P. 1
Perancangan

Perancangan

|Views: 436|Likes:
Published by Hermawan Yudi A

More info:

Published by: Hermawan Yudi A on Sep 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/04/2013

pdf

text

original

Sections

  • A. OTAK
  • B. SARAF CRANIAL
  • E. Nelson, J.S. 1976. Fishes of the World. John Wiley and Sons, New York
  • F. Drainase Jalan E. Galian dan timbunan
  • G. Pengertian Dasar-Dasar Perancangan Simpang……………………...…….10
  • H. Perlengkapan Jalan (Road Furniture)…………………………...…………..10
  • I. Soal-Soal Latihan

-1

-

MODUL VIII
JUDUL : SISTEM SARAF
BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sistem saraf pada vertebrata mempunyai tiga macam peranan vital, yaitu: Orientasi terhadap lingkungan luar, menerima stimulus dari luar dan meresponnya; mengatur agar kerja sekalian sistem dalam tubuh bersesuaian, dengan bantuan kerja kelenjar endokrin; dan tempat ingatan dan kecerdasan (khusus vertebrata tingkat tinggi). Peranan ini semua disempurnakan oleh saraf, medulla spinalis, dan otak, dibantu oleh organ indra sebagai reseptor, dan otot serta kelenjar sebagai efektor. Sistem saraf dibagi menjadi system saraf pusat dan system saraf periferi. Sistem saraf pusat terdiri otak dan medula spinalis. Sistem saraf periferi terdiri dari saraf cranial dan spinal beserta cabang-cabangnya. Sistem saraf otonom merupakan bagian dari sistem perifera, mempengaruhi otot polos dan kelenjar.

B. Ruang Lingkup Isi - Otak - Syaraf Cranial - Syaraf spinal - Organ sensorik

C. Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke delapan yang membahas tentang sistem Saraf pada ikan. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah, sistem urogenital pada ikan.

D. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat: 1. Menjelaskan tentang sistem saraf pada ikan 2. Menjelaskan tentang fungsi sistem saraf dan fungsi organ saraf tersebut

-2-

BAB II. PEMBAHASAN A. OTAK Otak terdapat pada susunan saraf pusat. Otak ikan dapat dibagi menjadi lima bagian yaitu telencephalon, diencephalon, mesencephalon, metencephalon dan

myelencephalon. Telencephalon Otak bagian depan yang dibentuk oleh serebral hemisfer dan rhinecephalon sebagai pusat hal-hal yang berhubungan dengan pembauan. Saraf utama yang keluar dari daerah ini adalah saraf olfactory (saraf cranial I). Pada ikan yang mengutamakan pembauan untuk mencari mangsanya, otak bagian depan menjadi lebih berkembang. Ikan tilapia tertentu yang biasa memberikan perhatian dan perlindungan terhadap anaknya, setelah telencephalonnya dirusak menjadi bersifat tidak acuh terhadap anakanaknya. Ikan Betta splendens akan kehilangan tingkah laku seksnya akibat

pengrusakan telencephalon. Diencephalon Terletak pada bagian belakang telencephalon. Bagian ventral dari

dienchephalon adalah hypothalamus, bagian dorsalnya epithalamus dan bagian lateralnya dinamakan thalamus. Epithalamus adalah bagian yang nampak pada

dorsal dari otak. Struktur yang paling nyata ialah dua tonjolan dorsal yang tunggal, yaitu epifise (organ pineal) di sebelah belakang dan parafise (organ parapineal) disebelah depannya. Keduanya tumbuh sebagai evaginasi dari diencephalons embrio. Pada Cyclostomata, dinding otak yang terdapat di atas badan pineal menjadi transparan dan kulit kepala yang ada di atasnya tidak mempunyai pigmen. Dengan demikian cahaya yang sampai di kepala ikan ini akan mengenai badan pineal. Beberapa ikan hiu (Squaliformes) pun ada yang tidak berpigmen pada daerah kepala tersebut, tetapi badan pinealnya kurang berkembang bila diibandingkan dengan Cyclostomata. Ikan-ikan yang mempunyai kulit kepala transparan umumnya hidup

di daerah yang agak dalam dan termasuk yang suka beruaya vertikal. Ikan yang bersifat fototaksis positif, di kepalanya terdapat daerah yang tidak berpigmen dan atap cranial yang transparan di atas diencephalon. Dan sebaliknya ikan yang bersifat

fototaksis negatif pada kepalanya terdapat jaringan yang menghalangi cahaya.

-3-

Mesencephalon Otak bagian tengah pada semua vertebrata memiliki atap berupa sepasang lobus opticus yang bertindak sebagai pusat refleks penglihatan, menerima serabut aferent dari retina. Mesencephalon pada ikan relatif besar dan berfungsi sebagai pusat penglihatan. Lobus opticus terdiri dari tectum opticum di bagian atas tegmentum di bagian bawah. Tectum opticum merupakan organ koordinator yang melayani

rangsang penglihatan. Bayangan yang terjadi pada retina mata akan dipetakan pada tectum opticum. Sedang tegmentum merupakan pusat sel-sel motoris. Pada

mesencephalon terdapat bagian menonjol yang disebut Cerebellum, memiliki fungsi utama yaitu mengatur kesetimbangan tubuh dalam air, mengatur tegangan otot dan daya orientasi terhadap ruang. Pada ikan bertulang sejati cerebellum terbagi atas dua bagian besar, yaitu valvula cerebelli dan corpus cerebelli yang besarnya tergantung spesiesnya. Beberapa jenis ikan yang memiliki cerebellum relatif besar, utamanya ikan yang menghasilkan listrik (mormyridae) dan ikan perenang cepat (mackerel dan tuna). Myelencephalon Bagian otak paling belakang (posterior), dengan medula oblongata sebagai komponen utamanya. Komponen ini merupakan pusat untuk menyalurkan

rangsangan keluar melalui saraf cranial. Saraf cranial III-X keluar dari medulla oblongata. Di medulla Pada Pada ikan clupea pallasi, mugil cephalus dan Trachiurus, medulla oblongata membesar, dibagian ini terdapat organ yang dinamakan cristae cerebelli yang diduga saraf ini ada hubungannya dengan kecendrungan ikan untuk berkelompok. B. SARAF CRANIAL Sebagian besar saraf cranial (SC) berhubungan dengan bagian-bagian kepala, selain dari itu ditemukan juga yang berhungan dengan bagian-bagian tubuh lainnya. Dari otak sendiri terdapat sebelas saraf cranial yang menyebar ke organ-organ sensory tertentu dan otot-otot tertentu. Saraf terminal (SC 0) adalah suatu saraf kecil yang bergabung dengan saraf cranial I, yang berhubungan dengan otak depan, dan serabut-serabut saraf terbesar yang mengelilingi ’’olfactory bulb”. Saraf olfactory (SC I) menghubungkan organ

olfactory dengan pusat olfactory otak depan, fungsinya membawa impuls bau-bauan.

-4-

Saraf optic (SC II) menghubungkan retina mata dengan tectum opticum dan berfungsi membawa impuls penglhata. Saraf oculometer (SC III) berfungsi sebagai saraf motor somatik yang mengatr otot mata superior rectus, inferior oblique, inferior rectus dan internal rectus. Saraf ini berhubungan dengan otak mesenchepalon dan merupakan saraf motor somatik. Saraf trochlear (SC IV) menginervasi otot mata superior oblique. Saraf motor somatik ini berhubungan dengan mesencephalon.

KET. I. olfactory nerve; II. optic nerve; III. oculamotor nerve; trochlear nerve; V. Trigeminal nerve; VI. Abducens nerve; VII. Facial nerve; 1-6. octavus nerve (VIIIa anterior ramus; VIIIp. Posterior ramus); ALLN. Anterior lateral line nerve; PLLN. Posterior lateral line nerve; IX. Glossopharyngeal nerve;X vagal nerve; C. Cerebellum; D. Diencephalon; R. Rhombocephalon;T. Telencephalon; TE. Tectum mesencephali. Gambar 1. Topografi secara umum otak ikan

C. SPINAL CORD DAN SARAF SPINAL Saraf cranial merupakan lanjutan medulla oblongata dan sampai ke bagian depan ekor. Batas antara medulla oblongata dengan spinal cord tidak jelas. Spinal cord

merupakan suatu tabung, tetapi alur pusatnya (central canal) berdiameter kecil dibandingkan dengan dindingnya. Sekeliling alur pusat membentuk pola yang

menyerupai sepasang sayap kupu-kupu pada potongan melintangnya (Gambar 12.2). Bagian ini merupakan bahan kelabu (gray matter) yang terdiri dari sel-sel saraf dan dikelilingi oleh serabut-serabut saraf (white matter). Serabut-serabut saraf ini

3). Bahan kelabu dapat dibedakan menjadi dua bagian. Potongan melintang spinal cord ikan cucut (Laglar et al. Tanduk dorsal menerima serabut sensori visceral dan somatic.-5- dibungkus dan dkumpulkan dalam satu ikatan sesuai dengan fungsinya. SISTEM INDERA . yaitu sepasang tanduk dorsal (anterior horn) dan sepasang tanduk vetral (posterior horn). dan tanduk venral berisikan inti saraf motor. Gambar 2. 1977) D. (Gambar 12..

3) Khemoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan bahan kimia di dalam linkugannya. memberitahu organisme sampai seberapa otot harus ditekuk untuk mendapatkan posisi yang tepat dalam ruangan. organ indera dapat dibedakan sebagai berikut: 1) Eksoreseptor yaitu reseptor raba dan penlihatan. Diensefalon pada embrio memperlihatkan sepasang evaginasi lateral yang dinamakan veskikula optic. . tumbuh menjadi retina. Organ indera ialah sel-sel tertentu yang dapat menerima stimulus dari lingkungan maupun dari dalam badan sendiri untuk diteruskan sebagai impuls saraf melalui serabut saraf ke pusat susunan saraf. seperti rabaan. 4) Fonoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan getaran suara dari medium yang mempunyai frequensi relatif tinggi. 6) thermoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan panas atau dingin. 2) Propioseptor yaitu yang menerima stimulus dari otot. ruang vitroeus yang berisikan cairan kental yang dinamakan ”Vitroeus humor” dan dibatasi oleh retina. iris. menerima impuls dari medium sekitarnya. Berdasarkan sumber stimulus. organ indera dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1) Fotoreseptor ialah yang peka terhadap cahaya. 5) Mekanoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan mekhanik. Bagian ujung distalnya dari vesikula ini memperlihatkan invaginasi yang kemudian terbentuk cawan optic. sendi. MATA Secara garis besar struktur mata pada ikan adalah sama dengan pada organisme vertebrata lainnya. Eksteroseptor dan proprioseptor adalah somatis. Dinding sebelah dalam yang membatasi rongga cawan. Berdasarkan macam rangsangan yang mempengaruhinya. dan komponen fungsionil utamanya ialah retina yang pertumbuhannya berasal dari diensefalon. jadi mempengaruhi kerjanya otot polos dan kelenjar.faktordi dalam lingkungan dalam tubuh.-6- Sistem indera memerlukan bantuan sistem saraf yang menghubungkan badan indera dengan sistem saraf pusat. dan kanalis semikularis. 3) Enteroseptor iaiah yang menermia stimulus oleh faktor . 2) Statoreseptor ialah vanq peka terhadap perubahan posisi tubuh dani ruang. sedangkan yang sebelah luarnya tetap tipis merupakan lapisan pigmen dari retina. urat. dan enteroseptor adalah organ indera visceral. lensa. terdiri dari ruang depan. Mata peka terhadap cahaya. tekanan atau gesekan.

Bagian dari lapisan khoroid di sekeliling pupil dinamakan iris. Unsur . Berkas cahaya masuk kedalam mata melalui pupil.-7- Lapisan ektoderm di depan kapsula optik akan membentuk plakoda yang mengalami invaginasi dan membentuk lensa. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) . Sclera Elasmobranchia dan Teleostei agak kaku karena adanya struktur rawan. 1971). Ketepatan penyajian pada tugas mandiri.unsur saraf dari retina terdiri atas batang dan kerucut yang peka terhadap cahaya yang panjang gelombangnya bermacam macam. Retina ialah selaput saraf yang terletak di bagian belakang dari ronqqa mata. Retina dan rongga bola mata berada di sebelah dalam lapisan khoroid yang berpigmen. Lapisan choroid terletak diantara retina dan sclera. Mata ikan dilengkapi dengan tiga pasang otot oculomotor. Mata dan bagian-bagiannya INDIKATOR PENILAIAN 1. Mata agak datar pada bagian anterior sehingga lensa yang cembung hampir menyentuh cornea yang merupakan bagian transparana yang penting dari ”scleroid coat” biji mata. dan terbuka pada lubang pupil. Gambar 3. Seringkali teleostei mempunyai satu atau dua scleral ossicles sebagai penunjang terhadap struktur rawan tersebut (Munz.

Love.F. Alamsjah. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3.M. PrenticeHall of India Private Limited. serta penampilan (30%) BAB III. Fishes. Ichthyology. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). yang bekerja dengan cara menghasilkan potensial aksi dan menjalarkan impuls dari satu sel ke sel berikutnya. F. Jr. Second edition. John Wiley & Sons. R.F. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. 1979. Readings in Ichthyology. cara menjawab/menanggapi. S.S. M.E. P. 1988. Cailliet (eds. Second edition. cech. Pembentukan potensial aksi juga merupakan cara yang dilakukan oleh sistem saraf dalam melaksanakan fungsi kendali dan koordinasi tubuh. Sistem saraf otonom merupakan bagian dari sistem perifera.R.R. Bardach. E. Sistem saraf periferi terdiri dari saraf cranial dan spinal beserta cabang-cabangnya.B. 1974. Rahardjo. Sistem saraf pusat terdiri otak dan medula spinalis. Ichthyologi. New Delhi D. Departemen Biologi Perairan.-8- 2. IPB B. Fishes of the World. and G. PENUTUP Sistem saraf dibagi menjadi system saraf pusat dan system saraf periferi. Passino. New York. An Introduction to Ichthyology. Unit terkecil system saraf adalah sel saraf atau neuron. J. and J. Prentice Hall. Moyle. Lagler. Miller and D.S. New York C. Neuron merupakan sel fungsional pada sistem saraf. Englewood Cliffs. 1976. M. New Jersey. Fakultas Perikanan. Penguasaan materi dalam memaparkan.). J.M. IPB .. DAFTAR PUSTAKA A. Nelson. Pembentukan potensial aksi merupakan cara yang dilakukan sel saraf dalam memindahkan informasi. mempengaruhi otot polos dan kelenjar. K. 1977.J. 1980. John Wiley and Sons.

Kaitan Modul Modul ini merupakan modul ke delapan yang membahas tentang sistem Saraf pada ikan. menerima stimulus dari luar dan meresponnya.Syaraf Cranial . mengatur agar kerja sekalian sistem dalam tubuh bersesuaian. Ruang Lingkup Isi . medulla spinalis. D. Peranan ini semua disempurnakan oleh saraf. Latar Belakang Sistem saraf pada vertebrata mempunyai tiga macam peranan vital. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. dan otak. yaitu: Orientasi terhadap lingkungan luar. sistem urogenital pada ikan. Menjelaskan tentang sistem saraf pada ikan 4. Modul ini dijelaskan setelah mahasiswa memahami modul sebelumya yaitu sistem peredaran darah. mempengaruhi otot polos dan kelenjar. dan tempat ingatan dan kecerdasan (khusus vertebrata tingkat tinggi). PENDAHULUAN A.Organ sensorik C. Sistem saraf pusat terdiri otak dan medula spinalis. Sistem saraf periferi terdiri dari saraf cranial dan spinal beserta cabang-cabangnya.Otak . Sistem saraf dibagi menjadi system saraf pusat dan system saraf periferi. mahasiswa diharapkan dapat: 3. Sistem saraf otonom merupakan bagian dari sistem perifera.-9- MODUL VIII JUDUL : SISTEM SARAF BAB I. dan otot serta kelenjar sebagai efektor. dengan bantuan kerja kelenjar endokrin.Syaraf spinal . dibantu oleh organ indra sebagai reseptor. B. Menjelaskan tentang fungsi sistem saraf dan fungsi organ saraf tersebut .

tetapi badan pinealnya kurang berkembang bila diibandingkan dengan Cyclostomata. OTAK Otak terdapat pada susunan saraf pusat.10 - BAB II. setelah telencephalonnya dirusak menjadi bersifat tidak acuh terhadap anakanaknya.. Saraf utama yang keluar dari daerah ini adalah saraf olfactory (saraf cranial I). diencephalon. Epithalamus adalah bagian yang nampak pada dorsal dari otak. Telencephalon Otak bagian depan yang dibentuk oleh serebral hemisfer dan rhinecephalon sebagai pusat hal-hal yang berhubungan dengan pembauan. Struktur yang paling nyata ialah dua tonjolan dorsal yang tunggal. Ikan yang bersifat fototaksis positif. Ikan tilapia tertentu yang biasa memberikan perhatian dan perlindungan terhadap anaknya. . mesencephalon. yaitu epifise (organ pineal) di sebelah belakang dan parafise (organ parapineal) disebelah depannya. Dengan demikian cahaya yang sampai di kepala ikan ini akan mengenai badan pineal. Bagian ventral dari dienchephalon adalah hypothalamus. Keduanya tumbuh sebagai evaginasi dari diencephalons embrio. otak bagian depan menjadi lebih berkembang. bagian dorsalnya epithalamus dan bagian lateralnya dinamakan thalamus. Pada Cyclostomata. di kepalanya terdapat daerah yang tidak berpigmen dan atap cranial yang transparan di atas diencephalon. Otak ikan dapat dibagi menjadi lima bagian yaitu telencephalon. Pada ikan yang mengutamakan pembauan untuk mencari mangsanya. Ikan-ikan yang mempunyai kulit kepala transparan umumnya hidup di daerah yang agak dalam dan termasuk yang suka beruaya vertikal. PEMBAHASAN A. dinding otak yang terdapat di atas badan pineal menjadi transparan dan kulit kepala yang ada di atasnya tidak mempunyai pigmen. Dan sebaliknya ikan yang bersifat fototaksis negatif pada kepalanya terdapat jaringan yang menghalangi cahaya. Ikan Betta splendens akan kehilangan tingkah laku seksnya akibat pengrusakan telencephalon. metencephalon dan myelencephalon. Beberapa ikan hiu (Squaliformes) pun ada yang tidak berpigmen pada daerah kepala tersebut. Diencephalon Terletak pada bagian belakang telencephalon.

dengan medula oblongata sebagai komponen utamanya. dan serabut-serabut saraf terbesar yang mengelilingi ’’olfactory bulb”. SARAF CRANIAL Sebagian besar saraf cranial (SC) berhubungan dengan bagian-bagian kepala.. Saraf olfactory (SC I) menghubungkan organ olfactory dengan pusat olfactory otak depan. selain dari itu ditemukan juga yang berhungan dengan bagian-bagian tubuh lainnya. Beberapa jenis ikan yang memiliki cerebellum relatif besar. medulla oblongata membesar. Dari otak sendiri terdapat sebelas saraf cranial yang menyebar ke organ-organ sensory tertentu dan otot-otot tertentu. menerima serabut aferent dari retina. memiliki fungsi utama yaitu mengatur kesetimbangan tubuh dalam air. Tectum opticum merupakan organ koordinator yang melayani rangsang penglihatan. yang berhubungan dengan otak depan. Pada ikan bertulang sejati cerebellum terbagi atas dua bagian besar. utamanya ikan yang menghasilkan listrik (mormyridae) dan ikan perenang cepat (mackerel dan tuna). Saraf terminal (SC 0) adalah suatu saraf kecil yang bergabung dengan saraf cranial I. . fungsinya membawa impuls bau-bauan. dibagian ini terdapat organ yang dinamakan cristae cerebelli yang diduga saraf ini ada hubungannya dengan kecendrungan ikan untuk berkelompok. Bayangan yang terjadi pada retina mata akan dipetakan pada tectum opticum. Sedang tegmentum merupakan pusat sel-sel motoris. Lobus opticus terdiri dari tectum opticum di bagian atas tegmentum di bagian bawah. Mesencephalon pada ikan relatif besar dan berfungsi sebagai pusat penglihatan. mengatur tegangan otot dan daya orientasi terhadap ruang. Saraf cranial III-X keluar dari medulla oblongata. Di medulla Pada Pada ikan clupea pallasi. B. Komponen ini merupakan pusat untuk menyalurkan rangsangan keluar melalui saraf cranial. mugil cephalus dan Trachiurus. yaitu valvula cerebelli dan corpus cerebelli yang besarnya tergantung spesiesnya. Myelencephalon Bagian otak paling belakang (posterior). Pada mesencephalon terdapat bagian menonjol yang disebut Cerebellum.11 - Mesencephalon Otak bagian tengah pada semua vertebrata memiliki atap berupa sepasang lobus opticus yang bertindak sebagai pusat refleks penglihatan.

V. SPINAL CORD DAN SARAF SPINAL Saraf cranial merupakan lanjutan medulla oblongata dan sampai ke bagian depan ekor. Topografi secara umum otak ikan C. oculamotor nerve. II. C. Saraf ini berhubungan dengan otak mesenchepalon dan merupakan saraf motor somatik. I. optic nerve. Saraf trochlear (SC IV) menginervasi otot mata superior oblique. Tectum mesencephali.X vagal nerve.2). Rhombocephalon. Bagian ini merupakan bahan kelabu (gray matter) yang terdiri dari sel-sel saraf dan dikelilingi oleh serabut-serabut saraf (white matter).12 - Saraf optic (SC II) menghubungkan retina mata dengan tectum opticum dan berfungsi membawa impuls penglhata. VII. VIIIp. Batas antara medulla oblongata dengan spinal cord tidak jelas. Facial nerve. TE. inferior oblique. Gambar 1. IX. trochlear nerve. KET. Saraf oculometer (SC III) berfungsi sebagai saraf motor somatik yang mengatr otot mata superior rectus. R. Posterior ramus). Abducens nerve. III.T. Cerebellum. Posterior lateral line nerve. Anterior lateral line nerve. Diencephalon. Saraf motor somatik ini berhubungan dengan mesencephalon. Spinal cord merupakan suatu tabung. octavus nerve (VIIIa anterior ramus. Telencephalon. VI. tetapi alur pusatnya (central canal) berdiameter kecil dibandingkan dengan dindingnya. inferior rectus dan internal rectus. olfactory nerve. Serabut-serabut saraf ini . 1-6. Trigeminal nerve.. D. Sekeliling alur pusat membentuk pola yang menyerupai sepasang sayap kupu-kupu pada potongan melintangnya (Gambar 12. ALLN. Glossopharyngeal nerve. PLLN.

(Gambar 12.. 1977) D. SISTEM INDERA ..13 - dibungkus dan dkumpulkan dalam satu ikatan sesuai dengan fungsinya. Potongan melintang spinal cord ikan cucut (Laglar et al. Tanduk dorsal menerima serabut sensori visceral dan somatic.3). dan tanduk venral berisikan inti saraf motor. Gambar 2. Bahan kelabu dapat dibedakan menjadi dua bagian. yaitu sepasang tanduk dorsal (anterior horn) dan sepasang tanduk vetral (posterior horn).

terdiri dari ruang depan.. memberitahu organisme sampai seberapa otot harus ditekuk untuk mendapatkan posisi yang tepat dalam ruangan.14 - Sistem indera memerlukan bantuan sistem saraf yang menghubungkan badan indera dengan sistem saraf pusat. iris. Eksteroseptor dan proprioseptor adalah somatis. Mata peka terhadap cahaya. Berdasarkan sumber stimulus. tekanan atau gesekan. organ indera dapat dibedakan sebagai berikut: 1) Eksoreseptor yaitu reseptor raba dan penlihatan. sedangkan yang sebelah luarnya tetap tipis merupakan lapisan pigmen dari retina. 5) Mekanoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan mekhanik. tumbuh menjadi retina. MATA Secara garis besar struktur mata pada ikan adalah sama dengan pada organisme vertebrata lainnya. ruang vitroeus yang berisikan cairan kental yang dinamakan ”Vitroeus humor” dan dibatasi oleh retina. seperti rabaan. jadi mempengaruhi kerjanya otot polos dan kelenjar.faktordi dalam lingkungan dalam tubuh. 3) Enteroseptor iaiah yang menermia stimulus oleh faktor . 4) Fonoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan getaran suara dari medium yang mempunyai frequensi relatif tinggi. dan kanalis semikularis. 2) Propioseptor yaitu yang menerima stimulus dari otot. Berdasarkan macam rangsangan yang mempengaruhinya. dan enteroseptor adalah organ indera visceral. Bagian ujung distalnya dari vesikula ini memperlihatkan invaginasi yang kemudian terbentuk cawan optic. 2) Statoreseptor ialah vanq peka terhadap perubahan posisi tubuh dani ruang. sendi. 3) Khemoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan bahan kimia di dalam linkugannya. organ indera dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1) Fotoreseptor ialah yang peka terhadap cahaya. urat. . lensa. Dinding sebelah dalam yang membatasi rongga cawan. dan komponen fungsionil utamanya ialah retina yang pertumbuhannya berasal dari diensefalon. menerima impuls dari medium sekitarnya. Organ indera ialah sel-sel tertentu yang dapat menerima stimulus dari lingkungan maupun dari dalam badan sendiri untuk diteruskan sebagai impuls saraf melalui serabut saraf ke pusat susunan saraf. 6) thermoreseptor ialah yang peka terhadap rangsangan panas atau dingin. Diensefalon pada embrio memperlihatkan sepasang evaginasi lateral yang dinamakan veskikula optic.

Mata dan bagian-bagiannya INDIKATOR PENILAIAN 1. Berkas cahaya masuk kedalam mata melalui pupil.. Retina ialah selaput saraf yang terletak di bagian belakang dari ronqqa mata. Mata ikan dilengkapi dengan tiga pasang otot oculomotor. Ketepatan penyajian pada tugas mandiri. Gambar 3.unsur saraf dari retina terdiri atas batang dan kerucut yang peka terhadap cahaya yang panjang gelombangnya bermacam macam. Unsur . Mata agak datar pada bagian anterior sehingga lensa yang cembung hampir menyentuh cornea yang merupakan bagian transparana yang penting dari ”scleroid coat” biji mata. Sclera Elasmobranchia dan Teleostei agak kaku karena adanya struktur rawan. dan terbuka pada lubang pupil. Seringkali teleostei mempunyai satu atau dua scleral ossicles sebagai penunjang terhadap struktur rawan tersebut (Munz. Retina dan rongga bola mata berada di sebelah dalam lapisan khoroid yang berpigmen. Lapisan choroid terletak diantara retina dan sclera.15 - Lapisan ektoderm di depan kapsula optik akan membentuk plakoda yang mengalami invaginasi dan membentuk lensa. tugas kelompok dan presentasi sesuai sasaran akhir pembelajaran dan nilai kuis (40%) . 1971). Bagian dari lapisan khoroid di sekeliling pupil dinamakan iris.

Passino. John Wiley & Sons. Nelson. Jr. An Introduction to Ichthyology.F. M. J. R. yang bekerja dengan cara menghasilkan potensial aksi dan menjalarkan impuls dari satu sel ke sel berikutnya. P.E. Penguasaan materi dalam memaparkan. mempengaruhi otot polos dan kelenjar. Love. Rahardjo. K.. 1977. Neuron merupakan sel fungsional pada sistem saraf. K.M. Kreatifitas dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan materi atau pokok bahasan (30%) 3. Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi. Alamsjah. 1979. Pembentukan potensial aksi juga merupakan cara yang dilakukan oleh sistem saraf dalam melaksanakan fungsi kendali dan koordinasi tubuh. Lagler.S. Sistem saraf periferi terdiri dari saraf cranial dan spinal beserta cabang-cabangnya. Fishes of the World. Pembentukan potensial aksi merupakan cara yang dilakukan sel saraf dalam memindahkan informasi.R. New York. New York I. PENUTUP Sistem saraf dibagi menjadi system saraf pusat dan system saraf periferi. Departemen Biologi Perairan. S. Cailliet (eds. Prentice Hall. Bardach. and G. Ichthyology. New Delhi J.J.S. 1980. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). M. J. DAFTAR PUSTAKA G. cech. Englewood Cliffs. Miller and D. Second edition. Ichthyologi. cara menjawab/menanggapi. 1976. and J.B.M. John Wiley and Sons. Unit terkecil system saraf adalah sel saraf atau neuron. Sistem saraf otonom merupakan bagian dari sistem perifera. PrenticeHall of India Private Limited. Sistem saraf pusat terdiri otak dan medula spinalis. Readings in Ichthyology.R. L.. Second edition. 1988.F. New Jersey. Fishes. 1974. IPB H.16 - 2.). Moyle. IPB . serta penampilan (30%) BAB III. Fakultas Perikanan.

MT..17 - LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (L K P P) ================================================== LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS SCL Judul : PERANCANGAN GEOMETRIK JALAN Oleh : Ir. Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : H-469/H4-23/PM-15/08 PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL JURUSAN SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN FEBRUARI 2008 . H. Iskandar Renta.

Ir.. Pembuat Modul Prof. NIP. 131 287 807 Ir. : 130 937 003 : Pembina Tingkat I /IV b : Teknik sipil : Tenik / Universitas Hasanuddin : 1 (satu) bulan) Mulai 04 Januari s/d 04 Pebruari 2008 Biaya : Rp. Dr. 04 Januari 2008 Mengetahui : Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Dekan.H. Iskandar Renta.000. H.000. 4.23/PM-15/2008 Makassar .18 - HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN PROGRAM TRANSFORMASI DARI TEACHING KE LEARNING UNIVERSITAS HASANUDDIN 2007 Judul Nama NIP Pangkat/Golongan Jurusan Fakultas / Unuversitas Jangka Waktu kegiatan : PERANCANGAN GEOMETRIK JALAN : Ir. M.( Empat juta rupiah ). H. Saleh Pallu. 130 937 003 .Eng NIP.MT.. Iskandar Renta.MT.M.Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : H-469/H4.

Penulis sangat mengharapkan saran dan keritik dari para pembaca demi perbaikan modul ini. bagi yang berminat untuk mengetahui lebih jauh lagi mengenai karakteristi geometrik jalan dapat lebih mendalami dalam pengerjaan Tugas Akhir Kepada Pimpinan Universitas dan khususnya Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan beserta segenap karyawannya. Ucapan terimah kasih juga kepada pimpinan Fakultas. para Dosen mata kuliah tersebut yang telah memberikan saran dan bahan yang berguna sehingga modul ini dapat disusun. drainase air hujan. Bagian-bagian geometrik jalan yang perlu mendapat perhatian itu adalah pada bagian lokasi yang dilewati trase. penulis mengucapkan terima kasih yang telah berkenaan memberikan kesempatan mengikuti pelatihan Program Transformasi dari Teaching Ke Learning.19 - Kata Pengantar Perancangan Geometrik Jalan merupakan salah satu prasarana transpotasi yang cukup kompleks. . ekonomi. tipe persimpangan. dan transportasi itu sendiri. alinemen horizontal dan vertikal. karena dijaringan tersebut terjadi pergerakan perpindahan moda transportasi dari darat ke udara dan dari darat ke laut. Tetapi mengingat keterbatasan waktu yang ada untuk mata kuliah transportasi. Demikianlah semoga modul ini dapat bermanfaat bagi kita semua. keadaan tanah. jarak pandang.. Banyak hal dari bagian-bagian geometrik jalan yang perlu dipelajari mengingat bentuk Negara kita yang terdiri dari ribuan pulau sehingga moda transportasi darat merupakan alat transportasi yang cukup efisien bagi kelancaran komunikasi. tipe tikugan. Disamping itu pada masingmasing bagian elemen-elemen geometrik jalan mempunyai karakteristik pergerakan yang berbeda satu dengan yang lain sehingga perlu mendapat perhatian. Terima kasih kepada Panitia. P e n u l i s. maka apa diberikan disini hanya merupakan dasar perancangan fisik saja. Ketua Jurusan Sipil. dan lokasi penempatan rambu-rambu jalan. Riviewer dan fasilitator yang telah membantu serta membimbing dalam pembuatan modul ini.

Pengertian Standar Desain Geometrik Jalan B.20 - PETA KEDUDUKAN MODUL MODUL I A. Drainase Jalan E. Penentuan Lokasi (Route Location) MODUL II D. Kriteria Perancangan Geometrik Jalan C.. Pengertian Dasar-Dasar Perancangan Simpang H. Perlengkapan Jalan (Road Furniture) . Galian dan timbunan MODUL IV G. Pengertian Elemen Perancangan MODUL III F.

3. 2. Mampu menyususn tiga alternatif dalam penentuan lokasi trase jalan 3. Mampu menjelaskan dan menetapkan jenis perlengkapan jalan yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk pengguna jalan dalam perancangan jalan 9. dasar-dasar perancangan simpang. Penyusunan alur pemikiran obyek perancangan. Mampu menjelaskan syarat-syarat dan peraturan desain geometrik jalan 2. dan perlengkapan jalan (Route purniture). alinemen horisontal dan vertikal. lokasi jalan. dan perlengkapan jalan . klasifikasi jalan. Mampu menjelaskan dan menyusun urutan-urutan kriteria yang cocok digunakan dalam perancangan geometrik jalan 4. 8. Mampu menjelaskan dan menentukan tipe simpang sesuai dengan kebutuhan dalam perancangan geometrik jalan antar kota. Mampu menjelaskan dan menentukan lokasi/volume galian dan timbunan pada profil memanjang dan cross section (potongan melintang jalan) 7. meliputi standar desain. Mampu menjelaskan dan menghitung alinemen horisontal dan vertikal 5. penentuan lokasi (Route location).21 - URAIAN SINGKAT MATA KULIAH 1. Orientasi matakuliah dan tes kemampuan kompetensi awal b.. drainase jalan. tipe simpang. Deskripsi Matakuliah Perancangan Geometrik Jalan membahas tentang standar desain perancangan geometrik jalan. Mampu menjelaskan dan menentukan tipe/bentuk bangunan drainase yang dipilih dalam trase jalan yang terpilih 6. Mampu menyusun draf langkah-langkah pemecahan kasus yang akan digunakan disertai alasan-alasannya. Modul-Modul Pembelajaran Modul pembelajaran yang akan dilaksanakan meliputi : a. galian dan timbunan. Sasaran pembelajaran Sasaran pembelajaran berdasarkan uraian diatas adalah : 1. kriteria perancangan geometrik jalan. serta pada akhir (minggu 16) dilakukan uji kompetensi. elemen-elemen perancangan. kriteria perancangan.

propil melintang jalan. jenis tikungan. e. Berikut ini skema alur modul pembelajaran matakuliah Perancangan geometrik jalan : Orientasi Matakuliah TUGAS KECIL I.III. tugas ini didiskusikan dalam ruang kelas secara individu maupun kelompok..22 - c. galian dan timbunan. Tugas besar meliputi penyusunan secara konsep dasar perancangan bangunan sipil yang lengkap. Tugas kecil disesuaikan dengan objek yang berbeda. meliputi penentuan 3 alternatif lokasi trase jalan. penempatan perlengkapan jalan. Skema 1 : Alur Modul Pembelajaran Matakuliah Perancanag Geometrik Jalan .II.dst Konsep Dasar rancangan Matakuliah TUGAS BESAR Kuliah Interaktif Cooperative Learning Kerja kelas (PBL) Diskusi dan Presentasi (CBL). Diluar kelas diharapkan mahasiswa mengakses tulisan-tulisan lewat internet yang berkaitan dengan tugas-tugas kelompok demi mengikuti perkembagan matakuliah tersebut. boleh berkelompok maksimal 2 orang dan individu yang dilaksanakan diluar kelas yang dipriksa oleh asisten yang elah ditunjuk oleh dosen koordinator matakuliah. propil memanjang. pendakian dan penurunan. dan merupakan persyaratan untuk lulus matakuliah tersebut. drainase jalan. d.

Tugas besar ini merupakan tugas kelompok dan individu yang dilakukan diluar kelas diasistensi oleh dosen dan asisten yang merupakan kumpulan tugas-tugas kelas/kecil. diharapkan terjadi interaksi antara dosen dan mahasiswa dalam kegiatan selama proses pembelajaran berlangsung.. sebagai dasar penilaian seberapa besar tingkatan keberhasilan mekanisme dan rancangan pembelajaran yang berbasis Student Centre Learning dilaksankan. yang pada (Cooperative Learning) akhirnya untuk memacu keaktifan mahasiswa dalam proses pembelajaran Tugas kelas ini untuk mengajak mahasiswa dalam mengerjakan tugas-tugas dalam kelas yang dilakukan pendekatan-pendekatan secara berpola dan sistematis untuk memecahkan suatu Tugas Kelas/kecil permasalahan. . teknik lalu (Collaborative Learning lintas. sehingga menghasilkan suatu perancangan sipil yang &Proyect Based Learning) lengkap serta merupakan persyaratan kelulusan pada akhir semester. dilakukan tanya jawab bertujuan agar mahasiswa (Collaborative Learning) dapat mempertanggungjawabkan seluruh kegiatan yang dibebankan.23 - MEKANISME DAN RANCANGAN PELAKSANAAN Mekanisme dari proses pembelajaran yang akan dilaksanakan untuk pencapaian sasaran pembelajaran dirancang dengan berbasis pada mahasiswa melalui pendekatan pembelajaran yang diuraikan pada tabel 1 berikut ini : Tabel 1 : Pendekatan Pembelajaran Bagian ini mengajak dan mengarahkan mahasiswa untuk senantiasa mengacu pada landasan teoriTugas Baca teori yang dapat dikembangkan dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. dan bangunan air. kemudian dikolaborasikan dengan matakuliah pendukung yang merupakan Tugas Besar persyaratan seperti mekanika tanah. Presentasi Proses presentasi ini dilakukan pada akhir semester yang merupakan evaluasi seluruh (Problem Solving Learning) kegiatan pembelajaran baik dalam kelas maupun luar kelas. yang merupakan pendukung dalam (Collaborative Learning) penyelesaian tugas besar nantinya. hidrologi. Diskusi Proses dikusi ini dilakukan pada tengah semester.

Bagi dosen yang telah mengikuti pelatihan diharapkan dapat mensosialisasikan kepada seluruh dosen dalam lingkungan masing-masing.24 - Diharapkan dengan implementasi dari hibah modul pembelajaran dengan penerapan SCL ini. . Untuk mendukung keberlanjutan metode pembelajaran SCL tersebut perlu seluruh pimpinan terkait untuk melakukan hal-hal sebagai berikut : 1.99 % 0. 2. 3.23 % 3. serta mahasiswa yang tidak aktif jumlahnya semakin berkurang. maka pola distribusi nilai akan diharapkan mengalami peningkatan dengan kualitas tugas-tugas perancangan semakin kreatif.84 % KEBERLANJUTAN Penerapan metode Student Centre Learning (SCL) dengan menyusun modulmodul pembelajaran akan memudahkan mahasiswa dan dosen sebagai fasilitator yang aktif dalam menjalankan perannya masing-masing melalui proses pembelajaran.. bervariasi dan inovatif.83 % 34. Melengkapi prasarana dan sarana untuk mendukung terlaksananya kegiatan pembelajaran metode SCL tersebut 4. Mempunyai komitmen kebersamaan dalam melaksanakan metode SCL ini. sasaran dan capaian indikator keberhasilan dapat dilihat pada tabel 4 berikut ini : Tabel 2 : Sasaran dan Capaian Indikator Keberhasilan Indikator Hasil evaluasi dengan nilai A Hasil evaluasi dengan nilai B Hasil evaluasi dengan nilai C Hasil evaluasi dengan nilai D Hasil evaluasi dengan nilai E Tidak Aktif Base line (data 3 semester terakhir) 7.24 % 42. Ketersediaan dana untuk pembuatan modul-modul masing-masing matakuliah.90 % Final (setelah implementasi 20 % 25 % 10 % 5% 20 % 20 % 10.

........ Drainase Jalan...............………….......3 M O D U L I.....................ii PETA KEDUDUKAN MODUL................. Perlengkapan Jalan (Road Furniture)…………………………......2 C........................ Sasaran Pembelajaran Modul....................................................10 H..................................................... Pengertian Standar Desain Geometrik Jalan........................................ Galian dan timbunan........... Latar Belakang.......................………….................................................................15 LAMPIRAN 2 BAHAN AJAR.............................. Kriteria Perancangan Geometrik Jalan............................................................. Pengertian Dasar-Dasar Perancangan Simpang…………………….......................................1 BAB I PENDAHULUAN.........................…….............................................iv MEKANISME DAN RANCANGAN PELAKSANAAN ...8 M O D U L IV..................................................1 A..................................................8 F..............5 C..............vi DAFTAR ISI ............. Penentuan Lokasi (Route Location)........................................………………14 LAMPIRAN 1 RENCANA PEMBELAJARAN BEBASIS KBK.........................................……................................. Pengertian Elemen Perancangan Geometrik Jalan..........................8 E........................................1 B............................................................................................................................................................5 M O D U L III.................................................................... PENUTUP……………………………………………………….....................................................................................................................iii RINGKASAN ......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................ix MODUL I.....................................3 A.......................................3 M O D U L II .................13 DAFTAR PUSTAKA………………………………………………................................................5 D.......i KATA PENGANTAR....…..................................2 BAB II PEMBELAJARAN ....25 - Daftar Isi HALAMAN PENGESAHAN …………………………………….....................................................................3 B....viii DAFTAR TABEL ..........................................................................................................................16 ........................... Ruang Lingkup...............................................10 BAB III.......................10 G...............................................................................

Pendekatan Pembelajaran pada Modul II.....Pendekatan Pembelajaran …………………………………………………………..........9 6. Pendekatan Pembelajaran pada Modul IV........................vi 2.....................................................................26 - DAFTAR TABEL 1.... Pendekatan Pembelajaran pada Modul I……………………………………………4 4.............. Pendekatan Pembelajaran pada Modul III.6 5..............................................................11 .. Sasaran dan Capaian Idikator Keberhasilan ………………………………………vii 3..............

teknologi dan seni. PENDAHULUAN Nama Modul : PERANCANGAN GEOMETRIK JALAN : Kode Mk . serta mengabdi pada masyarakat. berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran dosen sebagai agen pembelajaran. Dalam UUGD pasal 5 disebutkan bahwa kedudukan dosen sebagai tenaga profesional. multi sektoral. 318 D 112 : Semester ganjil (III). Latar Belakang Dalam citra Universitas Hasanuddin 2010 menjadi perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. 2 (dua) SKS. (b) menyelenggarakan penelitian dan pemberdayaan masyarakat dengan mendorong dan memfasilitasi pengembangan budaya masyarakat serta menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan berkelanjutan untuk memenuhi harapan masyarakat. yang bercirikan (a) memiliki sistem pendidikan yang Handal melalui proses pembelajaran yang berbasis pada pendekatan learning yang didukung pemanfaatan teknologi informasi untuk menghasilkan luaran yang kreatif-adaftif. pengembangan ilmu pengetahuan. BAB I. PENDAHULUAN A. dan melibatkan bidang ilmu lain (multi disiplin) sesuai kebutuhan. (d) lingkungan kampus yang asri dan bersahabat.. Matakuliah Perancangan Geometrik Jalan merupakan matakuliah keahklian berkarya yang menintegrasikan pengetahuan dasar teknik transportasi dalam memecahkan multi problem. (c) manajemen organisasi yang efektif. berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. dalam arti a community-friently campus and a campus frientlycommunity yang didukung oleh prasarana kampus yang memadai untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas Mahasiswa. bercirikan learning organitation sehingga mampu belajar dan menyesuaikan diri terhadap dinamika lingkungannya.27 - Modul I BAB I. Pemecahan problem pada matakuliah dengan menggunakan metode investigasi langsung kelapangan dengan pengamatan pengambilan data-data lapangan sesuai kebutuhan dan dilanjutkan masuk .

Pembelajaran berbasis Learning merupakan paradigma baru dalam sistem pendidikan tinggi. Paradigma teaching yang selama ini diterapkan kurang memberi peluang kepada Mahasiswa untuk menyerap materi pembelajaran dari berbagai sumber secara mandiri dan melatih keterampilan menggunakan berbagai sumber daya pendukung pembelajaran secara aktif. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini. Menjelaskan dasar-dasar perancangan tipe simpang 8. Teknik lalu lintas. Menjelaskan dan mengaplikasikan standar desain geometrik 2. Perencanaan perkerasan jalan. Menjelaskan dan menyusun penentuan kriteria perancangan geometrik jalan 4. Penguasaan terhadap metode penyelesaian tersebut akan membentu mahasiswa dalam memahami konsepkonsep lebih lanjut dalam mata kuliah Bandar udara. B. Teknik sistem transportasi dan Perencanaan perkerasan lanjut. Menjelaskan dan menentukan jenis/bentuk perlengkapan jalan. .28 - laboratorium yang terkait dengan perancangan geometrik jalan.. Menjelaskan dan menentukan tipe drainase jalan 6. mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menjelaskan dan menyusun penentuan lokasi (trase jalan) 3. Ruang Lingkup : Standar desain geometrik Penentuan lokasi (Route Location) Kriteria perancangan geometrik jalan Elemen perancangan geometrik jalan Drainase jalan Galian dan Timbunan Dasar-dasar perancangan simpang Perlengkapan jalan C. Menjelaskan dan menyusun elemen perancangan geometrik jalan 5. Menjelaskan dan menghitung volume galian dan timbunan 7.

Pengertian Standar Desain Geometrik Jalan Syarat-syarat perancangan Umum Dasar Hukum Dasar hukum pembangunan / pemeliharaan jalan UU N0. 26/1985 Pembagian Kelas Jalan diatur oleh PP No. Ruang Lingkup a. Penentuan Lokasi (Route Location) Umum Jenis-Jenis Survei Jalan (Pembuatan peta kontour) Peta Survei Pengukuran Faktor-faktor yang menentukan pemilihan lokasi jalan Pengaruh medan / Topografi Perpotongan dengan sungai Daerah lahan kritis Daerah aliran sungai Material konstruksi Galian dan timbunan Pembebasan tanah Lingkungan dan sosial .13 Thn 1980 Klasifikasi Jalan sesuai UU No. Penentuan Lokasi (Route Location) A. PEMBELAJARAN MODUL I 1.. 43 Thn 1993 Pentahapan Pembangunan Jalan Perencanaan Studi kelayakan Perancangan detail Konstruksi dan pemeliharaan B.29 - BAB II.13/1980 dan PP No. Standar Desain Geometrik b.

yang pada akhirnya untuk memacu keaktifan mahasiswa dalam proses pembelajaran Tugas kelas ini untuk mengajak mahasiswa dalam mengerjakan tugas-tugas dalam kelas yang dilakukan pendekatan-pendekatan secara berpola dan sistematis untuk memecahkan suatu permasalahan.13/1980 dan PP No. Jelaskan dan sebutkan pentahapan pembangunan jalan di Indonesia. b. c. 3. Mampu menjelaskan dan mengaplikasikan standar dan ketentuanketentuan dalam peraturan dan undang-undang pada perencanaan jalan. ..(data perencanaan diambil dari kasus penentuan trase jalan). Jelaskan klasifikasi jalan menurut UU No. h. Jelaskan bagaimana membuat peta kontur dari hasil pengukuran lokasi trase jalan (tugaskelas/kecil). Jelaskan jenis-jenis survei jalan yang dilakukan untuk pembuatan peta kontur (diskusi dikelas). Mampu membaca peta kontur dan merencanakan tiga alternative trase jalan yang terpilih. peranan. c. Tugas Baca (Cooperative Learning) Tugas Kelas/kecil (Collaborative Learning) 2. dan wewenang pembinaan. e. Mampu menjelaskan dan mengaplikasikan dalam gambar profil memanjang dan melintang hasil trase jalan yang terpilih. Jelaskan klasifikasi jalan sesuai rancangan Undang-Undang tahun 2000. yang merupakan pendukung dalam penyelesaian tugas besar nantinya. Jelaskan faktor-faktor yang menentukan pemilihan lokasi jalan (trase). f.43 / 1993. Rencanakan trase jalan dengan peta kontur yang sudah siap. b. 26/1985. g. Jelaskan dan sebutkan pembagian kelas jalan sesuai PP No. Soal-Soal Latihan : a. Sasaran Pembelajaran diharapkan tercapai pada Modul I a. d. menurut system jaringan.30 - Tabel 3 : Pendekatan Pembelajaran pada Modul I Bagian ini mengajak dan mengarahkan mahasiswa untuk senantiasa mengacu pada landasan teoriteori yang dapat dikembangkan dalam menyelesaikan tugas-tugasnya.

Kriteria Perancangan Geometrik Jalan Umum Standar Desain (Design Standard) Kriteria Perancangan (Design Criteria) Karakteristik pengguna jalan Karakteristik kendaraan Klasifikasi Jalan Lalu lintas Volume jam perencanaan (VJP) Kecepatan Kapasitas Jalan Jarak pandang Jarak pandang henti Jarak pandang menyiap D. Ruang Lingkup a. Pengertian Elemen Perancangan Geometrik Jalan C.31 - MODUL II 1. Kriteria Perancangan Geometrik Jalan b. Pengertian Elemen Perancangan Geometrik Jalan Alinemen horisontal Umum Dasar-dasar perencanaan alinemen horizontal Nilai-nilai batas perencanaan alinemen horizontal Perencanaan dan perhitungan tikungan Tikungan balik dan gabungan Stasioning Alinemen vertikal Kontrol dan batasan perencanaan Persamaan lengkung vertikal Penentuan panjang lengkung vertikal ..

. Mampu menjelaskan dan memahami tujuan utama perancangan geometrik jalan yaitu memberikan keamanan dan kenyamanan. utamanya pada pendakian dan tikungan yang dilewati trase jalan. kemudian dikolaborasikan dengan matakuliah pendukung yang merupakan persyaratan &Proyect Based Learning) seperti mekanika tanah. b. (Collaborative Learning) yang dipandu oleh masing-masing ketua kelompoknya. serta menjamin suatu perancangan yang ekonomis. Diskusi Proses dikusi ini dilakukan pada tugas-tugas kecil. 2.32 - Lengkung vertikal cembung Lengkung vertikal cekung Lajur pendakian Koordinasi Perencanaan Alinemen Horizontal dan Vertikal Potongan Melintang Jalan Bentuk tipikal penampang melintang secara umum Cara pencapaian superelevasi maximum Pelebaran jalur lalu lintas Pandangan bebas ditikungan Tabel 4 : Pendekatan Pembelajaran pada Modul II Tugas besar ini merupakan tugas kelompok dan individu yang dilakukan diluar kelas diasistensi oleh Tugas Besar dosen dan asisten yang merupakan kumpulan tugas(Collaborative Learning tugas kelas/kecil. masing-masing kelas membentuk kelompok kecil. sehingga menghasilkan suatu perancangan sipil yang lengkap serta merupakan persyaratan kelulusan pada akhir semester. Mampu mengkoordinasikan antara alinemen horizontal dan vertical. dan bangunan air. teknik lalu lintas. Mampu mandiri dalam menyelesaikan tugas-tugas kecil/kelas sebagai panduan pada tahapan penyelesaian tugas besar c. diharapkan terjadi interaksi antara dosen dan mahasiswa dalam kegiatan selama proses pembelajaran berlangsung. dilakukan tanya jawab bertujuan agar mahasiswa dapat mempertanggungjawabkan seluruh kegiatan yang dibebankan. hidrologi. Sasaran Pembelajaran yang dicapai Modul II a..

000. i.085) merupakan tikungan pertama yang akan direncanakan. a. g. and spira-spiral. 100). h. Jelaskan cara mengkoordinasikan antara alinemen horizontal dan alinemen vertikal dalam perencanaan agar menghasilkan bentuk jalan yang aman.. 10. j. b. Jelaskan yang harus dipenuhi dalam memilih jenis tikungan lingkaran penuh (full-circle).472. Jalan yang akan direncanakan : Jalan Arteri pada daerah perbukitan. Jelaskan kontrol atau ketentuan umum yang biasa dijadikan sebagai acuan khususnya alinemen horizontal pada perencanaan geometrik jalan. Titik B adalah titik akhir rencana dengan koordinat (10.216. k.33 - 3.00) koordinat (10. tikungan spiral-lingkaran (Spiral-circle-spiral). Gambarkan proses pemilihan jenis tikungan yang disarankan oleh Bina Marga dalam perancangan geometrik jalan.0.000. 10. f. l. c. Sebutkan tiga jenis tikungan yang umum digunakan dalam perancangan geometrik jalan e. Jelaskan dan sebutkan yang menjadi dasar perencanaan alinemen horizontal pada perrancangan geometric jalan antar kota. Jelaskan dengan gambar cara pencapaian superelevasi maximum untuk tikungan full –circle. d. .00 (Sta. 10.009). Soal-Soal Latihan. nyaman. spiral-circle-spiral. dan baik dari estetika. Gambarkan proses perancangan tikungan dengan menggunakan tiga kriteria utama sebagai dasar dan kontrol perancangan geometrik jalan. Titik P1 dengan koordinat (10. Gambarkan bentuk tipikal penampang melintang jalan secara umum lengkap dengan keterangan masing-masing komponennya. Jelaskan penentuan panjang lengkung vertikal cembung dan lengkung vertikal cekung. Akan direncanakan jalan seperti pada data-data di bawah : Titik A sebagai BM 0. Jelaskan cara menentukan jarak pandang bebas di tikungan dalam perancangan geometrik jalan antar kota. dan tikungan spiral-spiral (Spiral-spiral).

Galian dan Timbunan E.34 - MODUL III 1. pipa riool pembuangan air hujan/lubang pemeriksaan Drainase melintang Definisi gorong-gorong Jenis gorong-gorong Pengaliran air dari bawah permukaan jalan Erosi Drainase alamiah F.. Galian dan timbunan Umum Pekerjaan galian dan timbunan Mass Diagram Pemindahan atau Haul and Overhaul . Ruang Lingkup a. Drainase Jalan b. Drainase Jalan Umum Hidrologi Drainase permukaan jalan Kemiringan melintang (Cross Slope) Kemiringan memanjang Selokan samping Penampang parabola Penampang trapesium Penampang segitiga Penampang empat persegi panjang Bak penampungan air permukaan (Catch Basin) Penempatan Catch Basin Jenis Catch Basin Pipa Samping.

kemudian dikolaborasikan dengan matakuliah pendukung yang merupakan persyaratan &Proyect Based Learning) seperti mekanika tanah. Jelaskan factor-faktor yang berpengaruh dalam penentuan kemiringan melintang untuk menghindari genangan air dipermukaan jalan. c. d. Mampu menentukan tipe drainase untuk mengamankan jalan dari air hujan dan muka air tanah b.35 - Tabel 5 : Pendekatan Pembelajaran pada Modul III Tugas besar ini merupakan tugas kelompok dan individu yang dilakukan diluar kelas diasistensi oleh Tugas Besar dosen dan asisten yang merupakan kumpulan tugas(Collaborative Learning tugas kelas/kecil. dilakukan tanya jawab bertujuan agar mahasiswa (Collaborative Learning) dapat mempertanggungjawabkan seluruh kegiatan yang dibebankan. bahu jalan . dan bangunan air. sehingga menghasilkan suatu perancangan sipil yang lengkap serta merupakan persyaratan kelulusan pada akhir semester. Jelaskan factor-faktor yang berpengaruh dalam pemilihan beberapa bentuk penampang saluran samping jalan. Diskusi Proses dikusi ini dilakukan pada tengah semester. hidrologi. a. teknik lalu lintas. Soal. b.. sebagai dasar penilaian seberapa besar tingkatan keberhasilan mekanisme dan rancangan pembelajaran yang berbasis Student Centre Learning dilaksankan. Presentasi Proses presentasi ini dilakukan pada saat ada kasus yang diambil dari luar merupakan evaluasi seluruh (Problem Solving Learning) kegiatan pembelajaran baik dalam kelas maupun luar kelas. Mampu menjelaskan dan menentukan agar minimal seimbang antara galian dan timbunan (menghitung galian dan timbunan). 3.Soal latihan . Sasaran Pmbelajaran Yang di Capai Modul III a. dan trotoar. Jelaskan dan sebutkan kelengkapan sarana-sarana drainase dibawah badan jalan dalam kota. 2. diharapkan terjadi interaksi antara dosen dan mahasiswa dalam kegiatan selama proses pembelajaran berlangsung. Jelaskan data hidrologi yang diperlukan untuk perencanaan drainase jalan. .

Perlengkapan Jalan (Road Furniture) G. MODUL IV 1. Pengertian Dasar-Dasar Perancangan Simpang Umum Simpang sebidang Prinsip perancangan simpang sebidang Faktor perencanaan Elemen perencanaan Simpang tidak sebidang (simpang bersusun) Jenis-jenis simpang tak sebidang Bagian-bagian simpang susun Macam-macam jalur penghubung (ramp) Ketentuan umum perancangan simpang tak sebidang Faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan Tahap Perencanaan Intersection dan Interchange H. Jelaskan factor-faktor yang sangat berpengaruh untuk memilih trase jalan dalam menentukan volume galian dan timbunan yang minimal seimbang. Perlengkapan Jalan (Road Furniture) Rambu Rambu larangan Rambu perintah Rambu peringatan Rambu petunjuk . Ruang Lingkup a. f.36 - e. Dasar-Dasar Perencanaan Simpang b. Sebutkan data-data yang diperlukan dalam penentuan lokasi galian dan timbunan.. g. Jelaskan dan sebutkan jenis drainase melintang jalan dan penempatannya.

sehingga menghasilkan suatu perancangan sipil yang lengkap serta merupakan persyaratan kelulusan pada akhir semester. sebagai dasar penilaian seberapa besar tingkatan keberhasilan mekanisme dan rancangan pembelajaran yang berbasis Student Centre Learning dilaksankan. Presentasi Proses presentasi ini dilakukan pada akhir semester yang merupakan evaluasi seluruh kegiatan (Problem Solving Learning) pembelajaran baik dalam kelas maupun luar kelas. Diskusi Proses dikusi ini dilakukan tanya jawab bertujuan agar mahasiswa dapat mempertanggungjawabkan (Collaborative Learning) seluruh kegiatan yang dibebankan. dan bangunan air. .37 - Marka Marka garis terputus Marka garis penuh Sebra Cross Chevron Marka pulau Marka dilarang parker Marka pengarah jalur Marka huruf dan angka Marka symbol Kerb Trotoar Pengaman tepi Jembatan Tabel 6 : Pendekatan Pembelajaran pada Modul IV Tugas besar ini merupakan tugas kelompok dan individu yang dilakukan diluar kelas diasistensi oleh Tugas Besar dosen dan asisten yang merupakan kumpulan tugas(Collaborative Learning tugas kelas/kecil.. Luar kelas yang dimaksud adalah penyelesaian tugas besar karena merupakan persyaratan kelulusan mata kuliah perancangan geometric jalan. kemudian dikolaborasikan dengan matakuliah pendukung yang merupakan persyaratan &Proyect Based Learning) seperti mekanika tanah. hidrologi. teknik lalu lintas. diharapkan terjadi interaksi antara dosen dan mahasiswa dalam kegiatan selama proses pembelajaran berlangsung.

Marka c. I. Mampu menentukan pemilihan jenis simpang sesuai dengan kebutuhan dalam perancangan geometrik jalan. Jelaskan faktor-faktor yang berpengaruh pada penempatan simpang dalam perancangan geometrik jalan. c. Soal-Soal Latihan a. TrotoarPengaman tepi f. Jelaskan yang dimaksud dengan perlengkapan jalan serta fungsi utamanya. Jelaskan kelebihan dan kelemahan simpang sebidang dan simpang tak sebidang ditinjau dari segi pemilihan lokasi perencanaan geometrik jalan. Sasaran Pembelajaran Yang di Capai Modul IV a. i. Zebra Cross d. Jelaskan lokasi penempatan perlengkapan jalan dibawah ini : a. Rambu b. Sebutkan beberapa tipe simpang sebidang dan tak sebidang. Mampu menjelaskan dan mengaplikasikan dasar-dasar perancangan simpang agar mencukupi bagi pergerakan lalu lintas yang melaluinya dengan aman dan nyaman. Jelaskan dan sebutkan jenis perlengkapan jalan. f.38 - 2. c. Kereb e. Jembatan . g. Jelaskan yang dimaksud rambu lalu lintas dan apa kaitannya dengan pengguna jalan (pejalan kaki dan pengemudi kendaraan). e. Jelaskan fungsi utama simpang sebidang dan tak sebidang .. d. Jelaskan dan sebutkan simpang menurut jenisnya b. h. b. Mampu menjelaskan dan menentukan jenis perlengkapan jalan yang disesuaikan dengan kebutuhan agar pengguna jalan terhindar dari insiden.

Kesimpulan Berdasarkan hasil-hasil pada bagian pembahasan modul diatas. Metode pengembangan system pembelajaran yang akan di implementasikan pada pembahasan diatas mampu meningkatkan nilai mutu mahasiswa secara sigifikan sesuai yang diharapkan. Bahan ajar dan modul tugas yang dibuat mampu secara efektif mendukung pengembangan system pembelajaran yang diusulkan “ Student centre learning” (SCL) dapat meningkatkan kegiatan belajar mandiri mahasiswa. Untuk memperoleh hasil optimal dari penerapan metode pembelajaran system “Student CentreLearning” (SCL). Metode pembelajaran “Student Centre Learning” (SCL) adalah pandangan yang menempatkan Mahasiswa sebagai pihak yang paling bertanggungjawab dan berperan dalam menentukan keberhasilan proses belajar pada dan dalam dirinya (aktif melakukan upaya untuk membangun pengetahuan dalam dirinya. dan pembuatan modul pembelajaran biayanya ditinjau kembali (ditingkatkan). B. sarana pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan mata kuliah itu sendiri. c. . Untuk mengikuti mata kuliah Perancanagan Geometrik Jalan harus memenuhi persyaratan sudah mengikuti mata kuliah Ilmu Ukur Tanah dan Mekanika Tanah sebagai mata kuliah penunjang. c.39 - BAB III. maka dapat ditarik beberapa simpulan sebagai berikut : a. maka diperlukan kesungguhan dan tanggungjawab dari mahasiswa dan Dosen untuk dapat mengikuti proses pembelajaran yang baik b. PENUTUP A.. b. Saran a. Peningkatan kesejahteraan Dosen segera diperhatikan agar seimbang dengan penerapan metode pembelajaran system “Student Centre Learning” (SCL). d. Harus ditunjang sarana dan prasarana pendukung seperti ruangan diskusi berkapasitas maximum 20 orang.

2. Washington DC. (2001) : Perancangan Geometrik Jalan . Proyek Akhir. 7. Sulaksono. Jakarta . 3. Direktorat Pembinaan Jalan Kota. Hendarto. Institut Teknologi Bandung. Institut Teknologi Bandung. Tata Cara Perencanaan Persimpangan Sebidang Jalan Perkotaan. Nova Bandung. Direktorat Pembinaan Jalan Kota. Sukirman . S. Institut TEknologi Bandung. Standar Perencanaan Geometrik Jalan Perkotaan. S. Jakarta. 8. Sub Direktorat Perencanaan Teknik Jalan (1990) Spesifikasi Standar untuk Perencanaan Geometrik Jalan Luar Kota (Rancangan Akhir).R. . Brotopriono. (2001) : Rekayasa Jalan . AASHTO (1994). Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota. Direktorat Jenderal Bina Marga.1992 4. 1997 5. Direktorat Jenderal Bina Marga.. Evaluasi Perencanaan Simpang Susun Tagerang . Teknik Sipil. Jakarta. (1984). 9. A Policy on Geometric Design for Highways and Streets.S. 1993 6. (1994) Dasar-Dasar Perencanaan Geometrik Jalan.T dan Hermawan.40 - DAFTAR PUSTAKA 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->