P. 1
Pemeriksaan Sarana Pengangkut Manajemen Pemeriksaan Kapal

Pemeriksaan Sarana Pengangkut Manajemen Pemeriksaan Kapal

|Views: 2,513|Likes:
Published by celeguk

More info:

Published by: celeguk on Sep 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2013

pdf

text

original

Sections

  • KATA PENGANTAR
  • KEPALA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BEA DAN CUKAI
  • MANAJEMEN PEMERIKSAAN KAPAL
  • 1.Pendahuluan
  • 1.1.Deskripsi Singkat
  • 1.2. Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)
  • 1.3. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
  • 1.4. Petunjuk Pembelajaran
  • 1. Kegiatan Belajar (KB) 1
  • 1.1. Uraian, Contoh, dan Non Contoh:
  • A. Dokumen dan Catatan dalam Pemeriksaan Kapal
  • Dokumen Kapal
  • ‘Start Up’ The Four Steps
  • - Tonnage Certificate
  • - International Load line Certificate
  • - Intact Stability Booklet
  • - Cargo Securing Manual
  • - International Oil Pollution Prevention Certificate (IOPP)
  • - Oil Record Book
  • - Shipboard Oil Pollution Emergency Plan (SOPEP)
  • - Garbage Management Plan
  • - International Sewage Pollution Prevention Certificate
  • - Minimum Safe Manning Certificate
  • - Certificate for Medical Fitness
  • - Document of Compliance (DOC) dan Safety Management Certificate (SMC)
  • - Radio Station Silence
  • - Fire Control Plan and Muster List
  • - Damage Control Booklets
  • - Ship's Logbook
  • - Classification Certificate (Hull and Machinery)
  • - Port State Control Reports
  • - Exemption Certificate
  • - Bulk Carrier Booklet
  • - Document of Compliance with the Special Reguirements for Ships Carrying
  • Dangerous Goods
  • - Dangerous Goods Manifest or Stowage Plan
  • - Document of Authorisation for the Carriage of Grain
  • - Survey Report File
  • Sertifikat Keterampilan
  • Sertifikat garis muat kapal internasional
  • - Bareboat/Demise Charter
  • - Time Charter (T/C)
  • - Voyage Charter
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kontrak voyage charter adalah:
  • - Consecutive Voyage Charter
  • Beberapa Istilah Penting Dalam Chartering
  • - Waktu Labuh/Kerja (lay time)
  • - Notice of Readiness (NOR)
  • - Fixture Note
  • Syarat Pengangkutan
  • - Untuk FIOS term
  • B. Cara Memanjat dan Menanggulangi Ketinggian pada Pemeriksaan Kapal
  • Memanjat dan Ketinggian
  • Prinsip-Prinsip dalam Memanjat
  • Atur Tenaga (Conserve Energy)
  • Selalu cek tempat berpegang (Always Test Your Holds)
  • Berdiri tegak (Stand Upright)
  • Posisi tumit lebih rendah (Heels Down)
  • Perhatikan kaki (Watch Your Feet)
  • Tiga Titik Tumpu (On Three Points)
  • Gerakan berirama (Rhythmic Movement)
  • Berfikir Dahulu (Think First)
  • Posisi tangan rendah (Hands Low)
  • Pegang erat prinsip CASHWORTH tersebut. Jika diterapkan, maka resiko
  • 1.2.Latihan
  • 1.3.Rangkuman
  • 2.Test Formatif
  • 3.Kunci Jawaban Test Formatif
  • 4. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
  • 5.Daftar Pustaka

DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI (DTSS) PEMERIKSAAN SARANA PENGANGKUT

MODUL

MATERI MANAJEMEN PEMERIKSAAN KAPAL

OLEH : TIM PENYUSUN MODUL PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI

PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN BEA DAN CUKAI BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA JAKARTA 2008

KATA PENGANTAR KEPALA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BEA DAN CUKAI

Sebagai bagian dari proses belajar mengajar yang berlangsung di Pusdiklat Bea dan Cukai, kebutuhan akan modul yang mudah dan dapat dipelajari oleh para peserta Diklat Pemeriksaan Sarana Pengangkut adalah sangat mendesak diperlukan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut di atas, maka disusunlah Modul Penggunaan dan Perawatan Alat untuk Pemeriksaan Kapal. Rangkuman yang dijadikan dasar pembuatan modul terdiri dari berbagai ketentuan dan peraturan yang sedang dan masih berlaku antara lain diambil dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tanggal 15 Nopember 2006 tentang Perubahan atas Undang Nomor 10 Tahun 1995 tanggal 30 Desember 1995 tentang Kepabeanan, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tanggal 15 Agustus 2007 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tanggal 30 Desember 1995 tentang cukai, dan Peraturan Pemerintah RI, Surat Keputusan Menteri Keuangan RI, Surat Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai, dan aturan-aturan lain yang berkaitan dengan topik bahasan dalam modul ini. Selanjutnya kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi sehingga modul ini dapat disajikan. Kami menyadari akan keterbatasan prasarana dan sarana penunjang dalam pembuatan modul ini, karena itu kami harapkan saran-saran dan kritik dari pihak yang berkepentingan akan modul ini, yang nantinya akan dapat menyempurnakan modul ini.

Jakarta,

Nopember 2007

Kepala Pusdiklat Bea dan Cukai

ttd.

Endang Tata NIP 060044462

MODUL MANAJEMEN PEMERIKSAAN KAPAL 1.Pendahuluan 1.1.Deskripsi Singkat Masih ada pejabat bea cukai yang belum memahami seutuhnya megenai proses yang harus dijalankan dalam penghentian, pemeriksaan, penghentian pem-bongkaran, penegahan dan penyegelan sarana pengangkut dan/atau barang diatasnya dan hal-hal yang terkait dengan proses pemeriksaan tersebut. Masih ada pelanggaran oleh pengangkut dan/atau pihak yang bertanggung jawab terhadap kapal yang berada dibawah pengawasannya. Juga masih ada pegawai bea dan cukai yang belum

memahami hak dan kewajiban serta wewenangnya dalam pemeriksaan kapal dan/atau barang diatasnya dan hal yang terkait dengan pemeriksaan tersebut

Sesuai dengan UU No. 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas UU No. 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan yang menyatakan bahwa penghentian sarana pengangkut untuk pemeriksaan terhadap sarana pengangkut (kapal) dan/atau barang di atasnya dalam rangka penindakan dilakukan oleh Satuan Tugas yang terdiri dari sekurangkurangnya dua Pejabat Bea dan Cukai berdasarkan Surat Perintah yang dikeluarkan oleh Pejabat Bea dan Cukai yang berwenang dan diterbitkan berdasarkan petunjuk yang cukup.

Penghentian kapal dapat dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai tanpa Surat Perintah hanya dalam keadaan mendesak dan berdasarkan petunjuk yang cukup bahwa sarana pengangkut (kapal) dan/atau barang di atasnya belum dipenuhi/ diselesaikan kewajiban pabeannya, tersangkut pelanggaran Kepabeanan, Cukai atau peraturan larangan/ pembatasan impor atau ekspor.

Keadaan mendesak adalah suatu keadaan dimana penegahan harus seketika itu dilakukan dan apabila tidak dilakukan dalam arti harus menunggu surat perintah terlebih dahulu, barang dan sarana pengangkut (kapal) tidak dapat lagi ditegah sehingga penegakan hukum tidak dapat lagi dilakukan. Petunjuk yang cukup adalah bukti

permulaan ditambah dengan keterangan dan data yang diperoleh antara lain, laporan pegawai; laporan hasil pemeriksaan biasa; keterangan saksi dan/atau informan; hasil intelijen; atau hasil pengembangan penyelidikan dan penyidikan Pejabat Bea dan Cukai.

Petugas yang melakukan penghentian kapal segera melaporkan penghentian sarana pengangkut kepada Pejabat Bea dan Cukai yang berwenang menerbitkan Surat Perintah dalam waktu 1 X 24 jam terhitung sejak penghentian dilakukan. Dalam hal Pejabat Bea dan Cukai yang berwenang tidak menerbitkan Surat Perintah dalam waktu 1 X 24 jam sejak menerima laporan dari Pejabat Bea dan Cukai yang melakukan penghentian, pengangkut/sarana pengangkut dan/atau barang di atasnya dapat segera meneruskan perjalanannya. Pejabat Bea dan Cukai yang berwenang menerbitkan Surat Perintah adalah Direktur Jenderal Bea dan Cukai atau Pejabat yang ditunjuk;

Satuan Tugas dipimpin oleh seorang Kepala Satuan Tugas/Komandan Patroli Bea dan Cukai. Dalam menghentikan sarana pengangkut, Satuan Tugas dapat menggunakan kapal patroli; atau sarana pengangkut lainnya; dan senjata api dalam hal diperlukan. Setiap penghentian sarana pengangkut dengan menggunakan kapal patroli, Satuan Tugas Bea dan Cukai wajib mencatat dalam jurnal kapal patroli. Penghentian sarana pengangkut di laut dan di perairan lainnya terlebih dahulu harus diberi isyarat yang lazim bagi pengangkut di laut dan di perairan lainnya. Isyarat penghentian kapal dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku dan pengangkut wajib mematuhi. Dalam hal isyarat penghentian kapal tidak dipatuhi dilanjutkan dengan tembakan peringatan ke atas sebanyak tiga kali. Apabila peringatan dengan tembakan sebanyak tiga kali tidak dipatuhi, tembakan peringatan diarahkan ke bagian yang menghambat/melumpuhkan Kapal tersebut. Setiap tindakan penghentian dan pemberian peringatan pengentian kapal oleh Satuan Tugas Bea dan Cukai wajib membuat Laporan Penindakan. Tujuan penghentian Kapal untuk dilakukan

pemeriksaan kapal, pemeriksaan kapal dilakukan dengan cara konvensional dan dengan cara modern.

Yang dimaksud pemeriksaan dengan cara konvensional adalah pemeriksaan dengan menggunakan alat dan peralatan yang sederhana, yang dominan menggunakan pengalaman dalam pelaksanaan tugas, dan biasanya dilakukan untuk kapal yang belum memiliki peralatan dan kelengkapan yang modern. Sedangkan pemeriksaan kapal secara modern adalah pemeriksaan kapal secara sistematik dengan menggunakan peralatan modern dan dibutuhkan keahlian khusus dibidang pemeriksaan kapal, yaitu ships search.

Kegiatan dalam rangka impor ekspor, dan pengangkutan barang tertentu , di lakukan di Pelabuhan, dan dominan menggunakan kapal, untuk itu agar penanganan dan penyelesaian perkara atau pelanggaran Kepabeanan dan Cukai oleh Pegawai Ditrektorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menjadi optimal dan berdaya guna serta berhasil guna disusunlah modul berdasarkan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 Tanggal 15 Nopember 2006 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 Tanggal 30 Desember 1995 Tentang Kepabeanan, Undang-undang Lain yang pelaksanaannya dibebankan kepada DJBC beserta ketentuan pelaksanaannya, disusun dalam bentuk Modul dengan judul “Manajemen kebutuhan Diklat Ships Search. Pemeriksaan Kapal” disusun untuk memenuhi

latar belakang.4. diruang pembelajaran untuk memandu diskusi sebagai moderatur atau fasilitator. definisi. Bermanfaat bagi peserta didik dan/atau peserta Diklat sebagai pedoman dalam mengikuti ujian. hal-hal yang dianggap penting agar dihafal dengan baik. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) Bahan ajar atau Modul Manajemen Pemeriksaan Kapal ini dibuat dengan tujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan keahlian petegas Bea dan Cukai sehingga memiliki kompetensi yang tinggi dalam melakukan pemeriksaan kapal. keterangan. diskripsi singkat. artinya sistem ini memacu peserta diklat harus lebih aktif belajar. Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan mampu melaksanakan dan menjelaskan peraturan dan ketentuan Manajemen Pemeriksaan Kapal. Pelajari terlebih dahulu sistematika penyajian modul. Kerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh pengajar. diskusi dan bertanya kepada pengajar. untuk memacu peserta diklat lebih maju dan kreatif.3. evaluasi pembelajaran dan nantinya berguna bagi peserta Diklat Ships Search dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya sewaktu bekerja sesuai bidang specialisasinya. Setiap akan belajar untuk mata pembelajaran ini agar modul dibaca dan dipelajari. Petunjuk Pembelajaran Baca dan pelajari modul ini dengan seksama serta teliti dan pada bagian berupa data. data yang ada pada modul agar dibuatkan catatan untuk ditanyakan kepada pengajar. 1. tujuan pembelajaran umum dan tujuan pembelajaran khusus. dalam hal ada yang tidak dapat difahami/dimengerti atas penjelasan. widyaiswara.1. . pengertian. 1. berdasarkan sistem pembelajaran KBK (pembelajaran atau kuliah berbasiskan kompetensi). atas pelaksanaan penyelesaian pelanggaran Kepabeanan dan Cukai secara optimal.2.

udara ataupun pesawat udara. Kantor Pabean terdekat atau Kantor Pabean tempat kedudukan pejabat penerbit surat perintah. Terhadap sarana pengangkut Pejabat Bea dan Cukai mempunyai wewenang untuk melakukan penindakan di bidang Kepabeanan sebagai upaya untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai pelanggaran ketentuan Undang-undang untuk menjamin hak-hak negara dan dipatuhinya ketentuan Undang-undang. kapal laut. Kegiatan Belajar (KB) 1 Manajemen Pemeriksaan Kapal 1. Uraian. dan membahayakan keselamatan pengangkut. seperti Setiap kendaraan/angkutan melalui laut.1. dan petugas Bea dan Cukai. pengangkut wajib menunjukkan semua surat dan dokumen yang berkaitan dengan sarana . dan Non Contoh: Sarana pengangkut ialah melalui darat .Satuan tugas bea dan cukai yang melakukan pemeriksaan kapal di tempat penghentian atau tempat yang sesuai untuk pemeriksaan. maupun barang yang ada diatasnya Sarana pengangakut laut yaitu kapal dalam kegiatan pelayarannya terikat ketentuan internasional. Satuan Tugas Bea dan Cukai memerintahkan pengangkut untuk membawa kapal nya ke tempat lain yang sesuai untuk pemeriksaan. Contoh.1. sekarang ketentuannya dapat dibawa ketempat atau kantor pabean yang muda dicapai. dalam hal tempat penghentian tidak mungkin dilakukan pemeriksaan karena alasan mengganggu ketertiban umum. penyegelan. dan/atau pelekatan tanda pengaman yang diperlukan terhadap sarana pengangkut. dalam rangka pelaksanaan tugas kepabeanan Bea dan Cukai dapat melakukan pemeriksaan kapal. penegahan terhadap barang dan sarana pengangkut.dan memberitahukan maksud dan tujuan pemeriksaan Dalam pemeriksaan. truk atau sarana lain yang dapat digunakan untuk mengangkut barang atau orang. wajib menunjukkan surat perintah kepada pengangkut. dan penguncian. kapal. penindakan tersebut meliputi penghentian dan pemeriksaan terhadap sarana pengangkut dan/atau barang diatasnya. pelaksanaan tugas biasanya diawali dengan cara pinindakan.

Atas hasil pemeriksaan kapal dan/atau barang di atasnya. . nautika ini penting agar kapal berlayar tidak ada gangguan teknis. diperlukan juga pengetahuan ketentuan dan terminologi nautika. wajib membuat Surat Bukti Penindakan dengan menyebutkan alasan dan hasil pemeriksaan atau jenis pelanggaran. maupun non teknis. satuan tugas Bea dan Cukai berwenang melakukan pemeriksaan karena jabatan. Satuan tugas Bea dan Cukai wajib membuat Berita Acara Serah Terima. dan menyaksikan pemeriksaan.pengangkut dan/atau barang di atasnya serta denah situasi bagi kapal di laut kepada pejabat Bea dan Cukai. pengangkut/sarana pengangkut dan/atau barang di atasnya dapat segera meneruskan perjalanannya. Pejabat Bea dan Cukai wajib membuat Berita Acara Pemeriksaan. Pemeriksaan kapal dan/atau barang di atasnya Satuan tugas Bea dan Cukai. Satuan tugas Bea dan Cukai wajib membuat Laporan Penindakan. Dalam rangka pemeriksaan kapal. Pemeriksaan terhadap sarana pengangkut dan/atau barang di atasnya dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai yang ditunjuk oleh Pejabat yang berwenang. Penyerahan kapal dan/atau barang di atasnya. Dalam hal pengangkut atau kuasanya tidak memenuhi kewajibannya . Untuk keperluan pemeriksaan barang di atas kapal. Atas hasil pemeriksaan sarana pengangkut dan/atau barang di atasnya. satuan tugas Bea dan Cukai berwenang mencari semua surat dan dokumen dan memeriksa tempat-tempat dimana disimpan surat atau dokumen yang diperlukan. pejabat Bea dan Cukai wajib membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Dalam hal pengangkut tidak memenuhi kewajibannya. Dalam hal hasil pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran. pengangkut/nakhoda atau kuasanya wajib menunjukkan bagianbagian/tempat-tempat dimana disimpan barang. Setiap tindakan. menyerah-kan barang dan membuka peti kemas/kemasan barang. satuan tugas Bea dan Cukai wajib membuat Laporan Penindakan. kapal dan/atau barang di atasnya ditegah dan dibawa ke Kantor Pabean yang mudah dicapai atau Kantor Pabean tempat kedudukan pejabat penerbit Surat Perintah dan diserahkan kepada Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil Bea dan Cukai (PPNC DJBC) untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Dalam hal hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya pelanggaran. Setiap tindakan pemeriksaan kapal secara jabatan.

Lebih bebas beroperasi. dan dalam keadaan darurat atau perang tidak ada kewajiban terhadap negara asal. Dapat segera bertindak dalam rangkaian Hankamnas. suatu negara kecil yang hampir tidak mempunyai kapal menjadi negara dengan armada terbesar di dunia. kapasitas. . Oleh karena itu. Tidak tergantung kepada negara lain dalam pengangkutan dan perdagangan. beberapa negara memiliki peraturan yang memungkinkan negara lain untuk mendaftarkan kapalkapalnya di negaranya. dan tidak perlu mengikuti peraturan dari negara asal. Terhindar dari Kerugian bila beroperasi dengan bendera dari negara asal. Keuntungan dari flags of convenience adalah: Bebas pajak. Negara seperti itu disebut negara yang mengibarkan bendera "flags of convenience". Namun bila pajak dari suatu negara terasa terlalu tinggi atau banyak peraturan pelayaran yang kurang jelas penerapannya maka banyak pemilik dan perusahaan pelayaran nasional mencari negara yang memudahkan operasi dari kapal-kapalnya bila didaftarkan di negara itu. pelabuhan asal. Kebutuhan untuk ruangan pengapalan dan angkutan tentunya adalah kebutuhan dasar dari suatu negara yang mempunyai armada sendiri. Flags of convenience dari negara-negara yang banyak dikibarkan adalah Liberia. Dan akan diserahterikan setiap pergantian nakhoda. Lebih murah dalam operasi karena dapat memakai ABK sesukanya. negara juga berkepentingan mempunyai armada kapal nasional untuk. Panama. Contohnya adalah Liberia. nama nakhoda. Menghasil kan valuta asing. Honduras. suatu negara perlu mempunyai armada kapal sendiri yang mengibarkan benderanya sebagai kebanggaan nasional. pemilik dan lain-lain. terutama untuk negara sedang berkembang. Menghemat valuta asing. seperti Indonesia dan Jepang. Register Kapal : Umumnya kapal akan didaftarkan dan memakai bendera asal negara perusahaan pelayaran itu didaftarkan.A. terutama negara yang perdagangannya luas dan jauh. Oleh karenanya. dan Singapura. Dokumen dan Catatan dalam Pemeriksaan Kapal Dokumen Kapal Semua kapal harus memiliki dokumen-dokumen berikut: Register kapal: terdiri atas bukti bendera kapal. Selain itu. karena hanya membayar uang pendaftaran saja. secara nasional.

pengangkutan harus dilakukan dengan kapal nasional. Untuk menghindari peraturan ini. Meskipun peraturan ini kelihatannya menguntung kan suatu negara. maka kemungkinan ada shipper yang mengirim barangnya dengan cara transhipment di pelabuhan asing yang terdekat. Menghambat kredit dari bank. bila muatan tidak diangkut dengan armada nasionalnya Memperbanyak jenis prosedur dalam impor dan ekspor barang bila tidak diangkut dengan armada nasional. - Mendahulukan pemberian fasilitas muat/bongkar bagi kapal armada nasional. - Mengharuskan eksportir mengirim barangnya dengan CIF (Cost. yaitu negara-negara yang melakukan oabotage dan diskriminasi dalam pelayaran dan peraturannya untuk kapal-kapal negara lain yang berkunjung ke negaranya. Peraturan negara yang mengibarkan flags of discrimination melindungi pelayarannya sendiri dengan cara: - Mencabotase atau mengkhususkan pelayaran pantai untuk kapal-kapal armada nasionalnya.Insuranceand Freighl) dan importir mendatangkan barang dengan FOB (Free on Board). seperti kecelakaan atau hal yang berhubungan dengan ABK. pengangkutan barang yang masuk dan keluar dari negara tersebut dapat dikontrol dengan baik. Akibatnya akan mempengaruhi ekonomi dari negara itu sendiri karena pengapalan tidak dapat dilakukan dengan sangat efisien.Kerugian dari flags of convenience adalah bertanggung jawab bila terjadi sesuatu. - Mengurangi bea-masuk untuk barang yang diangkut dengan armada kapal sendiri. Membedakan dalam tarif pelabuhan. dan penyelesaian klaim yang besar. namun kerugian juga ada. seperti kandasnya kapal Torry Canyon. Memberi kemudahan dalam pengangkutan darat untuk barang dari kapal nasional. Kebalikan dari flags of convenience adalah negara yang mengibarkan flags of discrimination. yaitu barang harus menunggu sebelum dapat dikapalkan dengan kapal yang sesuai. - Untuk muatan pemerintah dan muatan yang disponsori oleh pemerintah. Dengan cara tersebut di atas. dengan kemungkinan kerusakan barang dan bertambahnya ongkos pengangkutan yang akan menambah tinggi harga barang. .

medical Safety. Stability. charts.MASTER 2ND CADET MASTER DECK CH 2nd 3rd CADE BOSUN Cargo.fire lifeboats ENGINE CH 2nd 3rd 4thE 5thEN ENG Apprentic Spares Bunkers Engine room Generator s CATE CH ENG CH OFF 3RD 3RD CADET Cre CH 2ND 4TH CH COOK e Deck Steward s ABBREVIATIONS HFO Heavy Fuel Oil DO Diesel Oil HSD High Speed Diesel FW Fresh Water MH Man Hole DBT(P/S) Double Bottom Tank (Port/Starboard) STCWT Stern Tube Cooling Water Tank FPT(F PK) Fore Peak Tank APT (A Pk) After Peak Tank COFF/CD Cofferdam VS Void Space LO Lubricating Oil (Tank) BW Bilge Well SP Sounding Pipe AP Air Pipe ESC Escape Hatch EFPR Emergency Fire Pump Room LOA Length Overall LBP Length between Perpendicular . Mtce. Deck Navigation. passage plan.

LOADLINE Tropical fresh water TF Tropical T S summer Bulbous W winter WNA winter north atlantic .

.

DU CT K EEL .

Step One Switch On Push for 1 second and release .

Start Up Zero Step two Press √ Press √ ‘Start Up’ The Four Steps Switch On Zero Instrument in Fresh Air Calibration and verification Clear Peaks Perencanaan dan Pelaksanaan Operasi Pemeriksaan Kapal .

. Mengetahui 5 tata urutan Dasar pemeriksaan yang benar. Ideal untuk tugas langsung dan sederhana. dalam rangka menghindari keraguan/kebingungan anggota dan ketidakpastian Learning outcomes: • • • Mengetahui minimal 1 kelebihan dan 1 kekurangan perintah lisan. Perintah Lisan. Kelebihan : • • • Dapat segera diberikan. Mengetahui paling tidak 4 hal lanjutan dari tata urutan dasar tersebut. Lebih fleksibel untuk didiskusikan.Perintah dalam Operasi Pemeriksaan Kapal Reason for learning: Dapat memberikan tugas kepada anggota untuk melakukan pemeriksaan secara seksama dan berdasar tata urutan pelaksanaan yang logis.

Tata Urutan Dasar Pemeriksaan Kapal: • • • • • Situation. X-Ray Operators. Investigators. Detil Perintah Dapat Terlupakan. Umum • • • • Topography. Kekuatan: • • Tim Pemeriksa. Petugas DJBC (spesialis) – Ion Scan. Dapat Terjadi Salah Penerimaan Perintah. Specialist search teams (e. Situasi. Possible intentions. Execution. confined space ) . Patrol Boat. DDU. Kelemahan • • • Tidak Ada Catatan Permanen. Mission. Command And Communications.Intel Suspects – Vessel / Persons. Situasi.g.Perintah Lisan. Background Information . Administration And Logistics.

“Kita akan memeriksa kapal Pong Su dan menemukan narkotik” Misi tersebut harus disebutkan dua kali. Arah ke tempat pemeriksaan. Pelaksanaan. Misi Dinyatakan dengan jelas mengenai tindakan yang akan dilakukan dengan tujuannya. Jika operasi sulit atau lama buat daftar/tahapan pelaksanaan operasi.g Ship wrights. Keamanan/keselamatan. Ketua Kelompok yang mengaturnya dan tiap kelompok akan diberi tugas masing-masing. . mereka dibagi menjadi beberapa kelompok. Saat menemukan barang yang dicari: Hentikan pemerikaan – amankan TKP Lakukan – olah TKP Laporkan Jangan beranggapan hanya barang tersebut saja yang ada/disembunyikan. TNI Industry Experts e. Petunjuk Koordinasi: Waktu.Bila perlu: • • • Kepolisian.Surveyors. Pelaksanaan. Team tasks or individual tasks: Jika pemeriksaan dilakukan oleh beberapa petugas. Pelaksanaan. Pelaksanaan. Tempat Berkumpul. Pernyataan yang sederhana: “Kita akan memerika kapal di laut sebelum kapal tersebut sandar di Pelabuhan Tanjung Priok” Dapat dibuat daftar/tahapan pemeriksaan jika operasi tersebut memakan waktu lama atau sulit.

dan sertifikat yang diharuskan oleh tiap kapal sebagai persyaratan sesuai Konvensi IMO adalah: . Sertifikat klasifikasi: yang diterbitkan oleh biro klasifikasi ketika kapal memenuhi persyaratan dari biro klsifikasi. Setelah Pemeriksaan -Debrief (penilaian atas pemeriksaan yang telah dilakukan) Tujuan • • • Evaluasi masalah untuk pencegahan.Setelah Perintah Diberikan Tanyakan anggota: Ada pertanyaan? Tanyakan juga hal-hal lain sehubungan pemeriksaan. sertifikat yang dipersyaratkan untuk Kapal. Catat hal-hal yang berguna untuk pemerikaan berikutnya Tanyakan anggota: ide atau saran.

. Sertifikat ini berlaku untuk waktu lima tahun. reg VI/5. Semua kapal yang memuat muatan kecuali muatan berat/minyak harus membawa manual ini bila ingin hendak memuat muatan.10). dan diikat sesuai petunjuk di manual ini. Diberikan kepada kapal yang didaftarkan di negara bendera (flag state) dan menjalankan peraturan/hukum dari negara tersebut. regll-1/22 & II. Sertifikat ini berlaku untuk lima tahun.International Load line Certificate Diberikan kepada tiap kapal di atas panjang 24 meter atau lebih besar 150 GT yang telah disurvey dan diberi tanda sesuai konvensi.Certificate of Registry. . 745). reg. dipadat. ..I/25-8/LL Protocol 1988.International Oil Pollution Prevention Certificate (IOPP) Diberikan kepada semua kapal tanker minyak berukuran lebih dari 150 GT dan kapal lainnya berukuran 400 GT lebih yang berlayar ke pelabuhan-pelabuhan di bawah kewenangan pihak yang mengakui MARPOL 73/ 78. VIl/ 6 & MSC/Circ.Tonnage Certificate Diberikan kepada tiap kapal yang panjangnya lebih dari 24 meter atau besar lebih dari 150 GT. Nakhoda harus mempunyai buku stabilitet yang memungkinkan untuk dengan cepat dan teliti menghitung stabilitet dalam berbagai keadaan pelayaran yang dilakukan (SOLAS 1974. dimana GT dan NT ditentukan sesuai persyaratan konvensi. . .Cargo Securing Manual Semua muatan (selain yang berat/cair) harus dimuat. Sebuah buku "Particulars ofConditions ofAssignment" dikeluarkan bersama dengan sertifikat ini yang menerangkan cara perhitungan mendapatkan freeboard. .Intact Stability Booklet Diberikan kepada tiap kapal penumpang dengan tidak memandang besarnya dan pada tiap kapal barang yang panjangnya di atas 24 meter. (SOLAS 1974.

. Bila negara flag state memberlakukan MARPOL Annex IV sebelum peraturan ini berlaku. Annex V. reg.Garbage Management Plan Annex V berhubungan dengan peraturan pencegahan pengotoran/ polusi oleh sampah dari kapal yang diharuskan untuk tiap kapal berukuran lebih besar dari 400 GT. reg 4).20).9). . reg 4) .Oil Record Book Oil Record Book Part I (machinery space operations) untuk tiap kapal tanker minyak lebih dari 150 GT dan kapal lainnya lebih dari 400 GT (MARPOL 73/78. (MARPOL 73/78. .26). dan kapal yang mengangkut lebih dari 10 orang. reg. yang berlaku untuk semua kapal mulai dari 200 GT.Shipboard Oil Pollution Emergency Plan (SOPEP) Diharuskan berada diatas tiap kapal barang lebih dari 400 GT dan disahkan oleh negara dari bendera kapal tersebut (MARPOL 73/ 78. . reg. Setiap kapal dengan papan maklumat ini harus mempunyai 'Garbage Record Book'.International Sewage Pollution Prevention Certificate Annex IV berhubungan dengan peraturan pencegahan polusi karena kotoran pembuangan kapal. reg 20) dan Oil Record Book Part 11 (cargo/ballast operations) untuk tiap kapal tanker minyak lebih dari 150 GT (MARPOL 73/78. Annex I. Rencana ini harus sama dengan petunjuk IMO dan ditulis dalam bahasa ABK kapal. Annex I. Plakat petunjuk bagi ABK tentang cara pembuangan sampah harus dipasang (MARPOL 73/78.Sertifikat 1OPP berlaku untuk waktu lima tahun.maka maklumat tidak perlu dipasang (MARPOL Annex IV. Annex I. Annex I. Sertifikat ini ditambah dengan Record of Construction and Ecjuipment of Ships other than Oil Tankers dari Form A atau Record ofConstruction and Equipment for Oil Tankers dari Form B.

terutama dalam penanganan flag state recognition endorsement (STCW 1995. . or Ratings Certificate of competency: Para pelaut harus mempunyai ijazah asli nasional yang sesuai dengan kemahirannya yang dikeluarkan oleh negara yang mengeluarkannya dan sesuai dengan standar bagi STCW secara internasional yang berlaku. maka sebuah flag state recognition endorsement harus diikut sertakan. VI/13b). reg 1/2 STCW Code..Convention No. Bukti tertulis bahwa permintaan untuk recognition endorsement itu sudah harus ada pada pelaut itu. . terutama untuk kapal-kapal penumpang dan tanker.Recognition endorsement sudah harus ada pada pelaut tersebut dalam waktu tiga bulan setelah berada diatas kapal. Berlaku sampai ada perubahan (SOLAS 1974/1989 amendments reg.Ship type endorsement: Sertifikat sudah harus dapat pengakuan sepenuhnya (endorsed) untuk bertugas pada kapal-kapal khusus. art VI. Sebuah masa transisi berlaku hingga Februari 2002 bagi perubahan dari STCW 1978 menjadi STCW 1995. section A-I/2). Keterangan mngenai pengobatan dan catatan (records )dari "vaksinasi" dan "vaksinasi ulang" harus selalu dibawa (ILO~. Officers. 73). .Minimum Safe Manning Certificate Diharuskan untuk semua kapal. .Certificate for Medical Fitness Sebuah certificate for medical fitness dikeluarkan tiap dua tahun. .Flag state recognition endorsement: Bagi para pelaut yang berlayar\flag yang bukan negaranya dan yang mengeluarkan certificate of competency yang berbeda.Certificates for Masters. meskipun pengaturan yang sama dapat saja terjadi di beberapanegara.

.Fire Control Plan and Muster List Semua kapal harus memilikinya dengan keadaan harus dipasang.Damage Control Booklets Di kapal selalu harus terpasang gambar rancangan mengenai batas dari pintu-pintu kedap air dari tiap dek atau palka.. tugas pemadaman kebakaran masing-masing/letak peralatan dan sebagainya. reg 11/ 20. DOC dan SMC diberikan kepada sebuah perusahaan pelayaran setelah ada pemeriksaan permulaan apakah peraturan yang ada di ISM-Code telah dipenuhi. Bukubuku edaran mengenai informasi tersebut harus selalu disediakan untuk perwiraperwira yang ada di kapal. Sijil tambahan harus dipasang di luar deckhouse guna membantu para petugas pemadam api dari darat. reg II. dan tiap salinan (copy) harus dibagikan pada setiap perwira yang ada. Informasi dari tugas harus dimiliki oleh setiap perwira. . Pemilik kapal yang dimaksud adalah badan yang diberikan lisensi untuk mengoperasikan stasiun radio dari kapal (ITU regu-lation). termasuk letak dari alat pengendalinya.Document of Compliance (DOC) dan Safety Management Certificate (SMC) Di bawah ISM-Code untuk semua kapal di atas 500 GT harus mengikuti persyaratan yang telah dikeluarkan oleh ISM-Code.Radio Station Silence Diberikan kepada pemilik kapal dan berlaku untuk waktu empat tahun. . Semua kapal harus memilikinya dan dipasang di tempat-tempat yang menarik perhatian di keseluruhan kapal sijil kebakaran yang berlaku. seksi-seksi pemadam api.1/25. reg IX/4). . III/8). termasuk di anjungan. yang dicatat dalam sebuah buku atau kartu. sijil-sijil pemadam kebakaran yang menunjukkan letak dari fire control station. 7 & 8). di kamar mesin dan tempat tinggal para awak kapal (SOLAS 1974. serta perencanaan untuk membetulkan setiap kemiringan kapal disebabkan karena masuknya air. (SOLAS 1974. Berlaku untuk waktu lima tahun (SOLAS 1974. 6. juga pintu masuk ke dalam dan cara menutupnya.

Dikeluarkan oleh flag state dan berlaku untuk masa dua tahun (SOLAS 1974.. Cargo Ship Safety Eguipment Certificate Dikeluarkan setelah diadakan survei dari kapal barang dengan ukuran 500 GT lebih. reg 1/12/ SOLAS Protocol 1988. .5).Classification Certificate (Hull and Machinery) Dikeluarkan untuk sebuah kapal oleh Biro Klasifikasi dan harus selalu berada di kapal selama kapal masih berada di kelas yang dinyatakan. o Sertifikat tambahan untuk kapal barang Cargo Ship Safety Construction Certificate Dikeluarkan setelah diadakan survei dari sebuah kapal barang berukuran lebih dari 500 GT yang memenuhi persyaratan. II-2. serta persyaratan Chap-ter II-1 dan II-2. sesuai dengan peraturan SOLAS regulation 1/10. yang memenuhi persyaratan yang ada pada Chapter II-1. Catatancatatan ini kemungkinan besarakan diperiksa oleh PPK di setiap pelabuhan (SOLAS 1974. reg 1/12) . reg 1/12).Ship's Logbook Setiap kapal harus mencatat dari sidak dan latihan serta catatan mengenai pemeriksaan/pemeliharaan dari alat-alat penolong dan peralatannya. Sertifikat ini dikeluarkan oleh negara kapal itu (flag state) dan berlaku untuk masa waktu lima tahun (SOLAS Protocol 1988. . yang lain dari yang berhubungan dengan rencana pemadaman kebakaran dan sijil kebakaran.Port State Control Reports Berkas kumpulan laporan yang ada di kapal dari hasil pemeriksaan petugas pemeriksa kepelabuhanan (PPK) di masa lalu. Sebuah record of equipment (Form E) melengkapi sertifikat ini dan harus selalu dipasang agar tampak. dan III dan persyaratan lainnya dari SOLAS. reg III/19.

dan lain sebagainya (SOLAS reg VI/7). Buku ini memberikan informasi mengenai stabilitet. cara pemuatan. maksimum yang dapat diletakkan di atas tanktop. reg 1/12) / Sertiflkat tambahan lain yang mungkin diharuskan di kapal barang . Diberlakukan bagi kapal-kapal yang diberikan "pembebasan" sesuai peraturan SOLAS dan dikeluarkan sebagai tambahan dari cargo ship safety certificate (SOLAS 1974. 11/2. Dokumen ini sebagai bukti sesuai dengan konstruksi dan peralatan yang diharuskan sesuai peraturan yang dikeluarkan olehflag state.Exemption Certificate. meskipun untuk kapal-kapal dibawah 500 GT. . reg 1/12). .II-2/54.3). IV. reg 1/12). flag state bersangkutan dapat memberlakukan kebijaksanaan lainnya.Document of Compliance with the Special Reguirements for Ships Carrying Dangerous Goods.Bulk Carrier Booklet Berlaku untuk semua kapal yang memuat muatan curah selain gandum.Cargo Ship Safety Radio Certificate Dikeluarkan setelah diadakan survei dari sebuah kapal barang bemkuran 300 GT lebih. dan V sebagai pengganti dari kapal barang tersebut di atas sebagai cargo ship safety certificate (SOLAS Protocol 1988. Masa berlakunya tidak boleh melebihi lima tahun dan tidak diperbolehkan diperpanjang melebihi batas waktu dari cargo ship safety construction certificate yang berada di atas kapal (SOLAS 1974. III. cara memuat balas/ kapasitas. Sebuah sertiflkat yang dinamakan cargo ship safety certificate dapat juga dikeluar-kan setelah dladakan survei dari sebuah kapal barang yang memenuhi persyaratan dari Chapter H-l. Record of equipment (Form R)melengkapi sertifikat ini dan harus selalu berada dalam keadaan terpasang (SOLAS 1974. yang dilengkapi dengan peralatan instalasi radio yang diakui oleh flag state dan berlaku untuk masa satu tahun. . reg.

. Dokumen ini harus disertakan dalam grain loading manual di samping memberi informasi ttg. Sertifikat Keterampilan Dengan makin ketatnya pengawasan terhadap kapal-kapal yang kurang memenuhi ISM-Code termasuk juga keterampilan dari para perwira dan awak kapalnya. reg 4). . Suatu keharusan bagi kapal yang memuat muatan berbahaya. Sebagai pengesahan bahwa kapal yang memuat gandum (grain) telah mengikuti peraturan dari International Code for tlie Safe Carriage of Grain in Bnlk. maka bagi tiap orang yang ingin berlayar sebagai awak kapal harus dapat memenuhi sertifikat keterampilan atau certificate of proficiency. main structural plans dari hold and ballast tanks. . Sebuah salinan (copy) dari dokumen ini harus disediakan sebelum kapal berangkat bagi pejabat atau organisasi yang telah ditunjuk oleh para pejabat port state (SOLAS 1974. thickness measurements reports dan sunrey planning docwnent serta supporting docwnents-nya. reg. previous repair history serta inspeksi oleh para awak kapal (SOLAS 1974 reg XI/2). Sebuah stowage plan yang memerinci 'kelas' dan 'penempatan' muatan.Dangerous Goods Manifest or Stowage Plan. condition evaluation report. tentang muatan berbahaya diatas kapal dan penempatannya. Annex III.Survey Report File.reg VI/9) . Merupakan daftar khusus atau manifes yang disesuaikan dengan klasifikasi di dalam SOLAS reg VII/2. VII/5 & MARPOL 73/78.Document of Authorisation for the Carriage of Grain.stabilitet (SOLAS 1974.muatan berbahaya di atas kapal dapat dipakai sebagai pengganti daftar khusus atau manifes khusus yang diharuskan. Setiap bulk carrier dengan panjang melebihi 150 meter harus dilengkapi dengan laporan survei lengkap yang berisi perincian laporan mengenai stntctural survey.

pembagian biayanya adalah sebagai berikut: o Pemilik Kapal (Owner) Depresiasi Asuransi Survei Overhead Gaji nakhoda/ABK Beberapa klaim muatan Brokerage o Penyewa Kapal (Charterer) Uang sewa Bunker Uang pclabuhan Stevedoring Ballast Beberapa klaim muatan Air o Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kontrak time charter adalah: Tanggal nama dan alamat dari pemilik kapal dan penyewa (charterer) Perincian dari kapal seperti nama tempat registrasi. draft. Si penyewa (charterer) membayar uang sewa dan bunker serta kapal dioperasikan sesuai kemauan penyewa. yaitu: . ada beberapa cara Penyewaan Kapal (Chartering) .besarnya ton. Seolah-olah suatu badan yang beroperasi dan dipakai untuk suatu waktu tertentu.kapasitas.Time Charter (T/C) Kapal dapat disewa.Sertifikat garis muat kapal internasional Dalam pengangkutan barang atau muatan. Uang sewa dapal dinyatakan sebagai biaya pcr hari atau biaya per ton DWT.Bareboat/Demise Charter Kapal disewa sebagai badan kapal saja. kita dapat melakukannya dengan cara menggunakan kapal sendiri atau menyewanya (chartering). Penyewa (charterer) menyediakan nakhoda serta ABK dan mengoperasikan kapal seolah miliknya. . . Dalam time charter.

Hak penyewa (charterer) untuk menyatakan keberatan. yakni uang insentit yang diberikan pemilik kapal kepada penyewa karena melakukan bongkar muat kurang dari waktu yang ditetapkan dalam kontrak. peralatan bongkar /muat. Cara kapal mengadakan dok tahunan (annual drydocking) pada waktu kontrak masih berjalan. pemakaian bahan bakar. nama. Namun bila lebih cepat dalam bongkar/muat maka si penyewa mendapat uang despatch. yakni nama. Tindakan yang akan dilakukan pada waktu kerusuhan.kapasitas. Penyelesaian general average. o Perincian dari kapal. kekuatan mesin. Uang sewa. Keadaan kapal dan kelasnya. o Jenis muatan yang akan dimuat dan cara pemuatan. Penyewa juga harus membayar biaya tambahan atas kelambatan bongkar/muat dari kapal. tempat registrasi. dan kemungkinan untuk dapat mengganti nakhoda atau chief engineer. Kerusakan/kelambatan yang dapat dikenakan off-hire. Pelaksanaan arbitrase bila tidak ada kesesuaian pengertian.horsepower. pompa. Penyewa membayar uang tambang yang besarnya tergantung barang diangkut yang dinyatakan dalam jumlah ton atau jumlah tertentu untuk satu pelayaran. dan peralatan bongkar/muat sesuai denganmuatan yang akan dimuat. draft. Hal ini dinamakan dennirragc. dan alamat dari pemilik kapal dan penyewakapal. dsb. Batas pelayaran. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kontrak voyage charter adalah: o Tanggal. kecuali biaya bongkar/muat dan stevedoring (FIOS tenns). kecepatan.Voyage Charter Kapal disewa untuk memuat barang antara tempat A dan B. Uang despatch biasanya setengah dari demurrage. . tonnage. heating coil. Waktu penyewaan (chartering) dimulai. Boleh dikatakan bahwa pemilik kapal membayar semua biaya. cara pembayarannya dan mata uang yang digunakan. .

juga rincian pelayaran dan kemungkinan kapal dapat mengadakan deviasi dalam keadaan tertentu. o Tanggal kapal harus tiba di tempat pemuatan dan tanggal. masing-masing voyage berdiri sendiri dan sewa-menyewanya juga diselesaikan per voyage. o Waktu labuh (lay time) yang diperbolehkan. o Besarnya demurrage dan despatch. Persyaratannya sama dengan voyage charter. charter party dapat dibatalkan.dimulainya.o Nama tempat memuat dan membongkar barang. kongesti pelabuhan. dimana waktunya lebih cepat dari waktu yang ditentukan dalam charter party.charter party.bila terlambat.Despatch Despatch atau dispatch adalah kecepatan bongkar/muat muatan.Consecutive Voyage Charter Consecutive voyage charter atau disebut juga contract of affreightment (COA) adalah penyewaan kapal untuk beberapa pelayaran (voyage) secara berturut-turut. Despacth adalah kebalikan dari demurrage. waktu. o Klausul untuk arbitrase dan general average seperti dalam time charter. o Cara menangani dan menyelesaikan persoalan pemogokan. dan hari besar yang dapat dimasukkan dalam. Secara operasional. o Biaya angkut (freight rate) dan mata uang yang digunakan. yang dihitung dengan membuat time sheet di pelabuhan muat dan di pelabuhan bongkar. Nakhoda juga harus membuat notice of readiness yang menyatakan kepada charterer bahwa kapal telah siap untuk muat/bongkar. . o Agen atau perwakilan yang akan dipakai. Pemilik memberikan uang premi kepada pemilik barang/muatan sesuai perjanjian yang telah disetujui bersama dan tercantum dalam charter party. . kekurangan muatan dsb. . Beberapa Istilah Penting Dalam Chartering Berikut adalah beberapa singkatan dan istilah penting dalam chartering yang perlu diketahui.

o DLO. . Lay-time biasanya dimulai dengan notice of readiness.Waktu Labuh/Kerja (lay time) o Notice of Readiness Keterangan dari nakhoda bahwa kapal telah tiba dan siap untuk memuat barang. o DBELTS (Despatch payable at both ends on lay time saved) Despatch dibayarkan untuk penghematan lay-time di pelabuhan muat maupun pelabuhan bongkar. o FAC (Fast As Can) Kapal dikerjakan secepat mungkin. . o WWD (Weather Working Days) Hari kerja dengan cuaca baik. o Shex (Sunday & Holidays Excluded) Terkecuali hari Minggu dan hari libur tidak dihitung sebagai hari-hari kerja. tapi pengurangari dari lay-time hanya dapat dilakukan bila pekerjaan dilakukan pada waktu cuaca baik.o D '/2 D (Despatch rate to half demurrage rate) Premi despatch adalah setengah dari demurrage. o DBEAT (Despatch payable at both ends on all time saved) Despatch dibayarkan dipelabuhan muat dan pelabuhan bongkar untuk waktu-waktu yang dihemat. o FD (Free of Despatch) Bebas dari pembayaran premi despatch yang harus dibayar. o DDO (Despatch Discharge Only) Despatch hanya dikenakan pada waktu pembongkaran. (Despatch Loading Only) Despatch hanya dikenakan pada waktu pemuatan. o Working Days-Weather Permitting Seperti halnya WWD. o Shinc (Sunday & Holidays Included) Hari Minggu dan hari libur termasuk di dalamnya.

pelabuhan. . atau penumpang dari bandara. o FOW (First Open Water) Pelabuhan tertutup es.. baik di laul maupun pelabuhan. pemilik kapal mendapat kelonggaran lebih atau kurang karena kurang yakin situasi dari bunker/stores yg ada o aa (always afloat) Kapal tetap terapung selama jangka waktu kontrak penycwaan kapal. kapal. atau terminal o ETS (Estimated Time of Sailing) Perkiraan tanggal dan waktu berlayar o DWCC (Dead weight Cargo Carrying) Beratmuatan yang diangkut. atau penumpang di pelabuhan. Perkiraan tanggal dan waktu keberangkatan kiriman. pada waktunya dapat dilayari. atau terminal o ETD (Estimated Time of Departure) bandara.Kapal dan Muatan o ETA (Estimated Time of Arrival) Perkiraan tanggal dan waktu tiba kiriman. o Naabsa ( Not Always Afloat but Safely Aground) Tidak selalu terapung namun badan kapal 'duduk' dengan aman di dasar (misalnya di lumpur). o MOLOO (More or Less at Owners Option) Bila ada kesepakatan mengenai cargo-deadweight. o IWL (Institute [of insurance] Warranty Limits) Daerah yang tidak didukung asuransi sehingga cluirterer harus membayar ekstra premium. o SWAD (Salt Water Arrival Draft) Sarat air laut pada saat kedatangan kapal di tempat tujuan. kapal.

. Biaya lainnya seperti biaya pelabuhan dan pemeliharaan di tanggung oleh pemilik kapal o 4000 gross/2000 free Kapal harus memuat 4. o Gross term or Liner terms Pemilik kapal yg membayar biaya muat/bongkar barang(Liner in/Liner out) . dan kapal telah siap untuk muat/bongkar muatan.. o Jumlah muatan yang harus dibongkar per palka/hari (work-able hatch). kapal harus membongkar 2. biaya kapal tunda. ongkos sandar.000 ton/hari dan pemilik kapal membayar biaya pemuatan. notice of readlness sudah diberikan kepada pencharter.Laydays (Laytime) Laydays adalah kelonggaran atau tenggang waktu yang diberikan kepada kapal untuk memulai pemuatan dan pembongkaran. Batas waktu muat dan bongkar diberikan dalam bentuk: o Jumlah muatan yang harus dimuat/dibongkar per hari tanpa memperhatikan berapa palka yang bekerja. Out and Trimmed) Pencharteran membayar biaya muat. seperti pandu.000 ton/hari dan penyewa yang membayar ongkos bongkar. o FIOT (Free In.dan lainnya. dimana pencharter dapat melakukan bongkar/muat tanpa membayar biaya ekstra. Lay-Time akan dihitung bila memenuhi tiga syarat kapal telah sampai di tempat yang telah disetujui.yang dikenakan oleh pelabuhan terhadap kapal o FIO (Free In and Out) Pencharter membayar biaya bongkar muat. o FIOS (Free In and Out and Stowed) Biaya pemuatan/pembongkaran dan pemadatan muatan ditanggung oleh pemilik muatan/pencharter.Pihak yang Membayar Biaya o CPD (Charterer Pays Dues) Pencharter membayar semua biaya pelabuhan. Di pelabuhan pembongkaran. meratakan dan membongkar barang yang dimuat saja.

o Working day Hari kerja biasa.Apabila NOR diserahkan sebelum pukul 12.Dengan memperhatikan jumlah seluruh muatan yang harus dimuat/ bongkar dan jumlah muatan yang harus dibongkar per hari akan didapatkan jumlah hari (laydays) yang diizinkan. Adakalanya laydays muat dan laydays bongkar dihitung sendiri-sendiri dan dapat pula terjadi laydays muat dan bongkar digabungjadi satu (reversible laydays). Saat mulainya layday dapat dihitung dengan memperhatikan penyerahan dan penerimaan NOR. o Weather working day Hari kerja dengan cuaca yang memungkinkan untuk bekerja. Bisa juga terjadi Sunday and holiday included (Shinc) . .00 maka layday akan dimulai besok harinya pukul 08. Sistem hari kerja yang banyak dipakai adalah weather working day. Apabila NOR diserahkan pada hari Sabtu atau sebelum hari libur maka layday dimulai pada hari sesudah hari libur pukul 08.00. yang masih ditambah dengan kata Sunday and holiday ex-cluded (Shex) unless used. NOR harus diserahkan dlm jam kerja yang berlaku di pelabuhan setempat. o Working day of 24 hour Satu hari dihitung setelah bekerja 24 jam terus-menerus.00 tepat (noori) pada hari kerja maka layday akan dimulai pada pukul 13. .00.Notice of Readiness (NOR) Notice of readiness (NOR) adalah pemberitahuan secara tertulis oleh nakhoda (master) kepada charterer bahwa kapal siap untuk dimuat atau dibongkar.Hari Kerja (Working Days) Terdapat beberapa istilah mengenai hari kerja.00 pada hari yang sama. Waktu yang dihemat pada saat pemuatan dapat dipergunakan untuk mengurangi kelebihan laydays pada waktu pembongkaran dan demikian juga sebaliknya. tidak termasuk Minggu dan libur. Apabila NOR diserahkan sesudah jam 12.

: Time charter untuk kapal tanker yang dipakai oleh perusahaan minyak. dsb. perselisihan (dispute).Time Sheet Dari statement of fact dibuatkan time sheet yang memuat perhitungan waktu dan akan terlihat waktu yang diizinkan dan yang terpakai.Charter Party Perjanjian sewa menyewa kapal dituangkan dalam satu surat perjanjian yang disebut charterparty. berhenti bekerja karena hujan atau kerusakan. Dibuat oleh Bimco. kelebihan. perbaikan (repair). Bedanya charter party ini dengan Baltime adalah dalam off-hire conditions. o Linertime 1968: Time charter untuk pengangkutan jarakjauh dalam angkutan ton oleh liner. mulai muat/bongkar. sebuah organisasi dari pemilik kapal dan organisasi broker kapal. atau penghematan waktu. seperti Intertanko atau organisasi perusahaan charter. Formulir charter party dibuat oleh organisasi pengusaha kapal. o New York Produce Exchange 1946: Time charter utnum. o Baltime 1939: Time charter umum yang dibuat oleh Bimco (The Baltic and International Maritime Conference). Untuk time charter terdapat edaran (form). . seperti waktu penyerahan NOR. namun bila akan membuat perundingan mengenai sebuah charter party lebih mudah karena dasar dan isinya sudah diketahui oleh kedua belah pihak sehingga penerapan hukum lebih mudah. Shell time dsb.Statement of Fact Statement offact mencatat semua kejadian. sejak kapal tiba sampai dengan kapal berangkat. survei. .. Formulir standar yang dicetak dari sebuah charter party tidak diharuskan. . o BP time. o Coasthire 1954: Charter untuk pelayaran pantai dan pelayaran dekat dibuat oleh Chamber of Shipping (Inggris).

Chartering broker merupakan sebuah badan usaha yang bergerak khusus dalam bidang persewaan (chartering). etc: Voyage charter party yang dipakai secara umum di perusahaan-perusahaan minyak. o C ore 7: Untuk mengangkut biji besi pertambangan. Chartcring broker memiliki keahlian khusus dan mempunyai hubungan dengan . dan kapal akan disewa untuk sejumlah pelayaran yang didasarkan pada jumlah muatan pada periode tertentu. pemilik kapal (ship owner) menjanjikan untuk menyediakan satu atau beberapa kapal dari jenis tertentu untuk satu jangka waktu tertentu dengan tarif tertentu. o Nubaltwood: Untuk pengangkutan kayu. . Fixture note umumnya digunakan dalam perjanjian pengangkutan yang membutuhkan pemakaian satu unit kapal. Ketentuan (terms and conditions) dari contract of affreightment lebih mendekati voyage charter dengan kemungkinan penyewaan. Pada umumnya kesepakatan yang dituangkan dalam fixture note merupakan voyage charter. Sewa dihitung berdasarkan jumlah muatan yang diangkut dikalikan dengan tarif yang telah disepakati. o Shell Voy 3. Gencon 1966 adalah dasar dari general charter. kapal akan disewa untuk sejumlah pelayaran tertentu.Chartering broker Chartering broker adalah pihak yang mencari kapal untuk disewa atau mencari penyewa kapal untuk menutup satu sewa (charter). maka ia dapat dikatakan sebagai short form dari Uniform General Charter.Contract of Affreightment Dalam kontrak ini. . Oleh karena fixture note pada umumnya hanya memuat hal-hal pokok saja.Untuk voyage dan general charter terdapat edaran (form): o Gencon 1966: Untuk memuat segala muatan ke segala penjuru. . Bee Pee Voy.Fixture Note Fixture note merupakan konfirmasi dari kesepakatan menggunakan satu kapal untuk mengangkut satu partai barang tertentu.

Untuk melakukan suatu penyewaan. yang Loading mendapat kuasa dari pemilik kapal untuk menandatangani dan mengeluarkan bill of lading dari muatan yang didapat. Biaya cargodoring menjadi tanggung jawab pemilik barang.perkapalan di seluruh dunia. Syarat Pengangkutan Dalam pengangkutan dan pembongkaran barang oleh kapal. . . jasanya berupa mendapat muatan imbalan didapat. persentase broker mencari cargo uang muatan broker tambang kapalnya. yaitu liner term dan FIOS term. Perusahaan pelayaran bertanggung jawab dari pelabuhan ke pelabuhan (from tackle to tackle) terhadap: o Keselamatan barang Kerusakan/kehilangan barang yang terjadi sejak tackle kapal di pelabuhan muat sampai dengan tackle kapal di pelabuhan bongkar menjadi tanggung jawab pelayaran. . pemilik kapal dan penyewa kapal menunjuk broker masing-masing untuk melindungi kepentingannya. o Biaya bongkar muat Pelayaran bertanggung jawab terhadap biaya board-stevedoring baik pada waktu muat maupun pada waktu bongkar. o Keselamatan barang.Untuk liner term Pihak yang menanggung biaya adalah perusahaan pelayaran atau yang punya kapal.Loading Broker Loading kapal loading tertentu biasanya broker untuk atau dari adalah suatu badan bagi yang ditunjuk Atas oleh pemilik tersebut. terdapat beberapa ketentuan tanggung jawab biaya.Untuk FIOS term FIOS (Free In Out Ship) term diberlakukan bila kapal disewa oleh penyewa dan semua biaya bongkar/muat barang akan dibayar oleh penyewa kapal. .

Penerimaan/penyerahan barang kemungkinan terjadi di luar pelabuhan sehingga transportasi darat sebelum dan sesudah transportasi laut menjadi tanggung jawab pelayaran. perusahaan pelayaran bertanggung jawab sejak barang diterima (place of re-ceipt) sampai barang diserahkan di gudang consignee (place of delivery). dan haulage . Free In/Liner Out (FILO)merupakan kebalikan dr kombinasi LIFO Sertifikat Tonase Sertifikat muat untuk terusan Suez dan Terusan Panama Artikel Persetujuan kapal: yang terdiri seperti dokumen perjalanan kapal. stuffing (mengisi petikemas). pembukaan jasa usaha. Pelayaran hanya menyediakan ruang kapal.Pengiriman Barang/Muatan. o Biaya bongkar muat. Terdapat kombinasi antara liner dan FIOS dengan kemungkinan Liner In/Free Out (LIFO) yang berarti memuat barang dilakukan secara liner dan bongkar barang dilakukan secara FIOS. Dalam layanan pengiriman barang. sedangkan biaya bongkar muat menjadi tanggung jawab pencharter atau pemilik barang. . Perusahaan pelayaran bekerja sama dengan kereta api dan angkutan darat lainnya. termasuk dengan CFS dan pergudangan. perusahaan pelayaran memiliki tanggungjawab: o Door to Door Dalam door to door atau house lo house service. tingkat upah.ngan/kerusakan barang sejak barang berada di atas kapal di pelabuhan muat sampai dengan barang berada di atas kapal sebelum dibongkar di pelabuhan bongkar. Kewajiban dari shipper adalah pick-up empty container (MT). o FCL/FCL (House to House) Pelayaran bertanggung jawab sejak dari container yard (CY) di pelabuhan muat sampai dengan container yard di pelabuhan bongkar.Pelayaran hanya bertanggung jawab atas kehib. dokumen Awak Kapal. Hal itu berarti pelayaran melaksanakan combined transport dan mengeluarkan combined transport bill of lading dan biasanya dilakukan untuk FCL container.

seperti rompi pengaman jatuh dan alat pengaman lainnya. Cara Memanjat dan Menanggulangi Ketinggian pada Pemeriksaan Kapal. dan repositioning MT container ke depot. tiang kapal. Memanjat dan Ketinggian Dalam melakukan pemeriksaan kapal. . besar kemungkinan kita akan memeriksa tempattempat yang tinggi sehingga kita harus memanjatnya seperti crane.4 meter maka harus mengenakan alat-alat keselamatan. Daftar Perbekalan Sertifikat fumigasi/Sertifikat Pemeriksaan Kesehatan Jurnal Kapal (Jurnal Resmi. Kecenderungan pengangkutan ke arah integrated transport yang dipercepat dengan kemajuan teknologi petikemas membuat istilah FOB. o LCL/LCL (Pier to Pier) Pelayaran bertanggung jawab sejak barang diterima dari shipper di container freight station (CFS) di pelabuhan muat sampai dengan barang diserahkan ke consignee dari CFS di pelabuhan bongkar. dari anjungan ke bagian di atasnya dll. Kewajiban dari consignee adalah mengambil petikemas dari CY. ruang keluar darurat dll. Selain itu kita juga akan memeriksa tempat yang ada di bawah geladak sehingga kita harus turun untuk memasukinya seperti ruang palka. CIF.container ke CY. unstuffing (membongkar isi petikemas). Jurnal Awal dan Konsep Jurnal) B. dan CFR telah ketinggalan. haulage. Sertifikat pemeriksaan Daftar Resmi AWAK KAPAL Surat kesehatan Daftar Muatan Daftar Penumpang (jika ada) Bill of Lading : tanda bukti muatan dan kontrak unuk mengantarkannya. kamar mesin. Australia Customs Service mempunyai aturan bahwa apabila memanjat atau menuruni tangga lebih dari 2. o Kombinasi FCL dan LCL Ada beberapa kombinasi dari FCL dan LCL dengan kemungkinan FCL/LCL atau LCL/FCL.

kata hati. berikut ini adalah prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam memanjat. . laksanakan.Prinsip-Prinsip dalam Memanjat Untuk membantu petugas memeriksa berbagai tempat di kapal dengan selamat. otot/badan yang tidak sakit dll. Selama memanjat jangan membuang tenaga dengan hal yang tidak perlu – tentukan tujuan. jangan menempatkan pemeriksa dalam jumlah yang terlalu banyak pada daerah-daerah kritis dengan banyak peralatan yang harus dipindahkan sebelum melaksanakan tugas. C A S H W O R T H Conserve Energy (Atur Tenaga) Always Tests Your Holds (Selalu Cek Tempat Berpegang) Stand Upright (Berdiri Tegak) Heels Low (Posisi Tumit Lebih Rendah) Watch Your Feet (Perhatikan Kaki) On Three Points (Tiga Titik Tumpu) Rythmic Movement (Gerakan Berirama) Think First (Berfikir Dahulu) Hands Lows (Posisi Tangan Rendah) Atur Tenaga (Conserve Energy) Petugas yang melakukan pemanjatan kapal. dan cepat mencapai di tempat aman. harus mengatur tenaga tidak hanya berfokus pada kadar karbohidrat yang kita konsumsi tetapi juga kadar alkohol di darah. dan apabila diaplikasikan dengan tepat dan benar akan dapat meminimalisir cedera akibat jatuh. sediakan bantuan atau hitung periode sisa-tambahkan faktor waktu. prinsip-prinsip tersebut disingkat menjadi CASHWORTH. Ketua Kelompok Sekali kita berada dalam tugas tentukan siapa yang melaksanakan apa. Untuk memudahkannya.

Otot kaki kita akan bekerja layaknya penari balet saat menaiki/memanjat tangga. tumit tidak harus di posisi lebih bawah. Lakukan hal yang sama ketika akan melangkah. Perhatikan kaki (Watch Your Feet) Jangan pernah sembarangan ketika melangkahkan kaki di kapal. carilah tempat berpijak yang dapat menopang berat badan kita secara maksimal. Hal tersebut sangat tergantung dengan cara kita bergerak dan pada dasarnya pembagian tersebut dilakukan secara proporsional. badan atau bagian tubuh lainnya sesuai kebutuhan. Jika pada permukaan datar. turun atau mendatar. memberi kita pandangan yang jelas dan luas. Posisi ini juga dapat menghemat tenaga secara signifikan. Bagi pemanjat. ketika bergerak naik. Jika secara terus menerus tangan kita menahan sebagian besar berat badan kita – kemudian lelah dan kehabisan tenaga – selanjutnya kemungkinan besar dapat berakibat jatuh. keseimbangan badan dapat terjaga dengan menggeser sol sepatu seperlunya di tempat berpijak. biasanya pada kapal yang mengapung. melainkan sejajar untuk menjaga keseimbangan tubuh. Ketika mendaki. Periksa apakah tangga atau tempat yang kita pegang tersebut kuat untuk menahan berat badan kita. wajib bagi kita untuk mengetahui kekuatan tempat berpegang tersebut. Secara naluriah kita akan memperhatikan sesuatu ketika akan memegangnya. dia akan berusaha untuk membagi tumpuan berat badannya dengan kaki. Jangan pernah percaya tempat yang akan kita pegang itu kuat sebelum kita mengeceknya!! Berdiri tegak (Stand Upright) Berdiri tegak selama mungkin karena memberi kita posisi yang seimbang dan aman. .Selalu cek tempat berpegang (Always Test Your Holds) Sebelum mengerahkan tenaga pada tempat dimana kita berpegang. terutama ketika memanjat. dan membantu tumit kita pada posisi lebih rendah Posisi tumit lebih rendah (Heels Down) Jika tumit kita berada pada posisi lebih rendah pada saat berada di tangga. Dan ketika memanjat kita perlu melihat kaki kita dan tempat berpijak untuk memastikan/menjamin tempat tersebut dapat aman untuk dipijak.

jangan berhenti. untuk bergerak dengan aman lakukan pergerakan satu persatu–itu lebih aman. kita akan membuang tenaga dengan sia-sia. Tetaplah bergerak. pastikan kita bertumpu pada tiga titik yang kokoh. Hal itu membuat kita lelah. Jika lelah. Tiga Titik Tumpu (On Three Points) Ketika bergerak satu pergerakan dalam setiap saat. tetapi kunci posisi anda dengan aman pada posisi kaki menopang berat badan anda. berhenti dan beristirahatlah. karena anak tangga rusak. Ketika menghadapi ketinggian atau pada permukaan licin. tetap bergerak sampai kita mencapai sasaran. Ketika memanjat jika memungkinkan. sebagian besar berat tubuh kita seharusnya didistribusikan pada kedua kaki kita. . Jika kita melepaskan kedua tangan maka kita akan jatuh. posisi tumit di bawah dan berdiri tegak.Ketika melihat kaki kita. menimbulkan keraguan di hati. takut. tetapi pada suatu saat tangan kita akan menahan beban berat badan khususnya saat kita harus bergantung pada kedua tangan. Bila kita bermalas-malasan di setiap gerakan. Sebaiknya tangan jangan digunakan untuk menahan beban berat badan kita. Karena itu gerakkanlah tangan kita satu persatu tangan maka anda akan selamat. pijakan kaki rusak/hilang. Tangan kita berfungsi sebagai penyeimbang pada bagian atas tubuh kita yang menjaga agar kita tidak jatuh atau terpeleset. Untuk menjaga keseimbangan gerakan kita pada kapal yang mengapung posisi kaki terbuka dan menapak dengan rata. Gerakan berirama (Rhythmic Movement) Sekali kita bergerak. dengan begitu kita menjadi lebih percaya diri.

Perhatikan dan pelajari lokasi dan kondisi struktur yang ada di kapal seperti jalur kabel. Pegang erat prinsip CASHWORTH tersebut. secara fisik atau mental. jantung kita akan memompa darah secara normal kemudian mengalirkannya melalui tangan dan sampai ke jari. dan sebelum memanjat fikirkan hal sbb: Apa tujuan kita Mana jalur yang paling aman Dapatkah. dll. perhatikan dengan baik setiap daerah yang akan kita lalui. bayangkan apa yang akan kita lihat. warna. aliran darah akan melambat. pahami lingkungan di sekitarnya.Berfikir Dahulu (Think First) Seperti saat kita berjalan di tempat-tempat tertentu. pengecatan. maka keselamatan tidak bisa dijamin dan bahkan bisa mencelakai teman kita. kita melakukannya Alat-alat keselamatan apa yang harus kita bawa Apakah ada orang yang membantu Posisi tangan rendah (Hands Low) Posisi normal pegangan kedua tangan adalah sejajar dengan bahu. Jika diacuhkan. otot-otot tangan akan melemah dan pada akhirnya akan kehilangan kontrol jika tangan kita tidak segera menurunkan tangan dengan segera. maka resiko kecelakanaan akan berkurang. tempat kosong. debu. Ketika kita merubah posisi tangan ke tempat yang lebih tinggi dari jantung. Dalam mengukur lokasi/tempat yang akan kita capai. Jika diterapkan. saluran. karat. Pada kondisi tersebut. pipa. Minimalkan waktu dimana posisi tangan lebih tinggi dari jantung. .

Dalam hal pengangkut atau kuasanya tidak memenuhi kewajibannya. Satuan Tugas Bea dan Cukai berwenang untuk melakukan pemeriksaan karena jabatan.1. adalah menunjukkan bagian-bagian/ tempattempat dimana disimpan barang. . tersangkut pelanggaran Kepabeanan.2. dan menyaksikan pemeriksaan. Pertanyaan: Jelaskan apa saja syaratnya suatu penghentian dan pemeriksaan sarana pengangkut tanpa disertai Surat Perintah? Jawab: Syaratnya suatu penghentian dan pemeriksaan sarana pengangkut tanpa disertai Surat Perintah hanya dalam keadaan mendesak dan berdasarkan petunjuk yang cukup bahwa sarana pengangkut dan/atau barang diatasnya belum dipenuhi/ diselesaikan kewajiban pabeannya. Satuan Tugas Bea dan Cukai wajib membuat Laporan Penindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Satuan Tugas segera melaporkan penghentian sarana pengangkut kepada Pejabat Bea dan Cukai yang berwenang menerbitkan Surat Perintah dalam waktu 1 X 24 jam terhitung sejak penghentian dilakukan. Cukai atau peraturan larangan/ pembatasan impor atau ekspor. pengangkut/sarana pengangkut dan/atau barang di atasnya dapat segera meneruskan perjalanannya. Pertanyaan: Jelaskan apa saja kewajiban pengangkut atau kuasanya dalam rangka pemeriksaan barang yang dilakukan oleh Petugas Bea dan Cukai! Jawab: Kewajiban pengangkut atau kuasanya dalam rangka pemeriksaan barang yang dilakukan oleh Petugas Bea dan Cukai. 2). menyerahkan barang dan membuka peti kemas/kemasan barang. Setiap tindakan tersebut. Dalam hal Pejabat Bea dan Cukai yang berwenang tidak menerbitkan Surat Perintah dalam waktu 1 X 24 jam sejak menerima laporan dari Pejabat Bea dan Cukai yang melakukan penghentian.Latihan 1).

1. Pejabat Bea dan Cukai yang melakukan penghentian segera melaporkan penghentian sarana pengangkut kepada Pejabat Bea dan Cukai yang berwenang menerbitkan Surat Perintah dalam waktu 1 X 24 jam terhitung sejak penghentian dilakukan. Atas pemeriksaan sarana pengangkut dan/atau barang di atasnya Satuan Tugas Bea dan Cukai. apaila dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya pelanggaran ketentuan undang-undang. Pejabat Bea dan Cukai dapat mempergunakan segala upaya terhadap barang dan orang.3. Penghentian sarana pengangkut untuk pemeriksaan terhadap sarana pengangkut dan/atau barang di atasnya dalam rangka penindakan dilakukan berdasarkan Surat Perintah yang dikeluarkan oleh Pejabat Bea dan Cukai yang berwenang. Dalam hal Pejabat Bea dan Cukai yang berwenang sebagaimana dimaksud tidak menerbitkan Surat Perintah dalam waktu 1 X 24 jam sejak menerima laporan dari Pejabat Bea dan Cukai yang melakukan penghentian. pengangkut/sarana pengangkut dan/atau barang di atasnya dapat segera meneruskan perjalanannya. Pejabat Bea dan Cukai berwenang melakukan penghentian dan pemeriksaan sarana pengangkut beserta barang di atasnya yang dilakukan secara selektif. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pejabat Bea dan Cukai dapat menghentikan sarana pengangkut untuk pemeriksaan terhadap sarana pengangkut dan/atau barang di atasnya dalam rangka penindakan tanpa surat perintah. . Segala biaya yang timbul sebagai akibat pelaksanaan pemeriksaan merupakan tanggung jawab Pengangkut. Akan tetapi.wajib membuat Surat Bukti Penindakan dengan menyebutkan alasan dan hasil pemeriksaan atau jenis pelanggaran. apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran ketentuan undang-undang. Untuk menjamin hak-hak negara dan dipatuhinya peraturan perundang-undangan yang pelaksaannya dibebankan kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.Rangkuman Dalam rangka mengamankan hak-hak negara. Dalam keadaan mendesak dan disertai bukti permulaan yang cukup.

Biasanya berisi air laut. Ballast. tidak merugikan stake holder yang telah mematuhi peraturan perundang- undangan yang berlaku. Beam. Fairlead b. adalah: a. Bantalan yang ada di sisi kapal untuk mencegah kerusakan akibat benturan. adalah: a. dimuat untuk tujuan meningkatkan stabilitas kapal. Fathom c. biasanya berada di bagian depan kapal. Bilge 3). penghentian dan pemeriksaan terhadap sarana pengangkut serta barang di atasnya dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab. b. memberikan efek psikologis kepada pengangkut atau kuasanya untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Alleyway. tetapi ada juga kapal yang mempunyai alat tersebut di belakang. Kelancaran perdagangan dan arus barang. Anchor 2). Freeboard . 2. Aft. dimuat dalam tangki. d.Pengawasan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. adalah: a. c. Fender d. Alat yang digunakan untuk menahan posisi kapal di laut yang dihubungkan dengan rantai. c. Berth. d. juga digunakan untuk meningkatkan draft kapal saat tidak berisi muatan. Amidship. penghentian dan pemeriksaan terhadap sarana pengangkut serta barang di atasnya dilakukan secara efektif. b.Test Formatif 1).

Peralatan Keselamatan Kerja (PPK) berikut ini harus dikenakan oleh petugas ketika berada di atas kapal untuk melakukan pemeriksaan berupa baju kerja (wearpack) lengan panjang. Alat komunikasi 7). dan peralatan yaitu: a. d. Port d. krim atau lotion Pelindung. Poop b. Peralatan Keselamatan Kerja (PPK) sebelum petugas naik ke kapal untuk melakukan pemeriksaan kapal. yang dapat diperlukan petugas berupa peralatan penahan jatuh. Alat bantu pernafasan b. Rudder 5). Rompi kerja. Lampu senter c. Sarung tangan. safety Boot. Gas Monitor . alat komunikasi. Pilot Ladder c. Safety Helmets d. Pelindung telinga c. dan peralatan yaitu: a. digunakan untuk naik ke kapal di laut. alat bantu pernafasan. pelindung telinga (pendengaran). Alat komunikasi c. b. yang harus dibawa petugas berupa sarung tangan. Tangga khusus terbuat dari tambang kapal sesuai peraturan internasional. pelindung mata. Peralatan Keselamatan Kerja (PPK) sebelum petugas naik ke kapal untuk melakukan pemeriksaan kapal. dan peralatan yaitu: a. fall arrest equipment b. masker atau saringan pernafasan (untuk debu atau lingkungan yang berbau). adalah: a. Safety Boot d.4). Pelindung mata 6). rompi kerja (Reflektif Vests). biasa disebut juga tangga pandu atau tangga monyet.

Nakhoda pada dasarnya adalah perwira dek. b. Bagian Mesin. pastikan bahwa persediaan alat perlindungan (disposable protective equipment) selalu ada bilamana diperlukan. terjadi perubahan saraf pada manusia c. Kebakaran. dan Bagian Katering Bagian Mesin. Alat komunikasi c. dan Bagian cargo Bagian Cargo. Safety Helmets b. dan Bagian Katering b. dan dapat menimbulkan masalah yaitu: a. Bagian Cargo. sudah dipakai. terdapat tiga hal yang harus dicegah sehubungan dengan kandungan udara di tempat pemeriksaan berupa keracunan oleh gas beracun. yaitu a. karena meningkatkan resiko terjadinya bahaya kebakaran. Pelindung mata 10). . manusia menjadi lemas b. Ledakan yang disebabkan oleh gas yang mudah terbakar d. dan Bagian Katering 9). Bagian Mesin. Biasanya terdapat tiga bagian di kapal niaga.kesulitan bernafas yang disebabkan karena kekurangan oksigen. Nakhoda adalah penanggung jawab umum di atas kapal. Periksa apakah peralatan masih layak pakai. Setelah masuk kepernafasan manusia. Bagian Dek. dan hal yang harus diperhatikan juga adalah: a. Bagian Dek. Bagian Dek. Kelebihan Oksigen ternyata dapat menimbulkan masalah.8). Hal-hal yang harus diperhatikan dengan Peralatan Keselamatan Kerja (PPK) berupa ganti apapun peralatan dan/atau komponen yang bekas. atau yang tidak dapat digunakan lagi. d. Setelah masuk kepernafasan manusia. c.

Kunci Jawaban Test Formatif 1. a 3.d 100 % 90. b 7.99 % 70.d s. b 5.d s. TP = Jumlah Jawaban Yang Benar X 100% Jumlah keseluruhan Soal Apabila tingkat pemahaman Anda dalam memahami materi yang sudah dipelajari mencapai 91 % 81 % 71 % 61 % s. Kemudian gunakan rumus untuk mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi.99 % : : : : Amat Baik Baik Cukup Kurang Bila tingkat pemahaman belum mencapai 81 % ke atas (kategori “Baik”).d s. Hitung jawaban Anda yang kedapatan benar. c 4. Perhatikan dan cocokan hasil jawaban Anda dengan hasil perhitungan sesuai rumus dengan hasil pencapaian prestasi belajar sebagaimana data pada kolom dibawa ini.3. maka disarankan mengulangi materi. d 8. b 9. a 10. d 2. c 6. c 4.00 % 80. Umpan Balik dan Tindak Lanjut Cocokkan hasil jawaban dengan kunci jawaban yang disediakan pada modul ini. .

dan Fabian Cahyo Wibowo. 17/1967 Tentang Perusahaan Negara Pelabuhan PP No. 22/1999 dan PP No. 3/Tahun 1983 Tentang pelabuhan di Indonesia dibagi dalam empat Perum. Edisi Revisi. I Wayan Sapta Darma. yaitu UU No.Suyono. penerbit PPM-Jakarta Tahun 2003 Buku Panduan–Customs Course–Ships Search–Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai-Jakarta Tahun 2005–Pemeriksaan Kapal (Buku Panduan ini diperoleh dari hasil Shipsearch Training Course di National Enforcement Training Course–Australian Customs Service pada bulan Apri–Mei 2005. 442 Th 1939 Peraturan Pemerintah RI No. SK Menhub No. SK Menhub No. 9 Tahun 1969 Tentang Perusahaan Negara Pelabuhan Instruksi Presiden No. 17 tahun 2006 Tanggal 15 Nopember 2006 tentang Perubahan Undang-undang No. Territoriale Zee En Maritieme Kringen Ordonantie (TZEMKO) No. 10 tahun 1995 Tanggal 30 Desember 1995 tentang Kepabeanan. 11/Tahun 1983 Tentang Perum Pelabuhan PP No. 18/1969 Tentang Perusahaan Negara Pelabuhan PP No. . 25/2000 Tentang kewenangan provinsi sebagai daerah otonom oleh Pemerintah. melalui Pengumuman Pemerintah Indonesia tanggal 13 Desember 1957 yang dikenal dengan nama ’Deklarasi Juanda’ UU No. Undang-undang No. Shipping-Pengangkutan Intermodal Ekspor Impor Melalui Laut. Undang-Undang Otonomi Daerah. oleh Capt.5. 53 tentang Tatanan Kepelabuhanan Nasional. dan telah diterjemahkan oleh. SK Menhub No. 69 Tahun 2001 Tentang Kepelabuhanan Indische Scheepvaart-Wet (Staatablad 1936 No. 54 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Laut.P. R. 19 Tahun 1960 Tentang Pengelola Pelabuhan Keputusan Mahkamah Internasional tahun 1951 dalam Anglo-Norwegian Fisheries Case yang membenarkan penarikan garis-garis dasar lurus (straight base lines) dalam point to point theory dari Archipellagic State Principle. 55 tentang Pengelolaan Pelabuhan Khusus. Andhi Pramono. Pegawai DJBC Nama Sonny Wibisono.Daftar Pustaka . 700) Tentang Pelabuhan Undang-undang No.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->