendah untuk menghalangi perusahaan baru masuk ke industri . Jika Skala ekonomi yang bisa dicapai (jumlah output besar) sehingga dengan sedikit perusahaaan saja kebutuhan pasar sudah terpenuhi. Contoh oligopoli paling banyak terjadi dlm sektor manufaktur Baja. Beberapa perusahaan memiliki/menguasai seluruh penawaran bahan baku 6. Sumber Terjadinya Oligopoli 1. Beberapa perusahaan memiliki hak paten secara eksklusif 4. aluminium danbaja). setiap tindakan perusahaan akan mempengaruhi persh lain dlm industri tsb dan sebaliknya. aluminium dan semen bersifat homogen b.

Model Oligopoli 1. terutama untuk menentukan harga pasar (biasanya hal ini harus dihindri karena bisa mempersempit perdagangan).Cournot menganggap“hanya ada 2 persh yg menjual mata air yg sama (identical spring water). misalnya: industri kosmetik. Model Cournot  Diperkenalkan oleh Augustin Cournot (perancis.Perbedan pasar oligopol dengan psar persaingan sempurna adalah. Oligopoli bisa menumbuhkan persekutuan. Oligopoli dengan differensiasi produk (yaitu setiap perusahaan dengan merkmerk khusus tersendiri) . mobil di Indonesia. menganggap duopolis yg lain menghasilkan output yg konstan pd level tertentu. Para konsumen berdatangan ke mata air tsb dgn galon mereka sendiri shg MC adalah nol utk 2 persh tadi”  Asumsi perilaku dasar pd model ini ada pd setiap persh pd saat berusaha memaksimumkan laba. Dalm meningktkan keuntungan dilakukan cara memasang iklan dan adanya diversifikasi pasar. lebih dr 160 tahun yg lalu)  Model ini bermanfaat dlm oligopoli diantara persh yg saling bergantung erat. Akibatnya adalah siklus perpindahan dan tindakan balasan oleh duopolis tsb sampai masing-masing menjual sepertiga dati total output industri Oligopoli ada dua tipe: 1. 140 . di dalam pasar persaingan sempurna. harganya bisa berubah-ubh dengan cepat tetpi dalm pasar oligopoli harganya cenderung tetap dan pada tahap tertentu harganya bisa naik.

2. Oleh karena itu ada beberapa model yang menggambarkan keadaan pasar oligopoly antara lain: 1. minyak bumi. Cournot. Dalam pasar oligopoly. 2. baja. hal ini mempunyai implikasi terhadap kurva permintaan seorang oligopolist. pada prinsipnya kita tidak bisa menggambarkan suatu kurva untuk seorang produsen oligopoly. Aluminium. dan barang tersebut tidak ada barang pengganti yang mendekati. kecuali kalau kita tahu perilaku atau macam reaksi apa yang akan dilakukan produsen outputnya. Bertrand. Oligopoli tanpa differensiasi produk Biasanya dijumpai pada industri dasar. pipa. Chamberlin. maka semakin tidak tergantung kurva permintaan suatu perusahaan pada perilaku perusahaan lain. Sebaliknya bila tingkat ketergantungan tersebut besar. masing-masing perusahaan tidak tahu persis reaksi apa yang akan diambil oleh produsen lain apabila salah satu produsen yang ada di dalam pasar melakukan kebijaksanaan. Kartel dan kepemimpinan untuk pasar oligopoly yang bergabung 141 . Semakin kecil ketergantungan tersebut semakin bisa lebih pasti digambarkan kurva permintaannya. Oligopoli tanpa ada differensiasi produk harus mengambil asumsi yang menyerderhanakan mengenai reaksi-reaksi perusahaan lain. Tanpa asumsi mengenai macam reaksi produsen-produsen lain tidak bisa dianalisa.) Ada tidaknya produk differensiasi mempengaruhi sampai berapa jauh permintaan untuk produk suau perusahaan tergantung pada perusahaan-perusahaan lain. Tingkat “ketergantungan” (interdenpendensi) antara perusahaan satu dengan yang lain. permintaan patah (kinked Demand) dan stackelberg untuk model pasar oligopoly yang tidak bergabung. Mungkin macam reaksi produsen-produsen lain adalah begitu luasnya. (misalnya.Industri seng. Semakin besar tingkat differensiasi produk yang ada.Barang-barang disebut differensiasi jika karakteristik penting barang tersebut bervariasi. sebagian besar produknya hampir homogen dan ukuran produsennya relative besar. sehingga analisa mengenai perilaku produsen dalam industri.

dengan tingkat harga yang lebih murah.Dalam model Cournot dianggap bahwa barang yang dihasilkan bersifat homogen dan struktur biaya produksi marginal = 0. Dalam model ini keseimbangan perusahaan ditentukan pada waktu garis permintaan yang dihadapi produsen yang berbentuk patah. Krena pada tingkat ini berarti bahwa MR produsen sama besar dengan MC-nya. Dalam model ini juga menganggap bahwa tidak ad perusahaan baru yang masuk ke dalam pasar. Pasar oligopoly model patah diformulasikan oleh Sweezy. Hal ini karena model Chamberlin menganggap bahwa produsen menyadari diantara mereka ada saling ketergantungan satu dengan lainnya. Hal ini disebabkan karena anggapan bahwa masing-masing produsen tidak pernah memanfaatkan pengalamanpengalamannya pada masa lalu. apapun kebijaksanaan yang dilakukan pesaingnya. Secara umum dapat dikatakan bahwa apabila di pasar ada n perusahaan. maka masing-masing perusahaan akan menghasilkan output sebanyak . Penetapan harga ini bertujuan untuk mamaksimumkan keuntungan perusahaan masing-masing. maka akan semakin banyak pula jumlah output yang ditawarkan di pasar. Dalam model Bertrand dianggap masing-masing perusahaan memperkirakan pesaingnya tetap mempertahankan tingkat harga jual output. Dalam model Bertrnad ini tidak mengarah pada tingkat keuntungan pasar yang maksimum serta pada tingkat yang lebih rendah daripada posisi itu. sehingga keseimbangan stabil akan terganggu dan ini tidak bisa dipecahkan memlalui mekanisme pasar monopoli. 1 n+1 atau n ( 1 n + 1 ) Dalam hal ini jelas bahwa semakin banyak perusahaan yang terdapat di pasar. maka secara umum dapat dikatakan 142 . Model Chamberlin pada pasar oligopoly dinyatakan bahwa keseimbangan stabil di pasar terjadi apabila pasar tersebut disepakati hanya ada satu tingkat harga. Output keseimbangan dalam model ini mendekati output keseimbangan pada pasar persaingan sempurna.

Kartel dibedakan menjadi dua: 1. Perang harga ini akan terhenti apabila salah satu dari mereka bersedia jadi pengikut dan posisi keseimbangan stabil akan tercapai kembali. Dengan membentuk kartel ini. yaitu apabila ia menurunkan tingkat harga jual. Model Stackelberg pada pasar oligopoly pada intinya beranggapan bahw adanya salah satu produsen yang cukup kuat posisinya. Tujuan dari kartel ini memaksimumkan keuntungan perusahaanprusahaan anggotanya. apabila ia menurunkan tingkat harga jual. maka posisi keseimbangan yang stabil akan terganggu. Kartel denga tujuan memaksimumkan keuntungan 143 . maka ia mengharapkan pesaingnya tidak akan mengikuti kebijaksanaannya.bahwa kurva MR dapat berpotongan dengan kurva MC di mana saja pada bagian kurva MR yang patah. Hal ini berarti bahwa adanya perubahan struktur biaya produksi yang tidak akan berpengaruh terhadap tingkat output dan harga keseimbangan perusahaan. Kartel adalah gabungan dari beberapa produsen yang menjual ouputnya di pasar oligopoly. Kurva permintaan bagi perusahaan yang berbentuk patah mencerminkan bahwa perilaku oligopolist di pasar. Model kurva permintaan yang patah ini dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa dalam paar oligopoly tingkat harga output yang terjadi di pasar cenderung tetap atau tidak berubah-ubah. Tetapi sebaliknya apabila I menaikkan harga jual. Dalam keadaan ini kedua perusahaan tersebut akan bersaing untuk menjadi pemimpin di pasar yaitu dengan jalan perang harga (price war). Perusahaan yang kuat ini berfungsi sebagai pemimpin untuk menentukan posisi keseimbangan yang stabil. maka kebijaksanaan-kebijaksanaan dapat diarahkan menyerupai pasar monopoli. dengan jalan menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang berlaku bagi seluruh perusahaan anggota kartel. Bentuk kurva permintaan yang patah adalah bentuk pencerminan dari adanya ketidak pastian oligopolies terhadap perkiraan perusahaan pesaing. maka ia mengaharapkan produsen pesaingnya akan mengikuti kebijaksanaannya. sehingga ia dapat memaksa produsen lain untuk mengikuti segala l\ketentuannya. Namun apabil ada dua perusahaan yang kuat. Ditinjau dari Segi Tujuannya.

Keadaan ini yang akan mengakibatkan kegagalan kartel untuk mencapai tujuannya. Pada prinsipnya posisi optimum dicapai pada tingkat output di mana MR kartel dipotong oleh MC-nya dari bawah. Penggabungan dengan model kepemimpinan harga oleh perusahaan yang dengan struktur ongkos terendah. Dalam model kepemimpinan harga ada tiga macam bentuk penggabungan yaitu: 1. Penggabungan dengan model kepemimpinan harga oleh perusahaan yang bersifat barometris. Kartel yang bertujuan membagi pasar. sedangkan perusahaan yang lain bertindak sebagai follower (pengikut). 2. tetapi juga membagi jatah output yang harus diproduksi oleh masing-masing perusahaan anggota dan juga pembagian keuntungan diantara mereka. Penggabungan dengan model kepemimmpinan harga oleh perusahaan yang dominant. 3.2. Keberhasilan suatu kartel biasanya tergantung pada kewibawaan dari kartel di mata perusahaan-perusahaan anggotanya. Bentuk lain dari penggabungan produsen yang menjual outputnya di pasar oligopoly adalah model kepemimpinan harga (price leadership). Biasanya masalah yang dihadapi oleh kartel bukan saja menentukan output yang dapat memaksimumkan keuntungan. Apabila kewibawaan ini tidak ada. maka ada kecenderungan dari perusahaan-perusahaan anggota melanggar perjanjian yang telah disepakati. Keadaaan semacam ini mirip dengan pasar monopoli yang mempunyai beberapa pabrik (multiplant-monopoly). Dalam model ini mengatakan bahwa perusahaan yang mempunyai posisi yang paling kuat akan bertindak sebagai leader (pemimpin). Oligopoli dan Kesejahteraan Masyarakat 144 .

Ketegaran harga (terutama ke bawah) sering dikatakan menunjang adanya inflasi yang kronis. Kemungkinan adnya ketidak efisienan produksi karena setiap produsen tidak beroperasi pada AC yang minimum. Hal ini disebabkan karena perusahaan-perusahaan tersebut cukup besar dan mampu untuk menyediakan dana untuk pengembangan dan penelitian. Kemungkinan adanya “eksploitasi” terhadap konsumen maupun buruh (karena P > MC) seperti dalam kasus monopoli. karena baik kurva permintaan maupun perilaku perusahaan-perusahaan oligopoly mengandung lebih banyak ketidak tentuan disbanding dengan sebuah perusahaan monopoli (yaitu target perusahaan lebih kabur). produk baru dan penurunan biaya produksi. pengalaman dan penelitian menunjukkan bahwa justru dalam industriindustri oligopoly kita jumpai adanya inovasi dan penerapan teknologi baru yang paling pesat. 3. Namun demikian ada beberapa kebijaksanaan umum yang mungkin bisa diambil untuk mengurangi efek-efek negative tersebut.Efek kesejahteraan dari bentuk pasar oligopoly kurang lebih sama dengan monopoli. tetapi juga karena sulitnya merumuskan kebijaksanaan yang tepat. 4. karena unsure persaingan antar perusahaan adalah cukup kuat (meskipun tidak dalam bentuk persaingan harga). Di lain pihak. Hal ini disebabkan bukan hanya karena jumlah perusahaan yang harus diawasi lebih banyak dari pada monopoli. Disatu pihak oligopoly menimbulkan efek-efek negative dalam bentuk: 1. Kemungkinan adanya keuntungan yang terlalu besar (excess profit) yang dinikmati oleh para produsen oligopoly dalam jangka panjang. hal ini akan merugikan masyarakat secara makro. cukup kuat pula (lebih kuat dari pada kasus monopoli) Secara umum bisa dikatakan bahwa kebijaksanaan-kebijaksanaan untuk mengurangi efek negative dari oligopoly tersebut lebih sulit dilaksanakan dari pada kebijaksanaan terhadap perusahaan monopoli. 2. sehingga dorongan untuk berlomban di bidang penemuan proses produksi baru. yaitu : 145 .

bukan untuk meningkatkan efisiensi produksi. 3. mudah keluar masuk industri. 2. Tujuannya adalah agar perusahaan-perusahaan oligopoly yang telah ada merasakan adanya persaingan potensial yang lebih kuat sehingga mendorong mereka untuk berprilaku lebih kompetitif di bidang harga maupun non harga. misalnya berpendapat bahwa seringkali merger dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dengan tujuan untuk menguasai pasar. dan penjual. Perbedaannya adalah pada persaingan sempurna. produknya identik. yang melarang adanya kerjasama diantara para pengusaha oligopoly (baik secara diam-diam atau secara terbuka) Adanya kera sama (collusion) tersebut akan dorongan untuk bersaing antara mereka sendiri di bidang harga maupun non harga maupun non harg dan sekaligus memperbesar kemampuan mereka untuk mengeksploitir konsumen dan buruh. dan perusahaan-perusahaan menganggap bahwa harga perusahaan lain dianggap tetap. Persaingan monopolistis menyerupai persaingan sempurna dalam 3 hal (banyak pembeli. sedangkan pada persaingan monopolistis produknya didifferensiasikan (tidak identik). Jadi monopolistic 146 . Kemungkinan kebijaksanaan yang lebih drastic adalah mencoba merombak struktur pasar yang oligopolistic tersebut antara lain dengan menentukan batas maksimum dari ukuran suatu badan usaha dan melarang diadakannya penggabungan (merger) antara perusahaan-perussahaan yang telah ada. Profesor George Stigler. misalnya Rokok).1. Pemerintah harus menjaga agar hambatan-hambatan bagi perusahaan baru untuk masuk ke dalam industri/pasar oligopoly tersebut ditekan sampai sekecil-kecilnya. PERSAINGAN MONOPOLISTIK Adalah suatu keadaan pasar yang ditandai oleh banyaknya industri pengecer (menjual produk-produk serupa tapi tidak sama. Diadakannya undang-undang (misalnya di Amerika Serikat: antitrust Law).

harga yang lebih murah karena memiliki kekuatan monopoli atas pesaing. dan sebagainya. Masing2 terlalu kecil untuk mempengaruhi pasar  4. mutu. Kasus klasik dari persaingan monopolistic adalah pasar eceran bahan bakar. tetapi kekuatan monopolinya terbatas karena banyak produk substitusi yang dekat)  3.Terdapat banyak penjual (unsur PPS)  2. Ciri2 Pasar Persaingan Monopolistik  1. rokok. ragam jenis.  Perusahaan bersaing berdasarkan keunikan produk. restoran dan lain lain. pasta gigi.Merupakan bentuk organisasi pasar yang terletak diantara 2 jenis pasar yang ekstrim yaitu Pasar Persaingan Sempurna dan Monopoli. Contoh : salon kecantikan. dan model (misalnya pakaian). lokasi. Namun pompa bensin X hanyalah salah satu dari pompa bensin yang jumlahnya begitu banyak dan kita lihat bahwa bahan baker tersebut pada setiap pompa bensin tersebut hampir sama. pelayanan yang lebih baik. produk yang lebih bervariasi. Produk terdiferensiasi (unsur Monopoli. Perbedaan yang ada dalam pasar monopolistic adalah muncul antara lain karena . Ada prediksi yang cukup mengejutkan mengenai model ini bahwa 147 . Kegiatan promosi sangat aktif Model monopolistic memberikan wawasan penting dalam Kapitalisme Amerika.lokasi yg lebih baik. detergen. Kita bisa pergi ke pom bensin X karena pompa bensin tersebut mengyenangkan dan menyediakan air bersih. obat influenza.

yaitu senuanya dijual dengan harga yang jauh di atas biaya marginal. banyak perusahaan kecil yang menjual berbagai produk yang dideferensiasikan sehingga mempunyai permintaan yang miring ke bawah.industri yang bersaing secara tidak sempurna. Karena harga berada di atas AC. Ekuilibrium terjadi ketika MR = MC pada titik E. ratusan cereal yang sebenarnya identik. dan harga pad titik G. Industri-industri inilah yang sama sekali tidak kita butuhkan. IKA dipandang dari sudut ketidakefisienannya. Kita memiliki tempat ratusan ribu tempat penjualan eceran. 148 . Sebagian pakar ekonomi percaya bahwa inefisiensi sudah menjadi pembawaan persaingan monopolistic. para pengecam monopolistic melanjutkan kritikannya seperti. Setiap perusahaan menganggap bahwa harga pesaingnya sudah tertentu (tetap). Dalam persaingan monopolistis. maka perusahaan tersebut mendapat keuntungan yaitu sebesar daerah ABGC. Persaingan Monopolistis Sebelum Perusahaan lain memasuki Industri P d • G B MC AC Harga A E MR 0 Kuantitas d 0 Gambar diatas menunjukkan bahwa Pesaing Monopolistis memproduksi banyak barang yang serupa. tingkat keuntungan mungkin saja rendah atau nol.

sepanjang P>AVC 149 .Persaingan Monopolistis setelah Perusahaan Lain Memasuki Industri P MC Harga d’’ • MR’ G’ E’ d’’ AC Kebebasan pesaing monopolistis untuk memasuki pasar menurunkan keuntungan sampai nol. dan sangat elastis terhadap perubahan harga (karena banyak produk substitusi)  Tingkat output terbaik dalam jangka pendek dicapai ketika MR=MC. Pada ekuilibrium jangka panjang. Kurva dd semula menguntungkan seorang penjual dalam gambar sebelumnya(Persaingan Monopolistis Sebelum Perusahaan lain memasuki Industri) akan bergeser ke kiri bawah karena masuknya para pesaing baru. Masuknya pesaing akan berhenti hanya jika setiap penjual telah dipaksa mencapai suatu garis persinggungan jangka panjang (tanpa keuntungan) seperti pada titik G’. Penentuan Harga dan Output Jangka Pendek dalam Pasar Persaingan Monopolistik  Kurva Permintaan memiliki kemiringan negatif. harga tetap di atas MC. dan setiap produsen berada pada cabang sebelah kiri yang menurun dari kurva AC jangka panjangnya.

Mahasiswa mampu menganalisis implementasi penentuan harga 3. Jangka pada tingkat output terbaiknya. Bentuk-bentuk campur tangan pemerintah 3. P<ATC perusahaan rugi  Kurva permintaan negatif. Tujuan campur tangan pemerintah 2. Tujuan Kebijakan Harga 4. P=ATC perusahaan mencapai titik impas. MR=MC<P pada tingkat output terbaiknya BAB 8 KEBIJAKAN PEMERINTAH DAN PASAR BEBAS Tujuan: 1. Karakteristik pasar bebas 150 . P>ATC perusahaan laba. Mahasiswa mengetahui krakteristik pasar bebas Pembahasan Materi: 1. Mahasiswa dapat mengetahui tujuan kebijkan pemerintah 2.

Tujuan campurtangan pemerintah 1. Mengurangi eksternalitas yang merugikan 2. Menjamin terhindarnya penindasan dan ketidakseimbangan dalam masyarakat 5. Mengatasi ketidakmerataan distribusi pendapatan 151 . Mengawasi kegiatan perusahaan agar tidak tumbuh menjadi perusahaan monopoli yang merugikan perekonomian 4. Menjamin faktor produksi digunakan dan dialokasikan pada berbagai kegiatan ekonomi secara efisien 3. kenaikan harga dan pertumbuhan ekonomi 2. Memastikan pertumbuhan ekonomi diwujudkan dengan efisien Bentuk-bentuk campurtangan pemerintah 1. Membuat dan melaksanakan peraturan dan undang-undang 2. Mengatasi masalah pengangguran. Secara langsung menjalankan beberapa kegiatan ekonomi 3. Melakukan kebijakan fiskal dan moneter Tujuan kebijakan pemerintah 1. Menyediakan barang publik yang mencukupi 3.

Menghasilkan barang yang juga dapat dihasilkan oleh swasta (rumah sakit. Dari sisi permintaan agregat. kebijakan moneter yang dipilih sebaiknya adalah yang efeknya terhadap struktur ongkos bersifat minimum. Agar bisa efektif. Kebijakan yang bersifat ekspansioner dapat menyebabkan terjadinya depresiasi yang pada gilirannya dapat menaikan harga-harga produk manufacturing melalui peningkatan harga bahan baku yang diimpor. Kebijakan tersebut juga dapat meningkatkan ekspektasi inflasi baik secara langsung melalui sisi permintaan agregat maupun secara tidak langsung melalui peningkatan harga barang-barang tradable. Pengaruh kebijakan moneter terhadap struktur ongkos dapat dibagi menjadi tiga saluran. dan suku bunga. Perlu suatu kajian lanjutan mengenai interaksi dari ketiga efek tersebut sehingga ada bukti secara kuantitatif tentang bagaimana kebijakan moneter mempengaruhi struktur ongkos perusahaan. expected inflation. Di lain pihak ongkos perusahaan bisa jadi turun melalui penurunan pembayaran bunga atas kredit perbankan. Oleh karena itu efek bersih suatu kebijakan moneter terhadap struktur ongkos perusahaan sangat tergantung pada besaran efek nilai tukar dan ekspektasi inflasi yang berbanding terbalik dengan efek dari suku bunga. yaitu kebijakan pemerintah dalam pengaturan jumlah uang yang beredar. angkutan darat dll) Melakukan Kebijakan moneter dan fiskal Kebijakan moneter. Apabila suatu kebijakan moneter dapat secara efektif mempengaruhi permintaan 152 . Menghasilkan barang publik 2. nilai tukar.Membuat dan melaksanakan Peraturan dan undang-undang Menciptakan suasana ekonomi dan sosial yang mengarah terciptanya sistem mekanisme pasar yang efisien dan lancar Memastikan agar persaingan dilakukan secara bebas dan menghindari terjadinya monopoli Secara langsung melakukan kegiatan ekonomi 1. kebijakan moneter diperkirakan dapat efektif secara penuh karena harga relatif kurang dipengaruhi oleh kondisi permintaan.

Meningkatkan efisiensi penggunaan faktor produksi 3). Kebijakan fiskal secara umum digunakan untuk menjaga agar perekonomian berjalan stabil dan tumbuh sesuai dengan kondisi yang terjadi pada suatu waktu tertentu. proses politik sangat diperlukan untuk menentukan: Berapa jumlah barang publik yang harus disediakan.agregat. Menggalakan kegiatan ekonomi (misal dimasa pengangguran) 3). yaitu kebijakan pemerintah dalam memungut pajak dan membelanjakanya dalam kegiatan-kegiatannya. Fungsi kebijakan moneter 1). maka pada gilirannya perubahan permintaan agregat tersebut akan lebih banyak berpengaruh terhadap output dan persediaan dibandingkan terhadap harga. Pemerintah menyediakan jasa kepada masayarakat tanpa harus membayar. Bagaimana implikasinya terhadap distribusi biaya yang akan menjadi tanggung jawab para individu Alasan mengapa pemerintah harus terlibat dalam penentuan harga barang: 1).Meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya 2). Memeratakan distribusi pendapatan (misalnya diterapkan pajak progresif yaitu tingkat pajak yang semakin tinggi untuk pendapatan yang semakin tinggi. Memacu pertumbuhan ekonomi Fungsi kebijakan fiskal 1). pemerintah tidak akan menjual jasanya kepada masyarakat. meskipun pemerintah berkewajiban untuk menyediakan jasa tersebut kepada masayarakat. 2). Kebijakan fiskal.Keadilan dalam distribusi pendapatan 153 . Mengendalikan tingkat harga 2). TUJUAN KEBIJAKAN HARGA Secara umum. Hal ini bukan berarti bahwa penyediaan jasa publik tidak menimbulkan biaya Dalam beberapa kasus.

maka konsumen bisa menyembunyikan kebutuhnnya.Terdapat penjual yang melayani konsumen tersebut. 154 . maka sebagaian konsumen akan mengatakan tidak membutuhkn jalan itu. atau penumpang gelap. Kejadian tersebut disebut free rider. sehingga kesempatan tersedianya barang di pasar sangat kecil Dalam hal ini pemerintah perlu turun tangan untuk menjamin bahwa manfaat eksternal juga harus dipertimbangkan Kebijakan harga oleh pemerintah biasanya mencakup tindakan-tindakan yang diperlukan dengan tujuan:  Pasar bekerja lebih baik  Terdapat perbaikan dalam arus informasi  Monopoli dapat dikurangi  Terdapat batasan bagi perusahaan-perusahaan baru yang masuk dalam pasar Pemenuhan Barang Publik Pasar terdiri dari empat komponen penting. Adanya harga dan kuantitas yang ditransaksikan di pasar tersebut. atau banyak. Perusahaan yang lebih efisien dapat tetap berpartisipasi ketika harga turun menjadi sangat rendah. Sebaliknya. jalan akan dibangun diumumkan kepada masyarakat. Jika. Misalnya. misalnya jalan. Adanya pembeli yang membentuk permintaan umum yang terdiri dari berbagai konsumen dengan aneka daya beli yang dimiliki. yaitu. 2). ketika jalan itu terwujud. beberapa. Akan tetapi. konsumen yang semula menyembunyikan kebutuhannya sekarang ikut menumpang lewat. Perilaku konsumen tersebut digambarkan sebagai kurve permintaan yang makin besar jumlah yang ingin dikonsumsi ketika harga semakin rendah. tidak lain adalah konsumen yang tidak mau ikut menanggung biaya pengadaan. 1). perusahaan yang kurang efisien hnya akan berpartisipasi jika harga relatif tinggi.Biasanya perusahaan hanya akan mempetimbangkan manfaat pribadi dalam menentukan berapa banyak barang yang harus disediaka. ketika. barang yang ditransaksikan di pasar bersifat nonrival. penjual bisa hanya satu. yang berpartisipasi di pasar tergantung dari tingkat efisiensinya. 3).

PENENTUAN HARGA BARANG PUBLIK Penentuan harga barang publik oleh pemerintah sangat tergantung dari tujuannya. Kelompok miskin dipungut lebih rendah dan kelompok kaya dipungut lebih tinggi. pemerintah mempunyai tiga pilihan: 1). penduduk yng lebih kaya mengekpresikan kurve permintaan yang lebih tinggi. kelompok pertama adalah kelompok pnduduk miskin dengan permintaan yang lebih rendah. Pengadaan barang konsumsi berasama yang bersifat nonrival. tingkat harga merupakan suatu tanda tingginya nilai dimana konsumen bersedia untuk membayar atas barang/jasa yang dihasilkan oleh produsen.Diberikan secara gratis kepada konsumen Setiap alternatif keputusan yang diambil selalu ada konsekuensinya Dalam ekonomi. Supaya terpenuhi asas adil. Hal tersebut diatas menunjukkan bahwa pasar dalam pengertian yang biasa tidak dapat memecahkan masalah pengadaan barang yang konsumsinya bersifat nonrival. harus melibatkan pemerintah. kurve permintaan penduduk tersebut berada pada level yang lebih rendah.4). Sebagai contoh terdapat sebuah pemerintah dengan dua kelompok penduduk untuk pengadaan sutu barang publik – misalnya lampu jalan.Dijual dengan tingkat harga tertentu yang berbeda dengan harga pasar 3). Sama seperti no3 diatas. Permintaan listrik agregate dari dua kelompok dapat digambarkan sebagai penjumlahan kedua kurve permintaan. Pemerintah dapat memainkan peran dengan mengadakan barang tersebut dan memaksakan pembayaran produksinya kepada seluruh warga negara. dalam kaitannya dengan penyediaan barang dan jasa. Pertemuan kurve agregat dengan kurva suplai yang tidak lain adalah pemerintah menunjukkan harga jual dan kuantitas listrik yang harus diproduksi. harga tersebut diberlakukan berbeda kepada kelompok miskin dan kelompok kaya. Kelompok kedua.Dapat dijual dengan harga pasar 2). sekaligus menunjukkan tingginya biaya untuk menghasilkan barang tersebut oleh produsen 155 .

apabila konsumen ingin memaksimalkan kepuasannya. Di satu sisi konsumen ingin harga pangan murah. tujuannya untuk melindungi konsumen Keberhasilan kebijakan ini tergantung dari ketersediaan dana untuk operasi (market operation) 156 . Harga tertinggi (ceiling). Harga terendah (floor). pada tingkat equilibrium. penyesuaian produksi akan mengikuti pola Cobweb Theorem (sarang labalaba) KEBIJAKAN PENYANGGA (Buffer Stock Policy) Dalam perumusan kebijakan harga biasanya pemerintah dihadapakan pada dilema kepentingan. pemerintah akan dapat mempengaruhi jumlah produksi yang dihasilkan.Dalam mekanisme pasar persaingan sempurna. Namun apabila peningkatan penawaran membutuhkan tenggang waktu. Langkah yang biasanya diambil oleh pemerintah adalah menentukan: 1). tujunnya untuk melindungai produsen 2). konsumen akan membeli barang-barang sampai kondisi equilibrium tersebut tercapai IMPLEMENTASI PENENTUAN HARGA Tujuan khusus dari kebijakan penentuan harga adalah:  Mendorong produksi  Memelihara kestabilan Ada dua pendekatan yang dapat digunakan untuk melakukan analisis penyediaan produk pertanian:  Kebijakan harga positif  Kebijakan harga negatif Dengan mengubah harga. seperti barang pertanian Peningkatan harga (untuk produk pertanian) akan mendorong peningkatan penawaran. Pemerintah perlu melindungi kedua kepentingan tersebut agar konsumen dan produsen tidak menderita. di lain sisi produsen ingin agar produksinya terjual dengan harga yang layak. p = MC = MR sehingga.

contohnya seperti kebijakan yang mengatur variable ekonomi makro yang menggunakan instrumen kebijakan moneter (pencetakan uang. Fungsi alokasi 2). Fungsi distribusi memiliki keterkaitan erat dengan perataan kesejahteraan masyarakat dalam arti proporsial tetap menjadi perhatian dalam rangka mendorong tercapainya pertumbuhan yang optimal.TINJAUAN TENTANG FUNGSI EKONOMI PEMERINTAH Fungsi ekonomi pemerintah terdiri dari tiga fungsi pokok. daerah adalah untuk sebagian kewenangannya kepada pemerintah melaksanakan fungsi alokasi. distribusi dan stabilisasi. dibidang ekonomi pemerintah. Fungsi distribusi 3).Fungsi stabilisasi. seperti dikemukakan sebagai berikut : Fungsi alokasi memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan penyediaan dan pelayanan barang-barang publik yang peruntukannya secara komunal dan tidak dapat dimiliki secara perorangan. yaitu: 1). devaluasi). namun untuk menuju kepada sistem pemerintahan yang efektif dan efisiens sebagian besar wewenang dan tanggung jawab pemerintah pusat didesentralisasikan kepada pemerintah daerah dan tetap menajdi wewenang dan tanggung jawab pemerintah pusat. yang ditujukan untuk mengatur dan mengurus perekonomian daerah dalam rangka menciptakan stabilitas perekonomian secara nasional. 157 . yang dijadikan referensi dalam usaha menemukenali dan merangkum pandangan mengenai fungsi ekonomi pemerintah. Pengertian penyerahan desentralisasi. Melalui tinjauan ini dikemukakan pandangan ekonomi tentang fungsi alokasi. dan kebijakan fiskal (keseragaman perpajakan). fungsi distribusi dan fungsi stabilisasi. Fungsi-fungsi tersebut menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah pusat. Masing-masing fungsi memiliki keterkaitan yang berbeda dalam perlakuanmya.

Disini bila kejadiannya berbeda dengan asumsi. barang publik lokal dan barang publik nasional. Menurut Stiglitz. Hal ini karena sangat terkait erat dengan barang-barang publik yang nilainya sangat besar. disebutkan ada 2 (dua) elemen yang selalu ada pada setiap barang publik. Sedangkan menurut King (1984 : hal 10). yaitu: Tidak dimungkinkannya menjatah barang-barang publik bagi setiap individu (orang-perorang). Fungsi Alokasi Kewenangan ekonomi yang paling utama dan memperoleh porsi yang terbesar bagi pemerintah daerah adalah fungsi alokasi. barang publik ini dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu. 1986 : hal 4). Menurut penyediaannya. Terdapat beberapa alasan yang melandasi adanya intervensi pemerintah dalam pengalokasian sumber daya sebagai dikemukakan berikut ini : Ekonomi kompetitif yang sempurna dengan asumsi-asumsi tertentu bahwa akan menjamin alokasi sumberdaya secara optimal. menyebutkan bahwa barang-barang publik dibatasi oleh dua sifat yaitu: Konsumsinya tidak dapat dibagi-bagi Tidak dapat dibagi-bagikan kepada orang-perorang. Sedangkan barang publik nasional adalah barang-barang yang penyediaannya oleh pemerintah pusat dengan perolehan keuntungan yang dinikmati oleh selain penduduk setempat juga masyarakat dalam suatu negara. Dalam hal produksi atau konsumsi sesuatu barang dan jasa menimbulkan biaya atau memberikan keuntungan eksternal terhadap produsen atau konsumen lain 158 . Barng publik lokal adalah barangbarang yang menurut penyediaannya oleh pemerintah daerah dan secara tehnologi layak & perolehan keuntungannya dinikmati oleh penduduk setempat. misalnya pasar jauh dari persaingan sempurna maka pemerintah akan turut campur tangan dalam pengalkasian sumberdaya. Sangat sulit untuk menjatah dan membagi-bagikan barang publik.Fungsi sdtabilisasi memiliki keterkaitan erat dengan fungsi mengatur variable ekonomi makro dengan sasaran untuk mencapai stabilitas ekonomi secara nasional. 1986 (dalam Syahrir.

Desentralisasi akan dapat menjamin kontrol yang lebih demokratis terhadap aparat. harga nol atau dengan memberikan perangsang kepada pihak swasta untuk penyediaannya. manakala mereka merasa tidak puas dengan pelayanan yang diperoleh didaerahnya. Pemerintah dari berbagai tingkatan harus saling bekerjasama dan jika salah satunya mengabaikan keingninan warganya maka mereka dapat melakukan tekanan pada pemerintah. ada 4 (empat) alasan mengapa penyediaan oleh daerah lebih berkesuaian dengan keinginan penduduknya. yaitu : Dalam sistem pemerintahan yang bertingkat. Akan tetapi diakui ada 159 . hal ini akan menimbulkan masalah yang terkait dengan penyediaan lokal. birokrat pada tingkat bawah memiliki pengetahuan yang lebih tentang keinginan penduduknya. 1984. Menurut King. dan mengatur tingkat produksi eksternal dengan cara lain.maka pemerintah akan turut campur tangan dengan mengatur pajak dan subsidi terhadap barang-barang tersebut. namun berbeda halnya bila penyediaan oleh pemerintah pusat ada kemungkinan penyediaannya secara seragam dengan daerah lainnya yang hal ini dapat terjadi kurang sesuai dengan selera penduduk setempat. Sebaliknya pemerintah juga cenderung menghambat konsumsi barang-barang yang dikonsumsi dalam jumlah sedikit (demirit) melalui kebijaksanaan pajak. Penyediaan oleh daerah menghasilkan barang dan jasa publik lokal yang lebih efisien dan penduduk menjadi lebih sadar akan biaya pelayanan. jika dibandingkan apabila dilakukan dengan sistem sentralisasi. Melalui desentralisasi secara umum akan dapat menumbuhkan inovasi dan menghasilkan eksperimentasi barang-barang publik. Penyediaan yang dilakukan oleh daerah akan lebih sesuai dengan kebutuhan dan selera penduduk setempat. Alasan-alasan yang mendukung peran alokasi oleh pemerintah daerah adalah : Kemungkinan besar akan terjadi perpindahan penduduk ke daerah lain. Ada kecenderungan bahwa pemerintah mendorong konsumsi barang-barang yang dikonsumsi dalam jumlah banyak (merit) melalui penyediaan dengan subsidi.

dimana beberapa beban pajak lokal dialihkan kepada bukan penduduk setempat. dapat terjadi keberadaan dan kemampuan pemerintah daerah dalam mengembangkan daerahnya menajdi ancaman dan kendala bagi pemerintah pusat di dalam menentukan kebijaksanaan. Kemungkinan terjadinya pengeluaran yang berlebih oleh birokrat dalam usahanya memaksimalkan kesejahteraan mereka. sehingga untuk menajmin stabilitas secara nasional perlu dilakukan pengendalian dan pengawasan yang intensif dari pemerintah pusat. Kemungkinan terjadinya pengeluaran yang berlebihan dari dana pinjaman/hutang yang berlebihan Kemungkinan terjadinya penyediaan yang berlebihan atas kegiatan ekonomi yang dibiayai dari pungutan pajak. Kemungkinan terjadinya penyediaan pelayanan kurang efisien sebagai akibat dari upaya menarik industri ke daerah atau menahan industri yang telah ada. Selain itu dari sisi persaingan. Efisiensi penyediaan pelayanan publik yang rendah.beberapa kelemahan yang dinilai kurang mendorong pelayanan yang efisien. Hal ini diperkuat dengan adanya beberapa alasan berikut ini : Kemungkinan terjadinya eksport. Pemerintah daerah kurang intensif menggali potensi yang berkembang dari penyediaan pelayanan. Fungsi Distribusi 160 . yang kemungkinannya dapat terjadi karena kurangnya pengalaman mengatur pengeluaran oleh pemerintah daerah. Masalah lain yang kemungkinan timbul dalam kaitan dengan desentralisasi fungsi alokasi ini adalah dengan cara apa dan bagaimana menggali potensi pajak yang sesuai untuk pemerintah daerahnya. dilain pihak kesejahteraan penduduk kurang mendapat perhatian. Pemerintah daerah mungkin mengabaikan keuntungan yang diperoleh dari faktor eksternal bagi mereka yang bukan penduduk setempat sehingga kurang penyediaan pelayanan bagi mereka padahal berpotensi mendatangkan keuntungan.

hal ini dianggap akan membuka peluang timbulnya masalah baru yang berkaitan dengan migrasi penduduk. Menurut Paully (1973.Fungsi distribusi dalam fungsi ekonomi pemerintah adalah sangat terkait erat dengan pemerataan kesejahteraan bagi penduduk di daerah yang bersangkutan dan terdistribusi secara proposial dengan pengertian bahwa daerah yang satu dimungkinkan tidak sama tingkat kesejahteraannya dengan daerah yang lainnya karena akan sangat dipengaruhi oleh keberadaan dan kemampuan daerahnya masing-masing. 161 . Kecilnya kewenangan dan dukungan yang dilimpahkan oleh pemerintah pusat dalam fungsi distribusi ini adalah didasarkan pada asumsi bahwa bila pelimpahan kewenangan dan dukungan pemerintah pusat cukup besar maka dikhawatirkan akan menimbulkan masalah yang berkaitan dengan distribusi pendapatan yang seragam dibeberapa daerah karena akan kurang memberikan inovasi dan rangsangan untuk mengembangkan potensi sumberdaya yang dimiliki atau yang tersedia di daerahnya. tingkat retribusi yang optimal akan lebih besar terjadi di daerah-daerah yang citrarasa pembayar pajaknya mendukung distribusi. Disisi lain bahwa kebijaksanaan retribusi tunggal yang seragam didasarkan pada rasa kekhawatiran bahwa bila diberlakukan kebijaksanaan yang tak seragam dan desentralisasi akan menyebabkan berpindahnya sebagian penduduk daerah tersebut kedaerah lain yang menjanjikan penghasilan yang lebih besar dibandingkan didaerah asal. Fungsi stabilisasi ini berkaitan erat dengan fungsi mengatur variabel ekonomi makro dengan instrumen kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Fungsi Stabilitas Sesuai dengan nama stabilisasi maka fungsi stabilisasi ini dimaksudkan untuk menciptakan stabilitas ekonomi suatu negara. Sedangkan menurut King (1984 : hal 33) harus ada suatu kebijakan dasar retribusi nasional dan pemerintah daerah seharusnya diijinkan untuk mengubah derajat distribusi diwilayahnya. (1984 : hal 32). dalam bukunya King. 1984 : hal 35). Kewenangan dan dukungan terhadap peran pemerintah daerah dalam fungsi distribusi ini tidak sebesar kewenangan dan dukungan dalam fungsi alokasi sebagaimana dikemukakan oleh King.

5). disebabkan akan adanya efek sampingan yang timbul akibat penggunaan instrumen yaitu kebijakan moneter dan kebijakan fiskal untuk mengontrol variabel ekonomi makro dan efek langsung dari penggunaan instrumen tersebut. sebagai akibatnya adalah akan terjadi migrasi penduduk dari satu daerah ke daerah lainnya yang memberikan peluang untuk memperoleh penghasilan yang lebih besar. konsekuen dan objektif. Bila masing-masing daerah diberikan kewenangan mencetak uang sesuai keinginan ataupun kebutuhan daerahnya. fungsi stabilisasi ini merupakan yang paling kecil kewenangan dan dukungannya terhadap peran pemerintah daerah dan bahkan hampir tak mendapatkan bagian untuk berperan dalam fungsi stabilisasi ini. Contoh riil dalam kebijakan moneter. 4). maka pemerintah pusat akan mengalami kesulitan dalam mengendalikan kestabilan harga-harga maupun tingkat inflasi yang terjadi didaerah.Diantara ketiga fungsi ekonomi pemerintah. 3). Ada peluang yang optimal bagi persaingan bebas yang sehat dan fair. PASAR BEBAS Karakteristik Pasar Bebas adalah: 1). Dan dalam hal kebijakan fiskal jika didesentralisasikan maka akan terjadi perbedaan penetapan pajak dan pengeluaran. Pendapat yang Mendukung: 162 . jika kebijakan moneter didesentralisasikan maka masing-masing pemerintah daerah akan mempunyai kewenangan melakukan kebijakan tersebut sesuai dengan kebutuhannya bahkan keinginannya. transparan. Disamping itu kecilnya kewenangan dan dukungan peran pemerintah daerah dalam fungsi stabilisasi. Adanya perlakuan yang sama dan fair bagi semua pelaku bisnis. Hal ini dilandasi oleh pemikiran bahwa fungsi stabilisasi berbeda antar satu daerah dengan daerah lain dalam suatu negara. 2). Memberi peluang yang optimal bagi perwujudan kebebasan manusia. Ada aturan yang fair. Adanya pemerataan ekonomi.

yang didasarkan pada teori hak moral. merupakan pendukung sistem pasar bebas tak teregulasi. 3). Kritik terhadap pendapat Adam Smith: Argumen utilitarian didasarkan pada asumsi-asumsi yang tidak realistis. Utilitas Pasar Bebas: Adam Smith (1723-1790) Pasar tak teregulasi dan properti pribadi akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar dari peraturan apapun yang diberlakukan. Adam Smith. Asumsi bahwa individu memiliki hak alami 2).II. Hak atas kebebasan. Individu dibiarkan bebas mencari kepentingannya sendiri di pasar bebas karena akan akan diarahkan menuju kesejahteraan publik oleh sebuah “tangan tak terlihat”. Karl Marx (1818-1883) Karl marx.Dua hak alami yang dilindungi pasar bebas yaitu: hak atas kebebasan dan hak atas properti. John Locke. Kritik atas Hak John Locke 1). Asumsi individualistik yang dibuat Locke serta konfliknya dengan kewajiban untuk memberikan perhatian. Pasar Bebas dan Hak:John Locke (1632-704). Konflik antara hak negati dan positif. setiap individu bebas mempertukarkan barang secara sukarela tanpa paksaan pemerintah. Konflik antara hak menurut Locke dengan prinsip. yang didasarkan pada teori2 utilitarian.prinsip keadilan. Pendapat yang Menolak. yang meyakini sistem kapitalis menciptakan 163 . 4). setiap inidvidu bebas memutuskan apa yang akan dilakukan dengan apa yang dimilikinya tanpa intervensi pemerintah. Menjamin bahwa ekonomi akan menghasilkan apa yang diinginkan konsumen dengan harga murah dan sumber daya yang efisien sehingga utilitas ekonomi masyarakat dapat dimaksimalkan. II. Hak atas properti.

Kegiatan ekonomi berlangsung selaras dan efisien Dalam persaingan sempurna setiap terjadi ketidakselarasan (misal kelebihan output) maka tanpa menunggu perintah dari pemerintah para pelaku pasar akan menyesuaikan posisinya. Efisiensi Alokatif. Faktor produksi digunakan dengan efisien 2). Efisiensi produktif. Kegiatan ekonomi dalam pasaran diatur dan diselaraskan dengan efisien 3). dicapai jika perusahaan beroperasi dengan biaya yang paling minimum yaitu bagian terendah dari AC (average cost). Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kuat 1).  Penentang utama sistem properti pribadi dan pasar bebas. Produktifitas dipacu karena diantara mereka bersaing dengan sangat ketat (timbul inovasi dalam banyak aspek) 164 . Kedua efisiensi ini dicapai hanya pada pasar persaingan sempurna (pasar bebas). Kebebasan berusaha mengakibatkan produsen bekerja dengan efisien dan lebih giat 2).  Mengasingkan manusia satu sama lain dengan memisahkan ke dalam kelas-kelas sosial yang bertentangan. Kritik terhadap sistem kapitalis: Hasil usaha pekerja dikuasai orang lain. Kebebasan pelaku ekonomi memilih bidang usahanya Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi 1.  Kapitalisme mengasingkan orang-orang dari diri mereka sendiri. Pertumbuhan ekonomi yang kuat 4).  Mengasingkan pekerja dari aktivitasnya sendiri. ketidakadilan. Kebaikan ekonomi pasar bebas 1). efisiensi ini dicapai apabila perusahaan beroperasi sedemikian rupa sehingga tingkat harga sama dengan biaya marjinal 2.

Akibat ekstern (eksternalitas) yang merugikan 2. 2). Manfaat sosial bersih (social net benefit) muncul jika eksternalitas yang menguntungkan melebihi eksternalitas biaya Kekurangan barang publik dan barang merit Barang publik. 3). Biaya pribadi. Mewujudkan kekuasaan monopoli dalam pasar 4. Biaya sosial. jasa keamanan umum/polisi. yaitu suatu barang yang karena alasan tertentu perlu dikontrol (merit bad.) Barang merit. Kegagalan membuat penyesuaian dengan efisien 5. pengamatan cuaca dll. Distribusi pendapatan tidak merata Akibat eksternal yang merugikan 1). yaitu biaya yang dikeluarkan produsen untuk membeli faktor produksi berkaitan dengan proses produksinya. yaitu yaitu biaya pribadi ditambah biaya yang ditanggung masyarakat akibat proses produksi yang dilakukan suatu perusahaan. Eksternalitas yang merugikan muncul jika biaya sosial melebihi biaya pribadi Manfaat sosial bersih (social net benefit) muncul jika eksternalitas yang menguntungkan melebihi eksternalitas biaya 4). misal rokok) atau digalakan produksinya (merit goods. misalnya: pendidikan) 165 . yaitu barang yang penggunaannya dilakukan bersama (misalnya: jalan raya.Kelemahan Ekonomi Pasar Bebas 1. Kekurangan barang publik dan barang merit 3.

bis dilihat pada gambar berikut: MO T P1 Po P2 G 0 P = price/harga Q=quantitas/jumlah S =Supply/penawaran S E MR D Q 166 .Dampak perdagangan bebas pada kesejahteraan usaha kecil/mikro Apabila banyak rakitan teknologi budidaya tanaman pertanin diadopsi oleh petani. struktur pasar untuk bermacam-macam industri pengolahn yang menggunakan bahan baku produk pertanian. maka produksi akan meningkat. Secara teoritis. Berlakunya sistem perdagangan bebas secara mekanisme pasar akan berdampak pada harga dan produk tersebut. sehingga produksi nsional meningkat juga. sehingga harga produk pertanian di pasar akan turun.

artinya ia berusaha umtuk memksimumkan keuntungannya. Apabila dilanjutkan dengan pertanyaan bagaimana kesiapan atau kesanggupan produsen kita untuk menjawab pertanyaan tersebut akan mendapat kajian dalam uraian ini. Mengapa harus UKM yang menjadi sorotan utama. Industri pengolahan pda kondisi ini akan berupa monopolistik dalam menjual produk olahan kepada konsumen. daripada hanya satu kekuatan pasar saja (monopoli atau monopsoni saja). tentu didasarkan atas beberapn alasan yang ditemukan melalui pengamatan nyata dan 167 . Monopolistik dan monopsonistik dri pihak industri pengolahan akan memperoleh kelebihan keuntungan sebesar P1P2GT. Industri pengolahan dalam membeli bahan baku produk pertanian dri produsen dan menjualny berupa produk olahan kepada konsumen. maka pembuat kebijakan haruslah mendukung kemitraan dalam agroindustri yang berkelanjutan. Kerugian yang ditnggung masyarakat adalah sebesar sama besar sebagaimana kerugian yang ditanggung petani. dan bertindak sebagai monopsonistik dalam membeli bahan baku dari produsen/petani.D= Demand/permintaan MR =marginal revenue/tambahan penghasilan Apabila aumsi yang digunakan adalah: biaya pemasarn sebesar nol. Jadi kehilangan kesejahteraan yang ditanggung oleh mayarakat lebih besar karena adanya dua kekuatan pasar monopoli dan monopsoni. dalam uraian ini. Untuk itulah. Sedangkan produsen bahan baku/ petaninya mengalami kerugian sebesar GET. Produk olahan akan dijual sebesar P2. sedangkan harga bahan baku sebesar P3 ( yaitu perpotongan antara MO dan MR. Berdasar pada kajian evaluatif terhadap performa kinerja pelaku-pelaku usaha kita khususnya usaha kecil dan menengah (UKM).

Kantor Menteri Negara Koperasi dan UKM tahun 2001). • Peranan usaha kecil dan menengah dalam pembentukan Produk Domestik Bruto cukup strategis. Usaha Kecil dan Menengah tahun 2001). Sedangkan usaha besar hanya tumbuh 197% (Deputi Pemasaran dan Jaringan Usaha.kajian / penelitian oleh berbagai pihak (pemerintah dan swasta. 3.66 triliun pacta tahun 2001 (sumber : Deputi Pemasaran dan Jaringan Usaha. • • • Prosesingnya 89. Input produksinya bertumpu pada sumber daya alam lokal.9 % membutuhkan teknologi sederhana dan bersifat padat karya. Kenyataan yang dapat dilihat. Terbukti Usaha Kecil dan Menengah serta Koperasi mampu menyerap 99. Kantor Menteri Negara Koperasi. 27. 168 . Pada umumnya menghasilkan barang-barang substitusi barang impor dan bersifat barang-barang konsumsi serta berpotensi ekspor. penyebaran menurut wilayah dan sektor / sub-sektor yang relatif lebih besar dibanding usaha besar.29 uiliun tahun 1997 meningkat menjadi Rp. serta koperasi dari sebesar Rp. dimana dalam kurun waktu 4 tahun (tahun 1997 -2001) terjadi peningkatan total ekspor Pengusaha kecil dan menengah. • Lebih tahan dalam menghadapi gejolak ekonomi yang terjadi. sedangkan industri kecil dan menengah terbukti dapat bertahan dan bahkan bertumbuh yang ditunjukkan dengan pertambahan nilai ekspor oleh usaha kecil menengah hampir tiga kali lipat (276%).4 % dari angkatan kerja. Beberapa alasan yang disebut ini penulis mengartikannya sebagai masukan (input) bagi UKM dalam usahanya untuk memposisikan dirinya dalam era perdagangan bebas. seperti halnya dalam masa-masa kriisis saat ini dimana industri besar banyak mengalami kejatuhan. perguruan tinggi) yang menyatakan: • Usaha kecil dan menegah memiliki populasi.

Hal ini akan membutuhkan dana yang cukup besar serta hasilnya tidak untuk jangka pendek.Selanjutnya penulis akann mencoba mengemukakan beberapa isu kritis bagi UKM yang juga dapat mempengaruhi kinerja Usaha Kecil Menengah.22 / 1999 dan UU. 169 .kota besar untuk kembali ke daerah disebabkan insentif yang kurang menjanjikan dari daerah. Kelemahan dalmn teknologi produksi ini akan dapat mempengaruhi kemampuan untuk mencapai skala ekonomis disamping pengaruh keterbatasan input produksi berupa bahan baku dan modal. • Masih kurang tertariknya rninat sumberdaya manusia yang telah terdidik dan memiliki kemampuan (keahlian) ymlg terpusat di kota.No. • Kurangnya capital yang dimiliki oleh pemerintah daerah yang akan dipergunakan dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan usahn melalui penyediaan sarana dan prasarana yang bersifat supporting dan penanganan usaha-usahn yang memerlukan capital yang cukup besar dinllina usaha kecil dan menengah tidak mampu mengelolanya. • Bagi wilayah yang telah memiliki sumberdaya yang selama ini belum atau kurang dieksploitir berarti dalatn rencana pemanfaatannya masih harus memerlukan upaya-upaya yang sangat mendasar dan berkelanjutan.No. • Penguasaan teknologi produksi yang relatif sangat beragam akan dapat mempengaruhi produktivitas. sehingga meningkatkan biaya transformasi sumberdaya antar regional. Bagi wilayah yang potensi sumberdayanya kurang memiliki nilni ekonomis atau bahkan kurnng atau tidak memiliki tentunyn aknn mempengaruhi kinerja produk yatlg ditatlgnni oleh wilayah tersebut. • Dengan berlakunya UU.25 / 1999 aknn dapat menambah tajamnya persaingan dalam pemanfaatan sumberdaya antar usaha domestik.

"bagaimana atau sejauh mana" prospektif UKM unluk dapat menghadapi tantangan dan peluang tersebut hingga dapat berkompetisi dan dapat memenangkan pasar global. tcrutama produk-produk elektronik. Thailand. Porter. 170 . Persaingan yang ketatpun antara negara-negara sedang berkembang sudah dan sedang tcrjadi.Masa perdagangan bebas bukan berarti menjadi momok atau ganjalan yang harus ditakuti oleh pelaku usaha. agro industri dan lainnya. dimana masing-masing negara. REFERENSI TEORITIS Proses liberalisasi perdagangan dunia akhir-akhir ini baik secara regional (lokal) maupun internasional menyebabkan persaingan global yang semakin ketal dan bahkan dapat menuju "hyper competitive". China. Malaysia di samping produk-produk dari negara Jepang yang memang sudah lebih dulu unggul. sepatu. akan tetapi UKM sebagai usahawan harus mampu melihat masa itu sebagai peluang dan sekaligus menjadi tantangan. Kembali pada persoalan dan bahasan pokok. pengusaha atau pelaku bisnis masing-masing akan bekerja secara produktif. produsen atau bagi setiap pelaku usaha sebab perdagangan bebas akan menuju terciptanya era "Persaingan Liberalisasi" (Competitive Liberalization). Pelaku bisnis yang kurang atau tidak mampu mengakomodirnya atau mereka yang tidak mampu menjawab tantangan tersebut. Sebagai landasan bahasan guna menghasilkan sesuatu sebagai sumbangan pemikiran yang dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi UKM dalam pertarungmmya di pasar global sebagaimana yang dikemukakan oleh M. Memang diakui bahwa perdagangan bebas akan membawa konsekuensi logis bagi setiap negara. Adapun negara-negara yang telah eksis dipasar dalam negeri adalah Korea. khususnya untuk produk-produk industri ringan seperti tekstil. otomotif dan lainnya. efisien dan efektif agar dapat bersaing di pasar bebas. perdagangan bebas dapat menjadi ancaman.

Sumber Daya Alam (physical resources). Firm Strategy. Factor Condition. Permintaan sebagai salah sarli faktor penting dalam menunjang keunggulan daya saing.Thn. Kondisi persaingan termasuk persaingan dalam negeri. Permodalan (capitall resources) dan Prasarana (infrastructure resources) b. saling bergantung dan saling mempengaruhi dapat dilihat dalam gambar berkut : 171 . Bagaimana keempat faktor ini saling berinteraksi. pertumbuhan pasar. d. Skala dan jumlah permintaan dalam negeri. Yaitu menjaga hubungan antara produsen dan pemasok (supplier) dengan menjaga dall mempertahankan lulai-nilai hubungan yang saling menguntungkan (value chain). Related & Supporting Industry. Yaitu strategi yang mcnyangkut struktur kelembagaan dan pennodalan serta kondisi persaingan. Ilmu Pengetahuan dnn Teknologi (knowledge resoulrces). dan trend permintaan pasar internasional c. Porter menawarkall kata kunci dalam memenm1gkan persaingan global yaitu "Competitive Adventage of Nation" Keunggulan bersaing suatu bangsa yang ditunjang oleh 4 faktor penentu yaitu: a. 1997. Demand Condition. Yaitu sumber daya (resources) yang dimiliki oleh suatu negara meliputi: Sumber Daya Manusia (human resources). dan kondisi permintaan dimaksud meliputi : Konsumsi dalam negeri.

di Jakarta paska bulan Pebruari 2001 dinyatakan dalam kategori baik. diarbsobsi dan diberlakukan oleh pelaku usaha (UKM) yang dihubungkan dcngan kondisi riilnya. Faktor ini juga turut mempengaruhi keputusan investor asing untuk 172 . Selain dari sisi kualitas tenaga kerja sisi kuantitas atau jumlah tenaga kerja yang tersedia juga sanggat mendukung peningkatan usaha-usaha yang bersifat padat karya.IMPLIKASI TEORITIS DAN TINJAUAN PRESPEKTIF Dengan mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Porter diatas berikut penulis akan melakukan bahasan tentang bagaimana faktor-faktor kunci tersebut dapat dipahami. a. Tentunya solusi untuk itu adalah perlunya lembaga pelatihan yang dapat merubah dan mengarahkan perilaku agar sesuai dengan tuntutan bisnis. FAKTOR CONDITIONS Sumberdaya Kualitas pengelolaan usaha oleh sumberdaya manusia yang berkiprah dalam dunia usaha kecil menurut hasil survey yang dikemukakan oleh Tim Lembaga Penelitian IPB dalanl Lokakarya Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Lokal Oalam Rangka Otonomi Daerah. Yang perlu mendapat perhatian adalah tentang adanya perilaku bisnis yang kurang mendukung.

karena masing-masing wilayah memproduksi barang yang ekonomis. dimana menurut realita bahwa produk-produk (tekstil. Bagaimana pemerintah daerah dapat menyikapi fenomena ini tentu termasuk juga mempengaruhi kesiapannya dalam menjalankan peningkatan ekonomi wilayah. Sebagai bahan pembanding boleh kita melihat bagaimana kemajuan industri padat karya yang dilakukan oleh negara China. Sumber daya alam Indonesia pada umumnya masih berupa sumber daya alam murni yang masih harus memerlukan olahan lebih lanjut untuk mendapatkan dan menambah nilai ekonomis. Pertamina dan sebagian usaha perikanan. Dengan kata lain masing. yang merupakan salah satu aset yang selama ini kita andalkan telah berkurang. Sumberdaya alam mumi selama ini lebih banyak digunakan sebagai input produksi bagi industri-industri besar termasuk logamn dan kimia. Kimia dan hasil tambang lainnya seperti yang dilakukan oleh Freeport. Hal lain yang berhubungan dengan sumber daya alam ini yaitu terjadinya keragaman pemilikan sumberdaya alam di masing-masing wilayah (daerah) sehingga diperlukan kejelian dalam menetapkan usaha strategis atau produk unggulan di masing-masing wilayah. Akan tetapi perlu kita renungkan kembali terjadinya eksodus tenaga kerja padat karya secara besar-besaran ke berbagai negara padat karya ke berbagai negara.bcrkiprah dalam dunia usaha di Indonesia. agar tercipta kondisi kompetisi yang saling menguntungkan. dengan memperhatikan biaya produksi yang ikut mendukung pcncapaian keunggulan komperative. Akibatnya kita kurang dan bahkan tidak mendapatkan nilai tambah dan nilai garda (multyflier effect) atas olahan tersebut.masing wilayah harus menyadari apakah lebih baik memproduksi atau membeli tentunya dengan dasar pertimbangan yang disebut di atas. yang selama ini Indonesia mengekspomya dalam bentuk murni sedangkan pengolahan selanjutnya dilakukan di negara lain. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 173 . Sumberdaya Alam Migas. elektronik dan sepeda motor) yang membanjiri pasar Indonesia saat ini adalah merupakan hasil industri padat karya. Sedangkan sumberdaya yang selama ini dikelola oleh industri kecil dan menengah lebih banyak sumberdaya yang bersifat hasil ikutan dari industri besar. Sebagai contoh.

Sehingga produk-produk yang kita miliki yang tadinya memiliki keunggulan komparative tidak tereksploitir seperti argo industri pertanian dan perkebunan. yaitu penyebaran atau distribusi Iptek di wilayah-wilayah juga bervariasi menurut kuantitas dan frekuensi aktivitas pembangunan yang telah berjalan di rnasing-masing wilayah.Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) mengandung makna yang tidak terpisahkan. Akan tetapi sesuai dengan sistem yang dipakai adalah penerimaan daerah yang bersumbcr dari barang dan jasa ini tersentralisir di pusat dan didistribusikan lagi ke daerah melalui aktivitas riel dan pelayanan masyarakat berupa penyediaan infrastruktur dan dana lainnya seperti fasilitas umurn dan sosial. adalah pembangunan Iptek dilakukan hanya untuk mengejar prestige di mata Internasional. perikanan dan peternakan. Data yang diperoleh dari pusat ini secara rational tidak akan mungkin dapat menghasilkan simpanan karena penetapan besarnya dilakukan melalui pcndekatan biaya. Persoalan lain juga sarna seperti pemilikan surnberdaya alam yang dikemukakan di atas. juga industri kerajinan. Artinya bahwa jumlah dana yang diterim tersebut akan dialokasikan untuk membiayai aktivitas yang telah ditetapkan dalam prinsip berimbng. Permodalan Untuk menghindari rasa apriori tentang permasalahan permodalan ini. yang jumlahnya dilakukan atas dasar pendekatan aktivitas pembangunan daerah. Terjadinya pengerahan dana yang sangat besar untuk pemilikan peralatall modal tidak rnendukung input produksi industri kecil. 174 . maka penulis lebih memfokuskan uraian mengenai kondisi permodalan yang ada di daerah nota bene pemerintah daerah. karena teknologi merupakan hasil penerapan ilmu pengetahuan. Kelemahan yang ada selama ini. Harus kita terima bahwa faktor Iptek masih memerlukan perjuangan yang sangat panjang. Rasionalnya bahwa pemerintah daerah bersumber dari pendaptan daerah yang diperoleh atas penyediaan barang dan jasa. Sumber kapital yang dimiliki oleh pemerintah daerah selama ini lebih banyak bersumber dari pemerintah pusat.

Dengan dernikian sudah dapat diperkirakan kondisi capital daerah secara umurn saat ini. Alternatif lain yang menjadi harapan untuk rnendapatkan dana penyanggah (revolving fund) dan penggerak (starting fttnd) bagi aktivitas ekonomi di daerah adalah masing-rnasing daerah harus rnenciptakan kondisi ekonorni menjadi menalik (favorable) bagi investor/penanam modal asing (H. Seharusnya peranan lembaga keuangan dan perbankan dapat menjadi tumpuan dalam rnengatasi kendala perrnodalan ini. Pembukaan jalan penghu. Untuk kedua fasilitas ini kerjasama antar pemerintah dan swasta sangat dibutuhkan. akan tetapi kondisi lernbaga keuangan clan perbankan saat ini sarna halnya dengan yang dialami oleh sektor riel. Hasil survei menunjukkan bahwa pada umumnya kondisi prasarana jalan dan alat komunikasi sudah menmdai terutama antar kota/propinsi. Menarik berarti bukan hanya dari segi substansi bisnis akan tetapi lebih menyangkut kenyamanan menyeluruh sebagaimana yang tersebut dalam indikator Country Risk sebagai salah satu pertirnbangan bagi investor asing. 1996). Penyediaan jalan lebih diharapkan kepada pemerintah sedangkan transportasi biasanya ditangani oleh swasta. apabila dihubungkan dengan tuntutan pernbangunan ekonorni daerah. Hady.bung illltara sentra produksi dilll pasar hendak11ya dapat memperhatikan mallfaat ganda terhadap mullculnya aktivitas ekonoll1i masyarakat disepanjLtng jalan tersebut. yang berarti memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berpLiftisipasi dalatn peningkatatl ekonomi sesuai dengilll batas kemampuan masing-masing. Artinya bahwa untuk menjumlahkan fungsinya sebagai lembaga penarik dan penyalurkan dana akan bertindak sangat selektif dengan prinsip nyaman dan cepat kembali. Kemudahan akses yang ditunjang oleh ketersediaan jalan yang merupakan alat transportasi akan memperlancar penyaluran dan distribusi bahan dan hasilbasil olahan. Prasarana Prasarana merupakan partisipasi pemerintah dalam upaya mendorong lancarrrya aktivitas ekonomi terutama menyangkut pembukan jalan ke sentra-sentra produksi pasar. akan tetapi perlu 175 .

Apakah memilih memenuhi permintaan dalam negeri dan luar negeri (dua-duanya) atau Apakah memilih salah satu. Dasar pertimbanganya tentu didasarkan atas besar. Angka-angka statistik menyatakan bahwa UKM telah ikut ambil bagian dalam mengisi pasar atau permintaan luar negeri dengan menyediakan bahan olahan. Tujuan yang ingin dicapai oleh setiap negara dalam memasuki pasar dunia adalah untuk mendapatkan manfaat perdagangan internasional (gain from trade). Sebagai contoh 176 . Setiap pengusaha akan didapkan pada pemikiran dalam pengambilan keputusan atau pilihan. Semakin besar permintaan berarti semakin besar pangsa pasarnya. Demikian halnya dengan industri atau dunia usaha. Pennintaan dapat dilihat dari dua sisi yang sekaligus menjadi sasaran pasar bagi pelaku usaha. Untuk itu pemenuhan akan kebutuhan dalan negeri melalui swasembada tetap menjadi faktor pertimbangan. Dengan demikian salah satu tolok ukur kinerja usaha adalah besarnya permintaan yang dinyatakan dalam besaran pangsa pasar. DEMAND CONDITIONS Permintaan merupakan nafas kehidupan bagi semua usaha (industri). bagaimana dengan impornya Karena perdagangan bebas bukan hanya kita lihatdari satu sisi akan tetapi kedua sisi (ekspor-impor). fisik dan rupiah yang diperoleh dapat merupakan indikator semakin baiknya posisi UKM dalam pasar dunia. Baik nilai.ditingkatkan mengingat pertambahan jurnlall alat transportasi yang kurang seimbang dengan kapasitas jalan yang tersedia. b. akan menjadi sia-sia kesiapan semua faktor-fator produksinya apabila permintaan sudah tidak ada lagi. Kembali pada keunggulan kompetitive yang berarti dipasar dunia kita boleh unggul akan tetapi juga harus diimbangi dengan penyediaan barang dalam memenuhi pennintaan dalam negeri.kecilnya penerimaan dari jenis pasar tersebut. yaitu pemlintaan dalam negeri dan permintaan pasar luar negeri. Yang perlu mendapat perhatian adalah apabila terjadi peningkatan ekspor diberbagai sektor.

rencana masuknya ayam dari negara USA ke Indonesia dengan harga yang sangat rendah dibanding dengan harga daging dalam negeri. Dalam perhitungan bisnis kita saat ini tidal akan bisa menyediakan harga seperti yang ditawarkan USA yang juga didukung oleh kwalitas dan higenisnya. Dengan berbagai alasan yang sangat diplomatis kita menolak. akan tetapi suatu saat alasan apapun yang kita akan buat bertujuan untuk melindungi usaha dalam negeri baik secara langsung maupun tidak itu telah melanggar komitmen perdagangan bebas, akibatnya kita akan mendapatkan sanksi yang resikonya jauh lebih besar dibanding resiko yang kita dapatkan apabila kita menerima tawaran impor tadi. Artinya kalau kita nenerima masuknya ayam dari pasar Iuar resikonya hanya terjadi pada produsen daging ayam. Asumsi kita produsen belum siap beralih belum mampu menciptakal produk yang kompetitive. Solusinya adalah pertama produsen harus berusaha agar tercipta barang yang mampu bersaing dalam hal harga. Kedua pengusaha tersebut keluar dari pasar dan mencari usaha yang bisa menghasilkan produk ran kompetitive. Keputusan seperti ini adalah yang terbuka atau bebas. Akan tetapi, apabila kita tolak dengan alasan diatas, maka semua produk kita yang masuk dalam pasar internasional akan mendapatkan sanksi.

c. RELATED & SUPPORTING CONDITIONS Hubungan Industri industri dengan pamasok bahan baku sangat menemukan keIangsungan prosesingnya. Hubungan yang dimaksud adalah hubungill1 yang dapat memberikan rasa nyaman terhadap pemasoknya. Rasa nyaman ini dapat berupa adanya jaminan harga clan kontuinitas permintaan terhadap bahan baku. Masih dapat kita ingat munculnya kasus-kasus yang dialami usaha kecil baik sebagai individu maupun sebagai kelompok yang tergabung dalam kelompokkelompok usaha peternak sapi perah, PIR kelapa sawit, TRI, petani cengkeh, petani jeruk. Pemasok yang disebut ini memiliki posisi tawar yang sangat lemah yang secara semu tercipta oleh kekuatan yang dimiliki industri skala besar. Usaha-usaha

177

perlindungan dari pemerintah dengan menerbitkan berbagai kebijakan seperti pola-pola kemitraan tak pemah menyelesaikan permasalahan. Hal ini dikarenakan kebijakan yang ada tersebut kurang menyentuh permasalahan yang sangat mendasar. Pendekatan yang dilakukan lebih didasarkan atas kepentingan kelangsungan industri. Kasus yang pernah terjadi hendaknya menjadi perhatian selanjutnya lnisalnya; untuk menjaga stabilitas harga pasokan susu terjadi pembuangan susu hasil produksi petani. Terjadinya gejolak harga cengkeh, terjadi instruksi penebangan pohon cengkeh, terjadinya spekulasi harga jeruk oleh penaInpung/pemasar tunggal, terjadinya pembusukan jeruk dari petani. Demikian halnya yang terjadi di pabrik gula, kelapa sawit dan kasus- kasus lainnya termasuk penetapan harga dasar gabah yang sampai saat ini tetap menjadi permasalahan yang tak pernah berakhir. Hubungan yang nyaman antara pemasok input produksi dengan pihak industri bukan persoalan sesaat, akan tetapi jauh ke depan. Sungguh akan bisa menjadi pennasalal1an barn apabila di era perdagangan bebas ini, input produksi yang kita miliki juga harus menjadi komoditi ekspor karena terciptanya peluang bagi pemasok untuk mencari pasaI' yang kompetitive.

Persyaratan Strategi Fokus Konsep Potier yang selalu didasarkan atas aplikasi teori dengan praktek bisnis tidak diragukan lagi, dimana salah satunya adalah menyangkut hubungan antara pemasok dengan pihak industri yang digambarkan dalam bentuk rantai nilai (value chain) dia menekankan adanya nilai-nilai yang disepakati untuk dipertahankml dan dijaga kelangsungannya oleh kedua belah pihak (muttually). d. FIRM STRATEGY Kita sekarang sedang berada pada masa yang penuh dinamika dengan pergerakan yang sangat tinggi dan cepat yang terjadi dalam semua aspek kehidupan. John Naisbitt menyebutnya sebagai the most exciting decade, sedangkan Ravi Batra menyebutnya sebagai the cade of great depression. Dunia usaha saat ini telah bergerak menjadi satu pasar dunia dengan ciri pasar yang 178

efisien dan transparan mencakup daerah antar daerah dan negara antar negara. Daerah atau negara yang tidak dapat efisien dan transparan akan terlindas oleh dinamika yang berjalan begitu cepatnya. Untuk itu kembali Porter menawarkan tiga strategi pilillan yang disebut strategi generik (Generic strategies) dalam menghadapi posisi yang demikian. Penulis mengangkat satu dari strategi tersebut yang dianggap relevan dalam menghadapi persaingan di pasar dunia dan dunia usaha kita mempunyai kapasistas untuk mencapainya. Strategi tersebut adalah strategi fokus. Strategi ini mengandung dua varian yaitu fokus biaya (overall cost leadership) dan diferensiasi (differentiation), dengan memenuhi beberapa persyaratan. Persyaratan ini merupakan pilihan bagi setiap satuan pelaku bisnis baik pemerintah daerah dalam perannya sebagai pelaku usaha dalam perusahaan yang dikelola pemerintah daerah ataupun dalam menjalankan perannya sebagai lembaga / instansi sebagai stimulator dan supporting bagi aktivitas ekonomi daerah secara umum.

179

regional maupun internasional. padi/beras (7). Sistem agribisnis Thailand. Komoditas buah-buahan dan sayur-sayuran telah menjadi komoditas potensial ekspor Thailand. Dari laporan ekspor yang dikeluarkan oleh Departmen of Business and Economics Thailand (1995). Terobosan Thailand dalam dunia agribisnis bukan hanya berhasil meningkatkan kemapanan sektor agribisnis dalam ekonomi nasional Thailand. karet (8) dan produk perikanan kalengan(10). disebutkan bahwa dalam kurun waktu 19901994. dan tanaman hias) mendapat pengakuan internasional dalam satu dasa warsa terakhir di abad ke 20 ini. di samping produk-produk agribinis lainnya seperti daging dan ternak unggas. Perkembangan sektor agribisnis tersebut merupakan hasil kerja keras dengan perencanaan yang matang dan terpadu. baik di pasar domestik. empat komoditas agribisnis yang berhasil menduduki peringkat 10 besar komoditas ekspor Thailand. Namun di sejumlah Negara termasuk di Indonesia. Perkembangan tersebut didukung oleh komitmen tinggi dari semua pihak yang berkompeten untuk mewujudkan sisten agribisnis Thailand yang tangguh dan kompetitif. khususnya dalam pengembangan komoditas hortikultura (buah-buahan.Pola kemitraan agroindustri dalam era perdagangan bebas Agribisnis Hortikultura Thailand Thailand dikenal dunia sebagai negeri Gajah Putih. Thailand dikenal pula sebagai negara penghasil Hortikultura dan diakui bahwa Thailand telah berhasil pengembangkan agribisnis buah-buahan dan sayur-sayuran. yaitu udang (peringkat 5). 180 . serta melibatkan semua unsur yang terkait dengan memanfaatkan potensi sumberdaya yang ada. tetapi juga berhasil meningkatkan citra positif Thailand sebagai pelopor pengembangan agribisnis di kawasan ASEAN. sayur-sayuran.

Dengan kata lain. mungkin berguna sebagai informasi bagi pengembangan agribisnis di Indonesia pada umumnya. Keunggulan dalam mengidentifikasi komoditas yang memiliki prospek bisnis dan pertumbuhan pasar yang tinggi. Hal ini dimaksudkan untuk menurunkan biaya produksi. terutama untuk menembus pasar luar negeri. akhirnya harga produksi menjadi lebih rendah (low cost) sehingga lebih kompetitif di pasar domestik dan di pasar internasional.Misalnya. Thailand memiliki keunggulan di bidang penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan bibit unggul melalui rekayasa bioteknologi. terutama pasar ekspor. melalui pembiayaan dengan kredit berbunga rendah. dukungan dari Menteri Pertanian dan Koperasi dan Universitas Kasetsart sebagai institusi pendidikan tinggi pertanian yang terkenal. Keunggulan dalam memfungsikan Badan Penyuluhan Pertanian Daerah (BPPD). terutama dalam melakukan terobosan riset rekayasa pertanian dan bioteknologi. sehingga pengembangannya diarahkan untuk komoditas-komoditas potensial tersebut. Demikian pula dukungan dari lembaga keuangan dan pembiayaan seperti Bank of Agriculture and Agricultural Cooperation (BAAC). sebagai berikut: 1. juga sebagai sarana penyedia informasi pasar bagi petani dalam kaitannya dengan perencanaan jenis dan kuantitas produksi. 4. 3. 181 . Thailand lebih memfokuskan pengembangan pada beberapa komoditas yang memiliki prospek bisnis tinggi. selain berfungsi sebagai sarana bimbingan pertanian. Keunggulan dalam memainkan strategi pemasaran yang andal dan efektif untuk penetrasi pasar. maka semua perwakilan Thailand di luar negeri ditugaskan melakukan market intelejent untuk mengumpulkan informasi pemasaran. dan selanjutnya informasi tersebut disebarkan melalui media massa dan lembaga-lembaga terkait seperti BPPD. 2. Keunggulan Pengembangan Agribisnis Thailand Berikut ini dipaparkan beberapa keunggulan sistem pengembangan agribisnis Thailand. bioproses dan kultur jaringan. Untuk tujuan penetrasi tersebut.

Dalam hal penyaluran kredit perbankan. Sistem pengembangan agribisnis diarahkan ke integrasi dengan agroindustri hilir. sehingga integrasi vertikal sistem komoditas beroperasi dengan efisien. Perwakilan Thailand di luar negeri ditugaskan untuk melakukan market intelejent untuk mengumpulkan informasi pemasaran. terutama kegunaan waktu (timeutility) dan kegunaan bentuk (form utility) melalui upaya pengolahan. antara lain: 1. Keunggulan-keunggulan tersebut secara terpadu menciptakan kekuatan sinergik untuk mencapai integritas sistem komoditas agribisnis yang tinggi. 182 . Dengan kata lain perbedaan antara harga yang dibayar konsumen dan harga yang diterima petani (harga produsen) relatif kecil. Kredit pertanian yang berbunga rendah dan tanpa agunan. pengalengan dan pengemasan. termasuk Indonesia. 7. Dengan demikian. Kiat-Kiat Pemasaran Produk Agribisnis Thailand Sukses ekspor hortikultura Thailand menggambarkan bahwa banyak elemen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan agribisnis. walaupun pihak perbankan memiliki komitmen yang tinggi untuk menjalankan kebijakan tersebut. dan menelaah peluangpeluang pasar yang potensial di negeri masing-masing tempat mereka bertugas. Dalam usaha merambah pasar luar negeri. terutama yang disediakan oleh BAAC. kecuali dalam hal penyaluran kredit pertanian yang tetap diintervensi dengan berbagai kebijakan. sehingga marjin pemasaran relatif rendah.5. intervensi pemerintah Thailand relatif kecil. yang memungkinkan mekanisme pasar dapat berjalan dan efisiensi sistem pemasaran dapat tercipta. Dengan penciptaan kegunaan waktu dan bentuk. Pemerintah Thailand lebih banyak berperan sebagai fasilitator dan controller dari pada sebagai regulator system pemasaran. tidaklah berlebihan jika pengembangan sisten agribisnis di Thailand patut dicontoh oleh negara-negara lain. 6. Kemampuan yang tinggi untuk mempendek rantai pemasaran komoditas. memungkinkan produk-produk pertanian dan hasil olahannya dapat bertahan lebih lama dan menjangkau pasar lebih jauh. dengan tujuan untuk menciptakan kegunaan (utility). Di samping itu. intervensi pemerintah dalam pengaturan pasar relatif kecil. Thailand memiliki kiat-kiat khusus di bidang pemasaran produk-produk agribisnis.

Frekuensi keikutsertaan pengusaha agribisnis dalam trade fair di luar negeri semakin ditingkatkan dengan tujuan promosi dan perkenalan produk. di mana promosinya dibantu oleh masyarakat Thailand di sekitar restoran tersebut. perkenalan personal bisnis. terutama orchid farm yang menampilkan teknik budidaya. buah-buahan serta penampilan hiasan bunga pada semua acara kenegaraan. serta mempelajari peluang-peluang kerjasama. 183 .2. (d) pasar swalayan di luar negeri dipasok dengan air cargo delivery dan sistem konsinyasi. (f) kerjasama terpadu antara pengusaha. demonstrasi bunga hias dan penawaran pasar. dengan harapan memperkenalkan potensi pengembangan daerah produsen baru tersebut kepada masyarakat di daerah lain. di mana ide-ide dan motivasi pengusaha berkembang dengan mendapat dukungan dari pemerintah untuk merealisasikannya. (c) menghidangkan berbagai produk makanan. Upaya memperkenalkan produk agribisnis dan makanan khas Thailand dilakukan dengan cara: (a) masyarakat Thailand di luar negeri mengundang rekan-rekannya untuk acara seremonial sambil menikmati makanan khas Thailand. Promosi di dalam negeri Thailand dilakukan melalui: (a) agrowisata. (b) kerjasama antara restoran dengan perusahaan biro perjalan untuk memasukkan acara makan malam dalam rangkaian acara yang dijadwalkan. (b) mendirikan restoran-restoran khas Thailand di luar negeri yang dilengkapi dengan acara kesenian Thailand. 3. 4. melalui penampilan gambar-gambar dan profil komoditasnya yang indah. (c) kerjasama antara media masa dengan pengusaha agribisnis untuk mempromosikan produk-produk agribisnis Thailand dengan biaya yang rendah. (d) brosur dan leaflet yang indah dan lengkap menggambarkan profil komoditas yang mudah diperoleh di mana-mana. masyarakat dan pemerintah sangat langgeng dan berkesimbangungan. (e) upaya untuk mempromosikan daerah produsen baru bagi masyarakat dari daerah lain terus digalakkan melalui pameran produk. baik dengan atau tanpa membukan L/C.

6.5. Federation of Thai-industry Assoiation (FTA). ongkos ditetapkan pada tingkat yang kompetitif. di samping kebijakan-kebijakan yang langsung berpengaruh terhadap perdagangan dan ekspor komoditas. Dengan demikian pengawasan mutu produk menjadi suatu strategi penting untuk meraih pangsa pasar yang besar. Perusahaan penerbangan itu menyediakan ruang istimewa yang dialokasikan untuk barang-barang yang tak tahan lama. sehingga kinerja agribisnis di Indonesia dalam hal pemasaran produk agribisnis/agroindustri dapat ditingkatkan. Berbagai kiat positif tersebut diharapkan dapat menjadi pelajaran dan pertimbangan dalam perencanaan dan pelaksanaan pengembangan agribisnis yang berorientasi pada pasar global. Segala upaya yang terusmenerus itu selalu berorientasi pada pasar. Peningkatan kinerja pemasaran tersebut diharapkan akan mendorong peningkatan produktivitas 184 . dan dari pemerintah/lembaga keuangan sampai pengusaha). Kebijakan kargo udara. 7. Hal ini menunjukkan bahwa sukses ekspor produk agribisnis Thailand merupakan hasil kerja keras bertahun-tahun yang melibatkan banyak pihak (dari raja/ratu sampai pekerja agribisnis. Penampilan produk meliputi penyempurnaan tingkat keseragaman bentuk dan warna. Penampilan dan mutu produk mendapat perhatian serius dalam upaya menembus persaingan di pasar global. dan teknik pengemasan. di samping upaya-upaya yang mengefisienkan operasi sistem komoditas. terutama dengan board of trade (BOT). dari dosen/peneliti sampai masyarakat umum. Koordinasi antara instansi pemerintah dengan asoiasi-asosiasi sangat baik. dan Thailand Banking Assosiation (TBA). Salah satu elemen penting dari keseluruhan strategi adalah keterlibatan Thai Airways secara aktif untuk meningkatkan usaha-usaha itu. dan fasilitas cold storage diatur untuk pengiriman. Berbagai masukan yang berharga dari asosiasi-asosiasi tersebut menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan yang berkaitan dengan upaya meningkatkan pangsa pasar produk agribisnis dan agroindustri serta dukungan pendanaan yang cukup. keberhasilan. Yang sangat penting adalah kegiatan agen-agen yang secara langsung melayani industri. Kebijakan pemerintah secara realistik dikaitkan dengan kemampuan dan kebutuhan industri. selain menjaga mutu yang tinggi.

1999. Amin & Pakpahan). yang selanjutnya akan berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Boediono.agribisnis di Indonesia. Ekonomi Manajerial. Ekonomi Mikro Terapan Untuk Manajemen Bisnis. DAFTAR PUSTAKA Arsyad. Microeconomic Theory.. Richard A. Pembiayaan Pemerintah Daerah : Praktek-praktek Internasional dan Relevansinya bagi Negara Dunia Ketiga. 1982. penerbit UI Jakarta. Lincolon. 1971. Davey. Yogyakarta. BPFE-Yogyakarta Billas. khususnya petani. (terjemahan oleh Amalluah. 1988. Mc Graw-Hill Kogkusha. K. Ekonomi Mikro. 185 .

Saragih. Prisma. 1986. PrenticeHll. 1998. Sunaryo T. BPFE. Mikro Ekonomi. Ekonomi Manajerial. 1991. New Jersey. Pelayanan dan Jasa-jasa Publik : Telaah Ekonomi serta Implikasi Sosial Politik. Gramedia. Englewood Clifts. Sudarman & Algifari. 1995. “Kumpulan Pemikiran Agribisnis: Paradigma Baru Pembangunan Ekonomi Berbasis Pertanian”. Applied Economics and Public Policy. Ekonomi Mikro-Makro.Just Richard E.2002. BPFE-Yogyakarta. Wijaya F & Sudarman A. Bungaran.1982. 12. 1974. 186 . Yogyakarta. Yayasan Persada Mulia Indonesia Samuelson & Nordhus.Inc. Erlangga. Jakarta. Teori Ekonomi Mikro. no. Sjahrir. Aplikasi Teori Ekonomi Mikro.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.