Tugas Makalah KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA SEBAGAI KOMPONEN JAMSOSTEK Dosen Pengampu: Dr. H. L. HUSNI, SH., M.

Hum

OLEH SYAIFULLAH I2B009074

MAGÍSTER ILMU HUKUM UNIVERSITAS MATARAM 2010

Bidang jaminan sosial. hal. bidang keselamatan kerja. Tujuan dari dibuatnya sistem ini adalah untuk mengurangi biaya perusahaan apabila timbul kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja. namun istilah itu tidak lagi dianggap tepat digunakan untuk kondisi saat ini. (Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia. a. Iman Soepomo. kesehatan kerja bukanlah satu-satunya bidang yang berbicara mengenai perlindungan buruh. 2005). Dahulu. dan tindakan antisipatif bila terjadi hal demikian. 18. Iman Soepomo berpendapat bahwa istilah keamanan kerja lebih tepat daripada keselamatan kerja karena tujuannya kini adalah mencegah terjadinya kecelakaan dengan menciptakan keamanan di tempat kerja. Bidang hubungan kerja. patut disayangkan tidak semua 1 Helena Poerwanto dan Syaifullah. di Indonesia saat ini. Iman Soepomo dalam bukunya “Pengantar Hukum Perburuhan” membagi hukum perburuhan menjadi lima bidang sebagai berikut. untuk selanjutnya menyelamatkan para pekerja di tempat kerja. Bidang kesehatan kerja. dahulu lebih ditujukan untuk menyelamatkan kepentingan ekonomis perusahaan karena kecelakaan. Perlindungan pada bidang-bidang inilah yang pertama kali diberikan oleh negara dalam bentuk regulasi bagi para buruh. Kesehatan dan Keselamatan Kerja atau K3 adalah suatu sistem program yang dibuat bagi pekerja maupun pengusaha sebagai upaya pencegahan (preventif) timbulnya kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja dalam lingkungan kerja dengan cara mengenali hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja. bidang kesehatan kerja disebut dengan istilah “perlindungan buruh”. Latar Belakang Prof. semua bidang dalam hukum perburuhan bertujuan melindungi buruh dari pihak ekonomi kuat. yaitu untuk melindungi buruh sebagai pihak ekonomi lemah dari eksploitasi yang cenderung dilakukan oleh majikan sebagai pihak pemilik modal. e. d. Kelima bidang yang dikenal sebagai sistematika pancawarna tersebut didasarkan pada pembagian materi perundang-undangan yang mengatur mengenai perburuhan. Hal ini disebabkan oleh tujuan kedu a bidang tersebut. 2 . c. Menurut Prof. Hukum Perburuhan Bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja.BAB I PENDAHULUAN A. bukan lagi sekadar menyelamatkan. b. Sementara itu. Bidang keselamatan/keamanan kerja. Bidang pengerahan dan penempatan tenaga kerja. Namun. karena sesungguhnya perlindungan tersebut merupakan hakikat dari hukum perburuhan secara keseluruhan. Prof. Dengan demikian.1 Bidang kesehatan dan keselamatan kerja dapat dikatakan sebagai bidang yang menjadi awal munculnya hukum perburuhan.

upaya yang dilakukan pihak pemerintah sebagai pembentuk regulasi adalah mewujudkan Jaminan Sosial tenaga Kerja (Jamsostek).perusahaan memahami arti pentingnya K3 dan bagaimana implementasinya dalam lingkungan perusahaan.com 4 3 . Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Jamsostek bagi Tenaga Kerja yang Melakukan Pekerjaan di Luar Hubungan Kerja. Dalam praktiknya.hariansib. Jaminan Kematian (JK). Komponen yang termasuk dalam program ini terdiri dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). tenaga kerja yang bekerja di sector informal/luar hubungan kerja.indonusa. meski program Jamsostek dicanangkan sejak 1992. yang jumlahnya sangat besar dan memerlukan perlindungan Sosial (social security).3 Sementara masih banyak perusahaan belum melaksanakan program Jamsostek. Jaminan Hari Tua (JHT). Kepesertaan program Jamsostek bagi pekerja/buruh bersifat wajib sekaligus merupakan hak yang harus dipenuhi oleh pemberi kerja bagi para pekerjanya.ac.4 B. ternyata masih banyak perusahaan dan pekerja/buruh yang belum terdaftar sebagai peserta program ini sesuai ketentuan yang berlaku.id Thoga M. Sitorus. “Pentingnya Implementasi K3 dalam Perusahaan. Hal ini bertentangan dengan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja yang menyatakan bahwa setiap tenaga kerja berhak atas Jamsostek yang wajib dilakukan oleh setiap perusahaan dan pelanggaran atas ketentuan ini akan dikenakan sanksi.2 Berkaitan dengan implementasi K3 dalam lingkungan perusahaan. serta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK). Rumusan Masalah Dari latar belakang diatas dapat ditarik beberapa rumusan masalah sebagai berikut: 1 Pengaturan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja 2 Kesehatan dan keselamatan kerja dalam Jamsostek 3 Pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja dan Jamsostek di Indonesia BAB II 2 3 Dhoni Yusra.” www. mulai digarap untuk menjadi peserta program Jamsostek berdasarkan UndangUndang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) beserta peraturan pelaksanaannya. “Masih Banyak Pekerja/Buruh Belum Tersentuh Program Jamsostek.” Ibid www.

yaitu: 1. ‘Nomos’ berarti norma. konsep Negara Hukum yang disebutnya dengan istilah ‘rechtsstaat’ itu mencakup empat elemen penting. Julius Stahl. Menurut Julius Stahl. 2.LANDASAN TEORI A. and not of Man”.V. Paul Laband. hal itu dapat dikaitkan dengan prinsip “rule of law” yang berkembang di Amerika Serikat menjadi jargon “the Rule of Law. Due Process of Law. Fichte. Sedangkan A.V. Prinsip-prinsip yang dianggap ciri penting Negara Hukum menurut “The International Commission of Jurists” itu adalah: 4 . Perlindungan hak asasi manusia. 3. Pemerintahan berdasarkan undang-undang. istilah nomokrasi itu berkaitan erat dengan ide kedaulatan hukum atau prinsip hukum sebagai kekuasaan tertinggi. 2. Dicey. Keempat prinsip ‘rechtsstaat’ yang dikembangkan oleh Julius Stahl tersebut di atas pada pokoknya dapat digabungkan dengan ketiga prinsip ‘Rule of Law’ yang dikembangkan oleh A. Dicey untuk menandai ciri-ciri Negara Hukum modern di zaman sekarang. konsep Negara Hukum di Eropah Kontinental dikembangkan antara lain oleh Immanuel Kant. Dalam buku Plato berjudul “Nomoi” yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggeris dengan judul “The Laws”. Dicey dengan sebutan “The Rule of Law”. yaitu: 1. Sedangkan dalam tradisi Anglo Amerika. Di zaman modern. konsep Negara hukum dikembangkan atas kepeloporan A. oleh “The International Commission of Jurist”. dan lain-lain dengan menggunakan istilah Jerman. Bahkan. selain terkait dengan konsep ‘rechtsstaat’ dan ‘the rule of law’. yaitu “rechtsstaat’. Dicey menguraikan adanya tiga ciri penting dalam setiap Negara Hukum yang disebutnya dengan istilah “The Rule of Law”. prinsip-prinsip Negara Hukum itu ditambah lagi dengan prinsip peradilan bebas dan tidak memihak (independence and impartiality of judiciary) yang di zaman sekarang makin dirasakan mutlak diperlukan dalam setiap negara demokrasi. bukan orang.V. juga berkaitan dengan konsep ‘nomocracy’ yang berasal dari perkataan ‘nomos’ dan ‘cratos’. jelas tergambar bagaimana ide nomokrasi itu sesungguhnya telah sejak lama dikembangkan dari zaman Yunani Kuno. Karena itu. Equality before the law. 3. sedangkan ‘cratos’ adalah kekuasaan. Konsep Negara Hukum Ide Negara Hukum. Peradilan tata usaha Negara. Perkataan nomokrasi itu dapat dibandingkan dengan ‘demos’ dan ‘cratos’ atau ‘kratien’ dalam demokrasi. 4. Pembagian kekuasaan. Dalam istilah Inggeris yang dikembangkan oleh A. Supremacy of Law. Yang dibayangkan sebagai factor penentu dalam penyelenggaraan kekuasaan adalah norma atau hukum.V. Yang sesungguhnya dianggap sebagai pemimpin adalah hukum itu sendiri.

adanya perlindungan dan penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia itu merupakan pilar yang sangat penting dalam setiap Negara yang disebut sebagai Negara Hukum. Yaitu : 1. Tidak begitu keliru untuk memandang naik daunnya kosakata hak asasi manusia belakangan ini sebagai penyebarluasan gagasan lama belaka. pengertian baru tersebut masih tetap menggunakan sejumlah gagasan umum tentang kebebasan. Peradilan yang bebas dan tidak memihak. 3. Gagasan bahwa hak-hak individu berhadapan dengan pemerintah bukanlah hal baru. prinsip pokok tersebut merupakan pilar-pilar utama yang menyangga berdiri tegaknya satu negara modern sehingga dapat disebut sebagai Negara Hukum (The Rule of Law. dan hak-hak individu. kita dapat merumuskan kembali adanya prinsip pokok Negara Hukum (Rechtsstaat) yang berlaku di zaman sekarang. Namun kalau kita menganggap bahwa Deklarasi Universal dan Perjanjian Internasional secara umum mewakili pandangan kontemporer mengenai hak asasi manusia. Gagasan bahwa hukum kodrat atau hukum dari Tuhan mengikat semua orang dan mengharuskan adanya perlakuan yang layak adalah soal kuno. dan orang dapat mengatakan bahwa gagasan hak asasi manusia yang ada saat ini hanya merupakan pengembangan konsep ini. Negara harus tunduk pada hukum. Perlindungan Hak Asasi Manusia: Adanya perlindungan konstitusional terhadap hak asasi manusia dengan jaminan hukum bagi tuntutan penegakannya melalui proses yang adil. Dari uraian-uraian di atas. keadilan. ataupun Rechtsstaat) dalam arti yang sebenarnya. 2. Terbentuknya Negara dan demikian pula penyelenggaraan kekuasaan suatu Negara tidak boleh mengurangi arti atau makna kebebasan dan hak-hak asasi kemanusiaan itu. dan gagasan ini erat terkait dengan gagasan tentang hak kodrati di dalam tulisan-tulisan para teroretisi seperti Locke dan Jefferson maupun di dalam deklarasi hak seperti Deklarasi Hak Manusia dan Hak Warga Negara (Declaration of the Rights of Man and the Citizen) di Perancis dan Pernyataan Hak Asasi Manusia di Amerika Serikat (Bill of Rights).1. Setiap manusia sejak kelahirannya menyandang hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang bersifat bebas dan asasi. Jika dalam suatu Negara. Perlindungan terhadap hak asasi manusia tersebut dimasyarakatkan secara luas dalam rangka mempromosikan penghormatan dan perlindungan terhadap hakhak asasi manusia sebagai ciri yang penting suatu Negara Hukum yang demokratis. Kendati ide mutakhir hak asasi manusia dibentuk semasa Perang Dunia II. maka Negara yang bersangkutan tidak dapat disebut sebagai Negara Hukum dalam arti yang sesungguhnya. hak asasi manusia terabaikan atau dilanggar dengan sengaja dan penderitaan yang ditimbulkannya tidak dapat diatasi secara adil. Karena itu. meskipun dapat mengatakan bahwa pandangan tentang hak asasi manusia saat ini memiliki tiga perbedaan dibanding 5 . Pemerintah menghormati hak-hak individu.

Salah satu isu hukum yang terus berkembang adalah apakah hukum dapat diwujudkan menjadi sarana atau alat untuk mencapai tujuan bernegara dan berbangsa rakyat Indonesia. baik yang dilembagakan melalui gagasan negara demokrasi (democracy) maupun yang diwujudkan melalaui gagasan negara hukum (nomocrasy) dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan umum. perdamaian abadi dan keadilan social. maka menjadi pertanyaan yang menarik apakah hukum di Indonesia dapat menggerakkan masyarakat Indonesia kepada tujuan bernegara dan berbangsanya. Cita-cita hukum itu sendiri. Negara tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban. tetapi turut serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat. 2. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan.konsepsi-konsepsi sebelumnya. terutama yang berlaku pada abad kedelapan belas. Hak milik tidak bersifat mutlak. Hak asasi manusia yang ada saat ini bersifat lebih egalitarian. melainkan tetap ‘mission driven’. Konsep ini memandang negara tidak hanya alat kekuasaan (instrumen of power) tapi sebagai alat pelayanan (agency of services). Mengutamakan terjaminnya hak-hak asasi sosial-ekonomi rakyat. dan memiliki fokus intemasional. Peranan hukum publik condong mendesak hukum privat semakin luasnya peranan negara. Ciri Negara Hukum Kesejahteraan (Welfare State) a. Paham inilah yang melahirkan konsep negara kesejahteraan/negara hukum modern/negara hukum materiil. tetapi ‘mission driven’ yang tetap didasarkan atas aturan. Berfungsi sebagai Sarana Mewujudkan Tujuan Bernegara (Welfare Rechtsstaat): Hukum adalah sarana untuk mencapai tujuan yang diidealkan bersama. b. Bahkan sebagaimana cita-cita nasional Indonesia yang dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945. mencerdaskan kehidupan bangsa. d. Negara Hukum berfungsi sebagai sarana untuk mewujudkan dan mencapai keempat tujuan negara Indonesia tersebut. Sebagaimana disebutkan dalam 6 . Negara Hukum Kesejahteraan mempertahankan tanggung jawab negara sambil membenarkan perlunya negara campur tangan untuk penyelenggaraan kesejahteraan rakyat. memajukan kesejahteraan umum. kurang individualistis. Dengan demikian. Mengacu pada thesis Roscoe Pound bahwa law is a tool of social engineering. c. pembangunan negara Indonesia tidak akan terjebak menjadi sekedar ‘rule-driven’. tujuan bangsa Indonesia bernegara adalah dalam rangka melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Pengertian Jamsostek Sebelum kita menjelaskan tujuan dan manfaat jaminan sosial tenaga kerja ada baiknya kita mengetahui penggertian jamsostek oleh beberapa pendapat antara lain. Ide tersebut dibangun atas dasar ekonomi pasar yang kompetitif dimana inisiatif bebas setiap individu di bidang ekonomi yang dipilihnya secara bebas dijamin. semua warga negara tanpa membedakan status dan kelas sosial harus dijamin untuk bisa memperoleh akses pelayanan sosial dasar seperti pendidikan.pembukaan UUD 1945 bahwa tujuan bernegara dan berbangsa adalah membentuk masyarakat yang merdeka. pemenuhan gizi dan air bersih. Jika diamati dari perspektif aliran ekonomi maka konsep negara kesejahteraan berada di “tengah” dimana negara mengakui mekanisme pasar ( play of the market forces ) yang ditujukan untuk mencapai kesejahteraan bersama ( social prosperity ) yang didorong oleh pemerintahan yang berkuasa ( politics and administration ). Secara gamblang. masyarakat dapat bersatu ketika kedudukan individu dijamin oleh negara.5 5 Husni Hukum Ketenagakerjaan. berdaulat. Kedua. Negara kesejahteraan didefinisikan sebagai a state in which organized power is deliberately used through politics and administration an effort to modify the play of the market forces to achieves social prosperity and economic well – being of the people. negara harus memberikan perlindungan sosial jika individu dan keluarga berada dalam kondisi rawan / rentan sehingga dapat menghadapi social contingency yang berpotensi mengarah kepada krisis sosial. Masyarakat dapat menjadi masyarakat yang adil dan makmur ketika masyarakat dijamin kebutuhan dasarnya oleh negara dan diberi kesempatan untuk mengejar kebutuhan yang lebih. Alhumami ( 2007 ) memberikan intisari pada pemikiran negara kesejahteraan sebagai berikut. negara harus menjamin tiap individu dan keluarga untuk memperoleh pendapatan minimun agar mampu memenuhi kebutuhan hidup paling pokok. sakit. Pertama. Sekilas. hari tua dan meninggal dunia. adil dan makmur. kesehatan. konsep negara kesejahteraan mengandung intisari yang sama dengan konsep ekonomi pasar sosial ( soziale martkwirtschaft ) yang digagas oleh kaum progresif kerakyatan. Konsep negara kesejahteraan ( welfare state ) memberikan gambaran bagaimana keadilan dan kesejahteraan diwujudkan dalam masyarakat. 2007 ). dengan tetap mengandung “unsur” sosial yaitu adanya prakondisi kerangka kelembagaan yang menjamin persaingan yang ada sehingga pencapaian individu dalam seluruh bidang kemajuan masyarakat terjamin bersamaan dengan sistem perlindungan sosial untuk lapisan yang secara ekonomi lemah ( Sonny Mumbunan. Jaminan Sosial Tenaga Kerja adalah suatu perlindungan bagi tenaga kerja dalam bentuk santunan berupa uang sebagai pengganti sebagian dari penghasilan yang hilang atau berkurang dan pelayanan sebagai akibat dari peristiwa atau keadaan yang dialami oleh tenaga kerja berupa kecelakaan kerja. Berkaca pada pengalaman sebelumnya. bersalin.. bersatu. 158-159 7 . hal. hamil. Ketiga. B.

Sentanoe Kertonegoro . dalam bentuk perbaikan gizi. Usaha-usaha yang berupa pencegahan dan pengembangan. lanjut usia. koperasi. bantuan hukum. 2008) hal. serta jaminan untuk tunjangan keluarga dan anak. Usaha-usaha di bidang perlindungan ketenaga kerjaan yang khusus ditunjukan untuk masyarakat tenaga kerja yang merupakan inti tenaga pembangunan dan selalu menghadapi risiko-risiko sosial ekonomis. op. seperti bantuan untuk bencana alam.33 7 6 Zaeni Asyhadie. Usaha-usaha yang berupa pemulihan dan penyembuhan. dan lain-lain yang dapat dikategoriakan sebagai sarana sosial (social infra structure). Kematian.126-127 8 . c. transmigrasi. melalui berbagai usaha dalam menghadapi risiko-risiko ekonomi atau sosial yang dapat mengakibatkan terhentinya atau berkurangnya penghasilan. keagamaan. perumahan. Usaha-usaha yang berupa pembinaan.cit. sejauh mungkin. digolongkan dalam asuransi sosial (social insurance). d. penderita cacat dan berbagai ketunaan yang dapat disebut sebagai bantuan sosial (social assistance). dan Tabungan hari tua).. yaitu sebagai berikut : 7 dalam a. Aspek-Aspek Hukum Jamsostek.Menurut Sentanoe Kertonegoro jaminan sosial dapat diartikan sebagai perlindungan yang diberikan oleh masyarakat bagi anggota-anggotanya untuk risiko-risiko atau peristiwa-peristiwa tertentu dengan tujuan. hal. Jaminan sosial dapat diartikan secara luas dan dapat pula diartikan secara sempit. dan pelayanan kesehatan yakni jaminan pemeliharaan kesehatan. untuk menghindari terjadinya peristiwa-peristiwa teersebut yang dapat mengakibatkan hilangnya atau turunnya sebagian besar penghasilan. Usaha-usaha tersebut oleh Sentanoe Kertonegoro dikelompokan empat kegiatan usaha utama. dan lain-lain yang dapat dikelompokan dalam pelayanan sosial (social service). aspek-aspek hukum jaminan sosial tenaga kerja (Jakarta: Rajawali. b. keluarga berencana. yatim piatu. jaminan Sosial Tenaga Kerja (prinsip dan plaksanaan di Indonesia dikutip dari Zaeni Asyhadie. yaitu usaha-usaha di bidang kesehatan. Dari perngertian diatas jelaslah bahwa Jaminan Sosial Tenaga Kerja adalah merupakan perlindungan bagi tenaga kerja dalam bentuk santunan berupa uang (jaminan Kecelakaan Kerja. pendidikan.6 Menurut Internasional Labour Organization (ILO) dalam majalah ASTEK Social Security pada prinsipnya adalah perlindungan yang diberikan oleh masyarakat untuk para warganya. dan untuk memberikan pelayanan medis dan/atau jaminan keuangan terhadap konsekuensi ekonomi adari terjadinya peristiwa tersebut. Dalam pengertiannya yang luas jaminan sosial ini meliputi berbagai usaha yang dapat dilakukan oleh masyarakat dan/atau pemerintah.

e. loc. kesehatan. namun hingga saat ini. g. f. d. suara dan getaran. mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja. mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebarluaskan suhu. Hal ini memiliki urgensi yang besar. seringkali mereka melihat fasilitas K3 sebagai sesuatu yang mahal dan seakan-akan mengganggu proses bekerja. tanaman atau barang.8 Tujuan Pemerintah membuat aturan K3 dapat dilihat pada Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. hembusan angin. menyelenggarakan suhu dan kelembaban udara yang baik. l. Patut diketahui pula bahwa ide tentang K3 telah ada sejak dua puluh tahun yang lalu. i. yaitu: a. untuk dapat memahami arti pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja dalam bekerja kesehariannya. asap. c. alat kerja. mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan. n. memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja. Pengaturan mengenai Kesehatan dan Keselamatan Kerja Merupakan hal yang sangat penting bagi setiap orang yang bekerja dalam lingkungan perusahaan. gas. mengurangi. mencegah. baik untuk kepentingan diri sendiri maupun karena aturan perusahaan yang meminta untuk menjaga hal-hal tersebut dalam rangka meningkatkan kinerja dan mencegh potensi kerugian bagi perusahaan. masih ada pekerja dan perusahaan yang belum memahami korelasi antara K3 dengan peningkatan kinerja perusahaan. m. dan ketertiban. Akibatnya. mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang. cara dan proses kerjanya. o. infeksi dan penularan. perlu dipahami terlebih dahulu landasan filosofis pengaturan K3 yang telah ditetapkan pemerintah dalam undang-undang. kotoran. b. Untuk menjawab pertanyaan tersebut. lingkungan. debu. menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup. j. memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai. h. terutama yang secara khusus bergerak di bidang produksi. memelihara kebersihan. k. bahkan tidak mengetahui eksistensi aturan tersebut. Namun yang menjadi pertanyaan adalah seberapa penting perusahaan berkewajiban menjalankan prinsip kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di lingkungan perusahaannya. memperoleh keserasian antara tenaga kerja. mencegah dan mengurangi bahaya peledakan. memberikan pertolongan pada kecelakaan. 8 Yusra. mencegah dan mengurangi kecelakaan. uap. memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya. kelembaban. binatang. dan memadamkan kebakaran. cuaca. baik fisik maupun psikis. cit.BAB III PEMBAHASAN A. 9 . peracunan. sinar atau radiasi.

Memeriksa proses investigasi dan membuat laporan kecelakaan kepada pihak yang berwenang. 9 Indonesia (a). Yusra. pemeliharaan peralatan dalam bekeja. serta pengaturan dalam penyimpanan bahan. Perawatan bagi korban kecelakaan kerja dan perawatan peralatan sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja yang telah dilakukan. g. peredaran. i. c. perlakuan dan penyimpanan barang.10 Terdapat tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam penyelenggaraan K3. f. q. Ibid 10 11 12 Ibid. barang. dan (3) kualitas program pelatihan K3 sebagai sarana sosialisasi.p. mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya. Lingkungan Kerja terjadinya kecelakaan.9 Dari tujuan pemerintah tersebut terlihat bahwa esensi dibuatnya aturan penyelenggaraan K3 pada hakekatnya adalah pembuatan syarat-syarat keselamatan kerja dalam perencanaan. maka hal-hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut. Informasi dan Pengawasan kecelakaan kerja. Aturan bila terjadi pelanggaran (sanksi). pembuatan.12 Inti dari terlaksananya K3 dalam perusahaan adalah adanya kebijakan standar berupa kombinasi aturan. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. d. atau dengan kata lain adanya suatu kebijakan mutu K3 yang dijadikan pedoman bagi pekerja dan pengusaha. Pelatihan. Pemeriksaan atas kecelakaan yang timbul di area kerja. cit. (2) pembentukan konsep budaya malu dari masing-masing pekerja bila tidak melaksanakan K3 serta keterlibatan berupa dukungan serikat pekerja dalam pelaksanaan program K3 di tempat kerja. Instruksi. pemakaian. 10 . potensi bahaya kecelakaan kerja dapat dieliminasi atau setidaknya direduksi. b. Apabila terjadi peristiwa demikian. pengangkutan. yaitu: (1) seberapa serius K3 hendak diimplementasikan dalam perusahaan. Perlindungan bagi pekerja lain sebagai tindakan preventif. Pengaturan pekerja setelah terjadi kecelakaan kerja. loc. e. mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat. sanksi. pemasangan. a. dan keuntungan dilaksanakannya K3 oleh perusahaan bagi pekerja dan perusahaan. penggunaan. pasal 3 ayat 1. perdagangan. Kemungkinan resiko yang timbul dari kecelakaan kerja.11 Hal lain yang juga diperlukan dalam rangka mendukung terlaksananya program K3 adalah adanya suatu komite K3 yang bertindak sebagai penilai efektivitas dan efisiensi program serta melaksanakan investigasi bila terjadi kecelakaan kerja untuk dan atas nama pekerja yang terkena musibah kecelakaan kerja. Membuat satuan kerja yang terdiri atas orang yang berkompeten dalam penanganan kecelakaan di area terjadi kecelakaan kerja. r. Dengan adanya aturan tersebut. j. menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang berbahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi. produk tehnis dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan. h.

pemerintah telah mengeluarkan sebuah regulasi mengenai jaminan sosial yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1977 tentang Asuransi Sosial Tenaga Kerja. maka dibuatlah Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). yaitu suatu program perlindungan bagi tenaga kerja dalam bentuk santunan berupa uang sebagai pengganti sebagian pengganti sebagian dari penghasilan yang hilang atau berkurang dan pelayanan sebagai akibat peristiwa atau keadaan yang dialami oleh tenaga kerja berupa kecelakaan kerja. c. Ibid Ibid 11 . e. sumber-sumber hukum yang menjadi dasar penerapan K3 adalah sebagai berikut. sakit. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. memenuhi dan menaati semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan. a. Landasan hukum tersebut memberikan pijakan yang jelas mengenai aturan yang menentukan bagaimana K3 harus diterapkan. hamil. Di Indonesia. dan Pelayanan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. dan meninggal dunia. c. Program-program yang menjadi ruang lingkup aturan ini adalah: 13 14 15 Ibid. menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan di mana syarat keselamatan dan kesehatan kerja serta alatalat perlindungan diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal-hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas-batas yang masih dapat dipertanggungjawabkan.13 Semua produk perundang-undangan pada dasarnya mengatur tentang hak dan kewajiban tenaga kerja terhadap keselamatan kerja untuk: a. Kesehatan dan Keselamatan Kerja dalam Jamsostek Sebagai perwujudan program K3 yang diharapkan menjadi program perlindungan khusus bagi tenaga kerja. hari tua.15 Jauh sebelum tahun 1992. memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawas dan/atau ahli keselamatan kerja. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor Per-05/MEN/1993 tentang Petunjuk Teknis Pendaftaran Kepesertaan. d. Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 1993 tentang Penyakit yang Timbul karena Hubungan Kerja. Pembayaran Santunan. e. b. b. ketika program Jamsostek dicanangkan. bersalin. memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan. meminta pada pengurus agar melaksanakan semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan.Penerapan K3 dalam perusahaan akan selalu terkait dengan landasan hukum penerapan K3 itu sendiri. Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1993 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja. d.14 B. Pembayaran Iuran.

Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja. dan c. 4. undang-undang tersebut menentukan bahwa kewajiban membayar ganti kerugian bagi buruh yang tertimpa kecelakaan kerja harus dilaksanakan sendiri oleh pihak majikan yang bersangkutan. Munculnya Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1977 tentang Asuransi Sosial Tenaga Kerja mengalihkan kewajiban pembayaran ganti rugi tersebut dari pihak pengusaha atau pemberi majikan kepada badan penyelenggara. santunan cacad total untuk selama-lamanya baik fisik maupun mental.19 Yang berhak 16 Widodo Suryandono. dan/atau perawatan. biaya rehabilitasi. dan perawatan. 2005). 95. Jaminan Kematian (JK).18 Sementara itu. kedua peraturan perundang-undangan yang telah disebutkan di atas pun dicabut dan menjadi tidak berlaku lagi. d. c. santunan berupa uang yang meliputi: 1. menyebutkan dalam Pasal 36 bahwa perusahaan yang diwajibkan membayar tunjangan diwajibkan pula membayar iuran guna mendirikan suatu dana. b.a. 17 Ibid. Berkaitan dengan jaminan atas keselamatan kerja (kecelakaan kerja). Iuran untuk pembayaran jaminan kecelakaan kerja ini seluruhnya ditanggung oleh perusahaan yang mengikutsertakan diri dalam program tersebut. santunan cacad sebagian untuk selama-lamanya. biaya pengangkutan. pemeliharaan kesehatan diartikan sebagai upaya penanggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan. Berdasarkan undangundang ini. (Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia. santunan sementara tidak mampu bekerja. hal. santunan kematian. yaitu PT Asuransi Sosial Tenaga Kerja (Astek). biaya pemeriksaan.. hal. op. Setiap program tersebut dilaksanakan dengan mekanisme asuransi yang dikelola oleh sebuah badan penyelenggara. yaitu PT Astek. yaitu meliputi: a. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1947. hal. Jaminan Sosial. 93-94. 12 . Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) pertama kali diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja. cit.. Indonesia (b). termasuk pemeriksaan kehamilan dan pertolongan persalinan.16 Artinya.17 Sejak 1992. bersamaan dengan dikeluarkannya aturan mengenai Jamsostek melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja. 2. yang juga merupakan salah satu dasar hukum pembentukan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1977 tentang Asuransi Sosial Tenaga Kerja. pengobatan. Tabungan Hari Tua. .. pasal 9. b. Pasal 9 undangundang ini menguraikan yang termasuk jaminan kecelakaan kerja. pengobatan. 3. 18 19 Suryandono. 94.

rawat jalan tingkat pertama.22 C.21 Semua pengelolaan program tersebut di atas dilaksanakan dengan mekanisme asuransi oleh sebuah badan penyelenggara. Ibid.092 perusahaan/37.000 orang termasuk pekerja kontrak. cit.320/24. f. rawat jalan tingkat lanjutan.039.memperoleh pemeliharaan jaminan kesehatan adalah tenaga kerja. Suryandono. jumlah peserta (pekerja/buruh) terdaftar adalah 1. pelaksanaan program Jamsostek belum berjalan sebagaimana mestinya.638 orang/75. op. dan anak. dan perusahaan kecil. e..20 Ruang lingkup jaminan pemeliharaan kesehatan dalam undang-undang ini meliputi a. baik nasional maupun daerah. Perusahaan yang terdaftar menjadi peserta Jamsostek sampai dengan Agustus 2006 baru mencapai 6. penunjang diagnostik.18%). beritaberita mengenai fakta tersebut dapat dengan mudah diakses melalui media cetak dan media elektronik. pemeriksaan kehamilan dan pertolongan persalinan. cit.000 perusahaan dengan jumlah pekerja/buruh sekitar 1. suami atau istri. Secara luas. serta elemen masyarakat lainnya yang dialamatkan kepada pengusaha.82% nonaktif 667.445 perusahaan/62. b. PT Jamsostek.2%. Sebuah penelitian menunjukkan. yaitu PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) yang berdiri dengan dasar hukum Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 1995. dan g. Pelaksanaan K3 dan Jamsostek di Indonesia Dalam praktik di lapangan. d. 95. namun nampaknya belum juga ada perubahan signifikan yang menjadikan penyelenggaraan Jamsostek lebih baik. hal. cit. rawat inap. anggota lembaga legislatif.8%). borongan.958 orang (peserta aktif 37. Sitorus. loc. Tidak jarang peserta Jamsostek harus menanggung sendiri obat yang 20 Indonesia (b). Hal ini dapat dilihat dari masih banyaknya tuntutan dan protes yang datang dari kalangan serikat pekerja. lembaga swadaya masyarakat (LSM). Hal tersebut menunjukkan bahwa persentase peserta aktif program Jamsostek masih tergolong rendah dan tentunya amat merugikan para pekerja/buruh sehingga perlu penanganan secara khusus. 21 22 23 13 .23 Demikian juga halnya dengan pelayanan kesehatan dalam JPK. op. tidak sedikit pekerja dan keluarganya yang menyampaikan berbagai keluhan atas pelayanan rumah sakit atau klinik yang menjadi penyedia layanan Jamsostek. jumlah perusahaan wajib lapor di Sumatera Utara berjumlah sekitar 11. pekerja harian lepas. pasal 16 ayat 1. nonaktif 2..42% (aktif 4.. pasal 16 ayat 2. Sementara itu.500.537 perusahaan atau 59. pelayanan gawat darurat. pelayanan khusus. maupun instansi pemerintah di bidang ketenagakerjaan. c.

bahwa PT Jamsostek belum melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. banyak perusahaan yang keluar dari program Jamsostek untuk melaksanakan sendiri pelayanan kesehatan melalui rumah sakit yang lebih baik agar kesehatan pekerja mereka lebih terjamin dan dapat lebih produktif dalam bekerja. Hal tersebut di atas diungkapkan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno yang dengan tegas mengatakan bahwa pemerintah akan segera mereformasi total PT Jamsostek menyangkut kepastian hak pekerja/buruh dengan merevisi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja.24 Berdasarkan fakta tersebut di atas. dan pemerintah. sistem pengelolaan harus dilaksanakan dengan mekanisme wali amanat agar dapat diawasi secara tripartit sebagai pemangku kepentingan peserta Jamsostek yaitu pengusaha. Karena itu. Reformasi ini juga akan dilakukan terhadap seluruh aspek dalam PT Jamsostek. Selain itu. 25 14 .25 24 Ibid.dibutuhkan. termasuk perkara dugaan korupsi yang melibatkan oknum Direktur PT Jamsostek dan pengelolaan keuangan yang tidak jelas. pekerja. terlihat bahwa PT Jamsostek belum berusaha secara optimal dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh. Ibid. termasuk pembenahan para personil dalam jajaran direksi.

maupun instansi pemerintah di bidang ketenagakerjaan. Jaminan Kematian (JK). Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). lembaga swadaya masyarakat (LSM). Tujuan dari dibuatnya sistem ini adalah untuk mengurangi biaya perusahaan apabila timbul kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja. b. B. yang dialamatkan kepada pengusaha. hingga anggota lembaga legislatif. kesehatan dan keselamatan kerja atau K3 diharapkan dapat menjadi upaya preventif terhadap timbulnya kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja dalam lingkungan kerja. Rencana Pemerintah mereformasi program Jamsostek harus segera direalisasikan agar kesejahteraan pekerja/buruh yang sejak lama didambakan dapat terwujud. Kesimpulan Sebagai suatu sistem program yang dibuat bagi pekerja maupun pengusaha. Perusahaan dan pekerja yang belum menjadi peserta program Jamsostek harus segera mendaftarkan diri menjadi peserta. Pada pelaksanaannya. mulai dari serikat pekerja. c. Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) merupakan program yang ditujukan untuk mendukung pelaksanaan sistem K3 dalam setiap perusahaan. dan c. Hal ini dapat dilihat dari masih banyaknya tuntutan dan protes yang datang dari berbagai elemen masyarakat. Saran Berkaitan dengan pembahasan pada bab-bab terdahulu. Serikat pekerja/buruh sebagai mitra pengusaha harus ikut mendorong perusahaan. program Jamsostek belum berjalan sebagaimana mestinya.BAB IV PENUTUP A. Program Jamsostek sektor informal/luar hubungan kerja yang diharapkan dapat mendukung peningkatkan kesejahteraan masyarakat harus ditindaklanjuti oleh instansi Pemerintah di bidang ketenagakerjaan bekerjasama dengan PT Jamsostek. dan tindakan antisipatif bila terjadi hal demikian. a. Program-program yang menjadi ruang lingkup aturan ini adalah: a. penulis mencoba memberikan saran-saran sebagai berikut yang diharapkan dapat terwujud. PT Jamsostek. Tabungan Hari Tua. 15 . Pelaksanaan K3 diawali dengan cara mengenali hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja. b.

Thoga M. Yusra.indonusa. Hak Mutlak Tenaga Kerja. Daniel.or.antara.hariansib.id 16 .go. “Jamsostek: Angka Kecelakaan Kerja di Jakarta Tinggi. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja.” www. dkk.id Poerwanto.nakertrans.id “Jamsostek. “Masih Banyak Pekerja/Buruh Belum Tersentuh Program Jamsostek.id Sitorus. Dhoni.smeru. 2005.co. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia. com Suryandono. “Program Jamsostek Sangat Dibutuhkan Pekerja.ac.id Perwira.news.” www. “Perlindungan Tenaga Kerja Melalui Sistem Jaminan Sosial: Pengalaman Indonesia. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.co.” www.kompas.” www. Hukum Perburuhan Bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja. com“ Jamsostek Setiap Hari Tangani 349 Kasus Kecelakaan Kerja.republika.” www. Jaminan Sosial. “Pentingnya Implementasi K3 dalam Perusahaan.” www.DAFTAR PUSTAKA Indonesia. Indonesia. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Helena dan Syaifullah. Widodo.” www. 2005.