P. 1
Kinetika Kimia

Kinetika Kimia

|Views: 401|Likes:
Published by murniatisari

More info:

Published by: murniatisari on Sep 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/26/2013

pdf

text

original

KINETIKA KIMIA: Reaksi Elementer

BAB – Pengertian Dasar Kinetika Kimia

1

1.1. Kinetika dan Termodinamika
Kinetika kimia adalah bahagian ilmu kimia fisika yang mempelajari laju reaksi kimia, faktor-faktor yang mempengaruhinya serta penjelasan hubungannya terhadap mekanisme reaksi. Kinetika kimia disebut juga dinamika kimia, karena adanya gerakan molekul, elemen atau ion dalam mekanisme reaksi dan laju reaksi sebagai fungsi waktu. Mekanisme reaksi dapat diramalkan dengan bantuan pengamatan dan pengukuran besaran termodinamika suatu reaksi, dengan mengamati arah jalannya reaktan maupun produk suatu sistem. Syarat untuk terjadinya suatu reaksi kimia bila terjadi penurunan energi bebas ( G < 0). Dipertanyakan, berapa cepat reaksi reaksi berlangsung , dengan perkataan lain, berapa nilai laju reaksi itu. Hal ini berlawanan dari tinjauan termodinamika, dimana tidak dikenal parameter waktu karena hanya tergantung dari kaadaan awal dan akhir sistem itu sendiri. Subyek yang sangat penting dalam termodinamika adalah keadaan kesetimbangan, maka termodinamika adalah metoda yang sangat penting untuk mejajaki keadaan kesetimbagat suatu reaksi kimia. Sebagai contoh adalah energi bebas reaksi-reaksi berikut: 2 H2 + O2 C + O2 H2 + Br2 2 H2O......................................................... (1.1) CO2 .............................................................. (1.2) 2 HBr ......................................................... (1.3)

Reaksi dapat berlangsung, berarti G < 0 dan termodinamika reaksi kesetimbangan pada suhu kamar benar-benar tergantung dari sisi produk reaksi. Ternyata reaksi berlangsung sangat lambat, dimana laju reaksi hampir tidak dapat terukur. Pada sisi yang lain, ada reaksi

1

........5%. (1.. melainkan karena adanya perubahan energi barier berupa energi kinetik dan energi potensial komponen reaktan yang bertabrakan.....1.....KINETIKA KIMIA: Reaksi Elementer dimana termodinamika kesetimbangannya kuat pada sisi reaktan... 1.2... Perubahan Energi pada Tabrakan Molekul 2 .+ H3O+ .................... (1............... Br.. Pada berlangsungnya reaksi dua komponen A dan B membentuk produk komponen C dan D dituliskan: A + B Sebagai contoh...... Langkah Reaksi dan Aktivasi Mengapa suatu reaksi berlangsung sangat lambat dan bagaimana hubungan termodinamika reaksinya? Hal ini dapat terjadi bukan karena reaksi berlangsung pada energi bebas sangat kecil. CH3COOH + H2O CH3COO .... H Br H H Br H H Etotal t H E EpotA+Epot Ekin EkinC+Ekin Epot≠ EpotA+Epot EpotC+Epot t Gambar 1....5) HBr + H. Contohnya pada reaksi dissosiasi asam asetat dalam larutan berair. + H2 C + D...... Br........ Sudah barang tentu untuk tujuan teknik diinginkan laju reaksi yang sangat tinggi dengan menggunakan konsentrasi reaktan yang kecil diperoleh Yield produk yang besar dengan biaya yang kecil.4) Dalam hal ini untuk mencapai saat kesetimbangan diperlukan waktu 10-6 detik. dalam keadaan ini kesetimbangan mempunyai laju reaksi yang tinggi. walaupun derajat dissosiasi 1 Molar larutan ini hanya 0..

entalpi dan entropi. dimana penurunan energi potensial ini diikuti dengan terbentuknya ikatan baru dari molekul produk.H ada energi kosong. dengan perkataan lain jarak ikatan bertambah besar. Gambaran terjadinya reaksi dari tinjauan dimensi makroskopis yaitu dengan memandang suatu sistem terdiri dari sejumlah besar satuan partikel. ikatan H H terputus dan selanjutnya terbentuk ikatan baru H Br.. vibrasi. rotasi) nilainya konstan sepanjang terjadinya langkah-langkah reaksi. sehingga kemungkinan terjadinya perpindahan ikatan diperoleh (Gambar 1. kedudukan kedua partikel harus sangat dekat. Perbedaan antara energi bebas molar standar kompleks teraktivasi dan energi bebas molar standar reaktan disebut energi bebas teraktivasi G . Demikian pula untuk perbedaan molar entalpi standar ikatan dan entalpi molar standar disebut entalpi teraktivasi. seperti energi bebas. dimana tenaga ini dipergunakan untuk bertumbukan. Untuk dapat terjadi reaksi ini. dibiarkan terjadi reaksi antara reaktan membentuk produk akhir dan dengan syarat besaran termodinamika tertentu dari komponen kompleks teraktivasi.H maupun H.. Kedua keadaan ini.KINETIKA KIMIA: Reaksi Elementer Saat reaksi berlangsung. Kurva ini mempunyai harga energi potenasial maksimum yang labil dari konfigurasi Br. terjadi kenaikan energi potensial. kenaikan energi potensial dan kemudian energi ini menurun membentuk kurva parabolik. Langkah reaksi terhadap energi bebas molar standarnya ditampilkan dalam Gambar 1.H. 3 . jumlah energi itu harus lebih besar dari energi potensial teraktivasi...H. berasal dari energi kinetik (energi translasi) dan energi potensial (energi elektron.2. Untuk terjadinya suatu reaksi. Pada saat yang sama mulai terbentuk suatu ikatan antara atom Br yang tertumbuk dengan atom H yang terputus.. Baik keadaan transisi Br. keadaan ini disebut kompleks tumbukan atau kompleks teraktivasi.. sehingga ikatan antara partikel H H terputus.1). Jumlah energi kedua partikel... energi untuk terbentuknya suatu reaksi disebut energi teraktivasi. terikatnya ikatan baru ini dimenangkan oleh energi potensial yang lebih tinggi. Sewaktu partikel ini berdekatan.. Perbedaan antara energi potensial kompleks teraktivasi dan energi potensial reaktan ialah energi barier. dimana kompleks teraktivasi terletak antara partikel reaktan atau diproduk akhir HBr dan H.

Perubahan Energi Bebas Molar pada Reaksi Elementer Dalam hal laju reaksi... semakin kecil laju reaksi..... reaksi elementer adalah bermolekul satu atau bermolekul dua...... (1. 1. Reaksi 4 . terutama antara beberapa atom atau molekul kecil dalam fasa gas.......... keadaan transisi...5) Kompleks teraktivasi BG G Energi molar bebas BGA + BGB RG BGC + BGD reaktan produk Gambar 1. semakin besar G*....... Reaksi Elementer dan Mekanisme Reaksi Mekanisme reaksi adalah kumpulan dari beberapa langkah reaksi membentuk reaksi keseluruhan..KINETIKA KIMIA: Reaksi Elementer juga entropi molar standar... Kandungan setiap langkah dari mekanisme kesatuan reaksi disebut reaksi elementer.. yang terdiri dari beberapa reaksi sederhana. apakah berspesi satu atau dua. Suatu reaksi elementer menyajikan suatu proses pada tingkat molekul... maka semakin besar pula entalpi bebas aktivasinya atau semakin kecil entropi bebas aktivasinya.. G = H ... Ketiga besaran termodinamika ini mempunyai hubungan sebagai berikut.T S .6). tergantung pada keterlibatannya dalam reaksi..3... Terdiri dari sejumlah spesi terlibat dalam reaksi yang datang bersamaan membentuk keadaan kritis.. dapat pula dinyatakan sebagai molekularitas reaksi...2.... Berdasarkan persamaan (1. Umumnya....... Kadang-kadang terjadi dari tiga molekul.

... nilai k1 hanya menunjukkan pemilihan saja....................11)......................... (1. tetapi sebenarnya adalah reaksi antara dua molekul........... Reaksi elementer ini terjadi pada laju reaksi sebanding dengan konsentrasi metil........................... IUPAC mengajukan penulisan secara umum persamaan reaksi elementer dalam persamaan (1.... (1.........(1..........6) yaitu gabungan antara dua radikal metil.....+ BrO3... (1.......9) untuk menghapuskan sembarang keraguan dituliskan sebagai berikut: aA + bB + → pP + qQ + ... diberikan dalam bentuk turunan differensialnya...........) 2 • CH3 − d [•CH 3 ] = k1 [•CH 3 ] 2 ........7a) dt C2H6 ..... (1...........7b) dt Kedua konstanta laju reaksi ini dihubungkan oleh faktor numerik yaitu k1 = 2k2...8) dan hukum laju reaksi dalam persamaan(1.. sudah barang tentu laju reaksi dapat dituliskan dalam bentuk lain..10) diberikan hukum laju reaksi dalam pers......10) 5 ... Orde Reaksi Orde reaksi adalah jumlah eksponen faktor konsentrasi yang terdapat dalam hukum laju reaksi itu..... Contoh sederhana terlihat pada persamaan (1.. (1....................... (1....8) 1 d [ A] 1 d [ B] 1 d [ P] 1 [d [Q]] = = = = k [A]a [B]b a dt b dt p dt q dt .....+ 6 H+ 3 Br2 + 3 H2O .......9) 1....... 5 Br...4... d [C 2 H 6 ] = k2 [ • CH3]2 ................. (1......6) Disini............KINETIKA KIMIA: Reaksi Elementer larutan dapat terjadi.............................. Dari persamaan reaksi dalam pers..........................7........ persamaan (1..... Laju reaksi elementer sebanding dengan konsentrasi spesi yang memulai reaksi itu sendiri..

. kemudian orde dua terhadap [H+]. Definisi formal dari orde reaksi mematuhi konsentrasi substansi i..KINETIKA KIMIA: Reaksi Elementer r=- d [ BrO3 ] = k [BrO3-] [Br-] [H+]2 . orde reaksi adalah empat yaitu orde satu terhadap [BrO3-] dan [Br-]....... (1. maka orde reaksi ini adalah orde dua (3/2 + 1/2)... ilustrasi diatas menyatakan bahwa ada perbedaan antara orde reaksi dan molekularitas.. (1....... (1.......... ArCH2CrLn2+ (L = suatu ligan) diberikan dalam pers....14) ⎟ i ⎠C ⎝ j ⎛ ∂ log r ⎞ Dimana Cj adalah konsentrasi reagensia lainnya dan persamaan ini berlaku untuk kasus reaksi yang kompleks dan tidak berlaku untuk kasus reaksi sederhana seperti pers......... Sebagai contoh adalah reaksi polimerisasi metil metakrilat........13) Menurut definisi diatas... ArCH2CrLn2+ + I2 ArCH2I + CrLn2+ + I..13).... (1...........12).... diinisiasi oleh α.... (1. Pernyataan sebelumnya menerangkan eksponen dalam persamaan kecepatan reaksi.....azobisisobutironitril...........12) r = k [ArCH2CrLn2+]3/2[I2]1/2 ...... Jelasnya.. sedangkan berikutnya menyatakan jumlah spesi terlarut dalam reaksi elementer. 6 ... reaksi ini bukan reaksi bimolekuler. Term molekularitas berhubungan dengan langkah reaksi kimia dan tidak diikuti penyederhanaan dan tidak meragukan orde reaksi.... yang akan dijelaskan dalam bab berikutnya.12) dengan hukum laju reaksi diberikan oleh pers....... (1......... α’.11) dt Keseluruhannya........... (1. Reaksi antara iodin dan benzilkromium kompleks.......... Ketergantungan laju reaksi awal terhadap konsentrasi inisiator ditayangkan pada Gambar 1-3 yang ditampilkan dalam skala logaritma ganda.. Ci adalah Orde spesi i = ⎜ ⎜ ∂ log C ⎟ .10) da(1. Orde reaksi ditentukan dari percobaan kinetik...

(1. kurva ini menunjukkan bahwa reaksi itu adalah orde setengah terhadap konsentrasi inisiator.3.. Bila ketidak setaraan dibalik..KINETIKA KIMIA: Reaksi Elementer 10-3 Laju awal. Kecepatan Reaksi Awal terhadap Konsentrasi Inisiator dari Polimerisasi Metal Metakrilat dengan Azobisisobutironitril sebagai Inisiator Titik-titik ordinat dihubungkan membentuk garis lurus dengan kemiringan sebesar 0. [H+] << k 2 / k1 : [H+] >> k 2 / k1 : r r k 2 [(H2O)5CrCl2+] [H+]-1 k1 [(H2O)5CrCl2+] 7 . pada konsentrasi [H+] rendah.496... Jadi..16) ⎜ dt [H ] ⎟ ⎠ ⎝ Reaksi ini adalah orde satu terhadap konsentrasi (H2O)5CrCl2+ tetapi orde terhadap [H+] tidak mempunyai besaran sederhana..... bila k 2 /[H+] >> k1 ..15) d [( H 2 O) 5 CrCl 2+ ] ⎛ k ⎞ = ⎜ k1 + 2+ ⎟ [(H2O)5CrCl2+]. sebagai contoh adalah reaksi subsitusi ligan... (H2O)5CrCl2+ + H2O Cr(H2O)63+ + Cl-1 . maka orde reaksi didominasi oleh suku kedua dari persamaan laju reaksinya. Batasan orde terhadap [H+] adalah inversi orde pertama. mol L-1 Gambar 1. Definisi ini juga berlaku bila orde reaksi berubah terhadap konsentrasi.. dimana orde reaksi tergantung daripada konsentrasi [H+].. Kiranya.. orde sebenarnya terhadap [H+] bervariasi dengan konsentrasi [H+]... maka orde terhadap [H+] adalah nol. (1. mol L-1 s-1 10-4 10-3 10-2 10-1 100 [Initiator].

Reaksi antara OCl-1 dan I-1 dalam larutan alkali menunjukkan hukum laju reaksi sebagai berikut: OCl-1 + I-1 Cl-1 + OI-1 ................17) Kuantitas dari persamaan sebelah kiri dari persamaan (1-17) lebih mudah dievaluasi dari data percobaan dibandingkan bila dihitung dari pada r nya sendiri yang kemudian dieksplorasi.................KINETIKA KIMIA: Reaksi Elementer Persamaan (1....18) [OCl − ][ I −1 ] − d [OCl −1 ] = k ...... Visualisasi kurva ini bahwa ianya mengandung dua garis lurus yaitu garis dengan kemiringan -1 dalam batasan [H+] rendah dan 0 pada [H+] tinggi...19) dt [OH −1 ] 10-4 -d ln[CrCl2+]/dt 10-5 10-2 10-1 [H+]/mol L-1 100 Gambar 1................................. (1.......... − d [( H 2 O) 5 CrCl 2+ ] / dt − d ln[( H 2 O ) 5 CrCl 2+ ] = = k + k2 1 dt [( H 2 O) 5 CrCl 2+ ] [H + ] .....4. Persamaan diatas akan diuji secara grafik dengan memplotkannya pada kertas log-log. (1................... normalisasi setiap besarnya r terhadap konsentrasi effektif dari senyawa kompleks khromium itu diikuti dengan merefleksikannya hanya terhadap [H+].dalam penerapannya....... Hasilnya dapat dilihat pada Gambar 1..16) dapat dirangkaikan sehingga seluruh term yang mengandung [(H2O)5CrCl2+] tampil pada satu sisi saja............................4.... (1..... Pemplotan Absis terhadap Ordinat Menggambarkan Bahwa Orde terhadap [H+] Bervariasi dengan [H+] Selama Reaksi Subsitusi H2O ke dalam Senyawa Kompleks (H2O)5CrCl2+........................ 8 ....

Telah dijelaskan gambaran tentang laju reaksi secara umum.. dan kemiringan garis lurus dari hasil pemplotan konsentrasi produk terhadap waktu ditafsirkan sebagai kecepatan awal yang diberi notasi ri... (1.KINETIKA KIMIA: Reaksi Elementer Ordinat Menunjukkan Normalisasi Laju Reaksi dari pers..... k [OCl-1][H+] Kw Kw [OH ] ....22) 9 ...................................... Metoda ini sedikit digunakan. Selang waktu tertentu.. (1.. bahwa reaksi ini berorde satu..... bila didifferensialkan diperoleh.....21) Koefisien α adalah laju awal................ hasil kumpulan ri digunakan untuk memformulasi persamaan laju reaksinya.......... buffer dan sebagainya. Kurva yng ditayangkan sebagai konsentrasi reaktan atau produk terhadap waktu dapat dikontruksikan dan tangensial kurva itu mengandung arti aljabar yang sebenarnya adalah laju reaksi.... konsentrasi reaktan sedikit berkurang......... sekarang bagaimana laju reaksi dapat diukur...... (1.... ri ditentukan dibawah satu set kondisi yang kemudian kegiatan ini diulangi dengan memvariasi konsentrasi reaktan......20) − d [OCl −1 ] dt −1 + − − −1 = k [OCl ][ I ] x [ H ][OH } = Dari manipulasi matematik dengan mengalikan suatu faktor yang besarnya satu terlihat bahwa orde reaksi adalah tiga padahal sebenarnya orde dua................αt – t2 – t3 ..... Metoda lain untuk mendapatkan laju awal adalah berdasarkan penentuan data konsentrasi-waktu terhadap n-anggota seri berpangkat: [A]t = [A]0 . Pendekatan lain adalah metoda kecepatan awal........... berdasarkan analisis akutarat produk yang terjadi dalam tingkatan reaksi mula-mula......... Kemudian.. − d [ A] = α + 2 t + 3 t2 + dt .. Sekali lagi. (1............ Sekarang kalikan hukum laju reaksinya dengan suatu faktor yang besarnya adalah satu.. katalis....... Ini berlaku hanya untuk kesetimbangan ionisasi suatu asam...17) terhadap [H+] Menurut defenisi yang diberikan.......

kemudian hasilnya diterka dan kemudian dicoba atau timbul dari data mentah. Umumnya pengaruh ini sedikit diperhatikan hanya untuk mempelajari pengaruh fotokimia. maka tumpukan perhatian dan kelanjutannya mesti dilatih diluar kumpulan. Pengaruh pada variabel ini akan dibicarakan pada bab 2. Untuk terbentuknya suatu produk akibat reaksi katalisis atau autokatalisis. Kedua-duanya biasanya dijaga konstan. Paling sedikit ada satu reaktan dalam suatu reaksi.5. penyelidik memulai dengan memformulasi suatu model kinetiknya dan membuat rencana kerja untuk menguji kebenarannya.KINETIKA KIMIA: Reaksi Elementer Dari pada menggunakan laju awal. dan 4. yang lebih biasa digunakan dalam kinetika kimia adalah dengan mengukur konsentrasi untuk selang waktu yang dilalui oleh suatu reaksi. 3. Kondisi Fisika. yang utamanya adalah sebagai berikut: Konsentrasi. Intensitas Radiasi. Salah satunya membuat semua usaha untuk mengetahui apakah suatu katalis penting adanya. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi Ada sejumlah variabel yang mempengaruhi laju reaksi. Suatu katalis dapat mempengaruhi laju reaksi. 10 . Data konsentrasi-waktu sesuai untuk bentuk differensial dari suatu laju reaksi. hal ini tidak diinginkan. Pengaruh pengotoran tidak dapat diperhitungkan tanpa pengontrolan percobaan. karena reaksi tidak menyajikan hasil yang sempurna. untuk melakukan ini diduga hukum laju reaksinya atau mekanisme reaksinya dan kemudian uji data terhadap yang diprediksikan. Sinar matahari atau sinar lampu juga dapat mempengaruhi laju reaksi. Dari hasil pertama dalam skala laboratorium. Umumnya. Pengandaian mula-mula suatu mekanisme reaksi dapat dibuat berdasarkan kasus yang pernah terjadi dalam suatu literatur. Desain percobaan berikutnya tergantung pada satu penemuan awal sekali. 1. Adakala suatu produk boleh menghambat suatu reaksi. Metoda ini merupakan pokok bahasan pada Bab 2. Suhu dan tekanan mempengaruhi laju reaksi.

Penambahan suatu elektrolit dapat memperkecil atau menaikkan suatu laju reaksi (pengaruh garam). mekanisma reaksi dapat pula menggambarkan stereokimia beserta aliran elektronnya. jumlah donor elektron. Sifat-Sifat Pelarut. Dari beberapa keadaan transisi ada langkah-langkah reaksi tetapi hanya keadaan transisi yang mempunyai energi bebas tertinggi yang signifikan. Tetapi jika berkas sinar putih jatuh lurus ke atas sampel seperti didalam dioda spektrofotometer perlu diperhatikan. Selanjutnya. dan IUPAC merekomendasikan standarisasi dari pengontrolan laju reaksi. Karakteristik ini mengikuti aturan keadaan transisi. Setiap dari variabel-variabel ini akan dibahas dalam buku ini. yaitu spesis berupa atom yang terkandung dan terjadi perubahan muatan ion. Hukum laju reaksi meliputi pembahasan jumlah keadaan transisi atau kompleks teraktivasi. Sebagai tambahan. Kemungkinan ketergantungan konsentrasi dalam langkah suatu reaksi berhubungan dengan perjalanan langkah reaksi elementer menuju senyawa antara.KINETIKA KIMIA: Reaksi Elementer Kekuatan sinar di dalam spektrofotometri yang menggunakan sinar monokromatik tidak diharapkan. viskositas. jika ada. Keadaan transisi menerangkan atom-atom pada keadaan kritis dan konfigurasi pada energi potensial barier tertinggi yang memisahkan antara reaktan dan produk. termasuk senyawa antara dalam kasus mengidentifikasi keadaan optimum. Hukum laju reaksi membahas komposisi keadaan transisi dari pengontrolan langkah laju reaksi. salah satu pengontrolan ini dapat dipelajari. Kadang-kadang. karena penentuan bentuk hukum laju reaksi dalam besaran konsentrasi dan variabel yang lain dijaga konstan. 11 . Laju reaksi tergantung dari kepolaran pelarut. Penggunaan lain adalah pembatasan laju reaksi walaupun sedikit dikenal tapi ada. terutama ahli biokimia. menunjukkan bahwa setiap langkah tunggal didalam mekanisme reaksi dinamakan sebagai langkah pengontrolan laju reaksi. Beberapa pengarang. menyatakan kinetika mekanisma reaksi sebagai mekanisma kimia. Dimulai dengan konsentrasi. dan sebagainya. yang akan dibahas pada bab 4. dan demikian pula adanya buffer. dapat memberitahukan apakah ada pengulangan kesetimbangan yang mendahului langkah-langkah pengontrolan laju reaksi.

Kemudian penggunaan teknis analisa kuantitatif untuk memonitor kelanjutan reaksi. Masih ada yang lain. Pemilihan metoda ditentukan menurut kesesuaian spesi yang diberikan. Mula-mula. Sebutlah. selang waktu reaksi dengan metoda analisis yang sesuai dan responnya. dicari jangka waktu reaksi hingga tercapai reaksi yang sempurna. seperti pengaruh adanya garam. yaitu kepolaran. misalnya 10 detik. Kinetika reaksi dalam larutan dipengaruhi oleh sifat kimia dan fisika pelarut. 10 menit atau 10 jam. kelanjutan dari reaksi dimonitor secara kontiniu atau diselang-seling dengan teknik tertentu seperti spektrofotometri UV-Sinar tampak atau Resonansi Magnetik Inti. Yang lainnya disimpulkan berdasarkan kelangsungan data percobaan. Data ini menghasilkan volume aktivasi ( V ). seperti komposisi keadaan transisi dan langkah pengontrolan laju reaksi sebenarnya. entalpi aktivasi ( H ) dan energi aktivasi (Ea). Reaksi elementer banyak berlangsung dalam larutan. apakah berupa cuplikan atau ampul. kuat ion. Penerapan Kinetika Kimia Buku ini juga menjelaskan aspek praktis yang berhubungan dengan pengukuran kinetika kimia. konstanta laju reaksi dan energi aktivasi. ketepatan dan sensitivitasnya 12 . kepolaran. Sepertinya laju reaksi berubah sempurna bila digunakan dalam tekanan tinggi. variasi suhu dalam keberhasilan dari pengukuran yang disajikan yang selanjutnya memberikan informasi. struktur. Besarnya laju reaksi dan mekanisme reaksi dapat ditentukan. pengaturan stereokimia atom-atom dan perluasan putusnya ikatan dan penggabungan ikatan kembali.6. Meliputi laju reaksi dibawah kondisi tertentu. 1. Beberapa permulaan kerja laboratorium untuk menjajaki informasi yang belum diketahui.KINETIKA KIMIA: Reaksi Elementer Walaupun kondisi isotermal diatur dalam kumpulan percobaan yang diberikan. Kadang-kadang diperlukan sampel tunggal. Data ini menghasilkan besaran untuk parameter aktivasi. Hal ini dibicarakan pada Bab 5. yaitu berupa entropi aktivasi ( S ). Sering dilakukan analisa non destruksi. isotop dan viskositas. terutama pada reaksi homogen. reaktan atau produk dengan menggunakan instrumen yang sesuai dan oleh pengalaman dan pengenalan penyelidik terhadap metode yang berbeda. Ternyata bahwa reaktan dan produk dapat terkontribusi pada pembacaan instrumen diterangkan pada bab berikut.

......... Besaran ini dievaluasi bila data ditetapkan pada persamaan diatas.....23) Dimana faktor pre-eksponensial A dan energi aktivasi Ea merupakan parameter yang diatur..... δk k = Ea δT .... Hal ini erat dengan pemilihan pelarut...... Kesalahan dalam k......... Pertimbangan lain................2%..... Sudah tentu perhitungan waktu.. adalah: 13 .. Umumnya adalah terbaik untuk memilih metoda yang menghasilkan konsentrasi untuk ketelitiannya sekurang-kurangnya 1-2%. kapasitas donor elektron dan viskositas.. Dari persamaan ini dapat ditentukan besarnya kesalahan dalam k dengan variabel ketidakpastiannya dalam T diberikan oleh persamaan. pengontrolan suhu memiliki tenggang ±0. Laju reaksi bervariasi secara eksponensial terhadap suhu seperti dalam persamaan Arrhenius: k = Ae − Ea / RT . Sebagai pengganti konsentrasi dapat digunakan aktivitas.. diperlukan untuk mendapatkan data dengan ketelitian yang tinggi mendekati suhu yang diberikan (katakanlah -20 s/d 80oC.... maka rasio stokiometri ditentukan dibawah kondisi reaksi dan identifikasi produk memerlukan kerja yang hatihati pula.... (1.... Sebagai contoh......KINETIKA KIMIA: Reaksi Elementer meski tajam terhadap konsentrasi... Suatu perubahan didalam pelarut dapat mengubah tidak saja laju reaksi tetapi juga mengubah meknanisma dan kemungkinan produk yang terjadi........... Suhu harus dikontrol tepat di setiap percobaan... (1. kemampuan berikatan dengan hidrogen.. Laju reaksi boleh dipengaruhi oleh parameter peubah seperti polaritas.... penggunaan reagensia encer meminimalkan pengaruh dari ketidak idealan.............. jika T = ± 0...... pada suatu reaksi berlangsung sekitar suhu kamar (300 K) dengan energi aktivasi 50 kJ mol-1 (setiap kenaikan suhu 10 derajat akan menaikkan laju reaksi dua kali lipat)....24) x RT T Sebagai contoh... Dengan pengasumsian bahwa reaksi netto adalah sama.......2 K..... konstanta dielektrik..... sensitivitas metoda analisis pada konsentrasi yang berbeda dan penggunaan komponen reaksi yang lain memperkenalkan dengan pertimbangan tambahan..

... Material murni adalah materi berupa reagensia... Menghilangkan pengotoran yang sedikit tidak selalu mudah........4% −1 −1 k 8.... buffer dan pelarut haruslah berkualitas tinggi. walaupun reaktan dan produk stabil dalam udara. Perlakuan percobaan harus diduplikasi... Dapat pula terjadi pada keadaan sebaliknya adalah benar bila reaksi berlangsung sangat lambat.KINETIKA KIMIA: Reaksi Elementer dk 50 000 J mol −1 0. menggunakan sisa larutan dari percobaan pertama sebagai medium reaksi. Bila data tidak dapat diproduksi kembali. Rintangan yang diakibatkan oleh pengaruh media reaksi dapat diukur dengan metode spektroskopi......2 x 100 = x x 100 = 1..... 14 ..31 J mol K x 300 K 300 ... Sekarang mari asumsikan bahwa materi ini telah disajikan sebelumnya.....25) Reaksi cepat biasanya membutuhkan ketepatan pengontrolan suhu yang rendah.. 1........... disusun dari penjelasan mendetail oleh Bunnett.... apakah produk mempengaruhi laju reaksi atau sedikit ketidak murnian reaktan mempengaruhi laju reaksi... penyelidik kadang-kadang harus menghitung cepat untuk menunjukkan apakah besaran yang diinginkan itu benar atau pemilihan model laju reaksi telah tepat. Pada tahap ini... Selama berlangsungnya kerja ini. Deviasi terhadap signal hukum laju reaksi atau terjadi suatu komplikasi seperti adanya reaksi sekunder. Disini ada langkah singkat...... karena selalu tidak dapat divariasikan dan mempunyai energi aktivasi rendah.. kebolehjadian ini mesti dipertimbangkan.... (1........ diasumsikan bahwa orde reaksi adalah benar diidentifikasi dan diikuti oleh prosedur matematik yang benar.... Pemurnian dengan hati-hati harus selalu dilakukan dalam waktu tepat dan banyaknya pengulangan menyebabkan banyaknya kehilangan materi..... Reaksi yang dijalankan tanpa adanya oksigen (udara) mesti dilaksanakan.... garam..... Sekarang ini dapat dipergunakan program komputer untuk memfitkan data dan memperkecil jumlah data kinetik diperoleh dengan metoda simulasi... Pertama harus disiapkan identifikasi reaktan.. Identitas produk tidak dapat diasumsikan dan kedua identifikasi kualitatif dan kuantitatif dilakukan pula.....7.. Kesulitan Banyak kesulitan dihadapi karena ketidakhati-hatian.

.... seperti reaksi S 2 ...... ion hidroksida melekat pada saat belum terjadi kesetimbangan dan reaksi pengontrol laju reaksi dipercayakan pada penyingkiran satu molekul dari gugus yang ditinggalkan dari spesi yang mengandung ion amida (NH2-) terkoordinat............ dan Molekularitas Kembali kita membicarakan molekularitas dan orde reaksi yang telah disebut sebelumnya karena penjelasannya lebih lanjut berdasarkan terminologi yang telah diperkenalkan. (1.. Reaksi Elementer.. Co(NH3)5Br2+ + OHCo(NH3)5OH2+ + Br.......28) Dengan perkataan lain. dimana laju reaksi langsung sebanding dengan konsentrasi ion hidroksida.KINETIKA KIMIA: Reaksi Elementer 1......29) Walaupun ion merkuri(2+) stokiometrinya......(1....30) Contoh akhir subsitusi nukliopilik menurut ekspressi berikut dengan Nuc...... Mekanisme Reaksi. pers....... hukum laju reaksi untuk reaksi yang dikatalisis oleh ion merkuri(2+) dari senyawa kompleks yang sama adalah r = k[Co(NH3)5Br2+][Hg2+] ... (1.........= Cl-.....27) Reaksi ini tidak menggambarkan langkah reaksi bimolekuler............. Co(NH3)4(NH2)Br+ Co(NH3)4NH22+ + Br....... (1.......... pers....... (1...31) Laju reaksi tidak tergantung dari konsentrasi nukliopilik........ r = k[ Co(NH3)5Br2+] ..........26)..... (1.... Persamaan Stokiometri..... yaitu: Co(NH3)5Br2+ + H2O tidak tampil dalam persamaan Co(NH3)5H2O3+ + Br... Lebih tepat...... dimana ion hidroksil nukliopilik melekat pada ion pusat N kobalt. (1......... dsb.............................. Co(NH3)5Br2+ + NuCo(NH3)5Nu2+ + Br-.26) r = k[Co(NH3)5Br2+][OH-].... (1-32) 15 ........8........... (1... N3-.27)........ Pada reaksi hidrolisa basa dari ion penta amina(bromo)kobalt(2+)....

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->