P. 1
Laporan Reaksi-reaksi Logam Repaired)

Laporan Reaksi-reaksi Logam Repaired)

|Views: 2,667|Likes:

More info:

Published by: Meity Jolanda Karoma on Sep 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK

REAKSI-REAKSI LOGAM
Nama Nim Kelompok : Meity Jolanda K : H31108262 : III ( Tiga )

Hari/Tgl. Perc.: Selasa, 21 September 2010 Asisten : Kardinopel Kombong

LABORATORIUM KIMIA ANORGANIK JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2010 BAB I

dan sifat-sifat mekanik yang dimiliki oleh logam. adalah kemudahan suatu logam kehilangan elektron untuk menjadi kation. Mudahnya logam teroksidasi merupakan sifat penting. maka dilakukanlah percobaan ini untuk mengetahui bagaimana reaksi-reaksi logam dan kereaktifan logam jika direaksikan dengan air. biasanya digunakan indikator. daya hantar. Kebanyakan logam secara kimianya bersifat kurang stabil dan mudah bereaksi dengan oksigen dalam udara dan membentuk oksida dengan jangka waktu yang berbeda-beda tiap logam. baik itu sifat kimia maupun sifat fisiknya. Hal itu dapat dilihat dari daya pantul. kira-kira tiga perempatnya dikelompokkan sebagai logam. . Logam memiliki banyak sifat fisis yang berbeda dari sifat-sifat fisika padatan lainnya. meskipun logam-logam ini sangat beraneka ragam sifatnya namun. Reaksi reduksi-oksidasi dapat terjadi sebab adanya sifat dari logam yang disebut elektronegatifitas dimana ada yang dapat menarik elektron dan melepas elektron. yang membedakan mereka dari unsur-unsur yang lain. sehingga dalam reaksi redoks terjadi kenaikan dan penurunan jumlah bilangan yang disebut bilangan oksidasi. Istilah reaktivitas dalam memberikan sifat logam. Beberapa logam memilki warna nyala yang spesifik dan untuk mempertegas warna yang dihasilkan.1 Latar Belakang Lebih dari seratus unsur. terdapat beberapa sifat khas yang mempersatukannya. Logam yang sangat reaktif mudah kehilangan elektron dan karenanya mudah dioksidasi. Dari beberapa teori yang telah dituliskan diatas.PENDAHULUAN 1.

1. Zn.2. Fe. kta dapat melihat dan mengetahui bagaimana reaktifitas suatu logam alkali dan alkali tanah serta dapat membandingkan . Zn. Menentukan daya reduksi logam Al. Fe. 1. Kereaktifan logam alkali ditentukan dengan mereaksikan logam natrium dengan air yang diberi perlakuan (kertas saring diletakkan pada permukaan air dalam cawan petri). dan Cu dengan serbuk iodin menggunakan katalis air. Kereaktifan logam alkali tanah dengan mereaksikan logam magnesium dan logam kalsium dengan air yang diberi perlakuan dengan cara pemanasan.2.2 Manfaat Percobaan Melalui percobaan ini. 1.1 Prinsip Percobaan Sifat reduksi oksidasi logam ditentukan dengan mereaksikan serbuk Al.2 Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu.1 Maksud Percobaan Maksud dari percobaan ini adalah untuk mempelajari sifat reduksi dan oksidasi bahan kimia serta sifat kereaktifan logam alkali dan alkali tanah. 2. dan Cu terhadap iodin. Mengetahui sifat kereaktifan logam alkali (Na) dan logam alkali tanah (Mg dan Ca) dalam air. Dan untuk melihat hasil reaksi dari logam alkali dan alkali tanah maka ditambahkan indikator PP.1. 1.2 Maksud dan Tujuan Percobaan 1.

reaktifitas dari kedua logam tersebut. BAB II TINJAUAN PUSTAKA . Dapat juga dilihat bagaimana kemampuan suatu logam dalam mereduksi suatu zat pengoksidasi.

io. Reduksi sebaliknya adalah suatu proses yang mengakibatkan diperolehnya satu elektron atau lebih oleh zat (atom. 1985) : 1. dan dalam proses itu zat itu direduksi. Setiap oksidasi-reduksi (redoks) reaksi dapat langsung dibagi menjadi dua reaksi setengah. karena itu berlaku juga untuk proses dalam zat padat.Reaksi reduksi – oksidasi (redoks) ialah reaksi yang menyebabkan terjadinya perubahan bilangan oksidasi pada atom-atom yang bersangkutan (Sukardjo. dalam proses itu zat ini dioksidasi. Jika didefenisikan dengan lebih cermat. disini terjadi pemindahan elektron dari satu atom ke atom lain. Bila suatu unsur dioksidasi. keadaan oksidasinya berubah ke harga yang lebih positif. maka reaksi reduksioksidasi adalah (Svehla. lelehan maupun gas. keadaan oksidasi berubah menjadi lebih negatif (kuang positif). Defenisi reduksi ini juga sangat umum dan berlaku juga untuk proses dalam zat padat. Defenisi oksidasi ini sangat umum. karena elektron-elektron yang dilepaskan oleh sebuah zat harus diambil oleh zat yang lain. yaitu (Sukardjo. ion. 1985): 1. Mekanisme transfer elektron. 1991). . Suatu zat pengoksidasi adalah zat yang memperoleh elektron. Bila suatu unsur direduksi. Oksidasi dan reduksi selalu berlangsung dengan serempak. 1985). Ini sangat jelas. atau molekul). Mekanisme redoks ada dua macam. Oksidasi adalah suatu proses yang menyebabkan hilangnya satu elektron atau lebih dari dalam zat (atom. 3. atau molekul). lelehan maupun gas. Jadi suatu zat pereduksi adalah zat yang kehilangan elektron. Dimana elemen mengalami oksidasi dan satu di mana elemen mengalami reduksi (Jolly. 2.

dan liat.76 Tembaga adalah logam merah muda. molekul atau ion. serta sedikit grafit.1. Ia melebur pada 659 0C. yang dihasilkan oleh penambahan beberapa tetes larutan garam dari logam-logam ini. Bila terkena udara. biasanya besi mengandung sejumlah kecil karbida. logam ini cukup mudah ditempa dan liat pada 110 – 150 0C.34 V .2. Jarang terdapat besi komersial yang murni. yang liat dan dapat ditempa. objek-objek aluminium teroksidasi pada permukaannya. disini reduktor dan oksidator terikat satu dengan yang lain. Zat-zat pencemar ini memainkan peranan penting dalam kekuatan struktur besi.0. Mekanisme transfer atom. tetapi lapisan oksida ini melindungi objek dari oksidasi lebih lanjut (Svehla. 1985). Aluminium adalah logam putih. Zn2+ + 2eZn Eo = . Logamnya yang murni.66 Besi yang murni adalah logam berwarna putih perak. yang lunak. (+0. Al3+ + 3eAl Eo = . mempercepat reaksi ini. dapat ditempa. dengan jembatan atom. Karena potensial elektroda standar positif. bubknya berwarna abu-abu. Besi dapat dimagnitkan (Svehla. fosfida. Ia melebur pada 1535 0C. Ia melebur pada 1038 0C. adanya zat-zat pencemar atau kontak dengan platinum atau tembaga. dan sulfida dari besi. Zink melebur pada 410 0C dan mendidih pada 906 0C. melarut lambat sekali dalam asam dan alkali. 1985).77 Seng (zink) adalah logam yang putih kebiruan. Ini menjelaskan larutnya zink-zink komersial (Svehla. 1985). silisida. Fe3+ + eFe2+ Eo = 0. Melalui jembatan ini elektron berpindah dari satu atom ke atom lain. yang kukuh adn liat.

tetapi akan berlanjut dengan adanya O2 dibawah tekanan serta panas. 2008). Mg. Reaktifitas logam alkali dengan oksigen meningkat dari atas ke bawah dalam golongannya (Tim dosen kimia. Dalam udara atau O2 pada 1 atm. Dengan air. logam-logamnya terbakar. Logam alkali dapat bereaksi dengan air membentuk hidroksida logam alkali dengan melepaskan gas hidrogen.untuk pasangan Cu/Cu2+). 1989). Cu2+ + 2eCu Logam alkali mempunyai energi resonansi rendah dan kecenderungannya kuat melepaskan elektron valensi tunggalnya. ia tak larut dalam asam klorida dan asam sulfat encer. Na2O2. cukup reaktif sehingga jarang ditemukan secara bebas dialam. Yang lainnya harus ditangani dengan menggunakan argon (Cotton dan Wilkinson. Sr dan Ba. gumpalan besar Na juga bereaksi dengan ledakan. Na dan K dapat ditangani di dalam air meskipun cepat menjadi panas. . Rb dan Cs membentuk superoksida MO2 (Cotton dan Wilkinson. Perbedaan yang mendasar terdapat pada ukuran kation yang ditunjukkan oleh reaksi dengan O2. NaO2. Logam-logam alkali sangat elektropositif dan bereaksi langsung dengan sebagian besar unsur lain dan banyak senyawaan dengan pemanasan. Lithium biasanya yang paling kurang reaktif sedangkan Cs adalah yang paling reaktif. Lithium hanya memberikan Li2O dan sedikit runutan Li2O2. logam ini juga cukup reaktif namun tidak sereaktif jika dibandingkan dengan logam alkali. Na bereaksi hebat. Ca. 1985). K menyala dan Rb serta Cs bereaksi dengan menimbulkan ledakan. peroksida bahkan superoksida yang ketiganya menghilangkan bentuk kilapan logamnya. Li. menghasilkan superoksida. 1989). K. Na biasanya memberikan peroksida. Logam-logam alkali tanah adalah Be. meskipun dengan adanya oksigen ia bisa larut sedikit (Svehla. dapat membentuk oksida.

. iodine padat. kertas saring. BAB III METODE PERCOBAAN 1. 2008).1 Bahan Percobaan Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu serbuk logam besi (Fe). serbuk logam seng (Zn). serbuk logam tembaga (Cu). logam magnesium (Mg).Konfigurasi elektron terluarnya adalah ns2. logam natrium (Na). logam kalsium (Ca). stronsium dan barium cukup reaktif dengan air dingin. aquadest. serbuk logam aluminium (Al). Reaktifitas logam alkali tanah dengan air sangat berbeda-beda yaitu. Energi ionisasi pertama dan kedua dari logam ini menurun dari berilium sampai ke barium dan khusus untuk berilium di alam lebih cenderung berbentuk molekular dibanding berbentuk ionik terutama oksidanya berbentuk oksida amfoter bukan aksida logam yang berbentuk basa (Tim dosen kimia. memiliki kecenderungan melepaskan kedua elektron terluarnya membentuk ion M2+ dengan bentuk konfigurasinya meyerupai konfigurasi gas mulia yang stabil dan karakter ini meningkat dari berilium ke barium. dan tissue rol. Be dan Mg dapat membentuk oksida diatas suhu kamar dan Ca. magnesium bereaksi lambat dengan air mendidih dan kalsium. berilium tidak bereaksi dengan air. 2008). indikator fenolftalein (PP). korek api. Sr serta Ba dapat membentuk oksida pada suhu kamar (Tim dosen kimia. Dengan oksigen juga bervariasi dan meningkat dari atas kebawah dalam golongannya.

3 Prosedur Percobaan 1. Diamati perubahan yang terjadi dan dicatat. 1. Fe. pinset. Diletakkan kertas saring di atas permukaan air (diusahakan agar kertas saring mengapung di permukaan). dan Cu. Dengan menggunakan pinset.2 Alat Percobaan Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini adalah tabung reaksi.1 Daya Reduksi Logam Atas Iodin Disiapkan cawan petri yang bersih dan kering.2 Kereaktifan Logam Alkali Disiapkan cawan petri yang bersih dan kering. Diambil logam natrium dalam minyak tanah dan dikeringkan dengan tissue. Kemudian didalamnya dimasukkan serbuk aluminium kemudian dimasukkan serbuk iodin dengan perbandingan 1:3. Kemudian dimasukkan air dengan menggunakan pipet tetes. Diamati dan dicatat perubahan yang terjadi. sendok tanduk.3. pipet tetes.3. Dicatat perubahan yang terjadi. Diulangi prosedur diatas untuk logam Zn. kemudian didalamnya dimasukkan air ke dalam cawan petri. gelas kimia. diletakkan logam Natrium di atas kertas saring dalam kaca arloji. Diaduk kedua serbuk tersebut sampai merata. gegep. batang pengaduk. . dan diamati dan dicatat perubahan yang terjadi. 1.1. Ditambahkan indikator fenolftalein (PP). cawan petri. dan bunsen.

Aluminium Besi Seng Tembaga √ √ √ √ .BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. 2. 3.1 Tabel Pengamatan 4. 4.1 Tabel Pengamatan Daya Reduksi Logam Atas Iodin No Logam Setelah dicampurkan iodine Setelah ditambahkan air Reaksi hebat (H). dan lemah (L) H S H L Warna uap Ungu Ungu Ungu - 1. sedang (S).

2 Reaksi I.4.2 Tabel Pengamatan Sifat Kereaktifan Logam Alkali No 1.1. Logam gelembung dipanaskan sedang(S). 2. 2Na(s) + 2H2O(l) III. .3 Tabel Pengamatan Sifat Kereaktifan Logam Alkali Tanah Reaksi Timbul Setelah hebat (H).1. Setelah dibersihkan kemudian alat dikeringkan denga tissue agar tidak ada air yang tersisa pada alat karena percobaan ini menggunakan air sebagai katalis sehingga jika ada air reaksi akan berlangsung sebelum diinginkan untuk bereaksi. dan lemah (L) setelah + PP Timbul nyala. sedang Warna larutan perlakuan (S). H Ungu letupan dan gas 4. Mg(s) + 2H2O(l) Ca(s) + 2H2O(l) 4. 1. 4.3 Pembahasan H2O H2O AlI3(aq) + H2O(l) + I-(g) ↑ FeI2(aq) + H2O(l) + 2 I-(g) ↑ ZnI2(aq) + H2O(l) + 2 I-(g) ↑ H2O H2O CuI2(aq) + H2O(l) + 2 I-(g) ↑ 2NaOH(aq) + H2(g) ↑ ↑ Mg(OH)2(aq) + H2(g) ↑ Ca(OH)2(aq) + H2(g) ↑ Pertama-tama pada percobaan ini. Logam Natrium Setelah Reaksi hebat (H). alat-alat yang akan digunakan harus dibersihakan terlebih dahulu agar tidak ada zat-zat yang melekat pada alat yang dapat mengganggu proses reaksi nantinya. gas timbul gas dan lemah (L) Magnesium √ L Kalsium √ S Warna larutan Ungu muda Ungu pekat No . Al(s) + 2 I2(S) Fe(s) + 2 I2(s) Zn(s) + 2 I2(s) Cu(s) + 2 I2(s) II.

logam Na tidak melompat dari dalam cawan petri. kertas saring kemudian diletakkan diatas air agar jika logam Na diletakkan diatas air. Percobaan yang ketiga yaitu kereaktifan logam alkali tanah. Zn dan Cu setelah dicampurkan dengan serbuk iodin dan diaduk merata. Namun setelah ditambahkan air. Zn dan Cu) dicampurkan dengan serbuk iodin kemudian ditetesi dengan air fungsinya adalah sebagai katalis. langsung timbul nyala disertai dengan gas berwarna putih dan pada . tidak terjadi reaksi. Logam Fe bereaksi dengan sedang dan menghasilkan uap berwarna ungu tetapi hanya sedikit. karena serbuk logam dan serbuk iodin tidak dapat ataupun lambat bereaksi karena memiliki partikel yang besar. Al bereaksi dengan hebat dan menghasilkan uap berwarna ungu yang sangat banyak dan pekat. setelah logam alkali tanah didalam air dipanaskan dan terjadi reaksi dimana dapat dilihat adanya gelembung-gelembung udara. Setelah direaksikan. Percobaan kedua pada logam alkali (Na) setelah logam diletakkan diatas kertas saring. setelah serbuk logam (Al.Percobaan yang pertama yaitu daya reduksi logam atas iodin. Sedangkan logam Cu bereaksi dengan sangat lambat dan tidak terlihat uap berwarna ungu yang keluar. setelah cawan petri diisi dengan air. Fe. Percobaan yang kedua yaitu kereaktifan logam alkali. Percobaan pertama pada logam Al. Logam Zn bereaksi dengan hebat dan menghasilkan uap berwarna ungu yang banyak tetapi tidak sebanyak logam Al. kemudian ditambahkan dengan indikator PP untuk mengetahui hasil dari reaksi logam alkali tanah dengan air. ditambahkan indikator PP adalah untuk mengetahui hasil dari reaksi logam Na dengan air. Fe.

pada Ca reaksi berlangsung sedang. Fe. sedangkan pada Mg reaksi berlangsung lambat. Hasil ini sesuai dengan teori yang menyatakan logam alkali lebih reaktif dibandingkan logam alkali tanah karena logam alkali lebih cenderung melepaskan 1 elektron terluarnya sedangkan logam alkali tanah harus melepaskan 2 elektron terluarnya. Dan setelah ditambahkan indikator PP diperoleh larutan berwarna ungu karena menghasilkan senyawa NaOH yang bersifat basa. namun setelah dipanaskan terjadi reaksi ditandai dengan adanya gelembung-gelembung udara. dan Cu. . Dan setelah ditetesi dengan indikator PP diperoleh larutan berwarna ungu muda pada Mg dan ungu yang lebih pekat pada logam Ca. dapat dilihat bahwa kecepatan mereduksi logam berturut-turut adalah Al. dapat dilihat bahwa logam alkali lebih reaktif dibandingkan dengan logam alkali tanah. Hal ini sesuai dengan teori deret volta dimana potensial reduksi Al lebih besar dibanding Zn kemudian Fe dan terakhir adalah Cu. Menurut percobaan diatas.akhir reaksi terjadi letupan kecil. Percobaan ketiga pada logam alkali tanah (Ca dan Mg) setelah logam dimasukkan kedalam air tidak terjadi reaksi apapun. Menurut percobaan diatas. Zn.

1 Kesimpulan Kesimpulan dari percobaan ini yaitu urutan daya reduksi logam terhadap iodin adalah Al>Zn>Fe>Cu dan golongan alkali lebih reaktif jika dibanding dengan golongan alkali tanah.2 Percobaan Saran untuk percobaan adalah sebaiknya pengamatan hasil difoto sehingga dapat dibandingkan secara benar serta lebih dapat diingat hasilnya.1 Laboratorium Saran untuk laboratorium adalah sebaiknya lemari asam diperbaiki agar bisa digunakan dengan baik pada saat melakukan praktikum.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. 5. .2.2. 5.2 Saran 5.

2008...DAFTAR PUSTAKA Cotton. H. W. Berkeley. Svehla. L. Kimia Koordinasi. 1991. 1989. G. A. PT Kalman Media Pustaka. Jakarta. University of California. Kimia Dasar. Makassar. Jakarta. UI-Press. PT Bina Aksara. Jakarta.. Modern Inorganic Chemistry. Tim dosen kimia. Jolly. 1985.. F. UPT MKU Universitas Hasanuddin. Sukardjo. dan Wilkinson. 1979. . L.. Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro.A. Kimia Anorganik Dasar. dan Pudjaatmaka. G. diterjemahkan oleh Setiono.

LEMBAR PENGESAHAN .

Makassar. Kardinopel kombong Lampiran 1 REAKSI-REAKSI LOGAM PROSEDUR 1 Reaksi-reaksi logam dengan Iodin Logam Al Meity Jolanda K • • • • • • Dimasukkan ke dalam cawan Petri Dicampurkan dengan iodine Campura n Diaduk dengan batang pengaduk dalam keadaan kering sampai campuran merata Ditambahkan air dengan pipet tetes Diamati perubahan yang terjadi Diulangi dengan logam lain dan dicatat perubahannya Hasil . Praktikan. 21 September 2010 Asisten.

Lampiran 2 PROSEDUR 2 Reaksi logam-logam Alkali Tanah dengan Air Campura n • Dimasukkan kedalam tabung reaksi 5 mL aquadest + sekeping logam • • • • Pada tabung ditambahkan pita Mg Diamati apa yang terjadi Dipanaskan perlahan-lahan di atas Bunsen dan digoyang-goyangkan agar panasnya merata Diamati perubahan yang terjadi Hasil .

Lampiran 3 PROSEDUR 3 Reaksi logam Alkali dengan Air Air • dimasukkan secukupnya ke dalam cawan Petri Air dalam cawan petri • • • kertas saring ditambahkan pada permukaan air di dalam cawan Petri (diusahakan mengapung) logam Na yang telah dikeringkan dan dibersihkan dari minyak disimpan di atas kertas saring yang mengapung di dalam cawan Petri yang berisi air diamati apa yang terjadi Hasil .

Lampiran 3 PROSEDUR 3 Reaksi logam Alkali dengan Air Air y dimasukkan secukupnya ke dalam cawan Petri Air dalam cawan petri y y y kertas saring ditambahkan pada permukaan air di dalam cawan Petri (diusahakan mengapung) logam Na yang telah dikeringkan dan dibersihkan dari minyak disimpan di atas kertas saring yang mengapung di dalam cawan Petri yang berisi air diamati apa yang terjadi Hasil .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->