Percobaan menentukan nilai Koefisien Permeabilitas Tanah ( K

)
Jenis tanah : lanau, sedikit lempung, sedikit berpasir Tabung 1 Tabung 2

H

d = 6,3 cm
Gelas ukur

H1 L = 26 cm
Pipa / selang

H2 D = 8,2 cm

h

Tabung berisi tanah Rumus yang digunakan : K= Q L H A 


, dengan :

: debit aliran (cm3/s) diperoleh dari volum gelas ukur dibagi waktu isi : panjang tabung berisi tanah (cm) : perbedaan elevasi air antara tabung 1 dan tabung 2 (cm) : luas penampang tabung berisi tanah = 0,25 x x 8,22 = 52,8102 cm2

1. Menggunakan tanah yang tidak dipadatkan H1 H2 H h Percobaan (cm) (cm) (cm) (cm) 1 2 78 54 24 5 3 K rata-rata = 0,0077 cm/s 2. Menggunakan tanah yang dipadatkan H1 H2 H Percobaan (cm) (cm) (cm) 1 2 64 39 25 3 K rata-rata = 0,00074 cm/s

volum (cm3 ) 155,8623

t (detik) 451 407 396

Q (cm3/s) 0,3456 0,3830 0,3936

K (cm/s) 0,0071 0,0079 0,0081

h (cm) 1

volum (cm3 ) 31,1725

t (detik) 923 812 786

Q (cm3/s) 0,0338 0,0384 0,0397

K (cm/s) 0,00067 0,00076 0,00078

1

8623 cm2 vol m = 0.Contoh perhit ngan : H1 H2 H = 78 cm = 54 cm = 24 cm L h = 26 cm = 5 cm x 6.32 x 5 = 155.foto selama percobaan : Gambar 1 : Botol berisi tanah Gambar 2 : Botol yang telah disambung Gambar 3 : Rangkaian alat percobaan Gambar 4 : Gelas ukur yang berisi air 2 .25 x t Q K = 451 deti = =   = =     = 0.0071 cm/deti Foto .3456 cm3/deti = 0.

Menentukan Koefisien Permeabilitas Tanah ( K ) Permeabilitas suatu tanah bisa didapat dari pengujian laboratorium atau pun pengujian di lapangan.1 Constant Head Permeameter Digunakan untuk menghitung permeabilitas pada tanah granuler.2 Falling Head Permeameter Digunakan untuk menghitung permeabilitas pada tanah berbutir halus. Pengujian tinggi energi tetap (Constant Head) b. Penelitian secara tidak langsung dari pengujian konsolidasi d. 1. Pengujian tinggi energi turun (Falling Head) c. Pengujian Permeabilitas di Laboratorium Untuk menentukan koefisien permeabilitas : a. Pengujian kapiler horizontal 1. 1. 3 .

1.3 Pengujian Konsolidasi Digunakan untuk menghitung permeabilitas pada tanah lempung dengan k = 10-6 . Pengujian Permeabilitas di Lapangan Untuk menentukan koefisien permeabilitas : a. Borehole Infiltration Test (Uji Lubang Bor) c.1. Falling Head Test 4 .10-9 cm/detik. Pumping Test (Uji Pemompaan) b.4 Pengujian Kapiler Horizontal 2. Constant Head Test d.

Bersifat mengekstraksi air keluar dari akuifer. yaitu : 1. yaitu : 1. dan sumur pengamatan. Jarak antar sumur dipompa dan sumur pengamatan. 4. Muka airtanah dipantau pada sumur yang dipompa serta pada satu pengamatan atau lebih yang berjarak dekat dengan sumur tersebut. Karakteristik akuifer yang dapat dievaluasi dengan uji pemompaan yaitu : y Permeabilitas Tingkat aliran air melalui suatu daerah. y Penyimpanan spesifik atau Storativitas y Transmissivitas Dalam suatu pumping test. Sangat baik untuk mengidentifikasi karakter akuifer yang berdekatan. 2. 3. Dalam unit bahasa Inggris tingkat aliran air didefinisakan dalam galon per hari. Sedikit kurang baik untuk lapisan akuitard. minimal selama satu hari dan harus hati-hati mengukur tingkat air di sumur pemantauan. Kecepatan pemompaan 3. Umumnya uji pemompaan dilakukan dengan memompa air dari satu sumur dengan laju stabil. 5 . Beberapa keuntungan dan kerugian dari pumping test. 5. pompa.1 Pumping Test (Uji Pemompaan) Sebuah uji pemompaan dilakukan untuk mengevaluasi suatu akuifer. 6. Waktu semenjak dimulainya pemompaan 4. Muka airtanah selama pengujian 2. Mengukur karakter dalam skala besar keheterogenan dan anisotropi. air di pompa keluar dari suatu sumur pada kecepatan yang di ketahui selama waktu tertentu (beberapa jam atau beberapa hari). Lebih realistik tentang respon akuifer terhadap pemompaan.2. Terdapat beberapa parameter yang saling berhubungan dengan parameter akuifer. Memerlukan waktu yang panjang.

Langkah pumping test : . . 6 . Misal pada tahap awal setiap 0.Studi geologi Mengetahui benar kondisi geologi bawah permukaan. . . waktu pengukuran muka airtanah dari mulai 0. data geofisik.Mendisain sumur pengamatan (ukurlah seperti pada sumur yang dipompa dan jaraknya).Mengukur diameter sumur. .Mengukur muka air tanah awal dan kedalaman dasar sumur sehingga diketahui tebal basah. bila perubahan muka air relatif kecil saat dipompa. data geologi lokal.Diusahakan air yang dipompa tidak diresapkan lagi ke sekitar sumur yang memungkinkan mempengaruhi air dalam sumur.Pemompaan diusahakan dengan kecepatan yang kecil dahulu dinaikan bila muka air tidak berubah dan seterusnya. .Jarak sumur pengamatan diusahakan pengamatan diusahakan sedekat mungkin.Menggunakan netoda analitik Misalnya metoda Theis. Jacob dsb. . data topografi atau singkapan-singkapan. Pengukuran dalam persiapan pumping test : . Pengetahuan geologi dapat mengacu pada geologi regional. waktu pengamatan dapat dinaikan.Bila muka air tanah tidak berubah terhadap waktu selama dipompa maka kondisi demikian disebut steady state dan pemompaan dihentikan.Mengukur muka air pada sumur pompa dan sumur pengamatan secara bersama-sama berdasarkan perubahan muka air yang berarti.Perencanaan suatu pumping test : . .Dalam Recovery test. .5 menit bila perubahan tak berarti naikan 1 menit beberapa kali dan seterusnya.5 menit dan seterusnya dinaikan waktu pengamatan bila muka airtanah berubah sangat kecil.

Perhitungan dalam Pumping Test ini : Untuk lapisan tanah tak tertekan : K=   Untuk lapisan tanah tertekan : K=   Gambar : 7 .Pengolahan data : Seluruh data dapat diolah dengan metode Theis dan Jacob (bila perlu dengan metode lainnya khusus untuk akuifer tak tertekan).

Air keluar dari augerhole 3. Gambar : 8 . Tingkat kenaikan tingkat air di dalam lubang dicatat 4. Nilai K dihitung dari data : Kh = C (Ho-Ht) / t t = waktu (dalam detik) sejak pengukuran pertama H sebagai Ho F adalah faktor tergantung pada geometri lubang: F = 4000r / h '(20 D / r) (2-h' / D) dimana: r = jari-jari lubang silinder (cm).2. Augerhole adalah perforasi ke dalam tanah di bawah permukaan air 2. h= kedalaman rata-rata tingkat air di dalam lubang relatif terhadap muka air (cm). dinyatakan dengan h '= (Ho Ht) / 2 D= adalah kedalaman dasar lubang relatif terhadap meja air dalam tanah (cm). dapat digunakan untuk menentukan permeabilitas di bawah muka air. Metode ini menggunakan langkah-langkah berikut : 1. Ketika muka air dangkal. Metode ini dikembangkan oleh Hooghoudt (1934) di Belanda dan diperkenalkan di Amerika Serikat oleh Van Bavel id Kirkham (1948). metode augerhole atau tes siput.1 Bor Hole Infiltration Test (Uji Lubang Bor) Salah satu metode untuk mengukur permeabilitas di lapangan.

8. 9. Kepala tangki konstan: Sebuah reservoir air yang tepat mampu memasok air untuk permeameter di bawah kepala konstan. Mencari debit melalui spesimen di bawah kepala tertentu air. Gelas silinder Lulusan untuk menerima debit tersebut.1 mm.2. Drainage cap dengan tebal 12 mm cocok untuk koneksi ke air inlet atau outlet. Prosedur Uji: 1. 5. Berhenti untuk melihat catatan waktu. 12 mm tebal yang memiliki permeabilitas 10 kali diharapkan permeabilitas tanah.3 0. Perencanaan dan organisasi: 1. 6. Peralatan: 1. Buka stopkontak di bawah. 2. 9 . 2. Untuk pengaturan kepala konstan. 3. Peralatan kompaksi: 50 mm diameter circular face. Stabilkan aliran air. Definisi koefisien permeabilitas : Kondisi tingkat aliran bawah laminar melalui suatu luasan penampang berupa media pori di bawah gradien hidrolik unit. spesimen harus terhubung melalui inlet ke reservoir atas kepala konstan. Permeameter cetakan berbahan non-corrodible dengan kapasitas 1000 ml. Cetakan harus dilengkapi dengan pelat dasar yang dapat dilepas dan removable ekstensi counter.1 tinggi efektif dari 127. 4.76 kg dan tinggi jatuh 310 mm seperti yang ditentukan dalam IS 2720 bagian VII 1965. Kuantitas aliran untuk interval waktu yang tepat dapat dikumpulkan. berat 2. 5. Persiapan sampel tanah untuk menguji 2. 4. 3. diameter 100 mm dan internal 0. Skala meter untuk mengukur perbedaan kepala dan panjang spesimen. Drainage bade dengan cakram berpori.1 Constant Head Test Bertujuan untuk menentukan koefisien permeabilitas tanah dengan menggunakan metode kepala konstan. 7. Ulang tiga kali untuk interval yang sama.

Perhitungan : Koefisien permeabilitas untuk tes kepala konstan dinyatakan sebagai:   dengan : K = Koefiseien Permeabilitas (cm/sec) q = Debit (cm3/sec) L = Panjang Spesimen (cm) A = Luas penampang dari spesimen (cm2) H = Perbedaan kepala hidrolik antara akhir upgradient sampel dan akhir downgradient sampel (cm) Gambar : 10 .

Skala meter 9. Prinsip tes ini adalah hukum Darcys untuk aliran laminar. i = gradient hidrolik. Maka permeabilitas didefinisikan sebagai laju aliran air dalam kondisi laminar melalui unit luas penampang tegak lurus terhadap arah aliran melalui media berpori di bawah unit gradien hidrolik dan dalam kondisi temperatur standar. Pisau Pemangkas dll . Laju debit sebanding dengan (i x A) q = kia dimana q = debit per satuan waktu A = Total areal dari tanah tegak lurus terhadap arah aliran. Timbangan untuk menimbang sampai 1 gram 4.2. Panci pencampur 6. Botol Pengukur 8. Permeameter dengan aksesorinya 2. Saringan 4. Bahan dengan void menerus disebut sebagai bahan berpori. dengan metode falling head. Prinsip Percobaan : Bagian dari air melalui bahan berpori disebut rembesan. 11 . Container air 11.75 mm dan 2 mm 5. Termometer 10. Spesimen tanah standard 3. K = koefisien permeabilitas Darcy Perkakas dan perlengkapan yang diperlukan untuk tes ini adalah : 1.2 Falling Head Test Tujuan : Untuk menentukan koefisien permeabilitas sampel tanah yang diberikan. Metode falling head penentuan permeabilitas digunakan untuk tanah dengan debit rendah. Stopwatch 7.

Deaired water lebih disukai. Hitung dengan mengumpulkan q untuk pipa berdiri. Siapkan spesimen tanah sebagaimana ditentukan. Pasang permeameter dalam tangki bawah dan isi tangki dengan air.000. (D) Basis drainase adalah cakram berpori.1 mm dan tinggi 127. 7. Ada juga sebuah botol lulus untuk mengumpulkan debit.1 mm.6 kg. Biarkan air mengalir sampai aliran tunak diperoleh. Ulangi 5 langkah di atas tiga kali untuk menentukan t untuk kepala yang sama.3 0. 12 . (F) Tangki kontainer memiliki katup overflow. 3. Catat waktu interval untuk penurunan kepala di pipa berdiri h.Pengetahuan Alat : (A) Permeameter terbuat dari bahan non-corrodible dengan kapasitas 1000 ml. 2. 4. timbang yang benar untuk 1 gram dan menemukan a dari q / h = a. (E) Tutup drainase juga merupakan disk pori ketebalan 12 mm dengan sebuah inlet / outlet pas. Inlet terhubung ke pipa berdiri. 5. 6. (B) Cetakan memiliki pelat dasar yang dapat dilepas dan eksterior yang dapat dilepas. Prosedur Eksperimental : 1. dengan diameter internal yang efektif 1. 12 mm tebal dengan permeabilitas 10 kali tanah. (G) Pengaturan pipa berdiri dilakukan pada papan dengan 2 atau pipa gelas 3 dari diameter yang berbeda. (C) Peralatan pemadatan memiliki wadah bundar dengan diameter 50 mm dan panjang 310 mm dengan berat 2.

Perhitungan : Koefisien permeabilitas untuk falling head test dinyatakan sebagai : k=      K dalam keadaan standar temperatur 27oC = K t = viskositas air pada temperatur toC = viskositas air pada temperatur ruang 27oC 27 Interpretasi hasil : K > 10-1 cm/detik : permeabilitas tinggi K = 10-1 cm/detik : permeabilitas sedang K < 10-1 cm/detik : permeabilitas rendah Gambar : 13 .

01 < 0.10 0.01 .0.00001 .00001 14 .Tabel Koefisien Permeabilitas Tanah ( K ) Jenis Tanah Kerikil Pasir Lanau Lempung Koefisien Permeabilitas (cm/detik) > 10 0.

Q=  Debit total. semua dibagi dengan viskositas dinamis (dalam satuan SI misalnya kg / (· m s)). misalnya m²) medium. ft³ / s atau m³ / s) adalah sama dengan produk dari permeabilitas ( unit daerah. 15 . dan panjang L penurunan tekanan adalah mengambil tempat ini. viskositas fluida dan penurunan tekanan atas jarak tertentu.P a). misalnya. luas penampang (A ) mengalir. dan penurunan tekanan (P b . Jadi jika perubahan tekanan negatif (dalam arah-x) maka aliran akan positif (dalam arah-x). Q (unit volume per waktu. Tanda negatif diperlukan karena cairan mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah.Persamaan Darcy      Hukum Darcy adalah hubungan proporsional sederhana antara tingkat debit langsung melalui media berpori.

Persamaan Darcy-Weisbach Persamaan Darcy-Weisbach adalah persamaan fenomenologika yang berkaitan dengan head loss. Faktor gesekan Darcy adalah satuan tak berdimensi yang digunakan dalam persamaan Darcy-Weisbach. faktor gesekan Darcy-Weisbach. untuk mendeskripsikan kehilangan tekanan akibat gesekan dalam aliran pipa. Faktor gesekan Darcy besarnya empat kali faktor gesekan Fanning. L adalah panjang pipa. Persemaan ini terbentuk atas kontribusi Henry Darcy dan Julius weisbach Persamaan Darcy-weisbach mengandung faktor gesekan tak berdimensi. aliran ini tidak laminer dan juga tidak turbulen. Aliran Laminer Rumus faktor gesekan Darcy untuk aliran laminer (ketika bilangan Reynolds di bawah 2300) adalah: f= di mana y y f adalah faktor gesekan Darcy Re adalah bilangan Reynolds 2. Head loss dapat dihitung dengan: hf = ˆ     ‰ dengan y y y y y y hf adalah head loss akibat gesekan. yang dinamai faktor gesekan Darcy. 16 . atau kehilangan tekanan akibat gesekan sepanjang pipa terhadap kecepatan aliran ratarata. Rumus faktor gesekan Darcy dapat diaplikasikan pada berbagai jenis aliran seperti : 1. Aliran Transisi Aliran transisi terjadi ketika aliran memiliki bilangan Reynolds sebesar antara 2300 hingga 4000. Nilai dari faktor gesekan Darcy bervariasi dan menimbulkan ketidakpastian yang cukup besar dalam menentukannya. g adalah percepatan gravitasi. D adalah diameter hidrolik dari pipa (untuk pipa yang berbentuk melingkar. diameter hidrolik sebanding dengan diameter pipa tersebut). V adalah kecepatan rata-rata dari aliran. sebanding dengan debit aliran dibagi dengan perimeter basah. atau faktor gesekan Moody. dan tidak boleh disamakan. f adalah koefisien tak berdimensi yang disebut faktor gesekan Darcy Rumus faktor gesekan Darcy adalah persamaan yang berdasarkan pada data eksperimen dan teori untuk faktor gesekan Darcy.

nilainya sama dengan diameternya y Rh adalah jari-jari hidrolik. White pada tahun 1939. Persamaan ini juga disebut dengan persamaan Colebrook -White. F. Colebrook dan C. untuk pipa bulat dengan air terisi penuh. Aliran T rbul n Persamaan Colebrook adalah persamaan implisit yang mengkombinasikan hasil eksperimen terhadap aliran turbulen di pipa halus dan pipa kasar. Persama ini an dikembangkan oleh C. faktor gesekan Darcy didefinisikan sebagai: ˆ  Ž‘‰ atau ˆ  Ž‘‰   ‡ ˆ   ‡ ˆ di mana: f adalah faktor gesekan Darcy adalah ketinggian kekasaran Dh adalah diameter hidrolik. Untuk aliran permukaan bebas: ˆ  Ž‘‰   ‡ ˆ 17 . Aliran Permukaan Bebas Bentuk persamaan Colebrook lainnya ada untuk bentuk aliran permukaan bebas. nilainya sama dengan seperempat diameternya y Re adalah bilangan Reynolds y y y 4. Untuk saluran pipa yang terisi penuh oleh air dengan nilai bilangan Reynolds melebihi 4000.3. untuk pipa bulat dengan air terisi penuh. Kondisi seperti ini terjadi pada pipa yang tidak terisi penuh. M.

Memperkirakan arah aliran air tanah 7.Peranan Analisa Aliran Air Tanah dalam Teknik Sipil Pengetahuan tentang analisa aliran air tanah sangatlah penting dan mempunyai peranan yang sangat luas. Menghitung tekanan mengangkat dan perpipaan 10. Rencana metode menurunkan muka air tanah 9. Untuk analisis kelayakan proyek 6. Membantu menganalisis tanggul kanal yang dipengaruhi oleh rembesan 4. Desain pit untuk pengisian ulang 18 . Mengetahui tingkat konsolidasi dan penyelesaian struktur 8. Desain grouting 11. Untuk tes pembekuan tanah 12. Analisa aliran air tanah banyak berguna dalam : 1. Membantu menganalisis stabilitas bendungan tanah 3. Membantu menganalisis gaya uplift pada struktur bangunan 5. Memecahkan masalah yang melibatkan hasil rembesan melalui bendungan tanah 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful