DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI (DTSS) PEMERIKSAAN SARANA PENGANGKUT

MODUL

MATERI MANAJEMEN PEMERIKSAAN KAPAL

OLEH : TIM PENYUSUN MODUL PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI

PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN BEA DAN CUKAI BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA JAKARTA 2008

KATA PENGANTAR KEPALA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BEA DAN CUKAI

Sebagai bagian dari proses belajar mengajar yang berlangsung di Pusdiklat Bea dan Cukai, kebutuhan akan modul yang mudah dan dapat dipelajari oleh para peserta Diklat Pemeriksaan Sarana Pengangkut adalah sangat mendesak diperlukan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut di atas, maka disusunlah Modul Penggunaan dan Perawatan Alat untuk Pemeriksaan Kapal. Rangkuman yang dijadikan dasar pembuatan modul terdiri dari berbagai ketentuan dan peraturan yang sedang dan masih berlaku antara lain diambil dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tanggal 15 Nopember 2006 tentang Perubahan atas Undang Nomor 10 Tahun 1995 tanggal 30 Desember 1995 tentang Kepabeanan, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tanggal 15 Agustus 2007 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tanggal 30 Desember 1995 tentang cukai, dan Peraturan Pemerintah RI, Surat Keputusan Menteri Keuangan RI, Surat Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai, dan aturan-aturan lain yang berkaitan dengan topik bahasan dalam modul ini. Selanjutnya kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi sehingga modul ini dapat disajikan. Kami menyadari akan keterbatasan prasarana dan sarana penunjang dalam pembuatan modul ini, karena itu kami harapkan saran-saran dan kritik dari pihak yang berkepentingan akan modul ini, yang nantinya akan dapat menyempurnakan modul ini.

Jakarta,

Nopember 2007

Kepala Pusdiklat Bea dan Cukai

ttd.

Endang Tata NIP 060044462

MODUL MANAJEMEN PEMERIKSAAN KAPAL 1.Pendahuluan 1.1.Deskripsi Singkat Masih ada pejabat bea cukai yang belum memahami seutuhnya megenai proses yang harus dijalankan dalam penghentian, pemeriksaan, penghentian pem-bongkaran, penegahan dan penyegelan sarana pengangkut dan/atau barang diatasnya dan hal-hal yang terkait dengan proses pemeriksaan tersebut. Masih ada pelanggaran oleh pengangkut dan/atau pihak yang bertanggung jawab terhadap kapal yang berada dibawah pengawasannya. Juga masih ada pegawai bea dan cukai yang belum

memahami hak dan kewajiban serta wewenangnya dalam pemeriksaan kapal dan/atau barang diatasnya dan hal yang terkait dengan pemeriksaan tersebut

Sesuai dengan UU No. 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas UU No. 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan yang menyatakan bahwa penghentian sarana pengangkut untuk pemeriksaan terhadap sarana pengangkut (kapal) dan/atau barang di atasnya dalam rangka penindakan dilakukan oleh Satuan Tugas yang terdiri dari sekurangkurangnya dua Pejabat Bea dan Cukai berdasarkan Surat Perintah yang dikeluarkan oleh Pejabat Bea dan Cukai yang berwenang dan diterbitkan berdasarkan petunjuk yang cukup.

Penghentian kapal dapat dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai tanpa Surat Perintah hanya dalam keadaan mendesak dan berdasarkan petunjuk yang cukup bahwa sarana pengangkut (kapal) dan/atau barang di atasnya belum dipenuhi/ diselesaikan kewajiban pabeannya, tersangkut pelanggaran Kepabeanan, Cukai atau peraturan larangan/ pembatasan impor atau ekspor.

Keadaan mendesak adalah suatu keadaan dimana penegahan harus seketika itu dilakukan dan apabila tidak dilakukan dalam arti harus menunggu surat perintah terlebih dahulu, barang dan sarana pengangkut (kapal) tidak dapat lagi ditegah sehingga penegakan hukum tidak dapat lagi dilakukan. Petunjuk yang cukup adalah bukti

permulaan ditambah dengan keterangan dan data yang diperoleh antara lain, laporan pegawai; laporan hasil pemeriksaan biasa; keterangan saksi dan/atau informan; hasil intelijen; atau hasil pengembangan penyelidikan dan penyidikan Pejabat Bea dan Cukai.

Petugas yang melakukan penghentian kapal segera melaporkan penghentian sarana pengangkut kepada Pejabat Bea dan Cukai yang berwenang menerbitkan Surat Perintah dalam waktu 1 X 24 jam terhitung sejak penghentian dilakukan. Dalam hal Pejabat Bea dan Cukai yang berwenang tidak menerbitkan Surat Perintah dalam waktu 1 X 24 jam sejak menerima laporan dari Pejabat Bea dan Cukai yang melakukan penghentian, pengangkut/sarana pengangkut dan/atau barang di atasnya dapat segera meneruskan perjalanannya. Pejabat Bea dan Cukai yang berwenang menerbitkan Surat Perintah adalah Direktur Jenderal Bea dan Cukai atau Pejabat yang ditunjuk;

Satuan Tugas dipimpin oleh seorang Kepala Satuan Tugas/Komandan Patroli Bea dan Cukai. Dalam menghentikan sarana pengangkut, Satuan Tugas dapat menggunakan kapal patroli; atau sarana pengangkut lainnya; dan senjata api dalam hal diperlukan. Setiap penghentian sarana pengangkut dengan menggunakan kapal patroli, Satuan Tugas Bea dan Cukai wajib mencatat dalam jurnal kapal patroli. Penghentian sarana pengangkut di laut dan di perairan lainnya terlebih dahulu harus diberi isyarat yang lazim bagi pengangkut di laut dan di perairan lainnya. Isyarat penghentian kapal dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku dan pengangkut wajib mematuhi. Dalam hal isyarat penghentian kapal tidak dipatuhi dilanjutkan dengan tembakan peringatan ke atas sebanyak tiga kali. Apabila peringatan dengan tembakan sebanyak tiga kali tidak dipatuhi, tembakan peringatan diarahkan ke bagian yang menghambat/melumpuhkan Kapal tersebut. Setiap tindakan penghentian dan pemberian peringatan pengentian kapal oleh Satuan Tugas Bea dan Cukai wajib membuat Laporan Penindakan. Tujuan penghentian Kapal untuk dilakukan

pemeriksaan kapal, pemeriksaan kapal dilakukan dengan cara konvensional dan dengan cara modern.

Yang dimaksud pemeriksaan dengan cara konvensional adalah pemeriksaan dengan menggunakan alat dan peralatan yang sederhana, yang dominan menggunakan pengalaman dalam pelaksanaan tugas, dan biasanya dilakukan untuk kapal yang belum memiliki peralatan dan kelengkapan yang modern. Sedangkan pemeriksaan kapal secara modern adalah pemeriksaan kapal secara sistematik dengan menggunakan peralatan modern dan dibutuhkan keahlian khusus dibidang pemeriksaan kapal, yaitu ships search.

Kegiatan dalam rangka impor ekspor, dan pengangkutan barang tertentu , di lakukan di Pelabuhan, dan dominan menggunakan kapal, untuk itu agar penanganan dan penyelesaian perkara atau pelanggaran Kepabeanan dan Cukai oleh Pegawai Ditrektorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menjadi optimal dan berdaya guna serta berhasil guna disusunlah modul berdasarkan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 Tanggal 15 Nopember 2006 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 Tanggal 30 Desember 1995 Tentang Kepabeanan, Undang-undang Lain yang pelaksanaannya dibebankan kepada DJBC beserta ketentuan pelaksanaannya, disusun dalam bentuk Modul dengan judul “Manajemen kebutuhan Diklat Ships Search. Pemeriksaan Kapal” disusun untuk memenuhi

2. Setiap akan belajar untuk mata pembelajaran ini agar modul dibaca dan dipelajari. dalam hal ada yang tidak dapat difahami/dimengerti atas penjelasan. evaluasi pembelajaran dan nantinya berguna bagi peserta Diklat Ships Search dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya sewaktu bekerja sesuai bidang specialisasinya. latar belakang.1. . diskusi dan bertanya kepada pengajar. keterangan. untuk memacu peserta diklat lebih maju dan kreatif.3. Pelajari terlebih dahulu sistematika penyajian modul. atas pelaksanaan penyelesaian pelanggaran Kepabeanan dan Cukai secara optimal. 1. definisi. hal-hal yang dianggap penting agar dihafal dengan baik. artinya sistem ini memacu peserta diklat harus lebih aktif belajar. berdasarkan sistem pembelajaran KBK (pembelajaran atau kuliah berbasiskan kompetensi).4. data yang ada pada modul agar dibuatkan catatan untuk ditanyakan kepada pengajar. widyaiswara. 1. Kerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh pengajar. diskripsi singkat. pengertian. Petunjuk Pembelajaran Baca dan pelajari modul ini dengan seksama serta teliti dan pada bagian berupa data. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) Bahan ajar atau Modul Manajemen Pemeriksaan Kapal ini dibuat dengan tujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan keahlian petegas Bea dan Cukai sehingga memiliki kompetensi yang tinggi dalam melakukan pemeriksaan kapal. Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan mampu melaksanakan dan menjelaskan peraturan dan ketentuan Manajemen Pemeriksaan Kapal. tujuan pembelajaran umum dan tujuan pembelajaran khusus. diruang pembelajaran untuk memandu diskusi sebagai moderatur atau fasilitator. Bermanfaat bagi peserta didik dan/atau peserta Diklat sebagai pedoman dalam mengikuti ujian.

dan penguncian. Uraian. seperti Setiap kendaraan/angkutan melalui laut. kapal laut.dan memberitahukan maksud dan tujuan pemeriksaan Dalam pemeriksaan. dan membahayakan keselamatan pengangkut.Satuan tugas bea dan cukai yang melakukan pemeriksaan kapal di tempat penghentian atau tempat yang sesuai untuk pemeriksaan. penindakan tersebut meliputi penghentian dan pemeriksaan terhadap sarana pengangkut dan/atau barang diatasnya. Contoh. Kantor Pabean terdekat atau Kantor Pabean tempat kedudukan pejabat penerbit surat perintah. dan/atau pelekatan tanda pengaman yang diperlukan terhadap sarana pengangkut. sekarang ketentuannya dapat dibawa ketempat atau kantor pabean yang muda dicapai. dalam hal tempat penghentian tidak mungkin dilakukan pemeriksaan karena alasan mengganggu ketertiban umum.1. penegahan terhadap barang dan sarana pengangkut. Terhadap sarana pengangkut Pejabat Bea dan Cukai mempunyai wewenang untuk melakukan penindakan di bidang Kepabeanan sebagai upaya untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai pelanggaran ketentuan Undang-undang untuk menjamin hak-hak negara dan dipatuhinya ketentuan Undang-undang. pelaksanaan tugas biasanya diawali dengan cara pinindakan. truk atau sarana lain yang dapat digunakan untuk mengangkut barang atau orang. maupun barang yang ada diatasnya Sarana pengangakut laut yaitu kapal dalam kegiatan pelayarannya terikat ketentuan internasional. dalam rangka pelaksanaan tugas kepabeanan Bea dan Cukai dapat melakukan pemeriksaan kapal.1. Kegiatan Belajar (KB) 1 Manajemen Pemeriksaan Kapal 1. dan Non Contoh: Sarana pengangkut ialah melalui darat . kapal. udara ataupun pesawat udara. dan petugas Bea dan Cukai. pengangkut wajib menunjukkan semua surat dan dokumen yang berkaitan dengan sarana . Satuan Tugas Bea dan Cukai memerintahkan pengangkut untuk membawa kapal nya ke tempat lain yang sesuai untuk pemeriksaan. wajib menunjukkan surat perintah kepada pengangkut. penyegelan.

Pemeriksaan kapal dan/atau barang di atasnya Satuan tugas Bea dan Cukai. satuan tugas Bea dan Cukai wajib membuat Laporan Penindakan. diperlukan juga pengetahuan ketentuan dan terminologi nautika. menyerah-kan barang dan membuka peti kemas/kemasan barang. dan menyaksikan pemeriksaan. Pejabat Bea dan Cukai wajib membuat Berita Acara Pemeriksaan. Dalam hal hasil pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran. Atas hasil pemeriksaan sarana pengangkut dan/atau barang di atasnya. satuan tugas Bea dan Cukai berwenang mencari semua surat dan dokumen dan memeriksa tempat-tempat dimana disimpan surat atau dokumen yang diperlukan. Dalam hal hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya pelanggaran. Atas hasil pemeriksaan kapal dan/atau barang di atasnya. Untuk keperluan pemeriksaan barang di atas kapal. pengangkut/sarana pengangkut dan/atau barang di atasnya dapat segera meneruskan perjalanannya. nautika ini penting agar kapal berlayar tidak ada gangguan teknis. Dalam hal pengangkut atau kuasanya tidak memenuhi kewajibannya . wajib membuat Surat Bukti Penindakan dengan menyebutkan alasan dan hasil pemeriksaan atau jenis pelanggaran. Penyerahan kapal dan/atau barang di atasnya. Dalam hal pengangkut tidak memenuhi kewajibannya. Pemeriksaan terhadap sarana pengangkut dan/atau barang di atasnya dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai yang ditunjuk oleh Pejabat yang berwenang. . Setiap tindakan. Satuan tugas Bea dan Cukai wajib membuat Laporan Penindakan. pengangkut/nakhoda atau kuasanya wajib menunjukkan bagianbagian/tempat-tempat dimana disimpan barang. Setiap tindakan pemeriksaan kapal secara jabatan. satuan tugas Bea dan Cukai berwenang melakukan pemeriksaan karena jabatan. pejabat Bea dan Cukai wajib membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP).pengangkut dan/atau barang di atasnya serta denah situasi bagi kapal di laut kepada pejabat Bea dan Cukai. Satuan tugas Bea dan Cukai wajib membuat Berita Acara Serah Terima. maupun non teknis. Dalam rangka pemeriksaan kapal. kapal dan/atau barang di atasnya ditegah dan dibawa ke Kantor Pabean yang mudah dicapai atau Kantor Pabean tempat kedudukan pejabat penerbit Surat Perintah dan diserahkan kepada Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil Bea dan Cukai (PPNC DJBC) untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

karena hanya membayar uang pendaftaran saja. terutama untuk negara sedang berkembang. Menghasil kan valuta asing. Register Kapal : Umumnya kapal akan didaftarkan dan memakai bendera asal negara perusahaan pelayaran itu didaftarkan. Oleh karenanya. pelabuhan asal. Honduras. Lebih bebas beroperasi. beberapa negara memiliki peraturan yang memungkinkan negara lain untuk mendaftarkan kapalkapalnya di negaranya. dan dalam keadaan darurat atau perang tidak ada kewajiban terhadap negara asal. Keuntungan dari flags of convenience adalah: Bebas pajak. Tidak tergantung kepada negara lain dalam pengangkutan dan perdagangan. terutama negara yang perdagangannya luas dan jauh. Namun bila pajak dari suatu negara terasa terlalu tinggi atau banyak peraturan pelayaran yang kurang jelas penerapannya maka banyak pemilik dan perusahaan pelayaran nasional mencari negara yang memudahkan operasi dari kapal-kapalnya bila didaftarkan di negara itu. Dan akan diserahterikan setiap pergantian nakhoda. Contohnya adalah Liberia. negara juga berkepentingan mempunyai armada kapal nasional untuk.A. secara nasional. Dokumen dan Catatan dalam Pemeriksaan Kapal Dokumen Kapal Semua kapal harus memiliki dokumen-dokumen berikut: Register kapal: terdiri atas bukti bendera kapal. dan Singapura. Negara seperti itu disebut negara yang mengibarkan bendera "flags of convenience". Oleh karena itu. dan tidak perlu mengikuti peraturan dari negara asal. Panama. Kebutuhan untuk ruangan pengapalan dan angkutan tentunya adalah kebutuhan dasar dari suatu negara yang mempunyai armada sendiri. seperti Indonesia dan Jepang. Selain itu. nama nakhoda. suatu negara perlu mempunyai armada kapal sendiri yang mengibarkan benderanya sebagai kebanggaan nasional. . Lebih murah dalam operasi karena dapat memakai ABK sesukanya. Terhindar dari Kerugian bila beroperasi dengan bendera dari negara asal. pemilik dan lain-lain. Flags of convenience dari negara-negara yang banyak dikibarkan adalah Liberia. Menghemat valuta asing. Dapat segera bertindak dalam rangkaian Hankamnas. kapasitas. suatu negara kecil yang hampir tidak mempunyai kapal menjadi negara dengan armada terbesar di dunia.

bila muatan tidak diangkut dengan armada nasionalnya Memperbanyak jenis prosedur dalam impor dan ekspor barang bila tidak diangkut dengan armada nasional. pengangkutan barang yang masuk dan keluar dari negara tersebut dapat dikontrol dengan baik. - Mendahulukan pemberian fasilitas muat/bongkar bagi kapal armada nasional. Meskipun peraturan ini kelihatannya menguntung kan suatu negara. Dengan cara tersebut di atas. dan penyelesaian klaim yang besar. . Kebalikan dari flags of convenience adalah negara yang mengibarkan flags of discrimination. yaitu negara-negara yang melakukan oabotage dan diskriminasi dalam pelayaran dan peraturannya untuk kapal-kapal negara lain yang berkunjung ke negaranya. maka kemungkinan ada shipper yang mengirim barangnya dengan cara transhipment di pelabuhan asing yang terdekat. namun kerugian juga ada.Kerugian dari flags of convenience adalah bertanggung jawab bila terjadi sesuatu. Menghambat kredit dari bank. Memberi kemudahan dalam pengangkutan darat untuk barang dari kapal nasional. - Untuk muatan pemerintah dan muatan yang disponsori oleh pemerintah. Peraturan negara yang mengibarkan flags of discrimination melindungi pelayarannya sendiri dengan cara: - Mencabotase atau mengkhususkan pelayaran pantai untuk kapal-kapal armada nasionalnya. yaitu barang harus menunggu sebelum dapat dikapalkan dengan kapal yang sesuai. Untuk menghindari peraturan ini. seperti kecelakaan atau hal yang berhubungan dengan ABK. seperti kandasnya kapal Torry Canyon. pengangkutan harus dilakukan dengan kapal nasional. - Mengurangi bea-masuk untuk barang yang diangkut dengan armada kapal sendiri. Membedakan dalam tarif pelabuhan. - Mengharuskan eksportir mengirim barangnya dengan CIF (Cost. dengan kemungkinan kerusakan barang dan bertambahnya ongkos pengangkutan yang akan menambah tinggi harga barang.Insuranceand Freighl) dan importir mendatangkan barang dengan FOB (Free on Board). Akibatnya akan mempengaruhi ekonomi dari negara itu sendiri karena pengapalan tidak dapat dilakukan dengan sangat efisien.

medical Safety. Mtce.fire lifeboats ENGINE CH 2nd 3rd 4thE 5thEN ENG Apprentic Spares Bunkers Engine room Generator s CATE CH ENG CH OFF 3RD 3RD CADET Cre CH 2ND 4TH CH COOK e Deck Steward s ABBREVIATIONS HFO Heavy Fuel Oil DO Diesel Oil HSD High Speed Diesel FW Fresh Water MH Man Hole DBT(P/S) Double Bottom Tank (Port/Starboard) STCWT Stern Tube Cooling Water Tank FPT(F PK) Fore Peak Tank APT (A Pk) After Peak Tank COFF/CD Cofferdam VS Void Space LO Lubricating Oil (Tank) BW Bilge Well SP Sounding Pipe AP Air Pipe ESC Escape Hatch EFPR Emergency Fire Pump Room LOA Length Overall LBP Length between Perpendicular .MASTER 2ND CADET MASTER DECK CH 2nd 3rd CADE BOSUN Cargo. Deck Navigation. charts. Stability. passage plan.

LOADLINE Tropical fresh water TF Tropical T S summer Bulbous W winter WNA winter north atlantic .

.

DU CT K EEL .

Step One Switch On Push for 1 second and release .

Start Up Zero Step two Press √ Press √ ‘Start Up’ The Four Steps Switch On Zero Instrument in Fresh Air Calibration and verification Clear Peaks Perencanaan dan Pelaksanaan Operasi Pemeriksaan Kapal .

Perintah Lisan.Perintah dalam Operasi Pemeriksaan Kapal Reason for learning: Dapat memberikan tugas kepada anggota untuk melakukan pemeriksaan secara seksama dan berdasar tata urutan pelaksanaan yang logis. Lebih fleksibel untuk didiskusikan. dalam rangka menghindari keraguan/kebingungan anggota dan ketidakpastian Learning outcomes: • • • Mengetahui minimal 1 kelebihan dan 1 kekurangan perintah lisan. Mengetahui 5 tata urutan Dasar pemeriksaan yang benar. Mengetahui paling tidak 4 hal lanjutan dari tata urutan dasar tersebut. Ideal untuk tugas langsung dan sederhana. Kelebihan : • • • Dapat segera diberikan. .

Situasi.g. Specialist search teams (e. Detil Perintah Dapat Terlupakan. Umum • • • • Topography. Petugas DJBC (spesialis) – Ion Scan. Execution. Administration And Logistics. Command And Communications. DDU. Background Information . Tata Urutan Dasar Pemeriksaan Kapal: • • • • • Situation. Kelemahan • • • Tidak Ada Catatan Permanen.Intel Suspects – Vessel / Persons. confined space ) . Dapat Terjadi Salah Penerimaan Perintah.Perintah Lisan. Situasi. Investigators. Mission. X-Ray Operators. Patrol Boat. Possible intentions. Kekuatan: • • Tim Pemeriksa.

Team tasks or individual tasks: Jika pemeriksaan dilakukan oleh beberapa petugas. mereka dibagi menjadi beberapa kelompok.g Ship wrights. Arah ke tempat pemeriksaan. Pernyataan yang sederhana: “Kita akan memerika kapal di laut sebelum kapal tersebut sandar di Pelabuhan Tanjung Priok” Dapat dibuat daftar/tahapan pemeriksaan jika operasi tersebut memakan waktu lama atau sulit. Keamanan/keselamatan. Pelaksanaan. Pelaksanaan. Pelaksanaan.Surveyors. TNI Industry Experts e.Bila perlu: • • • Kepolisian. . “Kita akan memeriksa kapal Pong Su dan menemukan narkotik” Misi tersebut harus disebutkan dua kali. Ketua Kelompok yang mengaturnya dan tiap kelompok akan diberi tugas masing-masing. Tempat Berkumpul. Saat menemukan barang yang dicari: Hentikan pemerikaan – amankan TKP Lakukan – olah TKP Laporkan Jangan beranggapan hanya barang tersebut saja yang ada/disembunyikan. Pelaksanaan. Jika operasi sulit atau lama buat daftar/tahapan pelaksanaan operasi. Petunjuk Koordinasi: Waktu. Misi Dinyatakan dengan jelas mengenai tindakan yang akan dilakukan dengan tujuannya.

Setelah Perintah Diberikan Tanyakan anggota: Ada pertanyaan? Tanyakan juga hal-hal lain sehubungan pemeriksaan. Sertifikat klasifikasi: yang diterbitkan oleh biro klasifikasi ketika kapal memenuhi persyaratan dari biro klsifikasi. Catat hal-hal yang berguna untuk pemerikaan berikutnya Tanyakan anggota: ide atau saran. dan sertifikat yang diharuskan oleh tiap kapal sebagai persyaratan sesuai Konvensi IMO adalah: . sertifikat yang dipersyaratkan untuk Kapal. Setelah Pemeriksaan -Debrief (penilaian atas pemeriksaan yang telah dilakukan) Tujuan • • • Evaluasi masalah untuk pencegahan.

dan diikat sesuai petunjuk di manual ini. . reg.Tonnage Certificate Diberikan kepada tiap kapal yang panjangnya lebih dari 24 meter atau besar lebih dari 150 GT. Semua kapal yang memuat muatan kecuali muatan berat/minyak harus membawa manual ini bila ingin hendak memuat muatan. VIl/ 6 & MSC/Circ. regll-1/22 & II. reg VI/5. dimana GT dan NT ditentukan sesuai persyaratan konvensi. . 745).10). (SOLAS 1974.International Oil Pollution Prevention Certificate (IOPP) Diberikan kepada semua kapal tanker minyak berukuran lebih dari 150 GT dan kapal lainnya berukuran 400 GT lebih yang berlayar ke pelabuhan-pelabuhan di bawah kewenangan pihak yang mengakui MARPOL 73/ 78.Intact Stability Booklet Diberikan kepada tiap kapal penumpang dengan tidak memandang besarnya dan pada tiap kapal barang yang panjangnya di atas 24 meter. Diberikan kepada kapal yang didaftarkan di negara bendera (flag state) dan menjalankan peraturan/hukum dari negara tersebut..Certificate of Registry. . Sertifikat ini berlaku untuk lima tahun. . Nakhoda harus mempunyai buku stabilitet yang memungkinkan untuk dengan cepat dan teliti menghitung stabilitet dalam berbagai keadaan pelayaran yang dilakukan (SOLAS 1974. Sebuah buku "Particulars ofConditions ofAssignment" dikeluarkan bersama dengan sertifikat ini yang menerangkan cara perhitungan mendapatkan freeboard. . .Cargo Securing Manual Semua muatan (selain yang berat/cair) harus dimuat. dipadat. Sertifikat ini berlaku untuk waktu lima tahun.I/25-8/LL Protocol 1988.International Load line Certificate Diberikan kepada tiap kapal di atas panjang 24 meter atau lebih besar 150 GT yang telah disurvey dan diberi tanda sesuai konvensi.

. yang berlaku untuk semua kapal mulai dari 200 GT.Oil Record Book Oil Record Book Part I (machinery space operations) untuk tiap kapal tanker minyak lebih dari 150 GT dan kapal lainnya lebih dari 400 GT (MARPOL 73/78. Plakat petunjuk bagi ABK tentang cara pembuangan sampah harus dipasang (MARPOL 73/78. Sertifikat ini ditambah dengan Record of Construction and Ecjuipment of Ships other than Oil Tankers dari Form A atau Record ofConstruction and Equipment for Oil Tankers dari Form B. Annex I.maka maklumat tidak perlu dipasang (MARPOL Annex IV.Garbage Management Plan Annex V berhubungan dengan peraturan pencegahan pengotoran/ polusi oleh sampah dari kapal yang diharuskan untuk tiap kapal berukuran lebih besar dari 400 GT. reg 4) . reg.20). Setiap kapal dengan papan maklumat ini harus mempunyai 'Garbage Record Book'. dan kapal yang mengangkut lebih dari 10 orang.International Sewage Pollution Prevention Certificate Annex IV berhubungan dengan peraturan pencegahan polusi karena kotoran pembuangan kapal. Rencana ini harus sama dengan petunjuk IMO dan ditulis dalam bahasa ABK kapal.9). . . Annex V. reg. reg 4).26).Sertifikat 1OPP berlaku untuk waktu lima tahun. reg. Annex I. reg 20) dan Oil Record Book Part 11 (cargo/ballast operations) untuk tiap kapal tanker minyak lebih dari 150 GT (MARPOL 73/78. Bila negara flag state memberlakukan MARPOL Annex IV sebelum peraturan ini berlaku. Annex I. Annex I. (MARPOL 73/78.Shipboard Oil Pollution Emergency Plan (SOPEP) Diharuskan berada diatas tiap kapal barang lebih dari 400 GT dan disahkan oleh negara dari bendera kapal tersebut (MARPOL 73/ 78. .

Ship type endorsement: Sertifikat sudah harus dapat pengakuan sepenuhnya (endorsed) untuk bertugas pada kapal-kapal khusus.Certificates for Masters. Berlaku sampai ada perubahan (SOLAS 1974/1989 amendments reg. .Convention No. . reg 1/2 STCW Code.Minimum Safe Manning Certificate Diharuskan untuk semua kapal. Sebuah masa transisi berlaku hingga Februari 2002 bagi perubahan dari STCW 1978 menjadi STCW 1995. section A-I/2). VI/13b). meskipun pengaturan yang sama dapat saja terjadi di beberapanegara. or Ratings Certificate of competency: Para pelaut harus mempunyai ijazah asli nasional yang sesuai dengan kemahirannya yang dikeluarkan oleh negara yang mengeluarkannya dan sesuai dengan standar bagi STCW secara internasional yang berlaku. 73).. art VI. Bukti tertulis bahwa permintaan untuk recognition endorsement itu sudah harus ada pada pelaut itu. terutama untuk kapal-kapal penumpang dan tanker. terutama dalam penanganan flag state recognition endorsement (STCW 1995.Certificate for Medical Fitness Sebuah certificate for medical fitness dikeluarkan tiap dua tahun. Keterangan mngenai pengobatan dan catatan (records )dari "vaksinasi" dan "vaksinasi ulang" harus selalu dibawa (ILO~. . maka sebuah flag state recognition endorsement harus diikut sertakan. .Flag state recognition endorsement: Bagi para pelaut yang berlayar\flag yang bukan negaranya dan yang mengeluarkan certificate of competency yang berbeda.Recognition endorsement sudah harus ada pada pelaut tersebut dalam waktu tiga bulan setelah berada diatas kapal. . Officers.

. Semua kapal harus memilikinya dan dipasang di tempat-tempat yang menarik perhatian di keseluruhan kapal sijil kebakaran yang berlaku. reg IX/4). tugas pemadaman kebakaran masing-masing/letak peralatan dan sebagainya. seksi-seksi pemadam api. serta perencanaan untuk membetulkan setiap kemiringan kapal disebabkan karena masuknya air. . reg II.Radio Station Silence Diberikan kepada pemilik kapal dan berlaku untuk waktu empat tahun.Damage Control Booklets Di kapal selalu harus terpasang gambar rancangan mengenai batas dari pintu-pintu kedap air dari tiap dek atau palka. Bukubuku edaran mengenai informasi tersebut harus selalu disediakan untuk perwiraperwira yang ada di kapal. termasuk letak dari alat pengendalinya. termasuk di anjungan. reg 11/ 20. 7 & 8). dan tiap salinan (copy) harus dibagikan pada setiap perwira yang ada..Fire Control Plan and Muster List Semua kapal harus memilikinya dengan keadaan harus dipasang. Informasi dari tugas harus dimiliki oleh setiap perwira. yang dicatat dalam sebuah buku atau kartu. . III/8).Document of Compliance (DOC) dan Safety Management Certificate (SMC) Di bawah ISM-Code untuk semua kapal di atas 500 GT harus mengikuti persyaratan yang telah dikeluarkan oleh ISM-Code. (SOLAS 1974. juga pintu masuk ke dalam dan cara menutupnya. sijil-sijil pemadam kebakaran yang menunjukkan letak dari fire control station. . di kamar mesin dan tempat tinggal para awak kapal (SOLAS 1974. Pemilik kapal yang dimaksud adalah badan yang diberikan lisensi untuk mengoperasikan stasiun radio dari kapal (ITU regu-lation). DOC dan SMC diberikan kepada sebuah perusahaan pelayaran setelah ada pemeriksaan permulaan apakah peraturan yang ada di ISM-Code telah dipenuhi. Berlaku untuk waktu lima tahun (SOLAS 1974. 6. Sijil tambahan harus dipasang di luar deckhouse guna membantu para petugas pemadam api dari darat.1/25.

.Ship's Logbook Setiap kapal harus mencatat dari sidak dan latihan serta catatan mengenai pemeriksaan/pemeliharaan dari alat-alat penolong dan peralatannya. serta persyaratan Chap-ter II-1 dan II-2. Catatancatatan ini kemungkinan besarakan diperiksa oleh PPK di setiap pelabuhan (SOLAS 1974. sesuai dengan peraturan SOLAS regulation 1/10.Port State Control Reports Berkas kumpulan laporan yang ada di kapal dari hasil pemeriksaan petugas pemeriksa kepelabuhanan (PPK) di masa lalu.5).. reg 1/12) .Classification Certificate (Hull and Machinery) Dikeluarkan untuk sebuah kapal oleh Biro Klasifikasi dan harus selalu berada di kapal selama kapal masih berada di kelas yang dinyatakan. yang memenuhi persyaratan yang ada pada Chapter II-1. yang lain dari yang berhubungan dengan rencana pemadaman kebakaran dan sijil kebakaran. . II-2. reg III/19. Cargo Ship Safety Eguipment Certificate Dikeluarkan setelah diadakan survei dari kapal barang dengan ukuran 500 GT lebih. o Sertifikat tambahan untuk kapal barang Cargo Ship Safety Construction Certificate Dikeluarkan setelah diadakan survei dari sebuah kapal barang berukuran lebih dari 500 GT yang memenuhi persyaratan. dan III dan persyaratan lainnya dari SOLAS. reg 1/12/ SOLAS Protocol 1988. reg 1/12). Sertifikat ini dikeluarkan oleh negara kapal itu (flag state) dan berlaku untuk masa waktu lima tahun (SOLAS Protocol 1988. Sebuah record of equipment (Form E) melengkapi sertifikat ini dan harus selalu dipasang agar tampak. Dikeluarkan oleh flag state dan berlaku untuk masa dua tahun (SOLAS 1974.

. Masa berlakunya tidak boleh melebihi lima tahun dan tidak diperbolehkan diperpanjang melebihi batas waktu dari cargo ship safety construction certificate yang berada di atas kapal (SOLAS 1974. . meskipun untuk kapal-kapal dibawah 500 GT. Buku ini memberikan informasi mengenai stabilitet. III.Cargo Ship Safety Radio Certificate Dikeluarkan setelah diadakan survei dari sebuah kapal barang bemkuran 300 GT lebih.3). reg 1/12) / Sertiflkat tambahan lain yang mungkin diharuskan di kapal barang . reg.II-2/54. Record of equipment (Form R)melengkapi sertifikat ini dan harus selalu berada dalam keadaan terpasang (SOLAS 1974. flag state bersangkutan dapat memberlakukan kebijaksanaan lainnya. cara memuat balas/ kapasitas. Dokumen ini sebagai bukti sesuai dengan konstruksi dan peralatan yang diharuskan sesuai peraturan yang dikeluarkan olehflag state. Diberlakukan bagi kapal-kapal yang diberikan "pembebasan" sesuai peraturan SOLAS dan dikeluarkan sebagai tambahan dari cargo ship safety certificate (SOLAS 1974. cara pemuatan. maksimum yang dapat diletakkan di atas tanktop. IV.Bulk Carrier Booklet Berlaku untuk semua kapal yang memuat muatan curah selain gandum. reg 1/12).Exemption Certificate. yang dilengkapi dengan peralatan instalasi radio yang diakui oleh flag state dan berlaku untuk masa satu tahun. dan lain sebagainya (SOLAS reg VI/7). 11/2.Document of Compliance with the Special Reguirements for Ships Carrying Dangerous Goods. Sebuah sertiflkat yang dinamakan cargo ship safety certificate dapat juga dikeluar-kan setelah dladakan survei dari sebuah kapal barang yang memenuhi persyaratan dari Chapter H-l. reg 1/12). . dan V sebagai pengganti dari kapal barang tersebut di atas sebagai cargo ship safety certificate (SOLAS Protocol 1988.

stabilitet (SOLAS 1974. previous repair history serta inspeksi oleh para awak kapal (SOLAS 1974 reg XI/2). thickness measurements reports dan sunrey planning docwnent serta supporting docwnents-nya. condition evaluation report. Sebuah stowage plan yang memerinci 'kelas' dan 'penempatan' muatan. Sertifikat Keterampilan Dengan makin ketatnya pengawasan terhadap kapal-kapal yang kurang memenuhi ISM-Code termasuk juga keterampilan dari para perwira dan awak kapalnya. . Sebagai pengesahan bahwa kapal yang memuat gandum (grain) telah mengikuti peraturan dari International Code for tlie Safe Carriage of Grain in Bnlk. Merupakan daftar khusus atau manifes yang disesuaikan dengan klasifikasi di dalam SOLAS reg VII/2.Survey Report File. Sebuah salinan (copy) dari dokumen ini harus disediakan sebelum kapal berangkat bagi pejabat atau organisasi yang telah ditunjuk oleh para pejabat port state (SOLAS 1974. Suatu keharusan bagi kapal yang memuat muatan berbahaya.Dangerous Goods Manifest or Stowage Plan.Document of Authorisation for the Carriage of Grain. Dokumen ini harus disertakan dalam grain loading manual di samping memberi informasi ttg. Setiap bulk carrier dengan panjang melebihi 150 meter harus dilengkapi dengan laporan survei lengkap yang berisi perincian laporan mengenai stntctural survey. reg 4).muatan berbahaya di atas kapal dapat dipakai sebagai pengganti daftar khusus atau manifes khusus yang diharuskan. main structural plans dari hold and ballast tanks. reg. Annex III.reg VI/9) . maka bagi tiap orang yang ingin berlayar sebagai awak kapal harus dapat memenuhi sertifikat keterampilan atau certificate of proficiency. . VII/5 & MARPOL 73/78. tentang muatan berbahaya diatas kapal dan penempatannya..

kapasitas. . yaitu: .Bareboat/Demise Charter Kapal disewa sebagai badan kapal saja.Sertifikat garis muat kapal internasional Dalam pengangkutan barang atau muatan.Time Charter (T/C) Kapal dapat disewa. kita dapat melakukannya dengan cara menggunakan kapal sendiri atau menyewanya (chartering). Seolah-olah suatu badan yang beroperasi dan dipakai untuk suatu waktu tertentu. Si penyewa (charterer) membayar uang sewa dan bunker serta kapal dioperasikan sesuai kemauan penyewa. draft. .besarnya ton. ada beberapa cara Penyewaan Kapal (Chartering) . Dalam time charter. Penyewa (charterer) menyediakan nakhoda serta ABK dan mengoperasikan kapal seolah miliknya. Uang sewa dapal dinyatakan sebagai biaya pcr hari atau biaya per ton DWT. pembagian biayanya adalah sebagai berikut: o Pemilik Kapal (Owner) Depresiasi Asuransi Survei Overhead Gaji nakhoda/ABK Beberapa klaim muatan Brokerage o Penyewa Kapal (Charterer) Uang sewa Bunker Uang pclabuhan Stevedoring Ballast Beberapa klaim muatan Air o Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kontrak time charter adalah: Tanggal nama dan alamat dari pemilik kapal dan penyewa (charterer) Perincian dari kapal seperti nama tempat registrasi.

Namun bila lebih cepat dalam bongkar/muat maka si penyewa mendapat uang despatch. peralatan bongkar /muat. Uang despatch biasanya setengah dari demurrage. draft. Penyelesaian general average.Voyage Charter Kapal disewa untuk memuat barang antara tempat A dan B. Pelaksanaan arbitrase bila tidak ada kesesuaian pengertian. Penyewa membayar uang tambang yang besarnya tergantung barang diangkut yang dinyatakan dalam jumlah ton atau jumlah tertentu untuk satu pelayaran. o Jenis muatan yang akan dimuat dan cara pemuatan. pemakaian bahan bakar. dsb. yakni uang insentit yang diberikan pemilik kapal kepada penyewa karena melakukan bongkar muat kurang dari waktu yang ditetapkan dalam kontrak. Kerusakan/kelambatan yang dapat dikenakan off-hire. dan alamat dari pemilik kapal dan penyewakapal. kecuali biaya bongkar/muat dan stevedoring (FIOS tenns). Boleh dikatakan bahwa pemilik kapal membayar semua biaya. Uang sewa. Hal ini dinamakan dennirragc. heating coil. kecepatan. . . tempat registrasi. cara pembayarannya dan mata uang yang digunakan.kapasitas. Keadaan kapal dan kelasnya. dan peralatan bongkar/muat sesuai denganmuatan yang akan dimuat. Penyewa juga harus membayar biaya tambahan atas kelambatan bongkar/muat dari kapal. Batas pelayaran. Waktu penyewaan (chartering) dimulai. Tindakan yang akan dilakukan pada waktu kerusuhan. kekuatan mesin. o Perincian dari kapal. Cara kapal mengadakan dok tahunan (annual drydocking) pada waktu kontrak masih berjalan. yakni nama. nama. tonnage. pompa. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kontrak voyage charter adalah: o Tanggal. Hak penyewa (charterer) untuk menyatakan keberatan.horsepower. dan kemungkinan untuk dapat mengganti nakhoda atau chief engineer.

. Beberapa Istilah Penting Dalam Chartering Berikut adalah beberapa singkatan dan istilah penting dalam chartering yang perlu diketahui.dimulainya.Despatch Despatch atau dispatch adalah kecepatan bongkar/muat muatan. masing-masing voyage berdiri sendiri dan sewa-menyewanya juga diselesaikan per voyage. . Pemilik memberikan uang premi kepada pemilik barang/muatan sesuai perjanjian yang telah disetujui bersama dan tercantum dalam charter party. o Biaya angkut (freight rate) dan mata uang yang digunakan. Secara operasional. o Agen atau perwakilan yang akan dipakai. o Waktu labuh (lay time) yang diperbolehkan. o Besarnya demurrage dan despatch. juga rincian pelayaran dan kemungkinan kapal dapat mengadakan deviasi dalam keadaan tertentu.bila terlambat. charter party dapat dibatalkan. Nakhoda juga harus membuat notice of readiness yang menyatakan kepada charterer bahwa kapal telah siap untuk muat/bongkar. .o Nama tempat memuat dan membongkar barang. Persyaratannya sama dengan voyage charter. dimana waktunya lebih cepat dari waktu yang ditentukan dalam charter party.Consecutive Voyage Charter Consecutive voyage charter atau disebut juga contract of affreightment (COA) adalah penyewaan kapal untuk beberapa pelayaran (voyage) secara berturut-turut. Despacth adalah kebalikan dari demurrage. o Klausul untuk arbitrase dan general average seperti dalam time charter. kongesti pelabuhan. kekurangan muatan dsb.charter party. o Cara menangani dan menyelesaikan persoalan pemogokan. yang dihitung dengan membuat time sheet di pelabuhan muat dan di pelabuhan bongkar. dan hari besar yang dapat dimasukkan dalam. waktu. o Tanggal kapal harus tiba di tempat pemuatan dan tanggal.

(Despatch Loading Only) Despatch hanya dikenakan pada waktu pemuatan. o FD (Free of Despatch) Bebas dari pembayaran premi despatch yang harus dibayar. tapi pengurangari dari lay-time hanya dapat dilakukan bila pekerjaan dilakukan pada waktu cuaca baik. o Shinc (Sunday & Holidays Included) Hari Minggu dan hari libur termasuk di dalamnya. o FAC (Fast As Can) Kapal dikerjakan secepat mungkin. Lay-time biasanya dimulai dengan notice of readiness. o DBEAT (Despatch payable at both ends on all time saved) Despatch dibayarkan dipelabuhan muat dan pelabuhan bongkar untuk waktu-waktu yang dihemat. . o DLO. o DBELTS (Despatch payable at both ends on lay time saved) Despatch dibayarkan untuk penghematan lay-time di pelabuhan muat maupun pelabuhan bongkar.Waktu Labuh/Kerja (lay time) o Notice of Readiness Keterangan dari nakhoda bahwa kapal telah tiba dan siap untuk memuat barang. .o D '/2 D (Despatch rate to half demurrage rate) Premi despatch adalah setengah dari demurrage. o Working Days-Weather Permitting Seperti halnya WWD. o DDO (Despatch Discharge Only) Despatch hanya dikenakan pada waktu pembongkaran. o Shex (Sunday & Holidays Excluded) Terkecuali hari Minggu dan hari libur tidak dihitung sebagai hari-hari kerja. o WWD (Weather Working Days) Hari kerja dengan cuaca baik.

o Naabsa ( Not Always Afloat but Safely Aground) Tidak selalu terapung namun badan kapal 'duduk' dengan aman di dasar (misalnya di lumpur). atau penumpang dari bandara. pada waktunya dapat dilayari. pelabuhan. o IWL (Institute [of insurance] Warranty Limits) Daerah yang tidak didukung asuransi sehingga cluirterer harus membayar ekstra premium. kapal. o SWAD (Salt Water Arrival Draft) Sarat air laut pada saat kedatangan kapal di tempat tujuan. pemilik kapal mendapat kelonggaran lebih atau kurang karena kurang yakin situasi dari bunker/stores yg ada o aa (always afloat) Kapal tetap terapung selama jangka waktu kontrak penycwaan kapal..Kapal dan Muatan o ETA (Estimated Time of Arrival) Perkiraan tanggal dan waktu tiba kiriman. o MOLOO (More or Less at Owners Option) Bila ada kesepakatan mengenai cargo-deadweight. o FOW (First Open Water) Pelabuhan tertutup es. atau penumpang di pelabuhan. baik di laul maupun pelabuhan. atau terminal o ETD (Estimated Time of Departure) bandara. . Perkiraan tanggal dan waktu keberangkatan kiriman. atau terminal o ETS (Estimated Time of Sailing) Perkiraan tanggal dan waktu berlayar o DWCC (Dead weight Cargo Carrying) Beratmuatan yang diangkut. kapal.

dan kapal telah siap untuk muat/bongkar muatan. . Out and Trimmed) Pencharteran membayar biaya muat. kapal harus membongkar 2.000 ton/hari dan penyewa yang membayar ongkos bongkar. o FIOT (Free In.dan lainnya. notice of readlness sudah diberikan kepada pencharter.Laydays (Laytime) Laydays adalah kelonggaran atau tenggang waktu yang diberikan kepada kapal untuk memulai pemuatan dan pembongkaran. Batas waktu muat dan bongkar diberikan dalam bentuk: o Jumlah muatan yang harus dimuat/dibongkar per hari tanpa memperhatikan berapa palka yang bekerja.. biaya kapal tunda. Lay-Time akan dihitung bila memenuhi tiga syarat kapal telah sampai di tempat yang telah disetujui.Pihak yang Membayar Biaya o CPD (Charterer Pays Dues) Pencharter membayar semua biaya pelabuhan. o FIOS (Free In and Out and Stowed) Biaya pemuatan/pembongkaran dan pemadatan muatan ditanggung oleh pemilik muatan/pencharter. meratakan dan membongkar barang yang dimuat saja.yang dikenakan oleh pelabuhan terhadap kapal o FIO (Free In and Out) Pencharter membayar biaya bongkar muat. Biaya lainnya seperti biaya pelabuhan dan pemeliharaan di tanggung oleh pemilik kapal o 4000 gross/2000 free Kapal harus memuat 4. o Jumlah muatan yang harus dibongkar per palka/hari (work-able hatch). Di pelabuhan pembongkaran. o Gross term or Liner terms Pemilik kapal yg membayar biaya muat/bongkar barang(Liner in/Liner out) .000 ton/hari dan pemilik kapal membayar biaya pemuatan. seperti pandu. ongkos sandar. dimana pencharter dapat melakukan bongkar/muat tanpa membayar biaya ekstra.

Saat mulainya layday dapat dihitung dengan memperhatikan penyerahan dan penerimaan NOR.Hari Kerja (Working Days) Terdapat beberapa istilah mengenai hari kerja.00.00 tepat (noori) pada hari kerja maka layday akan dimulai pada pukul 13.00.00 maka layday akan dimulai besok harinya pukul 08. Waktu yang dihemat pada saat pemuatan dapat dipergunakan untuk mengurangi kelebihan laydays pada waktu pembongkaran dan demikian juga sebaliknya. o Weather working day Hari kerja dengan cuaca yang memungkinkan untuk bekerja. yang masih ditambah dengan kata Sunday and holiday ex-cluded (Shex) unless used. Bisa juga terjadi Sunday and holiday included (Shinc) .Dengan memperhatikan jumlah seluruh muatan yang harus dimuat/ bongkar dan jumlah muatan yang harus dibongkar per hari akan didapatkan jumlah hari (laydays) yang diizinkan. tidak termasuk Minggu dan libur. Apabila NOR diserahkan pada hari Sabtu atau sebelum hari libur maka layday dimulai pada hari sesudah hari libur pukul 08.Apabila NOR diserahkan sebelum pukul 12. Sistem hari kerja yang banyak dipakai adalah weather working day.Notice of Readiness (NOR) Notice of readiness (NOR) adalah pemberitahuan secara tertulis oleh nakhoda (master) kepada charterer bahwa kapal siap untuk dimuat atau dibongkar.00 pada hari yang sama. . Adakalanya laydays muat dan laydays bongkar dihitung sendiri-sendiri dan dapat pula terjadi laydays muat dan bongkar digabungjadi satu (reversible laydays). o Working day Hari kerja biasa. o Working day of 24 hour Satu hari dihitung setelah bekerja 24 jam terus-menerus. NOR harus diserahkan dlm jam kerja yang berlaku di pelabuhan setempat. Apabila NOR diserahkan sesudah jam 12. .

Dibuat oleh Bimco.. sejak kapal tiba sampai dengan kapal berangkat.Time Sheet Dari statement of fact dibuatkan time sheet yang memuat perhitungan waktu dan akan terlihat waktu yang diizinkan dan yang terpakai. o BP time. mulai muat/bongkar. seperti Intertanko atau organisasi perusahaan charter. Bedanya charter party ini dengan Baltime adalah dalam off-hire conditions. . dsb. kelebihan. Formulir standar yang dicetak dari sebuah charter party tidak diharuskan. sebuah organisasi dari pemilik kapal dan organisasi broker kapal. perbaikan (repair). berhenti bekerja karena hujan atau kerusakan.: Time charter untuk kapal tanker yang dipakai oleh perusahaan minyak. survei. o New York Produce Exchange 1946: Time charter utnum. namun bila akan membuat perundingan mengenai sebuah charter party lebih mudah karena dasar dan isinya sudah diketahui oleh kedua belah pihak sehingga penerapan hukum lebih mudah.Charter Party Perjanjian sewa menyewa kapal dituangkan dalam satu surat perjanjian yang disebut charterparty. o Linertime 1968: Time charter untuk pengangkutan jarakjauh dalam angkutan ton oleh liner. .Statement of Fact Statement offact mencatat semua kejadian. Shell time dsb. perselisihan (dispute). o Coasthire 1954: Charter untuk pelayaran pantai dan pelayaran dekat dibuat oleh Chamber of Shipping (Inggris). . seperti waktu penyerahan NOR. Formulir charter party dibuat oleh organisasi pengusaha kapal. o Baltime 1939: Time charter umum yang dibuat oleh Bimco (The Baltic and International Maritime Conference). atau penghematan waktu. Untuk time charter terdapat edaran (form).

. Pada umumnya kesepakatan yang dituangkan dalam fixture note merupakan voyage charter. o Nubaltwood: Untuk pengangkutan kayu. Ketentuan (terms and conditions) dari contract of affreightment lebih mendekati voyage charter dengan kemungkinan penyewaan.Fixture Note Fixture note merupakan konfirmasi dari kesepakatan menggunakan satu kapal untuk mengangkut satu partai barang tertentu.Chartering broker Chartering broker adalah pihak yang mencari kapal untuk disewa atau mencari penyewa kapal untuk menutup satu sewa (charter). Bee Pee Voy. o C ore 7: Untuk mengangkut biji besi pertambangan. o Shell Voy 3. Gencon 1966 adalah dasar dari general charter. Sewa dihitung berdasarkan jumlah muatan yang diangkut dikalikan dengan tarif yang telah disepakati. . pemilik kapal (ship owner) menjanjikan untuk menyediakan satu atau beberapa kapal dari jenis tertentu untuk satu jangka waktu tertentu dengan tarif tertentu. etc: Voyage charter party yang dipakai secara umum di perusahaan-perusahaan minyak.Untuk voyage dan general charter terdapat edaran (form): o Gencon 1966: Untuk memuat segala muatan ke segala penjuru. dan kapal akan disewa untuk sejumlah pelayaran yang didasarkan pada jumlah muatan pada periode tertentu. maka ia dapat dikatakan sebagai short form dari Uniform General Charter. Fixture note umumnya digunakan dalam perjanjian pengangkutan yang membutuhkan pemakaian satu unit kapal. kapal akan disewa untuk sejumlah pelayaran tertentu. Oleh karena fixture note pada umumnya hanya memuat hal-hal pokok saja. Chartering broker merupakan sebuah badan usaha yang bergerak khusus dalam bidang persewaan (chartering). Chartcring broker memiliki keahlian khusus dan mempunyai hubungan dengan .Contract of Affreightment Dalam kontrak ini. .

jasanya berupa mendapat muatan imbalan didapat. yang Loading mendapat kuasa dari pemilik kapal untuk menandatangani dan mengeluarkan bill of lading dari muatan yang didapat. Syarat Pengangkutan Dalam pengangkutan dan pembongkaran barang oleh kapal. .Untuk liner term Pihak yang menanggung biaya adalah perusahaan pelayaran atau yang punya kapal. persentase broker mencari cargo uang muatan broker tambang kapalnya. .Untuk FIOS term FIOS (Free In Out Ship) term diberlakukan bila kapal disewa oleh penyewa dan semua biaya bongkar/muat barang akan dibayar oleh penyewa kapal. yaitu liner term dan FIOS term. Perusahaan pelayaran bertanggung jawab dari pelabuhan ke pelabuhan (from tackle to tackle) terhadap: o Keselamatan barang Kerusakan/kehilangan barang yang terjadi sejak tackle kapal di pelabuhan muat sampai dengan tackle kapal di pelabuhan bongkar menjadi tanggung jawab pelayaran. o Keselamatan barang. Biaya cargodoring menjadi tanggung jawab pemilik barang.perkapalan di seluruh dunia. Untuk melakukan suatu penyewaan. terdapat beberapa ketentuan tanggung jawab biaya.Loading Broker Loading kapal loading tertentu biasanya broker untuk atau dari adalah suatu badan bagi yang ditunjuk Atas oleh pemilik tersebut. pemilik kapal dan penyewa kapal menunjuk broker masing-masing untuk melindungi kepentingannya. . . o Biaya bongkar muat Pelayaran bertanggung jawab terhadap biaya board-stevedoring baik pada waktu muat maupun pada waktu bongkar.

sedangkan biaya bongkar muat menjadi tanggung jawab pencharter atau pemilik barang. perusahaan pelayaran memiliki tanggungjawab: o Door to Door Dalam door to door atau house lo house service. Dalam layanan pengiriman barang. . Terdapat kombinasi antara liner dan FIOS dengan kemungkinan Liner In/Free Out (LIFO) yang berarti memuat barang dilakukan secara liner dan bongkar barang dilakukan secara FIOS.ngan/kerusakan barang sejak barang berada di atas kapal di pelabuhan muat sampai dengan barang berada di atas kapal sebelum dibongkar di pelabuhan bongkar. o FCL/FCL (House to House) Pelayaran bertanggung jawab sejak dari container yard (CY) di pelabuhan muat sampai dengan container yard di pelabuhan bongkar. Perusahaan pelayaran bekerja sama dengan kereta api dan angkutan darat lainnya. Penerimaan/penyerahan barang kemungkinan terjadi di luar pelabuhan sehingga transportasi darat sebelum dan sesudah transportasi laut menjadi tanggung jawab pelayaran. Free In/Liner Out (FILO)merupakan kebalikan dr kombinasi LIFO Sertifikat Tonase Sertifikat muat untuk terusan Suez dan Terusan Panama Artikel Persetujuan kapal: yang terdiri seperti dokumen perjalanan kapal.Pelayaran hanya bertanggung jawab atas kehib. pembukaan jasa usaha. termasuk dengan CFS dan pergudangan. dokumen Awak Kapal. dan haulage .Pengiriman Barang/Muatan. perusahaan pelayaran bertanggung jawab sejak barang diterima (place of re-ceipt) sampai barang diserahkan di gudang consignee (place of delivery). Hal itu berarti pelayaran melaksanakan combined transport dan mengeluarkan combined transport bill of lading dan biasanya dilakukan untuk FCL container. stuffing (mengisi petikemas). Pelayaran hanya menyediakan ruang kapal. tingkat upah. Kewajiban dari shipper adalah pick-up empty container (MT). o Biaya bongkar muat.

Selain itu kita juga akan memeriksa tempat yang ada di bawah geladak sehingga kita harus turun untuk memasukinya seperti ruang palka. . ruang keluar darurat dll. Australia Customs Service mempunyai aturan bahwa apabila memanjat atau menuruni tangga lebih dari 2.container ke CY. Kecenderungan pengangkutan ke arah integrated transport yang dipercepat dengan kemajuan teknologi petikemas membuat istilah FOB. Jurnal Awal dan Konsep Jurnal) B. dari anjungan ke bagian di atasnya dll. dan CFR telah ketinggalan. haulage. o LCL/LCL (Pier to Pier) Pelayaran bertanggung jawab sejak barang diterima dari shipper di container freight station (CFS) di pelabuhan muat sampai dengan barang diserahkan ke consignee dari CFS di pelabuhan bongkar. Sertifikat pemeriksaan Daftar Resmi AWAK KAPAL Surat kesehatan Daftar Muatan Daftar Penumpang (jika ada) Bill of Lading : tanda bukti muatan dan kontrak unuk mengantarkannya. CIF. dan repositioning MT container ke depot. o Kombinasi FCL dan LCL Ada beberapa kombinasi dari FCL dan LCL dengan kemungkinan FCL/LCL atau LCL/FCL. seperti rompi pengaman jatuh dan alat pengaman lainnya.4 meter maka harus mengenakan alat-alat keselamatan. kamar mesin. unstuffing (membongkar isi petikemas). besar kemungkinan kita akan memeriksa tempattempat yang tinggi sehingga kita harus memanjatnya seperti crane. Daftar Perbekalan Sertifikat fumigasi/Sertifikat Pemeriksaan Kesehatan Jurnal Kapal (Jurnal Resmi. tiang kapal. Memanjat dan Ketinggian Dalam melakukan pemeriksaan kapal. Kewajiban dari consignee adalah mengambil petikemas dari CY. Cara Memanjat dan Menanggulangi Ketinggian pada Pemeriksaan Kapal.

. Untuk memudahkannya. Selama memanjat jangan membuang tenaga dengan hal yang tidak perlu – tentukan tujuan. sediakan bantuan atau hitung periode sisa-tambahkan faktor waktu. Ketua Kelompok Sekali kita berada dalam tugas tentukan siapa yang melaksanakan apa. berikut ini adalah prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam memanjat. dan apabila diaplikasikan dengan tepat dan benar akan dapat meminimalisir cedera akibat jatuh. harus mengatur tenaga tidak hanya berfokus pada kadar karbohidrat yang kita konsumsi tetapi juga kadar alkohol di darah. otot/badan yang tidak sakit dll. jangan menempatkan pemeriksa dalam jumlah yang terlalu banyak pada daerah-daerah kritis dengan banyak peralatan yang harus dipindahkan sebelum melaksanakan tugas. kata hati. prinsip-prinsip tersebut disingkat menjadi CASHWORTH. laksanakan.Prinsip-Prinsip dalam Memanjat Untuk membantu petugas memeriksa berbagai tempat di kapal dengan selamat. dan cepat mencapai di tempat aman. C A S H W O R T H Conserve Energy (Atur Tenaga) Always Tests Your Holds (Selalu Cek Tempat Berpegang) Stand Upright (Berdiri Tegak) Heels Low (Posisi Tumit Lebih Rendah) Watch Your Feet (Perhatikan Kaki) On Three Points (Tiga Titik Tumpu) Rythmic Movement (Gerakan Berirama) Think First (Berfikir Dahulu) Hands Lows (Posisi Tangan Rendah) Atur Tenaga (Conserve Energy) Petugas yang melakukan pemanjatan kapal.

Periksa apakah tangga atau tempat yang kita pegang tersebut kuat untuk menahan berat badan kita. Jangan pernah percaya tempat yang akan kita pegang itu kuat sebelum kita mengeceknya!! Berdiri tegak (Stand Upright) Berdiri tegak selama mungkin karena memberi kita posisi yang seimbang dan aman. tumit tidak harus di posisi lebih bawah. Bagi pemanjat. badan atau bagian tubuh lainnya sesuai kebutuhan. biasanya pada kapal yang mengapung. Otot kaki kita akan bekerja layaknya penari balet saat menaiki/memanjat tangga. keseimbangan badan dapat terjaga dengan menggeser sol sepatu seperlunya di tempat berpijak. melainkan sejajar untuk menjaga keseimbangan tubuh. Lakukan hal yang sama ketika akan melangkah. Ketika mendaki. . Secara naluriah kita akan memperhatikan sesuatu ketika akan memegangnya. Posisi ini juga dapat menghemat tenaga secara signifikan. carilah tempat berpijak yang dapat menopang berat badan kita secara maksimal. dan membantu tumit kita pada posisi lebih rendah Posisi tumit lebih rendah (Heels Down) Jika tumit kita berada pada posisi lebih rendah pada saat berada di tangga.Selalu cek tempat berpegang (Always Test Your Holds) Sebelum mengerahkan tenaga pada tempat dimana kita berpegang. ketika bergerak naik. Hal tersebut sangat tergantung dengan cara kita bergerak dan pada dasarnya pembagian tersebut dilakukan secara proporsional. terutama ketika memanjat. turun atau mendatar. wajib bagi kita untuk mengetahui kekuatan tempat berpegang tersebut. Dan ketika memanjat kita perlu melihat kaki kita dan tempat berpijak untuk memastikan/menjamin tempat tersebut dapat aman untuk dipijak. Jika pada permukaan datar. Jika secara terus menerus tangan kita menahan sebagian besar berat badan kita – kemudian lelah dan kehabisan tenaga – selanjutnya kemungkinan besar dapat berakibat jatuh. memberi kita pandangan yang jelas dan luas. dia akan berusaha untuk membagi tumpuan berat badannya dengan kaki. Perhatikan kaki (Watch Your Feet) Jangan pernah sembarangan ketika melangkahkan kaki di kapal.

Tangan kita berfungsi sebagai penyeimbang pada bagian atas tubuh kita yang menjaga agar kita tidak jatuh atau terpeleset. tetapi kunci posisi anda dengan aman pada posisi kaki menopang berat badan anda. Hal itu membuat kita lelah. menimbulkan keraguan di hati. kita akan membuang tenaga dengan sia-sia. posisi tumit di bawah dan berdiri tegak. dengan begitu kita menjadi lebih percaya diri. Jika lelah. berhenti dan beristirahatlah. pijakan kaki rusak/hilang. Karena itu gerakkanlah tangan kita satu persatu tangan maka anda akan selamat. tetapi pada suatu saat tangan kita akan menahan beban berat badan khususnya saat kita harus bergantung pada kedua tangan. Tiga Titik Tumpu (On Three Points) Ketika bergerak satu pergerakan dalam setiap saat. Tetaplah bergerak. jangan berhenti. Gerakan berirama (Rhythmic Movement) Sekali kita bergerak. Ketika memanjat jika memungkinkan. karena anak tangga rusak. . pastikan kita bertumpu pada tiga titik yang kokoh.Ketika melihat kaki kita. Jika kita melepaskan kedua tangan maka kita akan jatuh. sebagian besar berat tubuh kita seharusnya didistribusikan pada kedua kaki kita. untuk bergerak dengan aman lakukan pergerakan satu persatu–itu lebih aman. Ketika menghadapi ketinggian atau pada permukaan licin. takut. Sebaiknya tangan jangan digunakan untuk menahan beban berat badan kita. tetap bergerak sampai kita mencapai sasaran. Untuk menjaga keseimbangan gerakan kita pada kapal yang mengapung posisi kaki terbuka dan menapak dengan rata. Bila kita bermalas-malasan di setiap gerakan.

Pegang erat prinsip CASHWORTH tersebut. pipa. Minimalkan waktu dimana posisi tangan lebih tinggi dari jantung. secara fisik atau mental. Dalam mengukur lokasi/tempat yang akan kita capai. pahami lingkungan di sekitarnya. Pada kondisi tersebut. otot-otot tangan akan melemah dan pada akhirnya akan kehilangan kontrol jika tangan kita tidak segera menurunkan tangan dengan segera. saluran. bayangkan apa yang akan kita lihat. pengecatan. Jika diacuhkan. karat. warna. jantung kita akan memompa darah secara normal kemudian mengalirkannya melalui tangan dan sampai ke jari. . maka keselamatan tidak bisa dijamin dan bahkan bisa mencelakai teman kita.Berfikir Dahulu (Think First) Seperti saat kita berjalan di tempat-tempat tertentu. dll. perhatikan dengan baik setiap daerah yang akan kita lalui. Jika diterapkan. debu. tempat kosong. Ketika kita merubah posisi tangan ke tempat yang lebih tinggi dari jantung. aliran darah akan melambat. maka resiko kecelakanaan akan berkurang. kita melakukannya Alat-alat keselamatan apa yang harus kita bawa Apakah ada orang yang membantu Posisi tangan rendah (Hands Low) Posisi normal pegangan kedua tangan adalah sejajar dengan bahu. dan sebelum memanjat fikirkan hal sbb: Apa tujuan kita Mana jalur yang paling aman Dapatkah. Perhatikan dan pelajari lokasi dan kondisi struktur yang ada di kapal seperti jalur kabel.

adalah menunjukkan bagian-bagian/ tempattempat dimana disimpan barang. Satuan Tugas Bea dan Cukai berwenang untuk melakukan pemeriksaan karena jabatan. Setiap tindakan tersebut. 2).1. pengangkut/sarana pengangkut dan/atau barang di atasnya dapat segera meneruskan perjalanannya. Dalam hal Pejabat Bea dan Cukai yang berwenang tidak menerbitkan Surat Perintah dalam waktu 1 X 24 jam sejak menerima laporan dari Pejabat Bea dan Cukai yang melakukan penghentian. Pertanyaan: Jelaskan apa saja syaratnya suatu penghentian dan pemeriksaan sarana pengangkut tanpa disertai Surat Perintah? Jawab: Syaratnya suatu penghentian dan pemeriksaan sarana pengangkut tanpa disertai Surat Perintah hanya dalam keadaan mendesak dan berdasarkan petunjuk yang cukup bahwa sarana pengangkut dan/atau barang diatasnya belum dipenuhi/ diselesaikan kewajiban pabeannya. Satuan Tugas segera melaporkan penghentian sarana pengangkut kepada Pejabat Bea dan Cukai yang berwenang menerbitkan Surat Perintah dalam waktu 1 X 24 jam terhitung sejak penghentian dilakukan.2.Latihan 1). . dan menyaksikan pemeriksaan. Satuan Tugas Bea dan Cukai wajib membuat Laporan Penindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pertanyaan: Jelaskan apa saja kewajiban pengangkut atau kuasanya dalam rangka pemeriksaan barang yang dilakukan oleh Petugas Bea dan Cukai! Jawab: Kewajiban pengangkut atau kuasanya dalam rangka pemeriksaan barang yang dilakukan oleh Petugas Bea dan Cukai. menyerahkan barang dan membuka peti kemas/kemasan barang. tersangkut pelanggaran Kepabeanan. Dalam hal pengangkut atau kuasanya tidak memenuhi kewajibannya. Cukai atau peraturan larangan/ pembatasan impor atau ekspor.

Dalam keadaan mendesak dan disertai bukti permulaan yang cukup. Dalam hal Pejabat Bea dan Cukai yang berwenang sebagaimana dimaksud tidak menerbitkan Surat Perintah dalam waktu 1 X 24 jam sejak menerima laporan dari Pejabat Bea dan Cukai yang melakukan penghentian. Untuk menjamin hak-hak negara dan dipatuhinya peraturan perundang-undangan yang pelaksaannya dibebankan kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Segala biaya yang timbul sebagai akibat pelaksanaan pemeriksaan merupakan tanggung jawab Pengangkut. Pejabat Bea dan Cukai dapat menghentikan sarana pengangkut untuk pemeriksaan terhadap sarana pengangkut dan/atau barang di atasnya dalam rangka penindakan tanpa surat perintah. .Rangkuman Dalam rangka mengamankan hak-hak negara. Atas pemeriksaan sarana pengangkut dan/atau barang di atasnya Satuan Tugas Bea dan Cukai. apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran ketentuan undang-undang. Pejabat Bea dan Cukai berwenang melakukan penghentian dan pemeriksaan sarana pengangkut beserta barang di atasnya yang dilakukan secara selektif. Akan tetapi.3. Penghentian sarana pengangkut untuk pemeriksaan terhadap sarana pengangkut dan/atau barang di atasnya dalam rangka penindakan dilakukan berdasarkan Surat Perintah yang dikeluarkan oleh Pejabat Bea dan Cukai yang berwenang. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pejabat Bea dan Cukai yang melakukan penghentian segera melaporkan penghentian sarana pengangkut kepada Pejabat Bea dan Cukai yang berwenang menerbitkan Surat Perintah dalam waktu 1 X 24 jam terhitung sejak penghentian dilakukan.wajib membuat Surat Bukti Penindakan dengan menyebutkan alasan dan hasil pemeriksaan atau jenis pelanggaran. apaila dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya pelanggaran ketentuan undang-undang. Pejabat Bea dan Cukai dapat mempergunakan segala upaya terhadap barang dan orang. pengangkut/sarana pengangkut dan/atau barang di atasnya dapat segera meneruskan perjalanannya.1.

Alleyway. tidak merugikan stake holder yang telah mematuhi peraturan perundang- undangan yang berlaku. Fender d. Berth. Bilge 3). Bantalan yang ada di sisi kapal untuk mencegah kerusakan akibat benturan. tetapi ada juga kapal yang mempunyai alat tersebut di belakang. adalah: a. Kelancaran perdagangan dan arus barang. Amidship. Beam.Test Formatif 1). memberikan efek psikologis kepada pengangkut atau kuasanya untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. d. Anchor 2). c. Fathom c. dimuat dalam tangki. Ballast. adalah: a. Freeboard . Fairlead b.Pengawasan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. penghentian dan pemeriksaan terhadap sarana pengangkut serta barang di atasnya dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab. 2. d. Biasanya berisi air laut. biasanya berada di bagian depan kapal. Alat yang digunakan untuk menahan posisi kapal di laut yang dihubungkan dengan rantai. penghentian dan pemeriksaan terhadap sarana pengangkut serta barang di atasnya dilakukan secara efektif. Aft. c. dimuat untuk tujuan meningkatkan stabilitas kapal. juga digunakan untuk meningkatkan draft kapal saat tidak berisi muatan. b. adalah: a.

pelindung telinga (pendengaran). adalah: a. Peralatan Keselamatan Kerja (PPK) sebelum petugas naik ke kapal untuk melakukan pemeriksaan kapal. Rudder 5). yang harus dibawa petugas berupa sarung tangan. Peralatan Keselamatan Kerja (PPK) berikut ini harus dikenakan oleh petugas ketika berada di atas kapal untuk melakukan pemeriksaan berupa baju kerja (wearpack) lengan panjang. biasa disebut juga tangga pandu atau tangga monyet. alat bantu pernafasan. Pelindung mata 6). Pelindung telinga c. Safety Boot d.4). dan peralatan yaitu: a. Pilot Ladder c. safety Boot. Gas Monitor . Peralatan Keselamatan Kerja (PPK) sebelum petugas naik ke kapal untuk melakukan pemeriksaan kapal. d. Alat komunikasi 7). Lampu senter c. dan peralatan yaitu: a. Alat bantu pernafasan b. dan peralatan yaitu: a. masker atau saringan pernafasan (untuk debu atau lingkungan yang berbau). Rompi kerja. alat komunikasi. Alat komunikasi c. Safety Helmets d. krim atau lotion Pelindung. Tangga khusus terbuat dari tambang kapal sesuai peraturan internasional. fall arrest equipment b. rompi kerja (Reflektif Vests). Poop b. yang dapat diperlukan petugas berupa peralatan penahan jatuh. Port d. b. Sarung tangan. digunakan untuk naik ke kapal di laut. pelindung mata.

dan dapat menimbulkan masalah yaitu: a. Nakhoda adalah penanggung jawab umum di atas kapal. Periksa apakah peralatan masih layak pakai. Bagian Dek. dan Bagian cargo Bagian Cargo. terjadi perubahan saraf pada manusia c. Bagian Dek. terdapat tiga hal yang harus dicegah sehubungan dengan kandungan udara di tempat pemeriksaan berupa keracunan oleh gas beracun. Nakhoda pada dasarnya adalah perwira dek. Bagian Dek. c. karena meningkatkan resiko terjadinya bahaya kebakaran. Setelah masuk kepernafasan manusia. Bagian Mesin. Alat komunikasi c. Biasanya terdapat tiga bagian di kapal niaga. dan Bagian Katering Bagian Mesin. Safety Helmets b. Bagian Mesin. d. Kelebihan Oksigen ternyata dapat menimbulkan masalah. Bagian Cargo. sudah dipakai. yaitu a. Ledakan yang disebabkan oleh gas yang mudah terbakar d. Setelah masuk kepernafasan manusia. dan Bagian Katering b. manusia menjadi lemas b. pastikan bahwa persediaan alat perlindungan (disposable protective equipment) selalu ada bilamana diperlukan. Kebakaran. b. dan Bagian Katering 9).kesulitan bernafas yang disebabkan karena kekurangan oksigen.8). atau yang tidak dapat digunakan lagi. Pelindung mata 10). dan hal yang harus diperhatikan juga adalah: a. Hal-hal yang harus diperhatikan dengan Peralatan Keselamatan Kerja (PPK) berupa ganti apapun peralatan dan/atau komponen yang bekas. .

d 100 % 90.00 % 80. .Kunci Jawaban Test Formatif 1. c 4. TP = Jumlah Jawaban Yang Benar X 100% Jumlah keseluruhan Soal Apabila tingkat pemahaman Anda dalam memahami materi yang sudah dipelajari mencapai 91 % 81 % 71 % 61 % s. Kemudian gunakan rumus untuk mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi.3.d s. Umpan Balik dan Tindak Lanjut Cocokkan hasil jawaban dengan kunci jawaban yang disediakan pada modul ini. b 9. b 5. d 2. a 10. Perhatikan dan cocokan hasil jawaban Anda dengan hasil perhitungan sesuai rumus dengan hasil pencapaian prestasi belajar sebagaimana data pada kolom dibawa ini. c 6. d 8. maka disarankan mengulangi materi. c 4.99 % : : : : Amat Baik Baik Cukup Kurang Bila tingkat pemahaman belum mencapai 81 % ke atas (kategori “Baik”). a 3. Hitung jawaban Anda yang kedapatan benar.d s.d s.99 % 70. b 7.

Undang-Undang Otonomi Daerah. Andhi Pramono. dan telah diterjemahkan oleh.P. 17 tahun 2006 Tanggal 15 Nopember 2006 tentang Perubahan Undang-undang No. 18/1969 Tentang Perusahaan Negara Pelabuhan PP No. 53 tentang Tatanan Kepelabuhanan Nasional. SK Menhub No. R.Suyono. 9 Tahun 1969 Tentang Perusahaan Negara Pelabuhan Instruksi Presiden No. oleh Capt. 25/2000 Tentang kewenangan provinsi sebagai daerah otonom oleh Pemerintah. Shipping-Pengangkutan Intermodal Ekspor Impor Melalui Laut. 700) Tentang Pelabuhan Undang-undang No. 3/Tahun 1983 Tentang pelabuhan di Indonesia dibagi dalam empat Perum. 17/1967 Tentang Perusahaan Negara Pelabuhan PP No. dan Fabian Cahyo Wibowo.5. 22/1999 dan PP No. Territoriale Zee En Maritieme Kringen Ordonantie (TZEMKO) No. 19 Tahun 1960 Tentang Pengelola Pelabuhan Keputusan Mahkamah Internasional tahun 1951 dalam Anglo-Norwegian Fisheries Case yang membenarkan penarikan garis-garis dasar lurus (straight base lines) dalam point to point theory dari Archipellagic State Principle. 69 Tahun 2001 Tentang Kepelabuhanan Indische Scheepvaart-Wet (Staatablad 1936 No. yaitu UU No. 10 tahun 1995 Tanggal 30 Desember 1995 tentang Kepabeanan. 11/Tahun 1983 Tentang Perum Pelabuhan PP No. 55 tentang Pengelolaan Pelabuhan Khusus. Edisi Revisi. 54 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Laut. . I Wayan Sapta Darma. SK Menhub No. SK Menhub No. melalui Pengumuman Pemerintah Indonesia tanggal 13 Desember 1957 yang dikenal dengan nama ’Deklarasi Juanda’ UU No. Undang-undang No. penerbit PPM-Jakarta Tahun 2003 Buku Panduan–Customs Course–Ships Search–Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai-Jakarta Tahun 2005–Pemeriksaan Kapal (Buku Panduan ini diperoleh dari hasil Shipsearch Training Course di National Enforcement Training Course–Australian Customs Service pada bulan Apri–Mei 2005. Pegawai DJBC Nama Sonny Wibisono.Daftar Pustaka . 442 Th 1939 Peraturan Pemerintah RI No.