1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kedaulatan Rakyat merupakan salah satu materi dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Tanggal 12 Mei 2010 jam 07.45 WIB pada saat berlangsungnya pembelajaran bisa dilihat bahwa siswa yang aktif bertanya dan mengemukakan pendapat kepada guru serta memperhatikan guru hanya 8 dari 39 siswa (20,51%) yang didominasi oleh siswa-siswi yang mendapat rangking di kelas, berarti sekitar 79,49% siswa tidak aktif dalam mengikuti materi Kedaulatan Rakyat. Selama ini guru Pendidikan Kewarganegaraan Kelas VIII SMP Negeri 1 Andong Boyolali hanya menggunakan metode ceramah yang diselingi tanya jawab dan diskusi. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah membuat siswa bosan dan pasif karena aktivitas siswa hanya duduk, mendengarkan, menyimak, dan mencatat hal yang dianggap penting. Diskusi kelompok yang dijalankan juga hanya didominasi oleh siswa tertentu saja, sedangkan anggota kelompok yang lain hanya mencantumkan nama saja tanpa ikut berpartisipasi dalam kelompok. Tanggung jawab siswa rendah, baik terhadap dirinya sendiri (individu) maupun terhadap kelompok. Berdasarkan fakta tersebut maka dapat dilihat adanya kesenjangan antara apa yang terjadi dengan yang apa diharapkan. Rendahnya keaktifan dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan khususnya materi Kedaulatan Rakyat mempengaruhi tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Solusi alternatif yang ditawarkan adalah memakai strategi pembelajaran Crossword Puzzle. Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka dipandang cukup penting untuk mengadakan penelitian tindakan kelas tentang ´Penerapan Strategi Pembelajaran Crossword Puzzle sebagai Upaya Meningkatkan Keaktifan Siswa Dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Materi Kedaulatan Rakyat Pada Siswa Kelas VIII C SMP Negeri 1 Andong Boyolali Tahun 2010´.

1

. C. Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. E. D. media yang digunakan dalam pembelajaran. Untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.2 B. Variabel peningkatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sebagai variabel bebas. Pembatasan Masalah Dalam penelitian tindakan kelas ini variabel penelitian sebanyak dua jenis. perhatian siswa. Tujuan Khusus Untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan materi Kedaulatan Rakyat melalui penerapan strategi Crossword Puzzle pada siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Andong Boyolali Tahun 2010. b. Variabel penerapan strategi pembelajaran Crossword Puzzle sebagai variabel terikat. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas maka dapat dirumuskan suatu permasalahan sebagai berikut: ³Apakah dengan Penerapan Strategi Pembelajaran Crossword Puzzle dapat Meningkatkan Keaktifan Siswa dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Materi Kedaulatan Rakyat Pada Siswa Kelas VIII C SMP Negeri 1 Andong Boyolali Tahun 2010?´. Identifikasi Masalah Beberapa masalah yang berkaitan dengan upaya untuk meningkatkan keaktifan siswa terhadap materi Kedaulatan Rakyat antara lain: siswa bosan. cara mengajar guru. Untuk meningkatkan keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat. 2. suasana kelas. c. Tujuan Umum a. Adapun yang menjadi bagian dari variabel tersebut adalah siswa SMP Negeri 1 Andong Boyolali. kelas VIII C semester genap. Tujuan Penelitian 1. penguasaan materi siswa. mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan materi Kedaulatan Rakyat. kondisi fisik siswa.

juga menjelaskan bahwa strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang akan dipilih dan digunakan oleh seorang pengajar untuk menyampaikan materi pembelajaran sehingga akan memudahkan peserta didik menerima dan memahami materi pembelajaran. yang pada akhirnya tujuan pembelajaran dapat dikuasainya di akhir kegiatan belajar. Kajian Teoritis 1.´ Sementara itu Uno (2007:2). 2) Buatlah kisi-kisi yang dapat diisi dengan kata-kata yang telah dipilih.3 BAB II LANDASAN TEORI A. langkah-langkah metode Crossword Puzzle adalah sebagai berikut: 1) Tulislah kata-kata kunci.org/wiki/Teka-teki_silang) c. (seperti dalam teka-teki silang). Menurut Zaini dkk. Langkah-langkah penerapan strategi pembelajaran Crossword Puzzle. Crossword Puzzle atau Teka-teki Silang atau disingkat TTS adalah Suatu permainan di mana kita harus mengisi ruang-ruang kosong (berbentuk kotak putih) dengan huruf-huruf yang membentuk sebuah kata berdasarkan petunjuk yang diberikan. 3 . Menurut Gropper sebagaimana dikutip oleh Uno (2007:1). Petunjuknya biasa dibagi ke dalam kategori ´mendatar´ dan ³menurun´ tergantung posisi kata-kata yang harus diisi. Pengertian Crossword Puzzle. ³strategi pembelajaran merupakan pemilihan atas jenis latihan tertentu yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Hitamkan bagian yang tidak diperlukan. (http://id. (2002:73).wikipedia. Strategi Pembelajaran Crossword Puzzle (Teka-teki silang) a. Pengertian Strategi Pembelajaran. b. terminologi atau nama-nama yang berhubungan dengan materi kuliah yang telah anda berikan.

dan mengamati orang lain bekerja atau bermain. mengamati eksperimen. siswa artinya ³murid (terutama pada tingkat sekolah dasar dan menengah). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:23). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:1198). dirumuskan bahwa meningkatkan artinya ³menaikkan (derajat . pelajar:--SMU´. dsb). kesibukan´. Sementara Itu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:1077). memegahkan diri. Menurut Dierich yang dikutip Sardiman (2007:101). Jenis-jenis Keaktifan dalam Belajar.4 3) Buat pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya adalah kata-kata yang telah dibuat atau dapat juga hanya membuat pernyataan-pernyataan mengarah kepada kata-kata tersebut. yaitu: 1) Visual activities Membaca. mempertinggi. 2. b. mengangkat diri. memperhebat (produksi dsb). 4) Bagikan teka-teki ini kepada siswa. pameran. c. Bisa individu atau kelompok. keaktifan belajar dapat diklasifikasikan dalam delapan kelompok. 2) Oral activities . Meningkatkan Keaktifan Siswa dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan a. Pengertian Keaktifan Siswa.l taraf. melihat gambar-gambar. demonstrasi. Dengan demikian dapat disimpulkan keaktifan siswa adalah suatu kegiatan siswa atau aktivitas siswa dalam menempuh pendidikan dari sekolah dasar sampai sekolah menengah atas. 5) Batasi waktu mengerjakan. mereka akan mampu ± penghidupannya´. dirumuskan bahwa keaktifan artinya ³kegiatan. (diri). 6) Beri hadiah kepada kelompok atau individu yang mengerjakan paling cepat dan benar. Pengertian Meningkatkan.

Listening activities Mendengarkan penyajian bahan. 2006:62). chart. diskusi. melaksanakan pameran. ³Pendidikan Kewarganegaraan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik dalam mengembangkan kecintaan. menulis laporan. bersemangat dan lainlain. dan berkebun. dan pola. Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan. yang menekankan pada penyediaan sumber belajar´. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:899). d. membuat grafik. Menurut Dimyati dan Mudjiono (Sagala. diagram peta. atau pengolahan yang menghasilkan produk´. memecahkan masalah. mendengarkan radio. memberi saran. berani. Drawing activities Menggambar. bahan-bahan kopi. mengingatkan. menghubungkan suatu tujuan. rangkaian tindakan. membuat rangkuman.5 3) 4) 5) 6) 7) 8) Mengemukakan suatu fakta atau prinsip. gembira. mengemukakan pendapat. Menurut Bakry (2009:3). tenang. wawancara. f. merasa bosan. mengerjakan tes. Pengertian Pembelajaran. Emotional activities Minat. memilih alat-alat. pembuatan. melihat hubungan-hubungan. keberanian untuk berkorban membela . Mental activities Merenungkan. e. Writing activities Menuliscerita. pengertian pembelajaran adalah ³kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional. mendengarkan suatu permainan. untuk membuat siswa belajar secara aktif. Kegiatan-kegiatan dalam kelompok ini terdapat dalam semua jenis kegiatan overlap satu sama lain. Pengertian Proses. dan interupsi. kesetiaan. menari. dan membuat keputusan. perkembangan sesuatu. memeriksa karangan. mengajukan suatu pertanyaan. Motor activities Melakukan percobaan. mendengarkan percakapan atau diskusi kelompok. dirumuskan bahwa proses adalah ´runtutan perubahan (peristiwa). dan mengisikan angket. menganalisa faktor-faktor.

terampil.com/doc/23510106/makalakewarganegaraan?se cretpassword=&autodown=docx). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:723). daerah´. dan berkarakter yang dilandasi oleh Pancasila dan UUD 1945. suku bangsa untuk menjadi warga negara yang cerdas. dibicarakan. teori-teori .http://www. diujikan. Sesuai dengan Depdiknas (2005:33). materi adalah ³sesuatu yang menjadi bahan untuk dipikirkan. sosio-kultural. adalah ´penduduk suatu negara´. 3. Arti rakyat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:924). Pengertian Materi Kedaulatan Rakyat. bahasa. usia. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan adalah menaikkan taraf aktivitas siswa dalam suatu rangkaian tindakan terprogram untuk membuat siswa belajar secara aktif pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. dibicarakan. b. dirumuskan bahwa pengertian Pendidikan Kewarganegaraan: Pendidikan Kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama. Menurut kedaulatan yaitu: 1) Teori Kedaulatan Tuhan Menurut teori kedaulatan Tuhan sumber kekuasaan yang paling tinggi dalam negara berasal dari Tuhan. diujikan. dan dilarangkan. Komalasari (2007:112).scribd. Teori-teori Kedaulatan. Materi Kedaulatan Rakyat a. sedangkan arti kedaulatan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:240). (Rioseptiadi.6 bangsa dan tanah air Indonesia´. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa materi kedaulatan rakyat adalah bahan mengenai kekuasaan tertinggi dalam suatu negara di tangan rakyat untuk dipikirkan. adalah ´kekuasaan tertinggi atas pemerintahan negara. dan dilarangkan´.

kekuasaan tertinggi berada di tangan raja. negara yang menganut teori kedaulatan rakyat mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) Partisipasi rakyat dalam pengambilan keputusan 2) Persamaan kedudukan di depan hukum 3) Distribusi pendapatan secara adil 4) Kesempatan memperoleh pendidikan 5) Adanya kebebasan pers 6) Adanya kebebasan berkumpul 7) Adanya kebebasan beragama 8) Hak untuk protes 9) Perlindungan terhadap HAM 10) Pemerintahan berdasar Konstitusi 4. . Hukum mengatur kehidupan manusia. c. Strategi Pembelajaran Crossword Puzzle Kaitannya dengan Upaya Meningkatkan Keaktifan Siswa dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Materi Kedaulatan Rakyat Strategi pembelajaran Crossword Puzzle merupakan strategi pembelajaran perlu diterapkan oleh guru sebagai upaya meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan materi Kedaulatan Rakyat. Raja adalah titisan dari wakil Tuhan di dunia yang mau mengatur urusan dunia. Sumber kekuasaan berasal dari rakyat. 4) Teori Kedaulatan Rakyat Menurut teori ini kedaulatan yang tertinggi berada di tangan rakyat. Ciri-ciri Negara yang Menganut Teori Kedaulatan Rakyat.7 2) Teori Kedaulatan Raja Menurut teori kedaulatan raja. Sehingga strategi Crossword Puzzle mampu meningkatkan keaktifan siswa pada proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Materi Kedaulatan Rakyat. segala aspek kehidupan baik bagi rakyat maupun negara hatus tunduk pada hukum. 3) Teori Kedaulatan Hukum Menurut teori ini yang memegang kekuasaan adalah hukum. Menurut Komalasari (2007:113). Penerapan strategi Crossword Puzzle akan mampu menarik perhatian siswa dan meningkatkan keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran di kelas.

maka dalam penelitian ini dipandang perlu mengajukan kerangka pemikiran sebagai berikut: 1. C. dalam penelitian ini strategi yang diterapkan adalah Crossword Puzzle. Hipotesis Tindakan Hipotesis tindakan yang diajukan dalam penelitian ini adalah: ³Diduga melalui Penerapan Strategi Pembelajaran Crossword Puzzle dapat Meningkatkan Keaktifan Siswa dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Materi Kedaulatan Rakyat Pada Siswa Kelas VIII C SMP Negeri 1 Andong Boyolali Tahun 2010´. D. Penggunaan strategi pembelajaran Crossword Puzzle akan melibatkan siswa dalam proses pembelajaran secara aktif. Penggunaan strategi pembelajaran Crossword Puzzle akan mengaktifkan siswa pada waktu proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Materi Kedaulatan Rakyat. menunjukkan bahwa terdapat pengaruh aktivitas belajar terhadap hasil belajar matematika siswa. Adanya keterkaitan antara penggunaan strategi pembelajaran Crossword Puzzle dengan peningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Materi Kedaulatan Rakyat. berarti semakin meningkatnya aktivitas siswa akan semakin mempengaruhi hasil belajar siswa. Kerangka Pemikiran Berdasarkan kajian teoritis sebagaimana telah dipaparkan di atas. Penelitian yang Relevan Hasil penelitian Jannah (2008). sangat beralasan diadakan kajian mengenai penerapan strategi pembelajaran Crossword Puzzle sebagai upaya meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Materi Kedaulatan Rakyat pada Siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Andong Boyolali Tahun 2010.8 B. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa keaktifan siswa sangat dipengaruhi oleh strategi pembelajaran aktif. Oleh karena itu. 2. .

Data dan Sumber Data Sumber data yang diperlukan penelitian yaitu informan. Guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Teknik Pengumpulan Data Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data di atas. Siswa kelas VIII C semester genap SMP Negeri 1 Andong Boyolali. 2. 9 . dan wawancara. Dalam penelitian ini informan yaitu yang memberikan keterangan dan data-data yang diperlukan diantaranya adalah: 1. C. B. Metode wawancara ini digunakan untuk memperkuat dan memperjelas data yang diperoleh melalui metode observasi yaitu data mengenai keaktifan siswa kelas VIII C Semester II SMP Negeri 1 Andong Boyolali. Sementara itu. Setting Penilitian Tempat penelitian ini adalah di SMP Negeri 1 Andong. yaitu sejak bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2010. memperhatikan. Boyolali.9 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode observasi digunakan untuk mengetahui kegiatan peserta didik dalam mempersiapkan. presentasi dan keaktifan dalam bertanya serta berpendapat selama proses pembelajaran berkaitan dengan penggunaan strategi Crossword Puzzle sebagai upaya peningkatan keaktifan siswa kelas VIII C Semester II SMP Negeri 1 Andong Boyolali. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Andong Boyolali yang berjumlah 39 siswa. Tahap-tahap pelaksanaan kegiatan sejak persiapan sampai dengan penulisan laporan penelitian secara keseluruhan dilakukan selama kurang lebih empat bulan. meliputi catatan lapangan. observasi. guru Pendidikan Kewarganegaraan SMP Negeri 1 Andong Boyolali dijadikan mitra kolabarasi. D.

siklus analisis interaktif dapat digambarkan dalam bentuk skema berikut ini. Indikator Kinerja Diharapkan dengan penerapan strategi Crossword Puzzle keaktifan siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Materi Kedaulatan Rakyat pada . 2005:100). Kedua triangulasi teknik atau metode pengumpulan data dari hasil observasi dan wawancara. Pengumpulan data penyajian data Reduksi data Kesimpulankesimpulan Penarikan/Varifikasi Gambar 1. Komponen-komponen Analisis Data: Model Interaktif G.10 E. Menurut Miles dan Huberman (Patilima. yang pertama triangulasi sumber data yang berupa informasi dari guru dan siswa tentang tindakan yang diterapkan. Analisis Data Penelitian ini menggunakan model analisis interaktif. Valisitas Data Penelitian ini menggunakan dua macam triangulasi. F.

yaitu (1) peren-canaan (2) pelaksanaan. model penelitian tindakan kelas adalah: ³secara garis besar terdapat empat tahapan yang lazim dilalui.11 siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Andong Boyolali Tahun 2010 dapat meningkat minimal 70% dari 39 siswa. Siklus Prosedur Penelitian . (3) pengamatan. Adapun penelitian ini menggunakan model dan penjelasan untuk masing-masing tahapan adalah sebagaimana gambar berikut. H. Perencanaan Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan Pengamatan ? Gambar 2. dan (4) refleksi´. Prosedur Penelitian Menurut Arikunto (2006b:16).

Selanjutnya disusun langkah persiapan tindakan pembelajaran yang terdiri dari: 1) Identifikasi masalah Peneliti merumuskan permasalahan siswa sebagai upaya untuk meningkat-kan keaktifan siswa khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Materi Kedaulatan Rakyat. b. . Pelaksanaan Tindakan Tindakan dilaksanakan oleh peneliti dan guru sebagai mitra kolaborasi berdasarkan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya. Tindakan yang diterapkan pada identifikasi masalah antara lain: a) Penerapan strategi pengajaran yaitu strategi Crossword Puzzle.12 Penjelasan langkah-langkah tindakan di atas sebagai berikut: 1. b) Bagaimana menyikapi keaktifan siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Materi Kedaulatan Rakyat siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Andong Boyolali? c) Bagaimana mengusahakan siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Materi Kedaulatan Rakyat? 2) Perencanaan solusi masalah Solusi yang peneliti tawarkan untuk mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan keaktifan siswa adalah: a) Penerapan strategi pembelajaran Crossword Puzzle pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Materi Kedaulatan Rakyat b) Tindakan pembelajaran untuk meningkatkan keaktifan siswa yaitu teka-teki yang berisi kata-kata kunci materi pelajaran. Selanjutnya siswa mengisikan jawaban dari teka-teki. Perencanaan Tindakan Perencanaan tindakan ini mengacu pada hasil dialog awal yang telah dirumuskan sebagai fokus permasalahan. Perencanaan pengajaran bersifat fleksibel artinya selalu dapat di kondisikan atau dapat berubah sesuai kebutuhan pada saat pengajaran berlangsung. Siklus I a.

Perencanaan Tindakan Perencanaan tindakan ini mengacu pada hasil tindakan pertama yang telah dilaksanakan sebagai solusi pemecahan permasalahan. 2. refleksi merupakan pengkajian terhadap keberhasilan atau kegagalan dalam pencapaian tujuan sementara. apa yang telah dihasilkan atau yang belum dihasilkan selama tindakan berlangsung. c) Mengidentifikasi peningkatan keaktifan siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Materi Kedaulatan Rakyat. Siklus II a. Observer mengamati segala kegiatan siswa di dalam kelas dan mencatatnya dalam pedoman observasi yang telah dibuat. d. peneliti selain bertindak sebagai pelaksana tindakan juga sebagai observer. Observasi dan monitoring dilaksanakan pada pelaksanaan tindakan. Selanjutnya disusun lang-kah persiapan tindakan pembelajaran pada siklus II sebagai berikut: 1) Identifikasi masalah Tindakan yang diterapkan pada identifikasi masalah didasarkan pada hasil tindakan siklus I antara lain: a) Mengevaluasi kelemahan strategi Crossword Puzzle. Dengan kata lain. Hasil refleksi tersebut digunakan untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya dalam upaya mencapai tujuan. .13 c. Dalam penelitian ini. b) Menyikapi peningkatan keaktifan siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Materi Kedaulatan Rakyat. Observasi dan Monitoring Observasi dan monitoring adalah upaya merekam segala peristiwa dan kegiatan yang terjadi selama tindakan itu berlangsung. Refleksi Refleksi dimaksudkan untuk mengkaji apa yang telah terjadi atau yang ti-dak terjadi. Refleksi dilakukan oleh peneliti dan guru yang berupa pengamatan untuk menelaah hasil tindakan yang telah dilakukan.

Peneliti bertindak sebagai guru berdasarkan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya. b. .14 2) Perencanaan solusi masalah Solusi yang peneliti tawarkan untuk mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan pemahaman siswa adalah: a) Penerapan strategi Crossword Puzzle divariasikan dengan metode lain. Permasalahan-permasalahan yang ada dikaji dan dicarikan solusinya. Semua proses jalannya pembelajaran dan peningkatan keaktifan siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Materi Kedaulatan Rakyat serta didokumentasikan oleh peneliti. b) Tindakan pembelajaran untuk meningkatkan keaktifan siswa yaitu memberi penugasan kepada siswa yang tidak terstruktur. d. c. Hasil refleksi digunakan untuk menentukan langkah-langkah selanjut-nya dalam upaya mencapai tujuan. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan siklus II dilaksanakan pada pertemuan berikutnya setelah siklus I selesai dilaksanakan. Observasi dan Monitoring Observasi dan monitoring dilaksanakan untuk melihat jalannya pelaksanaan tindakan yang didasarkan pada pelaksanaan siklus I. Refleksi Refleksi pada siklus II dilakukan setelah semua proses pembelajaran selesai dilaksanakan. Dalam siklus II sudah mencapai indikator kinerja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful