Perancangan Pengujian Perangkat Lunak

Ahmad supriyono Jurnal Testing & Implementasi Sistem E 2007 – 53 - 223 PERANCANGAN PENGUJIAN PERANGKAT LUNAK BERORIENTASI OBYEK: BERBASIS

STATUS (STATE-BASED TESTING) Dalam pengembangan perangkat lunak, tahapan pengujian (testing) merupakan proses yang penting dalam menentukan tingkat kebenaran perangkat lunak. Pengujian perangkat lunak merupakan aktifitas yang sangat mahal dan dapat menghabiskan waktu. Jika proses pengujian dapat dilakukan secara otomatis, maka efisiensi pengujian akan meningkat dan biaya pengembangan perangkat lunak dapat dikurangi. Oleh karena itu pengujian otomatis harus dirancang dengan baik agar dapat menemukan klasifikasi kesalahan secara sistematis dan dapat diperbaiki dalam waktu dan usaha yang minimal. Teknologi perangkat lunak berorientasi objek telah meningkat dengan cepat dalam hal perancangan dan pemrograman. Saat ini banyak penelitian dalam teknologi informasi dalam rangka pengembangan perangkat lunak terfokus pada tahapan pengujian. Pengujian terbagi atas sejumlah aktifitas yaitu pengujian unit, pengujian integrasi dan pengujian sistem. Pengujian unit difokuskan pada pengujian bagian terkecil (blok) program. Pengujian integrasi menguji kebenaran interaksi antara bagian-bagian sistem perangkat lunak yang diuji. Proses pengujian ini mengkombinasikan dan menguji bagian-bagian sistem secara bersama-sama. Pengujian sistem dilaksanakan ketika sistem telah diinstall sesuai dengan platform dan digunakan untuk menunjukkan apakah sistem sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan objektivitasnya atau bukan. Teknik pengujian dikelompokkan atas pengujian kotak putih (white box testing) dan pengujian kotak hitam (black box testing). Pengujian kotak putih bertujuan untuk menguji struktural program, sedangkan pengujian kotak hitam bertujuan untuk menguji fungsional perangkat lunak. Dalam pengujian berorientasi objek, unit terkecil adalah objek dan class, sistem merupakan sekumpulan komunikasi-komunikasi antar objek. Class sering dirancang untuk menerima urutan pesanpesan tertentu yang mengakibatkan respon class terhadap pesanpesan tersebut menjadi berbeda-beda Hal ini selanjutnya disebut dengan perilaku (behavior) class. Perilaku tersebut dapat dikendalikan dengan nilai yang ter-enkapsulasi, urutan pesan atau keduanya. Masalah yang dapat muncul adalah bagaimana menguji perilaku class terhadap semua kombinasi nilai-nilainya dan apakah kombinasi Testing & Implemestasi Sistem 1

Sistem Informasi @ 2010

Testing & Implemestasi Sistem 2 Sistem Informasi @ 2010 . Pengujian Perangkat Lunak Berorientasi Objek Pengujian adalah suatu proses pengeksekusian program yang bertujuan untuk menemukan kesalahan (Berard. Model yang dihasilkan pada analisis dan perancangan harus diperiksa terutama dalam hal :1. Consistency. yaitu kesesuaian model dengan domain permasalahan di dunia nyata. pengujian model analisis dan perancangan adalah hal yang sangat penting. Semantic correctness. dan 2. Pengujian dinamik merupakan eksekusi dengan data uji untuk menemukan kesalahan dalam kode. Perangkat lunak berorientasi objek berbeda dari perangkat lunak procedural (konvensional) dalam hal analisis. dan pewarisan (inheritance) yang membutuhkan dukungan pengujian tertentu. dengan alasan SBT menggunakan model transisi-status dapat mencakup semua objek yang ada. Selain itu. Dalam sistem berorientasi objek. yaitu kesesuaian kelas dengan objek turunannya maupun kesesuaian asosiasi kelas dengan kelas lainnya. Pengujian terhadap analisis dan model perancangan. 1994). pengujian juga bertujuan untuk menunjukkan kesesuaian fungsi-fungsi perangkat lunak dengan spesifikasinya. namun model menjadi kompleks karena mencakup semua karakteristik class. Pengujian terhadap proses pengembangan sistem dan dokumendokumen pendukung. struktur dan teknikteknik pengembangannya. Pengujian dapat dikategorikan atas : 1. Pada tulisan ini akan dibahas bagaimana pengujian berbasis status (State-Based Testing /SBT). perancangan. keanekaragaman (polymorphism). Proses berarti sejumlah aktivitas yang didukung oleh dokumen yang mendeskripsikan aktivitas-aktivitas. berarti model tersebut benar secara semantik. Pengujian sebaiknya menemukan kesalahan yang tidak disengaja dan pengujian dinyatakan sukses jika berhasil memperbaiki kesalahan tersebut. dilanjutkan pada hasil perancangannya. 3. Bahasa pemrograman berorientasi objek mempunyai ciri-ciri adanya pembungkusan (encapsulation). Jika model merefleksikan dunia nyata secara akurat. Fokus pengujian perangkat lunak berorientasi objek dimulai pada hasil analisisnya.Ahmad supriyono Jurnal Testing & Implementasi Sistem E 2007 – 53 .223 tersebut benar. 2. Pengujian statik merupakan inspeksi kode untuk menemukan kesalahan logic. Pengujian secara statik dan dinamik untuk implementasi. Tujuannya adalah mencari kesalahan sedini mungkin dalam proses. tetapi kesalahan dalam kode untuk sistem yang besar dan kompleks tidak dapat dihindarkan. dan diakhir pada hasil pemrogramannya (Rochimah. 1997).

Boris Beizer memberikan beberapa aturan untuk pengecekan model “Transisi-status”. Cek status yang tidak terjangkau dan status mati. namun mempunyai beberapa kelemahan yaitu : 1. Siegel (1996) mendefinisikan tiga model fungsional yang digambarkan dalam struktur objek model pengujian State-Transition Model Transisi dalam pengujian method (operasi) suatu class menunjukkan konsep perilaku class. yaitu : a. Verifikasi bahwa status telah merepresentasikan himpunan satus dengan benar. Cek terhadap ketetapan satu tansisi untuk setiap kombinasi “eventstate”. Dalam pengujian class. b. Cel model untuk semua kemungkinan event suatu class. dimana simpul menyatakan status dan busur menyatakan transisi. Model ‘transisi-status’ digambarkan dengan grafik. bukan dari kode. e.Ahmad supriyono Sistem E 2007 – 53 . Setiap model mempunyai konstruksi atau aturan yang menjadi dasar dalam langkah-langkah pengujian. mudah menyebabkan kesalahan sehingga perlu menguji model seperti halnya menguji kode. Lakukan pengecekan. State (Status) suatu objek adalah kombinasi dari semua nilai atribut. Untuk model dinamik objek. dimana pada status tersebut tidak ada lintasan atau transisi.223 Jurnal Testing & Implementasi Model Uji (Test Model) Berbagai model pengujian perangkat lunak berorientasi objek diusulkan oleh para peneliti. misal dengan representasi matriks sebagai kombinasi kemungkinan status dan event. termasuk method (operasi) yang tidak ada atau method yang tidak sesuai dengan kebutuhan selama transisi. Cek aksi yang tidak benar(invalid). Dalam beberapa metoda perancangan berorientasi objek menggunakan model StateTransition untuk merepresentasikan perilaku class. Model “transisi-status” dapat mencakup keseluruhan perilaku class. Testing & Implemestasi Sistem 3 Sistem Informasi @ 2010 . sehingga lebih produktif dibanding dengan model lainnya. yaitu transisi dari setiap status untuk setiap method dalam class dan cek spesifikasi perancangannya. d. Setiap method dalam class mengekspresikan beberapa elemen dari keseluruhan perilaku class. Karena model dibentuk dari spesifikasi kebutuhan. status bersifat statik. perlu ditambahkan transisi dari satu status ke status lainnya dan terjadilah suatu aksi. c. Pada saat tertentu.

e. Setiap kasus uji harus diidentifikasi secara unik dan secara eksplisit diasosiasikan dengan class yang diuji 2. Metoda perancangan kasus uji untuk perangkat lunak berorientasi objek yang diusulkan Berrard (dalam Pressman. Tujuan pengujian harus ditetapkan dengan jelas 3. c. Rencana Uji (Test Plan) Perancangan pengujian dilakukan dengan menyiapkan standarstandar yang harus dipenuhi dalam proses pengujian. Namun pemakaian “transisi-status” secara hirarki dapat mengurangi kompleksitas tersebut. Jika tidak sesuai dengan standar. 1997) adalah : 1.223 2. sekumpulan kondisi yang harus dieksekusi dan hasil yang diharapkan berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. SBT juga melakukan validasi interaksi yang terjadi antara transisi dan status suatu objek. Langkah-langkah pengujian harus dikembangkan untuk setiap kasus uji dan berisi : a. Daftar pesan (message) dan operasi yang akan dieksekusi sebagai akibat pengujian. 3. Teknik Pengujian Berbasis Status (State-based testing / SBT) Pengujian berbasis status adalah bentuk implementasi pengujian class. Nilai tersebut merepresentasikan status dari suatu objek. Hal utama dalam SBT adalah pengujian nilai yang disimpan dalam suatu objek pada suatu saat. d. Standar-standar tersebut harus terdokumentasi dengan baik. Model perilaku dapat mengakibatkan hilangnya kendali dan data yang salah. b. maka proses pengujian telah menemukan kesalahan. Oleh karena itu perlu adanya asumsi yang sama tentang perilaku class yang didasarkan pada kebutuhan dengan asumsi yang dibuat oleh pemrogram. Daftar status tertentu untuk objek yang diuji. Suatu status dapat didefinisikan sebagai nilai vektor [McG-93] : V = Testing & Implemestasi Sistem 4 Sistem Informasi @ 2010 . maka model menjadi kompleks.Ahmad supriyono Jurnal Testing & Implementasi Sistem E 2007 – 53 . Informasi tambahan yang membantu pemahaman dan implementasi pengujian. Kasus uji terdiri atas sekumpulan masukan untuk pengujian. Daftar kondisi eksternal (misalnya mengubah lingkungan eksternal perangkat lunak). StateChart dapat digunakan untuk membantu dalam SBT. Daftar exception yang mungkin terjadi karena objek yang diuji. Karena model mencakup seluruh perilaku class dan superclass-nya.

A dan B. 3. berpindah dari status tersebut. Pengujian berbasis status terhadap suatu class dapat dilihat method yang mempengaruhi status dalam empat kemungkinan berikut ini : 1. mengubah status objek ke status yang tak terdefinisi.223 <a1. Jika suatu objek mempunyai dua atribut.kotak yang merupakan interseksi antara baris dan kolom menentukan status selanjutnya dan keluaran. 2. Tabel status disebut juga tabel transisi status. . mengubah status objek ke status yang tidak sesuai. Himpunan status S suatu objek adalah produk kartesian dari himpunan status setiap atribut. Suatu aksi (action) dapat terjadi selama terjadi transisi dari satu status ke status lainnya. (T. .1}.0). a2. atribut dan hubungan antar objek dalam suatu sistem.0). direpresentasikan dengan baris dan kolom sebagai berikut : . 4. Hal ini disebut kejadian (event).0. Sekelompok nilai-nilai tersebut mempengaruhi perilaku (behavior) statu objek. Implementasi Pengujian Berbasis Status Implementasi sistem pengujian ini dimulai dengan membangun model objek yang memperlihatkan struktur data statik dari sistem dunia nyatanya Program Uji Program uji sebagai file program sumber ditulis dalam bahasa Testing & Implemestasi Sistem 5 Sistem Informasi @ 2010 . ….setiap kolom menyatakan kondisi masukan/transisi. Transisi merupakan perubahan dari satu status ke status lainnya yang disebabkan oleh statu event.1). An> . (T.Ahmad supriyono Jurnal Testing & Implementasi Sistem E 2007 – 53 . (F. dimana setiap ai merupakan nilai current dari atribut suatu objek. Perubahan status dapat terjadi sebagai akibat dari antar objek saling mempengaruhi. maka himpunan status objek adalah {(T. Model objek merepresentasikan kemungkinan perilaku objek. berarti terjadi kesalahan. State Table (Tabel Status) merupakan suatu model yang digunakan untuk menggambarkan perilaku sistem. berarti terjadi kesalahan. jika ada. (F.setiap baris menyatakan status. Setiap method dari suatu class mengekspresikan beberapa elemen secara keseluruhan perilaku class. (F. mengubah status objek ke status baru yang sesuai.-1). dimana A dalah Boolean dan B = {1. Perancangan status harus didasarkan pada observasi perilaku objek.1)}.1). Status suatu objek hádala kombinasi dari seluruh nilai-nilai atribut yang terkandung dalam objek. Transisi sebagai konsep perilaku class.

full . yang berisi satu definisi class lengkap dengan atribut dan operasinya (method). penuh (full) atau di antaranya (not full). dapat didefinisikan beberapa method. jika ukuran = n Digunakan atribut tambahan count untuk menyatakan ukuran relatif data dalam stack.delete(integer) : untuk menghapus data dari stack . Kondisi-kondisi yang terjadi pada stack adalah kosong (empty). yaitu empty. Selain itu. {Definisi class turunan} <id_class> = class<id_superclass> <definisi atribut> <definisi operasi> end.Ahmad supriyono Jurnal Testing & Implementasi Sistem E 2007 – 53 . Studi Kasus Pada studi kasus pengujian berbasis status pada program berorientasi objek diberikan deskripsi singkat tentang struktur penyimpanan data dengan STACK berikut ini Suatu class STACK (of array) untuk penyimpanan data dengan sifat operasi stack adalah first-in last-out. untuk menyatakan bahwa stack penuh maka dapat dilihat dari ukuran stack yang diwakili oleh fungsi size yang bernilai Boolean. jika ukuran stack = n (missal ditentukan n adalah ukuran stack maksimum) .add(character.notfull . dan full. Dari hasil rancangan class. Aturan sintaks program uji adalah : <id_class> = class <definisi atribut> <definisi operasi> end. Program yang akan diuji tersebut telah benar secara leksik dan sintaks.empty . Untuk mengakses data dalam stack.initStack() : untuk menyatakan konstruksi objek stack Testing & Implemestasi Sistem 6 Sistem Informasi @ 2010 . Dengan keterangan ukuran STACK adalah : . Dari deskripsi tersebut dapat ditentukan status-status untuk class STACK.integer) : untuk menyatakan character apa yang ditambahkan pada stack dan berapa ukuran stack akibat penambahan data tersebut .223 Pascal Objek. notfull. jiks 0 < ukuran < n . operasi-operasi yang ada adalah tambah data (PUSH/add) dan hapus data (POP/delete). yaitu : .

<full.->.1) Notfull (count = 1) notfull Add(‘b’.initStack() Empty (count = 0) empty Add(‘a’.<full.…>.2) Notfull (count = 2) notfull Delete() Notfull (count = 1) notfull Delete(1) Empty (count = 1) empty Add(‘c’.isEmpty.size() : untuk mengecek ukuran stack Dari deskripsi tersebut dapat dinyatakan dalam table contoh perubahan status berikut ini Contoh Perubahan Status Objek dari Class STACK Current state Fungsi yang dieksekusi Status berikut (validasi terhadap nilai status) -.notfull>.notfull>.notfull>.sizes.->} Program Uji Stack Unit programuji.<empty. <empty. NotFull.add. <notfull.delData. Identifikasi Kasus Uji : a. <empty.notfull>.223 .NotFull NotFull NotFull NotFull {NotFull.add. isEmpty c.notfull>.dst ……dst ……………dst Tabel 2.add.notfull>.…> Himpunan Kasus Uji {<empty.isEmpty.Empty>.delData.delData. Full b.sizes. Const Max = 10. Full} Full Full Full NotFull – Rencana Uji 1.<notfull.. Daftar Method : Add.<notfull. Type TStack = class Testing & Implemestasi Sistem 7 Sistem Informasi @ 2010 . Daftar Exception : <empty. <full. Tabel status dari deskripsi sistem Transisi Status size isEmpty Del_data Add Empty Empty Empty .delData. Empty} {NotFull.full>.sizes.isEmpty() : untuk menyatakan apakah stack kosong atau tidak .full>.delData.Ahmad supriyono Jurnal Testing & Implementasi Sistem E 2007 – 53 . Sizes.add.<notfull. delData. <notfull. Tujuan pengujian : menguji perilaku class STACK 2.isEmpty.1) Notfull (count=1) ….empty>.empty>.<full. Daftar Status : Empty.<full.

.Add(x:string). End.DelData(var x:string).Constructor. End.Max] of char. Procedure Constructor. Tab_char : array[1. Procedure TStack. Procedure Add(x :string). Implementation Procedure TStack. Procedure TStack. Testing & Implemestasi Sistem 8 Sistem Informasi @ 2010 . End. Begin Size := max.223 Size : integer. End. Begin If top<size then Begin Top := top+1.Ahmad supriyono Jurnal Testing & Implementasi Sistem E 2007 – 53 . Procedure DelData(var x : string). Var S : TStack. Top : integer. Tab_char[top]:=x. Top := 0. Empty NotFull Full start isEmpty Sizes isEmpty sizes delData add delData add isEmpty add sizes delData Retno Hendrowati “Pengujian Perangkat Lunak Berorientasi Obyek” 187 Function sizes : integer. Function isEmpty : Boolean.

add(‘b’) NotFull Add NotFull 2 OK S.instance yang diuji adalah S Hasil Pengujian Program uji : programuji.Sizes NotFull Sizes NotFull 3 OK S.223 Begin If top>0 then Begin X := tab_char[top]. Begin If top = 0 then isEmpty := true else isEmpty := false.Sizes:integer.isEmpty : Boolean.add(‘d’) NotFull Add NotFull 4 OK S.add(‘a’) Empty Add NotFull 1 OK S. end. End. Top := top-1.Ahmad supriyono Jurnal Testing & Implementasi Sistem E 2007 – 53 .nilai batas ukuran STACK adalah 10 (nilai batas inilah yang dijadikan atribut peubah status class) . End. Function TStack. end. Function TStack. End.add(‘f’) NotFull Add NotFull 6 OK S.pas Data uji Current state Fungsi eksekusi Next state Nilai status Hasil S. Dari program uji tersebut terlihat bahwa : . Begin Sizes := top.add(‘e’) NotFull Add NotFull 5 OK S.add(‘c’) NotFull Add NotFull 3 OK S.add(‘g’) NotFull Add NotFull 7 OK Testing & Implemestasi Sistem 9 Sistem Informasi @ 2010 .

Boris.add(‘i’) NotFull Add NotFull 9 OK S.Ahmad supriyono Jurnal Testing & Implementasi Sistem E 2007 – 53 . Pengujian berbasis status ini termasuk dalam pengujian unit dan semi statik-dinamik. o salah nama objek yang diuji. 1990. Pacheco. yaitu benar sintaks dan nilai atribut untuk uji (nilai status). Issues in the Testing of Object-Oriented Software.add(‘h’) NotFull Add NotFull 8 OK S. maka proses pengujian gagal dan tidak menghasilkan tabel pengujian. Daftar Pustaka Beizer. 1994. New York: Sam Publishing Testing & Implemestasi Sistem 10 Sistem Informasi @ 2010 . o salah nama method. Xavier. .add(‘j’) NotFull Add NotFull 10 OK S. First Edition. namun salah nilai atribut. Kesalahan data uji tersebut meliputi o salah sintaks.jika pengujian benar. Hal ini dikarenakan rumit dan kompleksnya interpretasi setiap method dengan nilai parameter yang akan diuji. Borland Delphi Developer’s Guide. New York: Van Nostrand Reinhold Berard. Berard Software Engineering Inc.com. Statik. Edward V. maka menghasilkan FAIL. Penutup Dari uraian di atas dapat dinyatakan bahwa pengujian berbasis status pada perangkat lunak berorientasi objek dilakukan dengan aturanaturan dalam representasi data uji yang didasarkan pada kasus uji. Dinamik karena penguji dapat memberikan deskripsi transisi status sesuai dengan sistem yang akan diuji. . Software Testing Techniques.jika terjadi kesalahan dalam pengisian data uji. 1995.223 S.toa.. Perilaku status yang direpresentasikan dalam transisi status sangat membantu dalam mendeskripsikan perilaku class berdasarkan kondisi-kondisi dari nilai instance-nya. article at www.jika pengujian benar sintaks. karena implementasinya masih terbatas pada satu class program uji (yaitu STACK). 2nd Edition. maka hasil uji adalah OK.add(‘k’) NotFull Add NotFull 10 FAIL Dari table hasil pengujian tersebut bahwa : .

Penerapan Method Berarah Objek pada Kasus Penjadwalan. The Approach for sistem testing. A Method for Automatic Class Testing (MACT) Object Oriented Program Using A State-based Testing Method.Ahmad supriyono Jurnal Testing & Implementasi Sistem E 2007 – 53 . Software Engineering a Practitioner’s Approach. Rochimah. Bandung: Institut Teknologi Bandung Rumbaugh. 1997. RSBC corp. 1996. Software Testing Analysis and Review Testing & Implemestasi Sistem 11 Sistem Informasi @ 2010 . James. Object Oriented Modelling and Design. Canada: John Wiley & Sons Inc. Shel.223 Pressman. Binder. 1997. et al. 1995. New York: Prentice-Hall International Siegel. Object Oriented Software Testing an Hierarchical Approach. Testing Object : State-based testing. Singapore: Mc. Chicago: Object Magazine. Roger S. et al. 1991. Fifth European Edinburg: Conf. 1997. Tsai. Robert V.Graw Hill Inc. 4th edition. Siti.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful