INOVASI PADA DIMENSI PERENCANAAN PROSES PEMBELAJARAN FISIKA DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUMTINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

Oleh: M. Agus Martawijaya NIM. 09A17002 A. PENDAHULUAN Dalam perjalanan sejarah, kurikulum pendidikan nasional kita telah mengalami perubahan, dimulai dari kurikulum 1947, kurikulum 1952, kurikulum 1964, kurikulum 1968, kurikulum 1975, kurikulum 1984, kurikulum 1994, kurikulum 2004, dan kurikulum 2006. Perubahan tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi, dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Hal ini disebabkan oleh kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis disertai berbagai inovasi sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Semua perubahan kurikulum nasional dirancang berdasarkan landasan yang sama, yaitu Pancasila dan UUD 1945, perbedaanya pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan dalam merealisasikannya. Perubahan kurikulum tersebut tentu disertai dengan tujuan pendidikan yang berbeda-beda, karena dalam setiap perubahan tersebut ada suatu tujuan tertentu yang ingin dicapai untuk memajukan pendidikan nasional kita. Di dalam http://www.jambiekspres.co.id/index.php/guruku/858 ingin dicapai dapat diuraikan seperti berikut ini. 1. Kurikulum 1947 Kurikulum saat itu diberi nama Rentjana Pelajaran 1947. Pada saat itu, kurikulum pendidikan di Indonesia masih dipengaruhi sistem pendidikan kolonial Belanda dan Jepang, sehingga hanya meneruskan yang pernah digunakan sebelumnya. Rentjana Pelajaran 1947 boleh dikatakan sebagai pengganti sistem pendidikan kolonial Belanda. Karena suasana kehidupan berbangsa saat itu diungkapkan bahwa perubahan kurikulum di dunia pendidikan Indonesia beserta tujuan yang

1

masih dalam semangat juang merebut kemerdekaan maka pendidikan sebagai development conformism, bertujuan untuk membentukan karakter manusia Indonesia yang merdeka dan berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain di muka bumi ini. 2. Kurikulum 1952 Setelah Rentjana Pelajaran 1947, pada tahun 1952 kurikulum di Indonesia mengalami penyempurnaan. Pada tahun 1952 ini diberi nama Rentjana Pelajaran Terurai 1952. Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional. Hal yang paling menonjol dan sekaligus ciri dari kurikulum 1952 ini bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. 3. Kurikulum 1964 Usai tahun 1952, menjelang tahun 1964, pemerintah kembali

menyempurnakan sistem kurikulum di Indonesia. Kali ini diberi nama Rentjana Pendidikan 1964. Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD, sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana yang meliputi pengembangan daya cipta, rasa, karsa, karya, dan moral. Mata pelajaran diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi: moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan (keterampilan), dan jasmani. Pendidikan dasar lebih menekankan pada pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis. 4. Kurikulum 1968 Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964, yaitu dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Dari segi tujuan pendidikan, Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan

2

keyakinan beragama. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat. 5. Kurikulum 1975 Kurikulum 1975 menekankan pada tujuan, agar pendidikan lebih efisien dan efektif. “Yang melatarbelakangi adalah pengaruh konsep di bidang manejemen, yaitu MBO (management by objective) yang terkenal saat itu. Metode, materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Zaman ini dikenal istilah “satuan pelajaran”, yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan. Setiap satuan pelajaran dirinci lagi: petunjuk umum, tujuan instruksional khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi. Kurikulum 1975 banyak dikritik, karena pendidik dibebani kesibukan menulis rincian mengenai apa yang akan dicapai dalam setiap kegiatan pembelajaran. 6. Kurikulum 1984 Kurikulum 1984 mengutamakan penerapan pendekatan proses (process skill approach), tetapi faktor pencapaiian tujuan tetap penting. Kurikulum ini juga sering disebut “Kurikulum 1975 yang disempurnakan”. Posisi peserta didik ditempatkan sebagai subjek belajar, mereka digiring untuk melakukan berbagai keterampilan (CBSA) atau proses (dari keterampilan proses dasar sampai kepada keterampilan proses terintegrasi) melalui “Cara Belajar Peserta didik Aktif Student Active Leaming (SAL). Kurikulum 1984 berorientasi kepada tujuan instruksional dengan berdasar pada pandangan bahwa pemberian pengalaman belajar kepada peserta didik dalam waktu belajar yang sangat terbatas di sekolah harus benar-benar fungsional dan efektif. Oleh karena itu, sebelum memilih atau menentukan bahan ajar, yang pertama harus dirumuskan adalah tujuan apa yang harus dicapai peserta didik. 7. Kurikulum 1994 Kurikulum 1994 dibuat sebagai penyempurnaan kurikulum 1984 dan dilakspeserta didikan sesuai dengan Undang-Undang no. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Hal ini berdampak pada sistem pembagian waktu pelajaran, yaitu dengan mengubah dari sistem semester ke sistem caturwulan.

3

Dengan sistem caturwulan yang pembagiannya dalam satu tahun menjadi tiga tahap diharapkan dapat memberi kesempatan bagi peserta didik untuk dapat menerima materi pelajaran cukup banyak. Tujuan pengajaran menekankan pada pemahaman konsep dan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah. 8. Kurikulum 2004 (KBK) Kurikukum 2004 ini lebih dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Pendidikan berbasis kompetensi menitikberatkan pada pengembangan kemampuan untuk melakukan (kompetensi) tugas-tugas tertentu sesuai dengan standar performance yang telah ditetapkan. Hal ini mengandung arti bahwa pendidikan mengacu pada upaya penyiapan individu yang mampu melakukan perangkat kompetensi yang telah ditentukan. Implikasinya adalah perlu dikembangkan suatu kurikulum berbasis kompetensi sebagai pedoman pembelajaran yang berorientasi kepada ketercapaian kompetensi peserta didik baik secara individual maupun klasikal. 9. Kurikulum 2006 (KTSP) Kurikulum 2006 ini dikenal dengan sebutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Awal 2006 ujicoba KBK dihentikan, muncullah KTSP. Tinjauan dari segi isi dan proses pencapaian target kompetensi pelajaran oleh peserta didik hingga teknis evaluasi tidaklah banyak perbedaan dengan Kurikulum 2004. Perbedaan yang paling menonjol adalah pendidik lebih diberikan kebebasan untuk merencpeserta didikan pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisi peserta didik serta kondisi di mana sekolah berada. Hal ini disebabkan oleh karangka dasar (KD), standar kompetensi lulusan (SKL), standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) setiap mata pelajaran untuk setiap satuan pendidikan telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Jadi pengambangan perangkat pembelajaran, seperti silabus dan sistem penilaian merupakan kewenangan satuan pendidikan (sekolah) dibawah koordinasi dan supervisi pemerintah Kabupaten/Kota. Melalui implementasi KTSP diharapkan agar fungsi dan tujuan pendidikan nasional dapat terwujud. Pada pasal 3 Undang-Undang Republik

4

Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UUSP Tahun 2003) dinyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Berkenaan fungsi dan tujuan pendidikan nasional kita, pada bagian “penjelasan” UUSPN Tahun 2003 tercantum Visi dan Misi pendidikan nasional sebagai bagian dari strategi pembaruan sistem pendidikan. Adapun Visi Pendidikan Nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebaga pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Sedangkan Misi Pendidikan Nasional adalah: (1) mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia; (2) membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar; (3) meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral; (4) meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global; dan (5) memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berdasarkan uraian di atas, maka cukup beralasan jika semua oknum yang terlibat langsung dalam pengelolaan sistem pendidikan harus melakukan berbagai inovasi dalam melakspeserta didikan tugas dan tanggung jawabnya. Inovasi adalah suatu ide, hal-hal yang praktis, metode, cara, barang-barang buatan manusia, yang diamati atau dirasakan sebagai suatu yang baru bagi

5

fisika juga memberikan pelajaran yang baik kepada manusia untuk hidup selaras berdasarkan hukum alam. Sebagai ilmu yang mempelajari fenomena alam. B. tetapi mampu memuat banyak informasi. Teori dalam Fisika tak lain adalah pemodelan ilmiah terhadap berbagai dasar dan kebenarannya harus diuji dengan eksperimen. Papa dimensi perencanaan pembelajaran sesungguhnya sudah tergambar aspek-aspek yang tercakup pada dimensi pelaksanaan pembelajaran dan dimensi penilaian pembelajaran. Oleh karena itu. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dipicu oleh temuan di bidang fisika material melalui penemuan piranti mikroelektronika dengan ukuran yang sangat kecil. Pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan serta 6 . Dalam permasalahan yang alamiah seringkali memerlukan keterpaduan berbagai komponen sebagai dasar logika deskripsi permasalahan yang ada (Dirjen Pendidikan Menengah dalam Rosita Budi Indrayanti. Salah satu ciri mata pelajaran Fisika adalah adanya kerjasama antara eksperimen dan teori. dalam makalah akan diungkapkan inovasi pada dimensi perencanaan pembelajaran dalam implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan bagi pendidik mata pelajaran fisika pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. 2006). Hal yang baru tersebut dapat berupa hasil invensi atau discoveri. dan dimensi penilaian pembelajaran).seseorang atau kelompok orang (masyarakat). 2009). Ciri Fisika ini dikenal sebagai metode ilmiah. PEMBAHASAN Fisika adalah salah satu cabang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang mendasari perkembangan teknologi maju dan konsep hidup harmonis dengan alam. Pendidik sebagai salah oknum yang dibebani tugas dan tanggung jawab utama untuk melaksanankan pembelajaran hendaknya mampu melakukan berbagai inovasi pada setiap dimensi pembelajaran (dimensi perencanaan pembelajaran. yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk memecahkan masalah (Udin Syaefudin Sa’ud. dimensi pelaksanaan pembelajaran.

momentum sudut). hukum dan teori. Beberapa deskripsi keadaan diantaranya yang dapat dianggap sebagai materi pemersatu adalah deskripsi keadaan gerak (kinematika translasi dan rotasi). Selanjutnya. momentum linier. yakni mengamati. 7 . peserta didik dilatih untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan bernalar yang taat asas. peserta didik pada setiap jenjang pendidikan hendaknya memiliki pengetahuan tentang fisika. deskripsi interaksi mekanik (hukum Newton. Konsep kerja sebagai upaya menampilkan deskripsi interaksi dan perubahan energi.pengurangan dampak bencana alam tidak akan berjalan secara optimal tanpa pemahaman yang baik tentang fisika. Kemampuan observasi dan eksperimentasi ini lebih ditekankan pada melatih kemampuan berpikir dan bernalar eksperimental yang mencakup tata laksana percobaan dengan mengenal peralatan yang digunakan dalam pengukuran baik di dalam laboratorium maupun di alam sekitar kehidupan peserta didik. Untuk melengkapi pemahaman yang lebih utuh tentang Fisika. memahami dan memanfaatkan gejala-gejala alam yang melibatkan zat (materi) dan energi. Oleh karena itu. Hal ini didasari oleh tujuan Fisika. maka perlu diperkenalkan pula postulat. Di dalam buku Petunjuk Teknis Pengembangan Silabus dan Contoh / Model Silabus SMA / MA Mata Pelajaran Fisika (BSNP. gerak translasi dan rotasi. 2006) dinyatakan bahwa mata pelajaran Fisika di SMA dikembangkan dengan mengacu pada pengembangan Fisika yang ditunjukkan untuk mendidik peserta didik agar mampu mengembangkan observasi dan eksperimentasi serta berpikir taat asas. Adapun konsep daya yang merupakan besaran laju perubahan energi melalui gaya dan impuls adalah deskripsi interkasi yang menyatakan perubahan momentum. yang kebenarannya tidak diragukan lagi untuk selanjutnya dengan menggunakan perangkat matematis dibangunlah konsep. prinsip. Kemampuan berpikir dan bernalar ini dilatihkan melalui pengelolaan data yang akurat. prinsip. teori dan postulat ini dirumuskan materi pemersatu dalam Fisika (unifying conceptual). dengan didukung kemampuan matematis yang dimiliki. Melalui konsep. energi. hukum.

Perangkat ini meliputi penguasaan matematis di kalangan peserta didik baik penguasaan trigonometri. keilmuan Fisika mencakup perangkat keilmuan. diperlukan pula tata kerja dalam pelaksanaan eksperimen. Deskripsi mengenai partikel identik menghasilkan prinsip Pauli sedangkan deskripsi interaksi kelistrikan dan interaksi kemagnetan serta medan elektromagnet mampu mengubah pandangan Fisika ke arah yang lebih rumit dan menarik perhatian banyak pihak. Keempat perangkat tersebut bersinergi satu sama lain dalam membangun konsep. Sedangkan telaah keilmuan mencakup bangunan ilmu yang meliputi: mekanika. dan perangkat analisis. perangkat pengamatan. Dalam kaitan ini disamping pemahaman alat ukur secara benar. energi. Perangkat keilmuan mencakup obyek telaah Fisika yang meliputi: zat. Pada bagian lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi setiap mata pelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dinyatakan bawa fisika pada satuan pendidikan SMA/MA dipandang penting untuk diajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri dengan beberapa pertimbangan. termofisika. gelombang dan medan. prinsip. geometri bidang dan ruang sebagai upaya menelaah bangun ilmu secara akurat. Selanjutnya untuk memperoleh pemahaman mengenai keutuhan Fisika SMA juga diperkenalkan adanya postulat-postulat sederhana. Perangkat ini mencakup alat ukur besaran fisis dan tata kerja dalam pelaksanaan eksperimen. aljabar. optika. Fisika atom dan inti Perangkat pengamatan mencakup perangkat untuk melakspeserta didikan observasi untuk menelaah fenomena obyek dan kejadian fisis pada daerah makroskopis maupun mikroskopis. gravitasi. mata pelajaran fisika dimaksudkan sebagai wahana untuk menumbuhkan 8 . teori. kelistrikan dan kemagnetan. Sejalan dengan uraian di depan. Perangkat analisis merupakan perangkat dalam melakspeserta didikan perhitungan terhadap hasil pengukuran. selain memberikan bekal ilmu kepada peserta didik.Untuk deskripsi keadaan mikroskopis yang digunakan sebagai materi pemersatu antara lain konsep gelombang yang menyatakan deskripsi keadaan atomis. Pertama. dan hukum Fisika.

mata pelajaran fisika perlu diajarkan untuk tujuan yang lebih khusus yaitu membekali peserta didik pengetahuan. (3) mengembangkan pengalaman untuk dapat merumuskan masalah. (4) mengembangkan kemampuan bernalar dalam berpikir analisis induktif dan deduktif dengan menggunakan konsep dan prinsip fisika untuk menjelaskan berbagai peristiwa alam dan menyelesaian masalah baik secara kualitatif maupun kuantitatif. mengolah.kemampuan berpikir yang berguna untuk memecahkan masalah di dalam kehidupan sehari-hari. Kedua. dan (5) menguasai konsep dan prinsip fisika serta mempunyai keterampilan mengembangkan pengetahuan. Terdapat beberapa pengertian mengenai pembelajaran. mengajukan dan menguji hipotesis melalui percobaan. bekerja dan bersikap ilmiah serta berkomunikasi sebagai salah satu aspek penting kecakapan hidup (BSNP. maka pendidik mata pelajaran fisika harus melakukan inovasi pada setiap dimensi pembelajaran fisika. terbuka. serta mengkomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis. kritis dan dapat bekerjasama dengan orang lain. obyektif. Pembelajaran fisika dilakspeserta didikan secara inkuiri ilmiah untuk menumbuhkan kemampuan berpikir. pemahaman dan sejumlah kemampuan yang dipersyaratkan untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi serta mengembangkan ilmu dan teknologi. dan sikap percaya diri sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. ulet. mengumpulkan. (2) memupuk sikap ilmiah yaitu jujur. antara lain: (1) kegiatan peserta didik yang direncpeserta didikan oleh pendidik untuk dialami 9 . merancang dan merakit instrumen percobaan. Untuk dapat mencapai tujuan mata pelajaran fisika pada satuan pendidikan SMA/MA. Namun sebelum itu. dan menafsirkan data. 2006) Pada bagian yang sama dinyatakan bahwa mata pelajaran fisika di SMA/MTs bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan dalam hal: (1) membentuk sikap positif terhadap fisika dengan menyadari keteraturan dan keindahan alam serta mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. terlebih dahulu dikemukakan secara singkat mengenai “apa sesungguhnya pembelajaran itu ?”.

Haryanto (dalam Basuki Dwi Sulistyo. 2000). (2) pembelajaran adalah cara pendidik memberikan kesempatan kepada si belajar untuk berpikir agar memahami apa yang dipelajari (teori kognitif). sehingga bantuan pendidik diperlukan untuk mengaktualkan potensi yang terdapat pada diri peserta didik (teori Gestalt). (3) pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik sedemikian rupa. Berkenaan dengan pengertian pembelajaran. dan (5) pembelajaran dapat membuat peserta didik siap menerima pelajaran baik secara fisik maupun psikologis. Darsono (2002) mengemukakan beberapa ciri-ciri pembelajaran. dan (3) pembelajaran ádalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UUSPN Tahun 2003. yaitu: (1) pembelajaran adalah suatu usaha pendidik membentuk tingkah laku yang diinginkan dengan menyediakan lingkungan. (2) pembelajaran dapat menumbuhkan perhatian dan motivasi peserta didik dalam belajar. sehingga tingkah laku peserta didik menjadi berubah ke arah yang lebih baik (Darsono. yaitu: (1) pembelajaran dilakukan secara sadar dan direncpeserta didikan secara sistematis. 2002). menurut pandangan dari beberapa teori belajar.peserta didik selama kegiatan belajar-mengajar (Mulyati Arifin. dan (4) pembelajaran adalah memberikan kebebasan kepada si belajar untuk memilih bahan pelajaran dan cara mempelajarinya sesuai dengan minat dan kemampuannya (teori Humanistik). 2007) mengemukakan pengertian pembelajaran yang bersifat khusus. agar terjadi hubungan dengan subjek belajar serta perlu diberikan reinforcement (hadiah) untuk meningkatkan motivasi kegiatan belajar (teori behavioristik). Pengertian tersebut di atas nampaknya masih bersifat umum. (4) pembelajaran dapat menggunakan alat bantu belajar yang tepat dan menyenangkan bagi peserta didik. (3) pembelajaran adalah usaha pendidik memberikan mata pelajaran sedemikian rupa sehingga peserta didik lebih mudah mengaturnya menjadi suatu Gestalt atau pola bermakna. 10 . (3) pembelajaran dapat menyediakan bahan belajar yang menarik dan menantang bagi peserta didik. pasal 1).

Dengan demikian. kompetensi dasar dan materi pokok. Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran. dan (4) menyangkut masa depan dalam waktu tertentu.Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu melakukan perencanaan. kegiatan pembelajaran. materi ajar. Dari beberapa pengertian tentang perencanaan. dan (3) bagaimana mengetahui pencapaian kompetensi yang ditandai dengan penyusunan indikator sebagai acuan dalam menentukan jenis dan aspek yang akan dinilai (Puskur. perencanaan mengandung unsur: (1) sejumlah kegiatan yang ditetapkan sebelumnya. indikator pencapaian kompetensi. Berkenaan dengan implementasi KTSP. (2) bagaimana cara mencapainya yang dijabarkan dalam pengalaman belajar beserta alokasi waktu dan alat sera sumber belajar yang diperlukan. silabus pada dasarnya menjawab pertanyaan-pertanyaan: (1) apa kompetensi yang harus dicapai peserta didik yang dirumuskan dalam standar kompetensi. (3) hasil yang ingin dicapai. standar kompetensi (SK). penilaian hasil belajar. kegiatan pembelajaran. di mana tenaga pendidik diberi kewenangan atau otonomi penuh untuk melakukan perencanaan pembelajaran terhadap mata pelajaran yang diampunya sesuai dengan lingkungan dan kondisi peserta didik serta kondisi di mana sekolah berada. Inovasi pada Penyusunan Silabus Mata Pelajaran Fisika Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok. dan sumber belajar (BSNP. 2006). alokasi waktu. (2) adanya proses. kompetensi dasar (KD). Selain program tahunan (prota) dan Program semester (prosem). tujuan pembelajaran. metode pembelajaran. Husaini Usman (2008) menyimpulkan bahwa perencanaan adalah kegiatan yang akan dilakukan di masa yang akan datang untuk mencapai tujuan. baik tertulis maupun tidak tertulis. 11 . Ia melanjutkan bahwa dari definisi perencanaan tersebut. 2007) 1. dimensi perencanaan proses pembelajaran fisika yang harus memiliki nuansa inovasi. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.

a. relevan. penilaian. Begitu pula dalam 12 . konsisten. memadai. tidak boleh digunakan karena belum teruji kebenarannya. Dalam pelaksanaannya. materi pembelajaran. MTs. aktual dan kontekstual. Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Oleh karena itu materi pembelajaran yang masih diperdebatkan misalnya. Prinsip ilmiah mengisyaratkan bahwa Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. yaitu: ilmiah. para pengembang harus mengikuti prinsip pengembangan silabus. fleksibel. di dalam buku Petunjuk Teknis Pengembangan Silabus dan Contoh / Model Silabus SMA / MA Mata Pelajaran Fisika (BSNP. dan Dinas Pendidikan. 2006) dinyatakan bahwa dalam pengembangan silabus. sistematis. KD. pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para pendidik secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah/madrasah atau beberapa sekolah. dan dinas provinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SMA dan SMK. serta departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. kegiatan pembelajaran. kelompok Musyawarah Pendidik Mata Pelajaran (MGMP) atau Pusat Kegiatan Pendidik (PKG). Pengembangan silabus disusun di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD dan SMP. dan MAK. Sumber-sumber yang dijadikan sebagai rujukan dalam memilih materi dan kegiatan pembelajaran. serta menyeluruh. MA. dan sumber belajar. alokasi waktu. serta panduan penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).Di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dinyatakan bahwa silabus sebagai acuan pengembangan RPP memuat identitas mata pelajaran atau tema pelajaran. serta penetapan penilaian memiliki landasan teori yang sudah teruji kebenarannya. indikator pencapaian kompetensi. SK. Prinsip Pengembangan Silabus Terlepas dari siapa yang mengembangkan silabus.

Oleh karena itu. hendaknya dirancang lebih sederhana dibanding dengan standar kompetensi yang hampir sama di kelas XI.mengembangkan bahan ajar. kebutuhan dan potensi kelas XI sudah lebih spesifik karena peserta didik ada dalam kelompok program IPA. Begitu pula dalam memilih materi dan membelajarkan KD 1. cakupan. Kompetensi mengukur seperti di kelas X dengan kegiatan pembelajaran praktik secara sistematis memerlukan penilaian kinerja. sumber referensi yang digunakan harus jelas dan otentik. Selain tingkat berpikir yang berbeda. dan spritual peserta didik. kegiatan pembelajaran serta penilaian harus merupakan kesatuan yang utuh. Prinsip sistematis mengisyaratkan bahwa komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. Pemilihan materi pembelajaran. indikator dan materi pembelajaran sesuai dengan tingkat berpikir pesereta didik. Dengan demikian tingkat kesukaran. Beberapa lembar kerja peserta didik yang beredar disinyalir belum diverivikasi tidak boleh diimplimentasikan.2 di kelas X tentang penjumlahan vektor. kedalaman. indikator. Hubungan antara kompetensi dasar dengan materi dan kegiatan pembelajaran serta penilaian harus sistematis dan koheren. Pendidik secara cermat dan teliti merancang kegiatan pembelajaran. sosial. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. intelektual. tidak cukup hanya sebatas dengan penilaian tertulis. sehingga pendidik diharapkan mampu menyusun sendiri lembar kerja peserta didik yang inovatif dengan berdasar kepada situasi dan kondisi di mana sekolah berada dan karakterisistik peserta didik. cakupan dan kedalaman materi menjadi berbeda. pendidik perlu mengkonstruksi konsep vektor melalui tahap-tahap yang 13 . emosional. Prinsip relevan mengisyaratkan bahwa cakupan. Standar kompetensi yang berkaitan dengan mekanika di kelas X misalnya. dan kedalaman materi dapat terjadi karena perbedaan sekolah berdasarkan potensi peserta didik atau daya dukungnya. pendidik hendaknya mampu melakukan inovasi dalam pengembangan materi pembelajaran tanpa terpengaruh oleh pendidik dari sekolah lain. Perbedaan tingkat kesukaran.

Pengalaman belajar yang diperoleh melalui kegiatan pembelajaran memadai dalam keragaman dan kekayaannya. taat asas) antara kompetensi dasar. dan/atau sikap. Konsistensi diperlukan dalam semua langkah pengembangan silabus terutama dalam kegiatan pembelajaran dan penilaian. meskipun dapat dikembangkan lebih tinggi jika kondisinya memungkinkan • • Materi harus memadai dari kedalaman dan keluasannya. pengalaman belajar. Sebagai contoh beberapa konsep dan prinsip penulisan hasil pengukuran secara konsisten harus digunakan dalam semua kompetensi di semua tingkatan kelas. dan sistem penilaian. Kekeliruan yang sering terjadi pendidik hanya menggunakan prinsip penulisan hasil pengukuran pada KD 1.sistematis. Prinsip memadai mengisyaratkan bahwa Cakupan indikator. 14 . Angka penting tidak lagi digunakan oleh pendidik mau pun peserta didik ketika menuliskan hasil pengukuran melalui praktik atau latihan penyelesaian soal. sumber belajar. Pengalaman aktif di kelas melalui praktik dan bersentuhan langsung dengan objek atau miniatur objek yang dipelajari sangat disarankan dalam mata pelajaran fisika • Penilaian memadai sehingga keseluruhan indikator dan KD terukur keberhasilannya baik dari aspek pengetahuanh. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. materi pokok. • Indikator harus memadai sehingga mencapai kompetensi yang diperlukan.1 di kelas X. Oleh karena itu. Perlu dihindari penanaman konsep dimulai dari definisi yang abstrak bagi peserta didik. Prinsip konsisten mengisyaratkan bahwa adanya hubungan yang konsisten (ajeg. pengalaman belajar. praktik. pendidik harus mampu merancang materi dan kegiatan pembelajaran inovatif dengan memulainya dari hal-hal yang konkret. Keseluruhan indikator dalam satu KD minimal harus mencapai tingkat kompetensi dalam KD. materi pokok. sumber belajar. Pendidik perlu memperagakan beberapa contoh bentuk-bentuk vektor yang bisa dipahami oleh peserta didik. indikator.

materi pokok. media atau alat yang digunakan termasuk lingkungan sebagai sumber belajar. Pengalaman belajar yang diperoleh melalui kegiatan pembelajaran memadai dalam keragaman dan kekayaannya. meskipun dapat dikembangkan lebih tinggi jika kondisinya memungkinkan • • Materi harus memadai dari kedalaman dan keluasannya. Keseluruhan indikator dalam satu KD minimal harus mencapai tingkat kompetensi dalam KD. Prinsip aktual dan kontekstual mengisyaratkan bahwa cakupan indikator. Cakupan indikator. praktik. materi pokok. kegiatan praktik dalam kegiatan tatap muka atau tugas terstruktur. pengalaman belajar. media atau alat yang digunakan termasuk lingkungan sebagai sumber belajar. kegiatan praktik dalam kegiatan tatap muka atau tugas terstruktur. sumber belajar. dan sistem penilaian 15 . Contoh pengalaman belajar yang memadai untuk pembelajaran tentang listrik di kelas X semester 2 dapat dilakukan melalui: • • • strategi ekspositori di kelas dalam kegiatan tatap muka.• Pemanfaatan sumber belajar harus memadai baik referensi. Contoh pengalaman belajar yang memadai untuk pembelajaran tentang listrik di kelas X semester 2 dapat dilakukan melalui: • • • strategi ekspositori di kelas dalam kegiatan tatap muka. Pemanfaatan sumber belajar harus memadai baik referensi. dan kegiatan eksplorasi lingkungan atau melalui jelajah internet dalam kegiatan tugas mandiri tidak terstruktur. Pengalaman aktif di kelas melalui praktik dan bersentuhan langsung dengan objek atau miniatur objek yang dipelajari sangat disarankan dalam mata pelajaran fisika • • Penilaian memadai sehingga keseluruhan indikator dan KD terukur keberhasilannya baik dari aspek pengetahuanh. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. sumber belajar. • Indikator harus memadai sehingga mencapai kompetensi yang diperlukan. dan kegiatan eksplorasi lingkungan atau melalui jelajah internet dalam kegiatan tugas mandiri tidak terstruktur. dan/atau sikap. pengalaman belajar.

Kegiatan pembelajaran dan penilaian melalui praktik di laboratorium akan memunculkan potensi terbaik peserta didik yang memiliki gaya belajar psikokinetetik. pendidik. Sedangkan diskusi pemecahan masalah dan latihan soal memunculkan potensi terbaik peserta didik dengan kecerdasan verbal dan logik-matematik. b. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. Rumusan indikator dikembangkan sebaiknya mencakup ketiga ranah tersebut. pendidik hendaknya mampu menerapkan model-model pembelajaran dan bentuk-bentuk penilaian hasil belajar yang inovatif. visual-verbal.memperhatikan perkembangan ilmu. Penggunaan materi yang aktual dan kontekstual dalam kegiatan pembelajaran dan penilaian lebih memotivasi peserta didik. Prinsip fleksibel mengisyaratkan bahwa keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi variasi peserta didik. Hal ini disebabkan karena fakta yang aktual yang menjadi isu publik (misalnya masalah nuklir) serta kontekstual yang menjadi kebutuhan hidup manusia (masalah hemat energi) akan lebih menarik menjadi bahan kajian dalam diskusi. teknologi. Oleh karena masalah yang diajukan dalam pembelajaran hendaknya mampu mengembangkan pikiran-pikiran inovatif dari peserta didik dalam rangka penyelesaiannya. Oleh karena itu dibutuhkan inovasi dari pendidik dalam melakukan pemilihan kegiatan maupun materi pembelajaran yang dapat menampilkan indikator kompetensi. atau interpersonal) dapat diakomodasi dalam bentuk kegiatan pembelajaran yang beragam. dan peristiwa yang terjadi. dengan berikut ini. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. Oleh karena itu. afektif. penilaian yang bervariasi maupun sumber belajar. Prinsip menyeluruh mengisyaratkan bahwa Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. psikomotor). Langkah-langkah Pengembangan Silabus 1) Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran sebagaimana tercantum pada Standar Isi. 16 memperhatikan hal-hal . Variasi peserta didik yang berbeda gaya belajar (misalnya kinestetik.

(2) keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. (4) keterkaitan dengan Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran Fisika. Hasil kajian terhadap SK. dan keluasan materi pembelajaran. emosional. relevansi dengan karakteristik daerah. aktualitas. struktur keilmuan. sosial. 2) Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar dengan mempertimbangkan hal-hal berikut ini. dan penilaian. Pemilihan materi pembelajaran harus sesuai dengan tuntutan kompetensi yang dapat diketahui melalui kata kerja operasional yang digunakan.(1) urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. (3) keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. KD dan SKL dijadikan pertimbangan dalam mengembangkan silabus yang mencakup kegiataan pembelajaran. dan kebermanfaatan bagi peserta didik. Materi pelajaran fisika mencakup fakta. . serta Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan.1 kelas X semester 1 17 potensi peserta didik. (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) dan (8) alokasi waktu. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di pada SI. spritual peserta didik. Misalnya kata kerja mengukur pada kompetensi 1. intelektual. materi pembelajaran. Beberapa rumusan SKL yang terlihat lepas dari mata pelajaran fisika seharusnya diisikapi dengan merancang silabus yang mendukung pencapaian standar kompetensi secara keseluruhan. prinsip atau hukum. konsep. dan prosedur. kedalaman. Kelompok Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. tingkat perkembangan fisik.

dengan menggunakan metode ekperimen. eksperimen. diskusi kelas. Sementara sumber belajar langsung berupa alat atau model yang tersedia terbatas. peserta didik dengan pendidik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. observasi. serta lebih abstrak. Pemilihan strategi ekpositori berdasarkan karakteristik materi yang dominan pada konsep dan prinsip. konsep. dan lain-lain. Strategi yang dapat digunakan pada kegiatan tatap muka adalah ekspositori atau discovery-inquiry dengan metode ceramah interaktif. Beberapa contoh pengukuran pembelajaran. dan prinsip. Kegiatan pembelajaran harus didesain dengan metode dan strategi yang efektif dan bervariasi sehingga peserta didik kaya akan pengalaman belajar. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk tatap muka.memerlukan pemilihan materi pembelajaran prosedural. Strategi discovery-inquiry memberikan pengalaman belajar lebih kaya bagi peserta didik. Dalam kegiatan tugas terstruktur dan mandiri tidak terstruktur digunakan strategi discovery inquiry dengan metode observasi. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. lingkungan. Sedangkan kompetensi dasar mendeskripsikan perkembangan teori atom di kelas XII semester 2 memerlukan materi pembelajaran fakta. Kompetensi dasar berkaitan dengan relativitas dan teori kinetik gas misalnya lebih tepat menggunakan strategi ekspositori. kegiatan tugas terstruktur. Peran pendidik relatif tidak dominan. presentasi hasil kerja individu atau kelompok. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. penugasan. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. 3) Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik. demonstrasi dan lain-lain. dan yang berlaku di daerah dapat dijadikan sebagai materi 18 . Dalam strategi ekspositori peran pendidik cenderung lebih dominan.

fakta). Kegiatan eksperimen dilakukan untuk memperkuat kompetensi yang dicapai. kegiatan pembelajaran dilakukan melalui kegiatan keterampilan proses. eksperimen. yaitu kegiatan peserta didik dan materi. serta lingkungan. (3) penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. Kompetensi dasar berkaitan dengan mendeskripsikan karakteristik gerak dan mengukur merupakan contoh KD yang dapat menggunakan strategi discovery-inquiry. (1) kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik. potensi peserta didik dan daerah. Sedangkan kegiatan pemecahan masalah yang dilakukan dalam diskusi kelas bertujuan untuk menguatkan kompetensi dalam penguasaan konsep maupun prinsip sesuai dengan kompetensi dasar. Pemilihan strategi ini berdasarkan karakteristik kompetensi yang dituntut dominan pada fakta dan prosedural. Kegiatan eksplorasi (informasi dan fakta) dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik mengkonstruksi pengetahuan sesuai tuntutan kompetensi dasar. (2) kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. (4) rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik.lain-lain. agar dapat melakspeserta didikan proses pembelajaran secara profesional. khususnya pendidik. Setiap kegiatan pembelajaran bertujuan untuk mencapai kompetensi dasar yang dijabarkan dalam indikator dengan intensitas pencapaian kompetensi yang beragam. 19 . dan pemecahan masalah (untuk menguatkan pemahaman konsep dan prinsip). Sesuai dengan karakteristik pembelajaran mata pelajaran fisika. meliputi eksplorasi (untuk memperoleh informasi. Kegiatan pembelajaran dirancang dan dikembangkan berdasarkan karakteristik kompetensi dasar. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut. standar kompetensi.

dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. dan keterampilan. pengukuran sikap. yaitu berdasarkan dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian pembelajaran. 20 . proyek dan/atau produk. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih. 5) Penentuan Jenis Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. (2) apa yang bisa penilaian menggunakan acuan kriteria. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah sebagai berikut. Untuk kompetensi yang menuntut penguasaan konsep dan prinsip menggunakan kata kerja operasional yang sesuai dan berbeda untuk kompetensi yang menuntut kemapuan opersional atau prosedural. menganalisis. (3) sistem yang direncpeserta didikan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. dan penilaian diri. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. pengetahuan. mata pelajaran. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. penilaian hasil karya berupa tugas. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. (1) kompetensi. satuan pendidikan. Dalam merumuskan indikator perlu diperhatikan karakteristik SK-KD melalui telaah kata kerja operasional yang digunakan.4) Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. penggunaan portofolio. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. pengamatan kinerja.

Jenis dan bentuk penilaian non tes untuk menilai proses dan hasil belajar dalam bentuk pengamatan kinerja. ulangan tengah semester. Alokasi waktu per semester untuk mata pelajaran fisika kelas X (sepuluh) berjumlah minimal 36 jam pelajaran yang diperoleh dari alokasi waktu 2 jam pelajaran per minggu dikalikan 18 minggu efektif dalam satu semester. sikap. atau laporan hasil praktik. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. kedalaman. Alokasi waktu per semester untuk mata pelajaran fisika kelas XI (sebelas) dan XII (duabelas) 21 . (5) belajar yang sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman ditempuh dalam proses pembelajaran. hasil karya atau produk. 6) Menentukan Alokasi Waktu Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar.kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum. keluasan. serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. (4) hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara. program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan. tingkat kesulitan. Jenis dan bentuk penilaian tes yang dapat digunakan untuk menilai hasil belajar mata pelajaran fisika adalah tes tertulis dalam bentuk uraian dan/atau pilihan ganda pada saat ulangan harian. maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan. atau ulangan akhir semester. Misalnya.

lembar kerja. dan indikator pencapaian . dan budaya. kompetensi. atau bahan presentasi. karakteristik satuan pendidikan. Pemilihan alat dan media untuk kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan tuntutan kompetensi. Bahan ajar disusun dan dikembangkan oleh pendidik sebagai acuan kegiatan peserta didik maupun materi yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. hands out. 7) Menentukan Sumber Belajar Sumber belajar adalah rujukan. dan kebutuhan peserta didik. modul. narasumber. kompetensi dasar dan kegiatan pembelajaran baik dalam bentuk cetak maupun non cetak.minimal berjumlah 72 jam pelajaran yang diperoleh dari alokasi waktu 4 jam pelajaran per minggu dikalikan 18 minggu efektif dalam satu semester. atau gambar. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. Alat dan media pembelajaran fisika dapat memanfaatkan alat di laboratorium atau alat peraga yang tersedia maupun alat peraga yang dikembangkan pendidik/peserta didik secara inovasi. Prioritas pemilihan alat dan media dilakukan guna mendukung pencapaian kompetensi peserta didik secara optimal. alam. Format dan Contoh Silabus Dalam penyusunannya. c. yang berupa media cetak dan elektronik. Bahan ajar cetak dapat berupa buku. serta lingkungan fisik. Bahan ajar non cetak dalam bentuk VCD. CD interaktif. Penentuan bahan ajar didasarkan pada standar kompetensi. • • • • Identitas Silabus Standar Kompentensi Kompetensi Dasar Materi Pokok/Pembelajaran 22 kegiatan pembelajaran. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. sosial. foto. silabus sekurang-kurangnya memuat komponen berikut ini.

........................................................ 23 1........ Kegiatan Pembelajaran Indikator Teknik Penilaian Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Alokasi Waktu Sumber Belajar Format 2: Vertikal SILABUS Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester :........... Kompetensi Dasar 3. :..............Materi Pokok/Pembelajaran ........ : ............... Standar Kompetensi 2............. : ........................................ : .... : .......................................... Format 1: Horizontal SILABUS Sekolah Kelas Mata Pelajaran Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 1....................... :....................................... : ...1.................. selanjutnya dapat disajikan dalam contoh format silabus secara horisontal atau vertikal sebagai berikut.... : ................• • • • • Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Komponen-komponen silabus di atas......... MateriPokok / Pembelajaran : .. : ...........

............. Berdiskusi untuk dapat menemukan satuan besaran turunan berdasarkan rumus besaran tersebut. Alokasi Waktu 8........ Kompetensi Dasar 3.. d.. Berdiskusi untuk dapat mengkonversi nilai satuan besaran pokok dan besaran turunan.. Sumber Belajar : .... f.... Berdiskusi untuk dapat menunjukkan pengertian besaran pokok dan 24 . Kegiatan Pembelajaran 5..... Standar Kompetensi a..... Indikator 6....... : . Berdiskusi untuk dapat menunjukkan definisi besaran-besaran pokok. Penilaian 7........4..... b... : .....Materi Pokok/Pembelajaran 4... Contoh Silabus: SILABUS Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester : SMP XXX : IPA-Fisika : VII/1 : Memahami prosedur ilmiah untuk mempelajari benda-benda alam dengan menggunakan peralatan 2... Berdiskusi untuk dapat mengelompok besaran pokok dan besaran turunan beserta satuannya...... e.... Kegiatan Pembelajaran besaran turunan...... c............... : . Berdiskusi untuk dapat menemukan rumus besaran turunan berdasarkan satuannya : Mendeskripsikan besaran pokok dan besaran turunan beserta satuannya : Besaran dan Satuan : 1............. : ........

Mengkonversi nilai satuan kecepatan dari dam/jam menjadi m/s 6. Kartu-kartu yang berisi definisi besaran-besaran pokok. b. b. e. Sumber Belajar (benar dan salah). c. Carta contoh perolehan rumus besaran turunan berada satuannya dan contoh perolehan satuan besaran turunan berdasarkan rumusnya. Mengemukakan definisi 1 meter c. Mengemukakan pengertian besaran turunan. Mengemukakan satuan berat berdasarkan rumus w = m. Bentuk Tes: Uraian Singkat dan Bentuk Non-Tes: Observasi c. Contoh Item Tes: Tuliskan pengertian besaran turunan ! Contoh Item Non-Tes: Mengemukakan pendapat: 5 7. Teknik: Tes dan Non-Tes b.g d. Indikator: a. Alokasi Waktu 8.5. Inovasi pada Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Fisika Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. Carta konversi satuan besaran pokok (MKS ke CGS dan SI ke Sistem Inggris). : 4 3 2 1 : 4 x 40 menit a. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) indikator atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. Kartu-kartu yang berisi nama besaran pokok dan besaran turunan. 2. d.serta satuannya. Penilaian : a. Kartu-kartu yang berisi pengertian besaran pokok dan besaran turunan 25 .

ALUR PENYUSUNAN RPP SK dan KD SILABUS RPP Rencana Pelaksanaan Pembelajaran minimal berisi : dan penilaian hasil belajar a. dan aspek psikomotor yang diharapkan dapat dikuasai oleh peserta didik pada setiap proses pembelajaran (Subiyanto. . aspek afektif. Perumusan tujuan pembelajaran merupakan tahapan penting dalam rangkaian penyusunan RPP. penggunaan sumber/media pembelajaran. Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran adalah perilaku hasil belajar yang diharapkan terjadi. Rumusan tujuan pembelajaran yang baik hendaknya melibatkan unsur ABCD. materi pembelajaran. yaitu peserta 26 tujuan pembelajaran. sumber dan media pembelajan. dimiliki. dan pemusatan perhatian pada tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 1988). dan (3) dengan adanya tujuan pembelajaran. energi. dan menggunaan model pembelajaran) untuk mencapai tujuan pembelajaran. Hal ini cukup beralasan karena: (1) dengan adanya tujuan pembelajaran. (2) dengan adanya tujuan pembelajaran. evaluator dapat menyusun alat evaluasi dengan tujuan pembelajaran. Pengertian lain menyebutkan. pendidik dapat mengatur kegiatan (pengelolaan kelas. yaitu Audience (pelaku yang menjadi subjek pembelajaran. bahwa tujuan pembelajaran adalah pernyataan mengenai aspek kognitif. peserta didik dapat mengatur waktu. atau dikuasai oleh peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu. metode pembelajaran.

dan (1) pengetahuan tentan teori dan struktur. seperti: (1) pengetahuan tentang prinsip dan generalisasi. sintesis. (1) Pengetahuan Pengetahuan berkenaan dengan ingatan. dan kecakapan spritual). seperti: (1) pengetahuan tentang konvensi. 1) Tujuan Kognitif Ranah kognitif berorientasi pada kemampuan berpikir. b) Pengetahuan mengenai cara memperlakukan hal-hal pokok. (3) pengetahuan tentang klasifikasi dan kategori. (4) pengetahuan tentang tolok ukur. Dalam konteks KTSP. yaitu segala sesuatu yang terekam di dalam otak seseorang. dan evaluasi. peserta didik berdiskusi dalam kelompok kecil untuk dapat menuliskan hubungan antara frekuensi. seperti: (1) pengetahuan tentang terminologi. tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik dalam setiap pembelajaran (termasuk pembelajaran fisika) tetap berorientasi kepada taksonomi tujuan pembelajaran yang terdiri atas tujuan kognitif. (2) pengetahuan tentang kecenderungan dan urutan. analisis. c) Pengetahuan mengenai hal yang umum dan abstrak. dan tujuan psikomotor yang bermuara kepada pencapaian kecakapan hidup peserta didik (kecakapan intelektual. Behavior (jenis atau tingkatan perilaku khusus yang diharapkan dilakukan peserta didik). penerapan. kecakapan sosial. periode. dan (2) pengetahuan tentang fakta-fakta khusus. tujuan afektif. 27 .didik). massa beban dengan benar. Pengetahuan dapat dibedakan atas: a) Pengetahuan mengenai hal-hal pokok. Condition (syarat/keadaan yang harus dipenuhi oleh tingkah laku pada saat dievaluasi). dan Degree (derajat atau tingkatan keberhasilan peserta didik dalam mencapai perilaku yang diharapkan) Contoh: Setelah memperhatikan getaran pegas pada layar LCD. dan (5) pengetahuan tentang metodologi. pemahaman. meliputi: pengetahuan.

tabel. diubah. yaitu kemampuan untuk memahami suatu materi atau ide yang direkam.mencontohkan . Abstraksi dapat berupa: teori. c) ekstrapolasi. Dalam mata pelajaran fisika. metode. dan sebagainya sejalan dengan kondisi yang digambarkan dalam komunikasi yang ada.mengulang . dan dapat menggunakan materi atau ide yang dikomunikasikan itu tanpa harus menghubungkannya dengan materi lain. atau disusun dalam bentuk lain (grafik. prinsip. b) Interprestasi.menghafal 28 . yaitu suatu bentuk pengertian yang menyebabkan seseorang mengetahui apa yang sedang dikomunikasikan. aturan.menyebutkan . hukum. situasi tertentu dan konkret yang dimaksudkan berkenaan dengan pemanfaatan abstraksi fisika dalam menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang ada kaitannya dengan fisika. prosedur. dan sebagainya. Pemahaman dapat dibedakan atas: a) translasi. Contoh kata-kata operasional untuk tujuan pemahaman: .menunjukkan .mengubah (3) Penerapan Penerapan berkenaan dengan penggunaan abstraksi dalam situasi tertentu dan konkret. yaitu kemampuan untuk meramalkan kelanjutan kecenderungan yang ada menurut data tertentu dengan menge-mukakan akibat.membedakan .menjelaskan . yaitu kemampuan untuk memahami suatu materi atau ide yang dinyatakan dengan cara asli yang dikenal sebelumnya.menyatakan (2) Pemahaman Pemahaman berkenaan dengan inti sari dari sesuatu. atau diagram).memperkirakan .mencatat . implikasi. .Contoh kata-kata operasional untuk tujuan pengetahuan: . konsekuensi.membandingkan .

melakspeserta didikan . c) Analisis prinsip-prinsip keteraturan. yaitu kemampuan mengenali asumsi-asumsi yang tidak dinyatakan. b) Sintesis untuk menghasilkan suatu rencana atau usulan mengenai pelaksanaan sesuatu.Contoh kata-kata operasional untuk tujuan penerapan: .menggunakan .menyeleksi . yaitu kemampuan memeriksa konsistensi hipotesis dengan informasi dan asumsi yang ada. kemampuan untuk memahami hubungan antara ide-ide.menegaskan .memerinci .mengoperasikan . . Analisis dapat dibedakan atas: a) Analisis unsur-unsur. b) Analisis hubungan.menemukan . menghubungkan deduksi atau kesimpulan dengan postulat atau premis pada suatu teori. Sintesis dapat dibedakan atas: a) Sintesis untuk menghasilkan suatu komunikasi atau eksperimen yang mencerminkan penyusunan ide-ide. Contoh kata-kata operasional untuk tujuan analisis: .memproses (4) Analisis Analisis berkenaan dengan pemisahan atau penguraian suatu ide atau pengertian menjadi unsur-unsur penyusunnya sehingga ide atau pengertian itu relatif menjadi lebih jelas dan atau hubungan antara ide-ide sehingga menjadi lebih eksplisit.menguji . yaitu kemampuan mengenal relevansi dan signifikansi sesuatu.memecahkan 29 .mengaitkan (5) Sintesis Sintesis berkenaan dengan kemampuan menyusun bagian-bagaian atau unsur-unsur sehingga membentuk suatu kesatuan yang sebelumnya tidak nampak dengan jelas.menentukan . keterampilan membedakan fakta dari hipotesis.

menyimpulkan . fakta-fakta.mengkombinasikan (6) Evaluasi Evaluasi berkenaan dengan penentuan secara kualitatif atau kuantitatif suatu nilai materi atau metode untuk sesuatu maksud dengan memenuhi tolok ukur tertentu.memutuskan standar eksternal untuk membandingkan suatu prosedur atau produk dengan prosedur atau produk lain yang telah .mengkode . Ranah afektif terdiri atas lima dengan urutan dari yang paling sederhana sampai ke yang paling kompleks adalah: (1) penerimaan.c) Sintesis untuk menderivasi suatu hubungan abstrak. Contoh kata-kata operasional untuk tujuan sintesis: . dan tolok yang lain.memilih . 30 . seperti: pembandingan teori-teori. konsistensi. (2) penanggapan. dan (5) pemeranan.memperjelas .mengkategorikan .mengkritik .merancang . b) Evaluasi untuk pengambilan keputusan berdasarkan tolok ukur eksternal.membentuk . (3) penilaian. Contoh kata-kata operasional untuk tujuan evaluasi: . teori-teori yang berhubungan dengan fenomena-fenomena tertentu. seperti: ketelitian yang logis. kemampuan menggunakan terkenal. kemampuan menemukan hubungan abstrak dengan mengklasifikasi data yang ada.mengumpulkan .menilai 2) Tujuan Afektif Ranah afektif berkenaan dengan perasaan/kesadaran. kemampuan untuk melihat adanya ketidakberesan dalam logika suatu pernyataan atau sederetan pernyataan yang diajukan untuk mendukung suatu hipotesis. Evaluasi dapat dibedakan atas: a) Evaluasi untuk pengambilan keputusan berdasarkan hal internal. (4) organisasi. seperti: senang atau tidak senang.

contoh: mematuhi peraturan laboratorium Fisika. Penanggapan dibedakan atas: (1) Kesepakatan pada penanggapan: peserta didik memang memberikan respons tetapi mungkin ia merasa tidak sepenuhnya berkewajiban untuk melakukannya.memenuhi . (3) Perhatian yang terkendali atau terarah: suatu stimulus akan diperhatikan jika lebih disukai dari stimulus lain.membantu . Penerimaan dibedakan atas: (1) Kesadaran: hampir bersifat kognitif. keteraturan di sekitar kita.melaporkan . Dalam penanggapan.menggunakan .mengidentifikasi . bentuk. contoh memperoleh kesenangan dalam kerja kelompok di laboratorium Fisika. susunan.Penerimaan berkenaan dengan kesediaan untuk memberi perhatian kepada fenomena atau stimulus tertentu. Contoh kata-kata operasional untuk tujuan penanggapan: . sehingga ia mencar-cari dan memperoleh kepuasan dengan mengerjakan aktivitas itu.memilih . Contoh kata-kata operasional untuk tujuan penerimaan: .menyambut 31 . (2) Kemauan menanggapi: orang merasa wajib bertingkah laku tertentu. dengan suka rela membaca atau berdiskusi tentang masalah Fisika dalam kehidupan sehari-hari.menjawab Penanggapan berkenaan dengan pemberian respons sebagai wujud peran aktif. contoh: mendengarkan dengan baik jika ada orang lain berbicara kepadanya.membentuk . orang merasa terlibat dalam fenomena atau aktivitas tertentu. contoh: kepekaan terhadap nilai-nilai yang berada pada suatu peristiwa. (3) Kepuasan pada tanggapan: tanggapan yang disertai perasaan puas. (2) Kemauan menerima: masih bersifat kognitif. contoh: kesadaran tentang warna.mengukuti .mengemukakan .menjawab .

(2) Pemilihan nilai berkenaan dengan perasaan terlibat dan memegang tegus suatu nilai. seperti: menumbuhkan rasa persaudaraan dengan teman-teman di sekolah. atau nilai yang lebih tinggi.melengkapi .Penilaian berkenaan dengan pemilihan. menyelesaikan pertentangan-pertentangan antara nilai-nilai tersebut.membentuk . nilai yang lebih kompleks. 32 . Penilaian dibedakan atas: (1) Penerimaan nilai berkenaan dengan respons yang konsisten. seperti: merasa bertanggung jawab untuk membantu teman yang mengalami kesulitan belajar fisika. atau tingkah laku.mempertimbangkan . fenomena.mengikuti . sepert: memantapkan pendirian mengenai tanggung jawab masyarakat untuk melestarikan sumber daya alam. Seperti: memilih kebijakan yang menguntungkan seluruh rakyat.mempelajari Organisasi berkenaan dengan kemampuan mempersatukan nilai-nilai yang berbeda.memilih . (3) Keterlibatan berkenaan dengan kesadaran dalam memegang teguh nilai yang diyakini baik. seperti: keyakinan akan efektivitas pembelajaran kooperatif. berusaha mengembangkannya. Contoh kata-kata operasional untuk tujuan penilaian: . penghargaan dan pengagungan terhadap benda. menginginkannya. dan mencarinya. dan bukan kebijakan yang hanya menguntungkan diri sendiri atau golongan. dan mulai membina sistem nilai yang konsisten secara internal. Organisasi dibedakan atas: (1) Konseptualisasi nilai berkenaan dengan kesadaran yang memungkinkan seseorang memandang tinggi dan memegang teguh nilai-nilai itu. (2) Organisasi sistem nilai berkenaan dengan kesadaran untuk menghasilkan suatu nilai yang baru. dan melibatkan diri lebih dalam pada nilai tersebut.

berkenaan dengan pandangan seseorang terhadap alam semesta. menyeleksi stimulus terarah sampai menterjemahkannya dalam pengamatan stimulus terarah kepada kegiatan yang ditampilkan. (2) kesiapan. (3) respons terpimpin. keterampilan motorik.membuktikan 3) Tujuan Psikomotor Tujuan psikomotor berkenaan dengan keterampilan fisik. Persepsi berkenaan dengan kesadaran akan suatu stimulus. (2) Pemeranan berkenaan dengan puncak proses internalisasi. (4) mekanisme.Contoh kata-kata operasional untuk tujuan organisasi: .melengkapi .merevisi tingkah laku berkat sesuatu yang 33 .mengatur .mengintegrasikan Pemeranan berkenaan dengan nilai-nilai yang telah memperoleh tempat dalam hirarki nilai seseorang.mendeskripsikan .mengaitkan .memerankan . Contoh kata-kata operasional untuk tujuan pemeranan: .mempersiapkan . filsafat hidup. seperti: kesediaan untuk memperbaiki keputusan dan mengubah meyakinkan. dan (7) mencipta.menunjukkan . (5) respons yang kompleks. Contoh kata-kata operasional untuk tujuan persepsi: .mengubah . atau keterampilan tangan. disusun menjadi semacam sistem yang mempunyai konsistensi internal.memilih .mempersatukan .membedakan . yang mengendalikan tingkah laku orang itu menurut pola tertentu. Pemeranan dibedakan atas: (1) Generalisasi berkenaan dengan ”kelompok sikap” yang menjadi dasar tingkah laku seseorang. Tujuan psikomotor teradiri atas: (1) persepsi.memisahkan .mempraktikkan .menggunakan .mengidentifikasi . (6) penyesuaian.

Contoh kata-kata operasional untuk tujuan mencipta: .mengatur .mengkombinasi 34 . Contoh kata-kata operasional untuk tujuan kesiapan: .menanggapi .menyetel . dan fisik. penuh keyakinan dan kemahiran.membangun . dan stándar kompetensi. termasuk kegiatan mental.melaksanakan .mengukur .menyusun . Materi Pembelajaran Materi pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. gerakan coba-coba. Contoh kata-kata operasional untuk tujuan respon terpimpin.menunjukkan .Kesiapan berkenaan dengan kesiapan melakukan suatu kegiatan tertentu.membangun .membuka berkembang dengan baik. Contoh kata-kata operasional untuk tujuan respons yang kompleks: .merakit . kompetensi dasar. Mekanisme berkenaan dengan perubahan respons yang dipelajari menjadi kebiasaan. performansi yang memadai berdasarkan tolok ukur tertentu.mencampur . .memindahkan Respons terpimpin berkenaan dengan keterampilan meniru gerakan.membedah .membetulkan . mekanisme: .memperagakan . emosi.membentuk Mencipta berkenaan dengan keterampilan menciptakan pola-pola baru agar sesuai dengan situasi yang dihadapi (kerampilan tingkat tinggi). Materi .memasang .mengubah b.menggunakan sehingga seseorang dapat mengubah pola Respons yang kompleks berkenaan dengan pola gerakan yang telah gerakannya agr sesuai dengan situasi yang dihadapi.memulai .mencipta .merancang . gerakan dilakukan dengan mantap.

(3) model Problem-Based Instruction. dan (6) Pembelajaran Scaffolding d. atau mentransformasi informasi baru. Tim Pengembang Sekolah Unggulan Provinsi Sulawesi Selatan (2007). (6) model problem-based learning. STAD. membentuk kembali. (7) model Penelitian Jurisprudensial. Setiap metode pembelajaran. pendekatan pembelajaran. mengungkapkan beberapa strategi pembelajaran yang mendukung model pembelajaran efektif yang dikembangkannya. (5) model Group Investigation. langkah-langkah kegiatan beberapa 35 . (Ahmad Sudrajat. Pembelajaran inovatif hendaknya berlandaskan paradigma konstruktivistik sehingga dapat membantu peserta didik untuk menginternalisasi. yaitu: (1) Pembelajaran Berbasis Masalah. GI. Trianto (2007) mengungkapkan beberapa model pembelajaran inovatif berlandaskan paradigma konstruktivistik. (2) Pembelajaran Inquiry dan Discovery. yakni: (1) model Reasoning and Problem Solving. c. Oleh karena itu. Berkenaan dengan model-model pembelajaran inovatif tersebut di atas.model pembelajaran yang inovatif seperti yang terungkap di dalam kepustakaan. (4) model Pembelajaran Perubahan Konseptual. 2010). strategi pembelajaran. Mencantumkan Metode Pembelajaran Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. dan lain-lain). Pada dasarnya. (5) Pembelajaran Partisipatori. NHT. dan taktik pembelajaran senantiasa dibingkai oleh model pembelajaran. (2) model Inquiry Training. dan (8) model Penelitian Sosial. (3) Pembelajaran Berbasis Proyek/Tugas. pendidik harus mampu memaknai model. Mencantumkan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkahlangkah kegiatan setiap pertemuan. (4) Pembelajaran Kooperatif dengan berbagai tipe (jigsaw.pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada materi pokok yang ada dalam silabus.

pembelajaran harus lebih humanis. Model pembelajaran apapun yang diterapkan oleh pendidik akan menjadi tidak efektif jika tidak didukung dengan iklim dan kondisi kelas yang kondusif. Pembelajaran yang inovatif membutuhkan kondisi kelas yang kondusif. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran apapun yang direncpeserta didikan hendaknya disesuaikan dengan perencanaan pengelolaan kelas. menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. pendidik perlu menciptakan iklim komunikasi dan interaksi dalam kelas yang kondusif bagi proses pembelajaran. 36 . Oleh karena itu. a. pendidik diharapkan mampu memberikan pelayanan pendidikan kepada peserta didik melalui kegiatan pembelajaran yang inovatif. dimungkinkan dalam seluruh rangkaian kegiatan. agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara maksimal. aman. Pengelolaan kelas atau pengelolaan sistem pembelajaran sangat menekankan pentingnya penciptaan suasana belajar yang kondusif. pendidik perlu merencanakan penataan dan menge lingkungan belajar di kelas sede lola mikian rupa sehingga menyenangkan. Penciptaan Atmosfir Belajar Atmosfir atau iklim belajar yang kondusif di kelas memegang peranan penting dalam menstimulasi dan mempertahankan keterlibatan peserta didik Proses dalam belajar. Suasana atau iklim belajar memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pencapaian sistem belajar yang optimal. Oleh karena itu. sesuai dengan karakteristik model yang dipilih.memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka. Tugas pendidik lebih sebagai fasilitator. yakni sebagai berikut. kegiatan inti. Tim Pengembang Sekolah Unggulan Provinsi Sulawesi Selatan (2007) mengemukakan beberapa petunjuk dalam mengelola kelas agar kondusif bagi terjadinya proses belajar yang intensif dan efektif. tetapi lebih pada diri peserta didik yang bersangkutan (active leaner). Untuk itu. dan menstimulasi setiap peserta didik untuk terlibat dalam proses pembelajaran. Kelas yang kondusif adalah kelas dengan lingkungan belajar yang mendorong terjadinya proses belajar yang intensif dan efektif. sehingga orientasi pembelajaran tidak lagi pada tuntutan penguasaan mata pelajaran. Akan tetapi. dan kegiatan penutup.

dan model Workstation. moderator dalam proses belajar. sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referens. lingkungan. memotivasi. interpretasi.mediator. seperti: observasi. menguatkan. Khusus dalam pembelajaran fisika. Misalnya. media. melakukan menarik kesimpulan. dan menyenangkan. merancang dan percobaan. memancing. klasifikasi. Pengaturan Meja-kursi Susunan meja-kursi hendaknya memung kinkan peserta didik dapat saling berinteraksi dan memberi keluasaan untuk terjadinya mobilitas pergerakan untuk melakukan aktivitas belajar merupakan aspek pembelajaran yang harus direncanakan secara inovatif. melainkan bersifat merangsang. model Fishbowl. narasumber. 1988). model Meja Konferensi. b. dan disusun secara fleksibel yang memungkinkan peserta didik dapat melakukan berbagai jenis keterampilan proses. meja-kursi hendaknya dapat digerakkan. mengkomunikasikan (Conny Semiawan. dalam RPP harus dicantumkan judul buku teks tersebut. dkk. dan membebani. percobaan. 5. dipindahkan. serta hidup dan memberi kebebasan. dan halaman yang diacu. Terdapat beberapa bentuk penataan meja-kursi yang bersifat inovatif dan dapat direncanakan oleh pendidik guna meningkatkan keterlibatan dan interaksi antar peserta didik dalam proses pembelajaran fisika antara lain: model huruf U. dan bahan. Bagian ini kerapkali terabaikan dengan berbagai alasan seperti. prediksi. mencerdaskan. 37 . Atmosfir belajar tidak lagi bersifat menekan. Pembelajaran yang inovatif perlu didukung berbagai sumber dan media pembelajaran. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional. model Corak Tim. Sumber belajar mencakup sumber rujukan. pengarang. Mencantumkan Sumber dan Media Pembelajaran Pemilihan sumber dan media pembelajaran mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan oleh satuan pendidikan. memaksa. model Breakout groupings.. alat. Beberapa kondisi dan iklim kelas yang inovatif dan dapat mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang efektif adalah: menyenangkan. model Lingkaran.

Sumber dan media pembelajaran memiliki fungsi yang jelas. Sumber dan media pembelajaran dapat memberikan kesamaan persepsi mengenai suatu obyek. Sumber dan media pembelajaran dapat menghadirkan obyek langka dan berbahaya ke dalam situasi pembelajaran. Sumber dan media pembelajaran dapat menyajikan ulangan informasi mengenai suatu obyek dan taat azas tanpa pernah jemu. keuangan maupun materi yang akan disampaikan. tempat. Sumber dan media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan waktu. f. 1991). Hal ini cukup beralasan karena sumber dan media pembelajaran memiliki potensi untuk membangkitkan proses pembelajaran yang efektif. sulit mencari media yang tepat. Menurut Sri Joko Yunanto (2005) bahwa sumber adalah bahan yang mencakup media belajar. memudahkan. sikap. 1985). dan keterampilan kepada peserta didik pada proses 38 . alat peraga. antara lain sebagai berikut.terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar. b. karena ada banyak jenis sumber dan media yang dapat digunakan. Alasan-alasan tersebut sebenarnya tidak perlu muncul. Setiap jenis sumber dan media pembelajaran memiliki karakteristik dan kemampuan dalam menayangkan pesan dan informasi (Kemp. disesuaikan dengan kondisi waktu. c. dan jarak suatu obyek. Sumber dan media pembelajaran dapat menjadikan suasana pembelajaran yang santai. alat permainan yang bertujuan untuk memberikan pengalaman atau informasi (pengetahuan. dan membuat menarik pesan kurikulum yang akan disampaikan kepada peserta didik dengan harapan motivasi belajar mereka dapat meningkat dan proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif (Raharjo. d. Sumber dan media belajar termasuk salah kompenen utama pada Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). e. ukuran. a. jumlah. menarik. yaitu: memperjelas. Sumber dan media pembelajaran dapat menjadikan konsep abstrak menjadi konkret. biaya tidak tersedia dan sejumlah alasan lain. dan kurang formal.

Lambang Verbal Lambang Visual Radio. Berkenaan dengan kebermaknaan perolehan pengalaman peserta didik pada proses pembelajaran. Peserta didik SMP/MTs dan SMA/MA umumnya berada pada usia operasional formal. sesuai dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai (tujuan kognitif. Rekaman.pembelajaran. 39 . Dengan demikian. Terdapat sejumlah sumber dan media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh pendidik dalam pembelajaran fisika. Pada usia ini peserta didik sudah mampu berpikir sistematis dan logis terhadap hal-hal yang bersifat abstrak. dan tujuan psikomotor). dan tentunya memberikan implikasi tertentu terhadap komponen-komponen lain pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). pendidik dalam pembelajaran hendaknya mampu memanfaatkan sumber dan media pembelajaran yang memungkinkan peserta didik memperoleh pengalaman belajar secara konkret maupun abstrak. yang merentang dari yang bersifat kongkrit ke abstrak. yakni sebagai berikut. Gambar Mati Gambar Hidup Pameran Karyawisata Dramatisasi Demonstrasi Pengalaman Buatan Pengalaman Langsung Dari gambar tersebut di atas dapat kita lihat rentangan tingkat pengalaman dari yang bersifat langsung hingga ke pengalaman melalui simbolsimbol komunikasi. Edgar Dale mengemukakan kerucut pengelaman (cone of Experience) yang dapat digambarkan sebagai berikut. tujuan afektif.

Keempat. jadikanlah faktor-faktor tersebut sebagai sumber dan media pembelajaran bagi mereka. mengorganisasikan peserta didik ke dalam bentuk kelompok atau perorangan. Lingkungan Sekitar Di lingkungan sekitar peserta didik terdapat sejumlah sumber dan media pembelajaran yang dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar secara konkret. mengunjungi suatu obyek di lingkungan sekitar untuk yang dapat ditempuh oleh pendidik dalam memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber dan media pembelajaran mengidentifikasi konsep-konsep apa pada obyek tersebut yang dapat dipelajari oleh peserta didik sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan. 1982). Apakah peserta didik sudah akrab dengan faktorfaktor tersebut. biologi. menjelaskan kepada peserta didik mengenai tujuan kunjungan ke obyek. Oleh karena itu. sosio ekonomi dan budaya yang berpengaruh secara langsung atau tidak langsung. UNESCO mendefinisikan lingkungan sebagai faktor-faktor fisik. 1985). sesuai dengan materi pembelajaran yang digariskan oleh kurikulum yang berlaku ?. Belajar dengan menggunakan lingkungan sebagai sumber dan media pembelajaran dapat dilakukan melalui dua cara. Jawabannya: belum tentu akrab. Kedua. Pertama. serta biaya. yaitu: membawa peserta didik ke lingkungan untuk belajar dan membawa sumber-sumber dari lingkungan untuk dipelajari oleh peserta didik (Nasution. Langkah-langkah adalah sebagai berikut. Peserta didik dibawa ke lingkungan untuk belajar jika obyeknya sulit dimasukkan ke dalam kelas karena keterbatasan ruang dan waktu.a. dan berinteraksi dengan kehidupan individu (Sri Redjeki. misalnya: topik pembelajaran dan jenis kegiatan yang akan dilakukan. Ketiga. memberikan tugas kelompok atau perorangan 40 .

mengorganisasikan peserta didik secara kelompok atau 41 . dan sebagainya. Kedua. Situasi Buatan Situasi buatan dapat diartikan sebagai benda-benda atau kejadiankejadian tiruan dari yang sebenarnya. Ketujuh. perorangan. peserta didik mengkomunikasikan hasil pembelaja-rannya dalam bentuk laporan atau pajangan di kelas. peserta didik berinteraksi dengan benda-benda atau kejadiankejadian tiruan sesuai dengan strategi pembelajaran dan pengelolaan kelas yang diterapkan oleh pendidik. dan sebagainya. terlalu jauh.Kelima. Ketiga. Pertama. merumuskan kesimpulan. Langkah-langkah yang dapat ditempuh oleh pendidik dalam memanfaatkan situasi buatan pada pembelajaran adalah sebagai berikut. karena benda-benda atau kejadiankejadian tersebut sulit di dapat. misalnya model atom. melakukan penilaian dan tindak lanjut. Kedelapan. model perpindahan energi. dan membuat laporan. b. memberikan tugas kelompok atau perorangan kepada peserta didik. peserta didik berinteraksi dengan obyek (pengalaman belajar). Keenam. Dalam pembelajaran fisika. mengunjungi obyek atau mendatangkannya dalam kelas agar terjadi proses pembelajaran. menetapkan benda-benda atau kejadian-kejadian tiruan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Keempat. model lintasan elektron. terlalu kecil. terlalu besar. Situasi sosial atau peristiwa bersejarah dapat dihadirkan di dalam kelas dalam bentuk dramatisasi yang diperankan oleh peserta didik atau pendidik bersama peserta didik. situasi buatan mengenai obyek fisika dapat dihadirkan di kelas dalam bentuk model (benda tiruan dalam bentuk tiga dimensi).

terutama jika materi pembelajaran berkenaan dengan suatu proses yang kejadiannya pada masa lalu. menata ruangan dan mempersiapkan peralatan yang diperlukan. Kelima. perorangan. memilih video atau film yang materinya sesuai dengan tujuan pembelajaran (sebaiknya video atau film tersebut dicoba sebelum ditayang di depan peserta didik). melaksanakan penilaian dan tindak lanjut. merumuskan kesimpulan. kegiatan lanjutan bagi peserta didik setelah mencermati penayangan video atau film (berdiskusi. menayangkan video atau film. Ketujuh. peserta didik mengkomunikasikan hasil pembela-jarannya dalam bentuk laporan atau pajangan di kelas. Ketiga. atau membuat laporan). Media Audio-Visual Video dan film dapat dimanfaatkan oleh pendidik dalam pembelajaran fisika sebagai media audio-visual bagi peserta didik. atau membutuhkan waktu yang sangat singkat. Kedua. mengorganisasikan peserta didik secara kelompok atau 42 . membutuhkan waktu yang lama. Keenam. Keenam. Ketujuh.Kelima. Langkah-langkah yang dapat ditempuh oleh pendidik untuk memanfaat video atau film dalam pembelajaran adalah sebagai berikut. melakukan penilaian dan tindak lanjut. c. melakukan percobaan. peserta didik merumuskan kesimpulan atau membuat laporan. peserta didik mengkomunkasikan hasil pembela-jarannya dalam bentuk laporan atau panjangan di kelas. Pertama. Keempat.

d. Media Audio Verbal Media audio verbal dalam pembelajaran biasanya dikemas dalam bentuk rekaman kaset tape recorder atau dalam bentuk ceramah oleh pendidik. kelompok kecil. dan menggunakan gambar untuk berceritera di depan kelas. baik dalam belajar secara mandiri. menulis sebuah ceritera yang berkenaan dengan gambar. dan perubahan energi. yang perlu diperhatikan oleh pendidik adalah kejelasan suara yang dapat dicermati oleh peserta didik. e. kartun. baik yang diproyeksikan (film bingkai. Dalam pembelajaran. Langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh pendidik dalam memanfaatkan media audio verbal dapat disesuaikan dengan langkah-langkah yang telah dicontohkan sebelumnya. serangkaian gambar diam dapat menginformasikan kepada mengenai suatu proses atau peristiwa. bagan. Gambar yang dimaksudkan adalah gambar diam. misalnya peristiwa terjadinya arus listrik. gambar diam dapat digunakan oleh peserta didik untuk belajar secara mandiri. 43 . dan transparansi) maupun yang tidak (gambar/foto. Bagi peserta didik SMP. Selain itu. Namun demikian. Langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh pendidik dalam memanfaatkan media visualisasi verbal dapat disesuaikan dengan langkahlangkah yang telah dicontohkan sebelumnya. Kondisi atau kualitas gambar diam yang digunakan sebagai media pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan tingkatan perkembangan peserta didik sehingga tidak menimbulkan salah penafsiran yang berakhir pada salah konsep. terjadinya perpindahan panas. Media Visualisasi Verbal Media visualisasi verbal berupa gambar yang disertai dengan penjelasan (lisan atau tertulis). misalnya menulis pertanyaan-pertanyaan tentang gambar. film rangkai. sketsa. poster. maupun secara klasikal. Salah satu alasan mengenai pemanfaatan tape recorder sebagai media pembelajaran fisika adalah untuk melatih kemampuan pendengaran peserta didik untuk menyimak konsep-konsep fisika yang dideklarasikan. gambar simbolik atau sketsa suatu obyek sudah dapat dimengerti. dan sebagainya).

Pemanfaatan tape recorder sebagai media pembelajaran dapat dipadukan dengan media lain. penilaian hasil belajar peserta didik dilakukan oleh: pendidik. dan mensimulasikan suatu proses. Sebagai media pembelajaran. 6. dan pemerintah. pendidik dianjurkan untuk memanfaatkan fasilitas TIK khususnya komputer untuk memfasilitasi pembelajaran fisika bagi peserta. seperti pada tabel di bawah ini. satuan pendidikan. Teknik Penilaian Tes Tertulis Bentuk Instrumen • Tes pilihan: pilihan ganda. seperti media cetak (buku atau modul). Komputer sebagai media pembelajaran memiliki banyak kelebihan dibandingkan media lainnya. terdapat beberapa teknik penilaian dan bentuk instrumen penilaian hasil belajar yang dapat dilakukan oleh pendidik. Komputer dapat diisi berbagai jenis materi pembelajaran dan peserta didik dapat berinteraksi langsung dengannya. Berkenaan RPP. dan lainlain. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau Information and Communication Technology (ICT) berfungsi sebagai media pembelajaran fisika yang inovastif. BSNP (2007) menggariskan bahwa pendidik pada kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Teknologi (termasuk mata pelajaran fisika). f. Mencantumkan Penilaian Dalam KTSP. seperti: menjawab pertanyaan. menjodohkan. benar salah. • Tes isian: isian singkat dan uraian Lembar Observasi (lembar pengamatan) • Tes Tulis Keterampilan 44 Observasi Tes Praktik (Tes Kinerja) . mengajukan pertanyaan. Langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh pendidik dalam memanfaatkan media komputer dapat disesuaikan dengan langkah-langkah yang telah dicontohkan sebelumnya. Bahkan komputer dapat dimanfaatkan oleh peserta didik untuk melakukan pembelajaran melalui internet. Media Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Sejak diberlakukannya Kurikulum 2006.

.. Kompetensi Dasar : ................................................ Tujuan Pembelajaran : ......................................... Standar Kompetensi: .... Metode Pembelajaran : ........ Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dapat disusun dengan mengikuti format untuk beberapa kali pertemuan atau format untuk satu kali pertemuan....... Kegiatan Akhir . C......................... Format RPP untuk beberapa kali pertemuan adalah sebagai berikut.. Materi Pembelajaran : .. Format dan Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Dalam implementasi KTSP...... Pertemuan 2: Kegiatan Awal ............ Kegiatan Inti .................... Mata Pelajaran : .......... 45 ......................................................................................................................................................................... D...................................................... Rencana Pelaksanaan Pembelajaran SMP/MTs : ........................Penugasan Individual atau Kelompok Tes Lisan Penilaian Portofolio Jurnal Penilaian Diri Penilaian Antar Teman • Tes Identifikasi • Tes Simulasi • Tes Uji Petik Kerja • Pekerjaan rumah • Proyek Daftar pertanyaan Lembar penilaian Portofolio Buku catatan jurnal Kuesioner/lembar penilaian diri Lembar penilaian antar teman 7.. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1: Kegiatan Awal .... Indikator : .......................................... Kelas/Semester : ......... B....................... Alokasi Waktu : … jam pelajaran (… x pertemuan) A... Kegiatan Inti .....

C.......................... E............ Rencana Pelaksanaan Pembelajaran SMP/MTs : ........................... Mengemukakan definisi massa jenis 2....................................................................Kegiatan Akhir .............................................. Mata Pelajaran : ...... Kegiatan Inti .. Kelas/Semester : ..... Penilaian : .... Sumber Belajar : .............. Penilaian : ..... Sumber Belajar F...................................................... E............ B...... Menentukan massa jenis benda yang berbentuk bola Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran 46 ............................................................... dan seterusnya.......... Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) SMP/MTs : XXX Mata Pelajaran : IPA-Fisika Kelas/Semester : VII/1 Standar Kompetensi: Memahami wujud zat dan perubahannya Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan konsep massa jenis dalam kehidupan sehari-hari Indikator :1...................... D.............................. Indikator : ......................... Tujuan Pembelajaran : .......................... Format RPP untuk satu kali pertemuan adalah sebagai berikut............................................... Metode Pembelajaran : .................. : ..... Kompetensi Dasar : .......... Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal ......................................................... Standar Kompetensi: ......................... Alokasi Waktu : … jam pelajaran A...... F.. Materi Pembelajaran : . Kegiatan Akhir ..

Tujuan Pembelajaran : 1. Materi Pembelajaran a. : Massa Jenis B.Dengan menggunakan Jangka Sorong. peserta didik berdiskusi dalam kelompok kecil untuk menemukan definisi atau rumus massa jenis dengan benar 2. Rumus untuk menentukan massa jenis suatu zat adalah sebagai berikut. peserta didik secara individu dapat menentukan massa jenis kaca dengan benar. aluminium. ρ = mzat/Vzat Satuan massa jenis adalah kg/m3 atau grm/cm3. peserta didik secara individu dapat mengukur massa benda berbentuk selinder (besi. Rumus untuk menentukan berat jenis adalah sebagai berikut. peserta didik secara individu dapat menentukan massa jenis benda (besi.A.Dengan menggunakan Neraca Ohauss 310. aluminium. Pengertian Massa Jenis Massa jenis (ρ) adalah ciri khas suatu jenis zat (materi) sehingga dapat dibedakan dengan zat yang lain. peserta didik secara individu dapat mengukur volume benda berbentuk selinder(besi.Disediakan data mengenai massa dan diameter bola kaca. BJ = wzat/Vzat Satuan berat jenis adalah newton/m3 atau dyne/cm3 b. maka hasil yang diperoleh adalah besaran berat jenis (BJ). aluminium. Nilai massa jenis suatu jenis zat diperoleh dari perbandingan atau hasil bagi antara massa dan volume zat tersebut.Dengan menggunakan data hasil pengukuran pada tujuan 2 dan 3. 5. Jika berat zat dibagi dengan volumenya.Disediakan sejumlah data tentang massa dan volume beberapa jenis benda. dan tembaga) dengan benar 4. Penentuan Massa Jenis Pengukuran massa benda padat yang bentuknya beraturan Massa Benda (kubus) 47 . dan tembaga) dengan benar. 3. dan tembaga) dengan benar.

79 800 0. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran 1.9 7900 7. Pengukuran volume benda padat yang bentuknya beraturan Volume Benda (selinder) No 1 2 3 Jenis benda Tembaga Besi Aluminium Volume m3 cm3 d.No 1 2 3 Jenis benda Tembaga Besi Aluminium Massa kilogram gram c.0 790 0. Kegiatan Awal Pengetahuan Prasyarat : Mengetahui rumus untuk menentukan volume bangun ruang (kubus. dan bola) Motivasi : Akhir-akhir ini kita biasa mendengar berita tentang penipuan. selinder.9 2700 2.8 Massa Jenis kg/m3 gram/cm3 C. Orang tertipu karena 48 . balok. Penentuan massa jenis benda padat yang bentuknya beraturan Massa Jenis Benda (bola) No 1 2 3 Jenis benda Tembaga Besi Aluminium Massa Jenis Berbagai Benda No 1 2 3 4 5 6 Jenis benda Tembaga Besi Aluminium Air Alkohol Minyak tanah Massa Jenis kg/m3 g/cm3 8900 8. Metode Pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD D.1 1000 1.

Refleksi Pembelajaran .Charta rumus volume bagun ruang F. Setiap anggota kelompok melakukan pengukuran volume benda dengan menggunakan jangka sorong dibantu oleh teman dalam kelompok 5. 3. • Penilaian Afektif 49 . : 1. Setiap anggota kelompok melakukan pengukuran massa benda dengan menggunakan neraca Ohauss 310 dibantu oleh teman dalam kelompok.Jangka Sorong dan Neraca Ohauss 310 . Peserta didik berdiskusi dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk menemukakan definisi dan rumus massa jenis berdasarkan data yang tersedia. Kegiatan Penutup E. Peserta didik secara individu mengerjakan kuis : . Penilaian : • Penilaian Kognitif 1. Pendidik menyampaikan perlunya pengetahuan massa jenis dan keterampilan untuk menentukan massa jenis benda padat dan benda cair. Jika diameter benda itu 10 cm berapa massa jenis benda tersebut dalam satuan kg/m3. . 2. serta mencocokkannya dengan nilai pustaka massa jenis benda tersebut 6. Jika tidak mau. 4. kalian harus mengikuti pembelajaran ini dengan baik. aluminium.25 kg. Sumber Belajar membeli emas palsu atau bensin yang tidak murni. Kegiatan Inti 3. Sebuah benda berbentuk setengah bola memiliki massa 0. Peserta didik berdiskusi untuk menentukan massa jenis benda padat (besi. Apa yang dimaksud massa jenis ? 2.Daftar massa jenis berbagai jenis zat .Tabel yang berisi berbagai massa dan volume suatu jenis benda.2.Pemberian Tugas Rumah : . dan tembaga) berdasarkan hasil pengukuran massa dan volume yang dilakukan sebelumnya. Apakah kalian mau tertipu akan keaslian atau kemurnian suatu zat.

menata. Setiap komponen silabus dan RPP tidak serta merta ditulis. Fisika sebaga salah satu mata pelajaran pada jenjang pendidikan SMP/MTs dan SMA/MA memiliki keunikan di banding mata pelajaran lain. Perencanaa proses pembelajaran yang semestinya disusun oleh pendidik secara mandiri adalah silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). tetapi membutuhkan pemikiran inovatif dari pendidik dengan memperhatikan situasi dan kondisi lingkungan sekolah.• 1. Oleh karena itu. dan mengorganisasi pembelajaran sehingga memungkinkan terjadinya peristiwa belajar terjadi dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Kerjasama dalam kelompok: 5 2. Materi mata pelajaran fisika tidak dapat dipisahkan dari keterampilan proses sains. Inovasi pertama dan utama yang harus dilakukan oleh pendidik mata pelajaran fisika adalah dalam menyusun perencanaan proses pembelajaran. baik dari segi karakteristik materinya maupun dari segi proses pembelajarannya. Menerima pendapat : 5 Penilaian Psikomotor 1. Mengukur volume : 5 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 C. Mengemukakan pendapat : 5 3. serta karakteristik peserta didik. PENUTUP Untuk mencapai tujuan mata pelajaran fisika pada jenjang pendidikan SMP/MTs dan SMA/MA tenaga pendidik harus mampu melakukan berbagai inovasi dalam mengimplementasikan KTSP. Hal ini cukup beralasan karena perencanaan proses pembelajaran sangat penting untuk membantu pendidik dan peserta dalam mengkreasi. inovasi dalam perencanaan proses pembelajaran sangat dibutuhkan agar pembelajaran fisika dapat berlangsung secara bermakna bagi peserta didik. DAFTAR PUSTAKA 50 . Mengukur massa : 5 2.

2006..Ahmad Sudrajat. Belajar dan Pembelajaran. Max. Jakarta:2003. 2006. Departemen Pendidikan Nasional: Jakarta Badan Standar Nasional Pendidikan. Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Badan Standar Nasional Pendidikan. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2006. Perjalanan Husaini Usman. Departemen Pendidikan Nasional: Jakarta Basuki Dwi Sulistyo. Model Pengembangan Silabus Mata Pelajaran Dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran IPS Terpadu Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTS).co. Kurikulum di Indonesia 2010. Petunjuk Teknis Pengenbangan Silabus dan Contoh / Model Silabus SMA/MA. Nasution. Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Departemen Pendidikan Nasional: Jakarta Badan Standar Nasional Pendidikan. Universitas Negeri Semarang: Semarang Conny Semiawan.php/guruku/858. Balitbang Depdiknas : Jakarta. 2007. Manajemen: Teori. Darsono. 2000. dan Riset Pendidikan. 2008. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Model Pembelajaran Inovatif. Praktik. Gramedia: Jakarta. http://www. S. dkk. Teknologi Pendidikan. Pendekatan keterampilan proses. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada Pembelajaran IPS Sejarah di SMP Negeri 21 Semarang Tahun Ajaran 2006/2007. wordpress. 2007. Jemmars: Bandung Pusat Kurikulum. Semarang : IKIP Semarang Press. 1982. Standar Isi.. Departemen Pendidikan Nasional: Jakarta Badan Standar Nasional Pendidikan. 2010. 2007.id/index. 1988.jambiekspres. 51 . Bumi Aksara: Jakarta.com http:// akhmadsudrajat.

52 . (Pengantar Pembuatan OHT). R. 1991. Inovasi Pendidikan. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivisti. Unismuh Surakarta: Surakarta. Prestasi Pustaka: Jakarta Udin Syaefuddin Sa’ud. 1995. Subiyanto. 1988. Evaluasi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Manajemen Pembelajaran yang Kreatif pada Mata Pelajaran Sains Fisika di SMP Negeri 3 Kartasura.Rahardjo.. 2007. Panduan Model Pembelajaran Efektif. 2009. FPS IKIP Bandung: Bandung. Depdikbud: Jakarta. UNM: Makassar. Trianto. 2006. P2LPTK. Alfabeta: Bandung Universitas Negeri Makassar. Desain Media Nuffic/Depdikbud/ AA: Jakarta. Pengajaran IPA dengan Menggunakan Lingkungan sebagai Sumber belajar dan Pengajaran Tradisional di Sekolah Dasar. Rosita Budi Indaryanti. 2007. Sri Redjeki.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful